GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT

NOMOR 22 TAHUN 2008 PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 22 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA INSPEKTORAT, BAPPEDA DAN LEMBAGA TEKNIS DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT, Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 3 ayat (5) Peraturan Daerah Provinsi Nusa tenggara Barat Nomor 8 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Bappeda dan Lembaga Teknis Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat perlu diatur rincian tugas, fungsi dan tata kerja Inspektorat, Bappeda dan Lembaga Teknis Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan Peraturan Gubernur; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Gubernur tentang Rincian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Inspektorat, Bappeda dan Lembaga Teknis Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 64 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah-daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1958 Nomor 115, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1649); 2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041) sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890); 3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Nomor 4437) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4844); 4. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438); 5. Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2002 tentang Ketahanan Pangan (Lembaran Negara Tahun 2002 Nomor 142, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4254); 6. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pedoman Satuan Polisi

MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN GUBERNUR TENTANG RINCIAN TUGAS. Peraturan Daerah adalah Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4502). 8. 14. Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 82. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4593). Daerah adalah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat. . Tambahan Lembaran Negara Nomor 4578). 10. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4428). 4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor 8 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat. 12. 3. 5. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disebut DPRD adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat. yang dimaksud dengan : 1. 11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah. BAPPEDA DAN LEMBAGA TEKNIS DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT. 2. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 48. Gubernur adalah Gubernur Nusa Tenggara Barat. Bappeda dan Lembawa Teknis Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Lembaran Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2008 Nomor 8). 9. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 140. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 165. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 89. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Gubernur ini.Pamong Praja (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 112. Pemerintah Daerah adalah Gubernur dan Perangkat Daerah sebagai unsur Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. FUNGSI DAN TATA KERJA INSPEKTORAT. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737). 7. 13. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4741). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Badan Penanaman Modal disebut BPM adalah Badan Penanaman Modal Provinsi Nusa Tenggara Barat. 20. Badan Kepegawaian Daerah disebut BKD adalah Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat. 17. 9. 24. 19. Tugas Pembantuan adalah penugasan dari Pemerintah kepada daerah dan desa dan dari daerah ke desa untuk melaksanakan tugas tertentu yang disertai pembiayaan. Unit Pelaksana Teknis adalah unit pelaksana teknis pada Lembaga Teknis Daerah Provinsi. Badan Lingkungan Hidup dan Penelitian disebut Balinglit adalah Badan Lingkungan Hidup dan Penelitian Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang dari Pemerintah kepada Gubernur sebagai wakil Pemerintah dan/atau perangkat pusat di daerah. 10.6. Badan Perpustakaan dan Arsip disebut Bapustarsip adalah Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi Nusa Tenggara Barat. Badan Ketahanan Pangan disebut BKP adalah Badan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Lembaga Teknis adalah Lembaga-lembaga Teknis Daerah Provinsi dilingkungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. 14. Rumah Sakit Umum Provinsi disebut RSUP adalah Rumah Sakit Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat. 11. Inspektorat Provinsi adalah Inspektorat Provinsi Nusa Tenggara Barat 13. 21. Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat. 18. 15. 12. sarana dan prasarana serta sumber daya manusia dengan kewajiban melaporkan pelaksanaannya dan mempertanggungjawabkannya kepada yang menugaskan. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri disebut Bakesbangpoldagri adalah Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Provinsi Nusa Tenggara Barat. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah yang selanjutnya disebut Bappeda adalah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat. 7. Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana disebut BPPKB adalah Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Provinsi Nusa Tenggara Barat. Rumah Sakit Jiwa Provinsi disebut RSJP adalah Rumah . 23. Desentralisasi adalah penyerahan wewenang pemerintahan oleh Pemerintah kepada Daerah Otonom dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. 22. 16. 8. Kelompok Jabatan Fungsional adalah Kelompok Jabatan Fungsional pada Lembaga Teknis Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa disebut BPMPD adalah Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Paragraf 2 Susunan Organisasi Pasal 3 Susunan Organisasi Inspektorat. pemeriksaan. FUNGSI DAN TATA KERJA INSPEKTORAT Bagian Kesatu Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Paragraf 1 Tugas dan Fungsi Pasal 2 1) Inspektorat Provinsi mempunyai tugas melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan urusan pemerintahan di daerah Provinsi. Inspektur. Inspektorat Provinsi menyelenggarakan fungsi : a. 25.Sakit Jiwa Provinsi Nusa Tenggara Barat. BAB II RINCIAN TUGAS. menyelenggarakan fungsi : 2) 2) . Subbagian Perencanaan. pengujian dan penilaian tugas pengawasan. Bagian Keempat Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Paragraf 1 Tugas dan Fungsi Pasal 85 1) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah dibidang Kesatuan dan Politik Dalam Negeri. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 2. terdiri dari : a. Dalam melaksanaan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. pengusutan. 26. terdiri dari : 1. b. b. perumusan kebijakan dan fasilitasi pengawasan. Kantor Penghubung Pemerintah Provinsi disebut Kanhubung adalah Kantor Penghubung Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sekretariat. perencanaan program pengawasan. Satuan Polisi Pamong Praja disebut Satpol PP adalah Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Nusa Tenggara Barat. dan pelaksanaan pembinaan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah kabupaten/kota pelaksanaan urusan pemerintahan di Daerah Kabupaten/Kota. c.

terdiri dari : 1. Bidang Pengembangan Nilai-nilai Kebangsaan. 3. terdiri dari : 1. terdiri dari : 1. Subbidang Pengembangan Pendidikan Politik. e. Paragraf 3 Kepala Badan Pasal 87 1) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri mempunyai tugas memimpin. b. c. perumusan kebijakan teknis dibidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. Kelompok Jabatan Fungsional. Kepala Badan Kesatuan . c. Subbidang Penanganan Konflik. terdiri dari : a. Kebangsaan dan 2. 2. Subbidang Wawasan Pembauran Bangsa. Subbidang Kewaspadaan Nasional dan Bela Negara. Kepala Badan. Sekretariat. Bidang Pengkajian Masalah Strategis dan Penanganan Konflik. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan tugas dibidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. 2) Dalam melaksanakan tugas tersebut pada ayat (1). Bidang Pengembangan Politik dan Fasilitasi Orpol/Ormas. Subbagian Program dan Pelaporan. d. e. pengkoordinasian dan pembinaan pelaksanaan tugas dibidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. tugas dekonsentrasi dan tugas pembantuan yang diberikan oleh Pemerintah kepada Gubernur serta tugas lain sesuai dengan kebijakan oleh Gubernur berdasarkan peraturan perundang-undangan. Subbidang Fasilitasi Orpol/Ormas dan Pemilu. Paragraf 2 Susunan Organisasi Pasal 86 Susunan Organisasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Gubernur sesuai dengan tugas dan fungsinya. b. 2. terdiri dari : 1. f. Subbidang Pengkajian Masalah Strategis. d. mengendalikan dan mengkoordinasikan pelaksanaan tugas Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri dalam menyelenggarakan sebagian kewenangan Provinsi (desentralisasi) di Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri.a. Subbagian Keuangan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah dibidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. 2.

b.Bangsa dan Politik Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi : a. dan c. kerumahtanggaan dan keprotokolan. pelaksanaan persiapan perumusan kebijakan dan koordinasi. Sekretariat menyelenggarakan fungsi : a. c. pengawasan dan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka pelaksanaan tugas dibidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. dipimpin oleh Kepala Subbagian yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Subbagian Keuangan. pembinaan. 3) Sekretariat dipimpin oleh Sekretaris yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri. fasilitasi penyelenggaraan pendidikan pengembangan sistem politik. penyediaan dukungan pemilihan umum. . kepegawaian. pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Pasal 89 1) Sekretariat Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri membawahi : a. penyelenggaraan dan d. 2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). keuangan. pelaksanaan pembinaan administrasi dalam arti melakukan urusan ketatausahaan. Subbagian Program dan Pelaporan. penyusunan program dan perumusan. 2) Masing-masing Subbagian sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pengelolaan urusan keuangan. pemberian dukungan atas urusan pemerintahan dibidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. b. e. Paragraf 4 Sekretariat Pasal 88 1) Sekretariat mempunyai tugas membantu Kepala Badan dalam melaksanakan pembinaan administrasi yang meliputi ketatausahaan. c. pelaksanaan kebijakan teknis dan operasional dibidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. perlengkapan. perlengkapan dan pemeliharaan kantor. kepegawaian. umum. f. b. pengendalian.

pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. menghimpun dan menganalisa data dalam rangka program dan pelaporan. melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program pelaporan. menyiapkan laporan pelaksanaan kegiatan Subbagian Program dan Pelaporan. d. dan e. program dan pelaporan. 3) 2) . b. koordinasi.Pasal 90 1) Subbagian Program dan Pelaporan mempunyai tugas menyiapkan bahan pelaksanaan perumusan kebijakan. menyiapkan bahan dalam rangka perumusan kebijakan. evaluasi program dan pelaporan. c. perencanaan dan penyusunan program pengumpulan dan analisis data. Rincian tugas Subbagian Program dan Pelaporan adalah sebagai berikut : a.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful