TEKNIK BUDIDAYA IKAN GURAMI

KLASIFIKASI, JENIS DAN CIRI-CIRI Secara umum, pola budidaya perikanan air tawar yang dilakukan masyarakat di Indonesia, dapat digolongkan atas 3 pola, yaitu : 1. Pola budidaya tunggal (monoculture), dimana dalam satu unit lahan usaha hanya satu jenis ikan yan dipelihara. 2. Pola budidaya campuran (polyculture), dimana dalam satu unit lahan usaha, jenis ikan utama dipelihara bersama-sama dengan jenis-jenis ikan lainnya. Jenis-jenis lain yang dipelihara bukan pemangsa ikan utama dan sebaliknya 3. Pola budidaya diversifikasi, dimana dalam satu unit lahan usaha terdapat beberapa subsistem budidaya dari beberapa jenis ikan yang dipelihara, baik pola tunggal maupun campuran bersama dengan usaha budidaya komoditi pertanian lainnya Adapun asumsi pola budidaya yang digunakan dalam penyusunan pola pembiayaan ini adalah pola budidaya tunggal. Dengan demikian, ikan yang dipelihara dan kemudian di panen hanya satu jenis ikan yaitu ikan gurami berupa benih dan ikan gurami konsumsi. Ikan gurami (Osphronemus gouramy, Lacepede) merupakan ikan tawar keluarga Anabantidae. Ikan ini mempunyai bentuk badan pipih dan lebar. Pada ikan yang sudah dewasa, lebar badannya hampir dua kali panjang kepala atau ¾ kali panjang tubuhnya. Bentuk kepala ikan gurami yang masih berusia muda lancip ke depan, dan setelah tua menjadi dempak. Warna tubuhnya terutama di bagian punggung adalah merah sawo sedangkan pada bagian perut berwarna kekuning-kuningan atau keperak-perakan. Sepasang sirip perut gurami akan mengalami perubahan menjadi sepasang benang panjang yang berfungsi sebagai alat peraba. Sirip yang keras menempel pada punggungnya sedangkan garis rusuknya menyilang di bagian bawah sirip punggung. Panjang tubuh maksimum 65 cm. Strain gurami yang dikenal masyarakat cukup banyak dan bervariasi dimana antar strain dibedakan berdasarkan kemampuannya dalam memproduksi telur, kecepatan tumbuh dan bobot maksimal yang bisa di capai setelah dewasa. Namun demikian belum ada penetapan strain gurami yang standar dari instansi yang berwenang. Beberapa yang dikenal dalam masyarakat adalah gurami blue safir, paris, baster dan batu. Ikan gurami merupakan ikan yang relatif lambat pertumbuhannya dan baru mencapai kematangan telur sekitar umur 2 tahun. Ciri-ciri yang membedakan antara ikan gurami betina dan jantan adalah sebagai berikut : Ciri-ciri Ikan Gurami Betina dan Jantan Betina Jantan Dahi dempak (papak) Dahi menonjol Dasar sirip dada gelap kehitaman Dasar sirip dada terang keputihan Dagu keputihan sedikit coklat Dagu kuning Jika diletakkan pada tempat yang datar ekor bergerak-gerakJika diletakkan pada tempat datar ekor akan naik Bentuk bibir tipis Bentuk bibir tebal Untuk menjamin kualitas ikan konsumsi yang baik, perlu penyediaan induk unggul karena dari induk unggul akan menghasilkan benih unggul pula. Induk unggul dan benih dapat diperoleh dari BBI atau dari Unit Pembenihan Rakyat (UPR). Di Banyumas, induk unggul oleh BBI setempat digolongkan ke dalam empat kriteria induk yaitu unggulan 1, unggulan 2, unggulan 3 dan unggulan 4 yang dibedakan berdasarkan pada frekuensi memijah dan banyaknya telur yang dihasilkan. Penyediaan induk unggul oleh BBI dapat menjamin kualitas induk yang dipelihara oleh pembudidaya yang selanjutnya mempengaruhi produksi telur dan benih ikan. Untuk memperbaiki mutu induk yang dihasilkan dilakukan perbaikan genetik induk dengan cara perkawinan silang (cross breeding) untuk menjamin pertumbuhan dan daya tahan yang tinggi terhadap penyakit, dan tidak diperkenankan perkawinan satu turunan (in breeding).

