REDOKS DAN ELEKTROKIMIA

Sukir,S.Pd,M.Pkim 2009

TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Menjelaskan reaksi redoks dan elektrokimia melalui pengamatan dan penafsiran data. 2. Membedakan reaksi redoks dengan reaksi bukan redoks. 3. Menyeterakan reaksi redoks dengan metode setengah reaksi dan perubahan bilangan oksidasi. 4. Menuliskan persamaan sel elektrokimia. 5. Menentukan potensial reduksi pada beberapa reaksi redoks. 6. Memperkirakan reaksi berlangsung spontan atau tidak berdasarkan harga potensial reduksi. 7. Menjelaskan proses terjadinya korosi pada logam. 8. Menjelaskan cara-cara mencegah atau menghambat terjadinya proses korosi. 9. Menuliskan reaksi elektrolisis pada beberapa larutan. 10. Menerapkan hukum Faraday untuk menghitung massa endapan yang dihasilkan pada elektrolisis. 11. Menerapkan konsep reaksi redoks untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Terminologi Redoks

Ag+(aq) + Cl– (aq) → AgCl(s) C. 2 CrO42.Manakah yang termasuk reaksi redoks: A. CuO + CO →Cu + CO2 E.+ 2 H+ → Cr2O7 2– + H2O H. C12 + 2 KOH →KCl + KClO + H2O . Zn + 2 H2SO4 →ZnSO4 + H2 G. NaOH + HCl →NaCI + H2O B. C3H8 +5 O2 →3 CO2 + 4 H2O J. NH3 + H2O →NH4OH F. CaCO3 →CaO + CO2 D. Cu2+ + Ni →Cu + Ni2+ I.

Menyeimbangkan persamaan redoks dengan cara setengah reaksi • Bagi reaksi menjadi dua buah setengah reaksi masingmasing yang mengalami oksidasi dan reduksi • Seimbangkan atom dan muatan pada masing-masing reaksi – – • Kalikan masing2 setengah reaksi dengan bilangan bulat untuk menyeimbangkan jumlah e yang diperoleh reduksi sama dengan elektron yang dilepas oksidasi • Jumlahkan kedua buah setengah reaksi tersebut • Periksa apakah atom dan muatan sudah seimbang Mula-mula atom selain O dan H. kemudian O lalu terakhir H Muatan diseimbangkan dengan menambah elektron (e) disebelah kiri untuk setengah reaksi reduksi dan disebelah kanan untuk setengah reaksi oksidasi .

4. Seimbangkan jumlah atom Cr Seimbangkan O dengan menambahkan H2O Seimbangkan H dengan menambahkan ion H+ Seimbangkan muatan dengan menambah elektron Begitupun dengan setengah reaksi oksidasi 3. Mula-mula bagi reaksi menjadi dua buah setengah reaksi reduksi dan oksidasi 2.dengan jumlah sama dengan ion H+ . 5. • Kalikan masing-masing setengah reaksi agar jumlah e sama Jumlahkan kedua buah setengah reaksi tersebut menjadi overall Periksa jumlah atom dan muatan Untuk reaksi suasana basa setelah langkah ke4 tambahkan ion OH.Reaksi Redoks suasana asam Cr2O72-(aq) + I-(aq) Cr3+(aq) + I2(s) (lar asam) 1. Seimbangkan atom dan muatan dimasing-masing setengah reaksi a. c. b. e. d.

Latihan • Permanganat bereaksi dalam larutan basa dengan ion oksalat membentuk ion karbonat dan mangan dioksida padat seimbangkan reaksi redoks berikut: MnO4-(aq) + C2O42-(aq) MnO2(s) + CO32-(aq) • Seimbangkan persamaan reaksi berikut dengan suasana larutan basa MnO4-(aq) + I-(aq) MnO42-(aq) + IO3-(aq) .

CARA PERUBAHAN BILANGAN OKSIDASI Tahap 1 : Setarakan unsur yang mengalami perubahan biloks. Tahap 3 : Tentukan perubahan biloks. Ini berarti reaksi dengan suasana basa. maka ditambahkan ion H+. Tahap 7 : Setarakan hidrogen dengan menambahkan H2O.Jika muatan di sebelah kiri lebih negatif.Jika muatan di sebelah kiri lebih positif. Ini berarti reaksi dengan suasana asam. Tahap 6 : Setarakan muatan dengan cara: . Tahap 4 : Samakan kedua perubahan biloks. Tahap 5 : Tentukan jumlah muatan di ruas kiri dan di ruas kanan. maka ditambahkan ion OH-. . . Tahap 2 : Tentukan biloks masing-masing unsur yang mengalami perubahan biloks.

a. KClO3 + H2SO4 →KHSO4 + O2 + ClO2 + H2O d.NH3 + O2 → NO + H2O b. Sn + HNO3 →SnO2 + NO2 + H2O e.Setarakan reaksi redoks berikut dengan cara perubahan bilangan oksidasi. KBr + H2SO4 →K2SO4 + Br2 + SO2 + H2O . I2 + HNO3 →HIO3 + NO2 + H2O f. CuO + NH3 →N2 + H2O + Cu c.

Sistem reaksi melakukan kerja terhadap lingkungan • Sel Elektrolisa memanfaatkan energi listrik untuk menjalankan reaksi non spontan (∆G > 0) lingkungan melakukan kerja terhadap sistem • Kedua tipe sel menggunakan elektroda.Sel Elektrokimia • Sel Volta (sel galvani) memanfaatkan reaksi spontan (∆G < 0) untuk membangkitkan energi listrik. selisih energi reaktan (tinggi) dengan produk (rendah) diubah menjadi energi listrik. yaitu zat yang menghantarkan listrik antara sel dan lingkungan dan dicelupkan dalam elektrolit (campuran ion) yang terlibat dalam reaksi atau yang membawa muatan .

Elektroda • Elektroda terbagi menjadi dua jenis yaitu anoda dan katoda • Setengah reaksi oksidasi terjadi di anoda. Elektron diberikan oleh senyawa teroksidasi (zat pereduksi) dan meninggalkan sel melalui anoda • Setengah reaksi reduksi terjadi di katoda. Elektron diambil oleh senyawa tereduksi (zat pengoksidasi) dan masuk sel melalui katoda .

Sel Volta dan Sel Elektrolisa .

Sel Volta .

Konstruksi dan Operasi Sel Volta • Setengah sel oksidasi: anoda berupa batang logam Zn dicelupkan dalam ZnSO4 • Setengah sel reduksi: katoda berupa batang logam Cu dicelupkan dalam CuSO4 • Terbentuk muatan relatif pada kedua elektroda dimana anoda bermuatan negatif dan katoda bermuatan positif • Kedua sel juga dihubungkan oleh jembatan garam yaitu tabung berbentuk U terbalik berisi pasta elektrolit yang tidak bereaksi dengan sel redoks gunanya untuk menyeimbangkan muatan ion (kation dan anion) • Dimungkinkan menggunakan elektroda inaktif yang tidak ikut bereaksi dalam sel volta ini misalnya grafit dan platinum .

Notasi Sel Volta • Sel Volta dinotasikan dengan cara yang telah disepakati (untuk sel Zn/Cu2+) Zn(s)|Zn2+(aq)║Cu2+(aq)|Cu(s) • Bagian anoda (setengah sel oksidasi) dituliskan disebelah kiri bagian katoda • Garis lurus menunjukkan batas fasa yaitu adanya fasa yang berbeda (aqueous vs solid) jika fasanya sama maka digunakan tanda koma • Untuk elektroda yang tidak bereaksi ditulis dalam notasi diujung kiri dan ujung kanan .

MnO4-(aq). Mn2+(aq)|Grafit .Sel Volta dengan Elektroda Inaktif Grafit|I2(s)|I-(aq)║H+(aq).

Soal Latihan • Dalam satu bagian sel volta. Pada bagian yang lain logam timah dicelupkan dalam larutan Sn(NO3)2 jembatan garam menghubungkan kedua bagian. tuliskan persamaan reaksi seimbang dan notasi sel volta tersebut . Elektroda timah bermuatan negatif relatif terhadap grafit • Gambarkan diagram sel. batang grafit dicelupkan dalam larutan K2Cr2O7 dan Cr(NO3)3 (suasana asam).

semakin positif Esel semakin banyak kerja yang bisa dilakukan oleh sel • Satuan yang digunakan 1 V = 1 J/C • Potensial sel sangat dipengaruhi oleh suhu dan konsentrasi. 1 atm untuk gas.Potensial Sel (Esel) • Sel volta menjadikan perubahan energi bebas reaksi spontan menjadi energi listrik • Energi listrik ini berbanding lurus dengan beda potensial antara kedua elektroda (voltase) atau disebut juga potensial sel (Esel) atau gaya electromotive (emf) • Untuk proses spontan Esel > 0. oleh karena itu potensial sel standar diukur pada keadaan standar (298 K. 1 M untuk larutan dan padatan murni untuk solid) .

Eoanoda .Potensial Elektroda Standar (Eosetengah-sel) • Potensial elektroda standar adalah potensial yang terkait dengan setengah reaksi yang ada (wadah elektroda) • Menurut kesepakatan potensial elektroda standar selalu ditulis dalam setengah reaksi reduksi • Bentuk teroksidasi + ne bentuk tereduksi Eo1/2 sel • Potensial elektroda standar seperti halnya besaran termodinamika dapat dibalik dengan mengubah tandanya • Eosel = Eokatoda .

1 M) + 2e –Eorujukan = 0 • Dengan nilai rujukan ini kita bisa menyusun sel volta yang menggunakan elektroda hidrogen standar sebagai salah satu elektrodanya dan mengukur potensial sel dengan alat ukur. kemudian kita dapat menentukan potensial elektroda standar banyak zat secara luas . 1 M) + 2e H2(g.Elektroda Hidrogen Standar • Ilmuwan telah menyepakati untuk memilih setengah reaksi rujukan dengan nilai 0 untuk reaksi: 2H+(aq. 1 atm) Eorujukan = 0 H2(g. 1 atm) 2H+(aq.

Soal Latihan • Suatu sel volta memiliki reaksi antara larutan bromine dan logam Zn Br2(aq) + Zn(s) Zn2+(aq) + 2Br-(aq) Eosel = 1.83 V Hitung Eo untuk oksidasi Br-(aq) jika EoZn = -0.39 V berdasarkan reaksi: Br2(aq) + 2V3+(aq) + 2H2O(l) 2VO2+(aq) + 4H+(aq) + 2Br-(aq) Berapa potensial elektroda standar reduksi VO2+ menjadi V3+ ? .76 V • Suatu sel volta memiliki Eosel = 1.

semakin positif nilainya semakin besar kecenderungan reaksi tersebut terjadi • Nilai Eo memiliki nilai yang sama tetapi berbeda tanda jika reaksinya kita balik • Berdasarkan tabel semakin keatas semakin oksidator dan semakin kebawah semakin reduktor . 1 M) + 2e ⇔ H2 (g. 1 atm) • Menurut konvensi semua setengah reaksi ditulis sebagai reaksi reduksi artinya semua reaktan pengoksidasi dan semua produk pereduksi • Nilai Eo yang diberikan adalah setengah reaksi tertulis.Kekuatan Relatif Oksidator dan Reduktor • Semua nilai adalah relatif terhadap elektroda hidrogen standar (referensi) 2H+ (aq.

.

Reaksi Redoks Spontan • Setiap reaksi redoks adalah jumlah dari kedua setengah reaksi. sehingga akan ada reduktor dan oksidator ditiap-tiap sisi reaksi • Berdasarkan tabel maka reaksi spontan (Eosel> 0) akan terjadi antara oksidator (sisi reaktan) dan reduktor (sisi produk) yang terletak dibawahnya • Misal Cu2+ (kiri) dan Zn (kanan) bereaksi spontan dan Zn terletak dibawah Cu2+ .

hitung Eosel dan urutkan ketiga spesies besi berdasarkan penurunan kekuatan reduksinya! .Soal Latihan • Kombinasikan setengah reaksi berikut menjadi 3 buah reaksi redoks spontan. hitung Eosel untuk tiap-tiap reaksi dan urutkan kenaikan sifat oksidator dan sifat reduktor senyawanya! • Apakah reaksi berikut spontan 3Fe2+(aq) Fe(s) + 2Fe3+(aq) Jika tidak. tulis reaksi spontannya.

logam yang terletak dibawah reduksi air • Logam yang dapat menggantikan logam lain dari larutannya.Reaktifitas Relatif Logam • Logam yang dapat menggantikan H2 dari asam. maka reaksi tidak spontan • Logam yang dapat menggantikan H2 dari air. tuliskan reaksi oksidasinya lalu jumlah untuk memperoleh Eosel jika positif maka H2 akan terlepas • Logam yang tidak dapat menggantikan H2. yaitu logam yang terletak dibagian bawah tabel dapat mereduksi logam yang terletak dibagian atas tabel . Ambil salah satu logam. namun jika hasilnya Eosel < 0. dengan langkah yang sama.

0592V E = log K n o nEsel log K = 0.0592V o sel .Potensial Sel Standar dan Konstanta Kesetimbangan 0.

terbentuk ion Cd2+ dan logam Cu.Soal Latihan • Timbal dapat menggantikan perak dari larutannya: Pb(s) + 2Ag+(aq) Pb2+(aq) + 2Ag(s) Hitung K dan ∆Go pada 25oC untuk reaksi ini! • Saat logam kadmium mereduksi Cu2+ dalam larutan. hitung K pada 25oC dan berapa potensial sel sel volta yang menggunakan reaksi ini? . jika ∆Go = -143 kJ.

Pengaruh Konsentrasi terhadap Potensial Sel • Sejauh ini potensial sel standar diukur dari potensial setengah sel juga pada keadaan standar sementara kebanyakan sel volta tidak beroperasi pada keadaan standarnya • Berdasarkan persamaan yang telah diketahui: ∆G = ∆Go + RT ln Q sedangkan ∆G = -nFEsel juga ∆Go = -nFEosel sehingga -nFEsel = -nFEosel + RT ln Q Esel = Eosel – (RT/nF) ln Q .

Aplikasi Persamaan Nernst • • • • Saat Q < 1 sehingga [reaktan] > [produk] maka Esel > Eosel Saat Q = 1 sehingga [reaktan] = [produk] maka Esel = Eosel Saat Q > 1 sehingga [reaktan] < [produk] maka Esel < Eosel Jika kita memasukkan nilai R dan T pada 298 Esel = Eosel – (0.0592 V/n) log Q (pada 25oC) .

010 M.30 M berapa [Fe2+] diperlukan untuk meningkatkan Esel 0.5 M dan Tekanan H2 = 0.25 V diatas Eosel pada 25oC? .30 atm • Perhatikan sel berdasarkan reaksi berikut Fe(s) + Cu2+(aq) Fe2+(aq) + Cu(s) Jika [Cu2+] = 0.Soal Latihan • Seorang kimiawan menyusun sel volta yang terdiri dari elektroda Zn/Zn2+ dan H2/H+ pada kondisi [Zn2+] = 0. [H+] = 2.

Potensial Sel dan Hubungan antara Q dan K Zn(s) + Cu2+(aq) Zn2+(aq) + Cu(s) Q = [Zn2+]/[Cu2+] .

Sel Konsentrasi .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful