1

RELIGI JAWA

Orang Jawa percaya bahwa Tuhan adalah pusat alam semesta dan pusat segala kehidupan karena sebelum semuanya terjadi di dunia ini Tuhanlah yang pertama kali ada. Tuhan tidak hanya menciptakan alam semesta beserta isinya tetapi juga bertindak sebagai pengatur, karena segala sesuatunya bergerak menurut rencana dan atas ijin serta kehendak-Nya. Pusat yang dimaksud dalam pengertian ini adalah sumber yang dapat memberikan penghidupan, keseimbangan dan kestabilan, yang dapat juga memberi kehidupan dan penghubung individu dengan dunia atas. Pandangan orang Jawa yang demikian biasa disebut Manunggaling Kawula Lan Gusti,yaitu pandangan yang beranggapan bahwa kewajiban moral manusia adalah mencapai harmoni dengan kekuatan terakhir dan pada kesatuan terakhir, yaitu manusia menyerahkan dirinya selaku kawula terhadap Gustinya. Puncak gunung dalam kebudayaan Jawa dianggap suatu tempat yang tinggi dan paling dekat dengan dunia diatas, karena pada awalnya dipercayai bahwa roh nenek moyang tinggal di gununggunung. Sebagian besar orang Jawa termasuk dalam golongan yang telah berusaha mencampurkan beberapa konsep dan cara berpikir islam, dengan pandangan asli mengenai alam kodrati (dunia ini) dan alam adikodrati (alam gaib atau supranatural). Pandangan hidup merupakan suatu abstraksi dari pengalaman hidup. Pandangan hidup adalah sebuah pengaturan mental dari pengalaman hidup yang kemudian dapat mengembangkan suatu sikap terhadap hidup. Ciri pandangan hidup orang Jawa realitas yang mengarah kepada pembentukan kesatuan Numinus antara alam nyata, masyarakat dan alam adikodrati yang dianggap keramat. Alam adalah ungkapan kekuasaan yang menentukan kehidupan. Orang Jawa percaya bahwa kehidupan mereka telah ada garisnya, mereka hanya menjalankan saja. Dasar kepercayaan Jawa atau Javanisme adalah keyakinan bahwa segala sesuatu yang ada didunia ini pada hakekatnya adalah satu, atau merupakan kesatuan hidup. Javanisme memandang kehidupan manusia selalu terpaut erat dalam kosmos alam raya. Dengan demikian kehidupan manusia merupakan suatu perjalanan yang penuh dengan pengalaman-pengalaman yang religius. Alam pikiran orang Jawa merumuskan kehidupan manusia berada dalam dua kosmos (alam) yaitu makrokosmos dan mikrokosmos. Makrokosmos dalam pikiran orang Jawa adalah sikap dan pandangan hidup terhadap alam semesta, yang mengandung kekuatan-kekuatan supranatural (adikodrati). Tujuan utama dalam hidup adalah mencari serta menciptakan keselarasan atau keseimbangan antara kehidupan makrokosmos dan mikrokosmos. Dalam makrokosmos pusat alam semesta adalah Tuhan. Alam semesta memiliki hirarki yang ditujukan dengan adanya jenjang alam kehidupan dan adanya tingkatan dunia yang semakin sempurna ( dunia atas - dunia manusia - dunia bawah ). Alam semesta terdiri dari empat arah utama ditambah satu pusat yaitu Tuhan yang mempersatukan dan memberi keseimbangan. Sikap dan pandangan terhadap dunia nyata ( mikrokosmos ) adalah tercermin pada kehidupan manusia dengan lingkungannya, susunan manusia dalam masyarakat, tata kehidupan manusia seharihari dan segala sesuatu yang nampak oleh mata. Dalam menghadapi kehidupan manusia yang baik dan benar didunia ini tergantung pada kekuatan batin dan jiwanya. Bagi orang Jawa dahulu, pusat dunia ini ada pada pimpinan atau raja dan keraton, Tuhan adalah pusat makrokosmos sedangkan raja dianggap perwujudan wakil Tuhan di dunia, sehingga dalam dirinya terdapat keseimbangan berbagai kekuatan dari dua alam. Jadi raja dipandang sebagai pusat komunitas di dunia seperti halnya raja menjadi mikrokosmos dari wakil Tuhan dengan keraton sebagai tempat

2

kediaman raja. Keraton merupakan pusat keramat kerajaan dan bersemayamnya raja karena rajapun dianggap merupakan sumber kekuatan-kekuatan kosmis yang mengalir ke daerah kedaulatannya dan membawa ketentraman, keadilan dan kesuburan wilayah. Hal hal diatas merupakan gambaran umum tentang alam pikiran serta sikap dan pandangan hidup yang dimiliki oleh orang Jawa pada jaman kerajaan. Alam pikiran ini telah berakar kuat dan menjadi landasan falsafah dari segala perwujudan yang ada dalam tata kehidupan orang Jawa.

KEJAWEN

Mari kita mengutip satu tembang Jawa Tak uwisi gunem iki Niyatku mung aweh wikan Kabatinan akeh lire Lan gawat ka liwat-liwat Mulo dipun prayitno Ojo keliru pamilihmu Lamun mardi kebatinan saya akhiri pembicaraan ini saya hanya ingin memberi tahu kabatinan banyak macamnya dan artinya sangat gawat maka itu berhati-hatilah Jangan kamu salah pilih kalau belajar kebatinan

Tembang ini menggambarkan nasihat seorang tua (pinisepuh) kepada mereka yang ingin mempelajari kabatinan cara kejawen. Kiranya perlu dipahami bahwa tujuan hakiki dari kejawen adalah berusaha mendapatkan ilmu sejati untuk mencapai hidup sejati, dan berada dalam keadaan harmonis hubungan antara kawula (manusia) dan Gusti (Pencipta) ( jumbuhing kawula Gusti ) /pendekatan kepada Yang Maha Kuasa secara total. Keadaan spiritual ini bisa dicapai oleh setiap orang yang percaya kepada Tuhan, yang mempunyai moral yang baik, bersih dan jujur. beberapa laku harus dipraktekkan dengan kesadaran dan ketetapan hati yang mantap. Pencari dan penghayat ilmu sejati diwajibkan untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi semua orang serta melalui kebersihan hati dan tindakannya. Cipta, rasa, karsa dan karya harus baik, benar, suci dan ditujukan untuk mamayu hayuning bawono. Ati suci jumbuhing Kawulo Gusti : hati suci itu adalah hubungan yang serasi antara Kawulo dan Gusti, kejawen merupakan aset dari orang Jawa tradisional yang berusaha memahami dan mencari makna dan hakekat hidup yang mengandung nilai-nilai. Dalam budaya jawa dikenal adanya simbolisme, yaitu suatu faham yang menggunakan lambang atau simbol untuk membimbing pemikiran manusia kearah pemahaman terhadap suatu hal secara lebih dalam. Manusia mempergunakan simbol sebagai media penghantar komunikasi antar sesama dan segala sesuatu yang dilakukan manusia merupakan perlambang dari tindakan atau bahkan karakter dari manusia itu selanjutnya. Ilmu pengetahuan adalah simbol-simbol dari Tuhan, yang diturunkan kepada manusia, dan oleh manusia simbol-simbol itu ditelaah dibuktikan dan kemudian diubah menjadi simbol-simbol yang lebih mudah difahami agar bisa diterima oleh manusia lain yang memiliki daya tangkap yang berberda-beda. Biasanya sebutan orang Jawa adalah orang yang hidup di wilayah sebelah timur sungai Citanduy dan Cilosari. Bukan berarti wilayah di sebelah barat-nya bukan wilayah pulau Jawa. Masyarakat Jawa

3

adalah masyarakat yang menjunjung tinggi rasa kekeluargaan dan suka bergotong royong dengan semboyannya “saiyeg saekoproyo “ yang berarti sekata satu tujuan. Kisah suku Jawa diawali dengan kedatangan seorang satriya pinandita yang bernama Aji Saka, sampai kemudian satriya itu menulis sebuah sajak yang kemudian sajak tersebut diakui menjadi huruf jawa dan digunakan sebagai tanda dimulainya penanggalan tarikh Caka. Kejawen adalah faham orang jawa atau aliran kepercayaan yang muncul dari masuknya berbagai macam agama ke jawa. Kejawen mengakui adanya Tuhan Gusti Allah tetapi juga mengakui mistik yang berkembang dari ajaran tasawuf agama-agama yang ada. Tindakan tersebut dibagi tiga bagian yaitu tindakan simbolis dalam religi, tindakan simbolis dalam tradisi dan tindakan simbolis dalam seni. Tindakan simbolis dalam religi, adalah contoh kebiasaan orang Jawa yang percaya bahwa Tuhan adalah zat yang tidak mampu dijangkau oleh pikiran manusia, karenanya harus di simbolkan agar dapat di akui keberadaannya misalnya dengan menyebut Tuhan dengan Gusti Ingkang Murbheng Dumadi, Gusti Ingkang Maha Kuaos, dan sebagainya. Tindakan simbolis dalam tradisi dimisalkan dengan adanya tradisi upacara kematian yaitu medo’akan orang yang meninggal pada tiga hari, tujuh hari, empatpuluh hari, seratus hari, satu tahun, dua tahun, tiga tahun, dan seribu harinya setelah seseorang meninggal (tahlillan). Dan tindakan simbolis dalam seni dicontohkan dengan berbagai macam warna yang terlukis pada wajah wayang kulit; warna ini menggambarkan karakter dari masing-masing tokoh dalam wayang. Perkembangan budaya jawa yang mulai tergilas oleh perkembangan teknologi yang mempengaruhi pola pikir dan tindakan orang jawa dalam kehidupan. Maka orang mulai berfikir bagaimana bisa membuktikan hal gaib secara empiris tersebut dengan menggunakan berbagai macam metode tanpa mengindahkan unsur kesakralan. Bahkan terkadang kepercayaan itu kehilangan unsur kesakralannya karena dijadikan sebagai obyek exploitasi dan penelitian. Kebiasaan orang Jawa yang percaya bahwa segala sesuatu adalah simbol dari hakikat kehidupan, seperti syarat sebuah rumah harus memiliki empat buah soko guru (tiang penyangga) yang melambangkan empat unsur alam yaitu tanah, air, api, dan udara, yang ke empatnya dipercaya akan memperkuat rumah baik secara fisik dan mental penghuni rumah tersebut. Namun dengan adanya teknologi konstruksi yang semakin maju, keberadaan soko guru itu tidak lagi menjadi syarat pembangunan rumah. Dengan analisa tersebut dapat diperkirakan bagaimana nantinya faham simbolisme akan bergeser dari budaya jawa. Tapi bahwa simbolisme tidak akan terpengaruh oleh kehidupan manusia tapi kehidupan manusialah yang tergantung pada simbolisme. Dan sampai kapanpun simbolisme akan terus berkembang mengikuti berputarnya sangkakala. Mangkunegara IV (Sembah dan Budiluhur) Mangkunegara IV memiliki empat ajaran utama yang meliputi sembah raga, sembah cipta (kalbu), sembah jiwa, dan sembah rasa. Sembah Raga Sembah raga ialah menyembah Tuhan dengan mengutamakan gerak laku badaniah atau amal perbuatan yang bersifat lahiriah. Cara bersucinya sama dengan sembahyang biasa, yaitu dengan mempergunakan air (wudhu). Sembah yang demikian biasa dikerjakan lima kali sehari semalam dengan mengindahkan pedoman secara tepat, tekun dan terus menerus, seperti bait berikut: Sembah raga puniku / pakartining wong amagang laku / sesucine asarana saking warih / kang wus lumrah limang wektu / wantu wataking wawaton Sembah raga, sebagai bagian pertama dari empat sembah yang merupakan perjalanan hidup yang panjang ditamsilkan sebagai orang yang magang laku (calon pelaku atau penempuh perjalanan hidup kerohanian), orang menjalani tahap awal kehidupan bertapa (sembah raga puniku, pakartining wong amagang laku). Sembah ini didahului dengan bersuci yang menggunakan air (sesucine asarana saking warih). Yang berlaku umum sembah raga ditunaikan sehari semalam lima kali. Atau dengan kata lain bahwa untuk menunaikan sembah ini telah ditetapkan waktu-waktunya lima kali dalam sehari

namun bukan berarti mengabaikan aspek rohaniah. Sembah raga tersebut. membersihkan hati dari akhlak yang tercela dan budi pekerti yang hina. Inilah akhir perjalanan hidup batiniah. maka sembah kalbu menekankan pengekangan hawa nafsu yang dapat mengakibatkan terjadinya berbagai pelanggaran dan dosa (sucine tanpa banyu. membersihkan hati nurani dari apa yang selain Allah. Jika sembah cipta (kalbu) mengutamakan peran kalbu. Thaharah (bersuci) itu. Ia disebut pepuntoning laku (pokok tujuan atau akhir perjalanan suluk). Pertama. Tetapi dengan membersihkan hati dari budi jahat dan mengosongkan hati dari apa saja yang selain Allah. harapan atau keinginan yang tersimpan di dalam hati. sembah jiwa ini menempati kedudukan yang sangat penting. membersihkan hadats dan najis yang bersifat lahiriah. tetapi dengan awas emut (selalu waspada dan ingat/dzikir kepada keadaan alam baka/langgeng). Apabila sembah raga menekankan penggunaan air untuk membasuh segala kotoran dan najis lahiriah. Betapa penting dan mendalamnya sembah jiwa ini. tidak pula seperti pada sembah kalbu dengan menundukkan hawa nafsu. Cara bersucinya tidak seperti pada sembah raga dengn air wudlu atau mandi. alam Ilahi. Cara membersihkannya dibasuh dengan air. maka sembah jiwa lebih halus dan mendalam dengan menggunakan jiwa atau al-ruh. amung nyunyuda hardaning kalbu). meskipun lebih menekankan gerak laku badaniah. kalbu berarti hati . maka sembah itu tidak sah. Keempat. Sembah ini hendaknya diresapi secara menyeluruh tanpa henti setiap hari dan dilaksanakan dengan tekun secara terus-menerus. seperti terlihat pada bait berikut: Samengko kang tinutur / Sembah katri kang sayekti katur / Mring Hyang Sukma suksmanen saari-ari / Arahen dipun kecakup / Sembahing jiwa sutengong Dalam rangkaian ajaran sembah Mangkunegara IV yang telah disebut terdahulu. Thaharah yang ketiga dan keempat juga tanpa menggunakan air. sebab orang yang magang laku selain ia menghadirkan seperangkat fisiknya. ia juga menghadirkan seperangkat aspek spiritualnya sehingga ia meningkat ke tahap kerohanian yang lebih tinggi. Jika thaharah yang pertama dan kedua menurut Al-Ghazali masih menekankan bentuk lahiriah berupa hadats dan najis yang melekat di badan yang berupa pelanggaran dan dosa yang dilakukan oleh anggota tubuh. Dengan keharusan memenuhi segala ketentuan syarat dan rukun yang wajib dipedomani (wataking wawaton). Sembah lima waktu merupakan shalat fardlu yang wajib ditunaikan (setiap muslim) dengan memenuhi segala syarat dan rukunnya (wantu wataking wawaton). Sembah Cipta ( Kalbu ) Sembah ini kadang-kadang disebut sembah cipta dan kadang-kadang disebut sembah kalbu. Watak suatu waton (pedoman) harus dipedomani. Kedua. Sedangkan kotoran yang kedua dibersihkan dan dibasuh tanpa air yaitu dengan menahan dan menjauhkan diri dari pelanggaran dan dosa. Dan yang keempat inilah taharah pada Nabi dan Shiddiqin.4 semalam (kang wus lumrah limang wektu). maka sembah cipta di sini mengandung arti sembah kalbu atau sembah hati. Tanpa mempedomani syarat dan rukun. Sembah Jiwa Sembah jiwa adalah sembah kepada Hyang Sukma ( Allah ) dengan mengutamakan peran jiwa. bukan sembah gagasan atau angan-angan. Sembah raga yang demikian ini wajib ditunaikan terus-menerus tiada henti (wantu) seumur hidup. demikian kata Al-Ghazali. tampak dengan jelas pada bait berikut : . ada empat tingkat. membersihkan anggota badan dari berbagai pelanggaran dan dosa. Ketiga. angan-angan. Apabila cipta mengandung arti gagasan. seperti terungkap pada Pupuh Gambuh bait 1 dan Pupuh Gambuh bait 11 berikut : Samengkon sembah kalbu / yen lumintu uga dadi laku / laku agung kang kagungan narapati / patitis teteking kawruh / meruhi marang kang momong.

Di situlah terlihat alam yang bersinar gemerlapan. sembah jiwa berarti menyembah Tuhan dengan alat batin jiwa atau ruh. Dengan demikian menurut Mangkunegara IV. Dan di sinilah akhir perjalanan suluknya. hendaklah perasaan hati dipertebal dan diperteguh jangan terpengaruh apa yang terjadi. sembah ini adalah tingkat permulaan (wong amagang laku) dan sembah yang kedua adalah tingkat lanjutan. Ditinjau dari segi tata cara pelaksanaannya. . ia dipandang telah cukup ahli dalam melakukan sembah dengan mempergunakan aspek-aspek batiniahnya sendiri. Dengan demikian triloka (alam semesta) tergulung menjadi satu. tempat sembah yang keempat. seorang salik telah tiba di tempat yang dituju. tetapi harus dilakukan salik sendiri dengan kekuatan batinnya. Dengan kata lain. maka selanjutnya ia harus mandiri melakukan sembah rasa. Alat batin yang belakangan ini adalah alat batin yang paling dalam dan paling halus yang menurut Mangkunegara IV disebut telenging kalbu (lubuk hati yang paling dalam) atau disebut wosing jiwangga (inti ruh yang paling halus). Oleh karena itu. maka sembah rasa adalah sembah yang dilakukan bukan dalam perjalanan suluk itu. ditinjau dari segi perjalanan suluk. Sembah yang keempat ini ialah sembah yang dihayati dengan merasakan intisari kehidupan makhluk semesta alam.5 Sayekti luwih perlu / ingaranan pepuntoning laku / Kalakuan kang tumrap bangsaning batin / Sucine lan awas emut / Mring alaming lama amota. seperti diungkapkan Mangkunegara IV dalam bait berikut: Semongko ingsun tutur / gantya sembah lingkang kaping catur / sembah rasa karasa wosing dumadi / dadi wus tanpa tuduh / mung kalawan kasing batos. Apabila sembah jiwa dipandang sebagai sembah pada proses pencapaian tujuan akhir perjalanan suluk (pepuntoning laku). Sedangkan sembah ketiga menekankan pengisian seluruh aspek jiwa dengan dzikir kepada Allah seraya mengosongkannya dari apa saja yang selain Allah. melainkan sembah yang dilakukan di tempat tujuan akhir suluk. jiwa/ruh dan inti jiwa/inti ruh (telengking kalbu atau wosing jiwangga) yang memperlihatkan susunan urutan kedalaman dan kehalusannya. Setelah ia diantarkan sampai selamat oleh gurunya untuk memasuki pintu gerbang. maka sembah rasa berarti menyembah Tuhan dengan menggunakan alat batin inti ruh. Begitu pula jagad besar dan jagad kecil digulungkan disatupadukan. Pada tingkatan ini. Pelaksanaan sembah rasa itu tidak lagi memerlukan petunjuk dan bimbingan guru seperti ketiga sembah sebelumnya. Pada tingkat ini ia dipandang telah memiliki kematangan rohani. Jika sembah kalbu mengandung arti menyembah Tuhan dengan alat batin kalbu atau hati seperti disebutkan sebelumnya. Hal yang demikian itu dijelaskan Mangkunegara IV pada bait berikut: "Ruktine ngangkah ngukud / ngiket ngruket triloka kakukud / jagad agung ginulung lan jagad alit / den kandel kumandel kulup / mring kelaping alam kono. Ia didasarkan kepada rasa cemas. dalam diri manusia terdapat tiga buah alat batin yaitu. Pelaksanaan sembah jiwa ialah dengan berniat teguh di dalam hati untuk mengemaskan segenap aspek jiwa. seorang salik dapat melaksanakan sendiri sembah rasa sesuai petunjukpetunjuk gurunya. sembah yang pertama menekankan kesucian jasmaniah dengan menggunakan air dan sembah yang kedua menekankan kesucian kalbu dari pengaruh jahat hawa nafsu lalu membuangnya dan menukarnya dengan sifat utama. seorang salik masih tetap dibimbing gurunya seperti telah disebut di muka. demikian menurut Mangkunegara IV. Maka untuk menghadapi keadaan yang menggumkan itu. Berbeda dengan sembah raga dan sembah kalbu." Sembah Rasa Sembah rasa ini berlainan dengan sembah-sembah yang sebelumnya. kalbu. lalu diikatnya kuat-kuat untuk diarahkan kepada tujuan yang hendak dicapai tanpa melepaskan apa yang telah dipegang pada saat itu. Untuk sampai di sini.

dan lima yang besar adalah hardapusara dari purworejo. sungguh sangat mendalam. Hal ini sesuai dengan wejangan Amongraga kepada Tambangraras dalam Centini bait 156. keberanian dan keteguhan hati seorang salik. dituntut kemandirian. Dalam tembang Kinanthi ajaran itu bertutur : Pada gulangen ing kalbu ing sasmita amrih lantip aja pijer mangan nendra kaprawiran den kaesti pesunen sarira nira sudanen dhahar lan guling (Intinya. Budaya seperti itu secara resmi merupakan “aliran kecil”. paguyuban ngesti tunggal (pangestu) dari surakarta. susila budi darma (SUBUD) yang asalnya berkembang di semarang. Oleh karena itu. yakni tidak lebih dari 200 orang. Sebagian kecil dari budaya kebatinan ini biasanya mempunyai anggota tak lebih dari 200 orang namun ada yang beranggotakan lebih dari 1000 orang yang tersebar di berbagai kota di jawa dan terorganisasi dalam cabang-cabang. terdapat juga ajaran untuk hidup secara asketik. dan trimurti naluri majapahit dari mojokerto dan lain-lain. Pertemuan-pertemuan itu berhasil mendirikan suatu organisasi bernama Badan Kongres Kebatinan Indonesia (BKKI) (Badan 1956). seorang salik harus merampungkannya sendiri dengan segala ketenangan. 1961 dan 1962 (Pakan 1978:98). Sejarah budaya Kebatinan Pada tanggal 19 dan 20 Agustus 1955 di Semarang telah diadakan kongres dari berpuluh-puluh budaya kebatinan yang ada di berbagai daerah di jawa dengan tujuan untuk mempersatukan semua organisasi yang ada pada waktu itu. perukunan kawula manembah gusti. Kongres berikutnya yang diadakan pada tanggal 7 Agustus tahun berikutnya di Surakarta sebagai lanjutannya. dihadiri oleh lebih dari 2. Sembah tersebut. demikian dinyatakan Amongraga. seperti Penunggalan. karya "kasusastran" Jawa (dalam bentuk syair) yang ditulis oleh Sunan Paku Buono IV. tidak dapat diselami dengan kata-kata. yang kemudian juga menyelenggarakan dua kongres serta seminar mengenai masalah kebatinan dalam tahun 1959. Kejernihan batinlah yang menjadi modal utama. tanpa menyandarkan kepada orang lain. Kebanyakan budaya kebatinan di Jawa awalnya merupakan budaya lokal saja dengan anggota yang terbatas jumlahnya. jiwa ayu dan pancasila handayaningratan dari Surakarta. BUDAYA KEBATINAN Di dalam serat Wulang Reh. dengan mana usaha menuju kasampurnaning urip (kesempurnaan hidup) dan mendekat Yang Maha Widi (Allah Yang Maha Kuasa) bisa dicapai.6 Di sini. ilmu kebatinan kasunyatan dari yogyakarta. seperti terlihat pada bait berikut: Iku luwih banget gawat neki / ing rar=’]asantang keneng rinasa / tan kena ginurokake / yeku yayi dan rampung / eneng onengira kang ening / sungapan ing lautan / tanpa tepinipun / pelayaran ing kesidan / aneng sira dewe tan Iyan iku yayi eneng ening wardaya. tidak dapat pula dimintakan bimbingan guru. Orang pun tak boleh mengumbar nafsu makan serta tidur). . kejernihan batin dan kecintaan yang mendalam untuk melebur diri di muara samudera luas tanpa tepi dan berjalan menuju kesempurnaan. Kesemuanya itu tergantung pada diri sendiri. paguyuban sumarah dan sapta dari yogyakarta. orang harus melatih kepekaan hati agar tajam menangkap gejala dan tanda-tanda. ilmu sejati dari madiun.000 peserta yang mewakili 100 organisasi.

Madiun.000 orang baik yang berasal dari golongan priyayi maupun dari kelas-kelas masyarakat lain. melainkan menamakan dirinya “Pusat Latihan Kejiwaan”. Majalah yang dikeluarkan organisasi itu dwijawara merupakan tali pengikat bagi para anggotanya yang tersebar itu. Namun anggota yang berasal dari daerah pedesaan juga banyak yaitu yang tinggal di pemukiman transmigrasi di sumatera dan kalimantan. sapta darma beranggotakan orang-orang dari daerah pedesaan dan orang-orang pekerja kasar yang tinggal di kota-kota. Budaya ini tidak mau disebut budaya kebatinan. yaitu Buku Kawula Gusti dan Wigati. Ajaran-ajarannya termaktub dalam dua buah buku yang oleh para pengikutnya sudah hampir dianggap keramat. dengan pemimpinnya bernama R. Para pengikutnya mula-mula adalah seorang priyayi dari Purworejo dan beberapa kota lain di daerah bagelan. Pagguyuban ngesti tunggal. yang berpusat dikota-kota lain seperti Jakarta. melaporkan bahwa dalam propinsi jawa tengah saja tercatat sebanyak 286 organisasi kebatinan dalam tahun 1870. de jong yang mempelajari budaya kebatinan jawa di jawa tengah. Pangestu didirikan di surakarta pada bulan mei 1949. atau lebih terkenal dengan nama Pangestu adalah sebuah budaya kebatinan lain yang luas jangkauannya. Jumlah anggotanya kini sudah mencapai 115. Paguyuban sumarah juga merupakan organisasi besar yang dimulai sebagai suatu gerakan kecil. Gerakan ini didirikan oleh Soenarto. Walaupun demikian para pemimpinnya hampir semua priyayi. namun Surakarta sebagai pusat kebudayaan jawa agaknya masih merupakan tempat dimana terdapat paling banyak organisasi kebatinan yang terpenting. Jumlah anggotanya konon sudah mencapai beberapa ribu orang. namun berkembang kembali tahun 1950 di Yogyakarta. Beliau berasal dari desa keplakan dekat pare. Banyak dari para pengikutnya adalah orang Asia. lima diantaranya dengan anggota sebanyak antara 30-70 orang. tetapi ada satu yang anggotanya sekitar 500 orang dalam tahun 1970. Ahli sosiolagi Selosoemardjan berpendirian bahwa orang jawa pada umumnya cenderung untuk . yang dalam tahun 1895 didirikan oleh Kyai Kusumawicitra.000 orang tersebar di banyak kota di Jawa. Jawa timur. Buku yang berisi ajarannya adalah kitab pewarah sapta darma. dan juga Jakarta. biasanya menjelaskan bahwa timbulnya berbagai budaya itu disebabkan karena sebagian besar orang jawa butuh mencari hakekat alam semesta. Sepuluh lainnya adalah organisasi-organisasi yang besar. selain itu gerakan itu juga menerbitkan majalah berkala berjudul Pewarta Kejiwaan Subud.7 Hardapusara adalah yang tertua diantara kelima gerakan yang terbesar itu. Anggota-anggotanya yang berjumlah beberapa ribu itu tersebar di berbagai kota diseluruh Indonesia dan mempunyai sebanyak 87 cabang di luar negeri. Ia konon menamatkan ilmu dari menerima wangsit dan ajaran-ajarannya semula disebut kawruh kasunyatan gaib. terutama berasal dari kalangan priyayi. Berbeda dengan keempat organisasi yang lain. dengan kemungkinan bahwa masih ada organisasi-organisasi kecil lainnya yang tidak terdaftar di sana. Yogyakarta. S. pusatnya sekarang berada di Jakarta. Sapta darma adalah yang termuda dari kelima gerakan kebatinan yang terbesar di jawa yang didirikan tahun 1955 oleh guru agama bernama Hardjosaputro yang kemudian mengganti namanya menjadi Panuntun Sri Gutomo. Susila budi (SUBUD) didirikan pada tahun 1925 di semarang. dan anggota-anggotanya yang kini sudah berjumlah 50. Walaupun budaya kebatinan ada di seluruh daerah di jawa. intisari kehidupan dan hakekat Tuhan. Dalam tahun 1970 ada 13 organisasi kebatinan di sana. yang diantaranya ada yang berlatar belakang pendidikan psikologi. Ng. organisasi ini dahulu pernah berkembang dan mempunyai cabang-cabangnya di berbagai kota di Jawa Tengah. seorang petani desa kemanukan dekat purworejo. Doktrin ajaran organisasi itu dimuat dalam buku berjudul susila budhi dharma. Pada akhir tahun 1940-an gerakan itu mulai mundur. Pengikut-pengikut terkemuka dari budaya kebatinan. Ia mengaku menerima wahyu pada tahun 1935. yang di antara tahun 1932 dan 1933 menerima wangsit yang oleh kedua orang pengikutnya dicatat dan kemudian diterbitkan menjadi buku sasangka djati. Sukirno Hartono dari Yogyakarta. Eropa. Australia dan Amerika. Kediri dan sebagainya (jong 1973: 10-12).

8

mencari keselarasan dengan lingkungan dan hati nuraninya, yang sering dilakukannya dengan cara-cara metafisik. Mistik Kebatinan Menurut pandangan ilmu mistik kebatinan orang jawa, kehidupan manusia merupakan bagian dari alam semesta secara keseluruhan, dan hanya merupakan bagian yang sangat kecil dari kehidupan alam semesta yang abadi, dimana manusia itu seakan-akan hanya berhenti sebentar untuk minum. Sikap. Gaya hidup, dan banyak aktivitas sebagai latihan upacara yang harus diterima dan dilakukan oleh seorang, yang ingin menganut mistik dibawah pimpinan guru dan panuntun agama itu, pada dasarnya sama pada berbagai gerakan kebatinan jawa yang ada. Hal yang mutlak perlu adalah kemampuan untuk melepaskan diri dari dunia kebendaan, yaitu memiliki sifat rila (rela) untuk melepaskan segala hak milik, pikiran atau perasaan untuk memiliki, serta keinginan untuk memiliki.. melalui sikap rohaniah ini orang dapat membebaskan diri dari berbagai kekuatan serta pengaruh dunia kebendaan di sekitarnya. Sikap menyerah serta mutlak ini tidak boleh dianggap sebagai tanda sifat lemahnya seseorang; sebaliknya ia menandakan bahwa orang seperti itu memiliki kekuatan batin dan keteguhan iman. Kemampuan untuk membebaskan diri dari dunia kebendaan dan kehidupan duniawi juga melibatkan sikap narima yaitu sikap menerima nasib, dan sikap bersabar, yang berarti sikap menerima nasib dengan rela. Kemampuan untuk memiliki sikap-sikap semacam itu dapat diperoleh dengan hidup sederhana dalam arti yang sesungguhnya, hidup bersih, tetapi juga dengan jalan melakukan berbagai kegiatan upacara kegiatan upacara yang meningkatkan kemampuan berkonsentrasi dengan jalan mengendalikan diri, dan melakukan berbagai latihan samadi. Melalui latihan bersemedi di harapkan agar orang dapat membebaskan dirinya dari keadaan sekitarnya, yaitu menghentikan segala fungsi tubuh dan keinginan serta nafsu jasmaninya. Hal ini dapat memberikan keheningan pikiran dan membuatnya mengerti dan menghayati hakekat hidup serta keselarasan antara kehidupan rohaniah dan jasmaniah. Apabila orang sudah bebas dari beban kehidupan duniawi (pamudharan), maka orang itu setelah melalui beberapa tahap berikutnya, pada suatu saat akan dapat bersatu dengan Tuhan ( jumbuhing kawula Gusti, atau manunggaling kawulaGusti ) /Pendekatan kepada Illahi. Namun dengan tercapainya pamudharan, yang memungkinkan orang untuk melepaskan diri dari kehidupan dunia kebendaan, orang itu juga tidak terbebas dari kewajiban-kewajibannya dalam kehidupan yang konkret; bahkan, orang yang sudah mencapai pamudharan, wajib amemayu ayuning bawana, atau berupaya memperindah dunia, yaitu berusaha memelihara dan memperindah dengan jalan melakukan hal-hal yang baik, dan hidup dengan penuh tanggung jawab. Gerakan Untuk Purifikasi Jiwa Semua organisasi kebatinan yang besar umumnya, memang bersifat mistis; banyak gerakan kebatinan, terutama yang jumlah anggotanya sedikit, hanya berusaha untuk mencapai purifikasi jiwa, Hal yang mereka inginkan adalah memperoleh suatu kehidupan kerohanian yang mantap, tanpa rasa takut dan rasa ketidak-pastian. Inilah yang oleh orang jawa disebut orang yang sudah “bebas” (kamanungsan, kasunyatan). Cara untuk kamanungsan pada umumnya sama dengan cara untuk mencapai pamudharan tersebut diatas. Kecuali beberapa variasi kecil, maka cara untuk mencapai purifikasi jiwa pada dasarnya adalah dengan menjalankan kehidupan yang penuh tanggung jawab, baik secara moral, sederhana, mampu membebaskan diri dari keduniawian, mempunyai sikap yang baik terhadap kehidupan, nasib dan kematian dan melakukan samadi secara ketat. Oleh karena gerakan-gerakan kebatinan ini berusaha mencari kebebasan rohaniah individu, maka orang mudah mengerti bahwa sifatnya agak individualis; gerakan-gerakan seperti itu paling tidak menarik bagi orang-orang yang membutuhkan kehidupan keagamaan, tanpa harus menaati peraturan-peraturan keagamaan yang resmi secara ketat, namun menyesuaikan dengan adat istiadat (Said 1972-a: 153-154)

9

Kebatinan Yang Berdasarkan Ilmu Gaib Di seluruh daerah tempat tinggal orang jawa banyak terdapat gerakan-gerakan kebatinan yang hanya beranggotakan beberapa puluh orang saja. Kebanyakan dari gerakan seperti itu berpusat di kotakota dan pada umumnya bersifat rahasia, yaitu dengan tujuan-tujuan yang bersifat mistik, moralis, atau etis dan dipimpin oleh seorang guru. Untuk mencapai tujuannya, para anggota gerakan seperti itu banyak melakukan praktek-praktek ilmu gaib, disamping studi dan bersamadi. Banyak dari budaya semacam itu pada awalnya adalah suatu organisasi yang mengajar seni bela diri pencak. Kecuali memberi latihan fisik, gurunya juga melatih murid-muridnya untuk melakukan meditasi. Untuk menciptakan suasana keramat, ada juga yang ditambah berbagai ritus ilmu gaib secara rahasia yang dimaksudkan agar para muridnya, memperoleh kekebalan dan kesaktian tertentu.

CIPTA TUNGGAL

Cipta bermakna: pengareping rasa, tunggal artinya satu atau difokuskan ke satu obyek. Jadi Cipta Tunggal bisa diartikan sebagai konsentrasi cipta. 1. Cipta, karsa ( kehendak ) dan pakarti ( tindakan ) selalu aktif selama orang itu masih hidup. Pakarti bisa berupa tindakan fisik maupun non fisik, pakarti non fisik misalnya seseorang bisa membantu memecahkan atau menyelesaikan masalah orang lain dengan memberinya nasehat, nasehat itu berasal dari cipta atau rasa yang muncul dari dalam. Sangatlah diharapkan seseorang itu hanya menghasilkan cipta yang baik sehingga dia juga mempunyai karsa dan pakarti / tumindak yang baik, dan yang berguna untuk diri sendiri atau syukur -syukur pada orang lain. 2. Untuk bisa mempraktekkan tersebut diatas, orang itu harus selalu sabar, konsestrasikan cipta untuk sabar, orang itu bisa makarti dengan baik apabila kehendak dari jiwa dan panca indera serasi lahir dan batin. Ingatlah bahwa jiwa dan raga selalu dipengaruhi oleh kekuatan api, angin, tanah dan air. 3. Untuk memelihara kesehatan raga, antara lain bisa dilakukan : a. Minumlah segelas air dingin dipagi hari, siang dan malam sebelum tidur, air segar ini bagus untuk syarat dan bagian-bagian tubuh yang lain yang telah melaksanakan makarti. b. Jagalah tubuh selalu bersih dan sehat, mandilah secara teratur di negeri tropis sehari dua kali. c. Jangan merokok terlalu banyak. d. Konsumsilah lebih banyak sayur-sayuran dan buah-buahan dan sedikit daging, perlu diketahui daging yang berasal dari binatang yang disembilah dan memasuki raga itu bisa berpengaruh kurang baik, maka itu menjadi vegetarian ( tidak makan daging ) adalah langkah yang positif. e. Kendalikanlah kehendak atau nafsu, bersikaplah sabar, narima dan eling. Janganlah terlalu banyak bersenggama, seminggu sekali atau dua kali sudah cukup. 4. Berlatihlah supaya cipta menjadi lebih kuat, pusatkan cipta kontrol panca indera. Tenangkan badan (heneng) dengan cipta yang jernih dan tentram (hening). Bila cipta bisa dipusatkan dan difokuskan

10

5.

6. 7. 8.

kearah satu sasaran itu bagus, artinya cipta mulai mempunyai kekuatan sehingga bisa dipakai untuk mengatur satu kehendak. Buatlah satu titik atau biru ditembok atau dinding ( . ) duduklah bersila dilantai menghadap ke tembok, pandanglah titik itu tanpa berkedip untuk beberapa saat, konsentrasikan cipta, kontrol panca indera, cipta dan pikiran jernih ditujukan kepada titik tersebut. Jangan memikirkan yang lain, jarak mata dari titik tersebut kira-kira tujuh puluh lima sentimeter, letak titik tersebut sejajar dengan mata, lakukan itu dengan santai. Lakukan latihan pernafasan dua kali sehari, pada pagi hari sebelum mandi demikian juga pada sore hari sebelum mandi tarik nafas dengan tenang dalam posisi yang enak. Lakukan olah raga ringan (senam) secara teratur supaya badan tetap sehat, sehingga mampu mendukung latihan olah nafas dan konsentrasi. Hisaplah kedalam badan Sari Trimurti pada hari sebelum matahari terbit dimana udara masih bersih, lakukan sebagai berikut : Tarik nafas Tahan Nafas Keluarkan Nafas Jumlah 10 detik 10 detik 10 detik 30 detik minggu I : 3 kali 15 detik 10 detik 15 detik 40 detik minggu II : 3 kali 20 detik 10 detik 20 detik 50 detik minggu III : 3 kali 26 detik 8 detik 26 detik 60 detik minggu IV : 3 kali

9. Untuk memperkuat otak tariklah nafas dengan lobang hidung sebelah kiri, dengan cara menutup lobang hidung sebelah kanan dengan jari, lalu tahan nafas selanjutnya keluarkan nafas melalui lobang hidung sebelah kanan, dengan menutup lobang hidung sebelah kiri dengan jari. Tarik nafas Tahan Nafas Keluarkan Nafas Jumlah 4 detik 8 detik 4 detik 16 detik minggu I : 7 kali 10 detik 7 detik 10 detik 27 detik minggu II : 7 kali 10 detik 10 detik 10 detik 30 detik minggu III & IV : 7 kali 20 detik 20 detik 20 detik 60 detik minggu V : 7 kali 10. Karsa akan terpenuhi apabila nasehat-nasehat diatas dituruti dengan benar, praktekkan samadi pada waktu malam hari, paling bagus tengah malam ditempat atau kamar yang bersih. Kontrol panca indera, tutuplah sembilan lobang dari raga, duduk bersila dengan rilek, fokuskan pandangan kepada pucuk hidung. Tarik nafas, tahan nafas, dan keluarkan nafas dengan tenang dan santai, konsentrasikan cipta lalu dengarkan suara nafas. Pertama-tama akan dirasakan sesuatu yang damai dan apabila telah sampai saatnya orang akan bisa berada berada dalam posisi hubungan harmonis antara kawula dan Gusti ALLAH 11. Cobalah lakukan sebagai berikut : a. Lupakan segalanya selama dua belas detik b. Dengan sadar memusatkan cipta kepada dzat yang agung selama seratus empat puluh detik. c. Jernihkan pikiran dan rasa selama satu, dua atau tiga jam ( semampunya ) 12. Tujuh macam tapa raga, yang perlu dilakukan a. Tapa mata, mengurangi tidur artinya jangan mengejar pamrih. b. Tapa telinga, mengurangi nafsu artinya jangan menuruti kehendak jelek. c. Tapa hidung, mengurangi minum artinya jangan menyalahkan orang lain d. Tapa bibir, mengurangi makan artinya jangan membicarakan kejelekan orang lain e. Tapa tangan, jangan mencuri artinya jangan mudah memukul orang f. Tapa alat seksual, mengurangi bercinta dan jangan berzinah g. Tapa kaki, mengurangi jalan artinya jangan membuat kesalahan

Tapa jiwa. tidak mencampuri urusan orang e. tempatnya di utara warnanya hitam. Puser. usahakan supaya badan menuruti kehendak cipta yaitu dengan jalan: bangun pagi hari. bersifat luhur berpikiran jernih g. a. saudara tua kawah. mereka ada karena kamu ada. tenang dan kuat dalam panalongso f. dia dikeluarkan dari gua garba ibu sesudah kamu. Menghormati orang lain tanpa memandang jenis kelamin. b. tempatnya di selatan warnanya merah d. tidur pada waktu sudah mengantuk. menyembah kepada Tuhan Yang Maha Esa yang berarti juga menghormati dan memuja-Nya. rendah hati melaksanakan hanya hal yang baik b. selama orang itu hidup didunia. Mar adalah udara. Selain sedulur papat diatas.11 13. darah yang keluar dari gua garba ibu sewaktu melahirkan. sedangkan Marti adalah udara yang merupakan rasa ibu sesudah selamat melahirkan si jabang bayi. Tingkatkan sembah. Tapa cahaya. tetapi ada baik dan kamu juga harus mempunyai hubungan yang serasi dengan mereka yaitu : a. Mereka memang ditugaskan oleh kekuasaan alam untuk selalu dengan setia membantu. Selalu yakin orang yang kehilangan keyakinan atas kepercayaan diri adalah seperti pusaka yang kehilangan yoninya atau kekuatannya 15. Sedulur papat kalimo pancer Orang Jawa tradisional percaya eksistensi dari sedulur papat ( saudara empat ) yang selalu menyertai seseorang dimana saja dan kapan saja. Tapa hati. 17. adik ari-ari. semua manusia itu sama : saya adalah kamu ( tat twan asi ). setia tidak bohong. Tapa nafsu. kamu bisa meminta bantuan Mar dan Marti hanya sesudah kamu melaksankan tapa brata ( laku spiritul yang sungguh-sungguh ). berbentuk udara. Tapa rasa. yang dihasilkan karena perjuangan ibu saat melahirkan bayi. Sembah raga Ini adalah tapa dari badan jasmani. (empat jurusan yang kelima ada ditengah). c. Mereka berlima itu dilahirkan melalui ibu. Tapa raga. kepercayaan dan agama. tidak mengeluh dan sabar pada saat menderita d. . jangan malas lalu sebagai manusia normal bekerjalah. tempatnya di timur warnanya putih. Makanlah makanan yang tidak berlebihan dan tidur secukupnya saja: makan pada waktu lapar. sebelum melewati tapabrata. Secara mistis Mar dan Marti ini warnanya putih dan kuning. mereka tidak tidak punya badan jasmani. kedudukan. mandi. pancer kelima itulah badan jasmani kamu. Adi ari-ari. minum pada waktu haus. Kakang kawah. istilah lainnya ialah Pujabrata. Tapa hidup. waspada dan eling 14. Berketetapan hati a. Tidak ragu-ragu b. kalau kamu melukai orang lain itu juga melukai dirimu sendiri. Sementara orang menyebut mereka keblat papat lima tengah. pusar yang dipotong sesudah kelahiranmu. Tujuh macam tapa jiwa yang perlu dilakukan a. tidak iri kepada sukses orang lain. itu juga baik buat kamu. Badan itu maunya menyenang-nyenangkan diri. Merekalah yang disebut sedulur papat kalimo pancer. Mulai hari ini. suku. dia keluar dari gua garba ibu sebelum kamu. merasa gembira tanpa batas. tempatnya di barat warnanya kuning. Artinya kalau kamu berbuat baik kepada orang lain. seperti diketahui badan hanyalah mengikuti perintah batin dan kehendak. pelajarilah ilmu luhur yang berguna untuk diri sendiri dan orang lain. Ada guru laku yang mengatakan bahwa seseorang itu tidak diperkenankan melakukan pujabrata. Getih. mereka itu adalah Mar dan Marti. bangsa. yang lain adalah Kalima Pancer. 16. bersyukur tidak mencurigai orang lain melakukan hal yang jahat c.

kontrollah nafsumu dan taklukan keserakahan. ini adalah sembah batin yang tidak melibatkan lahir. ditempat yang sesuai. laksanakan dengan santai saja 4. Dengan begitu rasa kamu akan menjadi tajam dan kamu akan mulai melihat kenyataan. Kini kamu berada dijalan yang menuju ke kenyataan sejati. kamu merasa seolah-olah sepi tidak ingat apapun. hubungan harmonis antara kawula dan Gusti layaknya seperti manisnya madu dan madunya. Kamu harus selalu mengerjakan hal-hal yang baik dan benar. Cahaya itu adalah pramana kamu sendiri. Jangan memaksa ragamu. hening dan eling. seolah-olah badan astral dan mental tidak berfungsi. Kita akan mengerti dengan sempurna atas kenyataan hidup dan keberadaan semua mahluk melalui olah samadi atau memahami Sangkan Paraning Dumadi. Sembah rasa artinya sejati ( rasa sejati ) 1. Sembah cipta 1. d. kamu lupa tetapi jiwa tetap eling ( sadar ) itulah situasi heneng dan hening dan sekaligus eling kesadaran dari rasa sejati. 2. kamu harus melatih pikiranmu kepada kenyataan sejati kawula engenal Gusti. kamu dan cahaya itu saling melindungi. Konsentrasikan rasa kamu 3. Apabila kamu melihat cahaya yang sangat tenang tetapi tidak menyilaukan itu pertanda kamu sudah mulai membuka dunia kenyataan. tidak terpisahkan. Biasakanlah melakukan hal ini. c. Ini hanya bisa dilaksanakan dengan keteguhan hati sehingga hasilnya akan terlihat. dan sama sekali tidak menjadi beban. . Lakukan dengan teratur ditengah. Sembah jiwa Sembah jiwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Kehendahmu jernih. Berlatih cipta sebagai berikut : 1. dengan rasa yang mendalam menggunakan jiwa suksma yang telah kamu temui pada waktu pada heneng. 2.12 b. Kita bisa mengerti dengan sempurna untuk apa kita diciptakan dan selanjutnya apakah tujuan hidupmu. 2. kamu akan merasa yakin pada waktu bersamadi. fokuskan kepada itu 5. sampai kamu merasa bahwa apa yang kamu kerjakan itu adalah sesuatu yang memang harus kamu kerjakan.

kamangka sabar iku mujudake alat kanggo nyaketake dhiri marang Allah SWT. Wong nggarbini yen pas babaran kae. Wetune Rah (Rahsa) iki uga ing wektu akhir. iku cetha yen ora apik. Adhi AriAri lan Rahsa kuwi?. banjur disusul laire bayi. kakang Kawah. nanging yen kabeh duwene duwit diwenehake satemah uripe dewe rusak. Kocape kuwi mujudake Sedulur Papat mungguhing manungsa. sedulur papat iku kudu direksa lan diatur supaya aja nganti ngelantur. lan Getih kang kaprahe diarani Rahsa. Aluamah / Srakah : Manungsa kuwi umume padha nduweni rasa srakah lan aluamah. Kethek lan Manuk Merak. Kewan cacah papat mau nggambarake nafsu patang warna yaiku : Macan nggambarake nafsu Amarah. kapara kudu menang. Kethek nggambarake nafsu Aluamah. mulane Rasa Samar Mati iku banjur dianggep minangka Sadulur Tuwa. lan Manuk Merak nggambarake nafsu Mutmainah. Kawah. Kethek nggambarake nafsu Aluamah. Rasa uwas kawatir pralaya anane dhisik dhewe sadurunge metune Kawah. Yen Kawah wis mancal medhal. Mula kuwi. Ari-Ari. mula Rahsa iku uga dianggep Sedulur Enom. nanging yen ngluwihi wates ya tetep ora becik. diwiwiti saka tembang Dhandanggula kang cakepane mangkene : Ana kidung ing kadang Marmati Amung tuwuh ing kuwasanira Nganakaken saciptane Kakang Kawah puniku Kang rumeksa ing awak mami Anekakake sedya Ing kuwasanipun Adhi Ari-Ari ingkang Memayungi laku kuwasanireki Angenakken pangarah Ponang Getih ing rahina wengi Ngrerewangi ulah kang kuwasa Andadekaken karsane Puser kuwasanipun Nguyu-uyu sabawa mami Nuruti ing panedha Kuwasanireku Jangkep kadang ingsun papat Kalimane wus dadi pancer sawiji Tunggal sawujud ingwang Ing tembang dhuwur iku disebutake yen " Sedulur Papat " iku Marmati. Iki dianggep Pancer pusate Sedulur Papat. Manungsa diuji aja nganti kalah karo sedulur papat kasebut. mula kuwi yen ora dikendaleni. kang dhisik dhewe iku metune Banyu Kawah sak durunge laire bayi. Yen manungsa . SEDULUR PAPAT LIMA PANCER Njupuk sumber saka Kitab Kidungan Purwajati seratane . Puser (Tali Plasenta) iku umume PUPAK yen bayi wis umur pitung dina. Mula banjur tuwuh unen-unen " SEDULUR PAPAT LIMA PANCER " 0 Kekayon wayang purwa kang kaprahe kasebut Gunungan. Kocape kuwi mujudake Sedulur Papat mungguhing manungsa. Kabeh kuwi mancer neng Puser (Udel) yaiku mancer ing Bayi. ana kono gambar Macan.13 PAPAT LIMA PANCER Ing Kekayon wayang purwa kang kaprahe kasebut Gunungan. Bantheng nggambarake nafsu Supiyah. Cethane mancer marang uwonge kuwi. Bantheng. Bantheng nggambarake nafsu Supiyah. lire kudu bisa ngatasi krodhane sedulur papat. manungsa kepengine bisa urip nganti pitung turunan. Geneya kok disebut Marmati. bisa-bisa manungsa koncatan kasabaran. Contone. Mula manungsa kang kabulet nafsu asmara digambarake bisa ngobong jagad. Marmati iku tegese Samar Mati ! lire yen wong wadon pas nggarbini ( hamil ) iku sadina-dina pikirane uwas Samar Mati. Kewan cacah papat mau nggambarake nafsu patang warna yaiku : Macan nggambarake nafsu Amarah. ana kono gambar Macan. Mutmainah / Kautaman : Senajan kuwi kautaman utawa kabecikan. lan Manuk Merak nggambarake nafsu Mutmainah kang kabeh mau bisa dibabarake kaya ukara ing ngisor iki: Amarah : Yen manungsa ngetutake amarah iku tartamtu tansaya bengkerengan lan padudon wae. mula Kawah banjur dianggep Sadulur Tuwa kang lumrahe diarani Kakang Kawah. Ari-Ari lan Rahsa kuwi mau. Sarehne Ari-Ari iku metune sakwise bayi lair. Puser kang copot saka udel kuwi uga dianggep Sedulure bayi. Kethek lan Manuk Merak. Supiyah / Kaendahan : Manungsa kuwi umume seneng marang kang sarwa endah yaiku wanita (asmara). mulane Ari-Ari iku diarani Sedulur Enom lan kasebut Adhi Ari-Ari Lamun ana wong abaran tartamtu ngetokake Rah ( Getih ) sapirang-pirang. Bantheng. sakwise kuwi banjur disusul wetune Ari-Ari. menehi duwit marang wong kang kekurangan kuwi becik.

14 dikalahake dening sedulur papat iki. Orang Jawa juga mempunyai adat untuk hanya makan sedikit sekali (tidak lebih daripada yang dapat dikepal dengan satu tangan) ngepel. bahkan ada juga yang melakukannya di dalam suatu ruangan yang gelap pekat. Dalam kesusateraan kuno orang kuno. serta mampu menahan hawa nafsu. jabatan. Dalam keadaan seperti itu melakukan tirakat dapat dianggap sebagai tanda rasa prihatin yang dianggap perlu oleh orang Jawa bila seseorang berada dalam keadaan bahaya. . atau adat untuk berpuasa dan menyendiri dalam suatu ruangan (ngebleng). ateges jagade bubrah. dan anggapan bahwa dengan menjalankan kehidupan yang ketat dengan disiplin tinggi. atau dalam hubungan dengan orang lain. yaitu bulan Sura. Mereka juga beranggapan bahwa orang bisa menjadi lebih tekun. Manusia jawa (tiyang Jawi) pada saat tertentu rela/mau dengan sengaja. tetapi dapat juga pada waktu suatu masyarakat atau negara berada dalam suatu masa bahaya. Bener orane. waktu mengalami krisis dalam keluarga. yang tidak dapat ditembus oleh sinar cahaya (patigeni). Tirakat kadang-kadang dijalankan dengan berpantang makan kecuali nasi putih saja (Mutih) pada hari senin dan kamis. konsep tapa dan tapabrata diambil langsung dari konsep Hindu tapas. dan terutama bahwa orang yang telah melakukan usaha semacam itu kelak akan mendapatkan pahala. Bertapa ( Tapabrata ) Tapabrata dianggap oleh para penganut agami Jawi sebagai suatu hal yang sangat penting. dengan jalan berpuasa pada bulan puasa (Siyam) ada terkadang juga berpuasa selama beberapa hari (Nglowong) menjelang hari-hari besar Islam. Ing kene dununge pancer kudu bisa dadi paugeran lan dadi pathokan. epidemi dan sebagianya. Tirakat dapat juga dijalankan pada saat-saat khusus. kesedihan dan kekecewaan dalam hidupnya melalui latihan keprihatinannya pada jalan tirakatnya. untuk jatah makannya selama satu atau dua hari. menempuh kesukaran dan ketidaknyamanan untuk maksud-maksud ritual dalam budaya spiritualnya. seperti pada Bakda Besar (Bulan pertama menurut perhitungan orang Jawa). nyumanggakake TIRAKAT Liring sepuh sepi hawa Awas roroning atunggal Tan samar pamoring sukma Sinukmanya winahya ing ngasepi Sinimpen telenging kalbu Pambukaning wanara Tarlen saking liyep layaping ngaluyup Pindha sesating supena Sumusiping rasa jati Sajatine kang mangkana Wus kakenan nugrahaning Hyang Widhi Bali alaming asuwung Tan karem karameyan Ingkang sipat wisesa-winisesa wus Milih mula-mulanira Mulane wong anom sami. pada waktu terkena bencana alam. yang berakar dari pikiran bahwa usaha-usaha seperti itu dapat membuat orang teguh imannya dan mampu mengatasi kesukarankesukaran. Selama berabad-abad para pertapa dianggap sebagai orang keramat. misalnya pada waktu orang menghadapi suatu tugas berat. yang berasal dari buku-buku Veda. Dalam ceritacerita wayang kita sering dapat menjumpai adanya tokoh pahlawan yang menjalankan tapa. orang dapat mencapai tujuan-tujuan yang sangat penting.

adalah cara bersamadi dengan membiarkan diri dihanyutkan arus air di atas sebuah rakit. 9. dengan bergantung terbalik. Tapa mangan. untuk suatu jangka waktu tertentu. tanpa lauk pauk. akhirnya perlu disebutkan bahwa pada orang Jawa tapa merupakan salah satu cara penting dan utama untuk bersatu dengan Tuhan. Sebaliknya meditasi seringkali juga dijalankan bersama dengan suatu tindakan keagamaan lain. Tapa bisu. sehingga dengan demikian ada suatu perbedaan fungsional antara tirakat dan tapabrata. Walaupun demikian bahwa kita harus memperhatikan bahwa ke 11 jenis tapabrata itu jarang dilakukan secara terpisah. Maksud yang ingin dicapai dengan bermeditasi itu ada bermacam-macam. . atau orang keramat. ia biasanya juga bermeditasi. cara bertapa semacam ini biasanya didahului oleh suatu janji. 11. 2. dengan gemuruh ombak sebagai latar belakangnya. dengan kedua kaki diikat pada dahan sebuah pohon. yaitu hanya makan nasi saja. semua biasanya dijalankan dengan tata urut tersendiri. hingga yang sukar dan berat dijalankan. yaitu bersamadi disamping makam nenek moyang anggota keluarga. Namun sering terjadi bahwa orang melakukan tapabrata bersamaan dengan samadi. yaitu dari yang sangat sederhana. 10. misalnya untuk memperoleh kekuatan iman dalam menghadapi krisis sosial ekonomi atau sosial politik. dengan jalan merendam diri di tengah sungai selama beberapa waktu yang sudah ditentukan. Tapa ngramban. seperti menatap cahaya yang terang benderang dari dalam sebuah gua yang gelap ditepi pantai. dengan menahan diri untuk tidak berbicara. 3. Bahwa meditasi dan tapa adalah sama. Tapa ngidang. Tapa ngeli. yaitu tidak dan tidak membersihkan diri selama jangka waktu tertentu. tidak hanya duduk diatas rakitnya saja sambil bengong. sebenarnya juga dilakukan oleh orang-orang yang hanya menjalankan tirakat aja. untuk memperoleh kemahiran berkreasi atau memperoleh kemahiran dalam kesenian. dengan cara tidur untuk suatu jangka waktu tertentu tanpa makan apa-apa. dengan menyendiri di dalam hutan dan hanya makan tumbuh-tumbuhan 7. dan cara-cara itu telah disebutkan oleh J. Tentu saja tujuan dari tapa semacam ini adalah untuk mendapatkan kenikmatan duniawian. oleh karena itu batas antara tirakat dan tapabrata itu tidak begitu jelas. misalnya dengan berpuasa atau tirakat. murid dari seorang wali di abad ke 16. dilakukan dengan jalan tidak tidur. seperti memusatkan perhatian pada titik-titik hujan yang jatuh ditanah. 5. Teknik-teknik serta latihan-latihan untuk melakukan meditasi ada bermacam-macam. 6. Tapa nguwat. serta perbedaan antara keduanya hanya terletak pada intensitas menjalankannya saja. Tapa bolot. Namun banyak orang melakukan meditasi untuk memperoleh kesaktian ( kasekten ) disamping untuk menyatukan diri dengan sang Pencipta. tidak berbuat apa-apa. atau dilakukan dengan cara menggabung-gabungkan. Tapa mutih. Meditasi atau Semedi.15 Orang jawa mengenal berbagai cara bertapa. 4. sambil berdiri dengan posisi yang sukar selama 12 jam berturut-turut. Ketiga jenis tapa yang tersebut terakhir. Tapa ngambang. yang memungkinkannya melakukan suatu pekerjaan yang penuh tanggung jawab atau untuk menghadapi suatu tugas berat yang dihadapinya. Tapa ngalong. Tapa tilem. tetapi boleh makan. dengan jalan menyingkir sendiri ke dalam hutan. Oleh karena itu tapa semacam itu mirip dengan tapa pada orang hindu dahulu. orang yang melakukan tapa ngeli misalnya. Meditasi atau semedi memang biasanya dilakukan bersama-sama dengan tapabrata. 8. dengan maksud untuk memperoleh wahyu. untuk mendapatkan wahyu. Knebel (1897 : 119-120 ) dalam karangannya mengenai kisah Darmakusuma. berbagai cara menjalankan tapa adalah : 1.

karena pengalaman dalam bermeditasi banyak dipengaruhi oleh latar belakang temperamen. Melepaskan diri dari pikiran atau perasaan yang berobah-obah. pergunakan wangi-wangian dan atau mantra. sebabnya tiada lain karena meditasi adalah salah satu usaha proses untuk meningkatkan pengembangan pribadi seseorang secara total. Tulisan ini didasari dari berbagai literatur mengenai meditasi. mengetahui kesatuan alam dengan dirinya dan lain-lainnya. Mengamati. Oleh karena itu kita dapat menghakimi hasil temuan orang yang bermeditasi. harus ada keyakinan dalam diri anda. justru keabsahan meditasinya tergantung kepada hasilnya. Sujianto yang berjudul “ Pengembangan Kwalitas Pribadi di Bidang Kebatinan. Cara bermeditasi banyak sekali. refleksi kesadaran diri sendiri 3. Keadaan hasil yang demikian. merasa kesabarannya bertambah. Secara gebyah uyah (pada umumnya) orang yang melakukan meditasi yakin adanya alam lain selain yang dapat dijangkau oleh panca indera biasa. karena kelanjutan meditasi mengarah kepada sama sekali tidak lagi mempergunakan panca indera ( termasuk pikiran dan perasaan ) terutama ke arah murni mengalami kenyataan yang asli. umpamanya orang yang bersangkutan menjadi lebih bijaksana. Tentu hal tersebut ada sebabnya. Perlu segera dicatat. meditasi menjadi salah satu topik pembicaraan yang tiada habis-habisnya. bisa berbaring dengan lurus dan rata. lebih merasa dekat dengan Tuhan. banyak menghasilkan kemiripan-kemiripan yang hampir-hampir sama. bahwa alam semesta ini terdiri dari . watak dan tingkat perkembangan spiritualnya serta tujuan meditasinya dengan kulit atau baju kebudayaan orang yang sedang melaksanakan meditasi. untuk mencapai keheningan. berdasarkan pengalaman meditasi dapat berarti : 1. Lakunya adalah dengan mempergunakan pernafasan. membebaskan keinginan duniawi sehingga menemui jati dirinya yang murni atau asli. Posisi tubuh carilah yang paling anda rasakan cocok / rileks. yang dapat dilakukan adalah memberi gambaran berbagi pengalaman dari mereka yang melakukan meditasi. arti meditasi dengan tubuh adalah mempergunakan menyerahkan tubuh ke dalam situasi hening. Bantuan untuk lebih khusuk jika anda perlukan. sering tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri. Oleh karena itu mungkin sekali lebih tepat jika caracara meditasi kita masukkan ke golongan seni dari pada ilmu. Ada yang memulai dengan tubuh. Tulisan ini merupakan usaha melengkapi tulisan J. musik yang cocok dengan selera anda. suatu Proses Meningkatkan Kreatifitas dan Pengetahuan Dunia Gaib “ Apakah Meditasi ? Mengusahakan rumus yang pasti mengenai arti meditasi tidaklah mudah.16 MEDITASI Dalam olah batin. Melihat ke dalam diri sendiri 2. tetapi lebih banyak mengandung perbedaan dari pribadi ke pribadi orang lain. tetapi juga oleh orang-orang ( masyarakat ) di sekitar diri orang tersebut karena tingkah-lakunya maupun ucapanucapannya serta pengabdiannya kepada manusia lain yang membutuhkan bantuannya. Cara dan hasil meditasi dari banyak pelaku olah batin dari berbagai agama besar maupun perorangan dari berbagai bangsa. mencerminkan hasil meditasinya. kita menarik nafas dan mengeluarkan nafas dengan teratur. Cara-cara dan akibat bermeditasi. bisa duduk tegak. Tiga hal tersebut diatas baru awal masuk ke alam meditasi. bahwa pengalaman meditasi akan berbeda dari orang ke orang yang lain.

umpamanya cita-cita ingin menolong manusia manusia lain. benci dan sejenisnya akan sangat berkurang. atau ada juga yang menfokuskan kepada nyala lilin atau ujung hidung sendiri. cita-cita berdasarkan kasih sayang dan sejenis itu menjadi sumber fokus ketika hendak memasuki meditasi. . sehingga dengan tiada terasa anda akan bisa khusuk dalam keheningan bermeditasi. karena hasil sesuatu itu adalah hasil proses meditasi. yang akibatnya pasti baik untuk diri anda sendiri. teruskan meditasi anda. cita-cita ingin manunggal dengan Tuhan. Jika dalam proses tersebut pikiran anda belum dapat anda “ kuasai atau hilangkan “ janganlah putus asa atau berhenti. manfaatnya tidak hanya untuk kesehatan tubuh saja tetapi juga ikut menumbuhkan rasa tenang. tubuh anda sesungguhnya didiamkan untuk beberapa saat. Jika proses meditasi yang dilukiskan tersebut diatas dapat anda lakukan dengan tepat. jangan berhenti. orang harus melatih kepekaan hati agar tajam menangkap gejala dan tanda-tanda. karena tiada kata kalimat dalam semua bahasa bumi yang dapat menerangkan secara gamblang. termasuk ajaran tak boleh mengumbar nafsu makan serta tidur). apakah itu cahaya atau suara atau gambaran-gambaran.17 energi dan cahaya yang tiada habis-habisnya. karya "kasusastran" Jawa (dalam bentuk syair) yang ditulis oleh Kanjeng Sunan Paku Buwono IV. Meditasi ini harus juga dilakukan dengan pernafasan yang teratur. Jika dilakukan dengan sabar dan tekun serta teratur. keinginan yang keras duniawi. maka anda dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dalam pengertian spiritual. hanya andalah yang dapat mengetahui dan merasakannya. mengantuk bahkan tidak mengetahui apa-apa lagi. Cita-cita ingin berbakti kepada bangsa dan negara. Keyakinan itu anda pergunakan ketika menarik dan mengeluarkan nafas secara teratur. mungkin juga bermanfaat untuk manusia lain. anda sendiri yang akan menemukan dan meneruskannya. sampai mencapai keadaan “ Pikiran tidak ada “ dan anda tidak berpikir lagi. Untuk dapat berhasil anda sangat perlu memiliki motivasi yang cukup pekat dan dalam. dengan usaha menuju kasampurnaning urip. Bermeditasi dengan usaha melihat cahaya alam semesta. Secara fisik ada yang berusaha “ mengosongkan pikiran “ dengan memfokuskan kepada “ bunyi nafas diri sendiri “ ketika awal meditasi. salah satu cara adalah “ mengosongkan pikiran “ dengan cara menfokuskan pikiran anda kepada suatu cita-cita. karena berciri sangat pribadi. Di dalam serat Wulang Reh. terdapat juga ajaran untuk hidup secara asketik. bahkan dapat hilang sama sekali. kecuali anda tersadar kembali. dan mungkin pula memperoleh “ pengetahuan “ tentang alam semesta atau lainnya. Ketika menarik nafas sesungguhnya menarik energi dan cahaya alam semesta yang akan mengharmoni dalam diri anda. bukan tujuan meditasi. yang dilakukan terus menerus secara teratur. tetapi juga memaksakan diri secara keterlaluan. Jika menemui sesuatu. Dalam keadaan demikian anda tidak lagi merasa lapar. Sesuatu itu jangan dijadikan tujuan meditasi. akan dapat menumbuhkan ketenangan jiwa. karena perasaan-perasaan negatif seperti rasa kuatir atau takut. Pada gulangen ing kalbu ing sasmita amrih lantip aja pijer mangan nendra kaprawiran den kaesti pesunen sarira nira sudanen dhahar lan guling (Intinya. yang hasil akhirnya tumbuh ketenangan. Pengalaman sesudah keadaan demikian. Kesulitan yang paling berat dalam bermeditasi adalah “mengendalikan pikiran dengan pikiran“ artinya anda berusaha “ mengelola “ pikiran-pikiran anda. Pengembangan selanjutnya dari proses meditasi tersebut. Biasanya intuisi anda akan lebih tajam sesudah mengalami proses meditasi yang demikian itu. tarik nafas tersebut harus dengan konsentrasi yang kuat. Ketika mengelurkan nafas dengan teratur juga.

murni sebagai sifat-sifat hidup dari Tuhan. Memahami Jagad Raya. kawula bisa berkomunikasi dengan Gusti untuk menerima tuntunan sesuai dengan kedudukannya sebagai kawula. Elemen kuning dengan sinar kuning. Nur itu adalah hati dari budi. manusia adalah makluk yangmempunyai : 1. Ini akan membuat pikiran menjadi tidak aktif. Sebagai hasil dari perpaduan ketiga elemen tersebut. indah dan suci. Seseorang yang melakukan samadi adalah seseorang yang mengambil posisi-patrap untuk meraih budi yang besar. 2. diharapkan akan mampu mengetahui “ Sangkan Paraning Dumadi “ ( makna perjalanan kehidupan ). Nikmatilah suara nafas dengan jalan menutup mata. pangrucatan itu artinya dilepas. ketika nur menjadi sari dari badan jasmani manusia. apa yang dihapus ? pengaruh dari nafsu. pikiran dinetralisir demikian juga angan-angan dan pengaruh panca indera. Elemen merah dengan sinar merah. Badan jasmani = badan kasar. Dengan melakukan ini. Elemen biru dengan sinar biru. Budi suci adalah budi yang diam tanpa nafsu. menghirup dan mengeluarkan udara melalui hidung. 3.18 SAMADI Samadi berasal dari kata : Sam artinya besar dan Adi artinya bagus atau indah. Badan cahaya = nur atau suksma Dengan susunan seperti tersebut diatas. Manusia diciptakan oleh Tuhan. tidak ada apa-apa kecuali kekosongan dan suwung. Dengarkanlah dengan penuh perhatian suara nafas dengan tenang. elemen ke empat lahir dengan warna putih atau putih keperak-perakan dan inilah yang disebut nur. Elemen-elemen ini selalu bergetar. Sebelum adanya jagad raya. bernafaslah dengan santai. Itu artinya didalam jagad raya dan galaksi akan selalu dilahirkan planet-planet dan bintang-bintang baru. Didalam suwung terdapat sifat-sifat hidup dari Tuhan. oleh karena itu samadi adalah satu proses dari penyucian budi. budi menjadi nur. Di dalam nur ini. apa yang dilepas ? pengaruh dari nafsu . Kondisi dari plenet- . pada posisi tidur kaki diluruskan. Sifat-sifat hidup Tuhan terasa seperti getaran dan getaran ini terus menerus. Mukswa artinya dihapus. Badan jiwa = badan alus. kedua tangan diletakkan didada. ada yang menjadi calon planet. ini menakjubkan. Kesatuan dari budi dan nur secara mistis disebut curigo manjing warongko atau bersatunya kawula dan Gusti atau juga biasa digambarkan Bima manunggal dengan Dewa Ruci. Istilah lainnya ialah Pangrucatan atau Kamukswan. Ada tiga elemen yang terdiri dari : 1. ada yang menjadi badan budi atau jiwa yaitu badan jiwa dari manusia. tanpa keinginan dan pamrih apapun. Bila berhasil orang akan berada dalam suwung dan nur mendapatkan tuntunan mistis yang simbolis. Praktek Samadi Waktu bersamadi orang bisa mengambil posisi duduk atau tidur telentang diatas tempat tidur. ini sama seperti kalau memusatkan pandangan kepada pucuk hidung. Pilihlah tempat yang bersih. Nur itu adalah sari dari jagad raya. Inilah kondisi suwung ( kosong ) tetapi sebenarnya ada aktifitas dari getaran hidup murni. ini dingin 3. tenang dan aman. jagad raya adalah suatu Causa prima. Sesudah itu nafsu dinetralisir didalam indera ke enam. Budi suci terlihat seperti cahaya atau sinar yang disebut Nur. ini panas 2. Manusia.

kalawan ora maelu marang anane pakewuh pakewuhe lan kagagalan-kagagalaning. Kawruhana wong kang lagi miwiti ngyakinake ilmu gaib sok sok dheweke iku mesthi nemoni kagagalan kagagalan kang nuwuhake rasa kuciwa. Sawise wong mau entek pangarep arepe lumrahe banjur trima bali bae marang panguripan adat sakene mung dadi wong lumrah maneh.19 planet yang baru dilahirkan bisa berbeda antara yang satu dengan yang lain. karena tergantung kepada pengaruh dari tiga elemen tersebut. Awit saka anane perangan mau banjur dadi kanyatan yen perangan kang sawiji iku becik. iya pancen nyata wong liyane mesthi tunduk marang sawijining wong kang ahli ilmu. Atine kudu santosa temenan supaya wong kang nindhakake sedyane mau ora nganti kadadeyan entek pengarep-arepe yen kagawa saka kuciwa dening kahanane badane. iya pikiran-pikiran kang mangkono iku kang bisa nekakake kasekten gaib. Kekuwatan gaib iku tansah makarti tanpa kendhat enggone mujudake sedya lan nganakake kekarepan. Amarehe diwedeni ing wong akeh panguwuhe gawe kekesing wong yen anyentak dadi panggugupake lan gawe gemeter dirine. sarta bakal anjalari kacilakaning wong liya. Wong ngyakinake prabawa gaib iku anduweni kekarepan supaya dadi wong lanang temenan kang diendahake dening wong akeh. Kasekten putih iku satemene ilmu Allah Kang Maha Luhur wis mesthi bae kapigunakake mligi kanggo kaslametane wong akeh. iya iku kasekten putih (Witte magie/white magic) utawa kasekten ireng (Zwarte magie/Black Magic). Ananing sakaro karone saka sumber ilmu Allah sarta sakaro karane iku padha dipigunakake kalawan atas asma Allah. Dene kasekten ireng iku ilmu kaprajuritan kang kapigunakake luwihluwih kanggo nelukake kalayan paripaksa. ada planet yang bisa dihuni dan yang tidak bisa dihuni. uga sangsaya gedhe tumandhoning kekuwatan gaib kang kinumpulake. Wong ahli kasutapan kudu anduweni ati kang tetep lan kekarepan kan dereng. Sangsaya akeh kehing kang kena tinides. Kasekten iku kaperang ana rong warna. Wong ahli kasutapan tansah yakin enggone ngumpulake kekuwatan gaib ing dalem dhirine. Sawijining wewarah kang luwih becik tumrap wong kang lagi nglakoni kasutapan iya iku ati kang teguh santosa aja kesusu-susu lan aja bosenan ngemungake wong kang anduweni katetepan ati lan santosaning sedya sumedya ambanjurake ancase iya iku wong kang bakal kasembadan sedyane. Wong ahli kasutapan kudu budidaya bisane nglawan marang nepsune kekarepan umum (kekarepan wong akeh kang campur bawur ngumandang ana ing swasana). nganti andadekake ciliking ati lan enteking pangarep-arep. ditrisnani ing wong akeh pitembungane digatekake lan pakartine diluhurake ing wong akeh. iya anaa ing ngendi wae enggone nyugulake dirine. Tinemune ilmu-ilmu kasekten iki saranane kalawan kekuwataning pikiran pikiran iku manawa kagolongake . wong mau kudu nindakake pambudi dayane luwih saka wewangening wektu saka katamtuwaning laku kang dikantekake marang sawiji-wijining mantram lan ajaran ilmu gaib awit gede gedening kagelan iku ora kaya wong kang gagal enggone nindakake lakune rasa kuciwa kang mangkono iku nuwuhake prihatin lan getun. Miyos saking renteging hawa ambedah anggit prayitnaing pikir sesumeh bayu ayuning asih njembari pajar latuning titah ilang lunganing ngawang nemoni asrep reseping wening Ono sanepa kagem pepiling Wong kang ambudi daya kalawan anglakoni tapa utawa semedi kudu kanthi kapracayan kang nyukupi apa dene serenging lan kamempengan anggone nindhakake. kalawan tumindak mangkono wong ahli kasutapan mau dadi nduweni pikiran-pikiran kang mardhika. dene perangan liyane ala. Ana paedahe kang migunani banget manawa wong nindakake pambudi daya kalawan misah dheweke ana ing papan kang sepi karana tinimune kekuwatan gaib iku sok-sok tinemu dhewekan ana ing sepen.

Sajrone nglakoni tapa utawa salagine ngumpulake kekuwatan gaib. atining wong iku mesthi kudu tetep tentrem lan ayem sanadyan ana kadadeyan apa wae. kasutapan iya uga dadi gugur lan kudu lekas wiwit maneh. sengit. ngangkat pundhak lan liya-liyane sabangsane saradan kabeh. Manawa atine wong iku nganti gugur. ⇒ Ngedohake sakehing saradan utawa bendana kang ora becik. Samengko umpamane ban ana sawijining wong kang lagi tapa kalawan duwe sedya supaya andarbeni daya prabawa kang luwih gedhe sarta anindakake sakehing kekuwatan pikiran kalawan ditujokake marang sedyane mau nganti nuwuhake daya prabawa. semang-semang lan drengki. Diyan minangka pralambanging pepadhang. Jubah lan Teken. "Semang-semang" iku andadekake ati kang peteng ora padhang terang. ⇒ Aja molahake lidhah lan andhilati lambe. Kekuwataning daya anarik saka pikiran iku banjur anarik dzat ing swasana kang pinuju salaras karo daya prabawa mau kalawan saka sathithik sarta sareh dzat daya prabawa kang ing swasana iku katarik mlebu ing dalem badane wong kang lagi tapa mau. dene teken minangka dadi pralambanging kekuwatan gaib. Wong kang lagi nindakake katamtuwan ing dalem kasutapan kudu kalawan ati kang sabar anteng lan tetep. Gegeman kalawan wadi sakehing ilmu gaib lkang lagi pinarsudi. Tumrap wong-wong kang nglakoni tapa ditetepake pralambang telu : Diyan. Kalawan "rasa wedi" iku atining wong dadi ora bisa anduweni budi daya apa-apa. Wong kang nglakonitapa kalawan nindakake laku-laku kang tinemtokake wis mesthi bae gumolonging pikirane bebarengan padha kumpul dadi siji sarta katujokake marang apa kang disedya kalawan mangkono iku kekuwatan daya anarik migunakake sarosaning kekuwatane banjur anarik apa kang dikarepake. Swasana kang katone kaya dene kothong bae iku satemene ana drate rupa-rupa kayata : geni murub emas kayu lemah waja. Menawa isih kadunungan rasa wedi ing dalem atine wong ora bakal bisa kasambadan apa kang disedyaak. "Sengit utawa drengki" iku uga dadi mungsuhing kekuwatan gaib. Wong kang andarbeni ilmu kang mangoko iku dadi sawijining wong kang sakti mandraguna. Patrapebadan kang kaku lan kagugupan kudu didohake . Ing dalem sasuwene wong nglakoni tapa iku prelu banget kudu migateake marang sirikane. Rasa wedi iku sawijining pangrasa kang luwih saka angel penyegahe.20 meleng sawiji bisa nuwuhake kekuwatan kaya panggendeng kang rosa banget tumrap marang apa bae kang dipikir lan disedya. ⇒ Aja sok anggigit kukuning dariji tangan. ⇒ Aja narithilake kedheping mata. kayata glegak-glegek molah-molahake sirah. iku bisa metokake daya prabawa kang gedhe daya karosane. ⇒ Aja ngentrok-entrokake sikil munggah mudhun. Ana maneh "drengki" iku kaya anggawa sawijining pikulan abot kang tansah nindhes marang dhiri lan sarupa ana barang atos medhokol kang angganjel pulung ati. electrieiteit zunrstof koolzunr sarpaning Zunr lan isih akeh liya-liyane maneh. kayata : wedi. tumrap kahanan kang umpetan utawa gaib. "Drengki . luwih becik murih nyataning kasekten tinimbang karo susumbar kalawan kuwentos kayakenthos. Jubah minangka dadi pralambange katentremaning ati kang sampurna. Satemene perlu banget nyirnakake kekarepan "drengki" luk wit ngrasaning karep drengki iku banget nindhih marang diri pribadi. ⇒ Aja sok singsot ⇒ Aja duwe lageyan sok nethek nethek kalawan driji tangan marang meja kursi utawa papan liyane. kukur-kukur sirah. Kalawan mangkono dzat "prabawa" iku dadi kumpul ing dalem badane wong narik dzat iku nganti tumeka wusanane badane wong ahli tapa. nepsu. ⇒ Aja mencap-mencepake lambe. "Nepsu" iku andadekake tanpa dayane kekuwataning batin.

sabuk uga diuculi supaya sandangan dadi longgar lan kepenak kanggo tumindhak ing napas. dening sapa bae kang nglakoni tapa supaya oleh ilmu gaib. Pikiran katarik mlebu. Ora mung tumindak bae tumrap sawijining wong bae bisa maluyakake wong liya kalawan kekuwatan gaib nanging uga tumindak tumrap sawijining wong maluyakake dhiri pribadi kalawan kekuwatan iku. lan wetenge cikben lestaringlempetake kalawan mangkono iku gurung dalaning napas tansah tetep menga. wusana nglepasake jempol iku banjur ambuwang napas lan nutupa lenging grana kiwa kalawan driji narika napas .21 lan meri" iku mung anggawa karugiyan bae tumrap kita. ⇒ Ambuangna napas kalawan alon nganti entek babar pisan nganti dhadha dadi kempes. Manawa wong gelem naliti yen wong iku bisa ngumpulake kekuwatan gaib ing dalem badane dhewe lan ngetokake sabageyan kekuwatan gaib kawenehake marang wong liyane mestheni uwong bisa ngreti yen arep migunakake kekuwatan iku nganggo paedahe dhiri dhewe uga luwih gampang. mesthine kudu ngirima kekuwatan waluya marang sajroning badane wong kang lara. Lungguha ing sawijining palinggihan kang endhek lan kepenak. Aja weya nindakake patrap kanggo napakake napas iku. Carane matrapake kasebut ing dhuwur iku sawijining cara kanggo napakake napas. Salawase wong isih anduweni pangrasan karep "drengki lan meri" iku ora bakal bisa tumeka kamajuwane tumrap dunya prabawaning gaib. Dene carane ngatur napas iku kaprathelakake kalayan ringkes kaya ing ngisor iki : Madika panggonan kang sepi. supaya luwar saka sakehing geteran pikiran kaya saka ing jaba. nganti dhadha mekar lan weteng dadi nglempet. kanggo negahake asabat. ⇒ Banjurna marambah-rambah matrapake mangkono iku suwene kira-kira saka lima tumeka limolas menit utawa luwih suwe nganti bisa nemoni pangrasa anteng lan tentrem ing sajroning badan. Banjur matrapa lakuning napas sawatara rambahan miturut aturan. Sakehing urat-urat kakendokake. Iya iku cara-cara kang katindakake kanggo maluyakake wong liya lan wusanane ambudidaya supaya bisa migunakake obah-obahan iku marang awake dhewe. Daya ngisekake Prana Ngadeg kalawan jejeg sikil karo pisan kapepetake dadi siji lan driji -drijining tangan karo pisan dirangkep dadi siji kalawan longgar. Cara matrapake tumindaking napas iku kena uga ditindakake kalayan leyeh-leyeh mlumah : ngendokake sakabehing urat-urat nyelehake tangan karo pisan sadhuwuring weteng lan nindakake lakuning napas miturut aturan. Benik-beniking klambi kang kemancing padha kauculan. Kalawan jempol tangan tengen anutup lenging grana sisih tengen lan anarika napas liwat lenging grana sisih kiwa. Banjur narika napas kalawan alon lan nganti jero banget tahanen napas iku sawatara sekon/detik (kira-kira 6 detik) lan wusanane wetokna napas iku kalawan sareh. ora ana gunane sathithik -thithika. Badan kajejegake lan janggute diajokake. Supaya bisa nindhakake pamaluya marang dhirine dhewe kalawan sampurna wong ngesthi kudu mahamake cara-carane maluyakake panyakit. ⇒ Nahan napas iku kira-kira nem saat utawa luwih suwe ing dalem paru-paru dhadhane cikben lestari mekare. Bisane maluyakake larane wong liya. sikil karo pisan tumapak ing lemah. Daya kang luwih bagus iya iku miwiti makarti miturut pituduhan. Kawitane wong kudu nindakake patrape mangreh napas. lan weteng dadi mekar. Gawe segering utek lungguha kalawan jejeg lan nyelehna tangan karo pisan ing sandhuwuring pupu kiwa tengen: mripat mandheng marang arah ing ngarep kalawan tetep: sikil karo pisan tumadak ing lemah. Anujokna gumolonging pikiran kalawan ngetut marang napas kang mlebu metu iku kalawan giliran. iki kena lan kudu ditindakake saben dina telung rambahan. Cara nindakake napas kaya ing ngisor iki : ⇒ Narik napas kalawan alon lan nganti jero ing sabisane.

juga menjadi suatu kenyataan bagi mereka yang sering menyaksikan keadaan jenazah yang salah kejadian atau berbagai macam kejadian pada keadaan jenazah adalah berbagai diketengahkan dibawah ini : 1) Ada yang langsung membusuk 2) Ada pula yang jenazahnya utuh 3) Ada yang tidak berbentuk lagi. lepasna driji panutup iku lan ambuwanga napas. hilang bentuk jenazah 4) Ada pula yang meleleh menjadi cair 5) Ada yang menjadi mustika (permata) 6) Istimewanya ada yang menjadi hantu 7) Bahkan ada yang menjelma menjadi hewan.1645 ) Ini adalah keterangan Serat Suatu pelajaran tentang Pangracutan yang telah disusun oleh Baginda Sultan Agung Prabu Anyakrakusuma di Mataram atas berkenan beliau untuk membicarakan dan temu nalar dalam hal ilmu yang sangat rahasia. SARASEHAN ILMU KESAMPURNAAN Terjemahan : Serat Kekiyasanning Pangracutan salah satu buah karya sastra Sultan Agung raja atara ( 1613 . Pangeran Wangga 9. untuk mendapatkan kepastian dan kejelasan dengan harapan dapat dirembuk dengan para ahli ilmu kasampurnaan. Panembahan Juru Kithing 4. Panembahan Ratu Pekik di Surabaya 3. Pangeran di Kudus 6. Adapun mereka yang diundang dalam temu nalar itu adalah : 1. . Pangeran di Kadilangu 5. Pangeran di Tembayat 7. Mangkono sabanjure kalawan genti-genten kiwa lan tengen. Masih banyak pula kejadianya. Pangeran Kajuran 8. Kyai Pengulu Ahmad Katengan 1. Panembahan Purbaya 2 Panembahan Juminah 2. lalu bagaimana hal itu dapat terjadi apa yang menjadi penyebabnya. Berbagai Kejadian Pada Jenazah Adapun yang menjadi pembicaraan. beliau menanyakan apa yang telah terjadi setelah manusia itu meninggal dunia. ternyata mengalami bermacam-macam kejadian pada jenazahnya dari berbagai cerita umum.22 liwat lenging grana tengen.

sabar dan sederhana semuanya itu janganlah sampai belebihan dan haruslah tahu tempatnya situasi dan kondisi dan demikian itu pada umumnya bila tiba akhir hayatnya maka keadaan jenazahnya akan mendapatkan kemuliaan sempurna dalam keadaannya yang hakiki. setan. maka jenazahnya akan menjadi busuk dan kemudian menjadi tanah liat sukmanya melayang gentayangan dapat diumpamakan bagaikan rama-rama tanpa mata sebaliknya. bila pada saat hidupnya gemar menyucikan diri lahir maupun batin. Pada waktu masih hidup bagi mereka yang kuat pusaka tetapi tidak mengenal batas waktunya bila tiba saat kematiannya maka mayatnya akn terongok menjadi batu dan membuat tanah perkuburannya itu menjadi sanggar adapun rohnya akan menjadi danyang semoro bumi walaupun begitu bila masa hidupnya mempunyai sifat nrima atau sabar artinya makan tidur tidak bermewahmewah cukup seadanya dengan perasaan tulus lahir batin kemungkinan tidaklah seperti diatas kejadiannya pada akhir hidupnya. tidak mengenal tapa brata. seperti yang akan kami utarakan berikut ini : 1. Berbagai Jenis Kematian Pada ketika itu Baginda Sultan Agung Prabu Hanyangkra Kusuma merasa senang atas segala pembicaraan dan pendapat yang telah disampaikan tadi. 2. bermain seks dengan wanita yang bukan haknya. 3. Hal tersebut sudah termasuk lampah maka kejadiannya tidak akan demikian. tidak dapat memusatkan pikiran hanya untuk satu ialah menghadapi maut. setelah mencapai akhir hayatnya. takut. tidak berzinah.23 Adapun menurut para pakar setelah mereka bersepakat disimpulkan suatui pendapat sebagai berikut : Sepakat dengan pendapat Sultan Agung bahwa manusia itu setelah meninggal keadaan jenazahnya berbeda-beda itu suatu tanda bahwa disebabkan karena ada kelainan atau salah kejadian (tidak wajar). Maka ada berbagai bab dalam mempelajari ilmu ma’rifat. dan roh halus lainnya sukmanya sering menjelma menjadi semacam benalu atau menempel pada orang seperti menjadi gondaruwo dan sebagainya yang masih senang mengganggu wanita kalau berada pada pohon yang besar kalau pohon itu di potong maka benalu tadi akan ikut mati walaupun begitu bila mada masa hidupnya disertakan sifat jujur tidak berbuat mesum. Pada waktu masih hidup selalu sabar dan tawakal dapat menahan hawa nafsu berani dalam lampah dan menjalani mati didalamnya hidup. Walaupun begitu bila pada masa hidupnya disertai sifat rela bila meninggal tidak akan keliru jalannya. Pada masa hidupnya seseorang yang menjalani lampah tidak tidur tetapi tidak ada batas waktu tertentu pada umumnya disaat kematiannya kelak maka jenaahnya akan keluar dari liang lahatnya karena terkena pengaruh dari berbagai hantu yang menakutkan. dengan tutur kata sopan. semuanya itu jika tidak dilanggar tidak akan begitu kejadiannya kelak. makanya demikian karena pada waktu masih hidup berbuat dosa setelah menjadi mayat pun akan mengalami sesuatu masuk kedalam alam penasaran. Oleh karenanya bagi orang yang ingin mempelajari ilmu ma’arifat haruslah dapat menjalani : Iman. 5. yang dapat mneghukum dapat menciptakan apa saja ada bila menghendaki datang menurut kemauannya apalagi bila disertakan sifat welas asih. siapapun yang senang tenggelam dalam kekayaan dan kemewahan. akan abadilah menyatunya Kawulo Gusti. Kemudian beliau melanjutkan pembicaraan lagi tentang berbagai jenis kematian misalnya : . Adapun sukmanya menitis pada hewan. 4. Tauhid dan Ma’rifat. Karena pada waktu pada saat sedang memasuki proses sakaratul maut hatinya menjadi ragu. Siapun yang melantur dalam mencegah syahwat atau hubungan seks tanpa mengenal waktu pada saat kematiannya kelak jenazahnya akan lenyap melayang masuk kedalam alamnya jin. Pada waktu masih hidupnya. kurang kuat tekadnya. misalnya mengharapkan janganlah sampai berbudi rendah. 2. rona muka manis. Kembali menyatu dengan zat yang Maha Agung.

4. Wedaran Angracut Jasad Adapun Pangracutan Jasad yang dipergunakan oleh Kangjeng Susuhunan Kalijogo. Kyai Ahmad Katengan menghaturkan sembah: “Sabda paduka adalah benar. 3. selama seratus hari siang dan malam 1. adalah suatu jenis kematian akibatkan oleh suatu perbuatan misalnya: nafas atau mati melahirkan. kubawa dalam keadaan nyata. mendatangkan keramat seperti para Wali. adalah suatu jenis kematian karena tenggelam. sampai di alam nyata (akherat) aku juga hidup. Berkatalah beliau : “Sebab-sebab kematian tadi yang mengakibatkan kejadiannya lalu apakah tidak ada perbedaannya antara yang berilmu dengan yang bodoh ? Andaikan yang menerima akibat dari kematian seornag pakarnya ilmu mistik. Akibat dari perbuatan orang itu karena membunuh. tidak terduga siapa yang dapat menyamainya 3. dengan cara menjalani tapa brata seperti pesan dari Kangjeng Susuhunan di Ampel Denta : 1. 5. adalah suatu jenis kematian karena kelaparan. yang kuinginkan ada. hanyalah Kangjeng Susuhunan Kalijogo sendiri yang dapat melaksanakan ngracut jasad seketika . Mati Salih. . Menahan syahwat (seks). 6. mengapa tidak dapat mencabut seketika itu juga ?” Dijawab oleh yang menghadap : “Yang begitu itu mungkin disebabkan karena terkejut menghadapi hal-hal yang tiba-tiba. Wedaran Menghancurkan Jasad Adapun pesan beliau Kangjeng Susuhunan di Kalijogo sebagai berikut : “Siapapun yang menginginkan dapat menghancurkan tubuh seketika atau terjadinya mukjizat seperti para Nabi. 2. dapat mulai sempurna hidup abadi selamanya. tertimpa pohon . tidak diakibatkan kematian. Mati Apes. adalah suatu jenis kematian karena gugur dalam perang. kemudian dijatuhi hukuman karena keputusan pengadilan atas wewenang raja. 4. Setelah mendengar jawaban itu beliau merasa masih kurang puas menurut pendapat beliau bahwa sebelum seseorang terkena bencana apakah tidak ada suatu firasat dalam batin dan pikiran. disambar petir. epidemi karena santet atau tenung dari orang lain yang demikian itu benar-benar tidak dapat sampai pada kematian yang sempurna atau kesedanjati bahkan dekat sekali pada alam penasaran. penjelasannya yang telah diwasiatkan kepada anak cucu seperti ini caranya: “Badan jasmaniku telah suci.24 Mati Kisas Mati kias Mati sahid Mati salih Mati tewas Mati apes Semuanya itu beliau berharap agar dijelaskan apa maksudnya maka yang hadir memberikan jawaban sebagai berikut : Mati Kisas. jadi apa yang kuciptakan. adalah suatu jenis kematian karena hukuman mati. dirampok. disamun. dibajak. kok tidak terasa kalau hanya begitu saja beliau kurang sependapat oleh karenanya beliau mengharapkan untuk dimusyawarahkan sampai tuntas dan mendapatkan suatu pendapat yang lebih masuk akal. suatu jenis kematian karena ambah-ambahan. bunuh diri karena mendapat aib atau sangat bersedih. didunia aku hidup. Mati Kias. Menahan Hawa Nafsu. Mati Tiwas. dan datang yang kukehendaki”. karena sebenarnya semua itu masih belum tentu . selama seribu hari siang dan malamnya sekalian. dari kodrat iradatku. 2. dan sebagainya. mendatangkan ma’unah seperti para Mukmin Khos. jatuh memanjat pohon. Maka tidak teringat lagi dengan ilmu yang diyakininya dalam batin yang dirasakan hanyalah penderitaan dan rasa sakit saja. Mati Syahid. Andaikan dia mengingat keyakinan ilmunya mungkin akan kacau didalam melaksanakannya tetapi kalau selalu ingat petunjuk-petunjuk dari gurunya maka kemungkinan besar dapat mencabut seketika itu juga.

bukannya omong kosong. lalu lanjutkan dengan o Puasa pati selama 7 hari tujuh malam. tidak meludah. lanjutkan dengan o Pati raga selama sehari semalam. Keadaannya seperti suasana malam yang cerah dibawah sinar bulan dan bintang-bintang yang terang. bila telah mendapat 900 hari lalu teruskan dengan o Menahan syahwat. dalam empat puluh hari siang dan malam 4. Mati raga. Di dunia ini memiliki tujuh saluran kehidupan yang ditempati oleh bermacam-macam mahkluk. tidak berak. lamanya tiga hari tiga malam 6. Penduduk dari 6 alam yang lain mereka mempunyai badan dari cahaya ( badan Cahya ) atau yang secara populer dikenal sebagai mahkluk halus (wong alus) mahkluk yang tidak kelihatan. Di 6 alam itu tidak ada hari yang terang berderang karena tidak ada matahari. Mahkluk-mahkluk dari tujuh alam tersebut. Adapun caranya Pati Raga adalah : tangan bersidakep kaki membujur dan menutup sembilan lobang ditubuh. Banyak ahli kejawen mempunyai pendapat yang sama bahwasanya di dalam dunia yang satu dan sama ini. maka itu tidak ada sinar yang menyilaukan seperti sinar matahari atau bagaskoro ( Jawa halus ). aktivitas mereka tidak bercampur setiap alam mempunyai urusannya masing-masing. sebenarnya dihuni oleh tujuh macam alam kehidupan. selama tiga hari tiga malam. lalu dilanjutkan dengan o Jaga. Adapun pembagian waktunya dalam lampah seribu hari seribu malam itu beginilah caranya : o Manahan hawa nafsu. tidak kencing selama sehari semalam tersebut. lalu dirangkap juga dengan o Membisu tanpa berpuasa selama 40 hari. termasuk alam yang dihuni oleh manusia. artinya tinggal keluar masuknya nafas. Tidak berbicara. Dibawah ini digambarkan informasi dari dunia-dunia mereka versi kejawen. yang tenang jangan sampai bersengal-sengal campur baur. pada prinsipnya mereka mengurusi alamnya masing-masing. binatang dan lain-lain mempunyai badan jasmani.25 3. . Yang bergerak tinggallah kedipnya mata.dimana ( lebih dari satu dunia ) paling tidak yang terjadi ditanah Jawa. tanapas nupus. batuk. artinya membisu. tujuh hari tujuh malam 5. bila telah mencapai 60 hari. Puasa padam api. Dari tujuh alam itu hanyalah alamnya manusia yang mempunyai matahari dan penduduknya yang terdiri dari manusia. Bagi orang yang telah mencapai ilmu sejati dalam kejawen atau mungkin yang sudah menguasai metafisika. barang kali mereka mendengar beberapa cerita atau membaca tulisan atau dari buku-buku. Jaga. tidak bergerak lamanya sehari semalam. menahan tidak berdehem. anapas. tarikan nafas. dunia mahkluk halus itu biasa adanya. DUNIA MAHKLUK HALUS Pada kenyataannya banyak orang yang tertarik menelaah pada dunia mahkluk halus. tidak bergerak-gerak.

rumah-rumah bangsawan.26 Konon Ada 2 macam mahkluk halus : 1. budak-budak dll. Sarpo Bongso ini siluman asli. Golongan Aristokrat. 2. Kalau orang pergi berkunjung ke Solo-Yogyakarta atau jawa Tengah. beberapa abad yang lalu beliau adalah seorang Gusti dikerajaan di Jawa. dengan pintu gerbangnya Parangkusumo. Ratu. di beberapa tempat kerajaan ini mempunyai Adipati. pegawai. ritual dan lain-lain dan mereka juga mempunyai angkatan perang yang kuat. mereka mempunyai masyarakat maka itu ada mahkluk halus yang mempunyai kedudukan tinggi seperti Raja-raja. laut . Beliau mempunyai seorang patih wanita yang setia dan sakti yaitu Nyai Roro Kidul. samudera dan lain-lain. pembantu-pembantu.Siluman Mahkluk halus ini konon suka tinggal didaerah yang ber air seperti di danau-danau. mereka itu dibayar dengan uang yang syah dan berlaku seperti mata uang di dunia ini. 2. kadang-kadang bila perlu ada juga manusia yang diundang oleh mereka antara lain untuk : melaksanakan pertunjukkan wayang kulit. kecuali tidak adanya sinar terang seperti matahari. sebaliknya ada yang berpangkat rendah seperti prajurit. rokok dan manusia-manusia yang telah melakukan pekerjaan di dunia tersebut. rumah-rumah yang bergaya kuno dan lain-lain. Kanjeng Ratu Kidul berjanji untuk melindungi semua raja dan kerajaan Mataram. dalam pertemuan itu. orang akan mendengar cerita tentang beberapa siluman antara lain : Kanjeng Ratu Kidul (Ratu Laut Selatan). rokok yang sama seperti dunia manusia. Mereka bisa tinggal di Keraton-keraton. Ratu-ratu. Parangkusumo ini terkenal sebagai tempat pertemuan antara Panembahan Senopati dan Kanjeng Ratu Kidul. mereka itu memiliki tehnologi yang lebih canggih dari manusia. Inilah kenyataannya yang bukan hanya merupakan ilusi atau bayangan semata. membayar dengan uang yang sama. Pegawai-pegawai Kerajaan. Sarpo Bongso-Penguasa Rawa Pening. Seperti juga manusia ada yang baik dan jahat. menghadiri upacara perkawinan. Ratu legendaris. pekerja dan lain-lain. Menteri-menteri dan lain-lain. yang tinggal di istananya di Laut Selatan. Seperti layaknya disebuah negeri kuno di kerajaan laut selatan ini juga ada berbagai upacara. berkuasa dan amat cantik. pesawat-pesawat terbang yang ultra modern dan lain-lain. alam lain itu antara lain : 1. yang telah tinggal di telaga itu untuk waktu yang lama bersama dengan penduduk golongan siluman. Jin . tetapi patihnya Nyai Roro Kidul adalah siluman asli sejak beberap ribu tahun yang lalu. ada banyak mobil yang jenisnya sama di jalan-jalan. kerajaan laut selatan ini terhampar di Pantai Selatan Pulau Jawa. Yang mengherankan adalah. masyarakat siluman diatur seperti masyarakat jaman kuno. bekerja di batik. ada yang pintar dan bodoh. Dalam dunia merkayangan mereka merokok. Mahkluk-mahkluk halus yang asli mereka tinggal di dunianya masing-masing. Sebuah danau besar yang terletak di dekat kota Ambarawa antara Magelang dan Semarang. . Mahkluk halus yang berasal dari manusia yang telah meninggal. Ada juga hal-hal yang mistis di dunia Merkayangan ini. ada banyak pabrik-pabrik persis seperti di dunia manusia. Sedangkan kanjeng Ratu Kidul bukanlah asli siluman. Mereka mempunyai Raja. kota-kotanya lebih modern ada pencakar langot. memakai macam pakaian yang sama. Merkayangan Kehidupan di saluran ini hampir sama seperti kehidupan di dunia manusia. Mahkluk halus asli yang memang dilahirkan – diciptakan sebagai mahkluk halus.

Gemak Melung . Srengara Nyarap . dan Demit masih ada lagi dua menjelaskannya lebih detail. tetapi adalah sembilan macam mahkluk halus yang katanya. Jaran Penoreh . suka menolong “ manusia supaya menjadi kaya dengan kekayaan meterial yang berlimpah. Codot Ngising . ketika mereka hidup sebagai manusia. ada sebuah saluran yang terjepit.kuda yang kepalanya menoleh kebelakang 2. tidak jujur. jangan mencuri. Bagaimana caranya ? mudah saja : bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dengan melakukan perbuatan yang baik dan benar. jangan membunuh. maka itu setiap orang harus berusaha untuk menghindarinya.27 3. mereka itu bila dilihat dengan mata biasa kelihatan seperti : 1. prewangan ( orang yang menyediakan raganya untuk dijadikan medium oleh mahkluk halus ) blakmagic. Siluman.anjing menggigit 3. Berbagai macam hukuman sesudah kehidupan : Ini merupakan hukuman yang teramat berat. jangan menyiksa. dimana rohroh dari manusia-manusia yang jahat menderita karena kesalahan yang telah mereka perbuat pada masa lalu. Ada pepatah Jawa yang bunyinya “ Urip iku mung mampir ngombe “ artinya hidup didunia ini hanyalah untuk mampir minum. membunuh orang dll perbuatan yang nista. Kajiman Mereka hidup dirumah-rumah kuno di dalam masyarakat yang bergaya aristokrat. hampir sama dengan bangsa siluman tetapi mereka itu tinggal di daerah-daerah pegunungan dan tempat-tempat yang berhawa panas. Manusia yang salah itu pasti menerima hukumaan untuk kesalahan yang dilakukannya. di dunia inii hidup suci dan kembali lagi ke suci ). Memuja berhala untuk menjadi kaya ( pesugihan ) yang dimaksud dengan berhala dalam kejawen bukanlah patung-patung batu. mereka itu seperti manusia hanya bentuk badannya lebih kecil. Umbel Molor .bulus yang besar 4.ingus yang menetes 6. Pemujaan terhadap kesembilan mahkluk jahat itu merupakan kesalahan fatal. berkelakuan baik. Bajul Putih . . secara singkat kedua masyarakat itu adalah untuk mereka yang jujur.kelelawar berak 9. suka menolong. Mahkluk halus yang tidak sempurna. rumah-rumah mereka bentuknya sederhana terbuat dari kayu dan bambu. Kutuk Lamur .buaya putih. Kajiman. semacam burung yang berkicau 8. Bagi mereka yang telah melakukan kesalahan dengan jalan memuja atau menggunakan “ jasajasa Baik “ berhala diatas. Orang biasanya menyebut merak Jim. Kandang Bubrah . jangan melakukan hal-hal yang jelek dan nista. mereka tentu akan mendapat hukuman sesudah “ kematiannya “ badan dan jiwa mereka mendapat hukuman persyaratan sangkan paraning dumadi ( datang dari suci. sakit atau mati dll. tidak ada penderitaan yang seberat ini. Bulus Jimbung .gemak. Disamping tujuh macam alam permanen tersebut. 4. jujur. jangan menipu. suci dan bijak. guna-guna yang membuat orang lain menderita. Demit Bangsa ini bertempat tinggal di daerah-daerah pegunungan yang hijau dan lebih sejuk hawanya. Disamping masyarakat yang sudah teratur seperti Merkayangan.kandang yang rusak 5.senagsa ikan. pengasihan supaya dikasihi oleh orang lain dengan cara-cara yang tidak wajar. penglihatannya tidak terang 7. itu artinya orang hidup didunia ini hanya dalam waktu singkat maka itu berbuatlah yang pantas/ " pene r". hukuman itu bisa dijalani pada waktu dia masih hidup di dunia atau lebih jelek pada waktu sesudah kehidupan ( afterlife ) diterima oleh orang-orang yang sudah melakukan : fitnah.

inggih punika winenang mengku Bumi langit sap pitu. sajroning wadi iku manikem. 2. Ayat ingkang kaping kalih dipun wastani pambukaning tata mahlige ing dalem Baitalmukharam. ora ana Pangeran anging ingsun dzat kang anglimputi kahanan jati. Susuhunan ing Kudus 3. iya iku utek kang ana antaraning Dimak iku manik. tegesipun dados musthikaning Sapta Bawana. Susuhunan ing Pancuran 6. sajroning madi iku wadi. kang ana sajroning dhada iku ati. kados makaten wewedharanipun : Sajatine ingsun nata malige ing dalem Baitalmakmur iya iku enggon parameyaningsun jumeneng ana sirahing Adam. Purunipun adamel kaelokan sareng Kanjeng Susuhunan Ing Kalijaga sampun kayun widaraini. 2. Sami kawasa saget adamel sarana wewelikaning pandulu inggih punika kalebet Aji Sesulapan. Susuhunan ing Cirebon 7. urawi puter giling sapanunggalanipun. kang ana antaraning ati iku jantung. Menggah ingkang sami kapareng amedharaken wedharan triloka wau para wali 8 : 1. Susuhunan ing Giri Kadhaton 2. Syeh Maulana Ibrahim Jatiswara 8. ingkang kaangge witting Ilmi bangsa Sorogan. Susuhunan ing Panggung 4. kang ana ing sajroning konthol iku pringsilan. sajroning rahsa iku ingsun. sajroning sukma iku rahsa. ora ana Pangeran anging ingsun dzat kang anglimputi ing kahanan jati. 3. Susuhunan ing Kajenar Dene anggenipun sami karsa amedharaken Triloka punika saking anggenipun sami ambabar kaelokaning Ilmi kasampurnan. inggih punika bangsaning pangetisan. kadosta : 1. tetep gesang piyambak boten wonten ingkang anggesangi . sajroning jinem iku sukma. 3. Kawasa saget andhatengaken salwiring sedya. Ayat ingkang kaping tiga dipun wastani pambukaning tata mahlige ing dalem Baitalmukadas. nanging sadya kal wau nalika pakumpulan kaliyan Kanjeng Susuhunan ing Kalijogo inggih sami ajrih anggelaraken. Anggenipun kawasa saget adamel lumpuhing para cidra. sajroning jantung iku budi. tegesipun gesang toya kalih wonten ing donya gesang.28 WEWEDHARANIPUN TRI BAWANA [ Jabaran tiga dunia ] Bahasa Jawa : 1. kados makten wewedharanipun : Sajatine ingsun anata malige ing dalem baitalmukharam. kang ada antaraning iku mutfah. sajroning rahsa iku ingsun ora ana pangeran. sajroning pranawa iku sukna. iya iku enggon laranganingsun jumeneng ana jajaning Adam. anging ingsun dzat kang anglimputi ing kahanan jati. iya iku enggon pasucen ingsun jumeneng ana ing kontholing Adam. sajroning sukma iku rahsa. kang ana sajroning sirah iku dimak. ing kahanan akhir inggih gesang. sajroning manikem iku rahso sajroning rahso iku ingsun. iya iku mani sajroning mutfah iku madi. dipun wastani pambukaning tata mahligai ing dalem Baitalmakmur. 4. Susuhunan ing Majagung 5. sanyata langgeng boten ewah gingsir mila waget jumeneng Gosul Alam. Sami anggelaraken bangsaning gendam. mekaten wewejanganipun : Sajatine ingsun anata Malige ing dalem Baitalmukadas. Ayat ingkang sapisan. sajroning budi iku jinem.

misalnya : 1. yang berada di dalam pelir itu mutfah yakni mani. yang berada diantara dimak itu manik. Mampu mendatangkan semua yang dikehendaki 2. karena mereka telah menyaksikan kehebatan ilmu kasampurnan. Sesuhunan di Cirebon 7. didalam manik itu pramana adalah pranawa. di dalam madi itu manikem. tidak ada Tuhan kecuali aku. di dalam jantung itu budi. di dalam jinem itu sukma. Ternyata abadi tidak berubah oleh karenanya dapat menyandang sebagai Gosul Alam. tetapi semua itu ketika masih berkumpul dengan Sunan Kalijogo. yang berada di dalam kelamin itu pelir. didalam rahsa itu adalah aku. 2. yang berada didalam kepala disebut dimak yaitu otak. dzat yang meliputi semua keadaan. didalam pranawa itu adalah sukma itu adalah rahsa. didalam sukma itu rahsa dan di dalam rahsa itu aku. Ayat yang pertama dinamakan terbukanya tata mahligai Baital Makmur wedarnya/jabarannya sebagai berikut : Sebenarnya aku mengatur singgasana di dalam Baital Makmur. di dalam budi itu jinem. di dalam mutfah adalah madi. atau puter giling dan sebagainya. rumah tempat yang aku sucikan berada didalam kelaminnya Adam. yang berada di dalam dada itu hati. di dalam manikem itu rahsa. Mampu membuat penglihatan menjadi berubah ialah sebangsa sulapan. Ayat yang kedua dinamakan terbukanya susunan singgasana dalam Baital Mukharam sebagai berikut : Sebenarnya aku menata singgasana dalam Baital Mukharam itulah tempat larangan-laranganKU.29 Terjemahan : 1. artinya menjadi mustikanya tujuh lapis Bawana mempunyai wewenang menguasai Bumi dan langit lapis tujuh. tidak ada Pangeran hanya dzat yang meliputi disemua keadaan. di dalam rahsa itu adalah aku tidak ada Tuhan kecuali aku. di situlah tempat kesenanganKU. Syeh Maulana Ibrahim Jatiswara 8. Sesuhunan di Kudus 3. yang berada didada Adam. Dzat yang emliputi semua keadaan . 4. Sesuhunan di Panggung 4. Mampu menggelarkan jenisnya dendam. Sesuhunan di Pajagung 5. yaitu tergolong pangatisan. Sesuhunan di Pancuran 6. yang berada diantara hati itu jantung. mereka takut mempergunakan ilmu-ilmu tersebut. . Sesuhunan di Kajenar Adapun mereka mau mewedarkan Triloka itu. 3. yang dianggap menjadi kuncinya ilmu sorogan. Mereka membuat keanehan setelah Sunan Kalijogo sudah kayun widaraini artinya hidup di akherat pun hidup. sebagai berikut : 1. Sesuhunan di Giri Kedaton 2. berada di kepala Adam. Adapun yang ditunjuk mewedarkan wedaran Triloka ialah delapan wali. 3. Mampu melumpuhkan orang yang berniat jahat. Ayat ketiga dinamakan terbukanya susunan singgasana dalam Baital Mukadas sebagai berikut : Sebenarnya aku menata singgasana dalam Baital Mukadas.

weweweh lan tetulung ing sasaminipun. tatanagari. tumurun sawuse surat Al-Muddatstsir ) Bahasa Arab : 1. Maaliki yaumid diin 5. Kang Ngratoni ing dina Piwelas. sarta ngrebahaken sadaya kamusyrikan. 2. 7. makaten ugi dening para andika Rasul saderengipun. 3. ndedonga. Kang Maha Murah Maha Asih. . inggih punika : Shalat. upami hukum. 5. lan nilar sadaya brahalanipun. mugi Paduka paring pitedah ing kita sadaya lumampah wonten ing margi ingkang leres. 6. Zakat. Ingkang baku inggih punika ‘ aqidah-tauhid ( memundhi saha mangeran namung dhumateng Panjenanganipun Allah piyambak ) ‘ Aqidah-tauhid wau dados jejering piwucal Agami. Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim. ingkang kuwajiban sadaya titah. Inggih punika margi. Ihdinash shiraathal mustaqiim 7. sanes ingkang sami kabendon. politik. lan saking Shiyam tuwuh watak Wira’I 9 mboten ndremis lan mboten kathah sesambat ) sumingkir saking ingkang nama lelangkungan ( gesang prasaja ). Bab ‘aqaid utawi kaimanan . dahme. sesambetan internasional. ekonomi. 3. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’in 6. punika kuwajiban ingkang wiwitan kaampil. utawi ngumawula lan manembah ing Allah. lajeng tuwuh ‘ibadah memuji. Ingkang baku wonten sekawan. Kabeh pangalembana kagunganing Allah Pangeran. Namung dhumateng Paduka piyambak kita sami menembah ‘ ibadah. lan lingkungan sapiturutipun. Shiyam lan kesah Haji. kabudayan sarta kesenian.w. 2. Bismillahir rahmaanir rahim 2. Saking zakat lajeng tuwuh ‘ ibadah qurban sidqah. perang. tuwin sanes ingkang sami sasar.a. ingkang dipun da’wahaken dening junjungan kita Nabi Muhammad s. 4. sosial. saha namung dhumateng Paduka piyambak kita sami anyenyadhong pitulungan. Sesembahaning ‘ alam jagad-rat pramudita. Alhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin 3. langkunglangkung manungsa ( sabab manungsa punika makhluk ingkang saged damel kabudayan wonten ing ‘ alam donya ). Lajeng saking Haji tuwuh semangat ambelani sarta labuh ing agami. Kalawan asma Allah kang Maha Murah ugi Maha Asih. agami. Pramila ing salebetingQuraan ngemot pinten-pinten norma lan katamtuwan. sesambetaning manungsa kaliyan Allah. sadaya para andika Nabi Utusaning Allah kautus ngampil tugas-pokok mbangun Tauhid ing Allah. kados kasebut ing ngandhap punika : 1. ugi ngajak Ummatipun supados samia ‘ibadah ( manembah ) ing Allah piyambak. Saking ingkang baku kasebut.30 AL FAATIHAH ( BEBUKA ) Surat kaping 1 : 7 ayat ( Tumuruning wahyu ana ing Mekkah. ghairil maghdhuubi ‘ alaihim waladl dlaal-liin Bahasa Jawa : 1. Dhuh Gusti Allah. Isi maksud ingkang wigatos ing Surat Al-Faatihah : Intisari saking isinipun Al-Quraan punika sampun kaweca pokok-pokok ingkang fundamentil wonten salebeting Surat Al Faatihah. Agaminipun para tetiyang ingkang sampun Paduka paringi kani’matan.pernatan : maksudipun Syari’at Islam damel angger-angger hukum lan pranatan punika kangge karaharjaning ummat manungsa ing Donya dumugi ing Akheratipun.angger Hukum lan Pernatan. Arrahmanir rahiim 4. Angger. dzikir lan tafakkur utawi I’tikaf ing masjid. ‘Ibadah .

walaa yuhiithuuna bisyai-im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa-a wasi’a kursiyyu hussamaawaati wal-ardha walaa ya-uuduhuu hif zhuhumaa wa huwal ‘aliyyul ‘azhiim. lahuu maa fis-samaawaati wa maa fil ardhi man dzal-ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi-idznihii ya’lamu maa baina aidiihim wamaa khalfahum.Ora ana kang bisa aweh syafa’at ana ing ngarsaning Allah. gesang sapisan wonten ing ‘ alam Donya. Allah ora ana Pangeran kang sinembah kajaba mung Panjenengane piyambak kang Sugeng sarta kang Jumeneng Pribadi. nanging wonten ngarsaning Allah ing dinten Qiyanat tantu nboten saged lolos malih. Allah iku Ngawuningani samubarang kang ana ing ngarep lan saburine wong-wong mau. dheweke mau ora ana kang padha bisa nglimputi sathithik bahe saka ilmuNE ALLAH. 5. lan Panjenengane Allah iku Maha Luhur tur Maha Agung. Janji sarta ancaman : artosipun supados ngadeg keadilan lan keleresan ingkang saestu. Al Baqarah:255) .Allah iku ora kataman ngantuk lan ora kataman sare. kajaba barang kang dadi kaparenging Karsane. (QS. Sejarah : maksudipun ingkang saged dados tepa-palupi ing salebeting sesrawungan ummat manungsa. panjenengane ora rekaos anggone rumeksa ing sakarone langit lan bumi. sanajan wonten Donya saged lolos saking hukuman. sampun ngantos damel sejarah awon.31 4. AYAT KURSI Allahu laa ilaaha illaa huwal-hayyul qayyuumu laa ta’khudzuhuu sinatuw wa laa nauum. Jembare kursine Allah iku amot langit lan bumi.Kagungane ALLAH samubarang kang ana ing langit lan samubarang kang ana ing bumi. kajaba manawa oleh palilahe.

8. Atapaa banyuara.32 KAUTAMANING LAKU 1. 6. Elinga marang Kang Murbeng Jagad. lamun sira ngrasa bener lawan becik. Aprang Sabilillah. prang ati ala lan ati becik sing sapa reka arsa anglakoni amutiha lawan amawasa patangpuluh dina wae lan tangi wektu subuh lan den sabar sukur ing ati Isya ALLAH tinekan sak karsaniku. Agawe kabecikan marang sesaminira tumitah. Aja kurang pamariksanira lan den agung pangapunira. angayem-ayema nalarira. 10. 5. panalangsanira ing Pangeran Kang Maha Mulya. sinung ayating Pangeran. 12. Tapa ngluwat. den prayitna barang karya. basa ngeli iku nurut saujaring liyan. rumangsa ala sarta luput. tegese mendhem atine aja ngatonake kabecikane dhewe. 9. 3. aja anggrangsang samubarang kang sinedya. Angrawuhana ngelmu gaib. Wong amrih rahayuning sesaminira. aja pegat rina lan wengi. duk uneng Kalijaga . tegese prang sabil iku. Aja duwe rumangsa bener sarta becik. 2. den agung. Atapaa geniara. ginantungan bebenduning Pangeran. Angenakena sarira. datan nyulayani. nanging aja tingal ngelmu sarak. Wong eling ing ngelmu sarak dalil sinung kamurahaning Pangeran. iku paraboting urip kang utama. 7. 11. tegese den teguh yen krungu ujar ala. 4. sajroning jajanira priyangga ana prang Bratayudha. nyawabi nakrakyatira. agawea sukaning manahe sesamaning jalma. saking sawab ing ilmu pangiket mami. tegese ngeli.

Lamun nganti korup mring panggawe dudu Dadi panggonaning iblis Mlebu mring alam pakewuh Ewuh mring pananing ati Temah wuru kabesturon Bila terpengaruh akan perbuatan yang bukan-bukan. Sebab jika bergeser (dari hidup yang penuh kebajikan) akan menderita kehancuran. terhindar dari perbuatan yang bukan-bukan. Pamanggone aneng pangesthi rahayu Angayomi ing tyas wening Eninging ati kang suwung Nanging sejatining isi Isine cipta sayektos Dapatnya demikian kalau senantiasa mendambakan kebaikan. 2. endapkan didalam hati. agar mendapat kegembiraan serta keselamatan serta tercapai segala cita-cita. 5. Lakonana klawan sabaraning kalbu Lamun obah niniwasi Kasusupan setan gundhul Ambebidung nggawa kendhi Isine rupiah kethon Segalanya itu harus dijalankan dengan penuh kesabaran. 4. dalam mawas diri sehingga seolah-olah hati ini kosong namun sebenarnya akan menemukan cipta yang sejati. caranya haruslah gemar prihatin. Kemasukan setan gundul. sudah jelas akan menjadi sarang iblis. mengendapkan pikiran.33 SERAT SABDO JATI Megatruh 1. agar mudah menanggapi sesuatu. intropeksi. yang menggoda membawa kendi berisi uang banyak. kerepotan-kerepotan. 3. senantiasa mendapatkan kesulitas-kesulitan. telitilah jangan sampai salah. . Hawya pegat ngudiya RONGing budyayu MarGAne suka basuki Dimen luWAR kang kinayun Kalising panggawe SIsip Ingkang TAberi prihatos Jangan berhenti selalulah berusaha berbuat kebajikan. Ulatna kang nganti bisane kepangguh Galedehan kang sayekti Talitinen awya kleru Larasen sajroning ati Tumanggap dimen tumanggon Dalam hidup keprihatinan ini pandanglah dengan seksama.

7. sehingga yang jahat disukai dianggap utusan Tuhan. siapa yang berusaha dengan setekun-tekunnya akan mendapatkan kebahagiaan. Nora ngandel marang gaibing Hyang Agung Anggelar sakalir-kalir Kalamun temen tinemu Kabegjane anekani Kamurahane Hyang Manon Itu artinya tidak percaya kepada Tuhan. Sudah melupakan Tuhannya. Segala yang baik-baik lari dari dirinya. Nora kengguh mring pamardi reh budyayu Hayuning tyas sipat kuping Kinepung panggawe rusuh Lali pasihaning Gusti Ginuntingan dening Hyang Manon Bila sudah terlanjur demikian tidak tertarik terhadap perbuatan yang menuju kepada kebajikan. tidak dapat membedakan yang baik dan yang jahat. sebenarnya repot didalam pikiran melihat contoh-contoh tersebut. Ajaran-Nya sudah musnah berkeping-keping. 6. 10. 8. Tuhan akan selalu memberi pertolongan. Yeng kang uning marang sejatining dawuh Kewuhan sajroning ati Yen tiniru ora urus Uripe kaesi-esi Yen niruwa dadi asor Namun bagi yang bijaksana. sebab sudah diliputi perbuatan dan pikiran yang jelek. bagaikan matanya kemasukan pasir. bila dilakukan dengan setulus hati. . sandang pangan tercukupi segala cita-cita dan kehendaknya tercapai. Parandene kabeh kang samya andulu Ulap kalilipen wedhi Akeh ingkang padha sujut Kinira yen Jabaranil Kautus dening Hyang Manon Namun demikian yang melihat. Bila diikuti hidupnya akan tercela akhirnya menjadi sengsara.34 tidak dapat berbuat dengan itikad hati yang baik. yang menitahkan bumi dan langit. Karena Tuhan itu Maha Pemurah adanya. 9. seolah-olah mabuk kepayang. Hanuhoni kabeh kang duwe panuwun Yen temen-temen sayekti Dewa aparing pitulung Nora kurang sandhang bukti Saciptanira kelakon Segala permintaan umatNya akan selalu diberi.

Ki Pujangga nyambi paraweh pitutur Saka pengunahing Widi Ambuka warananipun Aling-aling kang ngalingi Angilang satemah katon Sambil memberi petuah Ki Pujangga juga akan membuka selubung yang termasuk rahasia Tuhan. Waluyane benjang lamun ana wiku Memuji ngesthi sawiji Sabuk tebu lir majenum Galibedan tudang tuding Anacahken sakehing wong Jaman yang repot itu akan selesai kelak bila sudah mencapat tahun 1877 (Wiku=7. Para jalma sajroning jaman pakewuh Sudranira andadi Rahurune saya ndarung Keh tyas mirong murang margi Kasekten wus nora katon Manusia-manusia yang hidup didalam jaman kerepotan. menghitung banyaknya orang. Memuji=7. 16. cenderung meningkatnya perbuatan-perbuatan tercela. Iku lagi sirap jaman Kala Bendu Kala Suba kang gumanti Wong cilik bisa gumuyu Nora kurang sandhang bukti Sedyane kabeh kelakon Disitulah baru selesai Jaman Kala Bendu. 14. Ada orang yang berikat pinggang tebu perbuatannya seperti orang gila. banyak pikiran-pikiran yang tidak berjalan diatas riil kebenaran. Sawiji=1. tidak kekurangan sandang dan makan seluruh kehendak dan cita-citanya tercapai. keagungan jiwa sudah tidak tampak. merasakan ramalan tersebut. senantiasa merenung diri melihat jaman penuh keprihatinan tersebut. Dimana diramalkan rakyat kecil bersuka ria. sehingga dapat diketahui. Itu bertepatan dengan tahun Masehi 1945). 12. hilir mudik menunjuk kian kemari. Pandulune Ki Pujangga durung kemput Mulur lir benang tinarik Nanging kaseranging ngumur Andungkap kasidan jati . 13. Ngesthi=8. Katuwane winawas dahat matrenyuh Kenyaming sasmita sayekti Sanityasa tyas malatkunt Kongas welase kepati Sulaking jaman prihatos Lama kelamaan makin menimbulkan perasaan prihatin.35 11. Diganti dengan jaman Kala Suba. 15. makin menjadi-jadi.

Pujangga=8. 19. . 17.Amung kurang wolung ari kang kadulu Tamating pati patitis Wus katon neng lokil makpul Angumpul ing madya ari Amerengi Sri Budha Pon Yang terlihat hanya kurang 8 hai lagi.36 Mulih mring jatining enggon Sayang sekali "pengelihatan" Sang Pujangga belum sampai selesai. Muswa=0. Windu Sengara (atau tanggal 24 Desember 1873) kira-kira waktu Lohor. Cinitra ri budha kaping wolulikur Sawal ing tahun Jimakir Candraning warsa pinetung Sembah mekswa pejangga ji Ki Pujangga pamit layoti Karya ini ditulis dihari Rabu tanggal 28 Sawal tahun Jimakir 1802. 18. itulah saat yang ditentukan sang Pujangga kembali menghadap Tuhan. sudah sampai waktunya. Namun karena umur sudah tua sudah merasa hampir datang saatnya meninggalkan dunia yang fana ini. Tanggal kaping lima antarane luhur Selaning tahun Jimakir Taluhu marjayeng janggur Sengara winduning pati Netepi ngumpul sak enggon Tanggal 5 bulan Sela (Dulkangidah) tahun Jimakir Wuku Tolu. Tepatnya pada hari Rabu Pon. (Sembah=2. kembali menghadap Tuhannya. bagaikan menarik benang dari ikatannya. Ji=1) bertepatan dengan tahun masehi 1873).

namun segalanya itu tidak menciptakan kebaikan. Karena dunia penuh dengan kerepotan. Lain orang lain pikiran dan maksudnya. Ratune ratu utama Patihe patih linuwih Pra nayaka tyas raharja Panekare becik-becik Paranedene tan dadi Paliyasing Kala Bendu Mandar mangkin andadra Rubeda angrebedi Beda-beda ardaning wong saknegara Sebenarnya rajanya termasuk raja yang baik. sudah semakin merosot. pemuka-pemuka masyarakat baik. penuh kesedihan. Orang cerdik cendekiawan terbawa arus Kala Tidha (jaman yang penuh keragu-raguan). Situasi (keadaan tata negara) telah rusah. semua anak buah hatinya baik. 3. Sudah banyak yang meninggalkan petuah-petuah/aturan-aturan lama. karena sudah tak ada yang dapat diikuti lagi.37 SERAT KALATIDA Sinom 1. mendapatkan hinaan dan malu. . 2. akibat dari perbuatan seseorang. Mangkya darajating praja Kawuryan wus sunyaturi Rurah pangrehing ukara Karana tanpa palupi Atilar silastuti Sujana sarjana kelu Kalulun kala tida Tidhem tandhaning dumadi Ardayengrat dene karoban rubeda Keadaan negara waktu sekarang. Patihnya juga cerdik. Suasananya mencekam. Oleh karena daya jaman Kala Bendu. Katetangi tangisira Sira sang paramengkawi Kawileting tyas duhkita Katamen ing ren wirangi Dening upaya sandi Sumaruna angrawung Mangimur manuhara Met pamrih melik pakolih Temah suka ing karsa tanpa wiweka Waktu itulah perasaan sang Pujangga menangis. Bahkan kerepotan-kerepotan makin menjadi-jadi.

Keni kinarta darsana Panglimbang ala lan becik Sayekti akeh kewala Lelakon kang dadi tamsil Masalahing ngaurip Wahaninira tinemu Temahan anarima Mupus pepesthening takdir Puluh-Puluh anglakoni kaelokan Membuat kisah lama ini dapat dipakai kaca benggala. 5. Lebih-lebih bila ketambahan lupa diri.38 Tampaknya orang tersebut memberi harapan menghibur sehingga sang Pujangga karena gembira hatinya dan tidak waspada. akhirnya "nrima" dan menyerahkan diri kepada kehendak Tuhan. Yah segalanya itu karena sedang mengalami kejadian yang aneh-aneh. Apakah gunanya meyakini kabar angin akibatnya hanya akan menyusahkan hati saja. Akan ditempatkan sebagai pemuka tetapi akhirnya sama sekali tidak benar. orang yang berbudi tidak terpakai. Didalam jaman yang penuh kerepotan dan kebatilan ini. bahkan tidak mendapat perhatian sama sekali. Ujaring panitisastra Awewarah asung peling Ing jaman keneng musibat Wong ambeg jatmika kontit Mengkono yen niteni Pedah apa amituhu Pawarta lolawara Mundhuk angreranta ati Angurbaya angiket cariteng kuna Menurut buku Panitisastra (ahli sastra). Sebenarnya kalah direnungkan. Sebenarnya banyak sekali contoh -contoh dalam kisah-kisah lama. Demikianlah jika kita meneliti. 4. Lebih baik membuat karya-karya kisah jaman dahulu kala. hasilnya tidak lain hanyalah kerepotan. . apa sih gunanya menjadi pemuka/pemimpin ? Hanya akan membuat kesalahan-kesalahan saja. sebenarnya sudah ada peringatan. mengenai kehidupan yang dapat mendinginkan hati. 6. Dasar karoban pawarta Bebaratun ujar lamis Pinudya dadya pangarsa Wekasan malah kawuri Yan pinikir sayekti Mundhak apa aneng ngayun Andhedher kaluputan Siniraman banyu lali Lamun tuwuh dadi kekembanging beka Persoalannya hanyalah karena kabar angin yang tiada menentu. guna membandingkan perbuatan yang salah dan yang betul.

Semono iku bebasan Padu-padune kepengin Enggih mekoten man Doblang Bener ingkang angarani Nanging sajroning batin Sejatine nyamut-nyamut Wis tuwa arep apa Muhung mahas ing asepi Supayantuk pangaksamaning Hyang Suksma Yah segalanya itu sebenarnya dikarenakan keinginan hati. 8.39 7. Akan mengikuti tidak sampai hati. tetapi kalau tidak mengikuti geraknya jaman tidak mendapat apapun juga. Beda lan kang wus santosa Kinarilah ing Hyang Widhi Satiba malanganeya Tan susah ngupaya kasil Saking mangunah prapti Pangeran paring pitulung Marga samaning titah Rupa sabarang pakolih Parandene maksih taberi ikhtiyar Lain lagi bagi yang sudah kuat. Lebih baik menyepi diri agar mendapat ampunan dari Tuhan. Betul bukan ? Memang benar kalau ada yang mengatakan demikian. Namun sebenarnya didalam hati repot juga. Tidak perlu bersusah payah tiba-tiba mendapat anugerah. Bagaimanapun juga walaupun orang yang lupa itu bahagia namun masih lebih bahagia lagi orang yang senantiasa ingat dan waspada. memang repot. Namun sudah menjadi kehendak Tuhan. 9. Mendapat rakhmat Tuhan. Sakadare linakonan Mung tumindak mara ati Angger tan dadi prakara Karana riwayat muni Ikhtiyar iku yekti Pamilihing reh rahayu . Sekarang sudah tua. Namun demikian masih juga berikhtiar. Bagaimanapun nasibnya selalu baik. Akhirnya dapat menderita kelaparan. 10. Amenangi jaman edan Ewuh aya ing pambudi Milu edan nora tahan Yen tan milu anglakoni Boya kaduman melik Kaliren wekasanipun Ndilalah karsa Allah Begja-begjane kang lali Luwih begja kang eling lawan waspada Hidup didalam jaman edan. apa pula yang dicari.

Bersamaan dengan usaha tersebut juga harus awas dan waspada agar mendapat rakhmat Tuhan. seolah-olah dapat mati didalam hidup. Biarkanlah kami hanya memohon karunia pada MU agar mendapat ampunan sekedarnya. 11. akhirnya nanti bagaimana. Lepas dari kerepotan serta jauh dari keangakara murkaan. yang bersifat murah dan asih. Ya Allah ya Rasulullah Kang sipat murah lan asih Mugi-mugi aparinga Pitulung ingkang martani Ing alam awal akhir Dumununging gesang ulun Mangkya sampun awredha Ing wekasan kadi pundi Mula mugi wontena pitulung Tuwan Ya Allah ya Rasulullah. . Hanya Tuhanlah yang mampu menolong kami. Agaknya ini sesuai dengan petuah yang mengatakan bahwa manusia itu wajib ikhtiar.40 Sinambi budidaya Kanthi awas lawan eling Kanti kaesthi antuka parmaning Suksma Apapun dilaksanakan. hanya harus memilih jalan yang baik. Sekarang kami telah tua. Kemudian kami serahkan jiwa dan raga dan kami. Hanya membuat kesenangan pokoknya tidak menimbulkan persoalan. 12. mudah-mudahan memberi pertolongan kepada hambamu disaat-saat menjelang akhir ini. Sageda sabar santosa Mati sajroning ngaurip Kalis ing reh aruraha Murka angkara sumingkir Tarlen meleng malat sih Sanityaseng tyas mematuh Badharing sapudhendha Antuk mayar sawetawis BoRONG angGA saWARga meSI marTAya Mudah-mudahan kami dapat sabar dan sentosa.

41

SABDA TAMA

Gambuh 1. Rasaning tyas kayungyun Angayomi lukitaning kalbu Gambir wanakalawan hening ing ati Kabekta kudu pitutur Sumingkiring reh tyas mirong Tumbuhlah suatu keinginan melahirkan perasaan dengan hati yang hening disebabkan ingin memberikan petuah-petuah agar dapat menyingkirkan hal-hal yang salah. 2. Den samya amituhu Ing sajroning Jaman Kala Bendu Yogya samyanyenyuda hardaning ati Kang anuntun mring pakewuh Uwohing panggawe awon Diharap semuanya maklum bahwa dijaman Kala Bendu sebaiknya mengurangi nafsu pribadi yang akan membenturkan kepada kerepotan. Hasilnya hanyalah perbuatan yang buruk. 3.Ngajapa tyas rahayu Nyayomana sasameng tumuwuh Wahanane ngendhakke angkara klindhih Ngendhangken pakarti dudu Dinulu luwar tibeng doh Sebaiknya senantiasa berbuat menuju kepada hal-hal yang baik. Dapat memberi perlindungan kepada siapapun juga. Perbuatan demikian akan melenyapkan angkara murka, melenyapkan perbuatan yang bukan-bukan dan terbuang jauh. 4. Beda kang ngaji mumpung Nir waspada rubedane tutut Kakinthilan manggon anggung atut wuri Tyas riwut ruwet dahuru Korup sinerung agoroh Hal ini memang lain dengan yang ngaji pumpung. Hilang kewaspadaannya dan kerepotanlah yang selalu dijumpai, selalu mengikuti hidupnya. Hati senantiasa ruwet karena selalu berdusta. 5. Ilang budayanipun Tanpa bayu weyane ngalumpuk Sakciptane wardaya ambebayani Ubayane nora payu Kari ketaman pakewoh Lenyap kebudayaannya. Tidak memiliki kekuatan dan ceroboh. Apa yang dipikir hanyalah hal-hal yang berbahaya.

42

Sumpah dan janji hanyalah dibibir belaka tidak seorangpun mempercayainya. Akhirnya hanyalah kerepotan saja. 6. Rong asta wus katekuk Kari ura-ura kang pakantuk Dandanggula lagu palaran sayekti Ngleluri para leluhur Abot ing sih swami karo Sudah tidak berdaya. Hanya tinggallah berdendang. Mendendangkan lagu dandang gula palaran hasil karya nenek moyang dahulu kala, betapa beratnya hidup ini seperti orang dimadu saja. 7. Galak gangsuling tembung Ki Pujangga panggupitanipun Rangu-rangu pamanguning reh harjanti Tinanggap prana tumambuh Katenta nawung prihatos Ki Pujangga didalam membuat karyanya mungkin ada kelebihan dan kekurangannya. Olah karena itu ada perasaan ragu-ragu dan khawatir, barangkali terdapat kesalahan/kekeliruan tafsir, sebab sedang prihatin. 8. Wartine para jamhur Pamawasing warsita datan wus Wahanane apan owah angowahi Yeku sansaya pakewuh Ewuh aya kang linakon Menurut pendapat para ahli, wawasan mereka keadaan selalu berubah-ubah. Meningkatkan kerepotan apa pula yang hendak dijalankan. 9. Sidining Kala Bendu Saya ndadra hardaning tyas limut Nora kena sinirep limpating budi Lamun durung mangsanipun Malah sumuke angradon Azabnya jaman Kala Bendu, makin menjadi-jadi nafsu angkara murka. Tidak mungkin dikalahkan oleh budi yang baik. Bila belum sampai saatnya akibatnya bahkan makin luar biasa. 10. Ing antara sapangu Pangungaking kahanan wus mirud Morat-marit panguripaning sesami Sirna katentremanipun Wong udrasa sak anggon-anggon Sementara itu keadaan sudah semakin tidak karu-karuwan, penghidupan semakin morat-marit, tidak ketenteraman lagi, kesedihan disana-sini. 11. Kemang isarat lebur Bubar tanpa daya kabarubuh Paribasan tidhem tandhaning dumadi Begjane ula dahulu

43

Cangkem silite angaplok Segala dosa dan cara hancur lebur, seolah-olah hati dikuasai ketakutan. Yang beruntung adalah ular berkepala dua, sebab kepala serta buntutnya dapat makan. 12. Ndhungkari gunung-gunung Kang geneng-geneng padha jinugrug Parandene tan ana kang nanggulangi Wedi kalamun sinembur Upase lir wedang umob Gunung-gunung digempur, yang besar-besar dihancurkan meskipun demikian tidak ada yang berani melawan. Sebab mereka takut kalau disembur (disemprot ular) berbisa. Bisa racun ular itu bagaikan air panas. 13. Kalonganing kaluwung Prabanira kuning abang biru Sumurupa iku mung soroting warih Wewarahe para Rasul Dudu jatining Hyang Manon Tetapi harap diketahui bahwa lengkungan pelangi yang berwarna kuning merah dan biru sebenarnya hanyalah cahaya pantulan air. Menurut ajaran Nabi itu bukanlah Tuhan yang sebenarnya. 14. Supaya pada emut Amawasa benjang jroning tahun Windu kuning kono ana wewe putih Gegamane tebu wulung Arsa angrebaseng wedhon Agar diingat-ingat. Kelak bila sudah menginjak tahun windu kuning (Kencana) akan ada wewe putih (setan putih), yang bersenjatakan tebu hitam akan menghancurkan wedhon (pocongan setan). (Sebuah ramalan yang perlu dipecahkan). 15. Rasa wes karasuk Kesuk lawan kala mangsanipun Kawises kawasanira Hyang Widhi Cahyaning wahyu tumelung Tulus tan kena tinegor Agaknya sudah sampai waktunya, karena kekuasaan Tuhan telah datang jaman kebaikan, tidak mungkin dihindari lagi. 16, Karkating tyas katuju Jibar-jibur adus banyu wayu Yuwanane turun-temurun tan enting Liyan praja samyu sayuk Keringan saenggon-enggon Kehendak hati pada waktu tersebut hanya didasarkan kepada ketentraman sampai ke anak cucu. Negaranegara lain rukun sentosa dan dihormati dimanapun.

Ninggal pakarti dudu Pradapaning parentah ginugu Mring pakaryan saregep tetep nastiti Ngisor dhuwur tyase jumbuh Tan ana wahon winahon Banyak yang meninggalkan perbuatan-perbuatan yang kurang baik. Orang yang sedang mengantuk menemukan kethuk (gong kecil) yang berisi emas kencana sebesar bokor. . Kembali seperti dijaman dahulu kala. Banyak sekali orang-orang ahli dalam bidang surat menyurat. Yang baik dapat menghancurkan yang jelek.44 17. Tidak ada yang saling mencela. Diraning durta katut Anglakoni ing panggawe runtut Tyase katrem kayoman hayuning budi Budyarja marjayeng limut Amawas pangesthi awon Yang tadinya berbuat angkara sekarang ikut pula berbuat yang baik-baik. Semuanya berhati baja. Hewan piraan diikat diluar tanpa ditunggu namun tidak ada yang dicuri. Tatune kabeh tuntun Lelarane waluya sadarum Tyas prihatin ginantun suka mrepeki Wong ngantuk anemu kethuk Isine dinar sabokor Segala luka-luka (penderitaan) sudah hilang. Perasaan prihatin berobah menjadi gembira ria. 19. tidak ada yang berbuat curang maupun yang mengambil. Mengikuti peraturan-peraturan pemerintah. Yang dibawah maupun yang diatas hatinya sama saja. Perasaannya terbawa oleh kebaikan budi. 21. 18.Ngratani sapraja agung Keh sarjana sujana ing kewuh Nora kewran mring caraka agal alit Pulih duk jaman runuhun Tyase teteg teguh tanggon Keadaan seperti itu terjadi diseluruh negeri. Semuanya rajin mengerjakan tugasnya masing-masing. Amung padha tinumpuk Nora ana rusuh colong jupuk Raja kaya cinancangan angeng nyawi Tan ana nganggo tinunggu Parandene tan cinolong Semua itu hanya ditumpuk saja. 20.

Tahun Masehi kurang lebih 1919-1920. Nadyan bisa mbarenjul Tanpa tawing enggal jugrugipun Kalakone karsaning Hyang wus pinasti Yen ngidak sangkalanipun Sirna tata estining wong Jurang yang curam itu meskipun dapat melembung. Jaka Lodang gumandhul Praptaning ngethengkrang sru muwus Eling-eling pasthi karsaning Hyang Widhi Gunung mendhak jurang mbrenjul Ingusir praja prang kasor Joko Lodang datang berayun-ayun diantara dahan-dahan pohon kemudian duduk tanpa kesopanan dan berkata dengan keras. Ingat-ingatlah sudah menjadi kehendak Tuhan bahwa gunung-gunung yang tinggi itu akan merendah sedangkan jurang yang curam akan tampil kepermukaan (akan terjadi wolak waliking jaman). 3. karena kalah perang maka akan diusir dari negerinya. Yang dimaksud dengan jurang dan gunung bukanlah pisik tetapi hanyalah sebagai yang dilambangkan). Sasedyane tanpa dadya Sacipta-cipta tan polih Kang reraton-raton rantas Mrih luhur asor pinanggih Bebendu gung nekani .Nanging awya kliru Sumurupa kanda kang tinamtu Nadyan mendak mendaking gunung wis pasti Maksih katon tabetipun Beda lawan jurang gesong Namun jangan salah terima menguraikan kata-kata ini. 2. (Ket. (Sirna=0. Esthi=8 dan Wong=1).45 SERAT JOKO LODANG Gambuh 1. Karena ini hasil sastra maka tentu saja multi dimensi. Sinom 1. namun kalau tidak ada tanggulnya sangat rawan dan mudah longsor. Sebab bagaimanapun juga meskipun merendah kalau gunung akan tetap masih terlihat bekasnya. Lain sekali dengan jurang yang curam. Semuanya yang dituturkan diatas sudah menjadi kehendak Tuhan akan terjadi pada tahun Jawa 1850. Tata=5.

46 Kongas ing kanistanipun Wong agung nis gungira Sudireng wirang jrih lalis Ingkang cilik tan tolih ring cilikira Waktu itu seluruh kehendaki tidak ada yang terwujud. Semua saja waktu itu hanya harta bendalah yang menjadi tujuan. Yang tampak hanyalah perbuatan-perbuatan tercela. lebih baik tercemar nama daripada mati. apa yang dicita-citakan buyar. Esthining=8. Wong alim-alim pulasan Njaba putih njero kuning Ngulama mangsah maksiat Madat madon minum main Kaji-kaji ambataning Dulban kethu putih mamprung Wadon nir wadorina Prabaweng salaka rukmi Kabeh-kabeh mung marono tingalira Banyak orang yang tampaknya alim. 2. Oleh karena itu seluruh isi dunia penderitaan kesengsaraannya makin menjadi-jadi. Orang wanita kehilangan kewanitaannya karena terkena pengaruh harta benda. Tahun Masehi kurang lebih tahun 1930. Diluar tampak baik tetapi didalamnya tidak. karena datangnya hukuman (kutukan) yang berat dari Tuhan. Para sudagar ingargya Jroning jaman keneng sarik Marmane saisiningrat Sangsarane saya mencit Nir sad estining urip Iku ta sengkalanipun Pantoging nandang sudra Yen wus tobat tanpa mosik Sru nalangsa narima ngandel ing suksma Hanya harta bendalah yang dihormati pada jaman tersebut. madon minum dan berjudi. Banyak ulama berbuat maksiat. Megatruh 1. sedangkan yang kecil tidak mau mengerti akan keadaannya. tetapi hanyalah semu belaka. 3. Para haji melemparkan ikat kepala hajinya. Sad=6. Urip=1). Orang besar kehilangan kebesarannya. Penghabisan penderitaan bila semua sudah mulai bertobat dan menyerahkan diri kepada kekuasaan Tuhan seru sekalian alam. segalanya salah perhitungan. Tahun Jawa menunjuk tahun 1860 (Nir=0. apa yang dirancang berantakan. ingin menang malah kalah. Mengerjakan madat. Mbok Parawan sangga wang duhkiteng kalbu Jaka Lodang nabda malih .

Sapta=7. Ratu=1).47 Nanging ana marmanipun Ing waca kang wus pinesthi Estinen murih kelakon Mendengar segalanya itu Mbok Perawan merasa sedih. didalam ramalan yang sudah ditentukan haruslah diusahakan supaya segera dan dapat terjadi ". Yang mendapat gembira hatinya sebab didalam benda tersebut isinya tidak lain emas dan kencana. Ngesthi=8. Tinemune wong ngantuk anemu kethuk Malenuk samargi-margi Marmane bungah kang nemu Marga jroning kethuk isi Kencana sesotya abyor Diwaktu itulah seolah-olah orang yang mengantuk mendapat kethuk (gong kecil) yang berada banyak dijalan. 3. Bertepatan dengan tahun Masehi 1945. Sangkalane maksih nunggal jamanipun Neng sajroning madya akir Wiku Sapta ngesthi Ratu Adil parimarmeng dasih Ing kono kersaning Manon Jamannya masih sama pada akhir pertengahan jaman. Akan ada keadilan antara sesama manusia. . Kemudian Joko Lodang berkata lagi : "Tetapi ketahuilah bahwa ada hukum sebab musabab. Tahun Jawa 1877 (Wiku=7. 2. Itu sudah menjadi kehendak Tuhan.

banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. warna dan rupa. Paham mistik Jawa yang berpokok " Manunggaling Kawula Gusti " ( persatuan manusia dengan Tuhan ) dan " Sangkan Paraning Dumadi " ( asal dan tujuan ciptaan ) bersumber pada pengalaman religius. berawal dari sana manusia itu rindu untuk bersatu dengan yang Illahi. menjadi ciri utama dan bahkan memberi warna khususu dalam kehidupan religiusitas serta adat istiadat masyarakat Jawa. menjadi isian jiwa seni dan budaya Jawa. telah mengakar bertahuntahun menjadi pandangan hidup dan sikap hidup umumnya orang Jawa. Jer Basuki Mawa Beya : Kesuksesan perlu atau butuh pengorbanan Ajining diri saka obahing lati : Harga diri tergantung ucapannya Prinsip pengendalian diri dengan " Mulat Sarira " suatu sikap bijaksana untuk selalu berusaha tidak menyakiti perasaan orang lain. Wayang sebagai pertunjukan. Hangrasa wani : Mawas diri. Dalam wayang terekam ungkapan pengalaman religius yang " kuno " seperti tampak bahwa pada tahap perkembangannya dewasa ini. tidak hanya sekedar tontonan dan tuntunan bagaimana manusia harus bertingkah laku dalam kehidupannya.rahasia orang lain. menyatu dengan kepercayaan terhadap kekuatan alam yang mempunyai pengaruh terhadap kehidupan manusia. yaiku : Sinkretisme.48 RUWATAN Adalah Tradisi ritual Jawa sebagai sarana pembebasan dan penyucian. tidak mementingkan diri sendiri dan lain sebagainya yang masih mempunyai arti sangat luas. merupakan ungkapan-ungkapan dan pengalaman religius yang merangkum bermacam-macam unsur lambang. Dalam ungkapan " Crah Agawe Bubrah . Perumusan pengalaman religius Jawa dalam sejarahnya tidak lepas dari pengaruh-pengaruh agama besar seperti Hindu. serta " Aja Dumeh " adalah peringatan kepada kita bahwa jangan takabur dan jangan sombong. misalkan pada lakon Ruwat atau Murwa Kala. misalnya : Ojo Dumeh : Merasa dirinya lebih Mulat sarira. Berbagai ungkapan dan ungkapan Jawa.Rukun Agawe Santosa " menghendaki keserasian dan keselarasan dengan pola pikir hidup saling menghormati. Kebudayaan Jawa sebagai subkultur Kebudayaan Nasional Indonesia. Mendem Jero : Menghargai dan menghormati serta menyimpan . bahasa gerak. ( merupakan . berpegang pada kepercayaan terhadap roh nenek moyang. Perlambang dan ungkapan-ungkapan halus yang mengandung pendidikan moral. Budha dan Islam beserta dengan mistiknya yang khas. Terkemas hampir sempurna dalam seni budaya gamelan dan gending-gending serta kesenian wayang kulit purwa yang perkembanganya mempunyai warna yang unik. atas dosa/kesalahannya yang diperkirakan bisa berdampak kesialan didalam hidupnya. masih berperan pula mitos dan ritus. wayang merupakan intisari kebudayaan masyarakat Jawa yang diwarisi secara turun temurun. Sikap hidup masyarakat Jawa memiliki identitas dan karakter yang menonjol yang dilandasi direferensi nasehat-nasehat nenek moyang sampai turun temurun. Akomodatif serta Optimistik. hormat kepada sesama serta berbagai perlambang dalam ungkapan Jawa. namun juga merupakan tatanan yang harus dititeni kanti titis. menjadi petunjuk jalan dan arah terhadap kehidupan sejati. Kepercayaan terhadap keberadaan roh nenek moyang. instropeksi diri Mikul Duwur. merupakan cara penyampaian terselubung yang bisa bermakna " Piwulang " atau pendidikan moral. seperti terlihat dalam kitab-kitab Tutur. yaitu dari akar yang kuat. kemudian bertambah maju setelah mengenal segala bentuk kesenian dari India dan menjadi sempurna begitu masuk agama Islam di Pulau Jawa. karena adanya pertalian budi pekerti dengan kehidupan spiritual.suara. Secara tradisional. Tantularisme dan Kejawen yang bersifat Toleran. Kidung dan Suluk. ingin menelusuri arus kehidupan sampai ke sumber muaranya.

sebagai sarana pembebasan dan penyucian manusia atas dosanya/kesalahannya yang berdampak kesialan didalam hidupnya. yang ditebang dengan batangnya disertai cengkir gading (kelapa muda). direntangkan dibawah debog (batang pisang) panggungan dari muka layar (kelir) sampai di belakang layar dan ditaburi bunga mawar dimuka kelir sebagai alas duduk Ki Dalang. daun meja. Untuk pagelaran wayang kulit dengan lakon Murwakala biasanya diperlukan perlengkapan sebagai berikut : 1. orang yang diruwat dan lain-lainya. atau meruwat berarti: mengatasi atau menghindari sesuatu kesusahan bathin dengan cara mengadakan pertunjukan/ritual dengan media wayang kulit yang mengambil tema/cerita Murwakala. dan daun kluwih yang semuanya itu diikat berdiri pada tiang pintu depan sekaligus juga berfungsi sebagai hiasan/pajangan dan permohonan. Dua kembang mayang yang telah dihias diletakkan dibelakang kelir (layar) kanan kiri. yang dalam tradisi pewayangan disebut "Kama salah kendang gumulung ". Bagi manusia jawa ( manusia yang mengerti sejati ) wayang merupakan pedoman hidup. sedangkan di belakang layar sebagai tempat duduk orang yang diruwat dengan memakai selimut kain mori putih. Tokoh ini adalah anak Batara Guru (dalam cerita wayang) yang lahir karena nafsu yang tidak bisa dikendalikannya atas diri DewiUma. Atas dasar inilah yang kemudian dicarikan solosi. yang akan digunakan untuk memandikan Batara Kala. oleh Batara guru diberitahukan agar memakan manusia yang berdosa atau sukerta. pohon tebu dengan daunnya. akhirnya menjelma menjadi raksasa. orang yang manandang sukerto ini. 2. Gawangan kelir bagian atas (kayu bambu yang merentang diatas layar) dihias dengan kain batik yang baru 5 (lima) buah. Kelir atau layar kain 4.dan pada lakon ini. Menurut ceriteranya. kipas beserta kemenyan (ratus wangi) yang akan dipergunakan Kyai Dalang selama pertunjukan. Blencong atau lampu dari minyak Selain peralatan tersebut diatas masih diperlukan sesajian yang berupa: 1. Kata Murwakala/purwakala berasal dari kata purwa (asalmuasal manusia) . Bermacam-macam nasi antara lain : . 5. kain bango tulak dan dilengkapi dengan padi segedeng (4 ikat pada sebelah menyebelah). 4. yang sudah matang dan baik. 3. daun alang-alang. daun kara. bagaimana mereka bertingkah laku dengan sesama dan bagaimana menyadari hakekatnya sebagai manusia serta bagaimana dapat berhubungan dengan sang penciptanya. daun dadap serep. yang kemudian sepermanya jatuh ketengah laut.49 hukum alam yang maha teratur yang harus diketahui dan disikapi secara bijaksana ) untuk menuju kasunyatan serta mencapai kehidupan sejati. bunga setaman dalam bokor di tempat di muka dalang. yang selalu terlibat dalam kesalahan serta bisa berdampak timbulnya bencana (salah kedaden). yang menjadi titik pandangnya adalah kesadaran : atas ketidak sempurnanya diri manusia. daun elo. Tuwuhan. perlu mengadakan ritual tersebut. maka untuk mensucikan kembali. Wayang kulit satu kotak ( komplit ) 3. Alat musik jawa ( Gamelan ) 2. Tradisi "upacara /ritual ruwatan" hingga kini masih dipergunakan orang jawa. Ketika raksasa ini menghadap ayahnya (Batara guru) untuk meminta makan. Kain mori putih kurang lebih panjangnya 3 meter. Dalam tradisi jawa orang yang keberadaannya dianggap mengalami nandang sukerto/berada dalam dosa. agar menjadi suci kembali. Api (batu arang) di dalam anglo. Dalam cerita "wayang" dengan lakon Murwakala pada tradisi ruwatan di jawa ( jawa tengah) awalnya diperkirakan berkembang didalam cerita jawa kuno. yaitu pembebasan dewa yang telah ternoda. diyakini akan menjadi mangsanya Batara Kala. agar tak termakan Sang Batara Kala ini diperlukan ritual ruwatan. diantaranya kain sindur. daun apa-apa. yang isi pokoknya memuat masalah pensucian. daun beringin. yang terdiri dari pisang raja setudun.

10. 8. Yang berupa sajen antara lain : rujak ditempatkan pada bumbung. jarum dan benang hitam-putih. 12. telur ayam yang didadar tiga biji. Srundeng asmaradana. Sumur atau sendang diambil airnya dan dimasuki kelapa. goreng-gorengan. sayur menir. sirih yang diberi uang. Kamar mandi yang untuk mandi orang yang diruwat dimasuki kelapa utuh. kemenyan bunga. jambu. 6. Benang lawe. Nasi wuduk dilengkapi dengan. telur ayam dan uang satu sen). kedele. kluwak. yaitu sepasang bunga yaitu dua orang anak yang kedua-duanya perempuan . dengan lauk pauknya seperti kuluban panggang telur ayam yang direbus. yaitu sebagai berikut : 1. Selesai upacara ngruwat. kluwak. rujak edan (rujak dari pisang klutuk ang dicampur dengan air tanpa garam). jajan pasar (berupa buah-buahan mentah serta uang satu sen. sambel gepeng. Bermacam-macam jenang (bubur) yaitu: jenang merah. pecel ayam. antara lain dari Serat Centhini ( Sri Paku Buwana V ). Jajan pasar (buah-buahan yang bermacam-macam) seperti : pisang raja. ). yaitu dua orang kembar putra atau kembar putri atau kembar "dampit" yaitu seorang laki-laki dan seorang perempuan ( yang lahir pada saat bersamaan ) 7. bambu gading linma ros. kedele hitam. 9. Nasi golong dengan perlengkapannya. 11. gula jawa. yaitu anak tunggal laki-laki atau perempuan. Yang perlu atau harus di Ruwat Menurut kepustakaan " Pakem Ruwatan Murwa Kala " Javanologi gabungan dari beberapa sumber. air yang ditempatkan pada cupu. bambu gading yang berjumlah lima ros ditanam pada kempat ujung rumah disertai empluk (tempayan kecil) yang berisi kacang hijau . ikan asin. Kesemuanya itu diletakan ditampah yang berisi nasi tumpeng. Uger-Uger Lawang. kemiri. makanan kecil berupa blingo yang diberi warna merah. telur ayam dan uang dengan diiringi doa mohon keselamatan dan kesejahteraan serta agar tercapai apa yang dicita citakan. Pancuran Kapit Sendhang. 2. dan sebagainya. yaitu 3 orang anak. Anak Bungkus. 7. ikan lembaran. empluk (periuk yang berisi kacang hijau. c. cabe besar merah dan hijau brambang. yaitu dua orang anak yang kedua-duanya laki-laki dengan catatan tidak anak yang meninggal 3. kelapa. yang sulung dan yang bungsu perempuan sedang anak yang ke 2 laki-laki 5. yang sulung dan yang bungsu laki-laki sedang anak yang ke 2 perempuan 4. Kembang Sepasang. salak. bahwa orang yang harus diruwat disebut anak atau orang " Sukerta " ada 60 macam penyebab malapetaka. Ontang-Anting. yaitu anak yang ketika lahirnya masih terbungkus oleh selaput pembungkus bayi ( placenta ) 6. jenang kaleh. Yang berupa hewan seperti burung dara satu pasang ayam jawa sepasang. pindang kluwih. kendi yang berisi air. Anak Kembar. mentimun. jenang baro-baro (aneka bubur). kedelai hitam. ikan asin. kemiri. Nasi kuning dengan perlengkapan. ikan sungai/laut dimasak anpa garam dan ditempatkan di belakang layar tepat pada muka Kyai Dalang. yaitu 3 orang anak. b. kaca kecil. putih.50 a. Sendhang Kapit Pancuran. minyak kelapa yang dipergunakan untuk lampu blencong. lalaban. sebab walaupun siang tetap memakai lampu blencong. bebek sepasang. Sajen itu dibuang di tempat angker disertai doa (puji/mantra) mohon keselematan. Sajen buangan yang ditunjukkan kepada dhayang yang berupa takir besar atau kroso yang berisi nasi tumpeng kecil dengan lauk-pauk.

9 . Julung Sungsang. 38. Jempina. merobohkan " Dandhang " ( tempat menanak nasi ) 33. yaitu anak yang dilahirkan dengan memiliki kulit dua macem warna. Bule. misalnya hitam dan putih 24.51 8. yaitu anak yang baru berumur 7 bulan dalam kandungan sudah lahir 20. Orang yang menempatkan barang di suatu tempat ( dandhang . yaitu 5 orang anakyang semuanya laki-laki 12. yaitu anak yang lahir saat matahari terbenam 16. yaitu anak yang dilahirkan dengan punggung menonjol. Kresna. yaitu anak yang dilahirkan berwujud bajang atau kerdil 27. Julung Pujud. Kendhana-Kendhini. yaitu dua orang anak sekandung terdiri dari seorang laki-laki dan seorang perempuan 9. Walika. yaitu 4 orang anak yang semuanya perempuan 11. Memecahkan " Pipisan " dan mematahkan " Gandik " ( alat landasan dan batu penggiling untuk menghaluskan ramu-ramuan obat tradisional). Wujil.misalnya ) tanpa ada tutupnya. Saramba. Lawang Menga. yaitu anak yang lahir berkalung usus 21. Tiba Ungker. yaitu anak yang lahir bersamaan dengan terbitnya matahari 17. yaitu 5 orang anak yang semuanya perempuan 13. Margana. seperti punggung onta 29. yaitu anak yang dilahirkan berkulit dan berambut putih " bule " 25. Srimpi. Orang yang bertempat tinggal di dalam rumah yang tak ada " tutup keyongnya " 35. 34. yaitu anak yang dilahirkan dengan punggung bengkok 28. Mancalaputri. Siwah atau Salewah. yaitu anak yang lahir dengan badan cebol atau pendek 30. Orang tidur di atas kasur tanpa sprei ( penutup kasur ). 37. yaitu anak yang dilahirkan memiliki kulit hitam 26. Orang yang duduk didepan ( ambang ) pintu. yaitu 5 orang anak yang terdiri dari 4 orang anak perempuan dan 1 orang anak laki-laki 14. Orang yang memiliki lumbung atau gudang tempat penyimpanan padi dan kopra tanpa diberi alas dan atap. Orang yang ketika menanak nasi. 39. yaitu anak yang lahir tepat jam 12 siang 18. yaitu anak yang lahir tanpa alas ( tikar ) 32. Dengkak. kemudian meninggal 19. yaitu anak yang dilahirkan bersamaan keluarnya " Candikala " yaitu ketika warna langit merah kekuning-kuningan 31. yaitu 4 orang anak yang semuanya laki-laki 10. Tiba Sampir. Wahana. Mancalaputra atau Pandawa. 36. yaitu anak yang lahir dalam perjalanan 22. Orang yang membuat pepajangan atau dekorasi tanpa samir atau daun pisang. Julung Wangi. Padangan. Wungkuk. Orang yang berdiri ditengah-tengah pintu. Orang yang membuat kutu masih hidup. Pipilan. Made. yaitu 5 orang anak yang terdiri dari 4 orang laki-laki dan 1 orang anak perempuan 15. 41. yaitu anak yang lahir. yaitu anak yang lahir dihalaman atau pekarangan rumah 23. 40.

Orang yang senang membakar kayu pohon " kelor ". Orang yang tidur pada waktu matahari terbenam ( wayah surup ). Menurut mereka yang percaya. 44. tidak bisa sejalan dengan alur hukum alam ( ruang dan waktu ) ini disebabkan oleh kesalahan-kesalahan perbuatan atau tingkah lakunya pada masa lalu. sehingga merobohkan jemuran " wijen " ( biji-bijian ) Demikainlah 60 jenis " Sukerta " yaitu jenis-jenis manusia yang telah dijanjikan oleh Sang Hyang Betara Guru kepada Batara Kala untuk menjadi santapan atau makananya. kemudian ditinggal pergi ketetangga Orang yang suka mengaku hak orang lain. 60. 48. 49. Orang yang tidur pada waktu matahari terbit. Orang yang senang membuang sampah atau kotoran dibawah ( dikolong ) tempat tidur. jika ia mempergelarkan wayangan atau ruwatan dengan cerita Murwakala. Orang yang gemar membakar kulit bawang.Ng Ranggawarsito disebutkan ada 136 macam Sukerta. 51. Orang yang senang membuang sampah lewat jendela. Sudamala. 53. Ada juga lakon ruwatan yang misalanya : Baratayuda. 57. Orang yang selalu bertopang dagu. Orang yang senang membakar tulang.52 42. Orang yang mengadu suatu wadah atau tempat ( misalnya dandhang diadu dengan dandhang ) Orang yang senang membakar rambut. 54. 46. Orang yang suka meninggalkan beras di dalam " lesung " ( tempat penumbuk nasi ) Orang yang lengah. terdapat juga " Ruwat Sengkala atau Sang Kala " yang artinya menjadi mangsa Sangkala yaitu jalan kehidupannya sudah terbelenggu serta penuh kesulitan. Selain Sukerta. 58. Orang yang senang menyapu sampah tanpa dibuang atau dibakar sekaligus. 59. Orang yang suka membuang garam. 43. Orang yang senang membakar tikar dengan bambu ( galar ). bahkan menurut Pustaka Raja Purwa ( jilid I halaman 194 ) karya pujangga R. 55. Kunjarakarna dan lain-lain. orang-orang yang tergolong di dalam kriteria tersebut di atas dapat menghindarkan diri dari malapetaka ( menjadi makanan Betara Kala ) tersebut. . 52. 47. 45. 50. 56. Orang yang memanjat pohon disiang hari bolong atau jam 12 siang ( wayah bedhug ) Orang yang tidur diwaktu siang hari bolong jam 12 siang. Orang yang menanak nasi.

berbudi luhur. pernikahan di muka kantor pencatatan sipil. memilih suami atau isteri oleh yang berkepentingan. Ingatlah. kemasyarakatan. . agar supaya dalam bercinta tidak buta mata hati. bahwa calon suami atau istri itu bukan atau belum suami atau istrinya. Perbedaan sikap dan pendirian terhadap hal-hal yang penting (prinsip) seperti diatas. bahwa hidup suami isteri itu mengandung cita-cita luhur yaitu mendapatkan keturunan yang baik. maka janganlah menuruti kata peribahasa tersebut. dari jenis (bebet) yang unggul dan yang nilai (bobot) yang berat. Pertunangan dengan atau tanpa tukar cincin adalah usaha untuk mendekatkan pria dan wanita yang menjalin kisah dan hendak hidup sebagai suami isteri.53 BIBIT – BOBOT . Kalau sang pria ingkar. pertunangan putus. saleh. Waspada dan Pertunangan. Sekali terjadi peristiwa dan sang wanita hamil tidak mustahil menjadi persoalan sebagai pangkal persengketaan. tapi sebenarnya lebih kepada kecocokan multi dimensi antara sepasang anak manusia. Peribahasa mengatakan: “cinta itu buta”. Kriteria yang dimaksud yaitu : Bibit : yang berarti biji / benih Bebet : yang berarti jenis / tipe Bobot : yang berarti nilai / kekuatan Untuk memilih menantu pria atau wanita. Pertunangan tidak boleh diartikan lalu boleh bergaul sebebas-bebasnya hingga perbuatan sebagai suami isteri. mata kepala. Cinta kasih yang berhubungan erat dengan cita-cita justru harus diliputi oleh waspada dalam hati dan pikiran. dan pikiran. Fatwa itu mengandung anjuran pula. Waspada akan tingkah kelakuan satu sama lain dan waspada akan penggoda di dalam hatinya sendiri. sehat wal afiat. Dalam hal itu calon isteri haruslah teguh hati. Cinta. dan sebagainya. misalnya dengan berjanji atau memberi berkesanggupan dengan sumpah lisan atau tulisan. dan lain sebagainya tetapi di dalam hati masih ada keraguan. sang wanita menjadi korban. agama. Kewaspadaan itu menghendaki pengamatan dan penghayatan satu sama lain mengenai sikap dan pendirian terhadap hal-hal yang penting yang sudah pasti dijumpai dalam hidup antara lain soal keluarga. dan sebagainya. Memperingatkan. cerdas. sebaiknya memilih yang berasal dari benih (bibit) yang baik. Persesuaian haruslah timbul dari keyakinan dan tidak dengan membohongi diri sendiri. Berpedoman. Pemilihan yang hanya berdasarkan wujud lahiriah dan harta benda dapat melupakan tujuan “ngudi tuwuh” mendapatkan keturunan yang baik. niscaya akan mengakibatkan kesukaran dikemudian hari.BEBET Fatwa leluhur tersebut bermaksud agar orangtua malaksanakan pemilihan yang seksama akan calon menantunya atau bagi yang berkepentingan memilih calon teman hidupnya. mencegah jangan sampai terjamah kehormatannya. Pemilihan ini jangan dianggap sebagai budaya pilih-pilih kasih. janganlah orang hanya semata-mata memandang lahiriyah yang terlihat berupa kecantikan dan harta kekayaan. Pada hakekatnya peribahasa itu sendiri pun mengandung “peringatan”.

bunyi yang diminati para penggemar sudah mengalami perubahan.54 PERKUTUT Kegemaran memelihara burung perkutut /klangenan Perkutut merupakan warisan budaya jawa yang hingga kini masih dilestarikan. Barangkali pula kata klangenan dalam bahasa Jawa kini berasal dari kata kalangon atau kalangwan tadi. Begitu mengetahui burung Perkutut di alam bebas Indonesia mendekati kepunahan. bisa diketahui pengaruh burung Perkutut (yang mempunyai ciri-ciri tertentu) terhadap pemiliknya. Sampai saat ini hubungan silang menyilang Perkutut antara Indonesia dan Thailand terus berlanjut. mereka mendatangkan burung Perkutut dari Thailand. hal ini dimungkinkan di dalamnya mengandung nilai-nilai ajaran yang adiluhung sifatnya. ada juga jenis yang tidak boleh dipelihara oleh sembarang orang. Bahkan persilangan begitu berkembang dengan berbagai jenis Perkutut yang ada di Asia Tenggara. Alasannya. Dikarenakan Perkutut sebagai klangenan. Berdasar ilmu katuranggan tersebut. maka lancarlah bisnisnya. Ada burung yang setengah dianjurkan untuk dipelihara. maka tidak terpikirkan untuk membudidayakan atau mengembang biakkan dengan cara diternak. Meskipun demikian tetap saja menggunakan 5 (lima) pokok dasar penilaian suara : . burung) yang dimiliki bisa memberikan rasa senang dalam batin atau bisa mempersembahkan keindahan kepada pemiliknya. Bangsa Indonesia. Orang-orang Tionghoa memang sangat jeli melihat peluang bisnis. Pada masa sekarang. berduit. Memelihara Perkutut dulunya lebih cenderung kepada suatu klangenan. Kesannya hanya besar tapi tanpa lagu. rupanya telah menular kepada etnis Tionghoa yang tinggal di bumi Jawa. Para pedagang burung Thailand (yang awalnya kebetulan juga etnis Tionghoa) sangat kreatif untuk memenuhi selera pasar di Indonesia. Dan hasilnya burung Perkutut Bangkok yang di ekspor ke Indonesia bisa memenuhi selera penggemar di Indonesia. Burung Perkutut dianggap punya tuah mistis yang bisa disejajarkan dengan tuah mistis pusaka (keris dan azimat lainnya). Sudah barang tentu yang bisa mempunyai klangenan pada waktu dulu adalah golongan masyarakat priyayi. maka para penangkap burung memburu burung yang bagus kualitas suaranya memenuhi pesanan para priyayi yang tinggal di kota. dikarenakan kesibukannya dalam mencari nafkah. atau punya kedudukan penting di tengah masyarakat. Berkaitan dengan tuah mistis Perkutut tersebut leluhur Jawa mewariskan ilmu tentang "katuranggan Perkutut" ( ilmu hal ihwal perkutut ). karena suaranya kurang memenuhi selera. Dengan demikian pengetahuan tentang Perkutut tidak bisa merambah ke rakyat biasa. juga membeli burung dari Indonesia. Disamping mereka mengekspor burung ke Indonesia. khususnya orang Jawa. menganggap Perkutut bisa dijadikan sarana berhubungan dengan kekuasaan yang ada. Artinya barang (dalam hal ini. Para leluhur kita. Bagi rakyat biasa biasanya hanya sebagai penangkap burung (tukang pikat). Sebaliknya para pemelihara yang menganggap burung yang dipelihara sebagai klangenan. telah menempatkan burung Perkutut begitu terhormat dibanding jenis burung yang lain. bahkan cenderung punah. Dalam bahasa Jawa Kuno mempersembahkan keindahan istilahnya kalangon atau kalangwan. Pada awal pertama seseorang berminat untuk memelihara burung Perkutut seyogyanya berusaha memahami lebih dahulu tentang dasar suara burung Perkutut. Maka semakin menarik dan menjadi tantangan bagi kita. Perkutut Indonesia itu kemudian disilangkan dengan Perkutut Bangkok. Akibatnya Perkutut di alam bebas semakin langka yang bagus. Dan kalau hubungan dengan kekuasaan terjadi. Barangkali oleh orang Tionghoa yang bernaluri bisnis tinggi. Jaman sekarang kegemaran memelihara Perkutut sebagai klangenan khas Jawa ini. untuk menggeluti Budidaya Perkutut agar warisan budaya ini bisa dilestarikan. rakyat kebanyakan belum pas mempunyai klangenan. Semula Perkutut Bangkok kurang menarik bagi penggemar di Indonesia.

Dengan demikian semakin mengendap kemampuan spiritual seseorang akan semakin mudah menemukan suara burung Perkutut yang sesuai dengan citarasanya. berkembang dalam beberapa jenis : .engkel : tete. perkutut putih sebenarnya merupakan . Suara tengah : kete. kira-kira seperti suaranya Pavaroti atau Nyi Condro Lukito. Suara depan : hoor. unsur magis menurut Ir. perkutut putih dipercaya membawa kekuatan magis. Menurut wacana kejawen.55 1. Perpaduan lima dasar penilaian suara tersebut yang menentukan bagus tidaknya suara Perkutut. suaranya mempengaruhi perasaan menjadi gelisah. Perkutut Putih. Ketukan iramanya terdengar merdu menyentuh rasa keindahan.Tebal (Kandel) : mantap terdengarnya. Klaar.Cowong : merdu jangkauan suaranya sedang.).Alus atau ulem (Jw.Tipis (lemah) : lirih suaranya. tak heran berung jenis ini tidak hanya diburu para hobi. jelmaan roh. dan Klao. sehingga bunyinya : hoor te kuung . 5. Jw.double setengah : tete tetete. Suharno Budi Santosa.satu setengah : tetete. Yang diinginkan adalah keindahan yang selaras sebagaimana kebanyakan orang Jawa berpandangan hidup. Maka suatu anjuran yang sederhana dan sekiranya bisa dijadikan pedoman adalah memilih suara burung yang cocok dengan hati dan perasaan kita masing-masing. Terlepas dari kata tidaknya. sehingga bunyinya : hoor tete kuung . diantaranya : .Arum : suara sedang tanpa bunyi (ng) .triple : tete tete tete. dibawahnya kooo. Hal ini sulit dijelaskan dengan tulisan. Memang pada dasarnya untuk bisa memahami tentang suara Perkutut dituntut pula pemahaman tentang hidup yang selaras dan tenteram serta menjauhi semua kemungkinan persengketaan dengan siapapun termasuk dengan alam. dan belakang.Kaku atau keras (atos. kini telah berkembang dari nilai rendah ke atas : Hoor. sehingga bunyinya : hoor tete tete kuung . Wee. . seolah-olah menjadi perantara antara yang ada dan suwung. . kemudian kuuk yang terendah nilainya. Kleo. Jenisnya beberapa macam. Dari akar kata Kalangon itulah muncul kata Klangenan yang barangkali artinya menangkap atau bergumul dengan keindahan. Irama : merupakan perpaduan suara depan. Kristal : melengking tinggi dan terdengar jelas bunyi (ng). Maka memilih suara butung Perkutut untuk klangenan subyektif sekali sifatnya. Yang bagus lelah atau laras (Jawa). Maka bisa dipahami juga kalau pada para penghayat Spiritualisme Jawa kebanyakan juga penggemar Perkutut. maka kami anjurkan untuk mendengar langsung secara praktek kalau ada lomba atau latihan lomba. . sehingga bunyinya : hoor tetete kuung . Sedang irama yang kurang baik adalah yang groyok dan rentet. tengah. belakangnya terkunci bunyi (k) : hoor kete kuuk .double : tete tete.Cowong tembus : bening merdu dan mendengung. tetapi juga mereka yang meyakini akan manfaat tuahnya Sayangnya perkutut putih amat sangat langka.telon : te . sehingga bunyinya : hoor tete tetete kuung . Kecocokan hati setiap orang terhadap suatu jenis suara burung perkutut tidak sama. sehingga bunyinya : hoor tete tete tete kuung 3.) . Pada dasarnya suara burung Perkutut tidak ada yang sama persis meskipun berasal dari induk yang sama. 2. jangankan yang sudah " kung " belum bisa apa pun asal seluruh bulunya warna putih orang sudah berani menawar dengan harga tinggi. Dasar suara atau latar. Suara belakang : kuung merupakan yang terbaik. Ibarat suara gamelan dalam Pathet Manyura atau Pathet 9 yang mempunyai pengaruh menenangkan. 4. Dalam bahasa Jawa Kuno dikenal kata Kalangwan atau Kalangon yang artinya mempersembahkan keindahan. Konon bisa membawa keberuntungan bagi yang memelihara. RM Ng Prodjosudardjo yang paranormal menyebutkan sebagi burung siluman.

Mengamati kebiasaan serta perilakunyajenis perkutut ini . Yakni ke barat hingga Merapi/Merbabu. Raden Patah. sementara kenyataan permintaan pasar cukup tinggi. puncak Gunung Lawu yang merupakan bentukkan dari sisa kawah tak aktif. perkutut putih tidak bisa ditangkarkan . Serba lebih kecil. Rampung meditasi Sang Prabu berpesan kepada para abdinya mengenai saatnya ia turun dari kejayaan. Bahkan. Sarangan dengan danau indahnya. sehingga bagi pemula sulit membedakan perkutut putih asli dengan yang " sudah dipermak " Adapun sebagai acuan ciri ciri yang asli : Paruhnya harus juga putih. termasuk Solo. Di balik keindahan yang memukau. Muncul kegamangan tentang kelangsungan Kerajaan Majapahit. sebenarnya tidak ada yang istimewa. Diyakini. Untuk itu. Prabu Brawijaya.demikian juga bulu sayap ada motif bintik bintik (blirik) transparan coklat kemerahan. Berdasarkan ciri fisik. melihat salah seorang anaknya. yaitu.265 meter dari permukaan laut. memohon petunjuk Sang Maha Kuasa. Wisik pun datang yang mewartakan adanya kerajaan dan agama baru. birunya Laut Selatan. siapa yang menguasai Gunung Lawu dan semua mahluk gaib hingga batas yang ia tentukan. hingga suguhan sunset dan sunrise. menyuguhkan pesona dan keindahan luar biasa jika dinikmati dari Puncak Lawu.56 kasus penyimpangan gen. Yang kata. Argo Dumilah dan Argo Dumiling. karena rata-rata perkutut putih itu mandul. . Keangkeran Puncak Lawu tak lepas dari cerita tentang Raja Majapahit. desa dan kota-kota di sekitarnya. dia bermeditasi. GUNUNG LAWU Di atas ketinggian 3.kaki merah muda. sering membuat orang berbuat curang.namun agak kemerahan. Setidaknya ada tiga tempat yang dikeramatkan. Tidak ada yang mencolok dibanding perkutut normal. bisa puluhan juta rupiah. Perkutut putih tidak setiap saat bisa didapat. Puncak Lawu merupakan sosok angker yang menyimpan misteri. Keindahan kian mencekam saat awan datang menebarkan selimut mayanya. Argo Dalem adalah tempat pamoksan Prabu Bhrawijaya. Puncak Argo Dalem. ke selatan hingga Pantai selatan. Prosentasenya sangat kecil dan belum tentu satu kasus dari seribu perkutut. di pasar burung tradisional apalagi begitu sulitnya mencari perkutut putih. Sang Prabu yang memeluk agama Budha merasa gelisah. dan ke utara sampai pantai utara dengan gelar Sunan Gunung Lawu. Ini kasus langka dalam khasanah perkutut. Sementara Arga Dumilah masih tetap menjadi misteri yang sering dipakai sebagai arena olah batin dan meditasi. Konon. perawakan maupun suara perkutut putih lebih jelek ketimbang perkutut biasa. akibat penyimpangan gen. kenapa perkutut macam begini harganya bisa setinggi langit. Sehingga kadang mengherankan. sedangkan Arga Dumiling sebagai tempat pamoksan Ki Sabdopalon. pengunjung seolah berada di atas awan laiknya kahyangan. menjadi daerah tujuan wisatawan menikmati lembah Tawangmangu yang menawan. masuk Islam dan mendirikan kerajaan islam di Demak. Tak ubahnya. Sang Prabu juga berbagi wilayah kepada para abdinya.bulu ekor bagian bawah walaupun segaris/se titik biasanya ada unsur warna coklat. ke Timur hingga gunung Wilis. Perbukitan sontak disulap bak pulau kecil berbatas lautan awan.

Jurang Pangari-Arip = Bila para pendaki sudah mencapai tempat ini.57 Dan Prabu Barawijaya pun moksa di Argo Dalem. misalkan dengan angkuh mengatakan bahwa mendaki Gunung Lawu tidak sulit dan sebagainya. Gua yang gelap dan curam sedalam kurang lebih 5 meter sering dipakai untuk bertapa. beberapa pantangan yang tak boleh dilanggar. diantaranya: Sumur Jolotundo = Lokasi yang diyakini Prabu Brawijaya menerima wangsit dalam perjalanan naik ke Puncak Lawu. Kayangan : Tempat ini merupakan taman yang sangat indah tempat istirahat sambil menikmati pemandangan alam yang indah. Yakni larangan-larangan untuk tidak melakukan sesuatu. Pandean Suroloyo : Di tempat ini para pengikut Prabu Brawijaya membuat pusaka dan persenjataan mereka. Patuhi aturan Karena keangkerannya. Pantangan lain. Selain tiga puncak tadi. Sendang Derajad = Menurut kepercayaan masyarakat setempat. Sunan Lawu Sang Penguasa gunung dan Kyai Jalak yang karena kesaktian dan kesempurnaan ilmunya kemudian menjadi mahluk gaib yang hingga kini masih setia melaksanakan tugas sesuai amanat Prabu Brawijaya. Bila pantangan itu dilanggar di pelaku diyakini bakal bernasib naas. karena akan mengalami celaka. siapa pun yang hendak pergi ke puncaknya diharap mematuhi 'aturan'. masih banyak tempat lain di Gunung lawu yang diyakini mempunyai nilai spiritual. Gua Selarong = Gua ini dimanfaatkan para pengikut Prabu Brawijaya untuk bermalam sekaligus sebagai tempat pemantauan. Sendang Intan = Menurut kepercayaan penduduk setempat. Lumbung Selayur = Di lokasi ini terdapat sumur yang digunakan untuk menyimpan bahan makanan para pengikut Prabu Brawijaya. Selo Pundutan : Merupakan tempat untuk latihan olah kanuragan pengkiut Prabu Brawijaya dan masih dipergunakan sampai sekarang oleh para pendaki puncak Lawu. Semakin banyak air yang didapat semakin banyak pula berkah yang diperoleh. baik bersifat perbuatan maupun perkataan. mereka mempunyai harapan untuk dapat mencapai Puncak Lawu. diantaranya jangan mendaki jika jumlahnya ganjil. apabila para wisatawan mempunyai cita-cita atau niat tertentu dapat terkabul apabila mandi di sendang ini. Menurut penduduk setempat. . Telaga Kuning : Telaga ini merupakan tempat mandi putra-putri pengikut Prabu Brawijaya. Sabdopalon moksa di Arga Dumiling. di sendang ini para wisatawan dapat memohon berkah dengan cara minum air langsung ke mulut masing-masing dengan menengadahkan muka. Kepatihan:Tengen = Lokasi ini merupakan tempat peristirahatan pengikut Prabu Brawijaya. Dari tempat ini para pendaki dapat melihat Kawah Condrodimuko. dan abdinya. karena 'penguasa' gunung akan menggenapkannya dengan mengambil salah satu dari mereka. Tinggalah dua abdinya yang lainnya. Pawon Sewu = Terletak pada pertengahan perjalanan pendakian menuju ke Puncak Lawu. jangan pernah sekali-kali menyombongkan diri. Pasar Diyeng : Di sini para pengikut Prabu Brawijaya mendirikan pasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di tempat ini para pengikut Prabu Brawijaya mendirikan dapur untuk memasak makanan. Argo Fruso : Di tempat ini Raja Brawijaya menyimpan pusaka-pusakanya.

yaitu Daerah Tengger bersejarah kerajaan Majapahit dan Daerah Gunung Merapi bersejarah kerajaan Mataram kedua. Kristen atau agama yang lain biasanya mereka juga punya kepercayan yang berasal Jawa. . Kosmologi manusia Daerah Gunung Merapi terdiri dari lima bagian yaitu Kraton Mataram Yogyakarta di tengah yang berada di dunia manusia dan Kraton Mahluk Halus Gunung Merapi ke utara. Dari dua daerah penelitian ditemukan beberapa persamaan dan hanya sedikit saja perbedaan. pohon. Perjanjian itu berbentuk Upacara Labuhan yang dilakukan setiap tahun sekali dan mulai pada tanggal 25 bulan Bakdamulud di Laut Selatan. Selain pemimpin di dalam kratonnya penduduk juga percaya dalam macam-macam tokoh lain yang mendiami kraton itu. Gunung Lawu ke timur dan Khayangan. Lagi pula kebanyakan kepercayaan manusia terhadap gunung berunsur agama Hindu-Budha dari zaman kerajaan Hindu-Budha atau kepercayaan animisme dari zaman prasejarah. Dlephih ke barat yang berada dalam dunia gaib. Dalam kembalinya rakyatnya akan dilindungi oleh para mahluk halus tersebut. rohnya akan dibuang dari kratonnya dan mendiami batu. Kalau orang waktu manusia melakukan hidupnya yang baik. Kraton Mahluk Halus Merapi di dalam kosmologi Kraton Yogyakarta dipercayai oleh penduduk dipimpin oleh mahluk halus bernama ‘Empu Rama’ dan ‘Permadi’ dan menurut orang yang lain oleh ‘Kyai Merlapa. tempat sepi dan sebagainya. Dalam pemeriksaan ke dalam asal usulnya ditemukan tiga unsur yang bersama. Akibatnya dari Legenda Kyai Sapujagad adalah perjanjian bahwa Kraton Mataram Yogyakarta bertanggungjawab untuk memberi sesajian kepada para mahluk halus di empat tempat yang lain dalam kosmologi manusia. Cerita legenda itu terjadi pada waktu Kerajaan Mataram kedua muncul dan mengambarkan hubungan pendiri kerajannya yaitu ‘Panembahan Senopati’ dengan dunia gaib. Walaupun kepercayaan manusia di dalam kedua daerah penelitian memang adalah kepercayaan berbeda. Selain kepercayaan dunia akhirat itu manusia Gunung Merapi juga punya kepercayaan mengenai tempat-tempat angker serta binatang-binatang sakral di daerahnya. Biasanya tanda itu dalam bentuk mimpi yang termia oleh para dukun atau ‘juru kunci’ Gunung Merapi. Kraton Laut Selatan ke selatan. kepercayaannya didasarkan dalam asal usul yang sama.58 GUNUNG MERAPI Kepercayaan serta kosmologi manusia Gunung Merapi didasarkan dalam Legenda Kyai Sapujagad. Kalau orang Jawa beragama Islam. Kepercayaan manusia tentang Kraton Mahluk Halus Merapi tidak hanya dipercayai oleh Kraton Yogyakarta tetapi juga memperluas sampai rakyat desa-desa di lereng gunungnya. Semua legenda dan upacara didasarkan dan disah dalam sejarah. Dalam kepercayaan manusia berasal Jawa tersebut gunung-gunung memang berperan yang sangat penting. Rakyat tersebut punya kepercayaan tentang dunia akhirat. Menurut mereka waktu manusia meninggal rohnya akan mendiami tempat-tempat yang tergantung pada perlakuan hidupnya. Sebaliknya kalau orang waktu manusia melakukan hidupnya yang tidak baik. Menurut kepercayaan penduduk daerah Gunung Merapi kalau gunungnya akan meletus mahluk halus Kraton Merapi akan memberikan tanda kepada manusia. rohnya akan tinggal di dalam Kraton Mahluk Halus Merapi atau Kraton laut Selatan.

adanya hidup adalah kehendak dari yang Maha Suci Nur candra. cipta mandulu.belajar pada guru nurani Bayu sejati kang andalani .mengalirkan hidup semata pada tuntunan Illahi Papan kang tanpa kiblat .Untuk bisa diatas tentu dimulai dari dasar Jumbuhing kawula lan Gusti -selalu berusaha menyatu -memahami kehendak Nya Yakin marang samubarang tumindak kang dumadi .yakin atas titah /kodrat Illahi Nyata tanpa mata.satu visi.menyelaraskan diri pada gerak alam .totalitas.ilmu manusia hanya terbatas namun implikasinya bisa tanpa batas Lir handaya paseban jati . titi lan wibawa .gaib candra. cipta dadi-satu arah dan tujuan pada Yang Maha Tunggal Rasaingsun handulusih .mantap dalam menyembah Ilahi Guru sejati sing muruki .membentuk kasih sayang seperti kasih Tuhan Wujud hana tan kena kinira .mendasar . tutus. ketelitian dalam memandang hidup Sifat ingsun handulu sifatullah.memahami kodrat kehidupan Madep mantep manembah mring Ilahi .yakin . titis. ngerti tanpa diuruki .59 HA NA CA RA KA HURUF BACA Ha Na Ca Ra Ka Da Ta Sa Wa La Pa Dha Ja Ya Nya Ma Ga Ba MAKNA HURUF Hana hurip wening suci .warsitaning candara-pengharapan manusia hanya selalu ke sinar Illahi Cipta wening.Hakekat Allah yang ada disegala arah Dhuwur wekasane endek wiwitane .menerima hidup apa adanya Tatas.hasrat diarahkan untuk kesajetraan alam Dumadining dzat kang tanpa winangenan .rasa cinta sejati muncul dari cinta kasih nurani Karsaningsun memayuhayuning bawana .

sesuatu harus dimulai . Ketiga unsur itu adalah Tuhan. sumarah pada garis kodrat. Maksdunya padha " sama " atau sesuai.60 Tha Nga Tukul saka niat . berusaha untuk menanggulanginya. manusia dan kewajiban manusia ( sebagai ciptaan ) Da-Ta-Sa-Wa-La berarti manusia setelah diciptakan sampai dengan data " saatnya ( dipanggil ) " tidak boleh sawala " mengelak " manusia ( dengan segala atributnya ) harus bersedia melaksanakan.melepaskan egoisme pribadi -manusia Filsafat Ha-Na-Ca-Ra-Ka Filsafat ha-na-ca-ka-ra yang diungkapan Paku Buwana IX dikutip oleh Yasadipura sebagai bahan sarasehan yang diselenggarakan Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta pada tanggal. cocok " tunggal batin yang tercermin dalam perbuatan berdasarkan keluhuran dan keutamaan. Jaya itu " menang. unggul " sungguh-sungguh dan bukan menang-menangan " sekedar menang " atau menang tidak sportif. 13 Juli 1992. Dalam makalah itu dikemukakan oleh Yasadipura ( 1992 : 9 . sebagai berikut. yang dimulai dengan tembang kinanthi. jumbuh. meskipun manusia diberi hak untuk mewiradat. Maksudnya ada yang mempercayakan.tumbuh dari niatan Ngracut busananing manungso . menerima dan menjalankan kehendak Tuhan Pa-Dha-Ja-Ya-Nya berarti menyatunya zat pemberi hidup ( Khalik ) dengan yang diberi hidup ( makhluk ). Nora kurang wulang wuruk tak kurang piwulang dan ajaran Tumrape wong tanah Jawi bagi orang tanah Jawa Laku-lakune ngagesang perilaku dalam kehidupan Lamun gelem anglakoni jika mau menjalaninya Tegese aksara Jawa maknanya aksara Jawa Iku guru kang sejati itu guru yang sejati Ajaran filsafat hidup berdasarkan aksara Jawa itu sebagai berikut : Ha-Na-Ca-Ra-Ka berarti ada " utusan " yakni utusan hidup. berupa nafas yang berkewajiban menyatukan jiwa dengan jasat manusia. Judul makalah yang dibawakan Yasadipura adalah " Basa Jawi Hing Tembe Wingking Sarta Haksara Jawi kang Mawa Tuntunan Panggalih Dalem Hingkang Sinuhun Paku Buwana IX Hing Karaton Surakarta Hadiningrat ". Ma-Ga-Ba-Tha-Nga berarti menerima segala yang diperintahkan dan yang dilarang oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. . ada yang dipercaya dan ada yang dipercaya untuk bekerja.10 ) bahwa Paku Buwana IX memberikan ajaran ( filsafat hidup ) berdasarkan aksara ha-na-ca-ra-ka dan seterusnya. Maksudnya manusia harus pasrah.

ibu niro rumekso ing sira. dipun dusi esok sore nganti resik. untuk itulah Paku Buwana IV dan para pujangga lainya mencoba mengalihkan kegiatan istana kepada kerohanian. pilis singgul kalampahan. prentahe lakonano. nora ana pamalesira. tembe mati sinatru dening Hyang widhi. sumahir bali mungkur. mulane den rumongso. donya ngakir tan urung manggih billahi. Mapan sira mangke anglampahi. Parandene mangke sira iki. terhadap orang tua dan sesama manusia. suwita ing wong tuwane. Paku Buwana IV telah beberapa kali berusaha mengusir penjajah tersebut. sanget siksanipun. saking rama ibu. a) b) c) d) e) f) g) . tan ketang komah uyuh gupak tinjo dipun lampahi. ing pitutur kang muni ing layang. rumeksa maring siro. lamun sira wawratana. yen sira kirang pangan nora ketang nubruk. kondisi politik kerajaan Surakarta dalam penjajahan bangsa Eropa. rumeksane duk sira alit. mulane wewekas ingwang. sok balawanan ucape. damai dan makmur rakyat Surakarta. siniksa ing Malekat. Dalam hal menyembah kepada Allah juga sangat ditekankan oleh Paku Buwana IV. nora ketang turu samben. dahar sekul uyah bae. poma padha mituhu. yen wong durakeng rena. karya becik lan ala. datan wurung pulang lan geni. Pihak istana yang diharapkan sebagai perlindungan rakyat Surakarta. pasti becik setemahe. bekti mring rama ibu duk purwa sira udani. diantaranya adalah Serat Wulang Sunu. iya iku cegahen kaki. ngabekti tuhu sira niaya. ing pitutur kang muni tulis. ibu niro rumekso ing siro. lamun luwe dinulang. Dhaharira mangke pahit getir. ibumu momong karsane.61 Serat Wulang Sunu Karya : PakuBuwono IV Latar belakang dan tujuan ditulisnya Serat Wulang Sunu Pada abad 18-19 M. kang pinurwa tataning ngawula. ingukum dening Hyang Manon. pasti siro yen bisa rumangkang. tan urung kasurangsurang. nganiaya ing wong tuwanira. tan becik temahira. tembe matine nraka. Hal tersebut mempunyai maksud untuk memberikan pengajaran atau panutan kepada rakyat Surakarta khususnya dan masyarakat pada umumnya. tan ketang gombal tepung. donya keratipun. ibu iro kalangkung lara prihatin. aja wani dhateng ibu rama kaki. tembe yen lamun lampus. beberapa hal tersebut merupakan ajaran pokok Paku Buwana IV dalam rangka menciptakan perikehidupan masyarakat Jawa yang damai dan tentram tidak melanggar aturan dan larangan sehingga nantinya akan selamat baik di dunia maupun di akherat yang menjadi tujuan bagi seluruh umat manusia. etika. tan wurung kasurang-kasurang. saben ri mring bengawan. mengko sira wus diwasa. Dengan karya sastra tersebut Paku Buwana IV berharap kepada rakyat Surakarta mempunyai pegangan hidup di dunia ini untuk menjalani kehidupan sehari-hari dalam kaitannya mencari ilmu. tidak ada kegembiraan kerena kesusahan yang tiada akhir. duk siro tasih jajabang. cinowekan ibu nira. tinatur pinangku. yen den wulang dhateng ibu rama. sapa kang tan nuruta saujareng tutur. Lamun sira mangke anglampahi. Pupuh I Wulang sunu kang kinarya gendhing. tan ketang wejah luntur. Nora eco dahar lawan ghuling. maka Paku Buwana IV mencoba menulis nasehat-nasehat dalam bentuk karya sastra. Untuk mengembalikan atau membuat suasana tentram. Akibat dari penjajahan bangsa Eropa telah membuat rakyat Surakarta menjadi sengsara baik lahir maupun bathin. terhadap guru. Duk sira ngumur sangang waresi. ibu niri rumekso duk siro alit. sudah tidak mampu lagi kerena kekuasaannya telah dirampas oleh penjajah. Suasana kehidupan semakin berat dan sulit. nyakot bathok dipunlampahi.

Tidak enak makan dan tidur. j) Poma aja na nglakoni. duduk bersila dihadapannya. ibumu lebih sakit dan menderita memelihara kamu. a) b) c) d) e) f) g) h) .62 h) Yen wong anom ingkang anastiti. dibersihkan oleh ibumu dimandikan setiap pagi dan sore sampai bersih. mulaneta awakingwang. k) Lawan malih wekas ingsun kaki. kasuluh solahipun. l) Pramilane nonoman puniki. lahire tatakromo. sesudah mati di neraka. makan kelapa pun dilakukannya setiap hari mandi dan mencuci di sungai dengan langkah terseok-seok ibumu memelihara kamu ketika kecil untuk itu rasakanlah hal itu. aja sira tinggal bote. dipun sabar jatmiko alus ing budi. kalamun sira andarbe karsa. orang tuanya bagaikan Tuhan. i) Kang wus kaprah nonoman samangke. sakathahe anak putu buyut mami. wong tuwane kinaryo Gusti. memeliharamu ketika kamu masih kecil. den wulang ibu ramane. malang sumirang. anggulang polah. bila dididik ibu bapak ucapanmu sering berlawanan menyahut lalu berpaling. yen gununggungsarirane anjenthit. ing sabarang polah ingkang salah tan wurung weleh polahe. iku lampah utama. Bila nanti kamu melaksanakan petunjuk yang tertuang dalam serat pasti baik pada akhirnya berbakti kepada ibu bapak. poma aja na polah kang silip. siapa yang tidak mau menurut. mutingkrang polah mutingkring. yang dimulai dengan tata cara berbakti. den samya brongta lampah. bila kamu kurang makan. kantara raganipun. apan bathin kalawan lahir. dihukum oleh Tuhan Yang Maha Mengetahui. Adapun kamu nanti. lakukan perintah keduanya. besok kalau mati niscaya akan kembali bersama api. tidak baik pada akhirnya. pendapatnya tidak begitu dididik ibi bapaknya. aja ambek kuwawa. Ketika kamu berumur sembilan bulan. bergaul bersama orang tuanya. nanti kalau kamu sudah dewasa. ibumu memelihara kamu walau hanya makan nasi garam walaupun hanya untuk membasahi kerongkongan . mula eta wekasing wong. miwah sandhang lan pangan. niscaya akan tersia-sia. lungo teko anembah iku budi luhung. ketika pertama kali diperlihatkan akan perbuatan baik dan buruk dari ibu bapak ketika kamu masih bayi. Keadaan pahit getir ibumu memelihara kamu dia tidur hanya sambilan meskipun penuh dengan air seni terkena tinja dilakukannya bila kamu buang air besar ditatur dan dipangku. dunia akherat akan sia-sia. serta bekti ing sukma. samya brongta ing lampah. bila kamu lapar disuapi. niscaya dunia akherat akan mendapat malapetaka. hiyo iku kang karyo pati lan urip. ngisisaken ing wisese. disiksa oleh Malaikat. petunjuk yang tertulis. lamun derajatiro alit. lamun siro luhur. itu adalah budi yang luhur serta berbakti kepada Tuhan Yang Maha Hidup yaitu yang menciptakan mati dan hidup serta pemberi sandang dan pangan. semune ingeseman ing sasaminipun. pergi pulang bersujud. ingkang becik pituture. maka aku berpesan jangan berani ibu bapak anakku. kalau orang senang durhaka. siksanya sangat berat. tidak bisa pembalasanmu kecuali berbuat baik dan berbakti kepadanya. matengkus polah tingkrak. den prawira anggepiro. bathine bekti mring tuhu. ngorekken wong kathah. pada saat kamu bisa merangkak pekerjaan ibumu hanya menjagamu walau hanya memakai kain sambungan. dicarikan sampai dapat. Terjemahan Pupuh I : Wulang sunu yang dibuat lagu. pada petunjuk yang tertulis. asilo anem ayun. agar semuanya memperhatikan. Sedangkan anak muda yang baik. murwaten lan ragamu. besok kalau mati dimusuhi Tuhan. andadar polah dlurung. lampahe same lelewa. Bila kamu nanti berbuat aniyaya terhadap orang tuamu. tan kuwama solah kang silip. dan teberi jagong lan wong tuwa. tan mangkana ing pamang gihira. cegahlah itu anakku. tan sira temahipun.

l) Maka dari itu kaum muda sekarang bersabarlah. anak putu butut ingwang. dudu watek wong sujana. kelakuannya tidak terarah. Mangkana sang sima angling. ingatlah jangan ada yang berbuat salah agar hidupmu tidak mengalami kesusahan. poma padha estokna. Dipun kumpul sira sami. lamun sira maidoa. poma aja na maido. dari lahir sampai batin. sajege sira tan atut. sujatma ahli dursila. lahir dengan tatakrama. anglela ing ara-ara Yata ganti kang winarni. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) 14) . senang memperlihatkan badannya. heh wana sira kapurba. mejanani mring sira. amungsuh kalawan wana. babasan kaya mangkana. pasti sira binabat. Poma den astiti. dumeh tutur tanpa dhapur. bertingkah malang melintang memanjakan diri. anjog wiring dhusun. berlaku congkak. salawsiro neng donya. Yen kayaa pocung ugi.63 i) Yang sudah kaprah bagi anak muda. j) Ingat-ingat jangan ada yang melakukan. samana diya-diniya. tinarik tan manggih arja. samya arengat manhe. selengkapnya penulis sampaikan sebagai berikut : Lawan malih wekas mami. rusak sana den karesa. kalawan sujalma liyan. itulah nasehatku semua anak cucu cicitku. denira kuwasaning ngong. denira sujalma agung. segala tingkah yang salah. budi. anulya talak tinalak. k) Ada lagi nasehatku anakku. ujaring ngong. bersabar dengan kehalusan. mungsuhe lawan sudara. poma iku estokna. tingkahnya pasti akan terkuak (diketahui orang banyak). seolah-olah semua orang hanya melempar senyum. den ira sujalma liyan. yen sira nedya arja. nuli pisaha wisma. Sang sima lawan manadri. saksana anulya anon. dadi wong pidhangan bae. nom kumpul tuwa tan pisah. bila derajatmu kecil. dipun ngrompol ala bandhol. babasan kaya ika. anom kumpul tuwo pisah. Yen sira karsa ngayeni. poma padha estokna. sadulur wis tega kabeh. temah sira lebur sirna. untuk itu anakku. Pasti sira den ayoni. jangan merasa pesimis. gecul mgrumpul bandhol ngrompol. wonten sima tukar padu. bila kamu menjadi orang luhur. cewengan lan sudarane. batinnya dengan berbakti kepadanya. itulah perbuatan yang utama. perhatikanlah petunjuknya yang baik. kadhang mangsa belas. agar hidupmu tidak mengalami kesusahan. anuli solahe age. wong liyan kathah kan purun. yen aja na kuwating wang. ia akan tersuluh dan tidak kuat menyandangnya. lawan sanak kadhangira. bila badannya tersentuh menjingkat dan selalu membuat onar orang banyak. anglela ngara-ara. lan mara ayonana. samangsane sira luput. yen wonten sima punika. wonten laren ngon maesa. samana sang sima kesah medal sing wana wasa. pitutur ing layang iki. kiniter winaos lampuh. kang kocap sujana kathah. den risak jalma kathah. lamun sujalma kang surup. nanging aja kalirua. yen aja na kuwating ngong. miwah canggih wareng ingwang. Kang wana nyahuri bengis. cangkelak anuli wangsul. sanajan silih kataha. mangkana tuturing wang. aja ma kawongan pocung. salawasira neng donya. apa ta samono ugo. amasti sira meneka. aja gecul tekadira. bertingkah yang keterlaluan duduk seenaknya dan tak tahu kesopanan. amungsuh lawan sudara. tegakkanlah pendapatmu. den waskitheng surupipun. ing pitutur kang arja. Mokal sira tan miyarsa. pitutur ing layang iki. bergaul dengan orang tua. P U P U H II Pupuh II ini terdiri dari 22 bait. Pan ana saloka maning. Dhahat ingsun tan nglilami. temahan tan manggeh arja lan tipis kang sarira. aja ana wong tukar padu. bila kamu mempunyai kehendak jangan sampai memberatkan diri. jagalah badanmu. surasane. apa jarwang tuwanira.

Agar diperhatikan petunjuk dalam serat ini jangan ada yang membantah. agar diperhatikan. begini petunjukku. wajib sira asiha. sewaktu-waktu kamu berbuat salah. 16) Wusraket sikeping jurit. demikian itu peribahasanya. selamanya kamu didunia hanya menjadi hinaan orang. itu bukan watak orang yang baik selama hidup di dunia. hai hutan. anulya samya wawarta. Bila kamu lakukan juga saudaramu kau anggap orang lain. Bila kamu berkumpul. tumulya sigra binabat. janganlah berniat jahat. jangan dikira petunjuk tanpa dasar. Bila seperti pocung juga. isi dari perkataanku. kamu pasti sudah terbabat oleh kekuatan manusia. wong anom sedya utama. Harimau berkata begini. saudaramu tidak akan membela. anak putu buyut ingwang. 19) Nuli tinanduran sami. tet kala wahu tinilar. tetapi apabila kamu suka membantu banyak orang yang senang menjalin hubungan denganmu. seperti peribahasa tadi. kacang dhele lombok terong. bermusuhlah dengan saudara. bila kamu membantah cepat datang dan lakukan. lalau berpisahlah dengan rumahnya. cepatlah berbuat. tapa badan prayoga. aja lawas saya lawas. agar dirimu tidak keliru. wus garing nulya tinunu. Jangan ada yang bertengkar. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) . kang wana nuli sinuksma. Dan ada seloka lagi. 20) Pan iku saloma mami. 17) Kocapa ingkang wanadri. Terjemahan PUPUH II : Ada lagi nasehatku anak cucu cicitku. ada harimau bertengkar bermusuhan dengan hutan. dari dulu kamu ada dalam kekuasaanku. miwah canggah warenging ngong. ing prapat monca limane. pan samya nabuh gendhala. saudaramu juga ikhlas semua. waktu mudanya berkumpul setelah tua berpisah. yata wonten kawarnaha. jalma samya kawawanan.64 15) Kaget ingkang awawarti. terhadap orang lain. sedang orang yang baik adalah waktu muda berkumpul sampai tua tidak berpisah. lamun sira karem padu. amungsuh lawan sudara 21) Benal ngammi wal ngamati. anak putu buyut ingwang. meski telah banyak berkorban. perhatikanlah itu bila ingin selamat. bertengkar dengan saudaranya. tumulyan sigra amedal wus prapteng jawi desane. wana lebur sirna ilang. siyang dalu dipun imut. ngupados babahing tegal. wus ilang labething wana. kawasa tan kawasaa. rame poman dedesan. Bila kamu membentah petunjuk dalam serat ini. serta canggah (anak cicit) dan wareng (cucunya cicit) ku. supaya memperhatikan petunjuk menuju selamat. pari kapas miwah jarak. dhumateng sudara kakung. perhatikanlah bagaimana akhirnya. bermusuhan dengan saudara Aku juga tidak merestui. sima sigra kinepung. manusia yang melanggar kesusilaan. pan samya sikep gegaman. suwung tan ana simane. yata ganti kawarnaha. dhumateng sima lampahe. lawan den saya lawas. suwanten lumyang gumuruh. arsa badhe karsanipun. aja katungkul uripe. rusaknya karena kehendaknya. akhirnya kamu hilang lebur. akhirnya tidak akan menemui keselamatan. jangan ada orang seperti pocung. 18) Wus prapta dhateng wanadri. kecandhak winaos sampun. selama kamu tidak pantas. wus ilang labething wana. wa bena jho jhi wa jho jhit puniku nenggih tegese. kalau tidak ada kekuatanku. dhening sujalma kathah. lama-lama dadi dhukuh. puniku apan upama. penjahat berkumpul dengan penjahat. muwah sadulur wanodya 22) Poma-poma wekas mami. Mustahil kalau kamu tidak mendengar yang diucapkan oleh orang banyak. genggeng ponang tanduran. berkumpul janganlah berbuat jahat. tinggal bersama sanak saudaramu. digunakan tidak bermanfaat. wus prapto ing ingara-ara.

banyak manusia mencari ladang yang luas. anak cucu cicitku hidupmu jangan sampai terbius. semua orang telah siap menjadi senjata. 13) Kemudian berganti yang dibicarakan. bila kamu senang bertengkar. kemudian anak tersebut pulang secepatnya. menyepikan diri itu lebih baik. semua orang kemudian diberitahu. 17) Sesampainya di hutan. 20) Dan telah terungkap dalam dalil. padi kapas dan jarak. hutan tersebut diperhatikan kosong tidak ada harimaunya. 12) Harimau dan hutan kemudian saling bertengkar. begitu juga kamu. beginilah perintahnya. 14) Semua orang yang diberitahu terkejut. mereka segera keluar mereka sudah sampai diluar desanya. setelah kering tanahnya dioleh hutan telah kehilangan dirinya. siang malam harus diingat. kalau tidak ada kekuatanku. kemudian segera ditebang oleh orang banyak. . ada seseorang anak menggembala kerbau. tiba-tiba ia melihat ada seekor harimau sedang tiduran di tanah lapang. hatinya sama-sama terbakar. kemudian berganti keadaannya. tertangkap sudah sekarang. 19) Demikian selokaku. itu tadi adalah sebuah perumpamaan. sertailah dengan kewaspadaan. begitulah mereka saling menghina. jangan semakin lama semakin terlena.65 11) Hutan menyahut dengan kasar. anak muda hendaknya mempunyai niat yang utama. harimau segera dikepung. meskipun kamu memanjat. seketika harimau pergi keluar dari hutan belantara sesampainya dibatas perkampungan tiduran di tanah lapang. yang terucap dalam khutbah. 21) Bainal ‘ammi wal ‘ammati wabainaz zauji waz zaujati. 16) Sementara itu hutan yang tadi ditinggalkan oleh harimau sudah berganti. 22) Jangan lupa nasehatku. lama-lama menjadi kampung. menceritakan kepada orang tuanya. 18) Kemudian secara bersama-sama mereka tanami. yang diturunkan kepada Rasul. 15) Setelah diatur seperti prajurit. disetiap perempatan orang menabuh kentongan. bermusuhan dengan saudara. terdengarlah suara gemuruh. serta canggah dan warengku. anak cucu cicitku. keadaan desa menjadi ramai. perintah dari Tuhan Yang Maha Hidup. hutan telah kehilangan dirinya. sesampainya di tanah lapang. kacang kedele dan terong. la budda an tuhibbahu bainal ikhwat wal akhwat. maksudnya adalah mau tidak mau kamu wajib mengasihi terhadap saudara laki-laki serta saudara perempuan. akan diburu oleh orang banyak dan ditangkap sampai mati.

66 PANGKUR Jangka Kagem Tanah Jawi Sekar Pangkur Ginupita Wonten Resi Saking Ngatas Angin Ngejawa Njujug Ing Gunung Ing Kendheng Tanah Ngayogja Asung Weca Yen Hardi Merapi Njebluk Mbenjang Pecah Hardi Sigar Dadi Kali Tanggung Nami Ngayogja Lawan Sala Mbenjang Pecah Datan Anunggil Siti Sinelanan Kali Tanggung ILINE PONANG TIRTA Langkung Banter Anjoging Seganten Kidul Para Dhemit Kagegeran Wadyana Sang Ratu Dewi Njeng Ratu Kidul Punika Para Dhemit Mbenjang Ndarat Wor Jalmi Sarengan Lindhu Ping Pitu Obahing Bumi Pra Tinepa Gara – Gara Gonjang – Ganjing Gumuruh Gunung Kendheng Larag Gempal Udan Awu Miwah Krikil Cleret Tahun Nggegranjang Kilat Thathit Kekuwung Lan Obar – Abir Surakarta Pindhahipun Tan Kenging Yen Dinuwa Papan Iku Wus Kersaning Hyang Agung Yeku Nagri Surakarta Keratonipun Mbenjanng Ngalih Kacarita Wetan Bengnawan Ing Wana Ketangga Manggih Mukti Mangsuli Riwayat Wau Longsor Pecahing Arga Ingkang Tirta Amalih Wor Lan Endhut Lan Rawa Pening Mbarawa Mubal Geni Keh Jalma Mati Sinareng Ing Tanah Jawa Nuli Wonten Pernyakit Ndatengi Lamine Hari Wulan Puniku Satanah Jawa Warata Para Kawula Sami Nggiris Manahipun Ketaman Benduning Hyang .

67 Nyarengi Mangsa Paceklik Jumenengira Narendra Kalamercu Candrane Sri Nara Pati Kala Sesa Patihipun Nglamat Praja Rengka Nagri Pindah Kathah Bot Repotipun Kawula Saya Ndadra Ing Pakarti Kang Tanjuti Kawastanan Jaman Edan Kathah Jalma Nglampahi Sungsang Balik Kataman Ing Kala Bendu Para Hambek Sarjana Katur Kasingkur Hardaning Angkara Murka Mustaka Candhaning Ati Wong Agung Remen Mbebahak Marang Raja Hartane Wong Cilik Ilang Tabeting Budi Ayu Kesruh Handeling Praja Para Kawula Sami Nandhang Pakewuh Wuwuh – Wuwuh Tanpa Mendha Pinuju Pajeg Mas Picis Kathah Salahing Kawula Kekumpul Lan Arsa Ngupaya Budi Nanging Ta Ketawar – Tawur Tinalen Ing Pepacak Dening Praja Ingkang Ngasta Hukum Kang Tan Welas Mring Kawula Ratu Nangkoda Mbekjuti PUNIKA PINANGKANIRA Nanging Wurti Badhe Timbul Malih Angsal Pitulunganing Hayang Agung Wangsul Wahyu Nurbuat Tanah Jawi Pulih Kadi Duk Rumuhun Majapahit Dukung Kuna Nagri Mandhiri Pribadi Gemah Ripah Kerta Raharja Tata Tentrem Ing Salami – Lami Ilang Kang Samya Laku Dur Murah Sandhang Lan Boga Kang Amengku Asih Mring Kawulanipun Lumintu Salire Dana Sahasta Pajek Saripis Siti Sajung Mung Sareyal Tanpa Uba Rampe Sanese Malih Antinen Wae Meh Rawuh .

Janturan : Kisahan yang disampaikan dalang dalam pergelaran wayang untuk memaparkan tokoh atau situasi adegan. Gatra : Satuan baris. sejarah Sumatera. terutama untuk puisi tradisional. silsilah. dan Malaysia Bebasan : Ungkapan yang memiliki makna kias dan mengandung perumpamaan pada keadaan yang dikiaskan. hikayat. Kalimantan. Guru gatra : Aturan jumlah baris tiap bait dalam puisi tradisional Jawa [tembang macapat]. sajarah [Jawa/Sunda].68 Mulyaning Tanah Jawa Awit Saking Tan Keregon Liyanipun Nakoda Wus Datan Kuwasa Pulih Asal Mung Gegrami KAWRUH BASA Istila-istilah dalam Sastra Jawa Babad : Sastra sejarah dalam tradisi sastra Jawa. Guru lagu : [disebut juga dhong-dhing] aturan rima akhir pada puisi tradisional Jawa. istilah ini berpadanan dengan carita. Gatra purwaka : Bagian puisi tradisional [parikan dan wangsalan] yang merupakan isi atau inti. Guru wilangan : Aturan jumlah suku kata tiap bait dalam puisi tradisional Jawa. misalnya nabok nyilih tangan. . Gancaran : Wacana berbentuk prosa. digunakaan untuk pengertian yang sama dalam tradisi sastra Madura dan Bali.

dan girisa. istilah manggala kemudian dipergunakan pula dalam penelitian teks-teks sastra Jawa baru. Manggala : " Kata pengantar " yang terdapat di bagian awal keseluruhan teks. mijil. gambuh. maskumambang. wirangrong. baik jumlah suku kata maupun vokal akhir tergantung atas kedudukan baris bersangkutan pada pola metrum yang digunakan. salah satu unsur pentingnya adalah suku kata panjang dan suku kata pendek [guru dan laghu]. kata yang mempunyai kekuatan gaib berupa pengharapan. sinom. paribasan. durma. isbat. balabak. raja yang berkuasa atau yang memerintahkan penulisan. dan vokal akhir baris. Kasih (Kliwon). dalam tradisi sastra Jawa kuno biasanya berisi penyebutan dewa yang menjadi pujaan penyair (isthadewata). dan pola rima akhir sesuai dengan jenis metrum yang membingkainya. jumlah suku kata tiap baris. antara lain tembung entar. Pepali : Kata atau suara yang merupakan larangan untuk mengerjakan atau tidak mengerjakan sesuatu. secara tradisional terdapat 15 pola metrum macapat. misalnya aja turu wanci surup. Palguna (Pon). Paribasan : . dan panyandra. ada berbagai macam kagunan basa. Kidung : Puisi berbahasa Jawa tengahan yang memiliki aturan jumlah baris tiap bait. yakni dhandhang gula. jumlah suku kata tiap baris. Macapat : Puisi berbahasa Jawa baru yang memperhitungkan jumlah baris untuk tiap bait. Pupuh : Bagian dari wacana puisi dan dapat disamakan dengan bab dalam wacana berbentuk prosa. asmaradana. Kagunan basa : Penggunaan kata atau unsur bahasa yang menimbulkan makna konotatif. megatruh. jurudemung. satu pupuh kidung berkemungkinan terdapat lebih dari satu pola metrum. Parikan rangkep: Parikan yang mempunyai masing-masing dua baris gatra purwaka dan gatra tebusan. pantun [Melayu]. Cemengan (Wage). pangkur. Kakawin: Puisi berbahasa Jawa kuno yang merupakan adaptasi kawyra dari India. saloka. pada: bait Parikan : Puisi tradisional Jawa yang memiliki gatra purwaka (sampiran) dan gatra tebusan (isi). kinanthi. Parikan lamba : Parikan yang hanya mempunyai masing-masing dua baris gatra purwaka dan gatra tebusan. bebasan. pucung. dan Manis (Legi). di samping itu pembacaannya pun menggunakan pola susunan nada yang didasarkan pada nada gamelan. panambang: sufiks/akhiran Panwacara : Satuan waktu yang memiliki daur lima hari: Jenar (Pahing).69 Japa mantra : Mantra. serta-meskipun tak selalu ada--penanggalan saat penulisan dan nama penyair.

dalam tradisi sastra Jawa. Tembung entar : Kata kiasan. dan mengarang). juga sambegana (memiliki daya ingatan yang kuat dan tajam). Sasmitaning tembang : Isyarat mengenai pola metrum atau tembang. Pegon : Aksara Arab yang digunakan untuk menuliskan bahasa Jawa. Suluk : [1] jenis wacana (sastra) pesantren dan pesisiran yang berisi ajaran-ajaran gaib yang bersumberpada ajaran Islam. [2] wacana yang 'dinyanyikan' oleh dalang dalam pergelaran wayang untuk menciptakan 'suasana' tertentu sesuai dengan situasi adegan. bercerita. misalnya kebo nusu gudel. baik dalam wujud kata maupun gambar atau seni rupa lainnya yang memiliki ekuivalen dengan angka secara konvensional. mereka yang berhak memperoleh gelar pujangga adalah sastrawan yang menguasai paramasastra (ahli dalam sastra dan tata bahasa). Soma (Senen). mardawa lagu (mahir dalam seni suara dan tembang). Buda (Rebo). parama kawi (mahir dalam menggunakan bahasa kawi). Supata : Kata atau suara yang 'menetapkan kebenaran' dengan bersumpah. yen mati melu kelangan. Sukra (Jumuwah). misalnya dudu sanak dudu kadang.70 Ungkapan yang memiliki makna kias namun tidak mengandung perumpamaan. dapat muncul pada awal pupuh (isyarat pola metrum yang digunakan pada pupuh bersangkutan) tetapi dapatpula muncul di akhir pupuh (isyarat pola metrum yang digunakan pada pupuh berikutnya. awicara (pandai berbicara. mardi basa (ahli memainkan kata-kata). Sastra gagrak anyar : Sastra Jawa modern. dan waskitha). ditandai dengan aturan-aturan ketat seperti--terutama--pembaitan secara ketat. ditandai dengan tiadanya aturan-aturan mengenai metrum dan perangkat-perangkat kesastraan tradisional lainnya. Sengkalan : Kronogram atau wacana yang menunjukkan lambang angka tahun. Singir : Syair dalam tradisi sastra Jawa. dan Tumpak (Setu). . Sastra wulang : Jenis sastra yang berisi ajaran. Saptawara : Satuan waktu yang memiliki daur tujuh hari: Radite (Ngahad). Pujangga : Orang yang ahli dalam menciptakan teks sastra. terutama moral. misalnya kuping wajan. nawung kridha (memiliki pengetahuan lahir batin. mandraguna (memiliki pengetahuan mengenai hal yang 'kasar' dan 'halus'). Sastra gagrak lawas : Sastra Jawa modern. Respati (Kemis). arif bijaksana. Saloka : Ungkapan yang memiliki makna kiasan dan mengandung perumpamaan pada subyek yang dikiaskan. Sot : Kata atau suara yang mempunyai kekuatan mendatangkan bencana bagi yang memperolehnya.

Ia sangat sakti dan hanya bisa dikalahkan oleh Petruk. dan Petruk. apa yang dikatakannya kadang. Nalagareng adalah seorang yang tak pandai bicara. Tetapi ia sangat lucu dan menggelikan. Petruk pernah menjadi raja di negeri Ngrancang Kencana dan bernama Helgeduelbek. seperti penasihat para ksatria. dan juga sangat lucu. Ia suka menyindir ketidakbenaran dengan lawakan-lawakannya.kadang serba salah. ia juga bernama Hyang Ismaya. Bagong. Bagong itu memiliki sifat lancang dan suka berlagak bodoh. Karakternya mengindikasikan bermacam-macam peran. Wirid : Jenis wacana (sastra) pesantren yang berkaitan dengan tasawuf. Ia juga sangat lucu. Alkisah. badut bahkan sumber kebenaran dan kebijakan. Tak ada yang dapat mengalahkannya selain Gareng . Petruk anak Semar yang bermuka manis dengan senyuman yang menarik hati. kritisi sosial.71 Wangsit : Disebut juga wisik. Seketika itu juga bayangannya berubah wujud menjadi Bagong. Weca : Kata atau suara yang mempunyai kekuatan untuk melihat kejadian di masa mendatang. Gareng adalah anak Semar yang berarti pujaan atau didapatkan dengan memuja. Wayang purwa : Cerita wayang atau pergelaran wayang yang menggunakan lakon bersumber pada cerita Mahabharata dan Ramayana. kata atau suara yang diberikan oleh makhluk gaib. Dikisahkan ia melarikan ajimat Kalimasada. Dewa bersabda pada Semar bahwa bayangannyalah yang akan menjadi temannya. Alkisah ketika diturunkan ke dunia. Ia diangkat sebagi raja atas nama Dewi Sumbadra. PUNAKAWAN Punakawan adalah karakter yang khas dalam wayang Indonesia. penghibur. Dalam wayang Bali karakter punakawan terdiri atas Malen dan Merdah (abdi dari Pandawa) dan Delem dan Sangut (abdi dari Kurawa) Semar adalah pengasuh dari Pendawa. Meskipun ia berwujud manusia jelek. ia memiliki kesaktian yang sangat tinggi bahkan melebihi para dewa. Gareng. Dalam wayang Jawa karakter punakawan terdiri atas Semar. Mereka melambangkan orang kebanyakan. biasanya berupa petunjuk atau nasihat. Bagong berarti bayangan Semar. Ia pernah menjadi raja di Paranggumiwang dan bernama Pandubergola. panda berbicara.

Maknanya : "Sebagai pribadi tokoh semar hendak mengatakan simbul Sang Maha Tumggal". jauh sebelum masuknya kebudayaan Hindu. persepsi dan pengertian tentang Illahi yang menunjukkan pada konsepsi spiritual . Semar barjalan menghadap keatas maknanya : "dalam perjalanan anak manusia perwujudannya ia memberikan teladan agar selalu memandang keatas (sang Khaliq ) yang maha pengasih serta penyayang umat". maksudnya dalam keadaan tidak dijajah oleh hawa nafsu dan keduniawian.namun juga berwajah sangat tua Semar tertawannya selalu diakhiri nada tangisan Semar berwajah mata menangis namun mulutnya tertawa Semar berprofil berdiri sekaligus jongkok Semar tak pernah menyuruh namun memberikan konsekwensi atas nasehatnya Kebudayaan Jawa telah melahirkan religi dalam wujud kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa. Kain semar Parangkusumorojo: perwujudan Dewonggowantah (untuk menuntun manusia) agar memayuhayuning bawono : mengadakan keadilan dan kebenaran di bumi. Rambut semar "kuncung" (jarwadasa/pribahasa jawa kuno) maknanya hendak mengatakan : akuning sang kuncung = sebagai kepribadian pelayan. yaitu: Suatu lambang dari pengejawantahan expresi. Dikalangan spiritual Jawa . Budha dan Isalam di tanah Jawa.dimengerti dan dihayati sampai dimana wujud religi yang telah dilahirkan oleh kebudayaan Jawa . tanpa pamrih.72 SEMAR Semar dalam bahasa Jawa (filosofi Jawa) disebut Badranaya Bebadra = Membangun sarana dari dasar Naya = Nayaka = Utusan mangrasul Artinya : Mengembani sifat membangun dan melaksanakan perintah Allah demi kesejahteraan manusia Filosofi. Biologis Semar Javanologi : Semar = Haseming samar-samar (Fenomena harafiah makna kehidupan Sang Penuntun). Bojo sira arsa mardi kamardikan. yang kalau dibaca bunyinya katanya ber bunyi : Semar (pralambang ngelmu gaib) . tangan kanannya keatas dan tangan kirinya kebelakang. Ciri sosok semar adalah : Semar berkuncung seperti kanak kanak. Domisili semar adalah sebagai lurah karangdempel / (karang = gersang) dempel = keteguhan jiwa.Tokoh wayang Semar ternyata dipandang bukan sebagai fakta historis. untuk melaksanakan ibadah amaliah sesuai dengan sabda Ilahi. Dari tokoh Semar wayang ini akan dapat dikupas . agar dalam menuju kematian sempurna tak ternodai oleh dosa. Gambar tokoh Semar nampaknya merupakan simbol pengertian atau konsepsi dari aspek sifat Ilahi. Pengertian ini tidak lain hanyalah suatu bukti yang kuat bahwa orang Jawa sejak jaman prasejarah adalah Relegius dan ber keTuhan-an yang Maha Esa. Manusia jawa yang sejati dalam membersihkan jiwa . Semar tidak lelaki dan bukan perempuan. tetapi lebih bersifat mitologi dan symbolis tentang KeEsa-an. ajwa samar sumingkiring dur-kamurkan Mardika artinya "merdekanya jiwa dan sukma". Sedang tangan kirinya bermakna "berserah total dan mutlak serta selakigus simbul keilmuaan yang netral namun simpatik". Semar sebagai pelayan mengejawantah melayani umat. yaitu adanya wujud tokoh wayang Semar.kasampurnaning pati.

73 (ora kebanda ing kadonyan. 1988 : 188 ).Suseno 1988 : 191 ). 1978 : 119 dan Suseno 1988 : 193 ) Dari segi etimologi. tetapi mempunyai segala kelebihan yang telah disebutkan itu. rame ing ngawe " sepi akan maksud. sebagai rakyat biasa. Tujuanya agar para dalang ikut berperan serta menyukseskan program pemerintah dalam pembangunan manusia seutuhnya. Subana. Ia merupakan dewa asli Jawa yang paling berkuasa ( Brandon dalam Suseno. Filsafat Ha-Na-Ca-Ra-Ka dalam lakon Semar Mbabar Jati Diri Dalam Etika Jawa ( Sesuno. Semar adalah seorang dewa yang mengatasi semua dewa. Panut Darmaka. sehingga ia disebut juga Nurcahya atau Nurrasa ( Mulyono 1978 : 18 ) yang didalam dirinya terdapat atau bersemayam Nur Muhammad. termasuk pembudayaan P4 ( Cermomanggolo 1995 : 5 ). Semar dijadikan simbol aliran kebatinan Sapta Darma ( Mulyono 1978 : 35 ) Berkenaan dengan mitologi yang merekfleksikan segala kelebihan dan sifat ilahiah pada pribadi Semar. 1988 : 188 ) disebutkan bahwa Semar dalam pewayangan adalah punakawan " Abdi " Pamomong " yang paling dicintai. yakni ingat kepada Yang Maha Pencipta dan segala ciptaanNYA yang berupa alam semesta. gagasan itu muncul dari presiden Suharto dihadapan para dalang yang sedang mengikuti Rapat Paripurna Pepadi di Jakarta pada tanggal. Para dalang yang pernah mementaskan lakon itu antara lain : Gitopurbacarita. Ia merupakan pamong yang sepi ing pamrih. tt : 13 ). maka timbul gagasan agar dalam pementasan wayang disuguhkan lakon " Semar Mbabar Jati Diri ". Oleh karena itu sifat ilahiah itu pula. ora samar marang bisane sirna durka murkamu) artinya : "dalam menguji budi pekerti secara sungguh-sungguh akan dapat mengendalikan dan mengarahkan hawa nafsu menjadi suatu kekuatan menuju kesempurnaan hidup". Gagasan itu disambut para dalang dengan menggelar lakon tersebut. Semar yang memiliki rupa dan bentuk yang samar. Cermomanggolo dan manteb Soedarsono ( Cermomanggolo 1995 : 5 Arum 1995 : 10 ). joinboll ( dalam Mulyono 1978 : 28 ) berpendapat bahwa Semar berasal dari sar yang berarti sinar " cahaya ". rajin dalam bekerja dan memayu hayuning bawana " menjaga kedamaian dunia ( Mulyono. Nur Illahi atau sifat Ilahiah. ia disambut oleh gelombang simpati para penonton. Sehubungan dengan itu. Meskipun berpenampilan sederhana. Prodjosoebroto ( 1969 : 31 ) berpendapat dan menggambarkan ( dalam bentuk kaligrafi ) bahwa jasat Semar penuh dengan kalimat Allah. bahkan sebagai abdi. Pemahaman dan penghayatan kawruh sangkan paraning dumadi yang bersumber filsafat aksara Jawa itu sejalan dengan pemikiran Soenarto Timoer ( 1994:4 ) bahwa filsafat Ha-Na-Ca-Ra-Ka mengandung makna sebagai sumber daya yang dapat memberikan tuntunan dan menjadi panutan ke . Dikemukan oleh Arum ( 1995:10 ) bahwa dalam pementasan wayang kulit dengan lakon " Semar Mbabar Jadi Diri " diharapkan agar khalayak mampu memahami dan menghayati kawruh sangkan paraning dumadi " ilmu asal dan tujuan hidup. jadi Semar berarti suatu yang memancarkan cahaya atau dewa cahaya. Ia adalah dewa yang ngejawantah " menjelma " ( menjadi manusia ) yang kemudian menjadi pamong para Pandawa dan ksatria utama lainnya yang tidak terkalahkan. merupakan simbol yang bersifat Ilahiah pula ( Mulyono 1978 : 118 . Semar juga dapat dijadikan simbol rasa eling " rasa ingat " ( timoer 1994 : 4 ). Seakan-akan para penonton merasa berada dibawah pengayomannya. Oleh karena para Pandawa merupakan nenek moyang raja-raja Jawa ( Poedjowijatno. 20-23 Januari 1995. 1975 : 49 ) Semar diyakini sebagai pamong dan danyang pulau Jawa dan seluruh dunia ( Geertz 1969 : 264 ). Sifat ilahiah itu ditunjukkan pula dengan sebutan badranaya yang berarti " pimpinan rahmani " yakni pimpinan yang penuh dengan belas kasih ( timoer. yang digali dari falsafat aksara Jawa Ha-Na-CaRa-Ka. Simpati para penonton itu ada hubungannya dengan mitologi Jawa atau Nusantara yang menganggap bahwa Semar merupakan tokoh yang berasal dari Jawa atau Nusantara ( Hazeu dalam Mulyono 1978 : 25 ). Anom Suroto. Ia merupakan pribadi yang bernilai paling bijaksana berkat sikap bathinnya dan bukan karena sikap lahir dan keterdidikannya ( Suseno 1988 : 190 ). Apabila muncul di depan layar.

Semar (Ismaya) yang jelek rupanya dan hitam kulitnya. Sumber daya itu dapat disimbolkan dengan Semar yang berpengawak sastra dentawyanjana. Manik itu Batara Guru. maka tepatlah apabila pemahaman dan penghayatan kawruh sangkan paraning dumadi tersebut bersumberkan filsafat Ha-Na-Ca-Ra-Ka KAKANG SEMAR LAN ANTAGA KAKI WECAN TUNJUNG SETA TUMEKA KAKI SEMAR GINUBAH DENING : PANEMBAHAN PRAMANA SETA ING GIRIMAYA dandang gulo 1. . Bahkan jika mengacu pendapat Warsito ( dalam Ciptoprawiro 1991:46 ) bahwa aksara Jawa itu diciptakan Semar. penengah Pandawa. putih telur). Manik dan Maya lahir dari sebuah wujud sejenis telur yang muncul bersama suara genta di tengah-tengah kekosongan mutlak (suwung-awang-uwung). terdapat pola pikir yang mendasarinya. yakni langit dan bumi (ruang. DUK TIMURNYA BABARAN SURANDHIL INGKANG IBU TEDHAKING MATARAM KANG RAMA TRAHING RASULE GINAIP MIYOSIPUN SANG TUNJUNG SETA JEJULUK NEKI DUK SIH KINEKER MARANG HYANG KESAMPAR KESANDUNG JALMA SAMYA KATAMBUHAN TAN WIKAN MRING PUDHAK SINUMPET SINANDI DEWA MANGEJAWANTAH Paradoks Semar PARA pencinta wayang kulit Jawa tentu tak asing lagi dengan tokoh Semar. Telur itu pecah menjadi kenyataan fenomena. baik etik maupun politik. Begitulah kisah Kitab Kejadian masyarakat Jawa. dan pelaku di dalam ruang dan waktu (kuning telur menjadi Dewa Manik dan Dewa Maya). umumnya Arjuna atau anak Arjuna. Kenyataannya. Di balik tokoh hamba para kesatria ini. Manik yang tampan dan kuning kulitnya. kulit telur). Setiap pertunjukan tokoh ini selalu hadir. gelap dan terang (waktu.74 arah keselamatan hidup. Paradoks pelaku semesta itu dapat dikembangkan lebih jauh dalam rangkaian paradoks-paradoks yang rumit. Tokoh Semar juga disebut Ismaya. Langit di atas. ruang-waktu-pelaku itu selalu bersifat dua dan kembar. Batara Guru menguasai kahiyangan para dewa dan manusia. Semar adalah sebuah filsafat. bumi di bawah. dan siang yang terang. yang berasal dari Manik dan Maya. Semar dan anak-anaknya selalu menjadi pelayan atau pembantu kesatria yang baik. Maya itu Semar. sedangkan Semar menguasai bumi dan manusia. Malam yang gelap. INGSUN MELING MRING SIRA KALIHNYA KANG DADYA SESENGGEMANE NGIRIDA GUNG LELEMBUT BALA SILUMAN NUSA JAWI KABYANTOKNA SANG NATA HERUCAKRAPRABU NATA TEDHAKING BARATA WIJILIRA ING KETANGGA SONYARURI SAJRONING ALAS PUDHAK 2.

sedang dalamnya halus. karakternya. yakni "manunggaling kawula-Gusti" (kesatuan hamba-Raja). Dengan para dewa. Manunggaling kawula-Gusti. Semar menghormati rakyat jelata lebih dari menghormati para dewa-dewa pemimpin itu. . sebaliknya Semar sering menangis menyaksikan penderitaan majikannya dan sesamanya serta penuh kesabaran. Semar tidak pernah mengentuti rakyat. Semar justru sering mengendaikan nafsu-nafsu majikannya dengan kebijaksanaan . Batara Guru lebih banyak marah dan mengambil keputusan tergesa-gesa. Pemimpin sejati itu sebuah paradoks. tetapi kepada majikan yang diabdinya (rakyat) ia berbahasa halus. Batara Guru penuh etiket sopan santun tingkat tinggi. tetapi Semar. Batara Guru biasanya digambarkan sering tidak dapat mengendalikan nafsu-nafsunya. digantikan oleh "yang lain". tetapi ia menyatu dengan rakyat yang paling papa. maka tidak mengherankan bahwa tokoh Semar selalu hadir dalam setiap lakon wayang. miskin. lambang misteri. Seorang pemimpin seharusnya menganut filsafat Semar ini. Batara Guru ditakuti dan disegani para dewa dan raja-raja. Semar gampang menangis melihat penderitaan manusia yang diabdinya. Semar lebih mampu menangisi orang lain daripada menangisi dirinya sendiri. Hukum-hukum negara yang baik dari atas. Pemimpin Semar sudah tidak peduli dan tidak memikirkan dirinya sendiri. Semar adalah kakak lebih tua dari Batara Guru yang terhormat dan penuh etiket kenegaraankahiyangan. Semar mahadewa di dunia bawah.75 Batara Guru itu mahadewa di dunia atas. suatu pasangan kembar yang paradoks pula. siapakah yang lebih utama atau lebih "tua"? Jawabannya terdapat dalam kitab Manik-Maya (abad ke-19). ketidaktahuan mutlak. Semar itu hakikatnya di atas. kepentingan hukum negara dan kepentingan objek hukum. Batara Guru dan Batara Semar. kasar. Semar itu rakyat jelata yang paling rendah. buruk rupa. sabar. dan merupakan tokoh wayang yang amat dicintai para penggemarnya. Ketika Batara Semar protes kepada Sang Hyang Wisesa. bahwa warna hitam itu bermakna tidak berubah dan abadi. Semar itu "kakak" dan Batara Guru itu "adik". namun di balik wujud lahir tersebut tersimpan sifat-sifat mulia. Semar tidak pernah berbahasa halus. Pemimpin sejati bagi rakyat itu bukan Batara Guru. sedang Semar suka kentut sembarangan. Batara Guru penguasa kosmos (keteraturan) Batara Semar penguasa keos. Dengan demikian Batara Semar lebih "tua" dari adiknya Batara Guru. sedangkan yang "tidak ada" diterka "bukan".kebijaksanaan. dan berkulit hitam legam bagai kain wedelan (biru-hitam). Batara Guru itu pemimpin. Semar itu lambang gelap gulita. Batara Guru simbol dari para penguasa dan raja-raja. Semar sering menggunakan bahasa wangsalan (sastra). Batara Guru berbicara dalam bahasa prosa. yang "bukan" diterka "ya". ** DALAM ilmu politik. penuh humor. tetapi eksistensinya di bawah. Kulitnya. kualitasnya adalah tingkat tinggi. mengapa ia diciptakan dalam wujud jelek. itulah sebabnya wayang Semar matanya selalu berair. Ego Semar itu telah lenyap. tetapi kerjanya membuang kentut ke arah para dewa yang telah salah bekerja menjalankan kewajibannya. kalau yang dari atas itu tidak disinkronkan dengan kepentingan dan kondisi rakyat. luarnya. Semar adalah pengejawantahan dari ungkapan Jawa tentang kekuasaan. tetapi hanya memikirkan penderitaan orang lain. Batara Semar sepenuhnya urakan. yakni mengayomi. Badan halusnya. belum tentu berakibat baik. Batara Guru selalu hidup di lingkungan yang "wangi". maka Sang Hyang Wisesa (Sang Hyang Tunggal?) menjawab. Semar adalah simbol rakyat paling jelata. bijaksana. rakyat jelata. Mengingat genealogi Semar yang semacam itu dalam budaya Jawa. Seorang pemimpin sebesar bangsa Indonesia ini harus memadukan antara atas dan bawah. Seabrek paradoks masih dapat ditemukan dalam kisah-kisah wayang kulit. pemimpin dan yang dipimpin. memecahkan masalah-masalah rumit. yang dalam beberapa ajaran mistik sering disebut-sebut sebagai ketidaktahuan kita mengenai Tuhan. tetapi perwujudannya sangat merakyat. hitam legam. hitam itu untuk menyamarkan yang sejatinya "ada" itu "tidak ada". Meskipun dia hamba. Semar hanyalah pembantu rumah tangga para kesatria. Pelaku kembar semesta di awal penciptaan ini. yang diberi kekuasaan dan yang menjadi sasaran kekuasaan.

ia menyindir dalam bahasa metafora apabila yang dilayaninya berbuat salah. tetapi kekayaan itu bukan buat dirinya. Dewa Keadilan berseberangan dengan watak Dewa Kasih Sayang. tetapi ia halus di kalangan bawah. keadilan. tetapi melihat dari arah rakyat yang dipimpinnya. ia menguasai segalanya. selalu berkonotasi "turun". di tanah Sunda. Etika kekuasaan itu ada dalam diri tokoh Semar. Seorang pemimpin tidak melihat yang dipimpinnya dari atas singgasananya yang terisolasi. kombinasi ketegasan dan kelembutan 3. tetapi ia memilih berada di dunia bawah yang paling bawah. sebagai raja) agar kaya raya. SATRU MUNGSUH SAMYA HANGEMASI TUMPES TAPIS KATAMAN PRABAWA KASEKTEN SABDA CIPTANE NGGEGIRISI BALANIPUN WUJUD KALABANG KALAJENGKING . Dewa Api (keberanian) itu berseberangan dengan Dewa Laut (air). yang bermakna seorang pemimpin harus mengusahakan dirinya (dulu. Dewa Kekayaan berseberangan dengan Desa Kedermawanan. Namun. longsor. lingsir. Makanan apa pun yang datang padanya harus disyukuri sebagai anugerah. Dewa Maut berseberangan dengan watak Dewa Angin. ia memilih tidak kaya. seperti perempuan tetapi juga mirip lelaki. Pemimpin Indonesia sekarang ini selayaknya seorang enterpreneur juga. menurut filsafat Semar. yakni keberaniannya bertindak melindungi rakyatnya didasari oleh pertimbangan perhitungan dan kebijaksanaan yang dinginrasional. dan dimitoskan dalam diri Semar yang paradoks itu. yang melalui dalang. Seorang pemimpin itu majikan sekaligus pelayan. Ia berkuasa tetapi melayani. tetapi buat rakyat yang dipimpinnya. WUS PINASTI KANG MURBENG DUMADI SANG TUNJUNG SETA KINARYA DHUTA JUMENENG PARANPARANE NGADILI NUSANIPUN NGASTHA DARMANING UMUM’ KALIS ING MAYANE NDOYA WUS WINELEG MUKTI WIBAWANING DIRI ING KETANGGA SILUMAN 4. tetapi memilih memakan nasi sisa. Seorang pemimin tidak menangisi dirinya yang dihujat rakyat. Bentuk badan Semar juga paradoks. Lengser. Batara Semar. Karena penguasa tertinggi. yang lihai menggali kekayaan buat negara.76 Semar itu seharusnya penguasa dunia atas yang paling tinggi dalam fenomena. mencela suguhan tuan rumah. adalah sebuah paradoks. tegas dalam keadilan untuk memutuskan mana yang benar dan mana yang salah namun tetap berkasih sayang. tetapi juga mempertimbangkan rasa keadilannya dengan kasih sayang untuk memelihara kehidupan. Ia kasar di kalangan atas. kaya tetapi tidak terikat kekayaannya. Pemimpin sejati itu. Semar itu adalah pemimpin tertinggi yang turun ke lapis paling bawah. bagai angin yang mampu memasuki ruang mana pun. sehingga kalau suguhan tuan rumah kurang enak karena ada yang basi. maka Semar mencegah anak-anaknya. Semar dan anak-anaknya itu ikut menumpang makan dalang. Ia kaya raya penguasa semesta. Ajaran tua tentang kekuasaan politik bersumber dari Hastabrata tersebut. Menumpas kejahatan dalam negara itu harus dipadukan dengan ketelitiannya dalam mengumpulkan detail-detail data. tetapi menangisi rakyat yang dihujat bawahanbawahannya. Filsafat paradoks kepemimpinan ini sebenarnya bersumber dari kitab Hastabrata atau Delapan Ajaran Dewa. dikenal dalam wujud Batara Lengser. Ia Dewa Tua tetapi menjadi hamba. tetapi memarahi dirinya akibat dimarahi rakyat. Seorang pemimpin harus membela kebenaran. Ia marah kalau kalangan atas bertindak tidak adil. Seorang pemimpin tidak marah dimarahi rakyatnya.

WONG CILIK SAMYA SUKA ING ATI GUMUYU MURAH SANDHANG LAN TEDHA GUYUB RUKUN SESAMANE SAMYA MADHEP SUMUJUD NGARSENG HYANG WIDHI LAN NJENG GHUSTI WEDI WEWALATIRA WINGITING SANG RATU MANANGKA JAMAN KENCANA KAKANG SEMAR GYA TINDAKNA WELING MAMI NGIRIDTA GUNG LELEMBUT 6. MANANGKA WELINGE SANG AJI SRI JAYABAYA NATA BINATHARA MRING SANG PAMONG KALIHE KAKANG SEMAR UMATUR PUKULUN JAYABAYA AJI PUN KAKANG WUS ANAMPA KABEH SABDANIPUN DADYA PASEKSENING JANGKA MANGEJA WANTAHIRA PADUKA AJI SANG NATA BINATHAR 7.77 SIRULLAH AJINIPUN PRAJURIT LELEMBUT IKU KANG WEKAS INGWANG SIRA NDEREK ANGEMONG ING TEMBE WURI SANG NATA BINATHARA 5. JUMENENGIRA GUSTHI PRIBADI LAMUN JANGKANING NUSA TUMEKA NORA ENDHAS LAN BUNTUTE PUN KAKANG WUS SUMAGGUH NGEMONG SANG TUNJUNG SETA AJI LAN NGIRID BYANTOKNA SAGUNGING LELEMBUT SINEGEG WAWAN SABDANYA SRI JAYABAYA LAN PAMONGNYA KEKALIH MECA JANGKANING NUSA .

menonjol diantara sesama makhluk.Sena diharuskan mengikuti perintah sang Guru untuk mencari air suci penghidupan ke hutan Tibrasara. pesta makan minum sepuas-puasnya. engkau tidak mendapat bimbingan yang nyata.Namun dalam perkelahian dua Raksaksa tersebut kalah. Intisari kisahnya yaitu bahwa pihak kaum Kurawa dengan dinegeri Amarta. berada dalam triloka...walaupun sebenarnya ada niat sang Guru Durno untuk mencelakaannya. Bisma. Suyudana.akan hidup kekal adanya. Raksasa Rukmuka dan Rukmakala yang berada di gua terkejut.dilindungi ayahibu. dibawah Gandawedana. Lalu dikatakan juga agar untuk mencari air kehidupan. ingin menjerumuskan pihak Pandawa dinegeri Astina.78 DEWA RUCI Cerita Ajaran Dewa Ruci tentang Arya Wrekudara / Arya sena/Bima ketika masuk ke dasar samudera guna memenuhi tugas gurunya mencari air penghidupan (Tirtamerta). sebagai rasa optimisnya . yang disadur dari bentuk kakawin (tembang) oleh Pujangga Surakarta..! atas kedatangan Sena. Terjadi perkelahian . mereka semua tersenyum. dan lainlainnya.. bahwa jika ia telah menemukan air suci itu ... Yosodipuro berjudul: "Serat Dewaruci Kidung" yang disampaikan dalam bentuk macapat. saat lengkap dihadiri Resi Druna. Sindukala. Sena di perintahkan agar kembali ke Astina.. sebenarnya ada di tengah samudera. dengan bahasa Kawi. air yang dicari ternyata tidak ada. Selanjutnya dikatakan.. Diceritakan saat Sena sudah pasrah. Sang Hyang Endra dan Batara Bayu. Kresna mengatakan bahwa janganlah . Kemudian Durna memberi petunjuk kepada Sena.(tempat para kerabatnya berada) Sementara itu di Astina keluarga Sena yang mengetahui tipudaya pihak Kurawa mengirim surat kepada prabu Harimurti/Kresna di Dwarawati. dibanting ke atas batu dan meledak hancur lebur. Kemudian Sena mengamuk dan mengobrak-abrik lagi sampai lelah.. Sena yang juga adalah murid guru Durno diberikan ajaran: bahwa dalam mencapai kesempurnaan demi kesucian badan .. yang memberitahu bahwa dua raksasa yang dibunuh Sena. yang dengan tergesa-gesa bersama bala pasukan datang ke Ngamarta... Sanskerta dan Jawa Kuna. Kuwirya Rikadurjaya.Karena kelelahan.. Setelah menerima penjelasan dari Darmaputra. marah dan mendatangi Sena.ternyata memang sedang dihukum Hyang Guru. di gunung Candramuka. melalui perantaraan guru Durna. terkejut. tentang tempat benda yang kau cari itu. yang sebelumnya ia sempat mampir dahulu ke Ngamarta. mulia.. di dalam gua.kemudian ia berdiri dibawah pohon beringin. sungguh menderita dirimu".. Karena tekad yang kuat maka Senapun nekat untuk pergi lagi. Sena mengikuti perintah gurunya dan yakin tidak mungkin teritipu dan terbunuh oleh anjuran Gurunya. lalu keluar dari istana.maka akan berarti dirinya mencapai kesempurnaan. Surangkala.enkau mencari tidak menjumpai. suara itu yang ternyata adalah dua dewa. Ia memberi laporan tentang perjalannya dan dijawab oleh Sang Druna :bahwa ia sebenarnya hanya diuji.. lalu gua disekitarnya diobrak-abrik.. kedua raksasa itu karena merasa terganggu akibat ulah Sena...untuk sementara merekamerayakan dengan bersuka-ria. Sena mendengar suara tak berwujud : "Wahai cucuku yang sedang bersedih.. untuk mohon pamit. dan tetap berniat pergi mengikuti perintah sang Guru... ditendang.. tetap saja mengamuk. lengkap bala Kurawa.dalam hatinya ia bersedih hati dan berfikir bagaimana mendapatkan air suci tersebut. Suyudana juga membantu bicara untuk meyakinkan Sena. sebab tempat air yang dicari.(yang sebenarnya adalah:bersaudara) ke dalam kesengsaraan. Kemudian setelah ia mohon pamit kepada Druna dan prabu Suyudana. Setelah sampai di gua gunung Candramuka. bahwa letak air suci ada di hutan Tibrasara.Perintah inipun dituruti lagi. Jayasusena.. Namun walau telah dijelaskan niat kedatangannya. berbahasa halus dan sesuai rumus-rumus tembang. Tak lama kemudian.. Patih Sangkuni. membayangkan Sena berhasil ditipu dan akan hancur lebur melawan dua raksasa yang tinggal di gua itu.. Setibanya di serambi Astina.

Demikian pula orang berguru. Dikatakan pula :"Wahai Wrekudara. Hanya berputra tiga dengan ayahmu. tinggal di laut. termasuk tangisan semua sentana laki-laki dan perempuan. segera datang ke sini. berbisa sangat mematikan. Para saudaranya tidak perlu sedih dan cemas Kembali dikisahkan Sang Wrekudara yang masih di samudera. kedatanganmu disini pun juga atas petunjuk Dhang Hyang Druna untuk mencari air Penghidupan berupa air jernih. bahkan mendapatkan pahala dari dewata yang nanti akan datang dengan kesucian. Hyang Girinata. yaitu sang Hyang Wisnu Murti. demikian dalam hidup. menyemburkan bisa bagai air hujan. segalanya serba sepi. tidak ada makanan. karena Sena ternyata melaporkan bahwa ia akan meneruskan pencarian air suci itu. mulut bagai gua. maka orang yang bertapa sulit menikmati hidupnya". seisi laut bergembira. Hanya ada daun kering yang tertiup angin. Bagi Sena. Namun tidak disangka. Dengan suka cita ia lama memandang laut dan keindahan isi laut.79 Pandawa bersedih. apa tujuanmu. Sena bingung dan mengira cepat mati. lalu ia memusatkan perhatian tanpa memikirkan marabahaya. jangan makan bila belum tahu rasa yang dimakan. tampak kegembiraannya. semua serba tidak ada tak ada yang dapat di makan. memang benar. dan dengan meniru juga. taring tajam bercahaya. dan tak lupa digunakannya ilmu Jalasengara. jadi dengan dilaksanakan. yang memiliki keturunan. seakan mengatakan bahwa Druna memberi petunjuk sesat dan tidak benar. akan tempat yang harus disembah". Ketika sedang asyik berbincang-bincang. topan datang juga riuh menggelegar. banyak rintangannya. Sang ombak bergulung-gulung menggempur batu karang bagaikan menyambut dan tampak kasihan kepada yang baru datang. memperoleh cinta kemuliaan dari Hyang Suksma Kawekas. kau keturunan dari Sang Hyang Brama asal dari para raja. Nasehat dan tangisan. datanglah Sena. Retna Drupadi dan Srikandi. oleh tukang emas diberi kertas kuning dikira emas mulia. ke dasar samudera. walaupun ia tidak mampu masuk ke dalam air. melilit Sena sampai hanya tertinggal lehernya. ia teringat segera menikamkan kukunya. kesedihan sudah terkikis. ibumu Dewi Kunthi. ia bertemu dengan dewa berambut panjang. lanjut Dewa Ruci. diijinkan berganti diri menjadi batara yang berhasil menatap dengan hening. itu yang saya makan". kuku Pancanaka. bila belum paham. disini tidak mungkin ditemukan". yaitu ke tengah samudera. jatuh didepanku. naik turun gunung. ada orang bodoh dari gunung akan membeli emas. karena gurumu yang memberi petunjuk. yang dua anak lain dari keturunan dengan Madrim. yang kedua dirimu. wajah liar dan ganas. jika tidak mati-matian tentu tak akan dapat sampai di tempat ini. tidak merasa takut. Alkisah ada naga sebesar segara anakan. dalam mencari Tirta Kamandanu. dirimu tidak sayang untuk mati. menancap di badan naga. sebagai penengah adalah Dananjaya. Yudistira sebagai anak sulung. Tidak terang dan pikiranmu memaksa. . Sena berangkat pergi. seperti anak kecil bermain-main di atas laut. Sumbadra. naga besar itu mati. ayahmu pun keturunan dari Brama. tidak membuatnya mundur. genaplah Pandawa. sakit dan mati memang sudah kehendak dewata yang agung. lebih baik mati dari pada pulang menentang sang Maharesi. itulah yang kau laksanakan. agar air menyibak. "Kau pun keturunan Sang Hyang Pramesthi. menerawang tanpa batas. Maka akhirnya ia berpasrah diri. bahwa ia di tipu agar masuk ke dalam samudera. tapi saat lelah tak kuasa meronta. bernama Dewa Ruci. bahwa Sena tidak akan meninggal dunia. senang dan akan mengadakan pesta. kepada prabu Kresna. Lalu dikatakan oleh Kresna. menyebarkan para raja. dan tidak ada pakaian. Lalu ia berbicara :"Sena apa kerjamu. Sementara itu Pandawa bersedih hati dan menangis memohon penuh iba. dengan semangat yang menyala-nyala mencebur ke laut. janganlah berpakaian bila belum tahu nama pakaianmu”. karena sudah menyatakan kesanggupan kepada Druna dan prabu Kurupati. yang membuat para Pandawa termasuk Pancawala. Kau bisa tahu dari bertanya. dan lain-lainnya. Kemudian dikatakan : "Jangan pergi bila belum jelas maksudnya. yang akhirnya tiba di tepi laut. darah memancar deras. masuk ke dalam samudera. sebab tipu daya para Kurawa akan mendapat balasan dengan jatuhnya bencana dari dewata yang agung. tanpa rasa takut keluar masuk hutan. pemangsa ikan di laut.

kelingking pun tidak mungkin masuk". peganglah dalam pemusatan pikiran. Manusia bagaikan wayang. yang menguasai segala hal. selidikilah rupa itu jangan ragu. tapi lekaslah mengalah jika berselisih. bentuk zat yang dicari. merah dan kuning adalah penghalang pikiran dan kehendak yang abadi. hanya berupa firasat di dunia ini. Sena masuk ke dalam tubuhnya melalui telinga kiri. disimpan dalam buana. hanya enak dan bermanfaat. lalu matahari. menutupi hati yang sadar kepada kewaspadaan. tidak berwujud dan tidak tampak. Atas petunjuk Dewa Ruci. hitam. yang dilihat itu yang tampak berkilat cahayanya. Penerima ajaran dan nasehat ini tidak boleh menyombongkan diri. menandai pada hakikatmu. merah kuning dan putih. Lalu berkatalah Dewa Ruci: Yang pertama kau lihat cahaya. tidak sakit. tak tahu mana utara dan selatan. raga yang tinggal. yang memimpin dirimu. kata Dewa Ruci. yaitu hitam. tampaklah Dewa Ruci. Yang merah menunjukkan nafsu yang baik. yang menghalangi dan menutupi tindakan yang baik. masuklah ke dalam tubuhku ". persatuan manusia/kawula dan pencipta/Gusti. jangan bicara gaduh. dari mana jalanku masuk. ada pada diri manusia. Pancamaya itu. tak berbeda dengan kedatangannya waktu dahulu. memancarkan sinar. Yang hitam kerjanya marah terhadap segala hal. berpelangi melengkung. " Segeralah kemari Wrekudara. Sirna itulah yang ditemui. murka. perwira dalam kedamaian. Lalu Wrekudara melihat. kehidupan suksma ada.Dewa Ruci tersenyum dan berkata lirih:"besar mana dirimu dengan dunia ini. segala keinginan keluar dari situ. tanpa tempat tinggal. menyala tidak tahu namanya. persatuan Suksma Mulia. bawah dan atas. merupakan hakikat sifat itu sendiri. langit luas. tidak ikut makan dan minum. Kemudian. apakah gerangan itu ?! Menurut Dewa Ruci. semua isi dunia. tak dapat dipisahkan. samudera dengan semua isinya. Sambil tertawa sena bertanya :"Tuan ini bertubuh kecil. bersungguh-sungguh dan waspada dalam segala tingkah laku. cahaya memancar berkilat. jangan punya kegemaran. memancar bernyala-nyala. Yang kuning hanya suka merusak. tak sarat masuk ke dalam tubuhku". menyatu padu dan sudah menjadi kawan akrab. jika berpisah dari tempatnya. ialah yang berhak menikmati hidup. Kehidupan Pramana dihidupi oleh suksma yang menguasai segalanya. Ada empat macam benda yang tampak oleh Sena. karena nasehat merupakan benih. dipegang tidak dapat. Sedangkan Suksma Sejati. dunia merupakan panggungnya. dan diketahui lah arah. hati yang tenang suci tanpa berpikiran ini dan itu. Itulah yang mampu merasakan penderitaannya. itu bukan yang dicari (air suci). panas hati. Dan tampaklah laut luas tanpa tepi. Sedangkan yang putih berarti nyata. itu adalah penghalang hati. Lekas pulang jangan berjalan. mata hati itulah.80 Wrekudara masuk tubuh Dewa Ruci menerima ajaran tentang Kenyataan. mengakui rahasia zat. tanpa bentuk dan tanpa warna. tidak ikut merasakan sakit dan menderita. kuning dan putih. sedangkan yang berwarna merah. jangan bicarakan hal ini secara sembunyisembunyi. dihidupi oleh suksma. Sehingga hitam. Pramana Anresandani. terang. keberadaannya melekat pada diri. bertempat tinggal di tubuh. layar yang digunakan untuk memainkan panggungnya. Jika ingin mempelajari dan sudah didapatkan. namun bila hilang. saya bertubuh besar. hanya terdapat pada orang-orang yang awas. kehidupan suksma yang sesungguhnya. Tentang keinginan untuk mati agar tidak mengantuk dan tidak lapar. yang menyatu dengan diri tetapi tidak ikut merasakan gembira dan prihatin. hayati dengan sungguhsungguh. tidak mengalami hambatan dan kesulitan. hutan dengan gunung. Namun jika ditemui ajaran misalnya kacang kedelai disebar . Pramana bila mati ikut lesu. tidak tahu timur dan barat. adalah Pramana. untuk hati tinggal. jangan memanjakan diri. depan dan belakang. sesungguhnya ada di dalam hatimu. Dalang yang memainkan segala gerak gerik dan berkuasa antara perpaduan kehendak. badan tanpa daya. mendapat anugerah yang benar. menyatu dengan kesejahteraan dunia. maksudnya hati. yang menuntun kepada sifat lebih. nyaman rasa hati. jangan lekat dengan nafsu kehidupan tapi kuasailah. disebut muka sifat.

Inilah keutamaan bagi keduanya. Dan kemudian dikatakan oleh Dewa Ruci :"Sena ketahuilah olehmu. Permulaan jagad raya. banyak yang didengarnya tentang tingkah para Pertapa yang berpikiran salah. bahwa itu dari Dalang yang berada dibalik layar. memang tidak kelihatan. namun akhirnya tersesat dan terjerumus. semua jagad ini karena diri manusia. bagaikan api dalam kayu. karena kesungguhan hati ialah dalam cara melaksanakan. seperti mengharapkan kemuliaan. seumpama suatu bentukan. menerima dengan suka hati. agar menjadi jelas penglihatan sukma. hilanglah kekalutan hatinya. kayu hangus mengeluarkan asap. kepandaian dan keperkasaan. segala tingkah laku akan menjadi satu. cantrik sebagai sahabatnya. dengan penuh semangat. Wrekudara tidak bingung dan semua sudah dipahami. sebentar kemudian mengeluarkan api yang berasal dari kayu. ada dewa yang memberi tahu kepadanya. Bertapa tanpa ilmu. disuarakan bila harus berkata-kata.81 di bebatuan tanpa tanah tentu tidak akan dapat tumbuh. bahkan gagallah bertapanya itu. gerak dan diamnya dimainkan oleh Dalang. yang kau kerjakan. ia menjawab bahwa perjalanannya itu dicurangi. Bersamaan dengan kedatangan Sena. lalu kembali ke alam kemanusiaan. yang bagaikan sudah menyatu. melalui kepertapaannya. Wrekudara setelah mendengar perkataan Dewa Ruci. mengajarkan wahyu yang diperoleh. bertapa dengan merusak tubuh dalam mencapai kamuksan. yaitu yang menuju pada nafsu. Ngamarta. berlampu panggung matahari dan rembulan. oleh perlindungan jati manusia. semuanya yang tergetar. tinggalkan dan hilangkan. semua sudah ada pada manusia. Dewa Ruci selesai menyampaikan ajarannya. Badan hanya sekedar melaksanakan secara lahir. Raden Arya Wrekudara kemudian pulang dan tiba ke negerinya. hatinya terang benderang. kematian seolah dipaksakan. Wrekudara lalu mengingat. Maka disambutlah ia. berderit oleh tiupan angin. rahasiakan dan tutupilah. itulah perjalanannya. bagaikan hidup dalam mati. di Ngamarta sedang berkumpul para saudaranya bersama Sang Prabu Kresna. belum tentu akan mendapatkan petunjuk yang nyata. lepas dari pemikiran batinnya. dan Dewa Ruci telah sirna dari mata. tidak ada ilmu yang didatangkan. akhirnya tak berdaya. bahwa di lautan itu . mengira sudah benar. tanpa pedoman berguru. dalam kenyataan ditutupi dan dirahasiakan. dimana setiap gerak tentu juga merupakan kehendak manusia. yang melihat adalah pikiran. mengira dapat mencapai kesempurnaan dengan cara bertapa tanpa petunjuk. bagaikan mati di dalam hidup. banyak hiasan yang dipasang. Jika sudah paham akan segala tanggung jawab. tentu tidak akan berhasil. maka jika manusia bijaksana. Kembali ke Negeri Ngamarta Tekad yang sudah sempurna. Guru yang benar. mengosongkanan pikiran. hidup abadi selamanya. cara masuk dasar samudera. bumi sebagai tempat berpijak. sewujud dan sejiwa. jika memberi ajaran tidak jauh tempat duduknya. di balik layar ia digerak-gerakkan. yang mati itu juga. mengangkat murid/cantrik. dalam hati mengharap mendapatkan anugerah wahyu sesungguhnya. kelahiran batin ini. yang sedang membicarakan kepergian Sena. rupa dan suara. tak ada lagi yang dicari. sudah menjadi diri sendiri. gembira hatinya. akan segala keinginan. tidak asing bagi dirinya. dan saat ditanya oleh Prabu Yudistira mengenai perjalanan tugasnya. Tingkah seenaknya. dengan layarnya alam yang sepi. Yang terbaik. dilaksanakan untuk memenuhi kesatriaannya. yang yang kemudian sebagai rahasia. dililit oleh penerapannya. tak berpaling hatinya. semua sudah kau kuasai. kesaktian. terkabul itu namanya. ketahuilah asal mulanya. dalam segala janji janganlah ingkar. Hyang Luhur menjadi badan Sukma Jernih. Tingkah manusia hidup usahakan dapat seperti wayang yang dimainkan di atas panggung. untuk disini dan untuk disana juga. wayang tegak ditopang orang yang menyaksikan.

jadi yang dimaksud dengan Reksamuka dapat diartikan: mencapai sari ilmu sejati melalui samadi.82 sepi. Pencarian air suci Prawitasari Guru Durna memberitahukan Bima untuk menemukan air suci Prawitasari. perhiasan seperti emas permata dan lain-lain (kamulyan) Bima tidak akan mungkin melaksanakan samadinya dengan sempurna yang ditujukan kepada kesucian apabila pikirannya masih dipenuhi oleh kamukten dan kamulyan dalam kehidupan. 1. dilereng Gunung Reksamuka. Tikbra artinya rasa prihatin. Sebelum melakukan samadi orang harus membersihkan atau menyucikan badan dan jiwanya dengan air. Reksa berarti mamalihara atau mengurusi. ini melambangkan pelajaran untuk mencapai lendeping cipta (tajamnya cipta). Rukmuka : Ruk berarti rusak. yang diperagakan oleh Bima atau Aria Werkudara dan Dewa Ruci. lalu Kresna berkata :"Adikku ketahuilah nanti. Bima diserang oleh dua raksasa yaitu Rukmuka dan Rukmala. dia bisa melihat kenyataan antara lain melalui cahaya atau sinar yang datang kepadanya waktu samadi. Samudra dan Ular Bima akhirnya tahu bahwa air suci itu tidak ada di hutan . menggambarkan halangan yang datang dari kemewahan kekayaan material antara lain: pakaian. sina berarti tempat artinya tempat yang tinggi. sara berarti tajamnya pisau.tidak ada air penghidupan. Dalam cerita wayang digambarkan bahwasanya Resi Manukmanasa dan Bengawan Sakutrem bisa pergi ketempat suci melalui cahaya suci. kala adalha bahaya. Jadi Prawitasari pengertiannya adalah inti atau sari dari pada ilmu suci. Tanpa ragu-ragu sedikitpun dia menuju ke samudra. Pada waktu samadi dia harus memusatkan ciptanya dengan fokus pandangan kepada pucuk hidung. Terminologi mistis yang dipakai adalah mendaki gunung Tursina. ini berarti Bima berhasil menyingkirkan halangan untuk mencapai tujuan supaya samadinya berhasil. MAKNA AJARAN DEWA RUCI Orang Jawa menganggap cerita wayang merupakan cermin dari pada kehidupannya. Seseorang yang mendapatkan restu dzat yang suci. Pandangan atau paningal sangat penting pada saat samadi. tetapi sebenarnya berada didasar samudra. Hutan Tikbrasara dan Gunung Reksamuka Air suci itu dikatakan berada dihutan Tikbrasara. 2. Ingatlah kepada perkataan Samudra Pangaksama yang berarti orang yang baik semestinya memiliki hati seperti luasnya samudra. Dalam pertempuran yang hebat Bima berhasil membunuh keduanya. Ular adalah simbol dari kejahatan. sari artinya inti. karena kamukten dan kamulyan akan menutupi ciptanya yang jernih. Raksasa Rukmuka dan Rukmakala Di hutan. tidaklah . Prawita dari asal kata Pawita artinya bersih. suci. Bima membunuh ular tersebut dalam satu pertarungan yang seru. Tur berarti gunung. Rukmakala : Rukma berarti emas. Dewa Ruci yang merupakan cerita asli wayang Jawa memberikan gambaran yang jelas mengenai hubungan harmonis antara Kawula dan Gusti. muka adalah wajah. ini melambangkan hambatan yang berasal dari kemewahan makanan yang enak (kemukten). Disini menggambarkan bahwa dalam pencarian untuk mendapatkan kenyataan sejati. Gembira mendengar itu. yang dengan mudah akan memaafkan kesalahan orang lain. terbunuhnya dua raksasa tersebut dengan gamblang menjelaskan bahwa Bima bisa menghapus halangan-halangan tersebut. jangan lupa segala sesuatu yang sudah terjadi ini".

Bima bisa melihat dengan jelas seluruh jagad dan juga melihat dewa kecil tersebut. 6. Didalam. dia adalah satu dengan yang suci. ketemu keluarganya dan lain-lain. 4. 8. kalau sakit diobati. Santosa : selalu beraa dijalan yang benar. . Anoraga : rendah hati. Pelajaran spiritual dari pertemuan ini adalah : Bima bermeditasi dengan benar. 5. Pengalaman ini dalam istilah spiritual disebut “mati dalam hidup” dan juga disebut “hidup dalam mati”. dia tidak akan membalas. tidak boleh terlalu sering bercinta dan itu pun hanya boleh dilakukan dengan pasangannya yang sah. Bima tidak pernah merasakan kebahagiaan seperti ini sebelumnya. tidak pernah berhenti untuk berbuat yang benar antara lain : melakukan samadi. Ngurang-ngurangi: dengan antara lain makan pada waktu sudah lapar. Mula-mula di tidak mau pergi tetapi kemudian dia sadar bahwa dia harus tetap melaksanakan pekerjaan dan kewajibannya. dia harus juga menghilangkan kejahatan didalam hatinya. Rahayu : kehendak untuk selalu berbuat baik demi kepentingan semua pihak. Kedatangan dari dewa Suksma Ruci adalah pertanda suci. tetapi merasa tentram melupakan kekecewaan dari pada kesalahan-kesalahan dari kerugian yang terjadi pada masa lalu. tak terpisahkan. Untuk itu dia harus mempunyai sifat-sifat sebagai berikut: 1. Eling : tahu mana yang benar dan salah dan selalu akan berpihak kepada kebaikan dan kebenaran. Dia telah mencapai kasunyatan sejati. Didalam paningal (pandangan didalam) Bima bisa melihat segalanya segalanya terbuka untuknya (Tinarbuka) jelas dan tidak ada rahasia lagi. Bima bertemu dengan Dewa kecil yaitu Dewa Suksma Ruci yang rupanya persis seperti dia. Marsudi kawruh : selalu mencari dan mempelajari ilmu yang benar. 7. tidur pada waktu sudah mengantuk dan tidak perlu harus tidur dikasur yang tebal dan nyaman. Legawa : harus selalu bersikap baik dan benar.83 cukup bagi Bima hanya mengesampingkan kamukten dan kamulyan. 12. diterimanya samadi Bima yaitu bersatunya kawula dan Gusti. 11. Gembira : bukan berarti senang karena bisa melaksanakan kehendak atau napsunya. Wilujengan : menjaga kesehatan. Arti simbolis pakaian dan perhiasan Bima Bima mengenakan pakaian dan perhiasan yang dipakai oleh orang yang telah mencapai kasunytan-kenyataan sejati. makan tidak perlu banyak dan tidak harus memilih makanan yang enak-enak: minum secukupnya pada waktu sudah haus dan tidak perlu harus memilih minuman yang lezat. Rila: dia tidak susah apabila kekayaannya berkurang dan tidak iri kepada orang lain. Nrima : bersyukur menerima jalan hidup dengan sadar. Selalu waspada untuk menghindari perbuatan jahat. tetap sabar. 2. memusatkan perhatiannya dengan cipta hening dan rasa hening. 3. menutup kedua matanya. Pertemuan dengan Dewa Suksma Ruci Sesudah Bima mebunuh ular dengan menggunakan kuku Pancanaka. dan apabila ada orang yang berbuat jahat kepadanya. 10. Bima telah menerima pelajaran terpenting dalam hidupnya yaitu bahwa dalam dirinya yang terdalam. Gelang Candrakirana dikenakan pada lengan kiri dan kanannya. Bima memasuki raga Dewa Suksma Ruci melalui telinganya yang sebelah kiri. Samadi. Candra 9. mengatur pernapasannya.

Tanda emas diantara mata. Kuku pancanaka menunjukkan magis dan wibawa seseorang yang telah mencapai ilmu sejati. Karo. Melambangkan : 1. Petani di Jawa dahulu masih memakai patokan untuk mengolah pertanian dengan prantan ini. tanah mulai retak/berlubang. dia tidak tertarik kepada kekeyaan duniawi. dari persatuan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. dengan urut-urutan : 1. kuning dan putih. sudah menguasai sinar suci yang terang yang terdapat didalam paningal. Contohnya lima pandawa bisa mengalahkan seratus korawa. Bima yang sudah tinarbuka. amarah. berusia 41 hari. yang didasarkan pada gejala naluriah alam dan mencoba memahami asal-usul dan bagaimana uraian satusatu kejadian cuaca di dalam setahun. Kasa. Persatuan orang-orang yang bermoral baik adalah lebih kuat. 2. Uraian mengenai Pranata Mangsa ini diambil dari buku sejarah para raja di Surakarta. sejenis belalang masuk ke tanah. daun-daunan berjatuhan. meskipun jumlah orang yang bermoral baik itu kalah banyak. Palawija mulai tumbuh. kirana artinya sinar. . Yang menurut riwayatnya. supiah dan mutmainah. alumah. Bima hanya tertarik kepada laku untuk kesempurnaan hidup. yang memberi patokan bagi para petani agar mempunyai hasil panen yang baik dalam bertani. Batik poleng : Kain batik yang mempunyai 4 warna yaitu. merah. mulai 2 Agustus. mulai 22 Juni.84 artinya bulan. sebetulnya baru mulai dikenalkan pada tahun 1856. pohon randu dan mangga. Tusuk konde besar dari kayu asem Kata asem menunjukkan sengsem artinya tertarik. saat kerajaan Surakarta diperintah oleh Pakoeboewono VII. hitam. Yang merupakan simbol nafsu. Penampakannya/ibaratnya : lir sotya (dedaunan) murca saka ngembanan (kayu-kayuan). tepatnya dimulai tanggal 22 Juni 1856. berusia 23 hari. PRANATA MANGSA ( aturan waktu musim kuno ) Pranata Mangsa atau aturan waktu musim biasanya digunakan oleh para petani pedesaan. Penampakannya/ibaratnya : bantala (tanah) rengka (retak). 2. Artiya Bima melaksanakan samadinya secara teratur dan mantap. Kuku Pancanaka Bima mengepalkan tinjunya dari kedua tangannya. Disini menggambarkan bahwa Bima sudah mampu untuk mengendalikan nafsunya. yang tersimpan di musium Radya-Pustaka. Para petani membakar dami yang tertinggal di sawah dan di masa ini dimulai menanam palawija. Dia telah memegang dengan kuat ilmu sejati.

9. Penampakannya/ibaratnya : anjrah jroning kayun (merata dalam keinginan. banyak sungai yang banjir. banyak hewan hamil. 12. mulai 19 September. burung-burung kecil mulai bertelur. berbagai jenis bambu tumbuh. Musimnya/waktunya lahan tidak ditanami. Kalima. rambutan. Padi mulai berkembang dan sebagian sudah berbuah. 11. mulai 4 Pebruari. mulai 12 Mei. yang jika dikaitkan dengan kondisi saat ini. Katiga. hal tersebut diatas tentunya harus diselaraskan secara ilmiah. banyak hujan. Kasepuluh. Seluruhnya memane n padi. . sebab panas sekali. pohon asem mulai tumbuh daun muda. berusia 23 hari. 4. Penampakannya/ibaratnya : tirta (keringat) sah saking sasana (badan) (air pergi dari sumbernya. manggis dan lain-lainnya). itu masanya banyak penyakit). pohon kapuk mulai berbuah. Penampakannya/ibaratnya : gedong minep jroning kalbu (masa hewan sedang hamil). Benih padi mulai ditanam di sawah. mulai 10 Nopember. Penampakannya/ibaratnya : wedaring wacara mulya ( binatang tanah dan pohon mulai bersuara). musimnya kucing kawin). berusia 41 hari. Kasanga. 10. sebab sangat dingin). Padi mulai hijau. mulai 1 Maret. sebab musim kemarau. Kapitu. Di sawah hanya tersisa dami. Kapat. Penampakannya/ibaratnya : rasa mulya kasucian (sedang banyakbanyaknya buah-buahan). mulai 26 Maret. ulat-ulat mulai keluar. berusia 27 hari. berusia 24 hari. Desta. usianya 25 hari. kucing mulai kawin. yang mana Palawija mulai di panen. kondisi alam. Padi mulai menguning. burung blibis mulai kelihatan di tempat-tempat berair. jarang orang berkeringat. Saya. usianya 24 hari. atau 4 tahun sekali 27 hari. Penampakannya/ibaratnya: sotya (anak burung) sinara wedi (disuapi makanan). Penampakannya/ibaratnya : suta (anak) manut ing Bapa (lanjaran). mulai 23 Desmber. 8.85 3. Penampakannya/ibaratnya : waspa kumembeng jroning kalbu (sumber). dan sebagainya. berusia 25 hari. masa ini musim dingin. berusia 43 hari. Para petani mulai menjemur padi dan memasukkan ke lumbung. Demikian uraian singkat tentang Pranata Mangsa. burung-burung kecil mulai menetas telurnya. Sawah tidak ada (jarang) tanaman. usianya 43 hari. jangkrik mulai muncul. banyak buah-buahan (durian. kemajuan teknologi pengindraan satelit cuaca. mulai menyebar padi gaga. usianya 26 hari. mulai 25 Agustus. Kawolu. 7. Para petani mulai menyebar bibit tanaman padi di pembenihan. 5. Kanem. uret mulai banyak. Penampakannya/ibaratnya : pancuran (hujan) emas sumawur (hujannya) ing jagad. mulai 19 April. mulai 14 Oktober. 6. mulai panen. Penampakannya/ibaratnya : wisa kentar ing ing maruta (bisa larut dengan angin. selokan sawah diperbaiki dan membuat tempat mengalir air di pinggir sawah. cenggeret mulai bersuara. Mulai ada hujan. para petani mulai menggarap sawah untuk ditanami padi gaga.

menghendaki lebih dari sesama. Tangkalnya : selamatan nasi pulen beras sepitrah dikukus. lauknya daging ayam lereng dipecal. dapat mengerjakan segala pekerjaan. . 4. Bahayanya = ditanduk atau disiung. dapat menggrirangkan hati orang lain. tajam roman mukanya. cepat bekerjanya. Kurantil. Penangkalnya : selamatan tumpeng beras sepitrah dikukus. Tangkalnya : Selamatan tumpeng beras sepitrah dikukus. gemar bersemadi. Candranya : Woh-wohan = tak tentu rejekinya. dan orang minggat. Gedungnya didepan = suka memperlihatkan kekayaannya.86 WUKU dan KELAHIRAN Tiap-tiap wuku mempunyai watak sendiri-sendiri. Bahayanya : jatuh memanjat. pradah hanya lahir. bakat kaya harta benda. orang sengsara dan orang minggat. Ketika kolo wuku berada ditenggara. Landep. pradah hanya lahir. Pohonnya : Ingas = tak dapat untuk berlindung. sopan-santun. Burungnya : Salinditan = tangkas. Tolu. Bahayanya : dianiaya. Burungnya : Atatkembang = jadi kesukaan para agung. cepat bahagia.dewanya sangyang Mahayekti = besar hatinya. terang hatinya. Penangkalnya : selamatan nasi uli. tak dapat dicegah. 5. Candranya : Gunung artinya jika didekati sulit dan berbahaya jika dilihat dari jauh menyedapkan pemandangan. 2. dapat mengerjakan segala pekerjaan. banyak kemauan. daging ayam ayam putih dimasak pakai santan dan sayur lima macam. Burungnya : Manyar = tak mau kalah dengan sesama. lauknya daging kerbau seharga 21 keteng dimasak pindang. tinggi adat-istiadatnya. beras sepritah dikukus. Watak wuku dapat dipergunakan untuk mengetahui dasar watak bayi lahir : 1.dewanya sangyang Langsur = pemarah. dalam 7 hari tak boleh turun dari gunung dan tak boleh menggali tanah. kasih sayang. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya. Selawatnya 7 keteng. membelinya tidak menawar. Doanya rajukna. Burungnya : Branjangan = riang tangan. Bahayanya : Berada di pertengahan umur. angkuh. Air dalam jimbung besar disebelah kiri = serong hatinya. Selawatnya 4 keteng. Pohonnya : Wijayamulya = sangat indah rupanya. Candranya : Surating raditya = tajam ingatannya. Doanya : Tolak bilahi. pradah hanya lahir. Ketika kala wuku berada ditimu laut. teliti. keras. Lauknya daging rusa dicacah lalu dibakar.dewanya sangyang Yamadipati = wataknya seperti raja dan pendita. suka pada kesunyian. Pohonnya : Kendayakan = jadi pelindung orang susah. jika bekerja dicintai oleh majikannya. Wukir. 3. suka kepada kepanditan. Sinta. Pohonnya : Nagasari = bagus rupaya. Memanggul tunggal = akhirnya mendapat kesenangan hidup. Tunggalnya : didepan = akhirnya hidup senang. Pohonnya : Kendajakan = jadi pelindung orang sakit.dapat menyenangkan hati orang lain. Tunggulnya : dibelakang = kebahagiannya terdapat dibelakang hari. Kakinya direndam dalam air = perintahnya keras didepan dingin dibelakang. Memanggul tunggul = mudah mendapatkan kesenangan hidup. Candranya : Endra = gemar bertapa brata. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya. Gedungnya didepan = memperlihatkan simbul kekayaannya.. Doanya : rajukna dan pina. selamat hatinya. dalam 7 hari tidak boleh mendatangi tempat kolo. kalau marah berbahaya. karena panas. Doanya : Kabul. Kaki belakang direndam dalam air = perintahnya panas didepan dingin belakang. Bahayannya : korobohan pohon. Menghadapi air di jembung besar = baik budi pekertinya. jika menghambakan diri jadi kesayangan.Ketika kolo wuku berada dibawah. Burungnya : Gagak = mengerti petunjuk gaib. Gedungnya terbalik didepan = murah hati.dewanya sangyang Mahadewa = bagus rupanya. pradah hanya lahir. Selawatnya 4 keteng. selama 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. Selawatnya 4 keteng.

Burungnya : ayam hutan = liar. dewanya sanghyang sambu = tinggi perasaannya. Mengahadap air dijembung = pradah ikhlasan. pandai mencari kehidupan. pengasih. lauknya daging kerbau ranjapan (pembelian bersama-sama). Candranya : Geter nekger ing wijati = hening pikirannya. Pohonnya : beringin = jadi pelindung keluarganya. Burungnya : nori = pemboros. murka. Tunggulnya : dibelakang – rejekinya dibelakang hari. Doanya : Rajukna. 7. Doanya : rasul. cinta pada perbuatan baik.dewanya sangyang cakra = keras budinya.87 Penangkalnya : selamatan nasi uduk beras sepitrah dikukus. Doanya Tolak bilahi. Bahayanya : dimarahi temannya. Kakai sebelah yang didepan direndam dalam air = perintahnya dingin didepan. lauknya daging ayam dimasak dengan santan. gelap hati. dalam 7 hari tidak boleh mendatangani tempat kala 8. dewanya sanghyang gana = pemaranh. banyak rejekinya. daundaunan 9 macam dicampur dalam tumpeng. Tangkalnya : selamatan nasi pulen beras sepitrah dikukus. Ketika “kala wuku” berada diatas. Warigalit. Bahayanya : kena besi. Candranya : Ketug lindu = menepati perkataannya. Gumbreg. suka bohong. keras budinya. Selawatnya 5 keteng. jika marah taka sayang kepada harta bendanya. Selawatnya 3 keteng. Ketika “kala wuku” berada di utara menghadap ke selatan. harus diperlihatkan pemberiannya. Bahayanya : tersangkut suatu perkara. 9. Pohonnya : sulastri = bagus rupanya. Pohonnya : Tanganan = ringan tangan. Bahayanya : tenggelam atau kejatuhan dalam. murka. Bahayanya : diterkam harimau. tidak boleh disamai. perkataannya nyata redhoan. 6. cemburuan.senang asmara. 11.Ketika “kala wuku” berada di Selatan menghadap utara. Tangkalnya : selametan nasi urap beras sepitrah dikukus. lemah lembut perintahnya dan dihormati.81 ½ sen). pengasih. Gedungnya dikirikan = penyayang. Candranya : sekar wora-wari bang = besar amarahnya. dewanya sangyang Komajaya = teguh hatinya. hatinya mudah tersentuh. lauknya daging ayam brumbun dan uang suwang (+/.Ketika kolo wuku berada dibarat-laut. Candranya : kaju kemladean ngajak sempal = dimana-mana dapat tumbuh. Memangku air dalam bokor =suka bersedekah. 10 Sungsang. lauknya daging bebek dimasak gurih dan daun-daunan 5 macam. Selawatnya 8 keteng. Burungnya kutilang = banyak bicara dan perkataannya dipercayai orang. Doanya : Kabul. Gedungnya dua buah dibelakang dan didepan = ichlasnya hanya setengah. Pohonnya : cemara = rame bicaranya. Doanya : tolak bilahi. Galungan. Selawatnya 10 keteng. Ketika “kala wuku” berada di timur dalam 7 hari tidak boleh mendatangani tempat kala. dimasak getjok. tidak mau menerima takdir. dapat melegakan hati orang susah. dalam 7 hari tidak boleh mendatangani tempat kala. budinya tinggi. Penangkalnya : selamatan nasi uduk bers sepitrah dikukus. jauh kepada perbuatan jahat.pradah. dicintai oleh para agung. dewanya sanghyang mahajekti = berat tanggungannya. namun sedikit rejekinya. suka tinggal ditempat sunyi. tetapi mudah dicegah. jika marah menakutkan. Candranya : Wangkawa = angkuh. Julungwangi. gampang suka pada kepunyaan orang lain. Pohonnya : tanganan = tak suka menganggur. akan tetapi harus diperlihatkan harum = dicintai oleh orang banyak. suka kepada kepunyaan orang lain. Selawatnya 4 keteng. dalam 7 hari tidak boleh memandang wajah kala. Gedungnya terbalik dibelakang = ikhlasan dengan tidak pakai perhitungan. Burungnya : Bido = besar nafsunya. . banyak yang cinta. dewanya sangyang asmara = bagus rupanya. ikhlasan. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. keras budinya. Air dijebung didepannya +/. tidak tetap. lauknya daging ayam berumbun yang masih muda dan daun-daun 9 macam. Burungnya : betet = keras kemauannya. berkeinginan. Tangkalnya : selamatan nasi megana dan tumpeng betas 2 pitrah. Candranya : kasturi arum angambar = segala kehendaknya belum terjadi telah tersiar banyak yang cinta. dicintai para pembesar. panas dibelakang. segala yang dikehendakinya segera tercapai. tak suka berkumpul dengan orang banyak. Selawatnya : kucing. Burungnya : kepodong – cemburuan. Warigagung. jauh kebahagiaannya. tak mau dicegah. Doanya : Kabul. Tangkalnya : selametan nasi pulen beras sepitrah dikukus.

Kuruwelut. Candranya : peksi wonten ing luhur = jika mencari hasil dengan menundukkan kepala. Bahayanya : dianiaya.daunan 9 macam. 17. lahirnya suci. Burungnya : Urang-urangan = cepat bekerjanya. murka. orang sengsara dan orang minggat. Selawatnya 9 keteng.Ketika kolo wuku berada di selatan daya. digoreng. lauknya daging kambing. Bahayanya = diamuk.Ketika kolo wuku berada diatas. berhati-hati.Ketika kolo wuku berada di Barat-Laut dalam 7 hari tak boleh mengunjungi tempat kala. jadi pelindung sengsara. Selawatnya 11 keteng. lauknyadaging kambing dan ikan dimasak pakai santan. tak boleh didekati orang. daging ayam merah dipindang dan bunga setaman yang merah. sayur bayam merah. Candranya : Garojogan = rame bicaranya. daun. akhirnya menang. Jembungnya disebelah kiri dibelakangnya = suka jalan serong. Selawatnya 5 keteng. tidak mau menurut. Gedungnya terguling didepan = hemat dan banyak rejekinya. Doanya : Slametpina. kuat budinya. dewanya sangyang guretno. Pohonnya : Rembuknya = indah warnanya. tinggi derajatnya. banyak bohong. Memanggul : cakra = tajam hatinya. halus budinya. buruk adat-istiadatnya. 12. Selawatnya uang baru 40 keteng. Candranya : Redi gumaludug = bicaranya menakutkan. Doanya : Slamat. tetapi jika marah kejam. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. banyak larangan. selalu susah. tidak sabaran. Langkir. Pohonnya : Wijayakusuma = rupanya sangat indah. 15. Pohonnya : parijata = jadi pelindung dan besar kebahagiaannya. Gedung telentang = boros. Doanya : Balasrewu dan Kunut. Bahayanya : Kena api dan dijahili orang. Pahang. melebihi sesama dewa. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. lauknya daging ayam dimasak sansan. jika marah tak dapat dicegah. tersiar baik. tidak pernah .Penangkalnya : selamatan nasi beras sepitrah dikukus. kasar perkataannya. dewanya sangyang Indra = melebihi sesama. cepat pekerjaannya. yang melihat takut. sangat puaka. Candranya : Watu item munggeng papreman lan wreksa gung lebet tancepnya = sabar. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. Memanggul senjata tajam = waspada. Burung : Cocak = gelatak bicaranya. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. panas hati. tegaan. rejekinya tidak kurang. dimana-mana jadi kunjungan orang. menghindari keramaian. Pohonya : Kendayaan = jadi pelindung orang sakit. 14. Burung : Prijohan = besar kemauannya. = suka kepada keramaian. tidak berbau. tinggi budinya dan teliti. angkuh. tidak sabaran menepati janji. Menghendaki bukit = besar kemaunnya.dewanya sangyang Brama. pemaran.Kuningan. mempunyai kedudukan yang lumayan. Burungnya : puter = jika berbicara mula-mula kalah. dewanya sanhyang wisnu : tajam ciptanya. Selawatnya 30 keteng.. Ketika kolo wuku berada di selatan daya.88 Bahayanya : berselisih. Bahayanya : diteluhPenangkalnya : selamatan tumpeng beras sepitrah dikukus. selamat hatinya.Candranya : Pulo katinggal saking tebih = tersiar semua tingkah lakunya. dewanya sangyang tantra = perkataannya melebihi sesama. batinnya kotor. lekas marah. jendelanya tertutup = hemat. Penangkalnya : selamatan nasi uduk beras sepitrah dikukus. lauknya daging kerbau membelinya beramai-ramai. Mandasia.Penangkalnya : selamatan nasi punar beras sepitrah dikukus.Ketika kolo wuku berada di Barat. Gedungnya dibelakang. dewanya sangyang Kala menggigit bahunya sendiri = besar nafsunya. Burungnya : Platukbawang = kuat budinya. daun-daunan 11 macem. tak mau memberi ampun. Doanya : Kabul. pemalu. Djulungpujut. tak suka diatasi. tetapi tidak mengapa. sayuran secukupnya. Doanya : Selamat pina. Doanya : Rasul. berada di utara dan selatan. daging ayam merah dipanggang. Pohonnya : Ingas dan cemara tumbang = panas hati.Penangkalnya : selamatan nasi uduk beras sepitrah. Candranya : Palwa ing samodra = kesana-kemari mencari nafkah. 16. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala 13. Pohonnya : Asam = kuat dan dicintai orang banyak. tidak sayang kepada badannya sendiri. menghendaki memerintah.Ketika kolo wuku. Penangkalnya : selamatan nasi merah beras sepitrah dikukus. tinggi dan selamat budinya. sebab gora-goda. suka bertikai.

Tangkalnya : selamatan nasi uduk. Selawatnya 4 keteng. Gedungnya terlentang didepan = pengasih. Burungnya : ayam hutan = liar dan tinggi budinya. dewanya sanghyang basuki : ahli bicara. Bahayanya = bertikai. besar tanda kebahagiannya. Ketika “kala wuku “ berada di barat. Candranya : idune lir upas ratjun = dihargai semua perkataannya. Pohonnya : Tal = panjang umurnya.10 sen). dewanya sanghyang siwa = lahir dan batinnya terkadang berlainan. dicintai oleh pembesar. Ketika “kaa wuku” berada di timur. berani kepada kesulitan.89 bohong. suci hatinya. kuah merah dan putih dan ketimun 25 buah. tawakal. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. Tambir. Doanya : slamet dina. . Gedungnya ditumpangi tunggal = kaya benda dan dihormati. Tangkalnya Selamatan nasi punar beras sepitrah dikukus. niatnya : ngrasul. daging ayam mulus dimasak dengan santan dan bermacam-macam ketan. Candranya : umajang kang tetabuhan = menepati perkataan. suka tinggal ditempat sunyi. jadi tempat pengungsian. dalam 7 hari tidak boleh mendatangitempat kala. Bahayanya : diteluh. perkataannya lurus dan mengherankan. jajan pasar. Gedungnya di atas = mendewa-dewakan kekayaannya. dewanya betara kuwera = menggirangkan hati orang lain. Ketika “kala wuku” berada di timur laut. Tangkalnya : selamatan bermacam-macam sayuran. banyak tanda-tandanya akan mendapat bahagia. 20. berkesanggupan. Pohonnya : plasa = hanya jadi perhiasan hutan. Tangkalnya : selamatan nasi uduk. 19. Gedongnya ditengah = tinggi percaya dirinya Bahayanya : terkena pasangan. mempunyai hati kasihan kepada orang miskin. Tangkalnya : selamatan jajan pasar secukupnya dan bermacam-macam ketan seharga sataksawe (+/. suka tinggal ditempat sunyi. Tangkalnya : selamatan nasi pulen beras sepitrah diliwet. dan dapat menyenangkan hati orang lain. dalam 7 hari tak boleh mendatangi kala 21. tajam perkataannya. Selawatnya : 5 keteng. Maktal. puaka tak dapat dipermudah. Memasang keris terhunus disebelah kaki = waspada dan tajam hatinya. dewanya sanghyang sakri = lurus hatinya. Yang dibeli dahulu madu untuk selanunggal rum arum = peteng hati. suka kepada bau harum. sekar boreh. tetap hatinya. dalam 7 hari tidak boleh mengunjungi tempat kala. Pohonnya : Trengguli = buahnya tidak berguna. Gedungnya dipanggul = memperlihatkan pemberian. Tunggulnya membalik = lekas hidup senang. lauknya daging ayam kuning (wiring kuning) dan berumbun. Ketika “kala wuku” berada diatas. Mrakeh. tawakal. dewanya sangsyang surenggana = tawakal hatinya. Burungnya : pelug = suka tinggal di air. tetapi sebentar baik. baik pekerjaannya. digoreng. diturut perintahnya. besar kehendaknya. daging ayam dan bebek dimasak 2 macam. Candranya : pandam ageng amerapit = tawakal. Bahayanya : tenggelam. Tak mempunyai burung = tak boleh disuruh jauh. Wuje. 18. hemat. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. Ketika “kala wuku” berada di barat daya. tentu mendapat bahaya. . Burungnya : prenjak = tahu petunjuk gaib. Bahayanya : kena racun daun. kuat dan tetap hatinya. tak suka kepada keramaian. Madangkungan. singkat hati. Candranya : tirta wening = sedikit bicaranya. jenang merah pada waktu hari kelahirannya. Doanya : ngumur. Doanya : rasul. Candranya : lesus awor lan pancawara = lebar pemandangannya. tidak ada gunanya. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya. lemah lembut tutur katanya.Doanya : tolak bilahi. dalam pikirannya. suka membuat perkabaran yang mengherankan. dipindang dan dimasak dengan santan. lauknya daging bebek dan ayam dipindang. dalam 7 hari tak boleh mendatangi kala 22. Pohonnya : Upas = bukan tempat perlindungan. sukar dijalani. Ketika “kala wuku” berada di utara. tindihnya uang lama sebaranDoanya : tawil. tidak suka terhadap perkataan yang remeh. Burungnya : gogik = cemburuan. Selawatnya : pisau baja dan jarum satu. Pohonnya : nagasari = bagus rupanya. Selawatnya 100 keteng. Bahayanya : dibunuh pada waktu malam. agak ingatan.

dewanya sangyang Bisma = pemarah. Doanya : selamat. suka tinggal ditempat yang sunyi. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya. cepat kerjanya. Doanya : Selamat tolak bilahi. daging kambing kendit dimasak macam-macam ketan. akan tetapi tak mempunyai pangkat. berbakat angkuh. Pohonnya = Cempaka = dicintai oleh orang banyak Burungnya = Ayam hutan = dicintai oleh pembesar. pemberi. Burungnya : Podang = cemburuan. lurus pembicaraannya. tak ada yang ditakuti. sambal gepeng. jujur. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. panggang ayam hitam. Candranya : wesi trate pulasani = keras hatinya. Bala. liar budinya. banyak rejekinya. dapat berkumpul ditempat ramai. dingin perintahnya dicintai oleh orang banyak. pandai sekali bertindak jahat. pemalu. Doanya : Rajukna : Udan salah mangsa = rejekinya dari jual beli. akan tetapi harus diperlihatkan pemberiannya. 25. Pasang keris terhunus = perintahnya mudah didepan. Burungnya : Sepahan = liar budinya.membuat berita. tetap pikiranya.Ketika kala wuku berapa di Tenggara. Selawatnya 8 keteng.Penangkalnya : selamatan nasi tumpeng beras sepitrah dikukus. Tangkalnya : selamatan nasi tumpeng beras sepitrah. sayuran secukupnya.Ketika kala wuku berada di Barat-Laut. tangkas. sayuran secukupnya.Ketika kolo wuku berada diatas. sering mencela. Candranya : awang-uwung = baik budinya. dimasak bumbu manis. Kakinya kanan direndam dalam air jembung = perintahnya dingin didepan panas dibelakang. Pohonya : Wuni sedang berbuah = siapa yang melihat bagaikan mengidam. menghendaki jadi pemimpin orang. Jembung berisi air didepan dan duduk disitu = sejuk hatinya. dewanya batari Sri = banyak rejekinya. lauknya daging sapi. banyak ilmunya. 24. Pohonnya : Tirisan = panjang umurnya. lauknya daging ayam dan ikan. Memangku tombak terhunus = waspada dan tajam hatinya. suka bercampur dengan kejahatan. Bahayanya : memanjat atu karena tingkahnya sendiri. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. sayuran secukupnya. pradah dilahir. segala yang dikehendaki tak ada sukarnya. tajam pikirannya. Bahayanya : diteluh dan kena upas. belas kasihan. Wayang. Manahil. Bahayanya : kenah tulah dan difitnah. Selawatnya 10 keteng. 26. Bahayannya : terkena senjata tajam. dewanya sangyang Singajala = banyak akal. selalu bersedia-sedia untuk membela diri. Selawatnya 40 keteng. pradah. lauknya daging bebek putih sejodoh dimasak dengan santan. Doanya : aelamat pina. Candranya : damar murub. dalam 7 hari tak boleh turun dari gunung dan menggali tanah. ayam dimasak sesukanya. rela hati. Gedungnya tertutup dibelakang = hemat dan pendia. Burungnya : urang-urangan = cepat kerjanya.Penangkalnya : selamatan nasi liwet beras sepitrah. 27. Doanya: Selamat. tinggi budinya. Pohonnya : Tageron = sedikit faedahnya. jahil. Bahayanya : digigit ular dan disia-sia. . Selawatnya : pacul. sayur 7 macam.90 23. memperlihatkan watak prajurit. banyak kemauannya. Selawatnya 40 keteng. bumi langit = selamat.Ketika kala wuku berada di sebelah Selatan. bakat angkuh. Burungnya : Ayam hutan = liar budinya. lemah lembut perintahnya dan dihormati. Ketika “kala wuku” berada dibawah. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. Candranya : Trenggana abra ing wijit = sabar segala kemauannya. dewanya batari Durga = suka berbuat huru-hara. cukup rejekinya. Penangkalnya : selamatan nasi pulen beras sepitrah dikukus dan bermacam-macam ketan. Wugu. senang tinggal ditempat yang sunyi. jajan pasar. akan tetapi jika telah makan. liat hatinya. dewanya sangyang Citragatra = menjunjung diri sendiri. tidak suka berkumpul. bakti. dalam 7 hari tak boleh naik. sukar dibelakang. tak suka menganggur. banyak tandatanda akan mendapat bahagia. Prangbakat. lekas mengerti. sabar.Penangkalnya : selamatan nasi tumpeng beras sepitrah dikukus. baik budinya. dicintai oleh pembesar. teliti. Pohonnya : cemara = ramai bicaranya. Air dijembung dibelakangnya = Arum perintahnya.

Pohonnya : Tal = panjang umurnya. kurang pandai. dewanya sangyang Sakri = keras hatinya. penakut. . dimasak sekehendahnya. Burungnya : Ayam hutan = dicintai oleh para pembesar. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. Pohonnya : Wijayakusuma = rupawan. sering bersedih hati. Antaboga = senang tinggal alam untuk bertapa. Dukut. 29. Nagagini = gemar kepada asamara. boros. Candranya : Bun tumetes ing sendang = ketika kecil miskin. Duduk dijembung berisi air ditepi kolam = sejuk hatinya. Bahayanya : dimedan perang. ikan dan daging burung. dingin perintahnya. Selawatnya 9 keteng. Membelakangi gedungnya = hemat dan pendiam. Burungnya : Nori. pradah hanya lahir. binatang berliang. Penangkalnya : selamatan beras sepitrah dikukus. Candranya : tunggul asri sesengkeraning nata = bagus rupanya. lauknya panggang ayam putih mulus dan ayam brumbun. tak boleh didekati. dimasak bermacam-macam jenang. tidak suka pada keramaian. daun-daunan 7 macam. Bahayanya : terkena bisa. Bilahinya : teraniaya. Burungnya : Gogik = cemburuan. Pohonnya : Pandan wangi = kiri tempatnya. Candranya : Lintang wulan keraianan = terang hatinya. Membelakangi senjata tajam = pikirannya terdapat dibelakang. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. liar dan tinggi budinya. semuanya yang halal. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. besar harapannya. suka tinggal ditempat sunyi. Selawatnya satakswawe. Kulawu. akhirnya besar kebahagiannya. kuat budinya. jika menjadi pendita. tinggi budinya. segala yang dilihatnya berhasrat dipunyainya. lauknya daging ayam dan bebek yang berwarna merah.Ketika kala wuku berapa di timur. Menghadapi keris terhunus = waspada. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya. Doanya : Kabula. Penangkalnya : selamatannasi golong beras sepitrah dikukus. Doanya : Mubarak. burung. dewanya sangyang Antaboga dan batari Nagagini. teliti. Selawatnya 5 keteng. Doanya : Slamet.91 28.Ketika kala wuku berada di Barat.Ketika kala wuku berada di Utara. dengki. tetapi tidak bercahaya. dewanya sangyang Sadana = kuat budinya. Watugunung. gemar bersemedi. terlihat angkuh. Menghendaki janji = suka bertapa ditempat yang sunyi. tajam pikirannya. lauknya daging binatang yang diburu. besar harapannya. besar harapannya. mendapat kehormatan. murka. banyak rejekinya.Penangkalnya : selamatan nasi tumpeng beras sepitrah dikukus. 30.

karena sesungguhnya Rabbmu telah memerintahkan (yang demikian itu) kepadanya Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam. ( QS. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun. dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya. niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. Al Zalzalah ) . Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun. pada hari itu bumi menceritakan beritanya. dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (jadi begini)?". supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. niscaya dia akan melihat (balasan)nya.92 Memayu hayuning buwana Amung sami adremi nengga Sabda Gusti hing wasana Nemahi jaman buwana yudha Ilanging bumi sakabehe Nuli ganti alam lestari Ojo nganti padha rugi "Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat).

93 .