ada pula yang membagi tahapan pendederan dalam 3 tahapan saja berat 1 gram hingga mencapai berat 20-25 gram. Dilaksanakan di dataran rendah pada ketinggian 20 – 400 m dpl 2.5 gram selama 1 bulan. TAHAPAN BUDIDAYA 1.5-8. Temparatur optimum 25-30oC 6.5 gram hingga mencapai berat 1 gram selama 1 bulan 2. sedangkan perbandingan antara tanah liat dan pasir kurang dari 60%:40%. Pendederan 1 (D1) : pemeliharaan benih 0. Tahap pembesaran yaitu pemeliharaan benih 250-250 gram hingga mencapai ukuran konsumsi dengan berat lebih dari 500 gram selama 3 bulan. 3. dasar kolam tidak berlumpur (kekeruhan air 40 cm dari permukaan air). Pendederan 4 (D4) : pemeliharaan benih 20 -25 gram hingga mencapai berat 75-100 gram selama 2 bulan 5. Kualitas air yang dibutuhkan yaitu air tenang. Kuantitas dan kualitas air mencukupi. Penderan dibagi kedalam 5 tahap sebagai berikut : 4. Kandungan oksigen dalam > 2 ppm Habitat ikan gurami adalah rawa. 3. Pendederan 5 (D5) : pemeliharaan benih 75 -100 gram hingga mencapai berat 200 -250 gram selama 3 bulan. 4.Memilih induk yang baik dilakukan dengan memperhatikan ciri-ciri sebagai berikut : Ciri induk gurami betina dan jantan yang baik: Betina Warna badan terang Perut membulat Susunan sisik teratur Badan relatif panjang Umur mulai dipijahkan 2 tahun SYARAT LOKASI USAHA Untuk mendapatkan kualitas ikan gurami yang optimal. Tanah tidak berporous dan cukup mengandung humus. Membudidayakan ikan gurami sampai dengan ukuran konsumsi memakan waktu cukup lama sehingga perolehan hasil usaha dirasakan cukup lama. benih dan ikan ukuran konsumsi) cukup tinggi 3. telaga dan kolam. Budidaya ikan gurami dapat dibagi dkedalam beberapa tahapan berikut 1. kemasan air (pH) 6. Alasan membagi budidaya ikan gurami dalam tahapan tersebut diatas adalah : 1. Kemiringan tanah 3%-5% untuk memudahkan pengairan kolam 5. maka berikut ini adalah persyaratan minimal yang harus dipenuhi 1. Telur yang telah menetas dari induknya dipelihara hingga menjadi larva dengan berat 0. Sedangkan pemeliharaan oleh pembudidayaan biasanya di kolam. Apabila pH di bawah 6. sungai. Tanah yang tidak berporous dapat menahan massa air yang besar dan tidak bocor. bersih. penetesan telur dan perawatan larva.02%). Selain tahapan budidaya sebagaimana tersebut diatas. Pendederan 2 (D2) : pemeliharaan benih 1 gram hingga mencapai berat 5 gram selama 1 bulan 3. sedangkan apabilah pH diatas 8 maka untuk menurunkan dilakukan pemupukan dengan pupuk kandang. Permintaan produk untuk setiap tahapan (dalam bentuk telur. tidak tercemar bahan kimia beracun dan limbah (kadar NH3 tidak lebih besar dari 0. Tahap pendederan yaitu tahap pemeliharaan benih gurami sejak 0. 2.5 maka untuk menaikkan pH di lakukan pengapuran dengan CaCO3. Keterbatasan modal dan lahan usaha apabila pembudidaya harus melaksanakan tahapan dalam satu siklus penuh Jantan Warna badan gelap Perut dekat anus lancip Susunan sisik teratur Gerakannya lincah Umur mulai dipijahkan 2 tahun .5 gram sampai menjadi berat 200-250 gram yang siap dibesarkan. 2. Pendederan 3 (D3) : pemeliharaan benih 5 gram hingga mencapai berat 20-25 gram selama 2 bulan 4. Tahap pembenihan yang mencakup tahap pemijahan.

Menghasilkan pendapatan pembudidaya dengan keuntungan yang cukup memadai 3. kolam pendederan. TEKNIS BUDIDAYA Budidaya ikan gurami memerlukan kolam penyimpanan induk. namun tidak ada batasan yang pasti dan jelas antara ketiga tingkat teknologi tersebut karena penggolongannya hanya dilakukan melalui perbedaan ciri-cirinya saja. pintu pematang air. Ciri-cir teknologi intensif adalah mengacu pada Sapta Usaha Perikanan dan dilakukan secara terkontrol. kolam/bak penetasan dan pemeliharaan benih. perlu dilakukan pembuatan kolam yang meliputi antara lain pembuatan pematang. Konstruksi kolam dan pengolahan lahan pada setiap tahap sama. Pengairan 3. Setelah kolam siap untuk digunakan. (1) Persiapan kolam Tahap persiapan kolam untuk pembenihan. Pengolahan lahan 2. baru dilakukan kegiatan pembenihan. pendederan dan pembesaran ikan gurami. pendederan maupun pembesaran prinsipnya hampir sama. semi intensif dan intensif. pemeliharaan ikan gurami dimaksudkan hanya sebagai tabungan saja dan dipanen setahun sekali dalam rangka memenuhi kebutuhan hari lebaran/hari besar. caren dan kowean (sering pula disebut kemalir dan kobakan). Pencegahan hama dan penyakit 6. serta pengolahan dasar kolam dengan pupuk dan kapur. Perbaikan manajemen usaha tani Ciri-ciri penggunaan teknologi tradisional adalah hanya mengandalkan pada kondisi alam saja. Sedangkan ciri-ciri teknologi semi intensif adalah sedikit banyak telah melaksanakan kegiatan budidaya sesuai dengan Sapta Usaha Perikanan misalnya dalam hal pakan telah menggunakan pakan buatan disamping pakan alami dan telah dilakukan pengaturan kualitas air. Panen 7. kolam pembersaran dan kolam pemberokan (penyimpanan sebelum di pasarkan). Sebelum dilakukan kegiatan budidaya. lama pemeliharaan dan produk yang dihasilkan TEKNOLOGI TEPAT GUNA Tingkat teknologi yang digunakan untuk budidaya ikan gurami umumnya di klasifikasikan ke dalam 3 jenis yaitu tradisional. pemberian pakan secara alami. Di sekitar kolam biasanya ditanami pohon sente sebagai salah satu bahan pakan ikan Bak Kontrol. Penyediaan benih atau induk yang unggul 5. Pemupukan/pemberian pakan 4. pintu pembuangan air. Kebanyakan yang dilakukan masyarakat adalah teknologi tradisional dan semi intensif. namun belum secara terukur dan terkontrol. saluran pemasukan air dan saluran pembuangan air.Dengan demikian maka pembagian tahapan ini membantu pembudidaya dalam hal ini : 1. Sistem budidaya ikan gurami : Tahapan. Menurunkan resiko kegagalan panen Adanya tahap budidaya tersebut dapat membuka peluang usaha budidaya ikan gurami yang cukup luas sejak pembenihan sampai dengan pembesaran yang berkaitan antara satu dengan yang lain dalam satu sistem budidaya ikan gurami. Kolam Pembesaran di Bogor. Berguna untuk mengatur kuantitas dan kebersihan air yang masuk ke dalam kolam . Klasifikasi teknologi tersebut berpedoman pada Sapta Usaha Perikanan yang meliputi : 1. hanya dibedakan pada padat tebar dan jenis pakan yang diberikan serta ketinggian air yang dibutuhkan. Mempersingkat masa panen 2. kolam pemijahan.

Setelah itu membuat caren dengan lebar 30 cm dan dalam 30 cm. Seekor induk membutuhkan luas kolam kurang lebih 5 meter dengan dasar kolam berpasir dan kedalaman air sekitar 75-100 cm. mudah terurai dan kandungan amoniaknya tidak terlalu tinggi. Induk gurami dapat dipijahkan 2 kali dalam setahun selama usia produktif (5 tahun) . induk dimasukkan ke dalam petak kolam pemijahan. 2).5-1% dari berat populasi. Pemupukan dilakukan untuk menyuburkan tanah sekaligus menumbuhkan pakan alami seperti Fitoplankton.Sisik -sisik agak terbuka Induk jantan . rendah dan mortalitas telur dan benih yang dihasilkan meningkat.4 m dan diberi tanggul sehingga merupakan kolam kecil di dalam kolam (Lihat skema 4.5 gram pada saat penebaran dan tempat unuk menangkap ikan saat panen. Pupuk kandang yang cukup baik untuk digunakan adalah kotoran ayam karena memiliki unsur hara yang lengkap untuk menumbuhkan pakan alami. dengan kemiringan sebaiknya tidak lebih dari 45&degC. yaitu memperdalam saluran dan pemetakan kolam yang sekaligus memperbaiki pematangnya. Ukuran berat induk jantan sekitar 2-3 kg/ekor dan induk betina 2-2.Kedua belah rusuknya bagian perut membentuk sudut tumpul . Pembenihan a. Luas kolam yang diperlukan untuk pemijahan adalah kurang lebih 20 m2 per pasang induk yang terdiri dari 1 ekor pejantan dan 3-4 ekor betina. Pemeliharaan induk Induk-induk disimpan dalam kolam penyimpanan induk. Zooplankton dan Bentos yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan larva dan benih ikan gurami. Makanan tambahan dapat diberikan berupa pelet sebanyak 0. Setelah dasar kolam kering. Setelah itu dilakukan pengisian air dan dibiarkan selama 7 hari untuk memberi kesempatan pupuk terurai dan menumbuhkan pakan alami bagi benih gurami. Persediaan pakan alami ini dapat memenuhi kebutuhan benih ikan selama 11 s.Bagian perut belakang sirip dada kelihatan menggembung . Di dasar kolam dekat pintu pemasukan air sebaiknya ditanami ganggang Hydrilla verticilata sebagai tempat berlindung dan mencari makan benih ikan gurami. sehingga ketinggian air kolam nantinya mencapai 60 m.5 kg/ekor. Kowean dibuat di tengah kolam dengan ukuran 1×1x0. (2). yang berfungsi sebagai tampat pengumpulan benih pada saat air kolam dangkal atau surut dan untuk menggiring benih ke kowean saat panen Konstruksi kolam pendederan ikan gurami Pada saat persiapan pembuatan kolam dilakukan juga pengeringan dasar kolam. Untuk membuat kolam dilakukan pencangkulan guna membalik tanah dasar dengan “keduk teplok”.000 gr/m2. diberikan kapur dengan dosis 100-200 gr/m2 dan pupuk kandang 500-1.a. Penebaran induk dan proses pemijahan Setelah proses pematangan gonad (yaitu organ hewan yang menghasilkan sperma dan telur) di kolam penampungan telah mencapai puncaknya. Pemberian pelet untuk induk dibatasi untuk mencegah timbunan lemak pada induk karena dapat mempengaruhi jumlah telur yang dihasilkan. Pembuatan kolam Bentuk pematang dibuat trapesium yaitu lebih lebar di bagian bawah. Induk gurami dapat dipijahkan tidak lebih dari 10 kali karena jika lebih dari 10 kali memijah dikhawatirkan fekunditas (yaitu daya tetas telur menjadi larva). Tahan pemijahan 1). Pakan yang diberikan adalah daun-daunan sebanyak kurang lebih 5% dari berat populasi dan pakan diberikan pada setiap sore hari.Tingkahnya sangat agresif . Untuk mengetahui apakah induk telah siap memijah dapat diketahui dari ciri-ciri sebagai berikut : Induk betina .). Kowean berfungsi untuk melepaskan benih berat 0.d 14 hari.2.

anjang-anjang dan bahan sarang. Penetasan telur Telur dapat diambil 1 hari setelah pemijahan. Telur.000 butir. dilakukan penyesuaian suhu air dalam wadah angkut dengan suhu air kolam (proses aklimitasi) dengan cara memasukkan air kolam sedikit demi sedikit secara perlahan ke dalam wadah angkut. Sosog sebagai tempat sarang terbuat dari bambu yang dipasang di bawah permukaan air. Pemijahan berlangsung sekitar 2 hari setelah pembuatan sarang. Air akan bercampur sedikit demi sedikit dan ikan-ikan akan keluar dan berenang ke tengah kolam.3). Penebaran benih Sebelum benih ukuran 0.000 butir telur. Sebelum ditebar.000 butir. . serabut kelapa atau serat karung. Satu ekor betina dapat menghasilkan 3. wadah angkut dimasukkan ke dalam kolam. bahkan ada yang mencapai 10.5 gram selama ± 30 hari. Satu ekor jantan dapat membuat 2 buah sarang. Tanda telah terjadi pemijahan adalah terciumnya bau amis dan permukaan air di atas sarang terlihat berminyak. Pemijahan berlangsung 2-3 hari dan sementara pemijahan berlangsung induk betina menjaga sarang. induk betina menggerak-gerakkan sirip ekor ke arah sarang. Sarang yang berisi telur kemudian ditutup dan di jaga oleh induk jantan. larva baru diberi pakan berupa pakan alami (misalnya tubifex) secukupnya dan dipelihara hingga menjadi larva dengan berat 0. b. Induk gurami betina melepaskan telurnya ke sarang dan induk jantan menyemprotkan spermanya sehingga terjadi pembuahan. Bak dapat diisi sampai 1. Telur ikan gurami sudah dapat diperjualbelikan Telur yang Telah Menetas Menjadi Larva (3). dengan padat tebar dan tinggi air sesuai ukuran benih (lihat Tabel 4.5 sampai 25 gram ditebar terlebih dahulu dilakukan pemilihan benih yang berkualitas baik untuk menjamin kualitas produksi ikan yang dipelihara.000-4. Telur-telur ini kemudian dipisahkan dari sarangnya dan dicuci dengan air bersih untuk menghilangkan lemak yang menempel pada telur kemudian ditetaskan dalam wadah yang sudah disiapkan. Anjang-anjang adalah tempat meletakkan bahan sarang yang terbuat dari bambu dengan lubang anyaman 10×10 cm di pasang di atas permukaan air. Setelah terjadi penyesuaian suhu.b. Kolam induk yang luas dapat disekat menjadi beberapa bagian dengan menggunakan pagar bambu Induk jantan akan membuat sarang setelah 15-30 hari dilepaskan dalam kolam pemijahan. Dalam pemilihan benih tebaran yang perlu diperhatikan antara lain : * Kondisi benih sehat. Telur dapat menetas dalam waktu 30-35 jam setelah dilepaskan induknya. Pendederan a. tidak cacat/luka dan gerakan lincah * Warna sisik tidak terlalu hitam * Sisik tubuh lengkap/tidak ada yang lepas * Tubuh tidak kaku * Ukuran seragam Penebaran benih dilakukan 5 hari setelah pemupukan. Bahan sarang berupa ijuk halus. Setelah cadangan makanan tersebut habis (± 10 hari). Penetasan telur dapat dilakukan di bak plastik berdiameter 60 cm. Oleh karena itu dipersiapkan perlengkapan kolam pemijahan terdiri dari sosog. Penebaran dilakukan pada pagi atau sore hari pada saat suhu udara rendah. Untuk menjaga sirkulasi dan pasokan oksigen ke dalam sarang. Kolam Induk. Perawatan larva juga dapat dilakukan di kolam sawah sebagai pernyeling di sawah pada sistem mina padi dengan cara mengambil larva yang berumur ± 7 hari yaitu menjelang kuning telurnya habis. Pembuatan sarang berlangsung selama 1 minggu. Benih yang baru menetas mendapat makanan dari sisa-sisa kuning telur yang ada pada tubuhnya. Telurtelur yang jatuh ke dasar kolam di ambil oleh induk jantan dengan mulutnya kemudian di masukkan dalam sarang. Larva di tebar di sawah dengan kepadatan 10 ekor/m2 dan dapat dipelihara selama 1 bulan.

ketela pohon (Manihot utililissima Bohl). tepung ikan atau pelet halus D2 40-50 cm 30-40 ekor Tepung ikan. ketimun (Cucumis sativus L). cukup diberikan makanan buatan dengan kadar protein 20-30% saja. Di pasar ikan Purbalingga disebut (ki-ka) ukuran 2 jari. persentase pemberian makanan buatan ini hendaknya disesuaikan dengan persediaan makanan yang telah ada dalam kolam. labu (Curcubita moshata Duch en Poir). Pengaturan komposisi makanan yang cukup menggunakan 3 bahan makanan. Kimpul (Xanthosoma violaceum Schott). Sitanggang. Pola perubahan tersebut terkait dengan pola perubahan enzimatik dalam saluran pencernaannya. Budidaya Gurami. Komposisinya dapat diatur sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan ikan. Adapun jenis pakan ikan gurami terdiri dari pakan alami (organik) berupa daun-daunan maupun pakan buatan (anorganik). talas. Namun untuk efisiensi biaya. Ubi jalar (Ipomea batatas Lamk). Daftar bahan makanan yang dapat di buat pelet adalah sebagai berikut : Kadar protein beberapa jenis bahan makanan Jenis Bahan Makan Tepung ikan Tepung daging/ayam Tepung udang Tepung darah Tepung kedele Tepung gandrung Dedak halus Kacang hijau Bungkil biji kapuk Kadar Protein (dlm%-an bobot) 60 80 46 85 36 9 15 23 27 Sumber : Budidaya Gurami. dadap (Erythrina sp).Benih Ikan Gurami. tinggi air dan jenis pakan Tahap Tinggi Air Padat Tebar/M2 Jenis pakan D1 30-40 cm 40-60 ekor Pakan alami (zooplanton). Bila masih cukup banyak. berupa pelet.1 % Selain pakan buatan buatan pabrik berupa pelet. Daun Sente. Schott). Kangkung (Ipomea reptans Poin). Merupakan salah satu pakan ikan gurami yang lazim digunakan Bahan makanan buatan berupa pelet dibuat dari bahan makanan ternak. pembudidaya dapat pula membuat sendiri pakan . M Sitanggang Komposisi makanan yang ideal bagi pertumbuhan ikan adalah makanan yang berkadar protein 40%. kajar) D5 80-100 cm ± 20 ekor Pelet dan atau daun-daunan b. dengan perhitungan kadar protein keseluruhan adalah sebagai berikut (M. bungkus korek. 2 bagian tepung daging dan 65 bagian dedak halus. sedangkan juvenil muda bersifat omnivora (pemakan segala) dan setelah ukuran induk menjadi herbivora (pemakan daun). misalnya 33 bagian tepung ikan. Larva bersifat karnivora (pemakan daging) sampai dengan ukuran dan umur tertentu. Masing-masing daerah sentra ikan gurami mempunyai sebutan ukuran yang berbeda dalam perdagangannya. Pemberian pakan Selama masa pertumbuhannyam ikan gurami mengalami perubahan tingkah laku makan (feeding habit) yang sangat signifikan. tubifex. 1990) : (60/10×33)+(80/100×2)+(15/100×65) = 31. genjer (Limnocharis flava (L) Buch ). 3 jari dan tampelan Padat tebar benih. baik hewani maupun nabati. keladi (Colocasia esculenta Schott). bungkil atau pelet remah D3 50-60 cm 20-30 ekor Pelet remah/pelet kecil D4 60-80 cm ± 20 ekor Pelet atau daun-daunan (sente. pepaya (Carica papaya Linn). Pakan alami yang digunakan antara lain daun sente (Alocasia macrorrhiza (L).

posisi drum ditidurkan. Adapun bahan-bahan yang biasanya digunakan untuk pakan benih ikan adalah dedak. * Proses penangkapan dilakukan secara hati-hati sehingga tidak sampai menyebabkan lepasnya sisik terutama pada bagian punggung * Penangkapan benih ikan di kolam dilakukan pada kondisi temperatur air rendah dan tidak dalam kondisi hujan. Untuk penggunaan pakan secara kombinasi diberikan pelet sebanyak 1. Benih yang siap dijual ditampung dalam jerigen yang dibuka dibagian sisinya dan diangkut dengan kendaraan angkut (4). artinya untuk menghasilkan 1 kg daging ikan memerlukan pakan sebanyak 1. ikan asin. c.5 kg sampai dengan 2 kg. luas kolam optimal sekitar 200 m2 dengan konstruksi kolam berupa kolam tanah. Sebagai gambaran. Dalam pelaksanaan pemanenan yang perlu diperhatikan antara lain : * Waktu pemanenan sebaiknya pagi atau sore hari * Untuk memudahkan penangkapan. bungkil dan minyak ikan. Pembuatan pakan buatan sendiri akan menurunkan biaya produksi karena lebih murah. Drum diisi air setengan dari volume. Wadah angkut yang digunakan berupa drum (Volume 200 lt) atau jerigen. Pakan yang diberikan terdiri dari pelet dengan jumlah pemberian sebanyak 1. Saat penangkapan kedalaman air kolam dibiarkan setinggi 20-30 cm.3. Pembesaran Dalam tahapan pembesaran. Jenis pakan ikan gurami dapat dilihat pada Tabel 4. tubilex dll dimana seiring dengan semakin besarnya ikan makan dapat mnggunakan pakan dengan ukuran yang lebih besar dan pakan berupa daun-daunan. Pemanenan Pemanenan ditahap pendederan dilakukan setelah benih mencapai berat 20-25 gram.5-2%. Kebutuhan pakan berupa pelet per hari adalah 3% dari berat ikan namun jika pakan berupa daundaunan kebutuhan pakan perhari sebanyak 5-10% dari berat ikan. hanya saja pada tahap pembesaran pemanenen sebaiknya tanpa menggunakan alat tangkap. Ikan yang dipelihara dapat berukuran berat 200-250 gram/ekor dan ditebar dengan kepadatan benih ± 1 -2 kg/m2. Pemberian pakan secara teratur dalam jumlah yang tepat dapat menghasilkan pertumbuhan ikan gurami yang optimal.5 – 2% pada pagi dan sore hari serta daun-daunan sebanyak 5% diberikan pada sore hari. berdasarkan pengalaman pembudidaya pemeliharaan benih ikan ukuran 200 gram dengan hanya diberi pakan daun-daunan saja membutuhkan waktu 1 tahun untuk mencapai ukuran 500 gram.5% per hari dari berat ikan dan hijauan sebanyak 5% per hari dari berat ikan. Foto 9 : Wadah dan Alat Angkut Benih. Persiapan kolam dalam tahapan ini tidak jauh berbeda dengan persiapan yang dilakukan pada tahap pendederan. Kedalaman air kolam sekitar 1 m dari dasar kolam dibuat tidak terlalu berlumpur. sedangkan jika menggunakan pelet dan daun-daunan hanya membutuhkan waktu 4 bulan untuk mencapai ukuran 500 gram. Konversi pakan untuk pemeliharaan dalam kolam adalan 1. Setelah pemanenan. Untuk memberikan pakan yang tepat sesuai kebutuhan dilakukan sampling berat ikan. benih di jual kepada pengusaha pembesaran gurami atau dipelihara lagi di kolam lain untuk mendapatkan ukuran ikan yang lebih besar. Pemanenan dilakukan sama seperti pada tahap pendederan.ikan. * Pengangkutan benih juga sebaiknya dilakukan pada pagi/sore hari. sebelum dilakukan penangkapan perlu dimasukkan daun pisang ke dalam kolam sebagai tempat berkumpulnya benih ikan. . Pada usaha budidaya yang hanya menggunakan pakan daun-daunan (teknologi tradisional) pertumbuhan ikan relatif lambat. dalam pengiriman benih menggunakan jerigen atau drum yang diisi air bersih dan selama pengiriman benih ikan tidak diberi pakan (perut dikosongkan). Sehingga dianjurkan untuk dilakukan kombinasi antara daun-daunan dengan pelet. Dalam waktu 4 bulan ikan akan mencapai ukuran konsumsi dengan berat 500-700 gram/ekor. Untuk mengupayakan agar tingkat kematian benih rendah. Jumlah benih dalam setiap drum berkisar antara 10-15 kg tergantung lamanya proses pengangkutan. Untuk benih yang masih kecil diberi pakan yang berukuran kecil berupa zooplankton.

Robinson ) sebagai antibiotik. * Penyakit pada insang : Tutup insang mengembang. ular dan bermacam-macam jenis burung. Kadang-kadang sebaiknya perut menjadi amat kurus. neguvon dan garam dapur. RM King & H. terutama pada bagian dada. ikan menjadi lemah dan mudah ditangkap. kadang-kadang tampak semburat merah dan kelabu. (2). berbentuk oval atau membundar dan berwarna kuning bening. Salah satu parasit yang sering menyerang ikan gurami adalah Argulus indicus yang tergolong Crustacea tingkat rendah yang hidup sebagai ektoparasit. Penyakit Gangguan penyakit dapat berupa penyakit non parasiter dan penyakit parasiter. Gangguan penyakit dapat lebih mudah menyerang ikan gurami pada saat musim kemarau dimana suhu menjadi lebih lebih dingin. mujair dan sepat dapat menjadi pesaing dalam perolehan makanan. virus. Warna ikan menjadi pucat dan tubuhnya berlendir. Bila ada gas beracun dalam air. tapi biasanya bersumber dari faktor lingkungan fisika dan kimia air dan makanan. Untuk mencegah penyakit ini dapat dilakukan dengan mengangkat dan memindahkan ikan ke dalam kolam lain dan melakukan penjemuran kolam yang terjangkit penyakit selama beberapa hari agar parasit mati. Selain penggunaan bahan kimia tersebut di atas. Penyakit non parasiter adalah penyakit yang timbul bukan karena serangan parasit. katak (Rana spec). Untuk mengetahui gangguan yang dialami oleh ikan yang dipelihara dapat diketahui dari pengamatan terhadap ikan. petani di daerah Banyumas menggunakan laun lambesar (Chromolaena odorata (L). Oleh karena itu sebaiknya benih gurami tidak dicampur pemeliharaannya dengan jenis ikan yang lain. kura-kura (Tryonix cartilagineus Bodd). pada pipa pemasukan air dipasangi serumbung atau saringan ikan agar hama tidak masuk dalam kolam. Penggunaan daun ini adalah 1 untuk 1 masa tanam. Daun lambesan dimasukkan ke dalam kolam sebelum ikan di tebar yaitu pada saat pengolahan kolam. lele (Clarias batrachus L) dan lain-lain.Foto 10 : Ikan Gurami Konsumsi Dipasarkan dengan berat di atas 500 gram HAMA DAN PENYAKIT Hama yang biasanya menganggu ikan gurami adalah ikan liar pemangsa seperti gabus (Ophiocephalus striatur BI). insang. dan cacing Thematoda yang berasal dari siput-siput kecil. Selanjutnya infeksi ini dapat menyebabkan patah sirip atau cacar. cacing. Untuk menghindari gurami dari ikan-ikan pemangsa. Parasit adalah hewan atau tumbuh-tumbuhan yang berada pada tubuh. Parasit lainnya adalah bakteri Aeromonas hdyrophyla. Sementara pengobatan bagi ikan-ikan yang penyakitnya lebih berat dapat menggunakan bahan kimia seperti Kalium Permanagat (PK). protozoa. Ciri-ciri ikan yang terkena penyakit parasiter adalah sebagai berikut : * Penyakit pada kulit : Pada bagian tertentu kulit berwarna merah. kerusakan akibat penangkapan atau kelainan tubuh karena keturanan. Musuh lainnya adalah biawak (Varanus salvator Dour). Parasit dapat berupa udang renik. Penyakit parasiter diakibatkan parasit. perut dan pangkal sirip. Parasit yang menempel pada tubuh ikan dapat disiangi dengan pinset. * Penyakit pada organ dalam : Perut ikan membengkak. jamur dan berbagai mikroorganisme lainnya. Berdasarkan letak penyerangannya parasit dibagi menjadi dua kelompok yaitu ektoparasit yang menempel pada bagian luar tubuh ikan dan endoparasit yang berada dalam tubuh ikan. belut (Monopterus albus Zueiw). . ikan biasanya lebih suka berenang pada permukaan air untuk mencari udara segar. Penyakit ini bisa berupa pencemaran air karena adanya gas beracun seperti asam belerang atau amoniak. maupun lendir inangnya dan mengambil manfaat dari inang tersebut. sisik berdiri. Pseudomonas. lembaran insang menjadi pucat. Beberapa jenis ikan peliharaan seperti tawes. Banyaknya daun lambesan yang dipakai adalah 1 pikul (yaitu kurang lebih 50 kg) untuk luas tanah 25 m2. Parasit ini menempel pada sisik atau sirip dan dapat menimbulkan lubang kecil yang akhirnya akan menimbulkan infeksi. bakteri.

Kalaupun diberikan obat-obatan tidak boleh langsung di jual kepada konsumen akhir. Suka · Komentari · Bagikan • • Budidaya Gurameh Jethak. Pemberokan ikan gurami ini mengakibatkan perubahan waktu kulit yang semula sangat mengkilat menjadi kusam. kering dan tidak mudah terjadi pemisahan). 2. Penyakit sering kali menjadi kendala karena dapat mengakibatkan menurunnya jumlah produksi ikan yang dapat di jual. dan tesktur semula lembek (banyak mengandung air dan mudah pemisahaan) menjadi kenyal (struktur daging kompak. Berdasarkan hasil penelitian Balai Penelitian Perikanan Air Tawar. 3. Abialonso SilverMan. Untuk mengantisipasi perubahan suhu dapat dilakukan pengaturan air masuk dan air keluar. Sikap petani yang masih sulit mengubah pola budidaya ikan ke arah yang lebih intensif dan cendrung tetap mempertahankan pola budidaya yang telah dilakukan secara turun temurun. Praktik yang dilakukan oleh petani di daerah Beji Banyumas ikan dari Beji yang bercita-rasa rasa lumpur dikarantina dalam kolam khusus dan hanya di beri pakan berupa daun sente selama kurang lebih 7 hari. Setelah pemberokan selama 7 hari ternyata menyebabkan daging ikan terasa sangat gurih. Perubahan suhu yang dapat ditoler ikan adalah 5oC. Departemen Kelautan dan Perikanan. Akibatnya jumlah produksi gurami yang masih belum dapat memenuhi permintaan pasar. Penggunaan obat-obatan pada ikan konsumsi juga sebaliknya tidak diberikan apabila ikan hendak diekspor. Foto 11 : Daun Lambesan Di daerah Banyumas digunakan sebagai antibiotik PENANGANAN BAU LUMPUR PADA DAGING IKAN GURAMI Salah satu permasalah yang dihadapi pada budidaya ikan gurami adalah adanya cita rasa lumpur pada daging ikan gurami yang berasal dari bau yang ditimbulkan oleh lingkungan terutama pada budidaya intensif di kolam dengan sistem air tergenang. dan Eben'z Jp menyukai ini. Setelah itu cita rasa lumpur yang biasanya telah hilang. Hal ini kemungkinan dikarenakan kualitas air di daerah tersebut yang relatif jernih dan tidak banyak mengandung lumpur. Untuk mempercepat timbulnya penyakit maka diupayakan untuk menjaga kondisi kolam agar memenuhi persyaratan yang ditetapkan. disamping petani dapat menghubungi dinas atau Balai Benih Ikan setempat. Besarnya ikan-ikan konsumsi yang mati dibuang. bau lumpur secara umum dan khusus pada ikan gurami dapat dihilangkan dengan perlakuan berupa pemberokkan ikan gurami pada air yang bersalinitas 8 atau 12 ppt selama 7 hari. • o Imelda Meto Collins mw ikut bergabung 21 April 2010 jam 20:22 o . KENDALA PRODUKSI 1. Gangguan musim umumnya terjadi pada saat musim kemarau yang mengakibatkan suhu lebih dingin sehingga oksigen berkurang dan ikan mudah terserah penyakit.Penggunaan obat-obatan kimia untuk ikan konsumsi tidak dilanjutkan mengingat dampak yang tidak baik kepada konsumen. Dalam hal ini Dinas terkait perlu meningkatkan pembinaan kepada petani agar mau menerapkan pola budidaya yang lebih baik.

MINA JATI silakan gabung aja.........CV..... 17 Desember 2010 jam 6:39 Facebook © 2011 · Bahasa Indonesia Seluler · Cari Teman · Lencana · Orang · Halaman · Tentang · Iklan · Buat Halaman · Pengembang · Karier · Privasi · Ketentuan · Bantuan .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful