Klasifikasi Karya Seni Rupa

Jika kita melihat karya-karya seni rupa yang berkembang pesat dan kian beraneka ragam jenisnya terkadang membuat kita kesulitan menggolongkan karya-karya seni rupa tersebut. Begitupun dalam menyebut atau memberi nama sebuah karya seni rupa seringkali masih kurang tepat, bahkan jauh dari pengertian yang sesungguhnya. Hal tersebut lebih dikacaukan lagi dengan tidak adanya batasan dan fungsi yang pasti dalam proses pembuatannya. Sebagai contoh karyakarya seni terapan yang pada kenyataannya tidak memiliki fungsi secara praktis terhadap kebutuhan fisik manusia, namun hanya sekedar bertujuan dekoratif atau menghias saja. Demikian pula pada sebagian karya seni murni yang ternyata tidak sekedar memenuhi kebutuhan estetik semata, namun dapat berfungsi menopang kebutuhan hidup manusia secara fisik, atau dengan kata lain memiliki nilai pakai. Kenyataan seperti di atas memang dapat terjadi pada sebagian karya seni rupa. Namun, jika kita lihat pendekatan secara umum kita dapat menggolongkan karya-karya seni rupa sebagai berikut: 1. Karya Seni Rupa Murni (fine art) Karya seni rupa murni merupakan jenis karya seni rupa yang dibuat dengan tujuan memenuhi kebutuhan estetik atau nilai-nilai keindahan semata, terlepas dari fungsi praktis. Karya semacam ini dibuat untuk kepentingan mengekspresikan emosi atau perasaan penciptanya. Yang tergolong karya seni murni yaitu seni lukis, seni patung, dan seni grafis. Seni lukis merupakan karya yang umumnya berbentuk dua dimensi dan dibuat di atas permukaan kertas, kanvas, dinding, kaca dan bahan lain yang memungkinkan untuk itu. Bahan pewarna yang digunakan dpat menggunakan cat, tinta, arang, pensil dan lain-lain. Ada pula karya seni lukis yang dibuat pada tubuh manusia yang lazim disebut body painting. Teknik melukis dapat beragam. Secara konvensional dengan menyapukan bahan pewarna menggunakan alat berupa kuas, namun ada pula teknik melukis yang memanfaatkan plototan cat dari tubenya, atau bahkan dengan sapuan jari-jari tangan senimannya. Seni patung merupakan karya seni rupa yang berbentuk tiga dimensi (dapat dinikmati dari beberapa arah pandang) dibuat dengan menggunakan berbagai media seperti, kayu, batu, semen, fiber, lilin, tanah liat atau bahkan es. Teknik membuat patung menyesuaikan dengan bahan yang dipakai, dengan cara membentuk dengan tangan, membutsir, memahat, ataupun dengan teknik cetak. Corak seni patung juga bermacam-macam, ada patung naturalis yang menggambarkan benda seperti wujud asli yang ada di alam, ada pula yang bercorak abstrak sehingga sulit dikenali bentuknya. Sedangkan seni grafis merupakan jenis karya seni rupa yang dibuat dengan teknik cetak seperti teknik cukil, lithografi, cap, cetak sablon dan lain-lain. Seperti halnya seni lukis, seni grafis dibuat untuk tujuan mengekspresikan emosi dan gagasan senimannya. 2. Seni Rupa Terapan (applied-art) Berbeda dengan seni rupa murni, seni rupa terapan dibuat dengan mengutamakan tujuan praktis, dengan kata lain dimanfaatkan fungsi pakainya untuk memenuhi kebutuhan fisik manusia. Namun demikian karya seni rupa terapan diupayakan memilki nilai artistik pula. Membuat karya seni rupa terapan tidak sebebas membuat karya seni rupa murni karena di dalamnya harus

alat elektronik. alat transportasi. dan lain-lain. Mengingat banyaknya jenis karya tersebut. dan lain-lain. Karena dibuat dengan menggunakan mesin. kulit binatang. Banyak daerah-daerah yang kemudian menjadi sentra-sentra kerajinan. banner. baliho. kertas. alat komunikasi. Desain merupakan karya seni yang dibuat berdasarkan pesanan atau permintaan clien (pemesan). bahkan tumbuhan. pamflet. karet.mempertimbangkan persyaratan-persyaratan tertentu. tak heran orang-orang banyak yang merasa bangga mengoleksi barang-barang kriya daripada barang-barang buatan pabrik. dan kerajinan logam. Yang termasuk dalam golongan karya seni kriya diantaranya. desain grafis (desain komunikasi visual). dan lain-lain. gedung. Sekalipun memanfaatkan bahan buatan. Barangkali orang-orang lebih banyak melihatnya dari segi proses membuatnya yang mengandalkan kreativitas dan keterampilan tangan ketimbang dari segi bahan. Pada perkembangannya jenis seni kriya jauh lebih banyak mengeksplorasi bahan-bahan alam seperti kulit kerang. Kebanyakan karya seni kriya dibuat secara tradisional dengan keterampilan tangan pembuatnya dan banyak memanfaatkan bahan-bahan alam seperti kayu. desain arsitektur (rancang bangun). batu-batuan. Kini seni kriya tumbuh makin pesat di Indonesia. bambu. batu. Karya seni kriya kini banyak digemari karena unsur keasliannya. namun unsur ekspresi tidak tersampaikan secara bebas karena prosesnya tidak melibatkan sentuhan tangan langsung dari penciptanya. yaitu desain dan kriya. tanah liat. logam. jembatan dan lain-lain. kerajinan kulit. Ketiga jenis desain di atas umumnya dibuat dengan menggunakan alat-alat berteknologi modern dan mamanfaatkan bahan-bahan sintetis atau bahan buatan. seperti syarat keamanan (security). aksesoris. maka karya seni rupa terapan dapat digolongkan menjadi dua kelompok. Banyak pula sebagian bahan limbah dan bahan sintetis yang kemudian dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan seperti limbah plastik. anyaman. ukir kayu. Desain arsitektur adalah karya seni rupa yang bertujuan memenuhi kebutuhan akan hunian atau tempat tinggal dan fasilitas umum seperti rumah. keramik (gerabah). Karya desain grafis adalah karya yang dibuat untuk mengkomunikasikan pesan tertentu kepada publik atau khalayak umum seperti poster. busana. kenyamanan (comfortable). dan keluwesan dalam penggunaan (flexibility). kartu ucapan. Sedangkan desain produk merupakan karya seni rupa yang berupaya memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari seerti perabot rumah tangga. desain undangan dan lain-lain. maka produksinya dapat dibuat dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang relatif singkat. Kondisi geografis dan demorafi Indonesia merupakan faktor pendukung menjamurnya seni kerajinan Nusantara. selebaran. Seni kriya atau seni kerajinan memilki perbedaan dengan desain. . Yang termasuk dalam karya desain yaitu. namun karya-karya semacam ini tetap digolongkan dalam seni kriya. tempat ibadah. dan desain produk. iklan. batik.

Kriya kulit .

Barang terap dipersyaratkan memberi kemudahan dan keluwesan penggunaan agar pemakai tidak mengalami kesulitan dalam penggunaannya. Keindahan dapat menambah rasa senang. Barang-barang seni kriya adalah barang terap yaitu barang yang wujudnya sesuai dengan kegunaan atau terapannya.  Comfortable. Barang yang enak digunakan disebut barang terap. Seni kriya termasuk seni rupa terapan (applied art) yang selain mempunyai aspek-aspek keindahan juga menekankan aspek kegunaan atau fungsi praktis. Utility atau aspek kegunaan  Security yaitu jaminan tentang keamanan orang menggunakan barang-barang itu. B. nyaman dan puas bagi pemakainya. Dorongan orang memakai. Sebagai contoh. perasaan dan pengetahuan yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang dihadapi pada zaman itu. yaitu keluwesan penggunaan. Untuk menunjang kelangsungan hidup. Unsur Karya Seni Kriya Seni kriya mengutamakan terapan atau fungsi maka sebaiknya terpenuhi syarat-syarat sebagai berikut: 1. dan menyenangi menjadi lebih tinggi jika barang itu diperindah dan berwujud estetik. Pengertian Seni Kriya Seni kriya sering disebut dengan istilah Handycraft yang berarti kerajinan tangan. Estetika atau syarat keindahan Sebuah barang terapan betapapun enaknya dipakai jika tidak enak dipandang maka pemakai barang itu tidak merasa puas. Hal tersebut berkaitan dengan tingkat kecerdasan. . 2. C.  Flexibility. memiliki. Barang-barang terapan adalah barang yang memiliki nilai praktis yang tinggi. yaitu enaknya digunakan. Konsep Karya Seni Rupa Terapan Bentuk kebudayaan yang paling sederhana muncul pada zaman batu. kapak genggam dan alat-alat perburuan dibuat dari tulang dan tanduk binatang.A. mereka membuat alat-alat dari bahan-bahan yang diperoleh di alam sekitar mereka. Artinya seni kriya adalah seni kerajinan tangan manusia yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan peralatan kehidupan sehari-hari dengan tidak melupakan pertimbangan artistik dan keindahan.

busana. Seni kerajinan kulit. kulit mentah atau kulit sintetis. yaitu seni kriya yang dibuat sebagai benda pajangan atau hiasan. perabot. adalah kerajinan yang menggunakan bahan baku dari kulit yang sudah dimasak. rumah alat transportasi dan sebagainya. Fungsi Sosial . Contoh: lukisan. sepatu. Sebuah unsur budaya akan tetap terpelihara keberadaannya jika unsur budaya tersebut masih berfungsi dalam kehidupan sosial. Fungsi dan Tujuan Pembuatan Seni Kriya 1. 2. 2. b. a. baik dari senimannya maupun dari pengamat atau konsumennya. Jenis ini lebih menonjolkan aspek keindahan daripada aspek kegunaan atau segi fungsinya. Sebagai benda mainan. . 3. seni hadir atau diciptakan untuk memenuhi kebutuhan manusia baik lahir maupun batin. Fungsi dan Tujuan Seni Rupa Sebagai unsur budaya. Maka fungsi individual ini dibagi menjadi fungsi fisik dan fungsi emosi. 1. Contohnya: tas. Emosional Fungsi ini dipenuhi melalui seni murni. seni dipilah menjadi beberapa kelompok. 1. Sebagai benda hias. Berdasarkan fungsinya dalam memenuhi kebutuhan manusia. adalah seni kriya yang diciptakan mengutamakan fungsinya. adapun unsur keindahannya hanyalah sebagai pendukung. Fungsi Individual Manusia terdiri dari unsur fisik dan psikis. film dan sebagainya. wayang dan lain-lain. Salah satu unsur psikis adalah emosi. patung. Fisik Fungsi ini banyak dipenuhi melalui seni pakai yang berhubungan dengan fisik.D. adalah seni kriya yang dibuat untuk digunakan sebagai alat permainan. seperti. Dalam kehidupan sehari-hari kita dapat merasakan betapa kita sangat membutuhkan sarana berekspresi dalam menikmati keindahan bentuk. Sebagai benda pakai.

membatik. a. dan membentuk. mengukir. Contoh: film. kritik. bejana. kaligrafi. Teknik dan Bahan Karya Seni Kriya Ada beberapa teknik pembuatan benda-benda kriya yang disesuaikan dengan bahan. Komunikasi Seni dapat digunakan untuk mengkomunikan sesuatu seperti pesan. menenun. dan perhiasan. poster. Rekreasi / hiburan Seni dapat digunakan sebagai sarana untuk melepas kejenuhan atau mengurangi kesedihan. maka mulai dikenal teknik pengolahan perunggu. menganyam. Edukasi / Pendidikan Pendidikan juga memanfaatkan seni sebagai sarana penunjangnya. tempat rekreasi dan sebagainya. Teknik cetak pada waktu itu ada dua macam:  Teknik Tuang Berulang (Bivalve) . komedi. Alat dan cara yang digunakan antara lain cor atau tuang. Terdapat beberapa benda kriya dari bahan perunggu seperti gendering perunggu. Contoh: iklan. poster ilmiah. F. Teknik cor (cetak tuang) Ketika kebudayaan perunggu mulai masuk ke Indonesia. d. spanduk. dan lain-lain. Contohnya. Fungsi ini dikelompokkan dalam beberapa bidang. contoh. foto dan sebagainya. kebijakan. b. 1. c.Fungsi sosial artinya dapat dinikmati dan bermanfaat bagi kepentingan orang banyak dalam waktu relative bersamaan. gagasan. kapak. busana keagamaan dan sebagainya. gambar ilustrasi pada buku pelajaran. Religi / Keagamaan Karya seni dapat dijadikan ciri atau pesan keagamaan. arsitektur tempat ibadah. dan produk kepada orang banyak.

perak. piring. seperti keris.Teknik bivalve disebut juga teknik menuang berulang kali karena menggunakan dua keeping cetakan terbuat dari batu dan dapat dipakai berulang kali sesuai dengan kebutuhan (bi berarti dua dan valve berarti kepingan). Mengukir adalah kegiatan menggores. memahat. Karya seni ukir memiliki macam-macam fungsi antara lain: a. dan ukiran utuh. Teknik Ukir Alam Nusantara dengan hutan tropisnya yang kaya menjadi penghasil kayu yang bisa dipakai sebagai bahan dasar seni ukir kayu. seperti arca dan patung perunggu. lalu ditutup lagi dengan tanah liat. Dilihat dari jenisnya. 2. Setelah dingin cetakan tanah liat dapat dipecah sehingga diperoleh benda perunggu yang diinginkan. Ukiran tinggi (timbul). Saat ini banyak terdapat sentra-sentra kerajinan cor logam seperti kerajinan perak. tembaga. karya ukir sudah dikenal sejak zaman batu muda. dan menoreh pola pada permukaan benda yang diukir. dan tempat lilin. zig zag. kuningan. ukiran rendah. seperti tumpal. Teknik ini digunakan untuk mencetak benda-benda yang sederhana baik bentuk maupun hiasannya.  Teknik Tuang Sekali Pakai (A Cire Perdue) Teknik a cire perdue dibuat untuk membuat benda perunggu yang bentuk dan hiasannya lebih rumit. Umumnya ukiran tersebut selain sebagai hiasan juga mengandung makna simbolis dan religius. Benda. Disamping teknik cor ada juga teknik menempa yang bahan-bahannya berasal dari perunggu. . kemudian dibakar untuk mengeluarkan lilin sehingga terjadilah rongga.benda itu diberi ukiran bermotif geometris. Di Indonesia. dan emas. Pada masa itu banyak peralatan yang dibuat dari batu seperti perkakas rumah tangga dan benda-benda dari gerabah atau kayu. teko. selanjutnya dilapisi lilin. Bahan tersebut dapat dibuat menjadi benda-benda seni kerajinan. dan segitiga. Tempat-tempat terkenal itu antara lain kerajinan perak di Kota Gede Yogyakarta dan kerajinan kuningan yang terdapat di Juwana dan Mojokerto. sehingga perunggu dapat dituang ke dalamnya. yaitu ukiran yang dibuat semata-mata sebagai hiasan dan tidak memiliki makna tertentu. swastika. Teknik ini diawali dengan membuat model dari tanah liat. ada beberapa jenis ukiran antara lain ukiran tembus (krawangan). lingkaran. garis. Fungsi hias.

. Kain polos. Kuas untuk nemboki yaitu menutup malam pada permukaan kain yang lebar. Teknik membatik Kerajinan batik telah dikenal lama di Nusantara. sebagai bahan untuk membuat motif sekaligus sebagai perintang masuknya warna ke serat kain (benang). 3. yaitu ukiran yang selain sebagai hiasan juga berfungsi sebagai pendukung sebuah bangunan. akan tetapi menggunakan tali untuk menghalangi masuknya warna ke dalam serat kain. Bahan pewarna. c.b. saat ini dikenal beberapa teknik membatik antara lain sebagai berikut: a. Akan tetapi kemunculannya belum diketahui secara pasti. d. Membatik dengan proses ini disebut batik jumputan. Fungsi simbolik. Fungsi ekonomis. e. yaitu ukiran yang mengandung simbol-simbol tertentu dan berfungsi sebagai benda magis berkaitan dengan kepercayaan dan spiritual. prima. Sesuai dengan perkembangan zaman. Batik merupakan karya seni rupa yang umumnya berupa gambar pada kain. Alat dan bahan yang dipakai untuk membatik pada umumnya sebagai berikut: a. untuk mewarnai kain yaitu naptol dan garam diasol. dan baju kaos. Fungsi magis. Malam. Bahan kain tersebut umumnya berupa kain mori. primissima. Proses pembuatannya adalah dengan cara menambahkan lapisan malam dan kemudian diproses dengan cara tertentu atau melalui beberapa tahapan pewarnaan dan tahap nglorod yaitu penghilangan malam. b. Batik celup ikat. adalah pembuatan batik tanpa menggunakan malam sebagaia bahan penghalang. sebagai bahan yang akan diberi motif (gambar). d. c. Fungsi konstruksi. e. Canting dan kuas untuk menorehkan lilin pada kain. yaitu ukiran tradisional yang selain sebagai hiasan juga berfungsi menyimbolkan hal tertentu yang berhubungan dengan spiritual. yaitu ukiran yang berfungsi untuk menambah nilai jual suatu benda. blaco.

Teknik Tenun Teknik menenun pada dasarnya hamper sama dengan teknik menganyam. c. seperti keranjang. Jenis kain ini banyak dipakai untuk kain seragam sekolah. e. Seniman batik lukis yang terkenal di Indonesia antara lain Amri Yahya.b. f. Rembang dan Cirebon. 5. oleh karena itu pada hasil akhirnya tidak ada motif. d. Proses pembuatan batik ini tidak menggunakan teknik batik. adalah kain yang motifnya seperti batik. Batik lukis. Yogyakarta. adalah batik yang dibuat menggunakan alat cap (stempel yang umumnya terbuat dari tembaga) sebagai alat untuk membuat motif sehingga kain tidak perlu digambar terlebih dahulu. Untuk anyaman kita cukup melakukannya dengan tangan (manual) dan hampir tanpa menggunakan alat bantu. tetapi dengan teknik sablon (screen printing). palem. adalah batik yang dibuat dengan cara melukis. Daerah penghasil tenun ikat antara lain 6. Daerah penghasil batik di Jawa yang terkenal diantaranya Pekalongan. adalah batik yang cara pembuatannya bebas. dan pewarnaan yang sama di setiap produknya. komposisi. tikar. Teknik Anyam Benda-benda kebutuhan hidup sehari-hari. Batik tulis adalah batik yang dibuat melalui cara memberikan malam dengan menggunakan canting pada motif yang telah digambar pada kain. topi dan lain-lain dibuat dengan teknik anyam. sedangkan pada kerajinan menenun kita menggunakan alat yang disebut lungsi dan pakan. Pada teknik ini seniman bebas menggunakan alat untuk mendapatkan efek-efek tertentu. perbedaannya hanya pada alat yang digunakan. rotan. Bahan baku yang digunakan untuk membuat benda-benda anyaman ini berasal dari berbagai tumbuhan yang diambil seratnya. Solo. Teknik membentuk . bentuk. 4. seperti bamboo. Batik printing. tidak terikat oleh aturan teknik yang ada. pandan dan lain-lain. mendong. Batik cap. Batik modern. Hal tersebut termasuk pemilihan motif dan warna.

seperti alat alat rumah tangga piring. silindris) dan bervariasi. cetakan jigger maupun cetakan untuk dekorasi tempel. Cara ini digunakan pada pabrik-pabrik keramik dengan produksi massal. Bentuknya tidak selalu simetris. lempengan atau pijat jari merupakan teknik pembentukan keramik tradisional yang bebas untuk membuat bentuk-bentuk yang diinginkan. Pengrajin keramik tradisional biasanya menggunakan alat putar tangan (hand wheel) atau alat putar kaki (kick wheel). tegel dinding maupun hiasan dinding dengan berbagai motif seperti binatang atau tumbuh-tumbuhan . d. Bahan cetakan yang biasa dipakai adalah berupa gips. Teknik slab (lempengan) Cara pembentukan dengan tangan langsung seperti coil. Teknik putar Teknik pembentukan dengan alat putar dapat menghasilkan banyak bentuk yang simetris (bulat. para pengrajin keramik tradisonal dapat membentuk keramik dengan teknik cetak pres. Teknik cetak Teknik pembentukan dengan cetak dapat memproduksi barang dengan jumlah yang banyak dalam waktu relatif singkat dengan bentuk dan ukuran yang sama pula. Teknik ini sering dipakai oleh seniman atau para penggemar keramik. cetakan padat. seperti untuk cetakan berongga.Penegertian teknik membentuk di sini yaitu membuat karya seni rupa dengan media tanah liat yang lazim disebut gerabah. Teknik yang umumnya digunakan pada proses pembuatan keramik diantaranya: a. Teknik coil (lilit pilin) b. Cara pembentukan dengan teknik putar ini sering dipakai oleh para pengrajin di sentra-sentara keramik. Keramik merupakan karya dari tanah liat yang prosesnya melalui pembakaran sehingga menghasilkan barang yang baru dan jauh berbeda dari bahan mentahnya. mangkok gelas dll Disamping cara-cara pembentukan diatas. seperti yang dilakukan pengrajin genteng. tembikar atau keramik. Teknik tatap batu/pijat jari c. Para pengrajin bekerja di atas alat putar dan menghasilkan bentukbentuk yang sama seperti gentong. guci dll e. cangkir.

39.3.9/03.3 503.3.. -0-07..32.3 2.30507./.9./.5 02:3.3 80-.3 .5.  .3 9.3:39:202-:.35748083/80-:9-.3:2:23.3.32.9:-03/.80-. 572. -03/.  .2-...503/::3 80-:.73...9.58.3 9.9..3 -071:38 80-..8:39:203470.2  .50739. :39:20.. /03.73. .. .9 3 /03.7.. 903 202-.:.3 .9:3..5 203:3.3247 572882.7.3:. -. -071:38 2032-4.3  0 :38043428 ..9 90../.-07:9 .3  0 :.3 /574808 /03.3 97.7.3/5..7.5.380.9:203:9:52.0:5 .:880-..3 5448  80-...3:3.9  ..3 !74808 502-:.8037:5.:39:202-.2/.3 50.3  .3..3/03.3 .8:3.393/... 203:3.9207:5.9249180.-07:5.39.: 80.48  - .3 50702-.3 909.3 .:.2. .-.3 /.3/03.3.  :38 82-4  .33.9::7..7.73.3..:2:23. /03.8:39:302-4.9: :7.5 3474/ .3 90780-:9 :2:23./..73..4 /.3 2.335.3/.3..-. .73.2.. /03. 203.8:.. ..75.3  .3  8.9: :7.9 07..5.7.. 9.-  :38 2.3 203.9:25:9.:.35..3-07:-:3.. 9079039: .3:.3-071:38:39:203...3 -.-07:9 ..2 807.3 .9/.3.8-07.2-. -. .: 20.9.3 -.350.8  .3...33..3 .9079039:.25.9.9 . 502-:..89 .8:3.8.9::7.2.3 :.2-. -07:5.9: 503.95.3 80..3 .38579:.7  $08:.3 02:/.38579:.3..3 .3 /-07 2491 . -0:2 /09. :39: 203. 0 /.9 9..380-.9..: -0-07.3 -03.7..8..3.3-.  / :3843897:8 .  ....3/:3 82-4 82-4 9079039: /./843.2 80-./.3  ..9 .3.3 2.. / :8.5.7  ..594/.2 /.-071:3880-.84  / .3 02-.3.2-.  .3 909. -..30-.   %03202-.3 80-.3-.5072:.2 80-.0 807. ./.

3 903 -..3 2.3 .5. 203:3. -0-...2-.390703. /03.3.9 /03.79070- /.3 3 -07...3 /-:. 07.3 /-:.9 20.3 203/43  5./.35.3.3 9.73../.9 .3.  /...9:39:202-:..8./.2804.7.3 .2 03/.9 /03.2..9 40 ././.  .3 ..7902-.703.8.2 507-0/.3 /-:.3010 0109079039: $032.3 ... 503.33...9:2-:..  0  .3 903 8.3 -0-.33.3 .7.7 . -.73. .507:/.257 9.9  909.503.3 .3..3.2.9:8.7-07-.39:  80/.9 .3 -...3  %03202-039: .9 24/073  .9 9:8 .39.9 57393  .2-44 5.3.3-.3 .73. -. 80-.9:7..././.-  .92491803.3/...75.3 :2:23. -03/.. 907-:.9..2-807.5 /03.3:...3 2.: .3  9./..::  /  ..350.9 -./. 9: 5.8903:3.390.3.3/.25078. 202-07.9:39:203/. !0.3 /:3..9 203:3.73.2 /03.3 9.9.39/. 805079-.3  $44  4.327..3 903 .3.3   %03%03:3 %0320303:35.9 .3.7./.3. /3/4308.38.3 3 -.2.5  . -..9 -03/..3 903 .5 890250 .3 :39: 202-:./. .3 ..3 20303:3 9.9 /.9 ./03.:39:.3 .3 5. 903 3 8032.3./.3 /:3.7.3./.3  &39: .02 749.3.3935./. -.79./809.07... .3 90703.3807.8  9/..9 / .::5 20./.8 .39. . /. .7./.9. 203:3.9 .9.  #02-.3 2491 /. -03/.3/...370-43   %033.2. 0-:9:.2-.2491.43. 907..8: 502.3 -.7. 502-:.. .8 203:3. 90780-:9 9072.3.3.:.9 .3/80-:9:38/.2491 -039: 425488 /.9.33.3 203:3.3 .  1  .-43 8..9/.3/.9 .2  ./.5574/:3.93./5.9 :8  .39.  40 .07.: .8 -.3 .3903203.7  805079 07..9  !74808 502-:. 805079 -.3 /:5 80..7  945 /.7003 57393  038 . 203:3. 5. 20:8  !.  .3 24913.3 .3..3 .9 3 9/.3 /-:.  .3  .35...

3. /03.7: /.3 -..: -07-0/.32039.9.9: 202-:.3 .4 953  - %039.3 -.3.574808502-:..7.2 /80-:9 07.7.3 .7-.2  07..3 . %03.307.3 803.7 9./. /.7 .7.2 207:5.  %03.9 . 803 7:5.2/.-.3 20/.: 502-.5-.3:2:23.  902-.35.7.8. 203. 20.9. ./.9:.!030079. 9.: 07. .3.9 .3.7.9.3 903 202-039: / 83 .9 . .39..3 ./:3.3 5748083.

7.7. .8.5.9: 70.8  . 5037.3 -0743.5.5708 805079.4  02503.3  .573 .88.5037.3203.3 8.9.8.7 3 8073 /5..  . 502-039:.3574/:82. 805079.3 .2/03.3 ..9 5:9..9....3 -0-.9.7 ../843.09.7...3:2.9 .09.2..9  83/78  /.3 -039: /.2  !037.9202574/:8-..: 9:2-: 9:2-:.2  /  %03 5:9.9 -039: -039: .09.8. /5.3/:3.-7 5. -039: .3 ::7.8..3 903 502-039:.8  5. 203:3.3903.: 5.5.3 -.97:2.3.9 203.3 /33.3.3.7 9.3-039: -039:. 5037.3 /03.3 .9.2 97.3 -07. .9 5:9.3 9./..3 / 80397. 8039.:5:3 .3/03.. 80./843.7.8/ 8...9.7. 5:.  .3 -.3.3 -. 07.91 83.38:3 805079 .3 /03.2.-707.3 /3/3 /03.09../.3 .7 %03 502-039:.253 . 502-039:.9 /03.- 02503.3 ..09.3  .3/ 00  .3 903 5:9.7/./ 0  %03 ..2 97.3 .7.: .3 .3 ..340.7.3 5.7. 502-039:.8.5.707.303903  900 /3/3 2.7.9 .8./. -07:5.408032./..9  .00 !.9.8 90250  .3-007. 2491 805079 -3. . %038.3 07.7.3 07.35.3 /03. ./843..3.3 -07-.7 207:5..3 /.9 202-039:07.9.3.5.7 .3 07 2.9 5:9.2 .9.37 2.09.3 820978 -:.80507903943 :.:5..7 /.2/03.:. /.3  039:3.8 :39: 202-:.95:9. 9/. 58  805079 :39: .3.09.2 97.7. 40 5../.3/03..9. %03502-039:.3 .:5:3 .50302.3. /.38.3 07.: 820978  %03 3 8073 /5.09.7.35037. -.3 :39: /047.3/.