BAB I PENDAHULUAN Sekitar 1 juta orang di Amerika Serikat mengalami gangguan penglihatan akibat trauma.

75% dari kelompok tersebut buta pada satu mata, dan sekitar 50.000 menderita cedera serius yang mengancam penglihatan setiap tahunnya. Setiap hari lebih dari 2000 pekerja di amerika Serikat menerima pengobatan medis karena trauma mata pada saat bekerja. Lebih dari 800.000 kasus trauma mata yang berhubungan dengan pekerjaan terjadi setiap tahunnya.1,2 Para pekerja yang mengalami trauma mata kebanyakan adalah pekerja waktu penuh (full time). Para pekerja ini 80% nya adalah laki-laki. Dibandingkan dengan wanita, laki-laki memiliki rasio terkena trauma mata 4 kali lebih besar. Pada 70% kasus, trauma disebabkan oleh kontak dengan objek atau peralatan tertentu. Berikut adalah sumber trauma pada mata:2

Sumber: CDC (Center for Disease Control and Prevention)2 Trauma mata adalah tindakan sengaja maupun tidak disengaja yang menimbulkan perlukaan mata. Trauma mata merupakan kasus gawat darurat mata.
1

Perlukaan yang ditimbulkan dapat ringan sampai berat atau menimbulkan kebutaan bahkan kehilangan mata. Walaupun terdapat sistem pelindung dan refleks memejam yang cukup baik pada mata, trauma masih dapat mengenai jaringan mata seperti: palpebrae, konjungtiva, kornea, uvea, lensa, retina, papil saraf optik, dan cavum orbita.3 Trauma dapat mengakibatkan kekeruhan pada bola mata. Kerusakan mata dapat mengakibatkan atau memberikan penyulit sehingga mengganggu fungsi penglihatan. Trauma pada mata memerlukan perawatan yang tepat untuk mencegah terjadinya penyulit yang lebih berat yang akan mengakibatkan kebutaan. Berdasarkan sumber trauma yang disebutkan di atas, maka penyebab trauma pada mata dapat diklasifikasikan sebagai berikut:4
− Trauma kimia (chemical injury) − Trauma benda asing pada mata (foreign bodies) − Trauma tembus bola mata (penetrating injury) − Trauma tumpul (blunt injury) − Trauma mata yang bersamaan trauma kepala (assosiated with head injury) − Trauma thermal/luka bakar (welding burns)

Pada referat ini hanya akan dibahas lebih lanjut mengenai trauma kimia pada mata. Trauma kimia pada mata dapat dibedakan dalam trauma kimia yang berasal dari bahan asam (kuat atau lemah) dan trauma basa atau alkali.

2

Pada bab ini akan dibahas lebih lanjut mengenai anatomi bola mata. Mata terdiri atas bola mata. Bola mata berbentuk bulat dengan diameter anteroposterior sekitar 24 mm.1 Anatomi Mata Mata merupakan salah satu alat indra yang terdiri atas susunan yang komplek. rongga orbita. kelopak mata.3 Gambar 1 Anatomi Bola Mata 3 . Bola mata memiliki 2 kelengkungan yang berbeda akibat kornea mempunyai kelengkungan yang lebih tajam. pembuluh darah dan sistem persarafan. Bagian bola mata paling depan adalah kornea.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.

(7) lapisan nukleus luar sel fotoreseptor.1.3 3. Corpus siliar yang terletak dibelakang iris menghasilkan humor aqueous. (9) lapisan fotoreseptor segmen dalam dan luar batang dan kerucut. Bagian terdepan sklera disebut kornea yang bersifat transparan yang memudahkan sinar masuk ke dalam bola mata. Jaringan uvea dan sklera dibatasi oleh ruang yang potensial dimasuki darah apabila terjadi trauma yang disebut perdarahan suprakoroid. Transparansi kornea disebabkan oleh strukturnya yang seragam. Retina terdiri atas 10 lapisan (dari dalam keluar): (1) membran limitans interna. humor aqueous dan air mata. amakrin dan horizontal. Uvea merupakan jaringan vaskular. merupakan bagian terluar yang melindungi bola mata. avaskularitas dan deturgensinya.Bola mata dibungkus oleh 3 lapis jaringan yaitu: 1. (2) lapisan serat saraf yang mengandung akson-akson sel ganglion yang berjalan menuju N II. lapisan Bowman.1 Kornea atau dalam bahasa latin disebut cornum yang berarti seperti tanduk adalah jaringan transparan pada mata yang tembus cahaya. Sumber nutrisi kornea adalah pembuluh darah limbus. (4) lapisan pleksiform dalam yang mengandung sambungan sel ganglion dengan sel amakrin dan sel bipolar. corpus siliar dan koroid. (6) lapisan pleksiform luar yang mengandung sambungan sel bipolar dan sel horisontal dengan fotoreseptor. Kelengkungan kornea lebih besar dibanding sklera. stroma. Jaringan uvea terdiri atas iris.3 4 . membran Descement dan lapisan endotel. (3) lapisan sel ganglion. Dari anterior ke posterior. (5) lapisan nukleus dalam badan-badan sel bipolar. Retina merupakan lembaran jaringan saraf berlapis yang tipis dan semi transparan yang terletak paling dalam dan berbatas dengan koroid. kornea terdiri atas 5 lapisan: lapisan epitel (berbatasan langsung dengan epitel konjungtiva bulbaris). (10) epitel pigmen retina.3 2. (8) membran limitans eksterna. Sklera merupakan jaringan ikat yang kenyal dan dan memberikan bentuk pada mata.

konsentrasi. Setiap hari lebih dari 2000 pekerja di amerika Serikat menerima pengobatan medis karena trauma mata pada saat bekerja.5 Trauma bahan kimia dapat terjadi pada kecelakaan yang terjadi dalam laboratorium. berat bahkan sampai kehilangan penglihatan.1. Setiap trauma kimia pada mata memerlukan tindakan segera. industri.000 kasus trauma mata yang berhubungan dengan pekerjaan terjadi setiap tahunnya.3 2.2 Definisi Trauma kimia pada mata merupakan salah satu keadaan kedaruratan oftalmologi karena dapat menyebabkan cedera pada mata. pekerjaan pertanian.2 Dibandingkan dengan wanita. Dari data WHO tahun 1998 trauma okular berakibat kebutaan unilateral sebanyak 19 juta orang. 75% dari kelompok tersebut buta pada satu mata.2. Lebih dari 800.000 menderita cedera serius yang mengancam penglihatan setiap tahunnya. laki-laki memiliki rasio terkena trauma mata 4 kali lebih besar. Irigasi daerah yang terkena trauma kimia merupakan tindakan yang harus segera dilakukan. dan peperangan memakai bahan kimia serta paparan bahan kimia dari alat-alat rumah tangga. 2. durasi pajanan. Mekanisme cedera antara asam dan basa sedikit berbeda. volume.3 juta mengalami penurunan visus 5 . pekerjaan yang memakai bahan kimia.3 Epidemiologi Berdasarkan data CDC tahun 2000 sekitar 1 juta orang di Amerika Serikat mengalami gangguan penglihatan akibat trauma. Trauma kimia pada mata merupakan trauma yang mengenai bola mata akibat terpaparnya bahan kimia baik yang bersifat asam atau basa yang dapat merusak struktur bola mata tersebut. dan derajat penetrasi dari zat kimia tersebut. Tingkat keparahan trauma dikaitkan dengan jenis.5 Trauma kimia diakibatkan oleh zat asam dengan pH < 7 ataupun zat basa pH > 7 yang dapat menyebabkan kerusakan struktur bola mata. dan sekitar 50. baik ringan.

Menurut United States Eye Injury Registry (USEIR). Bahan kimia dikatakan bersifat asam bila mempunyai pH < 7 dan dikatakan bersifat basa bila mempunyai pH > 7. Nyeri local yang ekstrim bisa terjadi sebagai hasil dari immobilisasi ion kalsium.6 Trauma Asam Asam dipisahkan dalam dua mekanisme. dan 1. Rasio frekuensi bervariasi trauma asam:basa antara 1:1 sampai 1:4. dan memungkinkan menghambat enzim glikolitik dan bergabung dengan kalsium dan magnesium membentuk insoluble complexes. Sehingga trauma pada mata yang disebabkan oleh zat kimia asam cenderung lebih ringan daripada trauma yang diakibatkan oleh zat kimia basa. dan menyebabkan tampilan ground glass dari stroma korneal yang mengikuti trauma akibat asam. Molekul hidrogen merusak permukaan okular dengan mengubah pH.6 juta mengalami kebutaan bilateral akibat cedera mata. Secara international. presipitasi dan koagulasi. Lebih banyak pada laki-laki (93 %) dengan umur rata-rata 31 tahun. Koagulasi protein umumnya mencegah penetrasi yang lebih lanjut dari zat asam. seperti alkali.bilateral. Sebagian besar (84%) merupakan trauma kimia. sementara anion merusak dengan cara denaturasi protein. frekuensi di Amerika Serikat mencapai 16 % dan meningkat di lokasi kerja dibandingkan dengan di rumah. yang berujung pada stimulasi 6 .4 Etiologi Trauma kimia biasanya disebabkan bahan-bahan yang tersemprot atau terpercik pada wajah. Ion fluoride dilepaskan ke dalam sel.5 Asam hidroflorida adalah satu pengecualian. Asam lemah ini secara cepat melewati membran sel. yaitu ion hidrogen dan anion dalam kornea.2 2. 80% dari trauma kimiawi dikarenakan oleh pajanan karena pekerjaan. Trauma pada mata yang disebabkan oleh bahan kimia disebabkan oleh 2 macam bahan yaitu bahan kimia yang bersifat asam dan bahan kimia yang bersifat basa.

5 Bahan kimia asam yang mengenai jaringan akan mengadakan denaturasi dan presipitasi dengan jaringan protein disekitarnya. asam sulfit. asam kromat. kadang-kadang seluruh epitel kornea terlepas. Fluorinosis akut bisa terjadi ketika ion fluoride memasuki sistem sirkulasi. asam nitrat. dan neurologik. Bahan asam tidak menyebabkan hilangnya bahan proteoglikan di kornea. Koagulasi protein ini dapat mengenai jaringan yang lebih dalam. asam hidroflorida. zat pemutih. air accu. Biasanya kerusakan hanya pada bagian superfisial saja. Koagulasi protein ini terbatas pada daerah kontak bahan asam dengan jaringan. yang menyebabkan luka bakar asam 7 . pernafasan. asam asetat.saraf dengan pemindahan ion potassium. karena adanya daya buffer dari jaringan terhadap bahan asam serta adanya presipitasi protein maka kerusakannya cenderung terlokalisir. gastrointestinal. dan memberikan gambaran gejala pada jantung.8 Gambar 2 Trauma pada Mata Akibat Bahan Kimia Asam Bahan kimia bersifat asam : asam sulfat. Bila trauma diakibatkan asam keras maka reaksinya mirip dengan trauma basa. Bahan asam yang mengenai kornea juga mengadakan presipitasi sehingga terjadi koagulasi. asam hidrklorida. sehingga bila konsentrasi tidak tinggi maka tidak akan bersifat destruktif seperti trauma alkali.7 Bila bahan asam mengenai mata maka akan segera terjadi koagulasi protein epitel kornea yang mengakibatkan kekeruhan pada kornea. Akibat ledakan baterai mobil.

pengkilap aluminum. Akibat safonifikasi membran sel akan mempermudah penetrasi lebih lanjut zat alkali. Trauma basa akan memberikan iritasi ringan pada mata apabila dilihat dari luar. Pada trauma basa akan terjadi penghancuran jaringan kolagen kornea. karena bahanbahan basa memiliki dua sifat yaitu hidrofilik dan lipolifik dimana dapat secara cepat untuk penetrasi sel membran dan masuk ke bilik mata depan. dan cairan pembersih yang kuat. Mukopolisakarida jaringan oleh basa akan menghilang dan terjadi penggumpalan sel kornea atau keratosis. trauma basa ini mengakibatkan suatu kegawatdaruratan. Bahan kimia basa bersifat koagulasi sel dan terjadi proses safonifikasi. sehingga berakhir dengan kebutaan. Asam Hidroflorida dapat ditemukan dirumah pada cairan penghilang karat.6. Pada pH yang tinggi alkali akan mengakibatkan safonifikasi disertai dengan disosiasi asam lemak membrane sel.sulfat.9 Trauma Basa Trauma basa biasanya lebih berat daripada trauma asam. disertai dengan dehidrasi.5 Gambar 3 Trauma pada Mata Akibat Bahan Kimia Basa/Alkali9 Bahan alkali atau basa akan mengakibatkan pecah atau rusaknya sel jaringan. Basa akan menembus kornea. Namun. apabila dilihat pada bagian dalam mata. mungkin merupakan penyebab tersering dari luka bakar kimia pada mata. kamera okuli anterior sampai retina dengan cepat. 8 . bahkan sampai retina.

sabun. soda kuat. tiner. Pembentukan ulkus berhenti hanya bila terjadi epitelisasi lengkap atau vaskularisasi telah menutup dataran depan kornea. Kedua unsur ini memegang peranan penting dalam pembentukan jaringan kornea. Freon/bahan pendingin lemari es. CaOH. Serbukan sel ini cenderung disertai dengan pembentukan pembuluh darah baru atau neovaskularisasi. Kolagenase ini mulai dibentuk 9 jam sesudah trauma dan puncaknya terdapat pada hari ke 12-21. shampo. amoniak. Bersamaan dengan dilepaskan plasminogen aktivator dilepas juga kolagenase yang akan merusak kolagen kornea.5 Bahan kimia bersifat basa: NaOH.9 2. yaitu terdapat kadar glukosa dan askorbat yang berkurang. Kerusakan yang terjadi pada trauma kimia yang berat dapat diikuti oleh hal-hal sebagai berikut: 9 . Biasanya ulkus pada kornea mulai terbentuk 2 minggu setelah trauma kimia. semen.Serat kolagen kornea akan bengkak dan stroma kornea akan mati. kapur gamping. Bila alkali sudah masuk ke dalam bilik mata depan maka akan terjadi gangguan fungsi badan siliar.6. Akibat edema kornea akan terdapat serbukan sel polimorfonuklear ke dalam stroma kornea. lem. Akibat membran sel basal epitel kornea rusak akan memudahkan sel epitel diatasnya lepas. Sel epitel yang baru terbentuk akan berhubungan langsung dengan stroma dibawahnya melalui plasminogen aktivator. yaitu fase kerusakan yang timbul setelah terpapar bahan kimia serta fase penyembuhan: 1. Akibatnya akan terjadi gangguan penyembuhan epitel yang berkelanjutan dengan ulkus kornea dan dapat terjadi perforasi kornea.5 Patofisiologi Proses perjalanan penyakit pada trauma kimia ditandai oleh 2 fase. Cairan mata susunannya akan berubah. cairan pembersih dalam rumah tangga.

Penyembuhan epitel kornea dan stroma diikuti oleh proses-proses • • berikut: Terjadi penyembuhan jaringan epitelium berupa migrasi atau Kerusakan kolagen stroma akan difagositosis oleh keratosit pergeseran dari sel-sel epitelial yang berasal dari stem cell limbus terjadi sintesis kolagen yang baru. Klasifikasi ditetapkan berdasarkan tingkat kejernihan kornea dan keparahan iskemik limbus. • Penetrasi yang dalam dari suatu zat kimia dapat menyebabkan Penetrasi zat kimia sampai ke kamera okuli anterior dapat Kerusakan epitel siliar dapat mengganggu sekresi askorbat kerusakan dan presipitasi glikosaminoglikan dan opasifikasi kornea. • menyebabkan kerusakan iris dan lensa yang dibutuhkan untuk memproduksi kolagen dan memperbaiki Hipotoni dan phthisis bulbi sangat mungkin terjadi. Selain itu klasifikasi ini juga untuk menilai patensi dari pembuluh darah limbus (superfisial dan profunda).10 10 .6 Klasifikasi Trauma kimia pada mata dapat diklasifikasikan sesuai dengan derajat keparahan yang ditimbulkan akibat bahan kimia penyebab trauma. vaskularisasi konjungtivalisasi permukaan menyebabkan kerusakan persisten pada epitel kornea dengan perforasi dan ulkus kornea bersih.10 2.• • Terjadi nekrosis pada epitel kornea dan konjungtiva disertai Hilangnya dan stem cell limbus dapat berdampak kornea pada atau gangguan dan oklusi pembuluh darah pada limbus. Klasifikasi ini juga bertujuan untuk penatalaksaan yang sesuai dengan kerusakan yang muncul serta indikasi penentuan prognosis. • • kornea. 2.

