1

RELIGI JAWA

Orang Jawa percaya bahwa Tuhan adalah pusat alam semesta dan pusat segala kehidupan karena sebelum semuanya terjadi di dunia ini Tuhanlah yang pertama kali ada. Tuhan tidak hanya menciptakan alam semesta beserta isinya tetapi juga bertindak sebagai pengatur, karena segala sesuatunya bergerak menurut rencana dan atas ijin serta kehendak-Nya. Pusat yang dimaksud dalam pengertian ini adalah sumber yang dapat memberikan penghidupan, keseimbangan dan kestabilan, yang dapat juga memberi kehidupan dan penghubung individu dengan dunia atas. Pandangan orang Jawa yang demikian biasa disebut Manunggaling Kawula Lan Gusti,yaitu pandangan yang beranggapan bahwa kewajiban moral manusia adalah mencapai harmoni dengan kekuatan terakhir dan pada kesatuan terakhir, yaitu manusia menyerahkan dirinya selaku kawula terhadap Gustinya. Puncak gunung dalam kebudayaan Jawa dianggap suatu tempat yang tinggi dan paling dekat dengan dunia diatas, karena pada awalnya dipercayai bahwa roh nenek moyang tinggal di gununggunung. Sebagian besar orang Jawa termasuk dalam golongan yang telah berusaha mencampurkan beberapa konsep dan cara berpikir islam, dengan pandangan asli mengenai alam kodrati (dunia ini) dan alam adikodrati (alam gaib atau supranatural). Pandangan hidup merupakan suatu abstraksi dari pengalaman hidup. Pandangan hidup adalah sebuah pengaturan mental dari pengalaman hidup yang kemudian dapat mengembangkan suatu sikap terhadap hidup. Ciri pandangan hidup orang Jawa realitas yang mengarah kepada pembentukan kesatuan Numinus antara alam nyata, masyarakat dan alam adikodrati yang dianggap keramat. Alam adalah ungkapan kekuasaan yang menentukan kehidupan. Orang Jawa percaya bahwa kehidupan mereka telah ada garisnya, mereka hanya menjalankan saja. Dasar kepercayaan Jawa atau Javanisme adalah keyakinan bahwa segala sesuatu yang ada didunia ini pada hakekatnya adalah satu, atau merupakan kesatuan hidup. Javanisme memandang kehidupan manusia selalu terpaut erat dalam kosmos alam raya. Dengan demikian kehidupan manusia merupakan suatu perjalanan yang penuh dengan pengalaman-pengalaman yang religius. Alam pikiran orang Jawa merumuskan kehidupan manusia berada dalam dua kosmos (alam) yaitu makrokosmos dan mikrokosmos. Makrokosmos dalam pikiran orang Jawa adalah sikap dan pandangan hidup terhadap alam semesta, yang mengandung kekuatan-kekuatan supranatural (adikodrati). Tujuan utama dalam hidup adalah mencari serta menciptakan keselarasan atau keseimbangan antara kehidupan makrokosmos dan mikrokosmos. Dalam makrokosmos pusat alam semesta adalah Tuhan. Alam semesta memiliki hirarki yang ditujukan dengan adanya jenjang alam kehidupan dan adanya tingkatan dunia yang semakin sempurna ( dunia atas - dunia manusia - dunia bawah ). Alam semesta terdiri dari empat arah utama ditambah satu pusat yaitu Tuhan yang mempersatukan dan memberi keseimbangan. Sikap dan pandangan terhadap dunia nyata ( mikrokosmos ) adalah tercermin pada kehidupan manusia dengan lingkungannya, susunan manusia dalam masyarakat, tata kehidupan manusia seharihari dan segala sesuatu yang nampak oleh mata. Dalam menghadapi kehidupan manusia yang baik dan benar didunia ini tergantung pada kekuatan batin dan jiwanya. Bagi orang Jawa dahulu, pusat dunia ini ada pada pimpinan atau raja dan keraton, Tuhan adalah pusat makrokosmos sedangkan raja dianggap perwujudan wakil Tuhan di dunia, sehingga dalam dirinya terdapat keseimbangan berbagai kekuatan dari dua alam. Jadi raja dipandang sebagai pusat komunitas di dunia seperti halnya raja menjadi mikrokosmos dari wakil Tuhan dengan keraton sebagai tempat

2

kediaman raja. Keraton merupakan pusat keramat kerajaan dan bersemayamnya raja karena rajapun dianggap merupakan sumber kekuatan-kekuatan kosmis yang mengalir ke daerah kedaulatannya dan membawa ketentraman, keadilan dan kesuburan wilayah. Hal hal diatas merupakan gambaran umum tentang alam pikiran serta sikap dan pandangan hidup yang dimiliki oleh orang Jawa pada jaman kerajaan. Alam pikiran ini telah berakar kuat dan menjadi landasan falsafah dari segala perwujudan yang ada dalam tata kehidupan orang Jawa.

KEJAWEN

Mari kita mengutip satu tembang Jawa Tak uwisi gunem iki Niyatku mung aweh wikan Kabatinan akeh lire Lan gawat ka liwat-liwat Mulo dipun prayitno Ojo keliru pamilihmu Lamun mardi kebatinan saya akhiri pembicaraan ini saya hanya ingin memberi tahu kabatinan banyak macamnya dan artinya sangat gawat maka itu berhati-hatilah Jangan kamu salah pilih kalau belajar kebatinan

Tembang ini menggambarkan nasihat seorang tua (pinisepuh) kepada mereka yang ingin mempelajari kabatinan cara kejawen. Kiranya perlu dipahami bahwa tujuan hakiki dari kejawen adalah berusaha mendapatkan ilmu sejati untuk mencapai hidup sejati, dan berada dalam keadaan harmonis hubungan antara kawula (manusia) dan Gusti (Pencipta) ( jumbuhing kawula Gusti ) /pendekatan kepada Yang Maha Kuasa secara total. Keadaan spiritual ini bisa dicapai oleh setiap orang yang percaya kepada Tuhan, yang mempunyai moral yang baik, bersih dan jujur. beberapa laku harus dipraktekkan dengan kesadaran dan ketetapan hati yang mantap. Pencari dan penghayat ilmu sejati diwajibkan untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi semua orang serta melalui kebersihan hati dan tindakannya. Cipta, rasa, karsa dan karya harus baik, benar, suci dan ditujukan untuk mamayu hayuning bawono. Ati suci jumbuhing Kawulo Gusti : hati suci itu adalah hubungan yang serasi antara Kawulo dan Gusti, kejawen merupakan aset dari orang Jawa tradisional yang berusaha memahami dan mencari makna dan hakekat hidup yang mengandung nilai-nilai. Dalam budaya jawa dikenal adanya simbolisme, yaitu suatu faham yang menggunakan lambang atau simbol untuk membimbing pemikiran manusia kearah pemahaman terhadap suatu hal secara lebih dalam. Manusia mempergunakan simbol sebagai media penghantar komunikasi antar sesama dan segala sesuatu yang dilakukan manusia merupakan perlambang dari tindakan atau bahkan karakter dari manusia itu selanjutnya. Ilmu pengetahuan adalah simbol-simbol dari Tuhan, yang diturunkan kepada manusia, dan oleh manusia simbol-simbol itu ditelaah dibuktikan dan kemudian diubah menjadi simbol-simbol yang lebih mudah difahami agar bisa diterima oleh manusia lain yang memiliki daya tangkap yang berberda-beda. Biasanya sebutan orang Jawa adalah orang yang hidup di wilayah sebelah timur sungai Citanduy dan Cilosari. Bukan berarti wilayah di sebelah barat-nya bukan wilayah pulau Jawa. Masyarakat Jawa

3

adalah masyarakat yang menjunjung tinggi rasa kekeluargaan dan suka bergotong royong dengan semboyannya “saiyeg saekoproyo “ yang berarti sekata satu tujuan. Kisah suku Jawa diawali dengan kedatangan seorang satriya pinandita yang bernama Aji Saka, sampai kemudian satriya itu menulis sebuah sajak yang kemudian sajak tersebut diakui menjadi huruf jawa dan digunakan sebagai tanda dimulainya penanggalan tarikh Caka. Kejawen adalah faham orang jawa atau aliran kepercayaan yang muncul dari masuknya berbagai macam agama ke jawa. Kejawen mengakui adanya Tuhan Gusti Allah tetapi juga mengakui mistik yang berkembang dari ajaran tasawuf agama-agama yang ada. Tindakan tersebut dibagi tiga bagian yaitu tindakan simbolis dalam religi, tindakan simbolis dalam tradisi dan tindakan simbolis dalam seni. Tindakan simbolis dalam religi, adalah contoh kebiasaan orang Jawa yang percaya bahwa Tuhan adalah zat yang tidak mampu dijangkau oleh pikiran manusia, karenanya harus di simbolkan agar dapat di akui keberadaannya misalnya dengan menyebut Tuhan dengan Gusti Ingkang Murbheng Dumadi, Gusti Ingkang Maha Kuaos, dan sebagainya. Tindakan simbolis dalam tradisi dimisalkan dengan adanya tradisi upacara kematian yaitu medo’akan orang yang meninggal pada tiga hari, tujuh hari, empatpuluh hari, seratus hari, satu tahun, dua tahun, tiga tahun, dan seribu harinya setelah seseorang meninggal (tahlillan). Dan tindakan simbolis dalam seni dicontohkan dengan berbagai macam warna yang terlukis pada wajah wayang kulit; warna ini menggambarkan karakter dari masing-masing tokoh dalam wayang. Perkembangan budaya jawa yang mulai tergilas oleh perkembangan teknologi yang mempengaruhi pola pikir dan tindakan orang jawa dalam kehidupan. Maka orang mulai berfikir bagaimana bisa membuktikan hal gaib secara empiris tersebut dengan menggunakan berbagai macam metode tanpa mengindahkan unsur kesakralan. Bahkan terkadang kepercayaan itu kehilangan unsur kesakralannya karena dijadikan sebagai obyek exploitasi dan penelitian. Kebiasaan orang Jawa yang percaya bahwa segala sesuatu adalah simbol dari hakikat kehidupan, seperti syarat sebuah rumah harus memiliki empat buah soko guru (tiang penyangga) yang melambangkan empat unsur alam yaitu tanah, air, api, dan udara, yang ke empatnya dipercaya akan memperkuat rumah baik secara fisik dan mental penghuni rumah tersebut. Namun dengan adanya teknologi konstruksi yang semakin maju, keberadaan soko guru itu tidak lagi menjadi syarat pembangunan rumah. Dengan analisa tersebut dapat diperkirakan bagaimana nantinya faham simbolisme akan bergeser dari budaya jawa. Tapi bahwa simbolisme tidak akan terpengaruh oleh kehidupan manusia tapi kehidupan manusialah yang tergantung pada simbolisme. Dan sampai kapanpun simbolisme akan terus berkembang mengikuti berputarnya sangkakala. Mangkunegara IV (Sembah dan Budiluhur) Mangkunegara IV memiliki empat ajaran utama yang meliputi sembah raga, sembah cipta (kalbu), sembah jiwa, dan sembah rasa. Sembah Raga Sembah raga ialah menyembah Tuhan dengan mengutamakan gerak laku badaniah atau amal perbuatan yang bersifat lahiriah. Cara bersucinya sama dengan sembahyang biasa, yaitu dengan mempergunakan air (wudhu). Sembah yang demikian biasa dikerjakan lima kali sehari semalam dengan mengindahkan pedoman secara tepat, tekun dan terus menerus, seperti bait berikut: Sembah raga puniku / pakartining wong amagang laku / sesucine asarana saking warih / kang wus lumrah limang wektu / wantu wataking wawaton Sembah raga, sebagai bagian pertama dari empat sembah yang merupakan perjalanan hidup yang panjang ditamsilkan sebagai orang yang magang laku (calon pelaku atau penempuh perjalanan hidup kerohanian), orang menjalani tahap awal kehidupan bertapa (sembah raga puniku, pakartining wong amagang laku). Sembah ini didahului dengan bersuci yang menggunakan air (sesucine asarana saking warih). Yang berlaku umum sembah raga ditunaikan sehari semalam lima kali. Atau dengan kata lain bahwa untuk menunaikan sembah ini telah ditetapkan waktu-waktunya lima kali dalam sehari

Apabila sembah raga menekankan penggunaan air untuk membasuh segala kotoran dan najis lahiriah. namun bukan berarti mengabaikan aspek rohaniah. Dan yang keempat inilah taharah pada Nabi dan Shiddiqin. tetapi dengan awas emut (selalu waspada dan ingat/dzikir kepada keadaan alam baka/langgeng). sebab orang yang magang laku selain ia menghadirkan seperangkat fisiknya. ada empat tingkat. tidak pula seperti pada sembah kalbu dengan menundukkan hawa nafsu. kalbu berarti hati . seperti terlihat pada bait berikut: Samengko kang tinutur / Sembah katri kang sayekti katur / Mring Hyang Sukma suksmanen saari-ari / Arahen dipun kecakup / Sembahing jiwa sutengong Dalam rangkaian ajaran sembah Mangkunegara IV yang telah disebut terdahulu. maka sembah itu tidak sah. membersihkan anggota badan dari berbagai pelanggaran dan dosa. Sembah lima waktu merupakan shalat fardlu yang wajib ditunaikan (setiap muslim) dengan memenuhi segala syarat dan rukunnya (wantu wataking wawaton). angan-angan. harapan atau keinginan yang tersimpan di dalam hati. ia juga menghadirkan seperangkat aspek spiritualnya sehingga ia meningkat ke tahap kerohanian yang lebih tinggi. Sedangkan kotoran yang kedua dibersihkan dan dibasuh tanpa air yaitu dengan menahan dan menjauhkan diri dari pelanggaran dan dosa. tampak dengan jelas pada bait berikut : . Keempat. Pertama. Sembah ini hendaknya diresapi secara menyeluruh tanpa henti setiap hari dan dilaksanakan dengan tekun secara terus-menerus. Inilah akhir perjalanan hidup batiniah. Watak suatu waton (pedoman) harus dipedomani. meskipun lebih menekankan gerak laku badaniah. membersihkan hati dari akhlak yang tercela dan budi pekerti yang hina. Jika thaharah yang pertama dan kedua menurut Al-Ghazali masih menekankan bentuk lahiriah berupa hadats dan najis yang melekat di badan yang berupa pelanggaran dan dosa yang dilakukan oleh anggota tubuh. Thaharah (bersuci) itu. Apabila cipta mengandung arti gagasan. maka sembah kalbu menekankan pengekangan hawa nafsu yang dapat mengakibatkan terjadinya berbagai pelanggaran dan dosa (sucine tanpa banyu. demikian kata Al-Ghazali. Ia disebut pepuntoning laku (pokok tujuan atau akhir perjalanan suluk). maka sembah cipta di sini mengandung arti sembah kalbu atau sembah hati. Betapa penting dan mendalamnya sembah jiwa ini. Tanpa mempedomani syarat dan rukun. Sembah Cipta ( Kalbu ) Sembah ini kadang-kadang disebut sembah cipta dan kadang-kadang disebut sembah kalbu. Kedua. sembah jiwa ini menempati kedudukan yang sangat penting. Jika sembah cipta (kalbu) mengutamakan peran kalbu. Cara bersucinya tidak seperti pada sembah raga dengn air wudlu atau mandi. Sembah raga yang demikian ini wajib ditunaikan terus-menerus tiada henti (wantu) seumur hidup. Dengan keharusan memenuhi segala ketentuan syarat dan rukun yang wajib dipedomani (wataking wawaton). Sembah raga tersebut. amung nyunyuda hardaning kalbu). Thaharah yang ketiga dan keempat juga tanpa menggunakan air. membersihkan hati nurani dari apa yang selain Allah.4 semalam (kang wus lumrah limang wektu). Ketiga. membersihkan hadats dan najis yang bersifat lahiriah. alam Ilahi. seperti terungkap pada Pupuh Gambuh bait 1 dan Pupuh Gambuh bait 11 berikut : Samengkon sembah kalbu / yen lumintu uga dadi laku / laku agung kang kagungan narapati / patitis teteking kawruh / meruhi marang kang momong. maka sembah jiwa lebih halus dan mendalam dengan menggunakan jiwa atau al-ruh. bukan sembah gagasan atau angan-angan. Tetapi dengan membersihkan hati dari budi jahat dan mengosongkan hati dari apa saja yang selain Allah. Sembah Jiwa Sembah jiwa adalah sembah kepada Hyang Sukma ( Allah ) dengan mengutamakan peran jiwa. Cara membersihkannya dibasuh dengan air.

Pelaksanaan sembah jiwa ialah dengan berniat teguh di dalam hati untuk mengemaskan segenap aspek jiwa. Pada tingkatan ini. Dengan demikian triloka (alam semesta) tergulung menjadi satu. Apabila sembah jiwa dipandang sebagai sembah pada proses pencapaian tujuan akhir perjalanan suluk (pepuntoning laku). Berbeda dengan sembah raga dan sembah kalbu. seorang salik masih tetap dibimbing gurunya seperti telah disebut di muka." Sembah Rasa Sembah rasa ini berlainan dengan sembah-sembah yang sebelumnya. Sembah yang keempat ini ialah sembah yang dihayati dengan merasakan intisari kehidupan makhluk semesta alam. maka sembah rasa berarti menyembah Tuhan dengan menggunakan alat batin inti ruh. Oleh karena itu. tempat sembah yang keempat. lalu diikatnya kuat-kuat untuk diarahkan kepada tujuan yang hendak dicapai tanpa melepaskan apa yang telah dipegang pada saat itu. ditinjau dari segi perjalanan suluk. sembah ini adalah tingkat permulaan (wong amagang laku) dan sembah yang kedua adalah tingkat lanjutan. Jika sembah kalbu mengandung arti menyembah Tuhan dengan alat batin kalbu atau hati seperti disebutkan sebelumnya. jiwa/ruh dan inti jiwa/inti ruh (telengking kalbu atau wosing jiwangga) yang memperlihatkan susunan urutan kedalaman dan kehalusannya. Begitu pula jagad besar dan jagad kecil digulungkan disatupadukan. Maka untuk menghadapi keadaan yang menggumkan itu. demikian menurut Mangkunegara IV. Dan di sinilah akhir perjalanan suluknya.5 Sayekti luwih perlu / ingaranan pepuntoning laku / Kalakuan kang tumrap bangsaning batin / Sucine lan awas emut / Mring alaming lama amota. Alat batin yang belakangan ini adalah alat batin yang paling dalam dan paling halus yang menurut Mangkunegara IV disebut telenging kalbu (lubuk hati yang paling dalam) atau disebut wosing jiwangga (inti ruh yang paling halus). melainkan sembah yang dilakukan di tempat tujuan akhir suluk. dalam diri manusia terdapat tiga buah alat batin yaitu. hendaklah perasaan hati dipertebal dan diperteguh jangan terpengaruh apa yang terjadi. Pelaksanaan sembah rasa itu tidak lagi memerlukan petunjuk dan bimbingan guru seperti ketiga sembah sebelumnya. kalbu. seorang salik dapat melaksanakan sendiri sembah rasa sesuai petunjukpetunjuk gurunya. tetapi harus dilakukan salik sendiri dengan kekuatan batinnya. maka sembah rasa adalah sembah yang dilakukan bukan dalam perjalanan suluk itu. sembah jiwa berarti menyembah Tuhan dengan alat batin jiwa atau ruh. Di situlah terlihat alam yang bersinar gemerlapan. sembah yang pertama menekankan kesucian jasmaniah dengan menggunakan air dan sembah yang kedua menekankan kesucian kalbu dari pengaruh jahat hawa nafsu lalu membuangnya dan menukarnya dengan sifat utama. Sedangkan sembah ketiga menekankan pengisian seluruh aspek jiwa dengan dzikir kepada Allah seraya mengosongkannya dari apa saja yang selain Allah. Ia didasarkan kepada rasa cemas. ia dipandang telah cukup ahli dalam melakukan sembah dengan mempergunakan aspek-aspek batiniahnya sendiri. Dengan kata lain. seperti diungkapkan Mangkunegara IV dalam bait berikut: Semongko ingsun tutur / gantya sembah lingkang kaping catur / sembah rasa karasa wosing dumadi / dadi wus tanpa tuduh / mung kalawan kasing batos. Pada tingkat ini ia dipandang telah memiliki kematangan rohani. . Untuk sampai di sini. Ditinjau dari segi tata cara pelaksanaannya. Dengan demikian menurut Mangkunegara IV. seorang salik telah tiba di tempat yang dituju. Hal yang demikian itu dijelaskan Mangkunegara IV pada bait berikut: "Ruktine ngangkah ngukud / ngiket ngruket triloka kakukud / jagad agung ginulung lan jagad alit / den kandel kumandel kulup / mring kelaping alam kono. Setelah ia diantarkan sampai selamat oleh gurunya untuk memasuki pintu gerbang. maka selanjutnya ia harus mandiri melakukan sembah rasa.

perukunan kawula manembah gusti. jiwa ayu dan pancasila handayaningratan dari Surakarta. karya "kasusastran" Jawa (dalam bentuk syair) yang ditulis oleh Sunan Paku Buono IV. Budaya seperti itu secara resmi merupakan “aliran kecil”. tanpa menyandarkan kepada orang lain. Oleh karena itu. keberanian dan keteguhan hati seorang salik. tidak dapat diselami dengan kata-kata.000 peserta yang mewakili 100 organisasi. paguyuban sumarah dan sapta dari yogyakarta. BUDAYA KEBATINAN Di dalam serat Wulang Reh. seperti Penunggalan. seperti terlihat pada bait berikut: Iku luwih banget gawat neki / ing rar=’]asantang keneng rinasa / tan kena ginurokake / yeku yayi dan rampung / eneng onengira kang ening / sungapan ing lautan / tanpa tepinipun / pelayaran ing kesidan / aneng sira dewe tan Iyan iku yayi eneng ening wardaya. Sejarah budaya Kebatinan Pada tanggal 19 dan 20 Agustus 1955 di Semarang telah diadakan kongres dari berpuluh-puluh budaya kebatinan yang ada di berbagai daerah di jawa dengan tujuan untuk mempersatukan semua organisasi yang ada pada waktu itu.6 Di sini. yang kemudian juga menyelenggarakan dua kongres serta seminar mengenai masalah kebatinan dalam tahun 1959. 1961 dan 1962 (Pakan 1978:98). Dalam tembang Kinanthi ajaran itu bertutur : Pada gulangen ing kalbu ing sasmita amrih lantip aja pijer mangan nendra kaprawiran den kaesti pesunen sarira nira sudanen dhahar lan guling (Intinya. Kejernihan batinlah yang menjadi modal utama. sungguh sangat mendalam. terdapat juga ajaran untuk hidup secara asketik. ilmu kebatinan kasunyatan dari yogyakarta. Kongres berikutnya yang diadakan pada tanggal 7 Agustus tahun berikutnya di Surakarta sebagai lanjutannya. Sebagian kecil dari budaya kebatinan ini biasanya mempunyai anggota tak lebih dari 200 orang namun ada yang beranggotakan lebih dari 1000 orang yang tersebar di berbagai kota di jawa dan terorganisasi dalam cabang-cabang. ilmu sejati dari madiun. dituntut kemandirian. Orang pun tak boleh mengumbar nafsu makan serta tidur). dengan mana usaha menuju kasampurnaning urip (kesempurnaan hidup) dan mendekat Yang Maha Widi (Allah Yang Maha Kuasa) bisa dicapai. Hal ini sesuai dengan wejangan Amongraga kepada Tambangraras dalam Centini bait 156. dihadiri oleh lebih dari 2. demikian dinyatakan Amongraga. Kesemuanya itu tergantung pada diri sendiri. dan lima yang besar adalah hardapusara dari purworejo. orang harus melatih kepekaan hati agar tajam menangkap gejala dan tanda-tanda. paguyuban ngesti tunggal (pangestu) dari surakarta. kejernihan batin dan kecintaan yang mendalam untuk melebur diri di muara samudera luas tanpa tepi dan berjalan menuju kesempurnaan. . seorang salik harus merampungkannya sendiri dengan segala ketenangan. Kebanyakan budaya kebatinan di Jawa awalnya merupakan budaya lokal saja dengan anggota yang terbatas jumlahnya. yakni tidak lebih dari 200 orang. Sembah tersebut. tidak dapat pula dimintakan bimbingan guru. dan trimurti naluri majapahit dari mojokerto dan lain-lain. Pertemuan-pertemuan itu berhasil mendirikan suatu organisasi bernama Badan Kongres Kebatinan Indonesia (BKKI) (Badan 1956). susila budi darma (SUBUD) yang asalnya berkembang di semarang.

Sukirno Hartono dari Yogyakarta. dengan kemungkinan bahwa masih ada organisasi-organisasi kecil lainnya yang tidak terdaftar di sana. de jong yang mempelajari budaya kebatinan jawa di jawa tengah. Madiun. melaporkan bahwa dalam propinsi jawa tengah saja tercatat sebanyak 286 organisasi kebatinan dalam tahun 1870. yang di antara tahun 1932 dan 1933 menerima wangsit yang oleh kedua orang pengikutnya dicatat dan kemudian diterbitkan menjadi buku sasangka djati. pusatnya sekarang berada di Jakarta. namun berkembang kembali tahun 1950 di Yogyakarta. Sapta darma adalah yang termuda dari kelima gerakan kebatinan yang terbesar di jawa yang didirikan tahun 1955 oleh guru agama bernama Hardjosaputro yang kemudian mengganti namanya menjadi Panuntun Sri Gutomo. intisari kehidupan dan hakekat Tuhan. Majalah yang dikeluarkan organisasi itu dwijawara merupakan tali pengikat bagi para anggotanya yang tersebar itu. Pada akhir tahun 1940-an gerakan itu mulai mundur. Sepuluh lainnya adalah organisasi-organisasi yang besar. Para pengikutnya mula-mula adalah seorang priyayi dari Purworejo dan beberapa kota lain di daerah bagelan. Ia konon menamatkan ilmu dari menerima wangsit dan ajaran-ajarannya semula disebut kawruh kasunyatan gaib. Doktrin ajaran organisasi itu dimuat dalam buku berjudul susila budhi dharma. atau lebih terkenal dengan nama Pangestu adalah sebuah budaya kebatinan lain yang luas jangkauannya. S. Susila budi (SUBUD) didirikan pada tahun 1925 di semarang. Gerakan ini didirikan oleh Soenarto. Australia dan Amerika. Walaupun demikian para pemimpinnya hampir semua priyayi. dengan pemimpinnya bernama R. yang diantaranya ada yang berlatar belakang pendidikan psikologi. Yogyakarta. yang berpusat dikota-kota lain seperti Jakarta. Ng. Berbeda dengan keempat organisasi yang lain. yaitu Buku Kawula Gusti dan Wigati. lima diantaranya dengan anggota sebanyak antara 30-70 orang.000 orang tersebar di banyak kota di Jawa. Ajaran-ajarannya termaktub dalam dua buah buku yang oleh para pengikutnya sudah hampir dianggap keramat. sapta darma beranggotakan orang-orang dari daerah pedesaan dan orang-orang pekerja kasar yang tinggal di kota-kota. Banyak dari para pengikutnya adalah orang Asia. Anggota-anggotanya yang berjumlah beberapa ribu itu tersebar di berbagai kota diseluruh Indonesia dan mempunyai sebanyak 87 cabang di luar negeri. melainkan menamakan dirinya “Pusat Latihan Kejiwaan”.7 Hardapusara adalah yang tertua diantara kelima gerakan yang terbesar itu. Walaupun budaya kebatinan ada di seluruh daerah di jawa. Dalam tahun 1970 ada 13 organisasi kebatinan di sana. Beliau berasal dari desa keplakan dekat pare. Paguyuban sumarah juga merupakan organisasi besar yang dimulai sebagai suatu gerakan kecil. terutama berasal dari kalangan priyayi. Pangestu didirikan di surakarta pada bulan mei 1949. yang dalam tahun 1895 didirikan oleh Kyai Kusumawicitra. Ahli sosiolagi Selosoemardjan berpendirian bahwa orang jawa pada umumnya cenderung untuk . dan juga Jakarta.000 orang baik yang berasal dari golongan priyayi maupun dari kelas-kelas masyarakat lain. Ia mengaku menerima wahyu pada tahun 1935. dan anggota-anggotanya yang kini sudah berjumlah 50. Namun anggota yang berasal dari daerah pedesaan juga banyak yaitu yang tinggal di pemukiman transmigrasi di sumatera dan kalimantan. Jumlah anggotanya kini sudah mencapai 115. Jumlah anggotanya konon sudah mencapai beberapa ribu orang. selain itu gerakan itu juga menerbitkan majalah berkala berjudul Pewarta Kejiwaan Subud. Pengikut-pengikut terkemuka dari budaya kebatinan. Budaya ini tidak mau disebut budaya kebatinan. Eropa. Kediri dan sebagainya (jong 1973: 10-12). biasanya menjelaskan bahwa timbulnya berbagai budaya itu disebabkan karena sebagian besar orang jawa butuh mencari hakekat alam semesta. tetapi ada satu yang anggotanya sekitar 500 orang dalam tahun 1970. organisasi ini dahulu pernah berkembang dan mempunyai cabang-cabangnya di berbagai kota di Jawa Tengah. seorang petani desa kemanukan dekat purworejo. Pagguyuban ngesti tunggal. Buku yang berisi ajarannya adalah kitab pewarah sapta darma. namun Surakarta sebagai pusat kebudayaan jawa agaknya masih merupakan tempat dimana terdapat paling banyak organisasi kebatinan yang terpenting. Jawa timur.

8

mencari keselarasan dengan lingkungan dan hati nuraninya, yang sering dilakukannya dengan cara-cara metafisik. Mistik Kebatinan Menurut pandangan ilmu mistik kebatinan orang jawa, kehidupan manusia merupakan bagian dari alam semesta secara keseluruhan, dan hanya merupakan bagian yang sangat kecil dari kehidupan alam semesta yang abadi, dimana manusia itu seakan-akan hanya berhenti sebentar untuk minum. Sikap. Gaya hidup, dan banyak aktivitas sebagai latihan upacara yang harus diterima dan dilakukan oleh seorang, yang ingin menganut mistik dibawah pimpinan guru dan panuntun agama itu, pada dasarnya sama pada berbagai gerakan kebatinan jawa yang ada. Hal yang mutlak perlu adalah kemampuan untuk melepaskan diri dari dunia kebendaan, yaitu memiliki sifat rila (rela) untuk melepaskan segala hak milik, pikiran atau perasaan untuk memiliki, serta keinginan untuk memiliki.. melalui sikap rohaniah ini orang dapat membebaskan diri dari berbagai kekuatan serta pengaruh dunia kebendaan di sekitarnya. Sikap menyerah serta mutlak ini tidak boleh dianggap sebagai tanda sifat lemahnya seseorang; sebaliknya ia menandakan bahwa orang seperti itu memiliki kekuatan batin dan keteguhan iman. Kemampuan untuk membebaskan diri dari dunia kebendaan dan kehidupan duniawi juga melibatkan sikap narima yaitu sikap menerima nasib, dan sikap bersabar, yang berarti sikap menerima nasib dengan rela. Kemampuan untuk memiliki sikap-sikap semacam itu dapat diperoleh dengan hidup sederhana dalam arti yang sesungguhnya, hidup bersih, tetapi juga dengan jalan melakukan berbagai kegiatan upacara kegiatan upacara yang meningkatkan kemampuan berkonsentrasi dengan jalan mengendalikan diri, dan melakukan berbagai latihan samadi. Melalui latihan bersemedi di harapkan agar orang dapat membebaskan dirinya dari keadaan sekitarnya, yaitu menghentikan segala fungsi tubuh dan keinginan serta nafsu jasmaninya. Hal ini dapat memberikan keheningan pikiran dan membuatnya mengerti dan menghayati hakekat hidup serta keselarasan antara kehidupan rohaniah dan jasmaniah. Apabila orang sudah bebas dari beban kehidupan duniawi (pamudharan), maka orang itu setelah melalui beberapa tahap berikutnya, pada suatu saat akan dapat bersatu dengan Tuhan ( jumbuhing kawula Gusti, atau manunggaling kawulaGusti ) /Pendekatan kepada Illahi. Namun dengan tercapainya pamudharan, yang memungkinkan orang untuk melepaskan diri dari kehidupan dunia kebendaan, orang itu juga tidak terbebas dari kewajiban-kewajibannya dalam kehidupan yang konkret; bahkan, orang yang sudah mencapai pamudharan, wajib amemayu ayuning bawana, atau berupaya memperindah dunia, yaitu berusaha memelihara dan memperindah dengan jalan melakukan hal-hal yang baik, dan hidup dengan penuh tanggung jawab. Gerakan Untuk Purifikasi Jiwa Semua organisasi kebatinan yang besar umumnya, memang bersifat mistis; banyak gerakan kebatinan, terutama yang jumlah anggotanya sedikit, hanya berusaha untuk mencapai purifikasi jiwa, Hal yang mereka inginkan adalah memperoleh suatu kehidupan kerohanian yang mantap, tanpa rasa takut dan rasa ketidak-pastian. Inilah yang oleh orang jawa disebut orang yang sudah “bebas” (kamanungsan, kasunyatan). Cara untuk kamanungsan pada umumnya sama dengan cara untuk mencapai pamudharan tersebut diatas. Kecuali beberapa variasi kecil, maka cara untuk mencapai purifikasi jiwa pada dasarnya adalah dengan menjalankan kehidupan yang penuh tanggung jawab, baik secara moral, sederhana, mampu membebaskan diri dari keduniawian, mempunyai sikap yang baik terhadap kehidupan, nasib dan kematian dan melakukan samadi secara ketat. Oleh karena gerakan-gerakan kebatinan ini berusaha mencari kebebasan rohaniah individu, maka orang mudah mengerti bahwa sifatnya agak individualis; gerakan-gerakan seperti itu paling tidak menarik bagi orang-orang yang membutuhkan kehidupan keagamaan, tanpa harus menaati peraturan-peraturan keagamaan yang resmi secara ketat, namun menyesuaikan dengan adat istiadat (Said 1972-a: 153-154)

9

Kebatinan Yang Berdasarkan Ilmu Gaib Di seluruh daerah tempat tinggal orang jawa banyak terdapat gerakan-gerakan kebatinan yang hanya beranggotakan beberapa puluh orang saja. Kebanyakan dari gerakan seperti itu berpusat di kotakota dan pada umumnya bersifat rahasia, yaitu dengan tujuan-tujuan yang bersifat mistik, moralis, atau etis dan dipimpin oleh seorang guru. Untuk mencapai tujuannya, para anggota gerakan seperti itu banyak melakukan praktek-praktek ilmu gaib, disamping studi dan bersamadi. Banyak dari budaya semacam itu pada awalnya adalah suatu organisasi yang mengajar seni bela diri pencak. Kecuali memberi latihan fisik, gurunya juga melatih murid-muridnya untuk melakukan meditasi. Untuk menciptakan suasana keramat, ada juga yang ditambah berbagai ritus ilmu gaib secara rahasia yang dimaksudkan agar para muridnya, memperoleh kekebalan dan kesaktian tertentu.

CIPTA TUNGGAL

Cipta bermakna: pengareping rasa, tunggal artinya satu atau difokuskan ke satu obyek. Jadi Cipta Tunggal bisa diartikan sebagai konsentrasi cipta. 1. Cipta, karsa ( kehendak ) dan pakarti ( tindakan ) selalu aktif selama orang itu masih hidup. Pakarti bisa berupa tindakan fisik maupun non fisik, pakarti non fisik misalnya seseorang bisa membantu memecahkan atau menyelesaikan masalah orang lain dengan memberinya nasehat, nasehat itu berasal dari cipta atau rasa yang muncul dari dalam. Sangatlah diharapkan seseorang itu hanya menghasilkan cipta yang baik sehingga dia juga mempunyai karsa dan pakarti / tumindak yang baik, dan yang berguna untuk diri sendiri atau syukur -syukur pada orang lain. 2. Untuk bisa mempraktekkan tersebut diatas, orang itu harus selalu sabar, konsestrasikan cipta untuk sabar, orang itu bisa makarti dengan baik apabila kehendak dari jiwa dan panca indera serasi lahir dan batin. Ingatlah bahwa jiwa dan raga selalu dipengaruhi oleh kekuatan api, angin, tanah dan air. 3. Untuk memelihara kesehatan raga, antara lain bisa dilakukan : a. Minumlah segelas air dingin dipagi hari, siang dan malam sebelum tidur, air segar ini bagus untuk syarat dan bagian-bagian tubuh yang lain yang telah melaksanakan makarti. b. Jagalah tubuh selalu bersih dan sehat, mandilah secara teratur di negeri tropis sehari dua kali. c. Jangan merokok terlalu banyak. d. Konsumsilah lebih banyak sayur-sayuran dan buah-buahan dan sedikit daging, perlu diketahui daging yang berasal dari binatang yang disembilah dan memasuki raga itu bisa berpengaruh kurang baik, maka itu menjadi vegetarian ( tidak makan daging ) adalah langkah yang positif. e. Kendalikanlah kehendak atau nafsu, bersikaplah sabar, narima dan eling. Janganlah terlalu banyak bersenggama, seminggu sekali atau dua kali sudah cukup. 4. Berlatihlah supaya cipta menjadi lebih kuat, pusatkan cipta kontrol panca indera. Tenangkan badan (heneng) dengan cipta yang jernih dan tentram (hening). Bila cipta bisa dipusatkan dan difokuskan

10

5.

6. 7. 8.

kearah satu sasaran itu bagus, artinya cipta mulai mempunyai kekuatan sehingga bisa dipakai untuk mengatur satu kehendak. Buatlah satu titik atau biru ditembok atau dinding ( . ) duduklah bersila dilantai menghadap ke tembok, pandanglah titik itu tanpa berkedip untuk beberapa saat, konsentrasikan cipta, kontrol panca indera, cipta dan pikiran jernih ditujukan kepada titik tersebut. Jangan memikirkan yang lain, jarak mata dari titik tersebut kira-kira tujuh puluh lima sentimeter, letak titik tersebut sejajar dengan mata, lakukan itu dengan santai. Lakukan latihan pernafasan dua kali sehari, pada pagi hari sebelum mandi demikian juga pada sore hari sebelum mandi tarik nafas dengan tenang dalam posisi yang enak. Lakukan olah raga ringan (senam) secara teratur supaya badan tetap sehat, sehingga mampu mendukung latihan olah nafas dan konsentrasi. Hisaplah kedalam badan Sari Trimurti pada hari sebelum matahari terbit dimana udara masih bersih, lakukan sebagai berikut : Tarik nafas Tahan Nafas Keluarkan Nafas Jumlah 10 detik 10 detik 10 detik 30 detik minggu I : 3 kali 15 detik 10 detik 15 detik 40 detik minggu II : 3 kali 20 detik 10 detik 20 detik 50 detik minggu III : 3 kali 26 detik 8 detik 26 detik 60 detik minggu IV : 3 kali

9. Untuk memperkuat otak tariklah nafas dengan lobang hidung sebelah kiri, dengan cara menutup lobang hidung sebelah kanan dengan jari, lalu tahan nafas selanjutnya keluarkan nafas melalui lobang hidung sebelah kanan, dengan menutup lobang hidung sebelah kiri dengan jari. Tarik nafas Tahan Nafas Keluarkan Nafas Jumlah 4 detik 8 detik 4 detik 16 detik minggu I : 7 kali 10 detik 7 detik 10 detik 27 detik minggu II : 7 kali 10 detik 10 detik 10 detik 30 detik minggu III & IV : 7 kali 20 detik 20 detik 20 detik 60 detik minggu V : 7 kali 10. Karsa akan terpenuhi apabila nasehat-nasehat diatas dituruti dengan benar, praktekkan samadi pada waktu malam hari, paling bagus tengah malam ditempat atau kamar yang bersih. Kontrol panca indera, tutuplah sembilan lobang dari raga, duduk bersila dengan rilek, fokuskan pandangan kepada pucuk hidung. Tarik nafas, tahan nafas, dan keluarkan nafas dengan tenang dan santai, konsentrasikan cipta lalu dengarkan suara nafas. Pertama-tama akan dirasakan sesuatu yang damai dan apabila telah sampai saatnya orang akan bisa berada berada dalam posisi hubungan harmonis antara kawula dan Gusti ALLAH 11. Cobalah lakukan sebagai berikut : a. Lupakan segalanya selama dua belas detik b. Dengan sadar memusatkan cipta kepada dzat yang agung selama seratus empat puluh detik. c. Jernihkan pikiran dan rasa selama satu, dua atau tiga jam ( semampunya ) 12. Tujuh macam tapa raga, yang perlu dilakukan a. Tapa mata, mengurangi tidur artinya jangan mengejar pamrih. b. Tapa telinga, mengurangi nafsu artinya jangan menuruti kehendak jelek. c. Tapa hidung, mengurangi minum artinya jangan menyalahkan orang lain d. Tapa bibir, mengurangi makan artinya jangan membicarakan kejelekan orang lain e. Tapa tangan, jangan mencuri artinya jangan mudah memukul orang f. Tapa alat seksual, mengurangi bercinta dan jangan berzinah g. Tapa kaki, mengurangi jalan artinya jangan membuat kesalahan

semua manusia itu sama : saya adalah kamu ( tat twan asi ). Secara mistis Mar dan Marti ini warnanya putih dan kuning. Makanlah makanan yang tidak berlebihan dan tidur secukupnya saja: makan pada waktu lapar. a. tidur pada waktu sudah mengantuk. kalau kamu melukai orang lain itu juga melukai dirimu sendiri. 17. Mar adalah udara. tidak mengeluh dan sabar pada saat menderita d. Tapa nafsu.11 13. sebelum melewati tapabrata. mandi. Ada guru laku yang mengatakan bahwa seseorang itu tidak diperkenankan melakukan pujabrata. merasa gembira tanpa batas. Tapa cahaya. seperti diketahui badan hanyalah mengikuti perintah batin dan kehendak. Getih. tempatnya di selatan warnanya merah d. kedudukan. bangsa. Menghormati orang lain tanpa memandang jenis kelamin. Sementara orang menyebut mereka keblat papat lima tengah. Tapa hati. Kakang kawah. Sembah raga Ini adalah tapa dari badan jasmani. suku. yang dihasilkan karena perjuangan ibu saat melahirkan bayi. dia keluar dari gua garba ibu sebelum kamu. setia tidak bohong. Mereka memang ditugaskan oleh kekuasaan alam untuk selalu dengan setia membantu. usahakan supaya badan menuruti kehendak cipta yaitu dengan jalan: bangun pagi hari. tempatnya di timur warnanya putih. c. berbentuk udara. mereka itu adalah Mar dan Marti. 16. darah yang keluar dari gua garba ibu sewaktu melahirkan. Tingkatkan sembah. selama orang itu hidup didunia. pelajarilah ilmu luhur yang berguna untuk diri sendiri dan orang lain. tidak iri kepada sukses orang lain. istilah lainnya ialah Pujabrata. Artinya kalau kamu berbuat baik kepada orang lain. yang lain adalah Kalima Pancer. rendah hati melaksanakan hanya hal yang baik b. Merekalah yang disebut sedulur papat kalimo pancer. bersifat luhur berpikiran jernih g. waspada dan eling 14. menyembah kepada Tuhan Yang Maha Esa yang berarti juga menghormati dan memuja-Nya. Puser. tenang dan kuat dalam panalongso f. bersyukur tidak mencurigai orang lain melakukan hal yang jahat c. Tapa raga. Tapa hidup. sedangkan Marti adalah udara yang merupakan rasa ibu sesudah selamat melahirkan si jabang bayi. (empat jurusan yang kelima ada ditengah). b. Tapa jiwa. itu juga baik buat kamu. Sedulur papat kalimo pancer Orang Jawa tradisional percaya eksistensi dari sedulur papat ( saudara empat ) yang selalu menyertai seseorang dimana saja dan kapan saja. tempatnya di utara warnanya hitam. . Mereka berlima itu dilahirkan melalui ibu. minum pada waktu haus. saudara tua kawah. Badan itu maunya menyenang-nyenangkan diri. mereka tidak tidak punya badan jasmani. tempatnya di barat warnanya kuning. tidak mencampuri urusan orang e. Selain sedulur papat diatas. Berketetapan hati a. Selalu yakin orang yang kehilangan keyakinan atas kepercayaan diri adalah seperti pusaka yang kehilangan yoninya atau kekuatannya 15. Adi ari-ari. Tujuh macam tapa jiwa yang perlu dilakukan a. dia dikeluarkan dari gua garba ibu sesudah kamu. kamu bisa meminta bantuan Mar dan Marti hanya sesudah kamu melaksankan tapa brata ( laku spiritul yang sungguh-sungguh ). kepercayaan dan agama. jangan malas lalu sebagai manusia normal bekerjalah. Mulai hari ini. tetapi ada baik dan kamu juga harus mempunyai hubungan yang serasi dengan mereka yaitu : a. mereka ada karena kamu ada. Tidak ragu-ragu b. pancer kelima itulah badan jasmani kamu. pusar yang dipotong sesudah kelahiranmu. Tapa rasa. adik ari-ari.

laksanakan dengan santai saja 4. Dengan begitu rasa kamu akan menjadi tajam dan kamu akan mulai melihat kenyataan. dengan rasa yang mendalam menggunakan jiwa suksma yang telah kamu temui pada waktu pada heneng. Kamu harus selalu mengerjakan hal-hal yang baik dan benar. Cahaya itu adalah pramana kamu sendiri. sampai kamu merasa bahwa apa yang kamu kerjakan itu adalah sesuatu yang memang harus kamu kerjakan. tidak terpisahkan. dan sama sekali tidak menjadi beban. Sembah rasa artinya sejati ( rasa sejati ) 1. Kini kamu berada dijalan yang menuju ke kenyataan sejati. Apabila kamu melihat cahaya yang sangat tenang tetapi tidak menyilaukan itu pertanda kamu sudah mulai membuka dunia kenyataan. hening dan eling. d. 2. Sembah jiwa Sembah jiwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. hubungan harmonis antara kawula dan Gusti layaknya seperti manisnya madu dan madunya. Kita bisa mengerti dengan sempurna untuk apa kita diciptakan dan selanjutnya apakah tujuan hidupmu. fokuskan kepada itu 5. 2. kamu merasa seolah-olah sepi tidak ingat apapun. Konsentrasikan rasa kamu 3. . Kehendahmu jernih. Sembah cipta 1. Jangan memaksa ragamu. Kita akan mengerti dengan sempurna atas kenyataan hidup dan keberadaan semua mahluk melalui olah samadi atau memahami Sangkan Paraning Dumadi. kamu lupa tetapi jiwa tetap eling ( sadar ) itulah situasi heneng dan hening dan sekaligus eling kesadaran dari rasa sejati. Ini hanya bisa dilaksanakan dengan keteguhan hati sehingga hasilnya akan terlihat. Biasakanlah melakukan hal ini. ini adalah sembah batin yang tidak melibatkan lahir. kamu akan merasa yakin pada waktu bersamadi. Berlatih cipta sebagai berikut : 1. Lakukan dengan teratur ditengah. kontrollah nafsumu dan taklukan keserakahan.12 b. kamu harus melatih pikiranmu kepada kenyataan sejati kawula engenal Gusti. c. kamu dan cahaya itu saling melindungi. seolah-olah badan astral dan mental tidak berfungsi. 2. ditempat yang sesuai.

Iki dianggep Pancer pusate Sedulur Papat. Marmati iku tegese Samar Mati ! lire yen wong wadon pas nggarbini ( hamil ) iku sadina-dina pikirane uwas Samar Mati. lan Manuk Merak nggambarake nafsu Mutmainah kang kabeh mau bisa dibabarake kaya ukara ing ngisor iki: Amarah : Yen manungsa ngetutake amarah iku tartamtu tansaya bengkerengan lan padudon wae. Mula manungsa kang kabulet nafsu asmara digambarake bisa ngobong jagad. Sarehne Ari-Ari iku metune sakwise bayi lair. Kethek nggambarake nafsu Aluamah. sedulur papat iku kudu direksa lan diatur supaya aja nganti ngelantur. Bantheng. nanging yen ngluwihi wates ya tetep ora becik. Cethane mancer marang uwonge kuwi. Mula banjur tuwuh unen-unen " SEDULUR PAPAT LIMA PANCER " 0 Kekayon wayang purwa kang kaprahe kasebut Gunungan. mulane Rasa Samar Mati iku banjur dianggep minangka Sadulur Tuwa. mula kuwi yen ora dikendaleni. Bantheng. Kethek nggambarake nafsu Aluamah. Kawah. Kewan cacah papat mau nggambarake nafsu patang warna yaiku : Macan nggambarake nafsu Amarah. Manungsa diuji aja nganti kalah karo sedulur papat kasebut. bisa-bisa manungsa koncatan kasabaran. iku cetha yen ora apik. nanging yen kabeh duwene duwit diwenehake satemah uripe dewe rusak. mula Rahsa iku uga dianggep Sedulur Enom. Puser (Tali Plasenta) iku umume PUPAK yen bayi wis umur pitung dina. Wong nggarbini yen pas babaran kae. Yen Kawah wis mancal medhal. Kewan cacah papat mau nggambarake nafsu patang warna yaiku : Macan nggambarake nafsu Amarah. lan Manuk Merak nggambarake nafsu Mutmainah. lan Getih kang kaprahe diarani Rahsa. lire kudu bisa ngatasi krodhane sedulur papat. Aluamah / Srakah : Manungsa kuwi umume padha nduweni rasa srakah lan aluamah. Yen manungsa . kamangka sabar iku mujudake alat kanggo nyaketake dhiri marang Allah SWT. mulane Ari-Ari iku diarani Sedulur Enom lan kasebut Adhi Ari-Ari Lamun ana wong abaran tartamtu ngetokake Rah ( Getih ) sapirang-pirang.13 PAPAT LIMA PANCER Ing Kekayon wayang purwa kang kaprahe kasebut Gunungan. kakang Kawah. Bantheng nggambarake nafsu Supiyah. kapara kudu menang. Wetune Rah (Rahsa) iki uga ing wektu akhir. Geneya kok disebut Marmati. Mula kuwi. manungsa kepengine bisa urip nganti pitung turunan. Ari-Ari. Adhi AriAri lan Rahsa kuwi?. Rasa uwas kawatir pralaya anane dhisik dhewe sadurunge metune Kawah. Contone. sakwise kuwi banjur disusul wetune Ari-Ari. mula Kawah banjur dianggep Sadulur Tuwa kang lumrahe diarani Kakang Kawah. Kethek lan Manuk Merak. ana kono gambar Macan. Kabeh kuwi mancer neng Puser (Udel) yaiku mancer ing Bayi. SEDULUR PAPAT LIMA PANCER Njupuk sumber saka Kitab Kidungan Purwajati seratane . kang dhisik dhewe iku metune Banyu Kawah sak durunge laire bayi. Kocape kuwi mujudake Sedulur Papat mungguhing manungsa. Bantheng nggambarake nafsu Supiyah. ana kono gambar Macan. menehi duwit marang wong kang kekurangan kuwi becik. Puser kang copot saka udel kuwi uga dianggep Sedulure bayi. banjur disusul laire bayi. Supiyah / Kaendahan : Manungsa kuwi umume seneng marang kang sarwa endah yaiku wanita (asmara). Kocape kuwi mujudake Sedulur Papat mungguhing manungsa. Ari-Ari lan Rahsa kuwi mau. Kethek lan Manuk Merak. diwiwiti saka tembang Dhandanggula kang cakepane mangkene : Ana kidung ing kadang Marmati Amung tuwuh ing kuwasanira Nganakaken saciptane Kakang Kawah puniku Kang rumeksa ing awak mami Anekakake sedya Ing kuwasanipun Adhi Ari-Ari ingkang Memayungi laku kuwasanireki Angenakken pangarah Ponang Getih ing rahina wengi Ngrerewangi ulah kang kuwasa Andadekaken karsane Puser kuwasanipun Nguyu-uyu sabawa mami Nuruti ing panedha Kuwasanireku Jangkep kadang ingsun papat Kalimane wus dadi pancer sawiji Tunggal sawujud ingwang Ing tembang dhuwur iku disebutake yen " Sedulur Papat " iku Marmati. Mutmainah / Kautaman : Senajan kuwi kautaman utawa kabecikan.

misalnya pada waktu orang menghadapi suatu tugas berat. Tirakat kadang-kadang dijalankan dengan berpantang makan kecuali nasi putih saja (Mutih) pada hari senin dan kamis. konsep tapa dan tapabrata diambil langsung dari konsep Hindu tapas. nyumanggakake TIRAKAT Liring sepuh sepi hawa Awas roroning atunggal Tan samar pamoring sukma Sinukmanya winahya ing ngasepi Sinimpen telenging kalbu Pambukaning wanara Tarlen saking liyep layaping ngaluyup Pindha sesating supena Sumusiping rasa jati Sajatine kang mangkana Wus kakenan nugrahaning Hyang Widhi Bali alaming asuwung Tan karem karameyan Ingkang sipat wisesa-winisesa wus Milih mula-mulanira Mulane wong anom sami. Selama berabad-abad para pertapa dianggap sebagai orang keramat. atau adat untuk berpuasa dan menyendiri dalam suatu ruangan (ngebleng). untuk jatah makannya selama satu atau dua hari. orang dapat mencapai tujuan-tujuan yang sangat penting. jabatan. Manusia jawa (tiyang Jawi) pada saat tertentu rela/mau dengan sengaja. Dalam ceritacerita wayang kita sering dapat menjumpai adanya tokoh pahlawan yang menjalankan tapa. bahkan ada juga yang melakukannya di dalam suatu ruangan yang gelap pekat. yaitu bulan Sura. yang tidak dapat ditembus oleh sinar cahaya (patigeni). tetapi dapat juga pada waktu suatu masyarakat atau negara berada dalam suatu masa bahaya. . dan terutama bahwa orang yang telah melakukan usaha semacam itu kelak akan mendapatkan pahala. Orang Jawa juga mempunyai adat untuk hanya makan sedikit sekali (tidak lebih daripada yang dapat dikepal dengan satu tangan) ngepel. Ing kene dununge pancer kudu bisa dadi paugeran lan dadi pathokan. menempuh kesukaran dan ketidaknyamanan untuk maksud-maksud ritual dalam budaya spiritualnya. yang berasal dari buku-buku Veda. Dalam keadaan seperti itu melakukan tirakat dapat dianggap sebagai tanda rasa prihatin yang dianggap perlu oleh orang Jawa bila seseorang berada dalam keadaan bahaya. Bertapa ( Tapabrata ) Tapabrata dianggap oleh para penganut agami Jawi sebagai suatu hal yang sangat penting.14 dikalahake dening sedulur papat iki. yang berakar dari pikiran bahwa usaha-usaha seperti itu dapat membuat orang teguh imannya dan mampu mengatasi kesukarankesukaran. seperti pada Bakda Besar (Bulan pertama menurut perhitungan orang Jawa). ateges jagade bubrah. Tirakat dapat juga dijalankan pada saat-saat khusus. dengan jalan berpuasa pada bulan puasa (Siyam) ada terkadang juga berpuasa selama beberapa hari (Nglowong) menjelang hari-hari besar Islam. pada waktu terkena bencana alam. Bener orane. waktu mengalami krisis dalam keluarga. dan anggapan bahwa dengan menjalankan kehidupan yang ketat dengan disiplin tinggi. kesedihan dan kekecewaan dalam hidupnya melalui latihan keprihatinannya pada jalan tirakatnya. epidemi dan sebagianya. atau dalam hubungan dengan orang lain. serta mampu menahan hawa nafsu. Dalam kesusateraan kuno orang kuno. Mereka juga beranggapan bahwa orang bisa menjadi lebih tekun.

tidak berbuat apa-apa. Tapa bisu. Walaupun demikian bahwa kita harus memperhatikan bahwa ke 11 jenis tapabrata itu jarang dilakukan secara terpisah. . dilakukan dengan jalan tidak tidur. tanpa lauk pauk. hingga yang sukar dan berat dijalankan. atau dilakukan dengan cara menggabung-gabungkan. orang yang melakukan tapa ngeli misalnya. misalnya dengan berpuasa atau tirakat. cara bertapa semacam ini biasanya didahului oleh suatu janji. Tapa ngidang. seperti memusatkan perhatian pada titik-titik hujan yang jatuh ditanah. 8. Meditasi atau Semedi. Sebaliknya meditasi seringkali juga dijalankan bersama dengan suatu tindakan keagamaan lain. dan cara-cara itu telah disebutkan oleh J. 2. Knebel (1897 : 119-120 ) dalam karangannya mengenai kisah Darmakusuma. adalah cara bersamadi dengan membiarkan diri dihanyutkan arus air di atas sebuah rakit. misalnya untuk memperoleh kekuatan iman dalam menghadapi krisis sosial ekonomi atau sosial politik. Oleh karena itu tapa semacam itu mirip dengan tapa pada orang hindu dahulu. Ketiga jenis tapa yang tersebut terakhir. tetapi boleh makan. Meditasi atau semedi memang biasanya dilakukan bersama-sama dengan tapabrata. yaitu hanya makan nasi saja. dengan menyendiri di dalam hutan dan hanya makan tumbuh-tumbuhan 7. yaitu tidak dan tidak membersihkan diri selama jangka waktu tertentu. 5. yaitu dari yang sangat sederhana. berbagai cara menjalankan tapa adalah : 1. 11. dengan bergantung terbalik. Bahwa meditasi dan tapa adalah sama. dengan gemuruh ombak sebagai latar belakangnya. tidak hanya duduk diatas rakitnya saja sambil bengong. yaitu bersamadi disamping makam nenek moyang anggota keluarga. 3. sambil berdiri dengan posisi yang sukar selama 12 jam berturut-turut. untuk suatu jangka waktu tertentu. Teknik-teknik serta latihan-latihan untuk melakukan meditasi ada bermacam-macam. Tapa ngalong. oleh karena itu batas antara tirakat dan tapabrata itu tidak begitu jelas. Tapa tilem. Namun banyak orang melakukan meditasi untuk memperoleh kesaktian ( kasekten ) disamping untuk menyatukan diri dengan sang Pencipta. dengan jalan merendam diri di tengah sungai selama beberapa waktu yang sudah ditentukan. 6. semua biasanya dijalankan dengan tata urut tersendiri. 9. Tapa mangan. Tapa ngramban. akhirnya perlu disebutkan bahwa pada orang Jawa tapa merupakan salah satu cara penting dan utama untuk bersatu dengan Tuhan. ia biasanya juga bermeditasi. sehingga dengan demikian ada suatu perbedaan fungsional antara tirakat dan tapabrata. untuk memperoleh kemahiran berkreasi atau memperoleh kemahiran dalam kesenian. serta perbedaan antara keduanya hanya terletak pada intensitas menjalankannya saja. atau orang keramat. Tapa nguwat. dengan kedua kaki diikat pada dahan sebuah pohon. Maksud yang ingin dicapai dengan bermeditasi itu ada bermacam-macam. Tapa ngeli. murid dari seorang wali di abad ke 16. dengan jalan menyingkir sendiri ke dalam hutan. Tapa ngambang. dengan maksud untuk memperoleh wahyu. Namun sering terjadi bahwa orang melakukan tapabrata bersamaan dengan samadi. 4. 10.15 Orang jawa mengenal berbagai cara bertapa. Tentu saja tujuan dari tapa semacam ini adalah untuk mendapatkan kenikmatan duniawian. untuk mendapatkan wahyu. dengan cara tidur untuk suatu jangka waktu tertentu tanpa makan apa-apa. yang memungkinkannya melakukan suatu pekerjaan yang penuh tanggung jawab atau untuk menghadapi suatu tugas berat yang dihadapinya. sebenarnya juga dilakukan oleh orang-orang yang hanya menjalankan tirakat aja. Tapa mutih. seperti menatap cahaya yang terang benderang dari dalam sebuah gua yang gelap ditepi pantai. Tapa bolot. dengan menahan diri untuk tidak berbicara.

Oleh karena itu mungkin sekali lebih tepat jika caracara meditasi kita masukkan ke golongan seni dari pada ilmu. Tentu hal tersebut ada sebabnya. Secara gebyah uyah (pada umumnya) orang yang melakukan meditasi yakin adanya alam lain selain yang dapat dijangkau oleh panca indera biasa. Posisi tubuh carilah yang paling anda rasakan cocok / rileks. Cara-cara dan akibat bermeditasi. bahwa pengalaman meditasi akan berbeda dari orang ke orang yang lain. bahwa alam semesta ini terdiri dari . Tiga hal tersebut diatas baru awal masuk ke alam meditasi. Cara dan hasil meditasi dari banyak pelaku olah batin dari berbagai agama besar maupun perorangan dari berbagai bangsa. justru keabsahan meditasinya tergantung kepada hasilnya. pergunakan wangi-wangian dan atau mantra. yang dapat dilakukan adalah memberi gambaran berbagi pengalaman dari mereka yang melakukan meditasi. bisa berbaring dengan lurus dan rata. Sujianto yang berjudul “ Pengembangan Kwalitas Pribadi di Bidang Kebatinan. umpamanya orang yang bersangkutan menjadi lebih bijaksana. membebaskan keinginan duniawi sehingga menemui jati dirinya yang murni atau asli. Tulisan ini didasari dari berbagai literatur mengenai meditasi. suatu Proses Meningkatkan Kreatifitas dan Pengetahuan Dunia Gaib “ Apakah Meditasi ? Mengusahakan rumus yang pasti mengenai arti meditasi tidaklah mudah. mengetahui kesatuan alam dengan dirinya dan lain-lainnya. Melihat ke dalam diri sendiri 2. Cara bermeditasi banyak sekali. Oleh karena itu kita dapat menghakimi hasil temuan orang yang bermeditasi. watak dan tingkat perkembangan spiritualnya serta tujuan meditasinya dengan kulit atau baju kebudayaan orang yang sedang melaksanakan meditasi. karena pengalaman dalam bermeditasi banyak dipengaruhi oleh latar belakang temperamen. bisa duduk tegak. arti meditasi dengan tubuh adalah mempergunakan menyerahkan tubuh ke dalam situasi hening. Keadaan hasil yang demikian. Mengamati. Bantuan untuk lebih khusuk jika anda perlukan. merasa kesabarannya bertambah. meditasi menjadi salah satu topik pembicaraan yang tiada habis-habisnya. Perlu segera dicatat. kita menarik nafas dan mengeluarkan nafas dengan teratur. Lakunya adalah dengan mempergunakan pernafasan. tetapi juga oleh orang-orang ( masyarakat ) di sekitar diri orang tersebut karena tingkah-lakunya maupun ucapanucapannya serta pengabdiannya kepada manusia lain yang membutuhkan bantuannya. sebabnya tiada lain karena meditasi adalah salah satu usaha proses untuk meningkatkan pengembangan pribadi seseorang secara total. lebih merasa dekat dengan Tuhan. banyak menghasilkan kemiripan-kemiripan yang hampir-hampir sama. Ada yang memulai dengan tubuh. sering tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri.16 MEDITASI Dalam olah batin. harus ada keyakinan dalam diri anda. Tulisan ini merupakan usaha melengkapi tulisan J. tetapi lebih banyak mengandung perbedaan dari pribadi ke pribadi orang lain. Melepaskan diri dari pikiran atau perasaan yang berobah-obah. untuk mencapai keheningan. karena kelanjutan meditasi mengarah kepada sama sekali tidak lagi mempergunakan panca indera ( termasuk pikiran dan perasaan ) terutama ke arah murni mengalami kenyataan yang asli. refleksi kesadaran diri sendiri 3. musik yang cocok dengan selera anda. mencerminkan hasil meditasinya. berdasarkan pengalaman meditasi dapat berarti : 1.

Ketika menarik nafas sesungguhnya menarik energi dan cahaya alam semesta yang akan mengharmoni dalam diri anda. karena berciri sangat pribadi. karena tiada kata kalimat dalam semua bahasa bumi yang dapat menerangkan secara gamblang. Pengembangan selanjutnya dari proses meditasi tersebut. mengantuk bahkan tidak mengetahui apa-apa lagi. teruskan meditasi anda. Jika proses meditasi yang dilukiskan tersebut diatas dapat anda lakukan dengan tepat. dengan usaha menuju kasampurnaning urip. Biasanya intuisi anda akan lebih tajam sesudah mengalami proses meditasi yang demikian itu. Kesulitan yang paling berat dalam bermeditasi adalah “mengendalikan pikiran dengan pikiran“ artinya anda berusaha “ mengelola “ pikiran-pikiran anda. cita-cita berdasarkan kasih sayang dan sejenis itu menjadi sumber fokus ketika hendak memasuki meditasi. salah satu cara adalah “ mengosongkan pikiran “ dengan cara menfokuskan pikiran anda kepada suatu cita-cita. sampai mencapai keadaan “ Pikiran tidak ada “ dan anda tidak berpikir lagi. yang dilakukan terus menerus secara teratur. jangan berhenti. Untuk dapat berhasil anda sangat perlu memiliki motivasi yang cukup pekat dan dalam. terdapat juga ajaran untuk hidup secara asketik. Meditasi ini harus juga dilakukan dengan pernafasan yang teratur. anda sendiri yang akan menemukan dan meneruskannya. Jika dilakukan dengan sabar dan tekun serta teratur. dan mungkin pula memperoleh “ pengetahuan “ tentang alam semesta atau lainnya. Pada gulangen ing kalbu ing sasmita amrih lantip aja pijer mangan nendra kaprawiran den kaesti pesunen sarira nira sudanen dhahar lan guling (Intinya. Sesuatu itu jangan dijadikan tujuan meditasi.17 energi dan cahaya yang tiada habis-habisnya. orang harus melatih kepekaan hati agar tajam menangkap gejala dan tanda-tanda. akan dapat menumbuhkan ketenangan jiwa. Keyakinan itu anda pergunakan ketika menarik dan mengeluarkan nafas secara teratur. sehingga dengan tiada terasa anda akan bisa khusuk dalam keheningan bermeditasi. termasuk ajaran tak boleh mengumbar nafsu makan serta tidur). Secara fisik ada yang berusaha “ mengosongkan pikiran “ dengan memfokuskan kepada “ bunyi nafas diri sendiri “ ketika awal meditasi. Di dalam serat Wulang Reh. benci dan sejenisnya akan sangat berkurang. karena hasil sesuatu itu adalah hasil proses meditasi. tetapi juga memaksakan diri secara keterlaluan. Jika menemui sesuatu. yang hasil akhirnya tumbuh ketenangan. atau ada juga yang menfokuskan kepada nyala lilin atau ujung hidung sendiri. bukan tujuan meditasi. Cita-cita ingin berbakti kepada bangsa dan negara. cita-cita ingin manunggal dengan Tuhan. karya "kasusastran" Jawa (dalam bentuk syair) yang ditulis oleh Kanjeng Sunan Paku Buwono IV. maka anda dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dalam pengertian spiritual. Jika dalam proses tersebut pikiran anda belum dapat anda “ kuasai atau hilangkan “ janganlah putus asa atau berhenti. karena perasaan-perasaan negatif seperti rasa kuatir atau takut. mungkin juga bermanfaat untuk manusia lain. manfaatnya tidak hanya untuk kesehatan tubuh saja tetapi juga ikut menumbuhkan rasa tenang. bahkan dapat hilang sama sekali. apakah itu cahaya atau suara atau gambaran-gambaran. yang akibatnya pasti baik untuk diri anda sendiri. umpamanya cita-cita ingin menolong manusia manusia lain. tubuh anda sesungguhnya didiamkan untuk beberapa saat. . Ketika mengelurkan nafas dengan teratur juga. kecuali anda tersadar kembali. Pengalaman sesudah keadaan demikian. keinginan yang keras duniawi. Bermeditasi dengan usaha melihat cahaya alam semesta. tarik nafas tersebut harus dengan konsentrasi yang kuat. Dalam keadaan demikian anda tidak lagi merasa lapar. hanya andalah yang dapat mengetahui dan merasakannya.

diharapkan akan mampu mengetahui “ Sangkan Paraning Dumadi “ ( makna perjalanan kehidupan ). bernafaslah dengan santai. Nur itu adalah hati dari budi. Dengan melakukan ini. Badan jasmani = badan kasar. Sebagai hasil dari perpaduan ketiga elemen tersebut. ini panas 2. pada posisi tidur kaki diluruskan. Didalam suwung terdapat sifat-sifat hidup dari Tuhan. ini dingin 3. ada yang menjadi calon planet. murni sebagai sifat-sifat hidup dari Tuhan. 3. kawula bisa berkomunikasi dengan Gusti untuk menerima tuntunan sesuai dengan kedudukannya sebagai kawula. tanpa keinginan dan pamrih apapun. ini menakjubkan. 2. Sifat-sifat hidup Tuhan terasa seperti getaran dan getaran ini terus menerus. Nur itu adalah sari dari jagad raya. Istilah lainnya ialah Pangrucatan atau Kamukswan. Pilihlah tempat yang bersih. tidak ada apa-apa kecuali kekosongan dan suwung. Budi suci adalah budi yang diam tanpa nafsu. Ada tiga elemen yang terdiri dari : 1. tenang dan aman. Manusia diciptakan oleh Tuhan. Manusia. Kondisi dari plenet- . Memahami Jagad Raya. Badan cahaya = nur atau suksma Dengan susunan seperti tersebut diatas. Sebelum adanya jagad raya. manusia adalah makluk yangmempunyai : 1. Itu artinya didalam jagad raya dan galaksi akan selalu dilahirkan planet-planet dan bintang-bintang baru. Elemen-elemen ini selalu bergetar. Ini akan membuat pikiran menjadi tidak aktif. menghirup dan mengeluarkan udara melalui hidung. apa yang dilepas ? pengaruh dari nafsu .18 SAMADI Samadi berasal dari kata : Sam artinya besar dan Adi artinya bagus atau indah. Seseorang yang melakukan samadi adalah seseorang yang mengambil posisi-patrap untuk meraih budi yang besar. Budi suci terlihat seperti cahaya atau sinar yang disebut Nur. Elemen merah dengan sinar merah. indah dan suci. Elemen biru dengan sinar biru. kedua tangan diletakkan didada. budi menjadi nur. ketika nur menjadi sari dari badan jasmani manusia. Bila berhasil orang akan berada dalam suwung dan nur mendapatkan tuntunan mistis yang simbolis. Elemen kuning dengan sinar kuning. oleh karena itu samadi adalah satu proses dari penyucian budi. Nikmatilah suara nafas dengan jalan menutup mata. pikiran dinetralisir demikian juga angan-angan dan pengaruh panca indera. Sesudah itu nafsu dinetralisir didalam indera ke enam. jagad raya adalah suatu Causa prima. Kesatuan dari budi dan nur secara mistis disebut curigo manjing warongko atau bersatunya kawula dan Gusti atau juga biasa digambarkan Bima manunggal dengan Dewa Ruci. Di dalam nur ini. Dengarkanlah dengan penuh perhatian suara nafas dengan tenang. Mukswa artinya dihapus. Praktek Samadi Waktu bersamadi orang bisa mengambil posisi duduk atau tidur telentang diatas tempat tidur. ada yang menjadi badan budi atau jiwa yaitu badan jiwa dari manusia. Inilah kondisi suwung ( kosong ) tetapi sebenarnya ada aktifitas dari getaran hidup murni. ini sama seperti kalau memusatkan pandangan kepada pucuk hidung. pangrucatan itu artinya dilepas. elemen ke empat lahir dengan warna putih atau putih keperak-perakan dan inilah yang disebut nur. Badan jiwa = badan alus. apa yang dihapus ? pengaruh dari nafsu.

Wong ahli kasutapan kudu budidaya bisane nglawan marang nepsune kekarepan umum (kekarepan wong akeh kang campur bawur ngumandang ana ing swasana). Kawruhana wong kang lagi miwiti ngyakinake ilmu gaib sok sok dheweke iku mesthi nemoni kagagalan kagagalan kang nuwuhake rasa kuciwa. karena tergantung kepada pengaruh dari tiga elemen tersebut. sarta bakal anjalari kacilakaning wong liya.19 planet yang baru dilahirkan bisa berbeda antara yang satu dengan yang lain. Sawise wong mau entek pangarep arepe lumrahe banjur trima bali bae marang panguripan adat sakene mung dadi wong lumrah maneh. kalawan tumindak mangkono wong ahli kasutapan mau dadi nduweni pikiran-pikiran kang mardhika. ditrisnani ing wong akeh pitembungane digatekake lan pakartine diluhurake ing wong akeh. Kekuwatan gaib iku tansah makarti tanpa kendhat enggone mujudake sedya lan nganakake kekarepan. iya pancen nyata wong liyane mesthi tunduk marang sawijining wong kang ahli ilmu. Atine kudu santosa temenan supaya wong kang nindhakake sedyane mau ora nganti kadadeyan entek pengarep-arepe yen kagawa saka kuciwa dening kahanane badane. Tinemune ilmu-ilmu kasekten iki saranane kalawan kekuwataning pikiran pikiran iku manawa kagolongake . iya iku kasekten putih (Witte magie/white magic) utawa kasekten ireng (Zwarte magie/Black Magic). Dene kasekten ireng iku ilmu kaprajuritan kang kapigunakake luwihluwih kanggo nelukake kalayan paripaksa. Ananing sakaro karone saka sumber ilmu Allah sarta sakaro karane iku padha dipigunakake kalawan atas asma Allah. iya anaa ing ngendi wae enggone nyugulake dirine. Kasekten putih iku satemene ilmu Allah Kang Maha Luhur wis mesthi bae kapigunakake mligi kanggo kaslametane wong akeh. wong mau kudu nindakake pambudi dayane luwih saka wewangening wektu saka katamtuwaning laku kang dikantekake marang sawiji-wijining mantram lan ajaran ilmu gaib awit gede gedening kagelan iku ora kaya wong kang gagal enggone nindakake lakune rasa kuciwa kang mangkono iku nuwuhake prihatin lan getun. Ana paedahe kang migunani banget manawa wong nindakake pambudi daya kalawan misah dheweke ana ing papan kang sepi karana tinimune kekuwatan gaib iku sok-sok tinemu dhewekan ana ing sepen. Miyos saking renteging hawa ambedah anggit prayitnaing pikir sesumeh bayu ayuning asih njembari pajar latuning titah ilang lunganing ngawang nemoni asrep reseping wening Ono sanepa kagem pepiling Wong kang ambudi daya kalawan anglakoni tapa utawa semedi kudu kanthi kapracayan kang nyukupi apa dene serenging lan kamempengan anggone nindhakake. Kasekten iku kaperang ana rong warna. Amarehe diwedeni ing wong akeh panguwuhe gawe kekesing wong yen anyentak dadi panggugupake lan gawe gemeter dirine. Wong ahli kasutapan tansah yakin enggone ngumpulake kekuwatan gaib ing dalem dhirine. Wong ngyakinake prabawa gaib iku anduweni kekarepan supaya dadi wong lanang temenan kang diendahake dening wong akeh. iya pikiran-pikiran kang mangkono iku kang bisa nekakake kasekten gaib. Wong ahli kasutapan kudu anduweni ati kang tetep lan kekarepan kan dereng. nganti andadekake ciliking ati lan enteking pangarep-arep. kalawan ora maelu marang anane pakewuh pakewuhe lan kagagalan-kagagalaning. Sawijining wewarah kang luwih becik tumrap wong kang lagi nglakoni kasutapan iya iku ati kang teguh santosa aja kesusu-susu lan aja bosenan ngemungake wong kang anduweni katetepan ati lan santosaning sedya sumedya ambanjurake ancase iya iku wong kang bakal kasembadan sedyane. Sangsaya akeh kehing kang kena tinides. Awit saka anane perangan mau banjur dadi kanyatan yen perangan kang sawiji iku becik. ada planet yang bisa dihuni dan yang tidak bisa dihuni. dene perangan liyane ala. uga sangsaya gedhe tumandhoning kekuwatan gaib kang kinumpulake.

Sajrone nglakoni tapa utawa salagine ngumpulake kekuwatan gaib. Kalawan mangkono dzat "prabawa" iku dadi kumpul ing dalem badane wong narik dzat iku nganti tumeka wusanane badane wong ahli tapa. Samengko umpamane ban ana sawijining wong kang lagi tapa kalawan duwe sedya supaya andarbeni daya prabawa kang luwih gedhe sarta anindakake sakehing kekuwatan pikiran kalawan ditujokake marang sedyane mau nganti nuwuhake daya prabawa. Kekuwataning daya anarik saka pikiran iku banjur anarik dzat ing swasana kang pinuju salaras karo daya prabawa mau kalawan saka sathithik sarta sareh dzat daya prabawa kang ing swasana iku katarik mlebu ing dalem badane wong kang lagi tapa mau. iku bisa metokake daya prabawa kang gedhe daya karosane. ⇒ Aja narithilake kedheping mata. kayata glegak-glegek molah-molahake sirah. Wong kang andarbeni ilmu kang mangoko iku dadi sawijining wong kang sakti mandraguna. Ing dalem sasuwene wong nglakoni tapa iku prelu banget kudu migateake marang sirikane. Gegeman kalawan wadi sakehing ilmu gaib lkang lagi pinarsudi. atining wong iku mesthi kudu tetep tentrem lan ayem sanadyan ana kadadeyan apa wae. Swasana kang katone kaya dene kothong bae iku satemene ana drate rupa-rupa kayata : geni murub emas kayu lemah waja. kasutapan iya uga dadi gugur lan kudu lekas wiwit maneh. Ana maneh "drengki" iku kaya anggawa sawijining pikulan abot kang tansah nindhes marang dhiri lan sarupa ana barang atos medhokol kang angganjel pulung ati. Manawa atine wong iku nganti gugur. Patrapebadan kang kaku lan kagugupan kudu didohake . ⇒ Aja sok singsot ⇒ Aja duwe lageyan sok nethek nethek kalawan driji tangan marang meja kursi utawa papan liyane. ⇒ Ngedohake sakehing saradan utawa bendana kang ora becik. Satemene perlu banget nyirnakake kekarepan "drengki" luk wit ngrasaning karep drengki iku banget nindhih marang diri pribadi. ngangkat pundhak lan liya-liyane sabangsane saradan kabeh. ⇒ Aja sok anggigit kukuning dariji tangan. Rasa wedi iku sawijining pangrasa kang luwih saka angel penyegahe. sengit. ⇒ Aja molahake lidhah lan andhilati lambe. semang-semang lan drengki. ⇒ Aja ngentrok-entrokake sikil munggah mudhun. Jubah minangka dadi pralambange katentremaning ati kang sampurna. ⇒ Aja mencap-mencepake lambe. dene teken minangka dadi pralambanging kekuwatan gaib. Menawa isih kadunungan rasa wedi ing dalem atine wong ora bakal bisa kasambadan apa kang disedyaak. electrieiteit zunrstof koolzunr sarpaning Zunr lan isih akeh liya-liyane maneh. Tumrap wong-wong kang nglakoni tapa ditetepake pralambang telu : Diyan. kayata : wedi. Kalawan "rasa wedi" iku atining wong dadi ora bisa anduweni budi daya apa-apa. Wong kang nglakonitapa kalawan nindakake laku-laku kang tinemtokake wis mesthi bae gumolonging pikirane bebarengan padha kumpul dadi siji sarta katujokake marang apa kang disedya kalawan mangkono iku kekuwatan daya anarik migunakake sarosaning kekuwatane banjur anarik apa kang dikarepake. "Nepsu" iku andadekake tanpa dayane kekuwataning batin. Wong kang lagi nindakake katamtuwan ing dalem kasutapan kudu kalawan ati kang sabar anteng lan tetep. luwih becik murih nyataning kasekten tinimbang karo susumbar kalawan kuwentos kayakenthos. Jubah lan Teken. "Sengit utawa drengki" iku uga dadi mungsuhing kekuwatan gaib. Diyan minangka pralambanging pepadhang. "Semang-semang" iku andadekake ati kang peteng ora padhang terang.20 meleng sawiji bisa nuwuhake kekuwatan kaya panggendeng kang rosa banget tumrap marang apa bae kang dipikir lan disedya. nepsu. tumrap kahanan kang umpetan utawa gaib. "Drengki . kukur-kukur sirah.

Sakehing urat-urat kakendokake. iki kena lan kudu ditindakake saben dina telung rambahan. supaya luwar saka sakehing geteran pikiran kaya saka ing jaba. ⇒ Banjurna marambah-rambah matrapake mangkono iku suwene kira-kira saka lima tumeka limolas menit utawa luwih suwe nganti bisa nemoni pangrasa anteng lan tentrem ing sajroning badan. Aja weya nindakake patrap kanggo napakake napas iku. Bisane maluyakake larane wong liya. ⇒ Nahan napas iku kira-kira nem saat utawa luwih suwe ing dalem paru-paru dhadhane cikben lestari mekare. Dene carane ngatur napas iku kaprathelakake kalayan ringkes kaya ing ngisor iki : Madika panggonan kang sepi. Gawe segering utek lungguha kalawan jejeg lan nyelehna tangan karo pisan ing sandhuwuring pupu kiwa tengen: mripat mandheng marang arah ing ngarep kalawan tetep: sikil karo pisan tumadak ing lemah. nganti dhadha mekar lan weteng dadi nglempet. Salawase wong isih anduweni pangrasan karep "drengki lan meri" iku ora bakal bisa tumeka kamajuwane tumrap dunya prabawaning gaib. Banjur narika napas kalawan alon lan nganti jero banget tahanen napas iku sawatara sekon/detik (kira-kira 6 detik) lan wusanane wetokna napas iku kalawan sareh. sikil karo pisan tumapak ing lemah. Lungguha ing sawijining palinggihan kang endhek lan kepenak. ⇒ Ambuangna napas kalawan alon nganti entek babar pisan nganti dhadha dadi kempes. Anujokna gumolonging pikiran kalawan ngetut marang napas kang mlebu metu iku kalawan giliran. Banjur matrapa lakuning napas sawatara rambahan miturut aturan. kanggo negahake asabat. Manawa wong gelem naliti yen wong iku bisa ngumpulake kekuwatan gaib ing dalem badane dhewe lan ngetokake sabageyan kekuwatan gaib kawenehake marang wong liyane mestheni uwong bisa ngreti yen arep migunakake kekuwatan iku nganggo paedahe dhiri dhewe uga luwih gampang. sabuk uga diuculi supaya sandangan dadi longgar lan kepenak kanggo tumindhak ing napas. Cara matrapake tumindaking napas iku kena uga ditindakake kalayan leyeh-leyeh mlumah : ngendokake sakabehing urat-urat nyelehake tangan karo pisan sadhuwuring weteng lan nindakake lakuning napas miturut aturan. Carane matrapake kasebut ing dhuwur iku sawijining cara kanggo napakake napas. Daya kang luwih bagus iya iku miwiti makarti miturut pituduhan. Daya ngisekake Prana Ngadeg kalawan jejeg sikil karo pisan kapepetake dadi siji lan driji -drijining tangan karo pisan dirangkep dadi siji kalawan longgar. Ora mung tumindak bae tumrap sawijining wong bae bisa maluyakake wong liya kalawan kekuwatan gaib nanging uga tumindak tumrap sawijining wong maluyakake dhiri pribadi kalawan kekuwatan iku.21 lan meri" iku mung anggawa karugiyan bae tumrap kita. Kawitane wong kudu nindakake patrape mangreh napas. Pikiran katarik mlebu. Badan kajejegake lan janggute diajokake. Supaya bisa nindhakake pamaluya marang dhirine dhewe kalawan sampurna wong ngesthi kudu mahamake cara-carane maluyakake panyakit. Cara nindakake napas kaya ing ngisor iki : ⇒ Narik napas kalawan alon lan nganti jero ing sabisane. dening sapa bae kang nglakoni tapa supaya oleh ilmu gaib. Kalawan jempol tangan tengen anutup lenging grana sisih tengen lan anarika napas liwat lenging grana sisih kiwa. lan wetenge cikben lestaringlempetake kalawan mangkono iku gurung dalaning napas tansah tetep menga. wusana nglepasake jempol iku banjur ambuwang napas lan nutupa lenging grana kiwa kalawan driji narika napas . Iya iku cara-cara kang katindakake kanggo maluyakake wong liya lan wusanane ambudidaya supaya bisa migunakake obah-obahan iku marang awake dhewe. ora ana gunane sathithik -thithika. Benik-beniking klambi kang kemancing padha kauculan. mesthine kudu ngirima kekuwatan waluya marang sajroning badane wong kang lara. lan weteng dadi mekar.

Pangeran di Kudus 6. lepasna driji panutup iku lan ambuwanga napas. Pangeran Kajuran 8. Masih banyak pula kejadianya. Kyai Pengulu Ahmad Katengan 1. beliau menanyakan apa yang telah terjadi setelah manusia itu meninggal dunia. SARASEHAN ILMU KESAMPURNAAN Terjemahan : Serat Kekiyasanning Pangracutan salah satu buah karya sastra Sultan Agung raja atara ( 1613 . juga menjadi suatu kenyataan bagi mereka yang sering menyaksikan keadaan jenazah yang salah kejadian atau berbagai macam kejadian pada keadaan jenazah adalah berbagai diketengahkan dibawah ini : 1) Ada yang langsung membusuk 2) Ada pula yang jenazahnya utuh 3) Ada yang tidak berbentuk lagi. untuk mendapatkan kepastian dan kejelasan dengan harapan dapat dirembuk dengan para ahli ilmu kasampurnaan. . ternyata mengalami bermacam-macam kejadian pada jenazahnya dari berbagai cerita umum. Panembahan Purbaya 2 Panembahan Juminah 2.22 liwat lenging grana tengen. Pangeran di Kadilangu 5. Panembahan Juru Kithing 4. hilang bentuk jenazah 4) Ada pula yang meleleh menjadi cair 5) Ada yang menjadi mustika (permata) 6) Istimewanya ada yang menjadi hantu 7) Bahkan ada yang menjelma menjadi hewan. Mangkono sabanjure kalawan genti-genten kiwa lan tengen. Adapun mereka yang diundang dalam temu nalar itu adalah : 1. Pangeran Wangga 9. Panembahan Ratu Pekik di Surabaya 3. Berbagai Kejadian Pada Jenazah Adapun yang menjadi pembicaraan. Pangeran di Tembayat 7. lalu bagaimana hal itu dapat terjadi apa yang menjadi penyebabnya.1645 ) Ini adalah keterangan Serat Suatu pelajaran tentang Pangracutan yang telah disusun oleh Baginda Sultan Agung Prabu Anyakrakusuma di Mataram atas berkenan beliau untuk membicarakan dan temu nalar dalam hal ilmu yang sangat rahasia.

setelah mencapai akhir hayatnya. setan. yang dapat mneghukum dapat menciptakan apa saja ada bila menghendaki datang menurut kemauannya apalagi bila disertakan sifat welas asih. Pada waktu masih hidupnya. takut. Pada waktu masih hidup bagi mereka yang kuat pusaka tetapi tidak mengenal batas waktunya bila tiba saat kematiannya maka mayatnya akn terongok menjadi batu dan membuat tanah perkuburannya itu menjadi sanggar adapun rohnya akan menjadi danyang semoro bumi walaupun begitu bila masa hidupnya mempunyai sifat nrima atau sabar artinya makan tidur tidak bermewahmewah cukup seadanya dengan perasaan tulus lahir batin kemungkinan tidaklah seperti diatas kejadiannya pada akhir hidupnya. sabar dan sederhana semuanya itu janganlah sampai belebihan dan haruslah tahu tempatnya situasi dan kondisi dan demikian itu pada umumnya bila tiba akhir hayatnya maka keadaan jenazahnya akan mendapatkan kemuliaan sempurna dalam keadaannya yang hakiki. dan roh halus lainnya sukmanya sering menjelma menjadi semacam benalu atau menempel pada orang seperti menjadi gondaruwo dan sebagainya yang masih senang mengganggu wanita kalau berada pada pohon yang besar kalau pohon itu di potong maka benalu tadi akan ikut mati walaupun begitu bila mada masa hidupnya disertakan sifat jujur tidak berbuat mesum. maka jenazahnya akan menjadi busuk dan kemudian menjadi tanah liat sukmanya melayang gentayangan dapat diumpamakan bagaikan rama-rama tanpa mata sebaliknya. Hal tersebut sudah termasuk lampah maka kejadiannya tidak akan demikian. Oleh karenanya bagi orang yang ingin mempelajari ilmu ma’arifat haruslah dapat menjalani : Iman. 5. bermain seks dengan wanita yang bukan haknya. Siapun yang melantur dalam mencegah syahwat atau hubungan seks tanpa mengenal waktu pada saat kematiannya kelak jenazahnya akan lenyap melayang masuk kedalam alamnya jin. siapapun yang senang tenggelam dalam kekayaan dan kemewahan. misalnya mengharapkan janganlah sampai berbudi rendah. Kemudian beliau melanjutkan pembicaraan lagi tentang berbagai jenis kematian misalnya : . Pada waktu masih hidup selalu sabar dan tawakal dapat menahan hawa nafsu berani dalam lampah dan menjalani mati didalamnya hidup. 2.23 Adapun menurut para pakar setelah mereka bersepakat disimpulkan suatui pendapat sebagai berikut : Sepakat dengan pendapat Sultan Agung bahwa manusia itu setelah meninggal keadaan jenazahnya berbeda-beda itu suatu tanda bahwa disebabkan karena ada kelainan atau salah kejadian (tidak wajar). tidak mengenal tapa brata. Adapun sukmanya menitis pada hewan. Maka ada berbagai bab dalam mempelajari ilmu ma’rifat. Karena pada waktu pada saat sedang memasuki proses sakaratul maut hatinya menjadi ragu. seperti yang akan kami utarakan berikut ini : 1. tidak berzinah. bila pada saat hidupnya gemar menyucikan diri lahir maupun batin. makanya demikian karena pada waktu masih hidup berbuat dosa setelah menjadi mayat pun akan mengalami sesuatu masuk kedalam alam penasaran. 4. Kembali menyatu dengan zat yang Maha Agung. kurang kuat tekadnya. dengan tutur kata sopan. Berbagai Jenis Kematian Pada ketika itu Baginda Sultan Agung Prabu Hanyangkra Kusuma merasa senang atas segala pembicaraan dan pendapat yang telah disampaikan tadi. akan abadilah menyatunya Kawulo Gusti. rona muka manis. Tauhid dan Ma’rifat. tidak dapat memusatkan pikiran hanya untuk satu ialah menghadapi maut. Walaupun begitu bila pada masa hidupnya disertai sifat rela bila meninggal tidak akan keliru jalannya. Pada masa hidupnya seseorang yang menjalani lampah tidak tidur tetapi tidak ada batas waktu tertentu pada umumnya disaat kematiannya kelak maka jenaahnya akan keluar dari liang lahatnya karena terkena pengaruh dari berbagai hantu yang menakutkan. semuanya itu jika tidak dilanggar tidak akan begitu kejadiannya kelak. 2. 3.

adalah suatu jenis kematian karena gugur dalam perang. Andaikan dia mengingat keyakinan ilmunya mungkin akan kacau didalam melaksanakannya tetapi kalau selalu ingat petunjuk-petunjuk dari gurunya maka kemungkinan besar dapat mencabut seketika itu juga. karena sebenarnya semua itu masih belum tentu . Wedaran Menghancurkan Jasad Adapun pesan beliau Kangjeng Susuhunan di Kalijogo sebagai berikut : “Siapapun yang menginginkan dapat menghancurkan tubuh seketika atau terjadinya mukjizat seperti para Nabi. penjelasannya yang telah diwasiatkan kepada anak cucu seperti ini caranya: “Badan jasmaniku telah suci. 4. didunia aku hidup. mengapa tidak dapat mencabut seketika itu juga ?” Dijawab oleh yang menghadap : “Yang begitu itu mungkin disebabkan karena terkejut menghadapi hal-hal yang tiba-tiba. adalah suatu jenis kematian karena kelaparan. Akibat dari perbuatan orang itu karena membunuh. kemudian dijatuhi hukuman karena keputusan pengadilan atas wewenang raja. epidemi karena santet atau tenung dari orang lain yang demikian itu benar-benar tidak dapat sampai pada kematian yang sempurna atau kesedanjati bahkan dekat sekali pada alam penasaran. dengan cara menjalani tapa brata seperti pesan dari Kangjeng Susuhunan di Ampel Denta : 1. kubawa dalam keadaan nyata. 2. selama seratus hari siang dan malam 1.24 Mati Kisas Mati kias Mati sahid Mati salih Mati tewas Mati apes Semuanya itu beliau berharap agar dijelaskan apa maksudnya maka yang hadir memberikan jawaban sebagai berikut : Mati Kisas. Mati Kias. jadi apa yang kuciptakan. dirampok. Kyai Ahmad Katengan menghaturkan sembah: “Sabda paduka adalah benar. adalah suatu jenis kematian akibatkan oleh suatu perbuatan misalnya: nafas atau mati melahirkan. 2. adalah suatu jenis kematian karena tenggelam. Mati Syahid. tertimpa pohon . Mati Salih. dibajak. Maka tidak teringat lagi dengan ilmu yang diyakininya dalam batin yang dirasakan hanyalah penderitaan dan rasa sakit saja. dan sebagainya. yang kuinginkan ada. Mati Apes. Menahan Hawa Nafsu. jatuh memanjat pohon. tidak terduga siapa yang dapat menyamainya 3. sampai di alam nyata (akherat) aku juga hidup. dapat mulai sempurna hidup abadi selamanya. Menahan syahwat (seks). mendatangkan keramat seperti para Wali. 4. suatu jenis kematian karena ambah-ambahan. Setelah mendengar jawaban itu beliau merasa masih kurang puas menurut pendapat beliau bahwa sebelum seseorang terkena bencana apakah tidak ada suatu firasat dalam batin dan pikiran. Mati Tiwas. mendatangkan ma’unah seperti para Mukmin Khos. Berkatalah beliau : “Sebab-sebab kematian tadi yang mengakibatkan kejadiannya lalu apakah tidak ada perbedaannya antara yang berilmu dengan yang bodoh ? Andaikan yang menerima akibat dari kematian seornag pakarnya ilmu mistik. 3. 5. adalah suatu jenis kematian karena hukuman mati. hanyalah Kangjeng Susuhunan Kalijogo sendiri yang dapat melaksanakan ngracut jasad seketika . dan datang yang kukehendaki”. . disamun. tidak diakibatkan kematian. disambar petir. bunuh diri karena mendapat aib atau sangat bersedih. kok tidak terasa kalau hanya begitu saja beliau kurang sependapat oleh karenanya beliau mengharapkan untuk dimusyawarahkan sampai tuntas dan mendapatkan suatu pendapat yang lebih masuk akal. selama seribu hari siang dan malamnya sekalian. 6. dari kodrat iradatku. Wedaran Angracut Jasad Adapun Pangracutan Jasad yang dipergunakan oleh Kangjeng Susuhunan Kalijogo.

tujuh hari tujuh malam 5. dunia mahkluk halus itu biasa adanya. Dari tujuh alam itu hanyalah alamnya manusia yang mempunyai matahari dan penduduknya yang terdiri dari manusia. Mahkluk-mahkluk dari tujuh alam tersebut. Di 6 alam itu tidak ada hari yang terang berderang karena tidak ada matahari. lamanya tiga hari tiga malam 6. batuk. anapas. termasuk alam yang dihuni oleh manusia. Tidak berbicara. Jaga. barang kali mereka mendengar beberapa cerita atau membaca tulisan atau dari buku-buku. maka itu tidak ada sinar yang menyilaukan seperti sinar matahari atau bagaskoro ( Jawa halus ). Bagi orang yang telah mencapai ilmu sejati dalam kejawen atau mungkin yang sudah menguasai metafisika. Mati raga. yang tenang jangan sampai bersengal-sengal campur baur. lalu dirangkap juga dengan o Membisu tanpa berpuasa selama 40 hari. Adapun pembagian waktunya dalam lampah seribu hari seribu malam itu beginilah caranya : o Manahan hawa nafsu. Puasa padam api. aktivitas mereka tidak bercampur setiap alam mempunyai urusannya masing-masing. tidak meludah. lanjutkan dengan o Pati raga selama sehari semalam.dimana ( lebih dari satu dunia ) paling tidak yang terjadi ditanah Jawa. bila telah mencapai 60 hari. pada prinsipnya mereka mengurusi alamnya masing-masing. dalam empat puluh hari siang dan malam 4. bila telah mendapat 900 hari lalu teruskan dengan o Menahan syahwat. tanapas nupus. Keadaannya seperti suasana malam yang cerah dibawah sinar bulan dan bintang-bintang yang terang. menahan tidak berdehem. lalu dilanjutkan dengan o Jaga. tidak bergerak-gerak. Banyak ahli kejawen mempunyai pendapat yang sama bahwasanya di dalam dunia yang satu dan sama ini. bukannya omong kosong. Di dunia ini memiliki tujuh saluran kehidupan yang ditempati oleh bermacam-macam mahkluk. tarikan nafas. lalu lanjutkan dengan o Puasa pati selama 7 hari tujuh malam. tidak kencing selama sehari semalam tersebut. tidak berak. Adapun caranya Pati Raga adalah : tangan bersidakep kaki membujur dan menutup sembilan lobang ditubuh. artinya tinggal keluar masuknya nafas. DUNIA MAHKLUK HALUS Pada kenyataannya banyak orang yang tertarik menelaah pada dunia mahkluk halus.25 3. Penduduk dari 6 alam yang lain mereka mempunyai badan dari cahaya ( badan Cahya ) atau yang secara populer dikenal sebagai mahkluk halus (wong alus) mahkluk yang tidak kelihatan. Yang bergerak tinggallah kedipnya mata. binatang dan lain-lain mempunyai badan jasmani. . artinya membisu. tidak bergerak lamanya sehari semalam. Dibawah ini digambarkan informasi dari dunia-dunia mereka versi kejawen. sebenarnya dihuni oleh tujuh macam alam kehidupan. selama tiga hari tiga malam.

Ada juga hal-hal yang mistis di dunia Merkayangan ini. dalam pertemuan itu. kota-kotanya lebih modern ada pencakar langot. ada banyak mobil yang jenisnya sama di jalan-jalan. pegawai. Dalam dunia merkayangan mereka merokok. Jin . menghadiri upacara perkawinan. Seperti juga manusia ada yang baik dan jahat. Mereka bisa tinggal di Keraton-keraton. ada banyak pabrik-pabrik persis seperti di dunia manusia. Yang mengherankan adalah. 2. alam lain itu antara lain : 1. pekerja dan lain-lain. Ratu-ratu. mereka itu memiliki tehnologi yang lebih canggih dari manusia. ada yang pintar dan bodoh. orang akan mendengar cerita tentang beberapa siluman antara lain : Kanjeng Ratu Kidul (Ratu Laut Selatan). sebaliknya ada yang berpangkat rendah seperti prajurit. Mahkluk-mahkluk halus yang asli mereka tinggal di dunianya masing-masing. budak-budak dll. Sedangkan kanjeng Ratu Kidul bukanlah asli siluman. laut . pembantu-pembantu. beberapa abad yang lalu beliau adalah seorang Gusti dikerajaan di Jawa. memakai macam pakaian yang sama. berkuasa dan amat cantik. Ratu. Mahkluk halus asli yang memang dilahirkan – diciptakan sebagai mahkluk halus. Inilah kenyataannya yang bukan hanya merupakan ilusi atau bayangan semata. di beberapa tempat kerajaan ini mempunyai Adipati. Golongan Aristokrat. dengan pintu gerbangnya Parangkusumo. masyarakat siluman diatur seperti masyarakat jaman kuno. kadang-kadang bila perlu ada juga manusia yang diundang oleh mereka antara lain untuk : melaksanakan pertunjukkan wayang kulit. ritual dan lain-lain dan mereka juga mempunyai angkatan perang yang kuat. Mereka mempunyai Raja. rumah-rumah bangsawan. Pegawai-pegawai Kerajaan. yang telah tinggal di telaga itu untuk waktu yang lama bersama dengan penduduk golongan siluman. kecuali tidak adanya sinar terang seperti matahari. Sarpo Bongso ini siluman asli. bekerja di batik.26 Konon Ada 2 macam mahkluk halus : 1. rokok yang sama seperti dunia manusia. mereka itu dibayar dengan uang yang syah dan berlaku seperti mata uang di dunia ini. membayar dengan uang yang sama. rokok dan manusia-manusia yang telah melakukan pekerjaan di dunia tersebut. mereka mempunyai masyarakat maka itu ada mahkluk halus yang mempunyai kedudukan tinggi seperti Raja-raja. Merkayangan Kehidupan di saluran ini hampir sama seperti kehidupan di dunia manusia. Kanjeng Ratu Kidul berjanji untuk melindungi semua raja dan kerajaan Mataram. Kalau orang pergi berkunjung ke Solo-Yogyakarta atau jawa Tengah. tetapi patihnya Nyai Roro Kidul adalah siluman asli sejak beberap ribu tahun yang lalu. 2. pesawat-pesawat terbang yang ultra modern dan lain-lain. Beliau mempunyai seorang patih wanita yang setia dan sakti yaitu Nyai Roro Kidul. Ratu legendaris. Parangkusumo ini terkenal sebagai tempat pertemuan antara Panembahan Senopati dan Kanjeng Ratu Kidul. . rumah-rumah yang bergaya kuno dan lain-lain.Siluman Mahkluk halus ini konon suka tinggal didaerah yang ber air seperti di danau-danau. samudera dan lain-lain. Seperti layaknya disebuah negeri kuno di kerajaan laut selatan ini juga ada berbagai upacara. Sarpo Bongso-Penguasa Rawa Pening. yang tinggal di istananya di Laut Selatan. Mahkluk halus yang berasal dari manusia yang telah meninggal. Sebuah danau besar yang terletak di dekat kota Ambarawa antara Magelang dan Semarang. kerajaan laut selatan ini terhampar di Pantai Selatan Pulau Jawa. Menteri-menteri dan lain-lain.

Srengara Nyarap . Umbel Molor . Ada pepatah Jawa yang bunyinya “ Urip iku mung mampir ngombe “ artinya hidup didunia ini hanyalah untuk mampir minum. hampir sama dengan bangsa siluman tetapi mereka itu tinggal di daerah-daerah pegunungan dan tempat-tempat yang berhawa panas. tidak ada penderitaan yang seberat ini. Kajiman. Jaran Penoreh . Siluman.ingus yang menetes 6. jangan mencuri. jangan melakukan hal-hal yang jelek dan nista. dan Demit masih ada lagi dua menjelaskannya lebih detail. maka itu setiap orang harus berusaha untuk menghindarinya.bulus yang besar 4. jujur. Mahkluk halus yang tidak sempurna.senagsa ikan. berkelakuan baik. jangan membunuh. ketika mereka hidup sebagai manusia. itu artinya orang hidup didunia ini hanya dalam waktu singkat maka itu berbuatlah yang pantas/ " pene r". mereka tentu akan mendapat hukuman sesudah “ kematiannya “ badan dan jiwa mereka mendapat hukuman persyaratan sangkan paraning dumadi ( datang dari suci. suka menolong “ manusia supaya menjadi kaya dengan kekayaan meterial yang berlimpah. dimana rohroh dari manusia-manusia yang jahat menderita karena kesalahan yang telah mereka perbuat pada masa lalu. tetapi adalah sembilan macam mahkluk halus yang katanya. Bajul Putih . secara singkat kedua masyarakat itu adalah untuk mereka yang jujur.kuda yang kepalanya menoleh kebelakang 2. Orang biasanya menyebut merak Jim. suci dan bijak. Bagi mereka yang telah melakukan kesalahan dengan jalan memuja atau menggunakan “ jasajasa Baik “ berhala diatas. guna-guna yang membuat orang lain menderita.kelelawar berak 9. 4. semacam burung yang berkicau 8. prewangan ( orang yang menyediakan raganya untuk dijadikan medium oleh mahkluk halus ) blakmagic. pengasihan supaya dikasihi oleh orang lain dengan cara-cara yang tidak wajar. jangan menipu. Memuja berhala untuk menjadi kaya ( pesugihan ) yang dimaksud dengan berhala dalam kejawen bukanlah patung-patung batu. tidak jujur. suka menolong.gemak. penglihatannya tidak terang 7. membunuh orang dll perbuatan yang nista. Manusia yang salah itu pasti menerima hukumaan untuk kesalahan yang dilakukannya. Gemak Melung .buaya putih. di dunia inii hidup suci dan kembali lagi ke suci ). Pemujaan terhadap kesembilan mahkluk jahat itu merupakan kesalahan fatal.27 3. Disamping tujuh macam alam permanen tersebut. Disamping masyarakat yang sudah teratur seperti Merkayangan. Demit Bangsa ini bertempat tinggal di daerah-daerah pegunungan yang hijau dan lebih sejuk hawanya. mereka itu bila dilihat dengan mata biasa kelihatan seperti : 1. Kajiman Mereka hidup dirumah-rumah kuno di dalam masyarakat yang bergaya aristokrat. jangan menyiksa. rumah-rumah mereka bentuknya sederhana terbuat dari kayu dan bambu. . hukuman itu bisa dijalani pada waktu dia masih hidup di dunia atau lebih jelek pada waktu sesudah kehidupan ( afterlife ) diterima oleh orang-orang yang sudah melakukan : fitnah. Bulus Jimbung . mereka itu seperti manusia hanya bentuk badannya lebih kecil. sakit atau mati dll. Kandang Bubrah . ada sebuah saluran yang terjepit.kandang yang rusak 5. Berbagai macam hukuman sesudah kehidupan : Ini merupakan hukuman yang teramat berat.anjing menggigit 3. Bagaimana caranya ? mudah saja : bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dengan melakukan perbuatan yang baik dan benar. Codot Ngising . Kutuk Lamur .

sajroning sukma iku rahsa. kados makten wewedharanipun : Sajatine ingsun anata malige ing dalem baitalmukharam. 2. sajroning madi iku wadi. kang ana antaraning ati iku jantung. sajroning manikem iku rahso sajroning rahso iku ingsun. kados makaten wewedharanipun : Sajatine ingsun nata malige ing dalem Baitalmakmur iya iku enggon parameyaningsun jumeneng ana sirahing Adam. Susuhunan ing Pancuran 6. tetep gesang piyambak boten wonten ingkang anggesangi . anging ingsun dzat kang anglimputi ing kahanan jati. Ayat ingkang kaping tiga dipun wastani pambukaning tata mahlige ing dalem Baitalmukadas. sajroning budi iku jinem.28 WEWEDHARANIPUN TRI BAWANA [ Jabaran tiga dunia ] Bahasa Jawa : 1. kang ana sajroning sirah iku dimak. kang ana ing sajroning konthol iku pringsilan. Susuhunan ing Cirebon 7. Susuhunan ing Giri Kadhaton 2. tegesipun gesang toya kalih wonten ing donya gesang. iya iku enggon pasucen ingsun jumeneng ana ing kontholing Adam. urawi puter giling sapanunggalanipun. ora ana Pangeran anging ingsun dzat kang anglimputi ing kahanan jati. sajroning sukma iku rahsa. sajroning rahsa iku ingsun ora ana pangeran. kang ada antaraning iku mutfah. iya iku utek kang ana antaraning Dimak iku manik. 2. sajroning wadi iku manikem. iya iku mani sajroning mutfah iku madi. sajroning rahsa iku ingsun. sajroning jantung iku budi. Sami kawasa saget adamel sarana wewelikaning pandulu inggih punika kalebet Aji Sesulapan. ingkang kaangge witting Ilmi bangsa Sorogan. Sami anggelaraken bangsaning gendam. sajroning pranawa iku sukna. kang ana sajroning dhada iku ati. sajroning jinem iku sukma. Menggah ingkang sami kapareng amedharaken wedharan triloka wau para wali 8 : 1. 3. mekaten wewejanganipun : Sajatine ingsun anata Malige ing dalem Baitalmukadas. Susuhunan ing Panggung 4. Susuhunan ing Kajenar Dene anggenipun sami karsa amedharaken Triloka punika saking anggenipun sami ambabar kaelokaning Ilmi kasampurnan. dipun wastani pambukaning tata mahligai ing dalem Baitalmakmur. 3. ora ana Pangeran anging ingsun dzat kang anglimputi kahanan jati. Susuhunan ing Majagung 5. ing kahanan akhir inggih gesang. Purunipun adamel kaelokan sareng Kanjeng Susuhunan Ing Kalijaga sampun kayun widaraini. Anggenipun kawasa saget adamel lumpuhing para cidra. tegesipun dados musthikaning Sapta Bawana. iya iku enggon laranganingsun jumeneng ana jajaning Adam. kadosta : 1. inggih punika bangsaning pangetisan. Kawasa saget andhatengaken salwiring sedya. inggih punika winenang mengku Bumi langit sap pitu. Susuhunan ing Kudus 3. Ayat ingkang sapisan. Syeh Maulana Ibrahim Jatiswara 8. 4. Ayat ingkang kaping kalih dipun wastani pambukaning tata mahlige ing dalem Baitalmukharam. sanyata langgeng boten ewah gingsir mila waget jumeneng Gosul Alam. nanging sadya kal wau nalika pakumpulan kaliyan Kanjeng Susuhunan ing Kalijogo inggih sami ajrih anggelaraken.

tidak ada Tuhan kecuali aku. karena mereka telah menyaksikan kehebatan ilmu kasampurnan. Ternyata abadi tidak berubah oleh karenanya dapat menyandang sebagai Gosul Alam. Dzat yang emliputi semua keadaan . Mampu melumpuhkan orang yang berniat jahat. yang berada di dalam dada itu hati. Sesuhunan di Panggung 4. yang berada didada Adam. di dalam mutfah adalah madi. artinya menjadi mustikanya tujuh lapis Bawana mempunyai wewenang menguasai Bumi dan langit lapis tujuh. Mampu membuat penglihatan menjadi berubah ialah sebangsa sulapan. Sesuhunan di Pajagung 5. Syeh Maulana Ibrahim Jatiswara 8.29 Terjemahan : 1. 2. didalam sukma itu rahsa dan di dalam rahsa itu aku. tetapi semua itu ketika masih berkumpul dengan Sunan Kalijogo. didalam manik itu pramana adalah pranawa. Ayat ketiga dinamakan terbukanya susunan singgasana dalam Baital Mukadas sebagai berikut : Sebenarnya aku menata singgasana dalam Baital Mukadas. Adapun yang ditunjuk mewedarkan wedaran Triloka ialah delapan wali. yang berada didalam kepala disebut dimak yaitu otak. yang berada diantara dimak itu manik. berada di kepala Adam. Mampu menggelarkan jenisnya dendam. Ayat yang pertama dinamakan terbukanya tata mahligai Baital Makmur wedarnya/jabarannya sebagai berikut : Sebenarnya aku mengatur singgasana di dalam Baital Makmur. di dalam budi itu jinem. misalnya : 1. yang berada di dalam kelamin itu pelir. mereka takut mempergunakan ilmu-ilmu tersebut. yang berada diantara hati itu jantung. 3. rumah tempat yang aku sucikan berada didalam kelaminnya Adam. 3. Sesuhunan di Kajenar Adapun mereka mau mewedarkan Triloka itu. di dalam rahsa itu adalah aku tidak ada Tuhan kecuali aku. didalam pranawa itu adalah sukma itu adalah rahsa. yaitu tergolong pangatisan. atau puter giling dan sebagainya. di dalam jantung itu budi. Sesuhunan di Pancuran 6. yang berada di dalam pelir itu mutfah yakni mani. Sesuhunan di Kudus 3. didalam rahsa itu adalah aku. dzat yang meliputi semua keadaan. Sesuhunan di Cirebon 7. di dalam madi itu manikem. Sesuhunan di Giri Kedaton 2. di dalam manikem itu rahsa. Ayat yang kedua dinamakan terbukanya susunan singgasana dalam Baital Mukharam sebagai berikut : Sebenarnya aku menata singgasana dalam Baital Mukharam itulah tempat larangan-laranganKU. di dalam jinem itu sukma. di situlah tempat kesenanganKU. Mampu mendatangkan semua yang dikehendaki 2. sebagai berikut : 1. . yang dianggap menjadi kuncinya ilmu sorogan. Mereka membuat keanehan setelah Sunan Kalijogo sudah kayun widaraini artinya hidup di akherat pun hidup. tidak ada Pangeran hanya dzat yang meliputi disemua keadaan. 4.

punika kuwajiban ingkang wiwitan kaampil. 4.angger Hukum lan Pernatan. Kalawan asma Allah kang Maha Murah ugi Maha Asih. Saking zakat lajeng tuwuh ‘ ibadah qurban sidqah. tuwin sanes ingkang sami sasar.w. 6. Kang Maha Murah Maha Asih. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’in 6. Ingkang baku inggih punika ‘ aqidah-tauhid ( memundhi saha mangeran namung dhumateng Panjenanganipun Allah piyambak ) ‘ Aqidah-tauhid wau dados jejering piwucal Agami. ugi ngajak Ummatipun supados samia ‘ibadah ( manembah ) ing Allah piyambak. Lajeng saking Haji tuwuh semangat ambelani sarta labuh ing agami. perang. lan lingkungan sapiturutipun. Kabeh pangalembana kagunganing Allah Pangeran. 5. sosial. dzikir lan tafakkur utawi I’tikaf ing masjid. sanes ingkang sami kabendon. upami hukum. ghairil maghdhuubi ‘ alaihim waladl dlaal-liin Bahasa Jawa : 1. Shiyam lan kesah Haji. politik. agami. sadaya para andika Nabi Utusaning Allah kautus ngampil tugas-pokok mbangun Tauhid ing Allah. Namung dhumateng Paduka piyambak kita sami menembah ‘ ibadah.30 AL FAATIHAH ( BEBUKA ) Surat kaping 1 : 7 ayat ( Tumuruning wahyu ana ing Mekkah. 2. Ingkang baku wonten sekawan. tumurun sawuse surat Al-Muddatstsir ) Bahasa Arab : 1. sesambetaning manungsa kaliyan Allah. kabudayan sarta kesenian. Pramila ing salebetingQuraan ngemot pinten-pinten norma lan katamtuwan. Ihdinash shiraathal mustaqiim 7. 2. Isi maksud ingkang wigatos ing Surat Al-Faatihah : Intisari saking isinipun Al-Quraan punika sampun kaweca pokok-pokok ingkang fundamentil wonten salebeting Surat Al Faatihah. Agaminipun para tetiyang ingkang sampun Paduka paringi kani’matan. kados kasebut ing ngandhap punika : 1. sesambetan internasional. sarta ngrebahaken sadaya kamusyrikan. weweweh lan tetulung ing sasaminipun. tatanagari. Kang Ngratoni ing dina Piwelas. ekonomi. ingkang dipun da’wahaken dening junjungan kita Nabi Muhammad s.a. Arrahmanir rahiim 4. Bab ‘aqaid utawi kaimanan . 7. Sesembahaning ‘ alam jagad-rat pramudita. utawi ngumawula lan manembah ing Allah. Zakat. langkunglangkung manungsa ( sabab manungsa punika makhluk ingkang saged damel kabudayan wonten ing ‘ alam donya ). mugi Paduka paring pitedah ing kita sadaya lumampah wonten ing margi ingkang leres. ‘Ibadah . Maaliki yaumid diin 5. inggih punika : Shalat.pernatan : maksudipun Syari’at Islam damel angger-angger hukum lan pranatan punika kangge karaharjaning ummat manungsa ing Donya dumugi ing Akheratipun. ndedonga. Dhuh Gusti Allah. saha namung dhumateng Paduka piyambak kita sami anyenyadhong pitulungan. 3. lan saking Shiyam tuwuh watak Wira’I 9 mboten ndremis lan mboten kathah sesambat ) sumingkir saking ingkang nama lelangkungan ( gesang prasaja ). Inggih punika margi. ingkang kuwajiban sadaya titah. Saking ingkang baku kasebut. Bismillahir rahmaanir rahim 2. 3. Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim. Angger. Alhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin 3. . makaten ugi dening para andika Rasul saderengipun. lajeng tuwuh ‘ibadah memuji. dahme. lan nilar sadaya brahalanipun.

Jembare kursine Allah iku amot langit lan bumi. kajaba barang kang dadi kaparenging Karsane. (QS. sanajan wonten Donya saged lolos saking hukuman. 5.Kagungane ALLAH samubarang kang ana ing langit lan samubarang kang ana ing bumi.Allah iku ora kataman ngantuk lan ora kataman sare. dheweke mau ora ana kang padha bisa nglimputi sathithik bahe saka ilmuNE ALLAH. lahuu maa fis-samaawaati wa maa fil ardhi man dzal-ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi-idznihii ya’lamu maa baina aidiihim wamaa khalfahum. AYAT KURSI Allahu laa ilaaha illaa huwal-hayyul qayyuumu laa ta’khudzuhuu sinatuw wa laa nauum.Ora ana kang bisa aweh syafa’at ana ing ngarsaning Allah. Allah ora ana Pangeran kang sinembah kajaba mung Panjenengane piyambak kang Sugeng sarta kang Jumeneng Pribadi. Al Baqarah:255) . Sejarah : maksudipun ingkang saged dados tepa-palupi ing salebeting sesrawungan ummat manungsa. nanging wonten ngarsaning Allah ing dinten Qiyanat tantu nboten saged lolos malih. kajaba manawa oleh palilahe.31 4. Allah iku Ngawuningani samubarang kang ana ing ngarep lan saburine wong-wong mau. Janji sarta ancaman : artosipun supados ngadeg keadilan lan keleresan ingkang saestu. panjenengane ora rekaos anggone rumeksa ing sakarone langit lan bumi. lan Panjenengane Allah iku Maha Luhur tur Maha Agung. walaa yuhiithuuna bisyai-im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa-a wasi’a kursiyyu hussamaawaati wal-ardha walaa ya-uuduhuu hif zhuhumaa wa huwal ‘aliyyul ‘azhiim. gesang sapisan wonten ing ‘ alam Donya. sampun ngantos damel sejarah awon.

Aja duwe rumangsa bener sarta becik. 7. 3. Agawe kabecikan marang sesaminira tumitah. 12. 8. 4. tegese ngeli. Wong amrih rahayuning sesaminira. Wong eling ing ngelmu sarak dalil sinung kamurahaning Pangeran. den agung. tegese prang sabil iku. datan nyulayani. nyawabi nakrakyatira. Aprang Sabilillah. 11. panalangsanira ing Pangeran Kang Maha Mulya. 5. ginantungan bebenduning Pangeran. duk uneng Kalijaga . tegese den teguh yen krungu ujar ala. aja anggrangsang samubarang kang sinedya. Elinga marang Kang Murbeng Jagad. 9. Angenakena sarira. saking sawab ing ilmu pangiket mami. Atapaa banyuara. 6. Angrawuhana ngelmu gaib. iku paraboting urip kang utama. 10. Aja kurang pamariksanira lan den agung pangapunira. Atapaa geniara. lamun sira ngrasa bener lawan becik.32 KAUTAMANING LAKU 1. Tapa ngluwat. basa ngeli iku nurut saujaring liyan. angayem-ayema nalarira. sinung ayating Pangeran. aja pegat rina lan wengi. den prayitna barang karya. agawea sukaning manahe sesamaning jalma. prang ati ala lan ati becik sing sapa reka arsa anglakoni amutiha lawan amawasa patangpuluh dina wae lan tangi wektu subuh lan den sabar sukur ing ati Isya ALLAH tinekan sak karsaniku. rumangsa ala sarta luput. 2. tegese mendhem atine aja ngatonake kabecikane dhewe. nanging aja tingal ngelmu sarak. sajroning jajanira priyangga ana prang Bratayudha.

caranya haruslah gemar prihatin. dalam mawas diri sehingga seolah-olah hati ini kosong namun sebenarnya akan menemukan cipta yang sejati. agar mendapat kegembiraan serta keselamatan serta tercapai segala cita-cita. senantiasa mendapatkan kesulitas-kesulitan. 2. Sebab jika bergeser (dari hidup yang penuh kebajikan) akan menderita kehancuran. yang menggoda membawa kendi berisi uang banyak. mengendapkan pikiran. Lakonana klawan sabaraning kalbu Lamun obah niniwasi Kasusupan setan gundhul Ambebidung nggawa kendhi Isine rupiah kethon Segalanya itu harus dijalankan dengan penuh kesabaran. 4.33 SERAT SABDO JATI Megatruh 1. Hawya pegat ngudiya RONGing budyayu MarGAne suka basuki Dimen luWAR kang kinayun Kalising panggawe SIsip Ingkang TAberi prihatos Jangan berhenti selalulah berusaha berbuat kebajikan. 5. . intropeksi. Lamun nganti korup mring panggawe dudu Dadi panggonaning iblis Mlebu mring alam pakewuh Ewuh mring pananing ati Temah wuru kabesturon Bila terpengaruh akan perbuatan yang bukan-bukan. 3. agar mudah menanggapi sesuatu. telitilah jangan sampai salah. sudah jelas akan menjadi sarang iblis. terhindar dari perbuatan yang bukan-bukan. Pamanggone aneng pangesthi rahayu Angayomi ing tyas wening Eninging ati kang suwung Nanging sejatining isi Isine cipta sayektos Dapatnya demikian kalau senantiasa mendambakan kebaikan. Kemasukan setan gundul. kerepotan-kerepotan. endapkan didalam hati. Ulatna kang nganti bisane kepangguh Galedehan kang sayekti Talitinen awya kleru Larasen sajroning ati Tumanggap dimen tumanggon Dalam hidup keprihatinan ini pandanglah dengan seksama.

. 7. bagaikan matanya kemasukan pasir. Parandene kabeh kang samya andulu Ulap kalilipen wedhi Akeh ingkang padha sujut Kinira yen Jabaranil Kautus dening Hyang Manon Namun demikian yang melihat. Nora kengguh mring pamardi reh budyayu Hayuning tyas sipat kuping Kinepung panggawe rusuh Lali pasihaning Gusti Ginuntingan dening Hyang Manon Bila sudah terlanjur demikian tidak tertarik terhadap perbuatan yang menuju kepada kebajikan. tidak dapat membedakan yang baik dan yang jahat. sehingga yang jahat disukai dianggap utusan Tuhan. 8. sebab sudah diliputi perbuatan dan pikiran yang jelek. 6. yang menitahkan bumi dan langit. siapa yang berusaha dengan setekun-tekunnya akan mendapatkan kebahagiaan. Ajaran-Nya sudah musnah berkeping-keping. Tuhan akan selalu memberi pertolongan. Karena Tuhan itu Maha Pemurah adanya. Sudah melupakan Tuhannya. Nora ngandel marang gaibing Hyang Agung Anggelar sakalir-kalir Kalamun temen tinemu Kabegjane anekani Kamurahane Hyang Manon Itu artinya tidak percaya kepada Tuhan. Bila diikuti hidupnya akan tercela akhirnya menjadi sengsara. sebenarnya repot didalam pikiran melihat contoh-contoh tersebut.34 tidak dapat berbuat dengan itikad hati yang baik. 9. 10. seolah-olah mabuk kepayang. sandang pangan tercukupi segala cita-cita dan kehendaknya tercapai. Segala yang baik-baik lari dari dirinya. Yeng kang uning marang sejatining dawuh Kewuhan sajroning ati Yen tiniru ora urus Uripe kaesi-esi Yen niruwa dadi asor Namun bagi yang bijaksana. bila dilakukan dengan setulus hati. Hanuhoni kabeh kang duwe panuwun Yen temen-temen sayekti Dewa aparing pitulung Nora kurang sandhang bukti Saciptanira kelakon Segala permintaan umatNya akan selalu diberi.

14. Ki Pujangga nyambi paraweh pitutur Saka pengunahing Widi Ambuka warananipun Aling-aling kang ngalingi Angilang satemah katon Sambil memberi petuah Ki Pujangga juga akan membuka selubung yang termasuk rahasia Tuhan. menghitung banyaknya orang. banyak pikiran-pikiran yang tidak berjalan diatas riil kebenaran. merasakan ramalan tersebut. 12. Para jalma sajroning jaman pakewuh Sudranira andadi Rahurune saya ndarung Keh tyas mirong murang margi Kasekten wus nora katon Manusia-manusia yang hidup didalam jaman kerepotan. Waluyane benjang lamun ana wiku Memuji ngesthi sawiji Sabuk tebu lir majenum Galibedan tudang tuding Anacahken sakehing wong Jaman yang repot itu akan selesai kelak bila sudah mencapat tahun 1877 (Wiku=7.35 11. 15. hilir mudik menunjuk kian kemari. senantiasa merenung diri melihat jaman penuh keprihatinan tersebut. Sawiji=1. cenderung meningkatnya perbuatan-perbuatan tercela. makin menjadi-jadi. tidak kekurangan sandang dan makan seluruh kehendak dan cita-citanya tercapai. 13. Pandulune Ki Pujangga durung kemput Mulur lir benang tinarik Nanging kaseranging ngumur Andungkap kasidan jati . Memuji=7. Iku lagi sirap jaman Kala Bendu Kala Suba kang gumanti Wong cilik bisa gumuyu Nora kurang sandhang bukti Sedyane kabeh kelakon Disitulah baru selesai Jaman Kala Bendu. Itu bertepatan dengan tahun Masehi 1945). 16. Katuwane winawas dahat matrenyuh Kenyaming sasmita sayekti Sanityasa tyas malatkunt Kongas welase kepati Sulaking jaman prihatos Lama kelamaan makin menimbulkan perasaan prihatin. sehingga dapat diketahui. Ada orang yang berikat pinggang tebu perbuatannya seperti orang gila. Diganti dengan jaman Kala Suba. keagungan jiwa sudah tidak tampak. Ngesthi=8. Dimana diramalkan rakyat kecil bersuka ria.

bagaikan menarik benang dari ikatannya. Muswa=0. . kembali menghadap Tuhannya. Cinitra ri budha kaping wolulikur Sawal ing tahun Jimakir Candraning warsa pinetung Sembah mekswa pejangga ji Ki Pujangga pamit layoti Karya ini ditulis dihari Rabu tanggal 28 Sawal tahun Jimakir 1802. Tepatnya pada hari Rabu Pon. itulah saat yang ditentukan sang Pujangga kembali menghadap Tuhan.Amung kurang wolung ari kang kadulu Tamating pati patitis Wus katon neng lokil makpul Angumpul ing madya ari Amerengi Sri Budha Pon Yang terlihat hanya kurang 8 hai lagi. 19. Windu Sengara (atau tanggal 24 Desember 1873) kira-kira waktu Lohor.36 Mulih mring jatining enggon Sayang sekali "pengelihatan" Sang Pujangga belum sampai selesai. Tanggal kaping lima antarane luhur Selaning tahun Jimakir Taluhu marjayeng janggur Sengara winduning pati Netepi ngumpul sak enggon Tanggal 5 bulan Sela (Dulkangidah) tahun Jimakir Wuku Tolu. Pujangga=8. sudah sampai waktunya. 18. Ji=1) bertepatan dengan tahun masehi 1873). 17. (Sembah=2. Namun karena umur sudah tua sudah merasa hampir datang saatnya meninggalkan dunia yang fana ini.

2. semua anak buah hatinya baik. sudah semakin merosot. mendapatkan hinaan dan malu. . 3. Suasananya mencekam. Mangkya darajating praja Kawuryan wus sunyaturi Rurah pangrehing ukara Karana tanpa palupi Atilar silastuti Sujana sarjana kelu Kalulun kala tida Tidhem tandhaning dumadi Ardayengrat dene karoban rubeda Keadaan negara waktu sekarang. Bahkan kerepotan-kerepotan makin menjadi-jadi. Karena dunia penuh dengan kerepotan. akibat dari perbuatan seseorang. Katetangi tangisira Sira sang paramengkawi Kawileting tyas duhkita Katamen ing ren wirangi Dening upaya sandi Sumaruna angrawung Mangimur manuhara Met pamrih melik pakolih Temah suka ing karsa tanpa wiweka Waktu itulah perasaan sang Pujangga menangis.37 SERAT KALATIDA Sinom 1. namun segalanya itu tidak menciptakan kebaikan. Situasi (keadaan tata negara) telah rusah. penuh kesedihan. karena sudah tak ada yang dapat diikuti lagi. Ratune ratu utama Patihe patih linuwih Pra nayaka tyas raharja Panekare becik-becik Paranedene tan dadi Paliyasing Kala Bendu Mandar mangkin andadra Rubeda angrebedi Beda-beda ardaning wong saknegara Sebenarnya rajanya termasuk raja yang baik. pemuka-pemuka masyarakat baik. Oleh karena daya jaman Kala Bendu. Orang cerdik cendekiawan terbawa arus Kala Tidha (jaman yang penuh keragu-raguan). Patihnya juga cerdik. Sudah banyak yang meninggalkan petuah-petuah/aturan-aturan lama. Lain orang lain pikiran dan maksudnya.

4. hasilnya tidak lain hanyalah kerepotan. Dasar karoban pawarta Bebaratun ujar lamis Pinudya dadya pangarsa Wekasan malah kawuri Yan pinikir sayekti Mundhak apa aneng ngayun Andhedher kaluputan Siniraman banyu lali Lamun tuwuh dadi kekembanging beka Persoalannya hanyalah karena kabar angin yang tiada menentu. . akhirnya "nrima" dan menyerahkan diri kepada kehendak Tuhan. mengenai kehidupan yang dapat mendinginkan hati. Sebenarnya banyak sekali contoh -contoh dalam kisah-kisah lama. apa sih gunanya menjadi pemuka/pemimpin ? Hanya akan membuat kesalahan-kesalahan saja. Yah segalanya itu karena sedang mengalami kejadian yang aneh-aneh.38 Tampaknya orang tersebut memberi harapan menghibur sehingga sang Pujangga karena gembira hatinya dan tidak waspada. 6. Demikianlah jika kita meneliti. 5. Apakah gunanya meyakini kabar angin akibatnya hanya akan menyusahkan hati saja. Lebih-lebih bila ketambahan lupa diri. bahkan tidak mendapat perhatian sama sekali. Lebih baik membuat karya-karya kisah jaman dahulu kala. sebenarnya sudah ada peringatan. Keni kinarta darsana Panglimbang ala lan becik Sayekti akeh kewala Lelakon kang dadi tamsil Masalahing ngaurip Wahaninira tinemu Temahan anarima Mupus pepesthening takdir Puluh-Puluh anglakoni kaelokan Membuat kisah lama ini dapat dipakai kaca benggala. Akan ditempatkan sebagai pemuka tetapi akhirnya sama sekali tidak benar. guna membandingkan perbuatan yang salah dan yang betul. Sebenarnya kalah direnungkan. Didalam jaman yang penuh kerepotan dan kebatilan ini. orang yang berbudi tidak terpakai. Ujaring panitisastra Awewarah asung peling Ing jaman keneng musibat Wong ambeg jatmika kontit Mengkono yen niteni Pedah apa amituhu Pawarta lolawara Mundhuk angreranta ati Angurbaya angiket cariteng kuna Menurut buku Panitisastra (ahli sastra).

Beda lan kang wus santosa Kinarilah ing Hyang Widhi Satiba malanganeya Tan susah ngupaya kasil Saking mangunah prapti Pangeran paring pitulung Marga samaning titah Rupa sabarang pakolih Parandene maksih taberi ikhtiyar Lain lagi bagi yang sudah kuat. Semono iku bebasan Padu-padune kepengin Enggih mekoten man Doblang Bener ingkang angarani Nanging sajroning batin Sejatine nyamut-nyamut Wis tuwa arep apa Muhung mahas ing asepi Supayantuk pangaksamaning Hyang Suksma Yah segalanya itu sebenarnya dikarenakan keinginan hati. Bagaimanapun juga walaupun orang yang lupa itu bahagia namun masih lebih bahagia lagi orang yang senantiasa ingat dan waspada. Lebih baik menyepi diri agar mendapat ampunan dari Tuhan.39 7. tetapi kalau tidak mengikuti geraknya jaman tidak mendapat apapun juga. memang repot. Namun sudah menjadi kehendak Tuhan. apa pula yang dicari. Mendapat rakhmat Tuhan. 8. Betul bukan ? Memang benar kalau ada yang mengatakan demikian. Namun demikian masih juga berikhtiar. Akan mengikuti tidak sampai hati. Bagaimanapun nasibnya selalu baik. 10. 9. Tidak perlu bersusah payah tiba-tiba mendapat anugerah. Namun sebenarnya didalam hati repot juga. Sekarang sudah tua. Sakadare linakonan Mung tumindak mara ati Angger tan dadi prakara Karana riwayat muni Ikhtiyar iku yekti Pamilihing reh rahayu . Akhirnya dapat menderita kelaparan. Amenangi jaman edan Ewuh aya ing pambudi Milu edan nora tahan Yen tan milu anglakoni Boya kaduman melik Kaliren wekasanipun Ndilalah karsa Allah Begja-begjane kang lali Luwih begja kang eling lawan waspada Hidup didalam jaman edan.

. seolah-olah dapat mati didalam hidup. 12. Ya Allah ya Rasulullah Kang sipat murah lan asih Mugi-mugi aparinga Pitulung ingkang martani Ing alam awal akhir Dumununging gesang ulun Mangkya sampun awredha Ing wekasan kadi pundi Mula mugi wontena pitulung Tuwan Ya Allah ya Rasulullah. Bersamaan dengan usaha tersebut juga harus awas dan waspada agar mendapat rakhmat Tuhan. Biarkanlah kami hanya memohon karunia pada MU agar mendapat ampunan sekedarnya. Hanya Tuhanlah yang mampu menolong kami. 11. Sekarang kami telah tua. mudah-mudahan memberi pertolongan kepada hambamu disaat-saat menjelang akhir ini. Hanya membuat kesenangan pokoknya tidak menimbulkan persoalan. Lepas dari kerepotan serta jauh dari keangakara murkaan. yang bersifat murah dan asih.40 Sinambi budidaya Kanthi awas lawan eling Kanti kaesthi antuka parmaning Suksma Apapun dilaksanakan. Agaknya ini sesuai dengan petuah yang mengatakan bahwa manusia itu wajib ikhtiar. Sageda sabar santosa Mati sajroning ngaurip Kalis ing reh aruraha Murka angkara sumingkir Tarlen meleng malat sih Sanityaseng tyas mematuh Badharing sapudhendha Antuk mayar sawetawis BoRONG angGA saWARga meSI marTAya Mudah-mudahan kami dapat sabar dan sentosa. akhirnya nanti bagaimana. hanya harus memilih jalan yang baik. Kemudian kami serahkan jiwa dan raga dan kami.

41

SABDA TAMA

Gambuh 1. Rasaning tyas kayungyun Angayomi lukitaning kalbu Gambir wanakalawan hening ing ati Kabekta kudu pitutur Sumingkiring reh tyas mirong Tumbuhlah suatu keinginan melahirkan perasaan dengan hati yang hening disebabkan ingin memberikan petuah-petuah agar dapat menyingkirkan hal-hal yang salah. 2. Den samya amituhu Ing sajroning Jaman Kala Bendu Yogya samyanyenyuda hardaning ati Kang anuntun mring pakewuh Uwohing panggawe awon Diharap semuanya maklum bahwa dijaman Kala Bendu sebaiknya mengurangi nafsu pribadi yang akan membenturkan kepada kerepotan. Hasilnya hanyalah perbuatan yang buruk. 3.Ngajapa tyas rahayu Nyayomana sasameng tumuwuh Wahanane ngendhakke angkara klindhih Ngendhangken pakarti dudu Dinulu luwar tibeng doh Sebaiknya senantiasa berbuat menuju kepada hal-hal yang baik. Dapat memberi perlindungan kepada siapapun juga. Perbuatan demikian akan melenyapkan angkara murka, melenyapkan perbuatan yang bukan-bukan dan terbuang jauh. 4. Beda kang ngaji mumpung Nir waspada rubedane tutut Kakinthilan manggon anggung atut wuri Tyas riwut ruwet dahuru Korup sinerung agoroh Hal ini memang lain dengan yang ngaji pumpung. Hilang kewaspadaannya dan kerepotanlah yang selalu dijumpai, selalu mengikuti hidupnya. Hati senantiasa ruwet karena selalu berdusta. 5. Ilang budayanipun Tanpa bayu weyane ngalumpuk Sakciptane wardaya ambebayani Ubayane nora payu Kari ketaman pakewoh Lenyap kebudayaannya. Tidak memiliki kekuatan dan ceroboh. Apa yang dipikir hanyalah hal-hal yang berbahaya.

42

Sumpah dan janji hanyalah dibibir belaka tidak seorangpun mempercayainya. Akhirnya hanyalah kerepotan saja. 6. Rong asta wus katekuk Kari ura-ura kang pakantuk Dandanggula lagu palaran sayekti Ngleluri para leluhur Abot ing sih swami karo Sudah tidak berdaya. Hanya tinggallah berdendang. Mendendangkan lagu dandang gula palaran hasil karya nenek moyang dahulu kala, betapa beratnya hidup ini seperti orang dimadu saja. 7. Galak gangsuling tembung Ki Pujangga panggupitanipun Rangu-rangu pamanguning reh harjanti Tinanggap prana tumambuh Katenta nawung prihatos Ki Pujangga didalam membuat karyanya mungkin ada kelebihan dan kekurangannya. Olah karena itu ada perasaan ragu-ragu dan khawatir, barangkali terdapat kesalahan/kekeliruan tafsir, sebab sedang prihatin. 8. Wartine para jamhur Pamawasing warsita datan wus Wahanane apan owah angowahi Yeku sansaya pakewuh Ewuh aya kang linakon Menurut pendapat para ahli, wawasan mereka keadaan selalu berubah-ubah. Meningkatkan kerepotan apa pula yang hendak dijalankan. 9. Sidining Kala Bendu Saya ndadra hardaning tyas limut Nora kena sinirep limpating budi Lamun durung mangsanipun Malah sumuke angradon Azabnya jaman Kala Bendu, makin menjadi-jadi nafsu angkara murka. Tidak mungkin dikalahkan oleh budi yang baik. Bila belum sampai saatnya akibatnya bahkan makin luar biasa. 10. Ing antara sapangu Pangungaking kahanan wus mirud Morat-marit panguripaning sesami Sirna katentremanipun Wong udrasa sak anggon-anggon Sementara itu keadaan sudah semakin tidak karu-karuwan, penghidupan semakin morat-marit, tidak ketenteraman lagi, kesedihan disana-sini. 11. Kemang isarat lebur Bubar tanpa daya kabarubuh Paribasan tidhem tandhaning dumadi Begjane ula dahulu

43

Cangkem silite angaplok Segala dosa dan cara hancur lebur, seolah-olah hati dikuasai ketakutan. Yang beruntung adalah ular berkepala dua, sebab kepala serta buntutnya dapat makan. 12. Ndhungkari gunung-gunung Kang geneng-geneng padha jinugrug Parandene tan ana kang nanggulangi Wedi kalamun sinembur Upase lir wedang umob Gunung-gunung digempur, yang besar-besar dihancurkan meskipun demikian tidak ada yang berani melawan. Sebab mereka takut kalau disembur (disemprot ular) berbisa. Bisa racun ular itu bagaikan air panas. 13. Kalonganing kaluwung Prabanira kuning abang biru Sumurupa iku mung soroting warih Wewarahe para Rasul Dudu jatining Hyang Manon Tetapi harap diketahui bahwa lengkungan pelangi yang berwarna kuning merah dan biru sebenarnya hanyalah cahaya pantulan air. Menurut ajaran Nabi itu bukanlah Tuhan yang sebenarnya. 14. Supaya pada emut Amawasa benjang jroning tahun Windu kuning kono ana wewe putih Gegamane tebu wulung Arsa angrebaseng wedhon Agar diingat-ingat. Kelak bila sudah menginjak tahun windu kuning (Kencana) akan ada wewe putih (setan putih), yang bersenjatakan tebu hitam akan menghancurkan wedhon (pocongan setan). (Sebuah ramalan yang perlu dipecahkan). 15. Rasa wes karasuk Kesuk lawan kala mangsanipun Kawises kawasanira Hyang Widhi Cahyaning wahyu tumelung Tulus tan kena tinegor Agaknya sudah sampai waktunya, karena kekuasaan Tuhan telah datang jaman kebaikan, tidak mungkin dihindari lagi. 16, Karkating tyas katuju Jibar-jibur adus banyu wayu Yuwanane turun-temurun tan enting Liyan praja samyu sayuk Keringan saenggon-enggon Kehendak hati pada waktu tersebut hanya didasarkan kepada ketentraman sampai ke anak cucu. Negaranegara lain rukun sentosa dan dihormati dimanapun.

Ngratani sapraja agung Keh sarjana sujana ing kewuh Nora kewran mring caraka agal alit Pulih duk jaman runuhun Tyase teteg teguh tanggon Keadaan seperti itu terjadi diseluruh negeri. 20. Tatune kabeh tuntun Lelarane waluya sadarum Tyas prihatin ginantun suka mrepeki Wong ngantuk anemu kethuk Isine dinar sabokor Segala luka-luka (penderitaan) sudah hilang. . Tidak ada yang saling mencela. Diraning durta katut Anglakoni ing panggawe runtut Tyase katrem kayoman hayuning budi Budyarja marjayeng limut Amawas pangesthi awon Yang tadinya berbuat angkara sekarang ikut pula berbuat yang baik-baik. Semuanya rajin mengerjakan tugasnya masing-masing. Orang yang sedang mengantuk menemukan kethuk (gong kecil) yang berisi emas kencana sebesar bokor. Yang baik dapat menghancurkan yang jelek. 18. Kembali seperti dijaman dahulu kala. Amung padha tinumpuk Nora ana rusuh colong jupuk Raja kaya cinancangan angeng nyawi Tan ana nganggo tinunggu Parandene tan cinolong Semua itu hanya ditumpuk saja. Yang dibawah maupun yang diatas hatinya sama saja. Ninggal pakarti dudu Pradapaning parentah ginugu Mring pakaryan saregep tetep nastiti Ngisor dhuwur tyase jumbuh Tan ana wahon winahon Banyak yang meninggalkan perbuatan-perbuatan yang kurang baik.44 17. tidak ada yang berbuat curang maupun yang mengambil. Perasaan prihatin berobah menjadi gembira ria. Banyak sekali orang-orang ahli dalam bidang surat menyurat. Mengikuti peraturan-peraturan pemerintah. 21. Hewan piraan diikat diluar tanpa ditunggu namun tidak ada yang dicuri. 19. Semuanya berhati baja. Perasaannya terbawa oleh kebaikan budi.

Nadyan bisa mbarenjul Tanpa tawing enggal jugrugipun Kalakone karsaning Hyang wus pinasti Yen ngidak sangkalanipun Sirna tata estining wong Jurang yang curam itu meskipun dapat melembung. karena kalah perang maka akan diusir dari negerinya. 3. Sebab bagaimanapun juga meskipun merendah kalau gunung akan tetap masih terlihat bekasnya. namun kalau tidak ada tanggulnya sangat rawan dan mudah longsor. (Ket. Sinom 1. Tahun Masehi kurang lebih 1919-1920. Esthi=8 dan Wong=1). Ingat-ingatlah sudah menjadi kehendak Tuhan bahwa gunung-gunung yang tinggi itu akan merendah sedangkan jurang yang curam akan tampil kepermukaan (akan terjadi wolak waliking jaman). Jaka Lodang gumandhul Praptaning ngethengkrang sru muwus Eling-eling pasthi karsaning Hyang Widhi Gunung mendhak jurang mbrenjul Ingusir praja prang kasor Joko Lodang datang berayun-ayun diantara dahan-dahan pohon kemudian duduk tanpa kesopanan dan berkata dengan keras. Yang dimaksud dengan jurang dan gunung bukanlah pisik tetapi hanyalah sebagai yang dilambangkan).45 SERAT JOKO LODANG Gambuh 1.Nanging awya kliru Sumurupa kanda kang tinamtu Nadyan mendak mendaking gunung wis pasti Maksih katon tabetipun Beda lawan jurang gesong Namun jangan salah terima menguraikan kata-kata ini. Semuanya yang dituturkan diatas sudah menjadi kehendak Tuhan akan terjadi pada tahun Jawa 1850. Sasedyane tanpa dadya Sacipta-cipta tan polih Kang reraton-raton rantas Mrih luhur asor pinanggih Bebendu gung nekani . Tata=5. Lain sekali dengan jurang yang curam. (Sirna=0. Karena ini hasil sastra maka tentu saja multi dimensi. 2.

Semua saja waktu itu hanya harta bendalah yang menjadi tujuan. Oleh karena itu seluruh isi dunia penderitaan kesengsaraannya makin menjadi-jadi. apa yang dicita-citakan buyar. Megatruh 1. Diluar tampak baik tetapi didalamnya tidak. Urip=1). tetapi hanyalah semu belaka. Mengerjakan madat. 2. Banyak ulama berbuat maksiat. 3. Para sudagar ingargya Jroning jaman keneng sarik Marmane saisiningrat Sangsarane saya mencit Nir sad estining urip Iku ta sengkalanipun Pantoging nandang sudra Yen wus tobat tanpa mosik Sru nalangsa narima ngandel ing suksma Hanya harta bendalah yang dihormati pada jaman tersebut. madon minum dan berjudi. Tahun Masehi kurang lebih tahun 1930. ingin menang malah kalah. Orang wanita kehilangan kewanitaannya karena terkena pengaruh harta benda. sedangkan yang kecil tidak mau mengerti akan keadaannya. Para haji melemparkan ikat kepala hajinya.46 Kongas ing kanistanipun Wong agung nis gungira Sudireng wirang jrih lalis Ingkang cilik tan tolih ring cilikira Waktu itu seluruh kehendaki tidak ada yang terwujud. Wong alim-alim pulasan Njaba putih njero kuning Ngulama mangsah maksiat Madat madon minum main Kaji-kaji ambataning Dulban kethu putih mamprung Wadon nir wadorina Prabaweng salaka rukmi Kabeh-kabeh mung marono tingalira Banyak orang yang tampaknya alim. Esthining=8. apa yang dirancang berantakan. Sad=6. Penghabisan penderitaan bila semua sudah mulai bertobat dan menyerahkan diri kepada kekuasaan Tuhan seru sekalian alam. Mbok Parawan sangga wang duhkiteng kalbu Jaka Lodang nabda malih . lebih baik tercemar nama daripada mati. Yang tampak hanyalah perbuatan-perbuatan tercela. karena datangnya hukuman (kutukan) yang berat dari Tuhan. Tahun Jawa menunjuk tahun 1860 (Nir=0. Orang besar kehilangan kebesarannya. segalanya salah perhitungan.

2. Kemudian Joko Lodang berkata lagi : "Tetapi ketahuilah bahwa ada hukum sebab musabab. Sangkalane maksih nunggal jamanipun Neng sajroning madya akir Wiku Sapta ngesthi Ratu Adil parimarmeng dasih Ing kono kersaning Manon Jamannya masih sama pada akhir pertengahan jaman. 3. Ratu=1). . Bertepatan dengan tahun Masehi 1945. didalam ramalan yang sudah ditentukan haruslah diusahakan supaya segera dan dapat terjadi ". Sapta=7. Tahun Jawa 1877 (Wiku=7. Ngesthi=8. Yang mendapat gembira hatinya sebab didalam benda tersebut isinya tidak lain emas dan kencana. Itu sudah menjadi kehendak Tuhan. Tinemune wong ngantuk anemu kethuk Malenuk samargi-margi Marmane bungah kang nemu Marga jroning kethuk isi Kencana sesotya abyor Diwaktu itulah seolah-olah orang yang mengantuk mendapat kethuk (gong kecil) yang berada banyak dijalan.47 Nanging ana marmanipun Ing waca kang wus pinesthi Estinen murih kelakon Mendengar segalanya itu Mbok Perawan merasa sedih. Akan ada keadilan antara sesama manusia.

serta " Aja Dumeh " adalah peringatan kepada kita bahwa jangan takabur dan jangan sombong. yaitu dari akar yang kuat. Kepercayaan terhadap keberadaan roh nenek moyang. banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai ungkapan dan ungkapan Jawa. Perumusan pengalaman religius Jawa dalam sejarahnya tidak lepas dari pengaruh-pengaruh agama besar seperti Hindu. masih berperan pula mitos dan ritus. menyatu dengan kepercayaan terhadap kekuatan alam yang mempunyai pengaruh terhadap kehidupan manusia. Sikap hidup masyarakat Jawa memiliki identitas dan karakter yang menonjol yang dilandasi direferensi nasehat-nasehat nenek moyang sampai turun temurun. bahasa gerak. menjadi ciri utama dan bahkan memberi warna khususu dalam kehidupan religiusitas serta adat istiadat masyarakat Jawa. warna dan rupa. merupakan ungkapan-ungkapan dan pengalaman religius yang merangkum bermacam-macam unsur lambang. berpegang pada kepercayaan terhadap roh nenek moyang. menjadi isian jiwa seni dan budaya Jawa.Rukun Agawe Santosa " menghendaki keserasian dan keselarasan dengan pola pikir hidup saling menghormati. instropeksi diri Mikul Duwur. Kebudayaan Jawa sebagai subkultur Kebudayaan Nasional Indonesia. hormat kepada sesama serta berbagai perlambang dalam ungkapan Jawa. Tantularisme dan Kejawen yang bersifat Toleran. Perlambang dan ungkapan-ungkapan halus yang mengandung pendidikan moral. menjadi petunjuk jalan dan arah terhadap kehidupan sejati. Hangrasa wani : Mawas diri. telah mengakar bertahuntahun menjadi pandangan hidup dan sikap hidup umumnya orang Jawa. Terkemas hampir sempurna dalam seni budaya gamelan dan gending-gending serta kesenian wayang kulit purwa yang perkembanganya mempunyai warna yang unik. atas dosa/kesalahannya yang diperkirakan bisa berdampak kesialan didalam hidupnya. namun juga merupakan tatanan yang harus dititeni kanti titis. tidak hanya sekedar tontonan dan tuntunan bagaimana manusia harus bertingkah laku dalam kehidupannya.48 RUWATAN Adalah Tradisi ritual Jawa sebagai sarana pembebasan dan penyucian. Mendem Jero : Menghargai dan menghormati serta menyimpan .suara. Jer Basuki Mawa Beya : Kesuksesan perlu atau butuh pengorbanan Ajining diri saka obahing lati : Harga diri tergantung ucapannya Prinsip pengendalian diri dengan " Mulat Sarira " suatu sikap bijaksana untuk selalu berusaha tidak menyakiti perasaan orang lain. wayang merupakan intisari kebudayaan masyarakat Jawa yang diwarisi secara turun temurun. Wayang sebagai pertunjukan. kemudian bertambah maju setelah mengenal segala bentuk kesenian dari India dan menjadi sempurna begitu masuk agama Islam di Pulau Jawa.rahasia orang lain. Budha dan Islam beserta dengan mistiknya yang khas. Paham mistik Jawa yang berpokok " Manunggaling Kawula Gusti " ( persatuan manusia dengan Tuhan ) dan " Sangkan Paraning Dumadi " ( asal dan tujuan ciptaan ) bersumber pada pengalaman religius. merupakan cara penyampaian terselubung yang bisa bermakna " Piwulang " atau pendidikan moral. Kidung dan Suluk. Dalam wayang terekam ungkapan pengalaman religius yang " kuno " seperti tampak bahwa pada tahap perkembangannya dewasa ini. Secara tradisional. misalkan pada lakon Ruwat atau Murwa Kala. tidak mementingkan diri sendiri dan lain sebagainya yang masih mempunyai arti sangat luas. ingin menelusuri arus kehidupan sampai ke sumber muaranya. Akomodatif serta Optimistik. Dalam ungkapan " Crah Agawe Bubrah . seperti terlihat dalam kitab-kitab Tutur. misalnya : Ojo Dumeh : Merasa dirinya lebih Mulat sarira. karena adanya pertalian budi pekerti dengan kehidupan spiritual. berawal dari sana manusia itu rindu untuk bersatu dengan yang Illahi. ( merupakan . yaiku : Sinkretisme.

3. Tuwuhan. Bermacam-macam nasi antara lain : . dan daun kluwih yang semuanya itu diikat berdiri pada tiang pintu depan sekaligus juga berfungsi sebagai hiasan/pajangan dan permohonan. bagaimana mereka bertingkah laku dengan sesama dan bagaimana menyadari hakekatnya sebagai manusia serta bagaimana dapat berhubungan dengan sang penciptanya.dan pada lakon ini. Ketika raksasa ini menghadap ayahnya (Batara guru) untuk meminta makan. diantaranya kain sindur. Wayang kulit satu kotak ( komplit ) 3. akhirnya menjelma menjadi raksasa. kain bango tulak dan dilengkapi dengan padi segedeng (4 ikat pada sebelah menyebelah). atau meruwat berarti: mengatasi atau menghindari sesuatu kesusahan bathin dengan cara mengadakan pertunjukan/ritual dengan media wayang kulit yang mengambil tema/cerita Murwakala.49 hukum alam yang maha teratur yang harus diketahui dan disikapi secara bijaksana ) untuk menuju kasunyatan serta mencapai kehidupan sejati. Untuk pagelaran wayang kulit dengan lakon Murwakala biasanya diperlukan perlengkapan sebagai berikut : 1. daun elo. kipas beserta kemenyan (ratus wangi) yang akan dipergunakan Kyai Dalang selama pertunjukan. Api (batu arang) di dalam anglo. maka untuk mensucikan kembali. Dua kembang mayang yang telah dihias diletakkan dibelakang kelir (layar) kanan kiri. yaitu pembebasan dewa yang telah ternoda. daun meja. Gawangan kelir bagian atas (kayu bambu yang merentang diatas layar) dihias dengan kain batik yang baru 5 (lima) buah. yang terdiri dari pisang raja setudun. yang dalam tradisi pewayangan disebut "Kama salah kendang gumulung ". yang akan digunakan untuk memandikan Batara Kala. yang isi pokoknya memuat masalah pensucian. orang yang manandang sukerto ini. daun alang-alang. Dalam cerita "wayang" dengan lakon Murwakala pada tradisi ruwatan di jawa ( jawa tengah) awalnya diperkirakan berkembang didalam cerita jawa kuno. daun beringin. Alat musik jawa ( Gamelan ) 2. 2. 5. pohon tebu dengan daunnya. Kelir atau layar kain 4. yang sudah matang dan baik. 4. Blencong atau lampu dari minyak Selain peralatan tersebut diatas masih diperlukan sesajian yang berupa: 1. diyakini akan menjadi mangsanya Batara Kala. daun apa-apa. Atas dasar inilah yang kemudian dicarikan solosi. Kata Murwakala/purwakala berasal dari kata purwa (asalmuasal manusia) . orang yang diruwat dan lain-lainya. agar menjadi suci kembali. Bagi manusia jawa ( manusia yang mengerti sejati ) wayang merupakan pedoman hidup. yang selalu terlibat dalam kesalahan serta bisa berdampak timbulnya bencana (salah kedaden). sebagai sarana pembebasan dan penyucian manusia atas dosanya/kesalahannya yang berdampak kesialan didalam hidupnya. yang kemudian sepermanya jatuh ketengah laut. yang ditebang dengan batangnya disertai cengkir gading (kelapa muda). Dalam tradisi jawa orang yang keberadaannya dianggap mengalami nandang sukerto/berada dalam dosa. direntangkan dibawah debog (batang pisang) panggungan dari muka layar (kelir) sampai di belakang layar dan ditaburi bunga mawar dimuka kelir sebagai alas duduk Ki Dalang. Menurut ceriteranya. sedangkan di belakang layar sebagai tempat duduk orang yang diruwat dengan memakai selimut kain mori putih. perlu mengadakan ritual tersebut. daun kara. daun dadap serep. Tokoh ini adalah anak Batara Guru (dalam cerita wayang) yang lahir karena nafsu yang tidak bisa dikendalikannya atas diri DewiUma. yang menjadi titik pandangnya adalah kesadaran : atas ketidak sempurnanya diri manusia. oleh Batara guru diberitahukan agar memakan manusia yang berdosa atau sukerta. Kain mori putih kurang lebih panjangnya 3 meter. bunga setaman dalam bokor di tempat di muka dalang. Tradisi "upacara /ritual ruwatan" hingga kini masih dipergunakan orang jawa. agar tak termakan Sang Batara Kala ini diperlukan ritual ruwatan.

yang sulung dan yang bungsu perempuan sedang anak yang ke 2 laki-laki 5. yaitu dua orang kembar putra atau kembar putri atau kembar "dampit" yaitu seorang laki-laki dan seorang perempuan ( yang lahir pada saat bersamaan ) 7. lalaban. goreng-gorengan. ikan asin. Selesai upacara ngruwat. Srundeng asmaradana. Sajen itu dibuang di tempat angker disertai doa (puji/mantra) mohon keselematan. pindang kluwih. ikan asin. mentimun. sebab walaupun siang tetap memakai lampu blencong. ). yaitu sepasang bunga yaitu dua orang anak yang kedua-duanya perempuan . yaitu anak yang ketika lahirnya masih terbungkus oleh selaput pembungkus bayi ( placenta ) 6. Nasi wuduk dilengkapi dengan. ikan lembaran. sayur menir. yaitu anak tunggal laki-laki atau perempuan. dan sebagainya. air yang ditempatkan pada cupu. sambel gepeng. kluwak. 9. Benang lawe. Yang berupa hewan seperti burung dara satu pasang ayam jawa sepasang. telur ayam dan uang satu sen). 10. bahwa orang yang harus diruwat disebut anak atau orang " Sukerta " ada 60 macam penyebab malapetaka. Ontang-Anting. yaitu 3 orang anak. cabe besar merah dan hijau brambang. Yang berupa sajen antara lain : rujak ditempatkan pada bumbung. Anak Kembar. makanan kecil berupa blingo yang diberi warna merah. kemiri. dengan lauk pauknya seperti kuluban panggang telur ayam yang direbus. kendi yang berisi air. Jajan pasar (buah-buahan yang bermacam-macam) seperti : pisang raja. yaitu dua orang anak yang kedua-duanya laki-laki dengan catatan tidak anak yang meninggal 3. telur ayam yang didadar tiga biji. 7. Kamar mandi yang untuk mandi orang yang diruwat dimasuki kelapa utuh. Pancuran Kapit Sendhang. kemenyan bunga. kaca kecil. 2. sirih yang diberi uang. jarum dan benang hitam-putih. gula jawa.50 a. Sendhang Kapit Pancuran. 12. jenang kaleh. ikan sungai/laut dimasak anpa garam dan ditempatkan di belakang layar tepat pada muka Kyai Dalang. 8. jajan pasar (berupa buah-buahan mentah serta uang satu sen. salak. Nasi kuning dengan perlengkapan. Nasi golong dengan perlengkapannya. telur ayam dan uang dengan diiringi doa mohon keselamatan dan kesejahteraan serta agar tercapai apa yang dicita citakan. yaitu 3 orang anak. bebek sepasang. kedele. bambu gading linma ros. c. bambu gading yang berjumlah lima ros ditanam pada kempat ujung rumah disertai empluk (tempayan kecil) yang berisi kacang hijau . minyak kelapa yang dipergunakan untuk lampu blencong. putih. kelapa. Kembang Sepasang. kemiri. Bermacam-macam jenang (bubur) yaitu: jenang merah. Anak Bungkus. empluk (periuk yang berisi kacang hijau. jambu. kedelai hitam. 6. yang sulung dan yang bungsu laki-laki sedang anak yang ke 2 perempuan 4. Yang perlu atau harus di Ruwat Menurut kepustakaan " Pakem Ruwatan Murwa Kala " Javanologi gabungan dari beberapa sumber. pecel ayam. Sumur atau sendang diambil airnya dan dimasuki kelapa. rujak edan (rujak dari pisang klutuk ang dicampur dengan air tanpa garam). b. jenang baro-baro (aneka bubur). antara lain dari Serat Centhini ( Sri Paku Buwana V ). Uger-Uger Lawang. yaitu sebagai berikut : 1. Sajen buangan yang ditunjukkan kepada dhayang yang berupa takir besar atau kroso yang berisi nasi tumpeng kecil dengan lauk-pauk. kluwak. Kesemuanya itu diletakan ditampah yang berisi nasi tumpeng. kedele hitam. 11.

yaitu anak yang dilahirkan bersamaan keluarnya " Candikala " yaitu ketika warna langit merah kekuning-kuningan 31. Pipilan.51 8. Tiba Sampir. Orang yang ketika menanak nasi. yaitu anak yang dilahirkan dengan punggung menonjol. yaitu anak yang dilahirkan dengan memiliki kulit dua macem warna. 38. Margana. Orang yang berdiri ditengah-tengah pintu. 39. yaitu 4 orang anak yang semuanya laki-laki 10. yaitu 5 orang anak yang semuanya perempuan 13. Dengkak. Bule. Orang yang bertempat tinggal di dalam rumah yang tak ada " tutup keyongnya " 35. yaitu dua orang anak sekandung terdiri dari seorang laki-laki dan seorang perempuan 9. yaitu anak yang baru berumur 7 bulan dalam kandungan sudah lahir 20. yaitu anak yang dilahirkan berwujud bajang atau kerdil 27. Walika. yaitu 4 orang anak yang semuanya perempuan 11. yaitu anak yang lahir saat matahari terbenam 16. Orang yang membuat kutu masih hidup. 40. Jempina. yaitu anak yang dilahirkan memiliki kulit hitam 26. misalnya hitam dan putih 24. yaitu anak yang lahir. yaitu anak yang dilahirkan dengan punggung bengkok 28. Orang tidur di atas kasur tanpa sprei ( penutup kasur ). yaitu 5 orang anak yang terdiri dari 4 orang laki-laki dan 1 orang anak perempuan 15. yaitu anak yang dilahirkan berkulit dan berambut putih " bule " 25. Orang yang menempatkan barang di suatu tempat ( dandhang . Orang yang membuat pepajangan atau dekorasi tanpa samir atau daun pisang.misalnya ) tanpa ada tutupnya. 41. Padangan. Saramba. 34. yaitu anak yang lahir dalam perjalanan 22. Julung Sungsang. Mancalaputri. 37. yaitu anak yang lahir dihalaman atau pekarangan rumah 23. Lawang Menga. Kendhana-Kendhini. merobohkan " Dandhang " ( tempat menanak nasi ) 33. yaitu anak yang lahir dengan badan cebol atau pendek 30. yaitu anak yang lahir tanpa alas ( tikar ) 32. seperti punggung onta 29. Wahana. Made. Memecahkan " Pipisan " dan mematahkan " Gandik " ( alat landasan dan batu penggiling untuk menghaluskan ramu-ramuan obat tradisional). Srimpi. Orang yang memiliki lumbung atau gudang tempat penyimpanan padi dan kopra tanpa diberi alas dan atap. Wujil. yaitu 5 orang anakyang semuanya laki-laki 12. Julung Wangi. 36. Mancalaputra atau Pandawa. Siwah atau Salewah. Wungkuk. yaitu anak yang lahir bersamaan dengan terbitnya matahari 17. yaitu anak yang lahir berkalung usus 21. yaitu 5 orang anak yang terdiri dari 4 orang anak perempuan dan 1 orang anak laki-laki 14. Kresna. yaitu anak yang lahir tepat jam 12 siang 18. Orang yang duduk didepan ( ambang ) pintu. Julung Pujud. 9 . kemudian meninggal 19. Tiba Ungker.

50. 60. kemudian ditinggal pergi ketetangga Orang yang suka mengaku hak orang lain. 59. 44. Orang yang tidur pada waktu matahari terbit. Orang yang suka meninggalkan beras di dalam " lesung " ( tempat penumbuk nasi ) Orang yang lengah. 53. Orang yang gemar membakar kulit bawang. 51. Ada juga lakon ruwatan yang misalanya : Baratayuda. Orang yang senang membakar kayu pohon " kelor ". 43. Selain Sukerta. tidak bisa sejalan dengan alur hukum alam ( ruang dan waktu ) ini disebabkan oleh kesalahan-kesalahan perbuatan atau tingkah lakunya pada masa lalu. Orang yang selalu bertopang dagu. 47. jika ia mempergelarkan wayangan atau ruwatan dengan cerita Murwakala. Orang yang mengadu suatu wadah atau tempat ( misalnya dandhang diadu dengan dandhang ) Orang yang senang membakar rambut. Orang yang senang membakar tikar dengan bambu ( galar ). Orang yang tidur pada waktu matahari terbenam ( wayah surup ). 46. 45. 58. Sudamala. 56. Menurut mereka yang percaya. bahkan menurut Pustaka Raja Purwa ( jilid I halaman 194 ) karya pujangga R. sehingga merobohkan jemuran " wijen " ( biji-bijian ) Demikainlah 60 jenis " Sukerta " yaitu jenis-jenis manusia yang telah dijanjikan oleh Sang Hyang Betara Guru kepada Batara Kala untuk menjadi santapan atau makananya. 52. Orang yang memanjat pohon disiang hari bolong atau jam 12 siang ( wayah bedhug ) Orang yang tidur diwaktu siang hari bolong jam 12 siang. Orang yang menanak nasi.Ng Ranggawarsito disebutkan ada 136 macam Sukerta. Orang yang senang menyapu sampah tanpa dibuang atau dibakar sekaligus. Orang yang senang membuang sampah lewat jendela. 55. Orang yang suka membuang garam. 49. 48.52 42. 54. terdapat juga " Ruwat Sengkala atau Sang Kala " yang artinya menjadi mangsa Sangkala yaitu jalan kehidupannya sudah terbelenggu serta penuh kesulitan. Orang yang senang membuang sampah atau kotoran dibawah ( dikolong ) tempat tidur. Kunjarakarna dan lain-lain. 57. orang-orang yang tergolong di dalam kriteria tersebut di atas dapat menghindarkan diri dari malapetaka ( menjadi makanan Betara Kala ) tersebut. Orang yang senang membakar tulang. .

cerdas. saleh. Pertunangan dengan atau tanpa tukar cincin adalah usaha untuk mendekatkan pria dan wanita yang menjalin kisah dan hendak hidup sebagai suami isteri. dan lain sebagainya tetapi di dalam hati masih ada keraguan. Berpedoman.53 BIBIT – BOBOT . pernikahan di muka kantor pencatatan sipil. Waspada dan Pertunangan. agama. pertunangan putus. Pertunangan tidak boleh diartikan lalu boleh bergaul sebebas-bebasnya hingga perbuatan sebagai suami isteri. agar supaya dalam bercinta tidak buta mata hati. Pemilihan yang hanya berdasarkan wujud lahiriah dan harta benda dapat melupakan tujuan “ngudi tuwuh” mendapatkan keturunan yang baik. kemasyarakatan. Kalau sang pria ingkar. bahwa hidup suami isteri itu mengandung cita-cita luhur yaitu mendapatkan keturunan yang baik. sehat wal afiat. dan sebagainya. sebaiknya memilih yang berasal dari benih (bibit) yang baik. Cinta. niscaya akan mengakibatkan kesukaran dikemudian hari. Persesuaian haruslah timbul dari keyakinan dan tidak dengan membohongi diri sendiri. Sekali terjadi peristiwa dan sang wanita hamil tidak mustahil menjadi persoalan sebagai pangkal persengketaan. Kewaspadaan itu menghendaki pengamatan dan penghayatan satu sama lain mengenai sikap dan pendirian terhadap hal-hal yang penting yang sudah pasti dijumpai dalam hidup antara lain soal keluarga. janganlah orang hanya semata-mata memandang lahiriyah yang terlihat berupa kecantikan dan harta kekayaan. dari jenis (bebet) yang unggul dan yang nilai (bobot) yang berat. Memperingatkan. maka janganlah menuruti kata peribahasa tersebut. dan sebagainya. Fatwa itu mengandung anjuran pula. misalnya dengan berjanji atau memberi berkesanggupan dengan sumpah lisan atau tulisan. Pada hakekatnya peribahasa itu sendiri pun mengandung “peringatan”. Dalam hal itu calon isteri haruslah teguh hati. Pemilihan ini jangan dianggap sebagai budaya pilih-pilih kasih. Cinta kasih yang berhubungan erat dengan cita-cita justru harus diliputi oleh waspada dalam hati dan pikiran. berbudi luhur. Kriteria yang dimaksud yaitu : Bibit : yang berarti biji / benih Bebet : yang berarti jenis / tipe Bobot : yang berarti nilai / kekuatan Untuk memilih menantu pria atau wanita. dan pikiran. memilih suami atau isteri oleh yang berkepentingan. Peribahasa mengatakan: “cinta itu buta”. . mata kepala. Ingatlah. tapi sebenarnya lebih kepada kecocokan multi dimensi antara sepasang anak manusia. mencegah jangan sampai terjamah kehormatannya. Perbedaan sikap dan pendirian terhadap hal-hal yang penting (prinsip) seperti diatas. sang wanita menjadi korban. Waspada akan tingkah kelakuan satu sama lain dan waspada akan penggoda di dalam hatinya sendiri.BEBET Fatwa leluhur tersebut bermaksud agar orangtua malaksanakan pemilihan yang seksama akan calon menantunya atau bagi yang berkepentingan memilih calon teman hidupnya. bahwa calon suami atau istri itu bukan atau belum suami atau istrinya.

Pada masa sekarang.54 PERKUTUT Kegemaran memelihara burung perkutut /klangenan Perkutut merupakan warisan budaya jawa yang hingga kini masih dilestarikan. Sudah barang tentu yang bisa mempunyai klangenan pada waktu dulu adalah golongan masyarakat priyayi. karena suaranya kurang memenuhi selera. Semula Perkutut Bangkok kurang menarik bagi penggemar di Indonesia. mereka mendatangkan burung Perkutut dari Thailand. bunyi yang diminati para penggemar sudah mengalami perubahan. maka para penangkap burung memburu burung yang bagus kualitas suaranya memenuhi pesanan para priyayi yang tinggal di kota. Para leluhur kita. Berkaitan dengan tuah mistis Perkutut tersebut leluhur Jawa mewariskan ilmu tentang "katuranggan Perkutut" ( ilmu hal ihwal perkutut ). Sebaliknya para pemelihara yang menganggap burung yang dipelihara sebagai klangenan. Ada burung yang setengah dianjurkan untuk dipelihara. Dan kalau hubungan dengan kekuasaan terjadi. bisa diketahui pengaruh burung Perkutut (yang mempunyai ciri-ciri tertentu) terhadap pemiliknya. ada juga jenis yang tidak boleh dipelihara oleh sembarang orang. maka lancarlah bisnisnya. Meskipun demikian tetap saja menggunakan 5 (lima) pokok dasar penilaian suara : . Pada awal pertama seseorang berminat untuk memelihara burung Perkutut seyogyanya berusaha memahami lebih dahulu tentang dasar suara burung Perkutut. Para pedagang burung Thailand (yang awalnya kebetulan juga etnis Tionghoa) sangat kreatif untuk memenuhi selera pasar di Indonesia. Artinya barang (dalam hal ini. Dikarenakan Perkutut sebagai klangenan. Begitu mengetahui burung Perkutut di alam bebas Indonesia mendekati kepunahan. Alasannya. telah menempatkan burung Perkutut begitu terhormat dibanding jenis burung yang lain. Kesannya hanya besar tapi tanpa lagu. dikarenakan kesibukannya dalam mencari nafkah. untuk menggeluti Budidaya Perkutut agar warisan budaya ini bisa dilestarikan. khususnya orang Jawa. Disamping mereka mengekspor burung ke Indonesia. Dan hasilnya burung Perkutut Bangkok yang di ekspor ke Indonesia bisa memenuhi selera penggemar di Indonesia. bahkan cenderung punah. Berdasar ilmu katuranggan tersebut. burung) yang dimiliki bisa memberikan rasa senang dalam batin atau bisa mempersembahkan keindahan kepada pemiliknya. Barangkali oleh orang Tionghoa yang bernaluri bisnis tinggi. Maka semakin menarik dan menjadi tantangan bagi kita. juga membeli burung dari Indonesia. Orang-orang Tionghoa memang sangat jeli melihat peluang bisnis. rakyat kebanyakan belum pas mempunyai klangenan. Burung Perkutut dianggap punya tuah mistis yang bisa disejajarkan dengan tuah mistis pusaka (keris dan azimat lainnya). atau punya kedudukan penting di tengah masyarakat. rupanya telah menular kepada etnis Tionghoa yang tinggal di bumi Jawa. Bahkan persilangan begitu berkembang dengan berbagai jenis Perkutut yang ada di Asia Tenggara. berduit. Dengan demikian pengetahuan tentang Perkutut tidak bisa merambah ke rakyat biasa. hal ini dimungkinkan di dalamnya mengandung nilai-nilai ajaran yang adiluhung sifatnya. Bangsa Indonesia. maka tidak terpikirkan untuk membudidayakan atau mengembang biakkan dengan cara diternak. Bagi rakyat biasa biasanya hanya sebagai penangkap burung (tukang pikat). Jaman sekarang kegemaran memelihara Perkutut sebagai klangenan khas Jawa ini. menganggap Perkutut bisa dijadikan sarana berhubungan dengan kekuasaan yang ada. Sampai saat ini hubungan silang menyilang Perkutut antara Indonesia dan Thailand terus berlanjut. Dalam bahasa Jawa Kuno mempersembahkan keindahan istilahnya kalangon atau kalangwan. Memelihara Perkutut dulunya lebih cenderung kepada suatu klangenan. Barangkali pula kata klangenan dalam bahasa Jawa kini berasal dari kata kalangon atau kalangwan tadi. Perkutut Indonesia itu kemudian disilangkan dengan Perkutut Bangkok. Akibatnya Perkutut di alam bebas semakin langka yang bagus.

. dibawahnya kooo. maka kami anjurkan untuk mendengar langsung secara praktek kalau ada lomba atau latihan lomba. dan belakang.Tipis (lemah) : lirih suaranya. Hal ini sulit dijelaskan dengan tulisan. Maka suatu anjuran yang sederhana dan sekiranya bisa dijadikan pedoman adalah memilih suara burung yang cocok dengan hati dan perasaan kita masing-masing. Maka memilih suara butung Perkutut untuk klangenan subyektif sekali sifatnya. 2. sehingga bunyinya : hoor tetete kuung . . jelmaan roh.triple : tete tete tete. Ibarat suara gamelan dalam Pathet Manyura atau Pathet 9 yang mempunyai pengaruh menenangkan. dan Klao. Suara belakang : kuung merupakan yang terbaik. Konon bisa membawa keberuntungan bagi yang memelihara. Klaar. Menurut wacana kejawen.) .). diantaranya : . perkutut putih dipercaya membawa kekuatan magis. Jenisnya beberapa macam. RM Ng Prodjosudardjo yang paranormal menyebutkan sebagi burung siluman.telon : te . sehingga bunyinya : hoor tete tete tete kuung 3. kira-kira seperti suaranya Pavaroti atau Nyi Condro Lukito. Suara depan : hoor. Perkutut Putih.55 1. Dalam bahasa Jawa Kuno dikenal kata Kalangwan atau Kalangon yang artinya mempersembahkan keindahan. Memang pada dasarnya untuk bisa memahami tentang suara Perkutut dituntut pula pemahaman tentang hidup yang selaras dan tenteram serta menjauhi semua kemungkinan persengketaan dengan siapapun termasuk dengan alam. Maka bisa dipahami juga kalau pada para penghayat Spiritualisme Jawa kebanyakan juga penggemar Perkutut. sehingga bunyinya : hoor tete tetete kuung .Cowong : merdu jangkauan suaranya sedang. Jw. Dasar suara atau latar. unsur magis menurut Ir. Yang diinginkan adalah keindahan yang selaras sebagaimana kebanyakan orang Jawa berpandangan hidup.double setengah : tete tetete.Alus atau ulem (Jw. tetapi juga mereka yang meyakini akan manfaat tuahnya Sayangnya perkutut putih amat sangat langka. Kleo.Cowong tembus : bening merdu dan mendengung. Terlepas dari kata tidaknya. Irama : merupakan perpaduan suara depan.Tebal (Kandel) : mantap terdengarnya. Suara tengah : kete. Kristal : melengking tinggi dan terdengar jelas bunyi (ng). . jangankan yang sudah " kung " belum bisa apa pun asal seluruh bulunya warna putih orang sudah berani menawar dengan harga tinggi. Ketukan iramanya terdengar merdu menyentuh rasa keindahan. tak heran berung jenis ini tidak hanya diburu para hobi. berkembang dalam beberapa jenis : .Arum : suara sedang tanpa bunyi (ng) .Kaku atau keras (atos. Wee. Kecocokan hati setiap orang terhadap suatu jenis suara burung perkutut tidak sama. kemudian kuuk yang terendah nilainya. Sedang irama yang kurang baik adalah yang groyok dan rentet. Perpaduan lima dasar penilaian suara tersebut yang menentukan bagus tidaknya suara Perkutut. perkutut putih sebenarnya merupakan . 5. Yang bagus lelah atau laras (Jawa). Dengan demikian semakin mengendap kemampuan spiritual seseorang akan semakin mudah menemukan suara burung Perkutut yang sesuai dengan citarasanya. Pada dasarnya suara burung Perkutut tidak ada yang sama persis meskipun berasal dari induk yang sama. sehingga bunyinya : hoor tete kuung .double : tete tete. sehingga bunyinya : hoor te kuung . sehingga bunyinya : hoor tete tete kuung . Suharno Budi Santosa. seolah-olah menjadi perantara antara yang ada dan suwung. Dari akar kata Kalangon itulah muncul kata Klangenan yang barangkali artinya menangkap atau bergumul dengan keindahan. belakangnya terkunci bunyi (k) : hoor kete kuuk . tengah.satu setengah : tetete. kini telah berkembang dari nilai rendah ke atas : Hoor. suaranya mempengaruhi perasaan menjadi gelisah.engkel : tete. 4.

hingga suguhan sunset dan sunrise. birunya Laut Selatan. Serba lebih kecil. Keindahan kian mencekam saat awan datang menebarkan selimut mayanya. ke Timur hingga gunung Wilis. ke selatan hingga Pantai selatan. Prosentasenya sangat kecil dan belum tentu satu kasus dari seribu perkutut. Puncak Argo Dalem. masuk Islam dan mendirikan kerajaan islam di Demak. perawakan maupun suara perkutut putih lebih jelek ketimbang perkutut biasa. Ini kasus langka dalam khasanah perkutut. dia bermeditasi. desa dan kota-kota di sekitarnya. Di balik keindahan yang memukau. Sang Prabu yang memeluk agama Budha merasa gelisah. Berdasarkan ciri fisik.namun agak kemerahan. . Yang kata. Perbukitan sontak disulap bak pulau kecil berbatas lautan awan. sementara kenyataan permintaan pasar cukup tinggi. dan ke utara sampai pantai utara dengan gelar Sunan Gunung Lawu. memohon petunjuk Sang Maha Kuasa.56 kasus penyimpangan gen. Setidaknya ada tiga tempat yang dikeramatkan. Argo Dumilah dan Argo Dumiling. menjadi daerah tujuan wisatawan menikmati lembah Tawangmangu yang menawan. Sarangan dengan danau indahnya. Rampung meditasi Sang Prabu berpesan kepada para abdinya mengenai saatnya ia turun dari kejayaan. pengunjung seolah berada di atas awan laiknya kahyangan. Muncul kegamangan tentang kelangsungan Kerajaan Majapahit. Prabu Brawijaya. di pasar burung tradisional apalagi begitu sulitnya mencari perkutut putih. perkutut putih tidak bisa ditangkarkan . Sang Prabu juga berbagi wilayah kepada para abdinya. Mengamati kebiasaan serta perilakunyajenis perkutut ini . Tak ubahnya. GUNUNG LAWU Di atas ketinggian 3. kenapa perkutut macam begini harganya bisa setinggi langit. Raden Patah. Perkutut putih tidak setiap saat bisa didapat. Sementara Arga Dumilah masih tetap menjadi misteri yang sering dipakai sebagai arena olah batin dan meditasi. sehingga bagi pemula sulit membedakan perkutut putih asli dengan yang " sudah dipermak " Adapun sebagai acuan ciri ciri yang asli : Paruhnya harus juga putih. Konon. sering membuat orang berbuat curang. siapa yang menguasai Gunung Lawu dan semua mahluk gaib hingga batas yang ia tentukan. Untuk itu.bulu ekor bagian bawah walaupun segaris/se titik biasanya ada unsur warna coklat. yaitu. Tidak ada yang mencolok dibanding perkutut normal.kaki merah muda. akibat penyimpangan gen. Yakni ke barat hingga Merapi/Merbabu. menyuguhkan pesona dan keindahan luar biasa jika dinikmati dari Puncak Lawu. bisa puluhan juta rupiah. Wisik pun datang yang mewartakan adanya kerajaan dan agama baru. termasuk Solo. karena rata-rata perkutut putih itu mandul. Diyakini. Argo Dalem adalah tempat pamoksan Prabu Bhrawijaya.265 meter dari permukaan laut. Puncak Lawu merupakan sosok angker yang menyimpan misteri. Keangkeran Puncak Lawu tak lepas dari cerita tentang Raja Majapahit.demikian juga bulu sayap ada motif bintik bintik (blirik) transparan coklat kemerahan. melihat salah seorang anaknya. Bahkan. Sehingga kadang mengherankan. puncak Gunung Lawu yang merupakan bentukkan dari sisa kawah tak aktif. sebenarnya tidak ada yang istimewa. sedangkan Arga Dumiling sebagai tempat pamoksan Ki Sabdopalon.

dan abdinya. mereka mempunyai harapan untuk dapat mencapai Puncak Lawu. Pandean Suroloyo : Di tempat ini para pengikut Prabu Brawijaya membuat pusaka dan persenjataan mereka. siapa pun yang hendak pergi ke puncaknya diharap mematuhi 'aturan'. Sabdopalon moksa di Arga Dumiling. Yakni larangan-larangan untuk tidak melakukan sesuatu. Menurut penduduk setempat. karena akan mengalami celaka. Selo Pundutan : Merupakan tempat untuk latihan olah kanuragan pengkiut Prabu Brawijaya dan masih dipergunakan sampai sekarang oleh para pendaki puncak Lawu. Tinggalah dua abdinya yang lainnya. diantaranya: Sumur Jolotundo = Lokasi yang diyakini Prabu Brawijaya menerima wangsit dalam perjalanan naik ke Puncak Lawu. Pawon Sewu = Terletak pada pertengahan perjalanan pendakian menuju ke Puncak Lawu. Pantangan lain. . Sunan Lawu Sang Penguasa gunung dan Kyai Jalak yang karena kesaktian dan kesempurnaan ilmunya kemudian menjadi mahluk gaib yang hingga kini masih setia melaksanakan tugas sesuai amanat Prabu Brawijaya. Kayangan : Tempat ini merupakan taman yang sangat indah tempat istirahat sambil menikmati pemandangan alam yang indah. baik bersifat perbuatan maupun perkataan. Selain tiga puncak tadi. masih banyak tempat lain di Gunung lawu yang diyakini mempunyai nilai spiritual.57 Dan Prabu Barawijaya pun moksa di Argo Dalem. Gua Selarong = Gua ini dimanfaatkan para pengikut Prabu Brawijaya untuk bermalam sekaligus sebagai tempat pemantauan. Patuhi aturan Karena keangkerannya. karena 'penguasa' gunung akan menggenapkannya dengan mengambil salah satu dari mereka. Jurang Pangari-Arip = Bila para pendaki sudah mencapai tempat ini. diantaranya jangan mendaki jika jumlahnya ganjil. Lumbung Selayur = Di lokasi ini terdapat sumur yang digunakan untuk menyimpan bahan makanan para pengikut Prabu Brawijaya. Semakin banyak air yang didapat semakin banyak pula berkah yang diperoleh. Telaga Kuning : Telaga ini merupakan tempat mandi putra-putri pengikut Prabu Brawijaya. di sendang ini para wisatawan dapat memohon berkah dengan cara minum air langsung ke mulut masing-masing dengan menengadahkan muka. Kepatihan:Tengen = Lokasi ini merupakan tempat peristirahatan pengikut Prabu Brawijaya. beberapa pantangan yang tak boleh dilanggar. jangan pernah sekali-kali menyombongkan diri. Bila pantangan itu dilanggar di pelaku diyakini bakal bernasib naas. Pasar Diyeng : Di sini para pengikut Prabu Brawijaya mendirikan pasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sendang Intan = Menurut kepercayaan penduduk setempat. Sendang Derajad = Menurut kepercayaan masyarakat setempat. misalkan dengan angkuh mengatakan bahwa mendaki Gunung Lawu tidak sulit dan sebagainya. Gua yang gelap dan curam sedalam kurang lebih 5 meter sering dipakai untuk bertapa. Argo Fruso : Di tempat ini Raja Brawijaya menyimpan pusaka-pusakanya. apabila para wisatawan mempunyai cita-cita atau niat tertentu dapat terkabul apabila mandi di sendang ini. Di tempat ini para pengikut Prabu Brawijaya mendirikan dapur untuk memasak makanan. Dari tempat ini para pendaki dapat melihat Kawah Condrodimuko.

kepercayaannya didasarkan dalam asal usul yang sama. . Selain pemimpin di dalam kratonnya penduduk juga percaya dalam macam-macam tokoh lain yang mendiami kraton itu. Rakyat tersebut punya kepercayaan tentang dunia akhirat. Dlephih ke barat yang berada dalam dunia gaib. Sebaliknya kalau orang waktu manusia melakukan hidupnya yang tidak baik. Kepercayaan manusia tentang Kraton Mahluk Halus Merapi tidak hanya dipercayai oleh Kraton Yogyakarta tetapi juga memperluas sampai rakyat desa-desa di lereng gunungnya. rohnya akan dibuang dari kratonnya dan mendiami batu. Semua legenda dan upacara didasarkan dan disah dalam sejarah. Kalau orang Jawa beragama Islam. pohon. Gunung Lawu ke timur dan Khayangan. Menurut kepercayaan penduduk daerah Gunung Merapi kalau gunungnya akan meletus mahluk halus Kraton Merapi akan memberikan tanda kepada manusia. Perjanjian itu berbentuk Upacara Labuhan yang dilakukan setiap tahun sekali dan mulai pada tanggal 25 bulan Bakdamulud di Laut Selatan. Akibatnya dari Legenda Kyai Sapujagad adalah perjanjian bahwa Kraton Mataram Yogyakarta bertanggungjawab untuk memberi sesajian kepada para mahluk halus di empat tempat yang lain dalam kosmologi manusia. Kalau orang waktu manusia melakukan hidupnya yang baik. Lagi pula kebanyakan kepercayaan manusia terhadap gunung berunsur agama Hindu-Budha dari zaman kerajaan Hindu-Budha atau kepercayaan animisme dari zaman prasejarah. Dalam kembalinya rakyatnya akan dilindungi oleh para mahluk halus tersebut. Kraton Mahluk Halus Merapi di dalam kosmologi Kraton Yogyakarta dipercayai oleh penduduk dipimpin oleh mahluk halus bernama ‘Empu Rama’ dan ‘Permadi’ dan menurut orang yang lain oleh ‘Kyai Merlapa. tempat sepi dan sebagainya. Kosmologi manusia Daerah Gunung Merapi terdiri dari lima bagian yaitu Kraton Mataram Yogyakarta di tengah yang berada di dunia manusia dan Kraton Mahluk Halus Gunung Merapi ke utara. rohnya akan tinggal di dalam Kraton Mahluk Halus Merapi atau Kraton laut Selatan. Kristen atau agama yang lain biasanya mereka juga punya kepercayan yang berasal Jawa. Walaupun kepercayaan manusia di dalam kedua daerah penelitian memang adalah kepercayaan berbeda. Selain kepercayaan dunia akhirat itu manusia Gunung Merapi juga punya kepercayaan mengenai tempat-tempat angker serta binatang-binatang sakral di daerahnya. Dalam pemeriksaan ke dalam asal usulnya ditemukan tiga unsur yang bersama. Dari dua daerah penelitian ditemukan beberapa persamaan dan hanya sedikit saja perbedaan. Cerita legenda itu terjadi pada waktu Kerajaan Mataram kedua muncul dan mengambarkan hubungan pendiri kerajannya yaitu ‘Panembahan Senopati’ dengan dunia gaib. Menurut mereka waktu manusia meninggal rohnya akan mendiami tempat-tempat yang tergantung pada perlakuan hidupnya. Kraton Laut Selatan ke selatan. Dalam kepercayaan manusia berasal Jawa tersebut gunung-gunung memang berperan yang sangat penting. yaitu Daerah Tengger bersejarah kerajaan Majapahit dan Daerah Gunung Merapi bersejarah kerajaan Mataram kedua. Biasanya tanda itu dalam bentuk mimpi yang termia oleh para dukun atau ‘juru kunci’ Gunung Merapi.58 GUNUNG MERAPI Kepercayaan serta kosmologi manusia Gunung Merapi didasarkan dalam Legenda Kyai Sapujagad.

Hakekat Allah yang ada disegala arah Dhuwur wekasane endek wiwitane . tutus. titis.memahami kodrat kehidupan Madep mantep manembah mring Ilahi .59 HA NA CA RA KA HURUF BACA Ha Na Ca Ra Ka Da Ta Sa Wa La Pa Dha Ja Ya Nya Ma Ga Ba MAKNA HURUF Hana hurip wening suci .satu visi.mendasar .totalitas. cipta dadi-satu arah dan tujuan pada Yang Maha Tunggal Rasaingsun handulusih .membentuk kasih sayang seperti kasih Tuhan Wujud hana tan kena kinira .belajar pada guru nurani Bayu sejati kang andalani .Untuk bisa diatas tentu dimulai dari dasar Jumbuhing kawula lan Gusti -selalu berusaha menyatu -memahami kehendak Nya Yakin marang samubarang tumindak kang dumadi .ilmu manusia hanya terbatas namun implikasinya bisa tanpa batas Lir handaya paseban jati .yakin . titi lan wibawa . ketelitian dalam memandang hidup Sifat ingsun handulu sifatullah. ngerti tanpa diuruki .menyelaraskan diri pada gerak alam .mengalirkan hidup semata pada tuntunan Illahi Papan kang tanpa kiblat .mantap dalam menyembah Ilahi Guru sejati sing muruki .yakin atas titah /kodrat Illahi Nyata tanpa mata.adanya hidup adalah kehendak dari yang Maha Suci Nur candra.rasa cinta sejati muncul dari cinta kasih nurani Karsaningsun memayuhayuning bawana .menerima hidup apa adanya Tatas. cipta mandulu.hasrat diarahkan untuk kesajetraan alam Dumadining dzat kang tanpa winangenan .warsitaning candara-pengharapan manusia hanya selalu ke sinar Illahi Cipta wening.gaib candra.

10 ) bahwa Paku Buwana IX memberikan ajaran ( filsafat hidup ) berdasarkan aksara ha-na-ca-ra-ka dan seterusnya. Ma-Ga-Ba-Tha-Nga berarti menerima segala yang diperintahkan dan yang dilarang oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.60 Tha Nga Tukul saka niat . unggul " sungguh-sungguh dan bukan menang-menangan " sekedar menang " atau menang tidak sportif. Judul makalah yang dibawakan Yasadipura adalah " Basa Jawi Hing Tembe Wingking Sarta Haksara Jawi kang Mawa Tuntunan Panggalih Dalem Hingkang Sinuhun Paku Buwana IX Hing Karaton Surakarta Hadiningrat ". Jaya itu " menang. Dalam makalah itu dikemukakan oleh Yasadipura ( 1992 : 9 . Ketiga unsur itu adalah Tuhan. manusia dan kewajiban manusia ( sebagai ciptaan ) Da-Ta-Sa-Wa-La berarti manusia setelah diciptakan sampai dengan data " saatnya ( dipanggil ) " tidak boleh sawala " mengelak " manusia ( dengan segala atributnya ) harus bersedia melaksanakan. ada yang dipercaya dan ada yang dipercaya untuk bekerja.melepaskan egoisme pribadi -manusia Filsafat Ha-Na-Ca-Ra-Ka Filsafat ha-na-ca-ka-ra yang diungkapan Paku Buwana IX dikutip oleh Yasadipura sebagai bahan sarasehan yang diselenggarakan Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta pada tanggal. meskipun manusia diberi hak untuk mewiradat. cocok " tunggal batin yang tercermin dalam perbuatan berdasarkan keluhuran dan keutamaan. Nora kurang wulang wuruk tak kurang piwulang dan ajaran Tumrape wong tanah Jawi bagi orang tanah Jawa Laku-lakune ngagesang perilaku dalam kehidupan Lamun gelem anglakoni jika mau menjalaninya Tegese aksara Jawa maknanya aksara Jawa Iku guru kang sejati itu guru yang sejati Ajaran filsafat hidup berdasarkan aksara Jawa itu sebagai berikut : Ha-Na-Ca-Ra-Ka berarti ada " utusan " yakni utusan hidup. sebagai berikut. . 13 Juli 1992. yang dimulai dengan tembang kinanthi.tumbuh dari niatan Ngracut busananing manungso . berupa nafas yang berkewajiban menyatukan jiwa dengan jasat manusia.sesuatu harus dimulai . menerima dan menjalankan kehendak Tuhan Pa-Dha-Ja-Ya-Nya berarti menyatunya zat pemberi hidup ( Khalik ) dengan yang diberi hidup ( makhluk ). berusaha untuk menanggulanginya. Maksdunya padha " sama " atau sesuai. sumarah pada garis kodrat. jumbuh. Maksudnya ada yang mempercayakan. Maksudnya manusia harus pasrah.

Pupuh I Wulang sunu kang kinarya gendhing. Nora eco dahar lawan ghuling. datan wurung pulang lan geni. aja wani dhateng ibu rama kaki. Paku Buwana IV telah beberapa kali berusaha mengusir penjajah tersebut. ibu niri rumekso duk siro alit. Lamun sira mangke anglampahi.61 Serat Wulang Sunu Karya : PakuBuwono IV Latar belakang dan tujuan ditulisnya Serat Wulang Sunu Pada abad 18-19 M. diantaranya adalah Serat Wulang Sunu. rumeksa maring siro. ibu niro rumekso ing siro. poma padha mituhu. pasti becik setemahe. ngabekti tuhu sira niaya. tidak ada kegembiraan kerena kesusahan yang tiada akhir. pasti siro yen bisa rumangkang. nora ana pamalesira. sanget siksanipun. ingukum dening Hyang Manon. pilis singgul kalampahan. donya ngakir tan urung manggih billahi. Parandene mangke sira iki. duk siro tasih jajabang. untuk itulah Paku Buwana IV dan para pujangga lainya mencoba mengalihkan kegiatan istana kepada kerohanian. rumeksane duk sira alit. lamun sira wawratana. Suasana kehidupan semakin berat dan sulit. ing pitutur kang muni tulis. sapa kang tan nuruta saujareng tutur. yen wong durakeng rena. tan ketang gombal tepung. maka Paku Buwana IV mencoba menulis nasehat-nasehat dalam bentuk karya sastra. Duk sira ngumur sangang waresi. Hal tersebut mempunyai maksud untuk memberikan pengajaran atau panutan kepada rakyat Surakarta khususnya dan masyarakat pada umumnya. dahar sekul uyah bae. kondisi politik kerajaan Surakarta dalam penjajahan bangsa Eropa. tinatur pinangku. damai dan makmur rakyat Surakarta. etika. kang pinurwa tataning ngawula. ibu niro rumekso ing sira. Pihak istana yang diharapkan sebagai perlindungan rakyat Surakarta. bekti mring rama ibu duk purwa sira udani. prentahe lakonano. nora ketang turu samben. tan urung kasurangsurang. nganiaya ing wong tuwanira. Dalam hal menyembah kepada Allah juga sangat ditekankan oleh Paku Buwana IV. tembe mati sinatru dening Hyang widhi. yen den wulang dhateng ibu rama. tembe matine nraka. terhadap guru. saben ri mring bengawan. Dengan karya sastra tersebut Paku Buwana IV berharap kepada rakyat Surakarta mempunyai pegangan hidup di dunia ini untuk menjalani kehidupan sehari-hari dalam kaitannya mencari ilmu. mengko sira wus diwasa. lamun luwe dinulang. yen sira kirang pangan nora ketang nubruk. Untuk mengembalikan atau membuat suasana tentram. dipun dusi esok sore nganti resik. sok balawanan ucape. ibumu momong karsane. siniksa ing Malekat. Mapan sira mangke anglampahi. Akibat dari penjajahan bangsa Eropa telah membuat rakyat Surakarta menjadi sengsara baik lahir maupun bathin. tan becik temahira. tan wurung kasurang-kasurang. Dhaharira mangke pahit getir. terhadap orang tua dan sesama manusia. suwita ing wong tuwane. beberapa hal tersebut merupakan ajaran pokok Paku Buwana IV dalam rangka menciptakan perikehidupan masyarakat Jawa yang damai dan tentram tidak melanggar aturan dan larangan sehingga nantinya akan selamat baik di dunia maupun di akherat yang menjadi tujuan bagi seluruh umat manusia. cinowekan ibu nira. saking rama ibu. ing pitutur kang muni ing layang. mulane den rumongso. ibu iro kalangkung lara prihatin. a) b) c) d) e) f) g) . donya keratipun. mulane wewekas ingwang. sumahir bali mungkur. tan ketang komah uyuh gupak tinjo dipun lampahi. tan ketang wejah luntur. tembe yen lamun lampus. iya iku cegahen kaki. sudah tidak mampu lagi kerena kekuasaannya telah dirampas oleh penjajah. nyakot bathok dipunlampahi. karya becik lan ala.

mulaneta awakingwang. andadar polah dlurung. murwaten lan ragamu. Bila nanti kamu melaksanakan petunjuk yang tertuang dalam serat pasti baik pada akhirnya berbakti kepada ibu bapak. aja ambek kuwawa. yen gununggungsarirane anjenthit. den prawira anggepiro. kasuluh solahipun. Tidak enak makan dan tidur. Keadaan pahit getir ibumu memelihara kamu dia tidur hanya sambilan meskipun penuh dengan air seni terkena tinja dilakukannya bila kamu buang air besar ditatur dan dipangku. tidak baik pada akhirnya. ibumu lebih sakit dan menderita memelihara kamu. den samya brongta lampah. samya brongta ing lampah. aja sira tinggal bote. matengkus polah tingkrak. bergaul bersama orang tuanya. pada petunjuk yang tertulis. siapa yang tidak mau menurut. dipun sabar jatmiko alus ing budi. iku lampah utama. yang dimulai dengan tata cara berbakti. a) b) c) d) e) f) g) h) . malang sumirang. poma aja na polah kang silip. Bila kamu nanti berbuat aniyaya terhadap orang tuamu.62 h) Yen wong anom ingkang anastiti. lahire tatakromo. mula eta wekasing wong. lamun siro luhur. maka aku berpesan jangan berani ibu bapak anakku. kalau orang senang durhaka. agar semuanya memperhatikan. ketika pertama kali diperlihatkan akan perbuatan baik dan buruk dari ibu bapak ketika kamu masih bayi. lamun derajatiro alit. dan teberi jagong lan wong tuwa. petunjuk yang tertulis. bathine bekti mring tuhu. k) Lawan malih wekas ingsun kaki. Sedangkan anak muda yang baik. lampahe same lelewa. mutingkrang polah mutingkring. Adapun kamu nanti. bila kamu lapar disuapi. bila kamu kurang makan. l) Pramilane nonoman puniki. tan sira temahipun. hiyo iku kang karyo pati lan urip. ibumu memelihara kamu walau hanya makan nasi garam walaupun hanya untuk membasahi kerongkongan . cegahlah itu anakku. siksanya sangat berat. dicarikan sampai dapat. dunia akherat akan sia-sia. lakukan perintah keduanya. ngorekken wong kathah. den wulang ibu ramane. besok kalau mati niscaya akan kembali bersama api. tidak bisa pembalasanmu kecuali berbuat baik dan berbakti kepadanya. ing sabarang polah ingkang salah tan wurung weleh polahe. ingkang becik pituture. disiksa oleh Malaikat. asilo anem ayun. serta bekti ing sukma. makan kelapa pun dilakukannya setiap hari mandi dan mencuci di sungai dengan langkah terseok-seok ibumu memelihara kamu ketika kecil untuk itu rasakanlah hal itu. kalamun sira andarbe karsa. duduk bersila dihadapannya. i) Kang wus kaprah nonoman samangke. niscaya akan tersia-sia. sesudah mati di neraka. tan mangkana ing pamang gihira. sakathahe anak putu buyut mami. miwah sandhang lan pangan. apan bathin kalawan lahir. pergi pulang bersujud. niscaya dunia akherat akan mendapat malapetaka. Ketika kamu berumur sembilan bulan. ngisisaken ing wisese. Terjemahan Pupuh I : Wulang sunu yang dibuat lagu. itu adalah budi yang luhur serta berbakti kepada Tuhan Yang Maha Hidup yaitu yang menciptakan mati dan hidup serta pemberi sandang dan pangan. wong tuwane kinaryo Gusti. dibersihkan oleh ibumu dimandikan setiap pagi dan sore sampai bersih. tan kuwama solah kang silip. dihukum oleh Tuhan Yang Maha Mengetahui. memeliharamu ketika kamu masih kecil. j) Poma aja na nglakoni. nanti kalau kamu sudah dewasa. orang tuanya bagaikan Tuhan. besok kalau mati dimusuhi Tuhan. lungo teko anembah iku budi luhung. kantara raganipun. pendapatnya tidak begitu dididik ibi bapaknya. bila dididik ibu bapak ucapanmu sering berlawanan menyahut lalu berpaling. semune ingeseman ing sasaminipun. pada saat kamu bisa merangkak pekerjaan ibumu hanya menjagamu walau hanya memakai kain sambungan. anggulang polah.

Dhahat ingsun tan nglilami. lamun sira maidoa. heh wana sira kapurba. anglela ngara-ara. ia akan tersuluh dan tidak kuat menyandangnya. pasti sira binabat. temah sira lebur sirna. yen aja na kuwating wang. samana diya-diniya. sanajan silih kataha. anjog wiring dhusun. dadi wong pidhangan bae. seolah-olah semua orang hanya melempar senyum. amungsuh kalawan wana. tinarik tan manggih arja. sadulur wis tega kabeh. lahir dengan tatakrama. samangsane sira luput. Mokal sira tan miyarsa. Sang sima lawan manadri. dipun ngrompol ala bandhol. bertingkah yang keterlaluan duduk seenaknya dan tak tahu kesopanan. wonten sima tukar padu. yen sira nedya arja. dari lahir sampai batin. salawasira neng donya. jagalah badanmu. perhatikanlah petunjuknya yang baik. selengkapnya penulis sampaikan sebagai berikut : Lawan malih wekas mami. Yen kayaa pocung ugi. berlaku congkak. samana sang sima kesah medal sing wana wasa. kang kocap sujana kathah. untuk itu anakku. pitutur ing layang iki. poma padha estokna. tegakkanlah pendapatmu. apa jarwang tuwanira. dumeh tutur tanpa dhapur. anuli solahe age. kiniter winaos lampuh. segala tingkah yang salah. saksana anulya anon. anglela ing ara-ara Yata ganti kang winarni. bila derajatmu kecil. lamun sujalma kang surup. samya arengat manhe. babasan kaya mangkana. bila kamu menjadi orang luhur. bila badannya tersentuh menjingkat dan selalu membuat onar orang banyak. pitutur ing layang iki. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) 14) . mangkana tuturing wang. yen wonten sima punika. poma padha estokna. aja gecul tekadira. senang memperlihatkan badannya. budi. kadhang mangsa belas. surasane. kelakuannya tidak terarah. poma aja na maido. agar hidupmu tidak mengalami kesusahan. den waskitheng surupipun. Yen sira karsa ngayeni. lan mara ayonana. bila kamu mempunyai kehendak jangan sampai memberatkan diri. amasti sira meneka. miwah canggih wareng ingwang. apa ta samono ugo. ingatlah jangan ada yang berbuat salah agar hidupmu tidak mengalami kesusahan. sujatma ahli dursila. kalawan sujalma liyan. Pan ana saloka maning. babasan kaya ika.63 i) Yang sudah kaprah bagi anak muda. amungsuh lawan sudara. wonten laren ngon maesa. salawsiro neng donya. itulah nasehatku semua anak cucu cicitku. tingkahnya pasti akan terkuak (diketahui orang banyak). bergaul dengan orang tua. yen aja na kuwating ngong. anak putu butut ingwang. mejanani mring sira. poma iku estokna. lawan sanak kadhangira. mungsuhe lawan sudara. ujaring ngong. wong liyan kathah kan purun. k) Ada lagi nasehatku anakku. ing pitutur kang arja. Kang wana nyahuri bengis. den risak jalma kathah. Pasti sira den ayoni. cewengan lan sudarane. sajege sira tan atut. bersabar dengan kehalusan. aja ana wong tukar padu. rusak sana den karesa. nuli pisaha wisma. bertingkah malang melintang memanjakan diri. l) Maka dari itu kaum muda sekarang bersabarlah. denira kuwasaning ngong. denira sujalma agung. batinnya dengan berbakti kepadanya. gecul mgrumpul bandhol ngrompol. Dipun kumpul sira sami. dudu watek wong sujana. P U P U H II Pupuh II ini terdiri dari 22 bait. Mangkana sang sima angling. itulah perbuatan yang utama. temahan tan manggeh arja lan tipis kang sarira. nanging aja kalirua. cangkelak anuli wangsul. j) Ingat-ingat jangan ada yang melakukan. anulya talak tinalak. Poma den astiti. anom kumpul tuwo pisah. den ira sujalma liyan. nom kumpul tuwa tan pisah. jangan merasa pesimis. aja ma kawongan pocung.

itu bukan watak orang yang baik selama hidup di dunia. selamanya kamu didunia hanya menjadi hinaan orang. ing prapat monca limane. pari kapas miwah jarak. tinggal bersama sanak saudaramu. dari dulu kamu ada dalam kekuasaanku. wa bena jho jhi wa jho jhit puniku nenggih tegese. perhatikanlah itu bila ingin selamat. wajib sira asiha. cepatlah berbuat. amungsuh lawan sudara 21) Benal ngammi wal ngamati. siyang dalu dipun imut. wus prapto ing ingara-ara. 19) Nuli tinanduran sami. berkumpul janganlah berbuat jahat. kamu pasti sudah terbabat oleh kekuatan manusia. terhadap orang lain. manusia yang melanggar kesusilaan. aja katungkul uripe. Bila kamu berkumpul. penjahat berkumpul dengan penjahat. Mustahil kalau kamu tidak mendengar yang diucapkan oleh orang banyak. kawasa tan kawasaa. miwah canggah warenging ngong. Terjemahan PUPUH II : Ada lagi nasehatku anak cucu cicitku. kacang dhele lombok terong. jangan ada orang seperti pocung. 20) Pan iku saloma mami. bila kamu membantah cepat datang dan lakukan. anak putu buyut ingwang.64 15) Kaget ingkang awawarti. tumulya sigra binabat. anulya samya wawarta. sedang orang yang baik adalah waktu muda berkumpul sampai tua tidak berpisah. perhatikanlah bagaimana akhirnya. akhirnya tidak akan menemui keselamatan. digunakan tidak bermanfaat. suwung tan ana simane. lama-lama dadi dhukuh. wus ilang labething wana. kecandhak winaos sampun. puniku apan upama. Bila seperti pocung juga. selama kamu tidak pantas. isi dari perkataanku. rame poman dedesan. tumulyan sigra amedal wus prapteng jawi desane. aja lawas saya lawas. ngupados babahing tegal. sewaktu-waktu kamu berbuat salah. Dan ada seloka lagi. 17) Kocapa ingkang wanadri. yata ganti kawarnaha. lamun sira karem padu. Agar diperhatikan petunjuk dalam serat ini jangan ada yang membantah. kang wana nuli sinuksma. pan samya sikep gegaman. sima sigra kinepung. suwanten lumyang gumuruh. hai hutan. meski telah banyak berkorban. bermusuhlah dengan saudara. serta canggah (anak cicit) dan wareng (cucunya cicit) ku. genggeng ponang tanduran. saudaramu juga ikhlas semua. rusaknya karena kehendaknya. bertengkar dengan saudaranya. yata wonten kawarnaha. akhirnya kamu hilang lebur. muwah sadulur wanodya 22) Poma-poma wekas mami. jangan dikira petunjuk tanpa dasar. tapa badan prayoga. arsa badhe karsanipun. pan samya nabuh gendhala. dhumateng sima lampahe. Jangan ada yang bertengkar. dhumateng sudara kakung. tetapi apabila kamu suka membantu banyak orang yang senang menjalin hubungan denganmu. jalma samya kawawanan. ada harimau bertengkar bermusuhan dengan hutan. kalau tidak ada kekuatanku. waktu mudanya berkumpul setelah tua berpisah. agar dirimu tidak keliru. anak putu buyut ingwang. demikian itu peribahasanya. bermusuhan dengan saudara Aku juga tidak merestui. seperti peribahasa tadi. wus ilang labething wana. 16) Wusraket sikeping jurit. agar diperhatikan. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) . 18) Wus prapta dhateng wanadri. Harimau berkata begini. janganlah berniat jahat. lalau berpisahlah dengan rumahnya. supaya memperhatikan petunjuk menuju selamat. saudaramu tidak akan membela. Bila kamu membentah petunjuk dalam serat ini. wong anom sedya utama. begini petunjukku. Bila kamu lakukan juga saudaramu kau anggap orang lain. lawan den saya lawas. wus garing nulya tinunu. wana lebur sirna ilang. tet kala wahu tinilar. dhening sujalma kathah.

kemudian berganti keadaannya. keadaan desa menjadi ramai. disetiap perempatan orang menabuh kentongan. anak cucu cicitku. la budda an tuhibbahu bainal ikhwat wal akhwat. hutan telah kehilangan dirinya. lama-lama menjadi kampung. tertangkap sudah sekarang. itu tadi adalah sebuah perumpamaan. bila kamu senang bertengkar. anak muda hendaknya mempunyai niat yang utama. meskipun kamu memanjat. 15) Setelah diatur seperti prajurit.65 11) Hutan menyahut dengan kasar. 20) Dan telah terungkap dalam dalil. setelah kering tanahnya dioleh hutan telah kehilangan dirinya. begitu juga kamu. 12) Harimau dan hutan kemudian saling bertengkar. anak cucu cicitku hidupmu jangan sampai terbius. kalau tidak ada kekuatanku. yang diturunkan kepada Rasul. 16) Sementara itu hutan yang tadi ditinggalkan oleh harimau sudah berganti. ada seseorang anak menggembala kerbau. kemudian segera ditebang oleh orang banyak. 13) Kemudian berganti yang dibicarakan. maksudnya adalah mau tidak mau kamu wajib mengasihi terhadap saudara laki-laki serta saudara perempuan. padi kapas dan jarak. semua orang kemudian diberitahu. beginilah perintahnya. 19) Demikian selokaku. 22) Jangan lupa nasehatku. siang malam harus diingat. terdengarlah suara gemuruh. serta canggah dan warengku. 14) Semua orang yang diberitahu terkejut. begitulah mereka saling menghina. menyepikan diri itu lebih baik. 21) Bainal ‘ammi wal ‘ammati wabainaz zauji waz zaujati. 17) Sesampainya di hutan. seketika harimau pergi keluar dari hutan belantara sesampainya dibatas perkampungan tiduran di tanah lapang. kemudian anak tersebut pulang secepatnya. jangan semakin lama semakin terlena. sesampainya di tanah lapang. hatinya sama-sama terbakar. kacang kedele dan terong. perintah dari Tuhan Yang Maha Hidup. . hutan tersebut diperhatikan kosong tidak ada harimaunya. menceritakan kepada orang tuanya. semua orang telah siap menjadi senjata. banyak manusia mencari ladang yang luas. bermusuhan dengan saudara. mereka segera keluar mereka sudah sampai diluar desanya. 18) Kemudian secara bersama-sama mereka tanami. yang terucap dalam khutbah. akan diburu oleh orang banyak dan ditangkap sampai mati. sertailah dengan kewaspadaan. tiba-tiba ia melihat ada seekor harimau sedang tiduran di tanah lapang. harimau segera dikepung.

66 PANGKUR Jangka Kagem Tanah Jawi Sekar Pangkur Ginupita Wonten Resi Saking Ngatas Angin Ngejawa Njujug Ing Gunung Ing Kendheng Tanah Ngayogja Asung Weca Yen Hardi Merapi Njebluk Mbenjang Pecah Hardi Sigar Dadi Kali Tanggung Nami Ngayogja Lawan Sala Mbenjang Pecah Datan Anunggil Siti Sinelanan Kali Tanggung ILINE PONANG TIRTA Langkung Banter Anjoging Seganten Kidul Para Dhemit Kagegeran Wadyana Sang Ratu Dewi Njeng Ratu Kidul Punika Para Dhemit Mbenjang Ndarat Wor Jalmi Sarengan Lindhu Ping Pitu Obahing Bumi Pra Tinepa Gara – Gara Gonjang – Ganjing Gumuruh Gunung Kendheng Larag Gempal Udan Awu Miwah Krikil Cleret Tahun Nggegranjang Kilat Thathit Kekuwung Lan Obar – Abir Surakarta Pindhahipun Tan Kenging Yen Dinuwa Papan Iku Wus Kersaning Hyang Agung Yeku Nagri Surakarta Keratonipun Mbenjanng Ngalih Kacarita Wetan Bengnawan Ing Wana Ketangga Manggih Mukti Mangsuli Riwayat Wau Longsor Pecahing Arga Ingkang Tirta Amalih Wor Lan Endhut Lan Rawa Pening Mbarawa Mubal Geni Keh Jalma Mati Sinareng Ing Tanah Jawa Nuli Wonten Pernyakit Ndatengi Lamine Hari Wulan Puniku Satanah Jawa Warata Para Kawula Sami Nggiris Manahipun Ketaman Benduning Hyang .

67 Nyarengi Mangsa Paceklik Jumenengira Narendra Kalamercu Candrane Sri Nara Pati Kala Sesa Patihipun Nglamat Praja Rengka Nagri Pindah Kathah Bot Repotipun Kawula Saya Ndadra Ing Pakarti Kang Tanjuti Kawastanan Jaman Edan Kathah Jalma Nglampahi Sungsang Balik Kataman Ing Kala Bendu Para Hambek Sarjana Katur Kasingkur Hardaning Angkara Murka Mustaka Candhaning Ati Wong Agung Remen Mbebahak Marang Raja Hartane Wong Cilik Ilang Tabeting Budi Ayu Kesruh Handeling Praja Para Kawula Sami Nandhang Pakewuh Wuwuh – Wuwuh Tanpa Mendha Pinuju Pajeg Mas Picis Kathah Salahing Kawula Kekumpul Lan Arsa Ngupaya Budi Nanging Ta Ketawar – Tawur Tinalen Ing Pepacak Dening Praja Ingkang Ngasta Hukum Kang Tan Welas Mring Kawula Ratu Nangkoda Mbekjuti PUNIKA PINANGKANIRA Nanging Wurti Badhe Timbul Malih Angsal Pitulunganing Hayang Agung Wangsul Wahyu Nurbuat Tanah Jawi Pulih Kadi Duk Rumuhun Majapahit Dukung Kuna Nagri Mandhiri Pribadi Gemah Ripah Kerta Raharja Tata Tentrem Ing Salami – Lami Ilang Kang Samya Laku Dur Murah Sandhang Lan Boga Kang Amengku Asih Mring Kawulanipun Lumintu Salire Dana Sahasta Pajek Saripis Siti Sajung Mung Sareyal Tanpa Uba Rampe Sanese Malih Antinen Wae Meh Rawuh .

Gancaran : Wacana berbentuk prosa. Guru wilangan : Aturan jumlah suku kata tiap bait dalam puisi tradisional Jawa. Guru gatra : Aturan jumlah baris tiap bait dalam puisi tradisional Jawa [tembang macapat]. terutama untuk puisi tradisional. misalnya nabok nyilih tangan. dan Malaysia Bebasan : Ungkapan yang memiliki makna kias dan mengandung perumpamaan pada keadaan yang dikiaskan. sajarah [Jawa/Sunda]. . istilah ini berpadanan dengan carita. Gatra purwaka : Bagian puisi tradisional [parikan dan wangsalan] yang merupakan isi atau inti. Janturan : Kisahan yang disampaikan dalang dalam pergelaran wayang untuk memaparkan tokoh atau situasi adegan. sejarah Sumatera. Gatra : Satuan baris.68 Mulyaning Tanah Jawa Awit Saking Tan Keregon Liyanipun Nakoda Wus Datan Kuwasa Pulih Asal Mung Gegrami KAWRUH BASA Istila-istilah dalam Sastra Jawa Babad : Sastra sejarah dalam tradisi sastra Jawa. digunakaan untuk pengertian yang sama dalam tradisi sastra Madura dan Bali. Guru lagu : [disebut juga dhong-dhing] aturan rima akhir pada puisi tradisional Jawa. hikayat. silsilah. Kalimantan.

dan Manis (Legi). mijil. Pupuh : Bagian dari wacana puisi dan dapat disamakan dengan bab dalam wacana berbentuk prosa. satu pupuh kidung berkemungkinan terdapat lebih dari satu pola metrum. salah satu unsur pentingnya adalah suku kata panjang dan suku kata pendek [guru dan laghu]. Palguna (Pon). Pepali : Kata atau suara yang merupakan larangan untuk mengerjakan atau tidak mengerjakan sesuatu. wirangrong. sinom. bebasan. saloka. raja yang berkuasa atau yang memerintahkan penulisan. pangkur. misalnya aja turu wanci surup. pantun [Melayu]. maskumambang. dalam tradisi sastra Jawa kuno biasanya berisi penyebutan dewa yang menjadi pujaan penyair (isthadewata). Parikan rangkep: Parikan yang mempunyai masing-masing dua baris gatra purwaka dan gatra tebusan. jumlah suku kata tiap baris. Kidung : Puisi berbahasa Jawa tengahan yang memiliki aturan jumlah baris tiap bait. jurudemung. dan girisa. istilah manggala kemudian dipergunakan pula dalam penelitian teks-teks sastra Jawa baru. pucung. pada: bait Parikan : Puisi tradisional Jawa yang memiliki gatra purwaka (sampiran) dan gatra tebusan (isi). baik jumlah suku kata maupun vokal akhir tergantung atas kedudukan baris bersangkutan pada pola metrum yang digunakan. asmaradana. ada berbagai macam kagunan basa. durma. antara lain tembung entar. Cemengan (Wage). paribasan. kata yang mempunyai kekuatan gaib berupa pengharapan. megatruh. di samping itu pembacaannya pun menggunakan pola susunan nada yang didasarkan pada nada gamelan. isbat. Paribasan : . Kakawin: Puisi berbahasa Jawa kuno yang merupakan adaptasi kawyra dari India. secara tradisional terdapat 15 pola metrum macapat. jumlah suku kata tiap baris. serta-meskipun tak selalu ada--penanggalan saat penulisan dan nama penyair. Kasih (Kliwon). gambuh. yakni dhandhang gula. dan vokal akhir baris. dan panyandra. Parikan lamba : Parikan yang hanya mempunyai masing-masing dua baris gatra purwaka dan gatra tebusan.69 Japa mantra : Mantra. panambang: sufiks/akhiran Panwacara : Satuan waktu yang memiliki daur lima hari: Jenar (Pahing). Macapat : Puisi berbahasa Jawa baru yang memperhitungkan jumlah baris untuk tiap bait. balabak. Kagunan basa : Penggunaan kata atau unsur bahasa yang menimbulkan makna konotatif. dan pola rima akhir sesuai dengan jenis metrum yang membingkainya. kinanthi. Manggala : " Kata pengantar " yang terdapat di bagian awal keseluruhan teks.

Sastra wulang : Jenis sastra yang berisi ajaran. dan mengarang). Sastra gagrak anyar : Sastra Jawa modern. nawung kridha (memiliki pengetahuan lahir batin. . mereka yang berhak memperoleh gelar pujangga adalah sastrawan yang menguasai paramasastra (ahli dalam sastra dan tata bahasa). ditandai dengan tiadanya aturan-aturan mengenai metrum dan perangkat-perangkat kesastraan tradisional lainnya. yen mati melu kelangan. Saptawara : Satuan waktu yang memiliki daur tujuh hari: Radite (Ngahad). Tembung entar : Kata kiasan. terutama moral. arif bijaksana. Suluk : [1] jenis wacana (sastra) pesantren dan pesisiran yang berisi ajaran-ajaran gaib yang bersumberpada ajaran Islam. Supata : Kata atau suara yang 'menetapkan kebenaran' dengan bersumpah. Pujangga : Orang yang ahli dalam menciptakan teks sastra. dapat muncul pada awal pupuh (isyarat pola metrum yang digunakan pada pupuh bersangkutan) tetapi dapatpula muncul di akhir pupuh (isyarat pola metrum yang digunakan pada pupuh berikutnya. Buda (Rebo). mandraguna (memiliki pengetahuan mengenai hal yang 'kasar' dan 'halus'). misalnya kebo nusu gudel. Sengkalan : Kronogram atau wacana yang menunjukkan lambang angka tahun. Sot : Kata atau suara yang mempunyai kekuatan mendatangkan bencana bagi yang memperolehnya. [2] wacana yang 'dinyanyikan' oleh dalang dalam pergelaran wayang untuk menciptakan 'suasana' tertentu sesuai dengan situasi adegan. Pegon : Aksara Arab yang digunakan untuk menuliskan bahasa Jawa. dalam tradisi sastra Jawa. Soma (Senen). ditandai dengan aturan-aturan ketat seperti--terutama--pembaitan secara ketat. baik dalam wujud kata maupun gambar atau seni rupa lainnya yang memiliki ekuivalen dengan angka secara konvensional. bercerita. Sukra (Jumuwah). Respati (Kemis). parama kawi (mahir dalam menggunakan bahasa kawi). Sastra gagrak lawas : Sastra Jawa modern. misalnya kuping wajan. mardawa lagu (mahir dalam seni suara dan tembang). juga sambegana (memiliki daya ingatan yang kuat dan tajam). awicara (pandai berbicara. misalnya dudu sanak dudu kadang. Saloka : Ungkapan yang memiliki makna kiasan dan mengandung perumpamaan pada subyek yang dikiaskan. dan Tumpak (Setu). Singir : Syair dalam tradisi sastra Jawa. dan waskitha).70 Ungkapan yang memiliki makna kias namun tidak mengandung perumpamaan. Sasmitaning tembang : Isyarat mengenai pola metrum atau tembang. mardi basa (ahli memainkan kata-kata).

Bagong.kadang serba salah. Ia sangat sakti dan hanya bisa dikalahkan oleh Petruk. Tetapi ia sangat lucu dan menggelikan. Dalam wayang Bali karakter punakawan terdiri atas Malen dan Merdah (abdi dari Pandawa) dan Delem dan Sangut (abdi dari Kurawa) Semar adalah pengasuh dari Pendawa. ia juga bernama Hyang Ismaya. seperti penasihat para ksatria. panda berbicara. Ia pernah menjadi raja di Paranggumiwang dan bernama Pandubergola. dan Petruk. Ia suka menyindir ketidakbenaran dengan lawakan-lawakannya. Tak ada yang dapat mengalahkannya selain Gareng . Nalagareng adalah seorang yang tak pandai bicara. ia memiliki kesaktian yang sangat tinggi bahkan melebihi para dewa.71 Wangsit : Disebut juga wisik. badut bahkan sumber kebenaran dan kebijakan. dan juga sangat lucu. Mereka melambangkan orang kebanyakan. kata atau suara yang diberikan oleh makhluk gaib. Petruk anak Semar yang bermuka manis dengan senyuman yang menarik hati. Wirid : Jenis wacana (sastra) pesantren yang berkaitan dengan tasawuf. Dalam wayang Jawa karakter punakawan terdiri atas Semar. Bagong berarti bayangan Semar. Bagong itu memiliki sifat lancang dan suka berlagak bodoh. Gareng adalah anak Semar yang berarti pujaan atau didapatkan dengan memuja. kritisi sosial. Karakternya mengindikasikan bermacam-macam peran. Seketika itu juga bayangannya berubah wujud menjadi Bagong. Alkisah. PUNAKAWAN Punakawan adalah karakter yang khas dalam wayang Indonesia. penghibur. Wayang purwa : Cerita wayang atau pergelaran wayang yang menggunakan lakon bersumber pada cerita Mahabharata dan Ramayana. Dikisahkan ia melarikan ajimat Kalimasada. Ia diangkat sebagi raja atas nama Dewi Sumbadra. biasanya berupa petunjuk atau nasihat. Weca : Kata atau suara yang mempunyai kekuatan untuk melihat kejadian di masa mendatang. Alkisah ketika diturunkan ke dunia. Petruk pernah menjadi raja di negeri Ngrancang Kencana dan bernama Helgeduelbek. apa yang dikatakannya kadang. Dewa bersabda pada Semar bahwa bayangannyalah yang akan menjadi temannya. Gareng. Meskipun ia berwujud manusia jelek. Ia juga sangat lucu.

Domisili semar adalah sebagai lurah karangdempel / (karang = gersang) dempel = keteguhan jiwa. Dikalangan spiritual Jawa . yang kalau dibaca bunyinya katanya ber bunyi : Semar (pralambang ngelmu gaib) .dimengerti dan dihayati sampai dimana wujud religi yang telah dilahirkan oleh kebudayaan Jawa . jauh sebelum masuknya kebudayaan Hindu. Rambut semar "kuncung" (jarwadasa/pribahasa jawa kuno) maknanya hendak mengatakan : akuning sang kuncung = sebagai kepribadian pelayan. yaitu: Suatu lambang dari pengejawantahan expresi.Tokoh wayang Semar ternyata dipandang bukan sebagai fakta historis. Ciri sosok semar adalah : Semar berkuncung seperti kanak kanak. Maknanya : "Sebagai pribadi tokoh semar hendak mengatakan simbul Sang Maha Tumggal". Dari tokoh Semar wayang ini akan dapat dikupas . Bojo sira arsa mardi kamardikan. Manusia jawa yang sejati dalam membersihkan jiwa . Semar sebagai pelayan mengejawantah melayani umat. agar dalam menuju kematian sempurna tak ternodai oleh dosa.72 SEMAR Semar dalam bahasa Jawa (filosofi Jawa) disebut Badranaya Bebadra = Membangun sarana dari dasar Naya = Nayaka = Utusan mangrasul Artinya : Mengembani sifat membangun dan melaksanakan perintah Allah demi kesejahteraan manusia Filosofi. tetapi lebih bersifat mitologi dan symbolis tentang KeEsa-an. tangan kanannya keatas dan tangan kirinya kebelakang. Semar tidak lelaki dan bukan perempuan. Pengertian ini tidak lain hanyalah suatu bukti yang kuat bahwa orang Jawa sejak jaman prasejarah adalah Relegius dan ber keTuhan-an yang Maha Esa. Kain semar Parangkusumorojo: perwujudan Dewonggowantah (untuk menuntun manusia) agar memayuhayuning bawono : mengadakan keadilan dan kebenaran di bumi. ajwa samar sumingkiring dur-kamurkan Mardika artinya "merdekanya jiwa dan sukma".namun juga berwajah sangat tua Semar tertawannya selalu diakhiri nada tangisan Semar berwajah mata menangis namun mulutnya tertawa Semar berprofil berdiri sekaligus jongkok Semar tak pernah menyuruh namun memberikan konsekwensi atas nasehatnya Kebudayaan Jawa telah melahirkan religi dalam wujud kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa. Budha dan Isalam di tanah Jawa. yaitu adanya wujud tokoh wayang Semar. persepsi dan pengertian tentang Illahi yang menunjukkan pada konsepsi spiritual . Sedang tangan kirinya bermakna "berserah total dan mutlak serta selakigus simbul keilmuaan yang netral namun simpatik".kasampurnaning pati. maksudnya dalam keadaan tidak dijajah oleh hawa nafsu dan keduniawian. tanpa pamrih. Gambar tokoh Semar nampaknya merupakan simbol pengertian atau konsepsi dari aspek sifat Ilahi. Biologis Semar Javanologi : Semar = Haseming samar-samar (Fenomena harafiah makna kehidupan Sang Penuntun). untuk melaksanakan ibadah amaliah sesuai dengan sabda Ilahi. Semar barjalan menghadap keatas maknanya : "dalam perjalanan anak manusia perwujudannya ia memberikan teladan agar selalu memandang keatas (sang Khaliq ) yang maha pengasih serta penyayang umat".

Semar yang memiliki rupa dan bentuk yang samar. Ia merupakan pribadi yang bernilai paling bijaksana berkat sikap bathinnya dan bukan karena sikap lahir dan keterdidikannya ( Suseno 1988 : 190 ).73 (ora kebanda ing kadonyan. yakni ingat kepada Yang Maha Pencipta dan segala ciptaanNYA yang berupa alam semesta. Subana. Semar dijadikan simbol aliran kebatinan Sapta Darma ( Mulyono 1978 : 35 ) Berkenaan dengan mitologi yang merekfleksikan segala kelebihan dan sifat ilahiah pada pribadi Semar. tetapi mempunyai segala kelebihan yang telah disebutkan itu. Gagasan itu disambut para dalang dengan menggelar lakon tersebut. Simpati para penonton itu ada hubungannya dengan mitologi Jawa atau Nusantara yang menganggap bahwa Semar merupakan tokoh yang berasal dari Jawa atau Nusantara ( Hazeu dalam Mulyono 1978 : 25 ). Ia adalah dewa yang ngejawantah " menjelma " ( menjadi manusia ) yang kemudian menjadi pamong para Pandawa dan ksatria utama lainnya yang tidak terkalahkan. Filsafat Ha-Na-Ca-Ra-Ka dalam lakon Semar Mbabar Jati Diri Dalam Etika Jawa ( Sesuno. tt : 13 ). Nur Illahi atau sifat Ilahiah. jadi Semar berarti suatu yang memancarkan cahaya atau dewa cahaya. Tujuanya agar para dalang ikut berperan serta menyukseskan program pemerintah dalam pembangunan manusia seutuhnya. Panut Darmaka. gagasan itu muncul dari presiden Suharto dihadapan para dalang yang sedang mengikuti Rapat Paripurna Pepadi di Jakarta pada tanggal. 20-23 Januari 1995. sebagai rakyat biasa. 1978 : 119 dan Suseno 1988 : 193 ) Dari segi etimologi. merupakan simbol yang bersifat Ilahiah pula ( Mulyono 1978 : 118 . Prodjosoebroto ( 1969 : 31 ) berpendapat dan menggambarkan ( dalam bentuk kaligrafi ) bahwa jasat Semar penuh dengan kalimat Allah. Sehubungan dengan itu. bahkan sebagai abdi. maka timbul gagasan agar dalam pementasan wayang disuguhkan lakon " Semar Mbabar Jati Diri ". 1988 : 188 ). 1975 : 49 ) Semar diyakini sebagai pamong dan danyang pulau Jawa dan seluruh dunia ( Geertz 1969 : 264 ). termasuk pembudayaan P4 ( Cermomanggolo 1995 : 5 ). sehingga ia disebut juga Nurcahya atau Nurrasa ( Mulyono 1978 : 18 ) yang didalam dirinya terdapat atau bersemayam Nur Muhammad. Cermomanggolo dan manteb Soedarsono ( Cermomanggolo 1995 : 5 Arum 1995 : 10 ). Ia merupakan pamong yang sepi ing pamrih. yang digali dari falsafat aksara Jawa Ha-Na-CaRa-Ka. ora samar marang bisane sirna durka murkamu) artinya : "dalam menguji budi pekerti secara sungguh-sungguh akan dapat mengendalikan dan mengarahkan hawa nafsu menjadi suatu kekuatan menuju kesempurnaan hidup". Dikemukan oleh Arum ( 1995:10 ) bahwa dalam pementasan wayang kulit dengan lakon " Semar Mbabar Jadi Diri " diharapkan agar khalayak mampu memahami dan menghayati kawruh sangkan paraning dumadi " ilmu asal dan tujuan hidup. Meskipun berpenampilan sederhana. Anom Suroto.Suseno 1988 : 191 ). Sifat ilahiah itu ditunjukkan pula dengan sebutan badranaya yang berarti " pimpinan rahmani " yakni pimpinan yang penuh dengan belas kasih ( timoer. 1988 : 188 ) disebutkan bahwa Semar dalam pewayangan adalah punakawan " Abdi " Pamomong " yang paling dicintai. Seakan-akan para penonton merasa berada dibawah pengayomannya. Para dalang yang pernah mementaskan lakon itu antara lain : Gitopurbacarita. joinboll ( dalam Mulyono 1978 : 28 ) berpendapat bahwa Semar berasal dari sar yang berarti sinar " cahaya ". ia disambut oleh gelombang simpati para penonton. rame ing ngawe " sepi akan maksud. Apabila muncul di depan layar. Semar adalah seorang dewa yang mengatasi semua dewa. Pemahaman dan penghayatan kawruh sangkan paraning dumadi yang bersumber filsafat aksara Jawa itu sejalan dengan pemikiran Soenarto Timoer ( 1994:4 ) bahwa filsafat Ha-Na-Ca-Ra-Ka mengandung makna sebagai sumber daya yang dapat memberikan tuntunan dan menjadi panutan ke . Ia merupakan dewa asli Jawa yang paling berkuasa ( Brandon dalam Suseno. Oleh karena itu sifat ilahiah itu pula. Oleh karena para Pandawa merupakan nenek moyang raja-raja Jawa ( Poedjowijatno. Semar juga dapat dijadikan simbol rasa eling " rasa ingat " ( timoer 1994 : 4 ). rajin dalam bekerja dan memayu hayuning bawana " menjaga kedamaian dunia ( Mulyono.

yakni langit dan bumi (ruang. Kenyataannya. Telur itu pecah menjadi kenyataan fenomena. Semar adalah sebuah filsafat. Paradoks pelaku semesta itu dapat dikembangkan lebih jauh dalam rangkaian paradoks-paradoks yang rumit. DUK TIMURNYA BABARAN SURANDHIL INGKANG IBU TEDHAKING MATARAM KANG RAMA TRAHING RASULE GINAIP MIYOSIPUN SANG TUNJUNG SETA JEJULUK NEKI DUK SIH KINEKER MARANG HYANG KESAMPAR KESANDUNG JALMA SAMYA KATAMBUHAN TAN WIKAN MRING PUDHAK SINUMPET SINANDI DEWA MANGEJAWANTAH Paradoks Semar PARA pencinta wayang kulit Jawa tentu tak asing lagi dengan tokoh Semar. kulit telur). Tokoh Semar juga disebut Ismaya. Bahkan jika mengacu pendapat Warsito ( dalam Ciptoprawiro 1991:46 ) bahwa aksara Jawa itu diciptakan Semar. Langit di atas. ruang-waktu-pelaku itu selalu bersifat dua dan kembar. Sumber daya itu dapat disimbolkan dengan Semar yang berpengawak sastra dentawyanjana. Semar dan anak-anaknya selalu menjadi pelayan atau pembantu kesatria yang baik. INGSUN MELING MRING SIRA KALIHNYA KANG DADYA SESENGGEMANE NGIRIDA GUNG LELEMBUT BALA SILUMAN NUSA JAWI KABYANTOKNA SANG NATA HERUCAKRAPRABU NATA TEDHAKING BARATA WIJILIRA ING KETANGGA SONYARURI SAJRONING ALAS PUDHAK 2. yang berasal dari Manik dan Maya. . dan siang yang terang. Semar (Ismaya) yang jelek rupanya dan hitam kulitnya. terdapat pola pikir yang mendasarinya. bumi di bawah. baik etik maupun politik. Manik itu Batara Guru. Setiap pertunjukan tokoh ini selalu hadir.74 arah keselamatan hidup. dan pelaku di dalam ruang dan waktu (kuning telur menjadi Dewa Manik dan Dewa Maya). Maya itu Semar. Malam yang gelap. putih telur). maka tepatlah apabila pemahaman dan penghayatan kawruh sangkan paraning dumadi tersebut bersumberkan filsafat Ha-Na-Ca-Ra-Ka KAKANG SEMAR LAN ANTAGA KAKI WECAN TUNJUNG SETA TUMEKA KAKI SEMAR GINUBAH DENING : PANEMBAHAN PRAMANA SETA ING GIRIMAYA dandang gulo 1. sedangkan Semar menguasai bumi dan manusia. Begitulah kisah Kitab Kejadian masyarakat Jawa. Batara Guru menguasai kahiyangan para dewa dan manusia. Manik yang tampan dan kuning kulitnya. umumnya Arjuna atau anak Arjuna. Di balik tokoh hamba para kesatria ini. gelap dan terang (waktu. Manik dan Maya lahir dari sebuah wujud sejenis telur yang muncul bersama suara genta di tengah-tengah kekosongan mutlak (suwung-awang-uwung). penengah Pandawa.

Batara Guru ditakuti dan disegani para dewa dan raja-raja. yang dalam beberapa ajaran mistik sering disebut-sebut sebagai ketidaktahuan kita mengenai Tuhan. tetapi kerjanya membuang kentut ke arah para dewa yang telah salah bekerja menjalankan kewajibannya. digantikan oleh "yang lain". dan merupakan tokoh wayang yang amat dicintai para penggemarnya. bahwa warna hitam itu bermakna tidak berubah dan abadi. maka tidak mengherankan bahwa tokoh Semar selalu hadir dalam setiap lakon wayang. tetapi perwujudannya sangat merakyat. Semar itu lambang gelap gulita. tetapi hanya memikirkan penderitaan orang lain. Semar tidak pernah berbahasa halus. namun di balik wujud lahir tersebut tersimpan sifat-sifat mulia. Pemimpin sejati bagi rakyat itu bukan Batara Guru. tetapi kepada majikan yang diabdinya (rakyat) ia berbahasa halus. pemimpin dan yang dipimpin. ketidaktahuan mutlak. Semar gampang menangis melihat penderitaan manusia yang diabdinya. Kulitnya. belum tentu berakibat baik. Batara Semar sepenuhnya urakan. kasar. Semar menghormati rakyat jelata lebih dari menghormati para dewa-dewa pemimpin itu. sabar. Batara Guru lebih banyak marah dan mengambil keputusan tergesa-gesa. Ketika Batara Semar protes kepada Sang Hyang Wisesa. Semar adalah kakak lebih tua dari Batara Guru yang terhormat dan penuh etiket kenegaraankahiyangan. Meskipun dia hamba. bijaksana. yakni mengayomi. sedang dalamnya halus. luarnya. Dengan para dewa. Semar tidak pernah mengentuti rakyat. Batara Guru biasanya digambarkan sering tidak dapat mengendalikan nafsu-nafsunya. kepentingan hukum negara dan kepentingan objek hukum. kualitasnya adalah tingkat tinggi. Pemimpin Semar sudah tidak peduli dan tidak memikirkan dirinya sendiri. Batara Guru berbicara dalam bahasa prosa. memecahkan masalah-masalah rumit. maka Sang Hyang Wisesa (Sang Hyang Tunggal?) menjawab.kebijaksanaan. Semar itu "kakak" dan Batara Guru itu "adik". tetapi Semar. mengapa ia diciptakan dalam wujud jelek. Manunggaling kawula-Gusti. sedang Semar suka kentut sembarangan.75 Batara Guru itu mahadewa di dunia atas. sedangkan yang "tidak ada" diterka "bukan". Semar mahadewa di dunia bawah. dan berkulit hitam legam bagai kain wedelan (biru-hitam). miskin. Pelaku kembar semesta di awal penciptaan ini. Semar hanyalah pembantu rumah tangga para kesatria. Batara Guru penuh etiket sopan santun tingkat tinggi. Dengan demikian Batara Semar lebih "tua" dari adiknya Batara Guru. lambang misteri. Semar adalah pengejawantahan dari ungkapan Jawa tentang kekuasaan. Semar itu rakyat jelata yang paling rendah. Batara Guru dan Batara Semar. buruk rupa. Batara Guru penguasa kosmos (keteraturan) Batara Semar penguasa keos. Batara Guru simbol dari para penguasa dan raja-raja. Semar lebih mampu menangisi orang lain daripada menangisi dirinya sendiri. itulah sebabnya wayang Semar matanya selalu berair. ** DALAM ilmu politik. tetapi eksistensinya di bawah. suatu pasangan kembar yang paradoks pula. penuh humor. Badan halusnya. yakni "manunggaling kawula-Gusti" (kesatuan hamba-Raja). kalau yang dari atas itu tidak disinkronkan dengan kepentingan dan kondisi rakyat. . rakyat jelata. siapakah yang lebih utama atau lebih "tua"? Jawabannya terdapat dalam kitab Manik-Maya (abad ke-19). Ego Semar itu telah lenyap. Pemimpin sejati itu sebuah paradoks. Hukum-hukum negara yang baik dari atas. Seorang pemimpin seharusnya menganut filsafat Semar ini. Mengingat genealogi Semar yang semacam itu dalam budaya Jawa. Seabrek paradoks masih dapat ditemukan dalam kisah-kisah wayang kulit. yang diberi kekuasaan dan yang menjadi sasaran kekuasaan. Batara Guru selalu hidup di lingkungan yang "wangi". yang "bukan" diterka "ya". Semar sering menggunakan bahasa wangsalan (sastra). hitam legam. Seorang pemimpin sebesar bangsa Indonesia ini harus memadukan antara atas dan bawah. karakternya. Semar itu hakikatnya di atas. Batara Guru itu pemimpin. Semar adalah simbol rakyat paling jelata. hitam itu untuk menyamarkan yang sejatinya "ada" itu "tidak ada". sebaliknya Semar sering menangis menyaksikan penderitaan majikannya dan sesamanya serta penuh kesabaran. tetapi ia menyatu dengan rakyat yang paling papa. Semar justru sering mengendaikan nafsu-nafsu majikannya dengan kebijaksanaan .

mencela suguhan tuan rumah. tetapi memilih memakan nasi sisa. sebagai raja) agar kaya raya. yang bermakna seorang pemimpin harus mengusahakan dirinya (dulu. Seorang pemimin tidak menangisi dirinya yang dihujat rakyat. Ia kaya raya penguasa semesta. tetapi memarahi dirinya akibat dimarahi rakyat. Dewa Api (keberanian) itu berseberangan dengan Dewa Laut (air). Ajaran tua tentang kekuasaan politik bersumber dari Hastabrata tersebut. Etika kekuasaan itu ada dalam diri tokoh Semar. yang lihai menggali kekayaan buat negara. Ia berkuasa tetapi melayani. tetapi juga mempertimbangkan rasa keadilannya dengan kasih sayang untuk memelihara kehidupan. Dewa Keadilan berseberangan dengan watak Dewa Kasih Sayang. keadilan. Dewa Maut berseberangan dengan watak Dewa Angin. yakni keberaniannya bertindak melindungi rakyatnya didasari oleh pertimbangan perhitungan dan kebijaksanaan yang dinginrasional. ia menguasai segalanya. Seorang pemimpin tidak marah dimarahi rakyatnya. SATRU MUNGSUH SAMYA HANGEMASI TUMPES TAPIS KATAMAN PRABAWA KASEKTEN SABDA CIPTANE NGGEGIRISI BALANIPUN WUJUD KALABANG KALAJENGKING . Makanan apa pun yang datang padanya harus disyukuri sebagai anugerah. tegas dalam keadilan untuk memutuskan mana yang benar dan mana yang salah namun tetap berkasih sayang. Ia kasar di kalangan atas. bagai angin yang mampu memasuki ruang mana pun. WUS PINASTI KANG MURBENG DUMADI SANG TUNJUNG SETA KINARYA DHUTA JUMENENG PARANPARANE NGADILI NUSANIPUN NGASTHA DARMANING UMUM’ KALIS ING MAYANE NDOYA WUS WINELEG MUKTI WIBAWANING DIRI ING KETANGGA SILUMAN 4. Lengser. Semar dan anak-anaknya itu ikut menumpang makan dalang.76 Semar itu seharusnya penguasa dunia atas yang paling tinggi dalam fenomena. dan dimitoskan dalam diri Semar yang paradoks itu. selalu berkonotasi "turun". kaya tetapi tidak terikat kekayaannya. dikenal dalam wujud Batara Lengser. tetapi melihat dari arah rakyat yang dipimpinnya. Seorang pemimpin harus membela kebenaran. Pemimpin sejati itu. menurut filsafat Semar. longsor. Seorang pemimpin tidak melihat yang dipimpinnya dari atas singgasananya yang terisolasi. yang melalui dalang. tetapi kekayaan itu bukan buat dirinya. ia memilih tidak kaya. Namun. tetapi ia halus di kalangan bawah. Batara Semar. Ia marah kalau kalangan atas bertindak tidak adil. Menumpas kejahatan dalam negara itu harus dipadukan dengan ketelitiannya dalam mengumpulkan detail-detail data. lingsir. Semar itu adalah pemimpin tertinggi yang turun ke lapis paling bawah. tetapi buat rakyat yang dipimpinnya. Seorang pemimpin itu majikan sekaligus pelayan. Bentuk badan Semar juga paradoks. seperti perempuan tetapi juga mirip lelaki. Karena penguasa tertinggi. Pemimpin Indonesia sekarang ini selayaknya seorang enterpreneur juga. kombinasi ketegasan dan kelembutan 3. sehingga kalau suguhan tuan rumah kurang enak karena ada yang basi. tetapi ia memilih berada di dunia bawah yang paling bawah. ia menyindir dalam bahasa metafora apabila yang dilayaninya berbuat salah. tetapi menangisi rakyat yang dihujat bawahanbawahannya. maka Semar mencegah anak-anaknya. di tanah Sunda. Ia Dewa Tua tetapi menjadi hamba. adalah sebuah paradoks. Dewa Kekayaan berseberangan dengan Desa Kedermawanan. Filsafat paradoks kepemimpinan ini sebenarnya bersumber dari kitab Hastabrata atau Delapan Ajaran Dewa.

JUMENENGIRA GUSTHI PRIBADI LAMUN JANGKANING NUSA TUMEKA NORA ENDHAS LAN BUNTUTE PUN KAKANG WUS SUMAGGUH NGEMONG SANG TUNJUNG SETA AJI LAN NGIRID BYANTOKNA SAGUNGING LELEMBUT SINEGEG WAWAN SABDANYA SRI JAYABAYA LAN PAMONGNYA KEKALIH MECA JANGKANING NUSA . WONG CILIK SAMYA SUKA ING ATI GUMUYU MURAH SANDHANG LAN TEDHA GUYUB RUKUN SESAMANE SAMYA MADHEP SUMUJUD NGARSENG HYANG WIDHI LAN NJENG GHUSTI WEDI WEWALATIRA WINGITING SANG RATU MANANGKA JAMAN KENCANA KAKANG SEMAR GYA TINDAKNA WELING MAMI NGIRIDTA GUNG LELEMBUT 6.77 SIRULLAH AJINIPUN PRAJURIT LELEMBUT IKU KANG WEKAS INGWANG SIRA NDEREK ANGEMONG ING TEMBE WURI SANG NATA BINATHARA 5. MANANGKA WELINGE SANG AJI SRI JAYABAYA NATA BINATHARA MRING SANG PAMONG KALIHE KAKANG SEMAR UMATUR PUKULUN JAYABAYA AJI PUN KAKANG WUS ANAMPA KABEH SABDANIPUN DADYA PASEKSENING JANGKA MANGEJA WANTAHIRA PADUKA AJI SANG NATA BINATHAR 7.

. sungguh menderita dirimu". Ia memberi laporan tentang perjalannya dan dijawab oleh Sang Druna :bahwa ia sebenarnya hanya diuji.. suara itu yang ternyata adalah dua dewa. yang sebelumnya ia sempat mampir dahulu ke Ngamarta. Raksasa Rukmuka dan Rukmakala yang berada di gua terkejut.(yang sebenarnya adalah:bersaudara) ke dalam kesengsaraan... terkejut. Sang Hyang Endra dan Batara Bayu. di dalam gua..Sena diharuskan mengikuti perintah sang Guru untuk mencari air suci penghidupan ke hutan Tibrasara. Karena tekad yang kuat maka Senapun nekat untuk pergi lagi. Suyudana. saat lengkap dihadiri Resi Druna. Lalu dikatakan juga agar untuk mencari air kehidupan.. Kemudian Sena mengamuk dan mengobrak-abrik lagi sampai lelah. dibanting ke atas batu dan meledak hancur lebur. air yang dicari ternyata tidak ada. dengan bahasa Kawi. lalu gua disekitarnya diobrak-abrik. Sanskerta dan Jawa Kuna.kemudian ia berdiri dibawah pohon beringin. Kemudian setelah ia mohon pamit kepada Druna dan prabu Suyudana.dalam hatinya ia bersedih hati dan berfikir bagaimana mendapatkan air suci tersebut.Karena kelelahan. tentang tempat benda yang kau cari itu. yang dengan tergesa-gesa bersama bala pasukan datang ke Ngamarta. Sena di perintahkan agar kembali ke Astina. berada dalam triloka. pesta makan minum sepuas-puasnya. engkau tidak mendapat bimbingan yang nyata... melalui perantaraan guru Durna.akan hidup kekal adanya. lengkap bala Kurawa. membayangkan Sena berhasil ditipu dan akan hancur lebur melawan dua raksasa yang tinggal di gua itu.enkau mencari tidak menjumpai. bahwa letak air suci ada di hutan Tibrasara. berbahasa halus dan sesuai rumus-rumus tembang. Setelah sampai di gua gunung Candramuka.. Sena yang juga adalah murid guru Durno diberikan ajaran: bahwa dalam mencapai kesempurnaan demi kesucian badan .. Setelah menerima penjelasan dari Darmaputra. sebagai rasa optimisnya .maka akan berarti dirinya mencapai kesempurnaan. Sena mendengar suara tak berwujud : "Wahai cucuku yang sedang bersedih... Intisari kisahnya yaitu bahwa pihak kaum Kurawa dengan dinegeri Amarta. yang disadur dari bentuk kakawin (tembang) oleh Pujangga Surakarta. mereka semua tersenyum. kedua raksasa itu karena merasa terganggu akibat ulah Sena. menonjol diantara sesama makhluk. tetap saja mengamuk. Surangkala. mulia. Tak lama kemudian. Sena mengikuti perintah gurunya dan yakin tidak mungkin teritipu dan terbunuh oleh anjuran Gurunya. Namun walau telah dijelaskan niat kedatangannya. Bisma..78 DEWA RUCI Cerita Ajaran Dewa Ruci tentang Arya Wrekudara / Arya sena/Bima ketika masuk ke dasar samudera guna memenuhi tugas gurunya mencari air penghidupan (Tirtamerta). Terjadi perkelahian . Kuwirya Rikadurjaya. Kresna mengatakan bahwa janganlah . Diceritakan saat Sena sudah pasrah.. Yosodipuro berjudul: "Serat Dewaruci Kidung" yang disampaikan dalam bentuk macapat.. lalu keluar dari istana. bahwa jika ia telah menemukan air suci itu .Namun dalam perkelahian dua Raksaksa tersebut kalah.Perintah inipun dituruti lagi.. Patih Sangkuni.(tempat para kerabatnya berada) Sementara itu di Astina keluarga Sena yang mengetahui tipudaya pihak Kurawa mengirim surat kepada prabu Harimurti/Kresna di Dwarawati.untuk sementara merekamerayakan dengan bersuka-ria. untuk mohon pamit.. di gunung Candramuka.. marah dan mendatangi Sena.ternyata memang sedang dihukum Hyang Guru. Jayasusena. ingin menjerumuskan pihak Pandawa dinegeri Astina.. sebenarnya ada di tengah samudera. Setibanya di serambi Astina. Selanjutnya dikatakan. yang memberitahu bahwa dua raksasa yang dibunuh Sena. dibawah Gandawedana.! atas kedatangan Sena...walaupun sebenarnya ada niat sang Guru Durno untuk mencelakaannya. dan lainlainnya. ditendang. Sindukala. Suyudana juga membantu bicara untuk meyakinkan Sena.... dan tetap berniat pergi mengikuti perintah sang Guru.dilindungi ayahibu... Kemudian Durna memberi petunjuk kepada Sena. sebab tempat air yang dicari.

"Kau pun keturunan Sang Hyang Pramesthi. ke dasar samudera. Maka akhirnya ia berpasrah diri. yang membuat para Pandawa termasuk Pancawala. yang kedua dirimu. memperoleh cinta kemuliaan dari Hyang Suksma Kawekas.79 Pandawa bersedih. demikian dalam hidup. menancap di badan naga. menyemburkan bisa bagai air hujan. yaitu ke tengah samudera. Dengan suka cita ia lama memandang laut dan keindahan isi laut. lanjut Dewa Ruci. tampak kegembiraannya. kepada prabu Kresna. oleh tukang emas diberi kertas kuning dikira emas mulia. jatuh didepanku. dengan semangat yang menyala-nyala mencebur ke laut. segalanya serba sepi. ibumu Dewi Kunthi. Hyang Girinata. Tidak terang dan pikiranmu memaksa. datanglah Sena. tidak ada makanan. semua serba tidak ada tak ada yang dapat di makan. yang dua anak lain dari keturunan dengan Madrim. ia bertemu dengan dewa berambut panjang. berbisa sangat mematikan. wajah liar dan ganas. seisi laut bergembira. . karena sudah menyatakan kesanggupan kepada Druna dan prabu Kurupati. kau keturunan dari Sang Hyang Brama asal dari para raja. Dikatakan pula :"Wahai Wrekudara. Namun tidak disangka. tanpa rasa takut keluar masuk hutan. menyebarkan para raja. Nasehat dan tangisan. senang dan akan mengadakan pesta. yaitu sang Hyang Wisnu Murti. karena Sena ternyata melaporkan bahwa ia akan meneruskan pencarian air suci itu. kedatanganmu disini pun juga atas petunjuk Dhang Hyang Druna untuk mencari air Penghidupan berupa air jernih. dan tak lupa digunakannya ilmu Jalasengara. bahwa ia di tipu agar masuk ke dalam samudera. naga besar itu mati. Sena berangkat pergi. seakan mengatakan bahwa Druna memberi petunjuk sesat dan tidak benar. Retna Drupadi dan Srikandi. yang akhirnya tiba di tepi laut. Demikian pula orang berguru. kesedihan sudah terkikis. Kau bisa tahu dari bertanya. segera datang ke sini. sebagai penengah adalah Dananjaya. dan dengan meniru juga. ia teringat segera menikamkan kukunya. jangan makan bila belum tahu rasa yang dimakan. sakit dan mati memang sudah kehendak dewata yang agung. masuk ke dalam samudera. jika tidak mati-matian tentu tak akan dapat sampai di tempat ini. tinggal di laut. akan tempat yang harus disembah". genaplah Pandawa. agar air menyibak. lalu ia memusatkan perhatian tanpa memikirkan marabahaya. Hanya ada daun kering yang tertiup angin. darah memancar deras. menerawang tanpa batas. Lalu ia berbicara :"Sena apa kerjamu. bahwa Sena tidak akan meninggal dunia. Ketika sedang asyik berbincang-bincang. janganlah berpakaian bila belum tahu nama pakaianmu”. walaupun ia tidak mampu masuk ke dalam air. Sena bingung dan mengira cepat mati. naik turun gunung. Alkisah ada naga sebesar segara anakan. dalam mencari Tirta Kamandanu. ada orang bodoh dari gunung akan membeli emas. ayahmu pun keturunan dari Brama. banyak rintangannya. Bagi Sena. pemangsa ikan di laut. Sang ombak bergulung-gulung menggempur batu karang bagaikan menyambut dan tampak kasihan kepada yang baru datang. dan lain-lainnya. itulah yang kau laksanakan. apa tujuanmu. sebab tipu daya para Kurawa akan mendapat balasan dengan jatuhnya bencana dari dewata yang agung. tidak membuatnya mundur. bila belum paham. topan datang juga riuh menggelegar. karena gurumu yang memberi petunjuk. bernama Dewa Ruci. Sumbadra. dan tidak ada pakaian. tapi saat lelah tak kuasa meronta. tidak merasa takut. itu yang saya makan". Lalu dikatakan oleh Kresna. Hanya berputra tiga dengan ayahmu. maka orang yang bertapa sulit menikmati hidupnya". melilit Sena sampai hanya tertinggal lehernya. diijinkan berganti diri menjadi batara yang berhasil menatap dengan hening. bahkan mendapatkan pahala dari dewata yang nanti akan datang dengan kesucian. Kemudian dikatakan : "Jangan pergi bila belum jelas maksudnya. kuku Pancanaka. dirimu tidak sayang untuk mati. jadi dengan dilaksanakan. seperti anak kecil bermain-main di atas laut. Sementara itu Pandawa bersedih hati dan menangis memohon penuh iba. termasuk tangisan semua sentana laki-laki dan perempuan. Yudistira sebagai anak sulung. lebih baik mati dari pada pulang menentang sang Maharesi. yang memiliki keturunan. disini tidak mungkin ditemukan". Para saudaranya tidak perlu sedih dan cemas Kembali dikisahkan Sang Wrekudara yang masih di samudera. taring tajam bercahaya. mulut bagai gua. memang benar.

peganglah dalam pemusatan pikiran. Dan tampaklah laut luas tanpa tepi. jangan memanjakan diri. Lalu Wrekudara melihat. Kehidupan Pramana dihidupi oleh suksma yang menguasai segalanya. dari mana jalanku masuk. tidak ikut merasakan sakit dan menderita. mata hati itulah. berpelangi melengkung. adalah Pramana. Sedangkan Suksma Sejati. persatuan Suksma Mulia. panas hati. bertempat tinggal di tubuh. ada pada diri manusia. hayati dengan sungguhsungguh. Sambil tertawa sena bertanya :"Tuan ini bertubuh kecil. tidak mengalami hambatan dan kesulitan. yang menyatu dengan diri tetapi tidak ikut merasakan gembira dan prihatin. cahaya memancar berkilat. merupakan hakikat sifat itu sendiri. bawah dan atas. menyatu dengan kesejahteraan dunia. menyatu padu dan sudah menjadi kawan akrab. Pramana bila mati ikut lesu. jangan bicarakan hal ini secara sembunyisembunyi. Atas petunjuk Dewa Ruci. tak tahu mana utara dan selatan. dipegang tidak dapat. dunia merupakan panggungnya. terang. mendapat anugerah yang benar. perwira dalam kedamaian. tampaklah Dewa Ruci. kata Dewa Ruci. bersungguh-sungguh dan waspada dalam segala tingkah laku. semua isi dunia. Yang merah menunjukkan nafsu yang baik. kehidupan suksma yang sesungguhnya. sedangkan yang berwarna merah. Pramana Anresandani. tak berbeda dengan kedatangannya waktu dahulu. Sedangkan yang putih berarti nyata. hutan dengan gunung. Lalu berkatalah Dewa Ruci: Yang pertama kau lihat cahaya. mengakui rahasia zat. Namun jika ditemui ajaran misalnya kacang kedelai disebar . yaitu hitam. Dalang yang memainkan segala gerak gerik dan berkuasa antara perpaduan kehendak. Lekas pulang jangan berjalan. Penerima ajaran dan nasehat ini tidak boleh menyombongkan diri. jangan punya kegemaran. hati yang tenang suci tanpa berpikiran ini dan itu. maksudnya hati. tanpa tempat tinggal. Sena masuk ke dalam tubuhnya melalui telinga kiri. segala keinginan keluar dari situ. lalu matahari. apakah gerangan itu ?! Menurut Dewa Ruci. layar yang digunakan untuk memainkan panggungnya. menyala tidak tahu namanya. hanya terdapat pada orang-orang yang awas. Pancamaya itu. kehidupan suksma ada. dan diketahui lah arah. langit luas. bentuk zat yang dicari. Manusia bagaikan wayang. tidak sakit. namun bila hilang. Sirna itulah yang ditemui.Dewa Ruci tersenyum dan berkata lirih:"besar mana dirimu dengan dunia ini. murka. memancarkan sinar. kelingking pun tidak mungkin masuk". jangan lekat dengan nafsu kehidupan tapi kuasailah. Jika ingin mempelajari dan sudah didapatkan. hitam. merah kuning dan putih. samudera dengan semua isinya. saya bertubuh besar. raga yang tinggal. persatuan manusia/kawula dan pencipta/Gusti. keberadaannya melekat pada diri. memancar bernyala-nyala. hanya enak dan bermanfaat. badan tanpa daya. masuklah ke dalam tubuhku ". Itulah yang mampu merasakan penderitaannya. ialah yang berhak menikmati hidup. jangan bicara gaduh. tidak ikut makan dan minum. hanya berupa firasat di dunia ini.80 Wrekudara masuk tubuh Dewa Ruci menerima ajaran tentang Kenyataan. yang menghalangi dan menutupi tindakan yang baik. sesungguhnya ada di dalam hatimu. yang menguasai segala hal. Kemudian. merah dan kuning adalah penghalang pikiran dan kehendak yang abadi. disebut muka sifat. untuk hati tinggal. tapi lekaslah mengalah jika berselisih. itu adalah penghalang hati. yang dilihat itu yang tampak berkilat cahayanya. Yang hitam kerjanya marah terhadap segala hal. Ada empat macam benda yang tampak oleh Sena. nyaman rasa hati. yang menuntun kepada sifat lebih. dihidupi oleh suksma. Yang kuning hanya suka merusak. tak sarat masuk ke dalam tubuhku". itu bukan yang dicari (air suci). tanpa bentuk dan tanpa warna. yang memimpin dirimu. jika berpisah dari tempatnya. tidak tahu timur dan barat. depan dan belakang. " Segeralah kemari Wrekudara. kuning dan putih. disimpan dalam buana. selidikilah rupa itu jangan ragu. menutupi hati yang sadar kepada kewaspadaan. tak dapat dipisahkan. tidak berwujud dan tidak tampak. karena nasehat merupakan benih. menandai pada hakikatmu. Tentang keinginan untuk mati agar tidak mengantuk dan tidak lapar. Sehingga hitam.

bagaikan mati di dalam hidup. semuanya yang tergetar. yaitu yang menuju pada nafsu. kepandaian dan keperkasaan. bertapa dengan merusak tubuh dalam mencapai kamuksan. namun akhirnya tersesat dan terjerumus. Badan hanya sekedar melaksanakan secara lahir. yang sedang membicarakan kepergian Sena. akhirnya tak berdaya. Hyang Luhur menjadi badan Sukma Jernih. Bersamaan dengan kedatangan Sena. lalu kembali ke alam kemanusiaan. ketahuilah asal mulanya. semua sudah kau kuasai. akan segala keinginan. Wrekudara setelah mendengar perkataan Dewa Ruci. berlampu panggung matahari dan rembulan. Wrekudara lalu mengingat. jika memberi ajaran tidak jauh tempat duduknya. tinggalkan dan hilangkan. melalui kepertapaannya. cara masuk dasar samudera. itulah perjalanannya. Dewa Ruci selesai menyampaikan ajarannya. maka jika manusia bijaksana. kesaktian. dililit oleh penerapannya. dalam segala janji janganlah ingkar. tidak asing bagi dirinya. dalam hati mengharap mendapatkan anugerah wahyu sesungguhnya. seumpama suatu bentukan. Jika sudah paham akan segala tanggung jawab.81 di bebatuan tanpa tanah tentu tidak akan dapat tumbuh. sebentar kemudian mengeluarkan api yang berasal dari kayu. belum tentu akan mendapatkan petunjuk yang nyata. Raden Arya Wrekudara kemudian pulang dan tiba ke negerinya. terkabul itu namanya. Guru yang benar. ia menjawab bahwa perjalanannya itu dicurangi. Ngamarta. seperti mengharapkan kemuliaan. Maka disambutlah ia. Yang terbaik. mengangkat murid/cantrik. semua sudah ada pada manusia. tidak ada ilmu yang didatangkan. lepas dari pemikiran batinnya. tanpa pedoman berguru. tentu tidak akan berhasil. Bertapa tanpa ilmu. Wrekudara tidak bingung dan semua sudah dipahami. Tingkah manusia hidup usahakan dapat seperti wayang yang dimainkan di atas panggung. dan saat ditanya oleh Prabu Yudistira mengenai perjalanan tugasnya. kelahiran batin ini. untuk disini dan untuk disana juga. dalam kenyataan ditutupi dan dirahasiakan. oleh perlindungan jati manusia. cantrik sebagai sahabatnya. kematian seolah dipaksakan. Permulaan jagad raya. hatinya terang benderang. gembira hatinya. yang yang kemudian sebagai rahasia. bahwa itu dari Dalang yang berada dibalik layar. di Ngamarta sedang berkumpul para saudaranya bersama Sang Prabu Kresna. mengajarkan wahyu yang diperoleh. yang bagaikan sudah menyatu. Tingkah seenaknya. ada dewa yang memberi tahu kepadanya. berderit oleh tiupan angin. bagaikan api dalam kayu. rupa dan suara. tak ada lagi yang dicari. mengira dapat mencapai kesempurnaan dengan cara bertapa tanpa petunjuk. di balik layar ia digerak-gerakkan. Kembali ke Negeri Ngamarta Tekad yang sudah sempurna. disuarakan bila harus berkata-kata. mengira sudah benar. mengosongkanan pikiran. wayang tegak ditopang orang yang menyaksikan. hilanglah kekalutan hatinya. bahkan gagallah bertapanya itu. kayu hangus mengeluarkan asap. yang mati itu juga. dengan layarnya alam yang sepi. dengan penuh semangat. dilaksanakan untuk memenuhi kesatriaannya. bahwa di lautan itu . menerima dengan suka hati. bagaikan hidup dalam mati. tak berpaling hatinya. agar menjadi jelas penglihatan sukma. gerak dan diamnya dimainkan oleh Dalang. banyak hiasan yang dipasang. Dan kemudian dikatakan oleh Dewa Ruci :"Sena ketahuilah olehmu. karena kesungguhan hati ialah dalam cara melaksanakan. dimana setiap gerak tentu juga merupakan kehendak manusia. sewujud dan sejiwa. yang melihat adalah pikiran. rahasiakan dan tutupilah. sudah menjadi diri sendiri. bumi sebagai tempat berpijak. Inilah keutamaan bagi keduanya. dan Dewa Ruci telah sirna dari mata. memang tidak kelihatan. semua jagad ini karena diri manusia. banyak yang didengarnya tentang tingkah para Pertapa yang berpikiran salah. yang kau kerjakan. hidup abadi selamanya. segala tingkah laku akan menjadi satu.

Ular adalah simbol dari kejahatan. Hutan Tikbrasara dan Gunung Reksamuka Air suci itu dikatakan berada dihutan Tikbrasara. Seseorang yang mendapatkan restu dzat yang suci. Reksa berarti mamalihara atau mengurusi. Raksasa Rukmuka dan Rukmakala Di hutan. Tikbra artinya rasa prihatin. Dewa Ruci yang merupakan cerita asli wayang Jawa memberikan gambaran yang jelas mengenai hubungan harmonis antara Kawula dan Gusti. Rukmakala : Rukma berarti emas. sara berarti tajamnya pisau. lalu Kresna berkata :"Adikku ketahuilah nanti. Pada waktu samadi dia harus memusatkan ciptanya dengan fokus pandangan kepada pucuk hidung. Tur berarti gunung. dia bisa melihat kenyataan antara lain melalui cahaya atau sinar yang datang kepadanya waktu samadi. dilereng Gunung Reksamuka. Prawita dari asal kata Pawita artinya bersih. ini melambangkan hambatan yang berasal dari kemewahan makanan yang enak (kemukten). Samudra dan Ular Bima akhirnya tahu bahwa air suci itu tidak ada di hutan . suci. Pandangan atau paningal sangat penting pada saat samadi. ini berarti Bima berhasil menyingkirkan halangan untuk mencapai tujuan supaya samadinya berhasil. Jadi Prawitasari pengertiannya adalah inti atau sari dari pada ilmu suci. tidaklah . Terminologi mistis yang dipakai adalah mendaki gunung Tursina. sari artinya inti. Pencarian air suci Prawitasari Guru Durna memberitahukan Bima untuk menemukan air suci Prawitasari. Dalam cerita wayang digambarkan bahwasanya Resi Manukmanasa dan Bengawan Sakutrem bisa pergi ketempat suci melalui cahaya suci. jangan lupa segala sesuatu yang sudah terjadi ini". muka adalah wajah. Disini menggambarkan bahwa dalam pencarian untuk mendapatkan kenyataan sejati. Dalam pertempuran yang hebat Bima berhasil membunuh keduanya. karena kamukten dan kamulyan akan menutupi ciptanya yang jernih. Gembira mendengar itu. yang diperagakan oleh Bima atau Aria Werkudara dan Dewa Ruci. Tanpa ragu-ragu sedikitpun dia menuju ke samudra. perhiasan seperti emas permata dan lain-lain (kamulyan) Bima tidak akan mungkin melaksanakan samadinya dengan sempurna yang ditujukan kepada kesucian apabila pikirannya masih dipenuhi oleh kamukten dan kamulyan dalam kehidupan. yang dengan mudah akan memaafkan kesalahan orang lain. 2. Rukmuka : Ruk berarti rusak. tetapi sebenarnya berada didasar samudra. terbunuhnya dua raksasa tersebut dengan gamblang menjelaskan bahwa Bima bisa menghapus halangan-halangan tersebut. sina berarti tempat artinya tempat yang tinggi.82 sepi.tidak ada air penghidupan. ini melambangkan pelajaran untuk mencapai lendeping cipta (tajamnya cipta). kala adalha bahaya. Sebelum melakukan samadi orang harus membersihkan atau menyucikan badan dan jiwanya dengan air. 1. jadi yang dimaksud dengan Reksamuka dapat diartikan: mencapai sari ilmu sejati melalui samadi. menggambarkan halangan yang datang dari kemewahan kekayaan material antara lain: pakaian. Bima diserang oleh dua raksasa yaitu Rukmuka dan Rukmala. Bima membunuh ular tersebut dalam satu pertarungan yang seru. MAKNA AJARAN DEWA RUCI Orang Jawa menganggap cerita wayang merupakan cermin dari pada kehidupannya. Ingatlah kepada perkataan Samudra Pangaksama yang berarti orang yang baik semestinya memiliki hati seperti luasnya samudra.

tidur pada waktu sudah mengantuk dan tidak perlu harus tidur dikasur yang tebal dan nyaman. menutup kedua matanya. kalau sakit diobati. Gembira : bukan berarti senang karena bisa melaksanakan kehendak atau napsunya. Nrima : bersyukur menerima jalan hidup dengan sadar. 12.83 cukup bagi Bima hanya mengesampingkan kamukten dan kamulyan. Santosa : selalu beraa dijalan yang benar. 6. Mula-mula di tidak mau pergi tetapi kemudian dia sadar bahwa dia harus tetap melaksanakan pekerjaan dan kewajibannya. Untuk itu dia harus mempunyai sifat-sifat sebagai berikut: 1. 8. ketemu keluarganya dan lain-lain. Bima telah menerima pelajaran terpenting dalam hidupnya yaitu bahwa dalam dirinya yang terdalam. tidak pernah berhenti untuk berbuat yang benar antara lain : melakukan samadi. Dia telah mencapai kasunyatan sejati. 10. Anoraga : rendah hati. Pengalaman ini dalam istilah spiritual disebut “mati dalam hidup” dan juga disebut “hidup dalam mati”. Pelajaran spiritual dari pertemuan ini adalah : Bima bermeditasi dengan benar. Rila: dia tidak susah apabila kekayaannya berkurang dan tidak iri kepada orang lain. Eling : tahu mana yang benar dan salah dan selalu akan berpihak kepada kebaikan dan kebenaran. . diterimanya samadi Bima yaitu bersatunya kawula dan Gusti. Selalu waspada untuk menghindari perbuatan jahat. tidak boleh terlalu sering bercinta dan itu pun hanya boleh dilakukan dengan pasangannya yang sah. Didalam paningal (pandangan didalam) Bima bisa melihat segalanya segalanya terbuka untuknya (Tinarbuka) jelas dan tidak ada rahasia lagi. dia adalah satu dengan yang suci. Legawa : harus selalu bersikap baik dan benar. Kedatangan dari dewa Suksma Ruci adalah pertanda suci. 2. 4. mengatur pernapasannya. Bima bertemu dengan Dewa kecil yaitu Dewa Suksma Ruci yang rupanya persis seperti dia. dia tidak akan membalas. makan tidak perlu banyak dan tidak harus memilih makanan yang enak-enak: minum secukupnya pada waktu sudah haus dan tidak perlu harus memilih minuman yang lezat. 7. Bima tidak pernah merasakan kebahagiaan seperti ini sebelumnya. Pertemuan dengan Dewa Suksma Ruci Sesudah Bima mebunuh ular dengan menggunakan kuku Pancanaka. Samadi. memusatkan perhatiannya dengan cipta hening dan rasa hening. Ngurang-ngurangi: dengan antara lain makan pada waktu sudah lapar. 5. Wilujengan : menjaga kesehatan. tak terpisahkan. Didalam. 3. 11. Rahayu : kehendak untuk selalu berbuat baik demi kepentingan semua pihak. Bima bisa melihat dengan jelas seluruh jagad dan juga melihat dewa kecil tersebut. Gelang Candrakirana dikenakan pada lengan kiri dan kanannya. Marsudi kawruh : selalu mencari dan mempelajari ilmu yang benar. tetapi merasa tentram melupakan kekecewaan dari pada kesalahan-kesalahan dari kerugian yang terjadi pada masa lalu. Bima memasuki raga Dewa Suksma Ruci melalui telinganya yang sebelah kiri. Candra 9. dia harus juga menghilangkan kejahatan didalam hatinya. dan apabila ada orang yang berbuat jahat kepadanya. tetap sabar. Arti simbolis pakaian dan perhiasan Bima Bima mengenakan pakaian dan perhiasan yang dipakai oleh orang yang telah mencapai kasunytan-kenyataan sejati.

sebetulnya baru mulai dikenalkan pada tahun 1856. sudah menguasai sinar suci yang terang yang terdapat didalam paningal. tepatnya dimulai tanggal 22 Juni 1856. PRANATA MANGSA ( aturan waktu musim kuno ) Pranata Mangsa atau aturan waktu musim biasanya digunakan oleh para petani pedesaan. meskipun jumlah orang yang bermoral baik itu kalah banyak. pohon randu dan mangga. tanah mulai retak/berlubang. yang didasarkan pada gejala naluriah alam dan mencoba memahami asal-usul dan bagaimana uraian satusatu kejadian cuaca di dalam setahun. dari persatuan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Contohnya lima pandawa bisa mengalahkan seratus korawa. yang tersimpan di musium Radya-Pustaka. berusia 41 hari. saat kerajaan Surakarta diperintah oleh Pakoeboewono VII. Tusuk konde besar dari kayu asem Kata asem menunjukkan sengsem artinya tertarik. kuning dan putih. dengan urut-urutan : 1. yang memberi patokan bagi para petani agar mempunyai hasil panen yang baik dalam bertani. alumah. daun-daunan berjatuhan. Dia telah memegang dengan kuat ilmu sejati. Kuku pancanaka menunjukkan magis dan wibawa seseorang yang telah mencapai ilmu sejati. Yang merupakan simbol nafsu. Palawija mulai tumbuh. Karo. Bima hanya tertarik kepada laku untuk kesempurnaan hidup. Penampakannya/ibaratnya : lir sotya (dedaunan) murca saka ngembanan (kayu-kayuan). kirana artinya sinar. Penampakannya/ibaratnya : bantala (tanah) rengka (retak). supiah dan mutmainah. berusia 23 hari. Artiya Bima melaksanakan samadinya secara teratur dan mantap. 2. Tanda emas diantara mata. Yang menurut riwayatnya. Uraian mengenai Pranata Mangsa ini diambil dari buku sejarah para raja di Surakarta. hitam. Bima yang sudah tinarbuka. mulai 2 Agustus. Melambangkan : 1. mulai 22 Juni. Petani di Jawa dahulu masih memakai patokan untuk mengolah pertanian dengan prantan ini. sejenis belalang masuk ke tanah.84 artinya bulan. Kuku Pancanaka Bima mengepalkan tinjunya dari kedua tangannya. Batik poleng : Kain batik yang mempunyai 4 warna yaitu. dia tidak tertarik kepada kekeyaan duniawi. Para petani membakar dami yang tertinggal di sawah dan di masa ini dimulai menanam palawija. amarah. merah. . Disini menggambarkan bahwa Bima sudah mampu untuk mengendalikan nafsunya. Kasa. Persatuan orang-orang yang bermoral baik adalah lebih kuat. 2.

selokan sawah diperbaiki dan membuat tempat mengalir air di pinggir sawah. mulai 26 Maret. Penampakannya/ibaratnya : wedaring wacara mulya ( binatang tanah dan pohon mulai bersuara). sebab musim kemarau. berusia 25 hari. Para petani mulai menjemur padi dan memasukkan ke lumbung. 5. manggis dan lain-lainnya). pohon asem mulai tumbuh daun muda. mulai 1 Maret. Demikian uraian singkat tentang Pranata Mangsa. sebab sangat dingin). itu masanya banyak penyakit). kucing mulai kawin. sebab panas sekali. burung blibis mulai kelihatan di tempat-tempat berair. . usianya 43 hari. Kapitu. Penampakannya/ibaratnya : pancuran (hujan) emas sumawur (hujannya) ing jagad. 4. banyak hewan hamil. banyak hujan. musimnya kucing kawin). mulai 23 Desmber. Kasanga. Penampakannya/ibaratnya : anjrah jroning kayun (merata dalam keinginan. Penampakannya/ibaratnya : gedong minep jroning kalbu (masa hewan sedang hamil). Penampakannya/ibaratnya : suta (anak) manut ing Bapa (lanjaran). yang jika dikaitkan dengan kondisi saat ini. Benih padi mulai ditanam di sawah. masa ini musim dingin. Penampakannya/ibaratnya : wisa kentar ing ing maruta (bisa larut dengan angin. para petani mulai menggarap sawah untuk ditanami padi gaga. yang mana Palawija mulai di panen. Musimnya/waktunya lahan tidak ditanami. ulat-ulat mulai keluar. usianya 25 hari. berusia 43 hari. Katiga. berusia 27 hari. Padi mulai menguning. mulai 14 Oktober. Di sawah hanya tersisa dami. Kalima. Penampakannya/ibaratnya : rasa mulya kasucian (sedang banyakbanyaknya buah-buahan). mulai 19 September. Kasepuluh. burung-burung kecil mulai menetas telurnya. Seluruhnya memane n padi. mulai 12 Mei. berusia 24 hari. Kapat. Penampakannya/ibaratnya : tirta (keringat) sah saking sasana (badan) (air pergi dari sumbernya. banyak buah-buahan (durian. Padi mulai hijau. kemajuan teknologi pengindraan satelit cuaca. mulai 10 Nopember. Penampakannya/ibaratnya: sotya (anak burung) sinara wedi (disuapi makanan). Sawah tidak ada (jarang) tanaman. 12. banyak sungai yang banjir. mulai panen. 6. 8. Penampakannya/ibaratnya : waspa kumembeng jroning kalbu (sumber).85 3. 7. mulai 4 Pebruari. mulai 19 April. 9. rambutan. Kanem. usianya 24 hari. dan sebagainya. Desta. Para petani mulai menyebar bibit tanaman padi di pembenihan. burung-burung kecil mulai bertelur. Padi mulai berkembang dan sebagian sudah berbuah. berbagai jenis bambu tumbuh. 11. mulai menyebar padi gaga. 10. uret mulai banyak. jarang orang berkeringat. Mulai ada hujan. atau 4 tahun sekali 27 hari. Saya. jangkrik mulai muncul. pohon kapuk mulai berbuah. mulai 25 Agustus. berusia 41 hari. berusia 23 hari. kondisi alam. hal tersebut diatas tentunya harus diselaraskan secara ilmiah. usianya 26 hari. cenggeret mulai bersuara. Kawolu.

3. Menghadapi air di jembung besar = baik budi pekertinya. Doanya : Tolak bilahi. cepat bekerjanya. dapat mengerjakan segala pekerjaan. Watak wuku dapat dipergunakan untuk mengetahui dasar watak bayi lahir : 1. Selawatnya 4 keteng. cepat bahagia.dewanya sangyang Yamadipati = wataknya seperti raja dan pendita. membelinya tidak menawar.Ketika kolo wuku berada dibawah.dapat menyenangkan hati orang lain. Selawatnya 4 keteng. Selawatnya 4 keteng. daging ayam ayam putih dimasak pakai santan dan sayur lima macam. beras sepritah dikukus. jika bekerja dicintai oleh majikannya. Burungnya : Branjangan = riang tangan. Doanya rajukna.dewanya sangyang Mahadewa = bagus rupanya. . kalau marah berbahaya. lauknya daging ayam lereng dipecal.. gemar bersemadi. selamat hatinya. Ketika kala wuku berada ditimu laut. tinggi adat-istiadatnya. banyak kemauan. Air dalam jimbung besar disebelah kiri = serong hatinya. keras. Wukir. dalam 7 hari tak boleh turun dari gunung dan tak boleh menggali tanah. sopan-santun. Selawatnya 7 keteng. Candranya : Surating raditya = tajam ingatannya. Kaki belakang direndam dalam air = perintahnya panas didepan dingin belakang. pradah hanya lahir. Sinta. pradah hanya lahir. Burungnya : Salinditan = tangkas.86 WUKU dan KELAHIRAN Tiap-tiap wuku mempunyai watak sendiri-sendiri. jika menghambakan diri jadi kesayangan. menghendaki lebih dari sesama. Tolu. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya. suka kepada kepanditan. tak dapat dicegah. Penangkalnya : selamatan nasi uli. Memanggul tunggul = mudah mendapatkan kesenangan hidup. Gedungnya didepan = suka memperlihatkan kekayaannya. 4. dapat menggrirangkan hati orang lain. Bahayanya = ditanduk atau disiung. angkuh. Memanggul tunggal = akhirnya mendapat kesenangan hidup. Pohonnya : Wijayamulya = sangat indah rupanya. terang hatinya. pradah hanya lahir. suka pada kesunyian. Gedungnya didepan = memperlihatkan simbul kekayaannya. Kurantil. Pohonnya : Ingas = tak dapat untuk berlindung. Candranya : Gunung artinya jika didekati sulit dan berbahaya jika dilihat dari jauh menyedapkan pemandangan. Doanya : Kabul.dewanya sangyang Mahayekti = besar hatinya. Tunggulnya : dibelakang = kebahagiannya terdapat dibelakang hari. Pohonnya : Kendajakan = jadi pelindung orang sakit. tajam roman mukanya. Landep. Kakinya direndam dalam air = perintahnya keras didepan dingin dibelakang. Tangkalnya : selamatan nasi pulen beras sepitrah dikukus. Candranya : Woh-wohan = tak tentu rejekinya. lauknya daging kerbau seharga 21 keteng dimasak pindang. Bahayannya : korobohan pohon. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya. Bahayanya : dianiaya. Bahayanya : Berada di pertengahan umur.dewanya sangyang Langsur = pemarah. Candranya : Endra = gemar bertapa brata. dalam 7 hari tidak boleh mendatangi tempat kolo. Penangkalnya : selamatan tumpeng beras sepitrah dikukus. Burungnya : Manyar = tak mau kalah dengan sesama. karena panas. Ketika kolo wuku berada ditenggara. bakat kaya harta benda. kasih sayang. selama 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. Gedungnya terbalik didepan = murah hati. orang sengsara dan orang minggat. Tunggalnya : didepan = akhirnya hidup senang. Burungnya : Gagak = mengerti petunjuk gaib. Bahayanya : jatuh memanjat. Pohonnya : Nagasari = bagus rupaya. 5. Doanya : rajukna dan pina. pradah hanya lahir. Burungnya : Atatkembang = jadi kesukaan para agung. teliti. Lauknya daging rusa dicacah lalu dibakar. 2. dan orang minggat. Tangkalnya : Selamatan tumpeng beras sepitrah dikukus. Pohonnya : Kendayakan = jadi pelindung orang susah. dapat mengerjakan segala pekerjaan.

Selawatnya 8 keteng. dalam 7 hari tidak boleh mendatangani tempat kala 8. Warigalit. Doanya : tolak bilahi. dewanya sangyang asmara = bagus rupanya. Candranya : Ketug lindu = menepati perkataannya. Candranya : kasturi arum angambar = segala kehendaknya belum terjadi telah tersiar banyak yang cinta. dalam 7 hari tidak boleh mendatangani tempat kala. Ketika “kala wuku” berada di utara menghadap ke selatan. Tangkalnya : selamatan nasi pulen beras sepitrah dikukus. lauknya daging ayam brumbun dan uang suwang (+/. Candranya : kaju kemladean ngajak sempal = dimana-mana dapat tumbuh. dimasak getjok. Bahayanya : tersangkut suatu perkara. tidak tetap. Julungwangi. segala yang dikehendakinya segera tercapai. suka kepada kepunyaan orang lain.senang asmara. Selawatnya 10 keteng. dicintai oleh para agung. Bahayanya : kena besi.87 Penangkalnya : selamatan nasi uduk beras sepitrah dikukus. suka tinggal ditempat sunyi. Gedungnya dikirikan = penyayang. Tunggulnya : dibelakang – rejekinya dibelakang hari. Ketika “kala wuku” berada diatas. Bahayanya : tenggelam atau kejatuhan dalam. jauh kebahagiaannya. Air dijebung didepannya +/. Selawatnya : kucing. daundaunan 9 macam dicampur dalam tumpeng. dewanya sanghyang mahajekti = berat tanggungannya. pengasih.Ketika kolo wuku berada dibarat-laut.dewanya sangyang cakra = keras budinya. Mengahadap air dijembung = pradah ikhlasan. gelap hati. jika marah menakutkan. Burungnya : betet = keras kemauannya. dapat melegakan hati orang susah. banyak rejekinya. berkeinginan. Doanya Tolak bilahi.81 ½ sen). budinya tinggi. tak mau dicegah. Gumbreg. tetapi mudah dicegah. Bahayanya : diterkam harimau. Candranya : Geter nekger ing wijati = hening pikirannya. namun sedikit rejekinya. pandai mencari kehidupan. Doanya : Rajukna. Bahayanya : dimarahi temannya. murka. Tangkalnya : selamatan nasi megana dan tumpeng betas 2 pitrah. Memangku air dalam bokor =suka bersedekah.pradah. lemah lembut perintahnya dan dihormati. 10 Sungsang. Ketika “kala wuku” berada di timur dalam 7 hari tidak boleh mendatangani tempat kala. Doanya : Kabul. Burungnya : kepodong – cemburuan. Doanya : rasul. Selawatnya 4 keteng. Burungnya : nori = pemboros. 11. Candranya : Wangkawa = angkuh. dicintai para pembesar. tak suka berkumpul dengan orang banyak. Penangkalnya : selamatan nasi uduk bers sepitrah dikukus. dewanya sangyang Komajaya = teguh hatinya. Selawatnya 5 keteng. cemburuan. Burungnya : ayam hutan = liar. 7. keras budinya. dewanya sanghyang gana = pemaranh. Warigagung. akan tetapi harus diperlihatkan harum = dicintai oleh orang banyak. panas dibelakang. 6. Gedungnya terbalik dibelakang = ikhlasan dengan tidak pakai perhitungan. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. Doanya : Kabul. . ikhlasan. Tangkalnya : selametan nasi pulen beras sepitrah dikukus. jauh kepada perbuatan jahat. Gedungnya dua buah dibelakang dan didepan = ichlasnya hanya setengah. dalam 7 hari tidak boleh memandang wajah kala. Burungnya : Bido = besar nafsunya. jika marah taka sayang kepada harta bendanya. Pohonnya : tanganan = tak suka menganggur. dewanya sanghyang sambu = tinggi perasaannya. Pohonnya : cemara = rame bicaranya. pengasih. lauknya daging bebek dimasak gurih dan daun-daunan 5 macam. hatinya mudah tersentuh. suka bohong. keras budinya. gampang suka pada kepunyaan orang lain. tidak boleh disamai. Kakai sebelah yang didepan direndam dalam air = perintahnya dingin didepan.Ketika “kala wuku” berada di Selatan menghadap utara. tidak mau menerima takdir. perkataannya nyata redhoan. murka. Pohonnya : beringin = jadi pelindung keluarganya. Pohonnya : sulastri = bagus rupanya. lauknya daging ayam dimasak dengan santan. Pohonnya : Tanganan = ringan tangan. Tangkalnya : selametan nasi urap beras sepitrah dikukus. lauknya daging ayam berumbun yang masih muda dan daun-daun 9 macam. Galungan. Selawatnya 3 keteng. banyak yang cinta. 9. lauknya daging kerbau ranjapan (pembelian bersama-sama). Burungnya kutilang = banyak bicara dan perkataannya dipercayai orang. harus diperlihatkan pemberiannya. Candranya : sekar wora-wari bang = besar amarahnya. cinta pada perbuatan baik.

dewanya sangyang Indra = melebihi sesama. dimana-mana jadi kunjungan orang.daunan 9 macam. Selawatnya 9 keteng. Memanggul senjata tajam = waspada. berada di utara dan selatan. daun. Candranya : Palwa ing samodra = kesana-kemari mencari nafkah. batinnya kotor. Candranya : Garojogan = rame bicaranya. 12. Selawatnya uang baru 40 keteng.Kuningan. Pohonnya : Wijayakusuma = rupanya sangat indah. tidak sabaran menepati janji. pemaran.Candranya : Pulo katinggal saking tebih = tersiar semua tingkah lakunya. menghindari keramaian. cepat pekerjaannya. halus budinya. murka. Doanya : Slamat.Ketika kolo wuku berada di Barat. tersiar baik. lauknyadaging kambing dan ikan dimasak pakai santan. tinggi derajatnya. jika marah tak dapat dicegah. Gedung telentang = boros. lahirnya suci. Menghendaki bukit = besar kemaunnya. Doanya : Rasul. Candranya : Watu item munggeng papreman lan wreksa gung lebet tancepnya = sabar. Bahayanya : Kena api dan dijahili orang.Penangkalnya : selamatan nasi punar beras sepitrah dikukus. Penangkalnya : selamatan nasi uduk beras sepitrah dikukus. panas hati. orang sengsara dan orang minggat. Pohonnya : parijata = jadi pelindung dan besar kebahagiaannya.Penangkalnya : selamatan nasi uduk beras sepitrah. Bahayanya : diteluhPenangkalnya : selamatan tumpeng beras sepitrah dikukus. akhirnya menang. dewanya sanhyang wisnu : tajam ciptanya. tidak sayang kepada badannya sendiri. Penangkalnya : selamatan nasi merah beras sepitrah dikukus. dewanya sangyang guretno. Pohonnya : Ingas dan cemara tumbang = panas hati. tetapi tidak mengapa. lekas marah. tinggi dan selamat budinya. rejekinya tidak kurang. Selawatnya 11 keteng. digoreng.Ketika kolo wuku berada di Barat-Laut dalam 7 hari tak boleh mengunjungi tempat kala. = suka kepada keramaian. angkuh. Burungnya : Urang-urangan = cepat bekerjanya. banyak larangan. daging ayam merah dipanggang. Selawatnya 5 keteng. Burung : Prijohan = besar kemauannya. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. sayuran secukupnya. pemalu. Djulungpujut. Doanya : Selamat pina.dewanya sangyang Brama. 16. tak boleh didekati orang. Pohonnya : Rembuknya = indah warnanya. dewanya sangyang tantra = perkataannya melebihi sesama. Doanya : Balasrewu dan Kunut. mempunyai kedudukan yang lumayan.Ketika kolo wuku. tidak berbau. tak mau memberi ampun. jendelanya tertutup = hemat. jadi pelindung sengsara. yang melihat takut. Gedungnya terguling didepan = hemat dan banyak rejekinya. kuat budinya. berhati-hati. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. lauknya daging kerbau membelinya beramai-ramai. Burungnya : Platukbawang = kuat budinya. banyak bohong. sayur bayam merah. Burung : Cocak = gelatak bicaranya.Ketika kolo wuku berada diatas. selalu susah. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. Bahayanya : dianiaya. lauknya daging ayam dimasak sansan. dewanya sangyang Kala menggigit bahunya sendiri = besar nafsunya.Penangkalnya : selamatan nasi beras sepitrah dikukus. Langkir.88 Bahayanya : berselisih. kasar perkataannya. Pohonnya : Asam = kuat dan dicintai orang banyak. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. tidak mau menurut. tegaan. 17. Ketika kolo wuku berada di selatan daya. melebihi sesama dewa. Doanya : Slametpina. tinggi budinya dan teliti. daging ayam merah dipindang dan bunga setaman yang merah. Pahang. Mandasia. sangat puaka.. Candranya : Redi gumaludug = bicaranya menakutkan. tidak sabaran. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala 13. Burungnya : puter = jika berbicara mula-mula kalah. sebab gora-goda. daun-daunan 11 macem. Pohonya : Kendayaan = jadi pelindung orang sakit. 15. suka bertikai. Memanggul : cakra = tajam hatinya. Bahayanya = diamuk.Ketika kolo wuku berada di selatan daya. tidak pernah . Jembungnya disebelah kiri dibelakangnya = suka jalan serong. Selawatnya 30 keteng. 14. Kuruwelut. Candranya : peksi wonten ing luhur = jika mencari hasil dengan menundukkan kepala. buruk adat-istiadatnya. lauknya daging kambing. tak suka diatasi. menghendaki memerintah. Doanya : Kabul. selamat hatinya. tetapi jika marah kejam. Gedungnya dibelakang.

10 sen). dewanya sanghyang sakri = lurus hatinya.Doanya : tolak bilahi. banyak tanda-tandanya akan mendapat bahagia. Bahayanya : kena racun daun. Tambir. suka membuat perkabaran yang mengherankan. Selawatnya 100 keteng. dewanya betara kuwera = menggirangkan hati orang lain. 20. jajan pasar. mempunyai hati kasihan kepada orang miskin. Candranya : umajang kang tetabuhan = menepati perkataan. Tunggulnya membalik = lekas hidup senang. Tangkalnya Selamatan nasi punar beras sepitrah dikukus. digoreng. jenang merah pada waktu hari kelahirannya. lauknya daging bebek dan ayam dipindang. Candranya : idune lir upas ratjun = dihargai semua perkataannya. Doanya : rasul. daging ayam dan bebek dimasak 2 macam. Bahayanya : dibunuh pada waktu malam. tetap hatinya. Doanya : slamet dina. Memasang keris terhunus disebelah kaki = waspada dan tajam hatinya. berani kepada kesulitan. diturut perintahnya. suci hatinya. puaka tak dapat dipermudah. . Gedungnya di atas = mendewa-dewakan kekayaannya. dalam 7 hari tak boleh mendatangi kala 22. dewanya sanghyang basuki : ahli bicara. sukar dijalani. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya. Ketika “kala wuku” berada di timur laut. dewanya sanghyang siwa = lahir dan batinnya terkadang berlainan. Pohonnya : plasa = hanya jadi perhiasan hutan. tawakal. tajam perkataannya. tawakal. Selawatnya : pisau baja dan jarum satu. Bahayanya : diteluh. Ketika “kala wuku” berada diatas. jadi tempat pengungsian. Tangkalnya : selamatan jajan pasar secukupnya dan bermacam-macam ketan seharga sataksawe (+/. tidak suka terhadap perkataan yang remeh. Pohonnya : Tal = panjang umurnya. Candranya : lesus awor lan pancawara = lebar pemandangannya. Tak mempunyai burung = tak boleh disuruh jauh. Pohonnya : nagasari = bagus rupanya. Ketika “kala wuku “ berada di barat. Burungnya : prenjak = tahu petunjuk gaib. Ketika “kaa wuku” berada di timur. Gedongnya ditengah = tinggi percaya dirinya Bahayanya : terkena pasangan. daging ayam mulus dimasak dengan santan dan bermacam-macam ketan. Selawatnya : 5 keteng. Tangkalnya : selamatan nasi uduk. suka kepada bau harum. dewanya sangsyang surenggana = tawakal hatinya. Burungnya : ayam hutan = liar dan tinggi budinya. dicintai oleh pembesar. kuat dan tetap hatinya. 19. Mrakeh. Burungnya : pelug = suka tinggal di air. Pohonnya : Upas = bukan tempat perlindungan. Ketika “kala wuku” berada di utara. lauknya daging ayam kuning (wiring kuning) dan berumbun. dalam pikirannya. Ketika “kala wuku” berada di barat daya. Gedungnya ditumpangi tunggal = kaya benda dan dihormati. Candranya : pandam ageng amerapit = tawakal. tentu mendapat bahaya. berkesanggupan. kuah merah dan putih dan ketimun 25 buah. dalam 7 hari tidak boleh mendatangitempat kala. dan dapat menyenangkan hati orang lain. Burungnya : gogik = cemburuan. lemah lembut tutur katanya. niatnya : ngrasul. dalam 7 hari tidak boleh mengunjungi tempat kala. dipindang dan dimasak dengan santan. Pohonnya : Trengguli = buahnya tidak berguna. . Selawatnya 4 keteng. Tangkalnya : selamatan nasi pulen beras sepitrah diliwet. Yang dibeli dahulu madu untuk selanunggal rum arum = peteng hati. 18. Wuje. sekar boreh. Gedungnya dipanggul = memperlihatkan pemberian. suka tinggal ditempat sunyi. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. baik pekerjaannya. perkataannya lurus dan mengherankan. Bahayanya = bertikai.89 bohong. Tangkalnya : selamatan bermacam-macam sayuran. hemat. besar tanda kebahagiannya. agak ingatan. Doanya : ngumur. Candranya : tirta wening = sedikit bicaranya. Tangkalnya : selamatan nasi uduk. Madangkungan. tak suka kepada keramaian. Maktal. tidak ada gunanya. besar kehendaknya. dalam 7 hari tak boleh mendatangi kala 21. Gedungnya terlentang didepan = pengasih. tetapi sebentar baik. singkat hati. Bahayanya : tenggelam. tindihnya uang lama sebaranDoanya : tawil. suka tinggal ditempat sunyi.

Doanya : aelamat pina. Selawatnya 40 keteng. dewanya batari Durga = suka berbuat huru-hara. Pohonya : Wuni sedang berbuah = siapa yang melihat bagaikan mengidam. pradah dilahir. sabar. teliti. sukar dibelakang. suka tinggal ditempat yang sunyi. Burungnya : Podang = cemburuan. Prangbakat.Ketika kala wuku berada di Barat-Laut. belas kasihan. Pohonnya : Tirisan = panjang umurnya. Candranya : damar murub. Wayang. akan tetapi harus diperlihatkan pemberiannya. dimasak bumbu manis. cukup rejekinya. liar budinya. tangkas. Penangkalnya : selamatan nasi pulen beras sepitrah dikukus dan bermacam-macam ketan. rela hati. lauknya daging bebek putih sejodoh dimasak dengan santan. tak suka menganggur. memperlihatkan watak prajurit. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. Bahayanya : digigit ular dan disia-sia. bakti. lurus pembicaraannya. Bala. baik budinya. Jembung berisi air didepan dan duduk disitu = sejuk hatinya. tetap pikiranya. Bahayanya : kenah tulah dan difitnah. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya. 25. Wugu. banyak kemauannya. Candranya : awang-uwung = baik budinya. Pohonnya = Cempaka = dicintai oleh orang banyak Burungnya = Ayam hutan = dicintai oleh pembesar. jahil. selalu bersedia-sedia untuk membela diri.Ketika kala wuku berapa di Tenggara. dalam 7 hari tak boleh turun dari gunung dan menggali tanah. lauknya daging ayam dan ikan. Pasang keris terhunus = perintahnya mudah didepan. Memangku tombak terhunus = waspada dan tajam hatinya. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. Bahayanya : memanjat atu karena tingkahnya sendiri. Bahayanya : diteluh dan kena upas. tajam pikirannya. pandai sekali bertindak jahat. Selawatnya : pacul. banyak tandatanda akan mendapat bahagia. Air dijembung dibelakangnya = Arum perintahnya. Manahil. dapat berkumpul ditempat ramai. sayuran secukupnya. jajan pasar. sambal gepeng. Burungnya : urang-urangan = cepat kerjanya.membuat berita. lauknya daging sapi.Penangkalnya : selamatan nasi tumpeng beras sepitrah dikukus. sayuran secukupnya. Candranya : Trenggana abra ing wijit = sabar segala kemauannya. Pohonnya : Tageron = sedikit faedahnya. dewanya sangyang Citragatra = menjunjung diri sendiri. segala yang dikehendaki tak ada sukarnya.Ketika kolo wuku berada diatas. senang tinggal ditempat yang sunyi.Penangkalnya : selamatan nasi liwet beras sepitrah. daging kambing kendit dimasak macam-macam ketan. tidak suka berkumpul. panggang ayam hitam. bumi langit = selamat. 27. Tangkalnya : selamatan nasi tumpeng beras sepitrah. Ketika “kala wuku” berada dibawah. dicintai oleh pembesar. banyak ilmunya. Candranya : wesi trate pulasani = keras hatinya. Gedungnya tertutup dibelakang = hemat dan pendia. banyak rejekinya. Selawatnya 8 keteng. Bahayannya : terkena senjata tajam. Doanya : Rajukna : Udan salah mangsa = rejekinya dari jual beli. dingin perintahnya dicintai oleh orang banyak. Selawatnya 10 keteng. lekas mengerti. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. liat hatinya. .90 23. ayam dimasak sesukanya. Burungnya : Ayam hutan = liar budinya. jujur. sering mencela. berbakat angkuh. dewanya sangyang Bisma = pemarah. sayur 7 macam. pemberi. suka bercampur dengan kejahatan. Doanya : selamat. akan tetapi jika telah makan. Doanya: Selamat. sayuran secukupnya. pradah. 24. dewanya sangyang Singajala = banyak akal. 26. menghendaki jadi pemimpin orang. Pohonnya : cemara = ramai bicaranya. Doanya : Selamat tolak bilahi. bakat angkuh. Selawatnya 40 keteng.Penangkalnya : selamatan nasi tumpeng beras sepitrah dikukus. Burungnya : Sepahan = liar budinya. cepat kerjanya. lemah lembut perintahnya dan dihormati. Kakinya kanan direndam dalam air jembung = perintahnya dingin didepan panas dibelakang. tinggi budinya. pemalu. dalam 7 hari tak boleh naik.Ketika kala wuku berada di sebelah Selatan. akan tetapi tak mempunyai pangkat. tak ada yang ditakuti. dewanya batari Sri = banyak rejekinya.

Candranya : Lintang wulan keraianan = terang hatinya. tajam pikirannya. Burungnya : Gogik = cemburuan. Membelakangi gedungnya = hemat dan pendiam. Duduk dijembung berisi air ditepi kolam = sejuk hatinya. . lauknya panggang ayam putih mulus dan ayam brumbun.Penangkalnya : selamatan nasi tumpeng beras sepitrah dikukus. Penangkalnya : selamatannasi golong beras sepitrah dikukus. dimasak sekehendahnya. teliti. Bahayanya : terkena bisa.Ketika kala wuku berada di Utara. Menghendaki janji = suka bertapa ditempat yang sunyi. suka tinggal ditempat sunyi. terlihat angkuh. Pohonnya : Tal = panjang umurnya. tinggi budinya. dingin perintahnya. Dukut. gemar bersemedi. Pohonnya : Wijayakusuma = rupawan. Membelakangi senjata tajam = pikirannya terdapat dibelakang.91 28. Doanya : Slamet. besar harapannya. Candranya : Bun tumetes ing sendang = ketika kecil miskin. tetapi tidak bercahaya. Pohonnya : Pandan wangi = kiri tempatnya. dengki. Doanya : Mubarak. besar harapannya. Kulawu. dimasak bermacam-macam jenang. Bilahinya : teraniaya. binatang berliang. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya. Selawatnya 9 keteng. liar dan tinggi budinya. segala yang dilihatnya berhasrat dipunyainya.Ketika kala wuku berapa di timur. daun-daunan 7 macam. lauknya daging ayam dan bebek yang berwarna merah. Selawatnya 5 keteng. akhirnya besar kebahagiannya. Doanya : Kabula. Bahayanya : dimedan perang. banyak rejekinya. semuanya yang halal. Burungnya : Ayam hutan = dicintai oleh para pembesar. boros. dewanya sangyang Sakri = keras hatinya. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. ikan dan daging burung. Watugunung. burung. kuat budinya. lauknya daging binatang yang diburu. Penangkalnya : selamatan beras sepitrah dikukus. sering bersedih hati. 29. Menghadapi keris terhunus = waspada. Candranya : tunggul asri sesengkeraning nata = bagus rupanya. Antaboga = senang tinggal alam untuk bertapa. jika menjadi pendita. kurang pandai. dewanya sangyang Sadana = kuat budinya. tak boleh didekati. Selawatnya satakswawe. dewanya sangyang Antaboga dan batari Nagagini. 30. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.Ketika kala wuku berada di Barat. murka. tidak suka pada keramaian. penakut. mendapat kehormatan. besar harapannya. Nagagini = gemar kepada asamara. pradah hanya lahir. Burungnya : Nori.

Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun. karena sesungguhnya Rabbmu telah memerintahkan (yang demikian itu) kepadanya Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam. dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (jadi begini)?". dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya.92 Memayu hayuning buwana Amung sami adremi nengga Sabda Gusti hing wasana Nemahi jaman buwana yudha Ilanging bumi sakabehe Nuli ganti alam lestari Ojo nganti padha rugi "Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat). niscaya dia akan melihat (balasan)nya. supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. Al Zalzalah ) . niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. ( QS. pada hari itu bumi menceritakan beritanya. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun.

93 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful