P. 1
SAG Onfarm Tomat

SAG Onfarm Tomat

|Views: 2,459|Likes:
Published by chocanice

More info:

Published by: chocanice on Sep 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/10/2013

pdf

text

original

Pemangkasan tanaman tomat dilakukan terhadap tunas air; daun tua; daun
yang terserang penyakit; buah yang cacat, rusak, atau terserang hama dan
penyakit. Selain bertujuan membuang tunas, pemangkasan tunas air juga
bermanfaat untuk pembentukan tanaman.

Pembentukan tanaman tomat lewat pemangkasan tunas air atau wiwilan
dilakukan pada tanaman tomat tipe indeterminate. Pada dasarnya pembentukan
tanaman tomat digolongkan menjadi dua, yakni sistem pemeliharaan satu batang
dan sistem pemeliharaan dua batang. Sistem pemeliharaan satu batang dilakukan
dengan memamgkas semua tunas air dan hanya menyisakan satu batang utama.
Sementara itu, pada sistem pemeliharaan dua batang, semua tunas air dipangkas
kecuali tunas yang tumbuh di bawah tandang bunga pertama. Tunas air yang
disisakan ini akan membentuk cabang sebagai batang kedua yang akan
menghasilkan buah.

Pemangkasan daun tua atau daun yang terkena serangan hama dan
penyakit bertujuan untuk memperlancar sinar matahari yang masuk ketanaman
dan mengurangi risiko menularnya hama dan penyakit. Waktu pemangkasan
sebaiknya pada pagi hari karena tunas air dan daun masih banyak mengandung air
sehingga mudah dipatahkan. Setelah pemangkasan selesai, semua daun dan buah
yang terkumpul ditempatkan ke dalam wadah khusus lalu musnahkan dengan cara
dibakar atau ditimbun ke dalam lubang sehingga bisa mengurangi risiko
menularnya hama dan penyakit.

Sementara itu, pemangkasan pada buah ditujukan untuk buah yang cacat,
rusak atau terkena hama dan penyakit. Buah yang sudah terkena hama dan
penyakit harus secepatnya dibuang sehingga tidak menular kepada buah yang lain.

BAB VI

HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN TOMAT

Tanaman tomat tidak terbebas dari hama dan penyakit. Tiap-tipa bagiannya
dapat diserang. Didaerah tinggi yang udaranya lebih lembab daripada di dataran
rendah, serangan penyakit lebih tinggi. Di daerah tersebut penanam tomat
berjuang mati-matian untuk menanam tanamannya dari serangan penyakit daun.
Hingga saat ini belum ada satu jenis tomat pun yang imun atau toleran terhadap
penyakit tersebut.

Hasil panen tomat yang berkualitas, selain ditentukan oleh pemeliharaan dan
pemupukan juga tergantung dari cara mengatasi hama dan penyakitnya. Para
petani di Indonesia umumnya menghabiskan 40% biaya untuk mengatasi hama
dan penyakit. Umumnya cara yang mereka terapkan adalah mencampurkan
beberapa pestisida, seperti insektisida, fungisida, dan bakterisida.secara
bersamaan dan beerulang-ulang dalam waktu yang lama. Perlakuan tersebut terus
mereka terapkan karena tidak mengetahui penyakit atau hama yang menyerang
tanamannya. Untuk menghindari hal tersebut, pengetahuan tentang hama dan
penyakit serta cara pengendaliannya menjadi sangat penting.

Dalam prakteknya, penyemprotan pestisida sebaiknya tidak dicampur
dengan pestisida lainnya. Beberapa pestisida tertentu, tidak bisa dicampur dengan
pestisida lainnya. Beberapa pestisida tertentu, tidak bisa dicampur dengan
pestisida lain, misalnya yang berbahan aktif tembaga tidak bisa dicampur dengan
pestisida yang berbahan aktif asam. Hal ini dapat dihindari dengan melihat
kandungan bahan aktif di dalam kemasannya. Waktu penyemprotan sebaiknya
dilakukan pada pagi hari antara pukul 07.00-10.00 dan sore hari setelah pukul
15.00. Kisaran waktu tersebut dipilih karena jika terlalu pagi dikhawatirkan masih
banyak embun pada daun yang dapat mengurangi fungsi pestisida. Sementara itu,
jika aplikasi diberikan terlalu siang, pestisida dapat dengan cepat menguap
sehingga bisa menimbulkan kerugian. Penyemprotan ketika musim hujan juga
bisa mendatangkan masalah, yakni pupuk mudah larut terbawa bersama air hujan.
Karena itu, jika penyemprotan dilakukan ketika musim hujan, campur larutan
pestisida dengan bahan pelarut atau bahan pembasah (surfaktan) sehingga bisa
merekat pada daun dan tidak tercuci oleh air hujan.

Penyemprotan sebaiknya dilakukan jika populasi hama atau penyakit
sudah melewati ambang batas toleransi. Ketika penyemprotan dilakukan,
perhatikan juga keselamatan pekerja supaya tidak keracunan. Sebaiknya pekerja
dilengkapi dengan peralatan pengaman, seperti sarung tangan, baju lengan
panjang, topi, kacamata dan masker. Selain memperhatikan keselamatan pekerja,
konsumen juga perlu dilindungi dari sisa-sisa cemaran pestisida yang masih
menempel pada buah tomat. Hal tersebut dapat dicegah jika penyemprotan
dihentukan sekitar dua minggu menjelang buah dipanen.

Seperti pada tanaman-tanaman semusim lainnya, keberadaan hama dan
penyakit pada tomat juga bisa mendatangkan bencana bagi para petaninya.
Namun, setidaknya masalah tersebut dapat dicegah dengan mengetahui jenis-jenis
dan penyakit yang sering menyerang tanaman tomat. Tidak itu saja, cara
mengatasinya juga perlu diketahui, terutama jenis pestisida yang cocok untuk
diaplikasikan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->