P. 1
Karakteristik Kewirausahaan

Karakteristik Kewirausahaan

|Views: 437|Likes:
Published by Aldi Igniel

More info:

Published by: Aldi Igniel on Sep 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/19/2014

pdf

text

original

Karakteristik Kewirausahaan 2.

1 Motif Berprestasi Tinggi Para ahli mengemukakan bahwa seseorang memiliki minat berwirausaha karena adanya motif tertentu, yaitu motif berprestasi (achievement motive). Menurut Gede Anggan Suhanda (dalam Suryana, 2003 : 32) Motif berprestasi ialah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan secara pribadi. Faktor dasarnya adalah kebutuhan yang harus dipenuhi. Seperti yang dikemukakan oleh Maslow (1934) tentang teori motivasi yang dipengaruhi oleh tingkatan kebutuhan kebutuhan, sesuai dengan tingkatan pemuasannya, yaitu kebutuhan fisik (physiological needs), kebutuhan akan keamanan (security needs), kebutuhan harga diri (esteem needs), dan kebutuhan akan aktualisasi diri (selfactualiazation needs). Menurut Teori Herzberg, ada dua faktor motivasi, yaitu:

Kebutuhan berprestasi wirausaha terlihat dalam bentuk tindakan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik dan lebih efisien dibandingkan sebelumnya. Wirausaha yang memiliki motif berprestasi pada umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut (Suryana, 2003 : 33-34) 1. Ingin mengatasi sendiri kesulitan dan persoalan-persoalan yang timbul pada dirinya. 2. Selalu memerlukan umpan balik yang segera untuk melihat keberhasilan dan kegagalan. 3. Memiliki tanggung jawab personal yang tinggi. 4. Berani menghadapi resiko dengan penuh perhitungan. 5. Menyukai tantangan dan melihat tantangan secara seimbang (fiftyfifty). Jika tugas yang diembannya sangat ringan, maka wirausaha merasa kurang tantangan, tetapi ia selalu menghindari tantangan yang paling sulit yang memungkinkan pencapaian keberhasilan sangat rendah. 2.2 Selalu Perspektif Seorang wirausahawan hendaknya seorang yang mampu menatap masa dengan dengan lebih optimis. Melihat ke depan dengan berfikir dan berusaha. Usaha memanfaatkan peluang dengan penuh perhitungan. Orang yang berorientasi ke masa depan adalah orang yang memiliki persepktif dan pandangan kemasa depan. Karena memiliki pandangan jauh ke masa depan maka ia akan selalu berusaha untuk berkarsa dan berkarya (Suryana, 2003 : 23). Kuncinya pada kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru serta berbeda dengan yang sudah ada. Walaupun dengan risiko yang mungkin dapat terjadi, seorang yang perspektif harus tetap tabah dalam mencari

peluang tantangan demi pembaharuan masa depan. Pandangan yang jauh ke depan membuat wirausaha tidak cepat puas dengan karsa dan karya yang sudah ada. Karena itu ia harus mempersiapkannya dengan mencari suatu peluang. 2.3 Memiliki Kreatifitas Tinggi Menurut Teodore Levit, kreativitas adalah kemampuan untuk berfikir yang baru dan berbeda. Menurut Levit, kreativitas adalah berfikir sesuatu yang baru (thinking new thing), oleh karena itu menurutnya kewirausahaan adalah berfikir dan bertindak sesuatu yang baru atau berfikir sesuatu yang lama dengan cara-cara baru. Menurut Zimmerer dalam buku yang ditulis Suryana (2003 : 24) dengan judul buku “Entrepreneurship And The New Venture Formation”, mengungkapkan bahwa ide-ide kreativitas sering muncul ketika wirausaha melihat sesuatu yang lama dan berfikir sesuatu yang baru dan berbeda. Oleh karena itu kreativitas adalah menciptakan sesuatu dari yang asalnya tidak ada (generating something from nothing). Inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan kreativitas dalam rangka memecahkan persolanpersolan dan peluang untuk meningkatkan dan memperkaya kehidupan (inovation is the ability to apply creative solutions to those problems ang opportunities to enhance or to enrich people’s live). “Sometimes creativity involves generating something from nothing. However, creativity is more likely to result in colaborating on the present, in putting old things together in the new ways, or in taking something away to create something simpler or better”. Dari definisi diatas, kreativitas mengandung pengertian, yaitu: 1. Kreativitas adalah menciptakan sesuatu yang asalnya tidak ada. 2. Hasil kerjasama masa kini untuk memperbaiki masa lalu dengan cara baru. 3. menggantikan sesuatu dengan sesuatu yang lebih sederhana dan lebih baik. Menurut Zimmerer(1996:7), “creativity ideas often arise when entrepreuneurs look at something old and think something new or different”. Ide-ide kreativitas sering muncul ketika wirausaha melihat sesuatu yang lama dan berpikir sesuatu baru dan berbeda. Oleh karena itu kreativitas adalah nenciptakan sesuatu dari yang asalnya tidak ada (generating something from nothing). Rahasia kewirausahaan adalah dalam menciptakan nilai tambah barang dan jasa terletak pada penerapan kreativitas dan inovasi untuk memecahkan masalah dan meraih peluang yang dihadapi tiap hari (applying creativity and inovation to solve the problems and to exploit opportunities that people face every day). Berinisiatif ialah mengerjakan sesuatu tanpa menunggu perintah. Kebiasaan berinisiatif akan melahirkan kreativitas (daya cipta) setelah itu melahirkan inovasi. 2.4 Memiliki Perilaku Inovatif Tinggi Menjadi wirausaha yang handal tidaklah mudah. Tetapi tidaklah sesulit yang dibayangkan banyak orang, karena setiap orang dalam belajar berwirausaha. Menurut Poppy King, wirausaha muda dari Australia yang terjun ke bisnis sejak berusia 18 tahun, ada tiga hal yang selalu dihadapi seorang wirausaha di bidang apapun, yakni: pertama, obstacle (hambatan); kedua, hardship (kesulitan); ketiga, very rewarding life (imbalan atau hasil bagi kehidupan yang memukau). Sesungguhnya kewirausahaan

dalam batas tertentu adalah untuk semua orang. Mengapa? cukup banyak alas an untuk mengatakan hal itu. Pertama, setiap orang memiliki cita-cita, impian, atau sekurang-kurangnya harapan untuk meningkatkan kualitas hidupnya sebagai manusia. Hal ini merupakan semacam "intuisi" yang mendorong manusia normal untuk bekerja dan berusaha. "Intuisi" ini berkaitan dengan salah satu potensi kemanusiaan, yakni daya imajinasi kreatif. Karena manusia merupakan satu-satunya mahluk ciptaan Tuhan yang, antara lain, dianugerahi daya imajinasi kreatif, maka ia dapat menggunakannya untuk berpikir. Alasan kedua yang membuat kewirausahaan itu pada dasarnya untuk semua orang adalah karena hal itu dapat dipelajari. Peter F. Drucker, misalnya, pernah menulis dalam Innovation and Entrepreneurship bahwa, "Setiap orang yang memiliki keberanian untuk mengambil keputusan dapat belajar menjadi wirausaha, dan berperilaku seperti wirausaha. Sebab (atau maka) kewirausahaan lebih merupakan perilaku daripada gejala kepribadian, yang dasarnya terletak pada konsep dan teori, bukan pada intuisi". Dan perilaku, konsep, dan teori merupakan hal-hal yang dapat dipelajari oleh siapapun juga. Sepanjang kita bersedia membuka hati dan pikiran untuk belajar, maka kesempatan untuk menjadi wirausaha tetap terbuka. Sepanjang kita sadar bahwa belajar pada hakekatnya merupakan suatu proses yang berkelanjutan, yang tidak selalu berarti dimulai dan berakhir di sekolah atau universitas tertentu, tetapi dapat dilakukan seumur hidup, dimana saja dan kapan saja maka belajar berwirausaha dapat dilakukan oleh siapa saja, meski tak harus berarti menjadi wirausaha "besar". Alasan yang ketiga adalah karena fakta sejarah menunjukkan kepada kita bahwa para wirausaha yang paling berhasil sekalipun pada dasarnya adalah manusia biasa. Sabeer Bathia, seorang digital entrepreneur yang meluncurkan hotmail.com tanggal 4 Juli 1996, baru menyadari hal ini setelah ia berguru kepada orang-orang seperti Steve Jobs, penemu komputer pribadi (Apple). Dan kesadaran itu membuatnya cukup percaya diri ketika menetapkan harga penemuannya senilai 400 juta dollar AS kepada Bill Gates, pemilik Microsoft, yang juga manusia biasa. 2.5 Selalu Komitmen dalam Pekerjaan, Memiliki Etos Kerja dan Tanggung Jawab Seorang wirausaha harus memiliki jiwa komitmen dalam usahanya dan tekad yang bulat didalam mencurahkan semua perhatianya pada usaha yang akan digelutinya, didalam menjalankan usaha tersebut seorang wirausaha yang sukses terus memiliki tekad yang mengebu-gebu dan menyala-nyala (semangat tinggi) dalam mengembangkan usahanya, ia tidak setengah-setengah dalam berusaha, berani menanggung resiko, bekerja keras, dan tidak takut menghadapi peluang-peluang yang ada dipasar. Tanpa usaha yang sungguh-sunguh terhadap pekerjaan yang

digelutinya maka wirausaha sehebat apapun pasti menemui jalan kegagalan dalam usahanya. Oleh karena itu penting sekali bagi seorang wirausaha untuk komit terhadap usaha dan pekerjaannya.
.

