Perjuangan Rakyat Jawa Barat Melawan Penjajah Setelah Proklamasi Kemerdekaan Ri

PERJUANGAN RAKYAT JAWA BARAT MELAWAN PENJAJAH SETELAH PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI

PERTEMPURAN KONVOY BOJONG KOKOSAN SUKABUMI 1945-1946

Masa revolusi fisik yang berlangsung dalam kurun waktu tahun 1945 hingga tahun 1949 merupakan sebuah masa dalam perjalanan sejarah Indonesia yang sarat dengan warna–warni perjuangan untuk mempertahankan dan menegakkan kemerdekaan. Kemerdekaan yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 ternyata tidaklah serta merta segera mengubah situasi dari bangsa yang terjajah menjadi bangsa merdeka. Menjelang berakhir perang Dunia ke-II mulai Juli 1945 wilayah Indonesia masuk kedalam Komando South East Asia Command (SEAC) dibawah pimpinan Panglima sekutu LORD L. MOUNTBATTEN yang berkedudukan di Colombo Srilangka. Setelah Jepang menyerah kepada sekutu Inggris diberi tugas RAPWI (Recovery of Allied Prisoners of War and Interneers) yaitu pengurusan dan pemulangan tawanan perang dan interniran Sekutu di Indonesia. Dalam pelaksanaan tugasnya di Indonesia Sekutu mengalami hambatan dari pejuang-pejuang Indonesia yang militan yang baru saja memproklamirkan kemerdekaannya tanggal 17 Agustus 1945. Diantara hambatan yang dialami Sekutu (Inggris) antara lain peristiwa Pertempuran Konvoy Bojong Kokosan. Uraian berikut peristiwa Bojong Kokosan dibagi dalam tiga pokok bahasan Yaitu : Pertempuran ke I, Masa gencatan senjata (Cease Fire) dan Pertempuran ke II.

PENGANTAR

Pertempuran Ke-I / Penghadangan pertama. (9 Desember 1945 s/d 12 Desember 1945) Menjelang bulan Desember 1945, suhu situasi kondisi di Jawa Barat juga semakin memanas. Perjuangan Rakyat Jawa Barat yang semula, lebih banyak dipengaruhi oleh sikap perjuangan diplomasi dari Pemerintah Pusat. Maka pada saat itu mulai kehilangan kepercayaannya terhadap netralitas pimpinan Tentara Sekutu, yang nampaknya semakin condong untuk membantu pihak Belanda, dalam rangka menegakan kembali kekuasaannya di bumi Indonesia. Sejak Tentara Sekutu menduduki kota Bandung, maka pergerakan lalulintas, baik personil maupun perlengkapan logistik antara Jakarta-Bandung, mereka upayakan dengan segala cara. Mula-mula untuk memenuhi kebutuhan akan perbekalan dan perlengkapan 60.000 anggota APWI di Bandung. Mereka mencoba mengirimkan barang-barang tersebut dengan mempergunakan kereta api dari Jakarta ke Bandung sebanyak 20 gerbong, yang dikawal oleh serdadu-serdadu Ghurka, melalui jalur utara. Akan tetapi karena tidak ada koordinasi dengan Pasukan-pasukan TKR yang bertugas di daerah Dawuan, ialah Batayon Priatna dari Resimen - 5 TKR. Pengawal-pengawal perjalanan kereta api yang hanya dilakukan oleh 10 orang serdadu Ghurka dalam tempo sekejap sudah bisa dilumpuhkan, 4 orang tertembak mati, sedangkan 6 orang menyerahkan diri sebagai tawanan. Isi ke 20 gerbong tersebut disita, yang terdiri dari makanan kalengan, seperti nasi goreng, kornet, sardencis, susu, keju, coklat dan sebagainya. Juga terdapat sejumlah besar pakaian dan selimut. Dengan demikian pada saat itu Resimen-5 TKR memperoleh rezeki nomplok, bahkan rakyat penduduk setempatpun ikut menikmatinya. Namun ternyata insiden ini menjadi berkepanjangan pula. Tentara Sekutu mengajukan “protes keras” kepada Menteri Amir Sjarifoeddin. Minta agar perbekalan dan perlengkapan yang disita tersebut dikembalikan. Selanjutnya juga Menteri Amir Sjrifoeddin memberikan tegoran kepada Komandan Resimen - 5 TKR, ialah Mayor Moefreni untuk mengembalikan barang rampasan tersebut. Namun Mayor Moefreni menolak. Hanya para tawanan serdadu Ghurka yang bisa dikembalikan, itupun harus ditukar dengan para pejuang yang menjadi tawanan Tentara Sekutu di Jakarta. Akhirnya Mayor Kawilarang diperintahkan Panglima Komandemen 1 TKR, Mayjen Didi Kartasasmita di Purwakarta, untuk melakukan tukar-menukar, 6 orang tawanan serdadu Ghurka, dengan pembebasan 8 orang para pejuang Republik Indonesia yang ditawan oleh Tentara Sekutu di Rumah Penjara Cipinang. Diantaranya ialah Mr. Soepangat dan Chairil Anwar. Setelah insiden tersebut maka diperoleh kesepakatan antara Pemerintah RI dengan pihak Tentara Sekutu. Bahwasanya setiap pengiriman perlengkapan dan perbekalan bagi Tentara Sekutu di Bandung harus dikawal oleh TKR-RI. Dengan demikian maka sejak tanggal 11 Desember 1945, pengawalan kereta api yang membawa perbekalan dan perlengkapan Tentara Sekutu dari Jakarta ke Bandung dilaksanakan oleh para Taruna dari Akademi Militer Tanggerang. Selama kurang lebih satu bulan pada waktu itu, telah dilakukan tiga kali pengiriman perbekalan dan perlengkapan Tentara Sekutu dari Jakarta ke Bandung. Perjalanan

pertama dikawal oleh 20 orang Taruna Akademi Militer Tanggerang dipimpin oleh Mayor Daan Mogot. Perjalanan kedua dipimpin oleh Mayor Kemal Idris, Sedangkan perjalanan yang ketiga dipimpin oleh Kapten Islam Salim. Semua pengiriman perbekalan ini berjalan mulus tanpa hambatan apapun. Akan tetapi kebutuhan Tentara Sekutu untuk melakukan operasinya di kota Bandung rupanya tidak hanya sebatas perbekalan dan perlengkapan saja. Namun memerlukan juga dukungan peralatan dan persenjataan berat lainnya, dari Pasukan-pasukan Kavaleri, Artileri, Zeni dan sebagainya, yang mungkin dapat diangkut dengan kereta api. Maka untuk memenuhi kebutuhan tersebut pihak Tentara Sekutu juga menyelenggarakan konvoy kendaraan-kendaraan di jalan raya secara periodik, yang dikawal ketat oleh mobil-mobil lapis baja dan tank-tank tempur. Dengan demikian sejak saat itu, maka setiap 1 atau 2 minggu sekali, akan terlihat iring-iringan kendaraan-kendaraan Tentara Sekutu di jalan raya antara Bandung-Jakarta pp. Rupanya atas pertimbangan keamanan Tentara Sekutu lebih cenderung memilih jalur Jakarta-Bogor-Sukabumi-Cianjur-Bandung pp, untuk perjalanan konvoynya. Sedangkan lewat jalur Puncak, risikonya akan cukup besar, karena tanjakannya yang terlalu terjal untuk dilewati tank-tank dan mobil lapis baja yang sangat berat. Pada awal bulan Maret 1946, Kolonel A.H. Nasution Panglima Divisi III pernah dipanggil Panglima Komandemen Jawa Barat Mayjen Didi Kartasasmita. Pada pertemuan tersebut diceritakan pula oleh Mayjen Didi Kartasasmita, bahwa suatu ketika mobil yang ditumpanginya pernah terjepit oleh konvoy Tentara Sekutu, ditengah perjalanan. Beliau betul-betul merasa tidak berdaya tatkala itu, namun masih untung juga, bahwa mereka tidak mengetahui, bahwa yang berada di dalam mobil tersebut adalah Panglima TKR Komandemen Jawa Barat. Nampaknya Mayjen Didi Kartasasmita memahami betul, bahwa pada saat itu situasi kondisi di seluruh Jawa Barat meningkat semakin genting. Pertempuranpertempuran telah berkecamuk diseluruh penjuru tanah air. Bahkan didalam kota Bandung, yang pernah menyandang gelar “kota diplomasi”, karena telah berhasil memisahkan antara dua kubu yang berseteru, ialah kubu Sekutu dengan antek-anteknya, disebelah utara rel kereta api dan kubu para pejuang disebelah selatan. Namun sungguhpun demikian, setiap hari pertempuran terus berkecamuk disetiap penjuru kota. Sampai-sampai muncul kata pemeo : “di Bandung tiada hari tanpa pertempuran”. Pada saat itu juga Panglima Komandemen TKR Jawa Barat mengeluarkan perintah, untuk menyerang konvoy-konvoy di jalan-jalan raya dalam wilayah Divisi III. Hubungan lalu-lintas personil dan logistik mereka, harus diputuskan selama mungkin. Namun demikian serangan harus dilakukan di tempat-tempat yang jauh dari perkampungan rakyat. Yaitu di daerah-daerah pegunungan dan hutan-hutan. Sebelum keluar perintah “Serang konvoy” dari Panglima Komandemen TKR pada waktu itu. Sebetulnya Komandan Resimen-3 TKR di Sukabumi, ialah Letkol Eddy Sukardi juga sudah merasa jengkel dengan simpang-siurnya konvoy-konvoy kendaraan Tentara Sekutu yang melalui daerah komandonya, dari sejak Ciawi-Sukabumi-Cianjur. Oleh karena itu kekuatan Resimen-3 TKR, sebanyak 4 Batalyon sudah digelar disepanjang jalur ini, sebagai berikut :

2) Kompi Kapten Sabir. 1) Kompi Kapten Tedjasukmara. 2) Kompi Kapten Husein Alexsyah. pasukan Kelasykarannya dipimpin oleh M. Nawawi Bakri dan Hamami. Barisan Banteng RI. Barisan Pemuda Sosialis Indonesia (PESINDO). Batalyon III. Batalyon ini Menempati lokasi sepanjang 15 KM. 3) Kompi Kapten Murad Idrus dan 4) Kompi Kapten Mochtar Kosasih. Lasykar Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi (KRIS). membentang dari Sukabumi Timur sampai Gekbrong. dengan kekuatan 4 Kompi. Karim dan Dadang Sukatma. Batalyon ini menempati lokasi sepanjang 18 KM. dibawah komando Kapten Anwar. . 1) Kompi Kapten Djahidi. Waluyo. 3) Kompi Kapten Musa Natakusumah dan 4) Kompi yang dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon. Dibawah komando Mayor Abdurrachman. dibawah komando Mayor Harry Sukardi. pasukan Kelasykarannya dipimpin oleh Tubagus Ahmad Kurtubi. terdapat pula Pasukan atau Barisan Pejuang Rakyat. yang terdiri dari : Barisan Hizbullah dibawah pimpinan Suryana. Barisan Sabilillah dibawah pimpinan Sasmita Atmadja dan A. Abdullah. dipimpin Suradiradja dan Lunadi. 2) Kompi Kapten Dasuni Zahid. Ismail dan Bakri. pasukan Kelasykarannya dipimpin oleh Dadi Abdullah. Basarah. membentang dari Cigombong sampai Cibadak.Batalyon I. dengan kekuatan 4 Kompi. pasukan Kelasykarannya dipimpin oleh Mujana. dengan kekuatan 4 Kompi. ialah dari mulai Gekbrong-Cianjur-Ciranjang. dari sejak Cibadak sampai Sukabumi Barat. Barisan Pemuda Proletar. 2) Kompi Kapten Kusbini. 1) Kompi Kapten Madsachri. 3) Kompi Kapten Juanda dan 4) Kompi Kapten Dasuki. ialah. Batalyon II. dibawah pimpinan Sambik. ialah. Batalyon ini menempati jalur yang paling panjang sekitar 30 KM. dipimpin oleh Felix Kalesaran. dibawah komando Mayor Yahya Bahram Rangkuti. ialah . dibawah pimpinan S. Batalyon IV. Disamping Pasukan TKR ini. ialah . 3) Kompi Kapten Madsari dan 4) Kompi Kapten Kabul Sirodz. dengan kekuatan 4 Kompi. Batalyon ini menempati lokasi sepanjang 18 KM. 1) Kompi Kapten Saleh Opo.

Pasukan Kendaraan Lapis Baja dan Meriam. Nampaknya Brigadier Mc. antara perjuangan diplomasi dan perlawanan dengan senjata. Kemungkinan bantuan-bantuan Tentara Sekutu melalui jalur darat ini.3 TKR. yang berada disekitar jalur antara Bandung-Jakarta untuk mengganggu lalu-lintas kendaraan-kendaraan musuh tersebut. mereka menyarankan agar para pejuang. Dihadang dengan barikade-barikade. juga jumlah pelarian-pelarian pribadi serdadu-serdadu India Muslim ke Pihak Republik Indonesia semakin meningkat. rupanya juga sudah menjadi perkiraan para pejuang di Bandung. oleh karena secara pribadi. Melalui pertempuran-pertempuran tersebut semakin banyak pula senjata-senjata dan perlengkapan lainnya dari Tentara Sekutu yang jatuh ke Tangan para pejuang kita. memerlukan bantuan dari Jakarta. Dilaporkan 4 . serta perbekalan dan alat-peralatan lainnya yang harus didatangkan melaluli jalur darat. lalu-lintas konvoy Tentara Sekutu yang membawa perbekalan. sudah beberapa kali terjadi. Seruan pribadi dari para pejuang di Bandung ini segera mendapat tanggapan dari teman-teman seperjuangannya. Namun pada tanggal 29 Nopember 1945. semakin meningkat. Maka sikap para pejuangpun penuh dengan keragu-raguan. tetapi juga memerlukan. dan diserang oleh Barisan Rakyat di daerah Cicurug dan Parungkuda. tidak hanya perbekalan dan Pasukan Infanteri saja yang bisa diangkut melalui jalur udara. hanyalah sebatas dilakukan dengan memasang rintangan-rintangan pepohonan yang sederhana. Namun karena suasana perjuangan pada saat itu masih sangat samar tanpa ada ketegasan. melalui jalur Bogor-Sukabumi-Cianjur itu. Donald selaku Komandan Brigade ke 37 Tentara Sekutu di Bandung. beberapa truk yang memuat serdadu-serdadu Jepang dan Gurkha. terutama yang berada di wilayah kekuasaan Resimen . yang membentang melalui jalan raya BogorSukabumi-Cianjur. Gangguan-gangguan tersebut pada umumnya tidak sampai menghambat perjalanan konvoy. mencoba memasuki jalur jalan antara Bogor-Sukabumi. Sebenarnya sejak Brigade ke-37 Tentara Sekutu memasuki kota Bandung pada tanggal 12 Oktober 1945. Adapun gangguan yang dilakukan para pejuang pada waktu itu. pernah terjadi peristiwa. ataupun tembakan-tembakan pribadi sekedar melampiaskan rasa kesal dan jengkel.Pertempuran-pertempuran antara Tentara Sekutu dengan TKR dan Barisan Pejuang di Bandung.

maka tidak mungkin untuk bisa melayani dan menangkis serangan balas dari musuh. . juga disisi kanan-kiri jalan terdapat tebing-tebing yang cukup terjal. maka segala persiapanpun dilaksanakan dengan cara-cara yang lebih baik.3 TKR. Mereka dipersenjatai dengan senjata-senjata api seadanya. secara serentak pada waktunya. termasuk granat-granat tangan dan bom-bom Molotov. Di daerah ini dipasang barikade dengan menumbangkan pohon-pohon pelindung yang besar-besar dipinggir jalan. akan sangat menguntungkan untuk melakukan penyergapan. tanpa diketahui kerugian dari kedua pihak. Pada dasar lubang-lubang tersebut dipasangi juga ranjau-ranjau darat yang dapat melumpuhkan kendaraan lapis baja dan tank. dan segera menghilang untuk menghemat senjata. hemat pasukan. secara frontal dalam waktu yang cukup lama. yang cukup dalam untuk dijadikan perangkap kendaraan tank dan lais baja. Sedangkan pada hari itu juga sebanyak 124 buah truk Inggris dicegat rintanganrintangan Barisan Rakyat di Ciranjang dan Gekbrong. langsung dipimpin dan dikoordinasikan oleh Letkol Eddy Sukardi dan Kepala Bagian Siasat Resimen Kapten Achmad Kosasih. dan dikoordinasikan langsung oleh Komandan-Komandan Resimen TKR. untuk merintani jalannya kendaraan-kendaraan. 4 Batalyon kekuatan Pasukan Resimen . Rencana penghadangan dimulai dengan pemasangan rintangan-rintangan untuk menghambat gerak laju konvoy. Sepanjang jalan raya yang berkelok-kelok tajam. yang sudah digelar disepanjang jalur jalan raya mulai dari Ciawi-Sukabumi-Cianjur. digali lubang-lubang yang besar. hasil buatan pabrik senjata Braat milik Resimen 3 sendiri di Sukabumi. ditempat-tempat yang bisa menguntungkan untuk melakukan penyergapan.besar. Rencana penyergapan akan dilakukan dengan taktik “ Hit and run “. bertolak lagi ke Bandung. dipasang saling melintang. dibawah pimpinan Kapten Saleh Norman. Lebih-lebih lagi pada saat itu daerah ini masih merupakan hutan belukar. semenjak operasi penghadangan ini menjadi kebijakkan komando atasan TKR. Maka kondisi medan yang demikian ini. Karena gangguan-gangguan para pejuang diperjalanan darat antara BogorSukabumi-Bandung. Di atas tebing disisi kanan-kiri jalan dibuat pula lubang-lubang perlindungan bagi para prajurit yang akan melakukan penyerangan. Karena persediaan amunisi terbatas. Sergap dan hancurkan. dan naik turun antara Cicurug-Bojong Kokosan-Parungkuda. maka 1 batalyon Mahratta untuk memperkuat pendudukan Tentara Sekutu di Bandung. yang dikirim oleh markas Tentara Sekutu di Jakarta. pada kesempatan yang paling baik. diangkut dari Jakarta ke Bandung dengan mempergunakan 12 buah pesawat terbang Dakota.orang musuh tewas oleh Barisan Rakyat dan truk-truk kembali ke Bogor. pasukan-pasukan tank dan meriam. Menjelang bulan Desember 1945. Sedangkan pada tempat-tempat tertentu. aman dan menang. Sedangkan pada tanggal 5 Desember 1945.

Laporan selanjutnya menyatakan bahwa. tertahan oleh bagian depan yang sedang menghadapi sergapan serentak dari prajurit-prajurit TKR dan Barisan Pejuang Rakyat. dan diselang-seling dengan kendaraan-kendaraan brencarrier. kendaraannya secara mendadak. Di daerah Bojong Kokosan. memerintahkan. serangan penyergapan dimulai. dalam peristiwa penyergapan tersebut. Sementara serdadu-serdadu Tentara Sekutu dari Batalyon Jats yang mengawal konvoy tersebut terus menerus ditembaki dari tebing-tebing pinggir jalan. Dengan maksud. mereka berusaha. Kemudian mereka juga mulai membuka tembakan ke arah . Mobil ambulans simpang siur memberikan pertolongan terhadap serdaduserdadu Sekutu yang cidera dan tewas. Akhirnya susunan konvoy yang panjangnya kurang lebih 12 KM itu terpenggal-penggal menjadi beberapa bagian. selanjutnya iringiringan truk. segera digotong. menyambut serdadu-serdadu Sekutu yang berloncatan turun dari atas truk. ia menderita cidera berat. Komandan Resimen 3 TKR. sebagai kawal depan. maka terdengarlah ledakan ranjau darat. Saat itu dikejutkan dengan dering telefon dari Pos Cigombong. Sesaat setelah mereka sempat menyusun kekuatannya lagi. Susunan konvoy menjadi kacau balau. agar pos-pos Cigombong dan Cicurug tidak menyerang terlebih dahulu. diberbagai daerah. Komandan Pos Cigombong melaporkan bahwa : “ Dua tank Sherman kawal depan konvoy Tentara Sekutu. Iring-iringan konvoy dibagian dibelakang memberhentikan. namun terhambat pula oleh bagian ekor yang baru sampai di Cigombong. Ternyata Komandan Batalyon 5/9 Jats yang naik kendaraan lapis baja juga terkena sasaran granat. Kapten Achmad Kosasih Kepala Bagian Siasat Resimen 3 di Jl. Hasan Sadikin. bahwa setelah kepalanya dipukul baru badannya diserang. Kerkhof Sukabumi bersama Komandan Resimen dan Dokter Resimen. Mereka berusaha bergerak mundur. konvoy dihadang dengan barikade pepohonan yang malang melintang di tengah jalan. sebelum kawal depan konvoy memasuki daerah “ killing ground “. bahkan anak-anak panah dan kelereng sebagai peluru. Tank-tank Sherman mencoba mendorong-dorong rintangan. dikawal oleh 1 batalyon serdadu Sekutu. ialah Dr. tidak terkendalikan lagi. dan rantai-rantai roda tankpun lepas terburai. kemudian sejumlah kendaraan berlapis baja. dimulai dengan tank-tank Sherman. Tank pertama terperosok masuk kedalam lubang jebakan. jumlah iring-iringan konvoy sekitar 150 buah truk. Bagian tengah konvoy tidak bisa bergerak maju. Maka pada momen inilah. akan tetapi terus-menerus dihujani granat dan bom-bom molotov. Demikian ia keluar dari mobil lapis baja.Hari Minggu tanggal 9 Desember 1945. Mereka berusaha menyusun formasi tempur. maka terjadilah tabrakan-tabrakan beruntun. ialah daerah perbukitan Bojong Kokosan. untuk menyingkirkan kendaraan lapis baja dan truk-truk yang rusak ke pinggir jalan. telah memasuki Cigombong ”. dan diangkut dengan ambulans. Tembakantembakan gencar dilakukan dari tebing-tebing di kiri-kanan jalan. ketepelpun ikut berperan menghujani serdadu-serdadu musuh.

Ada kejadian yang sangat mengenaskan. granat dan bom-bom molotov dari pasukan-pasukan TKR di daerah itu menghujani mereka. Sungguh sulit untuk dimengerti. tanpa kompromi. terpenggal-penggal. Konvoy yang berangkat dari Jakarta pada tanggal 9 Desember 1945 baru tiba di Bandung pada tanggal 12 Desember 1945. TKR . Pihak Sekutu mengalami cukup banyak kerugian. dan ke-12 orang prajurit TKR tersebut berjatuhan tergusur longsoran. Maka konvoypun bergerak maju lagi dengan meninggalkan sejumlah truk perbekalan yang rusak disepanjang jalan antara Cigombong dan Cicurug. Karena sudah kehabisan amunisi pertempuran di Bojong Kokosan dihentikan. kubu pertahanan tersebut hancur. satu truk berisi perbekalan persenjataan dapat dirampas. dalam rangka menegakkan dan mempertahankan kemerdekaannya saat itu. mobil lapis baja dan brencarrier. Ternyata bahwa konvoy Tentara Sekutu yang dihadang oleh Pasukan TKR Resimen 3 pada tanggal 9 sampai dengan tanggal 11 Desember 1945 itu. ke arah tebing-tebing yang menjadi kubu-kubu pertahanan kita. Pada jam 24. Demikian pula setelah masuk kota di Jalan Degung-Cipelang. granat dan bom Molotov. Sementara itu. Di jalan raya Karangtengah konvoy berpapasan dengan kendaraan Staf Resimen 3. dan gugur bersama. namun tank Sherman. disambut lagi dengan hujan peluru. terhadap posisi pertahanan kita. Di daerah Cikulu tank Sherman. peluru senapan. ialah sewaktu 12 orang prajurit TKR yang bertahan di sebuah kubu dihantam ledakan peluru meriam. terpaksa berhenti dahulu untuk menunggu susunan formasi konvoy yang tertinggal jauh di belakang. Kendaraan-kendaraan lapis baja memuntahkan peluru senapan mesin kaliber 12. dalam keadaan babak belur. mobil lapis baja dan brencarrier memaksa konvoy untuk bergerak maju lagi. Sedangkan pada hari yang sama telah tiba juga di Bandung pengiriman perbekalan serta peralatan milik Sekutu dari Jakarta yang dikawal oleh pasukan TKR.00 Komandan Batalyon Herry Sukardi mendapat perintah dari Komandan Resimen untuk menghentikan penghadangan. dan tak ayal lagi 9 orang prajurit TKR.persembunyian para pejuang. ialah para Taruna Akademi Militer Tanggerang dengan selamat. di lerenglereng tebing dengan menggunakan meriam.7 mm mobil lapis baja memberondong mobil Staf Resimen 3 tersebut. Dan untuk selanjutnya diserahkan kepada Batalyon Mayor Abdurrachman. sikap perjuangan bangsa Indonesia. terdiri dari kurang lebih 150 buah kendaraan yang dikawal oleh Tentara Sekutu dari Batalyon 5/9 Jats. gugur seketika. senapan mesin 12. Tank Sherman mulai beraksi dengan menembaki kubu-kubu pertahanan kita. Sedangkan kerugian pihak kita juga cukup besar. yang baru untuk pertama kalinya bertempur di Pulau Jawa. yang diposisikan untuk mempertahankan daerah Sukabumi selatan-Gekbrong.7 mm. Sedangkan disisi yang lain masih juga mengulurkan tangan untuk membuka perundingan-perundingan diplomasi dengan baik-baik. 9 buah truk dan 2 jeep jatuh ke tangan kita. Hambatan selanjutnya terjadi lagi tatkala memasuki kota Sukabumi. itupun setelah dibantu oleh serangan udara habis-habisan dari RAF. Disatu sisi melawan kekuatan asing yang mencoba untuk berkuasa lagi di tanah air dengan perlawanan bersenjata habis-habisan. Antara Cibadak-Cikukulu formasi masih acak-acakan.

The hillside was alive with Indonesians. Pimpinan pasukan Jats sudah terluka parah pada awal serangan. in the Japanese fashion occupying fox-holes. 1951:183) (Sebuah konvoy dikawal oleh Batalyon 5/9 Jats. moreover nightfall was not many hours away. who were newcomers to Java. It is no easy task to fight out of an ambush where an unseen foe commands the high ground and the infantry escort is spread over eight miles of road. Gencatan senjata ini selama kurang lebih 3 bulan disebut NOWAR. Ditambah lagi pengawal terpencar di jalanan sepanjang 10 km. Gencatan senjata ini dihadiri dari pihak Inggris mengirimkan Mayor Rawin Singh utusan khusus dari Bogor dan dari pihak RI yang hadir adalah Walikota dan Komandan Resimen-3 TKR. pendatang baru di Pulau Jawa. (Doulton. either dead or grievously hit. disamping kurban dari pihak Barisan Pejuang Rakyat lebih banyak lagi. many of them. Personil dan Peralatan Inggris di angkut melalui udara. was seriosly wounded in the first brush. one vehicle was ablaze. Setelah terjadi gencatan ini Konvoi Inggris tidak melalui Sukabumi. aksi-aksi perlawanan terhadap pergerakan Sekutu dan penghadangan lanjutan ini pada dasarnya diakibatkan pula oleh ulah Tentara Sekutu Sendiri yang melanggar kesepakatan yang telah di buat antara lain dengan melakukan pemboman ke kota Cibadak dan . Banyak diantaranya yang bersembunyi di lubang-lubang pertahanan ala Jepang. Peristiwa tersebut dicatat oleh Letkol A. demikian pula dari penduduk daerah Cibadak yang menjadi kurban pemboman dan tembakan mitralyur dari pesawat udara. Kendaraan pendahulu berhenti dihadang perintang jalan. dan mulai melempari kendaraan-kendaraan kami dengan bom-bom molotov tanpa habis-habisnya. tertulis pada Chapter 24. escorted by 5/9 Jats. The Jats C. Baru mulai bulan Febuari 1946 lalu Sukabumi dipergunakan lagi. sejumlah lainnya rusak berat dan sejumlah pengemudi terlungkup diatas kemudi. entah mati atau terkena tembakan yang mengenaskan). sebagai berikut: An up convoy. Satu kendaraan terbakar. GENCATAN SENJATA / CEASE FIRE (13 DESEMBER s/d 9 MARET 1946) Setibanya Sekutu di Sukabumi diatas pukul 21. lebih-lebih keadaan sudah mendekati gelap malam. several others were badly damaged and number of drivers had slumped over their wheels. Di Kota Sukabumi dicapai kesepakatan untuk melakukan gencatan senjata (gencatan senjata lokal). yang menempati ketinggian-ketinggian.O.F. had begun the long climb through the hills when the leading rehicles were halted by a road-block. “the turn of the year 1945/1946 “. tercapai selama gencatan senjata gangguan penembakan oleh rakyat terus berjalan.J. Doulton dalam Sejarah Militer Inggris “The fighting cock “.00 terpaksa bermalam di Sukabumi sebelum melanjutkan perjalanan ke kota Bandung. tapi pihak kita tidak bisa mengganggu karena terikat perjanjian Cease Fire. keadaan terus berlaku hingga 9 Maret 1946. mulai bergerak lama mendaki perbukitan-perbukitan. NOPEACE. from which they lobbed an andless supply of Molotov coctail on the vehicles. Diatas perbukitan dipenuhi orang-orang Indonesia.kehilangan 60 prajurit. Tidaklah mudah untuk keluar dari suatu penghadang yang dilakukan oleh musuh yang tidak nampak.

sepanjang jalan raya Cigombong sampai Cibadak. Sebagian besar mereka memakai ikat kepala (ubel-ubel). Resimen 3 TRI Sukabumi telah merencanakan operasi penghadangan dengan satuan-satuan kecil TRI.A. mobil lapis baja dan brencarrier mendapat gempuran dahsyat dari pasukan TRI yang dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon Mayor Harry Sukardi. Pertempuran Ke-II / Penghadangan yang kedua (10 MARET s/d 14 MARET 1946) Pada tanggal 10 Maret 1946 sekitar jam 15. TKR sudah diresmikan sebagai Tentara Repubrik Indonesia disingkat TRI). Menyambut kedatangan konvoy ini. suatu konvoy besar Sekutu sudah memasuki wilayah Resimen 3 TRI (sejak tanggal 24 Januari 1946. demi barikade dari pohonpohon perintang jalan. Di daerah Cikukulu tank Sherman. PESINDO dan barisanbarisan pejuang lainnya. dikawal oleh Batalyon Patiala. seperti Hizbullah. .sekitarnya dilakukan pemboman dan penembakan udara menggunakan senjata otomatis kaliber besar dengan pesawat tempur dan pembom Mosquito. tapi yang satu justru terperosok kedalam lubang jebakan. Penghadangan dilakukan dengan taktik “ Hit and run “ yang sulit untuk diladeni. Dua buah tank Sherman bersama-sama mendorong barikade tersebut. ternyata menjadi rawan kembali. namun saat itu juga terus-menerus mendapat serangan gencar dari pasukan Kompi Kapten Juanda yang berada di lokasi Situ Awi. baik diantara TKR dan badan-badan perjuangan maupun antara TKR dan badan-badan perjuangan dengan rakyat Sukabumi pada umumnya.00.F. disusul dengan suara ledakan dahsyat dari ranjau darat. hujan anak panah dan peluru ketepel. Penghadangan akan dilakukan secara estafet. Selama Cease Fire korban pihak kita minim dan korban pihak Sekutu kurang lebih 50 orang tapi tidak diakui Inggris. tiba-tiba tank Sherman. Banteng. Intensitas pertempuran antara para pejuang diwilayah Sukabumi dengan Sekutu pada akhirnya semakin mempertebal rasa senasib seperjuangan. serta senjata-senjata tradisional lainnya dari balik bukit-bukit dan lubang perlindungan di tebing kiri-kanan jalan. mulai tertumbuk barikade. Sejak konvoy memasuki jalur ini disambut dengan gema takbir. bersama Barisan-Barisan Pejuang Rakyat. Dalam kegelapan malam Letkol Bikram Dev. Serangan udara balas dendam ini dalam dokumentasi Inggris diakui sebagai yang paling dasyat dalam perang Jawa (…while the R. Tentara Sekutu tidak mengira bahwa jalur Bogor-Sukabumi yang sudah dinyatakan aman sejak pertempuran tanggal 13 Desember 1945. Sabilillah. Kondisi tersebut pada akhirnya semakin meningkatkan kekohesifan diantara semua elemen masyarakat yang ada di Sukabumi. 1951:284 The Fighting Cock). delivered the heaviest air strike of the Java “ war “ ) (Doulton. Kali ini konvoy Sekutu yang cukup besar ini. dibawah komando Letkol Bikram Dev Singh Gill. Batalyon Patiala ini adalah satuan-satuan serdadu bayaran dari suku Patiala yang berasal dari Propinsi Punjabi. Menjelang sore hari kawal depan konvoy sudah hampir memasuki kota Sukabumi. yang disusul dengan letusan-letusan senapan. Singh Gill berusaha menyusun formasi tempur.

Serdadu-serdadunya dikonsinyir.Bagian tengah konvoy terpenggal. Mereka hanya sibuk memperbaiki kendaraan-kendaraan yang rusak. 1951:295) (Ketika fajar menyingsing. mereka terpaksa mundur. menurut catatan Letkol A. yang diletuskan dan diledakan berbagai jenis senjata. sedangkan semaraknya kembang api malam ini. dan pada saat itu juga disambut dengan hujan granat. untuk menggempur dengan tanpa ampun. malam hari tiba-tiba lampu didalam kota dipadamkan pihak GBO (PLN). Sedangkan bagian ekor konvoy terjepit oleh serangan serempak pasukan Kompi Kapten Kabul Sirodz dari Batalyon IV yang juga bertugas untuk mengkordinir serangan BarisanBarisan Hizbullah. Banteng. battling hard the whole way. Hanya bedanya. Peristiwa tanggal 11 Maret 1946 menyurutkan semangat. diikuti rasa ngeri. Serdadu-serdadu Batalyon Patiala berlompatan ke jalan raya. namun akibatnya juga bertabrakan dengan susunan konvoy dibelakang. maka kita akan mempergunakan tank. bom-bom molotov dan peluru berbagai jenis senapan. dan Kompi Kapten Husein Alexsyah. Namun pada hari itu juga telah disebarkan pamflet oleh pihak Sekutu dengan pesawat udara di sekitar daerah Sukabumi. the Patialas had lost eight killed and had twentyfive wounded. (Doulton. SERANGAN MALAM Pada tanggal 11 Maret 1946. yang isinya sebagai berikut: Jika penyerangan tidak dihentikan pada 1 jam dari sekarang. bersama Barisan-Barisan Pejuang Rakyat kembali bergerak mengepung konvoy serdadu Batalyon Patiala dalam keadaan kurang siap tidak bisa berbuat banyak kecuali mempertahankan diri dengan tembakan yang membabi buta dari tempat mereka. Doulton. The events of the 11th were depressing. Demikian pula bala-bantuan pihak Sekutu dari Bandung juga mulai bergerak. berita dari Cigombong mengatakan 12 buah tank Sherman sebagai alat bala-bantuan dari Bogor sedang menuju Sukabumi. . bertempur dengan sengit sepanjang jalan). malam itu menjadi marak oleh benderangnya pijarpijar api. serta dilindungi oleh pesawat-pesawat terbang.J. diserang secara bersama oleh 4 kompi TRI. Pada tanggal 12 Maret 1946. Di pusat kota Sukabumi. Ternyata Pasukan Resimen 3 TRI. dan PESINDO. Sabilillah. Dari Bogor didatangkan tank-tank Sherman dari Squadron 13 Lancer. Namun begitu memasuki daerah disekitar jalan raya Cikukulu-Cisaat. telah kehilangan 8 orang mati dan 25 orang terluka. tidak boleh meninggalkan barak-barak darurat mereka dipinggir jalan. bahwa pada tanggal 11 Maret 1946 pagi dan siang mereka tidak mengadakan operasi militer. kalau-kalau hidup itu hanya sampai malam itu. Pasukan Patiala dengan konvoy utamanya hanya melaju sejauh 8 mil. pesawat tempur udara. Kompi Kapten Kusbini. meriam dan senjata perang lain. Suatu hal yang menguntungkan. sebagai berikut: When dawn came. The Patialas with the main convoy advanced only eight mile. Tidak ubahnya sepeti layaknya pesta kembang api. Kompi Kapten Murad Idrus. ialah Kompi Kapten Tedjasukmana.F. Pertempuran tersebut baru reda menjelang waktu subuh. kalau pesta kembang api disambut dengan hati yang meriah. pasukan Patiala.

maka pelurunya langsung memecahkan kepala serdadu tersebut. Batalyon III TRI. Memasuki kota Cianjur konvoy mendapat serangan dari pasukan Kompi Kapten Saleh Opo. serdaduserdadu dari Batalyon Rajputana Rifles diperintahkan turun untuk menyingkirkan batangbatang pohon tersebut. dengan berbagai macam senjata. terjadi lagi pertempuran yang seru. kembali mendapat serangan gencar.Tank Sherman Squdron 13 Lancer dalam rangka mempertahankan diri sampaisampai kehabisan peluru. dibawah pimpinan Kapten Anwar. Sebuah tank Sherman mogok diwaktu mendaki suatu tanjakan. Pasukan para pejuang melakukan serangan dari balik bangunan-bangunan pertokoan dan pepohonan dengan taktik “hit and run”. sebuah tank Sherman. Dijalan raya Belendung Batalyon Rajputana Rifles. Pada saat konvoy pendahulu dari batalyon Rajputana Rifles memasuki jembatan Cisokan di daerah Ciranjang. Nampaknya dia terluka parah. Pada saat itu terjadi kesibukan yang luar biasa untuk menolong menyelamatkan penumpang tank tersebut. dan berlangsung cukup lama. tank terseok-seok masuk jurang. maka suara-suara ledakan granatpun mengguncang suasana kampung yang sepi didaerah tersebut. untuk memberikan pertolongan. yang ditempatkan di sekitar Cianjur. Pada tanggal 12 Maret 1946 dari Bandung juga pihak Sekutu mengirimkan balabantuan. Senapan mesin ini diberi nama “Si Ronggeng”. roda depannya menggilas ranjau darat. . Tidak lama kemudian sebuah tank Sherman lagi ketika melewati jembatan Cikaret. Menjelang daerah Gekbrong. mereka adalah serdadu-serdadu bayaran yang berasal dari Propinsi Rajasthan. Tapi pada momen itu tiba-tiba dari kiri-kanan jalan mendapat serangan mendadak. terpaksa Batalyon Patiala kembali bergerak keluar dari kota Sukabumi. demikian mengikuti berita pertempuran-pertempuran di Sukabumi. Yang akan ditolong malah akhirnya jadi menolong. bekerja-sama dengan Barisan Pejuang Rakyat. yang kemudian segera diselamatkan oleh regu penolong. sudah mengira bahwa bala-bantuan Sekutu juga akan didatangkan dari Bandung. Di daerah Warung Kondang tank-tank Sherman kembali dihambat barikade-barikade dari pepohonan yang silang-melintang di tengah jalan. meledak terpental ke udara. Oleh karena itu batalyon ini juga sudah berada dalam keadaan siap siaga. Yang ternyata salah satunya adalah Komandan Batalyon Rajputana Rifles. hasil rampasan dari serdadu Gurkha Rifles pada pertempuran yang lalu. Untuk menyelamatkan pasukan tank Sherman Squadron 13 Lancer. Kapten Anwar sekalipun ia Komandan Batalyon tapi ia juga langsung memegang senapan mesin watermantel yang sangat disayangi dan dibanggakannya. namun segera memperoleh supply lagi melalui dropping dari pesawat terbang RAF. ialah Batalyon 5/6 Rajputana Rifles. roda depannya menggilas ranjau darat. Pengemudinya terpaksa harus turun. Pada saat itu juga sebuah tank Sherman meledak terkena ranjau darat ketika melewati jembatan. Konvoy terpaksa berhenti. tapi begitu kepalanya nonggol disambut dengan tembakan bedil beaumont. Pasukan Kompi Kapten Dasuni Zahid langsung membuka tembakan dari atas tebing.

prajurit tersebut menyeringai sambil sambil bergidik. Kerugian di pihak musuh tidak jelas. hubungan antara pasukan kita menjadi terputus. disertai dengan satuan-satuan pengawalnya.Wingrove untuk membantu kelancaran jalannya konvoy dari Sukabumi menuju Bandung dengan kekuatan pasukan Brigade I. mulai dari Cimahi sampai Padalarang. Dalam pertempuran ini dari pihak kita telah gugur 11 orang perajurit. Muncul dari arah Cugenang. Karena dianggap beresiko tinggi Tentara Sekutu tidak jadi untuk menduduki Sukabumi. bersama dengan Barisan Pejuang Rakyat setempat. Salah satu sepatu serdadu Batalyon Rajputana Rifles. Di daerah Padalarang musuh mengadakan pembersihan sampai jauh sekelilingnya. Sedangkan di Cianjur telah ditempatkan kurang lebih 1 Batalyon Tentara Sekutu untuk mengamankan daerah tersebut. Beberapa perwira TRI tertawan antara lain Mayor Sidik Brotoatmojo. mereka melangsungkan gerakannya ke arah Cianjur. Mereka mendirikan pos-2 pengamanan sepanjang jalan ini. Keadaan menjadi kacau-balau. Hubungan Bogor-Sukabumi-Cianjur. yang terdiri dari 2 Kompi Pasukan Zeni tempur. Ketika prajurit-prajurit dari Batalyon 3 TRI. Asrama-asrama pasukan kita ditembaki dengan meriam. melakukan serangan terhadap sepenggal iring-iringan konvoy musuh. tewas 2 orang . truk meledak terlontar ke udara. menyerang kedudukankedudukan kita. Memperhatikan sepatu yang masih lengkap berisi sepotong kaki yang berlumuran darah. yang diketahui hanyalah telah terjadi pertempuran yang terus menerus antara daerah Ciranjang dan Padalarang. Ternyata bahwa pihak Sekutu selain mendatangkan bala-bantuan dari Bogor yang melalui Cigombong-Cibadak. Citarum dan Purabaya. Serangan malam hari terhadap Tentara Sekutu di kota Sukabumi. ialah bala bantuan dari Bogor yang melalui Puncak. sedangkan dari pihak lawan menderita kerugian beberapa truk telah hancur dan seorang serdadu musuh tertawan. namun kabarnya mereka menderita kerugian sampai ratusan serdadunya telah tewas. akan tetapi salah satu truk yang nekad menggilas ranjau darat. Komandan Divisi ke-23 Tentara Inggris di Bandung juga memerintahkan Brigadier N. Di daerah Sukaraja.D. kendaraan lapis baja dan brencarrier yang lewat CiawiPuncak-Cianjur. Pada tanggal 13 Maret 1946. telah menimbulkan korban di pihak mereka : Pada hari pertama. Mereka lebih mengutamakan hubungan Bogor-Cianjur melalui Puncak. Serdadu-serdadu yang berada di atas truk hancur porak poranda. mereka juga mengirim bantuan pasukan yang diperkuat dengan pasukan tank-tank tempur.Beberapa truk berusaha untuk menyalip tank yang mogok. Kepala Staf Resimen 9. Jumlah yang tewas dan luka-luka dari pihak musuh tidak diketahui. jatuh tepat didepan wajah salah seorang prajurit pasukan Kompi Kapten Musa Natakusumah. tiba-tiba datang iring-iringan musuh yang lain. akhirnya dibatalkan. Sepanjang rute perjalanan menuju Bandung pertempuran terus berkecamuk di sekitar Cisokan. Setelah mengalami pertempuran 3 hari. Brigade ke-37 Tentara Sekutu yang berada di Bandung melakukan aksi besarbesaran. kembali mendapat serangan dari Batalyon Field Preparation (FP) Resimen 3 TRI dibawah komando Kapten Effendy Pandjipurnama.

dalam keadaan porak poranda. langsung atau tidak langsung mempengaruhi lahirnya peristiwa-peristiwa pertempuran lain. BANDUNG LAUTAN API .J. Pada hari kedua tewas 3 orang opsir Inggris. Baiklah kita simak lagi catatan dari Letkol A. Semoga bermanfaat. dari Jakarta. dibawah pimpinan Letkol Bikram Dev Singh Gill. but it was no final strom which left the air clear and there was not much rest for the troops. namun ini bukan badai terakhir dan pasukan tidak cukup mendapat istirahat”) PENUTUP Peristiwa Bojong Kokosan bukan peristiwa pertempuran satu-satunya melawan Sekutu yang terjadi di Jawa Barat yang melibatkan TKR dan badanbadan perjuangan. truktruknya pada bolong-bolong. keteladanan untuk menjaga harga diri dan martabat bangsa dan kesewenangwenangan kekuatan Asing telah ditunjukan oleh TKR dalam peristiwa Bojong Kokosan. 1 orang opsir India dan 37 orang serdadu India.” (“Syukurlah. kendaraan-kendaraanya banyak yang rusak. tiba di Bandung pada tanggal 15 Maret 1946. ini adalah jumlah korban besar yang terakhir yang kami alami dalam pertempuran. baik di wilayah Sukabumi maupun diluar wilayah Sukabumi.F. dengan pengawalan dari Batalyon Patiala. Konvoy besar Tentara Sekutu.opsir Inggris dan 26 serdadu India. akibat tembakan para pejuang kita disepanjang perjalanan. Doulton. yang berangkat tanggal 10 Maret 1946. sebagai berikut : “Happily for us. Namun demikian peristiwa Bojong Kokosan merupakan aksi pembuka melawan mesin-mesin perang Sekutu yang relatip bersekala besar yang kemudian. Keteladanan akan kegigihan perjuangan untuk menegakan kemerdekaan. this battle was the end of jeavy casualties.

berbangsa dan bernegara. Semangat perjuangan bangsa sesuai dengan dinamika perjalanan kehidupan telah mengalami penurunan pada titik yang kritis.BANDUNG LAUTAN BESERTA IMPLIKASINYA API DARI (BLA) SEGI MILITER PENGANTAR Marilah kita mengingat sejarah perjuangan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar dan heroik. buktinya tiap-tiap wilayah diseluruh bumi Nusantara terhampar Makam Pahlawan. pertahanan dan keamanan. bahwa kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu telah dibayar mahal dengan pengorbanan jiwa dan harta benda yang tidak sedikit. sosial budaya. seperti yang dialami Indonesia sekarang. berdirinya tugu-tugu perjuangan antara lain di Jawa Barat salah satunya adalah tugu perjuangan rakyat Jawa Barat pada saat kita menghadapi penjajah dilakukan dengan pembuni hanguskan kota Bandung dan dikenang sebagai BANDUNG LAUTAN API (BLA) yang tugunya berada di lapangan Tegallega. Bila kita merenung sejenak. Nilai-nilai perjuangan bangsa yang besar dan heroik. perekonomian. Nilai-nilai perjuangan bangsa Indonesia pada perjuangan fisik merebut dan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia mengandung nilai-nilai perjuangan bangsa Indonesia yang menjadi landasan dalam mengisi kemerdekaan telah mengalami pasang surut sesuai dinamika dalam kehidupan bermasyarakat. hal ini disebabkan antara lain oleh pengaruh globalisasi yang membawa dampak kuatnya pengaruh lembagalembaga kemasyarakatan internasional. negara-negara maju yang ikut mengatur percaturan perpolitikan. Kini tugu tersebut berada dalam kondisi yang sangat menyedihkan dan tidak terawat dengan baik karena tidak dikelola oleh pengelola yang professional untuk ini akan disampaikan sekilas bagaimana kisah .

peristiwa BLA itu sendiri dan Epilognya. Pressure Group yang melakukan gerakanya uot of Control / kebabaslan lebih-lebih di era demokrasi yang membuka peluang untuk itu 4. 5. Kaum intelektual memanfaatkan massa demi kepentingannya. 3. 2. sampai kini di era reformasi. PROLOG PERISTIWA BANDUNG LAUTAN API Pada Perang Dunia ke-II sedang berkecambuk antara sekutu melawan fasis Jepang.BLA secara singkat dituturkan dalam uraian berikut dengan urutan Prolog. Kota Hirosyima dijatuhi Bom yang dinamai Little boy panjangnya 3 M yang dijatuhkan oleh pesawat pembom B-29 yang diberi nama Enola Gay. Masyarakat dididik menjadi Vandalisme dan brutal seperti saat ini (Demonstrasi yang berlebihan. Pemimpin Nasional cenderung arogan dan tidak tanggap terhadap aspirasi Grassroot dan KKN tumbuh subur. Suksesi kepemimpinan tidak dipersiapkan oleh penguasa sehingga menimbulkan setiap pergantian pemimpin tidak berjalan mulus. Diproklamirkan kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 2. Kedatangan tentara Dai Nippon ke wilayah Nusantara. kota Hirosyima dan Nagasaki dijatuhi bom Atom oleh Amerika Serikat. 3 hari kemudian 9 Agustus 1945. bom atom yang ke 2 diberi nama Fat man di jatuhkan dan meledak diatas kota Nagasaki pukul 11. Bangsa Indonesia (rakyat . Di Indonesia pada waktu itu terjadi kevacuman pemerintahan karena : 1. telah menghancurkan kota Hirosyima rata dengan tanah dan pada tanggal 6 Agustus 1945. Jepang dinyatakan sebagai bangsa yang kalah perang.) Mudah-mudahan segenap anak bangsa Indonesia segera sadar terhadap akar permasalahan tersebut diatas dan mengambil langkah-langkah yang positif untuk perbaikan kehidupan bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia. menandakan berakhirnya Perang Dunia ke-II. Secara Global akar permasalahan di infentalisir sbb: 1. tak urung kota itu hancur berantakan dan menimbulkan korban puluhan ribu jiwa manusia Atas peristiwa itu maka untuk menyelamatkan Negara dan rakyatnya pada tanggal 15 Agustus 1945 Kaisar Hirohito menyatakan menyerah bertekuk lutut kepada sekutu yang diwakili oleh Jenderal Douglas Mc Arthur. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia untuk memproklamirkan kemerdekaannya tanggal 17 Agustus 1945 yang merupakan titik kluminasi perjuangan bangasa Indonesia merebut kemerdekaan yaitu : 1. merusak asset negara dll. meski tempat jatuh meleset 4 km dari sasaran karena kabut.02. Jepang berhasil mendaratkan kakinya dikepulauan Nederlands-Indie. Dikibarkan bendera Merah Putih diseluruh Nusantara 3. Intrik antar Parpol cenderung Suudhon terhadap bawah partainya. Secara jujur dan berdasarkan Fakta sejarah bahwa bangsa Indonesia yang telah memproklamirkan Kemerdekaannya sejak 17 Agustus 1945 tidak berjalan dengan mulus sesuai harapan segenap anak bangsa Indonesia. Dikumandangkan lagu Indonesia Raya ke seluruh pelosok Nusantara melalui Radio. Pasukan sekutu yang akan menyelesaikan administrasi belum datang 2. 6.

Indonesia) menyambut kedatangan Bala Tentara Jepang sebagai pembebas. Kurun waktu sampai dengan 17 Agustus 1945 Jepang dapat bertahan di Indonesia selama 1264 hari, 15 Agustus 1945 Jepang kalah dan menyerah kepada sekutu, namun pasukan-pasukan Inggris dari tentara sekutu dibawah pimpinan Letjen Sir Philips Christison baru dapat mendarat di Jakarta pada akhir September 1945. Dalam kerangka perjuangan kemerdekaan Indonesia kondisi tersebut diatas merupakan suatu periode yang telah banyak membawa perubahan radikal di dalam perjuangan pergerakan Kemerdekaan Indonesia menuju Indonesia Merdeka dan Berdaulat. Adapun perubahan-perubahan radikal dapat dirinci sebagai berikut : 1. Untuk mengisi kekurangan personil di Indonesia, Jepang telah membentuk pembantu Tentara Jepang (Heiho) berdasarkan Keputusan Tokyo tanggal 23 September 1942 melalui Riku-a-mitsu No. 3636 untuk melatih pemuda-pemuda pribumi menjadi ptajurit-prajurit pembantu (di Indonesia tercatat + 42.000 orang Heiho). 2. Jepang telah melatih rakyat Indonesia dalam bentuk organisasi seperti Seinendan, Keibodan, Hisbulloh dan lain-lain sedangkan didesa-desa dibentuklah Toranikumi untuk mengkoordiner kegiatan ketangguhan desa dalam pertahanan. 3. Jepang telah membentuk Pembela Tanah Air (PETA) atas permintaan Gatot Mangunpraja yang tanggal 3 Oktober 1943 lahirlah undang-undang Bala Tentara Jepang dengan nama Osamu Sirei No. 44, yang menjelaskan Peta adalah pasukan sukarela untuk membela Tanah Air sebagai pelaksana pembentukan Peta oleh Korps Tentara ke-XVI Bala tentara Jepang. 4. Latihan militer yang diberikan kepada pemuda-pemuda Indonesia oleh Jepang memberikan hikmah yang tiada taranya bagi Negara Indonesia sebagai embriyo lahirnya TNI, yang secara kronologis diuraikan sebagai berikut : a. Tanggal 22 Agustus 1945 Panitya Persiapan Kemerdekaan Indonesia memutuskan pembentukan Komite Nasional Indonesia (KNI), Partai Nasional Indonesia (PNI) dan Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang semula merupakan bagian dari Badan Penolong Keluarga Korban Perang (BPKKP). Disamping TKR dibentuk juga Lasykar Rakyat sebagai Organisasi Perlawanan Rakyat untuk melaksanakan pertahanan dan keamanan Negara RI, Lasykar Rakyat pada garis besarnya terdiri dari dua golongan yaitu : 1) Lasykar yang dijiwai oleh sesuatu idiologi politik partai antara lain yang termasuk golongan ini adalah : Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP), Tentara Pelajar (TP), Front Pelajar (FP), Corps Mahasiswa (CM), Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia (BPRI), Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi (KRIS), Tentara Genie Pelajar (TPG) dan lain-lain 2) Lasykar yang dijiwai oleh sesuatu idiologi politik partai adalah lasykar yang dibentuk oleh partai-partai politik sebagai akibat maklumat Pemerintah tanggal 3 Nopember 1945 tentang pembentukan partai-partai dan anjuran untuk membentuk lasykar partai, seperti Hizbulloh, Barisan Banteng dan Pesindo. b. Berdasarkan Penetapan Pemerintah No. 2 s/d tanggal 2 Januari 1946 Tentara Keamanan Rakyat dirubah menjadi Tentara Keselamatan Rakyat, yang

bertugas menyelamatkan Negara Republik Indonesia dari bahaya ancaman penjajah. c. Berdasarkan Penetapan No. 4 s/d tanggal 25 Januari 1946 TKR dirubah menjadi Tentara Republik Indonesia yang terdiri dari unsure TRI Darat, unsur TRI Udara dan Unsur TRI Laut. d. Dengan Penetapan Presiden RI tanggal 5 Mei 1947 lasykar dan barisan rakyat bersenjata dan unsur-unsurnya bergabung menjadi Angkatan Darat (ADRI), Angkatan Laut (ALRI) dan angkatan Udara (AURI) Selanjutnya ketiga Angkatan itu menjadi APRI kemudian menjadi APRIS dan berdasarkan Keputusan Kasad No. 83/KASAD/PNTP/50 tanggal 20 Juni 1950 APRIS kembali menjadi APRI. Demikian tonggak sejarah tentang kelahiran Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang telah berjasa mengamankan berbagai peristiwa kemelut yang merongrong kedaulatan NKRI. e. Berdasarkan Kepres RI No. 52 tanggal 1 Juli 1969 AKRI menjadi Polri, maka kekuatan bersenjata RI terdiri dari ADRI, ALRI, AURI dan POLRI disebut Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) f. Berdasarkan Tap MPR No. VI/2000 tentang pemisahan kembali antara TNI dan Polri, TNI bertugas tentang masalah Pertahanan Negara sedangkan Polri bertugas tentang masalah Keamanan, TNI bertugas untuk keamanan Dalam Negeri sedangkan Polri bertugas untuk keamanan dan ketertiban masyarakat. Akhir September 1945, kota Jakarta telah dipenuhi oleh tentara sekutu termasuk tentara Belanda yang berlindung dibelakang sekutu dan tentara RI dari Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Bentrokan-bentrokan berdarah sering terjadi, sejak para mantan APWI mulai bebas berkeliaran di kota Jakarta ditambah lagi oleh munculnya petugas-petugas NICA dan pasukan KNIL. Mereka ini berhadapan dengan para pejuang Republik Indonesia, yang sebagian besar dipelopori para pemuda pejuang serta TKR. Hampir setiap hari terjadi pertempuran-pertempuran di dalam kota, baik siang maupun malam. Penduduk yang menghuni kota Jakarta bercampur dengan penduduk sipil, baik sipil Republik, penduduk sipil kulit putih mantan interniran, kota Jakarta menjadi tidak aman bagi semua penghuninya. Bentrokan-bentrokan yang menimbulkan kekacauan ini semakin memusingkan pihak sekutu. Tidak mengherankan bila sekutu kemudian meminta pemerintah Indonesia untuk mengeluarkan pasukan-pasukan bersenjata RI dari kota Jakarta, dengan alasan kota Jakarta adalah kota diplomasi yang sering digunakan untuk perundingan-perundingan internasional antara Indonesia , Belanda dan Inggris, sehingga memerlukan ketenangan. Atas kekalahan Jepang sekutu (Inggris) ditugaskan untuk : melindungi dan mengungsikan tawanan-tawanan perang dan orang inteniran, melucuti tentara Jepang dan mengembalikan mereka ke Jepang, memelihara ketertiban dan keamanan umum agar tugas tersebut terlaksana dengan sebaik-baiknya. Ternyata tugas sekutu tadi tidak berjalan dengan mulus, terbukti dengan terjadinya pertempuran konvoi Sukabumi Cianjur sepanjang 81 km, yang berlanjut dengan peristiwa Bandung Lautan Api di kota Bandung. Semula daerah Sukabumi Cianjur di jaga oleh Resimen 3 TRI dengan pimpinan Letkol

Edy Soekardi bersama Resimen 2 Bogor dari Letkol Husein Sastranegara termasuk divisi 1 Banten. Perimbangan kekuatan Inggris terdiri dari 4 YONIF, 3 SATBAN didukung oleh Royal Air Force jumlah personil + 4.000 orang. Indonesia terdiri dari 4 YONIF didukung lasykar-lasykar rakyat a.l. Hizbulalh dari Bandung, YON YAHYA, YON HARI SOEKARDI, YON-ABDULRAHMAN dan YON ANWAR PADMA jumlah personil + 5.000 orang.

Korban dari kedua belah pihak Inggris : Gugur 44, Luka-luka 95, ditawan – Indonesia : Gugur 92, Luka-luka 94, ditawan 30 Sebelum terjadi peristiwa Bandung Lautan Api sekutu mengalihkan route pengiriman logistik untuk pasukannya yang berada di Bandung dari rute yang melalui jalan utara tapi trayek ini dapat gangguan oleh pertempuranpertempuran di Klender, Kranji dan Bekasi dan terakhir satu angkutan lengkap diserobot oleh Resimen 6 di Cikampek sehingga TKR memperoleh sejumlah makanan awet Inggris yang terkenal dengan nama “Kompo” kemudian sekutu mengalihkan rute logostik melalui Bogor, Sukabumi, Bandung dan terjadi peristiwa Bojong Kokosan. Dengan diawali penghadangan di Fokkersweg (Jl.Garuda sekarang) mulailah peristiwa Bandung Lautan Api. Kota Bandung dikuasai Tentara sekutu. Sebagaimana kota Jakarta maka kota Bandung pun harus dikuasai oleh sekutu tanpa menguasai kedua kota tersebut, pekerjaan sekutu untuk membebaskan dan memulangkan APWI akan terganggu terus menerus oleh insiden-insiden dan bentrokan-bentrokan dengan para pejuang atau tentara Republik. Saat sekutu menguasai kota Bandung juga tidak berjalan mulus, sebelum terjadi peristiwa Bandung Lautan Api didahului peristiwa-peristiwa yang secara kronologis sebagai berikut :

Mengindahkan azas perang merupakan suatu factor untuk memenangkan suatu perang. dalam hal ini akan disampaikan makna dan pengertian tentang azas perang. BANDUNG LAUTAN API DITINJAU DARI TAKTIK. ketika pengawal Gurkha menolak untuk diperiksa terjadilah tembak menembak yang berakhir dengan menyerahnya pasukan Gurkha kepada TKR. yang dikawal sepasukan kecil berkekuatan 10 tentara Inggris asal Gurkha. maka seluruh penumpang pesawat dan awaknya ditawan oleh pasukan setempat yaitu pasukan lasykar dari Banteng Hitam kemudian mereka dibunuh. Hal lain yang disebut kekuatan relatif atau daya tempur relatif. 2. agar seluruh Pasukan Indonesia harus sudah mengosongkan Bandung Selatan tanggal 24 Maret 1946 sebelum pukul 24. tentara Inggris kurang memperhitungkan resiko yang bakal terjadi dan mereka akan melintasi daerah kekuasaan Republik. karena kekuatan TKR lebih besar. KAMPANYE DAN STRATEGI MILITER Sebelum uraian berlanjut ada baiknya disampaikan beberapa makna yang berkaitan dengan istilah perang. taktik dan strategi militer serta macam operasi TNI. Cianjur tanggal 20 Maret 1946 serangan terhadap kedudukan sekutu di Bandung Utara dengan menggunakan senjata mortir. Berbagai insiden yang akhirnya membuat sekutu (Inggris) jengkel sehingga tanggal 27 Nopember 1945 Brigjen Mac Donald mengeluarkan ultimatum kepada pemerintah Indonesia untuk mengosongkan kota Bandung bagian utara dari pejuang republik dengan dibatasi oleh jalan Kereta Api sehingga garis demarkrasi. dengan disampaikannya pengertian tersebut diatas maka memudahkan persepsi pembaca dalam kaitan dengan judul diatas : 1. Tentu saja karena tempat tersebut berada dalam kekuasaan Republik. Kereta api itu meneruskan perjalanan ke Bandung dalam keadaan kosong. 4. Rangkaian kereta api disergap di daerah Dawuan yang dilakukan oleh Batalyon Priatna. Kegunaan azas perang sebagai pedoman dan dasar untuk melakukan tindakan dan bukan hukum atau peraturan yang harus ditaati secara membuta. Serangan ini membuat sekutu murka dan Mayjen Hawthorn mengeluarkan ultimatum. 3.000 APWI di Bandung melalui kereta api dengan rangkaian 20 gerbong. Insiden Cikampek Pada saat pengangkutan perbekalan untuk 60. Insiden Bekasi Tanggal 23 Nopember 1945.1. bahwa mengabaikannya berarti mengundang resiko yang memberi keuntungan kepada musuh. sebuah pesawat Dakota Inggris dalam penerbangannya ke Semarang harus melakukan pendaratan darurat disuatu tempat di Bekasi karena rusak mesin pesawat tersebut membawa 18 tentara Kumaon dan 5 awak pesawat.00 inilah awal dari peristiwa Bandung Lautan Api. Azas perang adalah kebenaran fundamental yang berlaku dalam cara pelaksanaan perang dan mempunyai pengaruh tetap terhadap kesudahan dari persengketaan bersenjata. Azas perang itu merupakan suatu peringatan. Diawali penghadangan di Fokkersweg (Jalan Garuda) pencegatan pengiriman perbekalan dari Sukabumi. Yang dimaksud dengan kekuatan relatif adalah : .

e. Pemusatan. kampanye dan taktik hanya terletak pada ruang lingkupnya saja. Clausewitz. Mars Meninggalkan Musuh dilakukan apabila : 1) Menghindari pertempuran Pemunduran dalam kondisi yang sedang berlaku dengan melakukan lepas libat sesuai rencana dan tanpa tekanan musuh. e. Jomini. Perkembangan Perang. Keamanan. Burne. baik tenaga manusia maupun bahan. Liddel Hart. c. Andre Beaufre. Perlawanan teratur secara terus menerus. Penyebaran untuk menghindari permusnahan. Keutuhan dan kesatuan ideology dan politik. f. Kualitas dan kapabilitas komandan. d. b. g. Diantara rumusan yang cocok atau mendekati dengan kondisi bangsa Indonesia Mao Tse Tung lah yang penulis pakai tentang pengertian strtegi.a. Azas perang khusus Indonesia adalah : a. Azas perang yang bersifat universal ialah : a. b. c. b. Sumber (resource). d. . perang dilakukan dengan alas an untuk membela diri. h. Pengertian Strategi Dulu : Ilmu siasat/ilmu perang/tipu muslihat untuk mencapai kemenangan. perang dilakukan karena dianggap sebagai tradisi. c. Kerja sama. 2) Jaman budaya. Ofensif. Memegang teguh tujuan. Kekenyalan dalam pikiran dan tindakan. Pendadakan. b. Mao Tse Tung berpendapat : Strategi dan taktik mempunyai hubungan dengan ruang dan waktu. Kualitas dan kapabilitas pasukan. Moril. Daya gerak. Penghematan tenaga. dan memainkan peran yang sangat penting dalam pelaksanaan perang berlarut atau gerilya. 2) Dilakukan sebagai kelanjutan lepas libat atau bila tidak ada kontak dengan musuh. 1) Jaman tradisional. Diantara macam-macam operasi tempur yang dilakukan oleh TNI-AD ialah antara lain Operasi Tempur Pemunduran atau Mars Meninggalkan Musuh (MMM). Tidak kenal menyerah. d. d. Napoleon. c. Strategi Militer a. perang dilakukan dengan alas an untuk melindungi dan menjamin kelangsungan hidup bangsa agar tidak hancur. 3) Jaman modern. Waktu dan ruang harus dapat digunakan untuk menciptakan situasi perang yang menguntungkan antara strategi. Banyak pakar ahli strategi mengemukakan tentang pengertian strategi yaitu Sun Tsu. Scholovski dan Mao Tse tung. Berbagai pendapat tentang strategi. 2. Sekarang : Cara mencapai sesuatu dengan sarana yang tersedia.

M. Oleh karena itu tiada pilihan lain bagi sekutu selain mengeluarkan ultimatum. agar para pembaca memhami bagaimana peristiwa Bandung Lautan Api ditinjau dari ketiga masalah tersebut diatas.H. Tugas yang terkandung adalah menghadapi pejuang bangsa Indonesia yang Militan. bahwa Jendral Howthorn pernah berkata . 2.3) Bila didahului lepas libat. Sekutu pada saat itu menghadapi tugas yang berat dihadapkan pada fenomena yang harus diselesaikan yaitu : 1. Walikota Syamsuridzal telah memberi tahukan pada Kolonel A. Pemerintah Sipil supaya tetap bertugas di posnya yang sekarang karena kalau pergi. Akhirnya Komandan Divisi III dihadapkan pada 3 perintah yang berbeda perintah itu adalah : 1. Harus kita bangun untuk kelak melawan NICA. Syahrir pada pertemuan di Pegangsaan beliau berkata lebih kurang “kerjakan saja”. Nasution selaku Komandan Divisi III telah berupaya supaya ultimatum itu diperingan namun tidak berhasil dan sekutu tetap ngotot. Tugas pokoknya mengurus / menyelesaikan masalah RAPWI. namun sudah mampu melaksanakan perang modern. Nasution. untuk menyelamatkan misinya. TRI kita adalah modal yang harus dipelihara jangan sampai hancur dulu. Demikian sekedar pengantar tentang taktik. Mars Meninggalkan Musuh dimulai setelah pasukan utama memutuskan kontak dan setelah kolone Mars terbentuk. yang pada saat itu TRI belum memhaminya selengkapnya seperti masa kini. Dari P. Sebaliknya pihak Republik juga menhadapi dilema dengan ultimatum tersebut yaitu atas dasar tuntutan Inggris supaya 25 Maret 1946 Bandung dikosongkan dari semua orang pasukan bersenjata dalam radius 11 km. Berada di Negara yang baru merdeka. I don’t trust colonel Nasution. pasti . kampanye dan strategi militer dengan uraian yang dibatasi pada hal-hal penulis anggap perlu.H. Kolonel A. 3.

3. Sedangkan kekuatan TRI hanya 4 batalyon dengan 100 pucuk senjata senapan seluruhnya takan mampu menangkis kekuatan musuh. 2. Akan tetapi permintaan itu ditolak oleh pihak sekutu. dimana Inggris berjanji untuk mempergunakan badan-badan Netherland Indies Civil Administration (NICA) dalam urusan pemerintahan dan untuk selekasnya memulihkan kekuasaan Belanda di Indonesia. Dalam rapat itu Mayor Rukana. Sumatra dengan garis demarkasi yang sudah siap apabila TRI menyerang. Als er nog geknokt wordt. karena yang rugi rakyat kita sendiri juga dan yang harus membangunnya kelak kita juga. Pemerintah Sipil Menyatakan ketaatannya kepada Perdana Menteri St. Pemerintah Sipil dan tokoh-tokoh KNI. Staf. Komandan Divisi sangat sulit untuk menentukan sikap karena dihadapkan pada : 1. pihak sipil meminta penundaan batas waktu dengan alasan untuk mententramkan perampokan. Syahrir. Dari Markas Besar Tentara di Yogya mengirimkan kawat tanpa nama si pengirim bunyinya : “Tiap sejengkal tumpah darah harus dipertahankan. 2. Three conflict order (dari pusat. MPPP. Komandan Polisi Tentara mengusulkan untuk membumihanguskan dan kemudian menutup terowongan kali Citarum diperbatasan barat dengan ledakan dinamit. Dari situasi yang mencekam itu Pak Nasution selaku Komandan Divisi dengan naluri militernya. Dari Jendral Didi Kartasasmita selaku penasehat militer setelah ditanya pak Nas. Dihadapkan pada pertimbangan kekuatan yang tidak seimbang yaitu sekutu dengan kekuatan Divisi India 12. Kemudian setelah Inggris menyerahkan kekuasaan atas Indonesia dengan kelicikan Belanda untuk mengadudombakan antar penduduk asing (Cina. Komandan Resimen dan lain-lain Perwira ingin bertempur terus.NICA akan menggantikannya jangan diadakan pembakaran dan sebagainya. dan kom ik bij jou. Penasehat Militer dan MBT). Panglima Inggris tidak bersedia memperanjang waktu. andai kata TRI melawan itu bunuh diri namanya. 3.000 orang dengan persenjataan lengkap. India) dengan penduduk Cina (Kuomintang) Belanda membentuk barisan Cina dengan nama Po An Tui padahal negara Cina Kuomintang bersimpati kepada Barisan Keamanan Gerakan Kemerdekaan Indonesia.” (artinya laksanakan saja sesuai kebutuhan situasi dan kondisi kalau terjadi sesuatu teleponlah saya. akan tetapi Bandung harus dibakar. beliau menjawab : “Handelen naar gelang de omstandigheden. maka pada pukul 14. Saya sendiri orang yang tidak punya. namun kemudian Wakil Persatuan Perjuangan bapak Kamran dan bapak Sutoko mempertimbangkan agar kita bersama rakyat keluar saja. ditunjang dengan kendaraan tempur (tank) dan meriam-meriam yang berbanjar serta truk di Jl.” Dari 3 perintah yang bertentangan Komandan Divisi mengadakan rapat kilat di Regentweg dengan komandan-komandan. dan saya akan datang menemuimu). telefooner mij.00 dikeluarkan perintah : . Arab. katanya sudah diramalkan Bandung akan menjadi “Lautan Api dan Lautan Air”. Tentara sekutu disamping tugas pokok untuk menyelesaikan tugas RAPWI mengemban pula tugas sampingan yang diutamakan yaitu melaksanakan persetujuan Civil Affair Agreement tanggal 24 Agustus 1945 dengan Belanda.

memikul dan menggendong anak-anak serta barang sekedarnya. Tentara melakukan bumi hangus terhadap semua bangunan yang ada. hal ini bisa dimaklumi karena . Tembakan-tembakan tersembunyi dilakukan di bagian Utara. Memang berat penderitaan rakyat Bandung. Berangsur-angsur kedengaran dentuman-dentuman dan kelihatan kebakaran semakin hebat mulai dari Cimahi sampai Ujungberung.00 kota praktis sudah kosong dari manusia akan tetapi api masih menyala terus. 4. Sukajadi dan lain-lainnya.00 Komandan berdua kembali masuk kota untuk memeriksa dari dekat. Bagaimana tindakan Inggris. Pos Komando saya pindahkan ke Kulalet (Dayeuh Kolot).000 rakyat keluar kota dengan berjalan kaki. bahwa yang dilakukan oleh Komandan Divisi (Kol. akan tetapi mereka ikhlas memberikan pegorbanan dengan keyakinan kemerdekaan akan tetap selamanya. Setelah Komandan Divisi III (Kol. kita (Indonesia) dan pihak sekutu (Inggris. 3.00 komandan Divisi bersama Mayor Rukana berdiri disebuah bukit memerikasa pelaksanaan perintah Komandan. Hujan rintik-rintik menimpa mereka.H. Ciumbuleuit. adalah keputusan yang baik. Dengan keyakinan bahwa pengorbanan mereka takan sia-sia. surat kabar membuat berita tentang Bandung dalam kotak-kotak hitam. Serangan-serangan dilakukan sekitar bekas KMA. supaya Bandung Utara diserang dari pihak utara dan dilakukan pula sedapat bisa. Begitu dari selatan harus ada penyusupan ke Utara. Komandan Divisi III mengirim nota ke MBT dan pernah langsung menghadap kepada Panglima Besar (pak Dirman) untuk mengadakan siasat menyeluruh agar seluruh Jawa mengadakan “Serangan Umum” dalam arti implikasi gerilya untuk terus menghangatkan kota. Gedung-gedung yang besar hancur oleh dinamit. tanda berkabung dengan kalimat-kalimatnya yang melukiskan kemurkaan bercampur duka cita karena bumi hangus “demooiste stad van Java” dan “Parijs van Java” menjadi rusak. Pukul 20. Sesudah matahari terbenam. Pak Nasution dianggap sebagai “Penjahat Perang” dan untuk itu beliau dimintai pertanggung jawabannya. Namun misi Komandan Divisi III tidak mendapat respon yang baik dari MBT. Akibat peristiwa Bandung Lautan Api. Segala kejadian dilaporkan ke MBT. Sangat sedih hati melihat lebih kurang 100. hanya terdengar tembakantembakan sebentar jauh dari Utara. A. Semua pegawai dan rakyat harus keluar kota sebelum pukul 24.00 2. Nasution) dengan stafnya pindah ke Kulalet (Dayeuh Kolot). Setelah Bandung dibumi hanguskan. Komandan meronda dalam kota dan membantu sendiri membakar disana-sini. Nasution) mengenai Bandung Lautan Api. Banyak yang menangis. Namun pada bulan Mei 1946 Jenderal Urip Sumoharjo dengan resmi menerangkan di Purwakarta. dan kemerdekaan akan membawa kebahagiaan dan kesejahteraan yang telah diimpikan dan dijanjikan oleh pemimpin-pemimpinnya. A. Belanda) masing-masing sedang mengadakan konsolidasi.H. Setelah pukul 24. Pukul 21.1. yang lalu menyetujui tindakan yang telah diambil. Sesudah kejadian tersebut dari luar kota TRI mengatur terus infitrasi-infitrasi setiap malam untuk mengacaukan musuh.

Penghadangan terhadap konvoi di Tugu dan Cipayung. ini namanya bunuh diri. yang diperlukan untuk persiapan-persiapan gerakan selanjutnya berupa serangan. penghadangan atau perang gerilya. tetapi pertimbangan kekuatan tidak seimbang alangkah dungunya seorang Komandan menggerakan Pasukannya untuk melakukan pertempuran. Meskipun semangat tempur dan moril tinggi. BLA ditinjau dari segi strategi Militer sesuai rumusan strategi yang dikemukakan oleh Mao Tse Tung yaitu BLA memainkan peranan yang penting dalam pelaksanaan perang berlarut atau gerilya. pertahanan dan hambatan dengan berpegang kepada perang memegang teguh tujuan. Cipatat. BLA ditinjau dari operasi Militer merupakan suatu gerakan kebelakang meninggalkan musuh dengan tujuan mengorbankan ruang untuk memperoleh waktu. Beberapa kolone dicegat rakyat di Cikarang dan Pacet. Pelaksanaan BLA menggunakan suatu taktik kombinasi dari serangan. Dari segi Taktik Militer. Setelah dilakukan pemunduran diperintahkan untuk melakukan penyerangan yang dilakukan oleh pejuang TRI antara lain : a. mulai dari Sukamiskin sampai Cimahi. Cianjur dan Puncak. Ruang dikorbankan untuk memperoleh waktu yaitu menghindari pertempuran-pertempuran yang menentukan. Ciranjang. dalam waktu dan ruang tertentu. Dari segi Kampanye Militer. Pertempuran sejak dari Cianjur sampai Rajamandala c. BLA merupakan rangkaian operasi militer yang berhubungan dengan yang lain dengan tujuan untuk menyelesaikan suatu sasaran bersama. b. 2. Dari segi Strategi Militer. Musuh tidak bisa memanfaatkan asset selain puing-puing dan menyalurkan musuh ke dalam situasi yang tidak menguntungkan baginya. Padalarang. tetapi merugikan dipihak musuh. HIKMAH DARI BANDUNG LAUTAN API . Tak ada tempat yang sepi insiden. Implikasi peristiwa BANDUNG LAUTA API ditinjau dari kampanye militer adalah : 1. Penghadangan terhadap musuh yang berada di jalan raya antara Puncak dan Bandung. 3. d. Dapat disimpulkan disini bahwa dari segi taktik penyerangan-penyerangan dengan kekuatan kecil menghindari korban yang besar. e.posisi MBT saat itu lebih bersifat koordinator dari pada Komando tertinggi tentara pada dewasa itu.

mendesak sekutu untuk minta bantuan pengawalan kepada TKR. Perjalanan bersejarah bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah telah mengorbankan jiwa harta benda yang tidak terhingga. Khusus untuk Siliwangi BLA telah menghasilkan system Pertahanan Garis Hantar Kuning sampai system Pertahanan dan keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). 2.Kegagalan sekutu sewaktu mengirimkan perbekalan ke Bandung. yang merupakan segala usaha. yang pernah dilakukan Taruna Akademi Militer Tanggerang selama tiga kali antara Desember 1945 s/d Januari 1946. tinggal menunggu perbaikan dan pelestariannya sekaligus pemanfaatannya sebagai tugu dan musium perjuangan Rakyat Jawa Barat. Tiap daerah mempunyai perang sendiri-sendiri dalam upaya mempertahankan kemerdekaannya seperti Rakyat Jawa Barat dalam epos Bandung Lautan Api yang telah memberikan saham yang besar dalam membela bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia. Kepercayaan sekutu kepada TKR sekaligus merupakan pengakuan terhadap eksistensinya TKR secara de facto. . Tugu BLA yang terletak dilapangan Tegallega keadaanya tidak terawat dan sangat menyedihkan. kini Tugu BLA sudah dibersihkan. Rentetan peristiwa/bentrokan antar TKR dan sekutu (Inggris) sampai terjadinya peristiwa heroik BLA merupakan masukan untuk penyusunan doktrin dan macam-macam operasi militer. yang terkenal dengan peristiwa Cikampek. dalam hubungan ruang dan waktu yang ditetapkan atas dasar perintah dari fihak yang berwenang dalam rangka mencapai tujuan perang ataupun tujuan Hankamnas. PENUTUP Dari uraian diatas dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. kegiatan dan tindakan militer berdasarkan suatu rencana untuk mencapai tujuan.

Maluku ikut berjuang membela Jawa Barat dalam peristiwa Bandung Lautan Api. Palembang. Kejujuran hati tidak mementingkan diri sendiri. yang memberi andil besar dalam menyusun macam-macam operasi militer di Indonesia sampai dengan Sistem Pertahanan dan keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). Sulawesi. Demikian tulisan “BANDUNG LAUTAN API BESERTA IMPLIKASINYA DARI SEGI MILITER”. penuh kesadaran menurut memenuhi perintah. Jenderal Besar).3. 3. Sepi ing pamrih rame ing gawe berjuang tidak mengharapkan upah/gaji bayaran. dengan harapan semoga masyarakat Jawa Barat menghargai para pejuang terdahulu dan memiliki sense of belonging pada Tugu Bandung Lautan Api yang terletak di Tegallega. dengan rela menerima perintah itu demi keutuhan bangsa dan tanah air. Kemanunggalan Tentara dan Rakyat dalam kerjasama : a. Meskipun TKR baru lahir tapi dalam peristiwa BLA telah mampu melakukan kegiatan militer yang bersifat taktis dan strategis. Penerimaan asrama (akomodasi) dengan istilah “Pastur” (tepas batur) d. Padang. Batak. Riau. A. Mereka datang dari delapan penjuru angin terdiri dari suku Sunda. Nasution (sekarang alm. penghargaan dan penghormatan. mengutamakan kepentingan umum terutama kepentingan kemerdekaan Indonesia. Bantuan logistik dengan dapur umumnya b. Kesatuan dan persatuan nasional yang erat bahu membahu tidak membedakan asal daerah suku dan agama. Amiin. Rakyat ikut bertempur al. Jawa. Disiplin tinggi yang bersifat nasional TRI/pejuang bersenjata tetap menolak untuk mundur tetapi selaku prajurit yang harus taat kepada perintah atasan/pemerintah. Peranan lasykar wanita baik di depan dan di belakang front c. melainkan lebih mementingkan. Kesan dan pesan dari peristiwa Bandung Lautan Api 1. LONG MARCH SILIWANGI . Jambi. berkat naluri militer dari Komandannya yaitu Kol. 4. tukang becak yang bernama Emen berhasil menghancurkan tank musuh di jalan Waringin. Kerelaan berkorban untuk kemerdekaan Indonesia dengan mengorbankan harta benda maupun jiwa raga mereka.H. Semangat pengorbanan Rakyat Jawa Barat luar biasa besarnya dan mencerminkan kesatuan dan persatuan bangsa dalam membela bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia. 6. 5. 4. Nusa Tenggara. 2.

Panglima Besar Sudirman mengeluarkan perintah kilat antara lain Pemerintah Belanda telah membatalkan persetujuan gencatan senjata. untuk menembus. Republik Indonesia meramalkan akan adanya gerakan militer Belanda berikutnya. yang waktu itu sudah semakin ciut. 1” tentang cara pelaksanaan perlawanan terhadap Agresi Belanda. dan khusus untuk Siliwangi. tanggal 19 Desember 1948 Belanda melakukan aksi militer ke-II. Oleh karena itu Angkatan Perang RI menjalankan rencana yang telah ditetapkan untuk menghadapi serangan Belanda. Perintah hijrah itu dilaksanakan tanggal 1 Februari 1948 dan berakhir tanggal 22 Februari 1948. ternyata ramalan itu benar. di kapal Amerika “Renville” di pelabuhan Tanjung Priok yang kemudian melakukan “Persetujuan Renville” yang ditanda tangani tanggal 17 Januari 1948. Setelah prajurit Siliwangi berada di Jawa Tengah. Inti dari Persetujuan Renville itu antara lain mengharuskan Divisi Siliwangi harus pindah ke Jawa Tengah ke daerah Republik.1 terkenal dengan nama “Perintah Siasat No. Akan tetapi tidak semua adalah gejala sementara. Atas serangan perang Kemerdekaan itu. dalam perang Kemerdekaan ke-I secara psikologis telah sangat memukul moril prajurit-prajurit RI. Instruksi Panglima Besar No. Dengan gerilya sementara bahu membahu dengan rakyat prajurit Siliwangi telah berhasil menguasai keadaan ini diakui oleh pihak Belanda bahwa perlawanan pasukan-pasukan RI di Jawa Barat dan Jawa Tengah makin meningkat saja. . Siliwangi telah berhasil menumpas pemberontakan PKI MUSO tanggal 18 September 1948. menyusup ke kedudukan semula di Jawa Barat dengan sebutan yang terkenal “LONG MARCH SILIWANGI”. Atas desakan DK PBB dan dengan bantuan Komisi jasa-jasa baik diadakanlah perundingan antara Indonesia dan Belanda.PENGANTAR Kemajuan-kemajuan yang mempesona dari gerakan tentara Belanda yang modern itu. disamping melawan Belanda.

Pada tanggal 22 Februari 1948 sekitar 29. sehingga sebagian dari mereka yang turut hijrah terpaksa tidak dapat masuk formasi dan akhirnya hidup terkatung-katung di tanah rantau. HIJRAH Disaat perjuangan perlawanan terhadap Belanda di Jawa Barat sedang memuncak dan inisiatif serangan berada di pihak pasukan Siliwangi. selain menghadapi Tentara Belanda. 1 yang dikenal dengan “PERINTAH SIASAT NO. juga pada saat yang bersamaan tanggal 18 September 1948 PKI Muso pun melakukan pemberontakan terhadap Pemerintahan RI dengan dipimpin oleh Amir Syarifudin SH. 1” yang . LONG MARCH SILIWANGI Pada tanggal 9 Nopember 1948 Panglima Besar Soedirman mengeluarkan Instruksi No. keuletan.Dalam kisah berikut akan disampaikan kisah Siliwangi dalam Hijrah dan Long March. Pelaksanaan perpindahan ke Jawa Tengah dilakukan dengan cara sebagian diangkut dengan Kereta api dan sebagian lagi menggunakan Kapal laut dan diturunkan di daerah Rembang Jawa Tengah. Persetujuan yang ditanda tangani tanggal 17 Januari 1948 sangat merugikan pihak RI. pihak Belanda berupaya memaksa dilakukannya perundingan “RENVILLE” (Perundingan yang dilakukan diatas Kapal Renville). Namun berkat kegigihan. Penderitaan pertama yang dirasakan pasukan Siliwangi setelah berada di Jawa Tengah ialah diharuskannya reorganisasi dan rasionalisasi (RERA). Dalam masa hijrahnya pasukan Siliwangi menghadapi ujian berat. termasuk didalamnya pasukan Siliwangi harus meninggalkan kampung halamannya Jawa Barat dan segera melakukan hijrah ke Jawa Tengah sebagai satu-satunya daerah yang masih dikuasai Pemerintah RI. ketabahan serta keberanian pasukan Siliwangi secara gemilang berhasil menumpas pemberontakan PKI Muso dan membunuh Muso sendiri di daerah Ponorogo dan Amir Syarifudin di daerah Cepu / Blora.000 orang pasukan Siliwangi terpaksa meninggalkan kantong-kantong gerilyanya di Jawa Barat. Yang menamakan dirinya sebagai Perdana Menteri PKI. salah satu isinya memutuskan tentara RI harus meninggalkan kantongkantong Gerilya.

Pada tanggal 19 Desember 1948 bergeraklah si Anak Rantau Siliwangi kembali ke Jawa Barat. Pada tanggal 19 Desember 1948 sekitar pukul 05. suatu perjalanan yang penuh dengan duka derita. Belanda mengerahkan sejumlah kurang lebih 135. Untuk menghadapi taktik licik Belanda tersebut Panglima Besar Soedirman mengeluarkan instruksi. Adanya perintah untuk bergerak kembali ke kampung halamannya yang sudah sekian lama ditinggalkan dan dirindukan maka keadaan tersebut disambut dengan penuh kegembiraan diselingi rasa keharuan yang sangat mendalam sekali. Brigade Sadikin menuju Jawa Barat sebelah utara. . Rencana Long March Siliwangi telah disusun rapih dan sudah disalurkan berupa perintah hingga tingkat Batalyon sebagai berikut : 1. tidak lagi merasa terikat oleh perjanjian Renville yang sebenarnya telah begitu menguntungkan pihaknya. tetapi penuh nuansa heroik-patriotik.30 lapangan terbang Maguwo dibom oleh pesawat-pesawat pembom MITCHEL B-25 yang diikuti penerjunan satu Batalyon Pasukan Baret Hijau Belanda yang ditugaskan untuk merebut lapangan tersebut. tidak dapat dipertahankan. Dalam perjalanan kembali ke Jawa Barat. bahwa pihaknya mulai tanggal 19 Desember 1948 pukul 00. Batalyon Ahmad Wiranatakusumah bertugas sebagai pengawal Staf Divisi Siliwangi dan berangkat paling akhir. Belum lagi pasukan Siliwangi melepaskan lelahnya setelah melaksanakan operasi penumpasan terhadap PKI Muso. Tujuan agresi Belanda ke-II itu adalah untuk menghancurkan segala potensi Republik atau melumpuhkannya. tiba-tiba saja pihak Belanda melancarkan agresi Militer ke II terhadap Ibu Kota RI Yogyakarta. Garut dan Ciamis. hanya mengandalkan pemberian penduduk yang dengan secara ikhlas mau membantu memberikan makanan apa adanya seperti nasi tambah sambel goang. 1 yang memerintahkan pasukan Siliwangi segera bergerak dari kedudukannya masing-masing menuju ke daerah masing-masing yang telah ditetapkan di Jawa Barat. Brigade Kusno Utomo menuju daerah Bandung. 4.600 orang Tentara dengan perlengkapan modern bantuan dari “Marshal Plan” Amerika-Serikat. Dengan demikian pada akhir tahun 1948 mulai bergeraklah si Anak Rantau Siliwangi ke tempat asalnya di Jawa-Barat. Cianjur.memerintahkan pasukan Siliwangi untuk bergerak dari kedudukannya guna melakukan gerakan Militer kembali ke Jawa Barat. Instruksi Panglima Besar No. 3.00 waktu Jakarta. ubi/ singkong atau oyek. Pihak Belanda mengatakan kepada Komisi Jasa PBB. 2. Sukabumi dan Bogor. Namun karena keadaan medan Jawa Barat tidak mengijinkan ditambah akibat adanya pengacauan oleh yang menamakan dirinya Darul Islam Kartosuwiryo maka tujuan yang telah ditetapkan itu. jadi untuk makan sekian banyaknya orang. Brigade Syamsu menuju daerah Tasikmalaya. pasukan Siliwangi tidak memiliki bekal makanan sedikitpun. peristiwa ini kemudian dikenal dengan sebutan “Long March Siliwangi”.

dan selaku penanggung jawab gerakan Long March dari seluruh divisi beserta Mayor Daeng Mohamad-Komandan Batalyon “Guntur”. juga langsung menunjuk Letkol Abimanjoe sebagai Pj. Sedangkan Kolonel Nasoetion sebagai Panglima Komando Jawa. Penyergapan Tentara Belanda terhadap Kompi Sjafei di daerah Arjasari Banjaran. meminta kurban 36 orang gugur. Panglima Divisi Siliwangi. Panglima II. dan Sersan Mayor Soemitro Ajudan Komandan Batalyon “Guntur”. Perundingan berlangsung dengan SM. Panglima Divisi Siliwangi. di daerah Sukowaluh (masuk wilayah Purworejo) Sepasukan Tentara Belanda dari Kesatuan Batalyon “Anjing NICA” berhasil menangkap Letkol Daan Jahja Kepala Staf Divisi Siliwangi. Kapten Pirngadi Perwira Staf Siliwangi. Batalyon Nasuhi ke daerah Ciamis dan Batalyon Rivai ke daerah Majalaya hingga perbatasan Garut.B. Batalyon Abdulrachman (Yon Taruma Negara) ke daerah Sumedang. Batalyon Sudirman ke daerah Tasikmalaya utara. b. 3. dan diantar oleh Adah Djaelani “Bupati DI-TII”.Sehingga pada akhirnya Batalyon Sitorus kembali ke daerah Garut. Kolonel T. ialah Letnan Saragih dan Letnan Affandi. Tanggal 22 Desember 1948. Letkol Abimanjoe bertanggungjawab atas medan atau wilayah Jawa-Barat sebelah utara. Letkol Sadikin selaku Pj. Komandan Batalyon Mayor Abdulrachman gugur ditembak Baret Hijau Belanda dan Danyon diganti oleh Mayor Amir Mahmud. Batalyon Lucas Kustaryo ke daerah Cikampek. Kartosoewirjo yang didampingi oleh Oni . yang menerima berita beberapa hari kemudian tentang tertangkapnya Letkol Daan Jahja. Batalyon Ahmad Wiranatakusumah di Bandung Selatan. Sedangkan Kapten Sitoroes ditunjuk sebagai pengganti Mayor Daeng Mohamad selaku Komandan Batalyon “Guntur”. dan diperintahkan untuk segera berangkat ke Jawa Barat menyusul perjalanan Divisi Siliwangi. dengan mengadakan pembagian wilayah operasi Divisi Siliwangi di Jawa Barat sebagai berikut : a. Mayor Oetara selaku Perwira Staf Brigade XIV/ Siliwangi. Batalyon Kosasih ke daerah Sukabumi dan Bogor. Panglima I. Pada umumnya Batalyon-Batalyon Siliwangi itu kembali ke daerah-daerah gerilya mereka sebelum mereka hijrah. diantaranya yang menjadi kurban ada 2 orang Komandan Peleton. Letnan Resdan Komandan Peleton Pengawal Staf Batalyon “Guntur” beserta beberapa orang prajurit gugur. nama Batalyon diganti jadi Yon 11 April. Beliau dikawal oleh satu regu prajurit Siliwangi. Batalyon Roekman ke daerah Cirebon dan Kuningan. menerima perintah atasan untuk mengadakan perundingan dengan pihak DI-TII di daerah Cigalontang. Batalyon Kemal Idris di daerah Kabupaten Cianjur. 4. yang kebetulan saat itu berada ditengah-tengah lingkungan Divisi Siliwangi langsung menunjuk perwira staf yang tertua ialah. 2. Letkol Sadikin bertanggungjawab atas medan atau wilayah Jawa-Barat bagian selatan. dan seorang sersan ialah Sersan Hutabarat. saat melakukan perlawanan. kemudian diselesaikan secara musyawarah. Simatupang selaku Wakil II KSAP. 1. Masalah adanya Panglima Divisi Siliwangi yang kembar ini. Batalyon Dharsono ke daerah Karawang.

Dalam perjalanan kembali ke kampung halamannya di Jawa-Barat. daerah Slawi. Jalur Tengah : Mulai dari Wonosobo. pasukan Siliwangi mendapatkan hambatan dari DI-TII Kartosuwiryo. TasikmalayaSingaparna. Kab. Ternyata perundingan gagal. Sumedang. pantai selatan dan jalur tengah. Gombong. Purworejo. sedangkan Mayor Oetarja sendiri ditahan. b. Banjarnegara. daerah Majalaya. Garut. Kab. SELATAN Pergerakan hijrah pasukan Siliwangi dari Jawa Tengah ke Jawa Barat yang meliputi kekuatan 3 Brigade dan 14 Batalyon bersama keluarga selama 11 PERGERAKAN JALUR TENGAH DAN . Banjarnegara. daerah Purwokerto. Di Priangan Timur banyak prajurit Siliwangi yang jatuh dalam jebakan pasukan DI-TII. Bandung. daerah Salopa. Wates. Cianjur. Pagerageng. Gunung Ciremai. ROUTE Pada umumnya gerakan kembali ke Jawa Barat. Kab. yang kemudian ditebas kepalanya didepan lubang lahat yang sudah disediakan oleh 2 orang anggota DI-TII yang bernama Eman dan Komar (keterangan diperoleh dari Prajurit TNI O. Cilacap daerah Kalipucang. Kebumen. Gunung Slamet. Satu regu TNI pengawal Mayor Oetarja dilucuti senjatanya. a. Cianjur. dimulai dari garis Demarkasi dan melalui 3 jalur menyusuri pantai Utara. tidak mencapai kesepakatan untuk bekerjasama mengusir Tentara Belanda. Kawali. Kab. dengan cara ditelanjangi terlebih dahulu. baik yang kena sergap atau diracun untuk dibunuh atau ditawan setelah melalui penganiyaan yang tidak berperikemanusiaan. atas pengakuan langsung dari para eksekutor). Sukabumi dan Bogor. Salam. Soedrajat. daerah Ciamis. Taraju Garut. Jalur pantai Utara : Mulai dari Wonosobo. Kab. bekas pengawal Mayor Oetarja pada saat itu.dan Sjaefullah pembantu-pembantu dekat SM. Bumi Ayu. Kab. Jalur pantai Selatan : Mulai dari daerah Yogya. yang kemudian dieksekusi. Sukabumi dan Bogor. Subang. Majalengka. Subang Kuningan. Sindangbarang. Rancah. c. Purwakarta. Gunung Galunggung. Karawang dan Bekasi. Kartosoewirjo.

Rute Batalyon (Mayor R. Pemboman oleh pesawat terbang Belanda di sekitar Gunung Ciremai. Rute Brigade XII (Letkol Kusno Utomo) berikut Batalyon-batalyon (lihat lampiran 1) a. d. Pemboman oleh pesawat terbang Belanda di Salem. Rute Brigade XII (Letkol Kusno Utomo) + 405 Km (Mendut s/d Parigi). 2. Pertempuran melawan Belanda Tiba di Tasikmalaya menuju basis Gunung Puntang.bulan. Pertempuran melawan Belanda di Wonosobo . Penjebakan yang gagal oleh DI-TII di Lemahputih Pengintaian/pertempuran melawan Belanda di Leles/Cicalengka. Solo – Prambanan = Jalan kaki Prambanan – Bandung = Jalan kaki. e.Pertempuran melawan Belanda di Kawali. a.(Solo s/d Malabar). .Setelah gagal dalam Operasi Penyerangan Sungai di Jembatan Kebasen . Kosasih) + 450 Km (Magelang s/d Bogor). Pengintaian/pertempuran melawan Belanda di Ciwidey. Diperbatasan Magelang terjadi pertempuran melawan Belanda. Rute Long March Siliwangi Brigade XIII (Letkol Sadikin) Berikut Batalyon-batalyonnya. Pengintaian/pertempuran melawan Belanda di Banjaran. Rute Brigade XIII Siliwangi (Letkol Sadikin) + 285 Km Wonosobo s/d Surian Sumedang. Pengintaian/pertempuran melawan Belanda di Cileunyi. Rute Batalyon II/ Kalahitam (Mayor Kemal Idris) + 420 Km (Yogya s/d Cianjur).A. Penjebakan yang gagal oleh DI-TII di Bantarujeg/Lemah Putih. Rute Batalyon Tajimalela (Mayor Lukas K) + 540 Km (Widodaren s/d Cikampek). dapat diuraikan berikut routenya sebagai berikut : 1. Rute Batalyon (Mayor Achmad Wiranatakusumah) + 465 Km. Sebagai Pasukan Pengawal Staf Divisi Siliwangi. c. b. Pemboman oleh pesawat terbang Belanda di Bantar Kawung. Rute Batalyon IV (Mayor Daeng) + 375 Km (Yogya s/d Bandung). b.

. Dibombardir di Wonosobo (17 anggota hilang). Rute Batalyon II/Tarumanegara (Mayor Abdurrahman) + 285 Km (Wonosobo s/d Sumedang). . Pertempuran melawan Belanda . Posko Batalyon. Rute Batalyon 3 / Garuda Hitam (Mayor Rivai) + 315 Km (Magelang s/d . b. Ki A melawan Belanda di Teluk Jambe.X. a. Kobar.Rawalo kembali mengambil rute lewat Gunung Slamet menuju Jawa Barat. 3.Pertempuran Si 1 / Ki 1 dari Kr. Posko Batalyon di Finish Babakan Pari Sumedang. d. d. c. di Rancah (1 regu gugur). Rute Batalyon 2 (Mayor Sudarman) + 195 Km (Magelang s/d Banjar Ciamis) Pertempuran melawan Belanda. T. Belanda terdesak mundur dan menderita korban mati dan luka. • Pertempuran melawan Belanda di Gunung Slamet. Rute Batalyon Nasuhi (Mayor Nasuhi) + 300 Km (Magelang s/d Malangbong Garut). Menyerang Pos Belanda di Lemah Putih yang berkekuatan 1 Kompi lengkap dan diperkuat beberapa brencarrier. di Sukamatri Panjalu Ciamis (Kapten Musad Idris dan Letnan Neman / pembawa Panji Siliwangi gugur). • Konsolidasi Batalyon sebelum Operasi Penyebrangan. Ki 4 di Cinusa dan Si 1 di Cinusa. • Posko Batalyon di Ciseuti. Rute Brigade XIV Siliwangi (Letkol Syamsu) + 315 Km (Magelang s/d Ciparay Kab. Ki 2 didesa Kedawung. Rute Batalyon 301 / Prabu Kiansantang. Kanonade sebelum Bantarkawung. Serangan udara Belanda di Kaligus Gunung Slamet.Pertempuran melawan Belanda di Cijolang beberapa anggota gugur/likaluka. Bandung). + 360 Km (Banjarnegara / Purwakarta). Rute Long March Siliwangi Brigade XIV (Letkol Syamsu) berikut Batalyon-batalyonnya. c.

Batalyon Rukman berkembang menjadi tiga Batalyon. Daerah kekuasaan Batalyon Rukman dijadikan tempat kedudukan Gubernur Jawa Barat yang dijabat oleh Ir. serta markas Kolonel Abimanyu (Komandan Divisi Siliwangi yang diangkat oleh Panglima Besar Jenderal Sudirman). Batalyon Rukman adalah perintis Long March Divisi Siliwangi. . menerobos garis demarkasi yang dijaga ketat oleh Divisi Tentara Belanda Pasukan Batalyon Rukman ini berhasil menduduki daerah yang luas di Keresidenan Cirebon. Bandung ). dengan Komandan Brigade Letnan Kolonel Rukman. PERGERAKAN JALUR UTARA Perlu juga diketahui. Ukar Bratakusumah. Batalyon Machmud Paksya berkedudukan di Cirebon (termasuk didalam kota) dan Batalyon Sentot.Pertempuran melawan Belanda. . berkedudukan di Indramayu. serta satu-satunya Batalyon yang sebelum Aksi Kedua berhasil menyusup ke daerah pendudukan (Jawa Barat bagian Utara). menyatu dengan Rakyat dan menjadi beach-head pada waktu terjadi peristiwa Long March.Majalaya Kab.. Ketiga Batalyon inilah yang menjadi Brigade A. yaitu Batalyon Mustopa berkedudukan di Kuningan.

SAHAM “MAUNG” SILIWANGI DALAM MEMBASMI PKI-MUSO DI MADIUN Pada waktu Pemerintah RI mengambil kembali Suripno dari Cekoslowakia. Partai Sosialis (Amir Syarifuddin). diadakanlah oleh mereka pembicaraan dengan pimpinan PKI. Insideninsiden itu baru dapat dihentikan setelah Putera-putera Siliwangi turun tangan dan menganjurkan kedua-belah pihak untuk mentaati TNI. ternyata ia Pulang bersama-sama dengan seorang Tokoh PKI yang telah bertahun-tahun bermukim di Uni Sovyet. bahwa dengan perantara orang-orang yang berkedudukan tinggi pihak PKI dengan FDR-nya telah lama berusaha untuk mempengaruhi Angkatan Perang Republik Indonesia. Partai Buruh serta pemimpin-pemimpin lainya yang tergabung dalam Front Demokrasi Rakyat (FDR). Berdasarkan dokumen-dokumen yang berhasil disita oleh pihak Republik Indonesia ternyata. akan tetapi ditolak oleh pihak PESINDO. Pemimpin barisan Banteng. penghasut-penghasut PKI itu menggunakan sentimen yang ada didalam Angkatan Perang (seperti ketidak-puasan mengenai RE/RA) serta keadaan ekonomi yang kurang memuaskan ketika itu. dengan tegas menolak untuk bergabung dengan PESINDO. . setibanya mereka di Indonesia. Dalam usaha mempengaruhi anggotaanggota Angkatan Perang RI. Anjuran ini di terima dengan baik oleh Barisan Banteng. Pada tanggal 13-16 September 1948 di Sala terjadi insiden antara TNI-AD dengan Tentara Laut RI yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Yadau yang menjadi pengikut setia dari pada PKI yang dikuasai oleh Muso. ialah Muso. Bahkan mereka telah bertindak lebih lanjut lagi dengan membangkang terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan oleh pihak Siliwangi yang terpaksa mengambil tindakan-tindakan yang tegas dengan mengakhiri semua aktifitas dari PESINDO. Kekacauan-kekacauan mulai timbul dimana-mana dan berpusat di Surakarta. pada tanggal 14 September tiba-tiba menyerang barisan Banteng di Sala karena Dr. Muwardi. FDR tersebut kemudian menjadi sub-organ dari pada PKI. PESINDO (Pemuda Sosialis Indonesia) yang tergabung dalam FDR.

Batalyon Abdulrakhman dan susulan dari Kediri f. Batalyon Mursid di Saradan c. Pemberontakkan dilakukan pada 02. Pasukan-pasukan TNI-AD yang berada di Magetan pun meloloskan diri dari ancaman pihak komunis untuk kemudian bersama-sama dengan kadet-kadet dari Akademi Militer yang berada di Sarangan membentuk suatu pertahanan yang mengurung keresidenan Madiun di lereng Gunung Lawu. Pada tanggal 19 September 1949 pukul 09. Batalyon CPM dan tangsi Polisi.Bila pasukan-pasukan TNI berhasil mereka pengaruhi. Nasib yang sama dialami pula oleh pemimpin-pemimpin partai Golongan Agama dan Nasional.00 pihak pemberontak berhasil menguasai markas-markas SPDT. Para pemimpin Pamongpraja yang berhasil ditangkap oleh pihak PKI. pihak PKI-Muso tidak segan-segan . maka mereka akan dipergunakan sesuai dengan rencana yang telah mereka buat. berhasil untuk kemudian mengatur siasat lebih lanjut guna menghantam pihak pemberontak. mengambil kesempatan dari kekeruhan suasana itu dengan memproklamasikan terbentuknya apa yang mereka namakan “Sovyet Republik pada tanggal 18 September 1948 di Madiun. Untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai tuduhan pihak PKI-Muso terhadap Pemerintah Republik Indonesia itu. Batalyon Darmintoaji di Ngawi d. dengan mendapat backing dari batalyon Brigade 29. Setelah pihak PKI berhasil untuk mengalihkan perhatian Pemerintah RI serta umum kepada kota Sala dimana sering kali terjadi insiden-insiden bersenjata. mereka memusatkan serangannya terhadap Markas CPM Siliwangi di Jalan Dr. dibunuh di luar batas perikemanusiaan. Setelah itu mereka menangkapi para Perwira TNI-AD serta pemimpin-pemimpin lainnya yang menjadi lawan mereka.00 sedangakan batalyon-batalyon yang turut dalam penghianatan itu adalah : a. Batalyon Musyofa di kota Madiun b. ialah merebut kekuasaan dari tangan Pemerintahan Republik Indonesia yang syah. Cipto yang menyebabkan gugurnya seorang Mayor CPM setelah terjadi perlawanan sengit. Batalyon Panjang Jokopriono di Ponorogo e. “Radio Gelora Pemuda” milik PESINDO dijadikan pula trompet kaum komunis. Batalyon Maladi Yusuf yang beroperasi Ponorogo dan Sumoroto Dalam gerakannya di kota Madiun. STM Madiun. bahkan dalam kesempatan itu jenderal Mayor (PKI) Joko Suyono telah melakukan suatu panggilan/seruan kepada para Komandan Pasukan TNI-AD yang akan membebaskan Madiun dari cengkeraman pihak Komunis untuk datang ke Madiun guna berunding dengan jaminan “Kemerdekaan”. Amir Syarifuddin dan Suripno telah mengadakan pidato-pidato melalui Radio Gelora Pemuda itu. maka dengan tiba-tiba sekali Kolonel Sumarsono yang berpihak kepada PKIMuso. Akan tetapi tipu muslihat kaum pemberontak itu tidak dihiraukan samasekali oleh para Perwira TNI-AD yang taat kepada Republik Indonesia. Studio RRI Madiun berhasil diduduki oleh kaum pemberontak dan dipergunakan sebagai corong propaganda kaum pemberontak. Pada tanggal 19 September 1948. Satuan-satuan TNI-AD yang tetap setia kepada RI di Ponorogo dan Ngawi.

Sudah tiga tahun Revolusi Nasional kita berjalan dibawah pimpinannya kaum borjuis nasional. bahwa Siliwangi . sedangakan sebagai pelaksana operasi ditunjuk Mayor Yonosewoyo. Kedua pasukan ini ditugaskan untuk mengepung dan menyerang Madiun dari arah Barat. Inti pidato dari Muso itu berbunyi sebagai berikut : “…………. Inilah sebab yang terakhir. maka angkatan Perang RI diperintahkan untuk segera bergerak dengan mengerahkan segala kekuatan yang ada padanya. yang bersifat goyang menghadapi imperialis seumumnya dan terhadap Amerika khususnya. Batalyon gabungan dibawah pimpinan Mayor Sabrudin. Batalyon Sunaryadi dengan dibantu oleh Brigade Mobil Polisi Jawa Timur yang bergerak melalui kota Wilangan menerobos Saradan terus ke Madiun. Sebaiknya anasir-anasir yang memerintah telah memakai Revolusi kita sebagai kuda-kudaan untuk menguntungkan diri. Batlyon Sabirin Mokhtar dan Mujayin bergerak melalui Trenggalek langsung menyerbu Ponorogo yang merupakan kosentrasi pasukan PKI yang kuat. bergerak melalui sawahan. Disebarkan umpamanya bisa. sedangkan dari arah timur Madiun akan digerakan Brigade Surakhmad. Dengan demikian mereka menanamkan rasa anti pathie rakyat terhadap Putra-Putra Siliwangi. maka akan jelaslah sampai dimana nilai mental dari pada gembong PKI yang memberontak itu. bahwa keadaan ekonomi dan politik dalam republik semuanya kaum buruh dan tani khususnya. sama sekali tak dapat membedakan keadaan sekarang ini daripada keadaan selama jaman Belanda dan Jepang. lantaran laki-lakinya menjadi “romusha”. Dungus terus ke Madiun. bahwa Siliwangi (singkatan dari Siliwangi) adalah “Stoot Leger Wilhelmina” (Pasukan Penggempur Wilhelmina). Dalam waktu yang bersamaan Brigade Sadikin dengan bantuan sebagian dari . Pasukan yang dapat dikerahkan di Jawa Tengah untuk menumpas PKI hanya terdiri dari KRU Divisi Siliwangi. OPERASI PENUMPASAN PKI-MUSO Dalam usaha menghancurkan serta menumpas pemberontakan PKI-Muso di Madiun itu. yang rupanya juga menjadi salah satu “obyek” yang perlu dihancurkan oleh PKI-Muso. Mereka sewaktu kedudukan Jepang telah menjadi Quisling-quisling dari 2 miliun wanita Indonesia telah menjadi janda. Operasi dari arah timur ini dipimpin langsung oleh Kolonel Sungkono. b. rakyat daerah Madiun telah memegang kekuasaan Negara dalam tangannya sendiri. Operasi ini dilancarkan dari tiga jurusan : a. yaitu Brigade Sadikin dan Brigade Kusno Utomo. c. bahwa ia seharusnya dipimpin oleh rakyat sendiri dan bukan oleh kelas lain.pula untuk mencap Corps Siliwangi sebagai penjahat-penjahat yang dilindungi oleh Pemerintah RI. Bila kita telaah isi pidato Muso itu. merupakan “hantu” bagi PKI serta antek-anteknya. Pada tanggal 18 September 1948. Dapatlah ditarik kesimpulan. Dengan begitu rakyat Madiun telah melaksanakan kewajiban revolusi nasional kita ini.

bergerak dengan route Surakarta-Karanganyar-Tawangmangu-Sarangan-Plaosan-Magetan-MaospatiMadiun. bergerak ke arah utara dengan tujuan Pati. Sayap kanan diisi oleh Batalyon Nasuhi. sedangkan pasukan-pasukan yang berada didaerah Kediri bergerak dari arah timur Batalyon “Kian Santang” akan bergerak sebagai “Stoot batalyon” dan menurut rencana. b. Brigade Kusno Utomo mendapat tugas khusus untuk mengamankan daerah Surakarta. Pati dan Semarang. semenjak terjadinya pemberontakan PKI-Muso Angkatan Udara RI-pun membantu dengan giatnya dengan menyelenggarkan perhubungan antara Yogyakarta dan Jawa Timur. Batalyon Daeng juga bergerak ke arah utara dengan tujuan Cepu dan Blora. Sebagai sayap kiri brigade.pasukan Panembahan Senopati dan pasukan MA Yogya mengepung dan menyerang Madiun dari barat melalui tiga jurusan : a. sebetulnya dikala itu sudah timbul suatu kepercayaan/keyakinan didalam hati mereka. . menjadi insyaf kembali dan memberi bantuan kepada satuan-satuan Siliwangi yang bergerak ke Madiun. pada Batalyon Nasuhi diperbantukan pasukan MA Kompi S. bahwa merekalah yang ditakdirkan oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk menjadi tulang punggung negara dan pelindung negara terhadap musuh-musuh dari dalam dan luar. Ditawangmangu mendapat bantuan dari Kompi R pasukan MA. Pada sayap kiri di perbantukan pula Batalyon Sumadi dari Panembahan Senopati. Batalyon Husinsyah dan Brigade V/Slamet Riyadi. Satu peleton diantaranya terus mengikuti operasi Siliwangi sampai ke Madiun. Batalyon Darsono langsung bergerak ke Madiun. sedangkan Kompi U bergerak dari Yogyakarta mengambil route Yogya-WonosariPracimantoro-Pacitan. sedangkan Batalyon Umar Wirahadikusumah ditugaskan untuk menguasai garis Walikukun-NgrambeMagetan. Sedangkan Husinsyah meneruskan gerakannya ke Ponorogo. Nasuhi ditugaskan merebut Pacitan dengan route SurakartaWonorigi-Batu Retno-Pacitan. Setiap hari beribu-ribu surat selebaran Kementrian Penerangan RI dijatuhkan dari Udara diatas wilayah-wilayah yang dikacaukan oleh kaum pemberontak. dengan kekuatan Batalyon Akhmad Wiranatakusumah dan Batalyon Sambas sebagai tenaga cadangan. Sebagian dari pasukan pemberontak yang dahulu termakan oleh hasutanhasutan pihak PKI untuk menentang Pemerintah Republik Indonesia. Kosasih dan Batalyon Kemal Idris yang didatangkan dari Yogyakarta. Sementara itu. Kepada Siliwangi diberikan tugas untuk melakukan tembusan-tembusan pertama dari arah barat ke kota Madiun. Selain daripada itu Batalyon A. Dikalangan para Putera Siliwangi yang diserahi pertahanan Jawa Barat yang kemudian dihijrahkan ke daerah Republik. Poros Brigade 13. sedangkan Batalyon Akhmad Wiranatakusumah bergerak ke arah selatan dengan tujuan Ponorogo. c. Batalyon Sentot ditugaskan merebut Ngawi dengan Route Surakarta-Sragen-Walikukun-Ngawi. terdiri atas Batalyon Kemal Idris dan Batalyon Kosasih dengan mendapat bantuan dari Batalyon Suryosumpeno. dan kompi gabungan Hizbullah dan Barisan banteng. batalyon inilah yang pertama-tama harus memasuki Madiun.

Sementara itu kaum pemberontak telah meledakan jembatan yang berada 10 kilometer utara Ngawi. Akhirnya Ngerong dan Plaosan dapat dikuasai oleh kita setelah serangan yang merupakan daerah pertahanan yang diperkuat oleh PKI (Muso dan Amir Syarifuddin ada disini). Akan tetapi dengan tekad dan semangat yang menyala-nyala. Kusnandar seorang tokoh dari pasukan PESINDO dan Atmaji seorang bekas pimpinan ALRI yang sangat giat meracuni anggota-anggota APRI. yaitu dari daerah/medan yang menurut perhitungan PKI tidak mungkin untuk dilalui. Ngrambe yang menjadi pusat dari percaturan politik dan Militer kaum pemberontak. setelah perbentengan mereka berhasil kita kuasai. Kompi III Komir Kartaman. sehingga gerakan Siliwangi menjadi sedikit terhalang karenanya. Perlawanan yang berarti hanya terjadi di Cepu. berhasil dikuasai oleh Batalyon Lukas dan Batalyon Sentot Iskandardinata pada tanggal 26 September 1948. Kompi senjata Berat Mung Parhadimulyo dan Kompi Solihin. Kompi Witono. Dengan hasutan-hasutan terhadap pemerintah Republik Indonesia di selatan Magelang. jatuh pada tanggal 13 Oktober 1948. yaitu sebagian bergerak ke arah Ngrambe sedangkan sepasukan lagi menuju ke Ngawi. Pertempuranpertempuran berlangsung dengan sengitnya diberbagai sektor. dan Kompi I Lili Kusumah. Setibanya di Walikukun pasukan kemudian dibagi dua. Dalam gerakan selanjutnya. Tanggal 21 September 1948 Brigade 29 yang berkedudukan di Kediri berhasil dilumpuhkan dan dilucuti yang menyebabkan larinya Batalyon Maladi Yusuf (pro-Muso) yang pada waktu itu berada di Ngadi Rejo. Di Jawa Timur.00 sampai tanggal 25 September pukul 06.00. Sehari sesudah . Blora. gerombolan pemberontak bersenjata telah melarikan diri ke daerah pegunungan sekitar Sawangan. Batalyon datang dari belakang. Cepu jatuh pada tanggal 5 Oktober dan pertahanan terakhir PKI. yakni Kompi Kaharuddin Nasution.Pasukan PKI pada umumnya hanya memberikan perlawanan kecil-kecilan saja. Dibebaskan/direbut oleh Batalyon II/Tarumanagara pimpinan Mayor Sentot Iskandardinata. perlawanan yang agak sengit dialami di Ngerong. Kompi Sutikno Slamet. Hanya sayang sekali Muso dan Amir Syarifuddin berhasil meloloskan diri.Somali. Kompi IV A. dimana Pabrik minyak sampai 4 kali beralih tangan. dalam pada itu telah berhasil disergap ex Letnan Kolonel Dakhlan bekas Komandan Brigade 29 yang membantu kaum pemberontak. Pengejaran dilakukan terus terhadap mereka. Yon Nasuhi ditempatkan sebagai sayap kanan Brigade XIII/ Sadikin yang ditugaskan untuk membersihkan daerah Surakarta selatan dari unsur-unsur PKI dan merebut Pacitan Batalyon ini mempunyai 5 kompi. sedangkan pihak pemberontak menderita kerugian yang amat besar dan meninggalkan banyak senjata dan peluru. Pertempuran-pertempuran mulai berkobar pada tanggal 21 September 1948 pukul 13. maka dari sinilah serangan dilancarkan dengan mengerahkan Kompi II Amir Machmud. Dalam pertempuran yang terjadi kemudian 4 orang dari pihak kita gugur. Gerakan kemudian dilanjutkan ke Magetan dan berhasil menangkap beberapa gembong PKI-Muso disini.W.

Demikianlah sekelumit peranan Siliwangi memberantas Pemberontakan PKI tahun 1948 di Madiun. mereka terjebak oleh pasukan-pasukan Siliwangi dan menyerahkan diri.pasukan-pasukan Siliwangi menduduki kota Madiun. dan selanjutnya dari waktu ke waktu dari masa sampai terwujudnya cita-cita Proklamasi dan tujuan Nasional Bangsa Indonesia. perlu tetap dilestarikan dan diimplementasikan pada periode mengisi kemerdekaan saat ini. aman dan sejahtera berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah NKRI. Semoga bermanfaat. Pertahanan-pertahanan kaum pemberontak dimana-mana hancur berantakan. Haryono dari SOBSI d. Abdul Majid serta lain-lainnya.l. Muso yang menjadi gembong utama dari pemberontakan Madiun tertembak mati di Desa Kanten/ Ponorogo dan mayatnya kemudian dibakar rakyat di alun-alun saking gemasnya. Amir Syarifuddin b. Melalui perjalanan Hijrah dan Long March Siliwangi tersirat nilai-nilai kejuangan yang perlu dilestarikan bagi kehidupan generasi berikut. Kehancuran-kehancuran ini akhirnya diikuti dengan timbulnya perpecahan di kalangan para pemimpin kaum pemberontak PKI-Muso sebagai akibat daripada ketidak adanya persesuaian faham. Jiwa semangat Nilai Kejuangan ’45 yang telah terbukti keberhasilannya a. PENUTUP Pengalaman Siliwangi dalam menghadapi Perang Kemerdekaan I dan Perang Kemerdekaan II atau Agresi Belanda dan penumpasan PKI menjadikan Siliwangi menjadi satuan yang dewasa saat itu. Mr. Dalam suatu pertempuran. Suripno c. dilaksanakan oleh Divisi Siliwangi khususnya dan umumnya oleh Masyarakat Jawa Barat pada setiap periode perjuangan. sewaktu gembong-gembong berontak berusaha untuk menggabungkan diri dengan kesatuan pemberontak yang berada di daerah Pati. Pada permulaan Desember 1948. Mr. makmur. Diantara mereka itu terdapat antara lain : a. MENYELESAIKAN OPERASI DI/TII DI JAWA BARAT . Siliwangi hidup dan dibesarkan dalam kancah peperangan melawan Imprialis Belanda demi menegakan Kemerdekaan dan NKRI. yakni terwujudnya Masyarakat yang adil. sehingga taktik ofensief kita beralih ke taktik pembersihan dan pengejaran. Batalyon-batalyon Sunarjadi dan Sabarudin memasuki kota.

Dalam keadaan vacuum pemerintahan SM Kartosuwiryo berpendapat Negara Islam Indonesia dapat menggantikan Republik Indonesia. Sewaktu TNI hijrah ke Jawa Tengah. Proklamasi DI/TII terjadi pada 7 Agustus 1949 dan SM. SM Kartosuwiryo beranggapan bahwa dengan ditawannya Presiden. Kartosuwiryo. Adapun gerakan gerombolan yang paling besar dan paling lama mengganggu kemerdekaan di Jawa Barat. Kartosuwiryo ditangkap pada tanggal 4 Juni 1962. Negara Kesatuan Republik Indonesia sudah lenyap/hapus dan dengan demikian keadaan kembali ke keadaan sebelum Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Wakil Presiden dan beberapa Menteri. . DI/TII memanfaatkan keadaan untuk mengembangkan organisasi dan melebarkan kekuasaannya. DI/TII selama + 13 tahun berjuang mengembangkan organisasinya. Sejak saat itulah banyak rakyat yang mengungsi ke kota-kota yang kemudian menetap di kota-kota dengan sebutan urbanisasi. Wakil Presiden dan beberapa Menterinya. Dengan pimpinan SM. Lebih-lebih setelah jatuhnya Ibukota Republik Indonesia ke tangan Belanda dan ditawannya Presiden. menamakan dirinya DI/TII (Darul Islam dengan Tentara Islam Indonesianya) yang mencita-citakan berdirinya Negara Islam Indonesia. mengadakan pengacauan seperti sabotase terutama dengan sasaran kereta-api serta melakukan penggarongan dan pemungutan “pajak” dengan kekerasan sehingga menimbulkan kegelisahan rakyat banyak. Pada tanggal 19 Desember 1948 Belanda dengan aksi militernya yang ke-II menyerang Ibukota Republik Indonesia merupakan “angin baik” bagi Kartosuwiryo.PENGANTAR Perjuangan merebut Kemerdekaan Indonesia adalah sangat mahal Pengorbanan paling besar bagi manusia pejuang adalah pengorbanan jiwa sebagaimana dapat dibuktikan dari tersebarnya makam pahlawan dan makam rakyat pejuang kemerdekaan di Jawa Barat.

Mengenal Sukarmadji Marijan Kartosuwiryo II. adalah sepantasnya DI/TII ditumpas. Jawa Tengah pada tanggal 7 Februari 1905. Setelah dikeluarkan pada tahun 1927. Hal-hal yang mempengaruhi. Umar Said. yang di dalamnya menjelaskan bahwa kompromi/kerja sama dengan APRA/Belanda dengan kaki tangannya diharamkan. Perlu dikemukakan bahwa SM Kartosuwiryo sejak duduk di tingkat I di NIAS. I. Ayahnya bernama Kartosuwiryo yang bekerja sebagai Mantri Kehutanan dan meninggal pada tahun 1925. Mengingat yang tersebut diatas. namun ia menolaknya. Di dalam pertemuan-pertemuan KNIP SM Kartosuwiryo terkenal sebagai orang yang menurut istilah sekarang “Vokal” dengan memiliki sikap yang teguh di dalam mempertahankan pendidriannya. Mengenai sifat ambisius SM Kartosuwiryo di bidang kepemimpinan konon pada tahun 1947 SM Kartosuwiryo pernah ditawan oleh Pemerintah jabtan Menteri Muda Pertahanan.Untuk kepentingan Negara Islam Indonesia SM Kartosuwiryo melakukan hubungan dengan surat menyurat maupun melalui pertempuran dengan APRA secara optimal. telah aktif di bidang politik. MENGENAL SUKARMADJI MARIJAN KARTOSUWIRYO SM Kartosuwiryo dilahirkan di desa Sulung. Karena kemampuannya itu SM Kartosuwiryo kemudian di percaya untuk menduduki jabatan Sekretaris Pribadinya. kemudian meneruskan pendidikannya ke Nederlandsch Indische Artsen School (NIAS) di Surabaya. Secara garis besar pembahasan selanjutnya akan diuraikan : I. Penumpasan DI/TII. Kegiatannya lebih meningkat setelah ia mendapat bimbingan dari tokoh PSII H. Akan tetapi karena SM Kartosuwiryo diketahui aktif melakukan kegiatan dibidang politik ia dikeluarkan dari NIAS. III. karena SM Kartosuwiryo jelas-jelas mencita-citakan berdirinya Negara Islam Indonesia untuk menggantikan Negara Republik Indonesia. yang berkedudukan di Yogyakarta. SM Kartosuwiryo bekerja di BPM di Cepu. Akan tetapi karena tidak merasa senang. Selain aktif di bidang politik. . SM Kartosuwiryo juga menjabat sebagai anggota Komite Nasional Indonesia Pusat. Kabupaten Rembang. walaupun perilaku itu bertentangan dengan Maklumat NII Nomor 7. Pendidikan SM Kartosuwiryo mulai dari Sekolah Dasar (Tweede Inlandsche School) dan kemudian pindah meneruskan ke : Hollandse Inlandsche School (HIS) Europeesce Lagere School (ELS) Hogere Burger School (HBS) Setelah lulus dari HBS. ia kembali keluar dan kemudian menjadi guru swasta di Bojonegoro. Dengan memanfaatkan sifat-sifat yang dimilikinya SM Kartosuwiryo berkesempatan pula menduduki jabatan Komisaris Masyumi Jawa Barat dan dengan demikian terbuka kesempatan yang lebih baik untuk menguasai organisasi Hisbullah dan Sabilillah dalam rangka merealisasikan cita-citanya mendirikan Negara Islam Indonesia. Usaha DI/TII mendirkan Negara Islam Indonesia IV.

Setelah Belanda mengakui de facto Pemerintah RI atas Jawa. Adapun “Hal-hal yang mempengaruhi” kepada keadaan yang nyata sebagai berikut : Dari persetujuan Linggarjati. Muncul kembali ketidak puasan Belanda di forum perundingan dan menyerang RI dengan yang dikenal dengan nama Aksi Militer Belanda ke-II pada tanggal 19 Desember 1948. Uraian tentang hal-hal yang mempengaruhi akan dikaitkan dengan Perang Kemerdekaan I dan Perang Kemerdekaan II. Pada tanggal 21 Juli 1947/Perang Kemerdekaan I. Pasal 1 berbunyi : Pemerintah Belanda mengakui kenyataan kekuasaan de facto Pemerintah RI atas Jawa. 4. Belanda menyerang RI dengan yang dikenal bernama Aksi Militer ke-I. Yaman pada tanggal 3 Mei 1948 10. Suriah pada tanggal 2 Juli 1947 6. yang memuat 17 Pasal. Garis Demarkasi V. Madura dan Sumatera. Mesir pada tanggal 11 Juni 1947 4. 5. Madura dan Sumatera. 2. yang merupakan Cycle/lingkaran sebagai berikut : 1. Inggris pada tanggal 31 Maret 1947 2. Mook yang diproklamirkan secara sefihak pada tanggal 29 Agustus 1947 . yang akhirnya mengarah kepada terlaksananya KMB. Negara negara tersebut kemudian membuka perwakilan konseler). Amerika Serikat pada tanggal 17 April 1947 3. negara-negara lain mengikutinya sebagai berikut : 1. Alasannya karena di dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia ditempuh melalui diplomasi dan bertempur.II. Afganistan pada tanggal 23 September 1947 7. Agresi Belanda yang dimulai pada tanggal 21 Juli 1947 terhadap RI merupakan tindakan yang menimbulkan reaksi dari luar negeri. 3. Libanon pada tanggal 29 Juni 1947 5. Saudi Arabia pada tanggal 24 Nopember 1947 9. Daerah-daerah yang diduduki oleh tentara Sekutu atau Belanda secara berangsur-angsur dan dengan bekerja sama kedua fihak akan dimasukan kedalam daerah RI. Timbulnya reaksi khalayak dunia dan Dewan Keamanan PBB mendorong RI dan Belanda kembali ke meja perundingan. Kesimpulan Pengakuan de facto Belanda kepada RI merupakan hal/pengaruh yang positif bagi RI. Timbul reaksi khalayak dunia dan wakil Amerika Serikat di dalam UNCI Cochran berhasil mempertemukan kedua belah pihak menyetujui persetujuan Rum-Royen. Munculnya diplomasi yang memuaskan pihak Belanda. Rusia pada tanggal 26 Mei 1948 India dan Pakistan termasuk pula negara-negara pertama yang mengakui RI (pada waktu itu kedua negara itu belum secara resmi menerima kedaulatan dari Inggris. HAL-HAL YANG MEMPENGARUHI. Burma pada tanggal 23 Nopember 1947 8.

sangat merugikan RI. bahwa pada tanggal 21 September 1953 Daud Beureuh mengeluarkan Maklumat yang isinya menyatakan Aceh merupakan Negara Bagian dari NII di bawah pimpinan Imam SM. Mook menguntungkan DI/TII Demikianlah 2 “hal-hal yang mempengaruhi” yang penting bagi RI dan bagi DI/TII. Ia berkesempatan memperluas kekuasaannya dan meninggalkan hubungannya dengan APRA. Garis Demarkasi V. Mook. SM. Kartosuwiryo dengan DI/TII-nya merasa diuntungkan dengan diterapkannya Garis Demarkasi-nya V. RI harus meninggalkan daerah yang sangat produktif seluas + 2/3 daerah pulau Jawa dan dengan hijrahnya TNI dengan keluarnya menjadikan Jawa Tengah daerah yang padat. karena harus menghijrahkan + 35. + 10 hari sebelum gerakan APRA ke kota Bandung telah mengadakan perundingan dengan Kapten . Petunjuk tentang berwibawanya SM Kartosuwiryo dapat dibuktikan dari kenyataan. Dengan keluarnya Garis Demarkasi V. Kartosuwiryo dengan jabatan Panglima Divisi Tentara Islam Indonesia. Didaerah kantong-kantong sejumlah kira-kira 4. Oni. Mook. Kartosuwiryo dan kader DI/TII-nya bernama R. Garis Demarkasi V. Demikian pula pada tahun 1952 Kahar Muzakar pimpinan DI/TII di Sulawesi Selatan adalah merupakan bagian dari NII dibawah pimpinan Imam SM.000 orang anggota pasukan Hisbullah tidak mau hijrah.000 orang Anggota TNI. Seperti telah diuraikan diatas tentang “Mengenal Sukarmadji Marijan Kartosuwiryo”. USAHA DI/TII MENDIRIKAN NEGARA ISLAM INDONESIA. Kartosuwiryo. bahwa ia adalah orang yang pintar dan memiliki watak yang keras di dalam mempertahankan pendiriannya dan dengan demikian ia cukup berwibawa. Mook merugikan RI. III. SM.

Westerling bertempat di hotel Preanger. SM. Tobing ketika itu adalah perwira khusus. Kartosuwiryo tidak berhenti sampai hanya disitu saja di dalam usaha mendapat bantuan orang asing. Untuk mengetahui gerakan APRA menyerang kota Bandung.Tobing dan 2 orang pengawalnya.928 1.700 220 Sedangkan korban jiwa dan harta benda serta banyaknya pengungsi pada tahun yang sama dengan statistik personil dan senjata di atas adalah sebagai berikut : Untuk melengkapi ke-2 statistik tersebut di atas mengenai kekuatan personil dan persenjataan serta perbuatan kriminal gerombolan DI/TII SM.L. Komandan Brigade XII Mayor S. Setibanya di Jawa Barat rombongan Brigade XII menuju Priangan Timur yakni . Adapun mengenai kekuatan personil dan senjata untuk sekedar diketahui dapat dikemukakan sebagai berikut : Waktu Personil Senjata Ringan Senjata Otomatis Februari 1956 2. perhiasan dan yang lain-lainnya untuk kepentingan logistik. penyergapan dllnya Mayor S. bahan pakaian. yang sedang ber-Longmarch kembali menuju kantong-kantong tempat bergerilya di Jawa Barat sebelum hijrah.129 2. Divisi I/Sunan Rakhmat dengan Panglimanya R. Organisasi TII (Tentara Islam Indonesia) nampaknya mirip dengan organisasi TNI berbentuk Batalyon Resimen dan Divisi. menunjukan bahwa fihak gerombolan SM. Cerita tentang pembunuhan ata Mayor S. di sampaikan 2 contoh keganasannya sebagai berikut : a. Sehelai foto sabotase penggulingan kereta-api yang kejam oleh DI/TII/SMK. karena sesuatu hal rombongan terpisah dari pada Stafnya.L. Kartosuwiryo. Peristiwa ini merupakan kejadian dari sekian gangguan dari DI/TII/SMK seperti peracunan.183 118 Tahun 1957 13. Mereka tidak menghiraukan korban rakyat yang meninggal ataupun yang luka-luka. Kartosuwiryo telah menerima bantuan-bantuan dari fihak asing berupa senjata api. Dalam tuduhannya Jaksa Tinggi Sunaryo terhadap salah seorang tokoh gerakan Subversi di Jawa Barat bernama Leon Nicolaas Hubert Jungschlager. peluru. Dalam perjalanan Brigade XII berLongmarch kembali ke Jawa Barat. Pokoknya yang penting bagi mereka mendapat “gonimah” yang banyak berupa uang. b. Seorang gerombolan bernama Haris bin Suhaemi yang pernah menyerah kepada CPM di Bogor pada tanggal 12 Maret 1953 sewaktu menjadi saksi dalam perkara Schmidt. Oni dibebani tugas bertanggung-jawab atas Jawa Barat. yang diperbantukan kepada Brigade XII pimpinan Kusno Utomo. menyatakan bahwa Van Kleef (menjadi anggota DI/TII) pernah mengirimkan surat kepada Komisaris Tinggi Belanda di Jakarta dan kepada Kapten Westerling. Kartosuwiryo mengirim beberapa peninjau ke kota Bandung. makanan dan barang-barang lain untuk keperluan pemberontak antara lain pada bulan Maret dan April 1951 didekat Garut telah di drop makanan dan obat-obatan sejumlah 70 peti.L. Tobing selama di dalam perjalanan dikawal oleh Batalyon Batalyon II/Kalhitam dan Batalyon IV. Usaha SM.

Tobing dan pengawalnya tidak dapat ditemukan. bahkan turut membantu pengamanan rombongan. Tobing menginap di sebuah rumah bersama-sama dengan Letnan Moch. Di tempat ini rombongan diterima dengan ramah tamah oleh pemuda-pemudanya. ternyata ketiga kerangkanya sudah tidak lagi memiliki kepala. Namun ternyata sepasukan DI/TII/SMK datang juga di kampung Cigalugur dan sekitar jam 03. Belanda.L. Baru pada akhir tahun 1950. Tentu saja ajakan serupa itu ditolak oleh Dan Brigade XII dan sebaliknya justru Dan Brigade XII menyodorkan pendapat agar DI/TII/SMK menggabung dengan TNI.Tobing terus diusahakan. Suripto.L. Diketemukan Dan Brigade dan beberapa anggota rombongan mengalami luka-luka akan tetapi Mayor S. Ketika malamnya digali untuk dipindahkan ke Bandung. Waktu berjalan terus dan semenjak rombongan sudah tiba didaerah “Wehrkreisenya” di Cianjur pencarian informasi atas Mator S. Marcel. Lily Sumantri dan Bai serta 2 orang pengawal. Ketika rombongan Komandan Brigade XII tiba di kampung Cidugaleun dan beristirahat di tempat itu Adah Djaelani (Dan Resimen DI/TII/SMK) datang menghadap Dan Brigade XII.L.L. Belanda” Letnan Marcel dan kawan-kawan sempat mematikan lampu cempor yang ada. Letnan Marcel dan kawan-kawan berusaha untuk mencari para pimpinannya. . Kemudian menyelamatkan diri melalui pintu rumah bagian belakang. tempat dimana Mayor L. pembicaraan dibuka oleh Adah Djaelani mengajak agar TNI bergabung dengan DI/TII/SMK. Pada malam itu Mayor S.Singaparna. mendapat informasi yang positif tentang letak kuburan dari pada S.00 terdengarlah teriakan-teriakan : “Belanda. mantan Komandan bawahan Mayor S. Tobing sangat mengenalnya daerah itu. Letnan Lukito dkk. Tetapi ternyata Priangan Timur keadaannya sudah jauh berubah dan sudah menjadi daerah basis dari pada DI/TII/SMK.S. Begitu mendengar teriakan : “Belanda. Belanda” dengan ramainya membelah keheningan pagi dan kemudian terjadi pergulatan di setiap rumah yang ditempati rombongan Brigade XII.Tobing yaitu Kapten I. Rombongan Adah Djaelani meninggalkan tempat pertempuran dan beberapa waktu kemudian rombongan Brigade XII pun meninggalkan tempat itu menuju Singaparna Selatan dan menyebrang jalan raya Singaparna-Garut menuju tempat Cigalugur. Untuk singkatnya. karena merupakan daerah bergerilyanya sebelum TNI hijrah ke Jawa Tengah. Pembicaraan dilanjutkan akan tetapi tidak membawa hasil. Setelah beberapa waktu lewat dan hari sudah mulai terang.L.Tobing yang disatu-lubangkan dengan pengawalnya bernama Iskandar dan Udjang. Belanda.

IV. Sinyalemen itu memang merupakan suatu pengalaman pahit yang harus ditelan oleh Siliwangi. Akan tetapi dugaan itu meleset sama sekali. terdapat surat-surat selebaran berupa ajakan agar TNI yang tergabung dalam Divisi Siliwangi menggabungkan diri dengan Tentara . yang tidak sedikit telah dikirim oleh Divisi Siliwangi ke daerah Jawa Barat untuk membantu badan-badan perjuangan itu dalam menghadapi tentara Belanda. Fihak DI-TII/ SMK agaknya telah mengatur suatu strategi tertentu dengan masuknya kembali pasukan-pasukan Siliwangi. Putra-putri Siliwangi harus menghadapi gerombolan DI-TII/ SMK yang ternyata dalam tindakan-tindakan serta kekejamannya jauh dari sifat-sifat perikemanusiaan. mereka menganggap bahwa pasukan gerilya yang berasal dari badan-badan perjuangan dan tidak turut hijrah itu. PENUMPASAN DI/TII dengan NII-nya Pertempuran di Antralina tanggal 25 Januari 1949 Ketika pasukan-pasukan Siliwangi kembali lagi ke Jawa Barat. Pertempuran inilah yang membuka adu tenaga antara Divisi Siliwangi yang kemudian dibantu oleh pelbagai satuan TNI-AD melawan Gerombolan DI-TII/ SMK yang berlangsung selama 13 tahun lamanya hingga tertangkapnya S. bahkan ada pasukan yang diracun. Pertempuran pertama kali antara pasukan Siliwangi (Batalyon M. karena begitu kesatuan-kesatuan Siliwangi masuk diperbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah. setelah mengalami pahit-getirnya perjalanan yang bersejarah itu (Long March) setibanya di perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah. Ternyata disamping menghadapi serdadu-serdadu Belanda. Tidak sedikit yang terjebak dan disembelih. setelah mereka diundang makan bersama-sama dalam suatu peralatan. Kartosuwiryo tanggal 4 Juni 1962 pukul 11. Rivai) dengan fihak DI-TII/ SMK terjadi tanggal 25 Januari 1949 di Antralina. Dengan demikian diharapkan pula bahwa mereka akan menerima kesatuankesatuan Siliwangi dengan tangan dan hati terbuka pula. sebagai teman-teman seperjuangan dan ini terbukti dengan bahan-bahan perbekalan serta alat-alat perlengkapan perang seperti mesiu dan lain-lain. Jalannya pertempuran di Antralina secara singkat dipaparkan sebagai berikut : Ketika Pasukan Siliwangi akan memasuki Wilayah Jawa Barat. mereka dengan keji dihadang gerombolan DI-TII/ SMK secara tidak diduga sama sekali. M.35 oleh Kompi C Yon 328/ Kujang II di daerah Gunung Geber di Priangan Tengah.

INF Ibrahim Adjie. yang dibantu oleh Rakyat Jawa Barat dengan sebutan Pagar Betis akhirnya Gembong DI/TII dan NII Sekarmaji Marijan Kartosowiryo dapat dilumpuhkan di Komplek gunung Geber Priangan Tengah setelah melanglang selama 13 tahun ditangkap tanggal 4 Juni 1962 oleh Kompi C Yon 328. Lahirnya konsep Perang Wilayah (sudah disyahkan dengan Ketetapan MPRS No. Dalam rangka Operasi Brata Yudha dibawah Komando Pangdam VI/SILIWANGI Kol. bahwa pemulihan keamanan untuk Wilayah Jawa Barat akan diselesaikan dalam jangka waktu itu hanya sampai akhir tahun 1965. 212 berisi kebijaksanaan. II/MPRS/1960) merupakan manifestasi dari Undang-undang Dasar 1945. 2121 jangka waktu itu hanya sampai dengan tahun 1962. Karena ajakan dan bujukan itu tidak membawa hasil yang mereka harapkan.Kalau anda mengetahui tentang kekuatan dan kelemahan sendiri tetapi tidak mengetahui tentang kekuatan dan kelemahan lawan untuk tiap kemenangan yang anda raih. kemudian mengadakan penyergapan-penyergapan secara serentak terhadap kesatuan-kesatuan Siliwangi. anda tidak usah takut menghadapi ratusan pertempuran. yang menjelaskan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam pembelaan Negara. Namun di dalam rangka penumpasan gerombolan DI/TII. Ungkapan mengenai hal tersebut diatas selengkapnya berbunyi : . TNI sudah biasa didalam menghadapi pertempuran harus mengenal kekuatan dan kelemahannya sendiri maupun mengenal kekuatan dan kelemahan lawan.Islam Indonesia. Tapi dalam RO. maupun tentang kekuatan dan kelemahan lawan. maka sesuai dengan rencana mereka. Sementara itu penelitian terhadap anti gerilya berjalan terus dan diantaranya keluarlah Rencana Pokok 211 (RP. Dan dalam keadaan yang serba kekurangan itulah mereka. bakal mengalami kekalahan juga. . Maka keluarlah Rencana Operasi 212 pada tanggal 1 Desember 1959. Akan tetapi kalau anda mengetahui tentang kekuatan dan kelemahan sendiri. sedangkan sementara itu perembesan pasukan-pasukan Siliwangi ke Jawa Barat sudah ditutup atau dihalang-halangi oleh dan penempatan pasukan DI-TII/ SMK.Kalau anda tidak mengetahui tentang kekuatan dan kelemahan sendiri. pemindahan penduduk. maupun tentang kekuatan dan kelemahan lawan.2121) yang merupakan percepatan dari RO. Kemudian pada bulan Februari 1961 dikeluarkan Rencana Operasi 2121 (RO.211) yang isinya : “Membatasi bergerak dari lawan”. pasal 30 ayat 1. anda akan lumpuh/kalah pada setiap pertempuran. Dengan demikian selesailah petualangan SMK. . Menyesuaikan dengan mobilitas DI/TII. penghancuran Divisi Siliwangi secara tidak langsung dilakukan dengan melalui peracunan makanan. diuraikan tentang Rencana Pokok (RP) dan Rencana Operasi (RO)-nya sebagai berikut : Tahun 1958 merupakan tahun kebangkitan pemikiran bagi Kodam III/Siliwangi ke arah pemulihan keamanan di Jawa Barat yang lebih effisien dan effektif. peniadaan makanan dan lain-lainnya.

yang merupakan produk hasil kreativitas Kodam VI/ Siliwangi.Sesuai dengan rencana tersebut diatas. Daerah Operasi C (DO-C) ialah suatu daerah yang masih dikuasai sepenuhnya oleh DI/TII. Daerah Operasi A (DO-A) ialah satu daerah yang sudah dicapai normalisasi keadaan. membantu keamana. dapat menimbulkan beban psychologis yang lebih berat bagi DI/TII/SMK. Daerah Operasi B (DO-B) ialah satu daerah yang sudah dapat dikuasai. Dengan direbut rakyatnya saja menimbulkan faktor psychologis yang negatif bagi gerombolan DI/TII/SMK. Apalagi rakyat yang direbut itu dapat diikutsertakan di dalam pembelaan negara. b. Mengenai Pagar Betis. tetapi masih ada gangguan gerilya gerombolan. sedangkan untuk menutup celah-celah dimana kemungkinan lolosnya gerombolan ditempatkan pasukan Pagar Betis. dengan penjelasan sebagai berikut : Pada perang gerilya dan perang anti gerilya. sebab rakyat dapat dimanfaatkan/ didaya-gunakan untuk kepentingan logistik. Adapun di dalam mengikutsertakan rakyat ke dalam pagar-betis sudah diatur sedemikian rupa penempatannya. yaitu di tempat-tempat yang mudah dibantu . c. faktor rakyat merupakan hal yang sangat penting. daerah-daerah dibagi menjadi : a. mencari informasi dan lain-lainnya. Kodam VI/Siliwangi mampu merebut simpatik rakyat dari tangan DI/ TII/ SMK yang melakukan perang gerilya. Operasi selanjutnya ditujukan untuk DO-C dapat menjadi DO-B dan akhirnya jadi DO-A dan DO-C dijadikan sebagai killing ground.

tiba-tiba kelihatan pengintai lawan melarikan diri dan diikuti oleh beberapa temannya. Mengenai effisiensi dan effektivitasnya menerapkan pagar-betis terletak pada tingkat sasaran. Peristiwa itu segera dilaporkan kepada Komandan Kompi C Letda Suhanda. 2 pucuk Mauser. Adapun anggota DI/TII yang dikumpulkan berjumlah 23 orang. Tertangkapnya SM. berupa besar/kecilnya kekuatan musuh dan/atau tinggi rendahnya kepangkatan musuh. dimulai dengan satu pengejaran atas gerombolan yang mengarah ke G. Dalam waktu singkat pasukan Kujang kita sudah ada di dalam kedudukan musuh.E. Aceng Kurnia kemudian diperintahkan oleh Komandan Kompi Letda Suhanda agar seluruh anggota yang dipimpinnya meletakkan senjata dan berkumpul di tempat yang ditentukan. 2 pucuk pistol. Tiga orang yang mendapat perintah dari Aceng Kurnia untuk mengumpulkan senjata secara cepat. Kartosuwiryo yang telah memimpin pemberontakan DI/TII selama kurang lebih 13 tahun. 2 pucuk sten. melaksanakan tugasnya dan terkumpullah sebanyak 16 pucuk senjata berbagai jenis. permintaan itu dikabulkan. Jawa Barat berangsur-angsur menjadi aman. Demikianlah dengan tertangkapnya SM. 2 pucuk jungle. keluar dari persembunyiannya mendekati Komandan Kompi C. disertai dengan teriakan-teriakan. Kartosuwiryo. Namun pada saat itu seorang anggota DI/TII yang memegang senjata Owengun mencoba untuk melawan. Aceng Kurnia seterusnya diperintahkan oleh Letda Suhanda untuk membuat seruan. Ternyata orang yang baru muncul itu adalah Mayor TII Aceng Kurnia alias A. agar seluruh anggota DI/TII menyerah.oleh pasukan pengaman yang sudah ditentukan. Dari jarak + 50 meter dari kedudukan lawan. Selanjutnya Dan Kompi C Letda Suhanda menuju gubug Aceng Kurnia. Seketika itupula ia ditembak mati oleh salah seorang anggota Pleton II. tanpa memberi kesempatan kepada musuh untuk melakukan perlawanan. yang ternyata ia adalah SM. di dalamnya terdapat orang yang sakit payah. Mujahid Komandan Pasukan Pengawal SM. Dengan suara lantang Komandan Kompi Letda Suhanda berseru agar musuh keluar dari persembunyiannya dan agar menyerahkan diri dengan angkat tangan. Dengan cepat Komandan Kompi Letda Suhanda memerintahkan anggotanya melepaskan tembakan serbuan ke arah gerombolan. Setelah dia sendiri melihat gubuggubug dari gerombolan DI/TII ia memerintahkan kepada kesatuannya agar maju dengan merunduk. Kartosuwiryo. Tiba-tiba pengintai Peleton II melihat dari jarak + 50 M gubug-gubug gerombolan. dan 1 pucuk Steyer. Kartosuwiryo pimpinan pemberontakan yang cukup lama mengganggu keamanan di Jawa Barat dan memakan korban puluhan ribu manusia. sejalan dengan Rencana Operasi 2121 (merencanakan berakhirnya operasi pada akhir . 4 pucuk L. Tidak lama kemudian muncullah seorang anggota DI/TII sambil mengangkat tangan. Geber. Aceng Kurnia kemudian meminta kepada Komandan Kompi agar menghentikan teriakan-teriakan pasukannya. terdiri dari 2 pucuk bren.

A.If you know neither the enemy nor yourself you will succumb in every battle. Kartosuwiryo terjadi pada 4 Juni 1962).A. : R. tetapi pemulihan keamanan/tertangkapnya SM. M. sesuai dengan Rencana Operasi 2121 (RO. Penumpasan Pemberontakan DI/TII/SMK di Jawa Barat : Dinas Sejarah TNI Angkatan Darat 4. PERPUSTAKAAN 1. PENUTUP Syukur Alhamdulillah. . . voskuil E.P. sekali lagi mengemukakan ungkapan di dalam bahasa Inggris sebagai berikut : . 2121) pemulihan keamanan di Jawa Barat akan diselesaikan dalam waktu 5 tahun. Menutup tulisan ini. you need not fear the result of a hundred battles. 3.But if you know the enemy and know yourself. Indonesia Abad ke-XX : Drs. Dalam pada itu SM.A. bahwa menurut rencana. yaitu sampai akhir tahun 1965. G. Moedjanto. Sungguh benar ungkapan yang telah dikemukakan pada permulaan bahasan diatas yang dikemukakan di dalam bahasa Indonesia.If you know yourself but not the enemy for every victory you gained you will also suffer a defeat. Kartosuwiryo pimpinan NII/DII/TII sudah dapat ditangkap pada tanggal 4 Juni 1962. Siliwangi dari Masa ke Masa : Sejarah Militer Kodam VI/Siliwangi 2.G. Bandung Beeld van een Stad. GERAKAN APRA DAN KEMERDEKAAN INDONESIA .tahun 1965.

sebab Belanda selain telah menjajah Indonesia selama 350 tahun dan pernah negaranya diduduki oleh Jerman pada perang dunia ke-II selama kurang lebih 5 tahun. yaitu selama 80 tahun untuk melepaskan diri dari pada penguasaan negara Spanyol. Mengenal Kapten Westerling.PENGANTAR Untuk mencapai Indonesia merdeka atau melepaskan diri dari cengkeraman penjajah Belanda. II.000 orang pejuang kemerdekaan Sulawesi Selatan. Ternyata kemudian. yang diantaranya berisi janji akan meninjau kembali hubungan Belanda dan koloni-koloninya. Serangan APRA ke Kota Bandung dan Jakarta. RIS produk KMB hanya berusia I. yaitu dari 17 Agustus 1945 sampai dengan tanggal 27 Desember 1949 dibulatkan menjadi 5 tahun. Hal ini dibuktikan dari kenyataan terjadinya perang kemerdekaan Indonesia yang cukup lama. Selain itu perlu diketahui. adalah tidak mudah dan diperlukan perjuangan yang ulet. bahwa janji Belanda tersebut di atas merupakan janji bohong belaka. Secara garis besar pembahasan selanjutnya akan meliputi butir-butir : I. Adanya hasrat Belanda untuk melanjutkan penjajahan adalah sangat ironis. Di dalam sejarah nasional Belanda. bahwa pada tanggal 6 Desember 1942 kurang lebih 9 bulan setelah Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang pada perang dunia ke-II. kaitannya dengan kemerdekaan Indonesia. peristiwa tersebut dikenal dengan nama “De tachtigjarige oorlog”. Uraian selanjutnya mengenai tulisan ini akan lebih ditekankan kepada peranan Kapten Westerling. pernah pula mengalami perang kemerdekaan yang sangat panjang. Raja Belanda Wilhelmina yang sedang mengungsi di Inggris menyampaikan pidato politik kenegaraan. sesuai dengan pengalaman proses jalannya sejarah. III. Mengenal Kapten Westerling . 7 bulan untuk kembali ke RI.± IV. Korban 40.

pertempuran di hutan. perkelahian tanpa senjata. Pada pertengahan Maret 1945 kelompok Westerling kena sasaran senjata terbaru Jerman ketika itu bernama V. Contoh pertama. dimana Westerling diberi tugas untuk menyiapkan rencana operasi dan turut melaksanakan serangan vertical ke lapangan terbang Maguwo. tidak jarang Jendral Spoor minta kehadiran Kapten Westerling. Pembicaraan yang dilakukan adalah membahas ide dari Westerling untuk mendirikan pasukan pengamanan desa. Westerling tertarik oleh kehidupan militer. Jendral S. konon pada akhir Oktober 1948. Spoor yang pada tanggal 7 Maret 1942 sempat meloloskan diri dari serbuan tentara Jepang dengan kapal terbang Glenn Martin terakhir dari lapangan terbang Andir ke Australia. Setelah sembuh Kapten Westerling dengan penuh semangat meneruskan tugasnya. Westerling bertugas sebagai pimpinan kelompok perang rahasia. Westerling mendapat kehormatan menjadi pengawal pribadi dari pada Admiral Lord Mountbatten dan atas permintaan Churchill pada tahun 1940. H. terjadi pada sekitar bulan Maret 1949 setelah Bung Karno cs dikembalikan dari tempat penahanannya sebagai pelaksana salah satu butir dari Resolusi Dewan Keamanan tanggal 28 Januari 1949.Pada tanggal 31 Agustus 1919 lahirlah di Turki bayi laki-laki dari seorang bapak pengusaha antik bangsa Belanda dan dari seorang ibu beretnis Griek. Materi pembicaraan adalah tentang situasi yang dihadapi. H. gerakan malam. . I (Vergeltung I = Perusak I) dan Westerling mengalami luka-luka. yaitu buntunya perundingan dengan Soekarno dan diperkirakan perlunya dilancarkan Aksi Polisionil ke-II. Meningkat kehidupan menjadi pemuda. H. sabotase dan bahan peledak dllnya. yang dibicarakan di atas adalah Kapten S. Westerling menyatakan tidak bersedia untuk turut di dalam melaksanakan operasinya sedangkan mengenai rencana operasi. bersamaan dengan terbitnya matahari Westerling menggendong ransel berisi bekal makanan dan menyandang senjatanya masuk hutan untuk berburu. Sedemikian rupa sehingga di dalam menghadapi permasalahan yang penting. Pertama-tama ia masuk pendidikan dasar militer di Kanada dan kemudian mengikuti berbagai pendidikan di Inggris seperti latihan Komando : penerjunan. Jendral Spoor minta kehadiran Westerling. yang kemudian dikenal dengan nama Raymond Westerling. yang sudah menjadi tugas dari Westerling dijanjikan akan diserahkan pada waktunya. Karena pernah mengikuti pendidikan militer yang baik. 8 tahun Westerling telah mendapat kesempatan dari± Sudah semenjak usia ayahnya memiliki “mainan” berupa senjata berburu. silent killing. Di dalam melanjutkan tugasnya Westerling menjadi kepercayaan yang baik dari Jendral S. Dari Maguwo serangan dilanjutkan ke Yogya dengan tujuan menangkap Soekarno. Spoor Panglima Tentara Hindia Belanda. Spoor Panglima Tentara Hindia Belanda. Contoh kedua. dalam rangka jarak jauhnya menyusun tentara bagi negara RIS. Dengan alasan yang dapat diterima oleh Jendral Spoor. Dengan demikian pada hari-hari libur.

maka yang 22 orang itu langsung ditembak mati dan sisanya yang 8 orang diperiksa oleh sekelompok “Dewan Rakyat” bikinan Westerling.000 orang korban keganasan Westerling adalah bukan datang dari pihak Indonesia akan tetapi hasil dari proses pertemuan komisi PBB (United Nation Commission Indonesia) di Lake Succes dalam suasana bangsa-bangsa baru saja mengakhiri perang dunia ke-II dan membenci segala bentuk kekerasan. Apabila di dalam pelaksanaan operasinya. Pilihan untuk memulihkan keamanan di Sulawesi Selatan jatuh pada diri Westeling. dapat dimengerti tentang banyaknya korban yang dialami para pejuang kemerdekaan dari Sulawesi Selatan itu. terutama mengenai perlu dilakukannya hukuman luar biasa terhadap terroris di daerah pertempuran. Adapun mengenai angka 40. Belanda berfikir bahwa di luar Jawa keadaan “terroris” tidak sekuat di Jawa. yang mempunyai kekuasaan turut menentukan apakah yang 8 orang itu tergolong terroris atau tidak. Dengan dilaksanakannya operasi pembersihan sebagaimana dikemukakan di atas. banyak yang diselundupkan ke Sulawesi Selatan.II. umpamanya ditangkap 30 orang pejuang dan 22 orang diantaranya tercantum namanya di dalam daftar “terroris”. Di Makasar Westerling melaporkan kepada komandan pasukan Belanda di bagian timur. khususnya di Sulawesi Selatan perlu diupayakan dapatnya ditegaskan “Rust en Orde”. bahwa Belanda memiliki potensi untuk mengamankan dan menertibkan Jawa. Oleh karenanya di Sulawesi. membangkitkan semangat bangsa Indonesia di seluruh Tanah Air untuk mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan. Westeling selalu melengkapi diri dengan daftar nama-nama “terroris”. Westerling dengan pasukan khususnya berangkat ke Makasar. Apabila berhasil. Demikianlah pada pertengahan Desember 1946. Sebagaimana dilakukan di Jawa. Di dalam operasi pembersihan yang biasanya dilakukan pada malam hari. . Korban 40. di Sulawesi Selatan yang ada di Jawa.000 orang Pejuang Kemerdekaan Sulawesi Selatan Diproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. diantaranya Mayor Andi Matalata dan Mayor Saleh Lahade. hal ini dapat dijadikan alasan. Di lain pihak atas ide van Mook.

Negara Sumatera Timur (Februari 1948). 4. bahwa pada tanggal 22 Januari 1950. Negara Sumatera Selatan (Desember 1948). maka Belanda melalui van Mook mendirikan 6 negara bagian dan 9 daerah berstatus otonomi. Di Jakarta penyerahan kedaulatan . Ke-6 negara bagian tersebut adalah : 1.III. setelah pimpinan Divisi Siliwangi menerima berbagai laporan yang mencurigakan. Westerling telah berhasil menginfiltrasi KNIL dan KL dan untuk membantu kekuatan militer itu telah dibentuk keamanan desa yang terdiri dari rakyat. Di bidang militer. Untuk mencapai tujuan tersebut. Hatta. Negara Madura (Januari 1948). Negara Indonesia Timur (Desember1946). bahwa terdapat tentara Belanda yang disersi sebelum perintah konsinyiring diterima oleh kesatuannya. Serangan APRA ke Kota Bandung dan Jakarta Belanda berusaha keras untuk menguasai kembali Indonesia setidak-tidaknya dengan target dapat mendirikan negara RIS. Negara Jawa Timur (November 1948). agar tentara Belanda dikonsinyir. Oleh karena itu tentara yang sudah diinfiltrasikan dan keamanan desa yang dibentuk diberi embel-embel nama Ratu Adil. Perlu dikemukakan. sehingga dia sendiri merasa sebagai penjelmaan dari Ratu Adil. 5. bahwa tanggal 27 Desember 1949 hasil dari Konferensi Meja Bundar. di Den Haag dilakukan penyerahan kedaulatan dari Belanda ke RIS oleh PM. 3. Sama-sama diketahui. yang akan dapat dikendalikan oleh Belanda. 2. Drees kepada PM. Negara Pasundan (Februari 1948). 6. berupa adanya semacam pergeseran tentara Belanda dan berkerumunnya rakyat yang menamakan dirinya rakyat Ratu Adil menyampaikan permintaan kepada pimpinan tentara Belanda. Westerling sangat tertarik oleh ramalan Joyoboyo sedemikian rupa. Namun diketahui kemudian.

pada hari Senin tanggal 23 Januari 1950 APRA dengan kekuatan + 800 orang terdiri dari anggota KNIL dan KL menyerang kota Bandung. yaitu Markas Divisi VI/Siliwangi di Jl. Selanjutnya dari sini gerakan langsung menuju saasran utamanya. Dengan latar belakang sebagaimana dikemukakan di atas. . hal ini dapat dilihat dari 3 langkah kebijaksanaan pokok yang diambil oleh Kolonel Sadikin sbb : 1. Sesuai dengan perintah pimpinan.H.disampaikan oleh perwakilan Belanda A. 2. kalau kita mengikuti sikap dan pendirian Westerling yang menganggap TNI dan rakyat pejuang kemerdekaan itu sebagai terroris yang harus dibunuh sikap dan pendirian mana sudah ditanamkan kepada anak buahnya. Divisi Siliwangi. Rute yang ditempuh oleh APRA adalah kurang lebih sebagai berikut : Jl. karena masuknya laporan yang mencurigakan berupa issue adanya gerakan dari pada APRA. berkaitan dengan telah diserahkannya kedaulatan dari pihak Belanda ke pihak RIS dari kenyataan yang ada dapat dikemukakan sebagai berikut : Panglima Divisi Siliwangi nampaknya menyadari. adalah di dalam rangka tugas menyusun markas TNI sebagai akibat dari penyerahan kedaulatan kepada RIS. Lembong.Lovink kepada Sultan Hamengkubowono ke-IX dan di Bandung dari Jendral Engles kepada Kolonel Sadikin dan mengambil tempat di halaman gedung yang kemudian dijadikan Markas Divisi IV/Siliwangi di Jalan Lembong (sekarang).30 sudah sampai di batas Barat kota Bandung dan bunyi tembakantembakan sudah mulai kedengaran dan semakin lama suara tembakannya semakin keras kedengarannya.00 Markas Divisi/Siliwangi dikuasai oleh APRA. bahwa dengan telah diserahkannya kedaulatan dari pihak Belanda ke pihak RIS cq. Jl. agar tentara Belanda dikonsinyir. Asia-Afrika melalui Hotel Homann dan Hotel Prianger. Memerintahkan melakukan penghadangan atas pasukan APRA. Pasukan APRA sekitar pukul 08. Tujuan utama dari serangan itu adalah mendapatkan sebanyak mungkin senjata untuk melengkapi APRA yang akan menyerbu Jakarta. Besarnya jumlah korban TNI sebanyak 79 orang dan 6 orang rakyat dapat dimengerti. Adapun keberadaannya anggota TNI di Kota Bandung. Menyimak pejabat yang bertanggung jawab atas keamanan daerah. Jendral Sudirman. anggota TNI pada umumnya tidak bersenjata api dan hanya mempersenjatai diri dengan bayonet atau klewang. Pada tanggal 22 Januari 1950 diperintahkan kepada Kepala Staf untuk menghubungi Jendral Mayor Engles. Kurang lebih pukul 10.J.

Kalau serangan APRA ke kota Bandung hampir tidak ada perlawanan sama sekali. karena ingin mengkosentrasikan tenaga dan fikiran untuk menyerang kota Jakarta. yang dengan rombongannya sedang ada di Subang memerintahkan kepada Gubernur Sewaka untuk pergi ke Jakarta dan melaporkan tentang gerakan APRA serta meminta bantuan pasukan untuk menghalau gerombolan APRA keluar dari kota Bandung. Pertumpahan darah harus dihentikan. Eri Sudewo. Kolonel Sadikin. Bantuan yang diminta oleh Panglima Divisi Siliwangi. tiba di Bandung dengan angkutan udara pada tanggal 24 januari 1950 terdiri dari Batalyon Sikatan dari Jawa Timur pimpinan Kapten (?) Sobirin dan pasukan polisi. Dengan tibanya bantuan pasukan tersebut.3. Melalui pembicaraan yang cukup panas. yang sudah ada di Markas Divisi Belanda menolak untuk hadir pada pertemuan yang dihadiri unsur APRA. Pasukan APRA harus segera meninggalkan kota Bandung. perwakilan negara Pasundan dan Van der Meulen perwira polisi Belanda yang memimpin serangan APRA ke kota Bandung. 2. pembersihan atas gerombolan APRA ditingkatkan dan dengan demikian di dalam waktu yang relatif singkat keamanan di kota Bandung sudah dapat diatasi. menduduki kota Bandung dan gagal menyerang Jakarta adalah cukup berhasil. yang dipimpin oleh Komisaris Polisi Soecipto Yoedodihardjo. penghadangan yang dilakukan pada tanggal 24 Januari 1950 atas kesatuan APRA. yang sudah gagal. sambil menunggu berita hasil operasi di Jakarta. Yang menjadi fikiran dan memusingkan bagi Westerling adalah karena senjata dan amunisi yang dibutuhkan masih harus direbut dari musuh dan komitmen dari “kroninya” Westerling terutama dari KNIL dan KL yang sudah berjanji akan .00 di Markas Divisi C. Pimpinan tentara Belanda tidak akan membantu gerakan APRA 3. Yang juga menarik untuk diketahui. Kepala Staf Divisi Siliwangi Letnan Kolonel Dr. Kejadian ini merupakan pukulan yang berat bagi APRA. Belanda dihadiri oleh Jendral Mayor Engles. Kapten Westerling tidak memimpin sendiri penyerangan ke kota Bandung. karena menurut rencananya APRA harus tetap menduduki kota Bandung. akhirnya diputuskan : 1. adalah tentang pertemuan tanggal 23 Januarai 1950 sekitar pukul 12.

ia berprilaku seolah-olah ia termasuk menteri-menteri RIS yang akan diculik.B. bahwa kedaulatan RIS telah diserahkan pada tanggal 27 Desember 1949 di Deen Haag. Westerling sudah ada di tempat yang di tentukan. Kenyataannya sewaktu 2 buah truk sudah ada dekat gudang senjata dan mulai mengangkut beberapa senjata ke atas truk. Pada tanggal 22 Januari 1950 sekitar jam 22. Sultan Hamid II alias Syarif Hamid Algadri besar perannya di dalam merencanakan penyerangan atas gedung dimana kabinet RIS akan bersidang. Jakarta dan Bandung. Senjata yang didapat dari markas Pasukan Khusus di Batujajar praktis tidak bertambah. menunggu 2 buah truk yang akan membawa senjata dari gudang Pasukan Khusus Batujajar. Dalam uraian di atas telah dikatakan. Hal ini merupakan pukulan yang sangat berat dirasakan oleh Kapten Westerling. Peristiwa yang paling menyedihkan bagi Westerling adalah sewaktu ia tiba di markas Polisi di Jakarta dan tidak hadirnya Komisaris Polisi yang sudah berjanji akan hadir di tempat tersebut.M. sebuah truk yang mengangkut belasan senjata itu berhasil meloloskan diri dan melapor kepada Westerling. Delegasi Belanda dipimpin oleh van Marseveen.” Kapten Westerling nampaknya sangat lunglai mendengar bahwa kunci gudang senjata sudah diambil oleh TNI. yang sudah lama menunggunya. dikurangi dengan massa penahanan. yang mengetahui tentang adanya konsinyiring. Menculik semua Menteri RIS. Berbagai rencana Westerling. Sewaktu ditemui di rumahnya Komisaris Polisi tersebut. 2.00. . Atas perbuatannya itu Sultan Hamid II pada bulan April 1953 dihukum dengan 10 tahun penjara. Diketahui kemudian.memberi senjata dan amunisinya. Syukur Alhamdulillah. Westerling nampaknya sudah “sudah jatuh tertimpa tangga”. Membunuh Sultan Hamengkubuwono IX (Menteri Pertahanan). gerakan Westerling dengan APRA-nya berakhir dengan kegagalan dan Kapten Westerling pada tanggal 22 Febuari 1950 diterbangkan oleh pihak Belanda dengan pesawat Catalina dari MDL ke Singapura. ada dalam keadaan raut mukanya yang sangat pusing dan menjawab alasan atas tidak hadir di Markasnya Westerling dengan suara yang sangat berang mengatakan : “Yang penting sekarang bukan Komisaris Polisinya. bahkan untuk mengelabui pemeriksa. tetapi tidak mengetahui tentang rencana rahasia Westerling. banyak yang bocor. mati sewaktu rumahnya dikepung TNI. Ali Budiardjo. tetapi agar diserahkan kunci gudang senjatanya. SH (Sekjen Kementrian Pertahanan) dan Kolonel T. RI oleh Bung Hatta dan BFO (Bijeenkomst Commision Indonesia) sebagai mediator. diantaranya mengenai alamat dari seorang perwira menengah APRA kepercayaan Westerling. Melalui pertengkaran mulut yang serba cepat dan singkat. Demikian pula mengenai rencana penyerangan atas gedung tempat kabinet RIS akan bersidang dengan tujuan : 1. IV. Belanda Drees. Yang menjadi Ketua KMB adalah P. Simatupang (Pejabat KSAP) . bahwa Dewi Fortuna tidak menyertai Westerling. Sekonyong-konyong kepergok oleh seorang perwira. RIS produk KMB hanya berusia kurang lebih 7 bulan untuk kembali ke RI Konferensi Meja Bundar berlangsung dari 29 Agustus sampai dengan 2 November 1949.

Baru saja pada tanggal 27 Agustus 1949 Belanda menyerahkan kedaulatan kepada Indonesia di Deen Haag. Di dalam perjuangan selanjutnya sebagian besar masyarakat Indonesia tidak puas dengan RIS produk KMB. Jakarta dan di Bandung tahu-tahu pada tanggal 23 Januari 1950 APRA dengan secara nekad menyerang kota Bandung dan kota Jakarta. Dalam pada itu. yang artinya “Sejarah adalah Guru yang besar”.A. Allah Subhanahu Wata’ala melindungi Negara Kesatuan Republik Indonesia dari keserakahan kolonialis Belanda.A.G. Mengakhiri uraian ini menyampaikan ungkapan yang berbunyi : “Historia vitae Magista”. Belanda dengan segala kemampuannya di bidang militer dan diplomasi berhadapan dengan kekuatan militer dan diplomasi Indonesia. Indonesia Abad ke-XX : Drs. diantaranya melalui Undang-Undang No. yang dianggap masih berbau kolonial. bahwa konstitusi sementara RIS dirubah menjadi UUD sementara RI (berlaku mulai 17 Agustus 1950). Bandung Beeld van een Stad : R. Voskuil E. berhasil produk KMB. G. 3. M. Demikian uraian mengenai KMB yang melahirkan RI dan RIS dan melalui perubahan di bidang konstitusi.P. Siliwangi dari Masa ke Masa : Sejarah Militer Kodam VI/Siliwangi 2. Sumber : pertempurandijawabarat. yang bernafsu untuk melanjutkan penjajahannya yang sudah berjalan 350 tahun. sedemikian kerasnya sehingga muncul tuntutan agar negara-negara bagian/BFO bersatu dengan RI atau RIS dilikuidasi.7 Tahun 1950 yang pasal 1-nya menyebutkan. Moedjanto.blogspot. Syukur Alhamdulillah. PENUTUP Pada hakekatnya tulisan di atas merupakan sebagian dari kisah konflik antara Belanda dan Indonesia. yaitu RIS dan RI. RIS yang terdiri RI dan BFO (15 Negara/Daerah) ciptaan Belanda diciutkan menjadi 2 kelompok. sebaik-baiknya bersyukur seyogyanya bangsa Indonesia segera bangun menggalang kesatuan dan persatuan untuk mengisi kemerdekaan menuju sasaran rakyat yang adil dan makmur yang sudah lama didambakannya.com .Melalui kerja keras dari pejuang-pejuang RI di bidang diplomasi.A. PERPUSTAKAAN 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful