P. 1
Modus Ponen

Modus Ponen

|Views: 78|Likes:
Published by Yoga Kumara

More info:

Published by: Yoga Kumara on Sep 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/30/2012

pdf

text

original

Berkecimpung sebagai akademisi di bidang computer science peran logika tentu tak dapat dipisahkan.

Di bidang yang konon adalah terapan paling nyata dari matematika ini peran logika sangatlah kental .terlebih logika proporsional, cabang ilmu logika yang memanipulasi pendekatan dalam melihat sebuah proporsi ( atau orang verbal menyebutnya pernyataan.) di level ini kita dituntut melihat permasalahan ,memilahnya dan mensintesis sebuah informasi darinya , sehingga bermanfaat untuk semua Untuk menarik sebuah informasi di pendidikan formal mengenai logika diajarkan beberapa methode methode yang terkenal dan sudah dipatenkan sebelumnya dua yang paling populer adalah modus tollens dan modus ponen keduanya terkenal sebagai rumus untuk tolak uji kebenaran sebuah pernyataan . Omong omong cara kerja dar kedua modus tersebut sebenarnya sangatlah sederhana dan dijabarkan dalam penjelasan singkat dibawah ini 1 menginisialisasi sebuah pernyataan kondisional ( Jika P maka Q ) yang nantinya akan dijadikan acuan untuk analisis lebih lanjut 2. bagian kedua dari modus ini yang akan menjadi kunci perbedaan antara ponen Dan tollens juka pada Ponen kevalidan dari premis P yang menjadi acuan maka Tollens menekankan kevalidan dari konklusi atau Q untuk menjadi acuan . Untuk memudahkan akan diberikan contoh untuk dianalisis dibawah ini Misalkan diberikan sebuah pernyataan sebagai berikut “Jika ini hari minggu maka saya libur kuliah” Apakah anda melihat sebuah pernyataan kondisional ( bentuk P maka Q ?) ya kita melihat bentuk itu inilah yang akan menjadi acuan kita nantinya Selanjutnya Pernyataan diatas sebaiknya kita pecah menjadi dua bagian yaitu P dan Q dan keduanya akan menjadi seperti berikut P : Jika hari ini hari minggu (Premis ) Q : saya libur kuliah (Simpulan ) Pertama baik ponen maupun tollens ; keduanya dimulai dengan

dalam praktiknya kedua modus ini seringkali digunakan berbarengan secara simultan atau double check Jadi yang manakah pilihan anda ? .intinya mereka hanya berbeda dalam tolak pandang yang diambil seperti yang telah dikatakan diatas . bagi pecinta modus tollens pendekatan yang diambil akan sedikit berbeda Tollens lebih suka mengecek validitas variabel Q mungkin dengan melihat aktifitas “saya “ jika didapatkan A : saya kuliah (not Q atau Q=false )  maka ini bukan hari minggu B : saya tidak kuliah ( Q true )  maka anda akan tahu bahwa ini adalah hari minggu Baik modus tollens dan Ponen keduanya memberikan efektifitas yang sama dalam penggunaannya .Kemudian bagaimana menganalisisnya ? anda bisa menggunakan baik ponen maupun tollens untuk menganalisis pernyataan tersebut Jika anda memilih menganalisis dengan modus ponens maka anda haruslah mengecek kevalidan premis yang pertama pada kasus ini anda harus mengecek apakah hari ini hari minggu atau bukan Dan akan didapatkan dua alternatif hasil A : Bila hari ini hari minggu ( P bernilai true ) maka saya libur kuliah (true ) B Nila hari ini bukan minggu (P bernilai false ) maka saya pasti kuliah (false) Jadi anda akan bisa melihat nabinya apakah keadaan akan bernilai true (saya libur ) atau false (saya kuliah ) dengan mengecek kevalidan variabel premis ( dalam hal ini adalah variabel hari apakah benar benar hari minggu ? ) Sekian dengan ponens.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->