P. 1
Hand Out Pendidikan Masyarakat New

Hand Out Pendidikan Masyarakat New

|Views: 3,151|Likes:
Published by anon_64177335

More info:

Published by: anon_64177335 on Sep 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/05/2013

pdf

text

original

1.Latar Belakang

Pemberdayaan masyarakat diselenggarakan untuk mewujudkan masyarakat
yang mampu mengelola kehidupannya. Dengan begitu, masyarakat mampu
meningkatkan kehidupannya secara mandiri sebagai indikator pemberdayaan
meliputi kemampuan memahami masalah, menilai tujuan hidupnya, membentuk
strategi, mengelola sumber daya, serta bertindak dan berbuat. Berikutnya,
pembangunan masyarakat dilakukan dengan pendekatan holistik atau menyeluruh
sesuai dengan kebutuhan masyarakat agar dapat menyentuh kehidupan mereka.

Salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat adalah dengan
terselenggaranya pendidikan keaksaraan. Program ini terbentuk karena kesadaran

Handout Pendidikan Masyarakat

60

pemerintah akan masih banyaknya warga masyarakat yang buta aksara. Penduduk
buta aksara usia 15 tahun ke atas pada tahun 2009 berjumlah 8, 3 juta orang (5,
03%) dan sebagian besar diantara mereka adalah perempuan. Sebagian besar dari
mereka tinggal di daerah pedesaan dan bekerja sebagai petani kecil, buruh,
nelayan, dan kelompok masyarakat miskin. Mereka tertinggal dalam hal aksara,
pengetahuan, serta ketrampilan dan sikap pembaharuan dan pembangunan.
Melalui pendidikan keaksaraan, tingkat kemampuan keaksaraan masyarakat
ditingkatkan untuk menguasai berragam keaksaraan melalui program Keaksaraan
Dasar, Keaksaraan Usaha Mandiri, Aksara Kewirausahaan, Keaksaraan Keluarga,
Keaksaraan Komunitas Khusus, dan lain sebagainya.

2.Karakteristik Pendidikan Keaksaraan

Pendidikan Keaksaraan adalah usaha pembelajaran untuk masyarakat yang
buta aksara. Seseorang dikatakan buta aksara apabila seseorang tidak dapat
membaca dan menulis dengan huruf latin dan angka arab dalam bahasa Indonesia
saerta memiliki ketrampilan yang dapat digunakan untuk meningkatkan
pendapatan/kesejahteraan.

Pengertian Keaksaraan Dasar merupakan upaya pemberian kemampuan
keaksaraan bagi penduduk melek aksara parsial dan cenderung masih buta aksara
usia 15 tahun ke atas agar memiliki kemampuan membaca, menulis, berhitung,
mendengarkan, dan berbicara untuk mengkomunikasikan teks lisan dan tulis
dengan menggunakan aksara dan angka dalam bahasa Indonesia.

Dalam perkembangannya, ada pula istilah buta aksara fungsional. Seseorang
dikatakan buta aksara fungsional apabila ia tidak mampu melakukan kecakapan
keaksaraan.

Selanjutnya dalam pendidikan Keaksaraan, seseorang dikatakan melek
aksara apabila ia telah mampu menggunakan kemampuan baca dan tulis dengan
huruf latin dan berhitung dengan angka arab dalam setiap kegiatannya
memerlukan kecakapan tersebut dan juga memungkinkannya untuk melanjutkan

Handout Pendidikan Masyarakat

61

pemanfaatan kecakapan membaca, menulis, dan berhitung untuk pengembangan
diri dan masyarakat.

3.Tujuan Pendidikan Keaksaraan

Pendidikan Keaksaraan sangat penting dilaksanakan yaitu memenuhi amanat
Undang-Undang Dasar 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, juga
melaksanakan Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional. Melalui masyarakat yang “melek aksara” dapat meningkatkan
kecakapan masyarakat sehingga mampu menjadi sumber potensial dalam mengisi
pembangunan bangsa, untuk memenuhi hak asasi manusia paling mendasar,
memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat secara adil dan merata, dan
meningkatkan pelayanan rangking HDI sebagai tolak ukur kualitas SDM
Indonesia di mata dunia.

Tujuan dari pendidikan Keaksaraan adalah untuk :

1)Meningkatkan kemampuan membaca dan menulis dengan huruf latin dan
berhitung serta berketerampilan agar masyarakat mampu meningkatkan mutu
dan taraf hidupnya.

2)Memungkinkan mereka dalam menyelesaikan masalah dalam
kehidupannya sehari-hari dengan kemampuan membaca, menulis, dan
berhitung.

3)Menciptakan tenaga lokal yang potensial untuk mengelola sumber daya
yang ada di lingkungannya.

4)Menjadikan dasar untuk terciptanya masyarakat gemar belajar dan mampu
menekan angka dropout di pendidikan formal melalui kemampuan membaca,
menulis, dan berhitung.

4.Sasaran Pendidikan Keaksaraan

Handout Pendidikan Masyarakat

62

Pendidikan Keaksaraan ditujukan kepada masyarakat buta aksara yang
diprioritaskan warga masyarakat yang berusia 15-44 tahun yang tidak dapat
membaca dan menulis huruf latin dan angka arab dalam bahasa Indonesia serta
tidak memiliki keterampilan yang dapat untuk meningkatkan
pendapatannya/usahanya. Juga diperuntukkan bagi meeka yang tidak memiliki
kemampuan membaca, menulis dan berhitung biasanya selain belum pernah
sekolah adalah mereka yang drop out SD/MI kelas I, II, dan III.

Untuk mengetahui seseorang buta aksara dapat dilakukan melalui tes
membaca sederhana, menulis angka dan lain sebagainya.

5.Peran-peran Dalam Pemberantasan Buta Huruf

Dalam pelaksanaan program-program pendidikan masyarakat menjadi
tanggung jawab bersama antara masyarakat dan pemerintah. Begitu pula dengan
kegiatan pendidikan keaksaraan, semua pihak memiliki peran dalam
pelaksanaanya. Diantaranya:

1)Peran Direktorat Pendidikan Masyarakat

-Menyusun pedoman perencanaan dan pengembangan program

-Menetapkan standar pelayanan minimal

-Menyusun dan menetapkan pedoman pelaksanaan program Pendidikan
Keaksaraan

-Menyiapkan sebagian dana untuk operasional Pendidikan Keaksaraan

-Melakukan sosialisasi ke berbagai stakeholder baik tingkat pusat, provinsi,
kabupaten, sampai dengan desa/kelurahan.

-Menyusun bahan dan alat ajar

2)Peran Pemda Provinsi

-Melakukan sosialisasi menyeluruh kepada aparat di tingkat kabupaten

Handout Pendidikan Masyarakat

63

-Melakukan koordinasi pada kabupaten/kota di tingkat provinsi

-Mengumpulkan data sasaran dari tingkat kabupaten

-Menyiapkan dana untuk mendukung kebutuhan operasional termasuk
honor tutor, diklat, dan bahan belajar

-Melakukan monitoring dan evaluasi

-Melakukan pendekatan dan kerjasama dengan seluruh Pemda,
Organisasi/lembaga/yayasan untuk menjadi pelaksana dan sumber belajar

3)Peran (BPKB) Badan Pengembangan Kegiatan Belajar Dan (UPTD) Unit
Pelaksana Teknis Daerah Dinas Pendidikan Provinsi

-Menyusun model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik daerah

setempat

-Membantu menyusun bahan belajar yang sesuai

-Bekerjasama dengan Subdin PLS Dinas Pendidikan untuk melaksanakan

diklat

4)Peran Pemerintah Daerah Kab/Kota (Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota)

-Melaksanakan koordinasi pelaksanaan dan pengendalian program
pendidikan keaksaraan di tingkat kabupaten

-Menyiapkan dan untuk diklat tutor, bahan belajar, honor tutor, dan biaya
pengendalian program serta pelaksanaan program

-Melakukan sosialisasi di tingkat kecamatan dan berbagai organisasi

-Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dan mengarahkan potensi yang
ada di kabupaten/kota untuk mensukseskan program

-Mengkoordinir pendataan di tingkat kecamatan dan desa

-Menentukan prioritas lokasi dan sasaran

Handout Pendidikan Masyarakat

64

-Melakukan monitoring dan evaluasi program

-Menyusun laporan penyelengaraan kegiatan di tingkat kabupaten/kota

5)Peran Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) – UPTD Dinas Pendidikan
Kabupaten/Kota

-Membantu pelaksanaan diklat ketenagaan

-Membantu penyusunan bahan belajar di tingkat kelompok.

-Memberikan bimbinga teknis, edukatif di tingkat kelompok belajar

-Mengembangkan program KF yang layak dicontoh oleh masyarakat

6)Peran Wakil Rakyat (Anggota Dewan Di Berbagai Tingkatan)

-Mengalokasikan anggaran yang memadai

-Melakukan monitoring penyelenggaraan

-Melakukan evaluasi dan saran perbaikan pelaksanaan di lapangan

-Melakukan sosialisasi kepada masyarakat

7)Peran Penilik PLS

-Menyiapkan peta dan data sasaran di masing-masing desa di tiap
kecamatan

-Menyiapkan data calon warga abelajar, calon penyelenggara, dan
potensi yang ada di masing-masing desa/kelurahan

-Melakukan sosialisasi bersama aparat kecamatan dan desa ke berbagai

desa

-Menjalin kerjasama dengan stakeholder di tingkat kecamatan dan desa

-Melakukan monitoring, evaluasi, dan supervisi di setiap kelompok

belajar

Handout Pendidikan Masyarakat

65

-Membimbing pengelola dan tutor dalam melaksanakan kegiatan

-Menyusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan penilik di tingkat
kecamatan kepada dinas pendidikan di tingkat kabupaten/kota

8)Peran Tenaga Lapangan Diknas (TLD)

-Membantu penilik dalam menyiapkan berbagai data, bahan dan alat
pembelajaran

-Memberikan bantuan teknis (pendampingan) kepada kelompok binaan

9)Peran Organisasi, Lembaga Masyarakat (LSM, Yayasan, PKBM,
Organisasi Masyarakat Lainnya)

-Membantu melakukan pendataan sasaran di sekitar lokasi dimana
organisasi itu berada

-Menyiapkan calon warga belajar dan calon tutor

-Menyusun proposal penyelenggaraan program pendidikan keaksaraan

-Menyiapkan tempat belajar

-Melaksanakan pendidikan keaksaraan

-Memotivasi warga belajar sebagai penyelenggara program pendidikan
keaksaraan

10)Peran Tokoh Masyarakat

-Memotivasi warga belajar

-Memotivasi penyelenggara program

-Membantu memonitor pelaksanaan dan penerapan penyelenggaraan

program

11)Peran Aparat Desa

Handout Pendidikan Masyarakat

66

-Melakukan sosialisasi kepada RT, RW, dan warga masyarakat

-Menyiapkan data penduduk buta aksara

-Membantu melakukan pendataan sasaran

-Menyiapkan sarana dan prasarana belajar

-Memonitor penyelenggaraan program

6.Strategi-strategi Pendidikan Keaksaraan

Strategi pemberantasan buta aksara dilakukan dengan pendekatan
“Keaksaraan Fungsional”. Maksudnya segala aktifitas belajar dikaitkan
dengan situasi dan kondisi warga belajar. Topiknya berkisar kehidupan warga
belajar, dapat berupa masalah, potensi lingkungan, budaya, kesehatan, agama,
mata pencaharian, kehidupan sosial, dan sebagainya.
Tahapan dalam Pendidikan keaksaraan :

Tahap pemberantasan

Tahap Pembinaan

Tahap Pelaksanaan

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->