P. 1
Hukum Jamuan Makan (Pada Tahlilan Atau Kenduri Arwah) Menurut Syariat Islam (1

Hukum Jamuan Makan (Pada Tahlilan Atau Kenduri Arwah) Menurut Syariat Islam (1

|Views: 222|Likes:
Published by Rimba Purwaty

More info:

Published by: Rimba Purwaty on Sep 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/13/2014

pdf

text

original

Telusuri Catatan

Berlangganan
Laporkan
oleh Tahlilan, Yasinan 8 Selamatan Dibawah Naungan dan Kebijaksanaan Ahlul !lmi pada 16
Februari 2011 jam 22:27
Hukum Jamuan Makan (Pada Tahlilan atau
Kenduri Arwah) Menurut Syariat Islam
Bahasan ini pada dasarnya bukan mengenai tahlilan secara keseluruhan, akan tetapi mengenai
jamuan makan dari keluarga almarhum dan berkumpulnya manusia padanya setelah kematian.
Jamuan makan adalah satu hal, dan tahlilan juga satu hal. Namun, karena jamuan makan juga ada
pada kegiatan tahlilan maka pembahasannya pun terkait dengan tahlilan. Walaupun demikian, tidak
bisa dikatakan jamuan makan adalah tahlilan atau tahlilan adalah jamuan makan, sebab memang
bukan seperti itu. Orang yang melarang tahlilan dengan alasan adanya jamuan makan sebagaimana
disebarkan oleh mereka yang benci tahlilan maka itu benar-benar telah keliru dan tidak merinci
sebuah permasalahan dengan tepat.
Tahlilan hukumnya boleh, sedangkan unsur-unsur dalam tahlilan merupakan amalan yang masyru’
seperti berdo’a, membaca dzikir baik tasybih, tahmid, takbir, tahlil hingga shalawat, dan juga
membaca al-Qur’an yang pahalanya untuk mayyit. Disamping itu juga terkait dengan hubungan
sosial masyarakat yang dianjurkan dalam !slam yakni shilaturahim.

Adapun jamuan makan dalam kegiatan tahlilan (kenduri arwah) jika bukan karena tujuan untuk
kebiasaan (menjalankan adat) dan tidak memaksakan diri jikalau tidak mampu serta bukan dengan
harta yang terlarang. Naka, membuat dengan niat tarahhum (merahmati) mayyit dengan hati yang
ikhlas serta dengan niat menghadiahkan pahalanya kepada mayyit (orang mati) maka itu mustahab
(sunnah). !tu merupakan amalan yang baik karena tujuannya adalah demikian. Nabi shallallahu
‘alayhi wa sallam bersabda :

تl,.Il. لlocVا lo.إ
“Sesungguh sesuatu perbuatan tergantung dengan niat” [1|
Catatan Tahlilan, Yasinan 8
Selamatan Dibawah
Naungan dan Kebijaksanaan
Ahlul !lmi
Catatan Tentang Tahlilan,
Yasinan 8 Selamatan
Dibawah Naungan dan
Kebijaksanaan Ahlul !lmi
Catatan Teman
Catatan Halaman
Catatan Saya
Draf Saya
Catatan tentang Saya
Pindah ke Teman atau Halaman
Catatan Tahlilan, Yasinan 8
Selamatan Dibawah Naungan
dan Kebijaksanaan Ahlul !lmi
Pencarian
1
Dia Aja Obrolan (Offline)
Hukum Jamuan Makan (Pada Tahlilan atau Kenduri Arwah) Menurut Sya... http://www.facebook.com/notes/tahlilan-yasinan-selamatan-dibawah-n...
1 of 6 05/09/2011 19:55

Juga sebuah qaidah menyatakan :

lهi±lso. رçoVا
“Suatu perkara tergantung pada tujuannya”. [2|

Serta, orang yang melakukannya dengan tujuan (niat) tersebut akan mendapatkan pahala, sebab
telah shahih hadits dari !bnu ‘Umar radliyallah ‘anh :

¤َ .َ .َ >ِ . ,َ ه ْ _َ oَ º ،َ:ِ Iَذ َ_ ,َ . ,ُ . ِتlَ . , .Iاَ و ِتlَ .َ .َ >Iا َ.َ .َ آ َ«ا نِإ ً¤َ .َ .َ > ُ eَiْ .ِ c ُ ¤َ I ُ «ا lَ ¡َ .َ .َ آ lَ ¡ْ Iَ oْ aَ , ْ ,َ Iَ º ٍ
َ > َ ¸ْ .َ c ُ eَiْ .ِ c ُ ¤َ I ُ «ا lَ ¡َ .َ .َ آ lَ ¡َ Iِ oَ aَ º lَ ¡ِ . ,َ ه َ çُ ه ْ نِ|َ º ،ً¤َ Iِ olَ آ ٍفlَ aْ ±َأ _َ Iِإ ٍ.ْ aِ ± ِ¤َ .lِ o ِ¿ْ .َ . _َ Iِإ ٍتlَ .َ .
َ > ُ eَiْ .ِ c ُ ¤َ I ُ «ا lَ ¡َ .َ .َ آ lَ ¡ْ Iَ oْ aَ , ْ ,َ Iَ º ٍ¤َ . ,َ .ِ . ,َ ه ْ _َ oَ و ،ٍةَ ¸,ِ .َ آ ُ «ا lَ ¡َ .َ .َ آ lَ ¡َ Iِ oَ aَ º lَ ¡ِ . ,َ ه َ çُ ه ْ نِ|َ º ،ً¤َ Iِ olَ آ ً¤َ .َ .
ًةَiِ >اَ و ً¤َ . ,َ . ُ ¤َ I
“Sesungguhnya Allah mencatat kebaikan-kebaikan dan keburukan-keburukan, kemudian
menjelakan yang demikian, maka barangsiapa yang berkeinginan melakukan kebaikan
namun tidak sampai melakukannya niscaya Allah akan mencatatkan untuknya kebaikan yang
sempurna, maka jika ia berkeinginan dengannya kemudian melakukannya niscaya Allah akan
mencatatkan untuknya sepuluh macam kebaikan sampai 700 kali lipat kemudian hingga
berlipat-lipat yang banyak ; barangsiapa yang berkeinginan melakukan keburukan namun ia
tidak mengerjakannya niscaya Allah mencatatkan untuknya kebaikan yang sempurna, namun
jika ia mengerjakannya niscaya Allah mencatatkan untuknya satu macam keburukan”.[3|

Dan juga telah tsabit didalam shahih al-Bakhari dari Abdullah bin ‘Umar bin al-‘Ash, bahwa seorang
laki-laki bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam :

لlَ º ؟ٌ ¸ْ ,َ > ِ مَVْ .ِ\ا يَأ :َ , Iَ .َ و ِ¤ْ ,َ Iَ c ُ «ا _ Iَ ± _ِ . .Iا َلَlَ . ًVُ >َ ر نَأ _َ Iَ c َ مَV .Iا ُ أَ ¸ْ sَ .َ و ،َ مlَ a LIا ُ ,ِ aْ Lُ .» :َ
ْ فِ ¸ْ aَ . ْ ,َ I ْ _َ oَ و َ.ْ ºَ ¸َ c ْ _َ o
“ya Rasulullah apakah amal yang baik dalam !slam ? Nabi menjawab : “memberikan makan,
mengucapkan salam kepada orang yang dikenal dan tidak dikenal” [+|

Lafadz “ith’am” pada hadits meliputi makan, minum, jamuan juga shadaqah dan yang lainnya. Naka
tidak boleh, menentukan (ta’yin) lafadz ith’am dengan makna shadaqah saja.[5| Yang berarti
bahwa lafadz tersebut adalah umum. [6| Dalam sebuah hadits dari Thawus radliyallahu ‘anh
menyebutkan :

مl,Vا :I. ,¡.c اçoaL, نأ نç.>.., اç.lîº . la.. ,هرç.º _º نç..s, تçoIا نا
“sesungguhnya orang mati di fitnah (diuji dengan pertanyaan malaikat) didalam kubur
mereka selama 7 hari, maka mereka menganjurkan untuk memberi jamuan makan yang
pahalanya untuk mayyit selama masa 7 hari tersebut”. [7|

!mam al-Hafidz As-Suyuthi mengatakan bahwa lafadz “kanuu yustahibbuna”, memiliki makna kaum
Nuslimin (sahabat) yang hidup pada masa Nabi shallallahu ‘alayhi wa salllam , sedangkan Nabi
mengetahuinya dan taqrir atas hal itu. Namun, dikatakan juga sebatas berhenti pada pada sahabat
saja.[8|

Berdasarkan hal diatas, maka memberikan makanan yang pahalanya untuk orang mati merupakan
amalan yang memang dianjurkan. Adapun melakukannya setelah kematian juga tidak masalah
selama diniatkan untuk menshadaqahkan dalam rangka merahmati mayyit.

HADITS KELUARGA JA’FAR

Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda :

ْ ,ُ ¡َ Iَ aَ . ٌ ¸ْ oَأ ْ ,ُ هlَ .َأ ْ iَ º ُ ¤ .ِ|َ º ،lً olَ aَ L ٍ ¸َ sْ aَ > ِلِV اçُ aَ .ْ ±ا
“hidangkanlah makanan untuk keluarga Ja’far, sebab sesungguhnya telah tiba kepada
mereka perkara yang menyibukkan mereka”. [9|

!mam asy-Syafi’i rahimahullah didalam al-Umm beristidlal dengan hadits diatas terkait anjuran
memberi makan untuk keluarga almarhum :

,¡a.., lolaL ¤.I,Iو ،تço, مç, _º .,oIا _هV اçIoa, نأ ¤..ا¸º يذ وأ .,oIا نا¸,>I .>أو ن|º
ç.ر لlº ¸sa> _a. ءl>» loI ¤.V l.ia.و ،l.I.º ¸,>Iا _هأ _aº _o çهو ،,,¸آ ¸آذو ،¤.. :Iذ - «ا ل Dia Aja Obrolan (Offline)
Hukum Jamuan Makan (Pada Tahlilan atau Kenduri Arwah) Menurut Sya... http://www.facebook.com/notes/tahlilan-yasinan-selamatan-dibawah-n...
2 of 6 05/09/2011 19:55
,¡Ia., ¸oأ ,هءl> iº ¤.|º lolaL ¸sa> لV اçIa>ا - ,I.و ¤,Ic «ا _I±
“Aku mengajurkan bagi tetangga almarhum atau kerabat-kerabatnya agar membuatkan
makanan pada hari kematian dan malamnya, sebab itu merupakan sunnah, dzikr yang mulya
dan termasuk perbuatan ahlul khair sebelum kita serta sesudah kita”.[10|

Demikian juga dengan !mam asy-Syairazi didalam al-Nuhadzdzab :

¸sa> _.º loI ¤.أ يور loI ًlolaL .,oIا _هV اç>I±, نأ ¤.ا¸,>و .,oIا ءl.¸ºV .>..,و :_±º _.أ _.
¤¡>و «ا م¸آ .IlL
“sebuah fashal, yakni disunnahkan bagi kerabat-kerabat almarhum dan tetangganya agar
mengurusi keperluan makan untuk keluarga almarhum berdasarkan riwayat tentang
wafatnya Ja’far bin Abi Thalib”. [11|

Walaupun hadits tersebut merupakan anjuran memberi makan untuk keluarga almarhum, namun
bukan merupakan dalil larangan bagi keluarga almarhum membuat makanan dan mengundang
masyarakat ke jamuan makan di keluarga almarhum. Ada hadits lain yang dianggap merupakan
larangan berbuat hal seperti yang demikian, yakni

HADITS JARIR BIN ABDULLAH

ِ .ْ ºَد َiْ aَ . ِ مlَ a LIا َ¤َ a,ِ .َ ±َ و ِ. ,َ oْ Iا ِ_ْ هَ أ _َ Iِإ َعlَ oِ .ْ >ِVا iُ aَ . l .ُ آ ِ¤َ >lَ , .Iا َ_ِ o ِ¤
“Kami (sahabat Nabi) menganggap berkumpul ke (kediaman) keluarga almarhum serta
(keluarga almarhum) menghidangkan makanan setelah pemakaman bagian dari niyahah”.
[12|

Hadits terkait para sahabat ini banyak digunakan sebagai dalil yang menghukumi makruh bagi ahlul
mayyit membuat makanan dan berkumpul dikediaman keluarga almarhum. Kalau ditela’aah lebih
mendetail, sesungguhnya frasa “ِ¤َ >lَ , .Iا َ_ِ o” adalah bermakna “min asbabin niyahah”,[13| yakni
bagian dari sebab dikhawatirkannya terjadi niyahah. Oleh karena itu, bukanlah berkumpul dan
membuat makanan yang disebut sebagai niyahah, sebab jikalau itu yang disebut niyahah maka
ulama akan mengharamkannya, bukan malah hanya menghukumi makruh. Sebab niyahah
hukumnya haram, tidak ada niyahah yang makruh.

Jadi penetapan hukum bid’ah makruhah (bid’ah yang makruh) karena bisa menjadi sebab adanya
niyahah atau bisa membawa pada niyahah. Kalau mengikuti kaidah ushul, inilah yang menjadi illat
dihukuminya makruh (bid’ah makruhah). Namun, jika illatnya tidak ada maka hukumnya juga
berubah. Naka pertanyaannya, adakah tahlilan (kenduri arwah) yang dilakukan oleh kaum Nuslimin
dengan digagas oleh ulama besar seperti para wali Allah (wali songo) bersifat seperti itu ? Apakah
tahlilan (kenduri arwah) mengarah pada niyahah ?! Tentu saja tidak.

Lebih jauh, juga perlu di ingat bahwa dalam menghukumi sesuatu haruslah menyeluruh dan harus
mempertimbangkan hadits-hadits lain yang saling terkait. Dalam hal ini, ada sebuah hadits lain
yang shahih diriwayatkan oleh Abu Daud, dari ‘Ashim bin Kulaib, dari ayahnya, dari sahabat Anshar,
yang redaksinya sebagai berikut :

َأَ ¸َ º ،ٍةَ زlَ .َ > _ِ º َ , Iَ .َ و ِ¤ْ ,َ Iَ c ُ «ا _ Iَ ± ِ «ا ِلçُ .َ ر َ¿َ o lَ .ْ >َ ¸َ > :َلlَ º َ , Iَ .َ و ِ¤ْ ,َ Iَ c ُ «ا _ Iَ ± ِ«ا َلçُ .َ ر ُ .ْ ,
ْ ¿ِ .ْ وَأ ،ِ¤ْ ,َ Iْ >ِ ر ِ_َ .ِ º ْ _ِ o ْ ¿ِ .ْ وَأ» :َ ¸ِ ºlَ >ْ Iا _ِ ±çُ , ِ ¸ْ .َ sْ Iا _َ Iَ c َ çُ هَ و ُ ¤َ Iَ .ْ sَ .ْ .ا َ¿َ >َ ر l oَ Iَ º ، «ِ¤ِ .ْ أَ ر ِ_َ .ِ º ْ _ِ o
،ُ مْ çَ sْ Iا َ¿َ ±َ و ,ُ . ،ُ eَiَ , َ¿َ ±َ çَ º ِ مlَ a LIlِ . َء_ِ >َ و َءlَ >َ º ٍةَأَ ¸ْ oا _ِ cاَد ُ «ا _ Iَ ± ِ«ا َلçُ .َ ر lَ .ُ ؤlَ .l َ ¸َ Lَ .َ º ،اçُ Iَ آَlَ º
ِ >ُ أ ٍةlَ . َ ,ْ >َ I ُ iِ >َأ» :َلlَ º ,ُ . ،ِ¤ِ oَ º _ِ º ً ¤َ oْ sُ I ُ كçُ Iَ , َ , Iَ .َ و ِ¤ْ ,َ Iَ c ،ُ ةَأْ ¸َ oْ Iا ِ.َ Iَ .ْ رَlَ º ، «lَ ¡ِ Iْ هَأ ِنْ ذِإ ِ ¸ْ ,َ aِ . ْ تَi
َ º ،ًةlَ . _ِ I يِ ¸َ .ْ .َ , ِ¿,ِ sَ .ْ Iا _َ Iِإ ُ .ْ Iَ .ْ رَأ _ .ِإ ،ِ«ا َلçُ .َ ر lَ , :ْ .َ Ilَ º ِiَ º _ِ I ٍ رlَ > _َ Iِإ ُ .ْ Iَ .ْ رَlَ º ْ iِ >َأ ْ ,َ I
ُ .ْ Iَ .ْ رَlَ º ،ْ iَ >çُ , ْ ,َ Iَ º ،lَ ¡ِ .َ oَ .ِ . lَ ¡ِ . _َ Iِإ ْ _ِ .ْ رَأ ْ نَأ ،ًةlَ . ىَ ¸َ .ْ .ا ُ لçُ .َ ر َلlَ sَ º ،lَ ¡ِ . _َ Iِإ ْ .َ Iَ .ْ رَlَ º ِ¤ِ .َأَ ¸ْ oا _َ Iِإ
ىَ رlَ .ُ ْ Vا ِ¤,ِ oِ aْ Lَأ» :َ , Iَ .َ و ِ¤ْ ,َ Iَ c ُ «ا _ Iَ ± ِ«ا»
“Kami keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam pada sebuah jenazah, maka
aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam berada diatas kubur berpesan kepada
penggali kubur : “perluaskanlah olehmu dari bagian kakinya, dan juga luaskanlah pada
bagian kepalanya”, Naka tatkala telah kembali dari kubur, seorang wanita mengundang
(mengajak) Rasulullah, maka Rasulullah datang seraya didatangkan (disuguhkan) makanan
yang diletakkan dihadapan Rasulullah, kemudian diletakkan juga pada sebuah perkumpulan
(qaumfsahabat), kemudian dimakanlah oleh mereka. Naka ayah-ayah kami melihat
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam makan dengan suapan, dan bersabda: “aku
mendapati daging kambing yang diambil tanpa izin pemiliknya”. Kemudian wanita itu berkata
: “wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah mengutus ke Baqi’ untuk membeli kambing Dia Aja Obrolan (Offline)
Hukum Jamuan Makan (Pada Tahlilan atau Kenduri Arwah) Menurut Sya... http://www.facebook.com/notes/tahlilan-yasinan-selamatan-dibawah-n...
3 of 6 05/09/2011 19:55
untukku, namun tidak menemukannya, maka aku mengutus kepada tetanggaku untuk
membeli kambingnya kemudian agar di kirim kepadaku, namun ia tidak ada, maka aku
mengutus kepada istinya (untuk membelinya) dan ia kirim kambing itu kepadaku, maka
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda : “berikanlah makanan ini untuk tawanan”.
[1+|

Hadits ini tentang Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam sendiri dan para sahabat beliau yang
berkumpul dan makan di kediaman keluarga almarhum, yang berarti bahwa hadits ini menunjukkan
atas kebolehan keluarga almarhum membuatkan makanan (jamuan) dan mengajak manusia
memakannya.

Secara dhahir hadits Jarir telah berlawanan dengan hadits dari ‘Ashim bin Kulaib ini, sedangkan
dalam kaidah ushul fiqh mengatakan jika dua dalil bertentangan maka harus dikumpulkan jika
dimungkinkan untuk dikumpulkan.[15| Naka, kedua hadits diatas dapat dipadukan yakni hadits Jarir
bin Abdullah dibawa atas pengertian jamuan karena menjalankan adat, bukan dengan niat “ith’am
‘anil mayyit’ atau hal itu bisa membawa kepada niyahah yang diharamkan, kesedihan yang
berlarut-larut dan lain sebagainya. Sedangkan hadits ‘Ashim bin Kulaib dibawa atas pengertian
jamuan makan bukan karena menjalankan adat (kebiasaan), melainkan jamuan makan dan
berkumpul dengan niat “ith’am ‘anil mayyit”. Oleh karena itu larangan tersebut tidaklah mutlak,
tetapi memiliki qayyid yang menjadi ‘illat hukum tersebut.

!mam !bnu Hajar al-Haitami didalam Tuhfatul Nuhtaj mengatakan :

_± loI :IiI ,¡..l>|آ ¤هو¸îo ¤ci. ¤,Ic سl.Iا اçci,I lolaL .,oIا _هأ _a> _o i,.cا loو _c
.Iا _o eic ¤>وو ¤>l,.Iا _o ¤.ºد ia. مlaLIا ,¡a.±و .,oIا _هأ _Iإ عlo.>Vا ia. l.آ ¸,¸> lo ¤>l,
ن¸>Iا ¸ol. مlo.هVا ةi. _o ¤,º
“dan apa yang diadatkan (dibiasakan) daripada keluarga almarhum membuat makanan demi
mengajak manusia atasnya maka itu bid’ah makruhah (bid’ah yang makruh), sebagaimana
menerima mereka untuk hal yang demikian berdasarkan hadits shahih dari Jarir “Kami
(sahabat) menganggap berkumpul ke (kediaman) keluarga almarhum serta (keluarga
almarhum) menghidangkan makanan setelah pemakaman bagian dari niyahah”, dan sisi
dianggapnya bagian dari niyahah yakni apa yang terdapat didalamnya daripada berlebihan-
lebihan dengan perkara kesedihan”.[16|

Naka, illat tersebut tidak ada pada kegiatan tahlilan (kenduri arwah) yang dilakukan oleh kaum
muslimin yang paham mengenai kenduri arwah (tahlilan). Jika tidak ada illat maka hukum makruh
pun tidak ada, sebab dalam kaidah syafi’iyah hukum itu meliputi disertakannya illat.[17| Oleh
karena itu, berkumpul (berhimpun) yang dimaksud pada hadits Jarir adalah jika bukan karena untuk
membaca al-Qur’an, berdo’a dan dzikir-dzikir lain. Adapun jika berkumpul untuk tujuan tersebut,
maka itu tidak makruh, sebagaimana telah jelas perkataan Syaikhul Nadzhab Syafi’ i yakni !mam
an-Nawawi rahimahullah :

¤.>..o _ه _. _,ao.>o ¤clo>Iا ةءا¸º _º ¤ها¸آ V : ع¸º
"sebuah cabang : tidak dihukumi makruh pada pembacaan Qur’an secara berkumpul
(berhimpun) bahkan itu mustahabbah (sunnah)”[18|

Juga telah warid didalam hadits Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam ;

Iا ُ ,ُ ¡ْ .َ ,ِ .َ cَ و ،ُ ¤َ îِ .َVَ oْ Iا ُ ,ُ ¡ْ . sَ > Vِإ ،َ «ا َنوُ ¸ُ آْ iَ , ٌ مْ çَ º ُ iُ aْ sَ , َV ُ ¤َ .,ِ î .Iا ُ ,ِ ¡ْ ,َ Iَ c ْ .َ Iَ ¸َ .َ و ،ُ ¤َ oْ > ¸
“tidaklah sebuah qaum (perkumpulan) duduk berdzikir kepada Allah, melainkan mereka
dikelilingi oleh malaikat, mereka diliputi oleh rahmat serta turun atas mereka ketetapan
hati”. [19|

Naka dari hal ini, dapat dipahami bahwa dzikir dengan berhimpun adalah lebih utama daripada
seorang diri. Berkumpul berdzikir meliputi segala jenis bacaan dzikir serta dimana saja, termasuk
juga dimajelis tahlil (kegiatan tahlilan), sebab tidak ada larangan baik al-Qur’an maupun hadits
yang melarang berdzikir seperti membaca do’a untuk mayyit, shalawat, membaca al-Qur’an serta
dzikir-dzikir lainnya yang dilakukan di kediaman keluarga almarhum.

Bahkan lebih jauh lagi, walaupun membuat jamuan makan karena menjalankan adat tapi dalam
rangka menghilangkan (menangkis) ocehan orang-orang awam (daf’u alsinatil juhhal) serta untuk
menjaga kehormatan dirinya, maka dalam rangka hal tersebut tidak apa-apa, sebagaimana Dia Aja Obrolan (Offline)
Hukum Jamuan Makan (Pada Tahlilan atau Kenduri Arwah) Menurut Sya... http://www.facebook.com/notes/tahlilan-yasinan-selamatan-dibawah-n...
4 of 6 05/09/2011 19:55
dikemukakan oleh !mam !bnu Hajar al-Haitami dalam Fatawa al-Fiqhiyah al-Kubraa.[20|

Wallahu A’alam. [|

[1| Shahih Bukhari [1f9|
[2| Lihat : al-Asybah wa an-Nadlair lil-!mam Tajuddin Abdul Wahab As-Subki [1f5+|
[3| Shahih Bukhari no. 6+91 ; Shahih Nuslim no. 131 ; Nusnad Ahma no. 2827.
[+| Shahih al-Bukahri no. 12 ; Shahih Nuslim no. 39 ; Sunan Abi Daud no. 519+ ; Sunan an-Nasaa’i
no. 5000 ; Sunan !bnu Najah no. 3253 ; al-Nu’jam al-Kabir lil-Thabraniy no. 1+9.
[5| Lihat : Syarah al-Bukhari lil-‘Allamah Ahmad al-Qasthalani [1f95|.
[6| Lihat : ‘Umdatul Qari lil-!mam al-‘Ayni [1f138|
[7| Diriwayatkan oleh !mam Ahmad didalam az-Zuhd dan Abu Nu’aim didalam al-Hilyah.
[8| Lihat : al-Hawi lil-Fatawi lil-!mam as-Suyuthi [2f377|,
[9| Sunan Abi Daud no. 3132 ; Sunan !bnu Najah no. 1610, hadits ini shahih.
[10| Lihat : al-Umm lil-!mam asy-Syafi’i hal. 1f317.
[11| Lihat : al-Nuhadzdzab fi Fiqhi al-!mam asy-Syafi’i lil-!mam Abu !shaq asy-Syairazi [1f259|.
[12| Nusnad Ahmad bin Hanbal no. 6905. Niyahah adalah berteriak-teriak dan menangis dengan
menyebut kebaikan-kebaikan mayyit ketika terjadi mushibah kematian.
[13| Lihat : Khulasah al-Nardhiyyah fi Nasail al-Khilafiyyah
[1+| Sunan Abi Daud no. 3332 ; As-Sunanul Kubrra lil-Baihaqi no. 10825 ; hadits ini shahih.
[15| Lihat : at-Tabshirah fi Ushul al-Fiqh lil-!mam asy-Syairazi [1f153|.
[16| Lihat : Tuhfatul Nuhtaj lil-!mam !bnu Hajar al-Haitami [|
[17| Lihat : Kifayatul Akhyar lil-!mam Taqiyuddin al-Hishni [1f526| ; Asnal Nathalib lil-!mam
Zakariya al-Anshari [3f105| ;
18| Lihat : al-Najmu’ syarah al-Nuhadzdzab lil-!mam an-Nawawi [2f166|.
[19| Sunan Abi Daud no. 23+7 ; Nusnad Ahmad no. 11875 ; Nu’jam !bnu ‘Asakir no. 68+.
[20| Lihat : Fatawa al-Fiqhiyyah al-Kubraa lil-!mam !bnu Hajar al-Haitami [2f7|
Bagikan
7 orang menyukai ini.
Akang Shuliwa Orang yg keberatan dgn Tahlilan karna alasan
memberatkan orang yg berduka cita lantaran sering ada jamuan,
itu mah cuma orang pelit aja.
Alamak!! Keceplosan aku.
16 Februari jam 22:+1
EL-FaqiEr Fuady Sunggh suatu jwbn yg sgt ilmiyah n
berlandasan.
25 Februari jam 18:33
Kabura Soto Fakta dilapangan: Nasalahnya adalah untuk kelas
ecek ecek (orng kampung berpenghasilan krng dri 20 rb) tahlilan
makan biaya sekitar 5 jutaan lebih. Kelas menengah +0 - 50 jt.
(Bayar sholawat, Bayar ngaji slama 7 hari 7 malam)
Orng miskin yg tahlilan dikit
Yg menengah keatas tahlilan penuh. Klu gak ada berkat (jajanan
makanan) mana ada orng mau tahlilan (kcli orng soleh)
Saya di sawit purwakarta jabar
26 Februari jam 20:05
Kabura Soto Tahlilan bagus sayangnya makan biaya sngt banyak.
26 Februari jam 20:07
Tahlilan, Yasinan & Selamatan Dibawah Naungan dan
Kebijaksanaan Ahlul Ilmi !tu tergantung yang mau membuat
kegiatan Tahlilan, kalau merasa terbebani ya gak usah. Nalah
terkesan nggak ikhlas, serta tidak jelas tujuannya. [|
27 Februari jam 6:+3 :
Kabura Soto kalau merasa terbebani ya gak usah ← Nah itu, klu
gak ngadain tahlilan dijamin dikucilkan warga dan di omongin
warrga sekampung. Solusi terbaiknya gimana? Biar tahlilan jalan
terus keluarga si mayit gak terbebani. Ntr mwn
27 Februari jam 7:37
1 orang
Dia Aja Obrolan (Offline)
Hukum Jamuan Makan (Pada Tahlilan atau Kenduri Arwah) Menurut Sya... http://www.facebook.com/notes/tahlilan-yasinan-selamatan-dibawah-n...
5 of 6 05/09/2011 19:55
Tahlilan, Yasinan & Selamatan Dibawah Naungan dan
Kebijaksanaan Ahlul Ilmi solusi terbaik mendidik masyarakat
28 Februari jam 9:+7
Revy Hm betul sekali...para tokoh agama dikampung2 mesti
menjelaskan tentang hukum tahlilan8hukum memberikan jamuan
kpd tamu yg datang baik kpd tuan rumah maupun kpd tamu yg
datang...agar amal yg dikerjakan kdua belah pihak sama2 diniatkan
ikhlas Lillahita'ala...
28 Februari jam 10:+1
Facebook © 2011 : Bahasa !ndonesia Tentang : !klan : Buat Halaman
Dia Aja Obrolan (Offline)
Hukum Jamuan Makan (Pada Tahlilan atau Kenduri Arwah) Menurut Sya... http://www.facebook.com/notes/tahlilan-yasinan-selamatan-dibawah-n...
6 of 6 05/09/2011 19:55

sebab telah shahih hadits dari Ibnu ‘Umar radliyallah ‘anh : ً َ َ َ ُ َ ْ ِ ُ َ ُ ‫َ ِ ُ َ َ َِ َ، َ َ ْ ه ِ َ َ َ ٍ َ َ ْ َ ْ َ ْ َ آ َ َ َ ا‬ َ ‫ِن ا َ آ َ َ ا َ َ َ ِ َا‬ ‫تو‬ َ ‫إ‬ َ ‫ذ‬ ‫ت‬ ٍ َ ْ َ َِ ٍ ْ ِ ِ َ ِ ِ ْ َ ‫ف‬ ‫أ‬ ‫إ‬ َِ ٍ َ َ َ َ ْ َ ُ َ ْ ِ ُ َ ُ ‫آ ِ َ ً، َِن ه َ ه ِ َ َ َ ِ َ َ آ َ َ َ ا‬ ‫تإ‬ َ َ ُ ْ َ ُ ‫آ ِ َ ٍ، و َ ْ ه ِ َ َ ٍ َ َ ْ َ ْ َ ْ َ آ َ َ َ ا ُ َ ُ ِ ْ َ ُ َ َ َ ً آ ِ َ ً، َِن ه َ ه ِ َ َ َ ِ َ َ آ َ َ َ ا‬ َ َ ُ ْ َ َ َ َ ‫َ ة‬ ً َ ِ ‫َ ُ َ َ ً َا‬ ‫و ة‬ “Sesungguhnya Allah mencatat kebaikan-kebaikan dan keburukan-keburukan.. minum.facebook. Adapun melakukannya setelah kematian juga tidak masalah selama diniatkan untuk menshadaqahkan dalam rangka merahmati mayyit. [2] Serta.[5] Yang berarti bahwa lafadz tersebut adalah umum. sedangkan Nabi mengetahuinya dan taqrir atas hal itu.com/notes/tahlilan-yasinan-selamatan-dibawah-n. [7] Imam al-Hafidz As-Suyuthi mengatakan bahwa lafadz “kanuu yustahibbuna”. ‫ره‬ ‫ن‬ ‫ت‬ ‫ان ا‬ “sesungguhnya orang mati di fitnah (diuji dengan pertanyaan malaikat) didalam kubur mereka selama 7 hari. Juga sebuah qaidah menyatakan : ‫ه‬ ‫ر‬ ‫ا‬ “Suatu perkara tergantung pada tujuannya”.[3] Dan juga telah tsabit didalam shahih al-Bakhari dari Abdullah bin ‘Umar bin al-‘Ash. orang yang melakukannya dengan tujuan (niat) tersebut akan mendapatkan pahala.Hukum Jamuan Makan (Pada Tahlilan atau Kenduri Arwah) Menurut Sya. menentukan (ta’yin) lafadz ith’am dengan makna shadaqah saja. bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam : َ َ ‫َم‬ َ ‫ا ُ َ َ ْ ِ و َ َ: َي ا ِ ْ َم َ ْ ٌ؟ َ َ: » ُ ْ ِ ُ ا َ َ، وَ ْ َأ ا‬ ُ َ ‫م‬ ‫ل‬ ِ ‫أ‬ َ ‫َ ْ َ َ ْ َ و َ ْ َ ْ َ ْ ِف‬ ْ َ َ ِ ‫ََ َ ا‬ ‫ل‬ ً ُ ‫َن ر‬ َ ‫أ‬ “ya Rasulullah apakah amal yang baik dalam Islam ? Nabi menjawab : “memberikan makan. Maka tidak boleh. [6] Dalam sebuah hadits dari Thawus radliyallahu ‘anh menyebutkan : ‫م‬ ‫ا‬ ‫ا‬ ‫ن أن‬ ‫ا‬ . sebab sesungguhnya telah tiba kepada mereka perkara yang menyibukkan mereka”. maka memberikan makanan yang pahalanya untuk orang mati merupakan amalan yang memang dianjurkan.. maka barangsiapa yang berkeinginan melakukan kebaikan namun tidak sampai melakukannya niscaya Allah akan mencatatkan untuknya kebaikan yang sempurna. jamuan juga shadaqah dan yang lainnya.[8] Berdasarkan hal diatas.. barangsiapa yang berkeinginan melakukan keburukan namun ia tidak mengerjakannya niscaya Allah mencatatkan untuknya kebaikan yang sempurna. maka jika ia berkeinginan dengannya kemudian melakukannya niscaya Allah akan mencatatkan untuknya sepuluh macam kebaikan sampai 700 kali lipat kemudian hingga berlipat-lipat yang banyak . mengucapkan salam kepada orang yang dikenal dan tidak dikenal” [4] Lafadz “ith’am” pada hadits meliputi makan. maka mereka menganjurkan untuk memberi jamuan makan yang pahalanya untuk mayyit selama masa 7 hari tersebut”. [9] Imam asy-Syafi’i rahimahullah didalam al-Umm beristidlal dengan hadits diatas terkait anjuran memberi makan untuk keluarga almarhum : ‫ن‬ ‫ت، و‬ ‫م‬ Dia Aja ‫» ء‬ ‫ا ه ا‬ ‫،و‬ ‫أن‬ ‫أو ذي ا‬ ‫ان ا‬ Obrolan (Offline)‫، وذآ‬ ‫أه ا‬ ‫آ ، وه‬ ‫وأ‬ ‫ذ‬ ‫لا‬ ‫لر‬ 2 of 6 05/09/2011 19:55 . http://www. Namun. memiliki makna kaum Muslimin (sahabat) yang hidup pada masa Nabi shallallahu ‘alayhi wa salllam . dikatakan juga sebatas berhenti pada pada sahabat saja. namun jika ia mengerjakannya niscaya Allah mencatatkan untuknya satu macam keburukan”. HADITS KELUARGA JA’FAR Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda : ْ ُ ََ َ ٌ ْ َ ْ ‫ا ْ َ ُ ا ِ ِ َ ْ َ ٍ َ َ ً ، َِ ُ َ ْ ََ ه‬ ‫أ ُ أ‬ ‫ل‬ “hidangkanlah makanan untuk keluarga Ja’far.. kemudian menjelakan yang demikian.

inilah yang menjadi illat dihukuminya makruh (bid’ah makruhah).[10] Demikian juga dengan Imam asy-Syairazi didalam al-Muhadzdzab : ‫أ‬ ‫و‬ ‫آ ما‬ ‫روي أ‬ ً ‫ا‬ ‫ا ه‬ ‫أن‬ ‫ا‬ ‫و‬ ‫ءا‬ ‫:و‬ “sebuah fashal. sebab jikalau itu yang disebut niyahah maka ulama akan mengharamkannya. namun bukan merupakan dalil larangan bagi keluarga almarhum membuat makanan dan mengundang masyarakat ke jamuan makan di keluarga almarhum. dan bersabda: “aku mendapati daging kambing yang diambil tanpa izin pemiliknya”. http://www. Ada hadits lain yang dianggap merupakan larangan berbuat hal seperti yang demikian. tidak ada niyahah yang makruh.. jika illatnya tidak ada maka hukumnya juga berubah. yang redaksinya sebagai berikut : َ َ ‫ا ُ ََ ْ ِ و‬ َ َ ِ ‫َ َ ز ٍ، َ ََ ْ ُ ر ُ َ ا‬ ‫ل‬ َ ‫أ‬ ‫َة‬ ِ َ َ ‫ا ُ ََ ْ ِ و‬ َ َ ِ ‫َ َ: َ َ ْ َ َ َ ر ُ ِ ا‬ ‫ل‬ َ ‫ل‬ ُ َ َ ْ َ ْ ‫وه َ َ َ ا ْ َ ْ ِ ُ ِ ا ْ َ ِ َ: »َو ِ ْ ِ ْ ِ َ ِ ر ْ َ ْ ِ، َو ِ ْ ِ ْ ِ َ ِ رأ ِ ِ« ، َ َ ر َ َ ا‬ َ َْ ْ‫أ‬ ِ ْ‫أ‬ ُ َ ُ ‫ا‬ َ ِ ‫َ م َ َ َ َ َ َ ُ، ُ و َ َ ا ْ َ ْ ُ، ََآ ُ ا، َ َ َ َ َ ؤَ ر ُ َ ا‬ ‫ل‬ َ ُ َ ‫م‬ َ ِ ِ َ ِ ‫ا ْ ََ ٍ َ َ َ و‬ ‫ء‬ َ ‫ء‬ ‫أة‬ ،ُ َْ َ ْ ‫و َ َ َ ُ ك ُ ْ َ ً ِ َ ِ ِ، ُ َ َ: »َ ِ ُ َ ْ َ َ ٍ أ ِ َ ت ِ َ ْ ِ ِذ ِ َه ِ َ « ، ََر َ َ ِ ا‬ ‫أة‬ ْ ْ ‫إ ْن أ‬ ْ ُ‫ة‬ ‫ل أ‬ ُ َ َِ ِ‫َر‬ ٍ َِ ُ ْ َ ‫َ ً، َ َ ْ َ ِ ْ ََر‬ ‫إ‬ ْ ‫أ‬ ‫ة‬ ِ ‫َر َ ْ ُ َِ ا ْ َ ِ ِ َ ْ َ ِي‬ ‫إ‬ ْ‫أ‬ ِ ،ِ ‫ْ: َ ر ُ َ ا‬ ‫إ‬ ‫ل‬ َ ‫َ ً، َن َر ِ ْ َِ ِ َ ِ َ َ ِ َ ، َ َ ْ ُ َ ْ، ََر َ ْ ُ َِ ا ْ ََِ ِ ََر َ َ ْ َِ ِ َ ، َ َ َ ر ُ ل‬ ُ َ‫ل‬ ‫إ‬ ْ ‫أ‬ ‫إ‬ ْ ‫إ‬ ْ‫ة أ ْ أ‬ ‫ا ُ َ َ ْ ِ و َ َ: »َ ْ ِ ِ ِ ا ُْ َ َى‬ ‫ر‬ ‫أ‬ َ َ ِ ‫»ا‬ ِ ‫َا‬ ‫د‬ ِ ْ ََ ََ ‫ا ْ َ َى‬ “Kami keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam pada sebuah jenazah.[13] yakni bagian dari sebab dikhawatirkannya terjadi niyahah. dari ayahnya. Lebih jauh. Namun. [11] Walaupun hadits tersebut merupakan anjuran memberi makan untuk keluarga almarhum... maka Rasulullah datang seraya didatangkan (disuguhkan) makanan yang diletakkan dihadapan Rasulullah. Sebab niyahah hukumnya haram. yakni disunnahkan bagi kerabat-kerabat almarhum dan tetangganya agar mengurusi keperluan makan untuk keluarga almarhum berdasarkan riwayat tentang wafatnya Ja’far bin Abi Thalib”. [12] Hadits terkait para sahabat ini banyak digunakan sebagai dalil yang menghukumi makruh bagi ahlul mayyit membuat makanan dan berkumpul dikediaman keluarga almarhum. maka aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam berada diatas kubur berpesan kepada penggali kubur : “perluaskanlah olehmu dari bagian kakinya. Dalam hal ini. bukan malah hanya menghukumi makruh.com/notes/tahlilan-yasinan-selamatan-dibawah-n. Kalau ditela’aah lebih mendetail. kemudian dimakanlah oleh mereka.Hukum Jamuan Makan (Pada Tahlilan atau Kenduri Arwah) Menurut Sya. sesungguhnya frasa “ِ َ َ ‫ ” ِ َ ا‬adalah bermakna “min asbabin niyahah”. ada sebuah hadits lain yang shahih diriwayatkan oleh Abu Daud. Maka ayah-ayah kami melihat Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam makan dengan suapan. Maka pertanyaannya. Kalau mengikuti kaidah ushul. dzikr yang mulya dan termasuk perbuatan ahlul khair sebelum kita serta sesudah kita”. Kemudian wanita itu berkata Dia Aja : “wahai Rasulullah. juga perlu di ingat bahwa dalam menghukumi sesuatu haruslah menyeluruh dan harus mempertimbangkan hadits-hadits lain yang saling terkait. adakah tahlilan (kenduri arwah) yang dilakukan oleh kaum Muslimin dengan digagas oleh ulama besar seperti para wali Allah (wali songo) bersifat seperti itu ? Apakah tahlilan (kenduri arwah) mengarah pada niyahah ?! Tentu saja tidak. dari ‘Ashim bin Kulaib. kemudian diletakkan juga pada sebuah perkumpulan (qaum/sahabat). ‫أ‬ ‫ءه‬ ‫ا ل‬ ‫-ا‬ ‫و‬ ‫ا‬ “Aku mengajurkan bagi tetangga almarhum atau kerabat-kerabatnya agar membuatkan makanan pada hari kematian dan malamnya.facebook. seorang wanita mengundang (mengajak) Rasulullah. bukanlah berkumpul dan membuat makanan yang disebut sebagai niyahah. Jadi penetapan hukum bid’ah makruhah (bid’ah yang makruh) karena bisa menjadi sebab adanya niyahah atau bisa membawa pada niyahah. dan juga luaskanlah pada bagian kepalanya”. sebab itu merupakan sunnah. sesungguhnya aku telah mengutus keObrolan (Offline) kambing Baqi’ untuk membeli 3 of 6 05/09/2011 19:55 . Maka tatkala telah kembali dari kubur.. dari sahabat Anshar. Oleh karena itu. yakni HADITS JARIR BIN ABDULLAH ِ َ َ ‫َ م َ ْ َ َ ِْ ِ ِ َ ا‬ ‫د‬ ِ ‫ِ و َِ َ َ ا‬ َ َ ْ ‫أه ِ ا‬ ْ َ َِ َ َ ِ ْ ِ ‫آ َ ُ ا‬ ‫عإ‬ ُ “Kami (sahabat Nabi) menganggap berkumpul ke (kediaman) keluarga almarhum serta (keluarga almarhum) menghidangkan makanan setelah pemakaman bagian dari niyahah”.

walaupun membuat jamuan makan karena menjalankan adat tapi dalam rangka menghilangkan (menangkis) ocehan orang-orang awam (daf’u alsinatil juhhal) serta untuk Dia Aja menjaga kehormatan dirinya. tetapi memiliki qayyid yang menjadi ‘illat hukum tersebut. termasuk juga dimajelis tahlil (kegiatan tahlilan). sebab tidak ada larangan baik al-Qur’an maupun hadits yang melarang berdzikir seperti membaca do’a untuk mayyit. Berkumpul berdzikir meliputi segala jenis bacaan dzikir serta dimana saja. untukku. َُ ِ ‫ْ َ ُ، وَ ََ ْ َ َ ْ ِ ُ ا‬ َ ‫َ ْ ُ ُ ا ْ َ َِ َ ُ، و َ ِ َ ْ ُ ُ ا‬ َ ِ ،َ ‫َ َ ْ ُ ُ َ ْم َ ْآ ُو َ ا‬ ‫إ‬ ‫ٌ ُ ن‬ “tidaklah sebuah qaum (perkumpulan) duduk berdzikir kepada Allah.facebook. Oleh karena itu larangan tersebut tidaklah mutlak. berkumpul (berhimpun) yang dimaksud pada hadits Jarir adalah jika bukan karena untuk membaca al-Qur’an. melainkan mereka dikelilingi oleh malaikat. maka aku mengutus kepada tetanggaku untuk membeli kambingnya kemudian agar di kirim kepadaku. berdo’a dan dzikir-dzikir lain. Adapun jika berkumpul untuk tujuan tersebut.. mereka diliputi oleh rahmat serta turun atas mereka ketetapan hati”. [19] Maka dari hal ini.[17] Oleh karena itu. membaca al-Qur’an serta dzikir-dzikir lainnya yang dilakukan di kediaman keluarga almarhum. namun tidak menemukannya. shalawat. sebagaimana 4 of 6 05/09/2011 19:55 . sebab dalam kaidah syafi’iyah hukum itu meliputi disertakannya illat.Hukum Jamuan Makan (Pada Tahlilan atau Kenduri Arwah) Menurut Sya. sebagaimana telah jelas perkataan Syaikhul Madzhab Syafi’i yakni Imam an-Nawawi rahimahullah : ‫ه‬ ‫اءة ا‬ ‫آ اه‬ :‫ع‬ "sebuah cabang : tidak dihukumi makruh pada pembacaan Qur’an secara berkumpul (berhimpun) bahkan itu mustahabbah (sunnah)”[18] Juga telah warid didalam hadits Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam . bukan dengan niat “ith’am ‘anil mayyit’ atau hal itu bisa membawa kepada niyahah yang diharamkan.. namun ia tidak ada. yang berarti bahwa hadits ini menunjukkan atas kebolehan keluarga almarhum membuatkan makanan (jamuan) dan mengajak manusia memakannya. sedangkan dalam kaidah ushul fiqh mengatakan jika dua dalil bertentangan maka harus dikumpulkan jika dimungkinkan untuk dikumpulkan. maka dalam rangka hal tersebutObrolan (Offline) tidak apa-apa. [14] Hadits ini tentang Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam sendiri dan para sahabat beliau yang berkumpul dan makan di kediaman keluarga almarhum. maka itu tidak makruh. Sedangkan hadits ‘Ashim bin Kulaib dibawa atas pengertian jamuan makan bukan karena menjalankan adat (kebiasaan). maka aku mengutus kepada istinya (untuk membelinya) dan ia kirim kambing itu kepadaku. dan sisi dianggapnya bagian dari niyahah yakni apa yang terdapat didalamnya daripada berlebihanlebihan dengan perkara kesedihan”. Jika tidak ada illat maka hukum makruh pun tidak ada.[15] Maka.com/notes/tahlilan-yasinan-selamatan-dibawah-n. illat tersebut tidak ada pada kegiatan tahlilan (kenduri arwah) yang dilakukan oleh kaum muslimin yang paham mengenai kenduri arwah (tahlilan).. Imam Ibnu Hajar al-Haitami didalam Tuhfatul Muhtaj mengatakan : ‫وه آ‬ ‫ا‬ ‫اا س‬ ‫م‬ ‫ا‬ ‫ا‬ ‫أه‬ ‫أه‬ ‫عإ‬ ‫و ا‬ ‫آ‬ ‫ا‬ ‫ن‬ ‫ا‬ ‫م‬ ‫ةا ه‬ ‫وو‬ ‫د‬ ‫و‬ ‫ا‬ ‫ا‬ “dan apa yang diadatkan (dibiasakan) daripada keluarga almarhum membuat makanan demi mengajak manusia atasnya maka itu bid’ah makruhah (bid’ah yang makruh). kesedihan yang berlarut-larut dan lain sebagainya.. dapat dipahami bahwa dzikir dengan berhimpun adalah lebih utama daripada seorang diri.[16] Maka. maka Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda : “berikanlah makanan ini untuk tawanan”. Bahkan lebih jauh lagi. kedua hadits diatas dapat dipadukan yakni hadits Jarir bin Abdullah dibawa atas pengertian jamuan karena menjalankan adat. Secara dhahir hadits Jarir telah berlawanan dengan hadits dari ‘Ashim bin Kulaib ini. melainkan jamuan makan dan berkumpul dengan niat “ith’am ‘anil mayyit”. http://www. sebagaimana menerima mereka untuk hal yang demikian berdasarkan hadits shahih dari Jarir “Kami (sahabat) menganggap berkumpul ke (kediaman) keluarga almarhum serta (keluarga almarhum) menghidangkan makanan setelah pemakaman bagian dari niyahah”.

2827. Alamak!! Keceplosan aku. Sunan Abi Daud no. Asnal Mathalib lil-Imam Zakariya al-Anshari [3/105] .. [19] Sunan Abi Daud no. Mtr mwn 27 Februari jam 7:37 Aja Dia Obrolan (Offline) 5 of 6 05/09/2011 19:55 . hadits ini shahih. Malah terkesan nggak ikhlas. Niyahah adalah berteriak-teriak dan menangis dengan menyebut kebaikan-kebaikan mayyit ketika terjadi mushibah kematian. Shahih Muslim no. Bayar ngaji slama 7 hari 7 malam) Orng miskin yg tahlilan dikit Yg menengah keatas tahlilan penuh. [15] Lihat : at-Tabshirah fi Ushul al-Fiqh lil-Imam asy-Syairazi [1/153]. itu mah cuma orang pelit aja. [] 27 Februari jam 6:43 — 1 orang Kabura Soto kalau merasa terbebani ya gak usah ← Nah itu. kalau merasa terbebani ya gak usah. Yasinan & Selamatan Dibawah Naungan dan Kebijaksanaan Ahlul Ilmi Itu tergantung yang mau membuat kegiatan Tahlilan. 3132 . 3332 . 16 Februari jam 22:41 EL-FaqiEr Fuady Sunggh suatu jwbn yg sgt ilmiyah n berlandasan. Kelas menengah 40 . [12] Musnad Ahmad bin Hanbal no. 18] Lihat : al-Majmu’ syarah al-Muhadzdzab lil-Imam an-Nawawi [2/166]. [20] Lihat : Fatawa al-Fiqhiyyah al-Kubraa lil-Imam Ibnu Hajar al-Haitami [2/7] Bagikan 7 orang menyukai ini. [13] Lihat : Khulasah al-Mardhiyyah fi Masail al-Khilafiyyah [14] Sunan Abi Daud no.[20] Wallahu A’alam. [4] Shahih al-Bukahri no. [16] Lihat : Tuhfatul Muhtaj lil-Imam Ibnu Hajar al-Haitami [] [17] Lihat : Kifayatul Akhyar lil-Imam Taqiyuddin al-Hishni [1/526] . [11] Lihat : al-Muhadzdzab fi Fiqhi al-Imam asy-Syafi’i lil-Imam Abu Ishaq asy-Syairazi [1/259]. 12 .facebook. Musnad Ahmad no. Solusi terbaiknya gimana? Biar tahlilan jalan terus keluarga si mayit gak terbebani. Sunan an-Nasaa’i no. 6491 . hadits ini shahih. 684.. [8] Lihat : al-Hawi lil-Fatawi lil-Imam as-Suyuthi [2/377]. 2347 . 131 .com/notes/tahlilan-yasinan-selamatan-dibawah-n. 149. Shahih Muslim no. [10] Lihat : al-Umm lil-Imam asy-Syafi’i hal. Musnad Ahma no. Akang Shuliwa Orang yg keberatan dgn Tahlilan karna alasan memberatkan orang yg berduka cita lantaran sering ada jamuan. Sunan Ibnu Majah no. [5] Lihat : Syarah al-Bukhari lil-‘Allamah Ahmad al-Qasthalani [1/95]. 5194 . http://www. [6] Lihat : ‘Umdatul Qari lil-Imam al-‘Ayni [1/138] [7] Diriwayatkan oleh Imam Ahmad didalam az-Zuhd dan Abu Nu’aim didalam al-Hilyah. 26 Februari jam 20:07 Tahlilan. serta tidak jelas tujuannya. 25 Februari jam 18:33 Kabura Soto Fakta dilapangan: Masalahnya adalah untuk kelas ecek ecek (orng kampung berpenghasilan krng dri 20 rb) tahlilan makan biaya sekitar 5 jutaan lebih. 3253 . [9] Sunan Abi Daud no. 11875 . Mu’jam Ibnu ‘Asakir no. dikemukakan oleh Imam Ibnu Hajar al-Haitami dalam Fatawa al-Fiqhiyah al-Kubraa. Sunan Ibnu Majah no. 10825 . 6905. As-Sunanul Kubrra lil-Baihaqi no.Hukum Jamuan Makan (Pada Tahlilan atau Kenduri Arwah) Menurut Sya. 1/317.. al-Mu’jam al-Kabir lil-Thabraniy no. klu gak ngadain tahlilan dijamin dikucilkan warga dan di omongin warrga sekampung. 39 .. 1610. [] [1] Shahih Bukhari [1/9] [2] Lihat : al-Asybah wa an-Nadlair lil-Imam Tajuddin Abdul Wahab As-Subki [1/54] [3] Shahih Bukhari no.50 jt. (Bayar sholawat. Klu gak ada berkat (jajanan makanan) mana ada orng mau tahlilan (kcli orng soleh) Saya di sawit purwakarta jabar 26 Februari jam 20:05 Kabura Soto Tahlilan bagus sayangnya makan biaya sngt banyak. 5000 .

agar amal yg dikerjakan kdua belah pihak sama2 diniatkan ikhlas Lillahita'ala....facebook.com/notes/tahlilan-yasinan-selamatan-dibawah-n... http://www.para tokoh agama dikampung2 mesti menjelaskan tentang hukum tahlilan&hukum memberikan jamuan kpd tamu yg datang baik kpd tuan rumah maupun kpd tamu yg datang..... Tahlilan. 28 Februari jam 10:41 Facebook © 2011 — Bahasa Indonesia Tentang — Iklan — Buat Halaman Dia Aja Obrolan (Offline) 6 of 6 05/09/2011 19:55 .Hukum Jamuan Makan (Pada Tahlilan atau Kenduri Arwah) Menurut Sya.. Yasinan & Selamatan Dibawah Naungan dan Kebijaksanaan Ahlul Ilmi solusi terbaik mendidik masyarakat 28 Februari jam 9:47 Revy Hm betul sekali.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->