Analisis Biaya Produksi D~gan Pendekatan Theor,y of Constraint ....... <Rina M.S.

)

26

ANALISIS

OF CONSTRAINlT UNTU.K MENlNGKATKAN LABA

BlAYA PRODUKSI

DENGAN PENDEKATAN

THEORY

* Stafpengajar

(Studi pada PG. Krebet Baru Malang) Rina Moestika Setyaningrum* Muhammad Fauzan Handdy·*

** Alum.i

FE Jurusan Akuntansi UPN "Veteran" Jawa Timur. FE Jwousau AkDlltaDsi UPN "V4ttenm" Jawa Tima,..

ABSTRACT Phenomenon produce of sand sugar in Indonesia increasingly unable to fulfill requirement, so that sugar import inescapable. Tendency of consumer to buy cheaper sugar import will have an effect on to continuity of sugar industry in Indonesia in the future. For that's sugar mill Krebet Barn is challenged to be able to always stays and even to compete with the product increase. Obsolescence factor of factory machines happened at approximant 90% sugar mill in Indonesia. Approach of Theory of Constraint can increase profit by the way of minimization of production cost. Data analysis in this research applies approach of theory of constraint done through phases, that is : identifies banding constraint, determines exploiting that is most efficient, manages stream produce and calculation throughput Authenticity of data is done with credibility test, member check and discussion. Result of analysis with applying of TOC in identit}ing and manages production constraint, can be made consideration to increase throughput and profit improvement of company. Ever greater of throughput yielded hence ever greater also company profit.

Keywords: Theory of constraint, production cost, throughput, profit.
PENDAHULUAN Pada saat ini fenomena produksi gufa pasir dalam negeri semakin tidak mampu memenuhi kebutuhan, sehingga impor guIa baik untuk konsumsi langsung maupun industri makanan dan minuman (Mamin) tidak terhindarkan. Kehadiran gula impor di tengah pangsa pasar domestik mengakibatkan harga gula berfluktuasi tidak stabil, dimana selama beberapa waktu harga gula dalam negeri sempat mahal daripada gula impor. Kecenderungan konsumen untuk membeli produk impor yang lebih murah tentu akan berpengaruh terhadap kelangsungan industri gula dalam negeri di masa mendatang. Untuk itulah pabrik guIa semakin ditantang untuk dapat terus bertahan bahkan bersaing dengan melakukan peningkatan produksinya baik segi kualitas maupun kuantitas. Peningkatan produksi tersebut tidak lepas dari efisiensi dan efektifrtas alas kapasitas giling yang dimiliki. . Pabrik guIa harus dapat mengalokasikan dan memanfaatkan sumber daya ekonomi yang ada, misalnya sumber daya manusia, bahan baku, modal, fasilitas dan waktu secara optimal. Kenyataan akan sumber daya terbatas pada setiap produk yang dihadapi perusahaan merupakan keterbatasan yang disebut kendala atau constraint (Hansen & Mowen, 2000 : 601). Dengan adanya keterbatasan tersebut, manajemen hams mengambiJ suatu keputusan yang tepat untuk dapat mengendalikan operasinya secara efisien dan optimal. maka salah satu langkah strategic manajemen biaya kontemporer untuk dapat mengidentifikasikan kendala yang ada yaitu melalui pendekatan teori kendala (Theory of Constraint) atau TOC. TOe adalah filosofi manaje.men sistem yang dikembangkan oleh Eliyahu M. Goldratt yang menyatakan bahwakinerja perusahaan (sistem) dibatasi constraint. TOe . atau teori kendafa adaIah suatu pendekatan sistem berdasar pada asumsi bahwa setlap organisasi mempunyai sedikitnya satu faktor yang dapat menghalangi kemampuan organisasi untuk mencapai sasarannya dalam memaksimalkao laba dengan meyakinkan bahwa faktor yang membatasi produksi dapat digunakan secara efisien. Penggunaan TOe sebagai filsafat manajemen merupakan suatu proses yang dinamis. Jadi ketika faktor mengbambat telah diidentifIkasi, maka manajemen perlu untuk menguji apakah
JIII'Ml Riset Ekonomi dan Bisnis VoL 8No.1 Moret 2008. Frmail:

Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Arum SOOil mengakui. Jumal Riset Ekonomi dan Bisnis Vol. Diketahui bahwa hampir 90% pabrik-pabrik gula yang ada di Indonesia (Indonesian National Sugar Conference. maka beberapa faktor lain juga dapat menjadi kendala. yang merupakan basil survey yang dilakukan ill PO Krebet Bam Malang menunjukkan jumlah jam ber~enti mesin selama proses produksi yang merupakan kendala dalam proses produksi.kan oengan terealisasasi 13 15 7 7 7 5 5 8 Sumber : PG. namun pihak pengelola dapat menggunakan dana tersebut untuk meremajakan dan memperbaiki infrastruktur industri. Tidak. Peramusan Masalall Dari uraian di atas dapat dikem. lepas dari aktivitas produksi.ukakan pemyataan penelitian sebagai berikut : penerapan Theory OF Constraint untuk mengidentiflkasikan kendalakendala yang terjadi dalam proses produksi pada PG Krebet Barn Malang? b. Menganalisis Adapun tujuan penelitian . Bagaimana Tajon Penelitian penerapan Theory Of Constraint untuk mengidentifikasi kendala kendala produksi pada PO Krebet Barn Malang. Bagaimana penerapan Theory Of Constraint dalam perhitungan biaya produksi dapat rnenunjukkan ·meningkatkan laba pada PO Krebet Barn Malang? a. Mesldpun tidak ada jaminan bahwa masuknya investasi akan memperbaiki kinerja pabrik. Menganalisis penerapan Theory Of Constraint dalam perhitungan biaya produksi dapat mcnunjukkan peningkatan labapada PG Krebet Barn Malang. manajemen harus dapat memfokuskan usaha untuk meningkatkan efisiensi operasi yang menjadi kendala dan meningkatkan kapasitas.Anaiisis Biaya Produksi Dengan Pendekatan Theory of Constraint ffiina M. E-mail : a. sehingga proses produksi dapat berjalan dengan lebih efisien dan peningkatan laba dapat tercapai Dari uraian latar belakang yang ada maka pemahaman tentang Pendekatan Theory OJ Constraint dalam biaya produksi dalam peningkatan laba.) 27 faktor yang menghambat atau kendala dapat dikurangi. b. Pendekatan Theory of Constraint dalam usahanya meningkatkan laba perusahaan telah memberikan implementasi suatu sistem yang dapat meminimalisasi biaya produksi berdasarkan aktivitasnya dalam sebuah proses produksi. Krebet Bam Selain kendala yang berupa penghentian jam mesin maka kendala lain yang berupa tuanya mesin produksi. Tabel L l.adalah: . Salah satu perusahaan manufuktur yang memproduksi gula pasir di Jawa Timur adalah PO Krebet Baru Malang yang menggunakan tenaga mesin sebagai sumber daya utama dan tenaga manusia Iebih diposisikan sebagai pengawas proses produksi yang sedang berlangsung.1 Maret 2008. Jika mungkin.S. cojd). sehingga diperlukan analisa untuk meninjau kembali berdasarkan kondisi yang baru.batamoos. 8 No. pabrik pasti sedikit banyak akan menemui kendala. 2004). produktivitas pabrik gula di Indonesia sangat rendah karena mesin-mesin pabrik yang rata-rata dibuat pada 1800-an (www. Tentu saja sehubungan dengan hal tersebut.~rblndingan Jumlah Hari GiJiIU! an Jam Berhenti d (Han) antara yang direncana. Pada Tabel 1.

(2) berdasarkan sifatnya terdiri dari kendala mengikat (binding constraint) adalah kendala yang terdapat pada sumber daya yang telah dimanfaatkan sepenubnya. biaya tenaga kerja Iangsung dan biaya overhead pabrlk. Peagertiau CoustraiBt & ThemyofCoustraiDt Widjaya (2004) mendefinisikan constraint sebagai segala sesuatu yang membatasi sistem dad pencapaian kinerja yang lebih baik.•. Sebingga darl pengertian di atas dapat disimpulkanbahwa biaya produksi adaIah biaya-biaya yang berkaitan dengan proses pengolahan bahan baku meqjadi produk yang siap dijual yang terdiri dad biaya bahan baku. Teori ini mengakui bahwa kinerja setiap perusahaan dibatasi oleh kendala-kendalanya.. Dari ketiga penjelasan kendala yang dikemukakan oleh Umble dan Srikant di atas.S.i constraint. (2) kendala material (material constraint). yang paling tampak dan seringkali muncul dalam proses produksi. yaitu waktu tunggu yang mengindikasikan lamanya bahan diubab menjadi produk jadi. Pengertian biaya produksi menurut Hansen dan Mowen (1997: 45) adalah biaya yang berkaitan dengan pembuatan barang dan penyediaan jasa. Teori kendala mengarahkan perhatian manajer kepada kecepatan bahan baku dan komponen yang Jurnol Riset Ekonomi dan Bisnis Vol.. yaitu untuk menghasilkan uang sekarang dan masa depan. :J:la tenaga kerja langsung dan overhead. kendala berhubungan dengan kemampuan perusahaan dalam memenuhi permintaan pasar.AnaJisis Biaya Produksi Dengan Pendekatan Theory of Constraint . <Rina M. yang berlawanan dengan tujuan perusahaan. yang kemudian mengembangkan pendekatan kendala untuk mendukung tujuan.) 28 Kajian Pustaka Pengertian Blaya Pl'Oduksi Dalam ~atan peIi~olahan ~rod~ dari bah~ baku menjadi barang jadi memerlukan biaya produksi. Sedang menurut Usry & Hammer (1999: 37). ten~ kerja. E-mail: .. Teori kendala atau Theory of Constraint merupakan filosofi matU\iemen sistem yang dikembangkan oleh Eliyahu M Goldratt sejak awal 1980-an. (3) kendala kapasitas (capacity constraint). misalnya pemintaan pasar atau kuantitas baban baku yang tersedia dari pemasok. dan jam mesin. kendala ini dapat berupa kemampuan faktor input produksi seperti bahan baku. dan kendala ekstema1 (eksternal constraim) adalah faktor-faktor yang membatasi perusahaan yang berasal dari luar perusahaan. yaitu material dan capacity constraint. Srikant (1996: 81) constraint adalah segala sesuatu yang mengbambat suatu sistem da1am pencapaian tujuan. Ketepatan waktu dan kualitas baban baku yan~ diIdrim supplier ~ juga menjadi kendala. misalnya keterbatasan jam mesin.. yaitu biaya bahan langsung. sebingga sering kali target produksi kurang dapat tercepai. TOC menyatakan bahwa Jdnerja perusahaan (sistem) dibatas. Adapun kendala yang timbul dapat terletak pada kapasitas mesin dan kemampuan tenagakerja yang dimiliki perusabaan. Sedangkan menurut Umble dan. I Maret 2008. Umble dan Srikant (1996: 81) menambahkan pengelompokan kendala yang seringkali tampak. Menurut Mulyadi (1999: 14) biaya produksi ah biaya-biaya yang berkaitan dengan proses pengolahan bahan baku meqjadi produk selesai yang siap dijual. yang diidentifikasikan sebagai kapasitas yang tersedia untuk mengolah sumber daya yang ada dalam memprtabankan proses produksi. Biaya produksi diistilabkan dengan biaya pabrikasi yaitu jumlah tiga unsur biaya. dikelompokkan sebagai berikut: (1) berdasarkan asalnya terdiri dad kendala internal (internal constraint) adalab faktor-faktor yang membatasi perusahaan yang berasal dari dalam perusahaan. yaitu menghasilkan lebih banyak uang. jenis kendala dapat. yaitu : (1) kendala pasar (market constraint). suatu manfaat yajtu peningkatan Jaba di masa mendatang. Menurut Hansen dan Mowen (2001: 601). Menurut Blocher et al (2000: 17) teori ini merupakan teknik strategic untuk membantu perusahaan secara efektif meningkatkan faktor keberhasilan kritis yang penting. 8 No. . yaitu kemajuan yang terus-menerus suatu perusabaan (continuous improvement). dan kendala tidak mengikat atau kendur (loose constraint) adalah kendala yang terdapat pada sumber daya yana terbatas yang tidak dimanfaatkan sepenuhnya.

adalah sebagai semua uang yang dikeluarkan perusahaan untuk mengubab persediaan menjadi thrOughput (Hansen " Mowen. menentukan penggunaan yang paling efisien bagi tiap kendala yang mengikat. dan tanggapan yang lebih cepat terhadap kebutuhan pelanggan (Hansen dan Mowen. Biaya operasi ini tetjadi untuk mendukung dan menrtmalkan throughput pada lcendala. yang memperJambat proses produksi (BJocber~2000: 175). terutama yang berhub: dengan kendala.hlangsung aDlu tersebut. tujuan p manajemen dapat dikatakan sebagai berikut : menaikkan throughput. Teori kenaaIa ini memilild argumen bahwa penurunan persediaan akan meningkatkan daya saing. 2001: 606). TOC memusatkan perhatian ~ kendala-kendaJA atau hambatan yang dapat memperlambat proses produksl. ~~:~-biaya operasioDal : Throughput. harp yang Iebih rendah. perusabaan. Menurut TOC jika hendak meningkatkan laba perusahaan secara keselUruhan. 1 Moret 2008. throughjnd diukur melalui pengurangan sales dengan biaya:!d~r:. Teori inl memfokuskan diri ~ tJga ukunm perusshaan. mw manl\ier perlu mengidentifikasi· kendala-kendala yang ada. teori kendala memiliki lima langkah untuk mencapai tujuannya untuk meningkatkan kinerja perusahaan yaitu mengidentifikasikan kendala yang mengikat. Dengan kata lain. pendekatan TOC adalab mengidentifikasi kendala-kendala. yaitu throughput. Adanya optfmasi produk.Analisis Biaya Pro4uksi Dengan Pendekatan Theory of Constraint . dan menemukan cara untuk mengatasi kendalakendala untuk mencapai kemajuan terus-menerus bagi perusahaan. mendayagunakan kendala-kendala dalam jangka pendek.seh!nBP perhatian pada hal-hal tersebut menjadi lebm rendah dibandingkan perlJatian terbadap pemborosan (kendala mengikat).. 8 No. barang dalam proses dan barang jadi di atas tingkat minimum tidak akan inenambab throughput dan merupakan biaya yang tidak bemilai ThrOr dancepat. Pengadaan persediaan baban baku. Penerapan TOC dapat membantu manajer dalam meningkatkan Iaba dan juga penjualan produk atau jasa yang berkuaJitas sertapemenuhan pennintaan yang tepat waktu sehingga perusabaan mampu beroperasi secara efIsien dan efektif. berkaitan erat denfUl margin kontribusi (throughput contribution) yaitu penj dikurangi dengan blaya baban langsung. 2001: 606».. meminimalkan persediaan. E-mail: . Bahan persediaan dalam TOC merupakan semua aktiva yan$ dimilild dan tersedia secara potensial untuk penjualan. diproses menjadi produk akhir dan diserahkan pada pelanggan. Proses produksi dan distribusi yang tidak mempengaruhi throughput bukan merupakan kendala yang mengikat. menambah kapasitas bagi kendala yang mengikat dan mendesain ulang proses produksi untuk mendapatkan throughput yang Iebih fleksibel tambah.. TOe berkaitan erat dengan optimasi produksi karena TOe m okuskan ~hatian manajer pada kendala atau pemborosan. Berdasarkan tip ukuran ini. TOC menekankan perbaikan throughput dengan cara mengubah atau menurunkan pemborosan dalam proses produksi yang mengurangi tingkat output yang dihasilkan (Blocher et at.tasi kendiJa tersebut (Widiatmoko.. Jurnal Riset Elwnomi dan Bi3nis Vol. DaJam lingkungan manufaktur ~g baru. mengekploitasinya dalam janKka pendek dan dalam jangka panjang menemukan cam bagaimana menp. Menurut Hansen dan Mowen (2001: 606). Untuk mengetabui kenda1a yang ada. mengelolaarus produksi yang melalui kendala yang mengiJcat. persediaan. Persediaan. dan dalam jan~ panjang. 2001: 606). 2000: 175). Biaya-hiaya operasional. pabrik harus merencanakan kapasitasnya. akan diperoleh produk yang lebm balk. Persediaan produkjadi hanya dtfokuskan pada tin~t yang dtperlukan untuk menghadapi perubahan permm1aan pelanggan guna memberikan peJayanan yang baik.S. 2001: 606).) 29 dibeli. karena dengan menurunkan persediaan. semua dana YI!1J dikeluarlcan perusabaan untuk mengubah baban baku mentab melalui throughput (Hansen " Mowen. 2003). (Rjna M. suatu ukuran dimana suatu penIS8baan menghasilkan uang melalui penjualan (Hansen & Mowen... dan menurunkan biayabiaya operasional. maka dapat diambil tindakan untuk mengoptimalkan kendala-kendala tersebut. Dalam Hansen & Mowen (2001: 608) dan Blocher et al (2000: 176).

maka perusahaan tidak perJu menginginkan tingkat penggunaan yang Jebib tinggi dari yang diperJukan untuk menjaga penggunaan sumber daya yang berkendala. Strategi yanJ paling baik untuk merespon kendala-kendala yang teIjadi adalah mendesain kembalt proses produksi. Tujuan digunakannya suatu networ. dan menyederhanakan kendala yang mengikat dengan memindahkan semua aktivitas yang tidak mengurangi fungsi operasi dad kendala. dan dad semua transaksi atau kejadian lain yang mempengaruhi badan usaha seIama suatu periode kecuali yang timbul dan pendapatan (revenue) atau investasi oleh . digunakan network diagram. yang meliputi penggunaan teknologi produksi yang bam. Untukmem imalkan ares produksi yan¥ melalui suatu kendala yang mengikat. te lab t ~ mengidentifikasi arus produksi ~ kendala tersebut. diagram adalah untuk menolong akuntan manajemen untuk melihat adanya tanda-tanda hambatan. yaitu suatu flowchart. manaiemen hams memikirkan mengenai penambahan kapasitas bagi kendala-kendala yang mengikat. dan meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan pada operasi yang berkendala. Pada langkah ini.IumtJl RIset &onomi don Bullis VoL 8 No. dan mendesain ulang beberapa produk agar lebih mudah untuk diprodukSi. Jika sumber daya bukan merupakan kendala.ke n dal a yang men gikat pada operast • diid entiiflkaslkan manajemen .lainnya yang berkaitan dengan aktivitas yang tidak terjadwalkan dan tidak bemilai tambah. 1 Maret 2008. yaitu sistem yang menyeimbangkan arus produksi yang melalui suatu kendala mengikat.. mengurangi penundaan . Task analysis~ yang menggambarkan aktivitas dari seUapJ:ses secara ~ci. Suatu kendala serinzkali diindikasikan oleh proses yang menggunakan persediaan dalam jumlah yang relatifbesar atau terdapat waktu tenggang (lead time) yang lama.AnaJjsis Siava Produksi Dengan PendekAtAn Theory of Constraint . mencari cacat mutu dalam bahan baku yang dapat memperlambat operasi. Buffer adalah jumlah minimum persediaan yang dibutuhkan untuk menjaga agar sumber daya yang mempunyai kendala tetap sibuk dalam interval waktu tertentu. mengurangi waktu set-up.) 30 Untuk mengidentifikasikan kendala yang mengikat. yang menunjukkan urutan proses dan jumlah waktu lang diperlukan untuk masing-masing proses. dapat diJakukan dengan cara-cara berikut im (Blocher et at 2000: 178) menyederhanakan operasi yang berkendala dengan cara : menyederhanakan desain produk dan mebyederhanakan proses produksi. mengeliminast produk-produk yang sulit untuk diproduksi. akuntan manajemen menentukan .. Rope adalah tindakan yang diambil dad awal operasi sampai pada tingkat produksi sumber daya yang memiliki kendala dengan tujuan menyeimbangkan ares produksi. (Rjna M. E-mail : Menurut Baridwan ( 1992: 31) laba adalah kenaikan modal (aktiva bersih) yang . Drum adalah kendala sum6erdaya pengikat utama. Berikut ini adalah beberapa cam yang dapat dilakukan manajemen untuk men~gkut suatu kendala dengan menambah kapasitas pada operasi yang menghadapt kendala (Blocher et ale 2000) adaIab berinvestasi untuk menambab peralatan produksi.. seperti inspeksi atau kerusakan mesin. . PengertiaD Laba berasal dari transaksi sampingan atau transaksi yang jarang terjadi dad suatu badan usaha. (Blocher et ale 2000). dad pekerjaan yang diselesaikan. Untuk menghilangkan kendala-kendala dan meningkatkan throughput.. melatih uIang para pekeIja dan memindahkan mereka pada bagian operasi yang berkenda1a. juga dapat digunakan dalam mengidentifikasikan kendala yang mSeen t. Sejalan dengan TOe. melaksanakan proses produksi secara paralel. Tujuan mengelola ares produksi di daIam dan di luar kendala yang mengikat adaJah untuk melancarlam ares produksi Suatu alat penting untuk mengelola arus produksi dalam konteks ini adaJah sistem DBR (Dnmt-Bzdfer-IWpe).S. cara paling efisien menggunakan sumberdaya perusahaan.. menambah jam kerja pada operasi yang berkendala. perusahaan harus menghindari penggunaan 1000/0 semua sumber daya yang berkendala saja yang hams dioptimalkan penggunaannya.. menghilangkan semua aktivitas yang tidak bernilai tambah pada operasi yang berkendala.

METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang dUaknkan adaIah . Biaya Produksi adalah biaya yang digunakan untukmengubah bahan baku menjadi barang jadi yang meliputi biaya bahan baku. sehingga pada suatu tahapan proses produksi akan dapat diketahui dengan jelas drum. buffer dan rope dati setiap aktivitas produksi. Penin~ Laba adalah poningkatan Iaba yang dJperoleb perusabaan dari periode kepenode JeJlisData Jenisdata yang digunakan daIam ~litian ini adalah data primer yaitu data yang diperoleh langsun. Proses produksi dapat diartikan sebagai kegiatan dengan melibatkan manusia.kuali1atif dlskriptif yaitu suatu penelitian yang mengeksploritasi atau m. Analisis data dilakukan dengan pendekatan teori kendala (Theory Of Constraint) tahap-tahap sebagai berikut: a. Teknik Pengompuian Data Teknik pengwnpulan data yang digcmakan adalah : a. bahan dan peralatan untuk menghasilkan produk yang befIUDL Penerapan TOC dapat membantu perusahaan memenuhi permintaan poJaDaau tepat waktu sebingga diharapkan perusahaan lebih kompetitif yang pa4a akhiliiya dibarapakan dapat meningkatkan laba perusahaan bahwa penurunan peiSed1aan akin menlngIcatkan daya saing perusabaan . didapatkan dari catatanl dokumen }'BIll ada. Menurut Soemarso (1983: 199) Laba adalah selisih lebih pendapatan atas biaya-biaya yang terjadi sebubungan donpn usaha·usaha untuk memperoleh pendapatan tersebut.Analisis Biaya Produksi Dengan Pendekatan Theory of Constraint ". ..(Hansen dan Mowen. . 2000: 175). e. b. terutama yang berkaitan dengan proses produksi.S. biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik.) 31 pemilik. Adapun data yang digunakan adalah laporan keuangan dan catatan dan formulir perusabaan yang berkaitan dengan biaya produksi. I Moret 2008. c. . Wawancara. menemukan pemanfaatan yang paling efisien untuk setiap kendala yang mengikat. . Metode wawancara dilalrukan dengan pihalc-pibak terkait dan berkompeten dengan data yang dibutuhkan dalam penelitian untuk mendapatkan penjelasan secara jelas dan detaiL Telmik AnaUsis dibatasi oleh kendala-kendala. 1999: 146). E-mail : mengikat. " <Riga M. Pada tabap ini diidentifikasi kendala yang b.. . . Theory of Constraint & PeningkataD Laba TOC berkaitan erat dengan optimalisasi produksi karena TOC memperhatikan pada kendala dan pemborosan pada proses produksi (Blocher. Ig dari obyek penilitiali (tidak melalui media perantara) (lndriantoro & Supomo. DefiDisi OperasiODai a.emotret situasi yang akan diteliti secara luas dan mendalam. Jumal Riset Ekonoml dan Bisms Vol 8 No. mengelola aliran produksi dengan kendala yang mengikat melalui sistem DBR. yaitu berupa dokumen atau arsip yang relevan dengan tujuan penelitian yang . mengidentifikasikan kendaIa yang mengikat daIam perusahaan. Dokumentasi . 2001: 606).. Theory of CQltStrainl adalah teori yaag measaJwi babwa kineJja setiap perusabaan b.

3.. 1 dan no..74 13.53 10.42 '. (4) Agustus: Kerusakan Iebih banyak terjadi pada KeteJan Yosbimine. sehingga perlu banyak panas dengan tekanan yang tinggi. hal ini dilakukan dengan cam membaca berbagai referensi buku maupun hasil penelitian atau dokumentasi-dokumentasi yang terkait..97 19. dimulai dengan tebu yang mengalami proses pengsilingan sampai dengan basil produksi berupa guIa yang disimpan di gudang. (2) JUDi: Kerusakan lebih banyak terjadi pada Ketelan Chengchen.13 9.48 15. Oiling Bulan Stasiun Pmgitinpn TebuGam}· 52. Hal im disebabkan pompa injeksi sering tidak tarik. BASIL DAN PEMBAHASAN Identifikasi Kendala yang ada dalam Proses ProcIuksi Untuk mengidentifikasikan kendala diJakuJcan pada tahapan produksi. (5) September: Kerusakan banyak terjadi pada gilingan no. 2 dan no.09 n.68 0. 2.58 3. (4) Agustus: Kerusakan banyak terjadi pada gilingan no.. 2.S7 41. .32 8. (1) Mel: Kerusakan banyak terjadi pada gilingan no.38 6. Jam Bertaeatl Mesia Stuiwa Stasiun Stasiun Stasiun Pcmumian Ketelan Pquapan Masatam NIra (jam)..83 18. melakukan penghitungan throughput dan profitabilitas sebelum dan setelah kendala dapat diatasi. 2.41 .3 93. dilakukan penghitungan jumlah jam berhenti mesin..78 1.16 848 Mei Juni luli Agust Septm Keterangan: *) lam Berhenti Mesm Sumber: Unit PO Krebet Baru Okt Nov Tabell. 1 dan no. drop.1 Moret 2008. Ketelaa: Pipa-pipa yang senng drop dim bocor. sehingga mesin tidak bekerja secara maksimal..75 2S Stasiun Puteran (Jam)· TOOil Jam Berhenti 127. Stasiu. 2. .37 65. e.74 5. 1.AnaUsis Biaya Produksj Dengan PendekatanTheory of Constraint .56 11. Stasiun Penguapan Nira: Pada proses penguapan nira. E-mail : . (3) Juli: Kerusakan lebih banyak terjadi pada Ketelan Yoshimine. (3) diskusi dengan ternan sejawat. dengan mehggunakan rumus: Throughput = Penjualan-Biaya Preduksi.. yaitu rantai pada cane cutter dan rantai penggerak baggage conveyor yang lepas atau putus.07 10. (jam)· N"ua(jam)· (jam)· 50.S. (6) Oktober: Kerusakan banyak terjadi pada gilingan no.50 3S Stasiun Penggilingan Tebu: Mesin penggilingan tebu yang mengalami kerusakan mulai dan gilingan ke I sampai gilingan lee V. seringkali uap yan~ dibutuhkan kurang. 7.42 9. (2) mengadakan member check. 4.47 106. Namun perlu diidentifikasi dahulu kendala yang ada selama proses produksi Dari basil penelitian yang dilakukan peneliti. dan buntu. Rencana pengujian keabsahan data yang digunakan adalah uji kredibilitas yang dengan: (1) peningkatkan ketekunan. kehabisan air dan kekurangan oli (Ketelan Yoshimine dan Ketelan Chengchen) merupakan kendala utama pada stasiun ini.86 40. (3) Juli: Kerusakan banyak terjadi pada gilingan no. lRina M.90 8.58 101. sehingga nantinya dapat diketahui pada tahapanl proses mana yang paling berkendala.5 8. (5) September: Kerusakan lebm banyak teJjadi pada Ketelan Yoshimine. (7) November: Kerusakaa banyakterjadi ~ gilingan no. JIImIll Riset Ekonomi don Banis YoL 8No.) 32 d.89 31. .. (1) Mei: Kerusakan lebih banyak teIjadi pada Ketelan Yoshimine.2l 14.J .. dilakukan usaha untuk mengatasi kendala yang ada.00 2.' Stasiun Pemurnian Nira: Mesin pompa pipa S(h yang mengalami kerusakan. Proses pengecekan data yang diperoleh peneliti kepada pemberi data.94 23.69 29. Hal ini dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh data yang diperoleh sesuai dengan apa yang diberikan oleh pemberi data. 2. (2) Juni: Kerusakan banyak terjadi pada gilingan no..12 62. diketahui kendala-kendala yang umumnya terjadi da1am setiapproses produksi ada1ab sebagai berikut: .36 77:12 1196 ..77 . 9.

IfImal Riset Ekonomi dan Bisnis VoL 8No.575.482.014 923.360.557 853.455.) 33 Pada proses masakan.928 Realisasi Biaya Pemeliharaan Mesin (Rp) 1.114.Penpru h. Dengan mengetah'!l jumlah .952 1. StasiuD Puteran: Mesin terkadang tidak dapat ber.680 Sumber: PO Krebet Baru terlihat dalam tabel di bawah ini : Bulan Mei Adapun pengaruh jam berhenti mesin terhadap biaya pemeliharaan mesin seperti AngganmBiaya Pemeliharaan Mesin (Rp) 1.937 629.134.651.657.545 1. Namun.781.787 1.248.S.691.668.542 1. maka dianggap sebagai biaya lembur. berhenti yang paling lama maka hal tersebut merupakan kendala yang palmg mengikat.900 Realisasi Bla a Lembur 336.826 703.436.136.964 711.125 321.188 586. .Analisis Biaya Pro4uksi Dengan Pendekatan Theory of COnstraint (Rina M.308 243.962.981.713 lya TabeL 4. kb~nya pada biaya pemeliharaan mesin karena adanya kerusakan mesin dan biaya lembur karena waktu kerja karyawan bertambah dan hari giling semakin lama.802. StasiUD Masakan: Bulan Mei JUDi Juli Agustus September Oktober November Angpran BiB a Lembur 280.908 955.174 445.875 1.151.379.063 940. . Kendala yang ada daJam perusahaan sepecti yang tela1l dijelaskan sebelwnnya akan berdampak pada peningkatan biaya produksi.590 796.938 267.047.698.028. mesin (pan masakan) yang mengalami kerusakan. jika sampai memakan waktu di luar jam kerja karyawan. Pan masakan tidak tarik dan vacuum pan masak droop (diisap penuh) dan untuk itu diperlukan adanya penyesuaian pada proses masakan.431.063 769.476 923.747.409 534.lO7.533. perlu dipertimbangkan juga jenis kerusakan yang dialami mesin dan juga waktu penanganan kerusakan (maintenance).128.040. E-mail: .124 755.putar maksimal dikarenakan adanya kerusakan. 1Maret 2008.570 292.577.046.Jam. Dengan melihat adanya kendala mengikat ada pada setiap proses produksi maka perlunya penentuan prioritas di antara kendala yan~ ada dengan cara mencarl jumlah Jam berhenti yang paling lama.Jam Berh eo ti Melm 'terhada ap Dla PemeUharaan Mes in Juni JuJi Agustus September Oktober November Sumber: PO Krebet Baru Dan tabel di atas dapat terlihat bahwa dengan perhentian mesin dalam proses produksi maka akan menimbulkan selisih biaya antara yang dianggarkan dan realisasinya.233.323.402.217 1. sebingga kristal gula yang dihasilkan Juga masih berkualitas kurang dan untuk itu diperlukan adanya penyesuaian pada proses puteran.193.855.892.

907. diketahui juga hal ini berdampak pada jumlah bahan baku yang digillng untuk.571. Dari perhitungan throughput yang ada maka dapat dihitung laba bersih setelah pajak dengan adanya kendala dan tidak.728./rurrQl Riset E/conomi dan Bisnis VoL 8 No.140.> 34 Pada proses penggilingan tebu.956. memenubi kapasitas ~ling mesin penggilin.. Kapasitas giling yan~ telah ditentukan oleh perusabaan tidale terpenuhi. gan tebu yang telah.ila ~Ka:roapai hanya 39.733.842 7. ditentukan oleh J)eI11S8baan.040. Selain dati penghitungan jam berhenti. 7: Perhitun Throu h Perhitungan Throughput dengan Kendala Produksi yang dimiliIci Penjualan Oula Rp. <Rina M.233. Di luar bulan tersebut dikatakan sebagai masa di luar masa giling.678 10.- Penjualan Gula Biaya Produksi Thro ut Sumber : data diolah pada Rp.deopn Mengurangi Kendala Rp.Rp.164.194. apab.638 Sumber: PO Krebet baru Masa giling PO Krebet Bam Malang tahun 2006 yang dimulai bulan Mei dan berakhir bulan November.127.000 ku (KB I) dan 38.713 13.579 7.Ana!isis Biava Prodyksi Dengan PendehWn 'Jbeory of Constraint .000~BiayaProduksi Throu ut Perhitungan Throughput Produksi Rp.126.450.000.661.886. T38.000.503 12. Dad jdentifikasi kendala maka perusabaan dapat menghitung biaya produksi..778.211.S.6.012.886.950.336.886.554.885. Seting kapasitas giling mesin penggilingan tebu hanya bisa dilakukan sebelum masa giling berlangsung. dimana diketahui bahwa pada proses ini memiliki jumlah jam berhenti yang paling lama.491. E-mail : . 68.906. besar kecilnya jumlah output yang dapat dibasilkan.763..669 ku (KB I) dan 37.752.835 15.. mesm penggilingan tebu disetting pada 45. 124.456. Berikut ini biaya produksi selama tahWl 2006.072.304.166.826 ku (KB) maka akan berpengarub te . yaitu sebesar 261 jam atau 11 hari.125.935.429 6.401. Apabila diasumsikan Persediaan awal 12.391 10.. 2.Biaya usaba Rp.109 13.000.938.375 9.813.946.760.377.555. .000 ku ~ m.- Persediaan akh.354..839. Pada awal masa giling 2006.Produks J Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Biaya Produksi 6. Tabel . Dari perhitungan throughput di atas dapat diketahui dengan mengurangi kendala proses produksi dapat memberikan peningkatan throughput sebesar Rp'.194.ir Rp. Setelah diketahui jumlah biaya produksi maka dapat dihitung besaran throughput yang diperoleh selama tahun 2006. Hal ini mengandung atti bahwa mesin penggilingan tebu tidak bekeJja sebagaimana mestinya sehingga supresi dan daya peras terhadap tebu kurang karena untuk menyesuailwi dengan baban baku yang berada di bawah standar setting kapasitas giling mesin penggilingan tebu.• 70... 1 Moret 2008.778.355.442.664.550.358 12. Tabel6 Rea rib' •• JS8S Bulan Januari Pebruari Maret April Ul} a.

309. dan Maryanne M.335. Cetakan I : Penerbit BPFE. Indriantoro dan Supomo Bambang.600.310. Agustina. Lin. Don R. mengganti mutinying telah usang dengan yang bani. Charles T. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.S. 40.id Baridwan.-.. Hansen. 2004.sedangkan laba bersih sebelum pajak dengan mengurangi kendala ~ang ada sebesar Rp. E-mail: . Yogyakarta Blocher. 1992..) 3S 16.790. 1. 1999.310.-. Mowen.. Bungin.251.. 2004. Mowen.251. Manqiemen Biaya: Edisi Pertama. Untuk mengidentiflkas! kendala-kendala yang mengikat dapat digunakan theory of constraint seba.Analisis Biaya Produksi Dengan Pendekatan Theory of Constraint .362. Tenth Edition. 40. Penerbit Pf Raja Grafindo Persada.. 21 Juni 2007. Metodologi Penelitian Akuntansl. Target Prodaksi Gula Naik 1 Juta Ton. Intermediate Accounting: Penerbit BPFE.. Zaki.174. Penerbit Salemba Empat.. Management Accounting.170. Kung H. Theory of constraint sebagai salah cara untuk menghitung throughput yang terjadi dengan adanya kendala atau tidak sehingga dapat diketabui laba bersih setelah pajak. (2) Penerapan TOe pada PO Krebet Baru dapat digunakan untuk perhitungan throughput dan laba bersih sebelum pajak dengan adanya kendala sebesar Rp. Hongren.Batampos. karena pennasalahan yang menjadi kendala tentu akan berbeda. Dengan demikian basil penelitian ini tidak dapat digunakan secara umum karena adanya perbedaan tiap perusahaan. Cost Accounting: A Managerial Emphasis. 38. Penerbit Salemba Empat.653. 38. KETERBATASAN Penerapan theory of constraint pada Unit PO Krebet Baru dapat berbeda jika diterapkan pada perusahaan manufaktur lain yang memiliki lebih dari satu produk. . Edisi 1. 2000. Buku Satu. 9. Manajemen Biaya: Akumansi dan Pengendolian: Edisi Pertama. Edisi 2.' DAFfAR PUSTAKA Batam Pos.480. Jakarta. Burhan. Buku Satu.maka akan didapat laba bersih setelah pajak dengan kendala Rp. Datar.dan biaya lain-lain Rp.. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan pembahasan pada bah-bah sebelumnya. Edisi Ketujuh. a. Penerbit Salemba Empat. Jakarta.. Don R.Pendapatan lain-lain Rp.2003: Analisis Data Penelitian Kualitatif. b...216. 2000. . 2004.491. Akumansi Biaya: Penerauan Harga Pokok dan Pengendaiian..362.co.. Felisia. dan Maryanne M.216. New Jersey. dapat simpulkan sebagai berikut : (1) Theory of constraint (TOC) dapat digunakan untuk mengidentifikasi kendala yang mengikat yang terjadi selama proses produksi dalam kasus ini adalah kendala berhentinya Jam mesin. Jakarta. Chen dan Thomas W. Kamis.. George Foster dan Srikant M.359.653. 1 Maret 2008. (Rina M. Daljono. 2001.dan dengan tidak ada kendala Rp.. Semarang. Aplikasi theory of constraint sebagai alat bantu manaier dalam upaya mewujudkan bauran produk: optimal S/rema 2(4) Hansen. Dan untuk mengatasi kendala dalam hal ini teJjadinya penghentian jam mesin dapat dilakukan dengan melakukan pengecekan secara rutin terhadap mesin yang akan digunakan.. Edward J. terutama perusahaan manufaktur . Yogyakarta JumoJ Riset Ekonomi dan Bisnis VoL 8 No." salah satu alternatif. Jakarta. 2007. Prentice Hall.309. www.586.

Kualitatif dan R&D.) 36 Makmun. Optimalisasl produksi dengan mengintegrasi activity based costing dan theory of constraints. 1996. 2007. Synchronous Mamifacturing.Analisis Biava Produksi Dengan Pendekatan Theory of Constraint. Revitalisasi Industri Peninggalan Pemerintah Kolonial Belanda: www.. Baadung. Fokus Ekonomi. Christina. Sugiyono. Connecticut Widjaya. Penerbit Alfabeta. Susetyo.Indonesiamasadepan. 2007. . 2004. 6 (1) . L. TOC: Penerapannya Dalam Perusahaan.. Kajian Ekonomi dan Keuangan.org Umble dan Srikant M.· Principles for WorldClass Excellence. J. Skripsi S-l Universitas Brawijaya Malang Memperbaiki Kinerja Widiatmoko. Cahyono. Efisiensi Kinerja Asuransi Pemerintah.. Cetakan Ketiga. 2003. Metode Penelitian lUiantitatif.S. <Rina M. Spectrum Publishing Company... J Maret 2008. 2002. JumaJ Riset Ekooomi dan Bisnls VoL 8 No. E-mail : .