P. 1
Kabuki

Kabuki

|Views: 297|Likes:
Published by nuviami

More info:

Published by: nuviami on Sep 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/21/2015

pdf

text

original

Kabuki

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi, cari

Gedung teater Kabuki-za di Tokyo.

Lukisan gedung pertunjukan kabuki di zaman Edo. Kabuki (歌舞伎?) adalah seni teater tradisional khas Jepang. Aktor kabuki terkenal dengan kostum mewah dan tata rias wajah yang mencolok. Kementerian Pendidikan Jepang menetapkan kabuki sebagai warisan agung budaya nonbendawi. UNESCO juga telah menetapkan kabuki sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia.

Daftar isi
[sembunyikan]
       

1 Etimologi 2 Sejarah 3 Unsur teatrikal Kabuki-kyōgen 4 Musik kabuki 5 Judul 6 Istilah bahasa Jepang asal kabuki 7 Sejarah kabuki sejak zaman Meiji o 7.1 Asosiasi 8 Daftar pustaka

ada juga pendapat lain yang mengatakan bahwa kata kabuki ini berasal dari kata kabuki かぶき. Selain yang telah dijelaskan diatas. atau tidak sama dengan keadaan masyarakat disekitarnya pada waktu itu). yang dikenal dengan nama kabukimono カブキモノ. kabukan かぶかん. dan ki 妓(seniman wanita) yang kemudian karakter kanji ki 妓 diubah menjadi ki 伎. kabuki (歌舞伎) yang ditulis dengan tiga karakter kanji.5 Penelitian o 9. Kata ini digunakan untuk menyebutkan orang-orang yang cenderung atau condong ke arah duniawi. miring atau tidak sama dengan pemikiran umum (Kira-kira sama dengan kata iyou yang ditulis dengan kanji 異様. Ceritanya pun berkisar tentang seorang laki-laki yang pergi bermain-main ke kedai teh untuk minum-minum bersama para wanita penghibur. dan ki 伎(き) (tehnik).2 Penjelasan tentang kabuki o 9.3 Asosiasi dan perkumpulan o 9.4 Portal o 9. yang berarti aneh. atau kabuke かぶけ yang ditulis dengan karakter kanji katamuku (傾). mai 舞(まい) (tarian). seperti rosario yang dikenakan di pinggang bukan digantungkan dileher. Pendapat yang mengatakan penamaan kabuki berasal dari kata katamuku ini dikarenakan pada saat kabuki pertama kali diperkenalkan oleh Okuni. asing. Setelah melalui beberapa perkembangan akhirnya kabuki ditulis dengan tiga karakter kanji yaitu uta 歌 (lagu).[1] Selanjutnya disempurnakan menjadi.1 Informasi pementasan o 9. Penamaan kabuki dengan menggunakan tiga karakter kanji di atas.  9 Pranala luar o 9. Adapun pada awalnya karakter ki. salah satunya adalah kabusu yang ditulis dengan karakter kanji 歌舞 dengan ditambahkan akhiran す sehingga menjadi kata kerja 歌舞す yang berarti bernyanyi dan menari. sehingga kabuki ditulis menjadi 歌舞伎(かぶき) yang sekarang ini.[3] [sunting] Sejarah .6 Situs penggemar 10 Catatan kaki [sunting] Etimologi Banyak pendapat mengenai asal kata dari Kabuki ini. mai 舞 (tarian). ditulis dengan 妓dikarenakan kabuki pada awalnya lahir dari seorang seniman wanita yang bernama okuni 阿国(おくに) dari kuil Izumo. condong. dikarenakan tiga karakter di atas dianggap sesuai dengan unsur-unsur yang ada di dalam pertunjukan teater kabuki itu tersebut.[2] Karakter kanji katamuku yang dibaca kabuku ini secara harfiah berarti cenderung. yaitu uta 歌(うた) (lagu). Okuni memakai kostum laki-laki dengan membawa pedang dan mengenakan aksesoris-aksesoris yang tidak lazim pada zaman tersebut. Hal ini kemudian diasosiasikan dengan kumpulan orang-orang yang berpakaian dan bertingkahlaku aneh serta tidak lazim yang muncul pada saat itu. seorang Miko 巫女 (pendeta wanita) dari daerah Izumo. kabuku かぶく. dan orang-orang yang berpakaian dan bertingkah laku aneh.

Identitas Okuni yang benar tidak dapat diketahui secara pasti. sedangkan kabuki yang dibawakan remaja laki-laki disebut Wakashu-kabuki (kabuki remaja laki-laki). Hanamichi (honhanamichi yang ada di sisi kiri penonton dan karihanamichi yang ada di sisi kanan penonton) di gedung teater Kabuki-za kemungkinan merupakan perkembangan dari Hashigakari (jalan keluar-masuk aktor Noh yang ada di panggung sisi kiri penonton). sehingga di tahun 1629 kabuki wanita penghibur dilarang dipentaskan. Aktor kabuki yang seluruhnya terdiri dari pria dewasa yang juga memainkan peran sebagai wanita melahirkan "konsep baru" dalam dunia estetika. Kabuki-odori dipertunjukkan dari masa kabuki masih dibawakan Okuni hingga di masa kepopuleran Wakashu-kabuki. Pertunjukan kabuki laki-laki daun muda juga dilarang pada tahun 1652 karena merupakan bentuk pelacuran terselubung. . Pertunjukan kabuki yang digelar sekelompok wanita penghibur disebut Onna-kabuki (kabuki wanita). remaja laki-laki menari diiringi lagu yang sedang populer dan konon ada yang disertai dengan akrobat. sehingga lahir suatu bentuk kesenian garda depan (avant garde). Kesenian Yarō kabuki terus berkembang di zaman Edo dan berlanjut hingga sekarang. Kemungkinan besar Okuni adalah seorang miko asal kuil Izumo Taisha. tapi mungkin juga seorang kawaramono (sebutan menghina buat orang kasta rendah yang tinggal di tepi sungai). Dalam perkembangannya. Keshogunan Tokugawa menilai pertunjukan kabuki yang dilakukan kelompok wanita penghibur sudah melanggar batas moral. Okuni juga berpakaian mencolok seperti laki-laki dan bertingkah laku tidak wajar seperti orang aneh ("kabukimono").Perintis kabuki. Selain itu. sehingga bermunculan banyak sekali kelompok pertunjukan kabuki imitasi. kabuki digolongkan menjadi Kabuki-odori (kabuki tarian) dan Kabuki-geki (kabuki sandiwara). Pertunjukan Yarō kabuki (野郎歌舞伎 kabuki pria?) yang dibawakan seluruhnya oleh pria dewasa diciptakan sebagai reaksi atas dilarangnya Onna-kabuki dan Wakashu-kabuki. Tari yang dibawakan Okuni diiringi dengan lagu yang sedang populer. Izumo no Okuni sedang berpakaian laki-laki Sejarah kabuki dimulai tahun 1603 dengan pertunjukan dramatari yang dibawakan wanita bernama Okuni di kuil Kitano Temmangu. Panggung yang dipakai waktu itu adalah panggung Noh. Kesenian garda depan yang dibawakan Okuni mendadak sangat populer. Kyoto.

Kepopuleran kabuki menyebabkan kelompok kabuki bisa memiliki gedung teater khusus kabuki seperti Kabuki-za. Kabuki-kyogen juga disebut sebagai sandiwara (shibai). Selain itu. dan Chūzuri (teknik menggantung aktor dari langit-langit atas panggung untuk menambah dimensi pergerakan ke atas dan ke bawah seperti adegan hantu terbang). Edo makin berperan sebagai kota budaya dibandingkan Kamigata mulai paruh kedua zaman Edo. [sunting] Unsur teatrikal Kabuki-kyōgen . Tsuruya Namboku banyak menghasilkan banyak karya kreasi baru sekitar zaman zaman Bunka hingga zaman Bunsei. cerita yang memerlukan penjelasan tentang berjalannya waktu ditandai dengan pergeseran layar sewaktu terjadi pergantian adegan. Sampai pertengahan zaman Edo. seperti teknik Séri (bagian panggung yang bisa naik-turun yang memungkinkan aktor muncul perlahan-lahan dari bawah panggung). Kabuki-geki merupakan pertunjukan sandiwara yang ditujukan untuk penduduk kota di zaman Edo dan berintikan sandiwara dan tari. Di zaman Edo.Kabuki-odori juga bisa berarti pertunjukan yang lebih banyak tarian dan lagu dibandingkan dengan porsi drama yang ditampilkan. Pertunjukan kabuki di gedung khusus memungkinkan pementasan berbagai cerita yang dulunya tidak mungkin dipentaskan. Kabuki-kyogen kreasi baru banyak diciptakan di daerah Kamigata. Sebagai hasilnya. Kabuki-kyogen banyak mengambil unsur cerita Ningyo Jōruri yang khas daerah Kamigata. Peraturan yang dikeluarkan Keshogunan Edo mewajibkan kelompok kabuki untuk "habis-habisan meniru kyōgen" merupakan salah satu sebab kabuki berubah menjadi pertunjukan sandiwara. Alasannya kabuki yang menampilkan tari sebagai atraksi utama merupakan pelacuran terselubung dan pemerintah harus menjaga moral rakyat. Penulis sandiwara kabuki Kawatake Mokuami juga baru menghasilkan karya-karya barunya di akhir zaman Edo hingga awal zaman Meiji. cerita kehidupan sehari-hari atau kisah peristiwa kejahatan. Hanamichi dilewati aktor kabuki sewaktu muncul dan keluar dari panggung. Penulis kabuki asal Edo tidak cuma diam melihat perkembangan pesat kabuki di Kamigata. sehingga dapat menampilan dimensi kedalaman. Di gedung kabuki. Tema pertunjukan kabuki-geki bisa berupa tokoh sejarah. di gedung kabuki bisa dibangun bagian panggung bernama hanamichi yang berada melewati di sisi kiri deretan kursi penonton. Kelompok kabuki melakukan apa saja demi memuaskan minat rakyat yang haus hiburan. Kabuki juga berkembang sebagai pertunjukan tiga dimensi dengan berbagai teknik. sehingga kabuki jenis ini juga dikenal sebagai Kabuki kyogen.

Penonton hanya ingin menikmati jalan cerita seperti yang dikisahkan penulis cerita kabuki. penulis cerita kabuki juga senang menggunakan istilah sekai (dunia) sebagai kerangka dasar cerita. Keshogunan Edo biasanya mengizinkan sebagian besar pementasan yang diadakan sejak matahari terbit hingga sebelum matahari terbenam asalkan materi pementasan tidak melanggar peraturan yang sudah ditetapkan. Kelompok pertama Kabuki-kyogen disebut Maruhon mono yang mengadaptasi sebagian besar cerita dari cerita Ningyo Jōruri (Bunraku). Kelompok kedua disebut Kabuki kreasi baru. Penonton biasanya sudah tahu jalan cerita dan akrab dengan tokoh-tokoh yang tampil dalam cerita. Cerita kabuki dengan kisah berlatar belakang kehidupan masyarakat disebut Sewamono. musik pengiring dimainkan dari Geza (tempat atau ruang untuk pemusik yang dari arah penonton terletak di sisi kiri panggung). Pementasan yang dilakukan malam hari sesudah matahari terbenam tidak diizinkan. Pada Ningyo Jōruri yang semua penjelasan cerita dan dialog dinyanyikan oleh Tayu. Sogamono no sekai (曾我物の世界 Dunia Sogamono?). dari arah penonton terletak di sisi kanan panggung) penyanyi yang disebut Tayu bernyanyi sambil diiringi pemain shamisen yang memainkan musik Gidayu-bushi. Heike monogatari no sekai (平家物語の世界 Dunia Kisah klan Heike?). misalnya karya kabuki berjudul Taiheiki no sekai (太平記の世界 Dunia Taiheiki?). Alasannya pertunjukan kabuki banyak diminati . Selain itu. Pada kabuki kreasi baru.Lukisan aktor kabuki di abad ke-18 Secara garis besar ada 2 jenis pertunjukan Kabuki-kyogen dari semua karya yang dihasilkan di zaman Edo dan sekarang masih dipentaskan. pementasan Kabuki-kyogen perlu mendapat izin dari instansi yang berwenang. tapi Gidayu-kyōgen tidak selalu sama dengan Maruhon mono. atau Sumidagawamono no sekai (隅田川物の世界 Dunia Sumidagawamono?). aktor kabuki membawakan dialog sementara dari atas mawaributai (panggung yang bisa berputar. Kabuki Maruhon mono juga dikenal sebagai Gidayu-kyōgen. Di zaman Edo. Cerita kabuki yang berasal dari didramatisasi kisah sejarah disebut Jidaimono. Pada Gidayukyōgen.

Judul pertunjukan (gedai) biasanya ditulis dalam aksara kanji berjumlah ganjil. Takemoto (Chobo) adalah sebutan untuk Gidayūbushi khusus untuk kabuki. [sunting] Musik kabuki Musik pengiring kabuki dibagi berdasarkan arah sumber suara. Musik yang dimainkan di sisi kanan panggung dari arah penonton disebut Gidayūbushi. Selain judul pertunjukan yang resmi. Selain itu. menonton kabuki perlu sehari penuh dan merupakan satu-satunya kegiatan yang bisa dilakukan pada hari itu. sehingga kabuki dalam pementasannya dituntut untuk bisa memuaskan selera semua kalangan penonton. akibatnya orang sering mendapat kesulitan membaca judul pertunjukan kabuki. pada pementasan kabuki sering dipertunjukkan dua cerita sekaligus. Pementasan dengan jalan cerita yang campur aduk juga tidak sedikit asalkan penonton senang. Pertunjukan berjudul resmi Miyakodori nagare no siranami (都鳥廓白波?) dikenal dengan judul lain Shinobu no Sōda (忍ぶの惣太?). misalnya pertunjukan berjudul Musume dōjōji (娘道成寺?) (4 aksara kanji) harus ditambah dengan Kyōkanoko (京鹿子?) (3 aksara kanji) menjadi 京鹿子娘道成寺 (Kyōkanoko musume dōjōji?). supaya bisa menjadi judul yang terdiri dari 7 aksara kanji. Sebagian penonton menyukai Jidaimono sedangkan sebagian lagi menyukai Sewamono. pertunjukan kabuki sering memiliki judul alias dan keduanya dianggap sebagai judul yang resmi. Bagi penonton yang datang menyaksikan kabuki. musik yang dimainkan di sisi kiri panggung dari arah penonton disebut Geza ongaku. Jidaimono dan Sewamono yang dipisahkan dengan waktu istirahat. [sunting] Judul Judul pertunjukan kabuki disebut Gedai (外題?) yang kemungkinan besar berasal dari kata Geidai (芸題 nama pertunjukan?). Judul pertunjukan yang harus ditulis dalam aksara kanji berjumlah ganjil menyebabkan judul sering ditulis dengan cara penulisan ateji. antara lain untuk mengganti set panggung. Pertunjukan seperti ini disebut Midori-kyōgen (konon berasal dari kata Yoridori midori yang dalam bahasa Jepang berarti serbaneka atau aneka ragam). Dalam usaha memuaskan selera penonton. Sebaliknya kyogen yang mementaskan keseluruhan cerita secara lengkap disebut Tōshi-kyōgen.orang dan pemerintah kuatir kerumunan orang dapat melakukan kegiatan melawan pemerintah. [sunting] Istilah bahasa Jepang asal kabuki Beberapa di antara istilah kabuki diserap ke dalam perbendaharaan kata bahasa Jepang. sedangkan musik yang dimainkan di atas panggung disebut Debayashi. Pertunjukan berjudul Hachiman matsuri yomiya no nigiwai (八幡祭小望月賑?) juga dikenal sebagai Chijimiya Shinsuke (縮屋新助?). Pertunjukan kabuki pada masa itu memerlukan waktu istirahat yang lama. Ada juga pementasan yang bagaikan bunga rampai dari berbagai cerita dan hanya mengambil bagian-bagian cerita yang disukai penonton saja. misalnya:  Sashigane .

Kritik terhadap kabuki mengatakan banyak unsur dalam kabuki yang sebenarnya tidak pantas dimasukkan ke dalam drama kabuki. tema cerita yang kuno atau berbau feodal. dunia showbiz kabuki sejak zaman Meiji berusaha mengadakan gerakan pembaruan dalam berbagai aspek teater kabuki. pemerintah Jepang menunjuk kabuki sebagai warisan agung budaya nonbendawi dan pemerintah membangun Teater Nasional Jepang di Tokyo yang di antaranya digunakan untuk pentas kabuki. dalam istilah "sekai no kuromaku" (dunia tirai hitam) kata "kuro" (hitam) berubah arti menjadi "jahat". Setelah Perang Dunia II. malam dinyatakan dengan tirai (maku) berwarna hitam (kuro). Kalangan di dalam dan luar lingkungan kabuki juga menuntut pembaruan di dalam kabuki. orang Jepang akhirnya mulai menyadari pentingnya bentuk kesenian kabuki yang asli. Salah satu hasil gerakan pembaruan kabuki adalah dibukanya gedung Kabuki-za sebagai tempat pementasan kabuki. dengan karya-karya baru banyak bermunculan hingga di awal zaman Showa. seperti adegan aktor bisa "terbang" atau berganti kostum dalam sekejap. Akibat kritik yang diterima. Gerakan pembaruan yang disebut Engeki Kairyō Undō juga melibatkan pemerintah Meiji yang memang bermaksud mengontrol pertunjukan kabuki. istilah "sashigane" digunakan dalam konotasi negatif "orang yang mengendalikan". Selain itu. Dalam bahasa Jepang "kuromaku" berarti "dalang" seperti dalam arti "dalang kejahatan". Di tahun 1965. misalnya: alur cerita yang tidak masuk akal. tapi sering menerima kritik. pembantu yang disebut Kōken (asisten di panggung yang sering berpakaian hitam) memegangi tongkat panjang yang diujungnya terdapat kupu-kupu atau burung yang disebut Sashigane. Pemerintah Meiji bercita-cita menciptakan pertunjukan teater yang pantas dan bisa dinikmati kalangan menengah dan kalangan atas suatu "masyarakat yang bermoral". Penggemar kabuki biasanya tidak menyukai sebagian besar karya kabuki yang mendapat pengaruh gerakan pembaruan dan dipentaskan sebagai Shin-kabuki. Naskah kabuki yang jarang dipentaskan dan dihidupkan . dan Okamoto Kido yang begita suka hingga menulis naskah baru untuk kabuki. Ichikawa Ennosuke III berusaha menghidupkan kembali naskah-naskah kabuki lama yang sudah jarang dipentaskan. [sunting] Sejarah kabuki sejak zaman Meiji Kepopuleran kabuki tetap tidak tergoyahkan sejak zaman Meiji.  Kuromaku Di panggung pertunjukan kabuki. dan trik panggung yang sekadar untuk membuat penonton takjub. sehingga mau tidak mau dunia showbiz kabuki harus diubah sesuai tuntutan zaman. Dalam bahasa Jepang. Dalam bahasa Jepang. Osanai Kaoru. Sampai sekarang.Di atas panggung bila perlu adegan yang melibatkan aktor kabuki mengejar kupukupu atau burung. karya-karya yang tergolong ke dalam Shin-kabuki yang tidak disukai penggemar hampir tidak pernah dipentaskan. Di antaranya kalangan intelektual menganggap isi cerita kabuki tidak sesuai untuk dipertunjukkan di negara orang beradab. pembaruan juga melahirkan genre baru teater kabuki yang disebut Shimpa. Penggemar Shin-kabuki cuma penulis terkenal seperti Tsubouchi Shoyo. Karya kabuki yang diciptakan di tengah gerakan pembaruan disebut Shin-kabuki. Selain itu.

Perpustakaan Digital bidang Budaya . ed. Kabuki. Kabuki tōjōjinbutsu jiten. Noh. Furuido Hideo ed. Belakangan ini. Heibonsha. Inc. 1974. dan Kyogen (Jepang) Situs resmi kabuki oleh Shochiku (Jepang) Kelompok kabuki Gekidan Zenshiza (Jepang) Kabuki Forum [sunting] Penjelasan tentang kabuki   (Inggris) Situs Kabuki Pavilion dari Shochiku (Jepang) Japan Arts Council. Kawatake Toshio. tempat pementasan Kabuki. karena Ennosuke mencoba teknik pementasan lebih berani dengan menghidupkan kembali trik panggung (kérén) yang dulunya pernah dianggap selera rendah oleh banyak orang. Tokyo : The Charles E.kembali oleh Ichikawa Ennosuke III dikenal sebagai Fukkatsu-kyōgen (kyogen yang dihidupkan kembali). Kabuki no Bi. ISBN 4-916087-64-X Nakamura Tetsurō. Kabuki yang dipentaskan Ichikawa Ennosuke III disebut Supa-kabuki (kabuki super). pertunjukan kabuki juga sering menampilkan dramawan dan sutradara teater di luar lingkungan kabuki sebagai sutradara tamu. Kamiyama Akira. "Kindai engeki no raireki" kabuki no "isshin nishō. Hattori Yukio. Showa 44. Japan : Tokyo Daigaku Shuppankai. Hakusuisha ISBN 4-560-03596-2 Kawatake Toshio. Kabuki sekarang sudah dianggap sebagai seni pertunjukan tradisional yang sesuai dengan kemajuan zaman. [sunting] Asosiasi Organisasi Pelestarian Kabuki Tradisional (Dentō Kabuki Hōzonkai) beranggotakan tokohtokoh dari dari dunia kabuki." Shinwasha. Tokyo : Kagoshima Shuppankai [sunting] Pranala luar [sunting] Informasi pementasan      (Inggris) Situs resmi Kabuki-za Jadwal pementasan dan sinopsis (Inggris) National Theatre of Japan Teater Nasional Jepang. Tuttle Company. Ōinaru koya. Pemerintah Jepang menunjuk organisasi sebagai pelestari Karya Agung Warisan Budaya Oral serta Nonbendawi Manusia kabuki sejak tahun 1965. [sunting] Daftar pustaka        Bowers Faubion. 2001. Japanese Theatre. Bunraku. Kelompok kabuki berusaha memodernisasi pertunjukan sekaligus memelihara tradisi pementasan. Iwanami shoten. Kabuki no kindai: sakka to sakuhin. ISBN 4-00022466-2 Noguchi Tatsuji. Pementasan kabuki di zaman sekarang sudah sangat berbeda dengan pementasan kabuki di zaman Edo. Pada bulan Januari 2006. organisasi beranggotakan 169 orang.

com. tari dan keahlian. dua seniman Kabuki mempertunjukkan kebolehannya diatas panggung. Namun sejak tahun 1629.  Fukkatsu Kyogensunting indosiar. sebuah seni tradisional yang sudah berusia lebih dari 400 tahun. Namun dalam perkembangannya. (Sukwan Hanafi dan Kiki Suhartono/Sup/Ijs) . Minggu (10/02/08) kemarin. pengamat seni. karena dianggap merusak moral penonton. Kabuki sendiri dalam bahasa Jepang berarti lagu. kembali dipentaskan di Indonesia. Selain itu Kabuki sudah ditetapkan menjadi satu dari 43 karya maestro warisan budaya dunia yang tak ternilai oleh Unesco sejak tahun 2005. Tarian itu memang dari Jepang dan kita harus pelajari dan menjadi acuan buat kita bahwa meski Jepang sudah canggih tapi tetap melestarikan budaya tradisionalnya meski usianya sudah empat ratus tahun".Teater Kabuki. Pertunjukan dimainkan Kiyo Jonaka Mura dan Matara Suke Nakamura kemarin memainkan beberapa tarian diantaranya Siakro atau jembatan batu. Dalam tarian ini kedua pemain bermain sebagai naga dan kupu-kupu. keutuhan budaya tradisinya. Warisan ini terus dihidupkan sebagai bentuk seni yang didukung oleh generasi muda Jepang. Kabuki dapat diintepresentasikan sebagai teater. Kedua seniman ini sudah 25 tahun berlatih sekolah pelatihan Kabuki. Bertempat di Gedung Kesenian Jakarta. Teater Kabuki yang dipentaskan di Gedung Kesenian Jakarta kemarin petang menurut sejarahnya pertama kalinya dimulai pada tahun 1603 oleh seorang gadis pelayan di Kuil Sinto. ujar Marsha Nainggolan. Jepang. Selain itu mereka juga memperlihatkan kebolehan mereka dalam berdandan yang harus bisa dilakukan sendiri oleh seniman Kabuki. pemerintah militer yang berkuasa waktu itu melarang wanita mementaskannya. "Mereka (warga Jepang) selalu menjaga kelestarian. Jakarta .

Daftar isi [sembunyikan]        1 Etimologi 2 Sejarah 3 Unsur teatrikal Kabuki-kyōgen 4 Musik kabuki 5 Judul 6 Istilah bahasa Jepang asal kabuki 7 Sejarah kabuki sejak zaman Meiji . Aktor kabuki terkenal dengan kostum mewah dan tata rias wajah yang mencolok. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. Kementerian Pendidikan Jepang menetapkan kabuki sebagai warisan agung budaya nonbendawi. cari Gedung teater Kabuki-za di Tokyo. Kabuki (歌舞伎?) adalah seni teater tradisional khas Jepang.Kabuki Dari Wikipedia bahasa Indonesia. UNESCO juga telah menetapkan kabuki sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia. Lukisan gedung pertunjukan kabuki di zaman Edo.

dan ki 伎(き) (tehnik).[1] Selanjutnya disempurnakan menjadi. Penamaan kabuki dengan menggunakan tiga karakter kanji di atas.1 Asosiasi 8 Daftar pustaka 9 Pranala luar o 9. yang dikenal dengan nama kabukimono カブキモノ. Pendapat yang mengatakan penamaan kabuki berasal dari kata katamuku ini dikarenakan pada saat kabuki pertama kali diperkenalkan oleh Okuni.[2] Karakter kanji katamuku yang dibaca kabuku ini secara harfiah berarti cenderung.3 Asosiasi dan perkumpulan o 9. Ceritanya pun berkisar tentang seorang laki-laki yang pergi bermain-main ke kedai teh untuk minum-minum bersama para wanita penghibur.4 Portal o 9. yang berarti aneh. seorang Miko 巫女 (pendeta wanita) dari daerah Izumo. kabukan かぶかん. ada juga pendapat lain yang mengatakan bahwa kata kabuki ini berasal dari kata kabuki かぶき.[3] . yaitu uta 歌(うた) (lagu).   o 7. Adapun pada awalnya karakter ki. kabuku かぶく. Kata ini digunakan untuk menyebutkan orang-orang yang cenderung atau condong ke arah duniawi.1 Informasi pementasan o 9. condong. kabuki (歌舞伎) yang ditulis dengan tiga karakter kanji. sehingga kabuki ditulis menjadi 歌舞伎(かぶき) yang sekarang ini. seperti rosario yang dikenakan di pinggang bukan digantungkan dileher. Okuni memakai kostum laki-laki dengan membawa pedang dan mengenakan aksesoris-aksesoris yang tidak lazim pada zaman tersebut.5 Penelitian o 9.6 Situs penggemar 10 Catatan kaki [sunting] Etimologi Banyak pendapat mengenai asal kata dari Kabuki ini. salah satunya adalah kabusu yang ditulis dengan karakter kanji 歌舞 dengan ditambahkan akhiran す sehingga menjadi kata kerja 歌舞す yang berarti bernyanyi dan menari. Setelah melalui beberapa perkembangan akhirnya kabuki ditulis dengan tiga karakter kanji yaitu uta 歌 (lagu). dan ki 妓(seniman wanita) yang kemudian karakter kanji ki 妓 diubah menjadi ki 伎. miring atau tidak sama dengan pemikiran umum (Kira-kira sama dengan kata iyou yang ditulis dengan kanji 異様.2 Penjelasan tentang kabuki o 9. dikarenakan tiga karakter di atas dianggap sesuai dengan unsur-unsur yang ada di dalam pertunjukan teater kabuki itu tersebut. atau tidak sama dengan keadaan masyarakat disekitarnya pada waktu itu). dan orang-orang yang berpakaian dan bertingkah laku aneh. mai 舞 (tarian). Hal ini kemudian diasosiasikan dengan kumpulan orang-orang yang berpakaian dan bertingkahlaku aneh serta tidak lazim yang muncul pada saat itu. mai 舞(まい) (tarian). asing. atau kabuke かぶけ yang ditulis dengan karakter kanji katamuku (傾). Selain yang telah dijelaskan diatas. ditulis dengan 妓dikarenakan kabuki pada awalnya lahir dari seorang seniman wanita yang bernama okuni 阿国(おくに) dari kuil Izumo.

Panggung yang dipakai waktu itu adalah panggung Noh. Dalam perkembangannya. Izumo no Okuni sedang berpakaian laki-laki Sejarah kabuki dimulai tahun 1603 dengan pertunjukan dramatari yang dibawakan wanita bernama Okuni di kuil Kitano Temmangu. Kemungkinan besar Okuni adalah seorang miko asal kuil Izumo Taisha. Kabuki-odori dipertunjukkan dari masa kabuki masih . sedangkan kabuki yang dibawakan remaja laki-laki disebut Wakashu-kabuki (kabuki remaja laki-laki). Okuni juga berpakaian mencolok seperti laki-laki dan bertingkah laku tidak wajar seperti orang aneh ("kabukimono"). sehingga di tahun 1629 kabuki wanita penghibur dilarang dipentaskan. Pertunjukan kabuki laki-laki daun muda juga dilarang pada tahun 1652 karena merupakan bentuk pelacuran terselubung. Identitas Okuni yang benar tidak dapat diketahui secara pasti. Kesenian garda depan yang dibawakan Okuni mendadak sangat populer. Aktor kabuki yang seluruhnya terdiri dari pria dewasa yang juga memainkan peran sebagai wanita melahirkan "konsep baru" dalam dunia estetika. tapi mungkin juga seorang kawaramono (sebutan menghina buat orang kasta rendah yang tinggal di tepi sungai).[sunting] Sejarah Perintis kabuki. sehingga lahir suatu bentuk kesenian garda depan (avant garde). Pertunjukan Yarō kabuki (野郎歌舞伎 kabuki pria?) yang dibawakan seluruhnya oleh pria dewasa diciptakan sebagai reaksi atas dilarangnya Onna-kabuki dan Wakashu-kabuki. Tari yang dibawakan Okuni diiringi dengan lagu yang sedang populer. sehingga bermunculan banyak sekali kelompok pertunjukan kabuki imitasi. Keshogunan Tokugawa menilai pertunjukan kabuki yang dilakukan kelompok wanita penghibur sudah melanggar batas moral. Kesenian Yarō kabuki terus berkembang di zaman Edo dan berlanjut hingga sekarang. kabuki digolongkan menjadi Kabuki-odori (kabuki tarian) dan Kabuki-geki (kabuki sandiwara). Kyoto. Pertunjukan kabuki yang digelar sekelompok wanita penghibur disebut Onna-kabuki (kabuki wanita). Hanamichi (honhanamichi yang ada di sisi kiri penonton dan karihanamichi yang ada di sisi kanan penonton) di gedung teater Kabuki-za kemungkinan merupakan perkembangan dari Hashigakari (jalan keluar-masuk aktor Noh yang ada di panggung sisi kiri penonton).

di gedung kabuki bisa dibangun bagian panggung bernama hanamichi yang berada melewati di sisi kiri deretan kursi penonton. Kabuki-odori juga bisa berarti pertunjukan yang lebih banyak tarian dan lagu dibandingkan dengan porsi drama yang ditampilkan. Tsuruya Namboku banyak menghasilkan banyak karya kreasi baru sekitar zaman zaman Bunka hingga zaman Bunsei. sehingga dapat menampilan dimensi kedalaman. Edo makin berperan sebagai kota budaya dibandingkan Kamigata mulai paruh kedua zaman Edo. Kabuki juga berkembang sebagai pertunjukan tiga dimensi dengan berbagai teknik. Sampai pertengahan zaman Edo. Sebagai hasilnya. Pertunjukan kabuki di gedung khusus memungkinkan pementasan berbagai cerita yang dulunya tidak mungkin dipentaskan. cerita yang memerlukan penjelasan tentang berjalannya waktu ditandai dengan pergeseran layar sewaktu terjadi pergantian adegan. Tema pertunjukan kabuki-geki bisa berupa tokoh sejarah. seperti teknik Séri (bagian panggung yang bisa naik-turun yang memungkinkan aktor muncul perlahan-lahan dari bawah panggung). Kabuki-kyogen kreasi baru banyak diciptakan di daerah Kamigata. Selain itu. Kepopuleran kabuki menyebabkan kelompok kabuki bisa memiliki gedung teater khusus kabuki seperti Kabuki-za. [sunting] Unsur teatrikal Kabuki-kyōgen . cerita kehidupan sehari-hari atau kisah peristiwa kejahatan. dan Chūzuri (teknik menggantung aktor dari langit-langit atas panggung untuk menambah dimensi pergerakan ke atas dan ke bawah seperti adegan hantu terbang). Penulis kabuki asal Edo tidak cuma diam melihat perkembangan pesat kabuki di Kamigata. Alasannya kabuki yang menampilkan tari sebagai atraksi utama merupakan pelacuran terselubung dan pemerintah harus menjaga moral rakyat. Kabuki-kyogen banyak mengambil unsur cerita Ningyo Jōruri yang khas daerah Kamigata. Di zaman Edo. Selain itu. Hanamichi dilewati aktor kabuki sewaktu muncul dan keluar dari panggung. Di gedung kabuki. Peraturan yang dikeluarkan Keshogunan Edo mewajibkan kelompok kabuki untuk "habis-habisan meniru kyōgen" merupakan salah satu sebab kabuki berubah menjadi pertunjukan sandiwara. Kelompok kabuki melakukan apa saja demi memuaskan minat rakyat yang haus hiburan. remaja laki-laki menari diiringi lagu yang sedang populer dan konon ada yang disertai dengan akrobat. Penulis sandiwara kabuki Kawatake Mokuami juga baru menghasilkan karya-karya barunya di akhir zaman Edo hingga awal zaman Meiji. Kabuki-geki merupakan pertunjukan sandiwara yang ditujukan untuk penduduk kota di zaman Edo dan berintikan sandiwara dan tari.dibawakan Okuni hingga di masa kepopuleran Wakashu-kabuki. Kabuki-kyogen juga disebut sebagai sandiwara (shibai). sehingga kabuki jenis ini juga dikenal sebagai Kabuki kyogen.

Selain itu.Lukisan aktor kabuki di abad ke-18 Secara garis besar ada 2 jenis pertunjukan Kabuki-kyogen dari semua karya yang dihasilkan di zaman Edo dan sekarang masih dipentaskan. Pada kabuki kreasi baru. Heike monogatari no sekai (平家物語の世界 Dunia Kisah klan Heike?). Cerita kabuki yang berasal dari didramatisasi kisah sejarah disebut Jidaimono. Pada Gidayukyōgen. pementasan Kabuki-kyogen perlu mendapat izin dari instansi yang berwenang. Penonton hanya ingin menikmati jalan cerita seperti yang dikisahkan penulis cerita kabuki. musik pengiring dimainkan dari Geza (tempat atau ruang untuk pemusik yang dari arah penonton terletak di sisi kiri panggung). Pementasan yang dilakukan malam hari sesudah matahari terbenam tidak diizinkan. Penonton biasanya sudah tahu jalan cerita dan akrab dengan tokoh-tokoh yang tampil dalam cerita. misalnya karya kabuki berjudul Taiheiki no sekai (太平記の世界 Dunia Taiheiki?). Pada Ningyo Jōruri yang semua penjelasan cerita dan dialog dinyanyikan oleh Tayu. Di zaman Edo. Sogamono no sekai (曾我物の世界 Dunia Sogamono?). aktor kabuki membawakan dialog sementara dari atas mawaributai (panggung yang bisa berputar. Cerita kabuki dengan kisah berlatar belakang kehidupan masyarakat disebut Sewamono. Alasannya pertunjukan kabuki banyak diminati . Kelompok pertama Kabuki-kyogen disebut Maruhon mono yang mengadaptasi sebagian besar cerita dari cerita Ningyo Jōruri (Bunraku). dari arah penonton terletak di sisi kanan panggung) penyanyi yang disebut Tayu bernyanyi sambil diiringi pemain shamisen yang memainkan musik Gidayu-bushi. tapi Gidayu-kyōgen tidak selalu sama dengan Maruhon mono. Kelompok kedua disebut Kabuki kreasi baru. atau Sumidagawamono no sekai (隅田川物の世界 Dunia Sumidagawamono?). Keshogunan Edo biasanya mengizinkan sebagian besar pementasan yang diadakan sejak matahari terbit hingga sebelum matahari terbenam asalkan materi pementasan tidak melanggar peraturan yang sudah ditetapkan. penulis cerita kabuki juga senang menggunakan istilah sekai (dunia) sebagai kerangka dasar cerita. Kabuki Maruhon mono juga dikenal sebagai Gidayu-kyōgen.

sehingga kabuki dalam pementasannya dituntut untuk bisa memuaskan selera semua kalangan penonton. [sunting] Istilah bahasa Jepang asal kabuki Beberapa di antara istilah kabuki diserap ke dalam perbendaharaan kata bahasa Jepang. musik yang dimainkan di sisi kiri panggung dari arah penonton disebut Geza ongaku. Jidaimono dan Sewamono yang dipisahkan dengan waktu istirahat. [sunting] Musik kabuki Musik pengiring kabuki dibagi berdasarkan arah sumber suara. Pertunjukan seperti ini disebut Midori-kyōgen (konon berasal dari kata Yoridori midori yang dalam bahasa Jepang berarti serbaneka atau aneka ragam). Pertunjukan berjudul Hachiman matsuri yomiya no nigiwai (八幡祭小望月賑?) juga dikenal sebagai Chijimiya Shinsuke (縮屋新助?). supaya bisa menjadi judul yang terdiri dari 7 aksara kanji. Pertunjukan berjudul resmi Miyakodori nagare no siranami (都鳥廓白波?) dikenal dengan judul lain Shinobu no Sōda (忍ぶの惣太?). Sebaliknya kyogen yang mementaskan keseluruhan cerita secara lengkap disebut Tōshi-kyōgen. Musik yang dimainkan di sisi kanan panggung dari arah penonton disebut Gidayūbushi. Sebagian penonton menyukai Jidaimono sedangkan sebagian lagi menyukai Sewamono. pada pementasan kabuki sering dipertunjukkan dua cerita sekaligus. akibatnya orang sering mendapat kesulitan membaca judul pertunjukan kabuki. antara lain untuk mengganti set panggung. menonton kabuki perlu sehari penuh dan merupakan satu-satunya kegiatan yang bisa dilakukan pada hari itu. [sunting] Judul Judul pertunjukan kabuki disebut Gedai (外題?) yang kemungkinan besar berasal dari kata Geidai (芸題 nama pertunjukan?). Pementasan dengan jalan cerita yang campur aduk juga tidak sedikit asalkan penonton senang. Judul pertunjukan (gedai) biasanya ditulis dalam aksara kanji berjumlah ganjil. misalnya:  Sashigane .orang dan pemerintah kuatir kerumunan orang dapat melakukan kegiatan melawan pemerintah. Selain itu. Selain judul pertunjukan yang resmi. misalnya pertunjukan berjudul Musume dōjōji (娘道成寺?) (4 aksara kanji) harus ditambah dengan Kyōkanoko (京鹿子?) (3 aksara kanji) menjadi 京鹿子娘道成寺 (Kyōkanoko musume dōjōji?). Judul pertunjukan yang harus ditulis dalam aksara kanji berjumlah ganjil menyebabkan judul sering ditulis dengan cara penulisan ateji. Pertunjukan kabuki pada masa itu memerlukan waktu istirahat yang lama. Bagi penonton yang datang menyaksikan kabuki. sedangkan musik yang dimainkan di atas panggung disebut Debayashi. Takemoto (Chobo) adalah sebutan untuk Gidayūbushi khusus untuk kabuki. pertunjukan kabuki sering memiliki judul alias dan keduanya dianggap sebagai judul yang resmi. Ada juga pementasan yang bagaikan bunga rampai dari berbagai cerita dan hanya mengambil bagian-bagian cerita yang disukai penonton saja. Dalam usaha memuaskan selera penonton.

pemerintah Jepang menunjuk kabuki sebagai warisan agung budaya nonbendawi dan pemerintah membangun Teater Nasional Jepang di Tokyo yang di antaranya digunakan untuk pentas kabuki. Dalam bahasa Jepang. seperti adegan aktor bisa "terbang" atau berganti kostum dalam sekejap. dalam istilah "sekai no kuromaku" (dunia tirai hitam) kata "kuro" (hitam) berubah arti menjadi "jahat".  Kuromaku Di panggung pertunjukan kabuki.Di atas panggung bila perlu adegan yang melibatkan aktor kabuki mengejar kupukupu atau burung. sehingga mau tidak mau dunia showbiz kabuki harus diubah sesuai tuntutan zaman. dunia showbiz kabuki sejak zaman Meiji berusaha mengadakan gerakan pembaruan dalam berbagai aspek teater kabuki. orang Jepang akhirnya mulai menyadari pentingnya bentuk kesenian kabuki yang asli. Kalangan di dalam dan luar lingkungan kabuki juga menuntut pembaruan di dalam kabuki. dan trik panggung yang sekadar untuk membuat penonton takjub. Sampai sekarang. Salah satu hasil gerakan pembaruan kabuki adalah dibukanya gedung Kabuki-za sebagai tempat pementasan kabuki. Gerakan pembaruan yang disebut Engeki Kairyō Undō juga melibatkan pemerintah Meiji yang memang bermaksud mengontrol pertunjukan kabuki. Kritik terhadap kabuki mengatakan banyak unsur dalam kabuki yang sebenarnya tidak pantas dimasukkan ke dalam drama kabuki. Penggemar Shin-kabuki cuma penulis terkenal seperti Tsubouchi Shoyo. dan Okamoto Kido yang begita suka hingga menulis naskah baru untuk kabuki. Pemerintah Meiji bercita-cita menciptakan pertunjukan teater yang pantas dan bisa dinikmati kalangan menengah dan kalangan atas suatu "masyarakat yang bermoral". tema cerita yang kuno atau berbau feodal. karya-karya yang tergolong ke dalam Shin-kabuki yang tidak disukai penggemar hampir tidak pernah dipentaskan. pembaruan juga melahirkan genre baru teater kabuki yang disebut Shimpa. Karya kabuki yang diciptakan di tengah gerakan pembaruan disebut Shin-kabuki. pembantu yang disebut Kōken (asisten di panggung yang sering berpakaian hitam) memegangi tongkat panjang yang diujungnya terdapat kupu-kupu atau burung yang disebut Sashigane. Dalam bahasa Jepang. Di antaranya kalangan intelektual menganggap isi cerita kabuki tidak sesuai untuk dipertunjukkan di negara orang beradab. dengan karya-karya baru banyak bermunculan hingga di awal zaman Showa. Di tahun 1965. misalnya: alur cerita yang tidak masuk akal. Selain itu. Selain itu. tapi sering menerima kritik. istilah "sashigane" digunakan dalam konotasi negatif "orang yang mengendalikan". Setelah Perang Dunia II. Akibat kritik yang diterima. Dalam bahasa Jepang "kuromaku" berarti "dalang" seperti dalam arti "dalang kejahatan". [sunting] Sejarah kabuki sejak zaman Meiji Kepopuleran kabuki tetap tidak tergoyahkan sejak zaman Meiji. Ichikawa Ennosuke III berusaha menghidupkan kembali naskah-naskah kabuki lama yang sudah jarang dipentaskan. Osanai Kaoru. Naskah kabuki yang jarang dipentaskan dan dihidupkan . Penggemar kabuki biasanya tidak menyukai sebagian besar karya kabuki yang mendapat pengaruh gerakan pembaruan dan dipentaskan sebagai Shin-kabuki. malam dinyatakan dengan tirai (maku) berwarna hitam (kuro).

. Pada bulan Januari 2006. Pementasan kabuki di zaman sekarang sudah sangat berbeda dengan pementasan kabuki di zaman Edo. karena Ennosuke mencoba teknik pementasan lebih berani dengan menghidupkan kembali trik panggung (kérén) yang dulunya pernah dianggap selera rendah oleh banyak orang. Kelompok kabuki berusaha memodernisasi pertunjukan sekaligus memelihara tradisi pementasan. pertunjukan kabuki juga sering menampilkan dramawan dan sutradara teater di luar lingkungan kabuki sebagai sutradara tamu. Belakangan ini.kembali oleh Ichikawa Ennosuke III dikenal sebagai Fukkatsu-kyōgen (kyogen yang dihidupkan kembali). organisasi beranggotakan 169 orang. Kabuki sekarang sudah dianggap sebagai seni pertunjukan tradisional yang sesuai dengan kemajuan zaman. Kabuki yang dipentaskan Ichikawa Ennosuke III disebut Supa-kabuki (kabuki super). Pemerintah Jepang menunjuk organisasi sebagai pelestari Karya Agung Warisan Budaya Oral serta Nonbendawi Manusia kabuki sejak tahun 1965. [sunting] Asosiasi Organisasi Pelestarian Kabuki Tradisional (Dentō Kabuki Hōzonkai) beranggotakan tokohtokoh dari dari dunia kabuki.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->