perubahan iris. keberadaan lensa dan tekanan intra okular. (a) derajat 1. (b) derajat 2. Derajat 2: kornea berkabut dengan gambaran iris yang masih terlihat dan terdapat kurang dari 1/3 iskemik limbus (prognosis baik) 3. (d) derajat 410 2. Gambar 4 Klasifikasi Trauma Kimia. Derajat 3: epitel kornea hilang total.1. stroma berkabut dengan gambaran iris tidak jelas dan sudah terdapat ½ iskemik limbus (prognosis kurang) 4.7 Diagnosa 11 . Derajat 4: kornea opak dan sudah terdapat iskemik lebih dari ½ limbus (prognosis sangat buruk)11 Kriteria lain yang perlu dinilai adalah seberapa luas hilangnya epitel pada kornea dan konjungtiva. Derajat 1: kornea jernih dan tidak ada iskemik limbus (prognosis sangat baik) 2. (c) derajat 3.

Diagnosa pada trauma mata dapat ditegakkan melalui gejala klinis. Trauma akibat bahan yang bersifat asam biasanya dapat segera terjadi penurunan penglihatan akibat nekrosis superfisial kornea. kehilangan penglihatan sering bermanifestasi beberapa hari sesudah kejadian.8 2. Dan harus dicurigai adanya benda asing intraokular apabila terdapat riwayat salah satunya apabila trauma terjadi akibat ledakan. Perlu diketahui apa persisnya zat kimia dan bagaimana terjadinya trauma tersebut (misalnya tersiram sekali atau akibat ledakan dengan kecepatan tinggi) serta kapan terjadinya trauma tersebut.7. dan pandangan kabur merupakan gambaran umum trauma. Onset dari penurunan visus apakah terjadi secara progresif atau terjadi secara tiba tiba. Namun sebenarnya kerusakan yang terjadi pada trauma basa lebih berat dibanding trauma asam. 2. Sedangkan pada trauma basa.1 Gejala Klinis Terdapat gejala klinis utama yang muncul pada trauma kimia yaitu. lakrimasi.2 Anamnesa Pada anamnesa sering sekali pasien menceritakan telah tersiram cairan atau tersemprot gas pada mata atau partikel-partikelnya masuk ke dalam mata.3 Pemeriksaan Fisik 12 .8 2. Nyeri. dan nyeri berat.7. blefarospasme.12 Perlu diketahui apakah terjadi penurunan visus setelah cedera atau saat cedera terjadi. epifora. anamnesis dan pemeriksaan fisik dan penunjang.6. Namun hal ini tidaklah mutlak dilakukan dikarenakan trauma kimia pada mata merupakan kasus gawat darurat sehingga hanya diperlukan anamnesa singkat.7.

derajat iskemik limbus. Pemeriksaan bagian anterior mata dengan lup atau slit lamp bertujuan untuk mengetahui lokasi luka. Pemeriksaan oftalmoskopi direk dan indirek juga dapat dilakukan. tekanan intra okular.4 Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan penunjang dalam kasus trauma kimia mata adalah pemeriksaan pH bola mata secara berkala dengan kertas lakmus. pemeriksaan dilakukan dengan perhatian khusus untuk memeriksa kejernihan dan keutuhan kornea. Irigasi pada mata harus dilakukan sampai tercapai pH normal. Obat anestesi topikal atau lokal sangat membantu agar pasien tenang.8 Diagnosa Banding Beberapa penyakit yang menjadi diagnosis banding trauma kimia pada mata.7.12 2. neovaskularisasi. terutama yang disebabkan oleh basa atau alkali antara lain konjungtivitis. lebih nyaman dan kooperatif sebelum dilakukan pemeriksaan. konjungtivalisasi pada kornea. Setelah dilakukan irigasi.12 Gambar 5 Kertas Lakmus untuk Pemeriksaan pH7 2.7.Pemeriksaan yang seksama sebaiknya ditunda sampai mata yang terkena zat kimia sudah terigasi dengan air dan pH permukaan bola mata sudah netral. peradangan kronik dan defek epitel yang menetap dan berulang. 13 .7. Selain itu dapat pula dilakukan pemeriksaan tonometri untuk mengetahui tekanan intraocular.

9 Penatalaksanaan Penatalaksanaan pada trauma mata bergantung pada berat ringannya trauma ataupun jenis trauma itu sendiri. 2. dan konjungtiva forniks. Trauma kimia merupakan satu-satunya jenis trauma yang tidak membutuhkan anamnesa dan pemeriksaan secara teliti. dan antibiotik. paling sedikit 2000 ml dalam 30 menit. Makin lama makin baik. konjungtiva bulbi. 2. Larutan normal saline (atau yang setara) harus digunakan untuk mengirigasi mata selama 15-30 menit samapi pH mata menjadi normal (7. Double eversi pada kelopak mata dilakukan untuk memindahkan material yang terdapat pada bola mata. mencegah terjadinya infeksi. Selain itu tindakan ini dapat menghindarkan terjadinya perlengketan antara konjungtiva palpebra. Pada trauma basa hendaknya dilakukan irigasi lebih lama. dan lainlain.konjugtivitis hemoragik akut. keratokunjugtivitis sicca. Jika perlu dapat diberikan anastesi topikal. 14 . mencegah sekuele jangka panjang. larutan natrium bikarbonat 3%. 3. Namun demikian ada empat tujuan utama dalam mengatasi kasus trauma okular adalah memperbaiki penglihatan. Irigasi merupakan hal yang krusial untuk meminimalkan durasi kontak mata dengan bahan kimia dan untuk menormalisasi pH pada saccus konjungtiva yang harus dilakukan sesegera mungkin. Tatalaksana trauma kimia mencakup: Penatalaksanaan Emergency10 1. ulkus kornea. mempertahankan struktur dan anatomi mata. Irigasi dalam waktu yang lama lebih baik menggunakan irigasi dengan kontak lensa (lensa yang terhubung dengan sebuah kanul untuk mengirigasi mata dengan aliran yang konstan. Debridemen pada daerah epitel kornea yang mengalami nekrotik sehingga dapat terjadi re-epitelisasi pada kornea.3).

Selanjutnya diberikan bebat (verban) pada mata.7 Gambar 7 Irigasi dengan Kanul6 Penatalaksanaan Medikamentosa Trauma kimia ringan (derajat 1 dan 2) dapat diterapi dengan pemberian obat-obatan seperti steroid topikal. Namun pemberian steroid dapat menghambat penyembuhan stroma dengan 15 . lensa kontak lembek dan artificial tear (air mata buatan). Steroid bertujuan untuk mengurangi inflamasi dan infiltrasi neutofil.8. sikloplegik.10 1. Sedangkan pada trauma kimia berat. Gambar 6 Irigasi dan Pembebatan pada Mata Gambar 8 Irigasi dengan Lensa Morgan6. dan antibiotik profilaksis selama 7 hari. membantu regenerasi epitel dan mencegah terjadinya ulkus kornea. pemberian obat-obatan bertujuan untuk mengurangi inflamasi.

Atropin 1% ED atau Scopolamin 0. 3. Dexametason 0. Untuk dosis sitemik dapat diberikan sampai dosis 2 gr. 4. Asam hyaluronik untuk membantu proses re-epitelisasi kornea dan menstabilkan barier fisiologis. Diberikan secara oral asetazolamid (diamox) 500 mg. Untuk itu steroid hanya diberikan secara inisial dan di tappering off setelah 7-10 hari.menurunkan sintesis kolagen dan menghambat migrasi fibroblas.25% diberikan 2 kali sehari. Bila diperlukan dapat diberikan Prednisolon IV 50-200 mg 2. Tujuannya untuk mengeliminasi fagosit fase kedua yang terjadi 7 hari setelah trauma. Dapat diberikan bersamaan antara topikal dan sistemik (doksisiklin 100 mg).1% ED dan Prednisolon 0. Antibiotik profilaksis untuk mencegah infeksi oleh kuman oportunis. Sikloplegik untuk mengistirahatkan iris. mencegah iritis dan sinekia Asam askorbat mengembalikan keadaan jaringan scorbutik dan posterior. yang sifatnya segera populasi dibutuhkan sel limbus untuk dan revaskularisasi mengembalikan mengembalikan kedudukan forniks. Prosedur berikut dapat digunakan untuk pembedahan: 16 . 6. Natrium askorbat 10% topikal diberikan setiap 2 jam. Segera. menghambat aktifitas netrofil dan mengurangi pembentukan ulkus. Asam Sitrat menghambat aktivitas netrofil dan mengurangi respon inflamasi. Pembedahan10 1.1% ED diberikan setiap 2 jam. 5. Beta bloker/karbonik anhidrase inhibitor untuk menurunkan tekanan intra okular dan mengurangi resiko terjadinya glaukoma sekunder. meningkatkan penyembuhan luka dengan membantu pembentukan kolagen matur oleh fibroblas kornea. Pembedahan limbus. Tetrasiklin efektif untuk menghambat kolagenase. Natrium sitrat 10% topikal diberikan setiap 2 jam selama 10 hari.

lagoftalmus. edema. Keratoplasti dapat ditunda sampai 6 bulan. Lanjut. sangat berat dikarenakan hasil dari graft konvensional sangat buruk. adalah. 2.10 Komplikasi Komplikasi dari trauma mata juga bergantung pada berat ringannya trauma. sehingga kornea dan penglihatan terganggu. Simblefaron. • • • • Pemasangan graft membran mukosa atau konjungtiva. Kornea keruh. Transplantasi stem sel limbus dari mata pasien yang lain (autograft) atau dar donor (allograft) bertujuan untuk mengembalikan epitel kornea menjadi normal. Komplikasi yang dapat terjadi pada kasus trauma basa pada mata antara lain:10 1. Sindroma mata kering 17 .• untuk • Pengembangan kapsul Tenon dan penjahitan limbus bertujuan mengembalikan vaskularisasi limbus juga mencegah perkembangan ulkus kornea. diplopia. Makin lama makin Keratoprosthesis bisa dilakukan pada kerusakan mata yang baik. • Graft membran amnion untuk membantu epitelisasi dan menekan fibrosis 2. 2. dan jenis trauma yang terjadi. Dengan gejala gerak mata terganggu. hal ini untuk memaksimalkan resolusi dari proses inflamasi. Koreksi apabila terdapat deformitas pada kelopak mata. Penanganan bedah pada tahap lanjut dapat menggunakan metode berikut: • Pemisahan bagian-bagian yang menyatu pada kasus conjungtival bands dan simblefaron. neovaskuler 3.

Glaukoma sudut tertutup 6.8 18 . Trauma kimia asam sukar masuk ke bagian dalam mata maka jarang terjadi katarak traumatik. Bentuk paling berat pada trauma kimia ditunjukkan dengan gambaran “cooked fish eye” dimana prognosisnya adalah yang paling buruk. dapat terjadi kebutaan. trauma basa pada permukaan mata sering menyebabkan katarak. 5. Iskemik yang paling luas pada pembuluh darah limbus dan konjungtiva memberikan prognosa yang buruk.8 Trauma kimia sedang samapai berat pada konjungtiva bulbi dan palpebra dapat menyebabkan simblefaron (adhesi anatara palpebra dan konjungtiva bulbi).4. Komponen basa yang mengenai mata menyebabkan peningkatan pH cairan akuos dan menurunkan kadar glukosa dan askorbat. Katarak traumatik. Derajat iskemik pada pembuluh darah limbus dan konjungtiva merupakan salah satu indikator keparahan trauma dan prognosis penyembuhan. Hal ini dapat terjadi akut ataupun perlahan-lahan. Entropion dan phthisis bulbi Gambar 9 Simblefaron Gambar 10 Phthisis bulbi 2. Reaksi inflamasi pada kamera okuli anterior dapat menyebabkan terjadinya glaukoma sekunder.11 Prognosis Prognosis trauma kimia pada mata sangat ditentukan oleh bahan penyebab trauma tersebut.

karena bahan-bahan 19 . Trauma basa biasanya memberikan dampak yang lebih berat daripada trauma asam.Gambar 11 Cooked Fish Eye Appearance8 BAB III KESIMPULAN Trauma kimia pada mata dapat berasal dari bahan yang bersifat asam dengan pH < 7 dan bahan yang bersifat basa dengan pH > 7.

cdc. Menurut data statistik 90% kasus trauma dapat dicegah.basa memiliki dua sifat yaitu hidrofilik dan lipolifik dimana dapat masuk secara cepat untuk penetrasi sel membran dan masuk ke sudut mata depan.gov/features/dsworkPlaceEye/ 2 Agustus 20 . Taylor A. Trauma kimia merupakan satu-satunya jenis trauma yang tidak memerlukan anamnesa dan pemeriksaan yang lengkap.http://www. multivitamin. 2000. 2. dimana merupakan suatu barier pelindung sehingga zat asam tidak penetrasi lebih dalam lagi.Widya medika. Selain itu dilakukan juga upaya promotif dan preventif kepada pasien. Gejala utama yang muncul pada trauma mata adalah epifora. bahkan sampai retina. Apabila dalam menjalankan suatu pekerjaan menggunakan pelindung yang tepat. Centers for Disease Control and Prevention. Oftalmologi Umum. Vaughan DG. and Paul RE. blefarospasme dan nyaei yang hebat. Jakarta. Penatalaksanaan yang terpenting pada trauma kimia adalah irigasi mata dengan segera samapai pH mata kembali normla dan diikuti dengan pemberian obat terutama antibiotik. Sementara trauma asam akan menimbulkan koagulasi protein permukaan. antiglaukoma. Work-related Eye Injuries diunduh pada tanggal 2011. DAFTAR PUSTAKA 1. dll.

http://www. Chemical Injuries. 2000. Diunduh tanggal 4 Agustus 2011. 6. 2008. Diunduh pada 2 Agustus 2011. Trudo. Clinical Opthalmology. eMedicine Journal.php 12. Philadelphia: Elseiver Limited. Cohlmia Eye Center. 11.B. Edisi Ketiga. Management of Ocular Complaints.cfm Kanski. 2006.samcohlmia.org/content. 5. Gerhard K. Bansal. 2005.acep. Edisi keenam.com/wichita-chemicaleye-burns. Jakarta. JJ. Chemical Injuries of the Eye. Randleman. Washington. 9. A.http://www.3. 10. American College of Emergency Phycisians. American Academy of Ophthalmology.aao. 21 . Burns Chemical. Eye Trauma. Color Atlat of Ophthalmology Third Edition.aspx? id=26712 7. Diunduh pada tanggal 2 Agustus 20011. Ilyas. Diunduh pada tanggal 2 Agustus 2011http://www. Arthur Lim Siew Ming and Ian J. Sidarta. 4. Edward W dan William Rimm. Penuntun Ilmu Penyakit Mata. S. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.http://www. Ophthalmology A Pocket Textbook Atlas 2nd. Eye Teachers of American Foundation. J. Chemical Burn. Stuttgart · New York. Washington.ophthobook.org/theeyeshaveit/trauma/chemical-burn. 2008. Constable. Lang.com/videos/eye-trauma-video 8. 2009. Chemical Eye Burns Emergency Care.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful