P. 1
Termodinamika Rtf

Termodinamika Rtf

|Views: 1,700|Likes:
Published by Fia Cuby

More info:

Published by: Fia Cuby on Sep 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/29/2013

pdf

text

original

Mesin sepeda motor dan mesin mobil merupakan contoh mesin pembakaran dalam.
Disebut mesin pembakaran dalam karena proses pembakaran terjadi di dalam silinder
tertutup. Adanya mesin pembakaran dalam merupakan hasil rekayasa konsep penekanan

Termodinamika

adiwarsito.wordpress.com

dan pemuaian adiabatik yang sudah gurumuda jelaskan pada pokok bahasan hukum
pertama termodinamika.

Pada kesempitan ini kita hanya meninjau mesin pembakaran dalam yang menggunakan
bensin dan solar sebagai bahan bakar. Bensin dan solar termasuk minyak bumi,
karenanya memiliki energi potensial kimia. Energi potensial kimia dalam bensin dan
solar terlebih dahulu diubah menjadi kalor alias panas melalui proses pembakaran.
Selanjutnya, kalor alias panas yang diperoleh melalui hasil pembakaran diubah menjadi
energi mekanik. Adanya energi mekanik ini yang menyebabkan sepeda motor atau mobil
bisa bergerak… Siklus pada mesin bensin disebut sebagai siklus otto, sedangkan siklus
pada mesin solar disebut sebagai siklus diesel… Siklus = proses yang terjadi secara
reversibel (bolak balik). Terlebih dahulu kita bahas siklus otto…

Siklus otto

Tataplah gambar aneh di bawah dengan penuh kelembutan…

Ini adalah gambar mesin pembakaran dalam empat langkah alias empat tak… Mula-mula
campuran udara dan uap bensin mengalir dari karburator menuju silinder pada saat piston
bergerak ke bawah (langkah masukan). Selanjutnya campuran udara dan uap bensin
dalam silinder ditekan secara adiabatik ketika piston bergerak ke atas (langkah kompresi
alias penekanan).
Karena ditekan secara adiabatik maka suhu dan tekanan campuran
meningkat. Pada saat yang sama, busi memercikkan bunga api sehingga campuran udara
dan uap bensin terbakar. Ketika terbakar, suhu dan tekanan gas semakin bertambah. Gas
bersuhu tinggi dan bertekanan tinggi tersebut memuai terhadap piston dan mendorong
piston ke bawah (langkai pemuaian). Selanjutnya gas yang terbakar dibuang melalui
katup pembuangan dan dialirkan menuju pipa pembuangan (langkah pembuangan).
Katup masukan terbuka lagi dan keempat langkah diulangi…

Perlu diketahui bahwa tujuan dari adanya langkah kompresi alias penekanan adiabatik
adalah menaikkan suhu dan tekanan campuran udara dan uap bensin. Proses pembakaran
pada tekanan yang tinggi akan menghasilkan suhu dan tekanan (P = F/A) yang sangat
besar. Akibatnya gaya dorong (F = PA) yang dihasilkan selama proses pemuaian menjadi
sangat besar. Mesin motor atau mobil menjadi lebih bertenaga… Walaupun tidak

Termodinamika

adiwarsito.wordpress.com

ditekan, campuran udara dan uap bensin bisa terbakar ketika si busi memercikkan bunga
api. Tapi suhu dan tekanan gas yang terbakar tidak terlalu tinggi sehingga gaya dorong
yang dihasilkan juga kecil. Akibatnya mesin menjadi kurang bertenaga…

Proses perubahan bentuk energi dan perpindahan energi pada mesin pembakaran dalam
empat langkah di atas bisa dijelaskan seperti ini : Ketika terjadi proses pembakaran,
energi potensial kimia dalam bensin + energi dalam udara berubah menjadi kalor alias
panas. Sebagian kalor berubah menjadi energi mekanik batang piston dan poros engkol,
sebagian kalor dibuang melalui pipa pembuangan (knalpot). Sebagian besar energi
mekanik batang piston dan poros engkol berubah menjadi energi mekanik kendaraan
(kendaraan bergerak), sebagian kecil berubah menjadi kalor alias panas… Panas timbul
akibat adanya gesekan…

Proses pemuaian dan penekanan secara adiabatik pada siklus otto bisa digambarkan
melalui diagram di bawah… (Diagram ini menunjukkan model ideal dari proses
termodinamika yang terjadi pada mesin pembakaran dalam yang menggunakan bensin).

Campuran udara dan uap bensin masuk ke dalam silinder (a). Selanjutnya campuran
udara dan uap bensin ditekan secara adiabatik (a-b). Perhatikan bahwa volume silinder
berkurang… Campuran udara dan uap bensin dipanaskan pada volume konstan –
campuran dibakar (b-c). Gas yang terbakar mengalami pemuaian adiabatik (c-d).
Pendinginan pada volume konstan – gas yang terbakar dibuang ke pipa pembuangan dan
campuran udara + uap bensin yang baru, masuk ke silinder (d-a).

Siklus Diesel

Prinsip kerja mesin diesel mirip seperti mesin bensin. Perbedaannya terletak pada
langkah awal kompresi alias penekanan adiabatik (penekanan adiabatik = penekanan
yang dilakukan dengan sangat cepat sehingga kalor alias panas tidak sempat mengalir
menuju atau keluar dari sistem. Sistem untuk kasus ini adalah silinder). Kalau dalam
mesin bensin, yang ditekan adalah campuran udara dan uap bensin, maka dalam mesin
diesel yang ditekan hanya udara saja… Penekanan secara adiabatik menyebabkan suhu
dan tekanan udara meningkat. Selanjutnya injector alias penyuntik menyemprotkan solar.
Karena suhu dan tekanan udara sudah sangat tinggi maka ketika solar disemprotkan ke
dalam silinder, si solar langsung terbakar… Tidak perlu pake busi lagi. Perhatikan
besarnya tekanan yang ditunjukkan pada diagram di bawah… bandingkan dengan

Termodinamika

adiwarsito.wordpress.com

besarnya tekanan yang ditunjukkan pada diagram siklus otto… simpulkan sendiri ya

Diagram ini menunjukkan siklus diesel ideal alias sempurna… Mula-mula udara ditekan
secara adiabatik (a-b), lalu dipanaskan pada tekanan konstan – penyuntik alias injector
menyemprotkan solar dan terjadilah pembakaran (b-c), gas yang terbakar mengalami
pemuaian adiabatik (c-d), pendinginan pada volume konstan – gas yang terbakar dibuang
ke pipa pembuangan dan udara yang baru, masuk ke silinder (d-a). Selengkapnya bisa

dipelajari di dunia perteknik-otomotifan

Gurumuda hanya memberimu pengetahuan

dasar saja.

Dari penjelasan yang bertele-tele di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa setiap mesin
kalor pada dasarnya memiliki zat kerja tertentu. Zat kerja untuk mesin uap adalah air, zat
kerja untuk mesin bensin adalah udara dan uap bensin, zat kerja untuk mesin diesel
adalah udara dan solar. Zat kerja biasanya menyerap kalor pada suhu yang tinggi (QH),
melakukan usaha alias kerja (W), lalu membuang kalor sisa pada suhu yang lebih rendah
(QL). Karena si energi kekal, maka QH = W + QL.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->