P. 1
supervisi kepala sekolah

supervisi kepala sekolah

|Views: 1,683|Likes:
Published by mukhlis
skripsi ini adalah karya ilmiah yang aky buat untuk mendapatkan gelas S1 pendidikan
skripsi ini adalah karya ilmiah yang aky buat untuk mendapatkan gelas S1 pendidikan

More info:

Published by: mukhlis on Sep 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/30/2013

pdf

text

original

HUBUNGAN SUPERVISI OLEH KEPALA SEKOLAH

DENGAN PELAKSANAAN TUGAS GURU SMPN DI
KECAMATAN SITUJUAH LIMO NAGARI
KABUPATEN LIMA PULUH KOTA


SKRIPSI

Diajukan Kepada Tim Penguji Skripsi Jurusan Administrasi
Pendidikan Sebagai Salah Satu Persyaratan Guna
Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan



Oleh
MUKHLIS
82991 / 2007


JURUSAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2011




HALAMAN PENGESAHAN UJIAN
SKRIPSI

Judul : Hubungan Supervisi oleh Kepala Sekolah Dengan Pelaksanaan
Tugas Guru SMPN di Kecamatan Situjuah Limo Nagari
Kabupaten Lima Puluh Kota
Nama : Mukhlis
Nim/ Bp : 82991 / 2007
Jurusan : Administrasi pendidikan
Fakultas : Ilmu Pendidikan



Padang, Julli 2011

Disetujui oleh :


Pembimbing I I Pembimbing I





Drs. Yuskal Kusman, M.Pd
NIP 19541307 198103 1 001






Drs. Irsyad, M.Pd
NIP 19630603199001.1.001




HALAMAN PENGESAHAN LULUS UJIAN SKRIPSI

Dinyatakan Lulus Setelah Dipertahankan di Depan Tim Penguji Ujian
Skripsi Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Padang

HUBUNGAN SUPERVISI OLEH KEPALA SEKOLAH
DENGAN PELAKSANAAN TUGAS GURU SMPN DI
KECAMATAN SITUJUAH LIMO NAGARI
KABUPATEN LIMA PULUH KOTA

Nama : Mukhlis
Nim/ Bp : 82991 / 2007
Jurusan : Administrasi pendidikan
Fakultas : Ilmu Pendidikan

Padang, Agustus 2011
Tim Penguji
Nama Tanda Tangan

Ketua : 1. Drs. Irsyad, M.Pd 1. ………………….
Sekretaris : 2. Drs. Yuskal Kusman, M.Pd 2. ………….............
Anggota : 3. Dra. Rifma, M.Pd 3. ………………….
Anggota : 4. Dra. Nelfia Adi, M.Pd 4. ………………….
Anggota : 5. Dra. Anisah, M.Pd 5. ………………….


   
HALAMAN PERSEMBAHAN

Dalam kehenigan malamku bersujud padamu
Agar ku tak hanyut dalam kesombongan
Dalam kepekaan subuh kucari cahayamu
Agar tak hancur tubuh ini oleh kerasnya kehidupan.
Dalam dahaga impian musafir kuarungi samudra yang sangat luas
Aku berenang dilautan yang asing dan kuberjalan seorang diri di daratan asing
Dibawah terik matahari, rembulan dan kelip bintang-bintang
Aku belajar setegak karang memaknai rahasia nasib dan impian.
Hari ini secercah harapan telah kugenggam
Secuil kemenangan telah kuraih
Sepotong keberhasilan telah kucapai,trimakasih Tuhan
Kau beri aku kesempatan tuk membahagiakan orang-orang yang aku cintai
Dan mengasihiku, namun…kusadari bahwa perjalananku masih jauh
Meski langkahku tersendat-sendat seperti ini,
Semangatku tak akan luntur untuk mencapai tujuan.
Esok atau lusa aku masih mengharapkan cinta dan Ridho-Mu…
Dengan penuh rasa hormat pengabdian…
Kupersembahkan setetes keberhasilan ini kepada
Yang mulia ayahanda (H. Rivai) dan
Ibunda tercinta (Darnis)


Trimakasih atas semua pengorbanan, do’a dan limpahan kasih sayangmu
Aku sadar apa yang kuraih saat ini belum ada artinya
Jika dibandingan dengan pengorbanan dan tetesan keringatmu….
Karenanya ya Allah…jadikan tetesan keringat mereka
Sebagai mutiara yang berkilau disaat manusia kegelapan
Jadikanlah lelah mereka sebagai kendaraan ketika manusia kepayahan
Jadikanlah pula butiran air mata mereka sebagai penyejuk tatkala manusia
dahaga Amin….
Terimaksih kepada kakakku,,,,
Misbah, ,masni, fitmawati dan khairiah
Terima kasih doa dan dukungan dari kakak semua
Akhirnya berkat doa dan kerja keras adinda bisa menyelesaikan perjuangan
Walaupun banyak masalah keuagan, namun adinda bisa tegar
Buat anak AIP` 07,,,
Terimaksih kepada teman-teman semua, tanpa kalian aku bukan
siapa-siapa, teman-teman Ade Group yandra ( dedek ) ayo susul abg
dek, adiak uda ( nela ) makasih bnyak bantuannya selama ini, inop,
irvan (coy misrun) eko , imet, ari, emon, iit dan ayank anit…. Dan
lain-lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu… satu doa ku
untuk kita bersama semoga kita bisa sukses dan menyukseskan
orang lain
Buat anggota bem fip 90` dan 01
Terimakasih atas pengalaman dan kepercayaan teman-teman semua,
kebersamaan kita adalah pengalaman yang tidak bisa terlupakan,pantene
lovers, Mukhlis, pipi , zizi , endi, riski, ridho dan lain-lain….



Buat anggota UK KPK UNP angkatan 15
Terimaksih untuk para sahabatku, andi, gebi, leka, desta, widi , jo
dan lain,,,,wish u all the best

Special Thanks to “SOMEONE”
Semoga cepat sembuh sayaaaaaaaaaaaaang
Yang selalu hadir dihatiku dan menemani hari2ku
Semua perhatian, pengertian, Kasih sayang, dan semangat darimu
Tak kan kulupakan selamanya.
Thank u very much….. adinda Diyanti Rozha M

Thank’s for All
Mukhlis












ABSTRAK
Judul : Hubungan Supervisi Oleh Kepala Sekolah Dengan Pelaksanaan
Tugas Guru SMPN Di Kecamatan Situjuah Limo Nagari
Kabupaten 50 Kota
Penulis : Mukhlis
Pembimbing : 1. Drs. Yuskal Kusman.M.Pd
2. Drs. Irsyad.M.Pd
Penelitian ini berdasarkan dari gejala pelaksanaan supervisi dan pelaksanaan
tugas guru yang belum berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini diduga
dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah supervisi oleh kepala
sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Pelayanan supervisi
oleh kepala sekolah SMPN di Kecamatan Situjuah Limo Nagari, (2) Pelaksanaan
tugas guru SMPN di Kecamatan Situjuah Limo Nagari, dan (3) Hubungan
Supervisi oleh Kepala Sekolah dengan pelaksanaan tugas guru SMPN di
Kecamatan Situjuah Limo Nagari. Hipotesis penelitian ini adalah : “ Terdapat
hubungan yang berarti antara supervisi oleh Kepala Sekolah dengan pelaksanaan
tugas guru pada SMPN di Kecamatan Situjuah Limo Nagari ”.
Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional,yaitu penelitian yang
dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara dua variabel.
Populasi dalam penelitian ini adalah guru-guru SMPN di Kecamatan Situjuah
Limo Nagari Kabupaten 50 Kota. Jumlah guru yaitu 69 orang dengan jumlah
sampel 59 orang. Penarikan sampel menggunakan teknik probability sampling.
Alat pengumpul datanya adalah angket. Hasil perhitungan uji coba untuk variabel
supervisi oleh kepala sekolah diperoleh Rho = 0,879 sedangkan Rho tabel = 0.648
dengan N=10 pada taraf kepercayaan 95% maka hasilnya adalah valid. Untuk
reliabilitas diperoleh r hasil = 0.639 r tabel 0.632 dengan N=10 pada taraf
kepercayaan 95% maka hasilnya adalah reliabel. Kemudian untuk variabel
pelaksanaan tugas guru diperoleh Rho=0.893 besar Rho tabel = 0.648 dengan
N=10 pada taraf kepercayaan 95% maka hasilnya adalah valid. Untuk reliabilitas
diperoleh r hasil = 0.914 r tabel 0.632 dengan N=10 pada taraf kepercayaan 95%
maka hasilnya adalah reliabel.
Data dianalisis dengan rumus korelasi product moment. Hasil analisis data
penelitian ini menunjukkan bahwa supervisi kepala sekolah berada pada kategori
cukup baik (68.35 dari skor ideal).Sedangkan pelaksanaan tugas guru juga berada
pada kategori cukup baik (67.21 dari skor ideal). Terdapat hubungan yang berarti
antara pelaksanaan supervisi oleh kepala sekolah dengan pelakanaan tugas guru
SMPN di Kecamatan Situjuah Limo Nagari dengan r sebesar 0.614 pada taraf
kepercayaan 99%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (a), supervisi oleh Kepala Sekolah
SMPN di Kecamatan Situjuah Limo Nagari Kabupaten 50 Kota berada pada


kategori cukup baik. (b), pelaksanaan tugas guru SMPN di Kecamatan Situjuah
Limo Nagari Kabupaten 50 Kota berada pada kategori cukup baik. (c), terdapat
hubungan yang berarti antara supervisi oleh Kepala Sekolah dengan pelaksanaan
tugas guru SMPN di Kecamatan Situjuah Limo Nagari Kabupaten 50 Kota.
Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa terdapat
hubungan yang berarti antara supervisi oleh Kepala Sekolah dengan pelakanaan
tugas guru SMPN di Kecamatan Situjuah Limo Nagari Kabupaten 50 Kota.
Artinya pelaksanaan supervisi oleh kepala sekolah merupakan salah satu faktor
yang mempengaruhi pelaksanaan tugas guru SMPN Situjuah Limo Nagari
Kabupaten 50 Kota.

.
























KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, yang senantiasa
melimpahkan rahmat dan hidayahNya kepada penulis, sehingga penulis dapat
menyelesaikan penulisan skripsi dengan judul “Hubungan Supervisi oleh Kepala
Sekolah Dengan Pelaksanaan Tugas Guru SMPN di Kecamatan Situjuah Limo
Nagari Kabupaten 50 Kota”.
Selanjutnya shalawat dan salam kepada nabi Muhammad SAW sebagai
contoh dan suri tauladan umat manusia. Skripsi ini ditulis dalam rangka
memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan pada
jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri
Padang.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan skripsi ini mulai dari
perencanaan, pelaksanaan dan terakhir sampai pada tahap penyelesaian
melibatkan banyak pihak, tidak sedikit bantuan baik secara moril maupun materil
yang penulis terima. Untuk itu pada kesempatan kali ini ijinkanlah penulis
menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Rektor Universitas Negeri Padang
2. Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan
3. Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan
4. Bapak Drs. Yuskal Kusman, M.Pd selaku pembimbing II, yang telah
membimbing dan mengarahkan penulis sehingga penulisan skripsi ini
dapat diselesaikan.
5. Bpk. Drs. Irsyad. M.Pd selaku pembimbing akademik sekaligus dosen
pembimbing I, yang telah memberikan bimbingan dan arahan dalam
perencanaan dan penyelesain skripsi ini.
6. Kedua orang tua dan kakak penulis yang begitu banyak memberikan
arahan kepada penulis secara moril dan materil serta kasih saying yang
tidak ternilai harganya.


7. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten 50 Kota, Kepala Sekolah SMPN 1
dan Kepala Sekolah SMPN 2 Kecamatan Situjuah Limo Nagari Kabupaten
50 Kota yang telah dengan senang hati mengijinkan dan menerima penulis
untuk melakukan penelitian.
8. Guru-guru SMPN di Kecamatan Situjuah Limo Nagari yang telah
berkenan meluangkan waktunya untuk mengisi angket penelitian ini.
9. Seluruh dosen dan pagawai tata usaha jurusan Administrasi Pendidikan
yang telah memberikan bantun dan kemudahan dalam penyelesaian skripsi
ini.
10. Semua pihak yang yang turut memberikan sumbangan pemikiran, tenaga
yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Semoga bantuan yang
telah diberikan oleh semua pihak dibalasi oleh Allah SWT dengan pahala
yang berlipat ganda, amin.
Akhirnya penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak terdapat
kekurangan yang menunjukkan ketidak sempurnaan penulis dengan berbagai
kelemahan. Maka dari itu penulis membuka diri untuk menerima saran, kritikan
dan masukan yang bermanfaat demi perbaikan penulisan dimasa yang akan
datang. Semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi semua pembaca dan
ikut serta dalam pengembangan khasanah ilmu pengetahuan, Amin.


Padang, Juni 2011

Penulis
Mukhlis




DAFTAR ISI
HALAMAN PERSETUJUAN
HALAMAN PENGESAHAN
HALAMAN PERSEMBAHAN
ABSTRAK……………………………………………………………………… i
KATA PENGANTAR…………………………………………………………. iii
DAFTAR ISI……………………………………………………………………. iv
DAFTAR TABEL………………………………………………………………vii
DAFTAR GAMBAR…………………………………………………………. viii
DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………………… ix
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ….. .................................................................... 1
B. Identifikasi Masalah ................................................................................. 7
C. Pembatasan Masalah ................................................................................ 9
D. Perumusan Masalah ................................................................................. 9
E. Tujuan Penelitian ................................................................................... 10
F. Kegunaan Penelitian .............................................................................. 10
BAB II KAJIAN TEORI
A. Tugas Guru …......................................................................................... 11
1. Pengertian Tugas Guru .……………………………………………..11
2. Ruang Lingkup Tugas Guru…………………………………………11
3. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pelaksanaan Tugas Guru …….25
B. Pelaksanaan Supervisi …………………………………………………26
1. Pengertian Supervisi …………………………………………….….26
2. Tujun Supervisi …………………………………………………..…29
3. Proses Supervisi ……………………………………………….……30
4. Aspek supervisi ……………………………………………….…….34
5. Teknik Supervisi………………………………………………..….. 36
C. Hubungan Supervisi Dengan Pelaksanaan Tugas Guru…………..…… 37
D. Kerangka Konseptual …………………………………………..………39


E. Hipotesis ………………………………………………………...……..39
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Jenis Penelitian …………………………………………………….…...40
B. Populasi dan Sampel ……………………………………………….…..40
C. Variabel Penelitian ………………………………………………….….41
D. Jenis dan Sumber Data ………………………………………………....41
E. Instrumen Penelitian …………………………………………………...42
F. Teknik Pengumpulan Data …………………………………………..…44
G. Teknik Analisis Data ………………………………………………...…44
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data Penelitian …………………………………………..…..47
B. Pengujian Hipotesis ………………………………………………….....50
C. Pembahasan ………………………………………………………….....51
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan ............................................................................................ 54
B. Saran ...................................................................................................... 55
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN











DAFTAR TABEL

Tabel Halaman
1. Rekapitulasi Jumlah Populasi dan Sampel Penelitian ..................................... 40
2. Klasifikasi Sudjana .......................................................................................... 45
3. Distribusi Frekuensi Skor Variabel Supervisi oleh Kepala Sekolah ............... 47
4. Distribusi Frekwensi Skor Pelaksanaan Tugas Guru ...................................... 49
5. Rangkuman Data Variabel Penelitian ............................................................. 50
6. Pengujian Koefisien Korelasi dan Keberartian Korelasi Variabel X dan Y
Dengan Tabel Uji R dan Uji T ........................................................................ 51





















DAFTAR GAMBAR


Gambar Halaman
1. Contoh Format Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ...................................... 19
2. Kerangka Konseptual Penelitian Tentang Hubungan Supervisi Kepala
Sekolah dengan Pelaksanaan Tugas Guru ...................................................... 39
3. Histogram Distribusi Frekuensi Skor Variabel Supervisi Kepala Sekolah .... 48
4. Histogram Distribusi Frekwensi Variabel Pelaksanaan Tugas Guru .............. 49

















DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman
1. Kisi-Kisi Instrumen ......................................................................................... 59
2. Surat Angket Penelitian .................................................................................. 60
3. Petunjuk Pengisian Angket ............................................................................ 61
4. Angket Penelitian Supervisi oleh Kepala Sekolah ......................................... 62
5. Angket Penelitian Pelaksanaan Tugas Guru .................................................... 65
6. Data Hasil Uji Coba Angket Supervisi ........................................................... 70
7. Data Hasil Uji Coba Angket Pelaksanaan Tugas Guru ................................... 74
8. Rekapitulasi Data Supervisi ........................................................................... 78
9. Rekapitulasi Data Pelasanaan Tugas Guru ...................................................... 80
10. Skor Mentah Hasil Penelitian .......................................................................... 82
11. Pengolahan Data .............................................................................................. 83
12. Tabel Nilai Rho ............................................................................................... 90
13. Surat Izin Penelitian dari Fakultas Ilmu Pendidikan ...................................... 91
14. Surat Izin Penelitian dari Diknas Kab 50 Kota ............................................... 92
15. Surat Keterangan Penelitian dari Sekolah ....................................................... 93










BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Peningkatan mutu pendidikan ditentukan oleh kesiapan sumber
daya manusia yang terlibat dalam proses pendidikan. Guru merupakan
salah satu faktor penentu tinggi rendahnya mutu hasil pendidikan,
mempunyai posisi strategis maka setiap usaha peningkatan mutu
pendidikan perlu memberikan perhatian besar kepada peningkatan guru baik
dalam segi jumlah maupun mutunya.
Guru merupakan salah satu komponen penting yang mempunyai
peranan utama dalam usaha meningkatkan sumber daya yang dihasilkan oleh
suatu sekolah. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 tahun
2008 tentang guru, yakni sebagaimana tercantum dalam bab I ketentuan umum
pasal 1 ayat ( 1 ) yang dimaksud dengan guru adalah sebagai berikut :“guru
adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar,
membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik
pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan
pendidikan menengah”. Guru bermutu dan profesional menjadi dambaan anak
didiknya. Untuk dapat membentuk guru bermutu dan profesional sangat
tergantung kepada banyak hal, di antaranya dari guru itu sendiri, dari
pemerintah yang memberikan perhatian khusus terhadap kesejahteraannya,
dan tentunya dukungan kepala sekolah sebagai supervisor di sekolah. Ini


berarti agar tujuan pendidikan dapat tercapai dengan baik salah satunya
ditentukan oleh peran guru dalam melaksanakan tugasnya dalam mengajar.
Selanjutnya, dalam UU RI No 20 tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional ditegaskan bahwa “ pendidik merupakan tenaga
profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses
pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembinaan dan
pelatihan, serta melakukan penilaian dan pengabdian kepada masyarakat,
terutama bagi pendidik pada lembaga perguruan tinggi ”. Kemudian
berdasarkan Pasal 35 ayat (1) UU 14 / 2005 tentang Guru dan Dosen, dan
Pasal 52 ayat (1) PP 74/2008 tentang Guru dinyatakan bahwa “Beban Kerja
Guru mencakup kegiatan pokok yaitu merencanakan pembelajaran,
melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing dan
melatih peserta didik, serta melaksanakan tugas tambahan”.
Tugas guru mencakup pengembangan program tahunan, program
semester, pokok bahasan, program mingguan dan harian, program pengayaan
dan remedial, serta program bimbingan dan konseling. Maka pelaksanaan
tugas guru seharusnya mengikuti langkah-langkah yang sudah ditentukan,
dimana seorang guru sebelum melaksanakan pengajaran di depan kelas,
terlebih dahulu guru harus membuat persiapan pembelajaran, seperti :
menyusun program pembelajaran tahunan, program semester, membuat
silabus, membuat rencana pelaksanaan pembelajaran harian dan mingguan,
selanjutnya melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan berbagai
metode, media dan sarana pembelajaran lainnya, selanjutnya guru harus


melaksanakan evaluasi pembelajaran untuk mengukur kemampuan siswa
dalam menguasai materi pelajaran yang telah diberikan dan terakhir seorang
guru melakukan perbaikan dan pengayaan. Hal ini sejalan dengan yang
dikatakan oleh Syarifudin Nurdin (2002:1) bahwa guru sebagai salah satu
komponen dalam kegiatan belajar mengajar, memiliki posisi yang sangat
menentukan keberhasilan pembelajaran karena fungsi utama guru ialah
merancang, mengelola, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran.
Usman (2005:7) membagi tugas guru sebagai profesi kepada tiga yaitu
mendidik, mengajar, dan melatih. Mendidik berarti meneruskan dan
mengembangkan nilai-nilai hidup. Mengajar berarti meneruskan dan
mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai pendidik guru
harus bisa membawa perubahan tingkah laku maupun perubahan diri peserta
didik kearah yang lebih baik. Sedangkan melatih berarti mengembangkan
keterampilan-keterampilan pada siswa. Itulah sebabnya setiap adanya inovasi
pendidikan, khususnya dalam kurikulum dan peningkatan sumber daya
manusia yang dihasilkan dari upaya pendidikan selalu bermuara pada faktor
guru (Usman 2005 ). Sehubungan dengan hal ini, maka dapat dikatakan bahwa
tercapainya tujuan pendidikan di sekolah sangat dipengaruhi oleh pelaksanaan
tugas guru. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peran guru dalam dunia
pendidikan. Dalam penelitian ini tugas guru yang penulis lihat adalah
pelaksanaan tugas guru dalam mengajar, yaitu merencanakan, melaksanakan
dan mengevaluasi pembelajaran.


Dalam prakteknya ternyata tidak semudah yang dibayangkan, guru
sering mengalami kesulitan dalam melaksanakan tugas mengajarnya,
adakalanya guru menemui kendala dalam melaksanakan tugas tersebut dan
tidak mampu menyelesaikannya sendiri, maka dari itu perlu diberikan
supervisi kepada guru tersebut. Sahertian (2000:17) menyatakan bahwa
“supervisi adalah suatu usaha menstimulusi, mengkoordinasi dan
membimbing secara kontinu pertumbuhan guru-guru di sekolah baik secara
individual maupun secara kolektif, agar lebih mengerti dan lebih efektif dalam
mewujudkan seluruh fungsi pengajaran”. Oleh karena itu seorang pendidik
atau guru membutuhkan bimbingan atau petunjuk dari seorang supervisor
pendidikan.
Di sekolah yang berperan sebagai supervisor salah satunya adalah
kepala sekolah. Soetopo (1982:39) menjelaskan bahwa “orang yang membatu
guru dalam memecahkan masalah yang dihadapinya adalah kepala sekolah,
kerena kepala sekolah setiap hari langsung berhadapan dengan guru”. Kimball
Wiles (1967) mendefenisikan supervisi sebagai berikut : Supervisi adalah
bantuan dalam pengembangan situasi pembelajaran yang lebih baik. Rumusan
ini mengisyaratkan bahwa layanan supervisi meliputi keseluruhan situasi
belajar mengajar (goal, material, technique, method, teacher, student, an
envirovment).www.makalahkumakalahmu.wordpress.com
Sebagai supervisor kepala sekolah memegang peranan penting dalam
mewujudkan tujuan pendidikan, untuk mewujudkan semuanya salah satu cara
yang harus dilakukan adalah dengan melakukan kegiatan supervisi untuk para


guru disekolah yang dipimpinnya. Sebagai supervisor kepala sekolah harus
bisa mengarahkan, membimbing, menilai, mengawasi, dan memperbaiki
kesalahan serta kelemahan yang terjadi dalam proses belajar mengajar.
Sebagai supervisor, kepala sekolah bertanggung jawab membantu guru
dalam memecahkan masalah yang dihadapinya dalam proses belajar mengajar.
Tanggung jawabnya adalah mengorganisasikan dan membina guru,
mempertahankan dan mengembangkan kurikulum sekolah, meningkatkan
pelaksanaan aktivitas penunjang kurikulum.
Hasil wawancara penulis dengan seorang guru SMPN Kecamatan
Situjuah Limo Nagari menunjukkan bahwa sebagian guru belum
melaksanakan tugasnya sebagaimana mestinya. Hal ini bisa terlihat dari
fenomena–fenomena berikut :
1. Sebagian guru belum membuat perencanaan pembelajaran sebagaimana
mestinya sebelum mengajar, tetapi hanya mencontoh RPP dari sekolah
lain dengan mata pelajaran yang sama,
2. Sebagian guru belum menguasai materi pelajaran yang akan diajarkan,
3. Sebagian guru dalam pelaksanaan pembelajaran cendrung
menggunakan metode yang menoton tanpa menggunakan metode
mengajar yang bervariasi,
4. Sebagian guru jarang menggunakan alat bantu dan media pembelajran
dalam mengajar, dan sering kali menggunakan papan tulis sebagai satu-
satunya media pembelajaran,


5. Selain itu guru jarang melakukan analisis terhadap evaluasi yang
diberikan, apakah bentuk evaluasi yang diberikan pada siswa sudah
tepat atau belum.
Berdasarkan fenomena tersebut sudah selayaknya pelaksanaan tugas
guru dalam proses pembelajaran perlu ditingkatkan dan dibina. Salah satu
upaya yang dapat dilakukan untuk membantu dan membina guru adalah dalam
melaksanakan tugasnya adalah melalui supervisi pendidikan oleh kepala
sekolah.
Pada sisi pelaksanaan supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah
SMPN Kecamatan Situjuah Limo Nagari belum berjalan sebagaimana yang
diharapkan. Ini berdasarkan hasil wawancara penulils dengan seorang guru
SMPN Kecamatan Situjuah Limo Nagari diperoleh informasi bahwa
Supervisi dilakukan kurang teratur dan tidak berkesinambungan sehingga
belum memberikan perubahan yang berarti bagi sebagian guru. Supervisi yang
dilakukan seolah-olah mengarah kepada pengawasan karena hanya
memberikan penilaian. Ini terlihat dari fenomena antara lain : supervisi yang
dilakukan kepala sekolah belum berjalan sesuai dengan program yang telah
dibuat, supervisi yang dilakukan hanya untuk sebagian bidang studi saja,
kepala sekolah jarang melakukan pengumpulan data secara cermat tentang
pelaksanaan tugas guru, kepala sekolah jarang melakukan tindak lanjut hasil
penilaian dan deteksi kelemahan guru kearah upaya perbaikan.
Dari uraian masalah yang dikemukan di atas, diperoleh gambaran
kurang baiknya pelaksanaan tugas guru dan kurang efektifnya pelaksanaan


supervisi oleh kepala sekolah di SMPN Kecamatan Situjuah Limo Nagari,
Kabupaten Lima Puluh Kota. Oleh sebab itu penulis tertarik untuk melakukan
penelitian dengan judul “ Hubungan Supervisi Oleh Kepala Sekolah
Dengan Pelaksanaan Tugas Guru SMPN Di Kecamatan Situjuah Limo
Nagari Kabupaten Lima Puluh Kota ”.

B. Identifikasi Masalah
Menurut Usman (2010:7) menyatakan bahwa “tugas guru sebagai
profesi meliputi: mendidik , mengajar, dan melatih”. Tugas guru sebagai
pendidik adalah menanamkan nilai-nilai kependidikan yang luhur kepada
peserta didik. Sedangkan tugas guru sebagai pengajar yaitu bertanggung jawab
atas terlaksananya proses belajar mengajar mulai dari perencanaan
pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran dan
menindaklanjuti pembelajaran.
Kenyataan di lapangan, masih ada guru-guru yang belum mampu atau
kurang menguasai hal-hal yang di ungkapkan oleh ahli di atas. Sebagian guru
SMPN kecamatan situjuah limo nagari masih mengalami kesulitan dalam
membuat rencanan pelaksanaan pembelajaran, menyusun program semester.
Untuk itu perlu adanya suatu upaya untuk meningkatkan kemampuan guru
tersebut, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui optimalisasi
peran kepala sekolah. Idochi Anwar dan Yayat Hidayat Amir (2000) dalam
www.ahmadsudrajad.wordpress.com mengemukakan bahwa “ kepala sekolah
sebagai pengelola memiliki tugas mengembangkan kinerja personel, terutama


meningkatkan kompetensi profesional guru.” Perlu digaris bawahi bahwa yang
dimaksud dengan kompetensi profesional di sini, tidak hanya berkaitan
dengan penguasaan materi semata, tetapi mencakup seluruh jenis dan isi
kandungan kompetensi yang harus di kuasai oleh guru.
Jones dkk. sebagaimana disampaikan oleh Sudarwan Danim (2002)
mengemukakan bahwa “ menghadapi kurikulum yang berisi perubahan-
perubahan yang cukup besar dalam tujuan, isi, metode dan evaluasi
pengajarannya, sudah sewajarnya kalau para guru mengharapkan saran dan
bimbingan dari kepala sekolah mereka”. Dari ungkapan ini, mengandung
makna bahwa kepala sekolah harus betul-betul menguasai tentang kurikulum
sekolah. Mustahil seorang kepala sekolah dapat memberikan saran dan
bimbingan kepada guru, sementara dia sendiri tidak menguasainya dengan
baik.
Dari sejumlah dan pendapat ahli di atas, maka penulis dapat
mengidentifikasi bahwa masih rendahnya supervisi kepala sekolah, sehingga
dapat menyebabkan rendahnya kinerja guru dalam proses belajar mengajar.
Oleh karena itu, supervisi mempunyai peranan yang sangat penting dalam
meningkatkan kinerja. Apabila supervisi dilaksanakan dengan baik dan sesuai
dengan aturan-aturan yang ada, maka dapat meningkatkan kinerja guru dalam
mengajar.
C. Pembatasan Masalah
Mengingat banyaknya faktor yang dapat mempengaruhi guru dalam
melaksanakan tugas, dan adanya keterbatasan waktu serta kemampuan


penulis, maka masalah yang dibahas dalam penelitian ini dibatasi pada
hubungan supervisi oleh kepala sekolah dengan pelaksanaan tugas guru.
Ruang lingkup yang diteliti dalam penelitian ini adalah supervisi oleh
kepala sekolah yang meliputi : aspek supervisi, proses supervisi dan teknik
supervisi. Sedangkan pelaksanaan tugas guru meliputi : perencanaan
pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran.
D. Perumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah di atas, maka masalah yang akan
dibahas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana pelaksanaan supervisi oleh Kepala Sekolah di SMPN
Kecamatan Situjuah Limo Nagari ?
2. Bagaimana pelaksanaan tugas guru di SMPN Kecamatan Situjuh Limo
Nagari ?
3. Apakah terdapat hubungan yang berarti antara pelaksanaan supervisi oleh
Kepala Sekolah dengan pelaksanaan tugas guru di SMPN Kecamatan
Situjuah Limo Nagari ?
E. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang :
1. Supervisi oleh Kepala Sekolah di SMPN Kecamatan Situjuah Limo Nagari
2. Pelaksanaan tugas guru di SMPN Kecamatan Situjuh Limo Nagari ?
3. Hubungan antara supervisi oleh Kepala Sekolah dengan pelaksanaan tugas
guru di SMPN Kecamatan Situjuah Limo Nagari ?


F. Kegunaan Penelitian
Penelitian ini diharapakan berguna bagi para pembaca khusunya,
terutama bagi :
1. Guru, sebagai informasi untuk meningkatkan kualitas pengajarannya,
2. Kepala Sekolah, sebagai masukan dan pertimbangan dalam menjalankan
program supervisi secara lebih baik,
3. Peneliti sejenis, sebagai rujukan dan pengembangan dimasa yang akan
datang.



BAB II
KAJIAN TEORI

A. Tugas Guru
1). Pengertian Tugas Guru
Kamus Besar Bahasa Indonesia memberikan pengertian tentang tugas
adalah sesuatu yang wajib dikerjakan atau ditentukan untuk dilakukan,
pekerjaan yang menjadi tanggung jawab seseorang, pekerjaan yang
dibebankan. Sedangkan pengertian tugas guru menurut Bafadal (1992:23)
yaitu segala aktivitas dan kewajiban yang harus diperformansikan oleh guru
dalam peranannya sebagai guru.
Sedangkan untuk definisi tentang pelaksanaan dalam Kamus Bahasa
Indonesia adalah proses, cara atau perbuatan melaksanakan (rancangan,
keputusan dan sebagainya) ”. Jadi dapat penulis simpulkan bahwa
pelaksanaan tugas guru adalah suatu proses yang harus dilaksananakan oleh
seorang guru dalam rangka menjalankan/ melaksanakan perannya sebagai
pendidik.
2). Ruang Lingkup Tugas Guru
Usman (2005:8) membagi tugas guru menjadi tiga yaitu : “sebagai
profesi, kemanusiaan, dan kemasyarakatan”. Sebagai profesi meliputi
mendidik mengajar dan melatih. Selain itu pasal 52 ayat (1) PP 74 / 2008
tentang Guru dinyatakan bahwa “ beban kerja guru mencakup kegiatan


pokok yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran,
menilai hasil pembelajaran, membimbing dan melatih peserta didik, serta
melaksanakan tugas tambahan”. Selanjutnya dijelaskan dalam UU RI No 14
Tahun 2005, Tentang Guru Dan Dosen Bab IV pasal 35 bahwa “beban kerja
guru mencakup kegiatan pokok yaitu merencanakan pembelajaran,
melaksanakan pembelajaran,menilai hasil pembelajaran,membimbing dan
melatih pesetra didik, serta melaksanakan tugas tambahan.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan guru
memiliki banyak tugas yang harus dijalaninya baik dalam kelas maupun di
luar kelas. Namun dalam penelitian ini yang akan diuraikan adalah tugas
guru dalam proses belajar mengajar yang meliputi : (1) merencanaan
pembelajaran, (2) melaksanakan pembelajaran, (3) mengevaluasi
pembelajaran.
a). Merencanaan pembelajaran
Perencanaan adalah pekerjaan awal yang harus dilakukan oleh
guru sebelum memulai pengajaran, karena tanpa perencanaan tujuan
pendidikan atau pengajaran tidak akan tercapai. Perencanaan pengajaran
merupakan hal yang amat dibutuhkan dalam proses belajar mengajar,
melalui perencanaan pengajaran dapat diperkirakan hal-hal yang hendak
diwujudkan selama proses belajar mengajar yang akan berlangsung.
Menurut Mulyasa (2007) dalam menyusun perencanaan pengajaran tugas
guru dapat dibagi menjadi tiga yaitu : (1) menyusun program pengajaran,
(2) silabus, (3) rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)


1) Menyusun program pengajaran
E. Mulyasa (2003) menyebutkan bahwa guru profesional harus
mampu mengembangkan persiapan mengajar yang baik, logis dan
sistematis, karena disamping untuk kepentingan pelaksanaan
pembelajaran, persiapan mengajar merupakan bentuk dari “profesional
accoutability”. Dengan mengutip pemikiran Cythia, E. Mulyasa
(2003) mengemukakan bahwa persiapan mengajar akan membantu
guru dalam mengorganisasikan materi standar, serta mengantisipasi
peserta didik dan masalah-masalah yang mungkin timbul dalam
pembelajaran.
Penyusunan program pengajaran memberikan arahan kepada
suatu program lain. Dari program ini keputusan dibuat dalam
menentukan kegiatan apa yang akan dilakukan dan menjadi pedoman
yang kongkrit dalam pengembangan program selanjutnya. Mulyasa
(2007) program yang dibuat oleh guru antara lain : program tahunan,
program semester, program pengayaan dan program remedial.
a) Program tahunan
Program tahunan menurut kunandar ( 2009:236 )
program tahunan merupakan program umum setiap
mata pelajaran untuk setiap kelas, yang dikembangkan
oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan sebagai
pedoman bagi pengembangan program-program
selanjutnya,seperti program semester, program
mingguan, dan program harian atau program
pembelajaran setiap pokok bahasan



Program Tahunan merupakan program umum setiap mata
pelajaran untuk setiap kelas , berisi tentang garis-garis besar yang
hendak dicapai dalam satu tahun dan dikembangkan oleh guru mata
pelajaran yang bersangkutan, program ini perlu dipersiapkan dan
dikembangkan oleh guru sebelum tahun pelajaran dimulai , karena
merupakan pedoman bagi pengembangan program-progran
berikutnya, yakni program semester, mingguan dan harian serta
pembuatan silabus dan sistem penilaian komponen-komponen
program tahunan meliputi identifikasi(satuan pendidikan,mata
pelajaran, tahun pelajaran) standart kompetensi
b) Program semester
Anderson (dalam Mulyasa, 2004), membedakan perencanaan
dalam dua kategori, yaitu perencanaan jangka panjang dan
perencanaan jangka pendek. Perencanaan jangka panjang yang disebut
dengan "unit plans", merupakan perencanan yang bersifat
komprehensif dimana dapat dilihat aktivitas yang direncanakan guru
selama satu semester.
Menurut Kunandar (2009) Program semester adalah program
yang berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak
dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut. Program semester
merupakan penjabaran dari program tahunan. Isi dari program


semester adalah tentang bulan, pokok bahasan yang hendak
disampaikan, waktu yang direncanakan dan keterangan-keterangan.
c) Program pengayaan dan program remedial
Program ini merupakan program pelengkap. Program ini
dibuat berdasarkan hasil analisis terhadap kegiatan belajar dan
terhadap tugas-tugas, hasil tes dan ulangan diperoleh tingkat
kemampuan belajar peserta didik. Hasil analisis dipadukan dengan
catatan-catatan yang ada dari program lain. Sekolah atau guru perlu
memberikan perlakuan khusus pada siswa yang mendapat kesulitan
dalam belajar melalui remedial. Kunandar (2009:237) mengatakan
bahwa program pangayaan adalah “ kegiatan perbaikan yang
dilakukan untuk mengidentifikasi jenis-jenis dan sifat kesulitan
belajar, menemukan factor-faktor penyebabnya, dan kemudian
mengupayakan alternatif penyelesaian maslah kesulitan belajar baik
dengan cara pencegahan atau penyembuhan.”
2) Membuat silabus
Aspek kedua yang harus dilakukan guru dalam menyusun
rencana pengajaran adalah membuat silabus. Menurut Mulyasa
(2007:190) “silabus adalah rencana pembelajaran dengan tema
tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi
pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar
yang dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan”. Menurut


kunandar (2009: 244) silabus adalah “ penjabaran lebih lanjut dari
standar kompetensi dan kompetensi dasar yang ingin dicapaia,serta
materi pokok yang perlu dipelajari siswa dalam rangka mencapai
standar kompetensi dan kompetensi dasar”.
Agar pengembangan silabus yang dilakukan oleh setiap satuan
pendidikan tetap berada dalam bingkai pengembangan kurikulum
nasional maka dalam pengembangan silabus perlu diperhatikan
prinsip pengembangannya. Menurut Kunandar (2009:245-246) prinsip
pengembangan silabus adalah :
a. Ilmiah
Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam
silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara
keilmuan.
b. Relevan
Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran, dan urutan penyajian
materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik,
intelektual, sosial, emosional, dan spiritual peserta didik.
c. Sistematis
Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara
fungsional dalam mencapai kompetensi.
d. Konsisten


Adanya hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara
kompetensi dasar, indikator, materi pokok, pengalaman belajar,
sumber belajar, dan sistem penilaian.
e. Memadai
Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber
belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian
kompetensi dasar.
f. Aktual dan Kontekstual
Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber
belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu,
teknologi, dan seni mutahir dalam kehidupan nyata dan peristiwa
yang terjadi.
g. Fleksibel
Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasikan
keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang
terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat.
h. Menyeluruh
Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi
(kognitif, afektif, psikomotor)
3) Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran
Aspek terakhir yang akan dilakukan guru dalam menyusun
rencana pengajaran adalah membuat rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP). Kunandar (2009:262) “ Rencana pelaksanaan


pembelajaran adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan
pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar
yang ditetapkan dalam standar isi dan dijabarkan dalam silabus”.
Tugas guru yang paling utama dalam RPP adalah menjabarkan silabus
ke dalam RPP yang lebih operasional dan rinci serta siap dijadikan
pedoman atau skenario dalam pembelajaran.
Pada hakekatnya penyusunan RPP bertujuan merancang
pengalaman belajar siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tidak
ada alur pikir (algoritma) yang spesifik untuk menyusun suatu RPP,
karena rancangan tersebut seharusnya kaya akan inovasi sesuai
dengan spesifikasi materi ajar dan lingkungan belajar siswa (sumber
daya alam dan budaya lokal, kebutuhan masyarakat serta
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi).
Kunandar ( 2009:264) menjelaskan unsur-unsur yang perlu
diperhatikan dalam penyusunan RPP yaitu :
1. mengacu pada kompetensi dan kemampuan dasar yang harus
dikuasai siswa, serta materi dan submateri pembelajaran,
pengalaman belajar yang telah di kembangakan dalam silabus,
2. menggunakan berbagai pendekatan yang sesuai dengan materi yang
memberikan kecapan hidup sesuai dengan permasalahan dan
lingkungan sehari-hari,


3. menggunakan metode dan media yang sesuai, yang mendekatkan
siswa dengan pengalaman langsung,
4. penilaian dengan sistem pengujian menyeluruh dan berkelanjutan
didasarkan pada sistem pengujian yang di kembangkan selaras
dengan pengembangan silabus.
Berikut adalah salah satu contoh format penulisan RPP yang
sesuai dengan kurikulum KTSP.










Gambar 1
Contoh Format Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Sekolah : ………………………………………….
Mata Pelajaran : ………………………………….
Kelas/Semester : …………………………………
Alokasi Waktu : ………. pertemuan (@ …… menit)
Standar Kompetensi :
.................................................................................................................................
Kompetensi Dasar :
.................................................................................................................................
Indikator :
.................................................................................................................................
I. Tujuan Pembelajaran
..................................................................................................................................
II. Materi Pembelajaran
.................................................................................................................................
Metode Pembelajaran
..................................................................................................................................
IV. Langkah-langkah Pembelajaran
A. Kegiatan Awal
…………………………………………………………………………………….
B. Kegiatan Inti
……………………………………………………………………………………
C. Kegiatan Akhir
…………………………………………………………….………………………
V. Alat, Bahan, dan Sumber Belajar
..................................................................................................................................
............................................................................................................. .....................
VI. Penilaian
………………………………………………………………………….………..
……………………………………………………………………………………



b). Melaksanakan pengajaran
Melaksanakan pembelajaran adalah proses interaksi antara siswa
dengan guru dan lingkungan, sehingga terjadi perubahan tingkah laku ke
arah yang lebih baik. Pelaksanaan pengajaran berpegang pada apa yang
tertuang dalam perencanaan yang telah dibuat sebelumnya. Tugas guru
dalam pelaksanaan pengajaran menurut Mulyasa (2009:180-187)
meliputi kegiatan pembukaan atau pendahuluan, pembentukan
kompetensi, dan penutup.
1) Pembukaan/ pendahuluan
Pembukaan adalah kegiatan awal yang harus dilakukan guru
untuk memulai atau membuka pelajaran. Membuka pelajaran yaitu
kegiatan untuk menciptakan kesiapan mental dan menarik perhatian
peserta didik secara optimal, agar mereka memusatkan diri
sepenuhnya untuk belajar.
Udin S. Winataputra, dkk. (2003) mengemukakan hal-hal yang
dilakukan dalam kegiatan pembukaan/pendahuluan, yaitu :
1. Menciptakan kondisi awal pembelajaran meliputi : membina
keakraban, menciptakan kesiapan belajar peserta didik dan
menciptakan suasana belajar yang demokratis.
2. Apersepsi/pre test meliputi : kegiatan mengajukan pertanyaan yang
berhubungan dengan materi sebelumnya, memberikan komentar atas


jawaban yang diberikan peserta didik dan membangkitkan motivasi
dan perhatian peserta didik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.
2) Pembentukan kompetensi
Pembentukan kompetensi peserta didik merupakan kegiatan inti
pembelajaran, antara lain mencakup penyampaian informasi tentang
materi pokok atau materi standar untuk membentuk kompetensi
peserta didik, serta melakukan tukar pengalaman dan pendapat dalam
membahas materi standar atau memecahkan masalah yang dihadapi
bersama.
Udin S. Winataputra, dkk. (2003) mengemukakan hal yang
dilakukan dalam kegiatan inti, yaitu : membahas Materi. Membahas
materi yaitu menyampaikan materi inti dari pelajaran.
3) Penutup
Penutup merupakan kegiatan akhir yang dilakukan guru untuk
melakukan pembelajaran. Dalam kegiatan penutup ini guru harus
berupaya untuk mengetahui pembentukan kompetensi dan pencapaian
tujuan pembelajaran, serta pemahaman peserta didik terhadap materi
yang telah dipelajari sekaligus mengakhiri kegiatan pembelajaran
dengan jalan menyimpulkan materi, mengajukan pertanyaan dan lain
sebagainya.


Mulyasa (2003) mengemukakan dua kegiatan pokok pada akhir
pembelajaran, yaitu : (a) pemberian tugas dan (b) post tes. Sementara
itu, Depdiknas (2003) mengemukakan dalam kegiatan akhir perlu
dilakukan penilaian formatif, dengan memperhatikan hal-hal berikut:
(a) kembangkan cara-cara untuk menilai hasil pembelajaran peserta
didik; (b) gunakan hasil penilaian tersebut untuk melihat kelemahan
atau kekurangan peserta didik dan masalah-masalah yang dihadapi
guru dan (c) cari metodologi yang paling tepat yang sesuai dengan
tujuan yang ingin dicapai.
c). Mengevaluasi pengajaran
Pengertian evaluasi pembelajaran menurut Kunandar (2009:377)
adalah “ suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai
keberhasilan belajar peserta didik setelah ia mengalami proses belajar
selama satu periode tertentu”. Evaluasi merupakan salah satu kegiatan
utama yang harus dilakukan oleh seorang pengajar dalam kegiatan
pembelajaran. Dengan penilaian, pengajar akan mengetahui
perkembangan hasil belajar, intelegensi, bakat khusus, minat, hubungan
sosial, sikap dan kepribadian siswa atau peserta didik. Adapun langkah-
langkah pokok dalam penilaian secara umum terdiri dari: (1)
perencanaan, (2) pengumpulan data, (3) verifikasi data, (4) analisis data,
dan (5) interpretasi data.



1) Menyusun rencana evaluasi hasil belajar
Perencanaan adalah proses penentuan tujuan atau sasaran yang
hendak di capai dan menetapkan jalan dan sumber yang di perlukan
untuk mencapai tujuan itu seefesien dan seefektif mungkin.
(http://jackbana.blogspot.com/diases pada tanggal 05 januari 2011).
Sebelum evaluasi hasil belajar dilaksanakan, harus disusun
terlebih dahulu perencanaan secara baik. Perencanaan hasil belajar
mencakup merumuskan tujuan dilaksanakan evaluasi, menetapkan
aspek-aspek yang akan dievaluasi, memilih dan menentukan teknik
yang akan digunakan dalam pelaksanaan evaluasi, dan terakhir
menyusun alat-alat pengukur yang akan digunakan dalam penilaian
hasil belajar.
2) Menghimpun data
Pengumpulan data di maksudkan untuk memperoleh informasi
tentang keadaan obyek. Untuk mengumpulkan data dapat menggunkan
metode tes tulis, tes lisan.
Daryanto dalam (http://spupe7.wordpress.com/12/2009/langkah-
langkah-pelaksanaan-dalam-evaluasi-pembelajaran) menjelaskan
langkah-langkah dalam pengumpulan data : (a) menentukan data apa
saja yang kita butuhkan untuk melakukan tugas evaluasi yang kita
hadapi dengan baik, (b) menentukan cara yang harus kita tempuh untuk


memperoleh setiap jenis data yang kita butuhkan, (c) pemilihan alat
yang akan kita gunakan dalam pengumpulan data
3) Melakukan verifikasi data
Data yang telah berhasil dihimpun harus disaring terlebih dahulu
sebelum diolah lebih lanjut. proses penyaringan ini disebut verifikasi
data. Verifikasi data dimaksudkan untuk dapat memisahkan data yang
baik dari data yang kurang baik. Data yang baik akan dapat
memperjelas gambaran yang akan di peroleh mengenai individu yang
sedang kita evaluasi, sedsangkan data yang kurang baik hanya akan
merusak atau mengaburkan gambaran yang akan kita peroleh apabila
turut di olah juga. (http://jackbana.blogspot.com/diases pada tanggal 05
januari 2011).
4) Mengolah dan menganalisis data
Hal ini dilakukan dengan maksud untuk memberikan makna
terhadap data yang telah berhasil dihimpun dalam kegiatan evaluasi.
Sehingga dengan data itu orang dapat memperoleh beberapa gambaran
yang lebih lengkap tentang ke adaan peserta didik. Untuk itu data hasil
evaluasi perlu disusun dan diatur sedemikian rupa. Fungsi pengolahan
data dalam evaluasi adalah untuk memperoleh gambaran yang
selengkap-lengkapnya tentang diri orang (peserta didik) yang sedang di
evaluasi.



5) Memberikan interpretasi dan menarik kesimpulan
M. Chalib Toha, dalam (http://jackbana.blogspot.com/diases pada
tanggal 05 januari 2011) menjelaskan bahwa interpretasi “merupakan
verbalisasi atau pemberian makna dari data yang telah di olah, sehingga
tidak akan terjadi penafsiran yang overstatement maupun penafsiran
understatement”. Penafsiran terhadap data hasil evaluasi belajar akan
menghasilkan kesimpulan dari hasil belajar yang telah dilakukan oleh
siswa.
3). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pelaksanaan Tugas Guru
Menurut Fattah (2003:14) “Guru dalam melaksanakan tugasnya
dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kepemimpinan, motivasi, disiplin
kerja, iklim sekolah, fasilitas dan tingkat penghasilan. Bafadal (2008:46)
mengemukakan bahwa salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk
meningkatkan kemampuan guru adalah Kepala sekolah melakukan
supervisi terhadap pelaksanaan tugas guru. Kemampuan dan ketrampilan
mengajar guru perlu dibina dan dikembangkan agar ia dapat melaksanakan
tugas-tugasnya dengan baik yaitu dengan pemberian supervisi. Ini sesuai
juga dengan yang dikatakan Bafadal (1992:56) bahwa “keterampilan guru
dalam pengajaran harus selalu dikembangkan, dibina, dan ditingkatkan
melalui supervisi pengajaran”. Supervisi pengajaran adalah serangkaian
kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuan mengelola proses
belajar-mengajar demi pencapaian tujuan pengajaran.Bafadal (1992:2)


Di sekolah, pimpinan tertinggi adalah kepala sekolah. Salah satu
fungsi penting dari kepala sekolah adalah melakukan supervisi. Zainal
(2002) menyebutkan bahwa supervisi akademik adalah bantuan
profesional kepada guru melalui siklus perencanaan yang sistematis,
pengamatan yang cermat, serta umpan balik yang objektif dan segera.
Dengan cara itu, guru dapat menggunakan balikan tersebut untuk
memperbaiki kompetensi profesional yang dimilikinya. Selain faktor
tingkat pendidikan dan supervisi akademik hal yang perlu diperhatikan
dalam peningkatan kompetensi profesional guru adalah fasilitas kerja.
Dengan fasilitas kerja yang memadai, maka diharapkan para guru dapat
melaksanakan proses belajar mengajar dengan lebih baik serta dapat
mengoptimalkan kemampuan pada dirinya. Sehingga kemampuan guru
dalam penguasasaan materi pembelajaran akan lebih luas dan mendalam
yang memungkinkan membimbing peserta didik memenuhi standar
kompetensi yang ditetapkan dalanm Standar Nasional Pendidikan.
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan, bahwa pelaksanaan
supervisi merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi
pelaksanaan tugas guru.
B. Pelaksanaan Supervisi
1). Pengertian supervisi
Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang
paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Untuk itu kepala


sekolah harus mengetahui tugas-tugas yang harus di laksankannya. Adapun
tugas-tugas dari kepala sekolah seperti yang dikemukakan dalam perspektif
kebijakan pendidikan nasional (Depdiknas, 2006), terdapat tujuh peran
utama kepala sekolah yaitu, sebagai : (1) educator (pendidik); (2) manajer;
(3) administrator; (4) supervisor (penyelia); (5) leader (pemimpin); (6)
pencipta iklim kerja; dan (7) wirausahawan. Namun dalam penelitian ini
yang akan dibahas hanya tugas kepala sekolah sebagai supervisor.
Dalam Dictionary Of Education, Good Carter (1959) yang dikutip
oleh Sahertian (2000:17) memberi pengertian bahwa “supervisi adalah
usaha dari petugas-petugas sekolah dalam memimpin guru-guru dan
petugas-petugas lainnya dalam memperbaiki pengajaran, termasuk
menstimulasi, menyeleksi pertumbuhan jabatan dan perkembangan guru-
guru serta merevisi tujuan-tujuan pendidikan, bahan pengajaran dan metode
serta evaluasi pengajaran”. Mc Merney (1951:1) dalam Sahertian (2000:17)
“melihat supervisi itu sebagai usaha sebagai suatu prosedur memberi arah
serta mengadakan penilaian secara kritis terhadap proses pengajaran”.
Pendapat lain dikemukan oleh Glicman ( 1981 ) yang dikutip oleh arni
Muhammad dkk,(2000:6) menjelaskan bahwa “ supervisi adalah
serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya
mengelola proses belajar mengajar demi pencapaian tujuan pengajaran ”
Selanjutnya Kimbal Wiles dalam bukunya supervision for better
scholl yang dkutip oleh Soetopo (1982:40) mengartikan supervisi dengan


“supervision is a service activity that exist to help teachers to their job better
” disini Kimbal lebih mengutamakan pelayanan seorang guru yang
dilaksanankan sedemikian rupa sehingga mereka dapat bekerja lebih dari
baik. Pendapat lain juga dikemukakan Pidarta (1992:5) bahwa hakikat
supervisi merupakan suatu proses pembimbingan dari pihak atasan kepada
guru-guru dan personil sekolah lainnya, tujuannya menangani masalah
belajar para siswa untuk memperbaiki situasi belajar mengajar. Dengan
demikian para siswa akan dapat belajar secara efektif dengan prestasi belajar
yang semakin meningkat
Sedangkan definisi tentang pelaksanaan dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia, dikemukakan bahwa “pelaksanaan adalah proses, cara atau
perbuatan, melaksanakan (rancangan, keputusan dan sebagainya)”.
Berdasarkan beberapa kutipan para ahli di atas dapat ditarik
kesimpulan bahwa supervisi pendidikan adalah proses pemberian bantuan
kepada guru/ staf sekolah untuk memperbaiki atau mengembangkan situasi
belajar mengajar kearah yang lebih baik. Dengan kata lain supervisi
pendidikan adalah suatu proses pemberian layanan, bimbingan dan bantuan
kepada guru-guru baik secara individual maupun kelompok dalam rangka
memperbaiki pengajaran guru di kelas yang mencakup segala aspek tugas
pengajaran yang dilakukan guru. Jadi, kata kunci dari pemberian supervisi
ini adalah memberikan layanan, bimbingan dan bantuan kepada guru dalam
rangka efektivitas pelaksanaan tugas mengajar guru.


2. Tujuan Supervisi
Tujuan supervisi adalah membantu guru meningkatkan atau
memperbaiki proses belajar mengajar. Soetopo (1982:40) menjelaskan
bahwa :“tujuan supervisi adalah memperkembangkan situasi belajar
mengajar yang lebih baik. Usaha perbaikan belajar dan mengajar ditujukan
kepada pencapaian tujuan akhir dari pendidikan yaitu pembentukan pribadi
anak secara maksimal”.
Tujuan supervisi dapat dibedakan atas tujuan umum dan tujuan
khusus. Tujuan umum supervisi menurut Neagley cs (1980) dalam
Muhammad dkk,(2000:10) adalah penyempurnaan pengajaran. Sedangkan
menurut rivai (1982) dalam Muhammad dkk, adalah “membantu guru
menigkatkan kamampuannya agar menjadi guru yang lebih baik .Bafadal
(1992) dalam Muhammad dkk,(2000:10) mengatakan bahwa tujuan
supervisi adalah membantu guru mengembangkan kemampuan mencapai
tujuan yang ditetapkan bagi murid-muridnya. Tujuan supervisi ini tidak
hanya berkenaan dengan aspek kognitif dan psikomotor tetapi juga
mengenai aspek afektifnya.
Soetopo (1982:40) menyimpulkan tujuan kongkrit supervisi
pendidikan adalah :
a. Membantu guru melihat dengan jelas tujuan-tujuan pendidikan
b. Membantu guru dalam membimbing pengalaman belajar murid


c. Membantu guru menggunakan alat pelajaran modern, metode-metode
dan sumber-sumber pengalaman belajar .
d. Membantu guru dalam menilai kemajuan murid-murid dan hasil
pekerjaan guru itu sendiri
e. Membantu guru baru di sekolah sehingga mereka merasa gembira
dengan tugas yang diperolehnya,
f. Membantu guru-guru agar waktu dan tenaganya tercurahkan
sepenuhnya dalam pembinaan sekolah.

Pelaksanaan supervisi dalam lapangan pendidikan pada dasarnya
bertujuan memperbaiki proses belajar mengajar secara total. Dalam hal ini
bahwa tujuan supervisi tidak hanya memperbaiki mutu mengajar guru, akan
tetapi juga membina pertumbuhan profesi guru dalam arti luas termasuk
pengadaan fasilitas yang menunjang kelancaran pembelajaran,
meningkatkan mutu pengetahuan dan keterampilan guru, memberikan
bimbingan dan pembinaan dalam pelaksanaan kurikulum, pemilihan dan
penggunaan metode mengajar dan teknik evaluasi pengajaran.
3. Proses Supervisi
Pelaksanaan supervisi harus dilakukan melalui proses supervisi yang
sistematis dan komprehensif. Rifa’i (1982) dalam Muhammad dkk,
(2000:30) mengemukakan bahwa proses supervisi adalah serangkaian
kegiatan yang teratur dan beraturan serta berhubungan satu sama lain dan


diarahkan kepada satu tujuan, yang secara garis besarnya kegiatan supervisi
dapat dibagi atas tiga yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.
a. Perencanaan supervisi
Perencanaan supervisi perlu disusun oleh supervisor agar
pelaksanaan supervisi dapat terarah. pelaksanaan supervisi tanpa diawali
dengan perencanaan diduga dapat mengecewakan banyak pihak, seperti
guru, supervisor dan bahkan siswa yang secara tidak langsung
memerlukan peningkatan kemampuan menagajar gurunya. Perencanaan
supervisi ini meliputi penetapan tujuan dan penyusunan rancangan
program supervisi yang akan dilakukan.
b. Pelaksanaan supervisi
Tahap ini merupakan implementasi dari rencana supervisi yang
telah disusun sebelumnya. Rifa’i dalam Muhammad (2000:34)
mengemukakan pelaksanaan supervisi pendidikan mengikuti beberapa
kegiatan, sebagai berikut:
1.) Pengumpulan Data
Proses supervisi diawali dengan pengumpulan data untuk
menemukan berbagai kekurangan dan kelemahan guru. Data yang
dikumpulkan adalah mengenai keseluruhan situasi belajar mengajar,
meliputi : data murid, guru, program pengajaran, alat /fasilitas, dan
situasi dan kondisi yang ada. Data murid antara lain : hasil belajar
siswa, kebiasaan dan cara belajar, minat dan motivasi siswa dan


sebagainya. Data guru, antara lain : kelebihan dan kelemahan guru,
kemampuan dalam mengajar, perkembangan kreatifitas guru, dan
program pengajaran yang disusun guru. Selain itu data mengenai alat-
alat pelajaran serta fasilitas lainnya juga perlu dikumpulkan. Data
tersebut dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam
menemukan permasalahan yang ditemui guru.
2.) Penilaian
Data yang sudah dikumpulkan diolah, kemudian dinilai.
Penilaian dilakukan terhadap keberhasilan guru dalam mengajar serta
faktor-faktor yang menjadi penghambat dalam proses belajar
mengajar. Penilaian dilakukan dengan membandingkan kemampuan
mengajar guru dengan kriteria yang telah ditetapkan bersama antara
guru dengan supervisor.
3.) Deteksi kelemahan
Pada tahap ini, supervisor mendeteksi kelemahan atau
kekurangan guru dalam mengajar. Dalam rangka mendeteksi
kelemahan, supervisor memperhatikan beberapa hal yang berkaitan
dengan pelaksanaan tugas guru yaitu : penampilan guru didepan kelas,
penguasaan materi, penggunaan metoda, hubungan antar personal dan
administrasi kelas. mencoba menemukan hal-hal kelemahan yang
berkaitan dengan.
4.) Memperbaiki kelemahan


Jika melalui deteksi ditemukan kelemahan dan keterangan,
maka pada tahap ini dilakukan perbaikan atau peningkatan
kemampuan. Upaya untuk memperbaiki kelemahan dan kekurangan
tersebut dapat dilakukan dengan cara memberikan informasi secara
langsung atau tidak langsung, demonstrasi mengajar, kunjungan kelas
atau kunjungan sekolah, memberikan tugas bacaan, memberikan
kesempatan pada guru untuk mengikuti penataran dalam berbagai
bentuk dan sebagainya.
5.) Bimbingan dan pengembangan
Kegiatan terakhir yang harus dilakukan supervisor adalah
memberikan bimbingan dan pengembangan terhadap guru. Kegiatan
dan pengembangan ini dimaksudkan untuk memberikan dorongan
atau motivasi kepada guru agar dapat tumbuh dan berkembang dalam
kerjanya. Guru dibimbing agar masukan yang telah diperoleh
sebelumnya dapat diterapkan atau diaplikasikan dalam proses belajar
mengajar yang dilakukannya.
c. Evaluasi supervisi
Proses supervisi yang terakhir dilakukan oleh supervisor adalah
melakukan evaluasi program supervisi. Evaluasi dilakukan untuk
mengetahui sejauh mana tujuan telah dicapai, hal-hal yang sudah
dilakukan dan hal-hal yang belum dilaksanakan. Evaluasi supervisi
mencakup semua aspek yang meliputi hasil, proses dan
pelaksanaannya.Keberhasilan program supervisi ini terlihat dengan


teratasinya kesulitan-kesulitan guru dalam melaksanakan tugas
mengajarnya.
4. Aspek Supervisi
Kepala sekolah adalah orang yang bertanggung jawab terhadap
kelancaran proses belajar mengajar di sekolah. Proses belajar mengajar
disekolah akan lancar apabila guru dapat melaksanakan tugas dengan
aman, tenang, percaya diri, dan memiliki semangat kerja yang tinggi.
Selanjutnya dijelaskan oleh Soetopo (1988:113-127) tugas guru yang perlu
disupervisi adalah :
a.) Menggali dan mengembangkan bahan pelajaran ( penguasaan materi ).
Guru-guru dalam merencanakan aktivitas dan pengalaman belajar
menggunakan buku-buku teks, perpustakaan dan dan bahan-bahan
laboratories. Dalam proses belajar mengajar guru maupun siswa tidak dapat
hanya menggunakan satu macam buku pegangan. Lebih-lebih di zaman
kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti sekarang ini sangat
menuntut guru dan siswa untuk membaca berbagai buku yang relavan
dengan apa yang akan diajarkan atau yang akan dipelajari.
b.) Hubungan antar personal/ membina guru-guru dalam pergaulan personal
mereka. Supervisor hendaknya membantu guru dalam pergaulan personal
mereka. Sumbangan supervisor dalam hal ini tidak dapat diberikan secara
langsung. Supervisor membantu guru untuk menyadari pentingnya
pertimbangan jabatan untuk mencapai penyesuain yang sebaik-baiknya
dalam bentuk sikap dan kebiasaan kerja yang tepat.


c.) Membina guru dalam pengelolaan kelas. Pengelolaan kelas yang efektif
dapat dibina berdasarkan konsep yang jelas tentang tujuan dari pada pupil
control. Sahertian (2009:106) menjelaskan “ Pengelolaan kelas sangat erat
hubungannya dengan keberhasilan dalam situasi belajar mengajar. Untuk itu
guru sebagai pengelola kelas diharapkan trampil untuk menciptakan dan
memaklumi kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya ke kondisi
yang optimal dengan cara mendisiplinkan dan melakukan kegiatan
remedial”. Jadi bisa penulis simpulkan bahwa berhasil atau tidaknya suatu
proses belajar mengajar tergantung pada bagaimana seorang guru mampu/
bisa mengelola kelas dengan baik, namun jika guru gagal dalam pengelolaan
kelas bisa mengakibatkan tujuan proses belajar mengajar tidak akan tercapai
dengan baik.
d.) Selanjutnya dijelaskan oleh Subari (1994:73) tugas guru yang perlu
diberikan supervisi adalah bantuan supervisor terhadap guru dalam
memahami metodologi pengajaran ( penggunaan metoda ). Dalam rangka
mencapai tujuan instruksional, guru perlu mengenal dan mengetahui jenis-
jenis metode mengajar. Di samping itu guru juga perlu menetapkan metode
mana yang dipandang tepat untuk mencapai tujuan instruksional yang telah
ditetapkan. Hal yang perlu diperhatikan guru adalah hendaknya dalam proses
belajar-mengajar menggunakan metode pengajaran lebih dari satu, sehingga
kekurangan yang terdapat pada metode yang satu akan dapat tertutup oleh
kelebihan metode yang lain.




5. Teknik Supervisi
Dalam usaha meningkatkan program sekolah, kepala sekolah sebagai
supervisor dapat menggunakan berbagai teknik atau metode supervisi
pendidikan. Supervisi dapat dilakukan dengan berbagai cara, dengan
tujuan agar apa yang diharapkan bersama dapat tercapai. Teknik supervisi
pendidikan berarti suatu cara atau jalan yang digunakan supervisor
pendidikan dalam memberikan pelayanan dan bantuan kepada supervese.
Berikut adalah teknik-teknik supervisi pendidikan ditinjau dari banyaknya
guru dan cara menghadapi guru menurut Hendiyat Soetopo dan Wasti
Soemanto (1984: 44-53) Bila ditinjau dari banyaknya guru, terdiri dari:
a). Teknik kelompok
Adalah teknik supervisi yang dipakai oleh supervisor manakala
terdapat banyak guru yang mempunyai masalah yang sama. Teknik-
teknik yang dapat dipakai antara lain; rapat guru-guru,workshop,
seminar, konseling kelompok.
b). Teknik perorangan/ individual
Adalah teknik yang dipergunakan apabila sesorang guru memiliki
masalah khusus dan meminta bimbingan tersendiri dari supervisor.
Teknik supervisi individual adalah teknik khusus yang digunakan
untuk menghadapi seseorang guru tertentu yang meminta bimbingan
tersendiri dari supervisor artinya guru tersebut memiliki masalah
khusus dan bersifat perseorangan, Teknik-teknik yang dapat dipakai


antara lain;orientasi bagi guru-guru baru, kunjungan kelas, individual
converence, dan intervisitation.
Rifai (1982) dalam Muhammad (2000:44) menjelaskan bahwa
teknik supervisi dibedakan atas dua aspek, yaitu dililhat dari jumlah orang
yang disupervisi dibedakan menjadi menjadi dua, yaitu teknik individual
dan teknik kelompok. Sedangkan dilihat dari langsung tidaknya supervisor
menghadapi orang yang akan disupervisi dibedakan menjadi dua, yaitu
teknik langsung dan teknik tidak langsung.
Teknik supervisi langsung adalah kepala sekolah secara langsung
memberikan supervisi kepada guru. teknik ini dapat dilakukan dengan cara
mengadakan kunjungan kelas, rapat, konferensi, diskusi panel,
demonstrasi mengajar dan sebagainya. Teknik tidak langsung yaitu proses
pengumpulan data dan pemberian bantuan dilakukan secara tidak langsung
kepada guru. Teknik ini tidak langsung dapat dilakukan melalui kuisoner
atau angket, bacaan terpimpin, perpustakaan jabatan, bulletin supervisi,
dan sebagainya.

C. Hubungan Supervisi dengan Pelaksanaan Tugas Guru
Jabatan guru perlu bertumbuh dan berkembang. Baik itu
pertumbuhan pribadi guru maupun pertumbuhan profesi guru. Setiap guru
perlu menyadari bahwa pertumbuhan dan pengembangan profesi
merupakan suatu keharusan untuk menghasilkan output pendidikan
berkualitas. Itulah sebabnya guru perlu belajar terus menerus, membaca


informasi terbaru dan mengembangkan ideide kreatif dalam pembelajaran
agar suasana belajar mengajar menggairahkan dan menyenangkan baik
bagi guru apalagi bagi peserta didik.
Dalam melaksanakan tugasnya guru harus mendapatkan pembinaan
dari seorang Kepala sekolah. Salah satu pembinaan yang dapat dilakukan
Kepala sekolah adalah melalui supervisi. Dalam kedudukannya sebagai
supervisor kepala sekolah bertugas melakukan berbagai pengawasan dan
pengendalian untuk membimbing para guru dalam menentukan bahan
pelajaran yang dapat meningkatkan potensi siswa, memilih metode yang
akan digunakan dalam proses belajar mengajar, mengadakan rapat dewan
guru, dan mengadakan kunjungan kelas. Supervisi/Pengawasan merupakan
control agar kegiatan pendidikan di sekolah terarah pada tujuan yang telah
ditetapkan.(http://www.dhanay.co.cc/2010/10/kepala-sekolah-sebagai-
supervisor.html )
Bafadal (1992:56) bahwa ketrampilan guru dalam pengajaran harus
selalu dikembangkan, dibina dan ditingkatkan melalui supervisi. Dari
pendapat tersebut jelas bahwa kemampuan dan ketrampilan mengajar guru
perlu dibina dan dikembangkan agar ia dapat melaksanakan tugasnya
dengan baik yaitu dengan pemberian supervisi.
Kemudian Bafadal (2008:46-59) salah satu upaya yang dapat
dilakukan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan
tugas dapat dilakukan melalui supervisi pendidikan, program sertifikasi,
program tugas belajar, dan melalui gugus sekolah.


D. Kerangka Konseptual
Berdasarkan kajian teori yang telah penulis uraikan diatas,bahwa
aspek yang diteliti yaitu pelaksanaan supervisi dan pelaksanaan tugas
guru, maka dapat penulis gambarkan kerangka konseptual penelitian ini
sebagai berikut :





Gambar 2.
Kerangka Konseptual Penelitian Tentang Hubungan Pelaksanaan Supervisi
Kepala Sekolah dengan Pelaksanaan Tugas Guru

E. Hipotesis
Sesuai dengan kerangka konseptual di atas, maka dapat diajukan
hipotesis bahwa :”Terdapat hubungan yang berarti antara pelaksanaan
supervisi oleh Kepala Sekolah dengan pelaksanaan tugas guru di SMPN
Kecamatan Situjuah Limo Nagari.



Pelaksanaan Supervisi
Oleh Kepala Sekolah :
1.Proses supervisi
2.Aspek supervisi
3.Teknik supervisi
Pelaksanaan Tugas Guru :
1.Perencanaan pembelajaran
2.Pelaksanaan pembelajaran
3.Evaluasi pembelajaran


BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah bersifat korelasional. Arikunto (2007:247-248)
penelitian korelasional merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk
mengetahui ada tidaknya hubungan antara dua variabel atau beberapa variabel.
Seorang peneliti dapat mengetahui hubungan variasi dalam sebuah variabel
dengan variasi yang lain. Adapun hubungan yang akan diteliti pada penelitian
ini adalah hubungan antara supervisi oleh kepala sekolah dengan pelaksanaan
tugas guru.
B. Populasi dan Sampel
1. Populasi penelitian
Populasi penelitian adalah seluruh guru SMPN Kecamatan Situjuah
Limo Nagari yang berjumlah 69 orang yang tersebar pada dua SMP Negeri,
untuk lebih jelasnya mengenai jumlah guru SMPN di Kecamatan Situjuah
Limo Nagari dapat dilihat pada Tabel.
Tabel. 1
Rekapitulasi Jumlah Populasi dan Sampel Penelitian

No Sekolah Jumlah Guru
Populasi Sampel
1

SMPN 1 46 40
2 SMPN 2 23 19
Jumlah 69 59

2. Sampel penelitian


Dengan melihat tabel Krejcie dengan tingkat kesalahan 5 % maka
sampel penelitian ini di ambil sebanyak 59 orang guru. Penarikan sampel
dalam penelitian ini menggunakan teknik probability sampling. Sugiyono
(2006:82) “Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang
memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk
di pilih menjadi anggota sampel.” Pengambilan sampel dari semua populasi
di lakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi
itu.
C. Variabel Penelitian
Berdasarkan permasalahan yang akan diteliti maka di dalam penelitian
ini terdapat dua variabel penelitian yaitu : pelaksanaan supervisi oleh kepala
sekolah dan pelaksanaan tugas guru. Indikator pelaksanaan supervisi oleh
kepala sekolah meliputi : (1) proses supervisi, (2) aspek supervisi, (3) teknik
supervisi, sedangkan indikator pelaksanaan tugas guru meliputi : (1)
perencanaan pembelajaran, (2) pelakasanaan pembelajaran, (3) evaluasi
pembelajarban.

D. Jenis dan Sumber Data
Berdasarkan sumbernya, jenis data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah data primer yaitu data yang langsung dikumpulkan oleh peneliti dari
sumbernya, sedangkan yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah
semua guru yang dijadikan sampel.
E. Instrument Penelitian


Pengumpulan data pada penelitian ini adalah berupa angket atau
kuesioner, yang bertujuan untuk memperoleh data primer dari fakta-fakta serta
informasi mengenai hubungan pelaksanaan supervise oleh kepala sekolah
dengan pelaksanaan tugas guru.
Dalam penyusunan angket penulis menggunakan model skala likert. Pada
angket ini disediakan pernyataan yang harus dijawab oleh responden pada
kolom jawaban yang telah disediakan, yaitu selalu ( SL ) sering ( SR ) kadang-
kadang (KD) jarang (JR) dan tidak pernah ( TP ).
Penyusunan angket dilakukan dengan langkah- sebagai berikut :
1. Menentukan variabel yang akan diteliti dan indikator penelitian
2. Membuat kisi-kisi angket
3. Menyusun butir-butir pernyataan berdasarkan indikator yang ditetapkan
4. Mengkonsultasikan dengan pembimbing item yang dibuat
5. Melakukan uji coba 10 buah angket di SMPN Kecamatan Situjuah Limo
Nagari untuk mengetahui validitas dan reliabilitas angket
6. Menganalisis hasil uji coba untuk mengetahui validitas dan reliabilitas
angket,sebagai berikut

a) Uji validitas
Untuk mencari validitas angket, penulis menggunakan rumus Korelasi
Spearman Rank (rho), Rumus Korelasi Spearman Rank yang digunakan
yaitu:
) 1 (
6
1
2
2
÷
¿
÷ =
N N
d
rho
xy



Keterangan
xy
rho
= nilai korelasi
2
d ¿ = jumlah kuadrat selisih rangking
N = banyaknya subjek (jumlah sampel)
Uji validitas variabel supervisi, dari hasil perhitungan diperoleh
Rho=0,879, sedangkan Rho table pada taraf kepercayaan 95% dengan N=10
adalah 0,648. Karena r hitung (0,879) > dari r table (0,648), maka alat
pengumpul data variabel supervisi oleh kepala sekolah adalah valid.
Uji validitas pelaksanaan tugas guru, dari hasil perhitungan diperoleh
Rho=0,893, sedangkan Rho table pada taraf kepercayaan 95% dengan N=10
adalah 0,648. Karena r hitung (0,893) > dari r table (0,648), maka alat
pengumpul data variabel pelaksanaan tugas guru adalah valid.
b) Uji reliabilitas
Sedangkan untuk mencari reliabilitas angket, penulis menggunakan
rumus Alpha yaitu, Arikunto (2007: 329)
|
|
.
|

\
| ¿
÷
|
.
|

\
|
÷
=
2
2
11
1
1
t
b
k
k
r
o
o

Keterangan :
r
11=
reliabilitas instrumen
Σσ
b
2
= jumlah varians butir
σ
t
2
= varians total


k = jumlah butir pertanyaan
Uji reliabelitas variabel supervisi diperoleh r hasil =0,639 sedangkan r
tabel dengan N=10 pada taraf kepercayaan 95% = 0,632, karena 0,639 > 0,632,
maka angket tentang pelaksanaan supervisi oleh kepala sekolah adalah reliabel
pada taraf kepercayaan 95%.
Uji reliabelitas variabel pelaksanan tugas guru diperoleh r hasil =0,914
sedangkan r tabel dengan N=10 pada taraf kepercayaan 95% = 0,632, karena
0,914 > 0,632, maka angket tentang pelaksanaan tugas guru adalah reliabel
pada taraf kepercayaan 95 %
F. Teknik Pengumpulan Data
Sesuai dengan data yang diperlukan dalam penelitian ini, maka
pengumpulan data dengan memberikan angket pada setiap responden sebanyak
59 responden dan mengumpulkannya kembali setelah diisi oleh responden.
G. Teknik analisis data
Untuk melihat hubungan pelaksanaan supervisi oleh Kepala sekolah dan
pelaksanaan tugas Guru SMPN Kecamatan Situjuah Limo Nagari, data ini
dianalisis dengan menggunakan teknik korelasi product moment. namun
sebelumnya dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Pemberian Skor
Setiap item angket yang disebarkan, disediakan lima alternatif
jawaban yaitu , untuk pernyataan alternatif jawaban selalu (SL) diberi
bobot nilai 5 (lima), alternatif jawaban sering (SR) diberi bobot penilaian 4
(empat ), alternatif jawaban kadang-kadang (KD) diberi bobot penilaian 3


(tiga), jarang diberi bobot penilaian 2 (dua), dan alternatif jawaban tidak
pernah (TP) diberi bobot penilaian 1 (satu).
2. Pengolahan data
Data yang diberi skor nilai dimasukkan kedalam tabel distribusi
frekwensi, kemudian dicari skor rata-rata (Mean), Median, Modus, dan
Standar Deviasi (SD), untuk mendapatkan gambaran dari kedua kelompok
variabel. Selanjutnya gambaran secara kualitatif hasil penelitian untuk
masing-masing variabel (supervisi oleh kepala sekolah dan pelaksanaan
tugas guru) menggunakan nilai skor ideal yaitu perbandingan skor rata-rata
(Mean) dengan skor tertinggi dan dikalikan dengan 100 % dengan
menggunakan klasifikasi yang dikemukakan Sudjana (1992:165) seperti
dibawah ini :
Tabel 2.
Klasifikasi Sudjana

Klasifikasi Presentasi
Sangat Baik 90 – 100
Baik 80 – 89
Cukup Baik 65 – 79
Kurang Baik 55 – 64
Sangat Kurang 0 – 54


3. Pengujian persyaratan analisis


Sebelum dilakukan pengujian hipotesis terlebih dahulu dilakukan
pengujian persyaratan analisis yaitu uji normalitas, yang bertujuan untuk
mengetahui apakah data yang digunakan berasal dari populasi yang
berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas terhadap distribusi dengan
rumus Chi Kuadrat (
2
X )
( )
fh
fh fo
2
2
÷
¿ = X
Keterangan :
_2
=

Harga Chi Kuadrat
fo = Frekuensi observasi
fh = Frekuensi harapan (sesuai dengan teori)


4. Menentukan hubungan antara supervisi oleh kepala sekolah dengan
pelaksanaan tugas guru

Menentukan hubungan antara supervisi oleh kepala sekolah
dengan pelaksanaan tugas guru menggunakan teknik korelasi product
moment, yang dikemukakan (Riduwan, 2005:138):




r
( )( )
( ) { } ( ) { }
2 2 2 2
EY ÷ NEY EX ÷ NEX
EY EX NEXY
=
XY

Keterangan:
r
XY
= koefisien korelasi antara X dan Y
X = skor sampel dari tiap butir pertanyaan
Y = jumlah skor dari setiap sampel untuk semua item
N = jumlah sampel
5. Pengujian hipotesis penelitian
Uji hipotesis penelitian digunakan uji statistik distribusi t.
Pengujian dilakukan dengan cara membandingkan nilai t
hitung
dengan t
tabel
pada
taraf kepercayaan 95 % atau alfa (α=0,05). Rumus uji t yang dikemukakan
oleh Sudjana (1989:149), yaitu:
t
hitung
=
2
1
2
r
n r
÷
÷
Keterangan:
t = angka hasil uji
r = koefisien korelasi
n = jumlah responden






BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Deskripsi Data
Dalam penelitian ini terdapat dua variabel data, yaitu supervisi oleh
Kepala sekolah dan pelaksanaan tugas guru. Deskripsi masing-masing data
tersebut dapat dirinci sebagai berikkut:
1. Deskripsi data supervisi oleh Kepala sekolah
Skor maksimal variabel supervisi oleh kepala sekolah adalah 210
dan skor minimal yaitu 42. Sedangkan data yang diperoleh dari responden
untuk variabel supervisi oleh kepala sekolah dengan skor tertinggi adalah
180 dan skor terendah adalah 91. Dari hasil pengolahan data diperoleh rata-
rata (mean) yaitu 143.54, median = 146.92, modus = 153.68 dan SD
(standar deviasi) 22.49. Adapun distribusi skor supervisi oleh kepala
sekolah dapat dilihat pada tabel dan histogram berikut:
Tabel 3
Distribusi Frekuensi Skor Variabel Supervisi Oleh Kepala Sekolah
Kelas interval Frekwensi Absolut Frekwensi Relatif
169-181 8 13.56 %
156-168 11 18.64 %
143-155 16 27.12 %
130-142 9 15.25 %
117-129 7 11.86 %
104-116 4 6.78 %
91-103 3 5.09 %
78-90 1 1.70 %
59 100 %





Gambar 3.
Histogram Distribusi Frekuensi Skor Variabel Supervisi Oleh Kepala
Sekolah

Berdasarkan pengolahan data supervisi oleh kepala sekolah di atas,
dengan membandingkan skor rata-rata (mean) dengan skor maksimal dikali
100 % dapat diketahui penilaian secara kualitatif mengenai supervisi oleh
kepala sekolah, yaitu berada pada kategori cukup baik ( 68.35 % dari skor
ideal )
2. Deskripsi Data Variabel Pelaksanaan Tugas Guru
Skor maksimal variabel pelaksanaan tugas guru adalah 210 dan
skor minimal yaitu 42. Sedangkan data yang diperoleh dari responden untuk
variabel pelaksanaan tugas guru dengan skor tertinggi adalah 178 dan skor
terendah adalah 98. Dari hasil pengolahan data diperoleh rata-rata (mean)
yaitu 141.16, median = 139.41, modus = 135.91 dan SD (standar deviasi)


17.15. Adapun distribusi skor pelaksanaan tugas guru dapat dilihat pada
tabel dan histogram berikut:

Tabel 4.
Distribusi Frekwensi Skor Pelaksanaan Tugas Guru

Kelas interval Frekwensi Absolut Frekwensi Relatif
168 – 179 5 8.48 %
156 – 167 8 13.56 %
144 – 155 9 15.25 %
132 – 143 22 37.29 %
120 – 131 10 16.95%
108 – 119 3 5.09%
96 – 107 2 3.38%
59 100 %



Gambar 4.
Histogram Distribusi Frekwensi Variabel Pelaksanaan Tugas Guru




Berdasarkan pengolahan data pelaksanaan tugas guru di atas, dengan
membandingkan skor rata-rata (mean) dengan skor maksimal dikali 100 % dapat
diketahui penilaian secara kualitatif mengenai pelaksanaan tugas guru, yaitu
berada pada kategori cukup baik ( 67.21 % dari skor ideal )
Tabel 5
Rangkuman Data Variabel Penelitian

Variabel Mean Tingkat Pencapaian Penafsiran
Supervisi Oleh Kepala sekolah 143.54 68.35 Cukup baik
Pelaksanaan tugas guru 141.16 67.21 Cukup baik

C. Pengujian Hipotesis
Hipotesis penelitian yang akan diuji adalah terdapat hubungan yang
signifikan antara supervisi oleh kepala sekolah dengan pelaksanaan tugas guru
pada SMPN Kecamatan Situjuah Limo Nagari. Untuk menguji hipotesis ini
digunakan analisis korelasi product moment. Sebelum teknik tersebut
digunakan terlebih dahulu dilakukan uji normalitas data sebagai syarat untuk
menggunakan teknik korelasi product moment dengan menggunakan rumus
Chi Kuadrat ( ). Hal ini ditujukan untuk mengetahui apakah distribusi data
tersebar secara normal atau tidak, sehingga data dapat dianalisis dengan
menggunakan rumus product moment.
Hasil perhitungan Chi Kuadrat untuk skor variabel (X) atau supervisi
oleh kepala sekolah diperoleh nilai Chi Kuadrat adalah 9.56 sedangkan X
2

tabel dengan db = 5 pada taraf signifikansi 99 % = 15.086. X
2
hitung lebih
kecil dari X
2
tabel ini berarti bahwa distribusi skor variabel X adalah normal.


Sedangkan untuk variabel (Y) atau pelaksanaan tugas guru diperoleh nilai Chi
Kuadrat adalah 7.07 sedangkan X
2
tabel dengan db = 4 pada taraf signifikansi
99 % = 13.277. X
2
hitung lebih kecil dari X
2
tabel ini juga berarti bahwa
distribusi skor variabel (Y) adalah normal. Dengan demikian persyaratan
analisis sudah terpenuhi.
Kemudian data dianalisis dengan menggunakan rumus product moment
untuk menguji hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini. Hasil analisis data
diperoleh r hitung = 0.614, sementara itu = 0.330 dengan N=59 pada
taraf signifikansi 99 % . Ini berarti besar dari . Selengkapnya bisa
dilihat pada Tabel dibawah ini.
Tabel 6
Pengujian Koefisien Korelasi dan Kebarartian Korelasi Variabel X dan Y
dengan Tabel Uji R Dan Uji T

r hitung r tabel pada taraf
kepercayaan 99 %
t hitung t tabel pada taraf
kepercayaan 99 %
0.614 0.330 5.84 2.660

Untuk melihat keberartian hubungan digunakan uji t. dari hasil
perhitungan diperoleh t hitung = 5.84 dan t tabel = 2.660 jadi diperoleh t hitung
besar dari t tabel pada taraf kepercayaan 99 %. Ini berarti hipotesis nol (Ho)
ditolak dan hipoptesis (Ha) diterima hal ini berarti “terdapat hubungan yang
berarti antara supervisi oleh Kepala sekolah dengan pelaksanaan tugas guru
SMPN Kecamatan Situjuah Limo Nagari dapat diterima dalam taraf
kepercayaan 99 %.
Berdasarkan pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa memang
terdapat hubungan yang signifikan antara supervisi oleh kepala sekolah dengan


pelaksanaan tugas guru SMPN Kecamatan Situjuah Limo Nagari dalam taraf
signifikansi 99 %.

D. Pembahasan
Sebagaimana telah dijelaskan dalam kajian teori pada penelitian ini
dinyatakan bahwa pelaksanaan tugas guru dipengaruhi oleh banyak faktor,
salah satu diantaranya adalah supervisi. Hasil pengolahan data pada penelitian
ini menunjukkan bahwa supervisi Kepala Sekolah mempunyai hubungan yang
berarti dengan pelaksanaan tugas guru pada taraf signifikansi 99 % dengan
koefisien korelasi 0.61 dan keberartian korelasi 5.84 dengan menggunakan uji t
Untuk lebih jelasnya berikut ini akan diuraikan pembahasan masing-
masing variabel.
1. Supervisi Kepala Sekolah
Berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa pelaksanaan supervisi
oleh kepala sekolah SMPN di Kecamatan Situjuah Limo Nagari cukup
baik, dengan skor rata-rata 143.54, skor maksimal 210, dan skor ideal
68.35. Hal ini disebabkan oleh supervisi yang dilaksanakan kepala sekolah
tidak berjalan sesuai rencana, kebanyakan program supervisi yang dibuat
tidak terlaksana sebagaimana mestinya. Selain itu program supervisi yang
telah dibuat jarang di dievaluasi.
Supervisi pendidikan adalah pembinaan yang berupa bimbingan
atau tuntunan ke arah perbaikan situasi pendidikan pada umumnya dan


peningkatan mutu mengajar dan belajar dan belajar pada khususnya.
Berdasarkan pengertian di atas dapat diketahui bahwa Supervisi adalah
bantuan dalam pengembangan situasi belajar mengajar agar memperoleh
kondisi yang lebih baik. Meskipun tujuan akhirnya tertuju pada hasil
belajar siswa, namun yang diutamakan dalam supervisi adalah bantuan
kepada guru (Khoirul Huda : 2008)
2. Pelaksanaan tugas guru
Sedangkan pelaksanaan tugas guru berada pada kategori cukup baik
(67.14 % dari skor ideal) kategori ini didapat dengan cara membandingkan
skor rata-rata (mean) dengan skor maksimal dikali 100%. Hal ini berarti
pelaksanaan tugas SMPN di Kecamatan Situjuah Limo Nagari Kabupaten
50 Kota berada pada kategori cukup baik
Pelaksanaan tugas guru adalah suatu proses yang harus
dilaksananakan oleh seorang guru dalam rangka menjalankan/
melaksanakan perannya sebagai pendidik. Pasal 52 ayat (1) PP 74 / 2008
tentang Guru dinyatakan bahwa “ beban kerja guru mencakup kegiatan
pokok yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran,
menilai hasil pembelajaran, membimbing dan melatih peserta didik, serta
melaksanakan tugas tambahan”. Profesi guru adalah profesi yang selalu
bertumbuh dan berkembang, karenannya guru mesti memperbaharui
pengetahuannya setiap saat, salah satunya dengan supervisi dari kepala
sekolah.


Dari hasil penelitian dapat dilihata bahwa pelaksanan tugas guru
SMPN di Kecamatan Situjuah Limo Nagari Kabupaten 50 Kota cukup
baik, untuk itu diperlukan suatu upaya untuk meningkatkan pelaksanaan
tugas guru, terutama dengan peran kepala sekolah sebagai supervisor
pendidikan bagi guru-guru.
3. Hubungan supervisi oleh Kepala Sekolah dengan pelaksanaan tugas guru
Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa terdapat hubungan
yang berarti antara supervisi kepala sekolah dengan pelaksanaan tugas
guru, yaitu dengan diperolehnya r hitung = 0.614 > r tabel = 0.330 pada
taraf kepercayaan 99%. Untuk melihat keberartian hubungan antara
supervisi dengan pelaksanaan tugas guru digunakan uji t, dari hasil
perhitungan diperoleh t hitung = 5.84 dan t tabel = 2.660 jadi diperoleh t
hitung besar dari t tabel pada taraf kepercayaan 99 %. Ini berarti semakin
baik supervisi Kepala Sekolah semakin meningkat pula pelaksanaan tugas
guru. Jadi berdasarkan hasil penelitian dan pengujian hipotesis ditemukan
adanya hubungan yang berarti antara pelaksanaan supervisi oleh kepala
sekolah dengan pelaksanaan tugas guru.
Supervisi perlu diberikan kepada guru-guru oleh kepala sekolah
karena profesi guru adalah jabatan yang selalu tumbuh dan berkembang
dia senantiasa memerlukan pembaharuan, baik itu pertumbuhan pribadi
guru maupun pertumbuhan profesi guru. Setiap guru perlu menyadari
bahwa pertumbuhan dan pengembangan profesi merupakan suatu
keharusan undtuk menghasilkan output pendidikan berkualitas. Itulah


sebabnya guru perlu belajar terus menerus, membaca informasi terbaru dan
mengembangkan ide- ide kreatif dalam pembelajaran agar suasana belajar
mengajar menggairahkan dan menyenangkan baik bagi guru apalagi bagi
peserta didik. Peningkatan sumber daya guru bisa dilaksanakan dengan
bantuan supervisor, yaitu orang ataupun instansi yang melaksanakan
kegiatan supervisi terhadap guru. Perlunya bantuan supervisi terhadap
guru berakar mendalam dalam kehidupan masyarakat.(scribd.com diakses
16 juni 2011).
Agar pelaksanaan tugas-tugas itu dapat dikerjakan dengan baik,
maka kepala sekolah dituntut mempunyai berbagai cara dan teknik
supervisi terutama yang berhubunganya dengan pelaksanaan tugas-tugas
guru dan karyawan, dan pertumbuhan jabatan. Kepala sekolah dalam
pelaksanaan tugas sebagai supervisor, hendaknya dilaksanakan dengan
demokratis ia menghargai pendapat guru, dan memberikan kesempatan
untuk melahirkan gagasan dan pendapat. Keputusan yang di ambil dengan
jalan musyawarah, karena tujuan yang hendak dicapai adalah tujuan
bersama.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diatas dapat penulis
simpulkan bahwa supervisi yang dilaksanakan oleh kepala sekolah
mempunyai hubungan yang sangat berarti dengan pelaksanaan tugas guru.
Hasil penelitian ini menggambarkan hubungan dua arah antara kedua
variabel. Pelaksanaan tugas guru akan lebih baik jika supervisi oleh kepala
sekolah berjalan efektif.



BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian hipotesis tentang hubungan
supervisi oleh Kepala Sekolah dengan pelaksanaan tugas guru SMPN di
Kecamatan Situjuah Limo Nagari Kabupaten 50 Kota dapat ditarik beberapa
kesimpulan sebagai berikut :
1. Supervisi oleh Kepala Sekolah SMPN di Kecamatan Situjuah Limo
Nagari Kabupaten 50 Kota berada pada kategori cukup baik. Nilai
persentase yang diperoleh yaitu 68.35 %. Hal ini disebabkan oleh
beberapa faktor diantaranya yaitu tidak terlaksananya supervisi sesuai
dengan program yang sudah dibuat.
2. Pelaksanaan tugas guru SMPN di Kecamatan Situjuah Limo Nagari
Kabupaten 50 Kota berda pada katogori cukup baik dengan nilai
persentase 67.14 %.
3. Terdapat hubungan yang berarti antara Supervisi Oleh Kepala
Sekolah Dengan Pelaksanaan Tugas Guru SMPN Di Kecamatan
Situjuah Limo Nagari Kabupaten 50 Kota.








B. Saran
Dari kesimpulan di atas, dapat penulis kemukakan beberapa saran
sebagai berikut :
1. Kepala sekolah untuk dapat meningkatkan supervisi dalam rangka
meningkatkan pelaksanaan tugas guru yang dapat dilaksanakan dengan
cara menyusun program supervisi untuk periode tertentu, program
yang dibuat dilaksanakan dan dievaluasi diakhir tahun pembelajaran.
2. Kepada guru-guru untuk senantiasa meningkatkan kemampuan
profesionalnya dengan jalan memperbaharui informasi dan mengikuti
berbagai diklat/seminar, ini penting karena profesi guru adalah profesi
yang terus tumbuh dan berkembang.
3. Langkah – langkah pelaksanan supervisi yaitu dengan langkah
perencanaan (plan), pelaksanaan (do), dan evaluasi (cheq) atau umpan
balik (feed back) dengan melaksanakan supervisi secara efektif, maka
akan meningkatkan kinerja sekolah, yang pada gilirannya dapat
meningkatkan kepercayaan masyarakat.








DAFTAR PUSTAKA

Ahmad,Sudrajad.2010.PersiapanMengajar.http://akhmadsudrajat.wordpress.com/
2008/08/02/persiapan-mengajar/ diakses pada tanggal 01 Januari 2011
Arikunto, Suharsimi. 2007. Manajemen Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta
Bafadal, Ibrahim. 2003. Peningkatan Profesionelisme Guru Sekolah Dasar.
Jakarta: Bumi Aksara.
Dhanay.2010. kepala sekolah sebagai supervisor. http://www. Dhanay
.co.cc/2010/10/ kepala -sekolah- sebagai-supervisor. html ( diakses 4
april 2011 )
Farida, Sarimaya. 2008. Sertifikasi Guru Apa Mengapa Dan Bagaimana.
Bandung :Yrama Widya
Hamalik,Oemar. 2002. Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi.
Jakarta: Bumi Aksara.
http://kabar-pendidikan.blogspot.com/2011/04/peran-kepala-sekolah-sebagai-
supervisor.html.( diakses pada tanggal 16 juni 2011)
http://www.scribd.com/doc/25248782/Supervisi-Pembelajaran-Untuk-an-Guru-
Sebagai-Sumber-Daya-Manusia-Pendidikan
http://www.scribd.com/doc/45668232/Pengaruh-Supervisi-Kepala-Sekolah-
Terhadap-Profesionalitas-Guru-Mts-Al-yasini-Lempar-Petong-Tanah-
Merah-Bangkalan
Kunandar. 2009. Guru Professional. Jakarta : Rajawali Pers
Khoirul huda. 2008. Supervise pendidikan.http://constitutionlaw.blogspot.com/
(diakses 6 juli 2011)
Muhammad, dkk.2002.Supervisi Pendidikan.FIP.UNP
Mulyasa. 2009. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda
Karya.
Mulyasa. 2009. Menjadi Guru Professional. Bandung : Remaja Rosda.



Nahrainil ilmi, dkk.2009. Langkah-Langkah Pelaksanaan Dalam Evaluasi
Pembelajaran. http://jackbana.blogspot.com/diases pada tanggal 05
januari 2011
Peraturan pemerintah republik Indonesia Nomor 74 tahun 2008 Tentan Guru
Sahertian, Piet.A. 2000. Konsep Dasar Dan Tekhnik Supervisi Pendidikan.
Jakarta: Rieneka Cipta.
Sahertian dan Ida Aleida Sahertian. Supervisi Pendidikan dalam rangka program
inservice education. Jakarta : Rieneka Cipta.
Soetopo, Hendiyat Dan Wasty Soemanto. 1988. Kepemimpinan Dan Supervisi
Pendidikan. Jakarta: Bina Aksara.
Subari. 1994. Supervisi Pendidikan Dalam Rangka Perbaikan Situasi Mengajar.
Jakarta: Bumi Aksara.
Sudjana, Nana. 2003. Penelitian Dan Penilaian Pendidikan. Bandung: sinar baru.
Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif R&D. Bandung : Alfa
Beta
Usman, Moh. Uzer. 2005. Menjadi guru professional. Bandung: Remaja
Rosdakarya.












KISI- KISI INSTRUMENT PENELITIAN

No Variabel Sub variabel Indikator No item
1. Supervisi
oleh kepala
sekolah
Proses supervise 3. Perencanaan supervisi
4. Pelaksanaan supervisi
5. Evaluasi supervise
1-4
5-16
17-19
Aspek supervise 1. Penampilan guru didepan kelas
2. Penguasaan materi
3. Penggunaan metode
4. Hubungan antar personal
5. Administrasi kelas

20-22
23-25
26-29
30-31
32-33
Teknik supervisi 1. Teknik langsung secara : individual dan
kelompok
2. Teknik tidak langsung secara : individu
dan kelompok
34-39

40-42
2.
Pelaksanaan
tugas guru
Merencanaan
pembelajrara
1. Menyusun program tahunan
2. Menyusun silabus
3. Menyusun rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP )
1-4
5-8
9-15
Melaksanaan
pembelajaran
1. Kegiatan awal
2. Kegiatan inti
3. Kegiatan penutup
16-20
21-27
28-30
Melaksananakan
evaluasi
pembelajaran
1. Menyusun rencana evaluasi hasil belajar
atau kisi-kisi
2. Menghimpun data
3. Verifikasi data
4. Mengolah dan menganalilsis data
5. Memberikan interpretasi dan menarik
kesimpulan

31-35

36
37
38-40
41-42






ANGKET PENELITIAN
Padang, April 2011

Kepada Yth, Bapak/Ibu Guru SMPN
Sekecamatan Situjuah Limo Nagari
Di
Tempat

Dengan hormat,

Terlebih dahulu saya mendoakan bapak/ibu guru SMPN
Sekecamatan Situjuah Limo Nagari berada dalam keadaan sehat dan
sukses dalam menjalankan aktifitas sehari-hari, amin.
Dalam rangka penyusunan skripsi dengan judul “ Hubungan
Supervisi Oleh Kepala Sekolah Dengan Pelaksanaan Tugas Guru SMP
Negeri Sekecamatan Situjuah Limo Nagari Kab 50 Kota”, maka saya
membutuhkan beberapa informasi dari Bapak/Ibu melalui pengisian
angket penelitian ini. Untuk keperluan tersebut maka dengan segala
kerendahan hati saya memohon kesediaan Bapak/Ibu untuk berkenan
meluangkan waktu mengisi angket ini dengan tulus sesuai dengan
keadaan Bapak/Ibu.
Pengisian angket ini semata-mata hanya demi kepentingan
penyelesaian skripsi ini dan jawaban yang Bapak/Ibu berikan tidak akan
mempengaruhi penilaian kepala sekolah terhadap kinerja Bapak/Ibu
selama ini. Oleh sebab itu sudilah kiranya Bapak/ibu memberikan
informasi yang sesungguhnya sesuai dengan apa yang Bapak/Ibu temui,
alami, dan ketahui.
Atas kesediaan dan bantuan serta kerja sama Bapak/Ibu terlebih
dahulu saya ucapkan terimakasih.


Hormat saya

Mukhlis
Peneliti




PETUNJUK PENGISIAN ANGKET
Bacalah pernyataan-pernyataan berikut dengan seksama selanjutnya
pilihlah salah satu alternatif yang disediakan sesuai dengan pendapat dan
pemikiran bapak/Ibu. Setiap butir pernyataan disediakan lima kemungkinan
jawaban yaitu :
1. SL : Selalu
2. SR : Sering
3. KD : Kadang-kadang
4. JR : Jarang
5. TP : Tidak pernah
Bapak /ibu dipersilahkan untuk memilih salah satu dari lima kemungkinan
jawaban yang tersedia, sesuai dengan keadaan sesungguhnya dengan memberikan
tanda silang (x) pada salah satu jawaban.
Berikut ini diberikan contoh :
No Alternatif Jawaban Alternatif Jawaban
SL SR KD JR TP
1 Kepala sekolah memberikan pembinaan kepada
guru untuk memperbaiki kelemahannya melalui
demonstrasi mengajar




X


Atas kesedian dan kemurahan hati bapak/ibuk mengisi angket
penelitian ini saya ucapkan terimakasih.

Peneliti

Mukhlis





A. Angket pelaksanaan supervisi oleh kepala sekolah

No Alternatif Jawaban Alternatif Jawaban
SL SR KD JR TP
1 Kepala sekolah melibatkan bapak/ibu dalam
penyusunan program supervisi

2 Kepala sekolah menjelaskan tujuan yang hendak
dicapai dalam pelaksanaan supervisi kepada bapak/ibu

3 Sebelum melaksanakan supervisi kepala sekolah
menyampaikan tujuan supervisi dengan jelas kepada
bapak/ibu

4 Supervisi dilaksanakan oleh kepala sekolah sesuai
dengan program yang sudah direncanakan

5 Kepala sekolah mengumpulkan data tentang keadaan
fasilitas penunjang aktifitas belajar mengajar sebelum
supervisi dilaksanakan

6 Kepala sekolah mengumpulkan data kemampuan
mengajar guru sebelum supervisi dilaksanakan

7 Kepala sekolah melakukan penilaian terhadap data
yang telah di peroleh sebelum melakukan supervisi

8 Untuk mengetahui kesulitan bapak/ibu dalam
menyusun RPP, kepala sekolah mengumpulkan dan
memeriksa setiap dokumen RPP

9 Kepala sekolah memberikan bimbingan bagi bapak/ibu
yang belum mampu membuat rencana pelaksanaan
pengajaran (RPP) dengan baik

10 Dalam rangka mendeteksi kelemahan, kepala sekolah
mengamati bapak/ibu ketika sedang mengajar di kelas.

11 Kepala sekolah memberikan arahan kepada bapak/ibu
dalam membuat program tahunan

12 Dalam rangka mendeteksi kelemahaan, kepala sekolah
memeriksa instrumen evaluasi pembelajaran yang
bapak/ibu buat

13 Untuk memperbaiki kelemahan bapak/ibu dalam
mengajar kepala sekolah mendemonstrasikan cara
mengajar yang baik

14 Kepala sekolah siap melayani dan membantu
bapak/ibu dalam melakukan perbaikan dan pembinaan
dalam masalah yang di temui dalam PBM

15 Kepala sekolah berupaya memperbaiki kelamahan
bapak/ibu dengan memberikan kesempatan pada
bapak/ibu mengikuti penataran

16 Kepala sekolah mengevaluasi peningkatan
kemapuan bapak/ibu setelah pelaksanaan supervisi






No Alternatif Jawaban Alternatif Jawaban
SL SR KD JR TP
17 Program supervisi yang telah dilaksanakan kepada
bapak/ibu dievaluasi oleh kepala sekolah

18 Bapak/ibu mendapat penjelasan tentang hasil evalusi
supervisi oleh kepala sekolah

19 Kepala sekolah memberikan contoh dan keteladan
kepada bapak/ibu dalam hal penampilan yang menarik
dalam mengajar

20 Kepala sekolah mengarahkan bapak/ibu untuk
berpenampilan yang menarik dalam mengajar

21 Kepala sekolah memfasilitasi bapak/ibu untuk
melakukan perbaikan dalam pelaksanaan tugas

22 Agar bapak/ibu bisa menguasai materi yang akan di
ajarkan, kepala sekolah menyiapkan buku-buku dan
sarana yang mendukung penguasaan materi tersebut

23 Kepala sekolah mencek persiapan mengajar yang
bapak/ibu buat sebelum mulai mengajar

24 Kepala sekolah memberikan bimbingan dan motivasi
agar bapak/ibu percaya diri dengan kemampuan
profesional yang dimiliki

25 Kepala sekolah memberikan pengarahan kepada
bapak/ibu bagaimana menyajikan materi pelajaran
yang menarik dalam PBM

26 Kepala sekolah membimbing bapak/ibu memilih
metode yang tepat dalam PBM

27 Bapak/ibu mendapat pembinaan dari kepala sekolah
dalam pemilihan alat/media pembelajaran

28 Bapak/ibu yang belum mahir memilih metode dan
strataegi yang tepat, dibimbing oleh kapala sekolah

29 Bapak/ibu yang belum terampil menggunkan media
dan sumber belajar dalam PBM di bombing/arahan
oleh kepala sekolah

30 Kepala sekolah memberikan arahan kepada bapak/ibu
dalam menciptakan iklim kelas yang kondusif dalam
proses belajar mengajar

31 Kepala sekolah memberikan arahan kepada bapak/ibu
dalam membina hubungan antar personal yang baik
antara guru dengan siswa

32 Kepala sekolah mengarahakan bapak/ibu cara
mengatur/ menata ruangan kelas

33 Kepala sekolah mengamati bapak/ibu dalam
mengelolaan kelas

34 Untuk mendapatkan informasi tentang pelaksanaan
pembelajaran yang bapak/ibu lakukan kepala sekolah
melakukan kunjungan kelas untuk mengamati
langsung pelaksanaan pembelajaran





No Alternatif Jawaban Alternatif Jawaban
SL SR KD JR TP
35 Kepala sekolah menyampaikan kelemahan-
kelemahan bapak/ibu dalam mengajar setelah
kunjungan kelas

36 Kepala sekolah membicarakan dengan bapak/ibu
tentang cara mengatasi kelemahan dalam proses
belajar mengajar

37 Bila kepala sekolah menemukan ada kelemahan
bapak/ibu dalam menyusun RPP, saran perbaikan
di sampaikan kepala sekolah langsung secara
pribadi

38 Bila ada beberpa orang guru yang memiki masalah
yang sama, kepala sekolah menyampaikan saran
perbaikan melalui rapat pertemuan

39 Di samping melalui komunikasi/ pertemuan
langsung, kepala sekolah menyediakan buku
pedoman dan petunjuk teknis yangg harus
bapak/ibu pedomani dalam menyusun RPP

40 Untuk membimbing dan membantu bapak/ibu
menerapakan perbaikan dan pembahuruan dalam
proses belajar mengajar dilakukan kepala sekolah
melalui kegiatan KKG/MGMP

41 Kepala sekolah mendatangkan para ahli ke
sekolah guna membantu bapak/ibu untuk
meningkatkan wawasan dalam bidang pendidikan

42 Kepala sekolah mengadakan studi banding bagi
bapak/ibu ke sekolah yang lebih maju














E. Pelaksanaan tugas guru

No Alternatif Jawaban Alternatif Jawaban
SL SR KD JR TP
1 Bapak/Ibu menyusun program tahunan untuk bidang
studi yang dibina setiap tahun ajaran

2 Bapak/Ibu menyusun program semester untuk bidang
studi yang yang menjadi tanggung jawab bapak/ibu

3 Bapak/Ibu menyusun program semester berpedoman
pada program tahunan yang telah dibuat

4 Dalam menyusun program pengajaran Bapak/Ibu
berkonsultasi dengan kepala sekolah

5 Bapak/Ibu menyusun silabus berpedoman pada
program pengajaran yang telah dibuat

6 Dalam silabus yang bapak/ibu buat dicantumkan
sumber atau alat belajar yang akan digunakan

7 Dalam silabus yang bapak/ibu susun tergambar tugas-
tugas yang harus dikerjakan siswa setiap kali
pertemuan/satu semester

8 Dalam silabus yang bapak/ibu buat direncanakan
bentuk penilaian yang akan dilaksanakan

9 Bapak/ibu menyusun RPP untuk setiap pokok bahasan
sebelum mengajar

10 Bapak/Ibu menyusun Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) berpedoman pada silabus

11 Dalam membuat RPP bapak/ibu menetapkan
kompetensi dasar yang akan dicapai siswa

12 Bapak/ibu menentukan indikator yang akan dicapai
siswa dalam RPP sesuai dengan kebutuhan siswa dan
sekolah

13 Dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
tergambar secara rinci kegiatan/aktivitas belajar yang
harus dilakukan siswa

14 Dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
bapak/ibu menyusun materi pelajaran yang akan
diuraikan dengan jelas

15 Dalam membuat RPP bapak/ibu mentukan bentuk
penilaian untuk mengukur kemampuan siswa

16 Sebelum memulai pelajaran bapak/ibu terlebih dahulu
menciptakan suasana yang menyenangkan dalam kelas

17 Bapak/ibuk mencek kehadiran siswa sebelum memulai
pembelajaran

18 Bapak/ibu memberi kesempatan kepada siswa untuk
bertanya mengenai bahan pelajaran lalu yang belum
dikuasai






No Alternatif Jawaban Alternatif Jawaban
SL SR KD JR TP
19 Bapak/ibu membuat kaitan bahan pelajaran yang
telah dibahas dengan bahan pelajaran yang akan
datang sebelum PBM dimulai

20 Bapak/ibu meyampaikan kompetensi dasar yang
harus dicapai siswa sebelum pelajaran dimulai

21 Bapak/ibu menyajikan materi pelajaran
berdasarkan perencanaan yang dibuat

22 Dalam menyampaikan materi pelajaran bapak/ibu
memberikan contoh-contoh yang nyata

23 Bapak/ibu menggunakan metode yang bervariasi
dalam menyajikan meteri pelajaran

24 Bapak/Ibu menggunakan alat bantu (media) dalam
mengajar

25 Bapak/ibu berusaha melibatkan siswa secara aktif
dalam proses belajar mengajar (PBM)

26. Bapak/ibu memberikan penguatan pada siswa
yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan
pembelajaran

27 Bapak/ibu mengajukan pertanyaan untuk
mengetahui pemahaman siswa

28 Bapak/ibu meminta siswa untuk menyimpulkan
materi yang telah di pelajari

29 Bapak/ibu menyimpulkan materi yang telah di
pelajari di akhir pembelajaran

30 Bapak/ibu memberikan tugas sebelum menutup
pembelajaran

31 Bapak/Ibu membuat kisi-kisi soal sebagai
pedoman menyusun alat evaluasi pembelajaran
untuk mata pelajaran yang dibina

32 Dalam kisi-kisi soal yang dibuat, tergambar
aspek-aspek kemampuan siswa yang akan di ukur

33 Bapak/Ibu membuat butir-butir soal berdasarkan
kisi-kisi yang dibuat

34 Bapak/ibu menetapkan materi pelajaran yang akan
dievaluasi dalam kisi-kisi

35 Bapak/ibu menentukan teknik evaluasi yang akan
digunakan dalam kisi-kisi

36 Bapak/ibu dalam menyelenggarakan tes
disesuikan dengan jadwal yang ada

37 Setelah evaluasi dilaksanakan bapak/ibu
mengolah/memeriksa hasil ujian dan
membagikannya kembali kepada siswa







No Alternatif Jawaban Alternatif Jawaban
SL SR KD JR TP
38 Bapak/ibu menganalisis hasil tes untuk
mengetahui bagian pelajaran yang belum dikuasai
oleh siswa

39 Hasil evaluasi yang sudah diolah dan dianalisis,
bapak/ibu interprestasikan dalam bentuk catatan
khusus

40 Bapak/ibu membuat kesimpulan tentang kemajuan
siswa dalam memahami pelajaran

41 Bapak/ibu memberikan remedial bagi siswa yang
belum tuntas hasil belajarnya

42 Bapak/ibu memberikan tugas pengayaan bagi
siswa yang nilai evaluasinya sudah baik




















PENGOLAHAN DATA
A. Distribusi Frekuensi Masing-Masing Variabel
1. Distribusi Frekuensi Skor Supervisi Oleh Kepala Sekolah
a. Kelas Interval (Ci) = 1 + 3,3 Log N
= 1 + 3,3 Log 59
= 1 + 3,33 . 1,77
= 1 + 5,84
= 6,84  7 ( pembulatan )
b. Skor Tertinggi = 180
Skor Terendah = 91
Range (R) = Skor Tertinggi – Skor Terendah + 1
= 180 – 90+ 1
= 91
c. Interval (I) = R
Ci

=
7
91


= 13



Tabel Bantu Variabel X

No Interval F Cum F X` FX` F(X`)
2

1 169 – 181 8 59 2 16 32
2 156 – 168 11 51 1 11 11
3 143 – 155 16 fd 40 0 0 0
4 130 – 142 9 24 cfb -1 -9 9
5 117 – 129 7 15 -2 -14 28
6 104 – 116 4 8 -3 -12 36
7 91 – 103 3 4 -4 -12 48
8 78 – 90 1 1 -5 -5 25
59 -25 189


2. Mencari Mean, Median, Modus dan Standar Deviasi Variabel Supervisi
Oleh Kepala Sekolah
3.
a. Mean (X) =
(
¸
(

¸

N
E
+ MT
'
_ f
x i
=
(
¸
(

¸
÷
+
59
25
149 x 13
= 149 + (-0,42) x 13
= 149+(-5.46) x 13
=143.54




b. Median (Mdn) = Bb +
(
(
(
¸
(

¸

÷ N
fd
Cfb
2
1
x i
=142.5 +
(
(
(
(
¸
(

¸

÷
16
24 59
2
1
x
x 13
=142.5+
(
¸
(

¸

16
5 . 5
x 13
= 142.5 + 0.34 x 13
= 142.5 + 4.42
=146.92


c. Modus (Mod) = 3 Median – 2 Mean
= 3 (146.92 ) – 2 (143.54)
= 440.76 – 287.08
= 153.68

d. Standar Deviasi (SD) = i
2
' 2 '
|
|
.
|

\
|
N
E
÷
N
E _ _ f f

= 13 x
2
59
25
59
189
|
.
|

\
| ÷
÷



= 13 18 . 0 20 . 3 ÷
= 13 02 . 3
= 13 x 1.73
= 22.49
















2. Distribusi Frekuensi skor Pelaksanaan Tugas Guru
a. Kelas Interval (Ci) = 1 + 3,3 Log N
= 1 + 3,3 Log 59
=1 + 3,33 . 1,77
= 1 + 5,84
= 6,84  7 ( pembulatan )

b. Skor Tertinggi = 178
Skor Terendah = 98
Range (R) = Skor Tertinggi – Skor Terendah + 1
= 178 – 98 + 1
= 81
c. Interval (I) =
ci
R


=
7
81

= 11.57
= 12






Tabel Bantu Variabel Y


No Interval F Cum F X` FX` F(X`)
2

1 168 – 179 5 59 3 15 45
2 156 – 167 8 54 2 16 32
3 144 – 155 9 46 1 9 9
4 132 – 143 22 fd 37 0 0 0
5 120 – 131 10 15 cfb -1 -10 10
6 108 – 119 3 5 -2 -6 12
7 96 – 107 2 2 -3 -6 18
59 18 126


1. Mencari Mean, Median, Modus dan Standar Deviasi Variabel Pelaksanaan
Tugas Guru
a. Mean (X) =
(
¸
(

¸

N
E
+ MT
'
_ f
x i
=
(
¸
(

¸

+
59
18
5 . 137 x 12
= 137.5 + (0.30) x 12
= 137.5 + 3.66



= 141.16
b. Median (Mdn) = Bb +
(
(
(
¸
(

¸

÷ N
fd
Cfb
2
1
x i
= 131.5 +
(
(
(
(
¸
(

¸

÷
22
15 59
2
1
x
x 12
= 131.5 +
(
¸
(

¸
÷
22
15 5 . 29
x 12
= 131.5 + 0.659 x 12
= 131.5 + 7.908
= 139.41
c. Modus (Mod) = 3 Median – 2 Mean
= 3 (139.41) – 2 (141.16)
= 418.23 – 282.32
= 135.91
d. Standar Deviasi (SD) = i
2
' 2 '
|
|
.
|

\
|
N
E
÷
N
E _ _ f f

= 12 x
2
59
18
59
126
|
.
|

\
|
÷
= 12 09 . 0 14 . 2 ÷
= 12 05 . 2
= 12 x 1.43



= 17.15


B. Uji Normalitas Data dengan Chi Kuadrat
1. Uji Normalitas Untuk Variabel Supervisi Oleh Kepala Sekolah
N = 59
M = 143.54
SD = 22.49
db = 8 – 3 = 5

Z
1 =

49 . 22
54 . 143 5 . 181 ÷
= 1.68
Z
2
=
49 . 22
54 . 143 5 . 168 ÷
= 1.10
Z
3
=

49 . 22
54 . 143 5 . 155 ÷
= 0.53
Z
4
=
49 . 22
54 . 143 5 . 142 ÷
= -0.05
Z
5
=
49 . 22
54 . 143 5 . 129 ÷
= -0.62
Z
6
=
49 . 22
54 . 143 5 . 116 ÷
= -1.20
Z
7
=
49 . 22
54 . 143 5 . 103 ÷
= -1.78
Z
8
=
49 . 22
54 . 143 5 . 90 ÷
= -2.36



Z
9
=
49 . 22
54 . 143 5 . 77 ÷
= -2.93


Kelas Interval F Batas
Nyata
Z Skor Batas Luas
Daerah
169 – 181 8 181.5 1.68 4535
156 – 168 11 168.5 1.10 3643
143 – 155 16 155.5 0.53 2019
130 – 142 9 142.5 0.05 0199
117 – 129 7 129.5 0.62 2324
104 – 116 4 116.5 1.20 3849
91 – 103 3 103.5 1.78 4625
78 – 90 1 90.5 2.36 4909
59 77.5 2.93 4083


 0.4535 – 0.3643 = 0.089 x 59 = 5.25
 0.3643 – 0.2019 = 0.162 x 59 = 9.56
 0.2019 – 0.0199 = 0.182 x 59 = 10.74
 0.0199 – 0.2324 = -0.212 x 59 = 12.51
 0.2324 – 0.3849 = -0.152 x 59 = -8.97
 0.3849 – 0.4625 = -0.077 x 59 = -4.54
 0.4625 – 0.4909 = -0.028 x 59 = 1.65
 0.4909 – 0.4083 = 0.082 x 59 = 4.84









Kelas
Interval
Fo Fh Fo – fh (fo –fh)²
( )
fh
fh fo
2
÷

169 – 181 8 5.25 2.75 7.56 1.44
156 – 168 11 9.56 1.44 2.07 0.22
143 – 155 16 10.74 5.26 27.66 2.57
130 – 142 9 12.51 3.51 12.32 0.98
117 – 129 7 8.97 1.97 3.88 0.43
104 – 116 4 4.54 0.54 0.29 0.06
91 - 103 3 1.65 1.35 1.82 1.10
78 – 90 1 4.54 3.84 14.79 3.04
Jumlah 59 9.84

Data Variabel (X) yang diperoleh berdistribusi normal dimana yang
diperoleh 9.84 < tabel pada taraf kepercayaan 99% dengan db 5 adalah 15.086









2. Uji Normalitas Untuk Variabel Pelaksanaan Tugas Guru
N = 59
M = 141.16
SD = 17.15
db = 7 – 3 = 4


Z
1
15 . 17
16 . 141 5 . 179 ÷
= 2.24
Z
2
=
15 . 17
16 . 141 5 . 167 ÷
= 1.54
Z
3
=

15 . 17
16 . 141 5 . 155 ÷
= 0.84
Z
4
=
15 . 17
16 . 141 5 . 143 ÷
= 0.14
Z
5
=
15 . 17
16 . 141 5 . 131 ÷
= -0.56
Z
6
=
15 . 17
16 . 141 5 . 119 ÷
= -1.26
Z
7
=
15 . 17
16 . 141 5 . 107 ÷
= -1.96
Z
8
=
15 . 17
16 . 141 5 . 95 ÷
= -2.66









Kelas Interval F Batas Nyata Z Skor Batas Luas Daerah
168 – 179 5 179.5 2.24 0.4875
156 – 167 8 167.5 1.54 0.4382
144 – 155 9 155.5 0.84 0.2995
132 – 143 22 143.5 0.14 0.0557
120 – 131 10 131.5 -0.56 0.2123
108 – 119 3 119.5 -1.26 0.3962
96 – 107 2 107.5 -1.96 0.4750
95.5 -2.66 0.4961


 0.4875 – 0.4382 = 0.049 x 59 = 2.91
 0.4382 – 0.2995 = 0.139 x 59 = 8.18
 0.2995 – 0.0557 = 0.244 x 59 = 14.38
 0.2123 + 0.0557 = 0.268 x 59 = 15.81
 0.3962 – 0.2123 = 0.184 x 59 = 10.85
 0.4750 – 0.3962 = 0.079 x 59 = 4.65
 0.4961 – 0.4750 = 0.021 x 59 = 1.24















Kelas
Interval
Fo Fh Fo – fh (fo –fh)²
( )
fh
fh fo
2
÷

168 – 179 5 2.91 2.09 4.37 1.51
156 – 167 8 -8.18 -0.18 0.03 0.00
144 – 155 9 14.38 -5.38 28.99 2.02
132 – 143 22 15.81 6.19 38.29 2.42
120 – 131 10 10.85 -0.85 0.72 0.07
108 – 119 3 4.65 -1.65 2.72 0.59
96 – 107 2 1.24 0.76 0.57 0.46
Jumlah 59 7.07

Data Variabel (Y) yang diperoleh berdistribusi normal dimana
yang diperoleh 7.07 < tabel pada taraf kepercayaan 99% dengan db 4
adalah 13.277


C.Pengolahan data dengan rumus product moment




r
xy
=
( )( )
( ) { } ( ) { }
2 2 2
2
Y Y N X X N
Y X XY N
¿ ¿ ¿ ¿
¿ ¿ ¿
÷ ÷
÷


=
( ) ( )
( ) { } ( ) { }
2 2
8632 1280980 . 59 8545 1266917 . 59
8632 8545 1264328 . 59
÷ ÷
÷


=
( )( ) { } 74511424 75577820 . 73017025 74748103
73760440 74595352
÷ ÷
÷


=
( )( ) 1066396 . 1731078
834912


=
4655 184601
834912


=
219 . 1358681
834912


= 0.614

r hitung = 0.614 > r tabel = 0.330 dengan N = 59 pada taraf kepercayaan
99%. Ini berarti hubungan kedua variabel signifikan.



D. Uji Keberartian Korelasi dengan Uji t



Untuk melihat atau menguji tingkat keberartian dari r yang
diperoleh maka perlu dilakukan uji t sebagai berikut:

t =
2
1
2
r
n r
÷
÷

=
( )
2
61 . 0 1
2 59 61 . 0
÷
÷

=
37 . 0 1
55 . 7 61 . 0
÷
x

=
63 . 0
61 . 4

=
79 . 0
61 . 4

= 5.84
t tabel dengan derajat kebebasan 59 dari α = 0,01 pada taraf kepercayaan 99%=
2.660 berarti t hitung 5.84 > t tabel 2.60








TABEL NILAI-NILAI RHO
N
Taraf Signifikan
N
Taraf Signifikan
5 % 1 % 5 % 1 %
5
6
7
8
9
10
12
14
1,000
0,886
0,786
0,738
0,683
0,648
0,591
0,544

1.000
0,929
0,881
0,833
0,794
0,777
0,715
16
18
20
22
24
26
28
30
0,506
0,475
0,450
0,428
0,409
0,392
0,377
0,364
0,665
0,626
0,591
0,562
0,537
0,515
0,496
0,478

TABEL NILAI-NILAI r PRODUCT MOMENT
N
Taraf Signifikan
N
Taraf Signifikan
N
Taraf Signifikan
5 % 1 % 5 % 1 % 5 % 1 %
3
4
5

6
7
8
0,997
0,950
0,878

0,811
0,754
0,707
0,999
0,990
0,959

0,917
0,874
0,834
27
28
29

30
31
32
0,381
0,374
0,367

0,361
0,355
0,349
0,487
0,478
0,470

0,463
0,456
0,449
55
60
65

70
75
80
0,266
0,254
0,244

0,235
0,227
0,220
0,345
0,330
0,317

0,306
0,296
0,286



9
10

11
12
13
14
15

16
17
18
19
20

21
22
23
24
25
26
0,666
0,632

0,602
0,576
0,553
0,532
0,514

0,497
0,482
0,468
0,456
0,444

0,433
0,423
0,413
0,404
0,396
0,388
0,798
0,765

0,735
0,708
0,684
0,661
0,641

0,623
0,606
0,590
0,575
0,561

0,549
0,537
0,526
0,515
0,505
0,496
33
34

35
36
37
38
39

40
41
42
43
44

45
46
47
48
49
50
0,344
0,339

0,334
0,329
0,325
0,30
0,316

0,312
0,308
0,304
0,301
0,297

0,294
0,291
0,288
0,284
0,281
0,279
0,442
0,436

0,430
0,424
0,418
0,413
0,408

0,403
0,398
0,393
0,389
0,384

0,380
0,376
0,372
0,368
0,364
0,361
85
90

95
100
125
150
175

200
300
400
500
600

700
800
900
1000
0,213
0,207

0,202
0,195
0,176
0,159
0,148

0,138
0,113
0,098
0,088
0,080

0,074
0,070
0,065
0,062
0,278
0,270

0,263
0,256
0,230
0,210
0,194

0,181
0,148
0,128
0,115
0,105

0,097
0,091
0,086
0,081







CURRICULUM VITAE

1. PERSONAL DATA
Name : Mukhlis
Place and date of birth : Payakumbuh / May 03, 1987
Gender : Male
Marital Status : Single
Religion : Moslem
Nationality : Indonesian
2. FORMAL EDUCATION
1994 – 2000 : Elementary School (SDN 81 Padang Jaring)
2000 – 2003 : Junior Islamic High School (Pon-Pesantren )
2003 – 2006 : Senior Islamic High School MAN 2 Payakumbuh
2007 – 2011 : Padang State University,Managemen Of Education
3. INFORMAL EDUCATION
2003 : Computer class at P3 KT Multi Jasa
2008 : English, Mandarin, Japanese, Microsoft Office
2003, DacEasyAccounting (DEA), Microsoft
Visual Basic (VB) Class at Satnusa



Untuk mendapatkan soft copy dari skripsi ini silahkan kunjungi ………….!!

www.mukhliscaniago.wordpress.com

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->