Telusuri Catatan

Berlangganan
Laporkan
oleh Tahlilan, Yasinan 8 Selamatan Dibawah Naungan dan Kebijaksanaan Ahlul !lmi pada 16
Februari 2011 jam 22:27
Hukum Jamuan Makan (Pada Tahlilan atau
Kenduri Arwah) Menurut Syariat Islam
Bahasan ini pada dasarnya bukan mengenai tahlilan secara keseluruhan, akan tetapi mengenai
jamuan makan dari keluarga almarhum dan berkumpulnya manusia padanya setelah kematian.
Jamuan makan adalah satu hal, dan tahlilan juga satu hal. Namun, karena jamuan makan juga ada
pada kegiatan tahlilan maka pembahasannya pun terkait dengan tahlilan. Walaupun demikian, tidak
bisa dikatakan jamuan makan adalah tahlilan atau tahlilan adalah jamuan makan, sebab memang
bukan seperti itu. Orang yang melarang tahlilan dengan alasan adanya jamuan makan sebagaimana
disebarkan oleh mereka yang benci tahlilan maka itu benar-benar telah keliru dan tidak merinci
sebuah permasalahan dengan tepat.
Tahlilan hukumnya boleh, sedangkan unsur-unsur dalam tahlilan merupakan amalan yang masyru’
seperti berdo’a, membaca dzikir baik tasybih, tahmid, takbir, tahlil hingga shalawat, dan juga
membaca al-Qur’an yang pahalanya untuk mayyit. Disamping itu juga terkait dengan hubungan
sosial masyarakat yang dianjurkan dalam !slam yakni shilaturahim.

Adapun jamuan makan dalam kegiatan tahlilan (kenduri arwah) jika bukan karena tujuan untuk
kebiasaan (menjalankan adat) dan tidak memaksakan diri jikalau tidak mampu serta bukan dengan
harta yang terlarang. Naka, membuat dengan niat tarahhum (merahmati) mayyit dengan hati yang
ikhlas serta dengan niat menghadiahkan pahalanya kepada mayyit (orang mati) maka itu mustahab
(sunnah). !tu merupakan amalan yang baik karena tujuannya adalah demikian. Nabi shallallahu
‘alayhi wa sallam bersabda :

تl,.Il. لlocVا lo.إ
“Sesungguh sesuatu perbuatan tergantung dengan niat” [1|
Catatan Tahlilan, Yasinan 8
Selamatan Dibawah
Naungan dan Kebijaksanaan
Ahlul !lmi
Catatan Tentang Tahlilan,
Yasinan 8 Selamatan
Dibawah Naungan dan
Kebijaksanaan Ahlul !lmi
Catatan Teman
Catatan Halaman
Catatan Saya
Draf Saya
Catatan tentang Saya
Pindah ke Teman atau Halaman
Catatan Tahlilan, Yasinan 8
Selamatan Dibawah Naungan
dan Kebijaksanaan Ahlul !lmi
Pencarian
1
Dia Aja Obrolan (Offline)
Hukum Jamuan Makan (Pada Tahlilan atau Kenduri Arwah) Menurut Sya... http://www.facebook.com/notes/tahlilan-yasinan-selamatan-dibawah-n...
1 of 6 05/09/2011 19:55

Juga sebuah qaidah menyatakan :

lهi±lso. رçoVا
“Suatu perkara tergantung pada tujuannya”. [2|

Serta, orang yang melakukannya dengan tujuan (niat) tersebut akan mendapatkan pahala, sebab
telah shahih hadits dari !bnu ‘Umar radliyallah ‘anh :

¤َ .َ .َ >ِ . ,َ ه ْ _َ oَ º ،َ:ِ Iَذ َ_ ,َ . ,ُ . ِتlَ . , .Iاَ و ِتlَ .َ .َ >Iا َ.َ .َ آ َ«ا نِإ ً¤َ .َ .َ > ُ eَiْ .ِ c ُ ¤َ I ُ «ا lَ ¡َ .َ .َ آ lَ ¡ْ Iَ oْ aَ , ْ ,َ Iَ º ٍ
َ > َ ¸ْ .َ c ُ eَiْ .ِ c ُ ¤َ I ُ «ا lَ ¡َ .َ .َ آ lَ ¡َ Iِ oَ aَ º lَ ¡ِ . ,َ ه َ çُ ه ْ نِ|َ º ،ً¤َ Iِ olَ آ ٍفlَ aْ ±َأ _َ Iِإ ٍ.ْ aِ ± ِ¤َ .lِ o ِ¿ْ .َ . _َ Iِإ ٍتlَ .َ .
َ > ُ eَiْ .ِ c ُ ¤َ I ُ «ا lَ ¡َ .َ .َ آ lَ ¡ْ Iَ oْ aَ , ْ ,َ Iَ º ٍ¤َ . ,َ .ِ . ,َ ه ْ _َ oَ و ،ٍةَ ¸,ِ .َ آ ُ «ا lَ ¡َ .َ .َ آ lَ ¡َ Iِ oَ aَ º lَ ¡ِ . ,َ ه َ çُ ه ْ نِ|َ º ،ً¤َ Iِ olَ آ ً¤َ .َ .
ًةَiِ >اَ و ً¤َ . ,َ . ُ ¤َ I
“Sesungguhnya Allah mencatat kebaikan-kebaikan dan keburukan-keburukan, kemudian
menjelakan yang demikian, maka barangsiapa yang berkeinginan melakukan kebaikan
namun tidak sampai melakukannya niscaya Allah akan mencatatkan untuknya kebaikan yang
sempurna, maka jika ia berkeinginan dengannya kemudian melakukannya niscaya Allah akan
mencatatkan untuknya sepuluh macam kebaikan sampai 700 kali lipat kemudian hingga
berlipat-lipat yang banyak ; barangsiapa yang berkeinginan melakukan keburukan namun ia
tidak mengerjakannya niscaya Allah mencatatkan untuknya kebaikan yang sempurna, namun
jika ia mengerjakannya niscaya Allah mencatatkan untuknya satu macam keburukan”.[3|

Dan juga telah tsabit didalam shahih al-Bakhari dari Abdullah bin ‘Umar bin al-‘Ash, bahwa seorang
laki-laki bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam :

لlَ º ؟ٌ ¸ْ ,َ > ِ مَVْ .ِ\ا يَأ :َ , Iَ .َ و ِ¤ْ ,َ Iَ c ُ «ا _ Iَ ± _ِ . .Iا َلَlَ . ًVُ >َ ر نَأ _َ Iَ c َ مَV .Iا ُ أَ ¸ْ sَ .َ و ،َ مlَ a LIا ُ ,ِ aْ Lُ .» :َ
ْ فِ ¸ْ aَ . ْ ,َ I ْ _َ oَ و َ.ْ ºَ ¸َ c ْ _َ o
“ya Rasulullah apakah amal yang baik dalam !slam ? Nabi menjawab : “memberikan makan,
mengucapkan salam kepada orang yang dikenal dan tidak dikenal” [+|

Lafadz “ith’am” pada hadits meliputi makan, minum, jamuan juga shadaqah dan yang lainnya. Naka
tidak boleh, menentukan (ta’yin) lafadz ith’am dengan makna shadaqah saja.[5| Yang berarti
bahwa lafadz tersebut adalah umum. [6| Dalam sebuah hadits dari Thawus radliyallahu ‘anh
menyebutkan :

مl,Vا :I. ,¡.c اçoaL, نأ نç.>.., اç.lîº . la.. ,هرç.º _º نç..s, تçoIا نا
“sesungguhnya orang mati di fitnah (diuji dengan pertanyaan malaikat) didalam kubur
mereka selama 7 hari, maka mereka menganjurkan untuk memberi jamuan makan yang
pahalanya untuk mayyit selama masa 7 hari tersebut”. [7|

!mam al-Hafidz As-Suyuthi mengatakan bahwa lafadz “kanuu yustahibbuna”, memiliki makna kaum
Nuslimin (sahabat) yang hidup pada masa Nabi shallallahu ‘alayhi wa salllam , sedangkan Nabi
mengetahuinya dan taqrir atas hal itu. Namun, dikatakan juga sebatas berhenti pada pada sahabat
saja.[8|

Berdasarkan hal diatas, maka memberikan makanan yang pahalanya untuk orang mati merupakan
amalan yang memang dianjurkan. Adapun melakukannya setelah kematian juga tidak masalah
selama diniatkan untuk menshadaqahkan dalam rangka merahmati mayyit.

HADITS KELUARGA JA’FAR

Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda :

ْ ,ُ ¡َ Iَ aَ . ٌ ¸ْ oَأ ْ ,ُ هlَ .َأ ْ iَ º ُ ¤ .ِ|َ º ،lً olَ aَ L ٍ ¸َ sْ aَ > ِلِV اçُ aَ .ْ ±ا
“hidangkanlah makanan untuk keluarga Ja’far, sebab sesungguhnya telah tiba kepada
mereka perkara yang menyibukkan mereka”. [9|

!mam asy-Syafi’i rahimahullah didalam al-Umm beristidlal dengan hadits diatas terkait anjuran
memberi makan untuk keluarga almarhum :

,¡a.., lolaL ¤.I,Iو ،تço, مç, _º .,oIا _هV اçIoa, نأ ¤..ا¸º يذ وأ .,oIا نا¸,>I .>أو ن|º
ç.ر لlº ¸sa> _a. ءl>» loI ¤.V l.ia.و ،l.I.º ¸,>Iا _هأ _aº _o çهو ،,,¸آ ¸آذو ،¤.. :Iذ - «ا ل Dia Aja Obrolan (Offline)
Hukum Jamuan Makan (Pada Tahlilan atau Kenduri Arwah) Menurut Sya... http://www.facebook.com/notes/tahlilan-yasinan-selamatan-dibawah-n...
2 of 6 05/09/2011 19:55
,¡Ia., ¸oأ ,هءl> iº ¤.|º lolaL ¸sa> لV اçIa>ا - ,I.و ¤,Ic «ا _I±
“Aku mengajurkan bagi tetangga almarhum atau kerabat-kerabatnya agar membuatkan
makanan pada hari kematian dan malamnya, sebab itu merupakan sunnah, dzikr yang mulya
dan termasuk perbuatan ahlul khair sebelum kita serta sesudah kita”.[10|

Demikian juga dengan !mam asy-Syairazi didalam al-Nuhadzdzab :

¸sa> _.º loI ¤.أ يور loI ًlolaL .,oIا _هV اç>I±, نأ ¤.ا¸,>و .,oIا ءl.¸ºV .>..,و :_±º _.أ _.
¤¡>و «ا م¸آ .IlL
“sebuah fashal, yakni disunnahkan bagi kerabat-kerabat almarhum dan tetangganya agar
mengurusi keperluan makan untuk keluarga almarhum berdasarkan riwayat tentang
wafatnya Ja’far bin Abi Thalib”. [11|

Walaupun hadits tersebut merupakan anjuran memberi makan untuk keluarga almarhum, namun
bukan merupakan dalil larangan bagi keluarga almarhum membuat makanan dan mengundang
masyarakat ke jamuan makan di keluarga almarhum. Ada hadits lain yang dianggap merupakan
larangan berbuat hal seperti yang demikian, yakni

HADITS JARIR BIN ABDULLAH

ِ .ْ ºَد َiْ aَ . ِ مlَ a LIا َ¤َ a,ِ .َ ±َ و ِ. ,َ oْ Iا ِ_ْ هَ أ _َ Iِإ َعlَ oِ .ْ >ِVا iُ aَ . l .ُ آ ِ¤َ >lَ , .Iا َ_ِ o ِ¤
“Kami (sahabat Nabi) menganggap berkumpul ke (kediaman) keluarga almarhum serta
(keluarga almarhum) menghidangkan makanan setelah pemakaman bagian dari niyahah”.
[12|

Hadits terkait para sahabat ini banyak digunakan sebagai dalil yang menghukumi makruh bagi ahlul
mayyit membuat makanan dan berkumpul dikediaman keluarga almarhum. Kalau ditela’aah lebih
mendetail, sesungguhnya frasa “ِ¤َ >lَ , .Iا َ_ِ o” adalah bermakna “min asbabin niyahah”,[13| yakni
bagian dari sebab dikhawatirkannya terjadi niyahah. Oleh karena itu, bukanlah berkumpul dan
membuat makanan yang disebut sebagai niyahah, sebab jikalau itu yang disebut niyahah maka
ulama akan mengharamkannya, bukan malah hanya menghukumi makruh. Sebab niyahah
hukumnya haram, tidak ada niyahah yang makruh.

Jadi penetapan hukum bid’ah makruhah (bid’ah yang makruh) karena bisa menjadi sebab adanya
niyahah atau bisa membawa pada niyahah. Kalau mengikuti kaidah ushul, inilah yang menjadi illat
dihukuminya makruh (bid’ah makruhah). Namun, jika illatnya tidak ada maka hukumnya juga
berubah. Naka pertanyaannya, adakah tahlilan (kenduri arwah) yang dilakukan oleh kaum Nuslimin
dengan digagas oleh ulama besar seperti para wali Allah (wali songo) bersifat seperti itu ? Apakah
tahlilan (kenduri arwah) mengarah pada niyahah ?! Tentu saja tidak.

Lebih jauh, juga perlu di ingat bahwa dalam menghukumi sesuatu haruslah menyeluruh dan harus
mempertimbangkan hadits-hadits lain yang saling terkait. Dalam hal ini, ada sebuah hadits lain
yang shahih diriwayatkan oleh Abu Daud, dari ‘Ashim bin Kulaib, dari ayahnya, dari sahabat Anshar,
yang redaksinya sebagai berikut :

َأَ ¸َ º ،ٍةَ زlَ .َ > _ِ º َ , Iَ .َ و ِ¤ْ ,َ Iَ c ُ «ا _ Iَ ± ِ «ا ِلçُ .َ ر َ¿َ o lَ .ْ >َ ¸َ > :َلlَ º َ , Iَ .َ و ِ¤ْ ,َ Iَ c ُ «ا _ Iَ ± ِ«ا َلçُ .َ ر ُ .ْ ,
ْ ¿ِ .ْ وَأ ،ِ¤ْ ,َ Iْ >ِ ر ِ_َ .ِ º ْ _ِ o ْ ¿ِ .ْ وَأ» :َ ¸ِ ºlَ >ْ Iا _ِ ±çُ , ِ ¸ْ .َ sْ Iا _َ Iَ c َ çُ هَ و ُ ¤َ Iَ .ْ sَ .ْ .ا َ¿َ >َ ر l oَ Iَ º ، «ِ¤ِ .ْ أَ ر ِ_َ .ِ º ْ _ِ o
،ُ مْ çَ sْ Iا َ¿َ ±َ و ,ُ . ،ُ eَiَ , َ¿َ ±َ çَ º ِ مlَ a LIlِ . َء_ِ >َ و َءlَ >َ º ٍةَأَ ¸ْ oا _ِ cاَد ُ «ا _ Iَ ± ِ«ا َلçُ .َ ر lَ .ُ ؤlَ .l َ ¸َ Lَ .َ º ،اçُ Iَ آَlَ º
ِ >ُ أ ٍةlَ . َ ,ْ >َ I ُ iِ >َأ» :َلlَ º ,ُ . ،ِ¤ِ oَ º _ِ º ً ¤َ oْ sُ I ُ كçُ Iَ , َ , Iَ .َ و ِ¤ْ ,َ Iَ c ،ُ ةَأْ ¸َ oْ Iا ِ.َ Iَ .ْ رَlَ º ، «lَ ¡ِ Iْ هَأ ِنْ ذِإ ِ ¸ْ ,َ aِ . ْ تَi
َ º ،ًةlَ . _ِ I يِ ¸َ .ْ .َ , ِ¿,ِ sَ .ْ Iا _َ Iِإ ُ .ْ Iَ .ْ رَأ _ .ِإ ،ِ«ا َلçُ .َ ر lَ , :ْ .َ Ilَ º ِiَ º _ِ I ٍ رlَ > _َ Iِإ ُ .ْ Iَ .ْ رَlَ º ْ iِ >َأ ْ ,َ I
ُ .ْ Iَ .ْ رَlَ º ،ْ iَ >çُ , ْ ,َ Iَ º ،lَ ¡ِ .َ oَ .ِ . lَ ¡ِ . _َ Iِإ ْ _ِ .ْ رَأ ْ نَأ ،ًةlَ . ىَ ¸َ .ْ .ا ُ لçُ .َ ر َلlَ sَ º ،lَ ¡ِ . _َ Iِإ ْ .َ Iَ .ْ رَlَ º ِ¤ِ .َأَ ¸ْ oا _َ Iِإ
ىَ رlَ .ُ ْ Vا ِ¤,ِ oِ aْ Lَأ» :َ , Iَ .َ و ِ¤ْ ,َ Iَ c ُ «ا _ Iَ ± ِ«ا»
“Kami keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam pada sebuah jenazah, maka
aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam berada diatas kubur berpesan kepada
penggali kubur : “perluaskanlah olehmu dari bagian kakinya, dan juga luaskanlah pada
bagian kepalanya”, Naka tatkala telah kembali dari kubur, seorang wanita mengundang
(mengajak) Rasulullah, maka Rasulullah datang seraya didatangkan (disuguhkan) makanan
yang diletakkan dihadapan Rasulullah, kemudian diletakkan juga pada sebuah perkumpulan
(qaumfsahabat), kemudian dimakanlah oleh mereka. Naka ayah-ayah kami melihat
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam makan dengan suapan, dan bersabda: “aku
mendapati daging kambing yang diambil tanpa izin pemiliknya”. Kemudian wanita itu berkata
: “wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah mengutus ke Baqi’ untuk membeli kambing Dia Aja Obrolan (Offline)
Hukum Jamuan Makan (Pada Tahlilan atau Kenduri Arwah) Menurut Sya... http://www.facebook.com/notes/tahlilan-yasinan-selamatan-dibawah-n...
3 of 6 05/09/2011 19:55
untukku, namun tidak menemukannya, maka aku mengutus kepada tetanggaku untuk
membeli kambingnya kemudian agar di kirim kepadaku, namun ia tidak ada, maka aku
mengutus kepada istinya (untuk membelinya) dan ia kirim kambing itu kepadaku, maka
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda : “berikanlah makanan ini untuk tawanan”.
[1+|

Hadits ini tentang Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam sendiri dan para sahabat beliau yang
berkumpul dan makan di kediaman keluarga almarhum, yang berarti bahwa hadits ini menunjukkan
atas kebolehan keluarga almarhum membuatkan makanan (jamuan) dan mengajak manusia
memakannya.

Secara dhahir hadits Jarir telah berlawanan dengan hadits dari ‘Ashim bin Kulaib ini, sedangkan
dalam kaidah ushul fiqh mengatakan jika dua dalil bertentangan maka harus dikumpulkan jika
dimungkinkan untuk dikumpulkan.[15| Naka, kedua hadits diatas dapat dipadukan yakni hadits Jarir
bin Abdullah dibawa atas pengertian jamuan karena menjalankan adat, bukan dengan niat “ith’am
‘anil mayyit’ atau hal itu bisa membawa kepada niyahah yang diharamkan, kesedihan yang
berlarut-larut dan lain sebagainya. Sedangkan hadits ‘Ashim bin Kulaib dibawa atas pengertian
jamuan makan bukan karena menjalankan adat (kebiasaan), melainkan jamuan makan dan
berkumpul dengan niat “ith’am ‘anil mayyit”. Oleh karena itu larangan tersebut tidaklah mutlak,
tetapi memiliki qayyid yang menjadi ‘illat hukum tersebut.

!mam !bnu Hajar al-Haitami didalam Tuhfatul Nuhtaj mengatakan :

_± loI :IiI ,¡..l>|آ ¤هو¸îo ¤ci. ¤,Ic سl.Iا اçci,I lolaL .,oIا _هأ _a> _o i,.cا loو _c
.Iا _o eic ¤>وو ¤>l,.Iا _o ¤.ºد ia. مlaLIا ,¡a.±و .,oIا _هأ _Iإ عlo.>Vا ia. l.آ ¸,¸> lo ¤>l,
ن¸>Iا ¸ol. مlo.هVا ةi. _o ¤,º
“dan apa yang diadatkan (dibiasakan) daripada keluarga almarhum membuat makanan demi
mengajak manusia atasnya maka itu bid’ah makruhah (bid’ah yang makruh), sebagaimana
menerima mereka untuk hal yang demikian berdasarkan hadits shahih dari Jarir “Kami
(sahabat) menganggap berkumpul ke (kediaman) keluarga almarhum serta (keluarga
almarhum) menghidangkan makanan setelah pemakaman bagian dari niyahah”, dan sisi
dianggapnya bagian dari niyahah yakni apa yang terdapat didalamnya daripada berlebihan-
lebihan dengan perkara kesedihan”.[16|

Naka, illat tersebut tidak ada pada kegiatan tahlilan (kenduri arwah) yang dilakukan oleh kaum
muslimin yang paham mengenai kenduri arwah (tahlilan). Jika tidak ada illat maka hukum makruh
pun tidak ada, sebab dalam kaidah syafi’iyah hukum itu meliputi disertakannya illat.[17| Oleh
karena itu, berkumpul (berhimpun) yang dimaksud pada hadits Jarir adalah jika bukan karena untuk
membaca al-Qur’an, berdo’a dan dzikir-dzikir lain. Adapun jika berkumpul untuk tujuan tersebut,
maka itu tidak makruh, sebagaimana telah jelas perkataan Syaikhul Nadzhab Syafi’ i yakni !mam
an-Nawawi rahimahullah :

¤.>..o _ه _. _,ao.>o ¤clo>Iا ةءا¸º _º ¤ها¸آ V : ع¸º
"sebuah cabang : tidak dihukumi makruh pada pembacaan Qur’an secara berkumpul
(berhimpun) bahkan itu mustahabbah (sunnah)”[18|

Juga telah warid didalam hadits Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam ;

Iا ُ ,ُ ¡ْ .َ ,ِ .َ cَ و ،ُ ¤َ îِ .َVَ oْ Iا ُ ,ُ ¡ْ . sَ > Vِإ ،َ «ا َنوُ ¸ُ آْ iَ , ٌ مْ çَ º ُ iُ aْ sَ , َV ُ ¤َ .,ِ î .Iا ُ ,ِ ¡ْ ,َ Iَ c ْ .َ Iَ ¸َ .َ و ،ُ ¤َ oْ > ¸
“tidaklah sebuah qaum (perkumpulan) duduk berdzikir kepada Allah, melainkan mereka
dikelilingi oleh malaikat, mereka diliputi oleh rahmat serta turun atas mereka ketetapan
hati”. [19|

Naka dari hal ini, dapat dipahami bahwa dzikir dengan berhimpun adalah lebih utama daripada
seorang diri. Berkumpul berdzikir meliputi segala jenis bacaan dzikir serta dimana saja, termasuk
juga dimajelis tahlil (kegiatan tahlilan), sebab tidak ada larangan baik al-Qur’an maupun hadits
yang melarang berdzikir seperti membaca do’a untuk mayyit, shalawat, membaca al-Qur’an serta
dzikir-dzikir lainnya yang dilakukan di kediaman keluarga almarhum.

Bahkan lebih jauh lagi, walaupun membuat jamuan makan karena menjalankan adat tapi dalam
rangka menghilangkan (menangkis) ocehan orang-orang awam (daf’u alsinatil juhhal) serta untuk
menjaga kehormatan dirinya, maka dalam rangka hal tersebut tidak apa-apa, sebagaimana Dia Aja Obrolan (Offline)
Hukum Jamuan Makan (Pada Tahlilan atau Kenduri Arwah) Menurut Sya... http://www.facebook.com/notes/tahlilan-yasinan-selamatan-dibawah-n...
4 of 6 05/09/2011 19:55
dikemukakan oleh !mam !bnu Hajar al-Haitami dalam Fatawa al-Fiqhiyah al-Kubraa.[20|

Wallahu A’alam. [|

[1| Shahih Bukhari [1f9|
[2| Lihat : al-Asybah wa an-Nadlair lil-!mam Tajuddin Abdul Wahab As-Subki [1f5+|
[3| Shahih Bukhari no. 6+91 ; Shahih Nuslim no. 131 ; Nusnad Ahma no. 2827.
[+| Shahih al-Bukahri no. 12 ; Shahih Nuslim no. 39 ; Sunan Abi Daud no. 519+ ; Sunan an-Nasaa’i
no. 5000 ; Sunan !bnu Najah no. 3253 ; al-Nu’jam al-Kabir lil-Thabraniy no. 1+9.
[5| Lihat : Syarah al-Bukhari lil-‘Allamah Ahmad al-Qasthalani [1f95|.
[6| Lihat : ‘Umdatul Qari lil-!mam al-‘Ayni [1f138|
[7| Diriwayatkan oleh !mam Ahmad didalam az-Zuhd dan Abu Nu’aim didalam al-Hilyah.
[8| Lihat : al-Hawi lil-Fatawi lil-!mam as-Suyuthi [2f377|,
[9| Sunan Abi Daud no. 3132 ; Sunan !bnu Najah no. 1610, hadits ini shahih.
[10| Lihat : al-Umm lil-!mam asy-Syafi’i hal. 1f317.
[11| Lihat : al-Nuhadzdzab fi Fiqhi al-!mam asy-Syafi’i lil-!mam Abu !shaq asy-Syairazi [1f259|.
[12| Nusnad Ahmad bin Hanbal no. 6905. Niyahah adalah berteriak-teriak dan menangis dengan
menyebut kebaikan-kebaikan mayyit ketika terjadi mushibah kematian.
[13| Lihat : Khulasah al-Nardhiyyah fi Nasail al-Khilafiyyah
[1+| Sunan Abi Daud no. 3332 ; As-Sunanul Kubrra lil-Baihaqi no. 10825 ; hadits ini shahih.
[15| Lihat : at-Tabshirah fi Ushul al-Fiqh lil-!mam asy-Syairazi [1f153|.
[16| Lihat : Tuhfatul Nuhtaj lil-!mam !bnu Hajar al-Haitami [|
[17| Lihat : Kifayatul Akhyar lil-!mam Taqiyuddin al-Hishni [1f526| ; Asnal Nathalib lil-!mam
Zakariya al-Anshari [3f105| ;
18| Lihat : al-Najmu’ syarah al-Nuhadzdzab lil-!mam an-Nawawi [2f166|.
[19| Sunan Abi Daud no. 23+7 ; Nusnad Ahmad no. 11875 ; Nu’jam !bnu ‘Asakir no. 68+.
[20| Lihat : Fatawa al-Fiqhiyyah al-Kubraa lil-!mam !bnu Hajar al-Haitami [2f7|
Bagikan
7 orang menyukai ini.
Akang Shuliwa Orang yg keberatan dgn Tahlilan karna alasan
memberatkan orang yg berduka cita lantaran sering ada jamuan,
itu mah cuma orang pelit aja.
Alamak!! Keceplosan aku.
16 Februari jam 22:+1
EL-FaqiEr Fuady Sunggh suatu jwbn yg sgt ilmiyah n
berlandasan.
25 Februari jam 18:33
Kabura Soto Fakta dilapangan: Nasalahnya adalah untuk kelas
ecek ecek (orng kampung berpenghasilan krng dri 20 rb) tahlilan
makan biaya sekitar 5 jutaan lebih. Kelas menengah +0 - 50 jt.
(Bayar sholawat, Bayar ngaji slama 7 hari 7 malam)
Orng miskin yg tahlilan dikit
Yg menengah keatas tahlilan penuh. Klu gak ada berkat (jajanan
makanan) mana ada orng mau tahlilan (kcli orng soleh)
Saya di sawit purwakarta jabar
26 Februari jam 20:05
Kabura Soto Tahlilan bagus sayangnya makan biaya sngt banyak.
26 Februari jam 20:07
Tahlilan, Yasinan & Selamatan Dibawah Naungan dan
Kebijaksanaan Ahlul Ilmi !tu tergantung yang mau membuat
kegiatan Tahlilan, kalau merasa terbebani ya gak usah. Nalah
terkesan nggak ikhlas, serta tidak jelas tujuannya. [|
27 Februari jam 6:+3 :
Kabura Soto kalau merasa terbebani ya gak usah ← Nah itu, klu
gak ngadain tahlilan dijamin dikucilkan warga dan di omongin
warrga sekampung. Solusi terbaiknya gimana? Biar tahlilan jalan
terus keluarga si mayit gak terbebani. Ntr mwn
27 Februari jam 7:37
1 orang
Dia Aja Obrolan (Offline)
Hukum Jamuan Makan (Pada Tahlilan atau Kenduri Arwah) Menurut Sya... http://www.facebook.com/notes/tahlilan-yasinan-selamatan-dibawah-n...
5 of 6 05/09/2011 19:55
Tahlilan, Yasinan & Selamatan Dibawah Naungan dan
Kebijaksanaan Ahlul Ilmi solusi terbaik mendidik masyarakat
28 Februari jam 9:+7
Revy Hm betul sekali...para tokoh agama dikampung2 mesti
menjelaskan tentang hukum tahlilan8hukum memberikan jamuan
kpd tamu yg datang baik kpd tuan rumah maupun kpd tamu yg
datang...agar amal yg dikerjakan kdua belah pihak sama2 diniatkan
ikhlas Lillahita'ala...
28 Februari jam 10:+1
Facebook © 2011 : Bahasa !ndonesia Tentang : !klan : Buat Halaman
Dia Aja Obrolan (Offline)
Hukum Jamuan Makan (Pada Tahlilan atau Kenduri Arwah) Menurut Sya... http://www.facebook.com/notes/tahlilan-yasinan-selamatan-dibawah-n...
6 of 6 05/09/2011 19:55

menentukan (ta’yin) lafadz ith’am dengan makna shadaqah saja. Maka tidak boleh. [7] Imam al-Hafidz As-Suyuthi mengatakan bahwa lafadz “kanuu yustahibbuna”.. [2] Serta. maka memberikan makanan yang pahalanya untuk orang mati merupakan amalan yang memang dianjurkan. maka mereka menganjurkan untuk memberi jamuan makan yang pahalanya untuk mayyit selama masa 7 hari tersebut”. mengucapkan salam kepada orang yang dikenal dan tidak dikenal” [4] Lafadz “ith’am” pada hadits meliputi makan.. http://www. Juga sebuah qaidah menyatakan : ‫ه‬ ‫ر‬ ‫ا‬ “Suatu perkara tergantung pada tujuannya”. ‫ره‬ ‫ن‬ ‫ت‬ ‫ان ا‬ “sesungguhnya orang mati di fitnah (diuji dengan pertanyaan malaikat) didalam kubur mereka selama 7 hari. namun jika ia mengerjakannya niscaya Allah mencatatkan untuknya satu macam keburukan”.facebook.[3] Dan juga telah tsabit didalam shahih al-Bakhari dari Abdullah bin ‘Umar bin al-‘Ash.com/notes/tahlilan-yasinan-selamatan-dibawah-n..Hukum Jamuan Makan (Pada Tahlilan atau Kenduri Arwah) Menurut Sya. memiliki makna kaum Muslimin (sahabat) yang hidup pada masa Nabi shallallahu ‘alayhi wa salllam . sedangkan Nabi mengetahuinya dan taqrir atas hal itu. bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam : َ َ ‫َم‬ َ ‫ا ُ َ َ ْ ِ و َ َ: َي ا ِ ْ َم َ ْ ٌ؟ َ َ: » ُ ْ ِ ُ ا َ َ، وَ ْ َأ ا‬ ُ َ ‫م‬ ‫ل‬ ِ ‫أ‬ َ ‫َ ْ َ َ ْ َ و َ ْ َ ْ َ ْ ِف‬ ْ َ َ ِ ‫ََ َ ا‬ ‫ل‬ ً ُ ‫َن ر‬ َ ‫أ‬ “ya Rasulullah apakah amal yang baik dalam Islam ? Nabi menjawab : “memberikan makan. sebab telah shahih hadits dari Ibnu ‘Umar radliyallah ‘anh : ً َ َ َ ُ َ ْ ِ ُ َ ُ ‫َ ِ ُ َ َ َِ َ، َ َ ْ ه ِ َ َ َ ٍ َ َ ْ َ ْ َ ْ َ آ َ َ َ ا‬ َ ‫ِن ا َ آ َ َ ا َ َ َ ِ َا‬ ‫تو‬ َ ‫إ‬ َ ‫ذ‬ ‫ت‬ ٍ َ ْ َ َِ ٍ ْ ِ ِ َ ِ ِ ْ َ ‫ف‬ ‫أ‬ ‫إ‬ َِ ٍ َ َ َ َ ْ َ ُ َ ْ ِ ُ َ ُ ‫آ ِ َ ً، َِن ه َ ه ِ َ َ َ ِ َ َ آ َ َ َ ا‬ ‫تإ‬ َ َ ُ ْ َ ُ ‫آ ِ َ ٍ، و َ ْ ه ِ َ َ ٍ َ َ ْ َ ْ َ ْ َ آ َ َ َ ا ُ َ ُ ِ ْ َ ُ َ َ َ ً آ ِ َ ً، َِن ه َ ه ِ َ َ َ ِ َ َ آ َ َ َ ا‬ َ َ ُ ْ َ َ َ َ ‫َ ة‬ ً َ ِ ‫َ ُ َ َ ً َا‬ ‫و ة‬ “Sesungguhnya Allah mencatat kebaikan-kebaikan dan keburukan-keburukan. maka barangsiapa yang berkeinginan melakukan kebaikan namun tidak sampai melakukannya niscaya Allah akan mencatatkan untuknya kebaikan yang sempurna.. HADITS KELUARGA JA’FAR Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda : ْ ُ ََ َ ٌ ْ َ ْ ‫ا ْ َ ُ ا ِ ِ َ ْ َ ٍ َ َ ً ، َِ ُ َ ْ ََ ه‬ ‫أ ُ أ‬ ‫ل‬ “hidangkanlah makanan untuk keluarga Ja’far. barangsiapa yang berkeinginan melakukan keburukan namun ia tidak mengerjakannya niscaya Allah mencatatkan untuknya kebaikan yang sempurna. orang yang melakukannya dengan tujuan (niat) tersebut akan mendapatkan pahala. kemudian menjelakan yang demikian. Namun.[5] Yang berarti bahwa lafadz tersebut adalah umum. Adapun melakukannya setelah kematian juga tidak masalah selama diniatkan untuk menshadaqahkan dalam rangka merahmati mayyit. minum. maka jika ia berkeinginan dengannya kemudian melakukannya niscaya Allah akan mencatatkan untuknya sepuluh macam kebaikan sampai 700 kali lipat kemudian hingga berlipat-lipat yang banyak . [6] Dalam sebuah hadits dari Thawus radliyallahu ‘anh menyebutkan : ‫م‬ ‫ا‬ ‫ا‬ ‫ن أن‬ ‫ا‬ . [9] Imam asy-Syafi’i rahimahullah didalam al-Umm beristidlal dengan hadits diatas terkait anjuran memberi makan untuk keluarga almarhum : ‫ن‬ ‫ت، و‬ ‫م‬ Dia Aja ‫» ء‬ ‫ا ه ا‬ ‫،و‬ ‫أن‬ ‫أو ذي ا‬ ‫ان ا‬ Obrolan (Offline)‫، وذآ‬ ‫أه ا‬ ‫آ ، وه‬ ‫وأ‬ ‫ذ‬ ‫لا‬ ‫لر‬ 2 of 6 05/09/2011 19:55 . sebab sesungguhnya telah tiba kepada mereka perkara yang menyibukkan mereka”.[8] Berdasarkan hal diatas. jamuan juga shadaqah dan yang lainnya. dikatakan juga sebatas berhenti pada pada sahabat saja.

Hukum Jamuan Makan (Pada Tahlilan atau Kenduri Arwah) Menurut Sya. ada sebuah hadits lain yang shahih diriwayatkan oleh Abu Daud. namun bukan merupakan dalil larangan bagi keluarga almarhum membuat makanan dan mengundang masyarakat ke jamuan makan di keluarga almarhum. Kalau ditela’aah lebih mendetail. ‫أ‬ ‫ءه‬ ‫ا ل‬ ‫-ا‬ ‫و‬ ‫ا‬ “Aku mengajurkan bagi tetangga almarhum atau kerabat-kerabatnya agar membuatkan makanan pada hari kematian dan malamnya. jika illatnya tidak ada maka hukumnya juga berubah. Maka pertanyaannya. dari sahabat Anshar. dan bersabda: “aku mendapati daging kambing yang diambil tanpa izin pemiliknya”. inilah yang menjadi illat dihukuminya makruh (bid’ah makruhah). Ada hadits lain yang dianggap merupakan larangan berbuat hal seperti yang demikian. adakah tahlilan (kenduri arwah) yang dilakukan oleh kaum Muslimin dengan digagas oleh ulama besar seperti para wali Allah (wali songo) bersifat seperti itu ? Apakah tahlilan (kenduri arwah) mengarah pada niyahah ?! Tentu saja tidak. Oleh karena itu. dzikr yang mulya dan termasuk perbuatan ahlul khair sebelum kita serta sesudah kita”. Kalau mengikuti kaidah ushul. bukanlah berkumpul dan membuat makanan yang disebut sebagai niyahah.[13] yakni bagian dari sebab dikhawatirkannya terjadi niyahah. Namun.. seorang wanita mengundang (mengajak) Rasulullah. sesungguhnya aku telah mengutus keObrolan (Offline) kambing Baqi’ untuk membeli 3 of 6 05/09/2011 19:55 . sesungguhnya frasa “ِ َ َ ‫ ” ِ َ ا‬adalah bermakna “min asbabin niyahah”. tidak ada niyahah yang makruh.. Lebih jauh. sebab itu merupakan sunnah. Jadi penetapan hukum bid’ah makruhah (bid’ah yang makruh) karena bisa menjadi sebab adanya niyahah atau bisa membawa pada niyahah. http://www. Maka tatkala telah kembali dari kubur. maka Rasulullah datang seraya didatangkan (disuguhkan) makanan yang diletakkan dihadapan Rasulullah. Kemudian wanita itu berkata Dia Aja : “wahai Rasulullah.com/notes/tahlilan-yasinan-selamatan-dibawah-n. bukan malah hanya menghukumi makruh. yang redaksinya sebagai berikut : َ َ ‫ا ُ ََ ْ ِ و‬ َ َ ِ ‫َ َ ز ٍ، َ ََ ْ ُ ر ُ َ ا‬ ‫ل‬ َ ‫أ‬ ‫َة‬ ِ َ َ ‫ا ُ ََ ْ ِ و‬ َ َ ِ ‫َ َ: َ َ ْ َ َ َ ر ُ ِ ا‬ ‫ل‬ َ ‫ل‬ ُ َ َ ْ َ ْ ‫وه َ َ َ ا ْ َ ْ ِ ُ ِ ا ْ َ ِ َ: »َو ِ ْ ِ ْ ِ َ ِ ر ْ َ ْ ِ، َو ِ ْ ِ ْ ِ َ ِ رأ ِ ِ« ، َ َ ر َ َ ا‬ َ َْ ْ‫أ‬ ِ ْ‫أ‬ ُ َ ُ ‫ا‬ َ ِ ‫َ م َ َ َ َ َ َ ُ، ُ و َ َ ا ْ َ ْ ُ، ََآ ُ ا، َ َ َ َ َ ؤَ ر ُ َ ا‬ ‫ل‬ َ ُ َ ‫م‬ َ ِ ِ َ ِ ‫ا ْ ََ ٍ َ َ َ و‬ ‫ء‬ َ ‫ء‬ ‫أة‬ ،ُ َْ َ ْ ‫و َ َ َ ُ ك ُ ْ َ ً ِ َ ِ ِ، ُ َ َ: »َ ِ ُ َ ْ َ َ ٍ أ ِ َ ت ِ َ ْ ِ ِذ ِ َه ِ َ « ، ََر َ َ ِ ا‬ ‫أة‬ ْ ْ ‫إ ْن أ‬ ْ ُ‫ة‬ ‫ل أ‬ ُ َ َِ ِ‫َر‬ ٍ َِ ُ ْ َ ‫َ ً، َ َ ْ َ ِ ْ ََر‬ ‫إ‬ ْ ‫أ‬ ‫ة‬ ِ ‫َر َ ْ ُ َِ ا ْ َ ِ ِ َ ْ َ ِي‬ ‫إ‬ ْ‫أ‬ ِ ،ِ ‫ْ: َ ر ُ َ ا‬ ‫إ‬ ‫ل‬ َ ‫َ ً، َن َر ِ ْ َِ ِ َ ِ َ َ ِ َ ، َ َ ْ ُ َ ْ، ََر َ ْ ُ َِ ا ْ ََِ ِ ََر َ َ ْ َِ ِ َ ، َ َ َ ر ُ ل‬ ُ َ‫ل‬ ‫إ‬ ْ ‫أ‬ ‫إ‬ ْ ‫إ‬ ْ‫ة أ ْ أ‬ ‫ا ُ َ َ ْ ِ و َ َ: »َ ْ ِ ِ ِ ا ُْ َ َى‬ ‫ر‬ ‫أ‬ َ َ ِ ‫»ا‬ ِ ‫َا‬ ‫د‬ ِ ْ ََ ََ ‫ا ْ َ َى‬ “Kami keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam pada sebuah jenazah. [11] Walaupun hadits tersebut merupakan anjuran memberi makan untuk keluarga almarhum. dari ‘Ashim bin Kulaib. yakni disunnahkan bagi kerabat-kerabat almarhum dan tetangganya agar mengurusi keperluan makan untuk keluarga almarhum berdasarkan riwayat tentang wafatnya Ja’far bin Abi Thalib”. maka aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam berada diatas kubur berpesan kepada penggali kubur : “perluaskanlah olehmu dari bagian kakinya. kemudian dimakanlah oleh mereka. sebab jikalau itu yang disebut niyahah maka ulama akan mengharamkannya. Sebab niyahah hukumnya haram.. kemudian diletakkan juga pada sebuah perkumpulan (qaum/sahabat). [12] Hadits terkait para sahabat ini banyak digunakan sebagai dalil yang menghukumi makruh bagi ahlul mayyit membuat makanan dan berkumpul dikediaman keluarga almarhum.facebook. juga perlu di ingat bahwa dalam menghukumi sesuatu haruslah menyeluruh dan harus mempertimbangkan hadits-hadits lain yang saling terkait. dan juga luaskanlah pada bagian kepalanya”. yakni HADITS JARIR BIN ABDULLAH ِ َ َ ‫َ م َ ْ َ َ ِْ ِ ِ َ ا‬ ‫د‬ ِ ‫ِ و َِ َ َ ا‬ َ َ ْ ‫أه ِ ا‬ ْ َ َِ َ َ ِ ْ ِ ‫آ َ ُ ا‬ ‫عإ‬ ُ “Kami (sahabat Nabi) menganggap berkumpul ke (kediaman) keluarga almarhum serta (keluarga almarhum) menghidangkan makanan setelah pemakaman bagian dari niyahah”. Dalam hal ini.[10] Demikian juga dengan Imam asy-Syairazi didalam al-Muhadzdzab : ‫أ‬ ‫و‬ ‫آ ما‬ ‫روي أ‬ ً ‫ا‬ ‫ا ه‬ ‫أن‬ ‫ا‬ ‫و‬ ‫ءا‬ ‫:و‬ “sebuah fashal. Maka ayah-ayah kami melihat Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam makan dengan suapan. dari ayahnya..

Hukum Jamuan Makan (Pada Tahlilan atau Kenduri Arwah) Menurut Sya. maka aku mengutus kepada istinya (untuk membelinya) dan ia kirim kambing itu kepadaku. berdo’a dan dzikir-dzikir lain. kedua hadits diatas dapat dipadukan yakni hadits Jarir bin Abdullah dibawa atas pengertian jamuan karena menjalankan adat.[17] Oleh karena itu. [19] Maka dari hal ini. Sedangkan hadits ‘Ashim bin Kulaib dibawa atas pengertian jamuan makan bukan karena menjalankan adat (kebiasaan). Bahkan lebih jauh lagi..com/notes/tahlilan-yasinan-selamatan-dibawah-n. yang berarti bahwa hadits ini menunjukkan atas kebolehan keluarga almarhum membuatkan makanan (jamuan) dan mengajak manusia memakannya. maka Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda : “berikanlah makanan ini untuk tawanan”. tetapi memiliki qayyid yang menjadi ‘illat hukum tersebut. sebab dalam kaidah syafi’iyah hukum itu meliputi disertakannya illat..[16] Maka. melainkan jamuan makan dan berkumpul dengan niat “ith’am ‘anil mayyit”. berkumpul (berhimpun) yang dimaksud pada hadits Jarir adalah jika bukan karena untuk membaca al-Qur’an. Adapun jika berkumpul untuk tujuan tersebut. bukan dengan niat “ith’am ‘anil mayyit’ atau hal itu bisa membawa kepada niyahah yang diharamkan.. untukku. Secara dhahir hadits Jarir telah berlawanan dengan hadits dari ‘Ashim bin Kulaib ini. melainkan mereka dikelilingi oleh malaikat. dapat dipahami bahwa dzikir dengan berhimpun adalah lebih utama daripada seorang diri. maka dalam rangka hal tersebutObrolan (Offline) tidak apa-apa. dan sisi dianggapnya bagian dari niyahah yakni apa yang terdapat didalamnya daripada berlebihanlebihan dengan perkara kesedihan”. namun tidak menemukannya. http://www. namun ia tidak ada. Jika tidak ada illat maka hukum makruh pun tidak ada. maka aku mengutus kepada tetanggaku untuk membeli kambingnya kemudian agar di kirim kepadaku. َُ ِ ‫ْ َ ُ، وَ ََ ْ َ َ ْ ِ ُ ا‬ َ ‫َ ْ ُ ُ ا ْ َ َِ َ ُ، و َ ِ َ ْ ُ ُ ا‬ َ ِ ،َ ‫َ َ ْ ُ ُ َ ْم َ ْآ ُو َ ا‬ ‫إ‬ ‫ٌ ُ ن‬ “tidaklah sebuah qaum (perkumpulan) duduk berdzikir kepada Allah. Berkumpul berdzikir meliputi segala jenis bacaan dzikir serta dimana saja. sebagaimana 4 of 6 05/09/2011 19:55 . sebab tidak ada larangan baik al-Qur’an maupun hadits yang melarang berdzikir seperti membaca do’a untuk mayyit. Imam Ibnu Hajar al-Haitami didalam Tuhfatul Muhtaj mengatakan : ‫وه آ‬ ‫ا‬ ‫اا س‬ ‫م‬ ‫ا‬ ‫ا‬ ‫أه‬ ‫أه‬ ‫عإ‬ ‫و ا‬ ‫آ‬ ‫ا‬ ‫ن‬ ‫ا‬ ‫م‬ ‫ةا ه‬ ‫وو‬ ‫د‬ ‫و‬ ‫ا‬ ‫ا‬ “dan apa yang diadatkan (dibiasakan) daripada keluarga almarhum membuat makanan demi mengajak manusia atasnya maka itu bid’ah makruhah (bid’ah yang makruh). sedangkan dalam kaidah ushul fiqh mengatakan jika dua dalil bertentangan maka harus dikumpulkan jika dimungkinkan untuk dikumpulkan. kesedihan yang berlarut-larut dan lain sebagainya. membaca al-Qur’an serta dzikir-dzikir lainnya yang dilakukan di kediaman keluarga almarhum. shalawat.. termasuk juga dimajelis tahlil (kegiatan tahlilan). sebagaimana telah jelas perkataan Syaikhul Madzhab Syafi’i yakni Imam an-Nawawi rahimahullah : ‫ه‬ ‫اءة ا‬ ‫آ اه‬ :‫ع‬ "sebuah cabang : tidak dihukumi makruh pada pembacaan Qur’an secara berkumpul (berhimpun) bahkan itu mustahabbah (sunnah)”[18] Juga telah warid didalam hadits Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam . sebagaimana menerima mereka untuk hal yang demikian berdasarkan hadits shahih dari Jarir “Kami (sahabat) menganggap berkumpul ke (kediaman) keluarga almarhum serta (keluarga almarhum) menghidangkan makanan setelah pemakaman bagian dari niyahah”.facebook. illat tersebut tidak ada pada kegiatan tahlilan (kenduri arwah) yang dilakukan oleh kaum muslimin yang paham mengenai kenduri arwah (tahlilan).[15] Maka. maka itu tidak makruh. mereka diliputi oleh rahmat serta turun atas mereka ketetapan hati”. Oleh karena itu larangan tersebut tidaklah mutlak. walaupun membuat jamuan makan karena menjalankan adat tapi dalam rangka menghilangkan (menangkis) ocehan orang-orang awam (daf’u alsinatil juhhal) serta untuk Dia Aja menjaga kehormatan dirinya. [14] Hadits ini tentang Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam sendiri dan para sahabat beliau yang berkumpul dan makan di kediaman keluarga almarhum.

[6] Lihat : ‘Umdatul Qari lil-Imam al-‘Ayni [1/138] [7] Diriwayatkan oleh Imam Ahmad didalam az-Zuhd dan Abu Nu’aim didalam al-Hilyah. 2827. [20] Lihat : Fatawa al-Fiqhiyyah al-Kubraa lil-Imam Ibnu Hajar al-Haitami [2/7] Bagikan 7 orang menyukai ini. [11] Lihat : al-Muhadzdzab fi Fiqhi al-Imam asy-Syafi’i lil-Imam Abu Ishaq asy-Syairazi [1/259]. [9] Sunan Abi Daud no.. [13] Lihat : Khulasah al-Mardhiyyah fi Masail al-Khilafiyyah [14] Sunan Abi Daud no. Bayar ngaji slama 7 hari 7 malam) Orng miskin yg tahlilan dikit Yg menengah keatas tahlilan penuh. 6905. Shahih Muslim no. 10825 . 25 Februari jam 18:33 Kabura Soto Fakta dilapangan: Masalahnya adalah untuk kelas ecek ecek (orng kampung berpenghasilan krng dri 20 rb) tahlilan makan biaya sekitar 5 jutaan lebih. 12 . Asnal Mathalib lil-Imam Zakariya al-Anshari [3/105] . (Bayar sholawat. klu gak ngadain tahlilan dijamin dikucilkan warga dan di omongin warrga sekampung. http://www. Mtr mwn 27 Februari jam 7:37 Aja Dia Obrolan (Offline) 5 of 6 05/09/2011 19:55 .. Shahih Muslim no. kalau merasa terbebani ya gak usah. [5] Lihat : Syarah al-Bukhari lil-‘Allamah Ahmad al-Qasthalani [1/95]. 131 . [19] Sunan Abi Daud no. Kelas menengah 40 . 11875 . Akang Shuliwa Orang yg keberatan dgn Tahlilan karna alasan memberatkan orang yg berduka cita lantaran sering ada jamuan.facebook. Solusi terbaiknya gimana? Biar tahlilan jalan terus keluarga si mayit gak terbebani. Niyahah adalah berteriak-teriak dan menangis dengan menyebut kebaikan-kebaikan mayyit ketika terjadi mushibah kematian. 1/317. 684. 149.Hukum Jamuan Makan (Pada Tahlilan atau Kenduri Arwah) Menurut Sya. Musnad Ahmad no. [15] Lihat : at-Tabshirah fi Ushul al-Fiqh lil-Imam asy-Syairazi [1/153]..com/notes/tahlilan-yasinan-selamatan-dibawah-n. [16] Lihat : Tuhfatul Muhtaj lil-Imam Ibnu Hajar al-Haitami [] [17] Lihat : Kifayatul Akhyar lil-Imam Taqiyuddin al-Hishni [1/526] . 18] Lihat : al-Majmu’ syarah al-Muhadzdzab lil-Imam an-Nawawi [2/166]. [10] Lihat : al-Umm lil-Imam asy-Syafi’i hal. As-Sunanul Kubrra lil-Baihaqi no. itu mah cuma orang pelit aja. [] 27 Februari jam 6:43 — 1 orang Kabura Soto kalau merasa terbebani ya gak usah ← Nah itu. Mu’jam Ibnu ‘Asakir no. dikemukakan oleh Imam Ibnu Hajar al-Haitami dalam Fatawa al-Fiqhiyah al-Kubraa. 3332 . Yasinan & Selamatan Dibawah Naungan dan Kebijaksanaan Ahlul Ilmi Itu tergantung yang mau membuat kegiatan Tahlilan. hadits ini shahih. 26 Februari jam 20:07 Tahlilan. [] [1] Shahih Bukhari [1/9] [2] Lihat : al-Asybah wa an-Nadlair lil-Imam Tajuddin Abdul Wahab As-Subki [1/54] [3] Shahih Bukhari no. 3253 . [12] Musnad Ahmad bin Hanbal no. 1610. 5194 . 3132 . [4] Shahih al-Bukahri no. [8] Lihat : al-Hawi lil-Fatawi lil-Imam as-Suyuthi [2/377]. 5000 . 39 . al-Mu’jam al-Kabir lil-Thabraniy no. Malah terkesan nggak ikhlas. Sunan an-Nasaa’i no. Sunan Abi Daud no. 16 Februari jam 22:41 EL-FaqiEr Fuady Sunggh suatu jwbn yg sgt ilmiyah n berlandasan. Musnad Ahma no. 6491 . Klu gak ada berkat (jajanan makanan) mana ada orng mau tahlilan (kcli orng soleh) Saya di sawit purwakarta jabar 26 Februari jam 20:05 Kabura Soto Tahlilan bagus sayangnya makan biaya sngt banyak. Alamak!! Keceplosan aku.50 jt. serta tidak jelas tujuannya.[20] Wallahu A’alam. hadits ini shahih.. 2347 . Sunan Ibnu Majah no. Sunan Ibnu Majah no.

facebook. 28 Februari jam 10:41 Facebook © 2011 — Bahasa Indonesia Tentang — Iklan — Buat Halaman Dia Aja Obrolan (Offline) 6 of 6 05/09/2011 19:55 . http://www.... Tahlilan.agar amal yg dikerjakan kdua belah pihak sama2 diniatkan ikhlas Lillahita'ala... Yasinan & Selamatan Dibawah Naungan dan Kebijaksanaan Ahlul Ilmi solusi terbaik mendidik masyarakat 28 Februari jam 9:47 Revy Hm betul sekali.Hukum Jamuan Makan (Pada Tahlilan atau Kenduri Arwah) Menurut Sya.....com/notes/tahlilan-yasinan-selamatan-dibawah-n..para tokoh agama dikampung2 mesti menjelaskan tentang hukum tahlilan&hukum memberikan jamuan kpd tamu yg datang baik kpd tuan rumah maupun kpd tamu yg datang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful