P. 1
KELANGKAAN BBM

KELANGKAAN BBM

5.0

|Views: 810|Likes:
Published by Takeru Shiba

More info:

Published by: Takeru Shiba on Sep 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/27/2014

pdf

text

original

KELANGKAAN BBM Stok BBM Hilang di Pasaran

KETERSEDIAAN bahan bakar minyak (BBM) di beberapa kabupaten/kota di Sulsel, dalam beberapa hari terakhir terus mengalami kelangkaan. Bahkan pada daerah tertentu, antrean panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menjadi pemandangan setiap saat. Bahkan, beberapa SPBU terpaksa harus tutup lebih awal karena stok mereka sudah habis. Habisnya stok BBM di SPBU tertentu ini membuat kalangan masyarakat khawatir dengan hilangnya BBM di sejumlah SPBU. Menurut pengakuan pengelola SPBU, kelangkaan BBM itu disebabkan distribusi dari pihak Pertamina terlambat dan berkurang. Daerah yang dilanda kelangkaan BBM di Sulsel antara lain terjadi di Wajo, Soppeng, dan sejumlah daerah lainnya. Tidak heran, di daerah tersebut antrean pengendara sepeda motor serta pengemudi mobil pada waktu tertentu, tidak bisa dihindarkan utamanya pada saat SPBU baru saja mendapat pasokan dari pihak Pertamina.

" kata Syarif. "Memang agak terlambat pengirimannya. Tidak jarang SPBU Andi Malingkaan ini sudah kehabisan stok pukul 09. Seminggu SPBU ini mendapat pasokan dari Pertamina sebanyak 112 kiloliter. Firdaus. Biasanya Minggu sore sudah ada. terlibih lagi konsumsi BBM di daerah ini meningkat drastis pada bulan Ramadan. Tidak jauh berbeda dengan daerah tetangga Wajo. Syarif mengakui kekosongan BBM jenis premium beberapa pekan terakhir ini. SPBU ini mendapat jatah sebanyak 24 kiloliter per hari. "Setiap Sabtu sudah tidak ada pengantaran. kelangkaan BBM beberapa pekan terakhir sudah menjadi .Kondisi itu semakin diperparah karena bersamaan datangnya bulan Ramadan. Melihat konsumsi BBM yang terus meningkat. Syarif berdalih kalau kondisi tersebut bukan berarti stok BBM ke daerah ini terbatas. tapi kadang Senin juga belum datang pasokan. pengelola SPBU Sawerigadung menyebutkan pasokan dari Depo Pertamina terbilang kurang dibanding permintaan masyarakat. Kendati mengaku sering kehabisan stok.00. karena pasokan BBM dari Pertamina tidak menentu. bahkan pasokan tidak diperoleh 1-2 hari. Bahkan." tambahnya. Informasi yang diperoleh pihak pengelola SPBU tentang keterlambatan pasokan BBM dari Pertamina itu akibat kapal pengakut BBM dari Kalimantan juga terlambat masuk ke Sulsel. apalagi cepat habis karena pemakaian yang meningkat. Setiap hari. dia berharap pasokan BBM ke daerah ini juga mesti di tambah. dimana mobilitas masyarakat yang memaksa konsumsi BBM semakin meningkat. Soppeng. Pengelola SPBU Jalan Andi Malingkaan Sengkang . Kondisi serupa terjadi di SPBU Sawerigading.

antrean panjang di SPBU ini mengakibatkan arus lalu lintas macet. SPBU ini biasanya baru buka kembali sekira pukul 13. Pasalnya kita takut di tengah jalan. Kelangkaan ini sudah berlangsung bebarapa pekan. Kondisi juga terjadi di SPBU Takalala. apalagi pagi menjelang siang. “Kami terpaksa harus antre menunggu datangnya mobil tangki untuk pengisian Premium. Tidak hanya mengakibatkan keresahan masyarakat yang antre untuk membeli BBM. "Idealnya kami mendapat pasokan hingga 32 ton. Amir. padahal idealnya harus mencapai 24 ton per hari. Ini bisa dilihat di SPBU Takalala dan SPBU Watansoppeng. namun yang kita dapatkan hanya 8-16 ton per hari. Petugas SPBU Watansoppeng. masyarakat yang melintas di sekitar SPBU pun dibuat resah. "Stok hanya bertahan beberapa jam. Pasalnya. Menurut Amir. . SPBU Watansoppeng yang satu-satunya beroperasi dalam kota.” ujar salah satu tukang ojek. Syamsul mengakui stok BBM cepat habis karena suplai dari Depo Pertamina Parepare berkurang dari jatah sebelumnya. SPBU pun hanya bisa beroperasi beberapa jam kemudian kehabisan bensin. bahkan langsung di serbu warga begitu pihak pertamina selesai melakukan pengisian SPBU. SPBU ini hanya mendapat jatah BBM 6-18 ton per hari.00. Tidak jarang warga bahkan rela menunggu berjam-jam sampai mobil tangki milik Pertamina datang memasok BBM di SPBU.keluhan masyarakat di daerah ini." kata Syamsul. setelah tutup sehari sebelumnya.” kata Amir. Setiap hari. SPBU di daerah ini sudah memasang tanda bahwa stok BBM mereka sudah habis.

Umar Ibnu Hasan yang dikonfirmasi terpisah menegaskan bahwa sejauh ini distribusi BBM ke sejumlah daerah di Sulsel masih tetap lancar. Dia bahkan mengaku belum mendapat laporan dari daerah mengenai adanya kelangkaan BBM di sejumlah daerah seperti Wajo. (NurlinaAsriadi) . "Bahkan.Pelaksana Tugas Humas Pertamina UPms Wilayah VII. "Kita akan cek apa yang menyebabkan terjadi kelangkaan. pada Ramadan ini kita sudah mengantisipasi kebutuhan BBM masyarakat. dan Pangkep. Karena Distribusi dan stok dari Pertamina selama ini tetap lancar. Pertamina berjanji segera melakukan pengecekan terhadap sejumlah daerah yang disebut-sebut mengalami kelangkaan BBM." kata Umar. Sejauh ini kami belum mendapat laporan ada daerah mengalami kelangkaan BBM. Soppeng. Kendati begitu." tambah Umar.

menyebabkan kemampuan finansial Pertamina mengimpor minyak mentah dan BBM menjadi sangat terbatas. Berkurangnya supply BBM disebabkan adanya program konversi minyak tanah ke gas LPG dan terjadinya goncangan harga minyak dunia.Faktor – Faktor Penyebab Kelangkaan BBM Mengenai penyebab terjadinya kenaikan harga dan kelangkaan BBM. kelangkaan BBM terjadi karena supply BBM bersubsidi berkurang sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan lokal dan nasional. Dalam APBN 2007. yaitu: faktor teknis.9 juta kilo liter pada tahun 2006 menjadi 36. dari sisi teknis. faktor spekulatif yang berasal dari dalam negeri dan luar negeri. Di dalam negeri adanya BBM bersubsidi dan BBM tidak . Kedua. alokasi BBM bersubsidi sudah dikurangi pemerintah dari semula 37.9 juta kilo liter pada tahun ini. Akibatnya Pertamina tidak dapat memenuhi kebutuhan kilang minyaknya yang berdampak pada berkurangnya pasokan BBM. dan faktor politik ekonomi. Meningkatnya harga minyak dunia sebesar 40% hanya dalam waktu empat bulan. faktor spekulatif. ada tiga faktor penyabab. Pertama.

harga solar bersubsidi Rp 4. UNOCAL. Di Indonesia sejak Orde Baru pemerintah telah meliberalisasi sektor hulu (upstream) migas sehingga hampir 90% produksi minyak Indonesia dikuasai asing. ConocoPhilips. Texaco.235 per liter. apalagi tingkat kenaikan harga BBM non subsidi pada Desember ini mencapai 21% lebih. dan supply yang tidak berimbang di tingkat nasional. Dalam pengamatan yang paling banyak mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga minyak dunia bukan negara eksportir minyak tetapi perusahaan-perusahaan pemilik ladang eksplorasi dan industri pengilangan minyak. Paska reformasi. BP.300 per liter sedangkan harga solar non subsidi mencapai Rp 8. serta para broker (spekulan). Jadi kebijakan pemerintah menghapuskan sebagian subsidi memiliki dampak buruk yakni ekonomi gelap. meskipun negara-negara OPEC menguasai 2/3 cadangan minyak dunia dan volume ekspor minyak mentahnya 40% dari ekspor dunia. Sheel. Perbedaan harga ini menyebabkan terjadinya pasar gelap BBM. Sedangkan negara-negara maju menguasai 60% industri pengolahan minyak dunia yang mayoritas dimiliki beberapa perusahaan saja seperti Chevron.bersubsidi untuk industri menyebabkan disparitas harga. Faktor ini pula yang menyebabkan spekulasi lokal dan internasional. dan Hallilburton. faktor politik ekonomi sangat menentukan penguasaan dan harga minyak dunia. Sebagai gambaran. Undang-undang yang . negara-negara OPEC hanya memiliki sarana pengolahan minyak 10% saja. pemerintah dan DPR kebablasan dengan mengeluarkan UU Migas no 22 tahun 2001. ExxonMobil. Ketiga. Sehingga sebagian pasokan BBM untuk masyarakat pada tahap distribusi diselewengkan ke industri. Misalnya berdasarkan harga yang ditetapkan Pertamina tanggal 15 Desember 2007 untuk wilayah I.

Dengan politik ekonomi yang bertumpu pada liberalisasinya Kapitalisme. bila dibatasi berarti melanggar hak asasi manusia. Konteks politik ekonomi laissez faire yang diterapkan pemerintah. menjadikan pemerintah memandang permasalahan pertumbuhan . sesungguhnya pemerintah telah memantapkan konsep laissez faire-nya Adam Smith dalam urusan publik. Setiap orang menurut Adam Smith harus diberikan kebebasan berproduksi dan berusaha. Liberalisasi sektor hilir (downstream) migas ini mendorong pemerintah untuk menaikan harga BBM dengan cara mengurangi subsidi untuk menarik investor asing. Margin keuntungan yang tinggi inilah yang diharapkan pemerintah dapat memberikan daya tarik besar kepada investor asing.draftnya dibuat oleh Amerika melalui lembaga bantuannya USAID dan Bank Pembangunan Asia semakin memantapkan liberalisasi di sektor hulu dan memberikan jalan bagi swasta dan asing berinvestasi dalam bisnis SPBU dan pendristibusian BBM. Karenanya pemerintah sangat berkepentingan menaikkan harga BBM sehingga margin keuntungan bisnis hilir BBM semakin tinggi. Jadi tidak benar alasan pemerintah mengurangi subsidi untuk menghemat anggaran. Undang-Undang Penanaman Modal tidak membedakan lagi kedudukan investor dalam negeri dengan investor asing dan hampir semua sektor perekonomian dibuka untuk investor asing kecuali sektor-sektor yang tidak memberikan keuntungan. Pada tahun 2007 undang-undang Penanaman Modal disahkan oleh DPR. Dengan diundangkannya Undang-Undang Penanaman Modal arus liberalisasi semakin kuat. Konsep ini mengharuskan urusan publik diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar (swasta dan asing) tanpa campur tangan pemerintah. Liberalisasi khususnya terjadi pada sektor-sektor strategis dan memberikan keuntungan besar seperti sektor hilir migas.

sehingga tidaklah aneh masalah peningkatan produksi dan distribusi BBM dengan cara menarik investor asing lebih diperhatikan pemerintah dibandingkan masalah mahal dan langkanya harga BBM dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat. Politik ekonomi Kapitalis ini juga tidak hanya diterapkan di Indonesia. pengangguran. tetapi hampir seluruh dunia. Belanda. kecuali di Venezuela dan Bolivia. tetapi keuntungan dan penguasaan perdagangan migas ada di tangan perusahaanperusahan multinasional dari Amerika. pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat. pemerintah setempat menyerahkan penguasaan ladang-ladang migas kepada para investor asing. Di kedua negara ini. Kapitalisme di Balik Kembijakan Kenaikan Harga dan Pengurangan Subsidi BBM . Pemerintah lebih memilih menjadi penjaga malam daripada menjadi ibu bagi masyarakat yang senantiasa merawat dan menjaga pemenuhan kebutuhan anak-anaknya.ekonomi sebagai permasalahan utama dibandingkan permasalahan kemiskinan. Akibatnya meskipun mayoritas eskportir migas adalah negara-negara berkembang. Sama dengan di Indonesia di negara-negara anggota OPEC dan non OPEC. memiliki akhlak yang mulia. pekerjaannya hanya menjaga dan melayani harta para investor. dan negara-negara maju lainnya. Sementara pemerintah sebagai penjaga malam. Seorang ibu sangat berkepentingan anak-anaknya tumbuh sehat dan cerdas. Politik ekonomi ini menempatkan aspek material lebih tinggi dibandingkan aspek kemanusiaan. dan pemerataan kesejahteraan. dan mampu menjadi manusia yang berguna bagi agama. Inggris. pemerintah berperan aktif mengelola ladang-ladang migas negara mereka.

sementara angkatan kerja baru tahun ini diperkirakan 2. Jadi sangat tidak tepat menaikan harga BBM untuk menghemat anggaran dan melindungi kepentingan orang-orang miskin.94 juta orang. Hasilnya menurut Presiden SBY sendiri dalam Pidato Awal Tahun 2007 menyatakan pada tahun 2005 ada 76 ribu rakyat Indonesia yang mengalami busung lapar. 1% pertumbuhan ekonomi hanya berkolerasi dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 48 ribu orang. Menurut data BPS awal tahun 2007 pengangguran terbuka mencapai 10. Dari sisi tingkat konsumsi BBM memang kalangan menengah atas lebih besar dibandingkan kelangan menengah bawah yang jumlahnya mayoritas di negeri ini. Kemudian pada perusahaan berskala besar. yakni subsidi terlalu besar sehingga sangat membebani keuangan negara dan menyebabkan kemampuan pemerintah membiayai anggaran publik seperti pendidikan menjadi sangat terbatas. Padahal kelompok usaha ini menyumbang 98% penyerapan tenaga kerja dari 108. . Keadaan ini mencerminkan prospek tahun 2008 sangat suram jika gejolak kenaikan harga BBM tidak dikendalikan dan diturunkan pemerintah. Padahal pada tahun 2006. Dengan demikian tahun 2008 akan terjadi ledakan kemiskinan yang pada tahun 2006 saja jumlahnya mencapai 128. khususnya kalangan menengah ke bawah harus diproteksi dengan harga BBM yang murah dan pasokan yang lancar. Masyarakat. pertama menaikkan harga BBM berdampak buruk pada kesejahteraan masyarakat dan dunia usaha.1 juta. Pada tahun 2005 pemerintah telah menaikkan harga BBM sekitar 50% pada bulan Maret dan lebih dari 100% pada bulan Oktober. Sebab pendapatan masyarakat turun.Sejak reformasi kita selalu mendengar pernyataan-pernyataan pejabat negara yang begitu membosankan. Usaha kecil dan menengah merupakan kelompok usaha yang pertama kali mengalami pukulan. dan harga-harga barang kebutuhan pokok ikut-ikutan merambat naik. sebagaimana yang dikatakan Sofyan Wanandi (ketua Apindo).55 juta orang. Untuk dunia usaha kenaikan harga BBM non subsidi sebesar 21% pada bulan Desember sudah menyebabkan dunia usaha meradang. pengangguran semakin besar. Efisiensi dilakukan dengan cara pengurangan ship kerja dan PHK. Di samping itu mereka juga mengatakan selama ini yang menikmati subsidi bukan masyarakat dari kalangan menengah ke bawah tetapi orang-orang kaya. mau tidak mau mereka akan menaikkan harga jual pada awal 2008 dan melakukan efisiensi usaha. Tetapi permasalahan ini harus dilihat dari dua sisi.13 juta angkatan kerja tahun 2007.

Padahal kalau APBN kita cermati.27 trilyun. pemerintah dan DPR menganggarkan pinjaman luar negeri sebesar Rp 40. Pemerintah selalu menyalahkan subsidi. pinjaman dalam negeri dalam bentuk penerbitan Surat Utang Negara (SUN) sebesar Rp 55. kerja keras memecahkan permasalahan ini adalah dengan mengingatkan dan memberikan tekanan kuat utamanya oleh masyarakat luas bahwa kebijakan pemerintah yang berkiblat pada Kapitalisme tidak akan pernah memecahkan permasalahan yang dihadapi rakyat. pemerintah telah menjadi pelayan kepentingan asing bukan pelayan kepentingan rakyat. Karenanya. Sementara itu jumlah cicilan pokok hutang luar negeri yang jatuh tempo mencapai Rp 54. Sebaliknya APBN 2007 tekor sebesar Rp 44. Di bagian akhir pengantar dialog. Negara-lah yang harus berinvestasi untuk menemukan dan mengeksplorasi ladang migas. maka seharusnya ladang-ladang migas dan industri pengolahannya dikuasai oleh negara sebagai wakil umat atas harta milik umum. Dengan beban pembayaran hutang sebesar Rp 139. Jadi total hutang yang akan dipinjam pemerintah mencapai Rp 95. Negara juga yang memproduksi BBM dan mendistribusikannya dengan harga murah. Dalam APBN 2007. Fakta pos hutang pemerintah yang membebani anggaran negara tidak pernah diungkap secara luas oleh pemerintah kepada masyarakat. Namun konsep yang sederhana ini secara aplikatif sulit dilaksanakan selama pemerintah kita mengadopsi Kapitalisme dan rakyat Indonesia membiarkannya. Justru dengan kebijakan Kapitalisnya. hakikatnya APBN kita tidak menerima pemasukan baik dari pinjaman luar negeri maupun penerbitan SUN. Sehingga merekalah yang mengendalikan harga dan pasar BBM dunia.08 trilyun. pembayaran cicilan bunga hutang luar negeri dan hutang obligasi sebesar Rp 85.58 trilyun. Dari sisi konsep permasalahan ini sangat mudah dipecahkan. maka akan terungkap pos hutang pemerintahlah yang menjadi penyebab APBN defisit. Dengan mengikuti pandangan Rasulullah saw.91 trilyun. .Dari sisi beban anggaran.83 trilyun. memang kenaikan harga minyak mentah dunia berdampak pada besaran subsidi. saya berkesimpulan kunci permasalahan kenaikan dan kelangkaan BBM terdapat pada penguasaan sumber-sumber migas dan industri pengolahannya oleh asing baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Hanya saja opini yang ingin dibentuk pemerintah bahwa beban subsidi merupakan penyebab defisit APBN adalah opini yang salah kaprah.06 trilyun.33 trilyun. Namun opini pemerintah yang didukung para ekonom liberal selama ini berhasil menyesatkan pandangan publik.

Jalan Keluar Mengatasi Kelangkaan BBM!!! Antrian panjang kendaraan bermotor di SPBU-SPBU kota besar seperti yang termuat dalam berita-berita media cetak maupun .

. Hal yang juga sangat berpengaruh terhadap kemampuan menyediakan BBM adalah adanya kuota subsidi BBM yang dikucurkan oleh pemerintah dan disyahkan oleh DPR tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Karena rendahnya penguasaan tekhnologi ini mengakibatkan kita selalu tergantung dengan perusahaan asing. di luar jangkauan kemampuan rakyat untuk membeli BBM tersebut. kita mengimpor produk minyak jadi dari luar negeri yang harganya sangat mahal. Salah satu sebab dari kelangkaan BBM ini adalah kurangnya produk BBM dalam negeri karena penguasaan tekhnologi untuk mengolah minyak dalam negeri rendah. Pembelanjaan minyak dari luar negeri kemudian dilandaskan kepada kekuatan anggaran pemerintah yang disuplai kepada Pertamina untuk membeli minyak tersebut. Oleh sebab liberalisasi BBM yang disahkan lewat UU Migas no 22/2001. sehingga sebagian besar hasil eksploitasi minyak kita dibawa ke luar negeri. akan tetapi juga jenis bahan bakar lain seperti minyak tanah dan solar. Kelangkaan BBM tidak hanya bagi konsumen premium. akibat dari undang-undang ini pada akhirnya Pertamina kehilangan kontrol dan akses terhadap KPS. Kenaikan harga minyak dunia mengakibatkan kemampuan Pertamina untuk menyediakan BBM juga menurun karena tidak didukung oleh keuangan yang memadai. untuk mencukupi kebutuhan BBM di dalam negeri. Disamping kemudian dengan naiknya harga minyak di pasar internasional ada kecenderungan dari pemerintah untuk menjual minyak sebanya-banyaknya ke pasaran Internasional untuk mendapatkan keuntungan besar daqn mengabaikan kebutuhan di dalam negeri. Akibatnya.elektronika adalah kenyataan dari salah satu reaksi dan bentuk dari langkanya BBM.

misalnya dalam minggu ini mobil berplat nomor ganjil yang boleh dipergunakan dan minggu berikutnya mobil berplat genap.Mengerahkan dengan segera segala kemampuan financial Pemerintah untuk melakukan pembelian BBM.Kuota untuk BBM yang telah di tetapkan dalam APBN-P harus dicabut dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.Mengurangi penjualan minyak ke luar negeri untuk diprioritaskan dalam memenuhi kebutuhan minyak di dalam negeri.Kontrak pembagian hasil produksi migas harus lah lebih menguntungkan rakyat Indonesia. 7. . Untuk secepatnya mengatasi kekurangan suplai BBM ini yang harus dilakukan adalah : 1. 6.Mengembalikan kontrol negara melalui Pertamina terhadap produksi. 4. Jika diperlukan untuk mengatasi kekuarangan anggaran Pemerintah harus menyatakan moratorium sepihak dalam pembayaran hutang luar negeri. baik untuk kebutuhan jangka pendek maupun cadangan jangka panjang.Dalam sistem yang berjalan seperti sekarang ini dapat dipastikan persoalan krisis minyak ini akan laten.Kebijakan ini harus diberlakukan secara nasional.Melakukan pemberantasan korupsi di Pertamina dan menggunakan keuntungannya untuk mendukung penyediaan BBM di dalam negeri. 3. Meskipun demikian. 2.distribusi dan pembagian hasil produksi minyak. Oleh karena itu untuk mengatasi persoalan krisis energi ini harus ada solusi yang sifatnya jangka pendek maupun solusi yang bersifat jangka panjang. sehingga bisa mencukupi kebutuhan BBM dalam negeri.Sebagai langkah penghematan pemakaian mobil pribadi harus digilir. penjualan. 5. Pemerintah harus melakukan pemecahan yang cepat dari persoalan kekurangan pasokan BBM.pembelian.

Dilakukan transfer tekhnologi oleh tenaga produktif dalam negeri agar ada kemandirian dalam mensuplai kebutuhan migas di dalam negeri.Kontrak pembagian hasil produksi migas haruslah lebih menguntungkan rakyat Indonesia. dengan : 1. . 5.8. Untuk jangka panjang Pemerintah harus merumuskan program yang kongkrit untuk mengamankan kebutuhan migas di dalam negeri.Melakukan pembatasan kebutuhan minyak dalam negeri dengan mengurangi jumlah import mobil pribadi. Harus disadari bahwa situasi ini adalah situasi krisis. 3.Melakukan riset dan pembangunan pengembangan energi alternatif seperti tenaga surya.maupun penggunaan sumber energi lain.Melakukan pembatasan kebutuhan minyak dalam negeri dengan mengurangi jumlah import mobil pribadi. sehingga masih bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri. dan diserukan kepada rakyat Indonesia segera datang ke kantor-kantor pemerintah untuk menuntut agar pemerintah segera memberikan jalan keluar yang cepat dan terpadu dalam mengatasi krisis BBM tersebut. angin.Melakukan nasionalisasi terhadap perusahaan yang melakukan eksploitasi dan pengolahan minyak sehingga bisa dikontrol produksi dan distribusinya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat didalam negeri. 4. 2.

KELANGKAAN BBM D I S U S U N .

Oleh : Amelia lukita sari Eci permita sari Yulis kaulandari Iin marlina DINAS PENDIDIKAN NASIONAL SMA NEGERI 4 SEKAYU TAHUN AJARAN 2011/2012 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->