MAKALAH BAHASA INDONESIA “PENALARAN”

KELOMPOK VIII
ELSA FITRIANINGSIH EFRITA SARI LENI MARLINA 2510.040 2510.051 2510.052

DOSEN PEMBIMBING UPIT YULIANTI DN, S.Pd, M.Pd

PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA JURUSAN TARBIYAH
STAIN SJECH M DJAMIL DJAMBEK BUKITTINGGI

2010/2011

Melalui makalah ini. hal ini terjadi karena kealpaan penulis sebagai manusia dengan banyak keterbatasan. Meskipun masih terdapat kekurangan. penulis menyampaikan tentang Penalaran. penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun bagi penulis. penulis berharap agar makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua agar kita semua dapat mengetahui semua tentang Penalaran. Dalam penulisan makalah ini. penulis dapat menyelesaikan Makalah Bahasa Indonesia ini. Dengan rahmat tersebut. untuk itu penulis ingin menyampaikan terima kasih terhadap pihak yang telah membantu tersebut semoga bantuan tersebut dibalas oleh Allah SWT. 12 Desember 2010 Penulis i . Akhirnya. penulis menyadari bahwa makalah ini masih belum sempurna. Bukittinggi. Oleh karena itu.KATA PENGANTAR Penulis mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya ke segenap isi alam. Dalam penulisan makalah ini penulis banyak mendapatkan bantuan baik secara moril maupun materil dari berbagai pihak.

............................................................................................................... i Ii 1 1 1 BAB II PEMBAHASAN 1.......... 2 2 3 5 BAB III PENUTUP 1........................................................................................................................................................................................ ii .................. TUJUAN PENULISAN.............. DAFTAR ISI ............................................................................................... 4....................... 10 11 DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................................. BAB I PENDAHULUAN 1..... Isi Karangan .......................................................................................................................................... KESIMPULAN ...................... 3............ 3.................................... Jenis-Jenis Penalaran ............................................... Pengertian Penalaran...............................................................................................................................................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ................ 2.......... Unsur-Unsur Penalaran Karangan Ilmiah ..................... RUMUSAN MASALAH.... LATAR BELAKANG ........................................................................................................................................... 2..................................................

2. Jenis-jenis penalaran? 3. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah: a. yaitu penalaran deduktif dan penalaran induktif. Apa saja unsur-unsur penalaran itu? c. 1 . Latar Belakang Penalaran merupakan salah satu bahasan dalam Bahasa Indonesia yang digunakan untuk mencari sebuah kesimpulan baik itu simpulan yang bersifat umum atau yang bersifat khusus. Apa itu penalaran? b.BAB I PENDAHULUAN 1. Penalaran terbagi atas dua macam. Tujuan Penulisan Makalah ini kami buat dengan tujuan agar kita dapat memahami tentang penalaran. unsurunsur penalaran dan jenis-jenis dari penalaran tersebut. Dalam pembuatan penalaran terdapat unsur-unsur yang harus diperhatikan. Unsur-unsur tersebut akan dijelaskan dalam makalah ini.

atau fakta di rumuskan dalam benuk proposisi yaitu kalimat pernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya atau kesalahannya.  Proposisi hipotetik yaitu pernyataan persyaratan hubungan subjek dan prediket yang harus dipenuhi.  Proposisi negatif parsial. sisematis.  Proposisi negative universal. Misalnya : Jika dijemput.  Proposisi mutlak yaitu pembenaran yang tidak memerlukan pengujian untuk menyatakan benar atau salahnya.  Proposisi posiif parsial yaitu pernyataan bahwa sebagian unsur pernyataan tersebut bersifat posiif. terorganisir dalam urutan yang saling berhubungan sampai dengan kesimpulan. yaitu (1) proses berfikir logis. (2) menghubunghubungkan fakta atau data sampai dengan suatu simpulan. 2) Dasar pemikiran. 2 .  Proposisi positif universal yaitu pernyataan posiif yang mempunyai kebenaran mutlak. membahas. 2. atau menganalisis dengan menghubunghubungkan variabel yang dikaji sampai menghasilkan suatu derajat hubungan dan simpulan.BAB II PEMBAHASAN 1. Misalnya : X akan menikahi Y. kebalikan dari proposisi positif unifesal. (3) proses menganalisis suatu topik sehingga menghasilkan suatu simpulan atau pengertian baru. 3) Proposisi mempunyai beberapa jenis.  Proposisi kategoris yaitu tidak adanya persyaratan hubungan subjek dan perdiket. misalnya: Semua hewan akan mati. Suci akan ke rumah Winda. misalnya: Anak cerdas dapat memanfaatkan potensinya. misalnya: Tidak ada gajah idak berbelalai. antara lain:  Proposisi empiric yaitu proposisi berdasarkan fakta. Pengertian Penalaran Penalaran mempunyai beberapa pengertian. misalnya: Sebagian orang ingin hidup kaya. kebalikan dari proposisi positif parsial. Unsur-Unsur Penalaran Karangan Ilmiah 1) Topik yaitu ide sentral dalam bidang kajian tertentu yang spesifik dan berisi sekurangkurangnya dua variabel. penalaran dapat diartikan mengkaji. (5) Pembahasan suatu masalah sampai menghasilkan suatu simpulan yang berupa pengetahuan atau pengerian baru. misalnya: Sebagian orang hidup menderita. (4) Dalam karangan terdiri dari dua variabel atau lebih. pendapa. Misalnya : Gadis yaitu wanita muda yang belum pernah menikah.

dan hasil analisis yang akurat. fakta. 10) Pembuktiaan (argumentasi) yaitu proses pembenaran bahwa proposisi itu terbuki kebenarannya atau kesalahannya.Jenis Penalaran A. 3 . pembuktian harus didukung pula dengan datayang mencukupi. mengklasifikasi. B. serupa. dan terarah menuju suatu kesimpulan. atau sebab –akibat –akibat. 6) Sisematika yaitu seperangkat proses atas bagian-bagian atau unsur-unsur proses berpikir ke dalam suatu kesatuan. 3. Kesimpulan ini dapat berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum atas fakta yang bersifat khusus. fenomena. analogi. pembahasan. Analogi adalah proses penalaran berdasarkan pengamatan terhadap gejala khusus dengan membandingkan atau mengumpamakan suatu objek yang sudah teridentifikasi secara jelas terhadap objek yang dianalogikan sampai dengan kesimpulan yang berlaku umum. dan sebab – akibat. atau sejenis yang disusun secara logis diakhiri dengan kesimpulan yang bersifat umum. dapat berupa implikasi aau inferensi. teliti. dan lain-lain. Penalaran Deduktif Penalaran deduktif adalah proses berpikir logis yang diawali dengan penyajian fakta yang bersifat umum. penguraian ) dilakukan dengan mengidentifikasi. 12) Kesimpulan (simpulan) yaitu penafsiran atas hasil pembahasan. Jenis. Generalisasi adalah proses penalaran berdasarkan pengamatan atas sejumlah gejala (data) yang bersifat khusus. 8) Variabel yaitu unsure suau pikiran dalam sebuah topik yang akan di analisis. Sebab akibat adalah proses penalaran berdasarkan hubungan ketergabungan antar gejala yang mengikuti pola sebab – akibat. Pembuktian ini harus disertai dukungan yang berupa: metode analisis baik yang bersifat manual maupun yang berupa softwer (misalnya: SPSS). atau fakta yang berlaku khusus. Sselain itu. contoh. membandingkan. Karangannya maupun uraian isinya. dukungan pembuktian. 7) Permasalahan yaitu peratanyaan yang harus di jawab (dibahas) dalam karangan. Penalaran Induktif Penalaran indukif adalah proses berpikir logis yang di awali dengan observasi data.4) Proses berfikir ilmiah yaitu kegiatan yang dilakukan secara sadar. penggunaan argument (alasan). mencari hubungan (korelasi). sikap. dan jusifikasi (pembenaran). disertai pembuktian khusus. Penalaran induktif pada dasarnya terdiri dari tiga macam: generalisasi. argumentasi (pembuktian). 5) Logika yaitu metode pengujian ketepatan penalaran.akibat – sebab. 9) Analisis ( pembahasan. 11) Hasil yaitu akibat yang ditimbulkan dari sebuah analisis induktif atau dedukif. dan diakhiri simpulan khusus yang berupa prinsip. dan diakhiri kesimpulan umum.

Padahal. Urutan ruang Urutan ruang dipergunakan unuk menyatakan hubungan tempat atau ruang. di sini.  Urutan Peristiwa (kronologis) Karangan dengan urutan peristiwa secara kronologis berarti menyajikan bahasan berdasarkan urutan kejadian. paradigm para petani dan pengusaha sering tidak sejalan. Perekonomian nelayan. Urutan Logis Karangan disusun berdasarkan satu kesatuan konsep. penalaran (induksi. cokelat. Kondisi ini masih diperburuk oleh barang penyelundupan yang membanjiri masyarakat kita. Pertumbuhan pendapatan nasional (GNP) belum mengembirakan. produksi bahan baku ini dapat memberikan lapangan kerja yang cukup besar jika diproduksi secara nasional. Proses penalaran diawali dengan (1) pernyataan yang bersifat umum : perekonomian Indonesia belum berpihak kepada rakyat kecil. produk ekspor belum secepat yang diharapkan.buruh kecil terancam PHK. peristiwa yang terjadi kemudian diuraikan kemudian.d.belok kanan. Padahal. Selain itu. Misalnya: kekayaan ikan laut setiap tahun hilang sia-sia sebesar 4 s. pengolahan kekayaan tersebut dapat menciptakan lapangan kerja bagi para penganggur. 4  - .Contohnya: Perkembangan perekonomian Indonesia belum berpihak kepada rakyat kecil. buruh. ruang. pada . Pabrik sepatu memerlukan peternak penghasil kulit. para nelayan kita menangis kelaparan. dan buruh kecil belum layak. Pengusaha cenderung mengimpor bahan baku tersebut. di atas . (3) spesifikasi perekonomian masyarakat kecil dalam bidang-bidang tertentu bagi : nelayan. dan kepentingan. tetapi tidak banyak peternak melakukannya. dan lain-lain. petani. jelas dan akurat. Situasi menyedihkan jika pabrik tekstil lebih suka mengimpor kapas dari Negara industi yang sudah sangat maju. buruh kecil belum layak (deduktif). dikembangkan dalam urutan logis. Paragraph diatas berupa karangan kualitatif deduktif. Padahal. Urutan dapat disusun berdasarkan urutan peristiwa. dan nilai tukar dolar cenerung menurun. dan sayur-mayur) belum diberdayakan.berhadapan di. petani dan buruh-tani kita menyekolahkan anaknyapun tidak mampu. waku. Tanah yang subur untuk berbagai komoditas (kapas. produk yang sudah dihasilkan belum laku terjual. Kekayaan hutan mengalir ke Negara tetangga secara illegal. pabrik tekstil memerlukan petani kapas. (4) perekonomian nelayan. Peristiwa yang terjadi lebih dahulu diuraikan lebih dulu. sebab-akibat). melalui . petani. di situ .berseberangan di tengah. deduksi. petani. 5 miliar USD. Padahal. misalnya: pabrik gula memerlukan tebu tetapi tidak banyak petani menanam tebu. proses. (2) pembahasan kualifikasi perekonomian yang kurang berkembang. sistematik. Padahal. Kondisi ini diperburuk oleh ketidakcerdasan masyarakat menyikapi kondisi nasional yang belum termanfaatkan dengan baik. tetapi pengusaha tekstil lebih suka mengimpor kapas dari Amerika.bertolak belakang di bawah. Untuk menyatakan urutan ruang digunakan ungkapan-ungkapan berikut: di sana.

bukan rincian. Klasifikasi Adalah pengelompokkan fakta berdasarkan atas ciri atau kriteria tertentu. 4. dan pembuktian. generalisasi perlu ditunjang pembuktian dengan fakta. Karya ilmiah berisikan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Baginya masalah itu terlalu remeh. dan klasifikasi kompleks yang mengelompokkan objek menjadi tiga kelompok aau lebih. membahas permasalahan. Suatu generalisasi mencakup ciri-ciri umum yang menonjol. Generalisasi factual lebih mudah diyakini daripada generalisasi yang berupa pendapat atau penilaian. yaitu anak balita. Klasifikasi ada dua jenis. gejala. suatu paragraf dapat dikembangkan dalam urutan umumkhusus dan khusus-umum. conoh-contoh. kejadian. anak usia sekolah. dan manula. Kependudukan merupakan masalah pokok dunia b. MU. filipina. Fakta yang banyak dikelompokkan menurut persamaan atau perbedaan yang ada. Generalisasi yang mengemukakan fakta disebut generalisasi faktual atau opini. dan Indonesia termasuk rumpun bahasa Austronesia. Urutan ini menghasilkan paragraf deduktif dan induktif.  Generalisasi dan Spesifikasi Generalisasi adalah pernyataan yang berlaku untuk semua atau sebagian besar gejala yang diamati. misalnya: manusia erdiri dua jenis yaiu pria dan wanita. mudah diuji kebenarannya. Isi karangan Isi karangan dapat berupa sajian fakta (benda. dan data statistik yang merupakan spesifikasi atau ciri khusus. 5  . Dalam hal ini arah pembicaraan ialah dari yang paling penting sampai kepada yang paling tidak penting atau sebaliknya. imajinasi. Formosa. pembahasan. orang dewasa. Contoh : a. dan sifat atau ciri sesuatu). SD. ramalan dan sebagainya. Di dalam pengembangan karangan. klasifikasi merupakan sejenis generalisasi. yaitu klasifikasi sederhana yang hanya mengelompokkan objek menjadi dua kelompok. Fakta mudah dibuktikan. Contoh:  Bahasa –bahasa di madagaskar. sedangkan opini atau penilaian sulit dibuktikan atau diuji. misalnya: usia manusia dapa di kelompokkan beberapa kelompok. Urutan kepentingan Suatu karangan dapat dikembangkan dengan urutan berdasarkan kepentingan gagasan yang dikemukakan. SMP. Dari contoh dapat kita ketahui bahwa a merupakan fakta dan b merupakan opini atau pendapat. pendapat/sikap dan tanggapan.  Urutan alur penalaran Berdasarkan alur penalarannya. Dalam penembangan karangan.

menurut. Untuk menulis klasifikasi diperlukan kata-kata atau ungkapan : Contoh : Jenis transportasi modern yang digerakkan dengan mesin dapat diklasifikasi menjadi : transportasi udara.ditinjau dari . Selain itu. atau kapasitas penumpang. dan laut. transportasi udara terdiri dua jenis. transportasi laut menggunakan kapal. Kalimat berikut merupakan indikator perbandingan dan pertentangan: . Semua mahasiswa mampu berpikir mandiri (generalisasi biasa). dan fungsinya.  Sebab dan akibat Suatu peristiwa dapat menyebabkan serangkaian akibat sehingga timbullah serangkaian sebabakibat.dengan jelas dapat dibedakan .golongan. Pertama. Jenis.akibat berkelanjutan membentuk lingkaran 6 . sekarang mudah di dapat. Kedua. masing-masing terdiri dari beberapa jenis berdasarkan daya angkut.dengan mudah dapat dikelompokkan . dengan mengingat . . dipandang Kategori. mobil dan sepeda motor. dapat dibagi . tipe Cara. Seperti Seperti halnya Menyerupai Hampir sama dengan dan lain-lain Untuk mempertentangkan: berbeda dengan. sesuai dengan Kata-kata/ ungkapan yang dipergunakan untuk menyatakan perbandingan dan pertentangan diantaranya: Untuk membandingkan: Sama dengan. Sebab-akibat ini dapat diklasifikasi sebagai berikut: a) Satu sebab – satu akibat b) Sebab. yaitu: pesawat terbang sipil dan pesawat terbang militer. Kapal ini dapat diklasifikasi berdasarkan besar-kecilnya. masing-masing dapat digunakan untuk keperluan militer maupun sipil.Perbedaan sistem liberal dan demokrasi Pancasila. transportasi darat terdiri dari kereta api. kecepatan melaju.Dahulu di gunung kidul air sangat langka. bertentangan dengan berlawanan dengan …sedangkan… sebaliknya. sumber Bagian. darat. daya jelajahnya.  Perbandingan dan pertentangan Perbandingan membahas kesamaan dan kemiripan sedangkan pertentangan membahas perbedaan dan ketidaksamaan. ciri-ciri Kelas. Ketiga. aspek.

• Contoh : Daya piker mahasiswa itu tajam. • Mencari persamaan dua objek berdasarkan salah satu dari objek tersebut yang sudah diketahui. pengalaman membuktikan bahwa. jadi.c) d) e) f) Satu sebab-banyak akibat Banyak sebab – satu akibat Sebab – akibat berkelanjutan menuju situasi memburuk Sebab – akibat berkelanjutan menuju situasi membaik.  Analogi berdasarkan pengungkapan isi: 1. malaikat dan manusia. Kata tajam tidak dapat diukur secara objektif (empirik). karena Analogi Analogi adalah suatu bentuk kias persamaan atau perbandingan dua atau lebih objek yang berlainan. misalnya manusia dan semut. Kata atau ungkapan yang lazim digunakan: Oleh sebab itu. • Mencari persamaan dengan menggunakan ungkapan atau kiasan. dengan alasan itu. Secara garis besar analogi dapat dibedakan atas: a) Analogi sederhana • Mudah dipahami karena mencari persamaan dua objek yang tidak menuntut penjelasan fakta secara mendalam dan sudah lazim diketahui. Analogi deklaratif  Menjelaskan suatu objek yang belum dikenal berdasarkan persamaannya dengan objek yang sudah dikenal. dengan pertimbangan bahwa.  Tidak menghasilkan simpulan. alhasil. Proses mengarang dengan penalaran sebab – akibat: a) b) c) d) e) f) Menentukan topik Menentukan pola Menentukan sebab Mulai menulis dengan kalimat topik yang menjadi sebab Menjelaskan sebab-sebab tersebut. oleh karena itu. mengapa sebab-sebab itu terjadi Menyebutkan/ menjelaskan akibat yang ditimbulkan.  Tadak memberikan pengetahuan baru. • Contoh : gadis itu bagaikan bunga mawar di kelas kami. akibatnya. 7 . sebab. b) Analogi yang berupa kiasan • Sulit dipahami karena bersifat subjekif dan berdasarkan situasi pembicaraan yang sedang berlangsung.

berddasarkan cirri dasar (utama) aas objek lama terhadap fakta baru. Boleh jadi. misalnya “seindah”). Kata-kata yang lazim digunakan dalam perkiraan: Memperkirakan / diperkirakan. bagai  Se. laksana. dengan demikian. Ramalan tidak ilmiah adalah ramalan yang diperoleh melalui prosedur yang tidak ilmiah. • Menghasilkan suatu kesimpulan induktif yang khusus. Kata-kata yang digunakan dalam analogi deklaratif. seperti. artinya dalam kesimpulan itu terkandung hasil analisis data. Ramalan ilmniah (perkiraan) disusun besrdasarkan hasil penalaran ilmiah: perhitungan atas fakta. . suatu simpulan yang dapat berupa: perkiraan. implikasi. Fakta hasil analisis dapat diinterpretasikan menjadi. dan menyimpulkanya secara induktif. Ditaksir. atau tidakan. (kata keadaan. pengujian. • Kata-kata yang serfing digunakan: maka.  Implikasi adalah simpulan yang bersifat melibat data. diduga akan. 5. berdasarkan persamaan ciri. • Proses menggunakan kesamaan sifat objek pertama yang sudah dikenal cirri-cirinya untuk menerapkan cirri-ciri pbjek sedua. mungkin. ialah bagaikan. tindakan baru. pengalaman empiric. seperti: pengvetahuan baru. (bukan generalisasi). • Kesimpulan dapat dijadikan dasar pengetahuan bagi objek lain. dengan begitu.  Ramalan dan perkiraaan Ramalan adalah semacam inferensi yang berisi pernyataan tentang sesuatu yang terjadi pada waku yang akan datang. Kesimpulan Data yang dianalisis dan dievaluasi menghasilakan fakta. Analogi induktif • Menjelaskan suatu objek yang daoat memberikan pengetahuan baru. misalnhya sesuatyu yang bersifat gaib. atau pengetahuan baru. 2. inferensi. anggapan. aau hasil analisis ilmiah yang lazim disebut perkiraan. 8 . dapat diproyeksikan. Ramalan dibedakan atas ramalan tidak ilmiah dan ramalan ilmiah. . Sangat mungkin. berdasarkan persamaan cirri utama (esensial) dengan objek yang sudah dikenal.

9 . Inferensi diambil berdasarkan analisis yang bersumber pada referensi atau rujukan yang datanya tidak dapat diamati secara langsung dan tidak erkait langsung dengan kalimat simpulan.  Tindakan adalah simpulan yang dilakukan sebagai tindak lanjut dari suatu kjian.

Unsur penalaran karangan ilmiah : a. Penlaran deduktif 10 . Kesimpulan Jenis-jenis penalaran: a. Permasalahan h. Pembuktian k. Hasil l. Sistematika g. Proposisi d. Logika f. sisematis. Analisis j. Proses berpikir ilmiah e. Dasar pemikiran c.BAB III PENUTUP 1. Variabel i. Penalaran Induktif b. terorganisir dalam urutan yang saling berhubungan sampai dengan kesimpulan. Topik b. Kesimpulan Penalaran adalah proses berfikir logis.

DAFTAR PUSTAKA Hs. Widjono. 2005. Bahasa Indonesia: Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. Jakarta: Grasindo 11 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful