BENTUKAN-BENTUKAN DASAR LAUT

:

Keadaan dasar laut sama seperti juga di daratan terdapat bentukan-bentukan dasar laut seperti pegunungan, gunung, lembah, parit, plato, dataran tinggi, dataran rendah, sedimentasi dan lain-lain. Bentukan dasar laut : a. Trench atau trog Trench adalah dasar laut yang dalam, memanjang, sempit dengan lereng yang curam. Sedangkan trog yaitu dasar laut yang dalam, memanjang, dan lebih lebar dari trench dan lerengnya tidak terlalu curam. b. Ridge yaitu penggunungan/pegunungan dasar laut dengan puncaknya sempit dan lerengnya curam. c. Rise yaitu penggunungan/pegunungan dasar laut dengan puncaknya luas dan lerengnya tidak securam ridge. d. Swell yaitu punggungan, atau panjang lereng yang tidak curam. e. Dremple atau ambang yaitu punggungan yang tidak begitu panjang dan tidak begitu tinggi, biasanya yang membatasi laut pedalaman/laut tengah dengan laut lepas/samudra. f. Plateau merupakan dataran tinggi dasar laut dengan bagian puncaknya yang relative datar dan disebt juga mesas. Bagian atasnya masih lebih dalam dari 200 m (shelf). g. Island arc yaitu rangkaian pulau-pulau seperti rangkaian pulau-pulau di kepulauan Hawaii, kepulauan Marshall yang ada di samudra Pasifik. h. Guyote yaitu gunung api dasar laut dengan puncaknya yang datar. i. Basin yaitu laut dalam yang berbentuk cekungan yang dasarnya relative dasar. j. Deep yaitu cekungan dalam basin dengan lereng yang tidak terlau curam.

Sedimentasi Dasar Laut : Seluruh permukaan dasar laut ditutupi oleh partikel-partikel sedimen yang telah diendapkan secara perlahan-perlahan dalam jangka waktu berjuta-juta tahun. Sebagian besar laut yang dalam ditutupi oleh jenis partikel-partikel yang berukuran besar. Sedimen Lithpgeneous (sedimen terigin) Jenis sedimen ini berasal dari hasil pengikisan batuan didarat. alumina. Partikel-partikel dari hasil proses desintegrasi maupu proses decomposisi itu di angkut oleh air sungai dan angin kelaut.k. Sedimen terutama terdiri dari partikel-partikel yang berasal dari hasil pecahan-pecahan batuan dan potongan-potongan kulit (shell serta sisa rangka dari organism laut. mica. l. Ketebalan lapisan sedimen yang terdapat dibanyak bagian laut berbeda-beda. Batuan beku atau batuan sedimen telah mengalami proses Desintegrasi (proses pecahnya batuan secara mekanis menjdai batuan yang lebih kecil). Untuk mengklasifikasikan sedimenaut berdasarkan sumbernya : 1. 500-1000 meter di samudra Atlantik. Contoh bahan sedimen dari proses desintegrasi Hasil proses decomposisi : mineral kuarsa. dari sekitar 600 meter di samudra Pasifik. 400 meter di Arctic. maupun proses Decomposisi ( Proses perubahan susunan kimiawi dari batuan sehingga lapuk akubat pengerjaan air maupun udara). colloidal silica dll 2. Sea Mounts yaitu gunung yang terdapat di laut seperti gunung Krakatau. Coral reef (terumbu karang) yaitu semacam timbunan yang terdiri dari karang. Sedimen Biogeneous (sisa-sisa organism) . feldspar dll : clay atau lempung.

Sedimen Hydrogeneous ( hasil reaksi kimia dalam air laut) Dibagi menjadi dua : a. gelas vulkanik. butiran mineral. Ekstraterestrial : . Sedimen laut yang berasal dari organism (binatang atau tumbuhan) ada yang mengandung kapur (tipe calcareous) dan silisium ( tipe siliceous). Proses dari sedimen ini sangat laambat. contoh : pecahan lava. nekel. besi dan mangan. cobalt. Manganese nodules (bongkahan mangan) berasal dari endapan oksida dan hidro oksida. 3. batu apung.Sedimen marine yang banyak mengandung sisa-sisa organism disebut lumpur organism atau ooze/selut. 4. Nodulnodul ini banyak dijumpai di samudra Pasifik. Jenis logam lainya seperti tembaga. b. b. Sedimen Marine Mempunyai dua sumber a. untuk membuta sebuah nodul yang besar diperlukan berjuta-juta tahun dan akan berhenti setelah nodul-nodul terkubur dalam sedimen. Vulkanisme bahan vulkanisme dapat dilihat dari sifat-sifat fisik maupun susunan kimiawinya.

lapisan magnetis hitam. . besi. Red clay banyak dijumpai di samudra-samudra di bumi ini. Kristal coklat.Benda-benda angkasa dengan berbagai ukuran yang jatuh ke bumi/ke laut setiap saat terus terjadi. Contoh : red clay (lempung merah).

 ¯ °¯f° f°– f°f¯ °–f° °–¾¾f ¾¾f–f°¾¯ ¾ ¯½–f°¾¯ff  $¾   ¯ °ff°– f¾f f–f°¾¯% °ff°–ff¯ f°%f ff°– ¯ °–f° °–f½%½ nfnf ¾% f°¾¾¯%½ ¾n ¾%     ¯ ° – ° ¾%f¾ f¾¯f ff¯ff%  f–¯ °©f  f  f . ¯½°f f¾¯    f If°¾¯  ff°f°¾¯  f½f f f¾€f ¾€f€¾¯f½°¾¾°f°¯f°f n°   ½ nff°ff – f¾f°  ff½°–  f°¯° f   ¾f  ¾f .f°  .f°–f° ¾ °  ¾% °–ff°¯f°–f°% f¾f f ° f½f°¾ f f°  ¾ f  ¾ f°¯f°–f°    °¾–f¯f°f¾ ½  ¯ f–f n f °    9¾ ¾ f¾ ¯ °°¾f°–fff¯ f °¯ ¯ f¾ f° f°– ¾f ½ f° ©f ©ff° f°ff°  °¾  f°  °    ff¯¾ ¯ ° -  ° ° f°f ©¯½f ¾f¯ f9f¾€        ¯ °.

° f ° ff°–f¾f °–f°  f–ff°f°–©f  ¯$ f¾ f½¾ff  ¾ ©f  .

°  nf% ¯½°–¯ f% f½¾f°¯f–° ¾f¯ ¾fnf  ¾  nf f°f ©¯½f ¾f¯ f ¾f¯ f  ¯°  .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful