KINEMATIKA Kelas XI

Terdiri dari sub bab : 1. persamaan gerak 2. Gerak Parabola 3. Gerak Melingkar 1. PERSAMAAN GERAK Membahas tentang posisi, perpindahan, kecepatan dan percepatan dengan menggunakan vector satuan. Pembahansan meliputi cara menyatakan besaran tersebut dalam vector, menyatakan besar dan arahnya. POSISI a. Benda Diam j B Posisi : Sist. Kartesian Vektor Satuan A (3,3)  rA = 3i + 3j B (5,6)  rB = 5i + 6j C (6,-2)  rC = 6i -2j D (-2,3)  rD = -2i + 3j i C

C

A

b. Benda bergerak Persamaan benda bergerak memiliki ciri terdapatnya variable waktu Contohnya : r = (2t2 + 3t)i + (4t3 + 3)j posisi benda akan berubah jika waktunya berubah, misalnya sebagai berikut : ketika t = 0 maka posisi benda r(0) = 3j ketika t = 1 maka posisi benda r(1) = 5i + 7j ketika t = 2 maka posisi benda r(2) = 14i + 37j dan seterusnya PERPINDAHAN Untuk menyatakan perpindahan digunakan simbol r.

r = rakhir – rawal

Vektor perpindahan ditulis r = xi + yj Besarnya perpindahan ditulis |r| = x 2  y 2 Arah perpindahan dinyatakan dengan derajad, dimana nilai positip dimulai dari arah sejajar sumbu x positip berputar berlawanan jarum jam. Besarnya dihitung dengan

tan   Contoh : Sebuah partikel semula berada dilokasi r1 = 3t + 2 j.9o : tan  = 12 KECEPATAN Dibedakan menjadi kecepatan rata-rata dan kecepatan sesaat. dimana r dalam meter dan t dalam sekon. r v t vektor kecepatannya ditulis : v  v x i  v y j Besarnya 2 2 : v  vx  v y . nilai   tan   akan sama dengan tan   . sehingga untuk yang kedua sudut yang dimaksud adalah 180 +  . besar dan arah. Kecepatan rata-rata v Diperoleh dari perpindahan dibagi lamanya terjadi perpindahan. Tentukan vektor. besar dan arah perpindahannya ketika bergerak dari t = 0 sampai dengan t = 2s Jawab : r(0) = 2i + 2j r(2) = 14i + 11j Vektor perpindahannya Besarnya perpindahan Arah perpindahannya : r = 12i + 9j : |r| = 12 2  9 2 = 15 m 9  = 36. Masing-masing memiliki vektor. maka : Vektor perpindahannya : r = 2i + 2j Besar perpindahannya Arah perpindahannya 22  22 = 2 2 2 : tg  = = 1 2  = 45o : |r| = Posisi sebuah partikel mengikuti persamaan : r = (3t2 + 2)i + (4t + 3)j. padahal yang pertama lokasinya ada di kuadran   I sedangakn yang kedua lokasinya ada di kuadran III. kemudian partikel tersebut berpindah dan menempati lokasi r2 = 5i + 4j.y x Perlu diingat bahwa ketika kita menghitung sudut dengan menggunakan kalkulator.

r(0) = 4i r(2) = 20i + 10 j v 20  4 10  0 i j  8i  5 j 2 2 v  8 2  5 2 = 9. r(2) = 20i + 10j r(4) = 68i + 20j 68  20 20  10 v i j  24i  5 j 2 2 v  24 2  5 2  24. Cara menjalankan fungsi defferensial adalah sebagai berikut : Jika r = atn maka jika didefferensialkan terhadap waktu akan menjadi v = Contoh : diketahui r = (3t3 – 2t)i + (4t2 – 5)j maka : v = (6t2 – 2)i + (8t)j jadi vektor kecepatan sesaatnya dr = a.n tn-1 dt v= dr  vxi  v y j dt besar kecepatan sesaat 2 2 v  vx  v y . Untuk menghitung kecepatan sesaat menggunakan bantuan fungsi defferensial.Arahnya : tan  = vy vx Contoh : Gerak sebuah benda mengikuti persamaan : r = (4t2 + 4)i + (5t)j.4 m/s b.5m / s Kecepatan sesaat. dimana t dalam sekon dan r dalam meter berapakah kecepatn rata-ratanya untuk a. Adalah kecepatan yang dihitung dalam interval waktu yang sangat singkat (mendekati nol biasa disebut limit t mendekati nol). dimana fungsi ini dapat mengubah persamaan posisi menjadi persamaan kecepatan. dua detik pertama b. dari t = 2s sampai dengan t = 4s Jawab : a.

yaitu percepatan rata-rata dan percepatan sesaat Percepatan rata-rata Percepatan rata-rata diperleh dari perubahan kecepatan dibagi dengan lamanya perubahan kecepatan tersebut : a v y v v x  i j t t t vektor percepatan rata-rata : a  axi  a y j . 2)i + 4j = 20i + 4j |v(2)| = 20 2  4 2 = 416 m/s c. kecepatan dua detik pertama Jawab. kecepatan saat t = 2s c.22 + 2)i + (4. Soal a dan b adalah menghitung kecepatan sesaat sedangkan soal c menghitung kecepatan rata-rata karena pada soal c terdapat interval waktu yaitu dari t = 0 sampai dengan t = 2s. kecepatan mula-mula b. r = (5t2 + 2)i + (4t)j v = (10t)i + 4j v(0) = 4j |v(0)| = 4 m/s b. a. v(2) = (10 .arah kecepatan sesaat tan  = vy vx Contoh : Sebuah partikel yang sedang bergerak memenuhi persamaan r = (5t2 + 2)i + (4t)j.2)j = 22i + 8j 20 8 r x y v  i j i j t t t 2 2 v = 10i + 4j |v| = 10 2  4 2  116 m/s PERCEPATAN Percepatan juga terdapat dua jenis. dimana r dalam meter dan t dalan sekon. Hitunglah : a. r = (5t2 + 2)i + (4t)j r(0) = 2i r(2) = (5.

percepatan saat t = 2s b. percepatan dua detik pertama . Misalkan persamaan kecepatan tertulis : v = 4t3 +2t + 6. Untuk menghitung percepatan ini digunakan fungsi defferensial.besar percepatan rata-rata :| 2 a | = a x2  a y ay arah percepatan rata-rata tan  = ax Contoh : Sebuat partikel yang sedang bergerak. dimana v dalam m/s dan t dalam s. maka turunan dari persamaan tersebut terhadap waktu akan menjadi persamaan percepatan dv a=  12t2 + 2 dt Vektor percepatan sesaat : a = axi + ayj Besar percepatan sesaat : |a| = 2 2 ax  a y Arah percepatan sesaat : tan a ay ax Contoh : Sebuah partikel bergerak dengan perubahan kecepatan terhadap waktu dinyatakan dengan persamaan : v = (5t3 – 3)i + (t2 – 4t)j. dimana fungsi ini digunakan untuk mengubah persamaan keceptan menjadi persamaan percepatan. Hitunglah : a. kecepatnnya berubah menurut persmaan v = (2t2 + 2)i + (4t)j. dimana v dalam m/s dan t dalam s.2)j = 10i + 8j a 10  2 8  0 i j  4i  4 j 2 2 | a | = 4 2 m/s2 Percepatan sesaat Percepatan sesaat adalah percepatan yang dihitung dalam interval waktu yang sangat pendek atau mendekati nol biasa disebut dengan waktu limit mendekati nol. Berapakah percepatan rata-rata ketika partikel tersebut antara t = 0 s.d t = 2s Jawab : v = (2t2 + 2)i + (4t)j v(0) = 2i v(2) = (2.22 + 2)i + (4.

a. v = (5t3 – 3)i + (t2 – 4t)j dv  15t2i + (2t – 4)j a= dt a(2) = 60i + 0 |a(2)| = 60 m/s2 b. secara sederhana pengoperasian fungsi integral adalah sebagai berikut : a n 1 Jika v = a. Jawab : v = (3t2 + 2)i + (2t)j r = ro +  vdt = (2i + j) +  (3t2  2)i  (2t)j dt 3 21 2 t  2t )i  ( t 11 ) j 2 1 2 3 2 = (2i + j) + (t + 2t)i + t j = (t3 + 2t + 2)i + (t2 + 1)j r(2) = (23 + 2. v = (5t3 – 3)i + (t2 – 4t)j v(0) = -3i v(2) = (40 – 3)i + (4 – 8)j = 37i -4j v 37  (3) 4 a  i j  20i  2 j 2 2 t |a| = 20 2  (2) 2  404 m/s2 Menyatakan posisi dari persamaan kecepatan dan menyatakan kecepatan dari persamaan percepatan.tn diintegralkan :  vdt  t n 1 Untuk mengubah persamaan kecepatan menjadi persamaan posisi caranya adalah : r = ro +  vdt . jika tidak dianggap 0) untuk mengubah persamaan percepatan menjadi persamaan kecepatan caranya adalah : v = vo +  adt . dimana fungsi ini merupakan kebalikan dari fungsi defferensial. dimana v dalam m/s. Untuk keperluan tersebut digunakan fungsi integral. sedangkan soal b mencari percepatan rata-rata. vo adalah kecepatan awal (biasanya diketahui.2 + 2)I + (22 + 1)j = 14i + 5j = (2i + j) + ( |r(2)| = 14 2  5 2 = 191 m . jika tidak ada dianggap 0) Contoh : Kecepatan partikel yang bergerk dinyatakan dengan v = (3t2 + 2)i + (2t)j.Jawab : Soal a adalah mencari percepatan sesaat. ro adalah posisi saat awal (biasanya diketahui. hitunglah posisi saat t = 4s. jika mula-mula partikel berada di posisi 2i + j.

jika mula-mula dalam keadaan diam dan berada di posisi 3i + 5j. Diket vo = 0 ro = 3i + 5j. a = 2ti + j v = vo +  vdt v(2) = 22 i+ 2j = 4i + 2j |v(2)| = v = 0 +  (2ti  j )dt = t2i + t j 4 2  2 2 = 18 m/s // r = ro +  vdt r = (3i + 5j) +  (t 2 i  tj )dt r = (3i + 5j) + 1 3 1 2 t i t j 3 2 1 1 r = (3  t 3 )i  (5  t 2 ) j 3 2 1 1 8 2 r(2) = (3  2 3 )i  (5  2 2 ) j  (3  )i  (5  2) j  5 i  7 j m // 3 2 3 3 .Contoh : Sebuah partikel bergerak dimana percepatan sebagai fungsi waktu dinyatakan dengan persamaan : a = 2ti + j. Setelah itu baru kita masukkan waktu yang diminta. dimana a dalam m/s2. hitunglah : Kecepatan dan posisi ketika t = 2s. dari persamaan percpatan kita ubah dulu menjadi persamaan kecepatan dan persamaan posisi. sehingga solusinya. Jawab : Pertanyaan diatas semuanya mengacu pada keadaan sesaat.