PERJUANGAN RAKYAT JAWA BARAT MELAWAN PENJAJAH SETELAH PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI

PERTEMPURAN KONVOY BOJONG KOKOSAN SUKABUMI 1945-1946

Masa revolusi fisik yang berlangsung dalam kurun waktu tahun 1945 hingga tahun 1949 merupakan sebuah masa dalam perjalanan sejarah Indonesia yang sarat dengan warna–warni perjuangan untuk mempertahankan dan menegakkan kemerdekaan. Kemerdekaan yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 ternyata tidaklah serta merta segera mengubah situasi dari bangsa yang terjajah menjadi bangsa merdeka. Menjelang berakhir perang Dunia ke-II mulai Juli 1945 wilayah Indonesia masuk kedalam Komando South East Asia Command (SEAC) dibawah pimpinan Panglima sekutu LORD L. MOUNTBATTEN yang berkedudukan di Colombo Srilangka. Setelah Jepang menyerah kepada sekutu Inggris diberi tugas RAPWI (Recovery of Allied Prisoners of War and Interneers) yaitu pengurusan dan pemulangan tawanan perang dan interniran Sekutu di Indonesia. Dalam pelaksanaan tugasnya di Indonesia Sekutu mengalami hambatan dari pejuang-pejuang Indonesia yang militan yang baru saja memproklamirkan kemerdekaannya tanggal 17 Agustus 1945. Diantara hambatan yang dialami Sekutu (Inggris) antara lain peristiwa Pertempuran Konvoy Bojong Kokosan. Uraian berikut peristiwa Bojong Kokosan dibagi dalam tiga pokok bahasan Yaitu : Pertempuran ke I, Masa gencatan senjata (Cease Fire) dan Pertempuran ke II.

PENGANTAR

Pertempuran Ke-I / Penghadangan pertama. (9 Desember 1945 s/d 12 Desember 1945) Menjelang bulan Desember 1945, suhu situasi kondisi di Jawa Barat juga semakin memanas. Perjuangan Rakyat Jawa Barat yang semula, lebih banyak dipengaruhi oleh sikap perjuangan diplomasi dari Pemerintah Pusat. Maka pada saat itu mulai kehilangan kepercayaannya terhadap netralitas pimpinan Tentara Sekutu, yang nampaknya semakin condong untuk membantu pihak Belanda, dalam rangka menegakan kembali kekuasaannya di bumi Indonesia. Sejak Tentara Sekutu menduduki kota Bandung, maka pergerakan lalulintas, baik personil maupun perlengkapan logistik antara Jakarta-Bandung, mereka upayakan dengan segala cara. Mula-mula untuk memenuhi kebutuhan akan perbekalan dan perlengkapan 60.000 anggota APWI di Bandung. Mereka mencoba mengirimkan barang-barang tersebut dengan mempergunakan kereta api dari Jakarta ke Bandung sebanyak 20 gerbong, yang dikawal oleh serdadu-serdadu Ghurka, melalui jalur utara. Akan tetapi karena tidak ada koordinasi dengan Pasukan-pasukan TKR yang bertugas di daerah Dawuan, ialah Batayon Priatna dari Resimen - 5 TKR. Pengawal-pengawal perjalanan kereta api yang hanya dilakukan oleh 10 orang serdadu Ghurka dalam tempo sekejap sudah bisa dilumpuhkan, 4 orang tertembak mati, sedangkan 6 orang menyerahkan diri sebagai tawanan. Isi ke 20 gerbong tersebut disita, yang terdiri dari makanan kalengan, seperti nasi goreng, kornet, sardencis, susu, keju, coklat dan sebagainya. Juga terdapat sejumlah besar pakaian dan selimut. Dengan demikian pada saat itu Resimen-5 TKR memperoleh rezeki nomplok, bahkan rakyat penduduk setempatpun ikut menikmatinya. Namun ternyata insiden ini menjadi berkepanjangan pula. Tentara Sekutu mengajukan “protes keras” kepada Menteri Amir Sjarifoeddin. Minta agar perbekalan dan perlengkapan yang disita tersebut dikembalikan. Selanjutnya juga Menteri Amir Sjrifoeddin memberikan tegoran kepada Komandan Resimen - 5 TKR, ialah Mayor Moefreni untuk mengembalikan barang rampasan tersebut. Namun Mayor Moefreni menolak. Hanya para tawanan serdadu Ghurka yang bisa dikembalikan, itupun harus ditukar dengan para pejuang yang menjadi tawanan Tentara Sekutu di Jakarta. Akhirnya Mayor Kawilarang diperintahkan Panglima Komandemen 1 TKR, Mayjen Didi Kartasasmita di Purwakarta, untuk melakukan tukar-menukar, 6 orang tawanan serdadu Ghurka, dengan pembebasan 8 orang para pejuang Republik Indonesia yang ditawan oleh Tentara Sekutu di Rumah Penjara Cipinang. Diantaranya ialah Mr. Soepangat dan Chairil Anwar. Setelah insiden tersebut maka diperoleh kesepakatan antara Pemerintah RI dengan pihak Tentara Sekutu. Bahwasanya setiap pengiriman perlengkapan dan perbekalan bagi Tentara Sekutu di Bandung harus dikawal oleh TKR-RI. Dengan demikian maka sejak tanggal 11 Desember 1945, pengawalan kereta api yang membawa perbekalan dan perlengkapan Tentara Sekutu dari Jakarta ke Bandung dilaksanakan oleh para Taruna dari Akademi Militer Tanggerang. Selama kurang lebih satu bulan pada waktu itu, telah dilakukan tiga kali pengiriman perbekalan dan perlengkapan Tentara Sekutu dari Jakarta ke Bandung. Perjalanan

pertama dikawal oleh 20 orang Taruna Akademi Militer Tanggerang dipimpin oleh Mayor Daan Mogot. Perjalanan kedua dipimpin oleh Mayor Kemal Idris, Sedangkan perjalanan yang ketiga dipimpin oleh Kapten Islam Salim. Semua pengiriman perbekalan ini berjalan mulus tanpa hambatan apapun. Akan tetapi kebutuhan Tentara Sekutu untuk melakukan operasinya di kota Bandung rupanya tidak hanya sebatas perbekalan dan perlengkapan saja. Namun memerlukan juga dukungan peralatan dan persenjataan berat lainnya, dari Pasukan-pasukan Kavaleri, Artileri, Zeni dan sebagainya, yang mungkin dapat diangkut dengan kereta api. Maka untuk memenuhi kebutuhan tersebut pihak Tentara Sekutu juga menyelenggarakan konvoy kendaraan-kendaraan di jalan raya secara periodik, yang dikawal ketat oleh mobil-mobil lapis baja dan tank-tank tempur. Dengan demikian sejak saat itu, maka setiap 1 atau 2 minggu sekali, akan terlihat iring-iringan kendaraan-kendaraan Tentara Sekutu di jalan raya antara Bandung-Jakarta pp. Rupanya atas pertimbangan keamanan Tentara Sekutu lebih cenderung memilih jalur Jakarta-Bogor-Sukabumi-Cianjur-Bandung pp, untuk perjalanan konvoynya. Sedangkan lewat jalur Puncak, risikonya akan cukup besar, karena tanjakannya yang terlalu terjal untuk dilewati tank-tank dan mobil lapis baja yang sangat berat. Pada awal bulan Maret 1946, Kolonel A.H. Nasution Panglima Divisi III pernah dipanggil Panglima Komandemen Jawa Barat Mayjen Didi Kartasasmita. Pada pertemuan tersebut diceritakan pula oleh Mayjen Didi Kartasasmita, bahwa suatu ketika mobil yang ditumpanginya pernah terjepit oleh konvoy Tentara Sekutu, ditengah perjalanan. Beliau betul-betul merasa tidak berdaya tatkala itu, namun masih untung juga, bahwa mereka tidak mengetahui, bahwa yang berada di dalam mobil tersebut adalah Panglima TKR Komandemen Jawa Barat. Nampaknya Mayjen Didi Kartasasmita memahami betul, bahwa pada saat itu situasi kondisi di seluruh Jawa Barat meningkat semakin genting. Pertempuranpertempuran telah berkecamuk diseluruh penjuru tanah air. Bahkan didalam kota Bandung, yang pernah menyandang gelar “kota diplomasi”, karena telah berhasil memisahkan antara dua kubu yang berseteru, ialah kubu Sekutu dengan antek-anteknya, disebelah utara rel kereta api dan kubu para pejuang disebelah selatan. Namun sungguhpun demikian, setiap hari pertempuran terus berkecamuk disetiap penjuru kota. Sampai-sampai muncul kata pemeo : “di Bandung tiada hari tanpa pertempuran”. Pada saat itu juga Panglima Komandemen TKR Jawa Barat mengeluarkan perintah, untuk menyerang konvoy-konvoy di jalan-jalan raya dalam wilayah Divisi III. Hubungan lalu-lintas personil dan logistik mereka, harus diputuskan selama mungkin. Namun demikian serangan harus dilakukan di tempat-tempat yang jauh dari perkampungan rakyat. Yaitu di daerah-daerah pegunungan dan hutan-hutan. Sebelum keluar perintah “Serang konvoy” dari Panglima Komandemen TKR pada waktu itu. Sebetulnya Komandan Resimen-3 TKR di Sukabumi, ialah Letkol Eddy Sukardi juga sudah merasa jengkel dengan simpang-siurnya konvoy-konvoy kendaraan Tentara Sekutu yang melalui daerah komandonya, dari sejak Ciawi-Sukabumi-Cianjur. Oleh karena itu kekuatan Resimen-3 TKR, sebanyak 4 Batalyon sudah digelar disepanjang jalur ini, sebagai berikut :

1) Kompi Kapten Djahidi. 1) Kompi Kapten Saleh Opo. dengan kekuatan 4 Kompi. pasukan Kelasykarannya dipimpin oleh Dadi Abdullah. Batalyon III. dibawah komando Kapten Anwar. 1) Kompi Kapten Tedjasukmara. Barisan Sabilillah dibawah pimpinan Sasmita Atmadja dan A. Barisan Pemuda Sosialis Indonesia (PESINDO). ialah . Dibawah komando Mayor Abdurrachman. membentang dari Sukabumi Timur sampai Gekbrong. . Basarah. Barisan Banteng RI. ialah . 3) Kompi Kapten Juanda dan 4) Kompi Kapten Dasuki. pasukan Kelasykarannya dipimpin oleh Mujana. dibawah komando Mayor Yahya Bahram Rangkuti. Batalyon ini Menempati lokasi sepanjang 15 KM. Batalyon ini menempati jalur yang paling panjang sekitar 30 KM. dari sejak Cibadak sampai Sukabumi Barat. dipimpin oleh Felix Kalesaran. 2) Kompi Kapten Kusbini. dibawah komando Mayor Harry Sukardi. 3) Kompi Kapten Murad Idrus dan 4) Kompi Kapten Mochtar Kosasih. 2) Kompi Kapten Dasuni Zahid. Ismail dan Bakri. Nawawi Bakri dan Hamami. Batalyon II. yang terdiri dari : Barisan Hizbullah dibawah pimpinan Suryana. Karim dan Dadang Sukatma. ialah. Waluyo. membentang dari Cigombong sampai Cibadak. 1) Kompi Kapten Madsachri. 2) Kompi Kapten Sabir. pasukan Kelasykarannya dipimpin oleh Tubagus Ahmad Kurtubi. 3) Kompi Kapten Madsari dan 4) Kompi Kapten Kabul Sirodz. Barisan Pemuda Proletar. Disamping Pasukan TKR ini. terdapat pula Pasukan atau Barisan Pejuang Rakyat. Lasykar Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi (KRIS). 2) Kompi Kapten Husein Alexsyah. dengan kekuatan 4 Kompi.Batalyon I. dengan kekuatan 4 Kompi. dibawah pimpinan S. pasukan Kelasykarannya dipimpin oleh M. Batalyon ini menempati lokasi sepanjang 18 KM. dibawah pimpinan Sambik. Abdullah. ialah dari mulai Gekbrong-Cianjur-Ciranjang. dengan kekuatan 4 Kompi. 3) Kompi Kapten Musa Natakusumah dan 4) Kompi yang dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon. ialah. Batalyon IV. Batalyon ini menempati lokasi sepanjang 18 KM. dipimpin Suradiradja dan Lunadi.

pernah terjadi peristiwa. Seruan pribadi dari para pejuang di Bandung ini segera mendapat tanggapan dari teman-teman seperjuangannya. semakin meningkat. Gangguan-gangguan tersebut pada umumnya tidak sampai menghambat perjalanan konvoy.3 TKR. Pasukan Kendaraan Lapis Baja dan Meriam. terutama yang berada di wilayah kekuasaan Resimen . Dihadang dengan barikade-barikade. Maka sikap para pejuangpun penuh dengan keragu-raguan. ataupun tembakan-tembakan pribadi sekedar melampiaskan rasa kesal dan jengkel. Sebenarnya sejak Brigade ke-37 Tentara Sekutu memasuki kota Bandung pada tanggal 12 Oktober 1945. memerlukan bantuan dari Jakarta. rupanya juga sudah menjadi perkiraan para pejuang di Bandung. antara perjuangan diplomasi dan perlawanan dengan senjata. hanyalah sebatas dilakukan dengan memasang rintangan-rintangan pepohonan yang sederhana. Dilaporkan 4 . tidak hanya perbekalan dan Pasukan Infanteri saja yang bisa diangkut melalui jalur udara. Namun karena suasana perjuangan pada saat itu masih sangat samar tanpa ada ketegasan. Namun pada tanggal 29 Nopember 1945. mencoba memasuki jalur jalan antara Bogor-Sukabumi. sudah beberapa kali terjadi. Nampaknya Brigadier Mc. Melalui pertempuran-pertempuran tersebut semakin banyak pula senjata-senjata dan perlengkapan lainnya dari Tentara Sekutu yang jatuh ke Tangan para pejuang kita. lalu-lintas konvoy Tentara Sekutu yang membawa perbekalan. yang berada disekitar jalur antara Bandung-Jakarta untuk mengganggu lalu-lintas kendaraan-kendaraan musuh tersebut. tetapi juga memerlukan. Kemungkinan bantuan-bantuan Tentara Sekutu melalui jalur darat ini. Adapun gangguan yang dilakukan para pejuang pada waktu itu. juga jumlah pelarian-pelarian pribadi serdadu-serdadu India Muslim ke Pihak Republik Indonesia semakin meningkat. oleh karena secara pribadi. mereka menyarankan agar para pejuang. dan diserang oleh Barisan Rakyat di daerah Cicurug dan Parungkuda. melalui jalur Bogor-Sukabumi-Cianjur itu. Donald selaku Komandan Brigade ke 37 Tentara Sekutu di Bandung. serta perbekalan dan alat-peralatan lainnya yang harus didatangkan melaluli jalur darat. yang membentang melalui jalan raya BogorSukabumi-Cianjur.Pertempuran-pertempuran antara Tentara Sekutu dengan TKR dan Barisan Pejuang di Bandung. beberapa truk yang memuat serdadu-serdadu Jepang dan Gurkha.

dan segera menghilang untuk menghemat senjata. yang sudah digelar disepanjang jalur jalan raya mulai dari Ciawi-Sukabumi-Cianjur. untuk merintani jalannya kendaraan-kendaraan. akan sangat menguntungkan untuk melakukan penyergapan. Mereka dipersenjatai dengan senjata-senjata api seadanya. hasil buatan pabrik senjata Braat milik Resimen 3 sendiri di Sukabumi.orang musuh tewas oleh Barisan Rakyat dan truk-truk kembali ke Bogor. bertolak lagi ke Bandung. Di daerah ini dipasang barikade dengan menumbangkan pohon-pohon pelindung yang besar-besar dipinggir jalan. Di atas tebing disisi kanan-kiri jalan dibuat pula lubang-lubang perlindungan bagi para prajurit yang akan melakukan penyerangan. yang cukup dalam untuk dijadikan perangkap kendaraan tank dan lais baja. Sedangkan pada tempat-tempat tertentu. Pada dasar lubang-lubang tersebut dipasangi juga ranjau-ranjau darat yang dapat melumpuhkan kendaraan lapis baja dan tank. digali lubang-lubang yang besar. diangkut dari Jakarta ke Bandung dengan mempergunakan 12 buah pesawat terbang Dakota. yang dikirim oleh markas Tentara Sekutu di Jakarta. . juga disisi kanan-kiri jalan terdapat tebing-tebing yang cukup terjal. Sedangkan pada hari itu juga sebanyak 124 buah truk Inggris dicegat rintanganrintangan Barisan Rakyat di Ciranjang dan Gekbrong. maka tidak mungkin untuk bisa melayani dan menangkis serangan balas dari musuh. Sepanjang jalan raya yang berkelok-kelok tajam. maka segala persiapanpun dilaksanakan dengan cara-cara yang lebih baik. hemat pasukan. Lebih-lebih lagi pada saat itu daerah ini masih merupakan hutan belukar. langsung dipimpin dan dikoordinasikan oleh Letkol Eddy Sukardi dan Kepala Bagian Siasat Resimen Kapten Achmad Kosasih. Karena persediaan amunisi terbatas.besar. Maka kondisi medan yang demikian ini. ditempat-tempat yang bisa menguntungkan untuk melakukan penyergapan. Sedangkan pada tanggal 5 Desember 1945. Rencana penyergapan akan dilakukan dengan taktik “ Hit and run “. pada kesempatan yang paling baik.3 TKR. dipasang saling melintang. secara frontal dalam waktu yang cukup lama. termasuk granat-granat tangan dan bom-bom Molotov. 4 Batalyon kekuatan Pasukan Resimen . maka 1 batalyon Mahratta untuk memperkuat pendudukan Tentara Sekutu di Bandung. dibawah pimpinan Kapten Saleh Norman. aman dan menang. tanpa diketahui kerugian dari kedua pihak. dan naik turun antara Cicurug-Bojong Kokosan-Parungkuda. Sergap dan hancurkan. secara serentak pada waktunya. dan dikoordinasikan langsung oleh Komandan-Komandan Resimen TKR. Menjelang bulan Desember 1945. pasukan-pasukan tank dan meriam. Rencana penghadangan dimulai dengan pemasangan rintangan-rintangan untuk menghambat gerak laju konvoy. Karena gangguan-gangguan para pejuang diperjalanan darat antara BogorSukabumi-Bandung. semenjak operasi penghadangan ini menjadi kebijakkan komando atasan TKR.

kemudian sejumlah kendaraan berlapis baja. maka terjadilah tabrakan-tabrakan beruntun. dan rantai-rantai roda tankpun lepas terburai. ia menderita cidera berat. Komandan Resimen 3 TKR. Iring-iringan konvoy dibagian dibelakang memberhentikan. Kerkhof Sukabumi bersama Komandan Resimen dan Dokter Resimen. Hasan Sadikin. Demikian ia keluar dari mobil lapis baja. untuk menyingkirkan kendaraan lapis baja dan truk-truk yang rusak ke pinggir jalan. jumlah iring-iringan konvoy sekitar 150 buah truk. dan diangkut dengan ambulans. maka terdengarlah ledakan ranjau darat. tidak terkendalikan lagi. Sesaat setelah mereka sempat menyusun kekuatannya lagi.Hari Minggu tanggal 9 Desember 1945. telah memasuki Cigombong ”. segera digotong. ialah daerah perbukitan Bojong Kokosan. bahkan anak-anak panah dan kelereng sebagai peluru. agar pos-pos Cigombong dan Cicurug tidak menyerang terlebih dahulu. ketepelpun ikut berperan menghujani serdadu-serdadu musuh. menyambut serdadu-serdadu Sekutu yang berloncatan turun dari atas truk. Tank pertama terperosok masuk kedalam lubang jebakan. Kemudian mereka juga mulai membuka tembakan ke arah . Di daerah Bojong Kokosan. dalam peristiwa penyergapan tersebut. diberbagai daerah. Sementara serdadu-serdadu Tentara Sekutu dari Batalyon Jats yang mengawal konvoy tersebut terus menerus ditembaki dari tebing-tebing pinggir jalan. Laporan selanjutnya menyatakan bahwa. dan diselang-seling dengan kendaraan-kendaraan brencarrier. Komandan Pos Cigombong melaporkan bahwa : “ Dua tank Sherman kawal depan konvoy Tentara Sekutu. sebelum kawal depan konvoy memasuki daerah “ killing ground “. dimulai dengan tank-tank Sherman. memerintahkan. Susunan konvoy menjadi kacau balau. serangan penyergapan dimulai. Tembakantembakan gencar dilakukan dari tebing-tebing di kiri-kanan jalan. sebagai kawal depan. konvoy dihadang dengan barikade pepohonan yang malang melintang di tengah jalan. dikawal oleh 1 batalyon serdadu Sekutu. mereka berusaha. selanjutnya iringiringan truk. bahwa setelah kepalanya dipukul baru badannya diserang. Tank-tank Sherman mencoba mendorong-dorong rintangan. Mereka berusaha menyusun formasi tempur. akan tetapi terus-menerus dihujani granat dan bom-bom molotov. tertahan oleh bagian depan yang sedang menghadapi sergapan serentak dari prajurit-prajurit TKR dan Barisan Pejuang Rakyat. namun terhambat pula oleh bagian ekor yang baru sampai di Cigombong. Maka pada momen inilah. ialah Dr. kendaraannya secara mendadak. Akhirnya susunan konvoy yang panjangnya kurang lebih 12 KM itu terpenggal-penggal menjadi beberapa bagian. Mobil ambulans simpang siur memberikan pertolongan terhadap serdaduserdadu Sekutu yang cidera dan tewas. Bagian tengah konvoy tidak bisa bergerak maju. Ternyata Komandan Batalyon 5/9 Jats yang naik kendaraan lapis baja juga terkena sasaran granat. Mereka berusaha bergerak mundur. Saat itu dikejutkan dengan dering telefon dari Pos Cigombong. Kapten Achmad Kosasih Kepala Bagian Siasat Resimen 3 di Jl. Dengan maksud.

tanpa kompromi. Dan untuk selanjutnya diserahkan kepada Batalyon Mayor Abdurrachman. granat dan bom-bom molotov dari pasukan-pasukan TKR di daerah itu menghujani mereka. gugur seketika. ialah sewaktu 12 orang prajurit TKR yang bertahan di sebuah kubu dihantam ledakan peluru meriam. TKR .7 mm. senapan mesin 12. dan ke-12 orang prajurit TKR tersebut berjatuhan tergusur longsoran. itupun setelah dibantu oleh serangan udara habis-habisan dari RAF. Sementara itu. Kendaraan-kendaraan lapis baja memuntahkan peluru senapan mesin kaliber 12. terpaksa berhenti dahulu untuk menunggu susunan formasi konvoy yang tertinggal jauh di belakang. Ada kejadian yang sangat mengenaskan. Sedangkan disisi yang lain masih juga mengulurkan tangan untuk membuka perundingan-perundingan diplomasi dengan baik-baik. Konvoy yang berangkat dari Jakarta pada tanggal 9 Desember 1945 baru tiba di Bandung pada tanggal 12 Desember 1945. Maka konvoypun bergerak maju lagi dengan meninggalkan sejumlah truk perbekalan yang rusak disepanjang jalan antara Cigombong dan Cicurug. Di daerah Cikulu tank Sherman. disambut lagi dengan hujan peluru. Disatu sisi melawan kekuatan asing yang mencoba untuk berkuasa lagi di tanah air dengan perlawanan bersenjata habis-habisan. namun tank Sherman. Pihak Sekutu mengalami cukup banyak kerugian. di lerenglereng tebing dengan menggunakan meriam. Antara Cibadak-Cikukulu formasi masih acak-acakan. ialah para Taruna Akademi Militer Tanggerang dengan selamat. terpenggal-penggal. Hambatan selanjutnya terjadi lagi tatkala memasuki kota Sukabumi. Tank Sherman mulai beraksi dengan menembaki kubu-kubu pertahanan kita. yang baru untuk pertama kalinya bertempur di Pulau Jawa. 9 buah truk dan 2 jeep jatuh ke tangan kita. Di jalan raya Karangtengah konvoy berpapasan dengan kendaraan Staf Resimen 3. dalam keadaan babak belur. Ternyata bahwa konvoy Tentara Sekutu yang dihadang oleh Pasukan TKR Resimen 3 pada tanggal 9 sampai dengan tanggal 11 Desember 1945 itu. dalam rangka menegakkan dan mempertahankan kemerdekaannya saat itu.00 Komandan Batalyon Herry Sukardi mendapat perintah dari Komandan Resimen untuk menghentikan penghadangan. mobil lapis baja dan brencarrier. Pada jam 24.persembunyian para pejuang. sikap perjuangan bangsa Indonesia. yang diposisikan untuk mempertahankan daerah Sukabumi selatan-Gekbrong. mobil lapis baja dan brencarrier memaksa konvoy untuk bergerak maju lagi. Sedangkan pada hari yang sama telah tiba juga di Bandung pengiriman perbekalan serta peralatan milik Sekutu dari Jakarta yang dikawal oleh pasukan TKR. terhadap posisi pertahanan kita. dan tak ayal lagi 9 orang prajurit TKR. dan gugur bersama. granat dan bom Molotov. satu truk berisi perbekalan persenjataan dapat dirampas. Sedangkan kerugian pihak kita juga cukup besar. terdiri dari kurang lebih 150 buah kendaraan yang dikawal oleh Tentara Sekutu dari Batalyon 5/9 Jats. Sungguh sulit untuk dimengerti.7 mm mobil lapis baja memberondong mobil Staf Resimen 3 tersebut. kubu pertahanan tersebut hancur. Demikian pula setelah masuk kota di Jalan Degung-Cipelang. ke arah tebing-tebing yang menjadi kubu-kubu pertahanan kita. Karena sudah kehabisan amunisi pertempuran di Bojong Kokosan dihentikan. peluru senapan.

escorted by 5/9 Jats. several others were badly damaged and number of drivers had slumped over their wheels. demikian pula dari penduduk daerah Cibadak yang menjadi kurban pemboman dan tembakan mitralyur dari pesawat udara. tapi pihak kita tidak bisa mengganggu karena terikat perjanjian Cease Fire. Baru mulai bulan Febuari 1946 lalu Sukabumi dipergunakan lagi. Setelah terjadi gencatan ini Konvoi Inggris tidak melalui Sukabumi. many of them. tercapai selama gencatan senjata gangguan penembakan oleh rakyat terus berjalan. tertulis pada Chapter 24. (Doulton. dan mulai melempari kendaraan-kendaraan kami dengan bom-bom molotov tanpa habis-habisnya. Personil dan Peralatan Inggris di angkut melalui udara. Pimpinan pasukan Jats sudah terluka parah pada awal serangan. was seriosly wounded in the first brush. “the turn of the year 1945/1946 “. NOPEACE.O. Diatas perbukitan dipenuhi orang-orang Indonesia. disamping kurban dari pihak Barisan Pejuang Rakyat lebih banyak lagi. mulai bergerak lama mendaki perbukitan-perbukitan.F. sejumlah lainnya rusak berat dan sejumlah pengemudi terlungkup diatas kemudi. Banyak diantaranya yang bersembunyi di lubang-lubang pertahanan ala Jepang.J. pendatang baru di Pulau Jawa. Tidaklah mudah untuk keluar dari suatu penghadang yang dilakukan oleh musuh yang tidak nampak. who were newcomers to Java. GENCATAN SENJATA / CEASE FIRE (13 DESEMBER s/d 9 MARET 1946) Setibanya Sekutu di Sukabumi diatas pukul 21. aksi-aksi perlawanan terhadap pergerakan Sekutu dan penghadangan lanjutan ini pada dasarnya diakibatkan pula oleh ulah Tentara Sekutu Sendiri yang melanggar kesepakatan yang telah di buat antara lain dengan melakukan pemboman ke kota Cibadak dan . from which they lobbed an andless supply of Molotov coctail on the vehicles. Gencatan senjata ini selama kurang lebih 3 bulan disebut NOWAR. yang menempati ketinggian-ketinggian. 1951:183) (Sebuah konvoy dikawal oleh Batalyon 5/9 Jats. keadaan terus berlaku hingga 9 Maret 1946. sebagai berikut: An up convoy. Satu kendaraan terbakar. lebih-lebih keadaan sudah mendekati gelap malam. one vehicle was ablaze. Gencatan senjata ini dihadiri dari pihak Inggris mengirimkan Mayor Rawin Singh utusan khusus dari Bogor dan dari pihak RI yang hadir adalah Walikota dan Komandan Resimen-3 TKR. The hillside was alive with Indonesians.kehilangan 60 prajurit. moreover nightfall was not many hours away.00 terpaksa bermalam di Sukabumi sebelum melanjutkan perjalanan ke kota Bandung. The Jats C. Doulton dalam Sejarah Militer Inggris “The fighting cock “. Ditambah lagi pengawal terpencar di jalanan sepanjang 10 km. It is no easy task to fight out of an ambush where an unseen foe commands the high ground and the infantry escort is spread over eight miles of road. in the Japanese fashion occupying fox-holes. had begun the long climb through the hills when the leading rehicles were halted by a road-block. Kendaraan pendahulu berhenti dihadang perintang jalan. Di Kota Sukabumi dicapai kesepakatan untuk melakukan gencatan senjata (gencatan senjata lokal). Peristiwa tersebut dicatat oleh Letkol A. entah mati atau terkena tembakan yang mengenaskan). either dead or grievously hit.

Penghadangan dilakukan dengan taktik “ Hit and run “ yang sulit untuk diladeni. hujan anak panah dan peluru ketepel. TKR sudah diresmikan sebagai Tentara Repubrik Indonesia disingkat TRI). dikawal oleh Batalyon Patiala. Banteng. Sejak konvoy memasuki jalur ini disambut dengan gema takbir. Dua buah tank Sherman bersama-sama mendorong barikade tersebut. demi barikade dari pohonpohon perintang jalan. . Sebagian besar mereka memakai ikat kepala (ubel-ubel). dibawah komando Letkol Bikram Dev Singh Gill. Sabilillah. Intensitas pertempuran antara para pejuang diwilayah Sukabumi dengan Sekutu pada akhirnya semakin mempertebal rasa senasib seperjuangan. tapi yang satu justru terperosok kedalam lubang jebakan. Serangan udara balas dendam ini dalam dokumentasi Inggris diakui sebagai yang paling dasyat dalam perang Jawa (…while the R. suatu konvoy besar Sekutu sudah memasuki wilayah Resimen 3 TRI (sejak tanggal 24 Januari 1946. baik diantara TKR dan badan-badan perjuangan maupun antara TKR dan badan-badan perjuangan dengan rakyat Sukabumi pada umumnya.A.sekitarnya dilakukan pemboman dan penembakan udara menggunakan senjata otomatis kaliber besar dengan pesawat tempur dan pembom Mosquito. Menyambut kedatangan konvoy ini. Kondisi tersebut pada akhirnya semakin meningkatkan kekohesifan diantara semua elemen masyarakat yang ada di Sukabumi. PESINDO dan barisanbarisan pejuang lainnya. serta senjata-senjata tradisional lainnya dari balik bukit-bukit dan lubang perlindungan di tebing kiri-kanan jalan. Singh Gill berusaha menyusun formasi tempur.00. tiba-tiba tank Sherman. Resimen 3 TRI Sukabumi telah merencanakan operasi penghadangan dengan satuan-satuan kecil TRI.F. sepanjang jalan raya Cigombong sampai Cibadak. ternyata menjadi rawan kembali. delivered the heaviest air strike of the Java “ war “ ) (Doulton. Selama Cease Fire korban pihak kita minim dan korban pihak Sekutu kurang lebih 50 orang tapi tidak diakui Inggris. Menjelang sore hari kawal depan konvoy sudah hampir memasuki kota Sukabumi. Pertempuran Ke-II / Penghadangan yang kedua (10 MARET s/d 14 MARET 1946) Pada tanggal 10 Maret 1946 sekitar jam 15. bersama Barisan-Barisan Pejuang Rakyat. yang disusul dengan letusan-letusan senapan. mobil lapis baja dan brencarrier mendapat gempuran dahsyat dari pasukan TRI yang dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon Mayor Harry Sukardi. Penghadangan akan dilakukan secara estafet. Dalam kegelapan malam Letkol Bikram Dev. Batalyon Patiala ini adalah satuan-satuan serdadu bayaran dari suku Patiala yang berasal dari Propinsi Punjabi. seperti Hizbullah. mulai tertumbuk barikade. disusul dengan suara ledakan dahsyat dari ranjau darat. Di daerah Cikukulu tank Sherman. Kali ini konvoy Sekutu yang cukup besar ini. Tentara Sekutu tidak mengira bahwa jalur Bogor-Sukabumi yang sudah dinyatakan aman sejak pertempuran tanggal 13 Desember 1945. namun saat itu juga terus-menerus mendapat serangan gencar dari pasukan Kompi Kapten Juanda yang berada di lokasi Situ Awi. 1951:284 The Fighting Cock).

meriam dan senjata perang lain.F. namun akibatnya juga bertabrakan dengan susunan konvoy dibelakang. battling hard the whole way. maka kita akan mempergunakan tank. Serdadu-serdadunya dikonsinyir. serta dilindungi oleh pesawat-pesawat terbang. SERANGAN MALAM Pada tanggal 11 Maret 1946. Namun begitu memasuki daerah disekitar jalan raya Cikukulu-Cisaat. malam itu menjadi marak oleh benderangnya pijarpijar api. The events of the 11th were depressing.J. The Patialas with the main convoy advanced only eight mile. Di pusat kota Sukabumi. dan Kompi Kapten Husein Alexsyah. dan pada saat itu juga disambut dengan hujan granat. sedangkan semaraknya kembang api malam ini. Banteng. pasukan Patiala. Kompi Kapten Kusbini. menurut catatan Letkol A.Bagian tengah konvoy terpenggal. dan PESINDO. Sedangkan bagian ekor konvoy terjepit oleh serangan serempak pasukan Kompi Kapten Kabul Sirodz dari Batalyon IV yang juga bertugas untuk mengkordinir serangan BarisanBarisan Hizbullah. 1951:295) (Ketika fajar menyingsing. bersama Barisan-Barisan Pejuang Rakyat kembali bergerak mengepung konvoy serdadu Batalyon Patiala dalam keadaan kurang siap tidak bisa berbuat banyak kecuali mempertahankan diri dengan tembakan yang membabi buta dari tempat mereka. bahwa pada tanggal 11 Maret 1946 pagi dan siang mereka tidak mengadakan operasi militer. mereka terpaksa mundur. Pada tanggal 12 Maret 1946. telah kehilangan 8 orang mati dan 25 orang terluka. ialah Kompi Kapten Tedjasukmana. Hanya bedanya. Pertempuran tersebut baru reda menjelang waktu subuh. Sabilillah. Ternyata Pasukan Resimen 3 TRI. kalau-kalau hidup itu hanya sampai malam itu. berita dari Cigombong mengatakan 12 buah tank Sherman sebagai alat bala-bantuan dari Bogor sedang menuju Sukabumi. sebagai berikut: When dawn came. diserang secara bersama oleh 4 kompi TRI. yang diletuskan dan diledakan berbagai jenis senjata. Dari Bogor didatangkan tank-tank Sherman dari Squadron 13 Lancer. the Patialas had lost eight killed and had twentyfive wounded. tidak boleh meninggalkan barak-barak darurat mereka dipinggir jalan. Pasukan Patiala dengan konvoy utamanya hanya melaju sejauh 8 mil. Doulton. Demikian pula bala-bantuan pihak Sekutu dari Bandung juga mulai bergerak. pesawat tempur udara. Kompi Kapten Murad Idrus. bertempur dengan sengit sepanjang jalan). Suatu hal yang menguntungkan. . kalau pesta kembang api disambut dengan hati yang meriah. Tidak ubahnya sepeti layaknya pesta kembang api. yang isinya sebagai berikut: Jika penyerangan tidak dihentikan pada 1 jam dari sekarang. Peristiwa tanggal 11 Maret 1946 menyurutkan semangat. diikuti rasa ngeri. (Doulton. untuk menggempur dengan tanpa ampun. malam hari tiba-tiba lampu didalam kota dipadamkan pihak GBO (PLN). bom-bom molotov dan peluru berbagai jenis senapan. Serdadu-serdadu Batalyon Patiala berlompatan ke jalan raya. Mereka hanya sibuk memperbaiki kendaraan-kendaraan yang rusak. Namun pada hari itu juga telah disebarkan pamflet oleh pihak Sekutu dengan pesawat udara di sekitar daerah Sukabumi.

Batalyon III TRI. untuk memberikan pertolongan. Pasukan para pejuang melakukan serangan dari balik bangunan-bangunan pertokoan dan pepohonan dengan taktik “hit and run”. yang ditempatkan di sekitar Cianjur.Tank Sherman Squdron 13 Lancer dalam rangka mempertahankan diri sampaisampai kehabisan peluru. Pada saat konvoy pendahulu dari batalyon Rajputana Rifles memasuki jembatan Cisokan di daerah Ciranjang. Menjelang daerah Gekbrong. namun segera memperoleh supply lagi melalui dropping dari pesawat terbang RAF. hasil rampasan dari serdadu Gurkha Rifles pada pertempuran yang lalu. Sebuah tank Sherman mogok diwaktu mendaki suatu tanjakan. Pasukan Kompi Kapten Dasuni Zahid langsung membuka tembakan dari atas tebing. maka suara-suara ledakan granatpun mengguncang suasana kampung yang sepi didaerah tersebut. demikian mengikuti berita pertempuran-pertempuran di Sukabumi. Untuk menyelamatkan pasukan tank Sherman Squadron 13 Lancer. mereka adalah serdadu-serdadu bayaran yang berasal dari Propinsi Rajasthan. Pada saat itu juga sebuah tank Sherman meledak terkena ranjau darat ketika melewati jembatan. Yang ternyata salah satunya adalah Komandan Batalyon Rajputana Rifles. Dijalan raya Belendung Batalyon Rajputana Rifles. dan berlangsung cukup lama. Pengemudinya terpaksa harus turun. Kapten Anwar sekalipun ia Komandan Batalyon tapi ia juga langsung memegang senapan mesin watermantel yang sangat disayangi dan dibanggakannya. serdaduserdadu dari Batalyon Rajputana Rifles diperintahkan turun untuk menyingkirkan batangbatang pohon tersebut. roda depannya menggilas ranjau darat. bekerja-sama dengan Barisan Pejuang Rakyat. kembali mendapat serangan gencar. ialah Batalyon 5/6 Rajputana Rifles. Pada saat itu terjadi kesibukan yang luar biasa untuk menolong menyelamatkan penumpang tank tersebut. Oleh karena itu batalyon ini juga sudah berada dalam keadaan siap siaga. Pada tanggal 12 Maret 1946 dari Bandung juga pihak Sekutu mengirimkan balabantuan. Memasuki kota Cianjur konvoy mendapat serangan dari pasukan Kompi Kapten Saleh Opo. Tidak lama kemudian sebuah tank Sherman lagi ketika melewati jembatan Cikaret. Yang akan ditolong malah akhirnya jadi menolong. sudah mengira bahwa bala-bantuan Sekutu juga akan didatangkan dari Bandung. Tapi pada momen itu tiba-tiba dari kiri-kanan jalan mendapat serangan mendadak. Senapan mesin ini diberi nama “Si Ronggeng”. yang kemudian segera diselamatkan oleh regu penolong. dengan berbagai macam senjata. sebuah tank Sherman. terjadi lagi pertempuran yang seru. Konvoy terpaksa berhenti. meledak terpental ke udara. Nampaknya dia terluka parah. . roda depannya menggilas ranjau darat. tapi begitu kepalanya nonggol disambut dengan tembakan bedil beaumont. maka pelurunya langsung memecahkan kepala serdadu tersebut. terpaksa Batalyon Patiala kembali bergerak keluar dari kota Sukabumi. Di daerah Warung Kondang tank-tank Sherman kembali dihambat barikade-barikade dari pepohonan yang silang-melintang di tengah jalan. dibawah pimpinan Kapten Anwar. tank terseok-seok masuk jurang.

yang diketahui hanyalah telah terjadi pertempuran yang terus menerus antara daerah Ciranjang dan Padalarang. Ketika prajurit-prajurit dari Batalyon 3 TRI. disertai dengan satuan-satuan pengawalnya. tiba-tiba datang iring-iringan musuh yang lain. Hubungan Bogor-Sukabumi-Cianjur. Sepanjang rute perjalanan menuju Bandung pertempuran terus berkecamuk di sekitar Cisokan. Ternyata bahwa pihak Sekutu selain mendatangkan bala-bantuan dari Bogor yang melalui Cigombong-Cibadak. kendaraan lapis baja dan brencarrier yang lewat CiawiPuncak-Cianjur.Beberapa truk berusaha untuk menyalip tank yang mogok. yang terdiri dari 2 Kompi Pasukan Zeni tempur. Kerugian di pihak musuh tidak jelas. Komandan Divisi ke-23 Tentara Inggris di Bandung juga memerintahkan Brigadier N. Keadaan menjadi kacau-balau. Serdadu-serdadu yang berada di atas truk hancur porak poranda. Sedangkan di Cianjur telah ditempatkan kurang lebih 1 Batalyon Tentara Sekutu untuk mengamankan daerah tersebut.D. kembali mendapat serangan dari Batalyon Field Preparation (FP) Resimen 3 TRI dibawah komando Kapten Effendy Pandjipurnama. Setelah mengalami pertempuran 3 hari. akan tetapi salah satu truk yang nekad menggilas ranjau darat. Kepala Staf Resimen 9. Di daerah Padalarang musuh mengadakan pembersihan sampai jauh sekelilingnya. sedangkan dari pihak lawan menderita kerugian beberapa truk telah hancur dan seorang serdadu musuh tertawan. ialah bala bantuan dari Bogor yang melalui Puncak. Serangan malam hari terhadap Tentara Sekutu di kota Sukabumi. telah menimbulkan korban di pihak mereka : Pada hari pertama. bersama dengan Barisan Pejuang Rakyat setempat. Beberapa perwira TRI tertawan antara lain Mayor Sidik Brotoatmojo. namun kabarnya mereka menderita kerugian sampai ratusan serdadunya telah tewas. Citarum dan Purabaya. Dalam pertempuran ini dari pihak kita telah gugur 11 orang perajurit. Muncul dari arah Cugenang. prajurit tersebut menyeringai sambil sambil bergidik. melakukan serangan terhadap sepenggal iring-iringan konvoy musuh. mereka melangsungkan gerakannya ke arah Cianjur. Pada tanggal 13 Maret 1946. Brigade ke-37 Tentara Sekutu yang berada di Bandung melakukan aksi besarbesaran. jatuh tepat didepan wajah salah seorang prajurit pasukan Kompi Kapten Musa Natakusumah. Di daerah Sukaraja. truk meledak terlontar ke udara. Jumlah yang tewas dan luka-luka dari pihak musuh tidak diketahui. Mereka lebih mengutamakan hubungan Bogor-Cianjur melalui Puncak. Asrama-asrama pasukan kita ditembaki dengan meriam. Karena dianggap beresiko tinggi Tentara Sekutu tidak jadi untuk menduduki Sukabumi. Mereka mendirikan pos-2 pengamanan sepanjang jalan ini. akhirnya dibatalkan.Wingrove untuk membantu kelancaran jalannya konvoy dari Sukabumi menuju Bandung dengan kekuatan pasukan Brigade I. tewas 2 orang . menyerang kedudukankedudukan kita. Salah satu sepatu serdadu Batalyon Rajputana Rifles. Memperhatikan sepatu yang masih lengkap berisi sepotong kaki yang berlumuran darah. mulai dari Cimahi sampai Padalarang. hubungan antara pasukan kita menjadi terputus. mereka juga mengirim bantuan pasukan yang diperkuat dengan pasukan tank-tank tempur.

dari Jakarta. truktruknya pada bolong-bolong. namun ini bukan badai terakhir dan pasukan tidak cukup mendapat istirahat”) PENUTUP Peristiwa Bojong Kokosan bukan peristiwa pertempuran satu-satunya melawan Sekutu yang terjadi di Jawa Barat yang melibatkan TKR dan badanbadan perjuangan. keteladanan untuk menjaga harga diri dan martabat bangsa dan kesewenangwenangan kekuatan Asing telah ditunjukan oleh TKR dalam peristiwa Bojong Kokosan. dalam keadaan porak poranda. langsung atau tidak langsung mempengaruhi lahirnya peristiwa-peristiwa pertempuran lain. Keteladanan akan kegigihan perjuangan untuk menegakan kemerdekaan.J. kendaraan-kendaraanya banyak yang rusak. but it was no final strom which left the air clear and there was not much rest for the troops. Doulton. akibat tembakan para pejuang kita disepanjang perjalanan. Semoga bermanfaat. tiba di Bandung pada tanggal 15 Maret 1946. dibawah pimpinan Letkol Bikram Dev Singh Gill. Pada hari kedua tewas 3 orang opsir Inggris. 1 orang opsir India dan 37 orang serdadu India. dengan pengawalan dari Batalyon Patiala. Baiklah kita simak lagi catatan dari Letkol A. sebagai berikut : “Happily for us. yang berangkat tanggal 10 Maret 1946. Namun demikian peristiwa Bojong Kokosan merupakan aksi pembuka melawan mesin-mesin perang Sekutu yang relatip bersekala besar yang kemudian. this battle was the end of jeavy casualties. baik di wilayah Sukabumi maupun diluar wilayah Sukabumi. BANDUNG LAUTAN API .opsir Inggris dan 26 serdadu India. ini adalah jumlah korban besar yang terakhir yang kami alami dalam pertempuran.F.” (“Syukurlah. Konvoy besar Tentara Sekutu.

perekonomian. bahwa kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu telah dibayar mahal dengan pengorbanan jiwa dan harta benda yang tidak sedikit. berdirinya tugu-tugu perjuangan antara lain di Jawa Barat salah satunya adalah tugu perjuangan rakyat Jawa Barat pada saat kita menghadapi penjajah dilakukan dengan pembuni hanguskan kota Bandung dan dikenang sebagai BANDUNG LAUTAN API (BLA) yang tugunya berada di lapangan Tegallega. sosial budaya. seperti yang dialami Indonesia sekarang. Bila kita merenung sejenak. buktinya tiap-tiap wilayah diseluruh bumi Nusantara terhampar Makam Pahlawan.BANDUNG LAUTAN BESERTA IMPLIKASINYA API DARI (BLA) SEGI MILITER PENGANTAR Marilah kita mengingat sejarah perjuangan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar dan heroik. negara-negara maju yang ikut mengatur percaturan perpolitikan. Nilai-nilai perjuangan bangsa yang besar dan heroik. pertahanan dan keamanan. hal ini disebabkan antara lain oleh pengaruh globalisasi yang membawa dampak kuatnya pengaruh lembagalembaga kemasyarakatan internasional. berbangsa dan bernegara. Kini tugu tersebut berada dalam kondisi yang sangat menyedihkan dan tidak terawat dengan baik karena tidak dikelola oleh pengelola yang professional untuk ini akan disampaikan sekilas bagaimana kisah . Semangat perjuangan bangsa sesuai dengan dinamika perjalanan kehidupan telah mengalami penurunan pada titik yang kritis. Nilai-nilai perjuangan bangsa Indonesia pada perjuangan fisik merebut dan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia mengandung nilai-nilai perjuangan bangsa Indonesia yang menjadi landasan dalam mengisi kemerdekaan telah mengalami pasang surut sesuai dinamika dalam kehidupan bermasyarakat.

02. kota Hirosyima dan Nagasaki dijatuhi bom Atom oleh Amerika Serikat. Intrik antar Parpol cenderung Suudhon terhadap bawah partainya. Dikumandangkan lagu Indonesia Raya ke seluruh pelosok Nusantara melalui Radio. 3. Jepang dinyatakan sebagai bangsa yang kalah perang. peristiwa BLA itu sendiri dan Epilognya.) Mudah-mudahan segenap anak bangsa Indonesia segera sadar terhadap akar permasalahan tersebut diatas dan mengambil langkah-langkah yang positif untuk perbaikan kehidupan bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia.BLA secara singkat dituturkan dalam uraian berikut dengan urutan Prolog. 5. Pressure Group yang melakukan gerakanya uot of Control / kebabaslan lebih-lebih di era demokrasi yang membuka peluang untuk itu 4. menandakan berakhirnya Perang Dunia ke-II. tak urung kota itu hancur berantakan dan menimbulkan korban puluhan ribu jiwa manusia Atas peristiwa itu maka untuk menyelamatkan Negara dan rakyatnya pada tanggal 15 Agustus 1945 Kaisar Hirohito menyatakan menyerah bertekuk lutut kepada sekutu yang diwakili oleh Jenderal Douglas Mc Arthur. Pasukan sekutu yang akan menyelesaikan administrasi belum datang 2. Jepang berhasil mendaratkan kakinya dikepulauan Nederlands-Indie. merusak asset negara dll. 3 hari kemudian 9 Agustus 1945. telah menghancurkan kota Hirosyima rata dengan tanah dan pada tanggal 6 Agustus 1945. 6. Secara Global akar permasalahan di infentalisir sbb: 1. Diproklamirkan kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 2. Secara jujur dan berdasarkan Fakta sejarah bahwa bangsa Indonesia yang telah memproklamirkan Kemerdekaannya sejak 17 Agustus 1945 tidak berjalan dengan mulus sesuai harapan segenap anak bangsa Indonesia. PROLOG PERISTIWA BANDUNG LAUTAN API Pada Perang Dunia ke-II sedang berkecambuk antara sekutu melawan fasis Jepang. Pemimpin Nasional cenderung arogan dan tidak tanggap terhadap aspirasi Grassroot dan KKN tumbuh subur. Suksesi kepemimpinan tidak dipersiapkan oleh penguasa sehingga menimbulkan setiap pergantian pemimpin tidak berjalan mulus. bom atom yang ke 2 diberi nama Fat man di jatuhkan dan meledak diatas kota Nagasaki pukul 11. Kaum intelektual memanfaatkan massa demi kepentingannya. Kota Hirosyima dijatuhi Bom yang dinamai Little boy panjangnya 3 M yang dijatuhkan oleh pesawat pembom B-29 yang diberi nama Enola Gay. sampai kini di era reformasi. 2. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia untuk memproklamirkan kemerdekaannya tanggal 17 Agustus 1945 yang merupakan titik kluminasi perjuangan bangasa Indonesia merebut kemerdekaan yaitu : 1. Dikibarkan bendera Merah Putih diseluruh Nusantara 3. Bangsa Indonesia (rakyat . meski tempat jatuh meleset 4 km dari sasaran karena kabut. Masyarakat dididik menjadi Vandalisme dan brutal seperti saat ini (Demonstrasi yang berlebihan. Kedatangan tentara Dai Nippon ke wilayah Nusantara. Di Indonesia pada waktu itu terjadi kevacuman pemerintahan karena : 1.

Indonesia) menyambut kedatangan Bala Tentara Jepang sebagai pembebas. Kurun waktu sampai dengan 17 Agustus 1945 Jepang dapat bertahan di Indonesia selama 1264 hari, 15 Agustus 1945 Jepang kalah dan menyerah kepada sekutu, namun pasukan-pasukan Inggris dari tentara sekutu dibawah pimpinan Letjen Sir Philips Christison baru dapat mendarat di Jakarta pada akhir September 1945. Dalam kerangka perjuangan kemerdekaan Indonesia kondisi tersebut diatas merupakan suatu periode yang telah banyak membawa perubahan radikal di dalam perjuangan pergerakan Kemerdekaan Indonesia menuju Indonesia Merdeka dan Berdaulat. Adapun perubahan-perubahan radikal dapat dirinci sebagai berikut : 1. Untuk mengisi kekurangan personil di Indonesia, Jepang telah membentuk pembantu Tentara Jepang (Heiho) berdasarkan Keputusan Tokyo tanggal 23 September 1942 melalui Riku-a-mitsu No. 3636 untuk melatih pemuda-pemuda pribumi menjadi ptajurit-prajurit pembantu (di Indonesia tercatat + 42.000 orang Heiho). 2. Jepang telah melatih rakyat Indonesia dalam bentuk organisasi seperti Seinendan, Keibodan, Hisbulloh dan lain-lain sedangkan didesa-desa dibentuklah Toranikumi untuk mengkoordiner kegiatan ketangguhan desa dalam pertahanan. 3. Jepang telah membentuk Pembela Tanah Air (PETA) atas permintaan Gatot Mangunpraja yang tanggal 3 Oktober 1943 lahirlah undang-undang Bala Tentara Jepang dengan nama Osamu Sirei No. 44, yang menjelaskan Peta adalah pasukan sukarela untuk membela Tanah Air sebagai pelaksana pembentukan Peta oleh Korps Tentara ke-XVI Bala tentara Jepang. 4. Latihan militer yang diberikan kepada pemuda-pemuda Indonesia oleh Jepang memberikan hikmah yang tiada taranya bagi Negara Indonesia sebagai embriyo lahirnya TNI, yang secara kronologis diuraikan sebagai berikut : a. Tanggal 22 Agustus 1945 Panitya Persiapan Kemerdekaan Indonesia memutuskan pembentukan Komite Nasional Indonesia (KNI), Partai Nasional Indonesia (PNI) dan Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang semula merupakan bagian dari Badan Penolong Keluarga Korban Perang (BPKKP). Disamping TKR dibentuk juga Lasykar Rakyat sebagai Organisasi Perlawanan Rakyat untuk melaksanakan pertahanan dan keamanan Negara RI, Lasykar Rakyat pada garis besarnya terdiri dari dua golongan yaitu : 1) Lasykar yang dijiwai oleh sesuatu idiologi politik partai antara lain yang termasuk golongan ini adalah : Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP), Tentara Pelajar (TP), Front Pelajar (FP), Corps Mahasiswa (CM), Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia (BPRI), Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi (KRIS), Tentara Genie Pelajar (TPG) dan lain-lain 2) Lasykar yang dijiwai oleh sesuatu idiologi politik partai adalah lasykar yang dibentuk oleh partai-partai politik sebagai akibat maklumat Pemerintah tanggal 3 Nopember 1945 tentang pembentukan partai-partai dan anjuran untuk membentuk lasykar partai, seperti Hizbulloh, Barisan Banteng dan Pesindo. b. Berdasarkan Penetapan Pemerintah No. 2 s/d tanggal 2 Januari 1946 Tentara Keamanan Rakyat dirubah menjadi Tentara Keselamatan Rakyat, yang

bertugas menyelamatkan Negara Republik Indonesia dari bahaya ancaman penjajah. c. Berdasarkan Penetapan No. 4 s/d tanggal 25 Januari 1946 TKR dirubah menjadi Tentara Republik Indonesia yang terdiri dari unsure TRI Darat, unsur TRI Udara dan Unsur TRI Laut. d. Dengan Penetapan Presiden RI tanggal 5 Mei 1947 lasykar dan barisan rakyat bersenjata dan unsur-unsurnya bergabung menjadi Angkatan Darat (ADRI), Angkatan Laut (ALRI) dan angkatan Udara (AURI) Selanjutnya ketiga Angkatan itu menjadi APRI kemudian menjadi APRIS dan berdasarkan Keputusan Kasad No. 83/KASAD/PNTP/50 tanggal 20 Juni 1950 APRIS kembali menjadi APRI. Demikian tonggak sejarah tentang kelahiran Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang telah berjasa mengamankan berbagai peristiwa kemelut yang merongrong kedaulatan NKRI. e. Berdasarkan Kepres RI No. 52 tanggal 1 Juli 1969 AKRI menjadi Polri, maka kekuatan bersenjata RI terdiri dari ADRI, ALRI, AURI dan POLRI disebut Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) f. Berdasarkan Tap MPR No. VI/2000 tentang pemisahan kembali antara TNI dan Polri, TNI bertugas tentang masalah Pertahanan Negara sedangkan Polri bertugas tentang masalah Keamanan, TNI bertugas untuk keamanan Dalam Negeri sedangkan Polri bertugas untuk keamanan dan ketertiban masyarakat. Akhir September 1945, kota Jakarta telah dipenuhi oleh tentara sekutu termasuk tentara Belanda yang berlindung dibelakang sekutu dan tentara RI dari Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Bentrokan-bentrokan berdarah sering terjadi, sejak para mantan APWI mulai bebas berkeliaran di kota Jakarta ditambah lagi oleh munculnya petugas-petugas NICA dan pasukan KNIL. Mereka ini berhadapan dengan para pejuang Republik Indonesia, yang sebagian besar dipelopori para pemuda pejuang serta TKR. Hampir setiap hari terjadi pertempuran-pertempuran di dalam kota, baik siang maupun malam. Penduduk yang menghuni kota Jakarta bercampur dengan penduduk sipil, baik sipil Republik, penduduk sipil kulit putih mantan interniran, kota Jakarta menjadi tidak aman bagi semua penghuninya. Bentrokan-bentrokan yang menimbulkan kekacauan ini semakin memusingkan pihak sekutu. Tidak mengherankan bila sekutu kemudian meminta pemerintah Indonesia untuk mengeluarkan pasukan-pasukan bersenjata RI dari kota Jakarta, dengan alasan kota Jakarta adalah kota diplomasi yang sering digunakan untuk perundingan-perundingan internasional antara Indonesia , Belanda dan Inggris, sehingga memerlukan ketenangan. Atas kekalahan Jepang sekutu (Inggris) ditugaskan untuk : melindungi dan mengungsikan tawanan-tawanan perang dan orang inteniran, melucuti tentara Jepang dan mengembalikan mereka ke Jepang, memelihara ketertiban dan keamanan umum agar tugas tersebut terlaksana dengan sebaik-baiknya. Ternyata tugas sekutu tadi tidak berjalan dengan mulus, terbukti dengan terjadinya pertempuran konvoi Sukabumi Cianjur sepanjang 81 km, yang berlanjut dengan peristiwa Bandung Lautan Api di kota Bandung. Semula daerah Sukabumi Cianjur di jaga oleh Resimen 3 TRI dengan pimpinan Letkol

Edy Soekardi bersama Resimen 2 Bogor dari Letkol Husein Sastranegara termasuk divisi 1 Banten. Perimbangan kekuatan Inggris terdiri dari 4 YONIF, 3 SATBAN didukung oleh Royal Air Force jumlah personil + 4.000 orang. Indonesia terdiri dari 4 YONIF didukung lasykar-lasykar rakyat a.l. Hizbulalh dari Bandung, YON YAHYA, YON HARI SOEKARDI, YON-ABDULRAHMAN dan YON ANWAR PADMA jumlah personil + 5.000 orang.

Korban dari kedua belah pihak Inggris : Gugur 44, Luka-luka 95, ditawan – Indonesia : Gugur 92, Luka-luka 94, ditawan 30 Sebelum terjadi peristiwa Bandung Lautan Api sekutu mengalihkan route pengiriman logistik untuk pasukannya yang berada di Bandung dari rute yang melalui jalan utara tapi trayek ini dapat gangguan oleh pertempuranpertempuran di Klender, Kranji dan Bekasi dan terakhir satu angkutan lengkap diserobot oleh Resimen 6 di Cikampek sehingga TKR memperoleh sejumlah makanan awet Inggris yang terkenal dengan nama “Kompo” kemudian sekutu mengalihkan rute logostik melalui Bogor, Sukabumi, Bandung dan terjadi peristiwa Bojong Kokosan. Dengan diawali penghadangan di Fokkersweg (Jl.Garuda sekarang) mulailah peristiwa Bandung Lautan Api. Kota Bandung dikuasai Tentara sekutu. Sebagaimana kota Jakarta maka kota Bandung pun harus dikuasai oleh sekutu tanpa menguasai kedua kota tersebut, pekerjaan sekutu untuk membebaskan dan memulangkan APWI akan terganggu terus menerus oleh insiden-insiden dan bentrokan-bentrokan dengan para pejuang atau tentara Republik. Saat sekutu menguasai kota Bandung juga tidak berjalan mulus, sebelum terjadi peristiwa Bandung Lautan Api didahului peristiwa-peristiwa yang secara kronologis sebagai berikut :

Kereta api itu meneruskan perjalanan ke Bandung dalam keadaan kosong. Insiden Cikampek Pada saat pengangkutan perbekalan untuk 60. karena kekuatan TKR lebih besar. sebuah pesawat Dakota Inggris dalam penerbangannya ke Semarang harus melakukan pendaratan darurat disuatu tempat di Bekasi karena rusak mesin pesawat tersebut membawa 18 tentara Kumaon dan 5 awak pesawat.00 inilah awal dari peristiwa Bandung Lautan Api. 3.000 APWI di Bandung melalui kereta api dengan rangkaian 20 gerbong. dalam hal ini akan disampaikan makna dan pengertian tentang azas perang. KAMPANYE DAN STRATEGI MILITER Sebelum uraian berlanjut ada baiknya disampaikan beberapa makna yang berkaitan dengan istilah perang. Hal lain yang disebut kekuatan relatif atau daya tempur relatif. taktik dan strategi militer serta macam operasi TNI. Tentu saja karena tempat tersebut berada dalam kekuasaan Republik. Azas perang adalah kebenaran fundamental yang berlaku dalam cara pelaksanaan perang dan mempunyai pengaruh tetap terhadap kesudahan dari persengketaan bersenjata. Serangan ini membuat sekutu murka dan Mayjen Hawthorn mengeluarkan ultimatum. yang dikawal sepasukan kecil berkekuatan 10 tentara Inggris asal Gurkha. Kegunaan azas perang sebagai pedoman dan dasar untuk melakukan tindakan dan bukan hukum atau peraturan yang harus ditaati secara membuta. bahwa mengabaikannya berarti mengundang resiko yang memberi keuntungan kepada musuh.1. Berbagai insiden yang akhirnya membuat sekutu (Inggris) jengkel sehingga tanggal 27 Nopember 1945 Brigjen Mac Donald mengeluarkan ultimatum kepada pemerintah Indonesia untuk mengosongkan kota Bandung bagian utara dari pejuang republik dengan dibatasi oleh jalan Kereta Api sehingga garis demarkrasi. agar seluruh Pasukan Indonesia harus sudah mengosongkan Bandung Selatan tanggal 24 Maret 1946 sebelum pukul 24. Rangkaian kereta api disergap di daerah Dawuan yang dilakukan oleh Batalyon Priatna. BANDUNG LAUTAN API DITINJAU DARI TAKTIK. maka seluruh penumpang pesawat dan awaknya ditawan oleh pasukan setempat yaitu pasukan lasykar dari Banteng Hitam kemudian mereka dibunuh. 2. dengan disampaikannya pengertian tersebut diatas maka memudahkan persepsi pembaca dalam kaitan dengan judul diatas : 1. Cianjur tanggal 20 Maret 1946 serangan terhadap kedudukan sekutu di Bandung Utara dengan menggunakan senjata mortir. Azas perang itu merupakan suatu peringatan. Yang dimaksud dengan kekuatan relatif adalah : . ketika pengawal Gurkha menolak untuk diperiksa terjadilah tembak menembak yang berakhir dengan menyerahnya pasukan Gurkha kepada TKR. 4. tentara Inggris kurang memperhitungkan resiko yang bakal terjadi dan mereka akan melintasi daerah kekuasaan Republik. Insiden Bekasi Tanggal 23 Nopember 1945. Mengindahkan azas perang merupakan suatu factor untuk memenangkan suatu perang. Diawali penghadangan di Fokkersweg (Jalan Garuda) pencegatan pengiriman perbekalan dari Sukabumi.

Azas perang khusus Indonesia adalah : a. perang dilakukan karena dianggap sebagai tradisi. Jomini. c. b. Perkembangan Perang. Perlawanan teratur secara terus menerus. e. c. 2. Ofensif. d. 1) Jaman tradisional. Keutuhan dan kesatuan ideology dan politik. Keamanan. g. f. Strategi Militer a. perang dilakukan dengan alas an untuk membela diri. Penyebaran untuk menghindari permusnahan. h. d. Napoleon. d. Kekenyalan dalam pikiran dan tindakan. Liddel Hart. Moril. Memegang teguh tujuan. c. Pengertian Strategi Dulu : Ilmu siasat/ilmu perang/tipu muslihat untuk mencapai kemenangan. b. d. Berbagai pendapat tentang strategi. Diantara rumusan yang cocok atau mendekati dengan kondisi bangsa Indonesia Mao Tse Tung lah yang penulis pakai tentang pengertian strtegi. dan memainkan peran yang sangat penting dalam pelaksanaan perang berlarut atau gerilya. Penghematan tenaga. Pemusatan. Azas perang yang bersifat universal ialah : a. Kualitas dan kapabilitas komandan. baik tenaga manusia maupun bahan. Kualitas dan kapabilitas pasukan.a. perang dilakukan dengan alas an untuk melindungi dan menjamin kelangsungan hidup bangsa agar tidak hancur. Mao Tse Tung berpendapat : Strategi dan taktik mempunyai hubungan dengan ruang dan waktu. Clausewitz. Andre Beaufre. Daya gerak. b. c. 3) Jaman modern. e. Diantara macam-macam operasi tempur yang dilakukan oleh TNI-AD ialah antara lain Operasi Tempur Pemunduran atau Mars Meninggalkan Musuh (MMM). Banyak pakar ahli strategi mengemukakan tentang pengertian strategi yaitu Sun Tsu. 2) Dilakukan sebagai kelanjutan lepas libat atau bila tidak ada kontak dengan musuh. Waktu dan ruang harus dapat digunakan untuk menciptakan situasi perang yang menguntungkan antara strategi. Sumber (resource). b. 2) Jaman budaya. . Scholovski dan Mao Tse tung. Pendadakan. Tidak kenal menyerah. Mars Meninggalkan Musuh dilakukan apabila : 1) Menghindari pertempuran Pemunduran dalam kondisi yang sedang berlaku dengan melakukan lepas libat sesuai rencana dan tanpa tekanan musuh. Kerja sama. Sekarang : Cara mencapai sesuatu dengan sarana yang tersedia. kampanye dan taktik hanya terletak pada ruang lingkupnya saja. Burne.

yang pada saat itu TRI belum memhaminya selengkapnya seperti masa kini.M. Sekutu pada saat itu menghadapi tugas yang berat dihadapkan pada fenomena yang harus diselesaikan yaitu : 1. Nasution selaku Komandan Divisi III telah berupaya supaya ultimatum itu diperingan namun tidak berhasil dan sekutu tetap ngotot. Nasution.3) Bila didahului lepas libat. Mars Meninggalkan Musuh dimulai setelah pasukan utama memutuskan kontak dan setelah kolone Mars terbentuk. Pemerintah Sipil supaya tetap bertugas di posnya yang sekarang karena kalau pergi.H. 2. Akhirnya Komandan Divisi III dihadapkan pada 3 perintah yang berbeda perintah itu adalah : 1. I don’t trust colonel Nasution. agar para pembaca memhami bagaimana peristiwa Bandung Lautan Api ditinjau dari ketiga masalah tersebut diatas.H. Tugas pokoknya mengurus / menyelesaikan masalah RAPWI. untuk menyelamatkan misinya. kampanye dan strategi militer dengan uraian yang dibatasi pada hal-hal penulis anggap perlu. bahwa Jendral Howthorn pernah berkata . Oleh karena itu tiada pilihan lain bagi sekutu selain mengeluarkan ultimatum. namun sudah mampu melaksanakan perang modern. pasti . 3. Berada di Negara yang baru merdeka. TRI kita adalah modal yang harus dipelihara jangan sampai hancur dulu. Demikian sekedar pengantar tentang taktik. Tugas yang terkandung adalah menghadapi pejuang bangsa Indonesia yang Militan. Walikota Syamsuridzal telah memberi tahukan pada Kolonel A. Kolonel A. Sebaliknya pihak Republik juga menhadapi dilema dengan ultimatum tersebut yaitu atas dasar tuntutan Inggris supaya 25 Maret 1946 Bandung dikosongkan dari semua orang pasukan bersenjata dalam radius 11 km. Syahrir pada pertemuan di Pegangsaan beliau berkata lebih kurang “kerjakan saja”. Harus kita bangun untuk kelak melawan NICA. Dari P.

3. akan tetapi Bandung harus dibakar. pihak sipil meminta penundaan batas waktu dengan alasan untuk mententramkan perampokan. Komandan Divisi sangat sulit untuk menentukan sikap karena dihadapkan pada : 1.NICA akan menggantikannya jangan diadakan pembakaran dan sebagainya. Penasehat Militer dan MBT). MPPP. Akan tetapi permintaan itu ditolak oleh pihak sekutu. Kemudian setelah Inggris menyerahkan kekuasaan atas Indonesia dengan kelicikan Belanda untuk mengadudombakan antar penduduk asing (Cina. India) dengan penduduk Cina (Kuomintang) Belanda membentuk barisan Cina dengan nama Po An Tui padahal negara Cina Kuomintang bersimpati kepada Barisan Keamanan Gerakan Kemerdekaan Indonesia. Pemerintah Sipil Menyatakan ketaatannya kepada Perdana Menteri St. dan saya akan datang menemuimu). maka pada pukul 14. Komandan Resimen dan lain-lain Perwira ingin bertempur terus. Dihadapkan pada pertimbangan kekuatan yang tidak seimbang yaitu sekutu dengan kekuatan Divisi India 12. Panglima Inggris tidak bersedia memperanjang waktu. Als er nog geknokt wordt. karena yang rugi rakyat kita sendiri juga dan yang harus membangunnya kelak kita juga. dimana Inggris berjanji untuk mempergunakan badan-badan Netherland Indies Civil Administration (NICA) dalam urusan pemerintahan dan untuk selekasnya memulihkan kekuasaan Belanda di Indonesia. Komandan Polisi Tentara mengusulkan untuk membumihanguskan dan kemudian menutup terowongan kali Citarum diperbatasan barat dengan ledakan dinamit. Syahrir.” (artinya laksanakan saja sesuai kebutuhan situasi dan kondisi kalau terjadi sesuatu teleponlah saya. Arab. 3.00 dikeluarkan perintah : . Staf. Sedangkan kekuatan TRI hanya 4 batalyon dengan 100 pucuk senjata senapan seluruhnya takan mampu menangkis kekuatan musuh. Tentara sekutu disamping tugas pokok untuk menyelesaikan tugas RAPWI mengemban pula tugas sampingan yang diutamakan yaitu melaksanakan persetujuan Civil Affair Agreement tanggal 24 Agustus 1945 dengan Belanda. Three conflict order (dari pusat. ditunjang dengan kendaraan tempur (tank) dan meriam-meriam yang berbanjar serta truk di Jl. telefooner mij. andai kata TRI melawan itu bunuh diri namanya. Dari Jendral Didi Kartasasmita selaku penasehat militer setelah ditanya pak Nas. 2. Pemerintah Sipil dan tokoh-tokoh KNI. dan kom ik bij jou. 2.” Dari 3 perintah yang bertentangan Komandan Divisi mengadakan rapat kilat di Regentweg dengan komandan-komandan. beliau menjawab : “Handelen naar gelang de omstandigheden. Dari Markas Besar Tentara di Yogya mengirimkan kawat tanpa nama si pengirim bunyinya : “Tiap sejengkal tumpah darah harus dipertahankan. namun kemudian Wakil Persatuan Perjuangan bapak Kamran dan bapak Sutoko mempertimbangkan agar kita bersama rakyat keluar saja. katanya sudah diramalkan Bandung akan menjadi “Lautan Api dan Lautan Air”. Dari situasi yang mencekam itu Pak Nasution selaku Komandan Divisi dengan naluri militernya.000 orang dengan persenjataan lengkap. Saya sendiri orang yang tidak punya. Dalam rapat itu Mayor Rukana. Sumatra dengan garis demarkasi yang sudah siap apabila TRI menyerang.

tanda berkabung dengan kalimat-kalimatnya yang melukiskan kemurkaan bercampur duka cita karena bumi hangus “demooiste stad van Java” dan “Parijs van Java” menjadi rusak. kita (Indonesia) dan pihak sekutu (Inggris. Pukul 20. Banyak yang menangis. Bagaimana tindakan Inggris. Sangat sedih hati melihat lebih kurang 100. Nasution) mengenai Bandung Lautan Api. Pukul 21. adalah keputusan yang baik.00 komandan Divisi bersama Mayor Rukana berdiri disebuah bukit memerikasa pelaksanaan perintah Komandan.H. Ciumbuleuit.00 Komandan berdua kembali masuk kota untuk memeriksa dari dekat. A. hal ini bisa dimaklumi karena . A.00 kota praktis sudah kosong dari manusia akan tetapi api masih menyala terus. Sesudah kejadian tersebut dari luar kota TRI mengatur terus infitrasi-infitrasi setiap malam untuk mengacaukan musuh. Namun pada bulan Mei 1946 Jenderal Urip Sumoharjo dengan resmi menerangkan di Purwakarta. bahwa yang dilakukan oleh Komandan Divisi (Kol. 3. dan kemerdekaan akan membawa kebahagiaan dan kesejahteraan yang telah diimpikan dan dijanjikan oleh pemimpin-pemimpinnya. yang lalu menyetujui tindakan yang telah diambil. Sukajadi dan lain-lainnya. Belanda) masing-masing sedang mengadakan konsolidasi. Tembakan-tembakan tersembunyi dilakukan di bagian Utara. Komandan Divisi III mengirim nota ke MBT dan pernah langsung menghadap kepada Panglima Besar (pak Dirman) untuk mengadakan siasat menyeluruh agar seluruh Jawa mengadakan “Serangan Umum” dalam arti implikasi gerilya untuk terus menghangatkan kota. Namun misi Komandan Divisi III tidak mendapat respon yang baik dari MBT. Segala kejadian dilaporkan ke MBT. Begitu dari selatan harus ada penyusupan ke Utara. akan tetapi mereka ikhlas memberikan pegorbanan dengan keyakinan kemerdekaan akan tetap selamanya.000 rakyat keluar kota dengan berjalan kaki. 4. Sesudah matahari terbenam. Akibat peristiwa Bandung Lautan Api. supaya Bandung Utara diserang dari pihak utara dan dilakukan pula sedapat bisa.00 2. Hujan rintik-rintik menimpa mereka. Tentara melakukan bumi hangus terhadap semua bangunan yang ada. Semua pegawai dan rakyat harus keluar kota sebelum pukul 24. memikul dan menggendong anak-anak serta barang sekedarnya. Pos Komando saya pindahkan ke Kulalet (Dayeuh Kolot). hanya terdengar tembakantembakan sebentar jauh dari Utara.1. Komandan meronda dalam kota dan membantu sendiri membakar disana-sini. Gedung-gedung yang besar hancur oleh dinamit. Setelah pukul 24. surat kabar membuat berita tentang Bandung dalam kotak-kotak hitam. Setelah Komandan Divisi III (Kol. Dengan keyakinan bahwa pengorbanan mereka takan sia-sia. Memang berat penderitaan rakyat Bandung. Setelah Bandung dibumi hanguskan. Serangan-serangan dilakukan sekitar bekas KMA. Berangsur-angsur kedengaran dentuman-dentuman dan kelihatan kebakaran semakin hebat mulai dari Cimahi sampai Ujungberung. Nasution) dengan stafnya pindah ke Kulalet (Dayeuh Kolot).H. Pak Nasution dianggap sebagai “Penjahat Perang” dan untuk itu beliau dimintai pertanggung jawabannya.

Cipatat.posisi MBT saat itu lebih bersifat koordinator dari pada Komando tertinggi tentara pada dewasa itu. Setelah dilakukan pemunduran diperintahkan untuk melakukan penyerangan yang dilakukan oleh pejuang TRI antara lain : a. 2. Ruang dikorbankan untuk memperoleh waktu yaitu menghindari pertempuran-pertempuran yang menentukan. BLA ditinjau dari segi strategi Militer sesuai rumusan strategi yang dikemukakan oleh Mao Tse Tung yaitu BLA memainkan peranan yang penting dalam pelaksanaan perang berlarut atau gerilya. Dari segi Kampanye Militer. Tak ada tempat yang sepi insiden. Pertempuran sejak dari Cianjur sampai Rajamandala c. pertahanan dan hambatan dengan berpegang kepada perang memegang teguh tujuan. tetapi merugikan dipihak musuh. tetapi pertimbangan kekuatan tidak seimbang alangkah dungunya seorang Komandan menggerakan Pasukannya untuk melakukan pertempuran. yang diperlukan untuk persiapan-persiapan gerakan selanjutnya berupa serangan. d. Musuh tidak bisa memanfaatkan asset selain puing-puing dan menyalurkan musuh ke dalam situasi yang tidak menguntungkan baginya. Penghadangan terhadap konvoi di Tugu dan Cipayung. penghadangan atau perang gerilya. BLA merupakan rangkaian operasi militer yang berhubungan dengan yang lain dengan tujuan untuk menyelesaikan suatu sasaran bersama. ini namanya bunuh diri. Padalarang. Ciranjang. BLA ditinjau dari operasi Militer merupakan suatu gerakan kebelakang meninggalkan musuh dengan tujuan mengorbankan ruang untuk memperoleh waktu. mulai dari Sukamiskin sampai Cimahi. Dari segi Strategi Militer. HIKMAH DARI BANDUNG LAUTAN API . Dapat disimpulkan disini bahwa dari segi taktik penyerangan-penyerangan dengan kekuatan kecil menghindari korban yang besar. Cianjur dan Puncak. b. Meskipun semangat tempur dan moril tinggi. Implikasi peristiwa BANDUNG LAUTA API ditinjau dari kampanye militer adalah : 1. dalam waktu dan ruang tertentu. 3. Penghadangan terhadap musuh yang berada di jalan raya antara Puncak dan Bandung. Beberapa kolone dicegat rakyat di Cikarang dan Pacet. Pelaksanaan BLA menggunakan suatu taktik kombinasi dari serangan. e. Dari segi Taktik Militer.

Kegagalan sekutu sewaktu mengirimkan perbekalan ke Bandung. Perjalanan bersejarah bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah telah mengorbankan jiwa harta benda yang tidak terhingga. kini Tugu BLA sudah dibersihkan. tinggal menunggu perbaikan dan pelestariannya sekaligus pemanfaatannya sebagai tugu dan musium perjuangan Rakyat Jawa Barat. yang merupakan segala usaha. dalam hubungan ruang dan waktu yang ditetapkan atas dasar perintah dari fihak yang berwenang dalam rangka mencapai tujuan perang ataupun tujuan Hankamnas. PENUTUP Dari uraian diatas dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. yang pernah dilakukan Taruna Akademi Militer Tanggerang selama tiga kali antara Desember 1945 s/d Januari 1946. Tugu BLA yang terletak dilapangan Tegallega keadaanya tidak terawat dan sangat menyedihkan. Tiap daerah mempunyai perang sendiri-sendiri dalam upaya mempertahankan kemerdekaannya seperti Rakyat Jawa Barat dalam epos Bandung Lautan Api yang telah memberikan saham yang besar dalam membela bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia. Kepercayaan sekutu kepada TKR sekaligus merupakan pengakuan terhadap eksistensinya TKR secara de facto. kegiatan dan tindakan militer berdasarkan suatu rencana untuk mencapai tujuan. . Khusus untuk Siliwangi BLA telah menghasilkan system Pertahanan Garis Hantar Kuning sampai system Pertahanan dan keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). Rentetan peristiwa/bentrokan antar TKR dan sekutu (Inggris) sampai terjadinya peristiwa heroik BLA merupakan masukan untuk penyusunan doktrin dan macam-macam operasi militer. yang terkenal dengan peristiwa Cikampek. mendesak sekutu untuk minta bantuan pengawalan kepada TKR. 2.

Kesan dan pesan dari peristiwa Bandung Lautan Api 1.3. Kerelaan berkorban untuk kemerdekaan Indonesia dengan mengorbankan harta benda maupun jiwa raga mereka. Maluku ikut berjuang membela Jawa Barat dalam peristiwa Bandung Lautan Api. dengan rela menerima perintah itu demi keutuhan bangsa dan tanah air. Jenderal Besar). Meskipun TKR baru lahir tapi dalam peristiwa BLA telah mampu melakukan kegiatan militer yang bersifat taktis dan strategis. yang memberi andil besar dalam menyusun macam-macam operasi militer di Indonesia sampai dengan Sistem Pertahanan dan keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). mengutamakan kepentingan umum terutama kepentingan kemerdekaan Indonesia. Nasution (sekarang alm. Kesatuan dan persatuan nasional yang erat bahu membahu tidak membedakan asal daerah suku dan agama. Bantuan logistik dengan dapur umumnya b. 3. Peranan lasykar wanita baik di depan dan di belakang front c. Batak. Rakyat ikut bertempur al. Nusa Tenggara. dengan harapan semoga masyarakat Jawa Barat menghargai para pejuang terdahulu dan memiliki sense of belonging pada Tugu Bandung Lautan Api yang terletak di Tegallega. Padang. 6. Penerimaan asrama (akomodasi) dengan istilah “Pastur” (tepas batur) d. Amiin. penghargaan dan penghormatan.H. Sulawesi. Kejujuran hati tidak mementingkan diri sendiri. tukang becak yang bernama Emen berhasil menghancurkan tank musuh di jalan Waringin. Jambi. berkat naluri militer dari Komandannya yaitu Kol. melainkan lebih mementingkan. Palembang. Riau. 2. Disiplin tinggi yang bersifat nasional TRI/pejuang bersenjata tetap menolak untuk mundur tetapi selaku prajurit yang harus taat kepada perintah atasan/pemerintah. 5. LONG MARCH SILIWANGI . Semangat pengorbanan Rakyat Jawa Barat luar biasa besarnya dan mencerminkan kesatuan dan persatuan bangsa dalam membela bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia. Sepi ing pamrih rame ing gawe berjuang tidak mengharapkan upah/gaji bayaran. Kemanunggalan Tentara dan Rakyat dalam kerjasama : a. A. Mereka datang dari delapan penjuru angin terdiri dari suku Sunda. penuh kesadaran menurut memenuhi perintah. Demikian tulisan “BANDUNG LAUTAN API BESERTA IMPLIKASINYA DARI SEGI MILITER”. 4. 4. Jawa.

dan khusus untuk Siliwangi. Atas serangan perang Kemerdekaan itu. yang waktu itu sudah semakin ciut. Dengan gerilya sementara bahu membahu dengan rakyat prajurit Siliwangi telah berhasil menguasai keadaan ini diakui oleh pihak Belanda bahwa perlawanan pasukan-pasukan RI di Jawa Barat dan Jawa Tengah makin meningkat saja. Akan tetapi tidak semua adalah gejala sementara. Siliwangi telah berhasil menumpas pemberontakan PKI MUSO tanggal 18 September 1948. Panglima Besar Sudirman mengeluarkan perintah kilat antara lain Pemerintah Belanda telah membatalkan persetujuan gencatan senjata. menyusup ke kedudukan semula di Jawa Barat dengan sebutan yang terkenal “LONG MARCH SILIWANGI”. tanggal 19 Desember 1948 Belanda melakukan aksi militer ke-II. Perintah hijrah itu dilaksanakan tanggal 1 Februari 1948 dan berakhir tanggal 22 Februari 1948. 1” tentang cara pelaksanaan perlawanan terhadap Agresi Belanda. ternyata ramalan itu benar. Oleh karena itu Angkatan Perang RI menjalankan rencana yang telah ditetapkan untuk menghadapi serangan Belanda. . disamping melawan Belanda.PENGANTAR Kemajuan-kemajuan yang mempesona dari gerakan tentara Belanda yang modern itu. di kapal Amerika “Renville” di pelabuhan Tanjung Priok yang kemudian melakukan “Persetujuan Renville” yang ditanda tangani tanggal 17 Januari 1948. Inti dari Persetujuan Renville itu antara lain mengharuskan Divisi Siliwangi harus pindah ke Jawa Tengah ke daerah Republik. Republik Indonesia meramalkan akan adanya gerakan militer Belanda berikutnya. Setelah prajurit Siliwangi berada di Jawa Tengah. untuk menembus. Instruksi Panglima Besar No.1 terkenal dengan nama “Perintah Siasat No. dalam perang Kemerdekaan ke-I secara psikologis telah sangat memukul moril prajurit-prajurit RI. Atas desakan DK PBB dan dengan bantuan Komisi jasa-jasa baik diadakanlah perundingan antara Indonesia dan Belanda.

1 yang dikenal dengan “PERINTAH SIASAT NO. salah satu isinya memutuskan tentara RI harus meninggalkan kantongkantong Gerilya.000 orang pasukan Siliwangi terpaksa meninggalkan kantong-kantong gerilyanya di Jawa Barat. keuletan. Yang menamakan dirinya sebagai Perdana Menteri PKI. Penderitaan pertama yang dirasakan pasukan Siliwangi setelah berada di Jawa Tengah ialah diharuskannya reorganisasi dan rasionalisasi (RERA). sehingga sebagian dari mereka yang turut hijrah terpaksa tidak dapat masuk formasi dan akhirnya hidup terkatung-katung di tanah rantau. Pelaksanaan perpindahan ke Jawa Tengah dilakukan dengan cara sebagian diangkut dengan Kereta api dan sebagian lagi menggunakan Kapal laut dan diturunkan di daerah Rembang Jawa Tengah. Dalam masa hijrahnya pasukan Siliwangi menghadapi ujian berat. 1” yang . HIJRAH Disaat perjuangan perlawanan terhadap Belanda di Jawa Barat sedang memuncak dan inisiatif serangan berada di pihak pasukan Siliwangi. selain menghadapi Tentara Belanda. ketabahan serta keberanian pasukan Siliwangi secara gemilang berhasil menumpas pemberontakan PKI Muso dan membunuh Muso sendiri di daerah Ponorogo dan Amir Syarifudin di daerah Cepu / Blora. pihak Belanda berupaya memaksa dilakukannya perundingan “RENVILLE” (Perundingan yang dilakukan diatas Kapal Renville). LONG MARCH SILIWANGI Pada tanggal 9 Nopember 1948 Panglima Besar Soedirman mengeluarkan Instruksi No. termasuk didalamnya pasukan Siliwangi harus meninggalkan kampung halamannya Jawa Barat dan segera melakukan hijrah ke Jawa Tengah sebagai satu-satunya daerah yang masih dikuasai Pemerintah RI. Namun berkat kegigihan. Pada tanggal 22 Februari 1948 sekitar 29.Dalam kisah berikut akan disampaikan kisah Siliwangi dalam Hijrah dan Long March. juga pada saat yang bersamaan tanggal 18 September 1948 PKI Muso pun melakukan pemberontakan terhadap Pemerintahan RI dengan dipimpin oleh Amir Syarifudin SH. Persetujuan yang ditanda tangani tanggal 17 Januari 1948 sangat merugikan pihak RI.

Belanda mengerahkan sejumlah kurang lebih 135. Rencana Long March Siliwangi telah disusun rapih dan sudah disalurkan berupa perintah hingga tingkat Batalyon sebagai berikut : 1. Pihak Belanda mengatakan kepada Komisi Jasa PBB. Brigade Kusno Utomo menuju daerah Bandung. pasukan Siliwangi tidak memiliki bekal makanan sedikitpun. Dengan demikian pada akhir tahun 1948 mulai bergeraklah si Anak Rantau Siliwangi ke tempat asalnya di Jawa-Barat. Brigade Sadikin menuju Jawa Barat sebelah utara. Pada tanggal 19 Desember 1948 sekitar pukul 05. Tujuan agresi Belanda ke-II itu adalah untuk menghancurkan segala potensi Republik atau melumpuhkannya.00 waktu Jakarta. Brigade Syamsu menuju daerah Tasikmalaya.600 orang Tentara dengan perlengkapan modern bantuan dari “Marshal Plan” Amerika-Serikat. Garut dan Ciamis. Pada tanggal 19 Desember 1948 bergeraklah si Anak Rantau Siliwangi kembali ke Jawa Barat. 2. Untuk menghadapi taktik licik Belanda tersebut Panglima Besar Soedirman mengeluarkan instruksi. bahwa pihaknya mulai tanggal 19 Desember 1948 pukul 00. Dalam perjalanan kembali ke Jawa Barat. Sukabumi dan Bogor. hanya mengandalkan pemberian penduduk yang dengan secara ikhlas mau membantu memberikan makanan apa adanya seperti nasi tambah sambel goang. Belum lagi pasukan Siliwangi melepaskan lelahnya setelah melaksanakan operasi penumpasan terhadap PKI Muso. 1 yang memerintahkan pasukan Siliwangi segera bergerak dari kedudukannya masing-masing menuju ke daerah masing-masing yang telah ditetapkan di Jawa Barat. tidak dapat dipertahankan. 3. peristiwa ini kemudian dikenal dengan sebutan “Long March Siliwangi”. . Adanya perintah untuk bergerak kembali ke kampung halamannya yang sudah sekian lama ditinggalkan dan dirindukan maka keadaan tersebut disambut dengan penuh kegembiraan diselingi rasa keharuan yang sangat mendalam sekali. jadi untuk makan sekian banyaknya orang. Batalyon Ahmad Wiranatakusumah bertugas sebagai pengawal Staf Divisi Siliwangi dan berangkat paling akhir. tiba-tiba saja pihak Belanda melancarkan agresi Militer ke II terhadap Ibu Kota RI Yogyakarta. ubi/ singkong atau oyek.30 lapangan terbang Maguwo dibom oleh pesawat-pesawat pembom MITCHEL B-25 yang diikuti penerjunan satu Batalyon Pasukan Baret Hijau Belanda yang ditugaskan untuk merebut lapangan tersebut.memerintahkan pasukan Siliwangi untuk bergerak dari kedudukannya guna melakukan gerakan Militer kembali ke Jawa Barat. Cianjur. tidak lagi merasa terikat oleh perjanjian Renville yang sebenarnya telah begitu menguntungkan pihaknya. Instruksi Panglima Besar No. 4. tetapi penuh nuansa heroik-patriotik. suatu perjalanan yang penuh dengan duka derita. Namun karena keadaan medan Jawa Barat tidak mengijinkan ditambah akibat adanya pengacauan oleh yang menamakan dirinya Darul Islam Kartosuwiryo maka tujuan yang telah ditetapkan itu.

yang menerima berita beberapa hari kemudian tentang tertangkapnya Letkol Daan Jahja. Letkol Sadikin selaku Pj. Simatupang selaku Wakil II KSAP. Letkol Abimanjoe bertanggungjawab atas medan atau wilayah Jawa-Barat sebelah utara. Batalyon Dharsono ke daerah Karawang. Sedangkan Kolonel Nasoetion sebagai Panglima Komando Jawa. Penyergapan Tentara Belanda terhadap Kompi Sjafei di daerah Arjasari Banjaran. saat melakukan perlawanan. Letkol Sadikin bertanggungjawab atas medan atau wilayah Jawa-Barat bagian selatan. Panglima I. kemudian diselesaikan secara musyawarah. Batalyon Sudirman ke daerah Tasikmalaya utara. yang kebetulan saat itu berada ditengah-tengah lingkungan Divisi Siliwangi langsung menunjuk perwira staf yang tertua ialah. Kartosoewirjo yang didampingi oleh Oni . 4. b. Pada umumnya Batalyon-Batalyon Siliwangi itu kembali ke daerah-daerah gerilya mereka sebelum mereka hijrah. meminta kurban 36 orang gugur. Panglima Divisi Siliwangi. Batalyon Roekman ke daerah Cirebon dan Kuningan. Batalyon Kemal Idris di daerah Kabupaten Cianjur. 1. Tanggal 22 Desember 1948. Kolonel T. dan Sersan Mayor Soemitro Ajudan Komandan Batalyon “Guntur”. dan selaku penanggung jawab gerakan Long March dari seluruh divisi beserta Mayor Daeng Mohamad-Komandan Batalyon “Guntur”. Beliau dikawal oleh satu regu prajurit Siliwangi. Sedangkan Kapten Sitoroes ditunjuk sebagai pengganti Mayor Daeng Mohamad selaku Komandan Batalyon “Guntur”. ialah Letnan Saragih dan Letnan Affandi. Mayor Oetara selaku Perwira Staf Brigade XIV/ Siliwangi. dengan mengadakan pembagian wilayah operasi Divisi Siliwangi di Jawa Barat sebagai berikut : a. menerima perintah atasan untuk mengadakan perundingan dengan pihak DI-TII di daerah Cigalontang. 2. 3. dan diperintahkan untuk segera berangkat ke Jawa Barat menyusul perjalanan Divisi Siliwangi.B. Letnan Resdan Komandan Peleton Pengawal Staf Batalyon “Guntur” beserta beberapa orang prajurit gugur.Sehingga pada akhirnya Batalyon Sitorus kembali ke daerah Garut. Masalah adanya Panglima Divisi Siliwangi yang kembar ini. di daerah Sukowaluh (masuk wilayah Purworejo) Sepasukan Tentara Belanda dari Kesatuan Batalyon “Anjing NICA” berhasil menangkap Letkol Daan Jahja Kepala Staf Divisi Siliwangi. Batalyon Ahmad Wiranatakusumah di Bandung Selatan. nama Batalyon diganti jadi Yon 11 April. Batalyon Kosasih ke daerah Sukabumi dan Bogor. dan seorang sersan ialah Sersan Hutabarat. Kapten Pirngadi Perwira Staf Siliwangi. Panglima Divisi Siliwangi. juga langsung menunjuk Letkol Abimanjoe sebagai Pj. Batalyon Nasuhi ke daerah Ciamis dan Batalyon Rivai ke daerah Majalaya hingga perbatasan Garut. Panglima II. Perundingan berlangsung dengan SM. Komandan Batalyon Mayor Abdulrachman gugur ditembak Baret Hijau Belanda dan Danyon diganti oleh Mayor Amir Mahmud. Batalyon Abdulrachman (Yon Taruma Negara) ke daerah Sumedang. Batalyon Lucas Kustaryo ke daerah Cikampek. dan diantar oleh Adah Djaelani “Bupati DI-TII”. diantaranya yang menjadi kurban ada 2 orang Komandan Peleton.

Majalengka. pantai selatan dan jalur tengah. Di Priangan Timur banyak prajurit Siliwangi yang jatuh dalam jebakan pasukan DI-TII. Kartosoewirjo. Subang Kuningan. Karawang dan Bekasi. Soedrajat. b. ROUTE Pada umumnya gerakan kembali ke Jawa Barat. Banjarnegara. bekas pengawal Mayor Oetarja pada saat itu. Taraju Garut. Satu regu TNI pengawal Mayor Oetarja dilucuti senjatanya. Purwakarta. tidak mencapai kesepakatan untuk bekerjasama mengusir Tentara Belanda. Cianjur. Bandung. Kab. Jalur Tengah : Mulai dari Wonosobo. Cianjur.dan Sjaefullah pembantu-pembantu dekat SM. Sumedang. sedangkan Mayor Oetarja sendiri ditahan. Kab. Kab. daerah Purwokerto. a. daerah Majalaya. atas pengakuan langsung dari para eksekutor). Purworejo. daerah Slawi. Sukabumi dan Bogor. Cilacap daerah Kalipucang. TasikmalayaSingaparna. Kebumen. yang kemudian ditebas kepalanya didepan lubang lahat yang sudah disediakan oleh 2 orang anggota DI-TII yang bernama Eman dan Komar (keterangan diperoleh dari Prajurit TNI O. Subang. Bumi Ayu. Sukabumi dan Bogor. Gunung Ciremai. Jalur pantai Utara : Mulai dari Wonosobo. yang kemudian dieksekusi. Rancah. pasukan Siliwangi mendapatkan hambatan dari DI-TII Kartosuwiryo. c. Jalur pantai Selatan : Mulai dari daerah Yogya. Kab. dengan cara ditelanjangi terlebih dahulu. Garut. Gombong. Banjarnegara. Wates. SELATAN Pergerakan hijrah pasukan Siliwangi dari Jawa Tengah ke Jawa Barat yang meliputi kekuatan 3 Brigade dan 14 Batalyon bersama keluarga selama 11 PERGERAKAN JALUR TENGAH DAN . daerah Ciamis. Dalam perjalanan kembali ke kampung halamannya di Jawa-Barat. Pagerageng. Sindangbarang. Gunung Galunggung. Salam. Ternyata perundingan gagal. Kab. baik yang kena sergap atau diracun untuk dibunuh atau ditawan setelah melalui penganiyaan yang tidak berperikemanusiaan. Gunung Slamet. daerah Salopa. Kab. Kawali. dimulai dari garis Demarkasi dan melalui 3 jalur menyusuri pantai Utara.

Pemboman oleh pesawat terbang Belanda di sekitar Gunung Ciremai. b. Sebagai Pasukan Pengawal Staf Divisi Siliwangi. . Rute Batalyon (Mayor Achmad Wiranatakusumah) + 465 Km. Pertempuran melawan Belanda di Wonosobo . d. Penjebakan yang gagal oleh DI-TII di Bantarujeg/Lemah Putih. Rute Brigade XIII Siliwangi (Letkol Sadikin) + 285 Km Wonosobo s/d Surian Sumedang. Pengintaian/pertempuran melawan Belanda di Cileunyi. e.Setelah gagal dalam Operasi Penyerangan Sungai di Jembatan Kebasen . Rute Brigade XII (Letkol Kusno Utomo) + 405 Km (Mendut s/d Parigi). Rute Batalyon IV (Mayor Daeng) + 375 Km (Yogya s/d Bandung). c. Penjebakan yang gagal oleh DI-TII di Lemahputih Pengintaian/pertempuran melawan Belanda di Leles/Cicalengka. Rute Long March Siliwangi Brigade XIII (Letkol Sadikin) Berikut Batalyon-batalyonnya. Pemboman oleh pesawat terbang Belanda di Salem. dapat diuraikan berikut routenya sebagai berikut : 1. a. 2. Kosasih) + 450 Km (Magelang s/d Bogor).bulan. Rute Batalyon II/ Kalahitam (Mayor Kemal Idris) + 420 Km (Yogya s/d Cianjur). Solo – Prambanan = Jalan kaki Prambanan – Bandung = Jalan kaki. Diperbatasan Magelang terjadi pertempuran melawan Belanda. b. Pengintaian/pertempuran melawan Belanda di Banjaran. Rute Batalyon (Mayor R.Pertempuran melawan Belanda di Kawali. Pemboman oleh pesawat terbang Belanda di Bantar Kawung. Rute Batalyon Tajimalela (Mayor Lukas K) + 540 Km (Widodaren s/d Cikampek).(Solo s/d Malabar). Pengintaian/pertempuran melawan Belanda di Ciwidey. Pertempuran melawan Belanda Tiba di Tasikmalaya menuju basis Gunung Puntang. Rute Brigade XII (Letkol Kusno Utomo) berikut Batalyon-batalyon (lihat lampiran 1) a.A.

. . • Konsolidasi Batalyon sebelum Operasi Penyebrangan.X.Rawalo kembali mengambil rute lewat Gunung Slamet menuju Jawa Barat. • Posko Batalyon di Ciseuti. di Rancah (1 regu gugur). Ki 4 di Cinusa dan Si 1 di Cinusa. 3. d. Rute Batalyon Nasuhi (Mayor Nasuhi) + 300 Km (Magelang s/d Malangbong Garut). Posko Batalyon. T. Ki 2 didesa Kedawung. c. Rute Batalyon 3 / Garuda Hitam (Mayor Rivai) + 315 Km (Magelang s/d . a. d. • Pertempuran melawan Belanda di Gunung Slamet.Pertempuran melawan Belanda di Cijolang beberapa anggota gugur/likaluka. Rute Batalyon 2 (Mayor Sudarman) + 195 Km (Magelang s/d Banjar Ciamis) Pertempuran melawan Belanda. Rute Batalyon II/Tarumanegara (Mayor Abdurrahman) + 285 Km (Wonosobo s/d Sumedang). Ki A melawan Belanda di Teluk Jambe. Rute Long March Siliwangi Brigade XIV (Letkol Syamsu) berikut Batalyon-batalyonnya. Pertempuran melawan Belanda . c. Dibombardir di Wonosobo (17 anggota hilang). + 360 Km (Banjarnegara / Purwakarta). Bandung). Posko Batalyon di Finish Babakan Pari Sumedang.Pertempuran Si 1 / Ki 1 dari Kr. Serangan udara Belanda di Kaligus Gunung Slamet. Kanonade sebelum Bantarkawung. Belanda terdesak mundur dan menderita korban mati dan luka. Rute Brigade XIV Siliwangi (Letkol Syamsu) + 315 Km (Magelang s/d Ciparay Kab. Rute Batalyon 301 / Prabu Kiansantang. Kobar. Menyerang Pos Belanda di Lemah Putih yang berkekuatan 1 Kompi lengkap dan diperkuat beberapa brencarrier. b. di Sukamatri Panjalu Ciamis (Kapten Musad Idris dan Letnan Neman / pembawa Panji Siliwangi gugur).

Pertempuran melawan Belanda. dengan Komandan Brigade Letnan Kolonel Rukman. . Ketiga Batalyon inilah yang menjadi Brigade A. Daerah kekuasaan Batalyon Rukman dijadikan tempat kedudukan Gubernur Jawa Barat yang dijabat oleh Ir. serta satu-satunya Batalyon yang sebelum Aksi Kedua berhasil menyusup ke daerah pendudukan (Jawa Barat bagian Utara). serta markas Kolonel Abimanyu (Komandan Divisi Siliwangi yang diangkat oleh Panglima Besar Jenderal Sudirman). Ukar Bratakusumah. Bandung ). . Batalyon Rukman berkembang menjadi tiga Batalyon.. Batalyon Rukman adalah perintis Long March Divisi Siliwangi. Batalyon Machmud Paksya berkedudukan di Cirebon (termasuk didalam kota) dan Batalyon Sentot. yaitu Batalyon Mustopa berkedudukan di Kuningan. PERGERAKAN JALUR UTARA Perlu juga diketahui. menerobos garis demarkasi yang dijaga ketat oleh Divisi Tentara Belanda Pasukan Batalyon Rukman ini berhasil menduduki daerah yang luas di Keresidenan Cirebon. berkedudukan di Indramayu. menyatu dengan Rakyat dan menjadi beach-head pada waktu terjadi peristiwa Long March.Majalaya Kab.

Muwardi. diadakanlah oleh mereka pembicaraan dengan pimpinan PKI. dengan tegas menolak untuk bergabung dengan PESINDO. ternyata ia Pulang bersama-sama dengan seorang Tokoh PKI yang telah bertahun-tahun bermukim di Uni Sovyet. Pada tanggal 13-16 September 1948 di Sala terjadi insiden antara TNI-AD dengan Tentara Laut RI yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Yadau yang menjadi pengikut setia dari pada PKI yang dikuasai oleh Muso. Kekacauan-kekacauan mulai timbul dimana-mana dan berpusat di Surakarta. . FDR tersebut kemudian menjadi sub-organ dari pada PKI. Bahkan mereka telah bertindak lebih lanjut lagi dengan membangkang terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan oleh pihak Siliwangi yang terpaksa mengambil tindakan-tindakan yang tegas dengan mengakhiri semua aktifitas dari PESINDO. bahwa dengan perantara orang-orang yang berkedudukan tinggi pihak PKI dengan FDR-nya telah lama berusaha untuk mempengaruhi Angkatan Perang Republik Indonesia.SAHAM “MAUNG” SILIWANGI DALAM MEMBASMI PKI-MUSO DI MADIUN Pada waktu Pemerintah RI mengambil kembali Suripno dari Cekoslowakia. setibanya mereka di Indonesia. Partai Buruh serta pemimpin-pemimpin lainya yang tergabung dalam Front Demokrasi Rakyat (FDR). Pemimpin barisan Banteng. Berdasarkan dokumen-dokumen yang berhasil disita oleh pihak Republik Indonesia ternyata. PESINDO (Pemuda Sosialis Indonesia) yang tergabung dalam FDR. Insideninsiden itu baru dapat dihentikan setelah Putera-putera Siliwangi turun tangan dan menganjurkan kedua-belah pihak untuk mentaati TNI. Dalam usaha mempengaruhi anggotaanggota Angkatan Perang RI. ialah Muso. akan tetapi ditolak oleh pihak PESINDO. penghasut-penghasut PKI itu menggunakan sentimen yang ada didalam Angkatan Perang (seperti ketidak-puasan mengenai RE/RA) serta keadaan ekonomi yang kurang memuaskan ketika itu. Partai Sosialis (Amir Syarifuddin). Anjuran ini di terima dengan baik oleh Barisan Banteng. pada tanggal 14 September tiba-tiba menyerang barisan Banteng di Sala karena Dr.

00 sedangakan batalyon-batalyon yang turut dalam penghianatan itu adalah : a. Studio RRI Madiun berhasil diduduki oleh kaum pemberontak dan dipergunakan sebagai corong propaganda kaum pemberontak. Setelah itu mereka menangkapi para Perwira TNI-AD serta pemimpin-pemimpin lainnya yang menjadi lawan mereka. Setelah pihak PKI berhasil untuk mengalihkan perhatian Pemerintah RI serta umum kepada kota Sala dimana sering kali terjadi insiden-insiden bersenjata. dengan mendapat backing dari batalyon Brigade 29.Bila pasukan-pasukan TNI berhasil mereka pengaruhi. Pasukan-pasukan TNI-AD yang berada di Magetan pun meloloskan diri dari ancaman pihak komunis untuk kemudian bersama-sama dengan kadet-kadet dari Akademi Militer yang berada di Sarangan membentuk suatu pertahanan yang mengurung keresidenan Madiun di lereng Gunung Lawu. Batalyon Maladi Yusuf yang beroperasi Ponorogo dan Sumoroto Dalam gerakannya di kota Madiun. Akan tetapi tipu muslihat kaum pemberontak itu tidak dihiraukan samasekali oleh para Perwira TNI-AD yang taat kepada Republik Indonesia. Batalyon Darmintoaji di Ngawi d. ialah merebut kekuasaan dari tangan Pemerintahan Republik Indonesia yang syah. Satuan-satuan TNI-AD yang tetap setia kepada RI di Ponorogo dan Ngawi. bahkan dalam kesempatan itu jenderal Mayor (PKI) Joko Suyono telah melakukan suatu panggilan/seruan kepada para Komandan Pasukan TNI-AD yang akan membebaskan Madiun dari cengkeraman pihak Komunis untuk datang ke Madiun guna berunding dengan jaminan “Kemerdekaan”. Pemberontakkan dilakukan pada 02. Batalyon Abdulrakhman dan susulan dari Kediri f. Amir Syarifuddin dan Suripno telah mengadakan pidato-pidato melalui Radio Gelora Pemuda itu. Untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai tuduhan pihak PKI-Muso terhadap Pemerintah Republik Indonesia itu. mereka memusatkan serangannya terhadap Markas CPM Siliwangi di Jalan Dr. dibunuh di luar batas perikemanusiaan. Batalyon Mursid di Saradan c. Batalyon CPM dan tangsi Polisi. maka mereka akan dipergunakan sesuai dengan rencana yang telah mereka buat. pihak PKI-Muso tidak segan-segan . Pada tanggal 19 September 1948. “Radio Gelora Pemuda” milik PESINDO dijadikan pula trompet kaum komunis. Batalyon Panjang Jokopriono di Ponorogo e. maka dengan tiba-tiba sekali Kolonel Sumarsono yang berpihak kepada PKIMuso. Cipto yang menyebabkan gugurnya seorang Mayor CPM setelah terjadi perlawanan sengit. mengambil kesempatan dari kekeruhan suasana itu dengan memproklamasikan terbentuknya apa yang mereka namakan “Sovyet Republik pada tanggal 18 September 1948 di Madiun. Pada tanggal 19 September 1949 pukul 09. Batalyon Musyofa di kota Madiun b. Para pemimpin Pamongpraja yang berhasil ditangkap oleh pihak PKI. berhasil untuk kemudian mengatur siasat lebih lanjut guna menghantam pihak pemberontak.00 pihak pemberontak berhasil menguasai markas-markas SPDT. Nasib yang sama dialami pula oleh pemimpin-pemimpin partai Golongan Agama dan Nasional. STM Madiun.

yaitu Brigade Sadikin dan Brigade Kusno Utomo. bahwa ia seharusnya dipimpin oleh rakyat sendiri dan bukan oleh kelas lain. merupakan “hantu” bagi PKI serta antek-anteknya. Inti pidato dari Muso itu berbunyi sebagai berikut : “…………. Disebarkan umpamanya bisa. Pada tanggal 18 September 1948. Dungus terus ke Madiun. sama sekali tak dapat membedakan keadaan sekarang ini daripada keadaan selama jaman Belanda dan Jepang. c. Kedua pasukan ini ditugaskan untuk mengepung dan menyerang Madiun dari arah Barat. maka akan jelaslah sampai dimana nilai mental dari pada gembong PKI yang memberontak itu. Dapatlah ditarik kesimpulan.pula untuk mencap Corps Siliwangi sebagai penjahat-penjahat yang dilindungi oleh Pemerintah RI. Pasukan yang dapat dikerahkan di Jawa Tengah untuk menumpas PKI hanya terdiri dari KRU Divisi Siliwangi. bahwa Siliwangi (singkatan dari Siliwangi) adalah “Stoot Leger Wilhelmina” (Pasukan Penggempur Wilhelmina). bahwa keadaan ekonomi dan politik dalam republik semuanya kaum buruh dan tani khususnya. rakyat daerah Madiun telah memegang kekuasaan Negara dalam tangannya sendiri. Sebaiknya anasir-anasir yang memerintah telah memakai Revolusi kita sebagai kuda-kudaan untuk menguntungkan diri. Operasi ini dilancarkan dari tiga jurusan : a. Operasi dari arah timur ini dipimpin langsung oleh Kolonel Sungkono. Dalam waktu yang bersamaan Brigade Sadikin dengan bantuan sebagian dari . Bila kita telaah isi pidato Muso itu. Batlyon Sabirin Mokhtar dan Mujayin bergerak melalui Trenggalek langsung menyerbu Ponorogo yang merupakan kosentrasi pasukan PKI yang kuat. Dengan begitu rakyat Madiun telah melaksanakan kewajiban revolusi nasional kita ini. sedangkan dari arah timur Madiun akan digerakan Brigade Surakhmad. Sudah tiga tahun Revolusi Nasional kita berjalan dibawah pimpinannya kaum borjuis nasional. OPERASI PENUMPASAN PKI-MUSO Dalam usaha menghancurkan serta menumpas pemberontakan PKI-Muso di Madiun itu. Mereka sewaktu kedudukan Jepang telah menjadi Quisling-quisling dari 2 miliun wanita Indonesia telah menjadi janda. lantaran laki-lakinya menjadi “romusha”. Inilah sebab yang terakhir. Dengan demikian mereka menanamkan rasa anti pathie rakyat terhadap Putra-Putra Siliwangi. yang rupanya juga menjadi salah satu “obyek” yang perlu dihancurkan oleh PKI-Muso. bergerak melalui sawahan. yang bersifat goyang menghadapi imperialis seumumnya dan terhadap Amerika khususnya. sedangakan sebagai pelaksana operasi ditunjuk Mayor Yonosewoyo. maka angkatan Perang RI diperintahkan untuk segera bergerak dengan mengerahkan segala kekuatan yang ada padanya. b. Batalyon gabungan dibawah pimpinan Mayor Sabrudin. bahwa Siliwangi . Batalyon Sunaryadi dengan dibantu oleh Brigade Mobil Polisi Jawa Timur yang bergerak melalui kota Wilangan menerobos Saradan terus ke Madiun.

pasukan Panembahan Senopati dan pasukan MA Yogya mengepung dan menyerang Madiun dari barat melalui tiga jurusan : a. terdiri atas Batalyon Kemal Idris dan Batalyon Kosasih dengan mendapat bantuan dari Batalyon Suryosumpeno. Setiap hari beribu-ribu surat selebaran Kementrian Penerangan RI dijatuhkan dari Udara diatas wilayah-wilayah yang dikacaukan oleh kaum pemberontak. sedangkan Batalyon Umar Wirahadikusumah ditugaskan untuk menguasai garis Walikukun-NgrambeMagetan. Batalyon Sentot ditugaskan merebut Ngawi dengan Route Surakarta-Sragen-Walikukun-Ngawi. Sementara itu. Sebagai sayap kiri brigade. Selain daripada itu Batalyon A. bergerak dengan route Surakarta-Karanganyar-Tawangmangu-Sarangan-Plaosan-Magetan-MaospatiMadiun. Batalyon Husinsyah dan Brigade V/Slamet Riyadi. . Sedangkan Husinsyah meneruskan gerakannya ke Ponorogo. sebetulnya dikala itu sudah timbul suatu kepercayaan/keyakinan didalam hati mereka. Sayap kanan diisi oleh Batalyon Nasuhi. b. sedangkan Kompi U bergerak dari Yogyakarta mengambil route Yogya-WonosariPracimantoro-Pacitan. c. Poros Brigade 13. Batalyon Darsono langsung bergerak ke Madiun. dan kompi gabungan Hizbullah dan Barisan banteng. bahwa merekalah yang ditakdirkan oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk menjadi tulang punggung negara dan pelindung negara terhadap musuh-musuh dari dalam dan luar. Sebagian dari pasukan pemberontak yang dahulu termakan oleh hasutanhasutan pihak PKI untuk menentang Pemerintah Republik Indonesia. Ditawangmangu mendapat bantuan dari Kompi R pasukan MA. Batalyon Daeng juga bergerak ke arah utara dengan tujuan Cepu dan Blora. semenjak terjadinya pemberontakan PKI-Muso Angkatan Udara RI-pun membantu dengan giatnya dengan menyelenggarkan perhubungan antara Yogyakarta dan Jawa Timur. Satu peleton diantaranya terus mengikuti operasi Siliwangi sampai ke Madiun. sedangkan Batalyon Akhmad Wiranatakusumah bergerak ke arah selatan dengan tujuan Ponorogo. bergerak ke arah utara dengan tujuan Pati. Brigade Kusno Utomo mendapat tugas khusus untuk mengamankan daerah Surakarta. dengan kekuatan Batalyon Akhmad Wiranatakusumah dan Batalyon Sambas sebagai tenaga cadangan. Dikalangan para Putera Siliwangi yang diserahi pertahanan Jawa Barat yang kemudian dihijrahkan ke daerah Republik. Pada sayap kiri di perbantukan pula Batalyon Sumadi dari Panembahan Senopati. Kosasih dan Batalyon Kemal Idris yang didatangkan dari Yogyakarta. batalyon inilah yang pertama-tama harus memasuki Madiun. sedangkan pasukan-pasukan yang berada didaerah Kediri bergerak dari arah timur Batalyon “Kian Santang” akan bergerak sebagai “Stoot batalyon” dan menurut rencana. Pati dan Semarang. menjadi insyaf kembali dan memberi bantuan kepada satuan-satuan Siliwangi yang bergerak ke Madiun. Kepada Siliwangi diberikan tugas untuk melakukan tembusan-tembusan pertama dari arah barat ke kota Madiun. pada Batalyon Nasuhi diperbantukan pasukan MA Kompi S. Nasuhi ditugaskan merebut Pacitan dengan route SurakartaWonorigi-Batu Retno-Pacitan.

Setibanya di Walikukun pasukan kemudian dibagi dua. Kompi IV A. yaitu dari daerah/medan yang menurut perhitungan PKI tidak mungkin untuk dilalui. Kompi Witono. Pertempuran-pertempuran mulai berkobar pada tanggal 21 September 1948 pukul 13. Kompi senjata Berat Mung Parhadimulyo dan Kompi Solihin. perlawanan yang agak sengit dialami di Ngerong. Kusnandar seorang tokoh dari pasukan PESINDO dan Atmaji seorang bekas pimpinan ALRI yang sangat giat meracuni anggota-anggota APRI. Akan tetapi dengan tekad dan semangat yang menyala-nyala.00.Pasukan PKI pada umumnya hanya memberikan perlawanan kecil-kecilan saja. yaitu sebagian bergerak ke arah Ngrambe sedangkan sepasukan lagi menuju ke Ngawi. Gerakan kemudian dilanjutkan ke Magetan dan berhasil menangkap beberapa gembong PKI-Muso disini. sehingga gerakan Siliwangi menjadi sedikit terhalang karenanya. Kompi Sutikno Slamet. setelah perbentengan mereka berhasil kita kuasai. yakni Kompi Kaharuddin Nasution. gerombolan pemberontak bersenjata telah melarikan diri ke daerah pegunungan sekitar Sawangan.00 sampai tanggal 25 September pukul 06. Blora. berhasil dikuasai oleh Batalyon Lukas dan Batalyon Sentot Iskandardinata pada tanggal 26 September 1948. dimana Pabrik minyak sampai 4 kali beralih tangan. Dalam gerakan selanjutnya. Batalyon datang dari belakang. Akhirnya Ngerong dan Plaosan dapat dikuasai oleh kita setelah serangan yang merupakan daerah pertahanan yang diperkuat oleh PKI (Muso dan Amir Syarifuddin ada disini). Tanggal 21 September 1948 Brigade 29 yang berkedudukan di Kediri berhasil dilumpuhkan dan dilucuti yang menyebabkan larinya Batalyon Maladi Yusuf (pro-Muso) yang pada waktu itu berada di Ngadi Rejo. Pertempuranpertempuran berlangsung dengan sengitnya diberbagai sektor.W. Di Jawa Timur. sedangkan pihak pemberontak menderita kerugian yang amat besar dan meninggalkan banyak senjata dan peluru. Perlawanan yang berarti hanya terjadi di Cepu. Sementara itu kaum pemberontak telah meledakan jembatan yang berada 10 kilometer utara Ngawi. maka dari sinilah serangan dilancarkan dengan mengerahkan Kompi II Amir Machmud. Ngrambe yang menjadi pusat dari percaturan politik dan Militer kaum pemberontak. Hanya sayang sekali Muso dan Amir Syarifuddin berhasil meloloskan diri. Sehari sesudah . Dengan hasutan-hasutan terhadap pemerintah Republik Indonesia di selatan Magelang. Pengejaran dilakukan terus terhadap mereka. Dibebaskan/direbut oleh Batalyon II/Tarumanagara pimpinan Mayor Sentot Iskandardinata. dalam pada itu telah berhasil disergap ex Letnan Kolonel Dakhlan bekas Komandan Brigade 29 yang membantu kaum pemberontak. dan Kompi I Lili Kusumah. Dalam pertempuran yang terjadi kemudian 4 orang dari pihak kita gugur. Cepu jatuh pada tanggal 5 Oktober dan pertahanan terakhir PKI. jatuh pada tanggal 13 Oktober 1948. Yon Nasuhi ditempatkan sebagai sayap kanan Brigade XIII/ Sadikin yang ditugaskan untuk membersihkan daerah Surakarta selatan dari unsur-unsur PKI dan merebut Pacitan Batalyon ini mempunyai 5 kompi. Kompi III Komir Kartaman.Somali.

Demikianlah sekelumit peranan Siliwangi memberantas Pemberontakan PKI tahun 1948 di Madiun. Suripno c. dilaksanakan oleh Divisi Siliwangi khususnya dan umumnya oleh Masyarakat Jawa Barat pada setiap periode perjuangan. makmur. Semoga bermanfaat. Haryono dari SOBSI d. perlu tetap dilestarikan dan diimplementasikan pada periode mengisi kemerdekaan saat ini. sehingga taktik ofensief kita beralih ke taktik pembersihan dan pengejaran. sewaktu gembong-gembong berontak berusaha untuk menggabungkan diri dengan kesatuan pemberontak yang berada di daerah Pati. dan selanjutnya dari waktu ke waktu dari masa sampai terwujudnya cita-cita Proklamasi dan tujuan Nasional Bangsa Indonesia. Melalui perjalanan Hijrah dan Long March Siliwangi tersirat nilai-nilai kejuangan yang perlu dilestarikan bagi kehidupan generasi berikut. Pertahanan-pertahanan kaum pemberontak dimana-mana hancur berantakan. PENUTUP Pengalaman Siliwangi dalam menghadapi Perang Kemerdekaan I dan Perang Kemerdekaan II atau Agresi Belanda dan penumpasan PKI menjadikan Siliwangi menjadi satuan yang dewasa saat itu. Mr. Mr. Pada permulaan Desember 1948.l. Siliwangi hidup dan dibesarkan dalam kancah peperangan melawan Imprialis Belanda demi menegakan Kemerdekaan dan NKRI. Kehancuran-kehancuran ini akhirnya diikuti dengan timbulnya perpecahan di kalangan para pemimpin kaum pemberontak PKI-Muso sebagai akibat daripada ketidak adanya persesuaian faham. Abdul Majid serta lain-lainnya. Amir Syarifuddin b. Jiwa semangat Nilai Kejuangan ’45 yang telah terbukti keberhasilannya a.pasukan-pasukan Siliwangi menduduki kota Madiun. aman dan sejahtera berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah NKRI. Muso yang menjadi gembong utama dari pemberontakan Madiun tertembak mati di Desa Kanten/ Ponorogo dan mayatnya kemudian dibakar rakyat di alun-alun saking gemasnya. Dalam suatu pertempuran. mereka terjebak oleh pasukan-pasukan Siliwangi dan menyerahkan diri. Batalyon-batalyon Sunarjadi dan Sabarudin memasuki kota. Diantara mereka itu terdapat antara lain : a. MENYELESAIKAN OPERASI DI/TII DI JAWA BARAT . yakni terwujudnya Masyarakat yang adil.

SM Kartosuwiryo beranggapan bahwa dengan ditawannya Presiden. DI/TII selama + 13 tahun berjuang mengembangkan organisasinya. Proklamasi DI/TII terjadi pada 7 Agustus 1949 dan SM. Sewaktu TNI hijrah ke Jawa Tengah.PENGANTAR Perjuangan merebut Kemerdekaan Indonesia adalah sangat mahal Pengorbanan paling besar bagi manusia pejuang adalah pengorbanan jiwa sebagaimana dapat dibuktikan dari tersebarnya makam pahlawan dan makam rakyat pejuang kemerdekaan di Jawa Barat. Dengan pimpinan SM. menamakan dirinya DI/TII (Darul Islam dengan Tentara Islam Indonesianya) yang mencita-citakan berdirinya Negara Islam Indonesia. . Kartosuwiryo ditangkap pada tanggal 4 Juni 1962. Adapun gerakan gerombolan yang paling besar dan paling lama mengganggu kemerdekaan di Jawa Barat. DI/TII memanfaatkan keadaan untuk mengembangkan organisasi dan melebarkan kekuasaannya. Negara Kesatuan Republik Indonesia sudah lenyap/hapus dan dengan demikian keadaan kembali ke keadaan sebelum Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Lebih-lebih setelah jatuhnya Ibukota Republik Indonesia ke tangan Belanda dan ditawannya Presiden. Kartosuwiryo. Wakil Presiden dan beberapa Menteri. Dalam keadaan vacuum pemerintahan SM Kartosuwiryo berpendapat Negara Islam Indonesia dapat menggantikan Republik Indonesia. Wakil Presiden dan beberapa Menterinya. mengadakan pengacauan seperti sabotase terutama dengan sasaran kereta-api serta melakukan penggarongan dan pemungutan “pajak” dengan kekerasan sehingga menimbulkan kegelisahan rakyat banyak. Pada tanggal 19 Desember 1948 Belanda dengan aksi militernya yang ke-II menyerang Ibukota Republik Indonesia merupakan “angin baik” bagi Kartosuwiryo. Sejak saat itulah banyak rakyat yang mengungsi ke kota-kota yang kemudian menetap di kota-kota dengan sebutan urbanisasi.

Hal-hal yang mempengaruhi. adalah sepantasnya DI/TII ditumpas. Mengenai sifat ambisius SM Kartosuwiryo di bidang kepemimpinan konon pada tahun 1947 SM Kartosuwiryo pernah ditawan oleh Pemerintah jabtan Menteri Muda Pertahanan. Selain aktif di bidang politik. namun ia menolaknya. karena SM Kartosuwiryo jelas-jelas mencita-citakan berdirinya Negara Islam Indonesia untuk menggantikan Negara Republik Indonesia. . Karena kemampuannya itu SM Kartosuwiryo kemudian di percaya untuk menduduki jabatan Sekretaris Pribadinya. Ayahnya bernama Kartosuwiryo yang bekerja sebagai Mantri Kehutanan dan meninggal pada tahun 1925. Perlu dikemukakan bahwa SM Kartosuwiryo sejak duduk di tingkat I di NIAS. Pendidikan SM Kartosuwiryo mulai dari Sekolah Dasar (Tweede Inlandsche School) dan kemudian pindah meneruskan ke : Hollandse Inlandsche School (HIS) Europeesce Lagere School (ELS) Hogere Burger School (HBS) Setelah lulus dari HBS. Dengan memanfaatkan sifat-sifat yang dimilikinya SM Kartosuwiryo berkesempatan pula menduduki jabatan Komisaris Masyumi Jawa Barat dan dengan demikian terbuka kesempatan yang lebih baik untuk menguasai organisasi Hisbullah dan Sabilillah dalam rangka merealisasikan cita-citanya mendirikan Negara Islam Indonesia. SM Kartosuwiryo bekerja di BPM di Cepu. walaupun perilaku itu bertentangan dengan Maklumat NII Nomor 7. Umar Said. I. Mengenal Sukarmadji Marijan Kartosuwiryo II. Akan tetapi karena tidak merasa senang. Akan tetapi karena SM Kartosuwiryo diketahui aktif melakukan kegiatan dibidang politik ia dikeluarkan dari NIAS. MENGENAL SUKARMADJI MARIJAN KARTOSUWIRYO SM Kartosuwiryo dilahirkan di desa Sulung. ia kembali keluar dan kemudian menjadi guru swasta di Bojonegoro. Setelah dikeluarkan pada tahun 1927. Mengingat yang tersebut diatas. kemudian meneruskan pendidikannya ke Nederlandsch Indische Artsen School (NIAS) di Surabaya. Usaha DI/TII mendirkan Negara Islam Indonesia IV. yang di dalamnya menjelaskan bahwa kompromi/kerja sama dengan APRA/Belanda dengan kaki tangannya diharamkan. Secara garis besar pembahasan selanjutnya akan diuraikan : I. Kegiatannya lebih meningkat setelah ia mendapat bimbingan dari tokoh PSII H. telah aktif di bidang politik. Kabupaten Rembang. Jawa Tengah pada tanggal 7 Februari 1905. yang berkedudukan di Yogyakarta. SM Kartosuwiryo juga menjabat sebagai anggota Komite Nasional Indonesia Pusat. III. Penumpasan DI/TII.Untuk kepentingan Negara Islam Indonesia SM Kartosuwiryo melakukan hubungan dengan surat menyurat maupun melalui pertempuran dengan APRA secara optimal. Di dalam pertemuan-pertemuan KNIP SM Kartosuwiryo terkenal sebagai orang yang menurut istilah sekarang “Vokal” dengan memiliki sikap yang teguh di dalam mempertahankan pendidriannya.

Burma pada tanggal 23 Nopember 1947 8. Garis Demarkasi V. 3. 2. Daerah-daerah yang diduduki oleh tentara Sekutu atau Belanda secara berangsur-angsur dan dengan bekerja sama kedua fihak akan dimasukan kedalam daerah RI. Muncul kembali ketidak puasan Belanda di forum perundingan dan menyerang RI dengan yang dikenal dengan nama Aksi Militer Belanda ke-II pada tanggal 19 Desember 1948. Saudi Arabia pada tanggal 24 Nopember 1947 9. Kesimpulan Pengakuan de facto Belanda kepada RI merupakan hal/pengaruh yang positif bagi RI. negara-negara lain mengikutinya sebagai berikut : 1. Mook yang diproklamirkan secara sefihak pada tanggal 29 Agustus 1947 . HAL-HAL YANG MEMPENGARUHI. Madura dan Sumatera. Timbul reaksi khalayak dunia dan wakil Amerika Serikat di dalam UNCI Cochran berhasil mempertemukan kedua belah pihak menyetujui persetujuan Rum-Royen. 4. Setelah Belanda mengakui de facto Pemerintah RI atas Jawa. yang merupakan Cycle/lingkaran sebagai berikut : 1. Mesir pada tanggal 11 Juni 1947 4. Suriah pada tanggal 2 Juli 1947 6. yang akhirnya mengarah kepada terlaksananya KMB. Afganistan pada tanggal 23 September 1947 7.II. Libanon pada tanggal 29 Juni 1947 5. Timbulnya reaksi khalayak dunia dan Dewan Keamanan PBB mendorong RI dan Belanda kembali ke meja perundingan. Rusia pada tanggal 26 Mei 1948 India dan Pakistan termasuk pula negara-negara pertama yang mengakui RI (pada waktu itu kedua negara itu belum secara resmi menerima kedaulatan dari Inggris. Pada tanggal 21 Juli 1947/Perang Kemerdekaan I. Negara negara tersebut kemudian membuka perwakilan konseler). Pasal 1 berbunyi : Pemerintah Belanda mengakui kenyataan kekuasaan de facto Pemerintah RI atas Jawa. Yaman pada tanggal 3 Mei 1948 10. Inggris pada tanggal 31 Maret 1947 2. Agresi Belanda yang dimulai pada tanggal 21 Juli 1947 terhadap RI merupakan tindakan yang menimbulkan reaksi dari luar negeri. Amerika Serikat pada tanggal 17 April 1947 3. Madura dan Sumatera. Uraian tentang hal-hal yang mempengaruhi akan dikaitkan dengan Perang Kemerdekaan I dan Perang Kemerdekaan II. yang memuat 17 Pasal. Belanda menyerang RI dengan yang dikenal bernama Aksi Militer ke-I. Adapun “Hal-hal yang mempengaruhi” kepada keadaan yang nyata sebagai berikut : Dari persetujuan Linggarjati. 5. Alasannya karena di dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia ditempuh melalui diplomasi dan bertempur. Munculnya diplomasi yang memuaskan pihak Belanda.

Kartosuwiryo. Demikian pula pada tahun 1952 Kahar Muzakar pimpinan DI/TII di Sulawesi Selatan adalah merupakan bagian dari NII dibawah pimpinan Imam SM. RI harus meninggalkan daerah yang sangat produktif seluas + 2/3 daerah pulau Jawa dan dengan hijrahnya TNI dengan keluarnya menjadikan Jawa Tengah daerah yang padat. karena harus menghijrahkan + 35.000 orang anggota pasukan Hisbullah tidak mau hijrah. bahwa ia adalah orang yang pintar dan memiliki watak yang keras di dalam mempertahankan pendiriannya dan dengan demikian ia cukup berwibawa. + 10 hari sebelum gerakan APRA ke kota Bandung telah mengadakan perundingan dengan Kapten . Petunjuk tentang berwibawanya SM Kartosuwiryo dapat dibuktikan dari kenyataan. Mook. USAHA DI/TII MENDIRIKAN NEGARA ISLAM INDONESIA.sangat merugikan RI. Mook. Garis Demarkasi V. Dengan keluarnya Garis Demarkasi V. Garis Demarkasi V. Ia berkesempatan memperluas kekuasaannya dan meninggalkan hubungannya dengan APRA. Kartosuwiryo dan kader DI/TII-nya bernama R. Seperti telah diuraikan diatas tentang “Mengenal Sukarmadji Marijan Kartosuwiryo”. SM. bahwa pada tanggal 21 September 1953 Daud Beureuh mengeluarkan Maklumat yang isinya menyatakan Aceh merupakan Negara Bagian dari NII di bawah pimpinan Imam SM. Kartosuwiryo dengan jabatan Panglima Divisi Tentara Islam Indonesia. Oni. Mook merugikan RI. III.000 orang Anggota TNI. Mook menguntungkan DI/TII Demikianlah 2 “hal-hal yang mempengaruhi” yang penting bagi RI dan bagi DI/TII. SM. Kartosuwiryo dengan DI/TII-nya merasa diuntungkan dengan diterapkannya Garis Demarkasi-nya V. Didaerah kantong-kantong sejumlah kira-kira 4.

129 2. Dalam tuduhannya Jaksa Tinggi Sunaryo terhadap salah seorang tokoh gerakan Subversi di Jawa Barat bernama Leon Nicolaas Hubert Jungschlager. penyergapan dllnya Mayor S. yang sedang ber-Longmarch kembali menuju kantong-kantong tempat bergerilya di Jawa Barat sebelum hijrah. makanan dan barang-barang lain untuk keperluan pemberontak antara lain pada bulan Maret dan April 1951 didekat Garut telah di drop makanan dan obat-obatan sejumlah 70 peti. Untuk mengetahui gerakan APRA menyerang kota Bandung. Adapun mengenai kekuatan personil dan senjata untuk sekedar diketahui dapat dikemukakan sebagai berikut : Waktu Personil Senjata Ringan Senjata Otomatis Februari 1956 2. Tobing selama di dalam perjalanan dikawal oleh Batalyon Batalyon II/Kalhitam dan Batalyon IV. yang diperbantukan kepada Brigade XII pimpinan Kusno Utomo.183 118 Tahun 1957 13.700 220 Sedangkan korban jiwa dan harta benda serta banyaknya pengungsi pada tahun yang sama dengan statistik personil dan senjata di atas adalah sebagai berikut : Untuk melengkapi ke-2 statistik tersebut di atas mengenai kekuatan personil dan persenjataan serta perbuatan kriminal gerombolan DI/TII SM.Westerling bertempat di hotel Preanger. Dalam perjalanan Brigade XII berLongmarch kembali ke Jawa Barat. SM. perhiasan dan yang lain-lainnya untuk kepentingan logistik. Sehelai foto sabotase penggulingan kereta-api yang kejam oleh DI/TII/SMK. Mereka tidak menghiraukan korban rakyat yang meninggal ataupun yang luka-luka. peluru. menunjukan bahwa fihak gerombolan SM. Organisasi TII (Tentara Islam Indonesia) nampaknya mirip dengan organisasi TNI berbentuk Batalyon Resimen dan Divisi.Tobing dan 2 orang pengawalnya. Seorang gerombolan bernama Haris bin Suhaemi yang pernah menyerah kepada CPM di Bogor pada tanggal 12 Maret 1953 sewaktu menjadi saksi dalam perkara Schmidt. Cerita tentang pembunuhan ata Mayor S. Usaha SM. b.L. Setibanya di Jawa Barat rombongan Brigade XII menuju Priangan Timur yakni . Kartosuwiryo tidak berhenti sampai hanya disitu saja di dalam usaha mendapat bantuan orang asing. di sampaikan 2 contoh keganasannya sebagai berikut : a.928 1. Peristiwa ini merupakan kejadian dari sekian gangguan dari DI/TII/SMK seperti peracunan. Tobing ketika itu adalah perwira khusus. Pokoknya yang penting bagi mereka mendapat “gonimah” yang banyak berupa uang. Oni dibebani tugas bertanggung-jawab atas Jawa Barat.L. Kartosuwiryo mengirim beberapa peninjau ke kota Bandung. Komandan Brigade XII Mayor S. Kartosuwiryo telah menerima bantuan-bantuan dari fihak asing berupa senjata api. menyatakan bahwa Van Kleef (menjadi anggota DI/TII) pernah mengirimkan surat kepada Komisaris Tinggi Belanda di Jakarta dan kepada Kapten Westerling.L. Divisi I/Sunan Rakhmat dengan Panglimanya R. bahan pakaian. Kartosuwiryo. karena sesuatu hal rombongan terpisah dari pada Stafnya.

Tobing terus diusahakan. Lily Sumantri dan Bai serta 2 orang pengawal. Belanda” Letnan Marcel dan kawan-kawan sempat mematikan lampu cempor yang ada.L. Ketika rombongan Komandan Brigade XII tiba di kampung Cidugaleun dan beristirahat di tempat itu Adah Djaelani (Dan Resimen DI/TII/SMK) datang menghadap Dan Brigade XII. Setelah beberapa waktu lewat dan hari sudah mulai terang. mantan Komandan bawahan Mayor S. Belanda. Letnan Lukito dkk. Tetapi ternyata Priangan Timur keadaannya sudah jauh berubah dan sudah menjadi daerah basis dari pada DI/TII/SMK.00 terdengarlah teriakan-teriakan : “Belanda.L. Letnan Marcel dan kawan-kawan berusaha untuk mencari para pimpinannya. Tentu saja ajakan serupa itu ditolak oleh Dan Brigade XII dan sebaliknya justru Dan Brigade XII menyodorkan pendapat agar DI/TII/SMK menggabung dengan TNI. Belanda” dengan ramainya membelah keheningan pagi dan kemudian terjadi pergulatan di setiap rumah yang ditempati rombongan Brigade XII. tempat dimana Mayor L. Untuk singkatnya.S. Pada malam itu Mayor S. Namun ternyata sepasukan DI/TII/SMK datang juga di kampung Cigalugur dan sekitar jam 03. .Singaparna. Baru pada akhir tahun 1950. Tobing menginap di sebuah rumah bersama-sama dengan Letnan Moch. mendapat informasi yang positif tentang letak kuburan dari pada S. Rombongan Adah Djaelani meninggalkan tempat pertempuran dan beberapa waktu kemudian rombongan Brigade XII pun meninggalkan tempat itu menuju Singaparna Selatan dan menyebrang jalan raya Singaparna-Garut menuju tempat Cigalugur.L.Tobing yang disatu-lubangkan dengan pengawalnya bernama Iskandar dan Udjang.Tobing yaitu Kapten I. Tobing sangat mengenalnya daerah itu. Suripto. Kemudian menyelamatkan diri melalui pintu rumah bagian belakang. Begitu mendengar teriakan : “Belanda. karena merupakan daerah bergerilyanya sebelum TNI hijrah ke Jawa Tengah. pembicaraan dibuka oleh Adah Djaelani mengajak agar TNI bergabung dengan DI/TII/SMK. Pembicaraan dilanjutkan akan tetapi tidak membawa hasil. Tobing dan pengawalnya tidak dapat ditemukan.L. bahkan turut membantu pengamanan rombongan. ternyata ketiga kerangkanya sudah tidak lagi memiliki kepala. Diketemukan Dan Brigade dan beberapa anggota rombongan mengalami luka-luka akan tetapi Mayor S. Di tempat ini rombongan diterima dengan ramah tamah oleh pemuda-pemudanya.L. Marcel. Waktu berjalan terus dan semenjak rombongan sudah tiba didaerah “Wehrkreisenya” di Cianjur pencarian informasi atas Mator S. Belanda. Ketika malamnya digali untuk dipindahkan ke Bandung.

Pertempuran inilah yang membuka adu tenaga antara Divisi Siliwangi yang kemudian dibantu oleh pelbagai satuan TNI-AD melawan Gerombolan DI-TII/ SMK yang berlangsung selama 13 tahun lamanya hingga tertangkapnya S. Akan tetapi dugaan itu meleset sama sekali. Fihak DI-TII/ SMK agaknya telah mengatur suatu strategi tertentu dengan masuknya kembali pasukan-pasukan Siliwangi. yang tidak sedikit telah dikirim oleh Divisi Siliwangi ke daerah Jawa Barat untuk membantu badan-badan perjuangan itu dalam menghadapi tentara Belanda. mereka menganggap bahwa pasukan gerilya yang berasal dari badan-badan perjuangan dan tidak turut hijrah itu. Jalannya pertempuran di Antralina secara singkat dipaparkan sebagai berikut : Ketika Pasukan Siliwangi akan memasuki Wilayah Jawa Barat. M. Sinyalemen itu memang merupakan suatu pengalaman pahit yang harus ditelan oleh Siliwangi. Putra-putri Siliwangi harus menghadapi gerombolan DI-TII/ SMK yang ternyata dalam tindakan-tindakan serta kekejamannya jauh dari sifat-sifat perikemanusiaan. karena begitu kesatuan-kesatuan Siliwangi masuk diperbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah. Pertempuran pertama kali antara pasukan Siliwangi (Batalyon M. Ternyata disamping menghadapi serdadu-serdadu Belanda. Tidak sedikit yang terjebak dan disembelih.35 oleh Kompi C Yon 328/ Kujang II di daerah Gunung Geber di Priangan Tengah.IV. bahkan ada pasukan yang diracun. sebagai teman-teman seperjuangan dan ini terbukti dengan bahan-bahan perbekalan serta alat-alat perlengkapan perang seperti mesiu dan lain-lain. setelah mengalami pahit-getirnya perjalanan yang bersejarah itu (Long March) setibanya di perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah. Rivai) dengan fihak DI-TII/ SMK terjadi tanggal 25 Januari 1949 di Antralina. terdapat surat-surat selebaran berupa ajakan agar TNI yang tergabung dalam Divisi Siliwangi menggabungkan diri dengan Tentara . Dengan demikian diharapkan pula bahwa mereka akan menerima kesatuankesatuan Siliwangi dengan tangan dan hati terbuka pula. mereka dengan keji dihadang gerombolan DI-TII/ SMK secara tidak diduga sama sekali. setelah mereka diundang makan bersama-sama dalam suatu peralatan. Kartosuwiryo tanggal 4 Juni 1962 pukul 11. PENUMPASAN DI/TII dengan NII-nya Pertempuran di Antralina tanggal 25 Januari 1949 Ketika pasukan-pasukan Siliwangi kembali lagi ke Jawa Barat.

anda akan lumpuh/kalah pada setiap pertempuran. yang menjelaskan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam pembelaan Negara. pemindahan penduduk. Dalam rangka Operasi Brata Yudha dibawah Komando Pangdam VI/SILIWANGI Kol. peniadaan makanan dan lain-lainnya. Menyesuaikan dengan mobilitas DI/TII. INF Ibrahim Adjie.Islam Indonesia. maka sesuai dengan rencana mereka. kemudian mengadakan penyergapan-penyergapan secara serentak terhadap kesatuan-kesatuan Siliwangi.Kalau anda tidak mengetahui tentang kekuatan dan kelemahan sendiri. Karena ajakan dan bujukan itu tidak membawa hasil yang mereka harapkan. TNI sudah biasa didalam menghadapi pertempuran harus mengenal kekuatan dan kelemahannya sendiri maupun mengenal kekuatan dan kelemahan lawan. Kemudian pada bulan Februari 1961 dikeluarkan Rencana Operasi 2121 (RO. II/MPRS/1960) merupakan manifestasi dari Undang-undang Dasar 1945. 2121 jangka waktu itu hanya sampai dengan tahun 1962. Maka keluarlah Rencana Operasi 212 pada tanggal 1 Desember 1959. Tapi dalam RO. maupun tentang kekuatan dan kelemahan lawan. 212 berisi kebijaksanaan. maupun tentang kekuatan dan kelemahan lawan. anda tidak usah takut menghadapi ratusan pertempuran. Lahirnya konsep Perang Wilayah (sudah disyahkan dengan Ketetapan MPRS No. Dengan demikian selesailah petualangan SMK. sedangkan sementara itu perembesan pasukan-pasukan Siliwangi ke Jawa Barat sudah ditutup atau dihalang-halangi oleh dan penempatan pasukan DI-TII/ SMK.2121) yang merupakan percepatan dari RO. bahwa pemulihan keamanan untuk Wilayah Jawa Barat akan diselesaikan dalam jangka waktu itu hanya sampai akhir tahun 1965. diuraikan tentang Rencana Pokok (RP) dan Rencana Operasi (RO)-nya sebagai berikut : Tahun 1958 merupakan tahun kebangkitan pemikiran bagi Kodam III/Siliwangi ke arah pemulihan keamanan di Jawa Barat yang lebih effisien dan effektif. Ungkapan mengenai hal tersebut diatas selengkapnya berbunyi : . pasal 30 ayat 1.211) yang isinya : “Membatasi bergerak dari lawan”. Dan dalam keadaan yang serba kekurangan itulah mereka. penghancuran Divisi Siliwangi secara tidak langsung dilakukan dengan melalui peracunan makanan. Namun di dalam rangka penumpasan gerombolan DI/TII. Sementara itu penelitian terhadap anti gerilya berjalan terus dan diantaranya keluarlah Rencana Pokok 211 (RP. . Akan tetapi kalau anda mengetahui tentang kekuatan dan kelemahan sendiri. . yang dibantu oleh Rakyat Jawa Barat dengan sebutan Pagar Betis akhirnya Gembong DI/TII dan NII Sekarmaji Marijan Kartosowiryo dapat dilumpuhkan di Komplek gunung Geber Priangan Tengah setelah melanglang selama 13 tahun ditangkap tanggal 4 Juni 1962 oleh Kompi C Yon 328. bakal mengalami kekalahan juga.Kalau anda mengetahui tentang kekuatan dan kelemahan sendiri tetapi tidak mengetahui tentang kekuatan dan kelemahan lawan untuk tiap kemenangan yang anda raih.

Dengan direbut rakyatnya saja menimbulkan faktor psychologis yang negatif bagi gerombolan DI/TII/SMK. membantu keamana. dengan penjelasan sebagai berikut : Pada perang gerilya dan perang anti gerilya. Adapun di dalam mengikutsertakan rakyat ke dalam pagar-betis sudah diatur sedemikian rupa penempatannya. sedangkan untuk menutup celah-celah dimana kemungkinan lolosnya gerombolan ditempatkan pasukan Pagar Betis. mencari informasi dan lain-lainnya. sebab rakyat dapat dimanfaatkan/ didaya-gunakan untuk kepentingan logistik.Sesuai dengan rencana tersebut diatas. Operasi selanjutnya ditujukan untuk DO-C dapat menjadi DO-B dan akhirnya jadi DO-A dan DO-C dijadikan sebagai killing ground. b. tetapi masih ada gangguan gerilya gerombolan. Daerah Operasi C (DO-C) ialah suatu daerah yang masih dikuasai sepenuhnya oleh DI/TII. yaitu di tempat-tempat yang mudah dibantu . Mengenai Pagar Betis. c. Daerah Operasi B (DO-B) ialah satu daerah yang sudah dapat dikuasai. Apalagi rakyat yang direbut itu dapat diikutsertakan di dalam pembelaan negara. yang merupakan produk hasil kreativitas Kodam VI/ Siliwangi. faktor rakyat merupakan hal yang sangat penting. dapat menimbulkan beban psychologis yang lebih berat bagi DI/TII/SMK. Daerah Operasi A (DO-A) ialah satu daerah yang sudah dicapai normalisasi keadaan. Kodam VI/Siliwangi mampu merebut simpatik rakyat dari tangan DI/ TII/ SMK yang melakukan perang gerilya. daerah-daerah dibagi menjadi : a.

Tiga orang yang mendapat perintah dari Aceng Kurnia untuk mengumpulkan senjata secara cepat. Setelah dia sendiri melihat gubuggubug dari gerombolan DI/TII ia memerintahkan kepada kesatuannya agar maju dengan merunduk. Adapun anggota DI/TII yang dikumpulkan berjumlah 23 orang. Geber. Kartosuwiryo yang telah memimpin pemberontakan DI/TII selama kurang lebih 13 tahun. sejalan dengan Rencana Operasi 2121 (merencanakan berakhirnya operasi pada akhir . 2 pucuk Mauser. 2 pucuk jungle. yang ternyata ia adalah SM. Peristiwa itu segera dilaporkan kepada Komandan Kompi C Letda Suhanda. Aceng Kurnia seterusnya diperintahkan oleh Letda Suhanda untuk membuat seruan. tiba-tiba kelihatan pengintai lawan melarikan diri dan diikuti oleh beberapa temannya. Kartosuwiryo pimpinan pemberontakan yang cukup lama mengganggu keamanan di Jawa Barat dan memakan korban puluhan ribu manusia. di dalamnya terdapat orang yang sakit payah. permintaan itu dikabulkan. Ternyata orang yang baru muncul itu adalah Mayor TII Aceng Kurnia alias A. Selanjutnya Dan Kompi C Letda Suhanda menuju gubug Aceng Kurnia. dan 1 pucuk Steyer. 4 pucuk L.oleh pasukan pengaman yang sudah ditentukan. disertai dengan teriakan-teriakan. Dalam waktu singkat pasukan Kujang kita sudah ada di dalam kedudukan musuh. Kartosuwiryo.E. Mengenai effisiensi dan effektivitasnya menerapkan pagar-betis terletak pada tingkat sasaran. 2 pucuk pistol. Namun pada saat itu seorang anggota DI/TII yang memegang senjata Owengun mencoba untuk melawan. berupa besar/kecilnya kekuatan musuh dan/atau tinggi rendahnya kepangkatan musuh. Kartosuwiryo. Seketika itupula ia ditembak mati oleh salah seorang anggota Pleton II. Aceng Kurnia kemudian diperintahkan oleh Komandan Kompi Letda Suhanda agar seluruh anggota yang dipimpinnya meletakkan senjata dan berkumpul di tempat yang ditentukan. dimulai dengan satu pengejaran atas gerombolan yang mengarah ke G. tanpa memberi kesempatan kepada musuh untuk melakukan perlawanan. Mujahid Komandan Pasukan Pengawal SM. Demikianlah dengan tertangkapnya SM. Jawa Barat berangsur-angsur menjadi aman. 2 pucuk sten. agar seluruh anggota DI/TII menyerah. Dengan suara lantang Komandan Kompi Letda Suhanda berseru agar musuh keluar dari persembunyiannya dan agar menyerahkan diri dengan angkat tangan. melaksanakan tugasnya dan terkumpullah sebanyak 16 pucuk senjata berbagai jenis. keluar dari persembunyiannya mendekati Komandan Kompi C. Tidak lama kemudian muncullah seorang anggota DI/TII sambil mengangkat tangan. terdiri dari 2 pucuk bren. Aceng Kurnia kemudian meminta kepada Komandan Kompi agar menghentikan teriakan-teriakan pasukannya. Tertangkapnya SM. Tiba-tiba pengintai Peleton II melihat dari jarak + 50 M gubug-gubug gerombolan. Dari jarak + 50 meter dari kedudukan lawan. Dengan cepat Komandan Kompi Letda Suhanda memerintahkan anggotanya melepaskan tembakan serbuan ke arah gerombolan.

But if you know the enemy and know yourself.P. voskuil E. . Penumpasan Pemberontakan DI/TII/SMK di Jawa Barat : Dinas Sejarah TNI Angkatan Darat 4. Kartosuwiryo pimpinan NII/DII/TII sudah dapat ditangkap pada tanggal 4 Juni 1962.If you know yourself but not the enemy for every victory you gained you will also suffer a defeat. sesuai dengan Rencana Operasi 2121 (RO.tahun 1965. Sungguh benar ungkapan yang telah dikemukakan pada permulaan bahasan diatas yang dikemukakan di dalam bahasa Indonesia. PENUTUP Syukur Alhamdulillah.If you know neither the enemy nor yourself you will succumb in every battle. Dalam pada itu SM. GERAKAN APRA DAN KEMERDEKAAN INDONESIA . Bandung Beeld van een Stad. yaitu sampai akhir tahun 1965. PERPUSTAKAAN 1. G.A. 3. Indonesia Abad ke-XX : Drs. bahwa menurut rencana. Siliwangi dari Masa ke Masa : Sejarah Militer Kodam VI/Siliwangi 2.A. M. you need not fear the result of a hundred battles. . Kartosuwiryo terjadi pada 4 Juni 1962).A. tetapi pemulihan keamanan/tertangkapnya SM.G. sekali lagi mengemukakan ungkapan di dalam bahasa Inggris sebagai berikut : . Menutup tulisan ini. : R. Moedjanto. 2121) pemulihan keamanan di Jawa Barat akan diselesaikan dalam waktu 5 tahun.

Mengenal Kapten Westerling. Uraian selanjutnya mengenai tulisan ini akan lebih ditekankan kepada peranan Kapten Westerling. Serangan APRA ke Kota Bandung dan Jakarta. Mengenal Kapten Westerling .PENGANTAR Untuk mencapai Indonesia merdeka atau melepaskan diri dari cengkeraman penjajah Belanda. bahwa janji Belanda tersebut di atas merupakan janji bohong belaka. Raja Belanda Wilhelmina yang sedang mengungsi di Inggris menyampaikan pidato politik kenegaraan.000 orang pejuang kemerdekaan Sulawesi Selatan. II. Adanya hasrat Belanda untuk melanjutkan penjajahan adalah sangat ironis. Selain itu perlu diketahui. Korban 40. 7 bulan untuk kembali ke RI. Hal ini dibuktikan dari kenyataan terjadinya perang kemerdekaan Indonesia yang cukup lama. sebab Belanda selain telah menjajah Indonesia selama 350 tahun dan pernah negaranya diduduki oleh Jerman pada perang dunia ke-II selama kurang lebih 5 tahun. bahwa pada tanggal 6 Desember 1942 kurang lebih 9 bulan setelah Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang pada perang dunia ke-II. adalah tidak mudah dan diperlukan perjuangan yang ulet. peristiwa tersebut dikenal dengan nama “De tachtigjarige oorlog”. yaitu selama 80 tahun untuk melepaskan diri dari pada penguasaan negara Spanyol.± IV. sesuai dengan pengalaman proses jalannya sejarah. kaitannya dengan kemerdekaan Indonesia. RIS produk KMB hanya berusia I. Di dalam sejarah nasional Belanda. III. Secara garis besar pembahasan selanjutnya akan meliputi butir-butir : I. yaitu dari 17 Agustus 1945 sampai dengan tanggal 27 Desember 1949 dibulatkan menjadi 5 tahun. Ternyata kemudian. yang diantaranya berisi janji akan meninjau kembali hubungan Belanda dan koloni-koloninya. pernah pula mengalami perang kemerdekaan yang sangat panjang.

Sedemikian rupa sehingga di dalam menghadapi permasalahan yang penting. Westerling menyatakan tidak bersedia untuk turut di dalam melaksanakan operasinya sedangkan mengenai rencana operasi. Dengan demikian pada hari-hari libur. dimana Westerling diberi tugas untuk menyiapkan rencana operasi dan turut melaksanakan serangan vertical ke lapangan terbang Maguwo. perkelahian tanpa senjata. 8 tahun Westerling telah mendapat kesempatan dari± Sudah semenjak usia ayahnya memiliki “mainan” berupa senjata berburu. H. H. dalam rangka jarak jauhnya menyusun tentara bagi negara RIS. Westerling mendapat kehormatan menjadi pengawal pribadi dari pada Admiral Lord Mountbatten dan atas permintaan Churchill pada tahun 1940. Contoh pertama. Dari Maguwo serangan dilanjutkan ke Yogya dengan tujuan menangkap Soekarno. Jendral S. . I (Vergeltung I = Perusak I) dan Westerling mengalami luka-luka. Westerling tertarik oleh kehidupan militer. yang dibicarakan di atas adalah Kapten S. Contoh kedua. Setelah sembuh Kapten Westerling dengan penuh semangat meneruskan tugasnya. yang kemudian dikenal dengan nama Raymond Westerling. H. sabotase dan bahan peledak dllnya. Spoor Panglima Tentara Hindia Belanda. yaitu buntunya perundingan dengan Soekarno dan diperkirakan perlunya dilancarkan Aksi Polisionil ke-II. Di dalam melanjutkan tugasnya Westerling menjadi kepercayaan yang baik dari Jendral S. Pertama-tama ia masuk pendidikan dasar militer di Kanada dan kemudian mengikuti berbagai pendidikan di Inggris seperti latihan Komando : penerjunan. yang sudah menjadi tugas dari Westerling dijanjikan akan diserahkan pada waktunya. Karena pernah mengikuti pendidikan militer yang baik. Dengan alasan yang dapat diterima oleh Jendral Spoor. Meningkat kehidupan menjadi pemuda. Spoor Panglima Tentara Hindia Belanda. Materi pembicaraan adalah tentang situasi yang dihadapi. Pada pertengahan Maret 1945 kelompok Westerling kena sasaran senjata terbaru Jerman ketika itu bernama V. Westerling bertugas sebagai pimpinan kelompok perang rahasia. bersamaan dengan terbitnya matahari Westerling menggendong ransel berisi bekal makanan dan menyandang senjatanya masuk hutan untuk berburu. Jendral Spoor minta kehadiran Westerling. terjadi pada sekitar bulan Maret 1949 setelah Bung Karno cs dikembalikan dari tempat penahanannya sebagai pelaksana salah satu butir dari Resolusi Dewan Keamanan tanggal 28 Januari 1949. tidak jarang Jendral Spoor minta kehadiran Kapten Westerling. silent killing. Spoor yang pada tanggal 7 Maret 1942 sempat meloloskan diri dari serbuan tentara Jepang dengan kapal terbang Glenn Martin terakhir dari lapangan terbang Andir ke Australia. konon pada akhir Oktober 1948. Pembicaraan yang dilakukan adalah membahas ide dari Westerling untuk mendirikan pasukan pengamanan desa. pertempuran di hutan.Pada tanggal 31 Agustus 1919 lahirlah di Turki bayi laki-laki dari seorang bapak pengusaha antik bangsa Belanda dan dari seorang ibu beretnis Griek. gerakan malam.

bahwa Belanda memiliki potensi untuk mengamankan dan menertibkan Jawa. banyak yang diselundupkan ke Sulawesi Selatan. dapat dimengerti tentang banyaknya korban yang dialami para pejuang kemerdekaan dari Sulawesi Selatan itu. khususnya di Sulawesi Selatan perlu diupayakan dapatnya ditegaskan “Rust en Orde”. Demikianlah pada pertengahan Desember 1946. Westeling selalu melengkapi diri dengan daftar nama-nama “terroris”. Di Makasar Westerling melaporkan kepada komandan pasukan Belanda di bagian timur.000 orang korban keganasan Westerling adalah bukan datang dari pihak Indonesia akan tetapi hasil dari proses pertemuan komisi PBB (United Nation Commission Indonesia) di Lake Succes dalam suasana bangsa-bangsa baru saja mengakhiri perang dunia ke-II dan membenci segala bentuk kekerasan. Di lain pihak atas ide van Mook. membangkitkan semangat bangsa Indonesia di seluruh Tanah Air untuk mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan. Adapun mengenai angka 40. terutama mengenai perlu dilakukannya hukuman luar biasa terhadap terroris di daerah pertempuran. Korban 40. di Sulawesi Selatan yang ada di Jawa. Di dalam operasi pembersihan yang biasanya dilakukan pada malam hari. Westerling dengan pasukan khususnya berangkat ke Makasar.000 orang Pejuang Kemerdekaan Sulawesi Selatan Diproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Belanda berfikir bahwa di luar Jawa keadaan “terroris” tidak sekuat di Jawa. Apabila di dalam pelaksanaan operasinya. umpamanya ditangkap 30 orang pejuang dan 22 orang diantaranya tercantum namanya di dalam daftar “terroris”. . maka yang 22 orang itu langsung ditembak mati dan sisanya yang 8 orang diperiksa oleh sekelompok “Dewan Rakyat” bikinan Westerling. hal ini dapat dijadikan alasan.II. yang mempunyai kekuasaan turut menentukan apakah yang 8 orang itu tergolong terroris atau tidak. Dengan dilaksanakannya operasi pembersihan sebagaimana dikemukakan di atas. Apabila berhasil. Pilihan untuk memulihkan keamanan di Sulawesi Selatan jatuh pada diri Westeling. Sebagaimana dilakukan di Jawa. diantaranya Mayor Andi Matalata dan Mayor Saleh Lahade. Oleh karenanya di Sulawesi.

Oleh karena itu tentara yang sudah diinfiltrasikan dan keamanan desa yang dibentuk diberi embel-embel nama Ratu Adil. Negara Sumatera Timur (Februari 1948). setelah pimpinan Divisi Siliwangi menerima berbagai laporan yang mencurigakan. berupa adanya semacam pergeseran tentara Belanda dan berkerumunnya rakyat yang menamakan dirinya rakyat Ratu Adil menyampaikan permintaan kepada pimpinan tentara Belanda. bahwa pada tanggal 22 Januari 1950. di Den Haag dilakukan penyerahan kedaulatan dari Belanda ke RIS oleh PM. Hatta. Serangan APRA ke Kota Bandung dan Jakarta Belanda berusaha keras untuk menguasai kembali Indonesia setidak-tidaknya dengan target dapat mendirikan negara RIS. maka Belanda melalui van Mook mendirikan 6 negara bagian dan 9 daerah berstatus otonomi. sehingga dia sendiri merasa sebagai penjelmaan dari Ratu Adil. Negara Madura (Januari 1948). Drees kepada PM. 4. Negara Indonesia Timur (Desember1946). yang akan dapat dikendalikan oleh Belanda. Negara Sumatera Selatan (Desember 1948). 6. bahwa terdapat tentara Belanda yang disersi sebelum perintah konsinyiring diterima oleh kesatuannya. Negara Pasundan (Februari 1948). Sama-sama diketahui. Namun diketahui kemudian. 3. Ke-6 negara bagian tersebut adalah : 1.III. Untuk mencapai tujuan tersebut. Westerling sangat tertarik oleh ramalan Joyoboyo sedemikian rupa. agar tentara Belanda dikonsinyir. Perlu dikemukakan. Di Jakarta penyerahan kedaulatan . bahwa tanggal 27 Desember 1949 hasil dari Konferensi Meja Bundar. Negara Jawa Timur (November 1948). Di bidang militer. 5. Westerling telah berhasil menginfiltrasi KNIL dan KL dan untuk membantu kekuatan militer itu telah dibentuk keamanan desa yang terdiri dari rakyat. 2.

2. yaitu Markas Divisi VI/Siliwangi di Jl.disampaikan oleh perwakilan Belanda A. agar tentara Belanda dikonsinyir. Adapun keberadaannya anggota TNI di Kota Bandung. Rute yang ditempuh oleh APRA adalah kurang lebih sebagai berikut : Jl. Dengan latar belakang sebagaimana dikemukakan di atas. Menyimak pejabat yang bertanggung jawab atas keamanan daerah.Lovink kepada Sultan Hamengkubowono ke-IX dan di Bandung dari Jendral Engles kepada Kolonel Sadikin dan mengambil tempat di halaman gedung yang kemudian dijadikan Markas Divisi IV/Siliwangi di Jalan Lembong (sekarang). bahwa dengan telah diserahkannya kedaulatan dari pihak Belanda ke pihak RIS cq. anggota TNI pada umumnya tidak bersenjata api dan hanya mempersenjatai diri dengan bayonet atau klewang. Jl. Sesuai dengan perintah pimpinan.30 sudah sampai di batas Barat kota Bandung dan bunyi tembakantembakan sudah mulai kedengaran dan semakin lama suara tembakannya semakin keras kedengarannya. Lembong. kalau kita mengikuti sikap dan pendirian Westerling yang menganggap TNI dan rakyat pejuang kemerdekaan itu sebagai terroris yang harus dibunuh sikap dan pendirian mana sudah ditanamkan kepada anak buahnya. Pasukan APRA sekitar pukul 08. Pada tanggal 22 Januari 1950 diperintahkan kepada Kepala Staf untuk menghubungi Jendral Mayor Engles. berkaitan dengan telah diserahkannya kedaulatan dari pihak Belanda ke pihak RIS dari kenyataan yang ada dapat dikemukakan sebagai berikut : Panglima Divisi Siliwangi nampaknya menyadari. Tujuan utama dari serangan itu adalah mendapatkan sebanyak mungkin senjata untuk melengkapi APRA yang akan menyerbu Jakarta.J. Asia-Afrika melalui Hotel Homann dan Hotel Prianger. Kurang lebih pukul 10. adalah di dalam rangka tugas menyusun markas TNI sebagai akibat dari penyerahan kedaulatan kepada RIS. hal ini dapat dilihat dari 3 langkah kebijaksanaan pokok yang diambil oleh Kolonel Sadikin sbb : 1. pada hari Senin tanggal 23 Januari 1950 APRA dengan kekuatan + 800 orang terdiri dari anggota KNIL dan KL menyerang kota Bandung. Divisi Siliwangi. . Besarnya jumlah korban TNI sebanyak 79 orang dan 6 orang rakyat dapat dimengerti.00 Markas Divisi/Siliwangi dikuasai oleh APRA. Memerintahkan melakukan penghadangan atas pasukan APRA.H. Jendral Sudirman. Selanjutnya dari sini gerakan langsung menuju saasran utamanya. karena masuknya laporan yang mencurigakan berupa issue adanya gerakan dari pada APRA.

3. Yang menjadi fikiran dan memusingkan bagi Westerling adalah karena senjata dan amunisi yang dibutuhkan masih harus direbut dari musuh dan komitmen dari “kroninya” Westerling terutama dari KNIL dan KL yang sudah berjanji akan . Melalui pembicaraan yang cukup panas. penghadangan yang dilakukan pada tanggal 24 Januari 1950 atas kesatuan APRA. tiba di Bandung dengan angkutan udara pada tanggal 24 januari 1950 terdiri dari Batalyon Sikatan dari Jawa Timur pimpinan Kapten (?) Sobirin dan pasukan polisi. yang dipimpin oleh Komisaris Polisi Soecipto Yoedodihardjo. perwakilan negara Pasundan dan Van der Meulen perwira polisi Belanda yang memimpin serangan APRA ke kota Bandung. Pertumpahan darah harus dihentikan. Eri Sudewo. Kolonel Sadikin. yang sudah ada di Markas Divisi Belanda menolak untuk hadir pada pertemuan yang dihadiri unsur APRA. adalah tentang pertemuan tanggal 23 Januarai 1950 sekitar pukul 12. Belanda dihadiri oleh Jendral Mayor Engles. pembersihan atas gerombolan APRA ditingkatkan dan dengan demikian di dalam waktu yang relatif singkat keamanan di kota Bandung sudah dapat diatasi. Kalau serangan APRA ke kota Bandung hampir tidak ada perlawanan sama sekali. Pimpinan tentara Belanda tidak akan membantu gerakan APRA 3. yang sudah gagal. menduduki kota Bandung dan gagal menyerang Jakarta adalah cukup berhasil. karena ingin mengkosentrasikan tenaga dan fikiran untuk menyerang kota Jakarta. akhirnya diputuskan : 1. Pasukan APRA harus segera meninggalkan kota Bandung. Yang juga menarik untuk diketahui. 2. Kapten Westerling tidak memimpin sendiri penyerangan ke kota Bandung.00 di Markas Divisi C. yang dengan rombongannya sedang ada di Subang memerintahkan kepada Gubernur Sewaka untuk pergi ke Jakarta dan melaporkan tentang gerakan APRA serta meminta bantuan pasukan untuk menghalau gerombolan APRA keluar dari kota Bandung. Bantuan yang diminta oleh Panglima Divisi Siliwangi. Dengan tibanya bantuan pasukan tersebut. karena menurut rencananya APRA harus tetap menduduki kota Bandung. sambil menunggu berita hasil operasi di Jakarta. Kejadian ini merupakan pukulan yang berat bagi APRA. Kepala Staf Divisi Siliwangi Letnan Kolonel Dr.

Senjata yang didapat dari markas Pasukan Khusus di Batujajar praktis tidak bertambah. Menculik semua Menteri RIS. Sultan Hamid II alias Syarif Hamid Algadri besar perannya di dalam merencanakan penyerangan atas gedung dimana kabinet RIS akan bersidang. bahwa kedaulatan RIS telah diserahkan pada tanggal 27 Desember 1949 di Deen Haag. sebuah truk yang mengangkut belasan senjata itu berhasil meloloskan diri dan melapor kepada Westerling. Dalam uraian di atas telah dikatakan. mati sewaktu rumahnya dikepung TNI. Belanda Drees. Yang menjadi Ketua KMB adalah P. tetapi tidak mengetahui tentang rencana rahasia Westerling. Jakarta dan Bandung. yang mengetahui tentang adanya konsinyiring. RI oleh Bung Hatta dan BFO (Bijeenkomst Commision Indonesia) sebagai mediator. Kenyataannya sewaktu 2 buah truk sudah ada dekat gudang senjata dan mulai mengangkut beberapa senjata ke atas truk. diantaranya mengenai alamat dari seorang perwira menengah APRA kepercayaan Westerling. Ali Budiardjo. Membunuh Sultan Hamengkubuwono IX (Menteri Pertahanan). Westerling sudah ada di tempat yang di tentukan. banyak yang bocor. dikurangi dengan massa penahanan. Atas perbuatannya itu Sultan Hamid II pada bulan April 1953 dihukum dengan 10 tahun penjara. yang sudah lama menunggunya. Sewaktu ditemui di rumahnya Komisaris Polisi tersebut. Delegasi Belanda dipimpin oleh van Marseveen. . Syukur Alhamdulillah.memberi senjata dan amunisinya. Melalui pertengkaran mulut yang serba cepat dan singkat. tetapi agar diserahkan kunci gudang senjatanya. menunggu 2 buah truk yang akan membawa senjata dari gudang Pasukan Khusus Batujajar. IV. Demikian pula mengenai rencana penyerangan atas gedung tempat kabinet RIS akan bersidang dengan tujuan : 1. Peristiwa yang paling menyedihkan bagi Westerling adalah sewaktu ia tiba di markas Polisi di Jakarta dan tidak hadirnya Komisaris Polisi yang sudah berjanji akan hadir di tempat tersebut.B. Westerling nampaknya sudah “sudah jatuh tertimpa tangga”. Diketahui kemudian.M. Hal ini merupakan pukulan yang sangat berat dirasakan oleh Kapten Westerling.00. ia berprilaku seolah-olah ia termasuk menteri-menteri RIS yang akan diculik. Simatupang (Pejabat KSAP) . bahwa Dewi Fortuna tidak menyertai Westerling. bahkan untuk mengelabui pemeriksa. Sekonyong-konyong kepergok oleh seorang perwira. RIS produk KMB hanya berusia kurang lebih 7 bulan untuk kembali ke RI Konferensi Meja Bundar berlangsung dari 29 Agustus sampai dengan 2 November 1949. Pada tanggal 22 Januari 1950 sekitar jam 22. ada dalam keadaan raut mukanya yang sangat pusing dan menjawab alasan atas tidak hadir di Markasnya Westerling dengan suara yang sangat berang mengatakan : “Yang penting sekarang bukan Komisaris Polisinya. SH (Sekjen Kementrian Pertahanan) dan Kolonel T. Berbagai rencana Westerling.” Kapten Westerling nampaknya sangat lunglai mendengar bahwa kunci gudang senjata sudah diambil oleh TNI. gerakan Westerling dengan APRA-nya berakhir dengan kegagalan dan Kapten Westerling pada tanggal 22 Febuari 1950 diterbangkan oleh pihak Belanda dengan pesawat Catalina dari MDL ke Singapura. 2.

Syukur Alhamdulillah.com . Allah Subhanahu Wata’ala melindungi Negara Kesatuan Republik Indonesia dari keserakahan kolonialis Belanda. PERPUSTAKAAN 1. yang artinya “Sejarah adalah Guru yang besar”. yang bernafsu untuk melanjutkan penjajahannya yang sudah berjalan 350 tahun. RIS yang terdiri RI dan BFO (15 Negara/Daerah) ciptaan Belanda diciutkan menjadi 2 kelompok. sedemikian kerasnya sehingga muncul tuntutan agar negara-negara bagian/BFO bersatu dengan RI atau RIS dilikuidasi. Bandung Beeld van een Stad : R. Dalam pada itu.P. Demikian uraian mengenai KMB yang melahirkan RI dan RIS dan melalui perubahan di bidang konstitusi. Belanda dengan segala kemampuannya di bidang militer dan diplomasi berhadapan dengan kekuatan militer dan diplomasi Indonesia.A. Baru saja pada tanggal 27 Agustus 1949 Belanda menyerahkan kedaulatan kepada Indonesia di Deen Haag. Indonesia Abad ke-XX : Drs. 3. Di dalam perjuangan selanjutnya sebagian besar masyarakat Indonesia tidak puas dengan RIS produk KMB. yaitu RIS dan RI. PENUTUP Pada hakekatnya tulisan di atas merupakan sebagian dari kisah konflik antara Belanda dan Indonesia. sebaik-baiknya bersyukur seyogyanya bangsa Indonesia segera bangun menggalang kesatuan dan persatuan untuk mengisi kemerdekaan menuju sasaran rakyat yang adil dan makmur yang sudah lama didambakannya. Jakarta dan di Bandung tahu-tahu pada tanggal 23 Januari 1950 APRA dengan secara nekad menyerang kota Bandung dan kota Jakarta. M.A. Mengakhiri uraian ini menyampaikan ungkapan yang berbunyi : “Historia vitae Magista”. diantaranya melalui Undang-Undang No. yang dianggap masih berbau kolonial.blogspot.7 Tahun 1950 yang pasal 1-nya menyebutkan. Moedjanto. berhasil produk KMB.Melalui kerja keras dari pejuang-pejuang RI di bidang diplomasi.A. Sumber : pertempurandijawabarat.G. Siliwangi dari Masa ke Masa : Sejarah Militer Kodam VI/Siliwangi 2. G. Voskuil E. bahwa konstitusi sementara RIS dirubah menjadi UUD sementara RI (berlaku mulai 17 Agustus 1950).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful