LAPORAN LENGKAP PRAKTIKUM KIMIA ANALISIS FARMASI

OLEH KELOMPOK GOLONGAN : I (SATU) : II (DUA)

LABORATORIUM KIMIA FARMASI JURUSAN FARMASI FIKES UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR SAMATA – GOWA 2011

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Kimia analitik berhubungan dengan teori dan praktek dari metode-metode yang dipakai untuk menetapkan komposisi bahan. Dalam mengembangkan metode-metode analisisnya, seorang kimiawan analitik dibebaskan untuk mengambil prinsip-prinsip dari berbagai bidang ilmu entah kimia, fisika, biologi, teknik, ilmu komputer dan lain-lain. Titrimetri atau analisis volumetri adalah suatu cara pemeriksaan jumlah zat kimia yang luas pemakaiannya. Pada dasarnya cara titrimetri ini terdiri dari pengukuran volume larutan pereaksi yang dibutuhkan untuk bereaksi secara stokiometri dengan zat yang ditentukan. Reaksi oksidasi reduksi adalah reaksi yang melibatkan penangkapan dan pelepasan elektron. Dalam setiap reaksi redoks, jumlah elektron yang dilepaskan oleh reduktor harus sama dengan jumlah electron yang ditangkap oleh oksidator. Ada dua cara untuk menyetarakan persamaan reaksi redoks yaitu metode bilangan oksidasi dan metode setengah reaksi. Reaksi redoks dapat digunakan dalam analisis volumetrik bila memenuhi syarat. Titrasi redoks adalah titrasi suatu larutan standar oksidator denga suatu reduktor atau sebaliknya, dasarnya adalah reaksi oksidasi-reduksi antara titer dan titran. Dikenal bermacam-macam titrasi redoks yaitu salah satunya

permanganometri. Permanganometri yaitu titrasi yang didasarkan pada reaksi redoks, ion menjadi ion bertindak sebagai oksidator. Ion dalam suasana asam. akan berubah

Dalam hubungannya dengan dunia farmasi, cara titrasi permanganometri banyak digunakan dalam menganalisa zat-zat organik. Permanganometri digunakan dalam menentukan persen kadar suatu sediaan obat-obatan, beberapa vitamin C dan suplemen lainnya, baik itu dalam bentuk tablet, kapsul, maupun injeksi berdasarkan reaksi redoks.

Standaisasi larutan baku KMnO4 c.1023 N yang bersifat oksidator dimana titik akhir titrasi ditandai dengan perubahan warna dari bbening ke merah muda tetap.B. C. Maksud dan Tujuan 1. Tujuan Percobaan a. lalu dititrasi dengan KMnO4 0. . Pembuatan larutan baku KMnO4 b. dimana H2O2 sebagai reduktor yang lebih dulu direaksikan dengan 20 ml aquadest dan 20 ml H2SO4 encer. Menentukan kadar H2O2 dengan menggunakan metode permanganometri. Maksud Percobaan Mengetahui dan memahami cara menentukan kadar suatu sampel dengan menggunakan metode volumetri 2. Prinsip Percobaan Penentuan kadar sampel H2O2 dengan menggunakan reaksi oksidasireduksi ion-ion permanganate.

1 N. kecuali jika tindakan-tindakan pencegahan yang khusus diambil. 1995 . temperatur yang rendah dan titrasi . Reaksi ini terutama kemungkinan akan terjadi dengan garam-garam besi. Titrasi harus dilakukan dalam larutan yang bersifat asam kuat karena reaksi tersebut tidak terjadi bolak balik. 2002. netral atau basa lemah. +6 dan +7. Asam sulfat adalah asam yang paling sesuai. karena mangan dapat memiliki keadaan osidasi secara +2.1 N . Kalium permanganat telah digunakan sebagai pengoksidasi secara meluas lebih dari 100 tahun. Dengan asam bebas yang sedikit berlebih.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.56 volt Kalium permanganat merupakan oksidator kuat dalam larutan yang bersifat asam lemah. karena tidak bereaksi terhadap permanganat dalam larutan encer. Teori Umum Permanganometri merupakan metode titrasi dengan menggunakan kalium permanganat. sedangkan potensial elektroda sangat bergantung pada pH. Reagensia ini mudah diperoleh. yang merupakan oksidator kuat sebagai titran. Larutan yang sangat encer. +4. murah dan tidak memerlukan indikator kecuali bila digunakan larutan yang sangat encer.51 volt ≥ 0. 290) Dalam suasana asam atau [ ] ≥ 0. Permanganat bereaksi secara beraneka. Dengan asam klorida. (Underwood. +3. 102) = 0. ada kemungkinan terjadi reaksi : + + → + 5Cl2 + 8H2O Dan sedikit permanganat dapat dipakai dalam pembentukan klor. Titrasi ini didasarkan atas titrasi reduksi dan oksidasi. ion permanganat mengalami reduksi menjadi ion mangan (II) sesuai reaksi : +8 +5 + 4H2O = 1. ion permanganat akan mengalami Dalam suasana basa atau [ reduksi sebagai berikut : + (Svehla.

+ 6H+ → 5O2 ↑ + 2Mn2+ + 8H2O . Kita akan menulis rumusnya sebagai HAsO2 dan bukan H3AsO3). bahaya dari penyebab ini telah dikurangi sampai minimal (Underwood. telah dipergunakan sebagai katalis. ICl. karena katalisnya diproduksi di dalam reaksi. Kalium Iodat. namun kecepatannya meningkat ketika ion mangan (II) terbentuk. Ada beberapa standar primer untuk standarisasi permanganat. dan larutan kemudian diamkan dengan asam klorida dan dititrasi dengan permanganat : 5HAsO2 + 2MnO4.yang lambat mengocok terus-menerus. 2.+ 6H+ + 2H2O → 2Mn2+ + 5H3AsO4 (asam yang diproduksi dengan melarutkan As2O3 berprilaku sebagai sebuah asam lemah monoprotik. Reaksi ini berjalan lambat pada suhu ruangan terkecuali sebagai katalis ditambahkan. Bahkan pada suhu yang lebih tinggi reaksinya mulai dengan lambat. mekanisme tepatnya tidak pernah jelas. 290). Arsen (III) oksida Senyawa As2O3 adalah standar primer yang sangat baik untuk larutanlarutan permanganat. non higroskopik. Na2C2O4 juga merupakan standar primer yang baik untuk permanganat dalam larutan asam. KIO3. dan Iodin monoklorida. Reaksinya dengan permanganat agak sedikit rumit dan meskipun banyak penyelidikan telah dilakukan. Kalium Iodida. Oksida ini dilarutkan dalam Natrium Hidroksida. Senyawa ini stabil. stabil pada saat pengeringan dan nonhigroskopik. Larutan baku permanganat dapat dipakai untuk penentuan beberapa zat yang bersifat sebagai reduktor. sehingga larutan biasanya dipanaskan sampai sekitar 600C. Senyawa ini dapat diperoleh dengan tingkat kemurnian yang tinggi.+ 8H+ → 5Fe3+ + Mn2+ + 4H2O 5H2O2+ ↓ 2MnO4. dan tersedia dengan tingkat kemurnian yang tinggi. Beberaapa diantara indikator tersebut bereaksi dengan permanganat. yaitu : 1. menurut persamaan reaksi berikut : 5Fe2+ + ↓ MnO4. KI. Natrium oksalat Senyawa ini. 2002. Reaksinya berjalan lambat dalam suhu ruangan.

+ 2MnO4.+ 16H+ → 10CO2 + 2Mn2+ + 8H2O Akhir titrasi ditandai dengan timbulnya warna merah muda yang disebabkan kelebihan permanganate.+ 2Mn2+ + 3H2O 5HSO3. Ion MnO4. titrasi yang digunakan adalah kalium permanganat.akan berubah menjadi ion Mn2+ dalam suasana asam. (Rivai. Dalam reaksi ini. Warna ini digunakan untuk menunjukkan kelebihan pereaksi. Misalnya.+ H+ → 5SO4.+ ↓ 2MnO4. Teknik titrasi ini biasa digunakan untuk menentukan kadar oksalat atau besi dalam suatu sampel. ion-ion logam yang berada dalam keadaan oksidasi yang rendah pula dititrasi dengan permanganat. Jika larutannya kemudian dititrasi dengan permanganat. Kalium permanganat distandarisasi dengan menggunakan natrium oksalat atau sebagai arsen (III) oksida standar-standar primer.bertindak sebagai oksidator. dan semua besi (III) yang diproduksi selama proses pelarutan direduksi menjadi besi (II).+ 6H+ → 5NO3. Unsur ini larut dalam asam klorida encer.5NO2. 2009) 3.+↓ 2MnO4. Besi Kawat besi dengan kemurnian yang tinggi dapat dijadikan sebagai sebuah standar primer. 52) Permanganometri adalah titrasi yang didasarkan pada reaksi redoks. Oksidasi dari ion .+ H+ → 5H2AsO4.+↓ 2MnO4. Ti3+ menjadi Ti4+. Kalium permanganat mudah diperoleh dan tidak memerlukan indikator digunakan larutan yang sangat encer serta telah digunakan secara luas sebagai pereaksi oksidasi selama seratus tahun lalu. cukup banyak ion klorida yang dioksidasi selain besi (III). Fe2+ menjadi Fe3+ dan sebagainya. Selain itu. Pada permanganometri.+ 2Mn2+ + 3H2O 5HSO3. (Anonim.+ 2Mn2+ + 3H2O Tanda panah ke arah bawah mendahului ion permanganat dalam persamaan reaksi di atas menunjukkan bahwa ion permanganat sebagau pentiter. ion MnO4. 1994. Setelah permanganat membalikkan warna merah mudah yang jelas kepada volume larutan dalam suatu titrasi. Reaksi yang terjadi pada proses pembakuan kalium permanganat menggunakan natrium oksalat adalah : 5C2O4.

tetapi masih cukup cepat untuk memucatkan warna dari permanganat setelah reaksi sempurna. G. Pb. Dalam suasana asam reaksi di atas berjalan sangat lambat. Blaschke. dan titik akhirnya lebih jelas (Underwood. Ion yang belakangan ini disebut tereduksi secara bersamaan dengan besi. oksidasi akan berjalan lebih cepat. (Roth. 291). Setelah endapan disaring dan dicuci. 2002. Meskipun besi (II) adalah agen pereduksi yang lebih kuat dari pada ion klorida. Sebuah larutan dari mangan (II) Sulfat. dilarutkan dalam H2SO4 ..klorida oleh permanganat berjalan lambat pada suhu ruangan. Zn. membantu memaksa reaksi berjalan sampai selesai. maka akan terjadi reaksi MnO4. Ba. dan juga menghilangkan warna kuning yang ditunjukkan oleh besi (III) dalam media klorida. Ion-ion Ca. Sr. netral ataupun alkali. Kesulitan semacam ini tidak ditemukan di dalam oksidasi dari As2O3 ataupun Na2C2O4 dalam larutan asam klorida. karena konsentrasi ion mangan (II) sendiri mampu mereduksi ion permanganat dengan membentuk ion ion Mn3+ dan MnO2. J.+ 4 H+ + 3 e Mn2+ + 4 H2O Dimana potensial oksidasinya sangat dipengaruhi oleh adanya kepekatan ion hidrogen akan tetapi konsentrasi ion mangan (II) pada persenyawaan di atas tidak terlalu berpengaruh terhadap potensial redoks. Namun demikian. asam salisilat dan asam fosfat disebut larutan “pencegah” atau larutan Zimmerman-rein hardt. Jadi umunya titrasi dilakukan dalam lingkungan asam karena lebih mudah mengamati titik akhirnya. Asam fosfat menurunkan konsentrasi dari ion besi (III) dengan membentuk sebuah kompleks. dan Hg(I) yang dapat diendapkan sebagai oksalat. dengan kehadiran besi. Kompleks fosfat ini tidak berwarna.. Jika titrasi dilakukan dalam lingkungan asam. 1988 : 287) Beberapa ion logam yang tidak dioksidasi dapat dititrasi secara tidak langsung dengan permanganometri seperti: 1. Metode permanganometri didasarkan atas reaksi oksidasi ion permanganat. dapat ditambahkan ke dalam larutan asam klorida dari besi sebelum dititrasi dengan permanganat. Oksidasi ini dapat dijalankan dalam suasana asam.

membentuk larutan ungu (lembayung-kemerahan). 2009) Sumber-sumber kesalahan pada titrasi permanganometri. dan dilarutkan dengan asam. Ion-ion Ba dan Pb dapat pula diendapkan sebagai garam khromat. 0. Untuk mempelajari reaksi-reaksi ini. antara lain terletak pada: 1.berlebih sehingga terbentuk asam oksalat secara kuantitatif. Kelarutan semua permanganat larut dalam air. Sebagian Fe2+ dioksidasi oleh khromat tersebut dan sisanya dapat ditentukan banyaknya dengan menitrasinya dengan KMnO4 (Anonim. Larutan pentiter KMnO4 pada buret Apabila percobaan dilakukan dalam waktu yang lama. Setelah disaring. Permanganat. Penambahan KMnO4 yang terlalu cepat pada larutan seperti H2C2O4 Pemberian KMnO4 yang terlalu cepat pada larutan H2C2O4 yang telah ditambahkan H2SO4 dan telah dipanaskan cenderung menyebabkan reaksi antara MnO4 . pakailah larutan kalium permanganat KMnO4.02M. MnO-4. Penambahan KMnO4 yang terlalu lambat pada larutan seperti H2C2O4 Pemberian KMnO4 yang terlalu lambat pada larutan H2C2O4 yang telah ditambahkan H2SO4 dan telah dipanaskan mungkin akan terjadi kehilangan oksalat karena membentuk peroksida yang kemudian terurai menjadi air : H2C2O4 + O2 ↔ H2O2 + 2CO2↑ (Anonim . 2009). ditambahkan pula larutan baku FeSO4 berlebih.+ 3Mn2+ + 2H2O ↔ 5MnO2 + 4H+ 2. dicuci. 2. Asam oksalat inilah yang akhirnya dititrasi dan hasil titrasi dapat dihitung banyaknya ion logam yang bersangkutan. larutan KMnO4 pada buret yang terkena sinar akan terurai menjadi MnO2 sehingga pada titik akhir titrasi akan diperoleh pembentukan presipitat coklat yang seharusnya adalah larutan berwarna merah rosa. .dengan Mn2+ : MnO4.

kaliummanganat K2MnO4. 1994. 5. permanganat kehilangan warnanya. Hidrogen peroksida Penambahan reagenesia ini kepada larutan kalium permanganat. yang telah diasamkan dengan asam sulfat pekat. dan mangan dioksida mengendap. Mn2O7. yang mengandung mangan heptoksida (anhidrida permanganat). larutan ini bisa meledak dengan spontan pada suhu biasa. Asam sulfat pekat (BAHAYA BESAR) permanganat larut dalam reaganesia ini dengan menghasilkan suatu larutan hijau. (Svehla. 96) . atau diasamkan dengan asam sulfatencer. 3. dihasilkan suatu larutan kalium manganat yang hijau dan dilepaskan oksigen. kita memperoleh larutan kalium manganat. Larutan natrium hidroksida Dengan memanaskan larutan pekat kalium permanganat dengan larutan pekat natrium hidroksida. Setelah diekstraksi dengan sedikitair dan disaring. dan mangan dioksida. Kerja oleh panas Bila kalium permanganat dipanaskan dalam tabund-uji.1. mengakibatkan warna menjadi hilang dan dilepaskan oksigen yang murni tetapi basah (mengandung air). tetapi mangan dioksida mengandap. 4. Reduksi pemanganat Dalam larutan asam. Bila larutan manganat ini dituangkan ke dalam air yang besar volumenya. dan larutan natrium sulfit diubah menjadi natrium sulfat dengan mendidihkan. reduksi berlangsung sampai pembentukan ion mangan(II) yang tak berwarna. dan tertinggal suatu residu hitam. Asam klorida pekat Semua permanganat pada pendidikan dengan asam klorida pekat melepaskan klor. dan larutan natrium sulfit diubah menjadi kalium iodat. dilepaskan oksigen yang murni. Dalam larutan basa. 2. 6. dan ledakan yang sangat hebat mungkin terjadi pada pemanasan. kalium iodida diubah menjadi kalium iopdat. warna ungu dari kalium permanganat pulih kembali. Dengan adanya larutan natrium hidroksida.

1 N atau yang lebih besar. Dimana oksidasi adalah senyawa yang mengalami pelepasan electron dan kenaikan bilangan oksidasi sedangkan reduksi adalah senyawa yang mengalami penurunan bilangan oksidasi.+ 8H+ + 5e → Mn2+ 4H2O (Susanti. Ada beberapa senyawa yang lebih mudah dioksidasi dalam suasana netral atau katalis yaitu sulfat.Metode permanganometri didasarkan atas reaksi redoks ion permanganat. (Khopkar. Meskipun demikian KMnO4 juga merupakan oksidator kuat dalam larutan yang bersifat asam lemah. 2007. 48) Reaksi paling umum ditentukan dalam suatu laboratorium adalah reaksi yang terjadi dalam larutan. Pada 20. 135) Prinsip permanganometri berdasarkan reaksi redoks (oksidasi-reduksi). larutan baku kalium permanganat hanya digunakan untuk menetapkan kadar hidrogen peroksida dengan cara sebagai berikut : Timbang seksama lebih kurang 1 ml hidrogen peroksida dalam labu terukur (labu takar) yang telah di tara sebelumnya dan encerkan dengan air secukupnya hingga 100 ml. W. namun substansi membutuhkan pemanasan atau penggunaan sebuah katalis untuk mempercepat reaksi.+ 8H+ + 5e → Mn2+ 4H2O Permanganat bereaksi cepat dengan banyak reduktor berdasarkan reaksi ini. sulfida atau biosulfat. Larutan yang bersifat asam 0.0 ml larutan ini tambahkan 20 .+ 4H+ + 3e → MnO2 + 2H2O Kenaikan konsentrasi ion hydrogen akan menggeser reaksi ke kanan. 1990. 2010. Karena itu titrasi harus dilakukan dalam larutan yang bersifat asam kuat (H2SO4 1 N). 1986. (Haeria. 37) Kalium permanganat (KMnO4) merupakan oksidator kuat dalam larutan yang bersifat asam. netral atau basa lemah. (Harjadi. 219) Dalam farmakope Indonesia Edisi IV. MnO4. Jika titrasi dilakukan dalam lingkungan asam maka akan terjadi reaksi : MnO4. MnO4. Oksodasi ini dapat dijalankan dalam suasana asam netral ataupun alkalis.

( Rivai. Larutan baku KMnO4 dibuat dengan melarutkan sejumlah kalium permanganat dalam air. kemudian endapan MnO2 yang terbentuk disaring. Dan diperlukan juga adanya indikator yang mampu menunjukkan titik ekuivalen stokiometri dengan durasi yang tinggi.1 N sampai terbentuk warna pink permanen pertama kali. yaitu reaksi separuhnya adalah cara untuk menunjukkan masing-masing spesies yang memperoleh maupun kehilangan elektron. Untuk titrasi dengan baku kalium permanganat yang encer maka disarankan untuk menggunakan indikator ferroin. Tiap ml larutan kalium permanganat 0. 362) Bermacam reaksi redoks dapat digunakan untuk analisis titrasi volumetri asalkan kesetimbangan yang tercapai setiap penambahan titran dapat berlangsung dengan cepat. 362).ml asam sulfat 2 N.+ 5 H2O2  2 Mn2+ + 5O2 + 4H2O Karena 5 mol H2 O2 setara dengan 10 elektron. maka valensinya adalah 2 sehingga berat ekivalen (BE) sama dengan berat molekul dibagi 2 atau BE = BM/2. (Rohman. lalu dibakukan dengan zat baku utama (larutan standar primer). titrasi dengan kalium permanganat 0. 362) . 1995. Reaksi oksidasi reduksi berasal dari transfer langsung elektron daro donor ke akseptor. reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : 2 MnO4. Dua setengah reaksi untuk setiap sistem titrasi redoks selalu dalam kesetimbangan pada seluruh titik setelah memulai titrasi.701 mg hidrogen peroksida. 1995 . 1995. Pada penetapan kadar diatas. 2007 : 157) Pereaksi kalium permanganat bukan merupakan larutan baku primer dan karenanya perlu dibakukan terlebih dahulu. sehingga potensial reduksi untuk separuh sel adalah identik pada seluruh titik. mendidihkannya selama delapan jam atau lebih.+ 6 H.1 N setara denga 1. pemisahan oksidasi reduksi menjadi komponen-komponennya. (Rivai. (Rivai. Banyak sekali metode-metode volumetri yang berprinsip pada transfer elektron. Banyak titrasi redoks dilakukan dengan menggunakan indikator warna.

Asam Sulfat Nama resmi Nama lain Rumus molekul Berat molekul Pemerian (Dirjen POM. tidak berwarna.04 : Hablur. tidak berwarna.07 : Cairan kental seperti minyak. tidak berbau. tidak mempunyai rasa. tidak berwarna : Larut dalam air dan dalam etanol (95 %) P : Dalam wadah tertutup rapat : Sebagai reduktor 3. Asam Oksalat Nama resmi Nama lain Rumus molekul Berat molekul Pemerian Kelarutan Penyimpanan Kegunaan (Dirjen POM. 1979. Penyimpanan Kegunaan : Dalam wadah tertutup baik.02 : Cairan jernih. 96) : AQUA DESTILLATA : Air Suling : H2O : 18. Air Suling Nama resmi Nama lain Rumus molekul Berat molekul Pemerian (Dirjen POM. 1979.B. 58) : ACIDUM SULFURICUM : Asam Sulfat : H2SO4 : 98. Jika dipanaskan ke dalam air menimbulkan panas Penyimpanan Kegunaan : Dalam wadah tertutup rapat : Sebagai pelarut . Uraian Bahan 1. korosif. : Sebagai pelarut 2. 651) : ACIDII OKSALANICUM : Asam Oksalat : H2C2O4 : 63. 1979.

Kegunaan : Sebagai sampel . terlindung dari cahaya. Kelarutan : Tercampur dengan air. keabuan rasa logam. 296) Nama resmi Nama Lain Rumus molekul Berat molekul Pemerian : HYDROGEN PEROXYDUM : Hidrogen Peroksida : H2O2 : 34. 1979. Penyimpanan : Dalam botol bersumbat kaca atau bersumbat plastik yang cocok. 1979. Besi (II) Sulfat Nama resmi Nama lain Rumus molekul Berat molekul Pemerian Kelarutan (Dirjem POM. di tempat sejuk. 254) : FERROSI SULFAT : Besi (II) Sulfat : FeSO4 : 151. larut dalam eter. tidak berwarna. Hidrogen Peroksida (Dirjen POM.90 : Serbuk putih.02 : Cairan. Mudah terurai jika berhubungan dengan zat organik yang dapat teroksidasi. hampir tidak berbau.4. dilengkapi dengan lubang udara. tidak larut dalam petroleum eter. sepat : Perlahan-lahan larut hampir sempurna dalam air bebas karbondiksida P Penyimpanan Kegunaan : Dalam wadah tertutup baik : Sebagai sampel 5. dengan logam tertentu dan senyawa atau dengan alkali.

Kalium Permanganat (Dirjen POM. tidak berbau. 1979. 330) Nama resmi Nama lain Rumus molekul Berat molekul Pemerian : KALII PERMANGANAS : Kalium Permanganat : KMnO4 : 158.6. rasa manis atau sepat Penyimpanan Kegunaan : Dalam wadah tertutup baik : Sebagai titran .03 : Hablur mengkilap. ungu tua atau hampir hitam.

Tiapa ml KmnO4 0.C.1 N dengan Asam oksalat. 2010.1 Nsetara dengan 15. Ulangi perlakuan 2 kali lagi. pindahkan ke dalam labu yang berisi 20 ml air suling.7H2O. Pembuatan larutan baku Timbang seksama 3.0 g Kalium permanganat lalu masukkan ke dalam labu tentukur 1000 ml dan larutkan dengan air suling. Penetapan FeSO4 Timbang seksama 500 mg FeSO4.7H2O b.1 N sampai warna merah muda tetap.1 N setara dengan 1. Pembuatan dan standarisasi larutan KmnO4 0.1 N a. Penetapan kadar Hidrogen Peroksida. hitung kadar FeSO4. tutup dan simpan selama 2 hari. Tiap ml KMnO4 0. Hitung kadar hidrogen peroksida dalam sampel. Tambahkan 25 ml asam sulfat encer dan 25 ml air suling. Diukur secara seksama 2 ml larutan hidrogen peroksida. 11) 1. Titrasi dengan larutan Kalium permanganat 0. b. Ulangi perlakuan 2 kali lagi.19 mg KMnO4atau 27. Prosedur Kerja (Haeria. Penetapan sampel a. Saring dengan saringan air asbes lalu pindahkan ke dalam botol dan beri atiket. Standarisasi larutan KmnO4 0. Larutkan dengan 100 ml air suling kemudian tambahkan asam sulfat dan panaskan pada suhu 700C.80 mg FeSO4.701 mg H2O2. . Hitung Normalitasnya. masukkan ke dalam Erlenmeyer. Titrasi dengan larutan KMnO4 N hingga timbul warna merah muda yang stabil selama 15 menit. Timbang seksama 200 mg asam oksalat yang telah dikeringkan pada suhu 1100C dan masukkan ke dalam Erlenmeyer 250 ml. Suhu titrasi tidak boleh lebih rendah dari 600C.1 N hingga warna merah muda yang mantap. 2. Panaskan larutan selama 15 menit. Tambahkan 20 ml asam sulfat encer dan titrasi dengan KMnO4 0.

2. botol semprot. Standarisasi Larutan KMnO4 dengan Asam Oksalat Ditimbang seksama 200 mg asam oksalat yang telah dikeringkan pada suhu 1100C lalu dimasukkan ke dalam Erlenmeyer 250 ml. Pembuatan Larutan Baku KMnO4 0.0 g Kalium pertmanganat lalu dimasukkan ke dalam labu tentukur 1000 ml dan dilarutkan dengan air suling.BAB III METODE KERJA A. Setelah itu dipanaskan larutan selama 15 menit.1 N Ditimbang seksama 3. . FeSO4. labu ukur 1000 ml. larutan baku H2C2O4 0. ditutup dan disimpan larutan selama 2 hari. pipet tetes. dan larutan baku KMnO4 0. dan statif. lap halus. Suhu titrasi tidak boleh lebih rendah dari 600C. klem. Bahan-bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah air suling. Alat dan Bahan Alat-alat yang digunakan pada percobaan ini adalah batang pengaduk.1 N. pipet volume 10 ml dan 15 ml. gelas ukur 5 ml dan 10 ml. Setelah itu dihitung Normalitasnya. neraca analitik. lap kasar. erlemeyer 250 ml.1023 N B. Dititrasi dengan larutan KMnO4 0. kertas timbang. larutan H2O2 pekat. sendok tanduk.0 ml. Kemudian disaring dengan saringan air asbes lalu dipindahkan ke dalam botol dan beri atiket. gelas kimia 500 ml. larutan asam sulfat pekat. Cara Kerja 1. Dan dilarutkan dengan 100 ml air suling kemudian ditambahkan asam sulfat dan dipanaskan pada suhu 700C.1 N hingga timbul warna merah muda yang stabil selama 15 menit. buret 50.

3. Tiap ml KMnO4 0. Setelah itu ditambahkan 20 ml asam sulfat encer dan dititrasi dengan KMnO4 0. dimasukkan ke dalam labu yang berisi 20 ml air suling. .1 N setara dengan 1.701 mg H2O2. Diulangi perlakuan yang sama sebanyak 2 kali. Dihitung kadar hidrogen peroksida dalam sampel.1023 N hingga warna merah muda yang mantap. Penetapan kadar larutan H2O2 Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan lalu diukur secara seksama 2 ml larutan hidrogen peroksida.

BAB IV HASIL PENGAMATAN A.N mg = V .2 0.2 ml 0. Tabel Pengamatan Sampel H2O2 H2O2 B. Perhitungan Penetapan Hidrogen peroksida Kadar H2O2 adalah 29-31 % Volume Sampel 2 ml 2 ml Volume Titran 0.3 ml Perubahan Warna Bening → Pink Bening → Pink X 0.5800 mg 1 mol Hidrogen peroksida setara dengan 1 mol KMnO4 BE Hidrogen peroksida = ½ BM Hidrogen peroksida Sampel I Mgrek sampel Mgrek H2O2 ~ ~ Mgrek larutan baku Mgrek KMnO4 = V.01 = 0. BE = 0.1023 17. N .34802 mg % Kadar sampel I 100 % 60 % 100 % .

Reaksi MnO4.01 = 0.N mg = V .→ O2 +2e 2MnO4.→ 5O2 + 10 e 2MnO4.5220 mg % Kadar sampel II 100 % 90 % 100 % % Kadar rata-rata 75 % C. BE = 0.+10H+ +10 e → 2Mn2+ + 8H2O 5O22.1023 17.+5O22.Sampel II Mgrek sampel Mgrek H2O2 ~ ~ Mgrek larutan baku Mgrek KMnO4 = V. N .3 0.+ 8H+ + 5e → Mn2+ + 4H2O O22.+10H+ → 2Mn2+ +5O2+8H2O x2 x5 .

BAB V PEMBAHASAN Metode permanganometri didasari oleh reaksi oksidasi ion permanganat. konsentrasi ion mangan (II) sendiri mampu mereduksi ion permanganat banyak digunakan sebagai oksidator.→ Mn2+ + Cl2. hal ini dilakukan agar titik akhir titrasi lebih muda diamati dan reaksi H2SO4 tersebut tidak menghasilkan produk atau reaksi samping dan tidak bereaksi dengan titran.+ 4H2O Pada percobaan ini. lalu dititrasi dengan KMnO4 0.1023 N hingga berubah warna dari bening menjadi merah muda. tidak digunakan HCl karena dapat dilihat dari reaksi diatas bahwa disini MnO4. oksidasi ini dapat dijalankan dalam suasana asam. Adapun langkah kerja dalam percobaan ini adalah pertama-tama disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan. Akan tetapi. Jika dititrasi dalam suasana asam maka reaksi yang akan terjadi adalah: MnO4. MnO4. Tujuan percobaan ini untuk menentukan kadar H2O2 dengan reaksi oksidasi ion permanganat.+ 8H+ + 5e → Mn2+ + 4H2O Dimana potensial oksidasinya sangat dipengaruhi oleh adanya ion hidrogen.habis bereaksi dengan HCl yang membentuk Cl2. Dimana H2O2 bersifat reduktor yang dititrasi dengan KMnO4 yang bersifat oksidator. Lalu dimasukkan 2 ml H2O2 ke dalam Erlenmeyer. netral maupun basa. Penambahan H2SO4 pada percobaan ini tujuannya untuk memberikan suasana asam pada larutan. Dan bila penambahan dilakukan maka tidak ada yang bereaksi dengan sampel dan titik akhir titrasi tidak didapatkan. Percobaan ini dilakukan hingga dua kali agar kita dapat membandingkan hasil yang diperoleh pada percobaan ini pada hasil pertama dan kedua.+ 8H+ + 2Cl. kemudian dicampurkan 20 ml aquadest dan ditambahkan 20 ml H2SO4 encer. . Ini juga merupakan alasan mengapa digunkan asam lemah.

metil jingga dan sebagainya dikarenakan KMnO4 yang bertindak sebagai titran juga dapat bertindak sebagai indikator. adapun reaksi permanganat yang terjadi antara lain dalam perubahan digunakan asam sulfat. Gelas kimia digunakan untuk menuang larutan baku ke dalam buret. Erlenmeyer digunakan karena lebih mudah untuk diaduk saat titrasi berlangsung yaitu dengan memegang lehet Erlenmeyer dan mutarnya. pada penentuan kadar hidrogen peroksida reaksi yang terjadi adalah : 4MnO4. Hal ini juga menjadi alasan KMnO4 dinyatakan sebagau autoindikator. Buret digunakan dalam percobaan ini agar volume titrasi dapat diamati dengan baik dan waktu yang digunakan lebih efisien dari pada menggunakan gelas ukur. menurut reaksi: 4MnO4. metil merah.+ 16H+ + 10Cl.Titrasi kali ini tidak menggunakan indikator lain seperti fenolftalein.↔ 2Mn2. Dalam lingkungan asam oleh suatu .+ 6H+ + 5H2O2 ↔ 2Mn2+ + 5O2 + 4H2O Titik akhir titrasi ditandai dengan timbulnya warna merah muda yang disebabkan karena kelebihan permanganate. Dalam percobaan ini.+ 5Cl2 + 8H2O Dengan demikian sebagian permanganatnya digunakan untuk pembentukan klorin. Hal tersebut dilakukan karena pipet volum mempunyai tingkat ketelitian yang tinggi. Adapun alasan penggunaan alat pada percobaan ini yaitu. Statif dan klem digunakan untuk memegang buret agar buret tegak lurus dan penglihatan volume titrasi lebih akurat dan mudah. karena aquadest mengandung zat-zat organik yang dapat mereduksi.+ 2H2O ↔ 4MnO2 + 3O2 + 4OHPada reaksi di atas dikatalis oleh MnO2 padat. karena tempat larutan baku cukup besar dan berat sehingga digunakan gelas kimia agar tingkat kecelakaan dapat dihindari. maka sering terjadi peruraian sendiri dalam penyimpanan larutan kalium permanganate. Dan pada percobaan ini. juga digunakan pipet volum untuk mengambil dalam jumlah kecil dengan seksama. Asam ini paling cocok digunakan sebagai pelarut karena jika yang digunakan adalah asam klorida maka kemungkinan akan terjadi reaksi samping seperti: 2MnO4.

Adapun hubungan permaganometri dalam dunia farmasi. Adapun faktor-faktor yang dapat memepengaruhi hasil akhir percobaan ini adalah : 1. pada sampel I didapatkan % kadar H2O2 sebesar 60 % dan pada sampel II sebesar 90 %. Sehingga % kadar rata-rata sampel yang diperoleh adalah 75 %. 3. Hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan literature % kadar H2O2 pada Farmakope Indonesia Edisi III bahwa kadar H2O2 tidak lebih dari 31 % dan tidak kurang dari 29 %. Kurangnya pemahaman praktikan tentang permanganometri. karena KMnO4 ditambahkan air maka reaksi yang terjadi adalah : 2KMnO4 + 3H2SO4 → K2SO4 + 2MnSO4 + 3H2O Sampel dapat berupa agen pereduksi selain besi (III) dan agen pengoksidasi khususnya oksida-oksida yang lebih tinggi dari metal. baik itu dalam bentuk tablet. yaitu untuk menentukan % kadar senyawa suatu sediaan obat.reduktor akan mereduksi ion permanganat menjadi ion mangan (II). 4. . Ketidakpastian praktikan dalam menentukan titik akhir titrasi. kapsul maupun injeksi. Alat-alat yang digunakan sudah tidak memenuhi persyaratan untuk analisis kuantitatif. seperti timbangan yang tidak pernah dikalibrasi. Larutan KMnO4 yang digunakan sudah banyak yang menguap atau tereduksi menjadi MnO2 atau Mn2+ 2. Dari percobaan yang dilakukan.

Untuk Asisten Pertahanka bimbingannya kepada praktikan. Untuk Laboratorium Alat dan bahan lebih dilengkapi lagi agar praktikum dapat berjalan lancer. 2. .BAB VI PENUTUP A. B. yaitu kadar H2O2 mengandung lebih kurang dari 29% dan tidak lebih dari 31%. dapat disimpulkan kadar rata-rata H2O2 adalah 75 %. Saran 1. dimana kadar yang diperoleh ini tidak sesuai pada literatur (FI edisi III). Kesimpulan Dari hasil yang diperoleh.

Makassar : UNHAS.DAFTAR PUSTAKA Annonim . Kimia Analisis Farmasi Kuantitatif. Ilmu Kimia Analitik Dasar. 1986 Underwood. J. Jakarta: Erlangga. G. Day. H. M. R.9 september 2009. Jakarta Departemen Kesehatan RI 1979 Haeriah. Yogyakarta: UGM Press. Analisa Farmasi. Jakarta: Universitas Indonesia Press 1995 Roth. Analisis kimia kuantitatif . Analisis Kuantitatif Mikro dan semimikro. http//Wikipedia. A. Diakses pada tanggal 20 Juli 2011 Dirjen POM. Permanganometri. Jakarta: PT. Gramedia 1990 Khopkar. Blaschke. 2002 . G. W. S. Jakarta: Media Pustaka 1985 Susanti. Asas Pemeriksaan Kimia. Farmakope Indonesia Edisi III.org. Dasar kimia analitik. Penutun praktikum kimia analisis. Wunas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar 2008 Rivai.. 1988 Svehla. Makassar: UIN Alauddin 2011 Harjadi.

Standarisasi larutan KMnO4 0.1N dengan Asam Oksalat Timbang 200 mg asam oksalat Erlenmeyer + 100 ml aquadest + asam sulfat .0 g KMnO4 Labu tentukur 1000 ml + aquadest Panaskan selama 15 menit Tutup 2 hari saring Pindahkan ke botol dan beri label 2. Pembuatan larutan baku KMnO4 3.SKEMA KERJA 1.

Panaskan suhu 700C Titrasi KMnO4 0.1N 13 hingga timbul warna merah muda yang stabil Suhu tidak kurang 600C Hitung normalitasnya 3. Penetapan kadar Hidrogen Peroksida 2 ml H2O2 Erlenmeyer + 20 ml aquadest + 20 ml H2SO4 encer Titrasi dengan KMnO4 0.1023 N Amati perubahan warna Bening merah muda Hitung kadar H2O2 .

RIQKY RAMLI SAMATA – GOWA 2011 .LABORATORIUM KIMIA FARMASI JURUSAN FARMASI FIKES UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALISIS FARMASI PERCOBAAAN PERMANGANOMETRI OLEH KELOMPOK : I (SATU) GELOMBANG : II (DUA) ASISTEN : MUH.

32.3.8.//.3/507405. /:..3202-039: . .73.9  2.370.07 0 /.3 /9./.3 997.9/. :39: 202-07.3.' !$   094/0 5072.3 $  5.9 /.8 0- 2:/.3 /:3.2.43/7403 .7 -033203. 9.3507.9.7 9.9  48/.3 -.3-0781.3.33:39:203039:. .8 /03. /997.6:.250/.38.4-.8 /03. 5079.3.3  .947    -0781..3 3 /.4-.8.4-.8 43 5072.8.3 . /:3.25: 2070/:8 43 5072. 507..85079.3.8.7:40.342097 //.7 997.8.3 3  9/...30/:.8. /.3 /997. /.335.48/.8 43 2.5:3 .2 7032007  02:/.9.  .848/. /.8:../. .399 ./..8  43 5072..3  3 :. -07:-.:5:3 -.9 /././.2../.7 40 70.948/.4-./207.3907.370..253 /./089 /.3 3 9::.3 9/.3-070.507.5.:.8  /.3.203.5.9 /.2   3097.2 8:.8 /03.8/.3     3      !../..3 . .3 3.2-.70. 207:5.3..4-.703.503..8/03.3.3574/:.   !03.8.5... /8.8-.  .3 203.8/03.3/3.3  ..2:/. .5  4380397.2-.3.3 3 /.3  .-8-070.3./:3...2.:70.89/.:..9/.380-.3.3 3     3.5.2 5.549038.    3   90780-:99/./. /.3.3 8:... /.2-. 3     0 3    2. 507.3 /..2.3..8 48/.9 -.3 909.22.3 3 .7 70..8.:.3.3 /.3   2  ...8.947   %::.3 .9.3   803/7 2..8.7997.7:9.9 70/:947 ./..25:7...8$ . 3 /.8.33.3/.3 .3  2  $  03.   !07. -070.: /997..3 -.3  .83.3..8 3 /.8. /:3. 07.7 99 .3   2 .9 202-. .3./.3 ./.28:.5.3./.3.9/503.48/.8.3..3  .202.88.5.9 /../833 .3.: /2.8.7  /03.. 2.4-.2 507.3.

 70.3 /....2-:709  .82.5.3 02 /:3.:39:/./.3 .32:9.703.9...8.....9 /.4:22025:3.2 47/.3 3/.3/..3 ..7 /740350748/.33 /3.3:.8 .703.90.3/.3 /.30097032007/. ..:943/.3 92-:3.3-:709. .. 507. 80-.3.9-0793/.. .70.. .7 997.3.3.3 2:/.7 ../:3.703.8. .0-2:/.3.3 473 ..3 805079 103419..3 /:3.../.3:39: 203:.93.4-.9 .703.3 .:.9: .2.3.3803/7/./...9  5.4:20997.3 -0793/.3:.4:20 997. 203:3.3.793.9  8.253805079 3        3     03../.947   /.7 5.8 / .  ..:7:8/..3 /:3.3 80-.250325.90909.3.3 5072. 503039:.2 :2. .8 5072. 207.93.3 3 ..:7.2 8:1..:25072..8.3 0.8 /9.7. 203:3.7-:70990.39.8 /../.7 .8 ::7  $9.33 .4-.90780-:9 /. 0.3.703.203.703.3-.33 :..9803.9 /./:3.3907.7:9.. 50. 0..4-.9 .3 .7:9.3 503:3.. %97.947 .3 3 997.9 5.4:2 :39: 203.3 907.8.5509.-.  2093.3 ./507:7.30. 2.9: . 8073907. /.3 /02.3 :39: 502-039:..3.7/.4./..507.8.3.2507.8.2- /.3 5509 .3503.91 /. 3 9/.6:.8 40 3 5.38:3.2 3 5... 2:/.9025.2 3:3./. /.5:3 70.2 40 8:./. /:3.3 2020.393   . .73.3.9.8 /..3.5.3. 02:33.703.3/././.88.3 ./.3 /:3. /03.35..9997.3 .92070/:8 2.80-.947.3 .9 /03.9./.::5-08..3.9../:8.  207./:3.82.3/:3.3907./ .8 3      3        !.9:  7032007 /:3.3.3 5072.5:3 .3-07./.2.4 /:3.2 507:-. /.3 3  .3/.3 80-.3.:0/.3.9:/03.3 0- 01803 /.. 3          3     %9 .3 80-..3 /80-.03  209   .80-. 00-./089203.90  203:7:970..3 808.:.9..3.7:9..947 .5.5.4-./70.9/3/.3 -.. :709/:3.:.2 507.8-07.0.3...7:9 .73.90  .3 :39: 2020. /03.380-..3-.

35.3/.3 5072.39/.2-./.48/..:7./3  ..9:70 .91 80507992-..3.3  5.58:2.5:3 :-:3.72. .7././.9.7  $03.8    :7.8.399.3 203:.   .3 8:/. 1.3/.947. -.342097  /. .92020503.5:31.2 -039: 9.947 1.3. .502.70..250/.8.357./.7/.3 .:. . 0- /.9: :39: 203039:.3 4-.33.9.8.8./ 43 2.7507..250 .. 7.3.7 803.3./.9..:9070/:8  .4-.72.9-07:5.7:.3.7   9/. 9/.9.3 8:/..39/.7 507.   .8 :8:83.3 3 203.3.342097 /./.035070/:880./03.. /8  -.3-08  /.39039.25080-08..5.2 /:3.9 203.3907./.450 3/4308.-7...3././.7  /. 20203: 5078.2.357.3 /..70/:947 ./.3  .3 :39: .7209.5.2203039:.3.3/50740.30-93/.:5:3308             .8    09/../..3   .9.5.703..4-.89. 9: /.3 /:3.9 .399.0350348/..8  .. 3   $  $  3$    $.3.7 /./.8.88 :.33 .7   80-08.7   5.5.9 .. 3  /9. 8.35072.3/./.3  .7997. 48/.3907.250  //.9. 8:.3/507409/..-09  .5.9.7:9.77..9.9  -.3 /:3.3.9: 80/..808:.:3    .3 2070/:8 43 5072.72.5073.

' !&%&!   0825:./.9 /.3 203./.-2-3.907.8 .9 /825:.3   &39:.0-/..7 7.3 /50740  /.3 .5 .947:2  .9.7/.5.9..5.3/.5..7   $.3/5074039/.3 0- /03..7..   ./.3 .07    &39:88903 !079.3 -.7.39/./.808:..05.3/:30-:7.9 -07.9:7 0/8  .7  .9:.3.33.  /2.7 57.3.3                      .9.9:2 /./.7 .-47.3.57. 7. ./.

342097  995.%#!&$%  33432  !072.3.

.

83/4308...7.91 ...0.3.399.9 4.://3   .39  :3.:.450 3/4308.8  2.!:89. 05...3../  2:2.91 74 /.79. .88 :..72. :   703 !   .790203 080.3 #  .7&.9.8.79..   45..8!02078.88 .9.882.399.399. 3.&3.32. 0/..3.79...72.9.7 ..88.!0..7  &$    &3/0744/ #  .88 .20/..3 802274  .8 :.3. 47  805902-07    .79.07.79.7   #.  8.   $:8.7 $  .9:22.0789.79..0  3.72./. /8   .&!7088   $.72.   .8 4.88.    3.91   .8.8.7.3.79.808 5. 3. !:89.!% 7. !03:9:357.8.50/.!7088  #49  .

7   8.3 2  .3-07.3.33  /03.9    7032007     2.9 . 2039 %:9:5.7:9.3/.3-.8.-0      $9.6:.28:1.248./089 !.8.2.:3      3                  .38.-:9039::7  2 .7:9.30-494  /.2 8.78.$#     !02-:./089      .8.8.9..3 80.6:..9   %2-..73    !3/.3.

389.3..5. !.     !0309.9.  033207.  2    7032007    2.92-:.07   .9507:-.8.83.73./.  . 2:/.83    3./089    2$   %97.38::    %97.7        03.3    9:33472.7/7403!0748/.:7.33   2.-   $::9/.2:/.8/03.207.73.3./.  9:3.6:.3.

 #% #&#$ &#&$#$$ &'#$%$$#&$$#  ! #!#%& $$#$ !#  !# %#     !   $%&    &  $$%& #"#  $%     .

  .