P. 1
K-E-J-A-W-E-N

K-E-J-A-W-E-N

|Views: 289|Likes:
Published by مريك فرمنط

More info:

Published by: مريك فرمنط on Sep 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/21/2014

pdf

text

original

1

RELIGI JAWA

Orang Jawa percaya bahwa Tuhan adalah pusat alam semesta dan pusat segala kehidupan karena sebelum semuanya terjadi di dunia ini Tuhanlah yang pertama kali ada. Tuhan tidak hanya menciptakan alam semesta beserta isinya tetapi juga bertindak sebagai pengatur, karena segala sesuatunya bergerak menurut rencana dan atas ijin serta kehendak-Nya. Pusat yang dimaksud dalam pengertian ini adalah sumber yang dapat memberikan penghidupan, keseimbangan dan kestabilan, yang dapat juga memberi kehidupan dan penghubung individu dengan dunia atas. Pandangan orang Jawa yang demikian biasa disebut Manunggaling Kawula Lan Gusti,yaitu pandangan yang beranggapan bahwa kewajiban moral manusia adalah mencapai harmoni dengan kekuatan terakhir dan pada kesatuan terakhir, yaitu manusia menyerahkan dirinya selaku kawula terhadap Gustinya. Puncak gunung dalam kebudayaan Jawa dianggap suatu tempat yang tinggi dan paling dekat dengan dunia diatas, karena pada awalnya dipercayai bahwa roh nenek moyang tinggal di gununggunung. Sebagian besar orang Jawa termasuk dalam golongan yang telah berusaha mencampurkan beberapa konsep dan cara berpikir islam, dengan pandangan asli mengenai alam kodrati (dunia ini) dan alam adikodrati (alam gaib atau supranatural). Pandangan hidup merupakan suatu abstraksi dari pengalaman hidup. Pandangan hidup adalah sebuah pengaturan mental dari pengalaman hidup yang kemudian dapat mengembangkan suatu sikap terhadap hidup. Ciri pandangan hidup orang Jawa realitas yang mengarah kepada pembentukan kesatuan Numinus antara alam nyata, masyarakat dan alam adikodrati yang dianggap keramat. Alam adalah ungkapan kekuasaan yang menentukan kehidupan. Orang Jawa percaya bahwa kehidupan mereka telah ada garisnya, mereka hanya menjalankan saja. Dasar kepercayaan Jawa atau Javanisme adalah keyakinan bahwa segala sesuatu yang ada didunia ini pada hakekatnya adalah satu, atau merupakan kesatuan hidup. Javanisme memandang kehidupan manusia selalu terpaut erat dalam kosmos alam raya. Dengan demikian kehidupan manusia merupakan suatu perjalanan yang penuh dengan pengalaman-pengalaman yang religius. Alam pikiran orang Jawa merumuskan kehidupan manusia berada dalam dua kosmos (alam) yaitu makrokosmos dan mikrokosmos. Makrokosmos dalam pikiran orang Jawa adalah sikap dan pandangan hidup terhadap alam semesta, yang mengandung kekuatan-kekuatan supranatural (adikodrati). Tujuan utama dalam hidup adalah mencari serta menciptakan keselarasan atau keseimbangan antara kehidupan makrokosmos dan mikrokosmos. Dalam makrokosmos pusat alam semesta adalah Tuhan. Alam semesta memiliki hirarki yang ditujukan dengan adanya jenjang alam kehidupan dan adanya tingkatan dunia yang semakin sempurna ( dunia atas - dunia manusia - dunia bawah ). Alam semesta terdiri dari empat arah utama ditambah satu pusat yaitu Tuhan yang mempersatukan dan memberi keseimbangan. Sikap dan pandangan terhadap dunia nyata ( mikrokosmos ) adalah tercermin pada kehidupan manusia dengan lingkungannya, susunan manusia dalam masyarakat, tata kehidupan manusia seharihari dan segala sesuatu yang nampak oleh mata. Dalam menghadapi kehidupan manusia yang baik dan benar didunia ini tergantung pada kekuatan batin dan jiwanya. Bagi orang Jawa dahulu, pusat dunia ini ada pada pimpinan atau raja dan keraton, Tuhan adalah pusat makrokosmos sedangkan raja dianggap perwujudan wakil Tuhan di dunia, sehingga dalam dirinya terdapat keseimbangan berbagai kekuatan dari dua alam. Jadi raja dipandang sebagai pusat komunitas di dunia seperti halnya raja menjadi mikrokosmos dari wakil Tuhan dengan keraton sebagai tempat

2

kediaman raja. Keraton merupakan pusat keramat kerajaan dan bersemayamnya raja karena rajapun dianggap merupakan sumber kekuatan-kekuatan kosmis yang mengalir ke daerah kedaulatannya dan membawa ketentraman, keadilan dan kesuburan wilayah. Hal hal diatas merupakan gambaran umum tentang alam pikiran serta sikap dan pandangan hidup yang dimiliki oleh orang Jawa pada jaman kerajaan. Alam pikiran ini telah berakar kuat dan menjadi landasan falsafah dari segala perwujudan yang ada dalam tata kehidupan orang Jawa.

KEJAWEN

Mari kita mengutip satu tembang Jawa Tak uwisi gunem iki Niyatku mung aweh wikan Kabatinan akeh lire Lan gawat ka liwat-liwat Mulo dipun prayitno Ojo keliru pamilihmu Lamun mardi kebatinan saya akhiri pembicaraan ini saya hanya ingin memberi tahu kabatinan banyak macamnya dan artinya sangat gawat maka itu berhati-hatilah Jangan kamu salah pilih kalau belajar kebatinan

Tembang ini menggambarkan nasihat seorang tua (pinisepuh) kepada mereka yang ingin mempelajari kabatinan cara kejawen. Kiranya perlu dipahami bahwa tujuan hakiki dari kejawen adalah berusaha mendapatkan ilmu sejati untuk mencapai hidup sejati, dan berada dalam keadaan harmonis hubungan antara kawula (manusia) dan Gusti (Pencipta) ( jumbuhing kawula Gusti ) /pendekatan kepada Yang Maha Kuasa secara total. Keadaan spiritual ini bisa dicapai oleh setiap orang yang percaya kepada Tuhan, yang mempunyai moral yang baik, bersih dan jujur. beberapa laku harus dipraktekkan dengan kesadaran dan ketetapan hati yang mantap. Pencari dan penghayat ilmu sejati diwajibkan untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi semua orang serta melalui kebersihan hati dan tindakannya. Cipta, rasa, karsa dan karya harus baik, benar, suci dan ditujukan untuk mamayu hayuning bawono. Ati suci jumbuhing Kawulo Gusti : hati suci itu adalah hubungan yang serasi antara Kawulo dan Gusti, kejawen merupakan aset dari orang Jawa tradisional yang berusaha memahami dan mencari makna dan hakekat hidup yang mengandung nilai-nilai. Dalam budaya jawa dikenal adanya simbolisme, yaitu suatu faham yang menggunakan lambang atau simbol untuk membimbing pemikiran manusia kearah pemahaman terhadap suatu hal secara lebih dalam. Manusia mempergunakan simbol sebagai media penghantar komunikasi antar sesama dan segala sesuatu yang dilakukan manusia merupakan perlambang dari tindakan atau bahkan karakter dari manusia itu selanjutnya. Ilmu pengetahuan adalah simbol-simbol dari Tuhan, yang diturunkan kepada manusia, dan oleh manusia simbol-simbol itu ditelaah dibuktikan dan kemudian diubah menjadi simbol-simbol yang lebih mudah difahami agar bisa diterima oleh manusia lain yang memiliki daya tangkap yang berberda-beda. Biasanya sebutan orang Jawa adalah orang yang hidup di wilayah sebelah timur sungai Citanduy dan Cilosari. Bukan berarti wilayah di sebelah barat-nya bukan wilayah pulau Jawa. Masyarakat Jawa

3

adalah masyarakat yang menjunjung tinggi rasa kekeluargaan dan suka bergotong royong dengan semboyannya “saiyeg saekoproyo “ yang berarti sekata satu tujuan. Kisah suku Jawa diawali dengan kedatangan seorang satriya pinandita yang bernama Aji Saka, sampai kemudian satriya itu menulis sebuah sajak yang kemudian sajak tersebut diakui menjadi huruf jawa dan digunakan sebagai tanda dimulainya penanggalan tarikh Caka. Kejawen adalah faham orang jawa atau aliran kepercayaan yang muncul dari masuknya berbagai macam agama ke jawa. Kejawen mengakui adanya Tuhan Gusti Allah tetapi juga mengakui mistik yang berkembang dari ajaran tasawuf agama-agama yang ada. Tindakan tersebut dibagi tiga bagian yaitu tindakan simbolis dalam religi, tindakan simbolis dalam tradisi dan tindakan simbolis dalam seni. Tindakan simbolis dalam religi, adalah contoh kebiasaan orang Jawa yang percaya bahwa Tuhan adalah zat yang tidak mampu dijangkau oleh pikiran manusia, karenanya harus di simbolkan agar dapat di akui keberadaannya misalnya dengan menyebut Tuhan dengan Gusti Ingkang Murbheng Dumadi, Gusti Ingkang Maha Kuaos, dan sebagainya. Tindakan simbolis dalam tradisi dimisalkan dengan adanya tradisi upacara kematian yaitu medo’akan orang yang meninggal pada tiga hari, tujuh hari, empatpuluh hari, seratus hari, satu tahun, dua tahun, tiga tahun, dan seribu harinya setelah seseorang meninggal (tahlillan). Dan tindakan simbolis dalam seni dicontohkan dengan berbagai macam warna yang terlukis pada wajah wayang kulit; warna ini menggambarkan karakter dari masing-masing tokoh dalam wayang. Perkembangan budaya jawa yang mulai tergilas oleh perkembangan teknologi yang mempengaruhi pola pikir dan tindakan orang jawa dalam kehidupan. Maka orang mulai berfikir bagaimana bisa membuktikan hal gaib secara empiris tersebut dengan menggunakan berbagai macam metode tanpa mengindahkan unsur kesakralan. Bahkan terkadang kepercayaan itu kehilangan unsur kesakralannya karena dijadikan sebagai obyek exploitasi dan penelitian. Kebiasaan orang Jawa yang percaya bahwa segala sesuatu adalah simbol dari hakikat kehidupan, seperti syarat sebuah rumah harus memiliki empat buah soko guru (tiang penyangga) yang melambangkan empat unsur alam yaitu tanah, air, api, dan udara, yang ke empatnya dipercaya akan memperkuat rumah baik secara fisik dan mental penghuni rumah tersebut. Namun dengan adanya teknologi konstruksi yang semakin maju, keberadaan soko guru itu tidak lagi menjadi syarat pembangunan rumah. Dengan analisa tersebut dapat diperkirakan bagaimana nantinya faham simbolisme akan bergeser dari budaya jawa. Tapi bahwa simbolisme tidak akan terpengaruh oleh kehidupan manusia tapi kehidupan manusialah yang tergantung pada simbolisme. Dan sampai kapanpun simbolisme akan terus berkembang mengikuti berputarnya sangkakala. Mangkunegara IV (Sembah dan Budiluhur) Mangkunegara IV memiliki empat ajaran utama yang meliputi sembah raga, sembah cipta (kalbu), sembah jiwa, dan sembah rasa. Sembah Raga Sembah raga ialah menyembah Tuhan dengan mengutamakan gerak laku badaniah atau amal perbuatan yang bersifat lahiriah. Cara bersucinya sama dengan sembahyang biasa, yaitu dengan mempergunakan air (wudhu). Sembah yang demikian biasa dikerjakan lima kali sehari semalam dengan mengindahkan pedoman secara tepat, tekun dan terus menerus, seperti bait berikut: Sembah raga puniku / pakartining wong amagang laku / sesucine asarana saking warih / kang wus lumrah limang wektu / wantu wataking wawaton Sembah raga, sebagai bagian pertama dari empat sembah yang merupakan perjalanan hidup yang panjang ditamsilkan sebagai orang yang magang laku (calon pelaku atau penempuh perjalanan hidup kerohanian), orang menjalani tahap awal kehidupan bertapa (sembah raga puniku, pakartining wong amagang laku). Sembah ini didahului dengan bersuci yang menggunakan air (sesucine asarana saking warih). Yang berlaku umum sembah raga ditunaikan sehari semalam lima kali. Atau dengan kata lain bahwa untuk menunaikan sembah ini telah ditetapkan waktu-waktunya lima kali dalam sehari

Sembah Jiwa Sembah jiwa adalah sembah kepada Hyang Sukma ( Allah ) dengan mengutamakan peran jiwa. Keempat. alam Ilahi. Inilah akhir perjalanan hidup batiniah. membersihkan anggota badan dari berbagai pelanggaran dan dosa. maka sembah cipta di sini mengandung arti sembah kalbu atau sembah hati. Betapa penting dan mendalamnya sembah jiwa ini. Thaharah (bersuci) itu. maka sembah jiwa lebih halus dan mendalam dengan menggunakan jiwa atau al-ruh. Dan yang keempat inilah taharah pada Nabi dan Shiddiqin. Sedangkan kotoran yang kedua dibersihkan dan dibasuh tanpa air yaitu dengan menahan dan menjauhkan diri dari pelanggaran dan dosa. Sembah ini hendaknya diresapi secara menyeluruh tanpa henti setiap hari dan dilaksanakan dengan tekun secara terus-menerus. Watak suatu waton (pedoman) harus dipedomani. sebab orang yang magang laku selain ia menghadirkan seperangkat fisiknya. demikian kata Al-Ghazali. tampak dengan jelas pada bait berikut : . Sembah lima waktu merupakan shalat fardlu yang wajib ditunaikan (setiap muslim) dengan memenuhi segala syarat dan rukunnya (wantu wataking wawaton). maka sembah kalbu menekankan pengekangan hawa nafsu yang dapat mengakibatkan terjadinya berbagai pelanggaran dan dosa (sucine tanpa banyu. ada empat tingkat. Thaharah yang ketiga dan keempat juga tanpa menggunakan air. kalbu berarti hati . maka sembah itu tidak sah. seperti terlihat pada bait berikut: Samengko kang tinutur / Sembah katri kang sayekti katur / Mring Hyang Sukma suksmanen saari-ari / Arahen dipun kecakup / Sembahing jiwa sutengong Dalam rangkaian ajaran sembah Mangkunegara IV yang telah disebut terdahulu. membersihkan hadats dan najis yang bersifat lahiriah. namun bukan berarti mengabaikan aspek rohaniah. Tanpa mempedomani syarat dan rukun. Cara membersihkannya dibasuh dengan air. Tetapi dengan membersihkan hati dari budi jahat dan mengosongkan hati dari apa saja yang selain Allah. angan-angan. tetapi dengan awas emut (selalu waspada dan ingat/dzikir kepada keadaan alam baka/langgeng). Apabila cipta mengandung arti gagasan. tidak pula seperti pada sembah kalbu dengan menundukkan hawa nafsu. ia juga menghadirkan seperangkat aspek spiritualnya sehingga ia meningkat ke tahap kerohanian yang lebih tinggi. sembah jiwa ini menempati kedudukan yang sangat penting. bukan sembah gagasan atau angan-angan. Kedua. Sembah Cipta ( Kalbu ) Sembah ini kadang-kadang disebut sembah cipta dan kadang-kadang disebut sembah kalbu. Ia disebut pepuntoning laku (pokok tujuan atau akhir perjalanan suluk). harapan atau keinginan yang tersimpan di dalam hati. membersihkan hati nurani dari apa yang selain Allah. Dengan keharusan memenuhi segala ketentuan syarat dan rukun yang wajib dipedomani (wataking wawaton). Apabila sembah raga menekankan penggunaan air untuk membasuh segala kotoran dan najis lahiriah. Ketiga. Pertama. Sembah raga yang demikian ini wajib ditunaikan terus-menerus tiada henti (wantu) seumur hidup. Sembah raga tersebut. Jika sembah cipta (kalbu) mengutamakan peran kalbu. seperti terungkap pada Pupuh Gambuh bait 1 dan Pupuh Gambuh bait 11 berikut : Samengkon sembah kalbu / yen lumintu uga dadi laku / laku agung kang kagungan narapati / patitis teteking kawruh / meruhi marang kang momong. amung nyunyuda hardaning kalbu).4 semalam (kang wus lumrah limang wektu). Jika thaharah yang pertama dan kedua menurut Al-Ghazali masih menekankan bentuk lahiriah berupa hadats dan najis yang melekat di badan yang berupa pelanggaran dan dosa yang dilakukan oleh anggota tubuh. meskipun lebih menekankan gerak laku badaniah. Cara bersucinya tidak seperti pada sembah raga dengn air wudlu atau mandi. membersihkan hati dari akhlak yang tercela dan budi pekerti yang hina.

lalu diikatnya kuat-kuat untuk diarahkan kepada tujuan yang hendak dicapai tanpa melepaskan apa yang telah dipegang pada saat itu. Setelah ia diantarkan sampai selamat oleh gurunya untuk memasuki pintu gerbang. maka sembah rasa berarti menyembah Tuhan dengan menggunakan alat batin inti ruh. seorang salik masih tetap dibimbing gurunya seperti telah disebut di muka. maka selanjutnya ia harus mandiri melakukan sembah rasa. seperti diungkapkan Mangkunegara IV dalam bait berikut: Semongko ingsun tutur / gantya sembah lingkang kaping catur / sembah rasa karasa wosing dumadi / dadi wus tanpa tuduh / mung kalawan kasing batos. Begitu pula jagad besar dan jagad kecil digulungkan disatupadukan. Untuk sampai di sini. maka sembah rasa adalah sembah yang dilakukan bukan dalam perjalanan suluk itu. demikian menurut Mangkunegara IV. Di situlah terlihat alam yang bersinar gemerlapan. Jika sembah kalbu mengandung arti menyembah Tuhan dengan alat batin kalbu atau hati seperti disebutkan sebelumnya. Dengan kata lain. Pelaksanaan sembah jiwa ialah dengan berniat teguh di dalam hati untuk mengemaskan segenap aspek jiwa. Dengan demikian triloka (alam semesta) tergulung menjadi satu. seorang salik dapat melaksanakan sendiri sembah rasa sesuai petunjukpetunjuk gurunya. sembah ini adalah tingkat permulaan (wong amagang laku) dan sembah yang kedua adalah tingkat lanjutan. dalam diri manusia terdapat tiga buah alat batin yaitu.5 Sayekti luwih perlu / ingaranan pepuntoning laku / Kalakuan kang tumrap bangsaning batin / Sucine lan awas emut / Mring alaming lama amota. kalbu. Pelaksanaan sembah rasa itu tidak lagi memerlukan petunjuk dan bimbingan guru seperti ketiga sembah sebelumnya. hendaklah perasaan hati dipertebal dan diperteguh jangan terpengaruh apa yang terjadi. Ia didasarkan kepada rasa cemas. melainkan sembah yang dilakukan di tempat tujuan akhir suluk. Berbeda dengan sembah raga dan sembah kalbu. Pada tingkatan ini. ia dipandang telah cukup ahli dalam melakukan sembah dengan mempergunakan aspek-aspek batiniahnya sendiri. Dan di sinilah akhir perjalanan suluknya. jiwa/ruh dan inti jiwa/inti ruh (telengking kalbu atau wosing jiwangga) yang memperlihatkan susunan urutan kedalaman dan kehalusannya. ditinjau dari segi perjalanan suluk. Oleh karena itu. . Sembah yang keempat ini ialah sembah yang dihayati dengan merasakan intisari kehidupan makhluk semesta alam. Dengan demikian menurut Mangkunegara IV. Maka untuk menghadapi keadaan yang menggumkan itu. tetapi harus dilakukan salik sendiri dengan kekuatan batinnya. tempat sembah yang keempat. seorang salik telah tiba di tempat yang dituju." Sembah Rasa Sembah rasa ini berlainan dengan sembah-sembah yang sebelumnya. sembah jiwa berarti menyembah Tuhan dengan alat batin jiwa atau ruh. Hal yang demikian itu dijelaskan Mangkunegara IV pada bait berikut: "Ruktine ngangkah ngukud / ngiket ngruket triloka kakukud / jagad agung ginulung lan jagad alit / den kandel kumandel kulup / mring kelaping alam kono. Pada tingkat ini ia dipandang telah memiliki kematangan rohani. Sedangkan sembah ketiga menekankan pengisian seluruh aspek jiwa dengan dzikir kepada Allah seraya mengosongkannya dari apa saja yang selain Allah. Apabila sembah jiwa dipandang sebagai sembah pada proses pencapaian tujuan akhir perjalanan suluk (pepuntoning laku). Alat batin yang belakangan ini adalah alat batin yang paling dalam dan paling halus yang menurut Mangkunegara IV disebut telenging kalbu (lubuk hati yang paling dalam) atau disebut wosing jiwangga (inti ruh yang paling halus). sembah yang pertama menekankan kesucian jasmaniah dengan menggunakan air dan sembah yang kedua menekankan kesucian kalbu dari pengaruh jahat hawa nafsu lalu membuangnya dan menukarnya dengan sifat utama. Ditinjau dari segi tata cara pelaksanaannya.

orang harus melatih kepekaan hati agar tajam menangkap gejala dan tanda-tanda. paguyuban ngesti tunggal (pangestu) dari surakarta. seperti terlihat pada bait berikut: Iku luwih banget gawat neki / ing rar=’]asantang keneng rinasa / tan kena ginurokake / yeku yayi dan rampung / eneng onengira kang ening / sungapan ing lautan / tanpa tepinipun / pelayaran ing kesidan / aneng sira dewe tan Iyan iku yayi eneng ening wardaya. Kongres berikutnya yang diadakan pada tanggal 7 Agustus tahun berikutnya di Surakarta sebagai lanjutannya. tidak dapat pula dimintakan bimbingan guru. . demikian dinyatakan Amongraga. susila budi darma (SUBUD) yang asalnya berkembang di semarang. ilmu sejati dari madiun. dan lima yang besar adalah hardapusara dari purworejo. Kejernihan batinlah yang menjadi modal utama.000 peserta yang mewakili 100 organisasi. sungguh sangat mendalam. yang kemudian juga menyelenggarakan dua kongres serta seminar mengenai masalah kebatinan dalam tahun 1959. jiwa ayu dan pancasila handayaningratan dari Surakarta. dan trimurti naluri majapahit dari mojokerto dan lain-lain. BUDAYA KEBATINAN Di dalam serat Wulang Reh. Oleh karena itu. dengan mana usaha menuju kasampurnaning urip (kesempurnaan hidup) dan mendekat Yang Maha Widi (Allah Yang Maha Kuasa) bisa dicapai. Sebagian kecil dari budaya kebatinan ini biasanya mempunyai anggota tak lebih dari 200 orang namun ada yang beranggotakan lebih dari 1000 orang yang tersebar di berbagai kota di jawa dan terorganisasi dalam cabang-cabang. perukunan kawula manembah gusti. karya "kasusastran" Jawa (dalam bentuk syair) yang ditulis oleh Sunan Paku Buono IV. Sembah tersebut.6 Di sini. Pertemuan-pertemuan itu berhasil mendirikan suatu organisasi bernama Badan Kongres Kebatinan Indonesia (BKKI) (Badan 1956). seperti Penunggalan. Kesemuanya itu tergantung pada diri sendiri. Sejarah budaya Kebatinan Pada tanggal 19 dan 20 Agustus 1955 di Semarang telah diadakan kongres dari berpuluh-puluh budaya kebatinan yang ada di berbagai daerah di jawa dengan tujuan untuk mempersatukan semua organisasi yang ada pada waktu itu. Budaya seperti itu secara resmi merupakan “aliran kecil”. dituntut kemandirian. terdapat juga ajaran untuk hidup secara asketik. keberanian dan keteguhan hati seorang salik. tanpa menyandarkan kepada orang lain. ilmu kebatinan kasunyatan dari yogyakarta. paguyuban sumarah dan sapta dari yogyakarta. seorang salik harus merampungkannya sendiri dengan segala ketenangan. tidak dapat diselami dengan kata-kata. Dalam tembang Kinanthi ajaran itu bertutur : Pada gulangen ing kalbu ing sasmita amrih lantip aja pijer mangan nendra kaprawiran den kaesti pesunen sarira nira sudanen dhahar lan guling (Intinya. Hal ini sesuai dengan wejangan Amongraga kepada Tambangraras dalam Centini bait 156. 1961 dan 1962 (Pakan 1978:98). yakni tidak lebih dari 200 orang. Orang pun tak boleh mengumbar nafsu makan serta tidur). Kebanyakan budaya kebatinan di Jawa awalnya merupakan budaya lokal saja dengan anggota yang terbatas jumlahnya. dihadiri oleh lebih dari 2. kejernihan batin dan kecintaan yang mendalam untuk melebur diri di muara samudera luas tanpa tepi dan berjalan menuju kesempurnaan.

yaitu Buku Kawula Gusti dan Wigati. Banyak dari para pengikutnya adalah orang Asia. Gerakan ini didirikan oleh Soenarto. S. Eropa. melainkan menamakan dirinya “Pusat Latihan Kejiwaan”. dengan pemimpinnya bernama R. atau lebih terkenal dengan nama Pangestu adalah sebuah budaya kebatinan lain yang luas jangkauannya. Doktrin ajaran organisasi itu dimuat dalam buku berjudul susila budhi dharma. Majalah yang dikeluarkan organisasi itu dwijawara merupakan tali pengikat bagi para anggotanya yang tersebar itu. Dalam tahun 1970 ada 13 organisasi kebatinan di sana. Jumlah anggotanya konon sudah mencapai beberapa ribu orang. seorang petani desa kemanukan dekat purworejo. Budaya ini tidak mau disebut budaya kebatinan. Namun anggota yang berasal dari daerah pedesaan juga banyak yaitu yang tinggal di pemukiman transmigrasi di sumatera dan kalimantan.7 Hardapusara adalah yang tertua diantara kelima gerakan yang terbesar itu. terutama berasal dari kalangan priyayi. Ajaran-ajarannya termaktub dalam dua buah buku yang oleh para pengikutnya sudah hampir dianggap keramat. Beliau berasal dari desa keplakan dekat pare. Ia konon menamatkan ilmu dari menerima wangsit dan ajaran-ajarannya semula disebut kawruh kasunyatan gaib. Ia mengaku menerima wahyu pada tahun 1935. yang dalam tahun 1895 didirikan oleh Kyai Kusumawicitra. Walaupun budaya kebatinan ada di seluruh daerah di jawa. Sukirno Hartono dari Yogyakarta. Berbeda dengan keempat organisasi yang lain. intisari kehidupan dan hakekat Tuhan. Anggota-anggotanya yang berjumlah beberapa ribu itu tersebar di berbagai kota diseluruh Indonesia dan mempunyai sebanyak 87 cabang di luar negeri. Walaupun demikian para pemimpinnya hampir semua priyayi. dengan kemungkinan bahwa masih ada organisasi-organisasi kecil lainnya yang tidak terdaftar di sana. Sapta darma adalah yang termuda dari kelima gerakan kebatinan yang terbesar di jawa yang didirikan tahun 1955 oleh guru agama bernama Hardjosaputro yang kemudian mengganti namanya menjadi Panuntun Sri Gutomo. Yogyakarta. yang berpusat dikota-kota lain seperti Jakarta. Para pengikutnya mula-mula adalah seorang priyayi dari Purworejo dan beberapa kota lain di daerah bagelan.000 orang tersebar di banyak kota di Jawa. Buku yang berisi ajarannya adalah kitab pewarah sapta darma. Pada akhir tahun 1940-an gerakan itu mulai mundur. Susila budi (SUBUD) didirikan pada tahun 1925 di semarang. pusatnya sekarang berada di Jakarta. dan juga Jakarta. Pangestu didirikan di surakarta pada bulan mei 1949. namun Surakarta sebagai pusat kebudayaan jawa agaknya masih merupakan tempat dimana terdapat paling banyak organisasi kebatinan yang terpenting. Jawa timur. Pengikut-pengikut terkemuka dari budaya kebatinan. yang di antara tahun 1932 dan 1933 menerima wangsit yang oleh kedua orang pengikutnya dicatat dan kemudian diterbitkan menjadi buku sasangka djati. lima diantaranya dengan anggota sebanyak antara 30-70 orang. yang diantaranya ada yang berlatar belakang pendidikan psikologi. Ng.000 orang baik yang berasal dari golongan priyayi maupun dari kelas-kelas masyarakat lain. Pagguyuban ngesti tunggal. Australia dan Amerika. dan anggota-anggotanya yang kini sudah berjumlah 50. Madiun. namun berkembang kembali tahun 1950 di Yogyakarta. selain itu gerakan itu juga menerbitkan majalah berkala berjudul Pewarta Kejiwaan Subud. melaporkan bahwa dalam propinsi jawa tengah saja tercatat sebanyak 286 organisasi kebatinan dalam tahun 1870. organisasi ini dahulu pernah berkembang dan mempunyai cabang-cabangnya di berbagai kota di Jawa Tengah. tetapi ada satu yang anggotanya sekitar 500 orang dalam tahun 1970. Paguyuban sumarah juga merupakan organisasi besar yang dimulai sebagai suatu gerakan kecil. Kediri dan sebagainya (jong 1973: 10-12). de jong yang mempelajari budaya kebatinan jawa di jawa tengah. Sepuluh lainnya adalah organisasi-organisasi yang besar. biasanya menjelaskan bahwa timbulnya berbagai budaya itu disebabkan karena sebagian besar orang jawa butuh mencari hakekat alam semesta. sapta darma beranggotakan orang-orang dari daerah pedesaan dan orang-orang pekerja kasar yang tinggal di kota-kota. Jumlah anggotanya kini sudah mencapai 115. Ahli sosiolagi Selosoemardjan berpendirian bahwa orang jawa pada umumnya cenderung untuk .

8

mencari keselarasan dengan lingkungan dan hati nuraninya, yang sering dilakukannya dengan cara-cara metafisik. Mistik Kebatinan Menurut pandangan ilmu mistik kebatinan orang jawa, kehidupan manusia merupakan bagian dari alam semesta secara keseluruhan, dan hanya merupakan bagian yang sangat kecil dari kehidupan alam semesta yang abadi, dimana manusia itu seakan-akan hanya berhenti sebentar untuk minum. Sikap. Gaya hidup, dan banyak aktivitas sebagai latihan upacara yang harus diterima dan dilakukan oleh seorang, yang ingin menganut mistik dibawah pimpinan guru dan panuntun agama itu, pada dasarnya sama pada berbagai gerakan kebatinan jawa yang ada. Hal yang mutlak perlu adalah kemampuan untuk melepaskan diri dari dunia kebendaan, yaitu memiliki sifat rila (rela) untuk melepaskan segala hak milik, pikiran atau perasaan untuk memiliki, serta keinginan untuk memiliki.. melalui sikap rohaniah ini orang dapat membebaskan diri dari berbagai kekuatan serta pengaruh dunia kebendaan di sekitarnya. Sikap menyerah serta mutlak ini tidak boleh dianggap sebagai tanda sifat lemahnya seseorang; sebaliknya ia menandakan bahwa orang seperti itu memiliki kekuatan batin dan keteguhan iman. Kemampuan untuk membebaskan diri dari dunia kebendaan dan kehidupan duniawi juga melibatkan sikap narima yaitu sikap menerima nasib, dan sikap bersabar, yang berarti sikap menerima nasib dengan rela. Kemampuan untuk memiliki sikap-sikap semacam itu dapat diperoleh dengan hidup sederhana dalam arti yang sesungguhnya, hidup bersih, tetapi juga dengan jalan melakukan berbagai kegiatan upacara kegiatan upacara yang meningkatkan kemampuan berkonsentrasi dengan jalan mengendalikan diri, dan melakukan berbagai latihan samadi. Melalui latihan bersemedi di harapkan agar orang dapat membebaskan dirinya dari keadaan sekitarnya, yaitu menghentikan segala fungsi tubuh dan keinginan serta nafsu jasmaninya. Hal ini dapat memberikan keheningan pikiran dan membuatnya mengerti dan menghayati hakekat hidup serta keselarasan antara kehidupan rohaniah dan jasmaniah. Apabila orang sudah bebas dari beban kehidupan duniawi (pamudharan), maka orang itu setelah melalui beberapa tahap berikutnya, pada suatu saat akan dapat bersatu dengan Tuhan ( jumbuhing kawula Gusti, atau manunggaling kawulaGusti ) /Pendekatan kepada Illahi. Namun dengan tercapainya pamudharan, yang memungkinkan orang untuk melepaskan diri dari kehidupan dunia kebendaan, orang itu juga tidak terbebas dari kewajiban-kewajibannya dalam kehidupan yang konkret; bahkan, orang yang sudah mencapai pamudharan, wajib amemayu ayuning bawana, atau berupaya memperindah dunia, yaitu berusaha memelihara dan memperindah dengan jalan melakukan hal-hal yang baik, dan hidup dengan penuh tanggung jawab. Gerakan Untuk Purifikasi Jiwa Semua organisasi kebatinan yang besar umumnya, memang bersifat mistis; banyak gerakan kebatinan, terutama yang jumlah anggotanya sedikit, hanya berusaha untuk mencapai purifikasi jiwa, Hal yang mereka inginkan adalah memperoleh suatu kehidupan kerohanian yang mantap, tanpa rasa takut dan rasa ketidak-pastian. Inilah yang oleh orang jawa disebut orang yang sudah “bebas” (kamanungsan, kasunyatan). Cara untuk kamanungsan pada umumnya sama dengan cara untuk mencapai pamudharan tersebut diatas. Kecuali beberapa variasi kecil, maka cara untuk mencapai purifikasi jiwa pada dasarnya adalah dengan menjalankan kehidupan yang penuh tanggung jawab, baik secara moral, sederhana, mampu membebaskan diri dari keduniawian, mempunyai sikap yang baik terhadap kehidupan, nasib dan kematian dan melakukan samadi secara ketat. Oleh karena gerakan-gerakan kebatinan ini berusaha mencari kebebasan rohaniah individu, maka orang mudah mengerti bahwa sifatnya agak individualis; gerakan-gerakan seperti itu paling tidak menarik bagi orang-orang yang membutuhkan kehidupan keagamaan, tanpa harus menaati peraturan-peraturan keagamaan yang resmi secara ketat, namun menyesuaikan dengan adat istiadat (Said 1972-a: 153-154)

9

Kebatinan Yang Berdasarkan Ilmu Gaib Di seluruh daerah tempat tinggal orang jawa banyak terdapat gerakan-gerakan kebatinan yang hanya beranggotakan beberapa puluh orang saja. Kebanyakan dari gerakan seperti itu berpusat di kotakota dan pada umumnya bersifat rahasia, yaitu dengan tujuan-tujuan yang bersifat mistik, moralis, atau etis dan dipimpin oleh seorang guru. Untuk mencapai tujuannya, para anggota gerakan seperti itu banyak melakukan praktek-praktek ilmu gaib, disamping studi dan bersamadi. Banyak dari budaya semacam itu pada awalnya adalah suatu organisasi yang mengajar seni bela diri pencak. Kecuali memberi latihan fisik, gurunya juga melatih murid-muridnya untuk melakukan meditasi. Untuk menciptakan suasana keramat, ada juga yang ditambah berbagai ritus ilmu gaib secara rahasia yang dimaksudkan agar para muridnya, memperoleh kekebalan dan kesaktian tertentu.

CIPTA TUNGGAL

Cipta bermakna: pengareping rasa, tunggal artinya satu atau difokuskan ke satu obyek. Jadi Cipta Tunggal bisa diartikan sebagai konsentrasi cipta. 1. Cipta, karsa ( kehendak ) dan pakarti ( tindakan ) selalu aktif selama orang itu masih hidup. Pakarti bisa berupa tindakan fisik maupun non fisik, pakarti non fisik misalnya seseorang bisa membantu memecahkan atau menyelesaikan masalah orang lain dengan memberinya nasehat, nasehat itu berasal dari cipta atau rasa yang muncul dari dalam. Sangatlah diharapkan seseorang itu hanya menghasilkan cipta yang baik sehingga dia juga mempunyai karsa dan pakarti / tumindak yang baik, dan yang berguna untuk diri sendiri atau syukur -syukur pada orang lain. 2. Untuk bisa mempraktekkan tersebut diatas, orang itu harus selalu sabar, konsestrasikan cipta untuk sabar, orang itu bisa makarti dengan baik apabila kehendak dari jiwa dan panca indera serasi lahir dan batin. Ingatlah bahwa jiwa dan raga selalu dipengaruhi oleh kekuatan api, angin, tanah dan air. 3. Untuk memelihara kesehatan raga, antara lain bisa dilakukan : a. Minumlah segelas air dingin dipagi hari, siang dan malam sebelum tidur, air segar ini bagus untuk syarat dan bagian-bagian tubuh yang lain yang telah melaksanakan makarti. b. Jagalah tubuh selalu bersih dan sehat, mandilah secara teratur di negeri tropis sehari dua kali. c. Jangan merokok terlalu banyak. d. Konsumsilah lebih banyak sayur-sayuran dan buah-buahan dan sedikit daging, perlu diketahui daging yang berasal dari binatang yang disembilah dan memasuki raga itu bisa berpengaruh kurang baik, maka itu menjadi vegetarian ( tidak makan daging ) adalah langkah yang positif. e. Kendalikanlah kehendak atau nafsu, bersikaplah sabar, narima dan eling. Janganlah terlalu banyak bersenggama, seminggu sekali atau dua kali sudah cukup. 4. Berlatihlah supaya cipta menjadi lebih kuat, pusatkan cipta kontrol panca indera. Tenangkan badan (heneng) dengan cipta yang jernih dan tentram (hening). Bila cipta bisa dipusatkan dan difokuskan

10

5.

6. 7. 8.

kearah satu sasaran itu bagus, artinya cipta mulai mempunyai kekuatan sehingga bisa dipakai untuk mengatur satu kehendak. Buatlah satu titik atau biru ditembok atau dinding ( . ) duduklah bersila dilantai menghadap ke tembok, pandanglah titik itu tanpa berkedip untuk beberapa saat, konsentrasikan cipta, kontrol panca indera, cipta dan pikiran jernih ditujukan kepada titik tersebut. Jangan memikirkan yang lain, jarak mata dari titik tersebut kira-kira tujuh puluh lima sentimeter, letak titik tersebut sejajar dengan mata, lakukan itu dengan santai. Lakukan latihan pernafasan dua kali sehari, pada pagi hari sebelum mandi demikian juga pada sore hari sebelum mandi tarik nafas dengan tenang dalam posisi yang enak. Lakukan olah raga ringan (senam) secara teratur supaya badan tetap sehat, sehingga mampu mendukung latihan olah nafas dan konsentrasi. Hisaplah kedalam badan Sari Trimurti pada hari sebelum matahari terbit dimana udara masih bersih, lakukan sebagai berikut : Tarik nafas Tahan Nafas Keluarkan Nafas Jumlah 10 detik 10 detik 10 detik 30 detik minggu I : 3 kali 15 detik 10 detik 15 detik 40 detik minggu II : 3 kali 20 detik 10 detik 20 detik 50 detik minggu III : 3 kali 26 detik 8 detik 26 detik 60 detik minggu IV : 3 kali

9. Untuk memperkuat otak tariklah nafas dengan lobang hidung sebelah kiri, dengan cara menutup lobang hidung sebelah kanan dengan jari, lalu tahan nafas selanjutnya keluarkan nafas melalui lobang hidung sebelah kanan, dengan menutup lobang hidung sebelah kiri dengan jari. Tarik nafas Tahan Nafas Keluarkan Nafas Jumlah 4 detik 8 detik 4 detik 16 detik minggu I : 7 kali 10 detik 7 detik 10 detik 27 detik minggu II : 7 kali 10 detik 10 detik 10 detik 30 detik minggu III & IV : 7 kali 20 detik 20 detik 20 detik 60 detik minggu V : 7 kali 10. Karsa akan terpenuhi apabila nasehat-nasehat diatas dituruti dengan benar, praktekkan samadi pada waktu malam hari, paling bagus tengah malam ditempat atau kamar yang bersih. Kontrol panca indera, tutuplah sembilan lobang dari raga, duduk bersila dengan rilek, fokuskan pandangan kepada pucuk hidung. Tarik nafas, tahan nafas, dan keluarkan nafas dengan tenang dan santai, konsentrasikan cipta lalu dengarkan suara nafas. Pertama-tama akan dirasakan sesuatu yang damai dan apabila telah sampai saatnya orang akan bisa berada berada dalam posisi hubungan harmonis antara kawula dan Gusti ALLAH 11. Cobalah lakukan sebagai berikut : a. Lupakan segalanya selama dua belas detik b. Dengan sadar memusatkan cipta kepada dzat yang agung selama seratus empat puluh detik. c. Jernihkan pikiran dan rasa selama satu, dua atau tiga jam ( semampunya ) 12. Tujuh macam tapa raga, yang perlu dilakukan a. Tapa mata, mengurangi tidur artinya jangan mengejar pamrih. b. Tapa telinga, mengurangi nafsu artinya jangan menuruti kehendak jelek. c. Tapa hidung, mengurangi minum artinya jangan menyalahkan orang lain d. Tapa bibir, mengurangi makan artinya jangan membicarakan kejelekan orang lain e. Tapa tangan, jangan mencuri artinya jangan mudah memukul orang f. Tapa alat seksual, mengurangi bercinta dan jangan berzinah g. Tapa kaki, mengurangi jalan artinya jangan membuat kesalahan

selama orang itu hidup didunia. setia tidak bohong. Mereka berlima itu dilahirkan melalui ibu. Tapa raga. berbentuk udara. merasa gembira tanpa batas. Tapa nafsu. tenang dan kuat dalam panalongso f. Sementara orang menyebut mereka keblat papat lima tengah. Berketetapan hati a. Tapa hidup. bangsa. tempatnya di timur warnanya putih. tetapi ada baik dan kamu juga harus mempunyai hubungan yang serasi dengan mereka yaitu : a. tidak mengeluh dan sabar pada saat menderita d. Merekalah yang disebut sedulur papat kalimo pancer. Artinya kalau kamu berbuat baik kepada orang lain. yang dihasilkan karena perjuangan ibu saat melahirkan bayi. (empat jurusan yang kelima ada ditengah). Tapa jiwa. a. tempatnya di utara warnanya hitam. pancer kelima itulah badan jasmani kamu. kepercayaan dan agama. Tujuh macam tapa jiwa yang perlu dilakukan a. Ada guru laku yang mengatakan bahwa seseorang itu tidak diperkenankan melakukan pujabrata. Puser. . mandi. Sedulur papat kalimo pancer Orang Jawa tradisional percaya eksistensi dari sedulur papat ( saudara empat ) yang selalu menyertai seseorang dimana saja dan kapan saja. pusar yang dipotong sesudah kelahiranmu. tempatnya di barat warnanya kuning. itu juga baik buat kamu. b. Selalu yakin orang yang kehilangan keyakinan atas kepercayaan diri adalah seperti pusaka yang kehilangan yoninya atau kekuatannya 15. menyembah kepada Tuhan Yang Maha Esa yang berarti juga menghormati dan memuja-Nya. Mar adalah udara. minum pada waktu haus. Getih. tidak mencampuri urusan orang e. kedudukan. darah yang keluar dari gua garba ibu sewaktu melahirkan. suku. dia keluar dari gua garba ibu sebelum kamu. seperti diketahui badan hanyalah mengikuti perintah batin dan kehendak. Menghormati orang lain tanpa memandang jenis kelamin. waspada dan eling 14. Secara mistis Mar dan Marti ini warnanya putih dan kuning. c. Tidak ragu-ragu b. jangan malas lalu sebagai manusia normal bekerjalah. sedangkan Marti adalah udara yang merupakan rasa ibu sesudah selamat melahirkan si jabang bayi. Kakang kawah. pelajarilah ilmu luhur yang berguna untuk diri sendiri dan orang lain. tidak iri kepada sukses orang lain. 17. Sembah raga Ini adalah tapa dari badan jasmani. semua manusia itu sama : saya adalah kamu ( tat twan asi ). bersifat luhur berpikiran jernih g. usahakan supaya badan menuruti kehendak cipta yaitu dengan jalan: bangun pagi hari. sebelum melewati tapabrata. mereka tidak tidak punya badan jasmani. Adi ari-ari. rendah hati melaksanakan hanya hal yang baik b. Badan itu maunya menyenang-nyenangkan diri. kamu bisa meminta bantuan Mar dan Marti hanya sesudah kamu melaksankan tapa brata ( laku spiritul yang sungguh-sungguh ).11 13. Tapa hati. yang lain adalah Kalima Pancer. Tapa cahaya. saudara tua kawah. Mulai hari ini. adik ari-ari. Selain sedulur papat diatas. istilah lainnya ialah Pujabrata. mereka itu adalah Mar dan Marti. Makanlah makanan yang tidak berlebihan dan tidur secukupnya saja: makan pada waktu lapar. bersyukur tidak mencurigai orang lain melakukan hal yang jahat c. kalau kamu melukai orang lain itu juga melukai dirimu sendiri. Mereka memang ditugaskan oleh kekuasaan alam untuk selalu dengan setia membantu. Tapa rasa. dia dikeluarkan dari gua garba ibu sesudah kamu. mereka ada karena kamu ada. tidur pada waktu sudah mengantuk. Tingkatkan sembah. 16. tempatnya di selatan warnanya merah d.

tidak terpisahkan. Lakukan dengan teratur ditengah. fokuskan kepada itu 5. kamu harus melatih pikiranmu kepada kenyataan sejati kawula engenal Gusti. Kamu harus selalu mengerjakan hal-hal yang baik dan benar. laksanakan dengan santai saja 4. kontrollah nafsumu dan taklukan keserakahan. Kita akan mengerti dengan sempurna atas kenyataan hidup dan keberadaan semua mahluk melalui olah samadi atau memahami Sangkan Paraning Dumadi. Jangan memaksa ragamu. 2. Konsentrasikan rasa kamu 3. 2. sampai kamu merasa bahwa apa yang kamu kerjakan itu adalah sesuatu yang memang harus kamu kerjakan. hubungan harmonis antara kawula dan Gusti layaknya seperti manisnya madu dan madunya. Sembah rasa artinya sejati ( rasa sejati ) 1. Ini hanya bisa dilaksanakan dengan keteguhan hati sehingga hasilnya akan terlihat. Biasakanlah melakukan hal ini. kamu lupa tetapi jiwa tetap eling ( sadar ) itulah situasi heneng dan hening dan sekaligus eling kesadaran dari rasa sejati. Kehendahmu jernih. kamu merasa seolah-olah sepi tidak ingat apapun. kamu akan merasa yakin pada waktu bersamadi. Kini kamu berada dijalan yang menuju ke kenyataan sejati. dengan rasa yang mendalam menggunakan jiwa suksma yang telah kamu temui pada waktu pada heneng. Dengan begitu rasa kamu akan menjadi tajam dan kamu akan mulai melihat kenyataan. Apabila kamu melihat cahaya yang sangat tenang tetapi tidak menyilaukan itu pertanda kamu sudah mulai membuka dunia kenyataan. 2. ini adalah sembah batin yang tidak melibatkan lahir.12 b. Kita bisa mengerti dengan sempurna untuk apa kita diciptakan dan selanjutnya apakah tujuan hidupmu. c. Berlatih cipta sebagai berikut : 1. ditempat yang sesuai. dan sama sekali tidak menjadi beban. kamu dan cahaya itu saling melindungi. Cahaya itu adalah pramana kamu sendiri. hening dan eling. . d. seolah-olah badan astral dan mental tidak berfungsi. Sembah cipta 1. Sembah jiwa Sembah jiwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

mulane Rasa Samar Mati iku banjur dianggep minangka Sadulur Tuwa. nanging yen kabeh duwene duwit diwenehake satemah uripe dewe rusak. Geneya kok disebut Marmati. Mula manungsa kang kabulet nafsu asmara digambarake bisa ngobong jagad. Aluamah / Srakah : Manungsa kuwi umume padha nduweni rasa srakah lan aluamah. Yen manungsa . Kawah. manungsa kepengine bisa urip nganti pitung turunan. iku cetha yen ora apik. Mula banjur tuwuh unen-unen " SEDULUR PAPAT LIMA PANCER " 0 Kekayon wayang purwa kang kaprahe kasebut Gunungan. mula kuwi yen ora dikendaleni. Wong nggarbini yen pas babaran kae. Mula kuwi. Ari-Ari. ana kono gambar Macan. Bantheng. kakang Kawah. Kethek nggambarake nafsu Aluamah. lan Getih kang kaprahe diarani Rahsa.13 PAPAT LIMA PANCER Ing Kekayon wayang purwa kang kaprahe kasebut Gunungan. Kewan cacah papat mau nggambarake nafsu patang warna yaiku : Macan nggambarake nafsu Amarah. lan Manuk Merak nggambarake nafsu Mutmainah. sakwise kuwi banjur disusul wetune Ari-Ari. Wetune Rah (Rahsa) iki uga ing wektu akhir. Kabeh kuwi mancer neng Puser (Udel) yaiku mancer ing Bayi. Contone. Bantheng nggambarake nafsu Supiyah. SEDULUR PAPAT LIMA PANCER Njupuk sumber saka Kitab Kidungan Purwajati seratane . Supiyah / Kaendahan : Manungsa kuwi umume seneng marang kang sarwa endah yaiku wanita (asmara). Iki dianggep Pancer pusate Sedulur Papat. Bantheng nggambarake nafsu Supiyah. bisa-bisa manungsa koncatan kasabaran. lire kudu bisa ngatasi krodhane sedulur papat. Kethek lan Manuk Merak. Ari-Ari lan Rahsa kuwi mau. kang dhisik dhewe iku metune Banyu Kawah sak durunge laire bayi. diwiwiti saka tembang Dhandanggula kang cakepane mangkene : Ana kidung ing kadang Marmati Amung tuwuh ing kuwasanira Nganakaken saciptane Kakang Kawah puniku Kang rumeksa ing awak mami Anekakake sedya Ing kuwasanipun Adhi Ari-Ari ingkang Memayungi laku kuwasanireki Angenakken pangarah Ponang Getih ing rahina wengi Ngrerewangi ulah kang kuwasa Andadekaken karsane Puser kuwasanipun Nguyu-uyu sabawa mami Nuruti ing panedha Kuwasanireku Jangkep kadang ingsun papat Kalimane wus dadi pancer sawiji Tunggal sawujud ingwang Ing tembang dhuwur iku disebutake yen " Sedulur Papat " iku Marmati. nanging yen ngluwihi wates ya tetep ora becik. Cethane mancer marang uwonge kuwi. mula Rahsa iku uga dianggep Sedulur Enom. Yen Kawah wis mancal medhal. kamangka sabar iku mujudake alat kanggo nyaketake dhiri marang Allah SWT. Kethek nggambarake nafsu Aluamah. Marmati iku tegese Samar Mati ! lire yen wong wadon pas nggarbini ( hamil ) iku sadina-dina pikirane uwas Samar Mati. Mutmainah / Kautaman : Senajan kuwi kautaman utawa kabecikan. Sarehne Ari-Ari iku metune sakwise bayi lair. Kocape kuwi mujudake Sedulur Papat mungguhing manungsa. Bantheng. kapara kudu menang. lan Manuk Merak nggambarake nafsu Mutmainah kang kabeh mau bisa dibabarake kaya ukara ing ngisor iki: Amarah : Yen manungsa ngetutake amarah iku tartamtu tansaya bengkerengan lan padudon wae. banjur disusul laire bayi. mula Kawah banjur dianggep Sadulur Tuwa kang lumrahe diarani Kakang Kawah. Kocape kuwi mujudake Sedulur Papat mungguhing manungsa. Puser kang copot saka udel kuwi uga dianggep Sedulure bayi. Adhi AriAri lan Rahsa kuwi?. mulane Ari-Ari iku diarani Sedulur Enom lan kasebut Adhi Ari-Ari Lamun ana wong abaran tartamtu ngetokake Rah ( Getih ) sapirang-pirang. Puser (Tali Plasenta) iku umume PUPAK yen bayi wis umur pitung dina. menehi duwit marang wong kang kekurangan kuwi becik. Manungsa diuji aja nganti kalah karo sedulur papat kasebut. sedulur papat iku kudu direksa lan diatur supaya aja nganti ngelantur. Kewan cacah papat mau nggambarake nafsu patang warna yaiku : Macan nggambarake nafsu Amarah. Rasa uwas kawatir pralaya anane dhisik dhewe sadurunge metune Kawah. Kethek lan Manuk Merak. ana kono gambar Macan.

pada waktu terkena bencana alam. dan anggapan bahwa dengan menjalankan kehidupan yang ketat dengan disiplin tinggi. ateges jagade bubrah. Bertapa ( Tapabrata ) Tapabrata dianggap oleh para penganut agami Jawi sebagai suatu hal yang sangat penting. epidemi dan sebagianya. seperti pada Bakda Besar (Bulan pertama menurut perhitungan orang Jawa). . Manusia jawa (tiyang Jawi) pada saat tertentu rela/mau dengan sengaja. dan terutama bahwa orang yang telah melakukan usaha semacam itu kelak akan mendapatkan pahala. kesedihan dan kekecewaan dalam hidupnya melalui latihan keprihatinannya pada jalan tirakatnya. atau dalam hubungan dengan orang lain. yang tidak dapat ditembus oleh sinar cahaya (patigeni). Mereka juga beranggapan bahwa orang bisa menjadi lebih tekun. atau adat untuk berpuasa dan menyendiri dalam suatu ruangan (ngebleng). nyumanggakake TIRAKAT Liring sepuh sepi hawa Awas roroning atunggal Tan samar pamoring sukma Sinukmanya winahya ing ngasepi Sinimpen telenging kalbu Pambukaning wanara Tarlen saking liyep layaping ngaluyup Pindha sesating supena Sumusiping rasa jati Sajatine kang mangkana Wus kakenan nugrahaning Hyang Widhi Bali alaming asuwung Tan karem karameyan Ingkang sipat wisesa-winisesa wus Milih mula-mulanira Mulane wong anom sami. Ing kene dununge pancer kudu bisa dadi paugeran lan dadi pathokan. Dalam ceritacerita wayang kita sering dapat menjumpai adanya tokoh pahlawan yang menjalankan tapa. menempuh kesukaran dan ketidaknyamanan untuk maksud-maksud ritual dalam budaya spiritualnya. Dalam keadaan seperti itu melakukan tirakat dapat dianggap sebagai tanda rasa prihatin yang dianggap perlu oleh orang Jawa bila seseorang berada dalam keadaan bahaya.14 dikalahake dening sedulur papat iki. dengan jalan berpuasa pada bulan puasa (Siyam) ada terkadang juga berpuasa selama beberapa hari (Nglowong) menjelang hari-hari besar Islam. untuk jatah makannya selama satu atau dua hari. Dalam kesusateraan kuno orang kuno. serta mampu menahan hawa nafsu. konsep tapa dan tapabrata diambil langsung dari konsep Hindu tapas. Tirakat dapat juga dijalankan pada saat-saat khusus. bahkan ada juga yang melakukannya di dalam suatu ruangan yang gelap pekat. orang dapat mencapai tujuan-tujuan yang sangat penting. Bener orane. Tirakat kadang-kadang dijalankan dengan berpantang makan kecuali nasi putih saja (Mutih) pada hari senin dan kamis. Selama berabad-abad para pertapa dianggap sebagai orang keramat. jabatan. Orang Jawa juga mempunyai adat untuk hanya makan sedikit sekali (tidak lebih daripada yang dapat dikepal dengan satu tangan) ngepel. misalnya pada waktu orang menghadapi suatu tugas berat. yang berakar dari pikiran bahwa usaha-usaha seperti itu dapat membuat orang teguh imannya dan mampu mengatasi kesukarankesukaran. waktu mengalami krisis dalam keluarga. tetapi dapat juga pada waktu suatu masyarakat atau negara berada dalam suatu masa bahaya. yang berasal dari buku-buku Veda. yaitu bulan Sura.

Tapa ngambang. seperti menatap cahaya yang terang benderang dari dalam sebuah gua yang gelap ditepi pantai.15 Orang jawa mengenal berbagai cara bertapa. atau orang keramat. Meditasi atau semedi memang biasanya dilakukan bersama-sama dengan tapabrata. dengan jalan menyingkir sendiri ke dalam hutan. 9. Tapa bisu. dengan menyendiri di dalam hutan dan hanya makan tumbuh-tumbuhan 7. Teknik-teknik serta latihan-latihan untuk melakukan meditasi ada bermacam-macam. sehingga dengan demikian ada suatu perbedaan fungsional antara tirakat dan tapabrata. yaitu dari yang sangat sederhana. Sebaliknya meditasi seringkali juga dijalankan bersama dengan suatu tindakan keagamaan lain. Ketiga jenis tapa yang tersebut terakhir. tidak berbuat apa-apa. orang yang melakukan tapa ngeli misalnya. 3. Tapa nguwat. Meditasi atau Semedi. hingga yang sukar dan berat dijalankan. 11. Tentu saja tujuan dari tapa semacam ini adalah untuk mendapatkan kenikmatan duniawian. untuk suatu jangka waktu tertentu. murid dari seorang wali di abad ke 16. Namun banyak orang melakukan meditasi untuk memperoleh kesaktian ( kasekten ) disamping untuk menyatukan diri dengan sang Pencipta. adalah cara bersamadi dengan membiarkan diri dihanyutkan arus air di atas sebuah rakit. Oleh karena itu tapa semacam itu mirip dengan tapa pada orang hindu dahulu. 2. dengan maksud untuk memperoleh wahyu. untuk memperoleh kemahiran berkreasi atau memperoleh kemahiran dalam kesenian. atau dilakukan dengan cara menggabung-gabungkan. dilakukan dengan jalan tidak tidur. tetapi boleh makan. Namun sering terjadi bahwa orang melakukan tapabrata bersamaan dengan samadi. akhirnya perlu disebutkan bahwa pada orang Jawa tapa merupakan salah satu cara penting dan utama untuk bersatu dengan Tuhan. berbagai cara menjalankan tapa adalah : 1. Tapa ngidang. 6. Walaupun demikian bahwa kita harus memperhatikan bahwa ke 11 jenis tapabrata itu jarang dilakukan secara terpisah. serta perbedaan antara keduanya hanya terletak pada intensitas menjalankannya saja. yaitu bersamadi disamping makam nenek moyang anggota keluarga. dengan cara tidur untuk suatu jangka waktu tertentu tanpa makan apa-apa. dengan gemuruh ombak sebagai latar belakangnya. dengan menahan diri untuk tidak berbicara. Tapa ngramban. yang memungkinkannya melakukan suatu pekerjaan yang penuh tanggung jawab atau untuk menghadapi suatu tugas berat yang dihadapinya. tanpa lauk pauk. sambil berdiri dengan posisi yang sukar selama 12 jam berturut-turut. Maksud yang ingin dicapai dengan bermeditasi itu ada bermacam-macam. Tapa mangan. untuk mendapatkan wahyu. Tapa bolot. dengan kedua kaki diikat pada dahan sebuah pohon. Knebel (1897 : 119-120 ) dalam karangannya mengenai kisah Darmakusuma. misalnya untuk memperoleh kekuatan iman dalam menghadapi krisis sosial ekonomi atau sosial politik. yaitu tidak dan tidak membersihkan diri selama jangka waktu tertentu. Tapa ngalong. dan cara-cara itu telah disebutkan oleh J. semua biasanya dijalankan dengan tata urut tersendiri. Tapa ngeli. yaitu hanya makan nasi saja. dengan bergantung terbalik. misalnya dengan berpuasa atau tirakat. ia biasanya juga bermeditasi. oleh karena itu batas antara tirakat dan tapabrata itu tidak begitu jelas. 5. Tapa mutih. 8. 4. seperti memusatkan perhatian pada titik-titik hujan yang jatuh ditanah. Bahwa meditasi dan tapa adalah sama. . tidak hanya duduk diatas rakitnya saja sambil bengong. Tapa tilem. 10. sebenarnya juga dilakukan oleh orang-orang yang hanya menjalankan tirakat aja. dengan jalan merendam diri di tengah sungai selama beberapa waktu yang sudah ditentukan. cara bertapa semacam ini biasanya didahului oleh suatu janji.

Tulisan ini merupakan usaha melengkapi tulisan J. berdasarkan pengalaman meditasi dapat berarti : 1. justru keabsahan meditasinya tergantung kepada hasilnya. Tulisan ini didasari dari berbagai literatur mengenai meditasi. refleksi kesadaran diri sendiri 3. tetapi juga oleh orang-orang ( masyarakat ) di sekitar diri orang tersebut karena tingkah-lakunya maupun ucapanucapannya serta pengabdiannya kepada manusia lain yang membutuhkan bantuannya. Secara gebyah uyah (pada umumnya) orang yang melakukan meditasi yakin adanya alam lain selain yang dapat dijangkau oleh panca indera biasa. yang dapat dilakukan adalah memberi gambaran berbagi pengalaman dari mereka yang melakukan meditasi. harus ada keyakinan dalam diri anda. membebaskan keinginan duniawi sehingga menemui jati dirinya yang murni atau asli. meditasi menjadi salah satu topik pembicaraan yang tiada habis-habisnya. Sujianto yang berjudul “ Pengembangan Kwalitas Pribadi di Bidang Kebatinan. bisa berbaring dengan lurus dan rata. karena pengalaman dalam bermeditasi banyak dipengaruhi oleh latar belakang temperamen. Cara-cara dan akibat bermeditasi. Tiga hal tersebut diatas baru awal masuk ke alam meditasi. mencerminkan hasil meditasinya. pergunakan wangi-wangian dan atau mantra. lebih merasa dekat dengan Tuhan. bahwa alam semesta ini terdiri dari . Ada yang memulai dengan tubuh.16 MEDITASI Dalam olah batin. banyak menghasilkan kemiripan-kemiripan yang hampir-hampir sama. Perlu segera dicatat. Posisi tubuh carilah yang paling anda rasakan cocok / rileks. Mengamati. mengetahui kesatuan alam dengan dirinya dan lain-lainnya. Melihat ke dalam diri sendiri 2. suatu Proses Meningkatkan Kreatifitas dan Pengetahuan Dunia Gaib “ Apakah Meditasi ? Mengusahakan rumus yang pasti mengenai arti meditasi tidaklah mudah. Cara dan hasil meditasi dari banyak pelaku olah batin dari berbagai agama besar maupun perorangan dari berbagai bangsa. sebabnya tiada lain karena meditasi adalah salah satu usaha proses untuk meningkatkan pengembangan pribadi seseorang secara total. umpamanya orang yang bersangkutan menjadi lebih bijaksana. Keadaan hasil yang demikian. arti meditasi dengan tubuh adalah mempergunakan menyerahkan tubuh ke dalam situasi hening. bisa duduk tegak. Melepaskan diri dari pikiran atau perasaan yang berobah-obah. Bantuan untuk lebih khusuk jika anda perlukan. watak dan tingkat perkembangan spiritualnya serta tujuan meditasinya dengan kulit atau baju kebudayaan orang yang sedang melaksanakan meditasi. Oleh karena itu kita dapat menghakimi hasil temuan orang yang bermeditasi. untuk mencapai keheningan. merasa kesabarannya bertambah. tetapi lebih banyak mengandung perbedaan dari pribadi ke pribadi orang lain. Oleh karena itu mungkin sekali lebih tepat jika caracara meditasi kita masukkan ke golongan seni dari pada ilmu. Cara bermeditasi banyak sekali. kita menarik nafas dan mengeluarkan nafas dengan teratur. musik yang cocok dengan selera anda. Tentu hal tersebut ada sebabnya. Lakunya adalah dengan mempergunakan pernafasan. karena kelanjutan meditasi mengarah kepada sama sekali tidak lagi mempergunakan panca indera ( termasuk pikiran dan perasaan ) terutama ke arah murni mengalami kenyataan yang asli. bahwa pengalaman meditasi akan berbeda dari orang ke orang yang lain. sering tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri.

apakah itu cahaya atau suara atau gambaran-gambaran. akan dapat menumbuhkan ketenangan jiwa. Untuk dapat berhasil anda sangat perlu memiliki motivasi yang cukup pekat dan dalam. karena hasil sesuatu itu adalah hasil proses meditasi. benci dan sejenisnya akan sangat berkurang. sehingga dengan tiada terasa anda akan bisa khusuk dalam keheningan bermeditasi. anda sendiri yang akan menemukan dan meneruskannya. Jika menemui sesuatu. tetapi juga memaksakan diri secara keterlaluan. Ketika mengelurkan nafas dengan teratur juga. dengan usaha menuju kasampurnaning urip. karena berciri sangat pribadi. Secara fisik ada yang berusaha “ mengosongkan pikiran “ dengan memfokuskan kepada “ bunyi nafas diri sendiri “ ketika awal meditasi. manfaatnya tidak hanya untuk kesehatan tubuh saja tetapi juga ikut menumbuhkan rasa tenang. bahkan dapat hilang sama sekali. mungkin juga bermanfaat untuk manusia lain. umpamanya cita-cita ingin menolong manusia manusia lain. karya "kasusastran" Jawa (dalam bentuk syair) yang ditulis oleh Kanjeng Sunan Paku Buwono IV. Keyakinan itu anda pergunakan ketika menarik dan mengeluarkan nafas secara teratur. karena perasaan-perasaan negatif seperti rasa kuatir atau takut. kecuali anda tersadar kembali. Kesulitan yang paling berat dalam bermeditasi adalah “mengendalikan pikiran dengan pikiran“ artinya anda berusaha “ mengelola “ pikiran-pikiran anda. Bermeditasi dengan usaha melihat cahaya alam semesta. dan mungkin pula memperoleh “ pengetahuan “ tentang alam semesta atau lainnya. Pengembangan selanjutnya dari proses meditasi tersebut. Pada gulangen ing kalbu ing sasmita amrih lantip aja pijer mangan nendra kaprawiran den kaesti pesunen sarira nira sudanen dhahar lan guling (Intinya. Ketika menarik nafas sesungguhnya menarik energi dan cahaya alam semesta yang akan mengharmoni dalam diri anda. teruskan meditasi anda. Cita-cita ingin berbakti kepada bangsa dan negara. Meditasi ini harus juga dilakukan dengan pernafasan yang teratur. Dalam keadaan demikian anda tidak lagi merasa lapar. cita-cita berdasarkan kasih sayang dan sejenis itu menjadi sumber fokus ketika hendak memasuki meditasi. tubuh anda sesungguhnya didiamkan untuk beberapa saat. termasuk ajaran tak boleh mengumbar nafsu makan serta tidur). yang dilakukan terus menerus secara teratur. keinginan yang keras duniawi. Pengalaman sesudah keadaan demikian. Di dalam serat Wulang Reh. salah satu cara adalah “ mengosongkan pikiran “ dengan cara menfokuskan pikiran anda kepada suatu cita-cita. atau ada juga yang menfokuskan kepada nyala lilin atau ujung hidung sendiri. sampai mencapai keadaan “ Pikiran tidak ada “ dan anda tidak berpikir lagi. Jika dilakukan dengan sabar dan tekun serta teratur. Jika proses meditasi yang dilukiskan tersebut diatas dapat anda lakukan dengan tepat. karena tiada kata kalimat dalam semua bahasa bumi yang dapat menerangkan secara gamblang. hanya andalah yang dapat mengetahui dan merasakannya. cita-cita ingin manunggal dengan Tuhan. bukan tujuan meditasi. mengantuk bahkan tidak mengetahui apa-apa lagi. maka anda dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dalam pengertian spiritual. Jika dalam proses tersebut pikiran anda belum dapat anda “ kuasai atau hilangkan “ janganlah putus asa atau berhenti. yang hasil akhirnya tumbuh ketenangan. Biasanya intuisi anda akan lebih tajam sesudah mengalami proses meditasi yang demikian itu. Sesuatu itu jangan dijadikan tujuan meditasi. orang harus melatih kepekaan hati agar tajam menangkap gejala dan tanda-tanda. . tarik nafas tersebut harus dengan konsentrasi yang kuat. jangan berhenti. yang akibatnya pasti baik untuk diri anda sendiri.17 energi dan cahaya yang tiada habis-habisnya. terdapat juga ajaran untuk hidup secara asketik.

Kesatuan dari budi dan nur secara mistis disebut curigo manjing warongko atau bersatunya kawula dan Gusti atau juga biasa digambarkan Bima manunggal dengan Dewa Ruci. 3. diharapkan akan mampu mengetahui “ Sangkan Paraning Dumadi “ ( makna perjalanan kehidupan ). Ini akan membuat pikiran menjadi tidak aktif. apa yang dihapus ? pengaruh dari nafsu. ketika nur menjadi sari dari badan jasmani manusia. Badan jasmani = badan kasar. Seseorang yang melakukan samadi adalah seseorang yang mengambil posisi-patrap untuk meraih budi yang besar. Sifat-sifat hidup Tuhan terasa seperti getaran dan getaran ini terus menerus. pikiran dinetralisir demikian juga angan-angan dan pengaruh panca indera. Dengarkanlah dengan penuh perhatian suara nafas dengan tenang. Praktek Samadi Waktu bersamadi orang bisa mengambil posisi duduk atau tidur telentang diatas tempat tidur. murni sebagai sifat-sifat hidup dari Tuhan. menghirup dan mengeluarkan udara melalui hidung. Mukswa artinya dihapus. ini dingin 3. ada yang menjadi badan budi atau jiwa yaitu badan jiwa dari manusia. manusia adalah makluk yangmempunyai : 1. Sebelum adanya jagad raya. Budi suci adalah budi yang diam tanpa nafsu. indah dan suci. Bila berhasil orang akan berada dalam suwung dan nur mendapatkan tuntunan mistis yang simbolis. tidak ada apa-apa kecuali kekosongan dan suwung. Elemen-elemen ini selalu bergetar.18 SAMADI Samadi berasal dari kata : Sam artinya besar dan Adi artinya bagus atau indah. budi menjadi nur. Inilah kondisi suwung ( kosong ) tetapi sebenarnya ada aktifitas dari getaran hidup murni. tanpa keinginan dan pamrih apapun. 2. Didalam suwung terdapat sifat-sifat hidup dari Tuhan. bernafaslah dengan santai. Pilihlah tempat yang bersih. Sebagai hasil dari perpaduan ketiga elemen tersebut. pada posisi tidur kaki diluruskan. Di dalam nur ini. Istilah lainnya ialah Pangrucatan atau Kamukswan. Nikmatilah suara nafas dengan jalan menutup mata. Badan jiwa = badan alus. Elemen kuning dengan sinar kuning. Manusia diciptakan oleh Tuhan. Budi suci terlihat seperti cahaya atau sinar yang disebut Nur. Nur itu adalah sari dari jagad raya. kawula bisa berkomunikasi dengan Gusti untuk menerima tuntunan sesuai dengan kedudukannya sebagai kawula. Badan cahaya = nur atau suksma Dengan susunan seperti tersebut diatas. ini panas 2. apa yang dilepas ? pengaruh dari nafsu . Manusia. ini sama seperti kalau memusatkan pandangan kepada pucuk hidung. Elemen merah dengan sinar merah. Sesudah itu nafsu dinetralisir didalam indera ke enam. tenang dan aman. Dengan melakukan ini. Nur itu adalah hati dari budi. oleh karena itu samadi adalah satu proses dari penyucian budi. Kondisi dari plenet- . Ada tiga elemen yang terdiri dari : 1. pangrucatan itu artinya dilepas. elemen ke empat lahir dengan warna putih atau putih keperak-perakan dan inilah yang disebut nur. Elemen biru dengan sinar biru. Itu artinya didalam jagad raya dan galaksi akan selalu dilahirkan planet-planet dan bintang-bintang baru. kedua tangan diletakkan didada. ini menakjubkan. Memahami Jagad Raya. jagad raya adalah suatu Causa prima. ada yang menjadi calon planet.

Ananing sakaro karone saka sumber ilmu Allah sarta sakaro karane iku padha dipigunakake kalawan atas asma Allah. Wong ahli kasutapan tansah yakin enggone ngumpulake kekuwatan gaib ing dalem dhirine. ada planet yang bisa dihuni dan yang tidak bisa dihuni. Dene kasekten ireng iku ilmu kaprajuritan kang kapigunakake luwihluwih kanggo nelukake kalayan paripaksa. Wong ahli kasutapan kudu anduweni ati kang tetep lan kekarepan kan dereng. kalawan ora maelu marang anane pakewuh pakewuhe lan kagagalan-kagagalaning. Kasekten putih iku satemene ilmu Allah Kang Maha Luhur wis mesthi bae kapigunakake mligi kanggo kaslametane wong akeh. nganti andadekake ciliking ati lan enteking pangarep-arep. Ana paedahe kang migunani banget manawa wong nindakake pambudi daya kalawan misah dheweke ana ing papan kang sepi karana tinimune kekuwatan gaib iku sok-sok tinemu dhewekan ana ing sepen. dene perangan liyane ala. karena tergantung kepada pengaruh dari tiga elemen tersebut. Amarehe diwedeni ing wong akeh panguwuhe gawe kekesing wong yen anyentak dadi panggugupake lan gawe gemeter dirine. iya anaa ing ngendi wae enggone nyugulake dirine. iya iku kasekten putih (Witte magie/white magic) utawa kasekten ireng (Zwarte magie/Black Magic). Awit saka anane perangan mau banjur dadi kanyatan yen perangan kang sawiji iku becik. Kasekten iku kaperang ana rong warna. kalawan tumindak mangkono wong ahli kasutapan mau dadi nduweni pikiran-pikiran kang mardhika. sarta bakal anjalari kacilakaning wong liya. Sangsaya akeh kehing kang kena tinides. Wong ahli kasutapan kudu budidaya bisane nglawan marang nepsune kekarepan umum (kekarepan wong akeh kang campur bawur ngumandang ana ing swasana). wong mau kudu nindakake pambudi dayane luwih saka wewangening wektu saka katamtuwaning laku kang dikantekake marang sawiji-wijining mantram lan ajaran ilmu gaib awit gede gedening kagelan iku ora kaya wong kang gagal enggone nindakake lakune rasa kuciwa kang mangkono iku nuwuhake prihatin lan getun. uga sangsaya gedhe tumandhoning kekuwatan gaib kang kinumpulake. iya pancen nyata wong liyane mesthi tunduk marang sawijining wong kang ahli ilmu. ditrisnani ing wong akeh pitembungane digatekake lan pakartine diluhurake ing wong akeh. Atine kudu santosa temenan supaya wong kang nindhakake sedyane mau ora nganti kadadeyan entek pengarep-arepe yen kagawa saka kuciwa dening kahanane badane. Wong ngyakinake prabawa gaib iku anduweni kekarepan supaya dadi wong lanang temenan kang diendahake dening wong akeh. iya pikiran-pikiran kang mangkono iku kang bisa nekakake kasekten gaib. Miyos saking renteging hawa ambedah anggit prayitnaing pikir sesumeh bayu ayuning asih njembari pajar latuning titah ilang lunganing ngawang nemoni asrep reseping wening Ono sanepa kagem pepiling Wong kang ambudi daya kalawan anglakoni tapa utawa semedi kudu kanthi kapracayan kang nyukupi apa dene serenging lan kamempengan anggone nindhakake. Sawise wong mau entek pangarep arepe lumrahe banjur trima bali bae marang panguripan adat sakene mung dadi wong lumrah maneh. Tinemune ilmu-ilmu kasekten iki saranane kalawan kekuwataning pikiran pikiran iku manawa kagolongake . Kawruhana wong kang lagi miwiti ngyakinake ilmu gaib sok sok dheweke iku mesthi nemoni kagagalan kagagalan kang nuwuhake rasa kuciwa.19 planet yang baru dilahirkan bisa berbeda antara yang satu dengan yang lain. Sawijining wewarah kang luwih becik tumrap wong kang lagi nglakoni kasutapan iya iku ati kang teguh santosa aja kesusu-susu lan aja bosenan ngemungake wong kang anduweni katetepan ati lan santosaning sedya sumedya ambanjurake ancase iya iku wong kang bakal kasembadan sedyane. Kekuwatan gaib iku tansah makarti tanpa kendhat enggone mujudake sedya lan nganakake kekarepan.

Tumrap wong-wong kang nglakoni tapa ditetepake pralambang telu : Diyan. nepsu. dene teken minangka dadi pralambanging kekuwatan gaib. kayata : wedi. "Semang-semang" iku andadekake ati kang peteng ora padhang terang. Ana maneh "drengki" iku kaya anggawa sawijining pikulan abot kang tansah nindhes marang dhiri lan sarupa ana barang atos medhokol kang angganjel pulung ati. Swasana kang katone kaya dene kothong bae iku satemene ana drate rupa-rupa kayata : geni murub emas kayu lemah waja. ⇒ Aja mencap-mencepake lambe. electrieiteit zunrstof koolzunr sarpaning Zunr lan isih akeh liya-liyane maneh.20 meleng sawiji bisa nuwuhake kekuwatan kaya panggendeng kang rosa banget tumrap marang apa bae kang dipikir lan disedya. Kalawan "rasa wedi" iku atining wong dadi ora bisa anduweni budi daya apa-apa. ⇒ Aja sok anggigit kukuning dariji tangan. Rasa wedi iku sawijining pangrasa kang luwih saka angel penyegahe. Sajrone nglakoni tapa utawa salagine ngumpulake kekuwatan gaib. Samengko umpamane ban ana sawijining wong kang lagi tapa kalawan duwe sedya supaya andarbeni daya prabawa kang luwih gedhe sarta anindakake sakehing kekuwatan pikiran kalawan ditujokake marang sedyane mau nganti nuwuhake daya prabawa. ⇒ Aja molahake lidhah lan andhilati lambe. Ing dalem sasuwene wong nglakoni tapa iku prelu banget kudu migateake marang sirikane. Wong kang andarbeni ilmu kang mangoko iku dadi sawijining wong kang sakti mandraguna. kasutapan iya uga dadi gugur lan kudu lekas wiwit maneh. "Drengki . "Sengit utawa drengki" iku uga dadi mungsuhing kekuwatan gaib. Kalawan mangkono dzat "prabawa" iku dadi kumpul ing dalem badane wong narik dzat iku nganti tumeka wusanane badane wong ahli tapa. iku bisa metokake daya prabawa kang gedhe daya karosane. ⇒ Aja sok singsot ⇒ Aja duwe lageyan sok nethek nethek kalawan driji tangan marang meja kursi utawa papan liyane. atining wong iku mesthi kudu tetep tentrem lan ayem sanadyan ana kadadeyan apa wae. Manawa atine wong iku nganti gugur. Jubah minangka dadi pralambange katentremaning ati kang sampurna. luwih becik murih nyataning kasekten tinimbang karo susumbar kalawan kuwentos kayakenthos. tumrap kahanan kang umpetan utawa gaib. Kekuwataning daya anarik saka pikiran iku banjur anarik dzat ing swasana kang pinuju salaras karo daya prabawa mau kalawan saka sathithik sarta sareh dzat daya prabawa kang ing swasana iku katarik mlebu ing dalem badane wong kang lagi tapa mau. sengit. Jubah lan Teken. kayata glegak-glegek molah-molahake sirah. Wong kang lagi nindakake katamtuwan ing dalem kasutapan kudu kalawan ati kang sabar anteng lan tetep. ngangkat pundhak lan liya-liyane sabangsane saradan kabeh. Gegeman kalawan wadi sakehing ilmu gaib lkang lagi pinarsudi. kukur-kukur sirah. Menawa isih kadunungan rasa wedi ing dalem atine wong ora bakal bisa kasambadan apa kang disedyaak. Diyan minangka pralambanging pepadhang. semang-semang lan drengki. ⇒ Aja ngentrok-entrokake sikil munggah mudhun. Wong kang nglakonitapa kalawan nindakake laku-laku kang tinemtokake wis mesthi bae gumolonging pikirane bebarengan padha kumpul dadi siji sarta katujokake marang apa kang disedya kalawan mangkono iku kekuwatan daya anarik migunakake sarosaning kekuwatane banjur anarik apa kang dikarepake. ⇒ Ngedohake sakehing saradan utawa bendana kang ora becik. ⇒ Aja narithilake kedheping mata. Patrapebadan kang kaku lan kagugupan kudu didohake . "Nepsu" iku andadekake tanpa dayane kekuwataning batin. Satemene perlu banget nyirnakake kekarepan "drengki" luk wit ngrasaning karep drengki iku banget nindhih marang diri pribadi.

Pikiran katarik mlebu. Kawitane wong kudu nindakake patrape mangreh napas. Banjur matrapa lakuning napas sawatara rambahan miturut aturan. Cara nindakake napas kaya ing ngisor iki : ⇒ Narik napas kalawan alon lan nganti jero ing sabisane. Dene carane ngatur napas iku kaprathelakake kalayan ringkes kaya ing ngisor iki : Madika panggonan kang sepi. ⇒ Banjurna marambah-rambah matrapake mangkono iku suwene kira-kira saka lima tumeka limolas menit utawa luwih suwe nganti bisa nemoni pangrasa anteng lan tentrem ing sajroning badan. Daya ngisekake Prana Ngadeg kalawan jejeg sikil karo pisan kapepetake dadi siji lan driji -drijining tangan karo pisan dirangkep dadi siji kalawan longgar. Iya iku cara-cara kang katindakake kanggo maluyakake wong liya lan wusanane ambudidaya supaya bisa migunakake obah-obahan iku marang awake dhewe. Salawase wong isih anduweni pangrasan karep "drengki lan meri" iku ora bakal bisa tumeka kamajuwane tumrap dunya prabawaning gaib. Sakehing urat-urat kakendokake. Lungguha ing sawijining palinggihan kang endhek lan kepenak. lan weteng dadi mekar. Cara matrapake tumindaking napas iku kena uga ditindakake kalayan leyeh-leyeh mlumah : ngendokake sakabehing urat-urat nyelehake tangan karo pisan sadhuwuring weteng lan nindakake lakuning napas miturut aturan. kanggo negahake asabat. sabuk uga diuculi supaya sandangan dadi longgar lan kepenak kanggo tumindhak ing napas. Kalawan jempol tangan tengen anutup lenging grana sisih tengen lan anarika napas liwat lenging grana sisih kiwa. Supaya bisa nindhakake pamaluya marang dhirine dhewe kalawan sampurna wong ngesthi kudu mahamake cara-carane maluyakake panyakit. Manawa wong gelem naliti yen wong iku bisa ngumpulake kekuwatan gaib ing dalem badane dhewe lan ngetokake sabageyan kekuwatan gaib kawenehake marang wong liyane mestheni uwong bisa ngreti yen arep migunakake kekuwatan iku nganggo paedahe dhiri dhewe uga luwih gampang. ⇒ Ambuangna napas kalawan alon nganti entek babar pisan nganti dhadha dadi kempes. ⇒ Nahan napas iku kira-kira nem saat utawa luwih suwe ing dalem paru-paru dhadhane cikben lestari mekare. wusana nglepasake jempol iku banjur ambuwang napas lan nutupa lenging grana kiwa kalawan driji narika napas . Aja weya nindakake patrap kanggo napakake napas iku. supaya luwar saka sakehing geteran pikiran kaya saka ing jaba. Ora mung tumindak bae tumrap sawijining wong bae bisa maluyakake wong liya kalawan kekuwatan gaib nanging uga tumindak tumrap sawijining wong maluyakake dhiri pribadi kalawan kekuwatan iku. Benik-beniking klambi kang kemancing padha kauculan. mesthine kudu ngirima kekuwatan waluya marang sajroning badane wong kang lara. ora ana gunane sathithik -thithika. Gawe segering utek lungguha kalawan jejeg lan nyelehna tangan karo pisan ing sandhuwuring pupu kiwa tengen: mripat mandheng marang arah ing ngarep kalawan tetep: sikil karo pisan tumadak ing lemah. Anujokna gumolonging pikiran kalawan ngetut marang napas kang mlebu metu iku kalawan giliran. sikil karo pisan tumapak ing lemah. lan wetenge cikben lestaringlempetake kalawan mangkono iku gurung dalaning napas tansah tetep menga. Daya kang luwih bagus iya iku miwiti makarti miturut pituduhan.21 lan meri" iku mung anggawa karugiyan bae tumrap kita. Carane matrapake kasebut ing dhuwur iku sawijining cara kanggo napakake napas. dening sapa bae kang nglakoni tapa supaya oleh ilmu gaib. Banjur narika napas kalawan alon lan nganti jero banget tahanen napas iku sawatara sekon/detik (kira-kira 6 detik) lan wusanane wetokna napas iku kalawan sareh. Badan kajejegake lan janggute diajokake. Bisane maluyakake larane wong liya. nganti dhadha mekar lan weteng dadi nglempet. iki kena lan kudu ditindakake saben dina telung rambahan.

Pangeran Kajuran 8. Pangeran di Kudus 6. lalu bagaimana hal itu dapat terjadi apa yang menjadi penyebabnya. lepasna driji panutup iku lan ambuwanga napas. ternyata mengalami bermacam-macam kejadian pada jenazahnya dari berbagai cerita umum. Pangeran di Kadilangu 5.1645 ) Ini adalah keterangan Serat Suatu pelajaran tentang Pangracutan yang telah disusun oleh Baginda Sultan Agung Prabu Anyakrakusuma di Mataram atas berkenan beliau untuk membicarakan dan temu nalar dalam hal ilmu yang sangat rahasia. Panembahan Purbaya 2 Panembahan Juminah 2. Adapun mereka yang diundang dalam temu nalar itu adalah : 1. SARASEHAN ILMU KESAMPURNAAN Terjemahan : Serat Kekiyasanning Pangracutan salah satu buah karya sastra Sultan Agung raja atara ( 1613 . Masih banyak pula kejadianya.22 liwat lenging grana tengen. Panembahan Ratu Pekik di Surabaya 3. Panembahan Juru Kithing 4. Pangeran Wangga 9. Mangkono sabanjure kalawan genti-genten kiwa lan tengen. . juga menjadi suatu kenyataan bagi mereka yang sering menyaksikan keadaan jenazah yang salah kejadian atau berbagai macam kejadian pada keadaan jenazah adalah berbagai diketengahkan dibawah ini : 1) Ada yang langsung membusuk 2) Ada pula yang jenazahnya utuh 3) Ada yang tidak berbentuk lagi. untuk mendapatkan kepastian dan kejelasan dengan harapan dapat dirembuk dengan para ahli ilmu kasampurnaan. beliau menanyakan apa yang telah terjadi setelah manusia itu meninggal dunia. hilang bentuk jenazah 4) Ada pula yang meleleh menjadi cair 5) Ada yang menjadi mustika (permata) 6) Istimewanya ada yang menjadi hantu 7) Bahkan ada yang menjelma menjadi hewan. Kyai Pengulu Ahmad Katengan 1. Berbagai Kejadian Pada Jenazah Adapun yang menjadi pembicaraan. Pangeran di Tembayat 7.

Walaupun begitu bila pada masa hidupnya disertai sifat rela bila meninggal tidak akan keliru jalannya. seperti yang akan kami utarakan berikut ini : 1. setelah mencapai akhir hayatnya. Kembali menyatu dengan zat yang Maha Agung. akan abadilah menyatunya Kawulo Gusti. Kemudian beliau melanjutkan pembicaraan lagi tentang berbagai jenis kematian misalnya : . 2. Siapun yang melantur dalam mencegah syahwat atau hubungan seks tanpa mengenal waktu pada saat kematiannya kelak jenazahnya akan lenyap melayang masuk kedalam alamnya jin. Berbagai Jenis Kematian Pada ketika itu Baginda Sultan Agung Prabu Hanyangkra Kusuma merasa senang atas segala pembicaraan dan pendapat yang telah disampaikan tadi. bermain seks dengan wanita yang bukan haknya. Hal tersebut sudah termasuk lampah maka kejadiannya tidak akan demikian. semuanya itu jika tidak dilanggar tidak akan begitu kejadiannya kelak. dan roh halus lainnya sukmanya sering menjelma menjadi semacam benalu atau menempel pada orang seperti menjadi gondaruwo dan sebagainya yang masih senang mengganggu wanita kalau berada pada pohon yang besar kalau pohon itu di potong maka benalu tadi akan ikut mati walaupun begitu bila mada masa hidupnya disertakan sifat jujur tidak berbuat mesum. makanya demikian karena pada waktu masih hidup berbuat dosa setelah menjadi mayat pun akan mengalami sesuatu masuk kedalam alam penasaran. Karena pada waktu pada saat sedang memasuki proses sakaratul maut hatinya menjadi ragu. Adapun sukmanya menitis pada hewan. tidak berzinah. tidak dapat memusatkan pikiran hanya untuk satu ialah menghadapi maut. setan. Oleh karenanya bagi orang yang ingin mempelajari ilmu ma’arifat haruslah dapat menjalani : Iman. siapapun yang senang tenggelam dalam kekayaan dan kemewahan. Pada waktu masih hidupnya. takut. 4. Maka ada berbagai bab dalam mempelajari ilmu ma’rifat. yang dapat mneghukum dapat menciptakan apa saja ada bila menghendaki datang menurut kemauannya apalagi bila disertakan sifat welas asih. 3. Pada waktu masih hidup bagi mereka yang kuat pusaka tetapi tidak mengenal batas waktunya bila tiba saat kematiannya maka mayatnya akn terongok menjadi batu dan membuat tanah perkuburannya itu menjadi sanggar adapun rohnya akan menjadi danyang semoro bumi walaupun begitu bila masa hidupnya mempunyai sifat nrima atau sabar artinya makan tidur tidak bermewahmewah cukup seadanya dengan perasaan tulus lahir batin kemungkinan tidaklah seperti diatas kejadiannya pada akhir hidupnya. dengan tutur kata sopan. Pada waktu masih hidup selalu sabar dan tawakal dapat menahan hawa nafsu berani dalam lampah dan menjalani mati didalamnya hidup. bila pada saat hidupnya gemar menyucikan diri lahir maupun batin. Pada masa hidupnya seseorang yang menjalani lampah tidak tidur tetapi tidak ada batas waktu tertentu pada umumnya disaat kematiannya kelak maka jenaahnya akan keluar dari liang lahatnya karena terkena pengaruh dari berbagai hantu yang menakutkan.23 Adapun menurut para pakar setelah mereka bersepakat disimpulkan suatui pendapat sebagai berikut : Sepakat dengan pendapat Sultan Agung bahwa manusia itu setelah meninggal keadaan jenazahnya berbeda-beda itu suatu tanda bahwa disebabkan karena ada kelainan atau salah kejadian (tidak wajar). tidak mengenal tapa brata. sabar dan sederhana semuanya itu janganlah sampai belebihan dan haruslah tahu tempatnya situasi dan kondisi dan demikian itu pada umumnya bila tiba akhir hayatnya maka keadaan jenazahnya akan mendapatkan kemuliaan sempurna dalam keadaannya yang hakiki. maka jenazahnya akan menjadi busuk dan kemudian menjadi tanah liat sukmanya melayang gentayangan dapat diumpamakan bagaikan rama-rama tanpa mata sebaliknya. 2. rona muka manis. misalnya mengharapkan janganlah sampai berbudi rendah. kurang kuat tekadnya. Tauhid dan Ma’rifat. 5.

Menahan Hawa Nafsu. Wedaran Menghancurkan Jasad Adapun pesan beliau Kangjeng Susuhunan di Kalijogo sebagai berikut : “Siapapun yang menginginkan dapat menghancurkan tubuh seketika atau terjadinya mukjizat seperti para Nabi. Wedaran Angracut Jasad Adapun Pangracutan Jasad yang dipergunakan oleh Kangjeng Susuhunan Kalijogo. Mati Apes. penjelasannya yang telah diwasiatkan kepada anak cucu seperti ini caranya: “Badan jasmaniku telah suci. 6. Maka tidak teringat lagi dengan ilmu yang diyakininya dalam batin yang dirasakan hanyalah penderitaan dan rasa sakit saja. jadi apa yang kuciptakan. adalah suatu jenis kematian karena hukuman mati. Menahan syahwat (seks). dibajak. yang kuinginkan ada. adalah suatu jenis kematian karena gugur dalam perang. . selama seribu hari siang dan malamnya sekalian. kok tidak terasa kalau hanya begitu saja beliau kurang sependapat oleh karenanya beliau mengharapkan untuk dimusyawarahkan sampai tuntas dan mendapatkan suatu pendapat yang lebih masuk akal. Setelah mendengar jawaban itu beliau merasa masih kurang puas menurut pendapat beliau bahwa sebelum seseorang terkena bencana apakah tidak ada suatu firasat dalam batin dan pikiran. dengan cara menjalani tapa brata seperti pesan dari Kangjeng Susuhunan di Ampel Denta : 1. dari kodrat iradatku.24 Mati Kisas Mati kias Mati sahid Mati salih Mati tewas Mati apes Semuanya itu beliau berharap agar dijelaskan apa maksudnya maka yang hadir memberikan jawaban sebagai berikut : Mati Kisas. tidak terduga siapa yang dapat menyamainya 3. 5. disamun. Mati Syahid. adalah suatu jenis kematian karena kelaparan. Akibat dari perbuatan orang itu karena membunuh. adalah suatu jenis kematian karena tenggelam. tidak diakibatkan kematian. Mati Kias. Kyai Ahmad Katengan menghaturkan sembah: “Sabda paduka adalah benar. 2. epidemi karena santet atau tenung dari orang lain yang demikian itu benar-benar tidak dapat sampai pada kematian yang sempurna atau kesedanjati bahkan dekat sekali pada alam penasaran. dan datang yang kukehendaki”. Mati Salih. mendatangkan ma’unah seperti para Mukmin Khos. kubawa dalam keadaan nyata. 4. suatu jenis kematian karena ambah-ambahan. sampai di alam nyata (akherat) aku juga hidup. jatuh memanjat pohon. Berkatalah beliau : “Sebab-sebab kematian tadi yang mengakibatkan kejadiannya lalu apakah tidak ada perbedaannya antara yang berilmu dengan yang bodoh ? Andaikan yang menerima akibat dari kematian seornag pakarnya ilmu mistik. dan sebagainya. dirampok. disambar petir. adalah suatu jenis kematian akibatkan oleh suatu perbuatan misalnya: nafas atau mati melahirkan. 4. Andaikan dia mengingat keyakinan ilmunya mungkin akan kacau didalam melaksanakannya tetapi kalau selalu ingat petunjuk-petunjuk dari gurunya maka kemungkinan besar dapat mencabut seketika itu juga. selama seratus hari siang dan malam 1. mengapa tidak dapat mencabut seketika itu juga ?” Dijawab oleh yang menghadap : “Yang begitu itu mungkin disebabkan karena terkejut menghadapi hal-hal yang tiba-tiba. bunuh diri karena mendapat aib atau sangat bersedih. hanyalah Kangjeng Susuhunan Kalijogo sendiri yang dapat melaksanakan ngracut jasad seketika . karena sebenarnya semua itu masih belum tentu . tertimpa pohon . mendatangkan keramat seperti para Wali. 2. dapat mulai sempurna hidup abadi selamanya. Mati Tiwas. didunia aku hidup. 3. kemudian dijatuhi hukuman karena keputusan pengadilan atas wewenang raja.

Mati raga. termasuk alam yang dihuni oleh manusia. lanjutkan dengan o Pati raga selama sehari semalam.25 3. menahan tidak berdehem. Keadaannya seperti suasana malam yang cerah dibawah sinar bulan dan bintang-bintang yang terang. anapas. Jaga. barang kali mereka mendengar beberapa cerita atau membaca tulisan atau dari buku-buku. tidak meludah. tanapas nupus. Adapun pembagian waktunya dalam lampah seribu hari seribu malam itu beginilah caranya : o Manahan hawa nafsu. Puasa padam api. bila telah mencapai 60 hari. Dari tujuh alam itu hanyalah alamnya manusia yang mempunyai matahari dan penduduknya yang terdiri dari manusia. lalu dirangkap juga dengan o Membisu tanpa berpuasa selama 40 hari. tidak berak. Tidak berbicara. aktivitas mereka tidak bercampur setiap alam mempunyai urusannya masing-masing. Di 6 alam itu tidak ada hari yang terang berderang karena tidak ada matahari. tarikan nafas. tidak kencing selama sehari semalam tersebut. . maka itu tidak ada sinar yang menyilaukan seperti sinar matahari atau bagaskoro ( Jawa halus ). Mahkluk-mahkluk dari tujuh alam tersebut. binatang dan lain-lain mempunyai badan jasmani. pada prinsipnya mereka mengurusi alamnya masing-masing. dunia mahkluk halus itu biasa adanya. Yang bergerak tinggallah kedipnya mata. batuk. Penduduk dari 6 alam yang lain mereka mempunyai badan dari cahaya ( badan Cahya ) atau yang secara populer dikenal sebagai mahkluk halus (wong alus) mahkluk yang tidak kelihatan. lamanya tiga hari tiga malam 6. sebenarnya dihuni oleh tujuh macam alam kehidupan. lalu dilanjutkan dengan o Jaga. lalu lanjutkan dengan o Puasa pati selama 7 hari tujuh malam.dimana ( lebih dari satu dunia ) paling tidak yang terjadi ditanah Jawa. Bagi orang yang telah mencapai ilmu sejati dalam kejawen atau mungkin yang sudah menguasai metafisika. Dibawah ini digambarkan informasi dari dunia-dunia mereka versi kejawen. dalam empat puluh hari siang dan malam 4. yang tenang jangan sampai bersengal-sengal campur baur. bila telah mendapat 900 hari lalu teruskan dengan o Menahan syahwat. Di dunia ini memiliki tujuh saluran kehidupan yang ditempati oleh bermacam-macam mahkluk. tujuh hari tujuh malam 5. tidak bergerak lamanya sehari semalam. Adapun caranya Pati Raga adalah : tangan bersidakep kaki membujur dan menutup sembilan lobang ditubuh. DUNIA MAHKLUK HALUS Pada kenyataannya banyak orang yang tertarik menelaah pada dunia mahkluk halus. artinya membisu. selama tiga hari tiga malam. artinya tinggal keluar masuknya nafas. tidak bergerak-gerak. Banyak ahli kejawen mempunyai pendapat yang sama bahwasanya di dalam dunia yang satu dan sama ini. bukannya omong kosong.

. Sarpo Bongso-Penguasa Rawa Pening. Menteri-menteri dan lain-lain. beberapa abad yang lalu beliau adalah seorang Gusti dikerajaan di Jawa. Ratu. memakai macam pakaian yang sama. yang telah tinggal di telaga itu untuk waktu yang lama bersama dengan penduduk golongan siluman. Pegawai-pegawai Kerajaan. 2. alam lain itu antara lain : 1. rokok dan manusia-manusia yang telah melakukan pekerjaan di dunia tersebut. dengan pintu gerbangnya Parangkusumo. Parangkusumo ini terkenal sebagai tempat pertemuan antara Panembahan Senopati dan Kanjeng Ratu Kidul. Ratu-ratu. mereka itu dibayar dengan uang yang syah dan berlaku seperti mata uang di dunia ini. kadang-kadang bila perlu ada juga manusia yang diundang oleh mereka antara lain untuk : melaksanakan pertunjukkan wayang kulit. Merkayangan Kehidupan di saluran ini hampir sama seperti kehidupan di dunia manusia. pesawat-pesawat terbang yang ultra modern dan lain-lain. Ada juga hal-hal yang mistis di dunia Merkayangan ini. rokok yang sama seperti dunia manusia. Ratu legendaris. pekerja dan lain-lain. pegawai. 2. Sebuah danau besar yang terletak di dekat kota Ambarawa antara Magelang dan Semarang. ada banyak pabrik-pabrik persis seperti di dunia manusia.Siluman Mahkluk halus ini konon suka tinggal didaerah yang ber air seperti di danau-danau. Beliau mempunyai seorang patih wanita yang setia dan sakti yaitu Nyai Roro Kidul. menghadiri upacara perkawinan. membayar dengan uang yang sama. Mahkluk halus yang berasal dari manusia yang telah meninggal. Jin . mereka itu memiliki tehnologi yang lebih canggih dari manusia. Mahkluk-mahkluk halus yang asli mereka tinggal di dunianya masing-masing. kerajaan laut selatan ini terhampar di Pantai Selatan Pulau Jawa. Sedangkan kanjeng Ratu Kidul bukanlah asli siluman. kecuali tidak adanya sinar terang seperti matahari. dalam pertemuan itu. Dalam dunia merkayangan mereka merokok. laut . pembantu-pembantu. tetapi patihnya Nyai Roro Kidul adalah siluman asli sejak beberap ribu tahun yang lalu.26 Konon Ada 2 macam mahkluk halus : 1. bekerja di batik. Mahkluk halus asli yang memang dilahirkan – diciptakan sebagai mahkluk halus. Seperti layaknya disebuah negeri kuno di kerajaan laut selatan ini juga ada berbagai upacara. Golongan Aristokrat. ada banyak mobil yang jenisnya sama di jalan-jalan. samudera dan lain-lain. Mereka mempunyai Raja. kota-kotanya lebih modern ada pencakar langot. budak-budak dll. Kanjeng Ratu Kidul berjanji untuk melindungi semua raja dan kerajaan Mataram. Inilah kenyataannya yang bukan hanya merupakan ilusi atau bayangan semata. yang tinggal di istananya di Laut Selatan. ada yang pintar dan bodoh. Seperti juga manusia ada yang baik dan jahat. rumah-rumah yang bergaya kuno dan lain-lain. Yang mengherankan adalah. sebaliknya ada yang berpangkat rendah seperti prajurit. masyarakat siluman diatur seperti masyarakat jaman kuno. mereka mempunyai masyarakat maka itu ada mahkluk halus yang mempunyai kedudukan tinggi seperti Raja-raja. rumah-rumah bangsawan. di beberapa tempat kerajaan ini mempunyai Adipati. Sarpo Bongso ini siluman asli. orang akan mendengar cerita tentang beberapa siluman antara lain : Kanjeng Ratu Kidul (Ratu Laut Selatan). ritual dan lain-lain dan mereka juga mempunyai angkatan perang yang kuat. Mereka bisa tinggal di Keraton-keraton. berkuasa dan amat cantik. Kalau orang pergi berkunjung ke Solo-Yogyakarta atau jawa Tengah.

penglihatannya tidak terang 7. jujur. sakit atau mati dll. dimana rohroh dari manusia-manusia yang jahat menderita karena kesalahan yang telah mereka perbuat pada masa lalu. Pemujaan terhadap kesembilan mahkluk jahat itu merupakan kesalahan fatal. Bagi mereka yang telah melakukan kesalahan dengan jalan memuja atau menggunakan “ jasajasa Baik “ berhala diatas. jangan membunuh.kandang yang rusak 5. Mahkluk halus yang tidak sempurna. Gemak Melung . tidak ada penderitaan yang seberat ini. ada sebuah saluran yang terjepit. jangan melakukan hal-hal yang jelek dan nista. Memuja berhala untuk menjadi kaya ( pesugihan ) yang dimaksud dengan berhala dalam kejawen bukanlah patung-patung batu. Bagaimana caranya ? mudah saja : bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dengan melakukan perbuatan yang baik dan benar.buaya putih. Kandang Bubrah .kuda yang kepalanya menoleh kebelakang 2.ingus yang menetes 6. jangan mencuri. Bulus Jimbung . tetapi adalah sembilan macam mahkluk halus yang katanya. Disamping masyarakat yang sudah teratur seperti Merkayangan. mereka itu seperti manusia hanya bentuk badannya lebih kecil. membunuh orang dll perbuatan yang nista.bulus yang besar 4. maka itu setiap orang harus berusaha untuk menghindarinya. Umbel Molor .27 3. Siluman.senagsa ikan. suka menolong “ manusia supaya menjadi kaya dengan kekayaan meterial yang berlimpah. mereka tentu akan mendapat hukuman sesudah “ kematiannya “ badan dan jiwa mereka mendapat hukuman persyaratan sangkan paraning dumadi ( datang dari suci. Codot Ngising . jangan menyiksa. di dunia inii hidup suci dan kembali lagi ke suci ). mereka itu bila dilihat dengan mata biasa kelihatan seperti : 1. suka menolong. hukuman itu bisa dijalani pada waktu dia masih hidup di dunia atau lebih jelek pada waktu sesudah kehidupan ( afterlife ) diterima oleh orang-orang yang sudah melakukan : fitnah. Bajul Putih . rumah-rumah mereka bentuknya sederhana terbuat dari kayu dan bambu. jangan menipu. ketika mereka hidup sebagai manusia. Kajiman Mereka hidup dirumah-rumah kuno di dalam masyarakat yang bergaya aristokrat. itu artinya orang hidup didunia ini hanya dalam waktu singkat maka itu berbuatlah yang pantas/ " pene r". Demit Bangsa ini bertempat tinggal di daerah-daerah pegunungan yang hijau dan lebih sejuk hawanya. secara singkat kedua masyarakat itu adalah untuk mereka yang jujur. Orang biasanya menyebut merak Jim. Kajiman. semacam burung yang berkicau 8.gemak. dan Demit masih ada lagi dua menjelaskannya lebih detail.anjing menggigit 3. Jaran Penoreh . prewangan ( orang yang menyediakan raganya untuk dijadikan medium oleh mahkluk halus ) blakmagic. 4. Berbagai macam hukuman sesudah kehidupan : Ini merupakan hukuman yang teramat berat. suci dan bijak. berkelakuan baik. Ada pepatah Jawa yang bunyinya “ Urip iku mung mampir ngombe “ artinya hidup didunia ini hanyalah untuk mampir minum.kelelawar berak 9. tidak jujur. Srengara Nyarap . Disamping tujuh macam alam permanen tersebut. Manusia yang salah itu pasti menerima hukumaan untuk kesalahan yang dilakukannya. hampir sama dengan bangsa siluman tetapi mereka itu tinggal di daerah-daerah pegunungan dan tempat-tempat yang berhawa panas. . guna-guna yang membuat orang lain menderita. pengasihan supaya dikasihi oleh orang lain dengan cara-cara yang tidak wajar. Kutuk Lamur .

28 WEWEDHARANIPUN TRI BAWANA [ Jabaran tiga dunia ] Bahasa Jawa : 1. Susuhunan ing Kajenar Dene anggenipun sami karsa amedharaken Triloka punika saking anggenipun sami ambabar kaelokaning Ilmi kasampurnan. sajroning rahsa iku ingsun. sajroning pranawa iku sukna. kang ana antaraning ati iku jantung. kang ana ing sajroning konthol iku pringsilan. ora ana Pangeran anging ingsun dzat kang anglimputi ing kahanan jati. tetep gesang piyambak boten wonten ingkang anggesangi . urawi puter giling sapanunggalanipun. Susuhunan ing Kudus 3. 3. Sami kawasa saget adamel sarana wewelikaning pandulu inggih punika kalebet Aji Sesulapan. Menggah ingkang sami kapareng amedharaken wedharan triloka wau para wali 8 : 1. 2. Susuhunan ing Cirebon 7. sajroning jinem iku sukma. sajroning sukma iku rahsa. iya iku enggon pasucen ingsun jumeneng ana ing kontholing Adam. Anggenipun kawasa saget adamel lumpuhing para cidra. Susuhunan ing Pancuran 6. 3. tegesipun dados musthikaning Sapta Bawana. Sami anggelaraken bangsaning gendam. Kawasa saget andhatengaken salwiring sedya. kang ana sajroning dhada iku ati. kadosta : 1. iya iku mani sajroning mutfah iku madi. inggih punika winenang mengku Bumi langit sap pitu. kados makten wewedharanipun : Sajatine ingsun anata malige ing dalem baitalmukharam. Susuhunan ing Panggung 4. anging ingsun dzat kang anglimputi ing kahanan jati. sanyata langgeng boten ewah gingsir mila waget jumeneng Gosul Alam. sajroning budi iku jinem. sajroning jantung iku budi. ora ana Pangeran anging ingsun dzat kang anglimputi kahanan jati. Ayat ingkang kaping tiga dipun wastani pambukaning tata mahlige ing dalem Baitalmukadas. inggih punika bangsaning pangetisan. ing kahanan akhir inggih gesang. sajroning madi iku wadi. sajroning wadi iku manikem. sajroning manikem iku rahso sajroning rahso iku ingsun. 2. kang ana sajroning sirah iku dimak. nanging sadya kal wau nalika pakumpulan kaliyan Kanjeng Susuhunan ing Kalijogo inggih sami ajrih anggelaraken. iya iku enggon laranganingsun jumeneng ana jajaning Adam. mekaten wewejanganipun : Sajatine ingsun anata Malige ing dalem Baitalmukadas. Susuhunan ing Majagung 5. ingkang kaangge witting Ilmi bangsa Sorogan. iya iku utek kang ana antaraning Dimak iku manik. sajroning rahsa iku ingsun ora ana pangeran. Ayat ingkang kaping kalih dipun wastani pambukaning tata mahlige ing dalem Baitalmukharam. tegesipun gesang toya kalih wonten ing donya gesang. kang ada antaraning iku mutfah. sajroning sukma iku rahsa. kados makaten wewedharanipun : Sajatine ingsun nata malige ing dalem Baitalmakmur iya iku enggon parameyaningsun jumeneng ana sirahing Adam. Purunipun adamel kaelokan sareng Kanjeng Susuhunan Ing Kalijaga sampun kayun widaraini. dipun wastani pambukaning tata mahligai ing dalem Baitalmakmur. Susuhunan ing Giri Kadhaton 2. Syeh Maulana Ibrahim Jatiswara 8. 4. Ayat ingkang sapisan.

yang berada diantara dimak itu manik. Sesuhunan di Kudus 3. tidak ada Pangeran hanya dzat yang meliputi disemua keadaan. tidak ada Tuhan kecuali aku. di dalam jinem itu sukma. didalam sukma itu rahsa dan di dalam rahsa itu aku. karena mereka telah menyaksikan kehebatan ilmu kasampurnan. Ayat yang kedua dinamakan terbukanya susunan singgasana dalam Baital Mukharam sebagai berikut : Sebenarnya aku menata singgasana dalam Baital Mukharam itulah tempat larangan-laranganKU. sebagai berikut : 1. Ternyata abadi tidak berubah oleh karenanya dapat menyandang sebagai Gosul Alam. di dalam madi itu manikem. Ayat yang pertama dinamakan terbukanya tata mahligai Baital Makmur wedarnya/jabarannya sebagai berikut : Sebenarnya aku mengatur singgasana di dalam Baital Makmur. Mampu membuat penglihatan menjadi berubah ialah sebangsa sulapan.29 Terjemahan : 1. Sesuhunan di Cirebon 7. yang berada di dalam kelamin itu pelir. Sesuhunan di Pajagung 5. di dalam jantung itu budi. artinya menjadi mustikanya tujuh lapis Bawana mempunyai wewenang menguasai Bumi dan langit lapis tujuh. Mampu mendatangkan semua yang dikehendaki 2. yang dianggap menjadi kuncinya ilmu sorogan. Mereka membuat keanehan setelah Sunan Kalijogo sudah kayun widaraini artinya hidup di akherat pun hidup. Syeh Maulana Ibrahim Jatiswara 8. yang berada di dalam dada itu hati. di dalam rahsa itu adalah aku tidak ada Tuhan kecuali aku. . yang berada di dalam pelir itu mutfah yakni mani. Sesuhunan di Pancuran 6. mereka takut mempergunakan ilmu-ilmu tersebut. tetapi semua itu ketika masih berkumpul dengan Sunan Kalijogo. yang berada diantara hati itu jantung. Sesuhunan di Panggung 4. di dalam budi itu jinem. 4. di situlah tempat kesenanganKU. Ayat ketiga dinamakan terbukanya susunan singgasana dalam Baital Mukadas sebagai berikut : Sebenarnya aku menata singgasana dalam Baital Mukadas. yaitu tergolong pangatisan. Mampu menggelarkan jenisnya dendam. 3. di dalam mutfah adalah madi. di dalam manikem itu rahsa. atau puter giling dan sebagainya. berada di kepala Adam. 2. dzat yang meliputi semua keadaan. Adapun yang ditunjuk mewedarkan wedaran Triloka ialah delapan wali. Dzat yang emliputi semua keadaan . yang berada didada Adam. didalam pranawa itu adalah sukma itu adalah rahsa. yang berada didalam kepala disebut dimak yaitu otak. Mampu melumpuhkan orang yang berniat jahat. didalam rahsa itu adalah aku. Sesuhunan di Kajenar Adapun mereka mau mewedarkan Triloka itu. rumah tempat yang aku sucikan berada didalam kelaminnya Adam. Sesuhunan di Giri Kedaton 2. misalnya : 1. 3. didalam manik itu pramana adalah pranawa.

Maaliki yaumid diin 5. ekonomi. tumurun sawuse surat Al-Muddatstsir ) Bahasa Arab : 1. perang. tatanagari. sadaya para andika Nabi Utusaning Allah kautus ngampil tugas-pokok mbangun Tauhid ing Allah. Ingkang baku inggih punika ‘ aqidah-tauhid ( memundhi saha mangeran namung dhumateng Panjenanganipun Allah piyambak ) ‘ Aqidah-tauhid wau dados jejering piwucal Agami. ghairil maghdhuubi ‘ alaihim waladl dlaal-liin Bahasa Jawa : 1. sanes ingkang sami kabendon. lan nilar sadaya brahalanipun. kados kasebut ing ngandhap punika : 1.angger Hukum lan Pernatan. Kabeh pangalembana kagunganing Allah Pangeran.pernatan : maksudipun Syari’at Islam damel angger-angger hukum lan pranatan punika kangge karaharjaning ummat manungsa ing Donya dumugi ing Akheratipun. Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim. Arrahmanir rahiim 4. Inggih punika margi. lan lingkungan sapiturutipun. Kang Ngratoni ing dina Piwelas. ingkang kuwajiban sadaya titah. weweweh lan tetulung ing sasaminipun. Sesembahaning ‘ alam jagad-rat pramudita. 4. ugi ngajak Ummatipun supados samia ‘ibadah ( manembah ) ing Allah piyambak. Ingkang baku wonten sekawan. Zakat. dzikir lan tafakkur utawi I’tikaf ing masjid. langkunglangkung manungsa ( sabab manungsa punika makhluk ingkang saged damel kabudayan wonten ing ‘ alam donya ). Bab ‘aqaid utawi kaimanan . dahme. sesambetan internasional. politik. Kang Maha Murah Maha Asih. Kalawan asma Allah kang Maha Murah ugi Maha Asih. sosial. . tuwin sanes ingkang sami sasar. 6. Pramila ing salebetingQuraan ngemot pinten-pinten norma lan katamtuwan. Dhuh Gusti Allah. 2. Isi maksud ingkang wigatos ing Surat Al-Faatihah : Intisari saking isinipun Al-Quraan punika sampun kaweca pokok-pokok ingkang fundamentil wonten salebeting Surat Al Faatihah. ndedonga. Bismillahir rahmaanir rahim 2. agami.30 AL FAATIHAH ( BEBUKA ) Surat kaping 1 : 7 ayat ( Tumuruning wahyu ana ing Mekkah. 5. Agaminipun para tetiyang ingkang sampun Paduka paringi kani’matan. 2. lan saking Shiyam tuwuh watak Wira’I 9 mboten ndremis lan mboten kathah sesambat ) sumingkir saking ingkang nama lelangkungan ( gesang prasaja ). Shiyam lan kesah Haji. Saking ingkang baku kasebut. Ihdinash shiraathal mustaqiim 7. ingkang dipun da’wahaken dening junjungan kita Nabi Muhammad s. lajeng tuwuh ‘ibadah memuji. upami hukum. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’in 6. 7. Angger. mugi Paduka paring pitedah ing kita sadaya lumampah wonten ing margi ingkang leres. inggih punika : Shalat. Alhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin 3. Namung dhumateng Paduka piyambak kita sami menembah ‘ ibadah. sesambetaning manungsa kaliyan Allah.w. makaten ugi dening para andika Rasul saderengipun. 3. utawi ngumawula lan manembah ing Allah. saha namung dhumateng Paduka piyambak kita sami anyenyadhong pitulungan.a. Lajeng saking Haji tuwuh semangat ambelani sarta labuh ing agami. kabudayan sarta kesenian. sarta ngrebahaken sadaya kamusyrikan. punika kuwajiban ingkang wiwitan kaampil. ‘Ibadah . 3. Saking zakat lajeng tuwuh ‘ ibadah qurban sidqah.

kajaba barang kang dadi kaparenging Karsane. walaa yuhiithuuna bisyai-im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa-a wasi’a kursiyyu hussamaawaati wal-ardha walaa ya-uuduhuu hif zhuhumaa wa huwal ‘aliyyul ‘azhiim. Jembare kursine Allah iku amot langit lan bumi. Sejarah : maksudipun ingkang saged dados tepa-palupi ing salebeting sesrawungan ummat manungsa. lahuu maa fis-samaawaati wa maa fil ardhi man dzal-ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi-idznihii ya’lamu maa baina aidiihim wamaa khalfahum. AYAT KURSI Allahu laa ilaaha illaa huwal-hayyul qayyuumu laa ta’khudzuhuu sinatuw wa laa nauum. (QS. Janji sarta ancaman : artosipun supados ngadeg keadilan lan keleresan ingkang saestu. sanajan wonten Donya saged lolos saking hukuman.Allah iku ora kataman ngantuk lan ora kataman sare. panjenengane ora rekaos anggone rumeksa ing sakarone langit lan bumi. kajaba manawa oleh palilahe.Ora ana kang bisa aweh syafa’at ana ing ngarsaning Allah. Allah ora ana Pangeran kang sinembah kajaba mung Panjenengane piyambak kang Sugeng sarta kang Jumeneng Pribadi. Allah iku Ngawuningani samubarang kang ana ing ngarep lan saburine wong-wong mau.Kagungane ALLAH samubarang kang ana ing langit lan samubarang kang ana ing bumi. 5. nanging wonten ngarsaning Allah ing dinten Qiyanat tantu nboten saged lolos malih. dheweke mau ora ana kang padha bisa nglimputi sathithik bahe saka ilmuNE ALLAH. Al Baqarah:255) . lan Panjenengane Allah iku Maha Luhur tur Maha Agung. sampun ngantos damel sejarah awon.31 4. gesang sapisan wonten ing ‘ alam Donya.

Agawe kabecikan marang sesaminira tumitah. aja anggrangsang samubarang kang sinedya. 3. ginantungan bebenduning Pangeran. tegese prang sabil iku. Aja kurang pamariksanira lan den agung pangapunira. den prayitna barang karya. nyawabi nakrakyatira.32 KAUTAMANING LAKU 1. panalangsanira ing Pangeran Kang Maha Mulya. tegese ngeli. nanging aja tingal ngelmu sarak. 7. Atapaa geniara. Wong eling ing ngelmu sarak dalil sinung kamurahaning Pangeran. 2. angayem-ayema nalarira. Angenakena sarira. aja pegat rina lan wengi. prang ati ala lan ati becik sing sapa reka arsa anglakoni amutiha lawan amawasa patangpuluh dina wae lan tangi wektu subuh lan den sabar sukur ing ati Isya ALLAH tinekan sak karsaniku. rumangsa ala sarta luput. tegese mendhem atine aja ngatonake kabecikane dhewe. Aprang Sabilillah. iku paraboting urip kang utama. 8. 6. Angrawuhana ngelmu gaib. Aja duwe rumangsa bener sarta becik. Tapa ngluwat. datan nyulayani. basa ngeli iku nurut saujaring liyan. tegese den teguh yen krungu ujar ala. 11. duk uneng Kalijaga . saking sawab ing ilmu pangiket mami. Elinga marang Kang Murbeng Jagad. sinung ayating Pangeran. 10. Atapaa banyuara. lamun sira ngrasa bener lawan becik. den agung. 5. 12. sajroning jajanira priyangga ana prang Bratayudha. 4. Wong amrih rahayuning sesaminira. 9. agawea sukaning manahe sesamaning jalma.

Hawya pegat ngudiya RONGing budyayu MarGAne suka basuki Dimen luWAR kang kinayun Kalising panggawe SIsip Ingkang TAberi prihatos Jangan berhenti selalulah berusaha berbuat kebajikan. agar mudah menanggapi sesuatu. kerepotan-kerepotan. agar mendapat kegembiraan serta keselamatan serta tercapai segala cita-cita.33 SERAT SABDO JATI Megatruh 1. Lakonana klawan sabaraning kalbu Lamun obah niniwasi Kasusupan setan gundhul Ambebidung nggawa kendhi Isine rupiah kethon Segalanya itu harus dijalankan dengan penuh kesabaran. Lamun nganti korup mring panggawe dudu Dadi panggonaning iblis Mlebu mring alam pakewuh Ewuh mring pananing ati Temah wuru kabesturon Bila terpengaruh akan perbuatan yang bukan-bukan. Kemasukan setan gundul. senantiasa mendapatkan kesulitas-kesulitan. 4. Pamanggone aneng pangesthi rahayu Angayomi ing tyas wening Eninging ati kang suwung Nanging sejatining isi Isine cipta sayektos Dapatnya demikian kalau senantiasa mendambakan kebaikan. mengendapkan pikiran. telitilah jangan sampai salah. 2. intropeksi. terhindar dari perbuatan yang bukan-bukan. 3. . 5. Ulatna kang nganti bisane kepangguh Galedehan kang sayekti Talitinen awya kleru Larasen sajroning ati Tumanggap dimen tumanggon Dalam hidup keprihatinan ini pandanglah dengan seksama. Sebab jika bergeser (dari hidup yang penuh kebajikan) akan menderita kehancuran. sudah jelas akan menjadi sarang iblis. caranya haruslah gemar prihatin. dalam mawas diri sehingga seolah-olah hati ini kosong namun sebenarnya akan menemukan cipta yang sejati. endapkan didalam hati. yang menggoda membawa kendi berisi uang banyak.

Karena Tuhan itu Maha Pemurah adanya. bila dilakukan dengan setulus hati. Parandene kabeh kang samya andulu Ulap kalilipen wedhi Akeh ingkang padha sujut Kinira yen Jabaranil Kautus dening Hyang Manon Namun demikian yang melihat. 9. Hanuhoni kabeh kang duwe panuwun Yen temen-temen sayekti Dewa aparing pitulung Nora kurang sandhang bukti Saciptanira kelakon Segala permintaan umatNya akan selalu diberi. 7. Tuhan akan selalu memberi pertolongan. Ajaran-Nya sudah musnah berkeping-keping. 10. sebab sudah diliputi perbuatan dan pikiran yang jelek. yang menitahkan bumi dan langit. bagaikan matanya kemasukan pasir. seolah-olah mabuk kepayang. sandang pangan tercukupi segala cita-cita dan kehendaknya tercapai. Nora kengguh mring pamardi reh budyayu Hayuning tyas sipat kuping Kinepung panggawe rusuh Lali pasihaning Gusti Ginuntingan dening Hyang Manon Bila sudah terlanjur demikian tidak tertarik terhadap perbuatan yang menuju kepada kebajikan. Segala yang baik-baik lari dari dirinya. siapa yang berusaha dengan setekun-tekunnya akan mendapatkan kebahagiaan. 8. Yeng kang uning marang sejatining dawuh Kewuhan sajroning ati Yen tiniru ora urus Uripe kaesi-esi Yen niruwa dadi asor Namun bagi yang bijaksana.34 tidak dapat berbuat dengan itikad hati yang baik. sebenarnya repot didalam pikiran melihat contoh-contoh tersebut. Sudah melupakan Tuhannya. sehingga yang jahat disukai dianggap utusan Tuhan. Nora ngandel marang gaibing Hyang Agung Anggelar sakalir-kalir Kalamun temen tinemu Kabegjane anekani Kamurahane Hyang Manon Itu artinya tidak percaya kepada Tuhan. 6. tidak dapat membedakan yang baik dan yang jahat. Bila diikuti hidupnya akan tercela akhirnya menjadi sengsara. .

Para jalma sajroning jaman pakewuh Sudranira andadi Rahurune saya ndarung Keh tyas mirong murang margi Kasekten wus nora katon Manusia-manusia yang hidup didalam jaman kerepotan. senantiasa merenung diri melihat jaman penuh keprihatinan tersebut. Pandulune Ki Pujangga durung kemput Mulur lir benang tinarik Nanging kaseranging ngumur Andungkap kasidan jati . 15. keagungan jiwa sudah tidak tampak. Ki Pujangga nyambi paraweh pitutur Saka pengunahing Widi Ambuka warananipun Aling-aling kang ngalingi Angilang satemah katon Sambil memberi petuah Ki Pujangga juga akan membuka selubung yang termasuk rahasia Tuhan. 14. 13. Katuwane winawas dahat matrenyuh Kenyaming sasmita sayekti Sanityasa tyas malatkunt Kongas welase kepati Sulaking jaman prihatos Lama kelamaan makin menimbulkan perasaan prihatin. Sawiji=1. Ada orang yang berikat pinggang tebu perbuatannya seperti orang gila. Memuji=7. Diganti dengan jaman Kala Suba. makin menjadi-jadi. Waluyane benjang lamun ana wiku Memuji ngesthi sawiji Sabuk tebu lir majenum Galibedan tudang tuding Anacahken sakehing wong Jaman yang repot itu akan selesai kelak bila sudah mencapat tahun 1877 (Wiku=7. Ngesthi=8. Iku lagi sirap jaman Kala Bendu Kala Suba kang gumanti Wong cilik bisa gumuyu Nora kurang sandhang bukti Sedyane kabeh kelakon Disitulah baru selesai Jaman Kala Bendu. Itu bertepatan dengan tahun Masehi 1945). menghitung banyaknya orang. tidak kekurangan sandang dan makan seluruh kehendak dan cita-citanya tercapai. banyak pikiran-pikiran yang tidak berjalan diatas riil kebenaran. cenderung meningkatnya perbuatan-perbuatan tercela. 16. hilir mudik menunjuk kian kemari.35 11. sehingga dapat diketahui. Dimana diramalkan rakyat kecil bersuka ria. 12. merasakan ramalan tersebut.

Tanggal kaping lima antarane luhur Selaning tahun Jimakir Taluhu marjayeng janggur Sengara winduning pati Netepi ngumpul sak enggon Tanggal 5 bulan Sela (Dulkangidah) tahun Jimakir Wuku Tolu. Muswa=0. Tepatnya pada hari Rabu Pon. 17. (Sembah=2. . itulah saat yang ditentukan sang Pujangga kembali menghadap Tuhan. Namun karena umur sudah tua sudah merasa hampir datang saatnya meninggalkan dunia yang fana ini.36 Mulih mring jatining enggon Sayang sekali "pengelihatan" Sang Pujangga belum sampai selesai. bagaikan menarik benang dari ikatannya. Ji=1) bertepatan dengan tahun masehi 1873). 18. kembali menghadap Tuhannya.Amung kurang wolung ari kang kadulu Tamating pati patitis Wus katon neng lokil makpul Angumpul ing madya ari Amerengi Sri Budha Pon Yang terlihat hanya kurang 8 hai lagi. sudah sampai waktunya. 19. Pujangga=8. Cinitra ri budha kaping wolulikur Sawal ing tahun Jimakir Candraning warsa pinetung Sembah mekswa pejangga ji Ki Pujangga pamit layoti Karya ini ditulis dihari Rabu tanggal 28 Sawal tahun Jimakir 1802. Windu Sengara (atau tanggal 24 Desember 1873) kira-kira waktu Lohor.

pemuka-pemuka masyarakat baik. karena sudah tak ada yang dapat diikuti lagi. 2. Mangkya darajating praja Kawuryan wus sunyaturi Rurah pangrehing ukara Karana tanpa palupi Atilar silastuti Sujana sarjana kelu Kalulun kala tida Tidhem tandhaning dumadi Ardayengrat dene karoban rubeda Keadaan negara waktu sekarang. Katetangi tangisira Sira sang paramengkawi Kawileting tyas duhkita Katamen ing ren wirangi Dening upaya sandi Sumaruna angrawung Mangimur manuhara Met pamrih melik pakolih Temah suka ing karsa tanpa wiweka Waktu itulah perasaan sang Pujangga menangis. . Suasananya mencekam. semua anak buah hatinya baik. Ratune ratu utama Patihe patih linuwih Pra nayaka tyas raharja Panekare becik-becik Paranedene tan dadi Paliyasing Kala Bendu Mandar mangkin andadra Rubeda angrebedi Beda-beda ardaning wong saknegara Sebenarnya rajanya termasuk raja yang baik. Patihnya juga cerdik. sudah semakin merosot. mendapatkan hinaan dan malu.37 SERAT KALATIDA Sinom 1. Bahkan kerepotan-kerepotan makin menjadi-jadi. akibat dari perbuatan seseorang. penuh kesedihan. Karena dunia penuh dengan kerepotan. Sudah banyak yang meninggalkan petuah-petuah/aturan-aturan lama. namun segalanya itu tidak menciptakan kebaikan. 3. Oleh karena daya jaman Kala Bendu. Orang cerdik cendekiawan terbawa arus Kala Tidha (jaman yang penuh keragu-raguan). Situasi (keadaan tata negara) telah rusah. Lain orang lain pikiran dan maksudnya.

mengenai kehidupan yang dapat mendinginkan hati. Yah segalanya itu karena sedang mengalami kejadian yang aneh-aneh. Lebih baik membuat karya-karya kisah jaman dahulu kala. Apakah gunanya meyakini kabar angin akibatnya hanya akan menyusahkan hati saja. Demikianlah jika kita meneliti. apa sih gunanya menjadi pemuka/pemimpin ? Hanya akan membuat kesalahan-kesalahan saja. hasilnya tidak lain hanyalah kerepotan. Akan ditempatkan sebagai pemuka tetapi akhirnya sama sekali tidak benar. 6. akhirnya "nrima" dan menyerahkan diri kepada kehendak Tuhan. Dasar karoban pawarta Bebaratun ujar lamis Pinudya dadya pangarsa Wekasan malah kawuri Yan pinikir sayekti Mundhak apa aneng ngayun Andhedher kaluputan Siniraman banyu lali Lamun tuwuh dadi kekembanging beka Persoalannya hanyalah karena kabar angin yang tiada menentu. . orang yang berbudi tidak terpakai. bahkan tidak mendapat perhatian sama sekali.38 Tampaknya orang tersebut memberi harapan menghibur sehingga sang Pujangga karena gembira hatinya dan tidak waspada. 5. sebenarnya sudah ada peringatan. Lebih-lebih bila ketambahan lupa diri. Sebenarnya kalah direnungkan. Ujaring panitisastra Awewarah asung peling Ing jaman keneng musibat Wong ambeg jatmika kontit Mengkono yen niteni Pedah apa amituhu Pawarta lolawara Mundhuk angreranta ati Angurbaya angiket cariteng kuna Menurut buku Panitisastra (ahli sastra). 4. Sebenarnya banyak sekali contoh -contoh dalam kisah-kisah lama. Keni kinarta darsana Panglimbang ala lan becik Sayekti akeh kewala Lelakon kang dadi tamsil Masalahing ngaurip Wahaninira tinemu Temahan anarima Mupus pepesthening takdir Puluh-Puluh anglakoni kaelokan Membuat kisah lama ini dapat dipakai kaca benggala. Didalam jaman yang penuh kerepotan dan kebatilan ini. guna membandingkan perbuatan yang salah dan yang betul.

Tidak perlu bersusah payah tiba-tiba mendapat anugerah. 8. Bagaimanapun nasibnya selalu baik. Semono iku bebasan Padu-padune kepengin Enggih mekoten man Doblang Bener ingkang angarani Nanging sajroning batin Sejatine nyamut-nyamut Wis tuwa arep apa Muhung mahas ing asepi Supayantuk pangaksamaning Hyang Suksma Yah segalanya itu sebenarnya dikarenakan keinginan hati. Namun sudah menjadi kehendak Tuhan. 9. apa pula yang dicari. Akhirnya dapat menderita kelaparan. memang repot. Amenangi jaman edan Ewuh aya ing pambudi Milu edan nora tahan Yen tan milu anglakoni Boya kaduman melik Kaliren wekasanipun Ndilalah karsa Allah Begja-begjane kang lali Luwih begja kang eling lawan waspada Hidup didalam jaman edan. Namun demikian masih juga berikhtiar.39 7. Namun sebenarnya didalam hati repot juga. Mendapat rakhmat Tuhan. Akan mengikuti tidak sampai hati. Betul bukan ? Memang benar kalau ada yang mengatakan demikian. 10. tetapi kalau tidak mengikuti geraknya jaman tidak mendapat apapun juga. Lebih baik menyepi diri agar mendapat ampunan dari Tuhan. Sakadare linakonan Mung tumindak mara ati Angger tan dadi prakara Karana riwayat muni Ikhtiyar iku yekti Pamilihing reh rahayu . Sekarang sudah tua. Bagaimanapun juga walaupun orang yang lupa itu bahagia namun masih lebih bahagia lagi orang yang senantiasa ingat dan waspada. Beda lan kang wus santosa Kinarilah ing Hyang Widhi Satiba malanganeya Tan susah ngupaya kasil Saking mangunah prapti Pangeran paring pitulung Marga samaning titah Rupa sabarang pakolih Parandene maksih taberi ikhtiyar Lain lagi bagi yang sudah kuat.

Biarkanlah kami hanya memohon karunia pada MU agar mendapat ampunan sekedarnya. seolah-olah dapat mati didalam hidup. Hanya Tuhanlah yang mampu menolong kami. Sageda sabar santosa Mati sajroning ngaurip Kalis ing reh aruraha Murka angkara sumingkir Tarlen meleng malat sih Sanityaseng tyas mematuh Badharing sapudhendha Antuk mayar sawetawis BoRONG angGA saWARga meSI marTAya Mudah-mudahan kami dapat sabar dan sentosa. akhirnya nanti bagaimana. Hanya membuat kesenangan pokoknya tidak menimbulkan persoalan. 12. Bersamaan dengan usaha tersebut juga harus awas dan waspada agar mendapat rakhmat Tuhan.40 Sinambi budidaya Kanthi awas lawan eling Kanti kaesthi antuka parmaning Suksma Apapun dilaksanakan. Agaknya ini sesuai dengan petuah yang mengatakan bahwa manusia itu wajib ikhtiar. 11. Sekarang kami telah tua. hanya harus memilih jalan yang baik. Lepas dari kerepotan serta jauh dari keangakara murkaan. Ya Allah ya Rasulullah Kang sipat murah lan asih Mugi-mugi aparinga Pitulung ingkang martani Ing alam awal akhir Dumununging gesang ulun Mangkya sampun awredha Ing wekasan kadi pundi Mula mugi wontena pitulung Tuwan Ya Allah ya Rasulullah. Kemudian kami serahkan jiwa dan raga dan kami. . mudah-mudahan memberi pertolongan kepada hambamu disaat-saat menjelang akhir ini. yang bersifat murah dan asih.

41

SABDA TAMA

Gambuh 1. Rasaning tyas kayungyun Angayomi lukitaning kalbu Gambir wanakalawan hening ing ati Kabekta kudu pitutur Sumingkiring reh tyas mirong Tumbuhlah suatu keinginan melahirkan perasaan dengan hati yang hening disebabkan ingin memberikan petuah-petuah agar dapat menyingkirkan hal-hal yang salah. 2. Den samya amituhu Ing sajroning Jaman Kala Bendu Yogya samyanyenyuda hardaning ati Kang anuntun mring pakewuh Uwohing panggawe awon Diharap semuanya maklum bahwa dijaman Kala Bendu sebaiknya mengurangi nafsu pribadi yang akan membenturkan kepada kerepotan. Hasilnya hanyalah perbuatan yang buruk. 3.Ngajapa tyas rahayu Nyayomana sasameng tumuwuh Wahanane ngendhakke angkara klindhih Ngendhangken pakarti dudu Dinulu luwar tibeng doh Sebaiknya senantiasa berbuat menuju kepada hal-hal yang baik. Dapat memberi perlindungan kepada siapapun juga. Perbuatan demikian akan melenyapkan angkara murka, melenyapkan perbuatan yang bukan-bukan dan terbuang jauh. 4. Beda kang ngaji mumpung Nir waspada rubedane tutut Kakinthilan manggon anggung atut wuri Tyas riwut ruwet dahuru Korup sinerung agoroh Hal ini memang lain dengan yang ngaji pumpung. Hilang kewaspadaannya dan kerepotanlah yang selalu dijumpai, selalu mengikuti hidupnya. Hati senantiasa ruwet karena selalu berdusta. 5. Ilang budayanipun Tanpa bayu weyane ngalumpuk Sakciptane wardaya ambebayani Ubayane nora payu Kari ketaman pakewoh Lenyap kebudayaannya. Tidak memiliki kekuatan dan ceroboh. Apa yang dipikir hanyalah hal-hal yang berbahaya.

42

Sumpah dan janji hanyalah dibibir belaka tidak seorangpun mempercayainya. Akhirnya hanyalah kerepotan saja. 6. Rong asta wus katekuk Kari ura-ura kang pakantuk Dandanggula lagu palaran sayekti Ngleluri para leluhur Abot ing sih swami karo Sudah tidak berdaya. Hanya tinggallah berdendang. Mendendangkan lagu dandang gula palaran hasil karya nenek moyang dahulu kala, betapa beratnya hidup ini seperti orang dimadu saja. 7. Galak gangsuling tembung Ki Pujangga panggupitanipun Rangu-rangu pamanguning reh harjanti Tinanggap prana tumambuh Katenta nawung prihatos Ki Pujangga didalam membuat karyanya mungkin ada kelebihan dan kekurangannya. Olah karena itu ada perasaan ragu-ragu dan khawatir, barangkali terdapat kesalahan/kekeliruan tafsir, sebab sedang prihatin. 8. Wartine para jamhur Pamawasing warsita datan wus Wahanane apan owah angowahi Yeku sansaya pakewuh Ewuh aya kang linakon Menurut pendapat para ahli, wawasan mereka keadaan selalu berubah-ubah. Meningkatkan kerepotan apa pula yang hendak dijalankan. 9. Sidining Kala Bendu Saya ndadra hardaning tyas limut Nora kena sinirep limpating budi Lamun durung mangsanipun Malah sumuke angradon Azabnya jaman Kala Bendu, makin menjadi-jadi nafsu angkara murka. Tidak mungkin dikalahkan oleh budi yang baik. Bila belum sampai saatnya akibatnya bahkan makin luar biasa. 10. Ing antara sapangu Pangungaking kahanan wus mirud Morat-marit panguripaning sesami Sirna katentremanipun Wong udrasa sak anggon-anggon Sementara itu keadaan sudah semakin tidak karu-karuwan, penghidupan semakin morat-marit, tidak ketenteraman lagi, kesedihan disana-sini. 11. Kemang isarat lebur Bubar tanpa daya kabarubuh Paribasan tidhem tandhaning dumadi Begjane ula dahulu

43

Cangkem silite angaplok Segala dosa dan cara hancur lebur, seolah-olah hati dikuasai ketakutan. Yang beruntung adalah ular berkepala dua, sebab kepala serta buntutnya dapat makan. 12. Ndhungkari gunung-gunung Kang geneng-geneng padha jinugrug Parandene tan ana kang nanggulangi Wedi kalamun sinembur Upase lir wedang umob Gunung-gunung digempur, yang besar-besar dihancurkan meskipun demikian tidak ada yang berani melawan. Sebab mereka takut kalau disembur (disemprot ular) berbisa. Bisa racun ular itu bagaikan air panas. 13. Kalonganing kaluwung Prabanira kuning abang biru Sumurupa iku mung soroting warih Wewarahe para Rasul Dudu jatining Hyang Manon Tetapi harap diketahui bahwa lengkungan pelangi yang berwarna kuning merah dan biru sebenarnya hanyalah cahaya pantulan air. Menurut ajaran Nabi itu bukanlah Tuhan yang sebenarnya. 14. Supaya pada emut Amawasa benjang jroning tahun Windu kuning kono ana wewe putih Gegamane tebu wulung Arsa angrebaseng wedhon Agar diingat-ingat. Kelak bila sudah menginjak tahun windu kuning (Kencana) akan ada wewe putih (setan putih), yang bersenjatakan tebu hitam akan menghancurkan wedhon (pocongan setan). (Sebuah ramalan yang perlu dipecahkan). 15. Rasa wes karasuk Kesuk lawan kala mangsanipun Kawises kawasanira Hyang Widhi Cahyaning wahyu tumelung Tulus tan kena tinegor Agaknya sudah sampai waktunya, karena kekuasaan Tuhan telah datang jaman kebaikan, tidak mungkin dihindari lagi. 16, Karkating tyas katuju Jibar-jibur adus banyu wayu Yuwanane turun-temurun tan enting Liyan praja samyu sayuk Keringan saenggon-enggon Kehendak hati pada waktu tersebut hanya didasarkan kepada ketentraman sampai ke anak cucu. Negaranegara lain rukun sentosa dan dihormati dimanapun.

Yang dibawah maupun yang diatas hatinya sama saja. . Ninggal pakarti dudu Pradapaning parentah ginugu Mring pakaryan saregep tetep nastiti Ngisor dhuwur tyase jumbuh Tan ana wahon winahon Banyak yang meninggalkan perbuatan-perbuatan yang kurang baik. 18. 19. Yang baik dapat menghancurkan yang jelek. Perasaan prihatin berobah menjadi gembira ria. Semuanya rajin mengerjakan tugasnya masing-masing. 21. 20.44 17. Tidak ada yang saling mencela. Tatune kabeh tuntun Lelarane waluya sadarum Tyas prihatin ginantun suka mrepeki Wong ngantuk anemu kethuk Isine dinar sabokor Segala luka-luka (penderitaan) sudah hilang. Semuanya berhati baja. Amung padha tinumpuk Nora ana rusuh colong jupuk Raja kaya cinancangan angeng nyawi Tan ana nganggo tinunggu Parandene tan cinolong Semua itu hanya ditumpuk saja. Kembali seperti dijaman dahulu kala. Orang yang sedang mengantuk menemukan kethuk (gong kecil) yang berisi emas kencana sebesar bokor.Ngratani sapraja agung Keh sarjana sujana ing kewuh Nora kewran mring caraka agal alit Pulih duk jaman runuhun Tyase teteg teguh tanggon Keadaan seperti itu terjadi diseluruh negeri. Perasaannya terbawa oleh kebaikan budi. Hewan piraan diikat diluar tanpa ditunggu namun tidak ada yang dicuri. Diraning durta katut Anglakoni ing panggawe runtut Tyase katrem kayoman hayuning budi Budyarja marjayeng limut Amawas pangesthi awon Yang tadinya berbuat angkara sekarang ikut pula berbuat yang baik-baik. tidak ada yang berbuat curang maupun yang mengambil. Banyak sekali orang-orang ahli dalam bidang surat menyurat. Mengikuti peraturan-peraturan pemerintah.

(Ket. Semuanya yang dituturkan diatas sudah menjadi kehendak Tuhan akan terjadi pada tahun Jawa 1850. Sebab bagaimanapun juga meskipun merendah kalau gunung akan tetap masih terlihat bekasnya.Nanging awya kliru Sumurupa kanda kang tinamtu Nadyan mendak mendaking gunung wis pasti Maksih katon tabetipun Beda lawan jurang gesong Namun jangan salah terima menguraikan kata-kata ini.45 SERAT JOKO LODANG Gambuh 1. (Sirna=0. Karena ini hasil sastra maka tentu saja multi dimensi. Tata=5. karena kalah perang maka akan diusir dari negerinya. Sasedyane tanpa dadya Sacipta-cipta tan polih Kang reraton-raton rantas Mrih luhur asor pinanggih Bebendu gung nekani . Jaka Lodang gumandhul Praptaning ngethengkrang sru muwus Eling-eling pasthi karsaning Hyang Widhi Gunung mendhak jurang mbrenjul Ingusir praja prang kasor Joko Lodang datang berayun-ayun diantara dahan-dahan pohon kemudian duduk tanpa kesopanan dan berkata dengan keras. Sinom 1. Ingat-ingatlah sudah menjadi kehendak Tuhan bahwa gunung-gunung yang tinggi itu akan merendah sedangkan jurang yang curam akan tampil kepermukaan (akan terjadi wolak waliking jaman). Tahun Masehi kurang lebih 1919-1920. namun kalau tidak ada tanggulnya sangat rawan dan mudah longsor. Yang dimaksud dengan jurang dan gunung bukanlah pisik tetapi hanyalah sebagai yang dilambangkan). Nadyan bisa mbarenjul Tanpa tawing enggal jugrugipun Kalakone karsaning Hyang wus pinasti Yen ngidak sangkalanipun Sirna tata estining wong Jurang yang curam itu meskipun dapat melembung. Lain sekali dengan jurang yang curam. 2. Esthi=8 dan Wong=1). 3.

Mengerjakan madat. Semua saja waktu itu hanya harta bendalah yang menjadi tujuan. Banyak ulama berbuat maksiat. Wong alim-alim pulasan Njaba putih njero kuning Ngulama mangsah maksiat Madat madon minum main Kaji-kaji ambataning Dulban kethu putih mamprung Wadon nir wadorina Prabaweng salaka rukmi Kabeh-kabeh mung marono tingalira Banyak orang yang tampaknya alim. segalanya salah perhitungan. Para sudagar ingargya Jroning jaman keneng sarik Marmane saisiningrat Sangsarane saya mencit Nir sad estining urip Iku ta sengkalanipun Pantoging nandang sudra Yen wus tobat tanpa mosik Sru nalangsa narima ngandel ing suksma Hanya harta bendalah yang dihormati pada jaman tersebut. lebih baik tercemar nama daripada mati. Oleh karena itu seluruh isi dunia penderitaan kesengsaraannya makin menjadi-jadi. madon minum dan berjudi. Orang wanita kehilangan kewanitaannya karena terkena pengaruh harta benda. Tahun Masehi kurang lebih tahun 1930. Sad=6. Urip=1). Orang besar kehilangan kebesarannya. Tahun Jawa menunjuk tahun 1860 (Nir=0. Yang tampak hanyalah perbuatan-perbuatan tercela. Para haji melemparkan ikat kepala hajinya. Esthining=8. ingin menang malah kalah. 3. apa yang dicita-citakan buyar. Penghabisan penderitaan bila semua sudah mulai bertobat dan menyerahkan diri kepada kekuasaan Tuhan seru sekalian alam. tetapi hanyalah semu belaka.46 Kongas ing kanistanipun Wong agung nis gungira Sudireng wirang jrih lalis Ingkang cilik tan tolih ring cilikira Waktu itu seluruh kehendaki tidak ada yang terwujud. karena datangnya hukuman (kutukan) yang berat dari Tuhan. sedangkan yang kecil tidak mau mengerti akan keadaannya. Megatruh 1. Mbok Parawan sangga wang duhkiteng kalbu Jaka Lodang nabda malih . apa yang dirancang berantakan. 2. Diluar tampak baik tetapi didalamnya tidak.

47 Nanging ana marmanipun Ing waca kang wus pinesthi Estinen murih kelakon Mendengar segalanya itu Mbok Perawan merasa sedih. Akan ada keadilan antara sesama manusia. Tinemune wong ngantuk anemu kethuk Malenuk samargi-margi Marmane bungah kang nemu Marga jroning kethuk isi Kencana sesotya abyor Diwaktu itulah seolah-olah orang yang mengantuk mendapat kethuk (gong kecil) yang berada banyak dijalan. didalam ramalan yang sudah ditentukan haruslah diusahakan supaya segera dan dapat terjadi ". Ngesthi=8. Bertepatan dengan tahun Masehi 1945. Sapta=7. Kemudian Joko Lodang berkata lagi : "Tetapi ketahuilah bahwa ada hukum sebab musabab. Yang mendapat gembira hatinya sebab didalam benda tersebut isinya tidak lain emas dan kencana. 2. Itu sudah menjadi kehendak Tuhan. Ratu=1). Tahun Jawa 1877 (Wiku=7. Sangkalane maksih nunggal jamanipun Neng sajroning madya akir Wiku Sapta ngesthi Ratu Adil parimarmeng dasih Ing kono kersaning Manon Jamannya masih sama pada akhir pertengahan jaman. 3. .

Paham mistik Jawa yang berpokok " Manunggaling Kawula Gusti " ( persatuan manusia dengan Tuhan ) dan " Sangkan Paraning Dumadi " ( asal dan tujuan ciptaan ) bersumber pada pengalaman religius. seperti terlihat dalam kitab-kitab Tutur. Akomodatif serta Optimistik. karena adanya pertalian budi pekerti dengan kehidupan spiritual. Perumusan pengalaman religius Jawa dalam sejarahnya tidak lepas dari pengaruh-pengaruh agama besar seperti Hindu.48 RUWATAN Adalah Tradisi ritual Jawa sebagai sarana pembebasan dan penyucian. masih berperan pula mitos dan ritus. kemudian bertambah maju setelah mengenal segala bentuk kesenian dari India dan menjadi sempurna begitu masuk agama Islam di Pulau Jawa. Perlambang dan ungkapan-ungkapan halus yang mengandung pendidikan moral. banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Mendem Jero : Menghargai dan menghormati serta menyimpan .Rukun Agawe Santosa " menghendaki keserasian dan keselarasan dengan pola pikir hidup saling menghormati. wayang merupakan intisari kebudayaan masyarakat Jawa yang diwarisi secara turun temurun. Dalam ungkapan " Crah Agawe Bubrah . atas dosa/kesalahannya yang diperkirakan bisa berdampak kesialan didalam hidupnya. Hangrasa wani : Mawas diri. serta " Aja Dumeh " adalah peringatan kepada kita bahwa jangan takabur dan jangan sombong. menjadi ciri utama dan bahkan memberi warna khususu dalam kehidupan religiusitas serta adat istiadat masyarakat Jawa. Kebudayaan Jawa sebagai subkultur Kebudayaan Nasional Indonesia. Kidung dan Suluk. tidak hanya sekedar tontonan dan tuntunan bagaimana manusia harus bertingkah laku dalam kehidupannya. telah mengakar bertahuntahun menjadi pandangan hidup dan sikap hidup umumnya orang Jawa. Sikap hidup masyarakat Jawa memiliki identitas dan karakter yang menonjol yang dilandasi direferensi nasehat-nasehat nenek moyang sampai turun temurun. berpegang pada kepercayaan terhadap roh nenek moyang. instropeksi diri Mikul Duwur. misalnya : Ojo Dumeh : Merasa dirinya lebih Mulat sarira. yaitu dari akar yang kuat. Dalam wayang terekam ungkapan pengalaman religius yang " kuno " seperti tampak bahwa pada tahap perkembangannya dewasa ini. Wayang sebagai pertunjukan. Jer Basuki Mawa Beya : Kesuksesan perlu atau butuh pengorbanan Ajining diri saka obahing lati : Harga diri tergantung ucapannya Prinsip pengendalian diri dengan " Mulat Sarira " suatu sikap bijaksana untuk selalu berusaha tidak menyakiti perasaan orang lain. merupakan ungkapan-ungkapan dan pengalaman religius yang merangkum bermacam-macam unsur lambang. merupakan cara penyampaian terselubung yang bisa bermakna " Piwulang " atau pendidikan moral. Secara tradisional. menyatu dengan kepercayaan terhadap kekuatan alam yang mempunyai pengaruh terhadap kehidupan manusia. ( merupakan . Terkemas hampir sempurna dalam seni budaya gamelan dan gending-gending serta kesenian wayang kulit purwa yang perkembanganya mempunyai warna yang unik. warna dan rupa.rahasia orang lain. yaiku : Sinkretisme. tidak mementingkan diri sendiri dan lain sebagainya yang masih mempunyai arti sangat luas. Budha dan Islam beserta dengan mistiknya yang khas. Berbagai ungkapan dan ungkapan Jawa. bahasa gerak. menjadi isian jiwa seni dan budaya Jawa. menjadi petunjuk jalan dan arah terhadap kehidupan sejati. Kepercayaan terhadap keberadaan roh nenek moyang. hormat kepada sesama serta berbagai perlambang dalam ungkapan Jawa. berawal dari sana manusia itu rindu untuk bersatu dengan yang Illahi. Tantularisme dan Kejawen yang bersifat Toleran. ingin menelusuri arus kehidupan sampai ke sumber muaranya. namun juga merupakan tatanan yang harus dititeni kanti titis. misalkan pada lakon Ruwat atau Murwa Kala.suara.

orang yang manandang sukerto ini. Alat musik jawa ( Gamelan ) 2. bunga setaman dalam bokor di tempat di muka dalang. Ketika raksasa ini menghadap ayahnya (Batara guru) untuk meminta makan. orang yang diruwat dan lain-lainya. direntangkan dibawah debog (batang pisang) panggungan dari muka layar (kelir) sampai di belakang layar dan ditaburi bunga mawar dimuka kelir sebagai alas duduk Ki Dalang. daun kara. 2.49 hukum alam yang maha teratur yang harus diketahui dan disikapi secara bijaksana ) untuk menuju kasunyatan serta mencapai kehidupan sejati. Bagi manusia jawa ( manusia yang mengerti sejati ) wayang merupakan pedoman hidup. 3. Kata Murwakala/purwakala berasal dari kata purwa (asalmuasal manusia) . perlu mengadakan ritual tersebut. diantaranya kain sindur. agar menjadi suci kembali. 4. oleh Batara guru diberitahukan agar memakan manusia yang berdosa atau sukerta. yang ditebang dengan batangnya disertai cengkir gading (kelapa muda). yang sudah matang dan baik. maka untuk mensucikan kembali. diyakini akan menjadi mangsanya Batara Kala. Tuwuhan. Kelir atau layar kain 4. dan daun kluwih yang semuanya itu diikat berdiri pada tiang pintu depan sekaligus juga berfungsi sebagai hiasan/pajangan dan permohonan. pohon tebu dengan daunnya. daun meja. yang isi pokoknya memuat masalah pensucian. yang terdiri dari pisang raja setudun. Atas dasar inilah yang kemudian dicarikan solosi. 5. bagaimana mereka bertingkah laku dengan sesama dan bagaimana menyadari hakekatnya sebagai manusia serta bagaimana dapat berhubungan dengan sang penciptanya. Dalam tradisi jawa orang yang keberadaannya dianggap mengalami nandang sukerto/berada dalam dosa. Tokoh ini adalah anak Batara Guru (dalam cerita wayang) yang lahir karena nafsu yang tidak bisa dikendalikannya atas diri DewiUma. yang akan digunakan untuk memandikan Batara Kala. Wayang kulit satu kotak ( komplit ) 3. kain bango tulak dan dilengkapi dengan padi segedeng (4 ikat pada sebelah menyebelah). Gawangan kelir bagian atas (kayu bambu yang merentang diatas layar) dihias dengan kain batik yang baru 5 (lima) buah. yang kemudian sepermanya jatuh ketengah laut. daun apa-apa. Bermacam-macam nasi antara lain : . Kain mori putih kurang lebih panjangnya 3 meter. Blencong atau lampu dari minyak Selain peralatan tersebut diatas masih diperlukan sesajian yang berupa: 1. daun beringin. Untuk pagelaran wayang kulit dengan lakon Murwakala biasanya diperlukan perlengkapan sebagai berikut : 1. akhirnya menjelma menjadi raksasa. daun elo. yang menjadi titik pandangnya adalah kesadaran : atas ketidak sempurnanya diri manusia. atau meruwat berarti: mengatasi atau menghindari sesuatu kesusahan bathin dengan cara mengadakan pertunjukan/ritual dengan media wayang kulit yang mengambil tema/cerita Murwakala. Api (batu arang) di dalam anglo. daun dadap serep. Dua kembang mayang yang telah dihias diletakkan dibelakang kelir (layar) kanan kiri. Tradisi "upacara /ritual ruwatan" hingga kini masih dipergunakan orang jawa. sedangkan di belakang layar sebagai tempat duduk orang yang diruwat dengan memakai selimut kain mori putih. yaitu pembebasan dewa yang telah ternoda. yang dalam tradisi pewayangan disebut "Kama salah kendang gumulung ". agar tak termakan Sang Batara Kala ini diperlukan ritual ruwatan. kipas beserta kemenyan (ratus wangi) yang akan dipergunakan Kyai Dalang selama pertunjukan. Dalam cerita "wayang" dengan lakon Murwakala pada tradisi ruwatan di jawa ( jawa tengah) awalnya diperkirakan berkembang didalam cerita jawa kuno. Menurut ceriteranya. yang selalu terlibat dalam kesalahan serta bisa berdampak timbulnya bencana (salah kedaden).dan pada lakon ini. sebagai sarana pembebasan dan penyucian manusia atas dosanya/kesalahannya yang berdampak kesialan didalam hidupnya. daun alang-alang.

Bermacam-macam jenang (bubur) yaitu: jenang merah. empluk (periuk yang berisi kacang hijau. Ontang-Anting. kedele hitam. yaitu dua orang anak yang kedua-duanya laki-laki dengan catatan tidak anak yang meninggal 3. putih. yang sulung dan yang bungsu perempuan sedang anak yang ke 2 laki-laki 5. salak. yang sulung dan yang bungsu laki-laki sedang anak yang ke 2 perempuan 4. lalaban. ). dan sebagainya. 11. Sajen buangan yang ditunjukkan kepada dhayang yang berupa takir besar atau kroso yang berisi nasi tumpeng kecil dengan lauk-pauk. kendi yang berisi air. Kembang Sepasang. Pancuran Kapit Sendhang. sambel gepeng. Yang berupa hewan seperti burung dara satu pasang ayam jawa sepasang. yaitu 3 orang anak. bahwa orang yang harus diruwat disebut anak atau orang " Sukerta " ada 60 macam penyebab malapetaka. c. kemenyan bunga. Kesemuanya itu diletakan ditampah yang berisi nasi tumpeng. air yang ditempatkan pada cupu. Yang perlu atau harus di Ruwat Menurut kepustakaan " Pakem Ruwatan Murwa Kala " Javanologi gabungan dari beberapa sumber. jenang kaleh. kemiri. jenang baro-baro (aneka bubur). yaitu anak tunggal laki-laki atau perempuan. Anak Kembar. telur ayam dan uang dengan diiringi doa mohon keselamatan dan kesejahteraan serta agar tercapai apa yang dicita citakan. ikan sungai/laut dimasak anpa garam dan ditempatkan di belakang layar tepat pada muka Kyai Dalang. yaitu anak yang ketika lahirnya masih terbungkus oleh selaput pembungkus bayi ( placenta ) 6. 6. Benang lawe. 2. yaitu 3 orang anak. kedelai hitam. gula jawa. jarum dan benang hitam-putih. jambu. Yang berupa sajen antara lain : rujak ditempatkan pada bumbung. telur ayam dan uang satu sen). yaitu sepasang bunga yaitu dua orang anak yang kedua-duanya perempuan . pindang kluwih. 9. Sumur atau sendang diambil airnya dan dimasuki kelapa.50 a. sirih yang diberi uang. bambu gading linma ros. antara lain dari Serat Centhini ( Sri Paku Buwana V ). ikan asin. cabe besar merah dan hijau brambang. Nasi kuning dengan perlengkapan. jajan pasar (berupa buah-buahan mentah serta uang satu sen. ikan asin. Uger-Uger Lawang. 12. kelapa. b. ikan lembaran. minyak kelapa yang dipergunakan untuk lampu blencong. telur ayam yang didadar tiga biji. kaca kecil. yaitu dua orang kembar putra atau kembar putri atau kembar "dampit" yaitu seorang laki-laki dan seorang perempuan ( yang lahir pada saat bersamaan ) 7. Nasi golong dengan perlengkapannya. mentimun. Kamar mandi yang untuk mandi orang yang diruwat dimasuki kelapa utuh. 8. pecel ayam. bebek sepasang. rujak edan (rujak dari pisang klutuk ang dicampur dengan air tanpa garam). Nasi wuduk dilengkapi dengan. kluwak. sayur menir. Jajan pasar (buah-buahan yang bermacam-macam) seperti : pisang raja. Selesai upacara ngruwat. goreng-gorengan. bambu gading yang berjumlah lima ros ditanam pada kempat ujung rumah disertai empluk (tempayan kecil) yang berisi kacang hijau . sebab walaupun siang tetap memakai lampu blencong. kemiri. Sajen itu dibuang di tempat angker disertai doa (puji/mantra) mohon keselematan. kluwak. makanan kecil berupa blingo yang diberi warna merah. 7. Srundeng asmaradana. kedele. dengan lauk pauknya seperti kuluban panggang telur ayam yang direbus. 10. yaitu sebagai berikut : 1. Sendhang Kapit Pancuran. Anak Bungkus.

misalnya hitam dan putih 24. Orang yang ketika menanak nasi. Orang yang membuat pepajangan atau dekorasi tanpa samir atau daun pisang. yaitu 4 orang anak yang semuanya laki-laki 10. yaitu 5 orang anak yang terdiri dari 4 orang anak perempuan dan 1 orang anak laki-laki 14. Walika. Julung Sungsang. yaitu 5 orang anak yang terdiri dari 4 orang laki-laki dan 1 orang anak perempuan 15. seperti punggung onta 29. Kresna. yaitu anak yang lahir dihalaman atau pekarangan rumah 23. Julung Pujud. Saramba. yaitu anak yang lahir dengan badan cebol atau pendek 30. Jempina. yaitu anak yang dilahirkan dengan memiliki kulit dua macem warna. 39. yaitu anak yang lahir. merobohkan " Dandhang " ( tempat menanak nasi ) 33.51 8. yaitu 5 orang anakyang semuanya laki-laki 12. Made. Bule. Srimpi. 9 . yaitu anak yang dilahirkan berwujud bajang atau kerdil 27. yaitu anak yang lahir bersamaan dengan terbitnya matahari 17. yaitu 4 orang anak yang semuanya perempuan 11. Siwah atau Salewah. Julung Wangi. Tiba Ungker. Padangan. Orang yang berdiri ditengah-tengah pintu.misalnya ) tanpa ada tutupnya. Mancalaputri. Memecahkan " Pipisan " dan mematahkan " Gandik " ( alat landasan dan batu penggiling untuk menghaluskan ramu-ramuan obat tradisional). Wahana. Orang yang bertempat tinggal di dalam rumah yang tak ada " tutup keyongnya " 35. yaitu anak yang dilahirkan dengan punggung bengkok 28. Orang yang membuat kutu masih hidup. yaitu 5 orang anak yang semuanya perempuan 13. 38. Orang yang duduk didepan ( ambang ) pintu. Mancalaputra atau Pandawa. Margana. Lawang Menga. yaitu anak yang lahir tepat jam 12 siang 18. yaitu anak yang lahir dalam perjalanan 22. yaitu anak yang dilahirkan dengan punggung menonjol. Kendhana-Kendhini. yaitu anak yang dilahirkan memiliki kulit hitam 26. Orang yang memiliki lumbung atau gudang tempat penyimpanan padi dan kopra tanpa diberi alas dan atap. yaitu anak yang lahir saat matahari terbenam 16. 34. yaitu anak yang dilahirkan bersamaan keluarnya " Candikala " yaitu ketika warna langit merah kekuning-kuningan 31. yaitu dua orang anak sekandung terdiri dari seorang laki-laki dan seorang perempuan 9. Orang tidur di atas kasur tanpa sprei ( penutup kasur ). yaitu anak yang lahir tanpa alas ( tikar ) 32. yaitu anak yang lahir berkalung usus 21. Tiba Sampir. 36. 37. kemudian meninggal 19. yaitu anak yang baru berumur 7 bulan dalam kandungan sudah lahir 20. Wujil. 41. yaitu anak yang dilahirkan berkulit dan berambut putih " bule " 25. Orang yang menempatkan barang di suatu tempat ( dandhang . Dengkak. Pipilan. Wungkuk. 40.

Orang yang suka membuang garam. Menurut mereka yang percaya. Ada juga lakon ruwatan yang misalanya : Baratayuda. 43. Orang yang senang membuang sampah lewat jendela. Orang yang suka meninggalkan beras di dalam " lesung " ( tempat penumbuk nasi ) Orang yang lengah. tidak bisa sejalan dengan alur hukum alam ( ruang dan waktu ) ini disebabkan oleh kesalahan-kesalahan perbuatan atau tingkah lakunya pada masa lalu. 44. bahkan menurut Pustaka Raja Purwa ( jilid I halaman 194 ) karya pujangga R. 54. Orang yang selalu bertopang dagu. Orang yang senang menyapu sampah tanpa dibuang atau dibakar sekaligus. Selain Sukerta. jika ia mempergelarkan wayangan atau ruwatan dengan cerita Murwakala. sehingga merobohkan jemuran " wijen " ( biji-bijian ) Demikainlah 60 jenis " Sukerta " yaitu jenis-jenis manusia yang telah dijanjikan oleh Sang Hyang Betara Guru kepada Batara Kala untuk menjadi santapan atau makananya. . 52. Orang yang senang membuang sampah atau kotoran dibawah ( dikolong ) tempat tidur. Orang yang senang membakar kayu pohon " kelor ". Sudamala. 48. Orang yang senang membakar tulang. 57. 56. Orang yang memanjat pohon disiang hari bolong atau jam 12 siang ( wayah bedhug ) Orang yang tidur diwaktu siang hari bolong jam 12 siang. Orang yang mengadu suatu wadah atau tempat ( misalnya dandhang diadu dengan dandhang ) Orang yang senang membakar rambut. 49. Orang yang menanak nasi. Orang yang tidur pada waktu matahari terbit. 45. 46. 53. orang-orang yang tergolong di dalam kriteria tersebut di atas dapat menghindarkan diri dari malapetaka ( menjadi makanan Betara Kala ) tersebut. Orang yang gemar membakar kulit bawang.Ng Ranggawarsito disebutkan ada 136 macam Sukerta. Orang yang tidur pada waktu matahari terbenam ( wayah surup ). Orang yang senang membakar tikar dengan bambu ( galar ). 50. 55.52 42. terdapat juga " Ruwat Sengkala atau Sang Kala " yang artinya menjadi mangsa Sangkala yaitu jalan kehidupannya sudah terbelenggu serta penuh kesulitan. kemudian ditinggal pergi ketetangga Orang yang suka mengaku hak orang lain. 51. 47. 58. 60. 59. Kunjarakarna dan lain-lain.

Cinta. Cinta kasih yang berhubungan erat dengan cita-cita justru harus diliputi oleh waspada dalam hati dan pikiran. Pada hakekatnya peribahasa itu sendiri pun mengandung “peringatan”. agama. Pertunangan tidak boleh diartikan lalu boleh bergaul sebebas-bebasnya hingga perbuatan sebagai suami isteri. pertunangan putus. janganlah orang hanya semata-mata memandang lahiriyah yang terlihat berupa kecantikan dan harta kekayaan. Ingatlah. Kalau sang pria ingkar. pernikahan di muka kantor pencatatan sipil. sehat wal afiat. cerdas. dan sebagainya. sang wanita menjadi korban. dari jenis (bebet) yang unggul dan yang nilai (bobot) yang berat. Sekali terjadi peristiwa dan sang wanita hamil tidak mustahil menjadi persoalan sebagai pangkal persengketaan. dan lain sebagainya tetapi di dalam hati masih ada keraguan. Berpedoman.BEBET Fatwa leluhur tersebut bermaksud agar orangtua malaksanakan pemilihan yang seksama akan calon menantunya atau bagi yang berkepentingan memilih calon teman hidupnya. Pertunangan dengan atau tanpa tukar cincin adalah usaha untuk mendekatkan pria dan wanita yang menjalin kisah dan hendak hidup sebagai suami isteri. bahwa hidup suami isteri itu mengandung cita-cita luhur yaitu mendapatkan keturunan yang baik. Peribahasa mengatakan: “cinta itu buta”. agar supaya dalam bercinta tidak buta mata hati. Dalam hal itu calon isteri haruslah teguh hati. maka janganlah menuruti kata peribahasa tersebut. mencegah jangan sampai terjamah kehormatannya. saleh. Waspada akan tingkah kelakuan satu sama lain dan waspada akan penggoda di dalam hatinya sendiri. tapi sebenarnya lebih kepada kecocokan multi dimensi antara sepasang anak manusia. Kriteria yang dimaksud yaitu : Bibit : yang berarti biji / benih Bebet : yang berarti jenis / tipe Bobot : yang berarti nilai / kekuatan Untuk memilih menantu pria atau wanita. dan pikiran. Kewaspadaan itu menghendaki pengamatan dan penghayatan satu sama lain mengenai sikap dan pendirian terhadap hal-hal yang penting yang sudah pasti dijumpai dalam hidup antara lain soal keluarga. Pemilihan ini jangan dianggap sebagai budaya pilih-pilih kasih. sebaiknya memilih yang berasal dari benih (bibit) yang baik. Waspada dan Pertunangan. berbudi luhur. . Fatwa itu mengandung anjuran pula.53 BIBIT – BOBOT . dan sebagainya. kemasyarakatan. Persesuaian haruslah timbul dari keyakinan dan tidak dengan membohongi diri sendiri. bahwa calon suami atau istri itu bukan atau belum suami atau istrinya. niscaya akan mengakibatkan kesukaran dikemudian hari. Perbedaan sikap dan pendirian terhadap hal-hal yang penting (prinsip) seperti diatas. Memperingatkan. misalnya dengan berjanji atau memberi berkesanggupan dengan sumpah lisan atau tulisan. Pemilihan yang hanya berdasarkan wujud lahiriah dan harta benda dapat melupakan tujuan “ngudi tuwuh” mendapatkan keturunan yang baik. mata kepala. memilih suami atau isteri oleh yang berkepentingan.

bunyi yang diminati para penggemar sudah mengalami perubahan. berduit. Barangkali pula kata klangenan dalam bahasa Jawa kini berasal dari kata kalangon atau kalangwan tadi. Burung Perkutut dianggap punya tuah mistis yang bisa disejajarkan dengan tuah mistis pusaka (keris dan azimat lainnya). Maka semakin menarik dan menjadi tantangan bagi kita. maka tidak terpikirkan untuk membudidayakan atau mengembang biakkan dengan cara diternak. untuk menggeluti Budidaya Perkutut agar warisan budaya ini bisa dilestarikan. Berdasar ilmu katuranggan tersebut. Dikarenakan Perkutut sebagai klangenan. Dalam bahasa Jawa Kuno mempersembahkan keindahan istilahnya kalangon atau kalangwan. Bagi rakyat biasa biasanya hanya sebagai penangkap burung (tukang pikat). karena suaranya kurang memenuhi selera. hal ini dimungkinkan di dalamnya mengandung nilai-nilai ajaran yang adiluhung sifatnya. Meskipun demikian tetap saja menggunakan 5 (lima) pokok dasar penilaian suara : . atau punya kedudukan penting di tengah masyarakat. Dan kalau hubungan dengan kekuasaan terjadi. Kesannya hanya besar tapi tanpa lagu. Bangsa Indonesia. rakyat kebanyakan belum pas mempunyai klangenan. maka para penangkap burung memburu burung yang bagus kualitas suaranya memenuhi pesanan para priyayi yang tinggal di kota. Pada masa sekarang. ada juga jenis yang tidak boleh dipelihara oleh sembarang orang. maka lancarlah bisnisnya. rupanya telah menular kepada etnis Tionghoa yang tinggal di bumi Jawa. Sudah barang tentu yang bisa mempunyai klangenan pada waktu dulu adalah golongan masyarakat priyayi. Disamping mereka mengekspor burung ke Indonesia. khususnya orang Jawa. Akibatnya Perkutut di alam bebas semakin langka yang bagus. Jaman sekarang kegemaran memelihara Perkutut sebagai klangenan khas Jawa ini. Berkaitan dengan tuah mistis Perkutut tersebut leluhur Jawa mewariskan ilmu tentang "katuranggan Perkutut" ( ilmu hal ihwal perkutut ). dikarenakan kesibukannya dalam mencari nafkah. Begitu mengetahui burung Perkutut di alam bebas Indonesia mendekati kepunahan. Artinya barang (dalam hal ini. Ada burung yang setengah dianjurkan untuk dipelihara. juga membeli burung dari Indonesia. Pada awal pertama seseorang berminat untuk memelihara burung Perkutut seyogyanya berusaha memahami lebih dahulu tentang dasar suara burung Perkutut. Para leluhur kita. Dan hasilnya burung Perkutut Bangkok yang di ekspor ke Indonesia bisa memenuhi selera penggemar di Indonesia. bahkan cenderung punah. mereka mendatangkan burung Perkutut dari Thailand. Para pedagang burung Thailand (yang awalnya kebetulan juga etnis Tionghoa) sangat kreatif untuk memenuhi selera pasar di Indonesia. Orang-orang Tionghoa memang sangat jeli melihat peluang bisnis. Memelihara Perkutut dulunya lebih cenderung kepada suatu klangenan. Alasannya. Sampai saat ini hubungan silang menyilang Perkutut antara Indonesia dan Thailand terus berlanjut. Barangkali oleh orang Tionghoa yang bernaluri bisnis tinggi. bisa diketahui pengaruh burung Perkutut (yang mempunyai ciri-ciri tertentu) terhadap pemiliknya. telah menempatkan burung Perkutut begitu terhormat dibanding jenis burung yang lain. menganggap Perkutut bisa dijadikan sarana berhubungan dengan kekuasaan yang ada. Semula Perkutut Bangkok kurang menarik bagi penggemar di Indonesia. Sebaliknya para pemelihara yang menganggap burung yang dipelihara sebagai klangenan. Bahkan persilangan begitu berkembang dengan berbagai jenis Perkutut yang ada di Asia Tenggara. Perkutut Indonesia itu kemudian disilangkan dengan Perkutut Bangkok.54 PERKUTUT Kegemaran memelihara burung perkutut /klangenan Perkutut merupakan warisan budaya jawa yang hingga kini masih dilestarikan. Dengan demikian pengetahuan tentang Perkutut tidak bisa merambah ke rakyat biasa. burung) yang dimiliki bisa memberikan rasa senang dalam batin atau bisa mempersembahkan keindahan kepada pemiliknya.

Perpaduan lima dasar penilaian suara tersebut yang menentukan bagus tidaknya suara Perkutut. Yang diinginkan adalah keindahan yang selaras sebagaimana kebanyakan orang Jawa berpandangan hidup. Ketukan iramanya terdengar merdu menyentuh rasa keindahan. kira-kira seperti suaranya Pavaroti atau Nyi Condro Lukito. kini telah berkembang dari nilai rendah ke atas : Hoor. Suara tengah : kete. Menurut wacana kejawen. Dengan demikian semakin mengendap kemampuan spiritual seseorang akan semakin mudah menemukan suara burung Perkutut yang sesuai dengan citarasanya. perkutut putih sebenarnya merupakan . Dasar suara atau latar. Terlepas dari kata tidaknya. Kleo. dan belakang.telon : te .double setengah : tete tetete. diantaranya : . Dari akar kata Kalangon itulah muncul kata Klangenan yang barangkali artinya menangkap atau bergumul dengan keindahan. Ibarat suara gamelan dalam Pathet Manyura atau Pathet 9 yang mempunyai pengaruh menenangkan.Kaku atau keras (atos. dan Klao. sehingga bunyinya : hoor te kuung . perkutut putih dipercaya membawa kekuatan magis.Tipis (lemah) : lirih suaranya. . Jw. Maka suatu anjuran yang sederhana dan sekiranya bisa dijadikan pedoman adalah memilih suara burung yang cocok dengan hati dan perasaan kita masing-masing. tetapi juga mereka yang meyakini akan manfaat tuahnya Sayangnya perkutut putih amat sangat langka. Klaar.satu setengah : tetete.triple : tete tete tete. kemudian kuuk yang terendah nilainya. Dalam bahasa Jawa Kuno dikenal kata Kalangwan atau Kalangon yang artinya mempersembahkan keindahan. Suara belakang : kuung merupakan yang terbaik. Pada dasarnya suara burung Perkutut tidak ada yang sama persis meskipun berasal dari induk yang sama.engkel : tete. sehingga bunyinya : hoor tete kuung . berkembang dalam beberapa jenis : . jelmaan roh. Memang pada dasarnya untuk bisa memahami tentang suara Perkutut dituntut pula pemahaman tentang hidup yang selaras dan tenteram serta menjauhi semua kemungkinan persengketaan dengan siapapun termasuk dengan alam. tak heran berung jenis ini tidak hanya diburu para hobi. Suharno Budi Santosa. Maka memilih suara butung Perkutut untuk klangenan subyektif sekali sifatnya. Konon bisa membawa keberuntungan bagi yang memelihara. Wee. dibawahnya kooo.). suaranya mempengaruhi perasaan menjadi gelisah. sehingga bunyinya : hoor tete tete kuung . seolah-olah menjadi perantara antara yang ada dan suwung. Maka bisa dipahami juga kalau pada para penghayat Spiritualisme Jawa kebanyakan juga penggemar Perkutut. .Cowong : merdu jangkauan suaranya sedang. Jenisnya beberapa macam. 2. unsur magis menurut Ir. sehingga bunyinya : hoor tete tete tete kuung 3. jangankan yang sudah " kung " belum bisa apa pun asal seluruh bulunya warna putih orang sudah berani menawar dengan harga tinggi. sehingga bunyinya : hoor tete tetete kuung .Cowong tembus : bening merdu dan mendengung. RM Ng Prodjosudardjo yang paranormal menyebutkan sebagi burung siluman. 5. Sedang irama yang kurang baik adalah yang groyok dan rentet.Arum : suara sedang tanpa bunyi (ng) . Hal ini sulit dijelaskan dengan tulisan. Irama : merupakan perpaduan suara depan.) . tengah. Perkutut Putih.Alus atau ulem (Jw. Kristal : melengking tinggi dan terdengar jelas bunyi (ng). sehingga bunyinya : hoor tetete kuung .55 1.double : tete tete. Yang bagus lelah atau laras (Jawa). Kecocokan hati setiap orang terhadap suatu jenis suara burung perkutut tidak sama. belakangnya terkunci bunyi (k) : hoor kete kuuk . Suara depan : hoor. 4. . maka kami anjurkan untuk mendengar langsung secara praktek kalau ada lomba atau latihan lomba.Tebal (Kandel) : mantap terdengarnya.

kenapa perkutut macam begini harganya bisa setinggi langit. yaitu. perawakan maupun suara perkutut putih lebih jelek ketimbang perkutut biasa. Untuk itu.namun agak kemerahan. Yakni ke barat hingga Merapi/Merbabu. Prabu Brawijaya. Keangkeran Puncak Lawu tak lepas dari cerita tentang Raja Majapahit. Wisik pun datang yang mewartakan adanya kerajaan dan agama baru. dia bermeditasi. Perkutut putih tidak setiap saat bisa didapat. pengunjung seolah berada di atas awan laiknya kahyangan.demikian juga bulu sayap ada motif bintik bintik (blirik) transparan coklat kemerahan. Konon. Berdasarkan ciri fisik.56 kasus penyimpangan gen. siapa yang menguasai Gunung Lawu dan semua mahluk gaib hingga batas yang ia tentukan. memohon petunjuk Sang Maha Kuasa. Diyakini. Rampung meditasi Sang Prabu berpesan kepada para abdinya mengenai saatnya ia turun dari kejayaan. . Argo Dalem adalah tempat pamoksan Prabu Bhrawijaya. menjadi daerah tujuan wisatawan menikmati lembah Tawangmangu yang menawan. Keindahan kian mencekam saat awan datang menebarkan selimut mayanya. sering membuat orang berbuat curang. Prosentasenya sangat kecil dan belum tentu satu kasus dari seribu perkutut. puncak Gunung Lawu yang merupakan bentukkan dari sisa kawah tak aktif. Ini kasus langka dalam khasanah perkutut. termasuk Solo. di pasar burung tradisional apalagi begitu sulitnya mencari perkutut putih. masuk Islam dan mendirikan kerajaan islam di Demak. Puncak Lawu merupakan sosok angker yang menyimpan misteri. hingga suguhan sunset dan sunrise. Tak ubahnya. sebenarnya tidak ada yang istimewa. Serba lebih kecil. GUNUNG LAWU Di atas ketinggian 3.kaki merah muda. desa dan kota-kota di sekitarnya. sehingga bagi pemula sulit membedakan perkutut putih asli dengan yang " sudah dipermak " Adapun sebagai acuan ciri ciri yang asli : Paruhnya harus juga putih. Sehingga kadang mengherankan. Yang kata. dan ke utara sampai pantai utara dengan gelar Sunan Gunung Lawu. Perbukitan sontak disulap bak pulau kecil berbatas lautan awan. perkutut putih tidak bisa ditangkarkan . akibat penyimpangan gen. Argo Dumilah dan Argo Dumiling.bulu ekor bagian bawah walaupun segaris/se titik biasanya ada unsur warna coklat. Muncul kegamangan tentang kelangsungan Kerajaan Majapahit. melihat salah seorang anaknya. ke selatan hingga Pantai selatan. sementara kenyataan permintaan pasar cukup tinggi. Sementara Arga Dumilah masih tetap menjadi misteri yang sering dipakai sebagai arena olah batin dan meditasi. Tidak ada yang mencolok dibanding perkutut normal. ke Timur hingga gunung Wilis. Setidaknya ada tiga tempat yang dikeramatkan. birunya Laut Selatan.265 meter dari permukaan laut. Sang Prabu juga berbagi wilayah kepada para abdinya. Sang Prabu yang memeluk agama Budha merasa gelisah. Bahkan. Raden Patah. sedangkan Arga Dumiling sebagai tempat pamoksan Ki Sabdopalon. Puncak Argo Dalem. Sarangan dengan danau indahnya. Mengamati kebiasaan serta perilakunyajenis perkutut ini . menyuguhkan pesona dan keindahan luar biasa jika dinikmati dari Puncak Lawu. bisa puluhan juta rupiah. karena rata-rata perkutut putih itu mandul. Di balik keindahan yang memukau.

Di tempat ini para pengikut Prabu Brawijaya mendirikan dapur untuk memasak makanan. Pantangan lain. Selain tiga puncak tadi. diantaranya: Sumur Jolotundo = Lokasi yang diyakini Prabu Brawijaya menerima wangsit dalam perjalanan naik ke Puncak Lawu. Lumbung Selayur = Di lokasi ini terdapat sumur yang digunakan untuk menyimpan bahan makanan para pengikut Prabu Brawijaya. mereka mempunyai harapan untuk dapat mencapai Puncak Lawu. Jurang Pangari-Arip = Bila para pendaki sudah mencapai tempat ini. siapa pun yang hendak pergi ke puncaknya diharap mematuhi 'aturan'. beberapa pantangan yang tak boleh dilanggar. Dari tempat ini para pendaki dapat melihat Kawah Condrodimuko. misalkan dengan angkuh mengatakan bahwa mendaki Gunung Lawu tidak sulit dan sebagainya. Bila pantangan itu dilanggar di pelaku diyakini bakal bernasib naas. Sendang Derajad = Menurut kepercayaan masyarakat setempat. diantaranya jangan mendaki jika jumlahnya ganjil. Yakni larangan-larangan untuk tidak melakukan sesuatu. di sendang ini para wisatawan dapat memohon berkah dengan cara minum air langsung ke mulut masing-masing dengan menengadahkan muka. Telaga Kuning : Telaga ini merupakan tempat mandi putra-putri pengikut Prabu Brawijaya. Patuhi aturan Karena keangkerannya. Tinggalah dua abdinya yang lainnya. Sabdopalon moksa di Arga Dumiling.57 Dan Prabu Barawijaya pun moksa di Argo Dalem. Kepatihan:Tengen = Lokasi ini merupakan tempat peristirahatan pengikut Prabu Brawijaya. Menurut penduduk setempat. Sunan Lawu Sang Penguasa gunung dan Kyai Jalak yang karena kesaktian dan kesempurnaan ilmunya kemudian menjadi mahluk gaib yang hingga kini masih setia melaksanakan tugas sesuai amanat Prabu Brawijaya. karena akan mengalami celaka. baik bersifat perbuatan maupun perkataan. Gua Selarong = Gua ini dimanfaatkan para pengikut Prabu Brawijaya untuk bermalam sekaligus sebagai tempat pemantauan. Semakin banyak air yang didapat semakin banyak pula berkah yang diperoleh. Argo Fruso : Di tempat ini Raja Brawijaya menyimpan pusaka-pusakanya. Gua yang gelap dan curam sedalam kurang lebih 5 meter sering dipakai untuk bertapa. masih banyak tempat lain di Gunung lawu yang diyakini mempunyai nilai spiritual. Pawon Sewu = Terletak pada pertengahan perjalanan pendakian menuju ke Puncak Lawu. dan abdinya. Pasar Diyeng : Di sini para pengikut Prabu Brawijaya mendirikan pasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. . Pandean Suroloyo : Di tempat ini para pengikut Prabu Brawijaya membuat pusaka dan persenjataan mereka. jangan pernah sekali-kali menyombongkan diri. karena 'penguasa' gunung akan menggenapkannya dengan mengambil salah satu dari mereka. Sendang Intan = Menurut kepercayaan penduduk setempat. apabila para wisatawan mempunyai cita-cita atau niat tertentu dapat terkabul apabila mandi di sendang ini. Kayangan : Tempat ini merupakan taman yang sangat indah tempat istirahat sambil menikmati pemandangan alam yang indah. Selo Pundutan : Merupakan tempat untuk latihan olah kanuragan pengkiut Prabu Brawijaya dan masih dipergunakan sampai sekarang oleh para pendaki puncak Lawu.

Dalam kembalinya rakyatnya akan dilindungi oleh para mahluk halus tersebut. tempat sepi dan sebagainya. Kosmologi manusia Daerah Gunung Merapi terdiri dari lima bagian yaitu Kraton Mataram Yogyakarta di tengah yang berada di dunia manusia dan Kraton Mahluk Halus Gunung Merapi ke utara. Semua legenda dan upacara didasarkan dan disah dalam sejarah. Cerita legenda itu terjadi pada waktu Kerajaan Mataram kedua muncul dan mengambarkan hubungan pendiri kerajannya yaitu ‘Panembahan Senopati’ dengan dunia gaib. Dalam kepercayaan manusia berasal Jawa tersebut gunung-gunung memang berperan yang sangat penting. Kalau orang waktu manusia melakukan hidupnya yang baik. Sebaliknya kalau orang waktu manusia melakukan hidupnya yang tidak baik.58 GUNUNG MERAPI Kepercayaan serta kosmologi manusia Gunung Merapi didasarkan dalam Legenda Kyai Sapujagad. rohnya akan dibuang dari kratonnya dan mendiami batu. Selain kepercayaan dunia akhirat itu manusia Gunung Merapi juga punya kepercayaan mengenai tempat-tempat angker serta binatang-binatang sakral di daerahnya. Menurut kepercayaan penduduk daerah Gunung Merapi kalau gunungnya akan meletus mahluk halus Kraton Merapi akan memberikan tanda kepada manusia. Dlephih ke barat yang berada dalam dunia gaib. rohnya akan tinggal di dalam Kraton Mahluk Halus Merapi atau Kraton laut Selatan. Walaupun kepercayaan manusia di dalam kedua daerah penelitian memang adalah kepercayaan berbeda. Dari dua daerah penelitian ditemukan beberapa persamaan dan hanya sedikit saja perbedaan. Kalau orang Jawa beragama Islam. Rakyat tersebut punya kepercayaan tentang dunia akhirat. Kepercayaan manusia tentang Kraton Mahluk Halus Merapi tidak hanya dipercayai oleh Kraton Yogyakarta tetapi juga memperluas sampai rakyat desa-desa di lereng gunungnya. pohon. Menurut mereka waktu manusia meninggal rohnya akan mendiami tempat-tempat yang tergantung pada perlakuan hidupnya. Perjanjian itu berbentuk Upacara Labuhan yang dilakukan setiap tahun sekali dan mulai pada tanggal 25 bulan Bakdamulud di Laut Selatan. Kraton Laut Selatan ke selatan. Lagi pula kebanyakan kepercayaan manusia terhadap gunung berunsur agama Hindu-Budha dari zaman kerajaan Hindu-Budha atau kepercayaan animisme dari zaman prasejarah. Biasanya tanda itu dalam bentuk mimpi yang termia oleh para dukun atau ‘juru kunci’ Gunung Merapi. yaitu Daerah Tengger bersejarah kerajaan Majapahit dan Daerah Gunung Merapi bersejarah kerajaan Mataram kedua. Gunung Lawu ke timur dan Khayangan. Dalam pemeriksaan ke dalam asal usulnya ditemukan tiga unsur yang bersama. Kristen atau agama yang lain biasanya mereka juga punya kepercayan yang berasal Jawa. . Kraton Mahluk Halus Merapi di dalam kosmologi Kraton Yogyakarta dipercayai oleh penduduk dipimpin oleh mahluk halus bernama ‘Empu Rama’ dan ‘Permadi’ dan menurut orang yang lain oleh ‘Kyai Merlapa. Selain pemimpin di dalam kratonnya penduduk juga percaya dalam macam-macam tokoh lain yang mendiami kraton itu. kepercayaannya didasarkan dalam asal usul yang sama. Akibatnya dari Legenda Kyai Sapujagad adalah perjanjian bahwa Kraton Mataram Yogyakarta bertanggungjawab untuk memberi sesajian kepada para mahluk halus di empat tempat yang lain dalam kosmologi manusia.

ngerti tanpa diuruki . cipta dadi-satu arah dan tujuan pada Yang Maha Tunggal Rasaingsun handulusih .Untuk bisa diatas tentu dimulai dari dasar Jumbuhing kawula lan Gusti -selalu berusaha menyatu -memahami kehendak Nya Yakin marang samubarang tumindak kang dumadi . titi lan wibawa .Hakekat Allah yang ada disegala arah Dhuwur wekasane endek wiwitane .mantap dalam menyembah Ilahi Guru sejati sing muruki .menerima hidup apa adanya Tatas.memahami kodrat kehidupan Madep mantep manembah mring Ilahi .satu visi.59 HA NA CA RA KA HURUF BACA Ha Na Ca Ra Ka Da Ta Sa Wa La Pa Dha Ja Ya Nya Ma Ga Ba MAKNA HURUF Hana hurip wening suci . cipta mandulu.totalitas.yakin .mengalirkan hidup semata pada tuntunan Illahi Papan kang tanpa kiblat .membentuk kasih sayang seperti kasih Tuhan Wujud hana tan kena kinira .mendasar .menyelaraskan diri pada gerak alam .rasa cinta sejati muncul dari cinta kasih nurani Karsaningsun memayuhayuning bawana .belajar pada guru nurani Bayu sejati kang andalani . titis.warsitaning candara-pengharapan manusia hanya selalu ke sinar Illahi Cipta wening.gaib candra.ilmu manusia hanya terbatas namun implikasinya bisa tanpa batas Lir handaya paseban jati . tutus.adanya hidup adalah kehendak dari yang Maha Suci Nur candra.yakin atas titah /kodrat Illahi Nyata tanpa mata.hasrat diarahkan untuk kesajetraan alam Dumadining dzat kang tanpa winangenan . ketelitian dalam memandang hidup Sifat ingsun handulu sifatullah.

meskipun manusia diberi hak untuk mewiradat.10 ) bahwa Paku Buwana IX memberikan ajaran ( filsafat hidup ) berdasarkan aksara ha-na-ca-ra-ka dan seterusnya. Maksudnya manusia harus pasrah.melepaskan egoisme pribadi -manusia Filsafat Ha-Na-Ca-Ra-Ka Filsafat ha-na-ca-ka-ra yang diungkapan Paku Buwana IX dikutip oleh Yasadipura sebagai bahan sarasehan yang diselenggarakan Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta pada tanggal. Jaya itu " menang.tumbuh dari niatan Ngracut busananing manungso . ada yang dipercaya dan ada yang dipercaya untuk bekerja. manusia dan kewajiban manusia ( sebagai ciptaan ) Da-Ta-Sa-Wa-La berarti manusia setelah diciptakan sampai dengan data " saatnya ( dipanggil ) " tidak boleh sawala " mengelak " manusia ( dengan segala atributnya ) harus bersedia melaksanakan. berusaha untuk menanggulanginya. sebagai berikut. menerima dan menjalankan kehendak Tuhan Pa-Dha-Ja-Ya-Nya berarti menyatunya zat pemberi hidup ( Khalik ) dengan yang diberi hidup ( makhluk ). berupa nafas yang berkewajiban menyatukan jiwa dengan jasat manusia. Ma-Ga-Ba-Tha-Nga berarti menerima segala yang diperintahkan dan yang dilarang oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Nora kurang wulang wuruk tak kurang piwulang dan ajaran Tumrape wong tanah Jawi bagi orang tanah Jawa Laku-lakune ngagesang perilaku dalam kehidupan Lamun gelem anglakoni jika mau menjalaninya Tegese aksara Jawa maknanya aksara Jawa Iku guru kang sejati itu guru yang sejati Ajaran filsafat hidup berdasarkan aksara Jawa itu sebagai berikut : Ha-Na-Ca-Ra-Ka berarti ada " utusan " yakni utusan hidup. yang dimulai dengan tembang kinanthi. jumbuh. sumarah pada garis kodrat. unggul " sungguh-sungguh dan bukan menang-menangan " sekedar menang " atau menang tidak sportif. Judul makalah yang dibawakan Yasadipura adalah " Basa Jawi Hing Tembe Wingking Sarta Haksara Jawi kang Mawa Tuntunan Panggalih Dalem Hingkang Sinuhun Paku Buwana IX Hing Karaton Surakarta Hadiningrat ". . cocok " tunggal batin yang tercermin dalam perbuatan berdasarkan keluhuran dan keutamaan. Dalam makalah itu dikemukakan oleh Yasadipura ( 1992 : 9 .sesuatu harus dimulai . Ketiga unsur itu adalah Tuhan. Maksdunya padha " sama " atau sesuai. 13 Juli 1992.60 Tha Nga Tukul saka niat . Maksudnya ada yang mempercayakan.

etika. cinowekan ibu nira. nora ketang turu samben.61 Serat Wulang Sunu Karya : PakuBuwono IV Latar belakang dan tujuan ditulisnya Serat Wulang Sunu Pada abad 18-19 M. siniksa ing Malekat. tembe matine nraka. ibu niri rumekso duk siro alit. Untuk mengembalikan atau membuat suasana tentram. lamun luwe dinulang. donya ngakir tan urung manggih billahi. yen wong durakeng rena. Hal tersebut mempunyai maksud untuk memberikan pengajaran atau panutan kepada rakyat Surakarta khususnya dan masyarakat pada umumnya. dipun dusi esok sore nganti resik. diantaranya adalah Serat Wulang Sunu. Lamun sira mangke anglampahi. donya keratipun. tinatur pinangku. ing pitutur kang muni tulis. a) b) c) d) e) f) g) . damai dan makmur rakyat Surakarta. tembe yen lamun lampus. Nora eco dahar lawan ghuling. saben ri mring bengawan. Mapan sira mangke anglampahi. ibu niro rumekso ing siro. nora ana pamalesira. sapa kang tan nuruta saujareng tutur. mengko sira wus diwasa. terhadap orang tua dan sesama manusia. ngabekti tuhu sira niaya. tidak ada kegembiraan kerena kesusahan yang tiada akhir. datan wurung pulang lan geni. sudah tidak mampu lagi kerena kekuasaannya telah dirampas oleh penjajah. ibumu momong karsane. aja wani dhateng ibu rama kaki. sanget siksanipun. karya becik lan ala. untuk itulah Paku Buwana IV dan para pujangga lainya mencoba mengalihkan kegiatan istana kepada kerohanian. yen den wulang dhateng ibu rama. ingukum dening Hyang Manon. tan ketang komah uyuh gupak tinjo dipun lampahi. ibu niro rumekso ing sira. tan urung kasurangsurang. nyakot bathok dipunlampahi. prentahe lakonano. Suasana kehidupan semakin berat dan sulit. suwita ing wong tuwane. poma padha mituhu. Paku Buwana IV telah beberapa kali berusaha mengusir penjajah tersebut. Parandene mangke sira iki. pasti siro yen bisa rumangkang. kondisi politik kerajaan Surakarta dalam penjajahan bangsa Eropa. maka Paku Buwana IV mencoba menulis nasehat-nasehat dalam bentuk karya sastra. Duk sira ngumur sangang waresi. sok balawanan ucape. Pupuh I Wulang sunu kang kinarya gendhing. mulane wewekas ingwang. tan wurung kasurang-kasurang. tembe mati sinatru dening Hyang widhi. Dhaharira mangke pahit getir. bekti mring rama ibu duk purwa sira udani. duk siro tasih jajabang. pilis singgul kalampahan. terhadap guru. Dengan karya sastra tersebut Paku Buwana IV berharap kepada rakyat Surakarta mempunyai pegangan hidup di dunia ini untuk menjalani kehidupan sehari-hari dalam kaitannya mencari ilmu. lamun sira wawratana. nganiaya ing wong tuwanira. mulane den rumongso. tan becik temahira. rumeksane duk sira alit. beberapa hal tersebut merupakan ajaran pokok Paku Buwana IV dalam rangka menciptakan perikehidupan masyarakat Jawa yang damai dan tentram tidak melanggar aturan dan larangan sehingga nantinya akan selamat baik di dunia maupun di akherat yang menjadi tujuan bagi seluruh umat manusia. Akibat dari penjajahan bangsa Eropa telah membuat rakyat Surakarta menjadi sengsara baik lahir maupun bathin. ibu iro kalangkung lara prihatin. tan ketang wejah luntur. iya iku cegahen kaki. pasti becik setemahe. Dalam hal menyembah kepada Allah juga sangat ditekankan oleh Paku Buwana IV. tan ketang gombal tepung. sumahir bali mungkur. dahar sekul uyah bae. yen sira kirang pangan nora ketang nubruk. kang pinurwa tataning ngawula. ing pitutur kang muni ing layang. rumeksa maring siro. Pihak istana yang diharapkan sebagai perlindungan rakyat Surakarta. saking rama ibu.

dibersihkan oleh ibumu dimandikan setiap pagi dan sore sampai bersih. memeliharamu ketika kamu masih kecil. i) Kang wus kaprah nonoman samangke. murwaten lan ragamu. mutingkrang polah mutingkring. den wulang ibu ramane. andadar polah dlurung. anggulang polah. lakukan perintah keduanya. den samya brongta lampah. bila kamu kurang makan. apan bathin kalawan lahir. Terjemahan Pupuh I : Wulang sunu yang dibuat lagu. j) Poma aja na nglakoni. serta bekti ing sukma. asilo anem ayun. poma aja na polah kang silip. wong tuwane kinaryo Gusti. lungo teko anembah iku budi luhung. besok kalau mati dimusuhi Tuhan. tan mangkana ing pamang gihira. pada petunjuk yang tertulis. mula eta wekasing wong. kalamun sira andarbe karsa. kasuluh solahipun. orang tuanya bagaikan Tuhan. mulaneta awakingwang. tan sira temahipun. tidak baik pada akhirnya. dunia akherat akan sia-sia. lampahe same lelewa. a) b) c) d) e) f) g) h) . Bila nanti kamu melaksanakan petunjuk yang tertuang dalam serat pasti baik pada akhirnya berbakti kepada ibu bapak. maka aku berpesan jangan berani ibu bapak anakku. tan kuwama solah kang silip. lamun derajatiro alit. Sedangkan anak muda yang baik. iku lampah utama. dipun sabar jatmiko alus ing budi. besok kalau mati niscaya akan kembali bersama api. petunjuk yang tertulis. dicarikan sampai dapat. sesudah mati di neraka. Tidak enak makan dan tidur. malang sumirang. ingkang becik pituture. tidak bisa pembalasanmu kecuali berbuat baik dan berbakti kepadanya. nanti kalau kamu sudah dewasa. pada saat kamu bisa merangkak pekerjaan ibumu hanya menjagamu walau hanya memakai kain sambungan. kantara raganipun. ngisisaken ing wisese. disiksa oleh Malaikat. matengkus polah tingkrak. lamun siro luhur. niscaya dunia akherat akan mendapat malapetaka. itu adalah budi yang luhur serta berbakti kepada Tuhan Yang Maha Hidup yaitu yang menciptakan mati dan hidup serta pemberi sandang dan pangan. yen gununggungsarirane anjenthit. bergaul bersama orang tuanya. hiyo iku kang karyo pati lan urip. Bila kamu nanti berbuat aniyaya terhadap orang tuamu. duduk bersila dihadapannya. ibumu lebih sakit dan menderita memelihara kamu. dihukum oleh Tuhan Yang Maha Mengetahui. yang dimulai dengan tata cara berbakti. bila dididik ibu bapak ucapanmu sering berlawanan menyahut lalu berpaling. semune ingeseman ing sasaminipun. cegahlah itu anakku. pendapatnya tidak begitu dididik ibi bapaknya. lahire tatakromo. bila kamu lapar disuapi. makan kelapa pun dilakukannya setiap hari mandi dan mencuci di sungai dengan langkah terseok-seok ibumu memelihara kamu ketika kecil untuk itu rasakanlah hal itu. samya brongta ing lampah. ngorekken wong kathah. niscaya akan tersia-sia. k) Lawan malih wekas ingsun kaki. aja ambek kuwawa. ibumu memelihara kamu walau hanya makan nasi garam walaupun hanya untuk membasahi kerongkongan . bathine bekti mring tuhu. ing sabarang polah ingkang salah tan wurung weleh polahe. siksanya sangat berat.62 h) Yen wong anom ingkang anastiti. kalau orang senang durhaka. dan teberi jagong lan wong tuwa. Keadaan pahit getir ibumu memelihara kamu dia tidur hanya sambilan meskipun penuh dengan air seni terkena tinja dilakukannya bila kamu buang air besar ditatur dan dipangku. aja sira tinggal bote. agar semuanya memperhatikan. sakathahe anak putu buyut mami. Ketika kamu berumur sembilan bulan. den prawira anggepiro. miwah sandhang lan pangan. l) Pramilane nonoman puniki. pergi pulang bersujud. ketika pertama kali diperlihatkan akan perbuatan baik dan buruk dari ibu bapak ketika kamu masih bayi. siapa yang tidak mau menurut. Adapun kamu nanti.

seolah-olah semua orang hanya melempar senyum. Yen kayaa pocung ugi. salawasira neng donya. batinnya dengan berbakti kepadanya. poma aja na maido. bila kamu menjadi orang luhur. Dhahat ingsun tan nglilami. kalawan sujalma liyan. babasan kaya mangkana. wonten sima tukar padu. aja ana wong tukar padu. wong liyan kathah kan purun. miwah canggih wareng ingwang. Sang sima lawan manadri. den risak jalma kathah. heh wana sira kapurba. lamun sira maidoa. samya arengat manhe. P U P U H II Pupuh II ini terdiri dari 22 bait. sajege sira tan atut. yen aja na kuwating ngong. amungsuh lawan sudara. Pan ana saloka maning. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) 14) . bila kamu mempunyai kehendak jangan sampai memberatkan diri. den waskitheng surupipun. temah sira lebur sirna. anglela ngara-ara. anglela ing ara-ara Yata ganti kang winarni. ingatlah jangan ada yang berbuat salah agar hidupmu tidak mengalami kesusahan. dadi wong pidhangan bae. anjog wiring dhusun. bertingkah malang melintang memanjakan diri. kadhang mangsa belas.63 i) Yang sudah kaprah bagi anak muda. bertingkah yang keterlaluan duduk seenaknya dan tak tahu kesopanan. poma iku estokna. lawan sanak kadhangira. kiniter winaos lampuh. Mokal sira tan miyarsa. lan mara ayonana. kelakuannya tidak terarah. j) Ingat-ingat jangan ada yang melakukan. dipun ngrompol ala bandhol. denira sujalma agung. l) Maka dari itu kaum muda sekarang bersabarlah. rusak sana den karesa. agar hidupmu tidak mengalami kesusahan. nanging aja kalirua. itulah nasehatku semua anak cucu cicitku. Pasti sira den ayoni. segala tingkah yang salah. Yen sira karsa ngayeni. mejanani mring sira. nom kumpul tuwa tan pisah. pitutur ing layang iki. dari lahir sampai batin. jangan merasa pesimis. bila badannya tersentuh menjingkat dan selalu membuat onar orang banyak. sujatma ahli dursila. anom kumpul tuwo pisah. salawsiro neng donya. selengkapnya penulis sampaikan sebagai berikut : Lawan malih wekas mami. cangkelak anuli wangsul. yen aja na kuwating wang. babasan kaya ika. amasti sira meneka. tinarik tan manggih arja. bila derajatmu kecil. ia akan tersuluh dan tidak kuat menyandangnya. berlaku congkak. poma padha estokna. denira kuwasaning ngong. anulya talak tinalak. Mangkana sang sima angling. dudu watek wong sujana. lamun sujalma kang surup. anak putu butut ingwang. Kang wana nyahuri bengis. saksana anulya anon. tingkahnya pasti akan terkuak (diketahui orang banyak). Poma den astiti. temahan tan manggeh arja lan tipis kang sarira. samangsane sira luput. ujaring ngong. kang kocap sujana kathah. itulah perbuatan yang utama. jagalah badanmu. yen wonten sima punika. aja ma kawongan pocung. tegakkanlah pendapatmu. perhatikanlah petunjuknya yang baik. cewengan lan sudarane. poma padha estokna. surasane. aja gecul tekadira. yen sira nedya arja. bergaul dengan orang tua. dumeh tutur tanpa dhapur. senang memperlihatkan badannya. k) Ada lagi nasehatku anakku. amungsuh kalawan wana. sanajan silih kataha. budi. ing pitutur kang arja. sadulur wis tega kabeh. apa jarwang tuwanira. nuli pisaha wisma. mungsuhe lawan sudara. gecul mgrumpul bandhol ngrompol. lahir dengan tatakrama. den ira sujalma liyan. samana sang sima kesah medal sing wana wasa. samana diya-diniya. anuli solahe age. apa ta samono ugo. Dipun kumpul sira sami. mangkana tuturing wang. pasti sira binabat. untuk itu anakku. bersabar dengan kehalusan. pitutur ing layang iki. wonten laren ngon maesa.

isi dari perkataanku. lalau berpisahlah dengan rumahnya. akhirnya tidak akan menemui keselamatan. kalau tidak ada kekuatanku. muwah sadulur wanodya 22) Poma-poma wekas mami. amungsuh lawan sudara 21) Benal ngammi wal ngamati. kacang dhele lombok terong. Terjemahan PUPUH II : Ada lagi nasehatku anak cucu cicitku. wus prapto ing ingara-ara. yata ganti kawarnaha. jangan ada orang seperti pocung. bertengkar dengan saudaranya. kecandhak winaos sampun. demikian itu peribahasanya. kawasa tan kawasaa. Bila kamu lakukan juga saudaramu kau anggap orang lain. sewaktu-waktu kamu berbuat salah. lama-lama dadi dhukuh. tumulyan sigra amedal wus prapteng jawi desane. rusaknya karena kehendaknya. 19) Nuli tinanduran sami. kamu pasti sudah terbabat oleh kekuatan manusia. Bila kamu membentah petunjuk dalam serat ini. saudaramu juga ikhlas semua. agar diperhatikan. Agar diperhatikan petunjuk dalam serat ini jangan ada yang membantah. wong anom sedya utama. akhirnya kamu hilang lebur.64 15) Kaget ingkang awawarti. aja katungkul uripe. anak putu buyut ingwang. puniku apan upama. serta canggah (anak cicit) dan wareng (cucunya cicit) ku. supaya memperhatikan petunjuk menuju selamat. janganlah berniat jahat. dhumateng sudara kakung. tet kala wahu tinilar. pari kapas miwah jarak. perhatikanlah itu bila ingin selamat. arsa badhe karsanipun. sima sigra kinepung. begini petunjukku. bermusuhan dengan saudara Aku juga tidak merestui. dhumateng sima lampahe. selamanya kamu didunia hanya menjadi hinaan orang. saudaramu tidak akan membela. yata wonten kawarnaha. itu bukan watak orang yang baik selama hidup di dunia. 20) Pan iku saloma mami. 17) Kocapa ingkang wanadri. penjahat berkumpul dengan penjahat. meski telah banyak berkorban. bermusuhlah dengan saudara. Jangan ada yang bertengkar. suwanten lumyang gumuruh. lawan den saya lawas. agar dirimu tidak keliru. wus garing nulya tinunu. terhadap orang lain. Bila seperti pocung juga. manusia yang melanggar kesusilaan. berkumpul janganlah berbuat jahat. wa bena jho jhi wa jho jhit puniku nenggih tegese. miwah canggah warenging ngong. seperti peribahasa tadi. bila kamu membantah cepat datang dan lakukan. ada harimau bertengkar bermusuhan dengan hutan. aja lawas saya lawas. tumulya sigra binabat. ing prapat monca limane. rame poman dedesan. wus ilang labething wana. genggeng ponang tanduran. pan samya nabuh gendhala. suwung tan ana simane. 18) Wus prapta dhateng wanadri. ngupados babahing tegal. Mustahil kalau kamu tidak mendengar yang diucapkan oleh orang banyak. wajib sira asiha. Harimau berkata begini. wus ilang labething wana. dari dulu kamu ada dalam kekuasaanku. lamun sira karem padu. anak putu buyut ingwang. tinggal bersama sanak saudaramu. Dan ada seloka lagi. Bila kamu berkumpul. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) . perhatikanlah bagaimana akhirnya. tapa badan prayoga. hai hutan. dhening sujalma kathah. digunakan tidak bermanfaat. sedang orang yang baik adalah waktu muda berkumpul sampai tua tidak berpisah. anulya samya wawarta. jangan dikira petunjuk tanpa dasar. 16) Wusraket sikeping jurit. jalma samya kawawanan. siyang dalu dipun imut. cepatlah berbuat. waktu mudanya berkumpul setelah tua berpisah. selama kamu tidak pantas. wana lebur sirna ilang. kang wana nuli sinuksma. pan samya sikep gegaman. tetapi apabila kamu suka membantu banyak orang yang senang menjalin hubungan denganmu.

disetiap perempatan orang menabuh kentongan. hutan telah kehilangan dirinya. tertangkap sudah sekarang. kacang kedele dan terong. 17) Sesampainya di hutan. itu tadi adalah sebuah perumpamaan. yang terucap dalam khutbah. anak cucu cicitku. sesampainya di tanah lapang. padi kapas dan jarak. akan diburu oleh orang banyak dan ditangkap sampai mati. 15) Setelah diatur seperti prajurit. sertailah dengan kewaspadaan.65 11) Hutan menyahut dengan kasar. keadaan desa menjadi ramai. tiba-tiba ia melihat ada seekor harimau sedang tiduran di tanah lapang. hutan tersebut diperhatikan kosong tidak ada harimaunya. 14) Semua orang yang diberitahu terkejut. seketika harimau pergi keluar dari hutan belantara sesampainya dibatas perkampungan tiduran di tanah lapang. perintah dari Tuhan Yang Maha Hidup. hatinya sama-sama terbakar. beginilah perintahnya. 13) Kemudian berganti yang dibicarakan. la budda an tuhibbahu bainal ikhwat wal akhwat. maksudnya adalah mau tidak mau kamu wajib mengasihi terhadap saudara laki-laki serta saudara perempuan. serta canggah dan warengku. banyak manusia mencari ladang yang luas. ada seseorang anak menggembala kerbau. kemudian anak tersebut pulang secepatnya. 12) Harimau dan hutan kemudian saling bertengkar. begitulah mereka saling menghina. 19) Demikian selokaku. 18) Kemudian secara bersama-sama mereka tanami. kalau tidak ada kekuatanku. harimau segera dikepung. semua orang kemudian diberitahu. menceritakan kepada orang tuanya. 21) Bainal ‘ammi wal ‘ammati wabainaz zauji waz zaujati. lama-lama menjadi kampung. 20) Dan telah terungkap dalam dalil. kemudian berganti keadaannya. bermusuhan dengan saudara. terdengarlah suara gemuruh. yang diturunkan kepada Rasul. mereka segera keluar mereka sudah sampai diluar desanya. bila kamu senang bertengkar. kemudian segera ditebang oleh orang banyak. . siang malam harus diingat. 22) Jangan lupa nasehatku. jangan semakin lama semakin terlena. anak cucu cicitku hidupmu jangan sampai terbius. setelah kering tanahnya dioleh hutan telah kehilangan dirinya. semua orang telah siap menjadi senjata. menyepikan diri itu lebih baik. 16) Sementara itu hutan yang tadi ditinggalkan oleh harimau sudah berganti. meskipun kamu memanjat. anak muda hendaknya mempunyai niat yang utama. begitu juga kamu.

66 PANGKUR Jangka Kagem Tanah Jawi Sekar Pangkur Ginupita Wonten Resi Saking Ngatas Angin Ngejawa Njujug Ing Gunung Ing Kendheng Tanah Ngayogja Asung Weca Yen Hardi Merapi Njebluk Mbenjang Pecah Hardi Sigar Dadi Kali Tanggung Nami Ngayogja Lawan Sala Mbenjang Pecah Datan Anunggil Siti Sinelanan Kali Tanggung ILINE PONANG TIRTA Langkung Banter Anjoging Seganten Kidul Para Dhemit Kagegeran Wadyana Sang Ratu Dewi Njeng Ratu Kidul Punika Para Dhemit Mbenjang Ndarat Wor Jalmi Sarengan Lindhu Ping Pitu Obahing Bumi Pra Tinepa Gara – Gara Gonjang – Ganjing Gumuruh Gunung Kendheng Larag Gempal Udan Awu Miwah Krikil Cleret Tahun Nggegranjang Kilat Thathit Kekuwung Lan Obar – Abir Surakarta Pindhahipun Tan Kenging Yen Dinuwa Papan Iku Wus Kersaning Hyang Agung Yeku Nagri Surakarta Keratonipun Mbenjanng Ngalih Kacarita Wetan Bengnawan Ing Wana Ketangga Manggih Mukti Mangsuli Riwayat Wau Longsor Pecahing Arga Ingkang Tirta Amalih Wor Lan Endhut Lan Rawa Pening Mbarawa Mubal Geni Keh Jalma Mati Sinareng Ing Tanah Jawa Nuli Wonten Pernyakit Ndatengi Lamine Hari Wulan Puniku Satanah Jawa Warata Para Kawula Sami Nggiris Manahipun Ketaman Benduning Hyang .

67 Nyarengi Mangsa Paceklik Jumenengira Narendra Kalamercu Candrane Sri Nara Pati Kala Sesa Patihipun Nglamat Praja Rengka Nagri Pindah Kathah Bot Repotipun Kawula Saya Ndadra Ing Pakarti Kang Tanjuti Kawastanan Jaman Edan Kathah Jalma Nglampahi Sungsang Balik Kataman Ing Kala Bendu Para Hambek Sarjana Katur Kasingkur Hardaning Angkara Murka Mustaka Candhaning Ati Wong Agung Remen Mbebahak Marang Raja Hartane Wong Cilik Ilang Tabeting Budi Ayu Kesruh Handeling Praja Para Kawula Sami Nandhang Pakewuh Wuwuh – Wuwuh Tanpa Mendha Pinuju Pajeg Mas Picis Kathah Salahing Kawula Kekumpul Lan Arsa Ngupaya Budi Nanging Ta Ketawar – Tawur Tinalen Ing Pepacak Dening Praja Ingkang Ngasta Hukum Kang Tan Welas Mring Kawula Ratu Nangkoda Mbekjuti PUNIKA PINANGKANIRA Nanging Wurti Badhe Timbul Malih Angsal Pitulunganing Hayang Agung Wangsul Wahyu Nurbuat Tanah Jawi Pulih Kadi Duk Rumuhun Majapahit Dukung Kuna Nagri Mandhiri Pribadi Gemah Ripah Kerta Raharja Tata Tentrem Ing Salami – Lami Ilang Kang Samya Laku Dur Murah Sandhang Lan Boga Kang Amengku Asih Mring Kawulanipun Lumintu Salire Dana Sahasta Pajek Saripis Siti Sajung Mung Sareyal Tanpa Uba Rampe Sanese Malih Antinen Wae Meh Rawuh .

Guru wilangan : Aturan jumlah suku kata tiap bait dalam puisi tradisional Jawa. istilah ini berpadanan dengan carita. Gatra purwaka : Bagian puisi tradisional [parikan dan wangsalan] yang merupakan isi atau inti. hikayat. Guru gatra : Aturan jumlah baris tiap bait dalam puisi tradisional Jawa [tembang macapat]. digunakaan untuk pengertian yang sama dalam tradisi sastra Madura dan Bali. Gancaran : Wacana berbentuk prosa. . misalnya nabok nyilih tangan. dan Malaysia Bebasan : Ungkapan yang memiliki makna kias dan mengandung perumpamaan pada keadaan yang dikiaskan. Kalimantan. sajarah [Jawa/Sunda]. Gatra : Satuan baris. terutama untuk puisi tradisional. Janturan : Kisahan yang disampaikan dalang dalam pergelaran wayang untuk memaparkan tokoh atau situasi adegan. silsilah. Guru lagu : [disebut juga dhong-dhing] aturan rima akhir pada puisi tradisional Jawa. sejarah Sumatera.68 Mulyaning Tanah Jawa Awit Saking Tan Keregon Liyanipun Nakoda Wus Datan Kuwasa Pulih Asal Mung Gegrami KAWRUH BASA Istila-istilah dalam Sastra Jawa Babad : Sastra sejarah dalam tradisi sastra Jawa.

gambuh. Parikan rangkep: Parikan yang mempunyai masing-masing dua baris gatra purwaka dan gatra tebusan. dan pola rima akhir sesuai dengan jenis metrum yang membingkainya. dan vokal akhir baris. serta-meskipun tak selalu ada--penanggalan saat penulisan dan nama penyair. ada berbagai macam kagunan basa. wirangrong. Kidung : Puisi berbahasa Jawa tengahan yang memiliki aturan jumlah baris tiap bait. pada: bait Parikan : Puisi tradisional Jawa yang memiliki gatra purwaka (sampiran) dan gatra tebusan (isi). Kakawin: Puisi berbahasa Jawa kuno yang merupakan adaptasi kawyra dari India. raja yang berkuasa atau yang memerintahkan penulisan. Macapat : Puisi berbahasa Jawa baru yang memperhitungkan jumlah baris untuk tiap bait. panambang: sufiks/akhiran Panwacara : Satuan waktu yang memiliki daur lima hari: Jenar (Pahing). maskumambang. pantun [Melayu]. megatruh. pangkur. Manggala : " Kata pengantar " yang terdapat di bagian awal keseluruhan teks. jurudemung. Pepali : Kata atau suara yang merupakan larangan untuk mengerjakan atau tidak mengerjakan sesuatu. Parikan lamba : Parikan yang hanya mempunyai masing-masing dua baris gatra purwaka dan gatra tebusan. mijil. dan Manis (Legi). Palguna (Pon). baik jumlah suku kata maupun vokal akhir tergantung atas kedudukan baris bersangkutan pada pola metrum yang digunakan. paribasan. di samping itu pembacaannya pun menggunakan pola susunan nada yang didasarkan pada nada gamelan. misalnya aja turu wanci surup.69 Japa mantra : Mantra. Kasih (Kliwon). dan panyandra. secara tradisional terdapat 15 pola metrum macapat. jumlah suku kata tiap baris. antara lain tembung entar. Paribasan : . satu pupuh kidung berkemungkinan terdapat lebih dari satu pola metrum. istilah manggala kemudian dipergunakan pula dalam penelitian teks-teks sastra Jawa baru. jumlah suku kata tiap baris. bebasan. balabak. Pupuh : Bagian dari wacana puisi dan dapat disamakan dengan bab dalam wacana berbentuk prosa. dan girisa. kinanthi. yakni dhandhang gula. saloka. dalam tradisi sastra Jawa kuno biasanya berisi penyebutan dewa yang menjadi pujaan penyair (isthadewata). isbat. kata yang mempunyai kekuatan gaib berupa pengharapan. asmaradana. salah satu unsur pentingnya adalah suku kata panjang dan suku kata pendek [guru dan laghu]. sinom. durma. pucung. Cemengan (Wage). Kagunan basa : Penggunaan kata atau unsur bahasa yang menimbulkan makna konotatif.

Pujangga : Orang yang ahli dalam menciptakan teks sastra. Suluk : [1] jenis wacana (sastra) pesantren dan pesisiran yang berisi ajaran-ajaran gaib yang bersumberpada ajaran Islam. Sukra (Jumuwah). dapat muncul pada awal pupuh (isyarat pola metrum yang digunakan pada pupuh bersangkutan) tetapi dapatpula muncul di akhir pupuh (isyarat pola metrum yang digunakan pada pupuh berikutnya. misalnya kuping wajan. misalnya dudu sanak dudu kadang. Pegon : Aksara Arab yang digunakan untuk menuliskan bahasa Jawa. awicara (pandai berbicara. ditandai dengan aturan-aturan ketat seperti--terutama--pembaitan secara ketat. dan mengarang). Soma (Senen). [2] wacana yang 'dinyanyikan' oleh dalang dalam pergelaran wayang untuk menciptakan 'suasana' tertentu sesuai dengan situasi adegan. mardawa lagu (mahir dalam seni suara dan tembang). Supata : Kata atau suara yang 'menetapkan kebenaran' dengan bersumpah. parama kawi (mahir dalam menggunakan bahasa kawi). arif bijaksana. nawung kridha (memiliki pengetahuan lahir batin. Singir : Syair dalam tradisi sastra Jawa. Sengkalan : Kronogram atau wacana yang menunjukkan lambang angka tahun. dan Tumpak (Setu). Sastra wulang : Jenis sastra yang berisi ajaran. . ditandai dengan tiadanya aturan-aturan mengenai metrum dan perangkat-perangkat kesastraan tradisional lainnya. Buda (Rebo). mereka yang berhak memperoleh gelar pujangga adalah sastrawan yang menguasai paramasastra (ahli dalam sastra dan tata bahasa). dalam tradisi sastra Jawa. Respati (Kemis). yen mati melu kelangan. Saptawara : Satuan waktu yang memiliki daur tujuh hari: Radite (Ngahad). bercerita.70 Ungkapan yang memiliki makna kias namun tidak mengandung perumpamaan. Sot : Kata atau suara yang mempunyai kekuatan mendatangkan bencana bagi yang memperolehnya. mardi basa (ahli memainkan kata-kata). dan waskitha). juga sambegana (memiliki daya ingatan yang kuat dan tajam). Tembung entar : Kata kiasan. baik dalam wujud kata maupun gambar atau seni rupa lainnya yang memiliki ekuivalen dengan angka secara konvensional. mandraguna (memiliki pengetahuan mengenai hal yang 'kasar' dan 'halus'). Sastra gagrak anyar : Sastra Jawa modern. Saloka : Ungkapan yang memiliki makna kiasan dan mengandung perumpamaan pada subyek yang dikiaskan. terutama moral. misalnya kebo nusu gudel. Sasmitaning tembang : Isyarat mengenai pola metrum atau tembang. Sastra gagrak lawas : Sastra Jawa modern.

Bagong berarti bayangan Semar. Alkisah ketika diturunkan ke dunia. Wirid : Jenis wacana (sastra) pesantren yang berkaitan dengan tasawuf. Ia juga sangat lucu. panda berbicara.71 Wangsit : Disebut juga wisik. Weca : Kata atau suara yang mempunyai kekuatan untuk melihat kejadian di masa mendatang. apa yang dikatakannya kadang. Meskipun ia berwujud manusia jelek. Ia diangkat sebagi raja atas nama Dewi Sumbadra. Wayang purwa : Cerita wayang atau pergelaran wayang yang menggunakan lakon bersumber pada cerita Mahabharata dan Ramayana. penghibur. Tetapi ia sangat lucu dan menggelikan. Mereka melambangkan orang kebanyakan. Ia sangat sakti dan hanya bisa dikalahkan oleh Petruk. ia juga bernama Hyang Ismaya. Gareng. Bagong itu memiliki sifat lancang dan suka berlagak bodoh. Tak ada yang dapat mengalahkannya selain Gareng . Ia pernah menjadi raja di Paranggumiwang dan bernama Pandubergola. biasanya berupa petunjuk atau nasihat. ia memiliki kesaktian yang sangat tinggi bahkan melebihi para dewa. Bagong. Petruk pernah menjadi raja di negeri Ngrancang Kencana dan bernama Helgeduelbek. kritisi sosial. Karakternya mengindikasikan bermacam-macam peran. Nalagareng adalah seorang yang tak pandai bicara. badut bahkan sumber kebenaran dan kebijakan. Ia suka menyindir ketidakbenaran dengan lawakan-lawakannya. Petruk anak Semar yang bermuka manis dengan senyuman yang menarik hati. kata atau suara yang diberikan oleh makhluk gaib. seperti penasihat para ksatria.kadang serba salah. Gareng adalah anak Semar yang berarti pujaan atau didapatkan dengan memuja. Dewa bersabda pada Semar bahwa bayangannyalah yang akan menjadi temannya. Dalam wayang Bali karakter punakawan terdiri atas Malen dan Merdah (abdi dari Pandawa) dan Delem dan Sangut (abdi dari Kurawa) Semar adalah pengasuh dari Pendawa. Dikisahkan ia melarikan ajimat Kalimasada. Dalam wayang Jawa karakter punakawan terdiri atas Semar. dan Petruk. PUNAKAWAN Punakawan adalah karakter yang khas dalam wayang Indonesia. Alkisah. dan juga sangat lucu. Seketika itu juga bayangannya berubah wujud menjadi Bagong.

jauh sebelum masuknya kebudayaan Hindu. tangan kanannya keatas dan tangan kirinya kebelakang. Sedang tangan kirinya bermakna "berserah total dan mutlak serta selakigus simbul keilmuaan yang netral namun simpatik". Budha dan Isalam di tanah Jawa. agar dalam menuju kematian sempurna tak ternodai oleh dosa. Gambar tokoh Semar nampaknya merupakan simbol pengertian atau konsepsi dari aspek sifat Ilahi. Domisili semar adalah sebagai lurah karangdempel / (karang = gersang) dempel = keteguhan jiwa.dimengerti dan dihayati sampai dimana wujud religi yang telah dilahirkan oleh kebudayaan Jawa . yaitu: Suatu lambang dari pengejawantahan expresi. Manusia jawa yang sejati dalam membersihkan jiwa . yaitu adanya wujud tokoh wayang Semar. Kain semar Parangkusumorojo: perwujudan Dewonggowantah (untuk menuntun manusia) agar memayuhayuning bawono : mengadakan keadilan dan kebenaran di bumi. Semar sebagai pelayan mengejawantah melayani umat. Semar tidak lelaki dan bukan perempuan. Rambut semar "kuncung" (jarwadasa/pribahasa jawa kuno) maknanya hendak mengatakan : akuning sang kuncung = sebagai kepribadian pelayan. maksudnya dalam keadaan tidak dijajah oleh hawa nafsu dan keduniawian. Bojo sira arsa mardi kamardikan. tetapi lebih bersifat mitologi dan symbolis tentang KeEsa-an. tanpa pamrih. ajwa samar sumingkiring dur-kamurkan Mardika artinya "merdekanya jiwa dan sukma".72 SEMAR Semar dalam bahasa Jawa (filosofi Jawa) disebut Badranaya Bebadra = Membangun sarana dari dasar Naya = Nayaka = Utusan mangrasul Artinya : Mengembani sifat membangun dan melaksanakan perintah Allah demi kesejahteraan manusia Filosofi. Maknanya : "Sebagai pribadi tokoh semar hendak mengatakan simbul Sang Maha Tumggal". Biologis Semar Javanologi : Semar = Haseming samar-samar (Fenomena harafiah makna kehidupan Sang Penuntun). untuk melaksanakan ibadah amaliah sesuai dengan sabda Ilahi. persepsi dan pengertian tentang Illahi yang menunjukkan pada konsepsi spiritual . Semar barjalan menghadap keatas maknanya : "dalam perjalanan anak manusia perwujudannya ia memberikan teladan agar selalu memandang keatas (sang Khaliq ) yang maha pengasih serta penyayang umat". Ciri sosok semar adalah : Semar berkuncung seperti kanak kanak. Pengertian ini tidak lain hanyalah suatu bukti yang kuat bahwa orang Jawa sejak jaman prasejarah adalah Relegius dan ber keTuhan-an yang Maha Esa. Dari tokoh Semar wayang ini akan dapat dikupas . Dikalangan spiritual Jawa .kasampurnaning pati.namun juga berwajah sangat tua Semar tertawannya selalu diakhiri nada tangisan Semar berwajah mata menangis namun mulutnya tertawa Semar berprofil berdiri sekaligus jongkok Semar tak pernah menyuruh namun memberikan konsekwensi atas nasehatnya Kebudayaan Jawa telah melahirkan religi dalam wujud kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa. yang kalau dibaca bunyinya katanya ber bunyi : Semar (pralambang ngelmu gaib) .Tokoh wayang Semar ternyata dipandang bukan sebagai fakta historis.

Gagasan itu disambut para dalang dengan menggelar lakon tersebut. Ia merupakan dewa asli Jawa yang paling berkuasa ( Brandon dalam Suseno. Ia merupakan pamong yang sepi ing pamrih. bahkan sebagai abdi. Filsafat Ha-Na-Ca-Ra-Ka dalam lakon Semar Mbabar Jati Diri Dalam Etika Jawa ( Sesuno. Cermomanggolo dan manteb Soedarsono ( Cermomanggolo 1995 : 5 Arum 1995 : 10 ). Sehubungan dengan itu. termasuk pembudayaan P4 ( Cermomanggolo 1995 : 5 ). yang digali dari falsafat aksara Jawa Ha-Na-CaRa-Ka. Ia merupakan pribadi yang bernilai paling bijaksana berkat sikap bathinnya dan bukan karena sikap lahir dan keterdidikannya ( Suseno 1988 : 190 ). rajin dalam bekerja dan memayu hayuning bawana " menjaga kedamaian dunia ( Mulyono. tetapi mempunyai segala kelebihan yang telah disebutkan itu. Semar dijadikan simbol aliran kebatinan Sapta Darma ( Mulyono 1978 : 35 ) Berkenaan dengan mitologi yang merekfleksikan segala kelebihan dan sifat ilahiah pada pribadi Semar. sebagai rakyat biasa. ia disambut oleh gelombang simpati para penonton. Oleh karena itu sifat ilahiah itu pula.Suseno 1988 : 191 ). tt : 13 ). 1988 : 188 ) disebutkan bahwa Semar dalam pewayangan adalah punakawan " Abdi " Pamomong " yang paling dicintai. Apabila muncul di depan layar. Nur Illahi atau sifat Ilahiah. merupakan simbol yang bersifat Ilahiah pula ( Mulyono 1978 : 118 . Pemahaman dan penghayatan kawruh sangkan paraning dumadi yang bersumber filsafat aksara Jawa itu sejalan dengan pemikiran Soenarto Timoer ( 1994:4 ) bahwa filsafat Ha-Na-Ca-Ra-Ka mengandung makna sebagai sumber daya yang dapat memberikan tuntunan dan menjadi panutan ke . Oleh karena para Pandawa merupakan nenek moyang raja-raja Jawa ( Poedjowijatno. 1988 : 188 ). Subana. ora samar marang bisane sirna durka murkamu) artinya : "dalam menguji budi pekerti secara sungguh-sungguh akan dapat mengendalikan dan mengarahkan hawa nafsu menjadi suatu kekuatan menuju kesempurnaan hidup". Semar juga dapat dijadikan simbol rasa eling " rasa ingat " ( timoer 1994 : 4 ). Dikemukan oleh Arum ( 1995:10 ) bahwa dalam pementasan wayang kulit dengan lakon " Semar Mbabar Jadi Diri " diharapkan agar khalayak mampu memahami dan menghayati kawruh sangkan paraning dumadi " ilmu asal dan tujuan hidup. joinboll ( dalam Mulyono 1978 : 28 ) berpendapat bahwa Semar berasal dari sar yang berarti sinar " cahaya ". Para dalang yang pernah mementaskan lakon itu antara lain : Gitopurbacarita. Semar yang memiliki rupa dan bentuk yang samar. 1975 : 49 ) Semar diyakini sebagai pamong dan danyang pulau Jawa dan seluruh dunia ( Geertz 1969 : 264 ). Ia adalah dewa yang ngejawantah " menjelma " ( menjadi manusia ) yang kemudian menjadi pamong para Pandawa dan ksatria utama lainnya yang tidak terkalahkan. Prodjosoebroto ( 1969 : 31 ) berpendapat dan menggambarkan ( dalam bentuk kaligrafi ) bahwa jasat Semar penuh dengan kalimat Allah. jadi Semar berarti suatu yang memancarkan cahaya atau dewa cahaya. 20-23 Januari 1995. sehingga ia disebut juga Nurcahya atau Nurrasa ( Mulyono 1978 : 18 ) yang didalam dirinya terdapat atau bersemayam Nur Muhammad. Meskipun berpenampilan sederhana. maka timbul gagasan agar dalam pementasan wayang disuguhkan lakon " Semar Mbabar Jati Diri ". Panut Darmaka. Tujuanya agar para dalang ikut berperan serta menyukseskan program pemerintah dalam pembangunan manusia seutuhnya. 1978 : 119 dan Suseno 1988 : 193 ) Dari segi etimologi. Sifat ilahiah itu ditunjukkan pula dengan sebutan badranaya yang berarti " pimpinan rahmani " yakni pimpinan yang penuh dengan belas kasih ( timoer. Simpati para penonton itu ada hubungannya dengan mitologi Jawa atau Nusantara yang menganggap bahwa Semar merupakan tokoh yang berasal dari Jawa atau Nusantara ( Hazeu dalam Mulyono 1978 : 25 ). yakni ingat kepada Yang Maha Pencipta dan segala ciptaanNYA yang berupa alam semesta. rame ing ngawe " sepi akan maksud. Anom Suroto.73 (ora kebanda ing kadonyan. Semar adalah seorang dewa yang mengatasi semua dewa. Seakan-akan para penonton merasa berada dibawah pengayomannya. gagasan itu muncul dari presiden Suharto dihadapan para dalang yang sedang mengikuti Rapat Paripurna Pepadi di Jakarta pada tanggal.

Di balik tokoh hamba para kesatria ini. dan pelaku di dalam ruang dan waktu (kuning telur menjadi Dewa Manik dan Dewa Maya). sedangkan Semar menguasai bumi dan manusia. bumi di bawah. putih telur). Manik yang tampan dan kuning kulitnya. Maya itu Semar. INGSUN MELING MRING SIRA KALIHNYA KANG DADYA SESENGGEMANE NGIRIDA GUNG LELEMBUT BALA SILUMAN NUSA JAWI KABYANTOKNA SANG NATA HERUCAKRAPRABU NATA TEDHAKING BARATA WIJILIRA ING KETANGGA SONYARURI SAJRONING ALAS PUDHAK 2. Malam yang gelap. terdapat pola pikir yang mendasarinya. Semar (Ismaya) yang jelek rupanya dan hitam kulitnya. yakni langit dan bumi (ruang. Manik dan Maya lahir dari sebuah wujud sejenis telur yang muncul bersama suara genta di tengah-tengah kekosongan mutlak (suwung-awang-uwung). Sumber daya itu dapat disimbolkan dengan Semar yang berpengawak sastra dentawyanjana. ruang-waktu-pelaku itu selalu bersifat dua dan kembar. Manik itu Batara Guru. Setiap pertunjukan tokoh ini selalu hadir. Paradoks pelaku semesta itu dapat dikembangkan lebih jauh dalam rangkaian paradoks-paradoks yang rumit. Semar dan anak-anaknya selalu menjadi pelayan atau pembantu kesatria yang baik.74 arah keselamatan hidup. gelap dan terang (waktu. Bahkan jika mengacu pendapat Warsito ( dalam Ciptoprawiro 1991:46 ) bahwa aksara Jawa itu diciptakan Semar. penengah Pandawa. baik etik maupun politik. dan siang yang terang. Begitulah kisah Kitab Kejadian masyarakat Jawa. Batara Guru menguasai kahiyangan para dewa dan manusia. Telur itu pecah menjadi kenyataan fenomena. Semar adalah sebuah filsafat. Kenyataannya. . Tokoh Semar juga disebut Ismaya. yang berasal dari Manik dan Maya. DUK TIMURNYA BABARAN SURANDHIL INGKANG IBU TEDHAKING MATARAM KANG RAMA TRAHING RASULE GINAIP MIYOSIPUN SANG TUNJUNG SETA JEJULUK NEKI DUK SIH KINEKER MARANG HYANG KESAMPAR KESANDUNG JALMA SAMYA KATAMBUHAN TAN WIKAN MRING PUDHAK SINUMPET SINANDI DEWA MANGEJAWANTAH Paradoks Semar PARA pencinta wayang kulit Jawa tentu tak asing lagi dengan tokoh Semar. umumnya Arjuna atau anak Arjuna. maka tepatlah apabila pemahaman dan penghayatan kawruh sangkan paraning dumadi tersebut bersumberkan filsafat Ha-Na-Ca-Ra-Ka KAKANG SEMAR LAN ANTAGA KAKI WECAN TUNJUNG SETA TUMEKA KAKI SEMAR GINUBAH DENING : PANEMBAHAN PRAMANA SETA ING GIRIMAYA dandang gulo 1. kulit telur). Langit di atas.

sedang Semar suka kentut sembarangan. Seorang pemimpin seharusnya menganut filsafat Semar ini. Batara Guru berbicara dalam bahasa prosa. Badan halusnya. rakyat jelata. Seorang pemimpin sebesar bangsa Indonesia ini harus memadukan antara atas dan bawah. yang "bukan" diterka "ya". penuh humor. Semar adalah simbol rakyat paling jelata. Semar tidak pernah berbahasa halus. Semar sering menggunakan bahasa wangsalan (sastra). Batara Guru simbol dari para penguasa dan raja-raja.75 Batara Guru itu mahadewa di dunia atas. miskin. Semar mahadewa di dunia bawah. Batara Guru ditakuti dan disegani para dewa dan raja-raja. yakni "manunggaling kawula-Gusti" (kesatuan hamba-Raja). Pemimpin sejati bagi rakyat itu bukan Batara Guru. Meskipun dia hamba. bahwa warna hitam itu bermakna tidak berubah dan abadi. hitam legam. yang dalam beberapa ajaran mistik sering disebut-sebut sebagai ketidaktahuan kita mengenai Tuhan. sebaliknya Semar sering menangis menyaksikan penderitaan majikannya dan sesamanya serta penuh kesabaran. Batara Guru selalu hidup di lingkungan yang "wangi". Batara Guru biasanya digambarkan sering tidak dapat mengendalikan nafsu-nafsunya. dan berkulit hitam legam bagai kain wedelan (biru-hitam). luarnya. itulah sebabnya wayang Semar matanya selalu berair. Semar adalah kakak lebih tua dari Batara Guru yang terhormat dan penuh etiket kenegaraankahiyangan. Semar lebih mampu menangisi orang lain daripada menangisi dirinya sendiri. Hukum-hukum negara yang baik dari atas. digantikan oleh "yang lain". lambang misteri. ** DALAM ilmu politik. sabar. sedang dalamnya halus. yakni mengayomi. memecahkan masalah-masalah rumit. namun di balik wujud lahir tersebut tersimpan sifat-sifat mulia. Batara Guru dan Batara Semar. Semar menghormati rakyat jelata lebih dari menghormati para dewa-dewa pemimpin itu. Kulitnya. yang diberi kekuasaan dan yang menjadi sasaran kekuasaan. Semar itu lambang gelap gulita. hitam itu untuk menyamarkan yang sejatinya "ada" itu "tidak ada". tetapi eksistensinya di bawah. Batara Guru itu pemimpin. mengapa ia diciptakan dalam wujud jelek. Pemimpin sejati itu sebuah paradoks. Ego Semar itu telah lenyap. suatu pasangan kembar yang paradoks pula. bijaksana. kepentingan hukum negara dan kepentingan objek hukum. tetapi kepada majikan yang diabdinya (rakyat) ia berbahasa halus. buruk rupa. Semar tidak pernah mengentuti rakyat. tetapi perwujudannya sangat merakyat. tetapi hanya memikirkan penderitaan orang lain. tetapi kerjanya membuang kentut ke arah para dewa yang telah salah bekerja menjalankan kewajibannya. karakternya.kebijaksanaan. pemimpin dan yang dipimpin. Ketika Batara Semar protes kepada Sang Hyang Wisesa. Seabrek paradoks masih dapat ditemukan dalam kisah-kisah wayang kulit. sedangkan yang "tidak ada" diterka "bukan". belum tentu berakibat baik. Mengingat genealogi Semar yang semacam itu dalam budaya Jawa. kalau yang dari atas itu tidak disinkronkan dengan kepentingan dan kondisi rakyat. Pelaku kembar semesta di awal penciptaan ini. Semar gampang menangis melihat penderitaan manusia yang diabdinya. tetapi Semar. kualitasnya adalah tingkat tinggi. . Semar itu "kakak" dan Batara Guru itu "adik". siapakah yang lebih utama atau lebih "tua"? Jawabannya terdapat dalam kitab Manik-Maya (abad ke-19). Semar itu rakyat jelata yang paling rendah. Semar justru sering mengendaikan nafsu-nafsu majikannya dengan kebijaksanaan . Batara Semar sepenuhnya urakan. Manunggaling kawula-Gusti. dan merupakan tokoh wayang yang amat dicintai para penggemarnya. maka tidak mengherankan bahwa tokoh Semar selalu hadir dalam setiap lakon wayang. Semar adalah pengejawantahan dari ungkapan Jawa tentang kekuasaan. Dengan demikian Batara Semar lebih "tua" dari adiknya Batara Guru. tetapi ia menyatu dengan rakyat yang paling papa. Semar itu hakikatnya di atas. kasar. Dengan para dewa. Batara Guru lebih banyak marah dan mengambil keputusan tergesa-gesa. Batara Guru penguasa kosmos (keteraturan) Batara Semar penguasa keos. maka Sang Hyang Wisesa (Sang Hyang Tunggal?) menjawab. Pemimpin Semar sudah tidak peduli dan tidak memikirkan dirinya sendiri. ketidaktahuan mutlak. Semar hanyalah pembantu rumah tangga para kesatria. Batara Guru penuh etiket sopan santun tingkat tinggi.

tegas dalam keadilan untuk memutuskan mana yang benar dan mana yang salah namun tetap berkasih sayang. Pemimpin Indonesia sekarang ini selayaknya seorang enterpreneur juga. longsor. yang melalui dalang. dikenal dalam wujud Batara Lengser.76 Semar itu seharusnya penguasa dunia atas yang paling tinggi dalam fenomena. tetapi ia halus di kalangan bawah. SATRU MUNGSUH SAMYA HANGEMASI TUMPES TAPIS KATAMAN PRABAWA KASEKTEN SABDA CIPTANE NGGEGIRISI BALANIPUN WUJUD KALABANG KALAJENGKING . ia memilih tidak kaya. Semar dan anak-anaknya itu ikut menumpang makan dalang. kombinasi ketegasan dan kelembutan 3. Ia marah kalau kalangan atas bertindak tidak adil. ia menguasai segalanya. Ia kasar di kalangan atas. tetapi juga mempertimbangkan rasa keadilannya dengan kasih sayang untuk memelihara kehidupan. selalu berkonotasi "turun". Dewa Maut berseberangan dengan watak Dewa Angin. tetapi memilih memakan nasi sisa. menurut filsafat Semar. Filsafat paradoks kepemimpinan ini sebenarnya bersumber dari kitab Hastabrata atau Delapan Ajaran Dewa. yang lihai menggali kekayaan buat negara. adalah sebuah paradoks. keadilan. tetapi memarahi dirinya akibat dimarahi rakyat. Etika kekuasaan itu ada dalam diri tokoh Semar. Ajaran tua tentang kekuasaan politik bersumber dari Hastabrata tersebut. maka Semar mencegah anak-anaknya. Dewa Kekayaan berseberangan dengan Desa Kedermawanan. Ia Dewa Tua tetapi menjadi hamba. Namun. yang bermakna seorang pemimpin harus mengusahakan dirinya (dulu. Semar itu adalah pemimpin tertinggi yang turun ke lapis paling bawah. Pemimpin sejati itu. dan dimitoskan dalam diri Semar yang paradoks itu. Batara Semar. ia menyindir dalam bahasa metafora apabila yang dilayaninya berbuat salah. Seorang pemimin tidak menangisi dirinya yang dihujat rakyat. tetapi buat rakyat yang dipimpinnya. tetapi kekayaan itu bukan buat dirinya. sebagai raja) agar kaya raya. Bentuk badan Semar juga paradoks. tetapi melihat dari arah rakyat yang dipimpinnya. WUS PINASTI KANG MURBENG DUMADI SANG TUNJUNG SETA KINARYA DHUTA JUMENENG PARANPARANE NGADILI NUSANIPUN NGASTHA DARMANING UMUM’ KALIS ING MAYANE NDOYA WUS WINELEG MUKTI WIBAWANING DIRI ING KETANGGA SILUMAN 4. Ia berkuasa tetapi melayani. sehingga kalau suguhan tuan rumah kurang enak karena ada yang basi. Ia kaya raya penguasa semesta. Seorang pemimpin harus membela kebenaran. Seorang pemimpin tidak melihat yang dipimpinnya dari atas singgasananya yang terisolasi. Seorang pemimpin tidak marah dimarahi rakyatnya. di tanah Sunda. Dewa Api (keberanian) itu berseberangan dengan Dewa Laut (air). tetapi ia memilih berada di dunia bawah yang paling bawah. Dewa Keadilan berseberangan dengan watak Dewa Kasih Sayang. Seorang pemimpin itu majikan sekaligus pelayan. yakni keberaniannya bertindak melindungi rakyatnya didasari oleh pertimbangan perhitungan dan kebijaksanaan yang dinginrasional. Menumpas kejahatan dalam negara itu harus dipadukan dengan ketelitiannya dalam mengumpulkan detail-detail data. bagai angin yang mampu memasuki ruang mana pun. lingsir. Karena penguasa tertinggi. seperti perempuan tetapi juga mirip lelaki. tetapi menangisi rakyat yang dihujat bawahanbawahannya. Lengser. mencela suguhan tuan rumah. Makanan apa pun yang datang padanya harus disyukuri sebagai anugerah. kaya tetapi tidak terikat kekayaannya.

JUMENENGIRA GUSTHI PRIBADI LAMUN JANGKANING NUSA TUMEKA NORA ENDHAS LAN BUNTUTE PUN KAKANG WUS SUMAGGUH NGEMONG SANG TUNJUNG SETA AJI LAN NGIRID BYANTOKNA SAGUNGING LELEMBUT SINEGEG WAWAN SABDANYA SRI JAYABAYA LAN PAMONGNYA KEKALIH MECA JANGKANING NUSA .77 SIRULLAH AJINIPUN PRAJURIT LELEMBUT IKU KANG WEKAS INGWANG SIRA NDEREK ANGEMONG ING TEMBE WURI SANG NATA BINATHARA 5. WONG CILIK SAMYA SUKA ING ATI GUMUYU MURAH SANDHANG LAN TEDHA GUYUB RUKUN SESAMANE SAMYA MADHEP SUMUJUD NGARSENG HYANG WIDHI LAN NJENG GHUSTI WEDI WEWALATIRA WINGITING SANG RATU MANANGKA JAMAN KENCANA KAKANG SEMAR GYA TINDAKNA WELING MAMI NGIRIDTA GUNG LELEMBUT 6. MANANGKA WELINGE SANG AJI SRI JAYABAYA NATA BINATHARA MRING SANG PAMONG KALIHE KAKANG SEMAR UMATUR PUKULUN JAYABAYA AJI PUN KAKANG WUS ANAMPA KABEH SABDANIPUN DADYA PASEKSENING JANGKA MANGEJA WANTAHIRA PADUKA AJI SANG NATA BINATHAR 7.

Karena kelelahan. Sena di perintahkan agar kembali ke Astina. Sang Hyang Endra dan Batara Bayu. Sindukala. dibawah Gandawedana. Patih Sangkuni. Kemudian Sena mengamuk dan mengobrak-abrik lagi sampai lelah. membayangkan Sena berhasil ditipu dan akan hancur lebur melawan dua raksasa yang tinggal di gua itu..... yang dengan tergesa-gesa bersama bala pasukan datang ke Ngamarta. sebab tempat air yang dicari... Diceritakan saat Sena sudah pasrah. bahwa letak air suci ada di hutan Tibrasara.... saat lengkap dihadiri Resi Druna.maka akan berarti dirinya mencapai kesempurnaan. Surangkala.. Kemudian setelah ia mohon pamit kepada Druna dan prabu Suyudana. Ia memberi laporan tentang perjalannya dan dijawab oleh Sang Druna :bahwa ia sebenarnya hanya diuji. Sena mengikuti perintah gurunya dan yakin tidak mungkin teritipu dan terbunuh oleh anjuran Gurunya.Sena diharuskan mengikuti perintah sang Guru untuk mencari air suci penghidupan ke hutan Tibrasara. Yosodipuro berjudul: "Serat Dewaruci Kidung" yang disampaikan dalam bentuk macapat. terkejut. Suyudana. Kemudian Durna memberi petunjuk kepada Sena. Selanjutnya dikatakan. dan tetap berniat pergi mengikuti perintah sang Guru..Namun dalam perkelahian dua Raksaksa tersebut kalah. Raksasa Rukmuka dan Rukmakala yang berada di gua terkejut.walaupun sebenarnya ada niat sang Guru Durno untuk mencelakaannya. pesta makan minum sepuas-puasnya. Sena mendengar suara tak berwujud : "Wahai cucuku yang sedang bersedih. berbahasa halus dan sesuai rumus-rumus tembang. air yang dicari ternyata tidak ada.akan hidup kekal adanya... sebagai rasa optimisnya .78 DEWA RUCI Cerita Ajaran Dewa Ruci tentang Arya Wrekudara / Arya sena/Bima ketika masuk ke dasar samudera guna memenuhi tugas gurunya mencari air penghidupan (Tirtamerta).untuk sementara merekamerayakan dengan bersuka-ria. Karena tekad yang kuat maka Senapun nekat untuk pergi lagi. kedua raksasa itu karena merasa terganggu akibat ulah Sena. dibanting ke atas batu dan meledak hancur lebur...(tempat para kerabatnya berada) Sementara itu di Astina keluarga Sena yang mengetahui tipudaya pihak Kurawa mengirim surat kepada prabu Harimurti/Kresna di Dwarawati. Lalu dikatakan juga agar untuk mencari air kehidupan. ingin menjerumuskan pihak Pandawa dinegeri Astina.dilindungi ayahibu.Perintah inipun dituruti lagi. mulia.. engkau tidak mendapat bimbingan yang nyata.. Kresna mengatakan bahwa janganlah . menonjol diantara sesama makhluk.. suara itu yang ternyata adalah dua dewa. lalu keluar dari istana.dalam hatinya ia bersedih hati dan berfikir bagaimana mendapatkan air suci tersebut.... lengkap bala Kurawa.! atas kedatangan Sena. yang memberitahu bahwa dua raksasa yang dibunuh Sena. Setibanya di serambi Astina. tentang tempat benda yang kau cari itu. Tak lama kemudian.ternyata memang sedang dihukum Hyang Guru.enkau mencari tidak menjumpai. Namun walau telah dijelaskan niat kedatangannya. dengan bahasa Kawi. melalui perantaraan guru Durna. marah dan mendatangi Sena.. Sena yang juga adalah murid guru Durno diberikan ajaran: bahwa dalam mencapai kesempurnaan demi kesucian badan . Setelah sampai di gua gunung Candramuka. sungguh menderita dirimu". berada dalam triloka.. Terjadi perkelahian . ditendang. Intisari kisahnya yaitu bahwa pihak kaum Kurawa dengan dinegeri Amarta. Setelah menerima penjelasan dari Darmaputra. di dalam gua. dan lainlainnya. Suyudana juga membantu bicara untuk meyakinkan Sena. bahwa jika ia telah menemukan air suci itu . yang sebelumnya ia sempat mampir dahulu ke Ngamarta. mereka semua tersenyum. di gunung Candramuka.(yang sebenarnya adalah:bersaudara) ke dalam kesengsaraan.kemudian ia berdiri dibawah pohon beringin. Kuwirya Rikadurjaya. Jayasusena.. sebenarnya ada di tengah samudera. tetap saja mengamuk. lalu gua disekitarnya diobrak-abrik. yang disadur dari bentuk kakawin (tembang) oleh Pujangga Surakarta. untuk mohon pamit. Sanskerta dan Jawa Kuna... Bisma.

jangan makan bila belum tahu rasa yang dimakan. jatuh didepanku. sebagai penengah adalah Dananjaya. bahkan mendapatkan pahala dari dewata yang nanti akan datang dengan kesucian. janganlah berpakaian bila belum tahu nama pakaianmu”. tidak ada makanan. itulah yang kau laksanakan. yang membuat para Pandawa termasuk Pancawala. Namun tidak disangka. bahwa ia di tipu agar masuk ke dalam samudera. menyemburkan bisa bagai air hujan. maka orang yang bertapa sulit menikmati hidupnya". jadi dengan dilaksanakan. seperti anak kecil bermain-main di atas laut. Kemudian dikatakan : "Jangan pergi bila belum jelas maksudnya. akan tempat yang harus disembah". Bagi Sena. kedatanganmu disini pun juga atas petunjuk Dhang Hyang Druna untuk mencari air Penghidupan berupa air jernih. dengan semangat yang menyala-nyala mencebur ke laut. apa tujuanmu. Hyang Girinata. yaitu sang Hyang Wisnu Murti. Tidak terang dan pikiranmu memaksa. Demikian pula orang berguru. banyak rintangannya. kuku Pancanaka. karena Sena ternyata melaporkan bahwa ia akan meneruskan pencarian air suci itu. mulut bagai gua. tidak merasa takut. agar air menyibak. tampak kegembiraannya. termasuk tangisan semua sentana laki-laki dan perempuan. naik turun gunung. ia bertemu dengan dewa berambut panjang. ia teringat segera menikamkan kukunya. naga besar itu mati. jika tidak mati-matian tentu tak akan dapat sampai di tempat ini. Sang ombak bergulung-gulung menggempur batu karang bagaikan menyambut dan tampak kasihan kepada yang baru datang. Hanya berputra tiga dengan ayahmu. tanpa rasa takut keluar masuk hutan. disini tidak mungkin ditemukan". Nasehat dan tangisan. menancap di badan naga. segalanya serba sepi. ibumu Dewi Kunthi. tidak membuatnya mundur. seisi laut bergembira. karena sudah menyatakan kesanggupan kepada Druna dan prabu Kurupati. kepada prabu Kresna. topan datang juga riuh menggelegar. semua serba tidak ada tak ada yang dapat di makan. "Kau pun keturunan Sang Hyang Pramesthi. dirimu tidak sayang untuk mati. Dengan suka cita ia lama memandang laut dan keindahan isi laut. Lalu ia berbicara :"Sena apa kerjamu. Sena berangkat pergi. kau keturunan dari Sang Hyang Brama asal dari para raja. yang akhirnya tiba di tepi laut. yaitu ke tengah samudera. bila belum paham. Yudistira sebagai anak sulung. memang benar. taring tajam bercahaya. pemangsa ikan di laut. karena gurumu yang memberi petunjuk. wajah liar dan ganas. bernama Dewa Ruci. . diijinkan berganti diri menjadi batara yang berhasil menatap dengan hening. dan dengan meniru juga. Ketika sedang asyik berbincang-bincang. Kau bisa tahu dari bertanya. kesedihan sudah terkikis. yang dua anak lain dari keturunan dengan Madrim. oleh tukang emas diberi kertas kuning dikira emas mulia. Sumbadra. ke dasar samudera. Hanya ada daun kering yang tertiup angin. dalam mencari Tirta Kamandanu. Dikatakan pula :"Wahai Wrekudara. menerawang tanpa batas. Alkisah ada naga sebesar segara anakan.79 Pandawa bersedih. tinggal di laut. melilit Sena sampai hanya tertinggal lehernya. memperoleh cinta kemuliaan dari Hyang Suksma Kawekas. dan tidak ada pakaian. segera datang ke sini. Retna Drupadi dan Srikandi. Para saudaranya tidak perlu sedih dan cemas Kembali dikisahkan Sang Wrekudara yang masih di samudera. Sementara itu Pandawa bersedih hati dan menangis memohon penuh iba. sakit dan mati memang sudah kehendak dewata yang agung. itu yang saya makan". lalu ia memusatkan perhatian tanpa memikirkan marabahaya. menyebarkan para raja. dan tak lupa digunakannya ilmu Jalasengara. sebab tipu daya para Kurawa akan mendapat balasan dengan jatuhnya bencana dari dewata yang agung. dan lain-lainnya. berbisa sangat mematikan. Maka akhirnya ia berpasrah diri. genaplah Pandawa. darah memancar deras. datanglah Sena. lebih baik mati dari pada pulang menentang sang Maharesi. senang dan akan mengadakan pesta. demikian dalam hidup. bahwa Sena tidak akan meninggal dunia. lanjut Dewa Ruci. seakan mengatakan bahwa Druna memberi petunjuk sesat dan tidak benar. masuk ke dalam samudera. ayahmu pun keturunan dari Brama. yang memiliki keturunan. tapi saat lelah tak kuasa meronta. Sena bingung dan mengira cepat mati. walaupun ia tidak mampu masuk ke dalam air. yang kedua dirimu. Lalu dikatakan oleh Kresna. ada orang bodoh dari gunung akan membeli emas.

Sehingga hitam. Lekas pulang jangan berjalan. namun bila hilang. terang. nyaman rasa hati. Dalang yang memainkan segala gerak gerik dan berkuasa antara perpaduan kehendak. Yang hitam kerjanya marah terhadap segala hal. yang memimpin dirimu. selidikilah rupa itu jangan ragu. hanya berupa firasat di dunia ini. karena nasehat merupakan benih. Pramana Anresandani. mendapat anugerah yang benar. yang menyatu dengan diri tetapi tidak ikut merasakan gembira dan prihatin. depan dan belakang. dipegang tidak dapat. jangan bicarakan hal ini secara sembunyisembunyi. jika berpisah dari tempatnya. hitam. itu adalah penghalang hati. Lalu Wrekudara melihat. persatuan Suksma Mulia. kuning dan putih. tak sarat masuk ke dalam tubuhku". tampaklah Dewa Ruci. mengakui rahasia zat. maksudnya hati. Kehidupan Pramana dihidupi oleh suksma yang menguasai segalanya. jangan bicara gaduh. memancarkan sinar. tanpa tempat tinggal. bawah dan atas. Pancamaya itu. jangan punya kegemaran. ialah yang berhak menikmati hidup. Ada empat macam benda yang tampak oleh Sena. yaitu hitam. tapi lekaslah mengalah jika berselisih. tidak ikut merasakan sakit dan menderita. langit luas. perwira dalam kedamaian. Sedangkan Suksma Sejati. Manusia bagaikan wayang. tidak berwujud dan tidak tampak. untuk hati tinggal. itu bukan yang dicari (air suci). tidak ikut makan dan minum. peganglah dalam pemusatan pikiran. tidak sakit. tak berbeda dengan kedatangannya waktu dahulu. Yang merah menunjukkan nafsu yang baik. Pramana bila mati ikut lesu. Namun jika ditemui ajaran misalnya kacang kedelai disebar . Jika ingin mempelajari dan sudah didapatkan. kehidupan suksma yang sesungguhnya. kehidupan suksma ada. sesungguhnya ada di dalam hatimu. kata Dewa Ruci. menyatu dengan kesejahteraan dunia. raga yang tinggal. yang menuntun kepada sifat lebih. menandai pada hakikatmu. cahaya memancar berkilat. yang dilihat itu yang tampak berkilat cahayanya. layar yang digunakan untuk memainkan panggungnya. Lalu berkatalah Dewa Ruci: Yang pertama kau lihat cahaya. murka. Atas petunjuk Dewa Ruci. merah kuning dan putih. samudera dengan semua isinya. adalah Pramana. memancar bernyala-nyala. menyala tidak tahu namanya. Dan tampaklah laut luas tanpa tepi. dihidupi oleh suksma. tidak mengalami hambatan dan kesulitan. menyatu padu dan sudah menjadi kawan akrab. dan diketahui lah arah. Sedangkan yang putih berarti nyata. persatuan manusia/kawula dan pencipta/Gusti. Sena masuk ke dalam tubuhnya melalui telinga kiri. bertempat tinggal di tubuh. " Segeralah kemari Wrekudara. Kemudian. kelingking pun tidak mungkin masuk". hati yang tenang suci tanpa berpikiran ini dan itu. jangan lekat dengan nafsu kehidupan tapi kuasailah. tanpa bentuk dan tanpa warna. jangan memanjakan diri. hayati dengan sungguhsungguh. badan tanpa daya. hutan dengan gunung. apakah gerangan itu ?! Menurut Dewa Ruci. Yang kuning hanya suka merusak. dari mana jalanku masuk. Sambil tertawa sena bertanya :"Tuan ini bertubuh kecil. yang menghalangi dan menutupi tindakan yang baik. Tentang keinginan untuk mati agar tidak mengantuk dan tidak lapar. Itulah yang mampu merasakan penderitaannya. dunia merupakan panggungnya. merupakan hakikat sifat itu sendiri. hanya terdapat pada orang-orang yang awas. mata hati itulah. tak dapat dipisahkan. menutupi hati yang sadar kepada kewaspadaan. sedangkan yang berwarna merah. tak tahu mana utara dan selatan. disebut muka sifat. masuklah ke dalam tubuhku ". merah dan kuning adalah penghalang pikiran dan kehendak yang abadi. keberadaannya melekat pada diri.Dewa Ruci tersenyum dan berkata lirih:"besar mana dirimu dengan dunia ini. segala keinginan keluar dari situ.80 Wrekudara masuk tubuh Dewa Ruci menerima ajaran tentang Kenyataan. saya bertubuh besar. ada pada diri manusia. hanya enak dan bermanfaat. Penerima ajaran dan nasehat ini tidak boleh menyombongkan diri. yang menguasai segala hal. disimpan dalam buana. semua isi dunia. lalu matahari. Sirna itulah yang ditemui. panas hati. berpelangi melengkung. tidak tahu timur dan barat. bersungguh-sungguh dan waspada dalam segala tingkah laku. bentuk zat yang dicari.

Wrekudara setelah mendengar perkataan Dewa Ruci. yang bagaikan sudah menyatu. kelahiran batin ini. hidup abadi selamanya. belum tentu akan mendapatkan petunjuk yang nyata. gembira hatinya. Yang terbaik. sudah menjadi diri sendiri. mengosongkanan pikiran. untuk disini dan untuk disana juga. mengangkat murid/cantrik. banyak hiasan yang dipasang. dan saat ditanya oleh Prabu Yudistira mengenai perjalanan tugasnya. tak ada lagi yang dicari. bagaikan api dalam kayu. mengira dapat mencapai kesempurnaan dengan cara bertapa tanpa petunjuk. Maka disambutlah ia. ia menjawab bahwa perjalanannya itu dicurangi. dalam kenyataan ditutupi dan dirahasiakan. Badan hanya sekedar melaksanakan secara lahir. dimana setiap gerak tentu juga merupakan kehendak manusia. Raden Arya Wrekudara kemudian pulang dan tiba ke negerinya. Wrekudara lalu mengingat. terkabul itu namanya. kesaktian. Jika sudah paham akan segala tanggung jawab. di balik layar ia digerak-gerakkan. Guru yang benar. lalu kembali ke alam kemanusiaan. tinggalkan dan hilangkan. semua jagad ini karena diri manusia. Bertapa tanpa ilmu. kematian seolah dipaksakan. disuarakan bila harus berkata-kata. Hyang Luhur menjadi badan Sukma Jernih. bagaikan mati di dalam hidup. semua sudah ada pada manusia. ada dewa yang memberi tahu kepadanya. lepas dari pemikiran batinnya. cantrik sebagai sahabatnya. Dan kemudian dikatakan oleh Dewa Ruci :"Sena ketahuilah olehmu. dengan layarnya alam yang sepi. Kembali ke Negeri Ngamarta Tekad yang sudah sempurna. yaitu yang menuju pada nafsu. namun akhirnya tersesat dan terjerumus. dalam hati mengharap mendapatkan anugerah wahyu sesungguhnya. tanpa pedoman berguru. segala tingkah laku akan menjadi satu. yang kau kerjakan. akan segala keinginan. banyak yang didengarnya tentang tingkah para Pertapa yang berpikiran salah. seperti mengharapkan kemuliaan. cara masuk dasar samudera. sebentar kemudian mengeluarkan api yang berasal dari kayu. mengajarkan wahyu yang diperoleh. bahwa itu dari Dalang yang berada dibalik layar. tak berpaling hatinya. rupa dan suara. rahasiakan dan tutupilah. yang melihat adalah pikiran. tidak ada ilmu yang didatangkan. Bersamaan dengan kedatangan Sena. di Ngamarta sedang berkumpul para saudaranya bersama Sang Prabu Kresna. bahkan gagallah bertapanya itu. Inilah keutamaan bagi keduanya.81 di bebatuan tanpa tanah tentu tidak akan dapat tumbuh. Tingkah manusia hidup usahakan dapat seperti wayang yang dimainkan di atas panggung. bumi sebagai tempat berpijak. oleh perlindungan jati manusia. sewujud dan sejiwa. dilaksanakan untuk memenuhi kesatriaannya. berderit oleh tiupan angin. karena kesungguhan hati ialah dalam cara melaksanakan. ketahuilah asal mulanya. wayang tegak ditopang orang yang menyaksikan. menerima dengan suka hati. semua sudah kau kuasai. semuanya yang tergetar. melalui kepertapaannya. dililit oleh penerapannya. gerak dan diamnya dimainkan oleh Dalang. dan Dewa Ruci telah sirna dari mata. dengan penuh semangat. Wrekudara tidak bingung dan semua sudah dipahami. bagaikan hidup dalam mati. hilanglah kekalutan hatinya. itulah perjalanannya. yang mati itu juga. bahwa di lautan itu . Dewa Ruci selesai menyampaikan ajarannya. berlampu panggung matahari dan rembulan. maka jika manusia bijaksana. kepandaian dan keperkasaan. akhirnya tak berdaya. jika memberi ajaran tidak jauh tempat duduknya. bertapa dengan merusak tubuh dalam mencapai kamuksan. hatinya terang benderang. mengira sudah benar. Ngamarta. tentu tidak akan berhasil. memang tidak kelihatan. tidak asing bagi dirinya. yang sedang membicarakan kepergian Sena. kayu hangus mengeluarkan asap. dalam segala janji janganlah ingkar. Permulaan jagad raya. seumpama suatu bentukan. Tingkah seenaknya. yang yang kemudian sebagai rahasia. agar menjadi jelas penglihatan sukma.

ini berarti Bima berhasil menyingkirkan halangan untuk mencapai tujuan supaya samadinya berhasil. Sebelum melakukan samadi orang harus membersihkan atau menyucikan badan dan jiwanya dengan air. Ular adalah simbol dari kejahatan. Hutan Tikbrasara dan Gunung Reksamuka Air suci itu dikatakan berada dihutan Tikbrasara. MAKNA AJARAN DEWA RUCI Orang Jawa menganggap cerita wayang merupakan cermin dari pada kehidupannya. Tanpa ragu-ragu sedikitpun dia menuju ke samudra. Terminologi mistis yang dipakai adalah mendaki gunung Tursina. kala adalha bahaya. Bima membunuh ular tersebut dalam satu pertarungan yang seru. Tur berarti gunung. tidaklah . yang dengan mudah akan memaafkan kesalahan orang lain. yang diperagakan oleh Bima atau Aria Werkudara dan Dewa Ruci. Disini menggambarkan bahwa dalam pencarian untuk mendapatkan kenyataan sejati. menggambarkan halangan yang datang dari kemewahan kekayaan material antara lain: pakaian.tidak ada air penghidupan. jangan lupa segala sesuatu yang sudah terjadi ini". muka adalah wajah. Bima diserang oleh dua raksasa yaitu Rukmuka dan Rukmala. Ingatlah kepada perkataan Samudra Pangaksama yang berarti orang yang baik semestinya memiliki hati seperti luasnya samudra. lalu Kresna berkata :"Adikku ketahuilah nanti.82 sepi. Prawita dari asal kata Pawita artinya bersih. sara berarti tajamnya pisau. Pada waktu samadi dia harus memusatkan ciptanya dengan fokus pandangan kepada pucuk hidung. ini melambangkan hambatan yang berasal dari kemewahan makanan yang enak (kemukten). Seseorang yang mendapatkan restu dzat yang suci. suci. Gembira mendengar itu. jadi yang dimaksud dengan Reksamuka dapat diartikan: mencapai sari ilmu sejati melalui samadi. ini melambangkan pelajaran untuk mencapai lendeping cipta (tajamnya cipta). Dalam cerita wayang digambarkan bahwasanya Resi Manukmanasa dan Bengawan Sakutrem bisa pergi ketempat suci melalui cahaya suci. Jadi Prawitasari pengertiannya adalah inti atau sari dari pada ilmu suci. dia bisa melihat kenyataan antara lain melalui cahaya atau sinar yang datang kepadanya waktu samadi. tetapi sebenarnya berada didasar samudra. terbunuhnya dua raksasa tersebut dengan gamblang menjelaskan bahwa Bima bisa menghapus halangan-halangan tersebut. Rukmuka : Ruk berarti rusak. Dalam pertempuran yang hebat Bima berhasil membunuh keduanya. Dewa Ruci yang merupakan cerita asli wayang Jawa memberikan gambaran yang jelas mengenai hubungan harmonis antara Kawula dan Gusti. dilereng Gunung Reksamuka. Raksasa Rukmuka dan Rukmakala Di hutan. Pandangan atau paningal sangat penting pada saat samadi. Samudra dan Ular Bima akhirnya tahu bahwa air suci itu tidak ada di hutan . sina berarti tempat artinya tempat yang tinggi. sari artinya inti. 2. Reksa berarti mamalihara atau mengurusi. karena kamukten dan kamulyan akan menutupi ciptanya yang jernih. Pencarian air suci Prawitasari Guru Durna memberitahukan Bima untuk menemukan air suci Prawitasari. Tikbra artinya rasa prihatin. perhiasan seperti emas permata dan lain-lain (kamulyan) Bima tidak akan mungkin melaksanakan samadinya dengan sempurna yang ditujukan kepada kesucian apabila pikirannya masih dipenuhi oleh kamukten dan kamulyan dalam kehidupan. 1. Rukmakala : Rukma berarti emas.

3. 10. Gembira : bukan berarti senang karena bisa melaksanakan kehendak atau napsunya. Bima telah menerima pelajaran terpenting dalam hidupnya yaitu bahwa dalam dirinya yang terdalam. Bima bisa melihat dengan jelas seluruh jagad dan juga melihat dewa kecil tersebut. Ngurang-ngurangi: dengan antara lain makan pada waktu sudah lapar. tidak pernah berhenti untuk berbuat yang benar antara lain : melakukan samadi. dia harus juga menghilangkan kejahatan didalam hatinya. Wilujengan : menjaga kesehatan. mengatur pernapasannya. menutup kedua matanya. Bima tidak pernah merasakan kebahagiaan seperti ini sebelumnya. 12. Pengalaman ini dalam istilah spiritual disebut “mati dalam hidup” dan juga disebut “hidup dalam mati”. 6. Kedatangan dari dewa Suksma Ruci adalah pertanda suci.83 cukup bagi Bima hanya mengesampingkan kamukten dan kamulyan. dia tidak akan membalas. Nrima : bersyukur menerima jalan hidup dengan sadar. 8. tetap sabar. Bima memasuki raga Dewa Suksma Ruci melalui telinganya yang sebelah kiri. Rahayu : kehendak untuk selalu berbuat baik demi kepentingan semua pihak. Pelajaran spiritual dari pertemuan ini adalah : Bima bermeditasi dengan benar. tak terpisahkan. Pertemuan dengan Dewa Suksma Ruci Sesudah Bima mebunuh ular dengan menggunakan kuku Pancanaka. Didalam paningal (pandangan didalam) Bima bisa melihat segalanya segalanya terbuka untuknya (Tinarbuka) jelas dan tidak ada rahasia lagi. 2. Marsudi kawruh : selalu mencari dan mempelajari ilmu yang benar. Gelang Candrakirana dikenakan pada lengan kiri dan kanannya. tidur pada waktu sudah mengantuk dan tidak perlu harus tidur dikasur yang tebal dan nyaman. 4. Legawa : harus selalu bersikap baik dan benar. tidak boleh terlalu sering bercinta dan itu pun hanya boleh dilakukan dengan pasangannya yang sah. Dia telah mencapai kasunyatan sejati. Anoraga : rendah hati. Mula-mula di tidak mau pergi tetapi kemudian dia sadar bahwa dia harus tetap melaksanakan pekerjaan dan kewajibannya. Arti simbolis pakaian dan perhiasan Bima Bima mengenakan pakaian dan perhiasan yang dipakai oleh orang yang telah mencapai kasunytan-kenyataan sejati. 7. makan tidak perlu banyak dan tidak harus memilih makanan yang enak-enak: minum secukupnya pada waktu sudah haus dan tidak perlu harus memilih minuman yang lezat. Didalam. ketemu keluarganya dan lain-lain. Untuk itu dia harus mempunyai sifat-sifat sebagai berikut: 1. 11. diterimanya samadi Bima yaitu bersatunya kawula dan Gusti. Bima bertemu dengan Dewa kecil yaitu Dewa Suksma Ruci yang rupanya persis seperti dia. Santosa : selalu beraa dijalan yang benar. tetapi merasa tentram melupakan kekecewaan dari pada kesalahan-kesalahan dari kerugian yang terjadi pada masa lalu. Eling : tahu mana yang benar dan salah dan selalu akan berpihak kepada kebaikan dan kebenaran. dia adalah satu dengan yang suci. memusatkan perhatiannya dengan cipta hening dan rasa hening. Samadi. dan apabila ada orang yang berbuat jahat kepadanya. kalau sakit diobati. . 5. Rila: dia tidak susah apabila kekayaannya berkurang dan tidak iri kepada orang lain. Selalu waspada untuk menghindari perbuatan jahat. Candra 9.

Penampakannya/ibaratnya : bantala (tanah) rengka (retak). sebetulnya baru mulai dikenalkan pada tahun 1856. mulai 2 Agustus. kuning dan putih. berusia 41 hari. Tusuk konde besar dari kayu asem Kata asem menunjukkan sengsem artinya tertarik. Yang merupakan simbol nafsu. tepatnya dimulai tanggal 22 Juni 1856. dengan urut-urutan : 1. alumah. kirana artinya sinar. mulai 22 Juni. dia tidak tertarik kepada kekeyaan duniawi. Melambangkan : 1. Penampakannya/ibaratnya : lir sotya (dedaunan) murca saka ngembanan (kayu-kayuan). Karo. Contohnya lima pandawa bisa mengalahkan seratus korawa. berusia 23 hari. Tanda emas diantara mata. Bima hanya tertarik kepada laku untuk kesempurnaan hidup. Kuku pancanaka menunjukkan magis dan wibawa seseorang yang telah mencapai ilmu sejati. merah. sudah menguasai sinar suci yang terang yang terdapat didalam paningal. meskipun jumlah orang yang bermoral baik itu kalah banyak. Bima yang sudah tinarbuka. . pohon randu dan mangga. hitam. sejenis belalang masuk ke tanah. saat kerajaan Surakarta diperintah oleh Pakoeboewono VII. 2.84 artinya bulan. Kuku Pancanaka Bima mengepalkan tinjunya dari kedua tangannya. Yang menurut riwayatnya. Kasa. Dia telah memegang dengan kuat ilmu sejati. yang memberi patokan bagi para petani agar mempunyai hasil panen yang baik dalam bertani. daun-daunan berjatuhan. Persatuan orang-orang yang bermoral baik adalah lebih kuat. tanah mulai retak/berlubang. 2. Petani di Jawa dahulu masih memakai patokan untuk mengolah pertanian dengan prantan ini. Batik poleng : Kain batik yang mempunyai 4 warna yaitu. yang didasarkan pada gejala naluriah alam dan mencoba memahami asal-usul dan bagaimana uraian satusatu kejadian cuaca di dalam setahun. Artiya Bima melaksanakan samadinya secara teratur dan mantap. Disini menggambarkan bahwa Bima sudah mampu untuk mengendalikan nafsunya. Para petani membakar dami yang tertinggal di sawah dan di masa ini dimulai menanam palawija. amarah. yang tersimpan di musium Radya-Pustaka. Palawija mulai tumbuh. dari persatuan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. PRANATA MANGSA ( aturan waktu musim kuno ) Pranata Mangsa atau aturan waktu musim biasanya digunakan oleh para petani pedesaan. Uraian mengenai Pranata Mangsa ini diambil dari buku sejarah para raja di Surakarta. supiah dan mutmainah.

Padi mulai menguning. kucing mulai kawin. Penampakannya/ibaratnya : waspa kumembeng jroning kalbu (sumber). Demikian uraian singkat tentang Pranata Mangsa. usianya 26 hari. 7. 4. kondisi alam. hal tersebut diatas tentunya harus diselaraskan secara ilmiah. yang jika dikaitkan dengan kondisi saat ini. mulai 19 April. berusia 43 hari. berusia 27 hari. Penampakannya/ibaratnya : tirta (keringat) sah saking sasana (badan) (air pergi dari sumbernya. . rambutan. Penampakannya/ibaratnya : gedong minep jroning kalbu (masa hewan sedang hamil). 10. Para petani mulai menjemur padi dan memasukkan ke lumbung. mulai 4 Pebruari. atau 4 tahun sekali 27 hari. cenggeret mulai bersuara. yang mana Palawija mulai di panen. uret mulai banyak. Penampakannya/ibaratnya : rasa mulya kasucian (sedang banyakbanyaknya buah-buahan). burung blibis mulai kelihatan di tempat-tempat berair. kemajuan teknologi pengindraan satelit cuaca. Kapitu. mulai 19 September.85 3. pohon kapuk mulai berbuah. Penampakannya/ibaratnya : wedaring wacara mulya ( binatang tanah dan pohon mulai bersuara). mulai 26 Maret. berusia 23 hari. Kasanga. Penampakannya/ibaratnya: sotya (anak burung) sinara wedi (disuapi makanan). berusia 25 hari. mulai 12 Mei. pohon asem mulai tumbuh daun muda. Kawolu. Para petani mulai menyebar bibit tanaman padi di pembenihan. Musimnya/waktunya lahan tidak ditanami. berusia 24 hari. Penampakannya/ibaratnya : suta (anak) manut ing Bapa (lanjaran). usianya 24 hari. banyak buah-buahan (durian. burung-burung kecil mulai menetas telurnya. ulat-ulat mulai keluar. berbagai jenis bambu tumbuh. banyak hujan. Penampakannya/ibaratnya : pancuran (hujan) emas sumawur (hujannya) ing jagad. Benih padi mulai ditanam di sawah. 9. Padi mulai berkembang dan sebagian sudah berbuah. Saya. 6. 11. Katiga. banyak hewan hamil. Penampakannya/ibaratnya : anjrah jroning kayun (merata dalam keinginan. mulai 23 Desmber. 8. usianya 25 hari. mulai menyebar padi gaga. musimnya kucing kawin). selokan sawah diperbaiki dan membuat tempat mengalir air di pinggir sawah. usianya 43 hari. Penampakannya/ibaratnya : wisa kentar ing ing maruta (bisa larut dengan angin. sebab panas sekali. Mulai ada hujan. itu masanya banyak penyakit). 5. dan sebagainya. jangkrik mulai muncul. Desta. masa ini musim dingin. Di sawah hanya tersisa dami. banyak sungai yang banjir. Kalima. mulai 14 Oktober. manggis dan lain-lainnya). Kanem. burung-burung kecil mulai bertelur. mulai 25 Agustus. sebab musim kemarau. jarang orang berkeringat. Seluruhnya memane n padi. mulai 1 Maret. Sawah tidak ada (jarang) tanaman. mulai 10 Nopember. berusia 41 hari. Kapat. Padi mulai hijau. 12. sebab sangat dingin). mulai panen. Kasepuluh. para petani mulai menggarap sawah untuk ditanami padi gaga.

membelinya tidak menawar. beras sepritah dikukus. Kakinya direndam dalam air = perintahnya keras didepan dingin dibelakang. Tolu. . Doanya : Kabul.dewanya sangyang Langsur = pemarah. lauknya daging kerbau seharga 21 keteng dimasak pindang. gemar bersemadi. kalau marah berbahaya. 2. tak dapat dicegah. tinggi adat-istiadatnya. Doanya : Tolak bilahi. pradah hanya lahir. Lauknya daging rusa dicacah lalu dibakar. Tangkalnya : selamatan nasi pulen beras sepitrah dikukus. selama 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. Watak wuku dapat dipergunakan untuk mengetahui dasar watak bayi lahir : 1. Gedungnya terbalik didepan = murah hati. Ketika kolo wuku berada ditenggara. Burungnya : Branjangan = riang tangan. Landep. Pohonnya : Ingas = tak dapat untuk berlindung. teliti. tajam roman mukanya. Pohonnya : Nagasari = bagus rupaya. suka pada kesunyian. menghendaki lebih dari sesama. Gedungnya didepan = memperlihatkan simbul kekayaannya. Penangkalnya : selamatan tumpeng beras sepitrah dikukus. sopan-santun. terang hatinya. dapat menggrirangkan hati orang lain. Candranya : Gunung artinya jika didekati sulit dan berbahaya jika dilihat dari jauh menyedapkan pemandangan. Memanggul tunggal = akhirnya mendapat kesenangan hidup. dalam 7 hari tidak boleh mendatangi tempat kolo. Tunggalnya : didepan = akhirnya hidup senang. Bahayanya : Berada di pertengahan umur. pradah hanya lahir.dapat menyenangkan hati orang lain. Candranya : Endra = gemar bertapa brata. Kurantil. dapat mengerjakan segala pekerjaan. Kaki belakang direndam dalam air = perintahnya panas didepan dingin belakang. Memanggul tunggul = mudah mendapatkan kesenangan hidup. Bahayanya : jatuh memanjat. Selawatnya 4 keteng. Gedungnya didepan = suka memperlihatkan kekayaannya. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya. kasih sayang. angkuh. jika menghambakan diri jadi kesayangan. Menghadapi air di jembung besar = baik budi pekertinya. pradah hanya lahir. Pohonnya : Kendajakan = jadi pelindung orang sakit. Doanya : rajukna dan pina. Bahayanya : dianiaya. pradah hanya lahir. lauknya daging ayam lereng dipecal. Selawatnya 4 keteng.Ketika kolo wuku berada dibawah. Doanya rajukna.dewanya sangyang Mahadewa = bagus rupanya.dewanya sangyang Yamadipati = wataknya seperti raja dan pendita. orang sengsara dan orang minggat. Burungnya : Salinditan = tangkas. Tunggulnya : dibelakang = kebahagiannya terdapat dibelakang hari.86 WUKU dan KELAHIRAN Tiap-tiap wuku mempunyai watak sendiri-sendiri. dapat mengerjakan segala pekerjaan. 4. daging ayam ayam putih dimasak pakai santan dan sayur lima macam. Burungnya : Atatkembang = jadi kesukaan para agung. karena panas. Selawatnya 4 keteng.dewanya sangyang Mahayekti = besar hatinya. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya. bakat kaya harta benda. cepat bekerjanya. Tangkalnya : Selamatan tumpeng beras sepitrah dikukus. Sinta. 5. Candranya : Surating raditya = tajam ingatannya. Selawatnya 7 keteng. Ketika kala wuku berada ditimu laut. Burungnya : Gagak = mengerti petunjuk gaib. Air dalam jimbung besar disebelah kiri = serong hatinya. Pohonnya : Kendayakan = jadi pelindung orang susah. Burungnya : Manyar = tak mau kalah dengan sesama. Penangkalnya : selamatan nasi uli. dalam 7 hari tak boleh turun dari gunung dan tak boleh menggali tanah. Wukir.. Candranya : Woh-wohan = tak tentu rejekinya. Bahayannya : korobohan pohon. cepat bahagia. suka kepada kepanditan. keras. banyak kemauan. Pohonnya : Wijayamulya = sangat indah rupanya. selamat hatinya. jika bekerja dicintai oleh majikannya. Bahayanya = ditanduk atau disiung. 3. dan orang minggat.

Bahayanya : kena besi. Bahayanya : tersangkut suatu perkara. 9. Pohonnya : Tanganan = ringan tangan. Burungnya kutilang = banyak bicara dan perkataannya dipercayai orang. lauknya daging ayam berumbun yang masih muda dan daun-daun 9 macam. Candranya : sekar wora-wari bang = besar amarahnya. Candranya : Wangkawa = angkuh. dewanya sanghyang mahajekti = berat tanggungannya. namun sedikit rejekinya. dewanya sanghyang sambu = tinggi perasaannya. dimasak getjok. Julungwangi.dewanya sangyang cakra = keras budinya. Memangku air dalam bokor =suka bersedekah. dewanya sanghyang gana = pemaranh. 7. dicintai para pembesar. jauh kebahagiaannya. dalam 7 hari tidak boleh memandang wajah kala. Candranya : kaju kemladean ngajak sempal = dimana-mana dapat tumbuh. banyak rejekinya. cinta pada perbuatan baik. Selawatnya 10 keteng. tak suka berkumpul dengan orang banyak. keras budinya. Candranya : Geter nekger ing wijati = hening pikirannya. Selawatnya 5 keteng. suka kepada kepunyaan orang lain.Ketika “kala wuku” berada di Selatan menghadap utara. jauh kepada perbuatan jahat. akan tetapi harus diperlihatkan harum = dicintai oleh orang banyak.87 Penangkalnya : selamatan nasi uduk beras sepitrah dikukus. pandai mencari kehidupan. Mengahadap air dijembung = pradah ikhlasan. segala yang dikehendakinya segera tercapai. Candranya : Ketug lindu = menepati perkataannya. ikhlasan. dewanya sangyang asmara = bagus rupanya. Bahayanya : tenggelam atau kejatuhan dalam. Burungnya : Bido = besar nafsunya. Air dijebung didepannya +/. Gedungnya dikirikan = penyayang. Pohonnya : tanganan = tak suka menganggur. tetapi mudah dicegah. tidak boleh disamai. tidak tetap. suka tinggal ditempat sunyi. keras budinya. dalam 7 hari tidak boleh mendatangani tempat kala. pengasih. gelap hati. banyak yang cinta. Galungan.senang asmara. gampang suka pada kepunyaan orang lain. Ketika “kala wuku” berada diatas. Doanya : rasul. . Tangkalnya : selametan nasi pulen beras sepitrah dikukus. 10 Sungsang. tidak mau menerima takdir. Tangkalnya : selamatan nasi megana dan tumpeng betas 2 pitrah. pengasih. Burungnya : ayam hutan = liar. dicintai oleh para agung. Pohonnya : sulastri = bagus rupanya. Tangkalnya : selamatan nasi pulen beras sepitrah dikukus.Ketika kolo wuku berada dibarat-laut. Selawatnya 4 keteng. Doanya : tolak bilahi. cemburuan. harus diperlihatkan pemberiannya. Warigalit. Candranya : kasturi arum angambar = segala kehendaknya belum terjadi telah tersiar banyak yang cinta. perkataannya nyata redhoan. Ketika “kala wuku” berada di timur dalam 7 hari tidak boleh mendatangani tempat kala. Doanya : Rajukna. budinya tinggi. Doanya : Kabul. Pohonnya : beringin = jadi pelindung keluarganya. Gedungnya terbalik dibelakang = ikhlasan dengan tidak pakai perhitungan. jika marah taka sayang kepada harta bendanya. Gumbreg. murka. jika marah menakutkan. Tunggulnya : dibelakang – rejekinya dibelakang hari. Doanya : Kabul. Burungnya : kepodong – cemburuan. Selawatnya 8 keteng. 6. daundaunan 9 macam dicampur dalam tumpeng. Gedungnya dua buah dibelakang dan didepan = ichlasnya hanya setengah. Selawatnya 3 keteng. murka. lauknya daging kerbau ranjapan (pembelian bersama-sama). dapat melegakan hati orang susah. Burungnya : betet = keras kemauannya. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. Doanya Tolak bilahi. Tangkalnya : selametan nasi urap beras sepitrah dikukus. Warigagung. tak mau dicegah. Penangkalnya : selamatan nasi uduk bers sepitrah dikukus. lauknya daging bebek dimasak gurih dan daun-daunan 5 macam. 11. Selawatnya : kucing.81 ½ sen). berkeinginan. Bahayanya : diterkam harimau. dalam 7 hari tidak boleh mendatangani tempat kala 8. hatinya mudah tersentuh.pradah. Kakai sebelah yang didepan direndam dalam air = perintahnya dingin didepan. dewanya sangyang Komajaya = teguh hatinya. lauknya daging ayam dimasak dengan santan. lemah lembut perintahnya dan dihormati. Bahayanya : dimarahi temannya. Pohonnya : cemara = rame bicaranya. suka bohong. Burungnya : nori = pemboros. panas dibelakang. Ketika “kala wuku” berada di utara menghadap ke selatan. lauknya daging ayam brumbun dan uang suwang (+/.

Ketika kolo wuku berada diatas. selalu susah. murka. orang sengsara dan orang minggat. suka bertikai. Selawatnya 30 keteng. Djulungpujut. Doanya : Balasrewu dan Kunut. akhirnya menang. tak boleh didekati orang. Mandasia. tinggi derajatnya. menghendaki memerintah. tidak sabaran. lauknya daging kambing. daging ayam merah dipindang dan bunga setaman yang merah. menghindari keramaian. jendelanya tertutup = hemat. daun. Gedungnya terguling didepan = hemat dan banyak rejekinya. 16. dewanya sanhyang wisnu : tajam ciptanya. tetapi tidak mengapa. Selawatnya 9 keteng.Ketika kolo wuku berada di Barat-Laut dalam 7 hari tak boleh mengunjungi tempat kala. 12. lauknyadaging kambing dan ikan dimasak pakai santan. Ketika kolo wuku berada di selatan daya. Bahayanya = diamuk. Gedungnya dibelakang. Candranya : Watu item munggeng papreman lan wreksa gung lebet tancepnya = sabar. Bahayanya : diteluhPenangkalnya : selamatan tumpeng beras sepitrah dikukus. sayur bayam merah..Candranya : Pulo katinggal saking tebih = tersiar semua tingkah lakunya. tidak mau menurut. lauknya daging kerbau membelinya beramai-ramai. digoreng. dimana-mana jadi kunjungan orang. jika marah tak dapat dicegah. Pohonya : Kendayaan = jadi pelindung orang sakit. tidak sabaran menepati janji.Ketika kolo wuku. Candranya : Redi gumaludug = bicaranya menakutkan. 17. Candranya : peksi wonten ing luhur = jika mencari hasil dengan menundukkan kepala. Bahayanya : Kena api dan dijahili orang. melebihi sesama dewa. Memanggul senjata tajam = waspada. Doanya : Kabul. Selawatnya 11 keteng. tak mau memberi ampun. Burung : Cocak = gelatak bicaranya.88 Bahayanya : berselisih. banyak bohong. 14. lahirnya suci. Menghendaki bukit = besar kemaunnya. Penangkalnya : selamatan nasi merah beras sepitrah dikukus. Doanya : Slametpina. Selawatnya 5 keteng. Burungnya : Urang-urangan = cepat bekerjanya. sangat puaka. Pohonnya : Asam = kuat dan dicintai orang banyak. mempunyai kedudukan yang lumayan. Gedung telentang = boros. tegaan.Ketika kolo wuku berada di Barat. kasar perkataannya. dewanya sangyang guretno. Pohonnya : Rembuknya = indah warnanya.Ketika kolo wuku berada di selatan daya. tetapi jika marah kejam. daging ayam merah dipanggang.Penangkalnya : selamatan nasi uduk beras sepitrah. Bahayanya : dianiaya. Pahang. batinnya kotor.Penangkalnya : selamatan nasi punar beras sepitrah dikukus. tidak sayang kepada badannya sendiri.Penangkalnya : selamatan nasi beras sepitrah dikukus. Doanya : Slamat. pemaran. lauknya daging ayam dimasak sansan. = suka kepada keramaian. cepat pekerjaannya. berhati-hati. halus budinya.Kuningan. rejekinya tidak kurang. tinggi budinya dan teliti. Candranya : Garojogan = rame bicaranya. buruk adat-istiadatnya. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. 15. Burung : Prijohan = besar kemauannya. angkuh. tidak pernah . Burungnya : puter = jika berbicara mula-mula kalah. lekas marah. jadi pelindung sengsara. Pohonnya : Ingas dan cemara tumbang = panas hati. Doanya : Rasul. pemalu. banyak larangan. Candranya : Palwa ing samodra = kesana-kemari mencari nafkah. dewanya sangyang Kala menggigit bahunya sendiri = besar nafsunya. selamat hatinya. tak suka diatasi. Memanggul : cakra = tajam hatinya. tersiar baik. Penangkalnya : selamatan nasi uduk beras sepitrah dikukus. Pohonnya : parijata = jadi pelindung dan besar kebahagiaannya. daun-daunan 11 macem. Selawatnya uang baru 40 keteng. dewanya sangyang tantra = perkataannya melebihi sesama.daunan 9 macam. sayuran secukupnya. Doanya : Selamat pina.dewanya sangyang Brama. panas hati. Jembungnya disebelah kiri dibelakangnya = suka jalan serong. yang melihat takut. Kuruwelut. Burungnya : Platukbawang = kuat budinya. tinggi dan selamat budinya. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. Pohonnya : Wijayakusuma = rupanya sangat indah. dewanya sangyang Indra = melebihi sesama. berada di utara dan selatan. tidak berbau. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. Langkir. sebab gora-goda. kuat budinya. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala 13.

tetap hatinya. sekar boreh. Maktal. Candranya : idune lir upas ratjun = dihargai semua perkataannya. dalam 7 hari tak boleh mendatangi kala 22. Burungnya : prenjak = tahu petunjuk gaib. Pohonnya : plasa = hanya jadi perhiasan hutan. Candranya : umajang kang tetabuhan = menepati perkataan. Candranya : pandam ageng amerapit = tawakal. Burungnya : gogik = cemburuan. Memasang keris terhunus disebelah kaki = waspada dan tajam hatinya. Bahayanya : kena racun daun. suka membuat perkabaran yang mengherankan. dicintai oleh pembesar. berani kepada kesulitan. besar tanda kebahagiannya. Tangkalnya : selamatan bermacam-macam sayuran. Ketika “kala wuku” berada di barat daya. Ketika “kala wuku” berada di utara. baik pekerjaannya. Gedungnya di atas = mendewa-dewakan kekayaannya. Yang dibeli dahulu madu untuk selanunggal rum arum = peteng hati. Bahayanya = bertikai. suka tinggal ditempat sunyi. suka kepada bau harum. Gedungnya dipanggul = memperlihatkan pemberian. dalam pikirannya. lauknya daging bebek dan ayam dipindang. tidak suka terhadap perkataan yang remeh. 20. Ketika “kala wuku” berada di timur laut. Pohonnya : nagasari = bagus rupanya. . niatnya : ngrasul. suka tinggal ditempat sunyi. Ketika “kala wuku” berada diatas. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. berkesanggupan. tetapi sebentar baik. tajam perkataannya. Ketika “kala wuku “ berada di barat. Wuje. Pohonnya : Trengguli = buahnya tidak berguna. 19. Bahayanya : diteluh. Burungnya : ayam hutan = liar dan tinggi budinya.Doanya : tolak bilahi. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya. tawakal. dalam 7 hari tidak boleh mengunjungi tempat kala. tentu mendapat bahaya. diturut perintahnya. Tangkalnya : selamatan nasi uduk.10 sen). tawakal. agak ingatan. jajan pasar. Tangkalnya : selamatan nasi pulen beras sepitrah diliwet. jenang merah pada waktu hari kelahirannya. Doanya : slamet dina. daging ayam dan bebek dimasak 2 macam. dewanya sangsyang surenggana = tawakal hatinya. Gedungnya ditumpangi tunggal = kaya benda dan dihormati. Tangkalnya : selamatan jajan pasar secukupnya dan bermacam-macam ketan seharga sataksawe (+/. Bahayanya : tenggelam. lauknya daging ayam kuning (wiring kuning) dan berumbun. Selawatnya : pisau baja dan jarum satu. kuat dan tetap hatinya. Candranya : lesus awor lan pancawara = lebar pemandangannya. tidak ada gunanya. dewanya sanghyang siwa = lahir dan batinnya terkadang berlainan. kuah merah dan putih dan ketimun 25 buah. Bahayanya : dibunuh pada waktu malam. puaka tak dapat dipermudah. sukar dijalani. banyak tanda-tandanya akan mendapat bahagia. Selawatnya 100 keteng. Doanya : ngumur. dewanya sanghyang basuki : ahli bicara. dan dapat menyenangkan hati orang lain. dewanya betara kuwera = menggirangkan hati orang lain. Mrakeh. dewanya sanghyang sakri = lurus hatinya. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. Tunggulnya membalik = lekas hidup senang. Tak mempunyai burung = tak boleh disuruh jauh. Selawatnya 4 keteng. dalam 7 hari tak boleh mendatangi kala 21.89 bohong. Pohonnya : Tal = panjang umurnya. perkataannya lurus dan mengherankan. dalam 7 hari tidak boleh mendatangitempat kala. Gedungnya terlentang didepan = pengasih. . lemah lembut tutur katanya. mempunyai hati kasihan kepada orang miskin. Doanya : rasul. daging ayam mulus dimasak dengan santan dan bermacam-macam ketan. besar kehendaknya. tindihnya uang lama sebaranDoanya : tawil. Selawatnya : 5 keteng. tak suka kepada keramaian. Candranya : tirta wening = sedikit bicaranya. Tambir. singkat hati. Gedongnya ditengah = tinggi percaya dirinya Bahayanya : terkena pasangan. suci hatinya. digoreng. Pohonnya : Upas = bukan tempat perlindungan. Tangkalnya Selamatan nasi punar beras sepitrah dikukus. Ketika “kaa wuku” berada di timur. Tangkalnya : selamatan nasi uduk. 18. hemat. jadi tempat pengungsian. dipindang dan dimasak dengan santan. Burungnya : pelug = suka tinggal di air. Madangkungan.

Pohonnya : Tageron = sedikit faedahnya. dewanya sangyang Bisma = pemarah.Ketika kala wuku berada di Barat-Laut. Burungnya : Sepahan = liar budinya. baik budinya. Bahayanya : diteluh dan kena upas. dewanya batari Durga = suka berbuat huru-hara. dewanya sangyang Citragatra = menjunjung diri sendiri. memperlihatkan watak prajurit. akan tetapi tak mempunyai pangkat. Tangkalnya : selamatan nasi tumpeng beras sepitrah. pemberi.Penangkalnya : selamatan nasi tumpeng beras sepitrah dikukus. tinggi budinya. banyak kemauannya. rela hati. Selawatnya 40 keteng. daging kambing kendit dimasak macam-macam ketan. Doanya : selamat. tidak suka berkumpul. Candranya : awang-uwung = baik budinya. dewanya sangyang Singajala = banyak akal. pandai sekali bertindak jahat. banyak tandatanda akan mendapat bahagia. liar budinya. ayam dimasak sesukanya. jujur. Manahil. liat hatinya. tajam pikirannya. lemah lembut perintahnya dan dihormati.membuat berita. dalam 7 hari tak boleh turun dari gunung dan menggali tanah. pemalu. Candranya : wesi trate pulasani = keras hatinya. cukup rejekinya. banyak ilmunya. panggang ayam hitam. Pohonnya : Tirisan = panjang umurnya. lekas mengerti. suka bercampur dengan kejahatan. senang tinggal ditempat yang sunyi. tak ada yang ditakuti. Jembung berisi air didepan dan duduk disitu = sejuk hatinya. dalam 7 hari tak boleh naik. berbakat angkuh. selalu bersedia-sedia untuk membela diri. teliti. sering mencela. Selawatnya 8 keteng. pradah. Bala. Gedungnya tertutup dibelakang = hemat dan pendia.90 23. 24. akan tetapi jika telah makan. Candranya : Trenggana abra ing wijit = sabar segala kemauannya. Memangku tombak terhunus = waspada dan tajam hatinya. Ketika “kala wuku” berada dibawah. Pohonnya = Cempaka = dicintai oleh orang banyak Burungnya = Ayam hutan = dicintai oleh pembesar. Doanya : aelamat pina. bakat angkuh. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. Wayang. suka tinggal ditempat yang sunyi. Doanya : Selamat tolak bilahi. Bahayanya : digigit ular dan disia-sia. Burungnya : urang-urangan = cepat kerjanya. Wugu. cepat kerjanya. akan tetapi harus diperlihatkan pemberiannya. banyak rejekinya. Selawatnya 40 keteng. Bahayanya : memanjat atu karena tingkahnya sendiri. sayuran secukupnya. jajan pasar. sabar. Bahayannya : terkena senjata tajam. Doanya: Selamat. Pohonya : Wuni sedang berbuah = siapa yang melihat bagaikan mengidam. dapat berkumpul ditempat ramai. tangkas. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. dingin perintahnya dicintai oleh orang banyak. lurus pembicaraannya. Air dijembung dibelakangnya = Arum perintahnya. sukar dibelakang. Pasang keris terhunus = perintahnya mudah didepan.Penangkalnya : selamatan nasi tumpeng beras sepitrah dikukus. Doanya : Rajukna : Udan salah mangsa = rejekinya dari jual beli. 26. Kakinya kanan direndam dalam air jembung = perintahnya dingin didepan panas dibelakang.Ketika kolo wuku berada diatas. 25. dewanya batari Sri = banyak rejekinya. sambal gepeng. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. belas kasihan. Burungnya : Podang = cemburuan. 27. Penangkalnya : selamatan nasi pulen beras sepitrah dikukus dan bermacam-macam ketan. Candranya : damar murub.Penangkalnya : selamatan nasi liwet beras sepitrah. sayuran secukupnya. tak suka menganggur. Selawatnya 10 keteng. menghendaki jadi pemimpin orang. lauknya daging bebek putih sejodoh dimasak dengan santan. sayur 7 macam. Bahayanya : kenah tulah dan difitnah. bumi langit = selamat. lauknya daging sapi. lauknya daging ayam dan ikan. jahil. dimasak bumbu manis. pradah dilahir. tetap pikiranya. . Burungnya : Ayam hutan = liar budinya. dicintai oleh pembesar. Selawatnya : pacul. Pohonnya : cemara = ramai bicaranya.Ketika kala wuku berapa di Tenggara. segala yang dikehendaki tak ada sukarnya. sayuran secukupnya. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya. bakti.Ketika kala wuku berada di sebelah Selatan. Prangbakat.

Ketika kala wuku berada di Barat. dewanya sangyang Antaboga dan batari Nagagini. Menghadapi keris terhunus = waspada. Selawatnya 9 keteng. Pohonnya : Wijayakusuma = rupawan. dimasak sekehendahnya. penakut.Ketika kala wuku berapa di timur. besar harapannya. besar harapannya. Candranya : tunggul asri sesengkeraning nata = bagus rupanya. Penangkalnya : selamatan beras sepitrah dikukus. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. Duduk dijembung berisi air ditepi kolam = sejuk hatinya. mendapat kehormatan. boros. gemar bersemedi. Membelakangi senjata tajam = pikirannya terdapat dibelakang. tidak suka pada keramaian. Penangkalnya : selamatannasi golong beras sepitrah dikukus. lauknya daging binatang yang diburu. teliti. Burungnya : Nori. Bahayanya : dimedan perang. Doanya : Mubarak. tak boleh didekati. Antaboga = senang tinggal alam untuk bertapa. dingin perintahnya. dewanya sangyang Sadana = kuat budinya. terlihat angkuh. sering bersedih hati. dengki. pradah hanya lahir. Pohonnya : Tal = panjang umurnya. kurang pandai. tinggi budinya. akhirnya besar kebahagiannya.Ketika kala wuku berada di Utara. ikan dan daging burung. Bahayanya : terkena bisa. jika menjadi pendita. liar dan tinggi budinya. Watugunung. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya. binatang berliang. Menghendaki janji = suka bertapa ditempat yang sunyi. . Nagagini = gemar kepada asamara. Doanya : Slamet. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. Candranya : Lintang wulan keraianan = terang hatinya. lauknya daging ayam dan bebek yang berwarna merah. Dukut. Burungnya : Ayam hutan = dicintai oleh para pembesar. burung. segala yang dilihatnya berhasrat dipunyainya. Doanya : Kabula. suka tinggal ditempat sunyi. besar harapannya. banyak rejekinya. tajam pikirannya. daun-daunan 7 macam. Membelakangi gedungnya = hemat dan pendiam. dewanya sangyang Sakri = keras hatinya.91 28. Selawatnya 5 keteng. dimasak bermacam-macam jenang. Candranya : Bun tumetes ing sendang = ketika kecil miskin. murka. 30. semuanya yang halal. Pohonnya : Pandan wangi = kiri tempatnya.Penangkalnya : selamatan nasi tumpeng beras sepitrah dikukus. Burungnya : Gogik = cemburuan. Bilahinya : teraniaya. tetapi tidak bercahaya. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. Kulawu. 29. Selawatnya satakswawe. lauknya panggang ayam putih mulus dan ayam brumbun. kuat budinya.

( QS. pada hari itu bumi menceritakan beritanya. supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (jadi begini)?". Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun. niscaya dia akan melihat (balasan)nya. niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya.92 Memayu hayuning buwana Amung sami adremi nengga Sabda Gusti hing wasana Nemahi jaman buwana yudha Ilanging bumi sakabehe Nuli ganti alam lestari Ojo nganti padha rugi "Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat). Al Zalzalah ) . Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun. karena sesungguhnya Rabbmu telah memerintahkan (yang demikian itu) kepadanya Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam.

93 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->