2.6 Mandiri atau Tidak Ketergantuangan Sesuai dengan inti dari jiwa kewirausahaan yaitu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (create new and different) melaui berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang dalam menghadapi tantangan hidup, maka seorang wirausaha harus mempunyai kemampuan kreatif didalam mengembangkangkan ide dan pikiranya terutama didalam menciptakan peluang usaha didalam dirinya, dia dapat mandiri menjalankan usaha yang digelutinya tanpa harus bergantung pada orang lain, seorang wirausaha harus dituntut untuk selalu menciptakan hal yang baru dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber yang ada disekitarnya, mengembangkan teknologi baru, menemukan pengetahuan baru, menemukan cara baru untuk menghasilkan barang dan jasa yang baru yang lebih efisien, memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada, dan menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan kepada konsumen. 2.7 Berani Menghadapi Risiko Richard Cantillon, orang pertama yang menggunakan istilah entrepreneur di awal abad ke-18, mengatakan bahwa wirausaha adalah seseorang yang menanggung risiko. Wirausaha dalam mengambil tindakan hendaknya tidak didasari oleh spekulasi, melainkan perhitungan yang matang. Ia berani mengambil risiko terhadap pekerjaannya karena sudah diperhitungkan. Oleh sebab itu, wirausaha selalu berani mengambil risiko yang moderat, artinya risiko yang diambil tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Keberanian menghadapi risiko yang didukung komitmen yang kuat, mendorong wirausaha untuk terus berjuang mencari peluang sampai memperoleh hasil. Hasil-hasil itu harus nyata/jelas dan objektif, dan merupakan umpan balik (feedback) bagi kelancaran kegiatannya (Suryana, 2003 : 14-15). Kemauan dan kemampuan untuk mengambil risiko merupakan salah satu nilai utama dalam kewirausahaan. Wirausaha yang tidak mau mengambil risiko akan sukar memulai atau berinisiatif. Menurut Angelita S. Bajaro, “seorang wirausaha yang berani menanggung risiko adalah orang yang selalu ingin jadi pemenang dan memenangkan dengan cara yang baik” (Yuyun Wirasasmita, dalam Suryana, 2003 : 21). Wirausaha adalah orang yang lebih menyukai usaha-usaha yang lebih menantang untuk lebih mencapai kesuksesan atau kegagalan daripada usaha yang kurang menantang. Oleh sebab itu, wirausaha kurang menyukai risiko yang terlalu rendah atau terlalu tinggi. Keberanian untuk menanggung risiko yang menjadi nilai kewirausahaan adalah pengambilan risiko yang penuh dengan perhitungan dan realistis. Kepuasan yang besar diperoleh apabila berhasil dalam melaksanakan tugas-tugasnya secara realistis. Wirausaha menghindari situasi risiko yang rendah karena tidak ada tantangan, dan menjauhi situasi risiko yang tinggi karena ingin berhasil. Pilihan terhadap risiko ini sangat tergantung pada : 1. daya tarik setiap alternatif

2. kesediaan untuk rugi 3. kemungkinan relatif untuk sukses atau gagal Untuk bisa memilih, sangat ditentukan oleh kemampuan wirausaha untuk mengambil risiko antara lain : 1. keyakinan pada diri sendiri 2. kesediaan untuk menggunakan kemampuan dalam mencari peluang dan kemungkinan memperoleh keuntungan. 3. kemampuan untuk menilai situasi risiko secara realistis. Pengambilan risiko berkaitan dengan berkaitan dengan kepercayaan diri sendiri. Artinya, semakin besar keyakinan seseorang pada kemampuan sendiri, maka semakin besar keyakinan orang tersebut akan kesanggupan mempengaruhi hasil dan keputusan, dan semakin besar pula kesediaan seseorang untuk mencoba apa yang menut orang lain sebagai risiko. Oleh karena itu, pengambil risiko ditemukan pada orang-orang yang inovatif dan kreatif yang merupakan bagian terpenting dari perilaku kewirausahaan (Suryana, 2003 : 22) 2.8 Selalu Mencari Peluang Esensi kewirausahaan yaitu tanggapan yang positif terhadap peluang untuk memperoleh keuntungan untuk diri sendiri dan atau pelayanan yang lebih baik pada pelanggan dan masyarakat, cara yang etis dan produktif untuk mencapai tujuan, serta sikap mental untuk merealisasikan tanggapan yang positif tersebut. Pengertian itu juga menampung wirausaha yang pengusaha, yang mengejar keuntungan secara etis serta wirausaha yang bukan pengusaha, termasuk yang mengelola organisasi nirlaba yang bertujuan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik bagi pelanggan/masyarakat. Anugerah Pekerti, mantan Direktur Utama Lembaga Manajemen PPM, mendefinisikan kewirausahaan sebagai tanggapan terhadap peluang usaha yang terungkap dalam seperangkat tindakan serta membuahkan hasil berupa organisasi usaha yang melembaga, produktif, dan inovatif Howard H. Stevenson, mantan Presiden Harvard Business School yang memahami kewirausahaan sebagai suatu pola tingkah laku manajerial (menyeluruh) yang terpadu dalam upaya pemanfaatan peluang-peluang yang tersedia tanpa mengabaikan sumber daya yang dimilikinya. Saya mendukung pendapat Drucker bahwa pemanfaatan peluang merupakan definisi yang tepat untuk kewirausahaan dan bahwa seorang wirausaha harus mengalokasikan sumber daya dari bidang-bidang yang member hasil rendah atau menurun ke bidang-bidang yang memberi hasil tinggi atau meningkat. 2.9 Memiliki Jiwa Kepemimpinan Seorang wirausaha yang berhasil selalu memiliki sifat kepemimpinan, kepeloporan dan keteladanan. Ia selalu ingin tampil berbeda, lebih dahulu, lebih menonjol. Debgan menggunakan kemampuan kreativitas dan inovasi, ia selalu menampilkan barang dan jasa-jasa yang dihasilkanya lebih cepat, lebih dahulu dan segera berada dipasar. Ia selalu menampilkan produk dan jasa-jasa baru dan berbeda sehingga ia menjadi pelopor yang baik dalam proses produksi maupun permasaran. Ia selalu memamfaatkan perbedaan sebagai suatu yang menambah nilai. Karena itu, perbedaan

bagi sesorang yang memiliki jiwa kewirausahaan merupakan sumber pembaharuan untuk menciptakan nilai. Ia selalu ingin bergaul untuk mencari peluang, terbuka untuk menerima kritik dan saran yang kemudian dijadikan peluang. Leadership Ability adalah kemampuan dalam kepemimpinan. Wirausaha yang berhasil memiliki kemampuan untuk menggunakan pengaruh tanpa kekuatan (power), seorang pemimpin harus memiliki taktik mediator dan negotiator daripada diktaktor. 2.10 Memiliki Kemampuan Manajerial Salah satu jiwa kewirausahaan yang harus dimiliki seorang wirausaha adalah kemampuan untuk memanagerial usaha yang sedang digelutinya, seorang wirausaha harus memiliki kemampuan perencanaan usaha, mengorganisasikan usaha, visualisasikan usaha, mengelola usaha dan sumber daya manusia, mengontrol usaha, maupun kemampuan mengintergrasikan operasi perusahaanya yang kesemuanya itu adalah merupakan kemampuan managerial yang wajib dimiliki dari seorang wirausaha, tanpa itu semua maka bukan keberhasilan yang diperoleh tetapi kegagalan uasaha yang diperoleh. Untuk menuju terwujudnya wawasan kewirausahaan, maka salah satu kuncinya adalah menciptakan “perusahaan” (lembaga) yang dinamis dan fleksibel, manajer bervisi ke depan, serta lingkungan kerja yang kondusif. 1. Organisasi perusahaan harus dinamis dan fleksibel. Pengembangan organisasi perusahaan harus didasarkan atas visi, misi dan tujuan yang jelas. Ada delapan roh oganisasi (perusahaan) agar sukses dan panjang umur : (1) roh kesucian dan kesehatan (2) roh kebaikan dan kemurahan (3) roh cinta dan suka cita (4) roh keunggulan dan kesempurnaan 2. Peran manajer sangat menentukan. Manajer harus memiliki visi ke depan agar mampu mengarahkan dan meningkatkan kinerja perusahaan. Sekurang-kurangnya ada 8 kompetensi manajer bervisi ke depan, ialah : kemampuan strategi, kemampuan sintesis, kemampuan organisasi, kemampuan komunikasi, kemampuan negosiasi, kemampuan presentasi, dinamika, dan ketangguhan. 3. Penciptaan lingkungan kerja yang kondusif. Ada delapan persyaratan kualitas kehidupan lingkungan kerja disebut kondusif, ialah : (1) Upah yang layak dan pantas bagi pekerjaan yang dilakukan dengan baik (2) Kondisi kerja yang aman dan sehat
Memahami Karakteristik Kewirausahaan

36 (3) Kesempatan untuk belajar dan menggunakan keterampilanketerampilan baru (4) Kesempatan untuk mengembangkan dan memajukan karir (5) Integrasi sosial ke dalam organisasi (6) Perlindungan terhadap hak-hak individu (7) Keseimbangan antara tuntutan kerja dan bukan kerja (8) Rasa bangga terhadap kerja itu sendiri dan terhadap organisasi 2.11 Memiliki Kerampilan Personal Wirausahawan Andal. Wirausahawan andal memiliki ciri-ciri dan cara-cara sebagai berikut: Pertama Percaya diri dan mandiri yang tinggi untuk mencari penghasilan dan keuntungan melalui usaha yang dilaksanakannya. Kedua, mau dan mampu mencari dan menangkap peluang yang menguntungkan dan memanfaatkan peluang tersebut. Ketiga, mau dan mampu bekerja keras dan tekun untuk menghasilkan barang dan jasa yang lebih tepat dan effisien. Keempat, mau dan mampu berkomunikasi, tawar menawar dan musyawarah dengan berbagai pihak, terutama kepada pembeli. Kelima, menghadapi hidup dan menangani usaha dengan terencana, jujur, hemat, dan disiplin. Keenam, mencintai kegiatan usahanya dan perusahaannya secara lugas dan tangguh tetapi cukup luwes dalam melindunginnya. Ketujuh, mau dan mampu meningkatkan kapasitas diri sendiri dan kapasitas perusahaan dengan memanfaatkan dan memotivasi orang lain (leadership/ managerialship) serta melakukan perluasan dan pengembangan usaha dgn resiko yang moderat.
Memahami Karakteristik Kewirausahaan

37 Kedelapan, berusaha mengenal dan mengendalikan lingkungan serta menggalang kerja sama yang saling menguntungkan dengan berbagai pihak yang berkepentingan dgn perusahaan. Menurut Murphy and Peek, ada sekitar delapan hal yang menjadi suatu anak tangga agar seorang wirausaha dapat mengembangkan profesinya. Hal tersebut adalah: 1. Mau bekerja keras (capacity for hard work) 2. Bekerja sama dengan orang lain (getting things done with and through people) 3. Penampilan yang baik (good appearance) 4. Yakin (self confident) 5. Pandai membuat keputusan (making sound decision) 6. Mau menambah ilmu pengetahuan (college education) 7. Ambisi untuk maju (ambition drive) 8. Pandai berkomunikasi (ability to communicate)

Menurut Zimmerer, karakteristik wirausaha yang sukses adalah : 1. Komitmen tinggi terhadap tugas 2. Mau bertanggungjawab 3. Mempertahankan minat kewirausahaan dalam diri 4. Peluang untuk mencapai obsesi 5. Toleransi terhadap resiko dan ketidakpastian 6. Yakin pada diri sendiri 7. Kreatif dan fleksibel 8. Ingin memperoleh balikan segera 9. Enerjik tinggi 10.Motivasi untuk lebih unggul 11.Berorientasi masa depan
Memahami Karakteristik Kewirausahaan

38 12.Mau belajar dari kegagalan 13.Kemampuan memimpin Dalam suatu penelitian tentang Standarisasi Tes Potensi Kewirausahaan Pemuda Versi Indonesia; Munawir Yusuf (1999) menemukan adanya 11 ciri atau indikator kewirausahaan, yaitu: 1. Motivasi berprestasi 2. Kemandirian 3. Kreativitas 4. Pengambilan resiko (sedang) 5. Keuletan 6. Orientasi masa depan 7. Komunikatif dan reflektif 8. Kepemimpinan 9. Locus of Contro 10.Perilaku instrumental 11.Penghargaan terhadap uang. Di dalam kehidupan bidang usaha atau dunia bisnis, seorang Wirausaha tidak berdiam diri sendiri, tetapi sangat perlu bantuan para Wirausaha lainnya, adanya bantuan dari pihak pemerintah atau badanbadan usaha terkait lainnya. Oleh karena itu, seorang Wirausaha harus menunjukan tingkah laku yang baik, sopan santun, tolong-menolong, tenggang rasa, hormat-menghormati satu sama lainnya. Masalah sopan santun, hormat- menghormati, tolong-menolong, dan tatakrama di dalam berwirausaha sehari-hari itu adalah merupakan etika. Jika kata etika digabungkan dengan Wirausaha akan menjadi Etika Wirausaha. Dengan demikian Etika Wirausaha itu adalah prinsip-prinsip atau pandanganpandangan dalam kegiatan bidang wirausaha dengan segala persoalannya untuk mencapai suatu tujuan serta melaksanakan nilai-nilai yang
Memahami Karakteristik Kewirausahaan

39 bermanfaat untuk meningkatkan kehidupan usaha sehari-hari. Etika

Wirausaha itu, adalah sebagai berikut: 1. Wirausaha adalah tugas mulia dan kebiasaan baik, artinya wirausaha bertugas untuk mewujudkan suatu kenyataan hidup berdasarkan suatu kebiasaan yang baik di dalam berwirausaha. 2. Menempa pikiran untuk maju, artinya wirausaha melatih untuk membiasakan diri untuk berprakasa baik, bertanggungjawab, percaya diri untuk dapat mengerjakan kebaikan dan meningkatkan daya saing, serta daya juang untuk mempertahankan hidup dari prinsip-prinsip berwirausaha. 3. Kebiasaan membentuk watak, artinya wirausaha berdaya upaya untuk membiasakan diri berpikir, bersikap mental untuk berbuat maju, berpikir terbuka secara baik, bersih dan teliti. 4. Membersihkan diri dari kebiasaan berpikir negatif, artinya wirausaha harus berusaha dan berdaya upaya untuk menanggalkan dan membersihkan diri dari kebiasaan cara berpikir, sikap mental yang tidak baik, misalnya menyakiti orang lain, serta menjauhkan diri dari sikap selalu menggantungkan pada kemujuran nasib. 5. Kebiasaan berprakarsa, artinya seorang seorang wirausaha harus membiasakan diri untuk mengembangkan dalam berprakarsa dalam kegiatan pengelolaan usaha, dapat memberikan saran-saran yang baik, serta dapat menolong kepada dirinya sendiri. 6. Kepercayaan kepada diri sendiri, artinya seorang wirausaha harus percaya kepada diri sendiri, harus mempunyai keyakinan dan beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta dapat meningkatkan nilai-nilai kehidupan di dalam berwirausaha. 7. Membersihkan hambatan buatan sendiri, artinya seorang wirausaha harus berusaha membebaskan dari hambatan-hambatan dari adanya produk buatan sendiri. Seorang wirausaaha jangan
Memahami Karakteristik Kewirausahaan

40 mempunyai pikiran ragu-ragu, merasa tukut, merasa rendah diri terhadap hasil produk buatan sendiri. 8. Mempunyai kemauan, daya upaya dan perencanaan, artinya seorang wirausaha harus mempunyai kemauan, serta daya upaya untuk mengetahui kemampuan dalam hidupnya, cara merencanakan dalam mengejar cita-cita mengembangkan usahanya yang berhasil berdasarkan prinsip-prinsip kewirausahaan. Sementara itu menurut G. Meredith, et.al (1996) mengemukakan bahwa: Para wirausaha adalah orang-orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan yang ada; mengumpulkan sumber-sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan daripadanya dan mengambil tindakan yang tepat guna memastikan sukses.

Perbedaan Wiraswasta Dan Wirausaha
Pengertian Wiraswasta. Menurut etnologisnya : Wira = manusia unggul, teladan, berbudi luhur, berjiwa besar, berani, pahlawan/ pendekar kemajuan yang memiliki watak agung. Swa = sendiri. Ta = berdiri

Jadi Wiraswasta = keberanian, keutamaan serta keperkasaan dalam

memenuhi kebutuhan serta

memecahkan persoalan hidup dengan kekuatan yang ada pada diri sendiri (Wasty Soemanto, 1984: 43) Swasta menurut Kamus Webster, 1967; swasta dari kata private sabenarnya mencakup pengertian segala sesuatu yang berhubungan dengan masalah khusus perseorangan atau grup atau juga dapat berarti segala sesuatu yang bersifat tidak terbuka untuk umum atau tidak diawasi secara langsung oleh pemerintah..

Menurut Daoed Yoesoef (1981:78) Wiraswasta adalah memimpin usaha, baik secara teknis dan/atau ekonomis dengan aspek fungsional seperti: memiliki, mengurus, menerima tantangan ketidak pastian, mempe-lopori usaha baru, penemu (innovator) ataupun peniru (imitator); dengan cara memburu keuntungan dan manfaat secara maksimal serta membawa usaha ke arah kemajuan, perluasan, perkembangan, melalui jalan kepemimpinan ekonomi demi kenaikan prestise, kebebasan, kekuasaan dan kehormatan serta kontinuitas usaha. Haryati Subadio. Wiraswasta adalah manusia teladan yang berbudi luhur yaitu manusia yang mampu berdiri atas kemampuan sendiri, tidak saja dalam sektor swasta tapi juga dalam sektor Negara Sudjoko. Wiraswasta adalah mereka yang memiliki dan masih memiliki nilai- nilai manusia perintis, pelopor, pejuang kemerdekaan, pejuang kemajuan. Suharsono Sagir. Wiraswasta adalah seorang yang modal utamanya ketekunan yang dilandasi sikap optimis, kreatif dan melakukan usaha sebagai pendiri pertama disertai dengan keberanian menanggung resiko berdasarkan suatu perhitungan dan perencanaan yang tepat. Fadel Muhammad. Wiraswasta adalah orang yang memfokuskan diri pada peluang bukan pada resiko. Djatmiko. Wiraswasta adalah kreativitas dan sikap tindak manusia yang mampu mengkoordinir sumber alam, tenaga, manusia dan perala-tannya menjadi benda-benda dan jasa-jasa ekonomi. Soesarsono Wijandi. Wiraswasta bukanlah teladan dalam usaha partikelir (Swasta), melainkan adalah sifat-sifat keberanian, keutamaan, keteladanan dan semangat yang bersumber dari kekuatan sendiri, dari seorang pendekar kemajuan, baik dalam kekaryaan pemerintahan maupuin dalam kegiatan apa saja di luar pemerintahan dalam arti yang menjadi pangkal keberhasilan sese-orang.

Buchari Alama. Wiraswasta adalah seseorang yang memiliki pribadi hebat, produktif, kratif melaksanakan kegia-tan perencanaan bermula dari ide sendiri, kemudian mengembangkan kegiatannya dengan menggunakan tenaga orang lain dan selalu berpegang pada nilai-nilai disiplin dan kejujuran yang tinggi Jadi gambaran Manusia Wiraswasta adalah orang yang dalam keadaan bagaimana daruruatnya, tetap mampu berdiri atas kemapuan sendiri untuk menolong dirinya keluar dari kesulitan yang dihadapinya, termasuk mengatasi kemiskinan tanpa bantuan instansi pemerintah atau instansi sosial. Dan dalam keadaan yang biasa (tidak darurat) manusia-manusia wira-swasta bahkan akan mampu menjadikan dirinya maju, kaya, berhasil, lahir dan batin. 2.2. Berapa Macam Tipe Pokok Wiraswasta. Dipandang dari sudut fungsinya Wiraswasta dibedakan lima tipe pokok: 1. Wiraswasta sebagai orang vak. “Captain of industri” berfungsi sebagai ahli tehnik yang

berprestasi, mengadakan penemuan ataupun peniruan, dalam wujud mutu. 2. 3. 4. sosial 5. Wiraswasta sebagai manajer, yang memajukan usahanya dengan menggunakan Wiraswasta sebagai orang bisnis, selalu menganalisa kebutuhan selera masyrakat. Wiraswasta sebagai orang uang, biasanya bergerak di pasaran uang dan modal Wiraswasta sebagai social engineer, mengikat pekerja-annya melalui berbagai karya

penge-tahuan-pengetahuan bisnis modern dan memperhitungkan efisiensi.

Menurut penelitian Charles Schriciber, keberhasilan seseorang 15% ditentukan pendidikan formalnya sedangkan sisanya (85%) ditentukan oleh sikap mental atau kepribadiannya.

2.3. Pengertian Wirausaha Wirausaha dari kata entrepreneur (bahasa Perancis) yang artinya between takeratau go-

between yang artinya perantara kemudian dalam abad pertengahan berarti seorang aktor atau orang yang bertanggung jawab dalam proyek produksi besar. Joseph Schumpeter, Entrepreneur as the person who destroys the existing economic order by introducing new products and services, by creating new forms of organization or by exploiting new raw materials (Bygrave, 1994:l) Wirausaha adalah orang yang mendobrak sistim ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru, dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru.

Definisi yang lebih luas: Entrepreneur is the person who prerceives an opportunity and creates an organisasion to pursue it (Bygrave, 1994:2). Wirausaha adalah orang yang melihat adanya peluang kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk memanfaatkan peluang tersebut Disini seorang entrepreneur tidak selalu pedagang (businessman) atau seorang manager, ia adalah orang yang unik yang pembawaannya pengambil resiko dan yang memperkenalkan produkproduk innovative dan teknologi baru kedalam perekonomian

Jose Carlos Jarillo – Mossi, Kewirausahaan sebagai seorang yang merasakan adanya peluang, mengejar peluang-peluang yang seusai dengan situasi dirinya, dan yang percaya bahwa kesuksesan merupakan suatu hal yang bisa dicapai.

H. Leibenstein mendifinisikan Entrepreneur sebagai seorang atau sekelompok individu yang memiliki karakteristik, mampu menggandengkan peluang-peluang menjadi pasar, mampu memperbaiki

kelemahan pasar, bisa menjadi seorang input complementer, dapat menciptakan atau memperluas time bending dan input transforming entitities.

Horward H. Stevenson, Kewira-usahaan merupakan suatu pola tingkah laku manejerial terpadu dimana merupakan upaya pemanfaatan peluang-peluang yang tersedia tanpa mengabaikan sumber daya yang dimilikinya.

Hisrich- Peters, Entrepreneurship is the process of creating something different with value by devoting the necessary time and effort, assuming the accompanying financial psychis, and social risk, and receiving the resulting rewards of monetary and personal satisfaction and independence. Kewirausahaan adalah proses menciptakan sesuatu yang lain dengan menggunakan waktu dan kegiatan disertai modal dan resiko serta menerima balas jasa dan kepuasan serta kebebasan pribadi..

Wirausaha menurut ahli ekonomi adalah orang yang mengkombinasikan resources, tenaga kerja, material dan peralatan lainnya untuk meningkatkan nilai yang lebih tinggi dari sebelumnya, dan juga orang yang memperkenalkan perubahan-perubahan, inovasi dan perbaikan produksi lainnya Wirausaha menurut ahli psykologi adalah orang yang memiliki dorongan kekuatan dari dalam untuk memperoleh sesuatu tujuan . suka mengadakan eksperimen atau untuk menampilkan kebebasan dirinya diluar kekuasaan orang lain.

Wirausaha menurut ahli businessman adalah merupakan ancaman pesaing baru atau juga bisa seorang patner, pemasok, konsumen atau seorang yang bisa diajak kerja sama, Wirausaha menurut pemodal adalah seorang yang menciptakan kesejahteraan buat orang lain, yang menemukan cara-cara baru untuk menggunakan resources,mengurangi pemborosan dan membuka lapangan kerja yang disenangi oleh masyarakat. Kewirausahaan itu kesemuanya merupakan proses dinamik untuk menciptakan tambahan kemakmuran. 2.4. Berapa Macam Tipe Wirausaha. Menurut Perilaku Wirausaha maka dapat dikemukakan tiga macam tipe Perilaku Wirausaha. 1. 2. sesuatu 3. Yang menerima resiko atau kegagalan Wirausaha yang memiliki inisiatif Wirausaha yang mengorganisir mekanisme sosial dan ekonomi untuk menghasilkan

Tiga macam Tipe Pokok Wirausaha menurut Raymond Kao yaitu 1. Wirausaha Ahli (Craftman) atau seorang penemu, memiliki idée yang ingin

dikembangkan baik dalam proses produksi maupun sistim produksi, mereka cenderung bergerak dalam bidang penelitian, membuat model percobaan laboratorium dan sebagainya. Kemudian memutuskan untuk keluar sebagai pegawai dan memulai bisnisnya sendiri. Contoh: tukang -->perusahaan konstruksi, sopir -- ->perusahaan pengangkutan; dokter ---->klinik. Sebagian besar wirausaha berasal dari tipe ini. 2. The Promoter adalah seorang individu yang tadinya bekerja sebagai seles/marketing

yang kemudian mengembangkan perusahaan sendiri 3. General Manager adalah seorang individu yang bekerja dalam perusahaan sebagai

general manager, dia mengusai keahlian produksi, pemasaran, permodalan dan pengawasan. Kemudian dia mulai merintais suatu perusahaan sendiri. Menurut Justin G. Longenecker dkk membagi Wirausaha menjadi tiga kategori: 1. Founder (Pendiri perusa-haan/wirausaha murni): bisa investor pemula atau artisan

yang kemudian mengem-bangkan keahliannya dan kemudian memulai perusahaan sendiri dia membuat perusa-haan itu menjadi hidup

2.

General Manager : Setelah perusahaan berdiri, generasi kedua atau wirausahawan lain

yang kemudian bertindak menjadi administrator bisnis/ general manager yang menge-palai operasi perusahaan dalam menjalankan usahanya. 3. Franchise: seorang wirausaha yang kekuasaannya dibatasi oleh hubungan kontrak kerja

dengan organisasi pemberi franchise

Menurut Norman R. Smith memba-gi wirausaha menjadi dua: 1. Wirausaha Artisan : seseorang yang memulai bisnisnya dengan keahlian teknis sebagai

modal utama dan sedikit pengetahuan bisnis. Contoh seorang mekanik ---> perusahaan bubut/bengkel/karoseri; ahli kecantikan ---> rumah kecantikan 2. Wirausaha Oportunistis : seorang yang memulai suatu bisnis dengan manajemen yang

rumit dan pengetahuan teknis contohnya seorang kontraktor Tim Wirausaha adalah dua orang atau lebih yang bekerja sama melaksanakan fungsi dalam kapasitasnya sebagai wirausaha. Misalnya seorang ahli manufaktur digabungkan dengan seorang ahli pemasaran

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->