P. 1
As Sahab Media Membantah Teori Konspirasi 9

As Sahab Media Membantah Teori Konspirasi 9

|Views: 274|Likes:
Published by shecutesib9835

More info:

Published by: shecutesib9835 on Sep 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/21/2012

pdf

text

original

As Sahab Media Membantah Teori Konspirasi 9/11

M. Fachry Ahad, 11 September 2011 10:13:31 Hits: 3195

Peristiwa 9/11 tidak bisa dipisahkan dengan peranan media, baik ketika mengetengahkan peristiwa tersebut, maupun pemberitaan dan analisis setelahnya. Umat manusia terbelah menjadi dua kelompok saja memandang peristiwa 9/11, yakni pro dan kontra. Begitu pula media. Setelah peristiwa 9/11, dunia telah dipenuhi jaringan-jaringan para perncipta teori-teori konspirasi yang telah menyimpulkan hampir-hampir dengan suara bulat bahwa serangan-serangan terhadap New York dan Washington adalah “pekerjaan orang dalam” yang dilakukan Pemerintah Amerika Serikat. Bagi masyarakat umum, kesimpulan-kesimpulan yang disampaikan tampak memiliki dasar-dasar yang kokoh khususnya sejak Ilmu Pengetahuan dari teori-teori mereka ditampilkan. Bersama berjalannya waktu, jika diperhatikan bahwa mereka yang sedang berpegang teguh pada para pencipta teori-teori konspirasi (seperti Alex Jones) yang mengabaikan suatu konfrontasi yang penting dan langsung terhadap opini mereka. Konfrontasi seperti itulah yang mengguncang dasar-dasar teori konspirasi

dan tanggapan terhadap para pencipta teori (konspirasi) dan para pengikutnya yang bersemangat hanyalah menamakan konfrontasi ini sebagai satu “plot CIA” atau “rencana pemerintah membodohkan warganegara.” Lalu mereka menyampaikan konfrontasi dengan argumen-argumen lemah dalam rangka melanjutkan jalur teori-teori mereka. Salah satu konfrontasi yang merupakan duri dalam daging, sebagaimana kita ketahui, adalah berkaitan dengan sebuah media jihad, yang bernama Media As-Sahab. Jika kita mau berfikir jujur dan berusaha untuk mencari kebenaran hakiki, maka kita harus mengklarifikasi gagasan-gagasan yang biasanya dilontarkan oleh para penganut teori konspirasi, termasuk dalam masalah ini mencari tahu apa dan siapa sebenarnya media As Sahab itu. Bagaimana kita tahu Media As-Sahab itu asli dan bukan rekayasa CIA? Allah SWT berfirman : “Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan) yang akhirnya kamu menyesali perbuatan itu.” (QS Al Hujurat : 6) Ayat ini penting sebagai jalan untuk dapat mendekati masalah ini. Daripada membuat asumsi-asumsi yang salah dan kecurigaan-kecurigaan terhadap sekelompok orang Muslim, kita harus mengikuti agama kita ketika ia datang dengan panduan-panduannya agar kita mengikuti dengan bukti yang lebih kuat. Hal ini karena jika kita tidak mengikuti petunjuk-petunjuknya, maka mungkin kita telah jatuh sebagaimana Allah berkata, “mereka mengganggu manusia tanpa perencanaan” dan boleh jadi tidak menyesal sama sekali! Secara umum, sebagai Muslim, kita sudah seharusnya mengikuti saudara Muslim kita yang sesungguhnya taat dan dapat dipercaya atas apa yang mereka ucapkan tentang peristiwa-peristiwa yang jelas di luar jangkauan kita. Jika seorang kafir mengatakan tentang hal yang sama, kemudian kita bisa mengabaikan pernyataan-pernyataannya sampai ia dapat membuktikannya. Jika seorang kafir dapat menunjukkan buktibukti yang dapat dipercaya berlawanan dengan klaim-klaim kaum Muslim – seperti teori-teorinya tentang 9/11 – dan kaum Muslim (yang mengklaim hal ini) tidak menanggapi, kemudian kita harus percaya kepada saudara kita hingga kita dapat memverifikasi dari mereka (kaum Muslim) ketimbang menolak saudarasaudara (Muslim) kita dan mengenyahkan keraguan-keraguan terhadapnya; kita dibolehkan menyimpan pertanyaan-pertanyaan tersebut dalam pikiran kita dari bukti-bukti yang dapat dipercaya dari kaum yang ingkar (atau kelompok Muslim yang lain), tapi kita tidak menggunakan mereka untuk melawan saudarasaudara kita hingga kita memverifikasi dari mereka (dengan cara apapun) dan kita jelas dengan posisi kita. Hal ini karena dalam beberapa kasus, kelompok-kelompok Muslim ini akan menahan informasi kepada masyarakat umum untuk kepentingan strategi yang mereka sedang pergunakan. Apa itu Media As Sahab 1. Mereka adalah cabang media resmi dari Al Qaeda. Kualitas media mereka pada awalnya tidak terlalu bagus (tapi masih baik); walaupun mereka menjadi terbaik dari yang terbaik. 2). Media mereka adalah (kebanyakan) video, audio dan pernyataan pendek.

3). Media mereka ditujukan untuk menghidupkan kembali Sunnah dan Jihad fii Sabililah dalam bentuk yang paling murni, bebas dari kesombongan, nasionalisme, syirk, demokrasi, sekularisme, pengecut, permurtadan, ketidaktahuan dan lain sebagainya. Dari apa yang ada, mereka berkeinginan menghidupkan kembali itu secara intelektual dan spiritual. 4). Kebanyakan video mereka menunjukkan operasi militer di Afghanistan melawan Amerika, NATO, dan orang murtad yang membantu kaum kafir, 5). Jika Syekh Usamah bin Laden atau Dr. Ayman al-Zawahiri ingin bicara dengan ummat, mereka mengunakan Media As-Sahab. 6). Mereka membuat ratusan video. Di tahun 2007 saja, mereka membuat lebih dari 90 video; kebanyakan dari mereka adalah operasi militer Al Qaeda atau Taliban. Dari sini kita bisa melihat bahwa Media As Sahabt itu memang ada. Dan sudah seharusnya kita mengikuti saudara Muslim yang kelihatannya (Insya Allah) taat dan bisa dipercaya tentang beberapa hal. Lalu, darimana kita mengetahui bahwa Media As-Sahab adalah organisasi yang taat? 1). Di video mereka, mereka membahas isu Islam yang berdampak terhadap ummat, dan lebih dari itu mereka sangat sopan dan tidak memutarkan musik haram atau memperlihatkan gambar haram. Di dalam pidato mereka, mereka bicara aqidah yang benar dan mereka tidak melakukan kekufuran, atau syirik. Memang, sebagian Muslim mungkin tidak setuju dengan pandangan mereka seperti dukungan terhadap operasi shahid dan penyerangan terhadap AS, tetapi secara umum tidak ada kejahatan dalam ucapan mereka. Yang kita lihat di dalam video mereka adalah upaya yang tulus untuk menghidupkan kembali kecintaan terhadap jihad fii sabilih. 2). Sebagaimana kita ketahui, Media As-Sahab adalah Al Qaeda. Jadi ketika mereka siarkan video para Mujahadin, seperti Syekh Abu Yahya Al-Libi, Syekh Nasar al-Qatani dan banyak lagi, mereka sebenarnya sedang menyiarkan perjuangan mereka. Jadi apa yang kita lihat dari perjuangan mereka ? a). Mereka shalat, baik shalat wajib maupun shalat Tahajud. b). Mereka sering membaca Al-Quran dan buku-buku Islam lainnya. c). Mereka mempelajari dienul Islam, seperti ilmu Ttajwid, dan fiqh. d). Semua pejuang menunjukkan persaudaran. Mereka saling mencintai demi Allah dengan melakukan hal-hal seperti : membaca al-Quran dan zikir, berenang, atau hanya sekedar bermain. e). Mereka cinta terhadap agama. Semuanya seperti itu. Tidak ada yang di situ karena mereka membenci kehidupan atau ingin membunuh diri. Melainkan, mereka ada di situ karena mereka percaya kepada Allah dan hari kiamatNya. Jadi, mereka di situ untuk hidup mulia dan dalam harapan mati syahid.

f). Cintanya kepada ummat. Mereka sangat mencintai ummat dan ingin lihat ummat menjadi pemimpin dunia. Ada yang beranggapan bahwa mereka tidak cintai kepada orang Islam karena mereka sengaja membunuh mereka. Jawabannya adalah, jika yang dimaksud adalah mereka yang membantu kafir melawan mujahidin seperti tentara Afghan atau mata-mata, maka harus dikatakan kebenarannya, demi Allah, mereka bukan orang Islam. Jika orang sipil, maka mereka tidak sengaja membunuhnya. Benar, mungkin saja serorang Muslim tidak sengaja dibunuh dalam sebuah operasi. Ada sebuah bukti untuk hal ini dari penyataan mereka yang tulus dan video mereka yang menurunkan berita tentang rencana peledakan IED (bom pinggir jalan) tapi tidak jadi karena seorang Muslim sedang lewat di sana. Tentang penyerangan 11 September, terhadap Menara Kembar WTC mempunyai landasan fikih cukup panjang. Syekh Usama bin Laden, sebelum menyetujui operasi tersebut telah melakukan banyak konsultasi dengan sekian ulama mengenai penyerangan itu. Dan lepas dari apakah kita setuju atau tidak, beliau punya landasan syariat. Salah satunya adalah tentang menyerang target militer (Pentagon) dan markas keuangan (WTC). Namun, hal itu tentunya membutuhkan pembahasan tersendiri. g). Mayat orang yang mati shayid semerbak mewangi. Para mujahidin yang dekat dengan mayat mereka mencium minyak yang wangi. h). Mereka mengikuti sunnah sebanyak mereka bisa. i). Kedekatan mereka kepada Rabb mereka dalam do’a. Sambil operasi, para mujahadin selalu berzikir sebelum, ketika,dan sesudah berjuang. j). Bagaimana mereka mengingatkan masing-masing kita dan ummat tentang ayat Al Qur’an dan supaya kaum Muslimin menjalankan agamanya dengan sempurna. k). Mereka mengimplementasikan al-Walaa’ wal Bara’ demi hanya karena Allah Ta’aala. Mereka juga berjihad memerangi kaum kafir dan munafikin. Dan kita mengetahui bahwa Allah SWT lebih cinta terhadap Mujahidin daripada mereka yang duduk-duduk saja seperti dalam ayat An Nisa. Jadi, kita harus mencinta mereka yang dicintai oleh Allah SWT. Dan hal-hal tadi hanyalah sebagian contoh ketaatan mereka. Wallahu’alam bis showab! Sekarang, marilah kita membahas masalah keaslian dari Media As Sahab. Sudah jelas bahwa para mujahidin adalah orang yang taat. Mereka juga melawan musuh Allah. Kalau kita membahas Media As Sahab, maka kita juga akan membahas Al Qaeda dan Taiban. Dari apa yang terlihat, kedua gerakan jihad tersebut bekerja bersama dengan baik dan dalam suasana ukhuwah. Taliban tidak pernah mengkritik Al Qaeda dalam rilis mereka. Sebenarnya, kedua jama’ah ini berkerja di bawah payung “Islamic Emirate of Afghanistan” atau Imarah Islam Afghanistan pimpinan Syekh Mullah Umar Muhammad. Taliban juga menyatakan senang dengan Al Qaeda dan mendukung Syekh Usamah bin Laden. Jadi pertanyaan berikut: apakah kita bisa percaya terhadap kata-kata Taliban? Jawabanya tentu ya karena : a). Ketulusannya dalam upaya membangun dan menegakkan Syari’at dan menghancurkan Syirik.

b). Sejarah Taliban sendiri. Awalnya Taliban adalah sekumpulan mahasiswa atau pelajar yang ingin mengusir orang jahat dari negeri mereka. Akhirnya, mereka menguasai hampir semua Afghanistan dengan hukum Allah SWT. Angka kriminalitas turun secara signifikan. c). Taatnya mereka dalam beragama. Jadi mengingat hal-hal di atas, marilah kita berlanjut kepada pertanyaan berikutnya. 1). Bagaimana seorang Muslim dapat membantah satu pernyataan pun dari As-Sahab Media ketika mereka mensiarkan video jihad fii sabillah yang murni ?. 2). Bagaimana seorang Muslim dapat membantah satu pernyataan pun dari As-Sahab Media ketika mereka tidak menunjukan tanda-tanda kufr, syirik, bid’ah, dan lain-lain tapi justru mereka menunjukkan kebenaran dan ketaatan? 3). Bagaimana seorang Muslim dapat membantah satu pernyataan pun dari As-Sahab Media ketika mereka bekerja sama dengan Taliban dan mereka cinta media itu dan menerima mereka? 4). Bagaimana seorang Muslim dapat membantah satu pernyataan pun dari As-Sahab Media ketika tidak ada bukti sedikit pun bahwa Al Qaeda ada hubungan dengan CIA? 5). Bagaimana seorang Muslim dapat membantah satu pernyataan dari As-Sahab Media ketika mereka siarkan operasi militer terhadap AS dan NATO? Bagaimana seorang Muslim membantah pernyatannya ketika disiarkan para Mujadhidin membunuh tentara AS, kadang kala menunjukan mayatnya yang berdarah-darah. Singkat kata, bagaimana seorang Muslim bisa berfikir bahwa Media As Sahab adalah ciptaan CIA mengingat bahwa mereka mensiarkan operasi militer yang agresif terhadap AS ? Ada yang mengatakan: “Tidak, saya tidak meragukan As Sahab, saya hanya membantah rilisnya audio Syekh Usamah bin laden. Itu agak meragukan menurut saya karena itu hanya audio.” Kita katakan kepada mereka: Itu tidak masuk akal! Karena membantah satu peryataan As Sahab Media berarti membantah semua, termasuk perang lawan tentara AS. Dengan kata lain, membantah As Sahab Media sama dengan membantah bahwa Al Qaeda berperang di Afghanistan. Lebih dari itu, jika ada video yang dirilis atas nama As Sahab, dan As Sahab (atau Al Qaeda) tidak merilis video tersebut bukankah mereka membantah membuat video itu. Bagi mereka yang tidak tahu, forum seperti Al Ikhlas, dan Hisbah adalah forum mujahidin dimana mujahidin dari seluruh dunia saling berbicara dan mengekpos operasi militer mereka. Pasti As Sahab akan bilang jika video itu dibuat-buat? Berikut sebuah contoh. Ada satu rilis mereka yang berisi suara Syekh Usama bin Laden dan disiarkan pertama kali oleh Al-Jazeera, dan kemudian diposting di forum-forum Islam. Jadi ada yang bertanya: Bagaimana Al-Jazeera mendapatkan rilis itu duluan? Ini jawaban mereka (As Sahab) di forum:

Video yang merupakan strategi yang diinginkan itu dikirimkan ke saluran-saluran TV sebelum ditampilkan dalam internet. Dan tidak benar kalau situs-situs internet menyatakan telah menerimanya dengan cara lain. Jika video itu bukan dari mereka, apakah mereka akan menyangkalnya begitu saja? Dan jika anda berkata, “ini merupakan operasi CIA” maka kami bertanya: Buktikan jika itu memang benar. Apakah kamu bisa membuktikan bahwa mereka telah bertemu dengan agen CIA dalam sebuah pertemuan rahasia? Apakah kamu punya bukti-bukti bahwa mereka benar-benar para zionis yang berpurapura seperti orang Muslim (tapi masih membunuhi tentara-tentara Murtad dan Amerika)? Ini menjadi mudah ketika seseorang melihatnya dari perspektif ini, yakni perspektif atau pandangan Islam. Bagi orang Kafir, tidak akan ada yang masuk akal tentang dia ketika dia tidak paham bagaimana menilainya dari ketaatan yang jelas terlihat serta bobotnya; jadi apa yang saya katakan kepada mereka adalah: jika anda tidak dapat membuktikan bahwa As Sahab Media (atau Al Qaeda) merupakan operasi CIA dengan bukti yang dapat dipertanggung-jawabkan, lebih baik anda diam saja daripada anda mempermalukan diri anda sendiri. Banyak dari kalangan Muslim yang kadang lebih percaya dan mengikuti berita-berita dan informasi tentang kaum muslimin dari situs-situs kafir yang tidak dikenal. Untuk menyimpulkan bagian awal ini bisa dikatakan, ini jelas bahwa As Sahab Media adalah sebuah organisasi Media Jihad karena ketaatan mereka, penerapan agama, dan berjihad fisabilillah (berjuang di jalan Allah). Beberapa Muslim menentangnya karena, sejujurnya, mereka terlalu baik untuk dipercaya. Mereka berucap, “Ini merupakan bentukan CIA yang sempurna. CIA ingin merekrut orang-orang Muslim untuk Jihad ini sehingga mereka bisa memenjarakannya dan menyiksanya. Jadi CIA mungkin saja sudah mempelajari sejarah Islam dan datang bersama Al Qaeda, dan gerakan ini muncul secara mencengangkan dengan banyak cara untuk memperdaya umat Muslim bahwa itu adalah nyata. Maksud saya, umat Muslim sholat di gunung-gunung bahkan sholat tahajud dalam dinginnya udara di pagi buta, mereka menjalankan syariat Islam, mereka menolong orang-orang miskin dan yang membutuhkan, mereka tidak tinggal dalam kenyamanan seperti kita, mereka menuntut ilmu, mereka membicarakan masalah-masalah Islam, mereka memberikan nasehat kepada umat dan kelompok-kelompok tertentu, mereka membunuh tentara-tentara Kafir, mereka mengambil harta pampasan dari orang-orang Ingkar dan Murtad, mereka masih selalu membicarakan tentang pendirian sebuah Ke-Khilafahan, mereka menyebarkan pengaruh secara global (mendunia) begitu singkatnya hanya dalam beberapa tahun, sejumlah Muslim mendukung mereka baik secara terbuka maupun secara sembunyi-sembunyi, pemimpin mereka merupakan orang yang paling saleh dimana kita tundukkan mata kita, ini sungguh begitu baik untuk dipercaya, jadi pasti ini merupakan rekayasa CIA hanya untuk merekrut kita.” Lucu dan menyedihkan. Maka kami nasehati agar kaum Muslimin kembali ke ayat yang kita kutip dari surat al-Hujuraat tadi. Dalam surat ini kita menolak spekulasi jahat yang meragukan Media Jihad seperti As Sahab dengan bukti-bukti yang jelas dan melimpah. Ada hal lain yang kaum Muslim katakan, yakni : “Oh ada satu alat dimana jika kamu mendapatkan suara seorang individu selama 30 menit atau lebih kamu sesungguhnya dapat menggunakan suaranya untuk mengatakan apapun yang kamu kehendaki, makanya semua suara tape audio Syekh Usamah bin Laadin itu adalah palsu…”

Walaupun konsep ini semua benar (dari sisi teknologi masa kini), hal ini tentunya, hanyalah cara termudah untuk memaklumi isu sebenarnya yang asli terhadap Media As Sahab. Pernyataan seperti ini dibuat oleh mereka yang tidak berpikir mendalam tentang siapa sumbernya. Dengan menyatakan hal tersebut, adalah menolak semua upaya jihad yang terdapat dalam rekaman-rekaman mereka. Dan siapapun yang menolak bahwa ada Jihad fii Sabilillah dalam video mereka, maka mereka adalah orang-orang bebal. Hal ini juga berlaku pada mereka yang mengatakan: “Oh, semua aksi jihad yang anda lihat dalam video-vide mereka itu bukan aksi jihad yang sesungguhnya. Itu aksi yang dibuat-buat, seperti aksi (film) Hollywood…” Jelaslah, bahwa orang-orang ini tidak menonton video-video As Sahab cukup banyak. Jika mereka meyakini logika tersebut, maka orang-orang itu sesungguhnya juga harus menolak bahwa ada Taliban (yang berkeliaran) di luar sana. Maka marilah kita berpindah pada pertanyaan berikut seperti yang telah kita sampaikan sejak awal. Bagaimana kita tahu dengan pasti bahwa Syekh Usamah bin Ladin berada di belakang serangan 9/11? Bagaimana kita menjawab teori konspirasi Alex Jones dan yang lainnya yang mengatakan bahwa serangan 9/11 pekerjaan orang dalam ataukah itu dilaksanakan oleh Mossad Israel? Berikut hal-hal yang harus diingat untuk hal di atas. a) Ingatkan setiap orang akan keaslian Media As Sahab dan video-video yang berkaitan dengan serangan 9/11 sebagaimana strategi mereka menyiarkan video-video tersebut. b) Pernyaatan resmi Syekh Usamah bin Ladin mengenai serangan 9/11. c) Mengenai teori konspirasi (penggunaan) bom-bom pada (serangan) Menara Kembar dan tidak ada pesawat yang menabrak Pentagon. d) Mengenai isu bahwa FBI mengambil potongan gambar kamera keamanan dari hotel/pompa bensin lokal setelah serangan terhadap Pentagon. e) Mengenai orang-orang Yahudi yang bergembira ketika melihat Menara Kembar diserang. f) Mengenai peringatan-peringatan bahwa Amerika telah menerimanya sebelum serangan. g) Mengenai surat yang dikirim Amerika kepada Mullah Umar sebelum 9/11 a) Mengingatkan semua orang tentang keaslian Media As-Sahab dan video-video mereka berkaitan dengan 9/11 dan strategi mereka dalam menayangkan video-video terebut. Sebelum kita sampai pada kesimpulan tentang siapa yang melakukan 9/11, perlu diingatkan kepada saudara-saudara semua tentang satu hal yaitu bahwa kita telah buktikan bahwa As-Sahab Media (atau Al Qaeda) adalah asli dan bukan buatan CIA. As-Sahab Media telah membicarakan 9/11 dan mengapa mereka melakukannya. Untuk menyangkal apa yang mereka katakan tentunya kita akan kembali pada isu tentang keaslian As-Sahab. Dan tidak ada bukti yang kredibel untuk menyangkal keaslian As-Sahab, dan kita juga harus takut terhadap Allah SWT (jika menuduh tanpa bukti).

Memberikan label kepada para sahabat kalian, umat Muslim (As Sahab Media) sebagai agen CIA atau sejenisnya adalah sama hanya dengan menyatakan Takfeer (permutadan); dan jika anda tidak memiliki bukti bahwa mereka buatan CIA, kemudian pada kenyataannya kalian membuat Takfeer terhadap para sahabat kalian kaum Muslim tanpa bukti. Jadi takutlah kepada Allah dan laksanakan apa yang menjadi maksud perkataan (pernyataan yang dibuat oleh) anda. Berikut link ke situs-situs internet yang menayangkan peristiwa berkaitan dengan 9/11 yang dikeluarkan oleh As Sahab Media : 1. The Last Will of Abu al-’Abbas Al-Janubi: http://www.archive.org/details/hijackers1 2. The Last Will of Al-’Umari: http://www.archive.org/details/wasiyat-shaheed-alumari 3. The Last Will of Sa’eed al-Ghamdi: http://www.archive.org/details/motaz 4. Knowledge is for acting upon Part 1: http://www.archive.org/details/high-hopes1 5. Knowledge is for acting upon Part 2: http://www.archive.org/details/high-hopes 6. The Power of Truth: http://www.archive.org/details/Power-Truth 7. Message from Shaykh Usaamah & The Last Will of Abu Mus’ab Waleed Al-Shihree: http://al-boraq.info/showthread.php?t=53835 8. Shaykh Usaamah refuting that there was a 20th hijacker involved: http://www.youtube.com/watch?v=rGTKBDqnpIM 9. Shaykh Usaamah’s message to Europe; declaring that he did 9/11: http://www.youtube.com/watch?v=zM0VdyhtQKo 10. The message of the Imaam’s of Jihaad after the Ghazwah: Shaykh Usaamah bin Laadin, Dr. Ayman alZawahiri, Shaykh Abu Hafs al-Misri and Shaykh Sulayman al-Ghayth: http://www.archive.org/details/LaDeN7 11. Shaykh Usaamah bin Laadin’s Tora Bora Speech:3 http://youtube.com/watch?v=dls5JTD-uG0&fmt=18 12. State of the Ummah Part 1: http://www.archive.org/details/stateoftheummah1

13. State of the Ummah Part 2: http://www.archive.org/details/stateoftheummah2 14. Shaykh Usaamah’s message to the American people:4 http://www.archive.org/details/laden_new_29_10_2004 Ada cukup banyak video berkaitan dengan peristiwa 11 September yang dikeluarkan oleh As-Sahab. Kebanyakan video-video tersebut telah diberi teks dalam bahasa Inggris. Jika anda belum menyaksikannya, maka saksikanlah untuk memperluas pengetahuan anda tentang Media As-Sahab. Saat ini Media As-Sahab tidak menayangkan tuntutan para pelaku aksi 11 September dengan segera. Kelihatannya, mereka tidak melakukan itu untuk tujuan tertentu. Jika benar estimasinya soal waktu penayangan, paling tidak Media As-Sahab telah mengeluarkan video tuntutan pelaku aksi yang terakhir hanya sekali dalam satu tahun (mungkin dua kali). Dengan anggapan bahwa semua video tuntutan ke 19Plaku aksi telah ditayangkan As-Sahab satu per satu sampai terakhir kalinya memang bertujuan untuk “menciptakan rasa sakit tanpa akhir” begitu disebutkan. Mereka menayangkannya untuk membuat kaum Kuffar (Pengingkar) tidak pernah lupa akan hari itu dan membesar-besarkan cerita tentang kebencian para Pengingkar terhadap Islam yang mana mereka coba sembunyikan, atau sedemikian rupa sehingga para Pengingkar itu menjadi marah dan selanjutnya mengambil keputusan-keputusan bodoh (seperti misalnya menginvasi Irak) yang akhirnya membebani mereka dengan biaya yang sangat tinggi, atau terus mengajak orang-orang Muslim – untuk beberapa tahun mendatang – untuk mengikuti jalan para Syuhada (orang yang berjihad di jalan Allah), atau secara sederhana membuat masyarakat mengingat para Syuhada untuk waktu yang lama. Barangkali ini bukan alasannya, tapi ini sesungguhnya terlihat seperti sebuah strategi yang sedang dijalankan oleh mereka. Wallahu ‘Alam. b) Pernyataan resmi Syekh Usamah Bin Ladin mengenai serangan 9/11. Ada cukup banyak bukti dari As-Sahab Media bahwa Syekh Usamah Bin Ladin berada di balik serangan 9/11. Berikut ini adalah salah satu pernyataannya yang berjudul: “Pesan untuk masyarakat Eropa” yang dengan gamblang menjelaskan keterlibatannya. “Dan sebelum luka-luka mereka mengering dan kesedihan mereka berakhir, mereka diserang secara tidak adil oleh pemerintah kalian, tanpa henti sebagai refleksi atas pernyataan Bush bahwa invasi ini merupakan jawaban atas peristiwa 9/11, walaupun –seperti yang saya sebutkan sebelumnya– peristiwa Manhattan adalah merupakan jawaban terhadap koalisi Amerika-Israel atas pembunuhan orangorang Palestina dan Lebanon. Dan kepada siapa saya harus bertanggungjawab atas peristiwa 9/11, saya tekankan bahwa semua orang di Afghanistan –baik pemerintahannya maupun rakyatnya– tidak mengetahui peristiwa tersebut dan Amerika mengetahuinya, karena itu beberapa menteri Taliban jatuh ke tangannya sebagai tawanan, kemudian mereka diinterogasi dan dinyatakan mengetahuinya. Oleh karena itu pemerintahan Taliban meminta Amerika untuk membuktikan kebenaran atas invansi mereka tersebut, namun mereka tidak dapat membuktikannya, bahkan semakin ngotot menginvasi; dan Eropa berbaris di belakangnya dalam invasi itu, tanpa memiliki pilihan lain kecuali menjadi pengikutnya.”

Mengingat Media As-Sahab adalah asli, jadi pesan ini tentu saja asli. Oleh karena itu, Al Qaeda berada di balik penyerangan 9/11. Kita tidak akan menyangkal pernyataan ini hanya karena ini terlampau besar atau terlalu sukar untuk dipercaya; tidak kecuali kita memiliki bukti yang dapat dipertanggung-jawabkan bahwa dia (Syekh Usamah) tidak berada di belakang peristiwa itu dan saya akan tetap tidak menyangkal pernyataan ini sampai kontradiksi ini dapat dibuktikan. Dengan kontradiksi apapun yang ada dalam benak kita (seperti pengeboman Gedung Kembar dan bahwa tidak ada pesawat yang menyerang Pentagon dan sebagainya, yang akan kita bicarakan kemudian,Insya Allah). Ada yang mengatakan bahwa Syekh Usamah bin Ladin dulu pernah menyangkal keterlibatannya dalam 9/11. Siapapun yang mengatakan itu, saya minta mereka membuktikannya. Cukup banyak desas-desus tentang hal ini sehingga cara untuk menjelaskannya adalah dengan mendapatkan bukti yang dapat dipertanggung-jawabkan sehingga kita dapat melihat dia atau mendengar dia menyangkal keterlibatannya. Beberapa mengatakan bahwa dia (Syekh Usamah) mengatakannya dalam pidatonya di Tora Bora. Sebenarnya, kalau kita saksikan dan dengarkan pidatonya itu di Tora Bora, dia tidak pernah menyangkal keterlibatannya. Malah dia memberi pujian yang tinggi kepada para Pelaku aksi yang turut serta dalam serangan 9/11. Mengapa dia harus memuji mereka jika dia tidak punya keterlibatan dalam peristiwa itu? Namun kalaupun ada bukti yang kredibel bahwa dia telah menyangkal keterlibatannya, mungkin hal-hal tersebut di bawah ini dapat menjadi alasannya: 1. Strategi militer. Sebuah strategi militer dapat dilakukan untuk membuat Amerika berpikir dua kali sebelum melakukan serangan; tentu saja itu tidak membuat Amerika berpikir dua kali dan ini telah menjadikan Amerika begitu terbuka membenci Islam. Sehingga Syekh Usamah mengambil kesempatan ini yang pernah dinyatakannya dalam salah satu pidatonya sebelumnya – dan benar-benar diucapkan – bahwa kalau seorang laki-laki Kafir yang tinggal di suatu negara Kafir melakukan 9/11, maka Amerika tidak akan segera menginvasi Negara tersebut, bahkan akan mengambil tindakan pencegahan untuk menghindari perang secara total dengan Negara tersebut; dan mereka akan melakukan langkah-langkah yang terbaik untuk menyelesaikan situasi secara damai dengan Negara tersebut dengan memberikan bukti-bukti kepada Negara Kafir yang bersangkutan bahwa “demikian-dan-demikian” laki-laki Kafir berada di balik serangan 9/11, dan jika terbukti benar, laki-laki tersebut kemungkinan akan dibawa ke pengadilan Amerika dan dihukum, selesai. Tapi sejak itu para pemimpin Amerika malah membenci Islam dan kaum Muslim tidak lagi bertumpu pada nilai-nilai standar mereka. Walaupun para pengikut Taliban meminta orang-orang Muslim untuk tetap bertumpu pada nilai-nilai Islam dengan membentuk pembuktian yang bertentangan dengan Syekh Usamah akan tetapi Amerika tetap menantang dan arogan bahkan meneruskan rencana invasi mereka. Saat ini Amerika sedang membayar atas apa yang pernah kita bicarakan. Jadi mereka telah dijadikan bulanbulanan mereka secara besar-besaran. Atau, tentu dapat saja strategi-strategi lainnya yang kita tidak ketahui. 2. Barangkali secara fisik dia tidak berada di belakang serangan 11 September dan itulah yang dimaksudkan dalam pernyataan bantahannya. Kaum kafir mengklaim bahwa pimpinan dari serangan 11 September adalah Khalid Sheikh Muhammad dan kita tidak membantah ini karena adanya beberapa petunjuk tentang kuatnya klaim ini seperti diamnya Media As-Sahab atas hal ini. Kita tidak mengatakan

Syekh Usamah tidak campur tangan dalam hal ini tapi lebih suka mengatakan ia adalah pimpinan utama yang mengizinkan serangan itu dimulai dan yang lainnya terlibat secara phisik. Tapi sepanjang kita tahu, ia jelas melakukan serangan 11 September karena dia banyak sebutkan itu dalam rekaman-rekamannya (dan dalam banyak dari rekamannya itu, membicarakan tentang kesucian dan kualitas masing-masing dari ke 19 pelaku aksi) Karenanya jika benar ada suatu pernyataan bantahan keterlibatannya dalam serangan 11 September, maka itu dapat dipandang dalam konteks hadits : “Perang adalah Muslihat (Tipudaya).” Kita tahu bahwa As-Sahab benar sehingga kita percaya setiap pernyataannya dan kita juga menyadari bahwa mereka adalah organisasi militer, karenanya tiap pernyataannya dilatar-belakangi suatu strategi. c) Menyangkut teori konspirasi dari bom ke Menara Kembar dan tidak ada pesawat yang menyerang Pentagon. Pertanyaan yang diajukan orang disini adalah: “Bukti bahwa Syekh Usamah bin Laden tidak berada di belakang serangan 11 September tapi Amerika, adalah bukti bahwa ada bom-bom yang meledak di Menara Kembar WTC yang akhirnya membuat gedung itu runtuh. Selain itu, gedung memang runtuh seperti apa yang terjadi bila sebuah gedung diledakkan dari dalam. Lebih lagi, jika melihat pada gambar dari Pentagon setelah serangan itu, menjadi jelas bahwa adalah tidak mungkin bagi sebuah pesawat menabrak gedung karena disana tidak ada sisa-sisa pesawat maupun petunjuk-petunjuk pada gedung itu bahwa dua sayap telah jatuh ke dalamnya. Sebaliknya ia nampak hanya seperti sebuah lobang besar di tengahnya.” Jawaban kita adalah sama untuk yang terakhir: itu adalah sebuah strategi militer, tapi tidak seperti yang lainnya. Tentu, kita tidak akan tahu pasti tapi kita hanya memaafkan saudara-saudara Muslim kita dan berpikir tentang berbagai kemungkinan strategi militer. Namun sebelum kita menyebutkannya, adalah penting untuk membicarakan secara singkat kemampuan militer dari Al Qaeda. Al Qaeda, seperti telah dikatakan oleh beberapa orang, adalah seperti suatu institusi militer ibarat (universitas) Harvard; tiap orang ingin bergabung tapi hanya sejumlah kecil yang terpilih yang berhasil. Kita tidak mengatakan bahwa semua ummat ingin bergabung dalam gerakan mereka tapi memang gerakan mereka sangat canggih dan bukanlah sekedar kumpulan Muslim berturban (bersorban) dan membawa AK47 yang berjuang secara global, tapi gerakan mereka terdiri dari jenderal-jenderal berpengalaman, pejuang, pembuat dan penjual senjata, IT profesional, ilmuwan, dokter, insinyur dan sebagainya yang ahli dalam tiap bidang mereka seperti halnya Harvard yang memiliki ilmuwan terbaik dari yang terbaik untuk setiap bidang ilmunya. Tentu, ada beberapa yang baru dalam bidang militer yang bergabung namun saya berpendapat bahwa gerakan itu lebih canggih dari apa yang dipikirkankan oleh banyak kaum Muslim. Bukti-buktinya adalah sebagai berikut : 1.Mata-mata Syekh Usamah bin Ladin, Ali Muhammad . Orang ini memasuki CIA lebih dari 20 tahun, dan untuk beberapa tahun ia manjadi mata-mata untuk Syekh Usamah di CIA, karenanya dapat dibayangkan semua informasi yang telah diberikan. Barangkali Ali Muhammad sendiri tidak tahu namun ada kemungkinan bahwa ia adalah pembantu utama yang membuat berhasilnya serangan 11 September karena melancarkan serangan massal semacam itu memerlukan beberapa informasi rahasia pemerintah terutama dalam hubungan dengan serangan terhadap Pentagon.

Karenanya seseorang seperti itu ada, maka siapa tahu ada mata-mata lain dan bagaimana banyak matamata yang aktif yang sekarang ini bekerja di pemerintah di seluruh dunia. Karenanya gerakannya dapat tak-terlihat oleh para musuhnya; inilah sesuatu yang dapat kita pelajari dengan mudah dari keadaan Ali Muhammad. Dan ketidak-tampakkan demikian canggihnya maka boleh jadi ada ribuan kemungkinan bagaimana mereka memperoleh informasi dan bagaimana memulai serangan. Sebagai contoh, Pentagon yakin bahwa Pemerintah China mencoba meng-hack sistem mereka. Bagaimana kita tahu bahwa itu bukanlah “Mujahidin tersembuyi” di pemerintahan China yang menjadi mata-mata untuk Syekh Usamah yang melakukan serangan (hacking) itu? Walaupun itu mungkin tidak benar, selalu ada kemungkinan karena mereka telah membuktikan kepada dunia bahwa mereka mampu tak-tampak dan masuk jauh ke dalam agen-agen intelejen pemerintah. 2. Beberapa serangan berskala-besar dimana mereka berada di baliknya seperti ledakan di Riyadh, Kedubes Amerika di Afrika dan pertemuan-pertemuan rahasia PBB di Iraq dan Zionis Israel di Jordan (keduanya dipimpin oleh Abu Mus’ab Az-Zarqawi). Pasti banyak lagi dari itu namun sejumlah itu saja telah menjadi petunjuk bahwa gerakan ini bukanlah organisasi militer biasa. Mereka terorganisir dan terlatih dengan baik, dan dalam banyak kasus, nampaknya berada dua langkah di depan para musuh mereka (seperti disebutkan oleh jurnalis barat). Karenanya, jika mereka mampu melancarkan operasi berskala besar, maka hendaklah disadari bahwa kita sedang berhadapan dengan satu Angkatan Bersenjata yang memiliki banyak ilmuan, ahli strategi, jenderal militer, ahli bahan peledak terlatih, doktor, insinyur, spesialis IT, pelatih persenjataan, ahli media dan sebagainya; mereka memiliki semua itu dan banyak lagi selain mampu bersembunyi dan tak terdeteksi. Mereka hanya bisa terdeteksi jika mereka ingin seperti perang yang saling berhadapan di Afghanistan. Karenanya kita sedang membicarakan suatu gerakan yang dipenuhi para spesialis dalam berbagai bidang yang berbeda, seringan bulu, secepat lalat, sekuat angin ganas dan sewaspada burung rajawali. Mereka tidak memiliki kewarga-negaraan tunggal, ras ataupun seragam; mereka dipersatukan oleh satu kepercayaan di segala penjuru dunia. Karenanya pengaruh mereka menyebar dari apa yang nampak, dari Afghanistan ke Iraq, Bosnia, Chechnya, Palestina, India, Libanon, Syria, Jordan, Uzbekistan, Tajikstan, Turki, Maladewa, Eritrea, China, Mesir, Oman, Sudan, Nigeria, Tunisia, Yaman, Lybia, Maroko, Iran, Chad, Australia, Kanada, Amerika, Jerman dan banyak bagian Eropa lainnya. Jika anda adalah bagian dari militer kafir dan mengambil bagian dalam “perang teror” ini dan harus berhadapan dengan suatu angkatan bersenjata sebesar ini dengan keahlian dan mampu tak-tampak dan mampu mengakibatkan kerusakan besar, dan di atas semua ini, mampu merekrut banyak anggota tanpa perekrutan secara fisik, anda akan segera menyadari betapa sia-sianya “perang teror” ini. Bahkan jika anda mempunyai satelit mata-mata yang mampu mengawasi setiap negara pada waktu yang bersamaan, anda tak akan mampu mengalahkan angkatan bersenjata semacam itu. Satu-satunya masalah dengan isu ketidak-tampakan ini – jika ini adalah suatu masalah – adalah bahwa mereka yang mudah tersinggung dengan propaganda Barat atau teori konspirasi akan berpikir Al Qaeda memiliki mereka yang “benci Amerika karena kebebasannya” atau bahwa mereka adalah komplotan CIA. Namun ini bukanlah masalah buat mereka yang berpikir-dalam tentang strategi perang sederhana. Dalam suatu catatan pinggir, Media As-Sahab tak pernah merilis strategi tentang bagaimana mereka melancarkan operasi 11 September secara detail kecuali beberapa ucapan umum atas keberhasilan dari beberapa strategi operasi melewati rintangan-rintangan.

Itu adalah suatu tindakan cerdas dari sudut pandang strategi; jika mereka mengungkapkan taktik dan strategi militer mereka secara detail, itu adalah tindakan yang bodoh dan mereka tak dapat melancarkan serangan lagi. Dan itulah bagian yang menakutkan dalam memerangi angkatan perang semacam ini. Mereka telah memperlihatkan kepada dunia secara berlanjut bahwa mereka mampu melakukan serangan berskala besar berulang-ulang. Selain itu, setiap orang tahu bahwa mereka melancarkan serangan terhadap kedutaan-kedutaan Amerika di Afrika walaupan media As-Sahab belum membuat detail dari strategi mereka. Kini setelah anda menyadari pengaruh dan kemampuan dari gerakan (yang kenyataannya mengglobal), marilah kita bicarakan mengenai kemungkinan strategi militer tentang bagaimana sesuatu seperti serangan 11 September dilancarkan, membuktikan ketidak-benaran semua mitos bahwa ini adalah suatu pekerjaan dari-dalam oleh pihak pemerintah. Menyangkut Menara Kembar WTC, ada banyak kemungkinan; pada kenyataannya kita hanya menggambarkan bagaimana itu mungkin untuk suatu angkatan bersenjata yang mampu melakukan manuver diam-diam tanpa diketahui. Jadinya untuk bom yang terjadi di kedua gedung itu, itu dapat dilakukan karena rencana strategi berdasarkan para insinyur yang telah mengunjungi kompleks itu ratusan kali; dalam kenyataannya para insinyur itu boleh jadi telah bekerja di sana. Karenanya katakanlah kelompok ini (baik dari ke 19 pelaku aksi atau Mujahidin lainnya dalam gerakan ini) bekerja di sana antara 5 sampai 10 tahun. Selain itu, katakanlah beberapa dari mereka adalah petugas keamanan untuk kedua gedung itu. Jadinya dari sini mereka boleh jadi telah mempelajari kelemahan maupun kelebihan dari gedung-gedung itu. Kemudian mereka boleh jadi berpikir tentang dimana menempatkan alat peledak daridalam di seluruh gedung tanpa terdeteksi oleh para penjaga pintu dan petugas keamanan lainnya atau para pejabat maupun pengawas gedung. Jadinya barangkali tahapan ini berlangsung dalam waktu beberapa tahun. Kini pemerintah AS tetap diam tentang ledakan hampir sepanjang waktu sejak itu. Hal ini barangkali disebabkan oleh: a). Mereka tidak ingin mengakui adanya suatu pelanggaran besar dalam hal keamanan. Jika Amerika mengungkapkan bahwa itu terjadi karena pelanggaran keamanan, maka tidak akan ada orang Amerika yang merasa aman baik dalam gedung-gedung atau bahkan di rumah mereka dengan sistem pengamanan berteknologi tinggi sekalipun. Adalah mustahil bahwa Menara Kembar tidak mempunyai sistem pangamanan berteknologi tinggi; Juga tidak kaget jika Twin Towers justru memiliki satu dari sistem pengamanan terbaik di dunia. Karena suatu pelanggaran seperti ini oleh beberapa individu (atau mungkin lebih lagi) adalah malu besar di pihak pemerintah dan hanya akan menambah malu dan pedih. Jadinya barangkali pemerintah telah mencoba melakukan yang terbaik untuk mencegah isu ini menjurus kepada keonaran dan kekuatiran. b) Bisa jadi alat peledak (ke dalam) sejak semula sudah terpasang pada saat pembangunan Menara Kembar untuk suatu alasan tertentu (misalnya untuk suatu keadaan darurat atau dalam menghadapi suatu kejadian luar biasa). Jadi pemerintah tidak akan membahasnya mengingat hal ini akan termasuk dalam kategori sangat rahasia.

Sekali lagi ini hanyalah sebuah spekulasi atas mengapa pemerintah memilih untuk diam selama ini. Wallahu’alam bis Showab! Tapi ini, dari segi manapun, tidak bisa digunakan sebagai bukti bahwa “Al Qaeda tidak memiliki keterlibatan apapun dalam peristiwa 9/11 dan ini jelas-jelas merupakan hasil pekerjaan orang dalam.” Adalah sangat aneh (absurd) untuk mengatakan demikian setelah membuktikan kebenaran dari Media As-Shahab. Berlanjut kepada permasalahan pesawat yang menabrak Pentagon, sementara orang mengatakan,”Karena sudah jelas bahwa sebuah pesawat tidak akan bisa menabrak Pentagon, (tentu) itu adalah pekerjaan orang dalam.” Berikut ini adalah beberapa kemungkinan yang bisa didapatkan: a) Tidak pernah sekalipun As-Sahab Media mengatakan bahwa mereka menabrak (menyerang) Pentagon dengan pesawat terbang. Dan jika memang sebuah pesawat menabrak, maka barangkali pesawat itu telah pecah atau sebenarnya hanyalah pesawat atau jet yang lebih kecil seperti menurut beberapa saksi mata. b) Mereka bisa saja telah memasang bom di sana atau bisa jadi telah melakukan operasi Syahid, bisa jadi beberapa dari mereka bekerja di Pentagon untuk beberapa tahun sebagai pembersih ruangan atau apapun dan menemukan waktu yang tepat dan hal-hal yang diperlukan untuk melaksanakan operasi semacam itu. Memang, hal ini sulit diterima apalagi karena laporan resmi pemerintah AS mengatakan bahwa sebuah pesawat terbang telah menabrak Pentagon. Kita tidak dapat menemukan alasan mengapa mereka berbohong kecuali bahwa ini merupakan penjebolan terhadap keamanan dan tentu saja hal yang memalukan. Bayangkan jika mereka mengumumkan pada publik Amerika bahwa beberapa Muslim telah bekerja di Pentagon selama beberapa tahun, menelusup jauh ke dalam sistem keamanan, dan meledakkan gedung yang katanya paling aman di dunia! Hal demikian akan membuat siapa saja menertawakan kemampuan keamanan Amerika. Tambahan lagi, hal itu juga akan membuat warga Amerika bergidik dalam membayangkan keamanan Amerika dan betapa lemahnya Amerika dan bagaimana mereka telah disusupi oleh sekelompok “penunggang onta”. Dapatkah dibayangkan betapa malunya mereka terhadap warga mereka sendiri dan juga pada seluruh dunia? Militer terkuat di dunia bertekuk lutut. Bisa jadi hal tersebut menerangkan mengapa Syekh Usamah bin Ladin berulangkali mengatakan tidak ada seorang pun kecuali “19 anak muda yang membuat Amerika – dengan kekuatan militer yang paling ditakuti dunia – jatuh berlutut dalam kehinaan dan kekalahan.” Jika analisa ini benar, dapatkah anda bayangkan rasa malu besar-besaran yang akan didapat? Sekali lagi, hal di atas hanya merupakan beberapa kemungkinan yang didasarkan kepada kemampuan yang dimiliki Al Qaeda. c) Terkait pada permasalahan FBI mengambil gambar kamera keamanan dari hotel-hotel setempat dan stasiun pompa bensin setelah penyerangan pada Pentagon.

Ini juga bisa terkait pada pembobolan keamanan yang telah kita bahas di poin sebelumnya. Jika saja kasetkaset tersebut bisa didapatkan, dunia akan menjadi saksi pembobolan keamanan terbesar di dunia. d) Terkait pada orang Yahudi yang bergembira saat melihat Menara Kembar WTC diserang. Sebuah cerita mengenai beberapa orang Israel berdiri di atas mobil van mereka, merayakan serangan tersebut sementara dua gedung itu dimakan api muncul di internet beberapa tahun yang lalu. Tentu saja, hal ini tidak dapat menjadi bukti yang dipertanggungjawabkan bahwa Israel berada di belakang ini semua mengingat mungkin saja anggota Al Qaeda telah memperingatkan Israel untuk menghentikan penindasan mereka, yang kalau tidak mereka atau pemimpin mereka akan diserang di New York; dan mungkin juga Israel telah menantikan serangan itu dan menggunakannya untuk membuat publik bersimpati pada cita-cita mereka dalam melawan Palestina. Kenyataanya pernah ada kejadian di mana Benjamin Netanyahu, PM Israel yang ke-9, mengklaim dia telah diberi informasi mengenai serangan itu sebelum kejadian. Dan betul, ada beberapa perusahaan Israel yang berkantor di Menara Kembar WTC, jadi mungkin saja ini menjelaskan teori konspirasi bahwa tidak ada orang Yahudi yang pergi bekerja pada hari itu. Wallahu’alam! Ini adalah hal yang kita semua ingin percaya hanya karena ini membuat pemerintah Israel menjadi pihak yang bersalah. Tapi hanya karena banyak dari kita yang membenci Israel dengan penuh perasaan tidak berarti mereka benar-benar telah melakukannya. e) Terkait peringatan bahwa Amerika menerima peringatan-peringatan sebelum serangan. Ini bisa jadi alasan yang sama yang telah kita sebut di poin sebelumnya terkait dengan klaim bahwa Israel telah lebih dulu tahu sebelum serangan terjadi. f) Terkait surat yang dikirim Amerika pada Mullah Umar sebelum 11 September. Adam Yahya Ghadan (Syekh Azzam al-Amriki) menyebutkan dalam salah satu pernyataan As-Sahab mengenai bagaimana Amerika telah mengirimkan ancaman-ancaman pada Mullah Umar di Afghanistan dengan banyak alasan. Maka Adam membalas surat yang menghina tersebut, mereka akan memberikan kejutan pada Amerika dan itu adalah 9/11. Tentu saja, itu bukan merupakan alasan utama mengapa mereka melakukan penyerangan itu; keseluruhan penyerangan adalah pembalasan terhadap kejahatan-kejahatan Amerika terhadap kaum Muslimin (Ummah) seperti yang dinyatakan Syekh Usamah dalam banyak rekaman. Saat ini ada banyak permasalahan kecil di sekitar 9/11 tapi kita berharap telah mendapatkan perhatian dari semua orang bahwa kreativitas dapat digunakan, khususnya dalam pertahanan sekelompok tentara Muslim yang memiliki kemampuan luar biasa. Kita semua bisa kreatif jika kita mau. Beberapa dari kita lebih memilih pandangan yang sempit dalam melihat kejadian-kejadian dan puas tanpa memeriksa lagi. Akhirnya, kita telah membuktikan bahwa As-Sahab Media adalah benar-benar departemen dari media jihad. Kita telah melakukan yang kita bisa untuk menolak berbagai argumen yang kita lihat tidak berdasar dari sudut pandang Islam. Selanjutnya, kita telah juga mencoba membongkar mitos 9/11 yang mengatakan kejadian tersebut merupakan pekerjaan orang dalam.

Jika kita mengamati argumen-argumen tanpa dasar yang datang dari teori konspirasi Muslim dan Kafir mengenai As-Sahab Media dan dengan melihat semua video-video-nya, yang berjumlah ratusan, maka siapapun akan melihat As-Sahab Media hanya mencoba melakukan aktivitas untuk menimbulkan rasa cinta untuk berjuang di jalan Allah (Jihad Fisabilillah) di dalam hati dan pikiran kita. Dan pekerjaan yang demikian merupakan ketetapan (Sunnah) yang luar biasa berat yang manfaatnya lebih baik untuk kaum Muslimin ketimbang kaum non-Muslim Wallahu’alam bis Showab! Source : Jihad Magz 3

Dialog implementasi syariat Islam antara Fauzan Anshari dengan Fahri Hamzah
M. Fachry Senin, 12 September 2011 13:08:51 Hits: 1737

Banyak kaum Muslimin penasaran akan komitmen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terhadap penerapan atau implementasi syariat Islam di Indonesia. Barangkali hal itu juga yang melatarbelakangi pengiriman sms dakwah Fauzan Anshari-aktivis Islam yang konsisten dengan penerapan syariat Islam-kepada Fahri Hamzah, anggota DPR dari PKS. Berikut isi lengkap dialog sms dakwah yang dikirimkan Fauzan Anshari ke email redaksi. Dialog sms dakwah fauzan anshari – fahri hamzah, anggota dpr dari pks, Selasa, 6 september 2011 durasi jam 06.36-08.41. Fauzan Anshari (FA) 085710889302: Idulfitri adalah momentum kembalinya kita ke alam fitrah yakni tauhid: Dan ingatlah ketika Tuhanmu mengambil sumpah kepada keturunan Adam (dalam setiap janin): Bukankah

Aku ini Robmu (pencipta, pemelihara, pendidik, penjaga, pengatur hidup dan mati)mu? Mereka menjawab: Benar, Engkau adalah Robku, aku bersaksi (7:172). Apakah kita hari ini masih bertauhid atau sudah bercampur syirik karena telah mentaati aturan yang bertentangan dengan syariat? (sms dakwah ini dikirim oleh fauzan anshari, pelayan pesantren tahfidz al-qur’an anshorulloh ciamis, kepada para tokoh masyarakat Indonesia) Fahri Hamzah (FH)0816783085: Aturan mana? Rubah dengan tanganmu FA: bukankah antum yang membuat aturan itu? FH:Ok sini kasih masukan FA:Mungkinkah DPR akan menerapkan hukum potong tangan bagi pencuri (5:38) atau rajam bagi pezina (4:15)? FH: mungkin saja FA: sejak merdeka sampai detik ini tidak bisa tegak sehingga korupsi dan perzinaan merajalela FH: Singapore gak ada korupsi FA: tetap ada walau indeksnya tidak sejeblok Indonesia, tapi bukan itu jawabannya, karena kita menolak hukum Islam lalu membuat hukum sendiri dengan biaya mahal dengan uang rakyat. Saya adalah salah satu rakyat jelata yang dipungut pajak sehingga saya tidak rido uang saya dipakai untuk menentang Alloh FH: uangnya kecampur pajak rokok dan penjualan babi FA: pantesan makan gaji dari situ sehingga darah dan dagingnya tumbuh jadi penentang syariat FH: jadi Bali kita apakan? FA: kita lindungi agamanya, jiwanya, hartanya, keturunannya jika mereka tunduk sebagai kafir dzimmi FH: Mereka makan babi dan bayar pajak babi FA: pajak mereka kita kembalikan untuk mensejahterakan mereka FH: lho kok? FA: bingung ya?

FH: Ente yang bingung FA: Antum kan yang nanya? Coba menurut antum pajak mereka untuk apa? Untuk gaji DPR? FH: masak jadi rakyat gratis? Syariat mana tuh? FA: Saya sudah bayar pajak tapi saya tidak dapat apa-apa dari Negara, karena uangnya banyak dikorup, jadi saya harus bayar berapa untuk bisa menerapkan hukum Islam? FH: gratis FA: mana buktinya gratis? FH tidak menjawab lagi. Insyaalloh saya akan publikasikan sms dakwah saya kepada para tokoh negeri ini yang menyambut sms tersebut, semoga ada manfaatnya. “Maka berilah peringatan, sesungguhnya peringatan itu ada gunanya (QS. Al-a’la: 9) (M Fachry/arrahmah.com)

Syaikh Ayman Al Zawahiri: Sembilan Tahun Perangi 'Teror', Barat Makin Melemah
Althaf Kamis, 16 September 2010 19:18:55 Hits: 351

WASHINGTON (Arrahmah.com) – Sembilan tahun memerangi jihad melemahkan kekuatan Barat. Demikian Ayman Al Zawahiri, orang nomor dua Al Qaeda mengatakan dalam sebuah rekaman audio yang dirilis Rabu (15/9/2010), empat hari setelah peringatan serangan 11 September. Syaikh Ayman Al Zawahiri memang tidak tegas merujuk kepada serangan yang menewaskan 3.000 orang tersebut, tapi dia mengatakan serangan bahkan berhasil dilakukan di negeri barat. Zawahiri juga menyatakan prihatin kepada kaum muslim di Pakistan, akibat bencana banjir yang membuat 10 juta orang kehilangan tempat tinggal. Selain itu dia juga mengkritik Presiden Pakistan Asif Ali Zardari, Presiden Mesir Hosni Mubarak, bekas kepala Badan Atom Internasional Mohamed ElBaradei dan Presiden Palestina Mahmud Abbas dengan alasan korup dan bersekutu dengan Barat. Menurut laporan sejumlah media, rekaman dilakukan pada bulan puasa. Sementara itu, menurut lembaga monitor Amerika IntelCenter, menghitung jumlah pesan yang disampaikan para petinggi Al Qaeda mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Kerusuhan Ambon, bukti lemahnya Intelejen Indonesia
Rasul Arasy Senin, 12 September 2011 16:15:09 Hits: 1323

JAKARTA (Arrahmah.com) – Peran aparat intelijen lemah sehingga kerusuhan di Ambon tidak bisa diantisiapasi, demikian yang diungkapkan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso. “Intelijen kita harus bisa mengendus secara dini. Saya melihat, agak kecolongan,” ujar Priyo Budi Santoso kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (12/9/2011). Priyo mengungkapkan ia tidak ingin terlalu dini untuk menyimpulkan ada aparat negara yang bermain dalam bentrokan berdarah bersebut. “Saya tidak ingin menyimpulkan ada yang bermain di air keruh. Saya juga berharap tidak ada alat-alat negara yang bermain di air keruh, kalau itu terjadi jahat sekali,” terangnya. Priyo mengatakan DPR perlu meminta penjelasan dari aparat terkait untuk mengetahui penyebab bentrokan tersebut. Rencananya DPR akan segera memanggil aparat terkait. “Dalam waktu yang tidak terlalu lama, Komisi I akan kita minta memanggil BIN, Panglima TNI, Kapolri. Ini untuk menjelaskan terkait kejadian kemarin,” imbuhnya. Senada dengan Priyo, Komisi I DPR yang membidangi keamanan akan segera memanggil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) terkait bentrokan di Kota Ambon, Ahad (11/9) kemarin. Rencananya pemanggilan tersebut akan dilakukan Selasa (13/9) besok. “Ya besok kita rencananya bertemu dengan BIN,” ujar Mahfudz melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Senin (12/9). Kepala BIN, Sutanto akan diminta menjelaskan kondisi dan analisa BIN terkait bentrokan berdarah itu. Mahfudz mengatakan bahwa pihaknya akan meminta analisa BIN terhadap situasi dan sebab musabab kejadian di Ambon.

Ambon ricuh, Ambon Berdarah Jilid II?
M. Fachry Ahad, 11 September 2011 20:08:00 Hits: 8682

AMBON (Arrahmah.com) – Ambon ricuh. Perang batu terjadi di kawasan Talake dan Waringin, Ambon, Ahad (11/09/2011). Menurut beberapa sumber, kericuhan dipicu kematian seorang tukang ojek yang diamuk massa kelompok tertentu. Kerusuhan akhirnya meluas hingga perang batu, bahkan perang tembakan. Suasana sempat mencekam dan membuat warga panik hingga mengungsi ke sejumlah masjid. Apakah kericuhan ini hanya bentrok antar warga biasa atau merupakan Ambon berdarah Jilid II? Tewasnya tukang ojek sebagai pemicu? Segera setelah Ambom dikabarkan ricuh, Mabes Polri melansir penyebab kericuhan tersebut, yakni akibat seorang warga yang mengalami kecelakaan tunggal, yang selanjutnya si pengemudi diamuk massa tertentu. Pernyataan ini disampaikan oleh Kabareskim Mabes Polri, Komjen Pol Sutarman, di Mabes Polri, Ahad (11/9/2011) petang. “Ada seorang tukang, sebenarnya kecelakaan tunggal. Tapi malah digebukin kelompok tertentu sehingga terjadi balas dendam,” ujarnya. Sayangnya, tidak dijelaskan detail “tukang” apa yang dimaksud dan mengapa orang tersebut lalu diamuk massa. Yang jelas, orang tersebut akhirnya tewas di TKP, dan Sutarman mengatakan bahwa bentrokan terjadi setelah acara pemakaman selesai. Sumber Arrahmah.com di Ambon menginformasikan bahwa “tukang” yang menjadi pemicu ricuh di Ambon adalah seorang tukang ojek Muslim, dan lokasi tewasnya adalah di kawasan Gunung Nona yang dikenal sebagai kawasan kelompok tertentu, yakni Nasrani. Masih menurut sumber Arrahmah.com, kawasan Batu Gantung, Waringin, yang dikenal sebagai kawasan Muslim bahkan kini sudah rata dengan tanah akibat kerusuhan alias dibakar oleh massa. Kaum Muslimin pun akhirnya harus mengungsi ke kompleks Waihaong, Silalu, dan ke masjid Al Fatah. Tentu saja hal ini sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan kaum Muslimin, khususnya bila mengingat tragedi Ambon di masa lalu (Tragedi I’edul Fitri Kelabu) dimana kaum Muslimin dibantai dengan sadis, dan kita tidak ingin hal tersebut terulang lagi. Untuk itu, Arrahmah.com akan terus memantau dan meminta konfirmasi langsung berita-berita terbaru dari Ambon, Insya Allah.

Suasana masih mencekam? Kericuhan di Ambon, dikabarkan sempat mencekam warga. Suara tembakan membuat warga panik, dan mengungsi ke sejumlah masjid, mencari perlindungan. Sebagaimana diberitakan detikcom, Ahad (11/09/2011), warga mengungsi untuk mencari perlindungan. Mereka membawa sanak famili mencari tempat aman. Warga yang panik mengungsi ke sejumlah masjid, seperti masjid Raya Al Fatah, Ambon, dan Masjid Jami Kota Ambon. Info dari TKP yang diterima Arrahmah.com memberitakan bahwa pasca tukang ojek yang dibunuh di kampung Kristen terjadi, massa kaum Muslimin berkonsentrasi di desa Waihong, daerah perbatasan untuk memblokir jalan dan melakukan sweeping warga kristen. Dikabarkan pula, Gereja Silo rusak dan kini dijaga ketat. Menjelang malam, ricuh Ambon dikabarkan sudah mulai mereda, dan suara tembakan sudah tidak terdengar lagi. Meski demikian, kedua kelompok massa dikabarkan masih bertahan pada posisi masingmasing. Koresponden Arrahmah.com di TKP menceritakan bahwa menjelang sore ini terdapat 60 orang Muslim luka-luka akibat bentrokan yang terjadi. Bahkan korban yang berjatuhan terus bertambah. Seorang warga bernama Fauzi menyatakan, saat ini sudah ada petugas kepolisian yang ditempatkan di lokasi bentrokan untuk meredam massa. ”Mudah-mudahan tidak merambat, karena ini seperti mengulang luka lama kerusuhan yang lalu,” ujarnya. Tentu saja, kaum Muslimin di negeri ini tidak menginginkan terjadinya kembali Ambon Berdarah Jilid II. Untuk itu, Arrahmah.com akan berusaha mendapatkan informasi up date dan tervalid dari kaum Muslimin disana. Insya Allah!

Tak adil, SBY dan militer digugat ke pengadilan
Rasul Arasy Ahad, 11 September 2011 15:15:09 Hits: 1699

KEBUMEN (Arrahmah.com) – Meskipun terdengar tak masuk akal, karena belum tentu digubris, para korban kerusuhan Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen, Jawa Tengah, berniat menggugat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan militer. Hal tersebut terkait belum diprosesnya para pelaku penembakan, penganiayaan, dan perusakan sepeda motor warga yang dilakukan oleh anggota TNI AD. Hingga saat ini yang diproses baru pada kalangan sipil. Pada Kamis lalu (8/9/2011), enam terdakwa kasus kerusuhan Setrojenar divonis lima dan enam bulan penjara. Sedangkan anggota TNI AD pelaku penembakan, penganiayaan, dan perusakan sepeda motor warga belum juga dibawa ke pengadilan. “Yang diproses baru pihak warga. Harusnya pihak TNI juga turut diproses. Atas ketidakjelasan ini saya merasa kecewa,” kata Aris Panji, seorang korban yang pada saat kejadian pelipis kanan robek dan mulutnya robek dan harus diopname di rumah sakit selama beberapa hari. Bentrokan antara warga dan anggota TNI AD terjadi Sabtu (16/4) silam di kompleks Dinas Penelitian dan Pengembangan (Dislitbang) TNI AD. Akibatnya, 14 warga Setrojenar dilarikan ke RSUD Kebumen karena mengalami luka tembak dan tindak kekerasan. Selain itu 12 sepeda motor warga yang ada di sekitar lokasi juga rusak. Semua barang bukti motor tersebut saat ini sudah ada di Mako Sub Denpom Purworejo. Ketua Hukum Tim Advokasi Petani Urut Sewu Kebumen (Tapuk), Teguh Purnomo membenarkan terkait rencana korban untuk melakukan gugatan perdata atas permasalahan tersebut. “Kami merespon dan akan menindak lanjuti keinginan para korban tersebut dengan menggugat Presiden RI,” kata Teguh saat dihubungi pada Ahad pagi (11/9). Teguh juga menambahkan bahwa warga juga akan menggugat Panglima TNI, KASAD, Pangdam IV/Diponegoro dan Dan Dislitbang TNI AD yang berada di Setrojenar, Kebumen. Dimana salah satu

tergugatnya ada di Kebumen, maka kemungkinan besar gugatan nantinya akan didaftarkan di Pengadilan Negeri Kebumen

Nasir Abbas: "Pengikut Umar Patek banyak yang sadar"
Rasul Arasy Sabtu, 10 September 2011 16:30:29 Hits: 1930

JAKARTA (Arrahmah.com) - Ditangkapnya Umar Patek alias Abdul Ghoni alias Abu Syeikh alias Umar Arab di Pakistan dinilai tidak berdampak yang signifikan, pasalnya ‘para pengikutnya’ diduga telah berpendapat bahwa aksi ‘terorisme’ tidak dibenarkan. Demikian yang diungkapkan mantan Anggota Jamaah Islamiyah, Nasir Abbas pada acara peluncuran komik berjudul ‘Kutemukan Makna Jihad’ di Jakarta, Jumat (9/9/2011). “Saya menduga tidak adanya respon yang signifikan terhadap penangkapan Umar Patek dikarenakan para pengikutnya sudah mulai menyadari,” ucapnya Nasir menambahkan, sekalipun ada diantara pengikut Umar Patek yang belum ‘sadar’, namun, kepolisian Indonesia dinilai telah melakukan pegamanan yang baik dan pencegahan yang baik. Nasir menilai bahwa Umar Patek masih koperatif dengan Pemerintah Indonesia. Hal tersebut terlihat saat Umar diperiksa di Mako Brimob, tempat Umar ditahan. “Saya dengar, Umar Patek cukup kooperatif dalam mengungkap apa yang telah dilakukan yang telah dilakukan. Kalau soal regenerasi, itu tidak pernah berhenti. Tetapi dilakukan diam-diam,” tandas Nassir.

Umar Patek diduga kuat terlibat peristiwa Bom Bali I. Umar ditangkap di Pakistan bersama istrinya. Pada peristiwa Bom Bali I yang menewaskan 202 orang. Umar diduga berperan sebagai peracik dan perangkai bom, serta memantau kondisi lapangan, dengan menggambar denah lokasi, serta mencocokkan waktu dan tempat. Umar pun juga pernah berjuang bersama Front Pembebasan Islam Moro (MILF) di Mindanao pada 1995. Tiga tahun berikutnya, Umar menjadi instruktur di kamp militer Jemaah Islamiyah di Hudaibiyah, Filipina. Terkait masalah ‘terorisme’, Mantan Ketua Mantiqi III Jamaah Islamiyah (JI), Nasir Abas juga mengimbau generasi muda agar menghindari dan mewaspadai pelatihan militer di hutan. Sebab kegiatan tersebut bisa mengarah untuk mengajak pada kebencian, permusuhan, dan memerangi pemerintah. “Nah unsur ini yang sudah ada tanda-tanda mengarah pada hal-hal yang tidak kita inginkan,” kata Nasir. Menanggapi hal tersebut, Nasir berharap ada training motivasi untuk para pemuda. Perlu juga mengikuti berbagai kegiatan positif. “Anak muda juga harus pandai-pandai memilih. Jangan sampai melukai orang atau membunuh orang,” ucapnya. Ia memberi contoh bahwa pelaku bom bunuh diri di JW Marriott Dani Dwi Permana, 17 Juli 2009. Saat itu Dani berusia 17 Tahun atau baru lulus Sekolah Menengah Atas (SMA). Jaringan ‘terorisme’ Nurdin M Top melalui Saefudin Zuhri kemudian merekrut Dani agar bersedia menjadi pelaku bom bunuh diri. Nasir berpendapat bahwa Dani memaknai Jihad secara keliru. Ia juga mengatakan bahwa Islam tidak mengajarkan umatnya untuk merusak lingkungan, menyakiti diri sendiri, membunuh orang lain, apalagi sesama muslim. Tidak hanya itu, Nasir mengklaim bahwa Dani terbuai dengan janji yang selalu ‘dicekoki’ organisasi ‘teroris’, bahwa dengan menjadi pelaku bom bunuh diri adalah salah satu cara mati syahid, masuk surga, dan ditemani 72 bidadari.

Pasca beritakan agen BIN Yahya Assegaf, Munarman diteror premanisme bergaya jadul
M. Fachry Jum'at, 9 September 2011 10:30:41 Hits: 3949

JAKARTA (Arrahmah.com) – Ini berita terbaru dari Munarman, SH., ketua dewan pengurus pusat Front Pembela Islam (FPI). Pasca memberitakan dan membongkar keterlibatan agen BIN Yahya Assegaf dalam bocoran Wikileaks yang memfitnah FPI, Selasa (6/09/2011), dirinya diteror oleh sekelompok orang yang mengaku sebagai orang suruhan Yahya Assegaf, Rabu (7/09/2011). Uniknya, para preman tersebut menteror Munarman dengan gaya jadul. Seperti apa persisnya? Teror bak film tahun 80-an Ini kabar terbaru dari Munarman, SH., ketua dewan pengurus pusat FPI, pasca dirinya membeberkan keterlibatan agen BIN, Yahya Assegaf dalam pemberitaan Wikeleaks yang menyudutkan FPI, Selasa (6/09/2011). Munurut Munarman, dirinya diteror oleh sekelompok orang, rata-rata berpenampilan preman, yang datang ke rumahnya, hari Rabu (7/09/2011), tepatnya sore hari. Para preman yang mencoba menteror Munarman, sebenarnya sudah dilarang masuk oleh para penjaga perumahan Munarman, namun tetap memaksa masuk dan mengatakan hanya ingin silaturahim dengan Munarman. Akhirnya, pihak keamanan komplek mengantarkan rombongan preman yang berjumlah sekitar 6 orang itu menuju rumah Munarman. Anehnya, sesampainya di rumah Munarman, dua orang langsung turun dan langsung menyampaikan pesan ke istri Munarman yang keluar menyambut mereka, bahwa ada pesan dari pak Yahya Assegaf untuk Munarman! Hanya itu, dan lalu mereka langsung pergi meninggalkan lokasi. Hal inilah yang oleh Munarman dianggap teror jadul (jaman dulu), sebagaimana disampaikan oleh beliau kemarin, Kamis (8/09/2011). Munarman menyatakan dirinya teringat film di tahun 80-an, khususnya yang dimainkan oleh Rana Karno, di saat para preman dan penjahat di film tersebut mengancam dengan jenis yang sama, yakni ada pesan dari bapak. Cara dan gaya teror premanisme jadul seperti ini ternyata masih ada dan muncul kembali. Peneror juga satroni markas FPI Menurut Munarman, selain menyatroni rumahnya, beberapa orang suruhan Yahya Assegaf juga mendatangi kantornya di bilangan Tanah Abang, dan juga ke kantor FPI di Petamburan. Di kantornya ada

beberapa orang yang datang dan melihat-lihat, juga dengan tampilan preman, walau tidak meninggalkan pesan apapun. Di kantor FPI, menurut Munarman yang datang adalah anak Yahya Assegaf, yakni Hani Yahya Assegaf, yang juga memiliki nama samara Han Sagov, dan merupakan pendiri IIPAC, LSM kaki tangan zionis yahudi Israel di Indonesia. Di kantor FPI, masih menurut Munarman, Hani Assegaf menyampaikan bahwa urusan ini adalah urusan pribadi antara dirinya dan Munarman, dan tidak ada kaitannya dengan FPI, yang mana menurut Munarman juga merupakan bentuk teror kepada dirinya. Menurut Munarman, dirinya siap dengan seluruh konsekuensi dan akan hadapi seluruh bentuk teror kepada dirinya tersebut, Insya Allah. Allahu Akbar!

Wikileaks, agen BIN, & konspirasi zionisme Israel hancurkan gerakan Islam
M. Fachry Kamis, 8 September 2011 14:32:30 Hits: 4079

Mencuatnya bocoran Wikileaks yang memfitnah FPI menguak keterlibatan agen BIN Yahya Assegaf dan menyeret pula nama anaknya, Hani Yahya Assegaf. Hani dengan nama alias Han Sagov bersama Benyamin Ketang terlibat mendirikan Indonesia Israel Public Affairs Comitte (IIPAC), sebuah LSM yang menjadi agen zionisme yahudi Israel dunia di Indonesia. Sebuah konspirasi untuk hancurkan gerakan Islam? IIPAC, LSM kaki tangan zionis yahudi Israel di Indonesia!

IIPAC Logo Sudah menjadi rahasia umum jika zionisme yahudi Israel berusaha masuk ke Indonesia- negeri dengan komunitas Muslim terbesar di dunia-dengan menghalalkan segala macam cara. Setelah terbongkarnya kedatangan rahasia Amira Arnon-Duta Besar Israel untuk Singapura-ke Jakarta pada tanggal 20-27 Maret lalu, kini tersebar sebuah dokumen yang memperlihatkan nama Hani Yahya Assegaf-anak dari agen BIN Yahya Assegaf-menjadi pendiri LSM Indonesia Israel Public Affairs Comitte (IIPAC), bersama Benyamin Ketang, selaku Direktur IIPAC. Di dokumen Akta Pendirian IIPAC yang didaftarkan melalui Notaris Nirmawati Marcia SH di Jakarta tertanggal 21 Januari 2002, tercatat nama-nama pendiri IIPAC, yakni sebanyak 5 orang, yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. Benyamin Ketang Mr. Sakata Barus Mr. Poppe Alexander Z Mr. Hani Yahya Assegaf alias Han Sagov Mr. Y. Gatot Prihandono, SSI

Di Pasal 2 Akta Pendirian tersebut dijelaskan tujuan IIPAC, yakni untuk menyelenggarakan kerjasama dengan lembaga-lembaga Israel, Yahudi Internasional, dan melindungi hak-hak warga Yahudi dan keturunan Yahudi di Indonesia serta memajukan kerjasama bisnis, investasi, IT, dan pendidikan tinggi dengan universitas di seluruh dunia. Dalam artikel yang ditulis oleh Artawijaya berjudul “Waspada, Hubungan Gelap Penguasa dan Pengusaha Israel” dijelaskan bagaimana Direktur IIPAC, Benyamin Ketang, begitu bernafsu untuk bisa membuka hubungan dengan zionis yahudi Israel.

Benjamin Ketang Benjamin Ketang mengatakan,”Saya rasa dampak ekspansi Israel di Indonesia tidak perlu 10 tahun dari sekarang. Tiga tahun saja kalau ada komando dari Israel, maka mereka akan beramai-ramai datang ke Indonesia,” ujarnya. Pria asal Jember, Jawa Timur, yang merupakan alumnus Hebrew University ini kemudian menegaskan, “Tradisi orang Yahudi itu kalau komunikasi selalu dengan high level, levelnya pasti presiden atau menteri…” Ketang yang membidani lahirnya lembaga lobi Yahudi di Indonesia ini menyatakan, investor Israel saat ini melirik sektor teknologi informasi dan pertanian. Dua sektor ini tentu sangat strategis dan penting, karena berkaitan denga hajat hidup orang banyak. Sementara itu Munarman menjelaskan kaitan Hani Yahya Assegaf, sebagai pendiri ke-3 dari IIPAC dengan Benyamin Ketang, dan agenda zionisme yahudi internasional. “Kalau kita perhatikan tujuan IIPAC dalam pasal dua jelas, yakni untuk menyelenggarakan kerjasama dengan lembaga-lembaga Israel, Yahudi Internasional. Yahudi Internasional ini jangan lupa, sebagaimana dalam buku “International Jews” karya Henry Ford, itu jelas sekali bagaimana kejahatankejahatan International Jews ini. Nah, dia bekerjasama dengan lembaga-lembaga internasional yahudi tersebut, dan melindungi hak-hak warga Negara Yahudi dan keturunan Yahudi di Indonesia. Jadi jelas sekali agendanya apa. Serta memajukan kerjasama bisnis, investasi, IT, dan pendidikan tinggi dengan universitas di seluruh dunia. Saya kira agendanya sangat jelas sekali. Benyamin Ketang sendiri kalau kita lihat di dokumennya, adalah lulusan Hebrew University. Jadi dia memang dididik di Yerusalem, dia lulus tahun 2006, dengan gelar Master of Arts. Jadi, kaitannya jelas sekali antara Hani Assegaf, Benyamin Ketang, dan Yahya Assegaf. Clearly!” Dalam sebuah dokumen, nampak ijazah Benyamin Ketang, lelaki kelahiran 22 September 1972, asal Dusun Krajan RT 03/04 Desa Taman Sari Wuluhan, Jember, Jawa Timur, lulusan The Hebrew University of Jerusalem, Rothberg International School. Kelulusannya dalam ijazah tersebut ditanda tangani oleh Prof. Steven Kaplan, tertanggal 28 Juli, 2006.

Arta Wijaya Menurut Artawijaya, Benjamin Ketang adalah kader muda NU binaan Gus Dur yang berhasil menyelesaikan studi masternya di Hebrew University, Jerussalem. Benjamin Ketang yang bernama asli Nur Hamid adalah kader muda NU yang diplot untuk membangun sebuah jejaring politik dan bisnis Yahudi di Indonesia. IIPAC yang diketuai Ketang beraliansi ke AIPAC dan Australia Jewish Comitte. Menurut Benjamin Ketang sendiri, kemunculan IIPAC berawal dari kegagalan upaya Menteri Luar Negeri Alwi Shihab (1999-2001) atas sokongan Presiden Abdurrahman Wahid untuk membuka hubungan dagang dengan Israel. Tak lama setelah kegagalan rencana Wahid dan Alwi itulah, terbentuk sebuah lembaga berbasis di Jakarta yang bercita-cita mengarahkan opini publik dan elit Indonesia agar pro-Israel. Lembaga yang dikendalikan delapan orang itu bernama Indonesia-Israel Public Affairs Committee, disingkat IIPAC. Logonya Bintang Daud bersegi selusin tapi warna dasarnya merah dan putih.

Unggun Dahana Benyamin Ketang, Unggun Dahana, dan komunitas yahudi di Indonesia yang dibangunnya pernah merencanakan untuk merayakan kemerdekaan Israel, Sabtu 14 Mei 2011 lalu. Selain itu, mereka bersama dengan aktivis yahudi isreal lainnya, pernah mengadakan seminar akhir zaman “Persiapan Pembangunan Bait Allah” di Kelapa Gading Trade Center Hypermart Lt.2, Sabtu (25/06/2011). Dalam sebuah semiloka bertajuk “Mengungkap Jaringan Yahudi di Indonesia, Ahad (31/1/2010), Munarman, SH mengatakan bahwa jaringan yahudi menjalankan operasinya di Indonesia dengan menggunakan cover atau samaran. Salah satunya adalah kegiatan dagang. “Cara yang paling ampuh dalam mengelabuhi masyarakat adalah dengan informasi. Alatnya adalah media massa untuk melakukan propaganda. Propaganda itu dilakukan dengan menampilkan citra diri baik, menyembunyikan keburukan dirinya, dan membongkar kejelekan pihak lawan. Itulah yg dilakukan oleh media massa zionis Israel“. Wikileaks : Anti Islam, pro Israel!

Pendiri Wikieaks, Julian Assange Kini menjadi lebih jelas mengapa Wikileaks membocorkan dokumen yang memfitnah FPI dan kaitannya dengan Yahya Assegaf, agen BIN, dan anaknya Hani Assegaf, yang merupakan pendiri IIPAC. Wikileaks, yang awalnya mendapat simpati seluruh dunia karena menjadi organisasi internasional pembocor dokumen Negara melalui situsnya, sejak November 2010, ternyata tidak lain hanya merupakan antek Zionism yahudi internasional. Hal ini semakin diperkuat dengan tidak adanya dan tidak beraninya Wikileaks membocorkan kawat diplomatik kedubes Amerika yang ada di Tel Aviv, Israel. Hingga saat ini, belum penah ada rilis bahwa Wikileaks membocorkan dokumen kawat diplomatik kedutaan besar Amerika yang ada di Tel Aviv, Israel, yang mengungkapkan kebobrokan ataupun adanya skandal politik di negeri zionis tersebut. Bahkan, kalau kita telusuri ke halaman penyimpanan dokumen Wikileaks, kita hanya menemukan 3 buah artikel tentang Israel, yang itupun belum dipublikasikan. Sebenarnya, keberadaan organisasi Wikileaks dan para pendirinya juga cukup misterius. Hingga saat ini, hanya Julian Assange yang diketahui identitasnya oleh publik. Assange juga menjabat sebagai direktur dan anggota dari Dewan Penasihat Wikileaks. Sebelum mendirikan Wikileaks, Assange yang berasal dari Australia merupakan seorang penerbit dan jurnalis. Julian Assange dipilih untuk mewakili Wikileaks di publik karena keadaan dirinya yang tidak memiliki rumah ataupun keluarga sehingga dianggap merupakan sosok yang tepat. Sementara itu, pendiri Wikileaks yang lainnya memilih untuk tidak mengungkapkan identitasnya. Sayangnya, bocoran dari Wikileaks terlanjur dipercaya publik. Padahal, tidak sedikit informasi dari Wikileaks justru menyesatkan dan merugikan umat Islam, contohnya dalam kasus fitnah terhadap FPI.

Munarman SH, berpendapat bahwa bocoran-bocoran Wikileaks itu penuh dengan rekayasa dan keganjilan. Karenanya, Munarman menyayangkan ketidakkritisan media dalam mengutip bocoran Wikileaks. Semestinya, media mengungkapkan fakta-fakta ganjil dan pola kerja Wikileaks yang hanya bersumber pada kawat diplomatik Amerika kepada Washington, ungkapnya dalam sebuah wawancara, Senin (5/09/2011). “Kalau kita lihat pola yang ada di Wikileaks maka mereka selalu mengambil sumbernya dari kawat diplomatik kedutaan Amerika di seluruh dunia, baik itu Indonesia, Malaysia, hampir semua Negara pernah dibocorkan oleh Wikileaks dan itu sumber satu-satunya adalah kawat diplomatik yang merupakan laporan diplomat-diplomat Amerika kepada Washington. Namun kita harus melihat dengan jernih, belum pernah ada bocoran kawat diplomatik oleh kedutaan Amerika di Tel Aviv, Israel. Jadi tidak pernah ada penilaian oleh diplomat Amerika terhadap kondisi Israel yang dibocorkan oleh Wikileaks. Ini adalah sebuah fakta yang harus menjadi perhatian. Dari sini sebetulnya kita bisa melihat sebetulnya fungsi dari Wikileaks adalah membuat destabilisasi di rezim-rezim dimana Negara yang rezimnya sudah tidak disukai Amerika, untuk menggoyang.” Beliau menambahkan bahwa modus yang ditempuh Wikileaks penuh rekayasa dan menghalalkan segala cara. Salah satunya adalah dengan metode viktimisasi yang mengesankan pendiri Wikileaks sebagai sosok tertindas dan paling diburu Amerika. Padahal faktanya sampai sekarang pendiri Wikileaks masih amanaman saja. “Jadi mereka mau mengesankan kepada publik terlebih dahulu bahwa Jullian Assange diblame, dicap sebagai orang yang ditindas karena membocorkan informasi, agar Jullian Assange dan Wikileaks tidak lagi dicurigai informasinya tidak akurat. Dengan dia diburu oleh pemerintah Swedia dan kemudian Amerika pura-pura ikut. Tapi sampai sekarang tidak pernah ditindak, bahwa Amerika akan melakukan tuntutan hukum kepada Jullian Assange tidak pernah ketahuan sampai sekarang, gertak sambal itu. Dengan memposisikan sebagai korban tanpa reserve terlebih dahulu nantinya orang akan mendukung, ini yang terjadi dengan Wikileaks sekarang. Apa pun yang dikeluarkan oleh Wikileaks orang sudah tidak mempertanyakan lagi, karena menganggap Wikileaks ini bertentangan dengan Amerika, bertentangan dengan negara-negara barat tapi tidak ada satu pun informasi yang keluar mengenai Israel,” pungkasnya. Kini, jelaslah sudah hubungan dan kaitan antara Wikileaks, agen BIN, dan konspirasi zionisme Israel untuk menghancurkan gerakan Islam. Waspadalah, Waspadalah…!

Arrahmah.com situs propaganda terorisme (?)
Rasul Arasy Jum'at, 10 Juni 2011 14:11:00 Hits: 3810

JAKARTA (Arrahmah.com) – Belum puas dengan aksi mendeskreditkan Islam terkait ‘terorisme’, ketua Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Ansyad Mbai kembali melancarkan ‘serangannya’ dalam upaya pembentukan stigma negatif pada kelompok tertentu dengan mengatakan, bahwa pengunjung terbesar situs-situs yang diidentifikasi sebagai ‘situs propaganda terorisme’ berasal dari Indonesia. “Jumlah pengunjung dari Indonesia bisa mencapai 80 – 90 persen,” kata Ansyad Mbai pada Focus Group Discussion (FGD) tentang Deradikalisasi (Meningkatkan Ketahanan Masyarakat) Melalui Advokasi, Komunikasi, dan Edukasi di Ruang Publik, di Bogor, Kamis (9/6/2011). Ansyad mengaku tidak hafal nama ke-11 situs tersebut, namun ia menyebut dengan lantang bahwa salah satunya adalah Arrahmah.com. Data-data tentang situs-situs tersebut diakuinya berasal dari satu institusi yang berpusat di Australia. Institusi Australia yang mana, Ansyad sekali lagi tidak menyebutkan secara jelas dan detil. Perolehan data tersebut sedikit lebih rendah dari hasil penelusuran Kemenkominfo yang menyebutkan ada 32 situs yang menjelek-jelekan agama lain. Hal tersebut memicu pertanyaan, apa maksud penyebutkan situs arrahmah.com sebagai situs terorisme. Seharusnya ketika ia ditunjuk sebagai pembicara dalam suatu acara, ia telah mempersiapkan bahanbahannya dengan lengkap, termasuk daftar nama situs yang ia klaim sebagai ‘situs propaganda teroris’. Dari kesebelas situs yang ia sebutkan, anehnya hanya arrahmah.com sebagai situs yang satu-satunya ia ingat. Hal ini menunjukkan indikator akan ‘ketidaksukaan’ Ansyad secara pribadi pada situs arrahmah.com. Ansyad mengungkapkan bahwa penggunaan internet menjadi pilihan bagi para ‘teroris’ untuk melakukan kampanye selain juga merekrut anggota baru. Sebagai contoh ia mengemukakan aksi-aksi radikalisme yang dilakukan belakangan ini seperti bom bunuh diri di Cirebon atau bom buku di Jakarta, tidak terlepas dari internet.

“Pepi yang membuat bom buku mengaku memperoleh pengetahuan membuat bom dari internet,” katanya. Peliputan langsung oleh media jadi alat kampanye ‘terorisme’ Tidak hanya itu, Ansyad juga mengkritik media Indonesia yang dinilainya memberi ruang bagi ‘kampanye terorisme’ melalui peliputan langsung di televisi. “Di negara lain tidak ada satu pun media yang melakukan ‘live broadcast’ dengan terorisme,” katanya. Terkait hal ini, sekali lagi Ansyaad menjadikan negara lain sebagai tolak ukur. Negara lain yang dimaksudnya tentu saja negara yang notabene mendukung ‘terorisme versi George bush’. Pada faktanya peliputan langsung di televisi terkait ‘terorisme’ memang dibutuhkan agar tidak terjadi monopoli dan manipulasi berita yang hanya berasal dari satu sumber. Kalau sudah demikian, dampaknya akan sangat buruk, yakni yang benar bisa dibilang salah, dan yang salah ditutup-tutupi. Ambil contoh dalam kasus penembakan ‘teroris’ di Sukoharjo beberapa waktu lalu. Coba kalau peliputan tidak bersifat ‘terbuka’ pasti klaim tentang kematian pedagang kaki lima dalam operasi ‘penangkapan teroris’ oleh Densus 88 langsung dituduhkan pada ‘dua tersangka terorisme’. Faktanya hingga kini peluru siapa yang ‘nyasar’ di tubuh pedagang tersebut pun , pihak Polri belum berani mengumumkan. Belum lagi fakta tentang adanya dugaan bahwa salah satu ‘teroris’ yang tertembak ternyata telah disiksa dan ditembak dari jarak dekat. Kalau sumber berita dan peliputan hanya dari satu sumber sudah pasti tidak kenyataan tersebut tak akan pernah terkuak. Yang ada masyarakat disuruh memilih ‘teroris’ atau polisi yang tewas, dengan dalih bahwa polisi ‘selalu’ membela yang benar dan ‘teroris’ selalu menjadi penjahatnya. Atau dengan adanya kampanye pelarangan liputan langsung di media terkait ‘terorisme’, Ansyad berniat menjadikan Indonesia sebagai negara diktator militerisme dimana hanya negara lah ‘yang berhak menentukan siapa yang benar dan siapa yang salah’. Padahal pada kenyataannya, masyarakat Indonesia kini semakin lama semakin pintar, semakin kritis, dan bukan lagi masyarakat yang hanya bisa manggut-manggut dicekoki stigma negatif oleh para penguasa. Sementara itu, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Freddy Tulung mengemukakan bahwa salah satu upaya untuk menangkal radikalisme adalah melalui pendidikan. Ia mengungkapkan bahwa ada satu hal yang belum memainkan peranan yaitu edukasi di ruang publik. Edukasi ini bisa dilakukan dalam berbagai macam cara seperti tatap muka, melalui media luar ruang, media cetak, media tradisional seperti kesenian daerah, media penyiaran dan media sosial. Sayangnya dalam kesempatan itu tidak dijelaskan bahwa keberadaan situs-situs alternatif di internet memilik peran penting bagi masyarakat untuk mengcounter pemberitaan secara sepihak dari pihak-pihak tertentu. ‘Terorisme’ muncul dari doktrinasi? Pembicara lain dalam FGD tersebut, aktivis perempuan Siti Musdah Mulia mengatakan, pendidikan menjadi salah satu faktor penting dalam tumbuhnya radikalime.

Ia menyoroti pendidikan agama yang dinilainya kurang tepat karena hanya mengajarkan ritual dan aspek formal legal saja sehingga pemahaman agama menjadi sempit. Kesalahan pendidikan agama itu terjadi di semua lini baik pendidikan formal, informal maupun di dalam keluarga. Pendidikan agama yang ada sekarang meninggalkan penekanan spiritualistas dan nilai-nilai toleransi tidak banyak diajarkan. Musdah Mulia berpendapat bahwa ‘kelompok-kelompok radikal‘ muncul dari sekolah-sekolah eksakta yang tidak cukup bekal di agama. Murid-murid di sekolah tersebut biasanya hanya memahami secara eksakta – hitam putih saja. Ia menilai seharusnya pendidikan agama bukan lagi secara doktriner tapi mengedepankan sikap kritis dan rasional yang diakui juga cara pendidikan ini dikecam oleh kalangan doktriner. Pernyataan ini tentu adalah pernyataan yang bersifat pribadi, karena fakta di lapangan menunjukkan orang-orang yang disebut ‘radikal’ oleh media dan penguasa adalah orang-orang yang pemahaman agama dengan spiritualisme bagus. Doktrin-doktrin yang dikatakan juga pada dasarnya hanya sebuah alasan seolah-olah ‘teroris’ itu bukan berasal dari manusia yang bisa berpikir secara pribadi. Nyatanya ‘doktriner’ yang ia tuduhkan pun telah menjangkiti tokoh-tokoh yang mengusung liberalisme, yang juga mendapatkan ‘doktrin’ dari ‘pemikir-pemikir barat’ yang ucapannya lebih dikultuskan dibandingkan kitab suci mana pun. Sungguh menyedihkan melihat penguasa dan kaum intelektual kita saat ini. Ketika banyak bermunculan situs porno dan situs-situs ‘pengajak’ maksiat keberadaannya didiamkan dan tidak diambil pusing. Mau merusak moral generasinya ataupun merusak mental masyarakat tetap saya situs-situs tersebut dianggap ‘tidak lebih membahayakan’ dibandingkan situs ‘terorisme’. Padahal situs yang disebut media ‘terorisme’ tersebut hanya memaparkan berita fakta dan kebohongankebohongan media barat, dan berusaha memberikan pandangan dan pemahaman yang sebenarnya terkait opini yang dikoar-koarkan oleh pihak yang memerangi Islam. Bandingkan dengan situs amoral yang menjamur, dimana ia tidak hanya ‘memerangi’ satu pihak saja, tetapi semua kalangan dijadikan sasaran target untuk perusakan moral. Jadi, stigma ‘teroris’ yang digembor-gemborkan pada kenyataannya hanya akal-akalan para kaum munafik dan pembenci Islam yang berusaha menggerogoti Islam dari dalam. Hati-hatilah wahai kaum Muslimin, karena bara apai itu tidak hanya berasal dari musuh yang terang-terang memusuhi Islam, tetapi juga dari kaum munafik yang mengatakan dirinya Islam tetapi hati kecilnya telah meletakkan posisinya sebagai musuh Allah. Keberadaan situs Arrahmah.com yang memang memposisikan diri untuk terus mendukung perjuangan kaum Muslimin dimanapun berada dengan menginformasikan berita yang sebenarnya dari sumber resmi mujahidin sudah pasti membuat para pendukung teroris yang sebenarnya yaitu AS dan sekutunya menjadi kebakaran jenggot. Karena semua informasi ini akan diolah oleh setiap individu sehingga bisa membedakan mana yang benar dan tidak. Arrahmah.com akan tetap Arrahmah.com untuk selamanya, konsisten dengan kebenaran dan menyebarkannya tanpa ada rasa takut dengan siapa pun kecuali Allah. Apapun tuduhan yang dialamatkan kepada Arrahmah.com, hal itu merupakan bagian dari ujian dakwah dan jihad media kami.

Namun, seiring tuduhan demi tuduhan, pernyataan yang melabelkan Arrahmah.com sebagai ‘media teroris’, faktanya tidak menyrutkan keterpihakan masyarakat dalam mendukung dan menyukai media seperti Arrahmah. Tentu saja hal ini terkait dengan kesadaran masyarakat. Kesadaran bahwa kebenaran itu ada di pihak kami. Wallohua’lam

FPI sikapi bocoran Wikileaks
M. Fachry Rabu, 7 September 2011 20:19:57 Hits: 3683

JAKARTA (Arrahmah.com) – Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam (DPP-FPI) keluarkan pernyataan khusus untuk menyikapi bocoran Wikileaks yang menyudutkan dan memfitnah FPI. Pernyataan sikap tersebut dimaksudkan untuk meluruskan informasi sekaligus melindungi masyarakat dari penyesatan opini yang dilakukan musuh-musuh Islam. Berikut rilis FPI yang dikirimkan ke email redaksi, Rabu (7/09/2011). SIKAP FPI tentang BOCORAN WIKILEAKS Sehubungan dengan pemberitaan berbagai Media Massa di awal September 2011, bahwasanya Wikileaks membocorkan Dokumen Rahasia Amerika Serikat yang bersumber dari Telegram Rahasia Kedubes AS di Jakarta ke Gedung Putih di Washington DC, terkait Front Pembela Islam (FPI) yang pokok isinya antara lain : 1. Bahwa FPI didanai oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Badan Intelijen Negara (BIN).

2. Bahwa pada awalnya FPI ingin dipersepsikan oleh diplomat AS sebagai “Attack Dog” (Anjing Penyerang) Polri. 3. Bahwa Mantan Kapolri Sutanto yang kini menjadi Kepala BIN adalah salah seorang Donatur FPI, sekaligus yang mendanai FPI melakukan serangan ke Kedubes AS di Jakarta pada Februari 2006. 4. Bahwa FPI diperalat oleh Polri untuk melakukan serangan ke Kedubes AS di Jakarta pada Februari 2006, sekaligus dijadikan tameng agar Polri terhindar dari tuntutan HAM. 5. Bahwa Polri menghentikan pendanaan FPI setelah serangan ke Kedubes AS di Jakarta untuk menghindar dari tanggung-jawab. 6. Bahwa mantan Kapolda Metro Jaya, Nugroho Djayusman, telah ikut berperan mengatur penyerahan aktivis FPI ke Polda Metro Jaya pasca penyerangan Kedubes AS di Jakarta pada Februari 2006. 7. Bahwa Polri tidak berhasil membina FPI dan gagal menjadikan FPI sebagai “Attack Dog”, sehingga FPI menjadi “Monster” yang menakutkan masyarakat. 8. Bahwa sumber semua informasi di atas ke Kedubes AS di Jakarta adalah laporan rahasia Yahya Seqof yang mengaku sebagai salah seorang pejabat senior BIN. 9. Bahwa Yahya Seqof memberi peringatan kepada pejabat Kedubes AS di Jakarta tentang ancaman serangan FPI ke Kedubes AS pada Februari 2006. 10. Bahwa Yahya Seqof mengaku punya kedekatan khusus dengan sejumlah petinggi FPI sehingga tahu banyak informasi tentang FPI. Maka untuk meluruskan informasi dan sekaligus melindungi masyarakat dari penyesatan opini yang dilakukan musuh-musuh Islam dengan menggunakan berbagai media cetak mau pun elektronik, dengan ini DPP – FPI menyatakan sebagai berikut : 1. Bahwa FPI adalah Ormas Islam yang berasaskan Islam dan beraqidahkan Ahlus Sunnah wal Jama’ah, serta bertujuan untuk melaksanakan Da’wah, menjalankan Hisbah dan menggelorakan Jihad untuk penerapan Syariat Islam secara Kaffah di bawah naungan Khilafah Islamiyyah demi meninggikan Kalimat Allah SWT dengan semata-mata hanya mencari Ridho Allah SWT. 2. Bahwa dalam rangka merealisasikan visi misi FPI tersebut di atas, maka FPI sebagai bagian dari bangsa Indonesia selalu berupaya menjalin hubungan baik dengan semua pihak secara profesional dan proporsional, khususnya dengan para pengambil kebijakan dari kalangan Eksekutif, Legislatif mau pun Yudikatif, agar lebih melancarkan fungsi FPI sebagai Ormas dalam melakukan pengawasan dan memberi masukan untuk kebaikan bangsa dan negara. 3. Bahwa ISI Laporan Wikileaks tentang FPI adalah bohong besar dan merupakan fitnah keji, karena FPI sejak berdirinya hingga kini tidak pernah didanai oleh Polri mau pun BIN atau pun institusi pemerintah lainnya, dan FPI bukan “Anjing Peliharaan” siapa pun, bukan alat pihak mana pun, bukan budak pejabat,

bukan monster musuh rakyat, akan tetapi FPI merupakan Ormas Independen dan Mandiri dalam setiap langkah perjuangannya yang senantiasa menjadi PELAYAN UMAT dan PEMBELA AGAMA. 4. Bahwa Aksi Laskar Pembela Islam (LPI) salah satu anak organisasi FPI ke Kedubes AS di Jakarta pada Februari 2006 adalah murni sebagai bentuk protes keras terhadap keberadaan PATUNG NABI MUHAMMAD SAW di Gedung Mahkamah Agung AS, bukan rekayasa atau pesanan Polri mau pun BIN. Dan kasus tersebut sudah diproses secara hukum sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia, serta Panglima LPI Ust. M. Machsuni Kaloko telah menjalani hukuman penjara selama setahun. 5. Bahwa sudah semestinya pemerintah RI melakukan tindakan hukum terhadap pihak-pihak yang menyebarluaskan berita bohong karena telah melecehkan dan memfitnah dua institusi penting negara yaitu Polri dan BIN. 6. Bahwa pemerintah harus segera memanggil Duta Besar AS di Jakarta untuk dimintai keterangan, sekaligus tidak ragu untuk menyampaikan Nota Protes Diplomatik secara resmi ke Gedung Putih, bahkan Pemutusan Hubungan Diplomatik dengan AS jika diperlukan untuk menjaga kehormatan bangsa dan negara RI. 7. Bahwa apabila Dokumen Rahasia AS tersebut benar berasal dari informasi Yahya Seqof yang mengaku sebagai pejabat senior BIN, maka Polri dan BIN harus segera memanggil, memeriksa dan menahan Yahya Seqof karena telah menjual informasi ke pihak asing, sekaligus telah melecehkan institusi penting negara yaitu Polri dan BIN, serta melakukan upaya adu domba antara pemerintah dengan Ormas, bahkan antara Indonesia dengan AS. 8. Bahwa Yahya Seqof memiliki putera yang bernama Hani Yahya Seqof ikut terlibat dalam pendirian The Indonesia Israel Public Affairs Comitte (IIPAC) dengan menggunakan nama alias HANS SAGOV di bawah pimpinan Benjamin Ketang sebagaimana tertera dalam AKTA PENDIRIANNYA pada Notaris Nirmawati Marcia SH di Jakarta tertanggal 21 Januari 2002. 9. Bahwa Lembaga IIPAC yang didirikan Hani Yahya Seqof alias HANS SAGOV dan kawan-kawan adalah panitia HUT Israel yang dilaksanakan secara sembunyi-sembunyi pada tanggal 14 Mei 2011 di suatu tempat di pinggiran kota Jakarta dengan menggunakan Surat Keterangan Domisili No : Reg. N. 470 / / 35.11.2003 / 2010 di Desa Tamansari Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember yang ditandatangani Kades Hadi Supeno tertanggal 25 Agustus 2010. 10. Bahwa diserukan kepada segenap Gerakan Islam di Indonesia agar merapatkan barisan dan menyatukan kekuatan untuk menghadapi Gerakan Ekstrimis Zionis dan Salibis Internasional yang menghalalkan segala cara dalam menghancurkan Islam dan umatnya, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap Operasi Intelijen musuh Islam, sekaligus melakukan Operasi Kontra Intelijen secara cermat, cepat dan tepat serta selamat di Dunia dan Akhirat. Demikianlah penjelasan dan penegasan DPP-FPI untuk diketahui publik secara luas agar terhindar dari jebakan dan perangkap adu domba melalui perang opini yang dilancarkan oleh musuh-musuh Islam. Akhirnya, FPI menyerukan segenap umat Islam untuk bangkit melawan segala bentuk kezaliman. Allahu Akbar ! Allahu Akbar ! Allahu Akbar !

Jakarta, 8 Syawwal 1432 H / 6 September 2011 M Dewan Pimpinan Pusat – Front Pembela Islam

Al-Habib Muhammad Rizieq Syihab, MA Ketua Umum

KH. Ahmad Sabri Lubis Sekretraris Jenderal

Munarman : Yenny Wahid harus berkaca, Wahid Institute dapat dana dari siapa?
M. Fachry Selasa, 6 September 2011 16:10:56 Hits: 3664

JAKARTA (Arrahmah.com) – Yenny Wahid, putri mantan Presiden Abdulrahman Wahid (Gus Dur) ikut berkomentar atas bocoran Wikileaks baru-baru ini yang menyudutkan Front Pembela Islam (FPI). Yenny, yang juga Direktur Wahid Institute itu mengatakan bahwa para pensiunan jenderal yang selama ini membantu dan mendanai FPI, termasuk mantan Kapolda Metro Jaya Nugroho Djajusman, tak mampu mengontrol FPI. Berikut jawaban Munarman, SH., selaku Ketua Dewan Pengurus Pusat FPI, atas pernyataan Yenny Wahid tersebut, yang disampaikan pada hari Senin (5/09/2011) di kantornya. Saya rasa Yenny Wahid harus berkaca, Wahid Institute itu dapat dana dari siapa? Wahid Institute itu khan dapat dana dari luar negeri. Dengan menggunakan logika dia, logikanya Yenny Wahid, FPI dapat dana dari polisi, berarti FPI tangannya polisi. Wahid Institute dapat dana dari zionis, dari Amerika, berarti dia anteknya, karena zionis anteknya Amerika. Ini logika dia yang kita pakai,sama saja berarti. Jadi, saya

merasa kalau dengan logika itu, lebih baik bekerja untuk institusi dalam negeri, kalau dengan logika itu, bekerjasama dengan polisi, daripada bekerjasama dengan zionis. Logika dia khan begitu, bukan berarti saya membenarkan. Maka artinya, Wahid Institute adalah anteknya zionis! Wahid Institute anteknya Asia Foundation. Wahid Institute anteknya Australia Aids. Karena dananya semua dari situ. Itu saja, logika yang mereka gunakan juga bisa digunakan ke mereka. Dengan demikian, kalau mereka adalah anteknya zionis, maka tidak ada zionis yang setuju dengan gerakan Islam. Makanya, Yenny Wahid ikut bersuara apapun juga, kalau zionisme internasional bersuara. Karena dia adalah antek dari zionis itu sendiri. Ini logika yang dia pergunakan sendiri!

Wawancara Eksklusif dengan Munarman, SH : “Agen BIN Yahya Assegaf ingin aborsi gerakan Islam”
M. Fachry Selasa, 6 September 2011 09:42:39 Hits: 4886

Ormas Islam kembali diobok-obok oleh tangan-tangan jahil yang membenci tegaknya syariat Islam. Kali ini Front Pembela Islam (FPI) yang menjadi sasaran tembak. Mengutip seorang pejabat senior BIN, Yahya Assegaf, Wikileaks mengumbar telegram rahasia yang mengungkapkan pemanfaatan FPI yang dianggap sebagai ‘attack dog’ Polri. Ada apa di balik ini semua? Berikut wawancana eksklusif dengan Munarman, SH., selaku Ketua Dewan Pengurus Pusat Front Pembela Islam (FPI) di kantor beliau, Senin (5/09/2011). Arrahmah.com (AR) : Assalamu’alaikum.wr.wb! Munarman (MR) : Wa’alaikumussalam.wr.wb!

AR : Sebelumnya Taqabbalallahu minna wa minkum, Bang! MR : Taqabbal Ya Kariem…! AR: Wikileaks membocorkan kawat diplomatik kedubes AS tertanggal 19 Februari 2006 yang mengutip pernyataan anggota BIN, Yahya Assegaf bahwa FPI adalah “attack dog” bagi kepolisian. Bagaimana menurut Abang? MR : Pertama, penggunaan pilihan-pilihan kata yang digunakan oleh diplomat Amerika menurut saya adalah pilihan-pilihan kata yang sangat kasar, dengan “attack dog” tadi misalnya. Jadi, ini memang gaya Amerika, gaya koboi Amerika, yang memandang rendah semua yang di luar kelompok mereka. Kedua, yang perlu ditelusuri adalah sumber dari diplomat Amerika, karena Wikileaks mendapat sumber dari diplomat Amerika. Nah, diplomat Amerika ini mendapat sumber dari mana. Ternyata diplomat Amerika ini mendapat sumber dari orang BIN (Badan Intelejen Negara) yang bernama Yahya Assegaf. Itu disebut dalam kawat rahasia tersebut. Saya perhatikan, paling tidak ada dua kali, nama Yahya Assegaf ini keluar dari Wikileaks dan disebut sebagai orang BIN, yang pertama dokumen tentang FPI ini, dan yang sebelumnya adalah dokumen bahwa di lingkungan istana penasehat utamanya adalah istri presiden, itu sumbernya juga Yahya Assegaf. Ini artinya, sumber informasi ini adalah dari orang Indonesia juga,dan celakanya, dia adalah orang BIN. Nah, yang perlu kita perhatikan adalah, kalau di Amerika, identitas anggota CIA tidak bisa dibuka, bahkan para aparat pemerintah yang ada di Amerika, kecuali direktur CIA, dan menteri pertahanan, dan presiden, tidak tahu siapa agen CIA itu. Nah, di Indonesia ini aneh, agen BIN, jelas-jelas menyatakan dirinya sebagai agen, itu diketahui oleh kedutaan asing. Jadi artinya apa, fungsi-fungsi kontra intelejen tidak bisa dilakukan lagi oleh BIN ini, karena agen-agennya sudah diketahui orangnya siapa saja. Justru yang sekarang ini terjadi, agen BIN membocorkan atau lebih tepatnya menjual informasi kepada diplomat Amerika. Ini sebuah keadaan yang sangat memprihatinkan. Karena jika agen BIN telah menjual informasi kepada pihak asing, apalagi Amerika, maka ini sudah masuk kategori pengkhianatan, apalagi kalau dijual ke pihak AS yang dikenal selalu memiliki agenda untuk intervensi. Inilah kondisi Negara ini, agen-agen intelejennya dikuasai oleh pihak-pihak asing. Ketiga, yang perlu dikritisi adalah akurasi berita yang disampaikan oleh Yahya Assegaf. Kenapa, Yahya ini dulu pernah mencoba menyusup kepada FPI untuk mengendalikan FPI tentunya, bahkan untuk mengaborsi FPI sebagai sebuah gerakan. Dengan cara apa, yakni dengan cara memprovokasi FPI supaya melakukan tindakan keras melawan polisi dengan cara zero sum game, mati atau hidup. Inikan provokasi yang dilakukan ketika FPI saat itu masih belum siap, baik dari sisi organisasi maupun segala macam, dan FPI tidak disiapkan untuk berkonfrontasi seperti itu. Karena dia gagal memprovokasi, maka kemudian dia mengatakan bahwa FPI adalah ‘attack dog’ polisi, karena tidak mau diprovokasi untuk melawan polisi. Itu sebetulnya kesimpulan Yahya Assegaf yang dijual kepada diplomat Amerika. Jadi bahasa bahwa FPI adalah ‘attack dog’ itu analisa Yahya Assegaf yang tidak bisa memprovokasi FPI untuk melawan polisi. Bahkan di dalam dokumen Wikileak disebut FPI akhirnya menjadi ‘monster’, ini artinya FPI tidak ada yang bisa mengendalikan, dan itu artinya kegagalan. Itu yang harus dilihat, jadi tidak ada yang bisa mengendalikan FPI! Kemudian, pernyataan lainnya dari dia tentang FPI sudah jadi tradisi dibiaya oleh BIN dan polisi adalah hal yang tidak ada faktanya. Pernyataan itu keluar karena dia kecewa tidak bisa mengendalikan FPI dan dia ketahuan oleh para pengurus FPI bahwa dia adalah orang intelejen. Maka dia melakukan black propaganda, memfitnah FPI sebagai ‘attack dog’polisi. Jadi, ini poin penting dari dokumen yang telah dikeluarkan oleh Wikileaks.

AR : Apa motivasi Yahya Assegaf menyusup ke FPI? MR : Sebetulnya dalam teori intelejen ada yang namanya aborsi gerakan, jadi yang dilakukan ke FPI dulu adalah menyusup lalu memprovokasi dan membunuh gerakan tersebut ketika sebelum waktunya, sebagaimana aborsi dalam pengertian medis, dikeluarkan sebelum waktunya. FPI diprovokasi untuk melakukan tindakan yang konfrontatif sebelum waktunya, jadi diharapkan, pada akhirnya tidak ada gerakan Islam di Indonesia yang mampu melakukan koreksi dan mampu menjalankan syariat Islam. Itu sebenarnya agenda utamanya. AR : Apakah ada kaitan dengan Wikileaks yang selalu membocorkan informasi-informasi penting di negeri ini ? MR : Saya kira begini, kalau kita lihat pola yang ada di Wikileaks maka mereka selalu mengambil sumbernya dari kawat diplomatik kedutaan Amerika di seluruh dunia, baik itu Indonesia, Malaysia, hampir semua Negara pernah dibocorkan oleh Wikileaks dan itu sumber satu-satunya adalah kawat diplomatik yang merupakan laporan diplomat-diplomat Amerika kepada Washington. Namun kita harus melihat dengan jernih, belum pernah ada bocoran kawat diplomatik oleh kedutaan Amerika di Tel Aviv, Israel. Jadi tidak pernah ada penilaian oleh diplomat Amerika terhadap kondisi Israel yang dibocorkan oleh Wikileaks. Ini adalah sebuah fakta yang harus menjadi perhatian. Dari sini sebetulnya kita bisa melihat sebetulnya fungsi dari Wikileaks adalah membuat destabilisasi di rezim-rezim dimana Negara yang rezimnya sudah tidak disukai Amerika, untuk menggoyang. Ini ada pemanfaatan. Jadi, bisa saja ketika pendiri Wikileaks Julian Assange didakwa memperkosa dan sebagainya itu adalah sebuah skenario, karena di dalam gerakan zionis internasional, para tokohnya diperankan diburu dan tertindas. Jadi, mereka ingin mengesankan kepada publik bahwa tokoh mereka ditindas, sebagaimana Julian Assange yang dikejar dan di cap sebagai orang yang ditindas karena telah membocorkan informasi. Itu agar Julian dan Wikileaks tidak lagi dicurigai. Terbukti Amerika sampai saat ini juga tidak melakukan apapun kepada Julian Assange. Jadi ini memang pola mereka. Ini taktik khas geraka zionisme internasional, yakni memberi kesan bahwa mereka adalah korban. Jadi, apa yang keluar dari Wikileaks langsung saja diterima dan tidak dipertanyakan lagi. Padahal, kalau kita perhatikan hingga saat ini Wikileaks tidak pernah membocorkan kawat rahasia tentang Israel! Ini khas betul sebagai sebuah gerakan zionis internasional. AR : Kembali ke Yahya Assegaf, pemberi informasi ke Wikileaks. Siapa dia sebenarnya? Ada informasi, anaknya ternyata juga anggota BIN dan ikut mendirikan organisasi zionis internsional. MR : Informasi yang kita punya, dan ini sudah ditulis oleh bocoran Wikileaks bahwa kedubes Amerika mendapatkan informasi dari agen senior BIN yang bernama Yahya Assegaf. Jadi bukan kita yang menginformasikan bahwa Yahya ini agen BIN, melainkan Wikileaks sendiri. Informasi yang lain juga menyebutkan bahwa dia memang agen BIN, dan memang tugasnya dia adalah masuk ke berbagai pergerakan Islam, termasuk anaknya. Anaknya yang bernama Hani Yahya Assegaf, yang menggunakan nama Israel, Hansagov, bahkan mendirikan Indonesia Israel Public Affairs Comitte (IIPAC), sebuah LSM yang memiliki agenda untuk mempromosikan zionisme internasional. Itu ada di anggaran dasar IIPAC, tujuannya jelas adalah membangun hubungan dengan Israel dan pada tingkatan yang kongkrit secara politik sampai berdirinya kedutaan besar Israel di Indonesia. Bahkan dalam beberapa wawancara di media, orang-orang IIPAC menyatakan akan mempromosikan beberapa nama untuk menjadi presiden. Itu artinya, supaya ketika mereka memiliki pengaruh kepada kandidat presiden dan berhasil menjadikan

kandidat tersebut presiden, maka harapan mereka akan terwujud, yakni mendirikan kedutaan Israel di Indonesia. Itulah agenda utamanya. Beberapa informasi lain bahkan menyebutkan bahwa Hani Yahya Assegaf ini juga menyusup ke berbagai aktivis Islam lainnya, termasuk aktivis-aktivis gerakan jihad, bahkan dikabarkan sempat tidur bersama, sempat membiayai. Bahkan dia sempat memberi uang sampai hampir 1.000 dollar kepada aktivis gerakan jihad, untuk mendapatkan informasi segala macam, membiayai keberangkatan ke luar negeri, membuatkan paspor palsu, kepada aktivis-aktivis gerakan Islam dan gerakan jihad, tujuan utamanya kembali kepada menggunakan taktik aborsi, agar ketika jaringannya diketahui lalu diprovokasi agar melakukan tindakan yang bisa dihukum, itu akan diserang dengan proses hukum agar gerakannya mati. Itu sebenarnya agenda mereka kepada gerakan Islam! AR : Mengapa Wikileaks tiba-tiba keluarkan bocoran ini? MR : Setelah beberapa waktu lalu media massa dipenuhi dengan agenda pembubaran ormas Islam, dan kini isu tersebut sudah menurun. Artinya mereka tidak berhasil menggunakan cara itu. Sekarang mereka mengubah taktik, dengan pembusukan. Oleh karena itu, mereka menyebarkan informasi yang kredibel tadi, yang orang tanpa reserve, yang orang tidak lagi kritis, dan akhirnya informasi tadi dikutip oleh pelbagai media, untuk menjatuhkan kredibilitas dengan menganggap gerakan-gerakan Islam adalah menjadi semata-mata alat suatu rezim tertentu saja, yang dalah hal ini adalah polisi. Itu yang mereka mau sebenarnya sekarang ini. Dan lagi-lagi cara-cara seperti ini, yakni menghancurkan kredibilitas gerakan Islam adalah ciri khas gerakan zionisme internasional. AR : Kalau begitu FPI difitnah? MR : Dalam soal ini ya! Meski saya sendiri baru di FPI, tapi saya sudah klarifikasi ke pengurus-pengurus lama, dan mereka menyatakan bahwa tidak pernah ada itu, donator sebagaimana yang pernah mereka sebutkan, tidak pernah ada itu. Kalau benar ada, mungkin FPI gedungnya sudah 10 lantai. FPI juga tidak lagi repot minta sumbangan. Karena saat ini, kalau hendak mengadakan kegiatan tertentu, maka kita sumbangan, keluar dari kantong masing-masing, baik pengurus maupun jama’ah. Nah, itu yang coba mereka berangus, yakni eksistensi gerakan Islam, bukan cuma FPI saja. AR : Kalau FPI sendiri memiliki prosedur standar operasional kalau ingin aksi? MR : Jelas, ada di prosedur juang kita, ada 10 tahapan, 10 tahapan tersebut bisa memakan waktu sekitar 2 bulan sampai 1 tahun. Dimulai dengan berkirim surat terlebih dahulu, mengirimkan peringatan, mengirimkan surat protes kepada pejabat yang berwenang, sampai akhirnya demo dan aksi. Dalam setiap prosedur tersebut ada larangan melanggar hukum agama dan Negara. Jadi saya kira apa yang terjadi belakangan ini di berbagai tempat ada campur tangan dari agen-agen intelejen. Sebagaimana saya ceritakan tadi, dulu anaknya Yahya Assegaf, yakni Hani Assegaf, pernah menceritakan kepada seseorang bahwa dia pernah mencoba memprovokasi FPI agar melawan polisi dengan bambu runcing. Ini contoh dari penyusupan dan provokasi untuk melawan dengan membabi buta dan tanpa strategi. AR : Melihat kondisi ini, apa pesan untuk ormas Islam dan kaum Muslimin? MR : Saya kira yang penting untuk dibangun, baik itu aktivis Islam, maupun ormas Islam, adalah sense of intelegent, kemampuan atau daya sensitive untuk melakukan kontra terhadap intelejen. Saya kira ini yang masih lemah di pergerakan Islam. Karena saya kira aktivis pergerakan Islam ini berfikirnya husnudzon

atau berprasangka baik, sebelum terbukti bersalah. Ini sah-sah saja dan juga tuntunan dari Rasulullah SAW. Hanya saja kita harus melihat kepada siapa kita harus su’udzon atau berprasangka buruk. Artinya kalau kepada fihak-fihak yang jelas-jelas memiliki agenda menentang penegakan syariat Islam, maka kita harus waspada betul. Hal ini juga dicontohkan sebagaimana dalam Al Qur’an Surat At Taubah, ayat 108 sampai 110. AR : Terakhir bang, bagaimana dengan Ahmadiyyah, FPI masih terus upayakan pembubarannya? MR : Terus, itu terus. FPI akan menggunakan mekanisme yang disediakan untuk membubarkan Ahmadiyyah, yakni wewenang presiden. Untuk ditingkat awam umat Islam, kita sudah berhasil dengan mensosialisasikan bahwa Ahmadiyyah itu sesat. Orang sekarang sudah tahu semua bahwa Amadiyyah itu sesat. Satu agenda itu sudah tercapai. Tinggal lagi secara hukum, dan itu kewenangan Negara, kewenangan presiden untuk membubarkan Ahmadiyyah, dan itu akan kita desak terus! Jangan lupa juga, FPI melihat, di belakang Ahmadiyyah ini dan merupakan perisai mereka adalah kaum liberal, baik yang ada di lingkungan kekuasaan, kalangan LSM, maupun media. Mereka inilah yang melindungi Ahmadiyyah sebetulnya, sehingga Negara ini tidak mampu menjalankan tugasnya. Mereka-mereka inilah yang sebenarnya melanggar hukum, menentang hukum yang mereka buat sendiri. Mereka ini khawatir dengan gerakan Islam dan kebangkitan Islam. Jadi, mereka menginginkan gerakan Islam hilang atau hancur. Sehingga mereka berupaya mengaborsi gerakan Islam atau menghancurkan kredibilitasnya. AR : Jazakallah bang, Wassalamu’alaikum.wr.wb! MR : Wa iyyakum, Wa’alaikumussalam.wr.wb!

Munarman: Yahya Assegaf antek Amerika
Althaf Ahad, 4 September 2011 19:06:45 Hits: 4011

JAKARTA (Arrahmah.com) – Front Pembela Islam tak membantah kalau disebut tangan kanan polisi seperti yang diungkap kawat diplomatik kedutaan besar Amerika Serikat dalam Wikileaks.

“Kalau pun FPI dikatakan oleh Yahya Assegaf digunakan oleh polisi, itu artinya digunakan untuk kemanfaatan masyarakat,” kata Ketua Dewan Pengurus Pusat Front Pembela Islam, Munarman, dalam pesan singkat yang diterima Tempo, Minggu (4/9/2011). Wikileaks mengungkapkan, kawat diplomatik tertanggal 19 Februari 2006, menyebut anggota Badan Intelijen Negara Yahya Assegaf dekat dengan FPI. Yahya pulalah yang memberi peringatan kepada kedutaan Amerika Serikat atas aksi protes FPI terhadap kartun Nabi Muhammad. Yahya juga menyatakan FPI adalah “attack dog” bagi kepolisian. Menurut Munarman, apa yang disampaikan Yahya ke kedutaan sama saja menjual informasi negara. Apalagi Yahya melalui anaknya Hani Y Assegaf ternyata mendirikan Indonesia Israel Public Affair Committe (IIPAC). Komite tersebut sempat membuat heboh dengan perayaan kemerdekaan Israel. “Lha antek Amerika dan antek Zionis Israel memang suka menebar fitnah dan issue demi uang,” kata Munarman. Maka ia pun mempertanyakan patriotisme dan nasionalisme Yahya. Soalnya karena Yahya telah menyampaikan informasi ke kedutaan, maka sama saja pengkhianat negara. “Pengkhianat kepada negara harusnya dihukum,” ujar Munarman. FPI, kata Munarman, juga mempertanyakan tentang bocoran WIkileaks. “Sampai saat ini, tidak pernah ada bocoran kawat diplomatik tentang Israel, ada apa dengan pola Wikileaks ini,” tanya Munarman

Wikileaks: "FPI dianggap monster" (?)
Rasul Arasy Ahad, 4 September 2011 08:08:25 Hits: 4437

JAKARTA (Arrahmah.com) – Setelah beberapa waktu lalu membocorkan dokumen terkait menterimenteri SBY, Wikileaks kembali membocorkan sejumlah dokumen rahasia Amerika Serikat yang terkait dengan Indonesia. Dalam bocoran kali ini, Wikileaks memaparkan tentang ‘hubungan’ antara polisi dengan ormas Front Pembela Islam (FPI).

Dokumen tersebut mengklaim bahwa FPI pada awalnya berniat dijadikan ‘attack dog’ Polri. “Yahya Asagaf, seorang pejabat senior BIN mengatakan, Sutanto yang saat itu menjadi Kapolri menganggap FPI bermanfaat sebagai ‘attack dog’,” ungkap telegram rahasia yang dipublikasikan oleh Wikileaks itu. Ketika pejabat kedutaan AS menanyakan ‘pemanfaatan’ FPI yang dianggap memainkan peran ‘attack dog’ tersebut Polri beralasan bahwa meskipun polisi sudah cukup menakutkan bagi masyarakat, Yahya menjelaskan bahwa FPI digunakan sebagai ‘alat’ agar polisi tidak menerima kritik terkait pelanggaran Hak Asasi Manusia. Disebutkan juga bahwa mendanai FPI sudah menjadi ‘tradisi’ di lingkungan Polri dan BIN. Salah satu donatur dari lembaga Polri adalah mantan Kapolri yang kini menjadi Kepala BIN, Jenderal (Purn) Sutanto sebagai salah satu tokoh yang pernah menjadi donatur FPI. Masih dari dokumen yang sama diungkapkan bahwa pendanaan dari Sutanto tersebut diberikan sebelum serangan yang dilakukan FPI ke Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Februari 2006 silam. Terkait serangan ke Kedutaan Besar Amerika, seorang pejabat senior di Badan Intelijen Negara (BIN), Yahya Asagaf, memiliki “kedekatan yang cukup” dengan sejumlah tokoh di FPI. Karena itulah ia kemudian bisa memberi peringatakan kepada pejabat Kedubes AS di Jakarta, bahwa Kedubes AS akan diserang oleh FPI pada 19 Februari 2006 silam, dikarenakan pemuatan kartun Nabi Muhammad di sebuah media di AS. Setelah serangan terjadi Sutanto menghentikan aliran dananya setelah serangan terjadi. Kawat diplomatik yang dipublikasikan Wikileaks juga mengatakan bahwa FPI mendapatkan sebagian besar dananya dari pejabat Polri lainnya, tetapi para donatur kemudian memotong dana setelah serangan dilakukan. Bocoran Wikileaks juga menglaim bahwa mantan Kapolda Metro Jaya, Komjen (purn) Nugroho Djajusman mempunyai ‘kedekatan’ dengan FPI. Nugroho telah mengakui hal tersebut kepada pejabat Kedubes AS. “Tapi Nugroho membela diri dengan mengatakan bahwa suatu hal yang lumrah ia memiliki kontak dengan semua organisasi, termasuk FPI, karena posisinya saat itu sebagai Kapolda Metro Jaya,” ungkap Wikileaks. Telegram ini kemudian membeberkan bagaimana Nugroho menggambarkan ‘kedekatan’ tersebut, dengan mengklaim bahwa Jenderal Sutanto saat menjadi Kapolri, kekurangan koneksi yang diperlukan dengan FPI. Dan saat terjadi demonstrasi disertai aksi kekerasan oleh massa FPI, Sutanto terpaksa harus menelepon dan meminta bantuan Nugroho sebagai tokoh yang dihormati di lingkungan FPI. “Nugroho kemudian mengatakan kepada pejabat Kedutaan AS bahwa dia kemudian menelepon Ketua FPI, Habib Rizieq, dan mengatur penyerahan diri tiga orang anggota FPI, yang mengatur kekerasan di depan Kedubes AS,” ungkap bocoran kawat diplomatik tersebut. Sementara itu pada telegram terbaru di akhir 2006 yang dibocorkan oleh Wikileaks, disebutkan bahwa Yenny Wahid, putri mantan Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur), mengatakan bahwa para pensiunan

jenderal yang selama ini membantu dan mendanai FPI, termasuk mantan Kapolda Metro Jaya Nugroho Djajusman, tak mampu mengontrol kelompok tersebut. Dokumen tersebut mengklaim bahwa para donatur FPI itu telah “menciptakan monster” lantaran ormas yang mereka danai ternyata menjadi independen dan tidak merasa terikat dan tidak bisa seenaknya disetir oleh para donatur mereka. “Walaupun siapa saja yang memiliki uang dapat menyewa FPI untuk kepentingan politik, namun tidak ada seorang pun di luar FPI bisa mengontrol Habib Rizieq yang kini menjadi bos bagi dirinya sendiri,” klaim bocoran telegram rahasia tersebut. Jika benar pemberitaan dokumen tersebut, sepertinya, niat awal menjadikan FPI sebagai Attack Dog sepertinya telah gagal total! Pasalnya sumbangan-sumbangan yang dialirkan ke FPI tak mampu membuat FPI tunduk dan nurut pada sang donatur. FPI dinilai independen dan tak tergiur dengan iming-iming uang sumbangan dalam menjalankan kegiatan dan operasi mereka. Hal ini sudah cukup menjadi bukti bahwa FPI bukanlah salah satu organisasi yang bisa dibeli. Tetapi ormas yang menjadikan Islam sebagai standar kegiatan organisasi bukan uang! Tapi apapun itu, terlepas dari benar atau tidaknya dokumen tersebut sebagai kaum Muslim kita harus tetap mewaspadai setiap berita yang datangnya dari orang kafir. Karena bisa jadi pemberitaan tersebut hanya merupakan ‘serangan opini’ bagi FPI yang dikenal tegas dalam mengamalkan amar ma’ruf nahi mungkar. Wallohua’lam

Mantan agen CIA: "Israel berniat serang Iran pada Sepetember tahun ini"
Rasul Arasy Selasa, 19 Juli 2011 16:22:34 Hits: 5459

TEL AVIV (Arrahmah.com) Robert Baer, seorang perwira CIA yang telah menghabiskan 21 tahun masa tugasnya di Timur Tengah berpendapat bahwa Israel akan membom Iran di musim gugur, yang pastinya akan menyeret Amerika Serikat ke “perang besar” lain dan membahayakan militer AS dan warga sipil di seluruh Timur Tengah dan sekitarnya. Awal pekan ini, Robert Baer muncul di acara provokatif KPFK di Los Angeles dengan pembawa acara Masters Ian. Di sanalah ia memprediksikan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kemungkinan besar akan memicu perang dengan Iran dalam waktu dekat. Robert Baer telah merintis “karir” dalam CIA, termasuk bertugas di Irak pada 1990-an di mana ia mengadakan oposisi terhadap Saddam Hussein. (Dia ingat setelah dituduh mencoba untuk mengatur pembunuhan Saddam). Setelah pensiun, ia menerima penghargaan atas jasanya tersebut. Baer adalah agen CIA biasa. George Clooney meraih Oscar untuk memerankan karakter berdasarkan profil Baer dalam film Syriana. Dia dengan jelas mengatakan tidak ada banyak nama sebagai sumber di Israel, Amerika Serikat, dan di tempat lain, tetapi beberapa nama tokoh keamanan Israel memperingatkan bahwa Netanyahu dan Menteri Pertahanan Ehud Barak bersikeras tentang perang tersebut. Kebanyakan mantan Mossad waspada kepada Netanyahu Baer terkesan dengan peringatan (belum pernah terjadi sebelumnya) yang ungkapkan oleh mantan kepala Mossad, Meir Dagan, tentang rencana Netanyahu. Dagan keluar dari badan intelijen Israel tersebut pada bulan September 2010. Dua bulan lalu, dia meramalkan bahwa Israel akan menyerang dan mengatakan bahwa melakukan hal tersebut akan menjadi “hal terbodoh” yang bisa ia bayangkan. Demikian yang diungkapkan surat kabar Haaretz. Ketika ditanya tentang apa yang akan terjadi pasca serangan Israel, Dagan mengatakan bahwa: “Ini akan diikuti oleh perang dengan Iran. Ini adalah hal yang kita tahu sebagai permulaan, tetapi tak tahu bagaimana akhirnya” Iran memiliki kemampuan untuk menembakkan roket ke Israel selama sebulan penuh, dan Hizbullah bisa menembakkan puluhan ribu roket dan ratusan rudal jarak jauh, kata Dagan. Menurut Ben Caspit dari harian Israel Maariv, kemarahan Dagan terhadap kepemimpinan politik Israel tidak hanya dikarenakan kedudukannya sebagai kepala Mossad, yang mengharuskan untuk terus tutup mulut melainkan juga karena Dagan sangat konservatif pada masalah keamanan. Caspit menulis Dagan yang “salah satu orang yang paling militan sayap kanan yang pernah lahir di sini (Israel) mengatakan bahwa kepemimpinan memiliki visi dan tidak bertanggung jawab, kita harus berhenti tidur nyenyak di malam hari”. Dagan menggambarkan pemerintah Israel saat ini sebagai “pemerintahan yang berbahaya dan tidak bertanggung jawab” dan berbicara menentang Netanyahu merupakan kewajibannya.

Selain itu, kebencian Dagan terhadap Netanyahu sering ditunjukkan dalam pembentukan keamanan Israel. Mengutip harian Think Progress , ada 12 dari 18 orang mantan kepala dua badan keamanan Israel (Mossad dan Shin Bet) secara aktif telah menentang sikap Netanyahu. Singkatnya, sementara Kongres dengan patuh memberikan 29 kali tepuk tangan bagi Netanyahu, orangorang Israel yang mengetahui tentang Netanyahu pasti berpikir bahwa Netanyahu adalah bencana yang berbahaya. Ada “kemungkinan besar” bahwa Netanyahu “merencanakan serangan [terhadap Iran] … dan mungkin akan pada bulan September 2011 sebelum pemungutan suara terkait terbentuknya sebuah negara Palestina, dimana Netanyahu berharap akan menarik Amerika Serikat ke dalam konflik.”, Baer menjelaskan. Angkatan udara Israel akan menyerang “Natanz dan fasilitas nuklir lainnya untuk menurunkan kemampuan Iran untuk menyerang balik seperti yang terjadi di Basrah, Baghdad, dan bahkan seperti yang terjadi di Afganistan” katanya. Kemudian Amerika Serikat akan bergabung dalam perang tersebut dengan melakukan serangan terhadap sasaran Iran. “Pasukan khusus kami sudah melihat sasaran Iran di Irak dan seberang perbatasan [di Iran] sebagai tempat kami akan menyerang. Ini adalah skenario mimpi buruk Kita. tidak memiliki cukup pasukan di Timur Tengah untuk melawan perang seperti itu. ” Baer menambahkan, “Saya pikir kita melihat ke dalam jurang”. Perang Israel, perang AS juga Dalam acara tersebut Master bertanya pada Baer, mengapa militer AS tidak bergerak untuk menghentikan perang ini terjadi. Baer menjawab bahwa militer menentang, seperti mantan Menteri Pertahanan Robert Gates, yang menggunakan pengaruhnya untuk menggagalkan serangan Israel selama Bush dan Obama. Tapi dia sudah pergi sekarang dan “ada pesan peringatan di Pentagon” untuk mempersiapkan perang. Perlu dicatat bahwa rezim Iran cukup mampu memicu perang dengan Amerika Serikat melalui beberapa kombinasi dari kebodohan kolosal dan kebencian belaka. Bahkan, seperti yang dijelaskan Baer, Garda Revolusi Iran akan menyambut “genderang” perang. Baer berpendapat Iran membutuhkan musuh eksternal. Dan itu adalah Israel. Tetapi untuk membuat ancaman ini dipercaya, Iran akan suka jika terjadi serangan terhadap fasilitas-fasilitas nuklir mereka, sehingga mereka punya alasan untuk pergi ke perang di Bahrain, Arab Saudi, Irak dan memukul kami (AS) di mana mereka bisa. Pertahanan mereka (Iran) adalah asimetris. Mereka akan melakukan kerusakan serius pada armada kami di Teluk. Mengingat semua itu, apakah mungkin bahwa Amerika Serikat akan membiarkan Israel untuk menyerang ketika presiden Obama tahu, AS akan dipaksa untuk bergabung perang di sisi Israel? Apa yang terjadi ketika Anda melihat 100 F-16 Irak mendekati dan ada panggilan ke Gedung Putih [dari Netanyahu] yang mengatakan “Kita masuk, kita sedang perang dengan Iran”? Apakah yang akan Presiden Amerika Serikat lakukan? Dia memiliki pengaruh sedikit di atas Bibi Netanyahu. Itu berarti kita tidak bisa menghentikannya. Dan Obama tahu itu.

Jika Israel membom Iran besok, Kongres akan melupakan semua tentang perbedaan partai mereka, DPR dan Senat mendukung serangan dan panggilan terus mendukung Israel. Itulah yang selalu dilakukan Kongres, dan akan selalu melakukannya karena lobi Israel adalah pemain kunci AS dalam membuat kebijakan terkait Timur Tengah. Serangan Israel terhadap Iran akan berbeda. Ini akan membawa dampak membahayakan yang tak terhitung jumlahnya bagi Amerika. Hal tersebut juga akan mematikan setiap upaya pemulihan ekonomi dengan menyebabkan harga minyak meroket. Ini akan menelan AS dalam perang Timur Tengah yang lain. Dan pastinya hal tersebut akan mengancam keberadaan negara Israel. Makin jatuh ke dalam jurang kebangkrutan Padahal seperti yang telah menjadi “rahasia” dunia, bahwa AS mengalami kerugian tak terhingga dari segi moral maupun materi yang diakibatkan peperangan melawan “teroris”, perang Afganistan yang tak mampu dimenangkanoleh AS, juga perang-perang yang kini masih bergejolak di Timur Tengah. Jika memang benar, maka rencana menyulut perang dengan Iran oleh Israel yang sudah pasti akan dibantu oleh AS akan mebuat Amerika makin terpuruk ke dalam jurang kekalahan, kerugian, kenistaan, dan kehinaan. Wallohua’lam

Wikileaks : Al Jazeera dikontrol oleh kedutaan Amerika di Qatar?
Hanin Mazaya Senin, 12 September 2011 06:33:03 Hits: 936

DOHA (Arrahmah.com) – Menurut informasi yang dirilis Wikileaks berdasarkan laporan kawat Amerika di kedutaan AS untuk Doha, Qatar, Chase Untermeyer, tertanggal 19 Oktober 2005, kepala departemen public relation kedutaan memanggil direktur Al Jazeera, Wadah Khanfar dan sangat menegurnya sehubungan dengan laporan oleh intelijen militer Amerika pada peristiwa perang Irak.

Para perwira Amerika memerintahkan Khanfar untuk mengidentifikasi sumber-sumber Al Jazeera di Irak untuk intelijen AS dan tidak menggunakan kata “kesepakatan” dalam laporan, ketika terjadi sebuah perjanjian lisan antara pemerintah boneka Irak dengan militer Amerika. Dalam pembelaannya, Khanfar mengatakan : 1. Ada beberapa kesalahan kecil yang kita terima dan alamatkan 2. Laporan intelijen militer AS mengambil potongan-potongan dari keseluruhan dan tidak menyebutkan konteks. 3. Adapun statemen “teroris”, Al Jazeera telah melakukan sensor dan editing, keterangan “teroris” terpaksa digunakan dalam laporan. Namun Anda tidak bisa memaksa rakyat Irak biasa, yang diwawancarai dalam laporan untuk berbicara dalam bahasa demokratik. Dia, Khanfar, sebagai kepala manajer, memerintahkan wartawan untuk menggunakan bahasa demokratik pro-Amerika tetapi ia tidak bisa memberi perintah tersebut kepada rakyat Irak biasa. Berkenaan dengan Laporan Khusus tentang pembantaian penduduk sipil oleh tentara Amerika di Tal Afar, ia sudah menghapus 2 foto pembantaian di situs Al Jazeera. Khanfar juga berjanji untuk menghapus bukti dari dokter setempat mengenai penggunaan gas beracun oleh tentara Amerika terhadap warga sipil Tal Afar. Untuk menghindari kemarahan ini berulang, dia, Khanfar memberikan perintah kepada wartawan untuk mengirim semua bahan untuk “Laporan Khusus” kepada dirinya untuk dilakukan penyensoran, Duta Besar Amerika menulis dari Qatar dalam catatan hariannya.

Antara Millah Ibrahim dan Strategi Jihad: Memilah simpatisan mujahidin di barisan musuh
Saif Al Battar Rabu, 7 September 2011 09:17:24 Hits: 3786

Arrahmah.com – Perang salib baru yang dikomandani AS telah berlangsung sepuluh tahun, sejak dikumandangkan oleh George W. Bush pada tanggal 16 September 2001. Diawali dengan invasi militer aliansi salibis-zionis-paganis internasional ke Afghanistan dan Irak, kini medan jihad fi sabilillah semakin meluas ke seluruh penjuru dunia. Para mujahidin di seluruh dunia menyambutnya dengan semangat baja dan perjuangan penuh pengorbanan demi tegaknya kalimat tauhid dan syariat Allah SWT di muka bumi. Jihad di Palestina, Pakistan, Somalia, Yaman, dan lain-lain mulai menampakkan tanda-tanda kemenangan. Di tengah gencarnya peperangan antara kubu al-haq dan kubu a-bathil, banyak pemuda muslim yang bangkit semangatnya dan bersiap menerjuni kancah jihad fi sabilillah melawan pasukan salibis-zionispaganis internasional. Mereka memiliki dasar pemahaman tauhid dan wala’ wal bara’ yang cukup baik. Namun seringkali hal itu tidak diimbangi dengan pemahaman fiqih waqi’ (memahami realita), fiqih awlawiyat (memahami skala prioritas), fiqih mashalih wal mafasid (menimbang aspek maslahat dan kerusakan), dan siyasah syar’iyah (politik sesuai aturan syariat) yang baik. Akibatnya, karena masalah-masalah sepele, mereka sering terjerumus dalam perbedaan pendapat yang runcing. Tak jarang hal itu berakhir dengan perpecahan, ta’ashub buta, dan saling mengkafirkan di antara sesama aktifis muslim. Padahal mereka hanyalah para penuntut ilmu pemula, bukan ulama yang mumpuni keilmuannya, bukan pula para komandan jihad yang mengerti betul realita jihad di lapangan. Musuh zionis, salibis, paganis, dan komunis belum pernah mereka ‘usik’. Namun mereka sudah terjebak dalam suasana perselisihan, perpecahan, dan mengkafirkan sesama muslim yang berusaha meniti jalan jihad fi sabilillah. Boleh jadi, musuh-musuh Islam telah melakukan infiltrasi dan ‘mengompori’ mereka untuk melupakan musuh Islam dan sibuk ‘menyerang’ sesama muslim. Untuk itu dalam kesempatan ini, arrahmah.com mengangkat korespondensi salah seorang komandan mujahidin dan qadhi syar’i Imarah Islam Qauqas (Negara Islam Kaukasus: Chechnya dan Dagestan) dengan syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi fakkallah asrahu. Korespondensi tersebut sangat urgen, karena kaum muslimin bisa mempelajari darinya bagaimana memadukan antara pelajaran tauhid, wala’ dan bara’ dengan fiqih waqi’, fiqih awlawiyat, fiqih mashalih wal mafasid, dan siyasah syar’iyah nabawiyah. Semoga dengan merenungkan korespondensi ini, ‘tragedi’ sesama aktivis Islam yang hendak meniti jalan jihad fi sabilillah bisa diredam dan ditiadakan. Selamat menikmati… Korespondensi antara hakim syariat dan komandan mujahidin Imarah Kaukaz Abu Imran Anzur bin Aldar dengan syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi Pertanyaan

Syaikh kami yang mulia, Abu Muhammad Al-Maqdisi hafizhahullah ‫السلم عليكم و رحمة ال و بركاته‬ Bagaimana keadaan Anda, syaikh kami yang tercinta? Bagaimana kabar kesehatan Anda? Saya ingin mendapatkan berita yang menenangkan hati setelah mendengar berita kecelakaan mobil yang menimpa Anda. Thahurun laa ba’sa insya Allah. Saya memohon kepada Allah agar senantiasa menjaga Anda dan keluarga Anda dari segala keburukan. Wa ba’du… Saya hendak meminta fatwa kepada Anda tentang sebuah masalah yang memiliki kaitan erat dengan millah Ibrahim. Dakwah Islam menyebar luas di Rusia. Banyak orang Rusia yang masuk Islam dan banyak pula di antara orang Rusia yang bersimpati kepada kaum muslimin dan mujahidin. Terkadang orang-orang Rusia yang bersimpati tersebut adalah para pejabat tinggi dalam lingkungan tentara, intelijen, dan lembaga-lembaga tinggi pemerintahan Rusia yang lain. Sebagian mereka menampakkan keinginannya untuk membantu mujahidin. Sebagian mereka menyatakan bisa menyuplai informasi kepada mujahidin. Sebagian lainnya menyatakan siap memberikan sokongan dana dan bantuan-bantuan lainnya. Mereka mengatakan tidak mencintai pemerintah Rusia, namun mereka juga tidak ingin melepaskan jabatan-jabatan syirik mereka tersebut. Kami mengajak mereka untuk masuk Islam. Kami katakan kepada mereka bahwa persoalan pertama, pekerjaan-pekerjaan mereka adalah pekerjaan-pekerjaan syirik. Persoalan kedua adalah melalui pekerjaanpekerjaan tersebut, mereka terlibat dalam peperangan melawan Islam. Mereka menjawab bahwa mereka justru bisa lebih banyak membantu kaum muslimin jika mereka bertahan dalam pekerjaan-pekerjaan tersebut Kami katakan kepada mereka bahwa jika mereka berposisi sebagai intel untuk kami, maka persoalannya boleh menurut pendapat sebagian ulama. Namun mereka menyatakan tidak siap jika harus berada dalam ketaatan kepada komandan jihad. Mereka hanya mampu membantu mujahidin dalam sebagian perkara. Mereka mengkhawatirkan keselamatan diri mereka sendiri, karena komandan jihad terkadang memerintahkan mereka melakukan urusan yang membawa bahaya besar bagi diri mereka. Misalnya komandan jihad memerintahkannya untuk menyalin (mencuri) sebagian dokumen rahasia Rusia. Oleh karenanya ia menjawab, “Saya akan membantu kalian dengan cara saya, namun saya tidak tunduk kepada perintah-perintah kalian.” Oleh sebab itu kami katakan kepada mereka, “Boleh jadi kalian memberi manfaat kepada Islam dan kaum muslimin dengan bantuan kalian itu. Karena (dalam hadits shahih disebutkan—edt) Allah menolong agama ini melalui perantaraan orang yang banyak dosa. Namun kalian tetap berada dalam kesyirikan. Atas bantuan kalian ini, kalian sama sekali tidak akan mendapatkan pahala di sisi Allah. Kenapa kalian menjerumuskan jiwa kalian kepada bahaya yang tiada balasan apapun bagi kalian padanya?

Pertanyaannya adalah bolehkah kita menerima bantuan mereka? Ataukah kami harus menampakkan permusuhan dan kebencian kepada mereka? Perlu diketahui bahwa mereka ada beberapa macam: Pertama, orang-orang yang ingin membantu mujahidin dengan tujuan merugikan (presiden Rusia Vladimir Putin (saat ini sudah digantikan oleh tangan kanan Putin, Dmitry Medvedev–edt). Mereka tidak meminta balasan apapun dari kita. Mereka memberi bantuan tanpa syarat apapun. Di permukaan, mereka seakan-akan mendukung partai, pemerintahan, dan tentara Putin. Namun secara sembunyi-sembunyi mereka membuat makar untuk menjatuhkan Putin. Kedua, orang-orang yang mengaku beragama Islam. Nenek moyang mereka adalah suku bangsa Kaukas atau Tartar. Mereka adalah orang-orang murtad, namun sebenarnya lebih dekat kepada orang kafir asli, wallahu a’lam, karena banyak di antara mereka adalah orang-orang komunis. Mereka bersimpati kepada orang-orang yang bersuku bangsa sama dengan mereka. Mereka meremehkan orang-orang Rusia, sebaliknya orang-orang Rusia juga meremehkan mereka. Kami katakan kepada mereka, “kalian tidak ada bedanya dengan bangsa Rusia. Kalian kafir seperti halnya mereka, bahkan kekafiran kalian lebih berat. Asal muasal kalian dari suku atau bangsa tertentu tidak memberi kalian manfaat apapun.” Kondisi mereka lebih menyerupai kondisi kaum munafik karena mereka datang kepada orang-orang kafir dengan satu muka lalu datang kepada orang-orang beriman dengan muka yang lain lagi. Kami tidak tahu apakah mereka benar-benar menerima dakwah kami ataukah mereka memberikan berbagai bantuan tersebut untuk melindungi diri mereka dari serangan mujahidin. Apa yang boleh kami katakan kepada mereka? Jika kewajiban kami adalah menampakkan permusuhan kepada mereka, lantas manakah di antara dua pilihan berikut yang hukumnya boleh atau benar? Pilihan pertama, kami mengatakan kepada mereka, “Kalian adalah musuh kami. Kami wajibkan atas diri kalian untuk membayar sejumlah harta setiap bulan sekali, misalnya. Sebagai balasannya, kami tidak akan mengusik kalian. Kami akan memilih target-target lain yang lebih besar bahayanya terhadap Islam.” Pilihan ini artinya kami memberikan jaminan keamanan kepada mereka untuk tenggang masa tertentu dengan imbalan sejumlah harta atau bantuan-bantuan yang lain. Apakah pilihan ini membatalkan millah Ibrahim? Jika orang-orang tersebut adalah orang-orang murtad, maka apakah menerima tebusan harta dari mereka berarti menyetujui kemurtadan mereka? Di sini masih ada persoalan lain, jika kami menawan orang murtad, maka apakah kami boleh menukarkannya dengan seorang muslim yang ditawan oleh Rusia? Atau bolehkah kami meminta orangorang kafir menyerahkan sejumlah uang sebagai tebusan pembebasan orang murtad ini? Apakah hal itu berarti menyetujui kemurtadannya? Ataukah kami wajib menegakkan hukuman riddah (hukuman mati) atas orang murtad ini? Soal yang kami tanyakan ini bukan berlaku umum, namun khusus untuk kondisi kami di Kaukasus.

Pilihan kedua, kami mengatakan kepada mereka: “Kalian adalah musuh kami, dan tidak boleh ada tolong menolong antara kami dengan kalian. Namun jika kami melihat pekerjaan-pekerjaan yang kalian lakukan menunjukkan kejujuran keinginan kalian untuk membantu kaum muslimin, maka kami akan menyibukkan diri dengan menyerang orang-orang kafir selain kalian yang lebih besar bahayanya terhadap Islam. Pilihan ini berarti kami tidak memberikan jaminan keamanan kepada mereka, kami mengambil harta atau informasi dari mereka tanpa perlu memberi balasan timbal balik. Ketiga, orang-orang yang menampakkan keinginan untuk mempelajari pokok-pokok ajaran agama Islam. Mereka mempergunakan jabatan-jabatan mereka untuk meminimalkan bahaya terhadap kaum muslimin. Mereka bersungguh-sungguh memberikan bantuan kepada mujahidin sehingga mereka menanggung resiko besar, keselamatan hidup mereka dalam bahaya. Ada harapan mereka akan masuk Islam. Bolehkah kami mengatakan kepada mereka: “Kalian adalah orang-orang kafir, namun kalian berusaha sesuai kemampuan kalian untuk membantu mujahidin. Maka kedudukan kalian mendekati kedudukan mata-mata bagi mujahidin. Namun ketahuilah, sesungguhnya kalian tidak mendapatkan pahala apapun atas bantuan kalian, karena kesyirikan itu menghapuskan seluruh amalan.” Demikianlah pertanyaan atas persoalan yang membuat saya kebingungan. Masalah ini adalah masalah yang sangat rawan. Salah seorang di antara kami tidak tahu barangkali setan bisa saja mendatanginya dari satu cara tertentu lalu membuatnya terkena fitnah (godaan besar) dalam diennya sehingga ia menjadi kafir. Naudzu billah… Sungguh bani Israil pada masa nabi Musa AS telah mengambil patung anak sapi sebagai sesembahan padahal saat itu mereka adalah bangsa yang paling mulia. Jika hal itu terjadi pada sebuah kaum yang di tengah mereka terdapat nabi Musa dan Harun AS…jika hal itu terjadi pada sebuah kaum yang menjadi saksi hidup bagaimana Allah membinasakan Fir’aun dan bala tentaranya…bagaimana salah seorang di antara kami tidak takut jika terjatuh dalam kesyirikan? Kami memohon kepada Allah keselamatan dan keteguhan di atas tauhid. Jazakumullah khairan syaikh kami yang tercinta, semoga Allah melimpahkan berkah-Nya kepada Anda dan menolong agama ini dengan perantaraan Anda. Sampaikanlah salam kami kepada semua ikhwah yang bersama dengan Anda. Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi kita Muhammad SAW, keluarganya, dan segenap sahabatnya.

Murid Anda Abu Imran dari Kaukasus

Jawaban syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi

Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi Bismillah wal hamdu lillah wash shalatu was salamu ‘ala Rasulillah…wa ba’du Saudara kami yang tercinta, asy-syaikh al-mujahid Abu Imran, semoga Allah menjaganya, memberinya kelurusan, dan menolong agama-Nya dengan perantaraannya. Kami berdoa kepada Allah semoga memenangkan kalian atas kaum yang zhalim. Jazakallah khairan atas surat dan pertanyaan Anda kepada kami. Alhamdu lillah, saya dan keluarga dalam keadaan baik, berkat karunia Allah. Kami berharap semoga Allah mengaruniakan kepada kami kemampuan untuk bergabung dengan saudara-saudara kami di medanmedan jihad agar kami mampu merasakan kemuliaan keluar dari kekuasaan orang-orang kafir dan kemuliaan memperjuangkan agama ini dengan senjata. Kemudian jazakallah khairan atas kepercayaan Anda kepada kami dan permintaan fatwa kepada kami. Kami memohon kepada Allah semoga melimpahkan petunjuk dan ketepatan kepada kami. Saudaraku yang tercinta…menilik pertanyaan dan uraian rinci Anda, saya melihat Anda adalah orang yang menguasai betul persoalan itu dan merincinya dengan rincian seorang yang memiliki kedalaman ilmu dan kemantapan di atas jalan yang ia tempuh, sebuah jalan yang jelas dan sungguh-sungguh, ia dan orangorang yang mengikutinya berdakwah dan berjihad di atas landasan ilmu yang mendalam, insya Allah. Hanya saja keadaan kalian menurut dugaan saya, adalah seperti kebiasaan penduduk Kaukasus yaitu mencintai para ulama, mengutamakan sikap kembali kepada ulama, dan mencari berkah Allah dengan mengambil cahaya petunjuk dari pendapat para ulama. Dengan kerendah hatian sikap kalian ini, saya yang hanya seorang penuntut ilmu junior ini bak seorang ulama besar dan lautan ilmu yang tak pernah habis ditimba ilmunya. Inilah dugaan saya berdasar pengetahuan lama saya melalui apa yang anda tulis dan pilih. Selain itu, pertanyaan Anda yang rinci adalah uraian rinci seorang yang telah mengetahui jawabannya dan mengerti betul jalan yang harus ditempuh. Bagaimanapun keadaannya, saya berpendapat dalam kondisi jihad dan sedikitnya harta benda, perbekalan, dan kemampuan mujahidin maka mujahidin boleh memilih manapun dari dua pilihan tersebut, sekalipun mereka menyikapi orang-orang murtad seperti sikap mereka kepada orang-orang kafir, selama mereka belum mampu memberlakukan tuntunan syariat atas orang-orang murtad. Saya berpendapat dalam hal ini ada kelapangan pada saat kelemahan dan tidak adanya kemampuan. Demikian pula dalam masalah mengambil harta dari mereka atau menukarkannya dengan tawanan muslim dan lain sebagainya. Saya berpendapat semua hal tersebut ada kelapangan bagi mujahidin selama mereka belum meraih kekuasaan.

Seandainya Anda kembali kepada sirah sahabat dan para khalifah niscaya Anda akan menemukan kondisi sebagaimana yang saya sebutkan ini. Pada zaman berkuasanya nabi palsu Aswad Al-Ansi di Yaman, kaum muslimin di Yaman menampakkan taqiyah terhadapnya. Mereka menyembunyikan permusuhan mereka terhadapnya dan diam-diam menyusun rencana untuk melawannya, karena mereka dalam kondisi lemah, sampai akhirnya mereka bisa membunuhnya. Bahkan seringkali pada zaman khilafah, pada saat kaum muslimin melemah kekuasaannya pada sebagian zaman, maka mereka melakukan mudarah (berlemah lembut agar tidak terkena bahaya–edt) kepada orangorang kafir dari beragam aliran keagamaan. Bahkan, sebagian sultan dan khalifah kaum muslimin membayar sejumlah harta kepada kaum kafir, sesuatu yang menyerupai jizyah, untuk mencegah keganasan orang-orang kafir tersebut atas diri mereka dan kaum wanita mereka, pada masa-masa kelemahan yang dialami oleh khilafah atau sebagian negara bagiannya. Hal seperti ini jelas ditentang oleh jiwa seorang muslim yang mulia. Namun ketika berbagai kerusakan (bahaya) terjadi, maka boleh memilih tindakan tersebut untuk mencegah kerusakan yang lebih besar. Inilah fiqih yang sebenarnya. Fiqih bukanlah mengetahui kerusakan (bahaya) dan membedakannya dari maslahat (kebaikan) semata. Justru fiqih yang paling besar adalah mampu menimbang mana yang lebih kuat di antara berbagai kerusakan dan maslahat saat semuanya terjadi dan saling bertolak belakang. Hal itu dengan cara mengkaji berbagai akibat dan konskuensi dari berbagai tindakan yang dipilih. Inilah kelebihan dari ulul abshar dan ulun nuha (orang-orang yang memiliki pengetahuan dan kebijaksanaan yang luas). Jangan lupa bahwa hal itu memiliki landasan dalam sirah Nabi Muhammad SAW. Dalam perang Uhud saat pasukan bangsa-bangsa Arab mengepung Madinah laksana cincin yang melingkari jari dan saat hati manusia telah naik ke tenggorokan, Rasulullah SAW bermusyawarah dengan sahabat-sahabatnya untuk memberikan sepertiga hasil panen kurma Madinah kepada sebagian pasukan kafir tersebut, dengan syarat mereka pulang dan menghentikan pengepungan kota Madinah. Para sahabat memang menolak usulan beliau SAW, namun usulan penawaran Nabi SAW kepada para shahabat tersebut menunjukkan kebolehan tindakan itu dalam kondisi seperti itu. Jangan lupa bahwa tindakan itu beliau lakukan kepada kaum musyrik penyembah berhala yang hukumnya tidak boleh mengambil jizyah dari mereka (menurut pendapat imam Abu Hanifah, Syafi’i dan Ahmad. Adapun menurut pendapat imam Malik dan Al-Auza’I, jizyah boleh diambil dari kaum musyrik –edt), apalagi memberikan harta yang serupa dengan jizyah kepada mereka. Namun setiap keadaan memiliki pendapat tersendiri, dan setiap fase memiliki kondisi tersendiri yang Allah mengangkat kesulitan dari kaum muslimin pada fase tersebut… Pilihan-pilihan sikap dalam kondisi berkuasa tentu berbeda dengan pilihan-pilian sikap dalam kondisi kelemahan. Ini adalah keluasan dari Allah untuk umat Islam, di mana Allah tidak menjadikan kesempitan bagi mereka dalam agama ini. Oleh karena itu pendapat yang benar adalah pendapat yang dicenderungi oleh syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan ditegaskan oleh sebagian ulama tafsir bahwa ayat-ayat tentang memaafkan, menahan diri, dan lainnya itu ditunda dan tidak dimansukh (dihapuskan) oleh ayat saif. Maknanya, ayat-ayat tersebut dibatasi dalam kondisi tidak memiliki kekuasaan, adapun saat memiliki kekuasaan maka yang didahulukan adalah ayat saif. Setiap muslim hendaknya melihat kondisi dirinya, tempat ia hidup, dan fase yang sedang dilaluinya; lalu hendaklah ia memilih tindakan yang sesuai dalam hal yang telah Allah berikan kelapangan sikap kepada umat Islam.

Inilah maksud dari perkataan syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, ِ َ ْ ُ ْ ِ ٌ ُ ْ َ َ َِ ّ َ ٌ ُْ َ َ ِ ّ ُ ْ َ َ ِ ِ ْ ُ ْ ِ َ ِ ْ ِ َْ َ ِ ْ ُ ُ َ ِ َ ْ َ ْ ِ َ ْ ِْ َ ِ َ ْ ُ ْ ِ ٌ ُ ْ َ ِ َ ِ َ ْ ِ َ ِ ّ ِ َ ِ ِ َ ْ َْ ّ َ ‫))أن المر بقتال الطائفة الباغية مشروط بالقدرة والمكان. إذ ليس قتالهم بأولى من قتال المشركين والكفار ومعلوم أن ذلك مشروط بالقدرة‬ ُ َ ِْ َ ٍ ّ َ َ ْ َ َ َّ َ ِ ْ ََ ّ َّ ّ ِ ّ ُ ََ َ َ َ ُ َ َ َ ُ ْ َ ُ َ َ َ ُ ْ َ ِ َ ْ ِ ُ ُ ّ َ ِ ً َ ْ َ ُ َ ُ ْ َ ْ ُ َ َْ َ ْ ُ ُ َ ْ َ َ ِ َ ْ ِْ َ ‫والمكان فقد تكون المصلحة المشروعة أحيانا هي التآلف بالمال والمسالمة والمعاهدة كما فعله النبي صلى ال عليه وسلم غير مرة والمام‬ ُ (( ‫إذا اعتقد وجود القدرة ولم تكن حاصلة كان الترك في نفس المر أصلح‬ َ َْ َ ِ ْ َْ ِ ْ َ ِ ُ ْ ّ َ َ ً َِ َ ْ ُ َ ْ ََ ِ َ ْ ُ ْ َ ُ ُ َ َ َ ْ َ “Sesungguhnya perintah untuk memerangi kelompok pemberontak itu disyaratkan dengan adanya kemampuan dan kekuasaan. Karena memerangi mereka tidaklah lebih utama dari memerangi kaum musyrik dan kaum kafir. Sudah sama-sama diketahui bahwa memerangi kaum musyrik dan kaum kafir disyaratkan dengan adanya kemampuan dan kekuasaan. Terkadang maslahat yang disyariatkan adalah melunakkan hati mereka dengan harta, membuat perjanjian damai, dan mengadakan gencatan senjata sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi SAW tidak hanya sekali. Jika imam meyakini adanya kemampuan namun perang melawan mereka tidak meraih kemaslahatan, maka membiarkan mereka adalah lebih membawa maslahat.” (Majmu’ Fatawa, 4/442) Dalam kitab ash-sharim al-mashlul, beliau membahas tentang kondisi saat Islam lemah, bahwa Allah memberitahukan saat itu Rasulullah SAW dan kaum muslimin mendengar banyak gangguan dari Ahlul kitab dan orang-orang musyrik. Ibnu Taimiyah mengatakan, ‫)) وأمرهم بالصبر والتقوى ثم إن ذلك نسخ عند القوة بالمر بقتالهم حتى يعطوا الجزية عن يد وهم صاغرون والصاغر ل يفعل شيئا من‬ ‫الذى في الوجه ، ومن فعله فليس بصاغر ثم إن من الناس من يسمي ذلك نسخا لتغير الحكم ومنهم من ل يسميه نسخا لن ال تعالى أمرهم‬ ‫بالعفو والصفح إلى أن يأتي ال بأمره وقد أتى ال بأمره من عز السلم وإظهاره والمر بقتالهم حتى يعطوا الجزية عن يد وهم صاغرون‬ ”‫وهذا مثل قوله تعالى ” فأمْسكوهن في البيوت حتى يتوفاهن الموت أو يجعل ال لهن سبيل‬ ِ َ ّ ُ َ ّ َ َ ْ َ ْ َ ُ ْ َ ْ ّ ُ ّ َ َ َ َّ ِ ُ ُ ْ ِ ّ ُ ُ ِ ََ ُ ‫وقال النبي صلى ال عليه وسلم ” قد جعل ال لهن سبيل ” ]مسلم[ , فبعض الناس يسمي ذلك نسخا وبعضهم ل يسميه نسخا والخلف‬ ‫لفظي ، ومن الناس من يقول المر بالصفح باق عند الحاجة إليه بضعف المسلم عن القتال بان يكون في وقت أو مكان ل يتمكن منه وذلك ل‬ ‫يكون منسوخا إذ المنسوخ ما ارتفع في جميع الزمنة المستقبلة وبالجملة فل خلف أن النبي كان مفروضا عليه لما قوي أن يترك ما كان‬ .((‫يعامل به أهل الكتاب والمشركين ومظهري النفاق من العفو والصفح إلى قتالهم وإقامة الحدود عليهم سمي نسخا أو لم يسم‬ Allah memerintahkan mereka untuk bersabar dan bertakwa, kemudian hal itu dinaskh (dihapus dan diganti hukum baru—edt) ketika kaum muslimin memiliki kekuatan dengan adanya perintah untuk memerangi mereka sehingga mereka menyerahkan jizyah dalam keadaan hina. Orang yang hina tidaklah mampu melakukan apapun akibat kehinaan pada wajahnya. Barangsiapa mampu melakukan sesuatu maka ia bukanlah orang yang hina. Sebagian ulama menyebut hal ini adalah naskh karena adanya perubahan hukum. Sebagian ulama lainnya tidak menyebut hal itu sebagai naskh, karena Allah memerintahkan mereka untuk memaafkan sampai datang keputusan Allah. Keputusan Allah telah datang berupa kejayaan dan kemenangan Islam serta perintah untuk memerangi mereka sehingga mereka menyerahkan jizyah dalam keadaan hina. Hal ini seperti maksud firman Allah, “Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji, hendaklah ada empat orang saksi di antara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan yang lain kepada mereka.” (QS. An-Nisa’ (4): 15)

Nabi SAW bersabda, “Allah telah memberi jalan yang lain kepada mereka.” (HR. Muslim) Sebagian ulama menyebut hal ini sebagai naskh. Sebagian ulama yang lain tidak menyebutnya sebagai naskh. Perbedaan pendapat mereka hanyalah perbedaan istilah belaka. Sebagian ulama berpendapat perintah untuk memaafkan tetap berlaku manakala hal itu diperlukan sebagai akibat dari kelemahan kaum muslimin untuk berperang dalam suatu waktu tertentu atau pada suatu daerah tertentu yang tidak memungkinkan untuk berperang. Hal itu bukanlah mansukh, karena mansukh adalah apabila hukum tersebut dihapus untuk seluruh masa waktu yang akan datang. Intinya, tidak ada perbedaan pendapat bahwa ketika Nabi SAW dalam kondisi kuat maka beliau diperintahkan untuk meninggalkan sikap memaafkan dan tidak membalas terhadap kaum ahlul kitab dan musyrikin, berganti kepada sikap memerangi dan menegakkan hukum hudud atas mereka, baik hal itu disebut naskh maupun bukan naskh.” (Ash-Sharim Al-Maslul ‘ala Syatim Ar-Rasul, 2/443-444) Beliau juga menulis, ‫))فلما أتى ال بأمره الذي وعده من ظهور الدين وعز المؤمنين أمر رسوله بالبراءة إلى المعاهدين وبقتال المشركين كافة وبقتال أهل الكتاب‬ ‫حتى يعطوا الجزية عن يد وهم صاغرون فكان ذلك عاقبة الصبر والتقوى الذين أمر ال بهما في أول المر وكان إذ ذاك ل يؤخذ من أحد من‬ ‫اليهود الذين بالمدينة ول غيرهم جزية وصارت تلك اليات في حق كل مؤمن مستضعف ل يمكنه نصر ال ورسوله بيده ول بلسانه فينتصر‬ ‫بما يقدر عليه من القلب ونحوه وصارت أية الصغار على المعاهدين في حق كل مؤمن قوي يقدر على نصر ال ورسوله بيده أو لسانه وبهذه‬ ‫الية ونحوها كان المسلمون يعملون في أخر عمر رسول ال وعلى عهد خلفائه الراشدين وكذلك هو إلى قيام الساعة ل تزال طائفة من هذه‬ .‫المة قائمين على الحق ينصرون ال ورسوله النصر التام‬ ‫فمن كان من المؤمنين بأرض هو فيها مستضعف أو في وقت هو فيه مستضعف فليعمل بأية الصبر والصفح عمن يؤذي ال ورسوله من‬ .‫الذين أوتوا الكتاب والمشركين‬ ‫وأما أهل القوة فإنما يعملون بأية قتال أئمة الكفر الذين يطعنون في الدين وبأية قتال الذين أوتوا الكتاب حتى يعطوا الجزية عن يد وهم‬ ((‫صاغرون‬ Ketika Allah telah mendatangkan urusan yang Dia janjikan, yaitu kemenangan dien Islam dan kejayaan kaum muslimin, maka Allah memerintahkan Rasul-Nya untuk berlepas diri dari orang-orang musyrik yang terlibat perjanjian damai dengan beliau, dan Allah memerintahkan rasul-Nya untuk memerangi seluruh kaum musyrik dan memerangi ahlul kitab sehingga mereka menyerakan jizyah dalam keadaan hina. Hal itu adalah buah kesudahan dari kesabaran dan ketakwaan yang Allah perintahkan pada masa awal dakwah. Pada masa awal tersebut, jizyah tidak diambil dari seorang pun dari kalangan Yahudi di Madinah maupun golongan lainnya. Ayat-ayat tersebut berlaku bagi setiap mukmin yang tertindas yang tidak mampu menolong Allah dan Rasul-Nya dengan tangannya maupun lisannya. Maka ia harus menolong dengan apa yang ia mampu, yaitu amalan hati dan yang semisal dengannya. Adapun ayat mengambil jizyah dari ahlul kitab dalam keadaan mereka hina (yaitu ahlu kitab yang terlibat kesepakatan damai-edt) berlaku untuk setiap mukmin yang kuat yang mampu menolong Allah dan RasulNya dengan tangannya atau lisannya. Dengan ayat ini dan ayat-ayat yang semisalnya, kaum muslimin beramal pada masa akhir kehidupan Rasulullah dan masa khulafa’ rasyidin. Demikian pula hal itu berlaku sampai hari kiamat (bagi kaum mukmin yang kuat), karena akan senantiasa ada sekelompok umat ini yang menegakkan kebenaran, menolong Allah dan Rasul-Nya dengan pertolongan yang sempurna. Oleh karena itu, barangsiapa di antara kaum mukmin dalam keadaan tertindas di sebuah daerah tertentu atau berada dalam keadaan lemah dalam suatu masa tertentu, maka hendaklah ia

mengamalkan ayat bersabar dan tidak membalas terhadap orang-orang ahlul kitab dan kaum musyrik yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Adapun orang-orang yang memiliki kekuatan maka harus mengamalkan ayat memerangi para gembong kekafiran yang mencerca agama dan mereka harus mengamalkan ayat memerangi ahlul kitab sehingga mereka menyerahkan jizyah dalam keadaan hina.” (Ash-Sharimul Maslul ‘ala Syatimir Rasul, 2/412-414) Para ulama berbeda pendapat tentang status orang-orang Rusia yang Anda tanyakan tersebut, apakah mereka dihukumi orang-orang kafir asli ataukah orang-orang murtad. Saya sendiri berpendapat perbedaan tersebut pada saat ini tidak banyak faedahnya sehingga kita tidak perlu memeras tenaga untuk memutuskannya, karena pada saat ini belum memiliki kemampuan untuk menerapkan hukum syariat atas orang-orang murtad. Fatwa syaikhul Islam Ibnu Taimiyah tentang pasukan Tartar menunjukkan bahwa kondisi banyak prajurit Tartar menyerupai kondisi tentara Rusia yang ditanyakan di atas. Sebagian prajurit Tartar juga menyerupai kondisi kaum munafik. Meski begitu, Anda akan mendapati sikap dan fatwa-fatwa syaikhul Islam terhadap pasukan Tartar berbeda-beda sesuai kondisi dan kemampuan kaum muslimin pada zamannya. Terkadang pada zaman tersebut, beliau dan kaum muslimin memerangi pasukan Tartar. Terkadang mereka tidak memerangi pasukan Tartar karena tidak adanya kemampuan. Terkadang beliau menemui raja-raja Tartar, berdialog dengan mereka, atau menasehati mereka, dan lain sebagainya. Padahal jika Anda mencermati uraian rinci beliau tentang kondisi pasukan Tartar dalam fatwa beliau tentang hukum memerangi pasukan Tartar, niscaya Anda akan melihat beliau mengklasifikasikan kondisi dan golongan mereka ke dalam beberapa kelompok. Beliau mengatakan: ِ َ ْ َ ْ ُ ُ ْ ُ ْ ُ َ ِ َ ْ ِْ َ َ ِ ِ َ ْ ُ ٍ ْ َ ََ َ َ ِ ِ ْ ُ ْ َ َ َ ّ ْ ِ ٍ ّ ُ ٍ ْ َ ََ ٌ ِ َ ْ ُ ْ ُ ُ َ ْ َ ْ ُ ْ َ ُ ُ ْ َ ْ ُ ْ َ ْ ِ َ ُ َ َ ‫فهؤلء القوم المسئول عنهم عسكرهم مشتمل على قوم كفار من النصارى والمشركين وعلى قوم منتسبين إلى السلم – وهم جمهور العسكر‬ ُ ِْ ُ ْ َ ِ َ ّ ْ ِ ْ ِ ِ ُ َ ْ َ َ َ َ َ ُ ْ َ َ ّ ِ ً َِ ّ َّ ُ ْ َ ْ ِ ِ َ ْ ََ َ ُ ّ َ ُ ّ َ ُ َ ْ ُ ْ ِ ْ َ ُِ َ ِ ْ َ َ َ ّ ِ َ ُ ِ ْ َ ‫– ينطقون بالشهادتين إذا طلبت منهم ويعظمون الرسول وليس فيهم من يصلي إل قليل جدا وصوم رمضان أكثر فيهم من الصلة والمسلم‬ ‫عندهم أعظم من غيره وللصالحين من المسلمين عندهم قدر وعندهم من السلم بعضه وهم متفاوتون فيه ; لكن الذي عليه عامتهم والذي‬ ِ ََّ ْ ُ ُ ّ َ ِ ْ ََ ِ ّ ّ ِ َ ِ ِ َ ُ ِ َ َ ُ ْ ُ َ ُ ُ ْ َ ِ َ ْ ِْ ْ ِ ْ ُ َ ْ ِ َ ٌ ْ َ ْ ُ َ ْ ِ َ ِ ِْ ُ ْ ْ ِ َ ِ ِ ّ َِ ِ ِ ْ َ ْ ِ ُ َ ْ َ ْ ُ َ ْ ِ ِ َ ْ َ ََ َ َ َ ْ َ ْ َ ُ َ َ َ ْ َ َ ُِ َ ُ َ َ َ َ ْ ِْ َ ُ ِ ُ ً ّ َ ْ ُ ّ ِ َ َ ِ َ ْ َ ْ َ ِ َ ْ ِْ ِ ِ َ َ ْ ِ ٍ ِ َ ِ ْ َ ِ ٌ ّ َ َ ُ ِ ْ ََ َ َُ َ ُ ‫يقاتلون عليه متضمن لترك كثير من شرائع السلم أو أكثرها ; فإنهم أول يوجبون السلم ول يقاتلون من تركه ; بل من قاتل على دولة‬ . ‫المغولعظموه وتركوه وإنْ كان كافرا عدوا ل ورسوله وكل من خرج عن دولة المغول أو عليها استحلوا قتاله وإن كان من خيار المسلمين‬ َ ِ ِْ ُ ْ ِ َ ِ ْ ِ َ َ ْ َِ ُ َ َ ِ َّ َ ْ َ ْ ََ ْ َ ِ ُ َ ْ ِ َ ْ َ ْ َ َ َ َ ْ َ ّ ُ َ ِ ِ ُ َ َ ّ ّ ُ َ ً ِ َ َ َ َِ ُ ُ َ َ َ ُ ُ ّ َ ِ ُ َ ْ ِ َ َِ ِ ْ َ ْ َ ٍ َ َ ْ َ ٍ ْ َ ْ ِ َ َ َ َ ُ ْ َ ْ َ ْ ِ ِ َ ْ َ ْ ِ ً َ َ َ ْ َ ْ َ َ َ ِ َ ّ َ ِ َ ْ ِ ْ ِ ِ َ ِ ْ َ ْ َ َ ُ ِ ْ ُ َ َ َ ّ ُ ْ َ ُ ِ َ ُ َ َ ‫فل يجاهدون الكفار ول يلزمون أهل الكتاب بالجزية والصغار ول ينهون أحدا من عسكرهم أن يعبد ما شاء من شمس أو قمر أو غير ذلك‬ … ‫وكذلك أيضا عامتهم ل يحرمون دماء المسلمين وأموالهم ; إل أن ينهاهم عنها سلطانهم أي ل يلتزمون تركها وإذا نهاهم عنها أو عن غيرها‬ َ ِ ْ َ ْ َ ْ َ َ ْ َ ْ ُ َ َ َ َِ َ َ ْ َ َ ُ ِ َ ْ َ َ ْ َ ْ ُ ُ َ ْ ُ َ ْ َ ْ ُ َ ْ َ ْ َ ّ ْ ُ َ َ ْ ََ َ ِ ِْ ُ ْ َ َ ِ َ ُ ّ َ ُ َ ْ ُ ُ ّ َ ً ْ َ َ َِ َ َ َ َ ‫َ َ ُ ُ ِ َ ْ ِ ِ ُ ْ َ ً َ ِم َ ّ ِ ّ ِ َ َ ّ ُ ُ ْ َ َ ْ َ ِ ُ َ َ َ َ ْ َ ِ َ ِ َ ِ ْ ّ َ ِ َ َ ِ ْ ّ َ ة َ َ ِ ْ ْ َ ّ َ َ َ ْ ِ َِك‬ ‫أطاعوه لكونه سلطانا ل ب ُجرد الدين . وعامتهم ل يلتزمون أداء الواجبات ; ل من الصلة ول من الزكا ِ ول من الحج ول غير ذل َ . ول‬ . ‫يلتزمون الحكم بينهم بحكم ال ; بل يحكمون بأوضاع لهم توافق السلم تارة وتخالفه أخرى‬ َ ْ ُ ُ ُ ِ َ َُ ً َ َ َ َ ْ ِْ ُ ِ َ ُ ْ ُ َ ِ َ ْ َ ِ َ ُ ُ ْ َ ْ َ ّ ِ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ َ َ ْ ُ ْ َ ُ ِ َ ْ َ ِ “Kaum yang ditanyakan hukumnya ini, sesungguhnya pasukan mereka terdiri dari kaum kafir dari kalangan Nasrani dan kaum musyrikin, dan kaum yang mengaku beragama Islam —dan mereka adalah mayoritas anggota pasukan—. Mayoritas mereka mengucapkan dua kalimat syahadat jika engkau meminta mereka untuk mengucapkannya. Mereka mengagungkan Rasul. Di antara mereka hanya sedikit saja orang yang menunaikan shalat. Orang yang melakukan shaum Ramadhan di antara mereka lebih banyak daripada orang yang melakukan shalat. Menurut keyakinan mereka, seorang muslim lebih mulia dari selain muslim. Orang-orang shalih dari kalangan kaum muslimin memiliki kedudukan mulia dalam pandangan mereka.

Mereka melaksanakan sebagian ajaran Islam. Dalam hal ini, ketaatan mereka (kepada ajaran Islam) berbeda-beda. Namun kondisi mayoritas mereka dan orang-orang yang berperang di antara mereka adalah meninggalkan banyak syariat Islam atau bahkan kebanyakan syariat Islam. Pertama, mereka mewajibkan Islam namun mereka tidak memerangi orang-orang yang enggan masuk Islam. Justru mereka mengagungkan dan tidak mengusik orang yang berperang di pihak kerajaan Mongol, meskipun ia adalah seorang yang kafir, musuh Allah dan Rasul-Nya. Sebaliknya, siapapun yang keluar dari ketaatan kepada kerajaan Mongol atau memerangi kerajaan Mongol, niscaya mereka perangi sekalipun ia termasuk kaum muslimin yang paling baik. Mereka tidak berjihad melawan kaum kafir, tidak mewajibkan ahul kitab untuk membayar jizyah dalam keadaan hina, dan tidak melarang siapa pun anggota pasukannya untuk menyembah sesembahan apapun yang ia inginkan, baik matahari, bulan, dan lain sebagainya… Demikian pula mayoritas mereka tidak menganggap haram merampas nyawa dan harta kaum muslimin, selama raja mereka tidak melarangnya. Artinya, mereka tidak menetapi kewajiban-kewajiban agama Islam. Mereka tidak memutuskan perkara di antara mereka dengan hukum Allah. Mereka justru memutuskan perkara dengan hukum (adat istiadat) mereka sendiri, yang terkadang sesuai dengan hukum Islam dan terkadang menyelisihi hukum Islam.” (Majmu’ Fatawa, 28/505-506) Berdasar penjelasan di atas, saya nasehatkan kepada Anda untuk menyikapi masing-masing kelompok yang disebutkan dalam pertanyaan Anda di atas dengan siyasah syar’iyah nabawiyah sesuai fase yang sedang kalian lalui, dan sesuai dengan kondisi mujahidin, tingkat kemampuan dan kebutuhan mereka. Karena sesungguhnya Nabi SAW tidak memerangi seluruh musuh (kaum musyrik, kaum Yahudi, kaum Nashrani, dan lain-lain—edt) dalam sekali waktu. Beliau memerangi musuh yang paling besar bahayanya dan pada saat yang sama beliau menunda memerangi dan berbenturan dengan banyak kelompok kafir yang lain. Beliau tidak memancing seluruh kaum kafir untuk mengusik Madinah dan kaum muslimin dalam waktu yang bersamaan. Beliau mengikat perjanjian damai dengan sebagian musuh, melakukan gencatan senjata dengan sebagian musuh, dan mengikat persekutuan dengan kelompok musuh yang lain. Hal itu sebagaimana yang beliau lakukan kepada kaum Yahudi saat beliau pertama kali tiba di Madinah. Beliau mengikat persekutuan dengan mereka agar mereka menolong kaum muslimin dan tidak mengkhianati kaum muslimin. Ketika satu dari tiga kelompok Yahudi tersebut membatalkan perjanjian persekutuan secara sepihak, maka beliau menghukum kelompok Yahudi tersebut dan membiarkan dua kelompok Yahudi lainnya sesuai isi perjanjian persekutuan, sampai akhirnya masing-masing kelompok Yahudi mencederai perjanjian persekutuan. Demikian pula, beliau pada awalnya tidak menghiraukan gangguan mayoritas kaum munafik karena memerangi mereka pada masa tersebut akan menimbulkan kerusakan (kekacauan dan bahaya) yang besar, akibat kelompok kaum muslimin yang baru masuk Islam akan terpecah belah dan orang-orang akan ramai mengatakan bahwa Muhammad membunuh sahabat-sahabatnya sendiri. Hal itu tentu saja akan menghalangi manusia dari memeluk Islam. Demikian pula keadaan kaum muslimin di Habasyah. Meskipun mereka menampakkan akidah mereka, namun mereka adalah kaum muhajirin yang hidup lemah di tengah kaum kafir. Mereka tidak terkena

kewajiban memerangi kaum kafir tersebut meskipun pada saat yang sama saudara-saudara mereka, kaum muslimin di Madinah, berperang melawan orang-orang musyrik. Bagaimana mungkin kaum muslimin Muhajirin di Habasyah memerangi penduduk kafir Habasyah, sedangkan mereka adalah penduduk pribumi yang menampung kaum muslimin, membantu mereka, dan menolong mereka dari orang-orang (kafir Quraisy) yang menzhalimi mereka? Mereka melakukan pembelaan kepada kaum muslimin muhajirin atas perintah raja mereka yang masuk Islam. Banyak sekali dalil yang menunjukkan bahwa tidak masalah jika Anda mengambil manfaat dari berbagai bantuan yang diberikan oleh kelompok-kelompok dalam pasukan Rusia dalam pertanyaan Anda di atas, dalam kondisi mujahidin belum mendapatkan kekuasaan saat ini selama kalian menampakkan akidah dan dien kalian. Hal itu sebagaimana Nabi SAW mengambil manfaat dari sikap pamannya (Abu Thalib) yang memberikan perlindungan dan pembelaan, padahal pamannya masih bertahan di atas kesyirikan dan penyembahan berhala. Bahkan hingga apabila sebagian kalian terpaksa harus menyembunyikan agama dan akidahnya dalam sebagian kondisi dan tidak menampakkan permusuhannya kepada orang-orang kafir demi maslahat jihad atau disebabkan oleh ketertindasan dalam sebagian fase dan kondisi, maka hal ini pun tidak mengapa dan tidak bertolak belakang dengan millah Ibrahim selama ia dalam keadaan tertindas atau selama ia mendapatkan tugas itu dari saudara-saudaranya, kaum mujahidin, sementara kaum mujahidin tersebut menampakkan pokok ajaran Islam dan melaksanakan fardhu kifayah ini, yaitu mengumumkan millah Ibrahim yang agung ini. Demikianlah keadaan sebagian sahabat Nabi SAW di Makkah. Sebagian mereka menampakkan keislamannya dan permusuhannya kepada kaum musyrik seperti yang dilakukan oleh Nabi SAW. Sebagian lainnya menyembunyikannya karena dalam posisi lemah tertindas dan tidak mampu. Sebagian lainnya menyembunyikannya atas dasar perintah Nabi SAW sebagaimana disebutkan dalam hadits Amru bin ‘Abasah (riwayat Muslim—edt). Bahkan, sebagian lainnya menyembunyikannya saat berada di Madinah sebagaimana kisah Nu’aim bin Mas’ud selama kondisi perang Ahzab di saat bangsa-bangsa musyrik Arab bersekongkol untuk menghancurkan kaum muslimin dan negara mereka. Kesimpulannya, mujahidin memiliki keleluasan ijtihad untuk memilih siyasah syar’iyah nabawiyah yang mereka pandang sesuai dengan kondisi mereka dan fase jihad yang sedang mereka lalui. Di antara kasih sayang Allah kepada kita adalah Allah membuka pintu yang luas kepada kita dalam masalah ini. Maka Rasulullah SAW dan para sahabat generasi pertama Islam berjalan bersama beliau dalam bermacammacam fase dan beragam kondisi. Mereka memulai dalam keadaan asing sebagaimana kini kita berada dalam keterasingan, sampai Allah memberikan kekuasaan dan kejayaan kepada mereka. Kita memiliki uswah hasanah pada diri mereka. Keluasan sikap yang dikaruniakan kepada mereka dalam keadaan mereka tertindas dan mereka berjaya, juga berlaku untuk kita. Wallahu ta’ala a’lam. Saya wasiatkan kepada Anda untuk menyampaikan salam kami kepada seluruh saudara tercinta yang bersama Anda, dan semoga mereka mendoakan agar kami senantiasa dikaruniai keteguhan, husnul khatimah, dan kemampuan untuk terjun ke kancah-kancah jihad serta mengakhiri hidup kami dengan mati syahid di jalan-Nya. Shalawat dan salam semoga senantiasa Allah limpahkan kepada nabi Muhammad, keluarganya, dan seluruh shahabatnya.

Saudara Anda, pelayan mujahidin Abu Muhammad Al-Maqdisi Akhir Rabi’ul Awwal 1431 H / 26 Maret 2010 M

Oleh: Muhib al-Majdi

Revolusi Islam di Yaman: Penegakan khilafah & pembebasan Al Aqsha
M. Fachry Senin, 6 Juni 2011 14:24:31 Hits: 12511

“Akan muncul dari Aden Abyan, 12.000 orang yang menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka adalah sebaik-baik orang di antaraku dan mereka.” (HR. Ahmad: 2918, 2079 dan Ath-Thabrani dalam Al-Kabir: 11029 (11/56). Revolusi Islam di Yaman memasuki babak baru yang menentukan. Pasca serangan roket mematikan yang menghantam masjid di komplek Istana Presiden Yaman di San’a, Jum’at (3/06/2011), Presiden Ali Abdullah Saleh dikabarkan meninggalkan Yaman menuju Riyadh, Saudi, untuk mengobati kepalanya yang terluka. Sementara itu, sejumlah pejabat tinggi cedera dan tujuh pengawal Presiden yang sedang sholat Jum’at tewas akibat serangan tersebut. Sementara itu, Al Qaeda Jazirah Arab (AQAP) yang berbasis di Yaman telah mendeklarasikan berdirinya Imarah Islam (Negara Islam) di Yaman, dengan propinsi Abyan sebagai ibukotanya pada hari Sabtu (28/05/2011).

Saat ini, AQAP sedang mempersiapkan 12.000 pejuang di Aden dan Abyan untuk memerangi petugas keamanan Yaman dan agen intelijen secara total dan menyeluruh. Pasukan yang dibentuk juga dimaksudkan untuk persiapan pendirian Kekhalifahan Islam. Apakah 12.000 pasukan dari Aden dan Abyan ini menjadi tanda sudah terealisirnya nubuwah (kabar kenabian) dan akan segera terjadinya Al Malhamah Al Kubro (Perang Besar) hingga berujung pada pembebasan Al Aqsha? Revolusi Islam di Yaman: Kemenangan yang dijanjikan Revolusi Islam di Yaman yang terjadi sejak empat bulan lalu tidak terlepas dari pengaruh gelombang tsunami Revolusi Islam yang melanda Timur Tengah dan sekitarnya. Pasca Revolusi di Tunisa yang menyulut Revolusi lainnya termasuk di Yaman, ribuan penduduk telah berdemonstrasi di ibukota Yaman, San’a, menuntut turunnya sang diktaktor bengis, Ali Abdullah Saleh yang telah berkuasa selama 30 tahun lebih. Bersamaan dengan revolusi rakyat yang menuntut sang diktaktor Yaman mundur, mujahidin Al Qaeda Jazirah Arab (AQAP) yang berpusat di Yaman, khususnya di Yaman Selatan, yakni di provinsi Abyan, telah berjuang untuk menegakkan syariat Islam dan mendirikan Imarah Islam (Negara Islam) di negara tersebut. AQAP berkali-kali terlibat pertempuran dengan pasukan militer pemerintahan Yaman yang dibantu Amerika. Yaman, sebuah negara yang dalam sejarahnya memiliki kontribusi besar dalam perjalanan dan perkembangan Islam, sayangnya pasca serangan 11 September 2011 masuk ke camp kufur pimpinan AS dan sekutunya. Disuntik dana 70 miliar dollar oleh AS, pemerintahan Yaman di bawah Ali Abdullah Saleh mulai melancarkan perang melawan Islam dan kaum Muslimin di Yaman, dengan dalilh perang melawan terorisme. Sejak tahun 2005, Yaman telah mengusir 16.000 orang yang dicurigai sebagai anggota Al Qaeda. Amerika pun semakin giat menggelontorkan dana untuk membunuhi para mujahidin AQAP dan menentang geliat penegakan syariat Islam di Yaman. Maka bantuan sebesar 150 juta USD pun segera digelontorkan agar pasukan militer Yaman dapat segera membumi hanguskan mujahidin AQAP. Bukannya surut, jihad di Yaman semakin berkobar dan meluas yang keseluruhannya digelorakan oleh para mujahidin AQAP! Min Huna Nabda wa Fie Al Aqsha Naltaqiy Dalam sebuah kesempatan, lewat pesan rekaman audio, mujahidin Al Qaeda Jazirah Arab (AQAP) yang berpusat di Yaman, mengeluarkan seruan revolusi total untuk melawan penguasa dunia Arab, termasuk Yaman tentunya. AQAP juga menyerukan agar umat Islam segera mendirikan pemerintahan yang berdasarkan hukum Islam! Rekaman seruan revolusi dari AQAP tersebut muncul merespon gelombang tsunami revolusi Islam yang tengah menyapu Timur Tengah, setelah berhasil menggulingkan rezim Tunisia, Mesir, Libya, dan kini Yaman! Dalam rekaman audio tersebut yang berbicara adalah Syekh Ibrahim al-Rubeish, mantan tahanan Guantanamo dan kini bergabung dengan mujahidin AQAP. Dalam rekaman sepanjang 10 menit itu, Syekh Al Rubeish mengkritik Arab Saudi yang menyediakan surga bagi presiden Tunisia yang digulingkan, Ben

Ali. Beliau juga berpesan, bahwa menumbangkan penguasa lama saja tidak cukup dalam sebuah revolusi Islam, akan tetapi perlu didirikan pemerintahan baru berdasarkan hukum Islam atau syariat. “Satu tiran pergi, hanya untuk diganti yang lain yang dapat mengatasi masalah duniawi mereka dengan menawarkan kesempatan kerja dan meningkatkan pendapatan mereka, namun masalah yang lebih besar sebenarnya tetap ada,” ujar beliau, merujuk pada pemimpin yang menggantikan tiran namun tidak menerapkan syariah Islam. Sementara itu, ribuan anggota suku Yaman telah mengancam akan membanjiri ibukota Yaman, Sana’a untuk bergabung dalam pertempuran melawan pasukan yang setia kepada rezim presiden Saleh. Mereka memperingatkan pemerintah bahwa jika pemerintah lebih berjuang habis-habisan untuk mempertahankan kekuasaan, mereka akan bergabung dengan suku yang lain yang telah berjuang dengan kekuatan melawan pasukan rezim Saleh dalam dua minggu terakhir. Diktaktor Ali Abdullah Saleh sendiri telah menolak menandatangani kesepakatan yang diajukan negara anggota Dewan Kerjasama Teluk (PGCC) selama tiga kali meskipun partainya sendiri dan para anggota oposisi telah menandatanganinya. PGCC menjadi penengah dalam kesepakatan pada tanggal 23 Mei dan menyeru presiden Saleh menyerahkan kekuasaan kepada wakil presiden Yaman dalam waktu 30 hari setelah penandatanganan perjanjian dalam pertukaran untuk kekebalan dari tuntutan oleh parlemen Dalam sebuah video yang dirilis oleh Global Islamic Media Front (GIMF) yang diproduksi oleh Al Malahim, berjudul “From Here We Begin…and at Al Aqsha We Meet” (Min Huna Nabda wa fie Al Aqsha Naltaqiy) amir (pimpinan) dan para komandan Al Qaeda Jazirah Arab (AQAP) yang berpusat di Yaman menyerukan seruan jihad dan rencana untuk mengirimkan 12.000 pasukan dari Aden dan Abyan. Berbicara pertama kali dalam video tersebut adalah Syekh Abu Sufyan Al Azdi Saeed Al Shihri sebagai Deputy Comannder AQAP yang juga mantan tahanan Guantanamo bernomer # 372. Dalam seruannya beliau bersumpah akan membalaskan darah mujahidin Al Qaeda Jazirah Arab, seperti Syekh Abdul Aziz Al Muqrin yang dibantai secara keji oleh aparat Saudi. Dalam kesempatan tersebut beliau juga berjanji akan menegakkan Daulah Islam, Khilafah Islam, dan menerapkan hukum-hukum Allah SWT. Beliau menyebut Yaman sebagai tanah jihad dan tempat dimana akan dideklarasikannya negara Islam. Beliau juga menyinggung akan membebaskan Al Aqsha dari cengkraman zionis yahudi Israel. Berbicara di kesempatan kedua adalah amir (pimpinan) AQAP, Syekh Abu Baseer Nasir Al Wuhaishi. Beliau menyampaikan kabar gembira kepada seluruh kaum Muslimin dimanapun berada bahwa mereka, Mujahidin AQAP sebentar lagi akan menegakkan negara Islam di Yaman. Negara Islam di Yaman pun, menurut beliau adalah cikal bakal dari Khilafah Islam yang nantinya akan memerangi seluruh musuh Islam.

Beliau juga menyerukan akan segera datangnya pasukan mujahidin untuk membebaskan Al Aqsha. Kami bersumpah akan melakukan hal itu kepada saudara muslim kami di Palestina, sebagaimana sumpah Syekh Usamah bin Laden, sumpah Syekh Abu Mushab Az Zarqawy, dan lainnya. Pembicara ketiga dalam kaset tersebut adalah Syekh Abu Hurairah Qasim Al Rimi, selaku Military Comannder AQAP. Beliau juga bersumpah dengan menyebut nama Allah bahwa mereka akan datang dengan bendera jihad ke Palestina untuk membebaskan Al Aqsha. Beliau juga menyinggung Hasan Nasrullah, pimpinan Hizbullah Libanon yang pro Syiah, yang dikatakan memiliki sekitar 20.000 misil yang bisa ditembakkan ke Tel Aviv, ibukota Israel. Lalu, mengapa tidak ada satupun misil yang kalian tembakkan ke Israel? Bukankah itu artinya kalian sama saja dengan Mesir yang membuat blokade dengan menutup Rafah ke Gaza, dan kalian membuat blokade antara Libanon dengan Palestin? Pembicara terakhir dalam video tersebut adalah Syekh Abu Harith Muhammad Al Awfi yang bertindak sebagai Field Comannder AQAP dan juga mantan tahanan Guantanamo bernomer # 333. Beliau lebih menyerukan kepada para tiran di Saudi Arabia bahwa mereka akan datang ke negeri Haramain (Mekkah dan Madinah) dan membalas apa yang telah mereka lakukan kepada mujahidin di sana, seperti kepada Syekh Yusuf Al Uyairi. Di bagian akhir, beliau juga berjanji akan membebaskan Al Aqsha dan seluruh jazirah Arab! Menuju Khilafah Islam & pengiriman 12.000 pasukan untuk pembebasan Al Aqsha Di tengah gelombang revolusi Islam yang masih berkecamuk di Yaman, kebuntuan politik dan melemahnya kekuasaan rezim diktaktor Ali Abdullah Saleh, mujahidin Al Qaeda Jazirah Arab (AQAP) akhirnya, dengan idzin Allah, mendeklarasikan berdirinya Imarah Islam di Yaman. Peristiwa bersejarah bagi ummat Islam tersebut terjadi pada hari Sabtu (28/5/2011). AQAP mendeklarasikan Imarah Islam di Yaman, khususnya Yaman Selatan, dengan ibukota propinsi Abyan. Deklarasi Imarah Islam di Yaman ini dilakukan AQAP setelah berhasil mengambil alih hampir seluruh bagian dari provinsi Abyan setelah merebut ibukota, Zinjibar pada Jumat (27/5). Dalam kesempatan itu pula, AQAP juga mempersiapkan untuk membentuk tentara dari 12.000 pejuang dari Aden dan Abyan untuk memerangi petugas keamanan Yaman dan agen intelijen di sana. Syekh Mohamed Saied al-Omda, komandan lapangan AQAP mengatakan: “Kami punya kabar baik bagi bangsa Islam, bahwa tentara dari 12.000 pejuang saat ini sedang dipersiapkan di Aden dan Abyan. Dengan pasukan ini, kita akan mendirikan sebuah kekhalifahan Islam. Ini adalah pesan untuk petugas keamanan pemerintah Yaman dan keamanan Layanan Nasional. Pedang kami siap dan kami memutuskan untuk membersihkan bumi ini,” ujar beliau. Mendengar deklarasi Imarah Islam Yaman tersebut, pemerintah Yaman segera mengirim pesawat tempur dan membombardir posisi Mujahidin Al Qaeda di kota Zinjibar. Penduduk, Ali Dahmas mengatakan ia melihat jet tempur melepaskan tembakan di pinggiran selatan kota itu dan mendengar ledakan keras yang kemudian disusul dengan asap tebal ke udara.

Selain Yaman, Amerika sendiri sangat khawatir dengan deklarasi AQAP tersebut. Amerika masih berusaha untuk melobi sekutunya dari Eropa dan negara-negara Teluk untuk menekan presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh, agar segera menandatangani kesepakatan untuk menyerahkan kekuasaan. “Kami sangat cemas bahwa situasi yang tidak stabil di Yaman akan membawa permusuhan antarsuku yang berkepanjangan, yang mempersulit kami dalam menjalani proses kesepakatan untuk mentransfer kekuasaan,” ungkap sumber keamanan AS. Para analis Barat dan Zionis membunyikan alarm bahwa pembebasan Zinjibar oleh Mujahidin AQAP memberi mereka kesempatan nyata untuk mencapai kekuasaan di “wilayah tidak stabil” dan mendirikan pemerintahan Islam. Sebuah koran Zionis, The Jerusalem Post, menulis: “Laporan pengambilalihan terhadap kota Yaman selatan Zinjibar oleh pasukan bersenjata yang setia kepada Al Qaeda adalah pengingat yang mengganggu dari kesempatan mendirikan negara untuk mewakili gerakan jihad global”. Jerusalem Post mengatakan bahwa tujuan Al Qaeda adalah untuk mendapatkan kedaulatan, dan untuk membentuk negara Islam, kekhalifahan, yang akan menyingkirkan semua rezim boneka Arab dan Asia Muslim. Jika AQAP mengkonsentrasikan pasukan mereka, mengambil kontrol tidak hanya atas wilayah sekitar Zinjibar, tapi daerah lain Yaman, itu akan menjadi langkah pasti pertama untuk memulai membangun kembali Khilafah. Para analis barat dan yahudi tersebut begitu yakin dan sangat ketakutan akan kemenangan AQAP. Bagi kaum Muslimin, pengiriman 12.000 pasukan dari Aden dan Abyan adalah nubuwah (kabar kenabian) karena merupakan sebuah hadits dari Rasulullah SAW. Beliau bersabda : “Akan muncul dari Aden Abyan, 12.000 orang yang menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka adalah sebaik-baik orang di antaraku dan mereka.” (HR. Ahmad: 2918, 2079 dan Ath-Thabrani dalam Al-Kabir: 11029 (11/56). Dr. M Faiq Sulaifi menjelaskan dalam artikelnya yang berjudul “Pasukan dari Kota Aden” bahwa kabar atau hadits tersebut memiliki 2 sanad, yang satu shahih dan yang lainnya adalah dla’if. Maka yang dijadikan sandaran adalah sanad yang shahih. Adapun tentang Aden dan Abyan beliau mengutip Al-Allamah Al-Hazimi yang berkata: “Adapun yang pertama (yaitu Adan) –dengan fathah ain dan dal dan akhirnya nun-: Aden Abyan dari kota-kota Yaman yang terkenal. Dinisbatkan padanya (kota Aden) beberapa imam dan perawi hadits.” (Al-Amakin au Mattafaqa Lafzhuhu: 87). Sehingga penisbatan kepada kota Aden disebut dengan AlAdeni. Al-Allamah Ibnu Sayyidih berkata:

“Aden adalah sebuah tempat di Yaman. Disebut pula Aden Abyan. Seseorang dari Himyar dinisbatkan kepada Abyan karena ia telah “adan” (yaitu: bermukim) pada tempat itu (yaitu Abyan).” (Al-Muhith wal Muhkam Al-A’zham: 2/18). Dan kota Aden adalah termasuk kota pelabuhan. Al-Allamah Ibnul Atsir Al-Jazari berkata: “Di dalam hadits ada lafazh (dari demikian menuju Aden Abyan). Abyan –dengan wazan ‘ahmar’- adalah desa di tepi laut dari arah Yaman. Dan dikatakan bahwa Aden Abyan adalah nama kota Aden.” (AnNihayah fii Gharibil Hadits: 1/22). Dr. M Faiq Sulaifi melanjutkan dalam artikelnya. Al-Imam Al-Mu’tamir bin Sulaiman At-Taimi Al-Bashri berkata tentang hadits di atas: “Menurutku beliau berkata: “Di kota A’maq.” (Majma’uz Zawa’id: 10/29). Maksud beliau adalah bahwa mereka (pasukan dari Aden) akan berangkat dan bergabung ke kota A’maq bersama pasukan kaum muslimin untuk berperang melawan tentara Romawi (Kristen Salibis Eropa) pada peristiwa Al-Malhamah Al-Kubra (Pertempuran Besar) dan Penaklukan Konstantinopel pada akhir zaman sebelum munculnya Dajjal –la’natullah alaih-. Al-Allamah Yaqut Al-Hamawi berkata: “Kota A’maq disebutkan dalam hadits tentang penaklukan Konstantinopel. Beliau bersabda: “Kemudian pasukan Romawi turun di kota A’maq dan Dabiq. Dan mungkin juga ada hadits dengan bentuk jamak dan yang dimaksud adalah Umuq. Yaitu sebuah distrik (kota kecil) dekat kota Dabiq di antara kota Halab (Aleppo) dan kota Anthakiah.” (Mu’jamul Buldan: 1/222). Hadits yang diisyaratkan oleh Yaqut adalah sabda Rasulullah :. “Tidak akan terjadi hari kiamat sebelum pasukan Romawi turun di kota A’maq atau kota Dabiq kemudian dihadapi oleh pasukan (muslimin) dari Madinah dari sebaik-baik penduduk bumi pada hari itu….dst.” (HR. Muslim: 5157, Ibnu Hibban dalam Shahihnya: 6813 (15/224)). Kota A’maq dan Aleppo adalah terletak di sebelah utara kota Damaskus. Semua kota tersebut masuk wilayah Syam. Sedangkan kota Damaskus –yaitu daerah Ghuthah- merupakan pusat kendali kaum muslimin dalam pertempuran ini. Rasulullah bersabda dalam hadits panjang: “Dan periode keenam adalah perdamaian antara kalian (kaum muslimin) dengan Bani Ashfar (yaitu Romawi atau Eropa). Kemudian mereka akan berjalan (memerangi kalian) di atas 80 ghayah.” Aku (perawi hadits) bertanya: “Apa itu ghayah?” Beliau menjawab: “Yaitu bendera. Masing-masing bendera membawahi 12.000 pasukan. Perkemahan kaum muslimin ketika itu adalah di sebuah tempat yang bernama Ghuthah di kota yang bernama Damasykus.” (HR. Ahmad: 22860. Syaikh Syu’aib Al-Arna’uth dalam Tahqiq Musnad Ahmad berkata: “Isnadnya shahih menurut kriteria Muslim.” Dan di-shahih-kan pula oleh Al-Allamah Al-Albani dalam Fadla’ilus Syam wa Damsyiq: 30 (23))

Kini, di propinsi Abyan, di Yaman Selatan, mujahidin AQAP telah mendeklarasikan berdirinya negara Islam, yang diproyeksikan menjadi Khilafah Islam. Dari sana pulalah, yakni dari Aden dan Abyan, rencananya akan dikirim 12.000 pejuang atau mujahidin untuk membebaskan Yaman seluruhnya dan juga Al Aqsha. Inikah pertanda telah terealisirnya nubuwah (kabar kenabian) dan akan segera terjadinya Al Malhamah Al Kubro (Perang Besar) hingga berujung pada pembebasan Al Aqsha? Semoga! Wallahu’alam bis showab!

The Tsunami of Change: Gelombang Revolusi Islam menuju Futuhat Al Aqsha
M. Fachry Jum'at, 27 Mei 2011 08:58:45 Hits: 5297

Apa kaitan tsunami dengan pembebasan (futuhat) Al Aqsha? Apakah revolusi yang saat ini melanda negara-negara di Timur Tengah akan berdampak luas ke seluruh dunia dan dapat membebaskan Al Aqsha dari cengkraman negara zonis yahudi? Kalau ingin berpartispasi, dari mana kita harus memulai? Gelombang tsunami revolusi Islam : Dari Tunisia hingga Al Aqsha Tsunami adalah istilah bahasa Jepang, tsu berarti pelabuhan dan nami berarti laut. Secara singkat tsunami berarti gelombang laut yang menghantam pelabuhan. Istilah tsunami menjadi populer di saat gempa tektonik berkekuatan 8.5 SR terjadi dan berpusat di Samudra India di kedalaman 20 km selatan kota Meulaboh, Aceh. Gempa tektonik ini disertai gelombang pasang (tsunami) yang menyapu beberapa wilayah lepas pantai di Indonesia (Aceh dan Sumatera Utara), Sri Langka, India, Bangladesh, Malaysia, Maladewa, dan Thailand.

Kedahsyatan hantaman gelombang tsunami inilah yang mungkin menginspirasi majalah terbitan Al Qaeda Jazirah Arab (AQAP), INSPIRE untuk menjadikannya judul dan bahasan spesial edisi ke-5, Musim Semi 2011, yakni “The Tsunami of Change” atau Tsunami Perubahan. Judul ini juga merupakan sebuah artikel yang ditulis oleh Syekh Anwar Al Awlaki, ulama asal Yaman yang saat ini tengah diburu Amerika Serikat. Editorial majalah tersebut menulis, “Menurut kami, revolusi yang tengah mengguncang singgasana para diktator itu baik bagi orang-orang Islam, baik bagi mujahidin dan buruk bagi imperialis Barat dan cecunguk-cecunguk mereka di dunia Islam.” Gelombang tsunami revolusi Islam di Timur Tengah bermula dari Revolusi Tunisa yang dipicu oleh seorang tukang sayur bernama Muhammad Bouazizi, berumur 26 tahun. Muhammad Bouazizi adalah simbol pemuda tertindas di wilayah Sidi Bouzid Sidi, 300 kilometer sebelah selatan ibukota Tunisia. Pemuda di sana banyak yang bergelar sarjana namun sehari-hari hanya berkeliaran di café-cefe di jalan berdebu kota miskin, menunjukkan kegagalan pemerintah memberikan jaminan pekerjaan yang layak. Revolusi Tunisia meledak ketika Bouazizi tidak tahan melihat kedzoliman rezim tiran Tunisia atas dirinya dan rakyatnya. Dia pun menuangkan bahan bakar ke tubuhnya dan membakar dirinya sendiri. Ternyata Bouazizi tidak hanya membakar dirinya tetapi membakar amarah seluruh rakyat Tunisia atas kediktaktoran rezim yang berkuasa. Rezim diktaktor Tunisia, Ben Ali pun akhirnya tumbang dan tanpa disadarinya, Bouzazizi telah memicu gelombang tsunami revolusi Islam yang akan menggulung para tiran lainnya di Timur Tengah. Revolusi Tunisia telah memicu solidaritas warga di dunia Arab, terutama umat Islam yang muak dengan sistem pemerintahan diktaktor dan sekuleristik yang selama ini diterapkan. Setelah Tunisia, gelombang tsunami revolusi Islam merembet ke Mesir dan berhasil menggulingkan fir’aun modern Mesir, Husni Mubarak. Gelombang tsunami revolusi Islam pun meluas ke Yaman dan siap menyapu kekuasaan tiran Ali Abdullah Saleh. Begitu juga Libia, tidak luput dari terjangan badai tsunami revolusi Islam, dimana saat ini masamasa kepemimpinan diktaktor Moamar Khadaffi berada di ujung tanduk digempur habis-habisan oleh para pejuang revolusi. Kejatuhan Khadaffi tinggal menghitung hari. Setelah Libia, gelombang tsunami revolusi Islam akan menyusul menerjang Suriah, Yordania, dan bukan tidak mungkin akan menyapu negara-negara Timur Tengah lainnya. Akhirnya, gelombang tsunami revolusi Islam akan bermuara ke Al Aqsha, kota suci ummat Islam yang saat ini berada dalam cengkraman yahudi-zionis-Israel. Syekh Anwar Al Awlaki memberikan catatan penting dalam tulisannya bahwa “Revolusi mampu mematahkan ketakutan yang selama ini mendekam di hati dan benak kaum Muslimin bahwa para tiran tidak bisa dikalahkan.” Hantaman tsunami menggulung para tiran Timur Tengah Dalam buku “Fakta-Fakta Sewindu Perang Salib baru”, DR. Abdullah An Nafisi menjelaskan hakikat penjajahan Amerika di Timur Tengah. Beliau berkata :

“Seluruh negara Arab sudah terjajah, khususnya daerah Teluk dan daerah kaya minyak semuanya telah terjajah. Aku tidak mengecualikan satupun. Semua negara kita terjajah. Dan penjajahan itu bisa dalam bentuk nyata dan juga bisa dalam bentuk tersembunyi/samar.” Beliau melanjutkan: “Saya yakin bahwa rezim Saudi sekarang menjadi tongkat pemukul di tangan Amerika, tidak terkecuali. Ini bukan rezim sendiri, tapi ini kepanjangan tangan Amerika dalam menguasai Kawasan Teluk. Dan jika kita serang pengaruh Amerika dengan kekuatan, baik melalui perlawanan atau dengan cara yang mereka sebut sebagai “Teror” maka saya yakin bahwa rezim ini akan segera jatuh.” Artinya, pemerintah Timur Tengah, khususnya Saudi Arabia telah menjadi partner Salibis dan Amerika dalam melawan jihad dan memerangi mujahidin serta agama Islam dan kaum Muslimin. Amerika menjadikan mereka sebagai kaki tangannya untuk menguasai dan menjajah Timur Tengah dan dunia Islam. Oleh karena itu, jika kita ingin memerangi dan menghancurkan Amerika maka sudah tentu kita juga berhadapan dengan antek-anteknya, yang notabene dari kulit dan bangsa serta agama kita sendiri, yakni rezim-rezim tiran Timur Tengah maupun negara-negara lainnya di dunia ini. Tidak bisa dipungkiri, tumbangnya para tiran Timur Tengah melempangkan jalan menuju pembebasan Palestina. Ma’sadatul Mujahidin di Palestina dengan sangat gembira dan penuh suka cita mengucapkan selamat atas lengsernya fir’aun Mesir, Husni Mubarok. Namun mereka meminta perjuangan terus berlanjut dan berpesan : “Janganlah seorang dari antum sholat fajar kecuali di Gaza, karena perbatasan belum runtuh.” Syekh Mujahid, Asy Syahid (Insya Allah) Usamah bin Laden bersumpah : “Demi jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, yang mengangkat langit tanpa tiang. Sungguh, janganlah Amerika dan orang-orang yang berada di dalamnya bermimpi untuk hidup tenang hingga saudara-saudara kami yang berada di Palestina hidup dengan tenang.” Faktanya, para tiran diktaktor Timur Tengah inilah yang menjadi para pelayan dan pembela kepentingan Amerika dan sekutu-sekutunya, khususnya kepentingan zionis-yahudi-Israel dalam mencengkram bumi suci Palestina dan penistaan terhadap Masjid suci Al Aqsha. Saat ini penguasa zionis Israel sedang berdebar, takut dan harap-harap cemas melihat dahsyatnya gelombang tsunami revolusi Islam yang akan menggulung mereka sekaligus mimpi-mimpi jahat mereka untuk mendirikan negara Israel Raya. Al Aqsha di bawah cengkraman yahudi-zionis-Israel Bumi Palestina adalah bumi yang diberkahi. Di sana terdapat Masjid Al Aqsha, kiblat pertama kaum Muslimin dan tempat mi’raj Nabi Muhammad SAW. Saat ini Palestina dalam cengkraman yahudi-zionisIsrael, hingga sampai kapan pun, sebelum Palestina kembali dibebaskan, masalah Palestina akan tetap menjadi masalah sentral (pusat) bagi kaum Muslimin. Rezim-rezim tiran di Timur Tengah dan dunia Islam hingga saat ini tidak tergerak sama sekali untuk membebaskan Masjid Al Aqsha dari cengkraman yahudi-zionis-Israel. Bahkan para pemerintah diktaktor

ini, seperti Mesir dan Saudi, berkolusi bersama musuh zionis salibis di dalam mengembargo saudara Muslim kita di Gaza dan melarang saudara Muslim di sana untuk mendapatkan kebutuhan hidupnya yang pokok, berupa makanan dan obat-obatan. Sadisnya lagi, rezim tiran Mesir di bawah fir’aun Husni Mubarak membocorkan saluran air dan gas antara perbatasan Mesir dan Gaza , yang membunuh orang-orang tak berdosa di sana. Na’udzu billah min dzalik! Syekhul Jihad, Abdullah Azzam mengatakan bahwa kemuliaan Palestina tidak mungkin kembali hanya dengan ucapan-ucapan saja. Beliau mengatakan : “ Apakah mereka bisa mengembalikan sejengkal saja dari tanah Palestina?. Sesungguhnya dien Allah (Islam) tidak akan menang hanya dengan omong kosong belaka, dan negeri-negeri Islam juga tidak akan terjaga hanya dengan pantun, lagu dan syair serta lainnya.” Syekh Aiman Az Zawahiri, menaruh perhatian yang sangat besar terhadap Palestina dengan mengeluarkan pesan dengan judul “Palestina merupakan urusan kita dan urusan setiap muslim”. Dalam sebuah wawancara dengan As Sahab Media beliau menyatakan : “Oleh karena ini saya ingatkan kepada setiap orang yang merdeka dan terhormat di Palestina agar tidak membantu menjual Palestina dan tidak membantu menyerahkannya kepada yahudi ataupun berkompromi dengan mereka, meskipun hanya sebutir pasir. Saya juga tujukan (peringatan saya) kepada setiap orang yang telah masuk dalam organisasi sekuler yang berpaling menjauh dari syariat dan menyerahkan sebagian besar Palestina, dan setuju dengan solusi setan barat dan timur. Saya tujukan kepada mereka dan saya katakan : Kembalilah kalian kepada kebenaran, kepada jalan Islam dan jihad, berdirilah kalian bersama umat muslim di bawah panji tauhid melawan invasi baru salibiszionis. Jika kita tidak menyadari bahwa Palestina bukanlah pusat peperangan antara salibis melawan Islam, maka kita tidak akan menyadari sesuatupun. Yakinlah kalian dengan Rabb kalian Sang Pencipta, Pemberi Rizki, Maha Kuat dan Maha Perkasa. Dan ketahuilah bahwa organisasi-organisasi tersebut “tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudharatan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengambil) suatu kemanfaatanpun dan (juga) tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan.” (Al-Furqan: 3). Lalu bagaimana mungkin mereka dapat melakukan segala sesuatu untuk kalian?” Sementara itu, Syekh Abu Mush’ab Az Zarqawi (semoga Allah merahmatinya) juga pernah mengatakan ucapan masyhur tentang perjuangan para mujahidin untuk membebaskan (futuhat) Al Aqsha, dengan ucapannya : “Sesungguhnya kami berperang di Irak sementara mata kami tertuju ke Baitul Maqdis”. Lihatlah, betapa masalah Palestina telah menjadi masalah seluruh kaum Muslimin yang masih ada setitik iman dan ghiroh Islam dalam dadanya. Masalah ini tidak bisa dijadikan masalah lokal, hanya khusus rakyat Palestina saja, tetapi harus menjadi masalah global, seluruh ummat Islam sedunia. Kewajiban kaum Muslimin untuk membebaskan (futuhat) tanah kaum Muslimin di Palestina, tempat Masjidil Aqsha, tempat Isra Nabi Muhammad SAW., adalah kewajiban yang tidak dapat ditolak lagi.

Alhamdulillah, gelombang tsunami revolusi Islam yang saat ini terjadi di Timur Tengah Insya Allah, dengan idzin-Nya akan melapangkan jalan kita menuju pembebasan Al Aqsha. Dari sini kita memulai di Al Aqsha kita bertemu Membebaskan Masjid Al Aqsha di Palestina adalah impian setiap Muslim sejati. Membebaskan Palestina adalah impian tertinggi kaum Muslimin, khususnya mujahidin. Membebaskan Al Aqsha adalah tujuan utama pergerakan jihad di Afghanistan sejak kepemimpinan Syekhul Jihad, Syekh Abdullah Azzam rahimahullah, hingga kepemimpinan Syekh Usamah bin Laden rahimahullah. Futuhat atau pembebasan Masjid Al Aqha adalah sebuah kepastian, karena dia adalah janji Allah SWT., serta nubuwah Rasulullah SAW. Allah SWT., berfirman : “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali, dan kamu pasti akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar. Maka apabila dating saat hukuman bagi kejahatan yang pertama dari kejahatan itu, Kami mendatangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan besar, lalu mereka mencarimu keluar masuk kampong (dan lorong) ke seluruh negeri. Suatu ketetapan yang pasti akan terlaksana.” (QS Al Isra’ : 4-5) Asy Syekh As’ad Bayudh At Tamimi menjelaskan dalam bukunya “Impian Yahudi dan Kehancurannya Menurut Al Qur’an” : “Dan ayat-ayat di atas diisyaratkan bahwa kaum Muslimin akan memasuki Masjid Al Aqsha seperti (nenek moyang mereka) pernah memasukinya dahulu dengan kemenangan gilang-gemilang, dan akan menghancurleburkan semua proyek keangkuhan Yahudi itu baik yang material maupun yang moral spiritual. Rasulullah SAW., bersabda : “Belum akan tiba kiamat, hingga kaum Muslimin memerangi kaum Yahudi, kemudian mereka diperangi oleh kaum Muslimin, sehingga batu dan pohon berkata : Hai Muslim, hai hamba Allah! Inilah seorang Yahudi bersembunyi di belakang ku, datangilah dan bunuhlah, kecuali pohon AlGhorqad, karena ia tergolong pohon (simpatisan) kaum Yahudi.” (HR, Asy-Syaikhan : Al Bukhari dan Muslim) Asy Syekh As’ad Bayudh At Tamimi kembali menjelaskan bahwa pohon Al Gharqad itu terbilang pohon perdu yang bercabang-cabang, dewasa ini banyak ditanam hampir di seluruh kawasan Palestina, dan hingga kini penduduk An-Naqab di Palestina menamakannya pohon “Gharqad”, meskipun di tempattempat lainnya di sana sudah berubah nama dan pohonan ini ditanam oleh bangsa Yahudi sendiri. Sebuah nubuwah lainnya diriwayatkan dari Nu’man bin Basyir dari Hudzaifah bin Yaman radliallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Masa kenabian itu ada di tengah-tengah kamu sekalian, adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (KHILAFAH ‘ALAA MINHAJIN NUBUWWAH), adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa kerajaan yang menggigit (MULKAN ADLON), adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa kerajaan yang menyombong (MULKAN JABARIYYAH), adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (KHILAFAH ‘ALAA MINHAJIN NUBUWWAH)”. Kemudian beliau (Nabi) diam.” (H.R. Ahmad dan Al Baihaqi. Misykatul Mashabih: Bab Al Indzar wa Tahdzir, Al Maktabah Ar Rahimiah, Delhi, India. Halaman 461. Musnad Ahmad, juz 4, halaman 273). Gelombang tsunami revolusi Islam yang telah menyapu Tunisia, disusul Mesir, Yaman, Libia, dan seterusnya bisa jadi menandai kebenaran ayat-ayat Allah dan nubuwah Rasulullah SAW, yakni dengan diterapkannya kembali syariat Islam secara sempurna, tegaknya Khilafah Islam, dan bangkitnya umat Islam secara global. Di saat itulah, seluruh kaum Muslimin dari seluruh penjuru dunia, khususnya mujahidin, melangkahkan kakinya dengan penuh semangat menuju Al Aqsha untuk membebaskannya dari cengkraman tangan kotor yahudi-zinois-Israel. What next? Syekh ‘Athiyatulloh Abu ‘Abdir Rohman, dalam artikelnya berjudul “Revolusi Bangsa dan Lengsernya Diktaktor Arab” mengatakan : “Benar, revolusi ini tidaklah sempurna sebagaimana yang kita harapkan. Akan tetapi hilangnya sebagian keburukan atau sebagian besarnya, adalah sesuatu yang menggembirakan orang. Meskipun kita juga berharap adanya langkah ini adalah pengantar untuk kebaikan yang akan datang dan pembuka bagi pintupintu lainnya dengan izin Alloh.” Dengan demikian, apapun awal dan akhirnya, gelombang revolusi Islam yang terjadi di Timur Tengah tetap memercikan harapan besar bagi perlawanan global kaum Muslimin di seluruh dunia. Ummat Islam saat ini baik yang berada di Tunisia, Mesir, al-Jazair, Libiya, Jordania, Yaman dan yang lainnya membutuhkan orang yang mengingatkan mereka pada Alloh di hari-hari ini, mengingatkan mereka dengan hari-hari Alloh dan sunnah-Nya, serta menjelaskan pada mereka dengan lembut mengenai tempattempat yang penuh pelajaran dan hikmah yang berfaedah. Dan ini adalah peran penting untuk para da’i (penyeru) kepada Alloh, penuntut ilmu dan harokah-harokah/gerakan-gerakan islam. Syekh ‘Athiyatullah menambahkan : “Demikianlah Alloh telah menciptakan perumpamaan bagi manusia, dan generasi muda pun bisa meneruskan aktivitas mereka di dunia kita yang baru, meskipun ada berbagai usaha yang dikerahkan oleh pemerintahan ‘arob yang rusak untuk merusak para pemuda pada seluruh level dan juga (usaha) untuk menidurkan mereka. Akan tetapi pemerintahan ‘arob itu adalah pemerintahan yang bodoh tidak perhatian,

serta lebih mirip orang yang bernafsu. Sedangkan Rovolusi haruslah ada selama apapun masanya, karena inilah sunnah kauniyyah (putaran alam) yang kita ketahui dari sejarah, ilmu kemanusiaan, pengalaman dan perhitungan ilmu psikis dan sosial yang simpel. Karena sesungguhnya terkumpulnya kerusakan dengan model yang ada dalam ummat dan masyarakat ‘arob islam kita, tidak mungkin terus eksis dalam waktu yang sangat lama, hingga menjadikan ledakan yang dinyalakan oleh apa yang Alloh tetapkan dan oleh orang yang Alloh siapkan, dan kerja keras yang tidak dapat dihitung mengumpulkan mesiunya untuk menghadapi kerusakan yang terakumulasi itu. Di antara para pemuda itu ada yang baik dan ada yang tidak demikian. Sedangkan Alloh lebih mengetahui apa yang dikerjakan oleh makhluq, apa yang mereka niatkan dan apa yang mereka inginkan. Di antara mereka ada pula yang beruntung lagi sukses di akhirat, dan di antara mereka ada yang jika diberitahukan mengenai akhiratnya, tidak mendapatkan apapun kecuali kerugian dan (kita) berlindung pada Alloh, akan tetapi semua keseriusan itu terkumpul untuk melawan pemerintahan tiran itu.” Faktanya, saat ini gelombang revolusi Islam di Timur Tengah mampu menghilangkan penghalang terbesar antara mujahidin dengan pembebasan Al Aqsa, yakni para penguasa tiran. Kini, setelah antek-antek Amerika dan Israel tersebut tersingkirkan satu demi satu, maka jalan menuju futuhat Al Aqsha semakin dekat. Antek-antek Barat tengah berkemas pergi, isu Palestina kembali semarak, khotbah-khotbah tentang jihad untuk membela ummat Islam akan terdengar secara umum dalam masyarakat yang telah membebaskan dirinya dari para tiran, dan diharapkan tindakan-tindakan keamanan bersenjata berat yang ditimpakan oleh raja-raja lalim tersebut demi mengamankan Amerika dan sekutunya serta untuk selalu meneror rakyatnya akan berakhir. Setelah itu, kita harus segera mempersiapkan diri dan mengukur segala kemampuan. Hal ini sebagaimana yang dinasehatkan oleh Syekh ‘Athiyatullah “ “Hendaknya kita mengetahui kadar (kemampuan) kita semua, dan hendaknya kita bersungguh-sungguh dalam ta’wun di atas kebaikan, ketaqwaan dan jihad di jalan Alloh. Semua (bermula) dari tempatnya dan dengan apa yang dia mampu serta dengan apa yang sesuai dalam haknya. Sedangkan Alloh akan membuka dan menurunkan kelapangan dan pertolongan dengan kejujuran orang-orang yang jujur, ketulusan orangorang yang ikhlash dan doanya orang-orang lemah yang dikalahkan.” Gelombang revolusi Islam tengah berlangsung di Timur Tengah dan akan melanda seluruh dunia menuju satu fokus utama yakni membebaskan (futuhat) Al Aqsha. Dari sini kita memulai di Al Aqsha kita bertemu. “Ya Allah ijinkanlah kami bertemu di al-Aqsha.” Wallahu’alam bis showab!

Al Qaeda pasca Syekh Usamah, dengan idzin Allah jalan terus!

M. Fachry Selasa, 5 Juli 2011 10:17:29 Hits: 2441

Apa yang akan terjadi pada Al Qaeda pasca syahidnya (Insya Allah) Syekh Usamah bin Laden rahimahullah? Sebuah artikel unik ditulis oleh Syekh Abu Sa’d al ‘Amili (Semoga Allah SWT., menjaga beliau) berjudul “Al Qaeda Setelah Usamah, dengan idzin Allah jalan terus”. Kami ingin semua pemimpin Al Qaeda menjadi Usamah, sehingga kita memiliki lebih dari satu Usamah, ungkap beliau. Allahu Akbar! Syekh Abu Sa’d al ‘Amili- semoga Allah menjaga beliau-salah seorang ulama mujahid terkemuka abad ini, menulis sebuah artikel yang sangat menggugah dan memotivasi kaum Muslimin, khususnya mujahidin. Berjudul “Al Qaeda Setelah Usamah, dengan idzin Allah jalan terus”, artikel setebal 14 halaman tersebut dirilis oleh forum bahasa Inggris, Ansar al-Mujahidin. Artikel berformat PDF tersebut bercover sebuah jalan dengan rambu bertuliskan Al-Qaeda, dengan tanda panah menunjukkan jalan terus. Sebuah syair dari Syekh Usamah bin Laden mengawali artikel tersebut. Dalam prolognya, Syekh Abu Sa’d al ‘Amili mengutip hadits At Thoifah Al Manshurah, sebagai sebuah sunatullah yang selalu hadir di setiap zaman. “Akan selalu ada sekelompok orang di antara ummatku yang taat kepada perintah Allah dan mereka tidak akan dirugikan oleh siapa saja yang akan membantu mereka atau siapa yang akan menentang mereka,

hingga Allah menetapkan ketetapannya (Hari Akhir) datang dan mereka tetap berada di jalan yang benar ” (HR Ahmad, dan lainnya) Syekh Abu Sa’d yakin bahwa tandzim Qoidatul Jihad, atau yang lebih dikenal dengan Al Qaeda adalah dari kelompok atau bagian dari hadits At Thoifah Al Manshurah tersebut dikarenakan mereka selalu taat kepada perintah Allah meskipun mereka didera penderitaan dan kerugian terus menerus, dikepung oleh musuh-musuhnya, koalisi salibis yahudi setiap saat dan dimanapun. Al Qaeda sebagaimana kita saksikan, tetap teguh di jalan jihad meskipun beberapa pemimpinnya ditangkap, dibunuh, dan sisanya dikejar-kajar. Mereka tetap sabar, tabah, dan mampu mengambil hikmah dari serangan musuh mereka, karena mereka memiliki iman dan ketabahan ketika menghadapi semua itu. Berpulangnya Syekh Usamah bin Laden diprediksi akan menghentikan atau melambatkan perjuangan Al Qaeda. Menurut Syekh Abu Sa’d hal tersebut tidaklah benar. Bahkan menurut beliau, ada banyak hikmah dan ‘hadiah’ dari syahidnya (Insya Allah) Syekh Usamah bin Laden. Sebagian orang menilai syahidnya Syekh Usamah sebagai sebuah pukulan dan kerugian besar dan mematikan bagi Al Qaeda. Ada yang menganalisa lebih jauh dengan mengatakan bahwa Al Qaeda tidak akan eksis lagi pasca Usamah. Analisa dan perkiraan semacam inilah yang dibantah Syekh Abu Sa’d dalam buku ini. Beliau meringkasnya dalam empat bantahan sekaligus pesan. Pertama : Pesan beliau tujukan kepada Al Qaeda dan para prajuritnya. Beliau menyampaikan bahwa mereka sedang diuji Allah SWT., sebagaimana dahulu Nabi Muhammad SAW., dan para sahabatnya juga diuji. Apakah dengan derita dan kesyahidan yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW., dan para sahabatnya tersebut perjalanan Islam berhenti? Bahkan dakwah tauhid makin meluas menembus batas cakrawala dan membebaskan Negara-negara di seluruh dunia! Ini adalah sifat dari dakwah tauhid yakni menyebar dengan kematian para pengembannya. Syekh Abu Sa’d mengatakan bahwa kami ingin semua pimpinan Al Qaeda berubah menjadi Usamah, sehingga kita memiliki lebih dari satu Usamah. Hal ini tentu akan mempersulit musuh-musuh Islam dan mengakibatkan Usamah akan tetap hidup untuk menyerang rumah mereka dan mengubah hidup mereka bak neraka, dan mereka akan menyesal atas tindakan mereka selama ini. Jika Usamah meninggal, maka aka nada ribuan Usamah akan menggantikan tempatnya, melanjutkan perjalanannya, memelihara, mengatur, dan mengarahkan Mujahidin dimanapun. Front-front jihad baru akan dibuka untuk melawan musuh-musuh di tempat yang mereka tidak pernah menyangka sebelumnya. Hal ini adalah sebuah ilustrasi nyata bahwa seorang syahid tetap hidup dan tidak mati, karena terus ada dalam fikiran, jiwa, dan hati nurani ummat. Kedua : Untuk Pendukung Al Qaeda dan Jihad pada Umumnya. Syekh Abu Sa’d dalam bukunya ini meminta kepada para pendukung Al Qaeda dan jihad pada umumnya untuk tetap mendukung agama Allah, di manapun berada. Ini bukanlah kekalahan (dengan syahidnya Syekh Usamah) dan itu memanglah sebuah penderitaan, sebagaimana penderitaan yang dialami kaum Muslimin ketika Perang Uhud, dimana sebagian menganggap Islam berakhir dengan isu kematian Nabi SAW. Tapi pada saat itu para sahabat berteriak dan tetap tegar bahwa Islam tidak akan berakhir dengan kematian Nabi SAW., karena masih ada Allah SWT. Kini, kita teriakkan, Jika Usamah meninggal, maka ia hanya seorang Mujahid yang berharap

untuk syahid dan menempuh jalan jihad untuk syahid. Jihad tidak akan berhenti dengan kematiannya, bahkan akan bertambah kuat. Ini sama dengan Anda yang harus meningkatkan usaha Anda dan berhati-hati menyelesaikan misi Anda dalam menanti pertempuran yang akan datang. Allah SWT., tidak akan meninggalkan usaha Anda, bahkan akan memberkati Anda. Menurut Syekh Abu Sa’d, kelompok ini ditandai dengan ciri-ciri luar biasa, yakni disiplin yang tinggi dan mereka dianggap sebagai kepanjangan tangan dari para Mujahidin. Mereka sering dianggap oleh musuh sebagai “sel tidur”. Faktanya, mereka adalah sel yang selalu terjaga dan waspada. Inilah sebabnya mengapa musuh tidak bisa mengekspos mereka dan tidak akan mampu melakukannya, Insya Allah, sampai mereka memenuhi misi mereka sebaik mungkin. Menurut Syekh Abu Sa’d, adajenis lain dari para pendukung, yang tidak pergi ke medan perang. Mereka ditemukan dimana-mana dan terutama di negeri-negeri Islam di bawah kekuasaan rezim murtad. Mereka merindukan sekuat tenaga untuk dapat mempraktekkan amalan Jihad, tetapi mereka tidak dapat atau belum dapat melakukannya saat ini dan terus dalam persiapan. Dalam menunggu untuk mencapai hal ini, kita menemukan mereka melakukan banyak tindakan yang berada di kepentingan mendukung Mujahidin, baik dalam bidang dakwah, media, keuangan dan keamanan. Pada saat yang sama, mereka mencari jalan mempersiapkan Jihad defensif di negara mereka yang telah diduduki oleh kaum murtadin. Mereka mengerti betul bahwa tidak ada perbedaan antara kafir asli dan penguasa murtad dalam hal perlunya mengobarkan Jihad terhadap mereka. Mereka adalah dua sisi dari koin yang sama, mengetahui bahwa pertempuran melawan kaum murtadin yang lebih dekat adalah lebih berharga daripada memerangi kafir asli yang jauh. Ketiga: Untuk musuh-musuh Al Qaeda. Untuk yang kita katakan telah bersukacita atas syahidnya Syekh Usamah, padahal hal itu akan merugikan Anda, karena Anda telah membuka diri pada pintu neraka dan meningkatkan intensitas permusuhan antara kami dan diri Anda. Dan Allah telah menghancurkan harapan Anda dengan tercapainya tujuan hidup Syekh Usamah, yakni mati syahid, dan telah menuai buah jihad yang telah berlangsung selama tiga dekade. Mati syahid adalah harapan pemimpin Al Qaeda, seluruh anggotanya, dan seluruh kaum Muslimin. Bahkan Nabi SAW., yang mulai mendambakan hal tersebut bahkan mengulangnya sampai tiga kali keinginan mati syahid tersebut. Jadi, bagaimana mungkin keinginan tersebut (mati syahid) tidak menjadi keinginan setiap kaum Muslimin. Jadi apa yang telah kalian dapatkan kecuali rasa malu dan kecewa? Sementara itu Syekh Usamah telah menuai taman-taman surge dan kesenangan dari Allah SWT. Kami menganggapnya demikian, dan Allah yang menentukan. Anda telah mengambil inisiatif untuk mempercepat konfrontasi dengan para pahlawan Al Qaeda, dan Anda akan melihat apa yang akan membuat rambut seseorang tiba-tiba saja menjadi putih semuanya dan membuat Anda melupakan bencana dari dua serangan di New York dan Washington (WTC 9/11)

Front saat ini adalah banyak dan jauh terpisah, dan serangan akan datang dari arah mana yang Anda tidak pernah duga dan harapkan. Jadi, bersukacitalah terhadap apa yang merugikan Anda dan, hendaknya Anda mempersiapkan diri dengan baik untuk hal ini. Itu akan datang, dan segera! Jika Anda berfikir bahwa pembunuhan Syekh Usamah akan melemahkan Al-Qaeda, maka Anda salah, dan Anda tidak memahami sifat dari Agama ini (Islam). Meskipun Anda telah menghabiskan miliaran dollar untuk anggaran militer dan studi, serta membangun pelbagai institusi untuk memahami dan menyadari rahasia Agama sejati kita, maka itu akan sia-sia. Dalam Islam, kematian seorang pemimpin justru akan menyuburkan perjuangan mereka untuk terus melanjutkan dan memperkokohnya. Keempat: Untuk “Siapa yang mendengarkan mereka” (Kaum Munafik). Anda yang memegang tongkat dari tengah dan berdiri di tengah antara kelompok kebenaran dan pendukung mereka dan kelompok kemunafikan dan kekalahan. Kami menemukan Anda selalu mengulangi argumen munafik. Anda seperti orang-orang Israel yang berkata kepada Nabi Musa alaihi salam. “Mereka (Kaum Musa) berkata : “Kami telah ditindas (oleh Fir’aun) sebelum engkau datang kepada kami dan setelah engkau datang (Musa) menjawab :’Mudah-mudahan Tuhanmu membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi, maka Dia akan melihat bagaimana perbuatanmu.” (QS Al A’raf (17) : 129) Ini adalah posisi yang sama dan berulang-ulang, seolah-olah jenis jiwa telah minum dari mata air yang sama dan diciptakan untuk bergumam dan mengeluh dan tidak bertahan dalam nama Allah. Tidakkah kalian memutuskan untuk menjalankan kewajiban yang sama dari ummat ini, yakni mengembalikan kemuliaannya. Namun, mengapa kalian malah menjadi teman dari musuh-musuh kami? Apakah Anda senang menjadi penolong musuh-musuh Islam dan menusuk saudara Muslimnya sendiri dari belakang? Akhirnya, Syekh Abu Sa’d menutup artikelnya dengan pernyataan bahwa jihad tidak akan berhenti dengan kematian para pemimpinnya. Al Qaeda pasca Syekh Usamah akan terus berjalan hingga ketetapan Allah terjadi. Allahu Akbar! Wallahu’alam bis showab!

Ambon kembali membara
Bismillahirahmaanirahiim... Bertepatan dengan 13 Syawwal 1342 H (11 September 2011M) dimana Amerika CS sedang memperingati hari berkabung mereka (black September). Semoga ini pertanda baik dari Alloh swt dengan terbukannya kembali pintu2 jihad..., segeralah kita ambil momentum ini karena belum tentu besok atau lusa hal ini kembali datang... Rapatkan dan atur segera barisan pasukan (jundullah) fasilitasi mereka dengan segala daya dan kemampuan mari kita sambut seruannya..... Allohumansur mujahidina fi Ambon....!!!! Ambon Mencekam, Warga Mengungsi ke Masjid Ambon - Suara tembakan di Kota Ambon membuat suasana menjadi mencekam. Warga panik dan mengungsi ke sejumlah masjid mencari perlindungan.

Pantauan detikcom, Minggu (11/9/2011), para warga mengungsi untuk mencari perlindungan. Mereka membawa sanak famili mencari tempat aman. Para warga yang panik ini tampak mengisi sejumlah masjid. Misalnya saja Masjid Raya Al Fatah, Ambon, dan Masjid Jami Kota Ambon. Irma (26), seorang ibu muda tampak memeluk erat bayinya. Dia tak henti-henti menangis di Masjid Raya Al Fatah. "Saya takut sekali. Bagaimana ini?" kata dia dengan panik. Sementara itu, terjadi juga perang batu di kawasan Talake, Ambon. Namun belum jelas, perang batu ini antara siapa dengan siapa. Hingga pukul 16.30 WIT, situasi di Ambon masih belum kondusif. Polisi mulai berjaga di sejumlah ruas jalan. Sejumlah orang membawa parang juga tampak bergerombol. Isu yang beredar, ketegangan hari ini akibat tewasnya seorang tukang ojek, yang memicu serangan balasan. Sementara itu, otoritas polisi di Maluku dan Mabes Polri tak mengangkat teleponnya saat coba dikonfirmasi detikcom. Tembakan Masih Terdengar, Toko-toko di Ambon Tutup Ambon - Tembakan masih saja terdengar di Ambon, Maluku. Akibatnya semua toko/ruko di Ambon memilih tutup, Minggu (11/9/2011). Tembakan itu terdengar dari kawasan Diponegoro, Pohon Pule, Airmata Cina, dan Talake. Warga makin banyak yang mengungsi di Masjid Raya Alfatah, Masjid Jami, Kudamati, Karangpanjang, Soya dan kawasan lainnya yang aman. Belum diperoleh keterangan resmi dari polisi setempat atau pun Mabes Polri terkait ketegangan hari ini. Informasi yang berkembang, ketegangan ini terjadi akibat tewasnya seorang tukang ojek, yang memicu aksi pembalasan. Informasi terakhir Info terbaru (Pukul 15.35 wib). kurang lebih sekitar 60 orang muslim luka tembak di rawat di mesjid al-fatah, dan 1 orang meninggal...sampai sekarang pendataan korban dari pihak muslim msh berjalan. Ikhwah fillah jangan lupa tetap doakan saudara2 kita kaum muslimin yang ada di Ambon.

19-08 | Dawlah Islam Iroq / Statement Tentang Pemberangkatan Serangan Pembalasan untuk Syaykh Usamah bin Ladin dan Para Pemimpin Senior

19-08 | Dawlah Islam Iroq / Statement Tentang Pemberangkatan Serangan Pembalasan untuk Syaykh Usamah bin Ladin dan Para Pemimpin Senior

‫بسم ال الرحمن الرحيم‬ || ‫|| بيان عن انطلق غزوة الثار للشيخ بن لدن والقادة الكبار‬ ٌ || Statement Tentang Pemberangkatan Serangan Pembalasan untuk Syaykh Usamah bin Ladin dan Para Pemimpin Senior ||
Segala puji bagi Alloh Robb semesta 'alam, sholawat dan salam senantiasa tercurah atas Nabi kita Muhammad, keluarga dan shohabatnya seluruhnya, wa ba'du: Alloh ta'ala berfirman:

{ ‫فليقاتل في سبيل ال الذين يشرون الحياة الدنيا بببالخرة ومببن يقاتبل فببي سببيل الب‬ ِ ّ ِ َِ ِ ْ ِ َ ُ َ َ ِ َ ِ ِ َْ ّ َ ََ ْ َ ُ ْ َ َ ِ ّ ّ ِ َِ ِ ْ ِ َ َُْ ِ ‫فيقتببل أو يغلببب فسببوف نببؤتيه أجببرا عظيمببا* ومببا لكببم ل تقبباتلون فببي سبببيل البب‬ ِ ّ ِ ِ َ ِ َ ُِ َ ُ َ ْ ُ َ َ َ ً ِ َ ً ْ َ ِ ِ ْ ُ َ ْ َ َ ْ ِْ َ َ ْ َ ْ ُ َ ِ َْ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ َْ ِ ْ َ ََّ َ ُ ُ َ َ ِ ّ ِ َ ِْ ْ َ َ ّ َ ِ َ ّ َ ‫َ ْ ُ َْ ْ َ ِ َ م‬ ‫والمستضعفين ِن الرجال والنساء والولدان الذين يقولون ربنا أخرجنبا مبن هبذه القريبة‬ َ ُِ َ ُ ْ ُ َ َ ِ ّ ‫الظالم أهلها واجعل لنا من لدنك وليا واجعل لنا من لدنك نصيرا * البذين آمنبوا يقباتلون‬ ً ِ َ َ ُ ّ ِ َ ّ َ ْ َ ّ ِ َ َ ُ ّ ِ َ ّ َ ْ َ َ ُْ َ ِ ِ ّ َ َْ ّ ‫ّ ْ َ ِ إ‬ ‫في سبيل ال والذين كفروا يقاتلون في سبيل الطاغوت فقبباتلوا أوليبباء الشبيطان ِن كيبد‬ َ ِ ْ َ ْ ُِ َ َ ِ ُ ّ ِ ِ َ ِ َ ُِ َ ُ ْ ُ َ َ َ ِ ّ َ ّ ِ ِ َ ِ ِ 76-74 :‫الشيطان كان ضعيفا{ ]سورة النساء‬ ً ِ َ َ َ ِ َ ّْ
{ Karena itu hendaklah berperang di jalan Alloh orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat. Barangsiapa yang berperang di jalan Alloh, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar. Mengapa kalian tidak mau berperang di jalan Alloh dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanitawanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: "Ya Robb kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Makkah) yang zholim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau. Orang-orang yang beriman

berperang di jalan Alloh, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thoghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaithon itu, karena sesungguhnya tipu daya syaithon itu adalah lemah. } [Surat an-Nisa': 74-76].

Setelah bertawakkal pada Alloh dan (sebagai) pelaksanaan (atas) arahan Amirul Mu'miniin dan Menteri Perang Dawlah Islam Iroq -semoga Alloh menjaga keduanya-,، kami mengumumkan dimulianya fase ketiga dari proyek "hashodul khoyr" (Hasil Kebaikan) yang berbarokah, dan kami memulai fase ini dengan ghozwah yang kami namakan serangan "Pembalasan untuk Syaykh Usamah bin Ladin dan para pemimpin senior, Abu 'Umar, Abu Hamzah dan Abu Ibrohim walikota al-Anbar"، serangan ini akan dimulai pada pertengahan bulan puasa, dan akan selesai setelah tepat seratus kali serangan، ghozwah ini akan menggunakan berbagai metode dengan izin Alloh diantaranya penggempuran, operasi istisyhadiyah, ditambah IED (bom rakitan), (serangan) diam-diam dan penembak jitu, diseluruh kota, desa dan berbagai wilayah... dan agar musuh-musuh Alloh tahu, bahwasanya kami tidaklah lupa, bahwa darah-darah suci lagi bersih tersebut, lebih mulia disisi Alloh daripada hilang dengan sia-sia. Karena sungguh mereka tak merelakan darahnya (jiwa), kecuali untuk Alloh -kami menganggapnya demikian sedangkan perhitungan mereka disisi Alloh. Maka wahai para tentara tawhid dan panahnya yang menghunjam di leher-leher para pelaku kesyirikan lagi terkutuk, belalah Diin kalian, pertahankanlah kehormatan saudara dan saudari kalian di penjara-penjara murtaddiin, lawanlah agresi salibis, kelaliman majusi dan anak-anak mereka terhadap ahlussunnah... berperanglah di jalan Alloh dengan sabar dan mengharap pahala (Alloh), singkaplah tabir orang-orang munafiq, penggembos, dan para pencacat, serta jadikanlah ia sebagai permulaan era baru yaitu (era) penaklukan dengan izin Alloh. tegaskanlah pada dunia wahai para wali Alloh, bahwa kaian berada diatas perjanjian dengan Alloh, kalian tidak merubah dan tidak menggantinya. Sungguh kalian telah bulatkan tekad kalian, kalian telah memutuskan pilihan, kalian telah mengangkat panji jihad, kalian telah menghunus pedang-pedang tajam, (sebagai) bentuk

kepercayaan kalian bahwasanya itu adalah kunci kemenangkan dan metode kejayaan juga jalan kalian yang kuat menuju kemuliaan dan tamkin (berkuasa)... dan bahwasanya perkara dan urusan Diin ini sangat besar, tidak dan tak akan tegak di atas pundak orang-orang yang menyelisihi dan duduk-duduk (qo'idun), mustahil. Sungguh kebenaran yang terampas tak akan bisa dikembalikan kecuali dengan perbuatan orang-orang (kesatria) yang menjual jiwa-jiwa (mereka) kepada Sang pencipta. Maka merekapun menikmati perjalanan menuju Sang pencipta sehingga yang pahitpun terasa manis di sisi mereka. Orang-orang semisal mereka adalah pasukan terdepan haqiqi bagi Ummah, tamengnya yang kokoh, harapan utamanya, dan kami menganggap kalian juga demikian wahai para tentara Dawlah Islam dan perhitungan kalian (di sisi) Alloh. Maka (ingatlah) Alloh Alloh, dalam Diin kalian, Alloh Alloh dalam jihad kalian, Alloh Alloh terhadap darah-darah saudara kalian dan kehormatan saudari kalian.Hendaklah doa kalian adalah: “Ya Alloh, berilah aku rizqi berupa seorang lelaki yang keras amarahnya, besar kekuatannya, yang aku berperang dengannya di jalanMu dan dia berperang denganku, kemudian ia membunuhku dan memotong hidung dan telingaku, sehingga ketika aku berjumpa dengan-Mu kelak, ya Alloh, Engkau bertanya: Hai ‘Abdullôh, karena apa hidung dan telingamu terpotong? Maka aku menjawab: Karena-Mu dan karena Rosul-Mu. Lalu Engkau berfirman: Kamu benar.”...

‫لئن شببببببببح الببعبببببببطاء *** فنبحبببن للدين الضباحي‬ ّ ُ ّ ِْ ‫وعلى الطريق شبدا الرجال *** بألبسن البذل الفصببببببباح‬ ِ ِ ِ ّ ّ ‫والنصببببببببر يجنى بالدمباء *** وبالبببرماح وبالبصفببببباح‬ ّ ّ ّ ُ ّ
“Dikala para dermawan kikir *** maka kami adalah tumbal bagi Diin Di atas jalan ini para perwira berdendang dengan *** Kata-kata fasih berupa pengorbanan Kemenangan bisa diraih dengan darah, *** dengan tombak dan baju besi….”

Ya Alloh yang menurunkan kitab, yang cepat hisab-Nya, yang menggerakkan awan, hancurkanlah pasukan sekutu (ahzab), ya Alloh hancurkan dan goncangkanlah mereka.

{‫}وال غالب على أمره ولكن أكثر الناس ل يعلمون‬ َ ُ َْ َ َ ِ ّ َ َ ْ َ ّ ِ ََ ِ ِ ْ َ ََ ٌ ِ َ ّ َ ُ
{Dan Alloh maha menang atas perkara-Nya akan tetapi kebanyakan manusia tak mengetahuinya} Kementrian perang / Dawlah Islam Iroq 14/ Romadhon 1432 H
“Berjihadlah Niscaya Engkau Mendapat Petunjuk Insya Alloh”

‫بسم ال الرحمن الرحيم‬ Sesungguhnya segala puji itu milik Allah. Kami memuji-Nya, memohon pertolongan kepada-Nya dan berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami dan keburukan amal-amal kami. Barang siapa diberi petunjuk Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkan. Dan barang siapa disesatkan Allah maka tidak ada yang dapat menunjukinya. “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”. (QS. Ali ‘Imran :102) “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa menta’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar”. (QS. Al Ahzab : 70-71) “Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”. (QS. An Nisa’ : 1) Dan aku bersaksi bahwa tiada llah kecuali Allah saja, tiada sekutu bagi-Nya.. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang telah menyampaikan risalah, menunaikan amanah dan memberi nasehat kepada umat. Mudah- mudahan kesejahteraan dan keselamatan dicurahkan Allah kepada junjungan kita Muhammad

Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam, kepada keluarganya serta sahabat-sahabatnya, Wa Ba’du : Alhamdulillah sepatutnya kita selalu bersyukur kepada Alloh atas semua limpahan ni’mat dan karunianya kepada kita hingga kita kembali bertemu dan melaksanakn ibadah shaum di tengah himpitan makar thoghut. Salah satu bentuk syukur kita kepada Alloh Jalla Wa ‘ala adalah dengan mentauhidkan NYA serta membela dien NYA dengan jihad fie sabilillah.Alloh ‘azza wa jalla berfirman : “Dan orang – orang yang berjihad untuk ( mencari kridlaan) KAMI, KAMI akan tunjukkan kepada mereka jalan – jalan KAMI. Dan sungguh alloh beserta dengan orang – orang yang berbuat baik” ( QS. 29:69 ) Ikhwani fiddien rohimakumulloh, jalan jihad tidak lepas dari berbagai kendala dan hambatan baik besar maupun kecil, yang halus maupun kasar. Sehingga tidak sedikit baik dari mujahidin trtipu dengannya, afwan ana ambil contoh : ada ustadz A,B dan C semua setuju dengan jihad hari ini, tapi ustadz A berkata : “ ya jihad itu wajib, tapi kita harus belajar ? berilmu dulu”, kemudian ustadz B berkata : “ ya jihad itu wajib dan lebih utama dari ilmu”, dan ustadz C berkata : “ jihad sekarang wajib tapi di timur tengah sana, antum kalo mw berjihad pergi kesana “. Wallohu a’lam walhaqq lillah. Jika perkataan ustadz A itu dengan perkataannya tanpa ada maksud untuk menghalangi ikhwah mujahidin untuk melakukan amaliyah jihadiyah dan jihad itu harus di dasari dengan ilmu, maka insya Alloh apa yng di katakana ustadz itu adalah benar. Karena bagaimana mungkin kita berjihad tanpa mengetahui/mengilmui dalam rangka apa kita berjihad maka bisa sia sia semua usaha kita atau bahkan kematian kita. Wal’iyadzubillah, Allah jalla wa’ala berfirman : “ maka ketahuilah/ berilmulah, bahwa tidak ada TUHAN ( yang patut ) di sembah selain ALLOH, dan mohonlah ampunan atas dosamu dan atas ( dosa ) orang orang mu’min” ( QS. 47:19) Kata “fa’lam” menurut ahulul lughoh adalah salah satu bentuk amr ( perintah ) bagi kita untuk berilmu, yaitu ilmu yang paling mendasar dan paling prinsip dalam dien ini yaitu ilmu tentang tauhidulloh. Pelajarilah hakikat tauhid yang haq insya Alloh dengan ilmu ini kita bias tau siapa musuh musuh dien ini. Serta agar kita terhindar dari amalan yang sia sia ketika berjihad. Karena tujuan kita berjihad yang paling adalah untuk menegakkan dinul islam dan meninggikan kalimat tauhid. Alloh jalla wa ‘ala berfirman : “dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah dan agama hanya milik alloh semata: ( QS. 8 : 39 ) Al imam Ahmad berkata : fitnah di sini adalah kesyirikan, serta dalam satu riwayat shohih bahwa ada seorang sahabat yang bertanya kepada Rasululloh shallallhu ‘alaihi wasallam tentang apa yang di maksud jihad fie sabilillah. Rasul menjawab “ barang siapa yang terbunuh agar kalimat alloh itu tegak maka itu adalah fie sabilillah.” Dalam riwayat lain “ islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi darinya”

Jadi ya ikhwah pelajarilah !! berilmulah tentang makna dan hakikat tauhid yang HAQ jadi kan tujuan antum berjihad hanya untuk itu adapaun syahid adalah karunia terbaesar yang Alloh berikan bagi hamba-hamba NYa ( dan semoga kita meraih kesyahidan insya Alloh aamien ). Jika kita tau ada sesuatu aliran, faham serta isme – isme yang di agungkan di elu elukan serta di anggap lebih baik dan lebih tinggi dari islam seperti demokrasi dan pancasila maka kita semua muwahhid wajib untuk menurunkannya dan menghinakannya ketempat yang sangat dan apling hina. Ketahuilah ya ikhwah, adapun jika maksud dari perkataan ustadz A bahwa kita harus berilmu, yaitu ilmu – ilmu furu’ iyyah sperti hadits, dan fiqh atau dengan perkataanya bermaksud mengkaburkan serta menghalangi antum untuk melakukan amaliyah jihadiyah maka dia berdusta dan tinggalkanlah.Dalam satu riwayat ( antum bias liat dalam kitab al’umdah fie I’dadil ‘uddah) ada seorang rojul yang dia sangat gemar berperang, ketika kaum muslimin hendak pergi berjihad yang dipimpin langsung oleh Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam, rojul ini ikut ikut berperang dengan kaum muslimin dan beliau meminta idzin kepada Rasul, Rasulpun mengidzinkannya dengan syarat bahwa rojul ini masuk islam dahulu. Setalah membaca syahadat maka raojul inipun maju ke medan perang dan akhirnya ( atas idzin Alloh ) dia syahid. Subhanalloh, amal yang sedikit dan sebentar tapi mendapat pahala yang sangat sangat berlimpah. Serta dalam riwayat lain ketika pasukan kaum muslimin mempersiapkan diri, beberapa sahabat yang masih belia ingin ikut salah satunya zaid bin tsabit sambil mnyeret pedang untuk meminta idzin kpd Rasul tapi Rasul tidak mengidzinkn karena zaid pd saat itu msh kecil, tapi ada sahabat belia yang di idzin kan dua orang saudara karena keduanya mahir menggunakan senjata. Lihatlah ya ikhwah, kisah tesebut di atas. Tidak semua sahabat hapal hadist tapi ketika seruan jihad memanggil mereka serempak dan mempersiapkan diri untuk berangkat. Dalam berbagai kitaab fiqh salah satunya karya Syaikh ibnu Qudamah dalam Al Mughni syarat wajib jihad, sama sekali tidak ada syarat wajib jihad itu kita harus berilmu. Atau antum haruslah tahfidz dan hapal beberapa hadist. Syarat yang paling pertama adalah ISLAM, ya seorang muslim yang dia tentu memahami makna TAUHID dengan HAQ. Jika ustadz A ini memasukkan ilmu sebagai syarat wajib jihad maka sungguh dia telah berdusta atas nama para ulama serta fuqoha. Ketahuilah, beribu syarat tapi bukan/tidak berlandaskan kpd kitabulloh maka syarat tersebut tertolak dan BATHIL! Adapun perkataan ustadz B jihad sekarang itu lebih utama dari pada ilmu, maka itu benar adanya insya Alloh. Karena jihad sekarang menurut ijma’ ulama muhaqqiqien bahwa jihad menjadi fardlu ‘ain untuk seluruh kaum muslimin pada saat jatuhnya Andalusia ketangan orang – orang kafir. Tapi jihad harus dilandasi dengan pondasi yang kokoh, yaitu ilmu tentang tauhid sbagaimana ana jelaskan di atas. Agar para mujahidin ketika tetimpa ibtila dn imtina di jalan jihad tidak mudah goyah atau bahkan tidak mudah menyerah dan tidak future wal’iyadzubillah. Kelebihan ilmu dan fisik memang harus di miliki oleh mujahidien, Alloh Yang Maha Berkehendak dan Memberikan Ni’mat keduanya ( kelebihan ilmu dan fisik ) kpd siapa yang di kehendaki Nya. Tpi, jangan karena kita bukan seorang tahfidz, bukan seorang muhaddits, ustadz yang merasa di butuhkan ummat maka kita malu serta segan untuk berjihad. Begitupun sebaiknya jangan merasa antum seorang ustadz serta ulama yang di butuhkan ummat

serta tahfidz maka antum LEBIH SENANG duduk duduk bermajlis dan berhalaqoh dari pada berjihad. Wallohul musta’an. Ya akhie, tidak sedikit mujahid yang dulunya mereka tidak faham tentang dien, bukan seorang tahfidz tapi mereka berjihad karena dien mereka karena kecintaan mereka terhadap Alloh, maka ketika mereka berjihad Alloh limpahkan rahmat dan karunia Nya serta petunjuknya kepada mereka hingga mereka pun mendapat petunjuk dan bashiroh dari Alloh jalla wa ‘ala. Sebagaimana firman Nya : “ dan orang – orang yang berjihad di jalan KAMI, KAMI akan tunjukkan mereka jalan – jalan KAMI” ( QS. 29:69 ). Dan tidak sedikit orang berilmu, seorang ustadz atau ulama ( dalam satu keadaan haal atau keadaan yang ana tidak tau dan hanya Allohlah Yang Maha Tahu ), mereka di hinakan oleh Alloh. Bisa jadi ilmu yang ada pada dirinya menjadi aib bagi dirinya karena tidak sesuai dengan amalnya atau menjadi futur. Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “… dan kamu meninggalkan jihad, maka KAMI akan timpakan KEHINAAN kepada kalian dan tidak akan KAMI cabut sampai kalian kembali kepada DIEN kalian.” Kapankah kita akan kembali dan menghilangkan kehinaan ini, sementara kita duduk duduk nyaman berhalaqoh selama BERTAHUN TAHUN serta enggan berjihad!? Wallohul musta’an. Adapun jika antum perhatiakan perkataan ustadz C yang mengatakan bahwa jihad sekarang ini wajib serta mendukung antum dan memperisapkan keberangkatan antum ke Iraq dan afghan, dan dia berkata bahwa jihad DISINI tidak wajib atau DISINI bukan medan jihad maka antum jangan tertipu ya ikhwah. Syaikh Abu Yahya Al liby dalam salah satu khutbah nya saat ‘iedul adha, beliau menyeru khsususnya dan berpesan kpeada mujahidin palestina “jangan kalian merasa tenang dengan memerangi zionis sementara kalian di kuasai oleh thoghut murtadin”, lihatlah ya ikhwah perhatikanlah… klo ana boleh mengcopy perkataan beliau, jangan kita berjihad memerangi amerika dan sekutunya jauh jauh tapi yang berkuasa atas diri kita dan ummat ini adalah thowaghiet murtad!,dalam timbangan alqur’an dan sunnah bukan mashlahat dan ummat. Untuk penjabaran masalah ini antum bias cari di internet atau baca di kitab tauheed, atau untuk mewakili silahkan antum buka dan baca di situs atau blog blog Tauhid wal Jihad insya Alloh sudah mewikili dan di jelaskan secara rinci dan gamblang. Sekali lagi, jngan tertipu ya ikhwah, antum berniat berjihad mengumpulkan dana untuk jihad keluar sementara kita, saudara kita, keluarga kita serta seluruh kaum muslimin yang ada disini berada dlm cengkraman thaghut dan semakin dalam serta mengakar tanpa ada pembelaan. Antum pergi jihad keluar negeri memerangi amerika zionis dan sekutunya sementara disini islam di hinakan oleh thawaghiet dan di rendahkan dan tersebarnya faham faham bathil serta memaksa kita untuk mengakuinya . laa haula walaa quwwata illaa billah. Bukankah islam itu tinggi ya IKHWAH! Bukankah tidak ada yang lebih tinggi dari islam!, ibarat pepatah “ semut di sebrang lautan tampak oleh kita,sementara gajah di pelupuk mata tidak tampak” ini sebuah musibah! Alloh jalla wa a’ala berfirman : “ perangilah orang – orag yang tidak beriman kepada Alloh dan hari akhir, mereka yang tidak mengharamkan apa yang di telah di haramkan Alloh dan Rasul Nya dan mereka yang tidak beragama dengan agama yang benar

( islam )… hingga mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk” ( QS. 9 : 29 ) “ wahai orang – orang yang beriman, perangilah orang – orang kafir yang di sekitarmu, dan hendaklah merek merasakan sikap tegas darimu dan ketahuilah, bahwa Alloh bersama orang yang bertaqwa “ ( QS. 9 : 123 ). Ya ikhwah masihkah antum merasa nyaman duduk berhalqah bertahun tahun sementara thawghit merasa tenang dan berkuasa atas kaum muslimin serta ajaran mereka menghinakan islam, tidakkah antum mendengar do’a ulama – ulama kita dan ikhwah kita di sijn thoghut agar Alloh menolong dan membebaskan mereka, demi Alloh! Alloh sangat mampu untuk membebaskan mereka dengan cara Nya tapi Alloh ingin melihat apa yang telah kita lakukan untuk menolong mereka. Sementara kita trus menerus merasa betah dan nyaman dan berbicara tentang jihad seolah jihad hanya sebatas bahan diskusi dan obrolan saja. Berangkatlah ya ikhwah, berjihadlah niscaya kau akan mendapat petunjuk dan memperoleh karunia yang banyak. Berjihadlah baik bersama sama maupun seorang diri, ya meski antum seorang diri. Ketahuilah komando tertinggi mujahidin ada di tangan Rasul dan beliau ‘alaihi sallam telah bersabda “ sekarang telah tiba saatnya jihad, sekarang telah tiba saatnya jihad” ( HR. Nasai ) tidakkah antum menyambut seruan komandan kita?!sesuai kemampuan kita ya ikhwah dan sesuai dengan apa yang kita miliki dan kuasai.. Ketahuilah seseorang akan menjadi professional ketika dia trus bekerja dan melakukannya sementara seorang tidak lah di sebut ahli atau prof dengan sebatas mengasah dan berlatih saja. Alloh jalla wa’ala berfirman : “wahai orang – orang yang beriman siap siagalah kamu, dan majulah secara berkelompok atau majulah bersama – sama “ ( QS. 4 : 71 ) “ maka berperanglah kamu di jalan Alloh, kamu tidak di bebani melainkan atas dirimu sendiri” ( QS 4 : 84 ) “bekerjalah, maka Alloh akan melihata amalmu, begitu juga Rasul Nya dan orang – orang mu’min. dan kamu akan di kembalikan kepada Alloh Yang maha Mengetahui yang Gahib dan Nyata lalu di beritakan Nya kpdmu apa yang telah kamu lakukan “ ( QS. 9 : 105 ) Beramallah ya ikhwah, berjihadlah niscaya kau akan mendapat petunjuk dan memperoleh karunia yang banyak insya Alloh.berilah orang kafir itu hukuman dari kita sbagai mana firman Nya : “ dan tidaklah mereka memperhatikan bahwa mereka di uji sekali atau dua kali setiap tahunnya” ( QS. 9 : 126 ). berikanlah orang – orang kafir itu “ hadiah” atau buat lah mereka marah karena itu merupakan kebaikan bagi antum dan gembirakanlah hati ikhwah kita dengan amal jihad kita sebagaimana firman Nya : “… dan tidak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang – orang kafir, dan tidak menimpakan suatu bencana kpeada musuh kecuali semua itu akan di tuliskan bagi mereka sebagai suatu amal kebaikan” ( QS. 9 : 120 ). “perangilah mereka, niscaya Alloh akan menyiksa mereka dengan ( perantaraan )

tangan – tangan mu dan Alloh akan menghinakan mereka dan menolongmu ( dengan kemenangan ) atas mereka, serta melegakan ahti orang – orang yang beriman, dan Dia menghilangkan kemarahan hati mereka ( kaum mu’minien )” ( QS. 9 : 14-15 ). Jadilah antum muwahhid mujahid, karena mujahid adalah orang orang yang mendapat petunjuk dan mendapat tarbiyah langsung dari Alloh jalla wa ‘ala ( dengan cara Nya ) dalam memahami hakikat dienul yang haq ini serta Alloh melimpahkan karunia kepada mujahid dalam kehidupan mereka di dunia dan akhirat. Sekutip untaian kata dari seorang ulama mujahid Syaikh Abu Jandal Al ‘Azdi “ barang siapa yang mengangkat pena tanpa pedang maka dia akan lemah, dan barangsiapa mengangkat pedang tanpa pena maka dia akan tersesat dan membuat kesalahan. Akan tetapi jika seorang mengangkat keduanya bersama sama maka akan di beri petunjuk dan mencapai tempat tujuannya”. Serta untaian pepatah “ sekarang adalah jamanya perang bukan jamanya cinta cintaan”. Semoga Alloh menolong mujahidien dan mengokohkan hati kami dan mereka di medan jihad ini. Dan semoga kami dan mereka tetap istiqomah dan sabar dalam menghadapi dan menjalani ibtila dan imtina yang menimpa… Serta kami berlindung kepada Alloh dari kematian dalam keadaan future dan berbalik dari jalan jihad ini….Allohumma aamien Tidak akan menimpa melainkan apa yang telah di tetapkan alloh. Dialah pelindung kami. Hasbunallohu Wallohu Allohu Nishfu Daarul akbar! Allohu wani’mal ta’ala Akbar! Allohu wakil. Wa a’lam Akbar! Wad dienu ‘alaihi tawakkalnaa bishshowab kulluhu lillah!

ramadlan ‘uzlah

Saudara kalian yang lemah dan faqir dan mencintai kalian karena Alloh Faith Abdurahman Hasan Ar Rihali

Pernyataan Polres Ambon Picu Konflik SARA
Monday, 12 September 2011 05:20 | Written by Jaka |

Ambon (SI ONLINE) - Gara-gara Pembunuhan salah seorang tukang Ojek (warga kampung

Waihaong, tempat tinggal sumber Suara Islam) di salah satu lokasi bernama Gunung Nona, kerusuhan di ambon kembali terjadi.

Umat muslim marah karena Polres Pulau Ambon mengatakan bahwa peristiwa tersebut adalah kecelakaan lalu lintas biasa (Lakalantas). Padahal Kondisi tubuh korban yang ada luka tusukan di belakang badan, bacokan di belakang leher, dan pukulan benda tumpul di bawa pelipis mata bisa menyimpulkan bahwa, kejadian tersebut adalah murni pembunuhan, bukan lakalantas. Apalgi kondisi fisik motor korban tidak ada yang rusak atau lecet sedikitpun. Kronologis Pecah Konflik Sekitar pukul 15.00 waktu Ambon, ribuan masa pengantar jenazah mengantar korban ke TPA Mangga Dua. Walikota dan wakilnya, serta Kapolres Pulau ambon sempat melayat di rumah korban. Proses Pemakaman dengan ribuan masa awalnya berjalan dengan damai. Namun, setelah jenazan selesai dimakamkan, dan ribuan masa tersebut berjalan pulang, terjadi provokasi dari orang yang tak dikenal. akibatnya Konflik ambon langsung pecah, saling lempar antara masa Islam dan kristen terjadi. Karena Jumlah aparat keamanan tidak sesuai dengan jumlah masa yang saling lempar, kerusuhan pun meluas di tiga titik yang berbeda; yaitu Mangga Dua, depan Tugu Trikora, dan Talake. Dua kampung terbakar satu orang meninggal dunia akibat kena tembak di leher. Puluhan Korban sudah dirawat akibat kena lempar dan tembakan peluru ciss, serta ratusan masyarakat telah mengunggsi di Masjid Agung Al Fatah dan Taman Hiburan Rakyat Waihaong. Hingga informasi ini diturunkan, masa masih saling serang dan bakar rumah di lokasi Talake (dekat tempat tinggal sumber Suara Islam). Desa Waringin (muslim) sudah habis dibakar, di masjid Al Fatah umat Islam sudah bertakbir, desa ponegoro sudah mulai ada yang terbakar. Korban meninggal yang ada di Rs Al Fatah, 7 Orang muslim meninggal, 60 orang luka luka. Di prediksikan aktifitas di ambon akan lumpuh total beberap minggu kedepan, jika aparat keamanan tidak berhasil menangkap pelaku pembunuhan. Dan Muspida maluku tidak mampu memberikan kepastian keamanan kepada masyarakatnya. Red: Sumber: AJ Jaka

• • •

Add New Search RSS

Comments (1)

|2011-09-12 08:00:28 Babah Liem - Provokasi kristen

Biasa, kristen selalu memprovokasi. Kalau terdesak baru mrk bilang Islam yg mulai. Lihat saja sejarahnya mulai dari perang Salib. Kehidupan damai di Palestina dirusak oleh serangan kaum salibis eropa. Polanya selalu sama: mereka memprovokasi, lalu bilang Islam tdk toleran bila ada reaksi! Penyebabnya tdk pernah disinggung. Lihat saja berita2 di Kompas dan Sinar harapan. Selalu seperti itu: menyalahkan dan menyudutkan Islam! Gak kaget, ih. Wasiat Ukhti Pertama Bismillahirrohmanirrohiim Segala puji bagi Allah, Robb semesta ‘alam. Sholawat dan salam terlimpah pada Nabi Muhammad, keluarga dan para sahabatnya. Assalamu’alaykum warohmatullahi wabarokatuh Saudara saudariku. Insya Allah saya ingin menyampaikan pesan ini kepada saudara saudariku yg berjuang di jalan Allah yang ingin berguna bagi Diin Allah, Demi Allah. Allah berfirman dalam Al-Quran : “Sungguh Allah telah membeli dari orang-orang mu’min diri dan harta mereka dengan surga, mereka berperang di jalan Allah lalu mereka membunuh atau terbunuh itu adalah janji yang haq dari Allah dalam Taurat, Injil dan Al quran, lalu siapakah yang lebih menepati janjinya selain dari pada Allah?” (QS At Tawbah : 111) Saudara saudariku tercinta, saya telah membuat perjanjian dengan Allah, bahwa saya akan menukar jiwa saya untuk mendapatkan surga. Telah datang waktunya bagiku untuk menyempurnakan jual beliku. Insya Allah, saya akan melaksanakan operasi mencari syahadah di jalan Allah. Insya Allah, operasi mencari syahadah ini, semata-mata karena Allah, karena Diin Allah, dan untuk menegakkan kalimat Allah di muka bumi ini. Saudari-saudariku, aku menyerumu untuk membuka mata dan melihat kebenaran, Insya Allah. Saya katakan pada kalian, demi Allah, semua yg kalian lakukan, jalan yg biasanya kalian gunakan menghabiskan waktu dan juga usaha kalian, semua itu tak akan bermanfaat bagi Diin Allah. Jika kalian benar-benar ingin menolong Diin Allah, kalian harus masuk dalam akad jual beli dengan Allah sebagaimana pada masa Nabi (Sholawat dan salam atasnya) pada jalan yang telah ditempuh oleh sebagian saudari kita sebelumnya, insya Allah. Inilah yang telah dilakukan oleh saudari kita Hawa Barayev, semoga Allah menyayanginya.

Saya bersumpah demi Allah, ini adalah baik bagi kalian, dimana Allah telah memerintah kita berperang di jalan-Nya. Sungguh satu hal yang kita minta dari Allah adalah agar Dia ridho terhadap kita, agar Allah menerima semua amalan kita dan meridhoi amal kita. Saudari-saudariku, maha suci Allah, jamaah kita menghadapi berbagai ujian dan cobaan, Saya berlindung pada Allah dari syaitan yang terkutuk. Berlindunglah pada Allah dari ini, jika kalian benar-benar ingin menolong Allah dan Diin Allah, wahai saudariku, saya mengajak kalian untuk istisyhad (mencari syahid) di jalan Allah. Saudari-saudariku, maha suci Allah, sekarang ini Allah telah memberikan kesempatan pada kita untuk menjual jiwa-jiwa kita dengan bayaran surga, lalu bagaimana bisa kalian itu menjauh dari surga, setelah pintu-pintunya di buka – Allahu Akbar- Sedang Allah berkata : “kemarilah wahai hambaku, kemarilah wahai hambaku.” Tetapi, tampaknya kita masih suka kehidupan yang terbatas ini. Dengan mengatakan “kita masih dibutuhkan disini.” Saudari-saudariku, mengapa kalian mengenakan hijab? Kapan kalian akan menghabiskan waktu dengan saudari lainnya? Obrolan kosong dan gossip, ini semua musuh kedua setelah syaitan, kita berlindung pada Allah dari itu semua. Hal itu akan membawa banyak mudhorot bagi jihad di jalan Allah. Dari pada obrolan kosong ini, lebih baik kalian mempersembahkan jiwa-jiwa kalian di jalan Allah. Demi Allah, saya mengenal banyak akhwat dan saya mencintai mereka, saya tahu mereka ingin membela Diin Allah, tetapi ketahuilah wahai saudari-saudariku tercinta, demi Allah, tidak ada pembelaan terbesar dan terbaik dari itu (yaitu) yang datang dari istisyhadiyah di jalan Allah. Kita meneror kuffar yang telah menjajah negeri kita, serta mengaplikasikan undang-undang mereka. Maha suci Allah..! bagaimana kalian bisa hidup damai saudariku, disaat orang kafir memasukkan undangundang buatan ini..?? Disaat orang kafir mengangkat senjata melawan Pencipta kita? Maha suci Allah..! bangkitlah dan jual jiwa kalian! dan bagi saudara2ku yang duduk di rumah, yang menyerah pada kenyataan bahwa kita dikuasai orang kafir : Takutlah pada Allah! Pada hari kiamat kalian akan bertanggung jawab di hadapan Allah, karena kalian duduk-duduk di rumah kalian yang hangat, karena realitanya kalian duduk-duduk tatkala saudari kalian menjual jiwa-jiwa mereka, tatkala para akhwat tidak bakhil dengan darah-darah mereka atau nyawa-nyawa mereka di jalan Allah. demi Diin Allah, apakah ada sesuatu yang lebih mahal dari jiwa? Saya bersumpah, demi Allah saya tak punya apa-apa kecuali nyawa, tak punya uang atau barang untuk diberikan pada Allah. Demi Allah, jika saya punya sesuatu yang lain untuk diberikan pasti saya akan memberikannya juga. Saya hanya punya satu nyawa dan saya sudah memutuskan untuk mempersembahkannya pada Allah. Jika saya punya sepuluh nyawa, maka saya akan mempersembahkan semuanya.! Saya menyampaikan pada keluargaku. Insya Allah, sebentar lagi kalian akan mendengar kalau saya (ini) akan dicela. Beberapa orang dengan keras mengatakan dia ‘teroris, seorang ‘pembom bunuh diri’. Benar..! saya terroris..! memangnya kenapa kalau saya terroris? Saya seorang terroris karena ‘teror’ artinya memberi takut, jadi sudah tentu saya terroris, karena saya ingin membuat takut orang kafir, merekalah yang telah mengangkat senjata melawan kami! Kalian menyebutku ‘pembom’ dan saya bilang benar: saya adalah pembom.! Kenapa? Karena saya memilih kematian, ketika kalian memilih kehidupan yang penuh godaan dan fitnah. Kehidupan yang penuh dengan fitnah. Ini adalah kehidupan terkutuk. Saya pilih kematian, karena mati di jalan Allah yang Maha suci lagi Tinggi adalah kehidupan bagiku. Jadi saya katakan dengan bangga: saya adalah terroris, dan saya adalah seorang pembom. Tapi saya harus berkata pada kalian : jalan yang kalian pilih untuk menghabiskan waktu dan uang kalian, demi Allah, kalian akan bertanggung jawab di hadapan Allah untuk itu. Jadi jangan mengutukku,

walaupun itu tak akan membuatku takut jika kalian mengkritik saya. Semua hal yang penting bagi saya adalah mendapatkan ridho Allah. Saya yakin kalau saya berada di jalan yang lurus karena, segala puji bagi Allah, Allah telah mengajariku, Jadi saya memotivasi kalian untuk bangkit dan melihat bahwa kalian tak mungkin terus hidup di bawah aturan kuffar. Kalian telah menyaksikan cara yang digunakan kuffar untuk mengedarkan narkotik hingga pada kalangan anak-anak. Tapi selama kalian tak terkena dampak langsung, kalian akan berdiri dan tersenyum lalu berkata: “ini bukan urusanku”. Hal ini hanya bila kalian dirugikan secara langsung, tiba-tiba saja kalian mengatakan: “Orang ini adalah musuh kita dan kuffar harus dibunuh!” Maha suci Allah, ini tidaklah benar. Nabi Muhammad (sholawat dan salam atasnya) bersabda: “Ummat ini bagaikan satu tubuh. Jika satu bagian dari tubuh kesakitan, maka yang lainnya merespon dengan begadang dan demam.” Jadi mengapa kalian tidak merasakan kesakitan ini, jika kalian menyebut diri kalian adalah muslim?? Jadi mengapa kalian tidak merasakan kesakitan ketika mereka memenjarakan saudara saudari kalian, ketika mereka disiksa dan diperkosa? Jika kalian menganggap diri kalian sebagai Ummat Muhammad (sholawat dan salam atasnya) mengapa kalian tak merasakan kepedihan ini, mengapa kalian duduk tenang di rumah. Mengapa kalian mengutuk orang-orang yang secara sukarela mempersembahkan jiwa mereka kepada Allah, yaitu mereka yang mempersembahkan segalanya yang mungkin dalam hidup ini? Kehidupan yang sementara ini terkutuk –kita berlindung pada Allah dari ini–. Bagaimana kalian bisa menikmati kehidupan sementara ini ? Saudari-saudariku tercinta: –Maha suci Allah– saya melihat kebanyakan dari akhwat membeli jilbab untuk dirinya seharga 7000, 9000 rubles, ada juga yang membeli bros dan pernak pernik lainnya senilah 300 atau 400 rubles. Maha suci Allah! bukannkah lebih baik ia infaqkan uangnya di jalan Allah untuk membantu mujahidin di jalan Allah??? dan pahalanya akan diberikan di akhirat, maka takutlah pada Allah, saudarisaudariku..! Takutlah pada Allah, yang mana kalian akan berdiri di hadapan-Nya besok! (nilai tukar rubels terhadap rupiah pada 15 april 2009 adalah 1 rubels = 332.9 rupiah, biaya hidup di rusia lebih tinggi dibanding di indonesia) Saya tak melihat suatu cara yang lebih ampuh daripada mempersembahkan jiwaku ini kepada Allah. Sebagian mungkin akan menyebut saya zombi tanpa pertimbangan (gila). Kerabat saya akan berkata: ‘Jika dia menempuh jalan ini, tidak ada cara bagi kita untuk menyadarkannya”.Maha suci Allah, tentu saja! Allah berfirman : “Siapa yang ditunjuki Allah, maka tak akan ada yang bisa menyesatkannya.” (az-zumar : 38) Bukankah dalil ini sudah cukup? Beberapa akan mengatakan saya melakukan ini demi uang, atau karena saya telah kehilangan suami saya. Tapi bukankah sudah sepantasnya bagi saya menjadi orang yang mengharap ridho Allah? Pikirkanlah hal ini. Maha suci Allah, kebenaran itu lebih baik, al Haq adalah hujjah terbaik. Nabi Muhammad (sholawat dan salam atasnya) ditanya: apakah yang membuat Rabb tertawa? Apakah kalian ingin tahu apa yang membuat Allah tertawa? Maka para sahabat menjawab: ya wahai Rasulullah! Mereka adalah yang menyerbu ke tengah musuh dan bertempur sampai terbunuh. Barangsiapa yang Allah tertawa padanya, tidak akan tersentuh api Neraka. Alangkah beruntungnya mereka itu”. Lihatlah dan renungkan : Nabi kita tidak berkata tentang orang yang bersegera menyongsong musuh, berperang lalu kembali pulang. Tetapi yang Beliau katakan adalah berperang hingga terbunuh. Saya gembira sekali, karena Allah telah melimpahkan kesempatan untuk menjual jiwaku kepada-Nya, insya Allah. Ini bukanlah kesempatan yang didapat setiap orang. Saya merasa bersyukur, Alhamdulillah. Dan saya sampaikan pada kalian wahai saudariku tercinta : jangan malu untuk mempersembahkan jiwa kalian kepada Allah. Jangan enggan ataupun menyesal. Pasar-pasar surga tengah dibuka. Tetapi bisa jadi esok hari pasar tersebut tertutup sudah dan kalian tidak punya kesempatan lagi untuk menjual jiwa. Bersegeralah menuju surga, yang luasnya membentang melebihi langit dan bumi! Bersegeralah menuju

surga, wahai saudariku! Wahai saudaraku : cukup sudah duduk-duduk di rumah. Inilah saatnya kalian harus bangkit berubah. Semoga Allah membuka hati kalian. Semoga Allah melimpahkan kalian petunjuk ke Jalan yang benar, membuka hati kalian untuk menunaikan kewajiban jihad, dan menjadikan kalian lebih berguna dari keadaan kalian saat ini. Biidznillah, kemenangan bersama kita, menang atau surga. Jika tidak kemenangan di dunia ini maka ada surga, insya Allah. Allahu akbar..! Allahu Akbar..! Allahu Akbar..! Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh… Wasiat Ukhti Kedua ### Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh untuk kalian wahai saudari-saudariku. Sahabatku, beberapa (orang) mungkin mengatakan jalan yang aku pilih ini adalah (pilihan) sulit dan berat, tapi ini sangat berharga dimata Alloh. Demi Alloh ini sangat berharga! Terkadang kita harus membayar harga ini untuk memutuskan jalan ini sebagai jalan hidup kita dan kemudian kita jual kepada Alloh dan ditukarkan dengan surga. Ada orang yang menjual hidupnya pada Alloh SWT. Sesuai yang terdapat dalam Al Qur’an: Ada sekumpulan orang yang menjual hidupnya pada Alloh untuk memperoleh ampunan-Nya. Ini berarti, Alloh akan menampakkan ampunan-Nya pada siapa saja yang menjual dirinya di jalan Alloh. Kita berjihad untuk mendapatkan surga dan nikmat Alloh, serta untuk mendapatkan rahmat-Nya. Hari ini Alloh telah memberikan kesempatan dan mungkin jika kita melewatkan kesempatan ini, Alloh tidak akan memberikan kesempatan (lagi) yang lain. Kita tidak akan pernah mencapai ketinggian iman seperti yang kita dapat hari ini. Kami memutuskan untuk menjual jiwa kami kepada Alloh dengan tujuan mendapat rido Alloh, juga untuk meneror musuh-musuh Alloh yang menghinakan kaum muslimin hari ini dan berkeinginan untuk menghancurkan kaum muslimin. Saudariku, musuh kita, orang-orang kafir, bisa menghancurkan hanya jika Alloh berkehendak, mereka tidak akan bisa melakukan apapun tanpa izin dari Alloh SWT. Kekuatan kita berasal dari persatuan, tapi jika kita tidak bersatu, jika setiap muslim terpecah belah, maka musuh akan menghancurkan kita dengan cepat (mudah). Kalian mengatakan kalian beramal di jalan Alloh dan anda melakukan suatu amal yang baik, dan anda diberikan kekuatan di jalan ini, tapi mengapa kita melakukan hal ini? Kami berjihad dan mengerahkan semua tenaga untuk mendapakan ampunan dari Alloh, untuk meraih surga dan untuk mendapatkan jawaban di yaumul hisab ketika ditanya apa yang kita lakukan di jalan-Nya. Aku bahagia atas siapa saja yang beramal di jalan Alloh, tapi ukhti, aku ingin mengatakan kalau terkadang perkataan kalian menyebabkan rusaknya jihad fii sabilillaah. Jika anda tidak berhati-hati, setiap amal baik anda akan tidak berarti jika dibanding dengan kerusakan yang kalian timbulkan. (Ini) terjadi kepada sebagian akhwat ketika aku lemah, lemah dalam iman, dan seperti yang kita ketahui keimanan kita bisa naik dan bisa turun. Dan diwaktu itu, ketika aku lemah, mereka mulai membicarakan yang menyebabkan perpecahan, dan meremehkan salah seorang akhwat lain yang akhirnya ternyata jauh lebih baik daripada mereka. Dan alhamdulillah (segala puji bagi Alloh), setan datang kepada kita serta mencoba melemahkan (iman) kita, sedangkan sebagian kita menyerang satu yang lainnya kecuali orang-orang yang ikhlash. Dan alhamdulillah (segala puji bagi Alloh), kami dipertemukan diantara orang yang ikhlas, meskipun ada perselisihan dan perbedaan diantara akhwat yang lain dan aku.

Alhamdulillah (segala puji bagi Alloh), itu semua masa lalu, kami telah disesuaikan dalam satu tujuan dan saling memaafkan. Saudari-saudariku, ini adalah urusan yang sangat serius, pikirkan sampai anda mendapat jawaban untuk Alloh!! Jika anda berjihad di jalan Alloh dan menginginkan surga, maka lakukanlah operasi mencari syahid (amaliyah istisyhadiyah), jual jiwa anda pada Alloh. Apa yang lebih baik dari ini? Pikirkan dengan seksama. Dan juga sebagian kalian telah mempublikasikan beberapa puisi dan saling menyalahkan satu sam lain. Bait-bait tersebut tidak membawa apapun tetapi membahayakan Agama Alloh. Jika ada masalah disebabkan salah seorang diantara kalian, jika ada masalah, selesaikanlah sendiri. Apakah perpecahan diantara kalian tidak cukup, (sehingga) apakah harus di ekspos ke publik? Subhanalloh (Maha suci Alloh), semoga Alloh mengampuni kita karena perpecahan ini. Dan kau tidak ingin, atau aku tidak akan berbicara dengan panjang lebar. Aku tidak menginginkan semua ini. Tapi aku akan memutuskan untuk membuat ini sebagai seruan di jalan Alloh di akhir hayatku. Wassalamu’alaikum.

Wednesday, May 04, 2011

Berita Kematian Osama Bin Laden
Beberapa hari ini, media massa di seluruh dunia hampir tidak ada yang melewatkan berita tewasnya Osama Bin Laden (OBL) sebagaimana diumumkan secara resmi oleh Presiden AS, Barrack Hussein Obama pada Minggu malam 1 Mei 2011 waktu AS. Berita kematian yang banyak mendapatkan tanggapan di seluruh dunia tersebut mengingatkan saya pada artikel Blog I-I berjudul Dimana Osama Bin Laden ? yang dipublikasikan pada 19 Juni 2007. Bagaimana analisa Blog I-I selanjutnya terkait kematian OBL ? Apakah argumentasi yang dibangun oleh Sidney Jones dari ICG (International Crisis Group) tentang dampak kematian Obama pada harian Jakarta Post edisi 4 Mei 2011 dapat dianggap valid? Seberapa penting kita menyaksikan kelompok seperti Front Pembela Islam (FPI) memperingati atau melakukan do'a bersama untuk OBL, serta sejauh mana kita dapat meyakini analisa ICG yang menggambarkan (1) akan terjadi pembalasan terhadap kepentingan Barat di Indonesia oleh para simpatisan OBL, (2) akan terjadi serangan balas dendam dan (3) penguatan afiliasi atau keeratan dengan al-qaeda baik ideologi maupun jaringan. Mengapa ICG begitu cepat merespon setiap peristiwa terorisme di Indonesia, tentunya karena memang pekerjaan utama ICG adalah demikian bukan? perhatikan bagaimana ICG mengilustrasikan berkembangnya model teror individual atau loner di Indonesia yang disamakan dengan perkembangan di Amerika dan Eropa dengan kajian lone-wolf terorist. Perhatikan pula bagaimana dengan cepat ICG mengambil kesimpulan bahwa serangan bom yang menimpa institusi dan aparat kepolisian sebagai balas dendam terhadap sepak terjang Detasemen 88. Mengapa kita digiring kepada analisa-analisa yang tampak sesuai dengan perkembangan di dunia Barat. Apakah benar situasi di Indonesia demikian? Sekarang Sidney Jones pun sangat cepat mengambil 3 kesimpulan serta beberapa narasi tentang implikasi kematian OBL bagi Indonesia. Pembukaan pertanyaan tersebut bukan untuk mendiskreditkan analisa ICG yang sepatutnya juga kita hargai, namun hanya sebagai penggugah intelektualitas komunitas Blog I-I untuk sejenak berpikir lebih jauh ke dalam dunia yang kita kenal dengan istilah komunikasi strategis kepada publik.

Bagaimana dengan analisa Blog I-I tentang kematian OBL? Serta adakah dampaknya bagi Indonesia? Proses kematian OBL, apabila nanti akhirnya AS membeberkan secara detail termasuk foto OBL yang tewas agak mirip dengan kematian Noordin M Top maupun Dr. Azhari, yakni killed during raid operation. Sebagaimana dipahami dalam studi kontra terorisme yang diajarkan oleh Barat, bahwa sebuah pembunuhan terhadap tersangka teroris harus sah secara hukum (lawful killing). Sehingga telah menjadi modus operandi umum bagi aparat keamanan baik polisi maupun militer untuk mencapai apa yang disebut sebagai lawful killing. Dalam kasus OBL ada sedikit kejanggalan karena OBL tidak bersenjata dan tetap dibunuh, walaupun akhirnya ahli hukum AS tetap mengklaim pembunuhan OBL tersebut lawful. Pembunuhan OBL juga dibuat sedemikian rupa sebagai sebuah theatre kepada publik dunia tentang keberhasilan puncak dalam perang melawan teror. Paska kematian OBL tersebut, berbagai komentar tokoh politik dunia bersahutan menyampaikan selamat kepada Presiden AS dan pasukan AS, bahkan di AS sendiri terjadi perayaan yang cukup besar memperingati keberhasilan tersebut. Bagaimana respon kalangan Jihadis di seluruh dunia? benarkah akan ada balas dendam? apabila anda seorang jihadis sejati tentunya tidak akan memiliki sikap pendendam bukan? yang akan terjadi adalah justru berlawanan dengan analisa kebanyakan pengamat Barat termasuk Sidney Jones bahwa akan terjadi pembalasan terhadap kepentingan Barat. Yang akan terjadi adalah sejenak para jihadis menghentikan aktifitasnya melakukan evaluasi dan melihat kembali apa-apa yang telah terjadi selama proses jihadnya. Jihad bagi jihadis sejati tidak ada kaitan dengan OBL, tidak ada apa yang disebut sebagai pemimpin kharismatik, karena hanya ada Allah SWT semata di hati mereka. Bahwa terjadi proses saling mempengaruhi dalam metode perjuangan jihad dengan kekerasan adalah faktor pertemuan kesamaan cara pandang, dan secara ideologi telah serasi beriringan. Menerapkan cara pandang Barat ke dalam dunia Islam radikal adalah sama dengan melihat pada cermin yang salah, akibatnya hasil analisa cenderung sangat subyektif yang berangkat dari pemahaman Barat yang akan sulit mendeteksi hakikat perjuangan jihad kaum radikal Islam. Kembali pada kesimpulan Sidney Jones. Pertama, tentang pergeseran kembali kepada target asing (foreign targets) termasuk simbol-simbol Barat khususnya Amerika. Dengan membesarkan opini bahwa akan terjadi pegeseran pada target asing, dengan analisa bahwa simpatisan OBL akan balas dendam kepada kepentingan Barat/AS, maka hal itu sama saja dengan mendorong atau menghasut secara halus kelompok radikal untuk melakukan serangan teror kepada kepentingan/target asing. Karena faktanya kelompok radikal di Indonesia sedang dalam kegamangan karena mereka sendiri dalam keadaan kepayahan karena kurangnya sumber daya dan melemahnya jaringan. Kematian OBL tentu saja melahirkan sikap marah pada satu sisi, namun juga ketidakberdayaan di sisi lain. Justru akibat dari analisa sebagian besar pengamat Barat termasuk Sidney Jones tersebutlah, berkembang potensi ancaman yang bahkan dapat berupa serangan nekat langsung ke jantung kepentingan AS, namun hal ini kecil kemungkinan terjadi di Indonesia, mengingat AS juga telah meningkatkan keamanan seluruh kepentingannya di dunia termasuk di Indonesia. Refleksi dari FPI dengan menunjukan simpati kepada OBL dapat menjadi cermin permukaan. Singkat kata, kondisi kelompok teroris adalah belum memungkinkan untuk membangun serangan, namun karena dipicu oleh ide pergeseran serangan kepada kepentingan/target asing, maka level ancaman terhadap asing paska analisa-analisa tersebut justru meningkat tajam. Kedua akan terjadi serangan balas dendam. Sebagaimana saya sampaikan bahwa bukan sifat jihadis untuk membalas dendam kematian, yang ada adalah tuntutan penegakan keadilan atau qisas. Qisas oleh kaum orientalis dan pengamat Barat disimplifikasi sebagai retaliation atau retaliasi atau balas dendam, karena adanya keseimbangan atara darah dibayar darah, mata dibayar mata, dst. Qisas sesungguhnya tidak tepat

dilihat sebagai balas dendam, karena semangatnya bukan didasari oleh perasaan dendam, melainkan lebih di dorong oleh sifat keadilan yang paling sederhana diterima oleh akal sehat manusia. Itulah sebabnya dalam kasus qisas disebutkan bahwa sifat pengampun adalah sangat mulia. Apabila kelompok teroris di Indonesia adalah sungguh-sungguh pengikut atau simpatisan OBL, mereka tidak akan menodai perjuangan dengan mengedepankan balas dendam atas kematian OBL. Apa yang akan terjadi justru jihad akan jalan terus dan bukan untuk atau demi OBL. Singkat kata, tidak ada kepemimpinan secara nyata dari OBL dalam mempengaruhi kelompok-kelompok teroris di kawasan yang jauh dari jangkauan OBL seperti Asia Tenggara. Namun demikian, bahwa terdapat simpati yang besar kepada OBL sebagai tokoh perlawanan yang dapat menjadi inspirasi adalah terbuka lebar-lebar. Ketiga, penguatan keeratan hubungan Al-Qaeda baik secara ideologis maupun jaringan. Hal ini adalah satu-satunya kesimpulan Sidney Jones yang dapat diterima oleh Blog I-I, dan potensinya sangat kuat sebagaimana diterima oleh jaringan Blog I-I di kalangan radikal Islam. Pada satu sisi, berkembang semacam pengkajian kembali terhadap ide-ide perjuangan Al-Qaeda dalam berbagai kelompok Islam radikal di dunia. Namun disisi lain, berkembang pula revisi-revisi terhadap ideologi Al-Qaeda, khususnya dalam soal metode. Hal ini telah dicatat dalam sejarah yang menimpa gerakan Ikhwanul Muslimin yang memiliki sejumlah varian dalam metode perjuangannya. Kebanyakan motivasi yang bergerak ke arah metode perjuangan Al-Qaeda tidak didasari oleh keyakinan akan keberhasilan strategi perjuangan, namun lebih didorong oleh semangat jihad dan menjadi syuhada namun tanpa jaminan sukses di dunia. Tampaknya revisi terhadap ide-ide Al-Qaeda akan lebih berkembang, dari pada taqlid buta terhadap ide Al-Qaeda. Blog I-I tidak akan terjebak dalam pembahasan sempit dampak kematian OBL bagi Indonesia, karena diperlukan kewaskitaan dalam mencermati apa yang akan terjadi berikutnya paska kematian OBL. Sebagaimana kita saksikan dalam dinamika perkembangan dunia, perang melawan teror menjadi sesuatu yang tanpa akhir dan tanpa pemenang, karena matinya satu teroris tidak menjamin hilangnya terorisme dari dunia yang dipandang tidak adil ini. Di kala perang melawan teror masih aktif, berkembang situasi yang juga memerlukan perhatian dunia, yakni krisis politik di sejumlah negara Timur Tengah, belum jelasnya akhir dari perang di Afghanistan, serta masih kuatnya kelompok-kelompok anti Barat di Irak. Apabila semua itu harus dihadapi secara bersamaan tentunya akan menghabiskan waktu dan energi negara koalisi, khususnya AS. Padahal disaat yang bersamaan, salah satu potensi kompetitor AS pada level global yakni China dengan tenangnya menikmati pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Di saat yan bersamaan pula, dunia mulai melupakan program nuklir Iran yang berpotensi merubah balance of power di kawasan dan di dunia. Berbagai kompleksitas situasi tersebut membutuhkan penyelesaian masalah satu per satu dalam waktu yang tidak terlalu lama. Blog I-I memperkirakan perang melawan teror akan mendekati masa akhirnya karena dengan simbolisme kematian OBL. Namun hal ini tidak menutup ruang potensi teror yang masih tersisa. Paska pengakhiran periode perang melawan teror, AS dan Barat harus berkonsentrasi dalam penyelesaian perang Afghanistan, mengambil langkah yang tepat di Libya, kembali memperhatikan nuklir Iran, dan menerapkan strategi yang tepat dalam "campur tangan" untuk masa depan demokrasi di Timur Tengah. Sayangnya tantangan terbesar terhadap demokrasi justru berakar pada ajaran Wahabi yang dihembuskan oleh sahabat AS, yakni Saudi Arabia. Hal tersebut menciptakan dilemma yang serius bagi AS maupun negara-negara Barat dalam menyikapi perkembangan situasi di Timur Tengah. Hal ini tercermin dalam sikap negara-negara Barat yang terkesan masih mendukung kekuasaaan para penguasa yang korup dan otoriter di Timur Tengah, namun pada saat yang sama juga mendukung gerakan demokrasi.

Berita kematian Osama terlalu kecil bila kita melihatnya dari konteks geopolitik dunia maupun kawasan. Semoga dapat menambah wawasan kita bersama. Salam Indonesia Raya Senopati Wirang

Thursday, June 09, 2011

Komentar SBY tentang RUU Intelijen
TEMPO Interaktif, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta agar Rancangan Undang-Undang (RUU) Intelijen yang saat ini sedang dibahas tidak memuat pasal-pasal yang melampaui kepatutan tugas intelijen. Presiden juga meminta agar RUU tersebut tetap menghormati prinsip-prinsip hak asasi manusia dan menjunjung tinggi nilai demokrasi. "Mari kita pastikan apa yang diperlukan untuk membikin aman negara ini meski dituangkan di situ, supaya intelijen bisa bekerja dengan baik," kata SBY dalam wawancara yang disiarkan secara nasional oleh Radio Republik Indonesia (RRI), Kamis 9 Juni 2011. "Tapi, yang dikhawatirkan kita semua, ini bisa mengganggu kehidupan yang baik, tentu tak perlu dimasukkan." Lengkapnya silahkan baca RUU Intelijen tak boleh lampaui kepatutan Manis sekali komentar Presiden RI tentang RUU Intelijen dan tentunya akan melegakan mereka yang tidak menghendaki Intelijen Indonesia menjadi kuat. Sebaliknya menambah keyakinan profesional intelijen tentang kurangnya dukungan Presiden yang menyebutkan masalah kepatutan dalam kegiatan intelijen. Apa sesungguhnya yang patut dan tidak patut? Apakah karena kasus Munir, penculikan aktifis, penghilangan paksa? Seluruh intelijen profesional paham betul bahwa hal itu bukan kerjaan Intel sebagai institusi ataupun profesi karena pelakunya jelas memiliki motivasi pribadi demi posisi dan jabatan atau dendam. Sama sekali tidak terkait dengan intelijen aktif yang hanya mengumpulkan informasi belaka. Intelijen Indonesia adalah yang paling lemah, lembek dan menyedihkan di dunia ini serta hanya bergerak pada level yang paling mendasar yakni pengumpulan informasi. Berkat segelintir profesional intelijen yang memiliki komitmen tinggi baik di dalam lembaga resmi intelijen maupun yang tergabung dalam Blog I-I, Intelijen Indonesia masih dapat berdiri tegak menyediakan informasi terbaik untuk keselamatan bangsa Indonesia. Bahwa masih terjadi tingginya ancaman terorisme bukan semata-mata kesalahan intelijen, melainkan juga karena tidak adanya kampanye/dakwah nasional yang menyadarkan bangsa Indonesia tentang bahaya terorisme. Sekarang bandingkan dengan water-boarding atau chili-boarding yang dipraktekan oleh CIA dengan bahasa HAM enhanced interrogation. Kegiatan penyiksaan ala CIA yang dapat mengakibatkan kegilaan tersebut dibolehkan karena ancaman terorisme terhadap keselamatan rakyat AS. Perhatikan pula bagaimana operasi pembunuhan MOSSAD di Palestina dan Dubai. Lalu perhatikan juga bagaimana FSB dan SVR membunuhi dan menyiksa pejuang Chechnya dan tersangka teroris. MPS China dengan

penyiksaan dan pembunuhan terhadap pengikut Falun Gong dan pemberontak Uighur. Perilaku DCRI Perancis yang mengintimidasi imigran muslim tersangka teroris. GIS Mesir yang melakukan kekerasan terhadap setiap gerakan melawan pemerintah. Mabahith Arab Saudi yang memiliki wewenang tembak di tempat terhadap tersangka teroris, dan masih panjang daftar perilaku lembaga intelijen di dunia yang dapat menjawab pertanyaan patut dan tidak patut tersebut. Sebelum mengambil keputusan tentang apa yang patut dan apa yang tidak patut, seharusnya ada semacam konsensus tentang apa yang harus dilakukan dalam merespon ancaman yang dapat mengakhiri perjalanan Indonesia sebagai bangsa dan negara. Apakah kita mengira dengan demokrasi dan citra baik, ancaman akan hilang? Apakah kita juga cukup yakin dengan penghormatan terhadap HAM, maka ancaman akan hilang? Benar kita perlu meningkatkan HAM bangsa Indonesia ! Apa yang selama ini terjadi dalam pelanggaran HAM di Indonesia sesungguhnya lebih kepada penyalahgunaan wewenang atau penggunaan kekerasan yang berlebihan hingga menimbulkan korban. Perhatikan apa yang terjadi dengan tahanan baik dalam kasus separatisme maupun terorisme, mereka diperlakukan dengan sangat manusiawi dan tidak disiksa sebagaimana di AS atau Russia. Amrozi dan Imam Samudra beruntung diadili di Indonesia yang nyaman serta bebas melaksanakan ibadah selama dalam tahanan. Bagaimana dengan tahanan di Guantanamo dan negara-negara Barat lainnya ? pernahkan kita berpikir, mengapa kita didikte oleh semangat liberalisme yang bahkan melebihi di negara asalnya? Mengapa kita menjadi sangat ketakutan? Mohon maaf yang sebesarnya kepada pihak-pihak yang mungkin terganggu dengan artikel saya ini. Saya hanya seorang penyanyi jalan sunyi yang senang bermimpi melihat kebangkitan Indonesia Raya yang berkeadilan. Salam Intelijen Senopati Wirang Labels: RUU Intelijen # posted by senopati wirang : 3:55 PM Comments: ke-Indonesiaan pak harto tdk diragukan. ke-Indonesiaan pak beye dipertanyakan? # posted by Anonymous : 8:50 AM setujuuuuuuuuuuuuuuuu hiduplah indonesia raya !!!!!! # posted by hanoman61 : 2:20 AM Kalau saya tidak salah mengambil kesimpulan dari artikel diatas tentang UU intelejen disini saya lihat dukungn presiden tidak penuh terhadap intelejen atau dengan kata lain setengah² padahal intelejen memegang peranan yg cukup penting dalan negara, terima kasih salam kenal # posted by Voetbal : 2:08 AM

Komentar Mayjend (purn) Saurip Kadi : Saya teman seangkatan SBY di AKABRI (73). Saya kenal dg pasti ttg dia, terlebih dlm bertutur kata. Barang sepele saja kalau yg menjelaskan bisa jadi bernilai lebih. Apa lagi sopal yg berbobot spt RUU Intelejen. Yg jadi soal lain bungkus lain isi. Contoh konkrit RUU BPJS, diawal pemerintah menggebu gebu, menteri terkait mendukung. Begitu mereka sadar, kalau transformasi dari Jamsostek, askes, Asabri dan Taspen hrs lewat AUDIT .....baru ramai2 mundur. Mengapa...kan bisa ketahuan boroknya...!!! Idem RUU Intelejen, yg penting JAIM sdh dia peroleh. Mau taruhan...???? tentarabelarakyat@yahoo.com Powered by Telkomsel BlackBerry® # posted by Anonymous : 4:16 AM Komentar Mayjen (purn) Saurip kadi atas Statement SBY diatas : Saya teman seangkatan SBY di AKABRI (73). Saya kenal dg pasti ttg dia, terlebih dlm bertutur kata. Barang sepele saja kalau yg menjelaskan bisa jadi bernilai lebih. Apa lagi sopal yg berbobot spt RUU Intelejen. Yg jadi soal lain bungkus lain isi. Contoh konkrit RUU BPJS, diawal pemerintah menggebu gebu, menteri terkait mendukung. Begitu mereka sadar, kalau transformasi dari Jamsostek, askes, Asabri dan Taspen hrs lewat AUDIT .....baru ramai2 mundur. Mengapa...kan bisa ketahuan boroknya...!!! Idem RUU Intelejen, yg penting JAIM sdh dia peroleh. Mau taruhan...???? # posted by Anonymous : 4:44 AM Kasihan RI ini, Dimana dua kaki negara adalah Hukum dan Intellijen, Hukumnya hancur sementara Intel nya dilemahkan. jadilah negara yang lumpuh, yang tak bisa berjalan kecuali dengan menyeret badannya. kasihan... # posted by Anonymous : 3:03 AM Salam Kenal..... Blog yang bagus ttg intel. dodirang.blogspot.com # posted by dodi rang : 3:53 AM RUU Intel lonceng kematian bagi kaum "telik sandi",menurut perkiraan para pakar telik sandi bila nantinya RUU Intel disahkan dengan titik berat tugas sebagai pengumpul data saja maka dalam waktu dekat profesi wartawan akan ada saingan,bahkan mungkin orang lebih senang jadi wartawan daripada jadi aparat Intelijen dan pada akhirnya mungkin Indonesia akan semakin terpuruk diantara bangsa2 di Asia tenggara: saluteee # posted by Anonymous : 6:08 PM sya mendukung Ruu intelijen, tapi kadang juga tidak menghormati hak asasi manusia. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.

Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan semesta alam, melimpahkan berkah hanya untuk yang memuji-Nya, saya bersaksi bahwa tidak ada yang patut disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah. Untuk selanjutnya : Saudara-saudaraku yang saya cintai, Ramadhan adalah kesempatan, atau suatu periode, untuk pelatihan intensif. Saya menganggap Ramadhan menjadi periode untuk pelatihan intensif. Dan hikmat puasa, sebagaimana Allah Maha Suci dan Maha Agung, berfirman: [Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS.2:183)] Oleh karena itu hikmat puasa hanya takut kepada Allah SWT yang dapat dibuat dalam diri seseorang, takut kepada Allah yang Maha Suci dan Maha Agung! Dan itulah sebabnya kalian akan menemukan banyak orang - Allah Maha Mulia lagi Maha Agung- mengajarkan kita bahwa dalam ibadah kepada Allah Maha Mulia lagi Maha Agung, telah diwajibkan atas kita, dengan tujuan itu adalah agar jiwa-jiwa dapat menjadi murni, dan sehingga hati akan terangkat, sampai manusia menjadi ditinggikan dengan tata krama, dan perilakunya, ke karakter yang memiliki tingkat tertinggi. Misalnya Allah Maha Mulia lagi Maha Agung, dibuat memberi untuk amalan atau kemurahan hati sebuah kewajiban pada setiap individu, mengapa? Jadi seorang laki-laki yang dapat dimurnikan dari apa? Dari kekikiran, keserakahan, memegang kembali (kekayaan). Jadi bahwa seseorang terus memberi dan menghabiskan sampai ia menjadi murah hati dan suka menolong, dan ia berpikir bahwa Muslim yang miskin dan lemah merupakan saudaranya. Hal yang sama berlaku untuk puasa: dalam puasa Allah Maha Mulia lagi Maha Agung, mengajarkan kita Taqwa, bahwa orang menjadi sadar sehingga ia takut kepada Allah Maha Mulia lagi Maha Agung tentang setiap hal, baik dalam hal besar maupun kecil. Dan karena ini -Kemuliaan hanya bagi Allah- Ramadhan dapat dianggap merupakan periode pelatihan intensif, dalam hal apa saja? Banyak orang sebelum Ramadhan mengatakan "Saya tidak mampu melakukan sholat subuh di Masjid", sehingga dia lambat dan malas dalam melakukan sholat subuh, namun begitu Ramadhan tiba kalian akan menemukan orang-orang yang memiliki tekad dan perubahan, sehingga banyak dari kalian akan

menemukan orang ini untuk melakukan shalat subuh berjamaah yang sebelumnya melakukan sholat subuh (sebelum Ramadhan), ia telah menemukan kesulitan untuk melakukanya. Banyak para perokok jika mereka ditanya: "Saudaraku, kenapa kalian tidak berhenti merokok?", mereka akan menjawab: "Aku tidak mampu untuk berhenti merokok, saya hanya akan kembali melakukan itu(merokok)", namun begitu Ramadhan tiba, dan kami menganggap Ramadhan sebagai sesuatu yang mengungkapkan kepada manusia, mengungkapkan kepada manusia apa yang mereka mampu lakukan, seperti ketika orang menyatakan bahwa mereka tidak mampu melakukan suatu hal tertentu, sehingga larangan (selama Ramadhan) menyebabkan orang ini memiliki kesabaran, tentang tidak bisa untuk merokok selama lebih dari sepuluh jam, oleh pilihan dirinya sendiri bukan dengan kekuatan, ia tidak dipaksa karena ia mampu pergi jauh dan menyembunyikan untuk merokok, tetapi dia tahu bahwa Allah melihat dia, sehingga ia meninggalkan dari merokok demi Allah semata yang Maha Mulia lagi Maha Agung. Dengan demikian ia mampu mengendalikan dirinya, ia mampu memaksa dirinya sendiri untuk melakukan banyak perbuatan baik, dan tindakan ibadah yang ia gunakan untuk sebagai anggapan sulit sebelum Ramadhan. Kalian akan banyak menemukan seperti dia untuk menurunkan pandangannya selama Ramadhan, kalian akan menemukan seperti dia tidak bersumpah atau menghina melainkan memegang lidahnya, kalian akan menemukan - Kemuliaan bagi Allah - bahwa ia meninggalkan banyak hal-hal yang dilarang, jika kalian bertanya mengapa, dia akan mengatakan: "Karena kita sekarang bulan Ramadhan", "kita sekarang berada pada bulan Ramadhan". Oleh karena itu apa yang kita katakan bahwa apakah Ramadhan mengajarkan seseorang? Ini mengajarkan seseorang untuk melakukan perbuatan yang baik dan beribadah, itu akan berkembang dalam dirimu suatu kekuatan, tekad, perubahan. Itu sebabnya perlu bagi kita untuk mengambil keuntungan dari periode bulan Ramadhan kali ini, periode pendidikan, kegiatan ibadah adalah bagian dari masa pendidikan, seseorang dapat meningkatkan perbuatan baik didalamnya, dan ia dapat mengangkat dirinya sendiri untuk melakukan ibadah, sehingga akan kalian teruskan setelah Ramadhan. Jadi memang seperti yang saya katakan kepada saudara-saudara yang kucintai, bulan Ramadhan membuat seorang Muslim terbiasa dengan perbuatan yang ia tidak biasa melakukannya, jadi ketika Ramadhan tiba

kalian akan menemukannya – Masya’ Allah - sholat malam, kalian akan melakukannya - Masha Allah menetapkan jumlah waktu tertentu dalam sehari untuk membaca Al Qur'an, kalian akan menemukannya untuk berpantang dari hal-hal yang banyak dilarang oleh Allah, kalian akan menemukan keadaan mengalami perubahan, karakternya telah berubah, perilakunya telah berubah, apa alasannya?. Oleh karena itu ini adalah sebuah kesempatan bagi kalian untuk tekun dalam melakukan perbuatan yang baik lagi terpuji, dan meninggalkan dari hal-hal yang dilarang oleh Allah, karena kalian telah mendapatkan dari sebuah periode pelatihan intensif, yang kalian menjadi terbiasa, selama bulan Ramadhan.

Aku meminta kepada Allah, Yang Maha Pengasih, Sebagian Raja atau Penguasa pemilik alam semesta, untuk membimbing kita, untuk menyayangi kita dan menyenangi kita dan doa terakhir segala puja dan puji hanya milik Allah pemilik alam semesta. Ketika Badai menghadang Perjalanan Jihad Friday, August 19, 2011

Indonesia 66 Tahun
Banyak sekali catatan perjalanan Indonesia selama 66 tahun dalam cahaya keberhasilan maupun dalam gelapnya kegagalan sebuah Republik yang modern dan demokratis. Walaupun saya sudah agak bosan dengan berbagai ketidakseriusan dan lemahnya Pemerintah Indonesia sekarang, namun setiap kali memberikan penghormatan kepada bendera Merah Putih selama beberapa menit seraya menyanyikan lagu Indonesia Raya, tak kuasa air mata dan sesaknya hati ini mendorong untuk menulis kembali untuk seluruh sahabat Blog I-I dan khususnya adik-adik generasi muda Indonesia yang akan mewujudkan Mimpi Indonesia Raya di masa mendatang. Catatan perjalanan sosial bangsa Indonesia maju-mundur, tarik-ulur, bebas-tertahan, tumpang-tindih, dan senantiasa ramai dengan perdebatan tanpa ujung pangkal yang menyebabkan kita lupa akan siapa diri kita dan bagaimana kita akan memproyeksikan masa depan kita sebagai satu bangsa yang bermartabat dari Aceh hingga Papua. Masing-masing kita sibuk dengan urusan-urusan kecil mulai dari urusan pribadi, keluarga, kelompok, partai, dan berbagai hal yang sama sekali tidak menyentuh urusan nasional tentang identitas kebangsaan Indonesia yang dinamis (dapat menguat dan dapat pula melemah ikatannya). Tanpa mengurangi rasa hormat dan tanpa kepentingan apapun, saya berani menegaskan di sini bahwa hal ini adalah keterlupaan terbesar dari Pemerintah Indonesia yang cenderung mengabaikan pentingnya persaudaraan Indonesia Raya yang setara (non-diskriminatif), vitalnya semangat patriotisme bela negara dari Aceh hingga Papua, penghargaan kepada keberagaman/multibudaya yang menjadi ciri utama bangsa Indonesia, serta ketiadaan program-program yang menyadarkan seluruh rakyat Indonesia tentang esensi menjadi bangsa Indonesia. Saya melihat tidak ada sedikitpun upaya untuk mengeratkan secara terus-menerus hubungan antar elemen bangsa yang berbeda dalam semangat persatuan dan kesatuan yang saling menghormati. Kurangnya kesadaran untuk memliki empati terhadap sensitifitas dalam hubungan antar masyarakat yang berbeda baik

dari suku, agama, ras maupun golongan yang diperburuk lagi dengan lemahnya penegakan hukum yang menjunjung tinggi rasa keadilan. Pemerintahan Orde Baru setidaknya memiliki mekanisme pukul rata dengan mengharamkan perdebatan SARA dan memukul siapapun yang memancing kegaduhan sosial dari masalah SARA. Pemerintahan Reformasi tampak sama sekali tidak memiliki pijakan yang kuat dalam mendorong terciptanya suasana tertib sosial karena ketiadaan pegangan yang kokoh di masyarakat. Apa yang selama ini terjadi adalah pemaksaan-pemaksaan oleh kelompok (yang lebih kuat) kepada kelompok (yang lemah) atau terjadinya berbagai manuver kelompok untuk menguasai atas nama demokrasi, dimana hasil akhirnya bukan untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat, melainkan untuk kepentingan golongan. Akibatnya adalah semakin rusaknya tatanan hubungan sosial yang tercermin dalam berbagai aksi kekerasan di masyarakat. Terorisme, tindak kekerasan kepada kelompok minoritas, aksi kekerasan kepada kelompok marjinal yang berbeda secara politik sangat sering terjadi meskipun Indonesia telah demokratis, mengapa demikian? jangan-jangan kita sesungguhnya belum demokratis. Demokrasi membuka ruang yang luas untuk kebebasan setiap elemen bangsa dalam mengekspresikan aspirasinya baik melalui koridor pemilihan para wakil rakyat dan pemimpin bangsa (pemilu), maupun dalam bentuk tuntutan dan aksi demonstrasi. Aksi yang ekstrim adalah terorisme dan berbagai aksi kekerasan lainnya seperti gerilya separatisme yang sudah sewajibnya direspon dengan penegakkan ketertiban sosial baik oleh Polisi maupun TNI serta juga pendekatan hukum yang tegas melalui proses peradilan. Hal yang sama seharusnya juga berlaku untuk aksi kekerasan terhadap kelompok minoritas, dimana penegakan hukum harus sungguhsungguh dilakukan. Perjalanan sosial bangsa kita juga mencatat penyakit-penyakit yang parah dalam berbagai kasus korupsi di tingkat nasional maupun daerah. Sementara kemiskinan, tingkat pendidikan dan pelayanan kesehatan yang buruk masih menghantui perjalanan bangsa Indonesia. Pada sisi lain, kelompok menengah dan profesional tampak terlalu over confidence karena mereka relatif berada posisi yang diuntungkan dalam strata sosial dan seringkali lupa untuk sejenak menengok ke bawah membangun kembali ikatan-ikatan sosial lintas strata sosial yang hanya bisa dilakukan melalui kesamaan jati diri kebangsaan Indonesia dengan kesetiakawanan yang sejati. Mereka sibuk dengan dirinya sendiri atau kelompoknya dan menggagas jalan elitis yang cenderung mengabaikan pentingnya gerakan yang lebih merakyat. Bersambung # posted by senopati wirang : 3:18 PM Comments: Pengurus Negara: sibuk ngurus perusak negara. Masalah Kesejahteraan Rakyat? Menjadi Nomer antrian kesekian dalam agenda Dewan PERWAKILAN RAKYAT. Pengamat Gerakan Salibis sekaligus Tokoh Anti Pemurtadan, Ustadz Alfian Tanjung, mencium bau keterlibatan Brigade Yesus dalam aksi berdarah di Ambon, hari minggu, 11/9 kemarin. Oleh sebab itu, ia meminta masyarakat muslim untuk mewaspadai sepak terjang mereka yang berusaha melakukan makar terhadap muslim Indonesia.

“Ini kerja operator dalam negeri dengan Zionisme Kristen. Operasi ini berupa pemecahan Wilayah. Untuk memainkan itu mereka memiliki brigade Yesus.” Ujarnya saat dihubungi Eramuslim.com, senin siang, (12/9). Ustadz Alfian menilai bahwa selama ini kita sudah dininak-bobokan dengan pemberitaan media yang selalu menyudutkan laskar Jihad yang dimiliki umat muslim. Namun media tidak pernah mengangkat keberadaan Brigade Yesus sebagai Laskar militer Kristen. “Kita selalu dialihkan media dengan pelatihan-pelatihan Jihad. Padahal mereka (kaum salibis, red.) juga melakukannya.” tandasnya Brigade Yesus sendiri adalah semacam Laskar yang dimiliki gerakan Salibis Indonesia untuk memuluskan rencana-rencana Kristen. Mereka dilengkapi dengan pakaian bersenjata untuk menghabisi umat muslim dengan strategi "bubur panas." "Seperti bubur panas yang harus dimakan pelan-pelan. Begitu juga umat muslim yang akan dihabisi pelanpelan oleh mereka," ujarnya. Namun Alfian menyayangkan karena umat tidak peka terhadap kehadiran mereka. “Padahal persiapan kelompok salib sudah meluas. Mereka sudah memiliki banyak jaringan di seluruh Indonesia.” ungkap Ustadz yang juga aktif mengamati dunia intelejen ini diliputi kekecewaan. Sebagai contoh, ia menunjuk kasus bentrok antara konflik antara kelompok HKBP dengan umat Islam di Ciketing Kecamatan Mustika Jaya Bekasi. Konflik ini berkaitan dengan kegiatan prosedur pendirian rumah ibadah illegal yang mengganggu ketenteraman masyarakat. Tidak hanya itu, Ustadz Alfian juga menunjuk kasus Cikeusik sebagai keterlibatan salibis dalam hal ini. “Kasus Ciketing adalah permainan Brigade Yesus. Juga di Cikeusik saat ramai-ramai Ahmadiyah.” Ketika dikonfrontir bahwa bukankah Ahmadiyah tidak ada hubungannya dengan Kristen, Alfian masih menilai satu keterkaitan yang sama. “Ahmadiyah itu kan buatan Inggris. Dan Inggris dekat dengan Zionis.” Pungkasnya. (pz)

Innalillahi.. 8 Muslim Ambon Meninggal, 70 Lainnya Kritis Dibantai Salibis dengan Sniper
Senin, 12/09/2011 11:35 WIB | Arsip | Cetak

Innalillahi wa innailaihi ro'jiun. Ustadz Bernard Abdul Jabbar, seorang mualaf dari nasrani yang pernah terlibat dalam gerakan misionaris, menyatakan bahwa update terakhir korban meninggal dunia dari pihak muslim atas kekejaman kaum salibis telah mencapai 8 orang. Sedangkan korban kritis sudah menembus angka 70 orang, “Update tadi pagi dari seorang ikhwah yang ada disana bahwa 8 orang meninggal dunia dan 70 lainnya mengalami kritis.” Ungkapnya saat dihubungi Eramuslim.com, senin siang. “Kebanyakan mereka dirawat di RS Al Fatah, Ambon.” Tambah Ustadz Bernard. Ustadz yang kini aktif di Hizbud Dakwah Islam (HDI) ini melihat ada upaya pembiaran dari pihak kepolisian pasca meninggalkan dua orang tukang ojek. Namun lebih jauh daripada itu, Ustadz yang aktif melawan pemurtadan ini juga melihat bahwa kerusuhan Ambon kali ini adalah skenario yang masih dimainkan oleh Gerakan Salibis. “Tidak masuk akal hanya karena dua orang yang terbunuh, aksi menjadi luas kemana-mana.” Beliau juga menambahkan bahwa kaum muslimin dibantai secara brutal oleh kaum salibis. Mereka memiliki persenjataan lengkap untuk bertempur dengan umat muslim. “Para kaum salibis memakai sniper dan anak panah. Salah seorang muslim disana sampai mencabut anak panah yang menancap di tubuh kaum muslim untuk diperlihatkan sebagai bukti.” "Panahnya pun diberi racun." pungkasnya.

Ada Upaya Amerika Stigmakan Ambon Sebagai Sarang Teroris Dengan Isu Kerusuhan
Senin, 12/09/2011 09:15 WIB | Arsip | Cetak

Kerusuhan Ambon yang bertepatan dengan peringatan peristiwa ambruknya Gedung WTC tidak bisa dilepaskan peringatan dari Pemerintah AS akan adanya serangan teroris. Peringatan AS akan adanya serangan teroris juga ditujukan kepada negara-negara lain, dan Ambon dijadikan target skenario itu dengan memunculkan kerusuhan yang bernuansa SARA,” kata pengamat intelijen AC Manullang, Minggu (11/9). Menurut AC Manullang, kerusuhan Ambon ini akan membuktikan pernyataan AS bahwa wilayah tersebut menjadi sarang teroris. ”Saya melihat ada upaya AS yang memunculkan Ambon sebagai sarang teroris dengan memunculkan kerusuhan terlebih dulu,” paparnya. ”Skenario yang akan dilakukan, Ambon rusuh, dan kelompok-kelompok Islam membantu, dan muncullah stigma teroris di Ambon,” tambahnya Manullang. (pz/itoday)

Showing 3 comments

HasbiyALLAH 1 Kasian deh kalau ada Umat ISLAM yg terkecoh dg TIPUAN Mr. Sam alias "Si Amerika yg KEBLINGER utk menguasai Dunia dg KESESATAN-nya alias Pengikut SETAN beserta Sekutunya ZIONIS YAHUDI" (kecuali warganya yg MUSLIM). Mereka merasa Jenius dg

Keblingeran-nya shg ingin mem-FITNAH Umat ISLAM. ALLAAH SWT berfirman : "Mereka (kaum kafir) hendak berbuat Makar, ALLAAH pun merencanakan MAKAR. ALLAAH-lah sebaik-baik Pembuat Makar: Jgn takut & bersedih karena PELINDUNG orang2 yg BERIMAN adalah ALLAAH Yang Maha Kuat & Maha Perka koko 1 memang benar kalo amerika serikat itu adalah negara teroris ingat kota hiroshima dan nagasaki yg dibom dg nuklir oleh amerika bayangkan kalo yg ngebom itu beragama Islam dan berasal dr negara Islam pasti sudah dibuat filmnya sama hollywood tapi karena yg m,elakukannya itu amerika sim salabim abrakadabra, aksi terorisme tsb disihir sama amerika jadi demokrasi

Chep Gie 1

ALLOHUAKBAR.DAJJAL MEMUKUL GONG PERANG KAUM ISLAM SEJATI BANGKIT HANCURKAN.GANYANG GANTUNG JENG SAJABANA.ETA DAJAL Ambon Kembali Memanas, Kaum Muslim dan Salibis Terlibat Bentrok
Senin, 12/09/2011 08:52 WIB | Arsip | Cetak

Ambon kembali memanas. Bentrok antara kaum muslim dan salibis mewarnai suasana kota Ambon, minggu kemarin, 11/9/2011. Polisi pun turun tangan untuk merelai bentrok lebih luas. Suara tembakan keluar dari satuan polisi untuk menghentikan pertikaian. Takut terjadi kembali kerusuhan sosial antarwarga Ambon sendiri seperti yang pernah dialami tahun 1999 hingga 2002 yang banyak memakan ribuan korban jiwa, sebagian warga kemarin memilih mengungsi. Menurut kantor berita Antara, warga yang bermukim di perbatasan wilayah komunitas Islam dan Kristen panik dan menuju masjid-masjid untuk mencari perlindungan. Sementara itu, di tempat lain dikabarkan ada warga yang mengungsi dengan menuju ke gunung. Pengungsi terlihat di Desa Passo, Lateri dan Halong, Kecamatan Baguala; Desa Kebun Cengkeh, Karang Panjang, Batu Meja, Kayu Putih dan Soya (Kecamatan Sirimau) serta Kudamati dan Gunung Nona (Kecamatan Nusaniwe). Para ibu dan ayah bersama anak-anak terlihat membawa surat - surat berharga, barang dan pakaian seadanya. Para pengungsi maupun warga Ambon tidak menginginkan konflik sosial sebagaimana pada 1999 terulang kembali. “Aparat keamanan harus bertindak tegas agar tidak terjadi pertikaian yang saat ini saja telah menimbulkan penderitaan,” tutur Irene, seorang ibu dari Poka, yang memilih mengungsi ke Passo, Kecamatan Teluk Ambon.

Meski demikian, Gubernur Maluku Brigjen (Purn) Karel Albert Ralahalu menegaskan bahwa pukul 21.00 waktu setempat atau Waktu Indonesia Timur (WIT), ketegangan sudah mereda. Situasi sudah mulai kondusif dan terkendali. Sayangnya, jatuhnya korban masih terjadi akibat bentrokan muslim versus salibis ini yang berawal dari tewasnya seorang tukang ojek pada Sabtu (10/9) malam itu. Mengutip sumber-sumber di rumah sakit, Minggu (11/9) malam kantor berita AP menyebutkan terdapat tiga korban tewas dan setidaknya puluhan luka-luka. Namun, Antara melaporkan bahwa korban tewas dalam bentrokan dua kubu itu dua orang, dan seorang dalam kondisi kritis. Sedangkan korban luka mencapai 18 orang. Sedangkan itu Pelajar Islam Indonesia dalam akun jejaring sosialnya, menyatakan bahwa mayoritas umat muslim mengalami luka-luka. Tidak sedikit umat muslim ditembak melalui sniper. Sampai berita ini diturunkan Eramuslim.com masih mencari tahu situasi terkini dari Ambon. Menurut sebuah informasi yang kami terima, situasi memang mulai mereda.

Di Balik “Permainan” Penentuan Idul Fitri 1432 H
Jumat, 09/09/2011 10:58 WIB | Arsip | Cetak

Idul Fitri1432 Hijriah kali ini diwarnai perbedaan mendasar. Ada yang sejak awal menetapkan 1 Syawal 1432 H jatuh pada hari Selasa 30 Agustus 2011, namun ada juga yang keesokan harinya, Rabu 31 Agustus 2011. Pemerintah melalui sidang itsbat yang digelar Senin malam 29 Agustus 2011, memutuskan bahwa 1 Syawal 1432 H jatuh pada tanggal 31 Agustus 2011, sementara itu warna merah pada kalender sudah tercantum pada tanggal 30 Agustus 2011.

Perbedaan penetapan 1 Syawal bukan kali ini saja terjadi. Misalnya pada Idul Fitri1428 H dan 1427 H. Pada Idul Fitri1428 H pemerintah sudah menetapkan tanggal merah 1 Syawal 1428 H bertepatan dengan tanggal 13 Oktober 2007. Sedangkan sebagian umat Islam menetapkan 1 Syawal 1428 H jatuh pada tanggal 12 Oktober 2007, yaitu satu hari sebelum tanggal merah. Begitu juga dengan Idul Fitri1427 H, keputusan 1 Syawal 1427 H versi pemerintah bertepatan dengan 24 Oktober 2006, sesuai dengan tanggalan merah yang sudah beredar sejak akhir tahun sebelumnya. Sedangkan sebagian umat Islam, menetapkan 1 Syawal 1427 H jatuh pada tanggal 23 Oktober 2006, satu hari sebelum tanggalan merah versi pemerintah. Kali ini, pada Idul Fitri1432 H, tanggalan merah versi pemerintah pada hari Selasa 30 Agustus 2011, bertepatan dengan tanggal 1 Syawal 1432 H versi ormas Muhammadiyah, dan ormas NU tingkat wilayah. Namun, pemerintah menetapkan tanggal 1 Syawal 1432 H bertepatan dengan tanggal 31 Agustus 2011, yang juga tanggalan merah. Karena biasanya warna merah pada penanggalan libur hari raya versi pemerintah dicantumkan dua hari berturut-turut. Apa yang menyebabkan terjadinya perbedaan? Ada yang menduga, karena adanya perbedaan antara NU dan Muhammadiyah. Ada juga yang menduga, peralatan yang digunakan di dalam melihat hilal sudah kurang layak. Ada juga yang menduga perbedaan itu timbul akibat adanya perbedaan metode (hisab wujudul hilal dan imkan rukyat). Benarkah perbedaan-perbedaan itu yang menjadi penyebab lahirnya Idul Fitri ganda? Faktanya tidaklah demikian. Mari kita runtut kejadian-kejadiannya: ν Pada Idul Fitri1427 H. Saat itu ormas Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1427 H bertepatan dengan 23 Oktober 2006, satu hari sebelum tanggal merah. Sementara itu, PBNU memutuskan 1 Syawal 24 Oktober 2006, bersesuaian dengan tanggal merah dan keputusan pemerintah. Keputusan PBNU itu disampaikan oleh Ketua Lajnah Falakiyyah PBNU KH Ahmad Ghazalie Masroeri saat jumpa pers di Kantor PBNU Kramat, Jakarta Pusat, pada hari Kamis tanggal 19 Oktober 2006. Beberapa hari sebelumnya, Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur, Sholeh Hayat, mengatakan bila mengacu pada hasil hisab, Lebaran kemungkinan besar jatuh 23 Oktober 2006 (Republika online edisi Senin, 16 Oktober 2006). ν Faktanya, di berbagai wilayah NU, banyak warga NU yang berlebaran pada hari yang sama dengan warga Muhammadiyah, yaitu 23 Oktober 2006, karena mereka meyakini telah melihat hilal. Artinya, kalau toh ada perbedaan antara Muhammadiyah dan NU, itu terjadi di tingkat elite. ν Begitu juga pada saat Idul Fitri1432 H. Sejak jauh hari Muhammadiyah sudah menetapkan tanggal 1 Syawal 1432 H jatuh pada hari Selasa 30 Agustus 2011. Sedangkan PBNU menetapkan 31 Agustus 2011. Meski demikian, banyak warga NU yang berlebaran sama dengan warga Muhammadiyah, yaitu pada hari Selasa tanggal 30 Agustus 2011. Karena mereka meyakini telah melihat hilal. ν Salah satu diantaranya sebagaimana ditunjukkan oleh KH Maulana Kamal Yusuf (Rois Suriah PW NU DKI Jakarta). Sebagaimana diberitakan Republika online (edisi Selasa, 30 Agustus 2011 15:26 WIB), KH Maulana Kamal Yusuf mengatakan, hari Selasa (30 Agustus 2011) sudah masuk 1 Syawal 1432 H. Bahkan saat itu ia menganjurkan kepada umat Islam yang masih berpuasa untuk segera berbuka.

ν Kepastian tentang tanggal 1 Syawal jatuh pada hari Selasa 30 Agustus 2011, karena didasarkan fakta sudah terlihatnya hilal pada hari Senin (29 Agustus 2011): hilal terlihat tepat saat waktu Maghrib, dengan posisi miring ke selatan dalam keadaan vertikal, dengan durasi selama 5 menit. Rukyatul hilal yang berlangsung di Ponpes Al Husainiah, Kampung Baru, Cakung, Jakarta Timur, dilakukan dengan tiga metode rukyat. Masing–masing, 4,35 derajat, 3 derajat, dan 2 derajat. Ketiga saksi dengan metode masing-masing mengaku melihat hilal. Namun menurut KH Maulana Kamal Yusuf, ternyata petugas dari Pengadilan Agama Jakarta Timur yang saat itu juga berada di lokasi, tidak bersedia mengambil sumpah ketiga saksi yang telah melihat hilal. Bahkan, ia meninggalkan tempat rukyat sebelum mengambil sumpah. Akhirnya, KH Maulana Kamal Yusuf ((Rois Suriah PW NU DKI Jakarta)) bersama dengan Habib Rizieq Shihab (Ketua FPI) dan KH Mahfud Assirun (pimpinan Ponpes Al Itqon), mengambil sumpah ketiga saksi tersebut. Hasil rukyat Cakung itu kemudian disampaikan oleh Ahmad Jauhari (Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama) di depan Sidang Itsbat. Namun, ditolak. Pemerintah tetap berpendirian bahwa hilal tidak mungkin dirukyat, karena posisinya di bawah ufuk. Padahal, tim Cakung yang merukyat, melihat hilal di atas ufuk. Sikap pemerintah (dan peserta sidang itsbat) yang seperti itu, menimbulkan tanggapan. Salah satunya: “Idul Fitri 1Syawal 1432 H yang sesuai dengan syari'ah adalah 30 Agustus 2011, karena hilal telah tampak. Penolakan sosok yang mengaku ulama terhadap fakta ini, menunjukkan bahwa dia bodoh dan sombong. Keputusannya HARAM diikuti. Kesepakatan tidak boleh mengalahkan fakta. Itu namanya dzalim, semena-mena dan menyesatkan…” Reaksi bernada kesal itu memang wajar, karena kegiatan merukyat hilal di Ponpes Al Husainiah, Cakung, Jakarta Timur (pimpinan KH Muhammad Syafi’i) ini, sudah berlangsung sejak 50 tahun. Bahkan mereka melakukan rukyat setiap bulan untuk mencocokkan dengan perhitungan hisab. KH Muhammad Syafi’i sendiri, menurut KH Maulana Kamal Yusuf, mampu melakukan hisab rukyat dengan 11 cara. Ma’ruf Amin, salah satu elite MUI (Majelis Ulama Indonesia) yang mengikuti sidang itsbat, jelas-jelas menolak fakta terlihatnya hilal sebagaimana terjadi di Cakung (Jakarta Timur), dan Jepara (Jawa Tengah). Menurut Ma’ruf Amin, yang pernah menyatakan bahwa aliran sesat LDII sudah waras ini, “… kesaksian mereka yang melihat hilal, di saat hasil hisab menafikan kemungkinan hilal terlihat, maka hasil pengamatan yang mengaku menyaksikan tidak bisa diterima…” Kalau Ma’ruf Amin berkata begitu, berarti dia adalah menunjukkan ketidak konsistenannya terhadap dirinya sendiri. Kenapa dia mau hadir dalam sidang itsbat itu? Toh siapapun dan dengan alat secanggih apapun, berarti harus ditolak, kalau seperti pendirian Ma’ruf Amin yang dia ucapkan itu. Tidak bisa diterima. Lha kalau pendirian Ma’ruf Amin seperti itu, seharusnya yang wajar alurnya adalah dia (Ma’ruf Amin) menolak diadakannya sidang itsbat, karena apapun hasilnya kesaksian mereka yang melihat hilal tidak bisa diterima, di saat hasil hisab menafikan kemungkinan hilal terlihat. Atau setidak-tidaknya, Ma’ruf Amin konsekuen terhadap pendapatnya itu, hingga tidak mau hadir apalagi bicara. Itu kalau memang dia ini orang yang konsekuen.

Apa yang dilakukan dan diucapkan oleh Ma’ruf Amin itu benar-benar tidak masuk akal bagi orang yang masih berfikir. Lebih menyedihkan lagi, kelakuan dan ucapan dia –yang secara akal sehat sangat aneh-- itu justru jadi bahan utama (karena dia orang terkemuka di MUI) dalam memutuskan Idul Fitri untuk 200-an juta Ummat Islam di Indoesia. Seandainya alasan Ma’ruf Amin menolak kesaksian orang-orang yang telah disumpah bahwa mereka telah melihat hilal itu karena Ma’ruf Amin telah memiliki bukti-bukti shahih bahwa mereka itu adalah para pendusta, maka penolakan Ma’ruf Amin yang diandaikan ini pun masih perlu dilihat lagi. Karena dia bukan hakim. Di balik itu, kejujuran Ma’ruf Amin pun sudah dipertanyakan, karena jelas-jelas dia dikenal menyuara yang tidak konsisten mengenai aliran sesat LDII dan cenderung membela aliran sesat itu, padahal MUI sendiri telah mengeluarkan rekomendasi MUI 2005 bahwa LDII adalah aliran sesat yang membahayakan aqidah sebagaimana Ahmadiyah, maka MUI mendesak Pemerintah agar membubarkannya. Kesombongan Ma’ruf Amin yang juga merupakan elite NU juga ditunjukkan oleh KH Ahmad Ghazalie Masroerie (Ketua Lajnah Falakiyyah PBNU). Menurut dia, NU hanya memberikan mandat kepada dua delegasi yaitu Abdul Faiz Lc MA dan Hamdan Munawwir. Karena kedua orang tadi tidak memberikan laporan melihat hilal, maka laporan terlihatnya hilal di Jepara oleh pihak lain dinyatakan ditolak. Sedangkan laporan dari Cakung yang menyatakan hilal sudah tampak, menurut KH Ahmad Ghazalie Masroerie, tidak bisa dibenarkan. Selain akurasinya diragukan, juga karena yang mengambil sumpah bukan hakim. Itu artinya, penolakan itu lebih didasarkan kepada alasan teknis. Seraya mengabaikan substansi. Astaghfirullah…Bukankah dia dapat juga usul agar orang-orang yang menyatakan melihat hilal itu disumpah oleh hakim? Toh mereka tidak akan menolak bila disumpah oleh hakim. Maka alur yang benar, mestinya, karena yang mengambil sumpah bukan hakim, maka diusulkan agar yang menyumpah mereka itu hakim. Itu alur yang benar secara akal, bila tanpa niatan dari semula untuk menolaknya entah karena apa sebenarnya. Berdasarkan pandangan “ulama” penolak fakta tadi, maka Menteri Agama mewakili pemerintah memutuskan bahwa Idul Fitri1 Syawal 1432 H jatuh pada hari Rabu tanggal 31 Agustus 2011. Maka sejumlah pihak pun mengikuti keputusan itu dengan alasan demi menjaga persatuan dan kesatuan umat. Salah satu diantaranya sebagaimana disuarakan oleh Pimpinan Umum Hidayatullah, melalui maklumatnya yang ditandatangani oleh Abdurrahman Muhammad. Menurut dia, “…Dengan kapasitas dan peralatan teknologi modern yang digunakan, insya-Allah validitas hasilnya lebih dapat dipertanggungjawabkan.” Sikap Abdurrahman Muhammad itu diperkuat oleh Abdul Kholik, Lc (anggota Dewan Syuro Hidayatullah), yang mengatakan bahwa keputusan Hidayatullah itu diambil berdasarkan Sidang Majelis Mudzakarah Hidayatullah menyangkut penentuan awal Ramadhan, Syawwal dan Dzulhijjah sebelumnya di mana Hidayatullah akan mengikuti keputusan sidang itsbat yang mempertemukan semua (mayoritas) golongan sebagai representasi umat di bawah koordinasi pemerintah. Sikap pimpinan Hidayatullah seperti itu, bagi sebagian orang sangat mengherankan dan bahkan menyedihkan. Karena selama ini Hidayatullah diharapkan menjadi salah satu basis Islam yang teguh pendirian, berpegang kepada syari’at Allah, bukan kesepakatan bersama yang dibangun di atas pendapat ulama sombong, yang berani menyatakan si aliran sesat anu sudah tidak sesat lagi, padahal masih juga

setia dengan kesesatannya. (lihat nahimunkar.com, Aliran Sesat LDII Semakin Berani Ma’ruf Amin dan Jusuf Kalla Perlu Waspada, 25 FEBRUARY 2009, http://nahimunkar.com/aliran-sesat-ldii-semakinberani-ma%E2%80%99ruf-amin-dan-jusuf-kalla-perlu-waspada/) Seorang pengamat, Muhammad Umar Abduh, menyikapi gejala ini dengan tudingan: “Idul Fitri sengaja dibuat berbeda karena pemerintah (SBY) ingin show of force kepada Muhammadiyah yang selama ini kritis, dengan memainkan keputusan 1 Syawal 1432 H. Kebetulan ada sejumlah ulama jahat yang mau diperalat untuk keperluan ini (Ma'ruf Amin, Suryadharma Ali, dan oknum ulama NU lainnya, serta sejumlah pakar maupun cendikiawan yang ikut sidang itsbat). Politisi (penguasa) mempermainkan agama untuk kepentingan politik praktisnya. supaya tetap dipakai di kabinet, terlalu...” (http://www.facebook.com/profile.php?id=1086842769) Tudingan Muhammad Umar Abduh pada laman facebook-nya, seperti bersambut pesan dengan pemberitaan VOA-Islam edisi 04 September 2011. Menurut Dr Ali Jum’ah (Mufti Agung Mesir), sebagaimana dikutip VOA-Islam dari surat kabar Al-Wafd, rumor tidak sahnya rukyatul hilal 1 Syawal di dunia Arab baru-baru ini, adalah konspirasi Zionis Israel untuk mengacak-acak Islam. Entitas Zionis berada di belakang rumor ketidakabsahan hilal Syawal, yang dibesar-besarkan oleh media baru-baru ini. Menurut Dr Ali Jum’ah, Darul Ifta’ telah menerjunkan sembilan komite di semua penjuru Republik Mesir untuk memonitor hilal pada Senin sore lalu. Satu komite terdiri dari 11 spesialis dalam ilmu astronomi (falak) dan hukum Islam. Kesembilan komite itu diterjunkan ke Toshka, Sohag, Kota 6 Oktober, Moqattam, Observatorium Helwan, Laut Merah dan Marsa Matrouh. Hasilnya, hilal terlihat dengan mata telanjang di dua tempat, masing-masing di Toshka dan Sohag. Namun, kesaksian itu berusaha dimentahkan pihak Israel, dengan mengatakan bahwa yang dilihat oleh komite adalah planet Saturnus bukan hilal Syawal. Israel melakukan ini untuk menciptakan perpecahan di antara kaum Muslim, karena mereka melihat tanda-tanda akan bersatunya kaum Muslim di dalam menetapkan 1 Syawal. Fenomena menafikan kesaksian hilal yang terjadi di dunia Arab, ternyata terjadi juga di Indonesia. Sosok “Israel” dan “entitas zionis” yang hadir pada sidang itsbat 29 Agustus 2011, melakukan upaya yang mirip yaitu mementahkan kesaksian sejumlah orang yang sudah berpengalaman melakukan rukyatul hilal selama puluhan tahun. Bahkan sebelum sidang itsbat berlangsung, Deva Octavian (peneliti senior di Observatorium Bosscha, Bandung, Jawa Barat) sudah berani ‘memutuskan’ bahwa Idul Fitri1 Syawal 1432 Hijriah akan terjadi pada 31 Agustus 2011. Menurut Deva, tinggi bulan saat matahari terbenam pada tanggal 29 Agustus 2011 di seluruh wilayah Indonesia kurang dari dua derajat. Berdasarkan hal tersebut, hilal tidak mungkin dilihat di wilayah Indonesia. Maka, 1 Syawal 1432 Hijriah terjadi pada 30 Agustus setelah maghrib. (eramuslim.com edisi Senin, 29/08/2011 10:30 WIB). Beberapa hari sebelumnya (27 Agustus 2011), Prof. Dr. Thomas Djamaluddin dalam sebuah tulisannya yang cenderung menyalahkan Muhammadiyah mengatakan, “…Kalau mau lebih spesifik merujuk akar masalah, sumber masalah utama adalah Muhammadiyah yang masih kukuh menggunakan hisab wujudul hilal…” (http://www.dakwatuna.com/2011/08/14299/muhammadiyah-terbelenggu-wujudul-hilal-metodelama-yang-mematikan-tajdid-hisab/). Menurut Thomas pula, selama Muhammadiyah masih bersikukuh dengan kriteria wujudul hilalnya, kita selalu dihantui adanya perbedaan hari raya dan awal Ramadhan.

Padahal, faktanya, keputusan Muhammadiyah tentang 1 Syawal yang mendasarkan pada kriteria wujudul hilal (posisi bulan sudah positif di atas ufuk, meski ketinggiannya masih sekitar batas kriteria visibilitas hilal), mendapat dukungan dari pelaksanaan rukyatul hilal di Cakung dan Jepara. Bahkan di sebagian besar negara Arab, negara tetangga Malaysia, dan sebagainya. Maka tidak bisa disalahkan bila upaya-upaya yang dilakukan Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, Deva Octavian, Ma’ruf Amin, KH Ahmad Ghazalie Masroerie, Suryadharma Ali, dan sebagainya, oleh sebagian kalangan justru dinilai sejalan dengan upaya-upaya kalangan zionis Israel yang berusaha membuat raguragu kalangan Islam terhadap keputusan 1 Syawal. Tentu dalam rangka merusak persatuan Islam. Dari fenomena ini dapat saja ditarik kesimpulan, bahwa pihak pemerintahlah yang menjadi penyebab terjadi perpecahan dan perbedaan di kalangan umat. Tentu saja dengan mendapat dukungan dari para ulama jahat sebagaimana telah terdengar di mana-mana adanya sosok yang membela aliran sesat, kemungkinan ada yang berprinsip “maju tak gentar membela yang bayar…”. Akibatnya, Ummat Islam lah yang jadi korban. Di balik kejadian Di balik kejadian ini, ada dua hal yang tampaknya saling bertentangan, dan dua-duanya tidak sesuai dengan syari’at. Masih ditambah lagi kemungkinan kepentingan di balik itu. Hingga peta kesalahankesalahanya terlihat sebagai berikut: 1. Ada pihak yang dari awalnya sudah mengumumkan hari raya Idul Fitri dengan modal hisab. Ini jelas tidak sesuai dengan hadits yang telah jelas mengenai awal puasa maupun Idul Fitri itu dengan rukyatul hilal. Kalau terhalang awan, maka disempurnakan bulannya (30 hari). Hadits itu hadits khusus tentang awal Ramadhan dan Idul Fitri, jadi dalam pemakaiannya harus didahulukan ketimbang dalil umum. 2. Pihak yang menolak kesaksian orang yang melihat hilal padahal sudah disumpah, sedang menolaknya itu berdasarkan hisab. Bukan karena cacatnya sifat dari orang-orang yang merukyat hilal, misalnya pendusta. Penolakan semacam ini justru menunjukkan: mendahulukan hisab ketimbang rukyah. Namun hasilnya aneh. Yang nomor satu tadi Idul Fitrinya Hari Selasa, namun pihak penolak ini hari rayanya Rabu. Padahal sebenarnya sama-sama mendahulukan hisab, namun mungkin karena beda kepentingan, maka hasilnya beda. Jadi kedua pihak itu ada dua kemungkinan salah: a. Mengandalkan hisab, b. membela kepentingan. 3. Pihak pemerintah yang mengambil keputusan untuk Ummat Islam yang jumlahnya 200-an juta Muslimin, berlandaskan penolakan terhadap kesaksian para pelaku yang menyaksikan hilal, sedang tokoh penolak itu alasannya sama sekali tidak mendasar, di samping diragukan kejujurannya seperti dalam uraian di atas. (tede/haji/nahimunkar.com). foto: bandung-news.com ini bukan berita, ini opini murni dari penulis, tidak ada narasumber di dalamnya, tidak ada solusi di dalamnya dan tidak ada keadilan di dalamnya, apakah penulis telah mewawancara narasumber bersangkutan .. ? atau apakah penulis telah mengetahui secara benar dengan melakukan survey ke dalam institusi yang penulis fitnah di dalam tulisan ini ... subhanallah ... jangan suka su'udzon ...

sama kebathilan kita hatrus suuzhan bos... Definisi 1 bulan sama-sama +/- 29.5 hari, tetapi ada yg berpendapat awal bulan adalah saat bulan positif di ufuk meskipun belum terlihat, sedang yang lain berpendapat bulan baru saat hilal terlihat. Ini bisa diumpamakan seperti ada orang yang ingin awal hari dimulai jam 00.00 sedangkan yang lain jam 06.00. Bagaimana bisa disatukan? Selain itu, harus diingat awal bulan hijriah tidak berpatokan pada putaran matahari, jadi tidak ada garis batas penanggalan internasional yang tetap. Setiap bulannya, tempat yang mengalami awal bulan paling dahulu akan selalu berubah-ubah. Jika ada yang ingin menyeragamkan tanggal di satu hari matahari yang sama, maka akibatnya semua bulan akan hanya terdiri atas 29 hari. Dan harus diingat juga, hari hijriah adalah 24 jam yang dimulai dari Maghrib, bukan dari jam 00.00. Karenanya satu tanggal hijiriah pasti selalu dilalui dalam dua tanggal masehi. Sedangkan waktu shalat ied, wukuf, dsb didasarkan pada posisi matahari, bukan bulan. Akibatnya jangan khawatir kalau kita satu hari matahari lebih lambat dari tempat lain, misalnya negara timur tengah, untuk event-event tersebut. Yang penting, kita ada di satu hari hijriah yang sama. Kayaknya penulis sangat sangat subjektif, apakah penulis mengerti masalah astronomi ?? apakah penulis mengetahui tentang pegangan sumber hadits tentang metode imkanu rukyat yg shahih menurut ulama hadits. Saudara penulis telah menjustifikasi ulama-ulama yang kapasitas keilmuaannya sangat jauh dari Secara metode dua kelompok tidak mungkin dipertemukan. Selama keduanya masih memegangnya. Satu kelompok menjadikan hisab dengan standar wujudul hilal -- dengan hisab lokal. Sedangkan kelompok kedua menggunakan rukyat nasionalisme (wilayatu alhukm). Sampai kapanpun akan terus muncul kontroversi. Hisab dan rukyat global bisa menjadi kompromi baru. Kalau tidak akan sering terjadi perbedaan. namun Hisab ala muhammadiyah lebih mugkin berseuai dengan rukyat global, lantaran standarnya wujud al hilal. Semakin ke barat hilal akan lebih tinggi tentunya. Negara bisa mengambil sebuah pandangan dengan mempertimbangkan keatuan kaum muslimin.
o •

F

Ini jelas bukan berita. Ini opini penulis yg tanpa dasar dan hanya ro'yunya saja. Berilmulah sebelum berbicara. (Pengritik eramus yg saat ini tidak bisa menjadi rujukan alias nyeleneh di luar syariat Islam)

kalau membicarakan idul fitri juga harus dengan hati yang bersih janganlah menuduh dan su uzon apalagi kita membabbi buta menuduh karena berbeda dengan yang lainnya karena bagaimanapun pemerintah itu adalah baik dan buruk juga pemerintahan kita sy tidak membela pemerintah tp kalau semua ormas islam spt PERSIS, AL IRSYAD SJ sudah menyatakan hr raya jatuh pd hari rabu 1 syawal 1432 h kita ya sa mina wa athona apalagi syaich usmaini ra ulama arab saudi telah berfatwa 'BAHWA BILA PEMERINTAH MENETAPKAN BERPUASA HARI ITU MAKA PERPUASALAH DAN APABILA PEMERINTAH MENETAPKAN BERBUKALAH HARI INI MAKA BERLEBARANLAH" jangan lah kita selalu menyalahkah orang lain tapi mari siapa yg layak diikuti...pasti tidak sembarang orang menentukan syawal apalagi haditsnya menyebutkan rukyatul hilal bukan rukyatul hisab Hadis riwayat Ibnu Umar ra.: Dari Nabi saw. bahwa beliau menyebut-nyebut tentang bulan Ramadan sambil mengangkat kedua tangannya dan bersabda: Janganlah engkau memulai puasa sebelum engkau melihat hilal awal bulan Ramadan dan janganlah berhenti puasa sebelum engkau melihat hilal awal bulan Syawal. Apabila tertutup awan, maka hitunglah (30 hari). (Shahih Muslim No.1795) Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Apabila engkau melihat hilal (awal bulan Ramadan), maka hendaklah engkau memulai puasa. Apabila engkau melihat hilal (awal bulan Syawal), maka hendaklah engkau berhenti puasa. Dan apabila tertutup awan, maka hendaklah engkau berpuasa selama 30 hari. (Shahih Muslim No.1808)
o • •

F

kalo nulis jgn sekedar ngarang data buat mendukung keberpihakan anda dong. emangnya kita bodoh banget ya sampe gak bisa melihat ke arah mana tulisan anda berpihak? bilang sama kelompok M untuk gak mendahiului ketentuan Allah Swt. Alam semesta ini milik Allah dan hanya Allah yang mengaturnya, jadi gak usah mendahului dengan menentukan segala sesuatunya.

materinya cukup baik...dapat menjadi bahan perbaikan untuk kita semua.Memang seharusnya, ulama mampu menjadi jembatan penyambung dan memberikan solusi kepada ummat bukan menjadi "aktor intelektual" atas dasar egoisme, fanatisme golongan dan kelompok..Sangat disayangkan apabila memang keputusan tersebut didasarkan atas kepentingan politik, bahkan gensi kelompok tertentu...Umat islam Indonesia harus lebih bijak menyikapi permsalahn seperti ini bukan hanya menjadi kambing ompong yang akan diombangambingkan oleh keputusan yang hanya akan menjadikan ummat terpecah...Waspadalah, bahwasannya musuh-musuh islam yang tertawa apabila kita saling bertengkar dan menghujat...tidak perlu menjelekkan, memojokkan dan menghina suatu golongan, karena bisa jadi mereka jauh lebih baik dari kita... Tanggapan Abu Bakar Baasyir Soal Penanggulangan Terorisme di Lemhanas
Monday, 27/06/2011 14:44 WIB | Arsip | Cetak

Ada satu dokumen yang disimpan Jamaah Anshorut Tauhid tentang tanggapan Abu Bakar Baasir soal penanggulangan terorisme. Dokumen itu berupa makalah yang disiapkan Ustadz Abu untuk bahan presentasi di acara diskusi yang diselenggarakan Lembaga Pertahanan Nasional atau Lemhanas pada bulan Oktober 2009. Menurut mantan Katibul ‘Aam JAT, Abdurrahman S yang disampaikan kepada Eramuslim, sedianya, Ustadz Abu berkesempatan menjadi salah satu pembicara di acara tersebut. Entah kenapa, pada malam sebelum acara diskusi berlangsung, acara dibatalkan secara sepihak oleh pihak Lemhanas. Padahal saat itu, Ustadz Abu begitu bersemangat untuk menyampaikan makalah singkatnya di acara Lemhanas itu. Berikut ini makalah yang sudah tersimpan selama kurang lebih hampir dua tahun. MAKALAH DISKUSI PANEL

“ PENANGGULANGAN TERORISME SECARA KOMPREHENSIP “ LEMBAGA PERTAHANAN NASIONAL JAKARTA , 12 SYAWWAL 1430 / 2 OKTOBER 2009 I. Akar Persoalan 1. Akar dari tindakan Jihad yang dinilai teror di Indonesia adalah wujudnya tindak kezaliman rezim-rezim anti Islam yang dipelopori Yahudi dan Amerika Serikat yang ditimpakan kepada kaum muslimin di negri – negri mereka khususnya di wilayah Timur Tengah. Ekspresi sebahagian pemuda Islam yang melakukan perlawanan terhadap simbol – simbol dan kepentingan AS pada prinsipnya hanyalah sebuah reaksi yang didasari semangat Ukhuwwah Islamiyah dan membela keutuhan Islam yang selalu diobok – obok oleh Yahudi dan Amerika . 2. Amerika Serikat selama ini ,pada kenyataannya, selalu mendukung Yahudi Israel baik karena motif ekonomi maupun didasari oleh motif ideology. Dimana akidah Israel Raya ataupun Novus Ordo Seclorum ( yakni Tatanan Dunia Baru yang menunjukkan ambisi mereka untuk menjadi pemimpin dunia ) adalah istilah istilah yang dibangun berdasarkan teks – teks suci yang mereka yakini. Dimana dalam menjalankan keyakinan mereka tersebut, mereka selalu menghalalkan segala cara dengan meneror, membunuhi ummat Islam tanpa pandang bulu dan terus mengobok–obok kelurusan ajaran Islam. 3. Penanganan terhadap apa yang dianggap sebagai terorisme di Indonesia, baik yang telah dilakukan maupun yang sering hanya diwacanakan, belum pernah menyentuh akar persoalan bahkan malah dibelokkan kearah upaya sinergis dan tersistem dalam membidik kemurnian ajaran Islam dan melemahkan ummat Islam. Sementara akar persoalan yang sebenarnya adalah : Intervensi Amerika untuk tujuan menghancurkan Islam di negri – negri muslim tidak pernah disentuh di negri ini baik dalam tingkat pembicaraan apalagi pada level perumusan kebijakan. 4. Diinul Islam memang menggalakkan syari’at jihad bahkan dikatagorikan sebagai amalan yang paling mulia. Hingga ummat Islam yang mengerti pasti tidak bisa mentolerir kezaliman tersebut. Oleh karena itu, mengamalkan jihad adalah merupakan puncak ibadah didalam Islam sebagai perwujudan dari pengabdian kepada Alloh SWT Rabb Yang Menciptakan langit dan bumi serta memberi makan, minum serta dan keperluan–keperluan hidup yang lainnya kepada seluruh makhluq di bumi ini. Hanya sayangnya, jenis ibadah yang pokok ini tidak pernah terakomodir dalam perundang-undangan Republik Indonesia . 5. Dihalanginya kewajiban pokok ummat Islam kepada Alloh di negara ini , yakni menjalankan syari’at Islam secara kaaffah (sempurna dan menyeluruh). Sehingga maslahat-maslahat yang merupakan tujuan daripada Syari’at tidak terpenuhi. II. Penilaian 1. Arah dari agenda perang melawan teror yang dipelopori Yahudi / AS hakekatnya adalah upaya dejihadisasi yang menuju kearah de-islamisasi (pendangkalan Islam untuk melenyapkannya).

2. Hadirnya elemen Islam yang dicirikan memiliki kecintaan kepada kebenaran, menegakkan amar ma’ruf nahi munkar dan berjihad fii sabilillah adalah merupakan janji Rasululloh sholallohu ‘alaihi wa salam dalam hadits–hadits yang mutawatir. Keberadaan elemen Islam semacam ini sudah dinubuwwatkan akan selalu ada sampai hari Kiamat dan tidak akan mungkin ditiadakan. 3. Maka upaya–upaya untuk mencegah kehadiran elemen Islam semacam ini meskipun dengan strategi sekomprehensip apapun sama halnya dengan sia- sianya mengupayakan matahari terbit dari arah barat. Jelas ini sebuah kesia-siaan dan hanya akan membuang-buang waktu serta energy. 4. Mengambil posisi berhadapan dengan elemen Islam semacam ini berarti menjalankan politik adu domba yang diperankan AMERIKA dengan tujuan agar setiap muslim bersedia memerangi saudara muslim yang lain. Padahal perbuatan ini bisa berakibat membawa kemurtadan bagi pelakunya. III. Rekomendasi Mengingat bahwa negri karunia Alloh ini diperjuangkan kemerdekaaannya oleh para pejuang Islam yang dengan semangat jihad melawan penjajahan kafir Belanda dan pendudukan musyrikin Jepang juga berpenduduk mayoritas muslim serta mayoritas aparatnya banyak yang mengaku muslim maka jalan tengah yang mungkin bisa ditempuh adalah : a. Menangani kasus apa yang dinamakan terorirme di Indonesia harus menyentuh akar masalahnya. Dan akar masalah tersebut adalah kezaliman yang menimpa negeri – negeri muslim yang diperankan Yahudi dan AS. Maka Indonesia harus memiliki langkah politik untuk menyelesaikan masalah ini dengan memberi pelajaran bagi Yahudi dan Amerika Serikat. Ingat , ketergantungan Amerika terhadap negri – negri ummat Islam cukup kuat terutama di sektor Migas b. Jika Amerika tidak mau sadar dari perbuatannya yang zalim itu maka perlu dilawan diantara lain dengan memberi saluran kepada ummat Islam yang bersemangat membela saudaranya untuk berjihad di wilayah konflik bersenjata. Karena membela saudara sesama muslim adalah kewajiban yang bernilai ibadah . Dimana energy yang tidak tersalurkan bisa membuat mereka bermain dimana saja (di negri ini , misalnya). c. Hendaklah pemerintah Republik Indonesia memberi kesempatan kepada kaum muslimin untuk berusaha sekuat tenaganya dalam menjalankan syari’at Islam secara kaaffah, antara lain bisa dilakukan dengan memberi kebebasan dalam berdakwah untuk mewujudkan negri Indonesia menjadi baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur. foto: noveloke

LIONS TAWHEED 1 comment collapsed Collapse Expand Apa gerangan yang dilakukan musuh pada diriku Aku...Sungguh surgaku...ada dihatiku Dan taman-taman yang indah...ada di dadaku

Ia selalu...terus ada tetap bersamaku... Dan selalu...ikut kemana saja kepergianku... Tak seorangpun bisa...merampasnya dariku... Aku...andai mereka sampai memenjarakanku... Maka itulah waktu khalwat bersama Tuhanku... Dan jika mereka berani membunuhku... Sungguh...itulah bentuk kesyahidan bagiku... Dan mereka pun akan...segera menyusulku... Dan Jikalau mereka dari negri ini mengusirku... Maka kuanggap itulah...bentuk wisataku... Aku...adalah aku... Yang mengerti benar jalan hidupku... Aku takkan pernah peduli dengan orang yang mencelaku... Selagi Allah tetap ridho dan mencintaiku... Aku tau...kamu tidak menyukaiku... Tapi itu tidak masalah selama aku ada di jalan Tuhan ku... Dan mana mungkin syeitan menyukai ajaran Nabi ku... TAUHID...akan ku junjung di atas kepala ku... Dan PANCASILA SYIRIK kan ku injak dengan kaki ku... RUKUN ILLAHI ku anggkat tinggi dengan tangan ku... Dan UNDANG-UNDANG KAFIR kan kutebas dengan pedangku... Enyahlah...hai hamba THOGHUT... Kalian adalah musuh abadiku... Dan aku adalah musuhmu sepanjang hidup ku... Bila kalian ragu dengan ajaran TAUHID ku... Dan merasa benar dengan ajaran musuh Tuhan ku... Mari...kita mati bersama kau dan aku... Maju terus, itulah resiko Ulama yg mengajak umat kepada jalan yg lurus, harus siap dicaci dan dimaki, dihina, dicemooh, dipenjara malah sekaligus dibunuh, jadi Ulama benar itu harus siap mental, nyawa, untuk jual beli dgn Robul Alamin, gak kaya ulama2 duniawi cuma bicara yg enak2, meninabobokan umat dgn urusan kenikmatan dunia,"janganlah kalian mengaku beriman padahal kalian belum diuji seperti umat2 terdahulu dgn ujian seperti, bencana alam, penyakit, dicerca, dipenjara bahkan kematian", Berbahagialah Ustadz Abu karena cuma engkau yg berani menyeru kepada kebenaran dari Dien ini,Allohu Akbar

Maju terus yang penting berbuat labih baik dari pada berpidato terus....

Linkar Sobat
|mimbar tajdid|ihumaira|komunitas nuun|front pembela islam|next revolt|tawhhid wa sunnah|al-ghuroba| gaul islam|murobitun|anti jil| |hizbut tahrir| |hidayatullah|gema pembebasan|al-muhajirun| |liberation youth| |kammi|salafy|jaringan komunikasi ummat|komunitas distro islam|pahlawan bertopeng|vindicat|dea|ahmed ridho|syafira salsabila|iqbal|dinie thekupu|al-chaidar|cakra| madinahku|paddi|novee| aktivis|catatan jundi| iqraku|tukang kritik|anas sindo|pencari-inspirasi|amel only|aisya humaira|roe salampessy|peladang Alloh| syaiful|coretan imtihan|nur raihana|wafiy akmal|al fathonah|az liey|pu3niezz|syabab dakwah|arrayah| ketapel-art|sais-musalim|kangmastyo|aura khalifah|

Kontributor
• • • • • • • • •

Admin next revolt berandalan tuhan Fauzan Al Anshori Cakra Jaringan Komunikasi Umat LDK IAIN Antasari Doumy Ahmed Ridho

Sapa

widgeo Feedjit Live Blog Stats

<a href="” http://empiris-homepage. target="”_blank”"><img src="http://images.cooltext.com

|home| |profil| |materi pendidikan||galery| |peryataan sikap|

15 Mei 2011
Deradikalisasi & Isu Pemanis NII (Membaca Relevansi Isu dan Target)

Oleh: Harits Abu Ulya (Pemerhati Kontra-Terorisme & Ketua Lajnah Siyasiyah DPP-HTI) Siapa yang tidak kenal dengan Densus 88?, hampir semua orang Indonesia familiar dengan satu nama ini. Apalagi dalam isu terorisme selalu tampil bak bintang film dan “pahlawan”. Tapi saat ini banyak orang mulai akrab dengan sebuah lembaga baru yang bernama BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme), karena para pejabatnya sering nongol di layar kaca menjadi “artis” dalam isu “terorisme”, dipimpin seorang yang selevel menteri dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Apa bedanya antara dua institusi diatas? Yang paling penting adalah, BNPT memiliki kewenangan luas dan khusus di bidang kontra-terorisme. Dan Densus 88 menjadi bagian dari instrumen penindakan BNPT. Isi BNPT juga nyaris bukan orang baru, banyak orang Densus 88 ditarik menjadi Deputi atau direktur di Lembaga baru ini yang dibentuk melalui kepres No 46 tahun 2010, resmi di-teken Presiden tanggal 16 Juli 2010. Dan sejak BNPT berjalan maka isu-isu terkait “terorisme” orang-orang BNPT yang sering tampil di muka media. Bahkan ketua BNPT, Ansyad Mbai Laksana seorang orator politik; banyak membangun opini dan propaganda yang tendensius dengan seabrek kepentingan politiknya dibanding bicara fakta. Sejauh ini

belum terbuka di hadapan publik tentang mekanisme kontrol terhadap kerja lembaga BNPT. Hal yang menarik dari BNPT, keseriusannya melakukan langkah “lembut” (soft measure) dibawah payung strategi yang bernama “deradikalisasi”. Sebuah strategi bagian dari proyek “kontra-terorisme”. Dan ini harus jalan karena pendekatan secara keras dianggap belum bisa mereduksi dan menghabisi seluruh potensi yang mengarah kepada tindakan “terorisme”. Bahkan dianggap belum efektif menyentuh akar persoalan terorisme secara komprehensif. Strategi penegakan hukum juga dirasa kurang memberikan efek jera dan belum bisa menjangkau ke akar radikalisme. Sekalipun diakui cukup efektif untuk “disruption“, ia tidak efektif untuk pencegahan dan rehabilitasi sehingga masalah terorisme terus berlanjut dan berkembang. Jadi ini adalah sebuah program yang lebih banyak berbentuk pendekatan lunak (soft approach), baik kepada masyarakat luas, kelompok tertentu maupun individu tertentu yang dicap “radikal”, “teroris” dan semacamnya. Maka wajar saja jika proyek seperti ini rawan munculnya teknik kotor untuk memuluskan. Artinya perlu diciptakan kondisi dan situasi yang bisa memediasi program ini berjalan seperti yang diharapkan. Mengingat dari strategi yang ditempuh, obyek sasaran jangka panjangnya jelas-jelas adalah kelompok yang dianggap mengusung ideologi radikal atau fundamentalis. Dalam konteks ini ada pendekatan formal, misalnya langkah BNPT menggandeng MUI di akhir 2010 dengan membuat program Halqoh Nasional Penanggulangan Terorisme dan Radikalisme. Acara ini diselenggarakan di enam kota besar Indonesia, meliputi Jakarta (11 Nopember), Solo ( 21 Nopember), Surabaya (28 Nopember), Palu (12 Desember) dan terakhir di Medan (30 Desember) tahun lalu. Proyek BNPT tapi Penggagas acara ini diatas-namakan MUI Pusat dan Forum Komunikasi Praktisi Media Nasional (FKPMN) yang diketuai oleh Wahyu Muryadi (Pimred Majalah Tempo). Ketika agenda ini berlangsung, fakta berbicara lain; hampir di semua tempat mendapatkan resistensi dari kalangan ulama’ dan tokoh masyarakat, audien cukup kritis, karena melihat banyak kesenjangan dan kejanggalan antara “niat baik” BNPT dengan fakta di lapangan yang membuat umat Islam merasa terdzalimi. Sebuah fakta yang tidak bisa diingkari dalam upaya menumpas “terorisme”; sarat pelanggaran HAM, extra judicial killing terhadap orang-orang yang disangka “teroris”, seolah berjalan nyaris tanpa koreksi. Bahkan tindakan “Hard Power” ini menjadi sumber kekerasan dan membuat siklus kekerasan yang tidak berujung. Negara seolah berubah menjadi “state terrorism”, kemudian melahirkan perlawanan baru dari berbagai level dengan beragam cara. Di sisi lain, cara-cara yang tidak terbuka juga sangat mungkin dilakukan agar proyek deradikalisasi dengan motif jangka panjangnya mulus berjalan. “Mindset control” melalui media adalah keniscayaan dan krusial menjadi kebutuhan proyek ini. Maka dalam konteks ini, kita bisa membaca relevansi antara isu yang dikembangkan media tentang NII. Pertanyaannya, kenapa harus NII? Jawaban yang logis adalah; eksistensi NII adalah fakta sejarah di bumi Indonesia, dengan berbagai variannya NII hingga kini (varian tertentu) menjadi anak asuh dari entitas kekuasaan dengan kepentingan politiknya. Maka jika hari ini dihembuskan ulang tentang NII, bidikan sesungguhnya bukan dalam rangka menghancurkan dan memberangus NII. Tapi mengambil satu aspek, yakni terminologi “negara Islam” (alias: darul Islam, daulah Islam). Proyek deradikalisasi, mengharuskan target bisa diraih diantaranya; masyarakat resisten terhadap terminologi dan visi politik dari sebuah kelompok yaitu “negara Islam”. Penerapan Islam dalam format Negara harus menjadi momok bagi kehidupan sosial politik masyarakat Indonesia, sekalipun penghuninya mayoritas adalah orang Islam. Karena format Indonesia yang sekuler dan liberal dalam bingkai demokrasi adalah “harga mati” menjadi muara dari proyek ini, karenanya wajib mengeliminasi

setiap “ancaman” terhadapnya. Masyarakat masih segar ingatannya; ketika terjadi peristiwa kriminal perampokan Bank CIMB di kota Medan-Sumut, Kapolri saat itu (Bambang HD) menyatakan bahwa motif perampokan adalah hendak mendirikan negara Islam. Dan ini terulang pada kasus paket Bom Buku, pihak BNPT (Ansyad Mbai) “berorasi” bahwa pelakunya adalah pengusung dan pejuang negara Islam (Khilafah) dan yang menjadi obyek sasarannya adalah penghalang Khilafah. Dengan logika sehat, sulit rasanya untuk membaca hubungan tindakan dengan motif politiknya dalam kasus-kasus diatas, tapi masyarakat melihat pihak BNPT dan instrumennya ngotot mempropagandakan tentang visi politik dari setiap peristiwa yang mereka klaim sebagai “terorisme”. Maka sesungguhnya ini adalah perang opini dan propaganda, berangkat dari sikap Islamphobia. Sikap paranoid yang berlebihan, sebagaimana berlebihnya pemerintah mengumumkan “Siaga 1″ untuk seluruh wilayah Indonesia menjelang “Paskah” umat kristiani dengan alasan dan argumentasi yang tidak bisa dicerna oleh orang-orang yang paham betul masalah aspek-aspek keamanan dan pertahanan ini. Ala kulli haal, isu NII adalah tidak lebih layaknya pemanis dan menjadi “sambal” dari sebuah menu. Bisa juga menjadi “teror NII“, Ia diangkat ke permukaan untuk di ambil visi politiknya saja, di bawa untuk mendramatisir dan sifat mendesaknya sebuah proyek deradikalisasi harus berjalan dengan maksimal dan melibatkan banyak pihak, bahkan kebutuhan mendesak adanya regulasi (UU) yang bicara tentang keamanan negara, karena dengan berbagai peristiwa “terorisme” dibangun sebuah wacana Indonesia dalam sikon “gawat darurat” karena menghadapi gejala tumbuh suburnya Ideologi impor yang hendak menjadikan Indonesia Darul Islam (negara Islam).Wajar kalau saat ini masyarakat banyak terprovokasi, misalkan komponen ormas NU melalui Ansor-nya hendak membuat Densus-99 untuk menangkap setiap kelompok yang dicurigai melakukan pelatihan dan mengembangkan paham radikal, sama berlebihannya dengan mengintruksikan kepada seluruh anggotanya untuk melakukan swepping di seluruh masjid NU seIndonesia untuk membersihkan dari paham radikal dan fundamentalis. Deradikalisasi menjadi media baru lahirnya adu domba dan potensial memprovokasi lahirnya kontraksi dan gesekan sosial lebih serius antar umat Islam sendiri. Umat Islam dalam jebakan adu domba yang bernama proyek “kontra-terorisme” dengan berbagai strateginya termasuk deradikalisasi. Waspadalah wahai kaum muslimin, karena orang-orang munafik yang benci kepada Islam, siang dan malam menyusun rencana dan agenda untuk memadamkan cahaya Islam atas alasan “demokrasi”,”toleransi”, dan “kebinekaan“. Wallahu a’lam bisshowab [Hizbut

NII KW 9 Adalah Gerakan Kriminal Buatan Intelijen

Penyimpangan ajaran NII sepeninggal Kartosuwiryo adalah ulah intelijen pada masa Ali Murtopo untuk membusukkan NII yang benar. NII KW 9 buatan intelijen itu adalah aliran sesat dan gerakan kriminal. Pernyataan ini disampaikan Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat, KH Aminuddin Ya`qub pada acara ‘Halqah Islam dan Peradaban’ bertema “Teror NII: Kriminalisasi Perjuangan Islam (Membongkar Skenario Jahat di Balik Isu NII),” Selasa sore, (10/5/2011) di Auditorium Adhiyana Wisma Antara Jalan Medan Merdeka Selatan Jakarta. Menurut Aminuddin, persoalan Negara Islam Indonesia (NII) itu tidak sederhana. Karena masyarakat banyak yang salah paham dan tidak objektif terhadap NII karena hanya melihat penyimpangan NII saja. Padahal, NII ada dua versi yaitu versi NII asli yang didirikan oleh Kartosuwiryo dengan NII KW 9 buatan intelijen untuk pembusukan terhadap NII asli. “NII itu complicated. Kita harus bisa memilah antara NII asli yang didirikan oleh Kartosuwiryo dengan NII KW 9 yang sangat penuh distorsi. Kita harus objektif dan proporsional bahwa memang ada dua versi NII,” jelas alumnus pesantren Darunnajah Jakarta itu. NII asli yang didirikan oleh Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo, jelas Aminuddin, adalah NII yang murni sebagai gerakan politik untuk menegakkan Islam tanpa distorsi dalam ajaran-ajarannya. “Apa yang dilakukan oleh Kartosuwiryo adalah gerakan politik murni perjuangan menegakkan syariat Islam,” tegasnya. Aminuddin menambahkan, secara historis, Kartosuwiryo mendirikan NII pada tanggal 7 Agustus 1949karena kecewa terhadap Presiden Soekarno yang mengkhianati para pejuang kemerdekaan. “Kartosuwiryo adalah pahlawan pejuang kemerdekaan Republik Indonesia. Beliau kecewa dengan Presiden Soekarno yang mencoret tujuh kata dalam Watsiqoh Jakarta (Piagam Jakarta),” paparnya. “Jadi, NII di era Kartosuwiryo adalah gerakan politik penegakan syariat Islam, tidak ada penyimpangan agama,” tandasnya. Sepeninggal Kartosuwiryo, Daud Beureh dan Kahar Muzakar, tahun 1962 NII mengalami kevakuman kepemimpinan, sehingga muncullah krisis di tubuh NII. Di masa Ali Murtopo pada zaman Orde Baru, menurut penjelasan ZA Maulani, NII dibangun intelijen untuk defeksi, yaitu pembusukan dari dalam. Intelijen memasukkan orang-orangnya ke tubuh NII lalu melakukan pembusukan dari dalam. Dalam kevakuman kepemimpinan NII, lalu intelijen melakukan defeksi di tubuh NII, maka terjadilah

perpecahan di tubuh NII yang melahirkan faksi-faksi, antara lain faksi Adah Jaelani. Dari faksi Adah Jaelani inilah di kemudian hari memunculkan Abu Toto alias Panji Gumilang yang sekarang menjadi Syaikhul ma’had Al-Zaytun. “Jadi, kalau sekarang kita bicara NII, maka yang ada adalah NII faksi Adah Jaelani, bukan faksi lain yang masih dalam khittah Kartosuwiryo,” tambahnya. NII KW 9 inilah yang mengajarkan berbagai penyimpangan ajaran Islam, misalnya: tidak mewajibkan shalat sampai terjadinya masa Fathu Makkah, menjalankan tugas negara lebih penting daripada shalat ritual, penyimpangan penafsiran Al-Qur'an, mengafirkan semua orang di luar kelompok mereka, dan rekayasa tentang bermacam-macam shadaqah (shadaqah hijrah, shadaqah istigfar, dst). “MUI menyimpulkan secara tegas bahwa NII KW 9 adalah aliran sesat yang menyimpang dari Islam,” ujarnya. Selain sebagai kelompok sesat, Aminuddin tak ragu menyimpulkan NII KW 9 sebagai gerakan kriminal. Di berbagai kampus, NII KW 9 banyak memakan korban mahasiswa yang memiliki semangat keagamaan tapi tidak ditunjang keilmuan keislaman yang memadai. Sepeninggal Kartosuwiryo, Daud Beureh dan Kahar Muzakar, tahun 1962 NII mengalami kevakuman kepemimpinan, sehingga muncullah krisis di tubuh NII. Di masa Ali Murtopo pada zaman Orde Baru, menurut penjelasan ZA Maulani, NII dibangun intelijen untuk defeksi, yaitu pembusukan dari dalam. Intelijen memasukkan orang-orangnya ke tubuh NII lalu melakukan pembusukan dari dalam. Dalam kevakuman kepemimpinan NII, lalu intelijen melakukan defeksi di tubuh NII, maka terjadilah perpecahan di tubuh NII yang melahirkan faksi-faksi, antara lain faksi Adah Jaelani. Dari faksi Adah Jaelani inilah di kemudian hari memunculkan Abu Toto alias Panji Gumilang yang sekarang menjadi Syaikhul ma’had Al-Zaytun. “Jadi, kalau sekarang kita bicara NII, maka yang ada adalah NII faksi Adah Jaelani, bukan faksi lain yang masih dalam khittah Kartosuwiryo,” tambahnya. NII KW 9 inilah yang mengajarkan berbagai penyimpangan ajaran Islam, misalnya: tidak mewajibkan shalat sampai terjadinya masa Fathu Makkah, menjalankan tugas negara lebih penting daripada shalat ritual, penyimpangan penafsiran Al-Qur'an, mengafirkan semua orang di luar kelompok mereka, dan rekayasa tentang bermacam-macam shadaqah (shadaqah hijrah, shadaqah istigfar, dst). “MUI menyimpulkan secara tegas bahwa NII KW 9 adalah aliran sesat yang menyimpang dari Islam,” ujarnya. Selain sebagai kelompok sesat, Aminuddin tak ragu menyimpulkan NII KW 9 sebagai gerakan kriminal. Di berbagai kampus, NII KW 9 banyak memakan korban mahasiswa yang memiliki semangat keagamaan tapi tidak ditunjang keilmuan keislaman yang memadai.

AC Manullang: Tragedi 11/9 di Ambon, AS Citrakan Ambon Sarang Teroris
Jakarta (voa-islam) – Pecahnya kerusuhan di Ambon ini bersamaan dengan peringatan satu dekade (10 tahun) peristiwa 11 September, di mana Amerika Serikat sedang menggelar peringatan atas peristiwa runtuhnya Gedung WTC. Peringatan AS akan adanya serangan teroris juga ditujukan kepada negaranegara lain, dan Ambon dijadikan target skenario itu dengan memunculkan kerusuhan yang bernuansa SARA. Demikian dikatakan pengamat intelijen AC Manullang.

Menurut AC Manullang, kerusuhan Ambon ini, membuktikan pernyataan AS bahwa wilayah tersebut menjadi sarang teroris. ”Saya melihat ada upaya AS yang memunculkan Ambon sebagai sarang teroris dengan memunculkan kerusuhan terlebih dulu,” paparnya. Kata Manullang, pola yang hampir sama seperti kasus kerusuhan Ambon sebelumnya, dengan memunculkan kelompok Laskar Jihad dan Islam fundamentalis lainnya yang berada di Ambon. ”Skenario yang akan dilakukan, Ambon rusuh, dan kelompok-kelompok Islam membantu, dan muncullah stigma teroris di Ambon,” pungkas Manullang. “Adakah ini memiliki korelasi dengan peristiwa yang sedang sekarang diperingati di Amerika Serikat, yang ingin tetap melestarikan peritiwa itu, dan menjadikan kaum Muslim sebagai biang kekerasan dan terorisme?” AC Manullang mempertanyakan. Provokasi Gerakan Salibis Sementara itu dikatakan Ustadz Bernard Abdul Jabbar yang kini aktif di Hizbud Dakwah Islam (HDI) ini, melihat ada upaya pembiaran dari pihak kepolisian.Namun lebih jauh, ia melihat bahwa kerusuhan Ambon kali ini adalah skenario yang masih dimainkan oleh Gerakan Salibis.“Tidak masuk akal hanya karena dua orang yang terbunuh, aksi menjadi luas kemana-mana.” Beliau juga menambahkan bahwa kaum muslimin dibantai secara brutal oleh kaum salibis. Mereka memiliki persenjataan lengkap untuk bertempur dengan umat muslim. “Para kaum salibis memakai sniper dan anak panah. Salah seorang muslim disana sampai mencabut anak panah yang menancap di tubuh kaum muslim untuk diperlihatkan sebagai bukti.” Update terakhir korban meninggal dunia dari pihak muslim atas kekejaman kaum salibis telah mencapai 8 orang. Sedangkan korban kritis sudah menembus angka 70 orang. “Update tadi pagi dari seorang ikhwah yang ada disana bahwa 8 orang meninggal dunia dan 70 lainnya mengalami kritis. Kebanyakan mereka dirawat di RS Al Fatah, Ambon.” ungkap Ustadz Bernard. Pihak kepolisian kini masih mengusut dugaan penyebaran pesan singkat atau SMS yang menyulut kerusuhan di Ambon, Maluku, Ahad (11 September 2011)) kemarin. SMS berantai itu berisi mengenai tewasnya tukang ojek, Darfin Saimen, yang disebut dibunuh. “Nomor yang kirim SMS itu sudah terlacak,” kata Juru Bicara Polri, Inspektur Jenderal Anton Bachrul Alam, di Markas Besar Kepolisian RI, Jakarta, Senin 12 September 2011. Peran Pers Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Siddiq memperingatkan, konflik antar kelompok yang terjadi di Ambon bisa meluas dan membesar, "Jika semua pihak, termasuk pers tidak hati-hati dalam menyikapi," ujarnya. Wasekjen PKS itu menambahkan, di satu sisi, pers dengan kecepatan informasinya telah membuka pengetahuan masyarakat akan apa yang terjadi, sekaligus menggerakkan masyarakat. "Pers melalui investigasinya juga bisa membatasi gerak jika ada pihak-pihak yang ingin memancing di air keruh. Namun

di sisi lain pers juga harus hati-hati agar tidak melakukan pola pemberitaan yang justru bisa memicu perluasan dan pembesaran konflik," tambah dia. Mahfudz mencontohkan pemberitaan yang berisiko memperbesar konflik. Antara lain, mengungkap kembali potret konflik berdarah Ambon pada masa lalu, penayangan berulang-ulang situasi konflik dan kekerasan, pemberitaan yang fokus pada korban-korban kekerasan dan publikasi komentar narasumber yang cenderung negatif. "Pola pemberitaan seperti ini akan menguak kembali trauma masyarakat Ambon dan Maluku terhadap konflik masa lalu yang masih dalam tahap pemulihan," ungkap Mahfudz. Home | Indonesiana | Insiden Ambon Bertepatan Moment 11 September, Siapa yang Mensetting? Senin, 12 Sep 2011 Cetak | Kirim Email Kawan Emailmu Namamu
þÿ þÿ

þÿ

Pesan
Kirim Reset

Insiden Ambon Bertepatan Moment 11 September, Siapa yang Mensetting?
Jakarta (Voa-Islam) – Ada yang aneh dengan bentrokan yang terjadi di Ambon, Ahad (11/9) lalu. Keanehan itu bisa dirasakan, ketika insiden berdarah itu bertepatan dengan moment 11 September, sebuah peristiwa yang mengguncang warga Amerika Serikat dan masyarakat internasional. Ada upaya untuk mensetting dari moment 11 September tersebut. Demikian dikatakan Presidium Mer-C Joserizal Jurnalis, SpOT kepada voa-islam menanggapi bentrok fisik dua kelompok massa yang dipicu oleh tewasnya seorang tukang ojek bernama Darmin Saiman, Sabtu (10/9) lalu. Tewasnya Darmin Saiman, si tukang ojek di kawasan Gunung Nona, tentu membuat reaktif umat Islam di Ambon. Mengingat, Gunung Nona merupakan kawasan yang banyak dihuni oleh kalangan Nasrani. Tidak aneh, tewasnya Darmin menimbulkan reaksi yang begitu cepat. Diperparah lagi, banyak desa-desa Muslim yang diserang, bahkan ada masjid yang dibakar. “Saya melihat, ada upaya untuk mengalihkan isu. Ketika pemerintah telah kehabisan isu, isu teroris tak lagi menarik, maka diciptakanlah isu yang bisa mengalihkan masalah,” ujar Joserizal Jurnalis yang pernah bertugas melakukan pertolongan dalam beberapa wilayah konflik, antara lain di Maluku, Mindanao, Afghanistan, Irak, dan Gaza. Kabar yang Joserizal dengar dari pihak keluarga korban, helm milik tukang ojek yang tewas itu dalam keadaan utuh, tapi kepalanya pecah karenanya adanya benturan pukulan. Begitu juga ada luka tusuk di punggungnya. Dengan kabar ini, menunjukkan bahwa tewasnya Darmin Saiman bukan dikarenakan kecelakaan, seperti dijelaskan oleh pihak kepolisian, melainkan dibunuh. Karena itu, Joserizal mendesak pihak kepolisian agar melakukan otopsi ulang dan menjelaskan kepada publik dan media dengan sejujur-jujurnya, tentang apa yang sesungguhnya terjadi. Menurut Joserizal, pemicu yang sebetulnya sepele itu, menjadi penyebab kerusuhan di Ambon acapkali terjadi. Dahulu, awalnya juga dipicu oleh pengemudi angkot yang berkelahi. Ditambah lagi, karakter orang Ambon yang begitu panasan dan mudah terpancing.

Pelagandong Pendekatan Kolonial Ketika ditanya, kenapa Ambon selalu menjadi kelinci percobaan untuk diciptakan sebagai kawasan konflik antara kelompok Islam dan Kristen? Joserizal menilai, Ambon adalah pintu masuk para penjajah untuk menguasai Maluku. Sikap frustasi penjajah bisa dirasakan ketika mereka selalu gagal berkonkonfrontasi dengan kekuatan senjata. Lalu digunakanlah pendekatan kultural, yakni tradisi Pela Gandong. Boleh dibilang, Pela Gandong inilah upaya penjajah Belanda untuk meredam aksi jihad umat Islam untuk melakukan perlawanan . Terkait bentrok fisik di Ambon yang menyebabkan kaum muslimin terancam, masjid dibakar, desa-desa kawasan Muslim diserang, banyak ikhwan yang mulai merapatkan barisan kembali untuk melindungi kaum muslimin di Ambon. Namun, Joserizal minta kepada umat Islam, terutama para ikhwan, agar bersabar lebih dulu. Ia berpesan, agar jangan cepat terpancing. Bisa saja, ini adalah jebakan dan pancingan dari pihak yang tidak senang dengan Islam. Bila kita terpancing, bisa saja umat Islam yang bersemangat untuk membela saudaranya di Ambon, akan dihabisi dengan menggunakan isu teroris. Joserizal belum bisa memastikan, situasi di Ambon bisa kembali redam. Menurutnya, itu bergantung penanganan pihak aparat agar bentrokan tidak meluas ke mana-mana. “Terpenting adalah mengupayakan untuk memberi ganti rugi kepada pihak korban yang kebanyakan menimpa umat Islam.” Pasca bentrokan Ambon, Joserizal mengaku telah diminta masyarakat di sana untuk datang ke Ambon. Tapi, kata Joserizal, ia akan melihat 1-2 hari ini. Jika dalam dua hari Ambon belum kondusif, ia akan mengatakan ke datang Ambon.

Tanggapan Abu Bakar Baasyir Soal Penanggulangan Terorisme di Lemhanas
Monday, 27/06/2011 14:44 WIB | Arsip | Cetak

Ada satu dokumen yang disimpan Jamaah Anshorut Tauhid tentang tanggapan Abu Bakar Baasir soal penanggulangan terorisme. Dokumen itu berupa makalah yang disiapkan Ustadz Abu untuk bahan

presentasi di acara diskusi yang diselenggarakan Lembaga Pertahanan Nasional atau Lemhanas pada bulan Oktober 2009. Menurut mantan Katibul ‘Aam JAT, Abdurrahman S yang disampaikan kepada Eramuslim, sedianya, Ustadz Abu berkesempatan menjadi salah satu pembicara di acara tersebut. Entah kenapa, pada malam sebelum acara diskusi berlangsung, acara dibatalkan secara sepihak oleh pihak Lemhanas. Padahal saat itu, Ustadz Abu begitu bersemangat untuk menyampaikan makalah singkatnya di acara Lemhanas itu. Berikut ini makalah yang sudah tersimpan selama kurang lebih hampir dua tahun. MAKALAH DISKUSI PANEL “ PENANGGULANGAN TERORISME SECARA KOMPREHENSIP “ LEMBAGA PERTAHANAN NASIONAL JAKARTA , 12 SYAWWAL 1430 / 2 OKTOBER 2009 I. Akar Persoalan 1. Akar dari tindakan Jihad yang dinilai teror di Indonesia adalah wujudnya tindak kezaliman rezim-rezim anti Islam yang dipelopori Yahudi dan Amerika Serikat yang ditimpakan kepada kaum muslimin di negri – negri mereka khususnya di wilayah Timur Tengah. Ekspresi sebahagian pemuda Islam yang melakukan perlawanan terhadap simbol – simbol dan kepentingan AS pada prinsipnya hanyalah sebuah reaksi yang didasari semangat Ukhuwwah Islamiyah dan membela keutuhan Islam yang selalu diobok – obok oleh Yahudi dan Amerika . 2. Amerika Serikat selama ini ,pada kenyataannya, selalu mendukung Yahudi Israel baik karena motif ekonomi maupun didasari oleh motif ideology. Dimana akidah Israel Raya ataupun Novus Ordo Seclorum ( yakni Tatanan Dunia Baru yang menunjukkan ambisi mereka untuk menjadi pemimpin dunia ) adalah istilah istilah yang dibangun berdasarkan teks – teks suci yang mereka yakini. Dimana dalam menjalankan keyakinan mereka tersebut, mereka selalu menghalalkan segala cara dengan meneror, membunuhi ummat Islam tanpa pandang bulu dan terus mengobok–obok kelurusan ajaran Islam. 3. Penanganan terhadap apa yang dianggap sebagai terorisme di Indonesia, baik yang telah dilakukan maupun yang sering hanya diwacanakan, belum pernah menyentuh akar persoalan bahkan malah dibelokkan kearah upaya sinergis dan tersistem dalam membidik kemurnian ajaran Islam dan melemahkan ummat Islam. Sementara akar persoalan yang sebenarnya adalah : Intervensi Amerika untuk tujuan menghancurkan Islam di negri – negri muslim tidak pernah disentuh di negri ini baik dalam tingkat pembicaraan apalagi pada level perumusan kebijakan. 4. Diinul Islam memang menggalakkan syari’at jihad bahkan dikatagorikan sebagai amalan yang paling mulia. Hingga ummat Islam yang mengerti pasti tidak bisa mentolerir kezaliman tersebut. Oleh karena itu, mengamalkan jihad adalah merupakan puncak ibadah didalam Islam sebagai perwujudan dari pengabdian

kepada Alloh SWT Rabb Yang Menciptakan langit dan bumi serta memberi makan, minum serta dan keperluan–keperluan hidup yang lainnya kepada seluruh makhluq di bumi ini. Hanya sayangnya, jenis ibadah yang pokok ini tidak pernah terakomodir dalam perundang-undangan Republik Indonesia . 5. Dihalanginya kewajiban pokok ummat Islam kepada Alloh di negara ini , yakni menjalankan syari’at Islam secara kaaffah (sempurna dan menyeluruh). Sehingga maslahat-maslahat yang merupakan tujuan daripada Syari’at tidak terpenuhi. II. Penilaian 1. Arah dari agenda perang melawan teror yang dipelopori Yahudi / AS hakekatnya adalah upaya dejihadisasi yang menuju kearah de-islamisasi (pendangkalan Islam untuk melenyapkannya). 2. Hadirnya elemen Islam yang dicirikan memiliki kecintaan kepada kebenaran, menegakkan amar ma’ruf nahi munkar dan berjihad fii sabilillah adalah merupakan janji Rasululloh sholallohu ‘alaihi wa salam dalam hadits–hadits yang mutawatir. Keberadaan elemen Islam semacam ini sudah dinubuwwatkan akan selalu ada sampai hari Kiamat dan tidak akan mungkin ditiadakan. 3. Maka upaya–upaya untuk mencegah kehadiran elemen Islam semacam ini meskipun dengan strategi sekomprehensip apapun sama halnya dengan sia- sianya mengupayakan matahari terbit dari arah barat. Jelas ini sebuah kesia-siaan dan hanya akan membuang-buang waktu serta energy. 4. Mengambil posisi berhadapan dengan elemen Islam semacam ini berarti menjalankan politik adu domba yang diperankan AMERIKA dengan tujuan agar setiap muslim bersedia memerangi saudara muslim yang lain. Padahal perbuatan ini bisa berakibat membawa kemurtadan bagi pelakunya. III. Rekomendasi Mengingat bahwa negri karunia Alloh ini diperjuangkan kemerdekaaannya oleh para pejuang Islam yang dengan semangat jihad melawan penjajahan kafir Belanda dan pendudukan musyrikin Jepang juga berpenduduk mayoritas muslim serta mayoritas aparatnya banyak yang mengaku muslim maka jalan tengah yang mungkin bisa ditempuh adalah : a. Menangani kasus apa yang dinamakan terorirme di Indonesia harus menyentuh akar masalahnya. Dan akar masalah tersebut adalah kezaliman yang menimpa negeri – negeri muslim yang diperankan Yahudi dan AS. Maka Indonesia harus memiliki langkah politik untuk menyelesaikan masalah ini dengan memberi pelajaran bagi Yahudi dan Amerika Serikat. Ingat , ketergantungan Amerika terhadap negri – negri ummat Islam cukup kuat terutama di sektor Migas b. Jika Amerika tidak mau sadar dari perbuatannya yang zalim itu maka perlu dilawan diantara lain dengan memberi saluran kepada ummat Islam yang bersemangat membela saudaranya untuk berjihad di wilayah konflik bersenjata. Karena membela saudara sesama muslim adalah kewajiban yang bernilai ibadah . Dimana energy yang tidak tersalurkan bisa membuat mereka bermain dimana saja (di negri ini , misalnya). c. Hendaklah pemerintah Republik Indonesia memberi kesempatan kepada kaum muslimin untuk berusaha sekuat tenaganya dalam menjalankan syari’at Islam secara kaaffah, antara lain bisa dilakukan dengan

memberi kebebasan dalam berdakwah untuk mewujudkan negri Indonesia menjadi baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur. foto: noveloke

LIONS TAWHEED 1 comment collapsed Collapse Expand Apa gerangan yang dilakukan musuh pada diriku Aku...Sungguh surgaku...ada dihatiku Dan taman-taman yang indah...ada di dadaku Ia selalu...terus ada tetap bersamaku... Dan selalu...ikut kemana saja kepergianku... Tak seorangpun bisa...merampasnya dariku... Aku...andai mereka sampai memenjarakanku... Maka itulah waktu khalwat bersama Tuhanku... Dan jika mereka berani membunuhku... Sungguh...itulah bentuk kesyahidan bagiku... Dan mereka pun akan...segera menyusulku... Dan Jikalau mereka dari negri ini mengusirku... Maka kuanggap itulah...bentuk wisataku... Aku...adalah aku... Yang mengerti benar jalan hidupku... Aku takkan pernah peduli dengan orang yang mencelaku... Selagi Allah tetap ridho dan mencintaiku... Aku tau...kamu tidak menyukaiku... Tapi itu tidak masalah selama aku ada di jalan Tuhan ku... Dan mana mungkin syeitan menyukai ajaran Nabi ku... TAUHID...akan ku junjung di atas kepala ku... Dan PANCASILA SYIRIK kan ku injak dengan kaki ku... RUKUN ILLAHI ku anggkat tinggi dengan tangan ku... Dan UNDANG-UNDANG KAFIR kan kutebas dengan pedangku... Enyahlah...hai hamba THOGHUT... Kalian adalah musuh abadiku... Dan aku adalah musuhmu sepanjang hidup ku... Bila kalian ragu dengan ajaran TAUHID ku... Dan merasa benar dengan ajaran musuh Tuhan ku... Mari...kita mati bersama kau dan aku...

Jundullah Attasiqqi 1 comment collapsed Collapse Expand Maju terus, itulah resiko Ulama yg mengajak umat kepada jalan yg lurus, harus siap dicaci dan dimaki, dihina, dicemooh, dipenjara malah sekaligus dibunuh, jadi Ulama benar itu harus siap mental, nyawa, untuk jual beli dgn Robul Alamin, gak kaya ulama2 duniawi cuma bicara yg enak2, meninabobokan umat dgn urusan kenikmatan dunia,"janganlah kalian mengaku beriman padahal kalian belum diuji seperti umat2 terdahulu dgn ujian seperti, bencana alam, penyakit, dicerca, dipenjara bahkan kematian", Berbahagialah Ustadz Abu karena cuma engkau yg berani menyeru kepada kebenaran dari Dien ini,Allohu Akbar Rusli 1 comment collapsed Collapse Expand Maju terus yang penting berbuat labih baik dari pada berpidato terus....

Di Balik ''Permainan'' Penentuan Idul Fitri 1432 H
JAKARTA (voa-islam.com) - Idul Fitri1432 Hijriah kali ini diwarnai perbedaan mendasar. Ada yang sejak awal menetapkan 1 Syawal 1432 H jatuh pada hari Selasa 30 Agustus 2011, namun ada juga yang keesokan harinya, Rabu 31 Agustus 2011. Pemerintah melalui sidang itsbat yang digelar Senin malam 29 Agustus 2011, memutuskan bahwa 1 Syawal 1432 H jatuh pada tanggal 31 Agustus 2011, sementara itu warna merah pada kalender sudah tercantum pada tanggal 30 Agustus 2011. Perbedaan penetapan 1 Syawal bukan kali ini saja terjadi. Misalnya pada Idul Fitri1428 H dan 1427 H. Pada Idul Fitri1428 H pemerintah sudah menetapkan tanggal merah 1 Syawal 1428 H bertepatan dengan tanggal 13 Oktober 2007. Sedangkan sebagian umat Islam menetapkan 1 Syawal 1428 H jatuh pada tanggal 12 Oktober 2007, yaitu satu hari sebelum tanggal merah. Begitu juga dengan Idul Fitri1427 H, keputusan 1 Syawal 1427 H versi pemerintah bertepatan dengan 24 Oktober 2006, sesuai dengan tanggalan merah yang sudah beredar sejak akhir tahun sebelumnya. Sedangkan sebagian umat Islam, menetapkan 1 Syawal 1427 H jatuh pada tanggal 23 Oktober 2006, satu hari sebelum tanggalan merah versi pemerintah. Kali ini, pada Idul Fitri1432 H, tanggalan merah versi pemerintah pada hari Selasa 30 Agustus 2011, bertepatan dengan tanggal 1 Syawal 1432 H versi ormas Muhammadiyah, dan ormas NU tingkat wilayah. Namun, pemerintah menetapkan tanggal 1 Syawal 1432 H bertepatan dengan tanggal 31 Agustus 2011, yang juga tanggalan merah. Karena biasanya warna merah pada penanggalan libur hari raya versi pemerintah dicantumkan dua hari berturut-turut. Apa yang menyebabkan terjadinya perbedaan? Ada yang menduga, karena adanya perbedaan antara NU dan Muhammadiyah. Ada juga yang menduga, peralatan yang digunakan di dalam melihat hilal sudah kurang layak. Ada juga yang menduga perbedaan itu timbul akibat adanya perbedaan metode (hisab wujudul hilal dan imkan rukyat).

Benarkah perbedaan-perbedaan itu yang menjadi penyebab lahirnya Idul Fitri ganda? Faktanya tidaklah demikian. Mari kita runtut kejadian-kejadiannya: ν Pada Idul Fitri1427 H. Saat itu ormas Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1427 H bertepatan dengan 23 Oktober 2006, satu hari sebelum tanggal merah. Sementara itu, PBNU memutuskan 1 Syawal 24 Oktober 2006, bersesuaian dengan tanggal merah dan keputusan pemerintah. Keputusan PBNU itu disampaikan oleh Ketua Lajnah Falakiyyah PBNU KH Ahmad Ghazalie Masroeri saat jumpa pers di Kantor PBNU Kramat, Jakarta Pusat, pada hari Kamis tanggal 19 Oktober 2006. Beberapa hari sebelumnya, Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur, Sholeh Hayat, mengatakan bila mengacu pada hasil hisab, Lebaran kemungkinan besar jatuh 23 Oktober 2006 (Republika online edisi Senin, 16 Oktober 2006). ν Faktanya, di berbagai wilayah NU, banyak warga NU yang berlebaran pada hari yang sama dengan warga Muhammadiyah, yaitu 23 Oktober 2006, karena mereka meyakini telah melihat hilal. Artinya, kalau toh ada perbedaan antara Muhammadiyah dan NU, itu terjadi di tingkat elite. ν Begitu juga pada saat Idul Fitri1432 H. Sejak jauh hari Muhammadiyah sudah menetapkan tanggal 1 Syawal 1432 H jatuh pada hari Selasa 30 Agustus 2011. Sedangkan PBNU menetapkan 31 Agustus 2011. Meski demikian, banyak warga NU yang berlebaran sama dengan warga Muhammadiyah, yaitu pada hari Selasa tanggal 30 Agustus 2011. Karena mereka meyakini telah melihat hilal. ν Salah satu diantaranya sebagaimana ditunjukkan oleh KH Maulana Kamal Yusuf (Rois Suriah PW NU DKI Jakarta). Sebagaimana diberitakan Republika online (edisi Selasa, 30 Agustus 2011 15:26 WIB), KH Maulana Kamal Yusuf mengatakan, hari Selasa (30 Agustus 2011) sudah masuk 1 Syawal 1432 H. Bahkan saat itu ia menganjurkan kepada umat Islam yang masih berpuasa untuk segera berbuka. ν Kepastian tentang tanggal 1 Syawal jatuh pada hari Selasa 30 Agustus 2011, karena didasarkan fakta sudah terlihatnya hilal pada hari Senin (29 Agustus 2011): hilal terlihat tepat saat waktu Maghrib, dengan posisi miring ke selatan dalam keadaan vertikal, dengan durasi selama 5 menit. Rukyatul hilal yang berlangsung di Ponpes Al Husainiah, Kampung Baru, Cakung, Jakarta Timur, dilakukan dengan tiga metode rukyat. Masing–masing, 4,35 derajat, 3 derajat, dan 2 derajat. Ketiga saksi dengan metode masing-masing mengaku melihat hilal. Namun menurut KH Maulana Kamal Yusuf, ternyata petugas dari Pengadilan Agama Jakarta Timur yang saat itu juga berada di lokasi, tidak bersedia mengambil sumpah ketiga saksi yang telah melihat hilal. Bahkan, ia meninggalkan tempat rukyat sebelum mengambil sumpah. Akhirnya, KH Maulana Kamal Yusuf ((Rois Suriah PW NU DKI Jakarta)) bersama dengan Habib Rizieq Shihab (Ketua FPI) dan KH Mahfud Assirun (pimpinan Ponpes Al Itqon), mengambil sumpah ketiga saksi tersebut. Hasil rukyat Cakung itu kemudian disampaikan oleh Ahmad Jauhari (Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama) di depan Sidang Itsbat. Namun, ditolak. Pemerintah tetap berpendirian bahwa hilal tidak mungkin dirukyat, karena posisinya di bawah ufuk. Padahal, tim Cakung yang merukyat, melihat hilal di atas ufuk.

..Hasil rukyat Cakung itu kemudian disampaikan oleh Ahmad Jauhari (Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama) di depan Sidang Itsbat. Namun, ditolak. Pemerintah tetap berpendirian bahwa hilal tidak mungkin dirukyat, karena posisinya di bawah ufuk.. Sikap pemerintah (dan peserta sidang itsbat) yang seperti itu, menimbulkan tanggapan. Salah satunya: “Idul Fitri 1Syawal 1432 H yang sesuai dengan syari'ah adalah 30 Agustus 2011, karena hilal telah tampak. Penolakan sosok yang mengaku ulama terhadap fakta ini, menunjukkan bahwa dia bodoh dan sombong. Keputusannya HARAM diikuti. Kesepakatan tidak boleh mengalahkan fakta. Itu namanya dzalim, semena-mena dan menyesatkan…” Reaksi bernada kesal itu memang wajar, karena kegiatan merukyat hilal di Ponpes Al Husainiah, Cakung, Jakarta Timur (pimpinan KH Muhammad Syafi’i) ini, sudah berlangsung sejak 50 tahun. Bahkan mereka melakukan rukyat setiap bulan untuk mencocokkan dengan perhitungan hisab. KH Muhammad Syafi’i sendiri, menurut KH Maulana Kamal Yusuf, mampu melakukan hisab rukyat dengan 11 cara. Ma’ruf Amin, salah satu elite MUI (Majelis Ulama Indonesia) yang mengikuti sidang itsbat, jelas-jelas menolak fakta terlihatnya hilal sebagaimana terjadi di Cakung (Jakarta Timur), dan Jepara (Jawa Tengah). Menurut Ma’ruf Amin, yang pernah menyatakan bahwa aliran sesat LDII sudah waras ini, “… kesaksian mereka yang melihat hilal, di saat hasil hisab menafikan kemungkinan hilal terlihat, maka hasil pengamatan yang mengaku menyaksikan tidak bisa diterima…” Kalau Ma’ruf Amin berkata begitu, berarti dia adalah menunjukkan ketidak konsistenannya terhadap dirinya sendiri. Kenapa dia mau hadir dalam sidang itsbat itu? Toh siapapun dan dengan alat secanggih apapun, berarti harus ditolak, kalau seperti pendirian Ma’ruf Amin yang dia ucapkan itu. Tidak bisa diterima. Lha kalau pendirian Ma’ruf Amin seperti itu, seharusnya yang wajar alurnya adalah dia (Ma’ruf Amin) menolak diadakannya sidang itsbat, karena apapun hasilnya kesaksian mereka yang melihat hilal tidak bisa diterima, di saat hasil hisab menafikan kemungkinan hilal terlihat. Atau setidak-tidaknya, Ma’ruf Amin konsekuen terhadap pendapatnya itu, hingga tidak mau hadir apalagi bicara. Itu kalau memang dia ini orang yang konsekuen. Apa yang dilakukan dan diucapkan oleh Ma’ruf Amin itu benar-benar tidak masuk akal bagi orang yang masih berfikir. Lebih menyedihkan lagi, kelakuan dan ucapan dia –yang secara akal sehat sangat aneh-- itu justru jadi bahan utama (karena dia orang terkemuka di MUI) dalam memutuskan Idul Fitri untuk 200-an juta Ummat Islam di Indoesia. Seandainya alasan Ma’ruf Amin menolak kesaksian orang-orang yang telah disumpah bahwa mereka telah melihat hilal itu karena Ma’ruf Amin telah memiliki bukti-bukti shahih bahwa mereka itu adalah para pendusta, maka penolakan Ma’ruf Amin yang diandaikan ini pun masih perlu dilihat lagi. Karena dia bukan hakim. Di balik itu, kejujuran Ma’ruf Amin pun sudah dipertanyakan, karena jelas-jelas dia dikenal menyuara yang tidak konsisten mengenai aliran sesat LDII dan cenderung membela aliran sesat itu, padahal MUI sendiri telah mengeluarkan rekomendasi MUI 2005 bahwa LDII adalah aliran sesat yang membahayakan aqidah sebagaimana Ahmadiyah, maka MUI mendesak Pemerintah agar membubarkannya. Kesombongan Ma’ruf Amin yang juga merupakan elite NU juga ditunjukkan oleh KH Ahmad Ghazalie Masroerie (Ketua Lajnah Falakiyyah PBNU). Menurut dia, NU hanya memberikan mandat kepada dua

delegasi yaitu Abdul Faiz Lc MA dan Hamdan Munawwir. Karena kedua orang tadi tidak memberikan laporan melihat hilal, maka laporan terlihatnya hilal di Jepara oleh pihak lain dinyatakan ditolak. Sedangkan laporan dari Cakung yang menyatakan hilal sudah tampak, menurut KH Ahmad Ghazalie Masroerie, tidak bisa dibenarkan. Selain akurasinya diragukan, juga karena yang mengambil sumpah bukan hakim. Itu artinya, penolakan itu lebih didasarkan kepada alasan teknis. Seraya mengabaikan substansi. Astaghfirullah…Bukankah dia dapat juga usul agar orang-orang yang menyatakan melihat hilal itu disumpah oleh hakim? Toh mereka tidak akan menolak bila disumpah oleh hakim. Maka alur yang benar, mestinya, karena yang mengambil sumpah bukan hakim, maka diusulkan agar yang menyumpah mereka itu hakim. Itu alur yang benar secara akal, bila tanpa niatan dari semula untuk menolaknya entah karena apa sebenarnya. ..Menurut Dr Ali Jum’ah (Mufti Agung Mesir), sebagaimana dikutip VOA-Islam dari surat kabar AlWafd, rumor tidak sahnya rukyatul hilal 1 Syawal di dunia Arab baru-baru ini, adalah konspirasi Zionis Israel untuk mengacak-acak Islam.. Berdasarkan pandangan “ulama” penolak fakta tadi, maka Menteri Agama mewakili pemerintah memutuskan bahwa Idul Fitri1 Syawal 1432 H jatuh pada hari Rabu tanggal 31 Agustus 2011. Maka sejumlah pihak pun mengikuti keputusan itu dengan alasan demi menjaga persatuan dan kesatuan umat. Salah satu diantaranya sebagaimana disuarakan oleh Pimpinan Umum Hidayatullah, melalui maklumatnya yang ditandatangani oleh Abdurrahman Muhammad. Menurut dia, “…Dengan kapasitas dan peralatan teknologi modern yang digunakan, insya-Allah validitas hasilnya lebih dapat dipertanggungjawabkan.” Sikap Abdurrahman Muhammad itu diperkuat oleh Abdul Kholik, Lc (anggota Dewan Syuro Hidayatullah), yang mengatakan bahwa keputusan Hidayatullah itu diambil berdasarkan Sidang Majelis Mudzakarah Hidayatullah menyangkut penentuan awal Ramadhan, Syawwal dan Dzulhijjah sebelumnya di mana Hidayatullah akan mengikuti keputusan sidang itsbat yang mempertemukan semua (mayoritas) golongan sebagai representasi umat di bawah koordinasi pemerintah. Sikap pimpinan Hidayatullah seperti itu, bagi sebagian orang sangat mengherankan dan bahkan menyedihkan. Karena selama ini Hidayatullah diharapkan menjadi salah satu basis Islam yang teguh pendirian, berpegang kepada syari’at Allah, bukan kesepakatan bersama yang dibangun di atas pendapat ulama sombong, yang berani menyatakan si aliran sesat anu sudah tidak sesat lagi, padahal masih juga setia dengan kesesatannya. (lihat nahimunkar.com, Aliran Sesat LDII Semakin Berani Ma’ruf Amin dan Jusuf Kalla Perlu Waspada, 25 FEBRUARY 2009, http://nahimunkar.com/aliran-sesat-ldii-semakinberani-ma%E2%80%99ruf-amin-dan-jusuf-kalla-perlu-waspada/) Seorang pengamat, Muhammad Umar Abduh, menyikapi gejala ini dengan tudingan: “Idul Fitri sengaja dibuat berbeda karena pemerintah (SBY) ingin show of force kepada Muhammadiyah yang selama ini kritis, dengan memainkan keputusan 1 Syawal 1432 H. Kebetulan ada sejumlah ulama jahat yang mau diperalat untuk keperluan ini (Ma'ruf Amin, Suryadharma Ali, dan oknum ulama NU lainnya, serta sejumlah pakar maupun cendikiawan yang ikut sidang itsbat). Politisi (penguasa) mempermainkan agama untuk kepentingan politik praktisnya. supaya tetap dipakai di kabinet, terlalu...” (http://www.facebook.com/profile.php?id=1086842769)

Tudingan Muhammad Umar Abduh pada laman facebook-nya, seperti bersambut pesan dengan pemberitaan VOA-Islam edisi 04 September 2011. Menurut Dr Ali Jum’ah (Mufti Agung Mesir), sebagaimana dikutip VOA-Islam dari surat kabar Al-Wafd, rumor tidak sahnya rukyatul hilal 1 Syawal di dunia Arab baru-baru ini, adalah konspirasi Zionis Israel untuk mengacak-acak Islam. Entitas Zionis berada di belakang rumor ketidakabsahan hilal Syawal, yang dibesar-besarkan oleh media baru-baru ini. Menurut Dr Ali Jum’ah, Darul Ifta’ telah menerjunkan sembilan komite di semua penjuru Republik Mesir untuk memonitor hilal pada Senin sore lalu. Satu komite terdiri dari 11 spesialis dalam ilmu astronomi (falak) dan hukum Islam. Kesembilan komite itu diterjunkan ke Toshka, Sohag, Kota 6 Oktober, Moqattam, Observatorium Helwan, Laut Merah dan Marsa Matrouh. Hasilnya, hilal terlihat dengan mata telanjang di dua tempat, masing-masing di Toshka dan Sohag. Namun, kesaksian itu berusaha dimentahkan pihak Israel, dengan mengatakan bahwa yang dilihat oleh komite adalah planet Saturnus bukan hilal Syawal. Israel melakukan ini untuk menciptakan perpecahan di antara kaum Muslim, karena mereka melihat tanda-tanda akan bersatunya kaum Muslim di dalam menetapkan 1 Syawal. ..Dari fenomena ini dapat saja ditarik kesimpulan, bahwa pihak pemerintahlah yang menjadi penyebab terjadi perpecahan dan perbedaan di kalangan umat. Tentu saja dengan mendapat dukungan dari para ulama jahat sebagaimana telah terdengar di mana-mana adanya sosok yang membela aliran sesat, kemungkinan ada yang berprinsip “maju tak gentar membela yang bayar…”. Akibatnya, Ummat Islam lah yang jadi korban.. Fenomena menafikan kesaksian hilal yang terjadi di dunia Arab, ternyata terjadi juga di Indonesia. Sosok “Israel” dan “entitas zionis” yang hadir pada sidang itsbat 29 Agustus 2011, melakukan upaya yang mirip yaitu mementahkan kesaksian sejumlah orang yang sudah berpengalaman melakukan rukyatul hilal selama puluhan tahun. Bahkan sebelum sidang itsbat berlangsung, Deva Octavian (peneliti senior di Observatorium Bosscha, Bandung, Jawa Barat) sudah berani ‘memutuskan’ bahwa Idul Fitri1 Syawal 1432 Hijriah akan terjadi pada 31 Agustus 2011. Menurut Deva, tinggi bulan saat matahari terbenam pada tanggal 29 Agustus 2011 di seluruh wilayah Indonesia kurang dari dua derajat. Berdasarkan hal tersebut, hilal tidak mungkin dilihat di wilayah Indonesia. Maka, 1 Syawal 1432 Hijriah terjadi pada 30 Agustus setelah maghrib. (eramuslim.com edisi Senin, 29/08/2011 10:30 WIB). Beberapa hari sebelumnya (27 Agustus 2011), Prof. Dr. Thomas Djamaluddin dalam sebuah tulisannya yang cenderung menyalahkan Muhammadiyah mengatakan, “…Kalau mau lebih spesifik merujuk akar masalah, sumber masalah utama adalah Muhammadiyah yang masih kukuh menggunakan hisab wujudul hilal…” (http://www.dakwatuna.com/2011/08/14299/muhammadiyah-terbelenggu-wujudul-hilal-metodelama-yang-mematikan-tajdid-hisab/). Menurut Thomas pula, selama Muhammadiyah masih bersikukuh dengan kriteria wujudul hilalnya, kita selalu dihantui adanya perbedaan hari raya dan awal Ramadhan. Padahal, faktanya, keputusan Muhammadiyah tentang 1 Syawal yang mendasarkan pada kriteria wujudul hilal (posisi bulan sudah positif di atas ufuk, meski ketinggiannya masih sekitar batas kriteria visibilitas hilal), mendapat dukungan dari pelaksanaan rukyatul hilal di Cakung dan Jepara. Bahkan di sebagian besar negara Arab, negara tetangga Malaysia, dan sebagainya.

Maka tidak bisa disalahkan bila upaya-upaya yang dilakukan Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, Deva Octavian, Ma’ruf Amin, KH Ahmad Ghazalie Masroerie, Suryadharma Ali, dan sebagainya, oleh sebagian kalangan justru dinilai sejalan dengan upaya-upaya kalangan zionis Israel yang berusaha membuat raguragu kalangan Islam terhadap keputusan 1 Syawal. Tentu dalam rangka merusak persatuan Islam. Dari fenomena ini dapat saja ditarik kesimpulan, bahwa pihak pemerintahlah yang menjadi penyebab terjadi perpecahan dan perbedaan di kalangan umat. Tentu saja dengan mendapat dukungan dari para ulama jahat sebagaimana telah terdengar di mana-mana adanya sosok yang membela aliran sesat, kemungkinan ada yang berprinsip “maju tak gentar membela yang bayar…”. Akibatnya, Ummat Islam lah yang jadi korban. Di balik kejadian Di balik kejadian ini, ada dua hal yang tampaknya saling bertentangan, dan dua-duanya tidak sesuai dengan syari’at. Masih ditambah lagi kemungkinan kepentingan di balik itu. Hingga peta kesalahankesalahanya terlihat sebagai berikut: 1. Ada pihak yang dari awalnya sudah mengumumkan hari raya Idul Fitri dengan modal hisab. Ini jelas tidak sesuai dengan hadits yang telah jelas mengenai awal puasa maupun Idul Fitri itu dengan rukyatul hilal. Kalau terhalang awan, maka disempurnakan bulannya (30 hari). Hadits itu hadits khusus tentang awal Ramadhan dan Idul Fitri, jadi dalam pemakaiannya harus didahulukan ketimbang dalil umum. 2. Pihak yang menolak kesaksian orang yang melihat hilal padahal sudah disumpah, sedang menolaknya itu berdasarkan hisab. Bukan karena cacatnya sifat dari orang-orang yang merukyat hilal, misalnya pendusta. Penolakan semacam ini justru menunjukkan: mendahulukan hisab ketimbang rukyah. Namun hasilnya aneh. Yang nomor satu tadi Idul Fitrinya Hari Selasa, namun pihak penolak ini hari rayanya Rabu. Padahal sebenarnya sama-sama mendahulukan hisab, namun mungkin karena beda kepentingan, maka hasilnya beda. Jadi kedua pihak itu ada dua kemungkinan salah: a. Mengandalkan hisab, b. membela kepentingan. 3. Pihak pemerintah yang mengambil keputusan untuk Ummat Islam yang jumlahnya 200-an juta Muslimin, berlandaskan penolakan terhadap kesaksian para pelaku yang menyaksikan hilal, sedang tokoh penolak itu alasannya sama sekali tidak mendasar, di samping diragukan kejujurannya seperti dalam uraian di atas Bismillahirrohmanirrohim Amanat Imam/ Plm.T. KT. APNII Dalam Menyambut Ramadhan 1432 H

Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Alloh ‘Azza wa Jalla, dimana pada tahun ini masih bertemu dengan syahru riyaadhah. Kita berharap kepada Alloh Subhanahu wa Ta’aaalaaa, semoga dimampukan oleh-Nya untuk menjalankan syari’at Ramadhan dengan penuh hikmah dan maghfiroh, sehingga tiap-tiap kita lulus

dalam mengikuti pendidikan yang diselenggarakan Alloh secara langsung dengan nilai terbaik. Dan pada Ramadhan tahun ini, marilah kita jadikan sebagai momentum untuk meningkatkan spiritualitas kita, sehingga kita memiliki mentalitas yang cukup dalam menunaikan jihad yang telah jatuh pada hokum wajib ‘ain di masa kini. Ingatlah! Bahwa shaum Ramadhan merupakan pendidikan langsung yang diselenggarakan Alloh Subhanahu wa Ta’aalaa, dimana sasaran dari pendidikan ini bahwa setiap mukmin supaya mampu mencapai derajat muttaqin, semoga Alloh Subhanahu wa Ta’aalaa mengabulkannya, amiin. Sebelum Ramadhan tahun ini, telah berlalu berulang kali kita mengikuti pendidikan langsung dari Alloh Subhanahu wa Ta’aalaa. Namun cukup kita rasakan bahwa pendidikan-pendidikan yang telah berlalu itu belum menghantarkan kita kepada derajat yang paling mulia disisi Alloh ‘Azza wa Jalla. Oleh karena itu, marilah kita mengikuti pelajaran yang disampaikan Alloh melalui Syari’at Nabi Muhammad Shollallohu ‘alaihi Wassalam (Syari’at Islam) yang sudah lazim disampaikan dan diamalkan pada tiap-tiap bulan Ramadhan. Kemudian pasca Ramadhan marilah kita biasakan selama satu tahun ke depan hingga bertemu pada Ramadhan yang akan dating. Dengan demikian, semoga Alloh meningkatkan mentalitas dan spiritualitas kita. Kemudian, untuk meningkatkan makna hakiki ibadah di bulan Ramadhan hingga tercapainya derajat taqwa, kami perintahkan kepada seluruh jajaran komandemen dan jama’ahnya agar: 1. Pada Ramadhan tahun ini wajib kepada seluruh jama’ah untuk khatam quran (30) juz minimal satu kali dan melaksanakan qiyamul lail serta meningkatkan ibadah-ibadah nafilah lainnya. Dan atas tiap-tiap Panglima dan Komandan di tiap-tiap jajaran, wajib mengawal dan mengevaluasi perintah ini. 2. Kemudian, pasca Ramadhan tahun ini dimulai bulan Syawal 1432 hingga akhir Sya’ban 1433 H seluruh jama’ah wajib membiasakan diri untuk khatam al Quran minimal satu kali dalam setiap bulan. Dan diwajibkan juga atas setiap jama’ah untuk hafidz juz ‘Amma hingga akhir Sya’ban 1433 H. Kemudian hendaklah menjadi kebiasaan bagi seluruh jama’ah dalam melaksanakan sunnah mu’akkad dan ibadah nafilah lainnya, sehingga ketaqwaaan yang dibentuk pada bulan Ramadhan terpancar dari wajah, perilaku dan perbuatan seluruh jama’ah mujahidin Negara Islam Indonesia sepanjang tahun. Atas hal ini, hendaklah tiap-tiap Panglima dan Komandan mengawal amanat ini. 3. Sepanjang Ramadhan hendaklah menghindari perbuatan-perbuatan yang dapat menghapus nilainilai amaliyah Ramadhan. 4. Hendaklah seluruh jama’ah tidak menghilangkan syari’at shillaturrahmi diantara elemen pejuang dan keluarga (nasab) sehingga program I’dad dan hubungan sosial tetap berjalan sesuai tuntunan syari’ah. 5. Laksanakan kewajiban zakat, tingkatkan shodaqoh dan tingkatkan pula infaq fiddin dan infaq fi sabilillah. Kemudian, ingatlah pesan Imam asy syahid S.M. Kartosoewiryo, bahwa untuk melakukan sebuah revolusi social, hendaklah diawali dengan adanya revolusi syahsiyi (pribadi). Dengan demikian, Ramadhan adalah momentum yang tepat untuk memulai sebuah perubahan demi tercapainya perubahan yang lebih besar. Wallohu muwafiq ilaa aqwaami thaariq, walhamdu lillahi robbil ‘aalamiin.

Mardhatillah, 22 Sya’ban/ 24 Jui 2011 KOMANDEMEN TERTINGGI APNII Imam/ Plm.T.APNII Ttd (MYT)

Like this:
Suka Be the first to like this post.

11 Tanggapan ke “Amanat Imam/ Plm.T. KT. APNII Dalam Menyambut Ramadhan 1432 H”

1.

dquote fatan Berkata:
Juli 31, 2011 at 11:58 am

Selamat menunaikan ibadah puasa 1432 H, Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah subhanahuwata`ala. Balas

2.

Rafi' Berkata:
Agustus 1, 2011 at 6:26 am

pak ,saya posting di FB ya?? Balas

3.

hamdan Berkata:

Agustus 5, 2011 at 6:05 am

Ass. Abu masih kau usung juganya faksi MYT tuh, bukannya kita sudah dialog dan kau mengIYA-kan apa yang kusampaikan, tapi sekarang kau malah mengusung salah satu Faksi juga, ah… mengapa kau tak jujur dan tidak berani menyampaikan yang Haq… Abuqital1: Sy blm pernah dialog dg anda, mungkin salah orang. Sebaiknya tatsabbut dan tabayyun ke orang yg pernah anda dialog. Balas

1.

Joni Berkata:
Agustus 5, 2011 at 6:19 am

bukan cuma tak jujur akhi, paranoid juga heheh… Abuqital1: Fastabiqul khoiroot. Faidzaa faroghta fanshob…wa ilaa robbika farghob. Balas

1.

Joni Berkata:
Agustus 5, 2011 at 8:04 am

Dalil yang anda keluarkan membuktikan lemahnya hujjah anda dalam memahami Konsep sebuah Negara apalagi NII

2.

hamdan Berkata:
Agustus 5, 2011 at 7:51 am

kita pernah dialog kawan waktu lebaran, kau inga’ inga’lah, dan ternyata sekarang aku tau ternyata kau tidak jujur juga y heheh…

Abuqital1: Mohon maaf akhi…yang pake nama abuqital di lapangan agak banyak. Mungkin anda salah orang. Secara pribadi saya blm prnh dialog langsung terlebih dihari lebaran. Jika akhi masih bersih kukuh pernah ketemu silakan kirim via email apa yg pernah didialogkan dan dimana pernah ketemunya? Hal ini untuk menghindari kesalahpahaman. Balas

1.

Joni Berkata:
Agustus 11, 2011 at 1:39 am

Kalo bukan, brarti anda anak buahnya ye… heheh…

4.

shisai Berkata:
Agustus 11, 2011 at 9:55 pm

ini nii mna,,? Balas

5.

laskar nii Berkata:
Agustus 13, 2011 at 11:09 pm

abu, maju terus. Balas

1.

Joni Berkata:
Agustus 16, 2011 at 1:33 am

abis tu ketabrak tembok and benjol deh heheh…

Balas

6.

chaziev Berkata:
Agustus 25, 2011 at 10:00 am

kalo boleh tau MYT siapa?? Jzkllah =salam perjuangan=

PENETAPAN AWAL RAMADHAN, ‘IEDUL FITHRI DAN ‘IEDUL ADHA 1432 H DAN ‘AMALIYAH RAMADHAN LAINNYA
Posted by abuqital1 under Rujukan NII [34] Comments 1 Vote PENETAPAN KOMANDEMEN TERITINGGI ANGKATAN PERANG NEGARA ISLAM INDONESIA (APNII) AWAL RAMADHAN, ‘IEDUL FITHRI DAN ‘IEDUL ADHA 1432 H DAN ‘AMALIYAH RAMADHAN LAINNYA

Menimbang : bahwa sehubungan telah datangnya bulan Ramadhan tahun 1432 H dimana pelaksanaannya sangat ditentukan oleh waktu sesuai fenomena alam (ketetapan Alloh), oleh karena itu sebagai wujud pertanggungjawaban Negara atas warganya dalam melaksanakan syari’at Alloh maka dipandang perlu adanya penetapan waktu pelaksanaan Ramadhan. Mengingat Menetapkan : 1) Al Quran dan Hadits Shohih : MEMUTUSKAN: 1. Awal Ramadhan 1432 H; tanggal 1 Ramadhan 1432 H jatuh pada hari senin, bertepatan dengan tanggal 1 Agustus 2011 M, dengan penjelasan: 1) Ijtimak akhir sya’ban 1432 H, hari Ahad tanggal 31 Juli 2011 pukul 1.39’47” WIB. 2) Qanun Asasi NII

2) Ketinggian Hilal waktu Maghrib di Pelabuhan Ratu: -6○53’.32”; di Jayapura -4○.48’32”; dimana hilal sudah wujud dan diseluruh wilayahIndonesia pada saat Matahari terbenam hilal diatas ufuk.

2. ‘Iedul Fithri 1432 H; tanggal 1 syawal 1432 H jatuh pada hari Selasa, bertepatan dengan tanggal 30 Agustus 2011 M dengan penjelasan: 1) Ijtimak akhir Ramadhan 1432 H, hari senin tanggal 29 Agustus 2011 pukul 10.04’.18” WIB

2) Ketinggian Hilal waktu Maghrib di Pelabuhan Ratu: 1○55’.08”; di Jayapura 0○.02’18”; dimana hilal belum wujud dan diseluruh wilayah Indonesia pada saat Matahari terbenam hilal dibawah ufuk. 3. ‘Iedul Adha 1432 H; tanggal 1 Dzulhijjah 1432 H jatuh pada hari Jum’at, bertepatan dengan tanggal 28 Oktober 2011 M dengan penjelasan: 1) Ijtimak akhir Dzulqo’dah 1432 H, hari senin tanggal 27 Oktober 2011 pukul 02.56’.46” WIB

2) Ketinggian Hilal waktu Maghrib di Pelabuhan Ratu: 6○33’.47”; di Jayapura 4○.21’10”; dimana hilal belum wujud dan diseluruh wilayah Indonesia pada saat Matahari terbenam hilal dibawah ufuk. 3) Maka tanggal 10 Dzulhijjah 1432H jatuh pada hari Ahad, tanggal 6 Nopember 2011

4. Bahwa penentuan 1 Ramadhan, 1 Syawal dan 10 Dzulhijjah sebagaimana dijelaskan diatas adalah berdasarkan hisab. Apabila hilal dapat dilihat baik di akhir Sya’ban maupun di akhir Ramadhan, awal Ramadhan dan ‘ied Fithri didasarkan kepada ru’yat (tampaknya hilal). 5. Apabila adanya perubahan jatuhnya waktu awal ramadhan dan ‘ied fithri berdasarkan ru’yat hendaklah tiap-tiap jama’ah senantiasa mampu menerima informasi perubahan tersebut. 6. Perihal penunaian zakat fithri sebagaimana ketetapan tahun yang lalu baik dalam hal penunaiannya maupun pendistribusiannya, yaitu dihimpun dan didistribusikan ditiap-tiap KPW. Dan untuk penunaian dan pendistribusian Zakat Fithri dilingkungan KPWB dan KT APNII disentralisir dan didistribusikan oleh Baitul Maal KT APNII. Dan untuk besaran nilai nominalnya dinilai uangkan per kg tho’am (beras) adalah senilai beras yang biasa dimakan oleh tiap-tiap jama’ah. 7. Untuk teknis penunaian zakat maal, penunaiannya sebagaimana ketentuan yang terdahulu. Dengan teknisnya disentralisir di Baitul Maal KT APNII. Kemudian setelah dipotong 30% untuk fakir miskin dan di Sabilillah di lingkungan KT APNII, sisanya di distribusikan kepada KPW setelah dipotong untuk fakir miskin dan fi sabilillah di lingkungan KPWB sebesar 20% dari nilai 70% (nilai 70% menjadi 100% kembali setelah dipotong 30% hak KT APNII). 8. Untuk shodaqoh, infaq fiddien dan infaq fi sabilillah pelaksanaan teknisnya sebagaiman ketentuan pelaksanaan setiap bulan. Bisimillahi tawakkalna ‘alalloh laa haulaa walaa quwwata illa billah Ditetapkan di : Mardhotillah Pada : 22 Sya’ban 1432/ 24 Juli 2011

KOMANDEMEN TERTINGGI APNII Imam/ Plm.T.APNII Ttd (MYT)

Like this:
Suka Be the first to like this post.

34 Tanggapan ke “PENETAPAN AWAL RAMADHAN, ‘IEDUL FITHRI DAN ‘IEDUL ADHA 1432 H DAN ‘AMALIYAH RAMADHAN LAINNYA”

1.

fawwazalfaruq Berkata:
Agustus 2, 2011 at 7:53 am

Jazakallah Atas impormasi nya Balas

2.

joni Berkata:
Agustus 3, 2011 at 5:48 am

sejak kapan ada KETETAPAN PKT NII dalam hal penetapan Ramadhan, tahun 1432 H lagi… ckckck…. sungguh kebohongan Publik yang sangat besar y…. Abuqital1: sebaiknya anda belajar dulu bagaimana menjalankan suatu pemerintahan terlebih dalam masa perang (Darul Islam Fi Waqtil Harbi). Balas

1.

Joni Berkata:

Agustus 4, 2011 at 4:05 am

bukannya terbalik justru anda yang harus belajar dulu dalam memahami undang2 Negara Islam Indonesia, pahami terlebih dahulu kerangka berfikir sebuah Negara, baru anda dapat memahami seperti apa yang dimaksud dengan Negara Fii Waqtil Harbi… Salah satu kekeliruan anda dalam memahami sebuah konsep perjuangan Negara di masa Revolusi adalah bahwa dimana Negara dalam masa Revolusi, belum pernah ada yang namanya jabatan Kepala Negara, alias Presiden, alias Imam atau apapun itu namanya…. termasuk juga NII, Nah… konsep NII apa yang anda pahami menurut UU Negara, apalagi anda telah membuat UU NII menurut versi Golongan anda… sebuah kekeliruan yang sangat fatal yang berimbas terhadap pembodohan Generasi Masa Depan… Abuqital1: sptnya kurang ahsan untuk mujadalah disini. Kapan qt bisa bertemu? Berdasarkan komen anda sptnya sy sdh mengenal anda. Balas

1.

Joni Berkata:
Agustus 5, 2011 at 1:44 am

Boleh nih, silahkan diatur waktunya ya, kirim aja ke email saya di jonindo99@yahoo.com… Tapi satu yang saya minta dari anda sebelum kita mengadakan mujadalah, saya minta anda untuk jujur sejujur2nya, dan setelahnya tidak ada lagi kebohongan publik terhadap kaum muslimin atas apa2 yang anda paparkan yang hanya membuat bingung umat Islam yang hanya akan memecah belah umat Islam saja… Deal… Anda belum mengenal saya dan saya juga belum mengenal anda, saya hanya suka browsing dan menemukan blog anda, tapi saya tidak suka dengan orang2 yang mengatasnamakan Faksi2 di NII menganggap bahwa NII menurut versinyalah yang benar, siapapun itu termasuk golongan anda, apalagi golongan anda sudah membuat bentukan UU NII sempalan dari Imam Palsu anda dan berani menyebarkannya kepada umat Islam, yang itu tidak ada landasannya sama sekali menurut UU NII itu sendiri Abuqital1: melihat dan menimbang dari tutur kata anda diatas maka saya putuskan pertemuannya tidak jadi.

2.

Joni Berkata:
Agustus 5, 2011 at 3:51 am

Ternyata yang ngaku NII asli (Menurut versi mereka), gk punya hujjah yang kuat atas apa2 yang disampaikan si moderator ini… sekarang siapa yang perlu belajar akhi heheh… Pantesan pada kagak selesai kalo imam-imam faksi ini ditemuin, wong brantem mulu ngedebatin soal jabatan, gk selesai2, setiap golongan bangga dengan golongannya…. Astaghfirullah… Abuqital1: Lisanul hal lebih baik daripada lisanul maqool. Faidzaa faroghta fanshob…wa ilaa robbika farghob.

3.

Joni Berkata:
Agustus 5, 2011 at 6:16 am

Anda kayaknya agak paranoid ya abu… ckckck.. kasian y, banyak umat Islam hari ini yang paranoid…. Abuqital1: Fastabiqul khoiroot. Faidzaa faroghta fanshob…wa ilaa robbika farghob.

3.

abdullahkhoir Berkata:
Agustus 3, 2011 at 4:26 pm

sungguh sangat disayangkan dan menunjukkan keangkuhan ‘ilmu bodong yaitu ‘ilmu tanpa dasar. sama saja perbuatannya dengan negara yang dimurkai Alloh yaitu NKRI Balas

4.

abdullahkhoir Berkata:

Agustus 5, 2011 at 3:33 pm

to: Joni Anda salah jika mengartikan kepemimpinan Islam yang sah menurut Al Qur’ana. kepemimpinan NKA-NII yang sah menurut Al Qur’ana adalah Imam Muhammad Yusuf Thahiry bukan Ali Mahfud QS 36:14 disebutkan fa’azzaznaa bitsaalitsin menegaskan bahwa kepemimpinan ketiga ada sesuatu perselisihan QS 18:25 disebutkan wazdaaduw tis’aan memberitakan bahwa imam yang ketiga adalah yang berikrar sebagai pemimpin 9 tahun sebelum kemenangan 1437H yaitu 1428 H QS 30:2 fiy adnay al ardhi -> negara yang sama QS 30:4 fiy bidh’i siniyna -> waktu yang dekat setelah berita ini kurang lebih 5 tahun lagi yaitu 1437 H to abu qital sebelum mengenal kata “Fastabiqul khoiroot” pahami dulu hal yang mensifatinya yaitu khaliq, fathir, badiy’u.. khaliq adalah penciptaan penjelasan keterangan keimanan secara ‘ilmu fathir adalah penciptaan pemahaman keterangan keimanan secara ‘amal khaliq dan fathir harus berdasarkan kitab Alloh karena ini tindakan langit. badiy’u adalah penciptaan tindakan ‘amal perintis yang diberikan kepada Negara melalui para pemimpinnya. salah satu penerapannya yaitu dimasa kepemimpinan sahabat umar bin khattab ra. dimana dilakukan shalat tarawih dilakukan secara kontinyu. hal ini yang sering diperselisihkan sebagai “bid’ah” bid’ah adalah sesuatu perbuatan yang disifati badiy’u QS 46:9 perlu anda ketahui masjid tidak boleh didekati oleh kaum perempuan, oleh sebab itu Nabi Muhammad memberhentikan proses sujud syukur dimalam bulan ramadhan pada hari ke empat. Karena apa? karena akan menimbulkan kesalahpahaman akan makna ibadah. karena shalat 5 waktu harus selalu dilaksanakan secara berjama’ah di mesjid khusus untuk adzdzan adzdzan hanya boleh dikumandangkan oleh negara Islam yang telah ada ridho Alloh yaitu NKA NII..

jadi bagi yang ingin selamat dari siksa Alloh harus merubah qiblatnya kearah timur bumi (tidak perlu menggunakan koordinat arah) dan segeralah bertaubat untuk hijrah kepada negara yang haqq.. saya sudah berikan beberapa keterangan mengenai hal ini di blog saya… mohon diperhatikan…karena bagi tiap-tiap ummat Alloh selalu menghadirkan seorang saksi yang membenarkan yang benar.. bagaimanana mau memimpin dunia, kitab Alloh saja tidak dikenali secara baik dan benar… Balas

1.

Joni Berkata:
Agustus 10, 2011 at 8:45 am

to : abdullahkhoir Saya kira anda ingin menyampaikan yang benar, e gk taunya hanya menambah-nambah dari kesalahan2 yang dipaparkan. Anda berbicara Standar Ukur sebuah Negara tapi anda malah membahas kajian Normatif Idiologis alias Landasan Idiologi yaitu Al-Qur’an, sy kira anda sungguh sangat tidak nyambung sekali dalam pembahasan kerangka sebuah Negara, apalagi anda sampai memaksakan pendapat anda . Kalau ingin memahami sebuah Negara pahamilah kerangka sebuah Negara, maka anda akan ketemu dengan substansi dari Negara itu sendiri, dan akan ketemu pembahasannya di dalam UU NII itu sendiri, karena UU NII dibangun atas dasar berpijak kerangka sebuah Negara. Kalaupun anda membas Landasan Idiologi NII yaitu Al-Qur’an dan Hadits Shohih, juga harus dibahas dengan kerangka Negara, sehingga ketemu dengan substansi Negara itu juga, tapi kalo anda membahas Al-Qur’an hanya menurut kepentingan golongan anda saja, maka anda tidak akan pernah menemukan substansi dari NII itu sendiri. Saya paham anda tidak paham tentang Negara, makanya saya maklum saja Balas

1.

abdullahkhoir Berkata:

Agustus 11, 2011 at 1:22 pm

to: joni salah satu kata yang berarti negara “Kitabu” QS 11:17,QS 46:12 saya jelaskan mengenai ketentuan pemberlakuan hukum Negara Islam Hukum Negara baru bisa diterbitkan pasca wilayah yang telah dikuasai dalam kondisi zhahir walaupun hanya sebatas satu kota. Hukum Negara terbagi dua: Hukmu Islam yaitu hukum yang mengatur tatanan masyarakat dalam lingkungan Negara Islam Huduwd Islam yaitu hukum yang mengatur tatanan kenegaraan dimulai dari lingkup yang terkecil yang dimulai dari keluarga. contoh penerapan : Huduwd boleh diberlakukan pra kemenangan namun hukmu belum boleh diberlakukan jika Negara belum memperoleh kemenangan. larangan merokok tidak boleh diberlakukan karena merupakan aturan terhadap tatanan masyarakat (hukmu Islam). Penetapan kalender Islam sudah boleh diberlakukan karena merupakan aturan terhadap tatanan masyarakat (huduwd Islam). sepertinya anda tidak mengenal fungsi Al Qur’ana setelah menjadi al kitabu surat an nisaa’ adalah hukmu kitab surat al maa’idah adalah syari’at kitab surat al an’aam adalah huduwd kitab jika negara telah menang dan ingin memberlakukan hukmu yang keterangan pelaksanaannya tidak terdapat dalam Al Qur’an maka gunakan dasar ketentuan QS 4:59 teguran saya tentang sub-page ini karena menetapkan awal ramadhan dengan koordinat dlsb. karena kitab Alloh tidak mengajarkan hal yang demikian. Dan di sub-page ini juga ada seruan membaca dengan mulut bukan dengan mata. sungguh sangat disayangkan.

mengenai kajian Al Qur’an? saya tidak sedang mengkaji, namun saya memberikan keterangan kepada seluruh manusia agar tidak tersesat. karena apa? karena sebenarnya mereka tidak beriman kepada Al Qur’ana. Mereka sedang beriman kepada kitab manusia. contoh yang terdekat adalah kata “aqidah” Al kitabu adalah pemahaman yang telah sampai (proses ittabi’u) dan pemahaman itu sedang dan akan menjalani proses penyampaian (balighu). al kitabu tidak mengenal aqidah, dan yang dikenal hanya iman dan taqwa. dan jika tidak menggunakan kaidah langit dan bumi saya yaqin banyak yang tergelincir pemahamannya terhadap iman dan taqwa. Joni.. Negara Islam bukan ditentukan oleh manusia keberadaannya, karena hal itu adalah karunia Alloh, jadi harus berdasarkan hasil ketetapan Al Qur’ana. iman kepada ketetapan langit yaitu kepada ketetapan keimanan yang disebut Al Qur’ana. iman kepada ketetapan bumi yaitu kepada hasil ketetapan Al Qur’ana yang disebut kitab Alloh dan Negara Alloh. QS 55:17 ketetapan dua timur -hukmu Islam -panglima tertinggi Islam ketetapan dua barat -huduwd Islam -Negara Islam sebagai penutup; jika kalian semua menyeru meninggikan “Kalimat Alloh” maka kalimat yang mana yang kalian seru? tauhid? aqidah? atau apa… kalian tidak beriman kepada Al Qur’an… maka seluruh ayat yang terdapat pada QS 63 adalah untuk kalian semua diseluruh dunia tanpa terkecuali!!! anda semua seperti QS 63:4 “khusyubun mmusannadatun” yang bermakna segala pemberitaan dan pemahaman kalian akan keimanan dan

ketaqwaan kepada Alloh hanyalah bersandar kepada jalan-jalan yang ditempuh oleh nenek moyang. sehingga jika anda mengatakan selamat dari siksa Alloh, maka saya akan mengatakan “buktikan kebenaran anda jika anda memang benar” dan songsonglah kematian anda semua dengan perbuatan yang sia-sia” janganlah menjadi sombong karena pemahaman kitab manusia…. * ini yang terakhir saya muncul di blog atau di dunia maya dalam menjalankan kewajiban saya yaitu menyampaikan keterangan-keterangan yang bersumber dari Al Qur’ana. to abuqital tidak ada sedikitpun kepentingan saya selain daripada meninggikan Kalimat Alloh. QS 37:137-147 ummat MYT hanya berkisar 100 ribuan saja… QS 18:39 “maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah”

2.

Joni Berkata:
Agustus 12, 2011 at 1:29 am

to : abdullahkhoir ckckck…. pembahasan yang gk nyambung sama sekali ya, sama sekali…. Saya bertanya tentang bagaimana kerangka sebuah Negara, bukan bagian2 yang diurusin sama Negara, hal2 ketetntuan2 yang ada di Islam, kapan saatnya hukum bisa diterapkan. Anda paham gk sih maksud saya!!!???? Makanya coba pahami dan renungkan apa2 yang saya paparkan di atas, agar anda ngerti kawan. Anda sudah ngeluarin ayat, tapi gk nyambung lagi, kata yang berarti Negara adalah “Kitabu”, waduh… dalil darimana tuh…. Anda bicara Qur’an seolah2 NII tidak memposisikan Qur’an sebagai hukum tertinggi, anda berdalih gk jelas bahwa semua perlu kembali kepada Qur’an. Bukti konkritnya apa kawan? dan orang2 yang ngomong kayak anda ini sudah jutaan orang, katanya anda memperjuangkan NII, tapi NII nya sendiri anda tidak bisa

paparkan dasar berpijak kerangka Negaranya, seolah olah NII mengabaikan AlQur’an dan Hadits Shohih. Yang tidak anda pahami adalah dimana Posisi Qur’an dan bagaimana memposisikan Qur’an di dalam sebuah Negara, karena anda tidak paham, sehingga anda baru sebatas mimpi saja ingin menengakkan Negara Islam, karena Negara yang anda ingin perjuangkan gk tau kerangka dasar berfikirnya.

5.

abdullahkhoir Berkata:
Agustus 5, 2011 at 4:00 pm

Negara Islam banyak yang tidak mengerti kalau negara Islam itu hanya satu dimuka bumi..sedang negara lain yang pemimpinnya telah berbai’at kepada pemimpin tertinggi Islam maka dia berhak memimpin ummat dinegara masing-masing… QS 33:6 disebutkan kata “al arhaami” yang dimaksud adalah proses penggantian pemimpin tertinggi Negara Islam haruslah orang-orang yang berada di wilayah yang sama dengan Negara yang Alloh telah berikan karunia atasnya yaitu NKA NII untuk negara anggota yang berserikat dijelaskan di QS 30:19-27 yang paling ironis adalah QS 30:21 sering disalah artikan sebagai ayat pernikahan..sungguh bodoh!!! lihat ayat 21 yang menyebutkan diciptakan dari tanah yang maksudnya adalah manusia akan berbeda negara tergantung dari tanah kelahirannya… lihat ayat 23 yang menyebutkan waktu tidur malam dan siang yang artinya adalah negara anggota seluruh komponen ummatnya tergantung dari petunjuk iman dan taqwa yang diberikan dari negara induk yaitu NKA NII.. untuk itulah diselenggarakan hajji yang bermakna sebagai penerangan keimanan yang bersifat universal… untuk kata “mmuhammadun” ada tiga kata yang disebutkan QS 3:144 dan QS 33:40 berbeda dengan QS 48:29 untuk hal ini mohon dilihat tanda nun pada akhir kata… QS 3:144 bermakna masa kepemimpinan Imam Tertinggi adalah hingga akhir hayat… QS 33:40 bermakna kepemimpinan Imam Tertinggi bukan bersifat keturunan darah sepeti raja dan tidak ada dualisme kepemimpinan di muka bumi QS 48:29

untuk seluruh pemimpin ummat yang selalu meninggikan dua kalimat syahadat yaitu Aku bersaksi bahwa tidak ada petunjuk melainkan dari Kitab Alloh dan Negara Alloh dan Aku bersaksi bahwasannya orang-orang yangmeninggikan kedua petunjuk itu adalah perwakilan Alloh… banyak orang yang tidak tau makna syahadat sehingga mereka tidak sadar dan menjadi orangorang yang merugi.. mohon pahami dulu secara benar mana kata yang mengandung nilai langit dan mana kata yang mengandung nilai bumi jangan menjalankan sesuatu tanpa ‘ilmu Alloh sungguh sangat disayangkan… Balas

1.

Joni Berkata:
Agustus 11, 2011 at 1:33 am

Lha ngomongin Negara kok ngomongin Qur’an lagi, Qur’an lagi, gk tepat sasaran pula, kalo ngomongin Negara harus pake Kajian Negara. Anda tau gk berapa banyak ayat2 qur’an yang menjelaskan tentang Negara? Anda paham tidak bagaimana sebenarnya Negara Islam yang dibangun oleh Rosul? Anda paham tidak, Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali itu jabatannya apa di pemerintahan Madinah? Kalo ngomongin negara maka hal2 seperti itu yang harus anda pahami kawan, bukan balik lagi membahas kajian2 aqidah, kapan Islam bisa menan. Saya kira kalo sy tanya klasifikasi ayat yang menjelaskan tentang aqidah itu ada brapa ayat, anda juga gk tau (kalo tau y bagus sebatas itu heheh..) Balas

1.

Ajhay Berkata:

Agustus 15, 2011 at 4:43 am

Bung Joni mau nguji ni, boleh juga tadinya ane gk mo komen eee menarik juga, Bung Joni memang perkara Negara bukan hal yang main2 apalagi namanya negara Islam, sebab ane punya keyakinan jangan berharap kita ini menang sebagaimana kemenangannya Rasulullah terhadap orang2 kafir, kalau diri kita masih ada kemusyrikan, merasa benar orang yang lain salah, perjuangan menegakan syare’at bagi seorang muslim harus suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan, bung Joni ane sudah beberapa kali menulis komen ini, kalau memang anda tahu, coba jangan bertanya terus, berikan penjelsan secara gamlang disini atau buat blogs sendiri agak kita semua bisa baca, kalau bung bertanya terus bikin ane penasaran kayak apa sih buah pikiran bung Joni, begituuuuuuu………

2.

Joni Berkata:
Agustus 16, 2011 at 1:29 am

To : Ajhay Bung ajhay, boleh juga kita diskusi nih, kirim aja kapan waktunya kita bisa bersilaturrahmi ke email saya di jonindo99@yahoo.com. Ane tunggu y…

6.

ibnuuhusen Berkata:
Agustus 6, 2011 at 7:01 am

aswb,pak abu gmna cr ktmu sm bapk myt,sy ingin berdiskusi dgn beliau krna sy adlh warga dr niitrb domisili lampung Balas

7.

ibnuuhusen Berkata:
Agustus 7, 2011 at 8:46 am

aswb.gmna nih pak abu kok komentar sy blum dibals,dmna sybs ktmu dngan nii myt dilampung

Abuqital1: Saya sudah balas ke email akhi, mohon di cek. Balas

8.

Ajhay Berkata:
Agustus 10, 2011 at 7:03 am

Jazakallah Khoiron Katsiron, atas info Ied Fitri, lanjutkan terus perjuangan. Balas

9.

Ajhay Berkata:
Agustus 10, 2011 at 7:11 am

Pak Joni Nampak sangat kurang berkenan NII,atau perjuangan warga NII yang semakin eksis, jadi wajarlah…. Balas

1.

Joni Berkata:
Agustus 10, 2011 at 9:37 am

Anda salah kawan, saya justru prihatin dengan warga NII bangga dengan faksinya, padahal tidak paham apa itu NII, termasuk anda gk ya heheh Balas

1.

Ajhay Berkata:
Agustus 13, 2011 at 7:49 am

Kalau anda merasa paham seharusnya berikan solusi, jika anda mempunyai kemampuan tentu bisa menulsinya disini atau lewat blog, jika anda tahu kemudian anda sembunyikan adalah kesalahan.

2.

Joni Berkata:
Agustus 16, 2011 at 1:24 am

To: Ajhay Saya kira solusi ini tidak akan pernah hinggap dengan tipe orang2 yang masih kental dengan kebanggan faksinya, kecuali anda mau berlaku jujur dan komitmen secara murni untuk melanjutkan kebenaran Islam tanpa memandang golongan2 / faksi2 yang ada, karena kalau anda masih seperti itu, anda tidak akan pernah bisa menerima kebenaran walaupun kebenaran itu telah nyata dihadapan anda.

10.

MUH. NATSIER Berkata:
Agustus 10, 2011 at 2:05 pm

APA TIDAK SALAH ORANG2 YG NGAKU PENGIKUT NII FAHAM MASALAH ULUMUL QUR’AN DAN ULUMUL HADITS. SETAHU SAYA PARA PENGIKUT NII ITU CUMA ORANG2 YG KECEWA AKAN KEADAAN UMAT ISLAM SENDIRI. MENGAPA HARUS BERPIKIR SECARA RADIKAL BUKANKAH ISLAM ITU MENGAJARKAN UMAT ITU UNTUK CERDAS DAN BERILMU. Balas

1.

Joni Berkata:
Agustus 11, 2011 at 1:38 am

Nah kalo ini jelas kesimpulan yang keliru kawan, saya kira anda harus membuka diri dulu untuk memahami tentang NII, agar anda paham dan dapat mengambil kesimpulan. Justru si M. Natsir pimpinan Masyumi tuh yang kecewa berat ame si Karno nyang ngebubarin tuh Sidang Konstituante tahun ’66 yang mayoritas Masyumi menang ’90%

suara, ampe balik lagi die ke Sumatera Barat buat ngediriin Negara Islam, baca buku sejarahnya nyang bener sir. Balas 1. Ajhay Berkata:
Agustus 13, 2011 at 7:52 am

Coba hal ini anda berikan penjelasan yang lengkap tentang Bapak M. Natsir (Allahuyarham), agar generasi muda bisa baca. 2. Joni Berkata:
Agustus 16, 2011 at 1:18 am

Mending anda cari sendiri aja, dan anda yang paparkan, disini sy bukan bicara figuritas dari tokoh apapun, tapi idiologinya, saya kira anda bisa menangkap maksud saya ternyata tidak. Jangankan M. Natsir yang idiologinya gk jelas, Pak Imam SMK aja, ane gk tertarik buat maparin sosoknya, karena bukan sosok figur yang penting kawan, tapi aplikasi dari idiologi yang dibangun oleh figur itu yang penting. 11. Ajhay Berkata:
Agustus 16, 2011 at 5:00 am

Bung Joni Baoak M. Natsir itu sudah jelas kiprahnya di kancah politik nasional sebagai pendahulu kita, bukan bicara figur, lepas dari kelebihan dan kekurangan seseorang perlu kita ambil sisi baiknya, apa anda sudah merasa telah lebih berjasa di Repiblik ini sehingga anda bisa menilai seperti itu, Imam SMK sudah jelas menurut sebagian orang bliau adalah pemberontak, wajar kalau anda gak tertarik, kalau anda mengatakan Imam SMK bukan sosok yang penting Justru saya berkata sebaliknya, penting untuk dikaji aplikasi dari idiolginya. Balas 1. Joni Berkata:
Agustus 16, 2011 at 6:58 am

lha kan udah saya bahas diatas kawan, bukan sosoknya yang penting, tapi idiologi yang dibangun oleh figur itukan yang penting, baca komen sy lagi y. Saya bukan menilai M. Natsir, beliau cukup kiprahnya di kancah politik, tapi yang saya sesalkan dari beliau adalah beliau tidak Istiqomah dalam mengusung Islam, itu saja, bukankah beliau kabur dari Masyumi dan balik ke sumatera barat buat mendirikan Negara? lalu bagaimana orang2 yang ada di Masymi ketika itu? dan taukah anda siapa yang mendukung beliau? yaitu para mujahid2 DI Aceh. Saya kira anda bisa menilai sendiri kalau anda objektif bung Ajhay Kawan Ajhay, sosok2 para pendahulu kita bukanlah sesuatu hal yang untuk diagung2kan, tapi sebagai hikmah pelajaran dari perjalanan sejarah yang ia telah jalani, sebagai bagian perbaikan untuk sejarah ke depan, bukan begitu?

1. Ajhay Berkata:
Agustus 23, 2011 at 4:44 am

Kawan Joni, Benar……! kita tidak perlu mengagungkan pigur siapapun, tapi penghormatan kita penting artinya selaku generasi muda, ya…apapun penilaiannya min atau plus namanya juga manusia, karena para pendahulu kita sebagai pelaku sejarah pada saat, sekarang kitalah sebagai pelaku sejarah, mau kita bawa kemana bangsa ini atau generasai muda diabawah kita, tergantung pola pikir yang kita sampaikan kepada mereka tentunya, ya kalau saya terus terang saja sekuat kemampuan yang ada akan terus berjalan…kearah DAARUL ISLAM meskipun pengetahuan tentang DAARUL ISLAm saya belum sebesar biji sawi bahkan belum seperseribunya biji sawi,….ya namanya cita2, kalau saya gak punya cita2…mana bisa saya punya rumah nanti buat anak cucu yang namanya DAARUL ISLAM, perkara kapan jadi atau selesai rumah itu soal lain….yang penting kita jalan terus…..mumpung-mumpung masih hidup…..hidup adalah langkah….langkah kita mengarah kepada satu titik….yakni kematian, sebelum mati kita berwasiat dulu lanjutkan ya nak rumah kita yang belum jadi ini DAARUL ISLAM….begitu. 12. fawwaz alfaruq Berkata:
Agustus 22, 2011 at 2:27 am

Subhanallah. jzkllh atas Semua komentar nya yg sangat menarik dan menjadi sebuah ilmu untuk diri saya..jazakallah bpk joni, bpk ajhay. bpk abdullahkhoir.Dan rekan yg lain nya.Subhanallah Semakin jelaslah sudah akan kebenaran nya.yg dimana pada umum nya masyarakat indonesia sangat alergi dan membenci pada pergerakan yg mengatas namakan NII Atau DITII.

Terbuka lah suda akan kebenaran ini semua.Alhamdulillah ya allah engkau telah mebukan hati hamba yg lemah ini. 13. Al mustadngafin Berkata:
Agustus 29, 2011 at 4:00 p

buat joni jon….saya mau bertanaya apa sih maunya kamu apakah menurutmu hanya pendapatmu yang benar dan orang NII adalah orang yang sesat…aku pengin lihat seberapa jauh sih… yang sudah kamu lakukan untuk kemaslahatan umat islam… apakah kemampuanmu hanya mencela, supaya warga NII lalu bubar.. bukankah itu tujunmu… lalu kamu tertawa terbahak-bahak, apakah kamu tidak sadar itu pekerjaan setan..? mbok ya biarkan mereka yang sedang mencari karunia disisi Alloh, masalah bener tidaknya itu ursan Alloh. dalam prinsip merekan pun tidak pernah menganggap dirinya yang paling benar, coba pahami dalam bai’at mereka “semoga Alloh membenarkan baeat yang saya nyatakan ini” ini membuktikan bahwa diluarsanapun ada kebenaran hanya mereka mencoba mencari jalan kebenaran yang mudah-mudahan Alloh membenarkan perjuangan mereka, mereka itu tidak menyombongkan diri, justru aku melihat kamulah yang sombong seolaholah kamulah yang paling benar. coba pahami ayat ini Al Hujuraat : 11 Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. ayat diatas jelas tegoran buat orang-orang yang wataknya seperti kamu, dan belum tentu kamu lebih benar dari mereka, mereka lagi berusaha mencari Wasilah yang lebih mendekatkan kepada Taqwa. terus terang saya masih sendiri belum masuk diantara mereka tapi saya sudah banyak mempelajari NII dan saya yakin itu adalah salah satu perjuangan umat islam yang harus di motifasi bukan malah sebaliknya. aku tahu kalian pandai tapi janganlah mempunyai sifat seperti iblis … merasa lebih dari yang lain. yang berhak kamu cela itu mereka yang mempunyai sifat seperti orang yahudi dan Nasrani yang suka merobah kalam-kalam Alloh dari tempat-tempatnya. mereka yang suka berwala dengan orang orang kafir dan mereka yang bermusyawarah untuk menentang Alloh dan membuang Hukum-hukumnya. dan menggantikanya dengan ide-ide iblis yang dikiranya idenya mampu untuk mengatur manusia. kita ini perlu wahyu bukan teori. wahai sijon… ketahuilah yang bersalah itu fir’aun bukan mereka,, .. apakah karena mereka beriman kepda Alloh karena tidak sesuai dengan kehendakmu lalu kamu mencela mereka ..? jadi apakah kamu sudah berbicara langsung dan dikasih tahu oleh Alloh..? ingat kamu itu manusia biasa seperti kita-kita. sunah rosul selalu berbeda-beda di setiap zaman tapi sunah Alloh itu tetap tidak pernah mengalami perubahan. yang penting dalam perjuangan mereka yaitu mentauhidkan Alloh. tidak sama cara memperjuangkan islam di cechnia dengan di afganistan, dan afganistan tidak sama dengan di iraq dan di iraq tidak sama dengan indonesia, Rosullulloh hanya mencontohkan garis besarnya saja. yaitu mentauhidkan Alloh hingga tercapai din yang sempurna yaitu Khilafah islam. Balas

1. James Ferdinand Berkata:
September 4, 2011 at 7:30 pm

Ass… maaf nie mau tanya,. ada gak ya ayat yang mrentah kita bikin negara? Balas 14. James Ferdinand Berkata:
September 4, 2011 at 7:31 pm

Ass… maaf nie mau tanya,. ada gak ya ayat yang mrentah kita bikin negara? Balas

1.

Ajhay Berkata:
September 7, 2011 at 12:35 pm

Akhir…James Ferdinan Al Qur’an adalah pedomah buat semua manusia Hudallinas….sebagai furqon atau pembeda yang haq dan yang bathil, Al Qur’an sudah ssangat lengkap mengatur manusia dari berkeluarga, bermasyarakat bernegara, sudah termasuk Hukum Pidana dan Perdata ada dalam qur’an, lantas dimana undang-undang yang bersumber dari Alqur’an (UUQ) ini mau diterapkan kepada manusia kalau tidak ada lembaga atau tempat, sementara bumi beserta isinya ini Milik ALLAH jadi kita bisa pilih mo ikut hukum buatan manusia atau hukum yang diturunkan Allah melalui RasulNya…..silahkan simak…… kita perlu negara atau tidak….kalau seorang muslim tidak bercita-cita mendirikan sebuah negara…ya begini jadinya kita cuma jadi budak kaum kafirin,…difitnah….sebagai teroris….

Jihad itu menuntut Kesabaran, dan Kesabaran itu menuntut Pengorbanan
Posted by abuqital1 under Rujukan NII [14] Comments 1 Vote

Kabar Gembira Bagi Orang-orang yang sabar. “Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”. (Al Baqoroh[2]:155) Kita yang mengaku seorang Mukmin yang Muballigh, Mujahid dan Muwahhid serta berada di dalam kehidupan Alam Jihad sudah semestinya paham bahwa dalam berjihad itu menuntut kesabaran yang menyeluruh. Alloh ‘Azza Wa Jalla akan mencukupkan pahala tanpa batas. Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Robbmu”. orang-orang yang berbuat baik di dunia Ini memperoleh kebaikan. dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya Hanya orang-orang yang Bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”. (Az Zumar[39]:10) Alloh ‘Azza Wa Jalla juga telah menjanjikan kepada orang-orang yang sabar dalam berjihad dengan .Jannah “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Robb kami ialah Allah” Kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang Telah dijanjikan Allah kepadamu”. (Fushshilat[41):30) Dengan Sabar Kejayaan dapat diperoleh “Dan kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah kami beri berkah padanya. dan telah sempurnalah perkataan Robbmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. dan kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir'aun dan kaumnya dan apa yang Telah dibangun mereka”. (Al A’raaf[7]:137) Ayat diatas menceritakan kesabaran Bani Israil. Dengan kesabaran mereka maka Alloh memberi kekuasaan kepada mereka diatas bumi, dan mewariskan kepada mereka negeri yang telah diberkahi-Nya, yakni Negeri Palestina. Setelah mereka memasuki negeri tersebut sepeninggal Nabi Musa ‘alaihis salam maka mereka memasukinya bersama Nabi Daud ‘alaihis salam dan memasukinya bersama Nabi Sulaiman ‘alaihissalam. Mereka memerintah Palestina dengan dasar tauhid, yakni dengan kalimat “Laa Ilaaha Illallah”.

Dengan kalimat tauhid ini maka Bani Israil berhak mewarisi negeri Mesir, dan Firaun pantas ditenggelamkan karena menindas dan menzholimi Ahli Tauhid. Konon, apabila orang Qibthi (penduduk asli Mesir) hendak membawa barang bawaan, maka mereka memilih salah seorang diantara Bani Israil untuk mengangkatnya dan memikulnya, bukan mencari keledai atau kuda. Maka, setelah itu jadilah mereka sebagai bangsa yang mulia. Namun beberapa masa kemudian, Alloh ‘azza wa jalla merubah keadaan itu sebagaimana yang telah dijelaskan dalam firman-Nya surat Al A’raaf ayat 137. Dengan sebab kesabaran Bani Israil untuk tetap melangkah diatas jalan Nabi mereka, dan bersabar atas siksaan musuh-musuh mereka dengan harapan besar, Alloh akan menurunkan kemenangan dan membuka jalan bagi mereka. Dan dengan kesabaran mereka untuk melaksanakan perintah Rabb mereka, maka akhirnya Alloh ‘azza wa Jalla memberikan kejayaan kepada mereka. JIHAD ITU MENUNTUT KESABARAN Tatkala kita diseru “Berangkatlah berperang!!!”, maka kitapun pergi berperang. Yang demikian ini memerlukan banyak kesabaran: 1) Sabar dalam melupakan kebiasaan kita. Kita harus sabar terhadap makanan lezat yang biasa dimakan, ranjang empuk yang biasa kita tiduri, kendaraan mewah, gedung bertingkat, rumah idaman, pekerjaan yang menjadi rutinitas kita sehari-hari, berpisah dengan keluarga dan kerabat, melihat istri dan bercanda dengan anak dan lain seterusnya. Semuanya itu kita tinggalkan karena perintah Alloh dalam kalimat “Infiruu” (berangkatlah kalian berperang). 2) Sabar dalam menjauhi maksiat: Yang dimaksud maksiat disini adalah mundur setelah mendapatkan karunia, kembali ke belakang setelah mendapatkan nikmat Alloh dan mengganti nikmat Alloh menjadi kemurkaan-Nya apabila kita meninggaklan nikmat Alloh yang telah dianugerahkan kepada kita. “…dan barangsiapa yang menukar nikmat Allah setelah datang nikmat itu kepadanya, Maka Sesungguhnya Allah sangat keras siksa-Nya”. (Al Baqoroh[2]:211) 3) Sabar dalam mentaati Alloh ‘Azza Wa Jalla, yakni dengan mentaati amir yang boleh jadi tingkat keilmuan atau kecerdasan, atau kekayaan atau status sosialnya dibawah tingkatan kita. Sabar dalam mentaati amir umum atau amir khemah, atau pelatih, semuanya adalah pemimpin. Taat kepada mereka semuanya adalah wajib (fardhu) sebagaimana mentaati Alloh, karena mentaati mereka juga sama dengan mentaati Alloh ‘Azza wa Jalla, sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shollallohu ‘alaihi wa Sallam dalam hadits ini: “Barangsiapa taat kepadaku, maka sesungguhnya dia telah mentaati Alloh, barangsiapa yang bermaksiat kepadaku, maka sesungguhnya ia telah bermaksiat kepada Alloh. Dan barangsiapa mentaati amirku, maka sesungguhnya dia telah mentaatiku. Dan barangsiapa bermaksiat kepada amirku, maka sesungguhnya dia telah bermaksiat kepadaku”. (HR. Al Bukhari) 4) Sabar menghadapi cuaca dan iklim. Menghadapi hawa dingin, menghadapi kemelaratan, menghadapi segala aturan hidup yang keras bagaikan mata pedang yang tajam. Dirumah kita dahulu, tidur

sekehendaknya, bangun semaunya, makan menurut selera kita. Tapi disini nanti di bumi ribath ataupun dalam tadrib asykari kita harus bangun sesuai aturan, tidur dengan aturan dan makan pun dengan aturan. Kita tidak boleh melanggar disiplin ataupun tidak patuh pada peraturan. 5) Sabar terhadap sesuatu yang disukai hati. Sabar terhadap hal ini yakni dengan cara: - tidak terlalu cenderung kepadanya - tidak terlalu berambisi dan bernafsu dalam mengumpulkannya, meskipun tergolong hal yang mubah - Menjaga dan memelihara hak-hak Alloh yang ada padanya - Menjauhi yang haram selama mencarinya. Sabar terhadap sesuatu yang diinginkan hati adalah jauh lebih sulit daripada sabar terhadap apa yang dibenci/ tidak disukai hati. Sahabat Abdrurrahman bin ‘Auf rodhiyallohu ‘anhu pernah mengatakan: “Kami mampu bersabar tatkala diuji dengan kesempitan/ kesusahan. Namun kami tidak mampu bersabar tatkala diuji dengan kelapangan/ kesenangan”. 6) Sabar terhadap sesuatu yang dibenci. Dalam hal ini terbagi dua yakni Sabar Ikhtiyari dan Sabar Qohri. a. Sabar Ikhtiyari, yaitu sabar terhadap perintah Alloh dan larangan Alloh. Sabar terhadap perintah Alloh dengan cara menjalankan ketaatan kepada-Nya, dan Sabar terhadap larangan Alloh dengan cara meninggalkan perbuatan maksiat. Dalam pelaksanaannya dituntut kesabaran sebelum memulainya, selama mengerjakannya dan setelah mengerjakannya. Sebelum memulainya, niatnya harus murni karena Alloh tujuan semata-mata. Selama mengerjakannya, jangan sampai hati lalai dari dzikrulloh. Setelah mengerjakannya, tidak merusak/menghilangkan pahalanya, tidak ujub dan tidak riya. b. Sabar Qohri, yaitu sabar dalam menghadapi musibah yang menimpa yang mesti dihadapi, merupakan ketentuan Alloh yang tidak mungkin bagi manusia untuk menolaknya. Dalam menghadapi musibah, manusia terbagi menjadi beberapa tingkatan: - Tingkatan Lemah, seperti menangis, mengeluh kepada manusia dan sebagainya. Dan ini hanya mungkin dikerjakan oleh orang-orang yang bodoh serta lemah fikirannya. - Tingkatan Sabar, artinya menahan hati dan rasa tidak puas terhadap Qadar Alloh dari mengadu/ mengeluh kepada manusia serta menahan anggota badan dari melampiaskan rasa kesedihan secara berlebihan.

- Tingkatan Ridho, maksudnya ridho kepada Qodar Alloh. Ridho ada diatas tingkatan sabar. Jika sabar terhadap musibah adalah wajib maka para ulama berbeda pendapat tentang wajibnya ridho terhadap musibah, apakah ia hal yang wajib atau tidak. Ridho terhadap musibah tidak sama dengan sabar terhadap musibah. Dan maqam (kedudukan) ihsan yang tertinggi adalam maqam syukur. Maqam ini adalah kita memandang musibah yang menimpa diri kita sebagai nikmat dari Alloh lalu kita bersyukur kepada Alloh ‘Azza wa Jalla atasnya. Sekedar Seruan…!!! Kepada warga NII/ warga DI yang sudah bergabung kembali dalam pemerintahan NII yang konstitusional, marilah kita selalu meningkatkan ketaqwaan dan kesabaran kita khususnya dalam menjalankan program perjuangan NII yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah NII baik dalam jangka pendek, menengah maupun jangka panjang. Kepada warga NII/ warga DI disetiap wadah jihadnya masing-masing, marilah kita perkuat ukhuwwah sehingga kedepan kami berharap adanya satu komando dalam melaksanakan agenda jihad kita yang bisa menambah barisan kekuatan Mujahidin Indonesia didalam satu wadah jihad yakni Negara Islam Indonesia. Marilah kita pahami lagi Surat Ali Imron ayat 112 Kepada masing-masing pimpinan Jihad yang ada di Indonesia, marilah kita kembali taat kepada Ulil Amri Islam yang sudah ada di Indonesia sejak 1949 hingga sekarang dengan langkah awal memahami kembali konstitusinya, jangan melihat person nya dan rendahkan sifat ananiyah.

Like this:
Suka Be the first to like this post.

14 Tanggapan ke “Jihad itu menuntut Kesabaran, dan Kesabaran itu menuntut Pengorbanan”

1.

blackbalung Berkata:
Maret 29, 2011 at 4:44 am

‫الحمد ل رب العالمين‬ ّ segala puji bagi Alloh, Rabb semesta alam Balas

2.

arie Berkata:

Maret 29, 2011 at 6:45 am

Hatur nuhun Balas

3.

blackbalung Berkata:
Maret 31, 2011 at 2:14 am

“Barangsiapa melihat dari amirnya {kepala negara Islam} hal yang tidak ia senangi hendaknya ia bersabar karena siapa saja yang keluar dari jama’ah lalu mati maka ia mati dalam keadaan jahiliyah.” [Bukhari 7054 dan 7143, Muslim 1849] Balas

4.

foundering Berkata:
Maret 31, 2011 at 1:55 pm

apakah di wilayah nkri saat ini masih tegak darul Islam/ Negara islam indonesia/ daulah islamiyah? Balas

5.

abu rojjaz Berkata:
April 2, 2011 at 5:09 am

alhamduliilah,syukron atas tulisannya…smoga alloh memberikan kpd qta keistiqomahan di dlm din ini…dan qta dijauhkan dri sifat ta’ashub ya berkebihan…amin. Balas

6.

Apkh taat dsni mmpunyai konsesus meninggalkan skp kritis positif sbg upya saubil haq? dan bdanya taat scra total dg taqlidul a'ma?dan bgmna mengthui fraksi NII yg sah?afwan wa sukron... Berkata:

April 6, 2011 at 11:28 am

http://m.facebook.com/profile.php?refid=7 Balas

7.

Abu Balqis Berkata:
April 6, 2011 at 8:15 pm

Smoga Alloh melimpahkan segala ridho-Nya untuk para pembela risalah sehingga tegaklah kekuasaan Alloh dimuka bumi ini Balas

8.

anisa Berkata:
April 13, 2011 at 4:55 pm

ya allah limpahkanlah slalu ksabaran ini kpd kami dlm menegakan dien-MU …Amin!!! Balas

9.

Umm Berkata:
April 15, 2011 at 12:48 pm

Sabar sabar sabar… Balas

10.

Ahli_Garam Berkata:
Mei 2, 2011 at 11:19 pm

Bersabarlah berdo’a dan berusaha wahai saudara – saudaraku. Ya Allah, anugerahilah kami hidayah dari hidayah al-Qur’an. Tunjukkan dan terangilah kami melalui cahaya al-Furqân, dan janganlah masukkan kami dalam kelompok orang-orang yang sesat dan durhaka. Wahai Tuhan Yang Memberi petunjuk semua makhluk, antarlah kami dengan hidayah-Mu menuju ash-shirâth al Mustaqîm [jalan lebar yang lurus]; jalan orang yang Engkau anugerahi nikmat, bukan jalan orang yang dimurkai, bukan juga jalan orang-orang yang sesat, sehingga kami dapat bersama para nabi, shiddîqîn, syuhada, dan orang-orang shaleh. Mereka itulah teman-teman terbaik. Semoga Engkau limpahkan shalawat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad Saw beserta keluarganya dan sahabatnya, dan semoga Engkau limpahkan pula keselamatan. Balas

11.

Ahli_Garam Berkata:
Mei 2, 2011 at 11:20 pm

Ya Allah! Aku berlindung dengan-Mu dari bencana Dajjal. Balas

12.

Daarul Berkata:
Mei 18, 2011 at 8:01 am

Semoga kita bisa sabar dan Ihlas dalam menjalankan episode ini, kemenanangan haqiqi ada setelah kita meninggalkan dunia fana, ya…hari ini bekal kita adalah jihad untuk memenuhi panggilan Illahi sesuai dengan kemampuan masing2 personil muslim, minimal untuk diri sendiri, keluarga, kerabat dan seterusnya untuk masyarakat luas, seorang mujahid selalu memelihara lisan dan perbuatan, sejuk didengar jika ia berkata, aman dirasa jika ia berbuat, santun dalam melangkah, ihlas dalam memberi, tidak tergantung kepada siapapun kecuali berharap Ridlo kepada AL KHOLIQ, menaburkan rasa sejuk dan damai dalam bergaul dengan masyarakat, istiqomah dalam menjalan syare’at bagi dirinya, tegas kepada penentang-penentang syare’at. Balas

13.

Abdullah ronkhod Berkata:

Juni 6, 2011 at 10:23 pm

As..w2. Nyanggaken silahturohmi kange muslim yg beriman yg ada di indonesia maju terus pantang mundur? W3 Balas

14.

Abdullah Khoyr Berkata:
Juni 22, 2011 at 6:46 am

Allaahu akbar.. Allaahu akbar.. Allaahu akbar….. Laa – ilaaha – illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar walillaahil – hamd subhaana allaahi ‘ammaa yashifuuna [37:159] subhaanahu wata’aalaa ‘ammaa yusyrikuuna[39:67] [68:1] Nun (Nuurulloh-> Cahaya Alloh), demi qalam(perkataan langit[kalimat,ayat,kitab]) dan apa yang mereka tulis ********************************************** kaidah dasar (Al Hikmah) nuun(nuur/cahaya)->kalimat, haa(hudan/petunjuk)->kalimatihi => kun fayakuun ha(hablu/tali)->likalimat, wau(washilah/perantara)-> likalimatihi => kun baa(bikalimat,bikalimatihi) => fayakuun yaa -> iman (proses yaqin) -> ilmu => langit taa -> taqwa (proses tha’at) -> amal => bumi raa -> iman (orang atau kalimat,ayat,kitab) -> nuun -> Al Iman => langit miim -> taqwa (orang atau daari[tempat]/daara[jamaa'ah,qaum]/daaru[negeri]) -> haa -> Al Islam => bumi kaidah persilangan (Al Ilmu) -> tidak mengantuk dan tidak tidur -> Al Bashiru dan Al Alimu iman tidak ada jika tidak ada taqwa taqwa tidak ada jika tidak iman **********************************************

Untuk mengetahui proses kun fayakun terhadap setiap kata yang digunakan didalam Al Kitab (kaidah bumi) -> Al Qur’an (kaidah langit) silahkan perhatikan setiap kata yang terdapat pada surat yang diberi tanda Alif laam miim raa yaitu surat Ar-Rad (daa,wau,raa) ********************************************** Pemahaman berdasarkan kaidah 7 langit yang bertingkat Huudud (daa,daa,ha) berasal dari Al Hadid (daa,daa,ha) yang makna akhirnya sama dengan Al Arsy huudud yang memberitakan Al Hukmu(hukum-hukum) yang didalam hukmu terdapat syariat(peraturan-peraturan) untuk memudahkan mengingatnya berdasarkan surat 3:124 surat 1 (diawal kitab) -> surat 57(ditengah kitab) -> surat 114(diakhir kitab) bihablim minallah(3:112) -> bihablillah(3:103) -> wa hablu minan naas(3:112) berdasarkan surat 3:125 surat Al Alaq, Al Maidah, Muhammad, An Nashr, Al Fath -> proses penciptaan langit dan bumi -> proses taqwa -> menuju kemenangan kalimat yang pertama kali diturunkan, ayat yang pertama kali diturunkan, surat yang pertama kali diturunkan, ayat yang terakhir diturunkan, kalimat yang terakhir diturunkan, surat yang terakhir diturunkan,surat keseimbangan(diantara surat 1 dan surat 96). berdasarkan tanda ha miim (QS 12:43,46) 1 Al Mu’min 2 Fushshilat 3 Asy Syuura 4 Az Zukhruf 5 Ad Dukhaan 6 Al Jaatziyah 7 Al Ahqaaf surat keseimbangan(diantara surat 1 dan surat 110) Ar Rahmaan ———————————————Hasil yang didasari kaidah 7 langit Ad-Diini -> hukum keimanan -> Al Qur’an Ad-Diina -> peraturan hukum -> syariat Ad-Diinu -> hukum ketaqwaan -> Hukum Islam diin(i,a,u) -> rabb -> hukum Iman dan hukum Islam millat(i,a) -> illah -> Imam Iman dan Darul Taqwa

———————————————Contoh penerapan kun fayakun bedasarkan kata (makna awal dan makna akhir) Al Qamar -> langit bumi ad diinu(daa(2),yaa,nuun) al qayyimu(miim,wau,qaaf) Awal miim wau qaaf almustaqîmi, al qawmu -> alqayyûmi Akhir faa laam khaa hukum negara penetapan hukum negara terhadap perhitungan bulan berdasarkan hijriyah jika tidak diterapkan maka yang timbul perselisihan -> lihat di negeri buruk NKRI menetapkan 1 syawwal saja selalu berselisih yang dimana Ya’juj -> penguasa ummat terhadap iman (proses keyaqinan) diatur oleh Ma’juj -> penguasa ummat terhadap taqwa (proses ketaatan) ———————————————Penutup lahu maa fii ssamaawaati wamaa fii al-ardhi QS 2 :255 fii ad dunyaa hasanatan wafii al-aakhirati hasanatan QS 2 :201 QS 28:83 ad daarul aakhiratu -> NKA NII 12 Syawal 1368 H qiblata yaqbalu Peringatan : Siapapun anda, dimananapun anda, jika tidak menghadapkan wajah kearah timur (ru’ku) maka anda tidak bisa dikatakan beriman(sujud) kepada Alloh. karena hal tersebut sebagai bukti ketaatan (iman dan taqwa) kepada Az Zhaahir dan jika masih sholat menghadap arah barat maka patut dipertanyakan keimanan dan ketaqwaannya terhadap Alloh. Dan jangan berharap Iman anda benar dan Islam anda benar. Siapapun anda -> pemimpin ummat, ummat yang mengaku Islam diseluruh dunia Dimanapun anda -> jama’ah,organisasi,harokah yang mengaku dibawah panji Islam diseluruh dunia tidak peduli anda itu pemimpin atau anggota Al Qaeda, atau Jama’ah Islamiyah ataupun harokah/golongan/organisasi beratasnamakan perjuangan Islam jika tidak menundukkan hati dan menghadapkan wajah kearah timur dalam sholat anda maka anda semua akan menjadi kafir setelah beriman… saya hanya takut kepada Alloh yang saya tidak melihatnya, bukan takut kepada anda semua..

untuk bisa memahami arti kepemimpinan silahkan perhatikan surat yang di beri tanda muhammadun (fayakun) muhammadin (kun) QS 47:2 Alhamdu (QS 1:1)-> daa, miim, ha [33:6] Al Fath ( Kemenangan para Pemimpin) Tugas saya hanya membenarkan “Rumah Alloh” dibumi yaitu NKA NII dan membenarkan imamnya (imam MYT QS 36:20 al mahdi QS 3:46 , QS 5:110, QS 19:29 -> memahami Al Qur’an(Bacaan Suci) berdasarkan kaidah 7 langit dalam waktu 3 bulan hingga isra mi’raj (27 Jumadil Al-Thani 1432 H) akhir kata perbanyaklah sujud malam untuk memohon kebenaran yang sebenar-benarnya kepada Alloh yang anda tidak dapat melihatnya. bagi anda yang menentang pemahaman ini,silahkan saja, tugas saya hanya menyampaikan dan memberi peringatan. janganlah menentang api neraka… Ingatlah Nuur dan Naar berasal dari raa,wau,nuun penulisan nuur -> wau tetap ada penulisan naar -> wau tidak ada wau kaidah yang mengikat jika nuur dijalankan dibumi tanpa wau maka akan terlepas dan tempatnya adalah naar silahkan buktikan dengan memohon kematian jika tidak yaqin akan hal ini…jangan sampai menyesal!!! Ya Alloh saksikanlah, hamba Alloh sudah menyampaikan amanah-Mu, Maha Suci Engkau dari apapun yang mereka sifatkan, Maha Suci Engkau dan Maha Tinggi Engkau dari apapun yang mereka persekutukan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->