PERJUANGAN RAKYAT JAWA BARAT MELAWAN PENJAJAH SETELAH PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI

PERTEMPURAN KONVOY BOJONG KOKOSAN SUKABUMI 1945-1946

Masa revolusi fisik yang berlangsung dalam kurun waktu tahun 1945 hingga tahun 1949 merupakan sebuah masa dalam perjalanan sejarah Indonesia yang sarat dengan warna–warni perjuangan untuk mempertahankan dan menegakkan kemerdekaan. Kemerdekaan yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 ternyata tidaklah serta merta segera mengubah situasi dari bangsa yang terjajah menjadi bangsa merdeka. Menjelang berakhir perang Dunia ke-II mulai Juli 1945 wilayah Indonesia masuk kedalam Komando South East Asia Command (SEAC) dibawah pimpinan Panglima sekutu LORD L. MOUNTBATTEN yang berkedudukan di Colombo Srilangka. Setelah Jepang menyerah kepada sekutu Inggris diberi tugas RAPWI (Recovery of Allied Prisoners of War and Interneers) yaitu pengurusan dan pemulangan tawanan perang dan interniran Sekutu di Indonesia. Dalam pelaksanaan tugasnya di Indonesia Sekutu mengalami hambatan dari pejuang-pejuang Indonesia yang militan yang baru saja memproklamirkan kemerdekaannya tanggal 17 Agustus 1945. Diantara hambatan yang dialami Sekutu (Inggris) antara lain peristiwa Pertempuran Konvoy Bojong Kokosan. Uraian berikut peristiwa Bojong Kokosan dibagi dalam tiga pokok bahasan Yaitu : Pertempuran ke I, Masa gencatan senjata (Cease Fire) dan Pertempuran ke II.

PENGANTAR

Pertempuran Ke-I / Penghadangan pertama. (9 Desember 1945 s/d 12 Desember 1945) Menjelang bulan Desember 1945, suhu situasi kondisi di Jawa Barat juga semakin memanas. Perjuangan Rakyat Jawa Barat yang semula, lebih banyak dipengaruhi oleh sikap perjuangan diplomasi dari Pemerintah Pusat. Maka pada saat itu mulai kehilangan kepercayaannya terhadap netralitas pimpinan Tentara Sekutu, yang nampaknya semakin condong untuk membantu pihak Belanda, dalam rangka menegakan kembali kekuasaannya di bumi Indonesia. Sejak Tentara Sekutu menduduki kota Bandung, maka pergerakan lalulintas, baik personil maupun perlengkapan logistik antara Jakarta-Bandung, mereka upayakan dengan segala cara. Mula-mula untuk memenuhi kebutuhan akan perbekalan dan perlengkapan 60.000 anggota APWI di Bandung. Mereka mencoba mengirimkan barang-barang tersebut dengan mempergunakan kereta api dari Jakarta ke Bandung sebanyak 20 gerbong, yang dikawal oleh serdadu-serdadu Ghurka, melalui jalur utara. Akan tetapi karena tidak ada koordinasi dengan Pasukan-pasukan TKR yang bertugas di daerah Dawuan, ialah Batayon Priatna dari Resimen - 5 TKR. Pengawal-pengawal perjalanan kereta api yang hanya dilakukan oleh 10 orang serdadu Ghurka dalam tempo sekejap sudah bisa dilumpuhkan, 4 orang tertembak mati, sedangkan 6 orang menyerahkan diri sebagai tawanan. Isi ke 20 gerbong tersebut disita, yang terdiri dari makanan kalengan, seperti nasi goreng, kornet, sardencis, susu, keju, coklat dan sebagainya. Juga terdapat sejumlah besar pakaian dan selimut. Dengan demikian pada saat itu Resimen-5 TKR memperoleh rezeki nomplok, bahkan rakyat penduduk setempatpun ikut menikmatinya. Namun ternyata insiden ini menjadi berkepanjangan pula. Tentara Sekutu mengajukan “protes keras” kepada Menteri Amir Sjarifoeddin. Minta agar perbekalan dan perlengkapan yang disita tersebut dikembalikan. Selanjutnya juga Menteri Amir Sjrifoeddin memberikan tegoran kepada Komandan Resimen - 5 TKR, ialah Mayor Moefreni untuk mengembalikan barang rampasan tersebut. Namun Mayor Moefreni menolak. Hanya para tawanan serdadu Ghurka yang bisa dikembalikan, itupun harus ditukar dengan para pejuang yang menjadi tawanan Tentara Sekutu di Jakarta. Akhirnya Mayor Kawilarang diperintahkan Panglima Komandemen 1 TKR, Mayjen Didi Kartasasmita di Purwakarta, untuk melakukan tukar-menukar, 6 orang tawanan serdadu Ghurka, dengan pembebasan 8 orang para pejuang Republik Indonesia yang ditawan oleh Tentara Sekutu di Rumah Penjara Cipinang. Diantaranya ialah Mr. Soepangat dan Chairil Anwar. Setelah insiden tersebut maka diperoleh kesepakatan antara Pemerintah RI dengan pihak Tentara Sekutu. Bahwasanya setiap pengiriman perlengkapan dan perbekalan bagi Tentara Sekutu di Bandung harus dikawal oleh TKR-RI. Dengan demikian maka sejak tanggal 11 Desember 1945, pengawalan kereta api yang membawa perbekalan dan perlengkapan Tentara Sekutu dari Jakarta ke Bandung dilaksanakan oleh para Taruna dari Akademi Militer Tanggerang. Selama kurang lebih satu bulan pada waktu itu, telah dilakukan tiga kali pengiriman perbekalan dan perlengkapan Tentara Sekutu dari Jakarta ke Bandung. Perjalanan

pertama dikawal oleh 20 orang Taruna Akademi Militer Tanggerang dipimpin oleh Mayor Daan Mogot. Perjalanan kedua dipimpin oleh Mayor Kemal Idris, Sedangkan perjalanan yang ketiga dipimpin oleh Kapten Islam Salim. Semua pengiriman perbekalan ini berjalan mulus tanpa hambatan apapun. Akan tetapi kebutuhan Tentara Sekutu untuk melakukan operasinya di kota Bandung rupanya tidak hanya sebatas perbekalan dan perlengkapan saja. Namun memerlukan juga dukungan peralatan dan persenjataan berat lainnya, dari Pasukan-pasukan Kavaleri, Artileri, Zeni dan sebagainya, yang mungkin dapat diangkut dengan kereta api. Maka untuk memenuhi kebutuhan tersebut pihak Tentara Sekutu juga menyelenggarakan konvoy kendaraan-kendaraan di jalan raya secara periodik, yang dikawal ketat oleh mobil-mobil lapis baja dan tank-tank tempur. Dengan demikian sejak saat itu, maka setiap 1 atau 2 minggu sekali, akan terlihat iring-iringan kendaraan-kendaraan Tentara Sekutu di jalan raya antara Bandung-Jakarta pp. Rupanya atas pertimbangan keamanan Tentara Sekutu lebih cenderung memilih jalur Jakarta-Bogor-Sukabumi-Cianjur-Bandung pp, untuk perjalanan konvoynya. Sedangkan lewat jalur Puncak, risikonya akan cukup besar, karena tanjakannya yang terlalu terjal untuk dilewati tank-tank dan mobil lapis baja yang sangat berat. Pada awal bulan Maret 1946, Kolonel A.H. Nasution Panglima Divisi III pernah dipanggil Panglima Komandemen Jawa Barat Mayjen Didi Kartasasmita. Pada pertemuan tersebut diceritakan pula oleh Mayjen Didi Kartasasmita, bahwa suatu ketika mobil yang ditumpanginya pernah terjepit oleh konvoy Tentara Sekutu, ditengah perjalanan. Beliau betul-betul merasa tidak berdaya tatkala itu, namun masih untung juga, bahwa mereka tidak mengetahui, bahwa yang berada di dalam mobil tersebut adalah Panglima TKR Komandemen Jawa Barat. Nampaknya Mayjen Didi Kartasasmita memahami betul, bahwa pada saat itu situasi kondisi di seluruh Jawa Barat meningkat semakin genting. Pertempuranpertempuran telah berkecamuk diseluruh penjuru tanah air. Bahkan didalam kota Bandung, yang pernah menyandang gelar “kota diplomasi”, karena telah berhasil memisahkan antara dua kubu yang berseteru, ialah kubu Sekutu dengan antek-anteknya, disebelah utara rel kereta api dan kubu para pejuang disebelah selatan. Namun sungguhpun demikian, setiap hari pertempuran terus berkecamuk disetiap penjuru kota. Sampai-sampai muncul kata pemeo : “di Bandung tiada hari tanpa pertempuran”. Pada saat itu juga Panglima Komandemen TKR Jawa Barat mengeluarkan perintah, untuk menyerang konvoy-konvoy di jalan-jalan raya dalam wilayah Divisi III. Hubungan lalu-lintas personil dan logistik mereka, harus diputuskan selama mungkin. Namun demikian serangan harus dilakukan di tempat-tempat yang jauh dari perkampungan rakyat. Yaitu di daerah-daerah pegunungan dan hutan-hutan. Sebelum keluar perintah “Serang konvoy” dari Panglima Komandemen TKR pada waktu itu. Sebetulnya Komandan Resimen-3 TKR di Sukabumi, ialah Letkol Eddy Sukardi juga sudah merasa jengkel dengan simpang-siurnya konvoy-konvoy kendaraan Tentara Sekutu yang melalui daerah komandonya, dari sejak Ciawi-Sukabumi-Cianjur. Oleh karena itu kekuatan Resimen-3 TKR, sebanyak 4 Batalyon sudah digelar disepanjang jalur ini, sebagai berikut :

dengan kekuatan 4 Kompi. pasukan Kelasykarannya dipimpin oleh Tubagus Ahmad Kurtubi. terdapat pula Pasukan atau Barisan Pejuang Rakyat. Barisan Pemuda Proletar. Batalyon II. Batalyon ini menempati lokasi sepanjang 18 KM. dibawah komando Mayor Harry Sukardi. 2) Kompi Kapten Sabir. 2) Kompi Kapten Husein Alexsyah. dipimpin Suradiradja dan Lunadi. 1) Kompi Kapten Tedjasukmara. 3) Kompi Kapten Madsari dan 4) Kompi Kapten Kabul Sirodz. pasukan Kelasykarannya dipimpin oleh M. ialah dari mulai Gekbrong-Cianjur-Ciranjang. dipimpin oleh Felix Kalesaran. Batalyon ini menempati jalur yang paling panjang sekitar 30 KM. dari sejak Cibadak sampai Sukabumi Barat. Abdullah. Basarah. 1) Kompi Kapten Madsachri. Batalyon ini Menempati lokasi sepanjang 15 KM. Karim dan Dadang Sukatma. yang terdiri dari : Barisan Hizbullah dibawah pimpinan Suryana. dengan kekuatan 4 Kompi. ialah. 3) Kompi Kapten Juanda dan 4) Kompi Kapten Dasuki. Waluyo. 1) Kompi Kapten Saleh Opo. Barisan Banteng RI. Dibawah komando Mayor Abdurrachman. membentang dari Sukabumi Timur sampai Gekbrong. Ismail dan Bakri. 3) Kompi Kapten Musa Natakusumah dan 4) Kompi yang dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon. Batalyon ini menempati lokasi sepanjang 18 KM. Lasykar Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi (KRIS). 3) Kompi Kapten Murad Idrus dan 4) Kompi Kapten Mochtar Kosasih. dibawah komando Mayor Yahya Bahram Rangkuti. Batalyon III. dibawah pimpinan S. dengan kekuatan 4 Kompi. ialah. dibawah komando Kapten Anwar. 2) Kompi Kapten Dasuni Zahid. dengan kekuatan 4 Kompi.Batalyon I. 1) Kompi Kapten Djahidi. dibawah pimpinan Sambik. pasukan Kelasykarannya dipimpin oleh Dadi Abdullah. Barisan Sabilillah dibawah pimpinan Sasmita Atmadja dan A. . Disamping Pasukan TKR ini. ialah . Nawawi Bakri dan Hamami. pasukan Kelasykarannya dipimpin oleh Mujana. ialah . 2) Kompi Kapten Kusbini. Barisan Pemuda Sosialis Indonesia (PESINDO). Batalyon IV. membentang dari Cigombong sampai Cibadak.

yang berada disekitar jalur antara Bandung-Jakarta untuk mengganggu lalu-lintas kendaraan-kendaraan musuh tersebut. mencoba memasuki jalur jalan antara Bogor-Sukabumi. Kemungkinan bantuan-bantuan Tentara Sekutu melalui jalur darat ini. Dilaporkan 4 . Seruan pribadi dari para pejuang di Bandung ini segera mendapat tanggapan dari teman-teman seperjuangannya. Namun karena suasana perjuangan pada saat itu masih sangat samar tanpa ada ketegasan. memerlukan bantuan dari Jakarta. melalui jalur Bogor-Sukabumi-Cianjur itu. Gangguan-gangguan tersebut pada umumnya tidak sampai menghambat perjalanan konvoy. Melalui pertempuran-pertempuran tersebut semakin banyak pula senjata-senjata dan perlengkapan lainnya dari Tentara Sekutu yang jatuh ke Tangan para pejuang kita. Dihadang dengan barikade-barikade. dan diserang oleh Barisan Rakyat di daerah Cicurug dan Parungkuda. yang membentang melalui jalan raya BogorSukabumi-Cianjur. terutama yang berada di wilayah kekuasaan Resimen . oleh karena secara pribadi. semakin meningkat. Nampaknya Brigadier Mc. ataupun tembakan-tembakan pribadi sekedar melampiaskan rasa kesal dan jengkel. tidak hanya perbekalan dan Pasukan Infanteri saja yang bisa diangkut melalui jalur udara. juga jumlah pelarian-pelarian pribadi serdadu-serdadu India Muslim ke Pihak Republik Indonesia semakin meningkat. hanyalah sebatas dilakukan dengan memasang rintangan-rintangan pepohonan yang sederhana. serta perbekalan dan alat-peralatan lainnya yang harus didatangkan melaluli jalur darat. antara perjuangan diplomasi dan perlawanan dengan senjata. Sebenarnya sejak Brigade ke-37 Tentara Sekutu memasuki kota Bandung pada tanggal 12 Oktober 1945. mereka menyarankan agar para pejuang. tetapi juga memerlukan. Donald selaku Komandan Brigade ke 37 Tentara Sekutu di Bandung.Pertempuran-pertempuran antara Tentara Sekutu dengan TKR dan Barisan Pejuang di Bandung. beberapa truk yang memuat serdadu-serdadu Jepang dan Gurkha. Pasukan Kendaraan Lapis Baja dan Meriam. sudah beberapa kali terjadi. Adapun gangguan yang dilakukan para pejuang pada waktu itu. Namun pada tanggal 29 Nopember 1945.3 TKR. pernah terjadi peristiwa. Maka sikap para pejuangpun penuh dengan keragu-raguan. rupanya juga sudah menjadi perkiraan para pejuang di Bandung. lalu-lintas konvoy Tentara Sekutu yang membawa perbekalan.

digali lubang-lubang yang besar. Rencana penghadangan dimulai dengan pemasangan rintangan-rintangan untuk menghambat gerak laju konvoy. tanpa diketahui kerugian dari kedua pihak. ditempat-tempat yang bisa menguntungkan untuk melakukan penyergapan. secara frontal dalam waktu yang cukup lama. Sepanjang jalan raya yang berkelok-kelok tajam. pada kesempatan yang paling baik. dipasang saling melintang. maka 1 batalyon Mahratta untuk memperkuat pendudukan Tentara Sekutu di Bandung. diangkut dari Jakarta ke Bandung dengan mempergunakan 12 buah pesawat terbang Dakota. langsung dipimpin dan dikoordinasikan oleh Letkol Eddy Sukardi dan Kepala Bagian Siasat Resimen Kapten Achmad Kosasih. Maka kondisi medan yang demikian ini. Sedangkan pada hari itu juga sebanyak 124 buah truk Inggris dicegat rintanganrintangan Barisan Rakyat di Ciranjang dan Gekbrong. akan sangat menguntungkan untuk melakukan penyergapan. semenjak operasi penghadangan ini menjadi kebijakkan komando atasan TKR. Mereka dipersenjatai dengan senjata-senjata api seadanya. yang dikirim oleh markas Tentara Sekutu di Jakarta. Karena persediaan amunisi terbatas. dan naik turun antara Cicurug-Bojong Kokosan-Parungkuda. termasuk granat-granat tangan dan bom-bom Molotov. 4 Batalyon kekuatan Pasukan Resimen . dan dikoordinasikan langsung oleh Komandan-Komandan Resimen TKR.orang musuh tewas oleh Barisan Rakyat dan truk-truk kembali ke Bogor. secara serentak pada waktunya. maka segala persiapanpun dilaksanakan dengan cara-cara yang lebih baik. dibawah pimpinan Kapten Saleh Norman.besar. yang cukup dalam untuk dijadikan perangkap kendaraan tank dan lais baja. Menjelang bulan Desember 1945. dan segera menghilang untuk menghemat senjata. bertolak lagi ke Bandung. Sedangkan pada tempat-tempat tertentu. Pada dasar lubang-lubang tersebut dipasangi juga ranjau-ranjau darat yang dapat melumpuhkan kendaraan lapis baja dan tank. . juga disisi kanan-kiri jalan terdapat tebing-tebing yang cukup terjal. pasukan-pasukan tank dan meriam. Di atas tebing disisi kanan-kiri jalan dibuat pula lubang-lubang perlindungan bagi para prajurit yang akan melakukan penyerangan.3 TKR. Sergap dan hancurkan. untuk merintani jalannya kendaraan-kendaraan. Sedangkan pada tanggal 5 Desember 1945. hasil buatan pabrik senjata Braat milik Resimen 3 sendiri di Sukabumi. yang sudah digelar disepanjang jalur jalan raya mulai dari Ciawi-Sukabumi-Cianjur. Lebih-lebih lagi pada saat itu daerah ini masih merupakan hutan belukar. Karena gangguan-gangguan para pejuang diperjalanan darat antara BogorSukabumi-Bandung. aman dan menang. hemat pasukan. maka tidak mungkin untuk bisa melayani dan menangkis serangan balas dari musuh. Rencana penyergapan akan dilakukan dengan taktik “ Hit and run “. Di daerah ini dipasang barikade dengan menumbangkan pohon-pohon pelindung yang besar-besar dipinggir jalan.

Sementara serdadu-serdadu Tentara Sekutu dari Batalyon Jats yang mengawal konvoy tersebut terus menerus ditembaki dari tebing-tebing pinggir jalan.Hari Minggu tanggal 9 Desember 1945. memerintahkan. dikawal oleh 1 batalyon serdadu Sekutu. dan diselang-seling dengan kendaraan-kendaraan brencarrier. untuk menyingkirkan kendaraan lapis baja dan truk-truk yang rusak ke pinggir jalan. diberbagai daerah. Dengan maksud. tertahan oleh bagian depan yang sedang menghadapi sergapan serentak dari prajurit-prajurit TKR dan Barisan Pejuang Rakyat. Sesaat setelah mereka sempat menyusun kekuatannya lagi. dimulai dengan tank-tank Sherman. kemudian sejumlah kendaraan berlapis baja. Tank pertama terperosok masuk kedalam lubang jebakan. bahkan anak-anak panah dan kelereng sebagai peluru. Saat itu dikejutkan dengan dering telefon dari Pos Cigombong. bahwa setelah kepalanya dipukul baru badannya diserang. segera digotong. ialah Dr. dan rantai-rantai roda tankpun lepas terburai. sebagai kawal depan. namun terhambat pula oleh bagian ekor yang baru sampai di Cigombong. Bagian tengah konvoy tidak bisa bergerak maju. ketepelpun ikut berperan menghujani serdadu-serdadu musuh. maka terdengarlah ledakan ranjau darat. Kapten Achmad Kosasih Kepala Bagian Siasat Resimen 3 di Jl. Iring-iringan konvoy dibagian dibelakang memberhentikan. maka terjadilah tabrakan-tabrakan beruntun. Susunan konvoy menjadi kacau balau. selanjutnya iringiringan truk. konvoy dihadang dengan barikade pepohonan yang malang melintang di tengah jalan. Hasan Sadikin. Tank-tank Sherman mencoba mendorong-dorong rintangan. Akhirnya susunan konvoy yang panjangnya kurang lebih 12 KM itu terpenggal-penggal menjadi beberapa bagian. telah memasuki Cigombong ”. menyambut serdadu-serdadu Sekutu yang berloncatan turun dari atas truk. Ternyata Komandan Batalyon 5/9 Jats yang naik kendaraan lapis baja juga terkena sasaran granat. dan diangkut dengan ambulans. Mereka berusaha bergerak mundur. akan tetapi terus-menerus dihujani granat dan bom-bom molotov. serangan penyergapan dimulai. jumlah iring-iringan konvoy sekitar 150 buah truk. Tembakantembakan gencar dilakukan dari tebing-tebing di kiri-kanan jalan. Kemudian mereka juga mulai membuka tembakan ke arah . Komandan Resimen 3 TKR. Laporan selanjutnya menyatakan bahwa. Maka pada momen inilah. Mereka berusaha menyusun formasi tempur. agar pos-pos Cigombong dan Cicurug tidak menyerang terlebih dahulu. kendaraannya secara mendadak. ia menderita cidera berat. Kerkhof Sukabumi bersama Komandan Resimen dan Dokter Resimen. Demikian ia keluar dari mobil lapis baja. dalam peristiwa penyergapan tersebut. Di daerah Bojong Kokosan. mereka berusaha. Mobil ambulans simpang siur memberikan pertolongan terhadap serdaduserdadu Sekutu yang cidera dan tewas. tidak terkendalikan lagi. ialah daerah perbukitan Bojong Kokosan. Komandan Pos Cigombong melaporkan bahwa : “ Dua tank Sherman kawal depan konvoy Tentara Sekutu. sebelum kawal depan konvoy memasuki daerah “ killing ground “.

7 mm mobil lapis baja memberondong mobil Staf Resimen 3 tersebut. mobil lapis baja dan brencarrier. terpaksa berhenti dahulu untuk menunggu susunan formasi konvoy yang tertinggal jauh di belakang. di lerenglereng tebing dengan menggunakan meriam. Disatu sisi melawan kekuatan asing yang mencoba untuk berkuasa lagi di tanah air dengan perlawanan bersenjata habis-habisan. terpenggal-penggal. granat dan bom Molotov. terdiri dari kurang lebih 150 buah kendaraan yang dikawal oleh Tentara Sekutu dari Batalyon 5/9 Jats. kubu pertahanan tersebut hancur. mobil lapis baja dan brencarrier memaksa konvoy untuk bergerak maju lagi. Demikian pula setelah masuk kota di Jalan Degung-Cipelang. dalam rangka menegakkan dan mempertahankan kemerdekaannya saat itu. Tank Sherman mulai beraksi dengan menembaki kubu-kubu pertahanan kita. Sedangkan disisi yang lain masih juga mengulurkan tangan untuk membuka perundingan-perundingan diplomasi dengan baik-baik. peluru senapan. Konvoy yang berangkat dari Jakarta pada tanggal 9 Desember 1945 baru tiba di Bandung pada tanggal 12 Desember 1945. itupun setelah dibantu oleh serangan udara habis-habisan dari RAF.00 Komandan Batalyon Herry Sukardi mendapat perintah dari Komandan Resimen untuk menghentikan penghadangan.persembunyian para pejuang. dan tak ayal lagi 9 orang prajurit TKR. yang diposisikan untuk mempertahankan daerah Sukabumi selatan-Gekbrong. senapan mesin 12. Sementara itu. Pihak Sekutu mengalami cukup banyak kerugian. Sungguh sulit untuk dimengerti. Ternyata bahwa konvoy Tentara Sekutu yang dihadang oleh Pasukan TKR Resimen 3 pada tanggal 9 sampai dengan tanggal 11 Desember 1945 itu. Dan untuk selanjutnya diserahkan kepada Batalyon Mayor Abdurrachman. Sedangkan kerugian pihak kita juga cukup besar. disambut lagi dengan hujan peluru. granat dan bom-bom molotov dari pasukan-pasukan TKR di daerah itu menghujani mereka. Kendaraan-kendaraan lapis baja memuntahkan peluru senapan mesin kaliber 12. Di jalan raya Karangtengah konvoy berpapasan dengan kendaraan Staf Resimen 3. dalam keadaan babak belur. Karena sudah kehabisan amunisi pertempuran di Bojong Kokosan dihentikan. terhadap posisi pertahanan kita. Antara Cibadak-Cikukulu formasi masih acak-acakan. ialah sewaktu 12 orang prajurit TKR yang bertahan di sebuah kubu dihantam ledakan peluru meriam. dan ke-12 orang prajurit TKR tersebut berjatuhan tergusur longsoran.7 mm. Ada kejadian yang sangat mengenaskan. satu truk berisi perbekalan persenjataan dapat dirampas. gugur seketika. ialah para Taruna Akademi Militer Tanggerang dengan selamat. tanpa kompromi. TKR . Maka konvoypun bergerak maju lagi dengan meninggalkan sejumlah truk perbekalan yang rusak disepanjang jalan antara Cigombong dan Cicurug. Sedangkan pada hari yang sama telah tiba juga di Bandung pengiriman perbekalan serta peralatan milik Sekutu dari Jakarta yang dikawal oleh pasukan TKR. ke arah tebing-tebing yang menjadi kubu-kubu pertahanan kita. namun tank Sherman. Hambatan selanjutnya terjadi lagi tatkala memasuki kota Sukabumi. yang baru untuk pertama kalinya bertempur di Pulau Jawa. dan gugur bersama. sikap perjuangan bangsa Indonesia. 9 buah truk dan 2 jeep jatuh ke tangan kita. Pada jam 24. Di daerah Cikulu tank Sherman.

tercapai selama gencatan senjata gangguan penembakan oleh rakyat terus berjalan. aksi-aksi perlawanan terhadap pergerakan Sekutu dan penghadangan lanjutan ini pada dasarnya diakibatkan pula oleh ulah Tentara Sekutu Sendiri yang melanggar kesepakatan yang telah di buat antara lain dengan melakukan pemboman ke kota Cibadak dan . Setelah terjadi gencatan ini Konvoi Inggris tidak melalui Sukabumi. was seriosly wounded in the first brush. many of them. Gencatan senjata ini dihadiri dari pihak Inggris mengirimkan Mayor Rawin Singh utusan khusus dari Bogor dan dari pihak RI yang hadir adalah Walikota dan Komandan Resimen-3 TKR. sebagai berikut: An up convoy. Pimpinan pasukan Jats sudah terluka parah pada awal serangan. Gencatan senjata ini selama kurang lebih 3 bulan disebut NOWAR. dan mulai melempari kendaraan-kendaraan kami dengan bom-bom molotov tanpa habis-habisnya. tertulis pada Chapter 24. had begun the long climb through the hills when the leading rehicles were halted by a road-block. demikian pula dari penduduk daerah Cibadak yang menjadi kurban pemboman dan tembakan mitralyur dari pesawat udara. Tidaklah mudah untuk keluar dari suatu penghadang yang dilakukan oleh musuh yang tidak nampak. (Doulton. “the turn of the year 1945/1946 “.J. who were newcomers to Java. mulai bergerak lama mendaki perbukitan-perbukitan. Doulton dalam Sejarah Militer Inggris “The fighting cock “. from which they lobbed an andless supply of Molotov coctail on the vehicles. yang menempati ketinggian-ketinggian. It is no easy task to fight out of an ambush where an unseen foe commands the high ground and the infantry escort is spread over eight miles of road. Peristiwa tersebut dicatat oleh Letkol A.O.kehilangan 60 prajurit. sejumlah lainnya rusak berat dan sejumlah pengemudi terlungkup diatas kemudi. escorted by 5/9 Jats. Personil dan Peralatan Inggris di angkut melalui udara. Baru mulai bulan Febuari 1946 lalu Sukabumi dipergunakan lagi. Diatas perbukitan dipenuhi orang-orang Indonesia.F. either dead or grievously hit. 1951:183) (Sebuah konvoy dikawal oleh Batalyon 5/9 Jats. moreover nightfall was not many hours away.00 terpaksa bermalam di Sukabumi sebelum melanjutkan perjalanan ke kota Bandung. in the Japanese fashion occupying fox-holes. keadaan terus berlaku hingga 9 Maret 1946. one vehicle was ablaze. Banyak diantaranya yang bersembunyi di lubang-lubang pertahanan ala Jepang. Kendaraan pendahulu berhenti dihadang perintang jalan. several others were badly damaged and number of drivers had slumped over their wheels. disamping kurban dari pihak Barisan Pejuang Rakyat lebih banyak lagi. Ditambah lagi pengawal terpencar di jalanan sepanjang 10 km. lebih-lebih keadaan sudah mendekati gelap malam. entah mati atau terkena tembakan yang mengenaskan). The Jats C. pendatang baru di Pulau Jawa. The hillside was alive with Indonesians. NOPEACE. Satu kendaraan terbakar. GENCATAN SENJATA / CEASE FIRE (13 DESEMBER s/d 9 MARET 1946) Setibanya Sekutu di Sukabumi diatas pukul 21. Di Kota Sukabumi dicapai kesepakatan untuk melakukan gencatan senjata (gencatan senjata lokal). tapi pihak kita tidak bisa mengganggu karena terikat perjanjian Cease Fire.

ternyata menjadi rawan kembali.A. Banteng. bersama Barisan-Barisan Pejuang Rakyat. Penghadangan dilakukan dengan taktik “ Hit and run “ yang sulit untuk diladeni. suatu konvoy besar Sekutu sudah memasuki wilayah Resimen 3 TRI (sejak tanggal 24 Januari 1946.sekitarnya dilakukan pemboman dan penembakan udara menggunakan senjata otomatis kaliber besar dengan pesawat tempur dan pembom Mosquito. dibawah komando Letkol Bikram Dev Singh Gill. PESINDO dan barisanbarisan pejuang lainnya. Tentara Sekutu tidak mengira bahwa jalur Bogor-Sukabumi yang sudah dinyatakan aman sejak pertempuran tanggal 13 Desember 1945. tiba-tiba tank Sherman. yang disusul dengan letusan-letusan senapan. Dalam kegelapan malam Letkol Bikram Dev. Pertempuran Ke-II / Penghadangan yang kedua (10 MARET s/d 14 MARET 1946) Pada tanggal 10 Maret 1946 sekitar jam 15. Sejak konvoy memasuki jalur ini disambut dengan gema takbir. delivered the heaviest air strike of the Java “ war “ ) (Doulton. tapi yang satu justru terperosok kedalam lubang jebakan. Sebagian besar mereka memakai ikat kepala (ubel-ubel). mulai tertumbuk barikade. Kali ini konvoy Sekutu yang cukup besar ini. disusul dengan suara ledakan dahsyat dari ranjau darat. Menyambut kedatangan konvoy ini. Batalyon Patiala ini adalah satuan-satuan serdadu bayaran dari suku Patiala yang berasal dari Propinsi Punjabi. 1951:284 The Fighting Cock).F. baik diantara TKR dan badan-badan perjuangan maupun antara TKR dan badan-badan perjuangan dengan rakyat Sukabumi pada umumnya. TKR sudah diresmikan sebagai Tentara Repubrik Indonesia disingkat TRI). demi barikade dari pohonpohon perintang jalan. Selama Cease Fire korban pihak kita minim dan korban pihak Sekutu kurang lebih 50 orang tapi tidak diakui Inggris. serta senjata-senjata tradisional lainnya dari balik bukit-bukit dan lubang perlindungan di tebing kiri-kanan jalan. Intensitas pertempuran antara para pejuang diwilayah Sukabumi dengan Sekutu pada akhirnya semakin mempertebal rasa senasib seperjuangan. Penghadangan akan dilakukan secara estafet. namun saat itu juga terus-menerus mendapat serangan gencar dari pasukan Kompi Kapten Juanda yang berada di lokasi Situ Awi. Singh Gill berusaha menyusun formasi tempur. Menjelang sore hari kawal depan konvoy sudah hampir memasuki kota Sukabumi. Serangan udara balas dendam ini dalam dokumentasi Inggris diakui sebagai yang paling dasyat dalam perang Jawa (…while the R. hujan anak panah dan peluru ketepel. dikawal oleh Batalyon Patiala. Sabilillah.00. Di daerah Cikukulu tank Sherman. Resimen 3 TRI Sukabumi telah merencanakan operasi penghadangan dengan satuan-satuan kecil TRI. Kondisi tersebut pada akhirnya semakin meningkatkan kekohesifan diantara semua elemen masyarakat yang ada di Sukabumi. seperti Hizbullah. mobil lapis baja dan brencarrier mendapat gempuran dahsyat dari pasukan TRI yang dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon Mayor Harry Sukardi. Dua buah tank Sherman bersama-sama mendorong barikade tersebut. sepanjang jalan raya Cigombong sampai Cibadak. .

malam itu menjadi marak oleh benderangnya pijarpijar api.F. 1951:295) (Ketika fajar menyingsing. Kompi Kapten Kusbini. Sedangkan bagian ekor konvoy terjepit oleh serangan serempak pasukan Kompi Kapten Kabul Sirodz dari Batalyon IV yang juga bertugas untuk mengkordinir serangan BarisanBarisan Hizbullah. pasukan Patiala. The Patialas with the main convoy advanced only eight mile. telah kehilangan 8 orang mati dan 25 orang terluka. namun akibatnya juga bertabrakan dengan susunan konvoy dibelakang. battling hard the whole way. Demikian pula bala-bantuan pihak Sekutu dari Bandung juga mulai bergerak. Ternyata Pasukan Resimen 3 TRI. dan Kompi Kapten Husein Alexsyah. Doulton. Sabilillah. Mereka hanya sibuk memperbaiki kendaraan-kendaraan yang rusak. kalau pesta kembang api disambut dengan hati yang meriah. Pasukan Patiala dengan konvoy utamanya hanya melaju sejauh 8 mil. bom-bom molotov dan peluru berbagai jenis senapan. The events of the 11th were depressing. diikuti rasa ngeri. meriam dan senjata perang lain. berita dari Cigombong mengatakan 12 buah tank Sherman sebagai alat bala-bantuan dari Bogor sedang menuju Sukabumi. tidak boleh meninggalkan barak-barak darurat mereka dipinggir jalan. mereka terpaksa mundur. yang isinya sebagai berikut: Jika penyerangan tidak dihentikan pada 1 jam dari sekarang. bersama Barisan-Barisan Pejuang Rakyat kembali bergerak mengepung konvoy serdadu Batalyon Patiala dalam keadaan kurang siap tidak bisa berbuat banyak kecuali mempertahankan diri dengan tembakan yang membabi buta dari tempat mereka. diserang secara bersama oleh 4 kompi TRI. dan pada saat itu juga disambut dengan hujan granat. . serta dilindungi oleh pesawat-pesawat terbang. malam hari tiba-tiba lampu didalam kota dipadamkan pihak GBO (PLN). kalau-kalau hidup itu hanya sampai malam itu. Namun pada hari itu juga telah disebarkan pamflet oleh pihak Sekutu dengan pesawat udara di sekitar daerah Sukabumi. bahwa pada tanggal 11 Maret 1946 pagi dan siang mereka tidak mengadakan operasi militer. Serdadu-serdadunya dikonsinyir. Di pusat kota Sukabumi. SERANGAN MALAM Pada tanggal 11 Maret 1946. yang diletuskan dan diledakan berbagai jenis senjata. Hanya bedanya. Suatu hal yang menguntungkan.Bagian tengah konvoy terpenggal. Peristiwa tanggal 11 Maret 1946 menyurutkan semangat. (Doulton. maka kita akan mempergunakan tank. sebagai berikut: When dawn came. Banteng. ialah Kompi Kapten Tedjasukmana. Serdadu-serdadu Batalyon Patiala berlompatan ke jalan raya. Dari Bogor didatangkan tank-tank Sherman dari Squadron 13 Lancer.J. the Patialas had lost eight killed and had twentyfive wounded. Namun begitu memasuki daerah disekitar jalan raya Cikukulu-Cisaat. Pertempuran tersebut baru reda menjelang waktu subuh. untuk menggempur dengan tanpa ampun. Pada tanggal 12 Maret 1946. menurut catatan Letkol A. bertempur dengan sengit sepanjang jalan). sedangkan semaraknya kembang api malam ini. pesawat tempur udara. Tidak ubahnya sepeti layaknya pesta kembang api. dan PESINDO. Kompi Kapten Murad Idrus.

roda depannya menggilas ranjau darat. Sebuah tank Sherman mogok diwaktu mendaki suatu tanjakan. maka suara-suara ledakan granatpun mengguncang suasana kampung yang sepi didaerah tersebut. tapi begitu kepalanya nonggol disambut dengan tembakan bedil beaumont. demikian mengikuti berita pertempuran-pertempuran di Sukabumi. sudah mengira bahwa bala-bantuan Sekutu juga akan didatangkan dari Bandung. Pada saat konvoy pendahulu dari batalyon Rajputana Rifles memasuki jembatan Cisokan di daerah Ciranjang. terpaksa Batalyon Patiala kembali bergerak keluar dari kota Sukabumi. Nampaknya dia terluka parah. Yang ternyata salah satunya adalah Komandan Batalyon Rajputana Rifles. roda depannya menggilas ranjau darat. bekerja-sama dengan Barisan Pejuang Rakyat. Pada saat itu juga sebuah tank Sherman meledak terkena ranjau darat ketika melewati jembatan. Oleh karena itu batalyon ini juga sudah berada dalam keadaan siap siaga. dengan berbagai macam senjata. dibawah pimpinan Kapten Anwar. sebuah tank Sherman. terjadi lagi pertempuran yang seru. Pengemudinya terpaksa harus turun. Untuk menyelamatkan pasukan tank Sherman Squadron 13 Lancer. Menjelang daerah Gekbrong. yang kemudian segera diselamatkan oleh regu penolong. tank terseok-seok masuk jurang. serdaduserdadu dari Batalyon Rajputana Rifles diperintahkan turun untuk menyingkirkan batangbatang pohon tersebut. Yang akan ditolong malah akhirnya jadi menolong. dan berlangsung cukup lama. Tapi pada momen itu tiba-tiba dari kiri-kanan jalan mendapat serangan mendadak. meledak terpental ke udara. Konvoy terpaksa berhenti. Pada saat itu terjadi kesibukan yang luar biasa untuk menolong menyelamatkan penumpang tank tersebut. kembali mendapat serangan gencar. Batalyon III TRI. . yang ditempatkan di sekitar Cianjur. Dijalan raya Belendung Batalyon Rajputana Rifles. Pada tanggal 12 Maret 1946 dari Bandung juga pihak Sekutu mengirimkan balabantuan. ialah Batalyon 5/6 Rajputana Rifles. untuk memberikan pertolongan.Tank Sherman Squdron 13 Lancer dalam rangka mempertahankan diri sampaisampai kehabisan peluru. hasil rampasan dari serdadu Gurkha Rifles pada pertempuran yang lalu. Pasukan para pejuang melakukan serangan dari balik bangunan-bangunan pertokoan dan pepohonan dengan taktik “hit and run”. Pasukan Kompi Kapten Dasuni Zahid langsung membuka tembakan dari atas tebing. Di daerah Warung Kondang tank-tank Sherman kembali dihambat barikade-barikade dari pepohonan yang silang-melintang di tengah jalan. Tidak lama kemudian sebuah tank Sherman lagi ketika melewati jembatan Cikaret. Kapten Anwar sekalipun ia Komandan Batalyon tapi ia juga langsung memegang senapan mesin watermantel yang sangat disayangi dan dibanggakannya. maka pelurunya langsung memecahkan kepala serdadu tersebut. mereka adalah serdadu-serdadu bayaran yang berasal dari Propinsi Rajasthan. Memasuki kota Cianjur konvoy mendapat serangan dari pasukan Kompi Kapten Saleh Opo. Senapan mesin ini diberi nama “Si Ronggeng”. namun segera memperoleh supply lagi melalui dropping dari pesawat terbang RAF.

kendaraan lapis baja dan brencarrier yang lewat CiawiPuncak-Cianjur. prajurit tersebut menyeringai sambil sambil bergidik. telah menimbulkan korban di pihak mereka : Pada hari pertama. Keadaan menjadi kacau-balau. Memperhatikan sepatu yang masih lengkap berisi sepotong kaki yang berlumuran darah. hubungan antara pasukan kita menjadi terputus. Hubungan Bogor-Sukabumi-Cianjur. Pada tanggal 13 Maret 1946. tewas 2 orang . Sedangkan di Cianjur telah ditempatkan kurang lebih 1 Batalyon Tentara Sekutu untuk mengamankan daerah tersebut. Dalam pertempuran ini dari pihak kita telah gugur 11 orang perajurit.Wingrove untuk membantu kelancaran jalannya konvoy dari Sukabumi menuju Bandung dengan kekuatan pasukan Brigade I. jatuh tepat didepan wajah salah seorang prajurit pasukan Kompi Kapten Musa Natakusumah. Serdadu-serdadu yang berada di atas truk hancur porak poranda. Mereka mendirikan pos-2 pengamanan sepanjang jalan ini. Sepanjang rute perjalanan menuju Bandung pertempuran terus berkecamuk di sekitar Cisokan. mereka melangsungkan gerakannya ke arah Cianjur. Muncul dari arah Cugenang. truk meledak terlontar ke udara. Ketika prajurit-prajurit dari Batalyon 3 TRI. akhirnya dibatalkan. Jumlah yang tewas dan luka-luka dari pihak musuh tidak diketahui. Beberapa perwira TRI tertawan antara lain Mayor Sidik Brotoatmojo. melakukan serangan terhadap sepenggal iring-iringan konvoy musuh. Ternyata bahwa pihak Sekutu selain mendatangkan bala-bantuan dari Bogor yang melalui Cigombong-Cibadak. ialah bala bantuan dari Bogor yang melalui Puncak. Setelah mengalami pertempuran 3 hari. kembali mendapat serangan dari Batalyon Field Preparation (FP) Resimen 3 TRI dibawah komando Kapten Effendy Pandjipurnama. Di daerah Sukaraja. tiba-tiba datang iring-iringan musuh yang lain. mulai dari Cimahi sampai Padalarang. Citarum dan Purabaya. menyerang kedudukankedudukan kita. akan tetapi salah satu truk yang nekad menggilas ranjau darat. Di daerah Padalarang musuh mengadakan pembersihan sampai jauh sekelilingnya. yang terdiri dari 2 Kompi Pasukan Zeni tempur. Kepala Staf Resimen 9. Brigade ke-37 Tentara Sekutu yang berada di Bandung melakukan aksi besarbesaran. bersama dengan Barisan Pejuang Rakyat setempat. namun kabarnya mereka menderita kerugian sampai ratusan serdadunya telah tewas.Beberapa truk berusaha untuk menyalip tank yang mogok. Salah satu sepatu serdadu Batalyon Rajputana Rifles.D. yang diketahui hanyalah telah terjadi pertempuran yang terus menerus antara daerah Ciranjang dan Padalarang. disertai dengan satuan-satuan pengawalnya. Asrama-asrama pasukan kita ditembaki dengan meriam. sedangkan dari pihak lawan menderita kerugian beberapa truk telah hancur dan seorang serdadu musuh tertawan. Mereka lebih mengutamakan hubungan Bogor-Cianjur melalui Puncak. Serangan malam hari terhadap Tentara Sekutu di kota Sukabumi. Komandan Divisi ke-23 Tentara Inggris di Bandung juga memerintahkan Brigadier N. Kerugian di pihak musuh tidak jelas. Karena dianggap beresiko tinggi Tentara Sekutu tidak jadi untuk menduduki Sukabumi. mereka juga mengirim bantuan pasukan yang diperkuat dengan pasukan tank-tank tempur.

dari Jakarta. Namun demikian peristiwa Bojong Kokosan merupakan aksi pembuka melawan mesin-mesin perang Sekutu yang relatip bersekala besar yang kemudian. Keteladanan akan kegigihan perjuangan untuk menegakan kemerdekaan.” (“Syukurlah. sebagai berikut : “Happily for us. Doulton. ini adalah jumlah korban besar yang terakhir yang kami alami dalam pertempuran.F. baik di wilayah Sukabumi maupun diluar wilayah Sukabumi. kendaraan-kendaraanya banyak yang rusak. BANDUNG LAUTAN API . Pada hari kedua tewas 3 orang opsir Inggris. dibawah pimpinan Letkol Bikram Dev Singh Gill. yang berangkat tanggal 10 Maret 1946. Konvoy besar Tentara Sekutu. but it was no final strom which left the air clear and there was not much rest for the troops. dengan pengawalan dari Batalyon Patiala.J. Semoga bermanfaat. keteladanan untuk menjaga harga diri dan martabat bangsa dan kesewenangwenangan kekuatan Asing telah ditunjukan oleh TKR dalam peristiwa Bojong Kokosan.opsir Inggris dan 26 serdadu India. tiba di Bandung pada tanggal 15 Maret 1946. dalam keadaan porak poranda. langsung atau tidak langsung mempengaruhi lahirnya peristiwa-peristiwa pertempuran lain. akibat tembakan para pejuang kita disepanjang perjalanan. 1 orang opsir India dan 37 orang serdadu India. truktruknya pada bolong-bolong. this battle was the end of jeavy casualties. namun ini bukan badai terakhir dan pasukan tidak cukup mendapat istirahat”) PENUTUP Peristiwa Bojong Kokosan bukan peristiwa pertempuran satu-satunya melawan Sekutu yang terjadi di Jawa Barat yang melibatkan TKR dan badanbadan perjuangan. Baiklah kita simak lagi catatan dari Letkol A.

berdirinya tugu-tugu perjuangan antara lain di Jawa Barat salah satunya adalah tugu perjuangan rakyat Jawa Barat pada saat kita menghadapi penjajah dilakukan dengan pembuni hanguskan kota Bandung dan dikenang sebagai BANDUNG LAUTAN API (BLA) yang tugunya berada di lapangan Tegallega. perekonomian. berbangsa dan bernegara. negara-negara maju yang ikut mengatur percaturan perpolitikan. Bila kita merenung sejenak. hal ini disebabkan antara lain oleh pengaruh globalisasi yang membawa dampak kuatnya pengaruh lembagalembaga kemasyarakatan internasional. pertahanan dan keamanan. Nilai-nilai perjuangan bangsa Indonesia pada perjuangan fisik merebut dan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia mengandung nilai-nilai perjuangan bangsa Indonesia yang menjadi landasan dalam mengisi kemerdekaan telah mengalami pasang surut sesuai dinamika dalam kehidupan bermasyarakat. sosial budaya. Semangat perjuangan bangsa sesuai dengan dinamika perjalanan kehidupan telah mengalami penurunan pada titik yang kritis. seperti yang dialami Indonesia sekarang. Kini tugu tersebut berada dalam kondisi yang sangat menyedihkan dan tidak terawat dengan baik karena tidak dikelola oleh pengelola yang professional untuk ini akan disampaikan sekilas bagaimana kisah . buktinya tiap-tiap wilayah diseluruh bumi Nusantara terhampar Makam Pahlawan. bahwa kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu telah dibayar mahal dengan pengorbanan jiwa dan harta benda yang tidak sedikit.BANDUNG LAUTAN BESERTA IMPLIKASINYA API DARI (BLA) SEGI MILITER PENGANTAR Marilah kita mengingat sejarah perjuangan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar dan heroik. Nilai-nilai perjuangan bangsa yang besar dan heroik.

02. Pemimpin Nasional cenderung arogan dan tidak tanggap terhadap aspirasi Grassroot dan KKN tumbuh subur. Jepang dinyatakan sebagai bangsa yang kalah perang. Diproklamirkan kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 2. 5. 2. 3 hari kemudian 9 Agustus 1945. meski tempat jatuh meleset 4 km dari sasaran karena kabut. Kota Hirosyima dijatuhi Bom yang dinamai Little boy panjangnya 3 M yang dijatuhkan oleh pesawat pembom B-29 yang diberi nama Enola Gay. bom atom yang ke 2 diberi nama Fat man di jatuhkan dan meledak diatas kota Nagasaki pukul 11. Secara Global akar permasalahan di infentalisir sbb: 1. merusak asset negara dll. tak urung kota itu hancur berantakan dan menimbulkan korban puluhan ribu jiwa manusia Atas peristiwa itu maka untuk menyelamatkan Negara dan rakyatnya pada tanggal 15 Agustus 1945 Kaisar Hirohito menyatakan menyerah bertekuk lutut kepada sekutu yang diwakili oleh Jenderal Douglas Mc Arthur. peristiwa BLA itu sendiri dan Epilognya. Dikibarkan bendera Merah Putih diseluruh Nusantara 3. Suksesi kepemimpinan tidak dipersiapkan oleh penguasa sehingga menimbulkan setiap pergantian pemimpin tidak berjalan mulus. Pasukan sekutu yang akan menyelesaikan administrasi belum datang 2. Secara jujur dan berdasarkan Fakta sejarah bahwa bangsa Indonesia yang telah memproklamirkan Kemerdekaannya sejak 17 Agustus 1945 tidak berjalan dengan mulus sesuai harapan segenap anak bangsa Indonesia. 3. Dikumandangkan lagu Indonesia Raya ke seluruh pelosok Nusantara melalui Radio. PROLOG PERISTIWA BANDUNG LAUTAN API Pada Perang Dunia ke-II sedang berkecambuk antara sekutu melawan fasis Jepang.BLA secara singkat dituturkan dalam uraian berikut dengan urutan Prolog. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia untuk memproklamirkan kemerdekaannya tanggal 17 Agustus 1945 yang merupakan titik kluminasi perjuangan bangasa Indonesia merebut kemerdekaan yaitu : 1. Pressure Group yang melakukan gerakanya uot of Control / kebabaslan lebih-lebih di era demokrasi yang membuka peluang untuk itu 4. Kaum intelektual memanfaatkan massa demi kepentingannya. 6. menandakan berakhirnya Perang Dunia ke-II. Di Indonesia pada waktu itu terjadi kevacuman pemerintahan karena : 1. Jepang berhasil mendaratkan kakinya dikepulauan Nederlands-Indie. telah menghancurkan kota Hirosyima rata dengan tanah dan pada tanggal 6 Agustus 1945.) Mudah-mudahan segenap anak bangsa Indonesia segera sadar terhadap akar permasalahan tersebut diatas dan mengambil langkah-langkah yang positif untuk perbaikan kehidupan bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia. Kedatangan tentara Dai Nippon ke wilayah Nusantara. Masyarakat dididik menjadi Vandalisme dan brutal seperti saat ini (Demonstrasi yang berlebihan. Intrik antar Parpol cenderung Suudhon terhadap bawah partainya. kota Hirosyima dan Nagasaki dijatuhi bom Atom oleh Amerika Serikat. Bangsa Indonesia (rakyat . sampai kini di era reformasi.

Indonesia) menyambut kedatangan Bala Tentara Jepang sebagai pembebas. Kurun waktu sampai dengan 17 Agustus 1945 Jepang dapat bertahan di Indonesia selama 1264 hari, 15 Agustus 1945 Jepang kalah dan menyerah kepada sekutu, namun pasukan-pasukan Inggris dari tentara sekutu dibawah pimpinan Letjen Sir Philips Christison baru dapat mendarat di Jakarta pada akhir September 1945. Dalam kerangka perjuangan kemerdekaan Indonesia kondisi tersebut diatas merupakan suatu periode yang telah banyak membawa perubahan radikal di dalam perjuangan pergerakan Kemerdekaan Indonesia menuju Indonesia Merdeka dan Berdaulat. Adapun perubahan-perubahan radikal dapat dirinci sebagai berikut : 1. Untuk mengisi kekurangan personil di Indonesia, Jepang telah membentuk pembantu Tentara Jepang (Heiho) berdasarkan Keputusan Tokyo tanggal 23 September 1942 melalui Riku-a-mitsu No. 3636 untuk melatih pemuda-pemuda pribumi menjadi ptajurit-prajurit pembantu (di Indonesia tercatat + 42.000 orang Heiho). 2. Jepang telah melatih rakyat Indonesia dalam bentuk organisasi seperti Seinendan, Keibodan, Hisbulloh dan lain-lain sedangkan didesa-desa dibentuklah Toranikumi untuk mengkoordiner kegiatan ketangguhan desa dalam pertahanan. 3. Jepang telah membentuk Pembela Tanah Air (PETA) atas permintaan Gatot Mangunpraja yang tanggal 3 Oktober 1943 lahirlah undang-undang Bala Tentara Jepang dengan nama Osamu Sirei No. 44, yang menjelaskan Peta adalah pasukan sukarela untuk membela Tanah Air sebagai pelaksana pembentukan Peta oleh Korps Tentara ke-XVI Bala tentara Jepang. 4. Latihan militer yang diberikan kepada pemuda-pemuda Indonesia oleh Jepang memberikan hikmah yang tiada taranya bagi Negara Indonesia sebagai embriyo lahirnya TNI, yang secara kronologis diuraikan sebagai berikut : a. Tanggal 22 Agustus 1945 Panitya Persiapan Kemerdekaan Indonesia memutuskan pembentukan Komite Nasional Indonesia (KNI), Partai Nasional Indonesia (PNI) dan Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang semula merupakan bagian dari Badan Penolong Keluarga Korban Perang (BPKKP). Disamping TKR dibentuk juga Lasykar Rakyat sebagai Organisasi Perlawanan Rakyat untuk melaksanakan pertahanan dan keamanan Negara RI, Lasykar Rakyat pada garis besarnya terdiri dari dua golongan yaitu : 1) Lasykar yang dijiwai oleh sesuatu idiologi politik partai antara lain yang termasuk golongan ini adalah : Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP), Tentara Pelajar (TP), Front Pelajar (FP), Corps Mahasiswa (CM), Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia (BPRI), Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi (KRIS), Tentara Genie Pelajar (TPG) dan lain-lain 2) Lasykar yang dijiwai oleh sesuatu idiologi politik partai adalah lasykar yang dibentuk oleh partai-partai politik sebagai akibat maklumat Pemerintah tanggal 3 Nopember 1945 tentang pembentukan partai-partai dan anjuran untuk membentuk lasykar partai, seperti Hizbulloh, Barisan Banteng dan Pesindo. b. Berdasarkan Penetapan Pemerintah No. 2 s/d tanggal 2 Januari 1946 Tentara Keamanan Rakyat dirubah menjadi Tentara Keselamatan Rakyat, yang

bertugas menyelamatkan Negara Republik Indonesia dari bahaya ancaman penjajah. c. Berdasarkan Penetapan No. 4 s/d tanggal 25 Januari 1946 TKR dirubah menjadi Tentara Republik Indonesia yang terdiri dari unsure TRI Darat, unsur TRI Udara dan Unsur TRI Laut. d. Dengan Penetapan Presiden RI tanggal 5 Mei 1947 lasykar dan barisan rakyat bersenjata dan unsur-unsurnya bergabung menjadi Angkatan Darat (ADRI), Angkatan Laut (ALRI) dan angkatan Udara (AURI) Selanjutnya ketiga Angkatan itu menjadi APRI kemudian menjadi APRIS dan berdasarkan Keputusan Kasad No. 83/KASAD/PNTP/50 tanggal 20 Juni 1950 APRIS kembali menjadi APRI. Demikian tonggak sejarah tentang kelahiran Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang telah berjasa mengamankan berbagai peristiwa kemelut yang merongrong kedaulatan NKRI. e. Berdasarkan Kepres RI No. 52 tanggal 1 Juli 1969 AKRI menjadi Polri, maka kekuatan bersenjata RI terdiri dari ADRI, ALRI, AURI dan POLRI disebut Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) f. Berdasarkan Tap MPR No. VI/2000 tentang pemisahan kembali antara TNI dan Polri, TNI bertugas tentang masalah Pertahanan Negara sedangkan Polri bertugas tentang masalah Keamanan, TNI bertugas untuk keamanan Dalam Negeri sedangkan Polri bertugas untuk keamanan dan ketertiban masyarakat. Akhir September 1945, kota Jakarta telah dipenuhi oleh tentara sekutu termasuk tentara Belanda yang berlindung dibelakang sekutu dan tentara RI dari Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Bentrokan-bentrokan berdarah sering terjadi, sejak para mantan APWI mulai bebas berkeliaran di kota Jakarta ditambah lagi oleh munculnya petugas-petugas NICA dan pasukan KNIL. Mereka ini berhadapan dengan para pejuang Republik Indonesia, yang sebagian besar dipelopori para pemuda pejuang serta TKR. Hampir setiap hari terjadi pertempuran-pertempuran di dalam kota, baik siang maupun malam. Penduduk yang menghuni kota Jakarta bercampur dengan penduduk sipil, baik sipil Republik, penduduk sipil kulit putih mantan interniran, kota Jakarta menjadi tidak aman bagi semua penghuninya. Bentrokan-bentrokan yang menimbulkan kekacauan ini semakin memusingkan pihak sekutu. Tidak mengherankan bila sekutu kemudian meminta pemerintah Indonesia untuk mengeluarkan pasukan-pasukan bersenjata RI dari kota Jakarta, dengan alasan kota Jakarta adalah kota diplomasi yang sering digunakan untuk perundingan-perundingan internasional antara Indonesia , Belanda dan Inggris, sehingga memerlukan ketenangan. Atas kekalahan Jepang sekutu (Inggris) ditugaskan untuk : melindungi dan mengungsikan tawanan-tawanan perang dan orang inteniran, melucuti tentara Jepang dan mengembalikan mereka ke Jepang, memelihara ketertiban dan keamanan umum agar tugas tersebut terlaksana dengan sebaik-baiknya. Ternyata tugas sekutu tadi tidak berjalan dengan mulus, terbukti dengan terjadinya pertempuran konvoi Sukabumi Cianjur sepanjang 81 km, yang berlanjut dengan peristiwa Bandung Lautan Api di kota Bandung. Semula daerah Sukabumi Cianjur di jaga oleh Resimen 3 TRI dengan pimpinan Letkol

Edy Soekardi bersama Resimen 2 Bogor dari Letkol Husein Sastranegara termasuk divisi 1 Banten. Perimbangan kekuatan Inggris terdiri dari 4 YONIF, 3 SATBAN didukung oleh Royal Air Force jumlah personil + 4.000 orang. Indonesia terdiri dari 4 YONIF didukung lasykar-lasykar rakyat a.l. Hizbulalh dari Bandung, YON YAHYA, YON HARI SOEKARDI, YON-ABDULRAHMAN dan YON ANWAR PADMA jumlah personil + 5.000 orang.

Korban dari kedua belah pihak Inggris : Gugur 44, Luka-luka 95, ditawan – Indonesia : Gugur 92, Luka-luka 94, ditawan 30 Sebelum terjadi peristiwa Bandung Lautan Api sekutu mengalihkan route pengiriman logistik untuk pasukannya yang berada di Bandung dari rute yang melalui jalan utara tapi trayek ini dapat gangguan oleh pertempuranpertempuran di Klender, Kranji dan Bekasi dan terakhir satu angkutan lengkap diserobot oleh Resimen 6 di Cikampek sehingga TKR memperoleh sejumlah makanan awet Inggris yang terkenal dengan nama “Kompo” kemudian sekutu mengalihkan rute logostik melalui Bogor, Sukabumi, Bandung dan terjadi peristiwa Bojong Kokosan. Dengan diawali penghadangan di Fokkersweg (Jl.Garuda sekarang) mulailah peristiwa Bandung Lautan Api. Kota Bandung dikuasai Tentara sekutu. Sebagaimana kota Jakarta maka kota Bandung pun harus dikuasai oleh sekutu tanpa menguasai kedua kota tersebut, pekerjaan sekutu untuk membebaskan dan memulangkan APWI akan terganggu terus menerus oleh insiden-insiden dan bentrokan-bentrokan dengan para pejuang atau tentara Republik. Saat sekutu menguasai kota Bandung juga tidak berjalan mulus, sebelum terjadi peristiwa Bandung Lautan Api didahului peristiwa-peristiwa yang secara kronologis sebagai berikut :

Kereta api itu meneruskan perjalanan ke Bandung dalam keadaan kosong. 3. Diawali penghadangan di Fokkersweg (Jalan Garuda) pencegatan pengiriman perbekalan dari Sukabumi. Insiden Cikampek Pada saat pengangkutan perbekalan untuk 60. Cianjur tanggal 20 Maret 1946 serangan terhadap kedudukan sekutu di Bandung Utara dengan menggunakan senjata mortir.000 APWI di Bandung melalui kereta api dengan rangkaian 20 gerbong. 4. dengan disampaikannya pengertian tersebut diatas maka memudahkan persepsi pembaca dalam kaitan dengan judul diatas : 1. bahwa mengabaikannya berarti mengundang resiko yang memberi keuntungan kepada musuh. sebuah pesawat Dakota Inggris dalam penerbangannya ke Semarang harus melakukan pendaratan darurat disuatu tempat di Bekasi karena rusak mesin pesawat tersebut membawa 18 tentara Kumaon dan 5 awak pesawat. Rangkaian kereta api disergap di daerah Dawuan yang dilakukan oleh Batalyon Priatna. KAMPANYE DAN STRATEGI MILITER Sebelum uraian berlanjut ada baiknya disampaikan beberapa makna yang berkaitan dengan istilah perang. Tentu saja karena tempat tersebut berada dalam kekuasaan Republik. BANDUNG LAUTAN API DITINJAU DARI TAKTIK. karena kekuatan TKR lebih besar. 2. dalam hal ini akan disampaikan makna dan pengertian tentang azas perang. maka seluruh penumpang pesawat dan awaknya ditawan oleh pasukan setempat yaitu pasukan lasykar dari Banteng Hitam kemudian mereka dibunuh. Mengindahkan azas perang merupakan suatu factor untuk memenangkan suatu perang. Azas perang adalah kebenaran fundamental yang berlaku dalam cara pelaksanaan perang dan mempunyai pengaruh tetap terhadap kesudahan dari persengketaan bersenjata. taktik dan strategi militer serta macam operasi TNI. Berbagai insiden yang akhirnya membuat sekutu (Inggris) jengkel sehingga tanggal 27 Nopember 1945 Brigjen Mac Donald mengeluarkan ultimatum kepada pemerintah Indonesia untuk mengosongkan kota Bandung bagian utara dari pejuang republik dengan dibatasi oleh jalan Kereta Api sehingga garis demarkrasi. yang dikawal sepasukan kecil berkekuatan 10 tentara Inggris asal Gurkha. Hal lain yang disebut kekuatan relatif atau daya tempur relatif. tentara Inggris kurang memperhitungkan resiko yang bakal terjadi dan mereka akan melintasi daerah kekuasaan Republik.1. Kegunaan azas perang sebagai pedoman dan dasar untuk melakukan tindakan dan bukan hukum atau peraturan yang harus ditaati secara membuta. agar seluruh Pasukan Indonesia harus sudah mengosongkan Bandung Selatan tanggal 24 Maret 1946 sebelum pukul 24. Yang dimaksud dengan kekuatan relatif adalah : . Serangan ini membuat sekutu murka dan Mayjen Hawthorn mengeluarkan ultimatum. Azas perang itu merupakan suatu peringatan. Insiden Bekasi Tanggal 23 Nopember 1945. ketika pengawal Gurkha menolak untuk diperiksa terjadilah tembak menembak yang berakhir dengan menyerahnya pasukan Gurkha kepada TKR.00 inilah awal dari peristiwa Bandung Lautan Api.

Mao Tse Tung berpendapat : Strategi dan taktik mempunyai hubungan dengan ruang dan waktu. Jomini. Diantara rumusan yang cocok atau mendekati dengan kondisi bangsa Indonesia Mao Tse Tung lah yang penulis pakai tentang pengertian strtegi. 2. c. Napoleon. h. 1) Jaman tradisional. d. Kualitas dan kapabilitas komandan. Daya gerak. Diantara macam-macam operasi tempur yang dilakukan oleh TNI-AD ialah antara lain Operasi Tempur Pemunduran atau Mars Meninggalkan Musuh (MMM). Liddel Hart. perang dilakukan karena dianggap sebagai tradisi. Sekarang : Cara mencapai sesuatu dengan sarana yang tersedia. d. Burne. Waktu dan ruang harus dapat digunakan untuk menciptakan situasi perang yang menguntungkan antara strategi. Penyebaran untuk menghindari permusnahan. c. Azas perang khusus Indonesia adalah : a. Kekenyalan dalam pikiran dan tindakan. b. d. Andre Beaufre. Scholovski dan Mao Tse tung. d. c. kampanye dan taktik hanya terletak pada ruang lingkupnya saja. Kerja sama. . Tidak kenal menyerah. Sumber (resource). f. Pemusatan. e. Keutuhan dan kesatuan ideology dan politik.a. Azas perang yang bersifat universal ialah : a. Ofensif. baik tenaga manusia maupun bahan. 3) Jaman modern. perang dilakukan dengan alas an untuk membela diri. Pendadakan. Perlawanan teratur secara terus menerus. b. e. g. b. Strategi Militer a. Keamanan. c. 2) Jaman budaya. Berbagai pendapat tentang strategi. Kualitas dan kapabilitas pasukan. dan memainkan peran yang sangat penting dalam pelaksanaan perang berlarut atau gerilya. perang dilakukan dengan alas an untuk melindungi dan menjamin kelangsungan hidup bangsa agar tidak hancur. Clausewitz. Perkembangan Perang. Mars Meninggalkan Musuh dilakukan apabila : 1) Menghindari pertempuran Pemunduran dalam kondisi yang sedang berlaku dengan melakukan lepas libat sesuai rencana dan tanpa tekanan musuh. Penghematan tenaga. Banyak pakar ahli strategi mengemukakan tentang pengertian strategi yaitu Sun Tsu. Pengertian Strategi Dulu : Ilmu siasat/ilmu perang/tipu muslihat untuk mencapai kemenangan. Moril. b. Memegang teguh tujuan. 2) Dilakukan sebagai kelanjutan lepas libat atau bila tidak ada kontak dengan musuh.

I don’t trust colonel Nasution. Akhirnya Komandan Divisi III dihadapkan pada 3 perintah yang berbeda perintah itu adalah : 1. Tugas yang terkandung adalah menghadapi pejuang bangsa Indonesia yang Militan. Harus kita bangun untuk kelak melawan NICA. Kolonel A. 3. Sebaliknya pihak Republik juga menhadapi dilema dengan ultimatum tersebut yaitu atas dasar tuntutan Inggris supaya 25 Maret 1946 Bandung dikosongkan dari semua orang pasukan bersenjata dalam radius 11 km.H. Oleh karena itu tiada pilihan lain bagi sekutu selain mengeluarkan ultimatum. yang pada saat itu TRI belum memhaminya selengkapnya seperti masa kini. Pemerintah Sipil supaya tetap bertugas di posnya yang sekarang karena kalau pergi. Tugas pokoknya mengurus / menyelesaikan masalah RAPWI. bahwa Jendral Howthorn pernah berkata . Mars Meninggalkan Musuh dimulai setelah pasukan utama memutuskan kontak dan setelah kolone Mars terbentuk. kampanye dan strategi militer dengan uraian yang dibatasi pada hal-hal penulis anggap perlu. Syahrir pada pertemuan di Pegangsaan beliau berkata lebih kurang “kerjakan saja”.3) Bila didahului lepas libat. namun sudah mampu melaksanakan perang modern. Walikota Syamsuridzal telah memberi tahukan pada Kolonel A. Sekutu pada saat itu menghadapi tugas yang berat dihadapkan pada fenomena yang harus diselesaikan yaitu : 1. 2.M. Nasution selaku Komandan Divisi III telah berupaya supaya ultimatum itu diperingan namun tidak berhasil dan sekutu tetap ngotot.H. Nasution. agar para pembaca memhami bagaimana peristiwa Bandung Lautan Api ditinjau dari ketiga masalah tersebut diatas. TRI kita adalah modal yang harus dipelihara jangan sampai hancur dulu. Dari P. Berada di Negara yang baru merdeka. untuk menyelamatkan misinya. pasti . Demikian sekedar pengantar tentang taktik.

Dari situasi yang mencekam itu Pak Nasution selaku Komandan Divisi dengan naluri militernya. namun kemudian Wakil Persatuan Perjuangan bapak Kamran dan bapak Sutoko mempertimbangkan agar kita bersama rakyat keluar saja. pihak sipil meminta penundaan batas waktu dengan alasan untuk mententramkan perampokan. andai kata TRI melawan itu bunuh diri namanya. Dari Markas Besar Tentara di Yogya mengirimkan kawat tanpa nama si pengirim bunyinya : “Tiap sejengkal tumpah darah harus dipertahankan. 3. Staf. Pemerintah Sipil dan tokoh-tokoh KNI. Dari Jendral Didi Kartasasmita selaku penasehat militer setelah ditanya pak Nas. Panglima Inggris tidak bersedia memperanjang waktu. Komandan Divisi sangat sulit untuk menentukan sikap karena dihadapkan pada : 1.” Dari 3 perintah yang bertentangan Komandan Divisi mengadakan rapat kilat di Regentweg dengan komandan-komandan. Sumatra dengan garis demarkasi yang sudah siap apabila TRI menyerang. dan saya akan datang menemuimu).NICA akan menggantikannya jangan diadakan pembakaran dan sebagainya. Tentara sekutu disamping tugas pokok untuk menyelesaikan tugas RAPWI mengemban pula tugas sampingan yang diutamakan yaitu melaksanakan persetujuan Civil Affair Agreement tanggal 24 Agustus 1945 dengan Belanda. Arab. 2. Dihadapkan pada pertimbangan kekuatan yang tidak seimbang yaitu sekutu dengan kekuatan Divisi India 12. Komandan Resimen dan lain-lain Perwira ingin bertempur terus.00 dikeluarkan perintah : . Akan tetapi permintaan itu ditolak oleh pihak sekutu. Three conflict order (dari pusat. maka pada pukul 14. Syahrir. Sedangkan kekuatan TRI hanya 4 batalyon dengan 100 pucuk senjata senapan seluruhnya takan mampu menangkis kekuatan musuh.” (artinya laksanakan saja sesuai kebutuhan situasi dan kondisi kalau terjadi sesuatu teleponlah saya. beliau menjawab : “Handelen naar gelang de omstandigheden. telefooner mij. dimana Inggris berjanji untuk mempergunakan badan-badan Netherland Indies Civil Administration (NICA) dalam urusan pemerintahan dan untuk selekasnya memulihkan kekuasaan Belanda di Indonesia. ditunjang dengan kendaraan tempur (tank) dan meriam-meriam yang berbanjar serta truk di Jl. dan kom ik bij jou. katanya sudah diramalkan Bandung akan menjadi “Lautan Api dan Lautan Air”. 2. Kemudian setelah Inggris menyerahkan kekuasaan atas Indonesia dengan kelicikan Belanda untuk mengadudombakan antar penduduk asing (Cina. India) dengan penduduk Cina (Kuomintang) Belanda membentuk barisan Cina dengan nama Po An Tui padahal negara Cina Kuomintang bersimpati kepada Barisan Keamanan Gerakan Kemerdekaan Indonesia. karena yang rugi rakyat kita sendiri juga dan yang harus membangunnya kelak kita juga. MPPP. Dalam rapat itu Mayor Rukana. Pemerintah Sipil Menyatakan ketaatannya kepada Perdana Menteri St. Komandan Polisi Tentara mengusulkan untuk membumihanguskan dan kemudian menutup terowongan kali Citarum diperbatasan barat dengan ledakan dinamit.000 orang dengan persenjataan lengkap. Penasehat Militer dan MBT). Saya sendiri orang yang tidak punya. akan tetapi Bandung harus dibakar. Als er nog geknokt wordt. 3.

Setelah Bandung dibumi hanguskan.000 rakyat keluar kota dengan berjalan kaki. Belanda) masing-masing sedang mengadakan konsolidasi. Hujan rintik-rintik menimpa mereka. Memang berat penderitaan rakyat Bandung. supaya Bandung Utara diserang dari pihak utara dan dilakukan pula sedapat bisa. Namun misi Komandan Divisi III tidak mendapat respon yang baik dari MBT. Berangsur-angsur kedengaran dentuman-dentuman dan kelihatan kebakaran semakin hebat mulai dari Cimahi sampai Ujungberung. Tentara melakukan bumi hangus terhadap semua bangunan yang ada. Segala kejadian dilaporkan ke MBT. hal ini bisa dimaklumi karena . Sesudah matahari terbenam. A. Setelah pukul 24. 4.H. A. Banyak yang menangis. dan kemerdekaan akan membawa kebahagiaan dan kesejahteraan yang telah diimpikan dan dijanjikan oleh pemimpin-pemimpinnya. 3. Nasution) mengenai Bandung Lautan Api. yang lalu menyetujui tindakan yang telah diambil. Komandan Divisi III mengirim nota ke MBT dan pernah langsung menghadap kepada Panglima Besar (pak Dirman) untuk mengadakan siasat menyeluruh agar seluruh Jawa mengadakan “Serangan Umum” dalam arti implikasi gerilya untuk terus menghangatkan kota. akan tetapi mereka ikhlas memberikan pegorbanan dengan keyakinan kemerdekaan akan tetap selamanya. memikul dan menggendong anak-anak serta barang sekedarnya. Pukul 21. Akibat peristiwa Bandung Lautan Api. Komandan meronda dalam kota dan membantu sendiri membakar disana-sini. Sangat sedih hati melihat lebih kurang 100. Sukajadi dan lain-lainnya. Begitu dari selatan harus ada penyusupan ke Utara. Pukul 20. bahwa yang dilakukan oleh Komandan Divisi (Kol.1. Semua pegawai dan rakyat harus keluar kota sebelum pukul 24. Gedung-gedung yang besar hancur oleh dinamit.00 Komandan berdua kembali masuk kota untuk memeriksa dari dekat. kita (Indonesia) dan pihak sekutu (Inggris. Serangan-serangan dilakukan sekitar bekas KMA. Dengan keyakinan bahwa pengorbanan mereka takan sia-sia.00 2.00 kota praktis sudah kosong dari manusia akan tetapi api masih menyala terus. tanda berkabung dengan kalimat-kalimatnya yang melukiskan kemurkaan bercampur duka cita karena bumi hangus “demooiste stad van Java” dan “Parijs van Java” menjadi rusak. Nasution) dengan stafnya pindah ke Kulalet (Dayeuh Kolot). Sesudah kejadian tersebut dari luar kota TRI mengatur terus infitrasi-infitrasi setiap malam untuk mengacaukan musuh.00 komandan Divisi bersama Mayor Rukana berdiri disebuah bukit memerikasa pelaksanaan perintah Komandan. hanya terdengar tembakantembakan sebentar jauh dari Utara. Bagaimana tindakan Inggris. Setelah Komandan Divisi III (Kol. adalah keputusan yang baik. Tembakan-tembakan tersembunyi dilakukan di bagian Utara. Pos Komando saya pindahkan ke Kulalet (Dayeuh Kolot). Namun pada bulan Mei 1946 Jenderal Urip Sumoharjo dengan resmi menerangkan di Purwakarta. Ciumbuleuit. Pak Nasution dianggap sebagai “Penjahat Perang” dan untuk itu beliau dimintai pertanggung jawabannya. surat kabar membuat berita tentang Bandung dalam kotak-kotak hitam.H.

Pelaksanaan BLA menggunakan suatu taktik kombinasi dari serangan. e. dalam waktu dan ruang tertentu. yang diperlukan untuk persiapan-persiapan gerakan selanjutnya berupa serangan.posisi MBT saat itu lebih bersifat koordinator dari pada Komando tertinggi tentara pada dewasa itu. penghadangan atau perang gerilya. Setelah dilakukan pemunduran diperintahkan untuk melakukan penyerangan yang dilakukan oleh pejuang TRI antara lain : a. Penghadangan terhadap musuh yang berada di jalan raya antara Puncak dan Bandung. 2. Musuh tidak bisa memanfaatkan asset selain puing-puing dan menyalurkan musuh ke dalam situasi yang tidak menguntungkan baginya. Padalarang. Penghadangan terhadap konvoi di Tugu dan Cipayung. Beberapa kolone dicegat rakyat di Cikarang dan Pacet. ini namanya bunuh diri. BLA ditinjau dari operasi Militer merupakan suatu gerakan kebelakang meninggalkan musuh dengan tujuan mengorbankan ruang untuk memperoleh waktu. Dari segi Strategi Militer. BLA merupakan rangkaian operasi militer yang berhubungan dengan yang lain dengan tujuan untuk menyelesaikan suatu sasaran bersama. Cipatat. Implikasi peristiwa BANDUNG LAUTA API ditinjau dari kampanye militer adalah : 1. mulai dari Sukamiskin sampai Cimahi. 3. tetapi pertimbangan kekuatan tidak seimbang alangkah dungunya seorang Komandan menggerakan Pasukannya untuk melakukan pertempuran. Ruang dikorbankan untuk memperoleh waktu yaitu menghindari pertempuran-pertempuran yang menentukan. Dari segi Kampanye Militer. tetapi merugikan dipihak musuh. HIKMAH DARI BANDUNG LAUTAN API . Cianjur dan Puncak. Dari segi Taktik Militer. Meskipun semangat tempur dan moril tinggi. b. d. Ciranjang. Pertempuran sejak dari Cianjur sampai Rajamandala c. BLA ditinjau dari segi strategi Militer sesuai rumusan strategi yang dikemukakan oleh Mao Tse Tung yaitu BLA memainkan peranan yang penting dalam pelaksanaan perang berlarut atau gerilya. pertahanan dan hambatan dengan berpegang kepada perang memegang teguh tujuan. Dapat disimpulkan disini bahwa dari segi taktik penyerangan-penyerangan dengan kekuatan kecil menghindari korban yang besar. Tak ada tempat yang sepi insiden.

Perjalanan bersejarah bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah telah mengorbankan jiwa harta benda yang tidak terhingga. PENUTUP Dari uraian diatas dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. dalam hubungan ruang dan waktu yang ditetapkan atas dasar perintah dari fihak yang berwenang dalam rangka mencapai tujuan perang ataupun tujuan Hankamnas. kegiatan dan tindakan militer berdasarkan suatu rencana untuk mencapai tujuan. Kepercayaan sekutu kepada TKR sekaligus merupakan pengakuan terhadap eksistensinya TKR secara de facto. yang pernah dilakukan Taruna Akademi Militer Tanggerang selama tiga kali antara Desember 1945 s/d Januari 1946. kini Tugu BLA sudah dibersihkan. Rentetan peristiwa/bentrokan antar TKR dan sekutu (Inggris) sampai terjadinya peristiwa heroik BLA merupakan masukan untuk penyusunan doktrin dan macam-macam operasi militer. yang merupakan segala usaha. . Tiap daerah mempunyai perang sendiri-sendiri dalam upaya mempertahankan kemerdekaannya seperti Rakyat Jawa Barat dalam epos Bandung Lautan Api yang telah memberikan saham yang besar dalam membela bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia.Kegagalan sekutu sewaktu mengirimkan perbekalan ke Bandung. 2. mendesak sekutu untuk minta bantuan pengawalan kepada TKR. yang terkenal dengan peristiwa Cikampek. Tugu BLA yang terletak dilapangan Tegallega keadaanya tidak terawat dan sangat menyedihkan. Khusus untuk Siliwangi BLA telah menghasilkan system Pertahanan Garis Hantar Kuning sampai system Pertahanan dan keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). tinggal menunggu perbaikan dan pelestariannya sekaligus pemanfaatannya sebagai tugu dan musium perjuangan Rakyat Jawa Barat.

Bantuan logistik dengan dapur umumnya b. penghargaan dan penghormatan. 3. dengan harapan semoga masyarakat Jawa Barat menghargai para pejuang terdahulu dan memiliki sense of belonging pada Tugu Bandung Lautan Api yang terletak di Tegallega. berkat naluri militer dari Komandannya yaitu Kol. 4. Maluku ikut berjuang membela Jawa Barat dalam peristiwa Bandung Lautan Api. LONG MARCH SILIWANGI . Mereka datang dari delapan penjuru angin terdiri dari suku Sunda. Jawa. Kemanunggalan Tentara dan Rakyat dalam kerjasama : a. 5. Sulawesi. 6. Disiplin tinggi yang bersifat nasional TRI/pejuang bersenjata tetap menolak untuk mundur tetapi selaku prajurit yang harus taat kepada perintah atasan/pemerintah. Kesatuan dan persatuan nasional yang erat bahu membahu tidak membedakan asal daerah suku dan agama. Kerelaan berkorban untuk kemerdekaan Indonesia dengan mengorbankan harta benda maupun jiwa raga mereka. Meskipun TKR baru lahir tapi dalam peristiwa BLA telah mampu melakukan kegiatan militer yang bersifat taktis dan strategis. Kejujuran hati tidak mementingkan diri sendiri. Semangat pengorbanan Rakyat Jawa Barat luar biasa besarnya dan mencerminkan kesatuan dan persatuan bangsa dalam membela bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia. Kesan dan pesan dari peristiwa Bandung Lautan Api 1. Penerimaan asrama (akomodasi) dengan istilah “Pastur” (tepas batur) d.3. Rakyat ikut bertempur al.H. Batak. Padang. Palembang. Demikian tulisan “BANDUNG LAUTAN API BESERTA IMPLIKASINYA DARI SEGI MILITER”. Jenderal Besar). penuh kesadaran menurut memenuhi perintah. yang memberi andil besar dalam menyusun macam-macam operasi militer di Indonesia sampai dengan Sistem Pertahanan dan keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). Nasution (sekarang alm. Nusa Tenggara. A. Sepi ing pamrih rame ing gawe berjuang tidak mengharapkan upah/gaji bayaran. Jambi. melainkan lebih mementingkan. dengan rela menerima perintah itu demi keutuhan bangsa dan tanah air. 2. mengutamakan kepentingan umum terutama kepentingan kemerdekaan Indonesia. Peranan lasykar wanita baik di depan dan di belakang front c. Riau. Amiin. 4. tukang becak yang bernama Emen berhasil menghancurkan tank musuh di jalan Waringin.

Republik Indonesia meramalkan akan adanya gerakan militer Belanda berikutnya. Instruksi Panglima Besar No. disamping melawan Belanda. Siliwangi telah berhasil menumpas pemberontakan PKI MUSO tanggal 18 September 1948. Perintah hijrah itu dilaksanakan tanggal 1 Februari 1948 dan berakhir tanggal 22 Februari 1948. yang waktu itu sudah semakin ciut. dalam perang Kemerdekaan ke-I secara psikologis telah sangat memukul moril prajurit-prajurit RI. Oleh karena itu Angkatan Perang RI menjalankan rencana yang telah ditetapkan untuk menghadapi serangan Belanda. dan khusus untuk Siliwangi. Inti dari Persetujuan Renville itu antara lain mengharuskan Divisi Siliwangi harus pindah ke Jawa Tengah ke daerah Republik. tanggal 19 Desember 1948 Belanda melakukan aksi militer ke-II. Setelah prajurit Siliwangi berada di Jawa Tengah.1 terkenal dengan nama “Perintah Siasat No. 1” tentang cara pelaksanaan perlawanan terhadap Agresi Belanda. ternyata ramalan itu benar. . Atas serangan perang Kemerdekaan itu. Panglima Besar Sudirman mengeluarkan perintah kilat antara lain Pemerintah Belanda telah membatalkan persetujuan gencatan senjata.PENGANTAR Kemajuan-kemajuan yang mempesona dari gerakan tentara Belanda yang modern itu. Akan tetapi tidak semua adalah gejala sementara. Atas desakan DK PBB dan dengan bantuan Komisi jasa-jasa baik diadakanlah perundingan antara Indonesia dan Belanda. untuk menembus. menyusup ke kedudukan semula di Jawa Barat dengan sebutan yang terkenal “LONG MARCH SILIWANGI”. di kapal Amerika “Renville” di pelabuhan Tanjung Priok yang kemudian melakukan “Persetujuan Renville” yang ditanda tangani tanggal 17 Januari 1948. Dengan gerilya sementara bahu membahu dengan rakyat prajurit Siliwangi telah berhasil menguasai keadaan ini diakui oleh pihak Belanda bahwa perlawanan pasukan-pasukan RI di Jawa Barat dan Jawa Tengah makin meningkat saja.

LONG MARCH SILIWANGI Pada tanggal 9 Nopember 1948 Panglima Besar Soedirman mengeluarkan Instruksi No. Penderitaan pertama yang dirasakan pasukan Siliwangi setelah berada di Jawa Tengah ialah diharuskannya reorganisasi dan rasionalisasi (RERA). HIJRAH Disaat perjuangan perlawanan terhadap Belanda di Jawa Barat sedang memuncak dan inisiatif serangan berada di pihak pasukan Siliwangi. 1” yang . keuletan. Yang menamakan dirinya sebagai Perdana Menteri PKI. Dalam masa hijrahnya pasukan Siliwangi menghadapi ujian berat. juga pada saat yang bersamaan tanggal 18 September 1948 PKI Muso pun melakukan pemberontakan terhadap Pemerintahan RI dengan dipimpin oleh Amir Syarifudin SH.000 orang pasukan Siliwangi terpaksa meninggalkan kantong-kantong gerilyanya di Jawa Barat. sehingga sebagian dari mereka yang turut hijrah terpaksa tidak dapat masuk formasi dan akhirnya hidup terkatung-katung di tanah rantau. termasuk didalamnya pasukan Siliwangi harus meninggalkan kampung halamannya Jawa Barat dan segera melakukan hijrah ke Jawa Tengah sebagai satu-satunya daerah yang masih dikuasai Pemerintah RI. selain menghadapi Tentara Belanda. Pelaksanaan perpindahan ke Jawa Tengah dilakukan dengan cara sebagian diangkut dengan Kereta api dan sebagian lagi menggunakan Kapal laut dan diturunkan di daerah Rembang Jawa Tengah. ketabahan serta keberanian pasukan Siliwangi secara gemilang berhasil menumpas pemberontakan PKI Muso dan membunuh Muso sendiri di daerah Ponorogo dan Amir Syarifudin di daerah Cepu / Blora.Dalam kisah berikut akan disampaikan kisah Siliwangi dalam Hijrah dan Long March. Namun berkat kegigihan. pihak Belanda berupaya memaksa dilakukannya perundingan “RENVILLE” (Perundingan yang dilakukan diatas Kapal Renville). salah satu isinya memutuskan tentara RI harus meninggalkan kantongkantong Gerilya. Pada tanggal 22 Februari 1948 sekitar 29. 1 yang dikenal dengan “PERINTAH SIASAT NO. Persetujuan yang ditanda tangani tanggal 17 Januari 1948 sangat merugikan pihak RI.

tetapi penuh nuansa heroik-patriotik. 3.30 lapangan terbang Maguwo dibom oleh pesawat-pesawat pembom MITCHEL B-25 yang diikuti penerjunan satu Batalyon Pasukan Baret Hijau Belanda yang ditugaskan untuk merebut lapangan tersebut. bahwa pihaknya mulai tanggal 19 Desember 1948 pukul 00. Dalam perjalanan kembali ke Jawa Barat. Brigade Sadikin menuju Jawa Barat sebelah utara.00 waktu Jakarta. jadi untuk makan sekian banyaknya orang. Brigade Syamsu menuju daerah Tasikmalaya. Rencana Long March Siliwangi telah disusun rapih dan sudah disalurkan berupa perintah hingga tingkat Batalyon sebagai berikut : 1. tidak lagi merasa terikat oleh perjanjian Renville yang sebenarnya telah begitu menguntungkan pihaknya. Namun karena keadaan medan Jawa Barat tidak mengijinkan ditambah akibat adanya pengacauan oleh yang menamakan dirinya Darul Islam Kartosuwiryo maka tujuan yang telah ditetapkan itu. suatu perjalanan yang penuh dengan duka derita. 4.memerintahkan pasukan Siliwangi untuk bergerak dari kedudukannya guna melakukan gerakan Militer kembali ke Jawa Barat. 1 yang memerintahkan pasukan Siliwangi segera bergerak dari kedudukannya masing-masing menuju ke daerah masing-masing yang telah ditetapkan di Jawa Barat. peristiwa ini kemudian dikenal dengan sebutan “Long March Siliwangi”. Pada tanggal 19 Desember 1948 bergeraklah si Anak Rantau Siliwangi kembali ke Jawa Barat.600 orang Tentara dengan perlengkapan modern bantuan dari “Marshal Plan” Amerika-Serikat. ubi/ singkong atau oyek. Untuk menghadapi taktik licik Belanda tersebut Panglima Besar Soedirman mengeluarkan instruksi. Adanya perintah untuk bergerak kembali ke kampung halamannya yang sudah sekian lama ditinggalkan dan dirindukan maka keadaan tersebut disambut dengan penuh kegembiraan diselingi rasa keharuan yang sangat mendalam sekali. Belanda mengerahkan sejumlah kurang lebih 135. . Dengan demikian pada akhir tahun 1948 mulai bergeraklah si Anak Rantau Siliwangi ke tempat asalnya di Jawa-Barat. Belum lagi pasukan Siliwangi melepaskan lelahnya setelah melaksanakan operasi penumpasan terhadap PKI Muso. Garut dan Ciamis. Pihak Belanda mengatakan kepada Komisi Jasa PBB. 2. Batalyon Ahmad Wiranatakusumah bertugas sebagai pengawal Staf Divisi Siliwangi dan berangkat paling akhir. tidak dapat dipertahankan. Instruksi Panglima Besar No. Sukabumi dan Bogor. Pada tanggal 19 Desember 1948 sekitar pukul 05. hanya mengandalkan pemberian penduduk yang dengan secara ikhlas mau membantu memberikan makanan apa adanya seperti nasi tambah sambel goang. pasukan Siliwangi tidak memiliki bekal makanan sedikitpun. Brigade Kusno Utomo menuju daerah Bandung. Cianjur. tiba-tiba saja pihak Belanda melancarkan agresi Militer ke II terhadap Ibu Kota RI Yogyakarta. Tujuan agresi Belanda ke-II itu adalah untuk menghancurkan segala potensi Republik atau melumpuhkannya.

Tanggal 22 Desember 1948. Letkol Sadikin bertanggungjawab atas medan atau wilayah Jawa-Barat bagian selatan. 3. Simatupang selaku Wakil II KSAP. Kapten Pirngadi Perwira Staf Siliwangi. nama Batalyon diganti jadi Yon 11 April. Panglima Divisi Siliwangi. Batalyon Abdulrachman (Yon Taruma Negara) ke daerah Sumedang. Beliau dikawal oleh satu regu prajurit Siliwangi. 2.B. 4. di daerah Sukowaluh (masuk wilayah Purworejo) Sepasukan Tentara Belanda dari Kesatuan Batalyon “Anjing NICA” berhasil menangkap Letkol Daan Jahja Kepala Staf Divisi Siliwangi. Batalyon Ahmad Wiranatakusumah di Bandung Selatan. Sedangkan Kolonel Nasoetion sebagai Panglima Komando Jawa. Panglima II. Masalah adanya Panglima Divisi Siliwangi yang kembar ini. juga langsung menunjuk Letkol Abimanjoe sebagai Pj. saat melakukan perlawanan. Batalyon Nasuhi ke daerah Ciamis dan Batalyon Rivai ke daerah Majalaya hingga perbatasan Garut. kemudian diselesaikan secara musyawarah. Panglima Divisi Siliwangi. dan seorang sersan ialah Sersan Hutabarat. 1. Batalyon Kosasih ke daerah Sukabumi dan Bogor. Batalyon Roekman ke daerah Cirebon dan Kuningan. menerima perintah atasan untuk mengadakan perundingan dengan pihak DI-TII di daerah Cigalontang. Letkol Abimanjoe bertanggungjawab atas medan atau wilayah Jawa-Barat sebelah utara. b.Sehingga pada akhirnya Batalyon Sitorus kembali ke daerah Garut. Sedangkan Kapten Sitoroes ditunjuk sebagai pengganti Mayor Daeng Mohamad selaku Komandan Batalyon “Guntur”. Letnan Resdan Komandan Peleton Pengawal Staf Batalyon “Guntur” beserta beberapa orang prajurit gugur. Kartosoewirjo yang didampingi oleh Oni . yang menerima berita beberapa hari kemudian tentang tertangkapnya Letkol Daan Jahja. diantaranya yang menjadi kurban ada 2 orang Komandan Peleton. Batalyon Sudirman ke daerah Tasikmalaya utara. Batalyon Kemal Idris di daerah Kabupaten Cianjur. Mayor Oetara selaku Perwira Staf Brigade XIV/ Siliwangi. Kolonel T. Pada umumnya Batalyon-Batalyon Siliwangi itu kembali ke daerah-daerah gerilya mereka sebelum mereka hijrah. dan diantar oleh Adah Djaelani “Bupati DI-TII”. yang kebetulan saat itu berada ditengah-tengah lingkungan Divisi Siliwangi langsung menunjuk perwira staf yang tertua ialah. Batalyon Dharsono ke daerah Karawang. dan Sersan Mayor Soemitro Ajudan Komandan Batalyon “Guntur”. Penyergapan Tentara Belanda terhadap Kompi Sjafei di daerah Arjasari Banjaran. Panglima I. dan selaku penanggung jawab gerakan Long March dari seluruh divisi beserta Mayor Daeng Mohamad-Komandan Batalyon “Guntur”. dan diperintahkan untuk segera berangkat ke Jawa Barat menyusul perjalanan Divisi Siliwangi. Komandan Batalyon Mayor Abdulrachman gugur ditembak Baret Hijau Belanda dan Danyon diganti oleh Mayor Amir Mahmud. Perundingan berlangsung dengan SM. Letkol Sadikin selaku Pj. Batalyon Lucas Kustaryo ke daerah Cikampek. ialah Letnan Saragih dan Letnan Affandi. dengan mengadakan pembagian wilayah operasi Divisi Siliwangi di Jawa Barat sebagai berikut : a. meminta kurban 36 orang gugur.

Bumi Ayu. daerah Ciamis. Sukabumi dan Bogor. dimulai dari garis Demarkasi dan melalui 3 jalur menyusuri pantai Utara. Pagerageng. Gunung Galunggung. Subang. pantai selatan dan jalur tengah. Gombong. Kab. daerah Majalaya. baik yang kena sergap atau diracun untuk dibunuh atau ditawan setelah melalui penganiyaan yang tidak berperikemanusiaan. Banjarnegara. Purwakarta. a. Gunung Ciremai. Taraju Garut. Kab. b. Sumedang. Garut. yang kemudian dieksekusi. Cianjur. Kawali. Cianjur. c. Bandung. ROUTE Pada umumnya gerakan kembali ke Jawa Barat. pasukan Siliwangi mendapatkan hambatan dari DI-TII Kartosuwiryo. tidak mencapai kesepakatan untuk bekerjasama mengusir Tentara Belanda. Kartosoewirjo. Sindangbarang. Soedrajat. Di Priangan Timur banyak prajurit Siliwangi yang jatuh dalam jebakan pasukan DI-TII. Subang Kuningan. Salam. Jalur pantai Selatan : Mulai dari daerah Yogya. Dalam perjalanan kembali ke kampung halamannya di Jawa-Barat. Wates. Sukabumi dan Bogor. Gunung Slamet. bekas pengawal Mayor Oetarja pada saat itu. Kebumen. Purworejo. Karawang dan Bekasi. Ternyata perundingan gagal. sedangkan Mayor Oetarja sendiri ditahan. Kab. Majalengka. TasikmalayaSingaparna. yang kemudian ditebas kepalanya didepan lubang lahat yang sudah disediakan oleh 2 orang anggota DI-TII yang bernama Eman dan Komar (keterangan diperoleh dari Prajurit TNI O. daerah Slawi. Kab.dan Sjaefullah pembantu-pembantu dekat SM. daerah Purwokerto. Cilacap daerah Kalipucang. daerah Salopa. Jalur pantai Utara : Mulai dari Wonosobo. dengan cara ditelanjangi terlebih dahulu. atas pengakuan langsung dari para eksekutor). SELATAN Pergerakan hijrah pasukan Siliwangi dari Jawa Tengah ke Jawa Barat yang meliputi kekuatan 3 Brigade dan 14 Batalyon bersama keluarga selama 11 PERGERAKAN JALUR TENGAH DAN . Jalur Tengah : Mulai dari Wonosobo. Kab. Satu regu TNI pengawal Mayor Oetarja dilucuti senjatanya. Rancah. Kab. Banjarnegara.

2. Solo – Prambanan = Jalan kaki Prambanan – Bandung = Jalan kaki. Rute Brigade XII (Letkol Kusno Utomo) berikut Batalyon-batalyon (lihat lampiran 1) a. dapat diuraikan berikut routenya sebagai berikut : 1. Rute Brigade XII (Letkol Kusno Utomo) + 405 Km (Mendut s/d Parigi). Penjebakan yang gagal oleh DI-TII di Lemahputih Pengintaian/pertempuran melawan Belanda di Leles/Cicalengka. Penjebakan yang gagal oleh DI-TII di Bantarujeg/Lemah Putih. Pemboman oleh pesawat terbang Belanda di Bantar Kawung. Rute Batalyon IV (Mayor Daeng) + 375 Km (Yogya s/d Bandung). Pengintaian/pertempuran melawan Belanda di Banjaran. Diperbatasan Magelang terjadi pertempuran melawan Belanda.bulan. e. Rute Batalyon (Mayor R. Rute Brigade XIII Siliwangi (Letkol Sadikin) + 285 Km Wonosobo s/d Surian Sumedang. Rute Batalyon (Mayor Achmad Wiranatakusumah) + 465 Km.Pertempuran melawan Belanda di Kawali. b. Pertempuran melawan Belanda di Wonosobo .(Solo s/d Malabar). Sebagai Pasukan Pengawal Staf Divisi Siliwangi. Pertempuran melawan Belanda Tiba di Tasikmalaya menuju basis Gunung Puntang. a.A. Pengintaian/pertempuran melawan Belanda di Ciwidey. b. Rute Batalyon II/ Kalahitam (Mayor Kemal Idris) + 420 Km (Yogya s/d Cianjur). . d. Rute Long March Siliwangi Brigade XIII (Letkol Sadikin) Berikut Batalyon-batalyonnya. Pemboman oleh pesawat terbang Belanda di sekitar Gunung Ciremai. Pengintaian/pertempuran melawan Belanda di Cileunyi. Kosasih) + 450 Km (Magelang s/d Bogor). Pemboman oleh pesawat terbang Belanda di Salem.Setelah gagal dalam Operasi Penyerangan Sungai di Jembatan Kebasen . c. Rute Batalyon Tajimalela (Mayor Lukas K) + 540 Km (Widodaren s/d Cikampek).

+ 360 Km (Banjarnegara / Purwakarta). • Posko Batalyon di Ciseuti. Posko Batalyon. Rute Batalyon Nasuhi (Mayor Nasuhi) + 300 Km (Magelang s/d Malangbong Garut). • Konsolidasi Batalyon sebelum Operasi Penyebrangan. Ki 4 di Cinusa dan Si 1 di Cinusa. Kanonade sebelum Bantarkawung. Belanda terdesak mundur dan menderita korban mati dan luka. • Pertempuran melawan Belanda di Gunung Slamet. . Rute Batalyon II/Tarumanegara (Mayor Abdurrahman) + 285 Km (Wonosobo s/d Sumedang). Dibombardir di Wonosobo (17 anggota hilang). c.Pertempuran Si 1 / Ki 1 dari Kr. T. di Rancah (1 regu gugur). c. Ki 2 didesa Kedawung. Posko Batalyon di Finish Babakan Pari Sumedang. Rute Brigade XIV Siliwangi (Letkol Syamsu) + 315 Km (Magelang s/d Ciparay Kab. Kobar. Rute Batalyon 3 / Garuda Hitam (Mayor Rivai) + 315 Km (Magelang s/d . b. Rute Batalyon 301 / Prabu Kiansantang. a.X. Menyerang Pos Belanda di Lemah Putih yang berkekuatan 1 Kompi lengkap dan diperkuat beberapa brencarrier. di Sukamatri Panjalu Ciamis (Kapten Musad Idris dan Letnan Neman / pembawa Panji Siliwangi gugur). Pertempuran melawan Belanda . Ki A melawan Belanda di Teluk Jambe.Rawalo kembali mengambil rute lewat Gunung Slamet menuju Jawa Barat. Serangan udara Belanda di Kaligus Gunung Slamet. d. 3. d. Rute Long March Siliwangi Brigade XIV (Letkol Syamsu) berikut Batalyon-batalyonnya. . Rute Batalyon 2 (Mayor Sudarman) + 195 Km (Magelang s/d Banjar Ciamis) Pertempuran melawan Belanda. Bandung).Pertempuran melawan Belanda di Cijolang beberapa anggota gugur/likaluka.

. Batalyon Rukman adalah perintis Long March Divisi Siliwangi. dengan Komandan Brigade Letnan Kolonel Rukman. yaitu Batalyon Mustopa berkedudukan di Kuningan. menyatu dengan Rakyat dan menjadi beach-head pada waktu terjadi peristiwa Long March. Ukar Bratakusumah. Bandung ).Majalaya Kab.. berkedudukan di Indramayu. menerobos garis demarkasi yang dijaga ketat oleh Divisi Tentara Belanda Pasukan Batalyon Rukman ini berhasil menduduki daerah yang luas di Keresidenan Cirebon.Pertempuran melawan Belanda. serta satu-satunya Batalyon yang sebelum Aksi Kedua berhasil menyusup ke daerah pendudukan (Jawa Barat bagian Utara). serta markas Kolonel Abimanyu (Komandan Divisi Siliwangi yang diangkat oleh Panglima Besar Jenderal Sudirman). Ketiga Batalyon inilah yang menjadi Brigade A. PERGERAKAN JALUR UTARA Perlu juga diketahui. Daerah kekuasaan Batalyon Rukman dijadikan tempat kedudukan Gubernur Jawa Barat yang dijabat oleh Ir. Batalyon Rukman berkembang menjadi tiga Batalyon. . Batalyon Machmud Paksya berkedudukan di Cirebon (termasuk didalam kota) dan Batalyon Sentot.

Berdasarkan dokumen-dokumen yang berhasil disita oleh pihak Republik Indonesia ternyata. Bahkan mereka telah bertindak lebih lanjut lagi dengan membangkang terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan oleh pihak Siliwangi yang terpaksa mengambil tindakan-tindakan yang tegas dengan mengakhiri semua aktifitas dari PESINDO. PESINDO (Pemuda Sosialis Indonesia) yang tergabung dalam FDR. . FDR tersebut kemudian menjadi sub-organ dari pada PKI. setibanya mereka di Indonesia. Pemimpin barisan Banteng. ternyata ia Pulang bersama-sama dengan seorang Tokoh PKI yang telah bertahun-tahun bermukim di Uni Sovyet. Partai Buruh serta pemimpin-pemimpin lainya yang tergabung dalam Front Demokrasi Rakyat (FDR). penghasut-penghasut PKI itu menggunakan sentimen yang ada didalam Angkatan Perang (seperti ketidak-puasan mengenai RE/RA) serta keadaan ekonomi yang kurang memuaskan ketika itu. Partai Sosialis (Amir Syarifuddin). Insideninsiden itu baru dapat dihentikan setelah Putera-putera Siliwangi turun tangan dan menganjurkan kedua-belah pihak untuk mentaati TNI. ialah Muso. Dalam usaha mempengaruhi anggotaanggota Angkatan Perang RI. Anjuran ini di terima dengan baik oleh Barisan Banteng. Muwardi. bahwa dengan perantara orang-orang yang berkedudukan tinggi pihak PKI dengan FDR-nya telah lama berusaha untuk mempengaruhi Angkatan Perang Republik Indonesia. Pada tanggal 13-16 September 1948 di Sala terjadi insiden antara TNI-AD dengan Tentara Laut RI yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Yadau yang menjadi pengikut setia dari pada PKI yang dikuasai oleh Muso.SAHAM “MAUNG” SILIWANGI DALAM MEMBASMI PKI-MUSO DI MADIUN Pada waktu Pemerintah RI mengambil kembali Suripno dari Cekoslowakia. diadakanlah oleh mereka pembicaraan dengan pimpinan PKI. dengan tegas menolak untuk bergabung dengan PESINDO. akan tetapi ditolak oleh pihak PESINDO. pada tanggal 14 September tiba-tiba menyerang barisan Banteng di Sala karena Dr. Kekacauan-kekacauan mulai timbul dimana-mana dan berpusat di Surakarta.

Setelah pihak PKI berhasil untuk mengalihkan perhatian Pemerintah RI serta umum kepada kota Sala dimana sering kali terjadi insiden-insiden bersenjata. pihak PKI-Muso tidak segan-segan . Satuan-satuan TNI-AD yang tetap setia kepada RI di Ponorogo dan Ngawi. Batalyon Musyofa di kota Madiun b. dibunuh di luar batas perikemanusiaan. Batalyon Maladi Yusuf yang beroperasi Ponorogo dan Sumoroto Dalam gerakannya di kota Madiun. Batalyon Abdulrakhman dan susulan dari Kediri f.00 sedangakan batalyon-batalyon yang turut dalam penghianatan itu adalah : a. berhasil untuk kemudian mengatur siasat lebih lanjut guna menghantam pihak pemberontak. mengambil kesempatan dari kekeruhan suasana itu dengan memproklamasikan terbentuknya apa yang mereka namakan “Sovyet Republik pada tanggal 18 September 1948 di Madiun. Pada tanggal 19 September 1948. Para pemimpin Pamongpraja yang berhasil ditangkap oleh pihak PKI. ialah merebut kekuasaan dari tangan Pemerintahan Republik Indonesia yang syah. mereka memusatkan serangannya terhadap Markas CPM Siliwangi di Jalan Dr. Akan tetapi tipu muslihat kaum pemberontak itu tidak dihiraukan samasekali oleh para Perwira TNI-AD yang taat kepada Republik Indonesia. Batalyon Panjang Jokopriono di Ponorogo e. maka mereka akan dipergunakan sesuai dengan rencana yang telah mereka buat. bahkan dalam kesempatan itu jenderal Mayor (PKI) Joko Suyono telah melakukan suatu panggilan/seruan kepada para Komandan Pasukan TNI-AD yang akan membebaskan Madiun dari cengkeraman pihak Komunis untuk datang ke Madiun guna berunding dengan jaminan “Kemerdekaan”. maka dengan tiba-tiba sekali Kolonel Sumarsono yang berpihak kepada PKIMuso. Pada tanggal 19 September 1949 pukul 09. Untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai tuduhan pihak PKI-Muso terhadap Pemerintah Republik Indonesia itu. Batalyon CPM dan tangsi Polisi.00 pihak pemberontak berhasil menguasai markas-markas SPDT. Batalyon Darmintoaji di Ngawi d. Batalyon Mursid di Saradan c. Cipto yang menyebabkan gugurnya seorang Mayor CPM setelah terjadi perlawanan sengit. Setelah itu mereka menangkapi para Perwira TNI-AD serta pemimpin-pemimpin lainnya yang menjadi lawan mereka. Studio RRI Madiun berhasil diduduki oleh kaum pemberontak dan dipergunakan sebagai corong propaganda kaum pemberontak. STM Madiun. Pasukan-pasukan TNI-AD yang berada di Magetan pun meloloskan diri dari ancaman pihak komunis untuk kemudian bersama-sama dengan kadet-kadet dari Akademi Militer yang berada di Sarangan membentuk suatu pertahanan yang mengurung keresidenan Madiun di lereng Gunung Lawu. Amir Syarifuddin dan Suripno telah mengadakan pidato-pidato melalui Radio Gelora Pemuda itu. Nasib yang sama dialami pula oleh pemimpin-pemimpin partai Golongan Agama dan Nasional. “Radio Gelora Pemuda” milik PESINDO dijadikan pula trompet kaum komunis.Bila pasukan-pasukan TNI berhasil mereka pengaruhi. dengan mendapat backing dari batalyon Brigade 29. Pemberontakkan dilakukan pada 02.

bahwa Siliwangi . Dungus terus ke Madiun.pula untuk mencap Corps Siliwangi sebagai penjahat-penjahat yang dilindungi oleh Pemerintah RI. bahwa keadaan ekonomi dan politik dalam republik semuanya kaum buruh dan tani khususnya. Sudah tiga tahun Revolusi Nasional kita berjalan dibawah pimpinannya kaum borjuis nasional. sama sekali tak dapat membedakan keadaan sekarang ini daripada keadaan selama jaman Belanda dan Jepang. Disebarkan umpamanya bisa. b. Pada tanggal 18 September 1948. sedangakan sebagai pelaksana operasi ditunjuk Mayor Yonosewoyo. Inti pidato dari Muso itu berbunyi sebagai berikut : “…………. Operasi ini dilancarkan dari tiga jurusan : a. bahwa Siliwangi (singkatan dari Siliwangi) adalah “Stoot Leger Wilhelmina” (Pasukan Penggempur Wilhelmina). Batalyon Sunaryadi dengan dibantu oleh Brigade Mobil Polisi Jawa Timur yang bergerak melalui kota Wilangan menerobos Saradan terus ke Madiun. OPERASI PENUMPASAN PKI-MUSO Dalam usaha menghancurkan serta menumpas pemberontakan PKI-Muso di Madiun itu. Inilah sebab yang terakhir. bahwa ia seharusnya dipimpin oleh rakyat sendiri dan bukan oleh kelas lain. Dengan demikian mereka menanamkan rasa anti pathie rakyat terhadap Putra-Putra Siliwangi. rakyat daerah Madiun telah memegang kekuasaan Negara dalam tangannya sendiri. Batlyon Sabirin Mokhtar dan Mujayin bergerak melalui Trenggalek langsung menyerbu Ponorogo yang merupakan kosentrasi pasukan PKI yang kuat. yang rupanya juga menjadi salah satu “obyek” yang perlu dihancurkan oleh PKI-Muso. sedangkan dari arah timur Madiun akan digerakan Brigade Surakhmad. maka akan jelaslah sampai dimana nilai mental dari pada gembong PKI yang memberontak itu. Mereka sewaktu kedudukan Jepang telah menjadi Quisling-quisling dari 2 miliun wanita Indonesia telah menjadi janda. Dapatlah ditarik kesimpulan. merupakan “hantu” bagi PKI serta antek-anteknya. Dengan begitu rakyat Madiun telah melaksanakan kewajiban revolusi nasional kita ini. Kedua pasukan ini ditugaskan untuk mengepung dan menyerang Madiun dari arah Barat. Pasukan yang dapat dikerahkan di Jawa Tengah untuk menumpas PKI hanya terdiri dari KRU Divisi Siliwangi. Bila kita telaah isi pidato Muso itu. Operasi dari arah timur ini dipimpin langsung oleh Kolonel Sungkono. c. Dalam waktu yang bersamaan Brigade Sadikin dengan bantuan sebagian dari . yang bersifat goyang menghadapi imperialis seumumnya dan terhadap Amerika khususnya. lantaran laki-lakinya menjadi “romusha”. Sebaiknya anasir-anasir yang memerintah telah memakai Revolusi kita sebagai kuda-kudaan untuk menguntungkan diri. yaitu Brigade Sadikin dan Brigade Kusno Utomo. Batalyon gabungan dibawah pimpinan Mayor Sabrudin. maka angkatan Perang RI diperintahkan untuk segera bergerak dengan mengerahkan segala kekuatan yang ada padanya. bergerak melalui sawahan.

Satu peleton diantaranya terus mengikuti operasi Siliwangi sampai ke Madiun. bergerak dengan route Surakarta-Karanganyar-Tawangmangu-Sarangan-Plaosan-Magetan-MaospatiMadiun. bergerak ke arah utara dengan tujuan Pati. Kepada Siliwangi diberikan tugas untuk melakukan tembusan-tembusan pertama dari arah barat ke kota Madiun. Batalyon Darsono langsung bergerak ke Madiun. dan kompi gabungan Hizbullah dan Barisan banteng. Sebagian dari pasukan pemberontak yang dahulu termakan oleh hasutanhasutan pihak PKI untuk menentang Pemerintah Republik Indonesia. Pada sayap kiri di perbantukan pula Batalyon Sumadi dari Panembahan Senopati. Poros Brigade 13. Dikalangan para Putera Siliwangi yang diserahi pertahanan Jawa Barat yang kemudian dihijrahkan ke daerah Republik. Batalyon Sentot ditugaskan merebut Ngawi dengan Route Surakarta-Sragen-Walikukun-Ngawi. pada Batalyon Nasuhi diperbantukan pasukan MA Kompi S. dengan kekuatan Batalyon Akhmad Wiranatakusumah dan Batalyon Sambas sebagai tenaga cadangan. terdiri atas Batalyon Kemal Idris dan Batalyon Kosasih dengan mendapat bantuan dari Batalyon Suryosumpeno. sedangkan Batalyon Umar Wirahadikusumah ditugaskan untuk menguasai garis Walikukun-NgrambeMagetan. Nasuhi ditugaskan merebut Pacitan dengan route SurakartaWonorigi-Batu Retno-Pacitan. Pati dan Semarang. Kosasih dan Batalyon Kemal Idris yang didatangkan dari Yogyakarta. sedangkan Batalyon Akhmad Wiranatakusumah bergerak ke arah selatan dengan tujuan Ponorogo. sebetulnya dikala itu sudah timbul suatu kepercayaan/keyakinan didalam hati mereka.pasukan Panembahan Senopati dan pasukan MA Yogya mengepung dan menyerang Madiun dari barat melalui tiga jurusan : a. sedangkan pasukan-pasukan yang berada didaerah Kediri bergerak dari arah timur Batalyon “Kian Santang” akan bergerak sebagai “Stoot batalyon” dan menurut rencana. Sedangkan Husinsyah meneruskan gerakannya ke Ponorogo. c. bahwa merekalah yang ditakdirkan oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk menjadi tulang punggung negara dan pelindung negara terhadap musuh-musuh dari dalam dan luar. menjadi insyaf kembali dan memberi bantuan kepada satuan-satuan Siliwangi yang bergerak ke Madiun. b. Selain daripada itu Batalyon A. sedangkan Kompi U bergerak dari Yogyakarta mengambil route Yogya-WonosariPracimantoro-Pacitan. . Batalyon Daeng juga bergerak ke arah utara dengan tujuan Cepu dan Blora. Setiap hari beribu-ribu surat selebaran Kementrian Penerangan RI dijatuhkan dari Udara diatas wilayah-wilayah yang dikacaukan oleh kaum pemberontak. Sementara itu. batalyon inilah yang pertama-tama harus memasuki Madiun. Sayap kanan diisi oleh Batalyon Nasuhi. semenjak terjadinya pemberontakan PKI-Muso Angkatan Udara RI-pun membantu dengan giatnya dengan menyelenggarkan perhubungan antara Yogyakarta dan Jawa Timur. Ditawangmangu mendapat bantuan dari Kompi R pasukan MA. Brigade Kusno Utomo mendapat tugas khusus untuk mengamankan daerah Surakarta. Batalyon Husinsyah dan Brigade V/Slamet Riyadi. Sebagai sayap kiri brigade.

Hanya sayang sekali Muso dan Amir Syarifuddin berhasil meloloskan diri. Kusnandar seorang tokoh dari pasukan PESINDO dan Atmaji seorang bekas pimpinan ALRI yang sangat giat meracuni anggota-anggota APRI.Somali. gerombolan pemberontak bersenjata telah melarikan diri ke daerah pegunungan sekitar Sawangan. Setibanya di Walikukun pasukan kemudian dibagi dua. yaitu sebagian bergerak ke arah Ngrambe sedangkan sepasukan lagi menuju ke Ngawi. berhasil dikuasai oleh Batalyon Lukas dan Batalyon Sentot Iskandardinata pada tanggal 26 September 1948. dan Kompi I Lili Kusumah. Dengan hasutan-hasutan terhadap pemerintah Republik Indonesia di selatan Magelang. Cepu jatuh pada tanggal 5 Oktober dan pertahanan terakhir PKI. Akhirnya Ngerong dan Plaosan dapat dikuasai oleh kita setelah serangan yang merupakan daerah pertahanan yang diperkuat oleh PKI (Muso dan Amir Syarifuddin ada disini). Dalam pertempuran yang terjadi kemudian 4 orang dari pihak kita gugur. perlawanan yang agak sengit dialami di Ngerong. Dalam gerakan selanjutnya.00 sampai tanggal 25 September pukul 06. dimana Pabrik minyak sampai 4 kali beralih tangan. Kompi III Komir Kartaman. Perlawanan yang berarti hanya terjadi di Cepu. Sehari sesudah .W. Ngrambe yang menjadi pusat dari percaturan politik dan Militer kaum pemberontak. Akan tetapi dengan tekad dan semangat yang menyala-nyala. yaitu dari daerah/medan yang menurut perhitungan PKI tidak mungkin untuk dilalui. Gerakan kemudian dilanjutkan ke Magetan dan berhasil menangkap beberapa gembong PKI-Muso disini. jatuh pada tanggal 13 Oktober 1948. Pertempuran-pertempuran mulai berkobar pada tanggal 21 September 1948 pukul 13. Yon Nasuhi ditempatkan sebagai sayap kanan Brigade XIII/ Sadikin yang ditugaskan untuk membersihkan daerah Surakarta selatan dari unsur-unsur PKI dan merebut Pacitan Batalyon ini mempunyai 5 kompi. Tanggal 21 September 1948 Brigade 29 yang berkedudukan di Kediri berhasil dilumpuhkan dan dilucuti yang menyebabkan larinya Batalyon Maladi Yusuf (pro-Muso) yang pada waktu itu berada di Ngadi Rejo. Blora. Kompi IV A. Batalyon datang dari belakang. Dibebaskan/direbut oleh Batalyon II/Tarumanagara pimpinan Mayor Sentot Iskandardinata. Sementara itu kaum pemberontak telah meledakan jembatan yang berada 10 kilometer utara Ngawi.00. sehingga gerakan Siliwangi menjadi sedikit terhalang karenanya. yakni Kompi Kaharuddin Nasution.Pasukan PKI pada umumnya hanya memberikan perlawanan kecil-kecilan saja. Di Jawa Timur. dalam pada itu telah berhasil disergap ex Letnan Kolonel Dakhlan bekas Komandan Brigade 29 yang membantu kaum pemberontak. Pertempuranpertempuran berlangsung dengan sengitnya diberbagai sektor. Kompi Sutikno Slamet. maka dari sinilah serangan dilancarkan dengan mengerahkan Kompi II Amir Machmud. sedangkan pihak pemberontak menderita kerugian yang amat besar dan meninggalkan banyak senjata dan peluru. Kompi senjata Berat Mung Parhadimulyo dan Kompi Solihin. Kompi Witono. Pengejaran dilakukan terus terhadap mereka. setelah perbentengan mereka berhasil kita kuasai.

mereka terjebak oleh pasukan-pasukan Siliwangi dan menyerahkan diri. Kehancuran-kehancuran ini akhirnya diikuti dengan timbulnya perpecahan di kalangan para pemimpin kaum pemberontak PKI-Muso sebagai akibat daripada ketidak adanya persesuaian faham. yakni terwujudnya Masyarakat yang adil. Mr. makmur. Abdul Majid serta lain-lainnya. PENUTUP Pengalaman Siliwangi dalam menghadapi Perang Kemerdekaan I dan Perang Kemerdekaan II atau Agresi Belanda dan penumpasan PKI menjadikan Siliwangi menjadi satuan yang dewasa saat itu. Muso yang menjadi gembong utama dari pemberontakan Madiun tertembak mati di Desa Kanten/ Ponorogo dan mayatnya kemudian dibakar rakyat di alun-alun saking gemasnya. perlu tetap dilestarikan dan diimplementasikan pada periode mengisi kemerdekaan saat ini. dan selanjutnya dari waktu ke waktu dari masa sampai terwujudnya cita-cita Proklamasi dan tujuan Nasional Bangsa Indonesia. dilaksanakan oleh Divisi Siliwangi khususnya dan umumnya oleh Masyarakat Jawa Barat pada setiap periode perjuangan. Mr. MENYELESAIKAN OPERASI DI/TII DI JAWA BARAT . Pada permulaan Desember 1948. Batalyon-batalyon Sunarjadi dan Sabarudin memasuki kota.pasukan-pasukan Siliwangi menduduki kota Madiun. Amir Syarifuddin b. Semoga bermanfaat. Diantara mereka itu terdapat antara lain : a. sewaktu gembong-gembong berontak berusaha untuk menggabungkan diri dengan kesatuan pemberontak yang berada di daerah Pati.l. Jiwa semangat Nilai Kejuangan ’45 yang telah terbukti keberhasilannya a. Demikianlah sekelumit peranan Siliwangi memberantas Pemberontakan PKI tahun 1948 di Madiun. Dalam suatu pertempuran. Siliwangi hidup dan dibesarkan dalam kancah peperangan melawan Imprialis Belanda demi menegakan Kemerdekaan dan NKRI. sehingga taktik ofensief kita beralih ke taktik pembersihan dan pengejaran. Suripno c. Pertahanan-pertahanan kaum pemberontak dimana-mana hancur berantakan. Haryono dari SOBSI d. aman dan sejahtera berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah NKRI. Melalui perjalanan Hijrah dan Long March Siliwangi tersirat nilai-nilai kejuangan yang perlu dilestarikan bagi kehidupan generasi berikut.

Sejak saat itulah banyak rakyat yang mengungsi ke kota-kota yang kemudian menetap di kota-kota dengan sebutan urbanisasi. Pada tanggal 19 Desember 1948 Belanda dengan aksi militernya yang ke-II menyerang Ibukota Republik Indonesia merupakan “angin baik” bagi Kartosuwiryo. Adapun gerakan gerombolan yang paling besar dan paling lama mengganggu kemerdekaan di Jawa Barat.PENGANTAR Perjuangan merebut Kemerdekaan Indonesia adalah sangat mahal Pengorbanan paling besar bagi manusia pejuang adalah pengorbanan jiwa sebagaimana dapat dibuktikan dari tersebarnya makam pahlawan dan makam rakyat pejuang kemerdekaan di Jawa Barat. Dengan pimpinan SM. menamakan dirinya DI/TII (Darul Islam dengan Tentara Islam Indonesianya) yang mencita-citakan berdirinya Negara Islam Indonesia. Kartosuwiryo ditangkap pada tanggal 4 Juni 1962. Wakil Presiden dan beberapa Menteri. mengadakan pengacauan seperti sabotase terutama dengan sasaran kereta-api serta melakukan penggarongan dan pemungutan “pajak” dengan kekerasan sehingga menimbulkan kegelisahan rakyat banyak. SM Kartosuwiryo beranggapan bahwa dengan ditawannya Presiden. Proklamasi DI/TII terjadi pada 7 Agustus 1949 dan SM. DI/TII memanfaatkan keadaan untuk mengembangkan organisasi dan melebarkan kekuasaannya. Lebih-lebih setelah jatuhnya Ibukota Republik Indonesia ke tangan Belanda dan ditawannya Presiden. Sewaktu TNI hijrah ke Jawa Tengah. . Wakil Presiden dan beberapa Menterinya. Dalam keadaan vacuum pemerintahan SM Kartosuwiryo berpendapat Negara Islam Indonesia dapat menggantikan Republik Indonesia. DI/TII selama + 13 tahun berjuang mengembangkan organisasinya. Kartosuwiryo. Negara Kesatuan Republik Indonesia sudah lenyap/hapus dan dengan demikian keadaan kembali ke keadaan sebelum Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Secara garis besar pembahasan selanjutnya akan diuraikan : I. Jawa Tengah pada tanggal 7 Februari 1905.Untuk kepentingan Negara Islam Indonesia SM Kartosuwiryo melakukan hubungan dengan surat menyurat maupun melalui pertempuran dengan APRA secara optimal. adalah sepantasnya DI/TII ditumpas. ia kembali keluar dan kemudian menjadi guru swasta di Bojonegoro. Mengenai sifat ambisius SM Kartosuwiryo di bidang kepemimpinan konon pada tahun 1947 SM Kartosuwiryo pernah ditawan oleh Pemerintah jabtan Menteri Muda Pertahanan. Penumpasan DI/TII. Akan tetapi karena tidak merasa senang. MENGENAL SUKARMADJI MARIJAN KARTOSUWIRYO SM Kartosuwiryo dilahirkan di desa Sulung. Usaha DI/TII mendirkan Negara Islam Indonesia IV. Perlu dikemukakan bahwa SM Kartosuwiryo sejak duduk di tingkat I di NIAS. Kegiatannya lebih meningkat setelah ia mendapat bimbingan dari tokoh PSII H. namun ia menolaknya. telah aktif di bidang politik. SM Kartosuwiryo bekerja di BPM di Cepu. Dengan memanfaatkan sifat-sifat yang dimilikinya SM Kartosuwiryo berkesempatan pula menduduki jabatan Komisaris Masyumi Jawa Barat dan dengan demikian terbuka kesempatan yang lebih baik untuk menguasai organisasi Hisbullah dan Sabilillah dalam rangka merealisasikan cita-citanya mendirikan Negara Islam Indonesia. yang berkedudukan di Yogyakarta. Mengenal Sukarmadji Marijan Kartosuwiryo II. Akan tetapi karena SM Kartosuwiryo diketahui aktif melakukan kegiatan dibidang politik ia dikeluarkan dari NIAS. Setelah dikeluarkan pada tahun 1927. Mengingat yang tersebut diatas. walaupun perilaku itu bertentangan dengan Maklumat NII Nomor 7. Selain aktif di bidang politik. kemudian meneruskan pendidikannya ke Nederlandsch Indische Artsen School (NIAS) di Surabaya. karena SM Kartosuwiryo jelas-jelas mencita-citakan berdirinya Negara Islam Indonesia untuk menggantikan Negara Republik Indonesia. Umar Said. Ayahnya bernama Kartosuwiryo yang bekerja sebagai Mantri Kehutanan dan meninggal pada tahun 1925. Di dalam pertemuan-pertemuan KNIP SM Kartosuwiryo terkenal sebagai orang yang menurut istilah sekarang “Vokal” dengan memiliki sikap yang teguh di dalam mempertahankan pendidriannya. Kabupaten Rembang. yang di dalamnya menjelaskan bahwa kompromi/kerja sama dengan APRA/Belanda dengan kaki tangannya diharamkan. Pendidikan SM Kartosuwiryo mulai dari Sekolah Dasar (Tweede Inlandsche School) dan kemudian pindah meneruskan ke : Hollandse Inlandsche School (HIS) Europeesce Lagere School (ELS) Hogere Burger School (HBS) Setelah lulus dari HBS. SM Kartosuwiryo juga menjabat sebagai anggota Komite Nasional Indonesia Pusat. . III. Hal-hal yang mempengaruhi. Karena kemampuannya itu SM Kartosuwiryo kemudian di percaya untuk menduduki jabatan Sekretaris Pribadinya. I.

Pada tanggal 21 Juli 1947/Perang Kemerdekaan I. HAL-HAL YANG MEMPENGARUHI. yang akhirnya mengarah kepada terlaksananya KMB. Mook yang diproklamirkan secara sefihak pada tanggal 29 Agustus 1947 . Inggris pada tanggal 31 Maret 1947 2. Pasal 1 berbunyi : Pemerintah Belanda mengakui kenyataan kekuasaan de facto Pemerintah RI atas Jawa. Yaman pada tanggal 3 Mei 1948 10. negara-negara lain mengikutinya sebagai berikut : 1. Saudi Arabia pada tanggal 24 Nopember 1947 9. 4. yang merupakan Cycle/lingkaran sebagai berikut : 1. Agresi Belanda yang dimulai pada tanggal 21 Juli 1947 terhadap RI merupakan tindakan yang menimbulkan reaksi dari luar negeri. 3. Madura dan Sumatera. Timbul reaksi khalayak dunia dan wakil Amerika Serikat di dalam UNCI Cochran berhasil mempertemukan kedua belah pihak menyetujui persetujuan Rum-Royen. Afganistan pada tanggal 23 September 1947 7. Uraian tentang hal-hal yang mempengaruhi akan dikaitkan dengan Perang Kemerdekaan I dan Perang Kemerdekaan II. 2. Muncul kembali ketidak puasan Belanda di forum perundingan dan menyerang RI dengan yang dikenal dengan nama Aksi Militer Belanda ke-II pada tanggal 19 Desember 1948. Kesimpulan Pengakuan de facto Belanda kepada RI merupakan hal/pengaruh yang positif bagi RI. Daerah-daerah yang diduduki oleh tentara Sekutu atau Belanda secara berangsur-angsur dan dengan bekerja sama kedua fihak akan dimasukan kedalam daerah RI. Setelah Belanda mengakui de facto Pemerintah RI atas Jawa. Amerika Serikat pada tanggal 17 April 1947 3. Negara negara tersebut kemudian membuka perwakilan konseler). Suriah pada tanggal 2 Juli 1947 6. Garis Demarkasi V. Burma pada tanggal 23 Nopember 1947 8. yang memuat 17 Pasal. Libanon pada tanggal 29 Juni 1947 5. Alasannya karena di dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia ditempuh melalui diplomasi dan bertempur. Mesir pada tanggal 11 Juni 1947 4. Belanda menyerang RI dengan yang dikenal bernama Aksi Militer ke-I. Timbulnya reaksi khalayak dunia dan Dewan Keamanan PBB mendorong RI dan Belanda kembali ke meja perundingan.II. Adapun “Hal-hal yang mempengaruhi” kepada keadaan yang nyata sebagai berikut : Dari persetujuan Linggarjati. Rusia pada tanggal 26 Mei 1948 India dan Pakistan termasuk pula negara-negara pertama yang mengakui RI (pada waktu itu kedua negara itu belum secara resmi menerima kedaulatan dari Inggris. 5. Madura dan Sumatera. Munculnya diplomasi yang memuaskan pihak Belanda.

Mook. Kartosuwiryo dengan jabatan Panglima Divisi Tentara Islam Indonesia. III. Mook merugikan RI. USAHA DI/TII MENDIRIKAN NEGARA ISLAM INDONESIA. Mook menguntungkan DI/TII Demikianlah 2 “hal-hal yang mempengaruhi” yang penting bagi RI dan bagi DI/TII. Seperti telah diuraikan diatas tentang “Mengenal Sukarmadji Marijan Kartosuwiryo”. Didaerah kantong-kantong sejumlah kira-kira 4. Garis Demarkasi V.000 orang Anggota TNI. bahwa pada tanggal 21 September 1953 Daud Beureuh mengeluarkan Maklumat yang isinya menyatakan Aceh merupakan Negara Bagian dari NII di bawah pimpinan Imam SM. Kartosuwiryo dengan DI/TII-nya merasa diuntungkan dengan diterapkannya Garis Demarkasi-nya V. karena harus menghijrahkan + 35. + 10 hari sebelum gerakan APRA ke kota Bandung telah mengadakan perundingan dengan Kapten . Garis Demarkasi V. Dengan keluarnya Garis Demarkasi V. Petunjuk tentang berwibawanya SM Kartosuwiryo dapat dibuktikan dari kenyataan. Ia berkesempatan memperluas kekuasaannya dan meninggalkan hubungannya dengan APRA. Kartosuwiryo dan kader DI/TII-nya bernama R. Kartosuwiryo. SM. RI harus meninggalkan daerah yang sangat produktif seluas + 2/3 daerah pulau Jawa dan dengan hijrahnya TNI dengan keluarnya menjadikan Jawa Tengah daerah yang padat.000 orang anggota pasukan Hisbullah tidak mau hijrah. bahwa ia adalah orang yang pintar dan memiliki watak yang keras di dalam mempertahankan pendiriannya dan dengan demikian ia cukup berwibawa. SM. Demikian pula pada tahun 1952 Kahar Muzakar pimpinan DI/TII di Sulawesi Selatan adalah merupakan bagian dari NII dibawah pimpinan Imam SM. Mook.sangat merugikan RI. Oni.

menyatakan bahwa Van Kleef (menjadi anggota DI/TII) pernah mengirimkan surat kepada Komisaris Tinggi Belanda di Jakarta dan kepada Kapten Westerling. Untuk mengetahui gerakan APRA menyerang kota Bandung.Tobing dan 2 orang pengawalnya. Kartosuwiryo telah menerima bantuan-bantuan dari fihak asing berupa senjata api.Westerling bertempat di hotel Preanger. Mereka tidak menghiraukan korban rakyat yang meninggal ataupun yang luka-luka. Divisi I/Sunan Rakhmat dengan Panglimanya R.L.928 1. Pokoknya yang penting bagi mereka mendapat “gonimah” yang banyak berupa uang. Setibanya di Jawa Barat rombongan Brigade XII menuju Priangan Timur yakni .L. penyergapan dllnya Mayor S. Kartosuwiryo.L. Dalam perjalanan Brigade XII berLongmarch kembali ke Jawa Barat. perhiasan dan yang lain-lainnya untuk kepentingan logistik. karena sesuatu hal rombongan terpisah dari pada Stafnya. peluru.129 2. di sampaikan 2 contoh keganasannya sebagai berikut : a. Kartosuwiryo mengirim beberapa peninjau ke kota Bandung. Komandan Brigade XII Mayor S. Oni dibebani tugas bertanggung-jawab atas Jawa Barat. makanan dan barang-barang lain untuk keperluan pemberontak antara lain pada bulan Maret dan April 1951 didekat Garut telah di drop makanan dan obat-obatan sejumlah 70 peti. Tobing ketika itu adalah perwira khusus. Tobing selama di dalam perjalanan dikawal oleh Batalyon Batalyon II/Kalhitam dan Batalyon IV. Kartosuwiryo tidak berhenti sampai hanya disitu saja di dalam usaha mendapat bantuan orang asing. Organisasi TII (Tentara Islam Indonesia) nampaknya mirip dengan organisasi TNI berbentuk Batalyon Resimen dan Divisi. Seorang gerombolan bernama Haris bin Suhaemi yang pernah menyerah kepada CPM di Bogor pada tanggal 12 Maret 1953 sewaktu menjadi saksi dalam perkara Schmidt. Cerita tentang pembunuhan ata Mayor S. SM. menunjukan bahwa fihak gerombolan SM. yang sedang ber-Longmarch kembali menuju kantong-kantong tempat bergerilya di Jawa Barat sebelum hijrah. Usaha SM. Adapun mengenai kekuatan personil dan senjata untuk sekedar diketahui dapat dikemukakan sebagai berikut : Waktu Personil Senjata Ringan Senjata Otomatis Februari 1956 2. Dalam tuduhannya Jaksa Tinggi Sunaryo terhadap salah seorang tokoh gerakan Subversi di Jawa Barat bernama Leon Nicolaas Hubert Jungschlager. yang diperbantukan kepada Brigade XII pimpinan Kusno Utomo. Peristiwa ini merupakan kejadian dari sekian gangguan dari DI/TII/SMK seperti peracunan.183 118 Tahun 1957 13. Sehelai foto sabotase penggulingan kereta-api yang kejam oleh DI/TII/SMK.700 220 Sedangkan korban jiwa dan harta benda serta banyaknya pengungsi pada tahun yang sama dengan statistik personil dan senjata di atas adalah sebagai berikut : Untuk melengkapi ke-2 statistik tersebut di atas mengenai kekuatan personil dan persenjataan serta perbuatan kriminal gerombolan DI/TII SM. b. bahan pakaian.

Di tempat ini rombongan diterima dengan ramah tamah oleh pemuda-pemudanya.L. Setelah beberapa waktu lewat dan hari sudah mulai terang. Tobing dan pengawalnya tidak dapat ditemukan. Kemudian menyelamatkan diri melalui pintu rumah bagian belakang. Begitu mendengar teriakan : “Belanda.L.Tobing yang disatu-lubangkan dengan pengawalnya bernama Iskandar dan Udjang. . Ketika rombongan Komandan Brigade XII tiba di kampung Cidugaleun dan beristirahat di tempat itu Adah Djaelani (Dan Resimen DI/TII/SMK) datang menghadap Dan Brigade XII. Ketika malamnya digali untuk dipindahkan ke Bandung. Namun ternyata sepasukan DI/TII/SMK datang juga di kampung Cigalugur dan sekitar jam 03. Letnan Lukito dkk. Baru pada akhir tahun 1950. Letnan Marcel dan kawan-kawan berusaha untuk mencari para pimpinannya.L. pembicaraan dibuka oleh Adah Djaelani mengajak agar TNI bergabung dengan DI/TII/SMK. Rombongan Adah Djaelani meninggalkan tempat pertempuran dan beberapa waktu kemudian rombongan Brigade XII pun meninggalkan tempat itu menuju Singaparna Selatan dan menyebrang jalan raya Singaparna-Garut menuju tempat Cigalugur. Waktu berjalan terus dan semenjak rombongan sudah tiba didaerah “Wehrkreisenya” di Cianjur pencarian informasi atas Mator S.Tobing yaitu Kapten I. Pembicaraan dilanjutkan akan tetapi tidak membawa hasil. karena merupakan daerah bergerilyanya sebelum TNI hijrah ke Jawa Tengah. bahkan turut membantu pengamanan rombongan. Belanda” dengan ramainya membelah keheningan pagi dan kemudian terjadi pergulatan di setiap rumah yang ditempati rombongan Brigade XII. Marcel. ternyata ketiga kerangkanya sudah tidak lagi memiliki kepala. Suripto. Pada malam itu Mayor S. Belanda” Letnan Marcel dan kawan-kawan sempat mematikan lampu cempor yang ada. Tentu saja ajakan serupa itu ditolak oleh Dan Brigade XII dan sebaliknya justru Dan Brigade XII menyodorkan pendapat agar DI/TII/SMK menggabung dengan TNI. mantan Komandan bawahan Mayor S.L. Tobing sangat mengenalnya daerah itu. Untuk singkatnya. Tobing menginap di sebuah rumah bersama-sama dengan Letnan Moch. Lily Sumantri dan Bai serta 2 orang pengawal. Tetapi ternyata Priangan Timur keadaannya sudah jauh berubah dan sudah menjadi daerah basis dari pada DI/TII/SMK. Belanda. mendapat informasi yang positif tentang letak kuburan dari pada S.00 terdengarlah teriakan-teriakan : “Belanda.S. Diketemukan Dan Brigade dan beberapa anggota rombongan mengalami luka-luka akan tetapi Mayor S.L. Belanda. tempat dimana Mayor L.Tobing terus diusahakan.Singaparna.

Fihak DI-TII/ SMK agaknya telah mengatur suatu strategi tertentu dengan masuknya kembali pasukan-pasukan Siliwangi. M.35 oleh Kompi C Yon 328/ Kujang II di daerah Gunung Geber di Priangan Tengah. mereka menganggap bahwa pasukan gerilya yang berasal dari badan-badan perjuangan dan tidak turut hijrah itu. Tidak sedikit yang terjebak dan disembelih. Pertempuran pertama kali antara pasukan Siliwangi (Batalyon M. bahkan ada pasukan yang diracun. setelah mengalami pahit-getirnya perjalanan yang bersejarah itu (Long March) setibanya di perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah. Ternyata disamping menghadapi serdadu-serdadu Belanda. yang tidak sedikit telah dikirim oleh Divisi Siliwangi ke daerah Jawa Barat untuk membantu badan-badan perjuangan itu dalam menghadapi tentara Belanda. terdapat surat-surat selebaran berupa ajakan agar TNI yang tergabung dalam Divisi Siliwangi menggabungkan diri dengan Tentara . setelah mereka diundang makan bersama-sama dalam suatu peralatan. Rivai) dengan fihak DI-TII/ SMK terjadi tanggal 25 Januari 1949 di Antralina. Putra-putri Siliwangi harus menghadapi gerombolan DI-TII/ SMK yang ternyata dalam tindakan-tindakan serta kekejamannya jauh dari sifat-sifat perikemanusiaan. Akan tetapi dugaan itu meleset sama sekali. PENUMPASAN DI/TII dengan NII-nya Pertempuran di Antralina tanggal 25 Januari 1949 Ketika pasukan-pasukan Siliwangi kembali lagi ke Jawa Barat. karena begitu kesatuan-kesatuan Siliwangi masuk diperbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah. Sinyalemen itu memang merupakan suatu pengalaman pahit yang harus ditelan oleh Siliwangi. Dengan demikian diharapkan pula bahwa mereka akan menerima kesatuankesatuan Siliwangi dengan tangan dan hati terbuka pula. Jalannya pertempuran di Antralina secara singkat dipaparkan sebagai berikut : Ketika Pasukan Siliwangi akan memasuki Wilayah Jawa Barat. sebagai teman-teman seperjuangan dan ini terbukti dengan bahan-bahan perbekalan serta alat-alat perlengkapan perang seperti mesiu dan lain-lain.IV. Pertempuran inilah yang membuka adu tenaga antara Divisi Siliwangi yang kemudian dibantu oleh pelbagai satuan TNI-AD melawan Gerombolan DI-TII/ SMK yang berlangsung selama 13 tahun lamanya hingga tertangkapnya S. Kartosuwiryo tanggal 4 Juni 1962 pukul 11. mereka dengan keji dihadang gerombolan DI-TII/ SMK secara tidak diduga sama sekali.

yang dibantu oleh Rakyat Jawa Barat dengan sebutan Pagar Betis akhirnya Gembong DI/TII dan NII Sekarmaji Marijan Kartosowiryo dapat dilumpuhkan di Komplek gunung Geber Priangan Tengah setelah melanglang selama 13 tahun ditangkap tanggal 4 Juni 1962 oleh Kompi C Yon 328. Tapi dalam RO. .Kalau anda tidak mengetahui tentang kekuatan dan kelemahan sendiri. Sementara itu penelitian terhadap anti gerilya berjalan terus dan diantaranya keluarlah Rencana Pokok 211 (RP. diuraikan tentang Rencana Pokok (RP) dan Rencana Operasi (RO)-nya sebagai berikut : Tahun 1958 merupakan tahun kebangkitan pemikiran bagi Kodam III/Siliwangi ke arah pemulihan keamanan di Jawa Barat yang lebih effisien dan effektif. INF Ibrahim Adjie. 2121 jangka waktu itu hanya sampai dengan tahun 1962. Namun di dalam rangka penumpasan gerombolan DI/TII.Islam Indonesia.2121) yang merupakan percepatan dari RO.Kalau anda mengetahui tentang kekuatan dan kelemahan sendiri tetapi tidak mengetahui tentang kekuatan dan kelemahan lawan untuk tiap kemenangan yang anda raih. Dan dalam keadaan yang serba kekurangan itulah mereka. . pemindahan penduduk. Dalam rangka Operasi Brata Yudha dibawah Komando Pangdam VI/SILIWANGI Kol. TNI sudah biasa didalam menghadapi pertempuran harus mengenal kekuatan dan kelemahannya sendiri maupun mengenal kekuatan dan kelemahan lawan. anda tidak usah takut menghadapi ratusan pertempuran. kemudian mengadakan penyergapan-penyergapan secara serentak terhadap kesatuan-kesatuan Siliwangi. maupun tentang kekuatan dan kelemahan lawan. yang menjelaskan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam pembelaan Negara. bahwa pemulihan keamanan untuk Wilayah Jawa Barat akan diselesaikan dalam jangka waktu itu hanya sampai akhir tahun 1965. peniadaan makanan dan lain-lainnya. pasal 30 ayat 1. maka sesuai dengan rencana mereka. penghancuran Divisi Siliwangi secara tidak langsung dilakukan dengan melalui peracunan makanan. Kemudian pada bulan Februari 1961 dikeluarkan Rencana Operasi 2121 (RO. Maka keluarlah Rencana Operasi 212 pada tanggal 1 Desember 1959. 212 berisi kebijaksanaan. Lahirnya konsep Perang Wilayah (sudah disyahkan dengan Ketetapan MPRS No. Akan tetapi kalau anda mengetahui tentang kekuatan dan kelemahan sendiri.211) yang isinya : “Membatasi bergerak dari lawan”. Ungkapan mengenai hal tersebut diatas selengkapnya berbunyi : . Karena ajakan dan bujukan itu tidak membawa hasil yang mereka harapkan. sedangkan sementara itu perembesan pasukan-pasukan Siliwangi ke Jawa Barat sudah ditutup atau dihalang-halangi oleh dan penempatan pasukan DI-TII/ SMK. Dengan demikian selesailah petualangan SMK. II/MPRS/1960) merupakan manifestasi dari Undang-undang Dasar 1945. Menyesuaikan dengan mobilitas DI/TII. anda akan lumpuh/kalah pada setiap pertempuran. maupun tentang kekuatan dan kelemahan lawan. bakal mengalami kekalahan juga.

Daerah Operasi B (DO-B) ialah satu daerah yang sudah dapat dikuasai. Mengenai Pagar Betis. dengan penjelasan sebagai berikut : Pada perang gerilya dan perang anti gerilya. Kodam VI/Siliwangi mampu merebut simpatik rakyat dari tangan DI/ TII/ SMK yang melakukan perang gerilya. b. membantu keamana. Adapun di dalam mengikutsertakan rakyat ke dalam pagar-betis sudah diatur sedemikian rupa penempatannya. yang merupakan produk hasil kreativitas Kodam VI/ Siliwangi. Daerah Operasi C (DO-C) ialah suatu daerah yang masih dikuasai sepenuhnya oleh DI/TII.Sesuai dengan rencana tersebut diatas. Daerah Operasi A (DO-A) ialah satu daerah yang sudah dicapai normalisasi keadaan. sebab rakyat dapat dimanfaatkan/ didaya-gunakan untuk kepentingan logistik. mencari informasi dan lain-lainnya. dapat menimbulkan beban psychologis yang lebih berat bagi DI/TII/SMK. tetapi masih ada gangguan gerilya gerombolan. faktor rakyat merupakan hal yang sangat penting. daerah-daerah dibagi menjadi : a. Operasi selanjutnya ditujukan untuk DO-C dapat menjadi DO-B dan akhirnya jadi DO-A dan DO-C dijadikan sebagai killing ground. yaitu di tempat-tempat yang mudah dibantu . Dengan direbut rakyatnya saja menimbulkan faktor psychologis yang negatif bagi gerombolan DI/TII/SMK. sedangkan untuk menutup celah-celah dimana kemungkinan lolosnya gerombolan ditempatkan pasukan Pagar Betis. c. Apalagi rakyat yang direbut itu dapat diikutsertakan di dalam pembelaan negara.

keluar dari persembunyiannya mendekati Komandan Kompi C. disertai dengan teriakan-teriakan. tanpa memberi kesempatan kepada musuh untuk melakukan perlawanan. Mengenai effisiensi dan effektivitasnya menerapkan pagar-betis terletak pada tingkat sasaran. Kartosuwiryo. Dengan cepat Komandan Kompi Letda Suhanda memerintahkan anggotanya melepaskan tembakan serbuan ke arah gerombolan.oleh pasukan pengaman yang sudah ditentukan. Tidak lama kemudian muncullah seorang anggota DI/TII sambil mengangkat tangan. sejalan dengan Rencana Operasi 2121 (merencanakan berakhirnya operasi pada akhir . Namun pada saat itu seorang anggota DI/TII yang memegang senjata Owengun mencoba untuk melawan. Tertangkapnya SM. di dalamnya terdapat orang yang sakit payah. Dari jarak + 50 meter dari kedudukan lawan. permintaan itu dikabulkan. Demikianlah dengan tertangkapnya SM. melaksanakan tugasnya dan terkumpullah sebanyak 16 pucuk senjata berbagai jenis. Ternyata orang yang baru muncul itu adalah Mayor TII Aceng Kurnia alias A. Selanjutnya Dan Kompi C Letda Suhanda menuju gubug Aceng Kurnia. Tiba-tiba pengintai Peleton II melihat dari jarak + 50 M gubug-gubug gerombolan. Dalam waktu singkat pasukan Kujang kita sudah ada di dalam kedudukan musuh. berupa besar/kecilnya kekuatan musuh dan/atau tinggi rendahnya kepangkatan musuh. terdiri dari 2 pucuk bren. yang ternyata ia adalah SM. dan 1 pucuk Steyer. Setelah dia sendiri melihat gubuggubug dari gerombolan DI/TII ia memerintahkan kepada kesatuannya agar maju dengan merunduk. Kartosuwiryo. 2 pucuk Mauser. 4 pucuk L. tiba-tiba kelihatan pengintai lawan melarikan diri dan diikuti oleh beberapa temannya. Aceng Kurnia seterusnya diperintahkan oleh Letda Suhanda untuk membuat seruan. Kartosuwiryo yang telah memimpin pemberontakan DI/TII selama kurang lebih 13 tahun. 2 pucuk jungle. 2 pucuk sten. Adapun anggota DI/TII yang dikumpulkan berjumlah 23 orang. dimulai dengan satu pengejaran atas gerombolan yang mengarah ke G. Seketika itupula ia ditembak mati oleh salah seorang anggota Pleton II. Aceng Kurnia kemudian meminta kepada Komandan Kompi agar menghentikan teriakan-teriakan pasukannya. Tiga orang yang mendapat perintah dari Aceng Kurnia untuk mengumpulkan senjata secara cepat. Peristiwa itu segera dilaporkan kepada Komandan Kompi C Letda Suhanda. Mujahid Komandan Pasukan Pengawal SM. agar seluruh anggota DI/TII menyerah. 2 pucuk pistol. Aceng Kurnia kemudian diperintahkan oleh Komandan Kompi Letda Suhanda agar seluruh anggota yang dipimpinnya meletakkan senjata dan berkumpul di tempat yang ditentukan. Jawa Barat berangsur-angsur menjadi aman.E. Kartosuwiryo pimpinan pemberontakan yang cukup lama mengganggu keamanan di Jawa Barat dan memakan korban puluhan ribu manusia. Geber. Dengan suara lantang Komandan Kompi Letda Suhanda berseru agar musuh keluar dari persembunyiannya dan agar menyerahkan diri dengan angkat tangan.

G.A. : R. . PENUTUP Syukur Alhamdulillah. GERAKAN APRA DAN KEMERDEKAAN INDONESIA . Indonesia Abad ke-XX : Drs.If you know neither the enemy nor yourself you will succumb in every battle. sesuai dengan Rencana Operasi 2121 (RO.A. Sungguh benar ungkapan yang telah dikemukakan pada permulaan bahasan diatas yang dikemukakan di dalam bahasa Indonesia. Bandung Beeld van een Stad. sekali lagi mengemukakan ungkapan di dalam bahasa Inggris sebagai berikut : . Kartosuwiryo pimpinan NII/DII/TII sudah dapat ditangkap pada tanggal 4 Juni 1962. Dalam pada itu SM. you need not fear the result of a hundred battles. Penumpasan Pemberontakan DI/TII/SMK di Jawa Barat : Dinas Sejarah TNI Angkatan Darat 4. tetapi pemulihan keamanan/tertangkapnya SM. Kartosuwiryo terjadi pada 4 Juni 1962). Siliwangi dari Masa ke Masa : Sejarah Militer Kodam VI/Siliwangi 2. Menutup tulisan ini. yaitu sampai akhir tahun 1965. PERPUSTAKAAN 1.If you know yourself but not the enemy for every victory you gained you will also suffer a defeat.tahun 1965. M. 3.G.P.A. 2121) pemulihan keamanan di Jawa Barat akan diselesaikan dalam waktu 5 tahun. Moedjanto. bahwa menurut rencana. voskuil E. .But if you know the enemy and know yourself.

sesuai dengan pengalaman proses jalannya sejarah. Ternyata kemudian. Secara garis besar pembahasan selanjutnya akan meliputi butir-butir : I. Korban 40. Raja Belanda Wilhelmina yang sedang mengungsi di Inggris menyampaikan pidato politik kenegaraan. III. Uraian selanjutnya mengenai tulisan ini akan lebih ditekankan kepada peranan Kapten Westerling. 7 bulan untuk kembali ke RI. Mengenal Kapten Westerling . sebab Belanda selain telah menjajah Indonesia selama 350 tahun dan pernah negaranya diduduki oleh Jerman pada perang dunia ke-II selama kurang lebih 5 tahun. Hal ini dibuktikan dari kenyataan terjadinya perang kemerdekaan Indonesia yang cukup lama. II. kaitannya dengan kemerdekaan Indonesia. adalah tidak mudah dan diperlukan perjuangan yang ulet. bahwa pada tanggal 6 Desember 1942 kurang lebih 9 bulan setelah Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang pada perang dunia ke-II. Adanya hasrat Belanda untuk melanjutkan penjajahan adalah sangat ironis. pernah pula mengalami perang kemerdekaan yang sangat panjang. yaitu selama 80 tahun untuk melepaskan diri dari pada penguasaan negara Spanyol. Serangan APRA ke Kota Bandung dan Jakarta.000 orang pejuang kemerdekaan Sulawesi Selatan.± IV. Selain itu perlu diketahui. Mengenal Kapten Westerling. Di dalam sejarah nasional Belanda. yang diantaranya berisi janji akan meninjau kembali hubungan Belanda dan koloni-koloninya. peristiwa tersebut dikenal dengan nama “De tachtigjarige oorlog”. bahwa janji Belanda tersebut di atas merupakan janji bohong belaka. RIS produk KMB hanya berusia I. yaitu dari 17 Agustus 1945 sampai dengan tanggal 27 Desember 1949 dibulatkan menjadi 5 tahun.PENGANTAR Untuk mencapai Indonesia merdeka atau melepaskan diri dari cengkeraman penjajah Belanda.

Dengan demikian pada hari-hari libur. Dari Maguwo serangan dilanjutkan ke Yogya dengan tujuan menangkap Soekarno. tidak jarang Jendral Spoor minta kehadiran Kapten Westerling. dimana Westerling diberi tugas untuk menyiapkan rencana operasi dan turut melaksanakan serangan vertical ke lapangan terbang Maguwo. Di dalam melanjutkan tugasnya Westerling menjadi kepercayaan yang baik dari Jendral S. Spoor Panglima Tentara Hindia Belanda. Pada pertengahan Maret 1945 kelompok Westerling kena sasaran senjata terbaru Jerman ketika itu bernama V. H. Pembicaraan yang dilakukan adalah membahas ide dari Westerling untuk mendirikan pasukan pengamanan desa. sabotase dan bahan peledak dllnya. Spoor yang pada tanggal 7 Maret 1942 sempat meloloskan diri dari serbuan tentara Jepang dengan kapal terbang Glenn Martin terakhir dari lapangan terbang Andir ke Australia. perkelahian tanpa senjata. silent killing. terjadi pada sekitar bulan Maret 1949 setelah Bung Karno cs dikembalikan dari tempat penahanannya sebagai pelaksana salah satu butir dari Resolusi Dewan Keamanan tanggal 28 Januari 1949. Westerling bertugas sebagai pimpinan kelompok perang rahasia. Westerling tertarik oleh kehidupan militer. Meningkat kehidupan menjadi pemuda. Contoh pertama. Pertama-tama ia masuk pendidikan dasar militer di Kanada dan kemudian mengikuti berbagai pendidikan di Inggris seperti latihan Komando : penerjunan. Karena pernah mengikuti pendidikan militer yang baik. Westerling mendapat kehormatan menjadi pengawal pribadi dari pada Admiral Lord Mountbatten dan atas permintaan Churchill pada tahun 1940.Pada tanggal 31 Agustus 1919 lahirlah di Turki bayi laki-laki dari seorang bapak pengusaha antik bangsa Belanda dan dari seorang ibu beretnis Griek. yaitu buntunya perundingan dengan Soekarno dan diperkirakan perlunya dilancarkan Aksi Polisionil ke-II. H. Spoor Panglima Tentara Hindia Belanda. Sedemikian rupa sehingga di dalam menghadapi permasalahan yang penting. I (Vergeltung I = Perusak I) dan Westerling mengalami luka-luka. Setelah sembuh Kapten Westerling dengan penuh semangat meneruskan tugasnya. bersamaan dengan terbitnya matahari Westerling menggendong ransel berisi bekal makanan dan menyandang senjatanya masuk hutan untuk berburu. . H. Jendral S. Dengan alasan yang dapat diterima oleh Jendral Spoor. yang sudah menjadi tugas dari Westerling dijanjikan akan diserahkan pada waktunya. Westerling menyatakan tidak bersedia untuk turut di dalam melaksanakan operasinya sedangkan mengenai rencana operasi. dalam rangka jarak jauhnya menyusun tentara bagi negara RIS. gerakan malam. pertempuran di hutan. yang dibicarakan di atas adalah Kapten S. Jendral Spoor minta kehadiran Westerling. Contoh kedua. yang kemudian dikenal dengan nama Raymond Westerling. Materi pembicaraan adalah tentang situasi yang dihadapi. konon pada akhir Oktober 1948. 8 tahun Westerling telah mendapat kesempatan dari± Sudah semenjak usia ayahnya memiliki “mainan” berupa senjata berburu.

membangkitkan semangat bangsa Indonesia di seluruh Tanah Air untuk mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan. Adapun mengenai angka 40. Dengan dilaksanakannya operasi pembersihan sebagaimana dikemukakan di atas.000 orang korban keganasan Westerling adalah bukan datang dari pihak Indonesia akan tetapi hasil dari proses pertemuan komisi PBB (United Nation Commission Indonesia) di Lake Succes dalam suasana bangsa-bangsa baru saja mengakhiri perang dunia ke-II dan membenci segala bentuk kekerasan. Di Makasar Westerling melaporkan kepada komandan pasukan Belanda di bagian timur. hal ini dapat dijadikan alasan. Di lain pihak atas ide van Mook. umpamanya ditangkap 30 orang pejuang dan 22 orang diantaranya tercantum namanya di dalam daftar “terroris”. terutama mengenai perlu dilakukannya hukuman luar biasa terhadap terroris di daerah pertempuran. Belanda berfikir bahwa di luar Jawa keadaan “terroris” tidak sekuat di Jawa. Korban 40. di Sulawesi Selatan yang ada di Jawa. banyak yang diselundupkan ke Sulawesi Selatan. bahwa Belanda memiliki potensi untuk mengamankan dan menertibkan Jawa. Apabila berhasil. diantaranya Mayor Andi Matalata dan Mayor Saleh Lahade. Di dalam operasi pembersihan yang biasanya dilakukan pada malam hari. Pilihan untuk memulihkan keamanan di Sulawesi Selatan jatuh pada diri Westeling. . Sebagaimana dilakukan di Jawa.II. Westerling dengan pasukan khususnya berangkat ke Makasar. Oleh karenanya di Sulawesi. maka yang 22 orang itu langsung ditembak mati dan sisanya yang 8 orang diperiksa oleh sekelompok “Dewan Rakyat” bikinan Westerling. dapat dimengerti tentang banyaknya korban yang dialami para pejuang kemerdekaan dari Sulawesi Selatan itu. yang mempunyai kekuasaan turut menentukan apakah yang 8 orang itu tergolong terroris atau tidak. khususnya di Sulawesi Selatan perlu diupayakan dapatnya ditegaskan “Rust en Orde”.000 orang Pejuang Kemerdekaan Sulawesi Selatan Diproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Demikianlah pada pertengahan Desember 1946. Apabila di dalam pelaksanaan operasinya. Westeling selalu melengkapi diri dengan daftar nama-nama “terroris”.

bahwa pada tanggal 22 Januari 1950. agar tentara Belanda dikonsinyir. Di bidang militer. Untuk mencapai tujuan tersebut. Sama-sama diketahui. Di Jakarta penyerahan kedaulatan . Negara Indonesia Timur (Desember1946). Negara Pasundan (Februari 1948). Perlu dikemukakan. sehingga dia sendiri merasa sebagai penjelmaan dari Ratu Adil. 2. Hatta. Negara Sumatera Timur (Februari 1948). Ke-6 negara bagian tersebut adalah : 1. 4. 6. bahwa terdapat tentara Belanda yang disersi sebelum perintah konsinyiring diterima oleh kesatuannya. berupa adanya semacam pergeseran tentara Belanda dan berkerumunnya rakyat yang menamakan dirinya rakyat Ratu Adil menyampaikan permintaan kepada pimpinan tentara Belanda. yang akan dapat dikendalikan oleh Belanda. di Den Haag dilakukan penyerahan kedaulatan dari Belanda ke RIS oleh PM. 5. maka Belanda melalui van Mook mendirikan 6 negara bagian dan 9 daerah berstatus otonomi. Oleh karena itu tentara yang sudah diinfiltrasikan dan keamanan desa yang dibentuk diberi embel-embel nama Ratu Adil. setelah pimpinan Divisi Siliwangi menerima berbagai laporan yang mencurigakan. Westerling telah berhasil menginfiltrasi KNIL dan KL dan untuk membantu kekuatan militer itu telah dibentuk keamanan desa yang terdiri dari rakyat. Drees kepada PM. Namun diketahui kemudian. Negara Madura (Januari 1948). Negara Jawa Timur (November 1948). Negara Sumatera Selatan (Desember 1948). 3.III. Serangan APRA ke Kota Bandung dan Jakarta Belanda berusaha keras untuk menguasai kembali Indonesia setidak-tidaknya dengan target dapat mendirikan negara RIS. bahwa tanggal 27 Desember 1949 hasil dari Konferensi Meja Bundar. Westerling sangat tertarik oleh ramalan Joyoboyo sedemikian rupa.

Asia-Afrika melalui Hotel Homann dan Hotel Prianger. adalah di dalam rangka tugas menyusun markas TNI sebagai akibat dari penyerahan kedaulatan kepada RIS. berkaitan dengan telah diserahkannya kedaulatan dari pihak Belanda ke pihak RIS dari kenyataan yang ada dapat dikemukakan sebagai berikut : Panglima Divisi Siliwangi nampaknya menyadari.J. Tujuan utama dari serangan itu adalah mendapatkan sebanyak mungkin senjata untuk melengkapi APRA yang akan menyerbu Jakarta. Lembong. Kurang lebih pukul 10. hal ini dapat dilihat dari 3 langkah kebijaksanaan pokok yang diambil oleh Kolonel Sadikin sbb : 1. kalau kita mengikuti sikap dan pendirian Westerling yang menganggap TNI dan rakyat pejuang kemerdekaan itu sebagai terroris yang harus dibunuh sikap dan pendirian mana sudah ditanamkan kepada anak buahnya.Lovink kepada Sultan Hamengkubowono ke-IX dan di Bandung dari Jendral Engles kepada Kolonel Sadikin dan mengambil tempat di halaman gedung yang kemudian dijadikan Markas Divisi IV/Siliwangi di Jalan Lembong (sekarang). Jl. 2.30 sudah sampai di batas Barat kota Bandung dan bunyi tembakantembakan sudah mulai kedengaran dan semakin lama suara tembakannya semakin keras kedengarannya. Rute yang ditempuh oleh APRA adalah kurang lebih sebagai berikut : Jl. Adapun keberadaannya anggota TNI di Kota Bandung. Divisi Siliwangi. Selanjutnya dari sini gerakan langsung menuju saasran utamanya. Jendral Sudirman. pada hari Senin tanggal 23 Januari 1950 APRA dengan kekuatan + 800 orang terdiri dari anggota KNIL dan KL menyerang kota Bandung. karena masuknya laporan yang mencurigakan berupa issue adanya gerakan dari pada APRA.disampaikan oleh perwakilan Belanda A. Pada tanggal 22 Januari 1950 diperintahkan kepada Kepala Staf untuk menghubungi Jendral Mayor Engles. Menyimak pejabat yang bertanggung jawab atas keamanan daerah. agar tentara Belanda dikonsinyir. yaitu Markas Divisi VI/Siliwangi di Jl. . bahwa dengan telah diserahkannya kedaulatan dari pihak Belanda ke pihak RIS cq. anggota TNI pada umumnya tidak bersenjata api dan hanya mempersenjatai diri dengan bayonet atau klewang. Memerintahkan melakukan penghadangan atas pasukan APRA. Dengan latar belakang sebagaimana dikemukakan di atas. Pasukan APRA sekitar pukul 08. Besarnya jumlah korban TNI sebanyak 79 orang dan 6 orang rakyat dapat dimengerti.00 Markas Divisi/Siliwangi dikuasai oleh APRA.H. Sesuai dengan perintah pimpinan.

yang sudah ada di Markas Divisi Belanda menolak untuk hadir pada pertemuan yang dihadiri unsur APRA. karena ingin mengkosentrasikan tenaga dan fikiran untuk menyerang kota Jakarta. Yang menjadi fikiran dan memusingkan bagi Westerling adalah karena senjata dan amunisi yang dibutuhkan masih harus direbut dari musuh dan komitmen dari “kroninya” Westerling terutama dari KNIL dan KL yang sudah berjanji akan . adalah tentang pertemuan tanggal 23 Januarai 1950 sekitar pukul 12. Pasukan APRA harus segera meninggalkan kota Bandung.3. sambil menunggu berita hasil operasi di Jakarta. Pertumpahan darah harus dihentikan. perwakilan negara Pasundan dan Van der Meulen perwira polisi Belanda yang memimpin serangan APRA ke kota Bandung. 2. Belanda dihadiri oleh Jendral Mayor Engles. Dengan tibanya bantuan pasukan tersebut. karena menurut rencananya APRA harus tetap menduduki kota Bandung. penghadangan yang dilakukan pada tanggal 24 Januari 1950 atas kesatuan APRA. yang sudah gagal.00 di Markas Divisi C. Eri Sudewo. Pimpinan tentara Belanda tidak akan membantu gerakan APRA 3. Kepala Staf Divisi Siliwangi Letnan Kolonel Dr. tiba di Bandung dengan angkutan udara pada tanggal 24 januari 1950 terdiri dari Batalyon Sikatan dari Jawa Timur pimpinan Kapten (?) Sobirin dan pasukan polisi. Kapten Westerling tidak memimpin sendiri penyerangan ke kota Bandung. Kejadian ini merupakan pukulan yang berat bagi APRA. Melalui pembicaraan yang cukup panas. yang dengan rombongannya sedang ada di Subang memerintahkan kepada Gubernur Sewaka untuk pergi ke Jakarta dan melaporkan tentang gerakan APRA serta meminta bantuan pasukan untuk menghalau gerombolan APRA keluar dari kota Bandung. Kolonel Sadikin. Yang juga menarik untuk diketahui. yang dipimpin oleh Komisaris Polisi Soecipto Yoedodihardjo. akhirnya diputuskan : 1. pembersihan atas gerombolan APRA ditingkatkan dan dengan demikian di dalam waktu yang relatif singkat keamanan di kota Bandung sudah dapat diatasi. menduduki kota Bandung dan gagal menyerang Jakarta adalah cukup berhasil. Kalau serangan APRA ke kota Bandung hampir tidak ada perlawanan sama sekali. Bantuan yang diminta oleh Panglima Divisi Siliwangi.

M.00. Melalui pertengkaran mulut yang serba cepat dan singkat. . ada dalam keadaan raut mukanya yang sangat pusing dan menjawab alasan atas tidak hadir di Markasnya Westerling dengan suara yang sangat berang mengatakan : “Yang penting sekarang bukan Komisaris Polisinya. Atas perbuatannya itu Sultan Hamid II pada bulan April 1953 dihukum dengan 10 tahun penjara. banyak yang bocor. Ali Budiardjo. Simatupang (Pejabat KSAP) . dikurangi dengan massa penahanan. mati sewaktu rumahnya dikepung TNI. Westerling sudah ada di tempat yang di tentukan. Sekonyong-konyong kepergok oleh seorang perwira. 2. sebuah truk yang mengangkut belasan senjata itu berhasil meloloskan diri dan melapor kepada Westerling. Syukur Alhamdulillah. bahwa kedaulatan RIS telah diserahkan pada tanggal 27 Desember 1949 di Deen Haag. yang mengetahui tentang adanya konsinyiring. IV. yang sudah lama menunggunya. bahkan untuk mengelabui pemeriksa.B.” Kapten Westerling nampaknya sangat lunglai mendengar bahwa kunci gudang senjata sudah diambil oleh TNI. Jakarta dan Bandung. Sewaktu ditemui di rumahnya Komisaris Polisi tersebut. ia berprilaku seolah-olah ia termasuk menteri-menteri RIS yang akan diculik. bahwa Dewi Fortuna tidak menyertai Westerling. tetapi tidak mengetahui tentang rencana rahasia Westerling. Senjata yang didapat dari markas Pasukan Khusus di Batujajar praktis tidak bertambah. Menculik semua Menteri RIS. Membunuh Sultan Hamengkubuwono IX (Menteri Pertahanan). Dalam uraian di atas telah dikatakan. Diketahui kemudian. Pada tanggal 22 Januari 1950 sekitar jam 22. RIS produk KMB hanya berusia kurang lebih 7 bulan untuk kembali ke RI Konferensi Meja Bundar berlangsung dari 29 Agustus sampai dengan 2 November 1949. Peristiwa yang paling menyedihkan bagi Westerling adalah sewaktu ia tiba di markas Polisi di Jakarta dan tidak hadirnya Komisaris Polisi yang sudah berjanji akan hadir di tempat tersebut. RI oleh Bung Hatta dan BFO (Bijeenkomst Commision Indonesia) sebagai mediator. Hal ini merupakan pukulan yang sangat berat dirasakan oleh Kapten Westerling. Berbagai rencana Westerling. Westerling nampaknya sudah “sudah jatuh tertimpa tangga”. Kenyataannya sewaktu 2 buah truk sudah ada dekat gudang senjata dan mulai mengangkut beberapa senjata ke atas truk. SH (Sekjen Kementrian Pertahanan) dan Kolonel T. Demikian pula mengenai rencana penyerangan atas gedung tempat kabinet RIS akan bersidang dengan tujuan : 1. tetapi agar diserahkan kunci gudang senjatanya. diantaranya mengenai alamat dari seorang perwira menengah APRA kepercayaan Westerling. gerakan Westerling dengan APRA-nya berakhir dengan kegagalan dan Kapten Westerling pada tanggal 22 Febuari 1950 diterbangkan oleh pihak Belanda dengan pesawat Catalina dari MDL ke Singapura. Yang menjadi Ketua KMB adalah P.memberi senjata dan amunisinya. Delegasi Belanda dipimpin oleh van Marseveen. menunggu 2 buah truk yang akan membawa senjata dari gudang Pasukan Khusus Batujajar. Belanda Drees. Sultan Hamid II alias Syarif Hamid Algadri besar perannya di dalam merencanakan penyerangan atas gedung dimana kabinet RIS akan bersidang.

RIS yang terdiri RI dan BFO (15 Negara/Daerah) ciptaan Belanda diciutkan menjadi 2 kelompok. diantaranya melalui Undang-Undang No. 3. Bandung Beeld van een Stad : R. Jakarta dan di Bandung tahu-tahu pada tanggal 23 Januari 1950 APRA dengan secara nekad menyerang kota Bandung dan kota Jakarta. yang artinya “Sejarah adalah Guru yang besar”. Voskuil E. Allah Subhanahu Wata’ala melindungi Negara Kesatuan Republik Indonesia dari keserakahan kolonialis Belanda. Syukur Alhamdulillah. Moedjanto. Siliwangi dari Masa ke Masa : Sejarah Militer Kodam VI/Siliwangi 2. yaitu RIS dan RI.A. PENUTUP Pada hakekatnya tulisan di atas merupakan sebagian dari kisah konflik antara Belanda dan Indonesia. Dalam pada itu. Demikian uraian mengenai KMB yang melahirkan RI dan RIS dan melalui perubahan di bidang konstitusi. berhasil produk KMB.G. sebaik-baiknya bersyukur seyogyanya bangsa Indonesia segera bangun menggalang kesatuan dan persatuan untuk mengisi kemerdekaan menuju sasaran rakyat yang adil dan makmur yang sudah lama didambakannya.A.com . bahwa konstitusi sementara RIS dirubah menjadi UUD sementara RI (berlaku mulai 17 Agustus 1950).7 Tahun 1950 yang pasal 1-nya menyebutkan. PERPUSTAKAAN 1.blogspot. Sumber : pertempurandijawabarat. Di dalam perjuangan selanjutnya sebagian besar masyarakat Indonesia tidak puas dengan RIS produk KMB. Belanda dengan segala kemampuannya di bidang militer dan diplomasi berhadapan dengan kekuatan militer dan diplomasi Indonesia. yang dianggap masih berbau kolonial.Melalui kerja keras dari pejuang-pejuang RI di bidang diplomasi. yang bernafsu untuk melanjutkan penjajahannya yang sudah berjalan 350 tahun. M.P. Indonesia Abad ke-XX : Drs. Mengakhiri uraian ini menyampaikan ungkapan yang berbunyi : “Historia vitae Magista”. sedemikian kerasnya sehingga muncul tuntutan agar negara-negara bagian/BFO bersatu dengan RI atau RIS dilikuidasi. Baru saja pada tanggal 27 Agustus 1949 Belanda menyerahkan kedaulatan kepada Indonesia di Deen Haag.A. G.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful