MENYUSUN PENGURUS TA’MIR MASJID

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orangorang yang beruntung. (QS 3:104, Ali ‘Imran)

MEMILIH PENGURUS Salah satu maksud utama penyelenggaraan Musyawarah Jama’ah adalah untuk memilih Pengurus Ta’mir Masjid periode yang akan datang. Sebelum pemilihan Pengurus dilaksanakan, beberapa materi penting berkaitan dengan kepengurusan harus diselesaikan, yaitu: Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Ta’mir Masjid periode sebelumnya, Pedoman Kepengurusan, maupun Program Kerja, Struktur dan Bagan Organisasi. Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Ta’mir Masjid periode sebelumnya -bila sudah ada- dibahas untuk memahami kondisi aktual organisasi, mengantisipasi permasalahan ke depan dan sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun Program Kerja periode berikutnya. Pedoman Kepengurusan disusun sebagai peraturan kepengurusan yang berisi antara lain: wewenang, tanggungjawab, masa kepengurusan, job description, pendelegasian, pembidangan kerja, reshuffle dan lain sebagainya. Program Kerja disusun berdasarkan keinginan dan kebutuhan jama’ah yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi aktual pada masa itu dan perkiraan di masa yang akan datang. Struktur dan Bagan Organisasi disesuaikan dengan pembidangan kerja dan Program Kerja yang telah disusun, agar nantinya Pengurus Ta’mir Masjid dapat bekerja secara efektif dan efisisen dalam melaksanakan segala aktivitasnya. Setelah semua itu dibahas dan diputuskan, maka segera dilakukan pemilihan pengurus organisasi. Pertama, dipilih Majelis Syura sebagai Dewan Penasehat dan Pengawas, yang terdiri dari satu orang Ketua, satu orang Sekretaris dan tiga orang
Materi Pelatihan Management Masjid dan Organisasi Islam 87

Komitmennya terhadap Islam. supaya mudah menyesuaikan dengan UU No. Dalam menyusun Pengurus dihindari terjadinya diskriminasi dan usaha-usaha kelompok untuk mendominasi. Calon Pengurus dihubungi secara tertulis oleh Formatur dan diminta untuk menandatangani Surat Pernyataan Kesediaan menjadi Pengurus Ta’Mir Masjid yang dilampirkan. c. d. Keaktifannya untuk datang ke Masjid. yang terdiri dari satu orang Ketua Umum terpilih periode berikutnya yang merangkap sebagai Ketua Formatur dan dua orang Anggota Formatur yang membantu dalam menyusun Pengurus Ta’mir Masjid secara lengkap. maka telah resmi menjadi bagian dari Pengurus yang akan dilantik. MENYUSUN PENGURUS LENGKAP Ketua Umum Ta’mir Masjid baru yang merangkap sebagai Ketua Formatur dengan dibantu anggota Formatur selanjutnya melaksanakan tugas membentuk kepengurusan lengkap periode yang akan datang. Namun. dengan ketentuan jabatan Ketua Umum maksimum dua kali berturut-turut. PELANTIKAN PENGURUS Materi Pelatihan Management Masjid dan Organisasi Islam 88 . Apabila yang bersangkutan bersedia. tabligh. Hendaknya dipilih personil yang amanah. b. pemilihan Pengurus Ta’mir Masjid. Kedua. periode kepengurusan tiga tahun cukup dinamis bagi organisasi Ta’mir Masjid.Anggota. Pengurus Ta’mir Masjid sebaiknya memiliki masa jabatan yang tidak terlalu lama atau terlalu singkat. Bisa ditentukan sekitar tiga sampai lima tahun. Setelah kepengurusan tersusun dengan lengkap selanjutnya dilakukan pelantikan oleh Ketua Umum dalam acara yang khusus diselenggarakan untuk itu. shiddiq dan fathonah. Dalam surat tersebut telah ditetapkan posisi jabatan yang bersangkutan dalam kepengurusan. Pengurus lama dapat dipilih kembali dalam Musyawarah Jama’ah berikutnya. Sebenarnya. 28 Tahun 2004. 16 Tahun 2001 Tentang Yayasan dan perubahannya dalam UU No. Wawasan keilmuannya. sehingga dapat memuaskan segenap pihak. Kemampuan managerial-nya. bagi Masjid yang memiliki atau akan membentuk Yayasan dapat dipilih periode kepengurusan lima tahun. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika memilih calon Pengurus Ta’mir Masjid. antara lain: a.

pindah tempat tinggal (domisili) ataupun karena keengganannya dalam mengemban amanah organisasi. Ketua Majelis Syura -didampingi Ketua Umum Ta’mir Masjid yang lama dan baru. Pada saat serah terima kepengurusan. Ketua Umum Ta’mir Masjid yang baru membacakan Surat Keputusan Formatur tentang penetapan Pengurus baru yang dilampiri Susunan Pengurus Ta’mir Masjid. RESHUFFLE PENGURUS Pengurus yang telah terbentuk. dapat berlangsung dengan lancar. yang kemudian ditandatangani masingmasing Ketua Umum lama dan baru. Materi Pelatihan Management Masjid dan Organisasi Islam 89 . Adapun susunan acaranya adalah sebagai berikut: Pembukaan oleh MC. banyak masalah yang harus diatasi di antaranya adalah mengenai keaktifan personil Pengurus.membacakan naskah serah terima. Ramah-tamah. kesibukan yang lain. Pada saat pelantikan. Kepengurusan suatu Ta’mir Masjid tidak selalu dapat berjalan mulus. dihubungi Biasanya dalam tempat undangan. Taushiah oleh Mubaligh. Beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti waktu. sedang Ketua Majelis Syura menjadi saksi. dan mempersilahkan satu persatu personil Pengurus untuk tampil ke podium.Panitia pelantikan Pengurus mempersiapkan segala keperluan untuk acara pelantikan. Sambutan Ketua Umum Ta’mir Masjid yang lama dan yang baru. Tilawah Al Quraan dan terjemahannya. Dengan dipimpin Ketua Umum Ta’mir Masjid baru semua Pengurus mengucapkan Ikrar Pelantikan. baik karena adanya halangan. maka orang-orang yang akan menyambut dalam acara tersebut perlu terlebih dahulu agar acara dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan. Di antara mereka kadang ada yang tidak aktif dalam mengelola organisasi. dokumen dan lain sebagainya perlu dipersiapkan dengan baik agar prosesi pelantikan pelantikan ini ada sambutansambutan. Dalam acara pelantikan dilakukan pembacaan Ikrar Pelantikan Pengurus dan penandatanganan Surat Serah Terima Kepengurusan. dalam perjalanannya bisa saja mengalami perubahan susunan. Penutupan oleh MC. Prakata Ketua Panitia. Pelantikan Pengurus Ta’mir Masjid oleh Ketua Umum Ta’mir Masjid.

perlu dikembangkan budaya pendelegasian dan desentralisasi kekuasaan. Salah satu Ketua Bidang dapat ditunjuk menjadi Pejabat Sementara (PJS) Ketua Umum dengan memberikan surat mandat pendelegasian. pindah tempat mengurusi organisasi Namun. Sebagai contoh. baik Ketua Umum. Sekretaris Umum dan Bendahara dan diketuai oleh Ketua Presidium yang dipilih dari anggota presidium. Bila ketidak-aktivannya karena adanya kewajiban lain yang sutau bidang akan menyebabkan Materi Pelatihan Management Masjid dan Organisasi Islam 90 . Ta’mir Masjid harus menghindari berkembangnya budaya paternalistik dalam berorganisasi. Dalam kepengurusan Ta’mir Masjid yang terdesentralisasi dengan baik. bila mati hidupnya organisasi tergantung dari satu orang. Bendahara maupun Pengurus Bidang. dimana ketidakadaan Ketua Umum akan menyebabkan kematian organisasi. misalnya yang harus mengikuti dia seorang karyawan tugas ke luar kota atau luar negeri dalam waktu cukup lama. Adalah keliru. maka apabila terjadi terganggunya roda mengalami masalah dengan keaktifan personil Pengurus dalam mengemban amanah organisasi. bila berhalangan tetap misalnya meninggal dunia atau tinggal ke luar Kota yang tidak memungkinkan untuk dapat dengan baik. Sehingga dia kadang Umum adalah terpaksa tidak bisa/kurang aktif dalam memimpin organisasi. Ketua Bidang Pembinaan Jama’ah tidak aktif dalam melaksanakan amanah organisasi. tetapi juga kepada Pengurus yang lain sesuai dengan pembidangan kerja mereka. Karena sudah ketidakaktivan Pengurus kepengurusan. Untuk menghindari hal ini. Sekretaris Umum. pimpinan utama (top leader) Ta’mir Masjid yang memiliki fungsi sangat vital. maka pelaksanaan Progran Kerja bidang yang bersangkutan akan tidak dapat terganggu.Ketidakaktifan personil Pengurus dapat menimpa siapa saja. wewenang dan tanggung jawab bukan hanya ada pada Ketua Umum saja. sebagai manusia biasa juga memiliki problem kemanusiaan dalam kehidupannya selain masalah yang berkaitan dengan organisasi. Presidium dapat menggantikan kedudukan Ketua Umum sebagai pejabat sementara sampai habis masa kepengurusannya atau segera menyelenggarakan Musyawarah Jama’ah Luar Biasa. kadang Ta’mir Masjid terdesentralisasi sedemikian rupa. Bila Ketua Umum berhalangan sementara. maka upaya antisipasinya adalah kepemimpinan tertinggi dipegang oleh Dewan Presidium yang terdiri dari Ketua Bidang. Ketua Umum. Sebagai suatu organisasi sosial yang pengurusnya bekerja secara suka rela. Ketua berhalangan harus segera diatasi selekas mungkin. apabila maka antisipasinya dapat dilakukan dengan mempejabatkan sementara jabatan Ketua Umum.

sedang formil dapat pendekatan nonformil dapat dilakukan dengan menanyakan kepada personil yang bersangkutan dalam pertemuan yang tidak resmi. bila ketidak-aktifannya dikarenakan kemalasan untuk bekerja. Atas perhatian dan kesediaannya tidak lupa kami ucapkan banyak terima kasih. shalawat dan salam atas Rasulullah yang telah penerapan umat "The right man on the right place" dapat dilakukan dengan benar. Gatot Shalahuddin Ketua dto Ernalis. agar tidak menimbulkan ___Sekretaris Bidang Pembinaan Jama’ah_________________________________________ . Bila pendekatan tersebut tidak berhasil. Dengan melakukan reshuffle. Ta’mir Masjid “Al Kautsar” Nomor : 001 /FOR/MJ-III/2005 Ketua Umum dapat melakukan pengaturan ulang (reshuffle) posisi jabatan masingmasing personil Pengurus. diharapkanmenuntun Segala puji bagi Allah subhanahu wa ta’ala. naskah Serah Terima Kepengurusan dan Surat Keputusan Reshuffle: 27 Desember Dto Ir. Dengan ini kami memohon kesediaan saudara untuk menjadi Pengurus Ta’mir Masjid “Al Kautsar” periode tahun 2006 – 2010 dengan posisi sebagai: organisasi yang dibebankan kepada Pengurus. SE Anggota dto Zaenal Muttaqin Anggota Materi Pelatihan Management Masjid dan Organisasi Islam 91 . Namun. maka jabatannya dapat didelegasikan kepada Pengurus yang lain. ketidakpuasan. Akibat dari tindakan ini adalah munculnya Susunan Pengurus yang berbeda Assalaamu’alaikum wr.lampirkantegas kepemimpinan dalam upaya untuk menjadi sikap formulir Surat Pernyataan Kesediaan melaksanakan Bersama dengan surat ini kami Pengurus Ta’mir Masjid “Al diperlukan. Tentu saja diperlukan kearifan dalam Reshuffle dilakukan untuk menjaga keberlangsungan pelaksanaan amanah melakukan pergantian personil maupun perubahan posisinya. misalnya silaturrahmi. prinsipmanusia ke jalan yang benar. perlu segera diambil kebijakan dengan memberi surat teguran. Billaahittaufiq wal hidayah. sebagainya. misalnya: ketersinggungan. Seiring silaturrahmi kami. (biasanya sebagian) dari sebelumnya. sehingga diperoleh komposisi baru yang sesuai dengan Tempat keahliannya. petunjuk dan ni’mat kepada kita semua. Namun demikian. surat Berikut ini contoh Wassalaamu’alaikum wr. Hal ini dilakukan guna Bapak __ Kasmuri. 25 Dzul Qa’idah 1426 H 2005 M Formatur Pengurus Ta’mir Masjid “Al Kautsar” Madani Susunan Pengurus Ta’mir Masjid yang telah terbentuk. semoga kiranya Allah senantiasa memberi rahmat. Keputusan Reshuffle yang ditandatangani oleh Ketua Umum Pengurus Ta'mir Masjid. maka yang Lamp. dampak negatif. wb.kemampuan mereka menyesuaikan SAg__________ dengan bidang kerja yang ada. konflik. oposisi dan lain Demikianlah permohonan ini semoga dapat dipertimbangkan dengan sebaik-baiknya. diisi dan segera diserahkan kepada menerbitkan Surat amanah organisasi juga Kautsar”. Madani. Pendekatan dilakukan dalam rapat Pengurus. dan sekiranya tetap tidak berhasil. wb. permohonan dan kesediaan untuk menjadi Pengurus. naskah Ikrar Pelantikan. maka perlu dilakukan upaya pendekatan terhadap Pengurus yang bersangkutan. Di Kepada Ykh.ditinggalkan. HarapReshuffle dilakukan dengan kami. : 1 lembar Hal : Permohonan menjadi Pengurus bersangkutan perlu untuk diganti.

Materi Pelatihan Management Masjid dan Organisasi Islam 92 .

Segala puji bagi Allah subhanahu wa ta’ala. Seiring silaturrahmi kami. semoga menjadikan periksa adanya. Formatur Pengurus Ta’mir Masjid “Al Kautsar” Madani Di Tempat Hal : Surat Pernyataan Kesediaan. Wassalaamu’alaikum wr. wb. Madani dengan posisi sebagai : *) untuk menjadi Pengurus Ta’mir ___Sekretaris Bidang Pembinaan Jama’ah___________________________ . Atas segala perhatiannya kami ucapkan banyak terima kasih. shalawat dan salam atas Rasulullah yang telah menuntun umat manusia ke jalan yang benar. petunjuk dan ni’mat kepada kita semua. Dto __Kasmuri. MADANI. wb. SUSUNAN PENGURUS TA’MIR MASJID “AL KAUTSAR”. Dengan ini kami menyatakan BERSEDIA / TIDAK BERSEDIA Masjid “Al Kautsar”. semoga kiranya Allah senantiasa memberi rahmat. Demikianlah pernyataan kami sampaikan. SAg. Billaahittaufiq wal hidayah.Lampiran Surat No: 001/FOR/MJ-III/2005 Madani. PERIODE 2006 – 2010 Materi Pelatihan Management Masjid dan Organisasi Islam 93 . Desember 2005 Assalaamu’alaikum wr. 29 Kepada Ykh._____ *) Coret yang tidak perlu.

Ir.Ag. M. S. SPd. Siswanto : Soepriyana : Wahyu Purnomo. Sis Agus Triyanto. Hanief. Maman Hadiman : Winoto. SE Departemen : Anas Zakaria. Tachrir. Zainuddin : Zaenal Muttaqin Jamaah : Sutrisno. Bidang Pendidikan Ketua Sekretaris Departemen dan Pelatihan : Drs. : Imam Murjito. S. Ramelan. : Kasmuri. Muhammad Faqih Sekretaris : Drs. SH. SE : Drs. Gatot Shalahuddin : Ernalis. Materi Pelatihan Management Masjid dan Organisasi Islam 94 . Bendahara Bidang Pembinaan Ketua Sekretaris Departemen : Ir. Zaenal Muttaqin : Ir. Labib M. Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Masjid Ketua : Ir. Muhajir. Teguh Prayudi Sekretaris : Abdul Aziz.________________________________________________________________________ Ketua Umum Sekretaris Umum Bendahara Wk. Syamsul Hadi Sekretaris : Sumarno Departemen : Idham M. Untung Udayana Departemen : Ir.Ag. Agus Priyatno. Abdul Haris. Hermawan. Maemun. Abdurrahman. Mujab. Suryana Bidang Kesejahteraan Umat Ketua : Ir. Mujiono Bidang Pembinaan Ketua Sekretaris Departemen Remaja Masjid : Ir. Ir. dr. Bidang Dana dan Perlengkapan Ketua : Drs.

3. Amien. yaitu: “Terbinanya umat Islam yang beriman. Kami akan berusaha melaksanakan tugas dan tanggungjawab sebagai Pengurus Ta’mir Masjid “Al Kautsar” sesuai amanah organisasi. Kami akan berusaha mencapai tujuan organisasi Ta’mir Masjid “Al Kautsar”. MADANI. Kami akan berjuang di jalan Allah melalui organisasi Ta’mir Masjid “Al Kautsar” dengan tetap berpedoman kepada Al Quraan dan As Sunnah. k~1=eãoM =eãufeãkB æ Materi Pelatihan Management Masjid dan Organisasi Islam 95 . Dengan ini. Semoga kiranya Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa menolong dan meridlai perjuangan kita. 2. insya Allah: 1. berilmu dan beramal shalih dalam rangka mengabdi kepada Allah untuk mencapai keridlaan-Nya”. kami Pengurus Ta’mir Masjid “Al Kautsar” menyatakan. Islam adalah agamaku dan Muhammad (shallallahu ‘alaihi wa sallam) adalah Nabi dan Rasulku. PERIODE 2006 – 2010 ________________________________________________________________________ vqA<pä~çm9j2jæp än}8hwAväæp äæ<ufeäæ#~M< Aku rela bahwa Allah adalah Rabbku.IKRAR PELANTIKAN PENGURUS TA’MIR MASJID “AL KAUTSAR”.

setelah: MENIMBANG : 1. Gatot Shalahuddin dr. Ir. M a k s u m. Ahmad Saechu Ketua Umum MENGINGAT Menyaksikan dan menyetujui: MEMPERHATIKAN Ketua Umum : 1. Ir. TAHUN 2006 ____________________________________________________________________ k~=o=u ã æ 1 eMe fekB ã ã TA’MIR MASJID “AL mengharap hidayah Pengurus Ta’mir Masjid “Al Kautsar” dengan senantiasa KAUTSAR” dan ridla Allah subhanahu wa ta’ala. Gatot Shalahuddin Materi Pelatihan Management Masjid dan Organisasi Islam 96 Ketua Umum . 2. : 1.2010 hasil Musyawarah Jama’ah ke-3 Tahun 2005. MENETAPKAN Billaahittaufiq walhidayah. Bahwa untuk mencapai tujuan diperlukan organisasi dan Pengurus yang profesional dan amanah. 2. Program Kerja Ta’mir Masjid “Al Kautsar” Periode 2006 . MADANI Yang menerima: PENGURUS PERIODE 2006 . Bismillahirrahmaanirrahiim Periode 2006-2010 Dto. Mangga Besar No. MEMUTUSKAN : Dto. Pasal 8 dan 13 Anggaran Dasar dan Pasal 9 ayat (b) Anggaran Rumah Tangga Ta’mir Masjid “Al Kautsar. 2006-2010 Periode Usulan tertulis Majelis Syura tanggal 20 November 2006. Ta’mir Masjid “Al Kautsar” dengan senantiasa mengharap hidayah dan ridlo Allah subhanahu wa ta’ala. MADANI. Bahwa untuk meningkatkan kinerja perlu adanya penataan ulang atau penggantian posisi personil Pengurus.2010 ______________________________________________________________________________ Pengurus Ta’mir Masjid “Al Kautsar” Pengurus Ta’mir Masjid “Al Kautsar” Periode 2001-2005 Dto. 11 Dzulhijjah 1427 H 1 Januari 2007 M Pengurus Ta’mir Masjid “Al Kautsar” Madani Dto. Tlp: 556617 Jama’ah Ke-3 dan pembentukan Pengurus Ta’mir Masjid . dengan ini melaksanakan serah terima kepengurusan. 1 Madani.SERAH TERIMA PENGURUS TA’MIR MASJID “AL KAUTSAR”. setelah mempertimbangkan hasil-hasil Musyawarah Sekretariat: Jl. KAUTSAR” Nomor : 051/I-00/12/1427 Januari 1 1426 H 2006 M Tentang: RESHUFFLE Yang menyerahkan: TA’MIR MASJID “AL KAUTSAR”. Rapat Pleno Pengurus Ta’mir Masjid “Al Kautsar” pada Majelis Syura Masjid “Al Kautsar” tanggal 30 Desember 2006. ST Ketua Madani. SURAT KEPUTUSAN PENGURUS TA’MIR MASJID “AL30 Dzul Qa’idah Madani. Susunan Pengurus Ta’mir Masjid “Al Kautsar” Periode 2006 – 2010 Reshuffle Tahun 2007 sebagaimana terlampir.“Al Kautsar”. 2.

SH. SPd. S. MADANI. Mujab. Abdul Haris. Hermawan. PERIODE 2006 – 2010 RESHUFFLE TAHUN 2007 __________________________________________________________________________________ Ketua Umum Sekretaris Umum Bendahara Wk. Siswanto Sekretaris : Soepriyana Departemen : Wahyu Purnomo.Ag. Mujiono Bidang Pembinaan Remaja Masjid Ketua : Ir. Departemen : Imam Murjito. Gatot Shalahuddin : Ernalis. Sis Agus Triyanto. Maemun. Muhammad Faqih Sekretaris : Mulawarman Departemen : Ir. Sekretaris : Muslim Departemen : Idham M. Maman Hadiman Departemen : Winoto. SPd. Sekretaris : Kasmuri. Abdurrahman. Labib M.Ag. SE Departemen : Anas Zakaria. Suryana Bidang Kesejahteraan Umat Ketua : Ir. SE : Sutrisno. M. Bidang Pendidikan dan Pelatihan Ketua : Ahmad Rahmanto. Zaenal Muttaqin. Ir. Sekretaris : Ir. Ir. Ramelan. S. Agus Priyatno. Tachrir. Teguh Prayudi Sekretaris : Abdul Aziz. Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Masjid Ketua : Ir. Materi Pelatihan Management Masjid dan Organisasi Islam 97 . Bendahara : Ir. Muhajir. Hanief. Bidang Dana dan Perlengkapan Ketua : Drs.Lampiran Surat Nomor : 051/I-00/12/1427 SUSUNAN PENGURUS TA’MIR MASJID “AL KAUTSAR”. Bidang Pembinaan Jamaah Ketua : dr. : Zainuddin.

Materi Pelatihan Management Masjid dan Organisasi Islam 98 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful