MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TENTANG HUBUNGAN AGAMA DENGAN MANUSIA

Tuesday, January 13, 2009 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Agama memberikan penjelasan bahwa manusia adalah mahluk yang memilki potensi untuk berahlak baik (takwa) atau buruk (fujur) potensi fujur akan senantiasa eksis dalam diri manusia karena terkait dengan aspek instink, naluriah, atau hawa nafsu, seperti naluri makan/minum, seks, berkuasa dan rasa aman. Apabila potentsi takwa seseorang lemah, karena tidak terkembangkan (melalui pendidikan), maka prilaku manusia dalam hidupnya tidak akan berbeda dengan hewan karena didominasi oleh potensi fujurnya yang bersifat instinktif atau implusif (seperti berjinah, membunuh, mencuri, minum-minuman keras, atau menggunakan narkoba dan main judi). Agar hawa nafsu itu terkendalikan (dalam arti pemenuhannya sesuai dengan ajaran agama), maka potensi takwa itu harus dikembangkan, yaitu melalui pendidikan agama dari sejak usia dini. Apabila nilai-nilai agama telah terinternalisasi dalam diri seseorang maka dia akan mampu mengembangkan dirinya sebagai manusia yang bertakwa, yang salah satu karakteristiknya adalah mampu mengendalikan diri (self contor) dari pemuasan hawa nafsu yang tidak sesuai dengan ajaran agama. B. Rumusan Masalah Adapun permasalahan yang akan dibahas dalam proses penyusunan makalah ini adalah “Hubungan Manusia Dengan Agama”. Untuk memberikan kejelasan makna serta menghindari meluasnya pembahasan, maka dalam makalah ini masalahnya dibatasi pada : 1. Pengertian Agama 2. Konsepsi Agama 3. Hubungan Agama Dan Manusia 4. Agama Sebagai Petunjuk Tata Sosial C. Tujuan Penulisan Pada dasarnya tujuan penulisan makalah ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu tujuan umum dan khusus. Tujuan umum dalam penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pendidikan Agama. Adapun tujuan khusus dari penyusunan makalah ini adalah : 1. Untuk mengetahui pengertian agama 2. Untuk mengetahui Konsepsi agama 3. Untuk mengetahui Hubungan agama dengan manusia 4. Untuk mengetahui bahwa agama adalah pedoman tata sosial manusia D. Metode Penulisan

ritual-ritual. perbuatan ini berupa usaha atau sejenis peribadatan yang dilakukan berulang-ulang. Dari sudut sosiologi. konvensi-konvensi dan praktekpraktek secara sosial telah mantap selama genarasi demi generasi. Sedangkan menurut M. Selain itu. agama merupakan tuntunan hidup yang dapat membebaskan manusia dari kekacauan. Metode ini dipilih karena pada hakekatnya sesuai dengan kegiatan penyusunan dan penulisan yang hendak dilakukan. yang berarti melakukan suatu perbuatan dengan penuh penderitaan atau mati-matian. Sestimatika Penulisan Sistematika penyusunan makalah ini dibagi menjadi tiga bagian utama. sebagai manifestasi ketaatan tersebut (Moh. yaitu addiin yang berarti : hukum. Istilah lain bagi agama ini yang berasal dari bahasa arab. agama berarti tidak kacau (a = tidak gama = kacau) dengan kata lain. Natsir agama merupakan suatu kepercayaan dan cara hidup yang mengandung faktor-faktor antara lain : a. Syafaat. Pengertian Agama Agama menurut bahasa sangsakerta. kekuasaan.Dalam proses penyusunan makalah ini menggunakan motede heuristic. Pada bagian pendahuluan ini di paparkan tentang latar belakang masalah batasan. Kesemuanya itu memberikan gambaran bahwa “addiin” merupakan pengabdian dan penyerahan. Bagian ketiga yaitu Kesimpulan. religion. penyusunan juga menggunakan studi literatur sebagai teknik pendekatan dalam proses penyusunannya. Pada Kesempatan ini penyusun berusaha untuk mengemukakan terhadap semua permasalahan-permasalahan yang dikemukakan oleh penyusun dalam perumusan masalah. keputusan. yaitu : religi. . yang selanjutnya dijabarkan sebagai berikut : Bagaian kesatu adalah pendahuluan. Pada bagian ini merupakan bagaian utama yang hendak dikaji dalam proses penyusunan makalah. Didunia barat terdapat suatu istilah umum untuk pengertian agama ini. mutlak dari seorang hamba kepada Tuhan penciptanya dengan upacara dan tingkah laku tertentu. Percaya kepada Tuhan sebagai sumber dari segala hukum dan nilai-nilai hidup. religie. perhitungan. kerajaan. BAB II HUBUNGAN MANUSIA DAN AGAMA A. dan rumusan masalah. Metode yaitu proses pencarian dan pengumpulan sumber-sumber dalam melakukan kegiatan penelitian. 1985 : 81) mengartikan agama sebagai suatu kumpulan keayakinan warisan nenek moyang dan perasaan-perasaan pribadi. 1965). tuntutan. suatu peniruan terhadap modus-modus. Bagian Kedua yaitu pembahasan. tujuan penulisan makalah. Dalam bagian ini penyusun memeparkan beberapa Pokok permasalahan awal yang berhubungan erat dengan permasalah utama. dan pembalasan. metode penulisan dan sistematika penulisan makalah. Emile Durkheim (Ali Syari’ati. Penyususn berusaha untuk mendeskripsikan berbagai temuan yang berhasil ditemukan dari hasil pencarian sumber/bahan. aturan-aturan. E.

2. e. Beliu telah menampilkan wujud islam itu dalam sikap dan prilakunya dimanapun dan kapanpun beliu adalah orang yang paling utama dan sempurna dalam mengamalkan ibadah mahdlah (habluminallah) dan ghair mahdlah (hablumminanas). sesunggungnya setan itu musuh yang nyata bagimu. Percaya kepada keridhoan Tuhan sebagai tujuan hidup di dunia ini. Percaya kepada wahyu Tuhan yang disampaikan kepada rosulnya. atau idiologi lain yang bersebrangan dengan nilai-nilai islam itu sendiri yang di contohkan oleh Rasulullah SAW. pendapat. d. Krisis ketauladanan dari para pemimpin. f. tetapi justru beliau semakin meningkatkan amal ibadahnya yang wajib dan sunah seperti shalat tahajud. Tayangan media televisi tentang cerita yang bersifat tahayul atau kemusrikan. dan film-film yang berbau porno. Percaya dengan hubungan ini dapat mempengaruhi hidupnya sehari-hari. Hubungan Agama Dan Manusia Kondisi umat islam dewasa ini semakin diperparah dengan merebaknya fenomena kehidupan yang dapat menumbuhkembangkan sikap dan prilaku yang a moral atau degradasi nilai-nilai keimanannya. Kita sebagai umat islam belum semuanya beruswah kepada Rasulullah secara sungguh-sungguh. keseluruhan (jangan sebagian-sebagaian) dan jangan kamu mengikuti langkah setan. karena tidak sedikit dari mereka itu justru berprilaku yang menyimpang dari nilai-nilai agama. Dalam kehidupan sehari-hari sering ditemukan kejadian atau peristiwa baik yang kita lihat sendiri atau melalui media masa mengenai contoh-contoh ketidak konsistenan (tidak istikomah) orang islam dalam mempedomani islam sebagai agamanya. Fenomena yang cukup berpengaruh itu adalah : 1. karena mungkin kekurang pahaman kita akan nilai-nilai islam atau karena sudah terkontaminasi oleh nilai. B. dan beristigfar. g. 3. Allah berfirman : ‫يايها الدين امنواادخلوا فى السلم كافة ولتتبعوا خطوت الشيطن انه لكم عد ومبين‬ Artinya : Hai orang-orang yang beriman masuklah kamu kedalam islam secara utuh. Diantara umat islam masih banyak yang menampilkan sikap dan prilakunya yang tidak selaras. Percaya bahwa dengan matinya seseorang. Majalah atau tabloid yang covernya menampilkan para model yang mengubar aurat. Konsepsi Agama Dalam Al-Qur’an Surat Al-Bakoroh 208. zdikir. Percaya dengan adanya hubungan antara Tuhan dengan manusia. sesuai dengan nila-nilai islam sebagai agama yang dianutnya. c. . hidup rohnya tidak berakhir. Begitupun dalam berinteraksi sosial dengan sesama manusia beliu menampilkan sosok pribadi yang sangat agung dan mulia. C. Percaya dengan ibadat sebagai cara mengadakan hubungan dengan Tuhan.b. dari mulai masalah-masalah sederhana (seperti adab masuk WC) samapi kepada masalah-masalah komplek (mengurus Negara). Kekaffahan beragama itu telah di contohkan oleh Rosulullah sebagai uswah hasanah bagi umat islam dalam berbagai aktifitas kehidupannya. Meskipun beliau sudah mendapat jaminan maghfiroh (ampunan dari dosa-dosa) dan masuk surga. Sementara agama islam dapat diartikan sebagai wahyu Allah yang diturunkan melalui para Rosul-Nya sebagai pedoman hidup manusia di dunia yang berisi Peraturan perintah dan larangan agar manusia memperoleh kebahagaian di dunia ini dan di akhirat kelak.

atau idiologi lain yang bersebrangan dengan nilai-nilai islam itu sendiri yang di contohkan oleh Rasulullah SAW. karena mungkin kekurang pahaman kita akan nilai-nilai islam atau karena sudah terkontaminasi oleh nilai. sabar. jujur. sikap toleran dan saling menghormatai tidak suka menyakiti atau menghujat orang lain. Agar umat islam bisa bangkit menjadi umat yang mampu menwujudkan misi “Rahmatan lil’alamin” maka seyogyanya mereka memiliki pemahaman secara utuh (Khafah) tentang islam itu sendiri umat islam tidak hanya memiliki kekuatan dalam bidang imtaq (iman dan takwa) tetapi juga dalam bidang iptek (ilmu dan teknologi). amanah. ustad. mereka masih cenderung mengedepankan kepentingan kelompoknya (partai atau organisasi) masing-masing. BAB III KESIMPULAN Agama menurut bahasa sangsakerta. Untuk mencapai maksud tersebut maka perlu adanya kerja sama yang sinerji dari berbagai pihak dalam menumbuhkembangkan akhlak mulya dan menghancur leburkan faktor-faktor penyebab maraknya akhlak yang buruk. seperti : pengendalian diri. Yang bertanggung jawab terhadap pendidikan akhlak adalah orang tua. Dapat juga dikatakan bahwa umat islam harus mampu menyatu padukan antara milanilai ibadah mahdlah (hablumminalaah) dengan ibadag ghair mahdlah (hamlumminanas) dalam rangka membangun “Baldatun thaibatun warabun ghafur” Negara yang subur makmur dan penuh pengampunan Allah SWT. terutama bagi kemulaian agama islam sebagai agama yang mulia dan tidak ada yang lebih mulia di atasnya.4. D. dan masyarakat yang lebih luas). Kondisi umat islam seperti inilah yang akan menghambat kenajuan umat islam dan bahkan dapat memporakporandakan ikatan ukuwah umat islam itu sendiri. Akhlak yang terpuji sangat penting dimiliki oleh setiap muslim (masyarakat sebab maju mumdurnya suatu bangsa atau Negara amat tergantung kepada akhlak tersebut. sekolah. guru. kiai. agama merupakan tuntunan hidup yang dapat membebaskan manusia dari kekacauan. pendapat. dan para pemimpin masyarakat. sikap altruis. Mereka diharapkan mampu mengintegrasikan antara pengamalan ibadah ritual dengan makna esensial ibadah itu sendiri yang dimanifestasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sosok pribadi orang islam seperti di atas sudah barang tentu tidak menguntungkan bagi umat itu sendiri. Kita sebagai umat islam belum semuanya beruswah kepada Rasulullah secara sungguh-sungguh. kantor. Agama Sebagai Petunjuk Tata Sosial Rosulullah SAW bersabda : “Innamaa bu’itstu liutammima akhlaaq” Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak. Pendidikan akhlak ini sangat penting karena menyangkut sikap dan prilaku yang musti di tampilkan oleh seorang muslim dalam kehidupan sehari-hari baik personal maupun sosial (keluarga. Krisis silaturahmi antara umat islam. agama berarti tidak kacau (a = tidak gama = kacau) dengan kata lain. Agar umat islam bisa bangkit menjadi umat yang mampu menwujudkan misi “Rahmatan lil’alamin” maka seyogyanya mereka memiliki pemahaman secara utuh (Khafah) tentang islam .

. Bulan Bintang.itu sendiri umat islam tidak hanya memiliki kekuatan dalam bidang imtaq (iman dan takwa) tetapi juga dalam bidang iptek (ilmu dan teknologi). Bandung. Mutiara Akhlak 1. Pustaka Bani Qurais. Penyusun : M. kantor. Akhlak yang terpuji sangat penting dimiliki oleh setiap muslim (masyarakat sebab maju mumdurnya suatu bangsa atau Negara amat tergantung kepada akhlak tersebut. H. Abu. Jakarta. 2008 . Bakar Atjeh. Ali H. Dr.M. Psikologi Belajar Agama. Agama Islam. Syamsu Yusuf LN. Ridwan.Pd. Hasan. DAFTAR PUSTAKA Amin. Jakarta. M. Bulan Bintang. sekolah. 1968. Jakarta: Direktorat Jendral Pembinaan Kelambagaan Agama Islam. dan masyarakat yang lebih luas). Pendidikan akhlak ini sangat penting karena menyangkut sikap dan prilaku yang musti di tampilkan oleh seorang muslim dalam kehidupan sehari-hari baik personal maupun sosial (keluarga. Ahmad. Ilmu Akhlak. 2003. 1994/1995..1968.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful