1

RELIGI JAWA

Orang Jawa percaya bahwa Tuhan adalah pusat alam semesta dan pusat segala kehidupan karena sebelum semuanya terjadi di dunia ini Tuhanlah yang pertama kali ada. Tuhan tidak hanya menciptakan alam semesta beserta isinya tetapi juga bertindak sebagai pengatur, karena segala sesuatunya bergerak menurut rencana dan atas ijin serta kehendak-Nya. Pusat yang dimaksud dalam pengertian ini adalah sumber yang dapat memberikan penghidupan, keseimbangan dan kestabilan, yang dapat juga memberi kehidupan dan penghubung individu dengan dunia atas. Pandangan orang Jawa yang demikian biasa disebut Manunggaling Kawula Lan Gusti,yaitu pandangan yang beranggapan bahwa kewajiban moral manusia adalah mencapai harmoni dengan kekuatan terakhir dan pada kesatuan terakhir, yaitu manusia menyerahkan dirinya selaku kawula terhadap Gustinya. Puncak gunung dalam kebudayaan Jawa dianggap suatu tempat yang tinggi dan paling dekat dengan dunia diatas, karena pada awalnya dipercayai bahwa roh nenek moyang tinggal di gununggunung. Sebagian besar orang Jawa termasuk dalam golongan yang telah berusaha mencampurkan beberapa konsep dan cara berpikir islam, dengan pandangan asli mengenai alam kodrati (dunia ini) dan alam adikodrati (alam gaib atau supranatural). Pandangan hidup merupakan suatu abstraksi dari pengalaman hidup. Pandangan hidup adalah sebuah pengaturan mental dari pengalaman hidup yang kemudian dapat mengembangkan suatu sikap terhadap hidup. Ciri pandangan hidup orang Jawa realitas yang mengarah kepada pembentukan kesatuan Numinus antara alam nyata, masyarakat dan alam adikodrati yang dianggap keramat. Alam adalah ungkapan kekuasaan yang menentukan kehidupan. Orang Jawa percaya bahwa kehidupan mereka telah ada garisnya, mereka hanya menjalankan saja. Dasar kepercayaan Jawa atau Javanisme adalah keyakinan bahwa segala sesuatu yang ada didunia ini pada hakekatnya adalah satu, atau merupakan kesatuan hidup. Javanisme memandang kehidupan manusia selalu terpaut erat dalam kosmos alam raya. Dengan demikian kehidupan manusia merupakan suatu perjalanan yang penuh dengan pengalaman-pengalaman yang religius. Alam pikiran orang Jawa merumuskan kehidupan manusia berada dalam dua kosmos (alam) yaitu makrokosmos dan mikrokosmos. Makrokosmos dalam pikiran orang Jawa adalah sikap dan pandangan hidup terhadap alam semesta, yang mengandung kekuatan-kekuatan supranatural (adikodrati). Tujuan utama dalam hidup adalah mencari serta menciptakan keselarasan atau keseimbangan antara kehidupan makrokosmos dan mikrokosmos. Dalam makrokosmos pusat alam semesta adalah Tuhan. Alam semesta memiliki hirarki yang ditujukan dengan adanya jenjang alam kehidupan dan adanya tingkatan dunia yang semakin sempurna ( dunia atas - dunia manusia - dunia bawah ). Alam semesta terdiri dari empat arah utama ditambah satu pusat yaitu Tuhan yang mempersatukan dan memberi keseimbangan. Sikap dan pandangan terhadap dunia nyata ( mikrokosmos ) adalah tercermin pada kehidupan manusia dengan lingkungannya, susunan manusia dalam masyarakat, tata kehidupan manusia seharihari dan segala sesuatu yang nampak oleh mata. Dalam menghadapi kehidupan manusia yang baik dan benar didunia ini tergantung pada kekuatan batin dan jiwanya. Bagi orang Jawa dahulu, pusat dunia ini ada pada pimpinan atau raja dan keraton, Tuhan adalah pusat makrokosmos sedangkan raja dianggap perwujudan wakil Tuhan di dunia, sehingga dalam dirinya terdapat keseimbangan berbagai kekuatan dari dua alam. Jadi raja dipandang sebagai pusat komunitas di dunia seperti halnya raja menjadi mikrokosmos dari wakil Tuhan dengan keraton sebagai tempat

2

kediaman raja. Keraton merupakan pusat keramat kerajaan dan bersemayamnya raja karena rajapun dianggap merupakan sumber kekuatan-kekuatan kosmis yang mengalir ke daerah kedaulatannya dan membawa ketentraman, keadilan dan kesuburan wilayah. Hal hal diatas merupakan gambaran umum tentang alam pikiran serta sikap dan pandangan hidup yang dimiliki oleh orang Jawa pada jaman kerajaan. Alam pikiran ini telah berakar kuat dan menjadi landasan falsafah dari segala perwujudan yang ada dalam tata kehidupan orang Jawa.

KEJAWEN

Mari kita mengutip satu tembang Jawa Tak uwisi gunem iki Niyatku mung aweh wikan Kabatinan akeh lire Lan gawat ka liwat-liwat Mulo dipun prayitno Ojo keliru pamilihmu Lamun mardi kebatinan saya akhiri pembicaraan ini saya hanya ingin memberi tahu kabatinan banyak macamnya dan artinya sangat gawat maka itu berhati-hatilah Jangan kamu salah pilih kalau belajar kebatinan

Tembang ini menggambarkan nasihat seorang tua (pinisepuh) kepada mereka yang ingin mempelajari kabatinan cara kejawen. Kiranya perlu dipahami bahwa tujuan hakiki dari kejawen adalah berusaha mendapatkan ilmu sejati untuk mencapai hidup sejati, dan berada dalam keadaan harmonis hubungan antara kawula (manusia) dan Gusti (Pencipta) ( jumbuhing kawula Gusti ) /pendekatan kepada Yang Maha Kuasa secara total. Keadaan spiritual ini bisa dicapai oleh setiap orang yang percaya kepada Tuhan, yang mempunyai moral yang baik, bersih dan jujur. beberapa laku harus dipraktekkan dengan kesadaran dan ketetapan hati yang mantap. Pencari dan penghayat ilmu sejati diwajibkan untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi semua orang serta melalui kebersihan hati dan tindakannya. Cipta, rasa, karsa dan karya harus baik, benar, suci dan ditujukan untuk mamayu hayuning bawono. Ati suci jumbuhing Kawulo Gusti : hati suci itu adalah hubungan yang serasi antara Kawulo dan Gusti, kejawen merupakan aset dari orang Jawa tradisional yang berusaha memahami dan mencari makna dan hakekat hidup yang mengandung nilai-nilai. Dalam budaya jawa dikenal adanya simbolisme, yaitu suatu faham yang menggunakan lambang atau simbol untuk membimbing pemikiran manusia kearah pemahaman terhadap suatu hal secara lebih dalam. Manusia mempergunakan simbol sebagai media penghantar komunikasi antar sesama dan segala sesuatu yang dilakukan manusia merupakan perlambang dari tindakan atau bahkan karakter dari manusia itu selanjutnya. Ilmu pengetahuan adalah simbol-simbol dari Tuhan, yang diturunkan kepada manusia, dan oleh manusia simbol-simbol itu ditelaah dibuktikan dan kemudian diubah menjadi simbol-simbol yang lebih mudah difahami agar bisa diterima oleh manusia lain yang memiliki daya tangkap yang berberda-beda. Biasanya sebutan orang Jawa adalah orang yang hidup di wilayah sebelah timur sungai Citanduy dan Cilosari. Bukan berarti wilayah di sebelah barat-nya bukan wilayah pulau Jawa. Masyarakat Jawa

3

adalah masyarakat yang menjunjung tinggi rasa kekeluargaan dan suka bergotong royong dengan semboyannya “saiyeg saekoproyo “ yang berarti sekata satu tujuan. Kisah suku Jawa diawali dengan kedatangan seorang satriya pinandita yang bernama Aji Saka, sampai kemudian satriya itu menulis sebuah sajak yang kemudian sajak tersebut diakui menjadi huruf jawa dan digunakan sebagai tanda dimulainya penanggalan tarikh Caka. Kejawen adalah faham orang jawa atau aliran kepercayaan yang muncul dari masuknya berbagai macam agama ke jawa. Kejawen mengakui adanya Tuhan Gusti Allah tetapi juga mengakui mistik yang berkembang dari ajaran tasawuf agama-agama yang ada. Tindakan tersebut dibagi tiga bagian yaitu tindakan simbolis dalam religi, tindakan simbolis dalam tradisi dan tindakan simbolis dalam seni. Tindakan simbolis dalam religi, adalah contoh kebiasaan orang Jawa yang percaya bahwa Tuhan adalah zat yang tidak mampu dijangkau oleh pikiran manusia, karenanya harus di simbolkan agar dapat di akui keberadaannya misalnya dengan menyebut Tuhan dengan Gusti Ingkang Murbheng Dumadi, Gusti Ingkang Maha Kuaos, dan sebagainya. Tindakan simbolis dalam tradisi dimisalkan dengan adanya tradisi upacara kematian yaitu medo’akan orang yang meninggal pada tiga hari, tujuh hari, empatpuluh hari, seratus hari, satu tahun, dua tahun, tiga tahun, dan seribu harinya setelah seseorang meninggal (tahlillan). Dan tindakan simbolis dalam seni dicontohkan dengan berbagai macam warna yang terlukis pada wajah wayang kulit; warna ini menggambarkan karakter dari masing-masing tokoh dalam wayang. Perkembangan budaya jawa yang mulai tergilas oleh perkembangan teknologi yang mempengaruhi pola pikir dan tindakan orang jawa dalam kehidupan. Maka orang mulai berfikir bagaimana bisa membuktikan hal gaib secara empiris tersebut dengan menggunakan berbagai macam metode tanpa mengindahkan unsur kesakralan. Bahkan terkadang kepercayaan itu kehilangan unsur kesakralannya karena dijadikan sebagai obyek exploitasi dan penelitian. Kebiasaan orang Jawa yang percaya bahwa segala sesuatu adalah simbol dari hakikat kehidupan, seperti syarat sebuah rumah harus memiliki empat buah soko guru (tiang penyangga) yang melambangkan empat unsur alam yaitu tanah, air, api, dan udara, yang ke empatnya dipercaya akan memperkuat rumah baik secara fisik dan mental penghuni rumah tersebut. Namun dengan adanya teknologi konstruksi yang semakin maju, keberadaan soko guru itu tidak lagi menjadi syarat pembangunan rumah. Dengan analisa tersebut dapat diperkirakan bagaimana nantinya faham simbolisme akan bergeser dari budaya jawa. Tapi bahwa simbolisme tidak akan terpengaruh oleh kehidupan manusia tapi kehidupan manusialah yang tergantung pada simbolisme. Dan sampai kapanpun simbolisme akan terus berkembang mengikuti berputarnya sangkakala. Mangkunegara IV (Sembah dan Budiluhur) Mangkunegara IV memiliki empat ajaran utama yang meliputi sembah raga, sembah cipta (kalbu), sembah jiwa, dan sembah rasa. Sembah Raga Sembah raga ialah menyembah Tuhan dengan mengutamakan gerak laku badaniah atau amal perbuatan yang bersifat lahiriah. Cara bersucinya sama dengan sembahyang biasa, yaitu dengan mempergunakan air (wudhu). Sembah yang demikian biasa dikerjakan lima kali sehari semalam dengan mengindahkan pedoman secara tepat, tekun dan terus menerus, seperti bait berikut: Sembah raga puniku / pakartining wong amagang laku / sesucine asarana saking warih / kang wus lumrah limang wektu / wantu wataking wawaton Sembah raga, sebagai bagian pertama dari empat sembah yang merupakan perjalanan hidup yang panjang ditamsilkan sebagai orang yang magang laku (calon pelaku atau penempuh perjalanan hidup kerohanian), orang menjalani tahap awal kehidupan bertapa (sembah raga puniku, pakartining wong amagang laku). Sembah ini didahului dengan bersuci yang menggunakan air (sesucine asarana saking warih). Yang berlaku umum sembah raga ditunaikan sehari semalam lima kali. Atau dengan kata lain bahwa untuk menunaikan sembah ini telah ditetapkan waktu-waktunya lima kali dalam sehari

Sembah Cipta ( Kalbu ) Sembah ini kadang-kadang disebut sembah cipta dan kadang-kadang disebut sembah kalbu. ia juga menghadirkan seperangkat aspek spiritualnya sehingga ia meningkat ke tahap kerohanian yang lebih tinggi. Ia disebut pepuntoning laku (pokok tujuan atau akhir perjalanan suluk). Tetapi dengan membersihkan hati dari budi jahat dan mengosongkan hati dari apa saja yang selain Allah. Dan yang keempat inilah taharah pada Nabi dan Shiddiqin. Watak suatu waton (pedoman) harus dipedomani. seperti terungkap pada Pupuh Gambuh bait 1 dan Pupuh Gambuh bait 11 berikut : Samengkon sembah kalbu / yen lumintu uga dadi laku / laku agung kang kagungan narapati / patitis teteking kawruh / meruhi marang kang momong. Sembah lima waktu merupakan shalat fardlu yang wajib ditunaikan (setiap muslim) dengan memenuhi segala syarat dan rukunnya (wantu wataking wawaton). Jika thaharah yang pertama dan kedua menurut Al-Ghazali masih menekankan bentuk lahiriah berupa hadats dan najis yang melekat di badan yang berupa pelanggaran dan dosa yang dilakukan oleh anggota tubuh. amung nyunyuda hardaning kalbu). Pertama.4 semalam (kang wus lumrah limang wektu). membersihkan anggota badan dari berbagai pelanggaran dan dosa. Sembah Jiwa Sembah jiwa adalah sembah kepada Hyang Sukma ( Allah ) dengan mengutamakan peran jiwa. Jika sembah cipta (kalbu) mengutamakan peran kalbu. namun bukan berarti mengabaikan aspek rohaniah. Sedangkan kotoran yang kedua dibersihkan dan dibasuh tanpa air yaitu dengan menahan dan menjauhkan diri dari pelanggaran dan dosa. sebab orang yang magang laku selain ia menghadirkan seperangkat fisiknya. Apabila sembah raga menekankan penggunaan air untuk membasuh segala kotoran dan najis lahiriah. Sembah raga tersebut. Cara membersihkannya dibasuh dengan air. kalbu berarti hati . ada empat tingkat. harapan atau keinginan yang tersimpan di dalam hati. Inilah akhir perjalanan hidup batiniah. Keempat. tampak dengan jelas pada bait berikut : . membersihkan hati nurani dari apa yang selain Allah. demikian kata Al-Ghazali. alam Ilahi. maka sembah kalbu menekankan pengekangan hawa nafsu yang dapat mengakibatkan terjadinya berbagai pelanggaran dan dosa (sucine tanpa banyu. Thaharah (bersuci) itu. tetapi dengan awas emut (selalu waspada dan ingat/dzikir kepada keadaan alam baka/langgeng). Dengan keharusan memenuhi segala ketentuan syarat dan rukun yang wajib dipedomani (wataking wawaton). Ketiga. maka sembah jiwa lebih halus dan mendalam dengan menggunakan jiwa atau al-ruh. maka sembah cipta di sini mengandung arti sembah kalbu atau sembah hati. meskipun lebih menekankan gerak laku badaniah. membersihkan hati dari akhlak yang tercela dan budi pekerti yang hina. bukan sembah gagasan atau angan-angan. angan-angan. maka sembah itu tidak sah. Thaharah yang ketiga dan keempat juga tanpa menggunakan air. membersihkan hadats dan najis yang bersifat lahiriah. Tanpa mempedomani syarat dan rukun. sembah jiwa ini menempati kedudukan yang sangat penting. Sembah ini hendaknya diresapi secara menyeluruh tanpa henti setiap hari dan dilaksanakan dengan tekun secara terus-menerus. Kedua. Cara bersucinya tidak seperti pada sembah raga dengn air wudlu atau mandi. Apabila cipta mengandung arti gagasan. seperti terlihat pada bait berikut: Samengko kang tinutur / Sembah katri kang sayekti katur / Mring Hyang Sukma suksmanen saari-ari / Arahen dipun kecakup / Sembahing jiwa sutengong Dalam rangkaian ajaran sembah Mangkunegara IV yang telah disebut terdahulu. Sembah raga yang demikian ini wajib ditunaikan terus-menerus tiada henti (wantu) seumur hidup. tidak pula seperti pada sembah kalbu dengan menundukkan hawa nafsu. Betapa penting dan mendalamnya sembah jiwa ini.

Ditinjau dari segi tata cara pelaksanaannya. Berbeda dengan sembah raga dan sembah kalbu. ia dipandang telah cukup ahli dalam melakukan sembah dengan mempergunakan aspek-aspek batiniahnya sendiri. Pelaksanaan sembah jiwa ialah dengan berniat teguh di dalam hati untuk mengemaskan segenap aspek jiwa." Sembah Rasa Sembah rasa ini berlainan dengan sembah-sembah yang sebelumnya. Di situlah terlihat alam yang bersinar gemerlapan. maka selanjutnya ia harus mandiri melakukan sembah rasa. Untuk sampai di sini. . Alat batin yang belakangan ini adalah alat batin yang paling dalam dan paling halus yang menurut Mangkunegara IV disebut telenging kalbu (lubuk hati yang paling dalam) atau disebut wosing jiwangga (inti ruh yang paling halus). Oleh karena itu. Dengan demikian triloka (alam semesta) tergulung menjadi satu. maka sembah rasa adalah sembah yang dilakukan bukan dalam perjalanan suluk itu. demikian menurut Mangkunegara IV. dalam diri manusia terdapat tiga buah alat batin yaitu. sembah ini adalah tingkat permulaan (wong amagang laku) dan sembah yang kedua adalah tingkat lanjutan. Setelah ia diantarkan sampai selamat oleh gurunya untuk memasuki pintu gerbang. Pada tingkat ini ia dipandang telah memiliki kematangan rohani. seorang salik masih tetap dibimbing gurunya seperti telah disebut di muka. Begitu pula jagad besar dan jagad kecil digulungkan disatupadukan. lalu diikatnya kuat-kuat untuk diarahkan kepada tujuan yang hendak dicapai tanpa melepaskan apa yang telah dipegang pada saat itu. Hal yang demikian itu dijelaskan Mangkunegara IV pada bait berikut: "Ruktine ngangkah ngukud / ngiket ngruket triloka kakukud / jagad agung ginulung lan jagad alit / den kandel kumandel kulup / mring kelaping alam kono. hendaklah perasaan hati dipertebal dan diperteguh jangan terpengaruh apa yang terjadi. tetapi harus dilakukan salik sendiri dengan kekuatan batinnya. Jika sembah kalbu mengandung arti menyembah Tuhan dengan alat batin kalbu atau hati seperti disebutkan sebelumnya. kalbu. tempat sembah yang keempat. Dengan demikian menurut Mangkunegara IV. Ia didasarkan kepada rasa cemas. Maka untuk menghadapi keadaan yang menggumkan itu. Dan di sinilah akhir perjalanan suluknya. ditinjau dari segi perjalanan suluk. seorang salik dapat melaksanakan sendiri sembah rasa sesuai petunjukpetunjuk gurunya. sembah jiwa berarti menyembah Tuhan dengan alat batin jiwa atau ruh. Sembah yang keempat ini ialah sembah yang dihayati dengan merasakan intisari kehidupan makhluk semesta alam. Dengan kata lain. melainkan sembah yang dilakukan di tempat tujuan akhir suluk. Pelaksanaan sembah rasa itu tidak lagi memerlukan petunjuk dan bimbingan guru seperti ketiga sembah sebelumnya. Pada tingkatan ini. sembah yang pertama menekankan kesucian jasmaniah dengan menggunakan air dan sembah yang kedua menekankan kesucian kalbu dari pengaruh jahat hawa nafsu lalu membuangnya dan menukarnya dengan sifat utama.5 Sayekti luwih perlu / ingaranan pepuntoning laku / Kalakuan kang tumrap bangsaning batin / Sucine lan awas emut / Mring alaming lama amota. Sedangkan sembah ketiga menekankan pengisian seluruh aspek jiwa dengan dzikir kepada Allah seraya mengosongkannya dari apa saja yang selain Allah. jiwa/ruh dan inti jiwa/inti ruh (telengking kalbu atau wosing jiwangga) yang memperlihatkan susunan urutan kedalaman dan kehalusannya. seperti diungkapkan Mangkunegara IV dalam bait berikut: Semongko ingsun tutur / gantya sembah lingkang kaping catur / sembah rasa karasa wosing dumadi / dadi wus tanpa tuduh / mung kalawan kasing batos. seorang salik telah tiba di tempat yang dituju. maka sembah rasa berarti menyembah Tuhan dengan menggunakan alat batin inti ruh. Apabila sembah jiwa dipandang sebagai sembah pada proses pencapaian tujuan akhir perjalanan suluk (pepuntoning laku).

demikian dinyatakan Amongraga.000 peserta yang mewakili 100 organisasi. Dalam tembang Kinanthi ajaran itu bertutur : Pada gulangen ing kalbu ing sasmita amrih lantip aja pijer mangan nendra kaprawiran den kaesti pesunen sarira nira sudanen dhahar lan guling (Intinya. jiwa ayu dan pancasila handayaningratan dari Surakarta. . tidak dapat pula dimintakan bimbingan guru. seperti Penunggalan. Kongres berikutnya yang diadakan pada tanggal 7 Agustus tahun berikutnya di Surakarta sebagai lanjutannya. ilmu sejati dari madiun. Kejernihan batinlah yang menjadi modal utama. keberanian dan keteguhan hati seorang salik. dihadiri oleh lebih dari 2. paguyuban ngesti tunggal (pangestu) dari surakarta. tidak dapat diselami dengan kata-kata. BUDAYA KEBATINAN Di dalam serat Wulang Reh. 1961 dan 1962 (Pakan 1978:98). Kesemuanya itu tergantung pada diri sendiri. terdapat juga ajaran untuk hidup secara asketik. Hal ini sesuai dengan wejangan Amongraga kepada Tambangraras dalam Centini bait 156. Oleh karena itu. Budaya seperti itu secara resmi merupakan “aliran kecil”. yang kemudian juga menyelenggarakan dua kongres serta seminar mengenai masalah kebatinan dalam tahun 1959. dituntut kemandirian. kejernihan batin dan kecintaan yang mendalam untuk melebur diri di muara samudera luas tanpa tepi dan berjalan menuju kesempurnaan. Pertemuan-pertemuan itu berhasil mendirikan suatu organisasi bernama Badan Kongres Kebatinan Indonesia (BKKI) (Badan 1956). Sebagian kecil dari budaya kebatinan ini biasanya mempunyai anggota tak lebih dari 200 orang namun ada yang beranggotakan lebih dari 1000 orang yang tersebar di berbagai kota di jawa dan terorganisasi dalam cabang-cabang. yakni tidak lebih dari 200 orang.6 Di sini. susila budi darma (SUBUD) yang asalnya berkembang di semarang. Sembah tersebut. dengan mana usaha menuju kasampurnaning urip (kesempurnaan hidup) dan mendekat Yang Maha Widi (Allah Yang Maha Kuasa) bisa dicapai. sungguh sangat mendalam. dan trimurti naluri majapahit dari mojokerto dan lain-lain. paguyuban sumarah dan sapta dari yogyakarta. ilmu kebatinan kasunyatan dari yogyakarta. perukunan kawula manembah gusti. orang harus melatih kepekaan hati agar tajam menangkap gejala dan tanda-tanda. karya "kasusastran" Jawa (dalam bentuk syair) yang ditulis oleh Sunan Paku Buono IV. dan lima yang besar adalah hardapusara dari purworejo. Orang pun tak boleh mengumbar nafsu makan serta tidur). seperti terlihat pada bait berikut: Iku luwih banget gawat neki / ing rar=’]asantang keneng rinasa / tan kena ginurokake / yeku yayi dan rampung / eneng onengira kang ening / sungapan ing lautan / tanpa tepinipun / pelayaran ing kesidan / aneng sira dewe tan Iyan iku yayi eneng ening wardaya. tanpa menyandarkan kepada orang lain. seorang salik harus merampungkannya sendiri dengan segala ketenangan. Kebanyakan budaya kebatinan di Jawa awalnya merupakan budaya lokal saja dengan anggota yang terbatas jumlahnya. Sejarah budaya Kebatinan Pada tanggal 19 dan 20 Agustus 1955 di Semarang telah diadakan kongres dari berpuluh-puluh budaya kebatinan yang ada di berbagai daerah di jawa dengan tujuan untuk mempersatukan semua organisasi yang ada pada waktu itu.

yang berpusat dikota-kota lain seperti Jakarta. yaitu Buku Kawula Gusti dan Wigati. pusatnya sekarang berada di Jakarta. biasanya menjelaskan bahwa timbulnya berbagai budaya itu disebabkan karena sebagian besar orang jawa butuh mencari hakekat alam semesta. Ahli sosiolagi Selosoemardjan berpendirian bahwa orang jawa pada umumnya cenderung untuk . atau lebih terkenal dengan nama Pangestu adalah sebuah budaya kebatinan lain yang luas jangkauannya. S. tetapi ada satu yang anggotanya sekitar 500 orang dalam tahun 1970. Australia dan Amerika. Eropa. Walaupun budaya kebatinan ada di seluruh daerah di jawa. Sukirno Hartono dari Yogyakarta. terutama berasal dari kalangan priyayi. Sapta darma adalah yang termuda dari kelima gerakan kebatinan yang terbesar di jawa yang didirikan tahun 1955 oleh guru agama bernama Hardjosaputro yang kemudian mengganti namanya menjadi Panuntun Sri Gutomo. Majalah yang dikeluarkan organisasi itu dwijawara merupakan tali pengikat bagi para anggotanya yang tersebar itu. Yogyakarta. Ajaran-ajarannya termaktub dalam dua buah buku yang oleh para pengikutnya sudah hampir dianggap keramat. Gerakan ini didirikan oleh Soenarto. dengan kemungkinan bahwa masih ada organisasi-organisasi kecil lainnya yang tidak terdaftar di sana. Pada akhir tahun 1940-an gerakan itu mulai mundur.000 orang tersebar di banyak kota di Jawa. Jumlah anggotanya kini sudah mencapai 115. Para pengikutnya mula-mula adalah seorang priyayi dari Purworejo dan beberapa kota lain di daerah bagelan. Susila budi (SUBUD) didirikan pada tahun 1925 di semarang. lima diantaranya dengan anggota sebanyak antara 30-70 orang. Pagguyuban ngesti tunggal. Buku yang berisi ajarannya adalah kitab pewarah sapta darma. Berbeda dengan keempat organisasi yang lain. namun Surakarta sebagai pusat kebudayaan jawa agaknya masih merupakan tempat dimana terdapat paling banyak organisasi kebatinan yang terpenting. Sepuluh lainnya adalah organisasi-organisasi yang besar. Jawa timur. Anggota-anggotanya yang berjumlah beberapa ribu itu tersebar di berbagai kota diseluruh Indonesia dan mempunyai sebanyak 87 cabang di luar negeri. melainkan menamakan dirinya “Pusat Latihan Kejiwaan”. Kediri dan sebagainya (jong 1973: 10-12). Banyak dari para pengikutnya adalah orang Asia. yang dalam tahun 1895 didirikan oleh Kyai Kusumawicitra. namun berkembang kembali tahun 1950 di Yogyakarta. selain itu gerakan itu juga menerbitkan majalah berkala berjudul Pewarta Kejiwaan Subud. Beliau berasal dari desa keplakan dekat pare. melaporkan bahwa dalam propinsi jawa tengah saja tercatat sebanyak 286 organisasi kebatinan dalam tahun 1870. Dalam tahun 1970 ada 13 organisasi kebatinan di sana. de jong yang mempelajari budaya kebatinan jawa di jawa tengah.7 Hardapusara adalah yang tertua diantara kelima gerakan yang terbesar itu.000 orang baik yang berasal dari golongan priyayi maupun dari kelas-kelas masyarakat lain. Madiun. Ia mengaku menerima wahyu pada tahun 1935. yang di antara tahun 1932 dan 1933 menerima wangsit yang oleh kedua orang pengikutnya dicatat dan kemudian diterbitkan menjadi buku sasangka djati. yang diantaranya ada yang berlatar belakang pendidikan psikologi. Ng. Ia konon menamatkan ilmu dari menerima wangsit dan ajaran-ajarannya semula disebut kawruh kasunyatan gaib. Namun anggota yang berasal dari daerah pedesaan juga banyak yaitu yang tinggal di pemukiman transmigrasi di sumatera dan kalimantan. seorang petani desa kemanukan dekat purworejo. Doktrin ajaran organisasi itu dimuat dalam buku berjudul susila budhi dharma. dan juga Jakarta. sapta darma beranggotakan orang-orang dari daerah pedesaan dan orang-orang pekerja kasar yang tinggal di kota-kota. Paguyuban sumarah juga merupakan organisasi besar yang dimulai sebagai suatu gerakan kecil. dengan pemimpinnya bernama R. Jumlah anggotanya konon sudah mencapai beberapa ribu orang. intisari kehidupan dan hakekat Tuhan. Budaya ini tidak mau disebut budaya kebatinan. Pengikut-pengikut terkemuka dari budaya kebatinan. dan anggota-anggotanya yang kini sudah berjumlah 50. Pangestu didirikan di surakarta pada bulan mei 1949. organisasi ini dahulu pernah berkembang dan mempunyai cabang-cabangnya di berbagai kota di Jawa Tengah. Walaupun demikian para pemimpinnya hampir semua priyayi.

8

mencari keselarasan dengan lingkungan dan hati nuraninya, yang sering dilakukannya dengan cara-cara metafisik. Mistik Kebatinan Menurut pandangan ilmu mistik kebatinan orang jawa, kehidupan manusia merupakan bagian dari alam semesta secara keseluruhan, dan hanya merupakan bagian yang sangat kecil dari kehidupan alam semesta yang abadi, dimana manusia itu seakan-akan hanya berhenti sebentar untuk minum. Sikap. Gaya hidup, dan banyak aktivitas sebagai latihan upacara yang harus diterima dan dilakukan oleh seorang, yang ingin menganut mistik dibawah pimpinan guru dan panuntun agama itu, pada dasarnya sama pada berbagai gerakan kebatinan jawa yang ada. Hal yang mutlak perlu adalah kemampuan untuk melepaskan diri dari dunia kebendaan, yaitu memiliki sifat rila (rela) untuk melepaskan segala hak milik, pikiran atau perasaan untuk memiliki, serta keinginan untuk memiliki.. melalui sikap rohaniah ini orang dapat membebaskan diri dari berbagai kekuatan serta pengaruh dunia kebendaan di sekitarnya. Sikap menyerah serta mutlak ini tidak boleh dianggap sebagai tanda sifat lemahnya seseorang; sebaliknya ia menandakan bahwa orang seperti itu memiliki kekuatan batin dan keteguhan iman. Kemampuan untuk membebaskan diri dari dunia kebendaan dan kehidupan duniawi juga melibatkan sikap narima yaitu sikap menerima nasib, dan sikap bersabar, yang berarti sikap menerima nasib dengan rela. Kemampuan untuk memiliki sikap-sikap semacam itu dapat diperoleh dengan hidup sederhana dalam arti yang sesungguhnya, hidup bersih, tetapi juga dengan jalan melakukan berbagai kegiatan upacara kegiatan upacara yang meningkatkan kemampuan berkonsentrasi dengan jalan mengendalikan diri, dan melakukan berbagai latihan samadi. Melalui latihan bersemedi di harapkan agar orang dapat membebaskan dirinya dari keadaan sekitarnya, yaitu menghentikan segala fungsi tubuh dan keinginan serta nafsu jasmaninya. Hal ini dapat memberikan keheningan pikiran dan membuatnya mengerti dan menghayati hakekat hidup serta keselarasan antara kehidupan rohaniah dan jasmaniah. Apabila orang sudah bebas dari beban kehidupan duniawi (pamudharan), maka orang itu setelah melalui beberapa tahap berikutnya, pada suatu saat akan dapat bersatu dengan Tuhan ( jumbuhing kawula Gusti, atau manunggaling kawulaGusti ) /Pendekatan kepada Illahi. Namun dengan tercapainya pamudharan, yang memungkinkan orang untuk melepaskan diri dari kehidupan dunia kebendaan, orang itu juga tidak terbebas dari kewajiban-kewajibannya dalam kehidupan yang konkret; bahkan, orang yang sudah mencapai pamudharan, wajib amemayu ayuning bawana, atau berupaya memperindah dunia, yaitu berusaha memelihara dan memperindah dengan jalan melakukan hal-hal yang baik, dan hidup dengan penuh tanggung jawab. Gerakan Untuk Purifikasi Jiwa Semua organisasi kebatinan yang besar umumnya, memang bersifat mistis; banyak gerakan kebatinan, terutama yang jumlah anggotanya sedikit, hanya berusaha untuk mencapai purifikasi jiwa, Hal yang mereka inginkan adalah memperoleh suatu kehidupan kerohanian yang mantap, tanpa rasa takut dan rasa ketidak-pastian. Inilah yang oleh orang jawa disebut orang yang sudah “bebas” (kamanungsan, kasunyatan). Cara untuk kamanungsan pada umumnya sama dengan cara untuk mencapai pamudharan tersebut diatas. Kecuali beberapa variasi kecil, maka cara untuk mencapai purifikasi jiwa pada dasarnya adalah dengan menjalankan kehidupan yang penuh tanggung jawab, baik secara moral, sederhana, mampu membebaskan diri dari keduniawian, mempunyai sikap yang baik terhadap kehidupan, nasib dan kematian dan melakukan samadi secara ketat. Oleh karena gerakan-gerakan kebatinan ini berusaha mencari kebebasan rohaniah individu, maka orang mudah mengerti bahwa sifatnya agak individualis; gerakan-gerakan seperti itu paling tidak menarik bagi orang-orang yang membutuhkan kehidupan keagamaan, tanpa harus menaati peraturan-peraturan keagamaan yang resmi secara ketat, namun menyesuaikan dengan adat istiadat (Said 1972-a: 153-154)

9

Kebatinan Yang Berdasarkan Ilmu Gaib Di seluruh daerah tempat tinggal orang jawa banyak terdapat gerakan-gerakan kebatinan yang hanya beranggotakan beberapa puluh orang saja. Kebanyakan dari gerakan seperti itu berpusat di kotakota dan pada umumnya bersifat rahasia, yaitu dengan tujuan-tujuan yang bersifat mistik, moralis, atau etis dan dipimpin oleh seorang guru. Untuk mencapai tujuannya, para anggota gerakan seperti itu banyak melakukan praktek-praktek ilmu gaib, disamping studi dan bersamadi. Banyak dari budaya semacam itu pada awalnya adalah suatu organisasi yang mengajar seni bela diri pencak. Kecuali memberi latihan fisik, gurunya juga melatih murid-muridnya untuk melakukan meditasi. Untuk menciptakan suasana keramat, ada juga yang ditambah berbagai ritus ilmu gaib secara rahasia yang dimaksudkan agar para muridnya, memperoleh kekebalan dan kesaktian tertentu.

CIPTA TUNGGAL

Cipta bermakna: pengareping rasa, tunggal artinya satu atau difokuskan ke satu obyek. Jadi Cipta Tunggal bisa diartikan sebagai konsentrasi cipta. 1. Cipta, karsa ( kehendak ) dan pakarti ( tindakan ) selalu aktif selama orang itu masih hidup. Pakarti bisa berupa tindakan fisik maupun non fisik, pakarti non fisik misalnya seseorang bisa membantu memecahkan atau menyelesaikan masalah orang lain dengan memberinya nasehat, nasehat itu berasal dari cipta atau rasa yang muncul dari dalam. Sangatlah diharapkan seseorang itu hanya menghasilkan cipta yang baik sehingga dia juga mempunyai karsa dan pakarti / tumindak yang baik, dan yang berguna untuk diri sendiri atau syukur -syukur pada orang lain. 2. Untuk bisa mempraktekkan tersebut diatas, orang itu harus selalu sabar, konsestrasikan cipta untuk sabar, orang itu bisa makarti dengan baik apabila kehendak dari jiwa dan panca indera serasi lahir dan batin. Ingatlah bahwa jiwa dan raga selalu dipengaruhi oleh kekuatan api, angin, tanah dan air. 3. Untuk memelihara kesehatan raga, antara lain bisa dilakukan : a. Minumlah segelas air dingin dipagi hari, siang dan malam sebelum tidur, air segar ini bagus untuk syarat dan bagian-bagian tubuh yang lain yang telah melaksanakan makarti. b. Jagalah tubuh selalu bersih dan sehat, mandilah secara teratur di negeri tropis sehari dua kali. c. Jangan merokok terlalu banyak. d. Konsumsilah lebih banyak sayur-sayuran dan buah-buahan dan sedikit daging, perlu diketahui daging yang berasal dari binatang yang disembilah dan memasuki raga itu bisa berpengaruh kurang baik, maka itu menjadi vegetarian ( tidak makan daging ) adalah langkah yang positif. e. Kendalikanlah kehendak atau nafsu, bersikaplah sabar, narima dan eling. Janganlah terlalu banyak bersenggama, seminggu sekali atau dua kali sudah cukup. 4. Berlatihlah supaya cipta menjadi lebih kuat, pusatkan cipta kontrol panca indera. Tenangkan badan (heneng) dengan cipta yang jernih dan tentram (hening). Bila cipta bisa dipusatkan dan difokuskan

10

5.

6. 7. 8.

kearah satu sasaran itu bagus, artinya cipta mulai mempunyai kekuatan sehingga bisa dipakai untuk mengatur satu kehendak. Buatlah satu titik atau biru ditembok atau dinding ( . ) duduklah bersila dilantai menghadap ke tembok, pandanglah titik itu tanpa berkedip untuk beberapa saat, konsentrasikan cipta, kontrol panca indera, cipta dan pikiran jernih ditujukan kepada titik tersebut. Jangan memikirkan yang lain, jarak mata dari titik tersebut kira-kira tujuh puluh lima sentimeter, letak titik tersebut sejajar dengan mata, lakukan itu dengan santai. Lakukan latihan pernafasan dua kali sehari, pada pagi hari sebelum mandi demikian juga pada sore hari sebelum mandi tarik nafas dengan tenang dalam posisi yang enak. Lakukan olah raga ringan (senam) secara teratur supaya badan tetap sehat, sehingga mampu mendukung latihan olah nafas dan konsentrasi. Hisaplah kedalam badan Sari Trimurti pada hari sebelum matahari terbit dimana udara masih bersih, lakukan sebagai berikut : Tarik nafas Tahan Nafas Keluarkan Nafas Jumlah 10 detik 10 detik 10 detik 30 detik minggu I : 3 kali 15 detik 10 detik 15 detik 40 detik minggu II : 3 kali 20 detik 10 detik 20 detik 50 detik minggu III : 3 kali 26 detik 8 detik 26 detik 60 detik minggu IV : 3 kali

9. Untuk memperkuat otak tariklah nafas dengan lobang hidung sebelah kiri, dengan cara menutup lobang hidung sebelah kanan dengan jari, lalu tahan nafas selanjutnya keluarkan nafas melalui lobang hidung sebelah kanan, dengan menutup lobang hidung sebelah kiri dengan jari. Tarik nafas Tahan Nafas Keluarkan Nafas Jumlah 4 detik 8 detik 4 detik 16 detik minggu I : 7 kali 10 detik 7 detik 10 detik 27 detik minggu II : 7 kali 10 detik 10 detik 10 detik 30 detik minggu III & IV : 7 kali 20 detik 20 detik 20 detik 60 detik minggu V : 7 kali 10. Karsa akan terpenuhi apabila nasehat-nasehat diatas dituruti dengan benar, praktekkan samadi pada waktu malam hari, paling bagus tengah malam ditempat atau kamar yang bersih. Kontrol panca indera, tutuplah sembilan lobang dari raga, duduk bersila dengan rilek, fokuskan pandangan kepada pucuk hidung. Tarik nafas, tahan nafas, dan keluarkan nafas dengan tenang dan santai, konsentrasikan cipta lalu dengarkan suara nafas. Pertama-tama akan dirasakan sesuatu yang damai dan apabila telah sampai saatnya orang akan bisa berada berada dalam posisi hubungan harmonis antara kawula dan Gusti ALLAH 11. Cobalah lakukan sebagai berikut : a. Lupakan segalanya selama dua belas detik b. Dengan sadar memusatkan cipta kepada dzat yang agung selama seratus empat puluh detik. c. Jernihkan pikiran dan rasa selama satu, dua atau tiga jam ( semampunya ) 12. Tujuh macam tapa raga, yang perlu dilakukan a. Tapa mata, mengurangi tidur artinya jangan mengejar pamrih. b. Tapa telinga, mengurangi nafsu artinya jangan menuruti kehendak jelek. c. Tapa hidung, mengurangi minum artinya jangan menyalahkan orang lain d. Tapa bibir, mengurangi makan artinya jangan membicarakan kejelekan orang lain e. Tapa tangan, jangan mencuri artinya jangan mudah memukul orang f. Tapa alat seksual, mengurangi bercinta dan jangan berzinah g. Tapa kaki, mengurangi jalan artinya jangan membuat kesalahan

Makanlah makanan yang tidak berlebihan dan tidur secukupnya saja: makan pada waktu lapar. kepercayaan dan agama. b. selama orang itu hidup didunia. pelajarilah ilmu luhur yang berguna untuk diri sendiri dan orang lain. tidur pada waktu sudah mengantuk. kedudukan.11 13. rendah hati melaksanakan hanya hal yang baik b. darah yang keluar dari gua garba ibu sewaktu melahirkan. jangan malas lalu sebagai manusia normal bekerjalah. Tingkatkan sembah. Tapa hidup. Mereka berlima itu dilahirkan melalui ibu. tidak iri kepada sukses orang lain. istilah lainnya ialah Pujabrata. . Puser. mereka tidak tidak punya badan jasmani. tempatnya di barat warnanya kuning. minum pada waktu haus. tetapi ada baik dan kamu juga harus mempunyai hubungan yang serasi dengan mereka yaitu : a. c. dia keluar dari gua garba ibu sebelum kamu. a. Kakang kawah. Sedulur papat kalimo pancer Orang Jawa tradisional percaya eksistensi dari sedulur papat ( saudara empat ) yang selalu menyertai seseorang dimana saja dan kapan saja. Tidak ragu-ragu b. Artinya kalau kamu berbuat baik kepada orang lain. Badan itu maunya menyenang-nyenangkan diri. Tapa cahaya. Tujuh macam tapa jiwa yang perlu dilakukan a. pusar yang dipotong sesudah kelahiranmu. tempatnya di timur warnanya putih. 17. tempatnya di selatan warnanya merah d. Selain sedulur papat diatas. menyembah kepada Tuhan Yang Maha Esa yang berarti juga menghormati dan memuja-Nya. sebelum melewati tapabrata. mereka itu adalah Mar dan Marti. kamu bisa meminta bantuan Mar dan Marti hanya sesudah kamu melaksankan tapa brata ( laku spiritul yang sungguh-sungguh ). setia tidak bohong. kalau kamu melukai orang lain itu juga melukai dirimu sendiri. tidak mencampuri urusan orang e. adik ari-ari. bersifat luhur berpikiran jernih g. waspada dan eling 14. Tapa nafsu. Adi ari-ari. Sementara orang menyebut mereka keblat papat lima tengah. semua manusia itu sama : saya adalah kamu ( tat twan asi ). Tapa rasa. sedangkan Marti adalah udara yang merupakan rasa ibu sesudah selamat melahirkan si jabang bayi. suku. mereka ada karena kamu ada. dia dikeluarkan dari gua garba ibu sesudah kamu. Getih. bangsa. Selalu yakin orang yang kehilangan keyakinan atas kepercayaan diri adalah seperti pusaka yang kehilangan yoninya atau kekuatannya 15. (empat jurusan yang kelima ada ditengah). itu juga baik buat kamu. mandi. Tapa hati. Berketetapan hati a. tenang dan kuat dalam panalongso f. Tapa raga. usahakan supaya badan menuruti kehendak cipta yaitu dengan jalan: bangun pagi hari. tidak mengeluh dan sabar pada saat menderita d. Merekalah yang disebut sedulur papat kalimo pancer. Secara mistis Mar dan Marti ini warnanya putih dan kuning. saudara tua kawah. yang dihasilkan karena perjuangan ibu saat melahirkan bayi. 16. pancer kelima itulah badan jasmani kamu. yang lain adalah Kalima Pancer. Ada guru laku yang mengatakan bahwa seseorang itu tidak diperkenankan melakukan pujabrata. Mulai hari ini. Sembah raga Ini adalah tapa dari badan jasmani. Tapa jiwa. berbentuk udara. tempatnya di utara warnanya hitam. seperti diketahui badan hanyalah mengikuti perintah batin dan kehendak. Menghormati orang lain tanpa memandang jenis kelamin. merasa gembira tanpa batas. bersyukur tidak mencurigai orang lain melakukan hal yang jahat c. Mereka memang ditugaskan oleh kekuasaan alam untuk selalu dengan setia membantu. Mar adalah udara.

kamu dan cahaya itu saling melindungi. dan sama sekali tidak menjadi beban. dengan rasa yang mendalam menggunakan jiwa suksma yang telah kamu temui pada waktu pada heneng. ditempat yang sesuai. Cahaya itu adalah pramana kamu sendiri. laksanakan dengan santai saja 4.12 b. Kita bisa mengerti dengan sempurna untuk apa kita diciptakan dan selanjutnya apakah tujuan hidupmu. Kamu harus selalu mengerjakan hal-hal yang baik dan benar. hubungan harmonis antara kawula dan Gusti layaknya seperti manisnya madu dan madunya. Berlatih cipta sebagai berikut : 1. d. Sembah jiwa Sembah jiwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Kita akan mengerti dengan sempurna atas kenyataan hidup dan keberadaan semua mahluk melalui olah samadi atau memahami Sangkan Paraning Dumadi. Sembah cipta 1. Ini hanya bisa dilaksanakan dengan keteguhan hati sehingga hasilnya akan terlihat. c. Konsentrasikan rasa kamu 3. 2. Lakukan dengan teratur ditengah. seolah-olah badan astral dan mental tidak berfungsi. Apabila kamu melihat cahaya yang sangat tenang tetapi tidak menyilaukan itu pertanda kamu sudah mulai membuka dunia kenyataan. Jangan memaksa ragamu. kontrollah nafsumu dan taklukan keserakahan. Dengan begitu rasa kamu akan menjadi tajam dan kamu akan mulai melihat kenyataan. fokuskan kepada itu 5. kamu lupa tetapi jiwa tetap eling ( sadar ) itulah situasi heneng dan hening dan sekaligus eling kesadaran dari rasa sejati. kamu akan merasa yakin pada waktu bersamadi. Biasakanlah melakukan hal ini. hening dan eling. . kamu merasa seolah-olah sepi tidak ingat apapun. ini adalah sembah batin yang tidak melibatkan lahir. 2. kamu harus melatih pikiranmu kepada kenyataan sejati kawula engenal Gusti. Kini kamu berada dijalan yang menuju ke kenyataan sejati. Kehendahmu jernih. 2. sampai kamu merasa bahwa apa yang kamu kerjakan itu adalah sesuatu yang memang harus kamu kerjakan. Sembah rasa artinya sejati ( rasa sejati ) 1. tidak terpisahkan.

menehi duwit marang wong kang kekurangan kuwi becik. ana kono gambar Macan.13 PAPAT LIMA PANCER Ing Kekayon wayang purwa kang kaprahe kasebut Gunungan. Bantheng. lan Manuk Merak nggambarake nafsu Mutmainah kang kabeh mau bisa dibabarake kaya ukara ing ngisor iki: Amarah : Yen manungsa ngetutake amarah iku tartamtu tansaya bengkerengan lan padudon wae. Yen Kawah wis mancal medhal. mulane Ari-Ari iku diarani Sedulur Enom lan kasebut Adhi Ari-Ari Lamun ana wong abaran tartamtu ngetokake Rah ( Getih ) sapirang-pirang. Rasa uwas kawatir pralaya anane dhisik dhewe sadurunge metune Kawah. iku cetha yen ora apik. SEDULUR PAPAT LIMA PANCER Njupuk sumber saka Kitab Kidungan Purwajati seratane . mula kuwi yen ora dikendaleni. mula Kawah banjur dianggep Sadulur Tuwa kang lumrahe diarani Kakang Kawah. Wong nggarbini yen pas babaran kae. bisa-bisa manungsa koncatan kasabaran. Yen manungsa . Marmati iku tegese Samar Mati ! lire yen wong wadon pas nggarbini ( hamil ) iku sadina-dina pikirane uwas Samar Mati. Puser (Tali Plasenta) iku umume PUPAK yen bayi wis umur pitung dina. Bantheng nggambarake nafsu Supiyah. lan Manuk Merak nggambarake nafsu Mutmainah. mulane Rasa Samar Mati iku banjur dianggep minangka Sadulur Tuwa. Supiyah / Kaendahan : Manungsa kuwi umume seneng marang kang sarwa endah yaiku wanita (asmara). kamangka sabar iku mujudake alat kanggo nyaketake dhiri marang Allah SWT. Kethek lan Manuk Merak. Geneya kok disebut Marmati. Kethek lan Manuk Merak. diwiwiti saka tembang Dhandanggula kang cakepane mangkene : Ana kidung ing kadang Marmati Amung tuwuh ing kuwasanira Nganakaken saciptane Kakang Kawah puniku Kang rumeksa ing awak mami Anekakake sedya Ing kuwasanipun Adhi Ari-Ari ingkang Memayungi laku kuwasanireki Angenakken pangarah Ponang Getih ing rahina wengi Ngrerewangi ulah kang kuwasa Andadekaken karsane Puser kuwasanipun Nguyu-uyu sabawa mami Nuruti ing panedha Kuwasanireku Jangkep kadang ingsun papat Kalimane wus dadi pancer sawiji Tunggal sawujud ingwang Ing tembang dhuwur iku disebutake yen " Sedulur Papat " iku Marmati. Mula kuwi. Contone. banjur disusul laire bayi. Mutmainah / Kautaman : Senajan kuwi kautaman utawa kabecikan. Adhi AriAri lan Rahsa kuwi?. Aluamah / Srakah : Manungsa kuwi umume padha nduweni rasa srakah lan aluamah. lan Getih kang kaprahe diarani Rahsa. Bantheng nggambarake nafsu Supiyah. lire kudu bisa ngatasi krodhane sedulur papat. Kewan cacah papat mau nggambarake nafsu patang warna yaiku : Macan nggambarake nafsu Amarah. manungsa kepengine bisa urip nganti pitung turunan. Kocape kuwi mujudake Sedulur Papat mungguhing manungsa. Manungsa diuji aja nganti kalah karo sedulur papat kasebut. Mula banjur tuwuh unen-unen " SEDULUR PAPAT LIMA PANCER " 0 Kekayon wayang purwa kang kaprahe kasebut Gunungan. kang dhisik dhewe iku metune Banyu Kawah sak durunge laire bayi. Bantheng. mula Rahsa iku uga dianggep Sedulur Enom. Kocape kuwi mujudake Sedulur Papat mungguhing manungsa. sedulur papat iku kudu direksa lan diatur supaya aja nganti ngelantur. kapara kudu menang. nanging yen kabeh duwene duwit diwenehake satemah uripe dewe rusak. Kabeh kuwi mancer neng Puser (Udel) yaiku mancer ing Bayi. ana kono gambar Macan. Kethek nggambarake nafsu Aluamah. Ari-Ari lan Rahsa kuwi mau. Kethek nggambarake nafsu Aluamah. Iki dianggep Pancer pusate Sedulur Papat. Cethane mancer marang uwonge kuwi. Ari-Ari. Mula manungsa kang kabulet nafsu asmara digambarake bisa ngobong jagad. Wetune Rah (Rahsa) iki uga ing wektu akhir. Kawah. Puser kang copot saka udel kuwi uga dianggep Sedulure bayi. kakang Kawah. Kewan cacah papat mau nggambarake nafsu patang warna yaiku : Macan nggambarake nafsu Amarah. Sarehne Ari-Ari iku metune sakwise bayi lair. nanging yen ngluwihi wates ya tetep ora becik. sakwise kuwi banjur disusul wetune Ari-Ari.

pada waktu terkena bencana alam. atau adat untuk berpuasa dan menyendiri dalam suatu ruangan (ngebleng). . Mereka juga beranggapan bahwa orang bisa menjadi lebih tekun. Selama berabad-abad para pertapa dianggap sebagai orang keramat. Dalam ceritacerita wayang kita sering dapat menjumpai adanya tokoh pahlawan yang menjalankan tapa. dan terutama bahwa orang yang telah melakukan usaha semacam itu kelak akan mendapatkan pahala. epidemi dan sebagianya. Tirakat kadang-kadang dijalankan dengan berpantang makan kecuali nasi putih saja (Mutih) pada hari senin dan kamis. Ing kene dununge pancer kudu bisa dadi paugeran lan dadi pathokan. dengan jalan berpuasa pada bulan puasa (Siyam) ada terkadang juga berpuasa selama beberapa hari (Nglowong) menjelang hari-hari besar Islam. yang tidak dapat ditembus oleh sinar cahaya (patigeni). menempuh kesukaran dan ketidaknyamanan untuk maksud-maksud ritual dalam budaya spiritualnya. Dalam kesusateraan kuno orang kuno. konsep tapa dan tapabrata diambil langsung dari konsep Hindu tapas. yaitu bulan Sura. atau dalam hubungan dengan orang lain. yang berakar dari pikiran bahwa usaha-usaha seperti itu dapat membuat orang teguh imannya dan mampu mengatasi kesukarankesukaran. kesedihan dan kekecewaan dalam hidupnya melalui latihan keprihatinannya pada jalan tirakatnya.14 dikalahake dening sedulur papat iki. Manusia jawa (tiyang Jawi) pada saat tertentu rela/mau dengan sengaja. orang dapat mencapai tujuan-tujuan yang sangat penting. bahkan ada juga yang melakukannya di dalam suatu ruangan yang gelap pekat. Dalam keadaan seperti itu melakukan tirakat dapat dianggap sebagai tanda rasa prihatin yang dianggap perlu oleh orang Jawa bila seseorang berada dalam keadaan bahaya. waktu mengalami krisis dalam keluarga. misalnya pada waktu orang menghadapi suatu tugas berat. Bener orane. ateges jagade bubrah. seperti pada Bakda Besar (Bulan pertama menurut perhitungan orang Jawa). Tirakat dapat juga dijalankan pada saat-saat khusus. yang berasal dari buku-buku Veda. Orang Jawa juga mempunyai adat untuk hanya makan sedikit sekali (tidak lebih daripada yang dapat dikepal dengan satu tangan) ngepel. dan anggapan bahwa dengan menjalankan kehidupan yang ketat dengan disiplin tinggi. Bertapa ( Tapabrata ) Tapabrata dianggap oleh para penganut agami Jawi sebagai suatu hal yang sangat penting. nyumanggakake TIRAKAT Liring sepuh sepi hawa Awas roroning atunggal Tan samar pamoring sukma Sinukmanya winahya ing ngasepi Sinimpen telenging kalbu Pambukaning wanara Tarlen saking liyep layaping ngaluyup Pindha sesating supena Sumusiping rasa jati Sajatine kang mangkana Wus kakenan nugrahaning Hyang Widhi Bali alaming asuwung Tan karem karameyan Ingkang sipat wisesa-winisesa wus Milih mula-mulanira Mulane wong anom sami. jabatan. untuk jatah makannya selama satu atau dua hari. serta mampu menahan hawa nafsu. tetapi dapat juga pada waktu suatu masyarakat atau negara berada dalam suatu masa bahaya.

yaitu dari yang sangat sederhana. Ketiga jenis tapa yang tersebut terakhir. semua biasanya dijalankan dengan tata urut tersendiri. 5. yaitu bersamadi disamping makam nenek moyang anggota keluarga. murid dari seorang wali di abad ke 16. Maksud yang ingin dicapai dengan bermeditasi itu ada bermacam-macam. 2. Namun banyak orang melakukan meditasi untuk memperoleh kesaktian ( kasekten ) disamping untuk menyatukan diri dengan sang Pencipta. Meditasi atau Semedi. Walaupun demikian bahwa kita harus memperhatikan bahwa ke 11 jenis tapabrata itu jarang dilakukan secara terpisah. tetapi boleh makan. oleh karena itu batas antara tirakat dan tapabrata itu tidak begitu jelas. Namun sering terjadi bahwa orang melakukan tapabrata bersamaan dengan samadi. Sebaliknya meditasi seringkali juga dijalankan bersama dengan suatu tindakan keagamaan lain. Tapa tilem. serta perbedaan antara keduanya hanya terletak pada intensitas menjalankannya saja. hingga yang sukar dan berat dijalankan. Tapa ngambang.15 Orang jawa mengenal berbagai cara bertapa. Tapa ngalong. Tapa ngramban. Bahwa meditasi dan tapa adalah sama. dengan cara tidur untuk suatu jangka waktu tertentu tanpa makan apa-apa. dengan bergantung terbalik. Oleh karena itu tapa semacam itu mirip dengan tapa pada orang hindu dahulu. untuk mendapatkan wahyu. 6. yaitu hanya makan nasi saja. dilakukan dengan jalan tidak tidur. seperti memusatkan perhatian pada titik-titik hujan yang jatuh ditanah. untuk suatu jangka waktu tertentu. untuk memperoleh kemahiran berkreasi atau memperoleh kemahiran dalam kesenian. berbagai cara menjalankan tapa adalah : 1. tanpa lauk pauk. yang memungkinkannya melakukan suatu pekerjaan yang penuh tanggung jawab atau untuk menghadapi suatu tugas berat yang dihadapinya. cara bertapa semacam ini biasanya didahului oleh suatu janji. misalnya untuk memperoleh kekuatan iman dalam menghadapi krisis sosial ekonomi atau sosial politik. Meditasi atau semedi memang biasanya dilakukan bersama-sama dengan tapabrata. Tapa nguwat. dengan gemuruh ombak sebagai latar belakangnya. Tapa ngidang. 11. Tapa mutih. dengan menyendiri di dalam hutan dan hanya makan tumbuh-tumbuhan 7. 4. atau dilakukan dengan cara menggabung-gabungkan. 3. yaitu tidak dan tidak membersihkan diri selama jangka waktu tertentu. Tentu saja tujuan dari tapa semacam ini adalah untuk mendapatkan kenikmatan duniawian. dengan menahan diri untuk tidak berbicara. sehingga dengan demikian ada suatu perbedaan fungsional antara tirakat dan tapabrata. Tapa ngeli. adalah cara bersamadi dengan membiarkan diri dihanyutkan arus air di atas sebuah rakit. dengan kedua kaki diikat pada dahan sebuah pohon. 10. dengan jalan merendam diri di tengah sungai selama beberapa waktu yang sudah ditentukan. ia biasanya juga bermeditasi. Tapa mangan. atau orang keramat. dan cara-cara itu telah disebutkan oleh J. sambil berdiri dengan posisi yang sukar selama 12 jam berturut-turut. Knebel (1897 : 119-120 ) dalam karangannya mengenai kisah Darmakusuma. . sebenarnya juga dilakukan oleh orang-orang yang hanya menjalankan tirakat aja. 9. Teknik-teknik serta latihan-latihan untuk melakukan meditasi ada bermacam-macam. 8. Tapa bisu. dengan jalan menyingkir sendiri ke dalam hutan. dengan maksud untuk memperoleh wahyu. orang yang melakukan tapa ngeli misalnya. tidak berbuat apa-apa. tidak hanya duduk diatas rakitnya saja sambil bengong. akhirnya perlu disebutkan bahwa pada orang Jawa tapa merupakan salah satu cara penting dan utama untuk bersatu dengan Tuhan. misalnya dengan berpuasa atau tirakat. Tapa bolot. seperti menatap cahaya yang terang benderang dari dalam sebuah gua yang gelap ditepi pantai.

harus ada keyakinan dalam diri anda. karena kelanjutan meditasi mengarah kepada sama sekali tidak lagi mempergunakan panca indera ( termasuk pikiran dan perasaan ) terutama ke arah murni mengalami kenyataan yang asli. tetapi lebih banyak mengandung perbedaan dari pribadi ke pribadi orang lain. membebaskan keinginan duniawi sehingga menemui jati dirinya yang murni atau asli. mengetahui kesatuan alam dengan dirinya dan lain-lainnya. Mengamati.16 MEDITASI Dalam olah batin. bisa berbaring dengan lurus dan rata. Oleh karena itu mungkin sekali lebih tepat jika caracara meditasi kita masukkan ke golongan seni dari pada ilmu. watak dan tingkat perkembangan spiritualnya serta tujuan meditasinya dengan kulit atau baju kebudayaan orang yang sedang melaksanakan meditasi. justru keabsahan meditasinya tergantung kepada hasilnya. musik yang cocok dengan selera anda. sebabnya tiada lain karena meditasi adalah salah satu usaha proses untuk meningkatkan pengembangan pribadi seseorang secara total. berdasarkan pengalaman meditasi dapat berarti : 1. Melihat ke dalam diri sendiri 2. mencerminkan hasil meditasinya. Perlu segera dicatat. Tulisan ini didasari dari berbagai literatur mengenai meditasi. Tentu hal tersebut ada sebabnya. untuk mencapai keheningan. bahwa alam semesta ini terdiri dari . Keadaan hasil yang demikian. Bantuan untuk lebih khusuk jika anda perlukan. bisa duduk tegak. Secara gebyah uyah (pada umumnya) orang yang melakukan meditasi yakin adanya alam lain selain yang dapat dijangkau oleh panca indera biasa. lebih merasa dekat dengan Tuhan. Tiga hal tersebut diatas baru awal masuk ke alam meditasi. Cara dan hasil meditasi dari banyak pelaku olah batin dari berbagai agama besar maupun perorangan dari berbagai bangsa. Cara bermeditasi banyak sekali. Posisi tubuh carilah yang paling anda rasakan cocok / rileks. suatu Proses Meningkatkan Kreatifitas dan Pengetahuan Dunia Gaib “ Apakah Meditasi ? Mengusahakan rumus yang pasti mengenai arti meditasi tidaklah mudah. meditasi menjadi salah satu topik pembicaraan yang tiada habis-habisnya. pergunakan wangi-wangian dan atau mantra. karena pengalaman dalam bermeditasi banyak dipengaruhi oleh latar belakang temperamen. yang dapat dilakukan adalah memberi gambaran berbagi pengalaman dari mereka yang melakukan meditasi. Ada yang memulai dengan tubuh. kita menarik nafas dan mengeluarkan nafas dengan teratur. bahwa pengalaman meditasi akan berbeda dari orang ke orang yang lain. merasa kesabarannya bertambah. arti meditasi dengan tubuh adalah mempergunakan menyerahkan tubuh ke dalam situasi hening. sering tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri. refleksi kesadaran diri sendiri 3. Sujianto yang berjudul “ Pengembangan Kwalitas Pribadi di Bidang Kebatinan. Cara-cara dan akibat bermeditasi. Melepaskan diri dari pikiran atau perasaan yang berobah-obah. banyak menghasilkan kemiripan-kemiripan yang hampir-hampir sama. Tulisan ini merupakan usaha melengkapi tulisan J. tetapi juga oleh orang-orang ( masyarakat ) di sekitar diri orang tersebut karena tingkah-lakunya maupun ucapanucapannya serta pengabdiannya kepada manusia lain yang membutuhkan bantuannya. Oleh karena itu kita dapat menghakimi hasil temuan orang yang bermeditasi. umpamanya orang yang bersangkutan menjadi lebih bijaksana. Lakunya adalah dengan mempergunakan pernafasan.

mengantuk bahkan tidak mengetahui apa-apa lagi. dengan usaha menuju kasampurnaning urip. cita-cita berdasarkan kasih sayang dan sejenis itu menjadi sumber fokus ketika hendak memasuki meditasi. Dalam keadaan demikian anda tidak lagi merasa lapar. akan dapat menumbuhkan ketenangan jiwa.17 energi dan cahaya yang tiada habis-habisnya. bahkan dapat hilang sama sekali. Sesuatu itu jangan dijadikan tujuan meditasi. maka anda dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dalam pengertian spiritual. Secara fisik ada yang berusaha “ mengosongkan pikiran “ dengan memfokuskan kepada “ bunyi nafas diri sendiri “ ketika awal meditasi. manfaatnya tidak hanya untuk kesehatan tubuh saja tetapi juga ikut menumbuhkan rasa tenang. dan mungkin pula memperoleh “ pengetahuan “ tentang alam semesta atau lainnya. karena berciri sangat pribadi. cita-cita ingin manunggal dengan Tuhan. Ketika mengelurkan nafas dengan teratur juga. Di dalam serat Wulang Reh. hanya andalah yang dapat mengetahui dan merasakannya. terdapat juga ajaran untuk hidup secara asketik. apakah itu cahaya atau suara atau gambaran-gambaran. tetapi juga memaksakan diri secara keterlaluan. mungkin juga bermanfaat untuk manusia lain. Keyakinan itu anda pergunakan ketika menarik dan mengeluarkan nafas secara teratur. teruskan meditasi anda. kecuali anda tersadar kembali. anda sendiri yang akan menemukan dan meneruskannya. karya "kasusastran" Jawa (dalam bentuk syair) yang ditulis oleh Kanjeng Sunan Paku Buwono IV. termasuk ajaran tak boleh mengumbar nafsu makan serta tidur). orang harus melatih kepekaan hati agar tajam menangkap gejala dan tanda-tanda. Kesulitan yang paling berat dalam bermeditasi adalah “mengendalikan pikiran dengan pikiran“ artinya anda berusaha “ mengelola “ pikiran-pikiran anda. Bermeditasi dengan usaha melihat cahaya alam semesta. sehingga dengan tiada terasa anda akan bisa khusuk dalam keheningan bermeditasi. yang dilakukan terus menerus secara teratur. Jika proses meditasi yang dilukiskan tersebut diatas dapat anda lakukan dengan tepat. Untuk dapat berhasil anda sangat perlu memiliki motivasi yang cukup pekat dan dalam. . karena perasaan-perasaan negatif seperti rasa kuatir atau takut. tubuh anda sesungguhnya didiamkan untuk beberapa saat. yang akibatnya pasti baik untuk diri anda sendiri. karena hasil sesuatu itu adalah hasil proses meditasi. atau ada juga yang menfokuskan kepada nyala lilin atau ujung hidung sendiri. sampai mencapai keadaan “ Pikiran tidak ada “ dan anda tidak berpikir lagi. tarik nafas tersebut harus dengan konsentrasi yang kuat. umpamanya cita-cita ingin menolong manusia manusia lain. benci dan sejenisnya akan sangat berkurang. Jika dilakukan dengan sabar dan tekun serta teratur. Jika menemui sesuatu. keinginan yang keras duniawi. salah satu cara adalah “ mengosongkan pikiran “ dengan cara menfokuskan pikiran anda kepada suatu cita-cita. Pengembangan selanjutnya dari proses meditasi tersebut. Pengalaman sesudah keadaan demikian. yang hasil akhirnya tumbuh ketenangan. jangan berhenti. Biasanya intuisi anda akan lebih tajam sesudah mengalami proses meditasi yang demikian itu. Jika dalam proses tersebut pikiran anda belum dapat anda “ kuasai atau hilangkan “ janganlah putus asa atau berhenti. Meditasi ini harus juga dilakukan dengan pernafasan yang teratur. karena tiada kata kalimat dalam semua bahasa bumi yang dapat menerangkan secara gamblang. Cita-cita ingin berbakti kepada bangsa dan negara. Pada gulangen ing kalbu ing sasmita amrih lantip aja pijer mangan nendra kaprawiran den kaesti pesunen sarira nira sudanen dhahar lan guling (Intinya. bukan tujuan meditasi. Ketika menarik nafas sesungguhnya menarik energi dan cahaya alam semesta yang akan mengharmoni dalam diri anda.

Praktek Samadi Waktu bersamadi orang bisa mengambil posisi duduk atau tidur telentang diatas tempat tidur. apa yang dihapus ? pengaruh dari nafsu. diharapkan akan mampu mengetahui “ Sangkan Paraning Dumadi “ ( makna perjalanan kehidupan ). Bila berhasil orang akan berada dalam suwung dan nur mendapatkan tuntunan mistis yang simbolis. Elemen merah dengan sinar merah. Kondisi dari plenet- . Sesudah itu nafsu dinetralisir didalam indera ke enam. Sifat-sifat hidup Tuhan terasa seperti getaran dan getaran ini terus menerus. Dengarkanlah dengan penuh perhatian suara nafas dengan tenang. Seseorang yang melakukan samadi adalah seseorang yang mengambil posisi-patrap untuk meraih budi yang besar. Dengan melakukan ini. Ada tiga elemen yang terdiri dari : 1. manusia adalah makluk yangmempunyai : 1. Elemen-elemen ini selalu bergetar. Nur itu adalah hati dari budi. Elemen biru dengan sinar biru. Di dalam nur ini. pangrucatan itu artinya dilepas. Didalam suwung terdapat sifat-sifat hidup dari Tuhan. oleh karena itu samadi adalah satu proses dari penyucian budi. ini panas 2. Manusia. jagad raya adalah suatu Causa prima. murni sebagai sifat-sifat hidup dari Tuhan. ada yang menjadi badan budi atau jiwa yaitu badan jiwa dari manusia. tanpa keinginan dan pamrih apapun. budi menjadi nur. Budi suci terlihat seperti cahaya atau sinar yang disebut Nur. 3. Elemen kuning dengan sinar kuning. kawula bisa berkomunikasi dengan Gusti untuk menerima tuntunan sesuai dengan kedudukannya sebagai kawula. Mukswa artinya dihapus. ketika nur menjadi sari dari badan jasmani manusia. 2. ini dingin 3. Badan jasmani = badan kasar. Sebagai hasil dari perpaduan ketiga elemen tersebut. Badan cahaya = nur atau suksma Dengan susunan seperti tersebut diatas. pada posisi tidur kaki diluruskan.18 SAMADI Samadi berasal dari kata : Sam artinya besar dan Adi artinya bagus atau indah. ada yang menjadi calon planet. bernafaslah dengan santai. kedua tangan diletakkan didada. Budi suci adalah budi yang diam tanpa nafsu. apa yang dilepas ? pengaruh dari nafsu . tenang dan aman. Nur itu adalah sari dari jagad raya. ini sama seperti kalau memusatkan pandangan kepada pucuk hidung. menghirup dan mengeluarkan udara melalui hidung. Sebelum adanya jagad raya. Pilihlah tempat yang bersih. Nikmatilah suara nafas dengan jalan menutup mata. Kesatuan dari budi dan nur secara mistis disebut curigo manjing warongko atau bersatunya kawula dan Gusti atau juga biasa digambarkan Bima manunggal dengan Dewa Ruci. ini menakjubkan. Manusia diciptakan oleh Tuhan. pikiran dinetralisir demikian juga angan-angan dan pengaruh panca indera. Ini akan membuat pikiran menjadi tidak aktif. Itu artinya didalam jagad raya dan galaksi akan selalu dilahirkan planet-planet dan bintang-bintang baru. Badan jiwa = badan alus. elemen ke empat lahir dengan warna putih atau putih keperak-perakan dan inilah yang disebut nur. indah dan suci. Memahami Jagad Raya. Inilah kondisi suwung ( kosong ) tetapi sebenarnya ada aktifitas dari getaran hidup murni. Istilah lainnya ialah Pangrucatan atau Kamukswan. tidak ada apa-apa kecuali kekosongan dan suwung.

Ana paedahe kang migunani banget manawa wong nindakake pambudi daya kalawan misah dheweke ana ing papan kang sepi karana tinimune kekuwatan gaib iku sok-sok tinemu dhewekan ana ing sepen. iya pikiran-pikiran kang mangkono iku kang bisa nekakake kasekten gaib. Tinemune ilmu-ilmu kasekten iki saranane kalawan kekuwataning pikiran pikiran iku manawa kagolongake . Wong ngyakinake prabawa gaib iku anduweni kekarepan supaya dadi wong lanang temenan kang diendahake dening wong akeh. kalawan tumindak mangkono wong ahli kasutapan mau dadi nduweni pikiran-pikiran kang mardhika. Dene kasekten ireng iku ilmu kaprajuritan kang kapigunakake luwihluwih kanggo nelukake kalayan paripaksa. Sawijining wewarah kang luwih becik tumrap wong kang lagi nglakoni kasutapan iya iku ati kang teguh santosa aja kesusu-susu lan aja bosenan ngemungake wong kang anduweni katetepan ati lan santosaning sedya sumedya ambanjurake ancase iya iku wong kang bakal kasembadan sedyane. Wong ahli kasutapan tansah yakin enggone ngumpulake kekuwatan gaib ing dalem dhirine. Kawruhana wong kang lagi miwiti ngyakinake ilmu gaib sok sok dheweke iku mesthi nemoni kagagalan kagagalan kang nuwuhake rasa kuciwa. ditrisnani ing wong akeh pitembungane digatekake lan pakartine diluhurake ing wong akeh. Miyos saking renteging hawa ambedah anggit prayitnaing pikir sesumeh bayu ayuning asih njembari pajar latuning titah ilang lunganing ngawang nemoni asrep reseping wening Ono sanepa kagem pepiling Wong kang ambudi daya kalawan anglakoni tapa utawa semedi kudu kanthi kapracayan kang nyukupi apa dene serenging lan kamempengan anggone nindhakake. Amarehe diwedeni ing wong akeh panguwuhe gawe kekesing wong yen anyentak dadi panggugupake lan gawe gemeter dirine. ada planet yang bisa dihuni dan yang tidak bisa dihuni. Wong ahli kasutapan kudu budidaya bisane nglawan marang nepsune kekarepan umum (kekarepan wong akeh kang campur bawur ngumandang ana ing swasana). Sawise wong mau entek pangarep arepe lumrahe banjur trima bali bae marang panguripan adat sakene mung dadi wong lumrah maneh. uga sangsaya gedhe tumandhoning kekuwatan gaib kang kinumpulake. Sangsaya akeh kehing kang kena tinides. iya pancen nyata wong liyane mesthi tunduk marang sawijining wong kang ahli ilmu. Ananing sakaro karone saka sumber ilmu Allah sarta sakaro karane iku padha dipigunakake kalawan atas asma Allah.19 planet yang baru dilahirkan bisa berbeda antara yang satu dengan yang lain. Kekuwatan gaib iku tansah makarti tanpa kendhat enggone mujudake sedya lan nganakake kekarepan. Kasekten putih iku satemene ilmu Allah Kang Maha Luhur wis mesthi bae kapigunakake mligi kanggo kaslametane wong akeh. Atine kudu santosa temenan supaya wong kang nindhakake sedyane mau ora nganti kadadeyan entek pengarep-arepe yen kagawa saka kuciwa dening kahanane badane. iya iku kasekten putih (Witte magie/white magic) utawa kasekten ireng (Zwarte magie/Black Magic). wong mau kudu nindakake pambudi dayane luwih saka wewangening wektu saka katamtuwaning laku kang dikantekake marang sawiji-wijining mantram lan ajaran ilmu gaib awit gede gedening kagelan iku ora kaya wong kang gagal enggone nindakake lakune rasa kuciwa kang mangkono iku nuwuhake prihatin lan getun. kalawan ora maelu marang anane pakewuh pakewuhe lan kagagalan-kagagalaning. Kasekten iku kaperang ana rong warna. dene perangan liyane ala. Wong ahli kasutapan kudu anduweni ati kang tetep lan kekarepan kan dereng. sarta bakal anjalari kacilakaning wong liya. Awit saka anane perangan mau banjur dadi kanyatan yen perangan kang sawiji iku becik. nganti andadekake ciliking ati lan enteking pangarep-arep. iya anaa ing ngendi wae enggone nyugulake dirine. karena tergantung kepada pengaruh dari tiga elemen tersebut.

"Drengki . Samengko umpamane ban ana sawijining wong kang lagi tapa kalawan duwe sedya supaya andarbeni daya prabawa kang luwih gedhe sarta anindakake sakehing kekuwatan pikiran kalawan ditujokake marang sedyane mau nganti nuwuhake daya prabawa. Sajrone nglakoni tapa utawa salagine ngumpulake kekuwatan gaib. kayata : wedi. Gegeman kalawan wadi sakehing ilmu gaib lkang lagi pinarsudi. ⇒ Aja sok anggigit kukuning dariji tangan. ⇒ Aja mencap-mencepake lambe. kasutapan iya uga dadi gugur lan kudu lekas wiwit maneh. Patrapebadan kang kaku lan kagugupan kudu didohake . ⇒ Aja ngentrok-entrokake sikil munggah mudhun. atining wong iku mesthi kudu tetep tentrem lan ayem sanadyan ana kadadeyan apa wae. electrieiteit zunrstof koolzunr sarpaning Zunr lan isih akeh liya-liyane maneh. dene teken minangka dadi pralambanging kekuwatan gaib. Kekuwataning daya anarik saka pikiran iku banjur anarik dzat ing swasana kang pinuju salaras karo daya prabawa mau kalawan saka sathithik sarta sareh dzat daya prabawa kang ing swasana iku katarik mlebu ing dalem badane wong kang lagi tapa mau. Menawa isih kadunungan rasa wedi ing dalem atine wong ora bakal bisa kasambadan apa kang disedyaak. ⇒ Aja sok singsot ⇒ Aja duwe lageyan sok nethek nethek kalawan driji tangan marang meja kursi utawa papan liyane. sengit. Rasa wedi iku sawijining pangrasa kang luwih saka angel penyegahe.20 meleng sawiji bisa nuwuhake kekuwatan kaya panggendeng kang rosa banget tumrap marang apa bae kang dipikir lan disedya. Satemene perlu banget nyirnakake kekarepan "drengki" luk wit ngrasaning karep drengki iku banget nindhih marang diri pribadi. Ana maneh "drengki" iku kaya anggawa sawijining pikulan abot kang tansah nindhes marang dhiri lan sarupa ana barang atos medhokol kang angganjel pulung ati. Wong kang nglakonitapa kalawan nindakake laku-laku kang tinemtokake wis mesthi bae gumolonging pikirane bebarengan padha kumpul dadi siji sarta katujokake marang apa kang disedya kalawan mangkono iku kekuwatan daya anarik migunakake sarosaning kekuwatane banjur anarik apa kang dikarepake. Kalawan mangkono dzat "prabawa" iku dadi kumpul ing dalem badane wong narik dzat iku nganti tumeka wusanane badane wong ahli tapa. iku bisa metokake daya prabawa kang gedhe daya karosane. ⇒ Aja molahake lidhah lan andhilati lambe. Wong kang andarbeni ilmu kang mangoko iku dadi sawijining wong kang sakti mandraguna. Diyan minangka pralambanging pepadhang. "Semang-semang" iku andadekake ati kang peteng ora padhang terang. ⇒ Aja narithilake kedheping mata. Tumrap wong-wong kang nglakoni tapa ditetepake pralambang telu : Diyan. Manawa atine wong iku nganti gugur. Jubah lan Teken. Wong kang lagi nindakake katamtuwan ing dalem kasutapan kudu kalawan ati kang sabar anteng lan tetep. kukur-kukur sirah. kayata glegak-glegek molah-molahake sirah. "Sengit utawa drengki" iku uga dadi mungsuhing kekuwatan gaib. nepsu. Jubah minangka dadi pralambange katentremaning ati kang sampurna. "Nepsu" iku andadekake tanpa dayane kekuwataning batin. Kalawan "rasa wedi" iku atining wong dadi ora bisa anduweni budi daya apa-apa. tumrap kahanan kang umpetan utawa gaib. Swasana kang katone kaya dene kothong bae iku satemene ana drate rupa-rupa kayata : geni murub emas kayu lemah waja. ⇒ Ngedohake sakehing saradan utawa bendana kang ora becik. ngangkat pundhak lan liya-liyane sabangsane saradan kabeh. Ing dalem sasuwene wong nglakoni tapa iku prelu banget kudu migateake marang sirikane. semang-semang lan drengki. luwih becik murih nyataning kasekten tinimbang karo susumbar kalawan kuwentos kayakenthos.

Supaya bisa nindhakake pamaluya marang dhirine dhewe kalawan sampurna wong ngesthi kudu mahamake cara-carane maluyakake panyakit. ⇒ Nahan napas iku kira-kira nem saat utawa luwih suwe ing dalem paru-paru dhadhane cikben lestari mekare. nganti dhadha mekar lan weteng dadi nglempet. dening sapa bae kang nglakoni tapa supaya oleh ilmu gaib. Badan kajejegake lan janggute diajokake. Manawa wong gelem naliti yen wong iku bisa ngumpulake kekuwatan gaib ing dalem badane dhewe lan ngetokake sabageyan kekuwatan gaib kawenehake marang wong liyane mestheni uwong bisa ngreti yen arep migunakake kekuwatan iku nganggo paedahe dhiri dhewe uga luwih gampang. Pikiran katarik mlebu. ⇒ Ambuangna napas kalawan alon nganti entek babar pisan nganti dhadha dadi kempes. Cara nindakake napas kaya ing ngisor iki : ⇒ Narik napas kalawan alon lan nganti jero ing sabisane. mesthine kudu ngirima kekuwatan waluya marang sajroning badane wong kang lara. sikil karo pisan tumapak ing lemah. Kalawan jempol tangan tengen anutup lenging grana sisih tengen lan anarika napas liwat lenging grana sisih kiwa.21 lan meri" iku mung anggawa karugiyan bae tumrap kita. supaya luwar saka sakehing geteran pikiran kaya saka ing jaba. lan weteng dadi mekar. Salawase wong isih anduweni pangrasan karep "drengki lan meri" iku ora bakal bisa tumeka kamajuwane tumrap dunya prabawaning gaib. Gawe segering utek lungguha kalawan jejeg lan nyelehna tangan karo pisan ing sandhuwuring pupu kiwa tengen: mripat mandheng marang arah ing ngarep kalawan tetep: sikil karo pisan tumadak ing lemah. sabuk uga diuculi supaya sandangan dadi longgar lan kepenak kanggo tumindhak ing napas. iki kena lan kudu ditindakake saben dina telung rambahan. Iya iku cara-cara kang katindakake kanggo maluyakake wong liya lan wusanane ambudidaya supaya bisa migunakake obah-obahan iku marang awake dhewe. ora ana gunane sathithik -thithika. wusana nglepasake jempol iku banjur ambuwang napas lan nutupa lenging grana kiwa kalawan driji narika napas . Daya kang luwih bagus iya iku miwiti makarti miturut pituduhan. Aja weya nindakake patrap kanggo napakake napas iku. kanggo negahake asabat. ⇒ Banjurna marambah-rambah matrapake mangkono iku suwene kira-kira saka lima tumeka limolas menit utawa luwih suwe nganti bisa nemoni pangrasa anteng lan tentrem ing sajroning badan. Anujokna gumolonging pikiran kalawan ngetut marang napas kang mlebu metu iku kalawan giliran. Sakehing urat-urat kakendokake. Kawitane wong kudu nindakake patrape mangreh napas. Dene carane ngatur napas iku kaprathelakake kalayan ringkes kaya ing ngisor iki : Madika panggonan kang sepi. Lungguha ing sawijining palinggihan kang endhek lan kepenak. Benik-beniking klambi kang kemancing padha kauculan. Bisane maluyakake larane wong liya. Banjur narika napas kalawan alon lan nganti jero banget tahanen napas iku sawatara sekon/detik (kira-kira 6 detik) lan wusanane wetokna napas iku kalawan sareh. Ora mung tumindak bae tumrap sawijining wong bae bisa maluyakake wong liya kalawan kekuwatan gaib nanging uga tumindak tumrap sawijining wong maluyakake dhiri pribadi kalawan kekuwatan iku. Daya ngisekake Prana Ngadeg kalawan jejeg sikil karo pisan kapepetake dadi siji lan driji -drijining tangan karo pisan dirangkep dadi siji kalawan longgar. Cara matrapake tumindaking napas iku kena uga ditindakake kalayan leyeh-leyeh mlumah : ngendokake sakabehing urat-urat nyelehake tangan karo pisan sadhuwuring weteng lan nindakake lakuning napas miturut aturan. lan wetenge cikben lestaringlempetake kalawan mangkono iku gurung dalaning napas tansah tetep menga. Banjur matrapa lakuning napas sawatara rambahan miturut aturan. Carane matrapake kasebut ing dhuwur iku sawijining cara kanggo napakake napas.

Panembahan Juru Kithing 4. juga menjadi suatu kenyataan bagi mereka yang sering menyaksikan keadaan jenazah yang salah kejadian atau berbagai macam kejadian pada keadaan jenazah adalah berbagai diketengahkan dibawah ini : 1) Ada yang langsung membusuk 2) Ada pula yang jenazahnya utuh 3) Ada yang tidak berbentuk lagi.22 liwat lenging grana tengen. hilang bentuk jenazah 4) Ada pula yang meleleh menjadi cair 5) Ada yang menjadi mustika (permata) 6) Istimewanya ada yang menjadi hantu 7) Bahkan ada yang menjelma menjadi hewan. SARASEHAN ILMU KESAMPURNAAN Terjemahan : Serat Kekiyasanning Pangracutan salah satu buah karya sastra Sultan Agung raja atara ( 1613 . Kyai Pengulu Ahmad Katengan 1.1645 ) Ini adalah keterangan Serat Suatu pelajaran tentang Pangracutan yang telah disusun oleh Baginda Sultan Agung Prabu Anyakrakusuma di Mataram atas berkenan beliau untuk membicarakan dan temu nalar dalam hal ilmu yang sangat rahasia. Pangeran di Kadilangu 5. ternyata mengalami bermacam-macam kejadian pada jenazahnya dari berbagai cerita umum. Panembahan Purbaya 2 Panembahan Juminah 2. Masih banyak pula kejadianya. Pangeran di Kudus 6. Adapun mereka yang diundang dalam temu nalar itu adalah : 1. beliau menanyakan apa yang telah terjadi setelah manusia itu meninggal dunia. Mangkono sabanjure kalawan genti-genten kiwa lan tengen. Pangeran Wangga 9. lepasna driji panutup iku lan ambuwanga napas. . lalu bagaimana hal itu dapat terjadi apa yang menjadi penyebabnya. Berbagai Kejadian Pada Jenazah Adapun yang menjadi pembicaraan. Pangeran Kajuran 8. untuk mendapatkan kepastian dan kejelasan dengan harapan dapat dirembuk dengan para ahli ilmu kasampurnaan. Pangeran di Tembayat 7. Panembahan Ratu Pekik di Surabaya 3.

Kembali menyatu dengan zat yang Maha Agung. setelah mencapai akhir hayatnya. tidak dapat memusatkan pikiran hanya untuk satu ialah menghadapi maut. yang dapat mneghukum dapat menciptakan apa saja ada bila menghendaki datang menurut kemauannya apalagi bila disertakan sifat welas asih. akan abadilah menyatunya Kawulo Gusti. tidak berzinah. Oleh karenanya bagi orang yang ingin mempelajari ilmu ma’arifat haruslah dapat menjalani : Iman. bila pada saat hidupnya gemar menyucikan diri lahir maupun batin. Siapun yang melantur dalam mencegah syahwat atau hubungan seks tanpa mengenal waktu pada saat kematiannya kelak jenazahnya akan lenyap melayang masuk kedalam alamnya jin. dan roh halus lainnya sukmanya sering menjelma menjadi semacam benalu atau menempel pada orang seperti menjadi gondaruwo dan sebagainya yang masih senang mengganggu wanita kalau berada pada pohon yang besar kalau pohon itu di potong maka benalu tadi akan ikut mati walaupun begitu bila mada masa hidupnya disertakan sifat jujur tidak berbuat mesum. Adapun sukmanya menitis pada hewan. Berbagai Jenis Kematian Pada ketika itu Baginda Sultan Agung Prabu Hanyangkra Kusuma merasa senang atas segala pembicaraan dan pendapat yang telah disampaikan tadi. setan. Maka ada berbagai bab dalam mempelajari ilmu ma’rifat. Pada masa hidupnya seseorang yang menjalani lampah tidak tidur tetapi tidak ada batas waktu tertentu pada umumnya disaat kematiannya kelak maka jenaahnya akan keluar dari liang lahatnya karena terkena pengaruh dari berbagai hantu yang menakutkan. seperti yang akan kami utarakan berikut ini : 1. Karena pada waktu pada saat sedang memasuki proses sakaratul maut hatinya menjadi ragu. Walaupun begitu bila pada masa hidupnya disertai sifat rela bila meninggal tidak akan keliru jalannya. maka jenazahnya akan menjadi busuk dan kemudian menjadi tanah liat sukmanya melayang gentayangan dapat diumpamakan bagaikan rama-rama tanpa mata sebaliknya. Tauhid dan Ma’rifat. rona muka manis. Pada waktu masih hidup bagi mereka yang kuat pusaka tetapi tidak mengenal batas waktunya bila tiba saat kematiannya maka mayatnya akn terongok menjadi batu dan membuat tanah perkuburannya itu menjadi sanggar adapun rohnya akan menjadi danyang semoro bumi walaupun begitu bila masa hidupnya mempunyai sifat nrima atau sabar artinya makan tidur tidak bermewahmewah cukup seadanya dengan perasaan tulus lahir batin kemungkinan tidaklah seperti diatas kejadiannya pada akhir hidupnya.23 Adapun menurut para pakar setelah mereka bersepakat disimpulkan suatui pendapat sebagai berikut : Sepakat dengan pendapat Sultan Agung bahwa manusia itu setelah meninggal keadaan jenazahnya berbeda-beda itu suatu tanda bahwa disebabkan karena ada kelainan atau salah kejadian (tidak wajar). dengan tutur kata sopan. makanya demikian karena pada waktu masih hidup berbuat dosa setelah menjadi mayat pun akan mengalami sesuatu masuk kedalam alam penasaran. Hal tersebut sudah termasuk lampah maka kejadiannya tidak akan demikian. bermain seks dengan wanita yang bukan haknya. siapapun yang senang tenggelam dalam kekayaan dan kemewahan. Pada waktu masih hidupnya. Pada waktu masih hidup selalu sabar dan tawakal dapat menahan hawa nafsu berani dalam lampah dan menjalani mati didalamnya hidup. sabar dan sederhana semuanya itu janganlah sampai belebihan dan haruslah tahu tempatnya situasi dan kondisi dan demikian itu pada umumnya bila tiba akhir hayatnya maka keadaan jenazahnya akan mendapatkan kemuliaan sempurna dalam keadaannya yang hakiki. semuanya itu jika tidak dilanggar tidak akan begitu kejadiannya kelak. Kemudian beliau melanjutkan pembicaraan lagi tentang berbagai jenis kematian misalnya : . 5. misalnya mengharapkan janganlah sampai berbudi rendah. kurang kuat tekadnya. tidak mengenal tapa brata. takut. 4. 2. 2. 3.

didunia aku hidup. Mati Tiwas. yang kuinginkan ada. epidemi karena santet atau tenung dari orang lain yang demikian itu benar-benar tidak dapat sampai pada kematian yang sempurna atau kesedanjati bahkan dekat sekali pada alam penasaran. mengapa tidak dapat mencabut seketika itu juga ?” Dijawab oleh yang menghadap : “Yang begitu itu mungkin disebabkan karena terkejut menghadapi hal-hal yang tiba-tiba. suatu jenis kematian karena ambah-ambahan. Akibat dari perbuatan orang itu karena membunuh. selama seribu hari siang dan malamnya sekalian. Mati Syahid. disambar petir. kok tidak terasa kalau hanya begitu saja beliau kurang sependapat oleh karenanya beliau mengharapkan untuk dimusyawarahkan sampai tuntas dan mendapatkan suatu pendapat yang lebih masuk akal. dan sebagainya. 5. dibajak. Mati Kias. dirampok. 4. tertimpa pohon . Wedaran Menghancurkan Jasad Adapun pesan beliau Kangjeng Susuhunan di Kalijogo sebagai berikut : “Siapapun yang menginginkan dapat menghancurkan tubuh seketika atau terjadinya mukjizat seperti para Nabi. 2. 6. mendatangkan ma’unah seperti para Mukmin Khos. Menahan Hawa Nafsu. dapat mulai sempurna hidup abadi selamanya. Berkatalah beliau : “Sebab-sebab kematian tadi yang mengakibatkan kejadiannya lalu apakah tidak ada perbedaannya antara yang berilmu dengan yang bodoh ? Andaikan yang menerima akibat dari kematian seornag pakarnya ilmu mistik. 3. Menahan syahwat (seks). sampai di alam nyata (akherat) aku juga hidup. . dari kodrat iradatku. adalah suatu jenis kematian karena hukuman mati. Mati Apes. jatuh memanjat pohon. disamun.24 Mati Kisas Mati kias Mati sahid Mati salih Mati tewas Mati apes Semuanya itu beliau berharap agar dijelaskan apa maksudnya maka yang hadir memberikan jawaban sebagai berikut : Mati Kisas. tidak terduga siapa yang dapat menyamainya 3. Maka tidak teringat lagi dengan ilmu yang diyakininya dalam batin yang dirasakan hanyalah penderitaan dan rasa sakit saja. kubawa dalam keadaan nyata. dan datang yang kukehendaki”. jadi apa yang kuciptakan. Kyai Ahmad Katengan menghaturkan sembah: “Sabda paduka adalah benar. adalah suatu jenis kematian karena gugur dalam perang. hanyalah Kangjeng Susuhunan Kalijogo sendiri yang dapat melaksanakan ngracut jasad seketika . dengan cara menjalani tapa brata seperti pesan dari Kangjeng Susuhunan di Ampel Denta : 1. Mati Salih. Andaikan dia mengingat keyakinan ilmunya mungkin akan kacau didalam melaksanakannya tetapi kalau selalu ingat petunjuk-petunjuk dari gurunya maka kemungkinan besar dapat mencabut seketika itu juga. Setelah mendengar jawaban itu beliau merasa masih kurang puas menurut pendapat beliau bahwa sebelum seseorang terkena bencana apakah tidak ada suatu firasat dalam batin dan pikiran. tidak diakibatkan kematian. adalah suatu jenis kematian karena kelaparan. 4. Wedaran Angracut Jasad Adapun Pangracutan Jasad yang dipergunakan oleh Kangjeng Susuhunan Kalijogo. adalah suatu jenis kematian akibatkan oleh suatu perbuatan misalnya: nafas atau mati melahirkan. bunuh diri karena mendapat aib atau sangat bersedih. 2. karena sebenarnya semua itu masih belum tentu . penjelasannya yang telah diwasiatkan kepada anak cucu seperti ini caranya: “Badan jasmaniku telah suci. mendatangkan keramat seperti para Wali. selama seratus hari siang dan malam 1. kemudian dijatuhi hukuman karena keputusan pengadilan atas wewenang raja. adalah suatu jenis kematian karena tenggelam.

tanapas nupus. bukannya omong kosong. selama tiga hari tiga malam. Mati raga. . DUNIA MAHKLUK HALUS Pada kenyataannya banyak orang yang tertarik menelaah pada dunia mahkluk halus. anapas. tujuh hari tujuh malam 5. bila telah mendapat 900 hari lalu teruskan dengan o Menahan syahwat. Banyak ahli kejawen mempunyai pendapat yang sama bahwasanya di dalam dunia yang satu dan sama ini. Tidak berbicara. Jaga. tidak bergerak lamanya sehari semalam. lamanya tiga hari tiga malam 6. lanjutkan dengan o Pati raga selama sehari semalam. aktivitas mereka tidak bercampur setiap alam mempunyai urusannya masing-masing. Mahkluk-mahkluk dari tujuh alam tersebut. bila telah mencapai 60 hari. yang tenang jangan sampai bersengal-sengal campur baur. tidak meludah. Bagi orang yang telah mencapai ilmu sejati dalam kejawen atau mungkin yang sudah menguasai metafisika. dalam empat puluh hari siang dan malam 4. Dibawah ini digambarkan informasi dari dunia-dunia mereka versi kejawen. artinya tinggal keluar masuknya nafas. termasuk alam yang dihuni oleh manusia.25 3. binatang dan lain-lain mempunyai badan jasmani. sebenarnya dihuni oleh tujuh macam alam kehidupan. lalu lanjutkan dengan o Puasa pati selama 7 hari tujuh malam. lalu dilanjutkan dengan o Jaga. tidak bergerak-gerak. Keadaannya seperti suasana malam yang cerah dibawah sinar bulan dan bintang-bintang yang terang. maka itu tidak ada sinar yang menyilaukan seperti sinar matahari atau bagaskoro ( Jawa halus ).dimana ( lebih dari satu dunia ) paling tidak yang terjadi ditanah Jawa. Di dunia ini memiliki tujuh saluran kehidupan yang ditempati oleh bermacam-macam mahkluk. Puasa padam api. batuk. Dari tujuh alam itu hanyalah alamnya manusia yang mempunyai matahari dan penduduknya yang terdiri dari manusia. tarikan nafas. tidak berak. Di 6 alam itu tidak ada hari yang terang berderang karena tidak ada matahari. barang kali mereka mendengar beberapa cerita atau membaca tulisan atau dari buku-buku. Adapun caranya Pati Raga adalah : tangan bersidakep kaki membujur dan menutup sembilan lobang ditubuh. lalu dirangkap juga dengan o Membisu tanpa berpuasa selama 40 hari. Yang bergerak tinggallah kedipnya mata. artinya membisu. tidak kencing selama sehari semalam tersebut. menahan tidak berdehem. dunia mahkluk halus itu biasa adanya. Penduduk dari 6 alam yang lain mereka mempunyai badan dari cahaya ( badan Cahya ) atau yang secara populer dikenal sebagai mahkluk halus (wong alus) mahkluk yang tidak kelihatan. Adapun pembagian waktunya dalam lampah seribu hari seribu malam itu beginilah caranya : o Manahan hawa nafsu. pada prinsipnya mereka mengurusi alamnya masing-masing.

Inilah kenyataannya yang bukan hanya merupakan ilusi atau bayangan semata. Mereka mempunyai Raja. ada banyak pabrik-pabrik persis seperti di dunia manusia. sebaliknya ada yang berpangkat rendah seperti prajurit. dalam pertemuan itu. menghadiri upacara perkawinan. pekerja dan lain-lain. Kalau orang pergi berkunjung ke Solo-Yogyakarta atau jawa Tengah. kecuali tidak adanya sinar terang seperti matahari. Pegawai-pegawai Kerajaan. 2. Mereka bisa tinggal di Keraton-keraton. Parangkusumo ini terkenal sebagai tempat pertemuan antara Panembahan Senopati dan Kanjeng Ratu Kidul. Seperti juga manusia ada yang baik dan jahat. mereka mempunyai masyarakat maka itu ada mahkluk halus yang mempunyai kedudukan tinggi seperti Raja-raja. membayar dengan uang yang sama. berkuasa dan amat cantik. kadang-kadang bila perlu ada juga manusia yang diundang oleh mereka antara lain untuk : melaksanakan pertunjukkan wayang kulit. beberapa abad yang lalu beliau adalah seorang Gusti dikerajaan di Jawa. rumah-rumah bangsawan. Sebuah danau besar yang terletak di dekat kota Ambarawa antara Magelang dan Semarang. ada banyak mobil yang jenisnya sama di jalan-jalan. Sarpo Bongso-Penguasa Rawa Pening. Yang mengherankan adalah. Mahkluk-mahkluk halus yang asli mereka tinggal di dunianya masing-masing. budak-budak dll.26 Konon Ada 2 macam mahkluk halus : 1. kerajaan laut selatan ini terhampar di Pantai Selatan Pulau Jawa. rokok yang sama seperti dunia manusia. Ratu. Dalam dunia merkayangan mereka merokok. ada yang pintar dan bodoh. mereka itu dibayar dengan uang yang syah dan berlaku seperti mata uang di dunia ini. alam lain itu antara lain : 1. Ratu-ratu. dengan pintu gerbangnya Parangkusumo. Golongan Aristokrat. . Kanjeng Ratu Kidul berjanji untuk melindungi semua raja dan kerajaan Mataram. Menteri-menteri dan lain-lain. Ada juga hal-hal yang mistis di dunia Merkayangan ini. pembantu-pembantu. 2. pegawai. laut . rokok dan manusia-manusia yang telah melakukan pekerjaan di dunia tersebut. Seperti layaknya disebuah negeri kuno di kerajaan laut selatan ini juga ada berbagai upacara. rumah-rumah yang bergaya kuno dan lain-lain. Beliau mempunyai seorang patih wanita yang setia dan sakti yaitu Nyai Roro Kidul. yang tinggal di istananya di Laut Selatan. Merkayangan Kehidupan di saluran ini hampir sama seperti kehidupan di dunia manusia. kota-kotanya lebih modern ada pencakar langot. memakai macam pakaian yang sama. yang telah tinggal di telaga itu untuk waktu yang lama bersama dengan penduduk golongan siluman. bekerja di batik. Mahkluk halus asli yang memang dilahirkan – diciptakan sebagai mahkluk halus. tetapi patihnya Nyai Roro Kidul adalah siluman asli sejak beberap ribu tahun yang lalu. masyarakat siluman diatur seperti masyarakat jaman kuno. pesawat-pesawat terbang yang ultra modern dan lain-lain. Mahkluk halus yang berasal dari manusia yang telah meninggal. mereka itu memiliki tehnologi yang lebih canggih dari manusia. Sedangkan kanjeng Ratu Kidul bukanlah asli siluman. Sarpo Bongso ini siluman asli. orang akan mendengar cerita tentang beberapa siluman antara lain : Kanjeng Ratu Kidul (Ratu Laut Selatan). Jin . di beberapa tempat kerajaan ini mempunyai Adipati. Ratu legendaris. samudera dan lain-lain.Siluman Mahkluk halus ini konon suka tinggal didaerah yang ber air seperti di danau-danau. ritual dan lain-lain dan mereka juga mempunyai angkatan perang yang kuat.

Gemak Melung .ingus yang menetes 6.bulus yang besar 4.senagsa ikan. mereka itu seperti manusia hanya bentuk badannya lebih kecil. Jaran Penoreh . tidak ada penderitaan yang seberat ini. jangan menipu. jujur. maka itu setiap orang harus berusaha untuk menghindarinya. dan Demit masih ada lagi dua menjelaskannya lebih detail. 4. berkelakuan baik. Kajiman. Bajul Putih . itu artinya orang hidup didunia ini hanya dalam waktu singkat maka itu berbuatlah yang pantas/ " pene r". Memuja berhala untuk menjadi kaya ( pesugihan ) yang dimaksud dengan berhala dalam kejawen bukanlah patung-patung batu. Mahkluk halus yang tidak sempurna. jangan melakukan hal-hal yang jelek dan nista. Manusia yang salah itu pasti menerima hukumaan untuk kesalahan yang dilakukannya.kuda yang kepalanya menoleh kebelakang 2. jangan membunuh. hampir sama dengan bangsa siluman tetapi mereka itu tinggal di daerah-daerah pegunungan dan tempat-tempat yang berhawa panas. Kandang Bubrah . Ada pepatah Jawa yang bunyinya “ Urip iku mung mampir ngombe “ artinya hidup didunia ini hanyalah untuk mampir minum. mereka itu bila dilihat dengan mata biasa kelihatan seperti : 1. . Bagi mereka yang telah melakukan kesalahan dengan jalan memuja atau menggunakan “ jasajasa Baik “ berhala diatas. suka menolong. hukuman itu bisa dijalani pada waktu dia masih hidup di dunia atau lebih jelek pada waktu sesudah kehidupan ( afterlife ) diterima oleh orang-orang yang sudah melakukan : fitnah. Demit Bangsa ini bertempat tinggal di daerah-daerah pegunungan yang hijau dan lebih sejuk hawanya. Disamping masyarakat yang sudah teratur seperti Merkayangan.gemak. Umbel Molor . Orang biasanya menyebut merak Jim.kelelawar berak 9. Srengara Nyarap . Berbagai macam hukuman sesudah kehidupan : Ini merupakan hukuman yang teramat berat. sakit atau mati dll.anjing menggigit 3. Pemujaan terhadap kesembilan mahkluk jahat itu merupakan kesalahan fatal. di dunia inii hidup suci dan kembali lagi ke suci ). Bulus Jimbung . semacam burung yang berkicau 8.kandang yang rusak 5. jangan menyiksa. tidak jujur. secara singkat kedua masyarakat itu adalah untuk mereka yang jujur. penglihatannya tidak terang 7.buaya putih. suka menolong “ manusia supaya menjadi kaya dengan kekayaan meterial yang berlimpah. mereka tentu akan mendapat hukuman sesudah “ kematiannya “ badan dan jiwa mereka mendapat hukuman persyaratan sangkan paraning dumadi ( datang dari suci. rumah-rumah mereka bentuknya sederhana terbuat dari kayu dan bambu. jangan mencuri. Codot Ngising . Kajiman Mereka hidup dirumah-rumah kuno di dalam masyarakat yang bergaya aristokrat. dimana rohroh dari manusia-manusia yang jahat menderita karena kesalahan yang telah mereka perbuat pada masa lalu. Kutuk Lamur . tetapi adalah sembilan macam mahkluk halus yang katanya. pengasihan supaya dikasihi oleh orang lain dengan cara-cara yang tidak wajar. guna-guna yang membuat orang lain menderita. Bagaimana caranya ? mudah saja : bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dengan melakukan perbuatan yang baik dan benar.27 3. membunuh orang dll perbuatan yang nista. suci dan bijak. ketika mereka hidup sebagai manusia. Disamping tujuh macam alam permanen tersebut. ada sebuah saluran yang terjepit. prewangan ( orang yang menyediakan raganya untuk dijadikan medium oleh mahkluk halus ) blakmagic. Siluman.

ingkang kaangge witting Ilmi bangsa Sorogan. 2. kang ana sajroning sirah iku dimak. nanging sadya kal wau nalika pakumpulan kaliyan Kanjeng Susuhunan ing Kalijogo inggih sami ajrih anggelaraken. Susuhunan ing Majagung 5. 2. tetep gesang piyambak boten wonten ingkang anggesangi . Sami anggelaraken bangsaning gendam. kang ana sajroning dhada iku ati. Kawasa saget andhatengaken salwiring sedya. dipun wastani pambukaning tata mahligai ing dalem Baitalmakmur. tegesipun dados musthikaning Sapta Bawana. iya iku utek kang ana antaraning Dimak iku manik. sajroning jantung iku budi. Anggenipun kawasa saget adamel lumpuhing para cidra. sajroning rahsa iku ingsun.28 WEWEDHARANIPUN TRI BAWANA [ Jabaran tiga dunia ] Bahasa Jawa : 1. Susuhunan ing Giri Kadhaton 2. ora ana Pangeran anging ingsun dzat kang anglimputi ing kahanan jati. 3. sajroning madi iku wadi. tegesipun gesang toya kalih wonten ing donya gesang. iya iku mani sajroning mutfah iku madi. Ayat ingkang kaping kalih dipun wastani pambukaning tata mahlige ing dalem Baitalmukharam. kados makten wewedharanipun : Sajatine ingsun anata malige ing dalem baitalmukharam. iya iku enggon pasucen ingsun jumeneng ana ing kontholing Adam. iya iku enggon laranganingsun jumeneng ana jajaning Adam. kados makaten wewedharanipun : Sajatine ingsun nata malige ing dalem Baitalmakmur iya iku enggon parameyaningsun jumeneng ana sirahing Adam. Purunipun adamel kaelokan sareng Kanjeng Susuhunan Ing Kalijaga sampun kayun widaraini. Sami kawasa saget adamel sarana wewelikaning pandulu inggih punika kalebet Aji Sesulapan. ora ana Pangeran anging ingsun dzat kang anglimputi kahanan jati. mekaten wewejanganipun : Sajatine ingsun anata Malige ing dalem Baitalmukadas. urawi puter giling sapanunggalanipun. sajroning wadi iku manikem. Syeh Maulana Ibrahim Jatiswara 8. kadosta : 1. kang ana ing sajroning konthol iku pringsilan. Ayat ingkang kaping tiga dipun wastani pambukaning tata mahlige ing dalem Baitalmukadas. Susuhunan ing Cirebon 7. sajroning jinem iku sukma. sanyata langgeng boten ewah gingsir mila waget jumeneng Gosul Alam. Susuhunan ing Kudus 3. Susuhunan ing Panggung 4. Susuhunan ing Kajenar Dene anggenipun sami karsa amedharaken Triloka punika saking anggenipun sami ambabar kaelokaning Ilmi kasampurnan. sajroning sukma iku rahsa. ing kahanan akhir inggih gesang. inggih punika bangsaning pangetisan. 4. Menggah ingkang sami kapareng amedharaken wedharan triloka wau para wali 8 : 1. Ayat ingkang sapisan. 3. sajroning pranawa iku sukna. sajroning rahsa iku ingsun ora ana pangeran. inggih punika winenang mengku Bumi langit sap pitu. Susuhunan ing Pancuran 6. anging ingsun dzat kang anglimputi ing kahanan jati. kang ada antaraning iku mutfah. kang ana antaraning ati iku jantung. sajroning budi iku jinem. sajroning sukma iku rahsa. sajroning manikem iku rahso sajroning rahso iku ingsun.

di dalam jantung itu budi. Mampu menggelarkan jenisnya dendam. tidak ada Tuhan kecuali aku. Mampu melumpuhkan orang yang berniat jahat. Mampu mendatangkan semua yang dikehendaki 2. didalam rahsa itu adalah aku. yang berada di dalam pelir itu mutfah yakni mani.29 Terjemahan : 1. Mereka membuat keanehan setelah Sunan Kalijogo sudah kayun widaraini artinya hidup di akherat pun hidup. rumah tempat yang aku sucikan berada didalam kelaminnya Adam. Sesuhunan di Kudus 3. sebagai berikut : 1. misalnya : 1. Ayat yang pertama dinamakan terbukanya tata mahligai Baital Makmur wedarnya/jabarannya sebagai berikut : Sebenarnya aku mengatur singgasana di dalam Baital Makmur. di dalam rahsa itu adalah aku tidak ada Tuhan kecuali aku. di dalam manikem itu rahsa. yang berada diantara hati itu jantung. 2. dzat yang meliputi semua keadaan. Adapun yang ditunjuk mewedarkan wedaran Triloka ialah delapan wali. Sesuhunan di Kajenar Adapun mereka mau mewedarkan Triloka itu. yang dianggap menjadi kuncinya ilmu sorogan. mereka takut mempergunakan ilmu-ilmu tersebut. yang berada di dalam dada itu hati. yaitu tergolong pangatisan. Mampu membuat penglihatan menjadi berubah ialah sebangsa sulapan. Sesuhunan di Panggung 4. tetapi semua itu ketika masih berkumpul dengan Sunan Kalijogo. Syeh Maulana Ibrahim Jatiswara 8. Ternyata abadi tidak berubah oleh karenanya dapat menyandang sebagai Gosul Alam. yang berada didada Adam. yang berada didalam kepala disebut dimak yaitu otak. Ayat yang kedua dinamakan terbukanya susunan singgasana dalam Baital Mukharam sebagai berikut : Sebenarnya aku menata singgasana dalam Baital Mukharam itulah tempat larangan-laranganKU. yang berada diantara dimak itu manik. 3. 4. tidak ada Pangeran hanya dzat yang meliputi disemua keadaan. di dalam madi itu manikem. di dalam budi itu jinem. atau puter giling dan sebagainya. di situlah tempat kesenanganKU. didalam pranawa itu adalah sukma itu adalah rahsa. Sesuhunan di Pajagung 5. 3. Sesuhunan di Giri Kedaton 2. yang berada di dalam kelamin itu pelir. Ayat ketiga dinamakan terbukanya susunan singgasana dalam Baital Mukadas sebagai berikut : Sebenarnya aku menata singgasana dalam Baital Mukadas. Dzat yang emliputi semua keadaan . artinya menjadi mustikanya tujuh lapis Bawana mempunyai wewenang menguasai Bumi dan langit lapis tujuh. didalam manik itu pramana adalah pranawa. didalam sukma itu rahsa dan di dalam rahsa itu aku. . di dalam jinem itu sukma. berada di kepala Adam. Sesuhunan di Pancuran 6. Sesuhunan di Cirebon 7. karena mereka telah menyaksikan kehebatan ilmu kasampurnan. di dalam mutfah adalah madi.

Sesembahaning ‘ alam jagad-rat pramudita. sosial. Inggih punika margi.angger Hukum lan Pernatan. Kang Ngratoni ing dina Piwelas. Isi maksud ingkang wigatos ing Surat Al-Faatihah : Intisari saking isinipun Al-Quraan punika sampun kaweca pokok-pokok ingkang fundamentil wonten salebeting Surat Al Faatihah. dahme. . Angger. tatanagari. Ingkang baku wonten sekawan. agami.pernatan : maksudipun Syari’at Islam damel angger-angger hukum lan pranatan punika kangge karaharjaning ummat manungsa ing Donya dumugi ing Akheratipun. tuwin sanes ingkang sami sasar. 6. ingkang dipun da’wahaken dening junjungan kita Nabi Muhammad s. ndedonga. sarta ngrebahaken sadaya kamusyrikan. Arrahmanir rahiim 4. Saking zakat lajeng tuwuh ‘ ibadah qurban sidqah. saha namung dhumateng Paduka piyambak kita sami anyenyadhong pitulungan. upami hukum. Saking ingkang baku kasebut. lajeng tuwuh ‘ibadah memuji. lan lingkungan sapiturutipun. Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim. Dhuh Gusti Allah. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’in 6. sanes ingkang sami kabendon. punika kuwajiban ingkang wiwitan kaampil. weweweh lan tetulung ing sasaminipun. Ingkang baku inggih punika ‘ aqidah-tauhid ( memundhi saha mangeran namung dhumateng Panjenanganipun Allah piyambak ) ‘ Aqidah-tauhid wau dados jejering piwucal Agami.w. ekonomi. Lajeng saking Haji tuwuh semangat ambelani sarta labuh ing agami. makaten ugi dening para andika Rasul saderengipun. sadaya para andika Nabi Utusaning Allah kautus ngampil tugas-pokok mbangun Tauhid ing Allah. sesambetan internasional. politik.a. 5. ingkang kuwajiban sadaya titah. ugi ngajak Ummatipun supados samia ‘ibadah ( manembah ) ing Allah piyambak. utawi ngumawula lan manembah ing Allah. inggih punika : Shalat. ‘Ibadah . Bismillahir rahmaanir rahim 2. dzikir lan tafakkur utawi I’tikaf ing masjid. mugi Paduka paring pitedah ing kita sadaya lumampah wonten ing margi ingkang leres. 7. kados kasebut ing ngandhap punika : 1. 3. lan saking Shiyam tuwuh watak Wira’I 9 mboten ndremis lan mboten kathah sesambat ) sumingkir saking ingkang nama lelangkungan ( gesang prasaja ). perang. 2. kabudayan sarta kesenian. Namung dhumateng Paduka piyambak kita sami menembah ‘ ibadah. ghairil maghdhuubi ‘ alaihim waladl dlaal-liin Bahasa Jawa : 1. Bab ‘aqaid utawi kaimanan . Ihdinash shiraathal mustaqiim 7. tumurun sawuse surat Al-Muddatstsir ) Bahasa Arab : 1. sesambetaning manungsa kaliyan Allah. langkunglangkung manungsa ( sabab manungsa punika makhluk ingkang saged damel kabudayan wonten ing ‘ alam donya ). 3. Kang Maha Murah Maha Asih.30 AL FAATIHAH ( BEBUKA ) Surat kaping 1 : 7 ayat ( Tumuruning wahyu ana ing Mekkah. Pramila ing salebetingQuraan ngemot pinten-pinten norma lan katamtuwan. Shiyam lan kesah Haji. Kabeh pangalembana kagunganing Allah Pangeran. 2. Zakat. Alhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin 3. Agaminipun para tetiyang ingkang sampun Paduka paringi kani’matan. Kalawan asma Allah kang Maha Murah ugi Maha Asih. Maaliki yaumid diin 5. 4. lan nilar sadaya brahalanipun.

Janji sarta ancaman : artosipun supados ngadeg keadilan lan keleresan ingkang saestu. dheweke mau ora ana kang padha bisa nglimputi sathithik bahe saka ilmuNE ALLAH. Sejarah : maksudipun ingkang saged dados tepa-palupi ing salebeting sesrawungan ummat manungsa. Allah ora ana Pangeran kang sinembah kajaba mung Panjenengane piyambak kang Sugeng sarta kang Jumeneng Pribadi. Jembare kursine Allah iku amot langit lan bumi. kajaba barang kang dadi kaparenging Karsane. lahuu maa fis-samaawaati wa maa fil ardhi man dzal-ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi-idznihii ya’lamu maa baina aidiihim wamaa khalfahum. sanajan wonten Donya saged lolos saking hukuman. Al Baqarah:255) . gesang sapisan wonten ing ‘ alam Donya. panjenengane ora rekaos anggone rumeksa ing sakarone langit lan bumi. walaa yuhiithuuna bisyai-im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa-a wasi’a kursiyyu hussamaawaati wal-ardha walaa ya-uuduhuu hif zhuhumaa wa huwal ‘aliyyul ‘azhiim.Kagungane ALLAH samubarang kang ana ing langit lan samubarang kang ana ing bumi. (QS. lan Panjenengane Allah iku Maha Luhur tur Maha Agung. sampun ngantos damel sejarah awon.Allah iku ora kataman ngantuk lan ora kataman sare. 5.31 4. Allah iku Ngawuningani samubarang kang ana ing ngarep lan saburine wong-wong mau. kajaba manawa oleh palilahe.Ora ana kang bisa aweh syafa’at ana ing ngarsaning Allah. AYAT KURSI Allahu laa ilaaha illaa huwal-hayyul qayyuumu laa ta’khudzuhuu sinatuw wa laa nauum. nanging wonten ngarsaning Allah ing dinten Qiyanat tantu nboten saged lolos malih.

10. 7. nyawabi nakrakyatira. Aja kurang pamariksanira lan den agung pangapunira. Tapa ngluwat. tegese prang sabil iku. panalangsanira ing Pangeran Kang Maha Mulya. 3. Atapaa geniara. saking sawab ing ilmu pangiket mami. 12.32 KAUTAMANING LAKU 1. tegese mendhem atine aja ngatonake kabecikane dhewe. Atapaa banyuara. tegese den teguh yen krungu ujar ala. Wong eling ing ngelmu sarak dalil sinung kamurahaning Pangeran. Wong amrih rahayuning sesaminira. lamun sira ngrasa bener lawan becik. 11. datan nyulayani. rumangsa ala sarta luput. 9. 5. aja pegat rina lan wengi. Elinga marang Kang Murbeng Jagad. tegese ngeli. Angrawuhana ngelmu gaib. Angenakena sarira. basa ngeli iku nurut saujaring liyan. agawea sukaning manahe sesamaning jalma. sinung ayating Pangeran. 2. iku paraboting urip kang utama. den prayitna barang karya. Aprang Sabilillah. den agung. Aja duwe rumangsa bener sarta becik. sajroning jajanira priyangga ana prang Bratayudha. 8. prang ati ala lan ati becik sing sapa reka arsa anglakoni amutiha lawan amawasa patangpuluh dina wae lan tangi wektu subuh lan den sabar sukur ing ati Isya ALLAH tinekan sak karsaniku. ginantungan bebenduning Pangeran. aja anggrangsang samubarang kang sinedya. Agawe kabecikan marang sesaminira tumitah. 6. angayem-ayema nalarira. duk uneng Kalijaga . nanging aja tingal ngelmu sarak. 4.

Ulatna kang nganti bisane kepangguh Galedehan kang sayekti Talitinen awya kleru Larasen sajroning ati Tumanggap dimen tumanggon Dalam hidup keprihatinan ini pandanglah dengan seksama. dalam mawas diri sehingga seolah-olah hati ini kosong namun sebenarnya akan menemukan cipta yang sejati. Kemasukan setan gundul. 2.33 SERAT SABDO JATI Megatruh 1. . mengendapkan pikiran. agar mendapat kegembiraan serta keselamatan serta tercapai segala cita-cita. Sebab jika bergeser (dari hidup yang penuh kebajikan) akan menderita kehancuran. sudah jelas akan menjadi sarang iblis. agar mudah menanggapi sesuatu. 3. 4. 5. Pamanggone aneng pangesthi rahayu Angayomi ing tyas wening Eninging ati kang suwung Nanging sejatining isi Isine cipta sayektos Dapatnya demikian kalau senantiasa mendambakan kebaikan. endapkan didalam hati. Hawya pegat ngudiya RONGing budyayu MarGAne suka basuki Dimen luWAR kang kinayun Kalising panggawe SIsip Ingkang TAberi prihatos Jangan berhenti selalulah berusaha berbuat kebajikan. Lamun nganti korup mring panggawe dudu Dadi panggonaning iblis Mlebu mring alam pakewuh Ewuh mring pananing ati Temah wuru kabesturon Bila terpengaruh akan perbuatan yang bukan-bukan. yang menggoda membawa kendi berisi uang banyak. terhindar dari perbuatan yang bukan-bukan. intropeksi. kerepotan-kerepotan. caranya haruslah gemar prihatin. Lakonana klawan sabaraning kalbu Lamun obah niniwasi Kasusupan setan gundhul Ambebidung nggawa kendhi Isine rupiah kethon Segalanya itu harus dijalankan dengan penuh kesabaran. senantiasa mendapatkan kesulitas-kesulitan. telitilah jangan sampai salah.

Hanuhoni kabeh kang duwe panuwun Yen temen-temen sayekti Dewa aparing pitulung Nora kurang sandhang bukti Saciptanira kelakon Segala permintaan umatNya akan selalu diberi. 6. tidak dapat membedakan yang baik dan yang jahat. . sebenarnya repot didalam pikiran melihat contoh-contoh tersebut. sandang pangan tercukupi segala cita-cita dan kehendaknya tercapai. Yeng kang uning marang sejatining dawuh Kewuhan sajroning ati Yen tiniru ora urus Uripe kaesi-esi Yen niruwa dadi asor Namun bagi yang bijaksana. bagaikan matanya kemasukan pasir. Tuhan akan selalu memberi pertolongan. 10. sehingga yang jahat disukai dianggap utusan Tuhan. seolah-olah mabuk kepayang. sebab sudah diliputi perbuatan dan pikiran yang jelek. Parandene kabeh kang samya andulu Ulap kalilipen wedhi Akeh ingkang padha sujut Kinira yen Jabaranil Kautus dening Hyang Manon Namun demikian yang melihat. 8. Nora kengguh mring pamardi reh budyayu Hayuning tyas sipat kuping Kinepung panggawe rusuh Lali pasihaning Gusti Ginuntingan dening Hyang Manon Bila sudah terlanjur demikian tidak tertarik terhadap perbuatan yang menuju kepada kebajikan. Nora ngandel marang gaibing Hyang Agung Anggelar sakalir-kalir Kalamun temen tinemu Kabegjane anekani Kamurahane Hyang Manon Itu artinya tidak percaya kepada Tuhan. yang menitahkan bumi dan langit. Segala yang baik-baik lari dari dirinya. 9. siapa yang berusaha dengan setekun-tekunnya akan mendapatkan kebahagiaan. bila dilakukan dengan setulus hati. 7. Ajaran-Nya sudah musnah berkeping-keping. Sudah melupakan Tuhannya.34 tidak dapat berbuat dengan itikad hati yang baik. Karena Tuhan itu Maha Pemurah adanya. Bila diikuti hidupnya akan tercela akhirnya menjadi sengsara.

Waluyane benjang lamun ana wiku Memuji ngesthi sawiji Sabuk tebu lir majenum Galibedan tudang tuding Anacahken sakehing wong Jaman yang repot itu akan selesai kelak bila sudah mencapat tahun 1877 (Wiku=7. 15. Ngesthi=8. 14. banyak pikiran-pikiran yang tidak berjalan diatas riil kebenaran. 16. hilir mudik menunjuk kian kemari. sehingga dapat diketahui. menghitung banyaknya orang. Memuji=7. Itu bertepatan dengan tahun Masehi 1945). Ki Pujangga nyambi paraweh pitutur Saka pengunahing Widi Ambuka warananipun Aling-aling kang ngalingi Angilang satemah katon Sambil memberi petuah Ki Pujangga juga akan membuka selubung yang termasuk rahasia Tuhan. Dimana diramalkan rakyat kecil bersuka ria. makin menjadi-jadi. Ada orang yang berikat pinggang tebu perbuatannya seperti orang gila. Katuwane winawas dahat matrenyuh Kenyaming sasmita sayekti Sanityasa tyas malatkunt Kongas welase kepati Sulaking jaman prihatos Lama kelamaan makin menimbulkan perasaan prihatin.35 11. Diganti dengan jaman Kala Suba. Iku lagi sirap jaman Kala Bendu Kala Suba kang gumanti Wong cilik bisa gumuyu Nora kurang sandhang bukti Sedyane kabeh kelakon Disitulah baru selesai Jaman Kala Bendu. merasakan ramalan tersebut. 12. cenderung meningkatnya perbuatan-perbuatan tercela. tidak kekurangan sandang dan makan seluruh kehendak dan cita-citanya tercapai. Para jalma sajroning jaman pakewuh Sudranira andadi Rahurune saya ndarung Keh tyas mirong murang margi Kasekten wus nora katon Manusia-manusia yang hidup didalam jaman kerepotan. senantiasa merenung diri melihat jaman penuh keprihatinan tersebut. Sawiji=1. keagungan jiwa sudah tidak tampak. 13. Pandulune Ki Pujangga durung kemput Mulur lir benang tinarik Nanging kaseranging ngumur Andungkap kasidan jati .

Ji=1) bertepatan dengan tahun masehi 1873). itulah saat yang ditentukan sang Pujangga kembali menghadap Tuhan. Pujangga=8. 17. Cinitra ri budha kaping wolulikur Sawal ing tahun Jimakir Candraning warsa pinetung Sembah mekswa pejangga ji Ki Pujangga pamit layoti Karya ini ditulis dihari Rabu tanggal 28 Sawal tahun Jimakir 1802.36 Mulih mring jatining enggon Sayang sekali "pengelihatan" Sang Pujangga belum sampai selesai. bagaikan menarik benang dari ikatannya. (Sembah=2. sudah sampai waktunya. kembali menghadap Tuhannya. Tepatnya pada hari Rabu Pon. Namun karena umur sudah tua sudah merasa hampir datang saatnya meninggalkan dunia yang fana ini. Muswa=0. 19. 18. . Tanggal kaping lima antarane luhur Selaning tahun Jimakir Taluhu marjayeng janggur Sengara winduning pati Netepi ngumpul sak enggon Tanggal 5 bulan Sela (Dulkangidah) tahun Jimakir Wuku Tolu.Amung kurang wolung ari kang kadulu Tamating pati patitis Wus katon neng lokil makpul Angumpul ing madya ari Amerengi Sri Budha Pon Yang terlihat hanya kurang 8 hai lagi. Windu Sengara (atau tanggal 24 Desember 1873) kira-kira waktu Lohor.

Oleh karena daya jaman Kala Bendu. sudah semakin merosot. namun segalanya itu tidak menciptakan kebaikan. . Bahkan kerepotan-kerepotan makin menjadi-jadi. Mangkya darajating praja Kawuryan wus sunyaturi Rurah pangrehing ukara Karana tanpa palupi Atilar silastuti Sujana sarjana kelu Kalulun kala tida Tidhem tandhaning dumadi Ardayengrat dene karoban rubeda Keadaan negara waktu sekarang. 2. Lain orang lain pikiran dan maksudnya. Orang cerdik cendekiawan terbawa arus Kala Tidha (jaman yang penuh keragu-raguan). Suasananya mencekam. semua anak buah hatinya baik. akibat dari perbuatan seseorang.37 SERAT KALATIDA Sinom 1. penuh kesedihan. Karena dunia penuh dengan kerepotan. Patihnya juga cerdik. Katetangi tangisira Sira sang paramengkawi Kawileting tyas duhkita Katamen ing ren wirangi Dening upaya sandi Sumaruna angrawung Mangimur manuhara Met pamrih melik pakolih Temah suka ing karsa tanpa wiweka Waktu itulah perasaan sang Pujangga menangis. Ratune ratu utama Patihe patih linuwih Pra nayaka tyas raharja Panekare becik-becik Paranedene tan dadi Paliyasing Kala Bendu Mandar mangkin andadra Rubeda angrebedi Beda-beda ardaning wong saknegara Sebenarnya rajanya termasuk raja yang baik. 3. karena sudah tak ada yang dapat diikuti lagi. Sudah banyak yang meninggalkan petuah-petuah/aturan-aturan lama. Situasi (keadaan tata negara) telah rusah. mendapatkan hinaan dan malu. pemuka-pemuka masyarakat baik.

Ujaring panitisastra Awewarah asung peling Ing jaman keneng musibat Wong ambeg jatmika kontit Mengkono yen niteni Pedah apa amituhu Pawarta lolawara Mundhuk angreranta ati Angurbaya angiket cariteng kuna Menurut buku Panitisastra (ahli sastra). . apa sih gunanya menjadi pemuka/pemimpin ? Hanya akan membuat kesalahan-kesalahan saja. Yah segalanya itu karena sedang mengalami kejadian yang aneh-aneh. Lebih baik membuat karya-karya kisah jaman dahulu kala. Apakah gunanya meyakini kabar angin akibatnya hanya akan menyusahkan hati saja. Keni kinarta darsana Panglimbang ala lan becik Sayekti akeh kewala Lelakon kang dadi tamsil Masalahing ngaurip Wahaninira tinemu Temahan anarima Mupus pepesthening takdir Puluh-Puluh anglakoni kaelokan Membuat kisah lama ini dapat dipakai kaca benggala. Didalam jaman yang penuh kerepotan dan kebatilan ini. Sebenarnya kalah direnungkan. Dasar karoban pawarta Bebaratun ujar lamis Pinudya dadya pangarsa Wekasan malah kawuri Yan pinikir sayekti Mundhak apa aneng ngayun Andhedher kaluputan Siniraman banyu lali Lamun tuwuh dadi kekembanging beka Persoalannya hanyalah karena kabar angin yang tiada menentu. Akan ditempatkan sebagai pemuka tetapi akhirnya sama sekali tidak benar. bahkan tidak mendapat perhatian sama sekali. 6. sebenarnya sudah ada peringatan. 4. Demikianlah jika kita meneliti. mengenai kehidupan yang dapat mendinginkan hati. Lebih-lebih bila ketambahan lupa diri.38 Tampaknya orang tersebut memberi harapan menghibur sehingga sang Pujangga karena gembira hatinya dan tidak waspada. akhirnya "nrima" dan menyerahkan diri kepada kehendak Tuhan. Sebenarnya banyak sekali contoh -contoh dalam kisah-kisah lama. orang yang berbudi tidak terpakai. guna membandingkan perbuatan yang salah dan yang betul. 5. hasilnya tidak lain hanyalah kerepotan.

Beda lan kang wus santosa Kinarilah ing Hyang Widhi Satiba malanganeya Tan susah ngupaya kasil Saking mangunah prapti Pangeran paring pitulung Marga samaning titah Rupa sabarang pakolih Parandene maksih taberi ikhtiyar Lain lagi bagi yang sudah kuat. Namun demikian masih juga berikhtiar. tetapi kalau tidak mengikuti geraknya jaman tidak mendapat apapun juga. Akan mengikuti tidak sampai hati. Betul bukan ? Memang benar kalau ada yang mengatakan demikian. memang repot. Bagaimanapun juga walaupun orang yang lupa itu bahagia namun masih lebih bahagia lagi orang yang senantiasa ingat dan waspada. Mendapat rakhmat Tuhan.39 7. Namun sebenarnya didalam hati repot juga. Amenangi jaman edan Ewuh aya ing pambudi Milu edan nora tahan Yen tan milu anglakoni Boya kaduman melik Kaliren wekasanipun Ndilalah karsa Allah Begja-begjane kang lali Luwih begja kang eling lawan waspada Hidup didalam jaman edan. 8. Semono iku bebasan Padu-padune kepengin Enggih mekoten man Doblang Bener ingkang angarani Nanging sajroning batin Sejatine nyamut-nyamut Wis tuwa arep apa Muhung mahas ing asepi Supayantuk pangaksamaning Hyang Suksma Yah segalanya itu sebenarnya dikarenakan keinginan hati. 10. Namun sudah menjadi kehendak Tuhan. Bagaimanapun nasibnya selalu baik. Tidak perlu bersusah payah tiba-tiba mendapat anugerah. Sakadare linakonan Mung tumindak mara ati Angger tan dadi prakara Karana riwayat muni Ikhtiyar iku yekti Pamilihing reh rahayu . 9. apa pula yang dicari. Akhirnya dapat menderita kelaparan. Lebih baik menyepi diri agar mendapat ampunan dari Tuhan. Sekarang sudah tua.

Sekarang kami telah tua. 12. Kemudian kami serahkan jiwa dan raga dan kami. Hanya membuat kesenangan pokoknya tidak menimbulkan persoalan. Agaknya ini sesuai dengan petuah yang mengatakan bahwa manusia itu wajib ikhtiar. Sageda sabar santosa Mati sajroning ngaurip Kalis ing reh aruraha Murka angkara sumingkir Tarlen meleng malat sih Sanityaseng tyas mematuh Badharing sapudhendha Antuk mayar sawetawis BoRONG angGA saWARga meSI marTAya Mudah-mudahan kami dapat sabar dan sentosa. 11. . seolah-olah dapat mati didalam hidup. Biarkanlah kami hanya memohon karunia pada MU agar mendapat ampunan sekedarnya. Lepas dari kerepotan serta jauh dari keangakara murkaan. Ya Allah ya Rasulullah Kang sipat murah lan asih Mugi-mugi aparinga Pitulung ingkang martani Ing alam awal akhir Dumununging gesang ulun Mangkya sampun awredha Ing wekasan kadi pundi Mula mugi wontena pitulung Tuwan Ya Allah ya Rasulullah. akhirnya nanti bagaimana.40 Sinambi budidaya Kanthi awas lawan eling Kanti kaesthi antuka parmaning Suksma Apapun dilaksanakan. hanya harus memilih jalan yang baik. Bersamaan dengan usaha tersebut juga harus awas dan waspada agar mendapat rakhmat Tuhan. mudah-mudahan memberi pertolongan kepada hambamu disaat-saat menjelang akhir ini. Hanya Tuhanlah yang mampu menolong kami. yang bersifat murah dan asih.

41

SABDA TAMA

Gambuh 1. Rasaning tyas kayungyun Angayomi lukitaning kalbu Gambir wanakalawan hening ing ati Kabekta kudu pitutur Sumingkiring reh tyas mirong Tumbuhlah suatu keinginan melahirkan perasaan dengan hati yang hening disebabkan ingin memberikan petuah-petuah agar dapat menyingkirkan hal-hal yang salah. 2. Den samya amituhu Ing sajroning Jaman Kala Bendu Yogya samyanyenyuda hardaning ati Kang anuntun mring pakewuh Uwohing panggawe awon Diharap semuanya maklum bahwa dijaman Kala Bendu sebaiknya mengurangi nafsu pribadi yang akan membenturkan kepada kerepotan. Hasilnya hanyalah perbuatan yang buruk. 3.Ngajapa tyas rahayu Nyayomana sasameng tumuwuh Wahanane ngendhakke angkara klindhih Ngendhangken pakarti dudu Dinulu luwar tibeng doh Sebaiknya senantiasa berbuat menuju kepada hal-hal yang baik. Dapat memberi perlindungan kepada siapapun juga. Perbuatan demikian akan melenyapkan angkara murka, melenyapkan perbuatan yang bukan-bukan dan terbuang jauh. 4. Beda kang ngaji mumpung Nir waspada rubedane tutut Kakinthilan manggon anggung atut wuri Tyas riwut ruwet dahuru Korup sinerung agoroh Hal ini memang lain dengan yang ngaji pumpung. Hilang kewaspadaannya dan kerepotanlah yang selalu dijumpai, selalu mengikuti hidupnya. Hati senantiasa ruwet karena selalu berdusta. 5. Ilang budayanipun Tanpa bayu weyane ngalumpuk Sakciptane wardaya ambebayani Ubayane nora payu Kari ketaman pakewoh Lenyap kebudayaannya. Tidak memiliki kekuatan dan ceroboh. Apa yang dipikir hanyalah hal-hal yang berbahaya.

42

Sumpah dan janji hanyalah dibibir belaka tidak seorangpun mempercayainya. Akhirnya hanyalah kerepotan saja. 6. Rong asta wus katekuk Kari ura-ura kang pakantuk Dandanggula lagu palaran sayekti Ngleluri para leluhur Abot ing sih swami karo Sudah tidak berdaya. Hanya tinggallah berdendang. Mendendangkan lagu dandang gula palaran hasil karya nenek moyang dahulu kala, betapa beratnya hidup ini seperti orang dimadu saja. 7. Galak gangsuling tembung Ki Pujangga panggupitanipun Rangu-rangu pamanguning reh harjanti Tinanggap prana tumambuh Katenta nawung prihatos Ki Pujangga didalam membuat karyanya mungkin ada kelebihan dan kekurangannya. Olah karena itu ada perasaan ragu-ragu dan khawatir, barangkali terdapat kesalahan/kekeliruan tafsir, sebab sedang prihatin. 8. Wartine para jamhur Pamawasing warsita datan wus Wahanane apan owah angowahi Yeku sansaya pakewuh Ewuh aya kang linakon Menurut pendapat para ahli, wawasan mereka keadaan selalu berubah-ubah. Meningkatkan kerepotan apa pula yang hendak dijalankan. 9. Sidining Kala Bendu Saya ndadra hardaning tyas limut Nora kena sinirep limpating budi Lamun durung mangsanipun Malah sumuke angradon Azabnya jaman Kala Bendu, makin menjadi-jadi nafsu angkara murka. Tidak mungkin dikalahkan oleh budi yang baik. Bila belum sampai saatnya akibatnya bahkan makin luar biasa. 10. Ing antara sapangu Pangungaking kahanan wus mirud Morat-marit panguripaning sesami Sirna katentremanipun Wong udrasa sak anggon-anggon Sementara itu keadaan sudah semakin tidak karu-karuwan, penghidupan semakin morat-marit, tidak ketenteraman lagi, kesedihan disana-sini. 11. Kemang isarat lebur Bubar tanpa daya kabarubuh Paribasan tidhem tandhaning dumadi Begjane ula dahulu

43

Cangkem silite angaplok Segala dosa dan cara hancur lebur, seolah-olah hati dikuasai ketakutan. Yang beruntung adalah ular berkepala dua, sebab kepala serta buntutnya dapat makan. 12. Ndhungkari gunung-gunung Kang geneng-geneng padha jinugrug Parandene tan ana kang nanggulangi Wedi kalamun sinembur Upase lir wedang umob Gunung-gunung digempur, yang besar-besar dihancurkan meskipun demikian tidak ada yang berani melawan. Sebab mereka takut kalau disembur (disemprot ular) berbisa. Bisa racun ular itu bagaikan air panas. 13. Kalonganing kaluwung Prabanira kuning abang biru Sumurupa iku mung soroting warih Wewarahe para Rasul Dudu jatining Hyang Manon Tetapi harap diketahui bahwa lengkungan pelangi yang berwarna kuning merah dan biru sebenarnya hanyalah cahaya pantulan air. Menurut ajaran Nabi itu bukanlah Tuhan yang sebenarnya. 14. Supaya pada emut Amawasa benjang jroning tahun Windu kuning kono ana wewe putih Gegamane tebu wulung Arsa angrebaseng wedhon Agar diingat-ingat. Kelak bila sudah menginjak tahun windu kuning (Kencana) akan ada wewe putih (setan putih), yang bersenjatakan tebu hitam akan menghancurkan wedhon (pocongan setan). (Sebuah ramalan yang perlu dipecahkan). 15. Rasa wes karasuk Kesuk lawan kala mangsanipun Kawises kawasanira Hyang Widhi Cahyaning wahyu tumelung Tulus tan kena tinegor Agaknya sudah sampai waktunya, karena kekuasaan Tuhan telah datang jaman kebaikan, tidak mungkin dihindari lagi. 16, Karkating tyas katuju Jibar-jibur adus banyu wayu Yuwanane turun-temurun tan enting Liyan praja samyu sayuk Keringan saenggon-enggon Kehendak hati pada waktu tersebut hanya didasarkan kepada ketentraman sampai ke anak cucu. Negaranegara lain rukun sentosa dan dihormati dimanapun.

20. Yang baik dapat menghancurkan yang jelek. Tatune kabeh tuntun Lelarane waluya sadarum Tyas prihatin ginantun suka mrepeki Wong ngantuk anemu kethuk Isine dinar sabokor Segala luka-luka (penderitaan) sudah hilang. tidak ada yang berbuat curang maupun yang mengambil. Yang dibawah maupun yang diatas hatinya sama saja. Perasaan prihatin berobah menjadi gembira ria.44 17. Banyak sekali orang-orang ahli dalam bidang surat menyurat. 18. 19. 21. Amung padha tinumpuk Nora ana rusuh colong jupuk Raja kaya cinancangan angeng nyawi Tan ana nganggo tinunggu Parandene tan cinolong Semua itu hanya ditumpuk saja. Orang yang sedang mengantuk menemukan kethuk (gong kecil) yang berisi emas kencana sebesar bokor. Semuanya berhati baja. Semuanya rajin mengerjakan tugasnya masing-masing. Diraning durta katut Anglakoni ing panggawe runtut Tyase katrem kayoman hayuning budi Budyarja marjayeng limut Amawas pangesthi awon Yang tadinya berbuat angkara sekarang ikut pula berbuat yang baik-baik. Ninggal pakarti dudu Pradapaning parentah ginugu Mring pakaryan saregep tetep nastiti Ngisor dhuwur tyase jumbuh Tan ana wahon winahon Banyak yang meninggalkan perbuatan-perbuatan yang kurang baik. Kembali seperti dijaman dahulu kala. Mengikuti peraturan-peraturan pemerintah.Ngratani sapraja agung Keh sarjana sujana ing kewuh Nora kewran mring caraka agal alit Pulih duk jaman runuhun Tyase teteg teguh tanggon Keadaan seperti itu terjadi diseluruh negeri. Hewan piraan diikat diluar tanpa ditunggu namun tidak ada yang dicuri. Perasaannya terbawa oleh kebaikan budi. Tidak ada yang saling mencela. .

Sebab bagaimanapun juga meskipun merendah kalau gunung akan tetap masih terlihat bekasnya. Tahun Masehi kurang lebih 1919-1920. Sinom 1. Yang dimaksud dengan jurang dan gunung bukanlah pisik tetapi hanyalah sebagai yang dilambangkan). Lain sekali dengan jurang yang curam. 3. karena kalah perang maka akan diusir dari negerinya.45 SERAT JOKO LODANG Gambuh 1. Semuanya yang dituturkan diatas sudah menjadi kehendak Tuhan akan terjadi pada tahun Jawa 1850. Nadyan bisa mbarenjul Tanpa tawing enggal jugrugipun Kalakone karsaning Hyang wus pinasti Yen ngidak sangkalanipun Sirna tata estining wong Jurang yang curam itu meskipun dapat melembung. Sasedyane tanpa dadya Sacipta-cipta tan polih Kang reraton-raton rantas Mrih luhur asor pinanggih Bebendu gung nekani . (Sirna=0. 2. Tata=5. Ingat-ingatlah sudah menjadi kehendak Tuhan bahwa gunung-gunung yang tinggi itu akan merendah sedangkan jurang yang curam akan tampil kepermukaan (akan terjadi wolak waliking jaman). (Ket. Esthi=8 dan Wong=1). namun kalau tidak ada tanggulnya sangat rawan dan mudah longsor. Jaka Lodang gumandhul Praptaning ngethengkrang sru muwus Eling-eling pasthi karsaning Hyang Widhi Gunung mendhak jurang mbrenjul Ingusir praja prang kasor Joko Lodang datang berayun-ayun diantara dahan-dahan pohon kemudian duduk tanpa kesopanan dan berkata dengan keras.Nanging awya kliru Sumurupa kanda kang tinamtu Nadyan mendak mendaking gunung wis pasti Maksih katon tabetipun Beda lawan jurang gesong Namun jangan salah terima menguraikan kata-kata ini. Karena ini hasil sastra maka tentu saja multi dimensi.

lebih baik tercemar nama daripada mati. Para haji melemparkan ikat kepala hajinya. Para sudagar ingargya Jroning jaman keneng sarik Marmane saisiningrat Sangsarane saya mencit Nir sad estining urip Iku ta sengkalanipun Pantoging nandang sudra Yen wus tobat tanpa mosik Sru nalangsa narima ngandel ing suksma Hanya harta bendalah yang dihormati pada jaman tersebut. Yang tampak hanyalah perbuatan-perbuatan tercela. Oleh karena itu seluruh isi dunia penderitaan kesengsaraannya makin menjadi-jadi. madon minum dan berjudi. segalanya salah perhitungan. Banyak ulama berbuat maksiat. Tahun Jawa menunjuk tahun 1860 (Nir=0. Urip=1). Orang wanita kehilangan kewanitaannya karena terkena pengaruh harta benda. karena datangnya hukuman (kutukan) yang berat dari Tuhan. Penghabisan penderitaan bila semua sudah mulai bertobat dan menyerahkan diri kepada kekuasaan Tuhan seru sekalian alam. apa yang dicita-citakan buyar. apa yang dirancang berantakan. sedangkan yang kecil tidak mau mengerti akan keadaannya. tetapi hanyalah semu belaka. ingin menang malah kalah. Diluar tampak baik tetapi didalamnya tidak. Orang besar kehilangan kebesarannya. Mbok Parawan sangga wang duhkiteng kalbu Jaka Lodang nabda malih . Mengerjakan madat. 2. Esthining=8. Tahun Masehi kurang lebih tahun 1930. Wong alim-alim pulasan Njaba putih njero kuning Ngulama mangsah maksiat Madat madon minum main Kaji-kaji ambataning Dulban kethu putih mamprung Wadon nir wadorina Prabaweng salaka rukmi Kabeh-kabeh mung marono tingalira Banyak orang yang tampaknya alim. Sad=6. Semua saja waktu itu hanya harta bendalah yang menjadi tujuan. 3. Megatruh 1.46 Kongas ing kanistanipun Wong agung nis gungira Sudireng wirang jrih lalis Ingkang cilik tan tolih ring cilikira Waktu itu seluruh kehendaki tidak ada yang terwujud.

Akan ada keadilan antara sesama manusia. Sangkalane maksih nunggal jamanipun Neng sajroning madya akir Wiku Sapta ngesthi Ratu Adil parimarmeng dasih Ing kono kersaning Manon Jamannya masih sama pada akhir pertengahan jaman. 3. Yang mendapat gembira hatinya sebab didalam benda tersebut isinya tidak lain emas dan kencana.47 Nanging ana marmanipun Ing waca kang wus pinesthi Estinen murih kelakon Mendengar segalanya itu Mbok Perawan merasa sedih. . Kemudian Joko Lodang berkata lagi : "Tetapi ketahuilah bahwa ada hukum sebab musabab. didalam ramalan yang sudah ditentukan haruslah diusahakan supaya segera dan dapat terjadi ". Sapta=7. 2. Bertepatan dengan tahun Masehi 1945. Tahun Jawa 1877 (Wiku=7. Tinemune wong ngantuk anemu kethuk Malenuk samargi-margi Marmane bungah kang nemu Marga jroning kethuk isi Kencana sesotya abyor Diwaktu itulah seolah-olah orang yang mengantuk mendapat kethuk (gong kecil) yang berada banyak dijalan. Ratu=1). Itu sudah menjadi kehendak Tuhan. Ngesthi=8.

Jer Basuki Mawa Beya : Kesuksesan perlu atau butuh pengorbanan Ajining diri saka obahing lati : Harga diri tergantung ucapannya Prinsip pengendalian diri dengan " Mulat Sarira " suatu sikap bijaksana untuk selalu berusaha tidak menyakiti perasaan orang lain. seperti terlihat dalam kitab-kitab Tutur. Budha dan Islam beserta dengan mistiknya yang khas. menjadi ciri utama dan bahkan memberi warna khususu dalam kehidupan religiusitas serta adat istiadat masyarakat Jawa. Terkemas hampir sempurna dalam seni budaya gamelan dan gending-gending serta kesenian wayang kulit purwa yang perkembanganya mempunyai warna yang unik. Kidung dan Suluk. hormat kepada sesama serta berbagai perlambang dalam ungkapan Jawa. Dalam ungkapan " Crah Agawe Bubrah . Paham mistik Jawa yang berpokok " Manunggaling Kawula Gusti " ( persatuan manusia dengan Tuhan ) dan " Sangkan Paraning Dumadi " ( asal dan tujuan ciptaan ) bersumber pada pengalaman religius. Perumusan pengalaman religius Jawa dalam sejarahnya tidak lepas dari pengaruh-pengaruh agama besar seperti Hindu. misalnya : Ojo Dumeh : Merasa dirinya lebih Mulat sarira. Dalam wayang terekam ungkapan pengalaman religius yang " kuno " seperti tampak bahwa pada tahap perkembangannya dewasa ini. merupakan ungkapan-ungkapan dan pengalaman religius yang merangkum bermacam-macam unsur lambang. bahasa gerak. Kepercayaan terhadap keberadaan roh nenek moyang. ( merupakan . merupakan cara penyampaian terselubung yang bisa bermakna " Piwulang " atau pendidikan moral. Tantularisme dan Kejawen yang bersifat Toleran.Rukun Agawe Santosa " menghendaki keserasian dan keselarasan dengan pola pikir hidup saling menghormati. yaitu dari akar yang kuat. tidak mementingkan diri sendiri dan lain sebagainya yang masih mempunyai arti sangat luas. serta " Aja Dumeh " adalah peringatan kepada kita bahwa jangan takabur dan jangan sombong. menyatu dengan kepercayaan terhadap kekuatan alam yang mempunyai pengaruh terhadap kehidupan manusia. Berbagai ungkapan dan ungkapan Jawa. menjadi petunjuk jalan dan arah terhadap kehidupan sejati. menjadi isian jiwa seni dan budaya Jawa. telah mengakar bertahuntahun menjadi pandangan hidup dan sikap hidup umumnya orang Jawa. Perlambang dan ungkapan-ungkapan halus yang mengandung pendidikan moral. tidak hanya sekedar tontonan dan tuntunan bagaimana manusia harus bertingkah laku dalam kehidupannya. wayang merupakan intisari kebudayaan masyarakat Jawa yang diwarisi secara turun temurun. berawal dari sana manusia itu rindu untuk bersatu dengan yang Illahi.suara. berpegang pada kepercayaan terhadap roh nenek moyang. banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. kemudian bertambah maju setelah mengenal segala bentuk kesenian dari India dan menjadi sempurna begitu masuk agama Islam di Pulau Jawa. Kebudayaan Jawa sebagai subkultur Kebudayaan Nasional Indonesia. Mendem Jero : Menghargai dan menghormati serta menyimpan . Akomodatif serta Optimistik. ingin menelusuri arus kehidupan sampai ke sumber muaranya. Wayang sebagai pertunjukan.48 RUWATAN Adalah Tradisi ritual Jawa sebagai sarana pembebasan dan penyucian. karena adanya pertalian budi pekerti dengan kehidupan spiritual. Sikap hidup masyarakat Jawa memiliki identitas dan karakter yang menonjol yang dilandasi direferensi nasehat-nasehat nenek moyang sampai turun temurun. Hangrasa wani : Mawas diri. yaiku : Sinkretisme. instropeksi diri Mikul Duwur.rahasia orang lain. namun juga merupakan tatanan yang harus dititeni kanti titis. Secara tradisional. atas dosa/kesalahannya yang diperkirakan bisa berdampak kesialan didalam hidupnya. warna dan rupa. misalkan pada lakon Ruwat atau Murwa Kala. masih berperan pula mitos dan ritus.

yang ditebang dengan batangnya disertai cengkir gading (kelapa muda). Atas dasar inilah yang kemudian dicarikan solosi. Gawangan kelir bagian atas (kayu bambu yang merentang diatas layar) dihias dengan kain batik yang baru 5 (lima) buah. 2. perlu mengadakan ritual tersebut. daun alang-alang. daun beringin. bunga setaman dalam bokor di tempat di muka dalang. Api (batu arang) di dalam anglo. sebagai sarana pembebasan dan penyucian manusia atas dosanya/kesalahannya yang berdampak kesialan didalam hidupnya. daun elo. daun meja. dan daun kluwih yang semuanya itu diikat berdiri pada tiang pintu depan sekaligus juga berfungsi sebagai hiasan/pajangan dan permohonan. daun dadap serep. Alat musik jawa ( Gamelan ) 2. oleh Batara guru diberitahukan agar memakan manusia yang berdosa atau sukerta. Bermacam-macam nasi antara lain : . sedangkan di belakang layar sebagai tempat duduk orang yang diruwat dengan memakai selimut kain mori putih. Dua kembang mayang yang telah dihias diletakkan dibelakang kelir (layar) kanan kiri.49 hukum alam yang maha teratur yang harus diketahui dan disikapi secara bijaksana ) untuk menuju kasunyatan serta mencapai kehidupan sejati. Kata Murwakala/purwakala berasal dari kata purwa (asalmuasal manusia) . kipas beserta kemenyan (ratus wangi) yang akan dipergunakan Kyai Dalang selama pertunjukan. diyakini akan menjadi mangsanya Batara Kala. Tokoh ini adalah anak Batara Guru (dalam cerita wayang) yang lahir karena nafsu yang tidak bisa dikendalikannya atas diri DewiUma. bagaimana mereka bertingkah laku dengan sesama dan bagaimana menyadari hakekatnya sebagai manusia serta bagaimana dapat berhubungan dengan sang penciptanya. maka untuk mensucikan kembali. Dalam tradisi jawa orang yang keberadaannya dianggap mengalami nandang sukerto/berada dalam dosa. orang yang diruwat dan lain-lainya. Blencong atau lampu dari minyak Selain peralatan tersebut diatas masih diperlukan sesajian yang berupa: 1. direntangkan dibawah debog (batang pisang) panggungan dari muka layar (kelir) sampai di belakang layar dan ditaburi bunga mawar dimuka kelir sebagai alas duduk Ki Dalang. Kelir atau layar kain 4. Wayang kulit satu kotak ( komplit ) 3. akhirnya menjelma menjadi raksasa.dan pada lakon ini. Ketika raksasa ini menghadap ayahnya (Batara guru) untuk meminta makan. agar menjadi suci kembali. 3. Kain mori putih kurang lebih panjangnya 3 meter. yaitu pembebasan dewa yang telah ternoda. atau meruwat berarti: mengatasi atau menghindari sesuatu kesusahan bathin dengan cara mengadakan pertunjukan/ritual dengan media wayang kulit yang mengambil tema/cerita Murwakala. yang selalu terlibat dalam kesalahan serta bisa berdampak timbulnya bencana (salah kedaden). Untuk pagelaran wayang kulit dengan lakon Murwakala biasanya diperlukan perlengkapan sebagai berikut : 1. diantaranya kain sindur. yang terdiri dari pisang raja setudun. yang akan digunakan untuk memandikan Batara Kala. 4. yang sudah matang dan baik. daun kara. Bagi manusia jawa ( manusia yang mengerti sejati ) wayang merupakan pedoman hidup. pohon tebu dengan daunnya. yang menjadi titik pandangnya adalah kesadaran : atas ketidak sempurnanya diri manusia. Dalam cerita "wayang" dengan lakon Murwakala pada tradisi ruwatan di jawa ( jawa tengah) awalnya diperkirakan berkembang didalam cerita jawa kuno. agar tak termakan Sang Batara Kala ini diperlukan ritual ruwatan. yang isi pokoknya memuat masalah pensucian. Tuwuhan. yang dalam tradisi pewayangan disebut "Kama salah kendang gumulung ". kain bango tulak dan dilengkapi dengan padi segedeng (4 ikat pada sebelah menyebelah). orang yang manandang sukerto ini. Tradisi "upacara /ritual ruwatan" hingga kini masih dipergunakan orang jawa. 5. yang kemudian sepermanya jatuh ketengah laut. daun apa-apa. Menurut ceriteranya.

bebek sepasang. Bermacam-macam jenang (bubur) yaitu: jenang merah. ikan asin. Uger-Uger Lawang. telur ayam yang didadar tiga biji. kaca kecil. salak. sebab walaupun siang tetap memakai lampu blencong. yaitu sebagai berikut : 1. yaitu 3 orang anak. 2. Pancuran Kapit Sendhang. Nasi kuning dengan perlengkapan. yang sulung dan yang bungsu laki-laki sedang anak yang ke 2 perempuan 4. 11. Anak Bungkus. Nasi golong dengan perlengkapannya. kemiri. kedele. Srundeng asmaradana. antara lain dari Serat Centhini ( Sri Paku Buwana V ). b. ikan lembaran. kemiri. gula jawa. putih. yaitu 3 orang anak. kemenyan bunga. Anak Kembar. Kamar mandi yang untuk mandi orang yang diruwat dimasuki kelapa utuh. bambu gading yang berjumlah lima ros ditanam pada kempat ujung rumah disertai empluk (tempayan kecil) yang berisi kacang hijau . cabe besar merah dan hijau brambang. sambel gepeng. 7. telur ayam dan uang dengan diiringi doa mohon keselamatan dan kesejahteraan serta agar tercapai apa yang dicita citakan. yang sulung dan yang bungsu perempuan sedang anak yang ke 2 laki-laki 5. empluk (periuk yang berisi kacang hijau. Jajan pasar (buah-buahan yang bermacam-macam) seperti : pisang raja. goreng-gorengan. ikan asin. jenang baro-baro (aneka bubur). 12. kluwak. 10.50 a. Nasi wuduk dilengkapi dengan. yaitu anak tunggal laki-laki atau perempuan. Yang perlu atau harus di Ruwat Menurut kepustakaan " Pakem Ruwatan Murwa Kala " Javanologi gabungan dari beberapa sumber. kendi yang berisi air. air yang ditempatkan pada cupu. kluwak. Kembang Sepasang. c. kedelai hitam. 6. jambu. Sendhang Kapit Pancuran. pindang kluwih. lalaban. mentimun. kelapa. yaitu dua orang anak yang kedua-duanya laki-laki dengan catatan tidak anak yang meninggal 3. makanan kecil berupa blingo yang diberi warna merah. pecel ayam. ikan sungai/laut dimasak anpa garam dan ditempatkan di belakang layar tepat pada muka Kyai Dalang. yaitu sepasang bunga yaitu dua orang anak yang kedua-duanya perempuan . jenang kaleh. dengan lauk pauknya seperti kuluban panggang telur ayam yang direbus. Yang berupa hewan seperti burung dara satu pasang ayam jawa sepasang. telur ayam dan uang satu sen). kedele hitam. Sajen buangan yang ditunjukkan kepada dhayang yang berupa takir besar atau kroso yang berisi nasi tumpeng kecil dengan lauk-pauk. Ontang-Anting. minyak kelapa yang dipergunakan untuk lampu blencong. bambu gading linma ros. sayur menir. jajan pasar (berupa buah-buahan mentah serta uang satu sen. Selesai upacara ngruwat. 8. Kesemuanya itu diletakan ditampah yang berisi nasi tumpeng. Sajen itu dibuang di tempat angker disertai doa (puji/mantra) mohon keselematan. yaitu anak yang ketika lahirnya masih terbungkus oleh selaput pembungkus bayi ( placenta ) 6. bahwa orang yang harus diruwat disebut anak atau orang " Sukerta " ada 60 macam penyebab malapetaka. ). Yang berupa sajen antara lain : rujak ditempatkan pada bumbung. rujak edan (rujak dari pisang klutuk ang dicampur dengan air tanpa garam). Sumur atau sendang diambil airnya dan dimasuki kelapa. sirih yang diberi uang. jarum dan benang hitam-putih. 9. yaitu dua orang kembar putra atau kembar putri atau kembar "dampit" yaitu seorang laki-laki dan seorang perempuan ( yang lahir pada saat bersamaan ) 7. dan sebagainya. Benang lawe.

misalnya hitam dan putih 24. Srimpi. seperti punggung onta 29. yaitu anak yang dilahirkan bersamaan keluarnya " Candikala " yaitu ketika warna langit merah kekuning-kuningan 31. yaitu anak yang dilahirkan dengan punggung menonjol. Julung Wangi. 9 . Saramba. yaitu anak yang lahir tepat jam 12 siang 18. yaitu anak yang dilahirkan dengan memiliki kulit dua macem warna. yaitu anak yang lahir bersamaan dengan terbitnya matahari 17. Orang yang ketika menanak nasi. Jempina. yaitu 4 orang anak yang semuanya perempuan 11. Orang yang menempatkan barang di suatu tempat ( dandhang . Orang yang membuat kutu masih hidup. yaitu anak yang lahir berkalung usus 21. Mancalaputri. Wungkuk. Orang tidur di atas kasur tanpa sprei ( penutup kasur ). yaitu anak yang lahir saat matahari terbenam 16. Wujil. 40. yaitu 5 orang anak yang terdiri dari 4 orang anak perempuan dan 1 orang anak laki-laki 14. yaitu anak yang dilahirkan memiliki kulit hitam 26. Kendhana-Kendhini. Orang yang memiliki lumbung atau gudang tempat penyimpanan padi dan kopra tanpa diberi alas dan atap. Siwah atau Salewah. Wahana. yaitu anak yang dilahirkan berwujud bajang atau kerdil 27. 34.51 8.misalnya ) tanpa ada tutupnya. 41. Lawang Menga. yaitu anak yang dilahirkan berkulit dan berambut putih " bule " 25. Made. Tiba Sampir. Mancalaputra atau Pandawa. yaitu anak yang dilahirkan dengan punggung bengkok 28. Dengkak. 36. yaitu dua orang anak sekandung terdiri dari seorang laki-laki dan seorang perempuan 9. 39. Orang yang bertempat tinggal di dalam rumah yang tak ada " tutup keyongnya " 35. merobohkan " Dandhang " ( tempat menanak nasi ) 33. yaitu 5 orang anak yang semuanya perempuan 13. yaitu anak yang lahir tanpa alas ( tikar ) 32. Walika. Orang yang berdiri ditengah-tengah pintu. yaitu anak yang baru berumur 7 bulan dalam kandungan sudah lahir 20. 38. yaitu anak yang lahir. Orang yang membuat pepajangan atau dekorasi tanpa samir atau daun pisang. yaitu 4 orang anak yang semuanya laki-laki 10. yaitu anak yang lahir dihalaman atau pekarangan rumah 23. Margana. yaitu 5 orang anak yang terdiri dari 4 orang laki-laki dan 1 orang anak perempuan 15. Padangan. yaitu anak yang lahir dalam perjalanan 22. Julung Pujud. Julung Sungsang. kemudian meninggal 19. Pipilan. Memecahkan " Pipisan " dan mematahkan " Gandik " ( alat landasan dan batu penggiling untuk menghaluskan ramu-ramuan obat tradisional). yaitu 5 orang anakyang semuanya laki-laki 12. Orang yang duduk didepan ( ambang ) pintu. 37. Bule. Kresna. yaitu anak yang lahir dengan badan cebol atau pendek 30. Tiba Ungker.

Orang yang selalu bertopang dagu. orang-orang yang tergolong di dalam kriteria tersebut di atas dapat menghindarkan diri dari malapetaka ( menjadi makanan Betara Kala ) tersebut. sehingga merobohkan jemuran " wijen " ( biji-bijian ) Demikainlah 60 jenis " Sukerta " yaitu jenis-jenis manusia yang telah dijanjikan oleh Sang Hyang Betara Guru kepada Batara Kala untuk menjadi santapan atau makananya. 51. Orang yang senang membuang sampah lewat jendela. Orang yang memanjat pohon disiang hari bolong atau jam 12 siang ( wayah bedhug ) Orang yang tidur diwaktu siang hari bolong jam 12 siang. Orang yang senang membuang sampah atau kotoran dibawah ( dikolong ) tempat tidur. 55.Ng Ranggawarsito disebutkan ada 136 macam Sukerta. Orang yang senang menyapu sampah tanpa dibuang atau dibakar sekaligus. Orang yang senang membakar tikar dengan bambu ( galar ). 48. Orang yang gemar membakar kulit bawang. Orang yang senang membakar tulang. 44. 52. terdapat juga " Ruwat Sengkala atau Sang Kala " yang artinya menjadi mangsa Sangkala yaitu jalan kehidupannya sudah terbelenggu serta penuh kesulitan. . Kunjarakarna dan lain-lain. 45. tidak bisa sejalan dengan alur hukum alam ( ruang dan waktu ) ini disebabkan oleh kesalahan-kesalahan perbuatan atau tingkah lakunya pada masa lalu. kemudian ditinggal pergi ketetangga Orang yang suka mengaku hak orang lain. Orang yang menanak nasi. 43. bahkan menurut Pustaka Raja Purwa ( jilid I halaman 194 ) karya pujangga R. 54. 49. 56. jika ia mempergelarkan wayangan atau ruwatan dengan cerita Murwakala. 53. Orang yang mengadu suatu wadah atau tempat ( misalnya dandhang diadu dengan dandhang ) Orang yang senang membakar rambut. Ada juga lakon ruwatan yang misalanya : Baratayuda. Selain Sukerta.52 42. 46. 50. 60. 57. Orang yang senang membakar kayu pohon " kelor ". Menurut mereka yang percaya. 47. Orang yang tidur pada waktu matahari terbenam ( wayah surup ). Sudamala. Orang yang suka membuang garam. Orang yang tidur pada waktu matahari terbit. Orang yang suka meninggalkan beras di dalam " lesung " ( tempat penumbuk nasi ) Orang yang lengah. 59. 58.

memilih suami atau isteri oleh yang berkepentingan.53 BIBIT – BOBOT . berbudi luhur.BEBET Fatwa leluhur tersebut bermaksud agar orangtua malaksanakan pemilihan yang seksama akan calon menantunya atau bagi yang berkepentingan memilih calon teman hidupnya. Berpedoman. pernikahan di muka kantor pencatatan sipil. Pemilihan ini jangan dianggap sebagai budaya pilih-pilih kasih. Waspada akan tingkah kelakuan satu sama lain dan waspada akan penggoda di dalam hatinya sendiri. dari jenis (bebet) yang unggul dan yang nilai (bobot) yang berat. Waspada dan Pertunangan. Pertunangan tidak boleh diartikan lalu boleh bergaul sebebas-bebasnya hingga perbuatan sebagai suami isteri. pertunangan putus. . Kewaspadaan itu menghendaki pengamatan dan penghayatan satu sama lain mengenai sikap dan pendirian terhadap hal-hal yang penting yang sudah pasti dijumpai dalam hidup antara lain soal keluarga. Dalam hal itu calon isteri haruslah teguh hati. Sekali terjadi peristiwa dan sang wanita hamil tidak mustahil menjadi persoalan sebagai pangkal persengketaan. Pemilihan yang hanya berdasarkan wujud lahiriah dan harta benda dapat melupakan tujuan “ngudi tuwuh” mendapatkan keturunan yang baik. cerdas. dan sebagainya. mencegah jangan sampai terjamah kehormatannya. Memperingatkan. sebaiknya memilih yang berasal dari benih (bibit) yang baik. Persesuaian haruslah timbul dari keyakinan dan tidak dengan membohongi diri sendiri. Kriteria yang dimaksud yaitu : Bibit : yang berarti biji / benih Bebet : yang berarti jenis / tipe Bobot : yang berarti nilai / kekuatan Untuk memilih menantu pria atau wanita. Kalau sang pria ingkar. Cinta kasih yang berhubungan erat dengan cita-cita justru harus diliputi oleh waspada dalam hati dan pikiran. saleh. niscaya akan mengakibatkan kesukaran dikemudian hari. misalnya dengan berjanji atau memberi berkesanggupan dengan sumpah lisan atau tulisan. sang wanita menjadi korban. bahwa calon suami atau istri itu bukan atau belum suami atau istrinya. tapi sebenarnya lebih kepada kecocokan multi dimensi antara sepasang anak manusia. mata kepala. Fatwa itu mengandung anjuran pula. Ingatlah. agar supaya dalam bercinta tidak buta mata hati. dan sebagainya. Pertunangan dengan atau tanpa tukar cincin adalah usaha untuk mendekatkan pria dan wanita yang menjalin kisah dan hendak hidup sebagai suami isteri. Cinta. dan pikiran. sehat wal afiat. maka janganlah menuruti kata peribahasa tersebut. dan lain sebagainya tetapi di dalam hati masih ada keraguan. Pada hakekatnya peribahasa itu sendiri pun mengandung “peringatan”. Perbedaan sikap dan pendirian terhadap hal-hal yang penting (prinsip) seperti diatas. janganlah orang hanya semata-mata memandang lahiriyah yang terlihat berupa kecantikan dan harta kekayaan. bahwa hidup suami isteri itu mengandung cita-cita luhur yaitu mendapatkan keturunan yang baik. Peribahasa mengatakan: “cinta itu buta”. agama. kemasyarakatan.

Dan hasilnya burung Perkutut Bangkok yang di ekspor ke Indonesia bisa memenuhi selera penggemar di Indonesia. Dalam bahasa Jawa Kuno mempersembahkan keindahan istilahnya kalangon atau kalangwan. burung) yang dimiliki bisa memberikan rasa senang dalam batin atau bisa mempersembahkan keindahan kepada pemiliknya. Semula Perkutut Bangkok kurang menarik bagi penggemar di Indonesia. Begitu mengetahui burung Perkutut di alam bebas Indonesia mendekati kepunahan. khususnya orang Jawa. Disamping mereka mengekspor burung ke Indonesia. bunyi yang diminati para penggemar sudah mengalami perubahan. Alasannya. maka lancarlah bisnisnya. Barangkali oleh orang Tionghoa yang bernaluri bisnis tinggi. bahkan cenderung punah. Maka semakin menarik dan menjadi tantangan bagi kita. Ada burung yang setengah dianjurkan untuk dipelihara. Bangsa Indonesia. Berkaitan dengan tuah mistis Perkutut tersebut leluhur Jawa mewariskan ilmu tentang "katuranggan Perkutut" ( ilmu hal ihwal perkutut ). telah menempatkan burung Perkutut begitu terhormat dibanding jenis burung yang lain. Pada masa sekarang. Para leluhur kita. mereka mendatangkan burung Perkutut dari Thailand. rakyat kebanyakan belum pas mempunyai klangenan. Artinya barang (dalam hal ini. Sudah barang tentu yang bisa mempunyai klangenan pada waktu dulu adalah golongan masyarakat priyayi. Perkutut Indonesia itu kemudian disilangkan dengan Perkutut Bangkok. Akibatnya Perkutut di alam bebas semakin langka yang bagus. rupanya telah menular kepada etnis Tionghoa yang tinggal di bumi Jawa. dikarenakan kesibukannya dalam mencari nafkah.54 PERKUTUT Kegemaran memelihara burung perkutut /klangenan Perkutut merupakan warisan budaya jawa yang hingga kini masih dilestarikan. bisa diketahui pengaruh burung Perkutut (yang mempunyai ciri-ciri tertentu) terhadap pemiliknya. Dengan demikian pengetahuan tentang Perkutut tidak bisa merambah ke rakyat biasa. Memelihara Perkutut dulunya lebih cenderung kepada suatu klangenan. Dan kalau hubungan dengan kekuasaan terjadi. Orang-orang Tionghoa memang sangat jeli melihat peluang bisnis. menganggap Perkutut bisa dijadikan sarana berhubungan dengan kekuasaan yang ada. atau punya kedudukan penting di tengah masyarakat. Burung Perkutut dianggap punya tuah mistis yang bisa disejajarkan dengan tuah mistis pusaka (keris dan azimat lainnya). berduit. untuk menggeluti Budidaya Perkutut agar warisan budaya ini bisa dilestarikan. Meskipun demikian tetap saja menggunakan 5 (lima) pokok dasar penilaian suara : . Bahkan persilangan begitu berkembang dengan berbagai jenis Perkutut yang ada di Asia Tenggara. Kesannya hanya besar tapi tanpa lagu. maka tidak terpikirkan untuk membudidayakan atau mengembang biakkan dengan cara diternak. maka para penangkap burung memburu burung yang bagus kualitas suaranya memenuhi pesanan para priyayi yang tinggal di kota. juga membeli burung dari Indonesia. Sebaliknya para pemelihara yang menganggap burung yang dipelihara sebagai klangenan. Para pedagang burung Thailand (yang awalnya kebetulan juga etnis Tionghoa) sangat kreatif untuk memenuhi selera pasar di Indonesia. Pada awal pertama seseorang berminat untuk memelihara burung Perkutut seyogyanya berusaha memahami lebih dahulu tentang dasar suara burung Perkutut. ada juga jenis yang tidak boleh dipelihara oleh sembarang orang. Jaman sekarang kegemaran memelihara Perkutut sebagai klangenan khas Jawa ini. hal ini dimungkinkan di dalamnya mengandung nilai-nilai ajaran yang adiluhung sifatnya. Berdasar ilmu katuranggan tersebut. Bagi rakyat biasa biasanya hanya sebagai penangkap burung (tukang pikat). karena suaranya kurang memenuhi selera. Sampai saat ini hubungan silang menyilang Perkutut antara Indonesia dan Thailand terus berlanjut. Barangkali pula kata klangenan dalam bahasa Jawa kini berasal dari kata kalangon atau kalangwan tadi. Dikarenakan Perkutut sebagai klangenan.

Maka suatu anjuran yang sederhana dan sekiranya bisa dijadikan pedoman adalah memilih suara burung yang cocok dengan hati dan perasaan kita masing-masing. Sedang irama yang kurang baik adalah yang groyok dan rentet. tengah. perkutut putih sebenarnya merupakan . Ibarat suara gamelan dalam Pathet Manyura atau Pathet 9 yang mempunyai pengaruh menenangkan. sehingga bunyinya : hoor tete tete kuung . Klaar. sehingga bunyinya : hoor tetete kuung . dan Klao. Kecocokan hati setiap orang terhadap suatu jenis suara burung perkutut tidak sama. Hal ini sulit dijelaskan dengan tulisan. 2. sehingga bunyinya : hoor tete tete tete kuung 3.Alus atau ulem (Jw. suaranya mempengaruhi perasaan menjadi gelisah.triple : tete tete tete. sehingga bunyinya : hoor tete kuung . Memang pada dasarnya untuk bisa memahami tentang suara Perkutut dituntut pula pemahaman tentang hidup yang selaras dan tenteram serta menjauhi semua kemungkinan persengketaan dengan siapapun termasuk dengan alam. Perpaduan lima dasar penilaian suara tersebut yang menentukan bagus tidaknya suara Perkutut. perkutut putih dipercaya membawa kekuatan magis.Cowong : merdu jangkauan suaranya sedang. Dari akar kata Kalangon itulah muncul kata Klangenan yang barangkali artinya menangkap atau bergumul dengan keindahan. tetapi juga mereka yang meyakini akan manfaat tuahnya Sayangnya perkutut putih amat sangat langka. . kemudian kuuk yang terendah nilainya. Yang bagus lelah atau laras (Jawa).Tebal (Kandel) : mantap terdengarnya. berkembang dalam beberapa jenis : . jelmaan roh. . Wee. . Kristal : melengking tinggi dan terdengar jelas bunyi (ng). Pada dasarnya suara burung Perkutut tidak ada yang sama persis meskipun berasal dari induk yang sama.Cowong tembus : bening merdu dan mendengung. 5. jangankan yang sudah " kung " belum bisa apa pun asal seluruh bulunya warna putih orang sudah berani menawar dengan harga tinggi.double : tete tete.55 1.Tipis (lemah) : lirih suaranya. Jw.double setengah : tete tetete. Ketukan iramanya terdengar merdu menyentuh rasa keindahan.). Dengan demikian semakin mengendap kemampuan spiritual seseorang akan semakin mudah menemukan suara burung Perkutut yang sesuai dengan citarasanya. Dalam bahasa Jawa Kuno dikenal kata Kalangwan atau Kalangon yang artinya mempersembahkan keindahan.) . kira-kira seperti suaranya Pavaroti atau Nyi Condro Lukito. dan belakang. dibawahnya kooo. Kleo.Kaku atau keras (atos.telon : te . Maka bisa dipahami juga kalau pada para penghayat Spiritualisme Jawa kebanyakan juga penggemar Perkutut. Terlepas dari kata tidaknya. Dasar suara atau latar. Suara depan : hoor. Perkutut Putih. sehingga bunyinya : hoor te kuung . Konon bisa membawa keberuntungan bagi yang memelihara. tak heran berung jenis ini tidak hanya diburu para hobi. maka kami anjurkan untuk mendengar langsung secara praktek kalau ada lomba atau latihan lomba. RM Ng Prodjosudardjo yang paranormal menyebutkan sebagi burung siluman.Arum : suara sedang tanpa bunyi (ng) . seolah-olah menjadi perantara antara yang ada dan suwung.engkel : tete.satu setengah : tetete. Suara belakang : kuung merupakan yang terbaik. Yang diinginkan adalah keindahan yang selaras sebagaimana kebanyakan orang Jawa berpandangan hidup. Suharno Budi Santosa. 4. sehingga bunyinya : hoor tete tetete kuung . Menurut wacana kejawen. belakangnya terkunci bunyi (k) : hoor kete kuuk . diantaranya : . Irama : merupakan perpaduan suara depan. Suara tengah : kete. unsur magis menurut Ir. kini telah berkembang dari nilai rendah ke atas : Hoor. Maka memilih suara butung Perkutut untuk klangenan subyektif sekali sifatnya. Jenisnya beberapa macam.

Keangkeran Puncak Lawu tak lepas dari cerita tentang Raja Majapahit. GUNUNG LAWU Di atas ketinggian 3. dia bermeditasi. melihat salah seorang anaknya. perkutut putih tidak bisa ditangkarkan . ke Timur hingga gunung Wilis. Tidak ada yang mencolok dibanding perkutut normal.56 kasus penyimpangan gen. desa dan kota-kota di sekitarnya. hingga suguhan sunset dan sunrise. Berdasarkan ciri fisik. akibat penyimpangan gen. menjadi daerah tujuan wisatawan menikmati lembah Tawangmangu yang menawan. Diyakini. memohon petunjuk Sang Maha Kuasa. Argo Dalem adalah tempat pamoksan Prabu Bhrawijaya. Setidaknya ada tiga tempat yang dikeramatkan.bulu ekor bagian bawah walaupun segaris/se titik biasanya ada unsur warna coklat. Prabu Brawijaya. Puncak Argo Dalem. Konon. Wisik pun datang yang mewartakan adanya kerajaan dan agama baru. Di balik keindahan yang memukau. Sang Prabu yang memeluk agama Budha merasa gelisah. masuk Islam dan mendirikan kerajaan islam di Demak. perawakan maupun suara perkutut putih lebih jelek ketimbang perkutut biasa. Bahkan. Sehingga kadang mengherankan. Prosentasenya sangat kecil dan belum tentu satu kasus dari seribu perkutut. birunya Laut Selatan. . sedangkan Arga Dumiling sebagai tempat pamoksan Ki Sabdopalon.demikian juga bulu sayap ada motif bintik bintik (blirik) transparan coklat kemerahan. Tak ubahnya. termasuk Solo. sehingga bagi pemula sulit membedakan perkutut putih asli dengan yang " sudah dipermak " Adapun sebagai acuan ciri ciri yang asli : Paruhnya harus juga putih. pengunjung seolah berada di atas awan laiknya kahyangan.namun agak kemerahan. Muncul kegamangan tentang kelangsungan Kerajaan Majapahit.kaki merah muda. Sementara Arga Dumilah masih tetap menjadi misteri yang sering dipakai sebagai arena olah batin dan meditasi. sering membuat orang berbuat curang. Sarangan dengan danau indahnya. karena rata-rata perkutut putih itu mandul. Perkutut putih tidak setiap saat bisa didapat. yaitu. ke selatan hingga Pantai selatan. Rampung meditasi Sang Prabu berpesan kepada para abdinya mengenai saatnya ia turun dari kejayaan. Puncak Lawu merupakan sosok angker yang menyimpan misteri. sebenarnya tidak ada yang istimewa. Untuk itu. sementara kenyataan permintaan pasar cukup tinggi. siapa yang menguasai Gunung Lawu dan semua mahluk gaib hingga batas yang ia tentukan. Argo Dumilah dan Argo Dumiling. kenapa perkutut macam begini harganya bisa setinggi langit. di pasar burung tradisional apalagi begitu sulitnya mencari perkutut putih. bisa puluhan juta rupiah. Perbukitan sontak disulap bak pulau kecil berbatas lautan awan. Ini kasus langka dalam khasanah perkutut. puncak Gunung Lawu yang merupakan bentukkan dari sisa kawah tak aktif. Yakni ke barat hingga Merapi/Merbabu. Sang Prabu juga berbagi wilayah kepada para abdinya. Keindahan kian mencekam saat awan datang menebarkan selimut mayanya. Mengamati kebiasaan serta perilakunyajenis perkutut ini . menyuguhkan pesona dan keindahan luar biasa jika dinikmati dari Puncak Lawu. Raden Patah.265 meter dari permukaan laut. dan ke utara sampai pantai utara dengan gelar Sunan Gunung Lawu. Serba lebih kecil. Yang kata.

Pawon Sewu = Terletak pada pertengahan perjalanan pendakian menuju ke Puncak Lawu. beberapa pantangan yang tak boleh dilanggar. Telaga Kuning : Telaga ini merupakan tempat mandi putra-putri pengikut Prabu Brawijaya. Dari tempat ini para pendaki dapat melihat Kawah Condrodimuko. baik bersifat perbuatan maupun perkataan. Yakni larangan-larangan untuk tidak melakukan sesuatu. di sendang ini para wisatawan dapat memohon berkah dengan cara minum air langsung ke mulut masing-masing dengan menengadahkan muka. Pantangan lain. diantaranya jangan mendaki jika jumlahnya ganjil. Selain tiga puncak tadi. Kepatihan:Tengen = Lokasi ini merupakan tempat peristirahatan pengikut Prabu Brawijaya. Sunan Lawu Sang Penguasa gunung dan Kyai Jalak yang karena kesaktian dan kesempurnaan ilmunya kemudian menjadi mahluk gaib yang hingga kini masih setia melaksanakan tugas sesuai amanat Prabu Brawijaya. diantaranya: Sumur Jolotundo = Lokasi yang diyakini Prabu Brawijaya menerima wangsit dalam perjalanan naik ke Puncak Lawu. mereka mempunyai harapan untuk dapat mencapai Puncak Lawu. Pandean Suroloyo : Di tempat ini para pengikut Prabu Brawijaya membuat pusaka dan persenjataan mereka. Sendang Intan = Menurut kepercayaan penduduk setempat. Lumbung Selayur = Di lokasi ini terdapat sumur yang digunakan untuk menyimpan bahan makanan para pengikut Prabu Brawijaya. Selo Pundutan : Merupakan tempat untuk latihan olah kanuragan pengkiut Prabu Brawijaya dan masih dipergunakan sampai sekarang oleh para pendaki puncak Lawu. Bila pantangan itu dilanggar di pelaku diyakini bakal bernasib naas. Sabdopalon moksa di Arga Dumiling. dan abdinya. Jurang Pangari-Arip = Bila para pendaki sudah mencapai tempat ini. Tinggalah dua abdinya yang lainnya. Kayangan : Tempat ini merupakan taman yang sangat indah tempat istirahat sambil menikmati pemandangan alam yang indah.57 Dan Prabu Barawijaya pun moksa di Argo Dalem. karena akan mengalami celaka. Gua Selarong = Gua ini dimanfaatkan para pengikut Prabu Brawijaya untuk bermalam sekaligus sebagai tempat pemantauan. jangan pernah sekali-kali menyombongkan diri. Di tempat ini para pengikut Prabu Brawijaya mendirikan dapur untuk memasak makanan. misalkan dengan angkuh mengatakan bahwa mendaki Gunung Lawu tidak sulit dan sebagainya. Argo Fruso : Di tempat ini Raja Brawijaya menyimpan pusaka-pusakanya. siapa pun yang hendak pergi ke puncaknya diharap mematuhi 'aturan'. Patuhi aturan Karena keangkerannya. karena 'penguasa' gunung akan menggenapkannya dengan mengambil salah satu dari mereka. Menurut penduduk setempat. Semakin banyak air yang didapat semakin banyak pula berkah yang diperoleh. Pasar Diyeng : Di sini para pengikut Prabu Brawijaya mendirikan pasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Gua yang gelap dan curam sedalam kurang lebih 5 meter sering dipakai untuk bertapa. Sendang Derajad = Menurut kepercayaan masyarakat setempat. masih banyak tempat lain di Gunung lawu yang diyakini mempunyai nilai spiritual. . apabila para wisatawan mempunyai cita-cita atau niat tertentu dapat terkabul apabila mandi di sendang ini.

Walaupun kepercayaan manusia di dalam kedua daerah penelitian memang adalah kepercayaan berbeda. Semua legenda dan upacara didasarkan dan disah dalam sejarah. Dari dua daerah penelitian ditemukan beberapa persamaan dan hanya sedikit saja perbedaan. Kalau orang Jawa beragama Islam. yaitu Daerah Tengger bersejarah kerajaan Majapahit dan Daerah Gunung Merapi bersejarah kerajaan Mataram kedua. Biasanya tanda itu dalam bentuk mimpi yang termia oleh para dukun atau ‘juru kunci’ Gunung Merapi. Dalam kepercayaan manusia berasal Jawa tersebut gunung-gunung memang berperan yang sangat penting. Menurut kepercayaan penduduk daerah Gunung Merapi kalau gunungnya akan meletus mahluk halus Kraton Merapi akan memberikan tanda kepada manusia. Kosmologi manusia Daerah Gunung Merapi terdiri dari lima bagian yaitu Kraton Mataram Yogyakarta di tengah yang berada di dunia manusia dan Kraton Mahluk Halus Gunung Merapi ke utara. Dalam kembalinya rakyatnya akan dilindungi oleh para mahluk halus tersebut. Kraton Laut Selatan ke selatan. Akibatnya dari Legenda Kyai Sapujagad adalah perjanjian bahwa Kraton Mataram Yogyakarta bertanggungjawab untuk memberi sesajian kepada para mahluk halus di empat tempat yang lain dalam kosmologi manusia. Dlephih ke barat yang berada dalam dunia gaib. Sebaliknya kalau orang waktu manusia melakukan hidupnya yang tidak baik.58 GUNUNG MERAPI Kepercayaan serta kosmologi manusia Gunung Merapi didasarkan dalam Legenda Kyai Sapujagad. Kalau orang waktu manusia melakukan hidupnya yang baik. Selain kepercayaan dunia akhirat itu manusia Gunung Merapi juga punya kepercayaan mengenai tempat-tempat angker serta binatang-binatang sakral di daerahnya. . Selain pemimpin di dalam kratonnya penduduk juga percaya dalam macam-macam tokoh lain yang mendiami kraton itu. Kristen atau agama yang lain biasanya mereka juga punya kepercayan yang berasal Jawa. rohnya akan dibuang dari kratonnya dan mendiami batu. Kraton Mahluk Halus Merapi di dalam kosmologi Kraton Yogyakarta dipercayai oleh penduduk dipimpin oleh mahluk halus bernama ‘Empu Rama’ dan ‘Permadi’ dan menurut orang yang lain oleh ‘Kyai Merlapa. kepercayaannya didasarkan dalam asal usul yang sama. pohon. Cerita legenda itu terjadi pada waktu Kerajaan Mataram kedua muncul dan mengambarkan hubungan pendiri kerajannya yaitu ‘Panembahan Senopati’ dengan dunia gaib. Lagi pula kebanyakan kepercayaan manusia terhadap gunung berunsur agama Hindu-Budha dari zaman kerajaan Hindu-Budha atau kepercayaan animisme dari zaman prasejarah. tempat sepi dan sebagainya. Dalam pemeriksaan ke dalam asal usulnya ditemukan tiga unsur yang bersama. Menurut mereka waktu manusia meninggal rohnya akan mendiami tempat-tempat yang tergantung pada perlakuan hidupnya. Gunung Lawu ke timur dan Khayangan. Perjanjian itu berbentuk Upacara Labuhan yang dilakukan setiap tahun sekali dan mulai pada tanggal 25 bulan Bakdamulud di Laut Selatan. Rakyat tersebut punya kepercayaan tentang dunia akhirat. rohnya akan tinggal di dalam Kraton Mahluk Halus Merapi atau Kraton laut Selatan. Kepercayaan manusia tentang Kraton Mahluk Halus Merapi tidak hanya dipercayai oleh Kraton Yogyakarta tetapi juga memperluas sampai rakyat desa-desa di lereng gunungnya.

membentuk kasih sayang seperti kasih Tuhan Wujud hana tan kena kinira .ilmu manusia hanya terbatas namun implikasinya bisa tanpa batas Lir handaya paseban jati . ketelitian dalam memandang hidup Sifat ingsun handulu sifatullah.mantap dalam menyembah Ilahi Guru sejati sing muruki .Untuk bisa diatas tentu dimulai dari dasar Jumbuhing kawula lan Gusti -selalu berusaha menyatu -memahami kehendak Nya Yakin marang samubarang tumindak kang dumadi .hasrat diarahkan untuk kesajetraan alam Dumadining dzat kang tanpa winangenan .mengalirkan hidup semata pada tuntunan Illahi Papan kang tanpa kiblat .gaib candra.belajar pada guru nurani Bayu sejati kang andalani .totalitas.rasa cinta sejati muncul dari cinta kasih nurani Karsaningsun memayuhayuning bawana .Hakekat Allah yang ada disegala arah Dhuwur wekasane endek wiwitane . titis.menerima hidup apa adanya Tatas.yakin .mendasar .yakin atas titah /kodrat Illahi Nyata tanpa mata.satu visi.59 HA NA CA RA KA HURUF BACA Ha Na Ca Ra Ka Da Ta Sa Wa La Pa Dha Ja Ya Nya Ma Ga Ba MAKNA HURUF Hana hurip wening suci .memahami kodrat kehidupan Madep mantep manembah mring Ilahi . tutus. titi lan wibawa . cipta dadi-satu arah dan tujuan pada Yang Maha Tunggal Rasaingsun handulusih .adanya hidup adalah kehendak dari yang Maha Suci Nur candra.menyelaraskan diri pada gerak alam . ngerti tanpa diuruki . cipta mandulu.warsitaning candara-pengharapan manusia hanya selalu ke sinar Illahi Cipta wening.

. Judul makalah yang dibawakan Yasadipura adalah " Basa Jawi Hing Tembe Wingking Sarta Haksara Jawi kang Mawa Tuntunan Panggalih Dalem Hingkang Sinuhun Paku Buwana IX Hing Karaton Surakarta Hadiningrat ".10 ) bahwa Paku Buwana IX memberikan ajaran ( filsafat hidup ) berdasarkan aksara ha-na-ca-ra-ka dan seterusnya. Maksudnya manusia harus pasrah. ada yang dipercaya dan ada yang dipercaya untuk bekerja.60 Tha Nga Tukul saka niat . Dalam makalah itu dikemukakan oleh Yasadipura ( 1992 : 9 . jumbuh. sumarah pada garis kodrat. Jaya itu " menang. 13 Juli 1992.sesuatu harus dimulai .melepaskan egoisme pribadi -manusia Filsafat Ha-Na-Ca-Ra-Ka Filsafat ha-na-ca-ka-ra yang diungkapan Paku Buwana IX dikutip oleh Yasadipura sebagai bahan sarasehan yang diselenggarakan Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta pada tanggal. yang dimulai dengan tembang kinanthi. manusia dan kewajiban manusia ( sebagai ciptaan ) Da-Ta-Sa-Wa-La berarti manusia setelah diciptakan sampai dengan data " saatnya ( dipanggil ) " tidak boleh sawala " mengelak " manusia ( dengan segala atributnya ) harus bersedia melaksanakan. meskipun manusia diberi hak untuk mewiradat.tumbuh dari niatan Ngracut busananing manungso . sebagai berikut. Maksudnya ada yang mempercayakan. berupa nafas yang berkewajiban menyatukan jiwa dengan jasat manusia. cocok " tunggal batin yang tercermin dalam perbuatan berdasarkan keluhuran dan keutamaan. Ma-Ga-Ba-Tha-Nga berarti menerima segala yang diperintahkan dan yang dilarang oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. unggul " sungguh-sungguh dan bukan menang-menangan " sekedar menang " atau menang tidak sportif. Nora kurang wulang wuruk tak kurang piwulang dan ajaran Tumrape wong tanah Jawi bagi orang tanah Jawa Laku-lakune ngagesang perilaku dalam kehidupan Lamun gelem anglakoni jika mau menjalaninya Tegese aksara Jawa maknanya aksara Jawa Iku guru kang sejati itu guru yang sejati Ajaran filsafat hidup berdasarkan aksara Jawa itu sebagai berikut : Ha-Na-Ca-Ra-Ka berarti ada " utusan " yakni utusan hidup. berusaha untuk menanggulanginya. menerima dan menjalankan kehendak Tuhan Pa-Dha-Ja-Ya-Nya berarti menyatunya zat pemberi hidup ( Khalik ) dengan yang diberi hidup ( makhluk ). Maksdunya padha " sama " atau sesuai. Ketiga unsur itu adalah Tuhan.

sapa kang tan nuruta saujareng tutur. cinowekan ibu nira. Dengan karya sastra tersebut Paku Buwana IV berharap kepada rakyat Surakarta mempunyai pegangan hidup di dunia ini untuk menjalani kehidupan sehari-hari dalam kaitannya mencari ilmu. nora ketang turu samben. pasti becik setemahe. ngabekti tuhu sira niaya. yen sira kirang pangan nora ketang nubruk. tan wurung kasurang-kasurang. duk siro tasih jajabang. rumeksa maring siro. untuk itulah Paku Buwana IV dan para pujangga lainya mencoba mengalihkan kegiatan istana kepada kerohanian. ibu niri rumekso duk siro alit.61 Serat Wulang Sunu Karya : PakuBuwono IV Latar belakang dan tujuan ditulisnya Serat Wulang Sunu Pada abad 18-19 M. Mapan sira mangke anglampahi. ibumu momong karsane. sudah tidak mampu lagi kerena kekuasaannya telah dirampas oleh penjajah. sok balawanan ucape. Hal tersebut mempunyai maksud untuk memberikan pengajaran atau panutan kepada rakyat Surakarta khususnya dan masyarakat pada umumnya. nganiaya ing wong tuwanira. aja wani dhateng ibu rama kaki. sanget siksanipun. mengko sira wus diwasa. lamun luwe dinulang. mulane wewekas ingwang. lamun sira wawratana. tinatur pinangku. sumahir bali mungkur. Pupuh I Wulang sunu kang kinarya gendhing. etika. saking rama ibu. Parandene mangke sira iki. tan ketang gombal tepung. a) b) c) d) e) f) g) . donya keratipun. rumeksane duk sira alit. yen den wulang dhateng ibu rama. donya ngakir tan urung manggih billahi. iya iku cegahen kaki. Dhaharira mangke pahit getir. tembe matine nraka. poma padha mituhu. suwita ing wong tuwane. nora ana pamalesira. maka Paku Buwana IV mencoba menulis nasehat-nasehat dalam bentuk karya sastra. kang pinurwa tataning ngawula. tan ketang wejah luntur. kondisi politik kerajaan Surakarta dalam penjajahan bangsa Eropa. pilis singgul kalampahan. terhadap orang tua dan sesama manusia. tan becik temahira. tan urung kasurangsurang. datan wurung pulang lan geni. Dalam hal menyembah kepada Allah juga sangat ditekankan oleh Paku Buwana IV. Pihak istana yang diharapkan sebagai perlindungan rakyat Surakarta. prentahe lakonano. Untuk mengembalikan atau membuat suasana tentram. dahar sekul uyah bae. siniksa ing Malekat. karya becik lan ala. bekti mring rama ibu duk purwa sira udani. tidak ada kegembiraan kerena kesusahan yang tiada akhir. ingukum dening Hyang Manon. Nora eco dahar lawan ghuling. terhadap guru. tembe yen lamun lampus. nyakot bathok dipunlampahi. pasti siro yen bisa rumangkang. Lamun sira mangke anglampahi. Duk sira ngumur sangang waresi. saben ri mring bengawan. beberapa hal tersebut merupakan ajaran pokok Paku Buwana IV dalam rangka menciptakan perikehidupan masyarakat Jawa yang damai dan tentram tidak melanggar aturan dan larangan sehingga nantinya akan selamat baik di dunia maupun di akherat yang menjadi tujuan bagi seluruh umat manusia. diantaranya adalah Serat Wulang Sunu. tan ketang komah uyuh gupak tinjo dipun lampahi. ibu iro kalangkung lara prihatin. Paku Buwana IV telah beberapa kali berusaha mengusir penjajah tersebut. ibu niro rumekso ing siro. dipun dusi esok sore nganti resik. mulane den rumongso. tembe mati sinatru dening Hyang widhi. Akibat dari penjajahan bangsa Eropa telah membuat rakyat Surakarta menjadi sengsara baik lahir maupun bathin. ibu niro rumekso ing sira. ing pitutur kang muni ing layang. Suasana kehidupan semakin berat dan sulit. damai dan makmur rakyat Surakarta. ing pitutur kang muni tulis. yen wong durakeng rena.

anggulang polah. kasuluh solahipun. ing sabarang polah ingkang salah tan wurung weleh polahe. pendapatnya tidak begitu dididik ibi bapaknya. bila dididik ibu bapak ucapanmu sering berlawanan menyahut lalu berpaling. j) Poma aja na nglakoni. bathine bekti mring tuhu. besok kalau mati dimusuhi Tuhan. lamun derajatiro alit. nanti kalau kamu sudah dewasa. siapa yang tidak mau menurut. k) Lawan malih wekas ingsun kaki. ingkang becik pituture. besok kalau mati niscaya akan kembali bersama api. asilo anem ayun. Tidak enak makan dan tidur. poma aja na polah kang silip. mula eta wekasing wong. makan kelapa pun dilakukannya setiap hari mandi dan mencuci di sungai dengan langkah terseok-seok ibumu memelihara kamu ketika kecil untuk itu rasakanlah hal itu. i) Kang wus kaprah nonoman samangke. iku lampah utama. tan sira temahipun. ibumu memelihara kamu walau hanya makan nasi garam walaupun hanya untuk membasahi kerongkongan . Keadaan pahit getir ibumu memelihara kamu dia tidur hanya sambilan meskipun penuh dengan air seni terkena tinja dilakukannya bila kamu buang air besar ditatur dan dipangku. kantara raganipun. murwaten lan ragamu. andadar polah dlurung.62 h) Yen wong anom ingkang anastiti. yang dimulai dengan tata cara berbakti. ngorekken wong kathah. hiyo iku kang karyo pati lan urip. tan mangkana ing pamang gihira. dicarikan sampai dapat. niscaya dunia akherat akan mendapat malapetaka. den samya brongta lampah. matengkus polah tingkrak. siksanya sangat berat. Terjemahan Pupuh I : Wulang sunu yang dibuat lagu. itu adalah budi yang luhur serta berbakti kepada Tuhan Yang Maha Hidup yaitu yang menciptakan mati dan hidup serta pemberi sandang dan pangan. pada petunjuk yang tertulis. ngisisaken ing wisese. dibersihkan oleh ibumu dimandikan setiap pagi dan sore sampai bersih. tidak baik pada akhirnya. petunjuk yang tertulis. samya brongta ing lampah. apan bathin kalawan lahir. Bila nanti kamu melaksanakan petunjuk yang tertuang dalam serat pasti baik pada akhirnya berbakti kepada ibu bapak. cegahlah itu anakku. den prawira anggepiro. dan teberi jagong lan wong tuwa. duduk bersila dihadapannya. aja sira tinggal bote. lampahe same lelewa. l) Pramilane nonoman puniki. dipun sabar jatmiko alus ing budi. pada saat kamu bisa merangkak pekerjaan ibumu hanya menjagamu walau hanya memakai kain sambungan. sakathahe anak putu buyut mami. Bila kamu nanti berbuat aniyaya terhadap orang tuamu. ibumu lebih sakit dan menderita memelihara kamu. yen gununggungsarirane anjenthit. wong tuwane kinaryo Gusti. lakukan perintah keduanya. miwah sandhang lan pangan. ketika pertama kali diperlihatkan akan perbuatan baik dan buruk dari ibu bapak ketika kamu masih bayi. lamun siro luhur. memeliharamu ketika kamu masih kecil. Adapun kamu nanti. lungo teko anembah iku budi luhung. lahire tatakromo. tan kuwama solah kang silip. tidak bisa pembalasanmu kecuali berbuat baik dan berbakti kepadanya. Sedangkan anak muda yang baik. orang tuanya bagaikan Tuhan. semune ingeseman ing sasaminipun. a) b) c) d) e) f) g) h) . maka aku berpesan jangan berani ibu bapak anakku. kalamun sira andarbe karsa. malang sumirang. sesudah mati di neraka. dunia akherat akan sia-sia. pergi pulang bersujud. niscaya akan tersia-sia. bergaul bersama orang tuanya. mulaneta awakingwang. serta bekti ing sukma. dihukum oleh Tuhan Yang Maha Mengetahui. mutingkrang polah mutingkring. aja ambek kuwawa. agar semuanya memperhatikan. disiksa oleh Malaikat. bila kamu lapar disuapi. Ketika kamu berumur sembilan bulan. kalau orang senang durhaka. den wulang ibu ramane. bila kamu kurang makan.

batinnya dengan berbakti kepadanya. nom kumpul tuwa tan pisah. kadhang mangsa belas. samya arengat manhe. untuk itu anakku. P U P U H II Pupuh II ini terdiri dari 22 bait. aja ana wong tukar padu. anglela ing ara-ara Yata ganti kang winarni. Dhahat ingsun tan nglilami. babasan kaya mangkana. sujatma ahli dursila. Pan ana saloka maning. denira kuwasaning ngong. perhatikanlah petunjuknya yang baik. kang kocap sujana kathah. miwah canggih wareng ingwang. bila kamu menjadi orang luhur. amasti sira meneka. budi. wonten sima tukar padu. tinarik tan manggih arja. lawan sanak kadhangira. ia akan tersuluh dan tidak kuat menyandangnya. anjog wiring dhusun. kelakuannya tidak terarah. kiniter winaos lampuh. bila derajatmu kecil. Yen kayaa pocung ugi. samana diya-diniya. samangsane sira luput. pitutur ing layang iki. itulah nasehatku semua anak cucu cicitku. pasti sira binabat. denira sujalma agung. bila badannya tersentuh menjingkat dan selalu membuat onar orang banyak. den ira sujalma liyan. cangkelak anuli wangsul. bila kamu mempunyai kehendak jangan sampai memberatkan diri. bersabar dengan kehalusan. lamun sira maidoa. dadi wong pidhangan bae. Yen sira karsa ngayeni. salawasira neng donya. wong liyan kathah kan purun. nanging aja kalirua. salawsiro neng donya. wonten laren ngon maesa. temahan tan manggeh arja lan tipis kang sarira. agar hidupmu tidak mengalami kesusahan. yen aja na kuwating ngong. ingatlah jangan ada yang berbuat salah agar hidupmu tidak mengalami kesusahan. kalawan sujalma liyan. l) Maka dari itu kaum muda sekarang bersabarlah. bergaul dengan orang tua. sajege sira tan atut. pitutur ing layang iki. saksana anulya anon. Pasti sira den ayoni. itulah perbuatan yang utama. segala tingkah yang salah. tingkahnya pasti akan terkuak (diketahui orang banyak). jangan merasa pesimis. rusak sana den karesa. Mangkana sang sima angling. heh wana sira kapurba.63 i) Yang sudah kaprah bagi anak muda. senang memperlihatkan badannya. berlaku congkak. cewengan lan sudarane. mejanani mring sira. anak putu butut ingwang. poma padha estokna. dipun ngrompol ala bandhol. den risak jalma kathah. lamun sujalma kang surup. temah sira lebur sirna. lahir dengan tatakrama. dudu watek wong sujana. amungsuh kalawan wana. mangkana tuturing wang. Poma den astiti. apa jarwang tuwanira. aja gecul tekadira. tegakkanlah pendapatmu. Kang wana nyahuri bengis. yen wonten sima punika. babasan kaya ika. amungsuh lawan sudara. anglela ngara-ara. mungsuhe lawan sudara. apa ta samono ugo. bertingkah yang keterlaluan duduk seenaknya dan tak tahu kesopanan. lan mara ayonana. sanajan silih kataha. seolah-olah semua orang hanya melempar senyum. dumeh tutur tanpa dhapur. surasane. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) 14) . den waskitheng surupipun. yen sira nedya arja. sadulur wis tega kabeh. nuli pisaha wisma. ing pitutur kang arja. yen aja na kuwating wang. selengkapnya penulis sampaikan sebagai berikut : Lawan malih wekas mami. ujaring ngong. Sang sima lawan manadri. anom kumpul tuwo pisah. aja ma kawongan pocung. dari lahir sampai batin. poma iku estokna. samana sang sima kesah medal sing wana wasa. bertingkah malang melintang memanjakan diri. anulya talak tinalak. gecul mgrumpul bandhol ngrompol. Mokal sira tan miyarsa. anuli solahe age. jagalah badanmu. Dipun kumpul sira sami. poma padha estokna. k) Ada lagi nasehatku anakku. j) Ingat-ingat jangan ada yang melakukan. poma aja na maido.

64 15) Kaget ingkang awawarti. siyang dalu dipun imut. serta canggah (anak cicit) dan wareng (cucunya cicit) ku. agar dirimu tidak keliru. wa bena jho jhi wa jho jhit puniku nenggih tegese. rame poman dedesan. rusaknya karena kehendaknya. sedang orang yang baik adalah waktu muda berkumpul sampai tua tidak berpisah. kacang dhele lombok terong. 19) Nuli tinanduran sami. suwanten lumyang gumuruh. akhirnya kamu hilang lebur. anulya samya wawarta. kecandhak winaos sampun. jalma samya kawawanan. 18) Wus prapta dhateng wanadri. 17) Kocapa ingkang wanadri. ngupados babahing tegal. jangan ada orang seperti pocung. lamun sira karem padu. tinggal bersama sanak saudaramu. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) . puniku apan upama. pari kapas miwah jarak. wus ilang labething wana. wus garing nulya tinunu. digunakan tidak bermanfaat. tumulya sigra binabat. selamanya kamu didunia hanya menjadi hinaan orang. dari dulu kamu ada dalam kekuasaanku. lama-lama dadi dhukuh. akhirnya tidak akan menemui keselamatan. lalau berpisahlah dengan rumahnya. ing prapat monca limane. muwah sadulur wanodya 22) Poma-poma wekas mami. saudaramu tidak akan membela. amungsuh lawan sudara 21) Benal ngammi wal ngamati. kang wana nuli sinuksma. Agar diperhatikan petunjuk dalam serat ini jangan ada yang membantah. kawasa tan kawasaa. tapa badan prayoga. wajib sira asiha. yata wonten kawarnaha. pan samya sikep gegaman. perhatikanlah bagaimana akhirnya. 20) Pan iku saloma mami. bermusuhan dengan saudara Aku juga tidak merestui. anak putu buyut ingwang. wus ilang labething wana. dhumateng sudara kakung. supaya memperhatikan petunjuk menuju selamat. bermusuhlah dengan saudara. penjahat berkumpul dengan penjahat. itu bukan watak orang yang baik selama hidup di dunia. selama kamu tidak pantas. manusia yang melanggar kesusilaan. hai hutan. saudaramu juga ikhlas semua. Dan ada seloka lagi. Harimau berkata begini. Bila seperti pocung juga. sima sigra kinepung. begini petunjukku. bila kamu membantah cepat datang dan lakukan. Mustahil kalau kamu tidak mendengar yang diucapkan oleh orang banyak. miwah canggah warenging ngong. arsa badhe karsanipun. agar diperhatikan. suwung tan ana simane. tumulyan sigra amedal wus prapteng jawi desane. aja katungkul uripe. Bila kamu membentah petunjuk dalam serat ini. tetapi apabila kamu suka membantu banyak orang yang senang menjalin hubungan denganmu. berkumpul janganlah berbuat jahat. Bila kamu berkumpul. cepatlah berbuat. Jangan ada yang bertengkar. demikian itu peribahasanya. meski telah banyak berkorban. kalau tidak ada kekuatanku. genggeng ponang tanduran. wana lebur sirna ilang. wong anom sedya utama. ada harimau bertengkar bermusuhan dengan hutan. 16) Wusraket sikeping jurit. perhatikanlah itu bila ingin selamat. isi dari perkataanku. dhening sujalma kathah. bertengkar dengan saudaranya. anak putu buyut ingwang. kamu pasti sudah terbabat oleh kekuatan manusia. tet kala wahu tinilar. lawan den saya lawas. dhumateng sima lampahe. aja lawas saya lawas. Terjemahan PUPUH II : Ada lagi nasehatku anak cucu cicitku. pan samya nabuh gendhala. jangan dikira petunjuk tanpa dasar. waktu mudanya berkumpul setelah tua berpisah. janganlah berniat jahat. terhadap orang lain. yata ganti kawarnaha. wus prapto ing ingara-ara. seperti peribahasa tadi. sewaktu-waktu kamu berbuat salah. Bila kamu lakukan juga saudaramu kau anggap orang lain.

sertailah dengan kewaspadaan. yang diturunkan kepada Rasul. 16) Sementara itu hutan yang tadi ditinggalkan oleh harimau sudah berganti. serta canggah dan warengku. semua orang telah siap menjadi senjata. yang terucap dalam khutbah. kemudian berganti keadaannya. banyak manusia mencari ladang yang luas. hutan telah kehilangan dirinya. 13) Kemudian berganti yang dibicarakan. lama-lama menjadi kampung. kacang kedele dan terong. 14) Semua orang yang diberitahu terkejut. begitulah mereka saling menghina. setelah kering tanahnya dioleh hutan telah kehilangan dirinya. 17) Sesampainya di hutan. bila kamu senang bertengkar. harimau segera dikepung. akan diburu oleh orang banyak dan ditangkap sampai mati. 18) Kemudian secara bersama-sama mereka tanami. menceritakan kepada orang tuanya. sesampainya di tanah lapang. 15) Setelah diatur seperti prajurit. disetiap perempatan orang menabuh kentongan. padi kapas dan jarak. keadaan desa menjadi ramai. ada seseorang anak menggembala kerbau. itu tadi adalah sebuah perumpamaan. la budda an tuhibbahu bainal ikhwat wal akhwat. begitu juga kamu. meskipun kamu memanjat. menyepikan diri itu lebih baik. kalau tidak ada kekuatanku. kemudian anak tersebut pulang secepatnya. 19) Demikian selokaku. hatinya sama-sama terbakar. anak muda hendaknya mempunyai niat yang utama. bermusuhan dengan saudara. seketika harimau pergi keluar dari hutan belantara sesampainya dibatas perkampungan tiduran di tanah lapang. jangan semakin lama semakin terlena. beginilah perintahnya. hutan tersebut diperhatikan kosong tidak ada harimaunya. anak cucu cicitku hidupmu jangan sampai terbius. perintah dari Tuhan Yang Maha Hidup. siang malam harus diingat. tertangkap sudah sekarang. mereka segera keluar mereka sudah sampai diluar desanya. kemudian segera ditebang oleh orang banyak. terdengarlah suara gemuruh. 20) Dan telah terungkap dalam dalil. 12) Harimau dan hutan kemudian saling bertengkar. maksudnya adalah mau tidak mau kamu wajib mengasihi terhadap saudara laki-laki serta saudara perempuan. tiba-tiba ia melihat ada seekor harimau sedang tiduran di tanah lapang. semua orang kemudian diberitahu.65 11) Hutan menyahut dengan kasar. 21) Bainal ‘ammi wal ‘ammati wabainaz zauji waz zaujati. 22) Jangan lupa nasehatku. . anak cucu cicitku.

66 PANGKUR Jangka Kagem Tanah Jawi Sekar Pangkur Ginupita Wonten Resi Saking Ngatas Angin Ngejawa Njujug Ing Gunung Ing Kendheng Tanah Ngayogja Asung Weca Yen Hardi Merapi Njebluk Mbenjang Pecah Hardi Sigar Dadi Kali Tanggung Nami Ngayogja Lawan Sala Mbenjang Pecah Datan Anunggil Siti Sinelanan Kali Tanggung ILINE PONANG TIRTA Langkung Banter Anjoging Seganten Kidul Para Dhemit Kagegeran Wadyana Sang Ratu Dewi Njeng Ratu Kidul Punika Para Dhemit Mbenjang Ndarat Wor Jalmi Sarengan Lindhu Ping Pitu Obahing Bumi Pra Tinepa Gara – Gara Gonjang – Ganjing Gumuruh Gunung Kendheng Larag Gempal Udan Awu Miwah Krikil Cleret Tahun Nggegranjang Kilat Thathit Kekuwung Lan Obar – Abir Surakarta Pindhahipun Tan Kenging Yen Dinuwa Papan Iku Wus Kersaning Hyang Agung Yeku Nagri Surakarta Keratonipun Mbenjanng Ngalih Kacarita Wetan Bengnawan Ing Wana Ketangga Manggih Mukti Mangsuli Riwayat Wau Longsor Pecahing Arga Ingkang Tirta Amalih Wor Lan Endhut Lan Rawa Pening Mbarawa Mubal Geni Keh Jalma Mati Sinareng Ing Tanah Jawa Nuli Wonten Pernyakit Ndatengi Lamine Hari Wulan Puniku Satanah Jawa Warata Para Kawula Sami Nggiris Manahipun Ketaman Benduning Hyang .

67 Nyarengi Mangsa Paceklik Jumenengira Narendra Kalamercu Candrane Sri Nara Pati Kala Sesa Patihipun Nglamat Praja Rengka Nagri Pindah Kathah Bot Repotipun Kawula Saya Ndadra Ing Pakarti Kang Tanjuti Kawastanan Jaman Edan Kathah Jalma Nglampahi Sungsang Balik Kataman Ing Kala Bendu Para Hambek Sarjana Katur Kasingkur Hardaning Angkara Murka Mustaka Candhaning Ati Wong Agung Remen Mbebahak Marang Raja Hartane Wong Cilik Ilang Tabeting Budi Ayu Kesruh Handeling Praja Para Kawula Sami Nandhang Pakewuh Wuwuh – Wuwuh Tanpa Mendha Pinuju Pajeg Mas Picis Kathah Salahing Kawula Kekumpul Lan Arsa Ngupaya Budi Nanging Ta Ketawar – Tawur Tinalen Ing Pepacak Dening Praja Ingkang Ngasta Hukum Kang Tan Welas Mring Kawula Ratu Nangkoda Mbekjuti PUNIKA PINANGKANIRA Nanging Wurti Badhe Timbul Malih Angsal Pitulunganing Hayang Agung Wangsul Wahyu Nurbuat Tanah Jawi Pulih Kadi Duk Rumuhun Majapahit Dukung Kuna Nagri Mandhiri Pribadi Gemah Ripah Kerta Raharja Tata Tentrem Ing Salami – Lami Ilang Kang Samya Laku Dur Murah Sandhang Lan Boga Kang Amengku Asih Mring Kawulanipun Lumintu Salire Dana Sahasta Pajek Saripis Siti Sajung Mung Sareyal Tanpa Uba Rampe Sanese Malih Antinen Wae Meh Rawuh .

Gatra : Satuan baris. Kalimantan. terutama untuk puisi tradisional. sejarah Sumatera. Gatra purwaka : Bagian puisi tradisional [parikan dan wangsalan] yang merupakan isi atau inti. Janturan : Kisahan yang disampaikan dalang dalam pergelaran wayang untuk memaparkan tokoh atau situasi adegan. Guru wilangan : Aturan jumlah suku kata tiap bait dalam puisi tradisional Jawa. hikayat. istilah ini berpadanan dengan carita. Guru lagu : [disebut juga dhong-dhing] aturan rima akhir pada puisi tradisional Jawa.68 Mulyaning Tanah Jawa Awit Saking Tan Keregon Liyanipun Nakoda Wus Datan Kuwasa Pulih Asal Mung Gegrami KAWRUH BASA Istila-istilah dalam Sastra Jawa Babad : Sastra sejarah dalam tradisi sastra Jawa. . silsilah. Gancaran : Wacana berbentuk prosa. sajarah [Jawa/Sunda]. Guru gatra : Aturan jumlah baris tiap bait dalam puisi tradisional Jawa [tembang macapat]. dan Malaysia Bebasan : Ungkapan yang memiliki makna kias dan mengandung perumpamaan pada keadaan yang dikiaskan. digunakaan untuk pengertian yang sama dalam tradisi sastra Madura dan Bali. misalnya nabok nyilih tangan.

raja yang berkuasa atau yang memerintahkan penulisan. panambang: sufiks/akhiran Panwacara : Satuan waktu yang memiliki daur lima hari: Jenar (Pahing). ada berbagai macam kagunan basa. Pepali : Kata atau suara yang merupakan larangan untuk mengerjakan atau tidak mengerjakan sesuatu. secara tradisional terdapat 15 pola metrum macapat. jumlah suku kata tiap baris. Parikan lamba : Parikan yang hanya mempunyai masing-masing dua baris gatra purwaka dan gatra tebusan. gambuh. asmaradana. Cemengan (Wage). mijil. durma. yakni dhandhang gula. Parikan rangkep: Parikan yang mempunyai masing-masing dua baris gatra purwaka dan gatra tebusan. Manggala : " Kata pengantar " yang terdapat di bagian awal keseluruhan teks. jurudemung. paribasan. dan girisa. di samping itu pembacaannya pun menggunakan pola susunan nada yang didasarkan pada nada gamelan. Paribasan : . saloka. pada: bait Parikan : Puisi tradisional Jawa yang memiliki gatra purwaka (sampiran) dan gatra tebusan (isi). dalam tradisi sastra Jawa kuno biasanya berisi penyebutan dewa yang menjadi pujaan penyair (isthadewata). megatruh. istilah manggala kemudian dipergunakan pula dalam penelitian teks-teks sastra Jawa baru. sinom. dan vokal akhir baris. pucung. Palguna (Pon). wirangrong. misalnya aja turu wanci surup. pangkur. satu pupuh kidung berkemungkinan terdapat lebih dari satu pola metrum. Kakawin: Puisi berbahasa Jawa kuno yang merupakan adaptasi kawyra dari India. antara lain tembung entar. Kasih (Kliwon).69 Japa mantra : Mantra. baik jumlah suku kata maupun vokal akhir tergantung atas kedudukan baris bersangkutan pada pola metrum yang digunakan. Kagunan basa : Penggunaan kata atau unsur bahasa yang menimbulkan makna konotatif. pantun [Melayu]. bebasan. salah satu unsur pentingnya adalah suku kata panjang dan suku kata pendek [guru dan laghu]. jumlah suku kata tiap baris. Pupuh : Bagian dari wacana puisi dan dapat disamakan dengan bab dalam wacana berbentuk prosa. dan panyandra. serta-meskipun tak selalu ada--penanggalan saat penulisan dan nama penyair. dan pola rima akhir sesuai dengan jenis metrum yang membingkainya. isbat. Kidung : Puisi berbahasa Jawa tengahan yang memiliki aturan jumlah baris tiap bait. maskumambang. dan Manis (Legi). Macapat : Puisi berbahasa Jawa baru yang memperhitungkan jumlah baris untuk tiap bait. kinanthi. kata yang mempunyai kekuatan gaib berupa pengharapan. balabak.

parama kawi (mahir dalam menggunakan bahasa kawi). awicara (pandai berbicara. Saloka : Ungkapan yang memiliki makna kiasan dan mengandung perumpamaan pada subyek yang dikiaskan. Soma (Senen). Sot : Kata atau suara yang mempunyai kekuatan mendatangkan bencana bagi yang memperolehnya. Sukra (Jumuwah). nawung kridha (memiliki pengetahuan lahir batin. mardawa lagu (mahir dalam seni suara dan tembang). Supata : Kata atau suara yang 'menetapkan kebenaran' dengan bersumpah. dalam tradisi sastra Jawa. Singir : Syair dalam tradisi sastra Jawa. . misalnya dudu sanak dudu kadang. misalnya kebo nusu gudel. dapat muncul pada awal pupuh (isyarat pola metrum yang digunakan pada pupuh bersangkutan) tetapi dapatpula muncul di akhir pupuh (isyarat pola metrum yang digunakan pada pupuh berikutnya. Buda (Rebo). Pegon : Aksara Arab yang digunakan untuk menuliskan bahasa Jawa. Sastra wulang : Jenis sastra yang berisi ajaran. terutama moral. bercerita. Sasmitaning tembang : Isyarat mengenai pola metrum atau tembang. Sastra gagrak anyar : Sastra Jawa modern. Sastra gagrak lawas : Sastra Jawa modern. ditandai dengan tiadanya aturan-aturan mengenai metrum dan perangkat-perangkat kesastraan tradisional lainnya. mardi basa (ahli memainkan kata-kata). Sengkalan : Kronogram atau wacana yang menunjukkan lambang angka tahun.70 Ungkapan yang memiliki makna kias namun tidak mengandung perumpamaan. juga sambegana (memiliki daya ingatan yang kuat dan tajam). Tembung entar : Kata kiasan. Saptawara : Satuan waktu yang memiliki daur tujuh hari: Radite (Ngahad). mereka yang berhak memperoleh gelar pujangga adalah sastrawan yang menguasai paramasastra (ahli dalam sastra dan tata bahasa). Suluk : [1] jenis wacana (sastra) pesantren dan pesisiran yang berisi ajaran-ajaran gaib yang bersumberpada ajaran Islam. ditandai dengan aturan-aturan ketat seperti--terutama--pembaitan secara ketat. Respati (Kemis). yen mati melu kelangan. [2] wacana yang 'dinyanyikan' oleh dalang dalam pergelaran wayang untuk menciptakan 'suasana' tertentu sesuai dengan situasi adegan. dan Tumpak (Setu). baik dalam wujud kata maupun gambar atau seni rupa lainnya yang memiliki ekuivalen dengan angka secara konvensional. arif bijaksana. Pujangga : Orang yang ahli dalam menciptakan teks sastra. dan mengarang). mandraguna (memiliki pengetahuan mengenai hal yang 'kasar' dan 'halus'). misalnya kuping wajan. dan waskitha).

dan Petruk. Ia diangkat sebagi raja atas nama Dewi Sumbadra. ia juga bernama Hyang Ismaya. Gareng adalah anak Semar yang berarti pujaan atau didapatkan dengan memuja. Dikisahkan ia melarikan ajimat Kalimasada. Dalam wayang Jawa karakter punakawan terdiri atas Semar. Meskipun ia berwujud manusia jelek. Petruk anak Semar yang bermuka manis dengan senyuman yang menarik hati. Mereka melambangkan orang kebanyakan. Weca : Kata atau suara yang mempunyai kekuatan untuk melihat kejadian di masa mendatang.71 Wangsit : Disebut juga wisik. kata atau suara yang diberikan oleh makhluk gaib. Bagong itu memiliki sifat lancang dan suka berlagak bodoh. Seketika itu juga bayangannya berubah wujud menjadi Bagong. Petruk pernah menjadi raja di negeri Ngrancang Kencana dan bernama Helgeduelbek. Ia juga sangat lucu. dan juga sangat lucu. Ia pernah menjadi raja di Paranggumiwang dan bernama Pandubergola. ia memiliki kesaktian yang sangat tinggi bahkan melebihi para dewa. Ia sangat sakti dan hanya bisa dikalahkan oleh Petruk. Wayang purwa : Cerita wayang atau pergelaran wayang yang menggunakan lakon bersumber pada cerita Mahabharata dan Ramayana. panda berbicara. Tak ada yang dapat mengalahkannya selain Gareng . Alkisah. biasanya berupa petunjuk atau nasihat. Ia suka menyindir ketidakbenaran dengan lawakan-lawakannya. Alkisah ketika diturunkan ke dunia. Gareng. PUNAKAWAN Punakawan adalah karakter yang khas dalam wayang Indonesia. Karakternya mengindikasikan bermacam-macam peran.kadang serba salah. Wirid : Jenis wacana (sastra) pesantren yang berkaitan dengan tasawuf. kritisi sosial. badut bahkan sumber kebenaran dan kebijakan. Nalagareng adalah seorang yang tak pandai bicara. Dalam wayang Bali karakter punakawan terdiri atas Malen dan Merdah (abdi dari Pandawa) dan Delem dan Sangut (abdi dari Kurawa) Semar adalah pengasuh dari Pendawa. Bagong. penghibur. apa yang dikatakannya kadang. Tetapi ia sangat lucu dan menggelikan. seperti penasihat para ksatria. Bagong berarti bayangan Semar. Dewa bersabda pada Semar bahwa bayangannyalah yang akan menjadi temannya.

namun juga berwajah sangat tua Semar tertawannya selalu diakhiri nada tangisan Semar berwajah mata menangis namun mulutnya tertawa Semar berprofil berdiri sekaligus jongkok Semar tak pernah menyuruh namun memberikan konsekwensi atas nasehatnya Kebudayaan Jawa telah melahirkan religi dalam wujud kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa. maksudnya dalam keadaan tidak dijajah oleh hawa nafsu dan keduniawian. Semar tidak lelaki dan bukan perempuan. Semar sebagai pelayan mengejawantah melayani umat.dimengerti dan dihayati sampai dimana wujud religi yang telah dilahirkan oleh kebudayaan Jawa . Rambut semar "kuncung" (jarwadasa/pribahasa jawa kuno) maknanya hendak mengatakan : akuning sang kuncung = sebagai kepribadian pelayan.72 SEMAR Semar dalam bahasa Jawa (filosofi Jawa) disebut Badranaya Bebadra = Membangun sarana dari dasar Naya = Nayaka = Utusan mangrasul Artinya : Mengembani sifat membangun dan melaksanakan perintah Allah demi kesejahteraan manusia Filosofi. Biologis Semar Javanologi : Semar = Haseming samar-samar (Fenomena harafiah makna kehidupan Sang Penuntun). Sedang tangan kirinya bermakna "berserah total dan mutlak serta selakigus simbul keilmuaan yang netral namun simpatik". agar dalam menuju kematian sempurna tak ternodai oleh dosa.Tokoh wayang Semar ternyata dipandang bukan sebagai fakta historis. Dikalangan spiritual Jawa . Maknanya : "Sebagai pribadi tokoh semar hendak mengatakan simbul Sang Maha Tumggal". Semar barjalan menghadap keatas maknanya : "dalam perjalanan anak manusia perwujudannya ia memberikan teladan agar selalu memandang keatas (sang Khaliq ) yang maha pengasih serta penyayang umat". Domisili semar adalah sebagai lurah karangdempel / (karang = gersang) dempel = keteguhan jiwa. Manusia jawa yang sejati dalam membersihkan jiwa . tetapi lebih bersifat mitologi dan symbolis tentang KeEsa-an. jauh sebelum masuknya kebudayaan Hindu. Pengertian ini tidak lain hanyalah suatu bukti yang kuat bahwa orang Jawa sejak jaman prasejarah adalah Relegius dan ber keTuhan-an yang Maha Esa. Gambar tokoh Semar nampaknya merupakan simbol pengertian atau konsepsi dari aspek sifat Ilahi. Dari tokoh Semar wayang ini akan dapat dikupas . untuk melaksanakan ibadah amaliah sesuai dengan sabda Ilahi. persepsi dan pengertian tentang Illahi yang menunjukkan pada konsepsi spiritual .kasampurnaning pati. Ciri sosok semar adalah : Semar berkuncung seperti kanak kanak. tangan kanannya keatas dan tangan kirinya kebelakang. tanpa pamrih. Budha dan Isalam di tanah Jawa. Bojo sira arsa mardi kamardikan. yang kalau dibaca bunyinya katanya ber bunyi : Semar (pralambang ngelmu gaib) . yaitu adanya wujud tokoh wayang Semar. Kain semar Parangkusumorojo: perwujudan Dewonggowantah (untuk menuntun manusia) agar memayuhayuning bawono : mengadakan keadilan dan kebenaran di bumi. yaitu: Suatu lambang dari pengejawantahan expresi. ajwa samar sumingkiring dur-kamurkan Mardika artinya "merdekanya jiwa dan sukma".

Prodjosoebroto ( 1969 : 31 ) berpendapat dan menggambarkan ( dalam bentuk kaligrafi ) bahwa jasat Semar penuh dengan kalimat Allah. sehingga ia disebut juga Nurcahya atau Nurrasa ( Mulyono 1978 : 18 ) yang didalam dirinya terdapat atau bersemayam Nur Muhammad. Semar adalah seorang dewa yang mengatasi semua dewa. Semar dijadikan simbol aliran kebatinan Sapta Darma ( Mulyono 1978 : 35 ) Berkenaan dengan mitologi yang merekfleksikan segala kelebihan dan sifat ilahiah pada pribadi Semar. Ia merupakan pamong yang sepi ing pamrih. 20-23 Januari 1995. 1975 : 49 ) Semar diyakini sebagai pamong dan danyang pulau Jawa dan seluruh dunia ( Geertz 1969 : 264 ). 1978 : 119 dan Suseno 1988 : 193 ) Dari segi etimologi. Simpati para penonton itu ada hubungannya dengan mitologi Jawa atau Nusantara yang menganggap bahwa Semar merupakan tokoh yang berasal dari Jawa atau Nusantara ( Hazeu dalam Mulyono 1978 : 25 ). Semar juga dapat dijadikan simbol rasa eling " rasa ingat " ( timoer 1994 : 4 ). Meskipun berpenampilan sederhana. tt : 13 ). Para dalang yang pernah mementaskan lakon itu antara lain : Gitopurbacarita. Sehubungan dengan itu. Anom Suroto. Filsafat Ha-Na-Ca-Ra-Ka dalam lakon Semar Mbabar Jati Diri Dalam Etika Jawa ( Sesuno. Pemahaman dan penghayatan kawruh sangkan paraning dumadi yang bersumber filsafat aksara Jawa itu sejalan dengan pemikiran Soenarto Timoer ( 1994:4 ) bahwa filsafat Ha-Na-Ca-Ra-Ka mengandung makna sebagai sumber daya yang dapat memberikan tuntunan dan menjadi panutan ke . Tujuanya agar para dalang ikut berperan serta menyukseskan program pemerintah dalam pembangunan manusia seutuhnya. Seakan-akan para penonton merasa berada dibawah pengayomannya. Ia adalah dewa yang ngejawantah " menjelma " ( menjadi manusia ) yang kemudian menjadi pamong para Pandawa dan ksatria utama lainnya yang tidak terkalahkan. Gagasan itu disambut para dalang dengan menggelar lakon tersebut. Cermomanggolo dan manteb Soedarsono ( Cermomanggolo 1995 : 5 Arum 1995 : 10 ). sebagai rakyat biasa. yang digali dari falsafat aksara Jawa Ha-Na-CaRa-Ka. Apabila muncul di depan layar. Semar yang memiliki rupa dan bentuk yang samar.Suseno 1988 : 191 ). rame ing ngawe " sepi akan maksud. maka timbul gagasan agar dalam pementasan wayang disuguhkan lakon " Semar Mbabar Jati Diri ". Oleh karena itu sifat ilahiah itu pula. rajin dalam bekerja dan memayu hayuning bawana " menjaga kedamaian dunia ( Mulyono. Subana. ia disambut oleh gelombang simpati para penonton. Sifat ilahiah itu ditunjukkan pula dengan sebutan badranaya yang berarti " pimpinan rahmani " yakni pimpinan yang penuh dengan belas kasih ( timoer. 1988 : 188 ) disebutkan bahwa Semar dalam pewayangan adalah punakawan " Abdi " Pamomong " yang paling dicintai. termasuk pembudayaan P4 ( Cermomanggolo 1995 : 5 ). joinboll ( dalam Mulyono 1978 : 28 ) berpendapat bahwa Semar berasal dari sar yang berarti sinar " cahaya ". 1988 : 188 ). Nur Illahi atau sifat Ilahiah. Ia merupakan pribadi yang bernilai paling bijaksana berkat sikap bathinnya dan bukan karena sikap lahir dan keterdidikannya ( Suseno 1988 : 190 ). Ia merupakan dewa asli Jawa yang paling berkuasa ( Brandon dalam Suseno. Oleh karena para Pandawa merupakan nenek moyang raja-raja Jawa ( Poedjowijatno. Dikemukan oleh Arum ( 1995:10 ) bahwa dalam pementasan wayang kulit dengan lakon " Semar Mbabar Jadi Diri " diharapkan agar khalayak mampu memahami dan menghayati kawruh sangkan paraning dumadi " ilmu asal dan tujuan hidup. yakni ingat kepada Yang Maha Pencipta dan segala ciptaanNYA yang berupa alam semesta.73 (ora kebanda ing kadonyan. Panut Darmaka. gagasan itu muncul dari presiden Suharto dihadapan para dalang yang sedang mengikuti Rapat Paripurna Pepadi di Jakarta pada tanggal. ora samar marang bisane sirna durka murkamu) artinya : "dalam menguji budi pekerti secara sungguh-sungguh akan dapat mengendalikan dan mengarahkan hawa nafsu menjadi suatu kekuatan menuju kesempurnaan hidup". bahkan sebagai abdi. merupakan simbol yang bersifat Ilahiah pula ( Mulyono 1978 : 118 . jadi Semar berarti suatu yang memancarkan cahaya atau dewa cahaya. tetapi mempunyai segala kelebihan yang telah disebutkan itu.

Semar dan anak-anaknya selalu menjadi pelayan atau pembantu kesatria yang baik. Bahkan jika mengacu pendapat Warsito ( dalam Ciptoprawiro 1991:46 ) bahwa aksara Jawa itu diciptakan Semar. bumi di bawah. . terdapat pola pikir yang mendasarinya. Di balik tokoh hamba para kesatria ini. Semar (Ismaya) yang jelek rupanya dan hitam kulitnya. Tokoh Semar juga disebut Ismaya. ruang-waktu-pelaku itu selalu bersifat dua dan kembar. Manik itu Batara Guru. Manik yang tampan dan kuning kulitnya. Semar adalah sebuah filsafat. Sumber daya itu dapat disimbolkan dengan Semar yang berpengawak sastra dentawyanjana. Malam yang gelap. umumnya Arjuna atau anak Arjuna. dan pelaku di dalam ruang dan waktu (kuning telur menjadi Dewa Manik dan Dewa Maya). kulit telur). DUK TIMURNYA BABARAN SURANDHIL INGKANG IBU TEDHAKING MATARAM KANG RAMA TRAHING RASULE GINAIP MIYOSIPUN SANG TUNJUNG SETA JEJULUK NEKI DUK SIH KINEKER MARANG HYANG KESAMPAR KESANDUNG JALMA SAMYA KATAMBUHAN TAN WIKAN MRING PUDHAK SINUMPET SINANDI DEWA MANGEJAWANTAH Paradoks Semar PARA pencinta wayang kulit Jawa tentu tak asing lagi dengan tokoh Semar.74 arah keselamatan hidup. Kenyataannya. yang berasal dari Manik dan Maya. INGSUN MELING MRING SIRA KALIHNYA KANG DADYA SESENGGEMANE NGIRIDA GUNG LELEMBUT BALA SILUMAN NUSA JAWI KABYANTOKNA SANG NATA HERUCAKRAPRABU NATA TEDHAKING BARATA WIJILIRA ING KETANGGA SONYARURI SAJRONING ALAS PUDHAK 2. Manik dan Maya lahir dari sebuah wujud sejenis telur yang muncul bersama suara genta di tengah-tengah kekosongan mutlak (suwung-awang-uwung). maka tepatlah apabila pemahaman dan penghayatan kawruh sangkan paraning dumadi tersebut bersumberkan filsafat Ha-Na-Ca-Ra-Ka KAKANG SEMAR LAN ANTAGA KAKI WECAN TUNJUNG SETA TUMEKA KAKI SEMAR GINUBAH DENING : PANEMBAHAN PRAMANA SETA ING GIRIMAYA dandang gulo 1. yakni langit dan bumi (ruang. Telur itu pecah menjadi kenyataan fenomena. putih telur). dan siang yang terang. Paradoks pelaku semesta itu dapat dikembangkan lebih jauh dalam rangkaian paradoks-paradoks yang rumit. Batara Guru menguasai kahiyangan para dewa dan manusia. Maya itu Semar. sedangkan Semar menguasai bumi dan manusia. Setiap pertunjukan tokoh ini selalu hadir. gelap dan terang (waktu. penengah Pandawa. baik etik maupun politik. Langit di atas. Begitulah kisah Kitab Kejadian masyarakat Jawa.

tetapi ia menyatu dengan rakyat yang paling papa. Seorang pemimpin seharusnya menganut filsafat Semar ini. Semar mahadewa di dunia bawah. Batara Guru lebih banyak marah dan mengambil keputusan tergesa-gesa. tetapi eksistensinya di bawah. Semar hanyalah pembantu rumah tangga para kesatria. Semar adalah kakak lebih tua dari Batara Guru yang terhormat dan penuh etiket kenegaraankahiyangan. memecahkan masalah-masalah rumit. Meskipun dia hamba. tetapi Semar. sedangkan yang "tidak ada" diterka "bukan". Semar itu lambang gelap gulita. digantikan oleh "yang lain". karakternya. Kulitnya. Mengingat genealogi Semar yang semacam itu dalam budaya Jawa. Pemimpin Semar sudah tidak peduli dan tidak memikirkan dirinya sendiri. Batara Guru itu pemimpin. yakni "manunggaling kawula-Gusti" (kesatuan hamba-Raja). hitam itu untuk menyamarkan yang sejatinya "ada" itu "tidak ada". Semar tidak pernah berbahasa halus. Batara Guru berbicara dalam bahasa prosa.kebijaksanaan. lambang misteri. Pelaku kembar semesta di awal penciptaan ini. Ego Semar itu telah lenyap. Dengan demikian Batara Semar lebih "tua" dari adiknya Batara Guru. Dengan para dewa. rakyat jelata. hitam legam. belum tentu berakibat baik. sedang Semar suka kentut sembarangan. luarnya. Ketika Batara Semar protes kepada Sang Hyang Wisesa. Manunggaling kawula-Gusti. penuh humor. ketidaktahuan mutlak. suatu pasangan kembar yang paradoks pula. Semar itu "kakak" dan Batara Guru itu "adik". Hukum-hukum negara yang baik dari atas. yang dalam beberapa ajaran mistik sering disebut-sebut sebagai ketidaktahuan kita mengenai Tuhan. sabar. Semar sering menggunakan bahasa wangsalan (sastra). Semar lebih mampu menangisi orang lain daripada menangisi dirinya sendiri. Semar menghormati rakyat jelata lebih dari menghormati para dewa-dewa pemimpin itu.75 Batara Guru itu mahadewa di dunia atas. tetapi perwujudannya sangat merakyat. Batara Guru simbol dari para penguasa dan raja-raja. . dan berkulit hitam legam bagai kain wedelan (biru-hitam). maka Sang Hyang Wisesa (Sang Hyang Tunggal?) menjawab. kepentingan hukum negara dan kepentingan objek hukum. namun di balik wujud lahir tersebut tersimpan sifat-sifat mulia. dan merupakan tokoh wayang yang amat dicintai para penggemarnya. miskin. itulah sebabnya wayang Semar matanya selalu berair. kasar. maka tidak mengherankan bahwa tokoh Semar selalu hadir dalam setiap lakon wayang. Semar justru sering mengendaikan nafsu-nafsu majikannya dengan kebijaksanaan . Batara Guru biasanya digambarkan sering tidak dapat mengendalikan nafsu-nafsunya. tetapi hanya memikirkan penderitaan orang lain. yakni mengayomi. Semar itu rakyat jelata yang paling rendah. Pemimpin sejati itu sebuah paradoks. Batara Guru ditakuti dan disegani para dewa dan raja-raja. sebaliknya Semar sering menangis menyaksikan penderitaan majikannya dan sesamanya serta penuh kesabaran. Batara Guru penuh etiket sopan santun tingkat tinggi. Seorang pemimpin sebesar bangsa Indonesia ini harus memadukan antara atas dan bawah. Batara Guru dan Batara Semar. Batara Guru penguasa kosmos (keteraturan) Batara Semar penguasa keos. bijaksana. Semar adalah simbol rakyat paling jelata. Semar tidak pernah mengentuti rakyat. Semar gampang menangis melihat penderitaan manusia yang diabdinya. Batara Guru selalu hidup di lingkungan yang "wangi". Semar adalah pengejawantahan dari ungkapan Jawa tentang kekuasaan. ** DALAM ilmu politik. tetapi kepada majikan yang diabdinya (rakyat) ia berbahasa halus. kalau yang dari atas itu tidak disinkronkan dengan kepentingan dan kondisi rakyat. bahwa warna hitam itu bermakna tidak berubah dan abadi. Badan halusnya. pemimpin dan yang dipimpin. Seabrek paradoks masih dapat ditemukan dalam kisah-kisah wayang kulit. Pemimpin sejati bagi rakyat itu bukan Batara Guru. sedang dalamnya halus. kualitasnya adalah tingkat tinggi. yang diberi kekuasaan dan yang menjadi sasaran kekuasaan. siapakah yang lebih utama atau lebih "tua"? Jawabannya terdapat dalam kitab Manik-Maya (abad ke-19). mengapa ia diciptakan dalam wujud jelek. buruk rupa. tetapi kerjanya membuang kentut ke arah para dewa yang telah salah bekerja menjalankan kewajibannya. yang "bukan" diterka "ya". Semar itu hakikatnya di atas. Batara Semar sepenuhnya urakan.

Ia marah kalau kalangan atas bertindak tidak adil. SATRU MUNGSUH SAMYA HANGEMASI TUMPES TAPIS KATAMAN PRABAWA KASEKTEN SABDA CIPTANE NGGEGIRISI BALANIPUN WUJUD KALABANG KALAJENGKING . Makanan apa pun yang datang padanya harus disyukuri sebagai anugerah. mencela suguhan tuan rumah. sebagai raja) agar kaya raya. tetapi buat rakyat yang dipimpinnya. Batara Semar. Dewa Keadilan berseberangan dengan watak Dewa Kasih Sayang. ia memilih tidak kaya. Ia berkuasa tetapi melayani. kombinasi ketegasan dan kelembutan 3. Ia kaya raya penguasa semesta. tetapi ia halus di kalangan bawah. Pemimpin sejati itu. di tanah Sunda. Dewa Kekayaan berseberangan dengan Desa Kedermawanan. Ia kasar di kalangan atas. menurut filsafat Semar. longsor. Ajaran tua tentang kekuasaan politik bersumber dari Hastabrata tersebut. lingsir. tegas dalam keadilan untuk memutuskan mana yang benar dan mana yang salah namun tetap berkasih sayang. sehingga kalau suguhan tuan rumah kurang enak karena ada yang basi. Semar itu adalah pemimpin tertinggi yang turun ke lapis paling bawah. Etika kekuasaan itu ada dalam diri tokoh Semar. yang melalui dalang. Namun. keadilan. Seorang pemimpin tidak marah dimarahi rakyatnya. Lengser. kaya tetapi tidak terikat kekayaannya. adalah sebuah paradoks. dikenal dalam wujud Batara Lengser. Ia Dewa Tua tetapi menjadi hamba. Seorang pemimin tidak menangisi dirinya yang dihujat rakyat. yang lihai menggali kekayaan buat negara. maka Semar mencegah anak-anaknya. Pemimpin Indonesia sekarang ini selayaknya seorang enterpreneur juga. tetapi kekayaan itu bukan buat dirinya. tetapi melihat dari arah rakyat yang dipimpinnya. Filsafat paradoks kepemimpinan ini sebenarnya bersumber dari kitab Hastabrata atau Delapan Ajaran Dewa.76 Semar itu seharusnya penguasa dunia atas yang paling tinggi dalam fenomena. Seorang pemimpin itu majikan sekaligus pelayan. Bentuk badan Semar juga paradoks. tetapi menangisi rakyat yang dihujat bawahanbawahannya. ia menguasai segalanya. Semar dan anak-anaknya itu ikut menumpang makan dalang. Seorang pemimpin harus membela kebenaran. tetapi juga mempertimbangkan rasa keadilannya dengan kasih sayang untuk memelihara kehidupan. bagai angin yang mampu memasuki ruang mana pun. tetapi memarahi dirinya akibat dimarahi rakyat. WUS PINASTI KANG MURBENG DUMADI SANG TUNJUNG SETA KINARYA DHUTA JUMENENG PARANPARANE NGADILI NUSANIPUN NGASTHA DARMANING UMUM’ KALIS ING MAYANE NDOYA WUS WINELEG MUKTI WIBAWANING DIRI ING KETANGGA SILUMAN 4. selalu berkonotasi "turun". ia menyindir dalam bahasa metafora apabila yang dilayaninya berbuat salah. seperti perempuan tetapi juga mirip lelaki. dan dimitoskan dalam diri Semar yang paradoks itu. Dewa Maut berseberangan dengan watak Dewa Angin. Dewa Api (keberanian) itu berseberangan dengan Dewa Laut (air). Karena penguasa tertinggi. yang bermakna seorang pemimpin harus mengusahakan dirinya (dulu. yakni keberaniannya bertindak melindungi rakyatnya didasari oleh pertimbangan perhitungan dan kebijaksanaan yang dinginrasional. Menumpas kejahatan dalam negara itu harus dipadukan dengan ketelitiannya dalam mengumpulkan detail-detail data. tetapi ia memilih berada di dunia bawah yang paling bawah. Seorang pemimpin tidak melihat yang dipimpinnya dari atas singgasananya yang terisolasi. tetapi memilih memakan nasi sisa.

77 SIRULLAH AJINIPUN PRAJURIT LELEMBUT IKU KANG WEKAS INGWANG SIRA NDEREK ANGEMONG ING TEMBE WURI SANG NATA BINATHARA 5. JUMENENGIRA GUSTHI PRIBADI LAMUN JANGKANING NUSA TUMEKA NORA ENDHAS LAN BUNTUTE PUN KAKANG WUS SUMAGGUH NGEMONG SANG TUNJUNG SETA AJI LAN NGIRID BYANTOKNA SAGUNGING LELEMBUT SINEGEG WAWAN SABDANYA SRI JAYABAYA LAN PAMONGNYA KEKALIH MECA JANGKANING NUSA . MANANGKA WELINGE SANG AJI SRI JAYABAYA NATA BINATHARA MRING SANG PAMONG KALIHE KAKANG SEMAR UMATUR PUKULUN JAYABAYA AJI PUN KAKANG WUS ANAMPA KABEH SABDANIPUN DADYA PASEKSENING JANGKA MANGEJA WANTAHIRA PADUKA AJI SANG NATA BINATHAR 7. WONG CILIK SAMYA SUKA ING ATI GUMUYU MURAH SANDHANG LAN TEDHA GUYUB RUKUN SESAMANE SAMYA MADHEP SUMUJUD NGARSENG HYANG WIDHI LAN NJENG GHUSTI WEDI WEWALATIRA WINGITING SANG RATU MANANGKA JAMAN KENCANA KAKANG SEMAR GYA TINDAKNA WELING MAMI NGIRIDTA GUNG LELEMBUT 6.

Setelah sampai di gua gunung Candramuka..78 DEWA RUCI Cerita Ajaran Dewa Ruci tentang Arya Wrekudara / Arya sena/Bima ketika masuk ke dasar samudera guna memenuhi tugas gurunya mencari air penghidupan (Tirtamerta). marah dan mendatangi Sena. membayangkan Sena berhasil ditipu dan akan hancur lebur melawan dua raksasa yang tinggal di gua itu. engkau tidak mendapat bimbingan yang nyata. Namun walau telah dijelaskan niat kedatangannya.. terkejut. Kemudian Durna memberi petunjuk kepada Sena.ternyata memang sedang dihukum Hyang Guru.untuk sementara merekamerayakan dengan bersuka-ria.dilindungi ayahibu. Lalu dikatakan juga agar untuk mencari air kehidupan..Namun dalam perkelahian dua Raksaksa tersebut kalah. di dalam gua. yang disadur dari bentuk kakawin (tembang) oleh Pujangga Surakarta.. menonjol diantara sesama makhluk. Sindukala.. berbahasa halus dan sesuai rumus-rumus tembang.... sebagai rasa optimisnya . Selanjutnya dikatakan. saat lengkap dihadiri Resi Druna. mereka semua tersenyum. ingin menjerumuskan pihak Pandawa dinegeri Astina. Raksasa Rukmuka dan Rukmakala yang berada di gua terkejut..! atas kedatangan Sena. sungguh menderita dirimu".Perintah inipun dituruti lagi..akan hidup kekal adanya. Sang Hyang Endra dan Batara Bayu.. bahwa letak air suci ada di hutan Tibrasara.(tempat para kerabatnya berada) Sementara itu di Astina keluarga Sena yang mengetahui tipudaya pihak Kurawa mengirim surat kepada prabu Harimurti/Kresna di Dwarawati... yang sebelumnya ia sempat mampir dahulu ke Ngamarta. Diceritakan saat Sena sudah pasrah. Kemudian setelah ia mohon pamit kepada Druna dan prabu Suyudana. yang dengan tergesa-gesa bersama bala pasukan datang ke Ngamarta. melalui perantaraan guru Durna. Setelah menerima penjelasan dari Darmaputra. di gunung Candramuka.. pesta makan minum sepuas-puasnya. Suyudana. Ia memberi laporan tentang perjalannya dan dijawab oleh Sang Druna :bahwa ia sebenarnya hanya diuji. bahwa jika ia telah menemukan air suci itu . kedua raksasa itu karena merasa terganggu akibat ulah Sena.. Kuwirya Rikadurjaya. dan lainlainnya. Suyudana juga membantu bicara untuk meyakinkan Sena. Kresna mengatakan bahwa janganlah . suara itu yang ternyata adalah dua dewa. mulia. dibanting ke atas batu dan meledak hancur lebur.. lalu keluar dari istana. lalu gua disekitarnya diobrak-abrik. Sena di perintahkan agar kembali ke Astina. dan tetap berniat pergi mengikuti perintah sang Guru. Setibanya di serambi Astina..walaupun sebenarnya ada niat sang Guru Durno untuk mencelakaannya. untuk mohon pamit. berada dalam triloka. Kemudian Sena mengamuk dan mengobrak-abrik lagi sampai lelah. dengan bahasa Kawi.... sebenarnya ada di tengah samudera. Bisma. Sanskerta dan Jawa Kuna... tentang tempat benda yang kau cari itu..maka akan berarti dirinya mencapai kesempurnaan. Sena yang juga adalah murid guru Durno diberikan ajaran: bahwa dalam mencapai kesempurnaan demi kesucian badan . Jayasusena.(yang sebenarnya adalah:bersaudara) ke dalam kesengsaraan. tetap saja mengamuk.kemudian ia berdiri dibawah pohon beringin.. Tak lama kemudian.enkau mencari tidak menjumpai. Terjadi perkelahian .dalam hatinya ia bersedih hati dan berfikir bagaimana mendapatkan air suci tersebut. lengkap bala Kurawa. sebab tempat air yang dicari. Yosodipuro berjudul: "Serat Dewaruci Kidung" yang disampaikan dalam bentuk macapat. Karena tekad yang kuat maka Senapun nekat untuk pergi lagi. dibawah Gandawedana. Surangkala.Karena kelelahan.. yang memberitahu bahwa dua raksasa yang dibunuh Sena. ditendang. Sena mendengar suara tak berwujud : "Wahai cucuku yang sedang bersedih.. Intisari kisahnya yaitu bahwa pihak kaum Kurawa dengan dinegeri Amarta. air yang dicari ternyata tidak ada. Sena mengikuti perintah gurunya dan yakin tidak mungkin teritipu dan terbunuh oleh anjuran Gurunya. Patih Sangkuni.Sena diharuskan mengikuti perintah sang Guru untuk mencari air suci penghidupan ke hutan Tibrasara.

taring tajam bercahaya. wajah liar dan ganas. tampak kegembiraannya. ia bertemu dengan dewa berambut panjang. darah memancar deras. Lalu dikatakan oleh Kresna. Hanya berputra tiga dengan ayahmu. dan lain-lainnya. topan datang juga riuh menggelegar. banyak rintangannya. masuk ke dalam samudera. dan tak lupa digunakannya ilmu Jalasengara. Dengan suka cita ia lama memandang laut dan keindahan isi laut. Yudistira sebagai anak sulung. dan tidak ada pakaian. Bagi Sena. walaupun ia tidak mampu masuk ke dalam air. bila belum paham. datanglah Sena. ada orang bodoh dari gunung akan membeli emas. maka orang yang bertapa sulit menikmati hidupnya". menancap di badan naga. naga besar itu mati. Tidak terang dan pikiranmu memaksa. jangan makan bila belum tahu rasa yang dimakan. lebih baik mati dari pada pulang menentang sang Maharesi. Maka akhirnya ia berpasrah diri. tidak merasa takut. tinggal di laut. ayahmu pun keturunan dari Brama. jika tidak mati-matian tentu tak akan dapat sampai di tempat ini. mulut bagai gua. apa tujuanmu. demikian dalam hidup. Namun tidak disangka. yang memiliki keturunan. dan dengan meniru juga. Kemudian dikatakan : "Jangan pergi bila belum jelas maksudnya. Ketika sedang asyik berbincang-bincang. Dikatakan pula :"Wahai Wrekudara.79 Pandawa bersedih. ibumu Dewi Kunthi. Nasehat dan tangisan. Demikian pula orang berguru. . seakan mengatakan bahwa Druna memberi petunjuk sesat dan tidak benar. yang akhirnya tiba di tepi laut. seisi laut bergembira. menerawang tanpa batas. Alkisah ada naga sebesar segara anakan. "Kau pun keturunan Sang Hyang Pramesthi. kedatanganmu disini pun juga atas petunjuk Dhang Hyang Druna untuk mencari air Penghidupan berupa air jernih. yang kedua dirimu. itulah yang kau laksanakan. memperoleh cinta kemuliaan dari Hyang Suksma Kawekas. diijinkan berganti diri menjadi batara yang berhasil menatap dengan hening. Lalu ia berbicara :"Sena apa kerjamu. karena gurumu yang memberi petunjuk. Sementara itu Pandawa bersedih hati dan menangis memohon penuh iba. karena sudah menyatakan kesanggupan kepada Druna dan prabu Kurupati. Sena berangkat pergi. tidak membuatnya mundur. kau keturunan dari Sang Hyang Brama asal dari para raja. lalu ia memusatkan perhatian tanpa memikirkan marabahaya. sebab tipu daya para Kurawa akan mendapat balasan dengan jatuhnya bencana dari dewata yang agung. dirimu tidak sayang untuk mati. tidak ada makanan. semua serba tidak ada tak ada yang dapat di makan. Sumbadra. Sena bingung dan mengira cepat mati. jatuh didepanku. akan tempat yang harus disembah". genaplah Pandawa. kepada prabu Kresna. menyebarkan para raja. naik turun gunung. agar air menyibak. segalanya serba sepi. bahwa Sena tidak akan meninggal dunia. segera datang ke sini. ke dasar samudera. kuku Pancanaka. dalam mencari Tirta Kamandanu. termasuk tangisan semua sentana laki-laki dan perempuan. tanpa rasa takut keluar masuk hutan. karena Sena ternyata melaporkan bahwa ia akan meneruskan pencarian air suci itu. melilit Sena sampai hanya tertinggal lehernya. sebagai penengah adalah Dananjaya. disini tidak mungkin ditemukan". yaitu ke tengah samudera. dengan semangat yang menyala-nyala mencebur ke laut. seperti anak kecil bermain-main di atas laut. menyemburkan bisa bagai air hujan. lanjut Dewa Ruci. kesedihan sudah terkikis. sakit dan mati memang sudah kehendak dewata yang agung. Retna Drupadi dan Srikandi. memang benar. yang membuat para Pandawa termasuk Pancawala. yang dua anak lain dari keturunan dengan Madrim. itu yang saya makan". jadi dengan dilaksanakan. Hyang Girinata. pemangsa ikan di laut. Sang ombak bergulung-gulung menggempur batu karang bagaikan menyambut dan tampak kasihan kepada yang baru datang. oleh tukang emas diberi kertas kuning dikira emas mulia. berbisa sangat mematikan. bahwa ia di tipu agar masuk ke dalam samudera. Kau bisa tahu dari bertanya. bernama Dewa Ruci. senang dan akan mengadakan pesta. yaitu sang Hyang Wisnu Murti. Para saudaranya tidak perlu sedih dan cemas Kembali dikisahkan Sang Wrekudara yang masih di samudera. bahkan mendapatkan pahala dari dewata yang nanti akan datang dengan kesucian. janganlah berpakaian bila belum tahu nama pakaianmu”. ia teringat segera menikamkan kukunya. tapi saat lelah tak kuasa meronta. Hanya ada daun kering yang tertiup angin.

raga yang tinggal. tidak berwujud dan tidak tampak. ada pada diri manusia. tanpa tempat tinggal. mengakui rahasia zat. hanya enak dan bermanfaat. karena nasehat merupakan benih. tak sarat masuk ke dalam tubuhku". Yang merah menunjukkan nafsu yang baik. ialah yang berhak menikmati hidup. Yang hitam kerjanya marah terhadap segala hal. kelingking pun tidak mungkin masuk". dihidupi oleh suksma. panas hati. menyatu dengan kesejahteraan dunia. yang menyatu dengan diri tetapi tidak ikut merasakan gembira dan prihatin. memancar bernyala-nyala. kehidupan suksma yang sesungguhnya. peganglah dalam pemusatan pikiran. jangan punya kegemaran. dunia merupakan panggungnya. hutan dengan gunung. menyatu padu dan sudah menjadi kawan akrab. kehidupan suksma ada. Tentang keinginan untuk mati agar tidak mengantuk dan tidak lapar. tidak ikut makan dan minum. Manusia bagaikan wayang. Itulah yang mampu merasakan penderitaannya. dari mana jalanku masuk. itu bukan yang dicari (air suci). Kehidupan Pramana dihidupi oleh suksma yang menguasai segalanya. nyaman rasa hati. jangan bicarakan hal ini secara sembunyisembunyi. Sena masuk ke dalam tubuhnya melalui telinga kiri. menyala tidak tahu namanya. Sedangkan yang putih berarti nyata. maksudnya hati. badan tanpa daya. Namun jika ditemui ajaran misalnya kacang kedelai disebar . cahaya memancar berkilat. persatuan Suksma Mulia. apakah gerangan itu ?! Menurut Dewa Ruci. selidikilah rupa itu jangan ragu. sesungguhnya ada di dalam hatimu. persatuan manusia/kawula dan pencipta/Gusti. itu adalah penghalang hati. tampaklah Dewa Ruci. namun bila hilang. adalah Pramana. murka. tidak mengalami hambatan dan kesulitan. tidak tahu timur dan barat. kuning dan putih. yang menuntun kepada sifat lebih. jangan bicara gaduh. segala keinginan keluar dari situ. terang. hati yang tenang suci tanpa berpikiran ini dan itu. langit luas. yang dilihat itu yang tampak berkilat cahayanya. disebut muka sifat. bertempat tinggal di tubuh. mata hati itulah. Sambil tertawa sena bertanya :"Tuan ini bertubuh kecil. dan diketahui lah arah. menandai pada hakikatmu. tak berbeda dengan kedatangannya waktu dahulu. tak tahu mana utara dan selatan. tanpa bentuk dan tanpa warna. Jika ingin mempelajari dan sudah didapatkan. jika berpisah dari tempatnya. masuklah ke dalam tubuhku ". hanya terdapat pada orang-orang yang awas.80 Wrekudara masuk tubuh Dewa Ruci menerima ajaran tentang Kenyataan. Yang kuning hanya suka merusak. perwira dalam kedamaian. tidak ikut merasakan sakit dan menderita. samudera dengan semua isinya. bersungguh-sungguh dan waspada dalam segala tingkah laku. Lalu Wrekudara melihat. hayati dengan sungguhsungguh. " Segeralah kemari Wrekudara. yang menghalangi dan menutupi tindakan yang baik. dipegang tidak dapat. Ada empat macam benda yang tampak oleh Sena. hanya berupa firasat di dunia ini. Lalu berkatalah Dewa Ruci: Yang pertama kau lihat cahaya. Penerima ajaran dan nasehat ini tidak boleh menyombongkan diri. layar yang digunakan untuk memainkan panggungnya.Dewa Ruci tersenyum dan berkata lirih:"besar mana dirimu dengan dunia ini. disimpan dalam buana. semua isi dunia. menutupi hati yang sadar kepada kewaspadaan. Pramana bila mati ikut lesu. saya bertubuh besar. lalu matahari. mendapat anugerah yang benar. Pancamaya itu. Pramana Anresandani. yaitu hitam. merah kuning dan putih. kata Dewa Ruci. yang memimpin dirimu. Sedangkan Suksma Sejati. depan dan belakang. bentuk zat yang dicari. bawah dan atas. Dan tampaklah laut luas tanpa tepi. jangan lekat dengan nafsu kehidupan tapi kuasailah. tak dapat dipisahkan. Lekas pulang jangan berjalan. merah dan kuning adalah penghalang pikiran dan kehendak yang abadi. tidak sakit. tapi lekaslah mengalah jika berselisih. Atas petunjuk Dewa Ruci. Sehingga hitam. merupakan hakikat sifat itu sendiri. memancarkan sinar. jangan memanjakan diri. hitam. Dalang yang memainkan segala gerak gerik dan berkuasa antara perpaduan kehendak. berpelangi melengkung. yang menguasai segala hal. Sirna itulah yang ditemui. keberadaannya melekat pada diri. untuk hati tinggal. sedangkan yang berwarna merah. Kemudian.

mengira sudah benar. bertapa dengan merusak tubuh dalam mencapai kamuksan. Guru yang benar. Maka disambutlah ia. dan saat ditanya oleh Prabu Yudistira mengenai perjalanan tugasnya. semua jagad ini karena diri manusia. tidak asing bagi dirinya. memang tidak kelihatan. itulah perjalanannya. bahkan gagallah bertapanya itu. Kembali ke Negeri Ngamarta Tekad yang sudah sempurna. oleh perlindungan jati manusia. mengosongkanan pikiran. bagaikan api dalam kayu. dalam segala janji janganlah ingkar. tak berpaling hatinya. yang bagaikan sudah menyatu. ketahuilah asal mulanya.81 di bebatuan tanpa tanah tentu tidak akan dapat tumbuh. sudah menjadi diri sendiri. tak ada lagi yang dicari. Permulaan jagad raya. namun akhirnya tersesat dan terjerumus. akhirnya tak berdaya. bagaikan mati di dalam hidup. yang yang kemudian sebagai rahasia. semua sudah kau kuasai. segala tingkah laku akan menjadi satu. bahwa itu dari Dalang yang berada dibalik layar. seumpama suatu bentukan. cara masuk dasar samudera. mengajarkan wahyu yang diperoleh. sewujud dan sejiwa. Badan hanya sekedar melaksanakan secara lahir. kematian seolah dipaksakan. sebentar kemudian mengeluarkan api yang berasal dari kayu. banyak yang didengarnya tentang tingkah para Pertapa yang berpikiran salah. Yang terbaik. Bersamaan dengan kedatangan Sena. kelahiran batin ini. yaitu yang menuju pada nafsu. dengan layarnya alam yang sepi. berlampu panggung matahari dan rembulan. hidup abadi selamanya. wayang tegak ditopang orang yang menyaksikan. agar menjadi jelas penglihatan sukma. yang mati itu juga. yang sedang membicarakan kepergian Sena. mengira dapat mencapai kesempurnaan dengan cara bertapa tanpa petunjuk. kesaktian. Dewa Ruci selesai menyampaikan ajarannya. Raden Arya Wrekudara kemudian pulang dan tiba ke negerinya. berderit oleh tiupan angin. gembira hatinya. lalu kembali ke alam kemanusiaan. dengan penuh semangat. hilanglah kekalutan hatinya. dilaksanakan untuk memenuhi kesatriaannya. tanpa pedoman berguru. lepas dari pemikiran batinnya. Bertapa tanpa ilmu. untuk disini dan untuk disana juga. Inilah keutamaan bagi keduanya. semuanya yang tergetar. cantrik sebagai sahabatnya. rupa dan suara. Wrekudara lalu mengingat. tidak ada ilmu yang didatangkan. semua sudah ada pada manusia. tinggalkan dan hilangkan. ada dewa yang memberi tahu kepadanya. menerima dengan suka hati. di Ngamarta sedang berkumpul para saudaranya bersama Sang Prabu Kresna. Hyang Luhur menjadi badan Sukma Jernih. kepandaian dan keperkasaan. gerak dan diamnya dimainkan oleh Dalang. terkabul itu namanya. di balik layar ia digerak-gerakkan. dan Dewa Ruci telah sirna dari mata. dalam kenyataan ditutupi dan dirahasiakan. disuarakan bila harus berkata-kata. melalui kepertapaannya. tentu tidak akan berhasil. ia menjawab bahwa perjalanannya itu dicurangi. kayu hangus mengeluarkan asap. Jika sudah paham akan segala tanggung jawab. belum tentu akan mendapatkan petunjuk yang nyata. Dan kemudian dikatakan oleh Dewa Ruci :"Sena ketahuilah olehmu. mengangkat murid/cantrik. rahasiakan dan tutupilah. dalam hati mengharap mendapatkan anugerah wahyu sesungguhnya. maka jika manusia bijaksana. Ngamarta. jika memberi ajaran tidak jauh tempat duduknya. hatinya terang benderang. banyak hiasan yang dipasang. Tingkah seenaknya. yang melihat adalah pikiran. bagaikan hidup dalam mati. akan segala keinginan. dimana setiap gerak tentu juga merupakan kehendak manusia. Wrekudara tidak bingung dan semua sudah dipahami. bumi sebagai tempat berpijak. karena kesungguhan hati ialah dalam cara melaksanakan. Wrekudara setelah mendengar perkataan Dewa Ruci. Tingkah manusia hidup usahakan dapat seperti wayang yang dimainkan di atas panggung. yang kau kerjakan. dililit oleh penerapannya. seperti mengharapkan kemuliaan. bahwa di lautan itu .

sari artinya inti. sara berarti tajamnya pisau. 1. Dewa Ruci yang merupakan cerita asli wayang Jawa memberikan gambaran yang jelas mengenai hubungan harmonis antara Kawula dan Gusti. ini melambangkan hambatan yang berasal dari kemewahan makanan yang enak (kemukten). suci. Ular adalah simbol dari kejahatan. jangan lupa segala sesuatu yang sudah terjadi ini".82 sepi. Bima diserang oleh dua raksasa yaitu Rukmuka dan Rukmala. sina berarti tempat artinya tempat yang tinggi. muka adalah wajah. Dalam pertempuran yang hebat Bima berhasil membunuh keduanya. Samudra dan Ular Bima akhirnya tahu bahwa air suci itu tidak ada di hutan . dilereng Gunung Reksamuka. Raksasa Rukmuka dan Rukmakala Di hutan. MAKNA AJARAN DEWA RUCI Orang Jawa menganggap cerita wayang merupakan cermin dari pada kehidupannya. Reksa berarti mamalihara atau mengurusi. yang diperagakan oleh Bima atau Aria Werkudara dan Dewa Ruci. Jadi Prawitasari pengertiannya adalah inti atau sari dari pada ilmu suci. Rukmuka : Ruk berarti rusak. Pada waktu samadi dia harus memusatkan ciptanya dengan fokus pandangan kepada pucuk hidung. Prawita dari asal kata Pawita artinya bersih. Disini menggambarkan bahwa dalam pencarian untuk mendapatkan kenyataan sejati. 2. Tikbra artinya rasa prihatin. Sebelum melakukan samadi orang harus membersihkan atau menyucikan badan dan jiwanya dengan air. Bima membunuh ular tersebut dalam satu pertarungan yang seru. Tur berarti gunung. Gembira mendengar itu. yang dengan mudah akan memaafkan kesalahan orang lain. Pencarian air suci Prawitasari Guru Durna memberitahukan Bima untuk menemukan air suci Prawitasari. ini berarti Bima berhasil menyingkirkan halangan untuk mencapai tujuan supaya samadinya berhasil. Pandangan atau paningal sangat penting pada saat samadi. tidaklah . terbunuhnya dua raksasa tersebut dengan gamblang menjelaskan bahwa Bima bisa menghapus halangan-halangan tersebut. Dalam cerita wayang digambarkan bahwasanya Resi Manukmanasa dan Bengawan Sakutrem bisa pergi ketempat suci melalui cahaya suci. Tanpa ragu-ragu sedikitpun dia menuju ke samudra. Terminologi mistis yang dipakai adalah mendaki gunung Tursina. Ingatlah kepada perkataan Samudra Pangaksama yang berarti orang yang baik semestinya memiliki hati seperti luasnya samudra. dia bisa melihat kenyataan antara lain melalui cahaya atau sinar yang datang kepadanya waktu samadi. kala adalha bahaya. lalu Kresna berkata :"Adikku ketahuilah nanti.tidak ada air penghidupan. Hutan Tikbrasara dan Gunung Reksamuka Air suci itu dikatakan berada dihutan Tikbrasara. ini melambangkan pelajaran untuk mencapai lendeping cipta (tajamnya cipta). Rukmakala : Rukma berarti emas. tetapi sebenarnya berada didasar samudra. Seseorang yang mendapatkan restu dzat yang suci. karena kamukten dan kamulyan akan menutupi ciptanya yang jernih. perhiasan seperti emas permata dan lain-lain (kamulyan) Bima tidak akan mungkin melaksanakan samadinya dengan sempurna yang ditujukan kepada kesucian apabila pikirannya masih dipenuhi oleh kamukten dan kamulyan dalam kehidupan. menggambarkan halangan yang datang dari kemewahan kekayaan material antara lain: pakaian. jadi yang dimaksud dengan Reksamuka dapat diartikan: mencapai sari ilmu sejati melalui samadi.

. Bima memasuki raga Dewa Suksma Ruci melalui telinganya yang sebelah kiri. Wilujengan : menjaga kesehatan. makan tidak perlu banyak dan tidak harus memilih makanan yang enak-enak: minum secukupnya pada waktu sudah haus dan tidak perlu harus memilih minuman yang lezat. 10. Marsudi kawruh : selalu mencari dan mempelajari ilmu yang benar. Rila: dia tidak susah apabila kekayaannya berkurang dan tidak iri kepada orang lain. dia harus juga menghilangkan kejahatan didalam hatinya. Mula-mula di tidak mau pergi tetapi kemudian dia sadar bahwa dia harus tetap melaksanakan pekerjaan dan kewajibannya. 6. Santosa : selalu beraa dijalan yang benar. 4. diterimanya samadi Bima yaitu bersatunya kawula dan Gusti. Bima tidak pernah merasakan kebahagiaan seperti ini sebelumnya. 11. Bima bisa melihat dengan jelas seluruh jagad dan juga melihat dewa kecil tersebut. memusatkan perhatiannya dengan cipta hening dan rasa hening. Rahayu : kehendak untuk selalu berbuat baik demi kepentingan semua pihak. dia adalah satu dengan yang suci. Eling : tahu mana yang benar dan salah dan selalu akan berpihak kepada kebaikan dan kebenaran. Dia telah mencapai kasunyatan sejati. Bima telah menerima pelajaran terpenting dalam hidupnya yaitu bahwa dalam dirinya yang terdalam. Nrima : bersyukur menerima jalan hidup dengan sadar. Gelang Candrakirana dikenakan pada lengan kiri dan kanannya. Bima bertemu dengan Dewa kecil yaitu Dewa Suksma Ruci yang rupanya persis seperti dia. Gembira : bukan berarti senang karena bisa melaksanakan kehendak atau napsunya. 5. tak terpisahkan. Legawa : harus selalu bersikap baik dan benar. Pertemuan dengan Dewa Suksma Ruci Sesudah Bima mebunuh ular dengan menggunakan kuku Pancanaka. 12. Kedatangan dari dewa Suksma Ruci adalah pertanda suci. tetapi merasa tentram melupakan kekecewaan dari pada kesalahan-kesalahan dari kerugian yang terjadi pada masa lalu. Candra 9. 3. dia tidak akan membalas. tidur pada waktu sudah mengantuk dan tidak perlu harus tidur dikasur yang tebal dan nyaman. 8. kalau sakit diobati. mengatur pernapasannya. Untuk itu dia harus mempunyai sifat-sifat sebagai berikut: 1. Pelajaran spiritual dari pertemuan ini adalah : Bima bermeditasi dengan benar. Arti simbolis pakaian dan perhiasan Bima Bima mengenakan pakaian dan perhiasan yang dipakai oleh orang yang telah mencapai kasunytan-kenyataan sejati. Didalam paningal (pandangan didalam) Bima bisa melihat segalanya segalanya terbuka untuknya (Tinarbuka) jelas dan tidak ada rahasia lagi. ketemu keluarganya dan lain-lain. Samadi. 2. tidak boleh terlalu sering bercinta dan itu pun hanya boleh dilakukan dengan pasangannya yang sah. Selalu waspada untuk menghindari perbuatan jahat. tidak pernah berhenti untuk berbuat yang benar antara lain : melakukan samadi. dan apabila ada orang yang berbuat jahat kepadanya. Ngurang-ngurangi: dengan antara lain makan pada waktu sudah lapar. menutup kedua matanya. Didalam. Anoraga : rendah hati. tetap sabar.83 cukup bagi Bima hanya mengesampingkan kamukten dan kamulyan. Pengalaman ini dalam istilah spiritual disebut “mati dalam hidup” dan juga disebut “hidup dalam mati”. 7.

tepatnya dimulai tanggal 22 Juni 1856. Tusuk konde besar dari kayu asem Kata asem menunjukkan sengsem artinya tertarik. Artiya Bima melaksanakan samadinya secara teratur dan mantap. tanah mulai retak/berlubang. Batik poleng : Kain batik yang mempunyai 4 warna yaitu. Karo. Yang menurut riwayatnya. yang memberi patokan bagi para petani agar mempunyai hasil panen yang baik dalam bertani. Bima yang sudah tinarbuka. Palawija mulai tumbuh. Disini menggambarkan bahwa Bima sudah mampu untuk mengendalikan nafsunya. Kasa. Bima hanya tertarik kepada laku untuk kesempurnaan hidup. kirana artinya sinar. Penampakannya/ibaratnya : bantala (tanah) rengka (retak). mulai 2 Agustus. Persatuan orang-orang yang bermoral baik adalah lebih kuat. Kuku pancanaka menunjukkan magis dan wibawa seseorang yang telah mencapai ilmu sejati. berusia 23 hari. dari persatuan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. yang didasarkan pada gejala naluriah alam dan mencoba memahami asal-usul dan bagaimana uraian satusatu kejadian cuaca di dalam setahun. Uraian mengenai Pranata Mangsa ini diambil dari buku sejarah para raja di Surakarta. yang tersimpan di musium Radya-Pustaka. supiah dan mutmainah. sebetulnya baru mulai dikenalkan pada tahun 1856. Yang merupakan simbol nafsu. 2. sejenis belalang masuk ke tanah. Tanda emas diantara mata.84 artinya bulan. Penampakannya/ibaratnya : lir sotya (dedaunan) murca saka ngembanan (kayu-kayuan). hitam. Para petani membakar dami yang tertinggal di sawah dan di masa ini dimulai menanam palawija. meskipun jumlah orang yang bermoral baik itu kalah banyak. mulai 22 Juni. sudah menguasai sinar suci yang terang yang terdapat didalam paningal. Dia telah memegang dengan kuat ilmu sejati. PRANATA MANGSA ( aturan waktu musim kuno ) Pranata Mangsa atau aturan waktu musim biasanya digunakan oleh para petani pedesaan. kuning dan putih. amarah. Petani di Jawa dahulu masih memakai patokan untuk mengolah pertanian dengan prantan ini. 2. pohon randu dan mangga. Contohnya lima pandawa bisa mengalahkan seratus korawa. Kuku Pancanaka Bima mengepalkan tinjunya dari kedua tangannya. alumah. daun-daunan berjatuhan. merah. . saat kerajaan Surakarta diperintah oleh Pakoeboewono VII. dia tidak tertarik kepada kekeyaan duniawi. Melambangkan : 1. dengan urut-urutan : 1. berusia 41 hari.

masa ini musim dingin. mulai 1 Maret. selokan sawah diperbaiki dan membuat tempat mengalir air di pinggir sawah. sebab panas sekali. 4. Kapat. usianya 25 hari. Benih padi mulai ditanam di sawah. mulai 12 Mei. itu masanya banyak penyakit). usianya 26 hari. Saya. Penampakannya/ibaratnya : wisa kentar ing ing maruta (bisa larut dengan angin. hal tersebut diatas tentunya harus diselaraskan secara ilmiah. . Penampakannya/ibaratnya : suta (anak) manut ing Bapa (lanjaran). Kawolu. Penampakannya/ibaratnya : pancuran (hujan) emas sumawur (hujannya) ing jagad. Penampakannya/ibaratnya : anjrah jroning kayun (merata dalam keinginan. ulat-ulat mulai keluar.85 3. Penampakannya/ibaratnya : waspa kumembeng jroning kalbu (sumber). 12. Para petani mulai menjemur padi dan memasukkan ke lumbung. Kasepuluh. cenggeret mulai bersuara. Penampakannya/ibaratnya : wedaring wacara mulya ( binatang tanah dan pohon mulai bersuara). kondisi alam. kucing mulai kawin. para petani mulai menggarap sawah untuk ditanami padi gaga. mulai 10 Nopember. pohon asem mulai tumbuh daun muda. Kalima. mulai 19 September. 6. burung blibis mulai kelihatan di tempat-tempat berair. uret mulai banyak. usianya 24 hari. Penampakannya/ibaratnya : rasa mulya kasucian (sedang banyakbanyaknya buah-buahan). Desta. berusia 24 hari. Demikian uraian singkat tentang Pranata Mangsa. mulai 14 Oktober. mulai panen. Padi mulai berkembang dan sebagian sudah berbuah. berusia 23 hari. 11. berbagai jenis bambu tumbuh. Musimnya/waktunya lahan tidak ditanami. kemajuan teknologi pengindraan satelit cuaca. sebab musim kemarau. 9. berusia 41 hari. musimnya kucing kawin). Kanem. Di sawah hanya tersisa dami. Sawah tidak ada (jarang) tanaman. manggis dan lain-lainnya). Padi mulai hijau. mulai 25 Agustus. sebab sangat dingin). Penampakannya/ibaratnya : tirta (keringat) sah saking sasana (badan) (air pergi dari sumbernya. 5. yang jika dikaitkan dengan kondisi saat ini. mulai 26 Maret. mulai menyebar padi gaga. banyak hujan. Padi mulai menguning. dan sebagainya. Penampakannya/ibaratnya : gedong minep jroning kalbu (masa hewan sedang hamil). mulai 4 Pebruari. 8. yang mana Palawija mulai di panen. mulai 19 April. rambutan. burung-burung kecil mulai menetas telurnya. Mulai ada hujan. burung-burung kecil mulai bertelur. usianya 43 hari. Kapitu. Para petani mulai menyebar bibit tanaman padi di pembenihan. Seluruhnya memane n padi. berusia 43 hari. mulai 23 Desmber. jangkrik mulai muncul. berusia 27 hari. Penampakannya/ibaratnya: sotya (anak burung) sinara wedi (disuapi makanan). banyak buah-buahan (durian. jarang orang berkeringat. banyak sungai yang banjir. Kasanga. Katiga. atau 4 tahun sekali 27 hari. 10. pohon kapuk mulai berbuah. berusia 25 hari. banyak hewan hamil. 7.

gemar bersemadi. Tunggalnya : didepan = akhirnya hidup senang. suka pada kesunyian. Selawatnya 4 keteng. Kurantil. tinggi adat-istiadatnya. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya.dewanya sangyang Mahayekti = besar hatinya. 2. Kaki belakang direndam dalam air = perintahnya panas didepan dingin belakang. Candranya : Gunung artinya jika didekati sulit dan berbahaya jika dilihat dari jauh menyedapkan pemandangan.dapat menyenangkan hati orang lain. Bahayanya : dianiaya. Tangkalnya : selamatan nasi pulen beras sepitrah dikukus. banyak kemauan. Sinta. orang sengsara dan orang minggat. tajam roman mukanya. Pohonnya : Nagasari = bagus rupaya. daging ayam ayam putih dimasak pakai santan dan sayur lima macam. pradah hanya lahir. 4. menghendaki lebih dari sesama. dapat mengerjakan segala pekerjaan. Pohonnya : Kendayakan = jadi pelindung orang susah. pradah hanya lahir. Memanggul tunggul = mudah mendapatkan kesenangan hidup. Candranya : Endra = gemar bertapa brata. Doanya : Kabul. Burungnya : Branjangan = riang tangan.dewanya sangyang Langsur = pemarah. lauknya daging kerbau seharga 21 keteng dimasak pindang. Doanya : rajukna dan pina. Lauknya daging rusa dicacah lalu dibakar. Selawatnya 4 keteng. 3. Gedungnya didepan = memperlihatkan simbul kekayaannya. . Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya. Tolu. Selawatnya 7 keteng. Penangkalnya : selamatan nasi uli. Burungnya : Manyar = tak mau kalah dengan sesama. tak dapat dicegah. jika menghambakan diri jadi kesayangan. Menghadapi air di jembung besar = baik budi pekertinya. selama 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. Kakinya direndam dalam air = perintahnya keras didepan dingin dibelakang. Bahayanya = ditanduk atau disiung. Bahayannya : korobohan pohon. terang hatinya. Gedungnya didepan = suka memperlihatkan kekayaannya. Pohonnya : Wijayamulya = sangat indah rupanya. 5. Memanggul tunggal = akhirnya mendapat kesenangan hidup. Ketika kala wuku berada ditimu laut. membelinya tidak menawar. Air dalam jimbung besar disebelah kiri = serong hatinya. dapat menggrirangkan hati orang lain. kalau marah berbahaya. keras. dan orang minggat. Watak wuku dapat dipergunakan untuk mengetahui dasar watak bayi lahir : 1. Burungnya : Gagak = mengerti petunjuk gaib. Selawatnya 4 keteng.86 WUKU dan KELAHIRAN Tiap-tiap wuku mempunyai watak sendiri-sendiri. Tangkalnya : Selamatan tumpeng beras sepitrah dikukus. Burungnya : Salinditan = tangkas. sopan-santun. Wukir. Gedungnya terbalik didepan = murah hati. Landep. jika bekerja dicintai oleh majikannya. teliti. Ketika kolo wuku berada ditenggara. Doanya rajukna. dalam 7 hari tidak boleh mendatangi tempat kolo. dapat mengerjakan segala pekerjaan.. Doanya : Tolak bilahi. suka kepada kepanditan. pradah hanya lahir. Burungnya : Atatkembang = jadi kesukaan para agung. Tunggulnya : dibelakang = kebahagiannya terdapat dibelakang hari. angkuh. kasih sayang. Bahayanya : jatuh memanjat. dalam 7 hari tak boleh turun dari gunung dan tak boleh menggali tanah. Candranya : Woh-wohan = tak tentu rejekinya. cepat bahagia. Bahayanya : Berada di pertengahan umur. Pohonnya : Kendajakan = jadi pelindung orang sakit. lauknya daging ayam lereng dipecal.Ketika kolo wuku berada dibawah. selamat hatinya. pradah hanya lahir. karena panas. beras sepritah dikukus. Pohonnya : Ingas = tak dapat untuk berlindung. Penangkalnya : selamatan tumpeng beras sepitrah dikukus.dewanya sangyang Mahadewa = bagus rupanya. bakat kaya harta benda.dewanya sangyang Yamadipati = wataknya seperti raja dan pendita. Candranya : Surating raditya = tajam ingatannya. cepat bekerjanya.

banyak yang cinta. Selawatnya 10 keteng. lauknya daging ayam brumbun dan uang suwang (+/. Candranya : Geter nekger ing wijati = hening pikirannya. Gedungnya dua buah dibelakang dan didepan = ichlasnya hanya setengah. Bahayanya : tersangkut suatu perkara. perkataannya nyata redhoan. daundaunan 9 macam dicampur dalam tumpeng. suka kepada kepunyaan orang lain. lauknya daging ayam berumbun yang masih muda dan daun-daun 9 macam. gelap hati. Burungnya : nori = pemboros.dewanya sangyang cakra = keras budinya. 6. 11. dewanya sanghyang mahajekti = berat tanggungannya. lemah lembut perintahnya dan dihormati. lauknya daging ayam dimasak dengan santan. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. Candranya : kaju kemladean ngajak sempal = dimana-mana dapat tumbuh. keras budinya. Doanya : Kabul. Ketika “kala wuku” berada di utara menghadap ke selatan. Selawatnya 4 keteng. cinta pada perbuatan baik. . Bahayanya : diterkam harimau. dalam 7 hari tidak boleh memandang wajah kala. Bahayanya : kena besi.pradah. Burungnya : kepodong – cemburuan. Gedungnya dikirikan = penyayang. pengasih. Doanya : Kabul. dewanya sangyang Komajaya = teguh hatinya. namun sedikit rejekinya. Burungnya : ayam hutan = liar. akan tetapi harus diperlihatkan harum = dicintai oleh orang banyak. dalam 7 hari tidak boleh mendatangani tempat kala. jika marah menakutkan.senang asmara. Tangkalnya : selamatan nasi megana dan tumpeng betas 2 pitrah. tidak boleh disamai. murka. Burungnya : Bido = besar nafsunya. 7. pengasih. tetapi mudah dicegah. gampang suka pada kepunyaan orang lain. Tangkalnya : selamatan nasi pulen beras sepitrah dikukus. dewanya sanghyang gana = pemaranh. jauh kepada perbuatan jahat. banyak rejekinya. dapat melegakan hati orang susah. budinya tinggi. Doanya : tolak bilahi. Ketika “kala wuku” berada di timur dalam 7 hari tidak boleh mendatangani tempat kala. Candranya : Wangkawa = angkuh. keras budinya. tak suka berkumpul dengan orang banyak. Gumbreg. Doanya Tolak bilahi. Pohonnya : tanganan = tak suka menganggur.87 Penangkalnya : selamatan nasi uduk beras sepitrah dikukus. Air dijebung didepannya +/. Bahayanya : dimarahi temannya. Selawatnya 5 keteng. Mengahadap air dijembung = pradah ikhlasan. Warigagung. Tunggulnya : dibelakang – rejekinya dibelakang hari. Burungnya : betet = keras kemauannya. berkeinginan. 9. Selawatnya 3 keteng. dimasak getjok. jauh kebahagiaannya. lauknya daging kerbau ranjapan (pembelian bersama-sama). Memangku air dalam bokor =suka bersedekah. Tangkalnya : selametan nasi urap beras sepitrah dikukus. Pohonnya : sulastri = bagus rupanya. Kakai sebelah yang didepan direndam dalam air = perintahnya dingin didepan. Candranya : sekar wora-wari bang = besar amarahnya.Ketika kolo wuku berada dibarat-laut. tak mau dicegah. Julungwangi. Pohonnya : Tanganan = ringan tangan. Ketika “kala wuku” berada diatas. suka tinggal ditempat sunyi. jika marah taka sayang kepada harta bendanya. Tangkalnya : selametan nasi pulen beras sepitrah dikukus. cemburuan. Pohonnya : cemara = rame bicaranya. dicintai para pembesar. dalam 7 hari tidak boleh mendatangani tempat kala 8. Selawatnya : kucing.Ketika “kala wuku” berada di Selatan menghadap utara. tidak mau menerima takdir. Bahayanya : tenggelam atau kejatuhan dalam. lauknya daging bebek dimasak gurih dan daun-daunan 5 macam. Penangkalnya : selamatan nasi uduk bers sepitrah dikukus. hatinya mudah tersentuh. dewanya sangyang asmara = bagus rupanya. segala yang dikehendakinya segera tercapai. Candranya : kasturi arum angambar = segala kehendaknya belum terjadi telah tersiar banyak yang cinta. Doanya : Rajukna. ikhlasan. Galungan. Doanya : rasul. 10 Sungsang. murka. harus diperlihatkan pemberiannya.81 ½ sen). Pohonnya : beringin = jadi pelindung keluarganya. tidak tetap. dewanya sanghyang sambu = tinggi perasaannya. pandai mencari kehidupan. panas dibelakang. Candranya : Ketug lindu = menepati perkataannya. dicintai oleh para agung. Burungnya kutilang = banyak bicara dan perkataannya dipercayai orang. Warigalit. suka bohong. Selawatnya 8 keteng. Gedungnya terbalik dibelakang = ikhlasan dengan tidak pakai perhitungan.

Pahang. Candranya : Redi gumaludug = bicaranya menakutkan. tidak sabaran. 12. sebab gora-goda. Bahayanya : dianiaya. dimana-mana jadi kunjungan orang.Kuningan. batinnya kotor. Burung : Cocak = gelatak bicaranya. tidak sabaran menepati janji. jendelanya tertutup = hemat. halus budinya. sayuran secukupnya. buruk adat-istiadatnya. jika marah tak dapat dicegah. Penangkalnya : selamatan nasi uduk beras sepitrah dikukus. 17. suka bertikai. Doanya : Balasrewu dan Kunut. tak boleh didekati orang. kuat budinya. sayur bayam merah. Jembungnya disebelah kiri dibelakangnya = suka jalan serong.Penangkalnya : selamatan nasi uduk beras sepitrah. lauknya daging kambing. tidak berbau. Doanya : Rasul.daunan 9 macam. berada di utara dan selatan. angkuh. Burungnya : Platukbawang = kuat budinya. banyak bohong. tinggi budinya dan teliti. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. dewanya sangyang guretno. Bahayanya = diamuk. dewanya sangyang tantra = perkataannya melebihi sesama. sangat puaka. Pohonnya : Rembuknya = indah warnanya. lauknya daging kerbau membelinya beramai-ramai. tetapi tidak mengapa.88 Bahayanya : berselisih. rejekinya tidak kurang. banyak larangan. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. lekas marah. jadi pelindung sengsara. Burungnya : Urang-urangan = cepat bekerjanya. tersiar baik. Kuruwelut. lahirnya suci. menghindari keramaian. tidak pernah . cepat pekerjaannya. Doanya : Slamat. Candranya : Palwa ing samodra = kesana-kemari mencari nafkah. Doanya : Kabul. akhirnya menang. Selawatnya 11 keteng. dewanya sanhyang wisnu : tajam ciptanya. Bahayanya : Kena api dan dijahili orang. Mandasia. Candranya : Watu item munggeng papreman lan wreksa gung lebet tancepnya = sabar. yang melihat takut. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. Menghendaki bukit = besar kemaunnya. tetapi jika marah kejam.Candranya : Pulo katinggal saking tebih = tersiar semua tingkah lakunya. digoreng. Pohonnya : Asam = kuat dan dicintai orang banyak. Burung : Prijohan = besar kemauannya. Gedungnya dibelakang. Memanggul senjata tajam = waspada. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala 13.Ketika kolo wuku berada diatas.Ketika kolo wuku berada di selatan daya. selamat hatinya. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.Ketika kolo wuku berada di Barat.dewanya sangyang Brama. Pohonya : Kendayaan = jadi pelindung orang sakit. tegaan. lauknya daging ayam dimasak sansan.Ketika kolo wuku berada di Barat-Laut dalam 7 hari tak boleh mengunjungi tempat kala. = suka kepada keramaian. Langkir. tidak mau menurut. lauknyadaging kambing dan ikan dimasak pakai santan. Doanya : Slametpina. Selawatnya 9 keteng. Bahayanya : diteluhPenangkalnya : selamatan tumpeng beras sepitrah dikukus. tak suka diatasi. daun. 14. Pohonnya : Wijayakusuma = rupanya sangat indah. panas hati. Selawatnya uang baru 40 keteng. murka. pemaran. orang sengsara dan orang minggat. tidak sayang kepada badannya sendiri. Burungnya : puter = jika berbicara mula-mula kalah. Selawatnya 5 keteng. Penangkalnya : selamatan nasi merah beras sepitrah dikukus. 15.. dewanya sangyang Indra = melebihi sesama. dewanya sangyang Kala menggigit bahunya sendiri = besar nafsunya.Ketika kolo wuku. berhati-hati. menghendaki memerintah. Gedungnya terguling didepan = hemat dan banyak rejekinya. kasar perkataannya. Pohonnya : parijata = jadi pelindung dan besar kebahagiaannya. tinggi dan selamat budinya. pemalu. Candranya : peksi wonten ing luhur = jika mencari hasil dengan menundukkan kepala. mempunyai kedudukan yang lumayan.Penangkalnya : selamatan nasi punar beras sepitrah dikukus. daging ayam merah dipindang dan bunga setaman yang merah. Djulungpujut. daun-daunan 11 macem. Candranya : Garojogan = rame bicaranya. Memanggul : cakra = tajam hatinya. tak mau memberi ampun. melebihi sesama dewa. daging ayam merah dipanggang. Gedung telentang = boros. Doanya : Selamat pina. selalu susah. tinggi derajatnya. Ketika kolo wuku berada di selatan daya. 16. Pohonnya : Ingas dan cemara tumbang = panas hati. Selawatnya 30 keteng.Penangkalnya : selamatan nasi beras sepitrah dikukus.

Gedungnya dipanggul = memperlihatkan pemberian. Tunggulnya membalik = lekas hidup senang. tentu mendapat bahaya. jenang merah pada waktu hari kelahirannya. Pohonnya : nagasari = bagus rupanya. diturut perintahnya. Burungnya : ayam hutan = liar dan tinggi budinya. Doanya : rasul. Bahayanya : tenggelam. Tangkalnya : selamatan nasi uduk. Gedungnya di atas = mendewa-dewakan kekayaannya. Maktal. Ketika “kala wuku” berada di barat daya. tak suka kepada keramaian. dewanya sanghyang siwa = lahir dan batinnya terkadang berlainan. Wuje. Ketika “kaa wuku” berada di timur. Selawatnya : pisau baja dan jarum satu. Ketika “kala wuku” berada di timur laut. Candranya : pandam ageng amerapit = tawakal. berani kepada kesulitan. dewanya sanghyang basuki : ahli bicara. dicintai oleh pembesar. Gedungnya terlentang didepan = pengasih. dan dapat menyenangkan hati orang lain. Tangkalnya : selamatan nasi uduk. Ketika “kala wuku “ berada di barat. Tambir. suka tinggal ditempat sunyi. Bahayanya : diteluh. dalam 7 hari tak boleh mendatangi kala 22. lemah lembut tutur katanya. Ketika “kala wuku” berada diatas. Pohonnya : plasa = hanya jadi perhiasan hutan. niatnya : ngrasul.10 sen). besar tanda kebahagiannya.Doanya : tolak bilahi. suka membuat perkabaran yang mengherankan. tajam perkataannya. Selawatnya : 5 keteng. singkat hati. 18. Tangkalnya Selamatan nasi punar beras sepitrah dikukus. Burungnya : pelug = suka tinggal di air. sekar boreh. Bahayanya = bertikai. 19. Doanya : ngumur. Tangkalnya : selamatan bermacam-macam sayuran. Tangkalnya : selamatan jajan pasar secukupnya dan bermacam-macam ketan seharga sataksawe (+/.89 bohong. tidak suka terhadap perkataan yang remeh. tindihnya uang lama sebaranDoanya : tawil. Mrakeh. Madangkungan. dalam 7 hari tidak boleh mengunjungi tempat kala. Bahayanya : kena racun daun. tawakal. daging ayam dan bebek dimasak 2 macam. Yang dibeli dahulu madu untuk selanunggal rum arum = peteng hati. . tawakal. Candranya : tirta wening = sedikit bicaranya. Pohonnya : Tal = panjang umurnya. dewanya sangsyang surenggana = tawakal hatinya. dalam 7 hari tak boleh mendatangi kala 21. dewanya betara kuwera = menggirangkan hati orang lain. Candranya : idune lir upas ratjun = dihargai semua perkataannya. suka tinggal ditempat sunyi. digoreng. Burungnya : prenjak = tahu petunjuk gaib. Selawatnya 4 keteng. dewanya sanghyang sakri = lurus hatinya. Gedongnya ditengah = tinggi percaya dirinya Bahayanya : terkena pasangan. mempunyai hati kasihan kepada orang miskin. 20. lauknya daging bebek dan ayam dipindang. jadi tempat pengungsian. kuat dan tetap hatinya. Memasang keris terhunus disebelah kaki = waspada dan tajam hatinya. hemat. Candranya : lesus awor lan pancawara = lebar pemandangannya. agak ingatan. Candranya : umajang kang tetabuhan = menepati perkataan. suci hatinya. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya. banyak tanda-tandanya akan mendapat bahagia. Burungnya : gogik = cemburuan. perkataannya lurus dan mengherankan. dalam pikirannya. puaka tak dapat dipermudah. Selawatnya 100 keteng. Tangkalnya : selamatan nasi pulen beras sepitrah diliwet. kuah merah dan putih dan ketimun 25 buah. suka kepada bau harum. dipindang dan dimasak dengan santan. baik pekerjaannya. tetap hatinya. jajan pasar. lauknya daging ayam kuning (wiring kuning) dan berumbun. Pohonnya : Trengguli = buahnya tidak berguna. dalam 7 hari tidak boleh mendatangitempat kala. . daging ayam mulus dimasak dengan santan dan bermacam-macam ketan. besar kehendaknya. berkesanggupan. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. Ketika “kala wuku” berada di utara. tidak ada gunanya. Doanya : slamet dina. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. Tak mempunyai burung = tak boleh disuruh jauh. tetapi sebentar baik. sukar dijalani. Bahayanya : dibunuh pada waktu malam. Pohonnya : Upas = bukan tempat perlindungan. Gedungnya ditumpangi tunggal = kaya benda dan dihormati.

Memangku tombak terhunus = waspada dan tajam hatinya. bakti. Pohonya : Wuni sedang berbuah = siapa yang melihat bagaikan mengidam. cepat kerjanya. Doanya : Selamat tolak bilahi. Gedungnya tertutup dibelakang = hemat dan pendia. Bahayanya : diteluh dan kena upas.Penangkalnya : selamatan nasi tumpeng beras sepitrah dikukus. dapat berkumpul ditempat ramai. Bahayanya : digigit ular dan disia-sia. tak suka menganggur. Doanya : selamat. Doanya: Selamat. lauknya daging bebek putih sejodoh dimasak dengan santan. tangkas. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya. jahil. Candranya : wesi trate pulasani = keras hatinya.membuat berita. pemberi.Penangkalnya : selamatan nasi liwet beras sepitrah. dewanya sangyang Citragatra = menjunjung diri sendiri. belas kasihan. Air dijembung dibelakangnya = Arum perintahnya. dalam 7 hari tak boleh turun dari gunung dan menggali tanah. akan tetapi tak mempunyai pangkat. memperlihatkan watak prajurit. lauknya daging ayam dan ikan. tidak suka berkumpul. pemalu. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. Bala. Burungnya : Sepahan = liar budinya. Prangbakat. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. Manahil. daging kambing kendit dimasak macam-macam ketan. Bahayannya : terkena senjata tajam. Pasang keris terhunus = perintahnya mudah didepan. jajan pasar. liar budinya. lekas mengerti. Bahayanya : kenah tulah dan difitnah. menghendaki jadi pemimpin orang. pradah dilahir. tajam pikirannya. banyak rejekinya. Bahayanya : memanjat atu karena tingkahnya sendiri. banyak tandatanda akan mendapat bahagia. ayam dimasak sesukanya. Ketika “kala wuku” berada dibawah. sering mencela. akan tetapi harus diperlihatkan pemberiannya. panggang ayam hitam. pandai sekali bertindak jahat. Penangkalnya : selamatan nasi pulen beras sepitrah dikukus dan bermacam-macam ketan. Doanya : Rajukna : Udan salah mangsa = rejekinya dari jual beli. banyak kemauannya. dewanya batari Durga = suka berbuat huru-hara. Burungnya : Ayam hutan = liar budinya. Selawatnya 8 keteng. Burungnya : Podang = cemburuan. 24. senang tinggal ditempat yang sunyi.Penangkalnya : selamatan nasi tumpeng beras sepitrah dikukus. Candranya : damar murub. sukar dibelakang. Pohonnya : Tageron = sedikit faedahnya. lemah lembut perintahnya dan dihormati. akan tetapi jika telah makan. rela hati. segala yang dikehendaki tak ada sukarnya. suka bercampur dengan kejahatan.Ketika kala wuku berada di sebelah Selatan. 25. Pohonnya = Cempaka = dicintai oleh orang banyak Burungnya = Ayam hutan = dicintai oleh pembesar. berbakat angkuh. banyak ilmunya. dewanya sangyang Singajala = banyak akal. sayuran secukupnya. sayur 7 macam. lauknya daging sapi. bakat angkuh.Ketika kala wuku berada di Barat-Laut.Ketika kolo wuku berada diatas. selalu bersedia-sedia untuk membela diri. Pohonnya : Tirisan = panjang umurnya. Doanya : aelamat pina. dewanya batari Sri = banyak rejekinya. Tangkalnya : selamatan nasi tumpeng beras sepitrah. Candranya : Trenggana abra ing wijit = sabar segala kemauannya. pradah.Ketika kala wuku berapa di Tenggara. suka tinggal ditempat yang sunyi. 27. dalam 7 hari tak boleh naik. lurus pembicaraannya. . dewanya sangyang Bisma = pemarah. dingin perintahnya dicintai oleh orang banyak. bumi langit = selamat. sayuran secukupnya. baik budinya. dicintai oleh pembesar. liat hatinya. dimasak bumbu manis. 26. tinggi budinya. sayuran secukupnya. cukup rejekinya. Kakinya kanan direndam dalam air jembung = perintahnya dingin didepan panas dibelakang. Wugu. Pohonnya : cemara = ramai bicaranya. Jembung berisi air didepan dan duduk disitu = sejuk hatinya. tak ada yang ditakuti. tetap pikiranya. Selawatnya : pacul. sambal gepeng. Burungnya : urang-urangan = cepat kerjanya. Candranya : awang-uwung = baik budinya. jujur. Selawatnya 10 keteng. sabar. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. Selawatnya 40 keteng. Selawatnya 40 keteng. teliti. Wayang.90 23.

lauknya daging binatang yang diburu. Penangkalnya : selamatannasi golong beras sepitrah dikukus. Bilahinya : teraniaya. mendapat kehormatan. dengki. burung. lauknya daging ayam dan bebek yang berwarna merah. jika menjadi pendita. penakut. Bahayanya : dimedan perang. Antaboga = senang tinggal alam untuk bertapa. Candranya : tunggul asri sesengkeraning nata = bagus rupanya. Menghendaki janji = suka bertapa ditempat yang sunyi. pradah hanya lahir. terlihat angkuh. Pohonnya : Wijayakusuma = rupawan. . Candranya : Lintang wulan keraianan = terang hatinya. banyak rejekinya. Selawatnya 5 keteng. Membelakangi senjata tajam = pikirannya terdapat dibelakang. Burungnya : Nori.Ketika kala wuku berada di Barat. tetapi tidak bercahaya. dewanya sangyang Sakri = keras hatinya. segala yang dilihatnya berhasrat dipunyainya. dewanya sangyang Sadana = kuat budinya. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. Burungnya : Ayam hutan = dicintai oleh para pembesar. Doanya : Slamet. Penangkalnya : selamatan beras sepitrah dikukus. tajam pikirannya. 30. daun-daunan 7 macam. Pohonnya : Tal = panjang umurnya. 29. tidak suka pada keramaian. gemar bersemedi. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. kuat budinya. semuanya yang halal. Nagagini = gemar kepada asamara. Doanya : Mubarak. Kulawu. ikan dan daging burung. Selawatnya satakswawe. boros. Duduk dijembung berisi air ditepi kolam = sejuk hatinya. liar dan tinggi budinya. suka tinggal ditempat sunyi. dimasak bermacam-macam jenang.91 28. dewanya sangyang Antaboga dan batari Nagagini. akhirnya besar kebahagiannya. Bahayanya : terkena bisa. teliti. dimasak sekehendahnya. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. dingin perintahnya.Ketika kala wuku berada di Utara. besar harapannya. sering bersedih hati. Dukut. Doanya : Kabula. Watugunung. lauknya panggang ayam putih mulus dan ayam brumbun. Candranya : Bun tumetes ing sendang = ketika kecil miskin. Burungnya : Gogik = cemburuan. besar harapannya. kurang pandai. tak boleh didekati. binatang berliang.Penangkalnya : selamatan nasi tumpeng beras sepitrah dikukus.Ketika kala wuku berapa di timur. Pohonnya : Pandan wangi = kiri tempatnya. Selawatnya 9 keteng. Menghadapi keris terhunus = waspada. Membelakangi gedungnya = hemat dan pendiam. tinggi budinya. murka. besar harapannya. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya.

Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun. niscaya dia akan melihat (balasan)nya.92 Memayu hayuning buwana Amung sami adremi nengga Sabda Gusti hing wasana Nemahi jaman buwana yudha Ilanging bumi sakabehe Nuli ganti alam lestari Ojo nganti padha rugi "Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat). supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun. pada hari itu bumi menceritakan beritanya. karena sesungguhnya Rabbmu telah memerintahkan (yang demikian itu) kepadanya Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam. dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya. Al Zalzalah ) . dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (jadi begini)?". ( QS. niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.

93 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful