1

RELIGI JAWA

Orang Jawa percaya bahwa Tuhan adalah pusat alam semesta dan pusat segala kehidupan karena sebelum semuanya terjadi di dunia ini Tuhanlah yang pertama kali ada. Tuhan tidak hanya menciptakan alam semesta beserta isinya tetapi juga bertindak sebagai pengatur, karena segala sesuatunya bergerak menurut rencana dan atas ijin serta kehendak-Nya. Pusat yang dimaksud dalam pengertian ini adalah sumber yang dapat memberikan penghidupan, keseimbangan dan kestabilan, yang dapat juga memberi kehidupan dan penghubung individu dengan dunia atas. Pandangan orang Jawa yang demikian biasa disebut Manunggaling Kawula Lan Gusti,yaitu pandangan yang beranggapan bahwa kewajiban moral manusia adalah mencapai harmoni dengan kekuatan terakhir dan pada kesatuan terakhir, yaitu manusia menyerahkan dirinya selaku kawula terhadap Gustinya. Puncak gunung dalam kebudayaan Jawa dianggap suatu tempat yang tinggi dan paling dekat dengan dunia diatas, karena pada awalnya dipercayai bahwa roh nenek moyang tinggal di gununggunung. Sebagian besar orang Jawa termasuk dalam golongan yang telah berusaha mencampurkan beberapa konsep dan cara berpikir islam, dengan pandangan asli mengenai alam kodrati (dunia ini) dan alam adikodrati (alam gaib atau supranatural). Pandangan hidup merupakan suatu abstraksi dari pengalaman hidup. Pandangan hidup adalah sebuah pengaturan mental dari pengalaman hidup yang kemudian dapat mengembangkan suatu sikap terhadap hidup. Ciri pandangan hidup orang Jawa realitas yang mengarah kepada pembentukan kesatuan Numinus antara alam nyata, masyarakat dan alam adikodrati yang dianggap keramat. Alam adalah ungkapan kekuasaan yang menentukan kehidupan. Orang Jawa percaya bahwa kehidupan mereka telah ada garisnya, mereka hanya menjalankan saja. Dasar kepercayaan Jawa atau Javanisme adalah keyakinan bahwa segala sesuatu yang ada didunia ini pada hakekatnya adalah satu, atau merupakan kesatuan hidup. Javanisme memandang kehidupan manusia selalu terpaut erat dalam kosmos alam raya. Dengan demikian kehidupan manusia merupakan suatu perjalanan yang penuh dengan pengalaman-pengalaman yang religius. Alam pikiran orang Jawa merumuskan kehidupan manusia berada dalam dua kosmos (alam) yaitu makrokosmos dan mikrokosmos. Makrokosmos dalam pikiran orang Jawa adalah sikap dan pandangan hidup terhadap alam semesta, yang mengandung kekuatan-kekuatan supranatural (adikodrati). Tujuan utama dalam hidup adalah mencari serta menciptakan keselarasan atau keseimbangan antara kehidupan makrokosmos dan mikrokosmos. Dalam makrokosmos pusat alam semesta adalah Tuhan. Alam semesta memiliki hirarki yang ditujukan dengan adanya jenjang alam kehidupan dan adanya tingkatan dunia yang semakin sempurna ( dunia atas - dunia manusia - dunia bawah ). Alam semesta terdiri dari empat arah utama ditambah satu pusat yaitu Tuhan yang mempersatukan dan memberi keseimbangan. Sikap dan pandangan terhadap dunia nyata ( mikrokosmos ) adalah tercermin pada kehidupan manusia dengan lingkungannya, susunan manusia dalam masyarakat, tata kehidupan manusia seharihari dan segala sesuatu yang nampak oleh mata. Dalam menghadapi kehidupan manusia yang baik dan benar didunia ini tergantung pada kekuatan batin dan jiwanya. Bagi orang Jawa dahulu, pusat dunia ini ada pada pimpinan atau raja dan keraton, Tuhan adalah pusat makrokosmos sedangkan raja dianggap perwujudan wakil Tuhan di dunia, sehingga dalam dirinya terdapat keseimbangan berbagai kekuatan dari dua alam. Jadi raja dipandang sebagai pusat komunitas di dunia seperti halnya raja menjadi mikrokosmos dari wakil Tuhan dengan keraton sebagai tempat

2

kediaman raja. Keraton merupakan pusat keramat kerajaan dan bersemayamnya raja karena rajapun dianggap merupakan sumber kekuatan-kekuatan kosmis yang mengalir ke daerah kedaulatannya dan membawa ketentraman, keadilan dan kesuburan wilayah. Hal hal diatas merupakan gambaran umum tentang alam pikiran serta sikap dan pandangan hidup yang dimiliki oleh orang Jawa pada jaman kerajaan. Alam pikiran ini telah berakar kuat dan menjadi landasan falsafah dari segala perwujudan yang ada dalam tata kehidupan orang Jawa.

KEJAWEN

Mari kita mengutip satu tembang Jawa Tak uwisi gunem iki Niyatku mung aweh wikan Kabatinan akeh lire Lan gawat ka liwat-liwat Mulo dipun prayitno Ojo keliru pamilihmu Lamun mardi kebatinan saya akhiri pembicaraan ini saya hanya ingin memberi tahu kabatinan banyak macamnya dan artinya sangat gawat maka itu berhati-hatilah Jangan kamu salah pilih kalau belajar kebatinan

Tembang ini menggambarkan nasihat seorang tua (pinisepuh) kepada mereka yang ingin mempelajari kabatinan cara kejawen. Kiranya perlu dipahami bahwa tujuan hakiki dari kejawen adalah berusaha mendapatkan ilmu sejati untuk mencapai hidup sejati, dan berada dalam keadaan harmonis hubungan antara kawula (manusia) dan Gusti (Pencipta) ( jumbuhing kawula Gusti ) /pendekatan kepada Yang Maha Kuasa secara total. Keadaan spiritual ini bisa dicapai oleh setiap orang yang percaya kepada Tuhan, yang mempunyai moral yang baik, bersih dan jujur. beberapa laku harus dipraktekkan dengan kesadaran dan ketetapan hati yang mantap. Pencari dan penghayat ilmu sejati diwajibkan untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi semua orang serta melalui kebersihan hati dan tindakannya. Cipta, rasa, karsa dan karya harus baik, benar, suci dan ditujukan untuk mamayu hayuning bawono. Ati suci jumbuhing Kawulo Gusti : hati suci itu adalah hubungan yang serasi antara Kawulo dan Gusti, kejawen merupakan aset dari orang Jawa tradisional yang berusaha memahami dan mencari makna dan hakekat hidup yang mengandung nilai-nilai. Dalam budaya jawa dikenal adanya simbolisme, yaitu suatu faham yang menggunakan lambang atau simbol untuk membimbing pemikiran manusia kearah pemahaman terhadap suatu hal secara lebih dalam. Manusia mempergunakan simbol sebagai media penghantar komunikasi antar sesama dan segala sesuatu yang dilakukan manusia merupakan perlambang dari tindakan atau bahkan karakter dari manusia itu selanjutnya. Ilmu pengetahuan adalah simbol-simbol dari Tuhan, yang diturunkan kepada manusia, dan oleh manusia simbol-simbol itu ditelaah dibuktikan dan kemudian diubah menjadi simbol-simbol yang lebih mudah difahami agar bisa diterima oleh manusia lain yang memiliki daya tangkap yang berberda-beda. Biasanya sebutan orang Jawa adalah orang yang hidup di wilayah sebelah timur sungai Citanduy dan Cilosari. Bukan berarti wilayah di sebelah barat-nya bukan wilayah pulau Jawa. Masyarakat Jawa

3

adalah masyarakat yang menjunjung tinggi rasa kekeluargaan dan suka bergotong royong dengan semboyannya “saiyeg saekoproyo “ yang berarti sekata satu tujuan. Kisah suku Jawa diawali dengan kedatangan seorang satriya pinandita yang bernama Aji Saka, sampai kemudian satriya itu menulis sebuah sajak yang kemudian sajak tersebut diakui menjadi huruf jawa dan digunakan sebagai tanda dimulainya penanggalan tarikh Caka. Kejawen adalah faham orang jawa atau aliran kepercayaan yang muncul dari masuknya berbagai macam agama ke jawa. Kejawen mengakui adanya Tuhan Gusti Allah tetapi juga mengakui mistik yang berkembang dari ajaran tasawuf agama-agama yang ada. Tindakan tersebut dibagi tiga bagian yaitu tindakan simbolis dalam religi, tindakan simbolis dalam tradisi dan tindakan simbolis dalam seni. Tindakan simbolis dalam religi, adalah contoh kebiasaan orang Jawa yang percaya bahwa Tuhan adalah zat yang tidak mampu dijangkau oleh pikiran manusia, karenanya harus di simbolkan agar dapat di akui keberadaannya misalnya dengan menyebut Tuhan dengan Gusti Ingkang Murbheng Dumadi, Gusti Ingkang Maha Kuaos, dan sebagainya. Tindakan simbolis dalam tradisi dimisalkan dengan adanya tradisi upacara kematian yaitu medo’akan orang yang meninggal pada tiga hari, tujuh hari, empatpuluh hari, seratus hari, satu tahun, dua tahun, tiga tahun, dan seribu harinya setelah seseorang meninggal (tahlillan). Dan tindakan simbolis dalam seni dicontohkan dengan berbagai macam warna yang terlukis pada wajah wayang kulit; warna ini menggambarkan karakter dari masing-masing tokoh dalam wayang. Perkembangan budaya jawa yang mulai tergilas oleh perkembangan teknologi yang mempengaruhi pola pikir dan tindakan orang jawa dalam kehidupan. Maka orang mulai berfikir bagaimana bisa membuktikan hal gaib secara empiris tersebut dengan menggunakan berbagai macam metode tanpa mengindahkan unsur kesakralan. Bahkan terkadang kepercayaan itu kehilangan unsur kesakralannya karena dijadikan sebagai obyek exploitasi dan penelitian. Kebiasaan orang Jawa yang percaya bahwa segala sesuatu adalah simbol dari hakikat kehidupan, seperti syarat sebuah rumah harus memiliki empat buah soko guru (tiang penyangga) yang melambangkan empat unsur alam yaitu tanah, air, api, dan udara, yang ke empatnya dipercaya akan memperkuat rumah baik secara fisik dan mental penghuni rumah tersebut. Namun dengan adanya teknologi konstruksi yang semakin maju, keberadaan soko guru itu tidak lagi menjadi syarat pembangunan rumah. Dengan analisa tersebut dapat diperkirakan bagaimana nantinya faham simbolisme akan bergeser dari budaya jawa. Tapi bahwa simbolisme tidak akan terpengaruh oleh kehidupan manusia tapi kehidupan manusialah yang tergantung pada simbolisme. Dan sampai kapanpun simbolisme akan terus berkembang mengikuti berputarnya sangkakala. Mangkunegara IV (Sembah dan Budiluhur) Mangkunegara IV memiliki empat ajaran utama yang meliputi sembah raga, sembah cipta (kalbu), sembah jiwa, dan sembah rasa. Sembah Raga Sembah raga ialah menyembah Tuhan dengan mengutamakan gerak laku badaniah atau amal perbuatan yang bersifat lahiriah. Cara bersucinya sama dengan sembahyang biasa, yaitu dengan mempergunakan air (wudhu). Sembah yang demikian biasa dikerjakan lima kali sehari semalam dengan mengindahkan pedoman secara tepat, tekun dan terus menerus, seperti bait berikut: Sembah raga puniku / pakartining wong amagang laku / sesucine asarana saking warih / kang wus lumrah limang wektu / wantu wataking wawaton Sembah raga, sebagai bagian pertama dari empat sembah yang merupakan perjalanan hidup yang panjang ditamsilkan sebagai orang yang magang laku (calon pelaku atau penempuh perjalanan hidup kerohanian), orang menjalani tahap awal kehidupan bertapa (sembah raga puniku, pakartining wong amagang laku). Sembah ini didahului dengan bersuci yang menggunakan air (sesucine asarana saking warih). Yang berlaku umum sembah raga ditunaikan sehari semalam lima kali. Atau dengan kata lain bahwa untuk menunaikan sembah ini telah ditetapkan waktu-waktunya lima kali dalam sehari

Kedua. membersihkan hati dari akhlak yang tercela dan budi pekerti yang hina. harapan atau keinginan yang tersimpan di dalam hati. seperti terlihat pada bait berikut: Samengko kang tinutur / Sembah katri kang sayekti katur / Mring Hyang Sukma suksmanen saari-ari / Arahen dipun kecakup / Sembahing jiwa sutengong Dalam rangkaian ajaran sembah Mangkunegara IV yang telah disebut terdahulu. Thaharah (bersuci) itu. sebab orang yang magang laku selain ia menghadirkan seperangkat fisiknya. membersihkan hadats dan najis yang bersifat lahiriah. maka sembah cipta di sini mengandung arti sembah kalbu atau sembah hati. Apabila cipta mengandung arti gagasan. Sembah Cipta ( Kalbu ) Sembah ini kadang-kadang disebut sembah cipta dan kadang-kadang disebut sembah kalbu. kalbu berarti hati . seperti terungkap pada Pupuh Gambuh bait 1 dan Pupuh Gambuh bait 11 berikut : Samengkon sembah kalbu / yen lumintu uga dadi laku / laku agung kang kagungan narapati / patitis teteking kawruh / meruhi marang kang momong. Cara membersihkannya dibasuh dengan air. alam Ilahi. sembah jiwa ini menempati kedudukan yang sangat penting.4 semalam (kang wus lumrah limang wektu). ia juga menghadirkan seperangkat aspek spiritualnya sehingga ia meningkat ke tahap kerohanian yang lebih tinggi. tampak dengan jelas pada bait berikut : . demikian kata Al-Ghazali. Inilah akhir perjalanan hidup batiniah. Keempat. Jika thaharah yang pertama dan kedua menurut Al-Ghazali masih menekankan bentuk lahiriah berupa hadats dan najis yang melekat di badan yang berupa pelanggaran dan dosa yang dilakukan oleh anggota tubuh. tetapi dengan awas emut (selalu waspada dan ingat/dzikir kepada keadaan alam baka/langgeng). namun bukan berarti mengabaikan aspek rohaniah. Sembah lima waktu merupakan shalat fardlu yang wajib ditunaikan (setiap muslim) dengan memenuhi segala syarat dan rukunnya (wantu wataking wawaton). membersihkan anggota badan dari berbagai pelanggaran dan dosa. Sembah raga tersebut. Cara bersucinya tidak seperti pada sembah raga dengn air wudlu atau mandi. Watak suatu waton (pedoman) harus dipedomani. Apabila sembah raga menekankan penggunaan air untuk membasuh segala kotoran dan najis lahiriah. maka sembah itu tidak sah. bukan sembah gagasan atau angan-angan. Sembah ini hendaknya diresapi secara menyeluruh tanpa henti setiap hari dan dilaksanakan dengan tekun secara terus-menerus. Thaharah yang ketiga dan keempat juga tanpa menggunakan air. tidak pula seperti pada sembah kalbu dengan menundukkan hawa nafsu. Ketiga. Sembah raga yang demikian ini wajib ditunaikan terus-menerus tiada henti (wantu) seumur hidup. Sembah Jiwa Sembah jiwa adalah sembah kepada Hyang Sukma ( Allah ) dengan mengutamakan peran jiwa. maka sembah jiwa lebih halus dan mendalam dengan menggunakan jiwa atau al-ruh. Jika sembah cipta (kalbu) mengutamakan peran kalbu. meskipun lebih menekankan gerak laku badaniah. Sedangkan kotoran yang kedua dibersihkan dan dibasuh tanpa air yaitu dengan menahan dan menjauhkan diri dari pelanggaran dan dosa. amung nyunyuda hardaning kalbu). angan-angan. Dengan keharusan memenuhi segala ketentuan syarat dan rukun yang wajib dipedomani (wataking wawaton). Dan yang keempat inilah taharah pada Nabi dan Shiddiqin. Pertama. Ia disebut pepuntoning laku (pokok tujuan atau akhir perjalanan suluk). ada empat tingkat. Tetapi dengan membersihkan hati dari budi jahat dan mengosongkan hati dari apa saja yang selain Allah. Tanpa mempedomani syarat dan rukun. Betapa penting dan mendalamnya sembah jiwa ini. membersihkan hati nurani dari apa yang selain Allah. maka sembah kalbu menekankan pengekangan hawa nafsu yang dapat mengakibatkan terjadinya berbagai pelanggaran dan dosa (sucine tanpa banyu.

Ia didasarkan kepada rasa cemas. maka sembah rasa berarti menyembah Tuhan dengan menggunakan alat batin inti ruh. sembah jiwa berarti menyembah Tuhan dengan alat batin jiwa atau ruh. dalam diri manusia terdapat tiga buah alat batin yaitu." Sembah Rasa Sembah rasa ini berlainan dengan sembah-sembah yang sebelumnya. Sembah yang keempat ini ialah sembah yang dihayati dengan merasakan intisari kehidupan makhluk semesta alam. ditinjau dari segi perjalanan suluk. Pelaksanaan sembah jiwa ialah dengan berniat teguh di dalam hati untuk mengemaskan segenap aspek jiwa. Dengan kata lain. seperti diungkapkan Mangkunegara IV dalam bait berikut: Semongko ingsun tutur / gantya sembah lingkang kaping catur / sembah rasa karasa wosing dumadi / dadi wus tanpa tuduh / mung kalawan kasing batos. demikian menurut Mangkunegara IV. melainkan sembah yang dilakukan di tempat tujuan akhir suluk. sembah ini adalah tingkat permulaan (wong amagang laku) dan sembah yang kedua adalah tingkat lanjutan. maka selanjutnya ia harus mandiri melakukan sembah rasa. Sedangkan sembah ketiga menekankan pengisian seluruh aspek jiwa dengan dzikir kepada Allah seraya mengosongkannya dari apa saja yang selain Allah. Ditinjau dari segi tata cara pelaksanaannya. Pada tingkatan ini. Untuk sampai di sini. Setelah ia diantarkan sampai selamat oleh gurunya untuk memasuki pintu gerbang. sembah yang pertama menekankan kesucian jasmaniah dengan menggunakan air dan sembah yang kedua menekankan kesucian kalbu dari pengaruh jahat hawa nafsu lalu membuangnya dan menukarnya dengan sifat utama. lalu diikatnya kuat-kuat untuk diarahkan kepada tujuan yang hendak dicapai tanpa melepaskan apa yang telah dipegang pada saat itu. ia dipandang telah cukup ahli dalam melakukan sembah dengan mempergunakan aspek-aspek batiniahnya sendiri. kalbu. Maka untuk menghadapi keadaan yang menggumkan itu. Dan di sinilah akhir perjalanan suluknya. Pada tingkat ini ia dipandang telah memiliki kematangan rohani. jiwa/ruh dan inti jiwa/inti ruh (telengking kalbu atau wosing jiwangga) yang memperlihatkan susunan urutan kedalaman dan kehalusannya. tetapi harus dilakukan salik sendiri dengan kekuatan batinnya. maka sembah rasa adalah sembah yang dilakukan bukan dalam perjalanan suluk itu. Berbeda dengan sembah raga dan sembah kalbu. seorang salik masih tetap dibimbing gurunya seperti telah disebut di muka. Jika sembah kalbu mengandung arti menyembah Tuhan dengan alat batin kalbu atau hati seperti disebutkan sebelumnya. Hal yang demikian itu dijelaskan Mangkunegara IV pada bait berikut: "Ruktine ngangkah ngukud / ngiket ngruket triloka kakukud / jagad agung ginulung lan jagad alit / den kandel kumandel kulup / mring kelaping alam kono.5 Sayekti luwih perlu / ingaranan pepuntoning laku / Kalakuan kang tumrap bangsaning batin / Sucine lan awas emut / Mring alaming lama amota. Dengan demikian triloka (alam semesta) tergulung menjadi satu. seorang salik dapat melaksanakan sendiri sembah rasa sesuai petunjukpetunjuk gurunya. Dengan demikian menurut Mangkunegara IV. Oleh karena itu. Alat batin yang belakangan ini adalah alat batin yang paling dalam dan paling halus yang menurut Mangkunegara IV disebut telenging kalbu (lubuk hati yang paling dalam) atau disebut wosing jiwangga (inti ruh yang paling halus). hendaklah perasaan hati dipertebal dan diperteguh jangan terpengaruh apa yang terjadi. Begitu pula jagad besar dan jagad kecil digulungkan disatupadukan. seorang salik telah tiba di tempat yang dituju. Apabila sembah jiwa dipandang sebagai sembah pada proses pencapaian tujuan akhir perjalanan suluk (pepuntoning laku). Pelaksanaan sembah rasa itu tidak lagi memerlukan petunjuk dan bimbingan guru seperti ketiga sembah sebelumnya. tempat sembah yang keempat. Di situlah terlihat alam yang bersinar gemerlapan. .

Sembah tersebut. dihadiri oleh lebih dari 2. . jiwa ayu dan pancasila handayaningratan dari Surakarta. Kejernihan batinlah yang menjadi modal utama. ilmu sejati dari madiun. dan lima yang besar adalah hardapusara dari purworejo. demikian dinyatakan Amongraga. dengan mana usaha menuju kasampurnaning urip (kesempurnaan hidup) dan mendekat Yang Maha Widi (Allah Yang Maha Kuasa) bisa dicapai. karya "kasusastran" Jawa (dalam bentuk syair) yang ditulis oleh Sunan Paku Buono IV. paguyuban ngesti tunggal (pangestu) dari surakarta. Pertemuan-pertemuan itu berhasil mendirikan suatu organisasi bernama Badan Kongres Kebatinan Indonesia (BKKI) (Badan 1956). kejernihan batin dan kecintaan yang mendalam untuk melebur diri di muara samudera luas tanpa tepi dan berjalan menuju kesempurnaan. yang kemudian juga menyelenggarakan dua kongres serta seminar mengenai masalah kebatinan dalam tahun 1959. tidak dapat pula dimintakan bimbingan guru. seperti terlihat pada bait berikut: Iku luwih banget gawat neki / ing rar=’]asantang keneng rinasa / tan kena ginurokake / yeku yayi dan rampung / eneng onengira kang ening / sungapan ing lautan / tanpa tepinipun / pelayaran ing kesidan / aneng sira dewe tan Iyan iku yayi eneng ening wardaya. orang harus melatih kepekaan hati agar tajam menangkap gejala dan tanda-tanda. perukunan kawula manembah gusti. dituntut kemandirian. yakni tidak lebih dari 200 orang. BUDAYA KEBATINAN Di dalam serat Wulang Reh. Orang pun tak boleh mengumbar nafsu makan serta tidur). seorang salik harus merampungkannya sendiri dengan segala ketenangan. sungguh sangat mendalam. Hal ini sesuai dengan wejangan Amongraga kepada Tambangraras dalam Centini bait 156. Kongres berikutnya yang diadakan pada tanggal 7 Agustus tahun berikutnya di Surakarta sebagai lanjutannya. Kesemuanya itu tergantung pada diri sendiri. susila budi darma (SUBUD) yang asalnya berkembang di semarang. dan trimurti naluri majapahit dari mojokerto dan lain-lain. ilmu kebatinan kasunyatan dari yogyakarta. Sejarah budaya Kebatinan Pada tanggal 19 dan 20 Agustus 1955 di Semarang telah diadakan kongres dari berpuluh-puluh budaya kebatinan yang ada di berbagai daerah di jawa dengan tujuan untuk mempersatukan semua organisasi yang ada pada waktu itu. Dalam tembang Kinanthi ajaran itu bertutur : Pada gulangen ing kalbu ing sasmita amrih lantip aja pijer mangan nendra kaprawiran den kaesti pesunen sarira nira sudanen dhahar lan guling (Intinya. Kebanyakan budaya kebatinan di Jawa awalnya merupakan budaya lokal saja dengan anggota yang terbatas jumlahnya. 1961 dan 1962 (Pakan 1978:98). Oleh karena itu. tidak dapat diselami dengan kata-kata. Sebagian kecil dari budaya kebatinan ini biasanya mempunyai anggota tak lebih dari 200 orang namun ada yang beranggotakan lebih dari 1000 orang yang tersebar di berbagai kota di jawa dan terorganisasi dalam cabang-cabang. keberanian dan keteguhan hati seorang salik. seperti Penunggalan.000 peserta yang mewakili 100 organisasi. terdapat juga ajaran untuk hidup secara asketik. Budaya seperti itu secara resmi merupakan “aliran kecil”. paguyuban sumarah dan sapta dari yogyakarta.6 Di sini. tanpa menyandarkan kepada orang lain.

Jumlah anggotanya konon sudah mencapai beberapa ribu orang. Doktrin ajaran organisasi itu dimuat dalam buku berjudul susila budhi dharma. yang diantaranya ada yang berlatar belakang pendidikan psikologi. pusatnya sekarang berada di Jakarta. Paguyuban sumarah juga merupakan organisasi besar yang dimulai sebagai suatu gerakan kecil. Eropa. dengan pemimpinnya bernama R. Kediri dan sebagainya (jong 1973: 10-12). Ahli sosiolagi Selosoemardjan berpendirian bahwa orang jawa pada umumnya cenderung untuk .000 orang baik yang berasal dari golongan priyayi maupun dari kelas-kelas masyarakat lain. namun berkembang kembali tahun 1950 di Yogyakarta. melaporkan bahwa dalam propinsi jawa tengah saja tercatat sebanyak 286 organisasi kebatinan dalam tahun 1870. Berbeda dengan keempat organisasi yang lain. biasanya menjelaskan bahwa timbulnya berbagai budaya itu disebabkan karena sebagian besar orang jawa butuh mencari hakekat alam semesta. Gerakan ini didirikan oleh Soenarto. atau lebih terkenal dengan nama Pangestu adalah sebuah budaya kebatinan lain yang luas jangkauannya. intisari kehidupan dan hakekat Tuhan. Dalam tahun 1970 ada 13 organisasi kebatinan di sana. Pangestu didirikan di surakarta pada bulan mei 1949. Para pengikutnya mula-mula adalah seorang priyayi dari Purworejo dan beberapa kota lain di daerah bagelan. S. Sepuluh lainnya adalah organisasi-organisasi yang besar. Majalah yang dikeluarkan organisasi itu dwijawara merupakan tali pengikat bagi para anggotanya yang tersebar itu. Yogyakarta. Banyak dari para pengikutnya adalah orang Asia. Madiun. Ia konon menamatkan ilmu dari menerima wangsit dan ajaran-ajarannya semula disebut kawruh kasunyatan gaib. yang dalam tahun 1895 didirikan oleh Kyai Kusumawicitra. Budaya ini tidak mau disebut budaya kebatinan. Walaupun demikian para pemimpinnya hampir semua priyayi. Ia mengaku menerima wahyu pada tahun 1935. Sukirno Hartono dari Yogyakarta. de jong yang mempelajari budaya kebatinan jawa di jawa tengah. Beliau berasal dari desa keplakan dekat pare. Sapta darma adalah yang termuda dari kelima gerakan kebatinan yang terbesar di jawa yang didirikan tahun 1955 oleh guru agama bernama Hardjosaputro yang kemudian mengganti namanya menjadi Panuntun Sri Gutomo. dan anggota-anggotanya yang kini sudah berjumlah 50. Pada akhir tahun 1940-an gerakan itu mulai mundur. yaitu Buku Kawula Gusti dan Wigati. Susila budi (SUBUD) didirikan pada tahun 1925 di semarang. Ajaran-ajarannya termaktub dalam dua buah buku yang oleh para pengikutnya sudah hampir dianggap keramat. lima diantaranya dengan anggota sebanyak antara 30-70 orang. melainkan menamakan dirinya “Pusat Latihan Kejiwaan”. Namun anggota yang berasal dari daerah pedesaan juga banyak yaitu yang tinggal di pemukiman transmigrasi di sumatera dan kalimantan. seorang petani desa kemanukan dekat purworejo. Jumlah anggotanya kini sudah mencapai 115.7 Hardapusara adalah yang tertua diantara kelima gerakan yang terbesar itu. dan juga Jakarta. yang berpusat dikota-kota lain seperti Jakarta. namun Surakarta sebagai pusat kebudayaan jawa agaknya masih merupakan tempat dimana terdapat paling banyak organisasi kebatinan yang terpenting. Pengikut-pengikut terkemuka dari budaya kebatinan. yang di antara tahun 1932 dan 1933 menerima wangsit yang oleh kedua orang pengikutnya dicatat dan kemudian diterbitkan menjadi buku sasangka djati. Buku yang berisi ajarannya adalah kitab pewarah sapta darma. Australia dan Amerika. Pagguyuban ngesti tunggal. Anggota-anggotanya yang berjumlah beberapa ribu itu tersebar di berbagai kota diseluruh Indonesia dan mempunyai sebanyak 87 cabang di luar negeri. Jawa timur. terutama berasal dari kalangan priyayi. Walaupun budaya kebatinan ada di seluruh daerah di jawa. Ng. sapta darma beranggotakan orang-orang dari daerah pedesaan dan orang-orang pekerja kasar yang tinggal di kota-kota. organisasi ini dahulu pernah berkembang dan mempunyai cabang-cabangnya di berbagai kota di Jawa Tengah. dengan kemungkinan bahwa masih ada organisasi-organisasi kecil lainnya yang tidak terdaftar di sana. tetapi ada satu yang anggotanya sekitar 500 orang dalam tahun 1970.000 orang tersebar di banyak kota di Jawa. selain itu gerakan itu juga menerbitkan majalah berkala berjudul Pewarta Kejiwaan Subud.

8

mencari keselarasan dengan lingkungan dan hati nuraninya, yang sering dilakukannya dengan cara-cara metafisik. Mistik Kebatinan Menurut pandangan ilmu mistik kebatinan orang jawa, kehidupan manusia merupakan bagian dari alam semesta secara keseluruhan, dan hanya merupakan bagian yang sangat kecil dari kehidupan alam semesta yang abadi, dimana manusia itu seakan-akan hanya berhenti sebentar untuk minum. Sikap. Gaya hidup, dan banyak aktivitas sebagai latihan upacara yang harus diterima dan dilakukan oleh seorang, yang ingin menganut mistik dibawah pimpinan guru dan panuntun agama itu, pada dasarnya sama pada berbagai gerakan kebatinan jawa yang ada. Hal yang mutlak perlu adalah kemampuan untuk melepaskan diri dari dunia kebendaan, yaitu memiliki sifat rila (rela) untuk melepaskan segala hak milik, pikiran atau perasaan untuk memiliki, serta keinginan untuk memiliki.. melalui sikap rohaniah ini orang dapat membebaskan diri dari berbagai kekuatan serta pengaruh dunia kebendaan di sekitarnya. Sikap menyerah serta mutlak ini tidak boleh dianggap sebagai tanda sifat lemahnya seseorang; sebaliknya ia menandakan bahwa orang seperti itu memiliki kekuatan batin dan keteguhan iman. Kemampuan untuk membebaskan diri dari dunia kebendaan dan kehidupan duniawi juga melibatkan sikap narima yaitu sikap menerima nasib, dan sikap bersabar, yang berarti sikap menerima nasib dengan rela. Kemampuan untuk memiliki sikap-sikap semacam itu dapat diperoleh dengan hidup sederhana dalam arti yang sesungguhnya, hidup bersih, tetapi juga dengan jalan melakukan berbagai kegiatan upacara kegiatan upacara yang meningkatkan kemampuan berkonsentrasi dengan jalan mengendalikan diri, dan melakukan berbagai latihan samadi. Melalui latihan bersemedi di harapkan agar orang dapat membebaskan dirinya dari keadaan sekitarnya, yaitu menghentikan segala fungsi tubuh dan keinginan serta nafsu jasmaninya. Hal ini dapat memberikan keheningan pikiran dan membuatnya mengerti dan menghayati hakekat hidup serta keselarasan antara kehidupan rohaniah dan jasmaniah. Apabila orang sudah bebas dari beban kehidupan duniawi (pamudharan), maka orang itu setelah melalui beberapa tahap berikutnya, pada suatu saat akan dapat bersatu dengan Tuhan ( jumbuhing kawula Gusti, atau manunggaling kawulaGusti ) /Pendekatan kepada Illahi. Namun dengan tercapainya pamudharan, yang memungkinkan orang untuk melepaskan diri dari kehidupan dunia kebendaan, orang itu juga tidak terbebas dari kewajiban-kewajibannya dalam kehidupan yang konkret; bahkan, orang yang sudah mencapai pamudharan, wajib amemayu ayuning bawana, atau berupaya memperindah dunia, yaitu berusaha memelihara dan memperindah dengan jalan melakukan hal-hal yang baik, dan hidup dengan penuh tanggung jawab. Gerakan Untuk Purifikasi Jiwa Semua organisasi kebatinan yang besar umumnya, memang bersifat mistis; banyak gerakan kebatinan, terutama yang jumlah anggotanya sedikit, hanya berusaha untuk mencapai purifikasi jiwa, Hal yang mereka inginkan adalah memperoleh suatu kehidupan kerohanian yang mantap, tanpa rasa takut dan rasa ketidak-pastian. Inilah yang oleh orang jawa disebut orang yang sudah “bebas” (kamanungsan, kasunyatan). Cara untuk kamanungsan pada umumnya sama dengan cara untuk mencapai pamudharan tersebut diatas. Kecuali beberapa variasi kecil, maka cara untuk mencapai purifikasi jiwa pada dasarnya adalah dengan menjalankan kehidupan yang penuh tanggung jawab, baik secara moral, sederhana, mampu membebaskan diri dari keduniawian, mempunyai sikap yang baik terhadap kehidupan, nasib dan kematian dan melakukan samadi secara ketat. Oleh karena gerakan-gerakan kebatinan ini berusaha mencari kebebasan rohaniah individu, maka orang mudah mengerti bahwa sifatnya agak individualis; gerakan-gerakan seperti itu paling tidak menarik bagi orang-orang yang membutuhkan kehidupan keagamaan, tanpa harus menaati peraturan-peraturan keagamaan yang resmi secara ketat, namun menyesuaikan dengan adat istiadat (Said 1972-a: 153-154)

9

Kebatinan Yang Berdasarkan Ilmu Gaib Di seluruh daerah tempat tinggal orang jawa banyak terdapat gerakan-gerakan kebatinan yang hanya beranggotakan beberapa puluh orang saja. Kebanyakan dari gerakan seperti itu berpusat di kotakota dan pada umumnya bersifat rahasia, yaitu dengan tujuan-tujuan yang bersifat mistik, moralis, atau etis dan dipimpin oleh seorang guru. Untuk mencapai tujuannya, para anggota gerakan seperti itu banyak melakukan praktek-praktek ilmu gaib, disamping studi dan bersamadi. Banyak dari budaya semacam itu pada awalnya adalah suatu organisasi yang mengajar seni bela diri pencak. Kecuali memberi latihan fisik, gurunya juga melatih murid-muridnya untuk melakukan meditasi. Untuk menciptakan suasana keramat, ada juga yang ditambah berbagai ritus ilmu gaib secara rahasia yang dimaksudkan agar para muridnya, memperoleh kekebalan dan kesaktian tertentu.

CIPTA TUNGGAL

Cipta bermakna: pengareping rasa, tunggal artinya satu atau difokuskan ke satu obyek. Jadi Cipta Tunggal bisa diartikan sebagai konsentrasi cipta. 1. Cipta, karsa ( kehendak ) dan pakarti ( tindakan ) selalu aktif selama orang itu masih hidup. Pakarti bisa berupa tindakan fisik maupun non fisik, pakarti non fisik misalnya seseorang bisa membantu memecahkan atau menyelesaikan masalah orang lain dengan memberinya nasehat, nasehat itu berasal dari cipta atau rasa yang muncul dari dalam. Sangatlah diharapkan seseorang itu hanya menghasilkan cipta yang baik sehingga dia juga mempunyai karsa dan pakarti / tumindak yang baik, dan yang berguna untuk diri sendiri atau syukur -syukur pada orang lain. 2. Untuk bisa mempraktekkan tersebut diatas, orang itu harus selalu sabar, konsestrasikan cipta untuk sabar, orang itu bisa makarti dengan baik apabila kehendak dari jiwa dan panca indera serasi lahir dan batin. Ingatlah bahwa jiwa dan raga selalu dipengaruhi oleh kekuatan api, angin, tanah dan air. 3. Untuk memelihara kesehatan raga, antara lain bisa dilakukan : a. Minumlah segelas air dingin dipagi hari, siang dan malam sebelum tidur, air segar ini bagus untuk syarat dan bagian-bagian tubuh yang lain yang telah melaksanakan makarti. b. Jagalah tubuh selalu bersih dan sehat, mandilah secara teratur di negeri tropis sehari dua kali. c. Jangan merokok terlalu banyak. d. Konsumsilah lebih banyak sayur-sayuran dan buah-buahan dan sedikit daging, perlu diketahui daging yang berasal dari binatang yang disembilah dan memasuki raga itu bisa berpengaruh kurang baik, maka itu menjadi vegetarian ( tidak makan daging ) adalah langkah yang positif. e. Kendalikanlah kehendak atau nafsu, bersikaplah sabar, narima dan eling. Janganlah terlalu banyak bersenggama, seminggu sekali atau dua kali sudah cukup. 4. Berlatihlah supaya cipta menjadi lebih kuat, pusatkan cipta kontrol panca indera. Tenangkan badan (heneng) dengan cipta yang jernih dan tentram (hening). Bila cipta bisa dipusatkan dan difokuskan

10

5.

6. 7. 8.

kearah satu sasaran itu bagus, artinya cipta mulai mempunyai kekuatan sehingga bisa dipakai untuk mengatur satu kehendak. Buatlah satu titik atau biru ditembok atau dinding ( . ) duduklah bersila dilantai menghadap ke tembok, pandanglah titik itu tanpa berkedip untuk beberapa saat, konsentrasikan cipta, kontrol panca indera, cipta dan pikiran jernih ditujukan kepada titik tersebut. Jangan memikirkan yang lain, jarak mata dari titik tersebut kira-kira tujuh puluh lima sentimeter, letak titik tersebut sejajar dengan mata, lakukan itu dengan santai. Lakukan latihan pernafasan dua kali sehari, pada pagi hari sebelum mandi demikian juga pada sore hari sebelum mandi tarik nafas dengan tenang dalam posisi yang enak. Lakukan olah raga ringan (senam) secara teratur supaya badan tetap sehat, sehingga mampu mendukung latihan olah nafas dan konsentrasi. Hisaplah kedalam badan Sari Trimurti pada hari sebelum matahari terbit dimana udara masih bersih, lakukan sebagai berikut : Tarik nafas Tahan Nafas Keluarkan Nafas Jumlah 10 detik 10 detik 10 detik 30 detik minggu I : 3 kali 15 detik 10 detik 15 detik 40 detik minggu II : 3 kali 20 detik 10 detik 20 detik 50 detik minggu III : 3 kali 26 detik 8 detik 26 detik 60 detik minggu IV : 3 kali

9. Untuk memperkuat otak tariklah nafas dengan lobang hidung sebelah kiri, dengan cara menutup lobang hidung sebelah kanan dengan jari, lalu tahan nafas selanjutnya keluarkan nafas melalui lobang hidung sebelah kanan, dengan menutup lobang hidung sebelah kiri dengan jari. Tarik nafas Tahan Nafas Keluarkan Nafas Jumlah 4 detik 8 detik 4 detik 16 detik minggu I : 7 kali 10 detik 7 detik 10 detik 27 detik minggu II : 7 kali 10 detik 10 detik 10 detik 30 detik minggu III & IV : 7 kali 20 detik 20 detik 20 detik 60 detik minggu V : 7 kali 10. Karsa akan terpenuhi apabila nasehat-nasehat diatas dituruti dengan benar, praktekkan samadi pada waktu malam hari, paling bagus tengah malam ditempat atau kamar yang bersih. Kontrol panca indera, tutuplah sembilan lobang dari raga, duduk bersila dengan rilek, fokuskan pandangan kepada pucuk hidung. Tarik nafas, tahan nafas, dan keluarkan nafas dengan tenang dan santai, konsentrasikan cipta lalu dengarkan suara nafas. Pertama-tama akan dirasakan sesuatu yang damai dan apabila telah sampai saatnya orang akan bisa berada berada dalam posisi hubungan harmonis antara kawula dan Gusti ALLAH 11. Cobalah lakukan sebagai berikut : a. Lupakan segalanya selama dua belas detik b. Dengan sadar memusatkan cipta kepada dzat yang agung selama seratus empat puluh detik. c. Jernihkan pikiran dan rasa selama satu, dua atau tiga jam ( semampunya ) 12. Tujuh macam tapa raga, yang perlu dilakukan a. Tapa mata, mengurangi tidur artinya jangan mengejar pamrih. b. Tapa telinga, mengurangi nafsu artinya jangan menuruti kehendak jelek. c. Tapa hidung, mengurangi minum artinya jangan menyalahkan orang lain d. Tapa bibir, mengurangi makan artinya jangan membicarakan kejelekan orang lain e. Tapa tangan, jangan mencuri artinya jangan mudah memukul orang f. Tapa alat seksual, mengurangi bercinta dan jangan berzinah g. Tapa kaki, mengurangi jalan artinya jangan membuat kesalahan

minum pada waktu haus. Tidak ragu-ragu b. Mar adalah udara. tetapi ada baik dan kamu juga harus mempunyai hubungan yang serasi dengan mereka yaitu : a. Puser. Mereka berlima itu dilahirkan melalui ibu. tempatnya di utara warnanya hitam. tidak mencampuri urusan orang e. tidak iri kepada sukses orang lain. bangsa. Tapa hidup. Mereka memang ditugaskan oleh kekuasaan alam untuk selalu dengan setia membantu. pusar yang dipotong sesudah kelahiranmu. pelajarilah ilmu luhur yang berguna untuk diri sendiri dan orang lain. Badan itu maunya menyenang-nyenangkan diri. Sembah raga Ini adalah tapa dari badan jasmani. saudara tua kawah. Selain sedulur papat diatas. tidur pada waktu sudah mengantuk. Berketetapan hati a. sedangkan Marti adalah udara yang merupakan rasa ibu sesudah selamat melahirkan si jabang bayi. Sedulur papat kalimo pancer Orang Jawa tradisional percaya eksistensi dari sedulur papat ( saudara empat ) yang selalu menyertai seseorang dimana saja dan kapan saja. Merekalah yang disebut sedulur papat kalimo pancer. merasa gembira tanpa batas. kamu bisa meminta bantuan Mar dan Marti hanya sesudah kamu melaksankan tapa brata ( laku spiritul yang sungguh-sungguh ). bersyukur tidak mencurigai orang lain melakukan hal yang jahat c. dia dikeluarkan dari gua garba ibu sesudah kamu. itu juga baik buat kamu. yang dihasilkan karena perjuangan ibu saat melahirkan bayi.11 13. Getih. Selalu yakin orang yang kehilangan keyakinan atas kepercayaan diri adalah seperti pusaka yang kehilangan yoninya atau kekuatannya 15. mereka ada karena kamu ada. kepercayaan dan agama. Artinya kalau kamu berbuat baik kepada orang lain. usahakan supaya badan menuruti kehendak cipta yaitu dengan jalan: bangun pagi hari. tempatnya di selatan warnanya merah d. selama orang itu hidup didunia. setia tidak bohong. Tingkatkan sembah. kalau kamu melukai orang lain itu juga melukai dirimu sendiri. waspada dan eling 14. mereka tidak tidak punya badan jasmani. Tapa nafsu. tidak mengeluh dan sabar pada saat menderita d. Tujuh macam tapa jiwa yang perlu dilakukan a. Sementara orang menyebut mereka keblat papat lima tengah. rendah hati melaksanakan hanya hal yang baik b. bersifat luhur berpikiran jernih g. semua manusia itu sama : saya adalah kamu ( tat twan asi ). yang lain adalah Kalima Pancer. b. jangan malas lalu sebagai manusia normal bekerjalah. 16. c. Mulai hari ini. Ada guru laku yang mengatakan bahwa seseorang itu tidak diperkenankan melakukan pujabrata. mandi. kedudukan. Tapa jiwa. tempatnya di timur warnanya putih. mereka itu adalah Mar dan Marti. sebelum melewati tapabrata. tenang dan kuat dalam panalongso f. Kakang kawah. Makanlah makanan yang tidak berlebihan dan tidur secukupnya saja: makan pada waktu lapar. menyembah kepada Tuhan Yang Maha Esa yang berarti juga menghormati dan memuja-Nya. (empat jurusan yang kelima ada ditengah). Menghormati orang lain tanpa memandang jenis kelamin. Tapa cahaya. Secara mistis Mar dan Marti ini warnanya putih dan kuning. Tapa hati. . Tapa raga. 17. dia keluar dari gua garba ibu sebelum kamu. Adi ari-ari. istilah lainnya ialah Pujabrata. a. tempatnya di barat warnanya kuning. berbentuk udara. adik ari-ari. darah yang keluar dari gua garba ibu sewaktu melahirkan. suku. Tapa rasa. pancer kelima itulah badan jasmani kamu. seperti diketahui badan hanyalah mengikuti perintah batin dan kehendak.

2. kamu merasa seolah-olah sepi tidak ingat apapun. fokuskan kepada itu 5. Dengan begitu rasa kamu akan menjadi tajam dan kamu akan mulai melihat kenyataan. Cahaya itu adalah pramana kamu sendiri. dengan rasa yang mendalam menggunakan jiwa suksma yang telah kamu temui pada waktu pada heneng. Berlatih cipta sebagai berikut : 1. laksanakan dengan santai saja 4. Jangan memaksa ragamu. Kamu harus selalu mengerjakan hal-hal yang baik dan benar. 2. Sembah cipta 1.12 b. Kita akan mengerti dengan sempurna atas kenyataan hidup dan keberadaan semua mahluk melalui olah samadi atau memahami Sangkan Paraning Dumadi. . Biasakanlah melakukan hal ini. c. 2. hening dan eling. kontrollah nafsumu dan taklukan keserakahan. ini adalah sembah batin yang tidak melibatkan lahir. sampai kamu merasa bahwa apa yang kamu kerjakan itu adalah sesuatu yang memang harus kamu kerjakan. seolah-olah badan astral dan mental tidak berfungsi. ditempat yang sesuai. Ini hanya bisa dilaksanakan dengan keteguhan hati sehingga hasilnya akan terlihat. Lakukan dengan teratur ditengah. kamu dan cahaya itu saling melindungi. Sembah jiwa Sembah jiwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Kini kamu berada dijalan yang menuju ke kenyataan sejati. kamu akan merasa yakin pada waktu bersamadi. Sembah rasa artinya sejati ( rasa sejati ) 1. kamu lupa tetapi jiwa tetap eling ( sadar ) itulah situasi heneng dan hening dan sekaligus eling kesadaran dari rasa sejati. Apabila kamu melihat cahaya yang sangat tenang tetapi tidak menyilaukan itu pertanda kamu sudah mulai membuka dunia kenyataan. dan sama sekali tidak menjadi beban. Kita bisa mengerti dengan sempurna untuk apa kita diciptakan dan selanjutnya apakah tujuan hidupmu. Konsentrasikan rasa kamu 3. tidak terpisahkan. d. kamu harus melatih pikiranmu kepada kenyataan sejati kawula engenal Gusti. Kehendahmu jernih. hubungan harmonis antara kawula dan Gusti layaknya seperti manisnya madu dan madunya.

iku cetha yen ora apik. Kethek lan Manuk Merak. mulane Rasa Samar Mati iku banjur dianggep minangka Sadulur Tuwa. lire kudu bisa ngatasi krodhane sedulur papat. Mutmainah / Kautaman : Senajan kuwi kautaman utawa kabecikan. Mula manungsa kang kabulet nafsu asmara digambarake bisa ngobong jagad. lan Manuk Merak nggambarake nafsu Mutmainah. Mula kuwi. SEDULUR PAPAT LIMA PANCER Njupuk sumber saka Kitab Kidungan Purwajati seratane . Yen Kawah wis mancal medhal. Kewan cacah papat mau nggambarake nafsu patang warna yaiku : Macan nggambarake nafsu Amarah. Wetune Rah (Rahsa) iki uga ing wektu akhir.13 PAPAT LIMA PANCER Ing Kekayon wayang purwa kang kaprahe kasebut Gunungan. mula Rahsa iku uga dianggep Sedulur Enom. ana kono gambar Macan. mula kuwi yen ora dikendaleni. Kethek lan Manuk Merak. banjur disusul laire bayi. Kethek nggambarake nafsu Aluamah. Bantheng nggambarake nafsu Supiyah. nanging yen kabeh duwene duwit diwenehake satemah uripe dewe rusak. Kocape kuwi mujudake Sedulur Papat mungguhing manungsa. Ari-Ari. Kethek nggambarake nafsu Aluamah. lan Manuk Merak nggambarake nafsu Mutmainah kang kabeh mau bisa dibabarake kaya ukara ing ngisor iki: Amarah : Yen manungsa ngetutake amarah iku tartamtu tansaya bengkerengan lan padudon wae. Puser (Tali Plasenta) iku umume PUPAK yen bayi wis umur pitung dina. Cethane mancer marang uwonge kuwi. nanging yen ngluwihi wates ya tetep ora becik. Adhi AriAri lan Rahsa kuwi?. manungsa kepengine bisa urip nganti pitung turunan. kamangka sabar iku mujudake alat kanggo nyaketake dhiri marang Allah SWT. kakang Kawah. Contone. diwiwiti saka tembang Dhandanggula kang cakepane mangkene : Ana kidung ing kadang Marmati Amung tuwuh ing kuwasanira Nganakaken saciptane Kakang Kawah puniku Kang rumeksa ing awak mami Anekakake sedya Ing kuwasanipun Adhi Ari-Ari ingkang Memayungi laku kuwasanireki Angenakken pangarah Ponang Getih ing rahina wengi Ngrerewangi ulah kang kuwasa Andadekaken karsane Puser kuwasanipun Nguyu-uyu sabawa mami Nuruti ing panedha Kuwasanireku Jangkep kadang ingsun papat Kalimane wus dadi pancer sawiji Tunggal sawujud ingwang Ing tembang dhuwur iku disebutake yen " Sedulur Papat " iku Marmati. menehi duwit marang wong kang kekurangan kuwi becik. Puser kang copot saka udel kuwi uga dianggep Sedulure bayi. kapara kudu menang. sedulur papat iku kudu direksa lan diatur supaya aja nganti ngelantur. Geneya kok disebut Marmati. lan Getih kang kaprahe diarani Rahsa. mulane Ari-Ari iku diarani Sedulur Enom lan kasebut Adhi Ari-Ari Lamun ana wong abaran tartamtu ngetokake Rah ( Getih ) sapirang-pirang. Aluamah / Srakah : Manungsa kuwi umume padha nduweni rasa srakah lan aluamah. Yen manungsa . Supiyah / Kaendahan : Manungsa kuwi umume seneng marang kang sarwa endah yaiku wanita (asmara). Manungsa diuji aja nganti kalah karo sedulur papat kasebut. Marmati iku tegese Samar Mati ! lire yen wong wadon pas nggarbini ( hamil ) iku sadina-dina pikirane uwas Samar Mati. kang dhisik dhewe iku metune Banyu Kawah sak durunge laire bayi. mula Kawah banjur dianggep Sadulur Tuwa kang lumrahe diarani Kakang Kawah. Kocape kuwi mujudake Sedulur Papat mungguhing manungsa. Sarehne Ari-Ari iku metune sakwise bayi lair. Bantheng nggambarake nafsu Supiyah. sakwise kuwi banjur disusul wetune Ari-Ari. Kewan cacah papat mau nggambarake nafsu patang warna yaiku : Macan nggambarake nafsu Amarah. ana kono gambar Macan. Kawah. Rasa uwas kawatir pralaya anane dhisik dhewe sadurunge metune Kawah. Mula banjur tuwuh unen-unen " SEDULUR PAPAT LIMA PANCER " 0 Kekayon wayang purwa kang kaprahe kasebut Gunungan. Bantheng. bisa-bisa manungsa koncatan kasabaran. Kabeh kuwi mancer neng Puser (Udel) yaiku mancer ing Bayi. Iki dianggep Pancer pusate Sedulur Papat. Bantheng. Wong nggarbini yen pas babaran kae. Ari-Ari lan Rahsa kuwi mau.

dengan jalan berpuasa pada bulan puasa (Siyam) ada terkadang juga berpuasa selama beberapa hari (Nglowong) menjelang hari-hari besar Islam. dan anggapan bahwa dengan menjalankan kehidupan yang ketat dengan disiplin tinggi. Ing kene dununge pancer kudu bisa dadi paugeran lan dadi pathokan. Dalam keadaan seperti itu melakukan tirakat dapat dianggap sebagai tanda rasa prihatin yang dianggap perlu oleh orang Jawa bila seseorang berada dalam keadaan bahaya. waktu mengalami krisis dalam keluarga. yang berasal dari buku-buku Veda. dan terutama bahwa orang yang telah melakukan usaha semacam itu kelak akan mendapatkan pahala.14 dikalahake dening sedulur papat iki. yang tidak dapat ditembus oleh sinar cahaya (patigeni). epidemi dan sebagianya. orang dapat mencapai tujuan-tujuan yang sangat penting. Tirakat kadang-kadang dijalankan dengan berpantang makan kecuali nasi putih saja (Mutih) pada hari senin dan kamis. Bener orane. ateges jagade bubrah. Dalam ceritacerita wayang kita sering dapat menjumpai adanya tokoh pahlawan yang menjalankan tapa. konsep tapa dan tapabrata diambil langsung dari konsep Hindu tapas. atau adat untuk berpuasa dan menyendiri dalam suatu ruangan (ngebleng). Bertapa ( Tapabrata ) Tapabrata dianggap oleh para penganut agami Jawi sebagai suatu hal yang sangat penting. tetapi dapat juga pada waktu suatu masyarakat atau negara berada dalam suatu masa bahaya. untuk jatah makannya selama satu atau dua hari. Tirakat dapat juga dijalankan pada saat-saat khusus. misalnya pada waktu orang menghadapi suatu tugas berat. seperti pada Bakda Besar (Bulan pertama menurut perhitungan orang Jawa). menempuh kesukaran dan ketidaknyamanan untuk maksud-maksud ritual dalam budaya spiritualnya. nyumanggakake TIRAKAT Liring sepuh sepi hawa Awas roroning atunggal Tan samar pamoring sukma Sinukmanya winahya ing ngasepi Sinimpen telenging kalbu Pambukaning wanara Tarlen saking liyep layaping ngaluyup Pindha sesating supena Sumusiping rasa jati Sajatine kang mangkana Wus kakenan nugrahaning Hyang Widhi Bali alaming asuwung Tan karem karameyan Ingkang sipat wisesa-winisesa wus Milih mula-mulanira Mulane wong anom sami. Selama berabad-abad para pertapa dianggap sebagai orang keramat. Mereka juga beranggapan bahwa orang bisa menjadi lebih tekun. jabatan. kesedihan dan kekecewaan dalam hidupnya melalui latihan keprihatinannya pada jalan tirakatnya. serta mampu menahan hawa nafsu. Orang Jawa juga mempunyai adat untuk hanya makan sedikit sekali (tidak lebih daripada yang dapat dikepal dengan satu tangan) ngepel. bahkan ada juga yang melakukannya di dalam suatu ruangan yang gelap pekat. yang berakar dari pikiran bahwa usaha-usaha seperti itu dapat membuat orang teguh imannya dan mampu mengatasi kesukarankesukaran. . atau dalam hubungan dengan orang lain. Manusia jawa (tiyang Jawi) pada saat tertentu rela/mau dengan sengaja. yaitu bulan Sura. Dalam kesusateraan kuno orang kuno. pada waktu terkena bencana alam.

dengan jalan menyingkir sendiri ke dalam hutan. dengan menyendiri di dalam hutan dan hanya makan tumbuh-tumbuhan 7. untuk mendapatkan wahyu. seperti memusatkan perhatian pada titik-titik hujan yang jatuh ditanah. berbagai cara menjalankan tapa adalah : 1. dengan menahan diri untuk tidak berbicara. yaitu bersamadi disamping makam nenek moyang anggota keluarga. dengan cara tidur untuk suatu jangka waktu tertentu tanpa makan apa-apa. untuk suatu jangka waktu tertentu. seperti menatap cahaya yang terang benderang dari dalam sebuah gua yang gelap ditepi pantai. 3. atau dilakukan dengan cara menggabung-gabungkan. orang yang melakukan tapa ngeli misalnya. 5. Tapa ngalong. Bahwa meditasi dan tapa adalah sama. hingga yang sukar dan berat dijalankan. Maksud yang ingin dicapai dengan bermeditasi itu ada bermacam-macam. yaitu tidak dan tidak membersihkan diri selama jangka waktu tertentu. sehingga dengan demikian ada suatu perbedaan fungsional antara tirakat dan tapabrata. dengan maksud untuk memperoleh wahyu. Ketiga jenis tapa yang tersebut terakhir. Oleh karena itu tapa semacam itu mirip dengan tapa pada orang hindu dahulu. Tapa mutih. dengan gemuruh ombak sebagai latar belakangnya. Tapa bolot. ia biasanya juga bermeditasi. 2. misalnya untuk memperoleh kekuatan iman dalam menghadapi krisis sosial ekonomi atau sosial politik. tidak hanya duduk diatas rakitnya saja sambil bengong. tidak berbuat apa-apa. murid dari seorang wali di abad ke 16. Knebel (1897 : 119-120 ) dalam karangannya mengenai kisah Darmakusuma. Teknik-teknik serta latihan-latihan untuk melakukan meditasi ada bermacam-macam. Tapa nguwat. tanpa lauk pauk. dan cara-cara itu telah disebutkan oleh J. 4. atau orang keramat. Meditasi atau semedi memang biasanya dilakukan bersama-sama dengan tapabrata. adalah cara bersamadi dengan membiarkan diri dihanyutkan arus air di atas sebuah rakit. Sebaliknya meditasi seringkali juga dijalankan bersama dengan suatu tindakan keagamaan lain. 9. Namun sering terjadi bahwa orang melakukan tapabrata bersamaan dengan samadi. Walaupun demikian bahwa kita harus memperhatikan bahwa ke 11 jenis tapabrata itu jarang dilakukan secara terpisah. Tapa ngeli.15 Orang jawa mengenal berbagai cara bertapa. cara bertapa semacam ini biasanya didahului oleh suatu janji. 6. dengan kedua kaki diikat pada dahan sebuah pohon. Tapa mangan. 11. oleh karena itu batas antara tirakat dan tapabrata itu tidak begitu jelas. misalnya dengan berpuasa atau tirakat. akhirnya perlu disebutkan bahwa pada orang Jawa tapa merupakan salah satu cara penting dan utama untuk bersatu dengan Tuhan. Namun banyak orang melakukan meditasi untuk memperoleh kesaktian ( kasekten ) disamping untuk menyatukan diri dengan sang Pencipta. untuk memperoleh kemahiran berkreasi atau memperoleh kemahiran dalam kesenian. 8. sebenarnya juga dilakukan oleh orang-orang yang hanya menjalankan tirakat aja. Meditasi atau Semedi. dengan bergantung terbalik. yaitu dari yang sangat sederhana. Tentu saja tujuan dari tapa semacam ini adalah untuk mendapatkan kenikmatan duniawian. 10. Tapa ngidang. serta perbedaan antara keduanya hanya terletak pada intensitas menjalankannya saja. Tapa ngambang. . tetapi boleh makan. dilakukan dengan jalan tidak tidur. Tapa ngramban. Tapa tilem. Tapa bisu. yang memungkinkannya melakukan suatu pekerjaan yang penuh tanggung jawab atau untuk menghadapi suatu tugas berat yang dihadapinya. semua biasanya dijalankan dengan tata urut tersendiri. dengan jalan merendam diri di tengah sungai selama beberapa waktu yang sudah ditentukan. yaitu hanya makan nasi saja. sambil berdiri dengan posisi yang sukar selama 12 jam berturut-turut.

tetapi lebih banyak mengandung perbedaan dari pribadi ke pribadi orang lain. Tulisan ini didasari dari berbagai literatur mengenai meditasi. bisa duduk tegak. Keadaan hasil yang demikian. berdasarkan pengalaman meditasi dapat berarti : 1. watak dan tingkat perkembangan spiritualnya serta tujuan meditasinya dengan kulit atau baju kebudayaan orang yang sedang melaksanakan meditasi. Ada yang memulai dengan tubuh. Oleh karena itu mungkin sekali lebih tepat jika caracara meditasi kita masukkan ke golongan seni dari pada ilmu. Tulisan ini merupakan usaha melengkapi tulisan J. karena kelanjutan meditasi mengarah kepada sama sekali tidak lagi mempergunakan panca indera ( termasuk pikiran dan perasaan ) terutama ke arah murni mengalami kenyataan yang asli. bahwa alam semesta ini terdiri dari . justru keabsahan meditasinya tergantung kepada hasilnya. lebih merasa dekat dengan Tuhan. Tiga hal tersebut diatas baru awal masuk ke alam meditasi. musik yang cocok dengan selera anda. Lakunya adalah dengan mempergunakan pernafasan. banyak menghasilkan kemiripan-kemiripan yang hampir-hampir sama. Perlu segera dicatat. Posisi tubuh carilah yang paling anda rasakan cocok / rileks. umpamanya orang yang bersangkutan menjadi lebih bijaksana. Cara dan hasil meditasi dari banyak pelaku olah batin dari berbagai agama besar maupun perorangan dari berbagai bangsa. bisa berbaring dengan lurus dan rata. meditasi menjadi salah satu topik pembicaraan yang tiada habis-habisnya. merasa kesabarannya bertambah. Secara gebyah uyah (pada umumnya) orang yang melakukan meditasi yakin adanya alam lain selain yang dapat dijangkau oleh panca indera biasa. Tentu hal tersebut ada sebabnya. Cara-cara dan akibat bermeditasi. karena pengalaman dalam bermeditasi banyak dipengaruhi oleh latar belakang temperamen. refleksi kesadaran diri sendiri 3. Mengamati. kita menarik nafas dan mengeluarkan nafas dengan teratur. yang dapat dilakukan adalah memberi gambaran berbagi pengalaman dari mereka yang melakukan meditasi. membebaskan keinginan duniawi sehingga menemui jati dirinya yang murni atau asli. suatu Proses Meningkatkan Kreatifitas dan Pengetahuan Dunia Gaib “ Apakah Meditasi ? Mengusahakan rumus yang pasti mengenai arti meditasi tidaklah mudah. Melepaskan diri dari pikiran atau perasaan yang berobah-obah. harus ada keyakinan dalam diri anda. bahwa pengalaman meditasi akan berbeda dari orang ke orang yang lain. pergunakan wangi-wangian dan atau mantra. Cara bermeditasi banyak sekali.16 MEDITASI Dalam olah batin. sering tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri. Melihat ke dalam diri sendiri 2. tetapi juga oleh orang-orang ( masyarakat ) di sekitar diri orang tersebut karena tingkah-lakunya maupun ucapanucapannya serta pengabdiannya kepada manusia lain yang membutuhkan bantuannya. Sujianto yang berjudul “ Pengembangan Kwalitas Pribadi di Bidang Kebatinan. Oleh karena itu kita dapat menghakimi hasil temuan orang yang bermeditasi. untuk mencapai keheningan. arti meditasi dengan tubuh adalah mempergunakan menyerahkan tubuh ke dalam situasi hening. sebabnya tiada lain karena meditasi adalah salah satu usaha proses untuk meningkatkan pengembangan pribadi seseorang secara total. Bantuan untuk lebih khusuk jika anda perlukan. mencerminkan hasil meditasinya. mengetahui kesatuan alam dengan dirinya dan lain-lainnya.

sampai mencapai keadaan “ Pikiran tidak ada “ dan anda tidak berpikir lagi. terdapat juga ajaran untuk hidup secara asketik. Biasanya intuisi anda akan lebih tajam sesudah mengalami proses meditasi yang demikian itu. bukan tujuan meditasi. Cita-cita ingin berbakti kepada bangsa dan negara. atau ada juga yang menfokuskan kepada nyala lilin atau ujung hidung sendiri. Ketika mengelurkan nafas dengan teratur juga. Secara fisik ada yang berusaha “ mengosongkan pikiran “ dengan memfokuskan kepada “ bunyi nafas diri sendiri “ ketika awal meditasi. Bermeditasi dengan usaha melihat cahaya alam semesta. Di dalam serat Wulang Reh. jangan berhenti. karena berciri sangat pribadi. termasuk ajaran tak boleh mengumbar nafsu makan serta tidur). apakah itu cahaya atau suara atau gambaran-gambaran. Untuk dapat berhasil anda sangat perlu memiliki motivasi yang cukup pekat dan dalam. yang akibatnya pasti baik untuk diri anda sendiri. benci dan sejenisnya akan sangat berkurang. orang harus melatih kepekaan hati agar tajam menangkap gejala dan tanda-tanda. bahkan dapat hilang sama sekali. Jika dalam proses tersebut pikiran anda belum dapat anda “ kuasai atau hilangkan “ janganlah putus asa atau berhenti. Pengalaman sesudah keadaan demikian. akan dapat menumbuhkan ketenangan jiwa. maka anda dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dalam pengertian spiritual. kecuali anda tersadar kembali. karena tiada kata kalimat dalam semua bahasa bumi yang dapat menerangkan secara gamblang. yang dilakukan terus menerus secara teratur. keinginan yang keras duniawi. tetapi juga memaksakan diri secara keterlaluan. tarik nafas tersebut harus dengan konsentrasi yang kuat. manfaatnya tidak hanya untuk kesehatan tubuh saja tetapi juga ikut menumbuhkan rasa tenang. salah satu cara adalah “ mengosongkan pikiran “ dengan cara menfokuskan pikiran anda kepada suatu cita-cita. karya "kasusastran" Jawa (dalam bentuk syair) yang ditulis oleh Kanjeng Sunan Paku Buwono IV. Pada gulangen ing kalbu ing sasmita amrih lantip aja pijer mangan nendra kaprawiran den kaesti pesunen sarira nira sudanen dhahar lan guling (Intinya. cita-cita ingin manunggal dengan Tuhan. umpamanya cita-cita ingin menolong manusia manusia lain. karena perasaan-perasaan negatif seperti rasa kuatir atau takut. Jika menemui sesuatu. Jika proses meditasi yang dilukiskan tersebut diatas dapat anda lakukan dengan tepat. hanya andalah yang dapat mengetahui dan merasakannya. mengantuk bahkan tidak mengetahui apa-apa lagi. sehingga dengan tiada terasa anda akan bisa khusuk dalam keheningan bermeditasi. dan mungkin pula memperoleh “ pengetahuan “ tentang alam semesta atau lainnya. Meditasi ini harus juga dilakukan dengan pernafasan yang teratur. Pengembangan selanjutnya dari proses meditasi tersebut. Ketika menarik nafas sesungguhnya menarik energi dan cahaya alam semesta yang akan mengharmoni dalam diri anda. Kesulitan yang paling berat dalam bermeditasi adalah “mengendalikan pikiran dengan pikiran“ artinya anda berusaha “ mengelola “ pikiran-pikiran anda. mungkin juga bermanfaat untuk manusia lain. cita-cita berdasarkan kasih sayang dan sejenis itu menjadi sumber fokus ketika hendak memasuki meditasi. Jika dilakukan dengan sabar dan tekun serta teratur. karena hasil sesuatu itu adalah hasil proses meditasi. Keyakinan itu anda pergunakan ketika menarik dan mengeluarkan nafas secara teratur.17 energi dan cahaya yang tiada habis-habisnya. anda sendiri yang akan menemukan dan meneruskannya. . Dalam keadaan demikian anda tidak lagi merasa lapar. yang hasil akhirnya tumbuh ketenangan. teruskan meditasi anda. tubuh anda sesungguhnya didiamkan untuk beberapa saat. dengan usaha menuju kasampurnaning urip. Sesuatu itu jangan dijadikan tujuan meditasi.

Budi suci adalah budi yang diam tanpa nafsu. apa yang dilepas ? pengaruh dari nafsu . Elemen merah dengan sinar merah. Ada tiga elemen yang terdiri dari : 1. Istilah lainnya ialah Pangrucatan atau Kamukswan. Inilah kondisi suwung ( kosong ) tetapi sebenarnya ada aktifitas dari getaran hidup murni. tidak ada apa-apa kecuali kekosongan dan suwung. ini sama seperti kalau memusatkan pandangan kepada pucuk hidung. pada posisi tidur kaki diluruskan. Mukswa artinya dihapus. Itu artinya didalam jagad raya dan galaksi akan selalu dilahirkan planet-planet dan bintang-bintang baru. Badan jiwa = badan alus. 2.18 SAMADI Samadi berasal dari kata : Sam artinya besar dan Adi artinya bagus atau indah. Ini akan membuat pikiran menjadi tidak aktif. Nur itu adalah sari dari jagad raya. Kesatuan dari budi dan nur secara mistis disebut curigo manjing warongko atau bersatunya kawula dan Gusti atau juga biasa digambarkan Bima manunggal dengan Dewa Ruci. Sifat-sifat hidup Tuhan terasa seperti getaran dan getaran ini terus menerus. Elemen kuning dengan sinar kuning. apa yang dihapus ? pengaruh dari nafsu. elemen ke empat lahir dengan warna putih atau putih keperak-perakan dan inilah yang disebut nur. Badan cahaya = nur atau suksma Dengan susunan seperti tersebut diatas. Budi suci terlihat seperti cahaya atau sinar yang disebut Nur. Didalam suwung terdapat sifat-sifat hidup dari Tuhan. Manusia diciptakan oleh Tuhan. tanpa keinginan dan pamrih apapun. Pilihlah tempat yang bersih. ketika nur menjadi sari dari badan jasmani manusia. tenang dan aman. Praktek Samadi Waktu bersamadi orang bisa mengambil posisi duduk atau tidur telentang diatas tempat tidur. Sesudah itu nafsu dinetralisir didalam indera ke enam. 3. manusia adalah makluk yangmempunyai : 1. pikiran dinetralisir demikian juga angan-angan dan pengaruh panca indera. kedua tangan diletakkan didada. budi menjadi nur. ini dingin 3. Elemen-elemen ini selalu bergetar. kawula bisa berkomunikasi dengan Gusti untuk menerima tuntunan sesuai dengan kedudukannya sebagai kawula. ini panas 2. Kondisi dari plenet- . Dengarkanlah dengan penuh perhatian suara nafas dengan tenang. menghirup dan mengeluarkan udara melalui hidung. bernafaslah dengan santai. ada yang menjadi badan budi atau jiwa yaitu badan jiwa dari manusia. Seseorang yang melakukan samadi adalah seseorang yang mengambil posisi-patrap untuk meraih budi yang besar. oleh karena itu samadi adalah satu proses dari penyucian budi. Bila berhasil orang akan berada dalam suwung dan nur mendapatkan tuntunan mistis yang simbolis. Nikmatilah suara nafas dengan jalan menutup mata. Manusia. ada yang menjadi calon planet. Sebelum adanya jagad raya. jagad raya adalah suatu Causa prima. ini menakjubkan. pangrucatan itu artinya dilepas. Di dalam nur ini. Nur itu adalah hati dari budi. indah dan suci. Memahami Jagad Raya. Badan jasmani = badan kasar. murni sebagai sifat-sifat hidup dari Tuhan. diharapkan akan mampu mengetahui “ Sangkan Paraning Dumadi “ ( makna perjalanan kehidupan ). Elemen biru dengan sinar biru. Dengan melakukan ini. Sebagai hasil dari perpaduan ketiga elemen tersebut.

Kawruhana wong kang lagi miwiti ngyakinake ilmu gaib sok sok dheweke iku mesthi nemoni kagagalan kagagalan kang nuwuhake rasa kuciwa.19 planet yang baru dilahirkan bisa berbeda antara yang satu dengan yang lain. dene perangan liyane ala. Atine kudu santosa temenan supaya wong kang nindhakake sedyane mau ora nganti kadadeyan entek pengarep-arepe yen kagawa saka kuciwa dening kahanane badane. karena tergantung kepada pengaruh dari tiga elemen tersebut. kalawan ora maelu marang anane pakewuh pakewuhe lan kagagalan-kagagalaning. Awit saka anane perangan mau banjur dadi kanyatan yen perangan kang sawiji iku becik. Wong ngyakinake prabawa gaib iku anduweni kekarepan supaya dadi wong lanang temenan kang diendahake dening wong akeh. Amarehe diwedeni ing wong akeh panguwuhe gawe kekesing wong yen anyentak dadi panggugupake lan gawe gemeter dirine. Ananing sakaro karone saka sumber ilmu Allah sarta sakaro karane iku padha dipigunakake kalawan atas asma Allah. Wong ahli kasutapan tansah yakin enggone ngumpulake kekuwatan gaib ing dalem dhirine. iya pikiran-pikiran kang mangkono iku kang bisa nekakake kasekten gaib. Miyos saking renteging hawa ambedah anggit prayitnaing pikir sesumeh bayu ayuning asih njembari pajar latuning titah ilang lunganing ngawang nemoni asrep reseping wening Ono sanepa kagem pepiling Wong kang ambudi daya kalawan anglakoni tapa utawa semedi kudu kanthi kapracayan kang nyukupi apa dene serenging lan kamempengan anggone nindhakake. iya pancen nyata wong liyane mesthi tunduk marang sawijining wong kang ahli ilmu. Sawijining wewarah kang luwih becik tumrap wong kang lagi nglakoni kasutapan iya iku ati kang teguh santosa aja kesusu-susu lan aja bosenan ngemungake wong kang anduweni katetepan ati lan santosaning sedya sumedya ambanjurake ancase iya iku wong kang bakal kasembadan sedyane. kalawan tumindak mangkono wong ahli kasutapan mau dadi nduweni pikiran-pikiran kang mardhika. uga sangsaya gedhe tumandhoning kekuwatan gaib kang kinumpulake. Tinemune ilmu-ilmu kasekten iki saranane kalawan kekuwataning pikiran pikiran iku manawa kagolongake . Dene kasekten ireng iku ilmu kaprajuritan kang kapigunakake luwihluwih kanggo nelukake kalayan paripaksa. Sawise wong mau entek pangarep arepe lumrahe banjur trima bali bae marang panguripan adat sakene mung dadi wong lumrah maneh. sarta bakal anjalari kacilakaning wong liya. Ana paedahe kang migunani banget manawa wong nindakake pambudi daya kalawan misah dheweke ana ing papan kang sepi karana tinimune kekuwatan gaib iku sok-sok tinemu dhewekan ana ing sepen. Wong ahli kasutapan kudu budidaya bisane nglawan marang nepsune kekarepan umum (kekarepan wong akeh kang campur bawur ngumandang ana ing swasana). Wong ahli kasutapan kudu anduweni ati kang tetep lan kekarepan kan dereng. Sangsaya akeh kehing kang kena tinides. wong mau kudu nindakake pambudi dayane luwih saka wewangening wektu saka katamtuwaning laku kang dikantekake marang sawiji-wijining mantram lan ajaran ilmu gaib awit gede gedening kagelan iku ora kaya wong kang gagal enggone nindakake lakune rasa kuciwa kang mangkono iku nuwuhake prihatin lan getun. Kekuwatan gaib iku tansah makarti tanpa kendhat enggone mujudake sedya lan nganakake kekarepan. ada planet yang bisa dihuni dan yang tidak bisa dihuni. ditrisnani ing wong akeh pitembungane digatekake lan pakartine diluhurake ing wong akeh. Kasekten putih iku satemene ilmu Allah Kang Maha Luhur wis mesthi bae kapigunakake mligi kanggo kaslametane wong akeh. nganti andadekake ciliking ati lan enteking pangarep-arep. iya anaa ing ngendi wae enggone nyugulake dirine. Kasekten iku kaperang ana rong warna. iya iku kasekten putih (Witte magie/white magic) utawa kasekten ireng (Zwarte magie/Black Magic).

Swasana kang katone kaya dene kothong bae iku satemene ana drate rupa-rupa kayata : geni murub emas kayu lemah waja. Jubah minangka dadi pralambange katentremaning ati kang sampurna. "Drengki . tumrap kahanan kang umpetan utawa gaib. luwih becik murih nyataning kasekten tinimbang karo susumbar kalawan kuwentos kayakenthos. atining wong iku mesthi kudu tetep tentrem lan ayem sanadyan ana kadadeyan apa wae. Kekuwataning daya anarik saka pikiran iku banjur anarik dzat ing swasana kang pinuju salaras karo daya prabawa mau kalawan saka sathithik sarta sareh dzat daya prabawa kang ing swasana iku katarik mlebu ing dalem badane wong kang lagi tapa mau. Diyan minangka pralambanging pepadhang. Menawa isih kadunungan rasa wedi ing dalem atine wong ora bakal bisa kasambadan apa kang disedyaak. Tumrap wong-wong kang nglakoni tapa ditetepake pralambang telu : Diyan. Wong kang nglakonitapa kalawan nindakake laku-laku kang tinemtokake wis mesthi bae gumolonging pikirane bebarengan padha kumpul dadi siji sarta katujokake marang apa kang disedya kalawan mangkono iku kekuwatan daya anarik migunakake sarosaning kekuwatane banjur anarik apa kang dikarepake. semang-semang lan drengki. Gegeman kalawan wadi sakehing ilmu gaib lkang lagi pinarsudi. iku bisa metokake daya prabawa kang gedhe daya karosane. Kalawan "rasa wedi" iku atining wong dadi ora bisa anduweni budi daya apa-apa. "Semang-semang" iku andadekake ati kang peteng ora padhang terang. Wong kang lagi nindakake katamtuwan ing dalem kasutapan kudu kalawan ati kang sabar anteng lan tetep. "Sengit utawa drengki" iku uga dadi mungsuhing kekuwatan gaib. Manawa atine wong iku nganti gugur. Rasa wedi iku sawijining pangrasa kang luwih saka angel penyegahe. Ana maneh "drengki" iku kaya anggawa sawijining pikulan abot kang tansah nindhes marang dhiri lan sarupa ana barang atos medhokol kang angganjel pulung ati. dene teken minangka dadi pralambanging kekuwatan gaib. ⇒ Aja narithilake kedheping mata. Patrapebadan kang kaku lan kagugupan kudu didohake . Satemene perlu banget nyirnakake kekarepan "drengki" luk wit ngrasaning karep drengki iku banget nindhih marang diri pribadi. electrieiteit zunrstof koolzunr sarpaning Zunr lan isih akeh liya-liyane maneh. kayata glegak-glegek molah-molahake sirah. Ing dalem sasuwene wong nglakoni tapa iku prelu banget kudu migateake marang sirikane. kayata : wedi. Samengko umpamane ban ana sawijining wong kang lagi tapa kalawan duwe sedya supaya andarbeni daya prabawa kang luwih gedhe sarta anindakake sakehing kekuwatan pikiran kalawan ditujokake marang sedyane mau nganti nuwuhake daya prabawa. ⇒ Aja mencap-mencepake lambe. ⇒ Aja molahake lidhah lan andhilati lambe. Jubah lan Teken. ⇒ Aja sok anggigit kukuning dariji tangan. ⇒ Ngedohake sakehing saradan utawa bendana kang ora becik. Wong kang andarbeni ilmu kang mangoko iku dadi sawijining wong kang sakti mandraguna.20 meleng sawiji bisa nuwuhake kekuwatan kaya panggendeng kang rosa banget tumrap marang apa bae kang dipikir lan disedya. Sajrone nglakoni tapa utawa salagine ngumpulake kekuwatan gaib. kukur-kukur sirah. "Nepsu" iku andadekake tanpa dayane kekuwataning batin. ⇒ Aja ngentrok-entrokake sikil munggah mudhun. kasutapan iya uga dadi gugur lan kudu lekas wiwit maneh. Kalawan mangkono dzat "prabawa" iku dadi kumpul ing dalem badane wong narik dzat iku nganti tumeka wusanane badane wong ahli tapa. sengit. nepsu. ⇒ Aja sok singsot ⇒ Aja duwe lageyan sok nethek nethek kalawan driji tangan marang meja kursi utawa papan liyane. ngangkat pundhak lan liya-liyane sabangsane saradan kabeh.

Kawitane wong kudu nindakake patrape mangreh napas. Sakehing urat-urat kakendokake. Supaya bisa nindhakake pamaluya marang dhirine dhewe kalawan sampurna wong ngesthi kudu mahamake cara-carane maluyakake panyakit. lan wetenge cikben lestaringlempetake kalawan mangkono iku gurung dalaning napas tansah tetep menga. Anujokna gumolonging pikiran kalawan ngetut marang napas kang mlebu metu iku kalawan giliran. ⇒ Banjurna marambah-rambah matrapake mangkono iku suwene kira-kira saka lima tumeka limolas menit utawa luwih suwe nganti bisa nemoni pangrasa anteng lan tentrem ing sajroning badan. ⇒ Nahan napas iku kira-kira nem saat utawa luwih suwe ing dalem paru-paru dhadhane cikben lestari mekare. dening sapa bae kang nglakoni tapa supaya oleh ilmu gaib. Ora mung tumindak bae tumrap sawijining wong bae bisa maluyakake wong liya kalawan kekuwatan gaib nanging uga tumindak tumrap sawijining wong maluyakake dhiri pribadi kalawan kekuwatan iku.21 lan meri" iku mung anggawa karugiyan bae tumrap kita. ⇒ Ambuangna napas kalawan alon nganti entek babar pisan nganti dhadha dadi kempes. Gawe segering utek lungguha kalawan jejeg lan nyelehna tangan karo pisan ing sandhuwuring pupu kiwa tengen: mripat mandheng marang arah ing ngarep kalawan tetep: sikil karo pisan tumadak ing lemah. Pikiran katarik mlebu. iki kena lan kudu ditindakake saben dina telung rambahan. ora ana gunane sathithik -thithika. Salawase wong isih anduweni pangrasan karep "drengki lan meri" iku ora bakal bisa tumeka kamajuwane tumrap dunya prabawaning gaib. Badan kajejegake lan janggute diajokake. mesthine kudu ngirima kekuwatan waluya marang sajroning badane wong kang lara. Cara matrapake tumindaking napas iku kena uga ditindakake kalayan leyeh-leyeh mlumah : ngendokake sakabehing urat-urat nyelehake tangan karo pisan sadhuwuring weteng lan nindakake lakuning napas miturut aturan. Dene carane ngatur napas iku kaprathelakake kalayan ringkes kaya ing ngisor iki : Madika panggonan kang sepi. kanggo negahake asabat. wusana nglepasake jempol iku banjur ambuwang napas lan nutupa lenging grana kiwa kalawan driji narika napas . Cara nindakake napas kaya ing ngisor iki : ⇒ Narik napas kalawan alon lan nganti jero ing sabisane. Iya iku cara-cara kang katindakake kanggo maluyakake wong liya lan wusanane ambudidaya supaya bisa migunakake obah-obahan iku marang awake dhewe. sabuk uga diuculi supaya sandangan dadi longgar lan kepenak kanggo tumindhak ing napas. lan weteng dadi mekar. Lungguha ing sawijining palinggihan kang endhek lan kepenak. Aja weya nindakake patrap kanggo napakake napas iku. Manawa wong gelem naliti yen wong iku bisa ngumpulake kekuwatan gaib ing dalem badane dhewe lan ngetokake sabageyan kekuwatan gaib kawenehake marang wong liyane mestheni uwong bisa ngreti yen arep migunakake kekuwatan iku nganggo paedahe dhiri dhewe uga luwih gampang. Daya kang luwih bagus iya iku miwiti makarti miturut pituduhan. Bisane maluyakake larane wong liya. Daya ngisekake Prana Ngadeg kalawan jejeg sikil karo pisan kapepetake dadi siji lan driji -drijining tangan karo pisan dirangkep dadi siji kalawan longgar. Banjur matrapa lakuning napas sawatara rambahan miturut aturan. Benik-beniking klambi kang kemancing padha kauculan. Banjur narika napas kalawan alon lan nganti jero banget tahanen napas iku sawatara sekon/detik (kira-kira 6 detik) lan wusanane wetokna napas iku kalawan sareh. nganti dhadha mekar lan weteng dadi nglempet. Kalawan jempol tangan tengen anutup lenging grana sisih tengen lan anarika napas liwat lenging grana sisih kiwa. supaya luwar saka sakehing geteran pikiran kaya saka ing jaba. sikil karo pisan tumapak ing lemah. Carane matrapake kasebut ing dhuwur iku sawijining cara kanggo napakake napas.

Pangeran Wangga 9. Pangeran Kajuran 8. lalu bagaimana hal itu dapat terjadi apa yang menjadi penyebabnya. Panembahan Ratu Pekik di Surabaya 3. SARASEHAN ILMU KESAMPURNAAN Terjemahan : Serat Kekiyasanning Pangracutan salah satu buah karya sastra Sultan Agung raja atara ( 1613 . untuk mendapatkan kepastian dan kejelasan dengan harapan dapat dirembuk dengan para ahli ilmu kasampurnaan. Adapun mereka yang diundang dalam temu nalar itu adalah : 1. beliau menanyakan apa yang telah terjadi setelah manusia itu meninggal dunia.1645 ) Ini adalah keterangan Serat Suatu pelajaran tentang Pangracutan yang telah disusun oleh Baginda Sultan Agung Prabu Anyakrakusuma di Mataram atas berkenan beliau untuk membicarakan dan temu nalar dalam hal ilmu yang sangat rahasia. ternyata mengalami bermacam-macam kejadian pada jenazahnya dari berbagai cerita umum. Panembahan Juru Kithing 4. . Panembahan Purbaya 2 Panembahan Juminah 2.22 liwat lenging grana tengen. Pangeran di Tembayat 7. Masih banyak pula kejadianya. lepasna driji panutup iku lan ambuwanga napas. Kyai Pengulu Ahmad Katengan 1. hilang bentuk jenazah 4) Ada pula yang meleleh menjadi cair 5) Ada yang menjadi mustika (permata) 6) Istimewanya ada yang menjadi hantu 7) Bahkan ada yang menjelma menjadi hewan. Pangeran di Kudus 6. Mangkono sabanjure kalawan genti-genten kiwa lan tengen. Pangeran di Kadilangu 5. juga menjadi suatu kenyataan bagi mereka yang sering menyaksikan keadaan jenazah yang salah kejadian atau berbagai macam kejadian pada keadaan jenazah adalah berbagai diketengahkan dibawah ini : 1) Ada yang langsung membusuk 2) Ada pula yang jenazahnya utuh 3) Ada yang tidak berbentuk lagi. Berbagai Kejadian Pada Jenazah Adapun yang menjadi pembicaraan.

4. bermain seks dengan wanita yang bukan haknya. Siapun yang melantur dalam mencegah syahwat atau hubungan seks tanpa mengenal waktu pada saat kematiannya kelak jenazahnya akan lenyap melayang masuk kedalam alamnya jin. Tauhid dan Ma’rifat. 2. setelah mencapai akhir hayatnya. siapapun yang senang tenggelam dalam kekayaan dan kemewahan. rona muka manis. akan abadilah menyatunya Kawulo Gusti. Adapun sukmanya menitis pada hewan. yang dapat mneghukum dapat menciptakan apa saja ada bila menghendaki datang menurut kemauannya apalagi bila disertakan sifat welas asih. makanya demikian karena pada waktu masih hidup berbuat dosa setelah menjadi mayat pun akan mengalami sesuatu masuk kedalam alam penasaran. bila pada saat hidupnya gemar menyucikan diri lahir maupun batin. tidak dapat memusatkan pikiran hanya untuk satu ialah menghadapi maut. dengan tutur kata sopan. 5. setan. maka jenazahnya akan menjadi busuk dan kemudian menjadi tanah liat sukmanya melayang gentayangan dapat diumpamakan bagaikan rama-rama tanpa mata sebaliknya. Pada waktu masih hidupnya. dan roh halus lainnya sukmanya sering menjelma menjadi semacam benalu atau menempel pada orang seperti menjadi gondaruwo dan sebagainya yang masih senang mengganggu wanita kalau berada pada pohon yang besar kalau pohon itu di potong maka benalu tadi akan ikut mati walaupun begitu bila mada masa hidupnya disertakan sifat jujur tidak berbuat mesum. misalnya mengharapkan janganlah sampai berbudi rendah. Oleh karenanya bagi orang yang ingin mempelajari ilmu ma’arifat haruslah dapat menjalani : Iman. Pada masa hidupnya seseorang yang menjalani lampah tidak tidur tetapi tidak ada batas waktu tertentu pada umumnya disaat kematiannya kelak maka jenaahnya akan keluar dari liang lahatnya karena terkena pengaruh dari berbagai hantu yang menakutkan. 2.23 Adapun menurut para pakar setelah mereka bersepakat disimpulkan suatui pendapat sebagai berikut : Sepakat dengan pendapat Sultan Agung bahwa manusia itu setelah meninggal keadaan jenazahnya berbeda-beda itu suatu tanda bahwa disebabkan karena ada kelainan atau salah kejadian (tidak wajar). 3. Walaupun begitu bila pada masa hidupnya disertai sifat rela bila meninggal tidak akan keliru jalannya. takut. Berbagai Jenis Kematian Pada ketika itu Baginda Sultan Agung Prabu Hanyangkra Kusuma merasa senang atas segala pembicaraan dan pendapat yang telah disampaikan tadi. Kemudian beliau melanjutkan pembicaraan lagi tentang berbagai jenis kematian misalnya : . seperti yang akan kami utarakan berikut ini : 1. tidak berzinah. Karena pada waktu pada saat sedang memasuki proses sakaratul maut hatinya menjadi ragu. Hal tersebut sudah termasuk lampah maka kejadiannya tidak akan demikian. sabar dan sederhana semuanya itu janganlah sampai belebihan dan haruslah tahu tempatnya situasi dan kondisi dan demikian itu pada umumnya bila tiba akhir hayatnya maka keadaan jenazahnya akan mendapatkan kemuliaan sempurna dalam keadaannya yang hakiki. Pada waktu masih hidup bagi mereka yang kuat pusaka tetapi tidak mengenal batas waktunya bila tiba saat kematiannya maka mayatnya akn terongok menjadi batu dan membuat tanah perkuburannya itu menjadi sanggar adapun rohnya akan menjadi danyang semoro bumi walaupun begitu bila masa hidupnya mempunyai sifat nrima atau sabar artinya makan tidur tidak bermewahmewah cukup seadanya dengan perasaan tulus lahir batin kemungkinan tidaklah seperti diatas kejadiannya pada akhir hidupnya. kurang kuat tekadnya. semuanya itu jika tidak dilanggar tidak akan begitu kejadiannya kelak. Kembali menyatu dengan zat yang Maha Agung. tidak mengenal tapa brata. Pada waktu masih hidup selalu sabar dan tawakal dapat menahan hawa nafsu berani dalam lampah dan menjalani mati didalamnya hidup. Maka ada berbagai bab dalam mempelajari ilmu ma’rifat.

Mati Tiwas. Maka tidak teringat lagi dengan ilmu yang diyakininya dalam batin yang dirasakan hanyalah penderitaan dan rasa sakit saja. 5. dirampok. jatuh memanjat pohon. adalah suatu jenis kematian karena tenggelam. 4. 2. selama seribu hari siang dan malamnya sekalian. Wedaran Angracut Jasad Adapun Pangracutan Jasad yang dipergunakan oleh Kangjeng Susuhunan Kalijogo. tidak diakibatkan kematian. Wedaran Menghancurkan Jasad Adapun pesan beliau Kangjeng Susuhunan di Kalijogo sebagai berikut : “Siapapun yang menginginkan dapat menghancurkan tubuh seketika atau terjadinya mukjizat seperti para Nabi. bunuh diri karena mendapat aib atau sangat bersedih. selama seratus hari siang dan malam 1. mendatangkan ma’unah seperti para Mukmin Khos. kubawa dalam keadaan nyata. didunia aku hidup. yang kuinginkan ada. 6. Mati Apes. epidemi karena santet atau tenung dari orang lain yang demikian itu benar-benar tidak dapat sampai pada kematian yang sempurna atau kesedanjati bahkan dekat sekali pada alam penasaran. tertimpa pohon . 4. dari kodrat iradatku. jadi apa yang kuciptakan. dan datang yang kukehendaki”. dapat mulai sempurna hidup abadi selamanya. disambar petir. 3.24 Mati Kisas Mati kias Mati sahid Mati salih Mati tewas Mati apes Semuanya itu beliau berharap agar dijelaskan apa maksudnya maka yang hadir memberikan jawaban sebagai berikut : Mati Kisas. kemudian dijatuhi hukuman karena keputusan pengadilan atas wewenang raja. disamun. Menahan Hawa Nafsu. adalah suatu jenis kematian karena hukuman mati. hanyalah Kangjeng Susuhunan Kalijogo sendiri yang dapat melaksanakan ngracut jasad seketika . dengan cara menjalani tapa brata seperti pesan dari Kangjeng Susuhunan di Ampel Denta : 1. sampai di alam nyata (akherat) aku juga hidup. kok tidak terasa kalau hanya begitu saja beliau kurang sependapat oleh karenanya beliau mengharapkan untuk dimusyawarahkan sampai tuntas dan mendapatkan suatu pendapat yang lebih masuk akal. dibajak. Mati Salih. . mendatangkan keramat seperti para Wali. penjelasannya yang telah diwasiatkan kepada anak cucu seperti ini caranya: “Badan jasmaniku telah suci. adalah suatu jenis kematian karena kelaparan. tidak terduga siapa yang dapat menyamainya 3. adalah suatu jenis kematian karena gugur dalam perang. karena sebenarnya semua itu masih belum tentu . Setelah mendengar jawaban itu beliau merasa masih kurang puas menurut pendapat beliau bahwa sebelum seseorang terkena bencana apakah tidak ada suatu firasat dalam batin dan pikiran. Berkatalah beliau : “Sebab-sebab kematian tadi yang mengakibatkan kejadiannya lalu apakah tidak ada perbedaannya antara yang berilmu dengan yang bodoh ? Andaikan yang menerima akibat dari kematian seornag pakarnya ilmu mistik. Mati Kias. adalah suatu jenis kematian akibatkan oleh suatu perbuatan misalnya: nafas atau mati melahirkan. Menahan syahwat (seks). Andaikan dia mengingat keyakinan ilmunya mungkin akan kacau didalam melaksanakannya tetapi kalau selalu ingat petunjuk-petunjuk dari gurunya maka kemungkinan besar dapat mencabut seketika itu juga. Kyai Ahmad Katengan menghaturkan sembah: “Sabda paduka adalah benar. mengapa tidak dapat mencabut seketika itu juga ?” Dijawab oleh yang menghadap : “Yang begitu itu mungkin disebabkan karena terkejut menghadapi hal-hal yang tiba-tiba. Akibat dari perbuatan orang itu karena membunuh. suatu jenis kematian karena ambah-ambahan. 2. dan sebagainya. Mati Syahid.

sebenarnya dihuni oleh tujuh macam alam kehidupan. artinya tinggal keluar masuknya nafas. dunia mahkluk halus itu biasa adanya. Jaga. barang kali mereka mendengar beberapa cerita atau membaca tulisan atau dari buku-buku. bila telah mencapai 60 hari. tanapas nupus. selama tiga hari tiga malam. binatang dan lain-lain mempunyai badan jasmani. tidak bergerak-gerak. dalam empat puluh hari siang dan malam 4. lamanya tiga hari tiga malam 6. tarikan nafas. termasuk alam yang dihuni oleh manusia. Keadaannya seperti suasana malam yang cerah dibawah sinar bulan dan bintang-bintang yang terang. aktivitas mereka tidak bercampur setiap alam mempunyai urusannya masing-masing. Banyak ahli kejawen mempunyai pendapat yang sama bahwasanya di dalam dunia yang satu dan sama ini. Tidak berbicara. tujuh hari tujuh malam 5. artinya membisu. tidak kencing selama sehari semalam tersebut. . bukannya omong kosong. Di dunia ini memiliki tujuh saluran kehidupan yang ditempati oleh bermacam-macam mahkluk. yang tenang jangan sampai bersengal-sengal campur baur. lalu lanjutkan dengan o Puasa pati selama 7 hari tujuh malam. Penduduk dari 6 alam yang lain mereka mempunyai badan dari cahaya ( badan Cahya ) atau yang secara populer dikenal sebagai mahkluk halus (wong alus) mahkluk yang tidak kelihatan. lalu dirangkap juga dengan o Membisu tanpa berpuasa selama 40 hari. batuk. anapas. Dibawah ini digambarkan informasi dari dunia-dunia mereka versi kejawen. tidak meludah.25 3. lalu dilanjutkan dengan o Jaga. Bagi orang yang telah mencapai ilmu sejati dalam kejawen atau mungkin yang sudah menguasai metafisika. tidak bergerak lamanya sehari semalam. lanjutkan dengan o Pati raga selama sehari semalam. tidak berak. bila telah mendapat 900 hari lalu teruskan dengan o Menahan syahwat.dimana ( lebih dari satu dunia ) paling tidak yang terjadi ditanah Jawa. Mahkluk-mahkluk dari tujuh alam tersebut. Dari tujuh alam itu hanyalah alamnya manusia yang mempunyai matahari dan penduduknya yang terdiri dari manusia. Di 6 alam itu tidak ada hari yang terang berderang karena tidak ada matahari. Adapun caranya Pati Raga adalah : tangan bersidakep kaki membujur dan menutup sembilan lobang ditubuh. maka itu tidak ada sinar yang menyilaukan seperti sinar matahari atau bagaskoro ( Jawa halus ). Mati raga. pada prinsipnya mereka mengurusi alamnya masing-masing. Adapun pembagian waktunya dalam lampah seribu hari seribu malam itu beginilah caranya : o Manahan hawa nafsu. Yang bergerak tinggallah kedipnya mata. DUNIA MAHKLUK HALUS Pada kenyataannya banyak orang yang tertarik menelaah pada dunia mahkluk halus. Puasa padam api. menahan tidak berdehem.

yang telah tinggal di telaga itu untuk waktu yang lama bersama dengan penduduk golongan siluman. pembantu-pembantu. Parangkusumo ini terkenal sebagai tempat pertemuan antara Panembahan Senopati dan Kanjeng Ratu Kidul. Inilah kenyataannya yang bukan hanya merupakan ilusi atau bayangan semata. kadang-kadang bila perlu ada juga manusia yang diundang oleh mereka antara lain untuk : melaksanakan pertunjukkan wayang kulit. budak-budak dll. sebaliknya ada yang berpangkat rendah seperti prajurit. kerajaan laut selatan ini terhampar di Pantai Selatan Pulau Jawa. mereka itu dibayar dengan uang yang syah dan berlaku seperti mata uang di dunia ini. orang akan mendengar cerita tentang beberapa siluman antara lain : Kanjeng Ratu Kidul (Ratu Laut Selatan). pesawat-pesawat terbang yang ultra modern dan lain-lain. menghadiri upacara perkawinan.Siluman Mahkluk halus ini konon suka tinggal didaerah yang ber air seperti di danau-danau. Pegawai-pegawai Kerajaan. ritual dan lain-lain dan mereka juga mempunyai angkatan perang yang kuat. Sebuah danau besar yang terletak di dekat kota Ambarawa antara Magelang dan Semarang. Mereka mempunyai Raja. membayar dengan uang yang sama. mereka itu memiliki tehnologi yang lebih canggih dari manusia. memakai macam pakaian yang sama. beberapa abad yang lalu beliau adalah seorang Gusti dikerajaan di Jawa. rokok dan manusia-manusia yang telah melakukan pekerjaan di dunia tersebut. rumah-rumah bangsawan. Seperti layaknya disebuah negeri kuno di kerajaan laut selatan ini juga ada berbagai upacara. Jin . 2. rumah-rumah yang bergaya kuno dan lain-lain. Mahkluk-mahkluk halus yang asli mereka tinggal di dunianya masing-masing. di beberapa tempat kerajaan ini mempunyai Adipati. ada banyak mobil yang jenisnya sama di jalan-jalan. Mahkluk halus asli yang memang dilahirkan – diciptakan sebagai mahkluk halus. Golongan Aristokrat. Ratu-ratu. alam lain itu antara lain : 1. pegawai.26 Konon Ada 2 macam mahkluk halus : 1. Merkayangan Kehidupan di saluran ini hampir sama seperti kehidupan di dunia manusia. dengan pintu gerbangnya Parangkusumo. 2. Menteri-menteri dan lain-lain. kota-kotanya lebih modern ada pencakar langot. Ratu legendaris. mereka mempunyai masyarakat maka itu ada mahkluk halus yang mempunyai kedudukan tinggi seperti Raja-raja. Mereka bisa tinggal di Keraton-keraton. rokok yang sama seperti dunia manusia. tetapi patihnya Nyai Roro Kidul adalah siluman asli sejak beberap ribu tahun yang lalu. Mahkluk halus yang berasal dari manusia yang telah meninggal. Ratu. Sarpo Bongso ini siluman asli. ada yang pintar dan bodoh. Kalau orang pergi berkunjung ke Solo-Yogyakarta atau jawa Tengah. berkuasa dan amat cantik. Yang mengherankan adalah. Sedangkan kanjeng Ratu Kidul bukanlah asli siluman. kecuali tidak adanya sinar terang seperti matahari. ada banyak pabrik-pabrik persis seperti di dunia manusia. Seperti juga manusia ada yang baik dan jahat. Beliau mempunyai seorang patih wanita yang setia dan sakti yaitu Nyai Roro Kidul. Sarpo Bongso-Penguasa Rawa Pening. samudera dan lain-lain. masyarakat siluman diatur seperti masyarakat jaman kuno. pekerja dan lain-lain. Dalam dunia merkayangan mereka merokok. Ada juga hal-hal yang mistis di dunia Merkayangan ini. Kanjeng Ratu Kidul berjanji untuk melindungi semua raja dan kerajaan Mataram. dalam pertemuan itu. bekerja di batik. laut . . yang tinggal di istananya di Laut Selatan.

mereka itu bila dilihat dengan mata biasa kelihatan seperti : 1. pengasihan supaya dikasihi oleh orang lain dengan cara-cara yang tidak wajar. jangan menipu. Orang biasanya menyebut merak Jim. Disamping masyarakat yang sudah teratur seperti Merkayangan.buaya putih. Kutuk Lamur . Bagaimana caranya ? mudah saja : bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dengan melakukan perbuatan yang baik dan benar. di dunia inii hidup suci dan kembali lagi ke suci ). Bagi mereka yang telah melakukan kesalahan dengan jalan memuja atau menggunakan “ jasajasa Baik “ berhala diatas. jangan menyiksa. hukuman itu bisa dijalani pada waktu dia masih hidup di dunia atau lebih jelek pada waktu sesudah kehidupan ( afterlife ) diterima oleh orang-orang yang sudah melakukan : fitnah.kuda yang kepalanya menoleh kebelakang 2. semacam burung yang berkicau 8. Gemak Melung . tidak ada penderitaan yang seberat ini. Pemujaan terhadap kesembilan mahkluk jahat itu merupakan kesalahan fatal. sakit atau mati dll. Kandang Bubrah . secara singkat kedua masyarakat itu adalah untuk mereka yang jujur. Jaran Penoreh . berkelakuan baik. tetapi adalah sembilan macam mahkluk halus yang katanya.gemak. Manusia yang salah itu pasti menerima hukumaan untuk kesalahan yang dilakukannya. Disamping tujuh macam alam permanen tersebut. Bulus Jimbung . dan Demit masih ada lagi dua menjelaskannya lebih detail. Ada pepatah Jawa yang bunyinya “ Urip iku mung mampir ngombe “ artinya hidup didunia ini hanyalah untuk mampir minum. Demit Bangsa ini bertempat tinggal di daerah-daerah pegunungan yang hijau dan lebih sejuk hawanya. Siluman.senagsa ikan. ketika mereka hidup sebagai manusia. Srengara Nyarap . itu artinya orang hidup didunia ini hanya dalam waktu singkat maka itu berbuatlah yang pantas/ " pene r". dimana rohroh dari manusia-manusia yang jahat menderita karena kesalahan yang telah mereka perbuat pada masa lalu. ada sebuah saluran yang terjepit. mereka tentu akan mendapat hukuman sesudah “ kematiannya “ badan dan jiwa mereka mendapat hukuman persyaratan sangkan paraning dumadi ( datang dari suci. Umbel Molor . maka itu setiap orang harus berusaha untuk menghindarinya.kelelawar berak 9. jangan melakukan hal-hal yang jelek dan nista.anjing menggigit 3. jujur. hampir sama dengan bangsa siluman tetapi mereka itu tinggal di daerah-daerah pegunungan dan tempat-tempat yang berhawa panas. mereka itu seperti manusia hanya bentuk badannya lebih kecil. Bajul Putih . Kajiman. .27 3.bulus yang besar 4. suka menolong “ manusia supaya menjadi kaya dengan kekayaan meterial yang berlimpah. Memuja berhala untuk menjadi kaya ( pesugihan ) yang dimaksud dengan berhala dalam kejawen bukanlah patung-patung batu. 4. suka menolong.kandang yang rusak 5. penglihatannya tidak terang 7. Berbagai macam hukuman sesudah kehidupan : Ini merupakan hukuman yang teramat berat. Codot Ngising .ingus yang menetes 6. prewangan ( orang yang menyediakan raganya untuk dijadikan medium oleh mahkluk halus ) blakmagic. Mahkluk halus yang tidak sempurna. membunuh orang dll perbuatan yang nista. tidak jujur. guna-guna yang membuat orang lain menderita. jangan membunuh. jangan mencuri. suci dan bijak. rumah-rumah mereka bentuknya sederhana terbuat dari kayu dan bambu. Kajiman Mereka hidup dirumah-rumah kuno di dalam masyarakat yang bergaya aristokrat.

2. Susuhunan ing Kajenar Dene anggenipun sami karsa amedharaken Triloka punika saking anggenipun sami ambabar kaelokaning Ilmi kasampurnan. sajroning pranawa iku sukna. mekaten wewejanganipun : Sajatine ingsun anata Malige ing dalem Baitalmukadas. inggih punika bangsaning pangetisan. Susuhunan ing Giri Kadhaton 2. tegesipun dados musthikaning Sapta Bawana. 3. kados makaten wewedharanipun : Sajatine ingsun nata malige ing dalem Baitalmakmur iya iku enggon parameyaningsun jumeneng ana sirahing Adam. nanging sadya kal wau nalika pakumpulan kaliyan Kanjeng Susuhunan ing Kalijogo inggih sami ajrih anggelaraken. sajroning sukma iku rahsa. sanyata langgeng boten ewah gingsir mila waget jumeneng Gosul Alam. urawi puter giling sapanunggalanipun. sajroning budi iku jinem. Menggah ingkang sami kapareng amedharaken wedharan triloka wau para wali 8 : 1. Susuhunan ing Cirebon 7. dipun wastani pambukaning tata mahligai ing dalem Baitalmakmur. iya iku enggon laranganingsun jumeneng ana jajaning Adam. kados makten wewedharanipun : Sajatine ingsun anata malige ing dalem baitalmukharam. 2. Susuhunan ing Pancuran 6. Syeh Maulana Ibrahim Jatiswara 8. ingkang kaangge witting Ilmi bangsa Sorogan. Anggenipun kawasa saget adamel lumpuhing para cidra. ora ana Pangeran anging ingsun dzat kang anglimputi ing kahanan jati. sajroning rahsa iku ingsun ora ana pangeran. inggih punika winenang mengku Bumi langit sap pitu. iya iku mani sajroning mutfah iku madi. sajroning madi iku wadi. sajroning rahsa iku ingsun. Sami kawasa saget adamel sarana wewelikaning pandulu inggih punika kalebet Aji Sesulapan. tetep gesang piyambak boten wonten ingkang anggesangi . kang ana antaraning ati iku jantung. Susuhunan ing Panggung 4.28 WEWEDHARANIPUN TRI BAWANA [ Jabaran tiga dunia ] Bahasa Jawa : 1. kang ana sajroning dhada iku ati. sajroning sukma iku rahsa. 4. Ayat ingkang sapisan. sajroning jantung iku budi. Sami anggelaraken bangsaning gendam. Susuhunan ing Kudus 3. Susuhunan ing Majagung 5. tegesipun gesang toya kalih wonten ing donya gesang. Kawasa saget andhatengaken salwiring sedya. sajroning manikem iku rahso sajroning rahso iku ingsun. sajroning jinem iku sukma. ing kahanan akhir inggih gesang. sajroning wadi iku manikem. kang ana ing sajroning konthol iku pringsilan. ora ana Pangeran anging ingsun dzat kang anglimputi kahanan jati. anging ingsun dzat kang anglimputi ing kahanan jati. kadosta : 1. Ayat ingkang kaping tiga dipun wastani pambukaning tata mahlige ing dalem Baitalmukadas. kang ada antaraning iku mutfah. 3. kang ana sajroning sirah iku dimak. iya iku enggon pasucen ingsun jumeneng ana ing kontholing Adam. iya iku utek kang ana antaraning Dimak iku manik. Purunipun adamel kaelokan sareng Kanjeng Susuhunan Ing Kalijaga sampun kayun widaraini. Ayat ingkang kaping kalih dipun wastani pambukaning tata mahlige ing dalem Baitalmukharam.

Syeh Maulana Ibrahim Jatiswara 8. misalnya : 1. rumah tempat yang aku sucikan berada didalam kelaminnya Adam. sebagai berikut : 1. di situlah tempat kesenanganKU.29 Terjemahan : 1. Ayat ketiga dinamakan terbukanya susunan singgasana dalam Baital Mukadas sebagai berikut : Sebenarnya aku menata singgasana dalam Baital Mukadas. Sesuhunan di Panggung 4. Sesuhunan di Pajagung 5. Sesuhunan di Cirebon 7. Sesuhunan di Giri Kedaton 2. mereka takut mempergunakan ilmu-ilmu tersebut. Sesuhunan di Kudus 3. 4. didalam rahsa itu adalah aku. Mampu melumpuhkan orang yang berniat jahat. di dalam mutfah adalah madi. Mampu mendatangkan semua yang dikehendaki 2. di dalam madi itu manikem. artinya menjadi mustikanya tujuh lapis Bawana mempunyai wewenang menguasai Bumi dan langit lapis tujuh. yang berada di dalam dada itu hati. di dalam jinem itu sukma. Sesuhunan di Kajenar Adapun mereka mau mewedarkan Triloka itu. yang berada diantara hati itu jantung. di dalam budi itu jinem. karena mereka telah menyaksikan kehebatan ilmu kasampurnan. yang berada didalam kepala disebut dimak yaitu otak. . Mereka membuat keanehan setelah Sunan Kalijogo sudah kayun widaraini artinya hidup di akherat pun hidup. yang dianggap menjadi kuncinya ilmu sorogan. yang berada diantara dimak itu manik. berada di kepala Adam. 3. tidak ada Tuhan kecuali aku. Ayat yang kedua dinamakan terbukanya susunan singgasana dalam Baital Mukharam sebagai berikut : Sebenarnya aku menata singgasana dalam Baital Mukharam itulah tempat larangan-laranganKU. Ternyata abadi tidak berubah oleh karenanya dapat menyandang sebagai Gosul Alam. didalam sukma itu rahsa dan di dalam rahsa itu aku. dzat yang meliputi semua keadaan. yang berada di dalam pelir itu mutfah yakni mani. yang berada didada Adam. Sesuhunan di Pancuran 6. 2. di dalam rahsa itu adalah aku tidak ada Tuhan kecuali aku. tidak ada Pangeran hanya dzat yang meliputi disemua keadaan. tetapi semua itu ketika masih berkumpul dengan Sunan Kalijogo. didalam manik itu pramana adalah pranawa. 3. di dalam jantung itu budi. Mampu menggelarkan jenisnya dendam. Ayat yang pertama dinamakan terbukanya tata mahligai Baital Makmur wedarnya/jabarannya sebagai berikut : Sebenarnya aku mengatur singgasana di dalam Baital Makmur. Mampu membuat penglihatan menjadi berubah ialah sebangsa sulapan. di dalam manikem itu rahsa. Adapun yang ditunjuk mewedarkan wedaran Triloka ialah delapan wali. yaitu tergolong pangatisan. Dzat yang emliputi semua keadaan . atau puter giling dan sebagainya. yang berada di dalam kelamin itu pelir. didalam pranawa itu adalah sukma itu adalah rahsa.

politik. lan saking Shiyam tuwuh watak Wira’I 9 mboten ndremis lan mboten kathah sesambat ) sumingkir saking ingkang nama lelangkungan ( gesang prasaja ). ghairil maghdhuubi ‘ alaihim waladl dlaal-liin Bahasa Jawa : 1. ekonomi. Namung dhumateng Paduka piyambak kita sami menembah ‘ ibadah. sadaya para andika Nabi Utusaning Allah kautus ngampil tugas-pokok mbangun Tauhid ing Allah. 2.30 AL FAATIHAH ( BEBUKA ) Surat kaping 1 : 7 ayat ( Tumuruning wahyu ana ing Mekkah. . utawi ngumawula lan manembah ing Allah. ‘Ibadah . Agaminipun para tetiyang ingkang sampun Paduka paringi kani’matan.pernatan : maksudipun Syari’at Islam damel angger-angger hukum lan pranatan punika kangge karaharjaning ummat manungsa ing Donya dumugi ing Akheratipun. lan lingkungan sapiturutipun. Alhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin 3. kabudayan sarta kesenian. Saking zakat lajeng tuwuh ‘ ibadah qurban sidqah. mugi Paduka paring pitedah ing kita sadaya lumampah wonten ing margi ingkang leres. ingkang dipun da’wahaken dening junjungan kita Nabi Muhammad s.w. Ingkang baku inggih punika ‘ aqidah-tauhid ( memundhi saha mangeran namung dhumateng Panjenanganipun Allah piyambak ) ‘ Aqidah-tauhid wau dados jejering piwucal Agami. lajeng tuwuh ‘ibadah memuji. Angger. 2. ugi ngajak Ummatipun supados samia ‘ibadah ( manembah ) ing Allah piyambak. tuwin sanes ingkang sami sasar. dzikir lan tafakkur utawi I’tikaf ing masjid. kados kasebut ing ngandhap punika : 1. saha namung dhumateng Paduka piyambak kita sami anyenyadhong pitulungan. Lajeng saking Haji tuwuh semangat ambelani sarta labuh ing agami. agami. sosial. Ingkang baku wonten sekawan. 7. 3. Bismillahir rahmaanir rahim 2. upami hukum.a. sanes ingkang sami kabendon.angger Hukum lan Pernatan. Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim. Shiyam lan kesah Haji. ingkang kuwajiban sadaya titah. Bab ‘aqaid utawi kaimanan . dahme. makaten ugi dening para andika Rasul saderengipun. sarta ngrebahaken sadaya kamusyrikan. inggih punika : Shalat. Dhuh Gusti Allah. Inggih punika margi. Zakat. Kang Ngratoni ing dina Piwelas. ndedonga. sesambetaning manungsa kaliyan Allah. langkunglangkung manungsa ( sabab manungsa punika makhluk ingkang saged damel kabudayan wonten ing ‘ alam donya ). lan nilar sadaya brahalanipun. 3. 6. tumurun sawuse surat Al-Muddatstsir ) Bahasa Arab : 1. Saking ingkang baku kasebut. Isi maksud ingkang wigatos ing Surat Al-Faatihah : Intisari saking isinipun Al-Quraan punika sampun kaweca pokok-pokok ingkang fundamentil wonten salebeting Surat Al Faatihah. weweweh lan tetulung ing sasaminipun. perang. Kalawan asma Allah kang Maha Murah ugi Maha Asih. Pramila ing salebetingQuraan ngemot pinten-pinten norma lan katamtuwan. Maaliki yaumid diin 5. Kang Maha Murah Maha Asih. 4. 5. punika kuwajiban ingkang wiwitan kaampil. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’in 6. Arrahmanir rahiim 4. Kabeh pangalembana kagunganing Allah Pangeran. Ihdinash shiraathal mustaqiim 7. Sesembahaning ‘ alam jagad-rat pramudita. tatanagari. sesambetan internasional.

gesang sapisan wonten ing ‘ alam Donya. kajaba barang kang dadi kaparenging Karsane. Jembare kursine Allah iku amot langit lan bumi. (QS. Al Baqarah:255) . walaa yuhiithuuna bisyai-im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa-a wasi’a kursiyyu hussamaawaati wal-ardha walaa ya-uuduhuu hif zhuhumaa wa huwal ‘aliyyul ‘azhiim. lahuu maa fis-samaawaati wa maa fil ardhi man dzal-ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi-idznihii ya’lamu maa baina aidiihim wamaa khalfahum. Allah ora ana Pangeran kang sinembah kajaba mung Panjenengane piyambak kang Sugeng sarta kang Jumeneng Pribadi. lan Panjenengane Allah iku Maha Luhur tur Maha Agung. kajaba manawa oleh palilahe. sampun ngantos damel sejarah awon. sanajan wonten Donya saged lolos saking hukuman.31 4. nanging wonten ngarsaning Allah ing dinten Qiyanat tantu nboten saged lolos malih. Sejarah : maksudipun ingkang saged dados tepa-palupi ing salebeting sesrawungan ummat manungsa. Allah iku Ngawuningani samubarang kang ana ing ngarep lan saburine wong-wong mau.Ora ana kang bisa aweh syafa’at ana ing ngarsaning Allah. 5. AYAT KURSI Allahu laa ilaaha illaa huwal-hayyul qayyuumu laa ta’khudzuhuu sinatuw wa laa nauum. dheweke mau ora ana kang padha bisa nglimputi sathithik bahe saka ilmuNE ALLAH. panjenengane ora rekaos anggone rumeksa ing sakarone langit lan bumi.Kagungane ALLAH samubarang kang ana ing langit lan samubarang kang ana ing bumi. Janji sarta ancaman : artosipun supados ngadeg keadilan lan keleresan ingkang saestu.Allah iku ora kataman ngantuk lan ora kataman sare.

basa ngeli iku nurut saujaring liyan. lamun sira ngrasa bener lawan becik. angayem-ayema nalarira.32 KAUTAMANING LAKU 1. 4. panalangsanira ing Pangeran Kang Maha Mulya. Aja kurang pamariksanira lan den agung pangapunira. datan nyulayani. Aprang Sabilillah. tegese den teguh yen krungu ujar ala. 6. den prayitna barang karya. 2. 11. nyawabi nakrakyatira. duk uneng Kalijaga . Agawe kabecikan marang sesaminira tumitah. nanging aja tingal ngelmu sarak. saking sawab ing ilmu pangiket mami. 7. 9. 12. agawea sukaning manahe sesamaning jalma. 10. 5. Angrawuhana ngelmu gaib. iku paraboting urip kang utama. prang ati ala lan ati becik sing sapa reka arsa anglakoni amutiha lawan amawasa patangpuluh dina wae lan tangi wektu subuh lan den sabar sukur ing ati Isya ALLAH tinekan sak karsaniku. Wong eling ing ngelmu sarak dalil sinung kamurahaning Pangeran. rumangsa ala sarta luput. Tapa ngluwat. 3. ginantungan bebenduning Pangeran. aja pegat rina lan wengi. tegese ngeli. tegese prang sabil iku. sajroning jajanira priyangga ana prang Bratayudha. 8. tegese mendhem atine aja ngatonake kabecikane dhewe. Wong amrih rahayuning sesaminira. Aja duwe rumangsa bener sarta becik. sinung ayating Pangeran. aja anggrangsang samubarang kang sinedya. Atapaa banyuara. Angenakena sarira. Elinga marang Kang Murbeng Jagad. den agung. Atapaa geniara.

kerepotan-kerepotan. sudah jelas akan menjadi sarang iblis. . Lakonana klawan sabaraning kalbu Lamun obah niniwasi Kasusupan setan gundhul Ambebidung nggawa kendhi Isine rupiah kethon Segalanya itu harus dijalankan dengan penuh kesabaran. 3. 4. Hawya pegat ngudiya RONGing budyayu MarGAne suka basuki Dimen luWAR kang kinayun Kalising panggawe SIsip Ingkang TAberi prihatos Jangan berhenti selalulah berusaha berbuat kebajikan. intropeksi. telitilah jangan sampai salah. yang menggoda membawa kendi berisi uang banyak. dalam mawas diri sehingga seolah-olah hati ini kosong namun sebenarnya akan menemukan cipta yang sejati.33 SERAT SABDO JATI Megatruh 1. agar mendapat kegembiraan serta keselamatan serta tercapai segala cita-cita. Sebab jika bergeser (dari hidup yang penuh kebajikan) akan menderita kehancuran. terhindar dari perbuatan yang bukan-bukan. Kemasukan setan gundul. caranya haruslah gemar prihatin. mengendapkan pikiran. agar mudah menanggapi sesuatu. Lamun nganti korup mring panggawe dudu Dadi panggonaning iblis Mlebu mring alam pakewuh Ewuh mring pananing ati Temah wuru kabesturon Bila terpengaruh akan perbuatan yang bukan-bukan. 2. endapkan didalam hati. Pamanggone aneng pangesthi rahayu Angayomi ing tyas wening Eninging ati kang suwung Nanging sejatining isi Isine cipta sayektos Dapatnya demikian kalau senantiasa mendambakan kebaikan. Ulatna kang nganti bisane kepangguh Galedehan kang sayekti Talitinen awya kleru Larasen sajroning ati Tumanggap dimen tumanggon Dalam hidup keprihatinan ini pandanglah dengan seksama. 5. senantiasa mendapatkan kesulitas-kesulitan.

Tuhan akan selalu memberi pertolongan. siapa yang berusaha dengan setekun-tekunnya akan mendapatkan kebahagiaan. 8. Yeng kang uning marang sejatining dawuh Kewuhan sajroning ati Yen tiniru ora urus Uripe kaesi-esi Yen niruwa dadi asor Namun bagi yang bijaksana. Sudah melupakan Tuhannya. seolah-olah mabuk kepayang. yang menitahkan bumi dan langit. sebab sudah diliputi perbuatan dan pikiran yang jelek. Nora kengguh mring pamardi reh budyayu Hayuning tyas sipat kuping Kinepung panggawe rusuh Lali pasihaning Gusti Ginuntingan dening Hyang Manon Bila sudah terlanjur demikian tidak tertarik terhadap perbuatan yang menuju kepada kebajikan. Hanuhoni kabeh kang duwe panuwun Yen temen-temen sayekti Dewa aparing pitulung Nora kurang sandhang bukti Saciptanira kelakon Segala permintaan umatNya akan selalu diberi. sehingga yang jahat disukai dianggap utusan Tuhan. 7. Segala yang baik-baik lari dari dirinya. 9. sebenarnya repot didalam pikiran melihat contoh-contoh tersebut. bila dilakukan dengan setulus hati. Ajaran-Nya sudah musnah berkeping-keping. Nora ngandel marang gaibing Hyang Agung Anggelar sakalir-kalir Kalamun temen tinemu Kabegjane anekani Kamurahane Hyang Manon Itu artinya tidak percaya kepada Tuhan.34 tidak dapat berbuat dengan itikad hati yang baik. 10. Karena Tuhan itu Maha Pemurah adanya. Bila diikuti hidupnya akan tercela akhirnya menjadi sengsara. 6. bagaikan matanya kemasukan pasir. . sandang pangan tercukupi segala cita-cita dan kehendaknya tercapai. tidak dapat membedakan yang baik dan yang jahat. Parandene kabeh kang samya andulu Ulap kalilipen wedhi Akeh ingkang padha sujut Kinira yen Jabaranil Kautus dening Hyang Manon Namun demikian yang melihat.

Dimana diramalkan rakyat kecil bersuka ria. tidak kekurangan sandang dan makan seluruh kehendak dan cita-citanya tercapai. banyak pikiran-pikiran yang tidak berjalan diatas riil kebenaran. hilir mudik menunjuk kian kemari. Ada orang yang berikat pinggang tebu perbuatannya seperti orang gila. menghitung banyaknya orang. Ngesthi=8. Sawiji=1.35 11. Katuwane winawas dahat matrenyuh Kenyaming sasmita sayekti Sanityasa tyas malatkunt Kongas welase kepati Sulaking jaman prihatos Lama kelamaan makin menimbulkan perasaan prihatin. Itu bertepatan dengan tahun Masehi 1945). Memuji=7. 13. merasakan ramalan tersebut. Iku lagi sirap jaman Kala Bendu Kala Suba kang gumanti Wong cilik bisa gumuyu Nora kurang sandhang bukti Sedyane kabeh kelakon Disitulah baru selesai Jaman Kala Bendu. 16. keagungan jiwa sudah tidak tampak. 14. 15. Diganti dengan jaman Kala Suba. Para jalma sajroning jaman pakewuh Sudranira andadi Rahurune saya ndarung Keh tyas mirong murang margi Kasekten wus nora katon Manusia-manusia yang hidup didalam jaman kerepotan. makin menjadi-jadi. cenderung meningkatnya perbuatan-perbuatan tercela. Waluyane benjang lamun ana wiku Memuji ngesthi sawiji Sabuk tebu lir majenum Galibedan tudang tuding Anacahken sakehing wong Jaman yang repot itu akan selesai kelak bila sudah mencapat tahun 1877 (Wiku=7. sehingga dapat diketahui. senantiasa merenung diri melihat jaman penuh keprihatinan tersebut. Ki Pujangga nyambi paraweh pitutur Saka pengunahing Widi Ambuka warananipun Aling-aling kang ngalingi Angilang satemah katon Sambil memberi petuah Ki Pujangga juga akan membuka selubung yang termasuk rahasia Tuhan. 12. Pandulune Ki Pujangga durung kemput Mulur lir benang tinarik Nanging kaseranging ngumur Andungkap kasidan jati .

Tanggal kaping lima antarane luhur Selaning tahun Jimakir Taluhu marjayeng janggur Sengara winduning pati Netepi ngumpul sak enggon Tanggal 5 bulan Sela (Dulkangidah) tahun Jimakir Wuku Tolu. sudah sampai waktunya. itulah saat yang ditentukan sang Pujangga kembali menghadap Tuhan. . (Sembah=2. Tepatnya pada hari Rabu Pon. Windu Sengara (atau tanggal 24 Desember 1873) kira-kira waktu Lohor. Pujangga=8. Namun karena umur sudah tua sudah merasa hampir datang saatnya meninggalkan dunia yang fana ini. kembali menghadap Tuhannya. Muswa=0. 19. Ji=1) bertepatan dengan tahun masehi 1873). Cinitra ri budha kaping wolulikur Sawal ing tahun Jimakir Candraning warsa pinetung Sembah mekswa pejangga ji Ki Pujangga pamit layoti Karya ini ditulis dihari Rabu tanggal 28 Sawal tahun Jimakir 1802.36 Mulih mring jatining enggon Sayang sekali "pengelihatan" Sang Pujangga belum sampai selesai.Amung kurang wolung ari kang kadulu Tamating pati patitis Wus katon neng lokil makpul Angumpul ing madya ari Amerengi Sri Budha Pon Yang terlihat hanya kurang 8 hai lagi. bagaikan menarik benang dari ikatannya. 18. 17.

akibat dari perbuatan seseorang. Situasi (keadaan tata negara) telah rusah. 2. Oleh karena daya jaman Kala Bendu. Sudah banyak yang meninggalkan petuah-petuah/aturan-aturan lama. Suasananya mencekam. 3. semua anak buah hatinya baik. Ratune ratu utama Patihe patih linuwih Pra nayaka tyas raharja Panekare becik-becik Paranedene tan dadi Paliyasing Kala Bendu Mandar mangkin andadra Rubeda angrebedi Beda-beda ardaning wong saknegara Sebenarnya rajanya termasuk raja yang baik. mendapatkan hinaan dan malu.37 SERAT KALATIDA Sinom 1. Orang cerdik cendekiawan terbawa arus Kala Tidha (jaman yang penuh keragu-raguan). Katetangi tangisira Sira sang paramengkawi Kawileting tyas duhkita Katamen ing ren wirangi Dening upaya sandi Sumaruna angrawung Mangimur manuhara Met pamrih melik pakolih Temah suka ing karsa tanpa wiweka Waktu itulah perasaan sang Pujangga menangis. sudah semakin merosot. Lain orang lain pikiran dan maksudnya. pemuka-pemuka masyarakat baik. Patihnya juga cerdik. Karena dunia penuh dengan kerepotan. . karena sudah tak ada yang dapat diikuti lagi. Mangkya darajating praja Kawuryan wus sunyaturi Rurah pangrehing ukara Karana tanpa palupi Atilar silastuti Sujana sarjana kelu Kalulun kala tida Tidhem tandhaning dumadi Ardayengrat dene karoban rubeda Keadaan negara waktu sekarang. namun segalanya itu tidak menciptakan kebaikan. Bahkan kerepotan-kerepotan makin menjadi-jadi. penuh kesedihan.

5. Akan ditempatkan sebagai pemuka tetapi akhirnya sama sekali tidak benar. guna membandingkan perbuatan yang salah dan yang betul. bahkan tidak mendapat perhatian sama sekali. Keni kinarta darsana Panglimbang ala lan becik Sayekti akeh kewala Lelakon kang dadi tamsil Masalahing ngaurip Wahaninira tinemu Temahan anarima Mupus pepesthening takdir Puluh-Puluh anglakoni kaelokan Membuat kisah lama ini dapat dipakai kaca benggala. Didalam jaman yang penuh kerepotan dan kebatilan ini. Demikianlah jika kita meneliti. 4.38 Tampaknya orang tersebut memberi harapan menghibur sehingga sang Pujangga karena gembira hatinya dan tidak waspada. hasilnya tidak lain hanyalah kerepotan. Dasar karoban pawarta Bebaratun ujar lamis Pinudya dadya pangarsa Wekasan malah kawuri Yan pinikir sayekti Mundhak apa aneng ngayun Andhedher kaluputan Siniraman banyu lali Lamun tuwuh dadi kekembanging beka Persoalannya hanyalah karena kabar angin yang tiada menentu. 6. mengenai kehidupan yang dapat mendinginkan hati. Lebih baik membuat karya-karya kisah jaman dahulu kala. Sebenarnya banyak sekali contoh -contoh dalam kisah-kisah lama. orang yang berbudi tidak terpakai. Lebih-lebih bila ketambahan lupa diri. apa sih gunanya menjadi pemuka/pemimpin ? Hanya akan membuat kesalahan-kesalahan saja. Sebenarnya kalah direnungkan. Ujaring panitisastra Awewarah asung peling Ing jaman keneng musibat Wong ambeg jatmika kontit Mengkono yen niteni Pedah apa amituhu Pawarta lolawara Mundhuk angreranta ati Angurbaya angiket cariteng kuna Menurut buku Panitisastra (ahli sastra). akhirnya "nrima" dan menyerahkan diri kepada kehendak Tuhan. Apakah gunanya meyakini kabar angin akibatnya hanya akan menyusahkan hati saja. sebenarnya sudah ada peringatan. . Yah segalanya itu karena sedang mengalami kejadian yang aneh-aneh.

Mendapat rakhmat Tuhan. Tidak perlu bersusah payah tiba-tiba mendapat anugerah. 9. Betul bukan ? Memang benar kalau ada yang mengatakan demikian. apa pula yang dicari.39 7. Sekarang sudah tua. Sakadare linakonan Mung tumindak mara ati Angger tan dadi prakara Karana riwayat muni Ikhtiyar iku yekti Pamilihing reh rahayu . Bagaimanapun juga walaupun orang yang lupa itu bahagia namun masih lebih bahagia lagi orang yang senantiasa ingat dan waspada. 8. Namun demikian masih juga berikhtiar. Amenangi jaman edan Ewuh aya ing pambudi Milu edan nora tahan Yen tan milu anglakoni Boya kaduman melik Kaliren wekasanipun Ndilalah karsa Allah Begja-begjane kang lali Luwih begja kang eling lawan waspada Hidup didalam jaman edan. memang repot. Namun sebenarnya didalam hati repot juga. tetapi kalau tidak mengikuti geraknya jaman tidak mendapat apapun juga. Beda lan kang wus santosa Kinarilah ing Hyang Widhi Satiba malanganeya Tan susah ngupaya kasil Saking mangunah prapti Pangeran paring pitulung Marga samaning titah Rupa sabarang pakolih Parandene maksih taberi ikhtiyar Lain lagi bagi yang sudah kuat. 10. Semono iku bebasan Padu-padune kepengin Enggih mekoten man Doblang Bener ingkang angarani Nanging sajroning batin Sejatine nyamut-nyamut Wis tuwa arep apa Muhung mahas ing asepi Supayantuk pangaksamaning Hyang Suksma Yah segalanya itu sebenarnya dikarenakan keinginan hati. Lebih baik menyepi diri agar mendapat ampunan dari Tuhan. Namun sudah menjadi kehendak Tuhan. Akan mengikuti tidak sampai hati. Akhirnya dapat menderita kelaparan. Bagaimanapun nasibnya selalu baik.

Bersamaan dengan usaha tersebut juga harus awas dan waspada agar mendapat rakhmat Tuhan.40 Sinambi budidaya Kanthi awas lawan eling Kanti kaesthi antuka parmaning Suksma Apapun dilaksanakan. Hanya membuat kesenangan pokoknya tidak menimbulkan persoalan. Ya Allah ya Rasulullah Kang sipat murah lan asih Mugi-mugi aparinga Pitulung ingkang martani Ing alam awal akhir Dumununging gesang ulun Mangkya sampun awredha Ing wekasan kadi pundi Mula mugi wontena pitulung Tuwan Ya Allah ya Rasulullah. seolah-olah dapat mati didalam hidup. hanya harus memilih jalan yang baik. yang bersifat murah dan asih. Hanya Tuhanlah yang mampu menolong kami. akhirnya nanti bagaimana. 11. Kemudian kami serahkan jiwa dan raga dan kami. Biarkanlah kami hanya memohon karunia pada MU agar mendapat ampunan sekedarnya. mudah-mudahan memberi pertolongan kepada hambamu disaat-saat menjelang akhir ini. Lepas dari kerepotan serta jauh dari keangakara murkaan. Sageda sabar santosa Mati sajroning ngaurip Kalis ing reh aruraha Murka angkara sumingkir Tarlen meleng malat sih Sanityaseng tyas mematuh Badharing sapudhendha Antuk mayar sawetawis BoRONG angGA saWARga meSI marTAya Mudah-mudahan kami dapat sabar dan sentosa. Agaknya ini sesuai dengan petuah yang mengatakan bahwa manusia itu wajib ikhtiar. Sekarang kami telah tua. . 12.

41

SABDA TAMA

Gambuh 1. Rasaning tyas kayungyun Angayomi lukitaning kalbu Gambir wanakalawan hening ing ati Kabekta kudu pitutur Sumingkiring reh tyas mirong Tumbuhlah suatu keinginan melahirkan perasaan dengan hati yang hening disebabkan ingin memberikan petuah-petuah agar dapat menyingkirkan hal-hal yang salah. 2. Den samya amituhu Ing sajroning Jaman Kala Bendu Yogya samyanyenyuda hardaning ati Kang anuntun mring pakewuh Uwohing panggawe awon Diharap semuanya maklum bahwa dijaman Kala Bendu sebaiknya mengurangi nafsu pribadi yang akan membenturkan kepada kerepotan. Hasilnya hanyalah perbuatan yang buruk. 3.Ngajapa tyas rahayu Nyayomana sasameng tumuwuh Wahanane ngendhakke angkara klindhih Ngendhangken pakarti dudu Dinulu luwar tibeng doh Sebaiknya senantiasa berbuat menuju kepada hal-hal yang baik. Dapat memberi perlindungan kepada siapapun juga. Perbuatan demikian akan melenyapkan angkara murka, melenyapkan perbuatan yang bukan-bukan dan terbuang jauh. 4. Beda kang ngaji mumpung Nir waspada rubedane tutut Kakinthilan manggon anggung atut wuri Tyas riwut ruwet dahuru Korup sinerung agoroh Hal ini memang lain dengan yang ngaji pumpung. Hilang kewaspadaannya dan kerepotanlah yang selalu dijumpai, selalu mengikuti hidupnya. Hati senantiasa ruwet karena selalu berdusta. 5. Ilang budayanipun Tanpa bayu weyane ngalumpuk Sakciptane wardaya ambebayani Ubayane nora payu Kari ketaman pakewoh Lenyap kebudayaannya. Tidak memiliki kekuatan dan ceroboh. Apa yang dipikir hanyalah hal-hal yang berbahaya.

42

Sumpah dan janji hanyalah dibibir belaka tidak seorangpun mempercayainya. Akhirnya hanyalah kerepotan saja. 6. Rong asta wus katekuk Kari ura-ura kang pakantuk Dandanggula lagu palaran sayekti Ngleluri para leluhur Abot ing sih swami karo Sudah tidak berdaya. Hanya tinggallah berdendang. Mendendangkan lagu dandang gula palaran hasil karya nenek moyang dahulu kala, betapa beratnya hidup ini seperti orang dimadu saja. 7. Galak gangsuling tembung Ki Pujangga panggupitanipun Rangu-rangu pamanguning reh harjanti Tinanggap prana tumambuh Katenta nawung prihatos Ki Pujangga didalam membuat karyanya mungkin ada kelebihan dan kekurangannya. Olah karena itu ada perasaan ragu-ragu dan khawatir, barangkali terdapat kesalahan/kekeliruan tafsir, sebab sedang prihatin. 8. Wartine para jamhur Pamawasing warsita datan wus Wahanane apan owah angowahi Yeku sansaya pakewuh Ewuh aya kang linakon Menurut pendapat para ahli, wawasan mereka keadaan selalu berubah-ubah. Meningkatkan kerepotan apa pula yang hendak dijalankan. 9. Sidining Kala Bendu Saya ndadra hardaning tyas limut Nora kena sinirep limpating budi Lamun durung mangsanipun Malah sumuke angradon Azabnya jaman Kala Bendu, makin menjadi-jadi nafsu angkara murka. Tidak mungkin dikalahkan oleh budi yang baik. Bila belum sampai saatnya akibatnya bahkan makin luar biasa. 10. Ing antara sapangu Pangungaking kahanan wus mirud Morat-marit panguripaning sesami Sirna katentremanipun Wong udrasa sak anggon-anggon Sementara itu keadaan sudah semakin tidak karu-karuwan, penghidupan semakin morat-marit, tidak ketenteraman lagi, kesedihan disana-sini. 11. Kemang isarat lebur Bubar tanpa daya kabarubuh Paribasan tidhem tandhaning dumadi Begjane ula dahulu

43

Cangkem silite angaplok Segala dosa dan cara hancur lebur, seolah-olah hati dikuasai ketakutan. Yang beruntung adalah ular berkepala dua, sebab kepala serta buntutnya dapat makan. 12. Ndhungkari gunung-gunung Kang geneng-geneng padha jinugrug Parandene tan ana kang nanggulangi Wedi kalamun sinembur Upase lir wedang umob Gunung-gunung digempur, yang besar-besar dihancurkan meskipun demikian tidak ada yang berani melawan. Sebab mereka takut kalau disembur (disemprot ular) berbisa. Bisa racun ular itu bagaikan air panas. 13. Kalonganing kaluwung Prabanira kuning abang biru Sumurupa iku mung soroting warih Wewarahe para Rasul Dudu jatining Hyang Manon Tetapi harap diketahui bahwa lengkungan pelangi yang berwarna kuning merah dan biru sebenarnya hanyalah cahaya pantulan air. Menurut ajaran Nabi itu bukanlah Tuhan yang sebenarnya. 14. Supaya pada emut Amawasa benjang jroning tahun Windu kuning kono ana wewe putih Gegamane tebu wulung Arsa angrebaseng wedhon Agar diingat-ingat. Kelak bila sudah menginjak tahun windu kuning (Kencana) akan ada wewe putih (setan putih), yang bersenjatakan tebu hitam akan menghancurkan wedhon (pocongan setan). (Sebuah ramalan yang perlu dipecahkan). 15. Rasa wes karasuk Kesuk lawan kala mangsanipun Kawises kawasanira Hyang Widhi Cahyaning wahyu tumelung Tulus tan kena tinegor Agaknya sudah sampai waktunya, karena kekuasaan Tuhan telah datang jaman kebaikan, tidak mungkin dihindari lagi. 16, Karkating tyas katuju Jibar-jibur adus banyu wayu Yuwanane turun-temurun tan enting Liyan praja samyu sayuk Keringan saenggon-enggon Kehendak hati pada waktu tersebut hanya didasarkan kepada ketentraman sampai ke anak cucu. Negaranegara lain rukun sentosa dan dihormati dimanapun.

Ngratani sapraja agung Keh sarjana sujana ing kewuh Nora kewran mring caraka agal alit Pulih duk jaman runuhun Tyase teteg teguh tanggon Keadaan seperti itu terjadi diseluruh negeri. Mengikuti peraturan-peraturan pemerintah. Kembali seperti dijaman dahulu kala. Hewan piraan diikat diluar tanpa ditunggu namun tidak ada yang dicuri. Tidak ada yang saling mencela. Ninggal pakarti dudu Pradapaning parentah ginugu Mring pakaryan saregep tetep nastiti Ngisor dhuwur tyase jumbuh Tan ana wahon winahon Banyak yang meninggalkan perbuatan-perbuatan yang kurang baik. Diraning durta katut Anglakoni ing panggawe runtut Tyase katrem kayoman hayuning budi Budyarja marjayeng limut Amawas pangesthi awon Yang tadinya berbuat angkara sekarang ikut pula berbuat yang baik-baik. Banyak sekali orang-orang ahli dalam bidang surat menyurat. . Tatune kabeh tuntun Lelarane waluya sadarum Tyas prihatin ginantun suka mrepeki Wong ngantuk anemu kethuk Isine dinar sabokor Segala luka-luka (penderitaan) sudah hilang. Perasaan prihatin berobah menjadi gembira ria. 19. Amung padha tinumpuk Nora ana rusuh colong jupuk Raja kaya cinancangan angeng nyawi Tan ana nganggo tinunggu Parandene tan cinolong Semua itu hanya ditumpuk saja. Perasaannya terbawa oleh kebaikan budi. Yang dibawah maupun yang diatas hatinya sama saja. 21. Semuanya rajin mengerjakan tugasnya masing-masing. tidak ada yang berbuat curang maupun yang mengambil. Semuanya berhati baja. 20. 18.44 17. Orang yang sedang mengantuk menemukan kethuk (gong kecil) yang berisi emas kencana sebesar bokor. Yang baik dapat menghancurkan yang jelek.

Nadyan bisa mbarenjul Tanpa tawing enggal jugrugipun Kalakone karsaning Hyang wus pinasti Yen ngidak sangkalanipun Sirna tata estining wong Jurang yang curam itu meskipun dapat melembung. Jaka Lodang gumandhul Praptaning ngethengkrang sru muwus Eling-eling pasthi karsaning Hyang Widhi Gunung mendhak jurang mbrenjul Ingusir praja prang kasor Joko Lodang datang berayun-ayun diantara dahan-dahan pohon kemudian duduk tanpa kesopanan dan berkata dengan keras. Semuanya yang dituturkan diatas sudah menjadi kehendak Tuhan akan terjadi pada tahun Jawa 1850.Nanging awya kliru Sumurupa kanda kang tinamtu Nadyan mendak mendaking gunung wis pasti Maksih katon tabetipun Beda lawan jurang gesong Namun jangan salah terima menguraikan kata-kata ini. Sebab bagaimanapun juga meskipun merendah kalau gunung akan tetap masih terlihat bekasnya. (Sirna=0. Karena ini hasil sastra maka tentu saja multi dimensi. Esthi=8 dan Wong=1).45 SERAT JOKO LODANG Gambuh 1. 2. Ingat-ingatlah sudah menjadi kehendak Tuhan bahwa gunung-gunung yang tinggi itu akan merendah sedangkan jurang yang curam akan tampil kepermukaan (akan terjadi wolak waliking jaman). namun kalau tidak ada tanggulnya sangat rawan dan mudah longsor. Yang dimaksud dengan jurang dan gunung bukanlah pisik tetapi hanyalah sebagai yang dilambangkan). Sasedyane tanpa dadya Sacipta-cipta tan polih Kang reraton-raton rantas Mrih luhur asor pinanggih Bebendu gung nekani . Lain sekali dengan jurang yang curam. Sinom 1. 3. (Ket. Tahun Masehi kurang lebih 1919-1920. Tata=5. karena kalah perang maka akan diusir dari negerinya.

2. 3. karena datangnya hukuman (kutukan) yang berat dari Tuhan. Para sudagar ingargya Jroning jaman keneng sarik Marmane saisiningrat Sangsarane saya mencit Nir sad estining urip Iku ta sengkalanipun Pantoging nandang sudra Yen wus tobat tanpa mosik Sru nalangsa narima ngandel ing suksma Hanya harta bendalah yang dihormati pada jaman tersebut. Para haji melemparkan ikat kepala hajinya. Esthining=8. Oleh karena itu seluruh isi dunia penderitaan kesengsaraannya makin menjadi-jadi. Mengerjakan madat. Tahun Masehi kurang lebih tahun 1930. apa yang dicita-citakan buyar.46 Kongas ing kanistanipun Wong agung nis gungira Sudireng wirang jrih lalis Ingkang cilik tan tolih ring cilikira Waktu itu seluruh kehendaki tidak ada yang terwujud. tetapi hanyalah semu belaka. Penghabisan penderitaan bila semua sudah mulai bertobat dan menyerahkan diri kepada kekuasaan Tuhan seru sekalian alam. ingin menang malah kalah. Orang besar kehilangan kebesarannya. Diluar tampak baik tetapi didalamnya tidak. Mbok Parawan sangga wang duhkiteng kalbu Jaka Lodang nabda malih . Semua saja waktu itu hanya harta bendalah yang menjadi tujuan. Wong alim-alim pulasan Njaba putih njero kuning Ngulama mangsah maksiat Madat madon minum main Kaji-kaji ambataning Dulban kethu putih mamprung Wadon nir wadorina Prabaweng salaka rukmi Kabeh-kabeh mung marono tingalira Banyak orang yang tampaknya alim. Yang tampak hanyalah perbuatan-perbuatan tercela. sedangkan yang kecil tidak mau mengerti akan keadaannya. Megatruh 1. Tahun Jawa menunjuk tahun 1860 (Nir=0. Orang wanita kehilangan kewanitaannya karena terkena pengaruh harta benda. segalanya salah perhitungan. Banyak ulama berbuat maksiat. apa yang dirancang berantakan. Sad=6. madon minum dan berjudi. Urip=1). lebih baik tercemar nama daripada mati.

Sapta=7. 2. Yang mendapat gembira hatinya sebab didalam benda tersebut isinya tidak lain emas dan kencana. didalam ramalan yang sudah ditentukan haruslah diusahakan supaya segera dan dapat terjadi ". 3.47 Nanging ana marmanipun Ing waca kang wus pinesthi Estinen murih kelakon Mendengar segalanya itu Mbok Perawan merasa sedih. Kemudian Joko Lodang berkata lagi : "Tetapi ketahuilah bahwa ada hukum sebab musabab. Tinemune wong ngantuk anemu kethuk Malenuk samargi-margi Marmane bungah kang nemu Marga jroning kethuk isi Kencana sesotya abyor Diwaktu itulah seolah-olah orang yang mengantuk mendapat kethuk (gong kecil) yang berada banyak dijalan. Akan ada keadilan antara sesama manusia. Bertepatan dengan tahun Masehi 1945. . Tahun Jawa 1877 (Wiku=7. Itu sudah menjadi kehendak Tuhan. Sangkalane maksih nunggal jamanipun Neng sajroning madya akir Wiku Sapta ngesthi Ratu Adil parimarmeng dasih Ing kono kersaning Manon Jamannya masih sama pada akhir pertengahan jaman. Ratu=1). Ngesthi=8.

menjadi ciri utama dan bahkan memberi warna khususu dalam kehidupan religiusitas serta adat istiadat masyarakat Jawa. Budha dan Islam beserta dengan mistiknya yang khas. tidak mementingkan diri sendiri dan lain sebagainya yang masih mempunyai arti sangat luas. yaiku : Sinkretisme. Paham mistik Jawa yang berpokok " Manunggaling Kawula Gusti " ( persatuan manusia dengan Tuhan ) dan " Sangkan Paraning Dumadi " ( asal dan tujuan ciptaan ) bersumber pada pengalaman religius. wayang merupakan intisari kebudayaan masyarakat Jawa yang diwarisi secara turun temurun.rahasia orang lain. karena adanya pertalian budi pekerti dengan kehidupan spiritual.48 RUWATAN Adalah Tradisi ritual Jawa sebagai sarana pembebasan dan penyucian. Perlambang dan ungkapan-ungkapan halus yang mengandung pendidikan moral. berpegang pada kepercayaan terhadap roh nenek moyang. Perumusan pengalaman religius Jawa dalam sejarahnya tidak lepas dari pengaruh-pengaruh agama besar seperti Hindu. Dalam ungkapan " Crah Agawe Bubrah . menjadi petunjuk jalan dan arah terhadap kehidupan sejati. Terkemas hampir sempurna dalam seni budaya gamelan dan gending-gending serta kesenian wayang kulit purwa yang perkembanganya mempunyai warna yang unik. ingin menelusuri arus kehidupan sampai ke sumber muaranya. Wayang sebagai pertunjukan. kemudian bertambah maju setelah mengenal segala bentuk kesenian dari India dan menjadi sempurna begitu masuk agama Islam di Pulau Jawa. misalkan pada lakon Ruwat atau Murwa Kala. namun juga merupakan tatanan yang harus dititeni kanti titis. warna dan rupa. menjadi isian jiwa seni dan budaya Jawa. Kepercayaan terhadap keberadaan roh nenek moyang.suara. Tantularisme dan Kejawen yang bersifat Toleran. Hangrasa wani : Mawas diri. telah mengakar bertahuntahun menjadi pandangan hidup dan sikap hidup umumnya orang Jawa. merupakan ungkapan-ungkapan dan pengalaman religius yang merangkum bermacam-macam unsur lambang. Mendem Jero : Menghargai dan menghormati serta menyimpan . misalnya : Ojo Dumeh : Merasa dirinya lebih Mulat sarira. hormat kepada sesama serta berbagai perlambang dalam ungkapan Jawa. Berbagai ungkapan dan ungkapan Jawa. Jer Basuki Mawa Beya : Kesuksesan perlu atau butuh pengorbanan Ajining diri saka obahing lati : Harga diri tergantung ucapannya Prinsip pengendalian diri dengan " Mulat Sarira " suatu sikap bijaksana untuk selalu berusaha tidak menyakiti perasaan orang lain. berawal dari sana manusia itu rindu untuk bersatu dengan yang Illahi. Dalam wayang terekam ungkapan pengalaman religius yang " kuno " seperti tampak bahwa pada tahap perkembangannya dewasa ini. atas dosa/kesalahannya yang diperkirakan bisa berdampak kesialan didalam hidupnya. masih berperan pula mitos dan ritus. menyatu dengan kepercayaan terhadap kekuatan alam yang mempunyai pengaruh terhadap kehidupan manusia. ( merupakan . yaitu dari akar yang kuat. tidak hanya sekedar tontonan dan tuntunan bagaimana manusia harus bertingkah laku dalam kehidupannya. merupakan cara penyampaian terselubung yang bisa bermakna " Piwulang " atau pendidikan moral. Akomodatif serta Optimistik. seperti terlihat dalam kitab-kitab Tutur.Rukun Agawe Santosa " menghendaki keserasian dan keselarasan dengan pola pikir hidup saling menghormati. Kebudayaan Jawa sebagai subkultur Kebudayaan Nasional Indonesia. Kidung dan Suluk. serta " Aja Dumeh " adalah peringatan kepada kita bahwa jangan takabur dan jangan sombong. instropeksi diri Mikul Duwur. Sikap hidup masyarakat Jawa memiliki identitas dan karakter yang menonjol yang dilandasi direferensi nasehat-nasehat nenek moyang sampai turun temurun. bahasa gerak. Secara tradisional. banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.

yang ditebang dengan batangnya disertai cengkir gading (kelapa muda). Api (batu arang) di dalam anglo. sebagai sarana pembebasan dan penyucian manusia atas dosanya/kesalahannya yang berdampak kesialan didalam hidupnya. daun dadap serep. akhirnya menjelma menjadi raksasa. bagaimana mereka bertingkah laku dengan sesama dan bagaimana menyadari hakekatnya sebagai manusia serta bagaimana dapat berhubungan dengan sang penciptanya. yang terdiri dari pisang raja setudun. Dalam tradisi jawa orang yang keberadaannya dianggap mengalami nandang sukerto/berada dalam dosa. 4. orang yang diruwat dan lain-lainya. yang kemudian sepermanya jatuh ketengah laut. direntangkan dibawah debog (batang pisang) panggungan dari muka layar (kelir) sampai di belakang layar dan ditaburi bunga mawar dimuka kelir sebagai alas duduk Ki Dalang. Ketika raksasa ini menghadap ayahnya (Batara guru) untuk meminta makan. yang selalu terlibat dalam kesalahan serta bisa berdampak timbulnya bencana (salah kedaden). Kain mori putih kurang lebih panjangnya 3 meter. Wayang kulit satu kotak ( komplit ) 3. oleh Batara guru diberitahukan agar memakan manusia yang berdosa atau sukerta.dan pada lakon ini. Blencong atau lampu dari minyak Selain peralatan tersebut diatas masih diperlukan sesajian yang berupa: 1. agar tak termakan Sang Batara Kala ini diperlukan ritual ruwatan. daun elo. daun beringin. Bermacam-macam nasi antara lain : . yang dalam tradisi pewayangan disebut "Kama salah kendang gumulung ". dan daun kluwih yang semuanya itu diikat berdiri pada tiang pintu depan sekaligus juga berfungsi sebagai hiasan/pajangan dan permohonan.49 hukum alam yang maha teratur yang harus diketahui dan disikapi secara bijaksana ) untuk menuju kasunyatan serta mencapai kehidupan sejati. kipas beserta kemenyan (ratus wangi) yang akan dipergunakan Kyai Dalang selama pertunjukan. pohon tebu dengan daunnya. diantaranya kain sindur. diyakini akan menjadi mangsanya Batara Kala. Tokoh ini adalah anak Batara Guru (dalam cerita wayang) yang lahir karena nafsu yang tidak bisa dikendalikannya atas diri DewiUma. Untuk pagelaran wayang kulit dengan lakon Murwakala biasanya diperlukan perlengkapan sebagai berikut : 1. 2. daun meja. Kelir atau layar kain 4. Dalam cerita "wayang" dengan lakon Murwakala pada tradisi ruwatan di jawa ( jawa tengah) awalnya diperkirakan berkembang didalam cerita jawa kuno. bunga setaman dalam bokor di tempat di muka dalang. daun kara. yaitu pembebasan dewa yang telah ternoda. Kata Murwakala/purwakala berasal dari kata purwa (asalmuasal manusia) . 5. daun apa-apa. Tuwuhan. yang sudah matang dan baik. kain bango tulak dan dilengkapi dengan padi segedeng (4 ikat pada sebelah menyebelah). agar menjadi suci kembali. Dua kembang mayang yang telah dihias diletakkan dibelakang kelir (layar) kanan kiri. Atas dasar inilah yang kemudian dicarikan solosi. orang yang manandang sukerto ini. perlu mengadakan ritual tersebut. yang menjadi titik pandangnya adalah kesadaran : atas ketidak sempurnanya diri manusia. yang akan digunakan untuk memandikan Batara Kala. Gawangan kelir bagian atas (kayu bambu yang merentang diatas layar) dihias dengan kain batik yang baru 5 (lima) buah. atau meruwat berarti: mengatasi atau menghindari sesuatu kesusahan bathin dengan cara mengadakan pertunjukan/ritual dengan media wayang kulit yang mengambil tema/cerita Murwakala. Alat musik jawa ( Gamelan ) 2. Menurut ceriteranya. yang isi pokoknya memuat masalah pensucian. Bagi manusia jawa ( manusia yang mengerti sejati ) wayang merupakan pedoman hidup. maka untuk mensucikan kembali. Tradisi "upacara /ritual ruwatan" hingga kini masih dipergunakan orang jawa. 3. daun alang-alang. sedangkan di belakang layar sebagai tempat duduk orang yang diruwat dengan memakai selimut kain mori putih.

Anak Bungkus. dan sebagainya. sayur menir. 11. putih. Selesai upacara ngruwat. pindang kluwih. 6. kedelai hitam. empluk (periuk yang berisi kacang hijau. bambu gading yang berjumlah lima ros ditanam pada kempat ujung rumah disertai empluk (tempayan kecil) yang berisi kacang hijau . kendi yang berisi air. makanan kecil berupa blingo yang diberi warna merah. Sajen buangan yang ditunjukkan kepada dhayang yang berupa takir besar atau kroso yang berisi nasi tumpeng kecil dengan lauk-pauk. kemiri. Srundeng asmaradana. jarum dan benang hitam-putih. bebek sepasang. kedele hitam. kluwak. Sumur atau sendang diambil airnya dan dimasuki kelapa. lalaban. yaitu dua orang anak yang kedua-duanya laki-laki dengan catatan tidak anak yang meninggal 3. dengan lauk pauknya seperti kuluban panggang telur ayam yang direbus. bahwa orang yang harus diruwat disebut anak atau orang " Sukerta " ada 60 macam penyebab malapetaka. Kembang Sepasang. yaitu sepasang bunga yaitu dua orang anak yang kedua-duanya perempuan . yaitu dua orang kembar putra atau kembar putri atau kembar "dampit" yaitu seorang laki-laki dan seorang perempuan ( yang lahir pada saat bersamaan ) 7. yaitu 3 orang anak. rujak edan (rujak dari pisang klutuk ang dicampur dengan air tanpa garam). sambel gepeng. ikan asin. yang sulung dan yang bungsu perempuan sedang anak yang ke 2 laki-laki 5. ikan sungai/laut dimasak anpa garam dan ditempatkan di belakang layar tepat pada muka Kyai Dalang. Kamar mandi yang untuk mandi orang yang diruwat dimasuki kelapa utuh. Kesemuanya itu diletakan ditampah yang berisi nasi tumpeng. b. 2. Sendhang Kapit Pancuran. pecel ayam. goreng-gorengan. Bermacam-macam jenang (bubur) yaitu: jenang merah. jajan pasar (berupa buah-buahan mentah serta uang satu sen. Anak Kembar. sebab walaupun siang tetap memakai lampu blencong. Nasi kuning dengan perlengkapan. yaitu 3 orang anak. air yang ditempatkan pada cupu.50 a. Benang lawe. salak. ikan lembaran. kemenyan bunga. yaitu anak tunggal laki-laki atau perempuan. 7. 9. Jajan pasar (buah-buahan yang bermacam-macam) seperti : pisang raja. 8. c. 12. Nasi golong dengan perlengkapannya. kaca kecil. kelapa. jenang kaleh. jambu. minyak kelapa yang dipergunakan untuk lampu blencong. yaitu anak yang ketika lahirnya masih terbungkus oleh selaput pembungkus bayi ( placenta ) 6. mentimun. telur ayam yang didadar tiga biji. Ontang-Anting. 10. Yang berupa sajen antara lain : rujak ditempatkan pada bumbung. telur ayam dan uang dengan diiringi doa mohon keselamatan dan kesejahteraan serta agar tercapai apa yang dicita citakan. sirih yang diberi uang. telur ayam dan uang satu sen). Pancuran Kapit Sendhang. yaitu sebagai berikut : 1. Sajen itu dibuang di tempat angker disertai doa (puji/mantra) mohon keselematan. kluwak. ikan asin. kemiri. jenang baro-baro (aneka bubur). Uger-Uger Lawang. antara lain dari Serat Centhini ( Sri Paku Buwana V ). Yang perlu atau harus di Ruwat Menurut kepustakaan " Pakem Ruwatan Murwa Kala " Javanologi gabungan dari beberapa sumber. cabe besar merah dan hijau brambang. gula jawa. Nasi wuduk dilengkapi dengan. yang sulung dan yang bungsu laki-laki sedang anak yang ke 2 perempuan 4. kedele. ). bambu gading linma ros. Yang berupa hewan seperti burung dara satu pasang ayam jawa sepasang.

yaitu 5 orang anak yang semuanya perempuan 13. Tiba Sampir. Wahana. Kresna. yaitu 5 orang anak yang terdiri dari 4 orang laki-laki dan 1 orang anak perempuan 15. Lawang Menga. yaitu 4 orang anak yang semuanya laki-laki 10. yaitu anak yang lahir dihalaman atau pekarangan rumah 23. Saramba. Pipilan. yaitu dua orang anak sekandung terdiri dari seorang laki-laki dan seorang perempuan 9. yaitu anak yang lahir saat matahari terbenam 16. 34. Mancalaputri.51 8. merobohkan " Dandhang " ( tempat menanak nasi ) 33. Srimpi. misalnya hitam dan putih 24.misalnya ) tanpa ada tutupnya. yaitu 5 orang anakyang semuanya laki-laki 12. Orang yang membuat pepajangan atau dekorasi tanpa samir atau daun pisang. yaitu anak yang baru berumur 7 bulan dalam kandungan sudah lahir 20. Orang tidur di atas kasur tanpa sprei ( penutup kasur ). 37. Julung Pujud. Padangan. Jempina. Orang yang ketika menanak nasi. Orang yang berdiri ditengah-tengah pintu. 41. Tiba Ungker. 38. 36. Made. Orang yang bertempat tinggal di dalam rumah yang tak ada " tutup keyongnya " 35. yaitu anak yang lahir bersamaan dengan terbitnya matahari 17. Kendhana-Kendhini. yaitu anak yang dilahirkan memiliki kulit hitam 26. yaitu anak yang dilahirkan dengan memiliki kulit dua macem warna. Orang yang duduk didepan ( ambang ) pintu. Memecahkan " Pipisan " dan mematahkan " Gandik " ( alat landasan dan batu penggiling untuk menghaluskan ramu-ramuan obat tradisional). Walika. Mancalaputra atau Pandawa. 9 . Orang yang membuat kutu masih hidup. yaitu anak yang dilahirkan bersamaan keluarnya " Candikala " yaitu ketika warna langit merah kekuning-kuningan 31. yaitu anak yang lahir tanpa alas ( tikar ) 32. 40. yaitu anak yang dilahirkan berkulit dan berambut putih " bule " 25. Orang yang menempatkan barang di suatu tempat ( dandhang . yaitu anak yang lahir berkalung usus 21. yaitu anak yang dilahirkan dengan punggung menonjol. yaitu anak yang dilahirkan dengan punggung bengkok 28. yaitu anak yang lahir. Wujil. Julung Wangi. Julung Sungsang. Wungkuk. Margana. 39. yaitu 5 orang anak yang terdiri dari 4 orang anak perempuan dan 1 orang anak laki-laki 14. seperti punggung onta 29. yaitu anak yang lahir dengan badan cebol atau pendek 30. yaitu anak yang dilahirkan berwujud bajang atau kerdil 27. Dengkak. yaitu anak yang lahir tepat jam 12 siang 18. yaitu anak yang lahir dalam perjalanan 22. Bule. yaitu 4 orang anak yang semuanya perempuan 11. Orang yang memiliki lumbung atau gudang tempat penyimpanan padi dan kopra tanpa diberi alas dan atap. kemudian meninggal 19. Siwah atau Salewah.

Orang yang senang membakar tulang. Orang yang senang membuang sampah lewat jendela. jika ia mempergelarkan wayangan atau ruwatan dengan cerita Murwakala.Ng Ranggawarsito disebutkan ada 136 macam Sukerta. bahkan menurut Pustaka Raja Purwa ( jilid I halaman 194 ) karya pujangga R. sehingga merobohkan jemuran " wijen " ( biji-bijian ) Demikainlah 60 jenis " Sukerta " yaitu jenis-jenis manusia yang telah dijanjikan oleh Sang Hyang Betara Guru kepada Batara Kala untuk menjadi santapan atau makananya. 59. 52. 47. Menurut mereka yang percaya. Ada juga lakon ruwatan yang misalanya : Baratayuda. 49. Orang yang senang menyapu sampah tanpa dibuang atau dibakar sekaligus. tidak bisa sejalan dengan alur hukum alam ( ruang dan waktu ) ini disebabkan oleh kesalahan-kesalahan perbuatan atau tingkah lakunya pada masa lalu. orang-orang yang tergolong di dalam kriteria tersebut di atas dapat menghindarkan diri dari malapetaka ( menjadi makanan Betara Kala ) tersebut. Orang yang mengadu suatu wadah atau tempat ( misalnya dandhang diadu dengan dandhang ) Orang yang senang membakar rambut. Orang yang suka membuang garam. 57. Orang yang memanjat pohon disiang hari bolong atau jam 12 siang ( wayah bedhug ) Orang yang tidur diwaktu siang hari bolong jam 12 siang. 60. Orang yang tidur pada waktu matahari terbit. 51. Orang yang menanak nasi. Orang yang senang membuang sampah atau kotoran dibawah ( dikolong ) tempat tidur. 53. Orang yang selalu bertopang dagu. 54. Selain Sukerta. Orang yang senang membakar kayu pohon " kelor ". terdapat juga " Ruwat Sengkala atau Sang Kala " yang artinya menjadi mangsa Sangkala yaitu jalan kehidupannya sudah terbelenggu serta penuh kesulitan. 44. 43. Orang yang senang membakar tikar dengan bambu ( galar ). 55. . Sudamala. Orang yang suka meninggalkan beras di dalam " lesung " ( tempat penumbuk nasi ) Orang yang lengah. Kunjarakarna dan lain-lain. Orang yang tidur pada waktu matahari terbenam ( wayah surup ). 48.52 42. kemudian ditinggal pergi ketetangga Orang yang suka mengaku hak orang lain. 45. 50. 58. 46. 56. Orang yang gemar membakar kulit bawang.

.BEBET Fatwa leluhur tersebut bermaksud agar orangtua malaksanakan pemilihan yang seksama akan calon menantunya atau bagi yang berkepentingan memilih calon teman hidupnya. Waspada dan Pertunangan. Pertunangan tidak boleh diartikan lalu boleh bergaul sebebas-bebasnya hingga perbuatan sebagai suami isteri. Kriteria yang dimaksud yaitu : Bibit : yang berarti biji / benih Bebet : yang berarti jenis / tipe Bobot : yang berarti nilai / kekuatan Untuk memilih menantu pria atau wanita. Cinta. dan sebagainya. dan sebagainya. berbudi luhur. sehat wal afiat. pertunangan putus. Pemilihan ini jangan dianggap sebagai budaya pilih-pilih kasih. Sekali terjadi peristiwa dan sang wanita hamil tidak mustahil menjadi persoalan sebagai pangkal persengketaan.53 BIBIT – BOBOT . Persesuaian haruslah timbul dari keyakinan dan tidak dengan membohongi diri sendiri. Fatwa itu mengandung anjuran pula. agar supaya dalam bercinta tidak buta mata hati. bahwa calon suami atau istri itu bukan atau belum suami atau istrinya. memilih suami atau isteri oleh yang berkepentingan. niscaya akan mengakibatkan kesukaran dikemudian hari. Kewaspadaan itu menghendaki pengamatan dan penghayatan satu sama lain mengenai sikap dan pendirian terhadap hal-hal yang penting yang sudah pasti dijumpai dalam hidup antara lain soal keluarga. dan pikiran. kemasyarakatan. Pemilihan yang hanya berdasarkan wujud lahiriah dan harta benda dapat melupakan tujuan “ngudi tuwuh” mendapatkan keturunan yang baik. bahwa hidup suami isteri itu mengandung cita-cita luhur yaitu mendapatkan keturunan yang baik. Peribahasa mengatakan: “cinta itu buta”. Perbedaan sikap dan pendirian terhadap hal-hal yang penting (prinsip) seperti diatas. sebaiknya memilih yang berasal dari benih (bibit) yang baik. mata kepala. mencegah jangan sampai terjamah kehormatannya. misalnya dengan berjanji atau memberi berkesanggupan dengan sumpah lisan atau tulisan. Kalau sang pria ingkar. janganlah orang hanya semata-mata memandang lahiriyah yang terlihat berupa kecantikan dan harta kekayaan. maka janganlah menuruti kata peribahasa tersebut. Dalam hal itu calon isteri haruslah teguh hati. sang wanita menjadi korban. Cinta kasih yang berhubungan erat dengan cita-cita justru harus diliputi oleh waspada dalam hati dan pikiran. dari jenis (bebet) yang unggul dan yang nilai (bobot) yang berat. Ingatlah. Memperingatkan. Waspada akan tingkah kelakuan satu sama lain dan waspada akan penggoda di dalam hatinya sendiri. dan lain sebagainya tetapi di dalam hati masih ada keraguan. Pertunangan dengan atau tanpa tukar cincin adalah usaha untuk mendekatkan pria dan wanita yang menjalin kisah dan hendak hidup sebagai suami isteri. cerdas. agama. tapi sebenarnya lebih kepada kecocokan multi dimensi antara sepasang anak manusia. Pada hakekatnya peribahasa itu sendiri pun mengandung “peringatan”. Berpedoman. pernikahan di muka kantor pencatatan sipil. saleh.

Dalam bahasa Jawa Kuno mempersembahkan keindahan istilahnya kalangon atau kalangwan. Disamping mereka mengekspor burung ke Indonesia. Berdasar ilmu katuranggan tersebut. Alasannya. Dengan demikian pengetahuan tentang Perkutut tidak bisa merambah ke rakyat biasa. maka lancarlah bisnisnya. Ada burung yang setengah dianjurkan untuk dipelihara. khususnya orang Jawa. maka tidak terpikirkan untuk membudidayakan atau mengembang biakkan dengan cara diternak. Begitu mengetahui burung Perkutut di alam bebas Indonesia mendekati kepunahan. Para pedagang burung Thailand (yang awalnya kebetulan juga etnis Tionghoa) sangat kreatif untuk memenuhi selera pasar di Indonesia. hal ini dimungkinkan di dalamnya mengandung nilai-nilai ajaran yang adiluhung sifatnya. Artinya barang (dalam hal ini. Akibatnya Perkutut di alam bebas semakin langka yang bagus. atau punya kedudukan penting di tengah masyarakat. rupanya telah menular kepada etnis Tionghoa yang tinggal di bumi Jawa. telah menempatkan burung Perkutut begitu terhormat dibanding jenis burung yang lain. dikarenakan kesibukannya dalam mencari nafkah. ada juga jenis yang tidak boleh dipelihara oleh sembarang orang. Orang-orang Tionghoa memang sangat jeli melihat peluang bisnis. Bahkan persilangan begitu berkembang dengan berbagai jenis Perkutut yang ada di Asia Tenggara. bisa diketahui pengaruh burung Perkutut (yang mempunyai ciri-ciri tertentu) terhadap pemiliknya. Barangkali oleh orang Tionghoa yang bernaluri bisnis tinggi.54 PERKUTUT Kegemaran memelihara burung perkutut /klangenan Perkutut merupakan warisan budaya jawa yang hingga kini masih dilestarikan. Kesannya hanya besar tapi tanpa lagu. Semula Perkutut Bangkok kurang menarik bagi penggemar di Indonesia. burung) yang dimiliki bisa memberikan rasa senang dalam batin atau bisa mempersembahkan keindahan kepada pemiliknya. berduit. Memelihara Perkutut dulunya lebih cenderung kepada suatu klangenan. Maka semakin menarik dan menjadi tantangan bagi kita. Sampai saat ini hubungan silang menyilang Perkutut antara Indonesia dan Thailand terus berlanjut. Berkaitan dengan tuah mistis Perkutut tersebut leluhur Jawa mewariskan ilmu tentang "katuranggan Perkutut" ( ilmu hal ihwal perkutut ). untuk menggeluti Budidaya Perkutut agar warisan budaya ini bisa dilestarikan. Dan kalau hubungan dengan kekuasaan terjadi. Bagi rakyat biasa biasanya hanya sebagai penangkap burung (tukang pikat). Pada awal pertama seseorang berminat untuk memelihara burung Perkutut seyogyanya berusaha memahami lebih dahulu tentang dasar suara burung Perkutut. mereka mendatangkan burung Perkutut dari Thailand. Sudah barang tentu yang bisa mempunyai klangenan pada waktu dulu adalah golongan masyarakat priyayi. Perkutut Indonesia itu kemudian disilangkan dengan Perkutut Bangkok. Sebaliknya para pemelihara yang menganggap burung yang dipelihara sebagai klangenan. Bangsa Indonesia. menganggap Perkutut bisa dijadikan sarana berhubungan dengan kekuasaan yang ada. Dan hasilnya burung Perkutut Bangkok yang di ekspor ke Indonesia bisa memenuhi selera penggemar di Indonesia. Barangkali pula kata klangenan dalam bahasa Jawa kini berasal dari kata kalangon atau kalangwan tadi. Para leluhur kita. bahkan cenderung punah. maka para penangkap burung memburu burung yang bagus kualitas suaranya memenuhi pesanan para priyayi yang tinggal di kota. Meskipun demikian tetap saja menggunakan 5 (lima) pokok dasar penilaian suara : . Burung Perkutut dianggap punya tuah mistis yang bisa disejajarkan dengan tuah mistis pusaka (keris dan azimat lainnya). rakyat kebanyakan belum pas mempunyai klangenan. juga membeli burung dari Indonesia. Jaman sekarang kegemaran memelihara Perkutut sebagai klangenan khas Jawa ini. Dikarenakan Perkutut sebagai klangenan. Pada masa sekarang. karena suaranya kurang memenuhi selera. bunyi yang diminati para penggemar sudah mengalami perubahan.

Kecocokan hati setiap orang terhadap suatu jenis suara burung perkutut tidak sama. Menurut wacana kejawen. Irama : merupakan perpaduan suara depan. sehingga bunyinya : hoor te kuung . Pada dasarnya suara burung Perkutut tidak ada yang sama persis meskipun berasal dari induk yang sama.55 1. RM Ng Prodjosudardjo yang paranormal menyebutkan sebagi burung siluman.double setengah : tete tetete.Cowong : merdu jangkauan suaranya sedang. sehingga bunyinya : hoor tete kuung . Kristal : melengking tinggi dan terdengar jelas bunyi (ng).triple : tete tete tete. dibawahnya kooo. sehingga bunyinya : hoor tetete kuung . Maka suatu anjuran yang sederhana dan sekiranya bisa dijadikan pedoman adalah memilih suara burung yang cocok dengan hati dan perasaan kita masing-masing. . jelmaan roh. maka kami anjurkan untuk mendengar langsung secara praktek kalau ada lomba atau latihan lomba. Terlepas dari kata tidaknya. Dengan demikian semakin mengendap kemampuan spiritual seseorang akan semakin mudah menemukan suara burung Perkutut yang sesuai dengan citarasanya. jangankan yang sudah " kung " belum bisa apa pun asal seluruh bulunya warna putih orang sudah berani menawar dengan harga tinggi. suaranya mempengaruhi perasaan menjadi gelisah. sehingga bunyinya : hoor tete tetete kuung . Dari akar kata Kalangon itulah muncul kata Klangenan yang barangkali artinya menangkap atau bergumul dengan keindahan.satu setengah : tetete. Konon bisa membawa keberuntungan bagi yang memelihara. Kleo. . tetapi juga mereka yang meyakini akan manfaat tuahnya Sayangnya perkutut putih amat sangat langka. sehingga bunyinya : hoor tete tete kuung . belakangnya terkunci bunyi (k) : hoor kete kuuk . Dalam bahasa Jawa Kuno dikenal kata Kalangwan atau Kalangon yang artinya mempersembahkan keindahan.Tipis (lemah) : lirih suaranya. Maka bisa dipahami juga kalau pada para penghayat Spiritualisme Jawa kebanyakan juga penggemar Perkutut. Suharno Budi Santosa. Ketukan iramanya terdengar merdu menyentuh rasa keindahan. 2. perkutut putih sebenarnya merupakan . seolah-olah menjadi perantara antara yang ada dan suwung. kini telah berkembang dari nilai rendah ke atas : Hoor.) .Alus atau ulem (Jw. perkutut putih dipercaya membawa kekuatan magis. unsur magis menurut Ir.Arum : suara sedang tanpa bunyi (ng) . . sehingga bunyinya : hoor tete tete tete kuung 3.telon : te . 4. Suara tengah : kete.Kaku atau keras (atos. tengah. Maka memilih suara butung Perkutut untuk klangenan subyektif sekali sifatnya.Cowong tembus : bening merdu dan mendengung. 5. kemudian kuuk yang terendah nilainya. Yang bagus lelah atau laras (Jawa). Suara depan : hoor. dan belakang. Sedang irama yang kurang baik adalah yang groyok dan rentet. Perpaduan lima dasar penilaian suara tersebut yang menentukan bagus tidaknya suara Perkutut. Hal ini sulit dijelaskan dengan tulisan. dan Klao.engkel : tete. Ibarat suara gamelan dalam Pathet Manyura atau Pathet 9 yang mempunyai pengaruh menenangkan. kira-kira seperti suaranya Pavaroti atau Nyi Condro Lukito. Yang diinginkan adalah keindahan yang selaras sebagaimana kebanyakan orang Jawa berpandangan hidup.). Dasar suara atau latar. tak heran berung jenis ini tidak hanya diburu para hobi. diantaranya : . Memang pada dasarnya untuk bisa memahami tentang suara Perkutut dituntut pula pemahaman tentang hidup yang selaras dan tenteram serta menjauhi semua kemungkinan persengketaan dengan siapapun termasuk dengan alam.double : tete tete. Klaar. Suara belakang : kuung merupakan yang terbaik.Tebal (Kandel) : mantap terdengarnya. Wee. Perkutut Putih. Jenisnya beberapa macam. berkembang dalam beberapa jenis : . Jw.

Bahkan. dia bermeditasi. menjadi daerah tujuan wisatawan menikmati lembah Tawangmangu yang menawan. sebenarnya tidak ada yang istimewa. Tak ubahnya. Mengamati kebiasaan serta perilakunyajenis perkutut ini . sementara kenyataan permintaan pasar cukup tinggi. Rampung meditasi Sang Prabu berpesan kepada para abdinya mengenai saatnya ia turun dari kejayaan. Serba lebih kecil. bisa puluhan juta rupiah. sedangkan Arga Dumiling sebagai tempat pamoksan Ki Sabdopalon. hingga suguhan sunset dan sunrise. siapa yang menguasai Gunung Lawu dan semua mahluk gaib hingga batas yang ia tentukan. . di pasar burung tradisional apalagi begitu sulitnya mencari perkutut putih. Diyakini. Perbukitan sontak disulap bak pulau kecil berbatas lautan awan. sering membuat orang berbuat curang. Prosentasenya sangat kecil dan belum tentu satu kasus dari seribu perkutut. Keangkeran Puncak Lawu tak lepas dari cerita tentang Raja Majapahit. termasuk Solo.bulu ekor bagian bawah walaupun segaris/se titik biasanya ada unsur warna coklat. ke selatan hingga Pantai selatan. Yang kata. Muncul kegamangan tentang kelangsungan Kerajaan Majapahit.265 meter dari permukaan laut. Untuk itu. Sehingga kadang mengherankan. desa dan kota-kota di sekitarnya. Di balik keindahan yang memukau. pengunjung seolah berada di atas awan laiknya kahyangan.demikian juga bulu sayap ada motif bintik bintik (blirik) transparan coklat kemerahan. puncak Gunung Lawu yang merupakan bentukkan dari sisa kawah tak aktif.56 kasus penyimpangan gen. ke Timur hingga gunung Wilis. Sarangan dengan danau indahnya. perkutut putih tidak bisa ditangkarkan . Raden Patah. Berdasarkan ciri fisik. akibat penyimpangan gen. Konon. Perkutut putih tidak setiap saat bisa didapat. sehingga bagi pemula sulit membedakan perkutut putih asli dengan yang " sudah dipermak " Adapun sebagai acuan ciri ciri yang asli : Paruhnya harus juga putih. memohon petunjuk Sang Maha Kuasa. Setidaknya ada tiga tempat yang dikeramatkan. Puncak Lawu merupakan sosok angker yang menyimpan misteri. Sang Prabu juga berbagi wilayah kepada para abdinya.namun agak kemerahan. Yakni ke barat hingga Merapi/Merbabu. yaitu. GUNUNG LAWU Di atas ketinggian 3. karena rata-rata perkutut putih itu mandul. Tidak ada yang mencolok dibanding perkutut normal. Wisik pun datang yang mewartakan adanya kerajaan dan agama baru. Sang Prabu yang memeluk agama Budha merasa gelisah. dan ke utara sampai pantai utara dengan gelar Sunan Gunung Lawu. masuk Islam dan mendirikan kerajaan islam di Demak. perawakan maupun suara perkutut putih lebih jelek ketimbang perkutut biasa. Keindahan kian mencekam saat awan datang menebarkan selimut mayanya.kaki merah muda. Ini kasus langka dalam khasanah perkutut. kenapa perkutut macam begini harganya bisa setinggi langit. Prabu Brawijaya. Argo Dalem adalah tempat pamoksan Prabu Bhrawijaya. Sementara Arga Dumilah masih tetap menjadi misteri yang sering dipakai sebagai arena olah batin dan meditasi. birunya Laut Selatan. melihat salah seorang anaknya. Argo Dumilah dan Argo Dumiling. Puncak Argo Dalem. menyuguhkan pesona dan keindahan luar biasa jika dinikmati dari Puncak Lawu.

Jurang Pangari-Arip = Bila para pendaki sudah mencapai tempat ini. Selain tiga puncak tadi. karena 'penguasa' gunung akan menggenapkannya dengan mengambil salah satu dari mereka. Sendang Derajad = Menurut kepercayaan masyarakat setempat. apabila para wisatawan mempunyai cita-cita atau niat tertentu dapat terkabul apabila mandi di sendang ini. mereka mempunyai harapan untuk dapat mencapai Puncak Lawu. Gua yang gelap dan curam sedalam kurang lebih 5 meter sering dipakai untuk bertapa. Menurut penduduk setempat. Kayangan : Tempat ini merupakan taman yang sangat indah tempat istirahat sambil menikmati pemandangan alam yang indah. siapa pun yang hendak pergi ke puncaknya diharap mematuhi 'aturan'. di sendang ini para wisatawan dapat memohon berkah dengan cara minum air langsung ke mulut masing-masing dengan menengadahkan muka.57 Dan Prabu Barawijaya pun moksa di Argo Dalem. Selo Pundutan : Merupakan tempat untuk latihan olah kanuragan pengkiut Prabu Brawijaya dan masih dipergunakan sampai sekarang oleh para pendaki puncak Lawu. Pandean Suroloyo : Di tempat ini para pengikut Prabu Brawijaya membuat pusaka dan persenjataan mereka. Tinggalah dua abdinya yang lainnya. diantaranya: Sumur Jolotundo = Lokasi yang diyakini Prabu Brawijaya menerima wangsit dalam perjalanan naik ke Puncak Lawu. Di tempat ini para pengikut Prabu Brawijaya mendirikan dapur untuk memasak makanan. Telaga Kuning : Telaga ini merupakan tempat mandi putra-putri pengikut Prabu Brawijaya. beberapa pantangan yang tak boleh dilanggar. Patuhi aturan Karena keangkerannya. Yakni larangan-larangan untuk tidak melakukan sesuatu. baik bersifat perbuatan maupun perkataan. masih banyak tempat lain di Gunung lawu yang diyakini mempunyai nilai spiritual. Pantangan lain. Sendang Intan = Menurut kepercayaan penduduk setempat. Gua Selarong = Gua ini dimanfaatkan para pengikut Prabu Brawijaya untuk bermalam sekaligus sebagai tempat pemantauan. karena akan mengalami celaka. . dan abdinya. Pawon Sewu = Terletak pada pertengahan perjalanan pendakian menuju ke Puncak Lawu. jangan pernah sekali-kali menyombongkan diri. Argo Fruso : Di tempat ini Raja Brawijaya menyimpan pusaka-pusakanya. Dari tempat ini para pendaki dapat melihat Kawah Condrodimuko. Semakin banyak air yang didapat semakin banyak pula berkah yang diperoleh. diantaranya jangan mendaki jika jumlahnya ganjil. Sabdopalon moksa di Arga Dumiling. Pasar Diyeng : Di sini para pengikut Prabu Brawijaya mendirikan pasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Lumbung Selayur = Di lokasi ini terdapat sumur yang digunakan untuk menyimpan bahan makanan para pengikut Prabu Brawijaya. Sunan Lawu Sang Penguasa gunung dan Kyai Jalak yang karena kesaktian dan kesempurnaan ilmunya kemudian menjadi mahluk gaib yang hingga kini masih setia melaksanakan tugas sesuai amanat Prabu Brawijaya. misalkan dengan angkuh mengatakan bahwa mendaki Gunung Lawu tidak sulit dan sebagainya. Kepatihan:Tengen = Lokasi ini merupakan tempat peristirahatan pengikut Prabu Brawijaya. Bila pantangan itu dilanggar di pelaku diyakini bakal bernasib naas.

Rakyat tersebut punya kepercayaan tentang dunia akhirat. Perjanjian itu berbentuk Upacara Labuhan yang dilakukan setiap tahun sekali dan mulai pada tanggal 25 bulan Bakdamulud di Laut Selatan. Kepercayaan manusia tentang Kraton Mahluk Halus Merapi tidak hanya dipercayai oleh Kraton Yogyakarta tetapi juga memperluas sampai rakyat desa-desa di lereng gunungnya.58 GUNUNG MERAPI Kepercayaan serta kosmologi manusia Gunung Merapi didasarkan dalam Legenda Kyai Sapujagad. Selain pemimpin di dalam kratonnya penduduk juga percaya dalam macam-macam tokoh lain yang mendiami kraton itu. Lagi pula kebanyakan kepercayaan manusia terhadap gunung berunsur agama Hindu-Budha dari zaman kerajaan Hindu-Budha atau kepercayaan animisme dari zaman prasejarah. pohon. Kosmologi manusia Daerah Gunung Merapi terdiri dari lima bagian yaitu Kraton Mataram Yogyakarta di tengah yang berada di dunia manusia dan Kraton Mahluk Halus Gunung Merapi ke utara. Dalam kepercayaan manusia berasal Jawa tersebut gunung-gunung memang berperan yang sangat penting. Biasanya tanda itu dalam bentuk mimpi yang termia oleh para dukun atau ‘juru kunci’ Gunung Merapi. Kalau orang waktu manusia melakukan hidupnya yang baik. Dalam kembalinya rakyatnya akan dilindungi oleh para mahluk halus tersebut. Menurut mereka waktu manusia meninggal rohnya akan mendiami tempat-tempat yang tergantung pada perlakuan hidupnya. Walaupun kepercayaan manusia di dalam kedua daerah penelitian memang adalah kepercayaan berbeda. yaitu Daerah Tengger bersejarah kerajaan Majapahit dan Daerah Gunung Merapi bersejarah kerajaan Mataram kedua. rohnya akan dibuang dari kratonnya dan mendiami batu. kepercayaannya didasarkan dalam asal usul yang sama. Cerita legenda itu terjadi pada waktu Kerajaan Mataram kedua muncul dan mengambarkan hubungan pendiri kerajannya yaitu ‘Panembahan Senopati’ dengan dunia gaib. . Akibatnya dari Legenda Kyai Sapujagad adalah perjanjian bahwa Kraton Mataram Yogyakarta bertanggungjawab untuk memberi sesajian kepada para mahluk halus di empat tempat yang lain dalam kosmologi manusia. Menurut kepercayaan penduduk daerah Gunung Merapi kalau gunungnya akan meletus mahluk halus Kraton Merapi akan memberikan tanda kepada manusia. rohnya akan tinggal di dalam Kraton Mahluk Halus Merapi atau Kraton laut Selatan. Sebaliknya kalau orang waktu manusia melakukan hidupnya yang tidak baik. Selain kepercayaan dunia akhirat itu manusia Gunung Merapi juga punya kepercayaan mengenai tempat-tempat angker serta binatang-binatang sakral di daerahnya. tempat sepi dan sebagainya. Dlephih ke barat yang berada dalam dunia gaib. Kristen atau agama yang lain biasanya mereka juga punya kepercayan yang berasal Jawa. Kalau orang Jawa beragama Islam. Kraton Mahluk Halus Merapi di dalam kosmologi Kraton Yogyakarta dipercayai oleh penduduk dipimpin oleh mahluk halus bernama ‘Empu Rama’ dan ‘Permadi’ dan menurut orang yang lain oleh ‘Kyai Merlapa. Semua legenda dan upacara didasarkan dan disah dalam sejarah. Gunung Lawu ke timur dan Khayangan. Dalam pemeriksaan ke dalam asal usulnya ditemukan tiga unsur yang bersama. Kraton Laut Selatan ke selatan. Dari dua daerah penelitian ditemukan beberapa persamaan dan hanya sedikit saja perbedaan.

memahami kodrat kehidupan Madep mantep manembah mring Ilahi . cipta mandulu.yakin .mengalirkan hidup semata pada tuntunan Illahi Papan kang tanpa kiblat .membentuk kasih sayang seperti kasih Tuhan Wujud hana tan kena kinira . ketelitian dalam memandang hidup Sifat ingsun handulu sifatullah.menyelaraskan diri pada gerak alam .Hakekat Allah yang ada disegala arah Dhuwur wekasane endek wiwitane .adanya hidup adalah kehendak dari yang Maha Suci Nur candra.menerima hidup apa adanya Tatas.rasa cinta sejati muncul dari cinta kasih nurani Karsaningsun memayuhayuning bawana .59 HA NA CA RA KA HURUF BACA Ha Na Ca Ra Ka Da Ta Sa Wa La Pa Dha Ja Ya Nya Ma Ga Ba MAKNA HURUF Hana hurip wening suci . titi lan wibawa .Untuk bisa diatas tentu dimulai dari dasar Jumbuhing kawula lan Gusti -selalu berusaha menyatu -memahami kehendak Nya Yakin marang samubarang tumindak kang dumadi .yakin atas titah /kodrat Illahi Nyata tanpa mata. tutus.hasrat diarahkan untuk kesajetraan alam Dumadining dzat kang tanpa winangenan .warsitaning candara-pengharapan manusia hanya selalu ke sinar Illahi Cipta wening.ilmu manusia hanya terbatas namun implikasinya bisa tanpa batas Lir handaya paseban jati . titis.belajar pada guru nurani Bayu sejati kang andalani . ngerti tanpa diuruki .satu visi.mendasar .mantap dalam menyembah Ilahi Guru sejati sing muruki .gaib candra. cipta dadi-satu arah dan tujuan pada Yang Maha Tunggal Rasaingsun handulusih .totalitas.

Ketiga unsur itu adalah Tuhan. meskipun manusia diberi hak untuk mewiradat. . sumarah pada garis kodrat.60 Tha Nga Tukul saka niat . manusia dan kewajiban manusia ( sebagai ciptaan ) Da-Ta-Sa-Wa-La berarti manusia setelah diciptakan sampai dengan data " saatnya ( dipanggil ) " tidak boleh sawala " mengelak " manusia ( dengan segala atributnya ) harus bersedia melaksanakan. unggul " sungguh-sungguh dan bukan menang-menangan " sekedar menang " atau menang tidak sportif. yang dimulai dengan tembang kinanthi.tumbuh dari niatan Ngracut busananing manungso . menerima dan menjalankan kehendak Tuhan Pa-Dha-Ja-Ya-Nya berarti menyatunya zat pemberi hidup ( Khalik ) dengan yang diberi hidup ( makhluk ). Jaya itu " menang. Judul makalah yang dibawakan Yasadipura adalah " Basa Jawi Hing Tembe Wingking Sarta Haksara Jawi kang Mawa Tuntunan Panggalih Dalem Hingkang Sinuhun Paku Buwana IX Hing Karaton Surakarta Hadiningrat ". Ma-Ga-Ba-Tha-Nga berarti menerima segala yang diperintahkan dan yang dilarang oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Maksudnya ada yang mempercayakan. 13 Juli 1992. berusaha untuk menanggulanginya. Nora kurang wulang wuruk tak kurang piwulang dan ajaran Tumrape wong tanah Jawi bagi orang tanah Jawa Laku-lakune ngagesang perilaku dalam kehidupan Lamun gelem anglakoni jika mau menjalaninya Tegese aksara Jawa maknanya aksara Jawa Iku guru kang sejati itu guru yang sejati Ajaran filsafat hidup berdasarkan aksara Jawa itu sebagai berikut : Ha-Na-Ca-Ra-Ka berarti ada " utusan " yakni utusan hidup.10 ) bahwa Paku Buwana IX memberikan ajaran ( filsafat hidup ) berdasarkan aksara ha-na-ca-ra-ka dan seterusnya.sesuatu harus dimulai . ada yang dipercaya dan ada yang dipercaya untuk bekerja. Dalam makalah itu dikemukakan oleh Yasadipura ( 1992 : 9 . cocok " tunggal batin yang tercermin dalam perbuatan berdasarkan keluhuran dan keutamaan.melepaskan egoisme pribadi -manusia Filsafat Ha-Na-Ca-Ra-Ka Filsafat ha-na-ca-ka-ra yang diungkapan Paku Buwana IX dikutip oleh Yasadipura sebagai bahan sarasehan yang diselenggarakan Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta pada tanggal. berupa nafas yang berkewajiban menyatukan jiwa dengan jasat manusia. sebagai berikut. jumbuh. Maksudnya manusia harus pasrah. Maksdunya padha " sama " atau sesuai.

sanget siksanipun. ibumu momong karsane. siniksa ing Malekat. tan ketang komah uyuh gupak tinjo dipun lampahi. maka Paku Buwana IV mencoba menulis nasehat-nasehat dalam bentuk karya sastra. nora ketang turu samben. saking rama ibu. sumahir bali mungkur. tan ketang gombal tepung. mulane wewekas ingwang. donya ngakir tan urung manggih billahi. rumeksane duk sira alit. nganiaya ing wong tuwanira. Nora eco dahar lawan ghuling. datan wurung pulang lan geni. cinowekan ibu nira. tinatur pinangku. iya iku cegahen kaki. Duk sira ngumur sangang waresi. diantaranya adalah Serat Wulang Sunu. tan urung kasurangsurang. beberapa hal tersebut merupakan ajaran pokok Paku Buwana IV dalam rangka menciptakan perikehidupan masyarakat Jawa yang damai dan tentram tidak melanggar aturan dan larangan sehingga nantinya akan selamat baik di dunia maupun di akherat yang menjadi tujuan bagi seluruh umat manusia. tan wurung kasurang-kasurang. Mapan sira mangke anglampahi. ing pitutur kang muni tulis. tidak ada kegembiraan kerena kesusahan yang tiada akhir. duk siro tasih jajabang. ibu iro kalangkung lara prihatin. yen wong durakeng rena. ing pitutur kang muni ing layang. ibu niro rumekso ing sira. karya becik lan ala. ibu niri rumekso duk siro alit. Pihak istana yang diharapkan sebagai perlindungan rakyat Surakarta. yen sira kirang pangan nora ketang nubruk. mengko sira wus diwasa. terhadap orang tua dan sesama manusia. Dalam hal menyembah kepada Allah juga sangat ditekankan oleh Paku Buwana IV. lamun sira wawratana. kang pinurwa tataning ngawula. saben ri mring bengawan. suwita ing wong tuwane. rumeksa maring siro. pasti becik setemahe. Suasana kehidupan semakin berat dan sulit. etika. sapa kang tan nuruta saujareng tutur. mulane den rumongso. Hal tersebut mempunyai maksud untuk memberikan pengajaran atau panutan kepada rakyat Surakarta khususnya dan masyarakat pada umumnya. a) b) c) d) e) f) g) . tembe mati sinatru dening Hyang widhi. damai dan makmur rakyat Surakarta. kondisi politik kerajaan Surakarta dalam penjajahan bangsa Eropa. untuk itulah Paku Buwana IV dan para pujangga lainya mencoba mengalihkan kegiatan istana kepada kerohanian. tembe matine nraka. bekti mring rama ibu duk purwa sira udani. tan ketang wejah luntur. sudah tidak mampu lagi kerena kekuasaannya telah dirampas oleh penjajah. sok balawanan ucape. Parandene mangke sira iki. nyakot bathok dipunlampahi.61 Serat Wulang Sunu Karya : PakuBuwono IV Latar belakang dan tujuan ditulisnya Serat Wulang Sunu Pada abad 18-19 M. pasti siro yen bisa rumangkang. nora ana pamalesira. Akibat dari penjajahan bangsa Eropa telah membuat rakyat Surakarta menjadi sengsara baik lahir maupun bathin. ingukum dening Hyang Manon. donya keratipun. Lamun sira mangke anglampahi. lamun luwe dinulang. tan becik temahira. aja wani dhateng ibu rama kaki. dipun dusi esok sore nganti resik. Paku Buwana IV telah beberapa kali berusaha mengusir penjajah tersebut. poma padha mituhu. pilis singgul kalampahan. terhadap guru. tembe yen lamun lampus. Dengan karya sastra tersebut Paku Buwana IV berharap kepada rakyat Surakarta mempunyai pegangan hidup di dunia ini untuk menjalani kehidupan sehari-hari dalam kaitannya mencari ilmu. ngabekti tuhu sira niaya. ibu niro rumekso ing siro. Untuk mengembalikan atau membuat suasana tentram. yen den wulang dhateng ibu rama. Dhaharira mangke pahit getir. Pupuh I Wulang sunu kang kinarya gendhing. prentahe lakonano. dahar sekul uyah bae.

tan mangkana ing pamang gihira. Terjemahan Pupuh I : Wulang sunu yang dibuat lagu. besok kalau mati dimusuhi Tuhan. pada petunjuk yang tertulis. samya brongta ing lampah. itu adalah budi yang luhur serta berbakti kepada Tuhan Yang Maha Hidup yaitu yang menciptakan mati dan hidup serta pemberi sandang dan pangan. aja ambek kuwawa. tan kuwama solah kang silip. Bila kamu nanti berbuat aniyaya terhadap orang tuamu. petunjuk yang tertulis. apan bathin kalawan lahir. niscaya akan tersia-sia. den wulang ibu ramane. bila kamu lapar disuapi. aja sira tinggal bote. Ketika kamu berumur sembilan bulan. lamun siro luhur. bergaul bersama orang tuanya. asilo anem ayun. bila dididik ibu bapak ucapanmu sering berlawanan menyahut lalu berpaling.62 h) Yen wong anom ingkang anastiti. miwah sandhang lan pangan. lakukan perintah keduanya. serta bekti ing sukma. dunia akherat akan sia-sia. tidak baik pada akhirnya. agar semuanya memperhatikan. pergi pulang bersujud. semune ingeseman ing sasaminipun. ngisisaken ing wisese. pendapatnya tidak begitu dididik ibi bapaknya. cegahlah itu anakku. dan teberi jagong lan wong tuwa. ingkang becik pituture. memeliharamu ketika kamu masih kecil. lungo teko anembah iku budi luhung. ibumu memelihara kamu walau hanya makan nasi garam walaupun hanya untuk membasahi kerongkongan . kalamun sira andarbe karsa. yang dimulai dengan tata cara berbakti. dipun sabar jatmiko alus ing budi. bila kamu kurang makan. maka aku berpesan jangan berani ibu bapak anakku. duduk bersila dihadapannya. Bila nanti kamu melaksanakan petunjuk yang tertuang dalam serat pasti baik pada akhirnya berbakti kepada ibu bapak. wong tuwane kinaryo Gusti. sakathahe anak putu buyut mami. k) Lawan malih wekas ingsun kaki. sesudah mati di neraka. j) Poma aja na nglakoni. hiyo iku kang karyo pati lan urip. Tidak enak makan dan tidur. murwaten lan ragamu. Sedangkan anak muda yang baik. anggulang polah. mulaneta awakingwang. nanti kalau kamu sudah dewasa. dihukum oleh Tuhan Yang Maha Mengetahui. iku lampah utama. Keadaan pahit getir ibumu memelihara kamu dia tidur hanya sambilan meskipun penuh dengan air seni terkena tinja dilakukannya bila kamu buang air besar ditatur dan dipangku. yen gununggungsarirane anjenthit. besok kalau mati niscaya akan kembali bersama api. mula eta wekasing wong. tan sira temahipun. pada saat kamu bisa merangkak pekerjaan ibumu hanya menjagamu walau hanya memakai kain sambungan. siksanya sangat berat. kasuluh solahipun. andadar polah dlurung. a) b) c) d) e) f) g) h) . den prawira anggepiro. dibersihkan oleh ibumu dimandikan setiap pagi dan sore sampai bersih. kalau orang senang durhaka. matengkus polah tingkrak. den samya brongta lampah. dicarikan sampai dapat. ing sabarang polah ingkang salah tan wurung weleh polahe. i) Kang wus kaprah nonoman samangke. malang sumirang. makan kelapa pun dilakukannya setiap hari mandi dan mencuci di sungai dengan langkah terseok-seok ibumu memelihara kamu ketika kecil untuk itu rasakanlah hal itu. ibumu lebih sakit dan menderita memelihara kamu. lahire tatakromo. l) Pramilane nonoman puniki. disiksa oleh Malaikat. poma aja na polah kang silip. orang tuanya bagaikan Tuhan. ngorekken wong kathah. Adapun kamu nanti. tidak bisa pembalasanmu kecuali berbuat baik dan berbakti kepadanya. lamun derajatiro alit. ketika pertama kali diperlihatkan akan perbuatan baik dan buruk dari ibu bapak ketika kamu masih bayi. siapa yang tidak mau menurut. niscaya dunia akherat akan mendapat malapetaka. mutingkrang polah mutingkring. bathine bekti mring tuhu. lampahe same lelewa. kantara raganipun.

selengkapnya penulis sampaikan sebagai berikut : Lawan malih wekas mami. anuli solahe age. samangsane sira luput. Mokal sira tan miyarsa. anulya talak tinalak. amungsuh lawan sudara. anak putu butut ingwang. pasti sira binabat. sujatma ahli dursila. temahan tan manggeh arja lan tipis kang sarira. samya arengat manhe. denira kuwasaning ngong. poma padha estokna. ingatlah jangan ada yang berbuat salah agar hidupmu tidak mengalami kesusahan. surasane. senang memperlihatkan badannya. Pasti sira den ayoni. ia akan tersuluh dan tidak kuat menyandangnya. mejanani mring sira. nuli pisaha wisma. kiniter winaos lampuh. l) Maka dari itu kaum muda sekarang bersabarlah. yen wonten sima punika. ujaring ngong. denira sujalma agung. jagalah badanmu. wonten sima tukar padu. lamun sujalma kang surup. bila kamu mempunyai kehendak jangan sampai memberatkan diri. P U P U H II Pupuh II ini terdiri dari 22 bait. aja ana wong tukar padu. apa ta samono ugo.63 i) Yang sudah kaprah bagi anak muda. bila derajatmu kecil. apa jarwang tuwanira. pitutur ing layang iki. seolah-olah semua orang hanya melempar senyum. Sang sima lawan manadri. den waskitheng surupipun. yen sira nedya arja. salawasira neng donya. untuk itu anakku. bertingkah yang keterlaluan duduk seenaknya dan tak tahu kesopanan. anglela ngara-ara. samana diya-diniya. gecul mgrumpul bandhol ngrompol. amungsuh kalawan wana. kadhang mangsa belas. bila kamu menjadi orang luhur. lan mara ayonana. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) 14) . mungsuhe lawan sudara. itulah nasehatku semua anak cucu cicitku. miwah canggih wareng ingwang. yen aja na kuwating ngong. dumeh tutur tanpa dhapur. temah sira lebur sirna. berlaku congkak. dudu watek wong sujana. Poma den astiti. cangkelak anuli wangsul. k) Ada lagi nasehatku anakku. amasti sira meneka. lahir dengan tatakrama. dipun ngrompol ala bandhol. Pan ana saloka maning. salawsiro neng donya. wonten laren ngon maesa. dari lahir sampai batin. jangan merasa pesimis. anglela ing ara-ara Yata ganti kang winarni. sadulur wis tega kabeh. babasan kaya mangkana. cewengan lan sudarane. aja ma kawongan pocung. pitutur ing layang iki. tegakkanlah pendapatmu. bertingkah malang melintang memanjakan diri. poma iku estokna. bergaul dengan orang tua. Mangkana sang sima angling. ing pitutur kang arja. j) Ingat-ingat jangan ada yang melakukan. rusak sana den karesa. lawan sanak kadhangira. segala tingkah yang salah. Yen sira karsa ngayeni. kelakuannya tidak terarah. itulah perbuatan yang utama. den ira sujalma liyan. bersabar dengan kehalusan. Dipun kumpul sira sami. babasan kaya ika. kang kocap sujana kathah. anom kumpul tuwo pisah. den risak jalma kathah. yen aja na kuwating wang. bila badannya tersentuh menjingkat dan selalu membuat onar orang banyak. nanging aja kalirua. sanajan silih kataha. anjog wiring dhusun. perhatikanlah petunjuknya yang baik. kalawan sujalma liyan. nom kumpul tuwa tan pisah. heh wana sira kapurba. mangkana tuturing wang. budi. Yen kayaa pocung ugi. agar hidupmu tidak mengalami kesusahan. poma aja na maido. saksana anulya anon. tinarik tan manggih arja. dadi wong pidhangan bae. batinnya dengan berbakti kepadanya. poma padha estokna. Kang wana nyahuri bengis. sajege sira tan atut. samana sang sima kesah medal sing wana wasa. wong liyan kathah kan purun. Dhahat ingsun tan nglilami. lamun sira maidoa. aja gecul tekadira. tingkahnya pasti akan terkuak (diketahui orang banyak).

wajib sira asiha. dari dulu kamu ada dalam kekuasaanku. 17) Kocapa ingkang wanadri. lalau berpisahlah dengan rumahnya. lama-lama dadi dhukuh. cepatlah berbuat. demikian itu peribahasanya. wus ilang labething wana. rame poman dedesan.64 15) Kaget ingkang awawarti. wus ilang labething wana. pan samya nabuh gendhala. pan samya sikep gegaman. siyang dalu dipun imut. saudaramu juga ikhlas semua. arsa badhe karsanipun. saudaramu tidak akan membela. tumulyan sigra amedal wus prapteng jawi desane. begini petunjukku. ing prapat monca limane. wana lebur sirna ilang. suwung tan ana simane. 18) Wus prapta dhateng wanadri. janganlah berniat jahat. pari kapas miwah jarak. digunakan tidak bermanfaat. Terjemahan PUPUH II : Ada lagi nasehatku anak cucu cicitku. kalau tidak ada kekuatanku. agar diperhatikan. Bila kamu lakukan juga saudaramu kau anggap orang lain. serta canggah (anak cicit) dan wareng (cucunya cicit) ku. 19) Nuli tinanduran sami. sewaktu-waktu kamu berbuat salah. anulya samya wawarta. hai hutan. bertengkar dengan saudaranya. wus prapto ing ingara-ara. tumulya sigra binabat. lawan den saya lawas. bila kamu membantah cepat datang dan lakukan. dhumateng sima lampahe. terhadap orang lain. selamanya kamu didunia hanya menjadi hinaan orang. Agar diperhatikan petunjuk dalam serat ini jangan ada yang membantah. Jangan ada yang bertengkar. miwah canggah warenging ngong. kang wana nuli sinuksma. rusaknya karena kehendaknya. kacang dhele lombok terong. genggeng ponang tanduran. perhatikanlah bagaimana akhirnya. aja katungkul uripe. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) . meski telah banyak berkorban. puniku apan upama. sedang orang yang baik adalah waktu muda berkumpul sampai tua tidak berpisah. amungsuh lawan sudara 21) Benal ngammi wal ngamati. itu bukan watak orang yang baik selama hidup di dunia. isi dari perkataanku. manusia yang melanggar kesusilaan. selama kamu tidak pantas. akhirnya kamu hilang lebur. waktu mudanya berkumpul setelah tua berpisah. muwah sadulur wanodya 22) Poma-poma wekas mami. wong anom sedya utama. Harimau berkata begini. Bila kamu membentah petunjuk dalam serat ini. jangan dikira petunjuk tanpa dasar. kecandhak winaos sampun. Bila seperti pocung juga. suwanten lumyang gumuruh. seperti peribahasa tadi. yata wonten kawarnaha. bermusuhlah dengan saudara. kamu pasti sudah terbabat oleh kekuatan manusia. kawasa tan kawasaa. ngupados babahing tegal. tet kala wahu tinilar. penjahat berkumpul dengan penjahat. anak putu buyut ingwang. Mustahil kalau kamu tidak mendengar yang diucapkan oleh orang banyak. Dan ada seloka lagi. yata ganti kawarnaha. jalma samya kawawanan. dhumateng sudara kakung. tetapi apabila kamu suka membantu banyak orang yang senang menjalin hubungan denganmu. wus garing nulya tinunu. Bila kamu berkumpul. aja lawas saya lawas. ada harimau bertengkar bermusuhan dengan hutan. agar dirimu tidak keliru. tinggal bersama sanak saudaramu. 16) Wusraket sikeping jurit. akhirnya tidak akan menemui keselamatan. 20) Pan iku saloma mami. berkumpul janganlah berbuat jahat. lamun sira karem padu. jangan ada orang seperti pocung. wa bena jho jhi wa jho jhit puniku nenggih tegese. dhening sujalma kathah. supaya memperhatikan petunjuk menuju selamat. sima sigra kinepung. bermusuhan dengan saudara Aku juga tidak merestui. perhatikanlah itu bila ingin selamat. tapa badan prayoga. anak putu buyut ingwang.

anak cucu cicitku hidupmu jangan sampai terbius. anak cucu cicitku. lama-lama menjadi kampung. bermusuhan dengan saudara.65 11) Hutan menyahut dengan kasar. menyepikan diri itu lebih baik. akan diburu oleh orang banyak dan ditangkap sampai mati. siang malam harus diingat. meskipun kamu memanjat. perintah dari Tuhan Yang Maha Hidup. padi kapas dan jarak. setelah kering tanahnya dioleh hutan telah kehilangan dirinya. . maksudnya adalah mau tidak mau kamu wajib mengasihi terhadap saudara laki-laki serta saudara perempuan. tertangkap sudah sekarang. 12) Harimau dan hutan kemudian saling bertengkar. kemudian segera ditebang oleh orang banyak. 22) Jangan lupa nasehatku. kacang kedele dan terong. bila kamu senang bertengkar. itu tadi adalah sebuah perumpamaan. ada seseorang anak menggembala kerbau. sesampainya di tanah lapang. menceritakan kepada orang tuanya. harimau segera dikepung. 17) Sesampainya di hutan. disetiap perempatan orang menabuh kentongan. 21) Bainal ‘ammi wal ‘ammati wabainaz zauji waz zaujati. semua orang telah siap menjadi senjata. banyak manusia mencari ladang yang luas. jangan semakin lama semakin terlena. 19) Demikian selokaku. 20) Dan telah terungkap dalam dalil. begitu juga kamu. semua orang kemudian diberitahu. beginilah perintahnya. terdengarlah suara gemuruh. 16) Sementara itu hutan yang tadi ditinggalkan oleh harimau sudah berganti. serta canggah dan warengku. tiba-tiba ia melihat ada seekor harimau sedang tiduran di tanah lapang. 13) Kemudian berganti yang dibicarakan. la budda an tuhibbahu bainal ikhwat wal akhwat. yang diturunkan kepada Rasul. yang terucap dalam khutbah. hutan tersebut diperhatikan kosong tidak ada harimaunya. hatinya sama-sama terbakar. hutan telah kehilangan dirinya. keadaan desa menjadi ramai. anak muda hendaknya mempunyai niat yang utama. kalau tidak ada kekuatanku. begitulah mereka saling menghina. 18) Kemudian secara bersama-sama mereka tanami. 15) Setelah diatur seperti prajurit. mereka segera keluar mereka sudah sampai diluar desanya. sertailah dengan kewaspadaan. kemudian anak tersebut pulang secepatnya. seketika harimau pergi keluar dari hutan belantara sesampainya dibatas perkampungan tiduran di tanah lapang. kemudian berganti keadaannya. 14) Semua orang yang diberitahu terkejut.

66 PANGKUR Jangka Kagem Tanah Jawi Sekar Pangkur Ginupita Wonten Resi Saking Ngatas Angin Ngejawa Njujug Ing Gunung Ing Kendheng Tanah Ngayogja Asung Weca Yen Hardi Merapi Njebluk Mbenjang Pecah Hardi Sigar Dadi Kali Tanggung Nami Ngayogja Lawan Sala Mbenjang Pecah Datan Anunggil Siti Sinelanan Kali Tanggung ILINE PONANG TIRTA Langkung Banter Anjoging Seganten Kidul Para Dhemit Kagegeran Wadyana Sang Ratu Dewi Njeng Ratu Kidul Punika Para Dhemit Mbenjang Ndarat Wor Jalmi Sarengan Lindhu Ping Pitu Obahing Bumi Pra Tinepa Gara – Gara Gonjang – Ganjing Gumuruh Gunung Kendheng Larag Gempal Udan Awu Miwah Krikil Cleret Tahun Nggegranjang Kilat Thathit Kekuwung Lan Obar – Abir Surakarta Pindhahipun Tan Kenging Yen Dinuwa Papan Iku Wus Kersaning Hyang Agung Yeku Nagri Surakarta Keratonipun Mbenjanng Ngalih Kacarita Wetan Bengnawan Ing Wana Ketangga Manggih Mukti Mangsuli Riwayat Wau Longsor Pecahing Arga Ingkang Tirta Amalih Wor Lan Endhut Lan Rawa Pening Mbarawa Mubal Geni Keh Jalma Mati Sinareng Ing Tanah Jawa Nuli Wonten Pernyakit Ndatengi Lamine Hari Wulan Puniku Satanah Jawa Warata Para Kawula Sami Nggiris Manahipun Ketaman Benduning Hyang .

67 Nyarengi Mangsa Paceklik Jumenengira Narendra Kalamercu Candrane Sri Nara Pati Kala Sesa Patihipun Nglamat Praja Rengka Nagri Pindah Kathah Bot Repotipun Kawula Saya Ndadra Ing Pakarti Kang Tanjuti Kawastanan Jaman Edan Kathah Jalma Nglampahi Sungsang Balik Kataman Ing Kala Bendu Para Hambek Sarjana Katur Kasingkur Hardaning Angkara Murka Mustaka Candhaning Ati Wong Agung Remen Mbebahak Marang Raja Hartane Wong Cilik Ilang Tabeting Budi Ayu Kesruh Handeling Praja Para Kawula Sami Nandhang Pakewuh Wuwuh – Wuwuh Tanpa Mendha Pinuju Pajeg Mas Picis Kathah Salahing Kawula Kekumpul Lan Arsa Ngupaya Budi Nanging Ta Ketawar – Tawur Tinalen Ing Pepacak Dening Praja Ingkang Ngasta Hukum Kang Tan Welas Mring Kawula Ratu Nangkoda Mbekjuti PUNIKA PINANGKANIRA Nanging Wurti Badhe Timbul Malih Angsal Pitulunganing Hayang Agung Wangsul Wahyu Nurbuat Tanah Jawi Pulih Kadi Duk Rumuhun Majapahit Dukung Kuna Nagri Mandhiri Pribadi Gemah Ripah Kerta Raharja Tata Tentrem Ing Salami – Lami Ilang Kang Samya Laku Dur Murah Sandhang Lan Boga Kang Amengku Asih Mring Kawulanipun Lumintu Salire Dana Sahasta Pajek Saripis Siti Sajung Mung Sareyal Tanpa Uba Rampe Sanese Malih Antinen Wae Meh Rawuh .

68 Mulyaning Tanah Jawa Awit Saking Tan Keregon Liyanipun Nakoda Wus Datan Kuwasa Pulih Asal Mung Gegrami KAWRUH BASA Istila-istilah dalam Sastra Jawa Babad : Sastra sejarah dalam tradisi sastra Jawa. sajarah [Jawa/Sunda]. digunakaan untuk pengertian yang sama dalam tradisi sastra Madura dan Bali. Kalimantan. . Guru wilangan : Aturan jumlah suku kata tiap bait dalam puisi tradisional Jawa. Gatra : Satuan baris. Janturan : Kisahan yang disampaikan dalang dalam pergelaran wayang untuk memaparkan tokoh atau situasi adegan. silsilah. Guru lagu : [disebut juga dhong-dhing] aturan rima akhir pada puisi tradisional Jawa. dan Malaysia Bebasan : Ungkapan yang memiliki makna kias dan mengandung perumpamaan pada keadaan yang dikiaskan. Gancaran : Wacana berbentuk prosa. sejarah Sumatera. misalnya nabok nyilih tangan. istilah ini berpadanan dengan carita. hikayat. Guru gatra : Aturan jumlah baris tiap bait dalam puisi tradisional Jawa [tembang macapat]. Gatra purwaka : Bagian puisi tradisional [parikan dan wangsalan] yang merupakan isi atau inti. terutama untuk puisi tradisional.

Palguna (Pon). misalnya aja turu wanci surup. dalam tradisi sastra Jawa kuno biasanya berisi penyebutan dewa yang menjadi pujaan penyair (isthadewata). Cemengan (Wage). Kidung : Puisi berbahasa Jawa tengahan yang memiliki aturan jumlah baris tiap bait. Parikan rangkep: Parikan yang mempunyai masing-masing dua baris gatra purwaka dan gatra tebusan. durma. dan panyandra. jumlah suku kata tiap baris. Kasih (Kliwon). wirangrong. pangkur. yakni dhandhang gula. kata yang mempunyai kekuatan gaib berupa pengharapan.69 Japa mantra : Mantra. Manggala : " Kata pengantar " yang terdapat di bagian awal keseluruhan teks. di samping itu pembacaannya pun menggunakan pola susunan nada yang didasarkan pada nada gamelan. kinanthi. Kagunan basa : Penggunaan kata atau unsur bahasa yang menimbulkan makna konotatif. dan Manis (Legi). mijil. sinom. Macapat : Puisi berbahasa Jawa baru yang memperhitungkan jumlah baris untuk tiap bait. pada: bait Parikan : Puisi tradisional Jawa yang memiliki gatra purwaka (sampiran) dan gatra tebusan (isi). jurudemung. dan vokal akhir baris. raja yang berkuasa atau yang memerintahkan penulisan. balabak. pantun [Melayu]. Parikan lamba : Parikan yang hanya mempunyai masing-masing dua baris gatra purwaka dan gatra tebusan. saloka. istilah manggala kemudian dipergunakan pula dalam penelitian teks-teks sastra Jawa baru. maskumambang. Pepali : Kata atau suara yang merupakan larangan untuk mengerjakan atau tidak mengerjakan sesuatu. serta-meskipun tak selalu ada--penanggalan saat penulisan dan nama penyair. megatruh. salah satu unsur pentingnya adalah suku kata panjang dan suku kata pendek [guru dan laghu]. panambang: sufiks/akhiran Panwacara : Satuan waktu yang memiliki daur lima hari: Jenar (Pahing). antara lain tembung entar. isbat. Pupuh : Bagian dari wacana puisi dan dapat disamakan dengan bab dalam wacana berbentuk prosa. Kakawin: Puisi berbahasa Jawa kuno yang merupakan adaptasi kawyra dari India. secara tradisional terdapat 15 pola metrum macapat. pucung. dan girisa. baik jumlah suku kata maupun vokal akhir tergantung atas kedudukan baris bersangkutan pada pola metrum yang digunakan. Paribasan : . bebasan. satu pupuh kidung berkemungkinan terdapat lebih dari satu pola metrum. gambuh. paribasan. dan pola rima akhir sesuai dengan jenis metrum yang membingkainya. ada berbagai macam kagunan basa. jumlah suku kata tiap baris. asmaradana.

mardi basa (ahli memainkan kata-kata). Sastra gagrak lawas : Sastra Jawa modern. dalam tradisi sastra Jawa. mereka yang berhak memperoleh gelar pujangga adalah sastrawan yang menguasai paramasastra (ahli dalam sastra dan tata bahasa). mardawa lagu (mahir dalam seni suara dan tembang). yen mati melu kelangan. misalnya dudu sanak dudu kadang. Supata : Kata atau suara yang 'menetapkan kebenaran' dengan bersumpah. juga sambegana (memiliki daya ingatan yang kuat dan tajam). Sengkalan : Kronogram atau wacana yang menunjukkan lambang angka tahun. Saptawara : Satuan waktu yang memiliki daur tujuh hari: Radite (Ngahad). parama kawi (mahir dalam menggunakan bahasa kawi). dan mengarang). bercerita. dapat muncul pada awal pupuh (isyarat pola metrum yang digunakan pada pupuh bersangkutan) tetapi dapatpula muncul di akhir pupuh (isyarat pola metrum yang digunakan pada pupuh berikutnya. awicara (pandai berbicara. ditandai dengan aturan-aturan ketat seperti--terutama--pembaitan secara ketat. terutama moral. [2] wacana yang 'dinyanyikan' oleh dalang dalam pergelaran wayang untuk menciptakan 'suasana' tertentu sesuai dengan situasi adegan. dan Tumpak (Setu). nawung kridha (memiliki pengetahuan lahir batin.70 Ungkapan yang memiliki makna kias namun tidak mengandung perumpamaan. ditandai dengan tiadanya aturan-aturan mengenai metrum dan perangkat-perangkat kesastraan tradisional lainnya. arif bijaksana. Soma (Senen). misalnya kuping wajan. Sastra gagrak anyar : Sastra Jawa modern. Suluk : [1] jenis wacana (sastra) pesantren dan pesisiran yang berisi ajaran-ajaran gaib yang bersumberpada ajaran Islam. Tembung entar : Kata kiasan. Sot : Kata atau suara yang mempunyai kekuatan mendatangkan bencana bagi yang memperolehnya. Singir : Syair dalam tradisi sastra Jawa. Saloka : Ungkapan yang memiliki makna kiasan dan mengandung perumpamaan pada subyek yang dikiaskan. Sastra wulang : Jenis sastra yang berisi ajaran. Buda (Rebo). misalnya kebo nusu gudel. Sukra (Jumuwah). Pujangga : Orang yang ahli dalam menciptakan teks sastra. . Respati (Kemis). Pegon : Aksara Arab yang digunakan untuk menuliskan bahasa Jawa. Sasmitaning tembang : Isyarat mengenai pola metrum atau tembang. dan waskitha). mandraguna (memiliki pengetahuan mengenai hal yang 'kasar' dan 'halus'). baik dalam wujud kata maupun gambar atau seni rupa lainnya yang memiliki ekuivalen dengan angka secara konvensional.

Dalam wayang Jawa karakter punakawan terdiri atas Semar. Dewa bersabda pada Semar bahwa bayangannyalah yang akan menjadi temannya. Ia suka menyindir ketidakbenaran dengan lawakan-lawakannya. panda berbicara. Karakternya mengindikasikan bermacam-macam peran. seperti penasihat para ksatria. ia memiliki kesaktian yang sangat tinggi bahkan melebihi para dewa. badut bahkan sumber kebenaran dan kebijakan. dan Petruk. Nalagareng adalah seorang yang tak pandai bicara. Mereka melambangkan orang kebanyakan. Gareng adalah anak Semar yang berarti pujaan atau didapatkan dengan memuja. PUNAKAWAN Punakawan adalah karakter yang khas dalam wayang Indonesia. Meskipun ia berwujud manusia jelek. Dalam wayang Bali karakter punakawan terdiri atas Malen dan Merdah (abdi dari Pandawa) dan Delem dan Sangut (abdi dari Kurawa) Semar adalah pengasuh dari Pendawa. Gareng. Ia sangat sakti dan hanya bisa dikalahkan oleh Petruk. Dikisahkan ia melarikan ajimat Kalimasada. Ia pernah menjadi raja di Paranggumiwang dan bernama Pandubergola. Tetapi ia sangat lucu dan menggelikan. Weca : Kata atau suara yang mempunyai kekuatan untuk melihat kejadian di masa mendatang. Wirid : Jenis wacana (sastra) pesantren yang berkaitan dengan tasawuf. Wayang purwa : Cerita wayang atau pergelaran wayang yang menggunakan lakon bersumber pada cerita Mahabharata dan Ramayana. kata atau suara yang diberikan oleh makhluk gaib. Bagong. Ia juga sangat lucu. Petruk anak Semar yang bermuka manis dengan senyuman yang menarik hati. Petruk pernah menjadi raja di negeri Ngrancang Kencana dan bernama Helgeduelbek. Bagong itu memiliki sifat lancang dan suka berlagak bodoh.kadang serba salah. ia juga bernama Hyang Ismaya.71 Wangsit : Disebut juga wisik. apa yang dikatakannya kadang. Ia diangkat sebagi raja atas nama Dewi Sumbadra. biasanya berupa petunjuk atau nasihat. kritisi sosial. Bagong berarti bayangan Semar. Seketika itu juga bayangannya berubah wujud menjadi Bagong. Alkisah ketika diturunkan ke dunia. penghibur. Alkisah. dan juga sangat lucu. Tak ada yang dapat mengalahkannya selain Gareng .

Kain semar Parangkusumorojo: perwujudan Dewonggowantah (untuk menuntun manusia) agar memayuhayuning bawono : mengadakan keadilan dan kebenaran di bumi. Dikalangan spiritual Jawa . Rambut semar "kuncung" (jarwadasa/pribahasa jawa kuno) maknanya hendak mengatakan : akuning sang kuncung = sebagai kepribadian pelayan.kasampurnaning pati. Pengertian ini tidak lain hanyalah suatu bukti yang kuat bahwa orang Jawa sejak jaman prasejarah adalah Relegius dan ber keTuhan-an yang Maha Esa. ajwa samar sumingkiring dur-kamurkan Mardika artinya "merdekanya jiwa dan sukma". yang kalau dibaca bunyinya katanya ber bunyi : Semar (pralambang ngelmu gaib) . Budha dan Isalam di tanah Jawa. Maknanya : "Sebagai pribadi tokoh semar hendak mengatakan simbul Sang Maha Tumggal". Gambar tokoh Semar nampaknya merupakan simbol pengertian atau konsepsi dari aspek sifat Ilahi.Tokoh wayang Semar ternyata dipandang bukan sebagai fakta historis. Dari tokoh Semar wayang ini akan dapat dikupas . Semar tidak lelaki dan bukan perempuan. jauh sebelum masuknya kebudayaan Hindu. tetapi lebih bersifat mitologi dan symbolis tentang KeEsa-an. tanpa pamrih.namun juga berwajah sangat tua Semar tertawannya selalu diakhiri nada tangisan Semar berwajah mata menangis namun mulutnya tertawa Semar berprofil berdiri sekaligus jongkok Semar tak pernah menyuruh namun memberikan konsekwensi atas nasehatnya Kebudayaan Jawa telah melahirkan religi dalam wujud kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa. Semar barjalan menghadap keatas maknanya : "dalam perjalanan anak manusia perwujudannya ia memberikan teladan agar selalu memandang keatas (sang Khaliq ) yang maha pengasih serta penyayang umat". maksudnya dalam keadaan tidak dijajah oleh hawa nafsu dan keduniawian. persepsi dan pengertian tentang Illahi yang menunjukkan pada konsepsi spiritual . Semar sebagai pelayan mengejawantah melayani umat. tangan kanannya keatas dan tangan kirinya kebelakang. Sedang tangan kirinya bermakna "berserah total dan mutlak serta selakigus simbul keilmuaan yang netral namun simpatik". yaitu adanya wujud tokoh wayang Semar. untuk melaksanakan ibadah amaliah sesuai dengan sabda Ilahi. Manusia jawa yang sejati dalam membersihkan jiwa .72 SEMAR Semar dalam bahasa Jawa (filosofi Jawa) disebut Badranaya Bebadra = Membangun sarana dari dasar Naya = Nayaka = Utusan mangrasul Artinya : Mengembani sifat membangun dan melaksanakan perintah Allah demi kesejahteraan manusia Filosofi. yaitu: Suatu lambang dari pengejawantahan expresi. Domisili semar adalah sebagai lurah karangdempel / (karang = gersang) dempel = keteguhan jiwa. Biologis Semar Javanologi : Semar = Haseming samar-samar (Fenomena harafiah makna kehidupan Sang Penuntun). Bojo sira arsa mardi kamardikan. Ciri sosok semar adalah : Semar berkuncung seperti kanak kanak. agar dalam menuju kematian sempurna tak ternodai oleh dosa.dimengerti dan dihayati sampai dimana wujud religi yang telah dilahirkan oleh kebudayaan Jawa .

Pemahaman dan penghayatan kawruh sangkan paraning dumadi yang bersumber filsafat aksara Jawa itu sejalan dengan pemikiran Soenarto Timoer ( 1994:4 ) bahwa filsafat Ha-Na-Ca-Ra-Ka mengandung makna sebagai sumber daya yang dapat memberikan tuntunan dan menjadi panutan ke . ia disambut oleh gelombang simpati para penonton. Panut Darmaka. rajin dalam bekerja dan memayu hayuning bawana " menjaga kedamaian dunia ( Mulyono. yakni ingat kepada Yang Maha Pencipta dan segala ciptaanNYA yang berupa alam semesta. merupakan simbol yang bersifat Ilahiah pula ( Mulyono 1978 : 118 . Ia merupakan pamong yang sepi ing pamrih. termasuk pembudayaan P4 ( Cermomanggolo 1995 : 5 ). Sifat ilahiah itu ditunjukkan pula dengan sebutan badranaya yang berarti " pimpinan rahmani " yakni pimpinan yang penuh dengan belas kasih ( timoer. 1988 : 188 ) disebutkan bahwa Semar dalam pewayangan adalah punakawan " Abdi " Pamomong " yang paling dicintai. joinboll ( dalam Mulyono 1978 : 28 ) berpendapat bahwa Semar berasal dari sar yang berarti sinar " cahaya ". Dikemukan oleh Arum ( 1995:10 ) bahwa dalam pementasan wayang kulit dengan lakon " Semar Mbabar Jadi Diri " diharapkan agar khalayak mampu memahami dan menghayati kawruh sangkan paraning dumadi " ilmu asal dan tujuan hidup. Ia merupakan pribadi yang bernilai paling bijaksana berkat sikap bathinnya dan bukan karena sikap lahir dan keterdidikannya ( Suseno 1988 : 190 ). 1978 : 119 dan Suseno 1988 : 193 ) Dari segi etimologi. Tujuanya agar para dalang ikut berperan serta menyukseskan program pemerintah dalam pembangunan manusia seutuhnya. Oleh karena itu sifat ilahiah itu pula. Sehubungan dengan itu. tt : 13 ). maka timbul gagasan agar dalam pementasan wayang disuguhkan lakon " Semar Mbabar Jati Diri ". Ia merupakan dewa asli Jawa yang paling berkuasa ( Brandon dalam Suseno.73 (ora kebanda ing kadonyan. yang digali dari falsafat aksara Jawa Ha-Na-CaRa-Ka. Anom Suroto. sebagai rakyat biasa. Meskipun berpenampilan sederhana. Semar juga dapat dijadikan simbol rasa eling " rasa ingat " ( timoer 1994 : 4 ). bahkan sebagai abdi. Ia adalah dewa yang ngejawantah " menjelma " ( menjadi manusia ) yang kemudian menjadi pamong para Pandawa dan ksatria utama lainnya yang tidak terkalahkan. Para dalang yang pernah mementaskan lakon itu antara lain : Gitopurbacarita. Apabila muncul di depan layar. Seakan-akan para penonton merasa berada dibawah pengayomannya. rame ing ngawe " sepi akan maksud. Semar dijadikan simbol aliran kebatinan Sapta Darma ( Mulyono 1978 : 35 ) Berkenaan dengan mitologi yang merekfleksikan segala kelebihan dan sifat ilahiah pada pribadi Semar. sehingga ia disebut juga Nurcahya atau Nurrasa ( Mulyono 1978 : 18 ) yang didalam dirinya terdapat atau bersemayam Nur Muhammad.Suseno 1988 : 191 ). jadi Semar berarti suatu yang memancarkan cahaya atau dewa cahaya. tetapi mempunyai segala kelebihan yang telah disebutkan itu. Gagasan itu disambut para dalang dengan menggelar lakon tersebut. Prodjosoebroto ( 1969 : 31 ) berpendapat dan menggambarkan ( dalam bentuk kaligrafi ) bahwa jasat Semar penuh dengan kalimat Allah. ora samar marang bisane sirna durka murkamu) artinya : "dalam menguji budi pekerti secara sungguh-sungguh akan dapat mengendalikan dan mengarahkan hawa nafsu menjadi suatu kekuatan menuju kesempurnaan hidup". Cermomanggolo dan manteb Soedarsono ( Cermomanggolo 1995 : 5 Arum 1995 : 10 ). Subana. Oleh karena para Pandawa merupakan nenek moyang raja-raja Jawa ( Poedjowijatno. 1988 : 188 ). 1975 : 49 ) Semar diyakini sebagai pamong dan danyang pulau Jawa dan seluruh dunia ( Geertz 1969 : 264 ). Semar yang memiliki rupa dan bentuk yang samar. 20-23 Januari 1995. gagasan itu muncul dari presiden Suharto dihadapan para dalang yang sedang mengikuti Rapat Paripurna Pepadi di Jakarta pada tanggal. Semar adalah seorang dewa yang mengatasi semua dewa. Simpati para penonton itu ada hubungannya dengan mitologi Jawa atau Nusantara yang menganggap bahwa Semar merupakan tokoh yang berasal dari Jawa atau Nusantara ( Hazeu dalam Mulyono 1978 : 25 ). Nur Illahi atau sifat Ilahiah. Filsafat Ha-Na-Ca-Ra-Ka dalam lakon Semar Mbabar Jati Diri Dalam Etika Jawa ( Sesuno.

putih telur).74 arah keselamatan hidup. Semar dan anak-anaknya selalu menjadi pelayan atau pembantu kesatria yang baik. dan pelaku di dalam ruang dan waktu (kuning telur menjadi Dewa Manik dan Dewa Maya). Semar adalah sebuah filsafat. maka tepatlah apabila pemahaman dan penghayatan kawruh sangkan paraning dumadi tersebut bersumberkan filsafat Ha-Na-Ca-Ra-Ka KAKANG SEMAR LAN ANTAGA KAKI WECAN TUNJUNG SETA TUMEKA KAKI SEMAR GINUBAH DENING : PANEMBAHAN PRAMANA SETA ING GIRIMAYA dandang gulo 1. Maya itu Semar. ruang-waktu-pelaku itu selalu bersifat dua dan kembar. Langit di atas. . Tokoh Semar juga disebut Ismaya. Kenyataannya. baik etik maupun politik. Manik dan Maya lahir dari sebuah wujud sejenis telur yang muncul bersama suara genta di tengah-tengah kekosongan mutlak (suwung-awang-uwung). penengah Pandawa. Setiap pertunjukan tokoh ini selalu hadir. yakni langit dan bumi (ruang. Telur itu pecah menjadi kenyataan fenomena. sedangkan Semar menguasai bumi dan manusia. Begitulah kisah Kitab Kejadian masyarakat Jawa. INGSUN MELING MRING SIRA KALIHNYA KANG DADYA SESENGGEMANE NGIRIDA GUNG LELEMBUT BALA SILUMAN NUSA JAWI KABYANTOKNA SANG NATA HERUCAKRAPRABU NATA TEDHAKING BARATA WIJILIRA ING KETANGGA SONYARURI SAJRONING ALAS PUDHAK 2. Manik itu Batara Guru. Semar (Ismaya) yang jelek rupanya dan hitam kulitnya. kulit telur). yang berasal dari Manik dan Maya. bumi di bawah. umumnya Arjuna atau anak Arjuna. terdapat pola pikir yang mendasarinya. Bahkan jika mengacu pendapat Warsito ( dalam Ciptoprawiro 1991:46 ) bahwa aksara Jawa itu diciptakan Semar. Manik yang tampan dan kuning kulitnya. DUK TIMURNYA BABARAN SURANDHIL INGKANG IBU TEDHAKING MATARAM KANG RAMA TRAHING RASULE GINAIP MIYOSIPUN SANG TUNJUNG SETA JEJULUK NEKI DUK SIH KINEKER MARANG HYANG KESAMPAR KESANDUNG JALMA SAMYA KATAMBUHAN TAN WIKAN MRING PUDHAK SINUMPET SINANDI DEWA MANGEJAWANTAH Paradoks Semar PARA pencinta wayang kulit Jawa tentu tak asing lagi dengan tokoh Semar. dan siang yang terang. Batara Guru menguasai kahiyangan para dewa dan manusia. Sumber daya itu dapat disimbolkan dengan Semar yang berpengawak sastra dentawyanjana. Paradoks pelaku semesta itu dapat dikembangkan lebih jauh dalam rangkaian paradoks-paradoks yang rumit. Di balik tokoh hamba para kesatria ini. Malam yang gelap. gelap dan terang (waktu.

tetapi perwujudannya sangat merakyat. bahwa warna hitam itu bermakna tidak berubah dan abadi. tetapi Semar. ketidaktahuan mutlak. kepentingan hukum negara dan kepentingan objek hukum. Batara Guru penguasa kosmos (keteraturan) Batara Semar penguasa keos. Dengan para dewa. Semar gampang menangis melihat penderitaan manusia yang diabdinya. yakni mengayomi. tetapi ia menyatu dengan rakyat yang paling papa. Hukum-hukum negara yang baik dari atas. Semar lebih mampu menangisi orang lain daripada menangisi dirinya sendiri. Kulitnya. Pemimpin sejati itu sebuah paradoks. Semar tidak pernah mengentuti rakyat. tetapi hanya memikirkan penderitaan orang lain. Batara Guru simbol dari para penguasa dan raja-raja. Batara Guru biasanya digambarkan sering tidak dapat mengendalikan nafsu-nafsunya. Batara Guru selalu hidup di lingkungan yang "wangi". Mengingat genealogi Semar yang semacam itu dalam budaya Jawa. Semar tidak pernah berbahasa halus. Meskipun dia hamba. Semar menghormati rakyat jelata lebih dari menghormati para dewa-dewa pemimpin itu. Batara Guru lebih banyak marah dan mengambil keputusan tergesa-gesa. tetapi eksistensinya di bawah. lambang misteri. Semar justru sering mengendaikan nafsu-nafsu majikannya dengan kebijaksanaan . Semar itu "kakak" dan Batara Guru itu "adik". bijaksana. miskin. Seorang pemimpin sebesar bangsa Indonesia ini harus memadukan antara atas dan bawah. Batara Guru berbicara dalam bahasa prosa. Seorang pemimpin seharusnya menganut filsafat Semar ini. maka tidak mengherankan bahwa tokoh Semar selalu hadir dalam setiap lakon wayang. Semar hanyalah pembantu rumah tangga para kesatria. Semar itu rakyat jelata yang paling rendah. Semar adalah pengejawantahan dari ungkapan Jawa tentang kekuasaan. digantikan oleh "yang lain". memecahkan masalah-masalah rumit. tetapi kepada majikan yang diabdinya (rakyat) ia berbahasa halus. kasar. sedangkan yang "tidak ada" diterka "bukan". sedang dalamnya halus. Semar mahadewa di dunia bawah. rakyat jelata. Batara Guru penuh etiket sopan santun tingkat tinggi. Pemimpin sejati bagi rakyat itu bukan Batara Guru. Pelaku kembar semesta di awal penciptaan ini. maka Sang Hyang Wisesa (Sang Hyang Tunggal?) menjawab. yakni "manunggaling kawula-Gusti" (kesatuan hamba-Raja). kualitasnya adalah tingkat tinggi. Semar itu hakikatnya di atas. sebaliknya Semar sering menangis menyaksikan penderitaan majikannya dan sesamanya serta penuh kesabaran. sabar. belum tentu berakibat baik. suatu pasangan kembar yang paradoks pula. Batara Semar sepenuhnya urakan. siapakah yang lebih utama atau lebih "tua"? Jawabannya terdapat dalam kitab Manik-Maya (abad ke-19). mengapa ia diciptakan dalam wujud jelek. penuh humor. sedang Semar suka kentut sembarangan. luarnya. dan merupakan tokoh wayang yang amat dicintai para penggemarnya. hitam itu untuk menyamarkan yang sejatinya "ada" itu "tidak ada". Semar sering menggunakan bahasa wangsalan (sastra). ** DALAM ilmu politik. Batara Guru ditakuti dan disegani para dewa dan raja-raja. dan berkulit hitam legam bagai kain wedelan (biru-hitam). Semar adalah kakak lebih tua dari Batara Guru yang terhormat dan penuh etiket kenegaraankahiyangan. Pemimpin Semar sudah tidak peduli dan tidak memikirkan dirinya sendiri. yang diberi kekuasaan dan yang menjadi sasaran kekuasaan. Semar itu lambang gelap gulita. tetapi kerjanya membuang kentut ke arah para dewa yang telah salah bekerja menjalankan kewajibannya. hitam legam.75 Batara Guru itu mahadewa di dunia atas. yang "bukan" diterka "ya". karakternya. Seabrek paradoks masih dapat ditemukan dalam kisah-kisah wayang kulit. itulah sebabnya wayang Semar matanya selalu berair. buruk rupa. pemimpin dan yang dipimpin. kalau yang dari atas itu tidak disinkronkan dengan kepentingan dan kondisi rakyat. Ketika Batara Semar protes kepada Sang Hyang Wisesa. Ego Semar itu telah lenyap. yang dalam beberapa ajaran mistik sering disebut-sebut sebagai ketidaktahuan kita mengenai Tuhan. Batara Guru itu pemimpin. Manunggaling kawula-Gusti. Batara Guru dan Batara Semar.kebijaksanaan. namun di balik wujud lahir tersebut tersimpan sifat-sifat mulia. Semar adalah simbol rakyat paling jelata. Dengan demikian Batara Semar lebih "tua" dari adiknya Batara Guru. Badan halusnya. .

yang melalui dalang. Dewa Maut berseberangan dengan watak Dewa Angin. Ia berkuasa tetapi melayani. adalah sebuah paradoks. tetapi kekayaan itu bukan buat dirinya. tetapi ia memilih berada di dunia bawah yang paling bawah. Makanan apa pun yang datang padanya harus disyukuri sebagai anugerah. SATRU MUNGSUH SAMYA HANGEMASI TUMPES TAPIS KATAMAN PRABAWA KASEKTEN SABDA CIPTANE NGGEGIRISI BALANIPUN WUJUD KALABANG KALAJENGKING . kaya tetapi tidak terikat kekayaannya. Menumpas kejahatan dalam negara itu harus dipadukan dengan ketelitiannya dalam mengumpulkan detail-detail data. yakni keberaniannya bertindak melindungi rakyatnya didasari oleh pertimbangan perhitungan dan kebijaksanaan yang dinginrasional. Dewa Keadilan berseberangan dengan watak Dewa Kasih Sayang. bagai angin yang mampu memasuki ruang mana pun. Ia Dewa Tua tetapi menjadi hamba. Bentuk badan Semar juga paradoks. Seorang pemimpin tidak melihat yang dipimpinnya dari atas singgasananya yang terisolasi. Seorang pemimin tidak menangisi dirinya yang dihujat rakyat. Dewa Api (keberanian) itu berseberangan dengan Dewa Laut (air). Pemimpin sejati itu. ia menyindir dalam bahasa metafora apabila yang dilayaninya berbuat salah. Pemimpin Indonesia sekarang ini selayaknya seorang enterpreneur juga. Ia kaya raya penguasa semesta. menurut filsafat Semar. tetapi juga mempertimbangkan rasa keadilannya dengan kasih sayang untuk memelihara kehidupan. tetapi buat rakyat yang dipimpinnya. Etika kekuasaan itu ada dalam diri tokoh Semar. Dewa Kekayaan berseberangan dengan Desa Kedermawanan. di tanah Sunda. tetapi ia halus di kalangan bawah. mencela suguhan tuan rumah. ia memilih tidak kaya. tetapi memarahi dirinya akibat dimarahi rakyat. lingsir. Semar dan anak-anaknya itu ikut menumpang makan dalang. sehingga kalau suguhan tuan rumah kurang enak karena ada yang basi. longsor. Semar itu adalah pemimpin tertinggi yang turun ke lapis paling bawah. yang lihai menggali kekayaan buat negara.76 Semar itu seharusnya penguasa dunia atas yang paling tinggi dalam fenomena. tetapi memilih memakan nasi sisa. kombinasi ketegasan dan kelembutan 3. dikenal dalam wujud Batara Lengser. Seorang pemimpin harus membela kebenaran. Ia kasar di kalangan atas. seperti perempuan tetapi juga mirip lelaki. tetapi melihat dari arah rakyat yang dipimpinnya. Ia marah kalau kalangan atas bertindak tidak adil. dan dimitoskan dalam diri Semar yang paradoks itu. yang bermakna seorang pemimpin harus mengusahakan dirinya (dulu. tegas dalam keadilan untuk memutuskan mana yang benar dan mana yang salah namun tetap berkasih sayang. Seorang pemimpin itu majikan sekaligus pelayan. Filsafat paradoks kepemimpinan ini sebenarnya bersumber dari kitab Hastabrata atau Delapan Ajaran Dewa. keadilan. Seorang pemimpin tidak marah dimarahi rakyatnya. Lengser. selalu berkonotasi "turun". maka Semar mencegah anak-anaknya. Karena penguasa tertinggi. tetapi menangisi rakyat yang dihujat bawahanbawahannya. ia menguasai segalanya. Namun. sebagai raja) agar kaya raya. Batara Semar. Ajaran tua tentang kekuasaan politik bersumber dari Hastabrata tersebut. WUS PINASTI KANG MURBENG DUMADI SANG TUNJUNG SETA KINARYA DHUTA JUMENENG PARANPARANE NGADILI NUSANIPUN NGASTHA DARMANING UMUM’ KALIS ING MAYANE NDOYA WUS WINELEG MUKTI WIBAWANING DIRI ING KETANGGA SILUMAN 4.

WONG CILIK SAMYA SUKA ING ATI GUMUYU MURAH SANDHANG LAN TEDHA GUYUB RUKUN SESAMANE SAMYA MADHEP SUMUJUD NGARSENG HYANG WIDHI LAN NJENG GHUSTI WEDI WEWALATIRA WINGITING SANG RATU MANANGKA JAMAN KENCANA KAKANG SEMAR GYA TINDAKNA WELING MAMI NGIRIDTA GUNG LELEMBUT 6. JUMENENGIRA GUSTHI PRIBADI LAMUN JANGKANING NUSA TUMEKA NORA ENDHAS LAN BUNTUTE PUN KAKANG WUS SUMAGGUH NGEMONG SANG TUNJUNG SETA AJI LAN NGIRID BYANTOKNA SAGUNGING LELEMBUT SINEGEG WAWAN SABDANYA SRI JAYABAYA LAN PAMONGNYA KEKALIH MECA JANGKANING NUSA . MANANGKA WELINGE SANG AJI SRI JAYABAYA NATA BINATHARA MRING SANG PAMONG KALIHE KAKANG SEMAR UMATUR PUKULUN JAYABAYA AJI PUN KAKANG WUS ANAMPA KABEH SABDANIPUN DADYA PASEKSENING JANGKA MANGEJA WANTAHIRA PADUKA AJI SANG NATA BINATHAR 7.77 SIRULLAH AJINIPUN PRAJURIT LELEMBUT IKU KANG WEKAS INGWANG SIRA NDEREK ANGEMONG ING TEMBE WURI SANG NATA BINATHARA 5.

.Perintah inipun dituruti lagi.dalam hatinya ia bersedih hati dan berfikir bagaimana mendapatkan air suci tersebut.untuk sementara merekamerayakan dengan bersuka-ria. Karena tekad yang kuat maka Senapun nekat untuk pergi lagi. tentang tempat benda yang kau cari itu. Surangkala. Namun walau telah dijelaskan niat kedatangannya. pesta makan minum sepuas-puasnya..78 DEWA RUCI Cerita Ajaran Dewa Ruci tentang Arya Wrekudara / Arya sena/Bima ketika masuk ke dasar samudera guna memenuhi tugas gurunya mencari air penghidupan (Tirtamerta)... Lalu dikatakan juga agar untuk mencari air kehidupan. lalu gua disekitarnya diobrak-abrik.. Suyudana juga membantu bicara untuk meyakinkan Sena. Sanskerta dan Jawa Kuna. Tak lama kemudian.Namun dalam perkelahian dua Raksaksa tersebut kalah.Karena kelelahan.kemudian ia berdiri dibawah pohon beringin.. Sena mendengar suara tak berwujud : "Wahai cucuku yang sedang bersedih... menonjol diantara sesama makhluk..(tempat para kerabatnya berada) Sementara itu di Astina keluarga Sena yang mengetahui tipudaya pihak Kurawa mengirim surat kepada prabu Harimurti/Kresna di Dwarawati. Sindukala.walaupun sebenarnya ada niat sang Guru Durno untuk mencelakaannya.(yang sebenarnya adalah:bersaudara) ke dalam kesengsaraan. mereka semua tersenyum.dilindungi ayahibu. marah dan mendatangi Sena.. Bisma.. Selanjutnya dikatakan... ditendang. sebagai rasa optimisnya . Jayasusena. Kemudian Durna memberi petunjuk kepada Sena. Setibanya di serambi Astina. melalui perantaraan guru Durna. bahwa letak air suci ada di hutan Tibrasara. yang memberitahu bahwa dua raksasa yang dibunuh Sena. Suyudana. Sena mengikuti perintah gurunya dan yakin tidak mungkin teritipu dan terbunuh oleh anjuran Gurunya.enkau mencari tidak menjumpai... Intisari kisahnya yaitu bahwa pihak kaum Kurawa dengan dinegeri Amarta.. Sena di perintahkan agar kembali ke Astina. Kemudian Sena mengamuk dan mengobrak-abrik lagi sampai lelah... untuk mohon pamit.Sena diharuskan mengikuti perintah sang Guru untuk mencari air suci penghidupan ke hutan Tibrasara. Ia memberi laporan tentang perjalannya dan dijawab oleh Sang Druna :bahwa ia sebenarnya hanya diuji. terkejut. dengan bahasa Kawi. ingin menjerumuskan pihak Pandawa dinegeri Astina. membayangkan Sena berhasil ditipu dan akan hancur lebur melawan dua raksasa yang tinggal di gua itu. air yang dicari ternyata tidak ada. tetap saja mengamuk. Setelah sampai di gua gunung Candramuka. saat lengkap dihadiri Resi Druna.. yang disadur dari bentuk kakawin (tembang) oleh Pujangga Surakarta. di gunung Candramuka.! atas kedatangan Sena. dan tetap berniat pergi mengikuti perintah sang Guru. Patih Sangkuni. Diceritakan saat Sena sudah pasrah. dibawah Gandawedana.maka akan berarti dirinya mencapai kesempurnaan.. dibanting ke atas batu dan meledak hancur lebur. Sang Hyang Endra dan Batara Bayu. sebenarnya ada di tengah samudera. sungguh menderita dirimu". suara itu yang ternyata adalah dua dewa. mulia.. sebab tempat air yang dicari. Yosodipuro berjudul: "Serat Dewaruci Kidung" yang disampaikan dalam bentuk macapat.akan hidup kekal adanya. kedua raksasa itu karena merasa terganggu akibat ulah Sena. yang sebelumnya ia sempat mampir dahulu ke Ngamarta. dan lainlainnya.. engkau tidak mendapat bimbingan yang nyata. berbahasa halus dan sesuai rumus-rumus tembang. Kresna mengatakan bahwa janganlah . Sena yang juga adalah murid guru Durno diberikan ajaran: bahwa dalam mencapai kesempurnaan demi kesucian badan . Setelah menerima penjelasan dari Darmaputra. di dalam gua. Raksasa Rukmuka dan Rukmakala yang berada di gua terkejut.... lengkap bala Kurawa. Terjadi perkelahian . berada dalam triloka.ternyata memang sedang dihukum Hyang Guru. bahwa jika ia telah menemukan air suci itu . Kuwirya Rikadurjaya. lalu keluar dari istana. yang dengan tergesa-gesa bersama bala pasukan datang ke Ngamarta.. Kemudian setelah ia mohon pamit kepada Druna dan prabu Suyudana.

kuku Pancanaka. yaitu ke tengah samudera. karena gurumu yang memberi petunjuk. itu yang saya makan". Hanya ada daun kering yang tertiup angin. yang kedua dirimu. Hanya berputra tiga dengan ayahmu. bila belum paham. Tidak terang dan pikiranmu memaksa. masuk ke dalam samudera. yaitu sang Hyang Wisnu Murti. semua serba tidak ada tak ada yang dapat di makan. memang benar. Sena bingung dan mengira cepat mati. karena sudah menyatakan kesanggupan kepada Druna dan prabu Kurupati. bahkan mendapatkan pahala dari dewata yang nanti akan datang dengan kesucian. menancap di badan naga. wajah liar dan ganas. Sena berangkat pergi. lanjut Dewa Ruci. menyemburkan bisa bagai air hujan. demikian dalam hidup. datanglah Sena. seisi laut bergembira. darah memancar deras. jatuh didepanku. lebih baik mati dari pada pulang menentang sang Maharesi. agar air menyibak. kau keturunan dari Sang Hyang Brama asal dari para raja. dengan semangat yang menyala-nyala mencebur ke laut. termasuk tangisan semua sentana laki-laki dan perempuan. sakit dan mati memang sudah kehendak dewata yang agung. Lalu ia berbicara :"Sena apa kerjamu. Ketika sedang asyik berbincang-bincang. walaupun ia tidak mampu masuk ke dalam air. tinggal di laut. kepada prabu Kresna. janganlah berpakaian bila belum tahu nama pakaianmu”. segalanya serba sepi. berbisa sangat mematikan. melilit Sena sampai hanya tertinggal lehernya. genaplah Pandawa. dan tak lupa digunakannya ilmu Jalasengara. dan dengan meniru juga. naik turun gunung. disini tidak mungkin ditemukan". yang memiliki keturunan. Hyang Girinata. Lalu dikatakan oleh Kresna. ia teringat segera menikamkan kukunya. dan lain-lainnya. maka orang yang bertapa sulit menikmati hidupnya". senang dan akan mengadakan pesta. dan tidak ada pakaian. Namun tidak disangka. Alkisah ada naga sebesar segara anakan. Bagi Sena. dirimu tidak sayang untuk mati. ia bertemu dengan dewa berambut panjang. dalam mencari Tirta Kamandanu. yang dua anak lain dari keturunan dengan Madrim. Kau bisa tahu dari bertanya. apa tujuanmu. Sementara itu Pandawa bersedih hati dan menangis memohon penuh iba. itulah yang kau laksanakan. bernama Dewa Ruci. kesedihan sudah terkikis. ada orang bodoh dari gunung akan membeli emas. kedatanganmu disini pun juga atas petunjuk Dhang Hyang Druna untuk mencari air Penghidupan berupa air jernih. banyak rintangannya. tampak kegembiraannya. seperti anak kecil bermain-main di atas laut. "Kau pun keturunan Sang Hyang Pramesthi. menerawang tanpa batas. ibumu Dewi Kunthi. Nasehat dan tangisan. seakan mengatakan bahwa Druna memberi petunjuk sesat dan tidak benar. lalu ia memusatkan perhatian tanpa memikirkan marabahaya. sebab tipu daya para Kurawa akan mendapat balasan dengan jatuhnya bencana dari dewata yang agung. yang akhirnya tiba di tepi laut. yang membuat para Pandawa termasuk Pancawala. karena Sena ternyata melaporkan bahwa ia akan meneruskan pencarian air suci itu. jika tidak mati-matian tentu tak akan dapat sampai di tempat ini. mulut bagai gua. taring tajam bercahaya. menyebarkan para raja.79 Pandawa bersedih. Dikatakan pula :"Wahai Wrekudara. Sumbadra. oleh tukang emas diberi kertas kuning dikira emas mulia. pemangsa ikan di laut. ayahmu pun keturunan dari Brama. topan datang juga riuh menggelegar. . tanpa rasa takut keluar masuk hutan. jangan makan bila belum tahu rasa yang dimakan. ke dasar samudera. bahwa ia di tipu agar masuk ke dalam samudera. segera datang ke sini. Retna Drupadi dan Srikandi. tapi saat lelah tak kuasa meronta. sebagai penengah adalah Dananjaya. tidak ada makanan. Sang ombak bergulung-gulung menggempur batu karang bagaikan menyambut dan tampak kasihan kepada yang baru datang. Maka akhirnya ia berpasrah diri. akan tempat yang harus disembah". tidak membuatnya mundur. naga besar itu mati. Para saudaranya tidak perlu sedih dan cemas Kembali dikisahkan Sang Wrekudara yang masih di samudera. diijinkan berganti diri menjadi batara yang berhasil menatap dengan hening. Dengan suka cita ia lama memandang laut dan keindahan isi laut. bahwa Sena tidak akan meninggal dunia. jadi dengan dilaksanakan. Kemudian dikatakan : "Jangan pergi bila belum jelas maksudnya. Demikian pula orang berguru. memperoleh cinta kemuliaan dari Hyang Suksma Kawekas. Yudistira sebagai anak sulung. tidak merasa takut.

terang. yang menyatu dengan diri tetapi tidak ikut merasakan gembira dan prihatin. tanpa tempat tinggal. tampaklah Dewa Ruci. karena nasehat merupakan benih. bersungguh-sungguh dan waspada dalam segala tingkah laku. Atas petunjuk Dewa Ruci. Sena masuk ke dalam tubuhnya melalui telinga kiri. memancarkan sinar. menandai pada hakikatmu.Dewa Ruci tersenyum dan berkata lirih:"besar mana dirimu dengan dunia ini. badan tanpa daya. segala keinginan keluar dari situ. peganglah dalam pemusatan pikiran. menutupi hati yang sadar kepada kewaspadaan. menyala tidak tahu namanya. saya bertubuh besar. hanya terdapat pada orang-orang yang awas. Dan tampaklah laut luas tanpa tepi. ialah yang berhak menikmati hidup. hitam. yang menguasai segala hal. Kehidupan Pramana dihidupi oleh suksma yang menguasai segalanya. bawah dan atas. merah kuning dan putih. kehidupan suksma yang sesungguhnya. kata Dewa Ruci. depan dan belakang. Lalu berkatalah Dewa Ruci: Yang pertama kau lihat cahaya. tak berbeda dengan kedatangannya waktu dahulu. hayati dengan sungguhsungguh. langit luas. jangan bicara gaduh. yaitu hitam. Penerima ajaran dan nasehat ini tidak boleh menyombongkan diri. hanya berupa firasat di dunia ini. Jika ingin mempelajari dan sudah didapatkan. dunia merupakan panggungnya. selidikilah rupa itu jangan ragu. Yang kuning hanya suka merusak. mengakui rahasia zat. keberadaannya melekat pada diri. dan diketahui lah arah. apakah gerangan itu ?! Menurut Dewa Ruci. perwira dalam kedamaian. Yang hitam kerjanya marah terhadap segala hal. bertempat tinggal di tubuh. kuning dan putih. tidak sakit. tak sarat masuk ke dalam tubuhku". itu bukan yang dicari (air suci). dipegang tidak dapat. Pramana Anresandani. cahaya memancar berkilat. Kemudian. menyatu dengan kesejahteraan dunia. kehidupan suksma ada. Manusia bagaikan wayang. Sedangkan Suksma Sejati. mata hati itulah. tak dapat dipisahkan. tidak mengalami hambatan dan kesulitan. bentuk zat yang dicari. layar yang digunakan untuk memainkan panggungnya. tidak berwujud dan tidak tampak. persatuan manusia/kawula dan pencipta/Gusti. berpelangi melengkung. sesungguhnya ada di dalam hatimu. Pancamaya itu. adalah Pramana. jika berpisah dari tempatnya. Ada empat macam benda yang tampak oleh Sena. Yang merah menunjukkan nafsu yang baik. Sehingga hitam. semua isi dunia. Sambil tertawa sena bertanya :"Tuan ini bertubuh kecil. masuklah ke dalam tubuhku ". hutan dengan gunung. disimpan dalam buana. dari mana jalanku masuk. yang menghalangi dan menutupi tindakan yang baik. menyatu padu dan sudah menjadi kawan akrab. itu adalah penghalang hati. merah dan kuning adalah penghalang pikiran dan kehendak yang abadi. untuk hati tinggal. dihidupi oleh suksma. Itulah yang mampu merasakan penderitaannya. tidak ikut merasakan sakit dan menderita. mendapat anugerah yang benar. Namun jika ditemui ajaran misalnya kacang kedelai disebar . tidak ikut makan dan minum. tapi lekaslah mengalah jika berselisih. " Segeralah kemari Wrekudara. tidak tahu timur dan barat. Lalu Wrekudara melihat. panas hati.80 Wrekudara masuk tubuh Dewa Ruci menerima ajaran tentang Kenyataan. Tentang keinginan untuk mati agar tidak mengantuk dan tidak lapar. raga yang tinggal. kelingking pun tidak mungkin masuk". tanpa bentuk dan tanpa warna. Sedangkan yang putih berarti nyata. tak tahu mana utara dan selatan. namun bila hilang. jangan lekat dengan nafsu kehidupan tapi kuasailah. persatuan Suksma Mulia. samudera dengan semua isinya. yang dilihat itu yang tampak berkilat cahayanya. murka. hanya enak dan bermanfaat. Dalang yang memainkan segala gerak gerik dan berkuasa antara perpaduan kehendak. Lekas pulang jangan berjalan. lalu matahari. sedangkan yang berwarna merah. ada pada diri manusia. jangan punya kegemaran. yang menuntun kepada sifat lebih. hati yang tenang suci tanpa berpikiran ini dan itu. Pramana bila mati ikut lesu. jangan bicarakan hal ini secara sembunyisembunyi. disebut muka sifat. memancar bernyala-nyala. Sirna itulah yang ditemui. merupakan hakikat sifat itu sendiri. jangan memanjakan diri. nyaman rasa hati. maksudnya hati. yang memimpin dirimu.

Jika sudah paham akan segala tanggung jawab. mengira sudah benar. yang kau kerjakan. oleh perlindungan jati manusia. wayang tegak ditopang orang yang menyaksikan. Kembali ke Negeri Ngamarta Tekad yang sudah sempurna. terkabul itu namanya. Inilah keutamaan bagi keduanya. maka jika manusia bijaksana. sewujud dan sejiwa. dalam kenyataan ditutupi dan dirahasiakan. yang mati itu juga. lepas dari pemikiran batinnya. gerak dan diamnya dimainkan oleh Dalang. sebentar kemudian mengeluarkan api yang berasal dari kayu. dalam hati mengharap mendapatkan anugerah wahyu sesungguhnya. Dewa Ruci selesai menyampaikan ajarannya. mengira dapat mencapai kesempurnaan dengan cara bertapa tanpa petunjuk. kayu hangus mengeluarkan asap. cara masuk dasar samudera. bahwa itu dari Dalang yang berada dibalik layar. tak ada lagi yang dicari. rupa dan suara. tanpa pedoman berguru. Maka disambutlah ia. jika memberi ajaran tidak jauh tempat duduknya. segala tingkah laku akan menjadi satu. dan Dewa Ruci telah sirna dari mata. ketahuilah asal mulanya. semua sudah kau kuasai. dimana setiap gerak tentu juga merupakan kehendak manusia. dilaksanakan untuk memenuhi kesatriaannya. memang tidak kelihatan. itulah perjalanannya. dalam segala janji janganlah ingkar. agar menjadi jelas penglihatan sukma. mengangkat murid/cantrik. banyak hiasan yang dipasang. Ngamarta. kepandaian dan keperkasaan. lalu kembali ke alam kemanusiaan. ada dewa yang memberi tahu kepadanya. ia menjawab bahwa perjalanannya itu dicurangi. tidak ada ilmu yang didatangkan. namun akhirnya tersesat dan terjerumus. Wrekudara setelah mendengar perkataan Dewa Ruci. Tingkah seenaknya. hilanglah kekalutan hatinya. belum tentu akan mendapatkan petunjuk yang nyata. bahwa di lautan itu . Bertapa tanpa ilmu. Bersamaan dengan kedatangan Sena. yang sedang membicarakan kepergian Sena. hidup abadi selamanya. berderit oleh tiupan angin. untuk disini dan untuk disana juga. Permulaan jagad raya. akhirnya tak berdaya. yang melihat adalah pikiran. mengosongkanan pikiran. Wrekudara lalu mengingat. berlampu panggung matahari dan rembulan. karena kesungguhan hati ialah dalam cara melaksanakan. tentu tidak akan berhasil. bagaikan api dalam kayu. menerima dengan suka hati. yaitu yang menuju pada nafsu. bertapa dengan merusak tubuh dalam mencapai kamuksan. yang bagaikan sudah menyatu. dan saat ditanya oleh Prabu Yudistira mengenai perjalanan tugasnya. Yang terbaik. disuarakan bila harus berkata-kata. dililit oleh penerapannya. bagaikan hidup dalam mati. melalui kepertapaannya. Raden Arya Wrekudara kemudian pulang dan tiba ke negerinya. kelahiran batin ini. gembira hatinya. di balik layar ia digerak-gerakkan. hatinya terang benderang. semua jagad ini karena diri manusia. dengan layarnya alam yang sepi. Guru yang benar. sudah menjadi diri sendiri. Wrekudara tidak bingung dan semua sudah dipahami. Dan kemudian dikatakan oleh Dewa Ruci :"Sena ketahuilah olehmu. Tingkah manusia hidup usahakan dapat seperti wayang yang dimainkan di atas panggung. seperti mengharapkan kemuliaan. tinggalkan dan hilangkan. di Ngamarta sedang berkumpul para saudaranya bersama Sang Prabu Kresna.81 di bebatuan tanpa tanah tentu tidak akan dapat tumbuh. seumpama suatu bentukan. semuanya yang tergetar. Hyang Luhur menjadi badan Sukma Jernih. bagaikan mati di dalam hidup. rahasiakan dan tutupilah. kesaktian. mengajarkan wahyu yang diperoleh. bumi sebagai tempat berpijak. kematian seolah dipaksakan. semua sudah ada pada manusia. tidak asing bagi dirinya. dengan penuh semangat. yang yang kemudian sebagai rahasia. akan segala keinginan. banyak yang didengarnya tentang tingkah para Pertapa yang berpikiran salah. tak berpaling hatinya. bahkan gagallah bertapanya itu. cantrik sebagai sahabatnya. Badan hanya sekedar melaksanakan secara lahir.

yang diperagakan oleh Bima atau Aria Werkudara dan Dewa Ruci. jadi yang dimaksud dengan Reksamuka dapat diartikan: mencapai sari ilmu sejati melalui samadi. Rukmakala : Rukma berarti emas. MAKNA AJARAN DEWA RUCI Orang Jawa menganggap cerita wayang merupakan cermin dari pada kehidupannya. yang dengan mudah akan memaafkan kesalahan orang lain. dilereng Gunung Reksamuka. sina berarti tempat artinya tempat yang tinggi.82 sepi. Sebelum melakukan samadi orang harus membersihkan atau menyucikan badan dan jiwanya dengan air. suci. Tanpa ragu-ragu sedikitpun dia menuju ke samudra. sara berarti tajamnya pisau. Pandangan atau paningal sangat penting pada saat samadi. jangan lupa segala sesuatu yang sudah terjadi ini". Samudra dan Ular Bima akhirnya tahu bahwa air suci itu tidak ada di hutan . Disini menggambarkan bahwa dalam pencarian untuk mendapatkan kenyataan sejati. 2. Tur berarti gunung. Ingatlah kepada perkataan Samudra Pangaksama yang berarti orang yang baik semestinya memiliki hati seperti luasnya samudra. Pada waktu samadi dia harus memusatkan ciptanya dengan fokus pandangan kepada pucuk hidung. ini melambangkan pelajaran untuk mencapai lendeping cipta (tajamnya cipta). ini berarti Bima berhasil menyingkirkan halangan untuk mencapai tujuan supaya samadinya berhasil. 1. muka adalah wajah. Seseorang yang mendapatkan restu dzat yang suci. kala adalha bahaya. Prawita dari asal kata Pawita artinya bersih. menggambarkan halangan yang datang dari kemewahan kekayaan material antara lain: pakaian. sari artinya inti. karena kamukten dan kamulyan akan menutupi ciptanya yang jernih. dia bisa melihat kenyataan antara lain melalui cahaya atau sinar yang datang kepadanya waktu samadi. Raksasa Rukmuka dan Rukmakala Di hutan. lalu Kresna berkata :"Adikku ketahuilah nanti. Bima diserang oleh dua raksasa yaitu Rukmuka dan Rukmala. Reksa berarti mamalihara atau mengurusi. tetapi sebenarnya berada didasar samudra. Terminologi mistis yang dipakai adalah mendaki gunung Tursina. Dalam pertempuran yang hebat Bima berhasil membunuh keduanya. Tikbra artinya rasa prihatin. terbunuhnya dua raksasa tersebut dengan gamblang menjelaskan bahwa Bima bisa menghapus halangan-halangan tersebut. Ular adalah simbol dari kejahatan.tidak ada air penghidupan. ini melambangkan hambatan yang berasal dari kemewahan makanan yang enak (kemukten). Dalam cerita wayang digambarkan bahwasanya Resi Manukmanasa dan Bengawan Sakutrem bisa pergi ketempat suci melalui cahaya suci. Gembira mendengar itu. perhiasan seperti emas permata dan lain-lain (kamulyan) Bima tidak akan mungkin melaksanakan samadinya dengan sempurna yang ditujukan kepada kesucian apabila pikirannya masih dipenuhi oleh kamukten dan kamulyan dalam kehidupan. Rukmuka : Ruk berarti rusak. Jadi Prawitasari pengertiannya adalah inti atau sari dari pada ilmu suci. Pencarian air suci Prawitasari Guru Durna memberitahukan Bima untuk menemukan air suci Prawitasari. Hutan Tikbrasara dan Gunung Reksamuka Air suci itu dikatakan berada dihutan Tikbrasara. tidaklah . Dewa Ruci yang merupakan cerita asli wayang Jawa memberikan gambaran yang jelas mengenai hubungan harmonis antara Kawula dan Gusti. Bima membunuh ular tersebut dalam satu pertarungan yang seru.

7. Legawa : harus selalu bersikap baik dan benar. Pertemuan dengan Dewa Suksma Ruci Sesudah Bima mebunuh ular dengan menggunakan kuku Pancanaka. Bima bisa melihat dengan jelas seluruh jagad dan juga melihat dewa kecil tersebut. dan apabila ada orang yang berbuat jahat kepadanya. 6. Selalu waspada untuk menghindari perbuatan jahat. Rahayu : kehendak untuk selalu berbuat baik demi kepentingan semua pihak. Wilujengan : menjaga kesehatan. Pengalaman ini dalam istilah spiritual disebut “mati dalam hidup” dan juga disebut “hidup dalam mati”. Bima tidak pernah merasakan kebahagiaan seperti ini sebelumnya. Bima bertemu dengan Dewa kecil yaitu Dewa Suksma Ruci yang rupanya persis seperti dia. tetapi merasa tentram melupakan kekecewaan dari pada kesalahan-kesalahan dari kerugian yang terjadi pada masa lalu. Candra 9. mengatur pernapasannya. dia harus juga menghilangkan kejahatan didalam hatinya. 11. makan tidak perlu banyak dan tidak harus memilih makanan yang enak-enak: minum secukupnya pada waktu sudah haus dan tidak perlu harus memilih minuman yang lezat. dia adalah satu dengan yang suci. dia tidak akan membalas. Gembira : bukan berarti senang karena bisa melaksanakan kehendak atau napsunya. 10. Untuk itu dia harus mempunyai sifat-sifat sebagai berikut: 1. Samadi. 2. tidak pernah berhenti untuk berbuat yang benar antara lain : melakukan samadi.83 cukup bagi Bima hanya mengesampingkan kamukten dan kamulyan. tak terpisahkan. tidur pada waktu sudah mengantuk dan tidak perlu harus tidur dikasur yang tebal dan nyaman. tetap sabar. diterimanya samadi Bima yaitu bersatunya kawula dan Gusti. kalau sakit diobati. tidak boleh terlalu sering bercinta dan itu pun hanya boleh dilakukan dengan pasangannya yang sah. Anoraga : rendah hati. Pelajaran spiritual dari pertemuan ini adalah : Bima bermeditasi dengan benar. 12. . Arti simbolis pakaian dan perhiasan Bima Bima mengenakan pakaian dan perhiasan yang dipakai oleh orang yang telah mencapai kasunytan-kenyataan sejati. 3. Dia telah mencapai kasunyatan sejati. 4. Rila: dia tidak susah apabila kekayaannya berkurang dan tidak iri kepada orang lain. Marsudi kawruh : selalu mencari dan mempelajari ilmu yang benar. Kedatangan dari dewa Suksma Ruci adalah pertanda suci. Nrima : bersyukur menerima jalan hidup dengan sadar. Gelang Candrakirana dikenakan pada lengan kiri dan kanannya. ketemu keluarganya dan lain-lain. Eling : tahu mana yang benar dan salah dan selalu akan berpihak kepada kebaikan dan kebenaran. Santosa : selalu beraa dijalan yang benar. menutup kedua matanya. 8. Ngurang-ngurangi: dengan antara lain makan pada waktu sudah lapar. Bima telah menerima pelajaran terpenting dalam hidupnya yaitu bahwa dalam dirinya yang terdalam. Didalam paningal (pandangan didalam) Bima bisa melihat segalanya segalanya terbuka untuknya (Tinarbuka) jelas dan tidak ada rahasia lagi. 5. Mula-mula di tidak mau pergi tetapi kemudian dia sadar bahwa dia harus tetap melaksanakan pekerjaan dan kewajibannya. Didalam. memusatkan perhatiannya dengan cipta hening dan rasa hening. Bima memasuki raga Dewa Suksma Ruci melalui telinganya yang sebelah kiri.

Bima yang sudah tinarbuka. Yang merupakan simbol nafsu. yang tersimpan di musium Radya-Pustaka. berusia 41 hari. Bima hanya tertarik kepada laku untuk kesempurnaan hidup. dengan urut-urutan : 1. Penampakannya/ibaratnya : lir sotya (dedaunan) murca saka ngembanan (kayu-kayuan). Yang menurut riwayatnya.84 artinya bulan. PRANATA MANGSA ( aturan waktu musim kuno ) Pranata Mangsa atau aturan waktu musim biasanya digunakan oleh para petani pedesaan. Tanda emas diantara mata. mulai 22 Juni. alumah. sejenis belalang masuk ke tanah. sebetulnya baru mulai dikenalkan pada tahun 1856. merah. Penampakannya/ibaratnya : bantala (tanah) rengka (retak). Karo. Tusuk konde besar dari kayu asem Kata asem menunjukkan sengsem artinya tertarik. daun-daunan berjatuhan. hitam. meskipun jumlah orang yang bermoral baik itu kalah banyak. supiah dan mutmainah. Artiya Bima melaksanakan samadinya secara teratur dan mantap. Disini menggambarkan bahwa Bima sudah mampu untuk mengendalikan nafsunya. Contohnya lima pandawa bisa mengalahkan seratus korawa. kuning dan putih. Palawija mulai tumbuh. yang memberi patokan bagi para petani agar mempunyai hasil panen yang baik dalam bertani. amarah. berusia 23 hari. kirana artinya sinar. mulai 2 Agustus. Kuku Pancanaka Bima mengepalkan tinjunya dari kedua tangannya. Uraian mengenai Pranata Mangsa ini diambil dari buku sejarah para raja di Surakarta. dari persatuan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. saat kerajaan Surakarta diperintah oleh Pakoeboewono VII. pohon randu dan mangga. Petani di Jawa dahulu masih memakai patokan untuk mengolah pertanian dengan prantan ini. tepatnya dimulai tanggal 22 Juni 1856. . tanah mulai retak/berlubang. Batik poleng : Kain batik yang mempunyai 4 warna yaitu. 2. yang didasarkan pada gejala naluriah alam dan mencoba memahami asal-usul dan bagaimana uraian satusatu kejadian cuaca di dalam setahun. Persatuan orang-orang yang bermoral baik adalah lebih kuat. sudah menguasai sinar suci yang terang yang terdapat didalam paningal. Melambangkan : 1. 2. Kasa. Kuku pancanaka menunjukkan magis dan wibawa seseorang yang telah mencapai ilmu sejati. Dia telah memegang dengan kuat ilmu sejati. Para petani membakar dami yang tertinggal di sawah dan di masa ini dimulai menanam palawija. dia tidak tertarik kepada kekeyaan duniawi.

. manggis dan lain-lainnya). Kasanga. Kapitu. 8. yang mana Palawija mulai di panen. Kawolu. kemajuan teknologi pengindraan satelit cuaca. mulai 19 September. berusia 41 hari. 7. Di sawah hanya tersisa dami. jangkrik mulai muncul. pohon kapuk mulai berbuah. Kalima. usianya 25 hari. Penampakannya/ibaratnya : tirta (keringat) sah saking sasana (badan) (air pergi dari sumbernya. berusia 43 hari. Penampakannya/ibaratnya : rasa mulya kasucian (sedang banyakbanyaknya buah-buahan). Penampakannya/ibaratnya : pancuran (hujan) emas sumawur (hujannya) ing jagad. Penampakannya/ibaratnya : waspa kumembeng jroning kalbu (sumber). banyak buah-buahan (durian. Demikian uraian singkat tentang Pranata Mangsa. kucing mulai kawin. sebab musim kemarau. uret mulai banyak. 6. ulat-ulat mulai keluar. mulai 12 Mei. musimnya kucing kawin). mulai 25 Agustus. itu masanya banyak penyakit). banyak hujan. Kasepuluh. Kapat. mulai panen. burung blibis mulai kelihatan di tempat-tempat berair. Katiga.85 3. Penampakannya/ibaratnya : anjrah jroning kayun (merata dalam keinginan. mulai 4 Pebruari. berusia 23 hari. Penampakannya/ibaratnya: sotya (anak burung) sinara wedi (disuapi makanan). mulai menyebar padi gaga. 9. Penampakannya/ibaratnya : wisa kentar ing ing maruta (bisa larut dengan angin. burung-burung kecil mulai bertelur. rambutan. mulai 26 Maret. berbagai jenis bambu tumbuh. Padi mulai hijau. 12. Padi mulai berkembang dan sebagian sudah berbuah. usianya 26 hari. selokan sawah diperbaiki dan membuat tempat mengalir air di pinggir sawah. Penampakannya/ibaratnya : wedaring wacara mulya ( binatang tanah dan pohon mulai bersuara). Sawah tidak ada (jarang) tanaman. burung-burung kecil mulai menetas telurnya. 5. jarang orang berkeringat. mulai 23 Desmber. sebab sangat dingin). yang jika dikaitkan dengan kondisi saat ini. Desta. dan sebagainya. hal tersebut diatas tentunya harus diselaraskan secara ilmiah. para petani mulai menggarap sawah untuk ditanami padi gaga. berusia 25 hari. banyak sungai yang banjir. berusia 24 hari. banyak hewan hamil. pohon asem mulai tumbuh daun muda. mulai 10 Nopember. usianya 43 hari. berusia 27 hari. cenggeret mulai bersuara. Kanem. Penampakannya/ibaratnya : gedong minep jroning kalbu (masa hewan sedang hamil). Penampakannya/ibaratnya : suta (anak) manut ing Bapa (lanjaran). Musimnya/waktunya lahan tidak ditanami. Para petani mulai menjemur padi dan memasukkan ke lumbung. mulai 19 April. Saya. usianya 24 hari. Seluruhnya memane n padi. 10. sebab panas sekali. 4. masa ini musim dingin. mulai 14 Oktober. Para petani mulai menyebar bibit tanaman padi di pembenihan. Mulai ada hujan. atau 4 tahun sekali 27 hari. mulai 1 Maret. Padi mulai menguning. kondisi alam. Benih padi mulai ditanam di sawah. 11.

Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya. Gedungnya didepan = memperlihatkan simbul kekayaannya. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya. Doanya : rajukna dan pina.dapat menyenangkan hati orang lain. gemar bersemadi. pradah hanya lahir. Candranya : Woh-wohan = tak tentu rejekinya. Kakinya direndam dalam air = perintahnya keras didepan dingin dibelakang. keras. dapat menggrirangkan hati orang lain. lauknya daging kerbau seharga 21 keteng dimasak pindang. Selawatnya 4 keteng. Tolu. cepat bekerjanya. Kaki belakang direndam dalam air = perintahnya panas didepan dingin belakang. daging ayam ayam putih dimasak pakai santan dan sayur lima macam. Lauknya daging rusa dicacah lalu dibakar. dalam 7 hari tak boleh turun dari gunung dan tak boleh menggali tanah. Penangkalnya : selamatan nasi uli. lauknya daging ayam lereng dipecal. pradah hanya lahir. Selawatnya 4 keteng.dewanya sangyang Mahayekti = besar hatinya.dewanya sangyang Mahadewa = bagus rupanya. menghendaki lebih dari sesama. Air dalam jimbung besar disebelah kiri = serong hatinya. Sinta. kalau marah berbahaya. jika menghambakan diri jadi kesayangan. Watak wuku dapat dipergunakan untuk mengetahui dasar watak bayi lahir : 1. Menghadapi air di jembung besar = baik budi pekertinya. Wukir. beras sepritah dikukus. Burungnya : Salinditan = tangkas. Memanggul tunggul = mudah mendapatkan kesenangan hidup. Pohonnya : Kendayakan = jadi pelindung orang susah. Tangkalnya : selamatan nasi pulen beras sepitrah dikukus. tajam roman mukanya. Tunggalnya : didepan = akhirnya hidup senang. kasih sayang. 2. bakat kaya harta benda. tak dapat dicegah. Gedungnya didepan = suka memperlihatkan kekayaannya. dapat mengerjakan segala pekerjaan. karena panas. teliti. selama 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.Ketika kolo wuku berada dibawah. Kurantil. Pohonnya : Wijayamulya = sangat indah rupanya. Doanya : Tolak bilahi. Doanya rajukna. Ketika kolo wuku berada ditenggara. Candranya : Endra = gemar bertapa brata.dewanya sangyang Yamadipati = wataknya seperti raja dan pendita. membelinya tidak menawar. Gedungnya terbalik didepan = murah hati. Burungnya : Manyar = tak mau kalah dengan sesama. Bahayanya : Berada di pertengahan umur.dewanya sangyang Langsur = pemarah. banyak kemauan. Pohonnya : Nagasari = bagus rupaya. Burungnya : Branjangan = riang tangan. sopan-santun. Burungnya : Gagak = mengerti petunjuk gaib. 4. Tunggulnya : dibelakang = kebahagiannya terdapat dibelakang hari. suka pada kesunyian. 3. dapat mengerjakan segala pekerjaan. angkuh. Bahayannya : korobohan pohon. dalam 7 hari tidak boleh mendatangi tempat kolo. pradah hanya lahir. Selawatnya 7 keteng. selamat hatinya.. Selawatnya 4 keteng. dan orang minggat. Doanya : Kabul. pradah hanya lahir. Tangkalnya : Selamatan tumpeng beras sepitrah dikukus. Candranya : Surating raditya = tajam ingatannya. Landep. tinggi adat-istiadatnya. . Candranya : Gunung artinya jika didekati sulit dan berbahaya jika dilihat dari jauh menyedapkan pemandangan. Pohonnya : Ingas = tak dapat untuk berlindung. Bahayanya : jatuh memanjat. Bahayanya = ditanduk atau disiung. orang sengsara dan orang minggat.86 WUKU dan KELAHIRAN Tiap-tiap wuku mempunyai watak sendiri-sendiri. Penangkalnya : selamatan tumpeng beras sepitrah dikukus. Ketika kala wuku berada ditimu laut. jika bekerja dicintai oleh majikannya. Burungnya : Atatkembang = jadi kesukaan para agung. Memanggul tunggal = akhirnya mendapat kesenangan hidup. cepat bahagia. Bahayanya : dianiaya. terang hatinya. suka kepada kepanditan. Pohonnya : Kendajakan = jadi pelindung orang sakit. 5.

lauknya daging ayam dimasak dengan santan. lauknya daging ayam brumbun dan uang suwang (+/. 9. Pohonnya : sulastri = bagus rupanya. Memangku air dalam bokor =suka bersedekah. dalam 7 hari tidak boleh mendatangani tempat kala 8. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. cemburuan. dewanya sanghyang mahajekti = berat tanggungannya.pradah. Pohonnya : cemara = rame bicaranya. namun sedikit rejekinya. lauknya daging bebek dimasak gurih dan daun-daunan 5 macam. Bahayanya : tenggelam atau kejatuhan dalam. keras budinya. lemah lembut perintahnya dan dihormati.senang asmara. dicintai oleh para agung. Warigalit. Selawatnya 3 keteng. Bahayanya : dimarahi temannya. 11. Kakai sebelah yang didepan direndam dalam air = perintahnya dingin didepan. Tangkalnya : selametan nasi urap beras sepitrah dikukus. Selawatnya 4 keteng. Penangkalnya : selamatan nasi uduk bers sepitrah dikukus. Gedungnya terbalik dibelakang = ikhlasan dengan tidak pakai perhitungan. Galungan. Gumbreg. Doanya : rasul. Selawatnya 8 keteng. dewanya sangyang asmara = bagus rupanya. dewanya sangyang Komajaya = teguh hatinya.Ketika kolo wuku berada dibarat-laut. pandai mencari kehidupan. dewanya sanghyang sambu = tinggi perasaannya. jika marah taka sayang kepada harta bendanya. suka tinggal ditempat sunyi. banyak yang cinta. lauknya daging ayam berumbun yang masih muda dan daun-daun 9 macam. suka bohong. berkeinginan. 6. Doanya Tolak bilahi. tak suka berkumpul dengan orang banyak. dalam 7 hari tidak boleh memandang wajah kala. Ketika “kala wuku” berada diatas. Doanya : Rajukna. Burungnya : kepodong – cemburuan. Gedungnya dua buah dibelakang dan didepan = ichlasnya hanya setengah. jauh kebahagiaannya.dewanya sangyang cakra = keras budinya. Warigagung. keras budinya. ikhlasan. murka. Selawatnya 5 keteng. Selawatnya : kucing. dapat melegakan hati orang susah. murka. hatinya mudah tersentuh. banyak rejekinya. tidak tetap. 10 Sungsang. dimasak getjok. panas dibelakang. jauh kepada perbuatan jahat. tidak boleh disamai. segala yang dikehendakinya segera tercapai. cinta pada perbuatan baik. pengasih. Tangkalnya : selamatan nasi pulen beras sepitrah dikukus. jika marah menakutkan.Ketika “kala wuku” berada di Selatan menghadap utara. Air dijebung didepannya +/. tak mau dicegah. Candranya : sekar wora-wari bang = besar amarahnya. Pohonnya : beringin = jadi pelindung keluarganya. 7. Candranya : kasturi arum angambar = segala kehendaknya belum terjadi telah tersiar banyak yang cinta. akan tetapi harus diperlihatkan harum = dicintai oleh orang banyak. Tunggulnya : dibelakang – rejekinya dibelakang hari. tidak mau menerima takdir. Ketika “kala wuku” berada di timur dalam 7 hari tidak boleh mendatangani tempat kala. perkataannya nyata redhoan. gampang suka pada kepunyaan orang lain. Tangkalnya : selametan nasi pulen beras sepitrah dikukus. Candranya : Ketug lindu = menepati perkataannya. dicintai para pembesar. dalam 7 hari tidak boleh mendatangani tempat kala. Ketika “kala wuku” berada di utara menghadap ke selatan. budinya tinggi. Burungnya : nori = pemboros. Burungnya kutilang = banyak bicara dan perkataannya dipercayai orang. lauknya daging kerbau ranjapan (pembelian bersama-sama).81 ½ sen). Bahayanya : diterkam harimau. Doanya : Kabul. gelap hati. Candranya : Geter nekger ing wijati = hening pikirannya. Pohonnya : Tanganan = ringan tangan. Bahayanya : tersangkut suatu perkara. Pohonnya : tanganan = tak suka menganggur. tetapi mudah dicegah. daundaunan 9 macam dicampur dalam tumpeng. Burungnya : Bido = besar nafsunya. Julungwangi. Doanya : tolak bilahi. Gedungnya dikirikan = penyayang. Bahayanya : kena besi. Burungnya : betet = keras kemauannya. Mengahadap air dijembung = pradah ikhlasan. Tangkalnya : selamatan nasi megana dan tumpeng betas 2 pitrah. Burungnya : ayam hutan = liar. Candranya : Wangkawa = angkuh. pengasih. dewanya sanghyang gana = pemaranh. Doanya : Kabul. Candranya : kaju kemladean ngajak sempal = dimana-mana dapat tumbuh. suka kepada kepunyaan orang lain. . harus diperlihatkan pemberiannya. Selawatnya 10 keteng.87 Penangkalnya : selamatan nasi uduk beras sepitrah dikukus.

Pohonnya : Ingas dan cemara tumbang = panas hati. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala 13. tersiar baik. Burung : Cocak = gelatak bicaranya. cepat pekerjaannya. Doanya : Rasul. tinggi dan selamat budinya. pemaran.dewanya sangyang Brama. dewanya sangyang guretno. Doanya : Kabul.88 Bahayanya : berselisih.Ketika kolo wuku berada di Barat-Laut dalam 7 hari tak boleh mengunjungi tempat kala. Burungnya : puter = jika berbicara mula-mula kalah. dewanya sanhyang wisnu : tajam ciptanya. pemalu. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. Memanggul : cakra = tajam hatinya. tinggi budinya dan teliti. Selawatnya uang baru 40 keteng. tidak sabaran menepati janji. melebihi sesama dewa. Pohonya : Kendayaan = jadi pelindung orang sakit. banyak larangan. Candranya : Watu item munggeng papreman lan wreksa gung lebet tancepnya = sabar. Bahayanya = diamuk. Jembungnya disebelah kiri dibelakangnya = suka jalan serong. sayuran secukupnya. rejekinya tidak kurang. sebab gora-goda. Ketika kolo wuku berada di selatan daya. Candranya : Garojogan = rame bicaranya. tegaan. Pohonnya : Wijayakusuma = rupanya sangat indah. Langkir. dimana-mana jadi kunjungan orang.Ketika kolo wuku.Candranya : Pulo katinggal saking tebih = tersiar semua tingkah lakunya. daging ayam merah dipindang dan bunga setaman yang merah. selamat hatinya. sayur bayam merah.Ketika kolo wuku berada diatas. tak boleh didekati orang. Candranya : Redi gumaludug = bicaranya menakutkan. Candranya : peksi wonten ing luhur = jika mencari hasil dengan menundukkan kepala.Kuningan. Gedung telentang = boros. Selawatnya 5 keteng. kuat budinya. orang sengsara dan orang minggat. tak mau memberi ampun. lauknya daging ayam dimasak sansan. Gedungnya terguling didepan = hemat dan banyak rejekinya. lauknya daging kerbau membelinya beramai-ramai. Bahayanya : Kena api dan dijahili orang. mempunyai kedudukan yang lumayan. tinggi derajatnya. tetapi tidak mengapa. menghendaki memerintah. Kuruwelut.Penangkalnya : selamatan nasi beras sepitrah dikukus. tak suka diatasi. Gedungnya dibelakang. batinnya kotor. Pohonnya : Asam = kuat dan dicintai orang banyak. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. = suka kepada keramaian. banyak bohong. Pohonnya : parijata = jadi pelindung dan besar kebahagiaannya. Doanya : Balasrewu dan Kunut. panas hati. tidak pernah .. Burungnya : Urang-urangan = cepat bekerjanya. berhati-hati. Doanya : Selamat pina. lauknyadaging kambing dan ikan dimasak pakai santan. Pohonnya : Rembuknya = indah warnanya. 14. Penangkalnya : selamatan nasi merah beras sepitrah dikukus. Doanya : Slametpina. suka bertikai. dewanya sangyang Indra = melebihi sesama. Bahayanya : dianiaya. tetapi jika marah kejam. lauknya daging kambing. Djulungpujut. Memanggul senjata tajam = waspada. Penangkalnya : selamatan nasi uduk beras sepitrah dikukus. kasar perkataannya. selalu susah. buruk adat-istiadatnya.Penangkalnya : selamatan nasi punar beras sepitrah dikukus. Burung : Prijohan = besar kemauannya. Menghendaki bukit = besar kemaunnya. Bahayanya : diteluhPenangkalnya : selamatan tumpeng beras sepitrah dikukus. jadi pelindung sengsara. tidak sayang kepada badannya sendiri. murka. Mandasia. dewanya sangyang Kala menggigit bahunya sendiri = besar nafsunya. Burungnya : Platukbawang = kuat budinya. lekas marah. tidak sabaran. dewanya sangyang tantra = perkataannya melebihi sesama. digoreng. 16.Ketika kolo wuku berada di selatan daya. daun-daunan 11 macem. daun. berada di utara dan selatan. lahirnya suci.Ketika kolo wuku berada di Barat. menghindari keramaian. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. Candranya : Palwa ing samodra = kesana-kemari mencari nafkah.Penangkalnya : selamatan nasi uduk beras sepitrah. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. Pahang. yang melihat takut. akhirnya menang. tidak berbau. Doanya : Slamat. angkuh. Selawatnya 30 keteng. sangat puaka. 12. jika marah tak dapat dicegah. tidak mau menurut. Selawatnya 9 keteng. 17.daunan 9 macam. Selawatnya 11 keteng. halus budinya. jendelanya tertutup = hemat. 15. daging ayam merah dipanggang.

dalam 7 hari tak boleh mendatangi kala 21. dalam pikirannya. dalam 7 hari tidak boleh mengunjungi tempat kala. Bahayanya : dibunuh pada waktu malam. tetapi sebentar baik.Doanya : tolak bilahi. tajam perkataannya. digoreng. Pohonnya : plasa = hanya jadi perhiasan hutan. Gedungnya ditumpangi tunggal = kaya benda dan dihormati. 18. Ketika “kala wuku “ berada di barat. Candranya : idune lir upas ratjun = dihargai semua perkataannya. dewanya sanghyang basuki : ahli bicara. suka membuat perkabaran yang mengherankan. tawakal. suka tinggal ditempat sunyi. . tak suka kepada keramaian. lemah lembut tutur katanya. puaka tak dapat dipermudah. dewanya sanghyang siwa = lahir dan batinnya terkadang berlainan. Burungnya : pelug = suka tinggal di air. jajan pasar. Ketika “kala wuku” berada di utara. tindihnya uang lama sebaranDoanya : tawil. Selawatnya : 5 keteng. Ketika “kala wuku” berada di barat daya. Selawatnya 100 keteng. dan dapat menyenangkan hati orang lain. Bahayanya : tenggelam. Ketika “kaa wuku” berada di timur. Gedungnya dipanggul = memperlihatkan pemberian. Madangkungan. Maktal. Gedungnya terlentang didepan = pengasih. Gedongnya ditengah = tinggi percaya dirinya Bahayanya : terkena pasangan. Tambir. Wuje. dalam 7 hari tak boleh mendatangi kala 22. dewanya sangsyang surenggana = tawakal hatinya. 20. tetap hatinya. Tangkalnya : selamatan nasi uduk. Pohonnya : Upas = bukan tempat perlindungan. berani kepada kesulitan. Burungnya : gogik = cemburuan. banyak tanda-tandanya akan mendapat bahagia. Candranya : tirta wening = sedikit bicaranya. tawakal. Bahayanya : diteluh. dicintai oleh pembesar. Yang dibeli dahulu madu untuk selanunggal rum arum = peteng hati. Candranya : lesus awor lan pancawara = lebar pemandangannya. suka tinggal ditempat sunyi. Doanya : rasul. singkat hati. Candranya : umajang kang tetabuhan = menepati perkataan. perkataannya lurus dan mengherankan. kuah merah dan putih dan ketimun 25 buah. agak ingatan. Candranya : pandam ageng amerapit = tawakal. Tangkalnya : selamatan nasi pulen beras sepitrah diliwet. daging ayam dan bebek dimasak 2 macam. Pohonnya : nagasari = bagus rupanya. dewanya betara kuwera = menggirangkan hati orang lain. Burungnya : prenjak = tahu petunjuk gaib. lauknya daging bebek dan ayam dipindang. Selawatnya 4 keteng. Pohonnya : Tal = panjang umurnya. Doanya : slamet dina. niatnya : ngrasul. dalam 7 hari tidak boleh mendatangitempat kala. 19. sukar dijalani. hemat. tidak ada gunanya.10 sen). besar tanda kebahagiannya. sekar boreh. baik pekerjaannya. tidak suka terhadap perkataan yang remeh. suci hatinya. Selawatnya : pisau baja dan jarum satu. Ketika “kala wuku” berada di timur laut. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya. tentu mendapat bahaya. Gedungnya di atas = mendewa-dewakan kekayaannya. dipindang dan dimasak dengan santan. . jadi tempat pengungsian. Bahayanya = bertikai. Memasang keris terhunus disebelah kaki = waspada dan tajam hatinya. berkesanggupan.89 bohong. Tangkalnya : selamatan nasi uduk. kuat dan tetap hatinya. jenang merah pada waktu hari kelahirannya. Tangkalnya Selamatan nasi punar beras sepitrah dikukus. Burungnya : ayam hutan = liar dan tinggi budinya. Tangkalnya : selamatan bermacam-macam sayuran. daging ayam mulus dimasak dengan santan dan bermacam-macam ketan. diturut perintahnya. Tak mempunyai burung = tak boleh disuruh jauh. mempunyai hati kasihan kepada orang miskin. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. Doanya : ngumur. Tunggulnya membalik = lekas hidup senang. Ketika “kala wuku” berada diatas. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. Pohonnya : Trengguli = buahnya tidak berguna. dewanya sanghyang sakri = lurus hatinya. suka kepada bau harum. lauknya daging ayam kuning (wiring kuning) dan berumbun. besar kehendaknya. Mrakeh. Bahayanya : kena racun daun. Tangkalnya : selamatan jajan pasar secukupnya dan bermacam-macam ketan seharga sataksawe (+/.

baik budinya. rela hati.Ketika kala wuku berada di Barat-Laut. dapat berkumpul ditempat ramai. sayuran secukupnya.90 23. sukar dibelakang. Burungnya : Sepahan = liar budinya. bakti. selalu bersedia-sedia untuk membela diri.Penangkalnya : selamatan nasi tumpeng beras sepitrah dikukus. Bahayannya : terkena senjata tajam. tinggi budinya. Selawatnya 10 keteng. jujur. Selawatnya : pacul. Bahayanya : memanjat atu karena tingkahnya sendiri. segala yang dikehendaki tak ada sukarnya. suka tinggal ditempat yang sunyi. banyak ilmunya. 27. liat hatinya. lekas mengerti. 24. teliti. Memangku tombak terhunus = waspada dan tajam hatinya. tetap pikiranya. sabar. Candranya : awang-uwung = baik budinya. dimasak bumbu manis. daging kambing kendit dimasak macam-macam ketan. jahil. Doanya : Selamat tolak bilahi. lemah lembut perintahnya dan dihormati. Doanya : selamat.Ketika kala wuku berapa di Tenggara. Pohonnya : Tageron = sedikit faedahnya. akan tetapi harus diperlihatkan pemberiannya. sayuran secukupnya. memperlihatkan watak prajurit. akan tetapi jika telah makan. dewanya batari Durga = suka berbuat huru-hara. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya. 26. pemalu. . bumi langit = selamat. pradah. Candranya : damar murub. dicintai oleh pembesar. Pohonnya : cemara = ramai bicaranya. pandai sekali bertindak jahat. tak ada yang ditakuti. Doanya: Selamat. Kakinya kanan direndam dalam air jembung = perintahnya dingin didepan panas dibelakang. Wugu. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. lurus pembicaraannya. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. berbakat angkuh. Pohonya : Wuni sedang berbuah = siapa yang melihat bagaikan mengidam. dewanya sangyang Citragatra = menjunjung diri sendiri. Tangkalnya : selamatan nasi tumpeng beras sepitrah. senang tinggal ditempat yang sunyi. Manahil. Burungnya : urang-urangan = cepat kerjanya. Candranya : Trenggana abra ing wijit = sabar segala kemauannya. sayuran secukupnya. belas kasihan. Bahayanya : kenah tulah dan difitnah. banyak kemauannya. bakat angkuh. Penangkalnya : selamatan nasi pulen beras sepitrah dikukus dan bermacam-macam ketan. tajam pikirannya. sering mencela. Wayang. ayam dimasak sesukanya. Burungnya : Ayam hutan = liar budinya. dingin perintahnya dicintai oleh orang banyak. Ketika “kala wuku” berada dibawah. dalam 7 hari tak boleh naik. tidak suka berkumpul. Selawatnya 40 keteng. lauknya daging sapi. pradah dilahir. Pohonnya = Cempaka = dicintai oleh orang banyak Burungnya = Ayam hutan = dicintai oleh pembesar. Candranya : wesi trate pulasani = keras hatinya. tangkas. jajan pasar. akan tetapi tak mempunyai pangkat. Doanya : aelamat pina. Bahayanya : diteluh dan kena upas. Gedungnya tertutup dibelakang = hemat dan pendia. Selawatnya 40 keteng. cukup rejekinya. tak suka menganggur. Bala. 25. Selawatnya 8 keteng. sayur 7 macam. sambal gepeng.Penangkalnya : selamatan nasi tumpeng beras sepitrah dikukus. pemberi. Prangbakat. Jembung berisi air didepan dan duduk disitu = sejuk hatinya. lauknya daging ayam dan ikan.membuat berita. banyak rejekinya. dewanya sangyang Singajala = banyak akal. liar budinya. banyak tandatanda akan mendapat bahagia. dewanya sangyang Bisma = pemarah. dewanya batari Sri = banyak rejekinya. Doanya : Rajukna : Udan salah mangsa = rejekinya dari jual beli. Air dijembung dibelakangnya = Arum perintahnya. panggang ayam hitam. Pasang keris terhunus = perintahnya mudah didepan. cepat kerjanya. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.Ketika kala wuku berada di sebelah Selatan. menghendaki jadi pemimpin orang. suka bercampur dengan kejahatan.Ketika kolo wuku berada diatas. Pohonnya : Tirisan = panjang umurnya. lauknya daging bebek putih sejodoh dimasak dengan santan.Penangkalnya : selamatan nasi liwet beras sepitrah. dalam 7 hari tak boleh turun dari gunung dan menggali tanah. Bahayanya : digigit ular dan disia-sia. Burungnya : Podang = cemburuan.

Penangkalnya : selamatan beras sepitrah dikukus. Menghadapi keris terhunus = waspada. lauknya daging ayam dan bebek yang berwarna merah. besar harapannya. segala yang dilihatnya berhasrat dipunyainya. ikan dan daging burung. lauknya panggang ayam putih mulus dan ayam brumbun. Nagagini = gemar kepada asamara. dewanya sangyang Sadana = kuat budinya. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya. gemar bersemedi. dimasak sekehendahnya. lauknya daging binatang yang diburu. tajam pikirannya. dewanya sangyang Sakri = keras hatinya. Doanya : Kabula. semuanya yang halal. Pohonnya : Pandan wangi = kiri tempatnya. Bahayanya : terkena bisa. boros. Pohonnya : Wijayakusuma = rupawan. Bilahinya : teraniaya. sering bersedih hati. Kulawu. murka. Candranya : tunggul asri sesengkeraning nata = bagus rupanya. tak boleh didekati. terlihat angkuh. Watugunung. banyak rejekinya. Menghendaki janji = suka bertapa ditempat yang sunyi. Candranya : Lintang wulan keraianan = terang hatinya. mendapat kehormatan. Duduk dijembung berisi air ditepi kolam = sejuk hatinya. Burungnya : Gogik = cemburuan. tinggi budinya. tetapi tidak bercahaya. teliti. Antaboga = senang tinggal alam untuk bertapa. 30. Candranya : Bun tumetes ing sendang = ketika kecil miskin. Dukut. daun-daunan 7 macam. dengki. Burungnya : Ayam hutan = dicintai oleh para pembesar. dimasak bermacam-macam jenang. burung.91 28. jika menjadi pendita. pradah hanya lahir. Selawatnya 5 keteng.Ketika kala wuku berada di Barat. Doanya : Mubarak. Selawatnya satakswawe. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. binatang berliang. akhirnya besar kebahagiannya. Selawatnya 9 keteng. tidak suka pada keramaian. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. Penangkalnya : selamatannasi golong beras sepitrah dikukus. suka tinggal ditempat sunyi.Penangkalnya : selamatan nasi tumpeng beras sepitrah dikukus. Membelakangi senjata tajam = pikirannya terdapat dibelakang. besar harapannya. Doanya : Slamet. kuat budinya.Ketika kala wuku berapa di timur. . liar dan tinggi budinya. Pohonnya : Tal = panjang umurnya.Ketika kala wuku berada di Utara. besar harapannya. Membelakangi gedungnya = hemat dan pendiam. 29. penakut. Burungnya : Nori. dingin perintahnya. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. kurang pandai. Bahayanya : dimedan perang. dewanya sangyang Antaboga dan batari Nagagini.

karena sesungguhnya Rabbmu telah memerintahkan (yang demikian itu) kepadanya Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam. dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya.92 Memayu hayuning buwana Amung sami adremi nengga Sabda Gusti hing wasana Nemahi jaman buwana yudha Ilanging bumi sakabehe Nuli ganti alam lestari Ojo nganti padha rugi "Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat). Al Zalzalah ) . supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. ( QS. niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun. pada hari itu bumi menceritakan beritanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun. dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (jadi begini)?". niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.

93 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful