P. 1
Stakeholder Pendidikan

Stakeholder Pendidikan

|Views: 194|Likes:

More info:

Published by: Valensi Triskofa Kacaribu on Sep 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/05/2015

pdf

text

original

MANAJEMEN DALAM PEMBELAJARAN 1.

Pengertian Manajemen Pengajaran Kata manjemen pastilah bukan kata asing lagi bagi kita. Kata manajemen berasal dari bahasa Inggris “manage”, yang memiliki arti kelola. Dengan kata lain management berarti pengelolaan, dimana penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Manajemen memiliki banyak arti bahkan para ahli memiliki pengertian mereka tersendiri. Manajemen menurut Dr. SP. SIAGIAN adalah “kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui orang lain”. Dengan kata lain bahwa manajemen merupakan alat pelaksana utama daripada administrasi. Sementara menurut James A.F. Stonner “Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha – usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber – sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan”. Sehingga manajemen proses kegiatan dengan melaui orang lain untuk mencapai tujuan tertentu serta dilaksanakan secara berurutan ke arah suatu tujuan. Secara khusus dalam konteks pendidikan, Djam’an Satori memberikan pengertian manajemen pendidikan dengan menggunakan istilah administrasi pendidikan yang diartikan sebagai “keseluruhan proses kerjasama dengan memanfaatkan semua sumber personil dan materil yang tersedia dan sesuai untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien”. Sementara itu, Hadari Nawawi mengemukakan bahwa “administrasi pendidikan sebagai rangkaian kegiatan atau keseluruhan proses pengendalian usaha kerjasama sejumlah orang untuk mencapai tujuan pendidikan secara sistematis yang diselenggarakan di lingkungan tertentu terutama berupa lembaga pendidikan formal”. Sesuai perkembangan kebutuhan manusia, pemahaman tentang manajemen juga mengalami perkembangan secara luas. Manajemen diartikan sebagai mengelola orang-orang, mengambil keputusan dan mengorganisasi sumber-sumber untuk menyelesaikan tujuan yang telah ditentukan. Sehingga istilah manajemen juga dapat ditemukan dalam dunia pendidikan. Manajemen dalam dunia pendidikan itu sesuai dengan prinsip dalam dunia bisnis adalah untuk melakukan pencarian secara konsisten terhadap perbaikan yang berkelanjutan untuk mencapai kebutuhan dan kepuasan pelanggan. Lebih lanjut digambarkan bahwa pelanggan adalah pengelola institusi pendidikan seperti manajer, kepala sekolah, guru, dan staf karyawan (internal customer), di samping masyarakat, pemerintah dan dunia industri

sedangkan secara kolektif mereka disebut manajemen. serta mengarah kepada pengembangan gaya hidup di masa mendatang. sedangkan pembelajaran dipandang sebagai proses kegiatan menggerakkan orang-orang untuk belajar. Meski ditemukan pengertian manajemen atau administrasi yang beragam. 3) teknik mengadakan dan mengatur sumber belajar. Secara umum manajemen diartikan sebagai proses mengintegrasikan sumber-sumber yang tidak berhubungan menjadi sistem total untuk menyelesaikan suatu tujuan Belajar adalah perubahan perilaku. perhatian.Kepuasan pelanggan bisa terwujud jika manajemen pendidikan telah mengarah pada penetapan standar mutu proses pembelajaran yang dapat berdaya guna dan secara optimal menghasilkan produk yang sesuai dengan standar kemampuan dasar. dan (3) manajemen pendidikan berupaya untuk mencapai tujuan tertentu . . Pengertian yang lain ialah mengenai manajemen menekankan pengaturan orangorang yang tugasnya mengarahkan usaha ke arah tujuan-tujuan melalui aktivitas-aktivitas orang lain atau membuat sesuatu dikerjakan oleh orang-orang lain. (2) manajemen pendidikan memanfaatkan berbagai sumber daya. Berdasarkan pemikiran tersebut manajemen pembelajaran dapat diartikan sebagai usaha ke arah pencapaian tujuan-tujuan melalui aktivitas-aktivitas orang lain atau membuat sesuatu dikerjakan oleh orang-orang lain berupa peningkatan minat. kesenangan. Dalam kegiatan pembelajaran akan tercipta berbagai teknik-teknik yang bersifat kelembagaan. 2) teknik menciptakan masyarakat ilmiah di perguruan tinggi. artinya disesuaikan dengan lembaga pendidikan tertentu. 5) teknik meningkatkan kerja sama dengan lembaga-lembaga yang sejenis. dan latar belakang siswa (orang yang belajar). Produk dimaksud adalah siswa lulusan dengan kompetensi tertentu yang siap memasuki program studi lanjut atau dunia kerja dalam arti yang seluas-luasnya. dan 6) teknik ketatausahaan yang tepat waktu dan konsisten. Sesuatu aktivitas menggerakkan orang lain. bahwa : (1) manajemen pendidikan merupakan suatu kegiatan. suatu kegiatan memimpin. 4) teknik meningkatkan partisipasi alumni dan masyarakat. atas dasar sesuatu yang telah diputuskan terlebih dahulu. seperti 1) teknik menciptakan masyarakat belajar di sekolah. namun secara esensial dapat ditarik benang merah tentang pengertian manajemen pendidikan. Ada yang mengatakan bahwa para pemimpin organisasi disebut para manajer.(external customer). baik yang bersifat umum maupun khusus tentang kependidikan. dengan memperluas cakupan aktivitas (tidak terlalu dibatasi).

. dan (i) menghemat waktu. (b) membantu dalam kristalisasi persesuaian pada masalah-masalah utama. Dalam pendidikan pembuatan perencanaan seorang manager harus dapat menentukan visi.R. pedoman dan kesepakatan. misi. dalam kondisi lingkungan tertentu guna mencapai tujuan atau sasaran tertentu. (h) meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti. program. (3) pelaksanaan (actuating) dan (4) pengawasan (controlling). meliputi : (1) perencanaan (planning). dan memperoleh kepuasan pribadi dalam melaksanakan tugas-tugas tertentu. (g) membuat tujuan lebih khusus. (c) memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran. sistem. Berkenaan dengan fungsi – fungsi manajemen maka banyak pula para ahli yang menyebutkan berbeda – beda pula namun pada dasarnya memiliki maksud yang sama.2. metode. terperinci dan lebih mudah dipahami. mendorong adanya keputusan – keputusan tingkat sekolah mendorong terciptanya ketentuan dalam perencanaan dan pelaksanaannya. sasaran.alat. sehingga mereka dapat bekerja sama secara efisien. (f) memudahkan dalam melakukan koordinasi di antara berbagai bagian organisasi. (2) pengorganisasian (organizing). kebijaksanaan. proyek.  Pengorganisasian (organizing) Pengorganisasian adalah tindakan mengusahakan hubungan-hubungan kelakuan yang efektif antara orang-orang. mendorong partisipasi masyarakat. Adapun yang menjadi tujuan dari perencanaan adalah : (a) membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan. Terry. anggaran dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. tujuan. Dipaparkan tentang fungsi-fungsi manajemen pendidikan dalam perspektif persekolahan. taksiran. prosedur. usaha dan dana. Tujuan dari perencanaan sekolah adalah membantu sekolah menjelaskan pengelolaan sekolah sekarang dan masa mendatang. (e) memberikan cara pemberian perintah untuk beroperasi. Fungsi dan Tujuan Manajemen Berdasarkan uraian di atas bahwa manajemen pendidikan merupakan suatu kegiatana dimana kegiatan yang dimaksudkan tindakan – tindakan yang mengacu pada sistem manajemen. dengan merujuk kepada pemikiran G. tuntutan – tuntutan. Pembuatan keputusan banyak terlibat dalam fungsi ini.  Perencanaan (Planning) Perencanaan (planning) adalah pemilihan atau penetapan tujuan organisasi dan penentuan strategi. (d) membantu penempatan tanggung jawab lebih tepat.

Dengan kata lain bahwa dalam pembagian tugas maka orang – orang yang mengerjakannya haruslah orang yang kompeten di bidangnya. dan (f) organisasi harus fleksibel dan seimbang. (2) yakin bahwa pekerjaan tersebut memberikan manfaat bagi dirinya. Dalam fungsi perencanaan dan pengorganisasian lebih banyak berhubungan dengan aspek-aspek abstrak proses manajemen. yaitu dengan pembagian satuan kerja yang sesuai dengan kebutuhan.  Pelaksanaan (Actuating) Dari seluruh rangkaian proses manajemen. diantaranya adalah : (a) organisasi harus profesional. Hadari Nawawi mengemukakan beberapa asas dalam organisasi. pelaksanaan (actuating) merupakan fungsi manajemen yang paling utama. pelaksanaan (actuating) tidak lain merupakan upaya untuk menjadikan perencanaan menjadi kenyataan. sedangkan fungsi actuating justru lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orangorang dalam organisasi. (4) tugas tersebut merupakan . (d) organisasi harus mencerminkan rentangan kontrol. dengan melalui berbagai pengarahan dan pemotivasian agar setiap karyawan dapat melaksanakan kegiatan secara optimal sesuai dengan peran. Hal yang penting untuk diperhatikan dalam pelaksanan (actuating) ini adalah bahwa seorang karyawan akan termotivasi untuk mengerjakan sesuatu jika : (1) merasa yakin akan mampu mengerjakan. Ernest Dale mengemukakan tiga langkah dalam proses pengorganisasian. dan (c) pengadaan dan pengembangan suatu mekanisme untuk mengkoordinasikan pekerjaan para anggota menjadi kesatuan yang terpadu dan harmonis. Dari pengertian di atas. (c) organisasi harus mengatur pelimpahan wewenang dan tanggung jawab. yaitu : (a) pemerincian seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi. (b) pengelompokan satuan kerja harus menggambarkan pembagian kerja. Dalam hal ini. (3) tidak sedang dibebani oleh problem pribadi atau tugas lain yang lebih penting. Terry mengemukakan bahwa actuating merupakan usaha menggerakkan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan dan sasaran anggota-anggota perusahaan tersebut oleh karena para anggota itu juga ingin mencapai sasaran-sasaran tersebut.Berkenaan dengan pengorganisasian ini. George R. (b) pembagian beban pekerjaan total menjadi kegiatan-kegiatan yang logik dapat dilaksanakan oleh satu orang. (e) organisasi harus mengandung kesatuan perintah. atau mendesak. tugas dan tanggung jawabnya.

pengawasan merupakan suatu kegiatan yang berusaha untuk mengendalikan agar pelaksanaan dapat berjalan sesuai dengan rencana dan memastikan apakah tujuan organisasi tercapai.kepercayaan bagi yang bersangkutan dan (5) hubungan antar teman dalam organisasi tersebut harmonis. menentukan dan mengukur penyimpangan-penyimpangan. Selanjutnya dikemukakan pula oleh T. (b) penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan. Karena bagaimana pun sekolah merupakan suatu sistem yang di dalamnya melibatkan berbagai komponen dan sejumlah kegiatan yang perlu dikelola secara baik dan tertib. dan (e) pengambilan tindakan koreksi.” Dengan demikian. membandingkan kegiatan nyata dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya. Dengan demikian. bahwa : “Pengawasan manajemen adalah suatu usaha sistematik untuk menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan – tujuan perencanaan. Mocker sebagaimana disampaikan oleh T. Manajemen sebagai suatu sistem Dalam perspektif persekolahan. Hani Handoko bahwa proses pengawasan memiliki lima tahapan.  Pengawasan (Controlling) Pengawasan (controlling) merupakan fungsi manajemen yang tidak kalah pentingnya dalam suatu organisasi. Sekolah . Hani Handoko mengemukakan definisi pengawasan yang di dalamnya memuat unsur esensial proses pengawasan. (c) pengukuran pelaksanaan kegiatan nyata. Fungsi-fungsi manajemen ini berjalan saling berinteraksi dan saling kait mengkait antara satu dengan lainnya. sehingga menghasilkan apa yang disebut dengan proses manajemen. Apabila terjadi penyimpangan di mana letak penyimpangan itu dan bagaimana pula tindakan yang diperlukan untuk mengatasinya. proses manajemen sebenarnya merupakan proses interaksi antara berbagai fungsi manajemen. (d) pembandingan pelaksanaan kegiatan dengan standar dan penganalisaan penyimpangan-penyimpangan. Semua fungsi terdahulu. yaitu : (a) penetapan standar pelaksanaan. serta mengambil tindakan koreksi yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan dipergunakan dengan cara paling efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan-tujuan perusahaan. agar tujuan pendidikan di sekolah dapat tercapai secara efektif dan efisien. merancang sistem informasi umpan balik. 3. Sementara itu. Robert J. bila diperlukan. maka proses manajemen pendidikan memiliki peranan yang amat vital. tidak akan efektif tanpa disertai fungsi pengawasan.

Kinerja sekolah dapat diukur dari kualitasnya.). rencana. Input pendidikan adalah segala sesuatu yang harus tersedia karena dibutuhkan untuk berlangsungnya proses. dan output pendidikan. perlengkapan. karyawan. program. uang. yang pada gilirannya tujuan pendidikan pun tidak akan pernah tercapai secara semestinya. pengerahan dan pemotivasian seluruh personil sekolah untuk selalu dapat meningkatkan kualitas kinerjanya. pengorganisasian yang efektif dan efisien. dan sasaran. dsb. Input sumber daya meliputi sumberdaya manusia (kepala sekolah. dapat dijelaskan bahwa output sekolah dikatakan berkualitas/bermutu tinggi jika prestasi sekolah. karya ilmiah. . kesopanan.sasaran yang ingin dicapai oleh sekolah. efesiendinya. misi. UNAS. Dengan demikian. dsb. dan pengawasan. Konsepsi input dan output pendidikan sejauh ini merupakan gambaran mutu pendidikan adalah gambaran dan karakteristik menyeluruh dari barang atau jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam memuaskan kebutuhan yang diharapkan atau yang tersirat. Oleh karena itu. boleh jadi hanya akan menghasilkan kesemrawutan lajunya organisasi. keterampilan kejujuran. Output pendidikan adalah merupakan kinerja sekolah. setiap kegiatan pendidikan di sekolah harus memiliki perencanaan yang jelas dan realisitis. seperti misalnya IMTAQ. berupa nilai ulangan umum. Khusus yang berkaitan dengan mutu output sekolah. Sesuatu yang dimaksud berupa sumberdaya dan perangkat lunak serta harapan-harapan sebagai pemandu bagi berlangsunnya proses. olah raga. kesnian. efektivitasnya. deskripsi tugas. inovasinya. Makin tinggi tingkat kesiapan input. guru termasuk guru BP. dan kegiatan-kegiatan ektsrakurikuler lainnya. Kinerja sekolah adalah prestasi sekolah yang dihasilkan dari proses/perilaku sekolah. kejujuran. Kesiapan input sangat diperlukan agar proses dapat berlangsung dengan baik. bahan. dan (2) prestasi non-akademik. tinggi rendahnya mutu input dapat diukur dari tingkat kesiapan input. pelaksanaan. Dalam konteks pendidikan pengertian mutu mencakup input. kualitas kehidupan kerjanya dan moral kerjanya. siswa) dan sumberdaya selebihnya (peralatan. tujuan. Input harapan-harapan berupa visi. peraturan perundang-undangan. Input perangkat lunak meliputi struktur organisasi sekolah. dan pengawasan secara berkelanjutan. makin tinggi pula mutu input tersebut. Mutu sekolah dipengaruhi oleh banyak tahapan kegiatan yang saling berhubungan (proses) seperti misalnya perencanaan. khusunya prestasi belajar siswa.tanpa didukung proses manajemen yang baik. produktivitasnya. lomba akademik. menunjukkan pencapaian yang tinggi dalam : (1) prestasi akademik. proses.

dan selanjutnya menghasilkan output (keluaran).perlu fokus itu lebih pada pelaksanaan (proses) pendidikan disekolah. Untuk memulai hal tersebut perbaikan awal yang harus dilakukan adalah pembenahan pola manajemen sekolah. dan ketersediaan sumber belajar bagi siswa. pengunaan uang lebih efesien karena sisa anggaran tahun ini dapat digunakan untuk anggaran tahun depan (Effesiensi-based budgeting). Kedepan . lebih mengutamakan pemberdayaan. lebih mengutamakan teamwork. dari menghindari resiko menjadi mengolah resiko. sekolah lebih luwes dalam mengelola lembaganya. Sekaligus sejauhmana kompetensi guru dan tenaga pengajar lainnya beserta alat evaluasi proses pembelajaran yang dilakukan sekolah. dan struktur organisasi lebih datar sehingga lebih efesien. tugas dan fungsi sekolah lebih pada melaksanakan program dari pada mengambil inisiatif merumuskan dan melaksanakan program peningkatan mutu yang dibuat sendiri oleh sekolah. Dalam pada pola lama. yang akan dipakai oleh masyarakat lingkungannya. pengelolaan sekolah lebih desentralistik. sekolah memiliki wewenang lebih besar dalam pengelolan lembaganya. . pendekatan profesionalisme lebih diutamakan dari pada pendekatan birokrasi.Sehingga kesimpulannya adalah bukan konsepsi input output yang salah namun cara pandang atau fokus dari pengembangan pendidikan yang selama ini berjalan. pengambilan keputusan dilakukan secara partisipasif dan partisipasi masyarakt makin besar. informasi terbagi ke semua warga sekolah. regulasi pendidikan lebih sederhana peranan pusat bergesr dari mengontrol menjadi mempengaruhi dan dari mengarahkan ke memfasilitasi. tentang bagaimana pembelajaran dilaksanakan. Syafaruddin dan Nasution mengemukakan bahwa: ”proses suatu sistem dimulai dari input (masukan) kemudian diproses dengan berbagai ativitas dengan menggunakan teknik dan prosedur. media pembelajaran. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pelaksanaan pendidikan terlalu terfokus pada input (berapa siswa yang bersekolah) dan output (berapa siswa yang lulus UNAS). Sedang pada Pola Baru.” Aktivitas suatu sistem tersebut diragakan oleh gambar berikut. perubahan sekolah didorong oleh motivasi diri sekolah dari pada diatur dari luar sekolah.

media. pelatihan. sosial-afektif dan peer group.. Proses diwakili pengajaran.. kepribadian dan performansi. sarana. dan (3) Environmental input. media. evaluasi. unit kerja. guru. pelatihan. ekstrakulikuler. meliputi kebijakan pendidikan. dan sarana prasarana. guru. Sementara output meliputi pengetahuan. yaitu (1) raw input. yaitu siswa yang meliputi intelek. staf TU). dan biaya. Peta Komponen Pendidikan sebagai Sistem Berdasarkan pendapat Syafaruddin dan Nana Syaodih di atas. fasilitas. fasilitas. keterampilan dan sikap. lebih rinci bahwa komponen input diklasifikasikan menjadi tiga. pembimbingan. program pendidikan (kurikulum). fisik-kesehatan. dapat diragakan dalam gambar berikut. kepala sekolah. dapat diketahui bahwa proses pembelajaran merupakan salah satu komponen sistem pendidikan yang dapat menentukan keberhasilan pembelajaran dan mutu pendidikan.Berkaitan dengan komponen-komponen yang membentuk sistem pendidikan. evaluasi dan pengelolaan. Selanjutnya output meliputi pengetahuan. dan lembaga sosial. Oleh karena itu untuk . meliputi lingkungan sekolah.Dalam konteks sistem pendidikan. Komponen-komponen yang terlibat dalam sistem pendidikan sebagaimana dikemukakan oleh Nana Syaodih S. (2) Instrumental input. pembimbingan. masyarakat. Gambar .meliputi pengajaran. dkk di atas. lingkungan keluarga. Komponen proses menurut Nana Syaodih S. dan pengelolaan. input diantaranya diwakili oleh siswa. personil (Kepala sekolah.

(3) efektivitas. Merupakan sesuatu yang mustahil. Pudji Muljono menyebutkan bahwa konsep mutu pembelajaran mengandung lima rujukan. Sumber : .memperoleh mutu pendidikan yang baik. (2) daya tarik. jika tidak melalui proses pendidikan yang bermutu pula. Dengan demikian pendidikan akan menghasilkan kualitas yang siap bersaing jika pendidikan di manajemen dengan baik. (4) efisiensi dan (5) produktivitas pembelajaran”. Mutu pembelajaran dapat dikatakan sebagai gambaran mengenai baik-buruknya hasil yang dicapai oleh peserta didik dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan. diperlukan proses pembelajaran yang berkualitas pula. serta proses pembelajaran yang berlangsung hingga membuahkan hasil. perilaku dan keterampilan peserta didik dikaitkan dengan tujuan pendidikannya. terjadi proses pendidikan yang bermutu jika tidak didukung oleh faktor-faktor penunjang proses pendidikan yang bermutu pula. pendidikan atau sekolah menghasilkan lulusan yang bermutu. Mutu pendidikan atau mutu sekolah tertuju pada mutu lulusan. Sekolah dianggap bermutu bila berhasil mengubah sikap. yaitu: “(1) kesesuaian. Mutu pendidikan sebagai sistem selanjutnya tergantung pada mutu komponen yang membentuk sistem. Merupakan sesuatu yang mustahil pula. Berkaitan dengan pembelajaran yang bermutu.

5.35071472.9.3.3 8.  !74808 /.::07  /. 4:95:9 205:9 50309.3 2:9: 503//..7.8.  .9. ./..3  50.3 02-.3 :7::2 507843 05.25.:-.3 /03. 9: :39: .7..  3:3.2.4/ $ 205:9 503.4//.9:   7.3  0- 73.$.8.340 .  1.3.8  20/.  4254303 574808 203:7:9 ./ 9.3.:.3 804. 848...3.3 /.3   3. -.3 50304.8  20/..380-.1..8.8  0897.3 057-.380-.3  502-2-3.9.81.24390888902503//..3 4254303 4254303 . 574808 502-0.  1.3  0 .3 5747. .4/$ //.3  0.3/.1091 /...3 202-039: 88902 503//.3503/. 804.3 8.3 5007 74:5    3897:2039.8..3 502-0./..9  /.3 -..3.7-07:9   .9$.3 /.:..3  50..3 /.3  0907.$.7.7..7.804.  /./02:..3/.9/.9: 4254303 88902 503//.3:93.3.3 8..3 0-07..7432039.. 35:9  205:9 3:3.9/7. 8.2503//.  :7:  89.3 203.  2.8 /.7.9: 88.  :39 07.3 35:9/.38  4254303 4254303.2.  /.3  502-2-3.5 07..39..3 205:9 3900  18 080.7. 4254303 35:9 /.7 !09. 503.3 0:.8 /.3 207:5.5. 57..1 %&  8.3  0.7.4088.3.7..35:9 205:90-.5. :7: 05.2-.3907-.89.8 /..7://3/.  /.9. $..5.7.8.288902503//.7.3 50304.$8902 07/.:.9..3.:. 4:95:9 205:9 50309.4254303!03//.3  $02039.3  $0.3 .2-. 35:9  .703.89.9.9/09.7.3503//.3.3  848.9 203039:.

.3 202-039: 88902  8079.3  07:5./ 574808 503//.3 /.9..3.8  07.3 .  /507:..3 .9:.3  $04.3:93.9. 20. 2:9: ::8.8   018038/.3 -.7.. // /..5:.2 574808 502-0.3203.3-072:9:5:.25. -07..3 574808 503//.: 804.3/.3 9::.3 ..3 2:89.8 203:-.5 -072:9: -..3.3 -. 9079:: 5.  :9:502-0.947 503:3.947 1.3 .3   /.5  507./..32:89.3 .3  574/:9.3 0907.3 -07:..-.9.9. 43805 2:9:502-0.3 -072:9:  ..9.3 808:. 574808 502-0.3808:.3 .2-. 40 508079.3.7.8 5:.9/..3:.202-:.0203/03. 88902 80.3 502-0.7.320303.7   0109. 503//. 907.39:3 5. //::3 40 1. 07:5. /.  503//.3 .3 /03. 907.  :9: 503//.7::.. 9/. 9/.5.3/02.3  03.3. -:7:3.5-078..8502-0.3 /.7.9.3/:32.8.3-072:9:5:.3 .7.8./.  :9: 503//.8 .:574808503//.3-.: /.3 .380-.3 80-..3 508079...3 503//.. 203.7.3.38:33.8.3 /03.38.8. // /..3 203.5.3503//.9.  $:2-07  . 2:9: 4254303 .3 -07.3 -072:9: .3 -072:9:  !:/ :434 2030-:9.3..3 ::8.3/2.: 2:9: 804.9:  0808:.3.20250740 2:9: 503//.33.3 574808 502-0..9.3.9.7..9.9: .7.3 . 8.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->