PERJUANGAN RAKYAT JAWA BARAT MELAWAN PENJAJAH SETELAH PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI

PERTEMPURAN KONVOY BOJONG KOKOSAN SUKABUMI 1945-1946

Masa revolusi fisik yang berlangsung dalam kurun waktu tahun 1945 hingga tahun 1949 merupakan sebuah masa dalam perjalanan sejarah Indonesia yang sarat dengan warna–warni perjuangan untuk mempertahankan dan menegakkan kemerdekaan. Kemerdekaan yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 ternyata tidaklah serta merta segera mengubah situasi dari bangsa yang terjajah menjadi bangsa merdeka. Menjelang berakhir perang Dunia ke-II mulai Juli 1945 wilayah Indonesia masuk kedalam Komando South East Asia Command (SEAC) dibawah pimpinan Panglima sekutu LORD L. MOUNTBATTEN yang berkedudukan di Colombo Srilangka. Setelah Jepang menyerah kepada sekutu Inggris diberi tugas RAPWI (Recovery of Allied Prisoners of War and Interneers) yaitu pengurusan dan pemulangan tawanan perang dan interniran Sekutu di Indonesia. Dalam pelaksanaan tugasnya di Indonesia Sekutu mengalami hambatan dari pejuang-pejuang Indonesia yang militan yang baru saja memproklamirkan kemerdekaannya tanggal 17 Agustus 1945. Diantara hambatan yang dialami Sekutu (Inggris) antara lain peristiwa Pertempuran Konvoy Bojong Kokosan. Uraian berikut peristiwa Bojong Kokosan dibagi dalam tiga pokok bahasan Yaitu : Pertempuran ke I, Masa gencatan senjata (Cease Fire) dan Pertempuran ke II.

PENGANTAR

Pertempuran Ke-I / Penghadangan pertama. (9 Desember 1945 s/d 12 Desember 1945) Menjelang bulan Desember 1945, suhu situasi kondisi di Jawa Barat juga semakin memanas. Perjuangan Rakyat Jawa Barat yang semula, lebih banyak dipengaruhi oleh sikap perjuangan diplomasi dari Pemerintah Pusat. Maka pada saat itu mulai kehilangan kepercayaannya terhadap netralitas pimpinan Tentara Sekutu, yang nampaknya semakin condong untuk membantu pihak Belanda, dalam rangka menegakan kembali kekuasaannya di bumi Indonesia. Sejak Tentara Sekutu menduduki kota Bandung, maka pergerakan lalulintas, baik personil maupun perlengkapan logistik antara Jakarta-Bandung, mereka upayakan dengan segala cara. Mula-mula untuk memenuhi kebutuhan akan perbekalan dan perlengkapan 60.000 anggota APWI di Bandung. Mereka mencoba mengirimkan barang-barang tersebut dengan mempergunakan kereta api dari Jakarta ke Bandung sebanyak 20 gerbong, yang dikawal oleh serdadu-serdadu Ghurka, melalui jalur utara. Akan tetapi karena tidak ada koordinasi dengan Pasukan-pasukan TKR yang bertugas di daerah Dawuan, ialah Batayon Priatna dari Resimen - 5 TKR. Pengawal-pengawal perjalanan kereta api yang hanya dilakukan oleh 10 orang serdadu Ghurka dalam tempo sekejap sudah bisa dilumpuhkan, 4 orang tertembak mati, sedangkan 6 orang menyerahkan diri sebagai tawanan. Isi ke 20 gerbong tersebut disita, yang terdiri dari makanan kalengan, seperti nasi goreng, kornet, sardencis, susu, keju, coklat dan sebagainya. Juga terdapat sejumlah besar pakaian dan selimut. Dengan demikian pada saat itu Resimen-5 TKR memperoleh rezeki nomplok, bahkan rakyat penduduk setempatpun ikut menikmatinya. Namun ternyata insiden ini menjadi berkepanjangan pula. Tentara Sekutu mengajukan “protes keras” kepada Menteri Amir Sjarifoeddin. Minta agar perbekalan dan perlengkapan yang disita tersebut dikembalikan. Selanjutnya juga Menteri Amir Sjrifoeddin memberikan tegoran kepada Komandan Resimen - 5 TKR, ialah Mayor Moefreni untuk mengembalikan barang rampasan tersebut. Namun Mayor Moefreni menolak. Hanya para tawanan serdadu Ghurka yang bisa dikembalikan, itupun harus ditukar dengan para pejuang yang menjadi tawanan Tentara Sekutu di Jakarta. Akhirnya Mayor Kawilarang diperintahkan Panglima Komandemen 1 TKR, Mayjen Didi Kartasasmita di Purwakarta, untuk melakukan tukar-menukar, 6 orang tawanan serdadu Ghurka, dengan pembebasan 8 orang para pejuang Republik Indonesia yang ditawan oleh Tentara Sekutu di Rumah Penjara Cipinang. Diantaranya ialah Mr. Soepangat dan Chairil Anwar. Setelah insiden tersebut maka diperoleh kesepakatan antara Pemerintah RI dengan pihak Tentara Sekutu. Bahwasanya setiap pengiriman perlengkapan dan perbekalan bagi Tentara Sekutu di Bandung harus dikawal oleh TKR-RI. Dengan demikian maka sejak tanggal 11 Desember 1945, pengawalan kereta api yang membawa perbekalan dan perlengkapan Tentara Sekutu dari Jakarta ke Bandung dilaksanakan oleh para Taruna dari Akademi Militer Tanggerang. Selama kurang lebih satu bulan pada waktu itu, telah dilakukan tiga kali pengiriman perbekalan dan perlengkapan Tentara Sekutu dari Jakarta ke Bandung. Perjalanan

pertama dikawal oleh 20 orang Taruna Akademi Militer Tanggerang dipimpin oleh Mayor Daan Mogot. Perjalanan kedua dipimpin oleh Mayor Kemal Idris, Sedangkan perjalanan yang ketiga dipimpin oleh Kapten Islam Salim. Semua pengiriman perbekalan ini berjalan mulus tanpa hambatan apapun. Akan tetapi kebutuhan Tentara Sekutu untuk melakukan operasinya di kota Bandung rupanya tidak hanya sebatas perbekalan dan perlengkapan saja. Namun memerlukan juga dukungan peralatan dan persenjataan berat lainnya, dari Pasukan-pasukan Kavaleri, Artileri, Zeni dan sebagainya, yang mungkin dapat diangkut dengan kereta api. Maka untuk memenuhi kebutuhan tersebut pihak Tentara Sekutu juga menyelenggarakan konvoy kendaraan-kendaraan di jalan raya secara periodik, yang dikawal ketat oleh mobil-mobil lapis baja dan tank-tank tempur. Dengan demikian sejak saat itu, maka setiap 1 atau 2 minggu sekali, akan terlihat iring-iringan kendaraan-kendaraan Tentara Sekutu di jalan raya antara Bandung-Jakarta pp. Rupanya atas pertimbangan keamanan Tentara Sekutu lebih cenderung memilih jalur Jakarta-Bogor-Sukabumi-Cianjur-Bandung pp, untuk perjalanan konvoynya. Sedangkan lewat jalur Puncak, risikonya akan cukup besar, karena tanjakannya yang terlalu terjal untuk dilewati tank-tank dan mobil lapis baja yang sangat berat. Pada awal bulan Maret 1946, Kolonel A.H. Nasution Panglima Divisi III pernah dipanggil Panglima Komandemen Jawa Barat Mayjen Didi Kartasasmita. Pada pertemuan tersebut diceritakan pula oleh Mayjen Didi Kartasasmita, bahwa suatu ketika mobil yang ditumpanginya pernah terjepit oleh konvoy Tentara Sekutu, ditengah perjalanan. Beliau betul-betul merasa tidak berdaya tatkala itu, namun masih untung juga, bahwa mereka tidak mengetahui, bahwa yang berada di dalam mobil tersebut adalah Panglima TKR Komandemen Jawa Barat. Nampaknya Mayjen Didi Kartasasmita memahami betul, bahwa pada saat itu situasi kondisi di seluruh Jawa Barat meningkat semakin genting. Pertempuranpertempuran telah berkecamuk diseluruh penjuru tanah air. Bahkan didalam kota Bandung, yang pernah menyandang gelar “kota diplomasi”, karena telah berhasil memisahkan antara dua kubu yang berseteru, ialah kubu Sekutu dengan antek-anteknya, disebelah utara rel kereta api dan kubu para pejuang disebelah selatan. Namun sungguhpun demikian, setiap hari pertempuran terus berkecamuk disetiap penjuru kota. Sampai-sampai muncul kata pemeo : “di Bandung tiada hari tanpa pertempuran”. Pada saat itu juga Panglima Komandemen TKR Jawa Barat mengeluarkan perintah, untuk menyerang konvoy-konvoy di jalan-jalan raya dalam wilayah Divisi III. Hubungan lalu-lintas personil dan logistik mereka, harus diputuskan selama mungkin. Namun demikian serangan harus dilakukan di tempat-tempat yang jauh dari perkampungan rakyat. Yaitu di daerah-daerah pegunungan dan hutan-hutan. Sebelum keluar perintah “Serang konvoy” dari Panglima Komandemen TKR pada waktu itu. Sebetulnya Komandan Resimen-3 TKR di Sukabumi, ialah Letkol Eddy Sukardi juga sudah merasa jengkel dengan simpang-siurnya konvoy-konvoy kendaraan Tentara Sekutu yang melalui daerah komandonya, dari sejak Ciawi-Sukabumi-Cianjur. Oleh karena itu kekuatan Resimen-3 TKR, sebanyak 4 Batalyon sudah digelar disepanjang jalur ini, sebagai berikut :

pasukan Kelasykarannya dipimpin oleh Mujana. 2) Kompi Kapten Sabir. . 1) Kompi Kapten Tedjasukmara. Batalyon IV. ialah . Karim dan Dadang Sukatma. ialah . 3) Kompi Kapten Juanda dan 4) Kompi Kapten Dasuki. 2) Kompi Kapten Dasuni Zahid. Batalyon ini Menempati lokasi sepanjang 15 KM. Barisan Pemuda Sosialis Indonesia (PESINDO). dibawah komando Mayor Yahya Bahram Rangkuti. Batalyon ini menempati lokasi sepanjang 18 KM. Barisan Banteng RI. 2) Kompi Kapten Kusbini. Barisan Pemuda Proletar. 1) Kompi Kapten Djahidi. dipimpin Suradiradja dan Lunadi. Dibawah komando Mayor Abdurrachman. dibawah komando Mayor Harry Sukardi. Disamping Pasukan TKR ini. 1) Kompi Kapten Madsachri. membentang dari Sukabumi Timur sampai Gekbrong. Batalyon III. dengan kekuatan 4 Kompi. dengan kekuatan 4 Kompi. pasukan Kelasykarannya dipimpin oleh M. 3) Kompi Kapten Musa Natakusumah dan 4) Kompi yang dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon. yang terdiri dari : Barisan Hizbullah dibawah pimpinan Suryana. pasukan Kelasykarannya dipimpin oleh Tubagus Ahmad Kurtubi. ialah. dengan kekuatan 4 Kompi. Basarah. 1) Kompi Kapten Saleh Opo. dipimpin oleh Felix Kalesaran. ialah dari mulai Gekbrong-Cianjur-Ciranjang. Lasykar Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi (KRIS). dengan kekuatan 4 Kompi. 2) Kompi Kapten Husein Alexsyah. 3) Kompi Kapten Murad Idrus dan 4) Kompi Kapten Mochtar Kosasih. 3) Kompi Kapten Madsari dan 4) Kompi Kapten Kabul Sirodz. Batalyon II. Abdullah.Batalyon I. Batalyon ini menempati jalur yang paling panjang sekitar 30 KM. membentang dari Cigombong sampai Cibadak. terdapat pula Pasukan atau Barisan Pejuang Rakyat. dari sejak Cibadak sampai Sukabumi Barat. Nawawi Bakri dan Hamami. dibawah pimpinan S. Barisan Sabilillah dibawah pimpinan Sasmita Atmadja dan A. Batalyon ini menempati lokasi sepanjang 18 KM. pasukan Kelasykarannya dipimpin oleh Dadi Abdullah. Waluyo. dibawah komando Kapten Anwar. dibawah pimpinan Sambik. ialah. Ismail dan Bakri.

sudah beberapa kali terjadi. rupanya juga sudah menjadi perkiraan para pejuang di Bandung. terutama yang berada di wilayah kekuasaan Resimen . ataupun tembakan-tembakan pribadi sekedar melampiaskan rasa kesal dan jengkel. Seruan pribadi dari para pejuang di Bandung ini segera mendapat tanggapan dari teman-teman seperjuangannya. memerlukan bantuan dari Jakarta. Maka sikap para pejuangpun penuh dengan keragu-raguan. hanyalah sebatas dilakukan dengan memasang rintangan-rintangan pepohonan yang sederhana. juga jumlah pelarian-pelarian pribadi serdadu-serdadu India Muslim ke Pihak Republik Indonesia semakin meningkat. antara perjuangan diplomasi dan perlawanan dengan senjata. Adapun gangguan yang dilakukan para pejuang pada waktu itu. Namun pada tanggal 29 Nopember 1945. Donald selaku Komandan Brigade ke 37 Tentara Sekutu di Bandung. yang berada disekitar jalur antara Bandung-Jakarta untuk mengganggu lalu-lintas kendaraan-kendaraan musuh tersebut. semakin meningkat. Nampaknya Brigadier Mc. Dilaporkan 4 . Melalui pertempuran-pertempuran tersebut semakin banyak pula senjata-senjata dan perlengkapan lainnya dari Tentara Sekutu yang jatuh ke Tangan para pejuang kita. melalui jalur Bogor-Sukabumi-Cianjur itu. Sebenarnya sejak Brigade ke-37 Tentara Sekutu memasuki kota Bandung pada tanggal 12 Oktober 1945. pernah terjadi peristiwa. mencoba memasuki jalur jalan antara Bogor-Sukabumi. dan diserang oleh Barisan Rakyat di daerah Cicurug dan Parungkuda. oleh karena secara pribadi.Pertempuran-pertempuran antara Tentara Sekutu dengan TKR dan Barisan Pejuang di Bandung. Gangguan-gangguan tersebut pada umumnya tidak sampai menghambat perjalanan konvoy. Pasukan Kendaraan Lapis Baja dan Meriam. beberapa truk yang memuat serdadu-serdadu Jepang dan Gurkha. Dihadang dengan barikade-barikade. mereka menyarankan agar para pejuang.3 TKR. tidak hanya perbekalan dan Pasukan Infanteri saja yang bisa diangkut melalui jalur udara. tetapi juga memerlukan. Namun karena suasana perjuangan pada saat itu masih sangat samar tanpa ada ketegasan. Kemungkinan bantuan-bantuan Tentara Sekutu melalui jalur darat ini. yang membentang melalui jalan raya BogorSukabumi-Cianjur. lalu-lintas konvoy Tentara Sekutu yang membawa perbekalan. serta perbekalan dan alat-peralatan lainnya yang harus didatangkan melaluli jalur darat.

langsung dipimpin dan dikoordinasikan oleh Letkol Eddy Sukardi dan Kepala Bagian Siasat Resimen Kapten Achmad Kosasih.3 TKR. dan segera menghilang untuk menghemat senjata. Rencana penyergapan akan dilakukan dengan taktik “ Hit and run “. diangkut dari Jakarta ke Bandung dengan mempergunakan 12 buah pesawat terbang Dakota. Menjelang bulan Desember 1945. dipasang saling melintang. Di daerah ini dipasang barikade dengan menumbangkan pohon-pohon pelindung yang besar-besar dipinggir jalan. yang dikirim oleh markas Tentara Sekutu di Jakarta.orang musuh tewas oleh Barisan Rakyat dan truk-truk kembali ke Bogor. Sedangkan pada tempat-tempat tertentu. dan naik turun antara Cicurug-Bojong Kokosan-Parungkuda. . termasuk granat-granat tangan dan bom-bom Molotov. ditempat-tempat yang bisa menguntungkan untuk melakukan penyergapan. Sedangkan pada tanggal 5 Desember 1945. juga disisi kanan-kiri jalan terdapat tebing-tebing yang cukup terjal. Maka kondisi medan yang demikian ini. pada kesempatan yang paling baik. maka 1 batalyon Mahratta untuk memperkuat pendudukan Tentara Sekutu di Bandung. 4 Batalyon kekuatan Pasukan Resimen .besar. Mereka dipersenjatai dengan senjata-senjata api seadanya. dibawah pimpinan Kapten Saleh Norman. untuk merintani jalannya kendaraan-kendaraan. Sepanjang jalan raya yang berkelok-kelok tajam. Sergap dan hancurkan. maka segala persiapanpun dilaksanakan dengan cara-cara yang lebih baik. dan dikoordinasikan langsung oleh Komandan-Komandan Resimen TKR. hemat pasukan. tanpa diketahui kerugian dari kedua pihak. yang sudah digelar disepanjang jalur jalan raya mulai dari Ciawi-Sukabumi-Cianjur. Karena persediaan amunisi terbatas. yang cukup dalam untuk dijadikan perangkap kendaraan tank dan lais baja. pasukan-pasukan tank dan meriam. Di atas tebing disisi kanan-kiri jalan dibuat pula lubang-lubang perlindungan bagi para prajurit yang akan melakukan penyerangan. aman dan menang. digali lubang-lubang yang besar. Pada dasar lubang-lubang tersebut dipasangi juga ranjau-ranjau darat yang dapat melumpuhkan kendaraan lapis baja dan tank. Lebih-lebih lagi pada saat itu daerah ini masih merupakan hutan belukar. maka tidak mungkin untuk bisa melayani dan menangkis serangan balas dari musuh. secara serentak pada waktunya. akan sangat menguntungkan untuk melakukan penyergapan. hasil buatan pabrik senjata Braat milik Resimen 3 sendiri di Sukabumi. semenjak operasi penghadangan ini menjadi kebijakkan komando atasan TKR. Sedangkan pada hari itu juga sebanyak 124 buah truk Inggris dicegat rintanganrintangan Barisan Rakyat di Ciranjang dan Gekbrong. secara frontal dalam waktu yang cukup lama. Karena gangguan-gangguan para pejuang diperjalanan darat antara BogorSukabumi-Bandung. Rencana penghadangan dimulai dengan pemasangan rintangan-rintangan untuk menghambat gerak laju konvoy. bertolak lagi ke Bandung.

Komandan Resimen 3 TKR. namun terhambat pula oleh bagian ekor yang baru sampai di Cigombong. bahwa setelah kepalanya dipukul baru badannya diserang. Kemudian mereka juga mulai membuka tembakan ke arah . Tank-tank Sherman mencoba mendorong-dorong rintangan. telah memasuki Cigombong ”. mereka berusaha. Sesaat setelah mereka sempat menyusun kekuatannya lagi. dalam peristiwa penyergapan tersebut. serangan penyergapan dimulai. Di daerah Bojong Kokosan. dimulai dengan tank-tank Sherman. Susunan konvoy menjadi kacau balau. Sementara serdadu-serdadu Tentara Sekutu dari Batalyon Jats yang mengawal konvoy tersebut terus menerus ditembaki dari tebing-tebing pinggir jalan. ialah daerah perbukitan Bojong Kokosan. diberbagai daerah. tidak terkendalikan lagi. Komandan Pos Cigombong melaporkan bahwa : “ Dua tank Sherman kawal depan konvoy Tentara Sekutu. Hasan Sadikin. kendaraannya secara mendadak. Saat itu dikejutkan dengan dering telefon dari Pos Cigombong. Tank pertama terperosok masuk kedalam lubang jebakan. Bagian tengah konvoy tidak bisa bergerak maju. Akhirnya susunan konvoy yang panjangnya kurang lebih 12 KM itu terpenggal-penggal menjadi beberapa bagian. segera digotong.Hari Minggu tanggal 9 Desember 1945. Tembakantembakan gencar dilakukan dari tebing-tebing di kiri-kanan jalan. Mereka berusaha bergerak mundur. dan diselang-seling dengan kendaraan-kendaraan brencarrier. dan rantai-rantai roda tankpun lepas terburai. ia menderita cidera berat. untuk menyingkirkan kendaraan lapis baja dan truk-truk yang rusak ke pinggir jalan. Kapten Achmad Kosasih Kepala Bagian Siasat Resimen 3 di Jl. Laporan selanjutnya menyatakan bahwa. bahkan anak-anak panah dan kelereng sebagai peluru. menyambut serdadu-serdadu Sekutu yang berloncatan turun dari atas truk. sebelum kawal depan konvoy memasuki daerah “ killing ground “. tertahan oleh bagian depan yang sedang menghadapi sergapan serentak dari prajurit-prajurit TKR dan Barisan Pejuang Rakyat. Mereka berusaha menyusun formasi tempur. sebagai kawal depan. maka terjadilah tabrakan-tabrakan beruntun. dan diangkut dengan ambulans. akan tetapi terus-menerus dihujani granat dan bom-bom molotov. selanjutnya iringiringan truk. memerintahkan. Maka pada momen inilah. ketepelpun ikut berperan menghujani serdadu-serdadu musuh. Ternyata Komandan Batalyon 5/9 Jats yang naik kendaraan lapis baja juga terkena sasaran granat. ialah Dr. dikawal oleh 1 batalyon serdadu Sekutu. Dengan maksud. konvoy dihadang dengan barikade pepohonan yang malang melintang di tengah jalan. Mobil ambulans simpang siur memberikan pertolongan terhadap serdaduserdadu Sekutu yang cidera dan tewas. Kerkhof Sukabumi bersama Komandan Resimen dan Dokter Resimen. maka terdengarlah ledakan ranjau darat. Iring-iringan konvoy dibagian dibelakang memberhentikan. Demikian ia keluar dari mobil lapis baja. kemudian sejumlah kendaraan berlapis baja. jumlah iring-iringan konvoy sekitar 150 buah truk. agar pos-pos Cigombong dan Cicurug tidak menyerang terlebih dahulu.

tanpa kompromi. Pada jam 24. Sedangkan disisi yang lain masih juga mengulurkan tangan untuk membuka perundingan-perundingan diplomasi dengan baik-baik. dalam rangka menegakkan dan mempertahankan kemerdekaannya saat itu. Di jalan raya Karangtengah konvoy berpapasan dengan kendaraan Staf Resimen 3. dan ke-12 orang prajurit TKR tersebut berjatuhan tergusur longsoran. Disatu sisi melawan kekuatan asing yang mencoba untuk berkuasa lagi di tanah air dengan perlawanan bersenjata habis-habisan. Ada kejadian yang sangat mengenaskan. Tank Sherman mulai beraksi dengan menembaki kubu-kubu pertahanan kita. satu truk berisi perbekalan persenjataan dapat dirampas. dan gugur bersama. ialah para Taruna Akademi Militer Tanggerang dengan selamat. Dan untuk selanjutnya diserahkan kepada Batalyon Mayor Abdurrachman.persembunyian para pejuang. 9 buah truk dan 2 jeep jatuh ke tangan kita. ke arah tebing-tebing yang menjadi kubu-kubu pertahanan kita.7 mm mobil lapis baja memberondong mobil Staf Resimen 3 tersebut. Antara Cibadak-Cikukulu formasi masih acak-acakan. Konvoy yang berangkat dari Jakarta pada tanggal 9 Desember 1945 baru tiba di Bandung pada tanggal 12 Desember 1945. Ternyata bahwa konvoy Tentara Sekutu yang dihadang oleh Pasukan TKR Resimen 3 pada tanggal 9 sampai dengan tanggal 11 Desember 1945 itu. yang diposisikan untuk mempertahankan daerah Sukabumi selatan-Gekbrong. kubu pertahanan tersebut hancur. Sungguh sulit untuk dimengerti. namun tank Sherman. itupun setelah dibantu oleh serangan udara habis-habisan dari RAF. Hambatan selanjutnya terjadi lagi tatkala memasuki kota Sukabumi. peluru senapan. senapan mesin 12. Maka konvoypun bergerak maju lagi dengan meninggalkan sejumlah truk perbekalan yang rusak disepanjang jalan antara Cigombong dan Cicurug. di lerenglereng tebing dengan menggunakan meriam. Sedangkan kerugian pihak kita juga cukup besar.7 mm. Kendaraan-kendaraan lapis baja memuntahkan peluru senapan mesin kaliber 12. granat dan bom Molotov. mobil lapis baja dan brencarrier memaksa konvoy untuk bergerak maju lagi. granat dan bom-bom molotov dari pasukan-pasukan TKR di daerah itu menghujani mereka. terpaksa berhenti dahulu untuk menunggu susunan formasi konvoy yang tertinggal jauh di belakang. terpenggal-penggal. dan tak ayal lagi 9 orang prajurit TKR. dalam keadaan babak belur. TKR . Karena sudah kehabisan amunisi pertempuran di Bojong Kokosan dihentikan. terdiri dari kurang lebih 150 buah kendaraan yang dikawal oleh Tentara Sekutu dari Batalyon 5/9 Jats. gugur seketika. Demikian pula setelah masuk kota di Jalan Degung-Cipelang. ialah sewaktu 12 orang prajurit TKR yang bertahan di sebuah kubu dihantam ledakan peluru meriam. mobil lapis baja dan brencarrier.00 Komandan Batalyon Herry Sukardi mendapat perintah dari Komandan Resimen untuk menghentikan penghadangan. sikap perjuangan bangsa Indonesia. Sedangkan pada hari yang sama telah tiba juga di Bandung pengiriman perbekalan serta peralatan milik Sekutu dari Jakarta yang dikawal oleh pasukan TKR. yang baru untuk pertama kalinya bertempur di Pulau Jawa. Di daerah Cikulu tank Sherman. terhadap posisi pertahanan kita. Pihak Sekutu mengalami cukup banyak kerugian. Sementara itu. disambut lagi dengan hujan peluru.

F. aksi-aksi perlawanan terhadap pergerakan Sekutu dan penghadangan lanjutan ini pada dasarnya diakibatkan pula oleh ulah Tentara Sekutu Sendiri yang melanggar kesepakatan yang telah di buat antara lain dengan melakukan pemboman ke kota Cibadak dan . one vehicle was ablaze. was seriosly wounded in the first brush. who were newcomers to Java. pendatang baru di Pulau Jawa. Gencatan senjata ini dihadiri dari pihak Inggris mengirimkan Mayor Rawin Singh utusan khusus dari Bogor dan dari pihak RI yang hadir adalah Walikota dan Komandan Resimen-3 TKR. Pimpinan pasukan Jats sudah terluka parah pada awal serangan. “the turn of the year 1945/1946 “. tapi pihak kita tidak bisa mengganggu karena terikat perjanjian Cease Fire. Banyak diantaranya yang bersembunyi di lubang-lubang pertahanan ala Jepang. The Jats C. several others were badly damaged and number of drivers had slumped over their wheels. Baru mulai bulan Febuari 1946 lalu Sukabumi dipergunakan lagi. in the Japanese fashion occupying fox-holes. many of them. (Doulton. sebagai berikut: An up convoy. moreover nightfall was not many hours away. Ditambah lagi pengawal terpencar di jalanan sepanjang 10 km. Satu kendaraan terbakar. dan mulai melempari kendaraan-kendaraan kami dengan bom-bom molotov tanpa habis-habisnya. tertulis pada Chapter 24. Kendaraan pendahulu berhenti dihadang perintang jalan. Doulton dalam Sejarah Militer Inggris “The fighting cock “. Peristiwa tersebut dicatat oleh Letkol A. from which they lobbed an andless supply of Molotov coctail on the vehicles. disamping kurban dari pihak Barisan Pejuang Rakyat lebih banyak lagi. lebih-lebih keadaan sudah mendekati gelap malam. Personil dan Peralatan Inggris di angkut melalui udara. It is no easy task to fight out of an ambush where an unseen foe commands the high ground and the infantry escort is spread over eight miles of road. Diatas perbukitan dipenuhi orang-orang Indonesia. mulai bergerak lama mendaki perbukitan-perbukitan. NOPEACE. yang menempati ketinggian-ketinggian. Tidaklah mudah untuk keluar dari suatu penghadang yang dilakukan oleh musuh yang tidak nampak. Setelah terjadi gencatan ini Konvoi Inggris tidak melalui Sukabumi. 1951:183) (Sebuah konvoy dikawal oleh Batalyon 5/9 Jats. tercapai selama gencatan senjata gangguan penembakan oleh rakyat terus berjalan. either dead or grievously hit. entah mati atau terkena tembakan yang mengenaskan). GENCATAN SENJATA / CEASE FIRE (13 DESEMBER s/d 9 MARET 1946) Setibanya Sekutu di Sukabumi diatas pukul 21. escorted by 5/9 Jats. Di Kota Sukabumi dicapai kesepakatan untuk melakukan gencatan senjata (gencatan senjata lokal).J. had begun the long climb through the hills when the leading rehicles were halted by a road-block.O.00 terpaksa bermalam di Sukabumi sebelum melanjutkan perjalanan ke kota Bandung. The hillside was alive with Indonesians. sejumlah lainnya rusak berat dan sejumlah pengemudi terlungkup diatas kemudi. Gencatan senjata ini selama kurang lebih 3 bulan disebut NOWAR. keadaan terus berlaku hingga 9 Maret 1946. demikian pula dari penduduk daerah Cibadak yang menjadi kurban pemboman dan tembakan mitralyur dari pesawat udara.kehilangan 60 prajurit.

disusul dengan suara ledakan dahsyat dari ranjau darat. Batalyon Patiala ini adalah satuan-satuan serdadu bayaran dari suku Patiala yang berasal dari Propinsi Punjabi. Kondisi tersebut pada akhirnya semakin meningkatkan kekohesifan diantara semua elemen masyarakat yang ada di Sukabumi. mobil lapis baja dan brencarrier mendapat gempuran dahsyat dari pasukan TRI yang dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon Mayor Harry Sukardi.F. Sebagian besar mereka memakai ikat kepala (ubel-ubel). namun saat itu juga terus-menerus mendapat serangan gencar dari pasukan Kompi Kapten Juanda yang berada di lokasi Situ Awi. . dikawal oleh Batalyon Patiala. yang disusul dengan letusan-letusan senapan. Menyambut kedatangan konvoy ini. PESINDO dan barisanbarisan pejuang lainnya. Di daerah Cikukulu tank Sherman. Intensitas pertempuran antara para pejuang diwilayah Sukabumi dengan Sekutu pada akhirnya semakin mempertebal rasa senasib seperjuangan. Singh Gill berusaha menyusun formasi tempur. Penghadangan dilakukan dengan taktik “ Hit and run “ yang sulit untuk diladeni. dibawah komando Letkol Bikram Dev Singh Gill. serta senjata-senjata tradisional lainnya dari balik bukit-bukit dan lubang perlindungan di tebing kiri-kanan jalan. sepanjang jalan raya Cigombong sampai Cibadak. Resimen 3 TRI Sukabumi telah merencanakan operasi penghadangan dengan satuan-satuan kecil TRI. tiba-tiba tank Sherman. Banteng. mulai tertumbuk barikade. Dalam kegelapan malam Letkol Bikram Dev. Menjelang sore hari kawal depan konvoy sudah hampir memasuki kota Sukabumi. ternyata menjadi rawan kembali. hujan anak panah dan peluru ketepel. Sabilillah. baik diantara TKR dan badan-badan perjuangan maupun antara TKR dan badan-badan perjuangan dengan rakyat Sukabumi pada umumnya. Tentara Sekutu tidak mengira bahwa jalur Bogor-Sukabumi yang sudah dinyatakan aman sejak pertempuran tanggal 13 Desember 1945. Penghadangan akan dilakukan secara estafet. suatu konvoy besar Sekutu sudah memasuki wilayah Resimen 3 TRI (sejak tanggal 24 Januari 1946. Kali ini konvoy Sekutu yang cukup besar ini. 1951:284 The Fighting Cock). Sejak konvoy memasuki jalur ini disambut dengan gema takbir. delivered the heaviest air strike of the Java “ war “ ) (Doulton. Serangan udara balas dendam ini dalam dokumentasi Inggris diakui sebagai yang paling dasyat dalam perang Jawa (…while the R.sekitarnya dilakukan pemboman dan penembakan udara menggunakan senjata otomatis kaliber besar dengan pesawat tempur dan pembom Mosquito. TKR sudah diresmikan sebagai Tentara Repubrik Indonesia disingkat TRI).00. Pertempuran Ke-II / Penghadangan yang kedua (10 MARET s/d 14 MARET 1946) Pada tanggal 10 Maret 1946 sekitar jam 15. Dua buah tank Sherman bersama-sama mendorong barikade tersebut. demi barikade dari pohonpohon perintang jalan. Selama Cease Fire korban pihak kita minim dan korban pihak Sekutu kurang lebih 50 orang tapi tidak diakui Inggris. bersama Barisan-Barisan Pejuang Rakyat. seperti Hizbullah. tapi yang satu justru terperosok kedalam lubang jebakan.A.

The Patialas with the main convoy advanced only eight mile. Mereka hanya sibuk memperbaiki kendaraan-kendaraan yang rusak. telah kehilangan 8 orang mati dan 25 orang terluka.F. berita dari Cigombong mengatakan 12 buah tank Sherman sebagai alat bala-bantuan dari Bogor sedang menuju Sukabumi. bersama Barisan-Barisan Pejuang Rakyat kembali bergerak mengepung konvoy serdadu Batalyon Patiala dalam keadaan kurang siap tidak bisa berbuat banyak kecuali mempertahankan diri dengan tembakan yang membabi buta dari tempat mereka. diserang secara bersama oleh 4 kompi TRI. battling hard the whole way. tidak boleh meninggalkan barak-barak darurat mereka dipinggir jalan. SERANGAN MALAM Pada tanggal 11 Maret 1946. ialah Kompi Kapten Tedjasukmana. pesawat tempur udara. Di pusat kota Sukabumi. meriam dan senjata perang lain. Sabilillah. sebagai berikut: When dawn came. Dari Bogor didatangkan tank-tank Sherman dari Squadron 13 Lancer. mereka terpaksa mundur. bahwa pada tanggal 11 Maret 1946 pagi dan siang mereka tidak mengadakan operasi militer. namun akibatnya juga bertabrakan dengan susunan konvoy dibelakang. dan Kompi Kapten Husein Alexsyah. diikuti rasa ngeri. Hanya bedanya. Kompi Kapten Kusbini. Tidak ubahnya sepeti layaknya pesta kembang api. untuk menggempur dengan tanpa ampun. Pasukan Patiala dengan konvoy utamanya hanya melaju sejauh 8 mil. Serdadu-serdadunya dikonsinyir. Serdadu-serdadu Batalyon Patiala berlompatan ke jalan raya. bom-bom molotov dan peluru berbagai jenis senapan. maka kita akan mempergunakan tank. dan PESINDO. kalau pesta kembang api disambut dengan hati yang meriah. Pada tanggal 12 Maret 1946. Namun begitu memasuki daerah disekitar jalan raya Cikukulu-Cisaat. serta dilindungi oleh pesawat-pesawat terbang. yang diletuskan dan diledakan berbagai jenis senjata. Namun pada hari itu juga telah disebarkan pamflet oleh pihak Sekutu dengan pesawat udara di sekitar daerah Sukabumi. . Kompi Kapten Murad Idrus.J. Ternyata Pasukan Resimen 3 TRI. Banteng. Demikian pula bala-bantuan pihak Sekutu dari Bandung juga mulai bergerak. sedangkan semaraknya kembang api malam ini. Doulton. Peristiwa tanggal 11 Maret 1946 menyurutkan semangat. dan pada saat itu juga disambut dengan hujan granat. 1951:295) (Ketika fajar menyingsing. menurut catatan Letkol A. Pertempuran tersebut baru reda menjelang waktu subuh. malam hari tiba-tiba lampu didalam kota dipadamkan pihak GBO (PLN). Suatu hal yang menguntungkan. The events of the 11th were depressing. the Patialas had lost eight killed and had twentyfive wounded. pasukan Patiala. yang isinya sebagai berikut: Jika penyerangan tidak dihentikan pada 1 jam dari sekarang. (Doulton. bertempur dengan sengit sepanjang jalan). Sedangkan bagian ekor konvoy terjepit oleh serangan serempak pasukan Kompi Kapten Kabul Sirodz dari Batalyon IV yang juga bertugas untuk mengkordinir serangan BarisanBarisan Hizbullah.Bagian tengah konvoy terpenggal. kalau-kalau hidup itu hanya sampai malam itu. malam itu menjadi marak oleh benderangnya pijarpijar api.

tank terseok-seok masuk jurang. roda depannya menggilas ranjau darat.Tank Sherman Squdron 13 Lancer dalam rangka mempertahankan diri sampaisampai kehabisan peluru. Tapi pada momen itu tiba-tiba dari kiri-kanan jalan mendapat serangan mendadak. demikian mengikuti berita pertempuran-pertempuran di Sukabumi. yang ditempatkan di sekitar Cianjur. Pasukan para pejuang melakukan serangan dari balik bangunan-bangunan pertokoan dan pepohonan dengan taktik “hit and run”. mereka adalah serdadu-serdadu bayaran yang berasal dari Propinsi Rajasthan. terjadi lagi pertempuran yang seru. dibawah pimpinan Kapten Anwar. Dijalan raya Belendung Batalyon Rajputana Rifles. Batalyon III TRI. Yang ternyata salah satunya adalah Komandan Batalyon Rajputana Rifles. Menjelang daerah Gekbrong. ialah Batalyon 5/6 Rajputana Rifles. maka suara-suara ledakan granatpun mengguncang suasana kampung yang sepi didaerah tersebut. Pada saat itu terjadi kesibukan yang luar biasa untuk menolong menyelamatkan penumpang tank tersebut. Oleh karena itu batalyon ini juga sudah berada dalam keadaan siap siaga. Pengemudinya terpaksa harus turun. Memasuki kota Cianjur konvoy mendapat serangan dari pasukan Kompi Kapten Saleh Opo. untuk memberikan pertolongan. . Nampaknya dia terluka parah. Konvoy terpaksa berhenti. Untuk menyelamatkan pasukan tank Sherman Squadron 13 Lancer. maka pelurunya langsung memecahkan kepala serdadu tersebut. yang kemudian segera diselamatkan oleh regu penolong. Sebuah tank Sherman mogok diwaktu mendaki suatu tanjakan. Di daerah Warung Kondang tank-tank Sherman kembali dihambat barikade-barikade dari pepohonan yang silang-melintang di tengah jalan. sudah mengira bahwa bala-bantuan Sekutu juga akan didatangkan dari Bandung. Yang akan ditolong malah akhirnya jadi menolong. hasil rampasan dari serdadu Gurkha Rifles pada pertempuran yang lalu. terpaksa Batalyon Patiala kembali bergerak keluar dari kota Sukabumi. tapi begitu kepalanya nonggol disambut dengan tembakan bedil beaumont. Senapan mesin ini diberi nama “Si Ronggeng”. Kapten Anwar sekalipun ia Komandan Batalyon tapi ia juga langsung memegang senapan mesin watermantel yang sangat disayangi dan dibanggakannya. dengan berbagai macam senjata. roda depannya menggilas ranjau darat. Pada tanggal 12 Maret 1946 dari Bandung juga pihak Sekutu mengirimkan balabantuan. namun segera memperoleh supply lagi melalui dropping dari pesawat terbang RAF. meledak terpental ke udara. kembali mendapat serangan gencar. Pada saat itu juga sebuah tank Sherman meledak terkena ranjau darat ketika melewati jembatan. bekerja-sama dengan Barisan Pejuang Rakyat. serdaduserdadu dari Batalyon Rajputana Rifles diperintahkan turun untuk menyingkirkan batangbatang pohon tersebut. Tidak lama kemudian sebuah tank Sherman lagi ketika melewati jembatan Cikaret. dan berlangsung cukup lama. Pada saat konvoy pendahulu dari batalyon Rajputana Rifles memasuki jembatan Cisokan di daerah Ciranjang. sebuah tank Sherman. Pasukan Kompi Kapten Dasuni Zahid langsung membuka tembakan dari atas tebing.

Mereka mendirikan pos-2 pengamanan sepanjang jalan ini. hubungan antara pasukan kita menjadi terputus. kembali mendapat serangan dari Batalyon Field Preparation (FP) Resimen 3 TRI dibawah komando Kapten Effendy Pandjipurnama. jatuh tepat didepan wajah salah seorang prajurit pasukan Kompi Kapten Musa Natakusumah. Komandan Divisi ke-23 Tentara Inggris di Bandung juga memerintahkan Brigadier N. tewas 2 orang . yang diketahui hanyalah telah terjadi pertempuran yang terus menerus antara daerah Ciranjang dan Padalarang. mereka juga mengirim bantuan pasukan yang diperkuat dengan pasukan tank-tank tempur. Jumlah yang tewas dan luka-luka dari pihak musuh tidak diketahui. tiba-tiba datang iring-iringan musuh yang lain. Asrama-asrama pasukan kita ditembaki dengan meriam. kendaraan lapis baja dan brencarrier yang lewat CiawiPuncak-Cianjur. Hubungan Bogor-Sukabumi-Cianjur.D. Beberapa perwira TRI tertawan antara lain Mayor Sidik Brotoatmojo. prajurit tersebut menyeringai sambil sambil bergidik. mulai dari Cimahi sampai Padalarang. Muncul dari arah Cugenang. Salah satu sepatu serdadu Batalyon Rajputana Rifles. akan tetapi salah satu truk yang nekad menggilas ranjau darat. Di daerah Sukaraja. Mereka lebih mengutamakan hubungan Bogor-Cianjur melalui Puncak. Setelah mengalami pertempuran 3 hari. akhirnya dibatalkan. Kepala Staf Resimen 9. Pada tanggal 13 Maret 1946. Keadaan menjadi kacau-balau. truk meledak terlontar ke udara. Karena dianggap beresiko tinggi Tentara Sekutu tidak jadi untuk menduduki Sukabumi.Beberapa truk berusaha untuk menyalip tank yang mogok. ialah bala bantuan dari Bogor yang melalui Puncak. menyerang kedudukankedudukan kita. Serangan malam hari terhadap Tentara Sekutu di kota Sukabumi. telah menimbulkan korban di pihak mereka : Pada hari pertama. bersama dengan Barisan Pejuang Rakyat setempat. Memperhatikan sepatu yang masih lengkap berisi sepotong kaki yang berlumuran darah.Wingrove untuk membantu kelancaran jalannya konvoy dari Sukabumi menuju Bandung dengan kekuatan pasukan Brigade I. Ketika prajurit-prajurit dari Batalyon 3 TRI. Di daerah Padalarang musuh mengadakan pembersihan sampai jauh sekelilingnya. Brigade ke-37 Tentara Sekutu yang berada di Bandung melakukan aksi besarbesaran. namun kabarnya mereka menderita kerugian sampai ratusan serdadunya telah tewas. melakukan serangan terhadap sepenggal iring-iringan konvoy musuh. Sepanjang rute perjalanan menuju Bandung pertempuran terus berkecamuk di sekitar Cisokan. sedangkan dari pihak lawan menderita kerugian beberapa truk telah hancur dan seorang serdadu musuh tertawan. mereka melangsungkan gerakannya ke arah Cianjur. Citarum dan Purabaya. Dalam pertempuran ini dari pihak kita telah gugur 11 orang perajurit. Kerugian di pihak musuh tidak jelas. yang terdiri dari 2 Kompi Pasukan Zeni tempur. Sedangkan di Cianjur telah ditempatkan kurang lebih 1 Batalyon Tentara Sekutu untuk mengamankan daerah tersebut. disertai dengan satuan-satuan pengawalnya. Ternyata bahwa pihak Sekutu selain mendatangkan bala-bantuan dari Bogor yang melalui Cigombong-Cibadak. Serdadu-serdadu yang berada di atas truk hancur porak poranda.

langsung atau tidak langsung mempengaruhi lahirnya peristiwa-peristiwa pertempuran lain. akibat tembakan para pejuang kita disepanjang perjalanan. dibawah pimpinan Letkol Bikram Dev Singh Gill.” (“Syukurlah.J. Namun demikian peristiwa Bojong Kokosan merupakan aksi pembuka melawan mesin-mesin perang Sekutu yang relatip bersekala besar yang kemudian. truktruknya pada bolong-bolong. keteladanan untuk menjaga harga diri dan martabat bangsa dan kesewenangwenangan kekuatan Asing telah ditunjukan oleh TKR dalam peristiwa Bojong Kokosan. ini adalah jumlah korban besar yang terakhir yang kami alami dalam pertempuran. dengan pengawalan dari Batalyon Patiala.opsir Inggris dan 26 serdadu India. Baiklah kita simak lagi catatan dari Letkol A. Keteladanan akan kegigihan perjuangan untuk menegakan kemerdekaan. tiba di Bandung pada tanggal 15 Maret 1946. yang berangkat tanggal 10 Maret 1946. 1 orang opsir India dan 37 orang serdadu India. namun ini bukan badai terakhir dan pasukan tidak cukup mendapat istirahat”) PENUTUP Peristiwa Bojong Kokosan bukan peristiwa pertempuran satu-satunya melawan Sekutu yang terjadi di Jawa Barat yang melibatkan TKR dan badanbadan perjuangan. Doulton. sebagai berikut : “Happily for us. this battle was the end of jeavy casualties. baik di wilayah Sukabumi maupun diluar wilayah Sukabumi. Semoga bermanfaat. BANDUNG LAUTAN API .F. Konvoy besar Tentara Sekutu. but it was no final strom which left the air clear and there was not much rest for the troops. kendaraan-kendaraanya banyak yang rusak. Pada hari kedua tewas 3 orang opsir Inggris. dari Jakarta. dalam keadaan porak poranda.

pertahanan dan keamanan. bahwa kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu telah dibayar mahal dengan pengorbanan jiwa dan harta benda yang tidak sedikit. Nilai-nilai perjuangan bangsa yang besar dan heroik. berbangsa dan bernegara.BANDUNG LAUTAN BESERTA IMPLIKASINYA API DARI (BLA) SEGI MILITER PENGANTAR Marilah kita mengingat sejarah perjuangan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar dan heroik. buktinya tiap-tiap wilayah diseluruh bumi Nusantara terhampar Makam Pahlawan. Nilai-nilai perjuangan bangsa Indonesia pada perjuangan fisik merebut dan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia mengandung nilai-nilai perjuangan bangsa Indonesia yang menjadi landasan dalam mengisi kemerdekaan telah mengalami pasang surut sesuai dinamika dalam kehidupan bermasyarakat. berdirinya tugu-tugu perjuangan antara lain di Jawa Barat salah satunya adalah tugu perjuangan rakyat Jawa Barat pada saat kita menghadapi penjajah dilakukan dengan pembuni hanguskan kota Bandung dan dikenang sebagai BANDUNG LAUTAN API (BLA) yang tugunya berada di lapangan Tegallega. Kini tugu tersebut berada dalam kondisi yang sangat menyedihkan dan tidak terawat dengan baik karena tidak dikelola oleh pengelola yang professional untuk ini akan disampaikan sekilas bagaimana kisah . negara-negara maju yang ikut mengatur percaturan perpolitikan. Bila kita merenung sejenak. seperti yang dialami Indonesia sekarang. perekonomian. sosial budaya. Semangat perjuangan bangsa sesuai dengan dinamika perjalanan kehidupan telah mengalami penurunan pada titik yang kritis. hal ini disebabkan antara lain oleh pengaruh globalisasi yang membawa dampak kuatnya pengaruh lembagalembaga kemasyarakatan internasional.

Masyarakat dididik menjadi Vandalisme dan brutal seperti saat ini (Demonstrasi yang berlebihan. merusak asset negara dll. meski tempat jatuh meleset 4 km dari sasaran karena kabut. PROLOG PERISTIWA BANDUNG LAUTAN API Pada Perang Dunia ke-II sedang berkecambuk antara sekutu melawan fasis Jepang. Kaum intelektual memanfaatkan massa demi kepentingannya.BLA secara singkat dituturkan dalam uraian berikut dengan urutan Prolog. sampai kini di era reformasi. peristiwa BLA itu sendiri dan Epilognya. Pressure Group yang melakukan gerakanya uot of Control / kebabaslan lebih-lebih di era demokrasi yang membuka peluang untuk itu 4. Dikibarkan bendera Merah Putih diseluruh Nusantara 3. Jepang dinyatakan sebagai bangsa yang kalah perang. 3. Di Indonesia pada waktu itu terjadi kevacuman pemerintahan karena : 1. 5. Intrik antar Parpol cenderung Suudhon terhadap bawah partainya. Bangsa Indonesia (rakyat . Suksesi kepemimpinan tidak dipersiapkan oleh penguasa sehingga menimbulkan setiap pergantian pemimpin tidak berjalan mulus.02. 6. kota Hirosyima dan Nagasaki dijatuhi bom Atom oleh Amerika Serikat. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia untuk memproklamirkan kemerdekaannya tanggal 17 Agustus 1945 yang merupakan titik kluminasi perjuangan bangasa Indonesia merebut kemerdekaan yaitu : 1. tak urung kota itu hancur berantakan dan menimbulkan korban puluhan ribu jiwa manusia Atas peristiwa itu maka untuk menyelamatkan Negara dan rakyatnya pada tanggal 15 Agustus 1945 Kaisar Hirohito menyatakan menyerah bertekuk lutut kepada sekutu yang diwakili oleh Jenderal Douglas Mc Arthur. Pasukan sekutu yang akan menyelesaikan administrasi belum datang 2. 2. bom atom yang ke 2 diberi nama Fat man di jatuhkan dan meledak diatas kota Nagasaki pukul 11. telah menghancurkan kota Hirosyima rata dengan tanah dan pada tanggal 6 Agustus 1945. Secara Global akar permasalahan di infentalisir sbb: 1. 3 hari kemudian 9 Agustus 1945. menandakan berakhirnya Perang Dunia ke-II. Kota Hirosyima dijatuhi Bom yang dinamai Little boy panjangnya 3 M yang dijatuhkan oleh pesawat pembom B-29 yang diberi nama Enola Gay. Pemimpin Nasional cenderung arogan dan tidak tanggap terhadap aspirasi Grassroot dan KKN tumbuh subur. Kedatangan tentara Dai Nippon ke wilayah Nusantara. Jepang berhasil mendaratkan kakinya dikepulauan Nederlands-Indie. Dikumandangkan lagu Indonesia Raya ke seluruh pelosok Nusantara melalui Radio. Diproklamirkan kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 2.) Mudah-mudahan segenap anak bangsa Indonesia segera sadar terhadap akar permasalahan tersebut diatas dan mengambil langkah-langkah yang positif untuk perbaikan kehidupan bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia. Secara jujur dan berdasarkan Fakta sejarah bahwa bangsa Indonesia yang telah memproklamirkan Kemerdekaannya sejak 17 Agustus 1945 tidak berjalan dengan mulus sesuai harapan segenap anak bangsa Indonesia.

Indonesia) menyambut kedatangan Bala Tentara Jepang sebagai pembebas. Kurun waktu sampai dengan 17 Agustus 1945 Jepang dapat bertahan di Indonesia selama 1264 hari, 15 Agustus 1945 Jepang kalah dan menyerah kepada sekutu, namun pasukan-pasukan Inggris dari tentara sekutu dibawah pimpinan Letjen Sir Philips Christison baru dapat mendarat di Jakarta pada akhir September 1945. Dalam kerangka perjuangan kemerdekaan Indonesia kondisi tersebut diatas merupakan suatu periode yang telah banyak membawa perubahan radikal di dalam perjuangan pergerakan Kemerdekaan Indonesia menuju Indonesia Merdeka dan Berdaulat. Adapun perubahan-perubahan radikal dapat dirinci sebagai berikut : 1. Untuk mengisi kekurangan personil di Indonesia, Jepang telah membentuk pembantu Tentara Jepang (Heiho) berdasarkan Keputusan Tokyo tanggal 23 September 1942 melalui Riku-a-mitsu No. 3636 untuk melatih pemuda-pemuda pribumi menjadi ptajurit-prajurit pembantu (di Indonesia tercatat + 42.000 orang Heiho). 2. Jepang telah melatih rakyat Indonesia dalam bentuk organisasi seperti Seinendan, Keibodan, Hisbulloh dan lain-lain sedangkan didesa-desa dibentuklah Toranikumi untuk mengkoordiner kegiatan ketangguhan desa dalam pertahanan. 3. Jepang telah membentuk Pembela Tanah Air (PETA) atas permintaan Gatot Mangunpraja yang tanggal 3 Oktober 1943 lahirlah undang-undang Bala Tentara Jepang dengan nama Osamu Sirei No. 44, yang menjelaskan Peta adalah pasukan sukarela untuk membela Tanah Air sebagai pelaksana pembentukan Peta oleh Korps Tentara ke-XVI Bala tentara Jepang. 4. Latihan militer yang diberikan kepada pemuda-pemuda Indonesia oleh Jepang memberikan hikmah yang tiada taranya bagi Negara Indonesia sebagai embriyo lahirnya TNI, yang secara kronologis diuraikan sebagai berikut : a. Tanggal 22 Agustus 1945 Panitya Persiapan Kemerdekaan Indonesia memutuskan pembentukan Komite Nasional Indonesia (KNI), Partai Nasional Indonesia (PNI) dan Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang semula merupakan bagian dari Badan Penolong Keluarga Korban Perang (BPKKP). Disamping TKR dibentuk juga Lasykar Rakyat sebagai Organisasi Perlawanan Rakyat untuk melaksanakan pertahanan dan keamanan Negara RI, Lasykar Rakyat pada garis besarnya terdiri dari dua golongan yaitu : 1) Lasykar yang dijiwai oleh sesuatu idiologi politik partai antara lain yang termasuk golongan ini adalah : Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP), Tentara Pelajar (TP), Front Pelajar (FP), Corps Mahasiswa (CM), Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia (BPRI), Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi (KRIS), Tentara Genie Pelajar (TPG) dan lain-lain 2) Lasykar yang dijiwai oleh sesuatu idiologi politik partai adalah lasykar yang dibentuk oleh partai-partai politik sebagai akibat maklumat Pemerintah tanggal 3 Nopember 1945 tentang pembentukan partai-partai dan anjuran untuk membentuk lasykar partai, seperti Hizbulloh, Barisan Banteng dan Pesindo. b. Berdasarkan Penetapan Pemerintah No. 2 s/d tanggal 2 Januari 1946 Tentara Keamanan Rakyat dirubah menjadi Tentara Keselamatan Rakyat, yang

bertugas menyelamatkan Negara Republik Indonesia dari bahaya ancaman penjajah. c. Berdasarkan Penetapan No. 4 s/d tanggal 25 Januari 1946 TKR dirubah menjadi Tentara Republik Indonesia yang terdiri dari unsure TRI Darat, unsur TRI Udara dan Unsur TRI Laut. d. Dengan Penetapan Presiden RI tanggal 5 Mei 1947 lasykar dan barisan rakyat bersenjata dan unsur-unsurnya bergabung menjadi Angkatan Darat (ADRI), Angkatan Laut (ALRI) dan angkatan Udara (AURI) Selanjutnya ketiga Angkatan itu menjadi APRI kemudian menjadi APRIS dan berdasarkan Keputusan Kasad No. 83/KASAD/PNTP/50 tanggal 20 Juni 1950 APRIS kembali menjadi APRI. Demikian tonggak sejarah tentang kelahiran Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang telah berjasa mengamankan berbagai peristiwa kemelut yang merongrong kedaulatan NKRI. e. Berdasarkan Kepres RI No. 52 tanggal 1 Juli 1969 AKRI menjadi Polri, maka kekuatan bersenjata RI terdiri dari ADRI, ALRI, AURI dan POLRI disebut Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) f. Berdasarkan Tap MPR No. VI/2000 tentang pemisahan kembali antara TNI dan Polri, TNI bertugas tentang masalah Pertahanan Negara sedangkan Polri bertugas tentang masalah Keamanan, TNI bertugas untuk keamanan Dalam Negeri sedangkan Polri bertugas untuk keamanan dan ketertiban masyarakat. Akhir September 1945, kota Jakarta telah dipenuhi oleh tentara sekutu termasuk tentara Belanda yang berlindung dibelakang sekutu dan tentara RI dari Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Bentrokan-bentrokan berdarah sering terjadi, sejak para mantan APWI mulai bebas berkeliaran di kota Jakarta ditambah lagi oleh munculnya petugas-petugas NICA dan pasukan KNIL. Mereka ini berhadapan dengan para pejuang Republik Indonesia, yang sebagian besar dipelopori para pemuda pejuang serta TKR. Hampir setiap hari terjadi pertempuran-pertempuran di dalam kota, baik siang maupun malam. Penduduk yang menghuni kota Jakarta bercampur dengan penduduk sipil, baik sipil Republik, penduduk sipil kulit putih mantan interniran, kota Jakarta menjadi tidak aman bagi semua penghuninya. Bentrokan-bentrokan yang menimbulkan kekacauan ini semakin memusingkan pihak sekutu. Tidak mengherankan bila sekutu kemudian meminta pemerintah Indonesia untuk mengeluarkan pasukan-pasukan bersenjata RI dari kota Jakarta, dengan alasan kota Jakarta adalah kota diplomasi yang sering digunakan untuk perundingan-perundingan internasional antara Indonesia , Belanda dan Inggris, sehingga memerlukan ketenangan. Atas kekalahan Jepang sekutu (Inggris) ditugaskan untuk : melindungi dan mengungsikan tawanan-tawanan perang dan orang inteniran, melucuti tentara Jepang dan mengembalikan mereka ke Jepang, memelihara ketertiban dan keamanan umum agar tugas tersebut terlaksana dengan sebaik-baiknya. Ternyata tugas sekutu tadi tidak berjalan dengan mulus, terbukti dengan terjadinya pertempuran konvoi Sukabumi Cianjur sepanjang 81 km, yang berlanjut dengan peristiwa Bandung Lautan Api di kota Bandung. Semula daerah Sukabumi Cianjur di jaga oleh Resimen 3 TRI dengan pimpinan Letkol

Edy Soekardi bersama Resimen 2 Bogor dari Letkol Husein Sastranegara termasuk divisi 1 Banten. Perimbangan kekuatan Inggris terdiri dari 4 YONIF, 3 SATBAN didukung oleh Royal Air Force jumlah personil + 4.000 orang. Indonesia terdiri dari 4 YONIF didukung lasykar-lasykar rakyat a.l. Hizbulalh dari Bandung, YON YAHYA, YON HARI SOEKARDI, YON-ABDULRAHMAN dan YON ANWAR PADMA jumlah personil + 5.000 orang.

Korban dari kedua belah pihak Inggris : Gugur 44, Luka-luka 95, ditawan – Indonesia : Gugur 92, Luka-luka 94, ditawan 30 Sebelum terjadi peristiwa Bandung Lautan Api sekutu mengalihkan route pengiriman logistik untuk pasukannya yang berada di Bandung dari rute yang melalui jalan utara tapi trayek ini dapat gangguan oleh pertempuranpertempuran di Klender, Kranji dan Bekasi dan terakhir satu angkutan lengkap diserobot oleh Resimen 6 di Cikampek sehingga TKR memperoleh sejumlah makanan awet Inggris yang terkenal dengan nama “Kompo” kemudian sekutu mengalihkan rute logostik melalui Bogor, Sukabumi, Bandung dan terjadi peristiwa Bojong Kokosan. Dengan diawali penghadangan di Fokkersweg (Jl.Garuda sekarang) mulailah peristiwa Bandung Lautan Api. Kota Bandung dikuasai Tentara sekutu. Sebagaimana kota Jakarta maka kota Bandung pun harus dikuasai oleh sekutu tanpa menguasai kedua kota tersebut, pekerjaan sekutu untuk membebaskan dan memulangkan APWI akan terganggu terus menerus oleh insiden-insiden dan bentrokan-bentrokan dengan para pejuang atau tentara Republik. Saat sekutu menguasai kota Bandung juga tidak berjalan mulus, sebelum terjadi peristiwa Bandung Lautan Api didahului peristiwa-peristiwa yang secara kronologis sebagai berikut :

Azas perang adalah kebenaran fundamental yang berlaku dalam cara pelaksanaan perang dan mempunyai pengaruh tetap terhadap kesudahan dari persengketaan bersenjata.1. maka seluruh penumpang pesawat dan awaknya ditawan oleh pasukan setempat yaitu pasukan lasykar dari Banteng Hitam kemudian mereka dibunuh. Insiden Cikampek Pada saat pengangkutan perbekalan untuk 60. sebuah pesawat Dakota Inggris dalam penerbangannya ke Semarang harus melakukan pendaratan darurat disuatu tempat di Bekasi karena rusak mesin pesawat tersebut membawa 18 tentara Kumaon dan 5 awak pesawat. tentara Inggris kurang memperhitungkan resiko yang bakal terjadi dan mereka akan melintasi daerah kekuasaan Republik. 2. Berbagai insiden yang akhirnya membuat sekutu (Inggris) jengkel sehingga tanggal 27 Nopember 1945 Brigjen Mac Donald mengeluarkan ultimatum kepada pemerintah Indonesia untuk mengosongkan kota Bandung bagian utara dari pejuang republik dengan dibatasi oleh jalan Kereta Api sehingga garis demarkrasi. Serangan ini membuat sekutu murka dan Mayjen Hawthorn mengeluarkan ultimatum. Mengindahkan azas perang merupakan suatu factor untuk memenangkan suatu perang. Kereta api itu meneruskan perjalanan ke Bandung dalam keadaan kosong. Cianjur tanggal 20 Maret 1946 serangan terhadap kedudukan sekutu di Bandung Utara dengan menggunakan senjata mortir. dalam hal ini akan disampaikan makna dan pengertian tentang azas perang. dengan disampaikannya pengertian tersebut diatas maka memudahkan persepsi pembaca dalam kaitan dengan judul diatas : 1. bahwa mengabaikannya berarti mengundang resiko yang memberi keuntungan kepada musuh. Rangkaian kereta api disergap di daerah Dawuan yang dilakukan oleh Batalyon Priatna. Yang dimaksud dengan kekuatan relatif adalah : .000 APWI di Bandung melalui kereta api dengan rangkaian 20 gerbong. karena kekuatan TKR lebih besar. yang dikawal sepasukan kecil berkekuatan 10 tentara Inggris asal Gurkha. Hal lain yang disebut kekuatan relatif atau daya tempur relatif. Insiden Bekasi Tanggal 23 Nopember 1945. Tentu saja karena tempat tersebut berada dalam kekuasaan Republik.00 inilah awal dari peristiwa Bandung Lautan Api. 4. agar seluruh Pasukan Indonesia harus sudah mengosongkan Bandung Selatan tanggal 24 Maret 1946 sebelum pukul 24. 3. taktik dan strategi militer serta macam operasi TNI. BANDUNG LAUTAN API DITINJAU DARI TAKTIK. ketika pengawal Gurkha menolak untuk diperiksa terjadilah tembak menembak yang berakhir dengan menyerahnya pasukan Gurkha kepada TKR. KAMPANYE DAN STRATEGI MILITER Sebelum uraian berlanjut ada baiknya disampaikan beberapa makna yang berkaitan dengan istilah perang. Diawali penghadangan di Fokkersweg (Jalan Garuda) pencegatan pengiriman perbekalan dari Sukabumi. Kegunaan azas perang sebagai pedoman dan dasar untuk melakukan tindakan dan bukan hukum atau peraturan yang harus ditaati secara membuta. Azas perang itu merupakan suatu peringatan.

c. Diantara macam-macam operasi tempur yang dilakukan oleh TNI-AD ialah antara lain Operasi Tempur Pemunduran atau Mars Meninggalkan Musuh (MMM). Andre Beaufre. Clausewitz. b. e. d. e. Sumber (resource). Mars Meninggalkan Musuh dilakukan apabila : 1) Menghindari pertempuran Pemunduran dalam kondisi yang sedang berlaku dengan melakukan lepas libat sesuai rencana dan tanpa tekanan musuh. Jomini. b. Diantara rumusan yang cocok atau mendekati dengan kondisi bangsa Indonesia Mao Tse Tung lah yang penulis pakai tentang pengertian strtegi. Scholovski dan Mao Tse tung. d. c. perang dilakukan karena dianggap sebagai tradisi. Waktu dan ruang harus dapat digunakan untuk menciptakan situasi perang yang menguntungkan antara strategi. Daya gerak. Memegang teguh tujuan. Perkembangan Perang. d. baik tenaga manusia maupun bahan. Kualitas dan kapabilitas komandan. kampanye dan taktik hanya terletak pada ruang lingkupnya saja. d. Sekarang : Cara mencapai sesuatu dengan sarana yang tersedia. 2. . Tidak kenal menyerah. Napoleon. Banyak pakar ahli strategi mengemukakan tentang pengertian strategi yaitu Sun Tsu. 2) Jaman budaya. perang dilakukan dengan alas an untuk membela diri. h. b. Keamanan. 1) Jaman tradisional. Penghematan tenaga. perang dilakukan dengan alas an untuk melindungi dan menjamin kelangsungan hidup bangsa agar tidak hancur. f. Kekenyalan dalam pikiran dan tindakan. Mao Tse Tung berpendapat : Strategi dan taktik mempunyai hubungan dengan ruang dan waktu. Pendadakan. Pemusatan. c.a. Liddel Hart. 2) Dilakukan sebagai kelanjutan lepas libat atau bila tidak ada kontak dengan musuh. Azas perang yang bersifat universal ialah : a. Ofensif. dan memainkan peran yang sangat penting dalam pelaksanaan perang berlarut atau gerilya. Berbagai pendapat tentang strategi. Pengertian Strategi Dulu : Ilmu siasat/ilmu perang/tipu muslihat untuk mencapai kemenangan. c. 3) Jaman modern. Azas perang khusus Indonesia adalah : a. b. Burne. Kerja sama. Perlawanan teratur secara terus menerus. Penyebaran untuk menghindari permusnahan. g. Moril. Keutuhan dan kesatuan ideology dan politik. Kualitas dan kapabilitas pasukan. Strategi Militer a.

yang pada saat itu TRI belum memhaminya selengkapnya seperti masa kini. Nasution selaku Komandan Divisi III telah berupaya supaya ultimatum itu diperingan namun tidak berhasil dan sekutu tetap ngotot.H. Tugas yang terkandung adalah menghadapi pejuang bangsa Indonesia yang Militan. Walikota Syamsuridzal telah memberi tahukan pada Kolonel A. 3. Tugas pokoknya mengurus / menyelesaikan masalah RAPWI. Harus kita bangun untuk kelak melawan NICA. kampanye dan strategi militer dengan uraian yang dibatasi pada hal-hal penulis anggap perlu. untuk menyelamatkan misinya. I don’t trust colonel Nasution. Sekutu pada saat itu menghadapi tugas yang berat dihadapkan pada fenomena yang harus diselesaikan yaitu : 1. namun sudah mampu melaksanakan perang modern. Kolonel A. Sebaliknya pihak Republik juga menhadapi dilema dengan ultimatum tersebut yaitu atas dasar tuntutan Inggris supaya 25 Maret 1946 Bandung dikosongkan dari semua orang pasukan bersenjata dalam radius 11 km. Oleh karena itu tiada pilihan lain bagi sekutu selain mengeluarkan ultimatum.3) Bila didahului lepas libat. pasti . 2. bahwa Jendral Howthorn pernah berkata . Demikian sekedar pengantar tentang taktik.H. Berada di Negara yang baru merdeka. agar para pembaca memhami bagaimana peristiwa Bandung Lautan Api ditinjau dari ketiga masalah tersebut diatas. Nasution. Dari P. Mars Meninggalkan Musuh dimulai setelah pasukan utama memutuskan kontak dan setelah kolone Mars terbentuk. Akhirnya Komandan Divisi III dihadapkan pada 3 perintah yang berbeda perintah itu adalah : 1.M. TRI kita adalah modal yang harus dipelihara jangan sampai hancur dulu. Syahrir pada pertemuan di Pegangsaan beliau berkata lebih kurang “kerjakan saja”. Pemerintah Sipil supaya tetap bertugas di posnya yang sekarang karena kalau pergi.

dimana Inggris berjanji untuk mempergunakan badan-badan Netherland Indies Civil Administration (NICA) dalam urusan pemerintahan dan untuk selekasnya memulihkan kekuasaan Belanda di Indonesia. katanya sudah diramalkan Bandung akan menjadi “Lautan Api dan Lautan Air”. Saya sendiri orang yang tidak punya. Sedangkan kekuatan TRI hanya 4 batalyon dengan 100 pucuk senjata senapan seluruhnya takan mampu menangkis kekuatan musuh.” (artinya laksanakan saja sesuai kebutuhan situasi dan kondisi kalau terjadi sesuatu teleponlah saya. Akan tetapi permintaan itu ditolak oleh pihak sekutu. Komandan Polisi Tentara mengusulkan untuk membumihanguskan dan kemudian menutup terowongan kali Citarum diperbatasan barat dengan ledakan dinamit. Three conflict order (dari pusat. MPPP.” Dari 3 perintah yang bertentangan Komandan Divisi mengadakan rapat kilat di Regentweg dengan komandan-komandan. Staf. telefooner mij. Kemudian setelah Inggris menyerahkan kekuasaan atas Indonesia dengan kelicikan Belanda untuk mengadudombakan antar penduduk asing (Cina. Dalam rapat itu Mayor Rukana.NICA akan menggantikannya jangan diadakan pembakaran dan sebagainya. Komandan Divisi sangat sulit untuk menentukan sikap karena dihadapkan pada : 1. Syahrir. 3. Dari Jendral Didi Kartasasmita selaku penasehat militer setelah ditanya pak Nas. beliau menjawab : “Handelen naar gelang de omstandigheden. ditunjang dengan kendaraan tempur (tank) dan meriam-meriam yang berbanjar serta truk di Jl. Dari situasi yang mencekam itu Pak Nasution selaku Komandan Divisi dengan naluri militernya. Sumatra dengan garis demarkasi yang sudah siap apabila TRI menyerang. pihak sipil meminta penundaan batas waktu dengan alasan untuk mententramkan perampokan.00 dikeluarkan perintah : . andai kata TRI melawan itu bunuh diri namanya. namun kemudian Wakil Persatuan Perjuangan bapak Kamran dan bapak Sutoko mempertimbangkan agar kita bersama rakyat keluar saja. karena yang rugi rakyat kita sendiri juga dan yang harus membangunnya kelak kita juga.000 orang dengan persenjataan lengkap. dan saya akan datang menemuimu). akan tetapi Bandung harus dibakar. Arab. Dihadapkan pada pertimbangan kekuatan yang tidak seimbang yaitu sekutu dengan kekuatan Divisi India 12. Pemerintah Sipil Menyatakan ketaatannya kepada Perdana Menteri St. 2. Dari Markas Besar Tentara di Yogya mengirimkan kawat tanpa nama si pengirim bunyinya : “Tiap sejengkal tumpah darah harus dipertahankan. India) dengan penduduk Cina (Kuomintang) Belanda membentuk barisan Cina dengan nama Po An Tui padahal negara Cina Kuomintang bersimpati kepada Barisan Keamanan Gerakan Kemerdekaan Indonesia. maka pada pukul 14. 2. Komandan Resimen dan lain-lain Perwira ingin bertempur terus. Tentara sekutu disamping tugas pokok untuk menyelesaikan tugas RAPWI mengemban pula tugas sampingan yang diutamakan yaitu melaksanakan persetujuan Civil Affair Agreement tanggal 24 Agustus 1945 dengan Belanda. Penasehat Militer dan MBT). 3. Panglima Inggris tidak bersedia memperanjang waktu. Pemerintah Sipil dan tokoh-tokoh KNI. dan kom ik bij jou. Als er nog geknokt wordt.

3.00 kota praktis sudah kosong dari manusia akan tetapi api masih menyala terus.H. surat kabar membuat berita tentang Bandung dalam kotak-kotak hitam. Memang berat penderitaan rakyat Bandung. Belanda) masing-masing sedang mengadakan konsolidasi. yang lalu menyetujui tindakan yang telah diambil. tanda berkabung dengan kalimat-kalimatnya yang melukiskan kemurkaan bercampur duka cita karena bumi hangus “demooiste stad van Java” dan “Parijs van Java” menjadi rusak.00 2. 4. Dengan keyakinan bahwa pengorbanan mereka takan sia-sia. Pukul 21. akan tetapi mereka ikhlas memberikan pegorbanan dengan keyakinan kemerdekaan akan tetap selamanya. Sukajadi dan lain-lainnya. Namun pada bulan Mei 1946 Jenderal Urip Sumoharjo dengan resmi menerangkan di Purwakarta. adalah keputusan yang baik. Berangsur-angsur kedengaran dentuman-dentuman dan kelihatan kebakaran semakin hebat mulai dari Cimahi sampai Ujungberung. Komandan meronda dalam kota dan membantu sendiri membakar disana-sini. Hujan rintik-rintik menimpa mereka. memikul dan menggendong anak-anak serta barang sekedarnya. Pos Komando saya pindahkan ke Kulalet (Dayeuh Kolot).1. Banyak yang menangis. hal ini bisa dimaklumi karena . Bagaimana tindakan Inggris. Pukul 20. kita (Indonesia) dan pihak sekutu (Inggris. supaya Bandung Utara diserang dari pihak utara dan dilakukan pula sedapat bisa. Setelah pukul 24. Nasution) mengenai Bandung Lautan Api. bahwa yang dilakukan oleh Komandan Divisi (Kol. Tembakan-tembakan tersembunyi dilakukan di bagian Utara. Semua pegawai dan rakyat harus keluar kota sebelum pukul 24. Setelah Bandung dibumi hanguskan. hanya terdengar tembakantembakan sebentar jauh dari Utara. Gedung-gedung yang besar hancur oleh dinamit. dan kemerdekaan akan membawa kebahagiaan dan kesejahteraan yang telah diimpikan dan dijanjikan oleh pemimpin-pemimpinnya. A. Komandan Divisi III mengirim nota ke MBT dan pernah langsung menghadap kepada Panglima Besar (pak Dirman) untuk mengadakan siasat menyeluruh agar seluruh Jawa mengadakan “Serangan Umum” dalam arti implikasi gerilya untuk terus menghangatkan kota. Serangan-serangan dilakukan sekitar bekas KMA. Sesudah matahari terbenam. A. Nasution) dengan stafnya pindah ke Kulalet (Dayeuh Kolot).00 Komandan berdua kembali masuk kota untuk memeriksa dari dekat.000 rakyat keluar kota dengan berjalan kaki. Begitu dari selatan harus ada penyusupan ke Utara. Namun misi Komandan Divisi III tidak mendapat respon yang baik dari MBT. Sangat sedih hati melihat lebih kurang 100. Sesudah kejadian tersebut dari luar kota TRI mengatur terus infitrasi-infitrasi setiap malam untuk mengacaukan musuh. Tentara melakukan bumi hangus terhadap semua bangunan yang ada. Akibat peristiwa Bandung Lautan Api.00 komandan Divisi bersama Mayor Rukana berdiri disebuah bukit memerikasa pelaksanaan perintah Komandan. Segala kejadian dilaporkan ke MBT. Ciumbuleuit. Setelah Komandan Divisi III (Kol. Pak Nasution dianggap sebagai “Penjahat Perang” dan untuk itu beliau dimintai pertanggung jawabannya.H.

b. Implikasi peristiwa BANDUNG LAUTA API ditinjau dari kampanye militer adalah : 1. Cianjur dan Puncak. Dapat disimpulkan disini bahwa dari segi taktik penyerangan-penyerangan dengan kekuatan kecil menghindari korban yang besar. BLA ditinjau dari operasi Militer merupakan suatu gerakan kebelakang meninggalkan musuh dengan tujuan mengorbankan ruang untuk memperoleh waktu. Ciranjang. HIKMAH DARI BANDUNG LAUTAN API . Meskipun semangat tempur dan moril tinggi. pertahanan dan hambatan dengan berpegang kepada perang memegang teguh tujuan. mulai dari Sukamiskin sampai Cimahi. ini namanya bunuh diri. dalam waktu dan ruang tertentu. 2. penghadangan atau perang gerilya. Penghadangan terhadap musuh yang berada di jalan raya antara Puncak dan Bandung.posisi MBT saat itu lebih bersifat koordinator dari pada Komando tertinggi tentara pada dewasa itu. d. e. Padalarang. 3. BLA ditinjau dari segi strategi Militer sesuai rumusan strategi yang dikemukakan oleh Mao Tse Tung yaitu BLA memainkan peranan yang penting dalam pelaksanaan perang berlarut atau gerilya. Penghadangan terhadap konvoi di Tugu dan Cipayung. Dari segi Strategi Militer. yang diperlukan untuk persiapan-persiapan gerakan selanjutnya berupa serangan. Ruang dikorbankan untuk memperoleh waktu yaitu menghindari pertempuran-pertempuran yang menentukan. Dari segi Kampanye Militer. tetapi merugikan dipihak musuh. Musuh tidak bisa memanfaatkan asset selain puing-puing dan menyalurkan musuh ke dalam situasi yang tidak menguntungkan baginya. Tak ada tempat yang sepi insiden. Pelaksanaan BLA menggunakan suatu taktik kombinasi dari serangan. BLA merupakan rangkaian operasi militer yang berhubungan dengan yang lain dengan tujuan untuk menyelesaikan suatu sasaran bersama. Setelah dilakukan pemunduran diperintahkan untuk melakukan penyerangan yang dilakukan oleh pejuang TRI antara lain : a. tetapi pertimbangan kekuatan tidak seimbang alangkah dungunya seorang Komandan menggerakan Pasukannya untuk melakukan pertempuran. Pertempuran sejak dari Cianjur sampai Rajamandala c. Cipatat. Beberapa kolone dicegat rakyat di Cikarang dan Pacet. Dari segi Taktik Militer.

PENUTUP Dari uraian diatas dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. Kepercayaan sekutu kepada TKR sekaligus merupakan pengakuan terhadap eksistensinya TKR secara de facto. dalam hubungan ruang dan waktu yang ditetapkan atas dasar perintah dari fihak yang berwenang dalam rangka mencapai tujuan perang ataupun tujuan Hankamnas. mendesak sekutu untuk minta bantuan pengawalan kepada TKR. yang merupakan segala usaha. . kini Tugu BLA sudah dibersihkan. 2. Tugu BLA yang terletak dilapangan Tegallega keadaanya tidak terawat dan sangat menyedihkan. Khusus untuk Siliwangi BLA telah menghasilkan system Pertahanan Garis Hantar Kuning sampai system Pertahanan dan keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). Rentetan peristiwa/bentrokan antar TKR dan sekutu (Inggris) sampai terjadinya peristiwa heroik BLA merupakan masukan untuk penyusunan doktrin dan macam-macam operasi militer. yang pernah dilakukan Taruna Akademi Militer Tanggerang selama tiga kali antara Desember 1945 s/d Januari 1946. yang terkenal dengan peristiwa Cikampek. Perjalanan bersejarah bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah telah mengorbankan jiwa harta benda yang tidak terhingga. Tiap daerah mempunyai perang sendiri-sendiri dalam upaya mempertahankan kemerdekaannya seperti Rakyat Jawa Barat dalam epos Bandung Lautan Api yang telah memberikan saham yang besar dalam membela bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia. tinggal menunggu perbaikan dan pelestariannya sekaligus pemanfaatannya sebagai tugu dan musium perjuangan Rakyat Jawa Barat.Kegagalan sekutu sewaktu mengirimkan perbekalan ke Bandung. kegiatan dan tindakan militer berdasarkan suatu rencana untuk mencapai tujuan.

Jenderal Besar). 4. 4. Jawa. 3. Penerimaan asrama (akomodasi) dengan istilah “Pastur” (tepas batur) d. Bantuan logistik dengan dapur umumnya b. penuh kesadaran menurut memenuhi perintah. penghargaan dan penghormatan. berkat naluri militer dari Komandannya yaitu Kol. dengan rela menerima perintah itu demi keutuhan bangsa dan tanah air. Peranan lasykar wanita baik di depan dan di belakang front c. Nusa Tenggara. yang memberi andil besar dalam menyusun macam-macam operasi militer di Indonesia sampai dengan Sistem Pertahanan dan keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). Jambi. tukang becak yang bernama Emen berhasil menghancurkan tank musuh di jalan Waringin. Riau. Sepi ing pamrih rame ing gawe berjuang tidak mengharapkan upah/gaji bayaran. Demikian tulisan “BANDUNG LAUTAN API BESERTA IMPLIKASINYA DARI SEGI MILITER”.H. 5. Kesan dan pesan dari peristiwa Bandung Lautan Api 1. Disiplin tinggi yang bersifat nasional TRI/pejuang bersenjata tetap menolak untuk mundur tetapi selaku prajurit yang harus taat kepada perintah atasan/pemerintah. mengutamakan kepentingan umum terutama kepentingan kemerdekaan Indonesia. Meskipun TKR baru lahir tapi dalam peristiwa BLA telah mampu melakukan kegiatan militer yang bersifat taktis dan strategis. Kerelaan berkorban untuk kemerdekaan Indonesia dengan mengorbankan harta benda maupun jiwa raga mereka. Batak. Semangat pengorbanan Rakyat Jawa Barat luar biasa besarnya dan mencerminkan kesatuan dan persatuan bangsa dalam membela bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia. LONG MARCH SILIWANGI . 2. Amiin. Rakyat ikut bertempur al. dengan harapan semoga masyarakat Jawa Barat menghargai para pejuang terdahulu dan memiliki sense of belonging pada Tugu Bandung Lautan Api yang terletak di Tegallega. Padang. 6. Kesatuan dan persatuan nasional yang erat bahu membahu tidak membedakan asal daerah suku dan agama. Sulawesi. Maluku ikut berjuang membela Jawa Barat dalam peristiwa Bandung Lautan Api. Kemanunggalan Tentara dan Rakyat dalam kerjasama : a. A. Nasution (sekarang alm. Mereka datang dari delapan penjuru angin terdiri dari suku Sunda. melainkan lebih mementingkan. Kejujuran hati tidak mementingkan diri sendiri.3. Palembang.

1 terkenal dengan nama “Perintah Siasat No.PENGANTAR Kemajuan-kemajuan yang mempesona dari gerakan tentara Belanda yang modern itu. Republik Indonesia meramalkan akan adanya gerakan militer Belanda berikutnya. yang waktu itu sudah semakin ciut. Akan tetapi tidak semua adalah gejala sementara. Oleh karena itu Angkatan Perang RI menjalankan rencana yang telah ditetapkan untuk menghadapi serangan Belanda. 1” tentang cara pelaksanaan perlawanan terhadap Agresi Belanda. Setelah prajurit Siliwangi berada di Jawa Tengah. tanggal 19 Desember 1948 Belanda melakukan aksi militer ke-II. Panglima Besar Sudirman mengeluarkan perintah kilat antara lain Pemerintah Belanda telah membatalkan persetujuan gencatan senjata. Inti dari Persetujuan Renville itu antara lain mengharuskan Divisi Siliwangi harus pindah ke Jawa Tengah ke daerah Republik. dalam perang Kemerdekaan ke-I secara psikologis telah sangat memukul moril prajurit-prajurit RI. Instruksi Panglima Besar No. Atas desakan DK PBB dan dengan bantuan Komisi jasa-jasa baik diadakanlah perundingan antara Indonesia dan Belanda. ternyata ramalan itu benar. menyusup ke kedudukan semula di Jawa Barat dengan sebutan yang terkenal “LONG MARCH SILIWANGI”. Perintah hijrah itu dilaksanakan tanggal 1 Februari 1948 dan berakhir tanggal 22 Februari 1948. Siliwangi telah berhasil menumpas pemberontakan PKI MUSO tanggal 18 September 1948. di kapal Amerika “Renville” di pelabuhan Tanjung Priok yang kemudian melakukan “Persetujuan Renville” yang ditanda tangani tanggal 17 Januari 1948. dan khusus untuk Siliwangi. disamping melawan Belanda. . Dengan gerilya sementara bahu membahu dengan rakyat prajurit Siliwangi telah berhasil menguasai keadaan ini diakui oleh pihak Belanda bahwa perlawanan pasukan-pasukan RI di Jawa Barat dan Jawa Tengah makin meningkat saja. untuk menembus. Atas serangan perang Kemerdekaan itu.

Yang menamakan dirinya sebagai Perdana Menteri PKI. selain menghadapi Tentara Belanda. Persetujuan yang ditanda tangani tanggal 17 Januari 1948 sangat merugikan pihak RI. 1 yang dikenal dengan “PERINTAH SIASAT NO.000 orang pasukan Siliwangi terpaksa meninggalkan kantong-kantong gerilyanya di Jawa Barat. 1” yang . juga pada saat yang bersamaan tanggal 18 September 1948 PKI Muso pun melakukan pemberontakan terhadap Pemerintahan RI dengan dipimpin oleh Amir Syarifudin SH. ketabahan serta keberanian pasukan Siliwangi secara gemilang berhasil menumpas pemberontakan PKI Muso dan membunuh Muso sendiri di daerah Ponorogo dan Amir Syarifudin di daerah Cepu / Blora. Namun berkat kegigihan. Penderitaan pertama yang dirasakan pasukan Siliwangi setelah berada di Jawa Tengah ialah diharuskannya reorganisasi dan rasionalisasi (RERA). LONG MARCH SILIWANGI Pada tanggal 9 Nopember 1948 Panglima Besar Soedirman mengeluarkan Instruksi No. pihak Belanda berupaya memaksa dilakukannya perundingan “RENVILLE” (Perundingan yang dilakukan diatas Kapal Renville).Dalam kisah berikut akan disampaikan kisah Siliwangi dalam Hijrah dan Long March. sehingga sebagian dari mereka yang turut hijrah terpaksa tidak dapat masuk formasi dan akhirnya hidup terkatung-katung di tanah rantau. HIJRAH Disaat perjuangan perlawanan terhadap Belanda di Jawa Barat sedang memuncak dan inisiatif serangan berada di pihak pasukan Siliwangi. salah satu isinya memutuskan tentara RI harus meninggalkan kantongkantong Gerilya. keuletan. Pada tanggal 22 Februari 1948 sekitar 29. termasuk didalamnya pasukan Siliwangi harus meninggalkan kampung halamannya Jawa Barat dan segera melakukan hijrah ke Jawa Tengah sebagai satu-satunya daerah yang masih dikuasai Pemerintah RI. Dalam masa hijrahnya pasukan Siliwangi menghadapi ujian berat. Pelaksanaan perpindahan ke Jawa Tengah dilakukan dengan cara sebagian diangkut dengan Kereta api dan sebagian lagi menggunakan Kapal laut dan diturunkan di daerah Rembang Jawa Tengah.

Brigade Kusno Utomo menuju daerah Bandung. Pihak Belanda mengatakan kepada Komisi Jasa PBB. Sukabumi dan Bogor.memerintahkan pasukan Siliwangi untuk bergerak dari kedudukannya guna melakukan gerakan Militer kembali ke Jawa Barat. Namun karena keadaan medan Jawa Barat tidak mengijinkan ditambah akibat adanya pengacauan oleh yang menamakan dirinya Darul Islam Kartosuwiryo maka tujuan yang telah ditetapkan itu. Dengan demikian pada akhir tahun 1948 mulai bergeraklah si Anak Rantau Siliwangi ke tempat asalnya di Jawa-Barat. ubi/ singkong atau oyek. suatu perjalanan yang penuh dengan duka derita. bahwa pihaknya mulai tanggal 19 Desember 1948 pukul 00. Pada tanggal 19 Desember 1948 sekitar pukul 05. Pada tanggal 19 Desember 1948 bergeraklah si Anak Rantau Siliwangi kembali ke Jawa Barat. Belanda mengerahkan sejumlah kurang lebih 135. Instruksi Panglima Besar No. Untuk menghadapi taktik licik Belanda tersebut Panglima Besar Soedirman mengeluarkan instruksi. peristiwa ini kemudian dikenal dengan sebutan “Long March Siliwangi”. Garut dan Ciamis. Batalyon Ahmad Wiranatakusumah bertugas sebagai pengawal Staf Divisi Siliwangi dan berangkat paling akhir. Dalam perjalanan kembali ke Jawa Barat.00 waktu Jakarta.30 lapangan terbang Maguwo dibom oleh pesawat-pesawat pembom MITCHEL B-25 yang diikuti penerjunan satu Batalyon Pasukan Baret Hijau Belanda yang ditugaskan untuk merebut lapangan tersebut. hanya mengandalkan pemberian penduduk yang dengan secara ikhlas mau membantu memberikan makanan apa adanya seperti nasi tambah sambel goang. Cianjur. 1 yang memerintahkan pasukan Siliwangi segera bergerak dari kedudukannya masing-masing menuju ke daerah masing-masing yang telah ditetapkan di Jawa Barat. tidak lagi merasa terikat oleh perjanjian Renville yang sebenarnya telah begitu menguntungkan pihaknya. . pasukan Siliwangi tidak memiliki bekal makanan sedikitpun. 4.600 orang Tentara dengan perlengkapan modern bantuan dari “Marshal Plan” Amerika-Serikat. 2. tiba-tiba saja pihak Belanda melancarkan agresi Militer ke II terhadap Ibu Kota RI Yogyakarta. Brigade Syamsu menuju daerah Tasikmalaya. Tujuan agresi Belanda ke-II itu adalah untuk menghancurkan segala potensi Republik atau melumpuhkannya. tetapi penuh nuansa heroik-patriotik. Belum lagi pasukan Siliwangi melepaskan lelahnya setelah melaksanakan operasi penumpasan terhadap PKI Muso. Adanya perintah untuk bergerak kembali ke kampung halamannya yang sudah sekian lama ditinggalkan dan dirindukan maka keadaan tersebut disambut dengan penuh kegembiraan diselingi rasa keharuan yang sangat mendalam sekali. jadi untuk makan sekian banyaknya orang. tidak dapat dipertahankan. Brigade Sadikin menuju Jawa Barat sebelah utara. 3. Rencana Long March Siliwangi telah disusun rapih dan sudah disalurkan berupa perintah hingga tingkat Batalyon sebagai berikut : 1.

Tanggal 22 Desember 1948. dan seorang sersan ialah Sersan Hutabarat. Batalyon Lucas Kustaryo ke daerah Cikampek. Pada umumnya Batalyon-Batalyon Siliwangi itu kembali ke daerah-daerah gerilya mereka sebelum mereka hijrah. Batalyon Roekman ke daerah Cirebon dan Kuningan. dan diperintahkan untuk segera berangkat ke Jawa Barat menyusul perjalanan Divisi Siliwangi. Batalyon Sudirman ke daerah Tasikmalaya utara. dengan mengadakan pembagian wilayah operasi Divisi Siliwangi di Jawa Barat sebagai berikut : a. dan selaku penanggung jawab gerakan Long March dari seluruh divisi beserta Mayor Daeng Mohamad-Komandan Batalyon “Guntur”. diantaranya yang menjadi kurban ada 2 orang Komandan Peleton. Batalyon Nasuhi ke daerah Ciamis dan Batalyon Rivai ke daerah Majalaya hingga perbatasan Garut. 2. Letkol Abimanjoe bertanggungjawab atas medan atau wilayah Jawa-Barat sebelah utara. yang menerima berita beberapa hari kemudian tentang tertangkapnya Letkol Daan Jahja. 3. Panglima Divisi Siliwangi. Kolonel T. kemudian diselesaikan secara musyawarah. Simatupang selaku Wakil II KSAP.B. di daerah Sukowaluh (masuk wilayah Purworejo) Sepasukan Tentara Belanda dari Kesatuan Batalyon “Anjing NICA” berhasil menangkap Letkol Daan Jahja Kepala Staf Divisi Siliwangi. Beliau dikawal oleh satu regu prajurit Siliwangi. dan diantar oleh Adah Djaelani “Bupati DI-TII”. ialah Letnan Saragih dan Letnan Affandi. Sedangkan Kapten Sitoroes ditunjuk sebagai pengganti Mayor Daeng Mohamad selaku Komandan Batalyon “Guntur”. Panglima Divisi Siliwangi. menerima perintah atasan untuk mengadakan perundingan dengan pihak DI-TII di daerah Cigalontang. b. yang kebetulan saat itu berada ditengah-tengah lingkungan Divisi Siliwangi langsung menunjuk perwira staf yang tertua ialah. juga langsung menunjuk Letkol Abimanjoe sebagai Pj. nama Batalyon diganti jadi Yon 11 April. Komandan Batalyon Mayor Abdulrachman gugur ditembak Baret Hijau Belanda dan Danyon diganti oleh Mayor Amir Mahmud. Sedangkan Kolonel Nasoetion sebagai Panglima Komando Jawa. Letkol Sadikin selaku Pj. Kapten Pirngadi Perwira Staf Siliwangi. Letkol Sadikin bertanggungjawab atas medan atau wilayah Jawa-Barat bagian selatan. Batalyon Dharsono ke daerah Karawang. Kartosoewirjo yang didampingi oleh Oni . Batalyon Kosasih ke daerah Sukabumi dan Bogor. Panglima I. Batalyon Ahmad Wiranatakusumah di Bandung Selatan. 4. Batalyon Abdulrachman (Yon Taruma Negara) ke daerah Sumedang. dan Sersan Mayor Soemitro Ajudan Komandan Batalyon “Guntur”. Panglima II. Batalyon Kemal Idris di daerah Kabupaten Cianjur. Perundingan berlangsung dengan SM. Letnan Resdan Komandan Peleton Pengawal Staf Batalyon “Guntur” beserta beberapa orang prajurit gugur. meminta kurban 36 orang gugur. saat melakukan perlawanan.Sehingga pada akhirnya Batalyon Sitorus kembali ke daerah Garut. Penyergapan Tentara Belanda terhadap Kompi Sjafei di daerah Arjasari Banjaran. 1. Mayor Oetara selaku Perwira Staf Brigade XIV/ Siliwangi. Masalah adanya Panglima Divisi Siliwangi yang kembar ini.

dimulai dari garis Demarkasi dan melalui 3 jalur menyusuri pantai Utara. pantai selatan dan jalur tengah. Subang Kuningan. Gunung Ciremai. Jalur Tengah : Mulai dari Wonosobo. Rancah. Karawang dan Bekasi. Kartosoewirjo. Kab. Bandung. pasukan Siliwangi mendapatkan hambatan dari DI-TII Kartosuwiryo. Bumi Ayu. TasikmalayaSingaparna. ROUTE Pada umumnya gerakan kembali ke Jawa Barat. Kebumen. Ternyata perundingan gagal. Jalur pantai Selatan : Mulai dari daerah Yogya. tidak mencapai kesepakatan untuk bekerjasama mengusir Tentara Belanda. Kab. Satu regu TNI pengawal Mayor Oetarja dilucuti senjatanya. Garut. Taraju Garut. c. yang kemudian dieksekusi. daerah Ciamis. Di Priangan Timur banyak prajurit Siliwangi yang jatuh dalam jebakan pasukan DI-TII. Soedrajat. Banjarnegara. Kab. Kawali. atas pengakuan langsung dari para eksekutor). SELATAN Pergerakan hijrah pasukan Siliwangi dari Jawa Tengah ke Jawa Barat yang meliputi kekuatan 3 Brigade dan 14 Batalyon bersama keluarga selama 11 PERGERAKAN JALUR TENGAH DAN . Gombong. Dalam perjalanan kembali ke kampung halamannya di Jawa-Barat. dengan cara ditelanjangi terlebih dahulu. daerah Salopa. Purworejo. Kab. daerah Majalaya. Sumedang. Cianjur. Wates. bekas pengawal Mayor Oetarja pada saat itu. Gunung Slamet. Salam. Majalengka. Sindangbarang. Purwakarta. daerah Purwokerto. Kab. sedangkan Mayor Oetarja sendiri ditahan. yang kemudian ditebas kepalanya didepan lubang lahat yang sudah disediakan oleh 2 orang anggota DI-TII yang bernama Eman dan Komar (keterangan diperoleh dari Prajurit TNI O.dan Sjaefullah pembantu-pembantu dekat SM. b. Pagerageng. Cilacap daerah Kalipucang. Jalur pantai Utara : Mulai dari Wonosobo. Subang. daerah Slawi. Banjarnegara. Gunung Galunggung. Sukabumi dan Bogor. Kab. Cianjur. baik yang kena sergap atau diracun untuk dibunuh atau ditawan setelah melalui penganiyaan yang tidak berperikemanusiaan. Sukabumi dan Bogor. a.

Solo – Prambanan = Jalan kaki Prambanan – Bandung = Jalan kaki. Rute Brigade XII (Letkol Kusno Utomo) + 405 Km (Mendut s/d Parigi). Sebagai Pasukan Pengawal Staf Divisi Siliwangi. Pemboman oleh pesawat terbang Belanda di Bantar Kawung. Rute Batalyon IV (Mayor Daeng) + 375 Km (Yogya s/d Bandung).A. Rute Brigade XIII Siliwangi (Letkol Sadikin) + 285 Km Wonosobo s/d Surian Sumedang. d.(Solo s/d Malabar). Rute Batalyon II/ Kalahitam (Mayor Kemal Idris) + 420 Km (Yogya s/d Cianjur). 2. Rute Batalyon Tajimalela (Mayor Lukas K) + 540 Km (Widodaren s/d Cikampek).Setelah gagal dalam Operasi Penyerangan Sungai di Jembatan Kebasen . Pertempuran melawan Belanda Tiba di Tasikmalaya menuju basis Gunung Puntang. Penjebakan yang gagal oleh DI-TII di Lemahputih Pengintaian/pertempuran melawan Belanda di Leles/Cicalengka. Penjebakan yang gagal oleh DI-TII di Bantarujeg/Lemah Putih. Rute Batalyon (Mayor Achmad Wiranatakusumah) + 465 Km. e. Pengintaian/pertempuran melawan Belanda di Ciwidey. Pengintaian/pertempuran melawan Belanda di Cileunyi. Pemboman oleh pesawat terbang Belanda di Salem. b. . dapat diuraikan berikut routenya sebagai berikut : 1. Rute Long March Siliwangi Brigade XIII (Letkol Sadikin) Berikut Batalyon-batalyonnya.bulan. Pengintaian/pertempuran melawan Belanda di Banjaran. Pertempuran melawan Belanda di Wonosobo . c. Pemboman oleh pesawat terbang Belanda di sekitar Gunung Ciremai.Pertempuran melawan Belanda di Kawali. Diperbatasan Magelang terjadi pertempuran melawan Belanda. Rute Batalyon (Mayor R. Kosasih) + 450 Km (Magelang s/d Bogor). b. Rute Brigade XII (Letkol Kusno Utomo) berikut Batalyon-batalyon (lihat lampiran 1) a. a.

Bandung). Kobar. b. d. T. d. di Sukamatri Panjalu Ciamis (Kapten Musad Idris dan Letnan Neman / pembawa Panji Siliwangi gugur). Ki 4 di Cinusa dan Si 1 di Cinusa.Rawalo kembali mengambil rute lewat Gunung Slamet menuju Jawa Barat. Posko Batalyon di Finish Babakan Pari Sumedang. Rute Batalyon 3 / Garuda Hitam (Mayor Rivai) + 315 Km (Magelang s/d . Ki A melawan Belanda di Teluk Jambe. • Posko Batalyon di Ciseuti. Menyerang Pos Belanda di Lemah Putih yang berkekuatan 1 Kompi lengkap dan diperkuat beberapa brencarrier. Ki 2 didesa Kedawung.Pertempuran melawan Belanda di Cijolang beberapa anggota gugur/likaluka. Posko Batalyon. Kanonade sebelum Bantarkawung. + 360 Km (Banjarnegara / Purwakarta). c. Rute Long March Siliwangi Brigade XIV (Letkol Syamsu) berikut Batalyon-batalyonnya. Dibombardir di Wonosobo (17 anggota hilang). di Rancah (1 regu gugur). Rute Brigade XIV Siliwangi (Letkol Syamsu) + 315 Km (Magelang s/d Ciparay Kab. .Pertempuran Si 1 / Ki 1 dari Kr. a. Rute Batalyon Nasuhi (Mayor Nasuhi) + 300 Km (Magelang s/d Malangbong Garut). • Konsolidasi Batalyon sebelum Operasi Penyebrangan. • Pertempuran melawan Belanda di Gunung Slamet. 3. c. Rute Batalyon 301 / Prabu Kiansantang. Rute Batalyon II/Tarumanegara (Mayor Abdurrahman) + 285 Km (Wonosobo s/d Sumedang). Belanda terdesak mundur dan menderita korban mati dan luka.X. Serangan udara Belanda di Kaligus Gunung Slamet. . Rute Batalyon 2 (Mayor Sudarman) + 195 Km (Magelang s/d Banjar Ciamis) Pertempuran melawan Belanda. Pertempuran melawan Belanda .

Batalyon Rukman berkembang menjadi tiga Batalyon. Ketiga Batalyon inilah yang menjadi Brigade A. Daerah kekuasaan Batalyon Rukman dijadikan tempat kedudukan Gubernur Jawa Barat yang dijabat oleh Ir. . menyatu dengan Rakyat dan menjadi beach-head pada waktu terjadi peristiwa Long March. Ukar Bratakusumah.Pertempuran melawan Belanda. dengan Komandan Brigade Letnan Kolonel Rukman.. Bandung ). serta markas Kolonel Abimanyu (Komandan Divisi Siliwangi yang diangkat oleh Panglima Besar Jenderal Sudirman). yaitu Batalyon Mustopa berkedudukan di Kuningan. . Batalyon Rukman adalah perintis Long March Divisi Siliwangi. berkedudukan di Indramayu. PERGERAKAN JALUR UTARA Perlu juga diketahui. serta satu-satunya Batalyon yang sebelum Aksi Kedua berhasil menyusup ke daerah pendudukan (Jawa Barat bagian Utara).Majalaya Kab. menerobos garis demarkasi yang dijaga ketat oleh Divisi Tentara Belanda Pasukan Batalyon Rukman ini berhasil menduduki daerah yang luas di Keresidenan Cirebon. Batalyon Machmud Paksya berkedudukan di Cirebon (termasuk didalam kota) dan Batalyon Sentot.

Muwardi. diadakanlah oleh mereka pembicaraan dengan pimpinan PKI. dengan tegas menolak untuk bergabung dengan PESINDO. penghasut-penghasut PKI itu menggunakan sentimen yang ada didalam Angkatan Perang (seperti ketidak-puasan mengenai RE/RA) serta keadaan ekonomi yang kurang memuaskan ketika itu. Berdasarkan dokumen-dokumen yang berhasil disita oleh pihak Republik Indonesia ternyata. Kekacauan-kekacauan mulai timbul dimana-mana dan berpusat di Surakarta. setibanya mereka di Indonesia. pada tanggal 14 September tiba-tiba menyerang barisan Banteng di Sala karena Dr. akan tetapi ditolak oleh pihak PESINDO. bahwa dengan perantara orang-orang yang berkedudukan tinggi pihak PKI dengan FDR-nya telah lama berusaha untuk mempengaruhi Angkatan Perang Republik Indonesia. ternyata ia Pulang bersama-sama dengan seorang Tokoh PKI yang telah bertahun-tahun bermukim di Uni Sovyet. Partai Buruh serta pemimpin-pemimpin lainya yang tergabung dalam Front Demokrasi Rakyat (FDR). Anjuran ini di terima dengan baik oleh Barisan Banteng. ialah Muso. . PESINDO (Pemuda Sosialis Indonesia) yang tergabung dalam FDR.SAHAM “MAUNG” SILIWANGI DALAM MEMBASMI PKI-MUSO DI MADIUN Pada waktu Pemerintah RI mengambil kembali Suripno dari Cekoslowakia. Pada tanggal 13-16 September 1948 di Sala terjadi insiden antara TNI-AD dengan Tentara Laut RI yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Yadau yang menjadi pengikut setia dari pada PKI yang dikuasai oleh Muso. Bahkan mereka telah bertindak lebih lanjut lagi dengan membangkang terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan oleh pihak Siliwangi yang terpaksa mengambil tindakan-tindakan yang tegas dengan mengakhiri semua aktifitas dari PESINDO. FDR tersebut kemudian menjadi sub-organ dari pada PKI. Insideninsiden itu baru dapat dihentikan setelah Putera-putera Siliwangi turun tangan dan menganjurkan kedua-belah pihak untuk mentaati TNI. Pemimpin barisan Banteng. Dalam usaha mempengaruhi anggotaanggota Angkatan Perang RI. Partai Sosialis (Amir Syarifuddin).

Studio RRI Madiun berhasil diduduki oleh kaum pemberontak dan dipergunakan sebagai corong propaganda kaum pemberontak. Pemberontakkan dilakukan pada 02. Akan tetapi tipu muslihat kaum pemberontak itu tidak dihiraukan samasekali oleh para Perwira TNI-AD yang taat kepada Republik Indonesia. dibunuh di luar batas perikemanusiaan. Pada tanggal 19 September 1949 pukul 09. Setelah pihak PKI berhasil untuk mengalihkan perhatian Pemerintah RI serta umum kepada kota Sala dimana sering kali terjadi insiden-insiden bersenjata. “Radio Gelora Pemuda” milik PESINDO dijadikan pula trompet kaum komunis. Batalyon Mursid di Saradan c. Batalyon CPM dan tangsi Polisi. pihak PKI-Muso tidak segan-segan . Batalyon Musyofa di kota Madiun b. Pasukan-pasukan TNI-AD yang berada di Magetan pun meloloskan diri dari ancaman pihak komunis untuk kemudian bersama-sama dengan kadet-kadet dari Akademi Militer yang berada di Sarangan membentuk suatu pertahanan yang mengurung keresidenan Madiun di lereng Gunung Lawu. STM Madiun.00 sedangakan batalyon-batalyon yang turut dalam penghianatan itu adalah : a. Pada tanggal 19 September 1948. Batalyon Maladi Yusuf yang beroperasi Ponorogo dan Sumoroto Dalam gerakannya di kota Madiun. mengambil kesempatan dari kekeruhan suasana itu dengan memproklamasikan terbentuknya apa yang mereka namakan “Sovyet Republik pada tanggal 18 September 1948 di Madiun. Nasib yang sama dialami pula oleh pemimpin-pemimpin partai Golongan Agama dan Nasional.Bila pasukan-pasukan TNI berhasil mereka pengaruhi. Amir Syarifuddin dan Suripno telah mengadakan pidato-pidato melalui Radio Gelora Pemuda itu. berhasil untuk kemudian mengatur siasat lebih lanjut guna menghantam pihak pemberontak. Cipto yang menyebabkan gugurnya seorang Mayor CPM setelah terjadi perlawanan sengit. dengan mendapat backing dari batalyon Brigade 29. Batalyon Panjang Jokopriono di Ponorogo e. Para pemimpin Pamongpraja yang berhasil ditangkap oleh pihak PKI. maka mereka akan dipergunakan sesuai dengan rencana yang telah mereka buat. Batalyon Abdulrakhman dan susulan dari Kediri f. mereka memusatkan serangannya terhadap Markas CPM Siliwangi di Jalan Dr. Untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai tuduhan pihak PKI-Muso terhadap Pemerintah Republik Indonesia itu. Satuan-satuan TNI-AD yang tetap setia kepada RI di Ponorogo dan Ngawi.00 pihak pemberontak berhasil menguasai markas-markas SPDT. ialah merebut kekuasaan dari tangan Pemerintahan Republik Indonesia yang syah. maka dengan tiba-tiba sekali Kolonel Sumarsono yang berpihak kepada PKIMuso. bahkan dalam kesempatan itu jenderal Mayor (PKI) Joko Suyono telah melakukan suatu panggilan/seruan kepada para Komandan Pasukan TNI-AD yang akan membebaskan Madiun dari cengkeraman pihak Komunis untuk datang ke Madiun guna berunding dengan jaminan “Kemerdekaan”. Batalyon Darmintoaji di Ngawi d. Setelah itu mereka menangkapi para Perwira TNI-AD serta pemimpin-pemimpin lainnya yang menjadi lawan mereka.

sama sekali tak dapat membedakan keadaan sekarang ini daripada keadaan selama jaman Belanda dan Jepang. yang bersifat goyang menghadapi imperialis seumumnya dan terhadap Amerika khususnya. rakyat daerah Madiun telah memegang kekuasaan Negara dalam tangannya sendiri. bahwa keadaan ekonomi dan politik dalam republik semuanya kaum buruh dan tani khususnya. b. Dalam waktu yang bersamaan Brigade Sadikin dengan bantuan sebagian dari . Pasukan yang dapat dikerahkan di Jawa Tengah untuk menumpas PKI hanya terdiri dari KRU Divisi Siliwangi. maka akan jelaslah sampai dimana nilai mental dari pada gembong PKI yang memberontak itu. Pada tanggal 18 September 1948. bahwa ia seharusnya dipimpin oleh rakyat sendiri dan bukan oleh kelas lain. Kedua pasukan ini ditugaskan untuk mengepung dan menyerang Madiun dari arah Barat. sedangkan dari arah timur Madiun akan digerakan Brigade Surakhmad. Bila kita telaah isi pidato Muso itu. Disebarkan umpamanya bisa. Sebaiknya anasir-anasir yang memerintah telah memakai Revolusi kita sebagai kuda-kudaan untuk menguntungkan diri. sedangakan sebagai pelaksana operasi ditunjuk Mayor Yonosewoyo.pula untuk mencap Corps Siliwangi sebagai penjahat-penjahat yang dilindungi oleh Pemerintah RI. Dengan begitu rakyat Madiun telah melaksanakan kewajiban revolusi nasional kita ini. Batlyon Sabirin Mokhtar dan Mujayin bergerak melalui Trenggalek langsung menyerbu Ponorogo yang merupakan kosentrasi pasukan PKI yang kuat. OPERASI PENUMPASAN PKI-MUSO Dalam usaha menghancurkan serta menumpas pemberontakan PKI-Muso di Madiun itu. Dungus terus ke Madiun. bahwa Siliwangi . yaitu Brigade Sadikin dan Brigade Kusno Utomo. bergerak melalui sawahan. Operasi ini dilancarkan dari tiga jurusan : a. Mereka sewaktu kedudukan Jepang telah menjadi Quisling-quisling dari 2 miliun wanita Indonesia telah menjadi janda. Inti pidato dari Muso itu berbunyi sebagai berikut : “…………. merupakan “hantu” bagi PKI serta antek-anteknya. yang rupanya juga menjadi salah satu “obyek” yang perlu dihancurkan oleh PKI-Muso. Inilah sebab yang terakhir. Batalyon Sunaryadi dengan dibantu oleh Brigade Mobil Polisi Jawa Timur yang bergerak melalui kota Wilangan menerobos Saradan terus ke Madiun. lantaran laki-lakinya menjadi “romusha”. Dengan demikian mereka menanamkan rasa anti pathie rakyat terhadap Putra-Putra Siliwangi. Batalyon gabungan dibawah pimpinan Mayor Sabrudin. Operasi dari arah timur ini dipimpin langsung oleh Kolonel Sungkono. bahwa Siliwangi (singkatan dari Siliwangi) adalah “Stoot Leger Wilhelmina” (Pasukan Penggempur Wilhelmina). c. Dapatlah ditarik kesimpulan. maka angkatan Perang RI diperintahkan untuk segera bergerak dengan mengerahkan segala kekuatan yang ada padanya. Sudah tiga tahun Revolusi Nasional kita berjalan dibawah pimpinannya kaum borjuis nasional.

Sementara itu. Poros Brigade 13. Pada sayap kiri di perbantukan pula Batalyon Sumadi dari Panembahan Senopati. Kosasih dan Batalyon Kemal Idris yang didatangkan dari Yogyakarta. b. Batalyon Darsono langsung bergerak ke Madiun. sedangkan pasukan-pasukan yang berada didaerah Kediri bergerak dari arah timur Batalyon “Kian Santang” akan bergerak sebagai “Stoot batalyon” dan menurut rencana. bergerak dengan route Surakarta-Karanganyar-Tawangmangu-Sarangan-Plaosan-Magetan-MaospatiMadiun. Batalyon Daeng juga bergerak ke arah utara dengan tujuan Cepu dan Blora. Pati dan Semarang. bergerak ke arah utara dengan tujuan Pati. bahwa merekalah yang ditakdirkan oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk menjadi tulang punggung negara dan pelindung negara terhadap musuh-musuh dari dalam dan luar. Sebagian dari pasukan pemberontak yang dahulu termakan oleh hasutanhasutan pihak PKI untuk menentang Pemerintah Republik Indonesia. Brigade Kusno Utomo mendapat tugas khusus untuk mengamankan daerah Surakarta. Batalyon Husinsyah dan Brigade V/Slamet Riyadi. Sedangkan Husinsyah meneruskan gerakannya ke Ponorogo. c. Sebagai sayap kiri brigade. .pasukan Panembahan Senopati dan pasukan MA Yogya mengepung dan menyerang Madiun dari barat melalui tiga jurusan : a. sedangkan Batalyon Akhmad Wiranatakusumah bergerak ke arah selatan dengan tujuan Ponorogo. Dikalangan para Putera Siliwangi yang diserahi pertahanan Jawa Barat yang kemudian dihijrahkan ke daerah Republik. Satu peleton diantaranya terus mengikuti operasi Siliwangi sampai ke Madiun. pada Batalyon Nasuhi diperbantukan pasukan MA Kompi S. Ditawangmangu mendapat bantuan dari Kompi R pasukan MA. sebetulnya dikala itu sudah timbul suatu kepercayaan/keyakinan didalam hati mereka. semenjak terjadinya pemberontakan PKI-Muso Angkatan Udara RI-pun membantu dengan giatnya dengan menyelenggarkan perhubungan antara Yogyakarta dan Jawa Timur. Nasuhi ditugaskan merebut Pacitan dengan route SurakartaWonorigi-Batu Retno-Pacitan. sedangkan Kompi U bergerak dari Yogyakarta mengambil route Yogya-WonosariPracimantoro-Pacitan. terdiri atas Batalyon Kemal Idris dan Batalyon Kosasih dengan mendapat bantuan dari Batalyon Suryosumpeno. batalyon inilah yang pertama-tama harus memasuki Madiun. dengan kekuatan Batalyon Akhmad Wiranatakusumah dan Batalyon Sambas sebagai tenaga cadangan. Batalyon Sentot ditugaskan merebut Ngawi dengan Route Surakarta-Sragen-Walikukun-Ngawi. menjadi insyaf kembali dan memberi bantuan kepada satuan-satuan Siliwangi yang bergerak ke Madiun. Setiap hari beribu-ribu surat selebaran Kementrian Penerangan RI dijatuhkan dari Udara diatas wilayah-wilayah yang dikacaukan oleh kaum pemberontak. Selain daripada itu Batalyon A. sedangkan Batalyon Umar Wirahadikusumah ditugaskan untuk menguasai garis Walikukun-NgrambeMagetan. dan kompi gabungan Hizbullah dan Barisan banteng. Kepada Siliwangi diberikan tugas untuk melakukan tembusan-tembusan pertama dari arah barat ke kota Madiun. Sayap kanan diisi oleh Batalyon Nasuhi.

Akan tetapi dengan tekad dan semangat yang menyala-nyala. Perlawanan yang berarti hanya terjadi di Cepu. Blora. Dalam gerakan selanjutnya. Pengejaran dilakukan terus terhadap mereka. Kompi Sutikno Slamet.W. Dalam pertempuran yang terjadi kemudian 4 orang dari pihak kita gugur. Kompi III Komir Kartaman.Somali. Gerakan kemudian dilanjutkan ke Magetan dan berhasil menangkap beberapa gembong PKI-Muso disini. Sehari sesudah . Dengan hasutan-hasutan terhadap pemerintah Republik Indonesia di selatan Magelang. yakni Kompi Kaharuddin Nasution. Batalyon datang dari belakang.00. sehingga gerakan Siliwangi menjadi sedikit terhalang karenanya. Tanggal 21 September 1948 Brigade 29 yang berkedudukan di Kediri berhasil dilumpuhkan dan dilucuti yang menyebabkan larinya Batalyon Maladi Yusuf (pro-Muso) yang pada waktu itu berada di Ngadi Rejo. Kompi senjata Berat Mung Parhadimulyo dan Kompi Solihin. Kusnandar seorang tokoh dari pasukan PESINDO dan Atmaji seorang bekas pimpinan ALRI yang sangat giat meracuni anggota-anggota APRI. Yon Nasuhi ditempatkan sebagai sayap kanan Brigade XIII/ Sadikin yang ditugaskan untuk membersihkan daerah Surakarta selatan dari unsur-unsur PKI dan merebut Pacitan Batalyon ini mempunyai 5 kompi. Pertempuranpertempuran berlangsung dengan sengitnya diberbagai sektor. perlawanan yang agak sengit dialami di Ngerong. dan Kompi I Lili Kusumah. dimana Pabrik minyak sampai 4 kali beralih tangan. Pertempuran-pertempuran mulai berkobar pada tanggal 21 September 1948 pukul 13. Akhirnya Ngerong dan Plaosan dapat dikuasai oleh kita setelah serangan yang merupakan daerah pertahanan yang diperkuat oleh PKI (Muso dan Amir Syarifuddin ada disini).Pasukan PKI pada umumnya hanya memberikan perlawanan kecil-kecilan saja. jatuh pada tanggal 13 Oktober 1948. dalam pada itu telah berhasil disergap ex Letnan Kolonel Dakhlan bekas Komandan Brigade 29 yang membantu kaum pemberontak. Sementara itu kaum pemberontak telah meledakan jembatan yang berada 10 kilometer utara Ngawi. Ngrambe yang menjadi pusat dari percaturan politik dan Militer kaum pemberontak. Kompi IV A. yaitu sebagian bergerak ke arah Ngrambe sedangkan sepasukan lagi menuju ke Ngawi. Setibanya di Walikukun pasukan kemudian dibagi dua. berhasil dikuasai oleh Batalyon Lukas dan Batalyon Sentot Iskandardinata pada tanggal 26 September 1948. maka dari sinilah serangan dilancarkan dengan mengerahkan Kompi II Amir Machmud. Dibebaskan/direbut oleh Batalyon II/Tarumanagara pimpinan Mayor Sentot Iskandardinata. Di Jawa Timur. setelah perbentengan mereka berhasil kita kuasai. sedangkan pihak pemberontak menderita kerugian yang amat besar dan meninggalkan banyak senjata dan peluru.00 sampai tanggal 25 September pukul 06. gerombolan pemberontak bersenjata telah melarikan diri ke daerah pegunungan sekitar Sawangan. Cepu jatuh pada tanggal 5 Oktober dan pertahanan terakhir PKI. Hanya sayang sekali Muso dan Amir Syarifuddin berhasil meloloskan diri. yaitu dari daerah/medan yang menurut perhitungan PKI tidak mungkin untuk dilalui. Kompi Witono.

Haryono dari SOBSI d. Kehancuran-kehancuran ini akhirnya diikuti dengan timbulnya perpecahan di kalangan para pemimpin kaum pemberontak PKI-Muso sebagai akibat daripada ketidak adanya persesuaian faham. Muso yang menjadi gembong utama dari pemberontakan Madiun tertembak mati di Desa Kanten/ Ponorogo dan mayatnya kemudian dibakar rakyat di alun-alun saking gemasnya. mereka terjebak oleh pasukan-pasukan Siliwangi dan menyerahkan diri. dilaksanakan oleh Divisi Siliwangi khususnya dan umumnya oleh Masyarakat Jawa Barat pada setiap periode perjuangan. Suripno c. PENUTUP Pengalaman Siliwangi dalam menghadapi Perang Kemerdekaan I dan Perang Kemerdekaan II atau Agresi Belanda dan penumpasan PKI menjadikan Siliwangi menjadi satuan yang dewasa saat itu. Dalam suatu pertempuran. Mr. Jiwa semangat Nilai Kejuangan ’45 yang telah terbukti keberhasilannya a. Semoga bermanfaat. Mr.pasukan-pasukan Siliwangi menduduki kota Madiun. Abdul Majid serta lain-lainnya. Batalyon-batalyon Sunarjadi dan Sabarudin memasuki kota. makmur. yakni terwujudnya Masyarakat yang adil. MENYELESAIKAN OPERASI DI/TII DI JAWA BARAT . perlu tetap dilestarikan dan diimplementasikan pada periode mengisi kemerdekaan saat ini. sewaktu gembong-gembong berontak berusaha untuk menggabungkan diri dengan kesatuan pemberontak yang berada di daerah Pati. sehingga taktik ofensief kita beralih ke taktik pembersihan dan pengejaran. Melalui perjalanan Hijrah dan Long March Siliwangi tersirat nilai-nilai kejuangan yang perlu dilestarikan bagi kehidupan generasi berikut. dan selanjutnya dari waktu ke waktu dari masa sampai terwujudnya cita-cita Proklamasi dan tujuan Nasional Bangsa Indonesia. Demikianlah sekelumit peranan Siliwangi memberantas Pemberontakan PKI tahun 1948 di Madiun.l. Diantara mereka itu terdapat antara lain : a. Pertahanan-pertahanan kaum pemberontak dimana-mana hancur berantakan. aman dan sejahtera berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah NKRI. Amir Syarifuddin b. Pada permulaan Desember 1948. Siliwangi hidup dan dibesarkan dalam kancah peperangan melawan Imprialis Belanda demi menegakan Kemerdekaan dan NKRI.

Negara Kesatuan Republik Indonesia sudah lenyap/hapus dan dengan demikian keadaan kembali ke keadaan sebelum Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Lebih-lebih setelah jatuhnya Ibukota Republik Indonesia ke tangan Belanda dan ditawannya Presiden. DI/TII selama + 13 tahun berjuang mengembangkan organisasinya. Proklamasi DI/TII terjadi pada 7 Agustus 1949 dan SM. mengadakan pengacauan seperti sabotase terutama dengan sasaran kereta-api serta melakukan penggarongan dan pemungutan “pajak” dengan kekerasan sehingga menimbulkan kegelisahan rakyat banyak. Pada tanggal 19 Desember 1948 Belanda dengan aksi militernya yang ke-II menyerang Ibukota Republik Indonesia merupakan “angin baik” bagi Kartosuwiryo. Sejak saat itulah banyak rakyat yang mengungsi ke kota-kota yang kemudian menetap di kota-kota dengan sebutan urbanisasi.PENGANTAR Perjuangan merebut Kemerdekaan Indonesia adalah sangat mahal Pengorbanan paling besar bagi manusia pejuang adalah pengorbanan jiwa sebagaimana dapat dibuktikan dari tersebarnya makam pahlawan dan makam rakyat pejuang kemerdekaan di Jawa Barat. Kartosuwiryo. Sewaktu TNI hijrah ke Jawa Tengah. Dalam keadaan vacuum pemerintahan SM Kartosuwiryo berpendapat Negara Islam Indonesia dapat menggantikan Republik Indonesia. Adapun gerakan gerombolan yang paling besar dan paling lama mengganggu kemerdekaan di Jawa Barat. Wakil Presiden dan beberapa Menterinya. Dengan pimpinan SM. SM Kartosuwiryo beranggapan bahwa dengan ditawannya Presiden. . Kartosuwiryo ditangkap pada tanggal 4 Juni 1962. DI/TII memanfaatkan keadaan untuk mengembangkan organisasi dan melebarkan kekuasaannya. Wakil Presiden dan beberapa Menteri. menamakan dirinya DI/TII (Darul Islam dengan Tentara Islam Indonesianya) yang mencita-citakan berdirinya Negara Islam Indonesia.

yang berkedudukan di Yogyakarta. Usaha DI/TII mendirkan Negara Islam Indonesia IV. Akan tetapi karena tidak merasa senang.Untuk kepentingan Negara Islam Indonesia SM Kartosuwiryo melakukan hubungan dengan surat menyurat maupun melalui pertempuran dengan APRA secara optimal. Mengingat yang tersebut diatas. Karena kemampuannya itu SM Kartosuwiryo kemudian di percaya untuk menduduki jabatan Sekretaris Pribadinya. Ayahnya bernama Kartosuwiryo yang bekerja sebagai Mantri Kehutanan dan meninggal pada tahun 1925. yang di dalamnya menjelaskan bahwa kompromi/kerja sama dengan APRA/Belanda dengan kaki tangannya diharamkan. karena SM Kartosuwiryo jelas-jelas mencita-citakan berdirinya Negara Islam Indonesia untuk menggantikan Negara Republik Indonesia. namun ia menolaknya. Kabupaten Rembang. kemudian meneruskan pendidikannya ke Nederlandsch Indische Artsen School (NIAS) di Surabaya. Mengenal Sukarmadji Marijan Kartosuwiryo II. Selain aktif di bidang politik. Perlu dikemukakan bahwa SM Kartosuwiryo sejak duduk di tingkat I di NIAS. Akan tetapi karena SM Kartosuwiryo diketahui aktif melakukan kegiatan dibidang politik ia dikeluarkan dari NIAS. III. ia kembali keluar dan kemudian menjadi guru swasta di Bojonegoro. Hal-hal yang mempengaruhi. Di dalam pertemuan-pertemuan KNIP SM Kartosuwiryo terkenal sebagai orang yang menurut istilah sekarang “Vokal” dengan memiliki sikap yang teguh di dalam mempertahankan pendidriannya. Jawa Tengah pada tanggal 7 Februari 1905. Setelah dikeluarkan pada tahun 1927. Penumpasan DI/TII. Mengenai sifat ambisius SM Kartosuwiryo di bidang kepemimpinan konon pada tahun 1947 SM Kartosuwiryo pernah ditawan oleh Pemerintah jabtan Menteri Muda Pertahanan. . Umar Said. Kegiatannya lebih meningkat setelah ia mendapat bimbingan dari tokoh PSII H. MENGENAL SUKARMADJI MARIJAN KARTOSUWIRYO SM Kartosuwiryo dilahirkan di desa Sulung. SM Kartosuwiryo juga menjabat sebagai anggota Komite Nasional Indonesia Pusat. walaupun perilaku itu bertentangan dengan Maklumat NII Nomor 7. Dengan memanfaatkan sifat-sifat yang dimilikinya SM Kartosuwiryo berkesempatan pula menduduki jabatan Komisaris Masyumi Jawa Barat dan dengan demikian terbuka kesempatan yang lebih baik untuk menguasai organisasi Hisbullah dan Sabilillah dalam rangka merealisasikan cita-citanya mendirikan Negara Islam Indonesia. Pendidikan SM Kartosuwiryo mulai dari Sekolah Dasar (Tweede Inlandsche School) dan kemudian pindah meneruskan ke : Hollandse Inlandsche School (HIS) Europeesce Lagere School (ELS) Hogere Burger School (HBS) Setelah lulus dari HBS. I. adalah sepantasnya DI/TII ditumpas. telah aktif di bidang politik. SM Kartosuwiryo bekerja di BPM di Cepu. Secara garis besar pembahasan selanjutnya akan diuraikan : I.

negara-negara lain mengikutinya sebagai berikut : 1. Alasannya karena di dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia ditempuh melalui diplomasi dan bertempur. 5. Setelah Belanda mengakui de facto Pemerintah RI atas Jawa. Uraian tentang hal-hal yang mempengaruhi akan dikaitkan dengan Perang Kemerdekaan I dan Perang Kemerdekaan II. Timbul reaksi khalayak dunia dan wakil Amerika Serikat di dalam UNCI Cochran berhasil mempertemukan kedua belah pihak menyetujui persetujuan Rum-Royen. Kesimpulan Pengakuan de facto Belanda kepada RI merupakan hal/pengaruh yang positif bagi RI. Mesir pada tanggal 11 Juni 1947 4.II. Adapun “Hal-hal yang mempengaruhi” kepada keadaan yang nyata sebagai berikut : Dari persetujuan Linggarjati. 4. yang merupakan Cycle/lingkaran sebagai berikut : 1. yang akhirnya mengarah kepada terlaksananya KMB. HAL-HAL YANG MEMPENGARUHI. Negara negara tersebut kemudian membuka perwakilan konseler). Timbulnya reaksi khalayak dunia dan Dewan Keamanan PBB mendorong RI dan Belanda kembali ke meja perundingan. Rusia pada tanggal 26 Mei 1948 India dan Pakistan termasuk pula negara-negara pertama yang mengakui RI (pada waktu itu kedua negara itu belum secara resmi menerima kedaulatan dari Inggris. yang memuat 17 Pasal. Pada tanggal 21 Juli 1947/Perang Kemerdekaan I. Libanon pada tanggal 29 Juni 1947 5. Munculnya diplomasi yang memuaskan pihak Belanda. Amerika Serikat pada tanggal 17 April 1947 3. Inggris pada tanggal 31 Maret 1947 2. Yaman pada tanggal 3 Mei 1948 10. Mook yang diproklamirkan secara sefihak pada tanggal 29 Agustus 1947 . Madura dan Sumatera. 3. Belanda menyerang RI dengan yang dikenal bernama Aksi Militer ke-I. Agresi Belanda yang dimulai pada tanggal 21 Juli 1947 terhadap RI merupakan tindakan yang menimbulkan reaksi dari luar negeri. Muncul kembali ketidak puasan Belanda di forum perundingan dan menyerang RI dengan yang dikenal dengan nama Aksi Militer Belanda ke-II pada tanggal 19 Desember 1948. Afganistan pada tanggal 23 September 1947 7. Pasal 1 berbunyi : Pemerintah Belanda mengakui kenyataan kekuasaan de facto Pemerintah RI atas Jawa. Suriah pada tanggal 2 Juli 1947 6. Saudi Arabia pada tanggal 24 Nopember 1947 9. Burma pada tanggal 23 Nopember 1947 8. Daerah-daerah yang diduduki oleh tentara Sekutu atau Belanda secara berangsur-angsur dan dengan bekerja sama kedua fihak akan dimasukan kedalam daerah RI. Garis Demarkasi V. Madura dan Sumatera. 2.

Garis Demarkasi V. Kartosuwiryo dan kader DI/TII-nya bernama R. Ia berkesempatan memperluas kekuasaannya dan meninggalkan hubungannya dengan APRA. III. Demikian pula pada tahun 1952 Kahar Muzakar pimpinan DI/TII di Sulawesi Selatan adalah merupakan bagian dari NII dibawah pimpinan Imam SM. RI harus meninggalkan daerah yang sangat produktif seluas + 2/3 daerah pulau Jawa dan dengan hijrahnya TNI dengan keluarnya menjadikan Jawa Tengah daerah yang padat. Mook merugikan RI. Kartosuwiryo. Kartosuwiryo dengan DI/TII-nya merasa diuntungkan dengan diterapkannya Garis Demarkasi-nya V. Garis Demarkasi V. SM. SM. Petunjuk tentang berwibawanya SM Kartosuwiryo dapat dibuktikan dari kenyataan. karena harus menghijrahkan + 35. Dengan keluarnya Garis Demarkasi V. Mook menguntungkan DI/TII Demikianlah 2 “hal-hal yang mempengaruhi” yang penting bagi RI dan bagi DI/TII. Oni.sangat merugikan RI.000 orang anggota pasukan Hisbullah tidak mau hijrah. + 10 hari sebelum gerakan APRA ke kota Bandung telah mengadakan perundingan dengan Kapten . Kartosuwiryo dengan jabatan Panglima Divisi Tentara Islam Indonesia.000 orang Anggota TNI. USAHA DI/TII MENDIRIKAN NEGARA ISLAM INDONESIA. bahwa ia adalah orang yang pintar dan memiliki watak yang keras di dalam mempertahankan pendiriannya dan dengan demikian ia cukup berwibawa. Didaerah kantong-kantong sejumlah kira-kira 4. Mook. bahwa pada tanggal 21 September 1953 Daud Beureuh mengeluarkan Maklumat yang isinya menyatakan Aceh merupakan Negara Bagian dari NII di bawah pimpinan Imam SM. Seperti telah diuraikan diatas tentang “Mengenal Sukarmadji Marijan Kartosuwiryo”. Mook.

di sampaikan 2 contoh keganasannya sebagai berikut : a. Kartosuwiryo. menunjukan bahwa fihak gerombolan SM. Dalam perjalanan Brigade XII berLongmarch kembali ke Jawa Barat. Tobing ketika itu adalah perwira khusus. Kartosuwiryo tidak berhenti sampai hanya disitu saja di dalam usaha mendapat bantuan orang asing. Setibanya di Jawa Barat rombongan Brigade XII menuju Priangan Timur yakni . Usaha SM. menyatakan bahwa Van Kleef (menjadi anggota DI/TII) pernah mengirimkan surat kepada Komisaris Tinggi Belanda di Jakarta dan kepada Kapten Westerling.L. yang diperbantukan kepada Brigade XII pimpinan Kusno Utomo. Adapun mengenai kekuatan personil dan senjata untuk sekedar diketahui dapat dikemukakan sebagai berikut : Waktu Personil Senjata Ringan Senjata Otomatis Februari 1956 2. b. Divisi I/Sunan Rakhmat dengan Panglimanya R.183 118 Tahun 1957 13. Dalam tuduhannya Jaksa Tinggi Sunaryo terhadap salah seorang tokoh gerakan Subversi di Jawa Barat bernama Leon Nicolaas Hubert Jungschlager.L.Westerling bertempat di hotel Preanger. bahan pakaian.129 2. Sehelai foto sabotase penggulingan kereta-api yang kejam oleh DI/TII/SMK. Peristiwa ini merupakan kejadian dari sekian gangguan dari DI/TII/SMK seperti peracunan. Organisasi TII (Tentara Islam Indonesia) nampaknya mirip dengan organisasi TNI berbentuk Batalyon Resimen dan Divisi.928 1. Tobing selama di dalam perjalanan dikawal oleh Batalyon Batalyon II/Kalhitam dan Batalyon IV. SM. peluru. Mereka tidak menghiraukan korban rakyat yang meninggal ataupun yang luka-luka. karena sesuatu hal rombongan terpisah dari pada Stafnya. Komandan Brigade XII Mayor S. Kartosuwiryo mengirim beberapa peninjau ke kota Bandung.700 220 Sedangkan korban jiwa dan harta benda serta banyaknya pengungsi pada tahun yang sama dengan statistik personil dan senjata di atas adalah sebagai berikut : Untuk melengkapi ke-2 statistik tersebut di atas mengenai kekuatan personil dan persenjataan serta perbuatan kriminal gerombolan DI/TII SM.L. Oni dibebani tugas bertanggung-jawab atas Jawa Barat.Tobing dan 2 orang pengawalnya. makanan dan barang-barang lain untuk keperluan pemberontak antara lain pada bulan Maret dan April 1951 didekat Garut telah di drop makanan dan obat-obatan sejumlah 70 peti. Untuk mengetahui gerakan APRA menyerang kota Bandung. yang sedang ber-Longmarch kembali menuju kantong-kantong tempat bergerilya di Jawa Barat sebelum hijrah. perhiasan dan yang lain-lainnya untuk kepentingan logistik. Cerita tentang pembunuhan ata Mayor S. penyergapan dllnya Mayor S. Pokoknya yang penting bagi mereka mendapat “gonimah” yang banyak berupa uang. Kartosuwiryo telah menerima bantuan-bantuan dari fihak asing berupa senjata api. Seorang gerombolan bernama Haris bin Suhaemi yang pernah menyerah kepada CPM di Bogor pada tanggal 12 Maret 1953 sewaktu menjadi saksi dalam perkara Schmidt.

L. Ketika rombongan Komandan Brigade XII tiba di kampung Cidugaleun dan beristirahat di tempat itu Adah Djaelani (Dan Resimen DI/TII/SMK) datang menghadap Dan Brigade XII. Tetapi ternyata Priangan Timur keadaannya sudah jauh berubah dan sudah menjadi daerah basis dari pada DI/TII/SMK. Waktu berjalan terus dan semenjak rombongan sudah tiba didaerah “Wehrkreisenya” di Cianjur pencarian informasi atas Mator S.S. Belanda. ternyata ketiga kerangkanya sudah tidak lagi memiliki kepala.Tobing yang disatu-lubangkan dengan pengawalnya bernama Iskandar dan Udjang.Singaparna. mendapat informasi yang positif tentang letak kuburan dari pada S. Belanda. Marcel. Rombongan Adah Djaelani meninggalkan tempat pertempuran dan beberapa waktu kemudian rombongan Brigade XII pun meninggalkan tempat itu menuju Singaparna Selatan dan menyebrang jalan raya Singaparna-Garut menuju tempat Cigalugur. bahkan turut membantu pengamanan rombongan. Begitu mendengar teriakan : “Belanda.L.Tobing yaitu Kapten I.Tobing terus diusahakan. Diketemukan Dan Brigade dan beberapa anggota rombongan mengalami luka-luka akan tetapi Mayor S. Letnan Marcel dan kawan-kawan berusaha untuk mencari para pimpinannya. Lily Sumantri dan Bai serta 2 orang pengawal. Pembicaraan dilanjutkan akan tetapi tidak membawa hasil. Tobing sangat mengenalnya daerah itu. karena merupakan daerah bergerilyanya sebelum TNI hijrah ke Jawa Tengah. Namun ternyata sepasukan DI/TII/SMK datang juga di kampung Cigalugur dan sekitar jam 03. Suripto.00 terdengarlah teriakan-teriakan : “Belanda. Ketika malamnya digali untuk dipindahkan ke Bandung. Di tempat ini rombongan diterima dengan ramah tamah oleh pemuda-pemudanya.L. mantan Komandan bawahan Mayor S. Untuk singkatnya. . tempat dimana Mayor L. Letnan Lukito dkk. Setelah beberapa waktu lewat dan hari sudah mulai terang.L. Kemudian menyelamatkan diri melalui pintu rumah bagian belakang. pembicaraan dibuka oleh Adah Djaelani mengajak agar TNI bergabung dengan DI/TII/SMK. Baru pada akhir tahun 1950. Tentu saja ajakan serupa itu ditolak oleh Dan Brigade XII dan sebaliknya justru Dan Brigade XII menyodorkan pendapat agar DI/TII/SMK menggabung dengan TNI. Belanda” dengan ramainya membelah keheningan pagi dan kemudian terjadi pergulatan di setiap rumah yang ditempati rombongan Brigade XII. Tobing dan pengawalnya tidak dapat ditemukan. Tobing menginap di sebuah rumah bersama-sama dengan Letnan Moch. Pada malam itu Mayor S. Belanda” Letnan Marcel dan kawan-kawan sempat mematikan lampu cempor yang ada.L.

karena begitu kesatuan-kesatuan Siliwangi masuk diperbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah.35 oleh Kompi C Yon 328/ Kujang II di daerah Gunung Geber di Priangan Tengah. setelah mereka diundang makan bersama-sama dalam suatu peralatan. Fihak DI-TII/ SMK agaknya telah mengatur suatu strategi tertentu dengan masuknya kembali pasukan-pasukan Siliwangi. terdapat surat-surat selebaran berupa ajakan agar TNI yang tergabung dalam Divisi Siliwangi menggabungkan diri dengan Tentara . Jalannya pertempuran di Antralina secara singkat dipaparkan sebagai berikut : Ketika Pasukan Siliwangi akan memasuki Wilayah Jawa Barat. Tidak sedikit yang terjebak dan disembelih. Dengan demikian diharapkan pula bahwa mereka akan menerima kesatuankesatuan Siliwangi dengan tangan dan hati terbuka pula. mereka dengan keji dihadang gerombolan DI-TII/ SMK secara tidak diduga sama sekali. setelah mengalami pahit-getirnya perjalanan yang bersejarah itu (Long March) setibanya di perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah. mereka menganggap bahwa pasukan gerilya yang berasal dari badan-badan perjuangan dan tidak turut hijrah itu. M. Putra-putri Siliwangi harus menghadapi gerombolan DI-TII/ SMK yang ternyata dalam tindakan-tindakan serta kekejamannya jauh dari sifat-sifat perikemanusiaan. Sinyalemen itu memang merupakan suatu pengalaman pahit yang harus ditelan oleh Siliwangi. Pertempuran inilah yang membuka adu tenaga antara Divisi Siliwangi yang kemudian dibantu oleh pelbagai satuan TNI-AD melawan Gerombolan DI-TII/ SMK yang berlangsung selama 13 tahun lamanya hingga tertangkapnya S. PENUMPASAN DI/TII dengan NII-nya Pertempuran di Antralina tanggal 25 Januari 1949 Ketika pasukan-pasukan Siliwangi kembali lagi ke Jawa Barat. yang tidak sedikit telah dikirim oleh Divisi Siliwangi ke daerah Jawa Barat untuk membantu badan-badan perjuangan itu dalam menghadapi tentara Belanda. sebagai teman-teman seperjuangan dan ini terbukti dengan bahan-bahan perbekalan serta alat-alat perlengkapan perang seperti mesiu dan lain-lain. Ternyata disamping menghadapi serdadu-serdadu Belanda. Kartosuwiryo tanggal 4 Juni 1962 pukul 11. bahkan ada pasukan yang diracun. Rivai) dengan fihak DI-TII/ SMK terjadi tanggal 25 Januari 1949 di Antralina. Akan tetapi dugaan itu meleset sama sekali. Pertempuran pertama kali antara pasukan Siliwangi (Batalyon M.IV.

anda akan lumpuh/kalah pada setiap pertempuran. .211) yang isinya : “Membatasi bergerak dari lawan”. penghancuran Divisi Siliwangi secara tidak langsung dilakukan dengan melalui peracunan makanan. 212 berisi kebijaksanaan. Lahirnya konsep Perang Wilayah (sudah disyahkan dengan Ketetapan MPRS No. Kemudian pada bulan Februari 1961 dikeluarkan Rencana Operasi 2121 (RO. sedangkan sementara itu perembesan pasukan-pasukan Siliwangi ke Jawa Barat sudah ditutup atau dihalang-halangi oleh dan penempatan pasukan DI-TII/ SMK. Maka keluarlah Rencana Operasi 212 pada tanggal 1 Desember 1959. Sementara itu penelitian terhadap anti gerilya berjalan terus dan diantaranya keluarlah Rencana Pokok 211 (RP. maupun tentang kekuatan dan kelemahan lawan.Islam Indonesia. Karena ajakan dan bujukan itu tidak membawa hasil yang mereka harapkan. kemudian mengadakan penyergapan-penyergapan secara serentak terhadap kesatuan-kesatuan Siliwangi. Dalam rangka Operasi Brata Yudha dibawah Komando Pangdam VI/SILIWANGI Kol. peniadaan makanan dan lain-lainnya. yang menjelaskan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam pembelaan Negara. Akan tetapi kalau anda mengetahui tentang kekuatan dan kelemahan sendiri. TNI sudah biasa didalam menghadapi pertempuran harus mengenal kekuatan dan kelemahannya sendiri maupun mengenal kekuatan dan kelemahan lawan. maka sesuai dengan rencana mereka. II/MPRS/1960) merupakan manifestasi dari Undang-undang Dasar 1945. Ungkapan mengenai hal tersebut diatas selengkapnya berbunyi : . Tapi dalam RO. bakal mengalami kekalahan juga. maupun tentang kekuatan dan kelemahan lawan. yang dibantu oleh Rakyat Jawa Barat dengan sebutan Pagar Betis akhirnya Gembong DI/TII dan NII Sekarmaji Marijan Kartosowiryo dapat dilumpuhkan di Komplek gunung Geber Priangan Tengah setelah melanglang selama 13 tahun ditangkap tanggal 4 Juni 1962 oleh Kompi C Yon 328.Kalau anda tidak mengetahui tentang kekuatan dan kelemahan sendiri. diuraikan tentang Rencana Pokok (RP) dan Rencana Operasi (RO)-nya sebagai berikut : Tahun 1958 merupakan tahun kebangkitan pemikiran bagi Kodam III/Siliwangi ke arah pemulihan keamanan di Jawa Barat yang lebih effisien dan effektif.2121) yang merupakan percepatan dari RO. pasal 30 ayat 1. 2121 jangka waktu itu hanya sampai dengan tahun 1962. Dan dalam keadaan yang serba kekurangan itulah mereka. INF Ibrahim Adjie. pemindahan penduduk. Menyesuaikan dengan mobilitas DI/TII. bahwa pemulihan keamanan untuk Wilayah Jawa Barat akan diselesaikan dalam jangka waktu itu hanya sampai akhir tahun 1965. Namun di dalam rangka penumpasan gerombolan DI/TII. . anda tidak usah takut menghadapi ratusan pertempuran. Dengan demikian selesailah petualangan SMK.Kalau anda mengetahui tentang kekuatan dan kelemahan sendiri tetapi tidak mengetahui tentang kekuatan dan kelemahan lawan untuk tiap kemenangan yang anda raih.

Operasi selanjutnya ditujukan untuk DO-C dapat menjadi DO-B dan akhirnya jadi DO-A dan DO-C dijadikan sebagai killing ground. sedangkan untuk menutup celah-celah dimana kemungkinan lolosnya gerombolan ditempatkan pasukan Pagar Betis. Daerah Operasi C (DO-C) ialah suatu daerah yang masih dikuasai sepenuhnya oleh DI/TII. yang merupakan produk hasil kreativitas Kodam VI/ Siliwangi. Daerah Operasi B (DO-B) ialah satu daerah yang sudah dapat dikuasai. tetapi masih ada gangguan gerilya gerombolan. mencari informasi dan lain-lainnya. Mengenai Pagar Betis. faktor rakyat merupakan hal yang sangat penting. membantu keamana.Sesuai dengan rencana tersebut diatas. sebab rakyat dapat dimanfaatkan/ didaya-gunakan untuk kepentingan logistik. Adapun di dalam mengikutsertakan rakyat ke dalam pagar-betis sudah diatur sedemikian rupa penempatannya. daerah-daerah dibagi menjadi : a. dapat menimbulkan beban psychologis yang lebih berat bagi DI/TII/SMK. dengan penjelasan sebagai berikut : Pada perang gerilya dan perang anti gerilya. yaitu di tempat-tempat yang mudah dibantu . Apalagi rakyat yang direbut itu dapat diikutsertakan di dalam pembelaan negara. Dengan direbut rakyatnya saja menimbulkan faktor psychologis yang negatif bagi gerombolan DI/TII/SMK. Kodam VI/Siliwangi mampu merebut simpatik rakyat dari tangan DI/ TII/ SMK yang melakukan perang gerilya. Daerah Operasi A (DO-A) ialah satu daerah yang sudah dicapai normalisasi keadaan. c. b.

Aceng Kurnia seterusnya diperintahkan oleh Letda Suhanda untuk membuat seruan. 2 pucuk sten. Mengenai effisiensi dan effektivitasnya menerapkan pagar-betis terletak pada tingkat sasaran. Mujahid Komandan Pasukan Pengawal SM. permintaan itu dikabulkan. Aceng Kurnia kemudian meminta kepada Komandan Kompi agar menghentikan teriakan-teriakan pasukannya. Tertangkapnya SM. tiba-tiba kelihatan pengintai lawan melarikan diri dan diikuti oleh beberapa temannya. Kartosuwiryo pimpinan pemberontakan yang cukup lama mengganggu keamanan di Jawa Barat dan memakan korban puluhan ribu manusia. terdiri dari 2 pucuk bren. Setelah dia sendiri melihat gubuggubug dari gerombolan DI/TII ia memerintahkan kepada kesatuannya agar maju dengan merunduk. Tiga orang yang mendapat perintah dari Aceng Kurnia untuk mengumpulkan senjata secara cepat. Jawa Barat berangsur-angsur menjadi aman. Kartosuwiryo. Dari jarak + 50 meter dari kedudukan lawan. Kartosuwiryo.E.oleh pasukan pengaman yang sudah ditentukan. tanpa memberi kesempatan kepada musuh untuk melakukan perlawanan. di dalamnya terdapat orang yang sakit payah. 2 pucuk Mauser. agar seluruh anggota DI/TII menyerah. Tiba-tiba pengintai Peleton II melihat dari jarak + 50 M gubug-gubug gerombolan. Kartosuwiryo yang telah memimpin pemberontakan DI/TII selama kurang lebih 13 tahun. Selanjutnya Dan Kompi C Letda Suhanda menuju gubug Aceng Kurnia. Ternyata orang yang baru muncul itu adalah Mayor TII Aceng Kurnia alias A. 2 pucuk jungle. berupa besar/kecilnya kekuatan musuh dan/atau tinggi rendahnya kepangkatan musuh. disertai dengan teriakan-teriakan. Dengan suara lantang Komandan Kompi Letda Suhanda berseru agar musuh keluar dari persembunyiannya dan agar menyerahkan diri dengan angkat tangan. Peristiwa itu segera dilaporkan kepada Komandan Kompi C Letda Suhanda. dan 1 pucuk Steyer. Geber. 4 pucuk L. Tidak lama kemudian muncullah seorang anggota DI/TII sambil mengangkat tangan. keluar dari persembunyiannya mendekati Komandan Kompi C. Namun pada saat itu seorang anggota DI/TII yang memegang senjata Owengun mencoba untuk melawan. Dengan cepat Komandan Kompi Letda Suhanda memerintahkan anggotanya melepaskan tembakan serbuan ke arah gerombolan. Dalam waktu singkat pasukan Kujang kita sudah ada di dalam kedudukan musuh. Demikianlah dengan tertangkapnya SM. dimulai dengan satu pengejaran atas gerombolan yang mengarah ke G. 2 pucuk pistol. Aceng Kurnia kemudian diperintahkan oleh Komandan Kompi Letda Suhanda agar seluruh anggota yang dipimpinnya meletakkan senjata dan berkumpul di tempat yang ditentukan. Seketika itupula ia ditembak mati oleh salah seorang anggota Pleton II. Adapun anggota DI/TII yang dikumpulkan berjumlah 23 orang. yang ternyata ia adalah SM. melaksanakan tugasnya dan terkumpullah sebanyak 16 pucuk senjata berbagai jenis. sejalan dengan Rencana Operasi 2121 (merencanakan berakhirnya operasi pada akhir .

If you know neither the enemy nor yourself you will succumb in every battle. bahwa menurut rencana. M. Siliwangi dari Masa ke Masa : Sejarah Militer Kodam VI/Siliwangi 2. sesuai dengan Rencana Operasi 2121 (RO.A. : R. 2121) pemulihan keamanan di Jawa Barat akan diselesaikan dalam waktu 5 tahun.If you know yourself but not the enemy for every victory you gained you will also suffer a defeat. you need not fear the result of a hundred battles. . Dalam pada itu SM.A.tahun 1965. 3. G.A. . PENUTUP Syukur Alhamdulillah. Bandung Beeld van een Stad. tetapi pemulihan keamanan/tertangkapnya SM.G.P. voskuil E. Moedjanto. Sungguh benar ungkapan yang telah dikemukakan pada permulaan bahasan diatas yang dikemukakan di dalam bahasa Indonesia. PERPUSTAKAAN 1. Menutup tulisan ini. Penumpasan Pemberontakan DI/TII/SMK di Jawa Barat : Dinas Sejarah TNI Angkatan Darat 4.But if you know the enemy and know yourself. GERAKAN APRA DAN KEMERDEKAAN INDONESIA . yaitu sampai akhir tahun 1965. sekali lagi mengemukakan ungkapan di dalam bahasa Inggris sebagai berikut : . Kartosuwiryo terjadi pada 4 Juni 1962). Kartosuwiryo pimpinan NII/DII/TII sudah dapat ditangkap pada tanggal 4 Juni 1962. Indonesia Abad ke-XX : Drs.

yaitu dari 17 Agustus 1945 sampai dengan tanggal 27 Desember 1949 dibulatkan menjadi 5 tahun. 7 bulan untuk kembali ke RI. peristiwa tersebut dikenal dengan nama “De tachtigjarige oorlog”. Adanya hasrat Belanda untuk melanjutkan penjajahan adalah sangat ironis. Mengenal Kapten Westerling. Selain itu perlu diketahui.PENGANTAR Untuk mencapai Indonesia merdeka atau melepaskan diri dari cengkeraman penjajah Belanda. yaitu selama 80 tahun untuk melepaskan diri dari pada penguasaan negara Spanyol. III.000 orang pejuang kemerdekaan Sulawesi Selatan.± IV. Mengenal Kapten Westerling . Uraian selanjutnya mengenai tulisan ini akan lebih ditekankan kepada peranan Kapten Westerling. yang diantaranya berisi janji akan meninjau kembali hubungan Belanda dan koloni-koloninya. bahwa janji Belanda tersebut di atas merupakan janji bohong belaka. Raja Belanda Wilhelmina yang sedang mengungsi di Inggris menyampaikan pidato politik kenegaraan. bahwa pada tanggal 6 Desember 1942 kurang lebih 9 bulan setelah Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang pada perang dunia ke-II. Korban 40. sebab Belanda selain telah menjajah Indonesia selama 350 tahun dan pernah negaranya diduduki oleh Jerman pada perang dunia ke-II selama kurang lebih 5 tahun. RIS produk KMB hanya berusia I. II. Serangan APRA ke Kota Bandung dan Jakarta. sesuai dengan pengalaman proses jalannya sejarah. kaitannya dengan kemerdekaan Indonesia. Secara garis besar pembahasan selanjutnya akan meliputi butir-butir : I. pernah pula mengalami perang kemerdekaan yang sangat panjang. adalah tidak mudah dan diperlukan perjuangan yang ulet. Ternyata kemudian. Di dalam sejarah nasional Belanda. Hal ini dibuktikan dari kenyataan terjadinya perang kemerdekaan Indonesia yang cukup lama.

Jendral Spoor minta kehadiran Westerling. Spoor Panglima Tentara Hindia Belanda. yang dibicarakan di atas adalah Kapten S. dimana Westerling diberi tugas untuk menyiapkan rencana operasi dan turut melaksanakan serangan vertical ke lapangan terbang Maguwo. Setelah sembuh Kapten Westerling dengan penuh semangat meneruskan tugasnya. Di dalam melanjutkan tugasnya Westerling menjadi kepercayaan yang baik dari Jendral S. H. Dengan alasan yang dapat diterima oleh Jendral Spoor. gerakan malam. terjadi pada sekitar bulan Maret 1949 setelah Bung Karno cs dikembalikan dari tempat penahanannya sebagai pelaksana salah satu butir dari Resolusi Dewan Keamanan tanggal 28 Januari 1949. Westerling menyatakan tidak bersedia untuk turut di dalam melaksanakan operasinya sedangkan mengenai rencana operasi. Pertama-tama ia masuk pendidikan dasar militer di Kanada dan kemudian mengikuti berbagai pendidikan di Inggris seperti latihan Komando : penerjunan. Materi pembicaraan adalah tentang situasi yang dihadapi. Sedemikian rupa sehingga di dalam menghadapi permasalahan yang penting. dalam rangka jarak jauhnya menyusun tentara bagi negara RIS. Spoor Panglima Tentara Hindia Belanda. H. Karena pernah mengikuti pendidikan militer yang baik. yaitu buntunya perundingan dengan Soekarno dan diperkirakan perlunya dilancarkan Aksi Polisionil ke-II. Pada pertengahan Maret 1945 kelompok Westerling kena sasaran senjata terbaru Jerman ketika itu bernama V. tidak jarang Jendral Spoor minta kehadiran Kapten Westerling. sabotase dan bahan peledak dllnya. Pembicaraan yang dilakukan adalah membahas ide dari Westerling untuk mendirikan pasukan pengamanan desa. Jendral S. I (Vergeltung I = Perusak I) dan Westerling mengalami luka-luka. Westerling mendapat kehormatan menjadi pengawal pribadi dari pada Admiral Lord Mountbatten dan atas permintaan Churchill pada tahun 1940. Spoor yang pada tanggal 7 Maret 1942 sempat meloloskan diri dari serbuan tentara Jepang dengan kapal terbang Glenn Martin terakhir dari lapangan terbang Andir ke Australia. yang kemudian dikenal dengan nama Raymond Westerling.Pada tanggal 31 Agustus 1919 lahirlah di Turki bayi laki-laki dari seorang bapak pengusaha antik bangsa Belanda dan dari seorang ibu beretnis Griek. bersamaan dengan terbitnya matahari Westerling menggendong ransel berisi bekal makanan dan menyandang senjatanya masuk hutan untuk berburu. yang sudah menjadi tugas dari Westerling dijanjikan akan diserahkan pada waktunya. Meningkat kehidupan menjadi pemuda. H. silent killing. Westerling bertugas sebagai pimpinan kelompok perang rahasia. Dari Maguwo serangan dilanjutkan ke Yogya dengan tujuan menangkap Soekarno. Contoh pertama. perkelahian tanpa senjata. konon pada akhir Oktober 1948. Westerling tertarik oleh kehidupan militer. pertempuran di hutan. . Dengan demikian pada hari-hari libur. Contoh kedua. 8 tahun Westerling telah mendapat kesempatan dari± Sudah semenjak usia ayahnya memiliki “mainan” berupa senjata berburu.

. Pilihan untuk memulihkan keamanan di Sulawesi Selatan jatuh pada diri Westeling. umpamanya ditangkap 30 orang pejuang dan 22 orang diantaranya tercantum namanya di dalam daftar “terroris”. Korban 40. Oleh karenanya di Sulawesi. Sebagaimana dilakukan di Jawa. Westerling dengan pasukan khususnya berangkat ke Makasar. terutama mengenai perlu dilakukannya hukuman luar biasa terhadap terroris di daerah pertempuran. hal ini dapat dijadikan alasan. khususnya di Sulawesi Selatan perlu diupayakan dapatnya ditegaskan “Rust en Orde”. dapat dimengerti tentang banyaknya korban yang dialami para pejuang kemerdekaan dari Sulawesi Selatan itu. bahwa Belanda memiliki potensi untuk mengamankan dan menertibkan Jawa. maka yang 22 orang itu langsung ditembak mati dan sisanya yang 8 orang diperiksa oleh sekelompok “Dewan Rakyat” bikinan Westerling. Demikianlah pada pertengahan Desember 1946. diantaranya Mayor Andi Matalata dan Mayor Saleh Lahade. di Sulawesi Selatan yang ada di Jawa. banyak yang diselundupkan ke Sulawesi Selatan.000 orang Pejuang Kemerdekaan Sulawesi Selatan Diproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Adapun mengenai angka 40. membangkitkan semangat bangsa Indonesia di seluruh Tanah Air untuk mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan. Westeling selalu melengkapi diri dengan daftar nama-nama “terroris”. Dengan dilaksanakannya operasi pembersihan sebagaimana dikemukakan di atas. Belanda berfikir bahwa di luar Jawa keadaan “terroris” tidak sekuat di Jawa. yang mempunyai kekuasaan turut menentukan apakah yang 8 orang itu tergolong terroris atau tidak. Apabila di dalam pelaksanaan operasinya. Apabila berhasil.II. Di lain pihak atas ide van Mook. Di dalam operasi pembersihan yang biasanya dilakukan pada malam hari.000 orang korban keganasan Westerling adalah bukan datang dari pihak Indonesia akan tetapi hasil dari proses pertemuan komisi PBB (United Nation Commission Indonesia) di Lake Succes dalam suasana bangsa-bangsa baru saja mengakhiri perang dunia ke-II dan membenci segala bentuk kekerasan. Di Makasar Westerling melaporkan kepada komandan pasukan Belanda di bagian timur.

6. Ke-6 negara bagian tersebut adalah : 1. Negara Indonesia Timur (Desember1946). Di Jakarta penyerahan kedaulatan . agar tentara Belanda dikonsinyir. Perlu dikemukakan. Untuk mencapai tujuan tersebut.III. Negara Sumatera Selatan (Desember 1948). Namun diketahui kemudian. Sama-sama diketahui. sehingga dia sendiri merasa sebagai penjelmaan dari Ratu Adil. Negara Madura (Januari 1948). bahwa pada tanggal 22 Januari 1950. bahwa terdapat tentara Belanda yang disersi sebelum perintah konsinyiring diterima oleh kesatuannya. Drees kepada PM. maka Belanda melalui van Mook mendirikan 6 negara bagian dan 9 daerah berstatus otonomi. yang akan dapat dikendalikan oleh Belanda. 2. Serangan APRA ke Kota Bandung dan Jakarta Belanda berusaha keras untuk menguasai kembali Indonesia setidak-tidaknya dengan target dapat mendirikan negara RIS. Negara Pasundan (Februari 1948). Westerling telah berhasil menginfiltrasi KNIL dan KL dan untuk membantu kekuatan militer itu telah dibentuk keamanan desa yang terdiri dari rakyat. Di bidang militer. Westerling sangat tertarik oleh ramalan Joyoboyo sedemikian rupa. 5. Hatta. 3. bahwa tanggal 27 Desember 1949 hasil dari Konferensi Meja Bundar. berupa adanya semacam pergeseran tentara Belanda dan berkerumunnya rakyat yang menamakan dirinya rakyat Ratu Adil menyampaikan permintaan kepada pimpinan tentara Belanda. Negara Sumatera Timur (Februari 1948). di Den Haag dilakukan penyerahan kedaulatan dari Belanda ke RIS oleh PM. Negara Jawa Timur (November 1948). setelah pimpinan Divisi Siliwangi menerima berbagai laporan yang mencurigakan. 4. Oleh karena itu tentara yang sudah diinfiltrasikan dan keamanan desa yang dibentuk diberi embel-embel nama Ratu Adil.

2. adalah di dalam rangka tugas menyusun markas TNI sebagai akibat dari penyerahan kedaulatan kepada RIS. Asia-Afrika melalui Hotel Homann dan Hotel Prianger. Tujuan utama dari serangan itu adalah mendapatkan sebanyak mungkin senjata untuk melengkapi APRA yang akan menyerbu Jakarta. berkaitan dengan telah diserahkannya kedaulatan dari pihak Belanda ke pihak RIS dari kenyataan yang ada dapat dikemukakan sebagai berikut : Panglima Divisi Siliwangi nampaknya menyadari. kalau kita mengikuti sikap dan pendirian Westerling yang menganggap TNI dan rakyat pejuang kemerdekaan itu sebagai terroris yang harus dibunuh sikap dan pendirian mana sudah ditanamkan kepada anak buahnya.00 Markas Divisi/Siliwangi dikuasai oleh APRA. Kurang lebih pukul 10.J.disampaikan oleh perwakilan Belanda A. Adapun keberadaannya anggota TNI di Kota Bandung. Selanjutnya dari sini gerakan langsung menuju saasran utamanya. Dengan latar belakang sebagaimana dikemukakan di atas. Rute yang ditempuh oleh APRA adalah kurang lebih sebagai berikut : Jl. anggota TNI pada umumnya tidak bersenjata api dan hanya mempersenjatai diri dengan bayonet atau klewang. bahwa dengan telah diserahkannya kedaulatan dari pihak Belanda ke pihak RIS cq. Menyimak pejabat yang bertanggung jawab atas keamanan daerah.Lovink kepada Sultan Hamengkubowono ke-IX dan di Bandung dari Jendral Engles kepada Kolonel Sadikin dan mengambil tempat di halaman gedung yang kemudian dijadikan Markas Divisi IV/Siliwangi di Jalan Lembong (sekarang). . yaitu Markas Divisi VI/Siliwangi di Jl. Sesuai dengan perintah pimpinan. Lembong. agar tentara Belanda dikonsinyir. Pasukan APRA sekitar pukul 08. Pada tanggal 22 Januari 1950 diperintahkan kepada Kepala Staf untuk menghubungi Jendral Mayor Engles. Divisi Siliwangi.30 sudah sampai di batas Barat kota Bandung dan bunyi tembakantembakan sudah mulai kedengaran dan semakin lama suara tembakannya semakin keras kedengarannya.H. Jl. karena masuknya laporan yang mencurigakan berupa issue adanya gerakan dari pada APRA. Besarnya jumlah korban TNI sebanyak 79 orang dan 6 orang rakyat dapat dimengerti. hal ini dapat dilihat dari 3 langkah kebijaksanaan pokok yang diambil oleh Kolonel Sadikin sbb : 1. Jendral Sudirman. Memerintahkan melakukan penghadangan atas pasukan APRA. pada hari Senin tanggal 23 Januari 1950 APRA dengan kekuatan + 800 orang terdiri dari anggota KNIL dan KL menyerang kota Bandung.

karena menurut rencananya APRA harus tetap menduduki kota Bandung. Dengan tibanya bantuan pasukan tersebut. yang sudah gagal. Melalui pembicaraan yang cukup panas. Kapten Westerling tidak memimpin sendiri penyerangan ke kota Bandung. Pasukan APRA harus segera meninggalkan kota Bandung. Bantuan yang diminta oleh Panglima Divisi Siliwangi. karena ingin mengkosentrasikan tenaga dan fikiran untuk menyerang kota Jakarta. yang dipimpin oleh Komisaris Polisi Soecipto Yoedodihardjo. Pertumpahan darah harus dihentikan. perwakilan negara Pasundan dan Van der Meulen perwira polisi Belanda yang memimpin serangan APRA ke kota Bandung. akhirnya diputuskan : 1. Kepala Staf Divisi Siliwangi Letnan Kolonel Dr. Eri Sudewo. penghadangan yang dilakukan pada tanggal 24 Januari 1950 atas kesatuan APRA.00 di Markas Divisi C. Kejadian ini merupakan pukulan yang berat bagi APRA. Yang juga menarik untuk diketahui. yang sudah ada di Markas Divisi Belanda menolak untuk hadir pada pertemuan yang dihadiri unsur APRA. 2. pembersihan atas gerombolan APRA ditingkatkan dan dengan demikian di dalam waktu yang relatif singkat keamanan di kota Bandung sudah dapat diatasi. Kalau serangan APRA ke kota Bandung hampir tidak ada perlawanan sama sekali. tiba di Bandung dengan angkutan udara pada tanggal 24 januari 1950 terdiri dari Batalyon Sikatan dari Jawa Timur pimpinan Kapten (?) Sobirin dan pasukan polisi. Yang menjadi fikiran dan memusingkan bagi Westerling adalah karena senjata dan amunisi yang dibutuhkan masih harus direbut dari musuh dan komitmen dari “kroninya” Westerling terutama dari KNIL dan KL yang sudah berjanji akan . adalah tentang pertemuan tanggal 23 Januarai 1950 sekitar pukul 12. yang dengan rombongannya sedang ada di Subang memerintahkan kepada Gubernur Sewaka untuk pergi ke Jakarta dan melaporkan tentang gerakan APRA serta meminta bantuan pasukan untuk menghalau gerombolan APRA keluar dari kota Bandung. Kolonel Sadikin. sambil menunggu berita hasil operasi di Jakarta. Pimpinan tentara Belanda tidak akan membantu gerakan APRA 3.3. menduduki kota Bandung dan gagal menyerang Jakarta adalah cukup berhasil. Belanda dihadiri oleh Jendral Mayor Engles.

Dalam uraian di atas telah dikatakan. bahkan untuk mengelabui pemeriksa.00. Diketahui kemudian. Ali Budiardjo. mati sewaktu rumahnya dikepung TNI. Westerling nampaknya sudah “sudah jatuh tertimpa tangga”. Pada tanggal 22 Januari 1950 sekitar jam 22. Sewaktu ditemui di rumahnya Komisaris Polisi tersebut. Demikian pula mengenai rencana penyerangan atas gedung tempat kabinet RIS akan bersidang dengan tujuan : 1. Westerling sudah ada di tempat yang di tentukan. diantaranya mengenai alamat dari seorang perwira menengah APRA kepercayaan Westerling. Peristiwa yang paling menyedihkan bagi Westerling adalah sewaktu ia tiba di markas Polisi di Jakarta dan tidak hadirnya Komisaris Polisi yang sudah berjanji akan hadir di tempat tersebut. Melalui pertengkaran mulut yang serba cepat dan singkat. Sekonyong-konyong kepergok oleh seorang perwira. Membunuh Sultan Hamengkubuwono IX (Menteri Pertahanan). tetapi tidak mengetahui tentang rencana rahasia Westerling. Syukur Alhamdulillah. Atas perbuatannya itu Sultan Hamid II pada bulan April 1953 dihukum dengan 10 tahun penjara. Delegasi Belanda dipimpin oleh van Marseveen. dikurangi dengan massa penahanan. Menculik semua Menteri RIS.B. menunggu 2 buah truk yang akan membawa senjata dari gudang Pasukan Khusus Batujajar. yang sudah lama menunggunya. 2. Berbagai rencana Westerling. RIS produk KMB hanya berusia kurang lebih 7 bulan untuk kembali ke RI Konferensi Meja Bundar berlangsung dari 29 Agustus sampai dengan 2 November 1949. ia berprilaku seolah-olah ia termasuk menteri-menteri RIS yang akan diculik. bahwa Dewi Fortuna tidak menyertai Westerling. ada dalam keadaan raut mukanya yang sangat pusing dan menjawab alasan atas tidak hadir di Markasnya Westerling dengan suara yang sangat berang mengatakan : “Yang penting sekarang bukan Komisaris Polisinya. banyak yang bocor. Jakarta dan Bandung. Belanda Drees. gerakan Westerling dengan APRA-nya berakhir dengan kegagalan dan Kapten Westerling pada tanggal 22 Febuari 1950 diterbangkan oleh pihak Belanda dengan pesawat Catalina dari MDL ke Singapura.” Kapten Westerling nampaknya sangat lunglai mendengar bahwa kunci gudang senjata sudah diambil oleh TNI. Simatupang (Pejabat KSAP) . Kenyataannya sewaktu 2 buah truk sudah ada dekat gudang senjata dan mulai mengangkut beberapa senjata ke atas truk.memberi senjata dan amunisinya. Sultan Hamid II alias Syarif Hamid Algadri besar perannya di dalam merencanakan penyerangan atas gedung dimana kabinet RIS akan bersidang. sebuah truk yang mengangkut belasan senjata itu berhasil meloloskan diri dan melapor kepada Westerling. bahwa kedaulatan RIS telah diserahkan pada tanggal 27 Desember 1949 di Deen Haag. tetapi agar diserahkan kunci gudang senjatanya. yang mengetahui tentang adanya konsinyiring. IV. . Hal ini merupakan pukulan yang sangat berat dirasakan oleh Kapten Westerling. Yang menjadi Ketua KMB adalah P.M. RI oleh Bung Hatta dan BFO (Bijeenkomst Commision Indonesia) sebagai mediator. SH (Sekjen Kementrian Pertahanan) dan Kolonel T. Senjata yang didapat dari markas Pasukan Khusus di Batujajar praktis tidak bertambah.

Bandung Beeld van een Stad : R. Voskuil E. 3. Dalam pada itu.blogspot. Siliwangi dari Masa ke Masa : Sejarah Militer Kodam VI/Siliwangi 2. PENUTUP Pada hakekatnya tulisan di atas merupakan sebagian dari kisah konflik antara Belanda dan Indonesia. yang artinya “Sejarah adalah Guru yang besar”. Di dalam perjuangan selanjutnya sebagian besar masyarakat Indonesia tidak puas dengan RIS produk KMB.com . G. yaitu RIS dan RI. Sumber : pertempurandijawabarat. Syukur Alhamdulillah. Jakarta dan di Bandung tahu-tahu pada tanggal 23 Januari 1950 APRA dengan secara nekad menyerang kota Bandung dan kota Jakarta.A. Baru saja pada tanggal 27 Agustus 1949 Belanda menyerahkan kedaulatan kepada Indonesia di Deen Haag. M.G.A. bahwa konstitusi sementara RIS dirubah menjadi UUD sementara RI (berlaku mulai 17 Agustus 1950). Indonesia Abad ke-XX : Drs. RIS yang terdiri RI dan BFO (15 Negara/Daerah) ciptaan Belanda diciutkan menjadi 2 kelompok. diantaranya melalui Undang-Undang No.P.Melalui kerja keras dari pejuang-pejuang RI di bidang diplomasi. Mengakhiri uraian ini menyampaikan ungkapan yang berbunyi : “Historia vitae Magista”. yang dianggap masih berbau kolonial. berhasil produk KMB. Demikian uraian mengenai KMB yang melahirkan RI dan RIS dan melalui perubahan di bidang konstitusi. Moedjanto. Belanda dengan segala kemampuannya di bidang militer dan diplomasi berhadapan dengan kekuatan militer dan diplomasi Indonesia. PERPUSTAKAAN 1. sedemikian kerasnya sehingga muncul tuntutan agar negara-negara bagian/BFO bersatu dengan RI atau RIS dilikuidasi. Allah Subhanahu Wata’ala melindungi Negara Kesatuan Republik Indonesia dari keserakahan kolonialis Belanda.A. sebaik-baiknya bersyukur seyogyanya bangsa Indonesia segera bangun menggalang kesatuan dan persatuan untuk mengisi kemerdekaan menuju sasaran rakyat yang adil dan makmur yang sudah lama didambakannya. yang bernafsu untuk melanjutkan penjajahannya yang sudah berjalan 350 tahun.7 Tahun 1950 yang pasal 1-nya menyebutkan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful