‫ال أكبر ال أكبر ال أكبر ال أكبر ال أكبر ال أكبر ال أكبر ال أكبر ال أكبر‬ ْ َ َ ُ َ ّ ِ ُ َ َ ُ ِ ْ َ ْ َ َ ِ َ ْ َ ِ َ ّ َ َ َ ِ ُ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ ِ ُ ْ ُ َ َ ِ ْ َِ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ِ ْ َ ْ َ َ ُ ُ ْ ِ َ ْ َ َ ُ ُ َ ْ َ َ ْ ِ َ َ ْ ّ َ ِ ُ ْ َ ْ َ ‫الحمد

ل رب العالمين نحمده ونستعينه ونستغفره ونتوب اليه ونعوذ بال من شرور انفسنا وسيئات اعمالنا من يهد ال فل مضل لمه وم من‬ ّ ِ ‫ُ ِْ ْ َ َ َ ِ َ َ ُ َ ْ َ ُ َ ْ َ ِ َ ِ ّ ُ َ ْ َ ُ َ َ ِ ْ َ َ ُ ََ ْ َ ُ َ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُه َ َ ُ ُْ ُ َ ّ َ ُ َ ّ َ ُ ََ َ ِ ّ َ ُ َ ّ ٍ َ ََ َ ل‬ ‫يضلل فل هادي له. اشهد ان ل اله ال ال وحده ل شريك له واشهد ان محمدا عبد ُ ورسوله والصلة والسلم على نبينا محمد وعلى ءاِه‬ ِ ْ ُ ْ ِ َ َ َ ُ َ َ َ ْ ُ ِْ ُ ْ ُ َّ َ ِ ِ َ َ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ْ َ َ ْ ُ ْ ِ ْ ُ ِ َ َ ِ َ َ ُ ْ َ ّ َ ِ ْ ّ ِ ْ َ َِ ُ َ ِ َ ْ ‫ََ ْ َ ِ ِ َم‬ ‫واصحابه و َن تبعه الى يوم الدين. اما بعد: فياعباد ال : اوصيكم ونفسممي بتقمو الم وطمماعته لعلكمم تفلحمون. قممال الم تعممالى فمى القمرآن‬ ‫الكريم: ياايها الذين امنوا اتقوا ال حق تقاته ول تموتن ال وانتم مسلمون‬ َ ْ ُ ِْ ُ ْ ُ ْ ََ ّ ِ ّ ُ ْ ُ َ َ َ ِ ِ َ ُ ّ َ َ ُ ّ َُ َ َ ْ ِ ّ َ َّ َ ِ ْ ِ َ ْ Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu. Jamaah Kaum Muslimin Rahimakumullah. Setelah Ramadhan kita akhiri, bukan berarti berakhir sudah suasana ketaqwaan kepada Allah swt, tapi justeru tugas berat kita untuk membuktikan keberhasilan ibadah Ramadhan itu dengan peningkatan ketaqwaan kepada Allah swt, karenanya bulan sesudah Ramadhan adalah Syawwal yang artinya peningkatan. Disinilah letak pentingnya melestarikan nilai-nilai Ibadah Ramadhan. Sekurang-kurangnya, ada lima nilai ibadah Ramadhan yang harus kita lestarikan, paling tidak hingga Ramadhan tahun yang akan datang. Pertama, tidak gampang berbuat dosa. Ibadah Ramadhan yang kita kerjakan dengan sebaik-baiknya membuat kita mendapatkan jaminan ampunan dari dosa-dosa yang kita lakukan selama ini, karena itu semestinya setelah melewati ibadah Ramadhan kita tidak gampang lagi melakukan perbuatan yang bisa bernilai dosa, apalagi secara harfiyah Ramadhan artinya membakar, yakni membakar dosa. Kalau dosa itu kita ibaratkan seperti pohon, maka bila sudah dibakar, pohon itu tidak mudah tumbuh lagi, bahkan bisa jadi mati, sehingga dosa-dosa itu tidak mau kita lakukan lagi. Dengan demikian, jangan sampai dosa yang kita tinggalkan pada bulan Ramadhan hanya sekadar ditahan-tahan untuk selanjutnya dilakukan lagi sesudah Ramadhan berakhir dengan kualitas dan kuantitas yang lebih besar. Kalau demikian jadinya, ibarat pohon, hal itu bukan dibakar, tapi hanya ditebang cabang-cabangnya sehingga satu cabang ditebang tumbuh lagi tiga, empat bahkan lima cabang dalam beberapa waktu kemudian. Dalam kaitan dosa, sebagai seorang muslim jangan sampai kita termasuk orang yang bangga dengan dosa, apalagi kalau mati dalam keadaan bangga terhadap dosa yang dilakukan, bila ini yang terjadi, maka sangat besar resiko yang akan kita hadapi dihadapan Allah swt, sebagaimana firman-Nya: ‫إن الذين كذبوا بآياتنا واستكبروا عنها ل تفتمح لهمم أبمواب السمماء ول يمدخلون ال َنمة حتممى يلمج الجممل فممي سمم الخيمماط وكمذلك نجمزي‬ ِ ْ َ َ َِ َ َ ِ َ ِ ْ ّ َ ِ ُ َ َ ْ َ َِ ّ َ َ ّ ‫ِ ّ ّ ِ َ َ ّ ُ ِ َ ِ َ َ ْ َ ْ َ ُ َ ْ َ َ ُ َ ّ ُ َ ُ ْ َ ْ َ ُ ّ َ ِ َ َ َ ْ ُُ َ ْج‬ َ ِِ ْ ُْ ‫المجرمين‬ Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka bisa masuk ke dalam syurga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orangorang yang berbuat kejahatan (QS Al A’raf [7]:40). Kedua nilai ibadah Ramadhan yang harus kita lestarikan adalah hati-hati dalam bersikap dan bertindak. Selama beribadah Ramadhan, kita cenderung berhati-hati dalam melakukan sesuatu, hal itu karena kita tidak ingin ibadah Ramadhan kita menjadi sia-sia dengan sebab kekeliruan yang kita lakukan. Secara harfiyah, Ramadhan juga berarti mengasah, yakni mengasah ketajaman hati agar dengan mudah bisa membelah atau membedakan antara yang haq dengan yang bathil. Ketajaman hati itulah yang akan membuat seseorang menjadi sangat berhati-hati dalam bersikap dan bertingkah laku. Sikap seperti ini

Kebersamaan kita dalam proses pengendalian diri membuat syaitan merasa kesulitan dalam menggoda manusia sehingga syaitan menjadi terbelenggu pada bulan Ramadhan. kejujuran merupakan sesuatu yang amat diperlukan. karenanya apa yang hendak kita lakukan harus kita pahami secara baik dan dipertimbangkan secara matang. bila kejujuran ini tidak mewarnai kehidupan kita sebelas bulan mendatang. bahkan melaksanakannya juga di masjid atau mushalla. Hal ini karena kita yakin Allah swt yang memerintahkan kita berpuasa selalu mengawasi diri kita dan kita tidak mau membohongi Allah swt dan tidak mau membohongi diri sendiri karena hal itu memang tidak mungkin. penglihatan dan hati. yang terjadi kemudian adalah saling curiga mencurigai bahkan tuduh menuduh yang membuat persoalan semakin rumit. orang yang bersalah sulit untuk dinyatakan bersalah karena belum bisa dibuktikan kesalahannya dan mencari pembuktian memerlukan waktu yang panjang. Ibadah puasa telah mendidik kita untuk berlaku jujur kepada hati nurani kita yang sehat dan tajam. Tapi karena kejujuran itu tidak ada. Ketika kita berpuasa Ramadhan. itupun sudah kita tunjukkan dengan zakat yang kita tunaikan. sehingga tidak sekadar ikut-ikutan dalam melakukannya. semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya (QS Al Isra [17]:36). . Sementara orang yang secara jujur mengaku tidak bersalah tidak perlu lagi untuk diselidiki apakah dia melakukan kesalahan atau tidak. Allah swt berfirman: ً ُ ْ َ ُ ْ َ َ َ َ ِ َ ُ ّ ُ َ َ ُ ْ َ َ َ َ ْ َ َ ْ ّ ّ ِ ‫َ َ َ ْ ُ َ َ ْ َ َ َ ِ ِ ِ ْم‬ ‫ول تقف ما ليس لك به عل ٌ إن السمع والبصر والفؤاد كل أولئك كان عنه مسئول‬ Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Karena itu. kejujuran mewarnai kehidupan kita sehingga kita tidak berani makan dan minum meskipun tidak ada orang yang mengetahuinya. Keempat yang merupakan nilai ibadah Ramadhan yang harus kita lestarikan adalah memiliki semangat berjamaah. Kaum Muslimin Yang Berbahagia. Kehati-hatian dalam hidup ini menjadi amat penting mengingat apapun yang kita lakukan akan dimintai pertanggungjawaban dihadapan Allah swt. telah memberikan pelajaran kepada kita untuk memiliki solidaritas sosial kepada mereka yang menderita dan mengalami berbagai macam kesulitan. setelah berpuasa sebulan Ramadhan semestinya kita mampu menjadi orang-orang yang selalu berlaku jujur. Nilai ibadah Ramadhan ketiga yang harus kita lestarikan dalam kehidupan sesudah Ramadhan adalah bersikap jujur. jujur dalam berinteraksi dengan orang. Disamping itu. Banyak kasus di negeri kita yang tidak cepat selesai bahkan tidak selesai-selesai karena tidak ada kejujuran. maka tarbiyyah (pendidikan) dari ibadah Ramadhan kita menemukan kegagalan. seorang muslim tidak asal melakukan sesuatu. Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu. Sesungguhnya pendengaran. Dalam kehidupan masyarakat dan bangsa kita sekarang ini. ibadah Ramadhan yang membuat kita dapat merasakan lapar dan haus. baik jujur dalam perkataan. jujur dalam berjanji dan segala bentuk kejujuran lainnya. inilah kejujuran yang sesungguhnya. padahal kalau yang bersalah itu mengaku saja secara jujur bahwa dia bersalah. Hal ini diperkuat lagi dengan semangat yang tinggi bagi kita dalam menunaikan shalat yang lima waktu secara berjamaah sehingga di bulan Ramadhan inilah mungkin shalat berjamaah yang paling banyak kita laksanakan.merupakan sikap yang sangat penting sehingga dalam hidupnya. apalagi sekadar mendapat nikmat secara duniawi. meskipun secara hukum ibadah puasanya tetap sah. tentu dengan cepat persoalan bisa selesai.

keberhasilan ibadah Ramadhan justeru tidak hanya terletak pada amaliyah Ramadhan yang kita kerjakan dengan baik. kita tetap sangat memerlukan pihak lain. Mereka itu seperti binatang ternak. marilah kita akhiri khutbah ied kita dengan berdo’a: َ ‫اللهم انصرنا فانك خير الناصرين وافتح لنا فانك خير الفاتحين واغفر لنا فانك خير الغافرين وارحمنا فانك خير الراحمين وارزقنمما فان م‬ ‫َ ّ ُ ّ ْ ُ ْ َ َ ِّ َ َ ْ ُ ّ ِ ِ ْ َ َ ْ َ ْ َ َ َ ِّ َ َ ْ ُ ْ َ ِ ِ ْ َ َ ْ ِ ْ َ َ َ ِّ َ َ ْ ُ ْ َ ِ ِ ْ َ َ ْ َ ْ َ َِّ َ َ ْ ُ ّ ِ ِ ْ َ َ ْ ُ ْ َ َ ِّ ك‬ َ ْ ِ ِ َ ْ َ َ ْ ِ ِ ّ ِ ْ َ ْ َ ِ َّ ََ َِ ْ َ َ ْ ِ ِ ّ ُ ْ َ ‫. Puasa Ramadhan adalah pengendalian diri dari hal-hal yang pokok seperti makan dan minum. bahkan tak ada lagi pantas dan tidak pantas atau sopan dan tidak. Demikian khutbah ied kita pada hari ini. Itu pula sebabnya. Allah swt berfirman: ِ َ ْ َْ َ َ ِ َ ُ َ ِ َ ُ َ ْ َ َ ٌ َ َ ْ ُ ََ َ ِ َ ُ ِ ْ ُ َ ٌ ُ ْ َ ْ ُ ََ َ ِ َ ُ َ ْ َ َ ٌ ُُ ْ ُ َ ِ ْ ِْ َ ّ ِ ْ َ ِ ً ِ َ َ ّ َ َ ِ َ ْ َ َ ْ َ ََ ‫ولقد ذرأنا لجهنم كثيرا من الجن والنس لهم قلوب ل يفقهون بها ولهم أعين ل يبصرون بها ولهمم ءاذان ل يسممعون بهمما أولئك كالنعممام‬ َ ُِ َ ْ ُ ُ َ ِ َ ُ ‫َ ْ ُ ْ َ َل‬ ‫بل هم أض ّ أولئك هم الغافلون‬ Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka jahannam kebanyakan dari jin dan manusia. yang saling kuat menguatkan sebagaimana firman-Nya: ٌ ‫إن ال ي ِب الذين يقاتلون في سبيله صفا كأنهم بنيان مرصو‬ ‫ِ ّ ّ ُح ّ ّ ِ َ ُ َ ُِ َ ِ َ ِ ِ ِ َ ّ َ َ ّ ُ ْ ُ ْ َ ٌ َ ْ ُ ص‬ َ Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam satu barisan yang teratur. Kemampuan kita dalam mengendalikan diri dari hal-hal yang pokok semestinya membuat kita mampu mengendalikan diri dari kebutuhan kedua dan ketiga. tidak sepantasnya dan sebagainya. bahkan dari hal-hal yang kurang pokok dan tidak perlu sama sekali. amien. misalnya ada orang yang mengatakan: “saya lebih baik tidak makan daripada tidak merokok”. bahkan mereka lebih sesat lagi. hal itu akan dilakukannya meskipun tidak benar. tak ada lagi halal dan haram. dalam konteks perjuangan Allah swt mencintai hamba-hamba-Nya yang berjuang secara berjamaah. selama manusia menginginkan sesuatu. tak ada lagi haq dan bathil. tapi yang juga sangat penting adalah bagaimana menunjukkan adanya peningkatan taqwa yang dimulai dari bulan Syawal hingga Ramadhan tahun yang akan datang. karena mereka tidak diberi potensi akal. bila tidak. kehidupan ini akan berlangsung seperti tanpa aturan. semoga bermanfaat bagi kita bersama dan memacu kita untuk membuktikan keberhasilan ibadah Ramadhan dengan sikap dan prilaku yang Islami. Akhirnya. Dengan demikian. dan mereka mempunyai telinga (tapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). padahal makan itu pokok dan merokok itu tidak perlu. Mereka itulah orang-orang yang lalai (QS Al A’raf [7]:179). sehebat apapun kekuatan dan potensi diri yang kita miliki. tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah). Yang jelas. tapi tidak dapat menahan diri dari hal-hal yang tidak perlu. banyak orang telah dilatih untuk menahan makan dan minum yang sebenarnya pokok. “ Kemampuan kita mengendalikan diri dari hal-hal yang tidak benar menurut Allah dan Rasul-Nya merupakan sesuatu yang amat mendesak. Namun sayangnya. seakan-akan mereka seperti bangunan yang tersusun kokoh (QS Ash Shaf [61]:4) Nilai ibadah Ramadhan kelima yang harus kita lakukan sesudah Ramadhan berakhir adalah melakukan pengendalian diri. apa bedanya kehidupan manusia dengan kehidupan binatang. harus kita sadari bahwa Ramadhan adalah bulan pendidikan dan latihan. semangat berjamaah kita sesudah Ramadhan ini semestinya menjadi sangat baik. Bila ini yang terjadi. apalagi kita menyadari bahwa kita tidak mungkin bisa hidup sendirian.خير الرازقين واهدنا ونجنا من القوم الظالمين والكافرين‬ . mereka mempunyai hati. bahkan masih lebih baik kehidupan binatang.Karena itu.

Perbaiki dunia kami untuk kami yang ia menjadi tempat hidup kami. (hdn) . Perbikilah akhirat kami yang menjadi tempat kembali kami. sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rahmat. anugerahkan kepada kami rasa takut kepada-Mu yang membatasi antara kami dengan perbuatan maksiat kepadamu dan berikan ketaatan kepada-Mu yang mengantarkan kami ke surga-Mu dan anugerahkan pula keyakinan yang akan menyebabkan ringan bagi kami segala musibah di dunia ini.ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفى الخرة حسنة وقنا عذاب النار‬ Ya Allah.Ya Allah. kehidupan yang baik di akhirat dan hindarkanlah kami dari azab neraka. ِ َ ْ ّ ُ ْ ِ ُ ٌ ْ ِ َ ٌ ْ ِ َ َ ّ ِ ِ َ ْ َ َ ْ ُ ْ ِ ِ َ ْ َ َ ِ َ ِ ْ ُ ْ َ َ ْ ِ ِ ْ ُ ْ َ ِ َ ِْ ُ ْ َ َ ْ ِ ِْ ُ ْ ِ ْ ِ ْ ّ ُ ّ َ ‫. Dan jangan Engkau jadikan musibah atas kami dalam urusan agama kami dan janganlah Engkau jadikan dunia ini cita-cita kami terbesar dan puncak dari ilmu kami dan jangan jadikan berkuasa atas kami orang-orang yang tidak mengasihi kami. perbaikilah agama kami untuk kami. Rahmatilah kami. penglihatan dan kekuatan selama kami masih hidup dan jadikanlah ia warisan bagi kami.اللهم اقسم لنا من خشيتك ماتحول بيننا وبين معصيتك ومن طاعتك ما تبلغنابه جنتك ومن اليقين ماتهون به علينا مصائب الدنيا‬ َ ْ ّ َ ِ َ َ َ ْ ََ ِ ِ ُ ّ َ ُ َ ِ ْ ِ َ ْ َ ِ َ َ َ َّ ِ ِ َ ُ َّ ُ َ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ َ ِ ْ َ َ ْ َ َ َ َ ْ َ ُ ْ ُ َ َ َ ِ َ ْ َ ْ ِ َ َ ْ ِ ْ ّ ُ ّ َ Ya Allah. anugerahkan kepada kami kenikmatan melalui pendengaran. tolonglah kami. Ampunilah kami. Jadikanlah kehidupan ini sebagai tambahan bagi kami dalam setiap kebaikan dan jadikan kematian kami sebagai kebebasan bagi kami dari segala kejahatan. ‫. mu’minin dan mu’minat. anugerahkanlah kepada kami kehidupan yang baik di dunia. baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Dekat dan Mengabulkan do’a. karena ia merupakan benteng bagi urusan kami. ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat. sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi kemenangan. ‫اللهم أصلح لنا ديننا الذى هو عصمة أمرنا وأصلح لنا دنيان التى فيها معاشنا وأصلح لنا آخرتنا التى فيها معادنا واجعل الحيمماة زيممادة لنمما‬ َ َ ً َ َ ِ َ َ َ ْ ِ َ ْ َ َ ُ َ َ َ ْ ِ ِ ّ َ َ َ ِ َ َ ْ ِْ ََ َ ُ َ َ َ ْ ِ ِ ّ َ َ ْ ُ َ َ ْ ِْ ََ َ ِ ْ َ ُ َ ْ ِ َ ُ ِ ّ َ َ ْ ِ َ َ ْ ِْ َ ّ ُ ّ َ ّ ّ ُ ْ ِ ََ ً َ َ َ ْ َ ْ ِ َ ْ َ ٍ ْ َ ّ ُ ِ ‫فى كل خير واجعل الموت راحة لنا من كل شر‬ Ya Allah. Tunjukilah kami dan lindungilah kami dari kaum yang dzalim dan kafir.اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الحياء منهم والموات انك سميع قريب مجيب الدعوات‬ Ya Allah. sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi pemberi ampun. ِ َ ْ َ َ َ َ ِ ْ ِ ِ َ َ َ ْ ِ ُ ْ َ ْ َ َ َ َ َ َ ْ َ َ‫َ ّ ُ ّ َ ّ ْ َ ِ َ ْ َ ِ َ ََ ْ َ ِ َ َ ُ ّ ِ َ َ َ ْ َ ْ َ َ َ ْ َ ْ ُ ْ َ ِ َ ِ ّ َ ْ َ ْ ُ َ ْ َ َ ع‬ ‫اللهم متعنا بأسماعنا وأبصارنا وقوتنا ما أحييتنا واجعله الوارث منا واجعله ثأرنا َلى من عادانا ول تجعل مص ميبتنا فممى ديننمماول تجع مل‬ ‫الدنيا َكبر همنا ول مبلغ علمنا ول تسلط علينا من ل يرح ُنا‬ َ ‫ّ ْ َ أ ْ َ َ َ ّ َ َ َ َ َْ َ ِ ْ ِ َ َ َ ُ َّ ْ ََ ْ َ َ ْ َ َ ْ َم‬ Ya Allah. Menangkanlah kami. ِ ّ َ َ َ َ ِ َ ً َ َ َ ِ َ ِ َ ِ َ ً َ َ َ َ ْ ّ ِ َ ِ َ َ َّ ‫. sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi pertolongan. Berilah kami rizki sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rizki. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful