P. 1
HUBUNGAN PARTISIPASI PETANI

HUBUNGAN PARTISIPASI PETANI

|Views: 439|Likes:
Published by mukhlisyahya

More info:

Published by: mukhlisyahya on Sep 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/18/2014

pdf

text

original

HUBUNGAN PARTISIPASI PETANI DENGAN KEMAMPUAN PETANI MEMECAHKAN MASALAH

Mukhlis Yahya Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Medan

INTISARI Partisipasi petani memungkin perubahan-perubahan yang lebih besar dalam cara berpikir dan bertindak petani. Kemampuan petani memecahkan masalah berusahatani dapat ditingkatkan melalui partisipasi petani dalam penyuluhan pertanian partisipatif. Partisipasi petani memberikan pengaruh yang nyata terhadap kemampuan petani memecahkan masalahnya. Hasil studi menunjukkan bahwa : (1) petani mempunyai pengetahuan dan wawasan yang cukup untuk dapat memahami permasalahan, memikirkan pemecahannya, atau memilih pemecahan masalah yang paling tepat untuk mencapai tujuannya, (2) petani akan termotivasi untuk bekerjasama dalam kelompok jika ikut bertanggung jawab di dalamnya dan menambah kesempatan untuk pengambilan keputusan kolektif. Petani dapat mencurahkan permasalahan yang sedang dihadapi dan dapat dipecahkan secara bersama-sama di dalam kelompok, (3) petani dapat memanfaatkan sumberdaya yang ada dilingkungannya seperti bank, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dinas pertanian, koperasi, warung saprodi, dan tanaman disekitarnya, (4) petani memiliki wawasan untuk memperoleh sumberdaya yang diperlukan seperti kredit dan pemasaran hasil, (5) terjalin hubungan yang erat antara petani dengan pemerintah. Pemerintah dalam membuat program penyuluhan pertanian sebaiknya mengikutsertakan petani dari mulai perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, memonitor sampai mengevaluasi program penyuluhan pertanian. Kata kunci : Partisipasi petani - kemampuan petani memecahkan masalah - penyuluhan pertanian. PENDAHULUAN Dalam penyuluhan konvensional, pemerintah berperan menentukan baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan penyuluhan pertanian. Para petani berperan pasif sebagai sasaran atau penerima penyuluhan dari pemerintah. Penyuluhan konvensional tersebut, yang pada dasarnya bertumpu pada paradigma top down, sejak beberapa tahun terakhir dipandang sudah tidak memadai dan tidak sesuai dengan paradigma pembangunan bottom-up yang di Indonesia telah menjadi wacana di pelbagai kalangan pelaksana serta pengamat pembangunan dan mulai dilaksanakan di dalam pelbagai kegiatan pembangunan. Peran petani tidak lagi sebagai penerima pasif penyuluhan yang dilaksanakan oleh pemerintah, melainkan menjadi perencana , pelaksana, memonitor dan

1

penyuluhan pertanian. memonitor dan mengevaluasi penyuluhan pertanian partisipatif. Partisipasi petani diperlukan karena dengan keikutsertaan petani. pengorganisasian (organizing). juga mempromosikan pentingnya inovasi dan kreatifitas pada mereka. Partisipasi dalam konteks ini didefinisikan sebagai keterlibatan petani dalam merencanakan. menggerakkan (actuating) dan evaluasi (evaluation). Penyuluhan ini disebut penyuluhan pertanian Pendekatan partisipatif terhadap penyuluhan pertanian tersebut melibatkan petani pada seluruh langkah dalam penyuluhan pertanian mulai dari perencanaan. pengawasan dan penilaian (Adjid. keinginan dan sikap petani dapat diketahui.mengevaluasi partisipatif. pengenalan sumberdaya. melaksanakan. pelaksanaan hingga monitoring dan evaluasi. Pendekatan partisipatif ini mendorong petani untuk saling berbagi ketrampilan dan pengetahuan. Menurut Soetrisno (1995) belum ada definisi yang baku tentang partisipasi. 2 . Van den Ban dan Hawkins (1999) mengemukakan petani akan lebih termotivasi untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok jika ikut bertanggung jawab di dalamnya dan menambah kesempatan untuk pengambilan keputusan kolektif. pengorganisasian. Petani dapat mencurahkan permasalahan yang sedang dihadapi dan dapat dipecahkan secara bersama-sama di dalam kelompok. Hal ini dimaksudkan untuk membatasi arti partisipasi yang beragam dan penyuluhan pertanian perlu menerapkan fungsi-fungsi manajemen yaitu perencanaan (planning). Menurut Van den Ban dan Hawkins (1999) partisipasi adalah petani atau para wakilnya berpartisipasi dalam organisasi jasa penyuluhan dalam pengambilan keputusan mengenai tujuan. 1985). Kata partisipasi merupakan kata yang sering digunakan dalam pembangunan. dokumen proyek. Selain itu petani akan lebih percaya dengan program pemerintah yang dilakukan karena merasa dilibatkan dan sesuai dengan kebutuhannya. serta evaluasi kegiatan. dan buku panduan menunjukkan tafsiran yang beragam. pengorganisasian. pesan-pesan dan metode. kelompok sasaran. informasi mengenai kondisi. kebutuhan. mengorganisasikan. Partisipasi dari segi sosiologi berkonotasi kepada keterlibatan anggota perorang dalam proses pengelolaan dalam suatu kegiatan atau pengambilan keputusan. Pelbagai kajian.

Teknik penentuan lokasi penelitian dilakukan secara simple random sampling. Chamala dan Shingi (1997) mengemukakan bahwa pemecahan masalah bukan menentukan solusi teknis melainkan memberdayakan petani agar dapat memecahkan masalah mereka sendiri. Ada 80 (delapan puluh) Unit Pengelola Kegiatan Gabungan (UPKG) di Kabupaten Kulon petani dengan kemampuan petani memecahkan masalah dalam penyuluhan pertanian partisipatif di 3 . METODE PENELITIAN Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan partisipasi Kabupaten Kulon Progo Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.Kemampuan petani adalah kesanggupan seseorang karena memiliki seperangkat pengetahuan (kognitif) dan keterampilan (psikomotorik) yang diperlukan untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi petani. memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dan mengorganisasikan dirinya untuk bekerjasama. petani belajar merencanakan. Melalui pengalamannya. Perubahan dalam pemikiran dan tindakan akan lebih sedikit terjadi dan perubahan-perubahan ini tidak akan bertahan lama jika menuruti saran-saran agen penyuluhan dengan patuh daripada bila mereka ikut bertanggung jawab. Lokasi ini sengaja dipilih karena merupakan tempat pelaksanaan proyek Decentralized Agriculture and Forestry Extension/DAFEP dengan melaksanakan kegiatan penyuluhan pertanian partisipatif. di mana sampel diambil dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok. Jenis metode deskriptif yang digunakan adalah survei. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Kulon Progo Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal ini dapat diraih dengan mengkombinasikan pengetahuan mereka sendiri dan pengetahuan yang sedang berkembang untuk mengidentifikasi permasalahan dan mencari solusi yang paling tepat. Partisipasi petani memungkinkan perubahan-perubahan yang lebih besar dalam cara berpikir manusia. Partisipasi membawa berbagai manfaat bagi petani.

Untuk mengetahui ketepatan model digunakan koefisien determinasi (R2). Berkenaan dengan skor variabel kemampuan petani memecahkan masalah ditentukan dengan dengan model Likert.551) berada dalam interval koefisien 0.Progo yang melaksanakan kegiatan penyuluhan pertanian partisipatif dan diambil 12 UPKG sebagai sampel lokasi penelitian. Tingkat hubungan ini menurut Sugiyono (2002) termasuk kategori sedang dimana 0.599. Secara rinci hubungan pengorganisasian. pelaksanaan. 4 . Sampel diambil secara acak sebanyak 5 petani di setiap UPKG sehingga di dapat 60 sampel petani. Pengambilan sampel petani dilakukan dengan menggunakan metode acak sederhana (simple random sampling) dari populasi yang ada yaitu petani yang terlibat dalam kegiatan penyuluhan pertanian partisipatif. 2002).40– partisipasi petani yang meliputi perencanaan. Nilai determinasi ini menunjukkan besarnya kemampuan menerangkan variabel bebas terhadap variabel terikat. monitoring dan evaluasi penyuluhan pertanian partisipatif dengan kemampuan petani memecahkan masalah disajikan pada tabel 1. 2002). maka agar data tersebut terdistribusi normal dilakukan standarisasi dengan nilai Z (Nurgiyantoro. nilai koefisien korelasi (0. Untuk mengetahui pengaruh partisipasi petani terhadap kemampuan petani memecahkan masalah dalam penyuluhan pertanian partisipatif digunakan model analisis regresi linier sederhana (Sugiyono. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil analisis Correlation Pearson Product Moment hubungan yang signifikan menggambarkan ada antara partisipasi petani dalam penyuluhan pertanian partisipatif dengan kemampuan petani memecahkan masalah atau dengan perkataan lain semakin tinggi petani berpartisipasi dalam penyuluhan pertanian partisipatif maka semakin tinggi pula tingkat kemampuannya dalam memecahkan masalah yang dihadapi dan sebaliknya.

serta bertujuan untuk meningkatkan kemampuan petani dan penyuluh. monitoring dan evaluasi penyuluhan pertanian partisipatif dengan kemampuan petani memecahkan masalah adalah signifikan pada tingkat kesasalahan 1 %. Hal ini karena dengan berpartisipasi.519** No.330 Hubungan partisipasi dalam perencanaan. menentukan tujuan dan sasaran kegiatan.01. petani belajar mengumpulkan data keadaan lingkungan. dan pengesahan kegiatan penyuluhan kepada tim penyuluh. pengorganisasian. wawasan. pengorganisasian.Tabel 1. memonitor dan mengevaluasi penyuluhan pertanian partisipatif untuk memecahkan masalahnya sendiri. r tabel 0. menetapkan cara mencapai tujuan. Menurut Bunch ( 2001) menyatakan Petani akan memperoleh pengetahuan dan ketrampilan yang diperlukan untuk menghadapi masalahnya. Dalam Deptan (2000) Penyuluhan pertanian partisipatif merupakan proses pemberdayaan yang terjadi secara berulang berdasarkan hasil dan pengalaman yang diperoleh pada tahap kegiatan sebelumnya dan berorientasi pada aksi. melaksanakan. Pelaksanaan 4. monitoring dan evaluasi penyuluhan pertanian partisipatif akan memiliki pengetahuan. 5 . Perencanaan 2. menganalisis dan evaluasi fakta dilapangan.458** 0. dan motivasi dalam memecahkan masalah serta terjalin kerjasama dengan pihak lain dalam pemasaran hasil pertanian. Monitoring dan Evaluasi Sumber : Analisis Data Primer Penelitian Keterangan : ** signifikan α = 0.519** 0. Pengorganisasian 3. Petani memperoleh kemampuan yaitu pengetahuan dan ketrampilan yang diperlukan untuk menghadapi masalahnya. pelaksanaan. pelaksanaan. mengidentifikasi masalah dan menentukan prioritas utama masalah yang akan dipecahkan. ketrampilan. Petani yang berpartisipasi dalam perencanaan. Petani belajar merencanakan. mengorganisasikan. Hubungan Antara Partisipasi Petani Dalam Penyuluhan Pertanian Partisipatif Dengan Kemampuan Petani Memecahkan Masalah Di Kabupaten Kulon Progo Tahun 2005 Kegiatan Partisipasi Petani Koefisien Korelasi 0. 1.577** 0.

Petani tidak tahu harus kemana memasarkan hasil dan siapa yang akan dihubungi karena kurangnya pengetahuan. dan ketepatan waktu pengiriman belum dapat dipenuhi oleh petani sehingga kerjasama dengan pihak pengusaha/pedagang dalam pemasaran hasil pertanian belum sesuai dengan yang diharapkan. Fakta dilapangan ditemukan bahwa selama ini masalah pemasaran hasil pertanian menjadi kendala bagi petani. Petani belajar mengelola penyuluhan pertanian secara profesional. hanya saja kesiapan petani untuk memenuhi syarat-syarat kontrak dengan pihak pemasaran seperti mutu produk. Kemampuan yang dimiliki petani digali dan dimanfaatkan untuk keberhasilan kegiatan penyuluhan pertanian yang dilakukan dari. jumlah produk. oleh dan untuk petani. kontinuitas. Petani dan pengusaha atau pedagang yang akan memasarkan hasil pertanian terlibat secara bersama membahas permasalahan ini. memonitor dan mengevaluasi kegiatan pelatihan itu. Hal ini menunjukkan kesiapan petani menuju produk pertanian yang berdaya saing belum memadai. wawasan dan informasi tentang pemasaran hasil. petani secara tak sengaja telah menyuluh/memberikan informasi kepada petani lain yang tidak ikut tentang keberhasilan petani di daerah lain. Kerjasama dengan pihak lain (pedagang atau pengusaha) dalam pemasaran hasil pertanian sangat kurang.Perubahan dalam pemikiran dan tindakan akan lebih sedikit terjadi dan perubahanperubahan ini tidak akan bertahan lama jika menuruti saran-saran agen penyuluhan dengan patuh daripada bila mereka ikut bertanggung jawab . Partisipasi petani dalam penyuluhan pertanian partisipatif telah membawa perubahan cara berfikir petani dalam pemasaran hasil atau setidaknya petani memiliki 6 . Petani yang telah mengikuti pelatihan pertanian/ peternakan/ perikanan mencoba menerapkan hasil pelatihan dirumahnya sehingga pendapatan mereka bertambah dan diikuti oleh tetangganya sesama petani. Menurut Van den Ban dan Hawkins. mengorganisasikan. Bagi petani yang mengikuti studi banding ke petani maju yang lebih berhasil dalam berusahatani.Dari sini muncullah pelatihan-pelatihan pertanian/peternakan/perikanan dimana petani sendiri yang merencanakan. Tetapi setelah petani berpartisipasi dalam penyuluhan pertanian partisipatif mengakibatkan terjalinnya kerjasama dengan pihak lain untuk memasarkan hasil pertanian. Petani ikut bertanggungjawab dalam kegiatan karena mereka terlibat secara langsung untuk mencapai tujuan yang diharapkan. melaksanakan. (1999).

petani belajar merencanakan. juga harus mampu menghasilkan produk-produk secara berkesinambungan. 7 . Petani memperoleh pengetahuan. berarti semakin tinggi petani berpartisipasi dalam penyuluhan pertanian partisipatif maka semakin tinggi pula tingkat kemampuannya dalam memecahkan masalah yang dihadapi. kontinue. jumlah produk. melaksanakan. Petani harus menyadari bahwa pembaharuan dalam pembangunan pertanian telah terjadi di lingkungannya. mengorganisasikan. Petani harus mengelola usahataninya dengan lebih optimal dan menguntungkan serta memanfaatkan kedekatannya dengan pejabat pemerintahan untuk menjembatani atau memfasilitasi kerjasama dengan pihak pemasaran hasil. mampu menyediakan dalam jumlah yang diperlukan. Memperhatikan tantangan-tantangan tersebut di atas. Partisipasi petani dalam penyuluhan pertanian partisipatif sangat bermanfaat bagi petani. Secara perorangan petani memiliki banyak keterbatasan. memonitor dan mengevaluasi penyuluhan pertanian partisipatif. kontinuitas. dan ketepatan waktu pengiriman). menerima dan menyesuaikan perkembangan teknologi pertanian dan informasi yang sangat cepat. Pada masa kini petani harus mau membuka diri. efisiensi dan produktivitas petani dalam pertanian termasuk di dalamnya berpartisipasi dalam penyuluhan pertanian. maka dalam rangka memberdayakan petani perlu diupayakan agar petani selain mampu menghasilkan produk-produk yang bermutu dan berdaya saing. KESIMPULAN Partisipasi petani dalam penyuluhan pertanian partisipatif berpengaruh sangat nyata terhadap kemampuan petani memecahkan masalah-masalah yang dihadapi petani. Pembaharuan yang dimaksudkan adalah pembaharuan yang mampu meningkatkan partisipasi. wawasan dan ketrampilan yang diperlukan untuk menghadapi masalahnya. tetapi secara kelompok petani menunjukkan kekuatan dan perkembangan yang menggembirakan. Petani sadar bahwa dalam pemasaran hasil pertanian yang diinginkan pasar harus memenuhi syarat-syarat tertentu (mutu produk. dan mampu mengirimkannya tepat waktu.motivasi untuk memperbaiki keberhasilan yang masih tertunda. Melalui pengalamannya.

dan Sugarda. Alfabeta. Rome.T. 2000. Sugiyono.. D. Bunch. DAFTAR PUSTAKA Anonim.S. Van den Ban dan Hawkins. 19 No.D. Statistik Terapan Untuk Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial. Dua Tongkol Jagung. Nurgiyantoro. Chamala. Jakarta. R. Food and Agriculture Organization of the United Nations. Bandung. Yayasan Pengembangan Sinar Tani. S and Shingi. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Yang Dikelola Oleh Petani. 1999. masalah-masalah yang dihadapi dalam mengelola usahanya dan alternatif-alternatif pemecahannya. memonitor sampai mengevaluasi program penyuluhan pertanian. Yogyakarta.Untuk membuat program penyuluhan pertanian sebaiknya pemerintah mengikutsertakan petani dari mulai perencanaan. Penyuluhan Pertanian. Sumintaredja. Assaad dan Sibuea. Improving Agricultural Extention. 2002. Yogyakarta. Jakarta. pelaksanaan.A. 2001. Bandung. Sudarmanto. pengorganisasian. Kanisius. Pola Partisipasi Masyarakat Pedesaan Dalam Pembangunan Pertanian Berencana. Orba Sakti. 1985.. Vol. Departemen Pertanian. PM. 2002. Adjid. Jurnal Penelitian Pertanian. 8 . Statistika Untuk Penelitian. Penyuluhan Pertanian. Partisipasi petani pada penyuluhan pertanian mutlak dilaksanakan karena dapat meningkatkan kemampuan petani dalam mengidentifikasi potensi yang dimilikinya. Yayasan Obor Indonesia. 1997. 2. Pedoman Pengembangan Pertanian Berpangkal Pada Rakyat. Gadjah Mada University Press. 2002. 2001. Jakarta. Partisipasi Petani Pada Pelaksanaan Program Intensifikasi Padi Sawah di Kecamatan Perbaungan Sumatera Utara. B.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->