P. 1
Tentang Teknik Kimia

Tentang Teknik Kimia

|Views: 245|Likes:
Published by 11426919

More info:

Categories:Types, Reviews, Book
Published by: 11426919 on Sep 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/15/2013

pdf

text

original

Tentang Teknik Kimia

CHEMICAL ENGINEERING

Teknik kimia (Inggris: chemical engineering) adalah ilmu teknik atau rekayasa yang mempelajari pemrosesan bahan mentah menjadi barang yang lebih berguna, dapat berupa barang jadi ataupun barang setengah jadi. Ilmu teknik kimia diaplikasikan terutama dalam perancangan dan pemeliharaan proses-proses kimia, baik dalam skala kecil maupun dalam skala besar seperti pabrik. Insinyur teknik kimia yang pekerjaannya bertanggung jawab terhadap perancangan dan perawatan proses kimia pada skala pabrik dikenal dengan sebutan “insinyur proses” (process engineer). Selain itu, insinyur teknik kimia juga terkait dengan penelitian dan pengembangan proses kimia. Perbedaan Teknik Kimia dan Kimia MIPA[/b]]Berikut ini adalah contoh yang mengilustrasikan peran seorang insinyur teknik kimia di pabrik: “Perbedaan antara teknik kimia dan kimia dapat diilustrasikan dengan mengambil contoh proses produksi jus jeruk. Seorang ahli kimia akan berusaha untuk meneliti metodemetode ekstraksi jus jeruk. Metode yang paling sederhana yang mungkin ditemukan adalah memotong jeruk menjadi dua bagian dan kemudian memerasnya. Metode yang lebih rumit adalah dengan cara mengupas kulit jeruk dan kemudian menghancurkan jeruk untuk memperoleh jusnya. Sebuah perusahaan kemudian menginstruksikan seorang insinyur teknik kimia untuk merancang pabrik penghasil jus jeruk dengan kapasitas produksi beberapa ribu ton jus per tahun. Insinyur tersebut akan menganalisis proses-proses produksi yang mungkin dan kemudian mengevaluasi keekonomisan setiap proses yang mungkin. Walaupun metode produksi jus dengan cara memeras sangat sederhana, proses ini tidak ekonomis karena memerlukan ribuan orang untuk mencapai target produksi. Oleh karena itu, metode lain akan dipilih (mungkin metode pengupasan dan penghancuran). Dari contoh ini, dapat dilihat bahwa proses produksi yang paling sederhana dalam skala laboratorium belum

tentu merupakan metode paling ekonomis pada suatu pabrik.”

Penjelasan Umum Teknik kimia selalu menitikberatkan pekerjaannya untuk menghasilkan proses yang ekonomis. Untuk mencapai tujuan ini, seorang insinyur teknik kimia dapat menyederhanakan atau memperumit aliran proses produksi untuk memperoleh proses yang ekonomis. Selain melalui perancangan aliran proses produksi, seorang insinyur teknik kimia juga dapat menghasilkan proses yang ekonomis dengan merancang kondisi operasi. Beberapa reaksi kimia memiliki laju reaksi yang lebih tinggi pada tekanan atau temperatur operasi yang lebih tinggi. Proses produksi amonia adalah contoh dari pemanfaatan tekanan tinggi. Agar laju pembentukan amonia cepat, reaksi dilangsungkan dalam suatu reaktor bertekanan tinggi. Proses-proses kimia berlangsung dalam peralatan proses. Peralatan proses umumnya merupakan satu unit operasi. Unit-unit operasi kemudian dirangkaikan untuk melakukan berbagai kebutuhan dari sintesis kimia ataupun dari proses pemisahan. Pada beberapa unit operasi, peristiwa sintesis kimia dan proses pemisahan berlangsung secara bersamaan. Penggabungan dari keduanya ini bisa dilihat dari proses distilasi reaktif. Ilmu-ilmu yang menjadi dasar dalam teknik kimia, antara lain adalah: * Neraca massa * Neraca energi * Peristiwa perpindahan massa, energi, momentum * Reaksi kimia * Termokimia * Termodinamika * Operasi Teknik Kimia Terdapat pula ilmu-ilmu pendukung yang teknik kimia, antara lain: * Mekanika fluida * Ilmu tentang material

Selain ilmu dasar dan ilmu pendukung, terdapat pula kemampuan-kemampuan dan pengetahuan-pengetahuan aplikatif yang perlu dikuasai oleh seorang insinyur teknik kimia, antara lain: * Pengendalian proses kimia * Instrumentasi * Perancangan proses kimia * Penanganan limbah pabrik * Prosedur keselamatan pabrik kimia * Evaluasi ekonomi pabrik kimia * Manajemen proyek Teknik Kimia Modern Pada masa sekarang ini, teknik kimia terlibat dalam proses pengembangan dan proses produksi produk yang sangat beragam. Produk-produk ini meliputi material berunjuk kerja tinggi untuk keperluan antariksa, otomotif, biomedis, elektronik, lingkungan, dan militer. Contoh produk yang dihasilkan adalah serat yang sangat kuat, bahan tekstil, pelekat, material komposit untuk kendaraan, material yang aman digunakan untuk implan, dan obat-obatan. [sunting] Bidang terkait Ruang lingkup teknik kimia sangatlah luas, melingkupi bidang bioteknologi, nanoteknologi, hingga mineral. Bidang-bidang yang erat berhubungan dengan teknik kimia antara lain teknik bioproses (atau teknik biokimia), teknik biomedis, teknik biomolekular, kimia dan bioteknologi. Chemical engineering timeline Main article: History of chemical engineering In 1824, French physicist Sadi Carnot, in his “On the Motive Power of Fire”, was the first to study the thermodynamics of combustion reactions in steam engines. In the 1850s, German physicist Rudolf Clausius began to apply the principles developed by Carnot to chemical systems at the atomic to molecular scale.[2] During the years 1873 to 1876 at Yale University, American mathematical physicist Josiah Willard Gibbs, the first to be awarded a Ph.D. in engineering in the U.S., in a series of three papers, developed a mathematical-based, graphical methodology, for the study of chemical systems using the thermodynamics of Clausius. In 1882, German physicist Hermann von Helmholtz, published a founding thermodynamics paper, similar to Gibbs, but with more of an electro-chemical basis, in which he showed that measure of chemical affinity, i.e. the “force” of chemical reactions, is determined by the measure of the free energy of the reaction process. Following these early developments, the new science of chemical engineering began to develop. The following timeline shows some of the key steps in the development of the science of chemical engineering:[3]

* 1805 – John Dalton published Atomic Weights, allowing chemical equations to be balanced and the basis for chemical engineering mass balances. * 1882 – a course in “Chemical Technology” is offered at University College London * 1883 – Osborne Reynolds defines the dimensionless group for fluid flow, leading to practical scale-up and understanding of flow, heat and mass transfer * 1885 – Henry Edward Armstrong offers a course in “chemical engineering” at Central College (later Imperial College), London. * 1888 – There is a Department of Chemical Engineering at Glasgow and West of Scotland Technical College offering day and evening classes[4]. * 1888 – Lewis M. Norton starts a new curriculum at Massachusetts Institute of Technology (MIT): Course X, Chemical Engineering[5][6] * 1889 – Rose Polytechnic Institute awards the first bachelor’s of science in chemical engineering in the US.[7] * 1891 – MIT awards a bachelor’s of science in chemical engineering to William Page Bryant and six other candidates. * 1892 – A bachelor’s program in chemical engineering is established at the University of Pennsylvania. * 1901 – George E. Davis produces the Handbook of Chemical Engineering * 1905 – the University of Wisconsin awards the first Ph.D. in chemical engineering to Oliver Patterson Watts. * 1908 – the American Institute of Chemical Engineers (AIChE) is founded. * 1922 – the UK Institution of Chemical Engineers (IChemE) is founded. * 1942 – Hilda Derrick, first female student member of the IChemE.[8]

Share this:
• •

Share

9 Oktober 2010 | Categories: Tentang Teknik Kimia | Tinggalkan komentar »

Dimana aja sih biasanya lulusan teknik kimia bekerja?
Dimana aja sih biasanya lulusan teknik kimia bekerja? Lahan kerja untuk alumni teknik kimia bisa bermacam-macam: kita bisa masuk pada bafian produksi, R&D, QC/QA, PPIC dan engineering (Process, HSE, Facilities, Reservoir, Petroleum, Corrotion) atau bahkan sebagai sales engineer. Lulusan teknik kimia biasanya bekerja pada perusahaan-perusahaan:
§ Oil and gas § Petrechemical

§ Food & Agroculture § Manufacturing (Pulp paper, spare part, dll ) § Chemical Plant § EPC § Mining Posted by gupi at 03:35 0 comments Labels: chemical engineer, engineering, jenis industri, lulusan tekkim, perusahaan teknik kimia, process engineer

Oil and gas

Untuk sebagian fresh graduate teknik kimia, industri oil and gas merupakan lapangan kerja impian. Berikut saya tampilkan beberapa perusahaan oil and gas di Indonesia.

Chevron
Chevron adalah salah satu perusahaan energi terbesar di dunia. Pusatnya ada di San Ramon, California. Selain migas, Chevron juga bermain di eksplorasi, produksi, refinery, pemasaran dan transportasi, pembangkit energi, sampai chemical product. Perusahaan ini berdiri tahun 1879 di Pico Canyon, California. Pada 2001, Chevron merger dengan Texaco dan membentuk ChevronTexaco. Namun pada 9 Mei 2005, ChevronTexaco melepas moniker Texaco dan kembali ke nama Chevron. Texaco tetap menjadi merek di bawah Chevron. Pada 19 Agustus 2005, Chevron bergabung dengan Unocal Corporation, sebuah gerakan yang membuat Chevron produsen terbesar energi geotermal di dunia.

Chevron terbilang cukup loyal terhadap karyawannya. Tabel di atas adalah berdasar PKB tahun 2006. Konon komponen tersebut sudah mencakup basic salary plus 21% regional allowance. Fresh graduate umumnya masuk di tingkat 18A.

China National Offshore Oil Corporation (CNOOC)
CNOOC cdalah perusahaan minyak dan gas bumi (migas) terbesar ketiga di Republik Rakyat China setelah CNPC (China National Petroleum Corporation) dan Sinopec. Perusahaan ini punya hak eksklusif untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi minyak mentah dan gas alam di lepas pantai China. CNOOC juga merupakan sebuah perusahaan

milik negara yang mana 70% sahamnya dimikili oleh pemerintah Republik Rakyat China. Mereka juga terdaftar di NYSE dengan kode ticker CEO.

CNOOC hadir di Indonesia dengan nama CNOOC Southeast Sumatra Ltd sebagai salah satu perusahaan KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) yang ditunjuk BPMIGAS untuk melakukan proses pengeboran minyak dan gas bumi di lepas pantai Laut Jawa, sekitar 90 km sebelah utara Teluk Jakarta, Indonesia. Berdasar Peraturan Perusahaan 2006, gaji yang ditawarkan terlihat pada tabel di atas. Fresh graduate masuk ke CNOOC pada level 19.

ConocoPhillips
ConocoPhillips berpusat di Houston, Texas. Merupakan salah satu oil company besar yang memiliki lini bisnis terintegrasi — konon terbesar ketiga setelah Exxon dan Shell. ConocoPhillips lahir 30 Agustus 2002 sebagai produk merger antara Conoco Inc. dan Phillips Petroleum Company. ConocoPhillips dikenal sebagai perusahaan dengan technological expertise untuk eksplorasi dan produksi di laut dalam, reservoir management and exploitation, 3-D seismic technology, high-grade petroleum coke upgrading, dan teknologi sulfur removal yang begitu sophisticated.

Menurut Peraturan Perusahaan 2006, gaji untuk karyawan terlihat seperti pada tabel di atas. Gaji mereka cukup bersaing dengan struktur gaji Chevron. Fresh graduate biasanya masuk di level 12.

ENI
ENI berpusat di Italia dan bermain di sektor minyak dan gas alam. Juga punya usaha di engineering and construction, electricity generation, dan petrochemical. Sejujurnya, saya kurang tahu pasti tentang bisnis dan pencapaian mereka. Sepanjang yang saya tahu, mereka ENI di Eropa Selatan dan juga punya (sedikit) kepentingan dan investasi di Indonesia.

Dari sounding orang dalam, struktur gaji di ENI untuk tahun 2004-2006 adalah seperti terlihat pada tabel di atas. Fresh graduate biasanya masuk pada tingkat ke 8.

Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company (KUFPEC)

KUPFEC ialah perusahaan minyak bentukan Kuwait Petroleum Corporation yang beroperasi di beberapa negara di luar Kuwait, seperti Mauritania dan Mesir. Di Indonesia, mereka punya project di Buton dan telah memiliki interest di Blok Seram Non-Bula sejak 1985. Struktur gaji KUFPEC terlihat seperti tabel berikut. Fresh graduate masuk di level 9. Struktur gaji tersebut adalah yang berlaku untuk tahun 2004-2006.

Pertamina
Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara (Pertamina) adalah satusatunya BUMN yang bertugas mengelola penambangan minyak dan gas bumi di Indonesia. Pertamina pernah mempunyai monopoli pendirian SPBU di Indonesia, namun monopoli tersebut telah dihapuskan pemerintah pada sekitar tahun 2000-an. Pertamina mengoperasikan 7 kilang minyak dengan kapasitas total 1.051,7 MBSD, pabrik petrokimia dengan kapasitas total 1.507.950 ton per tahun dan pabrik LPG dengan kapasitas total 102,3 juta ton per tahun. Pertamina adalah hasil gabungan dari perusahaan Pertamin dengan Permina yang didirikan pada tanggal 10 Desember 1957. Penggabungan ini terjadi pada 1968. Direktur utamanya saat ini adalah Ariffi Nawawi. Saya kurang mengetahui perkembangan Pertamina sejak sepeninggal Ari Soemarno. Namun yang jelas, Pertamina menyelenggarakan usaha di bidang energi dan petrokimia: sektor hulu dan hilir, serta ditunjang oleh kegiatan anak-anak perusahaan dan perusahaan patungan yang jumlahnya begitu banyak. Pertamina adalah salah satu yang cukup loyal dalam memberi gaji dibandingkan perusahaan-perusahaan “made in Indonesia” lainnya. Gambaran gaji karyawan Pertamina dapat dilihat pada tabel berikut. Fresh graduate ada di level 8. Konon, benefit, fasilitas, termasuk “sambilan” di Pertamina bisa lebih besar dari basic salary-nya. Ada yang bisa memberi konfirmasi?

Star Energy
Star Energy adalah perusahaan energi yang juga terintegrasi dengan unit bisnis minyak, gas, dan listrik. Berpusat di Inggris, perusahaan ini sebenarnya lebih dikenal sebagai perusahaan energi daripada perusahaan migas. Di Indonesia, Star Energy dibuka tahun 2003 oleh Supramu Santosa dengan kerjasama menggandeng Nusantara Capital.

Susunan basic salary Star Energy terlihat pada tabel berikut. Data bersumber pada buku peraturan perusahaan tahun 2006. Fresh graduate biasanya masuk pada entry level ke 8.

Tately N.V.
Tately N.V. adalah perusahaan eksplorasi dan rekayasa perminyakan asal Malaysia. Mereka berkongsi dengan PEXCO Group di Indonesia untuk menggarap PSC di Palmerah (Jambi) dan Lhokseumawe (Nanggroe Aceh Darussalam). Basic salary Tately terlihat pada tabel berikut. Data bersumber pada peraturan perusahaan tahun 2006. Gaji tersebut adalah basic salary yang berlaku pada tahun 2006. Fresh graduate masuk di level 7.

Dibandingkan Petronas, nama Tately memang kurang bergema. Namun, mereka (katanya) menawarkan gaji dan benefits package yang tak kalah kompetitif. Kantor pusat mereka di Indonesia ada di Plaza Bapindo, Menara Mandiri.

Total S.A.
Total S.A. adalah perusahaan perminyakan asal Perancis yang berpusat di Paris. Mereka juga bermain di gas, crude oil, eksplorasi gas alam, transportation, refining, power generation, sampai product trading and marketing. Perusahaan ini juga terdaftar di NYSE dengan kode ticker TOT. Mereka juga dikenal bermain sebagai chemical manufacturer dan salah satu dari enam besar oil company di dunia. Total beroperasi di lebih dari 130 negara dengan 111 ribu karyawan lebih. Di Indonesia, gaji yang mereka tawarkan terlihat pada tabel berikut. Data bersumber pada buku peraturan perusahaan tahun 2006. Fresh graduate masuk di level 10.

Menurut sejarahnya, Total hampir saja “diambil” oleh Royal Dutch Shell — andaikata waktu itu PM Perancis, Raymond Poincaré tidak ngotot agar Perancis membangun perusahaan minyak sendiri sesudah Perang Dunia I. Total akhirnya berdiri 28 Maret 1924 dengan nama Compagnie Française des Pétroles (CFP) mencaplok 23.75% kepemilikan saham Turkish Petroleum Company sebagai kompensasi yang diberikan Jerman melalui Konferensi Sanremo. Tahun 1985 mereka mengganti nama menjadi Total CFP. Tahun 1991 mereka menghilangkan nama CFP. Pernah dikenal sebagai Total Fina setelah mengakuisisi Belgian Petrofina (1999) dan pernah juga dikenal dengan nama TotalFinaElf pasca merger tahun 2000. Kini mereka kembali menamai dirinya Total sejak 2003.

PT Badak Natural Gas Liquefaction lebih dikenal dengan PT Badak NGL adalah perusahaan penghasil LNG (Liquid Natural Gas) terbesar di Indonesia dan di dunia. Berlokasi di Bontang, Kalimantan Timur, perusahaan ini memiliki 8 process train (A – H) yang mampu menghasilkan 22,5 Mtpa LNG (juta metrik ton LNG per tahun)didirikan perusahaan PT Badak NGL dengan pemegang sahamnya adalah Pertamina, VICO dan JILCO. Perusahaan ini dipercayakan untuk mengoperasikan pabrik LNG Badak. Nama perusahaan ini diambil dari nama daerah tempat ditemukannya cadangan gas alam raksasa tersebut. Konstruksi kilang dimulai pada tanggal 26 November 1974 dan selesai 36 bulan kemudian tanggal 5 Juli 1977 dengan berhasil dibangunnya train LNG pertama (train A). Kilang pertama ini diresmikan pada tanggal 1 Agustus 1977 dan pengapalan LNG pertama dilakukan pada 9 Agustus 1977 ke Senboku, Jepang melalui kapal LNG Aquarius. Gaji pada perusahaan ini sama seperti gaji pada Pertamina. Disclaimer:
• • • • •

Penulis tidak terafiliasi dengan perusahaan migas apapun. Informasi diperoleh dari peraturan perusahaan, riset dan analisis, sounding dari orang dalam, dan sumber-sumber informasi lainnya. Pada saat informasi ini ditulis, barangkali sudah terjadi perubahan struktur gaji dari perusahaan-perusahaan tersebut di atas. Informasi ini hanya digunakan untuk kepentingan edukasi semata. Penulis tidak bertanggung jawab terhadap penyalahgunaan data-data di atas. Penulis sedang mencoba untuk korek informasi di Exxon, Shell, dan BP. Sayangnya sampai saat ini belum bisa mendapat informasi. Ada yang bisa menambahkan?

Semoga bermanfaat. Artikel diatas disadur dari NofieIman.com http://nofieiman.com/2007/02/gaji-di-perusahaan-minyak-dan-gas/ Migas versi Mahasiswa: “Coba sebutkan 10 perusahaan migas dunia yang kamu ketahui!” “Shell, Petronas, Chevron (Caltex), ConocoPhilips, Exxon, Total, BP, hmm.. apa lagi ya?? Pertamina?? Hmm.. belum sepuluh ya?” Umumnya, jawaban tersebut merupakan jawaban yang biasanya diungkapkan oleh mahasiswa Teknik Kimia sekalipun oleh seorang mahasiswa Teknik Kimia tingkat 4 yang notabene beberapa waktu lagi akan terjun ke dalam dunia kerja. Padahal jelas sekali bahwa industri minyak dan gas ialah salah satu industri yang sangat digemari oleh para fresh graduate Teknik Kimia karena gajinya yang 8 (delapan) digit itu. Lalu, mengapa yang kita tahu hanya itu-itu saja? Apakah perusahaan tersebut adalah memang perusahaan-perusahaan migas terbesar di dunia? Untuk menilai itu, banyak sekali parameter yang berpengaruh dan salah satunya ialah total cadangan minyak bumi dan gas yang mereka miliki.

Sebuah hal yang menarik ialah, tidak ada satupun perusahaan yang umumnya disebut oleh mahasiswa di atas yang termasuk dalam 10 perusahaan terbesar dalam industri minyak dan gas berdasarkan jumlah cadangan minyak dan gas yang mereka miliki. Berikut ini ialah 50 Besar Perusahaan Minyak dan Gas Dunia yang diurutkan berdasarkan Total Reserves in Oil Equivalent Barrels dalam satuan Million Barrels. Rank1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Company National Iranian Oil Company (Iran)3 Saudi Arabian Oil Company (Saudi Arabia)3 Iraq National Oil Company (Iraq)2,3 Qatar General Petroleum Corporation(Qatar)3 Abu Dhabi National Oil Company (UAE)3 Kuwait Petroleum Corporation (Kuwait)3 Petroleos de Venezuela.S.A. (Venezuela)3 Nigerian National Petroleum Corporation (Nigeria)3 National Oil Company (Libya)2,3 Sonatrach (Algeria)2,3 Gazprom (Russia) PetroChina Co. Ltd. (China) OAO Rosneft (Russia) Petronas (Malaysia) OAO Lukoil (Russia) Petroleos Mexicanos (Mexico) ExxonMobil Corporation (United States) BP Corporation (United Kingdom) Egyptian General Petroleum Corp. (Egypt)2 Chevron Corporation (United States) ConocoPhillips (United States) Total (France) Petroleum Development Oman LLC (Oman) Petroleo Brasilerio S.A. (Brazil) Royal Dutch/Shell (Netherlands) Sonangol (Angola) ENI (Italy) Dubai Petroleum Company (UAE)2,3 Petroleos de Ecuador (Ecuador) Pertamina (Indonesia)3 Statoil (Norway) EnCana Corp. (Canada) Anadarko Petroleum Corporation (United States) Occidental Petroleum Corporation (United States) Liquids Natural Gas Total 4 5 Reserves Reserves Reserves6 136,000 974,000 302,496 259,400 248,500 302,279 115,000 112,000 134,145 15,207 910,500 170,848 92,200 99,000 80,120 36,220 41,464 12,270 0 11,618 15,963 5,300 15,927 12,849 8,194 5,893 3,700 7,806 6,696 6,592 5,500 9,418 3,270 8,000 3,481 4,000 4,517 903 1,675 1,133 1,264 2,264 198,500 54,500 152,380 181,900 52,650 161,740 171,176 53,469 24,758 82,096 26 13,856 32,480 45,931 58,500 22,894 26,835 25,539 30,000 1,166 30,058 2,000 16,965 4,000 NR 20,538 14,255 12,418 10,486 3,810 126,132 108,316 106,060 67,314 50,464 39,918 29,261 20,758 20,195 19,334 15,931 15,218 13,746 13,744 13,700 11,720 11,283 10,958 10,628 9,618 8,408 8,342 6,381 4,684 4,517 4,414 4,112 3,256 3,056 2,915

35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50

China National Offshore Oil Corp. (China) Repsol YPF (Spain) Devon Energy Corporation (United States) Apache Corp. (United States) Ecopetrol (Columbia) Canadian Natural Resources (Canada) Norsk Hydro ASA (Norway) Talisman Energy Ltd. (Canada) Romanian National Oil Co. (Romania)2 BG Group PLC (United Kingdom) BHP Billiton Ltd (Australia) Petro-Canada (Canada) Hess Corp. (United States) Nexen Inc. (Canada) Shell Canada Ltd. (Canada) Canadian Oil Sands Trust (Canada)

1,490 1,057 983 1,061 1,453 1,316 748 767 940 432 551 950 832 946 08 1,000

6,232 8,718 8,356 7,513 3,996 3,798 6,611 5,400 3,550 5,928 4,867 1,945 2,466 618 1,400 0

2,555 2,548 2,411 2,345 2,136 1,965 1,878 1,690 1,547 1,445 1,383 1,282 1,254 1,052 1,047 1,000

Ranked in order of 2006 worldwide oil equivalent reserves as in “OGJ 200/100″, Oil & Gas Journal, September 17, 2007 Posted by gupi at 02:23 1 comments Labels: gaji perusahaan migas, minyak dan gas, Oil and gas, oil and gas salary

Share this:
• •

Share

18 September 2010 | Categories: lowongan pekerjaan tekim, Tentang Teknik Kimia | Tinggalkan komentar »

Kimia MIPA vs. Teknik Kimia, Yang Mana?
Saya seorang pelajar yang berminat pada bidang kimia namun bingung menentukan pilihan untuk kuliah kimia MIPA atau teknik kimia. Mohon rekan-rekan milis dapat membantu saya menentukan pilihan. Demikian potongan sebuah mail yang muncul di milis kimia_indonesia. Rasanya, banyak pelajar SMU yang lain yang juga bingung tentang hal ini. Apa kamu salah satunya? Mari kita bandingkan kedua jurusan ini dari dua sisi, yaitu ilmu yang dipelajari dan pekerjaan setelah lulus kuliah.

APA YANG DIPELAJARI? Mari kita mulai dulu dengan definisi ilmu kimia dan teknik kimia. Ilmu kimia (chemistry) adalah ilmu yang menyelidiki sifat dan struktur zat, serta interaksi antara materi-materi penyusun zat. Teknik kimia (chemical engineering) adalah ilmu yang mempelajari rekayasa untuk menghasilkan sesuatu (produk) yang bisa digunakan untuk keperluan manusia, berlandaskan pengetahuan ilmu kimia. Dari definisi ini, ada tiga poin yang akan kita lihat. ”Poin 1: Sifat: Eksplorasi vs. Aplikasi” Salah satu kegiatan dalam ilmu kimia adalah mencari zat atau reaksi baru. Sementara itu, teknik kimia tidak berupaya mengembangkan zat, struktur, atau reaksi baru, tetapi ia mengaplikasikan dan mengembangkan yang sudah ada. Perlu dicatat, walaupun teknik kimia tidak mencari sesuatu yang baru dari sisi kimia, namun ia mencari sesuatu yang baru dari sisi teknik produksi. ”Poin 2: Orientasi: Ilmu Pengetahuan vs. Industri” Misalkan ada sebuah reaksi yang ditemukan sebagai berikut. A + B –> C + D Hasil reaksi terbentuk dengan perbandingan C sebanyak 70% dan D 30%. Dari hasil reaksi ini, produk yang berguna adalah D. Terhadap reaksi ini, bidang ilmu kimia dan teknik kimia akan bersikap berbeda. Ilmuwan kimia akan berupaya merekayasa reaksi A + B tersebut agar menghasilkan D dengan persentase yang lebih besar lagi. Upaya tersebut dilakukan dengan berusaha mengetahui lebih detail tentang apa yang mempengaruhi reaksi A + B, sampai ke tingkat molekular bahkan sampai ke tingkat atom. Orang teknik kimia akan mencari cara untuk mengoptimalkan proses reaksi tersebut agar dihasilkan produk D yang ekonomis, yaitu yang biaya produksinya paling murah. Mereka akan mempelajari proses mana yang harus dipilih; alat untuk mengatur suhu dan tekanan

reaksi; alat untuk mempersiapkan bahan bakunya; alat untuk memurnikan produk; dan lain-lain. ”Poin 3: Target Skala: Kecil vs. Raksasa” Ilmu kimia mempelajari reaksi dengan melakukannya pada skala kecil di lingkungan laboratorium, misalnya dalam hitungan gram saja. Sementara teknik kimia mempelajari reaksi untuk dilakukan pada skala besar, misalnya dalam hitungan ton. Ini karena hasil penelitian teknik kimia akan diterapkan pada bidang industri. PEKERJAAN SETELAH LULUS Salah satu yang membuat kita bimbang waktu memilih jurusan adalah tentang pekerjaan setelah kita lulus kuliah nanti. Apa ada lowongan pekerjaan untuk lulusan ilmu kimia? Bidangnya seperti apa? Kalau untuk teknik kimia? Lulusan ilmu kimia bisa bekerja misalnya di laboratorium, di bidang pendidikan sebagai guru atau dosen, atau di bagian Kendali Mutu (Quality Control) di pabrik. Lulusan teknik kimia biasa bekerja di pabrik yang memproduksi barang-barang melalui proses kimia, misalnya di pabrik semen, pupuk, kilang minyak, dan sebagainya. Tetapi, apakah lulusan ilmu kimia tidak bisa bekerja di bidang “milik” orang teknik kimia, dan sebaliknya? Tidak ada masalah. Kedua ilmu ini punya pijakan yang sama yaitu kimia. Lulusan ilmu kimia bisa saja bekerja di Bagian Produksi, dan lulusan teknik kimia bisa saja bekerja di laboratorium. Hanya saja, setelah bekerja mereka perlu belajar lebih keras dibanding kalau mereka memilih jalur pekerjaan yang “normal”. Namun kalau mau belajar, ini bukan hal yang mustahil. Timbul pertanyaan, kalau kita mengambil pekerjaan yang “tidak sesuai” dengan kuliah kita, bukankah ilmu kita sia-sia? Tidak juga. Toh waktu berkuliah kita akan belajar bagaimana memecahkan masalah secara sistematis, bagaimana berpikir dengan logis, bagaimana menghadapi bermacammacam orang, dan bagaimana berdiplomasi. Ini semuanya adalah ilmu yang sangat penting dalam pekerjaan dan berlaku secara universal, tidak bergantung pada apa jenis pekerjaannya. Di milis kimia_indonesia ada beberapa rekan kita yang bekerja pada bidang yang “tidak semestinya”. Simak cerita mereka.

“Saya seorang teknik kimia, sekarang bekerja di bagian Lab. Mikrobiologi. Sekarang saya harus banyak lagi mempelajari hal-hal baru dan harus menyesuaikan dulu dengan pekerjaan yang nantinya akan saya hadapi.” Ikhsan Guswenrivo “Saya sendiri dari kimia murni baik S1 maupun S2. Bahkan SMA-pun dari analis kimia. Tapi saya pernah bekerja di lab dan Bagian Produksi. Memang pada kenyataannya untuk orang kimia murni pada saat bekerja di bagian produksi kita harus banyak buka-buka dulu buku wajibnya orang teknik kimia seperti “Perry’s Chemical Engineers Handbook” dan “Basic Thermodynamics”. Begitu juga orang teknik kimia kalau ditempatkan bekerja di lab harus buka-buka buku wajibnya orang kimia murni. Karena sebetulnya antara orang kimia dan teknik kimia sama-sama punya basis kimia yang kuat, masing-masing menjadi mudah untuk mempelajarinya. Di bagian Lab maupun Produksi saya menempatkan baik orang kimia murni maupun orang teknik kimia sehingga saling melengkapi. Alhasil kita punya tim yang solid antara produksi dan lab.” Miftahudin Maksum PT. Universal Laboratory Tj.Uncang Batam (*) “Saya S1 di kimia MIPA, penelitian saya tentang polimer. Sekarang saya di graduate school, biarpun tetap di bidang kimia, topik penelitiannya beda sekali. Saya harus belajar tentang neuron cell culture, tentang biomaterial, dan lain-lain (research saya tentang surface modification for retinal and cortical implant)” Paulin Wahjudi University of Southern California Department of Chemistry (*) PENUTUP Setelah membaca tulisan ini, moga-moga sekarang kamu sudah lebih mantap untuk menentukan pilihan jurusanmu. Saat sudah masuk kuliah nanti, jangan lupa untuk tetap membuka mata dan pikiran terhadap perkembangan teknologi. Pada saat ini, banyak topik penelitian yang berupa penelitian antarbidang ilmu. Kita tidak cukup hanya mengerti kimia MIPA ataupun teknik kimia saja, tetapi juga belajar lagi entah tentang elektro, biologi, dan sebagainya. Selamat memilih jurusan dan belajar!

Share this:
• •

Share

12 September 2010 | Categories: Tentang Teknik Kimia | Tinggalkan komentar »

Penjelasan tentang teknik kimia
Teknik kimia (Inggris: chemical engineering) adalah ilmu teknik atau rekayasa yang mempelajari pemrosesan bahan mentah menjadi barang yang lebih berguna, dapat berupa barang jadi ataupun barang setengah jadi. Ilmu teknik kimia diaplikasikan terutama dalam perancangan dan pemeliharaan proses-proses kimia, baik dalam skala kecil maupun dalam skala besar seperti pabrik. Insinyur teknik kimia yang pekerjaannya bertanggung jawab terhadap perancangan dan perawatan proses kimia pada skala pabrik dikenal dengan sebutan “insinyur proses” (process engineer). Selain itu, insinyur teknik kimia juga terkait dengan penelitian dan pengembangan proses kimia. Teknik kimia selalu menitikberatkan pekerjaannya untuk menghasilkan proses yang ekonomis. Untuk mencapai tujuan ini, seorang insinyur teknik kimia dapat menyederhanakan atau memperumit aliran proses produksi untuk memperoleh proses yang ekonomis. Selain melalui perancangan aliran proses produksi, seorang insinyur teknik kimia juga dapat menghasilkan proses yang ekonomis dengan merancang kondisi operasi. Beberapa reaksi kimia memiliki laju reaksi yang lebih tinggi pada tekanan atau temperatur operasi yang lebih tinggi. Proses produksi amonia adalah contoh dari pemanfaatan tekanan tinggi. Agar laju pembentukan amonia cepat, reaksi dilangsungkan dalam suatu reaktor bertekanan tinggi. Proses-proses kimia berlangsung dalam peralatan proses. Peralatan proses umumnya merupakan satu unit operasi. Unit-unit operasi kemudian dirangkaikan untuk melakukan berbagai kebutuhan dari sintesis kimia ataupun dari proses pemisahan. Pada beberapa unit operasi, peristiwa sintesis kimia dan proses pemisahan berlangsung secara bersamaan. Penggabungan dari keduanya ini bisa dilihat dari proses distilasi reaktif. Ilmu-ilmu yang menjadi dasar dalam teknik kimia, antara lain adalah:
• • • • • •

Neraca massa Neraca energi Peristiwa perpindahan massa, energi, momentum Reaksi kimia Termokimia Termodinamika

Terdapat pula ilmu-ilmu pendukung yang teknik kimia, antara lain:
• •

Mekanika fluida Ilmu tentang material

Selain ilmu dasar dan ilmu pendukung, terdapat pula kemampuan-kemampuan dan pengetahuan-pengetahuan aplikatif yang perlu dikuasai oleh seorang insinyur teknik kimia, antara lain:
• • • • • • •

Pengendalian proses kimia Instrumentasi Perancangan proses kimia Penanganan limbah pabrik Prosedur keselamatan pabrik kimia Evaluasi ekonomi pabrik kimia Manajemen proyek

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->