P. 1
Perjuangan Rakyat Jawa Barat Melawan Penjajah Setelah Proklamasi Kemerdekaan Ri

Perjuangan Rakyat Jawa Barat Melawan Penjajah Setelah Proklamasi Kemerdekaan Ri

|Views: 913|Likes:

More info:

Published by: Gilang Nurdiansyah Koswara on Sep 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/13/2012

pdf

text

original

PERJUANGAN RAKYAT JAWA BARAT MELAWAN PENJAJAH SETELAH PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI

PERTEMPURAN KONVOY BOJONG KOKOSAN SUKABUMI 1945-1946

Masa revolusi fisik yang berlangsung dalam kurun waktu tahun 1945 hingga tahun 1949 merupakan sebuah masa dalam perjalanan sejarah Indonesia yang sarat dengan warna–warni perjuangan untuk mempertahankan dan menegakkan kemerdekaan. Kemerdekaan yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 ternyata tidaklah serta merta segera mengubah situasi dari bangsa yang terjajah menjadi bangsa merdeka. Menjelang berakhir perang Dunia ke-II mulai Juli 1945 wilayah Indonesia masuk kedalam Komando South East Asia Command (SEAC) dibawah pimpinan Panglima sekutu LORD L. MOUNTBATTEN yang berkedudukan di Colombo Srilangka. Setelah Jepang menyerah kepada sekutu Inggris diberi tugas RAPWI (Recovery of Allied Prisoners of War and Interneers) yaitu pengurusan dan pemulangan tawanan perang dan interniran Sekutu di Indonesia. Dalam pelaksanaan tugasnya di Indonesia Sekutu mengalami hambatan dari pejuang-pejuang Indonesia yang militan yang baru saja memproklamirkan kemerdekaannya tanggal 17 Agustus 1945. Diantara hambatan yang dialami Sekutu (Inggris) antara lain peristiwa Pertempuran Konvoy Bojong Kokosan. Uraian berikut peristiwa Bojong Kokosan dibagi dalam tiga pokok bahasan Yaitu : Pertempuran ke I, Masa gencatan senjata (Cease Fire) dan Pertempuran ke II.

PENGANTAR

Pertempuran Ke-I / Penghadangan pertama. (9 Desember 1945 s/d 12 Desember 1945) Menjelang bulan Desember 1945, suhu situasi kondisi di Jawa Barat juga semakin memanas. Perjuangan Rakyat Jawa Barat yang semula, lebih banyak dipengaruhi oleh sikap perjuangan diplomasi dari Pemerintah Pusat. Maka pada saat itu mulai kehilangan kepercayaannya terhadap netralitas pimpinan Tentara Sekutu, yang nampaknya semakin condong untuk membantu pihak Belanda, dalam rangka menegakan kembali kekuasaannya di bumi Indonesia. Sejak Tentara Sekutu menduduki kota Bandung, maka pergerakan lalulintas, baik personil maupun perlengkapan logistik antara Jakarta-Bandung, mereka upayakan dengan segala cara. Mula-mula untuk memenuhi kebutuhan akan perbekalan dan perlengkapan 60.000 anggota APWI di Bandung. Mereka mencoba mengirimkan barang-barang tersebut dengan mempergunakan kereta api dari Jakarta ke Bandung sebanyak 20 gerbong, yang dikawal oleh serdadu-serdadu Ghurka, melalui jalur utara. Akan tetapi karena tidak ada koordinasi dengan Pasukan-pasukan TKR yang bertugas di daerah Dawuan, ialah Batayon Priatna dari Resimen - 5 TKR. Pengawal-pengawal perjalanan kereta api yang hanya dilakukan oleh 10 orang serdadu Ghurka dalam tempo sekejap sudah bisa dilumpuhkan, 4 orang tertembak mati, sedangkan 6 orang menyerahkan diri sebagai tawanan. Isi ke 20 gerbong tersebut disita, yang terdiri dari makanan kalengan, seperti nasi goreng, kornet, sardencis, susu, keju, coklat dan sebagainya. Juga terdapat sejumlah besar pakaian dan selimut. Dengan demikian pada saat itu Resimen-5 TKR memperoleh rezeki nomplok, bahkan rakyat penduduk setempatpun ikut menikmatinya. Namun ternyata insiden ini menjadi berkepanjangan pula. Tentara Sekutu mengajukan “protes keras” kepada Menteri Amir Sjarifoeddin. Minta agar perbekalan dan perlengkapan yang disita tersebut dikembalikan. Selanjutnya juga Menteri Amir Sjrifoeddin memberikan tegoran kepada Komandan Resimen - 5 TKR, ialah Mayor Moefreni untuk mengembalikan barang rampasan tersebut. Namun Mayor Moefreni menolak. Hanya para tawanan serdadu Ghurka yang bisa dikembalikan, itupun harus ditukar dengan para pejuang yang menjadi tawanan Tentara Sekutu di Jakarta. Akhirnya Mayor Kawilarang diperintahkan Panglima Komandemen 1 TKR, Mayjen Didi Kartasasmita di Purwakarta, untuk melakukan tukar-menukar, 6 orang tawanan serdadu Ghurka, dengan pembebasan 8 orang para pejuang Republik Indonesia yang ditawan oleh Tentara Sekutu di Rumah Penjara Cipinang. Diantaranya ialah Mr. Soepangat dan Chairil Anwar. Setelah insiden tersebut maka diperoleh kesepakatan antara Pemerintah RI dengan pihak Tentara Sekutu. Bahwasanya setiap pengiriman perlengkapan dan perbekalan bagi Tentara Sekutu di Bandung harus dikawal oleh TKR-RI. Dengan demikian maka sejak tanggal 11 Desember 1945, pengawalan kereta api yang membawa perbekalan dan perlengkapan Tentara Sekutu dari Jakarta ke Bandung dilaksanakan oleh para Taruna dari Akademi Militer Tanggerang. Selama kurang lebih satu bulan pada waktu itu, telah dilakukan tiga kali pengiriman perbekalan dan perlengkapan Tentara Sekutu dari Jakarta ke Bandung. Perjalanan

pertama dikawal oleh 20 orang Taruna Akademi Militer Tanggerang dipimpin oleh Mayor Daan Mogot. Perjalanan kedua dipimpin oleh Mayor Kemal Idris, Sedangkan perjalanan yang ketiga dipimpin oleh Kapten Islam Salim. Semua pengiriman perbekalan ini berjalan mulus tanpa hambatan apapun. Akan tetapi kebutuhan Tentara Sekutu untuk melakukan operasinya di kota Bandung rupanya tidak hanya sebatas perbekalan dan perlengkapan saja. Namun memerlukan juga dukungan peralatan dan persenjataan berat lainnya, dari Pasukan-pasukan Kavaleri, Artileri, Zeni dan sebagainya, yang mungkin dapat diangkut dengan kereta api. Maka untuk memenuhi kebutuhan tersebut pihak Tentara Sekutu juga menyelenggarakan konvoy kendaraan-kendaraan di jalan raya secara periodik, yang dikawal ketat oleh mobil-mobil lapis baja dan tank-tank tempur. Dengan demikian sejak saat itu, maka setiap 1 atau 2 minggu sekali, akan terlihat iring-iringan kendaraan-kendaraan Tentara Sekutu di jalan raya antara Bandung-Jakarta pp. Rupanya atas pertimbangan keamanan Tentara Sekutu lebih cenderung memilih jalur Jakarta-Bogor-Sukabumi-Cianjur-Bandung pp, untuk perjalanan konvoynya. Sedangkan lewat jalur Puncak, risikonya akan cukup besar, karena tanjakannya yang terlalu terjal untuk dilewati tank-tank dan mobil lapis baja yang sangat berat. Pada awal bulan Maret 1946, Kolonel A.H. Nasution Panglima Divisi III pernah dipanggil Panglima Komandemen Jawa Barat Mayjen Didi Kartasasmita. Pada pertemuan tersebut diceritakan pula oleh Mayjen Didi Kartasasmita, bahwa suatu ketika mobil yang ditumpanginya pernah terjepit oleh konvoy Tentara Sekutu, ditengah perjalanan. Beliau betul-betul merasa tidak berdaya tatkala itu, namun masih untung juga, bahwa mereka tidak mengetahui, bahwa yang berada di dalam mobil tersebut adalah Panglima TKR Komandemen Jawa Barat. Nampaknya Mayjen Didi Kartasasmita memahami betul, bahwa pada saat itu situasi kondisi di seluruh Jawa Barat meningkat semakin genting. Pertempuranpertempuran telah berkecamuk diseluruh penjuru tanah air. Bahkan didalam kota Bandung, yang pernah menyandang gelar “kota diplomasi”, karena telah berhasil memisahkan antara dua kubu yang berseteru, ialah kubu Sekutu dengan antek-anteknya, disebelah utara rel kereta api dan kubu para pejuang disebelah selatan. Namun sungguhpun demikian, setiap hari pertempuran terus berkecamuk disetiap penjuru kota. Sampai-sampai muncul kata pemeo : “di Bandung tiada hari tanpa pertempuran”. Pada saat itu juga Panglima Komandemen TKR Jawa Barat mengeluarkan perintah, untuk menyerang konvoy-konvoy di jalan-jalan raya dalam wilayah Divisi III. Hubungan lalu-lintas personil dan logistik mereka, harus diputuskan selama mungkin. Namun demikian serangan harus dilakukan di tempat-tempat yang jauh dari perkampungan rakyat. Yaitu di daerah-daerah pegunungan dan hutan-hutan. Sebelum keluar perintah “Serang konvoy” dari Panglima Komandemen TKR pada waktu itu. Sebetulnya Komandan Resimen-3 TKR di Sukabumi, ialah Letkol Eddy Sukardi juga sudah merasa jengkel dengan simpang-siurnya konvoy-konvoy kendaraan Tentara Sekutu yang melalui daerah komandonya, dari sejak Ciawi-Sukabumi-Cianjur. Oleh karena itu kekuatan Resimen-3 TKR, sebanyak 4 Batalyon sudah digelar disepanjang jalur ini, sebagai berikut :

dengan kekuatan 4 Kompi. yang terdiri dari : Barisan Hizbullah dibawah pimpinan Suryana. Barisan Sabilillah dibawah pimpinan Sasmita Atmadja dan A. dibawah pimpinan S. 2) Kompi Kapten Husein Alexsyah. 2) Kompi Kapten Sabir. dengan kekuatan 4 Kompi. 1) Kompi Kapten Madsachri. 3) Kompi Kapten Madsari dan 4) Kompi Kapten Kabul Sirodz. Batalyon ini menempati lokasi sepanjang 18 KM. ialah dari mulai Gekbrong-Cianjur-Ciranjang. Nawawi Bakri dan Hamami. Batalyon ini Menempati lokasi sepanjang 15 KM. dari sejak Cibadak sampai Sukabumi Barat. ialah. terdapat pula Pasukan atau Barisan Pejuang Rakyat. Dibawah komando Mayor Abdurrachman. pasukan Kelasykarannya dipimpin oleh Tubagus Ahmad Kurtubi. 2) Kompi Kapten Dasuni Zahid. dibawah komando Kapten Anwar. dibawah pimpinan Sambik. Batalyon III. Waluyo. pasukan Kelasykarannya dipimpin oleh Dadi Abdullah. membentang dari Cigombong sampai Cibadak. 3) Kompi Kapten Musa Natakusumah dan 4) Kompi yang dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon. Disamping Pasukan TKR ini. dipimpin Suradiradja dan Lunadi. Ismail dan Bakri. 1) Kompi Kapten Saleh Opo. dengan kekuatan 4 Kompi. dipimpin oleh Felix Kalesaran. dengan kekuatan 4 Kompi. Karim dan Dadang Sukatma. Barisan Banteng RI. pasukan Kelasykarannya dipimpin oleh Mujana. Lasykar Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi (KRIS). 1) Kompi Kapten Djahidi. ialah . Batalyon IV.Batalyon I. dibawah komando Mayor Yahya Bahram Rangkuti. Batalyon II. . 3) Kompi Kapten Murad Idrus dan 4) Kompi Kapten Mochtar Kosasih. Barisan Pemuda Sosialis Indonesia (PESINDO). 3) Kompi Kapten Juanda dan 4) Kompi Kapten Dasuki. ialah. 1) Kompi Kapten Tedjasukmara. pasukan Kelasykarannya dipimpin oleh M. ialah . Abdullah. Batalyon ini menempati lokasi sepanjang 18 KM. Barisan Pemuda Proletar. dibawah komando Mayor Harry Sukardi. Basarah. Batalyon ini menempati jalur yang paling panjang sekitar 30 KM. membentang dari Sukabumi Timur sampai Gekbrong. 2) Kompi Kapten Kusbini.

serta perbekalan dan alat-peralatan lainnya yang harus didatangkan melaluli jalur darat. tidak hanya perbekalan dan Pasukan Infanteri saja yang bisa diangkut melalui jalur udara. Melalui pertempuran-pertempuran tersebut semakin banyak pula senjata-senjata dan perlengkapan lainnya dari Tentara Sekutu yang jatuh ke Tangan para pejuang kita. Maka sikap para pejuangpun penuh dengan keragu-raguan. Dihadang dengan barikade-barikade. beberapa truk yang memuat serdadu-serdadu Jepang dan Gurkha. mencoba memasuki jalur jalan antara Bogor-Sukabumi. yang berada disekitar jalur antara Bandung-Jakarta untuk mengganggu lalu-lintas kendaraan-kendaraan musuh tersebut. hanyalah sebatas dilakukan dengan memasang rintangan-rintangan pepohonan yang sederhana. Seruan pribadi dari para pejuang di Bandung ini segera mendapat tanggapan dari teman-teman seperjuangannya. juga jumlah pelarian-pelarian pribadi serdadu-serdadu India Muslim ke Pihak Republik Indonesia semakin meningkat. lalu-lintas konvoy Tentara Sekutu yang membawa perbekalan. Namun pada tanggal 29 Nopember 1945. Gangguan-gangguan tersebut pada umumnya tidak sampai menghambat perjalanan konvoy.3 TKR. Sebenarnya sejak Brigade ke-37 Tentara Sekutu memasuki kota Bandung pada tanggal 12 Oktober 1945.Pertempuran-pertempuran antara Tentara Sekutu dengan TKR dan Barisan Pejuang di Bandung. Namun karena suasana perjuangan pada saat itu masih sangat samar tanpa ada ketegasan. Nampaknya Brigadier Mc. tetapi juga memerlukan. yang membentang melalui jalan raya BogorSukabumi-Cianjur. melalui jalur Bogor-Sukabumi-Cianjur itu. pernah terjadi peristiwa. Pasukan Kendaraan Lapis Baja dan Meriam. antara perjuangan diplomasi dan perlawanan dengan senjata. terutama yang berada di wilayah kekuasaan Resimen . mereka menyarankan agar para pejuang. semakin meningkat. Adapun gangguan yang dilakukan para pejuang pada waktu itu. Kemungkinan bantuan-bantuan Tentara Sekutu melalui jalur darat ini. ataupun tembakan-tembakan pribadi sekedar melampiaskan rasa kesal dan jengkel. rupanya juga sudah menjadi perkiraan para pejuang di Bandung. dan diserang oleh Barisan Rakyat di daerah Cicurug dan Parungkuda. sudah beberapa kali terjadi. Dilaporkan 4 . oleh karena secara pribadi. memerlukan bantuan dari Jakarta. Donald selaku Komandan Brigade ke 37 Tentara Sekutu di Bandung.

3 TKR. hemat pasukan. Sedangkan pada hari itu juga sebanyak 124 buah truk Inggris dicegat rintanganrintangan Barisan Rakyat di Ciranjang dan Gekbrong. Karena persediaan amunisi terbatas. dipasang saling melintang. untuk merintani jalannya kendaraan-kendaraan. Rencana penghadangan dimulai dengan pemasangan rintangan-rintangan untuk menghambat gerak laju konvoy. bertolak lagi ke Bandung. Menjelang bulan Desember 1945. yang dikirim oleh markas Tentara Sekutu di Jakarta.besar. juga disisi kanan-kiri jalan terdapat tebing-tebing yang cukup terjal. Karena gangguan-gangguan para pejuang diperjalanan darat antara BogorSukabumi-Bandung. yang sudah digelar disepanjang jalur jalan raya mulai dari Ciawi-Sukabumi-Cianjur. Pada dasar lubang-lubang tersebut dipasangi juga ranjau-ranjau darat yang dapat melumpuhkan kendaraan lapis baja dan tank. Sedangkan pada tanggal 5 Desember 1945. secara frontal dalam waktu yang cukup lama. dan dikoordinasikan langsung oleh Komandan-Komandan Resimen TKR. yang cukup dalam untuk dijadikan perangkap kendaraan tank dan lais baja. Di atas tebing disisi kanan-kiri jalan dibuat pula lubang-lubang perlindungan bagi para prajurit yang akan melakukan penyerangan. pada kesempatan yang paling baik. pasukan-pasukan tank dan meriam. Maka kondisi medan yang demikian ini. maka segala persiapanpun dilaksanakan dengan cara-cara yang lebih baik. . akan sangat menguntungkan untuk melakukan penyergapan. langsung dipimpin dan dikoordinasikan oleh Letkol Eddy Sukardi dan Kepala Bagian Siasat Resimen Kapten Achmad Kosasih. secara serentak pada waktunya. maka tidak mungkin untuk bisa melayani dan menangkis serangan balas dari musuh.orang musuh tewas oleh Barisan Rakyat dan truk-truk kembali ke Bogor. Sepanjang jalan raya yang berkelok-kelok tajam. tanpa diketahui kerugian dari kedua pihak. Di daerah ini dipasang barikade dengan menumbangkan pohon-pohon pelindung yang besar-besar dipinggir jalan. Lebih-lebih lagi pada saat itu daerah ini masih merupakan hutan belukar. dibawah pimpinan Kapten Saleh Norman. digali lubang-lubang yang besar. 4 Batalyon kekuatan Pasukan Resimen . aman dan menang. Sergap dan hancurkan. ditempat-tempat yang bisa menguntungkan untuk melakukan penyergapan. Sedangkan pada tempat-tempat tertentu. hasil buatan pabrik senjata Braat milik Resimen 3 sendiri di Sukabumi. semenjak operasi penghadangan ini menjadi kebijakkan komando atasan TKR. diangkut dari Jakarta ke Bandung dengan mempergunakan 12 buah pesawat terbang Dakota. termasuk granat-granat tangan dan bom-bom Molotov. maka 1 batalyon Mahratta untuk memperkuat pendudukan Tentara Sekutu di Bandung. dan segera menghilang untuk menghemat senjata. Mereka dipersenjatai dengan senjata-senjata api seadanya. dan naik turun antara Cicurug-Bojong Kokosan-Parungkuda. Rencana penyergapan akan dilakukan dengan taktik “ Hit and run “.

bahwa setelah kepalanya dipukul baru badannya diserang. maka terjadilah tabrakan-tabrakan beruntun. sebagai kawal depan. Kapten Achmad Kosasih Kepala Bagian Siasat Resimen 3 di Jl. Kemudian mereka juga mulai membuka tembakan ke arah . mereka berusaha. segera digotong. bahkan anak-anak panah dan kelereng sebagai peluru. Iring-iringan konvoy dibagian dibelakang memberhentikan. Mereka berusaha menyusun formasi tempur. Laporan selanjutnya menyatakan bahwa. konvoy dihadang dengan barikade pepohonan yang malang melintang di tengah jalan. dalam peristiwa penyergapan tersebut. namun terhambat pula oleh bagian ekor yang baru sampai di Cigombong. Komandan Pos Cigombong melaporkan bahwa : “ Dua tank Sherman kawal depan konvoy Tentara Sekutu. Di daerah Bojong Kokosan. Saat itu dikejutkan dengan dering telefon dari Pos Cigombong. ialah Dr. Maka pada momen inilah. Bagian tengah konvoy tidak bisa bergerak maju. dan diselang-seling dengan kendaraan-kendaraan brencarrier. diberbagai daerah. Kerkhof Sukabumi bersama Komandan Resimen dan Dokter Resimen. tidak terkendalikan lagi. telah memasuki Cigombong ”. dan diangkut dengan ambulans.Hari Minggu tanggal 9 Desember 1945. Demikian ia keluar dari mobil lapis baja. ketepelpun ikut berperan menghujani serdadu-serdadu musuh. ia menderita cidera berat. serangan penyergapan dimulai. dikawal oleh 1 batalyon serdadu Sekutu. maka terdengarlah ledakan ranjau darat. Komandan Resimen 3 TKR. Tank pertama terperosok masuk kedalam lubang jebakan. selanjutnya iringiringan truk. untuk menyingkirkan kendaraan lapis baja dan truk-truk yang rusak ke pinggir jalan. Tembakantembakan gencar dilakukan dari tebing-tebing di kiri-kanan jalan. menyambut serdadu-serdadu Sekutu yang berloncatan turun dari atas truk. ialah daerah perbukitan Bojong Kokosan. Mobil ambulans simpang siur memberikan pertolongan terhadap serdaduserdadu Sekutu yang cidera dan tewas. agar pos-pos Cigombong dan Cicurug tidak menyerang terlebih dahulu. sebelum kawal depan konvoy memasuki daerah “ killing ground “. kemudian sejumlah kendaraan berlapis baja. Susunan konvoy menjadi kacau balau. akan tetapi terus-menerus dihujani granat dan bom-bom molotov. memerintahkan. dan rantai-rantai roda tankpun lepas terburai. tertahan oleh bagian depan yang sedang menghadapi sergapan serentak dari prajurit-prajurit TKR dan Barisan Pejuang Rakyat. Akhirnya susunan konvoy yang panjangnya kurang lebih 12 KM itu terpenggal-penggal menjadi beberapa bagian. Sementara serdadu-serdadu Tentara Sekutu dari Batalyon Jats yang mengawal konvoy tersebut terus menerus ditembaki dari tebing-tebing pinggir jalan. Sesaat setelah mereka sempat menyusun kekuatannya lagi. jumlah iring-iringan konvoy sekitar 150 buah truk. Mereka berusaha bergerak mundur. dimulai dengan tank-tank Sherman. Ternyata Komandan Batalyon 5/9 Jats yang naik kendaraan lapis baja juga terkena sasaran granat. kendaraannya secara mendadak. Tank-tank Sherman mencoba mendorong-dorong rintangan. Dengan maksud. Hasan Sadikin.

dan gugur bersama. Sementara itu. mobil lapis baja dan brencarrier. terpaksa berhenti dahulu untuk menunggu susunan formasi konvoy yang tertinggal jauh di belakang.persembunyian para pejuang. Karena sudah kehabisan amunisi pertempuran di Bojong Kokosan dihentikan. ialah sewaktu 12 orang prajurit TKR yang bertahan di sebuah kubu dihantam ledakan peluru meriam. peluru senapan. tanpa kompromi. Maka konvoypun bergerak maju lagi dengan meninggalkan sejumlah truk perbekalan yang rusak disepanjang jalan antara Cigombong dan Cicurug. Sedangkan kerugian pihak kita juga cukup besar. TKR . di lerenglereng tebing dengan menggunakan meriam. granat dan bom-bom molotov dari pasukan-pasukan TKR di daerah itu menghujani mereka. kubu pertahanan tersebut hancur. Pada jam 24. Disatu sisi melawan kekuatan asing yang mencoba untuk berkuasa lagi di tanah air dengan perlawanan bersenjata habis-habisan. dan ke-12 orang prajurit TKR tersebut berjatuhan tergusur longsoran. Sungguh sulit untuk dimengerti. namun tank Sherman. satu truk berisi perbekalan persenjataan dapat dirampas. Tank Sherman mulai beraksi dengan menembaki kubu-kubu pertahanan kita. Ternyata bahwa konvoy Tentara Sekutu yang dihadang oleh Pasukan TKR Resimen 3 pada tanggal 9 sampai dengan tanggal 11 Desember 1945 itu. Antara Cibadak-Cikukulu formasi masih acak-acakan.7 mm. ke arah tebing-tebing yang menjadi kubu-kubu pertahanan kita. terhadap posisi pertahanan kita.00 Komandan Batalyon Herry Sukardi mendapat perintah dari Komandan Resimen untuk menghentikan penghadangan. Sedangkan disisi yang lain masih juga mengulurkan tangan untuk membuka perundingan-perundingan diplomasi dengan baik-baik. Kendaraan-kendaraan lapis baja memuntahkan peluru senapan mesin kaliber 12. terpenggal-penggal. senapan mesin 12. Di jalan raya Karangtengah konvoy berpapasan dengan kendaraan Staf Resimen 3. dalam rangka menegakkan dan mempertahankan kemerdekaannya saat itu. dalam keadaan babak belur. Hambatan selanjutnya terjadi lagi tatkala memasuki kota Sukabumi. Pihak Sekutu mengalami cukup banyak kerugian. granat dan bom Molotov. terdiri dari kurang lebih 150 buah kendaraan yang dikawal oleh Tentara Sekutu dari Batalyon 5/9 Jats.7 mm mobil lapis baja memberondong mobil Staf Resimen 3 tersebut. disambut lagi dengan hujan peluru. Demikian pula setelah masuk kota di Jalan Degung-Cipelang. yang diposisikan untuk mempertahankan daerah Sukabumi selatan-Gekbrong. sikap perjuangan bangsa Indonesia. itupun setelah dibantu oleh serangan udara habis-habisan dari RAF. ialah para Taruna Akademi Militer Tanggerang dengan selamat. Ada kejadian yang sangat mengenaskan. Dan untuk selanjutnya diserahkan kepada Batalyon Mayor Abdurrachman. 9 buah truk dan 2 jeep jatuh ke tangan kita. Sedangkan pada hari yang sama telah tiba juga di Bandung pengiriman perbekalan serta peralatan milik Sekutu dari Jakarta yang dikawal oleh pasukan TKR. gugur seketika. yang baru untuk pertama kalinya bertempur di Pulau Jawa. Konvoy yang berangkat dari Jakarta pada tanggal 9 Desember 1945 baru tiba di Bandung pada tanggal 12 Desember 1945. dan tak ayal lagi 9 orang prajurit TKR. mobil lapis baja dan brencarrier memaksa konvoy untuk bergerak maju lagi. Di daerah Cikulu tank Sherman.

Di Kota Sukabumi dicapai kesepakatan untuk melakukan gencatan senjata (gencatan senjata lokal). one vehicle was ablaze. Diatas perbukitan dipenuhi orang-orang Indonesia. Setelah terjadi gencatan ini Konvoi Inggris tidak melalui Sukabumi. Doulton dalam Sejarah Militer Inggris “The fighting cock “. tercapai selama gencatan senjata gangguan penembakan oleh rakyat terus berjalan. had begun the long climb through the hills when the leading rehicles were halted by a road-block. The hillside was alive with Indonesians. many of them. mulai bergerak lama mendaki perbukitan-perbukitan. tapi pihak kita tidak bisa mengganggu karena terikat perjanjian Cease Fire. was seriosly wounded in the first brush. Gencatan senjata ini dihadiri dari pihak Inggris mengirimkan Mayor Rawin Singh utusan khusus dari Bogor dan dari pihak RI yang hadir adalah Walikota dan Komandan Resimen-3 TKR. several others were badly damaged and number of drivers had slumped over their wheels. NOPEACE. “the turn of the year 1945/1946 “. keadaan terus berlaku hingga 9 Maret 1946. tertulis pada Chapter 24. Ditambah lagi pengawal terpencar di jalanan sepanjang 10 km. The Jats C.J. disamping kurban dari pihak Barisan Pejuang Rakyat lebih banyak lagi. 1951:183) (Sebuah konvoy dikawal oleh Batalyon 5/9 Jats. yang menempati ketinggian-ketinggian. Satu kendaraan terbakar. Kendaraan pendahulu berhenti dihadang perintang jalan. lebih-lebih keadaan sudah mendekati gelap malam. dan mulai melempari kendaraan-kendaraan kami dengan bom-bom molotov tanpa habis-habisnya. Tidaklah mudah untuk keluar dari suatu penghadang yang dilakukan oleh musuh yang tidak nampak. sejumlah lainnya rusak berat dan sejumlah pengemudi terlungkup diatas kemudi. Gencatan senjata ini selama kurang lebih 3 bulan disebut NOWAR. Peristiwa tersebut dicatat oleh Letkol A. (Doulton. Banyak diantaranya yang bersembunyi di lubang-lubang pertahanan ala Jepang. sebagai berikut: An up convoy.00 terpaksa bermalam di Sukabumi sebelum melanjutkan perjalanan ke kota Bandung. Baru mulai bulan Febuari 1946 lalu Sukabumi dipergunakan lagi. pendatang baru di Pulau Jawa. aksi-aksi perlawanan terhadap pergerakan Sekutu dan penghadangan lanjutan ini pada dasarnya diakibatkan pula oleh ulah Tentara Sekutu Sendiri yang melanggar kesepakatan yang telah di buat antara lain dengan melakukan pemboman ke kota Cibadak dan . Pimpinan pasukan Jats sudah terluka parah pada awal serangan. demikian pula dari penduduk daerah Cibadak yang menjadi kurban pemboman dan tembakan mitralyur dari pesawat udara.F.kehilangan 60 prajurit. in the Japanese fashion occupying fox-holes. Personil dan Peralatan Inggris di angkut melalui udara. either dead or grievously hit. It is no easy task to fight out of an ambush where an unseen foe commands the high ground and the infantry escort is spread over eight miles of road. moreover nightfall was not many hours away. who were newcomers to Java. GENCATAN SENJATA / CEASE FIRE (13 DESEMBER s/d 9 MARET 1946) Setibanya Sekutu di Sukabumi diatas pukul 21.O. escorted by 5/9 Jats. entah mati atau terkena tembakan yang mengenaskan). from which they lobbed an andless supply of Molotov coctail on the vehicles.

Kondisi tersebut pada akhirnya semakin meningkatkan kekohesifan diantara semua elemen masyarakat yang ada di Sukabumi. Banteng. Di daerah Cikukulu tank Sherman. Serangan udara balas dendam ini dalam dokumentasi Inggris diakui sebagai yang paling dasyat dalam perang Jawa (…while the R. tiba-tiba tank Sherman. Batalyon Patiala ini adalah satuan-satuan serdadu bayaran dari suku Patiala yang berasal dari Propinsi Punjabi. delivered the heaviest air strike of the Java “ war “ ) (Doulton. namun saat itu juga terus-menerus mendapat serangan gencar dari pasukan Kompi Kapten Juanda yang berada di lokasi Situ Awi. . Selama Cease Fire korban pihak kita minim dan korban pihak Sekutu kurang lebih 50 orang tapi tidak diakui Inggris. suatu konvoy besar Sekutu sudah memasuki wilayah Resimen 3 TRI (sejak tanggal 24 Januari 1946. dibawah komando Letkol Bikram Dev Singh Gill. Singh Gill berusaha menyusun formasi tempur. ternyata menjadi rawan kembali. disusul dengan suara ledakan dahsyat dari ranjau darat. Menjelang sore hari kawal depan konvoy sudah hampir memasuki kota Sukabumi. bersama Barisan-Barisan Pejuang Rakyat. sepanjang jalan raya Cigombong sampai Cibadak.F. Intensitas pertempuran antara para pejuang diwilayah Sukabumi dengan Sekutu pada akhirnya semakin mempertebal rasa senasib seperjuangan. yang disusul dengan letusan-letusan senapan.00. dikawal oleh Batalyon Patiala. Kali ini konvoy Sekutu yang cukup besar ini. Dua buah tank Sherman bersama-sama mendorong barikade tersebut. Penghadangan akan dilakukan secara estafet. TKR sudah diresmikan sebagai Tentara Repubrik Indonesia disingkat TRI). hujan anak panah dan peluru ketepel. mobil lapis baja dan brencarrier mendapat gempuran dahsyat dari pasukan TRI yang dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon Mayor Harry Sukardi. baik diantara TKR dan badan-badan perjuangan maupun antara TKR dan badan-badan perjuangan dengan rakyat Sukabumi pada umumnya. Sejak konvoy memasuki jalur ini disambut dengan gema takbir. Dalam kegelapan malam Letkol Bikram Dev. seperti Hizbullah.sekitarnya dilakukan pemboman dan penembakan udara menggunakan senjata otomatis kaliber besar dengan pesawat tempur dan pembom Mosquito. Resimen 3 TRI Sukabumi telah merencanakan operasi penghadangan dengan satuan-satuan kecil TRI. tapi yang satu justru terperosok kedalam lubang jebakan. Sebagian besar mereka memakai ikat kepala (ubel-ubel). Penghadangan dilakukan dengan taktik “ Hit and run “ yang sulit untuk diladeni. 1951:284 The Fighting Cock). Tentara Sekutu tidak mengira bahwa jalur Bogor-Sukabumi yang sudah dinyatakan aman sejak pertempuran tanggal 13 Desember 1945.A. demi barikade dari pohonpohon perintang jalan. mulai tertumbuk barikade. Pertempuran Ke-II / Penghadangan yang kedua (10 MARET s/d 14 MARET 1946) Pada tanggal 10 Maret 1946 sekitar jam 15. PESINDO dan barisanbarisan pejuang lainnya. Menyambut kedatangan konvoy ini. serta senjata-senjata tradisional lainnya dari balik bukit-bukit dan lubang perlindungan di tebing kiri-kanan jalan. Sabilillah.

Serdadu-serdadu Batalyon Patiala berlompatan ke jalan raya.F. Kompi Kapten Murad Idrus. Peristiwa tanggal 11 Maret 1946 menyurutkan semangat. Kompi Kapten Kusbini. diikuti rasa ngeri. . Dari Bogor didatangkan tank-tank Sherman dari Squadron 13 Lancer. mereka terpaksa mundur. namun akibatnya juga bertabrakan dengan susunan konvoy dibelakang. bersama Barisan-Barisan Pejuang Rakyat kembali bergerak mengepung konvoy serdadu Batalyon Patiala dalam keadaan kurang siap tidak bisa berbuat banyak kecuali mempertahankan diri dengan tembakan yang membabi buta dari tempat mereka. Di pusat kota Sukabumi. telah kehilangan 8 orang mati dan 25 orang terluka. tidak boleh meninggalkan barak-barak darurat mereka dipinggir jalan. the Patialas had lost eight killed and had twentyfive wounded. sedangkan semaraknya kembang api malam ini. Doulton. pasukan Patiala. 1951:295) (Ketika fajar menyingsing.Bagian tengah konvoy terpenggal. SERANGAN MALAM Pada tanggal 11 Maret 1946. diserang secara bersama oleh 4 kompi TRI. Pasukan Patiala dengan konvoy utamanya hanya melaju sejauh 8 mil. Serdadu-serdadunya dikonsinyir. Ternyata Pasukan Resimen 3 TRI. dan PESINDO. Hanya bedanya. sebagai berikut: When dawn came. Namun pada hari itu juga telah disebarkan pamflet oleh pihak Sekutu dengan pesawat udara di sekitar daerah Sukabumi. Tidak ubahnya sepeti layaknya pesta kembang api. ialah Kompi Kapten Tedjasukmana. Demikian pula bala-bantuan pihak Sekutu dari Bandung juga mulai bergerak. battling hard the whole way. berita dari Cigombong mengatakan 12 buah tank Sherman sebagai alat bala-bantuan dari Bogor sedang menuju Sukabumi. yang diletuskan dan diledakan berbagai jenis senjata. malam itu menjadi marak oleh benderangnya pijarpijar api. The Patialas with the main convoy advanced only eight mile. bom-bom molotov dan peluru berbagai jenis senapan. The events of the 11th were depressing. Suatu hal yang menguntungkan. maka kita akan mempergunakan tank. Pada tanggal 12 Maret 1946. kalau-kalau hidup itu hanya sampai malam itu. bahwa pada tanggal 11 Maret 1946 pagi dan siang mereka tidak mengadakan operasi militer. untuk menggempur dengan tanpa ampun. Mereka hanya sibuk memperbaiki kendaraan-kendaraan yang rusak. Sedangkan bagian ekor konvoy terjepit oleh serangan serempak pasukan Kompi Kapten Kabul Sirodz dari Batalyon IV yang juga bertugas untuk mengkordinir serangan BarisanBarisan Hizbullah. Pertempuran tersebut baru reda menjelang waktu subuh. Banteng. (Doulton. dan pada saat itu juga disambut dengan hujan granat. Namun begitu memasuki daerah disekitar jalan raya Cikukulu-Cisaat. dan Kompi Kapten Husein Alexsyah. bertempur dengan sengit sepanjang jalan). serta dilindungi oleh pesawat-pesawat terbang. pesawat tempur udara. kalau pesta kembang api disambut dengan hati yang meriah. malam hari tiba-tiba lampu didalam kota dipadamkan pihak GBO (PLN). Sabilillah. menurut catatan Letkol A. yang isinya sebagai berikut: Jika penyerangan tidak dihentikan pada 1 jam dari sekarang.J. meriam dan senjata perang lain.

Tank Sherman Squdron 13 Lancer dalam rangka mempertahankan diri sampaisampai kehabisan peluru. Pada saat itu juga sebuah tank Sherman meledak terkena ranjau darat ketika melewati jembatan. dan berlangsung cukup lama. maka pelurunya langsung memecahkan kepala serdadu tersebut. serdaduserdadu dari Batalyon Rajputana Rifles diperintahkan turun untuk menyingkirkan batangbatang pohon tersebut. Pada saat itu terjadi kesibukan yang luar biasa untuk menolong menyelamatkan penumpang tank tersebut. hasil rampasan dari serdadu Gurkha Rifles pada pertempuran yang lalu. Sebuah tank Sherman mogok diwaktu mendaki suatu tanjakan. bekerja-sama dengan Barisan Pejuang Rakyat. Tapi pada momen itu tiba-tiba dari kiri-kanan jalan mendapat serangan mendadak. demikian mengikuti berita pertempuran-pertempuran di Sukabumi. maka suara-suara ledakan granatpun mengguncang suasana kampung yang sepi didaerah tersebut. Kapten Anwar sekalipun ia Komandan Batalyon tapi ia juga langsung memegang senapan mesin watermantel yang sangat disayangi dan dibanggakannya. Nampaknya dia terluka parah. untuk memberikan pertolongan. meledak terpental ke udara. Pasukan Kompi Kapten Dasuni Zahid langsung membuka tembakan dari atas tebing. Yang ternyata salah satunya adalah Komandan Batalyon Rajputana Rifles. Pasukan para pejuang melakukan serangan dari balik bangunan-bangunan pertokoan dan pepohonan dengan taktik “hit and run”. roda depannya menggilas ranjau darat. sebuah tank Sherman. tank terseok-seok masuk jurang. terpaksa Batalyon Patiala kembali bergerak keluar dari kota Sukabumi. dengan berbagai macam senjata. Pada tanggal 12 Maret 1946 dari Bandung juga pihak Sekutu mengirimkan balabantuan. Oleh karena itu batalyon ini juga sudah berada dalam keadaan siap siaga. Pengemudinya terpaksa harus turun. Di daerah Warung Kondang tank-tank Sherman kembali dihambat barikade-barikade dari pepohonan yang silang-melintang di tengah jalan. yang ditempatkan di sekitar Cianjur. dibawah pimpinan Kapten Anwar. kembali mendapat serangan gencar. Menjelang daerah Gekbrong. Dijalan raya Belendung Batalyon Rajputana Rifles. ialah Batalyon 5/6 Rajputana Rifles. namun segera memperoleh supply lagi melalui dropping dari pesawat terbang RAF. tapi begitu kepalanya nonggol disambut dengan tembakan bedil beaumont. Tidak lama kemudian sebuah tank Sherman lagi ketika melewati jembatan Cikaret. Senapan mesin ini diberi nama “Si Ronggeng”. Memasuki kota Cianjur konvoy mendapat serangan dari pasukan Kompi Kapten Saleh Opo. . roda depannya menggilas ranjau darat. Konvoy terpaksa berhenti. mereka adalah serdadu-serdadu bayaran yang berasal dari Propinsi Rajasthan. Yang akan ditolong malah akhirnya jadi menolong. Untuk menyelamatkan pasukan tank Sherman Squadron 13 Lancer. terjadi lagi pertempuran yang seru. yang kemudian segera diselamatkan oleh regu penolong. Pada saat konvoy pendahulu dari batalyon Rajputana Rifles memasuki jembatan Cisokan di daerah Ciranjang. Batalyon III TRI. sudah mengira bahwa bala-bantuan Sekutu juga akan didatangkan dari Bandung.

disertai dengan satuan-satuan pengawalnya. namun kabarnya mereka menderita kerugian sampai ratusan serdadunya telah tewas. Di daerah Padalarang musuh mengadakan pembersihan sampai jauh sekelilingnya. tiba-tiba datang iring-iringan musuh yang lain. kembali mendapat serangan dari Batalyon Field Preparation (FP) Resimen 3 TRI dibawah komando Kapten Effendy Pandjipurnama. Sedangkan di Cianjur telah ditempatkan kurang lebih 1 Batalyon Tentara Sekutu untuk mengamankan daerah tersebut. Muncul dari arah Cugenang. melakukan serangan terhadap sepenggal iring-iringan konvoy musuh. Setelah mengalami pertempuran 3 hari. Ketika prajurit-prajurit dari Batalyon 3 TRI. yang diketahui hanyalah telah terjadi pertempuran yang terus menerus antara daerah Ciranjang dan Padalarang. Kerugian di pihak musuh tidak jelas. bersama dengan Barisan Pejuang Rakyat setempat. jatuh tepat didepan wajah salah seorang prajurit pasukan Kompi Kapten Musa Natakusumah.Wingrove untuk membantu kelancaran jalannya konvoy dari Sukabumi menuju Bandung dengan kekuatan pasukan Brigade I. Mereka lebih mengutamakan hubungan Bogor-Cianjur melalui Puncak. mereka juga mengirim bantuan pasukan yang diperkuat dengan pasukan tank-tank tempur. menyerang kedudukankedudukan kita. akhirnya dibatalkan. Jumlah yang tewas dan luka-luka dari pihak musuh tidak diketahui. Karena dianggap beresiko tinggi Tentara Sekutu tidak jadi untuk menduduki Sukabumi. kendaraan lapis baja dan brencarrier yang lewat CiawiPuncak-Cianjur. Dalam pertempuran ini dari pihak kita telah gugur 11 orang perajurit. Di daerah Sukaraja. Memperhatikan sepatu yang masih lengkap berisi sepotong kaki yang berlumuran darah. Brigade ke-37 Tentara Sekutu yang berada di Bandung melakukan aksi besarbesaran. akan tetapi salah satu truk yang nekad menggilas ranjau darat. Keadaan menjadi kacau-balau. Hubungan Bogor-Sukabumi-Cianjur. ialah bala bantuan dari Bogor yang melalui Puncak.Beberapa truk berusaha untuk menyalip tank yang mogok. Komandan Divisi ke-23 Tentara Inggris di Bandung juga memerintahkan Brigadier N. Citarum dan Purabaya. telah menimbulkan korban di pihak mereka : Pada hari pertama. Kepala Staf Resimen 9. Ternyata bahwa pihak Sekutu selain mendatangkan bala-bantuan dari Bogor yang melalui Cigombong-Cibadak. yang terdiri dari 2 Kompi Pasukan Zeni tempur. tewas 2 orang . mulai dari Cimahi sampai Padalarang. prajurit tersebut menyeringai sambil sambil bergidik. mereka melangsungkan gerakannya ke arah Cianjur. Serangan malam hari terhadap Tentara Sekutu di kota Sukabumi.D. Asrama-asrama pasukan kita ditembaki dengan meriam. Sepanjang rute perjalanan menuju Bandung pertempuran terus berkecamuk di sekitar Cisokan. Salah satu sepatu serdadu Batalyon Rajputana Rifles. truk meledak terlontar ke udara. Mereka mendirikan pos-2 pengamanan sepanjang jalan ini. Pada tanggal 13 Maret 1946. Beberapa perwira TRI tertawan antara lain Mayor Sidik Brotoatmojo. hubungan antara pasukan kita menjadi terputus. Serdadu-serdadu yang berada di atas truk hancur porak poranda. sedangkan dari pihak lawan menderita kerugian beberapa truk telah hancur dan seorang serdadu musuh tertawan.

baik di wilayah Sukabumi maupun diluar wilayah Sukabumi. 1 orang opsir India dan 37 orang serdadu India. tiba di Bandung pada tanggal 15 Maret 1946. dengan pengawalan dari Batalyon Patiala. Doulton.J. Konvoy besar Tentara Sekutu. Namun demikian peristiwa Bojong Kokosan merupakan aksi pembuka melawan mesin-mesin perang Sekutu yang relatip bersekala besar yang kemudian. BANDUNG LAUTAN API .F.” (“Syukurlah. yang berangkat tanggal 10 Maret 1946. dibawah pimpinan Letkol Bikram Dev Singh Gill. dari Jakarta. sebagai berikut : “Happily for us. ini adalah jumlah korban besar yang terakhir yang kami alami dalam pertempuran. but it was no final strom which left the air clear and there was not much rest for the troops. Baiklah kita simak lagi catatan dari Letkol A. dalam keadaan porak poranda. langsung atau tidak langsung mempengaruhi lahirnya peristiwa-peristiwa pertempuran lain. Keteladanan akan kegigihan perjuangan untuk menegakan kemerdekaan. kendaraan-kendaraanya banyak yang rusak. namun ini bukan badai terakhir dan pasukan tidak cukup mendapat istirahat”) PENUTUP Peristiwa Bojong Kokosan bukan peristiwa pertempuran satu-satunya melawan Sekutu yang terjadi di Jawa Barat yang melibatkan TKR dan badanbadan perjuangan. this battle was the end of jeavy casualties. Pada hari kedua tewas 3 orang opsir Inggris. keteladanan untuk menjaga harga diri dan martabat bangsa dan kesewenangwenangan kekuatan Asing telah ditunjukan oleh TKR dalam peristiwa Bojong Kokosan.opsir Inggris dan 26 serdadu India. akibat tembakan para pejuang kita disepanjang perjalanan. Semoga bermanfaat. truktruknya pada bolong-bolong.

bahwa kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu telah dibayar mahal dengan pengorbanan jiwa dan harta benda yang tidak sedikit. Bila kita merenung sejenak. negara-negara maju yang ikut mengatur percaturan perpolitikan. Semangat perjuangan bangsa sesuai dengan dinamika perjalanan kehidupan telah mengalami penurunan pada titik yang kritis. pertahanan dan keamanan. Nilai-nilai perjuangan bangsa yang besar dan heroik. Nilai-nilai perjuangan bangsa Indonesia pada perjuangan fisik merebut dan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia mengandung nilai-nilai perjuangan bangsa Indonesia yang menjadi landasan dalam mengisi kemerdekaan telah mengalami pasang surut sesuai dinamika dalam kehidupan bermasyarakat. hal ini disebabkan antara lain oleh pengaruh globalisasi yang membawa dampak kuatnya pengaruh lembagalembaga kemasyarakatan internasional. Kini tugu tersebut berada dalam kondisi yang sangat menyedihkan dan tidak terawat dengan baik karena tidak dikelola oleh pengelola yang professional untuk ini akan disampaikan sekilas bagaimana kisah . perekonomian. berdirinya tugu-tugu perjuangan antara lain di Jawa Barat salah satunya adalah tugu perjuangan rakyat Jawa Barat pada saat kita menghadapi penjajah dilakukan dengan pembuni hanguskan kota Bandung dan dikenang sebagai BANDUNG LAUTAN API (BLA) yang tugunya berada di lapangan Tegallega.BANDUNG LAUTAN BESERTA IMPLIKASINYA API DARI (BLA) SEGI MILITER PENGANTAR Marilah kita mengingat sejarah perjuangan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar dan heroik. seperti yang dialami Indonesia sekarang. berbangsa dan bernegara. buktinya tiap-tiap wilayah diseluruh bumi Nusantara terhampar Makam Pahlawan. sosial budaya.

Di Indonesia pada waktu itu terjadi kevacuman pemerintahan karena : 1. telah menghancurkan kota Hirosyima rata dengan tanah dan pada tanggal 6 Agustus 1945.02.) Mudah-mudahan segenap anak bangsa Indonesia segera sadar terhadap akar permasalahan tersebut diatas dan mengambil langkah-langkah yang positif untuk perbaikan kehidupan bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia. meski tempat jatuh meleset 4 km dari sasaran karena kabut. bom atom yang ke 2 diberi nama Fat man di jatuhkan dan meledak diatas kota Nagasaki pukul 11. Jepang dinyatakan sebagai bangsa yang kalah perang. Dikumandangkan lagu Indonesia Raya ke seluruh pelosok Nusantara melalui Radio. menandakan berakhirnya Perang Dunia ke-II. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia untuk memproklamirkan kemerdekaannya tanggal 17 Agustus 1945 yang merupakan titik kluminasi perjuangan bangasa Indonesia merebut kemerdekaan yaitu : 1.BLA secara singkat dituturkan dalam uraian berikut dengan urutan Prolog. Pasukan sekutu yang akan menyelesaikan administrasi belum datang 2. Kota Hirosyima dijatuhi Bom yang dinamai Little boy panjangnya 3 M yang dijatuhkan oleh pesawat pembom B-29 yang diberi nama Enola Gay. Diproklamirkan kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 2. 2. 3 hari kemudian 9 Agustus 1945. Masyarakat dididik menjadi Vandalisme dan brutal seperti saat ini (Demonstrasi yang berlebihan. Dikibarkan bendera Merah Putih diseluruh Nusantara 3. Secara Global akar permasalahan di infentalisir sbb: 1. peristiwa BLA itu sendiri dan Epilognya. PROLOG PERISTIWA BANDUNG LAUTAN API Pada Perang Dunia ke-II sedang berkecambuk antara sekutu melawan fasis Jepang. Pressure Group yang melakukan gerakanya uot of Control / kebabaslan lebih-lebih di era demokrasi yang membuka peluang untuk itu 4. Secara jujur dan berdasarkan Fakta sejarah bahwa bangsa Indonesia yang telah memproklamirkan Kemerdekaannya sejak 17 Agustus 1945 tidak berjalan dengan mulus sesuai harapan segenap anak bangsa Indonesia. Kaum intelektual memanfaatkan massa demi kepentingannya. Kedatangan tentara Dai Nippon ke wilayah Nusantara. 6. kota Hirosyima dan Nagasaki dijatuhi bom Atom oleh Amerika Serikat. Intrik antar Parpol cenderung Suudhon terhadap bawah partainya. tak urung kota itu hancur berantakan dan menimbulkan korban puluhan ribu jiwa manusia Atas peristiwa itu maka untuk menyelamatkan Negara dan rakyatnya pada tanggal 15 Agustus 1945 Kaisar Hirohito menyatakan menyerah bertekuk lutut kepada sekutu yang diwakili oleh Jenderal Douglas Mc Arthur. merusak asset negara dll. Suksesi kepemimpinan tidak dipersiapkan oleh penguasa sehingga menimbulkan setiap pergantian pemimpin tidak berjalan mulus. Pemimpin Nasional cenderung arogan dan tidak tanggap terhadap aspirasi Grassroot dan KKN tumbuh subur. sampai kini di era reformasi. 3. 5. Bangsa Indonesia (rakyat . Jepang berhasil mendaratkan kakinya dikepulauan Nederlands-Indie.

Indonesia) menyambut kedatangan Bala Tentara Jepang sebagai pembebas. Kurun waktu sampai dengan 17 Agustus 1945 Jepang dapat bertahan di Indonesia selama 1264 hari, 15 Agustus 1945 Jepang kalah dan menyerah kepada sekutu, namun pasukan-pasukan Inggris dari tentara sekutu dibawah pimpinan Letjen Sir Philips Christison baru dapat mendarat di Jakarta pada akhir September 1945. Dalam kerangka perjuangan kemerdekaan Indonesia kondisi tersebut diatas merupakan suatu periode yang telah banyak membawa perubahan radikal di dalam perjuangan pergerakan Kemerdekaan Indonesia menuju Indonesia Merdeka dan Berdaulat. Adapun perubahan-perubahan radikal dapat dirinci sebagai berikut : 1. Untuk mengisi kekurangan personil di Indonesia, Jepang telah membentuk pembantu Tentara Jepang (Heiho) berdasarkan Keputusan Tokyo tanggal 23 September 1942 melalui Riku-a-mitsu No. 3636 untuk melatih pemuda-pemuda pribumi menjadi ptajurit-prajurit pembantu (di Indonesia tercatat + 42.000 orang Heiho). 2. Jepang telah melatih rakyat Indonesia dalam bentuk organisasi seperti Seinendan, Keibodan, Hisbulloh dan lain-lain sedangkan didesa-desa dibentuklah Toranikumi untuk mengkoordiner kegiatan ketangguhan desa dalam pertahanan. 3. Jepang telah membentuk Pembela Tanah Air (PETA) atas permintaan Gatot Mangunpraja yang tanggal 3 Oktober 1943 lahirlah undang-undang Bala Tentara Jepang dengan nama Osamu Sirei No. 44, yang menjelaskan Peta adalah pasukan sukarela untuk membela Tanah Air sebagai pelaksana pembentukan Peta oleh Korps Tentara ke-XVI Bala tentara Jepang. 4. Latihan militer yang diberikan kepada pemuda-pemuda Indonesia oleh Jepang memberikan hikmah yang tiada taranya bagi Negara Indonesia sebagai embriyo lahirnya TNI, yang secara kronologis diuraikan sebagai berikut : a. Tanggal 22 Agustus 1945 Panitya Persiapan Kemerdekaan Indonesia memutuskan pembentukan Komite Nasional Indonesia (KNI), Partai Nasional Indonesia (PNI) dan Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang semula merupakan bagian dari Badan Penolong Keluarga Korban Perang (BPKKP). Disamping TKR dibentuk juga Lasykar Rakyat sebagai Organisasi Perlawanan Rakyat untuk melaksanakan pertahanan dan keamanan Negara RI, Lasykar Rakyat pada garis besarnya terdiri dari dua golongan yaitu : 1) Lasykar yang dijiwai oleh sesuatu idiologi politik partai antara lain yang termasuk golongan ini adalah : Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP), Tentara Pelajar (TP), Front Pelajar (FP), Corps Mahasiswa (CM), Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia (BPRI), Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi (KRIS), Tentara Genie Pelajar (TPG) dan lain-lain 2) Lasykar yang dijiwai oleh sesuatu idiologi politik partai adalah lasykar yang dibentuk oleh partai-partai politik sebagai akibat maklumat Pemerintah tanggal 3 Nopember 1945 tentang pembentukan partai-partai dan anjuran untuk membentuk lasykar partai, seperti Hizbulloh, Barisan Banteng dan Pesindo. b. Berdasarkan Penetapan Pemerintah No. 2 s/d tanggal 2 Januari 1946 Tentara Keamanan Rakyat dirubah menjadi Tentara Keselamatan Rakyat, yang

bertugas menyelamatkan Negara Republik Indonesia dari bahaya ancaman penjajah. c. Berdasarkan Penetapan No. 4 s/d tanggal 25 Januari 1946 TKR dirubah menjadi Tentara Republik Indonesia yang terdiri dari unsure TRI Darat, unsur TRI Udara dan Unsur TRI Laut. d. Dengan Penetapan Presiden RI tanggal 5 Mei 1947 lasykar dan barisan rakyat bersenjata dan unsur-unsurnya bergabung menjadi Angkatan Darat (ADRI), Angkatan Laut (ALRI) dan angkatan Udara (AURI) Selanjutnya ketiga Angkatan itu menjadi APRI kemudian menjadi APRIS dan berdasarkan Keputusan Kasad No. 83/KASAD/PNTP/50 tanggal 20 Juni 1950 APRIS kembali menjadi APRI. Demikian tonggak sejarah tentang kelahiran Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang telah berjasa mengamankan berbagai peristiwa kemelut yang merongrong kedaulatan NKRI. e. Berdasarkan Kepres RI No. 52 tanggal 1 Juli 1969 AKRI menjadi Polri, maka kekuatan bersenjata RI terdiri dari ADRI, ALRI, AURI dan POLRI disebut Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) f. Berdasarkan Tap MPR No. VI/2000 tentang pemisahan kembali antara TNI dan Polri, TNI bertugas tentang masalah Pertahanan Negara sedangkan Polri bertugas tentang masalah Keamanan, TNI bertugas untuk keamanan Dalam Negeri sedangkan Polri bertugas untuk keamanan dan ketertiban masyarakat. Akhir September 1945, kota Jakarta telah dipenuhi oleh tentara sekutu termasuk tentara Belanda yang berlindung dibelakang sekutu dan tentara RI dari Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Bentrokan-bentrokan berdarah sering terjadi, sejak para mantan APWI mulai bebas berkeliaran di kota Jakarta ditambah lagi oleh munculnya petugas-petugas NICA dan pasukan KNIL. Mereka ini berhadapan dengan para pejuang Republik Indonesia, yang sebagian besar dipelopori para pemuda pejuang serta TKR. Hampir setiap hari terjadi pertempuran-pertempuran di dalam kota, baik siang maupun malam. Penduduk yang menghuni kota Jakarta bercampur dengan penduduk sipil, baik sipil Republik, penduduk sipil kulit putih mantan interniran, kota Jakarta menjadi tidak aman bagi semua penghuninya. Bentrokan-bentrokan yang menimbulkan kekacauan ini semakin memusingkan pihak sekutu. Tidak mengherankan bila sekutu kemudian meminta pemerintah Indonesia untuk mengeluarkan pasukan-pasukan bersenjata RI dari kota Jakarta, dengan alasan kota Jakarta adalah kota diplomasi yang sering digunakan untuk perundingan-perundingan internasional antara Indonesia , Belanda dan Inggris, sehingga memerlukan ketenangan. Atas kekalahan Jepang sekutu (Inggris) ditugaskan untuk : melindungi dan mengungsikan tawanan-tawanan perang dan orang inteniran, melucuti tentara Jepang dan mengembalikan mereka ke Jepang, memelihara ketertiban dan keamanan umum agar tugas tersebut terlaksana dengan sebaik-baiknya. Ternyata tugas sekutu tadi tidak berjalan dengan mulus, terbukti dengan terjadinya pertempuran konvoi Sukabumi Cianjur sepanjang 81 km, yang berlanjut dengan peristiwa Bandung Lautan Api di kota Bandung. Semula daerah Sukabumi Cianjur di jaga oleh Resimen 3 TRI dengan pimpinan Letkol

Edy Soekardi bersama Resimen 2 Bogor dari Letkol Husein Sastranegara termasuk divisi 1 Banten. Perimbangan kekuatan Inggris terdiri dari 4 YONIF, 3 SATBAN didukung oleh Royal Air Force jumlah personil + 4.000 orang. Indonesia terdiri dari 4 YONIF didukung lasykar-lasykar rakyat a.l. Hizbulalh dari Bandung, YON YAHYA, YON HARI SOEKARDI, YON-ABDULRAHMAN dan YON ANWAR PADMA jumlah personil + 5.000 orang.

Korban dari kedua belah pihak Inggris : Gugur 44, Luka-luka 95, ditawan – Indonesia : Gugur 92, Luka-luka 94, ditawan 30 Sebelum terjadi peristiwa Bandung Lautan Api sekutu mengalihkan route pengiriman logistik untuk pasukannya yang berada di Bandung dari rute yang melalui jalan utara tapi trayek ini dapat gangguan oleh pertempuranpertempuran di Klender, Kranji dan Bekasi dan terakhir satu angkutan lengkap diserobot oleh Resimen 6 di Cikampek sehingga TKR memperoleh sejumlah makanan awet Inggris yang terkenal dengan nama “Kompo” kemudian sekutu mengalihkan rute logostik melalui Bogor, Sukabumi, Bandung dan terjadi peristiwa Bojong Kokosan. Dengan diawali penghadangan di Fokkersweg (Jl.Garuda sekarang) mulailah peristiwa Bandung Lautan Api. Kota Bandung dikuasai Tentara sekutu. Sebagaimana kota Jakarta maka kota Bandung pun harus dikuasai oleh sekutu tanpa menguasai kedua kota tersebut, pekerjaan sekutu untuk membebaskan dan memulangkan APWI akan terganggu terus menerus oleh insiden-insiden dan bentrokan-bentrokan dengan para pejuang atau tentara Republik. Saat sekutu menguasai kota Bandung juga tidak berjalan mulus, sebelum terjadi peristiwa Bandung Lautan Api didahului peristiwa-peristiwa yang secara kronologis sebagai berikut :

ketika pengawal Gurkha menolak untuk diperiksa terjadilah tembak menembak yang berakhir dengan menyerahnya pasukan Gurkha kepada TKR. Azas perang adalah kebenaran fundamental yang berlaku dalam cara pelaksanaan perang dan mempunyai pengaruh tetap terhadap kesudahan dari persengketaan bersenjata. sebuah pesawat Dakota Inggris dalam penerbangannya ke Semarang harus melakukan pendaratan darurat disuatu tempat di Bekasi karena rusak mesin pesawat tersebut membawa 18 tentara Kumaon dan 5 awak pesawat. bahwa mengabaikannya berarti mengundang resiko yang memberi keuntungan kepada musuh. Tentu saja karena tempat tersebut berada dalam kekuasaan Republik. agar seluruh Pasukan Indonesia harus sudah mengosongkan Bandung Selatan tanggal 24 Maret 1946 sebelum pukul 24. Serangan ini membuat sekutu murka dan Mayjen Hawthorn mengeluarkan ultimatum. 4. KAMPANYE DAN STRATEGI MILITER Sebelum uraian berlanjut ada baiknya disampaikan beberapa makna yang berkaitan dengan istilah perang.00 inilah awal dari peristiwa Bandung Lautan Api. 2. karena kekuatan TKR lebih besar.1. Hal lain yang disebut kekuatan relatif atau daya tempur relatif. Diawali penghadangan di Fokkersweg (Jalan Garuda) pencegatan pengiriman perbekalan dari Sukabumi. Insiden Cikampek Pada saat pengangkutan perbekalan untuk 60.000 APWI di Bandung melalui kereta api dengan rangkaian 20 gerbong. BANDUNG LAUTAN API DITINJAU DARI TAKTIK. yang dikawal sepasukan kecil berkekuatan 10 tentara Inggris asal Gurkha. tentara Inggris kurang memperhitungkan resiko yang bakal terjadi dan mereka akan melintasi daerah kekuasaan Republik. Azas perang itu merupakan suatu peringatan. Mengindahkan azas perang merupakan suatu factor untuk memenangkan suatu perang. 3. dalam hal ini akan disampaikan makna dan pengertian tentang azas perang. dengan disampaikannya pengertian tersebut diatas maka memudahkan persepsi pembaca dalam kaitan dengan judul diatas : 1. Kegunaan azas perang sebagai pedoman dan dasar untuk melakukan tindakan dan bukan hukum atau peraturan yang harus ditaati secara membuta. Insiden Bekasi Tanggal 23 Nopember 1945. Kereta api itu meneruskan perjalanan ke Bandung dalam keadaan kosong. Yang dimaksud dengan kekuatan relatif adalah : . maka seluruh penumpang pesawat dan awaknya ditawan oleh pasukan setempat yaitu pasukan lasykar dari Banteng Hitam kemudian mereka dibunuh. Rangkaian kereta api disergap di daerah Dawuan yang dilakukan oleh Batalyon Priatna. taktik dan strategi militer serta macam operasi TNI. Berbagai insiden yang akhirnya membuat sekutu (Inggris) jengkel sehingga tanggal 27 Nopember 1945 Brigjen Mac Donald mengeluarkan ultimatum kepada pemerintah Indonesia untuk mengosongkan kota Bandung bagian utara dari pejuang republik dengan dibatasi oleh jalan Kereta Api sehingga garis demarkrasi. Cianjur tanggal 20 Maret 1946 serangan terhadap kedudukan sekutu di Bandung Utara dengan menggunakan senjata mortir.

Burne. c. Kualitas dan kapabilitas pasukan. Banyak pakar ahli strategi mengemukakan tentang pengertian strategi yaitu Sun Tsu. Perlawanan teratur secara terus menerus. e. Mao Tse Tung berpendapat : Strategi dan taktik mempunyai hubungan dengan ruang dan waktu. b. Clausewitz. Kekenyalan dalam pikiran dan tindakan. 1) Jaman tradisional. h. Sumber (resource). d. Penghematan tenaga. Strategi Militer a. 3) Jaman modern. d. Penyebaran untuk menghindari permusnahan. f. Kerja sama. c. Napoleon. Kualitas dan kapabilitas komandan. perang dilakukan karena dianggap sebagai tradisi. baik tenaga manusia maupun bahan. Sekarang : Cara mencapai sesuatu dengan sarana yang tersedia. dan memainkan peran yang sangat penting dalam pelaksanaan perang berlarut atau gerilya. Liddel Hart. Keamanan. Jomini. e. Scholovski dan Mao Tse tung. b.a. 2) Jaman budaya. . Waktu dan ruang harus dapat digunakan untuk menciptakan situasi perang yang menguntungkan antara strategi. 2. b. Pendadakan. Perkembangan Perang. kampanye dan taktik hanya terletak pada ruang lingkupnya saja. Daya gerak. Moril. b. Ofensif. c. Pemusatan. c. d. Mars Meninggalkan Musuh dilakukan apabila : 1) Menghindari pertempuran Pemunduran dalam kondisi yang sedang berlaku dengan melakukan lepas libat sesuai rencana dan tanpa tekanan musuh. 2) Dilakukan sebagai kelanjutan lepas libat atau bila tidak ada kontak dengan musuh. Azas perang khusus Indonesia adalah : a. perang dilakukan dengan alas an untuk melindungi dan menjamin kelangsungan hidup bangsa agar tidak hancur. Pengertian Strategi Dulu : Ilmu siasat/ilmu perang/tipu muslihat untuk mencapai kemenangan. Diantara macam-macam operasi tempur yang dilakukan oleh TNI-AD ialah antara lain Operasi Tempur Pemunduran atau Mars Meninggalkan Musuh (MMM). Berbagai pendapat tentang strategi. Andre Beaufre. perang dilakukan dengan alas an untuk membela diri. g. Keutuhan dan kesatuan ideology dan politik. Memegang teguh tujuan. Tidak kenal menyerah. d. Diantara rumusan yang cocok atau mendekati dengan kondisi bangsa Indonesia Mao Tse Tung lah yang penulis pakai tentang pengertian strtegi. Azas perang yang bersifat universal ialah : a.

H.M. pasti . Oleh karena itu tiada pilihan lain bagi sekutu selain mengeluarkan ultimatum. yang pada saat itu TRI belum memhaminya selengkapnya seperti masa kini. Syahrir pada pertemuan di Pegangsaan beliau berkata lebih kurang “kerjakan saja”. Berada di Negara yang baru merdeka. Harus kita bangun untuk kelak melawan NICA. Kolonel A. Mars Meninggalkan Musuh dimulai setelah pasukan utama memutuskan kontak dan setelah kolone Mars terbentuk. kampanye dan strategi militer dengan uraian yang dibatasi pada hal-hal penulis anggap perlu. Walikota Syamsuridzal telah memberi tahukan pada Kolonel A. Nasution selaku Komandan Divisi III telah berupaya supaya ultimatum itu diperingan namun tidak berhasil dan sekutu tetap ngotot. Tugas pokoknya mengurus / menyelesaikan masalah RAPWI. Dari P. Demikian sekedar pengantar tentang taktik. namun sudah mampu melaksanakan perang modern. Nasution. 2. I don’t trust colonel Nasution. TRI kita adalah modal yang harus dipelihara jangan sampai hancur dulu. Tugas yang terkandung adalah menghadapi pejuang bangsa Indonesia yang Militan. Sekutu pada saat itu menghadapi tugas yang berat dihadapkan pada fenomena yang harus diselesaikan yaitu : 1. agar para pembaca memhami bagaimana peristiwa Bandung Lautan Api ditinjau dari ketiga masalah tersebut diatas. Sebaliknya pihak Republik juga menhadapi dilema dengan ultimatum tersebut yaitu atas dasar tuntutan Inggris supaya 25 Maret 1946 Bandung dikosongkan dari semua orang pasukan bersenjata dalam radius 11 km. 3.H. untuk menyelamatkan misinya. Akhirnya Komandan Divisi III dihadapkan pada 3 perintah yang berbeda perintah itu adalah : 1. Pemerintah Sipil supaya tetap bertugas di posnya yang sekarang karena kalau pergi.3) Bila didahului lepas libat. bahwa Jendral Howthorn pernah berkata .

Arab. Pemerintah Sipil Menyatakan ketaatannya kepada Perdana Menteri St. India) dengan penduduk Cina (Kuomintang) Belanda membentuk barisan Cina dengan nama Po An Tui padahal negara Cina Kuomintang bersimpati kepada Barisan Keamanan Gerakan Kemerdekaan Indonesia. namun kemudian Wakil Persatuan Perjuangan bapak Kamran dan bapak Sutoko mempertimbangkan agar kita bersama rakyat keluar saja. Penasehat Militer dan MBT). Dalam rapat itu Mayor Rukana. dimana Inggris berjanji untuk mempergunakan badan-badan Netherland Indies Civil Administration (NICA) dalam urusan pemerintahan dan untuk selekasnya memulihkan kekuasaan Belanda di Indonesia.00 dikeluarkan perintah : . Dari Markas Besar Tentara di Yogya mengirimkan kawat tanpa nama si pengirim bunyinya : “Tiap sejengkal tumpah darah harus dipertahankan. ditunjang dengan kendaraan tempur (tank) dan meriam-meriam yang berbanjar serta truk di Jl. Sumatra dengan garis demarkasi yang sudah siap apabila TRI menyerang. Komandan Divisi sangat sulit untuk menentukan sikap karena dihadapkan pada : 1. telefooner mij. Pemerintah Sipil dan tokoh-tokoh KNI. akan tetapi Bandung harus dibakar.” (artinya laksanakan saja sesuai kebutuhan situasi dan kondisi kalau terjadi sesuatu teleponlah saya. katanya sudah diramalkan Bandung akan menjadi “Lautan Api dan Lautan Air”. MPPP. maka pada pukul 14.000 orang dengan persenjataan lengkap. Dari Jendral Didi Kartasasmita selaku penasehat militer setelah ditanya pak Nas. Syahrir. Panglima Inggris tidak bersedia memperanjang waktu. Sedangkan kekuatan TRI hanya 4 batalyon dengan 100 pucuk senjata senapan seluruhnya takan mampu menangkis kekuatan musuh. Als er nog geknokt wordt. Dihadapkan pada pertimbangan kekuatan yang tidak seimbang yaitu sekutu dengan kekuatan Divisi India 12. 2. Saya sendiri orang yang tidak punya. Kemudian setelah Inggris menyerahkan kekuasaan atas Indonesia dengan kelicikan Belanda untuk mengadudombakan antar penduduk asing (Cina. Akan tetapi permintaan itu ditolak oleh pihak sekutu. beliau menjawab : “Handelen naar gelang de omstandigheden. andai kata TRI melawan itu bunuh diri namanya. Three conflict order (dari pusat. 3.NICA akan menggantikannya jangan diadakan pembakaran dan sebagainya. Dari situasi yang mencekam itu Pak Nasution selaku Komandan Divisi dengan naluri militernya.” Dari 3 perintah yang bertentangan Komandan Divisi mengadakan rapat kilat di Regentweg dengan komandan-komandan. pihak sipil meminta penundaan batas waktu dengan alasan untuk mententramkan perampokan. Komandan Polisi Tentara mengusulkan untuk membumihanguskan dan kemudian menutup terowongan kali Citarum diperbatasan barat dengan ledakan dinamit. 2. karena yang rugi rakyat kita sendiri juga dan yang harus membangunnya kelak kita juga. dan saya akan datang menemuimu). Tentara sekutu disamping tugas pokok untuk menyelesaikan tugas RAPWI mengemban pula tugas sampingan yang diutamakan yaitu melaksanakan persetujuan Civil Affair Agreement tanggal 24 Agustus 1945 dengan Belanda. Komandan Resimen dan lain-lain Perwira ingin bertempur terus. 3. Staf. dan kom ik bij jou.

Namun misi Komandan Divisi III tidak mendapat respon yang baik dari MBT. A. Komandan meronda dalam kota dan membantu sendiri membakar disana-sini. Tentara melakukan bumi hangus terhadap semua bangunan yang ada. adalah keputusan yang baik.00 Komandan berdua kembali masuk kota untuk memeriksa dari dekat. surat kabar membuat berita tentang Bandung dalam kotak-kotak hitam. Berangsur-angsur kedengaran dentuman-dentuman dan kelihatan kebakaran semakin hebat mulai dari Cimahi sampai Ujungberung. Nasution) dengan stafnya pindah ke Kulalet (Dayeuh Kolot).00 komandan Divisi bersama Mayor Rukana berdiri disebuah bukit memerikasa pelaksanaan perintah Komandan. kita (Indonesia) dan pihak sekutu (Inggris. akan tetapi mereka ikhlas memberikan pegorbanan dengan keyakinan kemerdekaan akan tetap selamanya. Dengan keyakinan bahwa pengorbanan mereka takan sia-sia. Pos Komando saya pindahkan ke Kulalet (Dayeuh Kolot). 3. Pukul 21. Pukul 20. Belanda) masing-masing sedang mengadakan konsolidasi. Sangat sedih hati melihat lebih kurang 100. supaya Bandung Utara diserang dari pihak utara dan dilakukan pula sedapat bisa. hal ini bisa dimaklumi karena . Ciumbuleuit. Memang berat penderitaan rakyat Bandung. Setelah pukul 24. Komandan Divisi III mengirim nota ke MBT dan pernah langsung menghadap kepada Panglima Besar (pak Dirman) untuk mengadakan siasat menyeluruh agar seluruh Jawa mengadakan “Serangan Umum” dalam arti implikasi gerilya untuk terus menghangatkan kota. yang lalu menyetujui tindakan yang telah diambil.H.1. dan kemerdekaan akan membawa kebahagiaan dan kesejahteraan yang telah diimpikan dan dijanjikan oleh pemimpin-pemimpinnya. Nasution) mengenai Bandung Lautan Api. Sesudah matahari terbenam. memikul dan menggendong anak-anak serta barang sekedarnya. Banyak yang menangis. Serangan-serangan dilakukan sekitar bekas KMA. 4. Gedung-gedung yang besar hancur oleh dinamit. Bagaimana tindakan Inggris. A. Setelah Komandan Divisi III (Kol. Sesudah kejadian tersebut dari luar kota TRI mengatur terus infitrasi-infitrasi setiap malam untuk mengacaukan musuh. hanya terdengar tembakantembakan sebentar jauh dari Utara. Tembakan-tembakan tersembunyi dilakukan di bagian Utara. Segala kejadian dilaporkan ke MBT.000 rakyat keluar kota dengan berjalan kaki. Setelah Bandung dibumi hanguskan.H. Pak Nasution dianggap sebagai “Penjahat Perang” dan untuk itu beliau dimintai pertanggung jawabannya. Sukajadi dan lain-lainnya. Akibat peristiwa Bandung Lautan Api. Begitu dari selatan harus ada penyusupan ke Utara.00 kota praktis sudah kosong dari manusia akan tetapi api masih menyala terus.00 2. Hujan rintik-rintik menimpa mereka. tanda berkabung dengan kalimat-kalimatnya yang melukiskan kemurkaan bercampur duka cita karena bumi hangus “demooiste stad van Java” dan “Parijs van Java” menjadi rusak. Namun pada bulan Mei 1946 Jenderal Urip Sumoharjo dengan resmi menerangkan di Purwakarta. Semua pegawai dan rakyat harus keluar kota sebelum pukul 24. bahwa yang dilakukan oleh Komandan Divisi (Kol.

yang diperlukan untuk persiapan-persiapan gerakan selanjutnya berupa serangan. BLA ditinjau dari operasi Militer merupakan suatu gerakan kebelakang meninggalkan musuh dengan tujuan mengorbankan ruang untuk memperoleh waktu. Ruang dikorbankan untuk memperoleh waktu yaitu menghindari pertempuran-pertempuran yang menentukan. Implikasi peristiwa BANDUNG LAUTA API ditinjau dari kampanye militer adalah : 1. mulai dari Sukamiskin sampai Cimahi. tetapi merugikan dipihak musuh. Musuh tidak bisa memanfaatkan asset selain puing-puing dan menyalurkan musuh ke dalam situasi yang tidak menguntungkan baginya. Beberapa kolone dicegat rakyat di Cikarang dan Pacet. 3. Dari segi Kampanye Militer. 2. Penghadangan terhadap musuh yang berada di jalan raya antara Puncak dan Bandung. penghadangan atau perang gerilya. Dari segi Strategi Militer. Ciranjang. d. Dari segi Taktik Militer. pertahanan dan hambatan dengan berpegang kepada perang memegang teguh tujuan. Setelah dilakukan pemunduran diperintahkan untuk melakukan penyerangan yang dilakukan oleh pejuang TRI antara lain : a.posisi MBT saat itu lebih bersifat koordinator dari pada Komando tertinggi tentara pada dewasa itu. tetapi pertimbangan kekuatan tidak seimbang alangkah dungunya seorang Komandan menggerakan Pasukannya untuk melakukan pertempuran. dalam waktu dan ruang tertentu. BLA merupakan rangkaian operasi militer yang berhubungan dengan yang lain dengan tujuan untuk menyelesaikan suatu sasaran bersama. Pertempuran sejak dari Cianjur sampai Rajamandala c. b. Cianjur dan Puncak. BLA ditinjau dari segi strategi Militer sesuai rumusan strategi yang dikemukakan oleh Mao Tse Tung yaitu BLA memainkan peranan yang penting dalam pelaksanaan perang berlarut atau gerilya. Tak ada tempat yang sepi insiden. e. Pelaksanaan BLA menggunakan suatu taktik kombinasi dari serangan. Padalarang. Penghadangan terhadap konvoi di Tugu dan Cipayung. ini namanya bunuh diri. Cipatat. HIKMAH DARI BANDUNG LAUTAN API . Dapat disimpulkan disini bahwa dari segi taktik penyerangan-penyerangan dengan kekuatan kecil menghindari korban yang besar. Meskipun semangat tempur dan moril tinggi.

2. yang terkenal dengan peristiwa Cikampek. Perjalanan bersejarah bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah telah mengorbankan jiwa harta benda yang tidak terhingga. tinggal menunggu perbaikan dan pelestariannya sekaligus pemanfaatannya sebagai tugu dan musium perjuangan Rakyat Jawa Barat. Khusus untuk Siliwangi BLA telah menghasilkan system Pertahanan Garis Hantar Kuning sampai system Pertahanan dan keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). . Tiap daerah mempunyai perang sendiri-sendiri dalam upaya mempertahankan kemerdekaannya seperti Rakyat Jawa Barat dalam epos Bandung Lautan Api yang telah memberikan saham yang besar dalam membela bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia. kini Tugu BLA sudah dibersihkan. dalam hubungan ruang dan waktu yang ditetapkan atas dasar perintah dari fihak yang berwenang dalam rangka mencapai tujuan perang ataupun tujuan Hankamnas. yang pernah dilakukan Taruna Akademi Militer Tanggerang selama tiga kali antara Desember 1945 s/d Januari 1946. yang merupakan segala usaha. mendesak sekutu untuk minta bantuan pengawalan kepada TKR. kegiatan dan tindakan militer berdasarkan suatu rencana untuk mencapai tujuan.Kegagalan sekutu sewaktu mengirimkan perbekalan ke Bandung. Tugu BLA yang terletak dilapangan Tegallega keadaanya tidak terawat dan sangat menyedihkan. Kepercayaan sekutu kepada TKR sekaligus merupakan pengakuan terhadap eksistensinya TKR secara de facto. PENUTUP Dari uraian diatas dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. Rentetan peristiwa/bentrokan antar TKR dan sekutu (Inggris) sampai terjadinya peristiwa heroik BLA merupakan masukan untuk penyusunan doktrin dan macam-macam operasi militer.

Peranan lasykar wanita baik di depan dan di belakang front c. 6. melainkan lebih mementingkan. Jawa. penuh kesadaran menurut memenuhi perintah. Maluku ikut berjuang membela Jawa Barat dalam peristiwa Bandung Lautan Api. Sepi ing pamrih rame ing gawe berjuang tidak mengharapkan upah/gaji bayaran. Kerelaan berkorban untuk kemerdekaan Indonesia dengan mengorbankan harta benda maupun jiwa raga mereka. Jenderal Besar). Kesatuan dan persatuan nasional yang erat bahu membahu tidak membedakan asal daerah suku dan agama. 3. Palembang. Meskipun TKR baru lahir tapi dalam peristiwa BLA telah mampu melakukan kegiatan militer yang bersifat taktis dan strategis. LONG MARCH SILIWANGI . dengan harapan semoga masyarakat Jawa Barat menghargai para pejuang terdahulu dan memiliki sense of belonging pada Tugu Bandung Lautan Api yang terletak di Tegallega. Mereka datang dari delapan penjuru angin terdiri dari suku Sunda. Rakyat ikut bertempur al.3. Kesan dan pesan dari peristiwa Bandung Lautan Api 1. Disiplin tinggi yang bersifat nasional TRI/pejuang bersenjata tetap menolak untuk mundur tetapi selaku prajurit yang harus taat kepada perintah atasan/pemerintah. Penerimaan asrama (akomodasi) dengan istilah “Pastur” (tepas batur) d. Demikian tulisan “BANDUNG LAUTAN API BESERTA IMPLIKASINYA DARI SEGI MILITER”. mengutamakan kepentingan umum terutama kepentingan kemerdekaan Indonesia. Bantuan logistik dengan dapur umumnya b. dengan rela menerima perintah itu demi keutuhan bangsa dan tanah air. Nasution (sekarang alm. Semangat pengorbanan Rakyat Jawa Barat luar biasa besarnya dan mencerminkan kesatuan dan persatuan bangsa dalam membela bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia. Kejujuran hati tidak mementingkan diri sendiri. Padang. 5. Sulawesi. penghargaan dan penghormatan. A. Jambi. berkat naluri militer dari Komandannya yaitu Kol. Riau. yang memberi andil besar dalam menyusun macam-macam operasi militer di Indonesia sampai dengan Sistem Pertahanan dan keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). 4. 2. Kemanunggalan Tentara dan Rakyat dalam kerjasama : a. tukang becak yang bernama Emen berhasil menghancurkan tank musuh di jalan Waringin. Batak. Amiin. Nusa Tenggara. 4.H.

tanggal 19 Desember 1948 Belanda melakukan aksi militer ke-II. Akan tetapi tidak semua adalah gejala sementara. Setelah prajurit Siliwangi berada di Jawa Tengah. Oleh karena itu Angkatan Perang RI menjalankan rencana yang telah ditetapkan untuk menghadapi serangan Belanda.1 terkenal dengan nama “Perintah Siasat No. Atas desakan DK PBB dan dengan bantuan Komisi jasa-jasa baik diadakanlah perundingan antara Indonesia dan Belanda. disamping melawan Belanda. 1” tentang cara pelaksanaan perlawanan terhadap Agresi Belanda. Instruksi Panglima Besar No. .PENGANTAR Kemajuan-kemajuan yang mempesona dari gerakan tentara Belanda yang modern itu. menyusup ke kedudukan semula di Jawa Barat dengan sebutan yang terkenal “LONG MARCH SILIWANGI”. Dengan gerilya sementara bahu membahu dengan rakyat prajurit Siliwangi telah berhasil menguasai keadaan ini diakui oleh pihak Belanda bahwa perlawanan pasukan-pasukan RI di Jawa Barat dan Jawa Tengah makin meningkat saja. Siliwangi telah berhasil menumpas pemberontakan PKI MUSO tanggal 18 September 1948. dan khusus untuk Siliwangi. untuk menembus. di kapal Amerika “Renville” di pelabuhan Tanjung Priok yang kemudian melakukan “Persetujuan Renville” yang ditanda tangani tanggal 17 Januari 1948. Republik Indonesia meramalkan akan adanya gerakan militer Belanda berikutnya. Inti dari Persetujuan Renville itu antara lain mengharuskan Divisi Siliwangi harus pindah ke Jawa Tengah ke daerah Republik. ternyata ramalan itu benar. Panglima Besar Sudirman mengeluarkan perintah kilat antara lain Pemerintah Belanda telah membatalkan persetujuan gencatan senjata. Atas serangan perang Kemerdekaan itu. yang waktu itu sudah semakin ciut. dalam perang Kemerdekaan ke-I secara psikologis telah sangat memukul moril prajurit-prajurit RI. Perintah hijrah itu dilaksanakan tanggal 1 Februari 1948 dan berakhir tanggal 22 Februari 1948.

sehingga sebagian dari mereka yang turut hijrah terpaksa tidak dapat masuk formasi dan akhirnya hidup terkatung-katung di tanah rantau. Pada tanggal 22 Februari 1948 sekitar 29.Dalam kisah berikut akan disampaikan kisah Siliwangi dalam Hijrah dan Long March. keuletan. 1 yang dikenal dengan “PERINTAH SIASAT NO. HIJRAH Disaat perjuangan perlawanan terhadap Belanda di Jawa Barat sedang memuncak dan inisiatif serangan berada di pihak pasukan Siliwangi. Penderitaan pertama yang dirasakan pasukan Siliwangi setelah berada di Jawa Tengah ialah diharuskannya reorganisasi dan rasionalisasi (RERA). selain menghadapi Tentara Belanda. Yang menamakan dirinya sebagai Perdana Menteri PKI. Dalam masa hijrahnya pasukan Siliwangi menghadapi ujian berat. pihak Belanda berupaya memaksa dilakukannya perundingan “RENVILLE” (Perundingan yang dilakukan diatas Kapal Renville). termasuk didalamnya pasukan Siliwangi harus meninggalkan kampung halamannya Jawa Barat dan segera melakukan hijrah ke Jawa Tengah sebagai satu-satunya daerah yang masih dikuasai Pemerintah RI. 1” yang . juga pada saat yang bersamaan tanggal 18 September 1948 PKI Muso pun melakukan pemberontakan terhadap Pemerintahan RI dengan dipimpin oleh Amir Syarifudin SH. Namun berkat kegigihan.000 orang pasukan Siliwangi terpaksa meninggalkan kantong-kantong gerilyanya di Jawa Barat. Pelaksanaan perpindahan ke Jawa Tengah dilakukan dengan cara sebagian diangkut dengan Kereta api dan sebagian lagi menggunakan Kapal laut dan diturunkan di daerah Rembang Jawa Tengah. Persetujuan yang ditanda tangani tanggal 17 Januari 1948 sangat merugikan pihak RI. salah satu isinya memutuskan tentara RI harus meninggalkan kantongkantong Gerilya. ketabahan serta keberanian pasukan Siliwangi secara gemilang berhasil menumpas pemberontakan PKI Muso dan membunuh Muso sendiri di daerah Ponorogo dan Amir Syarifudin di daerah Cepu / Blora. LONG MARCH SILIWANGI Pada tanggal 9 Nopember 1948 Panglima Besar Soedirman mengeluarkan Instruksi No.

ubi/ singkong atau oyek. Tujuan agresi Belanda ke-II itu adalah untuk menghancurkan segala potensi Republik atau melumpuhkannya. jadi untuk makan sekian banyaknya orang. Garut dan Ciamis. 4.memerintahkan pasukan Siliwangi untuk bergerak dari kedudukannya guna melakukan gerakan Militer kembali ke Jawa Barat. Belum lagi pasukan Siliwangi melepaskan lelahnya setelah melaksanakan operasi penumpasan terhadap PKI Muso. Dengan demikian pada akhir tahun 1948 mulai bergeraklah si Anak Rantau Siliwangi ke tempat asalnya di Jawa-Barat. 3. peristiwa ini kemudian dikenal dengan sebutan “Long March Siliwangi”. Adanya perintah untuk bergerak kembali ke kampung halamannya yang sudah sekian lama ditinggalkan dan dirindukan maka keadaan tersebut disambut dengan penuh kegembiraan diselingi rasa keharuan yang sangat mendalam sekali. . 2. Brigade Kusno Utomo menuju daerah Bandung. Pada tanggal 19 Desember 1948 bergeraklah si Anak Rantau Siliwangi kembali ke Jawa Barat. Instruksi Panglima Besar No. tetapi penuh nuansa heroik-patriotik. Belanda mengerahkan sejumlah kurang lebih 135. Cianjur. Sukabumi dan Bogor. tidak lagi merasa terikat oleh perjanjian Renville yang sebenarnya telah begitu menguntungkan pihaknya. Pada tanggal 19 Desember 1948 sekitar pukul 05. bahwa pihaknya mulai tanggal 19 Desember 1948 pukul 00. Brigade Syamsu menuju daerah Tasikmalaya. pasukan Siliwangi tidak memiliki bekal makanan sedikitpun. suatu perjalanan yang penuh dengan duka derita. tiba-tiba saja pihak Belanda melancarkan agresi Militer ke II terhadap Ibu Kota RI Yogyakarta. Brigade Sadikin menuju Jawa Barat sebelah utara. tidak dapat dipertahankan.00 waktu Jakarta. hanya mengandalkan pemberian penduduk yang dengan secara ikhlas mau membantu memberikan makanan apa adanya seperti nasi tambah sambel goang. 1 yang memerintahkan pasukan Siliwangi segera bergerak dari kedudukannya masing-masing menuju ke daerah masing-masing yang telah ditetapkan di Jawa Barat. Namun karena keadaan medan Jawa Barat tidak mengijinkan ditambah akibat adanya pengacauan oleh yang menamakan dirinya Darul Islam Kartosuwiryo maka tujuan yang telah ditetapkan itu.600 orang Tentara dengan perlengkapan modern bantuan dari “Marshal Plan” Amerika-Serikat. Untuk menghadapi taktik licik Belanda tersebut Panglima Besar Soedirman mengeluarkan instruksi. Batalyon Ahmad Wiranatakusumah bertugas sebagai pengawal Staf Divisi Siliwangi dan berangkat paling akhir.30 lapangan terbang Maguwo dibom oleh pesawat-pesawat pembom MITCHEL B-25 yang diikuti penerjunan satu Batalyon Pasukan Baret Hijau Belanda yang ditugaskan untuk merebut lapangan tersebut. Dalam perjalanan kembali ke Jawa Barat. Rencana Long March Siliwangi telah disusun rapih dan sudah disalurkan berupa perintah hingga tingkat Batalyon sebagai berikut : 1. Pihak Belanda mengatakan kepada Komisi Jasa PBB.

diantaranya yang menjadi kurban ada 2 orang Komandan Peleton. nama Batalyon diganti jadi Yon 11 April. dan diantar oleh Adah Djaelani “Bupati DI-TII”. Perundingan berlangsung dengan SM. Simatupang selaku Wakil II KSAP. ialah Letnan Saragih dan Letnan Affandi. dan seorang sersan ialah Sersan Hutabarat. Pada umumnya Batalyon-Batalyon Siliwangi itu kembali ke daerah-daerah gerilya mereka sebelum mereka hijrah. Komandan Batalyon Mayor Abdulrachman gugur ditembak Baret Hijau Belanda dan Danyon diganti oleh Mayor Amir Mahmud. Kartosoewirjo yang didampingi oleh Oni . Panglima Divisi Siliwangi. Letnan Resdan Komandan Peleton Pengawal Staf Batalyon “Guntur” beserta beberapa orang prajurit gugur. 3. dan Sersan Mayor Soemitro Ajudan Komandan Batalyon “Guntur”. Penyergapan Tentara Belanda terhadap Kompi Sjafei di daerah Arjasari Banjaran. Batalyon Sudirman ke daerah Tasikmalaya utara. Batalyon Ahmad Wiranatakusumah di Bandung Selatan. Letkol Abimanjoe bertanggungjawab atas medan atau wilayah Jawa-Barat sebelah utara. Panglima Divisi Siliwangi. menerima perintah atasan untuk mengadakan perundingan dengan pihak DI-TII di daerah Cigalontang. Batalyon Nasuhi ke daerah Ciamis dan Batalyon Rivai ke daerah Majalaya hingga perbatasan Garut. dan selaku penanggung jawab gerakan Long March dari seluruh divisi beserta Mayor Daeng Mohamad-Komandan Batalyon “Guntur”. Kolonel T. Batalyon Abdulrachman (Yon Taruma Negara) ke daerah Sumedang. dengan mengadakan pembagian wilayah operasi Divisi Siliwangi di Jawa Barat sebagai berikut : a. Batalyon Roekman ke daerah Cirebon dan Kuningan. Mayor Oetara selaku Perwira Staf Brigade XIV/ Siliwangi. Masalah adanya Panglima Divisi Siliwangi yang kembar ini. Letkol Sadikin bertanggungjawab atas medan atau wilayah Jawa-Barat bagian selatan. Sedangkan Kapten Sitoroes ditunjuk sebagai pengganti Mayor Daeng Mohamad selaku Komandan Batalyon “Guntur”. yang menerima berita beberapa hari kemudian tentang tertangkapnya Letkol Daan Jahja. Panglima II. Sedangkan Kolonel Nasoetion sebagai Panglima Komando Jawa. meminta kurban 36 orang gugur.B. yang kebetulan saat itu berada ditengah-tengah lingkungan Divisi Siliwangi langsung menunjuk perwira staf yang tertua ialah. 1. Panglima I. 2. 4. Batalyon Kemal Idris di daerah Kabupaten Cianjur. di daerah Sukowaluh (masuk wilayah Purworejo) Sepasukan Tentara Belanda dari Kesatuan Batalyon “Anjing NICA” berhasil menangkap Letkol Daan Jahja Kepala Staf Divisi Siliwangi. Letkol Sadikin selaku Pj.Sehingga pada akhirnya Batalyon Sitorus kembali ke daerah Garut. dan diperintahkan untuk segera berangkat ke Jawa Barat menyusul perjalanan Divisi Siliwangi. saat melakukan perlawanan. Batalyon Kosasih ke daerah Sukabumi dan Bogor. b. kemudian diselesaikan secara musyawarah. Kapten Pirngadi Perwira Staf Siliwangi. Batalyon Lucas Kustaryo ke daerah Cikampek. juga langsung menunjuk Letkol Abimanjoe sebagai Pj. Batalyon Dharsono ke daerah Karawang. Beliau dikawal oleh satu regu prajurit Siliwangi. Tanggal 22 Desember 1948.

Cianjur. pantai selatan dan jalur tengah. Di Priangan Timur banyak prajurit Siliwangi yang jatuh dalam jebakan pasukan DI-TII. Bumi Ayu. a. SELATAN Pergerakan hijrah pasukan Siliwangi dari Jawa Tengah ke Jawa Barat yang meliputi kekuatan 3 Brigade dan 14 Batalyon bersama keluarga selama 11 PERGERAKAN JALUR TENGAH DAN . Banjarnegara. daerah Salopa. bekas pengawal Mayor Oetarja pada saat itu. ROUTE Pada umumnya gerakan kembali ke Jawa Barat. Kartosoewirjo. Kab. yang kemudian ditebas kepalanya didepan lubang lahat yang sudah disediakan oleh 2 orang anggota DI-TII yang bernama Eman dan Komar (keterangan diperoleh dari Prajurit TNI O. Sukabumi dan Bogor. Gunung Galunggung. Banjarnegara. daerah Purwokerto. Bandung. pasukan Siliwangi mendapatkan hambatan dari DI-TII Kartosuwiryo. dengan cara ditelanjangi terlebih dahulu. Gunung Ciremai. c. daerah Majalaya. Sindangbarang. Kebumen. Kab. dimulai dari garis Demarkasi dan melalui 3 jalur menyusuri pantai Utara. Garut. baik yang kena sergap atau diracun untuk dibunuh atau ditawan setelah melalui penganiyaan yang tidak berperikemanusiaan. Ternyata perundingan gagal. Kab. Kab. Soedrajat. Jalur Tengah : Mulai dari Wonosobo. Majalengka. yang kemudian dieksekusi. Sukabumi dan Bogor. Salam. sedangkan Mayor Oetarja sendiri ditahan. Satu regu TNI pengawal Mayor Oetarja dilucuti senjatanya. b. Sumedang. Jalur pantai Utara : Mulai dari Wonosobo. daerah Ciamis. atas pengakuan langsung dari para eksekutor). Purworejo. Kab. Rancah. tidak mencapai kesepakatan untuk bekerjasama mengusir Tentara Belanda.dan Sjaefullah pembantu-pembantu dekat SM. Dalam perjalanan kembali ke kampung halamannya di Jawa-Barat. Cilacap daerah Kalipucang. Kab. Kawali. Pagerageng. Subang Kuningan. Purwakarta. Wates. Karawang dan Bekasi. TasikmalayaSingaparna. Subang. daerah Slawi. Gunung Slamet. Jalur pantai Selatan : Mulai dari daerah Yogya. Taraju Garut. Cianjur. Gombong.

bulan. Rute Long March Siliwangi Brigade XIII (Letkol Sadikin) Berikut Batalyon-batalyonnya. Pengintaian/pertempuran melawan Belanda di Ciwidey. . Penjebakan yang gagal oleh DI-TII di Lemahputih Pengintaian/pertempuran melawan Belanda di Leles/Cicalengka. Kosasih) + 450 Km (Magelang s/d Bogor). Pemboman oleh pesawat terbang Belanda di Salem. Rute Batalyon IV (Mayor Daeng) + 375 Km (Yogya s/d Bandung). Pertempuran melawan Belanda di Wonosobo . Rute Batalyon II/ Kalahitam (Mayor Kemal Idris) + 420 Km (Yogya s/d Cianjur). Penjebakan yang gagal oleh DI-TII di Bantarujeg/Lemah Putih. 2. Sebagai Pasukan Pengawal Staf Divisi Siliwangi. Rute Brigade XIII Siliwangi (Letkol Sadikin) + 285 Km Wonosobo s/d Surian Sumedang.(Solo s/d Malabar). b. a. Pertempuran melawan Belanda Tiba di Tasikmalaya menuju basis Gunung Puntang. dapat diuraikan berikut routenya sebagai berikut : 1.A. Diperbatasan Magelang terjadi pertempuran melawan Belanda. Pengintaian/pertempuran melawan Belanda di Banjaran. Rute Brigade XII (Letkol Kusno Utomo) + 405 Km (Mendut s/d Parigi). Rute Batalyon (Mayor Achmad Wiranatakusumah) + 465 Km.Pertempuran melawan Belanda di Kawali. Solo – Prambanan = Jalan kaki Prambanan – Bandung = Jalan kaki. b. Pemboman oleh pesawat terbang Belanda di Bantar Kawung. d. c. e. Pengintaian/pertempuran melawan Belanda di Cileunyi. Rute Batalyon Tajimalela (Mayor Lukas K) + 540 Km (Widodaren s/d Cikampek). Rute Batalyon (Mayor R. Rute Brigade XII (Letkol Kusno Utomo) berikut Batalyon-batalyon (lihat lampiran 1) a. Pemboman oleh pesawat terbang Belanda di sekitar Gunung Ciremai.Setelah gagal dalam Operasi Penyerangan Sungai di Jembatan Kebasen .

X. Rute Long March Siliwangi Brigade XIV (Letkol Syamsu) berikut Batalyon-batalyonnya. T. Dibombardir di Wonosobo (17 anggota hilang). • Konsolidasi Batalyon sebelum Operasi Penyebrangan. + 360 Km (Banjarnegara / Purwakarta). • Pertempuran melawan Belanda di Gunung Slamet. Rute Batalyon 301 / Prabu Kiansantang. a.Pertempuran melawan Belanda di Cijolang beberapa anggota gugur/likaluka. di Sukamatri Panjalu Ciamis (Kapten Musad Idris dan Letnan Neman / pembawa Panji Siliwangi gugur). Rute Batalyon Nasuhi (Mayor Nasuhi) + 300 Km (Magelang s/d Malangbong Garut). Bandung). Menyerang Pos Belanda di Lemah Putih yang berkekuatan 1 Kompi lengkap dan diperkuat beberapa brencarrier.Rawalo kembali mengambil rute lewat Gunung Slamet menuju Jawa Barat. Rute Batalyon 2 (Mayor Sudarman) + 195 Km (Magelang s/d Banjar Ciamis) Pertempuran melawan Belanda. d. d. Ki A melawan Belanda di Teluk Jambe. Posko Batalyon. Kanonade sebelum Bantarkawung. Pertempuran melawan Belanda . Belanda terdesak mundur dan menderita korban mati dan luka. Posko Batalyon di Finish Babakan Pari Sumedang. Ki 4 di Cinusa dan Si 1 di Cinusa. Ki 2 didesa Kedawung. 3. c. Rute Batalyon II/Tarumanegara (Mayor Abdurrahman) + 285 Km (Wonosobo s/d Sumedang). c. • Posko Batalyon di Ciseuti. di Rancah (1 regu gugur). Rute Batalyon 3 / Garuda Hitam (Mayor Rivai) + 315 Km (Magelang s/d .Pertempuran Si 1 / Ki 1 dari Kr. Kobar. b. . Rute Brigade XIV Siliwangi (Letkol Syamsu) + 315 Km (Magelang s/d Ciparay Kab. . Serangan udara Belanda di Kaligus Gunung Slamet.

Batalyon Machmud Paksya berkedudukan di Cirebon (termasuk didalam kota) dan Batalyon Sentot. Bandung ). yaitu Batalyon Mustopa berkedudukan di Kuningan.. berkedudukan di Indramayu.Pertempuran melawan Belanda. Batalyon Rukman berkembang menjadi tiga Batalyon. serta markas Kolonel Abimanyu (Komandan Divisi Siliwangi yang diangkat oleh Panglima Besar Jenderal Sudirman). menyatu dengan Rakyat dan menjadi beach-head pada waktu terjadi peristiwa Long March. Ukar Bratakusumah.Majalaya Kab. PERGERAKAN JALUR UTARA Perlu juga diketahui. serta satu-satunya Batalyon yang sebelum Aksi Kedua berhasil menyusup ke daerah pendudukan (Jawa Barat bagian Utara). Daerah kekuasaan Batalyon Rukman dijadikan tempat kedudukan Gubernur Jawa Barat yang dijabat oleh Ir. . . dengan Komandan Brigade Letnan Kolonel Rukman. menerobos garis demarkasi yang dijaga ketat oleh Divisi Tentara Belanda Pasukan Batalyon Rukman ini berhasil menduduki daerah yang luas di Keresidenan Cirebon. Batalyon Rukman adalah perintis Long March Divisi Siliwangi. Ketiga Batalyon inilah yang menjadi Brigade A.

ialah Muso. Insideninsiden itu baru dapat dihentikan setelah Putera-putera Siliwangi turun tangan dan menganjurkan kedua-belah pihak untuk mentaati TNI. Dalam usaha mempengaruhi anggotaanggota Angkatan Perang RI. diadakanlah oleh mereka pembicaraan dengan pimpinan PKI. Berdasarkan dokumen-dokumen yang berhasil disita oleh pihak Republik Indonesia ternyata. akan tetapi ditolak oleh pihak PESINDO. dengan tegas menolak untuk bergabung dengan PESINDO. Pemimpin barisan Banteng. Partai Sosialis (Amir Syarifuddin).SAHAM “MAUNG” SILIWANGI DALAM MEMBASMI PKI-MUSO DI MADIUN Pada waktu Pemerintah RI mengambil kembali Suripno dari Cekoslowakia. setibanya mereka di Indonesia. penghasut-penghasut PKI itu menggunakan sentimen yang ada didalam Angkatan Perang (seperti ketidak-puasan mengenai RE/RA) serta keadaan ekonomi yang kurang memuaskan ketika itu. pada tanggal 14 September tiba-tiba menyerang barisan Banteng di Sala karena Dr. FDR tersebut kemudian menjadi sub-organ dari pada PKI. Anjuran ini di terima dengan baik oleh Barisan Banteng. . ternyata ia Pulang bersama-sama dengan seorang Tokoh PKI yang telah bertahun-tahun bermukim di Uni Sovyet. Muwardi. Partai Buruh serta pemimpin-pemimpin lainya yang tergabung dalam Front Demokrasi Rakyat (FDR). Kekacauan-kekacauan mulai timbul dimana-mana dan berpusat di Surakarta. bahwa dengan perantara orang-orang yang berkedudukan tinggi pihak PKI dengan FDR-nya telah lama berusaha untuk mempengaruhi Angkatan Perang Republik Indonesia. PESINDO (Pemuda Sosialis Indonesia) yang tergabung dalam FDR. Bahkan mereka telah bertindak lebih lanjut lagi dengan membangkang terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan oleh pihak Siliwangi yang terpaksa mengambil tindakan-tindakan yang tegas dengan mengakhiri semua aktifitas dari PESINDO. Pada tanggal 13-16 September 1948 di Sala terjadi insiden antara TNI-AD dengan Tentara Laut RI yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Yadau yang menjadi pengikut setia dari pada PKI yang dikuasai oleh Muso.

bahkan dalam kesempatan itu jenderal Mayor (PKI) Joko Suyono telah melakukan suatu panggilan/seruan kepada para Komandan Pasukan TNI-AD yang akan membebaskan Madiun dari cengkeraman pihak Komunis untuk datang ke Madiun guna berunding dengan jaminan “Kemerdekaan”. Pemberontakkan dilakukan pada 02. Akan tetapi tipu muslihat kaum pemberontak itu tidak dihiraukan samasekali oleh para Perwira TNI-AD yang taat kepada Republik Indonesia. ialah merebut kekuasaan dari tangan Pemerintahan Republik Indonesia yang syah. Batalyon Abdulrakhman dan susulan dari Kediri f. Batalyon Musyofa di kota Madiun b. Satuan-satuan TNI-AD yang tetap setia kepada RI di Ponorogo dan Ngawi. Para pemimpin Pamongpraja yang berhasil ditangkap oleh pihak PKI.00 pihak pemberontak berhasil menguasai markas-markas SPDT.Bila pasukan-pasukan TNI berhasil mereka pengaruhi. mengambil kesempatan dari kekeruhan suasana itu dengan memproklamasikan terbentuknya apa yang mereka namakan “Sovyet Republik pada tanggal 18 September 1948 di Madiun. Batalyon Maladi Yusuf yang beroperasi Ponorogo dan Sumoroto Dalam gerakannya di kota Madiun. dengan mendapat backing dari batalyon Brigade 29. Untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai tuduhan pihak PKI-Muso terhadap Pemerintah Republik Indonesia itu. Batalyon Panjang Jokopriono di Ponorogo e. STM Madiun. Nasib yang sama dialami pula oleh pemimpin-pemimpin partai Golongan Agama dan Nasional. Studio RRI Madiun berhasil diduduki oleh kaum pemberontak dan dipergunakan sebagai corong propaganda kaum pemberontak. Pasukan-pasukan TNI-AD yang berada di Magetan pun meloloskan diri dari ancaman pihak komunis untuk kemudian bersama-sama dengan kadet-kadet dari Akademi Militer yang berada di Sarangan membentuk suatu pertahanan yang mengurung keresidenan Madiun di lereng Gunung Lawu. berhasil untuk kemudian mengatur siasat lebih lanjut guna menghantam pihak pemberontak. Setelah pihak PKI berhasil untuk mengalihkan perhatian Pemerintah RI serta umum kepada kota Sala dimana sering kali terjadi insiden-insiden bersenjata. maka dengan tiba-tiba sekali Kolonel Sumarsono yang berpihak kepada PKIMuso. Pada tanggal 19 September 1949 pukul 09. Batalyon Darmintoaji di Ngawi d. Setelah itu mereka menangkapi para Perwira TNI-AD serta pemimpin-pemimpin lainnya yang menjadi lawan mereka. “Radio Gelora Pemuda” milik PESINDO dijadikan pula trompet kaum komunis. Batalyon Mursid di Saradan c. maka mereka akan dipergunakan sesuai dengan rencana yang telah mereka buat. pihak PKI-Muso tidak segan-segan .00 sedangakan batalyon-batalyon yang turut dalam penghianatan itu adalah : a. mereka memusatkan serangannya terhadap Markas CPM Siliwangi di Jalan Dr. Amir Syarifuddin dan Suripno telah mengadakan pidato-pidato melalui Radio Gelora Pemuda itu. Pada tanggal 19 September 1948. Batalyon CPM dan tangsi Polisi. dibunuh di luar batas perikemanusiaan. Cipto yang menyebabkan gugurnya seorang Mayor CPM setelah terjadi perlawanan sengit.

rakyat daerah Madiun telah memegang kekuasaan Negara dalam tangannya sendiri. lantaran laki-lakinya menjadi “romusha”. Batalyon Sunaryadi dengan dibantu oleh Brigade Mobil Polisi Jawa Timur yang bergerak melalui kota Wilangan menerobos Saradan terus ke Madiun. bergerak melalui sawahan. bahwa keadaan ekonomi dan politik dalam republik semuanya kaum buruh dan tani khususnya. Inti pidato dari Muso itu berbunyi sebagai berikut : “…………. Mereka sewaktu kedudukan Jepang telah menjadi Quisling-quisling dari 2 miliun wanita Indonesia telah menjadi janda. b. Pada tanggal 18 September 1948. maka angkatan Perang RI diperintahkan untuk segera bergerak dengan mengerahkan segala kekuatan yang ada padanya. Inilah sebab yang terakhir. maka akan jelaslah sampai dimana nilai mental dari pada gembong PKI yang memberontak itu. Dalam waktu yang bersamaan Brigade Sadikin dengan bantuan sebagian dari . yaitu Brigade Sadikin dan Brigade Kusno Utomo. Disebarkan umpamanya bisa. sedangakan sebagai pelaksana operasi ditunjuk Mayor Yonosewoyo. yang bersifat goyang menghadapi imperialis seumumnya dan terhadap Amerika khususnya. Bila kita telaah isi pidato Muso itu. Sebaiknya anasir-anasir yang memerintah telah memakai Revolusi kita sebagai kuda-kudaan untuk menguntungkan diri. Dengan demikian mereka menanamkan rasa anti pathie rakyat terhadap Putra-Putra Siliwangi. c. Kedua pasukan ini ditugaskan untuk mengepung dan menyerang Madiun dari arah Barat. bahwa ia seharusnya dipimpin oleh rakyat sendiri dan bukan oleh kelas lain. Operasi ini dilancarkan dari tiga jurusan : a.pula untuk mencap Corps Siliwangi sebagai penjahat-penjahat yang dilindungi oleh Pemerintah RI. Batlyon Sabirin Mokhtar dan Mujayin bergerak melalui Trenggalek langsung menyerbu Ponorogo yang merupakan kosentrasi pasukan PKI yang kuat. Dungus terus ke Madiun. Pasukan yang dapat dikerahkan di Jawa Tengah untuk menumpas PKI hanya terdiri dari KRU Divisi Siliwangi. sedangkan dari arah timur Madiun akan digerakan Brigade Surakhmad. sama sekali tak dapat membedakan keadaan sekarang ini daripada keadaan selama jaman Belanda dan Jepang. Dengan begitu rakyat Madiun telah melaksanakan kewajiban revolusi nasional kita ini. Dapatlah ditarik kesimpulan. yang rupanya juga menjadi salah satu “obyek” yang perlu dihancurkan oleh PKI-Muso. Sudah tiga tahun Revolusi Nasional kita berjalan dibawah pimpinannya kaum borjuis nasional. Batalyon gabungan dibawah pimpinan Mayor Sabrudin. bahwa Siliwangi . Operasi dari arah timur ini dipimpin langsung oleh Kolonel Sungkono. merupakan “hantu” bagi PKI serta antek-anteknya. bahwa Siliwangi (singkatan dari Siliwangi) adalah “Stoot Leger Wilhelmina” (Pasukan Penggempur Wilhelmina). OPERASI PENUMPASAN PKI-MUSO Dalam usaha menghancurkan serta menumpas pemberontakan PKI-Muso di Madiun itu.

Pada sayap kiri di perbantukan pula Batalyon Sumadi dari Panembahan Senopati. Sebagai sayap kiri brigade. sedangkan Kompi U bergerak dari Yogyakarta mengambil route Yogya-WonosariPracimantoro-Pacitan. sedangkan pasukan-pasukan yang berada didaerah Kediri bergerak dari arah timur Batalyon “Kian Santang” akan bergerak sebagai “Stoot batalyon” dan menurut rencana. Dikalangan para Putera Siliwangi yang diserahi pertahanan Jawa Barat yang kemudian dihijrahkan ke daerah Republik. Batalyon Darsono langsung bergerak ke Madiun. bergerak ke arah utara dengan tujuan Pati. dengan kekuatan Batalyon Akhmad Wiranatakusumah dan Batalyon Sambas sebagai tenaga cadangan. semenjak terjadinya pemberontakan PKI-Muso Angkatan Udara RI-pun membantu dengan giatnya dengan menyelenggarkan perhubungan antara Yogyakarta dan Jawa Timur. Sementara itu. Kosasih dan Batalyon Kemal Idris yang didatangkan dari Yogyakarta. Ditawangmangu mendapat bantuan dari Kompi R pasukan MA. Batalyon Husinsyah dan Brigade V/Slamet Riyadi. Batalyon Daeng juga bergerak ke arah utara dengan tujuan Cepu dan Blora. Pati dan Semarang. sedangkan Batalyon Umar Wirahadikusumah ditugaskan untuk menguasai garis Walikukun-NgrambeMagetan. c. bergerak dengan route Surakarta-Karanganyar-Tawangmangu-Sarangan-Plaosan-Magetan-MaospatiMadiun. Kepada Siliwangi diberikan tugas untuk melakukan tembusan-tembusan pertama dari arah barat ke kota Madiun. Batalyon Sentot ditugaskan merebut Ngawi dengan Route Surakarta-Sragen-Walikukun-Ngawi. terdiri atas Batalyon Kemal Idris dan Batalyon Kosasih dengan mendapat bantuan dari Batalyon Suryosumpeno. pada Batalyon Nasuhi diperbantukan pasukan MA Kompi S. dan kompi gabungan Hizbullah dan Barisan banteng. b. Poros Brigade 13. Setiap hari beribu-ribu surat selebaran Kementrian Penerangan RI dijatuhkan dari Udara diatas wilayah-wilayah yang dikacaukan oleh kaum pemberontak. . batalyon inilah yang pertama-tama harus memasuki Madiun. Brigade Kusno Utomo mendapat tugas khusus untuk mengamankan daerah Surakarta. Sedangkan Husinsyah meneruskan gerakannya ke Ponorogo. bahwa merekalah yang ditakdirkan oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk menjadi tulang punggung negara dan pelindung negara terhadap musuh-musuh dari dalam dan luar. menjadi insyaf kembali dan memberi bantuan kepada satuan-satuan Siliwangi yang bergerak ke Madiun. Sayap kanan diisi oleh Batalyon Nasuhi. Satu peleton diantaranya terus mengikuti operasi Siliwangi sampai ke Madiun. Nasuhi ditugaskan merebut Pacitan dengan route SurakartaWonorigi-Batu Retno-Pacitan.pasukan Panembahan Senopati dan pasukan MA Yogya mengepung dan menyerang Madiun dari barat melalui tiga jurusan : a. Sebagian dari pasukan pemberontak yang dahulu termakan oleh hasutanhasutan pihak PKI untuk menentang Pemerintah Republik Indonesia. sedangkan Batalyon Akhmad Wiranatakusumah bergerak ke arah selatan dengan tujuan Ponorogo. sebetulnya dikala itu sudah timbul suatu kepercayaan/keyakinan didalam hati mereka. Selain daripada itu Batalyon A.

Perlawanan yang berarti hanya terjadi di Cepu. Kompi III Komir Kartaman. Tanggal 21 September 1948 Brigade 29 yang berkedudukan di Kediri berhasil dilumpuhkan dan dilucuti yang menyebabkan larinya Batalyon Maladi Yusuf (pro-Muso) yang pada waktu itu berada di Ngadi Rejo. Yon Nasuhi ditempatkan sebagai sayap kanan Brigade XIII/ Sadikin yang ditugaskan untuk membersihkan daerah Surakarta selatan dari unsur-unsur PKI dan merebut Pacitan Batalyon ini mempunyai 5 kompi. perlawanan yang agak sengit dialami di Ngerong. Dengan hasutan-hasutan terhadap pemerintah Republik Indonesia di selatan Magelang.W. sedangkan pihak pemberontak menderita kerugian yang amat besar dan meninggalkan banyak senjata dan peluru. jatuh pada tanggal 13 Oktober 1948. Gerakan kemudian dilanjutkan ke Magetan dan berhasil menangkap beberapa gembong PKI-Muso disini. Pertempuran-pertempuran mulai berkobar pada tanggal 21 September 1948 pukul 13. Sementara itu kaum pemberontak telah meledakan jembatan yang berada 10 kilometer utara Ngawi. Akhirnya Ngerong dan Plaosan dapat dikuasai oleh kita setelah serangan yang merupakan daerah pertahanan yang diperkuat oleh PKI (Muso dan Amir Syarifuddin ada disini). Akan tetapi dengan tekad dan semangat yang menyala-nyala. Dalam gerakan selanjutnya.Somali. gerombolan pemberontak bersenjata telah melarikan diri ke daerah pegunungan sekitar Sawangan. Hanya sayang sekali Muso dan Amir Syarifuddin berhasil meloloskan diri. Dalam pertempuran yang terjadi kemudian 4 orang dari pihak kita gugur. dan Kompi I Lili Kusumah. Pertempuranpertempuran berlangsung dengan sengitnya diberbagai sektor. Kompi Witono. Di Jawa Timur. Dibebaskan/direbut oleh Batalyon II/Tarumanagara pimpinan Mayor Sentot Iskandardinata. berhasil dikuasai oleh Batalyon Lukas dan Batalyon Sentot Iskandardinata pada tanggal 26 September 1948.00 sampai tanggal 25 September pukul 06. maka dari sinilah serangan dilancarkan dengan mengerahkan Kompi II Amir Machmud. Setibanya di Walikukun pasukan kemudian dibagi dua. Sehari sesudah . Kompi IV A. dalam pada itu telah berhasil disergap ex Letnan Kolonel Dakhlan bekas Komandan Brigade 29 yang membantu kaum pemberontak. Kompi senjata Berat Mung Parhadimulyo dan Kompi Solihin. sehingga gerakan Siliwangi menjadi sedikit terhalang karenanya. Kompi Sutikno Slamet. Blora. Cepu jatuh pada tanggal 5 Oktober dan pertahanan terakhir PKI. setelah perbentengan mereka berhasil kita kuasai. yakni Kompi Kaharuddin Nasution.00. dimana Pabrik minyak sampai 4 kali beralih tangan.Pasukan PKI pada umumnya hanya memberikan perlawanan kecil-kecilan saja. Pengejaran dilakukan terus terhadap mereka. yaitu sebagian bergerak ke arah Ngrambe sedangkan sepasukan lagi menuju ke Ngawi. Batalyon datang dari belakang. Ngrambe yang menjadi pusat dari percaturan politik dan Militer kaum pemberontak. Kusnandar seorang tokoh dari pasukan PESINDO dan Atmaji seorang bekas pimpinan ALRI yang sangat giat meracuni anggota-anggota APRI. yaitu dari daerah/medan yang menurut perhitungan PKI tidak mungkin untuk dilalui.

dilaksanakan oleh Divisi Siliwangi khususnya dan umumnya oleh Masyarakat Jawa Barat pada setiap periode perjuangan. Jiwa semangat Nilai Kejuangan ’45 yang telah terbukti keberhasilannya a. Muso yang menjadi gembong utama dari pemberontakan Madiun tertembak mati di Desa Kanten/ Ponorogo dan mayatnya kemudian dibakar rakyat di alun-alun saking gemasnya. Mr. Abdul Majid serta lain-lainnya. Siliwangi hidup dan dibesarkan dalam kancah peperangan melawan Imprialis Belanda demi menegakan Kemerdekaan dan NKRI. Kehancuran-kehancuran ini akhirnya diikuti dengan timbulnya perpecahan di kalangan para pemimpin kaum pemberontak PKI-Muso sebagai akibat daripada ketidak adanya persesuaian faham. Dalam suatu pertempuran. Semoga bermanfaat. mereka terjebak oleh pasukan-pasukan Siliwangi dan menyerahkan diri. Haryono dari SOBSI d.pasukan-pasukan Siliwangi menduduki kota Madiun. Pertahanan-pertahanan kaum pemberontak dimana-mana hancur berantakan. Amir Syarifuddin b. Diantara mereka itu terdapat antara lain : a. Mr. Batalyon-batalyon Sunarjadi dan Sabarudin memasuki kota. Demikianlah sekelumit peranan Siliwangi memberantas Pemberontakan PKI tahun 1948 di Madiun. yakni terwujudnya Masyarakat yang adil. Pada permulaan Desember 1948. sewaktu gembong-gembong berontak berusaha untuk menggabungkan diri dengan kesatuan pemberontak yang berada di daerah Pati. dan selanjutnya dari waktu ke waktu dari masa sampai terwujudnya cita-cita Proklamasi dan tujuan Nasional Bangsa Indonesia. Melalui perjalanan Hijrah dan Long March Siliwangi tersirat nilai-nilai kejuangan yang perlu dilestarikan bagi kehidupan generasi berikut. aman dan sejahtera berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah NKRI. PENUTUP Pengalaman Siliwangi dalam menghadapi Perang Kemerdekaan I dan Perang Kemerdekaan II atau Agresi Belanda dan penumpasan PKI menjadikan Siliwangi menjadi satuan yang dewasa saat itu. Suripno c.l. makmur. perlu tetap dilestarikan dan diimplementasikan pada periode mengisi kemerdekaan saat ini. sehingga taktik ofensief kita beralih ke taktik pembersihan dan pengejaran. MENYELESAIKAN OPERASI DI/TII DI JAWA BARAT .

Wakil Presiden dan beberapa Menterinya. menamakan dirinya DI/TII (Darul Islam dengan Tentara Islam Indonesianya) yang mencita-citakan berdirinya Negara Islam Indonesia. Pada tanggal 19 Desember 1948 Belanda dengan aksi militernya yang ke-II menyerang Ibukota Republik Indonesia merupakan “angin baik” bagi Kartosuwiryo. . Wakil Presiden dan beberapa Menteri. mengadakan pengacauan seperti sabotase terutama dengan sasaran kereta-api serta melakukan penggarongan dan pemungutan “pajak” dengan kekerasan sehingga menimbulkan kegelisahan rakyat banyak.PENGANTAR Perjuangan merebut Kemerdekaan Indonesia adalah sangat mahal Pengorbanan paling besar bagi manusia pejuang adalah pengorbanan jiwa sebagaimana dapat dibuktikan dari tersebarnya makam pahlawan dan makam rakyat pejuang kemerdekaan di Jawa Barat. Adapun gerakan gerombolan yang paling besar dan paling lama mengganggu kemerdekaan di Jawa Barat. Proklamasi DI/TII terjadi pada 7 Agustus 1949 dan SM. Sejak saat itulah banyak rakyat yang mengungsi ke kota-kota yang kemudian menetap di kota-kota dengan sebutan urbanisasi. Negara Kesatuan Republik Indonesia sudah lenyap/hapus dan dengan demikian keadaan kembali ke keadaan sebelum Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Kartosuwiryo. Dalam keadaan vacuum pemerintahan SM Kartosuwiryo berpendapat Negara Islam Indonesia dapat menggantikan Republik Indonesia. Kartosuwiryo ditangkap pada tanggal 4 Juni 1962. Lebih-lebih setelah jatuhnya Ibukota Republik Indonesia ke tangan Belanda dan ditawannya Presiden. Sewaktu TNI hijrah ke Jawa Tengah. DI/TII memanfaatkan keadaan untuk mengembangkan organisasi dan melebarkan kekuasaannya. SM Kartosuwiryo beranggapan bahwa dengan ditawannya Presiden. DI/TII selama + 13 tahun berjuang mengembangkan organisasinya. Dengan pimpinan SM.

walaupun perilaku itu bertentangan dengan Maklumat NII Nomor 7.Untuk kepentingan Negara Islam Indonesia SM Kartosuwiryo melakukan hubungan dengan surat menyurat maupun melalui pertempuran dengan APRA secara optimal. . karena SM Kartosuwiryo jelas-jelas mencita-citakan berdirinya Negara Islam Indonesia untuk menggantikan Negara Republik Indonesia. SM Kartosuwiryo juga menjabat sebagai anggota Komite Nasional Indonesia Pusat. III. kemudian meneruskan pendidikannya ke Nederlandsch Indische Artsen School (NIAS) di Surabaya. Karena kemampuannya itu SM Kartosuwiryo kemudian di percaya untuk menduduki jabatan Sekretaris Pribadinya. Secara garis besar pembahasan selanjutnya akan diuraikan : I. Mengenal Sukarmadji Marijan Kartosuwiryo II. SM Kartosuwiryo bekerja di BPM di Cepu. Kegiatannya lebih meningkat setelah ia mendapat bimbingan dari tokoh PSII H. yang berkedudukan di Yogyakarta. Ayahnya bernama Kartosuwiryo yang bekerja sebagai Mantri Kehutanan dan meninggal pada tahun 1925. I. yang di dalamnya menjelaskan bahwa kompromi/kerja sama dengan APRA/Belanda dengan kaki tangannya diharamkan. namun ia menolaknya. adalah sepantasnya DI/TII ditumpas. Perlu dikemukakan bahwa SM Kartosuwiryo sejak duduk di tingkat I di NIAS. ia kembali keluar dan kemudian menjadi guru swasta di Bojonegoro. MENGENAL SUKARMADJI MARIJAN KARTOSUWIRYO SM Kartosuwiryo dilahirkan di desa Sulung. Akan tetapi karena SM Kartosuwiryo diketahui aktif melakukan kegiatan dibidang politik ia dikeluarkan dari NIAS. Di dalam pertemuan-pertemuan KNIP SM Kartosuwiryo terkenal sebagai orang yang menurut istilah sekarang “Vokal” dengan memiliki sikap yang teguh di dalam mempertahankan pendidriannya. Pendidikan SM Kartosuwiryo mulai dari Sekolah Dasar (Tweede Inlandsche School) dan kemudian pindah meneruskan ke : Hollandse Inlandsche School (HIS) Europeesce Lagere School (ELS) Hogere Burger School (HBS) Setelah lulus dari HBS. Dengan memanfaatkan sifat-sifat yang dimilikinya SM Kartosuwiryo berkesempatan pula menduduki jabatan Komisaris Masyumi Jawa Barat dan dengan demikian terbuka kesempatan yang lebih baik untuk menguasai organisasi Hisbullah dan Sabilillah dalam rangka merealisasikan cita-citanya mendirikan Negara Islam Indonesia. Selain aktif di bidang politik. Umar Said. Usaha DI/TII mendirkan Negara Islam Indonesia IV. Hal-hal yang mempengaruhi. telah aktif di bidang politik. Jawa Tengah pada tanggal 7 Februari 1905. Penumpasan DI/TII. Akan tetapi karena tidak merasa senang. Setelah dikeluarkan pada tahun 1927. Mengingat yang tersebut diatas. Mengenai sifat ambisius SM Kartosuwiryo di bidang kepemimpinan konon pada tahun 1947 SM Kartosuwiryo pernah ditawan oleh Pemerintah jabtan Menteri Muda Pertahanan. Kabupaten Rembang.

Rusia pada tanggal 26 Mei 1948 India dan Pakistan termasuk pula negara-negara pertama yang mengakui RI (pada waktu itu kedua negara itu belum secara resmi menerima kedaulatan dari Inggris. Setelah Belanda mengakui de facto Pemerintah RI atas Jawa. Kesimpulan Pengakuan de facto Belanda kepada RI merupakan hal/pengaruh yang positif bagi RI. Inggris pada tanggal 31 Maret 1947 2. Uraian tentang hal-hal yang mempengaruhi akan dikaitkan dengan Perang Kemerdekaan I dan Perang Kemerdekaan II. Alasannya karena di dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia ditempuh melalui diplomasi dan bertempur. Timbul reaksi khalayak dunia dan wakil Amerika Serikat di dalam UNCI Cochran berhasil mempertemukan kedua belah pihak menyetujui persetujuan Rum-Royen. Saudi Arabia pada tanggal 24 Nopember 1947 9. 3. Libanon pada tanggal 29 Juni 1947 5. Burma pada tanggal 23 Nopember 1947 8. Muncul kembali ketidak puasan Belanda di forum perundingan dan menyerang RI dengan yang dikenal dengan nama Aksi Militer Belanda ke-II pada tanggal 19 Desember 1948. Yaman pada tanggal 3 Mei 1948 10. Madura dan Sumatera. Pasal 1 berbunyi : Pemerintah Belanda mengakui kenyataan kekuasaan de facto Pemerintah RI atas Jawa. Agresi Belanda yang dimulai pada tanggal 21 Juli 1947 terhadap RI merupakan tindakan yang menimbulkan reaksi dari luar negeri. Madura dan Sumatera. negara-negara lain mengikutinya sebagai berikut : 1. Daerah-daerah yang diduduki oleh tentara Sekutu atau Belanda secara berangsur-angsur dan dengan bekerja sama kedua fihak akan dimasukan kedalam daerah RI. Suriah pada tanggal 2 Juli 1947 6.II. 2. Belanda menyerang RI dengan yang dikenal bernama Aksi Militer ke-I. HAL-HAL YANG MEMPENGARUHI. yang merupakan Cycle/lingkaran sebagai berikut : 1. Mesir pada tanggal 11 Juni 1947 4. yang akhirnya mengarah kepada terlaksananya KMB. Afganistan pada tanggal 23 September 1947 7. Mook yang diproklamirkan secara sefihak pada tanggal 29 Agustus 1947 . Garis Demarkasi V. Pada tanggal 21 Juli 1947/Perang Kemerdekaan I. Munculnya diplomasi yang memuaskan pihak Belanda. Timbulnya reaksi khalayak dunia dan Dewan Keamanan PBB mendorong RI dan Belanda kembali ke meja perundingan. Negara negara tersebut kemudian membuka perwakilan konseler). 4. yang memuat 17 Pasal. 5. Amerika Serikat pada tanggal 17 April 1947 3. Adapun “Hal-hal yang mempengaruhi” kepada keadaan yang nyata sebagai berikut : Dari persetujuan Linggarjati.

Kartosuwiryo dengan jabatan Panglima Divisi Tentara Islam Indonesia. Demikian pula pada tahun 1952 Kahar Muzakar pimpinan DI/TII di Sulawesi Selatan adalah merupakan bagian dari NII dibawah pimpinan Imam SM. III.000 orang Anggota TNI. Oni. Mook merugikan RI. SM. SM. Mook menguntungkan DI/TII Demikianlah 2 “hal-hal yang mempengaruhi” yang penting bagi RI dan bagi DI/TII. Ia berkesempatan memperluas kekuasaannya dan meninggalkan hubungannya dengan APRA.sangat merugikan RI. RI harus meninggalkan daerah yang sangat produktif seluas + 2/3 daerah pulau Jawa dan dengan hijrahnya TNI dengan keluarnya menjadikan Jawa Tengah daerah yang padat. Kartosuwiryo. USAHA DI/TII MENDIRIKAN NEGARA ISLAM INDONESIA. Didaerah kantong-kantong sejumlah kira-kira 4. + 10 hari sebelum gerakan APRA ke kota Bandung telah mengadakan perundingan dengan Kapten . Seperti telah diuraikan diatas tentang “Mengenal Sukarmadji Marijan Kartosuwiryo”. Mook. Garis Demarkasi V. bahwa ia adalah orang yang pintar dan memiliki watak yang keras di dalam mempertahankan pendiriannya dan dengan demikian ia cukup berwibawa. Kartosuwiryo dengan DI/TII-nya merasa diuntungkan dengan diterapkannya Garis Demarkasi-nya V. Petunjuk tentang berwibawanya SM Kartosuwiryo dapat dibuktikan dari kenyataan. Garis Demarkasi V. Mook.000 orang anggota pasukan Hisbullah tidak mau hijrah. karena harus menghijrahkan + 35. Kartosuwiryo dan kader DI/TII-nya bernama R. bahwa pada tanggal 21 September 1953 Daud Beureuh mengeluarkan Maklumat yang isinya menyatakan Aceh merupakan Negara Bagian dari NII di bawah pimpinan Imam SM. Dengan keluarnya Garis Demarkasi V.

Tobing selama di dalam perjalanan dikawal oleh Batalyon Batalyon II/Kalhitam dan Batalyon IV.129 2. peluru. Komandan Brigade XII Mayor S. Peristiwa ini merupakan kejadian dari sekian gangguan dari DI/TII/SMK seperti peracunan.Westerling bertempat di hotel Preanger. di sampaikan 2 contoh keganasannya sebagai berikut : a. Organisasi TII (Tentara Islam Indonesia) nampaknya mirip dengan organisasi TNI berbentuk Batalyon Resimen dan Divisi. Kartosuwiryo mengirim beberapa peninjau ke kota Bandung. Oni dibebani tugas bertanggung-jawab atas Jawa Barat.Tobing dan 2 orang pengawalnya. Pokoknya yang penting bagi mereka mendapat “gonimah” yang banyak berupa uang. karena sesuatu hal rombongan terpisah dari pada Stafnya. Dalam perjalanan Brigade XII berLongmarch kembali ke Jawa Barat. b. perhiasan dan yang lain-lainnya untuk kepentingan logistik.L. Kartosuwiryo telah menerima bantuan-bantuan dari fihak asing berupa senjata api. Kartosuwiryo. Seorang gerombolan bernama Haris bin Suhaemi yang pernah menyerah kepada CPM di Bogor pada tanggal 12 Maret 1953 sewaktu menjadi saksi dalam perkara Schmidt. yang diperbantukan kepada Brigade XII pimpinan Kusno Utomo.L. bahan pakaian. Adapun mengenai kekuatan personil dan senjata untuk sekedar diketahui dapat dikemukakan sebagai berikut : Waktu Personil Senjata Ringan Senjata Otomatis Februari 1956 2. Cerita tentang pembunuhan ata Mayor S. Kartosuwiryo tidak berhenti sampai hanya disitu saja di dalam usaha mendapat bantuan orang asing. Mereka tidak menghiraukan korban rakyat yang meninggal ataupun yang luka-luka. SM.700 220 Sedangkan korban jiwa dan harta benda serta banyaknya pengungsi pada tahun yang sama dengan statistik personil dan senjata di atas adalah sebagai berikut : Untuk melengkapi ke-2 statistik tersebut di atas mengenai kekuatan personil dan persenjataan serta perbuatan kriminal gerombolan DI/TII SM. makanan dan barang-barang lain untuk keperluan pemberontak antara lain pada bulan Maret dan April 1951 didekat Garut telah di drop makanan dan obat-obatan sejumlah 70 peti. Usaha SM. Sehelai foto sabotase penggulingan kereta-api yang kejam oleh DI/TII/SMK. Tobing ketika itu adalah perwira khusus. Dalam tuduhannya Jaksa Tinggi Sunaryo terhadap salah seorang tokoh gerakan Subversi di Jawa Barat bernama Leon Nicolaas Hubert Jungschlager.183 118 Tahun 1957 13.L. Untuk mengetahui gerakan APRA menyerang kota Bandung. yang sedang ber-Longmarch kembali menuju kantong-kantong tempat bergerilya di Jawa Barat sebelum hijrah. menunjukan bahwa fihak gerombolan SM. menyatakan bahwa Van Kleef (menjadi anggota DI/TII) pernah mengirimkan surat kepada Komisaris Tinggi Belanda di Jakarta dan kepada Kapten Westerling. Setibanya di Jawa Barat rombongan Brigade XII menuju Priangan Timur yakni .928 1. penyergapan dllnya Mayor S. Divisi I/Sunan Rakhmat dengan Panglimanya R.

ternyata ketiga kerangkanya sudah tidak lagi memiliki kepala. Suripto.L.S.L. . Lily Sumantri dan Bai serta 2 orang pengawal. Ketika malamnya digali untuk dipindahkan ke Bandung.Tobing yaitu Kapten I. mendapat informasi yang positif tentang letak kuburan dari pada S. Marcel. Di tempat ini rombongan diterima dengan ramah tamah oleh pemuda-pemudanya.Singaparna. Ketika rombongan Komandan Brigade XII tiba di kampung Cidugaleun dan beristirahat di tempat itu Adah Djaelani (Dan Resimen DI/TII/SMK) datang menghadap Dan Brigade XII. Tentu saja ajakan serupa itu ditolak oleh Dan Brigade XII dan sebaliknya justru Dan Brigade XII menyodorkan pendapat agar DI/TII/SMK menggabung dengan TNI. Diketemukan Dan Brigade dan beberapa anggota rombongan mengalami luka-luka akan tetapi Mayor S. Belanda. mantan Komandan bawahan Mayor S. Letnan Lukito dkk. pembicaraan dibuka oleh Adah Djaelani mengajak agar TNI bergabung dengan DI/TII/SMK. Pembicaraan dilanjutkan akan tetapi tidak membawa hasil. Begitu mendengar teriakan : “Belanda.Tobing yang disatu-lubangkan dengan pengawalnya bernama Iskandar dan Udjang. Tobing sangat mengenalnya daerah itu.L. tempat dimana Mayor L. Untuk singkatnya. Belanda” Letnan Marcel dan kawan-kawan sempat mematikan lampu cempor yang ada. Kemudian menyelamatkan diri melalui pintu rumah bagian belakang. bahkan turut membantu pengamanan rombongan. Letnan Marcel dan kawan-kawan berusaha untuk mencari para pimpinannya.L. Tetapi ternyata Priangan Timur keadaannya sudah jauh berubah dan sudah menjadi daerah basis dari pada DI/TII/SMK. Rombongan Adah Djaelani meninggalkan tempat pertempuran dan beberapa waktu kemudian rombongan Brigade XII pun meninggalkan tempat itu menuju Singaparna Selatan dan menyebrang jalan raya Singaparna-Garut menuju tempat Cigalugur.00 terdengarlah teriakan-teriakan : “Belanda. Baru pada akhir tahun 1950. Belanda” dengan ramainya membelah keheningan pagi dan kemudian terjadi pergulatan di setiap rumah yang ditempati rombongan Brigade XII. Belanda. Setelah beberapa waktu lewat dan hari sudah mulai terang.Tobing terus diusahakan.L. Namun ternyata sepasukan DI/TII/SMK datang juga di kampung Cigalugur dan sekitar jam 03. Waktu berjalan terus dan semenjak rombongan sudah tiba didaerah “Wehrkreisenya” di Cianjur pencarian informasi atas Mator S. karena merupakan daerah bergerilyanya sebelum TNI hijrah ke Jawa Tengah. Tobing dan pengawalnya tidak dapat ditemukan. Pada malam itu Mayor S. Tobing menginap di sebuah rumah bersama-sama dengan Letnan Moch.

mereka menganggap bahwa pasukan gerilya yang berasal dari badan-badan perjuangan dan tidak turut hijrah itu. Rivai) dengan fihak DI-TII/ SMK terjadi tanggal 25 Januari 1949 di Antralina.IV. Pertempuran pertama kali antara pasukan Siliwangi (Batalyon M. bahkan ada pasukan yang diracun. Akan tetapi dugaan itu meleset sama sekali. Ternyata disamping menghadapi serdadu-serdadu Belanda. Fihak DI-TII/ SMK agaknya telah mengatur suatu strategi tertentu dengan masuknya kembali pasukan-pasukan Siliwangi. Jalannya pertempuran di Antralina secara singkat dipaparkan sebagai berikut : Ketika Pasukan Siliwangi akan memasuki Wilayah Jawa Barat. Dengan demikian diharapkan pula bahwa mereka akan menerima kesatuankesatuan Siliwangi dengan tangan dan hati terbuka pula. Sinyalemen itu memang merupakan suatu pengalaman pahit yang harus ditelan oleh Siliwangi. Tidak sedikit yang terjebak dan disembelih. Putra-putri Siliwangi harus menghadapi gerombolan DI-TII/ SMK yang ternyata dalam tindakan-tindakan serta kekejamannya jauh dari sifat-sifat perikemanusiaan. Kartosuwiryo tanggal 4 Juni 1962 pukul 11. mereka dengan keji dihadang gerombolan DI-TII/ SMK secara tidak diduga sama sekali. sebagai teman-teman seperjuangan dan ini terbukti dengan bahan-bahan perbekalan serta alat-alat perlengkapan perang seperti mesiu dan lain-lain. terdapat surat-surat selebaran berupa ajakan agar TNI yang tergabung dalam Divisi Siliwangi menggabungkan diri dengan Tentara . setelah mengalami pahit-getirnya perjalanan yang bersejarah itu (Long March) setibanya di perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah. M. setelah mereka diundang makan bersama-sama dalam suatu peralatan. yang tidak sedikit telah dikirim oleh Divisi Siliwangi ke daerah Jawa Barat untuk membantu badan-badan perjuangan itu dalam menghadapi tentara Belanda. Pertempuran inilah yang membuka adu tenaga antara Divisi Siliwangi yang kemudian dibantu oleh pelbagai satuan TNI-AD melawan Gerombolan DI-TII/ SMK yang berlangsung selama 13 tahun lamanya hingga tertangkapnya S. karena begitu kesatuan-kesatuan Siliwangi masuk diperbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah. PENUMPASAN DI/TII dengan NII-nya Pertempuran di Antralina tanggal 25 Januari 1949 Ketika pasukan-pasukan Siliwangi kembali lagi ke Jawa Barat.35 oleh Kompi C Yon 328/ Kujang II di daerah Gunung Geber di Priangan Tengah.

Akan tetapi kalau anda mengetahui tentang kekuatan dan kelemahan sendiri. anda tidak usah takut menghadapi ratusan pertempuran. Namun di dalam rangka penumpasan gerombolan DI/TII. kemudian mengadakan penyergapan-penyergapan secara serentak terhadap kesatuan-kesatuan Siliwangi. yang dibantu oleh Rakyat Jawa Barat dengan sebutan Pagar Betis akhirnya Gembong DI/TII dan NII Sekarmaji Marijan Kartosowiryo dapat dilumpuhkan di Komplek gunung Geber Priangan Tengah setelah melanglang selama 13 tahun ditangkap tanggal 4 Juni 1962 oleh Kompi C Yon 328. TNI sudah biasa didalam menghadapi pertempuran harus mengenal kekuatan dan kelemahannya sendiri maupun mengenal kekuatan dan kelemahan lawan. II/MPRS/1960) merupakan manifestasi dari Undang-undang Dasar 1945.Kalau anda mengetahui tentang kekuatan dan kelemahan sendiri tetapi tidak mengetahui tentang kekuatan dan kelemahan lawan untuk tiap kemenangan yang anda raih.2121) yang merupakan percepatan dari RO. Dan dalam keadaan yang serba kekurangan itulah mereka. INF Ibrahim Adjie. Kemudian pada bulan Februari 1961 dikeluarkan Rencana Operasi 2121 (RO. pasal 30 ayat 1. Karena ajakan dan bujukan itu tidak membawa hasil yang mereka harapkan. bahwa pemulihan keamanan untuk Wilayah Jawa Barat akan diselesaikan dalam jangka waktu itu hanya sampai akhir tahun 1965. penghancuran Divisi Siliwangi secara tidak langsung dilakukan dengan melalui peracunan makanan. yang menjelaskan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam pembelaan Negara. Lahirnya konsep Perang Wilayah (sudah disyahkan dengan Ketetapan MPRS No. anda akan lumpuh/kalah pada setiap pertempuran. Tapi dalam RO. 2121 jangka waktu itu hanya sampai dengan tahun 1962. peniadaan makanan dan lain-lainnya. Sementara itu penelitian terhadap anti gerilya berjalan terus dan diantaranya keluarlah Rencana Pokok 211 (RP. maupun tentang kekuatan dan kelemahan lawan. Ungkapan mengenai hal tersebut diatas selengkapnya berbunyi : . Menyesuaikan dengan mobilitas DI/TII.211) yang isinya : “Membatasi bergerak dari lawan”. bakal mengalami kekalahan juga.Islam Indonesia.Kalau anda tidak mengetahui tentang kekuatan dan kelemahan sendiri. sedangkan sementara itu perembesan pasukan-pasukan Siliwangi ke Jawa Barat sudah ditutup atau dihalang-halangi oleh dan penempatan pasukan DI-TII/ SMK. maupun tentang kekuatan dan kelemahan lawan. diuraikan tentang Rencana Pokok (RP) dan Rencana Operasi (RO)-nya sebagai berikut : Tahun 1958 merupakan tahun kebangkitan pemikiran bagi Kodam III/Siliwangi ke arah pemulihan keamanan di Jawa Barat yang lebih effisien dan effektif. Maka keluarlah Rencana Operasi 212 pada tanggal 1 Desember 1959. Dalam rangka Operasi Brata Yudha dibawah Komando Pangdam VI/SILIWANGI Kol. Dengan demikian selesailah petualangan SMK. pemindahan penduduk. . 212 berisi kebijaksanaan. maka sesuai dengan rencana mereka. .

Daerah Operasi A (DO-A) ialah satu daerah yang sudah dicapai normalisasi keadaan. b. tetapi masih ada gangguan gerilya gerombolan. membantu keamana. yang merupakan produk hasil kreativitas Kodam VI/ Siliwangi. Daerah Operasi B (DO-B) ialah satu daerah yang sudah dapat dikuasai. daerah-daerah dibagi menjadi : a. Operasi selanjutnya ditujukan untuk DO-C dapat menjadi DO-B dan akhirnya jadi DO-A dan DO-C dijadikan sebagai killing ground. faktor rakyat merupakan hal yang sangat penting. Mengenai Pagar Betis. mencari informasi dan lain-lainnya. c. Daerah Operasi C (DO-C) ialah suatu daerah yang masih dikuasai sepenuhnya oleh DI/TII. Kodam VI/Siliwangi mampu merebut simpatik rakyat dari tangan DI/ TII/ SMK yang melakukan perang gerilya. Apalagi rakyat yang direbut itu dapat diikutsertakan di dalam pembelaan negara. dapat menimbulkan beban psychologis yang lebih berat bagi DI/TII/SMK. Dengan direbut rakyatnya saja menimbulkan faktor psychologis yang negatif bagi gerombolan DI/TII/SMK. sebab rakyat dapat dimanfaatkan/ didaya-gunakan untuk kepentingan logistik. yaitu di tempat-tempat yang mudah dibantu . Adapun di dalam mengikutsertakan rakyat ke dalam pagar-betis sudah diatur sedemikian rupa penempatannya. dengan penjelasan sebagai berikut : Pada perang gerilya dan perang anti gerilya.Sesuai dengan rencana tersebut diatas. sedangkan untuk menutup celah-celah dimana kemungkinan lolosnya gerombolan ditempatkan pasukan Pagar Betis.

2 pucuk Mauser. Tiga orang yang mendapat perintah dari Aceng Kurnia untuk mengumpulkan senjata secara cepat. 4 pucuk L. keluar dari persembunyiannya mendekati Komandan Kompi C. Dalam waktu singkat pasukan Kujang kita sudah ada di dalam kedudukan musuh. Namun pada saat itu seorang anggota DI/TII yang memegang senjata Owengun mencoba untuk melawan. berupa besar/kecilnya kekuatan musuh dan/atau tinggi rendahnya kepangkatan musuh. agar seluruh anggota DI/TII menyerah. Kartosuwiryo yang telah memimpin pemberontakan DI/TII selama kurang lebih 13 tahun. Tertangkapnya SM. Aceng Kurnia kemudian meminta kepada Komandan Kompi agar menghentikan teriakan-teriakan pasukannya. Ternyata orang yang baru muncul itu adalah Mayor TII Aceng Kurnia alias A. 2 pucuk pistol. Demikianlah dengan tertangkapnya SM. melaksanakan tugasnya dan terkumpullah sebanyak 16 pucuk senjata berbagai jenis. 2 pucuk jungle. Mengenai effisiensi dan effektivitasnya menerapkan pagar-betis terletak pada tingkat sasaran. Aceng Kurnia kemudian diperintahkan oleh Komandan Kompi Letda Suhanda agar seluruh anggota yang dipimpinnya meletakkan senjata dan berkumpul di tempat yang ditentukan. Mujahid Komandan Pasukan Pengawal SM. Jawa Barat berangsur-angsur menjadi aman. dan 1 pucuk Steyer. Peristiwa itu segera dilaporkan kepada Komandan Kompi C Letda Suhanda. Setelah dia sendiri melihat gubuggubug dari gerombolan DI/TII ia memerintahkan kepada kesatuannya agar maju dengan merunduk. Kartosuwiryo. dimulai dengan satu pengejaran atas gerombolan yang mengarah ke G. Tidak lama kemudian muncullah seorang anggota DI/TII sambil mengangkat tangan. tanpa memberi kesempatan kepada musuh untuk melakukan perlawanan. Dengan cepat Komandan Kompi Letda Suhanda memerintahkan anggotanya melepaskan tembakan serbuan ke arah gerombolan. terdiri dari 2 pucuk bren. tiba-tiba kelihatan pengintai lawan melarikan diri dan diikuti oleh beberapa temannya. Dari jarak + 50 meter dari kedudukan lawan. sejalan dengan Rencana Operasi 2121 (merencanakan berakhirnya operasi pada akhir . Kartosuwiryo pimpinan pemberontakan yang cukup lama mengganggu keamanan di Jawa Barat dan memakan korban puluhan ribu manusia. Geber. disertai dengan teriakan-teriakan. Tiba-tiba pengintai Peleton II melihat dari jarak + 50 M gubug-gubug gerombolan.E. Kartosuwiryo. yang ternyata ia adalah SM. 2 pucuk sten. permintaan itu dikabulkan. Aceng Kurnia seterusnya diperintahkan oleh Letda Suhanda untuk membuat seruan. di dalamnya terdapat orang yang sakit payah. Dengan suara lantang Komandan Kompi Letda Suhanda berseru agar musuh keluar dari persembunyiannya dan agar menyerahkan diri dengan angkat tangan. Selanjutnya Dan Kompi C Letda Suhanda menuju gubug Aceng Kurnia. Seketika itupula ia ditembak mati oleh salah seorang anggota Pleton II.oleh pasukan pengaman yang sudah ditentukan. Adapun anggota DI/TII yang dikumpulkan berjumlah 23 orang.

G. M. yaitu sampai akhir tahun 1965. bahwa menurut rencana. Sungguh benar ungkapan yang telah dikemukakan pada permulaan bahasan diatas yang dikemukakan di dalam bahasa Indonesia. Bandung Beeld van een Stad. : R.If you know neither the enemy nor yourself you will succumb in every battle. sesuai dengan Rencana Operasi 2121 (RO. Dalam pada itu SM.But if you know the enemy and know yourself. Kartosuwiryo pimpinan NII/DII/TII sudah dapat ditangkap pada tanggal 4 Juni 1962.A. . Siliwangi dari Masa ke Masa : Sejarah Militer Kodam VI/Siliwangi 2.P.tahun 1965. you need not fear the result of a hundred battles. tetapi pemulihan keamanan/tertangkapnya SM. Indonesia Abad ke-XX : Drs.A. GERAKAN APRA DAN KEMERDEKAAN INDONESIA . Menutup tulisan ini. sekali lagi mengemukakan ungkapan di dalam bahasa Inggris sebagai berikut : . Kartosuwiryo terjadi pada 4 Juni 1962).If you know yourself but not the enemy for every victory you gained you will also suffer a defeat. 2121) pemulihan keamanan di Jawa Barat akan diselesaikan dalam waktu 5 tahun. PENUTUP Syukur Alhamdulillah. . Moedjanto. 3. Penumpasan Pemberontakan DI/TII/SMK di Jawa Barat : Dinas Sejarah TNI Angkatan Darat 4.A. PERPUSTAKAAN 1. voskuil E. G.

II. Serangan APRA ke Kota Bandung dan Jakarta. Di dalam sejarah nasional Belanda. Uraian selanjutnya mengenai tulisan ini akan lebih ditekankan kepada peranan Kapten Westerling. kaitannya dengan kemerdekaan Indonesia. yang diantaranya berisi janji akan meninjau kembali hubungan Belanda dan koloni-koloninya. Mengenal Kapten Westerling . 7 bulan untuk kembali ke RI. Adanya hasrat Belanda untuk melanjutkan penjajahan adalah sangat ironis. bahwa janji Belanda tersebut di atas merupakan janji bohong belaka. Korban 40. Ternyata kemudian. Selain itu perlu diketahui. Secara garis besar pembahasan selanjutnya akan meliputi butir-butir : I.000 orang pejuang kemerdekaan Sulawesi Selatan. sebab Belanda selain telah menjajah Indonesia selama 350 tahun dan pernah negaranya diduduki oleh Jerman pada perang dunia ke-II selama kurang lebih 5 tahun. peristiwa tersebut dikenal dengan nama “De tachtigjarige oorlog”. Mengenal Kapten Westerling. sesuai dengan pengalaman proses jalannya sejarah. III. yaitu selama 80 tahun untuk melepaskan diri dari pada penguasaan negara Spanyol. Raja Belanda Wilhelmina yang sedang mengungsi di Inggris menyampaikan pidato politik kenegaraan. pernah pula mengalami perang kemerdekaan yang sangat panjang. Hal ini dibuktikan dari kenyataan terjadinya perang kemerdekaan Indonesia yang cukup lama. adalah tidak mudah dan diperlukan perjuangan yang ulet.PENGANTAR Untuk mencapai Indonesia merdeka atau melepaskan diri dari cengkeraman penjajah Belanda. bahwa pada tanggal 6 Desember 1942 kurang lebih 9 bulan setelah Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang pada perang dunia ke-II.± IV. RIS produk KMB hanya berusia I. yaitu dari 17 Agustus 1945 sampai dengan tanggal 27 Desember 1949 dibulatkan menjadi 5 tahun.

Westerling mendapat kehormatan menjadi pengawal pribadi dari pada Admiral Lord Mountbatten dan atas permintaan Churchill pada tahun 1940. sabotase dan bahan peledak dllnya. Setelah sembuh Kapten Westerling dengan penuh semangat meneruskan tugasnya. terjadi pada sekitar bulan Maret 1949 setelah Bung Karno cs dikembalikan dari tempat penahanannya sebagai pelaksana salah satu butir dari Resolusi Dewan Keamanan tanggal 28 Januari 1949. tidak jarang Jendral Spoor minta kehadiran Kapten Westerling. yaitu buntunya perundingan dengan Soekarno dan diperkirakan perlunya dilancarkan Aksi Polisionil ke-II. Dari Maguwo serangan dilanjutkan ke Yogya dengan tujuan menangkap Soekarno. Spoor Panglima Tentara Hindia Belanda. Spoor Panglima Tentara Hindia Belanda. Pada pertengahan Maret 1945 kelompok Westerling kena sasaran senjata terbaru Jerman ketika itu bernama V. H. Contoh pertama. Karena pernah mengikuti pendidikan militer yang baik. 8 tahun Westerling telah mendapat kesempatan dari± Sudah semenjak usia ayahnya memiliki “mainan” berupa senjata berburu. H. Jendral Spoor minta kehadiran Westerling. Contoh kedua. Pembicaraan yang dilakukan adalah membahas ide dari Westerling untuk mendirikan pasukan pengamanan desa. Dengan alasan yang dapat diterima oleh Jendral Spoor. H. Westerling menyatakan tidak bersedia untuk turut di dalam melaksanakan operasinya sedangkan mengenai rencana operasi. perkelahian tanpa senjata.Pada tanggal 31 Agustus 1919 lahirlah di Turki bayi laki-laki dari seorang bapak pengusaha antik bangsa Belanda dan dari seorang ibu beretnis Griek. . Dengan demikian pada hari-hari libur. Meningkat kehidupan menjadi pemuda. dimana Westerling diberi tugas untuk menyiapkan rencana operasi dan turut melaksanakan serangan vertical ke lapangan terbang Maguwo. yang sudah menjadi tugas dari Westerling dijanjikan akan diserahkan pada waktunya. Spoor yang pada tanggal 7 Maret 1942 sempat meloloskan diri dari serbuan tentara Jepang dengan kapal terbang Glenn Martin terakhir dari lapangan terbang Andir ke Australia. konon pada akhir Oktober 1948. Di dalam melanjutkan tugasnya Westerling menjadi kepercayaan yang baik dari Jendral S. yang kemudian dikenal dengan nama Raymond Westerling. dalam rangka jarak jauhnya menyusun tentara bagi negara RIS. silent killing. Westerling bertugas sebagai pimpinan kelompok perang rahasia. bersamaan dengan terbitnya matahari Westerling menggendong ransel berisi bekal makanan dan menyandang senjatanya masuk hutan untuk berburu. I (Vergeltung I = Perusak I) dan Westerling mengalami luka-luka. Pertama-tama ia masuk pendidikan dasar militer di Kanada dan kemudian mengikuti berbagai pendidikan di Inggris seperti latihan Komando : penerjunan. yang dibicarakan di atas adalah Kapten S. Materi pembicaraan adalah tentang situasi yang dihadapi. gerakan malam. pertempuran di hutan. Westerling tertarik oleh kehidupan militer. Jendral S. Sedemikian rupa sehingga di dalam menghadapi permasalahan yang penting.

khususnya di Sulawesi Selatan perlu diupayakan dapatnya ditegaskan “Rust en Orde”. diantaranya Mayor Andi Matalata dan Mayor Saleh Lahade. Korban 40. Westeling selalu melengkapi diri dengan daftar nama-nama “terroris”. terutama mengenai perlu dilakukannya hukuman luar biasa terhadap terroris di daerah pertempuran. Oleh karenanya di Sulawesi. di Sulawesi Selatan yang ada di Jawa. dapat dimengerti tentang banyaknya korban yang dialami para pejuang kemerdekaan dari Sulawesi Selatan itu.000 orang Pejuang Kemerdekaan Sulawesi Selatan Diproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Pilihan untuk memulihkan keamanan di Sulawesi Selatan jatuh pada diri Westeling. Dengan dilaksanakannya operasi pembersihan sebagaimana dikemukakan di atas. membangkitkan semangat bangsa Indonesia di seluruh Tanah Air untuk mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan. Di Makasar Westerling melaporkan kepada komandan pasukan Belanda di bagian timur. . maka yang 22 orang itu langsung ditembak mati dan sisanya yang 8 orang diperiksa oleh sekelompok “Dewan Rakyat” bikinan Westerling. banyak yang diselundupkan ke Sulawesi Selatan. Apabila di dalam pelaksanaan operasinya. bahwa Belanda memiliki potensi untuk mengamankan dan menertibkan Jawa. Di dalam operasi pembersihan yang biasanya dilakukan pada malam hari. Sebagaimana dilakukan di Jawa. Di lain pihak atas ide van Mook.000 orang korban keganasan Westerling adalah bukan datang dari pihak Indonesia akan tetapi hasil dari proses pertemuan komisi PBB (United Nation Commission Indonesia) di Lake Succes dalam suasana bangsa-bangsa baru saja mengakhiri perang dunia ke-II dan membenci segala bentuk kekerasan. Belanda berfikir bahwa di luar Jawa keadaan “terroris” tidak sekuat di Jawa. Adapun mengenai angka 40. hal ini dapat dijadikan alasan.II. Demikianlah pada pertengahan Desember 1946. Westerling dengan pasukan khususnya berangkat ke Makasar. Apabila berhasil. umpamanya ditangkap 30 orang pejuang dan 22 orang diantaranya tercantum namanya di dalam daftar “terroris”. yang mempunyai kekuasaan turut menentukan apakah yang 8 orang itu tergolong terroris atau tidak.

sehingga dia sendiri merasa sebagai penjelmaan dari Ratu Adil. 3. Di Jakarta penyerahan kedaulatan . Hatta. Negara Madura (Januari 1948). Sama-sama diketahui. Perlu dikemukakan. Drees kepada PM. Negara Indonesia Timur (Desember1946). Negara Sumatera Selatan (Desember 1948). Namun diketahui kemudian. 4. Ke-6 negara bagian tersebut adalah : 1. Oleh karena itu tentara yang sudah diinfiltrasikan dan keamanan desa yang dibentuk diberi embel-embel nama Ratu Adil. agar tentara Belanda dikonsinyir. yang akan dapat dikendalikan oleh Belanda. 5. berupa adanya semacam pergeseran tentara Belanda dan berkerumunnya rakyat yang menamakan dirinya rakyat Ratu Adil menyampaikan permintaan kepada pimpinan tentara Belanda. setelah pimpinan Divisi Siliwangi menerima berbagai laporan yang mencurigakan. 2. Westerling sangat tertarik oleh ramalan Joyoboyo sedemikian rupa. Di bidang militer. Westerling telah berhasil menginfiltrasi KNIL dan KL dan untuk membantu kekuatan militer itu telah dibentuk keamanan desa yang terdiri dari rakyat. Untuk mencapai tujuan tersebut. 6. Serangan APRA ke Kota Bandung dan Jakarta Belanda berusaha keras untuk menguasai kembali Indonesia setidak-tidaknya dengan target dapat mendirikan negara RIS. Negara Sumatera Timur (Februari 1948). bahwa pada tanggal 22 Januari 1950. bahwa tanggal 27 Desember 1949 hasil dari Konferensi Meja Bundar.III. Negara Jawa Timur (November 1948). bahwa terdapat tentara Belanda yang disersi sebelum perintah konsinyiring diterima oleh kesatuannya. maka Belanda melalui van Mook mendirikan 6 negara bagian dan 9 daerah berstatus otonomi. di Den Haag dilakukan penyerahan kedaulatan dari Belanda ke RIS oleh PM. Negara Pasundan (Februari 1948).

Besarnya jumlah korban TNI sebanyak 79 orang dan 6 orang rakyat dapat dimengerti. Pada tanggal 22 Januari 1950 diperintahkan kepada Kepala Staf untuk menghubungi Jendral Mayor Engles. Kurang lebih pukul 10. bahwa dengan telah diserahkannya kedaulatan dari pihak Belanda ke pihak RIS cq. . anggota TNI pada umumnya tidak bersenjata api dan hanya mempersenjatai diri dengan bayonet atau klewang.disampaikan oleh perwakilan Belanda A. Lembong. yaitu Markas Divisi VI/Siliwangi di Jl. Adapun keberadaannya anggota TNI di Kota Bandung. Asia-Afrika melalui Hotel Homann dan Hotel Prianger. Tujuan utama dari serangan itu adalah mendapatkan sebanyak mungkin senjata untuk melengkapi APRA yang akan menyerbu Jakarta.Lovink kepada Sultan Hamengkubowono ke-IX dan di Bandung dari Jendral Engles kepada Kolonel Sadikin dan mengambil tempat di halaman gedung yang kemudian dijadikan Markas Divisi IV/Siliwangi di Jalan Lembong (sekarang). Divisi Siliwangi.H. pada hari Senin tanggal 23 Januari 1950 APRA dengan kekuatan + 800 orang terdiri dari anggota KNIL dan KL menyerang kota Bandung. agar tentara Belanda dikonsinyir. Sesuai dengan perintah pimpinan.J. Selanjutnya dari sini gerakan langsung menuju saasran utamanya. Jendral Sudirman. kalau kita mengikuti sikap dan pendirian Westerling yang menganggap TNI dan rakyat pejuang kemerdekaan itu sebagai terroris yang harus dibunuh sikap dan pendirian mana sudah ditanamkan kepada anak buahnya. berkaitan dengan telah diserahkannya kedaulatan dari pihak Belanda ke pihak RIS dari kenyataan yang ada dapat dikemukakan sebagai berikut : Panglima Divisi Siliwangi nampaknya menyadari. Jl. 2. Pasukan APRA sekitar pukul 08. Menyimak pejabat yang bertanggung jawab atas keamanan daerah. Dengan latar belakang sebagaimana dikemukakan di atas. Rute yang ditempuh oleh APRA adalah kurang lebih sebagai berikut : Jl.30 sudah sampai di batas Barat kota Bandung dan bunyi tembakantembakan sudah mulai kedengaran dan semakin lama suara tembakannya semakin keras kedengarannya. hal ini dapat dilihat dari 3 langkah kebijaksanaan pokok yang diambil oleh Kolonel Sadikin sbb : 1. Memerintahkan melakukan penghadangan atas pasukan APRA.00 Markas Divisi/Siliwangi dikuasai oleh APRA. karena masuknya laporan yang mencurigakan berupa issue adanya gerakan dari pada APRA. adalah di dalam rangka tugas menyusun markas TNI sebagai akibat dari penyerahan kedaulatan kepada RIS.

adalah tentang pertemuan tanggal 23 Januarai 1950 sekitar pukul 12. Kapten Westerling tidak memimpin sendiri penyerangan ke kota Bandung. 2. menduduki kota Bandung dan gagal menyerang Jakarta adalah cukup berhasil. penghadangan yang dilakukan pada tanggal 24 Januari 1950 atas kesatuan APRA. perwakilan negara Pasundan dan Van der Meulen perwira polisi Belanda yang memimpin serangan APRA ke kota Bandung. karena menurut rencananya APRA harus tetap menduduki kota Bandung. yang dipimpin oleh Komisaris Polisi Soecipto Yoedodihardjo. Bantuan yang diminta oleh Panglima Divisi Siliwangi. akhirnya diputuskan : 1. Kalau serangan APRA ke kota Bandung hampir tidak ada perlawanan sama sekali. Pimpinan tentara Belanda tidak akan membantu gerakan APRA 3. Yang menjadi fikiran dan memusingkan bagi Westerling adalah karena senjata dan amunisi yang dibutuhkan masih harus direbut dari musuh dan komitmen dari “kroninya” Westerling terutama dari KNIL dan KL yang sudah berjanji akan . sambil menunggu berita hasil operasi di Jakarta. yang dengan rombongannya sedang ada di Subang memerintahkan kepada Gubernur Sewaka untuk pergi ke Jakarta dan melaporkan tentang gerakan APRA serta meminta bantuan pasukan untuk menghalau gerombolan APRA keluar dari kota Bandung. Melalui pembicaraan yang cukup panas. Dengan tibanya bantuan pasukan tersebut. Eri Sudewo.00 di Markas Divisi C. Belanda dihadiri oleh Jendral Mayor Engles. yang sudah gagal. karena ingin mengkosentrasikan tenaga dan fikiran untuk menyerang kota Jakarta. Kepala Staf Divisi Siliwangi Letnan Kolonel Dr. pembersihan atas gerombolan APRA ditingkatkan dan dengan demikian di dalam waktu yang relatif singkat keamanan di kota Bandung sudah dapat diatasi. Pertumpahan darah harus dihentikan. yang sudah ada di Markas Divisi Belanda menolak untuk hadir pada pertemuan yang dihadiri unsur APRA.3. Pasukan APRA harus segera meninggalkan kota Bandung. tiba di Bandung dengan angkutan udara pada tanggal 24 januari 1950 terdiri dari Batalyon Sikatan dari Jawa Timur pimpinan Kapten (?) Sobirin dan pasukan polisi. Kejadian ini merupakan pukulan yang berat bagi APRA. Kolonel Sadikin. Yang juga menarik untuk diketahui.

ada dalam keadaan raut mukanya yang sangat pusing dan menjawab alasan atas tidak hadir di Markasnya Westerling dengan suara yang sangat berang mengatakan : “Yang penting sekarang bukan Komisaris Polisinya. bahwa Dewi Fortuna tidak menyertai Westerling. bahkan untuk mengelabui pemeriksa. tetapi tidak mengetahui tentang rencana rahasia Westerling. Membunuh Sultan Hamengkubuwono IX (Menteri Pertahanan). Jakarta dan Bandung. Berbagai rencana Westerling. menunggu 2 buah truk yang akan membawa senjata dari gudang Pasukan Khusus Batujajar. Sewaktu ditemui di rumahnya Komisaris Polisi tersebut. RI oleh Bung Hatta dan BFO (Bijeenkomst Commision Indonesia) sebagai mediator.B. SH (Sekjen Kementrian Pertahanan) dan Kolonel T. Pada tanggal 22 Januari 1950 sekitar jam 22. gerakan Westerling dengan APRA-nya berakhir dengan kegagalan dan Kapten Westerling pada tanggal 22 Febuari 1950 diterbangkan oleh pihak Belanda dengan pesawat Catalina dari MDL ke Singapura. diantaranya mengenai alamat dari seorang perwira menengah APRA kepercayaan Westerling. Westerling nampaknya sudah “sudah jatuh tertimpa tangga”. ia berprilaku seolah-olah ia termasuk menteri-menteri RIS yang akan diculik.M. Belanda Drees. Simatupang (Pejabat KSAP) . banyak yang bocor. yang sudah lama menunggunya. mati sewaktu rumahnya dikepung TNI. Senjata yang didapat dari markas Pasukan Khusus di Batujajar praktis tidak bertambah. Dalam uraian di atas telah dikatakan.00. Delegasi Belanda dipimpin oleh van Marseveen.” Kapten Westerling nampaknya sangat lunglai mendengar bahwa kunci gudang senjata sudah diambil oleh TNI. dikurangi dengan massa penahanan. Menculik semua Menteri RIS. . 2. Hal ini merupakan pukulan yang sangat berat dirasakan oleh Kapten Westerling. Atas perbuatannya itu Sultan Hamid II pada bulan April 1953 dihukum dengan 10 tahun penjara. Westerling sudah ada di tempat yang di tentukan. IV. Diketahui kemudian. tetapi agar diserahkan kunci gudang senjatanya. Kenyataannya sewaktu 2 buah truk sudah ada dekat gudang senjata dan mulai mengangkut beberapa senjata ke atas truk. Sekonyong-konyong kepergok oleh seorang perwira. bahwa kedaulatan RIS telah diserahkan pada tanggal 27 Desember 1949 di Deen Haag. RIS produk KMB hanya berusia kurang lebih 7 bulan untuk kembali ke RI Konferensi Meja Bundar berlangsung dari 29 Agustus sampai dengan 2 November 1949. Demikian pula mengenai rencana penyerangan atas gedung tempat kabinet RIS akan bersidang dengan tujuan : 1. Yang menjadi Ketua KMB adalah P. Melalui pertengkaran mulut yang serba cepat dan singkat. yang mengetahui tentang adanya konsinyiring. Sultan Hamid II alias Syarif Hamid Algadri besar perannya di dalam merencanakan penyerangan atas gedung dimana kabinet RIS akan bersidang. Peristiwa yang paling menyedihkan bagi Westerling adalah sewaktu ia tiba di markas Polisi di Jakarta dan tidak hadirnya Komisaris Polisi yang sudah berjanji akan hadir di tempat tersebut. Syukur Alhamdulillah. sebuah truk yang mengangkut belasan senjata itu berhasil meloloskan diri dan melapor kepada Westerling.memberi senjata dan amunisinya. Ali Budiardjo.

yang bernafsu untuk melanjutkan penjajahannya yang sudah berjalan 350 tahun. sebaik-baiknya bersyukur seyogyanya bangsa Indonesia segera bangun menggalang kesatuan dan persatuan untuk mengisi kemerdekaan menuju sasaran rakyat yang adil dan makmur yang sudah lama didambakannya. Mengakhiri uraian ini menyampaikan ungkapan yang berbunyi : “Historia vitae Magista”. Dalam pada itu. M. Baru saja pada tanggal 27 Agustus 1949 Belanda menyerahkan kedaulatan kepada Indonesia di Deen Haag. diantaranya melalui Undang-Undang No.blogspot.Melalui kerja keras dari pejuang-pejuang RI di bidang diplomasi.7 Tahun 1950 yang pasal 1-nya menyebutkan. G. yaitu RIS dan RI. sedemikian kerasnya sehingga muncul tuntutan agar negara-negara bagian/BFO bersatu dengan RI atau RIS dilikuidasi. Belanda dengan segala kemampuannya di bidang militer dan diplomasi berhadapan dengan kekuatan militer dan diplomasi Indonesia. Syukur Alhamdulillah. Bandung Beeld van een Stad : R. yang artinya “Sejarah adalah Guru yang besar”. 3. Voskuil E.A. berhasil produk KMB. Moedjanto.com .A. Sumber : pertempurandijawabarat.G. PERPUSTAKAAN 1. Allah Subhanahu Wata’ala melindungi Negara Kesatuan Republik Indonesia dari keserakahan kolonialis Belanda. yang dianggap masih berbau kolonial. Siliwangi dari Masa ke Masa : Sejarah Militer Kodam VI/Siliwangi 2.P. bahwa konstitusi sementara RIS dirubah menjadi UUD sementara RI (berlaku mulai 17 Agustus 1950).A. RIS yang terdiri RI dan BFO (15 Negara/Daerah) ciptaan Belanda diciutkan menjadi 2 kelompok. PENUTUP Pada hakekatnya tulisan di atas merupakan sebagian dari kisah konflik antara Belanda dan Indonesia. Jakarta dan di Bandung tahu-tahu pada tanggal 23 Januari 1950 APRA dengan secara nekad menyerang kota Bandung dan kota Jakarta. Indonesia Abad ke-XX : Drs. Demikian uraian mengenai KMB yang melahirkan RI dan RIS dan melalui perubahan di bidang konstitusi. Di dalam perjuangan selanjutnya sebagian besar masyarakat Indonesia tidak puas dengan RIS produk KMB.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->