1

RELIGI JAWA

Orang Jawa percaya bahwa Tuhan adalah pusat alam semesta dan pusat segala kehidupan karena sebelum semuanya terjadi di dunia ini Tuhanlah yang pertama kali ada. Tuhan tidak hanya menciptakan alam semesta beserta isinya tetapi juga bertindak sebagai pengatur, karena segala sesuatunya bergerak menurut rencana dan atas ijin serta kehendak-Nya. Pusat yang dimaksud dalam pengertian ini adalah sumber yang dapat memberikan penghidupan, keseimbangan dan kestabilan, yang dapat juga memberi kehidupan dan penghubung individu dengan dunia atas. Pandangan orang Jawa yang demikian biasa disebut Manunggaling Kawula Lan Gusti,yaitu pandangan yang beranggapan bahwa kewajiban moral manusia adalah mencapai harmoni dengan kekuatan terakhir dan pada kesatuan terakhir, yaitu manusia menyerahkan dirinya selaku kawula terhadap Gustinya. Puncak gunung dalam kebudayaan Jawa dianggap suatu tempat yang tinggi dan paling dekat dengan dunia diatas, karena pada awalnya dipercayai bahwa roh nenek moyang tinggal di gununggunung. Sebagian besar orang Jawa termasuk dalam golongan yang telah berusaha mencampurkan beberapa konsep dan cara berpikir islam, dengan pandangan asli mengenai alam kodrati (dunia ini) dan alam adikodrati (alam gaib atau supranatural). Pandangan hidup merupakan suatu abstraksi dari pengalaman hidup. Pandangan hidup adalah sebuah pengaturan mental dari pengalaman hidup yang kemudian dapat mengembangkan suatu sikap terhadap hidup. Ciri pandangan hidup orang Jawa realitas yang mengarah kepada pembentukan kesatuan Numinus antara alam nyata, masyarakat dan alam adikodrati yang dianggap keramat. Alam adalah ungkapan kekuasaan yang menentukan kehidupan. Orang Jawa percaya bahwa kehidupan mereka telah ada garisnya, mereka hanya menjalankan saja. Dasar kepercayaan Jawa atau Javanisme adalah keyakinan bahwa segala sesuatu yang ada didunia ini pada hakekatnya adalah satu, atau merupakan kesatuan hidup. Javanisme memandang kehidupan manusia selalu terpaut erat dalam kosmos alam raya. Dengan demikian kehidupan manusia merupakan suatu perjalanan yang penuh dengan pengalaman-pengalaman yang religius. Alam pikiran orang Jawa merumuskan kehidupan manusia berada dalam dua kosmos (alam) yaitu makrokosmos dan mikrokosmos. Makrokosmos dalam pikiran orang Jawa adalah sikap dan pandangan hidup terhadap alam semesta, yang mengandung kekuatan-kekuatan supranatural (adikodrati). Tujuan utama dalam hidup adalah mencari serta menciptakan keselarasan atau keseimbangan antara kehidupan makrokosmos dan mikrokosmos. Dalam makrokosmos pusat alam semesta adalah Tuhan. Alam semesta memiliki hirarki yang ditujukan dengan adanya jenjang alam kehidupan dan adanya tingkatan dunia yang semakin sempurna ( dunia atas - dunia manusia - dunia bawah ). Alam semesta terdiri dari empat arah utama ditambah satu pusat yaitu Tuhan yang mempersatukan dan memberi keseimbangan. Sikap dan pandangan terhadap dunia nyata ( mikrokosmos ) adalah tercermin pada kehidupan manusia dengan lingkungannya, susunan manusia dalam masyarakat, tata kehidupan manusia seharihari dan segala sesuatu yang nampak oleh mata. Dalam menghadapi kehidupan manusia yang baik dan benar didunia ini tergantung pada kekuatan batin dan jiwanya. Bagi orang Jawa dahulu, pusat dunia ini ada pada pimpinan atau raja dan keraton, Tuhan adalah pusat makrokosmos sedangkan raja dianggap perwujudan wakil Tuhan di dunia, sehingga dalam dirinya terdapat keseimbangan berbagai kekuatan dari dua alam. Jadi raja dipandang sebagai pusat komunitas di dunia seperti halnya raja menjadi mikrokosmos dari wakil Tuhan dengan keraton sebagai tempat

2

kediaman raja. Keraton merupakan pusat keramat kerajaan dan bersemayamnya raja karena rajapun dianggap merupakan sumber kekuatan-kekuatan kosmis yang mengalir ke daerah kedaulatannya dan membawa ketentraman, keadilan dan kesuburan wilayah. Hal hal diatas merupakan gambaran umum tentang alam pikiran serta sikap dan pandangan hidup yang dimiliki oleh orang Jawa pada jaman kerajaan. Alam pikiran ini telah berakar kuat dan menjadi landasan falsafah dari segala perwujudan yang ada dalam tata kehidupan orang Jawa.

KEJAWEN

Mari kita mengutip satu tembang Jawa Tak uwisi gunem iki Niyatku mung aweh wikan Kabatinan akeh lire Lan gawat ka liwat-liwat Mulo dipun prayitno Ojo keliru pamilihmu Lamun mardi kebatinan saya akhiri pembicaraan ini saya hanya ingin memberi tahu kabatinan banyak macamnya dan artinya sangat gawat maka itu berhati-hatilah Jangan kamu salah pilih kalau belajar kebatinan

Tembang ini menggambarkan nasihat seorang tua (pinisepuh) kepada mereka yang ingin mempelajari kabatinan cara kejawen. Kiranya perlu dipahami bahwa tujuan hakiki dari kejawen adalah berusaha mendapatkan ilmu sejati untuk mencapai hidup sejati, dan berada dalam keadaan harmonis hubungan antara kawula (manusia) dan Gusti (Pencipta) ( jumbuhing kawula Gusti ) /pendekatan kepada Yang Maha Kuasa secara total. Keadaan spiritual ini bisa dicapai oleh setiap orang yang percaya kepada Tuhan, yang mempunyai moral yang baik, bersih dan jujur. beberapa laku harus dipraktekkan dengan kesadaran dan ketetapan hati yang mantap. Pencari dan penghayat ilmu sejati diwajibkan untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi semua orang serta melalui kebersihan hati dan tindakannya. Cipta, rasa, karsa dan karya harus baik, benar, suci dan ditujukan untuk mamayu hayuning bawono. Ati suci jumbuhing Kawulo Gusti : hati suci itu adalah hubungan yang serasi antara Kawulo dan Gusti, kejawen merupakan aset dari orang Jawa tradisional yang berusaha memahami dan mencari makna dan hakekat hidup yang mengandung nilai-nilai. Dalam budaya jawa dikenal adanya simbolisme, yaitu suatu faham yang menggunakan lambang atau simbol untuk membimbing pemikiran manusia kearah pemahaman terhadap suatu hal secara lebih dalam. Manusia mempergunakan simbol sebagai media penghantar komunikasi antar sesama dan segala sesuatu yang dilakukan manusia merupakan perlambang dari tindakan atau bahkan karakter dari manusia itu selanjutnya. Ilmu pengetahuan adalah simbol-simbol dari Tuhan, yang diturunkan kepada manusia, dan oleh manusia simbol-simbol itu ditelaah dibuktikan dan kemudian diubah menjadi simbol-simbol yang lebih mudah difahami agar bisa diterima oleh manusia lain yang memiliki daya tangkap yang berberda-beda. Biasanya sebutan orang Jawa adalah orang yang hidup di wilayah sebelah timur sungai Citanduy dan Cilosari. Bukan berarti wilayah di sebelah barat-nya bukan wilayah pulau Jawa. Masyarakat Jawa

3

adalah masyarakat yang menjunjung tinggi rasa kekeluargaan dan suka bergotong royong dengan semboyannya “saiyeg saekoproyo “ yang berarti sekata satu tujuan. Kisah suku Jawa diawali dengan kedatangan seorang satriya pinandita yang bernama Aji Saka, sampai kemudian satriya itu menulis sebuah sajak yang kemudian sajak tersebut diakui menjadi huruf jawa dan digunakan sebagai tanda dimulainya penanggalan tarikh Caka. Kejawen adalah faham orang jawa atau aliran kepercayaan yang muncul dari masuknya berbagai macam agama ke jawa. Kejawen mengakui adanya Tuhan Gusti Allah tetapi juga mengakui mistik yang berkembang dari ajaran tasawuf agama-agama yang ada. Tindakan tersebut dibagi tiga bagian yaitu tindakan simbolis dalam religi, tindakan simbolis dalam tradisi dan tindakan simbolis dalam seni. Tindakan simbolis dalam religi, adalah contoh kebiasaan orang Jawa yang percaya bahwa Tuhan adalah zat yang tidak mampu dijangkau oleh pikiran manusia, karenanya harus di simbolkan agar dapat di akui keberadaannya misalnya dengan menyebut Tuhan dengan Gusti Ingkang Murbheng Dumadi, Gusti Ingkang Maha Kuaos, dan sebagainya. Tindakan simbolis dalam tradisi dimisalkan dengan adanya tradisi upacara kematian yaitu medo’akan orang yang meninggal pada tiga hari, tujuh hari, empatpuluh hari, seratus hari, satu tahun, dua tahun, tiga tahun, dan seribu harinya setelah seseorang meninggal (tahlillan). Dan tindakan simbolis dalam seni dicontohkan dengan berbagai macam warna yang terlukis pada wajah wayang kulit; warna ini menggambarkan karakter dari masing-masing tokoh dalam wayang. Perkembangan budaya jawa yang mulai tergilas oleh perkembangan teknologi yang mempengaruhi pola pikir dan tindakan orang jawa dalam kehidupan. Maka orang mulai berfikir bagaimana bisa membuktikan hal gaib secara empiris tersebut dengan menggunakan berbagai macam metode tanpa mengindahkan unsur kesakralan. Bahkan terkadang kepercayaan itu kehilangan unsur kesakralannya karena dijadikan sebagai obyek exploitasi dan penelitian. Kebiasaan orang Jawa yang percaya bahwa segala sesuatu adalah simbol dari hakikat kehidupan, seperti syarat sebuah rumah harus memiliki empat buah soko guru (tiang penyangga) yang melambangkan empat unsur alam yaitu tanah, air, api, dan udara, yang ke empatnya dipercaya akan memperkuat rumah baik secara fisik dan mental penghuni rumah tersebut. Namun dengan adanya teknologi konstruksi yang semakin maju, keberadaan soko guru itu tidak lagi menjadi syarat pembangunan rumah. Dengan analisa tersebut dapat diperkirakan bagaimana nantinya faham simbolisme akan bergeser dari budaya jawa. Tapi bahwa simbolisme tidak akan terpengaruh oleh kehidupan manusia tapi kehidupan manusialah yang tergantung pada simbolisme. Dan sampai kapanpun simbolisme akan terus berkembang mengikuti berputarnya sangkakala. Mangkunegara IV (Sembah dan Budiluhur) Mangkunegara IV memiliki empat ajaran utama yang meliputi sembah raga, sembah cipta (kalbu), sembah jiwa, dan sembah rasa. Sembah Raga Sembah raga ialah menyembah Tuhan dengan mengutamakan gerak laku badaniah atau amal perbuatan yang bersifat lahiriah. Cara bersucinya sama dengan sembahyang biasa, yaitu dengan mempergunakan air (wudhu). Sembah yang demikian biasa dikerjakan lima kali sehari semalam dengan mengindahkan pedoman secara tepat, tekun dan terus menerus, seperti bait berikut: Sembah raga puniku / pakartining wong amagang laku / sesucine asarana saking warih / kang wus lumrah limang wektu / wantu wataking wawaton Sembah raga, sebagai bagian pertama dari empat sembah yang merupakan perjalanan hidup yang panjang ditamsilkan sebagai orang yang magang laku (calon pelaku atau penempuh perjalanan hidup kerohanian), orang menjalani tahap awal kehidupan bertapa (sembah raga puniku, pakartining wong amagang laku). Sembah ini didahului dengan bersuci yang menggunakan air (sesucine asarana saking warih). Yang berlaku umum sembah raga ditunaikan sehari semalam lima kali. Atau dengan kata lain bahwa untuk menunaikan sembah ini telah ditetapkan waktu-waktunya lima kali dalam sehari

Jika thaharah yang pertama dan kedua menurut Al-Ghazali masih menekankan bentuk lahiriah berupa hadats dan najis yang melekat di badan yang berupa pelanggaran dan dosa yang dilakukan oleh anggota tubuh. Sembah raga tersebut. Cara membersihkannya dibasuh dengan air. tampak dengan jelas pada bait berikut : . membersihkan hati nurani dari apa yang selain Allah. Sembah Cipta ( Kalbu ) Sembah ini kadang-kadang disebut sembah cipta dan kadang-kadang disebut sembah kalbu. Apabila cipta mengandung arti gagasan. ia juga menghadirkan seperangkat aspek spiritualnya sehingga ia meningkat ke tahap kerohanian yang lebih tinggi. kalbu berarti hati . ada empat tingkat. Pertama.4 semalam (kang wus lumrah limang wektu). Thaharah (bersuci) itu. maka sembah itu tidak sah. Jika sembah cipta (kalbu) mengutamakan peran kalbu. tetapi dengan awas emut (selalu waspada dan ingat/dzikir kepada keadaan alam baka/langgeng). Tanpa mempedomani syarat dan rukun. Watak suatu waton (pedoman) harus dipedomani. maka sembah jiwa lebih halus dan mendalam dengan menggunakan jiwa atau al-ruh. sebab orang yang magang laku selain ia menghadirkan seperangkat fisiknya. harapan atau keinginan yang tersimpan di dalam hati. Sedangkan kotoran yang kedua dibersihkan dan dibasuh tanpa air yaitu dengan menahan dan menjauhkan diri dari pelanggaran dan dosa. Thaharah yang ketiga dan keempat juga tanpa menggunakan air. meskipun lebih menekankan gerak laku badaniah. seperti terungkap pada Pupuh Gambuh bait 1 dan Pupuh Gambuh bait 11 berikut : Samengkon sembah kalbu / yen lumintu uga dadi laku / laku agung kang kagungan narapati / patitis teteking kawruh / meruhi marang kang momong. Dengan keharusan memenuhi segala ketentuan syarat dan rukun yang wajib dipedomani (wataking wawaton). angan-angan. Sembah Jiwa Sembah jiwa adalah sembah kepada Hyang Sukma ( Allah ) dengan mengutamakan peran jiwa. seperti terlihat pada bait berikut: Samengko kang tinutur / Sembah katri kang sayekti katur / Mring Hyang Sukma suksmanen saari-ari / Arahen dipun kecakup / Sembahing jiwa sutengong Dalam rangkaian ajaran sembah Mangkunegara IV yang telah disebut terdahulu. maka sembah kalbu menekankan pengekangan hawa nafsu yang dapat mengakibatkan terjadinya berbagai pelanggaran dan dosa (sucine tanpa banyu. Kedua. Tetapi dengan membersihkan hati dari budi jahat dan mengosongkan hati dari apa saja yang selain Allah. Sembah ini hendaknya diresapi secara menyeluruh tanpa henti setiap hari dan dilaksanakan dengan tekun secara terus-menerus. membersihkan hadats dan najis yang bersifat lahiriah. Sembah lima waktu merupakan shalat fardlu yang wajib ditunaikan (setiap muslim) dengan memenuhi segala syarat dan rukunnya (wantu wataking wawaton). Apabila sembah raga menekankan penggunaan air untuk membasuh segala kotoran dan najis lahiriah. Ia disebut pepuntoning laku (pokok tujuan atau akhir perjalanan suluk). bukan sembah gagasan atau angan-angan. Dan yang keempat inilah taharah pada Nabi dan Shiddiqin. amung nyunyuda hardaning kalbu). Keempat. namun bukan berarti mengabaikan aspek rohaniah. Ketiga. maka sembah cipta di sini mengandung arti sembah kalbu atau sembah hati. sembah jiwa ini menempati kedudukan yang sangat penting. Cara bersucinya tidak seperti pada sembah raga dengn air wudlu atau mandi. alam Ilahi. Inilah akhir perjalanan hidup batiniah. tidak pula seperti pada sembah kalbu dengan menundukkan hawa nafsu. Sembah raga yang demikian ini wajib ditunaikan terus-menerus tiada henti (wantu) seumur hidup. Betapa penting dan mendalamnya sembah jiwa ini. membersihkan anggota badan dari berbagai pelanggaran dan dosa. demikian kata Al-Ghazali. membersihkan hati dari akhlak yang tercela dan budi pekerti yang hina.

tetapi harus dilakukan salik sendiri dengan kekuatan batinnya. maka sembah rasa berarti menyembah Tuhan dengan menggunakan alat batin inti ruh." Sembah Rasa Sembah rasa ini berlainan dengan sembah-sembah yang sebelumnya. jiwa/ruh dan inti jiwa/inti ruh (telengking kalbu atau wosing jiwangga) yang memperlihatkan susunan urutan kedalaman dan kehalusannya. sembah ini adalah tingkat permulaan (wong amagang laku) dan sembah yang kedua adalah tingkat lanjutan. tempat sembah yang keempat. Ia didasarkan kepada rasa cemas. ditinjau dari segi perjalanan suluk. Apabila sembah jiwa dipandang sebagai sembah pada proses pencapaian tujuan akhir perjalanan suluk (pepuntoning laku). ia dipandang telah cukup ahli dalam melakukan sembah dengan mempergunakan aspek-aspek batiniahnya sendiri. sembah yang pertama menekankan kesucian jasmaniah dengan menggunakan air dan sembah yang kedua menekankan kesucian kalbu dari pengaruh jahat hawa nafsu lalu membuangnya dan menukarnya dengan sifat utama. lalu diikatnya kuat-kuat untuk diarahkan kepada tujuan yang hendak dicapai tanpa melepaskan apa yang telah dipegang pada saat itu. maka sembah rasa adalah sembah yang dilakukan bukan dalam perjalanan suluk itu. . Di situlah terlihat alam yang bersinar gemerlapan. Setelah ia diantarkan sampai selamat oleh gurunya untuk memasuki pintu gerbang. Untuk sampai di sini. Maka untuk menghadapi keadaan yang menggumkan itu. seorang salik masih tetap dibimbing gurunya seperti telah disebut di muka. Jika sembah kalbu mengandung arti menyembah Tuhan dengan alat batin kalbu atau hati seperti disebutkan sebelumnya. seperti diungkapkan Mangkunegara IV dalam bait berikut: Semongko ingsun tutur / gantya sembah lingkang kaping catur / sembah rasa karasa wosing dumadi / dadi wus tanpa tuduh / mung kalawan kasing batos. sembah jiwa berarti menyembah Tuhan dengan alat batin jiwa atau ruh. Pelaksanaan sembah rasa itu tidak lagi memerlukan petunjuk dan bimbingan guru seperti ketiga sembah sebelumnya. melainkan sembah yang dilakukan di tempat tujuan akhir suluk. Pada tingkatan ini. hendaklah perasaan hati dipertebal dan diperteguh jangan terpengaruh apa yang terjadi. Alat batin yang belakangan ini adalah alat batin yang paling dalam dan paling halus yang menurut Mangkunegara IV disebut telenging kalbu (lubuk hati yang paling dalam) atau disebut wosing jiwangga (inti ruh yang paling halus). Hal yang demikian itu dijelaskan Mangkunegara IV pada bait berikut: "Ruktine ngangkah ngukud / ngiket ngruket triloka kakukud / jagad agung ginulung lan jagad alit / den kandel kumandel kulup / mring kelaping alam kono. Oleh karena itu. seorang salik dapat melaksanakan sendiri sembah rasa sesuai petunjukpetunjuk gurunya. dalam diri manusia terdapat tiga buah alat batin yaitu. Dan di sinilah akhir perjalanan suluknya.5 Sayekti luwih perlu / ingaranan pepuntoning laku / Kalakuan kang tumrap bangsaning batin / Sucine lan awas emut / Mring alaming lama amota. Pelaksanaan sembah jiwa ialah dengan berniat teguh di dalam hati untuk mengemaskan segenap aspek jiwa. demikian menurut Mangkunegara IV. Sembah yang keempat ini ialah sembah yang dihayati dengan merasakan intisari kehidupan makhluk semesta alam. seorang salik telah tiba di tempat yang dituju. Dengan demikian menurut Mangkunegara IV. Berbeda dengan sembah raga dan sembah kalbu. Pada tingkat ini ia dipandang telah memiliki kematangan rohani. maka selanjutnya ia harus mandiri melakukan sembah rasa. Dengan kata lain. kalbu. Ditinjau dari segi tata cara pelaksanaannya. Dengan demikian triloka (alam semesta) tergulung menjadi satu. Begitu pula jagad besar dan jagad kecil digulungkan disatupadukan. Sedangkan sembah ketiga menekankan pengisian seluruh aspek jiwa dengan dzikir kepada Allah seraya mengosongkannya dari apa saja yang selain Allah.

dituntut kemandirian. Sembah tersebut. Oleh karena itu. karya "kasusastran" Jawa (dalam bentuk syair) yang ditulis oleh Sunan Paku Buono IV. paguyuban ngesti tunggal (pangestu) dari surakarta. keberanian dan keteguhan hati seorang salik. Dalam tembang Kinanthi ajaran itu bertutur : Pada gulangen ing kalbu ing sasmita amrih lantip aja pijer mangan nendra kaprawiran den kaesti pesunen sarira nira sudanen dhahar lan guling (Intinya. Orang pun tak boleh mengumbar nafsu makan serta tidur). tanpa menyandarkan kepada orang lain. Budaya seperti itu secara resmi merupakan “aliran kecil”.000 peserta yang mewakili 100 organisasi. susila budi darma (SUBUD) yang asalnya berkembang di semarang. dan lima yang besar adalah hardapusara dari purworejo. BUDAYA KEBATINAN Di dalam serat Wulang Reh. sungguh sangat mendalam. 1961 dan 1962 (Pakan 1978:98). seorang salik harus merampungkannya sendiri dengan segala ketenangan. kejernihan batin dan kecintaan yang mendalam untuk melebur diri di muara samudera luas tanpa tepi dan berjalan menuju kesempurnaan. Sebagian kecil dari budaya kebatinan ini biasanya mempunyai anggota tak lebih dari 200 orang namun ada yang beranggotakan lebih dari 1000 orang yang tersebar di berbagai kota di jawa dan terorganisasi dalam cabang-cabang. Kebanyakan budaya kebatinan di Jawa awalnya merupakan budaya lokal saja dengan anggota yang terbatas jumlahnya. . Kejernihan batinlah yang menjadi modal utama. Kongres berikutnya yang diadakan pada tanggal 7 Agustus tahun berikutnya di Surakarta sebagai lanjutannya. demikian dinyatakan Amongraga. Hal ini sesuai dengan wejangan Amongraga kepada Tambangraras dalam Centini bait 156. seperti terlihat pada bait berikut: Iku luwih banget gawat neki / ing rar=’]asantang keneng rinasa / tan kena ginurokake / yeku yayi dan rampung / eneng onengira kang ening / sungapan ing lautan / tanpa tepinipun / pelayaran ing kesidan / aneng sira dewe tan Iyan iku yayi eneng ening wardaya. yang kemudian juga menyelenggarakan dua kongres serta seminar mengenai masalah kebatinan dalam tahun 1959. ilmu sejati dari madiun. orang harus melatih kepekaan hati agar tajam menangkap gejala dan tanda-tanda. yakni tidak lebih dari 200 orang. dihadiri oleh lebih dari 2. perukunan kawula manembah gusti. jiwa ayu dan pancasila handayaningratan dari Surakarta. ilmu kebatinan kasunyatan dari yogyakarta. tidak dapat pula dimintakan bimbingan guru.6 Di sini. tidak dapat diselami dengan kata-kata. dengan mana usaha menuju kasampurnaning urip (kesempurnaan hidup) dan mendekat Yang Maha Widi (Allah Yang Maha Kuasa) bisa dicapai. dan trimurti naluri majapahit dari mojokerto dan lain-lain. Sejarah budaya Kebatinan Pada tanggal 19 dan 20 Agustus 1955 di Semarang telah diadakan kongres dari berpuluh-puluh budaya kebatinan yang ada di berbagai daerah di jawa dengan tujuan untuk mempersatukan semua organisasi yang ada pada waktu itu. seperti Penunggalan. Pertemuan-pertemuan itu berhasil mendirikan suatu organisasi bernama Badan Kongres Kebatinan Indonesia (BKKI) (Badan 1956). terdapat juga ajaran untuk hidup secara asketik. paguyuban sumarah dan sapta dari yogyakarta. Kesemuanya itu tergantung pada diri sendiri.

namun Surakarta sebagai pusat kebudayaan jawa agaknya masih merupakan tempat dimana terdapat paling banyak organisasi kebatinan yang terpenting. Ia mengaku menerima wahyu pada tahun 1935. dan anggota-anggotanya yang kini sudah berjumlah 50. selain itu gerakan itu juga menerbitkan majalah berkala berjudul Pewarta Kejiwaan Subud. Buku yang berisi ajarannya adalah kitab pewarah sapta darma. Pangestu didirikan di surakarta pada bulan mei 1949. organisasi ini dahulu pernah berkembang dan mempunyai cabang-cabangnya di berbagai kota di Jawa Tengah.7 Hardapusara adalah yang tertua diantara kelima gerakan yang terbesar itu. de jong yang mempelajari budaya kebatinan jawa di jawa tengah. intisari kehidupan dan hakekat Tuhan.000 orang baik yang berasal dari golongan priyayi maupun dari kelas-kelas masyarakat lain. Pengikut-pengikut terkemuka dari budaya kebatinan. Eropa. tetapi ada satu yang anggotanya sekitar 500 orang dalam tahun 1970. Pagguyuban ngesti tunggal. dengan kemungkinan bahwa masih ada organisasi-organisasi kecil lainnya yang tidak terdaftar di sana. Madiun. Walaupun demikian para pemimpinnya hampir semua priyayi. dengan pemimpinnya bernama R. biasanya menjelaskan bahwa timbulnya berbagai budaya itu disebabkan karena sebagian besar orang jawa butuh mencari hakekat alam semesta. atau lebih terkenal dengan nama Pangestu adalah sebuah budaya kebatinan lain yang luas jangkauannya. dan juga Jakarta. S. Anggota-anggotanya yang berjumlah beberapa ribu itu tersebar di berbagai kota diseluruh Indonesia dan mempunyai sebanyak 87 cabang di luar negeri. Ng. Banyak dari para pengikutnya adalah orang Asia. Berbeda dengan keempat organisasi yang lain. Ahli sosiolagi Selosoemardjan berpendirian bahwa orang jawa pada umumnya cenderung untuk . yang berpusat dikota-kota lain seperti Jakarta. Namun anggota yang berasal dari daerah pedesaan juga banyak yaitu yang tinggal di pemukiman transmigrasi di sumatera dan kalimantan. yaitu Buku Kawula Gusti dan Wigati. Australia dan Amerika. Pada akhir tahun 1940-an gerakan itu mulai mundur. Jawa timur. lima diantaranya dengan anggota sebanyak antara 30-70 orang. melainkan menamakan dirinya “Pusat Latihan Kejiwaan”. seorang petani desa kemanukan dekat purworejo. Jumlah anggotanya konon sudah mencapai beberapa ribu orang. Gerakan ini didirikan oleh Soenarto. Susila budi (SUBUD) didirikan pada tahun 1925 di semarang. sapta darma beranggotakan orang-orang dari daerah pedesaan dan orang-orang pekerja kasar yang tinggal di kota-kota. Jumlah anggotanya kini sudah mencapai 115. terutama berasal dari kalangan priyayi. Ia konon menamatkan ilmu dari menerima wangsit dan ajaran-ajarannya semula disebut kawruh kasunyatan gaib. pusatnya sekarang berada di Jakarta. Budaya ini tidak mau disebut budaya kebatinan.000 orang tersebar di banyak kota di Jawa. melaporkan bahwa dalam propinsi jawa tengah saja tercatat sebanyak 286 organisasi kebatinan dalam tahun 1870. yang di antara tahun 1932 dan 1933 menerima wangsit yang oleh kedua orang pengikutnya dicatat dan kemudian diterbitkan menjadi buku sasangka djati. Beliau berasal dari desa keplakan dekat pare. Walaupun budaya kebatinan ada di seluruh daerah di jawa. Dalam tahun 1970 ada 13 organisasi kebatinan di sana. Para pengikutnya mula-mula adalah seorang priyayi dari Purworejo dan beberapa kota lain di daerah bagelan. Sapta darma adalah yang termuda dari kelima gerakan kebatinan yang terbesar di jawa yang didirikan tahun 1955 oleh guru agama bernama Hardjosaputro yang kemudian mengganti namanya menjadi Panuntun Sri Gutomo. yang diantaranya ada yang berlatar belakang pendidikan psikologi. Yogyakarta. Sepuluh lainnya adalah organisasi-organisasi yang besar. Paguyuban sumarah juga merupakan organisasi besar yang dimulai sebagai suatu gerakan kecil. Sukirno Hartono dari Yogyakarta. Ajaran-ajarannya termaktub dalam dua buah buku yang oleh para pengikutnya sudah hampir dianggap keramat. Kediri dan sebagainya (jong 1973: 10-12). yang dalam tahun 1895 didirikan oleh Kyai Kusumawicitra. Doktrin ajaran organisasi itu dimuat dalam buku berjudul susila budhi dharma. Majalah yang dikeluarkan organisasi itu dwijawara merupakan tali pengikat bagi para anggotanya yang tersebar itu. namun berkembang kembali tahun 1950 di Yogyakarta.

8

mencari keselarasan dengan lingkungan dan hati nuraninya, yang sering dilakukannya dengan cara-cara metafisik. Mistik Kebatinan Menurut pandangan ilmu mistik kebatinan orang jawa, kehidupan manusia merupakan bagian dari alam semesta secara keseluruhan, dan hanya merupakan bagian yang sangat kecil dari kehidupan alam semesta yang abadi, dimana manusia itu seakan-akan hanya berhenti sebentar untuk minum. Sikap. Gaya hidup, dan banyak aktivitas sebagai latihan upacara yang harus diterima dan dilakukan oleh seorang, yang ingin menganut mistik dibawah pimpinan guru dan panuntun agama itu, pada dasarnya sama pada berbagai gerakan kebatinan jawa yang ada. Hal yang mutlak perlu adalah kemampuan untuk melepaskan diri dari dunia kebendaan, yaitu memiliki sifat rila (rela) untuk melepaskan segala hak milik, pikiran atau perasaan untuk memiliki, serta keinginan untuk memiliki.. melalui sikap rohaniah ini orang dapat membebaskan diri dari berbagai kekuatan serta pengaruh dunia kebendaan di sekitarnya. Sikap menyerah serta mutlak ini tidak boleh dianggap sebagai tanda sifat lemahnya seseorang; sebaliknya ia menandakan bahwa orang seperti itu memiliki kekuatan batin dan keteguhan iman. Kemampuan untuk membebaskan diri dari dunia kebendaan dan kehidupan duniawi juga melibatkan sikap narima yaitu sikap menerima nasib, dan sikap bersabar, yang berarti sikap menerima nasib dengan rela. Kemampuan untuk memiliki sikap-sikap semacam itu dapat diperoleh dengan hidup sederhana dalam arti yang sesungguhnya, hidup bersih, tetapi juga dengan jalan melakukan berbagai kegiatan upacara kegiatan upacara yang meningkatkan kemampuan berkonsentrasi dengan jalan mengendalikan diri, dan melakukan berbagai latihan samadi. Melalui latihan bersemedi di harapkan agar orang dapat membebaskan dirinya dari keadaan sekitarnya, yaitu menghentikan segala fungsi tubuh dan keinginan serta nafsu jasmaninya. Hal ini dapat memberikan keheningan pikiran dan membuatnya mengerti dan menghayati hakekat hidup serta keselarasan antara kehidupan rohaniah dan jasmaniah. Apabila orang sudah bebas dari beban kehidupan duniawi (pamudharan), maka orang itu setelah melalui beberapa tahap berikutnya, pada suatu saat akan dapat bersatu dengan Tuhan ( jumbuhing kawula Gusti, atau manunggaling kawulaGusti ) /Pendekatan kepada Illahi. Namun dengan tercapainya pamudharan, yang memungkinkan orang untuk melepaskan diri dari kehidupan dunia kebendaan, orang itu juga tidak terbebas dari kewajiban-kewajibannya dalam kehidupan yang konkret; bahkan, orang yang sudah mencapai pamudharan, wajib amemayu ayuning bawana, atau berupaya memperindah dunia, yaitu berusaha memelihara dan memperindah dengan jalan melakukan hal-hal yang baik, dan hidup dengan penuh tanggung jawab. Gerakan Untuk Purifikasi Jiwa Semua organisasi kebatinan yang besar umumnya, memang bersifat mistis; banyak gerakan kebatinan, terutama yang jumlah anggotanya sedikit, hanya berusaha untuk mencapai purifikasi jiwa, Hal yang mereka inginkan adalah memperoleh suatu kehidupan kerohanian yang mantap, tanpa rasa takut dan rasa ketidak-pastian. Inilah yang oleh orang jawa disebut orang yang sudah “bebas” (kamanungsan, kasunyatan). Cara untuk kamanungsan pada umumnya sama dengan cara untuk mencapai pamudharan tersebut diatas. Kecuali beberapa variasi kecil, maka cara untuk mencapai purifikasi jiwa pada dasarnya adalah dengan menjalankan kehidupan yang penuh tanggung jawab, baik secara moral, sederhana, mampu membebaskan diri dari keduniawian, mempunyai sikap yang baik terhadap kehidupan, nasib dan kematian dan melakukan samadi secara ketat. Oleh karena gerakan-gerakan kebatinan ini berusaha mencari kebebasan rohaniah individu, maka orang mudah mengerti bahwa sifatnya agak individualis; gerakan-gerakan seperti itu paling tidak menarik bagi orang-orang yang membutuhkan kehidupan keagamaan, tanpa harus menaati peraturan-peraturan keagamaan yang resmi secara ketat, namun menyesuaikan dengan adat istiadat (Said 1972-a: 153-154)

9

Kebatinan Yang Berdasarkan Ilmu Gaib Di seluruh daerah tempat tinggal orang jawa banyak terdapat gerakan-gerakan kebatinan yang hanya beranggotakan beberapa puluh orang saja. Kebanyakan dari gerakan seperti itu berpusat di kotakota dan pada umumnya bersifat rahasia, yaitu dengan tujuan-tujuan yang bersifat mistik, moralis, atau etis dan dipimpin oleh seorang guru. Untuk mencapai tujuannya, para anggota gerakan seperti itu banyak melakukan praktek-praktek ilmu gaib, disamping studi dan bersamadi. Banyak dari budaya semacam itu pada awalnya adalah suatu organisasi yang mengajar seni bela diri pencak. Kecuali memberi latihan fisik, gurunya juga melatih murid-muridnya untuk melakukan meditasi. Untuk menciptakan suasana keramat, ada juga yang ditambah berbagai ritus ilmu gaib secara rahasia yang dimaksudkan agar para muridnya, memperoleh kekebalan dan kesaktian tertentu.

CIPTA TUNGGAL

Cipta bermakna: pengareping rasa, tunggal artinya satu atau difokuskan ke satu obyek. Jadi Cipta Tunggal bisa diartikan sebagai konsentrasi cipta. 1. Cipta, karsa ( kehendak ) dan pakarti ( tindakan ) selalu aktif selama orang itu masih hidup. Pakarti bisa berupa tindakan fisik maupun non fisik, pakarti non fisik misalnya seseorang bisa membantu memecahkan atau menyelesaikan masalah orang lain dengan memberinya nasehat, nasehat itu berasal dari cipta atau rasa yang muncul dari dalam. Sangatlah diharapkan seseorang itu hanya menghasilkan cipta yang baik sehingga dia juga mempunyai karsa dan pakarti / tumindak yang baik, dan yang berguna untuk diri sendiri atau syukur -syukur pada orang lain. 2. Untuk bisa mempraktekkan tersebut diatas, orang itu harus selalu sabar, konsestrasikan cipta untuk sabar, orang itu bisa makarti dengan baik apabila kehendak dari jiwa dan panca indera serasi lahir dan batin. Ingatlah bahwa jiwa dan raga selalu dipengaruhi oleh kekuatan api, angin, tanah dan air. 3. Untuk memelihara kesehatan raga, antara lain bisa dilakukan : a. Minumlah segelas air dingin dipagi hari, siang dan malam sebelum tidur, air segar ini bagus untuk syarat dan bagian-bagian tubuh yang lain yang telah melaksanakan makarti. b. Jagalah tubuh selalu bersih dan sehat, mandilah secara teratur di negeri tropis sehari dua kali. c. Jangan merokok terlalu banyak. d. Konsumsilah lebih banyak sayur-sayuran dan buah-buahan dan sedikit daging, perlu diketahui daging yang berasal dari binatang yang disembilah dan memasuki raga itu bisa berpengaruh kurang baik, maka itu menjadi vegetarian ( tidak makan daging ) adalah langkah yang positif. e. Kendalikanlah kehendak atau nafsu, bersikaplah sabar, narima dan eling. Janganlah terlalu banyak bersenggama, seminggu sekali atau dua kali sudah cukup. 4. Berlatihlah supaya cipta menjadi lebih kuat, pusatkan cipta kontrol panca indera. Tenangkan badan (heneng) dengan cipta yang jernih dan tentram (hening). Bila cipta bisa dipusatkan dan difokuskan

10

5.

6. 7. 8.

kearah satu sasaran itu bagus, artinya cipta mulai mempunyai kekuatan sehingga bisa dipakai untuk mengatur satu kehendak. Buatlah satu titik atau biru ditembok atau dinding ( . ) duduklah bersila dilantai menghadap ke tembok, pandanglah titik itu tanpa berkedip untuk beberapa saat, konsentrasikan cipta, kontrol panca indera, cipta dan pikiran jernih ditujukan kepada titik tersebut. Jangan memikirkan yang lain, jarak mata dari titik tersebut kira-kira tujuh puluh lima sentimeter, letak titik tersebut sejajar dengan mata, lakukan itu dengan santai. Lakukan latihan pernafasan dua kali sehari, pada pagi hari sebelum mandi demikian juga pada sore hari sebelum mandi tarik nafas dengan tenang dalam posisi yang enak. Lakukan olah raga ringan (senam) secara teratur supaya badan tetap sehat, sehingga mampu mendukung latihan olah nafas dan konsentrasi. Hisaplah kedalam badan Sari Trimurti pada hari sebelum matahari terbit dimana udara masih bersih, lakukan sebagai berikut : Tarik nafas Tahan Nafas Keluarkan Nafas Jumlah 10 detik 10 detik 10 detik 30 detik minggu I : 3 kali 15 detik 10 detik 15 detik 40 detik minggu II : 3 kali 20 detik 10 detik 20 detik 50 detik minggu III : 3 kali 26 detik 8 detik 26 detik 60 detik minggu IV : 3 kali

9. Untuk memperkuat otak tariklah nafas dengan lobang hidung sebelah kiri, dengan cara menutup lobang hidung sebelah kanan dengan jari, lalu tahan nafas selanjutnya keluarkan nafas melalui lobang hidung sebelah kanan, dengan menutup lobang hidung sebelah kiri dengan jari. Tarik nafas Tahan Nafas Keluarkan Nafas Jumlah 4 detik 8 detik 4 detik 16 detik minggu I : 7 kali 10 detik 7 detik 10 detik 27 detik minggu II : 7 kali 10 detik 10 detik 10 detik 30 detik minggu III & IV : 7 kali 20 detik 20 detik 20 detik 60 detik minggu V : 7 kali 10. Karsa akan terpenuhi apabila nasehat-nasehat diatas dituruti dengan benar, praktekkan samadi pada waktu malam hari, paling bagus tengah malam ditempat atau kamar yang bersih. Kontrol panca indera, tutuplah sembilan lobang dari raga, duduk bersila dengan rilek, fokuskan pandangan kepada pucuk hidung. Tarik nafas, tahan nafas, dan keluarkan nafas dengan tenang dan santai, konsentrasikan cipta lalu dengarkan suara nafas. Pertama-tama akan dirasakan sesuatu yang damai dan apabila telah sampai saatnya orang akan bisa berada berada dalam posisi hubungan harmonis antara kawula dan Gusti ALLAH 11. Cobalah lakukan sebagai berikut : a. Lupakan segalanya selama dua belas detik b. Dengan sadar memusatkan cipta kepada dzat yang agung selama seratus empat puluh detik. c. Jernihkan pikiran dan rasa selama satu, dua atau tiga jam ( semampunya ) 12. Tujuh macam tapa raga, yang perlu dilakukan a. Tapa mata, mengurangi tidur artinya jangan mengejar pamrih. b. Tapa telinga, mengurangi nafsu artinya jangan menuruti kehendak jelek. c. Tapa hidung, mengurangi minum artinya jangan menyalahkan orang lain d. Tapa bibir, mengurangi makan artinya jangan membicarakan kejelekan orang lain e. Tapa tangan, jangan mencuri artinya jangan mudah memukul orang f. Tapa alat seksual, mengurangi bercinta dan jangan berzinah g. Tapa kaki, mengurangi jalan artinya jangan membuat kesalahan

Berketetapan hati a. bersyukur tidak mencurigai orang lain melakukan hal yang jahat c. rendah hati melaksanakan hanya hal yang baik b. Sementara orang menyebut mereka keblat papat lima tengah. Getih. (empat jurusan yang kelima ada ditengah). selama orang itu hidup didunia. tidak mengeluh dan sabar pada saat menderita d. tenang dan kuat dalam panalongso f. Tapa hati. yang lain adalah Kalima Pancer. dia keluar dari gua garba ibu sebelum kamu. Tingkatkan sembah. Menghormati orang lain tanpa memandang jenis kelamin. Badan itu maunya menyenang-nyenangkan diri. tempatnya di barat warnanya kuning. tidak iri kepada sukses orang lain. merasa gembira tanpa batas. kepercayaan dan agama. Tidak ragu-ragu b. Mereka memang ditugaskan oleh kekuasaan alam untuk selalu dengan setia membantu. darah yang keluar dari gua garba ibu sewaktu melahirkan. 17. b. pelajarilah ilmu luhur yang berguna untuk diri sendiri dan orang lain. yang dihasilkan karena perjuangan ibu saat melahirkan bayi. menyembah kepada Tuhan Yang Maha Esa yang berarti juga menghormati dan memuja-Nya. Secara mistis Mar dan Marti ini warnanya putih dan kuning. tempatnya di utara warnanya hitam. Merekalah yang disebut sedulur papat kalimo pancer. jangan malas lalu sebagai manusia normal bekerjalah. saudara tua kawah. tempatnya di selatan warnanya merah d. suku. Selalu yakin orang yang kehilangan keyakinan atas kepercayaan diri adalah seperti pusaka yang kehilangan yoninya atau kekuatannya 15. mereka itu adalah Mar dan Marti. kamu bisa meminta bantuan Mar dan Marti hanya sesudah kamu melaksankan tapa brata ( laku spiritul yang sungguh-sungguh ). Artinya kalau kamu berbuat baik kepada orang lain. mereka tidak tidak punya badan jasmani. Sedulur papat kalimo pancer Orang Jawa tradisional percaya eksistensi dari sedulur papat ( saudara empat ) yang selalu menyertai seseorang dimana saja dan kapan saja. istilah lainnya ialah Pujabrata. itu juga baik buat kamu. Mar adalah udara. usahakan supaya badan menuruti kehendak cipta yaitu dengan jalan: bangun pagi hari. dia dikeluarkan dari gua garba ibu sesudah kamu. Mereka berlima itu dilahirkan melalui ibu. waspada dan eling 14. tidak mencampuri urusan orang e. Mulai hari ini. Makanlah makanan yang tidak berlebihan dan tidur secukupnya saja: makan pada waktu lapar. Ada guru laku yang mengatakan bahwa seseorang itu tidak diperkenankan melakukan pujabrata. Tujuh macam tapa jiwa yang perlu dilakukan a. pancer kelima itulah badan jasmani kamu. semua manusia itu sama : saya adalah kamu ( tat twan asi ). berbentuk udara. sebelum melewati tapabrata. Kakang kawah. Sembah raga Ini adalah tapa dari badan jasmani. Adi ari-ari. minum pada waktu haus. bersifat luhur berpikiran jernih g. bangsa. Tapa jiwa. adik ari-ari. Selain sedulur papat diatas. kedudukan. Tapa cahaya. seperti diketahui badan hanyalah mengikuti perintah batin dan kehendak. c. a. tidur pada waktu sudah mengantuk. Puser. Tapa hidup. mandi. Tapa rasa. pusar yang dipotong sesudah kelahiranmu. mereka ada karena kamu ada. sedangkan Marti adalah udara yang merupakan rasa ibu sesudah selamat melahirkan si jabang bayi. Tapa nafsu. tempatnya di timur warnanya putih. kalau kamu melukai orang lain itu juga melukai dirimu sendiri. Tapa raga. tetapi ada baik dan kamu juga harus mempunyai hubungan yang serasi dengan mereka yaitu : a. 16. setia tidak bohong. .11 13.

. kamu lupa tetapi jiwa tetap eling ( sadar ) itulah situasi heneng dan hening dan sekaligus eling kesadaran dari rasa sejati. kontrollah nafsumu dan taklukan keserakahan. d. 2. Kehendahmu jernih. kamu merasa seolah-olah sepi tidak ingat apapun. 2. dengan rasa yang mendalam menggunakan jiwa suksma yang telah kamu temui pada waktu pada heneng. Sembah rasa artinya sejati ( rasa sejati ) 1. Kamu harus selalu mengerjakan hal-hal yang baik dan benar. kamu harus melatih pikiranmu kepada kenyataan sejati kawula engenal Gusti.12 b. Lakukan dengan teratur ditengah. kamu dan cahaya itu saling melindungi. fokuskan kepada itu 5. Apabila kamu melihat cahaya yang sangat tenang tetapi tidak menyilaukan itu pertanda kamu sudah mulai membuka dunia kenyataan. Cahaya itu adalah pramana kamu sendiri. Jangan memaksa ragamu. tidak terpisahkan. dan sama sekali tidak menjadi beban. sampai kamu merasa bahwa apa yang kamu kerjakan itu adalah sesuatu yang memang harus kamu kerjakan. c. 2. kamu akan merasa yakin pada waktu bersamadi. laksanakan dengan santai saja 4. Kita akan mengerti dengan sempurna atas kenyataan hidup dan keberadaan semua mahluk melalui olah samadi atau memahami Sangkan Paraning Dumadi. Sembah jiwa Sembah jiwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. hubungan harmonis antara kawula dan Gusti layaknya seperti manisnya madu dan madunya. ditempat yang sesuai. hening dan eling. Dengan begitu rasa kamu akan menjadi tajam dan kamu akan mulai melihat kenyataan. Sembah cipta 1. Ini hanya bisa dilaksanakan dengan keteguhan hati sehingga hasilnya akan terlihat. Berlatih cipta sebagai berikut : 1. Kini kamu berada dijalan yang menuju ke kenyataan sejati. Biasakanlah melakukan hal ini. ini adalah sembah batin yang tidak melibatkan lahir. seolah-olah badan astral dan mental tidak berfungsi. Konsentrasikan rasa kamu 3. Kita bisa mengerti dengan sempurna untuk apa kita diciptakan dan selanjutnya apakah tujuan hidupmu.

Rasa uwas kawatir pralaya anane dhisik dhewe sadurunge metune Kawah. lan Getih kang kaprahe diarani Rahsa. Marmati iku tegese Samar Mati ! lire yen wong wadon pas nggarbini ( hamil ) iku sadina-dina pikirane uwas Samar Mati. kang dhisik dhewe iku metune Banyu Kawah sak durunge laire bayi. lire kudu bisa ngatasi krodhane sedulur papat. mulane Rasa Samar Mati iku banjur dianggep minangka Sadulur Tuwa.13 PAPAT LIMA PANCER Ing Kekayon wayang purwa kang kaprahe kasebut Gunungan. Puser kang copot saka udel kuwi uga dianggep Sedulure bayi. Kewan cacah papat mau nggambarake nafsu patang warna yaiku : Macan nggambarake nafsu Amarah. Kocape kuwi mujudake Sedulur Papat mungguhing manungsa. Bantheng nggambarake nafsu Supiyah. Iki dianggep Pancer pusate Sedulur Papat. bisa-bisa manungsa koncatan kasabaran. banjur disusul laire bayi. Kethek nggambarake nafsu Aluamah. Kewan cacah papat mau nggambarake nafsu patang warna yaiku : Macan nggambarake nafsu Amarah. ana kono gambar Macan. sakwise kuwi banjur disusul wetune Ari-Ari. Geneya kok disebut Marmati. mula kuwi yen ora dikendaleni. Adhi AriAri lan Rahsa kuwi?. Kethek lan Manuk Merak. Kabeh kuwi mancer neng Puser (Udel) yaiku mancer ing Bayi. nanging yen kabeh duwene duwit diwenehake satemah uripe dewe rusak. mula Kawah banjur dianggep Sadulur Tuwa kang lumrahe diarani Kakang Kawah. Ari-Ari lan Rahsa kuwi mau. Sarehne Ari-Ari iku metune sakwise bayi lair. mulane Ari-Ari iku diarani Sedulur Enom lan kasebut Adhi Ari-Ari Lamun ana wong abaran tartamtu ngetokake Rah ( Getih ) sapirang-pirang. Kocape kuwi mujudake Sedulur Papat mungguhing manungsa. diwiwiti saka tembang Dhandanggula kang cakepane mangkene : Ana kidung ing kadang Marmati Amung tuwuh ing kuwasanira Nganakaken saciptane Kakang Kawah puniku Kang rumeksa ing awak mami Anekakake sedya Ing kuwasanipun Adhi Ari-Ari ingkang Memayungi laku kuwasanireki Angenakken pangarah Ponang Getih ing rahina wengi Ngrerewangi ulah kang kuwasa Andadekaken karsane Puser kuwasanipun Nguyu-uyu sabawa mami Nuruti ing panedha Kuwasanireku Jangkep kadang ingsun papat Kalimane wus dadi pancer sawiji Tunggal sawujud ingwang Ing tembang dhuwur iku disebutake yen " Sedulur Papat " iku Marmati. Kethek lan Manuk Merak. lan Manuk Merak nggambarake nafsu Mutmainah. kamangka sabar iku mujudake alat kanggo nyaketake dhiri marang Allah SWT. Bantheng. Wetune Rah (Rahsa) iki uga ing wektu akhir. Aluamah / Srakah : Manungsa kuwi umume padha nduweni rasa srakah lan aluamah. Mula manungsa kang kabulet nafsu asmara digambarake bisa ngobong jagad. SEDULUR PAPAT LIMA PANCER Njupuk sumber saka Kitab Kidungan Purwajati seratane . Kawah. Yen Kawah wis mancal medhal. Manungsa diuji aja nganti kalah karo sedulur papat kasebut. Bantheng nggambarake nafsu Supiyah. kapara kudu menang. Cethane mancer marang uwonge kuwi. Puser (Tali Plasenta) iku umume PUPAK yen bayi wis umur pitung dina. Bantheng. menehi duwit marang wong kang kekurangan kuwi becik. manungsa kepengine bisa urip nganti pitung turunan. Mutmainah / Kautaman : Senajan kuwi kautaman utawa kabecikan. Mula banjur tuwuh unen-unen " SEDULUR PAPAT LIMA PANCER " 0 Kekayon wayang purwa kang kaprahe kasebut Gunungan. sedulur papat iku kudu direksa lan diatur supaya aja nganti ngelantur. mula Rahsa iku uga dianggep Sedulur Enom. ana kono gambar Macan. Supiyah / Kaendahan : Manungsa kuwi umume seneng marang kang sarwa endah yaiku wanita (asmara). Ari-Ari. Wong nggarbini yen pas babaran kae. nanging yen ngluwihi wates ya tetep ora becik. iku cetha yen ora apik. Contone. Kethek nggambarake nafsu Aluamah. lan Manuk Merak nggambarake nafsu Mutmainah kang kabeh mau bisa dibabarake kaya ukara ing ngisor iki: Amarah : Yen manungsa ngetutake amarah iku tartamtu tansaya bengkerengan lan padudon wae. Mula kuwi. Yen manungsa . kakang Kawah.

tetapi dapat juga pada waktu suatu masyarakat atau negara berada dalam suatu masa bahaya. atau adat untuk berpuasa dan menyendiri dalam suatu ruangan (ngebleng). pada waktu terkena bencana alam. bahkan ada juga yang melakukannya di dalam suatu ruangan yang gelap pekat. yaitu bulan Sura. seperti pada Bakda Besar (Bulan pertama menurut perhitungan orang Jawa). Bener orane. nyumanggakake TIRAKAT Liring sepuh sepi hawa Awas roroning atunggal Tan samar pamoring sukma Sinukmanya winahya ing ngasepi Sinimpen telenging kalbu Pambukaning wanara Tarlen saking liyep layaping ngaluyup Pindha sesating supena Sumusiping rasa jati Sajatine kang mangkana Wus kakenan nugrahaning Hyang Widhi Bali alaming asuwung Tan karem karameyan Ingkang sipat wisesa-winisesa wus Milih mula-mulanira Mulane wong anom sami. Dalam kesusateraan kuno orang kuno. Orang Jawa juga mempunyai adat untuk hanya makan sedikit sekali (tidak lebih daripada yang dapat dikepal dengan satu tangan) ngepel. . yang berakar dari pikiran bahwa usaha-usaha seperti itu dapat membuat orang teguh imannya dan mampu mengatasi kesukarankesukaran. misalnya pada waktu orang menghadapi suatu tugas berat.14 dikalahake dening sedulur papat iki. menempuh kesukaran dan ketidaknyamanan untuk maksud-maksud ritual dalam budaya spiritualnya. waktu mengalami krisis dalam keluarga. Selama berabad-abad para pertapa dianggap sebagai orang keramat. kesedihan dan kekecewaan dalam hidupnya melalui latihan keprihatinannya pada jalan tirakatnya. orang dapat mencapai tujuan-tujuan yang sangat penting. konsep tapa dan tapabrata diambil langsung dari konsep Hindu tapas. dan anggapan bahwa dengan menjalankan kehidupan yang ketat dengan disiplin tinggi. Tirakat dapat juga dijalankan pada saat-saat khusus. Mereka juga beranggapan bahwa orang bisa menjadi lebih tekun. dengan jalan berpuasa pada bulan puasa (Siyam) ada terkadang juga berpuasa selama beberapa hari (Nglowong) menjelang hari-hari besar Islam. atau dalam hubungan dengan orang lain. Dalam ceritacerita wayang kita sering dapat menjumpai adanya tokoh pahlawan yang menjalankan tapa. serta mampu menahan hawa nafsu. yang berasal dari buku-buku Veda. yang tidak dapat ditembus oleh sinar cahaya (patigeni). Bertapa ( Tapabrata ) Tapabrata dianggap oleh para penganut agami Jawi sebagai suatu hal yang sangat penting. untuk jatah makannya selama satu atau dua hari. epidemi dan sebagianya. Manusia jawa (tiyang Jawi) pada saat tertentu rela/mau dengan sengaja. ateges jagade bubrah. Ing kene dununge pancer kudu bisa dadi paugeran lan dadi pathokan. Tirakat kadang-kadang dijalankan dengan berpantang makan kecuali nasi putih saja (Mutih) pada hari senin dan kamis. Dalam keadaan seperti itu melakukan tirakat dapat dianggap sebagai tanda rasa prihatin yang dianggap perlu oleh orang Jawa bila seseorang berada dalam keadaan bahaya. jabatan. dan terutama bahwa orang yang telah melakukan usaha semacam itu kelak akan mendapatkan pahala.

Tapa ngramban. Tapa mangan. berbagai cara menjalankan tapa adalah : 1. hingga yang sukar dan berat dijalankan. Tentu saja tujuan dari tapa semacam ini adalah untuk mendapatkan kenikmatan duniawian. Ketiga jenis tapa yang tersebut terakhir. Bahwa meditasi dan tapa adalah sama. dengan cara tidur untuk suatu jangka waktu tertentu tanpa makan apa-apa. cara bertapa semacam ini biasanya didahului oleh suatu janji. 4. tanpa lauk pauk. Meditasi atau Semedi. sambil berdiri dengan posisi yang sukar selama 12 jam berturut-turut. Tapa ngambang. 3. dengan gemuruh ombak sebagai latar belakangnya. Tapa tilem. seperti memusatkan perhatian pada titik-titik hujan yang jatuh ditanah. dilakukan dengan jalan tidak tidur. Maksud yang ingin dicapai dengan bermeditasi itu ada bermacam-macam. misalnya untuk memperoleh kekuatan iman dalam menghadapi krisis sosial ekonomi atau sosial politik. atau dilakukan dengan cara menggabung-gabungkan. 9. Tapa ngeli. dengan menahan diri untuk tidak berbicara. Oleh karena itu tapa semacam itu mirip dengan tapa pada orang hindu dahulu. Tapa bolot. Namun banyak orang melakukan meditasi untuk memperoleh kesaktian ( kasekten ) disamping untuk menyatukan diri dengan sang Pencipta. murid dari seorang wali di abad ke 16. adalah cara bersamadi dengan membiarkan diri dihanyutkan arus air di atas sebuah rakit. yaitu tidak dan tidak membersihkan diri selama jangka waktu tertentu. yang memungkinkannya melakukan suatu pekerjaan yang penuh tanggung jawab atau untuk menghadapi suatu tugas berat yang dihadapinya. tidak berbuat apa-apa. Tapa nguwat. untuk mendapatkan wahyu. Sebaliknya meditasi seringkali juga dijalankan bersama dengan suatu tindakan keagamaan lain. dengan jalan merendam diri di tengah sungai selama beberapa waktu yang sudah ditentukan. dengan kedua kaki diikat pada dahan sebuah pohon. yaitu dari yang sangat sederhana. orang yang melakukan tapa ngeli misalnya. seperti menatap cahaya yang terang benderang dari dalam sebuah gua yang gelap ditepi pantai. Tapa ngidang. atau orang keramat. Walaupun demikian bahwa kita harus memperhatikan bahwa ke 11 jenis tapabrata itu jarang dilakukan secara terpisah. Tapa bisu. tidak hanya duduk diatas rakitnya saja sambil bengong. dengan bergantung terbalik. dengan jalan menyingkir sendiri ke dalam hutan. 2.15 Orang jawa mengenal berbagai cara bertapa. oleh karena itu batas antara tirakat dan tapabrata itu tidak begitu jelas. yaitu bersamadi disamping makam nenek moyang anggota keluarga. Namun sering terjadi bahwa orang melakukan tapabrata bersamaan dengan samadi. untuk suatu jangka waktu tertentu. dengan maksud untuk memperoleh wahyu. Tapa mutih. Tapa ngalong. tetapi boleh makan. sehingga dengan demikian ada suatu perbedaan fungsional antara tirakat dan tapabrata. Knebel (1897 : 119-120 ) dalam karangannya mengenai kisah Darmakusuma. akhirnya perlu disebutkan bahwa pada orang Jawa tapa merupakan salah satu cara penting dan utama untuk bersatu dengan Tuhan. 10. yaitu hanya makan nasi saja. . untuk memperoleh kemahiran berkreasi atau memperoleh kemahiran dalam kesenian. ia biasanya juga bermeditasi. semua biasanya dijalankan dengan tata urut tersendiri. misalnya dengan berpuasa atau tirakat. 6. 11. serta perbedaan antara keduanya hanya terletak pada intensitas menjalankannya saja. dan cara-cara itu telah disebutkan oleh J. 5. 8. sebenarnya juga dilakukan oleh orang-orang yang hanya menjalankan tirakat aja. Teknik-teknik serta latihan-latihan untuk melakukan meditasi ada bermacam-macam. dengan menyendiri di dalam hutan dan hanya makan tumbuh-tumbuhan 7. Meditasi atau semedi memang biasanya dilakukan bersama-sama dengan tapabrata.

untuk mencapai keheningan. sering tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri. Ada yang memulai dengan tubuh. Tentu hal tersebut ada sebabnya. tetapi juga oleh orang-orang ( masyarakat ) di sekitar diri orang tersebut karena tingkah-lakunya maupun ucapanucapannya serta pengabdiannya kepada manusia lain yang membutuhkan bantuannya. tetapi lebih banyak mengandung perbedaan dari pribadi ke pribadi orang lain. berdasarkan pengalaman meditasi dapat berarti : 1. Posisi tubuh carilah yang paling anda rasakan cocok / rileks. meditasi menjadi salah satu topik pembicaraan yang tiada habis-habisnya. mencerminkan hasil meditasinya. bahwa alam semesta ini terdiri dari . musik yang cocok dengan selera anda. Perlu segera dicatat. Melihat ke dalam diri sendiri 2. Keadaan hasil yang demikian. bahwa pengalaman meditasi akan berbeda dari orang ke orang yang lain. arti meditasi dengan tubuh adalah mempergunakan menyerahkan tubuh ke dalam situasi hening.16 MEDITASI Dalam olah batin. refleksi kesadaran diri sendiri 3. merasa kesabarannya bertambah. Tulisan ini merupakan usaha melengkapi tulisan J. umpamanya orang yang bersangkutan menjadi lebih bijaksana. watak dan tingkat perkembangan spiritualnya serta tujuan meditasinya dengan kulit atau baju kebudayaan orang yang sedang melaksanakan meditasi. banyak menghasilkan kemiripan-kemiripan yang hampir-hampir sama. yang dapat dilakukan adalah memberi gambaran berbagi pengalaman dari mereka yang melakukan meditasi. Oleh karena itu mungkin sekali lebih tepat jika caracara meditasi kita masukkan ke golongan seni dari pada ilmu. Lakunya adalah dengan mempergunakan pernafasan. lebih merasa dekat dengan Tuhan. karena pengalaman dalam bermeditasi banyak dipengaruhi oleh latar belakang temperamen. Sujianto yang berjudul “ Pengembangan Kwalitas Pribadi di Bidang Kebatinan. sebabnya tiada lain karena meditasi adalah salah satu usaha proses untuk meningkatkan pengembangan pribadi seseorang secara total. membebaskan keinginan duniawi sehingga menemui jati dirinya yang murni atau asli. Cara dan hasil meditasi dari banyak pelaku olah batin dari berbagai agama besar maupun perorangan dari berbagai bangsa. pergunakan wangi-wangian dan atau mantra. Secara gebyah uyah (pada umumnya) orang yang melakukan meditasi yakin adanya alam lain selain yang dapat dijangkau oleh panca indera biasa. Mengamati. karena kelanjutan meditasi mengarah kepada sama sekali tidak lagi mempergunakan panca indera ( termasuk pikiran dan perasaan ) terutama ke arah murni mengalami kenyataan yang asli. Oleh karena itu kita dapat menghakimi hasil temuan orang yang bermeditasi. Cara-cara dan akibat bermeditasi. bisa berbaring dengan lurus dan rata. bisa duduk tegak. Melepaskan diri dari pikiran atau perasaan yang berobah-obah. Cara bermeditasi banyak sekali. mengetahui kesatuan alam dengan dirinya dan lain-lainnya. suatu Proses Meningkatkan Kreatifitas dan Pengetahuan Dunia Gaib “ Apakah Meditasi ? Mengusahakan rumus yang pasti mengenai arti meditasi tidaklah mudah. justru keabsahan meditasinya tergantung kepada hasilnya. Bantuan untuk lebih khusuk jika anda perlukan. kita menarik nafas dan mengeluarkan nafas dengan teratur. harus ada keyakinan dalam diri anda. Tulisan ini didasari dari berbagai literatur mengenai meditasi. Tiga hal tersebut diatas baru awal masuk ke alam meditasi.

sampai mencapai keadaan “ Pikiran tidak ada “ dan anda tidak berpikir lagi. karena tiada kata kalimat dalam semua bahasa bumi yang dapat menerangkan secara gamblang. Pada gulangen ing kalbu ing sasmita amrih lantip aja pijer mangan nendra kaprawiran den kaesti pesunen sarira nira sudanen dhahar lan guling (Intinya. teruskan meditasi anda. cita-cita berdasarkan kasih sayang dan sejenis itu menjadi sumber fokus ketika hendak memasuki meditasi. termasuk ajaran tak boleh mengumbar nafsu makan serta tidur). Untuk dapat berhasil anda sangat perlu memiliki motivasi yang cukup pekat dan dalam. karena perasaan-perasaan negatif seperti rasa kuatir atau takut. bahkan dapat hilang sama sekali. umpamanya cita-cita ingin menolong manusia manusia lain. Ketika mengelurkan nafas dengan teratur juga. orang harus melatih kepekaan hati agar tajam menangkap gejala dan tanda-tanda. Pengembangan selanjutnya dari proses meditasi tersebut. Keyakinan itu anda pergunakan ketika menarik dan mengeluarkan nafas secara teratur. anda sendiri yang akan menemukan dan meneruskannya. Kesulitan yang paling berat dalam bermeditasi adalah “mengendalikan pikiran dengan pikiran“ artinya anda berusaha “ mengelola “ pikiran-pikiran anda. Cita-cita ingin berbakti kepada bangsa dan negara. manfaatnya tidak hanya untuk kesehatan tubuh saja tetapi juga ikut menumbuhkan rasa tenang. Jika menemui sesuatu. Sesuatu itu jangan dijadikan tujuan meditasi. Pengalaman sesudah keadaan demikian. jangan berhenti. Meditasi ini harus juga dilakukan dengan pernafasan yang teratur. karena hasil sesuatu itu adalah hasil proses meditasi. Jika dalam proses tersebut pikiran anda belum dapat anda “ kuasai atau hilangkan “ janganlah putus asa atau berhenti. mengantuk bahkan tidak mengetahui apa-apa lagi. Dalam keadaan demikian anda tidak lagi merasa lapar. tarik nafas tersebut harus dengan konsentrasi yang kuat. sehingga dengan tiada terasa anda akan bisa khusuk dalam keheningan bermeditasi. karya "kasusastran" Jawa (dalam bentuk syair) yang ditulis oleh Kanjeng Sunan Paku Buwono IV. yang hasil akhirnya tumbuh ketenangan. kecuali anda tersadar kembali. karena berciri sangat pribadi. Secara fisik ada yang berusaha “ mengosongkan pikiran “ dengan memfokuskan kepada “ bunyi nafas diri sendiri “ ketika awal meditasi. yang dilakukan terus menerus secara teratur. tetapi juga memaksakan diri secara keterlaluan. atau ada juga yang menfokuskan kepada nyala lilin atau ujung hidung sendiri. benci dan sejenisnya akan sangat berkurang. Ketika menarik nafas sesungguhnya menarik energi dan cahaya alam semesta yang akan mengharmoni dalam diri anda. akan dapat menumbuhkan ketenangan jiwa. maka anda dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dalam pengertian spiritual. keinginan yang keras duniawi. bukan tujuan meditasi. hanya andalah yang dapat mengetahui dan merasakannya. cita-cita ingin manunggal dengan Tuhan. apakah itu cahaya atau suara atau gambaran-gambaran. Bermeditasi dengan usaha melihat cahaya alam semesta. Biasanya intuisi anda akan lebih tajam sesudah mengalami proses meditasi yang demikian itu. salah satu cara adalah “ mengosongkan pikiran “ dengan cara menfokuskan pikiran anda kepada suatu cita-cita. terdapat juga ajaran untuk hidup secara asketik. dan mungkin pula memperoleh “ pengetahuan “ tentang alam semesta atau lainnya. yang akibatnya pasti baik untuk diri anda sendiri. dengan usaha menuju kasampurnaning urip. Jika dilakukan dengan sabar dan tekun serta teratur. mungkin juga bermanfaat untuk manusia lain. Di dalam serat Wulang Reh. Jika proses meditasi yang dilukiskan tersebut diatas dapat anda lakukan dengan tepat. . tubuh anda sesungguhnya didiamkan untuk beberapa saat.17 energi dan cahaya yang tiada habis-habisnya.

Seseorang yang melakukan samadi adalah seseorang yang mengambil posisi-patrap untuk meraih budi yang besar. Sebelum adanya jagad raya. Bila berhasil orang akan berada dalam suwung dan nur mendapatkan tuntunan mistis yang simbolis. ini dingin 3. Elemen kuning dengan sinar kuning. Didalam suwung terdapat sifat-sifat hidup dari Tuhan. Pilihlah tempat yang bersih. Elemen merah dengan sinar merah. Mukswa artinya dihapus. menghirup dan mengeluarkan udara melalui hidung. diharapkan akan mampu mengetahui “ Sangkan Paraning Dumadi “ ( makna perjalanan kehidupan ). Di dalam nur ini. Ada tiga elemen yang terdiri dari : 1. apa yang dihapus ? pengaruh dari nafsu. Sifat-sifat hidup Tuhan terasa seperti getaran dan getaran ini terus menerus. Nur itu adalah hati dari budi. Elemen biru dengan sinar biru. Ini akan membuat pikiran menjadi tidak aktif. budi menjadi nur. Budi suci terlihat seperti cahaya atau sinar yang disebut Nur. Inilah kondisi suwung ( kosong ) tetapi sebenarnya ada aktifitas dari getaran hidup murni. Kondisi dari plenet- . 3. tanpa keinginan dan pamrih apapun. indah dan suci. Itu artinya didalam jagad raya dan galaksi akan selalu dilahirkan planet-planet dan bintang-bintang baru.18 SAMADI Samadi berasal dari kata : Sam artinya besar dan Adi artinya bagus atau indah. 2. manusia adalah makluk yangmempunyai : 1. kedua tangan diletakkan didada. pikiran dinetralisir demikian juga angan-angan dan pengaruh panca indera. Kesatuan dari budi dan nur secara mistis disebut curigo manjing warongko atau bersatunya kawula dan Gusti atau juga biasa digambarkan Bima manunggal dengan Dewa Ruci. kawula bisa berkomunikasi dengan Gusti untuk menerima tuntunan sesuai dengan kedudukannya sebagai kawula. pangrucatan itu artinya dilepas. apa yang dilepas ? pengaruh dari nafsu . ketika nur menjadi sari dari badan jasmani manusia. pada posisi tidur kaki diluruskan. Nikmatilah suara nafas dengan jalan menutup mata. bernafaslah dengan santai. Badan jasmani = badan kasar. Dengarkanlah dengan penuh perhatian suara nafas dengan tenang. Badan jiwa = badan alus. ada yang menjadi calon planet. Praktek Samadi Waktu bersamadi orang bisa mengambil posisi duduk atau tidur telentang diatas tempat tidur. ada yang menjadi badan budi atau jiwa yaitu badan jiwa dari manusia. Nur itu adalah sari dari jagad raya. Istilah lainnya ialah Pangrucatan atau Kamukswan. Budi suci adalah budi yang diam tanpa nafsu. murni sebagai sifat-sifat hidup dari Tuhan. ini menakjubkan. ini panas 2. tenang dan aman. Manusia. oleh karena itu samadi adalah satu proses dari penyucian budi. Dengan melakukan ini. elemen ke empat lahir dengan warna putih atau putih keperak-perakan dan inilah yang disebut nur. jagad raya adalah suatu Causa prima. Sebagai hasil dari perpaduan ketiga elemen tersebut. Sesudah itu nafsu dinetralisir didalam indera ke enam. Memahami Jagad Raya. tidak ada apa-apa kecuali kekosongan dan suwung. Manusia diciptakan oleh Tuhan. Elemen-elemen ini selalu bergetar. Badan cahaya = nur atau suksma Dengan susunan seperti tersebut diatas. ini sama seperti kalau memusatkan pandangan kepada pucuk hidung.

Kasekten iku kaperang ana rong warna. uga sangsaya gedhe tumandhoning kekuwatan gaib kang kinumpulake. Tinemune ilmu-ilmu kasekten iki saranane kalawan kekuwataning pikiran pikiran iku manawa kagolongake . iya iku kasekten putih (Witte magie/white magic) utawa kasekten ireng (Zwarte magie/Black Magic). Kekuwatan gaib iku tansah makarti tanpa kendhat enggone mujudake sedya lan nganakake kekarepan. iya pancen nyata wong liyane mesthi tunduk marang sawijining wong kang ahli ilmu. Wong ahli kasutapan kudu anduweni ati kang tetep lan kekarepan kan dereng. Wong ahli kasutapan kudu budidaya bisane nglawan marang nepsune kekarepan umum (kekarepan wong akeh kang campur bawur ngumandang ana ing swasana). kalawan ora maelu marang anane pakewuh pakewuhe lan kagagalan-kagagalaning. Dene kasekten ireng iku ilmu kaprajuritan kang kapigunakake luwihluwih kanggo nelukake kalayan paripaksa. Atine kudu santosa temenan supaya wong kang nindhakake sedyane mau ora nganti kadadeyan entek pengarep-arepe yen kagawa saka kuciwa dening kahanane badane. Awit saka anane perangan mau banjur dadi kanyatan yen perangan kang sawiji iku becik. karena tergantung kepada pengaruh dari tiga elemen tersebut. Miyos saking renteging hawa ambedah anggit prayitnaing pikir sesumeh bayu ayuning asih njembari pajar latuning titah ilang lunganing ngawang nemoni asrep reseping wening Ono sanepa kagem pepiling Wong kang ambudi daya kalawan anglakoni tapa utawa semedi kudu kanthi kapracayan kang nyukupi apa dene serenging lan kamempengan anggone nindhakake.19 planet yang baru dilahirkan bisa berbeda antara yang satu dengan yang lain. sarta bakal anjalari kacilakaning wong liya. iya anaa ing ngendi wae enggone nyugulake dirine. Sawijining wewarah kang luwih becik tumrap wong kang lagi nglakoni kasutapan iya iku ati kang teguh santosa aja kesusu-susu lan aja bosenan ngemungake wong kang anduweni katetepan ati lan santosaning sedya sumedya ambanjurake ancase iya iku wong kang bakal kasembadan sedyane. ditrisnani ing wong akeh pitembungane digatekake lan pakartine diluhurake ing wong akeh. Ana paedahe kang migunani banget manawa wong nindakake pambudi daya kalawan misah dheweke ana ing papan kang sepi karana tinimune kekuwatan gaib iku sok-sok tinemu dhewekan ana ing sepen. dene perangan liyane ala. nganti andadekake ciliking ati lan enteking pangarep-arep. Kasekten putih iku satemene ilmu Allah Kang Maha Luhur wis mesthi bae kapigunakake mligi kanggo kaslametane wong akeh. Wong ahli kasutapan tansah yakin enggone ngumpulake kekuwatan gaib ing dalem dhirine. Kawruhana wong kang lagi miwiti ngyakinake ilmu gaib sok sok dheweke iku mesthi nemoni kagagalan kagagalan kang nuwuhake rasa kuciwa. Amarehe diwedeni ing wong akeh panguwuhe gawe kekesing wong yen anyentak dadi panggugupake lan gawe gemeter dirine. iya pikiran-pikiran kang mangkono iku kang bisa nekakake kasekten gaib. Ananing sakaro karone saka sumber ilmu Allah sarta sakaro karane iku padha dipigunakake kalawan atas asma Allah. Sawise wong mau entek pangarep arepe lumrahe banjur trima bali bae marang panguripan adat sakene mung dadi wong lumrah maneh. Wong ngyakinake prabawa gaib iku anduweni kekarepan supaya dadi wong lanang temenan kang diendahake dening wong akeh. wong mau kudu nindakake pambudi dayane luwih saka wewangening wektu saka katamtuwaning laku kang dikantekake marang sawiji-wijining mantram lan ajaran ilmu gaib awit gede gedening kagelan iku ora kaya wong kang gagal enggone nindakake lakune rasa kuciwa kang mangkono iku nuwuhake prihatin lan getun. kalawan tumindak mangkono wong ahli kasutapan mau dadi nduweni pikiran-pikiran kang mardhika. ada planet yang bisa dihuni dan yang tidak bisa dihuni. Sangsaya akeh kehing kang kena tinides.

Swasana kang katone kaya dene kothong bae iku satemene ana drate rupa-rupa kayata : geni murub emas kayu lemah waja. kukur-kukur sirah. Patrapebadan kang kaku lan kagugupan kudu didohake . kayata : wedi. ⇒ Aja sok anggigit kukuning dariji tangan. Wong kang andarbeni ilmu kang mangoko iku dadi sawijining wong kang sakti mandraguna. Jubah minangka dadi pralambange katentremaning ati kang sampurna. ⇒ Aja mencap-mencepake lambe. Kekuwataning daya anarik saka pikiran iku banjur anarik dzat ing swasana kang pinuju salaras karo daya prabawa mau kalawan saka sathithik sarta sareh dzat daya prabawa kang ing swasana iku katarik mlebu ing dalem badane wong kang lagi tapa mau. sengit. nepsu. Sajrone nglakoni tapa utawa salagine ngumpulake kekuwatan gaib. Menawa isih kadunungan rasa wedi ing dalem atine wong ora bakal bisa kasambadan apa kang disedyaak. Manawa atine wong iku nganti gugur. ⇒ Aja narithilake kedheping mata. Jubah lan Teken.20 meleng sawiji bisa nuwuhake kekuwatan kaya panggendeng kang rosa banget tumrap marang apa bae kang dipikir lan disedya. Samengko umpamane ban ana sawijining wong kang lagi tapa kalawan duwe sedya supaya andarbeni daya prabawa kang luwih gedhe sarta anindakake sakehing kekuwatan pikiran kalawan ditujokake marang sedyane mau nganti nuwuhake daya prabawa. Diyan minangka pralambanging pepadhang. atining wong iku mesthi kudu tetep tentrem lan ayem sanadyan ana kadadeyan apa wae. ⇒ Aja ngentrok-entrokake sikil munggah mudhun. ngangkat pundhak lan liya-liyane sabangsane saradan kabeh. luwih becik murih nyataning kasekten tinimbang karo susumbar kalawan kuwentos kayakenthos. iku bisa metokake daya prabawa kang gedhe daya karosane. Satemene perlu banget nyirnakake kekarepan "drengki" luk wit ngrasaning karep drengki iku banget nindhih marang diri pribadi. Kalawan "rasa wedi" iku atining wong dadi ora bisa anduweni budi daya apa-apa. kasutapan iya uga dadi gugur lan kudu lekas wiwit maneh. Rasa wedi iku sawijining pangrasa kang luwih saka angel penyegahe. Wong kang lagi nindakake katamtuwan ing dalem kasutapan kudu kalawan ati kang sabar anteng lan tetep. tumrap kahanan kang umpetan utawa gaib. "Sengit utawa drengki" iku uga dadi mungsuhing kekuwatan gaib. Wong kang nglakonitapa kalawan nindakake laku-laku kang tinemtokake wis mesthi bae gumolonging pikirane bebarengan padha kumpul dadi siji sarta katujokake marang apa kang disedya kalawan mangkono iku kekuwatan daya anarik migunakake sarosaning kekuwatane banjur anarik apa kang dikarepake. Ing dalem sasuwene wong nglakoni tapa iku prelu banget kudu migateake marang sirikane. dene teken minangka dadi pralambanging kekuwatan gaib. "Semang-semang" iku andadekake ati kang peteng ora padhang terang. "Nepsu" iku andadekake tanpa dayane kekuwataning batin. semang-semang lan drengki. "Drengki . Gegeman kalawan wadi sakehing ilmu gaib lkang lagi pinarsudi. Tumrap wong-wong kang nglakoni tapa ditetepake pralambang telu : Diyan. ⇒ Aja molahake lidhah lan andhilati lambe. ⇒ Aja sok singsot ⇒ Aja duwe lageyan sok nethek nethek kalawan driji tangan marang meja kursi utawa papan liyane. electrieiteit zunrstof koolzunr sarpaning Zunr lan isih akeh liya-liyane maneh. ⇒ Ngedohake sakehing saradan utawa bendana kang ora becik. Kalawan mangkono dzat "prabawa" iku dadi kumpul ing dalem badane wong narik dzat iku nganti tumeka wusanane badane wong ahli tapa. Ana maneh "drengki" iku kaya anggawa sawijining pikulan abot kang tansah nindhes marang dhiri lan sarupa ana barang atos medhokol kang angganjel pulung ati. kayata glegak-glegek molah-molahake sirah.

Banjur narika napas kalawan alon lan nganti jero banget tahanen napas iku sawatara sekon/detik (kira-kira 6 detik) lan wusanane wetokna napas iku kalawan sareh. lan weteng dadi mekar. Kawitane wong kudu nindakake patrape mangreh napas. Dene carane ngatur napas iku kaprathelakake kalayan ringkes kaya ing ngisor iki : Madika panggonan kang sepi. Daya kang luwih bagus iya iku miwiti makarti miturut pituduhan.21 lan meri" iku mung anggawa karugiyan bae tumrap kita. Sakehing urat-urat kakendokake. sabuk uga diuculi supaya sandangan dadi longgar lan kepenak kanggo tumindhak ing napas. Bisane maluyakake larane wong liya. dening sapa bae kang nglakoni tapa supaya oleh ilmu gaib. sikil karo pisan tumapak ing lemah. Badan kajejegake lan janggute diajokake. Salawase wong isih anduweni pangrasan karep "drengki lan meri" iku ora bakal bisa tumeka kamajuwane tumrap dunya prabawaning gaib. Daya ngisekake Prana Ngadeg kalawan jejeg sikil karo pisan kapepetake dadi siji lan driji -drijining tangan karo pisan dirangkep dadi siji kalawan longgar. Pikiran katarik mlebu. Cara nindakake napas kaya ing ngisor iki : ⇒ Narik napas kalawan alon lan nganti jero ing sabisane. Gawe segering utek lungguha kalawan jejeg lan nyelehna tangan karo pisan ing sandhuwuring pupu kiwa tengen: mripat mandheng marang arah ing ngarep kalawan tetep: sikil karo pisan tumadak ing lemah. ⇒ Banjurna marambah-rambah matrapake mangkono iku suwene kira-kira saka lima tumeka limolas menit utawa luwih suwe nganti bisa nemoni pangrasa anteng lan tentrem ing sajroning badan. wusana nglepasake jempol iku banjur ambuwang napas lan nutupa lenging grana kiwa kalawan driji narika napas . supaya luwar saka sakehing geteran pikiran kaya saka ing jaba. lan wetenge cikben lestaringlempetake kalawan mangkono iku gurung dalaning napas tansah tetep menga. Kalawan jempol tangan tengen anutup lenging grana sisih tengen lan anarika napas liwat lenging grana sisih kiwa. Cara matrapake tumindaking napas iku kena uga ditindakake kalayan leyeh-leyeh mlumah : ngendokake sakabehing urat-urat nyelehake tangan karo pisan sadhuwuring weteng lan nindakake lakuning napas miturut aturan. mesthine kudu ngirima kekuwatan waluya marang sajroning badane wong kang lara. ⇒ Ambuangna napas kalawan alon nganti entek babar pisan nganti dhadha dadi kempes. kanggo negahake asabat. Carane matrapake kasebut ing dhuwur iku sawijining cara kanggo napakake napas. nganti dhadha mekar lan weteng dadi nglempet. Aja weya nindakake patrap kanggo napakake napas iku. Anujokna gumolonging pikiran kalawan ngetut marang napas kang mlebu metu iku kalawan giliran. Manawa wong gelem naliti yen wong iku bisa ngumpulake kekuwatan gaib ing dalem badane dhewe lan ngetokake sabageyan kekuwatan gaib kawenehake marang wong liyane mestheni uwong bisa ngreti yen arep migunakake kekuwatan iku nganggo paedahe dhiri dhewe uga luwih gampang. iki kena lan kudu ditindakake saben dina telung rambahan. ora ana gunane sathithik -thithika. ⇒ Nahan napas iku kira-kira nem saat utawa luwih suwe ing dalem paru-paru dhadhane cikben lestari mekare. Ora mung tumindak bae tumrap sawijining wong bae bisa maluyakake wong liya kalawan kekuwatan gaib nanging uga tumindak tumrap sawijining wong maluyakake dhiri pribadi kalawan kekuwatan iku. Banjur matrapa lakuning napas sawatara rambahan miturut aturan. Benik-beniking klambi kang kemancing padha kauculan. Lungguha ing sawijining palinggihan kang endhek lan kepenak. Iya iku cara-cara kang katindakake kanggo maluyakake wong liya lan wusanane ambudidaya supaya bisa migunakake obah-obahan iku marang awake dhewe. Supaya bisa nindhakake pamaluya marang dhirine dhewe kalawan sampurna wong ngesthi kudu mahamake cara-carane maluyakake panyakit.

Pangeran Wangga 9. lalu bagaimana hal itu dapat terjadi apa yang menjadi penyebabnya. untuk mendapatkan kepastian dan kejelasan dengan harapan dapat dirembuk dengan para ahli ilmu kasampurnaan.22 liwat lenging grana tengen. beliau menanyakan apa yang telah terjadi setelah manusia itu meninggal dunia. Panembahan Juru Kithing 4. juga menjadi suatu kenyataan bagi mereka yang sering menyaksikan keadaan jenazah yang salah kejadian atau berbagai macam kejadian pada keadaan jenazah adalah berbagai diketengahkan dibawah ini : 1) Ada yang langsung membusuk 2) Ada pula yang jenazahnya utuh 3) Ada yang tidak berbentuk lagi. lepasna driji panutup iku lan ambuwanga napas. . Kyai Pengulu Ahmad Katengan 1. Pangeran di Tembayat 7. Panembahan Ratu Pekik di Surabaya 3. Pangeran Kajuran 8. Panembahan Purbaya 2 Panembahan Juminah 2. Masih banyak pula kejadianya. Berbagai Kejadian Pada Jenazah Adapun yang menjadi pembicaraan. hilang bentuk jenazah 4) Ada pula yang meleleh menjadi cair 5) Ada yang menjadi mustika (permata) 6) Istimewanya ada yang menjadi hantu 7) Bahkan ada yang menjelma menjadi hewan. Mangkono sabanjure kalawan genti-genten kiwa lan tengen. SARASEHAN ILMU KESAMPURNAAN Terjemahan : Serat Kekiyasanning Pangracutan salah satu buah karya sastra Sultan Agung raja atara ( 1613 . Pangeran di Kudus 6.1645 ) Ini adalah keterangan Serat Suatu pelajaran tentang Pangracutan yang telah disusun oleh Baginda Sultan Agung Prabu Anyakrakusuma di Mataram atas berkenan beliau untuk membicarakan dan temu nalar dalam hal ilmu yang sangat rahasia. Adapun mereka yang diundang dalam temu nalar itu adalah : 1. Pangeran di Kadilangu 5. ternyata mengalami bermacam-macam kejadian pada jenazahnya dari berbagai cerita umum.

rona muka manis. dan roh halus lainnya sukmanya sering menjelma menjadi semacam benalu atau menempel pada orang seperti menjadi gondaruwo dan sebagainya yang masih senang mengganggu wanita kalau berada pada pohon yang besar kalau pohon itu di potong maka benalu tadi akan ikut mati walaupun begitu bila mada masa hidupnya disertakan sifat jujur tidak berbuat mesum. Pada masa hidupnya seseorang yang menjalani lampah tidak tidur tetapi tidak ada batas waktu tertentu pada umumnya disaat kematiannya kelak maka jenaahnya akan keluar dari liang lahatnya karena terkena pengaruh dari berbagai hantu yang menakutkan. tidak dapat memusatkan pikiran hanya untuk satu ialah menghadapi maut. maka jenazahnya akan menjadi busuk dan kemudian menjadi tanah liat sukmanya melayang gentayangan dapat diumpamakan bagaikan rama-rama tanpa mata sebaliknya. 3. setan. Pada waktu masih hidup bagi mereka yang kuat pusaka tetapi tidak mengenal batas waktunya bila tiba saat kematiannya maka mayatnya akn terongok menjadi batu dan membuat tanah perkuburannya itu menjadi sanggar adapun rohnya akan menjadi danyang semoro bumi walaupun begitu bila masa hidupnya mempunyai sifat nrima atau sabar artinya makan tidur tidak bermewahmewah cukup seadanya dengan perasaan tulus lahir batin kemungkinan tidaklah seperti diatas kejadiannya pada akhir hidupnya. seperti yang akan kami utarakan berikut ini : 1. semuanya itu jika tidak dilanggar tidak akan begitu kejadiannya kelak. 2. Oleh karenanya bagi orang yang ingin mempelajari ilmu ma’arifat haruslah dapat menjalani : Iman. Hal tersebut sudah termasuk lampah maka kejadiannya tidak akan demikian. Pada waktu masih hidupnya. 2.23 Adapun menurut para pakar setelah mereka bersepakat disimpulkan suatui pendapat sebagai berikut : Sepakat dengan pendapat Sultan Agung bahwa manusia itu setelah meninggal keadaan jenazahnya berbeda-beda itu suatu tanda bahwa disebabkan karena ada kelainan atau salah kejadian (tidak wajar). Pada waktu masih hidup selalu sabar dan tawakal dapat menahan hawa nafsu berani dalam lampah dan menjalani mati didalamnya hidup. Maka ada berbagai bab dalam mempelajari ilmu ma’rifat. misalnya mengharapkan janganlah sampai berbudi rendah. Siapun yang melantur dalam mencegah syahwat atau hubungan seks tanpa mengenal waktu pada saat kematiannya kelak jenazahnya akan lenyap melayang masuk kedalam alamnya jin. yang dapat mneghukum dapat menciptakan apa saja ada bila menghendaki datang menurut kemauannya apalagi bila disertakan sifat welas asih. akan abadilah menyatunya Kawulo Gusti. Walaupun begitu bila pada masa hidupnya disertai sifat rela bila meninggal tidak akan keliru jalannya. tidak mengenal tapa brata. siapapun yang senang tenggelam dalam kekayaan dan kemewahan. sabar dan sederhana semuanya itu janganlah sampai belebihan dan haruslah tahu tempatnya situasi dan kondisi dan demikian itu pada umumnya bila tiba akhir hayatnya maka keadaan jenazahnya akan mendapatkan kemuliaan sempurna dalam keadaannya yang hakiki. setelah mencapai akhir hayatnya. Berbagai Jenis Kematian Pada ketika itu Baginda Sultan Agung Prabu Hanyangkra Kusuma merasa senang atas segala pembicaraan dan pendapat yang telah disampaikan tadi. Adapun sukmanya menitis pada hewan. Kembali menyatu dengan zat yang Maha Agung. Kemudian beliau melanjutkan pembicaraan lagi tentang berbagai jenis kematian misalnya : . bila pada saat hidupnya gemar menyucikan diri lahir maupun batin. 4. tidak berzinah. takut. Karena pada waktu pada saat sedang memasuki proses sakaratul maut hatinya menjadi ragu. 5. dengan tutur kata sopan. kurang kuat tekadnya. makanya demikian karena pada waktu masih hidup berbuat dosa setelah menjadi mayat pun akan mengalami sesuatu masuk kedalam alam penasaran. Tauhid dan Ma’rifat. bermain seks dengan wanita yang bukan haknya.

tertimpa pohon . . mengapa tidak dapat mencabut seketika itu juga ?” Dijawab oleh yang menghadap : “Yang begitu itu mungkin disebabkan karena terkejut menghadapi hal-hal yang tiba-tiba. sampai di alam nyata (akherat) aku juga hidup. epidemi karena santet atau tenung dari orang lain yang demikian itu benar-benar tidak dapat sampai pada kematian yang sempurna atau kesedanjati bahkan dekat sekali pada alam penasaran. dibajak. tidak diakibatkan kematian. kok tidak terasa kalau hanya begitu saja beliau kurang sependapat oleh karenanya beliau mengharapkan untuk dimusyawarahkan sampai tuntas dan mendapatkan suatu pendapat yang lebih masuk akal. Wedaran Angracut Jasad Adapun Pangracutan Jasad yang dipergunakan oleh Kangjeng Susuhunan Kalijogo. Wedaran Menghancurkan Jasad Adapun pesan beliau Kangjeng Susuhunan di Kalijogo sebagai berikut : “Siapapun yang menginginkan dapat menghancurkan tubuh seketika atau terjadinya mukjizat seperti para Nabi. Mati Kias. yang kuinginkan ada. Andaikan dia mengingat keyakinan ilmunya mungkin akan kacau didalam melaksanakannya tetapi kalau selalu ingat petunjuk-petunjuk dari gurunya maka kemungkinan besar dapat mencabut seketika itu juga. adalah suatu jenis kematian karena gugur dalam perang. mendatangkan ma’unah seperti para Mukmin Khos. 3. penjelasannya yang telah diwasiatkan kepada anak cucu seperti ini caranya: “Badan jasmaniku telah suci. adalah suatu jenis kematian akibatkan oleh suatu perbuatan misalnya: nafas atau mati melahirkan. mendatangkan keramat seperti para Wali. selama seratus hari siang dan malam 1. Mati Syahid. adalah suatu jenis kematian karena hukuman mati. dan sebagainya. jadi apa yang kuciptakan. dapat mulai sempurna hidup abadi selamanya. 2. 6. Berkatalah beliau : “Sebab-sebab kematian tadi yang mengakibatkan kejadiannya lalu apakah tidak ada perbedaannya antara yang berilmu dengan yang bodoh ? Andaikan yang menerima akibat dari kematian seornag pakarnya ilmu mistik. hanyalah Kangjeng Susuhunan Kalijogo sendiri yang dapat melaksanakan ngracut jasad seketika . Maka tidak teringat lagi dengan ilmu yang diyakininya dalam batin yang dirasakan hanyalah penderitaan dan rasa sakit saja. dirampok. Setelah mendengar jawaban itu beliau merasa masih kurang puas menurut pendapat beliau bahwa sebelum seseorang terkena bencana apakah tidak ada suatu firasat dalam batin dan pikiran. suatu jenis kematian karena ambah-ambahan. disamun.24 Mati Kisas Mati kias Mati sahid Mati salih Mati tewas Mati apes Semuanya itu beliau berharap agar dijelaskan apa maksudnya maka yang hadir memberikan jawaban sebagai berikut : Mati Kisas. Menahan syahwat (seks). Mati Apes. karena sebenarnya semua itu masih belum tentu . 2. disambar petir. adalah suatu jenis kematian karena kelaparan. Menahan Hawa Nafsu. kubawa dalam keadaan nyata. Kyai Ahmad Katengan menghaturkan sembah: “Sabda paduka adalah benar. kemudian dijatuhi hukuman karena keputusan pengadilan atas wewenang raja. Mati Tiwas. dengan cara menjalani tapa brata seperti pesan dari Kangjeng Susuhunan di Ampel Denta : 1. 4. bunuh diri karena mendapat aib atau sangat bersedih. selama seribu hari siang dan malamnya sekalian. Akibat dari perbuatan orang itu karena membunuh. 4. didunia aku hidup. 5. jatuh memanjat pohon. Mati Salih. dari kodrat iradatku. tidak terduga siapa yang dapat menyamainya 3. adalah suatu jenis kematian karena tenggelam. dan datang yang kukehendaki”.

tarikan nafas. sebenarnya dihuni oleh tujuh macam alam kehidupan. Penduduk dari 6 alam yang lain mereka mempunyai badan dari cahaya ( badan Cahya ) atau yang secara populer dikenal sebagai mahkluk halus (wong alus) mahkluk yang tidak kelihatan. tidak bergerak-gerak. maka itu tidak ada sinar yang menyilaukan seperti sinar matahari atau bagaskoro ( Jawa halus ). lamanya tiga hari tiga malam 6. dalam empat puluh hari siang dan malam 4. Banyak ahli kejawen mempunyai pendapat yang sama bahwasanya di dalam dunia yang satu dan sama ini. . Di dunia ini memiliki tujuh saluran kehidupan yang ditempati oleh bermacam-macam mahkluk. Jaga. bukannya omong kosong. tidak berak. Mahkluk-mahkluk dari tujuh alam tersebut. Tidak berbicara. aktivitas mereka tidak bercampur setiap alam mempunyai urusannya masing-masing. Di 6 alam itu tidak ada hari yang terang berderang karena tidak ada matahari. Puasa padam api.25 3. dunia mahkluk halus itu biasa adanya. DUNIA MAHKLUK HALUS Pada kenyataannya banyak orang yang tertarik menelaah pada dunia mahkluk halus. tujuh hari tujuh malam 5. Dari tujuh alam itu hanyalah alamnya manusia yang mempunyai matahari dan penduduknya yang terdiri dari manusia. yang tenang jangan sampai bersengal-sengal campur baur. Adapun caranya Pati Raga adalah : tangan bersidakep kaki membujur dan menutup sembilan lobang ditubuh. Keadaannya seperti suasana malam yang cerah dibawah sinar bulan dan bintang-bintang yang terang. bila telah mendapat 900 hari lalu teruskan dengan o Menahan syahwat. lalu dilanjutkan dengan o Jaga. binatang dan lain-lain mempunyai badan jasmani. batuk. lalu dirangkap juga dengan o Membisu tanpa berpuasa selama 40 hari. selama tiga hari tiga malam. Mati raga.dimana ( lebih dari satu dunia ) paling tidak yang terjadi ditanah Jawa. termasuk alam yang dihuni oleh manusia. anapas. lanjutkan dengan o Pati raga selama sehari semalam. bila telah mencapai 60 hari. Adapun pembagian waktunya dalam lampah seribu hari seribu malam itu beginilah caranya : o Manahan hawa nafsu. menahan tidak berdehem. artinya membisu. Yang bergerak tinggallah kedipnya mata. lalu lanjutkan dengan o Puasa pati selama 7 hari tujuh malam. tanapas nupus. pada prinsipnya mereka mengurusi alamnya masing-masing. barang kali mereka mendengar beberapa cerita atau membaca tulisan atau dari buku-buku. artinya tinggal keluar masuknya nafas. Dibawah ini digambarkan informasi dari dunia-dunia mereka versi kejawen. tidak bergerak lamanya sehari semalam. tidak kencing selama sehari semalam tersebut. tidak meludah. Bagi orang yang telah mencapai ilmu sejati dalam kejawen atau mungkin yang sudah menguasai metafisika.

membayar dengan uang yang sama. bekerja di batik. Seperti layaknya disebuah negeri kuno di kerajaan laut selatan ini juga ada berbagai upacara. yang telah tinggal di telaga itu untuk waktu yang lama bersama dengan penduduk golongan siluman. Dalam dunia merkayangan mereka merokok. samudera dan lain-lain.26 Konon Ada 2 macam mahkluk halus : 1. Ratu. Beliau mempunyai seorang patih wanita yang setia dan sakti yaitu Nyai Roro Kidul. dengan pintu gerbangnya Parangkusumo. Yang mengherankan adalah. 2. pembantu-pembantu. mereka mempunyai masyarakat maka itu ada mahkluk halus yang mempunyai kedudukan tinggi seperti Raja-raja. Pegawai-pegawai Kerajaan. Sebuah danau besar yang terletak di dekat kota Ambarawa antara Magelang dan Semarang. memakai macam pakaian yang sama. alam lain itu antara lain : 1. Kalau orang pergi berkunjung ke Solo-Yogyakarta atau jawa Tengah. Sarpo Bongso ini siluman asli. di beberapa tempat kerajaan ini mempunyai Adipati. Sedangkan kanjeng Ratu Kidul bukanlah asli siluman. kerajaan laut selatan ini terhampar di Pantai Selatan Pulau Jawa. masyarakat siluman diatur seperti masyarakat jaman kuno. Mahkluk halus yang berasal dari manusia yang telah meninggal. yang tinggal di istananya di Laut Selatan. kecuali tidak adanya sinar terang seperti matahari. Jin . Kanjeng Ratu Kidul berjanji untuk melindungi semua raja dan kerajaan Mataram. ritual dan lain-lain dan mereka juga mempunyai angkatan perang yang kuat. Parangkusumo ini terkenal sebagai tempat pertemuan antara Panembahan Senopati dan Kanjeng Ratu Kidul. rumah-rumah bangsawan. Golongan Aristokrat. Mereka mempunyai Raja. Ratu-ratu. Mereka bisa tinggal di Keraton-keraton. budak-budak dll. mereka itu memiliki tehnologi yang lebih canggih dari manusia. pekerja dan lain-lain. Seperti juga manusia ada yang baik dan jahat. rumah-rumah yang bergaya kuno dan lain-lain. Mahkluk-mahkluk halus yang asli mereka tinggal di dunianya masing-masing. mereka itu dibayar dengan uang yang syah dan berlaku seperti mata uang di dunia ini. kadang-kadang bila perlu ada juga manusia yang diundang oleh mereka antara lain untuk : melaksanakan pertunjukkan wayang kulit. berkuasa dan amat cantik. Merkayangan Kehidupan di saluran ini hampir sama seperti kehidupan di dunia manusia.Siluman Mahkluk halus ini konon suka tinggal didaerah yang ber air seperti di danau-danau. rokok yang sama seperti dunia manusia. beberapa abad yang lalu beliau adalah seorang Gusti dikerajaan di Jawa. sebaliknya ada yang berpangkat rendah seperti prajurit. orang akan mendengar cerita tentang beberapa siluman antara lain : Kanjeng Ratu Kidul (Ratu Laut Selatan). ada yang pintar dan bodoh. ada banyak pabrik-pabrik persis seperti di dunia manusia. laut . pegawai. kota-kotanya lebih modern ada pencakar langot. dalam pertemuan itu. pesawat-pesawat terbang yang ultra modern dan lain-lain. ada banyak mobil yang jenisnya sama di jalan-jalan. . Ratu legendaris. 2. Mahkluk halus asli yang memang dilahirkan – diciptakan sebagai mahkluk halus. tetapi patihnya Nyai Roro Kidul adalah siluman asli sejak beberap ribu tahun yang lalu. Menteri-menteri dan lain-lain. menghadiri upacara perkawinan. Inilah kenyataannya yang bukan hanya merupakan ilusi atau bayangan semata. rokok dan manusia-manusia yang telah melakukan pekerjaan di dunia tersebut. Sarpo Bongso-Penguasa Rawa Pening. Ada juga hal-hal yang mistis di dunia Merkayangan ini.

Disamping tujuh macam alam permanen tersebut. di dunia inii hidup suci dan kembali lagi ke suci ). Manusia yang salah itu pasti menerima hukumaan untuk kesalahan yang dilakukannya. Orang biasanya menyebut merak Jim. mereka itu seperti manusia hanya bentuk badannya lebih kecil. Siluman. itu artinya orang hidup didunia ini hanya dalam waktu singkat maka itu berbuatlah yang pantas/ " pene r". suci dan bijak.kuda yang kepalanya menoleh kebelakang 2. suka menolong. jujur.bulus yang besar 4. jangan menipu. Bagaimana caranya ? mudah saja : bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dengan melakukan perbuatan yang baik dan benar. Mahkluk halus yang tidak sempurna. mereka itu bila dilihat dengan mata biasa kelihatan seperti : 1. tidak jujur. ada sebuah saluran yang terjepit. 4. ketika mereka hidup sebagai manusia. mereka tentu akan mendapat hukuman sesudah “ kematiannya “ badan dan jiwa mereka mendapat hukuman persyaratan sangkan paraning dumadi ( datang dari suci. hukuman itu bisa dijalani pada waktu dia masih hidup di dunia atau lebih jelek pada waktu sesudah kehidupan ( afterlife ) diterima oleh orang-orang yang sudah melakukan : fitnah.anjing menggigit 3. jangan menyiksa. Kutuk Lamur . dimana rohroh dari manusia-manusia yang jahat menderita karena kesalahan yang telah mereka perbuat pada masa lalu. sakit atau mati dll. tidak ada penderitaan yang seberat ini. dan Demit masih ada lagi dua menjelaskannya lebih detail. Ada pepatah Jawa yang bunyinya “ Urip iku mung mampir ngombe “ artinya hidup didunia ini hanyalah untuk mampir minum. Memuja berhala untuk menjadi kaya ( pesugihan ) yang dimaksud dengan berhala dalam kejawen bukanlah patung-patung batu.gemak. membunuh orang dll perbuatan yang nista. Berbagai macam hukuman sesudah kehidupan : Ini merupakan hukuman yang teramat berat.senagsa ikan. . suka menolong “ manusia supaya menjadi kaya dengan kekayaan meterial yang berlimpah. berkelakuan baik. tetapi adalah sembilan macam mahkluk halus yang katanya. Kajiman. Jaran Penoreh .27 3.kelelawar berak 9. Gemak Melung .buaya putih. maka itu setiap orang harus berusaha untuk menghindarinya. prewangan ( orang yang menyediakan raganya untuk dijadikan medium oleh mahkluk halus ) blakmagic. hampir sama dengan bangsa siluman tetapi mereka itu tinggal di daerah-daerah pegunungan dan tempat-tempat yang berhawa panas. Bulus Jimbung . Bagi mereka yang telah melakukan kesalahan dengan jalan memuja atau menggunakan “ jasajasa Baik “ berhala diatas. guna-guna yang membuat orang lain menderita. Kajiman Mereka hidup dirumah-rumah kuno di dalam masyarakat yang bergaya aristokrat.ingus yang menetes 6. jangan melakukan hal-hal yang jelek dan nista. Kandang Bubrah . pengasihan supaya dikasihi oleh orang lain dengan cara-cara yang tidak wajar. Pemujaan terhadap kesembilan mahkluk jahat itu merupakan kesalahan fatal. jangan mencuri. jangan membunuh. Demit Bangsa ini bertempat tinggal di daerah-daerah pegunungan yang hijau dan lebih sejuk hawanya. Bajul Putih . Disamping masyarakat yang sudah teratur seperti Merkayangan. Codot Ngising . semacam burung yang berkicau 8. Srengara Nyarap . secara singkat kedua masyarakat itu adalah untuk mereka yang jujur. rumah-rumah mereka bentuknya sederhana terbuat dari kayu dan bambu. Umbel Molor .kandang yang rusak 5. penglihatannya tidak terang 7.

ing kahanan akhir inggih gesang. Purunipun adamel kaelokan sareng Kanjeng Susuhunan Ing Kalijaga sampun kayun widaraini. sajroning jinem iku sukma. kang ana antaraning ati iku jantung. Susuhunan ing Cirebon 7. sajroning jantung iku budi. Syeh Maulana Ibrahim Jatiswara 8. Susuhunan ing Panggung 4. Ayat ingkang sapisan. 3. anging ingsun dzat kang anglimputi ing kahanan jati. sajroning madi iku wadi. Ayat ingkang kaping kalih dipun wastani pambukaning tata mahlige ing dalem Baitalmukharam. tetep gesang piyambak boten wonten ingkang anggesangi .28 WEWEDHARANIPUN TRI BAWANA [ Jabaran tiga dunia ] Bahasa Jawa : 1. dipun wastani pambukaning tata mahligai ing dalem Baitalmakmur. Ayat ingkang kaping tiga dipun wastani pambukaning tata mahlige ing dalem Baitalmukadas. Menggah ingkang sami kapareng amedharaken wedharan triloka wau para wali 8 : 1. sanyata langgeng boten ewah gingsir mila waget jumeneng Gosul Alam. Sami anggelaraken bangsaning gendam. ora ana Pangeran anging ingsun dzat kang anglimputi ing kahanan jati. 2. urawi puter giling sapanunggalanipun. sajroning sukma iku rahsa. iya iku enggon pasucen ingsun jumeneng ana ing kontholing Adam. ora ana Pangeran anging ingsun dzat kang anglimputi kahanan jati. sajroning rahsa iku ingsun. 2. Susuhunan ing Kajenar Dene anggenipun sami karsa amedharaken Triloka punika saking anggenipun sami ambabar kaelokaning Ilmi kasampurnan. tegesipun dados musthikaning Sapta Bawana. kados makten wewedharanipun : Sajatine ingsun anata malige ing dalem baitalmukharam. tegesipun gesang toya kalih wonten ing donya gesang. mekaten wewejanganipun : Sajatine ingsun anata Malige ing dalem Baitalmukadas. kang ada antaraning iku mutfah. kados makaten wewedharanipun : Sajatine ingsun nata malige ing dalem Baitalmakmur iya iku enggon parameyaningsun jumeneng ana sirahing Adam. iya iku enggon laranganingsun jumeneng ana jajaning Adam. sajroning pranawa iku sukna. iya iku utek kang ana antaraning Dimak iku manik. Susuhunan ing Majagung 5. sajroning budi iku jinem. kang ana sajroning dhada iku ati. kang ana ing sajroning konthol iku pringsilan. Anggenipun kawasa saget adamel lumpuhing para cidra. nanging sadya kal wau nalika pakumpulan kaliyan Kanjeng Susuhunan ing Kalijogo inggih sami ajrih anggelaraken. sajroning sukma iku rahsa. iya iku mani sajroning mutfah iku madi. inggih punika winenang mengku Bumi langit sap pitu. Susuhunan ing Pancuran 6. sajroning manikem iku rahso sajroning rahso iku ingsun. inggih punika bangsaning pangetisan. ingkang kaangge witting Ilmi bangsa Sorogan. sajroning wadi iku manikem. kadosta : 1. Kawasa saget andhatengaken salwiring sedya. kang ana sajroning sirah iku dimak. sajroning rahsa iku ingsun ora ana pangeran. 4. 3. Susuhunan ing Giri Kadhaton 2. Sami kawasa saget adamel sarana wewelikaning pandulu inggih punika kalebet Aji Sesulapan. Susuhunan ing Kudus 3.

Mereka membuat keanehan setelah Sunan Kalijogo sudah kayun widaraini artinya hidup di akherat pun hidup. Sesuhunan di Cirebon 7. didalam rahsa itu adalah aku. yang berada diantara dimak itu manik. yang berada di dalam dada itu hati. tidak ada Pangeran hanya dzat yang meliputi disemua keadaan. Mampu melumpuhkan orang yang berniat jahat. . rumah tempat yang aku sucikan berada didalam kelaminnya Adam. didalam sukma itu rahsa dan di dalam rahsa itu aku. Sesuhunan di Kajenar Adapun mereka mau mewedarkan Triloka itu. 4. didalam pranawa itu adalah sukma itu adalah rahsa. yaitu tergolong pangatisan. di situlah tempat kesenanganKU. yang berada didalam kepala disebut dimak yaitu otak. atau puter giling dan sebagainya. 2. di dalam budi itu jinem. didalam manik itu pramana adalah pranawa. Adapun yang ditunjuk mewedarkan wedaran Triloka ialah delapan wali. Mampu membuat penglihatan menjadi berubah ialah sebangsa sulapan. yang dianggap menjadi kuncinya ilmu sorogan. di dalam mutfah adalah madi. mereka takut mempergunakan ilmu-ilmu tersebut. Ternyata abadi tidak berubah oleh karenanya dapat menyandang sebagai Gosul Alam. berada di kepala Adam. di dalam madi itu manikem. dzat yang meliputi semua keadaan. sebagai berikut : 1. Ayat yang kedua dinamakan terbukanya susunan singgasana dalam Baital Mukharam sebagai berikut : Sebenarnya aku menata singgasana dalam Baital Mukharam itulah tempat larangan-laranganKU. Sesuhunan di Panggung 4. Sesuhunan di Giri Kedaton 2. tidak ada Tuhan kecuali aku. yang berada didada Adam. yang berada di dalam pelir itu mutfah yakni mani. di dalam jantung itu budi. Ayat ketiga dinamakan terbukanya susunan singgasana dalam Baital Mukadas sebagai berikut : Sebenarnya aku menata singgasana dalam Baital Mukadas. Sesuhunan di Pancuran 6. Sesuhunan di Kudus 3. yang berada di dalam kelamin itu pelir. Ayat yang pertama dinamakan terbukanya tata mahligai Baital Makmur wedarnya/jabarannya sebagai berikut : Sebenarnya aku mengatur singgasana di dalam Baital Makmur. di dalam manikem itu rahsa. Mampu menggelarkan jenisnya dendam. Dzat yang emliputi semua keadaan . tetapi semua itu ketika masih berkumpul dengan Sunan Kalijogo. di dalam jinem itu sukma. artinya menjadi mustikanya tujuh lapis Bawana mempunyai wewenang menguasai Bumi dan langit lapis tujuh. Syeh Maulana Ibrahim Jatiswara 8. di dalam rahsa itu adalah aku tidak ada Tuhan kecuali aku. Mampu mendatangkan semua yang dikehendaki 2. yang berada diantara hati itu jantung. misalnya : 1. 3. 3.29 Terjemahan : 1. Sesuhunan di Pajagung 5. karena mereka telah menyaksikan kehebatan ilmu kasampurnan.

Zakat. sadaya para andika Nabi Utusaning Allah kautus ngampil tugas-pokok mbangun Tauhid ing Allah. Kang Ngratoni ing dina Piwelas.a. ghairil maghdhuubi ‘ alaihim waladl dlaal-liin Bahasa Jawa : 1. sosial. mugi Paduka paring pitedah ing kita sadaya lumampah wonten ing margi ingkang leres. Inggih punika margi. lan lingkungan sapiturutipun. agami. . utawi ngumawula lan manembah ing Allah. Kang Maha Murah Maha Asih. Sesembahaning ‘ alam jagad-rat pramudita. Ihdinash shiraathal mustaqiim 7. Namung dhumateng Paduka piyambak kita sami menembah ‘ ibadah. 5. Angger. saha namung dhumateng Paduka piyambak kita sami anyenyadhong pitulungan. Bab ‘aqaid utawi kaimanan . ndedonga.pernatan : maksudipun Syari’at Islam damel angger-angger hukum lan pranatan punika kangge karaharjaning ummat manungsa ing Donya dumugi ing Akheratipun. Kabeh pangalembana kagunganing Allah Pangeran. lan nilar sadaya brahalanipun. Kalawan asma Allah kang Maha Murah ugi Maha Asih. lajeng tuwuh ‘ibadah memuji. tumurun sawuse surat Al-Muddatstsir ) Bahasa Arab : 1. upami hukum. Arrahmanir rahiim 4. sesambetan internasional. tatanagari. punika kuwajiban ingkang wiwitan kaampil. ingkang kuwajiban sadaya titah. sesambetaning manungsa kaliyan Allah. Isi maksud ingkang wigatos ing Surat Al-Faatihah : Intisari saking isinipun Al-Quraan punika sampun kaweca pokok-pokok ingkang fundamentil wonten salebeting Surat Al Faatihah.30 AL FAATIHAH ( BEBUKA ) Surat kaping 1 : 7 ayat ( Tumuruning wahyu ana ing Mekkah. Alhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin 3.angger Hukum lan Pernatan. sanes ingkang sami kabendon. weweweh lan tetulung ing sasaminipun. tuwin sanes ingkang sami sasar. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’in 6. lan saking Shiyam tuwuh watak Wira’I 9 mboten ndremis lan mboten kathah sesambat ) sumingkir saking ingkang nama lelangkungan ( gesang prasaja ). 4. 6. ‘Ibadah . Agaminipun para tetiyang ingkang sampun Paduka paringi kani’matan. Bismillahir rahmaanir rahim 2. dahme. Saking ingkang baku kasebut. kados kasebut ing ngandhap punika : 1. Ingkang baku inggih punika ‘ aqidah-tauhid ( memundhi saha mangeran namung dhumateng Panjenanganipun Allah piyambak ) ‘ Aqidah-tauhid wau dados jejering piwucal Agami. 2. perang. ingkang dipun da’wahaken dening junjungan kita Nabi Muhammad s. ekonomi. Shiyam lan kesah Haji. sarta ngrebahaken sadaya kamusyrikan. kabudayan sarta kesenian. 3. 7. Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim. Pramila ing salebetingQuraan ngemot pinten-pinten norma lan katamtuwan. langkunglangkung manungsa ( sabab manungsa punika makhluk ingkang saged damel kabudayan wonten ing ‘ alam donya ). 2. Saking zakat lajeng tuwuh ‘ ibadah qurban sidqah. ugi ngajak Ummatipun supados samia ‘ibadah ( manembah ) ing Allah piyambak. Ingkang baku wonten sekawan. 3.w. Lajeng saking Haji tuwuh semangat ambelani sarta labuh ing agami. Dhuh Gusti Allah. inggih punika : Shalat. politik. Maaliki yaumid diin 5. dzikir lan tafakkur utawi I’tikaf ing masjid. makaten ugi dening para andika Rasul saderengipun.

sampun ngantos damel sejarah awon.Ora ana kang bisa aweh syafa’at ana ing ngarsaning Allah. Sejarah : maksudipun ingkang saged dados tepa-palupi ing salebeting sesrawungan ummat manungsa. Allah iku Ngawuningani samubarang kang ana ing ngarep lan saburine wong-wong mau. dheweke mau ora ana kang padha bisa nglimputi sathithik bahe saka ilmuNE ALLAH. Al Baqarah:255) . walaa yuhiithuuna bisyai-im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa-a wasi’a kursiyyu hussamaawaati wal-ardha walaa ya-uuduhuu hif zhuhumaa wa huwal ‘aliyyul ‘azhiim.Allah iku ora kataman ngantuk lan ora kataman sare. Janji sarta ancaman : artosipun supados ngadeg keadilan lan keleresan ingkang saestu. lahuu maa fis-samaawaati wa maa fil ardhi man dzal-ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi-idznihii ya’lamu maa baina aidiihim wamaa khalfahum. kajaba manawa oleh palilahe. Allah ora ana Pangeran kang sinembah kajaba mung Panjenengane piyambak kang Sugeng sarta kang Jumeneng Pribadi. sanajan wonten Donya saged lolos saking hukuman. nanging wonten ngarsaning Allah ing dinten Qiyanat tantu nboten saged lolos malih. 5. Jembare kursine Allah iku amot langit lan bumi. lan Panjenengane Allah iku Maha Luhur tur Maha Agung. AYAT KURSI Allahu laa ilaaha illaa huwal-hayyul qayyuumu laa ta’khudzuhuu sinatuw wa laa nauum.31 4. kajaba barang kang dadi kaparenging Karsane. panjenengane ora rekaos anggone rumeksa ing sakarone langit lan bumi.Kagungane ALLAH samubarang kang ana ing langit lan samubarang kang ana ing bumi. (QS. gesang sapisan wonten ing ‘ alam Donya.

duk uneng Kalijaga . sinung ayating Pangeran. 12. tegese den teguh yen krungu ujar ala. aja anggrangsang samubarang kang sinedya. Elinga marang Kang Murbeng Jagad. aja pegat rina lan wengi. 5. Agawe kabecikan marang sesaminira tumitah. Tapa ngluwat. Angrawuhana ngelmu gaib. rumangsa ala sarta luput. tegese mendhem atine aja ngatonake kabecikane dhewe. 6. datan nyulayani. nyawabi nakrakyatira. tegese prang sabil iku. 11. Aja kurang pamariksanira lan den agung pangapunira. ginantungan bebenduning Pangeran. nanging aja tingal ngelmu sarak. 3. Wong amrih rahayuning sesaminira. 9. 2. iku paraboting urip kang utama. angayem-ayema nalarira. sajroning jajanira priyangga ana prang Bratayudha. Wong eling ing ngelmu sarak dalil sinung kamurahaning Pangeran.32 KAUTAMANING LAKU 1. saking sawab ing ilmu pangiket mami. den prayitna barang karya. agawea sukaning manahe sesamaning jalma. basa ngeli iku nurut saujaring liyan. panalangsanira ing Pangeran Kang Maha Mulya. Aja duwe rumangsa bener sarta becik. 4. Atapaa banyuara. lamun sira ngrasa bener lawan becik. 7. Angenakena sarira. prang ati ala lan ati becik sing sapa reka arsa anglakoni amutiha lawan amawasa patangpuluh dina wae lan tangi wektu subuh lan den sabar sukur ing ati Isya ALLAH tinekan sak karsaniku. Aprang Sabilillah. Atapaa geniara. 8. den agung. tegese ngeli. 10.

agar mudah menanggapi sesuatu. Lamun nganti korup mring panggawe dudu Dadi panggonaning iblis Mlebu mring alam pakewuh Ewuh mring pananing ati Temah wuru kabesturon Bila terpengaruh akan perbuatan yang bukan-bukan. Hawya pegat ngudiya RONGing budyayu MarGAne suka basuki Dimen luWAR kang kinayun Kalising panggawe SIsip Ingkang TAberi prihatos Jangan berhenti selalulah berusaha berbuat kebajikan. dalam mawas diri sehingga seolah-olah hati ini kosong namun sebenarnya akan menemukan cipta yang sejati. kerepotan-kerepotan. 4. sudah jelas akan menjadi sarang iblis. intropeksi. Sebab jika bergeser (dari hidup yang penuh kebajikan) akan menderita kehancuran. Ulatna kang nganti bisane kepangguh Galedehan kang sayekti Talitinen awya kleru Larasen sajroning ati Tumanggap dimen tumanggon Dalam hidup keprihatinan ini pandanglah dengan seksama. Pamanggone aneng pangesthi rahayu Angayomi ing tyas wening Eninging ati kang suwung Nanging sejatining isi Isine cipta sayektos Dapatnya demikian kalau senantiasa mendambakan kebaikan. 2. yang menggoda membawa kendi berisi uang banyak. telitilah jangan sampai salah. 5. Lakonana klawan sabaraning kalbu Lamun obah niniwasi Kasusupan setan gundhul Ambebidung nggawa kendhi Isine rupiah kethon Segalanya itu harus dijalankan dengan penuh kesabaran. Kemasukan setan gundul. endapkan didalam hati. . mengendapkan pikiran. agar mendapat kegembiraan serta keselamatan serta tercapai segala cita-cita. 3. caranya haruslah gemar prihatin. senantiasa mendapatkan kesulitas-kesulitan.33 SERAT SABDO JATI Megatruh 1. terhindar dari perbuatan yang bukan-bukan.

seolah-olah mabuk kepayang. Hanuhoni kabeh kang duwe panuwun Yen temen-temen sayekti Dewa aparing pitulung Nora kurang sandhang bukti Saciptanira kelakon Segala permintaan umatNya akan selalu diberi. 7.34 tidak dapat berbuat dengan itikad hati yang baik. tidak dapat membedakan yang baik dan yang jahat. bila dilakukan dengan setulus hati. sebab sudah diliputi perbuatan dan pikiran yang jelek. yang menitahkan bumi dan langit. Tuhan akan selalu memberi pertolongan. Ajaran-Nya sudah musnah berkeping-keping. Nora kengguh mring pamardi reh budyayu Hayuning tyas sipat kuping Kinepung panggawe rusuh Lali pasihaning Gusti Ginuntingan dening Hyang Manon Bila sudah terlanjur demikian tidak tertarik terhadap perbuatan yang menuju kepada kebajikan. sandang pangan tercukupi segala cita-cita dan kehendaknya tercapai. 10. Nora ngandel marang gaibing Hyang Agung Anggelar sakalir-kalir Kalamun temen tinemu Kabegjane anekani Kamurahane Hyang Manon Itu artinya tidak percaya kepada Tuhan. . Parandene kabeh kang samya andulu Ulap kalilipen wedhi Akeh ingkang padha sujut Kinira yen Jabaranil Kautus dening Hyang Manon Namun demikian yang melihat. sehingga yang jahat disukai dianggap utusan Tuhan. Sudah melupakan Tuhannya. Segala yang baik-baik lari dari dirinya. bagaikan matanya kemasukan pasir. sebenarnya repot didalam pikiran melihat contoh-contoh tersebut. Bila diikuti hidupnya akan tercela akhirnya menjadi sengsara. 6. 8. siapa yang berusaha dengan setekun-tekunnya akan mendapatkan kebahagiaan. 9. Karena Tuhan itu Maha Pemurah adanya. Yeng kang uning marang sejatining dawuh Kewuhan sajroning ati Yen tiniru ora urus Uripe kaesi-esi Yen niruwa dadi asor Namun bagi yang bijaksana.

16. tidak kekurangan sandang dan makan seluruh kehendak dan cita-citanya tercapai. merasakan ramalan tersebut. cenderung meningkatnya perbuatan-perbuatan tercela. Ngesthi=8. 14. Para jalma sajroning jaman pakewuh Sudranira andadi Rahurune saya ndarung Keh tyas mirong murang margi Kasekten wus nora katon Manusia-manusia yang hidup didalam jaman kerepotan. makin menjadi-jadi. Dimana diramalkan rakyat kecil bersuka ria. Sawiji=1. Waluyane benjang lamun ana wiku Memuji ngesthi sawiji Sabuk tebu lir majenum Galibedan tudang tuding Anacahken sakehing wong Jaman yang repot itu akan selesai kelak bila sudah mencapat tahun 1877 (Wiku=7. Itu bertepatan dengan tahun Masehi 1945). Ada orang yang berikat pinggang tebu perbuatannya seperti orang gila. banyak pikiran-pikiran yang tidak berjalan diatas riil kebenaran. keagungan jiwa sudah tidak tampak. menghitung banyaknya orang. hilir mudik menunjuk kian kemari.35 11. 15. senantiasa merenung diri melihat jaman penuh keprihatinan tersebut. Iku lagi sirap jaman Kala Bendu Kala Suba kang gumanti Wong cilik bisa gumuyu Nora kurang sandhang bukti Sedyane kabeh kelakon Disitulah baru selesai Jaman Kala Bendu. 13. Katuwane winawas dahat matrenyuh Kenyaming sasmita sayekti Sanityasa tyas malatkunt Kongas welase kepati Sulaking jaman prihatos Lama kelamaan makin menimbulkan perasaan prihatin. Diganti dengan jaman Kala Suba. Pandulune Ki Pujangga durung kemput Mulur lir benang tinarik Nanging kaseranging ngumur Andungkap kasidan jati . Memuji=7. Ki Pujangga nyambi paraweh pitutur Saka pengunahing Widi Ambuka warananipun Aling-aling kang ngalingi Angilang satemah katon Sambil memberi petuah Ki Pujangga juga akan membuka selubung yang termasuk rahasia Tuhan. sehingga dapat diketahui. 12.

(Sembah=2.Amung kurang wolung ari kang kadulu Tamating pati patitis Wus katon neng lokil makpul Angumpul ing madya ari Amerengi Sri Budha Pon Yang terlihat hanya kurang 8 hai lagi. 17. sudah sampai waktunya. Tanggal kaping lima antarane luhur Selaning tahun Jimakir Taluhu marjayeng janggur Sengara winduning pati Netepi ngumpul sak enggon Tanggal 5 bulan Sela (Dulkangidah) tahun Jimakir Wuku Tolu. Tepatnya pada hari Rabu Pon.36 Mulih mring jatining enggon Sayang sekali "pengelihatan" Sang Pujangga belum sampai selesai. Cinitra ri budha kaping wolulikur Sawal ing tahun Jimakir Candraning warsa pinetung Sembah mekswa pejangga ji Ki Pujangga pamit layoti Karya ini ditulis dihari Rabu tanggal 28 Sawal tahun Jimakir 1802. itulah saat yang ditentukan sang Pujangga kembali menghadap Tuhan. bagaikan menarik benang dari ikatannya. 18. Pujangga=8. kembali menghadap Tuhannya. Ji=1) bertepatan dengan tahun masehi 1873). . Windu Sengara (atau tanggal 24 Desember 1873) kira-kira waktu Lohor. Namun karena umur sudah tua sudah merasa hampir datang saatnya meninggalkan dunia yang fana ini. Muswa=0. 19.

Sudah banyak yang meninggalkan petuah-petuah/aturan-aturan lama. Suasananya mencekam. Lain orang lain pikiran dan maksudnya. Bahkan kerepotan-kerepotan makin menjadi-jadi. namun segalanya itu tidak menciptakan kebaikan. Patihnya juga cerdik.37 SERAT KALATIDA Sinom 1. Ratune ratu utama Patihe patih linuwih Pra nayaka tyas raharja Panekare becik-becik Paranedene tan dadi Paliyasing Kala Bendu Mandar mangkin andadra Rubeda angrebedi Beda-beda ardaning wong saknegara Sebenarnya rajanya termasuk raja yang baik. . penuh kesedihan. 3. mendapatkan hinaan dan malu. sudah semakin merosot. Karena dunia penuh dengan kerepotan. Katetangi tangisira Sira sang paramengkawi Kawileting tyas duhkita Katamen ing ren wirangi Dening upaya sandi Sumaruna angrawung Mangimur manuhara Met pamrih melik pakolih Temah suka ing karsa tanpa wiweka Waktu itulah perasaan sang Pujangga menangis. 2. Situasi (keadaan tata negara) telah rusah. pemuka-pemuka masyarakat baik. Mangkya darajating praja Kawuryan wus sunyaturi Rurah pangrehing ukara Karana tanpa palupi Atilar silastuti Sujana sarjana kelu Kalulun kala tida Tidhem tandhaning dumadi Ardayengrat dene karoban rubeda Keadaan negara waktu sekarang. akibat dari perbuatan seseorang. Orang cerdik cendekiawan terbawa arus Kala Tidha (jaman yang penuh keragu-raguan). karena sudah tak ada yang dapat diikuti lagi. Oleh karena daya jaman Kala Bendu. semua anak buah hatinya baik.

6. Keni kinarta darsana Panglimbang ala lan becik Sayekti akeh kewala Lelakon kang dadi tamsil Masalahing ngaurip Wahaninira tinemu Temahan anarima Mupus pepesthening takdir Puluh-Puluh anglakoni kaelokan Membuat kisah lama ini dapat dipakai kaca benggala. Apakah gunanya meyakini kabar angin akibatnya hanya akan menyusahkan hati saja. bahkan tidak mendapat perhatian sama sekali. 4.38 Tampaknya orang tersebut memberi harapan menghibur sehingga sang Pujangga karena gembira hatinya dan tidak waspada. Lebih-lebih bila ketambahan lupa diri. . Didalam jaman yang penuh kerepotan dan kebatilan ini. guna membandingkan perbuatan yang salah dan yang betul. sebenarnya sudah ada peringatan. apa sih gunanya menjadi pemuka/pemimpin ? Hanya akan membuat kesalahan-kesalahan saja. Yah segalanya itu karena sedang mengalami kejadian yang aneh-aneh. Lebih baik membuat karya-karya kisah jaman dahulu kala. Akan ditempatkan sebagai pemuka tetapi akhirnya sama sekali tidak benar. akhirnya "nrima" dan menyerahkan diri kepada kehendak Tuhan. mengenai kehidupan yang dapat mendinginkan hati. orang yang berbudi tidak terpakai. Demikianlah jika kita meneliti. Ujaring panitisastra Awewarah asung peling Ing jaman keneng musibat Wong ambeg jatmika kontit Mengkono yen niteni Pedah apa amituhu Pawarta lolawara Mundhuk angreranta ati Angurbaya angiket cariteng kuna Menurut buku Panitisastra (ahli sastra). hasilnya tidak lain hanyalah kerepotan. Sebenarnya kalah direnungkan. Dasar karoban pawarta Bebaratun ujar lamis Pinudya dadya pangarsa Wekasan malah kawuri Yan pinikir sayekti Mundhak apa aneng ngayun Andhedher kaluputan Siniraman banyu lali Lamun tuwuh dadi kekembanging beka Persoalannya hanyalah karena kabar angin yang tiada menentu. 5. Sebenarnya banyak sekali contoh -contoh dalam kisah-kisah lama.

Beda lan kang wus santosa Kinarilah ing Hyang Widhi Satiba malanganeya Tan susah ngupaya kasil Saking mangunah prapti Pangeran paring pitulung Marga samaning titah Rupa sabarang pakolih Parandene maksih taberi ikhtiyar Lain lagi bagi yang sudah kuat. Tidak perlu bersusah payah tiba-tiba mendapat anugerah. Sakadare linakonan Mung tumindak mara ati Angger tan dadi prakara Karana riwayat muni Ikhtiyar iku yekti Pamilihing reh rahayu . 9. apa pula yang dicari. Namun sudah menjadi kehendak Tuhan. Lebih baik menyepi diri agar mendapat ampunan dari Tuhan. memang repot. Namun sebenarnya didalam hati repot juga. Bagaimanapun juga walaupun orang yang lupa itu bahagia namun masih lebih bahagia lagi orang yang senantiasa ingat dan waspada. Mendapat rakhmat Tuhan. 10. Namun demikian masih juga berikhtiar.39 7. Semono iku bebasan Padu-padune kepengin Enggih mekoten man Doblang Bener ingkang angarani Nanging sajroning batin Sejatine nyamut-nyamut Wis tuwa arep apa Muhung mahas ing asepi Supayantuk pangaksamaning Hyang Suksma Yah segalanya itu sebenarnya dikarenakan keinginan hati. Akhirnya dapat menderita kelaparan. Bagaimanapun nasibnya selalu baik. Betul bukan ? Memang benar kalau ada yang mengatakan demikian. 8. Akan mengikuti tidak sampai hati. tetapi kalau tidak mengikuti geraknya jaman tidak mendapat apapun juga. Amenangi jaman edan Ewuh aya ing pambudi Milu edan nora tahan Yen tan milu anglakoni Boya kaduman melik Kaliren wekasanipun Ndilalah karsa Allah Begja-begjane kang lali Luwih begja kang eling lawan waspada Hidup didalam jaman edan. Sekarang sudah tua.

hanya harus memilih jalan yang baik. akhirnya nanti bagaimana.40 Sinambi budidaya Kanthi awas lawan eling Kanti kaesthi antuka parmaning Suksma Apapun dilaksanakan. Sekarang kami telah tua. Hanya Tuhanlah yang mampu menolong kami. . mudah-mudahan memberi pertolongan kepada hambamu disaat-saat menjelang akhir ini. Sageda sabar santosa Mati sajroning ngaurip Kalis ing reh aruraha Murka angkara sumingkir Tarlen meleng malat sih Sanityaseng tyas mematuh Badharing sapudhendha Antuk mayar sawetawis BoRONG angGA saWARga meSI marTAya Mudah-mudahan kami dapat sabar dan sentosa. Ya Allah ya Rasulullah Kang sipat murah lan asih Mugi-mugi aparinga Pitulung ingkang martani Ing alam awal akhir Dumununging gesang ulun Mangkya sampun awredha Ing wekasan kadi pundi Mula mugi wontena pitulung Tuwan Ya Allah ya Rasulullah. Biarkanlah kami hanya memohon karunia pada MU agar mendapat ampunan sekedarnya. yang bersifat murah dan asih. Bersamaan dengan usaha tersebut juga harus awas dan waspada agar mendapat rakhmat Tuhan. Hanya membuat kesenangan pokoknya tidak menimbulkan persoalan. Agaknya ini sesuai dengan petuah yang mengatakan bahwa manusia itu wajib ikhtiar. seolah-olah dapat mati didalam hidup. 12. 11. Lepas dari kerepotan serta jauh dari keangakara murkaan. Kemudian kami serahkan jiwa dan raga dan kami.

41

SABDA TAMA

Gambuh 1. Rasaning tyas kayungyun Angayomi lukitaning kalbu Gambir wanakalawan hening ing ati Kabekta kudu pitutur Sumingkiring reh tyas mirong Tumbuhlah suatu keinginan melahirkan perasaan dengan hati yang hening disebabkan ingin memberikan petuah-petuah agar dapat menyingkirkan hal-hal yang salah. 2. Den samya amituhu Ing sajroning Jaman Kala Bendu Yogya samyanyenyuda hardaning ati Kang anuntun mring pakewuh Uwohing panggawe awon Diharap semuanya maklum bahwa dijaman Kala Bendu sebaiknya mengurangi nafsu pribadi yang akan membenturkan kepada kerepotan. Hasilnya hanyalah perbuatan yang buruk. 3.Ngajapa tyas rahayu Nyayomana sasameng tumuwuh Wahanane ngendhakke angkara klindhih Ngendhangken pakarti dudu Dinulu luwar tibeng doh Sebaiknya senantiasa berbuat menuju kepada hal-hal yang baik. Dapat memberi perlindungan kepada siapapun juga. Perbuatan demikian akan melenyapkan angkara murka, melenyapkan perbuatan yang bukan-bukan dan terbuang jauh. 4. Beda kang ngaji mumpung Nir waspada rubedane tutut Kakinthilan manggon anggung atut wuri Tyas riwut ruwet dahuru Korup sinerung agoroh Hal ini memang lain dengan yang ngaji pumpung. Hilang kewaspadaannya dan kerepotanlah yang selalu dijumpai, selalu mengikuti hidupnya. Hati senantiasa ruwet karena selalu berdusta. 5. Ilang budayanipun Tanpa bayu weyane ngalumpuk Sakciptane wardaya ambebayani Ubayane nora payu Kari ketaman pakewoh Lenyap kebudayaannya. Tidak memiliki kekuatan dan ceroboh. Apa yang dipikir hanyalah hal-hal yang berbahaya.

42

Sumpah dan janji hanyalah dibibir belaka tidak seorangpun mempercayainya. Akhirnya hanyalah kerepotan saja. 6. Rong asta wus katekuk Kari ura-ura kang pakantuk Dandanggula lagu palaran sayekti Ngleluri para leluhur Abot ing sih swami karo Sudah tidak berdaya. Hanya tinggallah berdendang. Mendendangkan lagu dandang gula palaran hasil karya nenek moyang dahulu kala, betapa beratnya hidup ini seperti orang dimadu saja. 7. Galak gangsuling tembung Ki Pujangga panggupitanipun Rangu-rangu pamanguning reh harjanti Tinanggap prana tumambuh Katenta nawung prihatos Ki Pujangga didalam membuat karyanya mungkin ada kelebihan dan kekurangannya. Olah karena itu ada perasaan ragu-ragu dan khawatir, barangkali terdapat kesalahan/kekeliruan tafsir, sebab sedang prihatin. 8. Wartine para jamhur Pamawasing warsita datan wus Wahanane apan owah angowahi Yeku sansaya pakewuh Ewuh aya kang linakon Menurut pendapat para ahli, wawasan mereka keadaan selalu berubah-ubah. Meningkatkan kerepotan apa pula yang hendak dijalankan. 9. Sidining Kala Bendu Saya ndadra hardaning tyas limut Nora kena sinirep limpating budi Lamun durung mangsanipun Malah sumuke angradon Azabnya jaman Kala Bendu, makin menjadi-jadi nafsu angkara murka. Tidak mungkin dikalahkan oleh budi yang baik. Bila belum sampai saatnya akibatnya bahkan makin luar biasa. 10. Ing antara sapangu Pangungaking kahanan wus mirud Morat-marit panguripaning sesami Sirna katentremanipun Wong udrasa sak anggon-anggon Sementara itu keadaan sudah semakin tidak karu-karuwan, penghidupan semakin morat-marit, tidak ketenteraman lagi, kesedihan disana-sini. 11. Kemang isarat lebur Bubar tanpa daya kabarubuh Paribasan tidhem tandhaning dumadi Begjane ula dahulu

43

Cangkem silite angaplok Segala dosa dan cara hancur lebur, seolah-olah hati dikuasai ketakutan. Yang beruntung adalah ular berkepala dua, sebab kepala serta buntutnya dapat makan. 12. Ndhungkari gunung-gunung Kang geneng-geneng padha jinugrug Parandene tan ana kang nanggulangi Wedi kalamun sinembur Upase lir wedang umob Gunung-gunung digempur, yang besar-besar dihancurkan meskipun demikian tidak ada yang berani melawan. Sebab mereka takut kalau disembur (disemprot ular) berbisa. Bisa racun ular itu bagaikan air panas. 13. Kalonganing kaluwung Prabanira kuning abang biru Sumurupa iku mung soroting warih Wewarahe para Rasul Dudu jatining Hyang Manon Tetapi harap diketahui bahwa lengkungan pelangi yang berwarna kuning merah dan biru sebenarnya hanyalah cahaya pantulan air. Menurut ajaran Nabi itu bukanlah Tuhan yang sebenarnya. 14. Supaya pada emut Amawasa benjang jroning tahun Windu kuning kono ana wewe putih Gegamane tebu wulung Arsa angrebaseng wedhon Agar diingat-ingat. Kelak bila sudah menginjak tahun windu kuning (Kencana) akan ada wewe putih (setan putih), yang bersenjatakan tebu hitam akan menghancurkan wedhon (pocongan setan). (Sebuah ramalan yang perlu dipecahkan). 15. Rasa wes karasuk Kesuk lawan kala mangsanipun Kawises kawasanira Hyang Widhi Cahyaning wahyu tumelung Tulus tan kena tinegor Agaknya sudah sampai waktunya, karena kekuasaan Tuhan telah datang jaman kebaikan, tidak mungkin dihindari lagi. 16, Karkating tyas katuju Jibar-jibur adus banyu wayu Yuwanane turun-temurun tan enting Liyan praja samyu sayuk Keringan saenggon-enggon Kehendak hati pada waktu tersebut hanya didasarkan kepada ketentraman sampai ke anak cucu. Negaranegara lain rukun sentosa dan dihormati dimanapun.

Perasaannya terbawa oleh kebaikan budi.Ngratani sapraja agung Keh sarjana sujana ing kewuh Nora kewran mring caraka agal alit Pulih duk jaman runuhun Tyase teteg teguh tanggon Keadaan seperti itu terjadi diseluruh negeri. Kembali seperti dijaman dahulu kala. Orang yang sedang mengantuk menemukan kethuk (gong kecil) yang berisi emas kencana sebesar bokor. Tatune kabeh tuntun Lelarane waluya sadarum Tyas prihatin ginantun suka mrepeki Wong ngantuk anemu kethuk Isine dinar sabokor Segala luka-luka (penderitaan) sudah hilang. Semuanya rajin mengerjakan tugasnya masing-masing. Hewan piraan diikat diluar tanpa ditunggu namun tidak ada yang dicuri. 20. 18. Ninggal pakarti dudu Pradapaning parentah ginugu Mring pakaryan saregep tetep nastiti Ngisor dhuwur tyase jumbuh Tan ana wahon winahon Banyak yang meninggalkan perbuatan-perbuatan yang kurang baik. Semuanya berhati baja. tidak ada yang berbuat curang maupun yang mengambil. Diraning durta katut Anglakoni ing panggawe runtut Tyase katrem kayoman hayuning budi Budyarja marjayeng limut Amawas pangesthi awon Yang tadinya berbuat angkara sekarang ikut pula berbuat yang baik-baik. Tidak ada yang saling mencela. Mengikuti peraturan-peraturan pemerintah. 19. Banyak sekali orang-orang ahli dalam bidang surat menyurat. Perasaan prihatin berobah menjadi gembira ria. 21. Yang baik dapat menghancurkan yang jelek. Yang dibawah maupun yang diatas hatinya sama saja. Amung padha tinumpuk Nora ana rusuh colong jupuk Raja kaya cinancangan angeng nyawi Tan ana nganggo tinunggu Parandene tan cinolong Semua itu hanya ditumpuk saja.44 17. .

Tata=5. namun kalau tidak ada tanggulnya sangat rawan dan mudah longsor. 2. Tahun Masehi kurang lebih 1919-1920.45 SERAT JOKO LODANG Gambuh 1. Nadyan bisa mbarenjul Tanpa tawing enggal jugrugipun Kalakone karsaning Hyang wus pinasti Yen ngidak sangkalanipun Sirna tata estining wong Jurang yang curam itu meskipun dapat melembung. (Sirna=0. Sasedyane tanpa dadya Sacipta-cipta tan polih Kang reraton-raton rantas Mrih luhur asor pinanggih Bebendu gung nekani . 3. Semuanya yang dituturkan diatas sudah menjadi kehendak Tuhan akan terjadi pada tahun Jawa 1850. Sebab bagaimanapun juga meskipun merendah kalau gunung akan tetap masih terlihat bekasnya. Ingat-ingatlah sudah menjadi kehendak Tuhan bahwa gunung-gunung yang tinggi itu akan merendah sedangkan jurang yang curam akan tampil kepermukaan (akan terjadi wolak waliking jaman). Jaka Lodang gumandhul Praptaning ngethengkrang sru muwus Eling-eling pasthi karsaning Hyang Widhi Gunung mendhak jurang mbrenjul Ingusir praja prang kasor Joko Lodang datang berayun-ayun diantara dahan-dahan pohon kemudian duduk tanpa kesopanan dan berkata dengan keras.Nanging awya kliru Sumurupa kanda kang tinamtu Nadyan mendak mendaking gunung wis pasti Maksih katon tabetipun Beda lawan jurang gesong Namun jangan salah terima menguraikan kata-kata ini. Yang dimaksud dengan jurang dan gunung bukanlah pisik tetapi hanyalah sebagai yang dilambangkan). karena kalah perang maka akan diusir dari negerinya. Esthi=8 dan Wong=1). Sinom 1. Lain sekali dengan jurang yang curam. (Ket. Karena ini hasil sastra maka tentu saja multi dimensi.

Megatruh 1. madon minum dan berjudi. Banyak ulama berbuat maksiat. Orang wanita kehilangan kewanitaannya karena terkena pengaruh harta benda. Diluar tampak baik tetapi didalamnya tidak. Wong alim-alim pulasan Njaba putih njero kuning Ngulama mangsah maksiat Madat madon minum main Kaji-kaji ambataning Dulban kethu putih mamprung Wadon nir wadorina Prabaweng salaka rukmi Kabeh-kabeh mung marono tingalira Banyak orang yang tampaknya alim. Oleh karena itu seluruh isi dunia penderitaan kesengsaraannya makin menjadi-jadi. lebih baik tercemar nama daripada mati. 2. sedangkan yang kecil tidak mau mengerti akan keadaannya. Esthining=8. Tahun Masehi kurang lebih tahun 1930. tetapi hanyalah semu belaka. ingin menang malah kalah. Yang tampak hanyalah perbuatan-perbuatan tercela. Para haji melemparkan ikat kepala hajinya. Mengerjakan madat. Tahun Jawa menunjuk tahun 1860 (Nir=0. Mbok Parawan sangga wang duhkiteng kalbu Jaka Lodang nabda malih . Semua saja waktu itu hanya harta bendalah yang menjadi tujuan. segalanya salah perhitungan. Sad=6. apa yang dirancang berantakan. Orang besar kehilangan kebesarannya. karena datangnya hukuman (kutukan) yang berat dari Tuhan. Para sudagar ingargya Jroning jaman keneng sarik Marmane saisiningrat Sangsarane saya mencit Nir sad estining urip Iku ta sengkalanipun Pantoging nandang sudra Yen wus tobat tanpa mosik Sru nalangsa narima ngandel ing suksma Hanya harta bendalah yang dihormati pada jaman tersebut. Penghabisan penderitaan bila semua sudah mulai bertobat dan menyerahkan diri kepada kekuasaan Tuhan seru sekalian alam. apa yang dicita-citakan buyar. Urip=1).46 Kongas ing kanistanipun Wong agung nis gungira Sudireng wirang jrih lalis Ingkang cilik tan tolih ring cilikira Waktu itu seluruh kehendaki tidak ada yang terwujud. 3.

didalam ramalan yang sudah ditentukan haruslah diusahakan supaya segera dan dapat terjadi ". Tahun Jawa 1877 (Wiku=7. Sapta=7. Tinemune wong ngantuk anemu kethuk Malenuk samargi-margi Marmane bungah kang nemu Marga jroning kethuk isi Kencana sesotya abyor Diwaktu itulah seolah-olah orang yang mengantuk mendapat kethuk (gong kecil) yang berada banyak dijalan. Yang mendapat gembira hatinya sebab didalam benda tersebut isinya tidak lain emas dan kencana. Sangkalane maksih nunggal jamanipun Neng sajroning madya akir Wiku Sapta ngesthi Ratu Adil parimarmeng dasih Ing kono kersaning Manon Jamannya masih sama pada akhir pertengahan jaman. Akan ada keadilan antara sesama manusia. Ratu=1). 2. 3. . Kemudian Joko Lodang berkata lagi : "Tetapi ketahuilah bahwa ada hukum sebab musabab. Bertepatan dengan tahun Masehi 1945. Itu sudah menjadi kehendak Tuhan. Ngesthi=8.47 Nanging ana marmanipun Ing waca kang wus pinesthi Estinen murih kelakon Mendengar segalanya itu Mbok Perawan merasa sedih.

misalkan pada lakon Ruwat atau Murwa Kala. atas dosa/kesalahannya yang diperkirakan bisa berdampak kesialan didalam hidupnya. Jer Basuki Mawa Beya : Kesuksesan perlu atau butuh pengorbanan Ajining diri saka obahing lati : Harga diri tergantung ucapannya Prinsip pengendalian diri dengan " Mulat Sarira " suatu sikap bijaksana untuk selalu berusaha tidak menyakiti perasaan orang lain. Tantularisme dan Kejawen yang bersifat Toleran. ingin menelusuri arus kehidupan sampai ke sumber muaranya. Kepercayaan terhadap keberadaan roh nenek moyang. berawal dari sana manusia itu rindu untuk bersatu dengan yang Illahi. menjadi isian jiwa seni dan budaya Jawa. warna dan rupa. Mendem Jero : Menghargai dan menghormati serta menyimpan . Akomodatif serta Optimistik. menjadi ciri utama dan bahkan memberi warna khususu dalam kehidupan religiusitas serta adat istiadat masyarakat Jawa. karena adanya pertalian budi pekerti dengan kehidupan spiritual. Dalam ungkapan " Crah Agawe Bubrah .48 RUWATAN Adalah Tradisi ritual Jawa sebagai sarana pembebasan dan penyucian. wayang merupakan intisari kebudayaan masyarakat Jawa yang diwarisi secara turun temurun. telah mengakar bertahuntahun menjadi pandangan hidup dan sikap hidup umumnya orang Jawa. menyatu dengan kepercayaan terhadap kekuatan alam yang mempunyai pengaruh terhadap kehidupan manusia.suara. namun juga merupakan tatanan yang harus dititeni kanti titis. merupakan cara penyampaian terselubung yang bisa bermakna " Piwulang " atau pendidikan moral. seperti terlihat dalam kitab-kitab Tutur. menjadi petunjuk jalan dan arah terhadap kehidupan sejati. Kidung dan Suluk. yaiku : Sinkretisme. Secara tradisional. Berbagai ungkapan dan ungkapan Jawa. serta " Aja Dumeh " adalah peringatan kepada kita bahwa jangan takabur dan jangan sombong. Hangrasa wani : Mawas diri. Wayang sebagai pertunjukan. kemudian bertambah maju setelah mengenal segala bentuk kesenian dari India dan menjadi sempurna begitu masuk agama Islam di Pulau Jawa. hormat kepada sesama serta berbagai perlambang dalam ungkapan Jawa.Rukun Agawe Santosa " menghendaki keserasian dan keselarasan dengan pola pikir hidup saling menghormati. Paham mistik Jawa yang berpokok " Manunggaling Kawula Gusti " ( persatuan manusia dengan Tuhan ) dan " Sangkan Paraning Dumadi " ( asal dan tujuan ciptaan ) bersumber pada pengalaman religius. instropeksi diri Mikul Duwur. tidak hanya sekedar tontonan dan tuntunan bagaimana manusia harus bertingkah laku dalam kehidupannya. masih berperan pula mitos dan ritus. Dalam wayang terekam ungkapan pengalaman religius yang " kuno " seperti tampak bahwa pada tahap perkembangannya dewasa ini. Perlambang dan ungkapan-ungkapan halus yang mengandung pendidikan moral. Perumusan pengalaman religius Jawa dalam sejarahnya tidak lepas dari pengaruh-pengaruh agama besar seperti Hindu.rahasia orang lain. bahasa gerak. yaitu dari akar yang kuat. Budha dan Islam beserta dengan mistiknya yang khas. banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Kebudayaan Jawa sebagai subkultur Kebudayaan Nasional Indonesia. berpegang pada kepercayaan terhadap roh nenek moyang. misalnya : Ojo Dumeh : Merasa dirinya lebih Mulat sarira. merupakan ungkapan-ungkapan dan pengalaman religius yang merangkum bermacam-macam unsur lambang. ( merupakan . tidak mementingkan diri sendiri dan lain sebagainya yang masih mempunyai arti sangat luas. Terkemas hampir sempurna dalam seni budaya gamelan dan gending-gending serta kesenian wayang kulit purwa yang perkembanganya mempunyai warna yang unik. Sikap hidup masyarakat Jawa memiliki identitas dan karakter yang menonjol yang dilandasi direferensi nasehat-nasehat nenek moyang sampai turun temurun.

daun apa-apa. yang kemudian sepermanya jatuh ketengah laut. Api (batu arang) di dalam anglo. Atas dasar inilah yang kemudian dicarikan solosi. 5. Bermacam-macam nasi antara lain : . orang yang manandang sukerto ini. Dalam cerita "wayang" dengan lakon Murwakala pada tradisi ruwatan di jawa ( jawa tengah) awalnya diperkirakan berkembang didalam cerita jawa kuno. maka untuk mensucikan kembali. daun elo. sebagai sarana pembebasan dan penyucian manusia atas dosanya/kesalahannya yang berdampak kesialan didalam hidupnya. daun beringin. pohon tebu dengan daunnya. yaitu pembebasan dewa yang telah ternoda. dan daun kluwih yang semuanya itu diikat berdiri pada tiang pintu depan sekaligus juga berfungsi sebagai hiasan/pajangan dan permohonan. Kain mori putih kurang lebih panjangnya 3 meter. Tokoh ini adalah anak Batara Guru (dalam cerita wayang) yang lahir karena nafsu yang tidak bisa dikendalikannya atas diri DewiUma. Blencong atau lampu dari minyak Selain peralatan tersebut diatas masih diperlukan sesajian yang berupa: 1.dan pada lakon ini. bunga setaman dalam bokor di tempat di muka dalang. akhirnya menjelma menjadi raksasa. yang akan digunakan untuk memandikan Batara Kala. kipas beserta kemenyan (ratus wangi) yang akan dipergunakan Kyai Dalang selama pertunjukan. 2. yang ditebang dengan batangnya disertai cengkir gading (kelapa muda). atau meruwat berarti: mengatasi atau menghindari sesuatu kesusahan bathin dengan cara mengadakan pertunjukan/ritual dengan media wayang kulit yang mengambil tema/cerita Murwakala. yang terdiri dari pisang raja setudun. diyakini akan menjadi mangsanya Batara Kala.49 hukum alam yang maha teratur yang harus diketahui dan disikapi secara bijaksana ) untuk menuju kasunyatan serta mencapai kehidupan sejati. Ketika raksasa ini menghadap ayahnya (Batara guru) untuk meminta makan. Dalam tradisi jawa orang yang keberadaannya dianggap mengalami nandang sukerto/berada dalam dosa. agar menjadi suci kembali. sedangkan di belakang layar sebagai tempat duduk orang yang diruwat dengan memakai selimut kain mori putih. Untuk pagelaran wayang kulit dengan lakon Murwakala biasanya diperlukan perlengkapan sebagai berikut : 1. yang sudah matang dan baik. daun meja. Alat musik jawa ( Gamelan ) 2. Kata Murwakala/purwakala berasal dari kata purwa (asalmuasal manusia) . yang isi pokoknya memuat masalah pensucian. kain bango tulak dan dilengkapi dengan padi segedeng (4 ikat pada sebelah menyebelah). agar tak termakan Sang Batara Kala ini diperlukan ritual ruwatan. Gawangan kelir bagian atas (kayu bambu yang merentang diatas layar) dihias dengan kain batik yang baru 5 (lima) buah. Dua kembang mayang yang telah dihias diletakkan dibelakang kelir (layar) kanan kiri. Tradisi "upacara /ritual ruwatan" hingga kini masih dipergunakan orang jawa. Kelir atau layar kain 4. diantaranya kain sindur. Menurut ceriteranya. bagaimana mereka bertingkah laku dengan sesama dan bagaimana menyadari hakekatnya sebagai manusia serta bagaimana dapat berhubungan dengan sang penciptanya. oleh Batara guru diberitahukan agar memakan manusia yang berdosa atau sukerta. perlu mengadakan ritual tersebut. orang yang diruwat dan lain-lainya. Wayang kulit satu kotak ( komplit ) 3. Tuwuhan. yang selalu terlibat dalam kesalahan serta bisa berdampak timbulnya bencana (salah kedaden). Bagi manusia jawa ( manusia yang mengerti sejati ) wayang merupakan pedoman hidup. yang dalam tradisi pewayangan disebut "Kama salah kendang gumulung ". direntangkan dibawah debog (batang pisang) panggungan dari muka layar (kelir) sampai di belakang layar dan ditaburi bunga mawar dimuka kelir sebagai alas duduk Ki Dalang. daun dadap serep. daun alang-alang. 3. yang menjadi titik pandangnya adalah kesadaran : atas ketidak sempurnanya diri manusia. daun kara. 4.

yaitu sepasang bunga yaitu dua orang anak yang kedua-duanya perempuan . 8. kedele. Uger-Uger Lawang. jambu. ). makanan kecil berupa blingo yang diberi warna merah. sirih yang diberi uang. goreng-gorengan. ikan sungai/laut dimasak anpa garam dan ditempatkan di belakang layar tepat pada muka Kyai Dalang. jenang kaleh. pindang kluwih. 9. Yang berupa sajen antara lain : rujak ditempatkan pada bumbung.50 a. yaitu anak yang ketika lahirnya masih terbungkus oleh selaput pembungkus bayi ( placenta ) 6. yaitu anak tunggal laki-laki atau perempuan. yang sulung dan yang bungsu laki-laki sedang anak yang ke 2 perempuan 4. 7. Anak Bungkus. Yang perlu atau harus di Ruwat Menurut kepustakaan " Pakem Ruwatan Murwa Kala " Javanologi gabungan dari beberapa sumber. ikan asin. ikan lembaran. telur ayam dan uang dengan diiringi doa mohon keselamatan dan kesejahteraan serta agar tercapai apa yang dicita citakan. bambu gading yang berjumlah lima ros ditanam pada kempat ujung rumah disertai empluk (tempayan kecil) yang berisi kacang hijau . Nasi kuning dengan perlengkapan. kedele hitam. air yang ditempatkan pada cupu. 10. Anak Kembar. Kembang Sepasang. yaitu 3 orang anak. Selesai upacara ngruwat. kendi yang berisi air. Nasi golong dengan perlengkapannya. Yang berupa hewan seperti burung dara satu pasang ayam jawa sepasang. kluwak. 6. Kamar mandi yang untuk mandi orang yang diruwat dimasuki kelapa utuh. yaitu sebagai berikut : 1. kelapa. Benang lawe. kaca kecil. bahwa orang yang harus diruwat disebut anak atau orang " Sukerta " ada 60 macam penyebab malapetaka. telur ayam dan uang satu sen). antara lain dari Serat Centhini ( Sri Paku Buwana V ). Pancuran Kapit Sendhang. cabe besar merah dan hijau brambang. rujak edan (rujak dari pisang klutuk ang dicampur dengan air tanpa garam). Kesemuanya itu diletakan ditampah yang berisi nasi tumpeng. yaitu dua orang anak yang kedua-duanya laki-laki dengan catatan tidak anak yang meninggal 3. bebek sepasang. dan sebagainya. 12. sayur menir. Sendhang Kapit Pancuran. empluk (periuk yang berisi kacang hijau. sambel gepeng. ikan asin. jenang baro-baro (aneka bubur). kedelai hitam. 2. kemenyan bunga. jajan pasar (berupa buah-buahan mentah serta uang satu sen. putih. Jajan pasar (buah-buahan yang bermacam-macam) seperti : pisang raja. pecel ayam. sebab walaupun siang tetap memakai lampu blencong. yang sulung dan yang bungsu perempuan sedang anak yang ke 2 laki-laki 5. Nasi wuduk dilengkapi dengan. Sumur atau sendang diambil airnya dan dimasuki kelapa. yaitu 3 orang anak. 11. Sajen buangan yang ditunjukkan kepada dhayang yang berupa takir besar atau kroso yang berisi nasi tumpeng kecil dengan lauk-pauk. kluwak. telur ayam yang didadar tiga biji. b. kemiri. dengan lauk pauknya seperti kuluban panggang telur ayam yang direbus. minyak kelapa yang dipergunakan untuk lampu blencong. kemiri. gula jawa. bambu gading linma ros. c. Sajen itu dibuang di tempat angker disertai doa (puji/mantra) mohon keselematan. yaitu dua orang kembar putra atau kembar putri atau kembar "dampit" yaitu seorang laki-laki dan seorang perempuan ( yang lahir pada saat bersamaan ) 7. Ontang-Anting. Srundeng asmaradana. lalaban. salak. jarum dan benang hitam-putih. Bermacam-macam jenang (bubur) yaitu: jenang merah. mentimun.

Orang yang menempatkan barang di suatu tempat ( dandhang . seperti punggung onta 29. Padangan. Walika. Julung Sungsang. yaitu dua orang anak sekandung terdiri dari seorang laki-laki dan seorang perempuan 9. yaitu anak yang lahir. Mancalaputra atau Pandawa. yaitu anak yang lahir berkalung usus 21. Siwah atau Salewah. Orang tidur di atas kasur tanpa sprei ( penutup kasur ). Made. Dengkak.51 8. Tiba Sampir. Memecahkan " Pipisan " dan mematahkan " Gandik " ( alat landasan dan batu penggiling untuk menghaluskan ramu-ramuan obat tradisional). Pipilan. yaitu 5 orang anakyang semuanya laki-laki 12. Julung Wangi. yaitu 4 orang anak yang semuanya perempuan 11.misalnya ) tanpa ada tutupnya. Kresna. Kendhana-Kendhini. misalnya hitam dan putih 24. Orang yang membuat kutu masih hidup. 41. merobohkan " Dandhang " ( tempat menanak nasi ) 33. Wujil. 39. yaitu 4 orang anak yang semuanya laki-laki 10. yaitu anak yang dilahirkan berwujud bajang atau kerdil 27. yaitu anak yang dilahirkan dengan punggung bengkok 28. Orang yang duduk didepan ( ambang ) pintu. yaitu 5 orang anak yang terdiri dari 4 orang anak perempuan dan 1 orang anak laki-laki 14. Margana. 9 . Bule. Mancalaputri. 34. Wungkuk. yaitu anak yang lahir saat matahari terbenam 16. yaitu anak yang lahir dihalaman atau pekarangan rumah 23. Orang yang berdiri ditengah-tengah pintu. yaitu anak yang lahir bersamaan dengan terbitnya matahari 17. Orang yang ketika menanak nasi. yaitu anak yang dilahirkan dengan punggung menonjol. Tiba Ungker. Wahana. yaitu anak yang dilahirkan bersamaan keluarnya " Candikala " yaitu ketika warna langit merah kekuning-kuningan 31. Orang yang membuat pepajangan atau dekorasi tanpa samir atau daun pisang. yaitu anak yang dilahirkan berkulit dan berambut putih " bule " 25. Julung Pujud. yaitu anak yang lahir tanpa alas ( tikar ) 32. Srimpi. Orang yang bertempat tinggal di dalam rumah yang tak ada " tutup keyongnya " 35. yaitu 5 orang anak yang terdiri dari 4 orang laki-laki dan 1 orang anak perempuan 15. yaitu 5 orang anak yang semuanya perempuan 13. 37. kemudian meninggal 19. 38. 36. Saramba. yaitu anak yang dilahirkan memiliki kulit hitam 26. yaitu anak yang lahir dengan badan cebol atau pendek 30. yaitu anak yang lahir tepat jam 12 siang 18. yaitu anak yang dilahirkan dengan memiliki kulit dua macem warna. yaitu anak yang baru berumur 7 bulan dalam kandungan sudah lahir 20. yaitu anak yang lahir dalam perjalanan 22. Lawang Menga. Jempina. Orang yang memiliki lumbung atau gudang tempat penyimpanan padi dan kopra tanpa diberi alas dan atap. 40.

Orang yang suka membuang garam. Orang yang mengadu suatu wadah atau tempat ( misalnya dandhang diadu dengan dandhang ) Orang yang senang membakar rambut. 50. 45. 56. Orang yang senang membakar tikar dengan bambu ( galar ). 44. Orang yang menanak nasi. Kunjarakarna dan lain-lain. 58. 55. Orang yang suka meninggalkan beras di dalam " lesung " ( tempat penumbuk nasi ) Orang yang lengah. Orang yang tidur pada waktu matahari terbenam ( wayah surup ). 48. Sudamala. 52. jika ia mempergelarkan wayangan atau ruwatan dengan cerita Murwakala. 53. 60. kemudian ditinggal pergi ketetangga Orang yang suka mengaku hak orang lain. Orang yang senang menyapu sampah tanpa dibuang atau dibakar sekaligus. Orang yang selalu bertopang dagu. Orang yang senang membuang sampah lewat jendela. sehingga merobohkan jemuran " wijen " ( biji-bijian ) Demikainlah 60 jenis " Sukerta " yaitu jenis-jenis manusia yang telah dijanjikan oleh Sang Hyang Betara Guru kepada Batara Kala untuk menjadi santapan atau makananya.52 42. Orang yang tidur pada waktu matahari terbit. 57. 59. 54. orang-orang yang tergolong di dalam kriteria tersebut di atas dapat menghindarkan diri dari malapetaka ( menjadi makanan Betara Kala ) tersebut. 51. Selain Sukerta. Orang yang senang membakar kayu pohon " kelor ". 49. Orang yang gemar membakar kulit bawang.Ng Ranggawarsito disebutkan ada 136 macam Sukerta. bahkan menurut Pustaka Raja Purwa ( jilid I halaman 194 ) karya pujangga R. 43. Orang yang senang membakar tulang. tidak bisa sejalan dengan alur hukum alam ( ruang dan waktu ) ini disebabkan oleh kesalahan-kesalahan perbuatan atau tingkah lakunya pada masa lalu. Orang yang senang membuang sampah atau kotoran dibawah ( dikolong ) tempat tidur. Ada juga lakon ruwatan yang misalanya : Baratayuda. 46. 47. Menurut mereka yang percaya. terdapat juga " Ruwat Sengkala atau Sang Kala " yang artinya menjadi mangsa Sangkala yaitu jalan kehidupannya sudah terbelenggu serta penuh kesulitan. Orang yang memanjat pohon disiang hari bolong atau jam 12 siang ( wayah bedhug ) Orang yang tidur diwaktu siang hari bolong jam 12 siang. .

maka janganlah menuruti kata peribahasa tersebut. Perbedaan sikap dan pendirian terhadap hal-hal yang penting (prinsip) seperti diatas. dan sebagainya. niscaya akan mengakibatkan kesukaran dikemudian hari. Kewaspadaan itu menghendaki pengamatan dan penghayatan satu sama lain mengenai sikap dan pendirian terhadap hal-hal yang penting yang sudah pasti dijumpai dalam hidup antara lain soal keluarga. Fatwa itu mengandung anjuran pula. mata kepala. Waspada dan Pertunangan. Pertunangan dengan atau tanpa tukar cincin adalah usaha untuk mendekatkan pria dan wanita yang menjalin kisah dan hendak hidup sebagai suami isteri. misalnya dengan berjanji atau memberi berkesanggupan dengan sumpah lisan atau tulisan. berbudi luhur. Pemilihan ini jangan dianggap sebagai budaya pilih-pilih kasih. dari jenis (bebet) yang unggul dan yang nilai (bobot) yang berat. tapi sebenarnya lebih kepada kecocokan multi dimensi antara sepasang anak manusia. cerdas. janganlah orang hanya semata-mata memandang lahiriyah yang terlihat berupa kecantikan dan harta kekayaan. dan sebagainya. Cinta. agama. . Memperingatkan. Persesuaian haruslah timbul dari keyakinan dan tidak dengan membohongi diri sendiri. Waspada akan tingkah kelakuan satu sama lain dan waspada akan penggoda di dalam hatinya sendiri. mencegah jangan sampai terjamah kehormatannya.BEBET Fatwa leluhur tersebut bermaksud agar orangtua malaksanakan pemilihan yang seksama akan calon menantunya atau bagi yang berkepentingan memilih calon teman hidupnya. dan pikiran. Peribahasa mengatakan: “cinta itu buta”. saleh. kemasyarakatan. Berpedoman. Ingatlah. agar supaya dalam bercinta tidak buta mata hati. bahwa hidup suami isteri itu mengandung cita-cita luhur yaitu mendapatkan keturunan yang baik. pernikahan di muka kantor pencatatan sipil. Pada hakekatnya peribahasa itu sendiri pun mengandung “peringatan”. Dalam hal itu calon isteri haruslah teguh hati. Kalau sang pria ingkar. Sekali terjadi peristiwa dan sang wanita hamil tidak mustahil menjadi persoalan sebagai pangkal persengketaan. Pemilihan yang hanya berdasarkan wujud lahiriah dan harta benda dapat melupakan tujuan “ngudi tuwuh” mendapatkan keturunan yang baik.53 BIBIT – BOBOT . pertunangan putus. bahwa calon suami atau istri itu bukan atau belum suami atau istrinya. memilih suami atau isteri oleh yang berkepentingan. sang wanita menjadi korban. sehat wal afiat. Cinta kasih yang berhubungan erat dengan cita-cita justru harus diliputi oleh waspada dalam hati dan pikiran. sebaiknya memilih yang berasal dari benih (bibit) yang baik. Pertunangan tidak boleh diartikan lalu boleh bergaul sebebas-bebasnya hingga perbuatan sebagai suami isteri. Kriteria yang dimaksud yaitu : Bibit : yang berarti biji / benih Bebet : yang berarti jenis / tipe Bobot : yang berarti nilai / kekuatan Untuk memilih menantu pria atau wanita. dan lain sebagainya tetapi di dalam hati masih ada keraguan.

Jaman sekarang kegemaran memelihara Perkutut sebagai klangenan khas Jawa ini. bahkan cenderung punah. Burung Perkutut dianggap punya tuah mistis yang bisa disejajarkan dengan tuah mistis pusaka (keris dan azimat lainnya). ada juga jenis yang tidak boleh dipelihara oleh sembarang orang. Bagi rakyat biasa biasanya hanya sebagai penangkap burung (tukang pikat). Alasannya. Pada awal pertama seseorang berminat untuk memelihara burung Perkutut seyogyanya berusaha memahami lebih dahulu tentang dasar suara burung Perkutut. khususnya orang Jawa. dikarenakan kesibukannya dalam mencari nafkah. untuk menggeluti Budidaya Perkutut agar warisan budaya ini bisa dilestarikan. Pada masa sekarang. Kesannya hanya besar tapi tanpa lagu. Orang-orang Tionghoa memang sangat jeli melihat peluang bisnis. hal ini dimungkinkan di dalamnya mengandung nilai-nilai ajaran yang adiluhung sifatnya. Bangsa Indonesia. Bahkan persilangan begitu berkembang dengan berbagai jenis Perkutut yang ada di Asia Tenggara. Maka semakin menarik dan menjadi tantangan bagi kita. Berdasar ilmu katuranggan tersebut. juga membeli burung dari Indonesia. Akibatnya Perkutut di alam bebas semakin langka yang bagus. Perkutut Indonesia itu kemudian disilangkan dengan Perkutut Bangkok. Ada burung yang setengah dianjurkan untuk dipelihara. maka para penangkap burung memburu burung yang bagus kualitas suaranya memenuhi pesanan para priyayi yang tinggal di kota. Semula Perkutut Bangkok kurang menarik bagi penggemar di Indonesia. Dan kalau hubungan dengan kekuasaan terjadi. atau punya kedudukan penting di tengah masyarakat. Barangkali oleh orang Tionghoa yang bernaluri bisnis tinggi. Artinya barang (dalam hal ini. Berkaitan dengan tuah mistis Perkutut tersebut leluhur Jawa mewariskan ilmu tentang "katuranggan Perkutut" ( ilmu hal ihwal perkutut ). Barangkali pula kata klangenan dalam bahasa Jawa kini berasal dari kata kalangon atau kalangwan tadi. berduit. Memelihara Perkutut dulunya lebih cenderung kepada suatu klangenan. mereka mendatangkan burung Perkutut dari Thailand. Disamping mereka mengekspor burung ke Indonesia. Para pedagang burung Thailand (yang awalnya kebetulan juga etnis Tionghoa) sangat kreatif untuk memenuhi selera pasar di Indonesia.54 PERKUTUT Kegemaran memelihara burung perkutut /klangenan Perkutut merupakan warisan budaya jawa yang hingga kini masih dilestarikan. Dalam bahasa Jawa Kuno mempersembahkan keindahan istilahnya kalangon atau kalangwan. Dikarenakan Perkutut sebagai klangenan. Para leluhur kita. maka tidak terpikirkan untuk membudidayakan atau mengembang biakkan dengan cara diternak. maka lancarlah bisnisnya. bisa diketahui pengaruh burung Perkutut (yang mempunyai ciri-ciri tertentu) terhadap pemiliknya. menganggap Perkutut bisa dijadikan sarana berhubungan dengan kekuasaan yang ada. Dengan demikian pengetahuan tentang Perkutut tidak bisa merambah ke rakyat biasa. rupanya telah menular kepada etnis Tionghoa yang tinggal di bumi Jawa. telah menempatkan burung Perkutut begitu terhormat dibanding jenis burung yang lain. Sudah barang tentu yang bisa mempunyai klangenan pada waktu dulu adalah golongan masyarakat priyayi. rakyat kebanyakan belum pas mempunyai klangenan. Dan hasilnya burung Perkutut Bangkok yang di ekspor ke Indonesia bisa memenuhi selera penggemar di Indonesia. Sampai saat ini hubungan silang menyilang Perkutut antara Indonesia dan Thailand terus berlanjut. Begitu mengetahui burung Perkutut di alam bebas Indonesia mendekati kepunahan. Meskipun demikian tetap saja menggunakan 5 (lima) pokok dasar penilaian suara : . burung) yang dimiliki bisa memberikan rasa senang dalam batin atau bisa mempersembahkan keindahan kepada pemiliknya. bunyi yang diminati para penggemar sudah mengalami perubahan. Sebaliknya para pemelihara yang menganggap burung yang dipelihara sebagai klangenan. karena suaranya kurang memenuhi selera.

double setengah : tete tetete. Maka suatu anjuran yang sederhana dan sekiranya bisa dijadikan pedoman adalah memilih suara burung yang cocok dengan hati dan perasaan kita masing-masing. Suara tengah : kete. . berkembang dalam beberapa jenis : .telon : te . Ketukan iramanya terdengar merdu menyentuh rasa keindahan.Tebal (Kandel) : mantap terdengarnya. kemudian kuuk yang terendah nilainya. dibawahnya kooo. Wee. Perkutut Putih. kini telah berkembang dari nilai rendah ke atas : Hoor. Pada dasarnya suara burung Perkutut tidak ada yang sama persis meskipun berasal dari induk yang sama.). Dari akar kata Kalangon itulah muncul kata Klangenan yang barangkali artinya menangkap atau bergumul dengan keindahan. kira-kira seperti suaranya Pavaroti atau Nyi Condro Lukito. Dalam bahasa Jawa Kuno dikenal kata Kalangwan atau Kalangon yang artinya mempersembahkan keindahan. Dasar suara atau latar.engkel : tete.Cowong tembus : bening merdu dan mendengung. Perpaduan lima dasar penilaian suara tersebut yang menentukan bagus tidaknya suara Perkutut.Cowong : merdu jangkauan suaranya sedang. unsur magis menurut Ir. sehingga bunyinya : hoor tetete kuung .Tipis (lemah) : lirih suaranya. sehingga bunyinya : hoor tete tetete kuung . tak heran berung jenis ini tidak hanya diburu para hobi. sehingga bunyinya : hoor tete tete kuung . Suharno Budi Santosa.Arum : suara sedang tanpa bunyi (ng) .triple : tete tete tete. Terlepas dari kata tidaknya. jangankan yang sudah " kung " belum bisa apa pun asal seluruh bulunya warna putih orang sudah berani menawar dengan harga tinggi. Kleo. 5.double : tete tete. Konon bisa membawa keberuntungan bagi yang memelihara. Hal ini sulit dijelaskan dengan tulisan. Irama : merupakan perpaduan suara depan. 2. dan Klao. Sedang irama yang kurang baik adalah yang groyok dan rentet. Menurut wacana kejawen. Maka bisa dipahami juga kalau pada para penghayat Spiritualisme Jawa kebanyakan juga penggemar Perkutut. Memang pada dasarnya untuk bisa memahami tentang suara Perkutut dituntut pula pemahaman tentang hidup yang selaras dan tenteram serta menjauhi semua kemungkinan persengketaan dengan siapapun termasuk dengan alam. RM Ng Prodjosudardjo yang paranormal menyebutkan sebagi burung siluman.Kaku atau keras (atos. sehingga bunyinya : hoor te kuung . Klaar. .55 1. Ibarat suara gamelan dalam Pathet Manyura atau Pathet 9 yang mempunyai pengaruh menenangkan. tengah. maka kami anjurkan untuk mendengar langsung secara praktek kalau ada lomba atau latihan lomba. Suara depan : hoor.Alus atau ulem (Jw. diantaranya : . Dengan demikian semakin mengendap kemampuan spiritual seseorang akan semakin mudah menemukan suara burung Perkutut yang sesuai dengan citarasanya. jelmaan roh. Jenisnya beberapa macam.satu setengah : tetete. Yang diinginkan adalah keindahan yang selaras sebagaimana kebanyakan orang Jawa berpandangan hidup. sehingga bunyinya : hoor tete kuung . suaranya mempengaruhi perasaan menjadi gelisah. dan belakang. Suara belakang : kuung merupakan yang terbaik. Jw. perkutut putih sebenarnya merupakan . . seolah-olah menjadi perantara antara yang ada dan suwung.) . Kecocokan hati setiap orang terhadap suatu jenis suara burung perkutut tidak sama. 4. perkutut putih dipercaya membawa kekuatan magis. tetapi juga mereka yang meyakini akan manfaat tuahnya Sayangnya perkutut putih amat sangat langka. Yang bagus lelah atau laras (Jawa). sehingga bunyinya : hoor tete tete tete kuung 3. Kristal : melengking tinggi dan terdengar jelas bunyi (ng). belakangnya terkunci bunyi (k) : hoor kete kuuk . Maka memilih suara butung Perkutut untuk klangenan subyektif sekali sifatnya.

sehingga bagi pemula sulit membedakan perkutut putih asli dengan yang " sudah dipermak " Adapun sebagai acuan ciri ciri yang asli : Paruhnya harus juga putih. Puncak Lawu merupakan sosok angker yang menyimpan misteri. Muncul kegamangan tentang kelangsungan Kerajaan Majapahit. GUNUNG LAWU Di atas ketinggian 3. Prabu Brawijaya. Bahkan. Argo Dumilah dan Argo Dumiling. .bulu ekor bagian bawah walaupun segaris/se titik biasanya ada unsur warna coklat. Argo Dalem adalah tempat pamoksan Prabu Bhrawijaya. siapa yang menguasai Gunung Lawu dan semua mahluk gaib hingga batas yang ia tentukan. Wisik pun datang yang mewartakan adanya kerajaan dan agama baru. menyuguhkan pesona dan keindahan luar biasa jika dinikmati dari Puncak Lawu. Raden Patah. di pasar burung tradisional apalagi begitu sulitnya mencari perkutut putih. Puncak Argo Dalem. Mengamati kebiasaan serta perilakunyajenis perkutut ini . Rampung meditasi Sang Prabu berpesan kepada para abdinya mengenai saatnya ia turun dari kejayaan.265 meter dari permukaan laut.demikian juga bulu sayap ada motif bintik bintik (blirik) transparan coklat kemerahan.namun agak kemerahan. yaitu. Ini kasus langka dalam khasanah perkutut. Perkutut putih tidak setiap saat bisa didapat. birunya Laut Selatan. perawakan maupun suara perkutut putih lebih jelek ketimbang perkutut biasa. Tidak ada yang mencolok dibanding perkutut normal. dan ke utara sampai pantai utara dengan gelar Sunan Gunung Lawu. masuk Islam dan mendirikan kerajaan islam di Demak. desa dan kota-kota di sekitarnya. kenapa perkutut macam begini harganya bisa setinggi langit. ke selatan hingga Pantai selatan. Berdasarkan ciri fisik. akibat penyimpangan gen. Keangkeran Puncak Lawu tak lepas dari cerita tentang Raja Majapahit. puncak Gunung Lawu yang merupakan bentukkan dari sisa kawah tak aktif. sebenarnya tidak ada yang istimewa. perkutut putih tidak bisa ditangkarkan . Sementara Arga Dumilah masih tetap menjadi misteri yang sering dipakai sebagai arena olah batin dan meditasi. Di balik keindahan yang memukau. memohon petunjuk Sang Maha Kuasa. Keindahan kian mencekam saat awan datang menebarkan selimut mayanya. Untuk itu. ke Timur hingga gunung Wilis.kaki merah muda. sering membuat orang berbuat curang. Sarangan dengan danau indahnya. menjadi daerah tujuan wisatawan menikmati lembah Tawangmangu yang menawan. termasuk Solo. Sang Prabu yang memeluk agama Budha merasa gelisah. Prosentasenya sangat kecil dan belum tentu satu kasus dari seribu perkutut. Sehingga kadang mengherankan. Perbukitan sontak disulap bak pulau kecil berbatas lautan awan. Sang Prabu juga berbagi wilayah kepada para abdinya. Diyakini. Konon. Yakni ke barat hingga Merapi/Merbabu. bisa puluhan juta rupiah. sedangkan Arga Dumiling sebagai tempat pamoksan Ki Sabdopalon. sementara kenyataan permintaan pasar cukup tinggi. pengunjung seolah berada di atas awan laiknya kahyangan. karena rata-rata perkutut putih itu mandul. Setidaknya ada tiga tempat yang dikeramatkan. melihat salah seorang anaknya. Yang kata. dia bermeditasi. hingga suguhan sunset dan sunrise.56 kasus penyimpangan gen. Serba lebih kecil. Tak ubahnya.

Lumbung Selayur = Di lokasi ini terdapat sumur yang digunakan untuk menyimpan bahan makanan para pengikut Prabu Brawijaya. Yakni larangan-larangan untuk tidak melakukan sesuatu. baik bersifat perbuatan maupun perkataan. mereka mempunyai harapan untuk dapat mencapai Puncak Lawu. Gua Selarong = Gua ini dimanfaatkan para pengikut Prabu Brawijaya untuk bermalam sekaligus sebagai tempat pemantauan. jangan pernah sekali-kali menyombongkan diri. karena 'penguasa' gunung akan menggenapkannya dengan mengambil salah satu dari mereka. Sendang Intan = Menurut kepercayaan penduduk setempat. Tinggalah dua abdinya yang lainnya. Telaga Kuning : Telaga ini merupakan tempat mandi putra-putri pengikut Prabu Brawijaya. Dari tempat ini para pendaki dapat melihat Kawah Condrodimuko. di sendang ini para wisatawan dapat memohon berkah dengan cara minum air langsung ke mulut masing-masing dengan menengadahkan muka. Bila pantangan itu dilanggar di pelaku diyakini bakal bernasib naas. Gua yang gelap dan curam sedalam kurang lebih 5 meter sering dipakai untuk bertapa. diantaranya: Sumur Jolotundo = Lokasi yang diyakini Prabu Brawijaya menerima wangsit dalam perjalanan naik ke Puncak Lawu. misalkan dengan angkuh mengatakan bahwa mendaki Gunung Lawu tidak sulit dan sebagainya. diantaranya jangan mendaki jika jumlahnya ganjil. Sendang Derajad = Menurut kepercayaan masyarakat setempat. beberapa pantangan yang tak boleh dilanggar. Menurut penduduk setempat. . Pawon Sewu = Terletak pada pertengahan perjalanan pendakian menuju ke Puncak Lawu. Di tempat ini para pengikut Prabu Brawijaya mendirikan dapur untuk memasak makanan. masih banyak tempat lain di Gunung lawu yang diyakini mempunyai nilai spiritual. Selain tiga puncak tadi. Sunan Lawu Sang Penguasa gunung dan Kyai Jalak yang karena kesaktian dan kesempurnaan ilmunya kemudian menjadi mahluk gaib yang hingga kini masih setia melaksanakan tugas sesuai amanat Prabu Brawijaya. Patuhi aturan Karena keangkerannya. Pasar Diyeng : Di sini para pengikut Prabu Brawijaya mendirikan pasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. apabila para wisatawan mempunyai cita-cita atau niat tertentu dapat terkabul apabila mandi di sendang ini. Kepatihan:Tengen = Lokasi ini merupakan tempat peristirahatan pengikut Prabu Brawijaya. Jurang Pangari-Arip = Bila para pendaki sudah mencapai tempat ini. Kayangan : Tempat ini merupakan taman yang sangat indah tempat istirahat sambil menikmati pemandangan alam yang indah. Pandean Suroloyo : Di tempat ini para pengikut Prabu Brawijaya membuat pusaka dan persenjataan mereka. dan abdinya. Sabdopalon moksa di Arga Dumiling. Selo Pundutan : Merupakan tempat untuk latihan olah kanuragan pengkiut Prabu Brawijaya dan masih dipergunakan sampai sekarang oleh para pendaki puncak Lawu. Semakin banyak air yang didapat semakin banyak pula berkah yang diperoleh. siapa pun yang hendak pergi ke puncaknya diharap mematuhi 'aturan'.57 Dan Prabu Barawijaya pun moksa di Argo Dalem. karena akan mengalami celaka. Argo Fruso : Di tempat ini Raja Brawijaya menyimpan pusaka-pusakanya. Pantangan lain.

Kalau orang waktu manusia melakukan hidupnya yang baik. Dlephih ke barat yang berada dalam dunia gaib. Selain kepercayaan dunia akhirat itu manusia Gunung Merapi juga punya kepercayaan mengenai tempat-tempat angker serta binatang-binatang sakral di daerahnya. Biasanya tanda itu dalam bentuk mimpi yang termia oleh para dukun atau ‘juru kunci’ Gunung Merapi. Perjanjian itu berbentuk Upacara Labuhan yang dilakukan setiap tahun sekali dan mulai pada tanggal 25 bulan Bakdamulud di Laut Selatan. Akibatnya dari Legenda Kyai Sapujagad adalah perjanjian bahwa Kraton Mataram Yogyakarta bertanggungjawab untuk memberi sesajian kepada para mahluk halus di empat tempat yang lain dalam kosmologi manusia. tempat sepi dan sebagainya. Kosmologi manusia Daerah Gunung Merapi terdiri dari lima bagian yaitu Kraton Mataram Yogyakarta di tengah yang berada di dunia manusia dan Kraton Mahluk Halus Gunung Merapi ke utara. Semua legenda dan upacara didasarkan dan disah dalam sejarah. Dalam kepercayaan manusia berasal Jawa tersebut gunung-gunung memang berperan yang sangat penting. Cerita legenda itu terjadi pada waktu Kerajaan Mataram kedua muncul dan mengambarkan hubungan pendiri kerajannya yaitu ‘Panembahan Senopati’ dengan dunia gaib. Kraton Mahluk Halus Merapi di dalam kosmologi Kraton Yogyakarta dipercayai oleh penduduk dipimpin oleh mahluk halus bernama ‘Empu Rama’ dan ‘Permadi’ dan menurut orang yang lain oleh ‘Kyai Merlapa. Kraton Laut Selatan ke selatan. Dalam kembalinya rakyatnya akan dilindungi oleh para mahluk halus tersebut. Selain pemimpin di dalam kratonnya penduduk juga percaya dalam macam-macam tokoh lain yang mendiami kraton itu. rohnya akan dibuang dari kratonnya dan mendiami batu. Kalau orang Jawa beragama Islam. . rohnya akan tinggal di dalam Kraton Mahluk Halus Merapi atau Kraton laut Selatan. Lagi pula kebanyakan kepercayaan manusia terhadap gunung berunsur agama Hindu-Budha dari zaman kerajaan Hindu-Budha atau kepercayaan animisme dari zaman prasejarah. Dari dua daerah penelitian ditemukan beberapa persamaan dan hanya sedikit saja perbedaan. Menurut mereka waktu manusia meninggal rohnya akan mendiami tempat-tempat yang tergantung pada perlakuan hidupnya. yaitu Daerah Tengger bersejarah kerajaan Majapahit dan Daerah Gunung Merapi bersejarah kerajaan Mataram kedua.58 GUNUNG MERAPI Kepercayaan serta kosmologi manusia Gunung Merapi didasarkan dalam Legenda Kyai Sapujagad. Kepercayaan manusia tentang Kraton Mahluk Halus Merapi tidak hanya dipercayai oleh Kraton Yogyakarta tetapi juga memperluas sampai rakyat desa-desa di lereng gunungnya. Menurut kepercayaan penduduk daerah Gunung Merapi kalau gunungnya akan meletus mahluk halus Kraton Merapi akan memberikan tanda kepada manusia. Walaupun kepercayaan manusia di dalam kedua daerah penelitian memang adalah kepercayaan berbeda. Dalam pemeriksaan ke dalam asal usulnya ditemukan tiga unsur yang bersama. Kristen atau agama yang lain biasanya mereka juga punya kepercayan yang berasal Jawa. Gunung Lawu ke timur dan Khayangan. Rakyat tersebut punya kepercayaan tentang dunia akhirat. kepercayaannya didasarkan dalam asal usul yang sama. Sebaliknya kalau orang waktu manusia melakukan hidupnya yang tidak baik. pohon.

membentuk kasih sayang seperti kasih Tuhan Wujud hana tan kena kinira .totalitas.mengalirkan hidup semata pada tuntunan Illahi Papan kang tanpa kiblat .hasrat diarahkan untuk kesajetraan alam Dumadining dzat kang tanpa winangenan .yakin .memahami kodrat kehidupan Madep mantep manembah mring Ilahi . ngerti tanpa diuruki . ketelitian dalam memandang hidup Sifat ingsun handulu sifatullah.menerima hidup apa adanya Tatas.adanya hidup adalah kehendak dari yang Maha Suci Nur candra.Untuk bisa diatas tentu dimulai dari dasar Jumbuhing kawula lan Gusti -selalu berusaha menyatu -memahami kehendak Nya Yakin marang samubarang tumindak kang dumadi . cipta dadi-satu arah dan tujuan pada Yang Maha Tunggal Rasaingsun handulusih . titis.menyelaraskan diri pada gerak alam .satu visi.mendasar .belajar pada guru nurani Bayu sejati kang andalani .ilmu manusia hanya terbatas namun implikasinya bisa tanpa batas Lir handaya paseban jati .gaib candra. titi lan wibawa .rasa cinta sejati muncul dari cinta kasih nurani Karsaningsun memayuhayuning bawana .mantap dalam menyembah Ilahi Guru sejati sing muruki .yakin atas titah /kodrat Illahi Nyata tanpa mata. tutus. cipta mandulu.warsitaning candara-pengharapan manusia hanya selalu ke sinar Illahi Cipta wening.59 HA NA CA RA KA HURUF BACA Ha Na Ca Ra Ka Da Ta Sa Wa La Pa Dha Ja Ya Nya Ma Ga Ba MAKNA HURUF Hana hurip wening suci .Hakekat Allah yang ada disegala arah Dhuwur wekasane endek wiwitane .

berupa nafas yang berkewajiban menyatukan jiwa dengan jasat manusia. manusia dan kewajiban manusia ( sebagai ciptaan ) Da-Ta-Sa-Wa-La berarti manusia setelah diciptakan sampai dengan data " saatnya ( dipanggil ) " tidak boleh sawala " mengelak " manusia ( dengan segala atributnya ) harus bersedia melaksanakan. Maksdunya padha " sama " atau sesuai.60 Tha Nga Tukul saka niat . jumbuh.tumbuh dari niatan Ngracut busananing manungso . berusaha untuk menanggulanginya. unggul " sungguh-sungguh dan bukan menang-menangan " sekedar menang " atau menang tidak sportif. Maksudnya manusia harus pasrah. yang dimulai dengan tembang kinanthi. meskipun manusia diberi hak untuk mewiradat. . Jaya itu " menang. Ma-Ga-Ba-Tha-Nga berarti menerima segala yang diperintahkan dan yang dilarang oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. 13 Juli 1992. Maksudnya ada yang mempercayakan. sumarah pada garis kodrat. menerima dan menjalankan kehendak Tuhan Pa-Dha-Ja-Ya-Nya berarti menyatunya zat pemberi hidup ( Khalik ) dengan yang diberi hidup ( makhluk ).10 ) bahwa Paku Buwana IX memberikan ajaran ( filsafat hidup ) berdasarkan aksara ha-na-ca-ra-ka dan seterusnya. cocok " tunggal batin yang tercermin dalam perbuatan berdasarkan keluhuran dan keutamaan. Judul makalah yang dibawakan Yasadipura adalah " Basa Jawi Hing Tembe Wingking Sarta Haksara Jawi kang Mawa Tuntunan Panggalih Dalem Hingkang Sinuhun Paku Buwana IX Hing Karaton Surakarta Hadiningrat ". Ketiga unsur itu adalah Tuhan. Dalam makalah itu dikemukakan oleh Yasadipura ( 1992 : 9 .melepaskan egoisme pribadi -manusia Filsafat Ha-Na-Ca-Ra-Ka Filsafat ha-na-ca-ka-ra yang diungkapan Paku Buwana IX dikutip oleh Yasadipura sebagai bahan sarasehan yang diselenggarakan Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta pada tanggal. sebagai berikut. ada yang dipercaya dan ada yang dipercaya untuk bekerja.sesuatu harus dimulai . Nora kurang wulang wuruk tak kurang piwulang dan ajaran Tumrape wong tanah Jawi bagi orang tanah Jawa Laku-lakune ngagesang perilaku dalam kehidupan Lamun gelem anglakoni jika mau menjalaninya Tegese aksara Jawa maknanya aksara Jawa Iku guru kang sejati itu guru yang sejati Ajaran filsafat hidup berdasarkan aksara Jawa itu sebagai berikut : Ha-Na-Ca-Ra-Ka berarti ada " utusan " yakni utusan hidup.

a) b) c) d) e) f) g) . maka Paku Buwana IV mencoba menulis nasehat-nasehat dalam bentuk karya sastra. nyakot bathok dipunlampahi. donya keratipun. Mapan sira mangke anglampahi. tan becik temahira. Dalam hal menyembah kepada Allah juga sangat ditekankan oleh Paku Buwana IV. aja wani dhateng ibu rama kaki. donya ngakir tan urung manggih billahi. diantaranya adalah Serat Wulang Sunu. tidak ada kegembiraan kerena kesusahan yang tiada akhir. prentahe lakonano. sumahir bali mungkur. dipun dusi esok sore nganti resik. ibu niro rumekso ing sira. Akibat dari penjajahan bangsa Eropa telah membuat rakyat Surakarta menjadi sengsara baik lahir maupun bathin. bekti mring rama ibu duk purwa sira udani. Suasana kehidupan semakin berat dan sulit. kang pinurwa tataning ngawula. terhadap orang tua dan sesama manusia. kondisi politik kerajaan Surakarta dalam penjajahan bangsa Eropa. Untuk mengembalikan atau membuat suasana tentram. tembe yen lamun lampus. tan ketang wejah luntur. Paku Buwana IV telah beberapa kali berusaha mengusir penjajah tersebut. duk siro tasih jajabang. dahar sekul uyah bae. sanget siksanipun. mulane wewekas ingwang. ibu niro rumekso ing siro. sapa kang tan nuruta saujareng tutur. nora ketang turu samben. lamun sira wawratana. poma padha mituhu. pilis singgul kalampahan. sudah tidak mampu lagi kerena kekuasaannya telah dirampas oleh penjajah. nganiaya ing wong tuwanira. iya iku cegahen kaki. tan ketang komah uyuh gupak tinjo dipun lampahi. tembe mati sinatru dening Hyang widhi. Pihak istana yang diharapkan sebagai perlindungan rakyat Surakarta. Dhaharira mangke pahit getir. Parandene mangke sira iki. cinowekan ibu nira. damai dan makmur rakyat Surakarta. siniksa ing Malekat. datan wurung pulang lan geni. terhadap guru. yen den wulang dhateng ibu rama. Hal tersebut mempunyai maksud untuk memberikan pengajaran atau panutan kepada rakyat Surakarta khususnya dan masyarakat pada umumnya. tan urung kasurangsurang. ibu niri rumekso duk siro alit. Dengan karya sastra tersebut Paku Buwana IV berharap kepada rakyat Surakarta mempunyai pegangan hidup di dunia ini untuk menjalani kehidupan sehari-hari dalam kaitannya mencari ilmu. saking rama ibu. nora ana pamalesira. yen wong durakeng rena. ingukum dening Hyang Manon. pasti siro yen bisa rumangkang. ing pitutur kang muni tulis. lamun luwe dinulang. tan wurung kasurang-kasurang. Nora eco dahar lawan ghuling. mengko sira wus diwasa. suwita ing wong tuwane. untuk itulah Paku Buwana IV dan para pujangga lainya mencoba mengalihkan kegiatan istana kepada kerohanian. ibumu momong karsane. pasti becik setemahe. Duk sira ngumur sangang waresi. Lamun sira mangke anglampahi. etika. Pupuh I Wulang sunu kang kinarya gendhing. ngabekti tuhu sira niaya. ing pitutur kang muni ing layang. saben ri mring bengawan. yen sira kirang pangan nora ketang nubruk. mulane den rumongso. beberapa hal tersebut merupakan ajaran pokok Paku Buwana IV dalam rangka menciptakan perikehidupan masyarakat Jawa yang damai dan tentram tidak melanggar aturan dan larangan sehingga nantinya akan selamat baik di dunia maupun di akherat yang menjadi tujuan bagi seluruh umat manusia. rumeksane duk sira alit. tinatur pinangku. ibu iro kalangkung lara prihatin. karya becik lan ala. rumeksa maring siro. tan ketang gombal tepung.61 Serat Wulang Sunu Karya : PakuBuwono IV Latar belakang dan tujuan ditulisnya Serat Wulang Sunu Pada abad 18-19 M. tembe matine nraka. sok balawanan ucape.

hiyo iku kang karyo pati lan urip. lakukan perintah keduanya. Ketika kamu berumur sembilan bulan. dicarikan sampai dapat. anggulang polah. tan mangkana ing pamang gihira. besok kalau mati dimusuhi Tuhan. l) Pramilane nonoman puniki. dibersihkan oleh ibumu dimandikan setiap pagi dan sore sampai bersih. den wulang ibu ramane. siapa yang tidak mau menurut. apan bathin kalawan lahir. sesudah mati di neraka. wong tuwane kinaryo Gusti. itu adalah budi yang luhur serta berbakti kepada Tuhan Yang Maha Hidup yaitu yang menciptakan mati dan hidup serta pemberi sandang dan pangan. lamun derajatiro alit. tidak bisa pembalasanmu kecuali berbuat baik dan berbakti kepadanya. yang dimulai dengan tata cara berbakti. ingkang becik pituture. bila dididik ibu bapak ucapanmu sering berlawanan menyahut lalu berpaling. ibumu lebih sakit dan menderita memelihara kamu. ketika pertama kali diperlihatkan akan perbuatan baik dan buruk dari ibu bapak ketika kamu masih bayi. kalamun sira andarbe karsa. lungo teko anembah iku budi luhung. Tidak enak makan dan tidur. besok kalau mati niscaya akan kembali bersama api. j) Poma aja na nglakoni. Bila nanti kamu melaksanakan petunjuk yang tertuang dalam serat pasti baik pada akhirnya berbakti kepada ibu bapak. dan teberi jagong lan wong tuwa. kantara raganipun. mulaneta awakingwang. a) b) c) d) e) f) g) h) . poma aja na polah kang silip. aja ambek kuwawa. memeliharamu ketika kamu masih kecil. disiksa oleh Malaikat. orang tuanya bagaikan Tuhan. i) Kang wus kaprah nonoman samangke. nanti kalau kamu sudah dewasa. cegahlah itu anakku. pada petunjuk yang tertulis. maka aku berpesan jangan berani ibu bapak anakku. dihukum oleh Tuhan Yang Maha Mengetahui. pendapatnya tidak begitu dididik ibi bapaknya. Terjemahan Pupuh I : Wulang sunu yang dibuat lagu. malang sumirang. samya brongta ing lampah. andadar polah dlurung. iku lampah utama. Adapun kamu nanti. bathine bekti mring tuhu. tidak baik pada akhirnya. yen gununggungsarirane anjenthit. pergi pulang bersujud. niscaya dunia akherat akan mendapat malapetaka. makan kelapa pun dilakukannya setiap hari mandi dan mencuci di sungai dengan langkah terseok-seok ibumu memelihara kamu ketika kecil untuk itu rasakanlah hal itu. niscaya akan tersia-sia. lahire tatakromo. Bila kamu nanti berbuat aniyaya terhadap orang tuamu. dunia akherat akan sia-sia. asilo anem ayun. petunjuk yang tertulis. bila kamu lapar disuapi. siksanya sangat berat. k) Lawan malih wekas ingsun kaki. kasuluh solahipun. den samya brongta lampah. semune ingeseman ing sasaminipun. sakathahe anak putu buyut mami. bergaul bersama orang tuanya. tan sira temahipun. ing sabarang polah ingkang salah tan wurung weleh polahe. bila kamu kurang makan. lamun siro luhur. tan kuwama solah kang silip. aja sira tinggal bote. serta bekti ing sukma. lampahe same lelewa. miwah sandhang lan pangan. kalau orang senang durhaka. murwaten lan ragamu. mula eta wekasing wong. ngorekken wong kathah. ngisisaken ing wisese. pada saat kamu bisa merangkak pekerjaan ibumu hanya menjagamu walau hanya memakai kain sambungan. ibumu memelihara kamu walau hanya makan nasi garam walaupun hanya untuk membasahi kerongkongan . duduk bersila dihadapannya. den prawira anggepiro. mutingkrang polah mutingkring. matengkus polah tingkrak. agar semuanya memperhatikan. Keadaan pahit getir ibumu memelihara kamu dia tidur hanya sambilan meskipun penuh dengan air seni terkena tinja dilakukannya bila kamu buang air besar ditatur dan dipangku.62 h) Yen wong anom ingkang anastiti. dipun sabar jatmiko alus ing budi. Sedangkan anak muda yang baik.

cangkelak anuli wangsul. pitutur ing layang iki. itulah perbuatan yang utama. itulah nasehatku semua anak cucu cicitku. apa jarwang tuwanira. cewengan lan sudarane. den ira sujalma liyan. babasan kaya ika. lamun sujalma kang surup. senang memperlihatkan badannya. Kang wana nyahuri bengis. denira sujalma agung. bila badannya tersentuh menjingkat dan selalu membuat onar orang banyak. dari lahir sampai batin. kiniter winaos lampuh. anom kumpul tuwo pisah. poma padha estokna. aja ma kawongan pocung. Yen kayaa pocung ugi. budi. bila derajatmu kecil. lahir dengan tatakrama. batinnya dengan berbakti kepadanya. lawan sanak kadhangira. yen sira nedya arja. samya arengat manhe. anuli solahe age. heh wana sira kapurba. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) 14) . kalawan sujalma liyan. mangkana tuturing wang. pasti sira binabat. lan mara ayonana. Pasti sira den ayoni. ing pitutur kang arja. den waskitheng surupipun. sajege sira tan atut. amungsuh lawan sudara. kang kocap sujana kathah. dumeh tutur tanpa dhapur. poma padha estokna. samana sang sima kesah medal sing wana wasa. anglela ing ara-ara Yata ganti kang winarni. selengkapnya penulis sampaikan sebagai berikut : Lawan malih wekas mami. Dhahat ingsun tan nglilami. miwah canggih wareng ingwang. tinarik tan manggih arja. berlaku congkak. kelakuannya tidak terarah. dudu watek wong sujana. mejanani mring sira. ia akan tersuluh dan tidak kuat menyandangnya. Dipun kumpul sira sami. mungsuhe lawan sudara. anulya talak tinalak. P U P U H II Pupuh II ini terdiri dari 22 bait.63 i) Yang sudah kaprah bagi anak muda. anak putu butut ingwang. dipun ngrompol ala bandhol. nuli pisaha wisma. Sang sima lawan manadri. jagalah badanmu. salawsiro neng donya. Mangkana sang sima angling. pitutur ing layang iki. untuk itu anakku. wong liyan kathah kan purun. dadi wong pidhangan bae. aja gecul tekadira. nom kumpul tuwa tan pisah. l) Maka dari itu kaum muda sekarang bersabarlah. ujaring ngong. agar hidupmu tidak mengalami kesusahan. temahan tan manggeh arja lan tipis kang sarira. anjog wiring dhusun. saksana anulya anon. tegakkanlah pendapatmu. Yen sira karsa ngayeni. babasan kaya mangkana. yen aja na kuwating ngong. sanajan silih kataha. amasti sira meneka. poma aja na maido. j) Ingat-ingat jangan ada yang melakukan. denira kuwasaning ngong. bertingkah yang keterlaluan duduk seenaknya dan tak tahu kesopanan. samana diya-diniya. wonten sima tukar padu. apa ta samono ugo. perhatikanlah petunjuknya yang baik. bertingkah malang melintang memanjakan diri. lamun sira maidoa. yen aja na kuwating wang. Mokal sira tan miyarsa. samangsane sira luput. segala tingkah yang salah. yen wonten sima punika. jangan merasa pesimis. bila kamu menjadi orang luhur. bila kamu mempunyai kehendak jangan sampai memberatkan diri. bersabar dengan kehalusan. gecul mgrumpul bandhol ngrompol. Poma den astiti. temah sira lebur sirna. sadulur wis tega kabeh. rusak sana den karesa. seolah-olah semua orang hanya melempar senyum. den risak jalma kathah. salawasira neng donya. bergaul dengan orang tua. surasane. aja ana wong tukar padu. nanging aja kalirua. kadhang mangsa belas. k) Ada lagi nasehatku anakku. amungsuh kalawan wana. wonten laren ngon maesa. anglela ngara-ara. poma iku estokna. ingatlah jangan ada yang berbuat salah agar hidupmu tidak mengalami kesusahan. tingkahnya pasti akan terkuak (diketahui orang banyak). Pan ana saloka maning. sujatma ahli dursila.

aja katungkul uripe. wana lebur sirna ilang. ada harimau bertengkar bermusuhan dengan hutan. wong anom sedya utama. ing prapat monca limane. tet kala wahu tinilar. pari kapas miwah jarak. tapa badan prayoga. kecandhak winaos sampun. wajib sira asiha. lalau berpisahlah dengan rumahnya. dhumateng sudara kakung. dhumateng sima lampahe. wus garing nulya tinunu. lawan den saya lawas. perhatikanlah bagaimana akhirnya.64 15) Kaget ingkang awawarti. sewaktu-waktu kamu berbuat salah. Terjemahan PUPUH II : Ada lagi nasehatku anak cucu cicitku. akhirnya kamu hilang lebur. dhening sujalma kathah. wus prapto ing ingara-ara. serta canggah (anak cicit) dan wareng (cucunya cicit) ku. hai hutan. wa bena jho jhi wa jho jhit puniku nenggih tegese. anak putu buyut ingwang. demikian itu peribahasanya. manusia yang melanggar kesusilaan. agar diperhatikan. tumulyan sigra amedal wus prapteng jawi desane. waktu mudanya berkumpul setelah tua berpisah. tinggal bersama sanak saudaramu. 16) Wusraket sikeping jurit. ngupados babahing tegal. bila kamu membantah cepat datang dan lakukan. Harimau berkata begini. begini petunjukku. pan samya nabuh gendhala. suwung tan ana simane. selama kamu tidak pantas. dari dulu kamu ada dalam kekuasaanku. bermusuhlah dengan saudara. jangan ada orang seperti pocung. digunakan tidak bermanfaat. berkumpul janganlah berbuat jahat. suwanten lumyang gumuruh. rame poman dedesan. siyang dalu dipun imut. supaya memperhatikan petunjuk menuju selamat. penjahat berkumpul dengan penjahat. 17) Kocapa ingkang wanadri. yata ganti kawarnaha. puniku apan upama. itu bukan watak orang yang baik selama hidup di dunia. Agar diperhatikan petunjuk dalam serat ini jangan ada yang membantah. meski telah banyak berkorban. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) . terhadap orang lain. jangan dikira petunjuk tanpa dasar. 19) Nuli tinanduran sami. Bila kamu lakukan juga saudaramu kau anggap orang lain. aja lawas saya lawas. rusaknya karena kehendaknya. sedang orang yang baik adalah waktu muda berkumpul sampai tua tidak berpisah. Bila kamu berkumpul. anulya samya wawarta. wus ilang labething wana. genggeng ponang tanduran. tetapi apabila kamu suka membantu banyak orang yang senang menjalin hubungan denganmu. kang wana nuli sinuksma. yata wonten kawarnaha. perhatikanlah itu bila ingin selamat. sima sigra kinepung. saudaramu juga ikhlas semua. muwah sadulur wanodya 22) Poma-poma wekas mami. akhirnya tidak akan menemui keselamatan. wus ilang labething wana. bertengkar dengan saudaranya. anak putu buyut ingwang. lama-lama dadi dhukuh. miwah canggah warenging ngong. amungsuh lawan sudara 21) Benal ngammi wal ngamati. tumulya sigra binabat. cepatlah berbuat. Bila seperti pocung juga. isi dari perkataanku. agar dirimu tidak keliru. saudaramu tidak akan membela. kawasa tan kawasaa. bermusuhan dengan saudara Aku juga tidak merestui. pan samya sikep gegaman. kalau tidak ada kekuatanku. lamun sira karem padu. Bila kamu membentah petunjuk dalam serat ini. Dan ada seloka lagi. selamanya kamu didunia hanya menjadi hinaan orang. kacang dhele lombok terong. Jangan ada yang bertengkar. jalma samya kawawanan. 20) Pan iku saloma mami. 18) Wus prapta dhateng wanadri. janganlah berniat jahat. arsa badhe karsanipun. Mustahil kalau kamu tidak mendengar yang diucapkan oleh orang banyak. kamu pasti sudah terbabat oleh kekuatan manusia. seperti peribahasa tadi.

maksudnya adalah mau tidak mau kamu wajib mengasihi terhadap saudara laki-laki serta saudara perempuan. 15) Setelah diatur seperti prajurit. 14) Semua orang yang diberitahu terkejut. bermusuhan dengan saudara. kalau tidak ada kekuatanku. kemudian berganti keadaannya. 19) Demikian selokaku. 20) Dan telah terungkap dalam dalil. disetiap perempatan orang menabuh kentongan. 17) Sesampainya di hutan. ada seseorang anak menggembala kerbau. tertangkap sudah sekarang. semua orang telah siap menjadi senjata. 18) Kemudian secara bersama-sama mereka tanami. anak muda hendaknya mempunyai niat yang utama. itu tadi adalah sebuah perumpamaan. meskipun kamu memanjat. begitu juga kamu. 13) Kemudian berganti yang dibicarakan. beginilah perintahnya. begitulah mereka saling menghina. la budda an tuhibbahu bainal ikhwat wal akhwat. mereka segera keluar mereka sudah sampai diluar desanya. akan diburu oleh orang banyak dan ditangkap sampai mati. lama-lama menjadi kampung. sesampainya di tanah lapang. hatinya sama-sama terbakar. semua orang kemudian diberitahu. seketika harimau pergi keluar dari hutan belantara sesampainya dibatas perkampungan tiduran di tanah lapang. tiba-tiba ia melihat ada seekor harimau sedang tiduran di tanah lapang. kemudian segera ditebang oleh orang banyak. terdengarlah suara gemuruh. anak cucu cicitku hidupmu jangan sampai terbius. kemudian anak tersebut pulang secepatnya. banyak manusia mencari ladang yang luas.65 11) Hutan menyahut dengan kasar. setelah kering tanahnya dioleh hutan telah kehilangan dirinya. yang terucap dalam khutbah. menceritakan kepada orang tuanya. jangan semakin lama semakin terlena. hutan telah kehilangan dirinya. menyepikan diri itu lebih baik. serta canggah dan warengku. 22) Jangan lupa nasehatku. harimau segera dikepung. 12) Harimau dan hutan kemudian saling bertengkar. sertailah dengan kewaspadaan. hutan tersebut diperhatikan kosong tidak ada harimaunya. 21) Bainal ‘ammi wal ‘ammati wabainaz zauji waz zaujati. kacang kedele dan terong. 16) Sementara itu hutan yang tadi ditinggalkan oleh harimau sudah berganti. siang malam harus diingat. . yang diturunkan kepada Rasul. keadaan desa menjadi ramai. anak cucu cicitku. bila kamu senang bertengkar. perintah dari Tuhan Yang Maha Hidup. padi kapas dan jarak.

66 PANGKUR Jangka Kagem Tanah Jawi Sekar Pangkur Ginupita Wonten Resi Saking Ngatas Angin Ngejawa Njujug Ing Gunung Ing Kendheng Tanah Ngayogja Asung Weca Yen Hardi Merapi Njebluk Mbenjang Pecah Hardi Sigar Dadi Kali Tanggung Nami Ngayogja Lawan Sala Mbenjang Pecah Datan Anunggil Siti Sinelanan Kali Tanggung ILINE PONANG TIRTA Langkung Banter Anjoging Seganten Kidul Para Dhemit Kagegeran Wadyana Sang Ratu Dewi Njeng Ratu Kidul Punika Para Dhemit Mbenjang Ndarat Wor Jalmi Sarengan Lindhu Ping Pitu Obahing Bumi Pra Tinepa Gara – Gara Gonjang – Ganjing Gumuruh Gunung Kendheng Larag Gempal Udan Awu Miwah Krikil Cleret Tahun Nggegranjang Kilat Thathit Kekuwung Lan Obar – Abir Surakarta Pindhahipun Tan Kenging Yen Dinuwa Papan Iku Wus Kersaning Hyang Agung Yeku Nagri Surakarta Keratonipun Mbenjanng Ngalih Kacarita Wetan Bengnawan Ing Wana Ketangga Manggih Mukti Mangsuli Riwayat Wau Longsor Pecahing Arga Ingkang Tirta Amalih Wor Lan Endhut Lan Rawa Pening Mbarawa Mubal Geni Keh Jalma Mati Sinareng Ing Tanah Jawa Nuli Wonten Pernyakit Ndatengi Lamine Hari Wulan Puniku Satanah Jawa Warata Para Kawula Sami Nggiris Manahipun Ketaman Benduning Hyang .

67 Nyarengi Mangsa Paceklik Jumenengira Narendra Kalamercu Candrane Sri Nara Pati Kala Sesa Patihipun Nglamat Praja Rengka Nagri Pindah Kathah Bot Repotipun Kawula Saya Ndadra Ing Pakarti Kang Tanjuti Kawastanan Jaman Edan Kathah Jalma Nglampahi Sungsang Balik Kataman Ing Kala Bendu Para Hambek Sarjana Katur Kasingkur Hardaning Angkara Murka Mustaka Candhaning Ati Wong Agung Remen Mbebahak Marang Raja Hartane Wong Cilik Ilang Tabeting Budi Ayu Kesruh Handeling Praja Para Kawula Sami Nandhang Pakewuh Wuwuh – Wuwuh Tanpa Mendha Pinuju Pajeg Mas Picis Kathah Salahing Kawula Kekumpul Lan Arsa Ngupaya Budi Nanging Ta Ketawar – Tawur Tinalen Ing Pepacak Dening Praja Ingkang Ngasta Hukum Kang Tan Welas Mring Kawula Ratu Nangkoda Mbekjuti PUNIKA PINANGKANIRA Nanging Wurti Badhe Timbul Malih Angsal Pitulunganing Hayang Agung Wangsul Wahyu Nurbuat Tanah Jawi Pulih Kadi Duk Rumuhun Majapahit Dukung Kuna Nagri Mandhiri Pribadi Gemah Ripah Kerta Raharja Tata Tentrem Ing Salami – Lami Ilang Kang Samya Laku Dur Murah Sandhang Lan Boga Kang Amengku Asih Mring Kawulanipun Lumintu Salire Dana Sahasta Pajek Saripis Siti Sajung Mung Sareyal Tanpa Uba Rampe Sanese Malih Antinen Wae Meh Rawuh .

68 Mulyaning Tanah Jawa Awit Saking Tan Keregon Liyanipun Nakoda Wus Datan Kuwasa Pulih Asal Mung Gegrami KAWRUH BASA Istila-istilah dalam Sastra Jawa Babad : Sastra sejarah dalam tradisi sastra Jawa. sajarah [Jawa/Sunda]. Gancaran : Wacana berbentuk prosa. Guru lagu : [disebut juga dhong-dhing] aturan rima akhir pada puisi tradisional Jawa. hikayat. . misalnya nabok nyilih tangan. istilah ini berpadanan dengan carita. terutama untuk puisi tradisional. sejarah Sumatera. Gatra purwaka : Bagian puisi tradisional [parikan dan wangsalan] yang merupakan isi atau inti. dan Malaysia Bebasan : Ungkapan yang memiliki makna kias dan mengandung perumpamaan pada keadaan yang dikiaskan. Janturan : Kisahan yang disampaikan dalang dalam pergelaran wayang untuk memaparkan tokoh atau situasi adegan. silsilah. Guru wilangan : Aturan jumlah suku kata tiap bait dalam puisi tradisional Jawa. Guru gatra : Aturan jumlah baris tiap bait dalam puisi tradisional Jawa [tembang macapat]. Gatra : Satuan baris. digunakaan untuk pengertian yang sama dalam tradisi sastra Madura dan Bali. Kalimantan.

dan vokal akhir baris. Manggala : " Kata pengantar " yang terdapat di bagian awal keseluruhan teks. istilah manggala kemudian dipergunakan pula dalam penelitian teks-teks sastra Jawa baru. mijil. pada: bait Parikan : Puisi tradisional Jawa yang memiliki gatra purwaka (sampiran) dan gatra tebusan (isi). jumlah suku kata tiap baris. Pupuh : Bagian dari wacana puisi dan dapat disamakan dengan bab dalam wacana berbentuk prosa. jurudemung. sinom. Kasih (Kliwon). Palguna (Pon).69 Japa mantra : Mantra. salah satu unsur pentingnya adalah suku kata panjang dan suku kata pendek [guru dan laghu]. gambuh. Paribasan : . dan Manis (Legi). durma. serta-meskipun tak selalu ada--penanggalan saat penulisan dan nama penyair. isbat. jumlah suku kata tiap baris. Parikan rangkep: Parikan yang mempunyai masing-masing dua baris gatra purwaka dan gatra tebusan. bebasan. kata yang mempunyai kekuatan gaib berupa pengharapan. maskumambang. paribasan. satu pupuh kidung berkemungkinan terdapat lebih dari satu pola metrum. panambang: sufiks/akhiran Panwacara : Satuan waktu yang memiliki daur lima hari: Jenar (Pahing). kinanthi. Cemengan (Wage). dan girisa. saloka. asmaradana. antara lain tembung entar. pangkur. Kakawin: Puisi berbahasa Jawa kuno yang merupakan adaptasi kawyra dari India. Pepali : Kata atau suara yang merupakan larangan untuk mengerjakan atau tidak mengerjakan sesuatu. Macapat : Puisi berbahasa Jawa baru yang memperhitungkan jumlah baris untuk tiap bait. pucung. dan pola rima akhir sesuai dengan jenis metrum yang membingkainya. di samping itu pembacaannya pun menggunakan pola susunan nada yang didasarkan pada nada gamelan. dan panyandra. misalnya aja turu wanci surup. dalam tradisi sastra Jawa kuno biasanya berisi penyebutan dewa yang menjadi pujaan penyair (isthadewata). pantun [Melayu]. ada berbagai macam kagunan basa. yakni dhandhang gula. Kagunan basa : Penggunaan kata atau unsur bahasa yang menimbulkan makna konotatif. Parikan lamba : Parikan yang hanya mempunyai masing-masing dua baris gatra purwaka dan gatra tebusan. Kidung : Puisi berbahasa Jawa tengahan yang memiliki aturan jumlah baris tiap bait. balabak. wirangrong. baik jumlah suku kata maupun vokal akhir tergantung atas kedudukan baris bersangkutan pada pola metrum yang digunakan. secara tradisional terdapat 15 pola metrum macapat. raja yang berkuasa atau yang memerintahkan penulisan. megatruh.

Tembung entar : Kata kiasan. yen mati melu kelangan. arif bijaksana. mereka yang berhak memperoleh gelar pujangga adalah sastrawan yang menguasai paramasastra (ahli dalam sastra dan tata bahasa). Pegon : Aksara Arab yang digunakan untuk menuliskan bahasa Jawa. Saptawara : Satuan waktu yang memiliki daur tujuh hari: Radite (Ngahad). Soma (Senen). dan Tumpak (Setu). juga sambegana (memiliki daya ingatan yang kuat dan tajam). Sot : Kata atau suara yang mempunyai kekuatan mendatangkan bencana bagi yang memperolehnya. dapat muncul pada awal pupuh (isyarat pola metrum yang digunakan pada pupuh bersangkutan) tetapi dapatpula muncul di akhir pupuh (isyarat pola metrum yang digunakan pada pupuh berikutnya. Sengkalan : Kronogram atau wacana yang menunjukkan lambang angka tahun. ditandai dengan aturan-aturan ketat seperti--terutama--pembaitan secara ketat. Pujangga : Orang yang ahli dalam menciptakan teks sastra. misalnya kuping wajan. dan mengarang). mardawa lagu (mahir dalam seni suara dan tembang). bercerita. . mardi basa (ahli memainkan kata-kata). dalam tradisi sastra Jawa. baik dalam wujud kata maupun gambar atau seni rupa lainnya yang memiliki ekuivalen dengan angka secara konvensional. dan waskitha). Suluk : [1] jenis wacana (sastra) pesantren dan pesisiran yang berisi ajaran-ajaran gaib yang bersumberpada ajaran Islam. terutama moral. Buda (Rebo).70 Ungkapan yang memiliki makna kias namun tidak mengandung perumpamaan. Sastra gagrak lawas : Sastra Jawa modern. nawung kridha (memiliki pengetahuan lahir batin. Supata : Kata atau suara yang 'menetapkan kebenaran' dengan bersumpah. Sastra wulang : Jenis sastra yang berisi ajaran. awicara (pandai berbicara. mandraguna (memiliki pengetahuan mengenai hal yang 'kasar' dan 'halus'). Saloka : Ungkapan yang memiliki makna kiasan dan mengandung perumpamaan pada subyek yang dikiaskan. ditandai dengan tiadanya aturan-aturan mengenai metrum dan perangkat-perangkat kesastraan tradisional lainnya. parama kawi (mahir dalam menggunakan bahasa kawi). misalnya dudu sanak dudu kadang. [2] wacana yang 'dinyanyikan' oleh dalang dalam pergelaran wayang untuk menciptakan 'suasana' tertentu sesuai dengan situasi adegan. Singir : Syair dalam tradisi sastra Jawa. Sukra (Jumuwah). Sastra gagrak anyar : Sastra Jawa modern. misalnya kebo nusu gudel. Respati (Kemis). Sasmitaning tembang : Isyarat mengenai pola metrum atau tembang.

panda berbicara. ia juga bernama Hyang Ismaya. Gareng adalah anak Semar yang berarti pujaan atau didapatkan dengan memuja. Seketika itu juga bayangannya berubah wujud menjadi Bagong. Nalagareng adalah seorang yang tak pandai bicara. Alkisah. Ia juga sangat lucu. Bagong berarti bayangan Semar. Dalam wayang Jawa karakter punakawan terdiri atas Semar. apa yang dikatakannya kadang. biasanya berupa petunjuk atau nasihat. dan juga sangat lucu. Dewa bersabda pada Semar bahwa bayangannyalah yang akan menjadi temannya. penghibur. Gareng. Ia sangat sakti dan hanya bisa dikalahkan oleh Petruk. Wirid : Jenis wacana (sastra) pesantren yang berkaitan dengan tasawuf. Bagong itu memiliki sifat lancang dan suka berlagak bodoh. Weca : Kata atau suara yang mempunyai kekuatan untuk melihat kejadian di masa mendatang. badut bahkan sumber kebenaran dan kebijakan. Dikisahkan ia melarikan ajimat Kalimasada. Meskipun ia berwujud manusia jelek. Ia diangkat sebagi raja atas nama Dewi Sumbadra. Petruk anak Semar yang bermuka manis dengan senyuman yang menarik hati. seperti penasihat para ksatria. Petruk pernah menjadi raja di negeri Ngrancang Kencana dan bernama Helgeduelbek. kritisi sosial. kata atau suara yang diberikan oleh makhluk gaib. Tetapi ia sangat lucu dan menggelikan. Dalam wayang Bali karakter punakawan terdiri atas Malen dan Merdah (abdi dari Pandawa) dan Delem dan Sangut (abdi dari Kurawa) Semar adalah pengasuh dari Pendawa. dan Petruk. Ia suka menyindir ketidakbenaran dengan lawakan-lawakannya. Ia pernah menjadi raja di Paranggumiwang dan bernama Pandubergola. PUNAKAWAN Punakawan adalah karakter yang khas dalam wayang Indonesia. Mereka melambangkan orang kebanyakan. Tak ada yang dapat mengalahkannya selain Gareng . Bagong. Karakternya mengindikasikan bermacam-macam peran.kadang serba salah. ia memiliki kesaktian yang sangat tinggi bahkan melebihi para dewa.71 Wangsit : Disebut juga wisik. Alkisah ketika diturunkan ke dunia. Wayang purwa : Cerita wayang atau pergelaran wayang yang menggunakan lakon bersumber pada cerita Mahabharata dan Ramayana.

jauh sebelum masuknya kebudayaan Hindu. agar dalam menuju kematian sempurna tak ternodai oleh dosa. Dari tokoh Semar wayang ini akan dapat dikupas . maksudnya dalam keadaan tidak dijajah oleh hawa nafsu dan keduniawian. Maknanya : "Sebagai pribadi tokoh semar hendak mengatakan simbul Sang Maha Tumggal".kasampurnaning pati.72 SEMAR Semar dalam bahasa Jawa (filosofi Jawa) disebut Badranaya Bebadra = Membangun sarana dari dasar Naya = Nayaka = Utusan mangrasul Artinya : Mengembani sifat membangun dan melaksanakan perintah Allah demi kesejahteraan manusia Filosofi. ajwa samar sumingkiring dur-kamurkan Mardika artinya "merdekanya jiwa dan sukma".dimengerti dan dihayati sampai dimana wujud religi yang telah dilahirkan oleh kebudayaan Jawa . Sedang tangan kirinya bermakna "berserah total dan mutlak serta selakigus simbul keilmuaan yang netral namun simpatik". Kain semar Parangkusumorojo: perwujudan Dewonggowantah (untuk menuntun manusia) agar memayuhayuning bawono : mengadakan keadilan dan kebenaran di bumi. Semar tidak lelaki dan bukan perempuan. Rambut semar "kuncung" (jarwadasa/pribahasa jawa kuno) maknanya hendak mengatakan : akuning sang kuncung = sebagai kepribadian pelayan. Bojo sira arsa mardi kamardikan. Semar barjalan menghadap keatas maknanya : "dalam perjalanan anak manusia perwujudannya ia memberikan teladan agar selalu memandang keatas (sang Khaliq ) yang maha pengasih serta penyayang umat". Biologis Semar Javanologi : Semar = Haseming samar-samar (Fenomena harafiah makna kehidupan Sang Penuntun). Semar sebagai pelayan mengejawantah melayani umat. Pengertian ini tidak lain hanyalah suatu bukti yang kuat bahwa orang Jawa sejak jaman prasejarah adalah Relegius dan ber keTuhan-an yang Maha Esa. yang kalau dibaca bunyinya katanya ber bunyi : Semar (pralambang ngelmu gaib) . tetapi lebih bersifat mitologi dan symbolis tentang KeEsa-an. Gambar tokoh Semar nampaknya merupakan simbol pengertian atau konsepsi dari aspek sifat Ilahi. persepsi dan pengertian tentang Illahi yang menunjukkan pada konsepsi spiritual . tangan kanannya keatas dan tangan kirinya kebelakang.Tokoh wayang Semar ternyata dipandang bukan sebagai fakta historis. untuk melaksanakan ibadah amaliah sesuai dengan sabda Ilahi. Manusia jawa yang sejati dalam membersihkan jiwa . yaitu: Suatu lambang dari pengejawantahan expresi. yaitu adanya wujud tokoh wayang Semar. tanpa pamrih. Domisili semar adalah sebagai lurah karangdempel / (karang = gersang) dempel = keteguhan jiwa.namun juga berwajah sangat tua Semar tertawannya selalu diakhiri nada tangisan Semar berwajah mata menangis namun mulutnya tertawa Semar berprofil berdiri sekaligus jongkok Semar tak pernah menyuruh namun memberikan konsekwensi atas nasehatnya Kebudayaan Jawa telah melahirkan religi dalam wujud kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa. Budha dan Isalam di tanah Jawa. Ciri sosok semar adalah : Semar berkuncung seperti kanak kanak. Dikalangan spiritual Jawa .

jadi Semar berarti suatu yang memancarkan cahaya atau dewa cahaya. Ia merupakan pribadi yang bernilai paling bijaksana berkat sikap bathinnya dan bukan karena sikap lahir dan keterdidikannya ( Suseno 1988 : 190 ). 20-23 Januari 1995. Seakan-akan para penonton merasa berada dibawah pengayomannya. Prodjosoebroto ( 1969 : 31 ) berpendapat dan menggambarkan ( dalam bentuk kaligrafi ) bahwa jasat Semar penuh dengan kalimat Allah. tt : 13 ). Semar yang memiliki rupa dan bentuk yang samar. sebagai rakyat biasa. Sifat ilahiah itu ditunjukkan pula dengan sebutan badranaya yang berarti " pimpinan rahmani " yakni pimpinan yang penuh dengan belas kasih ( timoer. Apabila muncul di depan layar. Semar adalah seorang dewa yang mengatasi semua dewa. Ia adalah dewa yang ngejawantah " menjelma " ( menjadi manusia ) yang kemudian menjadi pamong para Pandawa dan ksatria utama lainnya yang tidak terkalahkan. termasuk pembudayaan P4 ( Cermomanggolo 1995 : 5 ). Gagasan itu disambut para dalang dengan menggelar lakon tersebut. Oleh karena para Pandawa merupakan nenek moyang raja-raja Jawa ( Poedjowijatno. Pemahaman dan penghayatan kawruh sangkan paraning dumadi yang bersumber filsafat aksara Jawa itu sejalan dengan pemikiran Soenarto Timoer ( 1994:4 ) bahwa filsafat Ha-Na-Ca-Ra-Ka mengandung makna sebagai sumber daya yang dapat memberikan tuntunan dan menjadi panutan ke . yakni ingat kepada Yang Maha Pencipta dan segala ciptaanNYA yang berupa alam semesta. gagasan itu muncul dari presiden Suharto dihadapan para dalang yang sedang mengikuti Rapat Paripurna Pepadi di Jakarta pada tanggal. maka timbul gagasan agar dalam pementasan wayang disuguhkan lakon " Semar Mbabar Jati Diri ". rame ing ngawe " sepi akan maksud. Panut Darmaka. 1975 : 49 ) Semar diyakini sebagai pamong dan danyang pulau Jawa dan seluruh dunia ( Geertz 1969 : 264 ). merupakan simbol yang bersifat Ilahiah pula ( Mulyono 1978 : 118 . ora samar marang bisane sirna durka murkamu) artinya : "dalam menguji budi pekerti secara sungguh-sungguh akan dapat mengendalikan dan mengarahkan hawa nafsu menjadi suatu kekuatan menuju kesempurnaan hidup". Simpati para penonton itu ada hubungannya dengan mitologi Jawa atau Nusantara yang menganggap bahwa Semar merupakan tokoh yang berasal dari Jawa atau Nusantara ( Hazeu dalam Mulyono 1978 : 25 ). Ia merupakan dewa asli Jawa yang paling berkuasa ( Brandon dalam Suseno. Filsafat Ha-Na-Ca-Ra-Ka dalam lakon Semar Mbabar Jati Diri Dalam Etika Jawa ( Sesuno. Oleh karena itu sifat ilahiah itu pula. Ia merupakan pamong yang sepi ing pamrih. Semar juga dapat dijadikan simbol rasa eling " rasa ingat " ( timoer 1994 : 4 ). ia disambut oleh gelombang simpati para penonton. rajin dalam bekerja dan memayu hayuning bawana " menjaga kedamaian dunia ( Mulyono. 1988 : 188 ). Nur Illahi atau sifat Ilahiah. 1988 : 188 ) disebutkan bahwa Semar dalam pewayangan adalah punakawan " Abdi " Pamomong " yang paling dicintai. bahkan sebagai abdi. Dikemukan oleh Arum ( 1995:10 ) bahwa dalam pementasan wayang kulit dengan lakon " Semar Mbabar Jadi Diri " diharapkan agar khalayak mampu memahami dan menghayati kawruh sangkan paraning dumadi " ilmu asal dan tujuan hidup.Suseno 1988 : 191 ). yang digali dari falsafat aksara Jawa Ha-Na-CaRa-Ka. tetapi mempunyai segala kelebihan yang telah disebutkan itu. joinboll ( dalam Mulyono 1978 : 28 ) berpendapat bahwa Semar berasal dari sar yang berarti sinar " cahaya ". Subana. sehingga ia disebut juga Nurcahya atau Nurrasa ( Mulyono 1978 : 18 ) yang didalam dirinya terdapat atau bersemayam Nur Muhammad. 1978 : 119 dan Suseno 1988 : 193 ) Dari segi etimologi. Anom Suroto. Meskipun berpenampilan sederhana. Sehubungan dengan itu. Cermomanggolo dan manteb Soedarsono ( Cermomanggolo 1995 : 5 Arum 1995 : 10 ). Para dalang yang pernah mementaskan lakon itu antara lain : Gitopurbacarita.73 (ora kebanda ing kadonyan. Tujuanya agar para dalang ikut berperan serta menyukseskan program pemerintah dalam pembangunan manusia seutuhnya. Semar dijadikan simbol aliran kebatinan Sapta Darma ( Mulyono 1978 : 35 ) Berkenaan dengan mitologi yang merekfleksikan segala kelebihan dan sifat ilahiah pada pribadi Semar.

. terdapat pola pikir yang mendasarinya. DUK TIMURNYA BABARAN SURANDHIL INGKANG IBU TEDHAKING MATARAM KANG RAMA TRAHING RASULE GINAIP MIYOSIPUN SANG TUNJUNG SETA JEJULUK NEKI DUK SIH KINEKER MARANG HYANG KESAMPAR KESANDUNG JALMA SAMYA KATAMBUHAN TAN WIKAN MRING PUDHAK SINUMPET SINANDI DEWA MANGEJAWANTAH Paradoks Semar PARA pencinta wayang kulit Jawa tentu tak asing lagi dengan tokoh Semar. yang berasal dari Manik dan Maya. Semar dan anak-anaknya selalu menjadi pelayan atau pembantu kesatria yang baik. Tokoh Semar juga disebut Ismaya. baik etik maupun politik. Langit di atas. dan pelaku di dalam ruang dan waktu (kuning telur menjadi Dewa Manik dan Dewa Maya). Bahkan jika mengacu pendapat Warsito ( dalam Ciptoprawiro 1991:46 ) bahwa aksara Jawa itu diciptakan Semar. Setiap pertunjukan tokoh ini selalu hadir. putih telur). Batara Guru menguasai kahiyangan para dewa dan manusia. kulit telur). gelap dan terang (waktu. INGSUN MELING MRING SIRA KALIHNYA KANG DADYA SESENGGEMANE NGIRIDA GUNG LELEMBUT BALA SILUMAN NUSA JAWI KABYANTOKNA SANG NATA HERUCAKRAPRABU NATA TEDHAKING BARATA WIJILIRA ING KETANGGA SONYARURI SAJRONING ALAS PUDHAK 2. maka tepatlah apabila pemahaman dan penghayatan kawruh sangkan paraning dumadi tersebut bersumberkan filsafat Ha-Na-Ca-Ra-Ka KAKANG SEMAR LAN ANTAGA KAKI WECAN TUNJUNG SETA TUMEKA KAKI SEMAR GINUBAH DENING : PANEMBAHAN PRAMANA SETA ING GIRIMAYA dandang gulo 1. Manik yang tampan dan kuning kulitnya. Malam yang gelap. sedangkan Semar menguasai bumi dan manusia. Kenyataannya. Sumber daya itu dapat disimbolkan dengan Semar yang berpengawak sastra dentawyanjana. penengah Pandawa. Semar (Ismaya) yang jelek rupanya dan hitam kulitnya. Di balik tokoh hamba para kesatria ini.74 arah keselamatan hidup. Semar adalah sebuah filsafat. yakni langit dan bumi (ruang. Manik itu Batara Guru. umumnya Arjuna atau anak Arjuna. bumi di bawah. Manik dan Maya lahir dari sebuah wujud sejenis telur yang muncul bersama suara genta di tengah-tengah kekosongan mutlak (suwung-awang-uwung). Begitulah kisah Kitab Kejadian masyarakat Jawa. dan siang yang terang. Maya itu Semar. Paradoks pelaku semesta itu dapat dikembangkan lebih jauh dalam rangkaian paradoks-paradoks yang rumit. ruang-waktu-pelaku itu selalu bersifat dua dan kembar. Telur itu pecah menjadi kenyataan fenomena.

penuh humor. mengapa ia diciptakan dalam wujud jelek. Batara Guru ditakuti dan disegani para dewa dan raja-raja. Dengan demikian Batara Semar lebih "tua" dari adiknya Batara Guru. memecahkan masalah-masalah rumit. sedang Semar suka kentut sembarangan. Badan halusnya. Batara Guru lebih banyak marah dan mengambil keputusan tergesa-gesa. Batara Guru itu pemimpin. Kulitnya. siapakah yang lebih utama atau lebih "tua"? Jawabannya terdapat dalam kitab Manik-Maya (abad ke-19). Semar itu rakyat jelata yang paling rendah. . yang dalam beberapa ajaran mistik sering disebut-sebut sebagai ketidaktahuan kita mengenai Tuhan. Semar menghormati rakyat jelata lebih dari menghormati para dewa-dewa pemimpin itu. yakni mengayomi. Batara Guru selalu hidup di lingkungan yang "wangi". rakyat jelata. Mengingat genealogi Semar yang semacam itu dalam budaya Jawa. pemimpin dan yang dipimpin. Batara Guru biasanya digambarkan sering tidak dapat mengendalikan nafsu-nafsunya. maka tidak mengherankan bahwa tokoh Semar selalu hadir dalam setiap lakon wayang. kepentingan hukum negara dan kepentingan objek hukum. Semar adalah pengejawantahan dari ungkapan Jawa tentang kekuasaan. luarnya. sedangkan yang "tidak ada" diterka "bukan". suatu pasangan kembar yang paradoks pula. Batara Guru penuh etiket sopan santun tingkat tinggi. Batara Guru dan Batara Semar. Dengan para dewa. Semar tidak pernah berbahasa halus. miskin. Ketika Batara Semar protes kepada Sang Hyang Wisesa. hitam legam. tetapi eksistensinya di bawah. yang diberi kekuasaan dan yang menjadi sasaran kekuasaan. Pemimpin Semar sudah tidak peduli dan tidak memikirkan dirinya sendiri. Semar gampang menangis melihat penderitaan manusia yang diabdinya. Semar hanyalah pembantu rumah tangga para kesatria. belum tentu berakibat baik. Semar itu "kakak" dan Batara Guru itu "adik". yang "bukan" diterka "ya". Seorang pemimpin seharusnya menganut filsafat Semar ini. Semar justru sering mengendaikan nafsu-nafsu majikannya dengan kebijaksanaan . namun di balik wujud lahir tersebut tersimpan sifat-sifat mulia. sedang dalamnya halus. karakternya. tetapi ia menyatu dengan rakyat yang paling papa. kasar. hitam itu untuk menyamarkan yang sejatinya "ada" itu "tidak ada". buruk rupa. Seorang pemimpin sebesar bangsa Indonesia ini harus memadukan antara atas dan bawah. Pelaku kembar semesta di awal penciptaan ini. lambang misteri. Batara Guru penguasa kosmos (keteraturan) Batara Semar penguasa keos. Batara Guru berbicara dalam bahasa prosa. kualitasnya adalah tingkat tinggi. Ego Semar itu telah lenyap.kebijaksanaan. tetapi hanya memikirkan penderitaan orang lain. tetapi kerjanya membuang kentut ke arah para dewa yang telah salah bekerja menjalankan kewajibannya. yakni "manunggaling kawula-Gusti" (kesatuan hamba-Raja). Semar adalah kakak lebih tua dari Batara Guru yang terhormat dan penuh etiket kenegaraankahiyangan. dan berkulit hitam legam bagai kain wedelan (biru-hitam).75 Batara Guru itu mahadewa di dunia atas. Semar mahadewa di dunia bawah. bijaksana. dan merupakan tokoh wayang yang amat dicintai para penggemarnya. tetapi Semar. Pemimpin sejati bagi rakyat itu bukan Batara Guru. Hukum-hukum negara yang baik dari atas. sabar. Manunggaling kawula-Gusti. tetapi perwujudannya sangat merakyat. ketidaktahuan mutlak. Semar itu hakikatnya di atas. Semar lebih mampu menangisi orang lain daripada menangisi dirinya sendiri. Semar sering menggunakan bahasa wangsalan (sastra). digantikan oleh "yang lain". Meskipun dia hamba. Semar tidak pernah mengentuti rakyat. Semar itu lambang gelap gulita. itulah sebabnya wayang Semar matanya selalu berair. Seabrek paradoks masih dapat ditemukan dalam kisah-kisah wayang kulit. maka Sang Hyang Wisesa (Sang Hyang Tunggal?) menjawab. Semar adalah simbol rakyat paling jelata. kalau yang dari atas itu tidak disinkronkan dengan kepentingan dan kondisi rakyat. bahwa warna hitam itu bermakna tidak berubah dan abadi. Batara Semar sepenuhnya urakan. ** DALAM ilmu politik. Batara Guru simbol dari para penguasa dan raja-raja. Pemimpin sejati itu sebuah paradoks. sebaliknya Semar sering menangis menyaksikan penderitaan majikannya dan sesamanya serta penuh kesabaran. tetapi kepada majikan yang diabdinya (rakyat) ia berbahasa halus.

yang melalui dalang. Bentuk badan Semar juga paradoks. tegas dalam keadilan untuk memutuskan mana yang benar dan mana yang salah namun tetap berkasih sayang. Seorang pemimpin itu majikan sekaligus pelayan. bagai angin yang mampu memasuki ruang mana pun. Seorang pemimpin tidak melihat yang dipimpinnya dari atas singgasananya yang terisolasi. lingsir. Dewa Kekayaan berseberangan dengan Desa Kedermawanan. kombinasi ketegasan dan kelembutan 3. longsor. yang bermakna seorang pemimpin harus mengusahakan dirinya (dulu. di tanah Sunda. tetapi menangisi rakyat yang dihujat bawahanbawahannya. Dewa Maut berseberangan dengan watak Dewa Angin. tetapi memarahi dirinya akibat dimarahi rakyat. tetapi kekayaan itu bukan buat dirinya. Batara Semar. Menumpas kejahatan dalam negara itu harus dipadukan dengan ketelitiannya dalam mengumpulkan detail-detail data. menurut filsafat Semar. Ajaran tua tentang kekuasaan politik bersumber dari Hastabrata tersebut. dikenal dalam wujud Batara Lengser. Etika kekuasaan itu ada dalam diri tokoh Semar. Lengser. seperti perempuan tetapi juga mirip lelaki. kaya tetapi tidak terikat kekayaannya. Pemimpin sejati itu. ia menguasai segalanya. Semar itu adalah pemimpin tertinggi yang turun ke lapis paling bawah. yakni keberaniannya bertindak melindungi rakyatnya didasari oleh pertimbangan perhitungan dan kebijaksanaan yang dinginrasional. Ia marah kalau kalangan atas bertindak tidak adil. tetapi ia halus di kalangan bawah. Ia kaya raya penguasa semesta. Karena penguasa tertinggi. tetapi juga mempertimbangkan rasa keadilannya dengan kasih sayang untuk memelihara kehidupan. SATRU MUNGSUH SAMYA HANGEMASI TUMPES TAPIS KATAMAN PRABAWA KASEKTEN SABDA CIPTANE NGGEGIRISI BALANIPUN WUJUD KALABANG KALAJENGKING . ia menyindir dalam bahasa metafora apabila yang dilayaninya berbuat salah. tetapi buat rakyat yang dipimpinnya. Namun. Filsafat paradoks kepemimpinan ini sebenarnya bersumber dari kitab Hastabrata atau Delapan Ajaran Dewa. Semar dan anak-anaknya itu ikut menumpang makan dalang. Ia kasar di kalangan atas. Dewa Keadilan berseberangan dengan watak Dewa Kasih Sayang. Seorang pemimpin harus membela kebenaran. keadilan. tetapi memilih memakan nasi sisa. tetapi melihat dari arah rakyat yang dipimpinnya. tetapi ia memilih berada di dunia bawah yang paling bawah. sebagai raja) agar kaya raya. Seorang pemimin tidak menangisi dirinya yang dihujat rakyat. Makanan apa pun yang datang padanya harus disyukuri sebagai anugerah. maka Semar mencegah anak-anaknya. selalu berkonotasi "turun".76 Semar itu seharusnya penguasa dunia atas yang paling tinggi dalam fenomena. WUS PINASTI KANG MURBENG DUMADI SANG TUNJUNG SETA KINARYA DHUTA JUMENENG PARANPARANE NGADILI NUSANIPUN NGASTHA DARMANING UMUM’ KALIS ING MAYANE NDOYA WUS WINELEG MUKTI WIBAWANING DIRI ING KETANGGA SILUMAN 4. Dewa Api (keberanian) itu berseberangan dengan Dewa Laut (air). ia memilih tidak kaya. adalah sebuah paradoks. Pemimpin Indonesia sekarang ini selayaknya seorang enterpreneur juga. Seorang pemimpin tidak marah dimarahi rakyatnya. mencela suguhan tuan rumah. yang lihai menggali kekayaan buat negara. Ia Dewa Tua tetapi menjadi hamba. dan dimitoskan dalam diri Semar yang paradoks itu. sehingga kalau suguhan tuan rumah kurang enak karena ada yang basi. Ia berkuasa tetapi melayani.

WONG CILIK SAMYA SUKA ING ATI GUMUYU MURAH SANDHANG LAN TEDHA GUYUB RUKUN SESAMANE SAMYA MADHEP SUMUJUD NGARSENG HYANG WIDHI LAN NJENG GHUSTI WEDI WEWALATIRA WINGITING SANG RATU MANANGKA JAMAN KENCANA KAKANG SEMAR GYA TINDAKNA WELING MAMI NGIRIDTA GUNG LELEMBUT 6. MANANGKA WELINGE SANG AJI SRI JAYABAYA NATA BINATHARA MRING SANG PAMONG KALIHE KAKANG SEMAR UMATUR PUKULUN JAYABAYA AJI PUN KAKANG WUS ANAMPA KABEH SABDANIPUN DADYA PASEKSENING JANGKA MANGEJA WANTAHIRA PADUKA AJI SANG NATA BINATHAR 7.77 SIRULLAH AJINIPUN PRAJURIT LELEMBUT IKU KANG WEKAS INGWANG SIRA NDEREK ANGEMONG ING TEMBE WURI SANG NATA BINATHARA 5. JUMENENGIRA GUSTHI PRIBADI LAMUN JANGKANING NUSA TUMEKA NORA ENDHAS LAN BUNTUTE PUN KAKANG WUS SUMAGGUH NGEMONG SANG TUNJUNG SETA AJI LAN NGIRID BYANTOKNA SAGUNGING LELEMBUT SINEGEG WAWAN SABDANYA SRI JAYABAYA LAN PAMONGNYA KEKALIH MECA JANGKANING NUSA .

dan lainlainnya...Namun dalam perkelahian dua Raksaksa tersebut kalah. dengan bahasa Kawi.. Yosodipuro berjudul: "Serat Dewaruci Kidung" yang disampaikan dalam bentuk macapat.. suara itu yang ternyata adalah dua dewa. yang disadur dari bentuk kakawin (tembang) oleh Pujangga Surakarta.. Raksasa Rukmuka dan Rukmakala yang berada di gua terkejut. ditendang.. Surangkala.. yang sebelumnya ia sempat mampir dahulu ke Ngamarta.(yang sebenarnya adalah:bersaudara) ke dalam kesengsaraan. Setelah sampai di gua gunung Candramuka. Bisma. Setelah menerima penjelasan dari Darmaputra.akan hidup kekal adanya. dibanting ke atas batu dan meledak hancur lebur. marah dan mendatangi Sena. dan tetap berniat pergi mengikuti perintah sang Guru. Kemudian Sena mengamuk dan mengobrak-abrik lagi sampai lelah.. Karena tekad yang kuat maka Senapun nekat untuk pergi lagi.walaupun sebenarnya ada niat sang Guru Durno untuk mencelakaannya. Sena di perintahkan agar kembali ke Astina. Suyudana.. saat lengkap dihadiri Resi Druna. lengkap bala Kurawa. yang memberitahu bahwa dua raksasa yang dibunuh Sena. di dalam gua. yang dengan tergesa-gesa bersama bala pasukan datang ke Ngamarta.. ingin menjerumuskan pihak Pandawa dinegeri Astina. sebab tempat air yang dicari.. Kemudian Durna memberi petunjuk kepada Sena.maka akan berarti dirinya mencapai kesempurnaan.Karena kelelahan. Terjadi perkelahian ... Suyudana juga membantu bicara untuk meyakinkan Sena. Setibanya di serambi Astina.Perintah inipun dituruti lagi. bahwa jika ia telah menemukan air suci itu . Lalu dikatakan juga agar untuk mencari air kehidupan.kemudian ia berdiri dibawah pohon beringin. mulia. Sanskerta dan Jawa Kuna. Ia memberi laporan tentang perjalannya dan dijawab oleh Sang Druna :bahwa ia sebenarnya hanya diuji.78 DEWA RUCI Cerita Ajaran Dewa Ruci tentang Arya Wrekudara / Arya sena/Bima ketika masuk ke dasar samudera guna memenuhi tugas gurunya mencari air penghidupan (Tirtamerta).. tentang tempat benda yang kau cari itu.! atas kedatangan Sena.. berada dalam triloka.Sena diharuskan mengikuti perintah sang Guru untuk mencari air suci penghidupan ke hutan Tibrasara. dibawah Gandawedana.dalam hatinya ia bersedih hati dan berfikir bagaimana mendapatkan air suci tersebut. Sena yang juga adalah murid guru Durno diberikan ajaran: bahwa dalam mencapai kesempurnaan demi kesucian badan . Kresna mengatakan bahwa janganlah . kedua raksasa itu karena merasa terganggu akibat ulah Sena..(tempat para kerabatnya berada) Sementara itu di Astina keluarga Sena yang mengetahui tipudaya pihak Kurawa mengirim surat kepada prabu Harimurti/Kresna di Dwarawati. lalu keluar dari istana. membayangkan Sena berhasil ditipu dan akan hancur lebur melawan dua raksasa yang tinggal di gua itu.. pesta makan minum sepuas-puasnya.. Jayasusena. sebenarnya ada di tengah samudera. sungguh menderita dirimu". engkau tidak mendapat bimbingan yang nyata. Patih Sangkuni. Tak lama kemudian.. Sindukala. Diceritakan saat Sena sudah pasrah.enkau mencari tidak menjumpai. bahwa letak air suci ada di hutan Tibrasara.. berbahasa halus dan sesuai rumus-rumus tembang.. Sena mengikuti perintah gurunya dan yakin tidak mungkin teritipu dan terbunuh oleh anjuran Gurunya.untuk sementara merekamerayakan dengan bersuka-ria.ternyata memang sedang dihukum Hyang Guru. melalui perantaraan guru Durna.. tetap saja mengamuk.. Sang Hyang Endra dan Batara Bayu. lalu gua disekitarnya diobrak-abrik. Selanjutnya dikatakan.. mereka semua tersenyum. menonjol diantara sesama makhluk. terkejut.. Intisari kisahnya yaitu bahwa pihak kaum Kurawa dengan dinegeri Amarta.dilindungi ayahibu. Sena mendengar suara tak berwujud : "Wahai cucuku yang sedang bersedih. Kemudian setelah ia mohon pamit kepada Druna dan prabu Suyudana. di gunung Candramuka.. Namun walau telah dijelaskan niat kedatangannya. untuk mohon pamit. air yang dicari ternyata tidak ada. Kuwirya Rikadurjaya. sebagai rasa optimisnya .

karena sudah menyatakan kesanggupan kepada Druna dan prabu Kurupati. itulah yang kau laksanakan. mulut bagai gua. lanjut Dewa Ruci. memperoleh cinta kemuliaan dari Hyang Suksma Kawekas. kepada prabu Kresna. Kau bisa tahu dari bertanya. termasuk tangisan semua sentana laki-laki dan perempuan. karena Sena ternyata melaporkan bahwa ia akan meneruskan pencarian air suci itu.79 Pandawa bersedih. senang dan akan mengadakan pesta. walaupun ia tidak mampu masuk ke dalam air. lebih baik mati dari pada pulang menentang sang Maharesi. . segera datang ke sini. tampak kegembiraannya. jadi dengan dilaksanakan. Demikian pula orang berguru. ibumu Dewi Kunthi. dan tidak ada pakaian. Dengan suka cita ia lama memandang laut dan keindahan isi laut. karena gurumu yang memberi petunjuk. Lalu ia berbicara :"Sena apa kerjamu. menyemburkan bisa bagai air hujan. dan lain-lainnya. jika tidak mati-matian tentu tak akan dapat sampai di tempat ini. yang memiliki keturunan. Yudistira sebagai anak sulung. tidak merasa takut. Alkisah ada naga sebesar segara anakan. Retna Drupadi dan Srikandi. berbisa sangat mematikan. diijinkan berganti diri menjadi batara yang berhasil menatap dengan hening. tidak ada makanan. pemangsa ikan di laut. tidak membuatnya mundur. bahwa Sena tidak akan meninggal dunia. Namun tidak disangka. menancap di badan naga. tapi saat lelah tak kuasa meronta. Sena berangkat pergi. yang dua anak lain dari keturunan dengan Madrim. seisi laut bergembira. Sumbadra. wajah liar dan ganas. seakan mengatakan bahwa Druna memberi petunjuk sesat dan tidak benar. "Kau pun keturunan Sang Hyang Pramesthi. melilit Sena sampai hanya tertinggal lehernya. ayahmu pun keturunan dari Brama. disini tidak mungkin ditemukan". yang akhirnya tiba di tepi laut. bahwa ia di tipu agar masuk ke dalam samudera. Hanya berputra tiga dengan ayahmu. Dikatakan pula :"Wahai Wrekudara. tanpa rasa takut keluar masuk hutan. Lalu dikatakan oleh Kresna. akan tempat yang harus disembah". yaitu sang Hyang Wisnu Murti. yaitu ke tengah samudera. yang membuat para Pandawa termasuk Pancawala. sebab tipu daya para Kurawa akan mendapat balasan dengan jatuhnya bencana dari dewata yang agung. darah memancar deras. Hyang Girinata. kesedihan sudah terkikis. Sang ombak bergulung-gulung menggempur batu karang bagaikan menyambut dan tampak kasihan kepada yang baru datang. topan datang juga riuh menggelegar. menyebarkan para raja. yang kedua dirimu. tinggal di laut. Kemudian dikatakan : "Jangan pergi bila belum jelas maksudnya. genaplah Pandawa. menerawang tanpa batas. naga besar itu mati. datanglah Sena. kedatanganmu disini pun juga atas petunjuk Dhang Hyang Druna untuk mencari air Penghidupan berupa air jernih. dirimu tidak sayang untuk mati. dan dengan meniru juga. dalam mencari Tirta Kamandanu. Sementara itu Pandawa bersedih hati dan menangis memohon penuh iba. semua serba tidak ada tak ada yang dapat di makan. janganlah berpakaian bila belum tahu nama pakaianmu”. Maka akhirnya ia berpasrah diri. apa tujuanmu. Sena bingung dan mengira cepat mati. taring tajam bercahaya. seperti anak kecil bermain-main di atas laut. oleh tukang emas diberi kertas kuning dikira emas mulia. agar air menyibak. Para saudaranya tidak perlu sedih dan cemas Kembali dikisahkan Sang Wrekudara yang masih di samudera. ia teringat segera menikamkan kukunya. kau keturunan dari Sang Hyang Brama asal dari para raja. ada orang bodoh dari gunung akan membeli emas. dengan semangat yang menyala-nyala mencebur ke laut. kuku Pancanaka. masuk ke dalam samudera. banyak rintangannya. itu yang saya makan". sebagai penengah adalah Dananjaya. Tidak terang dan pikiranmu memaksa. sakit dan mati memang sudah kehendak dewata yang agung. segalanya serba sepi. dan tak lupa digunakannya ilmu Jalasengara. Bagi Sena. ia bertemu dengan dewa berambut panjang. bernama Dewa Ruci. jatuh didepanku. jangan makan bila belum tahu rasa yang dimakan. memang benar. demikian dalam hidup. bila belum paham. Hanya ada daun kering yang tertiup angin. naik turun gunung. lalu ia memusatkan perhatian tanpa memikirkan marabahaya. bahkan mendapatkan pahala dari dewata yang nanti akan datang dengan kesucian. Ketika sedang asyik berbincang-bincang. Nasehat dan tangisan. ke dasar samudera. maka orang yang bertapa sulit menikmati hidupnya".

disebut muka sifat. kehidupan suksma ada. Penerima ajaran dan nasehat ini tidak boleh menyombongkan diri. panas hati. Atas petunjuk Dewa Ruci. persatuan manusia/kawula dan pencipta/Gusti. dunia merupakan panggungnya. maksudnya hati. memancar bernyala-nyala. Pramana bila mati ikut lesu. yang memimpin dirimu. merupakan hakikat sifat itu sendiri. cahaya memancar berkilat.80 Wrekudara masuk tubuh Dewa Ruci menerima ajaran tentang Kenyataan. sesungguhnya ada di dalam hatimu. bertempat tinggal di tubuh. tak tahu mana utara dan selatan. kelingking pun tidak mungkin masuk". kuning dan putih. itu bukan yang dicari (air suci). Dan tampaklah laut luas tanpa tepi. segala keinginan keluar dari situ. bersungguh-sungguh dan waspada dalam segala tingkah laku. perwira dalam kedamaian. tidak ikut makan dan minum. ialah yang berhak menikmati hidup. yang menyatu dengan diri tetapi tidak ikut merasakan gembira dan prihatin. jangan bicara gaduh. murka. Lekas pulang jangan berjalan. untuk hati tinggal. Yang hitam kerjanya marah terhadap segala hal. samudera dengan semua isinya. dipegang tidak dapat. raga yang tinggal. merah dan kuning adalah penghalang pikiran dan kehendak yang abadi. merah kuning dan putih. jika berpisah dari tempatnya. kata Dewa Ruci. menyatu padu dan sudah menjadi kawan akrab. tak sarat masuk ke dalam tubuhku". tanpa tempat tinggal. Sena masuk ke dalam tubuhnya melalui telinga kiri. yaitu hitam. mengakui rahasia zat. dari mana jalanku masuk. Manusia bagaikan wayang. adalah Pramana. memancarkan sinar. mendapat anugerah yang benar. Sambil tertawa sena bertanya :"Tuan ini bertubuh kecil. yang menghalangi dan menutupi tindakan yang baik. hati yang tenang suci tanpa berpikiran ini dan itu. masuklah ke dalam tubuhku ". tidak ikut merasakan sakit dan menderita. menyala tidak tahu namanya. jangan bicarakan hal ini secara sembunyisembunyi. Kemudian. tampaklah Dewa Ruci. Kehidupan Pramana dihidupi oleh suksma yang menguasai segalanya. langit luas. disimpan dalam buana. semua isi dunia. tidak mengalami hambatan dan kesulitan.Dewa Ruci tersenyum dan berkata lirih:"besar mana dirimu dengan dunia ini. Yang kuning hanya suka merusak. jangan lekat dengan nafsu kehidupan tapi kuasailah. dan diketahui lah arah. menutupi hati yang sadar kepada kewaspadaan. tidak berwujud dan tidak tampak. tidak tahu timur dan barat. hutan dengan gunung. Sehingga hitam. yang menuntun kepada sifat lebih. Lalu berkatalah Dewa Ruci: Yang pertama kau lihat cahaya. mata hati itulah. berpelangi melengkung. jangan memanjakan diri. depan dan belakang. menandai pada hakikatmu. tapi lekaslah mengalah jika berselisih. apakah gerangan itu ?! Menurut Dewa Ruci. hitam. hanya terdapat pada orang-orang yang awas. Pramana Anresandani. keberadaannya melekat pada diri. " Segeralah kemari Wrekudara. peganglah dalam pemusatan pikiran. dihidupi oleh suksma. tidak sakit. hanya berupa firasat di dunia ini. tak dapat dipisahkan. Sirna itulah yang ditemui. selidikilah rupa itu jangan ragu. kehidupan suksma yang sesungguhnya. badan tanpa daya. Ada empat macam benda yang tampak oleh Sena. layar yang digunakan untuk memainkan panggungnya. lalu matahari. jangan punya kegemaran. Lalu Wrekudara melihat. terang. karena nasehat merupakan benih. Itulah yang mampu merasakan penderitaannya. menyatu dengan kesejahteraan dunia. bentuk zat yang dicari. nyaman rasa hati. yang dilihat itu yang tampak berkilat cahayanya. tanpa bentuk dan tanpa warna. Jika ingin mempelajari dan sudah didapatkan. Yang merah menunjukkan nafsu yang baik. yang menguasai segala hal. hanya enak dan bermanfaat. namun bila hilang. Sedangkan yang putih berarti nyata. itu adalah penghalang hati. Dalang yang memainkan segala gerak gerik dan berkuasa antara perpaduan kehendak. tak berbeda dengan kedatangannya waktu dahulu. bawah dan atas. hayati dengan sungguhsungguh. saya bertubuh besar. Pancamaya itu. Namun jika ditemui ajaran misalnya kacang kedelai disebar . ada pada diri manusia. sedangkan yang berwarna merah. persatuan Suksma Mulia. Tentang keinginan untuk mati agar tidak mengantuk dan tidak lapar. Sedangkan Suksma Sejati.

gembira hatinya. Kembali ke Negeri Ngamarta Tekad yang sudah sempurna. sewujud dan sejiwa. mengangkat murid/cantrik. Bertapa tanpa ilmu. tidak ada ilmu yang didatangkan. ada dewa yang memberi tahu kepadanya. rupa dan suara. yang yang kemudian sebagai rahasia. hatinya terang benderang. belum tentu akan mendapatkan petunjuk yang nyata. tidak asing bagi dirinya. lalu kembali ke alam kemanusiaan. ia menjawab bahwa perjalanannya itu dicurangi. lepas dari pemikiran batinnya. wayang tegak ditopang orang yang menyaksikan. terkabul itu namanya. maka jika manusia bijaksana. cara masuk dasar samudera. berderit oleh tiupan angin.81 di bebatuan tanpa tanah tentu tidak akan dapat tumbuh. dan Dewa Ruci telah sirna dari mata. agar menjadi jelas penglihatan sukma. oleh perlindungan jati manusia. di Ngamarta sedang berkumpul para saudaranya bersama Sang Prabu Kresna. untuk disini dan untuk disana juga. sebentar kemudian mengeluarkan api yang berasal dari kayu. jika memberi ajaran tidak jauh tempat duduknya. bagaikan hidup dalam mati. bahwa di lautan itu . kematian seolah dipaksakan. akhirnya tak berdaya. gerak dan diamnya dimainkan oleh Dalang. dalam segala janji janganlah ingkar. Permulaan jagad raya. Wrekudara setelah mendengar perkataan Dewa Ruci. Tingkah manusia hidup usahakan dapat seperti wayang yang dimainkan di atas panggung. tanpa pedoman berguru. kepandaian dan keperkasaan. semua sudah ada pada manusia. Jika sudah paham akan segala tanggung jawab. bahwa itu dari Dalang yang berada dibalik layar. mengira sudah benar. yang mati itu juga. yaitu yang menuju pada nafsu. banyak hiasan yang dipasang. Maka disambutlah ia. dililit oleh penerapannya. bagaikan api dalam kayu. bumi sebagai tempat berpijak. tentu tidak akan berhasil. yang bagaikan sudah menyatu. kesaktian. di balik layar ia digerak-gerakkan. yang melihat adalah pikiran. Wrekudara lalu mengingat. Dewa Ruci selesai menyampaikan ajarannya. kayu hangus mengeluarkan asap. Yang terbaik. karena kesungguhan hati ialah dalam cara melaksanakan. itulah perjalanannya. menerima dengan suka hati. Dan kemudian dikatakan oleh Dewa Ruci :"Sena ketahuilah olehmu. seumpama suatu bentukan. semua sudah kau kuasai. seperti mengharapkan kemuliaan. memang tidak kelihatan. tak ada lagi yang dicari. melalui kepertapaannya. dalam kenyataan ditutupi dan dirahasiakan. mengosongkanan pikiran. tinggalkan dan hilangkan. semua jagad ini karena diri manusia. berlampu panggung matahari dan rembulan. mengira dapat mencapai kesempurnaan dengan cara bertapa tanpa petunjuk. Badan hanya sekedar melaksanakan secara lahir. Wrekudara tidak bingung dan semua sudah dipahami. yang sedang membicarakan kepergian Sena. Bersamaan dengan kedatangan Sena. dengan layarnya alam yang sepi. akan segala keinginan. dalam hati mengharap mendapatkan anugerah wahyu sesungguhnya. Raden Arya Wrekudara kemudian pulang dan tiba ke negerinya. dimana setiap gerak tentu juga merupakan kehendak manusia. sudah menjadi diri sendiri. disuarakan bila harus berkata-kata. mengajarkan wahyu yang diperoleh. rahasiakan dan tutupilah. bagaikan mati di dalam hidup. tak berpaling hatinya. hidup abadi selamanya. Tingkah seenaknya. dan saat ditanya oleh Prabu Yudistira mengenai perjalanan tugasnya. yang kau kerjakan. Guru yang benar. dilaksanakan untuk memenuhi kesatriaannya. Hyang Luhur menjadi badan Sukma Jernih. bahkan gagallah bertapanya itu. namun akhirnya tersesat dan terjerumus. semuanya yang tergetar. hilanglah kekalutan hatinya. bertapa dengan merusak tubuh dalam mencapai kamuksan. Inilah keutamaan bagi keduanya. dengan penuh semangat. ketahuilah asal mulanya. kelahiran batin ini. cantrik sebagai sahabatnya. segala tingkah laku akan menjadi satu. banyak yang didengarnya tentang tingkah para Pertapa yang berpikiran salah. Ngamarta.

Dalam cerita wayang digambarkan bahwasanya Resi Manukmanasa dan Bengawan Sakutrem bisa pergi ketempat suci melalui cahaya suci. Hutan Tikbrasara dan Gunung Reksamuka Air suci itu dikatakan berada dihutan Tikbrasara. 2. lalu Kresna berkata :"Adikku ketahuilah nanti. Pada waktu samadi dia harus memusatkan ciptanya dengan fokus pandangan kepada pucuk hidung. Prawita dari asal kata Pawita artinya bersih. Gembira mendengar itu. Raksasa Rukmuka dan Rukmakala Di hutan. tetapi sebenarnya berada didasar samudra. sara berarti tajamnya pisau. perhiasan seperti emas permata dan lain-lain (kamulyan) Bima tidak akan mungkin melaksanakan samadinya dengan sempurna yang ditujukan kepada kesucian apabila pikirannya masih dipenuhi oleh kamukten dan kamulyan dalam kehidupan. Bima membunuh ular tersebut dalam satu pertarungan yang seru. Pandangan atau paningal sangat penting pada saat samadi. Tikbra artinya rasa prihatin.tidak ada air penghidupan. ini berarti Bima berhasil menyingkirkan halangan untuk mencapai tujuan supaya samadinya berhasil. 1. tidaklah . ini melambangkan pelajaran untuk mencapai lendeping cipta (tajamnya cipta). suci. yang diperagakan oleh Bima atau Aria Werkudara dan Dewa Ruci. Jadi Prawitasari pengertiannya adalah inti atau sari dari pada ilmu suci. MAKNA AJARAN DEWA RUCI Orang Jawa menganggap cerita wayang merupakan cermin dari pada kehidupannya. Bima diserang oleh dua raksasa yaitu Rukmuka dan Rukmala. muka adalah wajah. yang dengan mudah akan memaafkan kesalahan orang lain. Sebelum melakukan samadi orang harus membersihkan atau menyucikan badan dan jiwanya dengan air. Rukmakala : Rukma berarti emas. dia bisa melihat kenyataan antara lain melalui cahaya atau sinar yang datang kepadanya waktu samadi. jadi yang dimaksud dengan Reksamuka dapat diartikan: mencapai sari ilmu sejati melalui samadi. Reksa berarti mamalihara atau mengurusi. kala adalha bahaya. Tanpa ragu-ragu sedikitpun dia menuju ke samudra. Pencarian air suci Prawitasari Guru Durna memberitahukan Bima untuk menemukan air suci Prawitasari. Terminologi mistis yang dipakai adalah mendaki gunung Tursina. Dewa Ruci yang merupakan cerita asli wayang Jawa memberikan gambaran yang jelas mengenai hubungan harmonis antara Kawula dan Gusti. Tur berarti gunung. sari artinya inti. Seseorang yang mendapatkan restu dzat yang suci. Ingatlah kepada perkataan Samudra Pangaksama yang berarti orang yang baik semestinya memiliki hati seperti luasnya samudra. terbunuhnya dua raksasa tersebut dengan gamblang menjelaskan bahwa Bima bisa menghapus halangan-halangan tersebut. karena kamukten dan kamulyan akan menutupi ciptanya yang jernih. ini melambangkan hambatan yang berasal dari kemewahan makanan yang enak (kemukten). Ular adalah simbol dari kejahatan. Rukmuka : Ruk berarti rusak. Disini menggambarkan bahwa dalam pencarian untuk mendapatkan kenyataan sejati. jangan lupa segala sesuatu yang sudah terjadi ini". Dalam pertempuran yang hebat Bima berhasil membunuh keduanya. sina berarti tempat artinya tempat yang tinggi.82 sepi. Samudra dan Ular Bima akhirnya tahu bahwa air suci itu tidak ada di hutan . menggambarkan halangan yang datang dari kemewahan kekayaan material antara lain: pakaian. dilereng Gunung Reksamuka.

tidak pernah berhenti untuk berbuat yang benar antara lain : melakukan samadi. 7. Wilujengan : menjaga kesehatan. 6. diterimanya samadi Bima yaitu bersatunya kawula dan Gusti. 3. Pelajaran spiritual dari pertemuan ini adalah : Bima bermeditasi dengan benar. Legawa : harus selalu bersikap baik dan benar. Dia telah mencapai kasunyatan sejati. Candra 9. menutup kedua matanya. Gembira : bukan berarti senang karena bisa melaksanakan kehendak atau napsunya. Santosa : selalu beraa dijalan yang benar. memusatkan perhatiannya dengan cipta hening dan rasa hening. . Rila: dia tidak susah apabila kekayaannya berkurang dan tidak iri kepada orang lain. dia adalah satu dengan yang suci. Mula-mula di tidak mau pergi tetapi kemudian dia sadar bahwa dia harus tetap melaksanakan pekerjaan dan kewajibannya. Marsudi kawruh : selalu mencari dan mempelajari ilmu yang benar. Didalam. tetap sabar. 2. Nrima : bersyukur menerima jalan hidup dengan sadar. Eling : tahu mana yang benar dan salah dan selalu akan berpihak kepada kebaikan dan kebenaran. Didalam paningal (pandangan didalam) Bima bisa melihat segalanya segalanya terbuka untuknya (Tinarbuka) jelas dan tidak ada rahasia lagi. 10. 4. mengatur pernapasannya. dia harus juga menghilangkan kejahatan didalam hatinya. Bima bertemu dengan Dewa kecil yaitu Dewa Suksma Ruci yang rupanya persis seperti dia. Rahayu : kehendak untuk selalu berbuat baik demi kepentingan semua pihak. Anoraga : rendah hati. 12.83 cukup bagi Bima hanya mengesampingkan kamukten dan kamulyan. Pertemuan dengan Dewa Suksma Ruci Sesudah Bima mebunuh ular dengan menggunakan kuku Pancanaka. tidak boleh terlalu sering bercinta dan itu pun hanya boleh dilakukan dengan pasangannya yang sah. Pengalaman ini dalam istilah spiritual disebut “mati dalam hidup” dan juga disebut “hidup dalam mati”. kalau sakit diobati. 8. Gelang Candrakirana dikenakan pada lengan kiri dan kanannya. Untuk itu dia harus mempunyai sifat-sifat sebagai berikut: 1. Arti simbolis pakaian dan perhiasan Bima Bima mengenakan pakaian dan perhiasan yang dipakai oleh orang yang telah mencapai kasunytan-kenyataan sejati. Kedatangan dari dewa Suksma Ruci adalah pertanda suci. dan apabila ada orang yang berbuat jahat kepadanya. 11. Selalu waspada untuk menghindari perbuatan jahat. tak terpisahkan. tidur pada waktu sudah mengantuk dan tidak perlu harus tidur dikasur yang tebal dan nyaman. Ngurang-ngurangi: dengan antara lain makan pada waktu sudah lapar. Bima tidak pernah merasakan kebahagiaan seperti ini sebelumnya. tetapi merasa tentram melupakan kekecewaan dari pada kesalahan-kesalahan dari kerugian yang terjadi pada masa lalu. ketemu keluarganya dan lain-lain. Bima telah menerima pelajaran terpenting dalam hidupnya yaitu bahwa dalam dirinya yang terdalam. Bima bisa melihat dengan jelas seluruh jagad dan juga melihat dewa kecil tersebut. dia tidak akan membalas. makan tidak perlu banyak dan tidak harus memilih makanan yang enak-enak: minum secukupnya pada waktu sudah haus dan tidak perlu harus memilih minuman yang lezat. Bima memasuki raga Dewa Suksma Ruci melalui telinganya yang sebelah kiri. Samadi. 5.

Tanda emas diantara mata. . dia tidak tertarik kepada kekeyaan duniawi. mulai 2 Agustus. Bima hanya tertarik kepada laku untuk kesempurnaan hidup. saat kerajaan Surakarta diperintah oleh Pakoeboewono VII. 2. dengan urut-urutan : 1. Karo. yang memberi patokan bagi para petani agar mempunyai hasil panen yang baik dalam bertani. Tusuk konde besar dari kayu asem Kata asem menunjukkan sengsem artinya tertarik. meskipun jumlah orang yang bermoral baik itu kalah banyak. PRANATA MANGSA ( aturan waktu musim kuno ) Pranata Mangsa atau aturan waktu musim biasanya digunakan oleh para petani pedesaan. Persatuan orang-orang yang bermoral baik adalah lebih kuat. Artiya Bima melaksanakan samadinya secara teratur dan mantap. sejenis belalang masuk ke tanah. Palawija mulai tumbuh. Melambangkan : 1. alumah. amarah. kirana artinya sinar. Petani di Jawa dahulu masih memakai patokan untuk mengolah pertanian dengan prantan ini. Contohnya lima pandawa bisa mengalahkan seratus korawa. Bima yang sudah tinarbuka. daun-daunan berjatuhan. berusia 41 hari. merah. Uraian mengenai Pranata Mangsa ini diambil dari buku sejarah para raja di Surakarta. Dia telah memegang dengan kuat ilmu sejati. Yang merupakan simbol nafsu. Batik poleng : Kain batik yang mempunyai 4 warna yaitu. yang tersimpan di musium Radya-Pustaka. Para petani membakar dami yang tertinggal di sawah dan di masa ini dimulai menanam palawija. hitam. Penampakannya/ibaratnya : lir sotya (dedaunan) murca saka ngembanan (kayu-kayuan). tepatnya dimulai tanggal 22 Juni 1856. sudah menguasai sinar suci yang terang yang terdapat didalam paningal. tanah mulai retak/berlubang. Kuku Pancanaka Bima mengepalkan tinjunya dari kedua tangannya. 2. Disini menggambarkan bahwa Bima sudah mampu untuk mengendalikan nafsunya. Kuku pancanaka menunjukkan magis dan wibawa seseorang yang telah mencapai ilmu sejati. berusia 23 hari. kuning dan putih. pohon randu dan mangga.84 artinya bulan. mulai 22 Juni. sebetulnya baru mulai dikenalkan pada tahun 1856. Penampakannya/ibaratnya : bantala (tanah) rengka (retak). dari persatuan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Yang menurut riwayatnya. Kasa. yang didasarkan pada gejala naluriah alam dan mencoba memahami asal-usul dan bagaimana uraian satusatu kejadian cuaca di dalam setahun. supiah dan mutmainah.

manggis dan lain-lainnya). Desta. berusia 27 hari. usianya 25 hari. mulai 4 Pebruari. 6. Kasanga. pohon asem mulai tumbuh daun muda. musimnya kucing kawin).85 3. berbagai jenis bambu tumbuh. Sawah tidak ada (jarang) tanaman. jarang orang berkeringat. 4. dan sebagainya. mulai 10 Nopember. yang jika dikaitkan dengan kondisi saat ini. sebab sangat dingin). Padi mulai berkembang dan sebagian sudah berbuah. Kapitu. sebab panas sekali. ulat-ulat mulai keluar. selokan sawah diperbaiki dan membuat tempat mengalir air di pinggir sawah. mulai panen. banyak sungai yang banjir. kucing mulai kawin. banyak buah-buahan (durian. masa ini musim dingin. Penampakannya/ibaratnya: sotya (anak burung) sinara wedi (disuapi makanan). hal tersebut diatas tentunya harus diselaraskan secara ilmiah. Demikian uraian singkat tentang Pranata Mangsa. mulai 19 April. banyak hujan. 12. mulai 14 Oktober. Padi mulai menguning. yang mana Palawija mulai di panen. burung blibis mulai kelihatan di tempat-tempat berair. Kanem. usianya 43 hari. Penampakannya/ibaratnya : pancuran (hujan) emas sumawur (hujannya) ing jagad. Penampakannya/ibaratnya : rasa mulya kasucian (sedang banyakbanyaknya buah-buahan). itu masanya banyak penyakit). mulai 25 Agustus. pohon kapuk mulai berbuah. kondisi alam. Katiga. Penampakannya/ibaratnya : wedaring wacara mulya ( binatang tanah dan pohon mulai bersuara). 11. Penampakannya/ibaratnya : tirta (keringat) sah saking sasana (badan) (air pergi dari sumbernya. cenggeret mulai bersuara. rambutan. mulai menyebar padi gaga. banyak hewan hamil. Penampakannya/ibaratnya : gedong minep jroning kalbu (masa hewan sedang hamil). 5. . berusia 41 hari. Penampakannya/ibaratnya : suta (anak) manut ing Bapa (lanjaran). Kawolu. uret mulai banyak. Padi mulai hijau. mulai 1 Maret. Kapat. berusia 43 hari. jangkrik mulai muncul. 7. Musimnya/waktunya lahan tidak ditanami. atau 4 tahun sekali 27 hari. Kasepuluh. Penampakannya/ibaratnya : wisa kentar ing ing maruta (bisa larut dengan angin. Seluruhnya memane n padi. berusia 25 hari. 8. berusia 24 hari. mulai 12 Mei. usianya 24 hari. mulai 19 September. burung-burung kecil mulai menetas telurnya. usianya 26 hari. 10. para petani mulai menggarap sawah untuk ditanami padi gaga. Mulai ada hujan. sebab musim kemarau. Penampakannya/ibaratnya : waspa kumembeng jroning kalbu (sumber). kemajuan teknologi pengindraan satelit cuaca. Para petani mulai menjemur padi dan memasukkan ke lumbung. Di sawah hanya tersisa dami. mulai 26 Maret. 9. mulai 23 Desmber. Para petani mulai menyebar bibit tanaman padi di pembenihan. berusia 23 hari. Saya. burung-burung kecil mulai bertelur. Benih padi mulai ditanam di sawah. Penampakannya/ibaratnya : anjrah jroning kayun (merata dalam keinginan. Kalima.

4. 2.86 WUKU dan KELAHIRAN Tiap-tiap wuku mempunyai watak sendiri-sendiri. Burungnya : Branjangan = riang tangan. Pohonnya : Ingas = tak dapat untuk berlindung. Candranya : Surating raditya = tajam ingatannya. selama 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. Penangkalnya : selamatan tumpeng beras sepitrah dikukus. Tangkalnya : Selamatan tumpeng beras sepitrah dikukus. angkuh. Pohonnya : Nagasari = bagus rupaya. Burungnya : Manyar = tak mau kalah dengan sesama. Gedungnya didepan = suka memperlihatkan kekayaannya. kalau marah berbahaya. suka pada kesunyian. Lauknya daging rusa dicacah lalu dibakar. 5. bakat kaya harta benda. Tunggalnya : didepan = akhirnya hidup senang. 3. pradah hanya lahir. Doanya : rajukna dan pina. dapat mengerjakan segala pekerjaan. Menghadapi air di jembung besar = baik budi pekertinya. Kakinya direndam dalam air = perintahnya keras didepan dingin dibelakang. sopan-santun. selamat hatinya. Burungnya : Salinditan = tangkas. Kurantil. Memanggul tunggal = akhirnya mendapat kesenangan hidup. lauknya daging kerbau seharga 21 keteng dimasak pindang. Landep. terang hatinya. tinggi adat-istiadatnya.dewanya sangyang Langsur = pemarah. Selawatnya 4 keteng. Ketika kolo wuku berada ditenggara. dalam 7 hari tidak boleh mendatangi tempat kolo. Selawatnya 7 keteng. Selawatnya 4 keteng. Doanya : Kabul.dewanya sangyang Mahayekti = besar hatinya. karena panas. menghendaki lebih dari sesama. Doanya rajukna. Ketika kala wuku berada ditimu laut. pradah hanya lahir. Bahayanya : Berada di pertengahan umur.dapat menyenangkan hati orang lain. suka kepada kepanditan. . Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya. Pohonnya : Wijayamulya = sangat indah rupanya.Ketika kolo wuku berada dibawah. Bahayanya : jatuh memanjat. Candranya : Endra = gemar bertapa brata. Bahayanya = ditanduk atau disiung. cepat bekerjanya. Pohonnya : Kendayakan = jadi pelindung orang susah. dapat mengerjakan segala pekerjaan. Penangkalnya : selamatan nasi uli. pradah hanya lahir. teliti. Memanggul tunggul = mudah mendapatkan kesenangan hidup. Candranya : Gunung artinya jika didekati sulit dan berbahaya jika dilihat dari jauh menyedapkan pemandangan. Tunggulnya : dibelakang = kebahagiannya terdapat dibelakang hari. Selawatnya 4 keteng. Tolu. Doanya : Tolak bilahi. Bahayanya : dianiaya. tajam roman mukanya.dewanya sangyang Yamadipati = wataknya seperti raja dan pendita. tak dapat dicegah. jika menghambakan diri jadi kesayangan. Sinta. pradah hanya lahir. Tangkalnya : selamatan nasi pulen beras sepitrah dikukus. Wukir. Bahayannya : korobohan pohon. orang sengsara dan orang minggat. Candranya : Woh-wohan = tak tentu rejekinya. Burungnya : Gagak = mengerti petunjuk gaib.dewanya sangyang Mahadewa = bagus rupanya. gemar bersemadi. beras sepritah dikukus. membelinya tidak menawar. banyak kemauan. cepat bahagia. dan orang minggat. Burungnya : Atatkembang = jadi kesukaan para agung.. daging ayam ayam putih dimasak pakai santan dan sayur lima macam. kasih sayang. Kaki belakang direndam dalam air = perintahnya panas didepan dingin belakang. Gedungnya terbalik didepan = murah hati. lauknya daging ayam lereng dipecal. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya. dalam 7 hari tak boleh turun dari gunung dan tak boleh menggali tanah. Pohonnya : Kendajakan = jadi pelindung orang sakit. dapat menggrirangkan hati orang lain. Gedungnya didepan = memperlihatkan simbul kekayaannya. keras. jika bekerja dicintai oleh majikannya. Air dalam jimbung besar disebelah kiri = serong hatinya. Watak wuku dapat dipergunakan untuk mengetahui dasar watak bayi lahir : 1.

Bahayanya : dimarahi temannya. Selawatnya 10 keteng. Selawatnya : kucing. Burungnya : betet = keras kemauannya. cemburuan.dewanya sangyang cakra = keras budinya. Selawatnya 8 keteng. Doanya Tolak bilahi. keras budinya. ikhlasan. lauknya daging ayam dimasak dengan santan. Candranya : Geter nekger ing wijati = hening pikirannya. Candranya : kasturi arum angambar = segala kehendaknya belum terjadi telah tersiar banyak yang cinta. Burungnya : kepodong – cemburuan. cinta pada perbuatan baik. Warigalit. Selawatnya 4 keteng. Pohonnya : tanganan = tak suka menganggur. Burungnya : ayam hutan = liar. Selawatnya 3 keteng. Pohonnya : beringin = jadi pelindung keluarganya. lauknya daging ayam berumbun yang masih muda dan daun-daun 9 macam. segala yang dikehendakinya segera tercapai. Selawatnya 5 keteng. Doanya : tolak bilahi. dicintai para pembesar. tak mau dicegah. Mengahadap air dijembung = pradah ikhlasan.pradah. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. daundaunan 9 macam dicampur dalam tumpeng. Ketika “kala wuku” berada di utara menghadap ke selatan. jauh kepada perbuatan jahat. suka bohong. Doanya : Kabul. 7. Penangkalnya : selamatan nasi uduk bers sepitrah dikukus. tidak boleh disamai.senang asmara. pengasih.Ketika kolo wuku berada dibarat-laut. dalam 7 hari tidak boleh mendatangani tempat kala 8. Candranya : Ketug lindu = menepati perkataannya. tidak tetap. perkataannya nyata redhoan.81 ½ sen). tetapi mudah dicegah. suka tinggal ditempat sunyi.87 Penangkalnya : selamatan nasi uduk beras sepitrah dikukus. Gumbreg. Doanya : Rajukna. keras budinya. lauknya daging bebek dimasak gurih dan daun-daunan 5 macam. dicintai oleh para agung. Gedungnya dua buah dibelakang dan didepan = ichlasnya hanya setengah. 6. Air dijebung didepannya +/. Ketika “kala wuku” berada di timur dalam 7 hari tidak boleh mendatangani tempat kala. Doanya : rasul. dewanya sangyang asmara = bagus rupanya. dewanya sanghyang mahajekti = berat tanggungannya. Tangkalnya : selamatan nasi pulen beras sepitrah dikukus. Pohonnya : cemara = rame bicaranya. pandai mencari kehidupan. jika marah menakutkan. dewanya sanghyang gana = pemaranh. Candranya : sekar wora-wari bang = besar amarahnya. Ketika “kala wuku” berada diatas.Ketika “kala wuku” berada di Selatan menghadap utara. banyak yang cinta. Warigagung. Candranya : kaju kemladean ngajak sempal = dimana-mana dapat tumbuh. murka. Bahayanya : tenggelam atau kejatuhan dalam. suka kepada kepunyaan orang lain. Burungnya : nori = pemboros. Bahayanya : diterkam harimau. Gedungnya dikirikan = penyayang. Gedungnya terbalik dibelakang = ikhlasan dengan tidak pakai perhitungan. Tangkalnya : selametan nasi pulen beras sepitrah dikukus. berkeinginan. lemah lembut perintahnya dan dihormati. harus diperlihatkan pemberiannya. akan tetapi harus diperlihatkan harum = dicintai oleh orang banyak. tak suka berkumpul dengan orang banyak. lauknya daging kerbau ranjapan (pembelian bersama-sama). Doanya : Kabul. Tunggulnya : dibelakang – rejekinya dibelakang hari. Memangku air dalam bokor =suka bersedekah. gampang suka pada kepunyaan orang lain. Bahayanya : tersangkut suatu perkara. dalam 7 hari tidak boleh memandang wajah kala. gelap hati. jauh kebahagiaannya. 10 Sungsang. namun sedikit rejekinya. Pohonnya : Tanganan = ringan tangan. Galungan. Burungnya kutilang = banyak bicara dan perkataannya dipercayai orang. Tangkalnya : selamatan nasi megana dan tumpeng betas 2 pitrah. dapat melegakan hati orang susah. Pohonnya : sulastri = bagus rupanya. 9. banyak rejekinya. . dewanya sangyang Komajaya = teguh hatinya. pengasih. Kakai sebelah yang didepan direndam dalam air = perintahnya dingin didepan. dewanya sanghyang sambu = tinggi perasaannya. hatinya mudah tersentuh. Candranya : Wangkawa = angkuh. lauknya daging ayam brumbun dan uang suwang (+/. dimasak getjok. Bahayanya : kena besi. jika marah taka sayang kepada harta bendanya. budinya tinggi. dalam 7 hari tidak boleh mendatangani tempat kala. panas dibelakang. 11. Tangkalnya : selametan nasi urap beras sepitrah dikukus. Burungnya : Bido = besar nafsunya. tidak mau menerima takdir. Julungwangi. murka.

jadi pelindung sengsara. Bahayanya : diteluhPenangkalnya : selamatan tumpeng beras sepitrah dikukus. yang melihat takut. Penangkalnya : selamatan nasi merah beras sepitrah dikukus. dewanya sangyang guretno. tak boleh didekati orang. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. Gedungnya dibelakang. Pohonnya : Asam = kuat dan dicintai orang banyak. Doanya : Slamat. berhati-hati. digoreng. melebihi sesama dewa. Memanggul : cakra = tajam hatinya. lauknya daging ayam dimasak sansan. tak mau memberi ampun.Ketika kolo wuku. Candranya : Redi gumaludug = bicaranya menakutkan. Mandasia. pemalu. Candranya : Palwa ing samodra = kesana-kemari mencari nafkah. pemaran. lauknya daging kambing. Doanya : Balasrewu dan Kunut.Candranya : Pulo katinggal saking tebih = tersiar semua tingkah lakunya. Doanya : Selamat pina. daging ayam merah dipindang dan bunga setaman yang merah. tinggi derajatnya. halus budinya. buruk adat-istiadatnya. menghendaki memerintah.daunan 9 macam. 12. Burungnya : puter = jika berbicara mula-mula kalah. Candranya : Watu item munggeng papreman lan wreksa gung lebet tancepnya = sabar. Kuruwelut. banyak larangan. sayuran secukupnya. Bahayanya = diamuk. tidak mau menurut. Selawatnya 11 keteng. Doanya : Kabul. Langkir. 17. Jembungnya disebelah kiri dibelakangnya = suka jalan serong. tinggi budinya dan teliti. tetapi jika marah kejam. kuat budinya. Ketika kolo wuku berada di selatan daya. tidak sabaran menepati janji. Candranya : Garojogan = rame bicaranya. Pahang. angkuh. Burungnya : Urang-urangan = cepat bekerjanya.Kuningan. Penangkalnya : selamatan nasi uduk beras sepitrah dikukus. banyak bohong. dewanya sanhyang wisnu : tajam ciptanya. dewanya sangyang Kala menggigit bahunya sendiri = besar nafsunya. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.88 Bahayanya : berselisih. Selawatnya 5 keteng. tidak sabaran. tidak pernah . tersiar baik. berada di utara dan selatan. Pohonya : Kendayaan = jadi pelindung orang sakit. lauknya daging kerbau membelinya beramai-ramai.Ketika kolo wuku berada di Barat-Laut dalam 7 hari tak boleh mengunjungi tempat kala. Bahayanya : Kena api dan dijahili orang. Pohonnya : Ingas dan cemara tumbang = panas hati. dewanya sangyang tantra = perkataannya melebihi sesama. sangat puaka.Ketika kolo wuku berada di Barat. lekas marah. Burung : Cocak = gelatak bicaranya. panas hati. Selawatnya 30 keteng. Djulungpujut. Burung : Prijohan = besar kemauannya. tegaan. selamat hatinya. Bahayanya : dianiaya. menghindari keramaian. Gedung telentang = boros. Pohonnya : parijata = jadi pelindung dan besar kebahagiaannya. Selawatnya uang baru 40 keteng. cepat pekerjaannya.Ketika kolo wuku berada diatas.dewanya sangyang Brama. daging ayam merah dipanggang. selalu susah. Pohonnya : Rembuknya = indah warnanya. dimana-mana jadi kunjungan orang.Ketika kolo wuku berada di selatan daya. kasar perkataannya. tidak sayang kepada badannya sendiri. = suka kepada keramaian. Candranya : peksi wonten ing luhur = jika mencari hasil dengan menundukkan kepala. tinggi dan selamat budinya. tetapi tidak mengapa.Penangkalnya : selamatan nasi punar beras sepitrah dikukus. sayur bayam merah. sebab gora-goda. batinnya kotor. akhirnya menang. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala 13. Burungnya : Platukbawang = kuat budinya. Selawatnya 9 keteng. jendelanya tertutup = hemat. suka bertikai.Penangkalnya : selamatan nasi beras sepitrah dikukus. Memanggul senjata tajam = waspada. tak suka diatasi. 16. daun. rejekinya tidak kurang. Doanya : Slametpina. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. jika marah tak dapat dicegah. 15. tidak berbau. Menghendaki bukit = besar kemaunnya. lahirnya suci. 14.Penangkalnya : selamatan nasi uduk beras sepitrah. orang sengsara dan orang minggat. Doanya : Rasul. mempunyai kedudukan yang lumayan.. dewanya sangyang Indra = melebihi sesama. murka. Pohonnya : Wijayakusuma = rupanya sangat indah. lauknyadaging kambing dan ikan dimasak pakai santan. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. Gedungnya terguling didepan = hemat dan banyak rejekinya. daun-daunan 11 macem.

Burungnya : prenjak = tahu petunjuk gaib. Tak mempunyai burung = tak boleh disuruh jauh. 20. berani kepada kesulitan. tentu mendapat bahaya. Bahayanya : diteluh. Candranya : umajang kang tetabuhan = menepati perkataan. 19. suka tinggal ditempat sunyi. besar tanda kebahagiannya. suka tinggal ditempat sunyi. Gedungnya dipanggul = memperlihatkan pemberian. puaka tak dapat dipermudah. dewanya betara kuwera = menggirangkan hati orang lain. daging ayam dan bebek dimasak 2 macam. Wuje. tidak ada gunanya. Ketika “kala wuku” berada diatas. Ketika “kala wuku” berada di timur laut. Ketika “kala wuku” berada di barat daya. dewanya sangsyang surenggana = tawakal hatinya. kuah merah dan putih dan ketimun 25 buah. tajam perkataannya. Tangkalnya : selamatan nasi uduk. dalam 7 hari tak boleh mendatangi kala 22. dewanya sanghyang siwa = lahir dan batinnya terkadang berlainan. berkesanggupan. suci hatinya. banyak tanda-tandanya akan mendapat bahagia. Tangkalnya : selamatan jajan pasar secukupnya dan bermacam-macam ketan seharga sataksawe (+/. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. tak suka kepada keramaian. tidak suka terhadap perkataan yang remeh. jadi tempat pengungsian. sekar boreh. Memasang keris terhunus disebelah kaki = waspada dan tajam hatinya. Doanya : slamet dina. . suka kepada bau harum. dewanya sanghyang basuki : ahli bicara. perkataannya lurus dan mengherankan. Bahayanya = bertikai. Ketika “kala wuku “ berada di barat. Ketika “kala wuku” berada di utara. Mrakeh. Candranya : pandam ageng amerapit = tawakal. niatnya : ngrasul. diturut perintahnya. Tangkalnya : selamatan bermacam-macam sayuran. digoreng. Doanya : ngumur. tawakal. Burungnya : pelug = suka tinggal di air. lauknya daging bebek dan ayam dipindang.Doanya : tolak bilahi. Tangkalnya Selamatan nasi punar beras sepitrah dikukus. baik pekerjaannya. dalam pikirannya. Yang dibeli dahulu madu untuk selanunggal rum arum = peteng hati. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya. Selawatnya : 5 keteng. Bahayanya : kena racun daun. daging ayam mulus dimasak dengan santan dan bermacam-macam ketan. Selawatnya 100 keteng. Gedongnya ditengah = tinggi percaya dirinya Bahayanya : terkena pasangan. Selawatnya : pisau baja dan jarum satu. Pohonnya : plasa = hanya jadi perhiasan hutan. tawakal. 18. Burungnya : ayam hutan = liar dan tinggi budinya. tindihnya uang lama sebaranDoanya : tawil. Bahayanya : dibunuh pada waktu malam. dalam 7 hari tidak boleh mengunjungi tempat kala. hemat. Tangkalnya : selamatan nasi uduk. Bahayanya : tenggelam. Pohonnya : Upas = bukan tempat perlindungan. Gedungnya ditumpangi tunggal = kaya benda dan dihormati. dalam 7 hari tidak boleh mendatangitempat kala. Candranya : lesus awor lan pancawara = lebar pemandangannya. Burungnya : gogik = cemburuan. Doanya : rasul. singkat hati. jenang merah pada waktu hari kelahirannya. dalam 7 hari tak boleh mendatangi kala 21. Tangkalnya : selamatan nasi pulen beras sepitrah diliwet. Madangkungan. dan dapat menyenangkan hati orang lain. dipindang dan dimasak dengan santan. .89 bohong. Candranya : tirta wening = sedikit bicaranya. jajan pasar. dicintai oleh pembesar. lauknya daging ayam kuning (wiring kuning) dan berumbun. suka membuat perkabaran yang mengherankan. Maktal. sukar dijalani. lemah lembut tutur katanya. Pohonnya : Tal = panjang umurnya. Tunggulnya membalik = lekas hidup senang. Ketika “kaa wuku” berada di timur. mempunyai hati kasihan kepada orang miskin. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. Gedungnya di atas = mendewa-dewakan kekayaannya. agak ingatan. Gedungnya terlentang didepan = pengasih. Selawatnya 4 keteng. dewanya sanghyang sakri = lurus hatinya.10 sen). Pohonnya : Trengguli = buahnya tidak berguna. Pohonnya : nagasari = bagus rupanya. kuat dan tetap hatinya. besar kehendaknya. Tambir. Candranya : idune lir upas ratjun = dihargai semua perkataannya. tetapi sebentar baik. tetap hatinya.

jujur. pemalu.Ketika kala wuku berapa di Tenggara. sabar. cepat kerjanya. Air dijembung dibelakangnya = Arum perintahnya. segala yang dikehendaki tak ada sukarnya. berbakat angkuh. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya. 27. Kakinya kanan direndam dalam air jembung = perintahnya dingin didepan panas dibelakang. Penangkalnya : selamatan nasi pulen beras sepitrah dikukus dan bermacam-macam ketan. pradah. lemah lembut perintahnya dan dihormati. sering mencela.Ketika kala wuku berada di sebelah Selatan. tinggi budinya. . Ketika “kala wuku” berada dibawah. lekas mengerti. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. dewanya batari Durga = suka berbuat huru-hara. Bahayannya : terkena senjata tajam. jajan pasar. dalam 7 hari tak boleh naik. Bahayanya : digigit ular dan disia-sia. Doanya: Selamat. Pohonnya : cemara = ramai bicaranya. 25. suka tinggal ditempat yang sunyi. Pasang keris terhunus = perintahnya mudah didepan. Selawatnya 40 keteng. sambal gepeng. belas kasihan.Penangkalnya : selamatan nasi liwet beras sepitrah. bumi langit = selamat. memperlihatkan watak prajurit. tajam pikirannya. Jembung berisi air didepan dan duduk disitu = sejuk hatinya. akan tetapi harus diperlihatkan pemberiannya. bakat angkuh. Burungnya : urang-urangan = cepat kerjanya. ayam dimasak sesukanya. akan tetapi tak mempunyai pangkat. lauknya daging ayam dan ikan. sayuran secukupnya. sayuran secukupnya.membuat berita. pradah dilahir. banyak ilmunya. tangkas. dewanya batari Sri = banyak rejekinya. Memangku tombak terhunus = waspada dan tajam hatinya.Penangkalnya : selamatan nasi tumpeng beras sepitrah dikukus. Burungnya : Sepahan = liar budinya. banyak tandatanda akan mendapat bahagia. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. tak ada yang ditakuti. dewanya sangyang Bisma = pemarah. Selawatnya 8 keteng. daging kambing kendit dimasak macam-macam ketan. dewanya sangyang Singajala = banyak akal. Tangkalnya : selamatan nasi tumpeng beras sepitrah. senang tinggal ditempat yang sunyi. panggang ayam hitam. Pohonnya = Cempaka = dicintai oleh orang banyak Burungnya = Ayam hutan = dicintai oleh pembesar. jahil. Bala. dewanya sangyang Citragatra = menjunjung diri sendiri.Penangkalnya : selamatan nasi tumpeng beras sepitrah dikukus. sukar dibelakang. dingin perintahnya dicintai oleh orang banyak. banyak rejekinya. bakti. Candranya : damar murub. Selawatnya 10 keteng. Burungnya : Podang = cemburuan. lauknya daging bebek putih sejodoh dimasak dengan santan. dalam 7 hari tak boleh turun dari gunung dan menggali tanah. Pohonnya : Tageron = sedikit faedahnya. dapat berkumpul ditempat ramai. Candranya : Trenggana abra ing wijit = sabar segala kemauannya. Manahil. Doanya : aelamat pina. Bahayanya : memanjat atu karena tingkahnya sendiri. Pohonya : Wuni sedang berbuah = siapa yang melihat bagaikan mengidam.Ketika kolo wuku berada diatas. Gedungnya tertutup dibelakang = hemat dan pendia.90 23. selalu bersedia-sedia untuk membela diri. lurus pembicaraannya.Ketika kala wuku berada di Barat-Laut. banyak kemauannya. rela hati. tidak suka berkumpul. Doanya : Rajukna : Udan salah mangsa = rejekinya dari jual beli. Selawatnya 40 keteng. Wayang. baik budinya. teliti. sayuran secukupnya. lauknya daging sapi. Candranya : awang-uwung = baik budinya. 24. Doanya : selamat. dicintai oleh pembesar. liat hatinya. 26. Candranya : wesi trate pulasani = keras hatinya. suka bercampur dengan kejahatan. menghendaki jadi pemimpin orang. akan tetapi jika telah makan. Wugu. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. pemberi. cukup rejekinya. tak suka menganggur. liar budinya. Prangbakat. dimasak bumbu manis. Selawatnya : pacul. Burungnya : Ayam hutan = liar budinya. Pohonnya : Tirisan = panjang umurnya. sayur 7 macam. Bahayanya : diteluh dan kena upas. Bahayanya : kenah tulah dan difitnah. Doanya : Selamat tolak bilahi. tetap pikiranya. pandai sekali bertindak jahat.

besar harapannya. Doanya : Kabula. Menghendaki janji = suka bertapa ditempat yang sunyi. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya. segala yang dilihatnya berhasrat dipunyainya. dimasak sekehendahnya. dingin perintahnya. banyak rejekinya. Nagagini = gemar kepada asamara. lauknya daging ayam dan bebek yang berwarna merah. 30. Candranya : Bun tumetes ing sendang = ketika kecil miskin. daun-daunan 7 macam. dimasak bermacam-macam jenang. boros.Ketika kala wuku berapa di timur.91 28. lauknya daging binatang yang diburu. Membelakangi gedungnya = hemat dan pendiam. Bahayanya : dimedan perang. Kulawu. besar harapannya. tinggi budinya. Pohonnya : Pandan wangi = kiri tempatnya. Doanya : Mubarak. jika menjadi pendita. Selawatnya 9 keteng. binatang berliang. teliti. liar dan tinggi budinya. suka tinggal ditempat sunyi.Penangkalnya : selamatan nasi tumpeng beras sepitrah dikukus. akhirnya besar kebahagiannya. Burungnya : Gogik = cemburuan. Selawatnya 5 keteng. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.Ketika kala wuku berada di Barat. Duduk dijembung berisi air ditepi kolam = sejuk hatinya. lauknya panggang ayam putih mulus dan ayam brumbun. Burungnya : Nori. ikan dan daging burung. murka. dengki. pradah hanya lahir. Candranya : tunggul asri sesengkeraning nata = bagus rupanya. burung. tetapi tidak bercahaya.Ketika kala wuku berada di Utara. Menghadapi keris terhunus = waspada. gemar bersemedi. Bahayanya : terkena bisa. Penangkalnya : selamatannasi golong beras sepitrah dikukus. tajam pikirannya. besar harapannya. . dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. tak boleh didekati. Bilahinya : teraniaya. Membelakangi senjata tajam = pikirannya terdapat dibelakang. Candranya : Lintang wulan keraianan = terang hatinya. Pohonnya : Wijayakusuma = rupawan. dewanya sangyang Sakri = keras hatinya. Watugunung. Antaboga = senang tinggal alam untuk bertapa. semuanya yang halal. kuat budinya. dewanya sangyang Antaboga dan batari Nagagini. mendapat kehormatan. 29. Selawatnya satakswawe. Burungnya : Ayam hutan = dicintai oleh para pembesar. tidak suka pada keramaian. sering bersedih hati. penakut. kurang pandai. Penangkalnya : selamatan beras sepitrah dikukus. Dukut. Pohonnya : Tal = panjang umurnya. dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. terlihat angkuh. dewanya sangyang Sadana = kuat budinya. Doanya : Slamet.

92 Memayu hayuning buwana Amung sami adremi nengga Sabda Gusti hing wasana Nemahi jaman buwana yudha Ilanging bumi sakabehe Nuli ganti alam lestari Ojo nganti padha rugi "Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat). niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Al Zalzalah ) . Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun. dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (jadi begini)?". pada hari itu bumi menceritakan beritanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun. karena sesungguhnya Rabbmu telah memerintahkan (yang demikian itu) kepadanya Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam. ( QS. supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya. niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.

93 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful