BAKTERI

By : Istiqomatunnisa 1110102000025

Pengertian Bakteri
• Bakteri merupakan organisme yang paling banyak jumlahnya dan lebih tersebar luas dibandingkan mahluk hidup yang lain . • Bakteri memiliki ratusan ribu spesies yang hidup di darat hingga lautan dan pada tempat-tempat yang ekstrim. • Bakteri ada yang menguntungkan tetapi ada pula yang merugikan. Bakteri memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan mahluk hidup yang lain. • Bakteri adalah organisme uniselluler dan prokariot serta umumnya tidak memiliki klorofil dan berukuran renik (mikroskopis).

Ciri-Ciri Bakteri
Bakteri memiliki ciri-ciri yang membedakannnya dengan mahluk hidup lain yaitu : 1. Organisme multiselluler 2. Prokariot (tidak memiliki membran inti sel ) 3. Umumnya tidak memiliki klorofil 4. Memiliki ukuran tubuh yang bervariasi antara 0,12 s/d ratusan mikron umumnya memiliki ukuran rata-rata 1 s/d 5 mikron. 5. Memiliki bentuk tubuh yang beraneka ragam 6. Hidup bebas atau parasit 7. Yang hidup di lingkungan ekstrim seperti pada mata air panas,kawah atau gambut dinding selnya tidak mengandung peptidoglikan 8. Yang hidupnya kosmopolit diberbagai lingkungan dinding selnya mengandung peptidoglikan

Granula penyimpanan. tersusun atas protein dan RNA. sitoplasma. Vakuola gas dan endospora.  Struktur Dasar Bakteri 1. Membran plasma adalah membran yang menyelubungi sitoplasma tersusun atas lapisan fosfolipid dan protein. Dinding sel tersusun dari peptidoglikan yaitu gabungan protein dan polisakarida (ketebalan peptidoglikan membagi bakteri menjadi bakteri gram positif bila peptidoglikannya tebal dan bakteri gram negatif bila peptidoglikannya tipis). flagelum. membran plasma. dan granula penyimpanan 2.Struktur Bakteri Struktur bakteri terbagi menjadi dua yaitu: 1. fimbria. ribosom. Struktur tambahan (dimiliki oleh jenis bakteri tertentu) Meliputi kapsul. Sitoplasma adalah cairan sel. Struktur dasar (dimiliki oleh hampir semua jenis bakteri) Meliputi: dinding sel. 5. klorosom. Ribosom adalah organel yang tersebar dalam sitoplasma. 3. pilus. 4. karena bakteri menyimpan cadangan makanan yang dibutuhkan . 2. DNA.

Pilus dan fimbria adalah struktur berbentuk seperti rambut halus yang menonjol dari dinding sel. 6. Kapsul atau lapisan lendir adalah lapisan di luar dinding sel pada jenis bakteri tertentu. Kapsul dan lapisan lendir tersusun atas polisakarida dan air. Jika kondisi lingkungan menguntungkan endospora akan tumbuh menjadi sel bakteri baru. Klorosom adalah struktur yang berada tepat dibawah membran plasma dan mengandung pigmen klorofil dan pigmen lainnya untuk proses fotosintesis. Klorosom hanya terdapat pada bakteri yang melakukan fotosintesis. 4. pilus mirip dengan flagelum tetapi lebih pendek. radiasi cahaya. Fimbria adalah struktur sejenis pilus tetapi lebih pendek daripada pilus. kaku dan berdiameter lebih kecil dan tersusun dari protein dan hanya terdapat pada bakteri gram negatif. materi genetik. 3. Dinding endospora yang tebal tersusun atas protein dan menyebabkan endospora tahan terhadap kekeringan. suhu tinggi dan zat kimia. Endospora adalah bentuk istirahat (laten) dari beberapa jenis bakteri gram positif dan terbentuk didalam sel bakteri jika kondisi tidak menguntungkan bagi kehidupan bakteri. . bila lapisannya tebal disebut kapsul dan bila lapisannya tipis disebut lapisan lendir. Struktur Tambahan Bakteri : 1. Flagelum atau bulu cambuk adalah struktur berbentuk batang atau spiral yang menonjol dari dinding sel. dan ribosom. Endospora mengandung sedikit sitoplasma. Vakuola gas terdapat pada bakteri yang hidup di air dan berfotosintesis. 2. 5.

Fase lag terjadi peningkatan ukuran sel. Pertumbuhan bakteri : 1. Pertumbuhan yang paling pesat terjadi pada fase eksponensial ini. . 2. sel membelah dengan kecepatan yang tetap dan maksimal. Aerob Fakultatif : Bakteri yang dapat bertahan hidup dengan atau tanpa oksigen 3. Anaerob : Bakteri yang tidak memerlukan oksigen bebas dalam respirasinya. Sel mulai memperbanyak diri secara lambat setelah menyesuaikan diri dalam medium baru. pada waktu ini sel belum terlalu banyak membelah.Metabolisme & Pertumbuhan Bakteri Klasifikasi metabolisme bakteri : 1. Fase eksponensial terjadi pertumbuhan seimbang. Aerob : Bakteri yang membutuhkan oksigen untuk respirasi 2.

3. 4. terjadi karena penumpukan limbah metabolisme. Fase kematian ditandai dengan jumlah sel yang mati lebih banyak daripada sel yang hidup karena nutrien semakin menurun (bahkan habis). . energi cadangan di dalam sel juga habis dan terkumpulnya produk limbah. Fase stasioner ditandai dengan penurunan kecepatan pertumbuhan (pembelahan bakteri berkurang). Pertumbuhan sel yang hidup masih lebih banyak daripada jumlah sel yang mati. dan perubahan kondisi pada lingkungan. racun. kekurangan nutrien.

bila suhu terlalu tinggi bahkan bisa merusak enzim) dan proses pembelahan sel. optimum pada 20-40oC .Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri : • Nutrien. • Temperatur.Mesofilik. • pH.5 (pH netral). kebutuhan oksigen digunakan dalam memenuhi kebutuhan energi. pH optimum dimana terjadi pertumbuhan maksimum sekitar 6. rentang suhu -5 sampai 30oC. Secara umum dibedakan menjadi bakteri aerob dan anerob. rentang suhu 25-80oC. dibutuhkan sebagai sumber energi dan untuk menyusun komponen sel. merupakan komponen terbesar penyusun sel (70-80%). optimum pada 50-60oC • Oksigen. Nutrien yang dibutuhkan antara lain karbon. Berdasarkan rentang temperatur dimana dapat terjadi pertumbuhan. bakteri dikelompokkan menjadi tiga yaitu : . nitrogen. rentang suhu 10-45oC. . bakteri dapat tumbuh dengan baik umumnya pada kisaran pH 3-6.5-7. • Air.Termofilik. mineral dan vitamin. optimum pada 10-20oC . dibutuhkan dalam reaksi metabolisme.Psikrofilik. berpengaruh pada proses metabolisme (mempengaruhi aktivitas enzim.

Implantasi Traumatik pada Pejamu Manusia V. Penghindaran dari Sistem Pertahanan Dini Pejamu VI. Pertumbuhan Intrasel . Kelangsungan Hidup dalam Lingkungan III.Patogenisitas Bakteri Pendahuluan • • • • • • II. Kolonisasi Tubuh Manusia IV. Pembentukan Toksin VII.

Pembelahan sel pada bakteri adalah pembelahan biner yaitu setiap sel membelah menjadi dua. Pertukaran materi genetik disebut rekombinasi genetik atau rekombinasi DNA. . • Reproduksi bakteri secara seksual yaitu dengan pertukaran materi genetik dengan bakteri lainnya.Genetika Bakteri I. Molekul DNA pada Sel Bakteri Rekombinasi Homolog (Stabilisasi Gen Baru) • Bakteri umumnya melakukan reproduksi atau berkembang biak secara aseksual (vegetatif = tak kawin) dengan membelah diri.

3. bahkan satu gen saja dari satu sel bakteri ke sel bakteri yang lainnya.III. Konjugasi adalah pemindahan materi genetik berupa plasmid secara langsung melalui kontak sel dengan membentuk struktur seperti jembatan diantara dua sel bakteri yang berdekatan. 2. Transduksi adalah pemindahan materi genetik satu sel bakteri ke sel bakteri lainnnya dengan perantaraan organisme yang lain yaitu bakteriofage (virus bakteri). Umumnya terjadi pada bakteri gram negatif. Transfer Gen (Tiga Proses) Rekombinasi genetik dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu: 1. . Transformasi adalah pemindahan sedikit materi genetik.

Identifikasi Kelompok Bakteri Utama I. Biakan IV. Pemeriksaan Laboratorium yang Digunakan untuk Mengiden-tifikasi Bakteri II. Genus Bakteri yang Penting . Spesimen III. Identifikasi Bakteri V.

Mengetahui sifat fisiologisnya dengan mikroskop .Melihat struktur luar dan struktur dalam bakteri seperti dinding sel dan vakuola .Identifikasi Kelompok Bakteri Utama Bakteri diidentifikasi dengan metode pengecatan atau pewarnaan sel bakteri yang berfungsi untuk : .Meningkatkan kontras mikroorganisme dengan sekitarnya.Menghasilkan sifat-sifat fisik dan kimia yang khas daripada bakteri dengan zat warna .Memperjelas ukuran dan bentuk bakteri . .

maka terjadinya penyusutan dan salah satu bentuk agar kurang sehingga penentuan sel dapat diperoleh dengan lebih tepat. • Pada pewarnaan ini olesan tidak mengalami pemanasan atau perlakuan yang keras dengan bahan-bahan kimia.Ditujukan untuk bakteri yang sulit diwarnai. Teknik ini berguna untuk menentukan morfologi dan ukuran sel. pewarnaan negatif. 1. • Pada pewarnaan ini mikroorganisme kelihatan transparan (tembus pandang). pewarnaan struktural.Teknik pewarnaan warna pada bakteri dapat dibedakan menjadi empat macam yaitu pewarnaan sederhana.Sediaan hapus → teteskan emersi → lihat dimikroskop • Metode ini bukan untuk mewarnai bakteri tetapi mewarnai latar belakangnya menjadi hitam gelap. tapi mewarnai latar belakang .Bakteri tidak diwarnai. • Metode ini menggunakan cat nigrosin atau tinta cina. seperti spirochaeta • Cara pewarnaan negatif . . Pewarnaan negatif . pewarnaan diferensial.

Menggunakan satu macam zat warna (biru metilen/air fukhsin) .Tujuan hanya untuk melihat bentuk sel • Pewarnaan sederhana merupakan pewarna yang paling umum digunakan. spirilum. yaitu mewarnai sel-sel bakteri hanya digunakan satu macam zat warna saja. . basil.2. Pewarnaan sedehana . • Berbagai macam tipe morfologi bakteri (kokus. dan sebagainya) dapat dibedakan dengan menggunakan pewarna sederhana.

3. sehingga terbentuk presipitat tebal pada dinding sel dan flagel. spora. Garam tembaga juga memberi warna pada latar belakang. ii) Pewarnaan spora Dinding spora relative tidak permeable. flagel i) Pewarnaan kapsul Pewarnaan ini menggunakan larutan Kristal violet panas. . namun zat warna bias menembusnya dengan cara memanaskan preparat. 4. dan penggunaan pembalik warna pada tahap akhir dari proses sehingga menghasilkan warna merah. Pewarnaan structural/khusus Untuk mewarnai struktur khusus/tertentu dari bakteri→ kapsul. iv) Pewarnaan nucleoid Pewarnaan nucleoid menggunakan pewarna fuelgen yang khusus untuk DNA. lalu larutan tembaga sulfat sebagai pembilasan menghasilkan warna biru pucat pada kapsul. karena jika pembilasan dengan air dapat melarutkan kapsul. Pewarnaan Tahan Asam Pewarnaan ini dilakukan pada bakteri tahan asam dalam proses warna akibat Alkohol-asam. Yang berwana biru gelap. iii) Pewarnaan flagel Pewarnaan flagel dengan memberi suspense koloid garam asam tanat yang tidak stabil.

Zat warna utama (violet kristal) . . bakteri dapat dikelompokkan menjadi dua. yaitu dari genus Mycobacterium dan beberapa spesies tertentu dari genus Nocardia • Dalam pewarnaan gram diperlukan empat reagen yaitu : .Zat warna kedua / cat penutup (safranin) digunakan untuk mewarnai kembali sel-sel yang telah kehilangan cat utama setelah perlakuan denga alkohol. Pewarnaan Bakteri Tahan Asam • Dengan metode pewarnaan Gram. yaitu bakteri Gram positif dan Gram negatif berdasarkan reaksi atau sifat bakteri terhadap cat tersebut. • Contoh bakteri yang tergolong bakteri tahan asam. Pewarnaan diferensial .menggunakan lebih dari satu macam zat warna . • Reaksi atau sifat bakteri tersebut ditentukan oleh komposisi dinding selnya. .Pencuci / peluntur zat warna (alcohol / aseton) yaitu solven organic yang digunakan uantuk melunturkan zat warna utama.Tujuan untuk membedakan antar bakteri .Contoh: Pewarnaan Gram. .5.Mordan (larutan Iodin) yaitu senyawa yang digunakan untuk mengintensifkan warna utama.

Pencucian (dekolarisasi) dengan larutan alkohol asam. 4. Pemberian cat lawan yaitu cat warna safranin .• Bakteri Gram-negatif adalah bakteri yang tidak mempertahankan zat warna metil ungu pada metode pewarnaan Gram sehingga berwarna merah. 2. Pemberian cat warna utama (cairan kristal violet) berwarna ungu. Pengintesifan cat utama dengan penambahan larutan mordan JKJ. • Bakteri gram-positif akan mempertahankan zat warna metil ungu • Pengecatan gram dilakukan dalam 4 tahap yaitu : 1. 3.

Diplokokus : dua sel bakteri kokus berdempetan c. f. Stapilokokus : lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan seperti buah anggur . Monokokus : berupa sel bakteri kokus tunggal b. Pendahuluan Bakteri kokus gram positif dapat di klasifikasikan menjadi 6 kategori : a. Streptokokus : lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan membentuk rantai. Sarkina : delapan sel bakteri kokus berdempetan membentuk kubus e. d.Kokus Gram-Positif I. Tetrakokus : empat sel bakteri kokus berdempetan berbentuk segi empat.

faecalis  penyebab infeksi rumah sakit . Staphylococcus Dibagi menjadi 2 : .Koagulasi positif Staphylococcus aureus .II. cellulitis . pneumonia .E. Streptococcus .S. pneumonia. meningitis . agalactiae (GBS)  penyebab infeksi meningitis.Viridans streptococci  penyebab infeksi endocarditis IV. pneumoniae  penyebab infeksi septisemia. Staphylococcus saprophyticus III.S.Koagulasi negatif  Staphylococcus epidermidis. pyogenes (GAS)  penyebab infeksi tonsilitas. Enterococcus .S.

Basil Gram Positif I. Monobasilus (bakteri berbentuk batang tunggal) Contoh : Escherichia coli (bakteri usus besar manusia) Propionibacterium acnes (bakteri penyebab jerawat) b. Genus Utama Terdapat tiga jenis basilus: a. Streptobasilus (bakteri berbentuk batang yang tersusun seperti rantai) Contoh : Bacillus anthracis (penyebab penyakit antraks) . Diplobasilus (bakteri berbentuk batang yang tersusun berpasangan) Contoh : Klebsiella pneumoniae(salah satu penyebab radang paruparu) c.

Mycobacterium .Cl.C. perfringens . Clostridium . Nocardia .Cl. diphteriae (penyebab penyakit dipteri) VI. Corynebacterium . israelli (penyebab penyakit actinomycosis) VII.Clostridium tetani (penyebab penyakit tetanus) .N. cereus III. botulinum .Mycobacterium tuberculosum (penyebab penyakit TBC) .II.Cl. Anthracis (penyebab penyakit antraks) . monocytogenes (penyebab penyakit listeriosis. meningitis) V.L. Listeria . Actinomyces .B. asteroides VIII. Bacillus . difficile IV.A.B.

• Bakteri yang Tidak Terwarnai oleh Gram Pengecatan Gram tidak bisa dilakukan pada mikroorganisme yang tidak mempunyai dinding sel seperti Mycoplasma sp . • II. Bakteri-bakteri dari kedua genus ini diketahui memiliki sejumlah besar zat lipodial (berlemak) di dalam dinding selnya sehingga menyebabkan dinding sel tersebut relatif tidak permeabel terhadap zat-zat warna yang umum sehingga sel bakteri tersebut tidak terwarnai oleh metode pewarnaan biasa.Bakteri yang Tidak atau Kurang Terwarnai oleh Gram I. Bakteri yang Kurang Terwarnai oleh Gram atau Kurang Tampak . seperti pewarnaan sederhana atau Gram. yaitu dari genus Mycobacterium dan beberapa spesies tertentu dari genus Nocardia.Contoh bakteri yang tergolong bakteri tahan asam.

Neisseria gonorhoeae (penyebab infeksi gonorheae/kencing nanah) II.Neisseria menigitidis (penyebab infeksi pada selaput otak dan sumsum tulang belakang) . anak.Kokus Gram-Negatif I. Moraxella . Neisseria .Moraxella catarrhalis (penyebab penyakit saluran pernafasan pada bayi. maupun orang yang imunnya terganggu) .

abortus . Pertussis (penyebab penyakit batuk rejan) IV. pneumophila (penyebab penyakit legionaris. melitensis . Bordetella . aeruginosa (penyebab infeksi pneumonia.L.B. Pseudomonas .B. infeksi pernafasan akut) III. Francisella V. septicemia) II.B. Legionella .P. Brucella .Basil Aerobik Gram Negatif I.

C.H. Helicobacter . Campylobacter . I.C. duodenal) .Basil Lengkung Mikrofili Gram-Negatif. pylori (penyebab penyakit non-dyspesia gastritis. coli (penyebab penyakit pada saluran pencernaan) II. jejuni (penyebab penyakit gastroenteritis) .

Eschericia .E. Salmonella V. coli (Penyebab penyakit diare) III. Proteus VII. Shigella VI.Klebsiella spp (penyebab penyakit pneumonia) IV.Basil Anaerobik Fakultatif GramNegatif—Famili Enterobacteriaceae I. Pendahuluan untuk Famili Enterobacteriaceae II. Enterobactericeae Lain . Yersinia VIII. Klebsiella .

pneumonia.Basil Anaerobik Fakultatif GramNegatif (Non-Enterobacteriaceae I. Haemophilus . influenzae (penyebab penyakit meningitis.H. Otitis media. cholerae (penyebab penyakit kolera) . epiglotis) III.V.V. Vibrio . Pasteurella - . parahemolyticus II.

CatatanUmum II. Bacteroides III.Basil dan Kokus Anaerobik GramNegatif I. Prevotella/Porphyromonas IV. Fusobacterium .

di dalam selubung terluar ttp di luar dinding sel dan berguna untuk membuat gerakan berputar. recurrentis (penyebab penyakit demam epidemik) . pertenue III. Memiliki struktur filamen aksial : semacam serabut di sepanjang tubuh.Leptospira spp (penyebab penyakit leptospirosis) .B.T. burgdorferi IV.T.B. Leptospira . II. duttoni (penyebab penyakit demam endemik) . Habitat nya sebagai parasit dalam tubuh manusia.Spirocheta (Selubung Gram-Negatif) I.B. pallidum (penyebab penyakit sifilis) . Karakteristik Umum Beberapa jenis bakteri ini menyebabkan penyakit dan merupakan bakteri gram negatif. Borrelia . Treponema .

Rickettsia (Rickettsia Rickettsii) III. Karakteristik Umum II. Coxiella IV. Ehrlichia .Rickettsiaceae (Selubung Gram-Negatif) I. Bartonella (Rochalimaea) V.

Prokariot unik karena memiliki 2 bentuk sel dalam siklus hidup : badan dasar dan badan inisial. Karakteristik Umum Kelompok bakteri dengan ukuran paling kecil. Badan inisial tumbuh dan membelah diri. Virulensi Chlamydia Trachomatis Chlamydia Psittaci Penyebab penyakit infeksi mata. Hanya dapat hidup sebagai parasit. penyakit sex menular dan pneumonia Chlamydia Pneumoniae II.Chlamydiae (Selubung Gram-Negatif ) I. IV. Badan dasar masuk ke dalam sel inang dan menjadi badan inisial. V. Badan inisial membentuk badan dasar kembali dan dilepaskan dari sel inang yang disertai pecahnya sel inang. III. .

° ¾n nfn % f ¾¾ ¾f¯f°¾f% 9½° fn ¯fn° ¾ % f ½ ° f © ff% ½ f¾¾% f   ° ff°–f°– ¾¾° ½f¾f°–f°% .

°  ¾ f½° ¯°f %¾ff¾f½ ° f f f°–½f ½f% n  ½ f¾¾% f   ° ff°–f°– ¾¾°¾ ½ f°f% .

°  fn¾f°fn¾%½ ° f ½ °ff°f¾% .

  fn¾ °fn¾%½ ° f ½ °ff°f¾% n  ¾  .

¾ ¯ .

¾ ¯ f°%½ ° f ½ °f f°¾% .

  °¯ .

 ½ €°– °¾ .

  €€n I ¾ f  ¯°n– ° ¾%½ ° f ½ °f¾ ¾¾ ¯ °°–¾% I .

° fn ¯ .

f¾  ¾ I .  ½ f %½ ° f ½ °f ½ % I n°¯n ¾  ¾f %½ ° f ½ °ffn°¯n¾¾% I -nf f .n fn ¯ .n fn ¯ n¾¯%½ ° f ½ °f@ .

% .

n½f¾¯f ¾½ . f  f°–@ f ff f°– @ f°f   f¯  W f  f°–@ f @ f°f   f¯ 9 °– nff° f¯  f ¾f ff° ½f f ¯–f°¾¯ f°–  f ¯ ¯½°f ° °– ¾  ¾ ½  .

° f  f°–  –°– f  ff° f¾f¯ f f – °¾ .n fn ¯ f° f½f ¾½ ¾ ¾   ° f – °¾ -nf f f  f  f  f – °¾ °  f ¯ ¯ ¾ ©¯f ¾f f ½ f %  ¯f%  ff¯ ° °– ¾ °f ¾ °––f ¯ ° f f° ° °– ¾   ¾   f€  f ½ ¯ f   f f½ f f f°f f°– ¯¯ ¾ °––f ¾  f   ¾   f  f°f   ¯  ½ f°ff° f¾f ¾ ½  ½ f°ff° ¾ f°f ff f¯ W   f  f°–f°– @ f°f   f¯ff f°– @f¯½f .

f f .f fnfff¾%½ ° f ½ °f¾ff° ½ °f€f¾f°½f f f f°f ¯f½°f°–f°–¯°°f  –f°––% .¾ f¯ - –f€  - ¾¾ f - ¾¾ f¯ °– ¾%½ ° f °€ ¾½f f¾ f½f f° ¾¯¾¯f°– ff°–% - ¾¾ f–° f %½ ° f °€ ¾–° f $ °n°– °f°f%  .

f¾   f¯- –f€  9¾  ¯°f¾ 9 f –°¾f%½ ° f °€ ¾½° ¯°f ¾ ½n ¯f%   –° f  ½° ¯½f%½ ° f ½ °f –°f¾ °€ ¾ ½ °f€f¾f°f%     f 9 ¾¾¾%½ ° f ½ °f f ©f°% I f°n¾ f I  n f ¯  °¾¾ f ¾ .

f¾ °–°– .€ f¯ - –f€  .

f¯½ fn  .

© ©°%½ ° f ½ °f–f¾ ° ¾% .

n%½ ° f ½ °f½f f¾ff° ½ °n °ff°%   n fn   ½%½ ° f ½ °f°° ¾½ ¾f –f¾¾   °f% .

f¾°f   ff€ f¯ - –f€ f¯ °  fn fn f  9 ° ff° ° f¯ °  fn fn f  ¾n nf  n %9 ° f ½ °f f %   ¾ f  ¾ f¾½½%½ ° f ½ °f½° ¯°f% I f¯° f I – f I 9 ¾ I  ¾°f I °  fn n f f° .

f¾°f   ff€ f¯ - –f€ %-° °  fn fn f  I  I n f %½ ° f ½ °f f% I ½ff ¯n¾  f ¯½¾  °€ °f %½ ° f ½ °f¯ °°–¾  ½° ¯°f ¾¯ f  ½–¾%  9f¾  f .

f¾ f° ¾ °f   f¯ - –f€  .

fff°D¯¯  fn  ¾  9  f$9½¯°f¾ I ¾ fn ¯ .

½n f%  °– f¯ - –f€%  ff ¾ D¯¯ f½f© °¾ f °¯ ° f f°½ °f f°¯ ½ff° f –f¯ ° –f€ . ¯¾€f¯ °f¾f ¾ ¯fnf¯¾ f  ¾ ½f°©f°–    ff¯¾  °– f½ f ° °–¾  f° –°f°¯ ¯ f– ff° ½f f f°f¾ f–f½ff¾ ff¯ ¯f°¾f  @ ½° ¯f @ ½f ¯%½ ° f ½ °f¾€¾% @ ½  °   f  n °¾%½ ° f ½ °f ¯f¯ ½ ¯%  ° %½ ° f ½ °f ¯f¯ ° ¯%  – €  I  ½¾½f  ½¾½f¾½½%½ ° f ½ °f ½¾½¾¾% .

n ¾fn f %  °– f¯ - –f€%  ff ¾ D¯¯  n ¾f %n ¾f n ¾%  .

 f I f° f %nf¯f f% I nf .

.

f¯ f %  °– f¯ - –f€ %  ff ¾ D¯¯  ¯½ f  °–f°f°½f°– n f°f f½f ½ ¾ f–f½ff¾ 9f°f °f¯ ¯ °¾  ff¯¾¾  ½  f f° f¾f f° f f°°¾f f f° f¾f¯f¾  ff¯¾  °f°– f°¯ °©f  f f°°¾f  f f°°¾f¯  f°¯ ¯ f   f f°°¾f¯ ¯ ° f f° f¾f ¯ f f°  ½f¾f° f ¾ °f°–f°– ¾ f½ nf°f¾ °f°–  I °¾ .

f¯ f@fn¯f¾ .

f¯ f9¾fn 9 ° f ½ °f°€ ¾¯ff ½ °f¾ ¯ °f f°½° ¯°f .

f¯ f9° ¯°f   I I .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful