GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN PERTEMUAN I PENGERTIAN GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN Didalam bidang kedokteran gigi istilah

gigi tiruan/ dental prothetis meliputi • Gigi tiruan sebagian lepasan/partial denture • Gigi tiruan cekat/Fixed denture • Gigi tiruan lengkap/Full denture Definisi gigi tiruan sebagian • Osborne (1925) gigi tiruan sebagian adalah gigi tiruan yg menggantikan sebagian dari pada gigi asli yang hilang dan dapat dilepas sendiri oleh sang pasien dari mulutnya • Applegate (1925) gigi tiruan sebagian adlh suatu alat yg dapat dilepas menggantikan gigi asli yg hilang& memperoleh dukungan utama dr jaringan sadel dng suatu dukungan tambahan dr gigi asli yg masih tertinggal • Mc.Cracken (1973) suatu restorasi prostetic yn menggantikan gg asli yg hilang&bagian lain dr rahang yg tak bergg sebagian,mendapat dukungaan terutama dr jaringan dibawahnya & sebagian dr gg asli yg masih tertinggal dipakai sebagai gg pegangan /abutment • Glossary of prosthodontics (1999) GTS merupakan bag.prostodonsia yg menggantikan satu atau beberapa gigi yang hilang dng gigi tiruan&didukung oleh gigi, mukosa atau kombinasi gigi-mukosa yang dipasang&dilepas oleh pasien Akibat kehilangan gigi • Migrasi dan rotasi Hilangnya kesinambungan lengkung gg dpt menyebabkan pergeseran yaitu miring atau berputarnya gg sehingga tdk kuat menahan beban misalnya beban pengunyahan,hal ini dpt merusak srtuktur periodontal dan gigi mudah karises • Erupsi berlebih Pada gigi yg tertinggal akan mengalami erupsi berlebih kearah daerah gigi yg hilang • Penurunan energi kunyah Terutama pada kehilangan gigi posterior • Ganguan pada TMJ Kehilangan gigi terutama pada posterior dpt menyebabkan berubahnya tomporo mandibul joint • Terganggunya kebersihan mulut Pada kehilangan gigi terdapat celah antar gigi sehingga makanan dapat masuk,lama lama menimbulkan plak dan akhirnya karises • Beban berlebih pada jaringan pendukung Kehilangan gigi,maka jumlah gigi akan berkurang dan menyebabkan berkurangnya daya tahan terhadap tekanan dan oleh karena itu jaringan pendukung bebannya menjadi bertambah,hal ini menyebabkan kerusakan membran priodontal yang pada akhirnya menyebabkan gigi-gigi tarsebut menjadi goyah • Kelainan berbicara Labio dental adlh huruf yg diucapkan antara lidah dng gigi dpn atas.apabila kehilangan gigi depan maka huruf F,V,PH tidak dapat terucap dng baik.demikian juga pd huruf linguo-dental • Penampilan buruk • Atrisi/gigi erosi

open face:GTS yg dibuat tanpa gusi tiruan labial.Distribusi gaya kunyah Gaya fungsional disalurkan oleh GTS ke jaringan yg berkontak&berada dibawahnya.frame denture-dibuat dari logam • Dilepas/tidak dapat dilepas a.removable partil denture= GTS Lepasan b.immediete-dipasang segera setelah gigi hilang / dicabut • Jaringan pendukung a.Tehniker.Pada GTS hubungan gigi gaya ini diteruskan ke tulang alveolae melalui ligmen periodontal oleh karna itu disterbusi dapat merata 4.Dokter gigi.close face:GTS yg dibuat gusi tiruan bagian labial.Difungsi otot kunyah&wajah.mucosa and tooth-didukung gigi&mukosa • Letak daerah tak bergigi / sadel a.anterior tooth suported case b.fixed denture/bridge= GTC • Saat pemasangan a. gigi tiruan tsb dibuat apabila 1.Kerusakan pada gigi atau jaringan periodontal • Untuk menetralisir efek akibat pemakaian gigi tiruan sebagian lepasan maka: A.free and supotred case • Memakai wing bagian bukal/labial atau tidak A.harus dapat menjaga pemeliharaan gigi tiruan dengan benar terutama kebersihan PEMBAGIAN GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN • Berdasarkan bahan yang dipakai untuk membuat a.keadaan prosessus aleolaris masih baik 2.acrylic denture-dibuat dari akrilik c.harus dapat mendesain gigi tiruan tersebut dengan benar dan tepat B. gigi tiruan tsb dibuat apabila .Pasien.harus bekerja sesuai intruksi dari perintah dokternya C.tooth borne-didukung oleh gigi b.bila pasien berusaha menghindari kontak dng cara mengubah pola gerak kunyahnya B.• Pd pemakaian gigi tiruan sebagian lepasan dapat menimbulkan efek: 1.Terjadinya peradangan mukosa&resorbsi tulang bawahnya C.vulcanite denture -dibuat dari vulkanit b.Permukaan okusal • adanya kontak oklusi yg prematur mengakibatkan: A.Peningkatan akumulasi plak Kurangnya kebersihan pd pemakai GTSL maka plak mudah menempel dan dpt terjadi inflamasi pada jaringan periodontal kemudian terbentuk poket juga resorbsi tulang alveolar berlebihan 2.all tooth suported case c.Trauma langsung pada gigi yg digunakan sebagai gigi pendukung / abutment.biasa pada gigi anterior 3.convesional-dipasang setelah gigi hilang b. pembuatan klamer yg terlalu menekan gigi pendukung tersebut dapat merusak email 3.mucosa / tissue borne-didukung mukosa c.pasien mempunyai lebar mulut terlalu lebar B.

sifat dinamis: lidah.huruf hidup / vokal: A.Ruang resonansi berada dalam rongga mulut dan sinus maksilaris.Hygiene 2.huruf mati / kongsonan: B.Harmonis dengan gigi asli 3.perbaikan profil TUJUAN/FUNGSI PEMBUATAN GTS ADALAH: A.Mengembalikan fungsi bicara Ada 2 golongan huruf yaitu:s 1.sifat statis: gigi palatum 2.mandibula suara berawal dari laring-palatum-dan dibantu gigi gelligi shg terbentuk suara.I.C. .dasar2dr estetik adlh keindahan.keharmonisan Kosmetik adlh hny mementingkan keindahan sehingga kadang2berlebihan.O 2.1.Tidak boleh kelihatan palsu B.Mengembalikan fungsi pengunyahan Secara teori.U.apabila gigi posterior hilang menyebabkan pengunyahan kurang baik sehingga mengakibatkan pencernaan terganggu dan akhirnya timbul macam2 penyakit pencernaan C.E.Mengembalikan fungsi estetik Estetik adlh cab.prosessus alveolaris telah mengalami absorbsi 2.tali suara.keaslian.dari filosofi yg berhubungan dng keindahan dlm alam.F….D.tetapi kurang memikirkan keaslian dan keharmonisannya dalam prosthodonsi yg perlu diperhatikanadlh estetik membuat gigi tiruan secara 1.dll Alat bicara mempunyai 2 sifat: 1.bibir.

untuk menentukan bentuk.anak ) 2.Allo anamnesis : cerita yang tidak disampaikan sendiri oleh pasien yg bersangkutan melainkan melalui bantuan orang lain ( pasien bisu. Ditinjau dari segi inisiatif penyampaian cerita : . untuk : . ukuran gigi usia muda : .bentuk gigi relatif lebih banyak lengkungan / membulat Pria : . artis 4. Jenis kelamin : wanita : . Alamat. karena ras berhubungan dg penyusunan gigi depan ( profil orang Eropa lurus. Nama penderita . kesulitan bahasa. sebab pria membutuhkan kekuatan mastikasi yg lebih besar .mengetahui latar belakang lingkungan hidup seorang pasien shg dapat pula diketahui status sosialnya 3. untuk : .lebih cenderung membutuhkan protesa yg lebih kuat.Untuk dapat mempertahankan gigi-gigi yg ada 2.keadaan sosial ekonomi pasien ( biasanya lebih tinggi lebih besar tuntutannta ) .lebih mudah dan cepat beradaptasi thd gigi tiruan usia tua : . warna. sedang pada Asia cembung ) 2.Auto anamnesis : cerita mengenai keadaan penyakit disampaikan sendiri oleh pasien .Menciptakan estetis yang harmonis dan memuaskan Cara diagnosis : evakuasi thd penderita (diskusi) à anamnesis à data diagnostik⇐ ANAMNESIS : Yaitu riwayat yg lalu dari suatu penyakit atau kelainan berdasarkan ingatan penderita pd waktu dilakukan wawancara dan pemeriksaan medik/dental⇐ Macam anamnesis :⇐ 1. Ditinjau dari cara penyampaian à ada 2 macam . Pekerjaan.menghubungi pasien bila terjadi sesuatu .mengetahui asal suku atau rasnya.bentuk gigi lebih besar menunujukan kejantanan 5.Anamnesis Pasif : pasien sendiri yang bercerita kepada si pemeriksa .Anamnesis Aktif : pasien perlu dibantu pertanyaan dalam penyampaian ceritanya HAL-HAL YG DITANYAKAN PADA PENDERITA : 1.melakukan modifikasi jenis perawatan yg mungkin diperlukan sehubungan dg faktor jenis pekerjaan misal guru.PERTEMUAN II DIAGNOSIS BIDANG PROSTODONSI Diagnosis adalah proses yg dilakukan untuk mengenali / mengetahui terdapatnya keadaan yg tidak wajar / alamiah dan meneli⇐ti adanya abnormalitas serta menetapkan penyebabnya diterapkan untuk membuat rencana perawatan⇐ Tujuan diagnosis :Untuk mengetahui keadaan à⇐ 1.toleransi jaringan .lebih cenderung memperhatikan estetis .membedakan seorang penderita dg yg lainnya . Usia . perlu diketahui untuk : .Memelihara jaringan pendukungnya 3.

belum mengetahui prosedur pembutan dan pemakaian gigi tiruan à perlu penjelasan [ pencetakan.bibir Intra oral⇐ . Frekwensi karies 4. Penderita yg belum pernah memakai gigi tiruan : . Kebiasaan / bad habid : .sering membanding-bandingkan gts barunya dg yang pernah dipakai sebelumnya b. awal pemakaian yang sering menimbulkan rasa sakit itulah sebabnya penerangan yang diberikan menjadi penting sekali ] 8.adaptasi lebih sulit 6. jumlah akar . depresi mental. buruk] 2. stain = baik. Oklusi 7. alergi.telinga .melihat kelainan bentuk pd residual ridge .mata .Susunan gigi teratur / tidak ? .bentuk muka . sedang. Penderita yg pernah memakai gigi tiruan : . Artikulasi [ untuk mengetahua adanya hambatan oklusi] 8. adaptasi thd gigi tiruan baru: a. panjang. Tujuan pembuatan gigi tiruan à lebih mementingkan pemenuhan faktor estetik atau fungsional ? 9. Frenulum . Ro foto : .hidung . malposisi] 5. migrasi. OH [ plak.keadaan kelainan periapikal . Pemeriksaan status lokal : Extra oral⇐ .keadaan vitalitas gigi . Pengalaman memakai gigi tiruan.Asimetri wajah .berhubungan dg penentuan gigi pegangan 6. Vestibulum 9.keadaan umum : 1. penentuan gigitan. Status gigi [ goyah. Pemeriksaan status umum : DM.melihat bentuk .profil . Mukosa mulut 3.bruksisma à dianjurkan memakai gigi tiruan dimalam hari 10.kesehatan mulut . kalkulus.Besar kedua rahang sesuai / tidak ? .jumlah gigi yg terlihat ketika pasien berbicara .pembengkakan wajah . Waktu dan letak gigi yg terakhir dicabut/hilang à gts immediate 7. penyakit pendarahan 11.Melihat/ memeriksa struktur tulang yg akan menjadi pendukung .adaptasi mudah ..sisa akar .

Bentuk palatum [ huruf U = menguntungkan karena stabilitas . permanen] 12. Sadel tertutup / Bounded sadel Klasifikasi Kennedy Syarat: 1. 7.10. Tidak ada modifikasi pada klasifikasi Kennedy Klas IV. Sadel ujung bebas/Free end Sadel 2. bentuk] 11. huruf V] 14. Torus palatinus [ dibebaskan ] 15. Swenson c. gigi ini dimasukkan klasifikasi 4.Berdasarkan Retainer. 8.Berdasarkan sadel/daerah yang tidak bergigi.. Bila gigi M3 masih ada dan akan digunakan sebagai pengganti. KLASIFIKASI DAERAH YANG TIDAK BERGIGI : Maksud utama pembuatan klasifikasi untuk rahang yang sebagian giginya sudah hilang adalah: agar dokter gigi dapat berkomunikasi sejelas mungkin tentang keadaan rongga mulut yang akan dibuatkan gigi tiruan Dasar klasifikasi : 1. klasifikasi menurut: a. Kelainan gigi [ jumlah. 5. 3. Austin Lidge d. Bagian tidak bergigi paling posterior menentukan Klas utama dalam klasifikasi. Kennedy b.Macam gigi [ sulung. Bila gigi M3 hilang dan tidak akan diganti. warna. Banyaknya modifikasi ditentukan oleh banyaknya ruangan yang tidak bergigi. M2 hilang tidak akan diganti jika antagonisnya sudah hilang. Proc alveolaris 13. Applegate Kennedy 2. Klasifikasi hendaknya dibuat setelah semua pencabutan gigi selesai dilaksanakan atau gigi yang diindikasikan untuk dicabut selesai dicabut 2. gigi ini tidak termasuk dalam klasifikasi.. Klasifikasi Kennedy ada 4 Klas : Kelas I Daerah tidak bergigi terletak dibagian posterior dari gigi yang masih ada dan berada pada kedua sisi . 6 Daerah tidak bergigi lain daripada yang sudah ditetapkan dalam klasifikasi masuk dalam modifikasi dan disebut sesuai dengan jumlah daerah atau ruangannya. Lidah Pertemuan III KLASIFIKASI GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN 1. Miller b. klasifikasi menurut: a. Cummer • Sadel : Bagian dari prosessus alveolaris yang telah kehilangan gigi • Tipe sadel : 1.

4. Kelas IV Daerah yang tidak bergigi terletak dibagian anterior dan melewati garis tengah rahang/median line. Kelas III Keadaan tidak bergigi paradental dengan kedua gigi tetangga. Ada kemungkinan dijumpai kelainan sendi temporomandibula. Keadaan ini sering dijumpai pada rahang bawah dan biasanya telah beberapa tahun kehilangan gigi.Karena pengunyahan satu sisi. 2. . Untuk kelas ini tidak ada modifikasi KLASIFIKASI APPLEGATE . Jumlah gigi yang masih tertinggal bagian anterior umumnya sekitar 6 10 gigi. tidak lagi mampu memberi dukungan kepada gigi tiruan secara keseluruhan. Tenggang waktu pasien tidak bergigi akan mempengaruhi stabilitas gigi tiruan yang akan dipasang.KENNEDY Kelas I a. 5. Indikasi pelayanan prostodonsia: Gigi tiruan sebagian lepasan disain bilateral perluasan basis distal. Gigi antagonis sudah ekstrusi dalam berbagai derajat 6. Derajat resorbsi residual ridge bervariasi. 4. Jarak antar lengkung rahang bagian posterior biasanya sudah mengecil. Daerah tidak bergigi sudah panjang.rahang / Bilateral Free End Kelas II Daerah yang tidak bergigi terletak dibagian posterior gigi yg ada. Daerah yang tidak bergigi sama dengan klasifikasi Kennedy. Kelas III Daerah yang tidak bergigi terletak diantara gigi yang masih ada dibagian posterior. 3. Secara klinis dijumpai: 1. pd 1 sisi rahang/unilateral free end. b. c. Gigi asli yang masih tinggal sudah migrasi ke dalam berbagai posisi. Tulang pendukung mengalami resorbsi cervikal dan atau disertai goyangnya gigi secara berlebihan. 2. sering dijumpai kelainan sendi temporomandibula.Ekstrusi menyebabkan rumitnya pembuatan restorasi pada gigi antagonis.Pada kasus ekstrim karena tertundanya pembuatan gigi tiruan untuk jangka waktu tertntu karena perlu pencabutan satu atau lebih gigi antagonis. 5. 7. Bentuk dan panjang akar gigi kurang memadai 3. 3.Resorbsi tulang alveolar terlibat lebih banyak 2. Indikasi pelayanan prostodonsia: Gigi tiruan sebagian lepasan dengan desain bilateral dan perluasan basis distal Kelas II Daerah tidak bergigi sama dengan kelas II Secara klinis dijumpai keadaan : 1.Gigi antagonis relatif lebih ekstrusi dan tidak teratur. Secara klinis dijumpai keadaan: 1.

• Pada umumnya untuk klas ini dapat dibuat gigi tiruan sebagian lepasan bila: 1. tetapi tetap dirasakan perlunya mempertahankan geligi yang masih tinggal ini • Indikasi pelayanan Prosthodontik kelas V: Geligi tiruan sebagian lepasan dengan desain bilateral dan prinsip basis berujung bebas tetapi di bagian anterior. sehingga perlu penebalan sayap untuk memenuhi faktor estetik • Indikasi pelayanan Prosthodontic Klas IV : a) Geligi tiruan cekat. sisa processus alveolaris memadai 4. 3. sehingga dibutuhkan banyak gigi pendukung. • Kelas IV • Daerah tidak bergigi sama dengan klas IV Kennedy. bentuk atau panjang akar gigitetangga memadai sebagai pendukung penuh 3. dimana gigi asli anterior tidak dapat dipakai sebagai gigi penahan atau tak mampu menahan daya kunyah • Kasus seperti ini banyak dijumpai pada rahang atas karena gigi caninus yang dicabut karena malposisi atau terjadinya kecelakaan • Gigi bagian anterior kurang disukai sebagai gigi penahan. Beban oklusal berlebihan Indikasi pelayanan prostodonsi. daerah tak bergigi yang pendek 2. Gigi harus disusun dengan "overjet" besar.4. 4. Dibutuhkan distribusi merata melalui lebih banyak gigi penahan. c) Pada kasus meragukan sebaiknya dibuat GTSL • Kelas V • Daerah tak bergigi paradental. daya kunyah pasien tidak besar • Indikasi pelayanan prosthodontik kelas VI • a) geligi tiruan cekat • b) geligi tiruan sebagian lepasan dukungan gigi dan desain unilateral (protesa sadel) . daerah tak bergigi sangat panjang 2. seperti pada kasus akibat trauma 2. Kasus seperti ini sering kali merupakan daerah tak bergigi yang terjadi pertama kalinya dalam mulut • Biasanya dijumpai keadaan klinis : 1. pada pasien dengan daya kunyah besar. • Kelas VI • Daerah tak bergigi paradental dengan ke dua gigi tetangga gigi asli dapat dipakai sebagai gigi penahan.Mulut pasien depresif. biasanya karena salah satu alasan berikut ini : 1. bila gigi gigi tetangga masih kuat b) Geligi tiruan sebagian lepasan dengan desain bilateral dan dukungan gigi atau jaringan atau kombinasi. daya kunyah pasien berlebihan 3 bentuk atau panjang akar gigi penahan kurang memadai 4 tulang pendukung lemah penguatan dengan splin tidak diharapkan. Tulang alveolar sudah banyak hilang.Diperlukan dukungan danretensi tambahan dari gigi penahan 5. Gigi tiruan sebagian lepasan dukungan gigi dengan desain bilateral. dan sekalipun dilakukan tetap tidak memberikan dukungan yang memadai.

letak klamer sedemikian rupa sehingga bila ditarik akan berbentuk segitiga . Kelas I Miller : Menggunakan 2 klamer. sebutan menjadi kelas . KLASIFIKASI SWENSON • Pada dasarnya sama dengan klasifikasi Kennedy Kelas I : Unilateral free end Kelas II : Ujung bebas bilateral/ Bilateral free end Kelas III : Bounded sadle Kelas IV : Anterior tooth supported KELAS I KELAS II KELAS III KELAS IV KLASIFIKASI AUSTIN DAN LIDGE Lebih sederhana karena pengklasifikasiannya berdasarkan wilayah daerah gigi yang hilang. usia pasien masih muda 2. modifikasi P.. pulpa gigi masih lebar 4. dimuka huruf petunjuk modifikasi. kesehatan pasien tak memungkinkan dilakukannya preparasi segera 5. • Median line dengan lokasi fulkrum tegak lurus. diagonal dimana garis fulkrum melewati median line.. dengan letak klamer harus berhadapan dan tegak lurus dengan median line Kelas II Miller • Memakai 2 klamer. • Untuk penambahan ruangan yang lebih dari satu. diagonal dimana garis fulkrum melewati median line. pasien menolak pembuatan geligi tiruan cekat 7. modifikasi A • Pada penambahan yang terletak di posterior. kendala waktu untuk pembuatan gigi tiruan cekat 6. a) Daerah gigi yang hilang anterior A b) Daerah gigi yang hilang posterior: P • Pada masing masing derah tersebut dibagi 2 lagi. keadaan sosial ekonomi pasien tak menunjang • Selain ke enam kelas tersebut di atas. Diberi tambahan angka arab sesuai jumlahnya.. Kelas III Miller • Menggunakan 3 klamer. • Bila tambahan ini terletak di anterior. Contoh : Kelas II Modifikasi 2A (atau 1P atau 2A dan 3P dan seterusnya). maka disebut kelas.. mencegah ekstrusi gigi antagonis 3. klasifikasi Aplegate Kennedy mengenai juga modifikasi untuk daerah tak bergigi tambahan. Kelas II Miller • Memakai 2 klamer. • Median line dengan lokasi fulkrum tegak lurus. KLASIFIKASI BERDASARKAN LETAK KLAMER • Klasifikasi ini didasarkan pada letak klamer.. dengan batas median line.• Pemilihan geligi tiruan lepasan dalam hal ini didasarkan pada: 1.

bila dihubungkan dengan gads membentuk segi empat dan berada di tengah protesa. Pre gigi tiruan 1. dan variable lainnya.. Keadaan otot (hipertrofi atau tidak) 1. letak pada 1 sisi/bidang. bila dihubungkan dengan garis membentuk segiempat dan terletak ditengah tengah protesa. Faktor yang harus diperhatikan dalam menentukan prognosis : 1. letak berhadapan. rasio mahkota akar 6. overlap gigi anterior berpengaruh pada distribusi beban gigi 2. oral surgery . Kondisi sistemik 5. Diposkan oleh .yang letaknya kira kira ditengah protesa. berorientasi pada frame protesa 2 Kelas II protesa dengan 2 retensi direct.8 Rencana Perawatan Ada dua tahapan dalam rencana perawatan: 1.pu2t. 3 Kelas III protesa dengan 2 atau lebih retensi direct. Prognosis ditentukan pada kunjungan ke dua. laju karies 2. angulasi akr 4.. Kelas IV Miller Memakai 4 klamer.ν Klasifikasi Cummer 1 Kelas I protesa dengan 2 retensi (klamer) direct.10 Prognosis Prognosis merupakan estimasi perjalan penyakityang mungkin terjadi. 4 Kelas IV protesa dengan 3 4 klamer.57 Label: GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN 2. mobilitas gigi individual 3. morfologi akar 5. setelah semua informasi di dapatdan dikumpulkan pada kunjungan pertama. pemahaman pasen dalam kontrol plak 3. kemampuan fisik dalam menjaga OH sendiri 4. letaknya diagonal. Faktor general : 1. faktor lokal 1. 2. bila dihubungkan membentuk garis tegak lurus pada median line. di 20.

3. 3. 1. 6. 8. pengasahan gigi ekstrud) Persiapan tempat cengkeram Macam cetakan RA & RB (mukostatis. 5. mukoFaktor pertimbangan Dalam Rencana Perawatan 1. 3. 7. Faktor Personal Yang perlu diperhatikan pada pasien : keinginan atau ketidakpuasan terhadap protesa kesehatan dan pola hidup pasien kondisi dan kesehatan jaringan oral dan perioral tidak adekuatnya protesa yang digunakan. pengasahan gigi miring. konservasi gigi periodontology oral medicine ortodontik restorasi gigi penyakit umum pembersihan mulut Pembuatan gigi tiruan Pembuatan sendok cetak perseorangan dan border molding Penentuan dimensi vertikal dan relasi sentrik Penyusunan gigi Mencoba gigi tiruan Kontrol setelah pemasangan Cek oklusi dan artikulasi 2. kompresi/mukofungsional/selective pressure Selain itu. 4.4.2. 6. Perawatan preprostetik: Perawatan periodontal Perawatan bedah Konservasi gigi Rekonturing (mahkota tiruan. 7. 5. faktor personal yang perlu dipertimbangkan adalah: faktor sosial ekonomi . 2. 4.

intensitas. konsep. bentuk dan densitas ridge karakteristik dan ketebalan mukosa penutup hubungan ridge jumlah dan kedalaman alveolar 1. faktor fungsional frekuensi. durasi. faktor metabolik segala faktor nutrisi. . faktor protesa banyaknya teknik. 1. prinsip. Faktor Fisik .memperhatikan biaya pembuatan dan pemeliharaan faktor umur restorasi protesa dapat direkonstruksi pada pasien dengan semua umur. hormonal dan metabolik lainnya yang mempengaruhi aktivitas relative selular pembentuk tulang (osteoblas) dan peresorpsi tulang (osteoklas). faktor pengalaman faktor pengalaman hidup sehari-hari dapat mengubah rencana terbaik untuk perawatan dan sering tidak bisa dihindari. faktor anatomi ukuran. material. Kategori menurut Atwood adalah : 1.Tulang Faktor klinis yang berhubungan dengan resorpsi tulang bervariasi. seperti : pekerjaan profesi status sosial lingkungan 2. dan praktek termasuk ke faktor protesa. serta direksi pengalikasian tekanan pada tulang yang mempengaruhi densitas (resorpsi dan deposisi) pada tulang. 1.

Satu pendapat lainnya mengatakan bahwa hilangnya resdual bone belum tentu akibat hilangnya gigi geligi. lokal yang termasuk bagian ini yaitu : faktor biomekanika faktor neurotropik vascular enzim dan PH potensial bioelektrik tekanan udara suhu(temperatur) persarafan reflek neuromuscular Faktor prostetik Perkembangan dan pemeliharaan prosesus alveolar secara langsung berkaitan dengan erupsi dan hadirnya gigi geligi. sistemik 3.- Faktor kontrol Tiga hal yang termasuk ke bagian faktor kontrol adalah : 1. genetik 2. Dua konsep yang diperhatikan mengenai hilangnya residual bone yang tidak dapat dihindari: Satu pendapat bahwa saat gigi hilang akan adanya variasi perkembangan hialngnya residual bone. Gigi Harus dievaluasi secara seksama terlebih dahulu: Jumlah gigi Lokasi gigi di dalam lengkung Posisi individual gigi Mobilitas dan vitalitas .

4 2.5.Rasio mahkota akar Ukuran dan bentuk akar Kerentanan adanya karies Keterlibatan patologis Kondisi bidang oklusal gigi yang tersisa Morfologi yang mempengaruhi perawatan dan tipe protesa yang digunakan. dan fixed(mantap/stabil) minimal ada 3 gigi pada 3 regio kiri. Sedangkan pola sensori pada jaringan pendukung khususnya penting dalam pemakaian gigi tiruan. 1. oklusi ada. atau kiri+anterior. Jaringan Lunak Karakteristik dan respon perlu dipertimbangkan untuk retensi. Relasi Rahang Oklusi gigi pada kasus GTSL ada kemungkinan: 1. oklusi tidak ada tidak ada gigi yang beroklusi dengan benar .3. oklusi ada tapi tidak fixed(tidak mantap/tidak stabil) hanya ada 2 regio dari gigi yang berkontak dengan oklusi yang benar(kiri+kanan.atau kanan+anterior) 1. persepsi. kanan dan anterior yang beroklusi dengan benar. stabilitas dari protesa yang akan digunakan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful