PERJUANGAN RAKYAT JAWA BARAT MELAWAN PENJAJAH SETELAH PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI

PERTEMPURAN KONVOY BOJONG KOKOSAN SUKABUMI 1945-1946

Masa revolusi fisik yang berlangsung dalam kurun waktu tahun 1945 hingga tahun 1949 merupakan sebuah masa dalam perjalanan sejarah Indonesia yang sarat dengan warna–warni perjuangan untuk mempertahankan dan menegakkan kemerdekaan. Kemerdekaan yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 ternyata tidaklah serta merta segera mengubah situasi dari bangsa yang terjajah menjadi bangsa merdeka. Menjelang berakhir perang Dunia ke-II mulai Juli 1945 wilayah Indonesia masuk kedalam Komando South East Asia Command (SEAC) dibawah pimpinan Panglima sekutu LORD L. MOUNTBATTEN yang berkedudukan di Colombo Srilangka. Setelah Jepang menyerah kepada sekutu Inggris diberi tugas RAPWI (Recovery of Allied Prisoners of War and Interneers) yaitu pengurusan dan pemulangan tawanan perang dan interniran Sekutu di Indonesia. Dalam pelaksanaan tugasnya di Indonesia Sekutu mengalami hambatan dari pejuang-pejuang Indonesia yang militan yang baru saja memproklamirkan kemerdekaannya tanggal 17 Agustus 1945. Diantara hambatan yang dialami Sekutu (Inggris) antara lain peristiwa Pertempuran Konvoy Bojong Kokosan. Uraian berikut peristiwa Bojong Kokosan dibagi dalam tiga pokok bahasan Yaitu : Pertempuran ke I, Masa gencatan senjata (Cease Fire) dan Pertempuran ke II.

PENGANTAR

Pertempuran Ke-I / Penghadangan pertama. (9 Desember 1945 s/d 12 Desember 1945) Menjelang bulan Desember 1945, suhu situasi kondisi di Jawa Barat juga semakin memanas. Perjuangan Rakyat Jawa Barat yang semula, lebih banyak dipengaruhi oleh sikap perjuangan diplomasi dari Pemerintah Pusat. Maka pada saat itu mulai kehilangan kepercayaannya terhadap netralitas pimpinan Tentara Sekutu, yang nampaknya semakin condong untuk membantu pihak Belanda, dalam rangka menegakan kembali kekuasaannya di bumi Indonesia. Sejak Tentara Sekutu menduduki kota Bandung, maka pergerakan lalulintas, baik personil maupun perlengkapan logistik antara Jakarta-Bandung, mereka upayakan dengan segala cara. Mula-mula untuk memenuhi kebutuhan akan perbekalan dan perlengkapan 60.000 anggota APWI di Bandung. Mereka mencoba mengirimkan barang-barang tersebut dengan mempergunakan kereta api dari Jakarta ke Bandung sebanyak 20 gerbong, yang dikawal oleh serdadu-serdadu Ghurka, melalui jalur utara. Akan tetapi karena tidak ada koordinasi dengan Pasukan-pasukan TKR yang bertugas di daerah Dawuan, ialah Batayon Priatna dari Resimen - 5 TKR. Pengawal-pengawal perjalanan kereta api yang hanya dilakukan oleh 10 orang serdadu Ghurka dalam tempo sekejap sudah bisa dilumpuhkan, 4 orang tertembak mati, sedangkan 6 orang menyerahkan diri sebagai tawanan. Isi ke 20 gerbong tersebut disita, yang terdiri dari makanan kalengan, seperti nasi goreng, kornet, sardencis, susu, keju, coklat dan sebagainya. Juga terdapat sejumlah besar pakaian dan selimut. Dengan demikian pada saat itu Resimen-5 TKR memperoleh rezeki nomplok, bahkan rakyat penduduk setempatpun ikut menikmatinya. Namun ternyata insiden ini menjadi berkepanjangan pula. Tentara Sekutu mengajukan “protes keras” kepada Menteri Amir Sjarifoeddin. Minta agar perbekalan dan perlengkapan yang disita tersebut dikembalikan. Selanjutnya juga Menteri Amir Sjrifoeddin memberikan tegoran kepada Komandan Resimen - 5 TKR, ialah Mayor Moefreni untuk mengembalikan barang rampasan tersebut. Namun Mayor Moefreni menolak. Hanya para tawanan serdadu Ghurka yang bisa dikembalikan, itupun harus ditukar dengan para pejuang yang menjadi tawanan Tentara Sekutu di Jakarta. Akhirnya Mayor Kawilarang diperintahkan Panglima Komandemen 1 TKR, Mayjen Didi Kartasasmita di Purwakarta, untuk melakukan tukar-menukar, 6 orang tawanan serdadu Ghurka, dengan pembebasan 8 orang para pejuang Republik Indonesia yang ditawan oleh Tentara Sekutu di Rumah Penjara Cipinang. Diantaranya ialah Mr. Soepangat dan Chairil Anwar. Setelah insiden tersebut maka diperoleh kesepakatan antara Pemerintah RI dengan pihak Tentara Sekutu. Bahwasanya setiap pengiriman perlengkapan dan perbekalan bagi Tentara Sekutu di Bandung harus dikawal oleh TKR-RI. Dengan demikian maka sejak tanggal 11 Desember 1945, pengawalan kereta api yang membawa perbekalan dan perlengkapan Tentara Sekutu dari Jakarta ke Bandung dilaksanakan oleh para Taruna dari Akademi Militer Tanggerang. Selama kurang lebih satu bulan pada waktu itu, telah dilakukan tiga kali pengiriman perbekalan dan perlengkapan Tentara Sekutu dari Jakarta ke Bandung. Perjalanan

pertama dikawal oleh 20 orang Taruna Akademi Militer Tanggerang dipimpin oleh Mayor Daan Mogot. Perjalanan kedua dipimpin oleh Mayor Kemal Idris, Sedangkan perjalanan yang ketiga dipimpin oleh Kapten Islam Salim. Semua pengiriman perbekalan ini berjalan mulus tanpa hambatan apapun. Akan tetapi kebutuhan Tentara Sekutu untuk melakukan operasinya di kota Bandung rupanya tidak hanya sebatas perbekalan dan perlengkapan saja. Namun memerlukan juga dukungan peralatan dan persenjataan berat lainnya, dari Pasukan-pasukan Kavaleri, Artileri, Zeni dan sebagainya, yang mungkin dapat diangkut dengan kereta api. Maka untuk memenuhi kebutuhan tersebut pihak Tentara Sekutu juga menyelenggarakan konvoy kendaraan-kendaraan di jalan raya secara periodik, yang dikawal ketat oleh mobil-mobil lapis baja dan tank-tank tempur. Dengan demikian sejak saat itu, maka setiap 1 atau 2 minggu sekali, akan terlihat iring-iringan kendaraan-kendaraan Tentara Sekutu di jalan raya antara Bandung-Jakarta pp. Rupanya atas pertimbangan keamanan Tentara Sekutu lebih cenderung memilih jalur Jakarta-Bogor-Sukabumi-Cianjur-Bandung pp, untuk perjalanan konvoynya. Sedangkan lewat jalur Puncak, risikonya akan cukup besar, karena tanjakannya yang terlalu terjal untuk dilewati tank-tank dan mobil lapis baja yang sangat berat. Pada awal bulan Maret 1946, Kolonel A.H. Nasution Panglima Divisi III pernah dipanggil Panglima Komandemen Jawa Barat Mayjen Didi Kartasasmita. Pada pertemuan tersebut diceritakan pula oleh Mayjen Didi Kartasasmita, bahwa suatu ketika mobil yang ditumpanginya pernah terjepit oleh konvoy Tentara Sekutu, ditengah perjalanan. Beliau betul-betul merasa tidak berdaya tatkala itu, namun masih untung juga, bahwa mereka tidak mengetahui, bahwa yang berada di dalam mobil tersebut adalah Panglima TKR Komandemen Jawa Barat. Nampaknya Mayjen Didi Kartasasmita memahami betul, bahwa pada saat itu situasi kondisi di seluruh Jawa Barat meningkat semakin genting. Pertempuranpertempuran telah berkecamuk diseluruh penjuru tanah air. Bahkan didalam kota Bandung, yang pernah menyandang gelar “kota diplomasi”, karena telah berhasil memisahkan antara dua kubu yang berseteru, ialah kubu Sekutu dengan antek-anteknya, disebelah utara rel kereta api dan kubu para pejuang disebelah selatan. Namun sungguhpun demikian, setiap hari pertempuran terus berkecamuk disetiap penjuru kota. Sampai-sampai muncul kata pemeo : “di Bandung tiada hari tanpa pertempuran”. Pada saat itu juga Panglima Komandemen TKR Jawa Barat mengeluarkan perintah, untuk menyerang konvoy-konvoy di jalan-jalan raya dalam wilayah Divisi III. Hubungan lalu-lintas personil dan logistik mereka, harus diputuskan selama mungkin. Namun demikian serangan harus dilakukan di tempat-tempat yang jauh dari perkampungan rakyat. Yaitu di daerah-daerah pegunungan dan hutan-hutan. Sebelum keluar perintah “Serang konvoy” dari Panglima Komandemen TKR pada waktu itu. Sebetulnya Komandan Resimen-3 TKR di Sukabumi, ialah Letkol Eddy Sukardi juga sudah merasa jengkel dengan simpang-siurnya konvoy-konvoy kendaraan Tentara Sekutu yang melalui daerah komandonya, dari sejak Ciawi-Sukabumi-Cianjur. Oleh karena itu kekuatan Resimen-3 TKR, sebanyak 4 Batalyon sudah digelar disepanjang jalur ini, sebagai berikut :

2) Kompi Kapten Dasuni Zahid. ialah . Batalyon ini menempati lokasi sepanjang 18 KM. dibawah komando Mayor Yahya Bahram Rangkuti. Karim dan Dadang Sukatma. 1) Kompi Kapten Madsachri. dibawah komando Kapten Anwar. dipimpin Suradiradja dan Lunadi. Barisan Pemuda Sosialis Indonesia (PESINDO). dengan kekuatan 4 Kompi. dibawah pimpinan Sambik. Disamping Pasukan TKR ini. pasukan Kelasykarannya dipimpin oleh Dadi Abdullah. membentang dari Cigombong sampai Cibadak. pasukan Kelasykarannya dipimpin oleh Mujana. 2) Kompi Kapten Sabir. dibawah komando Mayor Harry Sukardi. Batalyon ini menempati jalur yang paling panjang sekitar 30 KM. . pasukan Kelasykarannya dipimpin oleh Tubagus Ahmad Kurtubi. Waluyo. Barisan Pemuda Proletar. 3) Kompi Kapten Madsari dan 4) Kompi Kapten Kabul Sirodz. Batalyon IV. dengan kekuatan 4 Kompi. terdapat pula Pasukan atau Barisan Pejuang Rakyat. 2) Kompi Kapten Husein Alexsyah. yang terdiri dari : Barisan Hizbullah dibawah pimpinan Suryana. pasukan Kelasykarannya dipimpin oleh M. ialah . Batalyon ini Menempati lokasi sepanjang 15 KM. 1) Kompi Kapten Saleh Opo. ialah. Batalyon III. dipimpin oleh Felix Kalesaran. membentang dari Sukabumi Timur sampai Gekbrong.Batalyon I. Barisan Sabilillah dibawah pimpinan Sasmita Atmadja dan A. 3) Kompi Kapten Juanda dan 4) Kompi Kapten Dasuki. Lasykar Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi (KRIS). dibawah pimpinan S. Basarah. ialah dari mulai Gekbrong-Cianjur-Ciranjang. Nawawi Bakri dan Hamami. 1) Kompi Kapten Djahidi. Batalyon ini menempati lokasi sepanjang 18 KM. ialah. Abdullah. dengan kekuatan 4 Kompi. Dibawah komando Mayor Abdurrachman. Ismail dan Bakri. 3) Kompi Kapten Murad Idrus dan 4) Kompi Kapten Mochtar Kosasih. 2) Kompi Kapten Kusbini. dari sejak Cibadak sampai Sukabumi Barat. 3) Kompi Kapten Musa Natakusumah dan 4) Kompi yang dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon. dengan kekuatan 4 Kompi. 1) Kompi Kapten Tedjasukmara. Batalyon II. Barisan Banteng RI.

Gangguan-gangguan tersebut pada umumnya tidak sampai menghambat perjalanan konvoy. sudah beberapa kali terjadi. memerlukan bantuan dari Jakarta. Namun karena suasana perjuangan pada saat itu masih sangat samar tanpa ada ketegasan. Dihadang dengan barikade-barikade. Seruan pribadi dari para pejuang di Bandung ini segera mendapat tanggapan dari teman-teman seperjuangannya. Donald selaku Komandan Brigade ke 37 Tentara Sekutu di Bandung. terutama yang berada di wilayah kekuasaan Resimen .3 TKR. tidak hanya perbekalan dan Pasukan Infanteri saja yang bisa diangkut melalui jalur udara. melalui jalur Bogor-Sukabumi-Cianjur itu. Dilaporkan 4 . Adapun gangguan yang dilakukan para pejuang pada waktu itu. Kemungkinan bantuan-bantuan Tentara Sekutu melalui jalur darat ini. yang berada disekitar jalur antara Bandung-Jakarta untuk mengganggu lalu-lintas kendaraan-kendaraan musuh tersebut. mencoba memasuki jalur jalan antara Bogor-Sukabumi. serta perbekalan dan alat-peralatan lainnya yang harus didatangkan melaluli jalur darat. rupanya juga sudah menjadi perkiraan para pejuang di Bandung. tetapi juga memerlukan. juga jumlah pelarian-pelarian pribadi serdadu-serdadu India Muslim ke Pihak Republik Indonesia semakin meningkat. yang membentang melalui jalan raya BogorSukabumi-Cianjur. Pasukan Kendaraan Lapis Baja dan Meriam. pernah terjadi peristiwa. hanyalah sebatas dilakukan dengan memasang rintangan-rintangan pepohonan yang sederhana. Sebenarnya sejak Brigade ke-37 Tentara Sekutu memasuki kota Bandung pada tanggal 12 Oktober 1945. Namun pada tanggal 29 Nopember 1945. beberapa truk yang memuat serdadu-serdadu Jepang dan Gurkha. Maka sikap para pejuangpun penuh dengan keragu-raguan. ataupun tembakan-tembakan pribadi sekedar melampiaskan rasa kesal dan jengkel. dan diserang oleh Barisan Rakyat di daerah Cicurug dan Parungkuda.Pertempuran-pertempuran antara Tentara Sekutu dengan TKR dan Barisan Pejuang di Bandung. mereka menyarankan agar para pejuang. Nampaknya Brigadier Mc. lalu-lintas konvoy Tentara Sekutu yang membawa perbekalan. semakin meningkat. Melalui pertempuran-pertempuran tersebut semakin banyak pula senjata-senjata dan perlengkapan lainnya dari Tentara Sekutu yang jatuh ke Tangan para pejuang kita. oleh karena secara pribadi. antara perjuangan diplomasi dan perlawanan dengan senjata.

Sergap dan hancurkan. hasil buatan pabrik senjata Braat milik Resimen 3 sendiri di Sukabumi. . yang dikirim oleh markas Tentara Sekutu di Jakarta. bertolak lagi ke Bandung. Sedangkan pada tanggal 5 Desember 1945. akan sangat menguntungkan untuk melakukan penyergapan. Rencana penghadangan dimulai dengan pemasangan rintangan-rintangan untuk menghambat gerak laju konvoy. dibawah pimpinan Kapten Saleh Norman. maka tidak mungkin untuk bisa melayani dan menangkis serangan balas dari musuh. secara serentak pada waktunya. diangkut dari Jakarta ke Bandung dengan mempergunakan 12 buah pesawat terbang Dakota. Sepanjang jalan raya yang berkelok-kelok tajam. secara frontal dalam waktu yang cukup lama. Sedangkan pada tempat-tempat tertentu. Menjelang bulan Desember 1945. Mereka dipersenjatai dengan senjata-senjata api seadanya. yang sudah digelar disepanjang jalur jalan raya mulai dari Ciawi-Sukabumi-Cianjur. Sedangkan pada hari itu juga sebanyak 124 buah truk Inggris dicegat rintanganrintangan Barisan Rakyat di Ciranjang dan Gekbrong. aman dan menang. Maka kondisi medan yang demikian ini. juga disisi kanan-kiri jalan terdapat tebing-tebing yang cukup terjal. ditempat-tempat yang bisa menguntungkan untuk melakukan penyergapan. termasuk granat-granat tangan dan bom-bom Molotov. pada kesempatan yang paling baik. untuk merintani jalannya kendaraan-kendaraan. Di atas tebing disisi kanan-kiri jalan dibuat pula lubang-lubang perlindungan bagi para prajurit yang akan melakukan penyerangan. Lebih-lebih lagi pada saat itu daerah ini masih merupakan hutan belukar. dan dikoordinasikan langsung oleh Komandan-Komandan Resimen TKR. digali lubang-lubang yang besar. dipasang saling melintang. yang cukup dalam untuk dijadikan perangkap kendaraan tank dan lais baja. pasukan-pasukan tank dan meriam. dan naik turun antara Cicurug-Bojong Kokosan-Parungkuda. Rencana penyergapan akan dilakukan dengan taktik “ Hit and run “. dan segera menghilang untuk menghemat senjata. 4 Batalyon kekuatan Pasukan Resimen .besar.orang musuh tewas oleh Barisan Rakyat dan truk-truk kembali ke Bogor. Di daerah ini dipasang barikade dengan menumbangkan pohon-pohon pelindung yang besar-besar dipinggir jalan. maka 1 batalyon Mahratta untuk memperkuat pendudukan Tentara Sekutu di Bandung. maka segala persiapanpun dilaksanakan dengan cara-cara yang lebih baik. hemat pasukan. Karena gangguan-gangguan para pejuang diperjalanan darat antara BogorSukabumi-Bandung. semenjak operasi penghadangan ini menjadi kebijakkan komando atasan TKR. Karena persediaan amunisi terbatas. langsung dipimpin dan dikoordinasikan oleh Letkol Eddy Sukardi dan Kepala Bagian Siasat Resimen Kapten Achmad Kosasih. tanpa diketahui kerugian dari kedua pihak. Pada dasar lubang-lubang tersebut dipasangi juga ranjau-ranjau darat yang dapat melumpuhkan kendaraan lapis baja dan tank.3 TKR.

Saat itu dikejutkan dengan dering telefon dari Pos Cigombong. Komandan Resimen 3 TKR. Iring-iringan konvoy dibagian dibelakang memberhentikan. Komandan Pos Cigombong melaporkan bahwa : “ Dua tank Sherman kawal depan konvoy Tentara Sekutu. Laporan selanjutnya menyatakan bahwa. ialah daerah perbukitan Bojong Kokosan. Akhirnya susunan konvoy yang panjangnya kurang lebih 12 KM itu terpenggal-penggal menjadi beberapa bagian. namun terhambat pula oleh bagian ekor yang baru sampai di Cigombong. Tank-tank Sherman mencoba mendorong-dorong rintangan. serangan penyergapan dimulai. menyambut serdadu-serdadu Sekutu yang berloncatan turun dari atas truk. dikawal oleh 1 batalyon serdadu Sekutu. telah memasuki Cigombong ”. untuk menyingkirkan kendaraan lapis baja dan truk-truk yang rusak ke pinggir jalan. maka terdengarlah ledakan ranjau darat. memerintahkan. segera digotong. Di daerah Bojong Kokosan. Sementara serdadu-serdadu Tentara Sekutu dari Batalyon Jats yang mengawal konvoy tersebut terus menerus ditembaki dari tebing-tebing pinggir jalan. Susunan konvoy menjadi kacau balau. Kapten Achmad Kosasih Kepala Bagian Siasat Resimen 3 di Jl. dan diangkut dengan ambulans. Tank pertama terperosok masuk kedalam lubang jebakan. Bagian tengah konvoy tidak bisa bergerak maju. ketepelpun ikut berperan menghujani serdadu-serdadu musuh. dan rantai-rantai roda tankpun lepas terburai.Hari Minggu tanggal 9 Desember 1945. agar pos-pos Cigombong dan Cicurug tidak menyerang terlebih dahulu. Tembakantembakan gencar dilakukan dari tebing-tebing di kiri-kanan jalan. Maka pada momen inilah. maka terjadilah tabrakan-tabrakan beruntun. kemudian sejumlah kendaraan berlapis baja. Hasan Sadikin. tidak terkendalikan lagi. bahwa setelah kepalanya dipukul baru badannya diserang. Mereka berusaha bergerak mundur. dan diselang-seling dengan kendaraan-kendaraan brencarrier. dalam peristiwa penyergapan tersebut. ia menderita cidera berat. akan tetapi terus-menerus dihujani granat dan bom-bom molotov. bahkan anak-anak panah dan kelereng sebagai peluru. tertahan oleh bagian depan yang sedang menghadapi sergapan serentak dari prajurit-prajurit TKR dan Barisan Pejuang Rakyat. sebagai kawal depan. diberbagai daerah. Dengan maksud. konvoy dihadang dengan barikade pepohonan yang malang melintang di tengah jalan. kendaraannya secara mendadak. jumlah iring-iringan konvoy sekitar 150 buah truk. Kemudian mereka juga mulai membuka tembakan ke arah . Ternyata Komandan Batalyon 5/9 Jats yang naik kendaraan lapis baja juga terkena sasaran granat. Demikian ia keluar dari mobil lapis baja. Mereka berusaha menyusun formasi tempur. Sesaat setelah mereka sempat menyusun kekuatannya lagi. mereka berusaha. Mobil ambulans simpang siur memberikan pertolongan terhadap serdaduserdadu Sekutu yang cidera dan tewas. dimulai dengan tank-tank Sherman. sebelum kawal depan konvoy memasuki daerah “ killing ground “. selanjutnya iringiringan truk. Kerkhof Sukabumi bersama Komandan Resimen dan Dokter Resimen. ialah Dr.

mobil lapis baja dan brencarrier. Pada jam 24. terpaksa berhenti dahulu untuk menunggu susunan formasi konvoy yang tertinggal jauh di belakang.00 Komandan Batalyon Herry Sukardi mendapat perintah dari Komandan Resimen untuk menghentikan penghadangan. dalam keadaan babak belur. Sedangkan kerugian pihak kita juga cukup besar. mobil lapis baja dan brencarrier memaksa konvoy untuk bergerak maju lagi. di lerenglereng tebing dengan menggunakan meriam.7 mm. peluru senapan. terhadap posisi pertahanan kita. disambut lagi dengan hujan peluru. ialah sewaktu 12 orang prajurit TKR yang bertahan di sebuah kubu dihantam ledakan peluru meriam. Tank Sherman mulai beraksi dengan menembaki kubu-kubu pertahanan kita. terdiri dari kurang lebih 150 buah kendaraan yang dikawal oleh Tentara Sekutu dari Batalyon 5/9 Jats. yang diposisikan untuk mempertahankan daerah Sukabumi selatan-Gekbrong. granat dan bom Molotov. ialah para Taruna Akademi Militer Tanggerang dengan selamat. Ada kejadian yang sangat mengenaskan. 9 buah truk dan 2 jeep jatuh ke tangan kita. yang baru untuk pertama kalinya bertempur di Pulau Jawa. dan gugur bersama. Konvoy yang berangkat dari Jakarta pada tanggal 9 Desember 1945 baru tiba di Bandung pada tanggal 12 Desember 1945. Hambatan selanjutnya terjadi lagi tatkala memasuki kota Sukabumi. dan tak ayal lagi 9 orang prajurit TKR. namun tank Sherman. Di daerah Cikulu tank Sherman. Karena sudah kehabisan amunisi pertempuran di Bojong Kokosan dihentikan. Sungguh sulit untuk dimengerti. dalam rangka menegakkan dan mempertahankan kemerdekaannya saat itu. gugur seketika. sikap perjuangan bangsa Indonesia. Disatu sisi melawan kekuatan asing yang mencoba untuk berkuasa lagi di tanah air dengan perlawanan bersenjata habis-habisan. senapan mesin 12. ke arah tebing-tebing yang menjadi kubu-kubu pertahanan kita. Maka konvoypun bergerak maju lagi dengan meninggalkan sejumlah truk perbekalan yang rusak disepanjang jalan antara Cigombong dan Cicurug. Sementara itu. granat dan bom-bom molotov dari pasukan-pasukan TKR di daerah itu menghujani mereka.persembunyian para pejuang. Antara Cibadak-Cikukulu formasi masih acak-acakan. terpenggal-penggal. TKR . Di jalan raya Karangtengah konvoy berpapasan dengan kendaraan Staf Resimen 3. Demikian pula setelah masuk kota di Jalan Degung-Cipelang. Sedangkan disisi yang lain masih juga mengulurkan tangan untuk membuka perundingan-perundingan diplomasi dengan baik-baik. Kendaraan-kendaraan lapis baja memuntahkan peluru senapan mesin kaliber 12. kubu pertahanan tersebut hancur. satu truk berisi perbekalan persenjataan dapat dirampas. tanpa kompromi. Dan untuk selanjutnya diserahkan kepada Batalyon Mayor Abdurrachman. Ternyata bahwa konvoy Tentara Sekutu yang dihadang oleh Pasukan TKR Resimen 3 pada tanggal 9 sampai dengan tanggal 11 Desember 1945 itu. dan ke-12 orang prajurit TKR tersebut berjatuhan tergusur longsoran.7 mm mobil lapis baja memberondong mobil Staf Resimen 3 tersebut. Sedangkan pada hari yang sama telah tiba juga di Bandung pengiriman perbekalan serta peralatan milik Sekutu dari Jakarta yang dikawal oleh pasukan TKR. itupun setelah dibantu oleh serangan udara habis-habisan dari RAF. Pihak Sekutu mengalami cukup banyak kerugian.

J. 1951:183) (Sebuah konvoy dikawal oleh Batalyon 5/9 Jats. either dead or grievously hit. sejumlah lainnya rusak berat dan sejumlah pengemudi terlungkup diatas kemudi. Ditambah lagi pengawal terpencar di jalanan sepanjang 10 km. yang menempati ketinggian-ketinggian.F. Di Kota Sukabumi dicapai kesepakatan untuk melakukan gencatan senjata (gencatan senjata lokal). Gencatan senjata ini dihadiri dari pihak Inggris mengirimkan Mayor Rawin Singh utusan khusus dari Bogor dan dari pihak RI yang hadir adalah Walikota dan Komandan Resimen-3 TKR.kehilangan 60 prajurit. Baru mulai bulan Febuari 1946 lalu Sukabumi dipergunakan lagi. who were newcomers to Java. Pimpinan pasukan Jats sudah terluka parah pada awal serangan. demikian pula dari penduduk daerah Cibadak yang menjadi kurban pemboman dan tembakan mitralyur dari pesawat udara. Peristiwa tersebut dicatat oleh Letkol A. Satu kendaraan terbakar. was seriosly wounded in the first brush. Setelah terjadi gencatan ini Konvoi Inggris tidak melalui Sukabumi. had begun the long climb through the hills when the leading rehicles were halted by a road-block.00 terpaksa bermalam di Sukabumi sebelum melanjutkan perjalanan ke kota Bandung. Doulton dalam Sejarah Militer Inggris “The fighting cock “. tercapai selama gencatan senjata gangguan penembakan oleh rakyat terus berjalan.O. one vehicle was ablaze. Kendaraan pendahulu berhenti dihadang perintang jalan. The Jats C. several others were badly damaged and number of drivers had slumped over their wheels. moreover nightfall was not many hours away. GENCATAN SENJATA / CEASE FIRE (13 DESEMBER s/d 9 MARET 1946) Setibanya Sekutu di Sukabumi diatas pukul 21. (Doulton. It is no easy task to fight out of an ambush where an unseen foe commands the high ground and the infantry escort is spread over eight miles of road. tertulis pada Chapter 24. Banyak diantaranya yang bersembunyi di lubang-lubang pertahanan ala Jepang. entah mati atau terkena tembakan yang mengenaskan). escorted by 5/9 Jats. in the Japanese fashion occupying fox-holes. tapi pihak kita tidak bisa mengganggu karena terikat perjanjian Cease Fire. aksi-aksi perlawanan terhadap pergerakan Sekutu dan penghadangan lanjutan ini pada dasarnya diakibatkan pula oleh ulah Tentara Sekutu Sendiri yang melanggar kesepakatan yang telah di buat antara lain dengan melakukan pemboman ke kota Cibadak dan . disamping kurban dari pihak Barisan Pejuang Rakyat lebih banyak lagi. The hillside was alive with Indonesians. many of them. dan mulai melempari kendaraan-kendaraan kami dengan bom-bom molotov tanpa habis-habisnya. Gencatan senjata ini selama kurang lebih 3 bulan disebut NOWAR. “the turn of the year 1945/1946 “. sebagai berikut: An up convoy. keadaan terus berlaku hingga 9 Maret 1946. mulai bergerak lama mendaki perbukitan-perbukitan. Diatas perbukitan dipenuhi orang-orang Indonesia. Personil dan Peralatan Inggris di angkut melalui udara. lebih-lebih keadaan sudah mendekati gelap malam. NOPEACE. pendatang baru di Pulau Jawa. from which they lobbed an andless supply of Molotov coctail on the vehicles. Tidaklah mudah untuk keluar dari suatu penghadang yang dilakukan oleh musuh yang tidak nampak.

sekitarnya dilakukan pemboman dan penembakan udara menggunakan senjata otomatis kaliber besar dengan pesawat tempur dan pembom Mosquito. Dalam kegelapan malam Letkol Bikram Dev. Tentara Sekutu tidak mengira bahwa jalur Bogor-Sukabumi yang sudah dinyatakan aman sejak pertempuran tanggal 13 Desember 1945. Sebagian besar mereka memakai ikat kepala (ubel-ubel). Intensitas pertempuran antara para pejuang diwilayah Sukabumi dengan Sekutu pada akhirnya semakin mempertebal rasa senasib seperjuangan. Banteng. ternyata menjadi rawan kembali. Resimen 3 TRI Sukabumi telah merencanakan operasi penghadangan dengan satuan-satuan kecil TRI. tapi yang satu justru terperosok kedalam lubang jebakan. . mobil lapis baja dan brencarrier mendapat gempuran dahsyat dari pasukan TRI yang dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon Mayor Harry Sukardi. suatu konvoy besar Sekutu sudah memasuki wilayah Resimen 3 TRI (sejak tanggal 24 Januari 1946. Sabilillah. bersama Barisan-Barisan Pejuang Rakyat. seperti Hizbullah. Selama Cease Fire korban pihak kita minim dan korban pihak Sekutu kurang lebih 50 orang tapi tidak diakui Inggris. hujan anak panah dan peluru ketepel. baik diantara TKR dan badan-badan perjuangan maupun antara TKR dan badan-badan perjuangan dengan rakyat Sukabumi pada umumnya. Di daerah Cikukulu tank Sherman. Menjelang sore hari kawal depan konvoy sudah hampir memasuki kota Sukabumi. Kali ini konvoy Sekutu yang cukup besar ini. Menyambut kedatangan konvoy ini. Sejak konvoy memasuki jalur ini disambut dengan gema takbir. disusul dengan suara ledakan dahsyat dari ranjau darat. 1951:284 The Fighting Cock).00. Penghadangan dilakukan dengan taktik “ Hit and run “ yang sulit untuk diladeni. demi barikade dari pohonpohon perintang jalan. Serangan udara balas dendam ini dalam dokumentasi Inggris diakui sebagai yang paling dasyat dalam perang Jawa (…while the R. Batalyon Patiala ini adalah satuan-satuan serdadu bayaran dari suku Patiala yang berasal dari Propinsi Punjabi. Dua buah tank Sherman bersama-sama mendorong barikade tersebut. Singh Gill berusaha menyusun formasi tempur. yang disusul dengan letusan-letusan senapan. delivered the heaviest air strike of the Java “ war “ ) (Doulton. Pertempuran Ke-II / Penghadangan yang kedua (10 MARET s/d 14 MARET 1946) Pada tanggal 10 Maret 1946 sekitar jam 15. PESINDO dan barisanbarisan pejuang lainnya. namun saat itu juga terus-menerus mendapat serangan gencar dari pasukan Kompi Kapten Juanda yang berada di lokasi Situ Awi. mulai tertumbuk barikade. TKR sudah diresmikan sebagai Tentara Repubrik Indonesia disingkat TRI). Penghadangan akan dilakukan secara estafet. serta senjata-senjata tradisional lainnya dari balik bukit-bukit dan lubang perlindungan di tebing kiri-kanan jalan.F. sepanjang jalan raya Cigombong sampai Cibadak. Kondisi tersebut pada akhirnya semakin meningkatkan kekohesifan diantara semua elemen masyarakat yang ada di Sukabumi. tiba-tiba tank Sherman.A. dibawah komando Letkol Bikram Dev Singh Gill. dikawal oleh Batalyon Patiala.

pasukan Patiala. kalau-kalau hidup itu hanya sampai malam itu. . Tidak ubahnya sepeti layaknya pesta kembang api. mereka terpaksa mundur. Pertempuran tersebut baru reda menjelang waktu subuh. Hanya bedanya. battling hard the whole way. bersama Barisan-Barisan Pejuang Rakyat kembali bergerak mengepung konvoy serdadu Batalyon Patiala dalam keadaan kurang siap tidak bisa berbuat banyak kecuali mempertahankan diri dengan tembakan yang membabi buta dari tempat mereka. Sabilillah. dan pada saat itu juga disambut dengan hujan granat. The events of the 11th were depressing. namun akibatnya juga bertabrakan dengan susunan konvoy dibelakang.J. the Patialas had lost eight killed and had twentyfive wounded. Pada tanggal 12 Maret 1946. telah kehilangan 8 orang mati dan 25 orang terluka. tidak boleh meninggalkan barak-barak darurat mereka dipinggir jalan. Ternyata Pasukan Resimen 3 TRI. berita dari Cigombong mengatakan 12 buah tank Sherman sebagai alat bala-bantuan dari Bogor sedang menuju Sukabumi. Suatu hal yang menguntungkan. Dari Bogor didatangkan tank-tank Sherman dari Squadron 13 Lancer. Pasukan Patiala dengan konvoy utamanya hanya melaju sejauh 8 mil. diikuti rasa ngeri. (Doulton. Namun pada hari itu juga telah disebarkan pamflet oleh pihak Sekutu dengan pesawat udara di sekitar daerah Sukabumi.Bagian tengah konvoy terpenggal. Banteng. Kompi Kapten Kusbini. Serdadu-serdadunya dikonsinyir. Demikian pula bala-bantuan pihak Sekutu dari Bandung juga mulai bergerak. serta dilindungi oleh pesawat-pesawat terbang. Doulton. bahwa pada tanggal 11 Maret 1946 pagi dan siang mereka tidak mengadakan operasi militer. 1951:295) (Ketika fajar menyingsing. maka kita akan mempergunakan tank.F. Mereka hanya sibuk memperbaiki kendaraan-kendaraan yang rusak. SERANGAN MALAM Pada tanggal 11 Maret 1946. Peristiwa tanggal 11 Maret 1946 menyurutkan semangat. untuk menggempur dengan tanpa ampun. Serdadu-serdadu Batalyon Patiala berlompatan ke jalan raya. yang isinya sebagai berikut: Jika penyerangan tidak dihentikan pada 1 jam dari sekarang. bertempur dengan sengit sepanjang jalan). pesawat tempur udara. dan Kompi Kapten Husein Alexsyah. yang diletuskan dan diledakan berbagai jenis senjata. diserang secara bersama oleh 4 kompi TRI. Namun begitu memasuki daerah disekitar jalan raya Cikukulu-Cisaat. Di pusat kota Sukabumi. The Patialas with the main convoy advanced only eight mile. kalau pesta kembang api disambut dengan hati yang meriah. sebagai berikut: When dawn came. menurut catatan Letkol A. malam itu menjadi marak oleh benderangnya pijarpijar api. sedangkan semaraknya kembang api malam ini. meriam dan senjata perang lain. ialah Kompi Kapten Tedjasukmana. Sedangkan bagian ekor konvoy terjepit oleh serangan serempak pasukan Kompi Kapten Kabul Sirodz dari Batalyon IV yang juga bertugas untuk mengkordinir serangan BarisanBarisan Hizbullah. dan PESINDO. malam hari tiba-tiba lampu didalam kota dipadamkan pihak GBO (PLN). Kompi Kapten Murad Idrus. bom-bom molotov dan peluru berbagai jenis senapan.

Senapan mesin ini diberi nama “Si Ronggeng”. dibawah pimpinan Kapten Anwar. ialah Batalyon 5/6 Rajputana Rifles. terpaksa Batalyon Patiala kembali bergerak keluar dari kota Sukabumi. Di daerah Warung Kondang tank-tank Sherman kembali dihambat barikade-barikade dari pepohonan yang silang-melintang di tengah jalan. Memasuki kota Cianjur konvoy mendapat serangan dari pasukan Kompi Kapten Saleh Opo. Pada saat konvoy pendahulu dari batalyon Rajputana Rifles memasuki jembatan Cisokan di daerah Ciranjang. Pasukan para pejuang melakukan serangan dari balik bangunan-bangunan pertokoan dan pepohonan dengan taktik “hit and run”. sudah mengira bahwa bala-bantuan Sekutu juga akan didatangkan dari Bandung. . dengan berbagai macam senjata. Batalyon III TRI. Pasukan Kompi Kapten Dasuni Zahid langsung membuka tembakan dari atas tebing. terjadi lagi pertempuran yang seru. Tidak lama kemudian sebuah tank Sherman lagi ketika melewati jembatan Cikaret. Pada saat itu juga sebuah tank Sherman meledak terkena ranjau darat ketika melewati jembatan. Yang akan ditolong malah akhirnya jadi menolong. Kapten Anwar sekalipun ia Komandan Batalyon tapi ia juga langsung memegang senapan mesin watermantel yang sangat disayangi dan dibanggakannya. sebuah tank Sherman. Yang ternyata salah satunya adalah Komandan Batalyon Rajputana Rifles. Nampaknya dia terluka parah. dan berlangsung cukup lama. bekerja-sama dengan Barisan Pejuang Rakyat. Sebuah tank Sherman mogok diwaktu mendaki suatu tanjakan. hasil rampasan dari serdadu Gurkha Rifles pada pertempuran yang lalu. Untuk menyelamatkan pasukan tank Sherman Squadron 13 Lancer.Tank Sherman Squdron 13 Lancer dalam rangka mempertahankan diri sampaisampai kehabisan peluru. maka pelurunya langsung memecahkan kepala serdadu tersebut. meledak terpental ke udara. untuk memberikan pertolongan. serdaduserdadu dari Batalyon Rajputana Rifles diperintahkan turun untuk menyingkirkan batangbatang pohon tersebut. demikian mengikuti berita pertempuran-pertempuran di Sukabumi. roda depannya menggilas ranjau darat. kembali mendapat serangan gencar. Konvoy terpaksa berhenti. Pada tanggal 12 Maret 1946 dari Bandung juga pihak Sekutu mengirimkan balabantuan. mereka adalah serdadu-serdadu bayaran yang berasal dari Propinsi Rajasthan. Dijalan raya Belendung Batalyon Rajputana Rifles. tapi begitu kepalanya nonggol disambut dengan tembakan bedil beaumont. Oleh karena itu batalyon ini juga sudah berada dalam keadaan siap siaga. Pada saat itu terjadi kesibukan yang luar biasa untuk menolong menyelamatkan penumpang tank tersebut. namun segera memperoleh supply lagi melalui dropping dari pesawat terbang RAF. roda depannya menggilas ranjau darat. yang kemudian segera diselamatkan oleh regu penolong. Tapi pada momen itu tiba-tiba dari kiri-kanan jalan mendapat serangan mendadak. Pengemudinya terpaksa harus turun. tank terseok-seok masuk jurang. maka suara-suara ledakan granatpun mengguncang suasana kampung yang sepi didaerah tersebut. Menjelang daerah Gekbrong. yang ditempatkan di sekitar Cianjur.

menyerang kedudukankedudukan kita. Muncul dari arah Cugenang. Brigade ke-37 Tentara Sekutu yang berada di Bandung melakukan aksi besarbesaran. mulai dari Cimahi sampai Padalarang. tiba-tiba datang iring-iringan musuh yang lain. Citarum dan Purabaya. truk meledak terlontar ke udara. hubungan antara pasukan kita menjadi terputus. sedangkan dari pihak lawan menderita kerugian beberapa truk telah hancur dan seorang serdadu musuh tertawan. Mereka mendirikan pos-2 pengamanan sepanjang jalan ini. Beberapa perwira TRI tertawan antara lain Mayor Sidik Brotoatmojo. jatuh tepat didepan wajah salah seorang prajurit pasukan Kompi Kapten Musa Natakusumah. telah menimbulkan korban di pihak mereka : Pada hari pertama. Komandan Divisi ke-23 Tentara Inggris di Bandung juga memerintahkan Brigadier N. Asrama-asrama pasukan kita ditembaki dengan meriam. Ketika prajurit-prajurit dari Batalyon 3 TRI. akhirnya dibatalkan. Mereka lebih mengutamakan hubungan Bogor-Cianjur melalui Puncak. Sedangkan di Cianjur telah ditempatkan kurang lebih 1 Batalyon Tentara Sekutu untuk mengamankan daerah tersebut. disertai dengan satuan-satuan pengawalnya. bersama dengan Barisan Pejuang Rakyat setempat. Sepanjang rute perjalanan menuju Bandung pertempuran terus berkecamuk di sekitar Cisokan. Di daerah Sukaraja. Ternyata bahwa pihak Sekutu selain mendatangkan bala-bantuan dari Bogor yang melalui Cigombong-Cibadak. Karena dianggap beresiko tinggi Tentara Sekutu tidak jadi untuk menduduki Sukabumi. mereka melangsungkan gerakannya ke arah Cianjur. yang diketahui hanyalah telah terjadi pertempuran yang terus menerus antara daerah Ciranjang dan Padalarang. prajurit tersebut menyeringai sambil sambil bergidik. Keadaan menjadi kacau-balau. Pada tanggal 13 Maret 1946. melakukan serangan terhadap sepenggal iring-iringan konvoy musuh. tewas 2 orang . mereka juga mengirim bantuan pasukan yang diperkuat dengan pasukan tank-tank tempur. Memperhatikan sepatu yang masih lengkap berisi sepotong kaki yang berlumuran darah. Dalam pertempuran ini dari pihak kita telah gugur 11 orang perajurit. Kerugian di pihak musuh tidak jelas. akan tetapi salah satu truk yang nekad menggilas ranjau darat. Salah satu sepatu serdadu Batalyon Rajputana Rifles.Wingrove untuk membantu kelancaran jalannya konvoy dari Sukabumi menuju Bandung dengan kekuatan pasukan Brigade I. Hubungan Bogor-Sukabumi-Cianjur. Setelah mengalami pertempuran 3 hari. kendaraan lapis baja dan brencarrier yang lewat CiawiPuncak-Cianjur.Beberapa truk berusaha untuk menyalip tank yang mogok. Jumlah yang tewas dan luka-luka dari pihak musuh tidak diketahui.D. ialah bala bantuan dari Bogor yang melalui Puncak. Serangan malam hari terhadap Tentara Sekutu di kota Sukabumi. Di daerah Padalarang musuh mengadakan pembersihan sampai jauh sekelilingnya. kembali mendapat serangan dari Batalyon Field Preparation (FP) Resimen 3 TRI dibawah komando Kapten Effendy Pandjipurnama. Serdadu-serdadu yang berada di atas truk hancur porak poranda. namun kabarnya mereka menderita kerugian sampai ratusan serdadunya telah tewas. yang terdiri dari 2 Kompi Pasukan Zeni tempur. Kepala Staf Resimen 9.

namun ini bukan badai terakhir dan pasukan tidak cukup mendapat istirahat”) PENUTUP Peristiwa Bojong Kokosan bukan peristiwa pertempuran satu-satunya melawan Sekutu yang terjadi di Jawa Barat yang melibatkan TKR dan badanbadan perjuangan. Semoga bermanfaat. Keteladanan akan kegigihan perjuangan untuk menegakan kemerdekaan. sebagai berikut : “Happily for us. 1 orang opsir India dan 37 orang serdadu India.opsir Inggris dan 26 serdadu India. baik di wilayah Sukabumi maupun diluar wilayah Sukabumi. BANDUNG LAUTAN API . tiba di Bandung pada tanggal 15 Maret 1946.F. but it was no final strom which left the air clear and there was not much rest for the troops. dalam keadaan porak poranda. Namun demikian peristiwa Bojong Kokosan merupakan aksi pembuka melawan mesin-mesin perang Sekutu yang relatip bersekala besar yang kemudian. ini adalah jumlah korban besar yang terakhir yang kami alami dalam pertempuran.” (“Syukurlah. keteladanan untuk menjaga harga diri dan martabat bangsa dan kesewenangwenangan kekuatan Asing telah ditunjukan oleh TKR dalam peristiwa Bojong Kokosan. this battle was the end of jeavy casualties. akibat tembakan para pejuang kita disepanjang perjalanan. truktruknya pada bolong-bolong. Baiklah kita simak lagi catatan dari Letkol A. yang berangkat tanggal 10 Maret 1946.J. dari Jakarta. Pada hari kedua tewas 3 orang opsir Inggris. kendaraan-kendaraanya banyak yang rusak. dibawah pimpinan Letkol Bikram Dev Singh Gill. langsung atau tidak langsung mempengaruhi lahirnya peristiwa-peristiwa pertempuran lain. Konvoy besar Tentara Sekutu. dengan pengawalan dari Batalyon Patiala. Doulton.

seperti yang dialami Indonesia sekarang. hal ini disebabkan antara lain oleh pengaruh globalisasi yang membawa dampak kuatnya pengaruh lembagalembaga kemasyarakatan internasional. perekonomian. negara-negara maju yang ikut mengatur percaturan perpolitikan. bahwa kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu telah dibayar mahal dengan pengorbanan jiwa dan harta benda yang tidak sedikit. Nilai-nilai perjuangan bangsa Indonesia pada perjuangan fisik merebut dan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia mengandung nilai-nilai perjuangan bangsa Indonesia yang menjadi landasan dalam mengisi kemerdekaan telah mengalami pasang surut sesuai dinamika dalam kehidupan bermasyarakat. pertahanan dan keamanan. Nilai-nilai perjuangan bangsa yang besar dan heroik. buktinya tiap-tiap wilayah diseluruh bumi Nusantara terhampar Makam Pahlawan. berdirinya tugu-tugu perjuangan antara lain di Jawa Barat salah satunya adalah tugu perjuangan rakyat Jawa Barat pada saat kita menghadapi penjajah dilakukan dengan pembuni hanguskan kota Bandung dan dikenang sebagai BANDUNG LAUTAN API (BLA) yang tugunya berada di lapangan Tegallega. Bila kita merenung sejenak. Semangat perjuangan bangsa sesuai dengan dinamika perjalanan kehidupan telah mengalami penurunan pada titik yang kritis. Kini tugu tersebut berada dalam kondisi yang sangat menyedihkan dan tidak terawat dengan baik karena tidak dikelola oleh pengelola yang professional untuk ini akan disampaikan sekilas bagaimana kisah . berbangsa dan bernegara. sosial budaya.BANDUNG LAUTAN BESERTA IMPLIKASINYA API DARI (BLA) SEGI MILITER PENGANTAR Marilah kita mengingat sejarah perjuangan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar dan heroik.

Dikumandangkan lagu Indonesia Raya ke seluruh pelosok Nusantara melalui Radio. 2. Masyarakat dididik menjadi Vandalisme dan brutal seperti saat ini (Demonstrasi yang berlebihan. Kedatangan tentara Dai Nippon ke wilayah Nusantara. Jepang berhasil mendaratkan kakinya dikepulauan Nederlands-Indie. Bangsa Indonesia (rakyat . Jepang dinyatakan sebagai bangsa yang kalah perang. menandakan berakhirnya Perang Dunia ke-II. tak urung kota itu hancur berantakan dan menimbulkan korban puluhan ribu jiwa manusia Atas peristiwa itu maka untuk menyelamatkan Negara dan rakyatnya pada tanggal 15 Agustus 1945 Kaisar Hirohito menyatakan menyerah bertekuk lutut kepada sekutu yang diwakili oleh Jenderal Douglas Mc Arthur. Dikibarkan bendera Merah Putih diseluruh Nusantara 3. merusak asset negara dll. 5. 6. sampai kini di era reformasi. Pressure Group yang melakukan gerakanya uot of Control / kebabaslan lebih-lebih di era demokrasi yang membuka peluang untuk itu 4. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia untuk memproklamirkan kemerdekaannya tanggal 17 Agustus 1945 yang merupakan titik kluminasi perjuangan bangasa Indonesia merebut kemerdekaan yaitu : 1. kota Hirosyima dan Nagasaki dijatuhi bom Atom oleh Amerika Serikat. PROLOG PERISTIWA BANDUNG LAUTAN API Pada Perang Dunia ke-II sedang berkecambuk antara sekutu melawan fasis Jepang. Diproklamirkan kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 2.02. Secara Global akar permasalahan di infentalisir sbb: 1. meski tempat jatuh meleset 4 km dari sasaran karena kabut. Intrik antar Parpol cenderung Suudhon terhadap bawah partainya. Pasukan sekutu yang akan menyelesaikan administrasi belum datang 2. Suksesi kepemimpinan tidak dipersiapkan oleh penguasa sehingga menimbulkan setiap pergantian pemimpin tidak berjalan mulus. Kaum intelektual memanfaatkan massa demi kepentingannya. peristiwa BLA itu sendiri dan Epilognya. Di Indonesia pada waktu itu terjadi kevacuman pemerintahan karena : 1. Secara jujur dan berdasarkan Fakta sejarah bahwa bangsa Indonesia yang telah memproklamirkan Kemerdekaannya sejak 17 Agustus 1945 tidak berjalan dengan mulus sesuai harapan segenap anak bangsa Indonesia. telah menghancurkan kota Hirosyima rata dengan tanah dan pada tanggal 6 Agustus 1945.) Mudah-mudahan segenap anak bangsa Indonesia segera sadar terhadap akar permasalahan tersebut diatas dan mengambil langkah-langkah yang positif untuk perbaikan kehidupan bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia.BLA secara singkat dituturkan dalam uraian berikut dengan urutan Prolog. 3. bom atom yang ke 2 diberi nama Fat man di jatuhkan dan meledak diatas kota Nagasaki pukul 11. 3 hari kemudian 9 Agustus 1945. Kota Hirosyima dijatuhi Bom yang dinamai Little boy panjangnya 3 M yang dijatuhkan oleh pesawat pembom B-29 yang diberi nama Enola Gay. Pemimpin Nasional cenderung arogan dan tidak tanggap terhadap aspirasi Grassroot dan KKN tumbuh subur.

Indonesia) menyambut kedatangan Bala Tentara Jepang sebagai pembebas. Kurun waktu sampai dengan 17 Agustus 1945 Jepang dapat bertahan di Indonesia selama 1264 hari, 15 Agustus 1945 Jepang kalah dan menyerah kepada sekutu, namun pasukan-pasukan Inggris dari tentara sekutu dibawah pimpinan Letjen Sir Philips Christison baru dapat mendarat di Jakarta pada akhir September 1945. Dalam kerangka perjuangan kemerdekaan Indonesia kondisi tersebut diatas merupakan suatu periode yang telah banyak membawa perubahan radikal di dalam perjuangan pergerakan Kemerdekaan Indonesia menuju Indonesia Merdeka dan Berdaulat. Adapun perubahan-perubahan radikal dapat dirinci sebagai berikut : 1. Untuk mengisi kekurangan personil di Indonesia, Jepang telah membentuk pembantu Tentara Jepang (Heiho) berdasarkan Keputusan Tokyo tanggal 23 September 1942 melalui Riku-a-mitsu No. 3636 untuk melatih pemuda-pemuda pribumi menjadi ptajurit-prajurit pembantu (di Indonesia tercatat + 42.000 orang Heiho). 2. Jepang telah melatih rakyat Indonesia dalam bentuk organisasi seperti Seinendan, Keibodan, Hisbulloh dan lain-lain sedangkan didesa-desa dibentuklah Toranikumi untuk mengkoordiner kegiatan ketangguhan desa dalam pertahanan. 3. Jepang telah membentuk Pembela Tanah Air (PETA) atas permintaan Gatot Mangunpraja yang tanggal 3 Oktober 1943 lahirlah undang-undang Bala Tentara Jepang dengan nama Osamu Sirei No. 44, yang menjelaskan Peta adalah pasukan sukarela untuk membela Tanah Air sebagai pelaksana pembentukan Peta oleh Korps Tentara ke-XVI Bala tentara Jepang. 4. Latihan militer yang diberikan kepada pemuda-pemuda Indonesia oleh Jepang memberikan hikmah yang tiada taranya bagi Negara Indonesia sebagai embriyo lahirnya TNI, yang secara kronologis diuraikan sebagai berikut : a. Tanggal 22 Agustus 1945 Panitya Persiapan Kemerdekaan Indonesia memutuskan pembentukan Komite Nasional Indonesia (KNI), Partai Nasional Indonesia (PNI) dan Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang semula merupakan bagian dari Badan Penolong Keluarga Korban Perang (BPKKP). Disamping TKR dibentuk juga Lasykar Rakyat sebagai Organisasi Perlawanan Rakyat untuk melaksanakan pertahanan dan keamanan Negara RI, Lasykar Rakyat pada garis besarnya terdiri dari dua golongan yaitu : 1) Lasykar yang dijiwai oleh sesuatu idiologi politik partai antara lain yang termasuk golongan ini adalah : Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP), Tentara Pelajar (TP), Front Pelajar (FP), Corps Mahasiswa (CM), Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia (BPRI), Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi (KRIS), Tentara Genie Pelajar (TPG) dan lain-lain 2) Lasykar yang dijiwai oleh sesuatu idiologi politik partai adalah lasykar yang dibentuk oleh partai-partai politik sebagai akibat maklumat Pemerintah tanggal 3 Nopember 1945 tentang pembentukan partai-partai dan anjuran untuk membentuk lasykar partai, seperti Hizbulloh, Barisan Banteng dan Pesindo. b. Berdasarkan Penetapan Pemerintah No. 2 s/d tanggal 2 Januari 1946 Tentara Keamanan Rakyat dirubah menjadi Tentara Keselamatan Rakyat, yang

bertugas menyelamatkan Negara Republik Indonesia dari bahaya ancaman penjajah. c. Berdasarkan Penetapan No. 4 s/d tanggal 25 Januari 1946 TKR dirubah menjadi Tentara Republik Indonesia yang terdiri dari unsure TRI Darat, unsur TRI Udara dan Unsur TRI Laut. d. Dengan Penetapan Presiden RI tanggal 5 Mei 1947 lasykar dan barisan rakyat bersenjata dan unsur-unsurnya bergabung menjadi Angkatan Darat (ADRI), Angkatan Laut (ALRI) dan angkatan Udara (AURI) Selanjutnya ketiga Angkatan itu menjadi APRI kemudian menjadi APRIS dan berdasarkan Keputusan Kasad No. 83/KASAD/PNTP/50 tanggal 20 Juni 1950 APRIS kembali menjadi APRI. Demikian tonggak sejarah tentang kelahiran Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang telah berjasa mengamankan berbagai peristiwa kemelut yang merongrong kedaulatan NKRI. e. Berdasarkan Kepres RI No. 52 tanggal 1 Juli 1969 AKRI menjadi Polri, maka kekuatan bersenjata RI terdiri dari ADRI, ALRI, AURI dan POLRI disebut Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) f. Berdasarkan Tap MPR No. VI/2000 tentang pemisahan kembali antara TNI dan Polri, TNI bertugas tentang masalah Pertahanan Negara sedangkan Polri bertugas tentang masalah Keamanan, TNI bertugas untuk keamanan Dalam Negeri sedangkan Polri bertugas untuk keamanan dan ketertiban masyarakat. Akhir September 1945, kota Jakarta telah dipenuhi oleh tentara sekutu termasuk tentara Belanda yang berlindung dibelakang sekutu dan tentara RI dari Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Bentrokan-bentrokan berdarah sering terjadi, sejak para mantan APWI mulai bebas berkeliaran di kota Jakarta ditambah lagi oleh munculnya petugas-petugas NICA dan pasukan KNIL. Mereka ini berhadapan dengan para pejuang Republik Indonesia, yang sebagian besar dipelopori para pemuda pejuang serta TKR. Hampir setiap hari terjadi pertempuran-pertempuran di dalam kota, baik siang maupun malam. Penduduk yang menghuni kota Jakarta bercampur dengan penduduk sipil, baik sipil Republik, penduduk sipil kulit putih mantan interniran, kota Jakarta menjadi tidak aman bagi semua penghuninya. Bentrokan-bentrokan yang menimbulkan kekacauan ini semakin memusingkan pihak sekutu. Tidak mengherankan bila sekutu kemudian meminta pemerintah Indonesia untuk mengeluarkan pasukan-pasukan bersenjata RI dari kota Jakarta, dengan alasan kota Jakarta adalah kota diplomasi yang sering digunakan untuk perundingan-perundingan internasional antara Indonesia , Belanda dan Inggris, sehingga memerlukan ketenangan. Atas kekalahan Jepang sekutu (Inggris) ditugaskan untuk : melindungi dan mengungsikan tawanan-tawanan perang dan orang inteniran, melucuti tentara Jepang dan mengembalikan mereka ke Jepang, memelihara ketertiban dan keamanan umum agar tugas tersebut terlaksana dengan sebaik-baiknya. Ternyata tugas sekutu tadi tidak berjalan dengan mulus, terbukti dengan terjadinya pertempuran konvoi Sukabumi Cianjur sepanjang 81 km, yang berlanjut dengan peristiwa Bandung Lautan Api di kota Bandung. Semula daerah Sukabumi Cianjur di jaga oleh Resimen 3 TRI dengan pimpinan Letkol

Edy Soekardi bersama Resimen 2 Bogor dari Letkol Husein Sastranegara termasuk divisi 1 Banten. Perimbangan kekuatan Inggris terdiri dari 4 YONIF, 3 SATBAN didukung oleh Royal Air Force jumlah personil + 4.000 orang. Indonesia terdiri dari 4 YONIF didukung lasykar-lasykar rakyat a.l. Hizbulalh dari Bandung, YON YAHYA, YON HARI SOEKARDI, YON-ABDULRAHMAN dan YON ANWAR PADMA jumlah personil + 5.000 orang.

Korban dari kedua belah pihak Inggris : Gugur 44, Luka-luka 95, ditawan – Indonesia : Gugur 92, Luka-luka 94, ditawan 30 Sebelum terjadi peristiwa Bandung Lautan Api sekutu mengalihkan route pengiriman logistik untuk pasukannya yang berada di Bandung dari rute yang melalui jalan utara tapi trayek ini dapat gangguan oleh pertempuranpertempuran di Klender, Kranji dan Bekasi dan terakhir satu angkutan lengkap diserobot oleh Resimen 6 di Cikampek sehingga TKR memperoleh sejumlah makanan awet Inggris yang terkenal dengan nama “Kompo” kemudian sekutu mengalihkan rute logostik melalui Bogor, Sukabumi, Bandung dan terjadi peristiwa Bojong Kokosan. Dengan diawali penghadangan di Fokkersweg (Jl.Garuda sekarang) mulailah peristiwa Bandung Lautan Api. Kota Bandung dikuasai Tentara sekutu. Sebagaimana kota Jakarta maka kota Bandung pun harus dikuasai oleh sekutu tanpa menguasai kedua kota tersebut, pekerjaan sekutu untuk membebaskan dan memulangkan APWI akan terganggu terus menerus oleh insiden-insiden dan bentrokan-bentrokan dengan para pejuang atau tentara Republik. Saat sekutu menguasai kota Bandung juga tidak berjalan mulus, sebelum terjadi peristiwa Bandung Lautan Api didahului peristiwa-peristiwa yang secara kronologis sebagai berikut :

ketika pengawal Gurkha menolak untuk diperiksa terjadilah tembak menembak yang berakhir dengan menyerahnya pasukan Gurkha kepada TKR. Kereta api itu meneruskan perjalanan ke Bandung dalam keadaan kosong. Diawali penghadangan di Fokkersweg (Jalan Garuda) pencegatan pengiriman perbekalan dari Sukabumi. bahwa mengabaikannya berarti mengundang resiko yang memberi keuntungan kepada musuh. 2. taktik dan strategi militer serta macam operasi TNI. sebuah pesawat Dakota Inggris dalam penerbangannya ke Semarang harus melakukan pendaratan darurat disuatu tempat di Bekasi karena rusak mesin pesawat tersebut membawa 18 tentara Kumaon dan 5 awak pesawat. tentara Inggris kurang memperhitungkan resiko yang bakal terjadi dan mereka akan melintasi daerah kekuasaan Republik. Insiden Cikampek Pada saat pengangkutan perbekalan untuk 60. 3. Mengindahkan azas perang merupakan suatu factor untuk memenangkan suatu perang.000 APWI di Bandung melalui kereta api dengan rangkaian 20 gerbong. karena kekuatan TKR lebih besar. BANDUNG LAUTAN API DITINJAU DARI TAKTIK. Hal lain yang disebut kekuatan relatif atau daya tempur relatif. maka seluruh penumpang pesawat dan awaknya ditawan oleh pasukan setempat yaitu pasukan lasykar dari Banteng Hitam kemudian mereka dibunuh. dalam hal ini akan disampaikan makna dan pengertian tentang azas perang. Cianjur tanggal 20 Maret 1946 serangan terhadap kedudukan sekutu di Bandung Utara dengan menggunakan senjata mortir. Berbagai insiden yang akhirnya membuat sekutu (Inggris) jengkel sehingga tanggal 27 Nopember 1945 Brigjen Mac Donald mengeluarkan ultimatum kepada pemerintah Indonesia untuk mengosongkan kota Bandung bagian utara dari pejuang republik dengan dibatasi oleh jalan Kereta Api sehingga garis demarkrasi. 4. Yang dimaksud dengan kekuatan relatif adalah : . Serangan ini membuat sekutu murka dan Mayjen Hawthorn mengeluarkan ultimatum. Kegunaan azas perang sebagai pedoman dan dasar untuk melakukan tindakan dan bukan hukum atau peraturan yang harus ditaati secara membuta.00 inilah awal dari peristiwa Bandung Lautan Api. KAMPANYE DAN STRATEGI MILITER Sebelum uraian berlanjut ada baiknya disampaikan beberapa makna yang berkaitan dengan istilah perang. agar seluruh Pasukan Indonesia harus sudah mengosongkan Bandung Selatan tanggal 24 Maret 1946 sebelum pukul 24. yang dikawal sepasukan kecil berkekuatan 10 tentara Inggris asal Gurkha. Azas perang itu merupakan suatu peringatan. Rangkaian kereta api disergap di daerah Dawuan yang dilakukan oleh Batalyon Priatna. Tentu saja karena tempat tersebut berada dalam kekuasaan Republik. dengan disampaikannya pengertian tersebut diatas maka memudahkan persepsi pembaca dalam kaitan dengan judul diatas : 1. Insiden Bekasi Tanggal 23 Nopember 1945. Azas perang adalah kebenaran fundamental yang berlaku dalam cara pelaksanaan perang dan mempunyai pengaruh tetap terhadap kesudahan dari persengketaan bersenjata.1.

Diantara macam-macam operasi tempur yang dilakukan oleh TNI-AD ialah antara lain Operasi Tempur Pemunduran atau Mars Meninggalkan Musuh (MMM). e. f. Mars Meninggalkan Musuh dilakukan apabila : 1) Menghindari pertempuran Pemunduran dalam kondisi yang sedang berlaku dengan melakukan lepas libat sesuai rencana dan tanpa tekanan musuh. Pendadakan.a. Sumber (resource). Moril. . Berbagai pendapat tentang strategi. c. perang dilakukan karena dianggap sebagai tradisi. Keutuhan dan kesatuan ideology dan politik. Perkembangan Perang. perang dilakukan dengan alas an untuk melindungi dan menjamin kelangsungan hidup bangsa agar tidak hancur. Penghematan tenaga. Andre Beaufre. perang dilakukan dengan alas an untuk membela diri. d. Keamanan. 2) Jaman budaya. Kerja sama. Diantara rumusan yang cocok atau mendekati dengan kondisi bangsa Indonesia Mao Tse Tung lah yang penulis pakai tentang pengertian strtegi. d. Ofensif. Kualitas dan kapabilitas pasukan. Mao Tse Tung berpendapat : Strategi dan taktik mempunyai hubungan dengan ruang dan waktu. 2. b. b. Tidak kenal menyerah. Pemusatan. d. Sekarang : Cara mencapai sesuatu dengan sarana yang tersedia. Pengertian Strategi Dulu : Ilmu siasat/ilmu perang/tipu muslihat untuk mencapai kemenangan. Liddel Hart. Jomini. Kekenyalan dalam pikiran dan tindakan. b. c. Burne. Waktu dan ruang harus dapat digunakan untuk menciptakan situasi perang yang menguntungkan antara strategi. Memegang teguh tujuan. c. Clausewitz. Kualitas dan kapabilitas komandan. Penyebaran untuk menghindari permusnahan. Azas perang yang bersifat universal ialah : a. d. b. dan memainkan peran yang sangat penting dalam pelaksanaan perang berlarut atau gerilya. e. g. c. 3) Jaman modern. Napoleon. kampanye dan taktik hanya terletak pada ruang lingkupnya saja. Scholovski dan Mao Tse tung. Azas perang khusus Indonesia adalah : a. Strategi Militer a. baik tenaga manusia maupun bahan. Banyak pakar ahli strategi mengemukakan tentang pengertian strategi yaitu Sun Tsu. h. 1) Jaman tradisional. 2) Dilakukan sebagai kelanjutan lepas libat atau bila tidak ada kontak dengan musuh. Perlawanan teratur secara terus menerus. Daya gerak.

Pemerintah Sipil supaya tetap bertugas di posnya yang sekarang karena kalau pergi. Akhirnya Komandan Divisi III dihadapkan pada 3 perintah yang berbeda perintah itu adalah : 1.M.H. namun sudah mampu melaksanakan perang modern. 3. bahwa Jendral Howthorn pernah berkata . Oleh karena itu tiada pilihan lain bagi sekutu selain mengeluarkan ultimatum. Sekutu pada saat itu menghadapi tugas yang berat dihadapkan pada fenomena yang harus diselesaikan yaitu : 1. yang pada saat itu TRI belum memhaminya selengkapnya seperti masa kini.H. Walikota Syamsuridzal telah memberi tahukan pada Kolonel A. Harus kita bangun untuk kelak melawan NICA. Dari P. pasti . Berada di Negara yang baru merdeka. Tugas pokoknya mengurus / menyelesaikan masalah RAPWI. kampanye dan strategi militer dengan uraian yang dibatasi pada hal-hal penulis anggap perlu. Nasution selaku Komandan Divisi III telah berupaya supaya ultimatum itu diperingan namun tidak berhasil dan sekutu tetap ngotot. Syahrir pada pertemuan di Pegangsaan beliau berkata lebih kurang “kerjakan saja”. TRI kita adalah modal yang harus dipelihara jangan sampai hancur dulu. Demikian sekedar pengantar tentang taktik. I don’t trust colonel Nasution. untuk menyelamatkan misinya. Tugas yang terkandung adalah menghadapi pejuang bangsa Indonesia yang Militan. agar para pembaca memhami bagaimana peristiwa Bandung Lautan Api ditinjau dari ketiga masalah tersebut diatas. Sebaliknya pihak Republik juga menhadapi dilema dengan ultimatum tersebut yaitu atas dasar tuntutan Inggris supaya 25 Maret 1946 Bandung dikosongkan dari semua orang pasukan bersenjata dalam radius 11 km.3) Bila didahului lepas libat. Kolonel A. 2. Mars Meninggalkan Musuh dimulai setelah pasukan utama memutuskan kontak dan setelah kolone Mars terbentuk. Nasution.

Dari Jendral Didi Kartasasmita selaku penasehat militer setelah ditanya pak Nas. MPPP. beliau menjawab : “Handelen naar gelang de omstandigheden. Sedangkan kekuatan TRI hanya 4 batalyon dengan 100 pucuk senjata senapan seluruhnya takan mampu menangkis kekuatan musuh. Saya sendiri orang yang tidak punya. 2. Pemerintah Sipil Menyatakan ketaatannya kepada Perdana Menteri St. akan tetapi Bandung harus dibakar.000 orang dengan persenjataan lengkap. dan saya akan datang menemuimu). Syahrir. Panglima Inggris tidak bersedia memperanjang waktu. Dari situasi yang mencekam itu Pak Nasution selaku Komandan Divisi dengan naluri militernya. namun kemudian Wakil Persatuan Perjuangan bapak Kamran dan bapak Sutoko mempertimbangkan agar kita bersama rakyat keluar saja. ditunjang dengan kendaraan tempur (tank) dan meriam-meriam yang berbanjar serta truk di Jl. 3.00 dikeluarkan perintah : . pihak sipil meminta penundaan batas waktu dengan alasan untuk mententramkan perampokan. Kemudian setelah Inggris menyerahkan kekuasaan atas Indonesia dengan kelicikan Belanda untuk mengadudombakan antar penduduk asing (Cina. Arab. Dihadapkan pada pertimbangan kekuatan yang tidak seimbang yaitu sekutu dengan kekuatan Divisi India 12.” Dari 3 perintah yang bertentangan Komandan Divisi mengadakan rapat kilat di Regentweg dengan komandan-komandan. 3. Staf. Akan tetapi permintaan itu ditolak oleh pihak sekutu. Sumatra dengan garis demarkasi yang sudah siap apabila TRI menyerang.NICA akan menggantikannya jangan diadakan pembakaran dan sebagainya. telefooner mij. Komandan Polisi Tentara mengusulkan untuk membumihanguskan dan kemudian menutup terowongan kali Citarum diperbatasan barat dengan ledakan dinamit. Pemerintah Sipil dan tokoh-tokoh KNI. Three conflict order (dari pusat. Dalam rapat itu Mayor Rukana. Als er nog geknokt wordt. dimana Inggris berjanji untuk mempergunakan badan-badan Netherland Indies Civil Administration (NICA) dalam urusan pemerintahan dan untuk selekasnya memulihkan kekuasaan Belanda di Indonesia. Komandan Resimen dan lain-lain Perwira ingin bertempur terus. Komandan Divisi sangat sulit untuk menentukan sikap karena dihadapkan pada : 1. 2. Dari Markas Besar Tentara di Yogya mengirimkan kawat tanpa nama si pengirim bunyinya : “Tiap sejengkal tumpah darah harus dipertahankan. maka pada pukul 14.” (artinya laksanakan saja sesuai kebutuhan situasi dan kondisi kalau terjadi sesuatu teleponlah saya. dan kom ik bij jou. Penasehat Militer dan MBT). andai kata TRI melawan itu bunuh diri namanya. Tentara sekutu disamping tugas pokok untuk menyelesaikan tugas RAPWI mengemban pula tugas sampingan yang diutamakan yaitu melaksanakan persetujuan Civil Affair Agreement tanggal 24 Agustus 1945 dengan Belanda. karena yang rugi rakyat kita sendiri juga dan yang harus membangunnya kelak kita juga. India) dengan penduduk Cina (Kuomintang) Belanda membentuk barisan Cina dengan nama Po An Tui padahal negara Cina Kuomintang bersimpati kepada Barisan Keamanan Gerakan Kemerdekaan Indonesia. katanya sudah diramalkan Bandung akan menjadi “Lautan Api dan Lautan Air”.

Segala kejadian dilaporkan ke MBT. A. Memang berat penderitaan rakyat Bandung. A. Nasution) dengan stafnya pindah ke Kulalet (Dayeuh Kolot). hal ini bisa dimaklumi karena . Setelah Bandung dibumi hanguskan. Banyak yang menangis. dan kemerdekaan akan membawa kebahagiaan dan kesejahteraan yang telah diimpikan dan dijanjikan oleh pemimpin-pemimpinnya. Setelah pukul 24. akan tetapi mereka ikhlas memberikan pegorbanan dengan keyakinan kemerdekaan akan tetap selamanya. Nasution) mengenai Bandung Lautan Api. Bagaimana tindakan Inggris. tanda berkabung dengan kalimat-kalimatnya yang melukiskan kemurkaan bercampur duka cita karena bumi hangus “demooiste stad van Java” dan “Parijs van Java” menjadi rusak. Berangsur-angsur kedengaran dentuman-dentuman dan kelihatan kebakaran semakin hebat mulai dari Cimahi sampai Ujungberung. Pukul 20.00 2.H. Setelah Komandan Divisi III (Kol. bahwa yang dilakukan oleh Komandan Divisi (Kol. Serangan-serangan dilakukan sekitar bekas KMA. Tentara melakukan bumi hangus terhadap semua bangunan yang ada. Komandan Divisi III mengirim nota ke MBT dan pernah langsung menghadap kepada Panglima Besar (pak Dirman) untuk mengadakan siasat menyeluruh agar seluruh Jawa mengadakan “Serangan Umum” dalam arti implikasi gerilya untuk terus menghangatkan kota. Hujan rintik-rintik menimpa mereka. memikul dan menggendong anak-anak serta barang sekedarnya. Tembakan-tembakan tersembunyi dilakukan di bagian Utara. kita (Indonesia) dan pihak sekutu (Inggris.00 komandan Divisi bersama Mayor Rukana berdiri disebuah bukit memerikasa pelaksanaan perintah Komandan.H. Begitu dari selatan harus ada penyusupan ke Utara.000 rakyat keluar kota dengan berjalan kaki. hanya terdengar tembakantembakan sebentar jauh dari Utara. Belanda) masing-masing sedang mengadakan konsolidasi. 4. Komandan meronda dalam kota dan membantu sendiri membakar disana-sini. supaya Bandung Utara diserang dari pihak utara dan dilakukan pula sedapat bisa. Dengan keyakinan bahwa pengorbanan mereka takan sia-sia. yang lalu menyetujui tindakan yang telah diambil. Sesudah matahari terbenam. Gedung-gedung yang besar hancur oleh dinamit. Semua pegawai dan rakyat harus keluar kota sebelum pukul 24. adalah keputusan yang baik. Akibat peristiwa Bandung Lautan Api. Sesudah kejadian tersebut dari luar kota TRI mengatur terus infitrasi-infitrasi setiap malam untuk mengacaukan musuh. surat kabar membuat berita tentang Bandung dalam kotak-kotak hitam.00 Komandan berdua kembali masuk kota untuk memeriksa dari dekat. Pukul 21. 3. Ciumbuleuit. Pos Komando saya pindahkan ke Kulalet (Dayeuh Kolot).00 kota praktis sudah kosong dari manusia akan tetapi api masih menyala terus.1. Sukajadi dan lain-lainnya. Pak Nasution dianggap sebagai “Penjahat Perang” dan untuk itu beliau dimintai pertanggung jawabannya. Namun misi Komandan Divisi III tidak mendapat respon yang baik dari MBT. Namun pada bulan Mei 1946 Jenderal Urip Sumoharjo dengan resmi menerangkan di Purwakarta. Sangat sedih hati melihat lebih kurang 100.

BLA ditinjau dari operasi Militer merupakan suatu gerakan kebelakang meninggalkan musuh dengan tujuan mengorbankan ruang untuk memperoleh waktu. yang diperlukan untuk persiapan-persiapan gerakan selanjutnya berupa serangan. Pertempuran sejak dari Cianjur sampai Rajamandala c. Meskipun semangat tempur dan moril tinggi. mulai dari Sukamiskin sampai Cimahi. Cianjur dan Puncak. HIKMAH DARI BANDUNG LAUTAN API . Penghadangan terhadap musuh yang berada di jalan raya antara Puncak dan Bandung. tetapi pertimbangan kekuatan tidak seimbang alangkah dungunya seorang Komandan menggerakan Pasukannya untuk melakukan pertempuran. Setelah dilakukan pemunduran diperintahkan untuk melakukan penyerangan yang dilakukan oleh pejuang TRI antara lain : a. Musuh tidak bisa memanfaatkan asset selain puing-puing dan menyalurkan musuh ke dalam situasi yang tidak menguntungkan baginya. ini namanya bunuh diri. e. Ciranjang. Penghadangan terhadap konvoi di Tugu dan Cipayung. Padalarang. tetapi merugikan dipihak musuh. penghadangan atau perang gerilya. 3. Dapat disimpulkan disini bahwa dari segi taktik penyerangan-penyerangan dengan kekuatan kecil menghindari korban yang besar. dalam waktu dan ruang tertentu. Dari segi Taktik Militer. Ruang dikorbankan untuk memperoleh waktu yaitu menghindari pertempuran-pertempuran yang menentukan. pertahanan dan hambatan dengan berpegang kepada perang memegang teguh tujuan. Dari segi Kampanye Militer. Tak ada tempat yang sepi insiden. Implikasi peristiwa BANDUNG LAUTA API ditinjau dari kampanye militer adalah : 1. Beberapa kolone dicegat rakyat di Cikarang dan Pacet. 2. BLA ditinjau dari segi strategi Militer sesuai rumusan strategi yang dikemukakan oleh Mao Tse Tung yaitu BLA memainkan peranan yang penting dalam pelaksanaan perang berlarut atau gerilya. b. BLA merupakan rangkaian operasi militer yang berhubungan dengan yang lain dengan tujuan untuk menyelesaikan suatu sasaran bersama. Cipatat. Pelaksanaan BLA menggunakan suatu taktik kombinasi dari serangan. d.posisi MBT saat itu lebih bersifat koordinator dari pada Komando tertinggi tentara pada dewasa itu. Dari segi Strategi Militer.

yang merupakan segala usaha. PENUTUP Dari uraian diatas dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. Kepercayaan sekutu kepada TKR sekaligus merupakan pengakuan terhadap eksistensinya TKR secara de facto. kini Tugu BLA sudah dibersihkan. . Tugu BLA yang terletak dilapangan Tegallega keadaanya tidak terawat dan sangat menyedihkan. dalam hubungan ruang dan waktu yang ditetapkan atas dasar perintah dari fihak yang berwenang dalam rangka mencapai tujuan perang ataupun tujuan Hankamnas. mendesak sekutu untuk minta bantuan pengawalan kepada TKR. Perjalanan bersejarah bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah telah mengorbankan jiwa harta benda yang tidak terhingga. Tiap daerah mempunyai perang sendiri-sendiri dalam upaya mempertahankan kemerdekaannya seperti Rakyat Jawa Barat dalam epos Bandung Lautan Api yang telah memberikan saham yang besar dalam membela bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia. yang pernah dilakukan Taruna Akademi Militer Tanggerang selama tiga kali antara Desember 1945 s/d Januari 1946. 2. Khusus untuk Siliwangi BLA telah menghasilkan system Pertahanan Garis Hantar Kuning sampai system Pertahanan dan keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata).Kegagalan sekutu sewaktu mengirimkan perbekalan ke Bandung. tinggal menunggu perbaikan dan pelestariannya sekaligus pemanfaatannya sebagai tugu dan musium perjuangan Rakyat Jawa Barat. kegiatan dan tindakan militer berdasarkan suatu rencana untuk mencapai tujuan. Rentetan peristiwa/bentrokan antar TKR dan sekutu (Inggris) sampai terjadinya peristiwa heroik BLA merupakan masukan untuk penyusunan doktrin dan macam-macam operasi militer. yang terkenal dengan peristiwa Cikampek.

5. melainkan lebih mementingkan. Riau. Amiin. Palembang. 4. Kerelaan berkorban untuk kemerdekaan Indonesia dengan mengorbankan harta benda maupun jiwa raga mereka. Batak. 6. Kemanunggalan Tentara dan Rakyat dalam kerjasama : a. Sepi ing pamrih rame ing gawe berjuang tidak mengharapkan upah/gaji bayaran. A. Disiplin tinggi yang bersifat nasional TRI/pejuang bersenjata tetap menolak untuk mundur tetapi selaku prajurit yang harus taat kepada perintah atasan/pemerintah. berkat naluri militer dari Komandannya yaitu Kol. Penerimaan asrama (akomodasi) dengan istilah “Pastur” (tepas batur) d. Kesatuan dan persatuan nasional yang erat bahu membahu tidak membedakan asal daerah suku dan agama. Nusa Tenggara. Kejujuran hati tidak mementingkan diri sendiri. penghargaan dan penghormatan. Peranan lasykar wanita baik di depan dan di belakang front c. tukang becak yang bernama Emen berhasil menghancurkan tank musuh di jalan Waringin. yang memberi andil besar dalam menyusun macam-macam operasi militer di Indonesia sampai dengan Sistem Pertahanan dan keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). mengutamakan kepentingan umum terutama kepentingan kemerdekaan Indonesia. Demikian tulisan “BANDUNG LAUTAN API BESERTA IMPLIKASINYA DARI SEGI MILITER”. Maluku ikut berjuang membela Jawa Barat dalam peristiwa Bandung Lautan Api. Jenderal Besar). Padang. penuh kesadaran menurut memenuhi perintah. dengan rela menerima perintah itu demi keutuhan bangsa dan tanah air.H. Jambi.3. Bantuan logistik dengan dapur umumnya b. Meskipun TKR baru lahir tapi dalam peristiwa BLA telah mampu melakukan kegiatan militer yang bersifat taktis dan strategis. Nasution (sekarang alm. Semangat pengorbanan Rakyat Jawa Barat luar biasa besarnya dan mencerminkan kesatuan dan persatuan bangsa dalam membela bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia. LONG MARCH SILIWANGI . 3. 4. Mereka datang dari delapan penjuru angin terdiri dari suku Sunda. Jawa. 2. Kesan dan pesan dari peristiwa Bandung Lautan Api 1. dengan harapan semoga masyarakat Jawa Barat menghargai para pejuang terdahulu dan memiliki sense of belonging pada Tugu Bandung Lautan Api yang terletak di Tegallega. Sulawesi. Rakyat ikut bertempur al.

Instruksi Panglima Besar No. Setelah prajurit Siliwangi berada di Jawa Tengah. untuk menembus. tanggal 19 Desember 1948 Belanda melakukan aksi militer ke-II. Perintah hijrah itu dilaksanakan tanggal 1 Februari 1948 dan berakhir tanggal 22 Februari 1948. Republik Indonesia meramalkan akan adanya gerakan militer Belanda berikutnya. 1” tentang cara pelaksanaan perlawanan terhadap Agresi Belanda. dalam perang Kemerdekaan ke-I secara psikologis telah sangat memukul moril prajurit-prajurit RI. Atas serangan perang Kemerdekaan itu. Atas desakan DK PBB dan dengan bantuan Komisi jasa-jasa baik diadakanlah perundingan antara Indonesia dan Belanda. Panglima Besar Sudirman mengeluarkan perintah kilat antara lain Pemerintah Belanda telah membatalkan persetujuan gencatan senjata. . menyusup ke kedudukan semula di Jawa Barat dengan sebutan yang terkenal “LONG MARCH SILIWANGI”. Akan tetapi tidak semua adalah gejala sementara. Inti dari Persetujuan Renville itu antara lain mengharuskan Divisi Siliwangi harus pindah ke Jawa Tengah ke daerah Republik. yang waktu itu sudah semakin ciut.PENGANTAR Kemajuan-kemajuan yang mempesona dari gerakan tentara Belanda yang modern itu. ternyata ramalan itu benar. Dengan gerilya sementara bahu membahu dengan rakyat prajurit Siliwangi telah berhasil menguasai keadaan ini diakui oleh pihak Belanda bahwa perlawanan pasukan-pasukan RI di Jawa Barat dan Jawa Tengah makin meningkat saja. Siliwangi telah berhasil menumpas pemberontakan PKI MUSO tanggal 18 September 1948. disamping melawan Belanda. di kapal Amerika “Renville” di pelabuhan Tanjung Priok yang kemudian melakukan “Persetujuan Renville” yang ditanda tangani tanggal 17 Januari 1948.1 terkenal dengan nama “Perintah Siasat No. Oleh karena itu Angkatan Perang RI menjalankan rencana yang telah ditetapkan untuk menghadapi serangan Belanda. dan khusus untuk Siliwangi.

pihak Belanda berupaya memaksa dilakukannya perundingan “RENVILLE” (Perundingan yang dilakukan diatas Kapal Renville). Dalam masa hijrahnya pasukan Siliwangi menghadapi ujian berat. salah satu isinya memutuskan tentara RI harus meninggalkan kantongkantong Gerilya. termasuk didalamnya pasukan Siliwangi harus meninggalkan kampung halamannya Jawa Barat dan segera melakukan hijrah ke Jawa Tengah sebagai satu-satunya daerah yang masih dikuasai Pemerintah RI. Penderitaan pertama yang dirasakan pasukan Siliwangi setelah berada di Jawa Tengah ialah diharuskannya reorganisasi dan rasionalisasi (RERA). Persetujuan yang ditanda tangani tanggal 17 Januari 1948 sangat merugikan pihak RI. 1” yang . sehingga sebagian dari mereka yang turut hijrah terpaksa tidak dapat masuk formasi dan akhirnya hidup terkatung-katung di tanah rantau. Pada tanggal 22 Februari 1948 sekitar 29. 1 yang dikenal dengan “PERINTAH SIASAT NO.Dalam kisah berikut akan disampaikan kisah Siliwangi dalam Hijrah dan Long March. ketabahan serta keberanian pasukan Siliwangi secara gemilang berhasil menumpas pemberontakan PKI Muso dan membunuh Muso sendiri di daerah Ponorogo dan Amir Syarifudin di daerah Cepu / Blora. LONG MARCH SILIWANGI Pada tanggal 9 Nopember 1948 Panglima Besar Soedirman mengeluarkan Instruksi No. Yang menamakan dirinya sebagai Perdana Menteri PKI. Pelaksanaan perpindahan ke Jawa Tengah dilakukan dengan cara sebagian diangkut dengan Kereta api dan sebagian lagi menggunakan Kapal laut dan diturunkan di daerah Rembang Jawa Tengah.000 orang pasukan Siliwangi terpaksa meninggalkan kantong-kantong gerilyanya di Jawa Barat. HIJRAH Disaat perjuangan perlawanan terhadap Belanda di Jawa Barat sedang memuncak dan inisiatif serangan berada di pihak pasukan Siliwangi. selain menghadapi Tentara Belanda. juga pada saat yang bersamaan tanggal 18 September 1948 PKI Muso pun melakukan pemberontakan terhadap Pemerintahan RI dengan dipimpin oleh Amir Syarifudin SH. Namun berkat kegigihan. keuletan.

tiba-tiba saja pihak Belanda melancarkan agresi Militer ke II terhadap Ibu Kota RI Yogyakarta. Sukabumi dan Bogor. 3. tidak lagi merasa terikat oleh perjanjian Renville yang sebenarnya telah begitu menguntungkan pihaknya. Batalyon Ahmad Wiranatakusumah bertugas sebagai pengawal Staf Divisi Siliwangi dan berangkat paling akhir. Pada tanggal 19 Desember 1948 bergeraklah si Anak Rantau Siliwangi kembali ke Jawa Barat. Brigade Kusno Utomo menuju daerah Bandung. Dengan demikian pada akhir tahun 1948 mulai bergeraklah si Anak Rantau Siliwangi ke tempat asalnya di Jawa-Barat. Pihak Belanda mengatakan kepada Komisi Jasa PBB. Belum lagi pasukan Siliwangi melepaskan lelahnya setelah melaksanakan operasi penumpasan terhadap PKI Muso. . Adanya perintah untuk bergerak kembali ke kampung halamannya yang sudah sekian lama ditinggalkan dan dirindukan maka keadaan tersebut disambut dengan penuh kegembiraan diselingi rasa keharuan yang sangat mendalam sekali.00 waktu Jakarta.memerintahkan pasukan Siliwangi untuk bergerak dari kedudukannya guna melakukan gerakan Militer kembali ke Jawa Barat.30 lapangan terbang Maguwo dibom oleh pesawat-pesawat pembom MITCHEL B-25 yang diikuti penerjunan satu Batalyon Pasukan Baret Hijau Belanda yang ditugaskan untuk merebut lapangan tersebut. peristiwa ini kemudian dikenal dengan sebutan “Long March Siliwangi”. suatu perjalanan yang penuh dengan duka derita. Garut dan Ciamis. tidak dapat dipertahankan. Pada tanggal 19 Desember 1948 sekitar pukul 05. 1 yang memerintahkan pasukan Siliwangi segera bergerak dari kedudukannya masing-masing menuju ke daerah masing-masing yang telah ditetapkan di Jawa Barat. hanya mengandalkan pemberian penduduk yang dengan secara ikhlas mau membantu memberikan makanan apa adanya seperti nasi tambah sambel goang. Brigade Sadikin menuju Jawa Barat sebelah utara. bahwa pihaknya mulai tanggal 19 Desember 1948 pukul 00. 2. Brigade Syamsu menuju daerah Tasikmalaya. jadi untuk makan sekian banyaknya orang. Namun karena keadaan medan Jawa Barat tidak mengijinkan ditambah akibat adanya pengacauan oleh yang menamakan dirinya Darul Islam Kartosuwiryo maka tujuan yang telah ditetapkan itu. Belanda mengerahkan sejumlah kurang lebih 135. Rencana Long March Siliwangi telah disusun rapih dan sudah disalurkan berupa perintah hingga tingkat Batalyon sebagai berikut : 1. 4. Dalam perjalanan kembali ke Jawa Barat. Cianjur. pasukan Siliwangi tidak memiliki bekal makanan sedikitpun. ubi/ singkong atau oyek. tetapi penuh nuansa heroik-patriotik. Untuk menghadapi taktik licik Belanda tersebut Panglima Besar Soedirman mengeluarkan instruksi. Tujuan agresi Belanda ke-II itu adalah untuk menghancurkan segala potensi Republik atau melumpuhkannya.600 orang Tentara dengan perlengkapan modern bantuan dari “Marshal Plan” Amerika-Serikat. Instruksi Panglima Besar No.

Komandan Batalyon Mayor Abdulrachman gugur ditembak Baret Hijau Belanda dan Danyon diganti oleh Mayor Amir Mahmud. ialah Letnan Saragih dan Letnan Affandi. Simatupang selaku Wakil II KSAP. Batalyon Kemal Idris di daerah Kabupaten Cianjur. kemudian diselesaikan secara musyawarah. Penyergapan Tentara Belanda terhadap Kompi Sjafei di daerah Arjasari Banjaran. dan Sersan Mayor Soemitro Ajudan Komandan Batalyon “Guntur”. Kolonel T. Beliau dikawal oleh satu regu prajurit Siliwangi. Batalyon Ahmad Wiranatakusumah di Bandung Selatan.Sehingga pada akhirnya Batalyon Sitorus kembali ke daerah Garut. Sedangkan Kapten Sitoroes ditunjuk sebagai pengganti Mayor Daeng Mohamad selaku Komandan Batalyon “Guntur”. Batalyon Dharsono ke daerah Karawang. yang kebetulan saat itu berada ditengah-tengah lingkungan Divisi Siliwangi langsung menunjuk perwira staf yang tertua ialah. dan selaku penanggung jawab gerakan Long March dari seluruh divisi beserta Mayor Daeng Mohamad-Komandan Batalyon “Guntur”. Perundingan berlangsung dengan SM. b. Panglima I. 1. dengan mengadakan pembagian wilayah operasi Divisi Siliwangi di Jawa Barat sebagai berikut : a. di daerah Sukowaluh (masuk wilayah Purworejo) Sepasukan Tentara Belanda dari Kesatuan Batalyon “Anjing NICA” berhasil menangkap Letkol Daan Jahja Kepala Staf Divisi Siliwangi. juga langsung menunjuk Letkol Abimanjoe sebagai Pj. dan seorang sersan ialah Sersan Hutabarat. Letnan Resdan Komandan Peleton Pengawal Staf Batalyon “Guntur” beserta beberapa orang prajurit gugur. Batalyon Sudirman ke daerah Tasikmalaya utara.B. Letkol Abimanjoe bertanggungjawab atas medan atau wilayah Jawa-Barat sebelah utara. Masalah adanya Panglima Divisi Siliwangi yang kembar ini. nama Batalyon diganti jadi Yon 11 April. Panglima II. meminta kurban 36 orang gugur. Letkol Sadikin bertanggungjawab atas medan atau wilayah Jawa-Barat bagian selatan. Sedangkan Kolonel Nasoetion sebagai Panglima Komando Jawa. Pada umumnya Batalyon-Batalyon Siliwangi itu kembali ke daerah-daerah gerilya mereka sebelum mereka hijrah. Kapten Pirngadi Perwira Staf Siliwangi. dan diantar oleh Adah Djaelani “Bupati DI-TII”. Batalyon Lucas Kustaryo ke daerah Cikampek. Kartosoewirjo yang didampingi oleh Oni . diantaranya yang menjadi kurban ada 2 orang Komandan Peleton. dan diperintahkan untuk segera berangkat ke Jawa Barat menyusul perjalanan Divisi Siliwangi. 2. Batalyon Abdulrachman (Yon Taruma Negara) ke daerah Sumedang. Batalyon Roekman ke daerah Cirebon dan Kuningan. Panglima Divisi Siliwangi. Letkol Sadikin selaku Pj. Panglima Divisi Siliwangi. 3. Tanggal 22 Desember 1948. saat melakukan perlawanan. Batalyon Kosasih ke daerah Sukabumi dan Bogor. Batalyon Nasuhi ke daerah Ciamis dan Batalyon Rivai ke daerah Majalaya hingga perbatasan Garut. yang menerima berita beberapa hari kemudian tentang tertangkapnya Letkol Daan Jahja. Mayor Oetara selaku Perwira Staf Brigade XIV/ Siliwangi. 4. menerima perintah atasan untuk mengadakan perundingan dengan pihak DI-TII di daerah Cigalontang.

Kab. Kab. Jalur pantai Selatan : Mulai dari daerah Yogya. Sumedang. Bumi Ayu. Karawang dan Bekasi. Gombong. daerah Purwokerto. dengan cara ditelanjangi terlebih dahulu. atas pengakuan langsung dari para eksekutor). Sukabumi dan Bogor. Kab. Subang Kuningan. Gunung Ciremai. a. Dalam perjalanan kembali ke kampung halamannya di Jawa-Barat. Kab. Satu regu TNI pengawal Mayor Oetarja dilucuti senjatanya. bekas pengawal Mayor Oetarja pada saat itu. daerah Slawi. Sukabumi dan Bogor. Wates. Gunung Slamet. tidak mencapai kesepakatan untuk bekerjasama mengusir Tentara Belanda. Purworejo. Bandung. sedangkan Mayor Oetarja sendiri ditahan. Majalengka. yang kemudian dieksekusi. Cianjur. Salam.dan Sjaefullah pembantu-pembantu dekat SM. daerah Ciamis. Cianjur. Kebumen. Kartosoewirjo. Jalur pantai Utara : Mulai dari Wonosobo. baik yang kena sergap atau diracun untuk dibunuh atau ditawan setelah melalui penganiyaan yang tidak berperikemanusiaan. Di Priangan Timur banyak prajurit Siliwangi yang jatuh dalam jebakan pasukan DI-TII. pantai selatan dan jalur tengah. Cilacap daerah Kalipucang. Kawali. Garut. Rancah. Jalur Tengah : Mulai dari Wonosobo. dimulai dari garis Demarkasi dan melalui 3 jalur menyusuri pantai Utara. SELATAN Pergerakan hijrah pasukan Siliwangi dari Jawa Tengah ke Jawa Barat yang meliputi kekuatan 3 Brigade dan 14 Batalyon bersama keluarga selama 11 PERGERAKAN JALUR TENGAH DAN . Ternyata perundingan gagal. Taraju Garut. Pagerageng. yang kemudian ditebas kepalanya didepan lubang lahat yang sudah disediakan oleh 2 orang anggota DI-TII yang bernama Eman dan Komar (keterangan diperoleh dari Prajurit TNI O. Banjarnegara. Soedrajat. Kab. b. Kab. Gunung Galunggung. daerah Salopa. Sindangbarang. ROUTE Pada umumnya gerakan kembali ke Jawa Barat. TasikmalayaSingaparna. pasukan Siliwangi mendapatkan hambatan dari DI-TII Kartosuwiryo. c. Banjarnegara. Purwakarta. Subang. daerah Majalaya.

Rute Batalyon Tajimalela (Mayor Lukas K) + 540 Km (Widodaren s/d Cikampek). Rute Brigade XII (Letkol Kusno Utomo) berikut Batalyon-batalyon (lihat lampiran 1) a. Pemboman oleh pesawat terbang Belanda di Salem. Pertempuran melawan Belanda di Wonosobo . Penjebakan yang gagal oleh DI-TII di Lemahputih Pengintaian/pertempuran melawan Belanda di Leles/Cicalengka. Pemboman oleh pesawat terbang Belanda di sekitar Gunung Ciremai. Rute Batalyon (Mayor Achmad Wiranatakusumah) + 465 Km. Pertempuran melawan Belanda Tiba di Tasikmalaya menuju basis Gunung Puntang. Pengintaian/pertempuran melawan Belanda di Banjaran. Rute Long March Siliwangi Brigade XIII (Letkol Sadikin) Berikut Batalyon-batalyonnya. Rute Brigade XII (Letkol Kusno Utomo) + 405 Km (Mendut s/d Parigi). c.(Solo s/d Malabar). a. Diperbatasan Magelang terjadi pertempuran melawan Belanda. e.bulan. d. Pemboman oleh pesawat terbang Belanda di Bantar Kawung. b. Penjebakan yang gagal oleh DI-TII di Bantarujeg/Lemah Putih. Rute Brigade XIII Siliwangi (Letkol Sadikin) + 285 Km Wonosobo s/d Surian Sumedang. Rute Batalyon II/ Kalahitam (Mayor Kemal Idris) + 420 Km (Yogya s/d Cianjur). Rute Batalyon (Mayor R. Solo – Prambanan = Jalan kaki Prambanan – Bandung = Jalan kaki. Pengintaian/pertempuran melawan Belanda di Cileunyi. dapat diuraikan berikut routenya sebagai berikut : 1. .Setelah gagal dalam Operasi Penyerangan Sungai di Jembatan Kebasen .A. Rute Batalyon IV (Mayor Daeng) + 375 Km (Yogya s/d Bandung). b. Kosasih) + 450 Km (Magelang s/d Bogor).Pertempuran melawan Belanda di Kawali. Sebagai Pasukan Pengawal Staf Divisi Siliwangi. 2. Pengintaian/pertempuran melawan Belanda di Ciwidey.

Pertempuran Si 1 / Ki 1 dari Kr. Rute Batalyon 301 / Prabu Kiansantang. Rute Batalyon Nasuhi (Mayor Nasuhi) + 300 Km (Magelang s/d Malangbong Garut). a. b. 3. Belanda terdesak mundur dan menderita korban mati dan luka. Ki A melawan Belanda di Teluk Jambe. Rute Batalyon 3 / Garuda Hitam (Mayor Rivai) + 315 Km (Magelang s/d . • Konsolidasi Batalyon sebelum Operasi Penyebrangan.Rawalo kembali mengambil rute lewat Gunung Slamet menuju Jawa Barat. + 360 Km (Banjarnegara / Purwakarta). . Bandung). • Pertempuran melawan Belanda di Gunung Slamet. Kobar. Posko Batalyon.X. Serangan udara Belanda di Kaligus Gunung Slamet. T. Pertempuran melawan Belanda . . Dibombardir di Wonosobo (17 anggota hilang). di Sukamatri Panjalu Ciamis (Kapten Musad Idris dan Letnan Neman / pembawa Panji Siliwangi gugur). Rute Batalyon 2 (Mayor Sudarman) + 195 Km (Magelang s/d Banjar Ciamis) Pertempuran melawan Belanda. Rute Batalyon II/Tarumanegara (Mayor Abdurrahman) + 285 Km (Wonosobo s/d Sumedang). Menyerang Pos Belanda di Lemah Putih yang berkekuatan 1 Kompi lengkap dan diperkuat beberapa brencarrier. Rute Brigade XIV Siliwangi (Letkol Syamsu) + 315 Km (Magelang s/d Ciparay Kab.Pertempuran melawan Belanda di Cijolang beberapa anggota gugur/likaluka. Kanonade sebelum Bantarkawung. c. • Posko Batalyon di Ciseuti. Ki 4 di Cinusa dan Si 1 di Cinusa. Ki 2 didesa Kedawung. d. Posko Batalyon di Finish Babakan Pari Sumedang. di Rancah (1 regu gugur). c. d. Rute Long March Siliwangi Brigade XIV (Letkol Syamsu) berikut Batalyon-batalyonnya.

PERGERAKAN JALUR UTARA Perlu juga diketahui. Ketiga Batalyon inilah yang menjadi Brigade A. . Batalyon Rukman adalah perintis Long March Divisi Siliwangi. Bandung ). serta markas Kolonel Abimanyu (Komandan Divisi Siliwangi yang diangkat oleh Panglima Besar Jenderal Sudirman). berkedudukan di Indramayu. Ukar Bratakusumah. . Batalyon Rukman berkembang menjadi tiga Batalyon. menerobos garis demarkasi yang dijaga ketat oleh Divisi Tentara Belanda Pasukan Batalyon Rukman ini berhasil menduduki daerah yang luas di Keresidenan Cirebon. Batalyon Machmud Paksya berkedudukan di Cirebon (termasuk didalam kota) dan Batalyon Sentot. yaitu Batalyon Mustopa berkedudukan di Kuningan.Pertempuran melawan Belanda. serta satu-satunya Batalyon yang sebelum Aksi Kedua berhasil menyusup ke daerah pendudukan (Jawa Barat bagian Utara).Majalaya Kab.. menyatu dengan Rakyat dan menjadi beach-head pada waktu terjadi peristiwa Long March. dengan Komandan Brigade Letnan Kolonel Rukman. Daerah kekuasaan Batalyon Rukman dijadikan tempat kedudukan Gubernur Jawa Barat yang dijabat oleh Ir.

Anjuran ini di terima dengan baik oleh Barisan Banteng. Dalam usaha mempengaruhi anggotaanggota Angkatan Perang RI.SAHAM “MAUNG” SILIWANGI DALAM MEMBASMI PKI-MUSO DI MADIUN Pada waktu Pemerintah RI mengambil kembali Suripno dari Cekoslowakia. . diadakanlah oleh mereka pembicaraan dengan pimpinan PKI. Muwardi. setibanya mereka di Indonesia. Pada tanggal 13-16 September 1948 di Sala terjadi insiden antara TNI-AD dengan Tentara Laut RI yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Yadau yang menjadi pengikut setia dari pada PKI yang dikuasai oleh Muso. penghasut-penghasut PKI itu menggunakan sentimen yang ada didalam Angkatan Perang (seperti ketidak-puasan mengenai RE/RA) serta keadaan ekonomi yang kurang memuaskan ketika itu. bahwa dengan perantara orang-orang yang berkedudukan tinggi pihak PKI dengan FDR-nya telah lama berusaha untuk mempengaruhi Angkatan Perang Republik Indonesia. Berdasarkan dokumen-dokumen yang berhasil disita oleh pihak Republik Indonesia ternyata. ternyata ia Pulang bersama-sama dengan seorang Tokoh PKI yang telah bertahun-tahun bermukim di Uni Sovyet. dengan tegas menolak untuk bergabung dengan PESINDO. pada tanggal 14 September tiba-tiba menyerang barisan Banteng di Sala karena Dr. ialah Muso. Pemimpin barisan Banteng. Partai Sosialis (Amir Syarifuddin). Insideninsiden itu baru dapat dihentikan setelah Putera-putera Siliwangi turun tangan dan menganjurkan kedua-belah pihak untuk mentaati TNI. Bahkan mereka telah bertindak lebih lanjut lagi dengan membangkang terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan oleh pihak Siliwangi yang terpaksa mengambil tindakan-tindakan yang tegas dengan mengakhiri semua aktifitas dari PESINDO. Kekacauan-kekacauan mulai timbul dimana-mana dan berpusat di Surakarta. PESINDO (Pemuda Sosialis Indonesia) yang tergabung dalam FDR. akan tetapi ditolak oleh pihak PESINDO. FDR tersebut kemudian menjadi sub-organ dari pada PKI. Partai Buruh serta pemimpin-pemimpin lainya yang tergabung dalam Front Demokrasi Rakyat (FDR).

maka dengan tiba-tiba sekali Kolonel Sumarsono yang berpihak kepada PKIMuso. Pasukan-pasukan TNI-AD yang berada di Magetan pun meloloskan diri dari ancaman pihak komunis untuk kemudian bersama-sama dengan kadet-kadet dari Akademi Militer yang berada di Sarangan membentuk suatu pertahanan yang mengurung keresidenan Madiun di lereng Gunung Lawu. Batalyon Panjang Jokopriono di Ponorogo e. Satuan-satuan TNI-AD yang tetap setia kepada RI di Ponorogo dan Ngawi. berhasil untuk kemudian mengatur siasat lebih lanjut guna menghantam pihak pemberontak.00 pihak pemberontak berhasil menguasai markas-markas SPDT. Batalyon Maladi Yusuf yang beroperasi Ponorogo dan Sumoroto Dalam gerakannya di kota Madiun. “Radio Gelora Pemuda” milik PESINDO dijadikan pula trompet kaum komunis. Setelah pihak PKI berhasil untuk mengalihkan perhatian Pemerintah RI serta umum kepada kota Sala dimana sering kali terjadi insiden-insiden bersenjata. Studio RRI Madiun berhasil diduduki oleh kaum pemberontak dan dipergunakan sebagai corong propaganda kaum pemberontak. dibunuh di luar batas perikemanusiaan. Pada tanggal 19 September 1949 pukul 09.00 sedangakan batalyon-batalyon yang turut dalam penghianatan itu adalah : a. ialah merebut kekuasaan dari tangan Pemerintahan Republik Indonesia yang syah.Bila pasukan-pasukan TNI berhasil mereka pengaruhi. Batalyon Mursid di Saradan c. Untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai tuduhan pihak PKI-Muso terhadap Pemerintah Republik Indonesia itu. bahkan dalam kesempatan itu jenderal Mayor (PKI) Joko Suyono telah melakukan suatu panggilan/seruan kepada para Komandan Pasukan TNI-AD yang akan membebaskan Madiun dari cengkeraman pihak Komunis untuk datang ke Madiun guna berunding dengan jaminan “Kemerdekaan”. Pemberontakkan dilakukan pada 02. Amir Syarifuddin dan Suripno telah mengadakan pidato-pidato melalui Radio Gelora Pemuda itu. Batalyon Musyofa di kota Madiun b. Batalyon Abdulrakhman dan susulan dari Kediri f. Batalyon Darmintoaji di Ngawi d. Para pemimpin Pamongpraja yang berhasil ditangkap oleh pihak PKI. maka mereka akan dipergunakan sesuai dengan rencana yang telah mereka buat. Pada tanggal 19 September 1948. Cipto yang menyebabkan gugurnya seorang Mayor CPM setelah terjadi perlawanan sengit. Akan tetapi tipu muslihat kaum pemberontak itu tidak dihiraukan samasekali oleh para Perwira TNI-AD yang taat kepada Republik Indonesia. Nasib yang sama dialami pula oleh pemimpin-pemimpin partai Golongan Agama dan Nasional. Setelah itu mereka menangkapi para Perwira TNI-AD serta pemimpin-pemimpin lainnya yang menjadi lawan mereka. mereka memusatkan serangannya terhadap Markas CPM Siliwangi di Jalan Dr. pihak PKI-Muso tidak segan-segan . Batalyon CPM dan tangsi Polisi. dengan mendapat backing dari batalyon Brigade 29. mengambil kesempatan dari kekeruhan suasana itu dengan memproklamasikan terbentuknya apa yang mereka namakan “Sovyet Republik pada tanggal 18 September 1948 di Madiun. STM Madiun.

Inti pidato dari Muso itu berbunyi sebagai berikut : “…………. Pasukan yang dapat dikerahkan di Jawa Tengah untuk menumpas PKI hanya terdiri dari KRU Divisi Siliwangi. Batalyon gabungan dibawah pimpinan Mayor Sabrudin. rakyat daerah Madiun telah memegang kekuasaan Negara dalam tangannya sendiri. Dungus terus ke Madiun. Disebarkan umpamanya bisa. Dalam waktu yang bersamaan Brigade Sadikin dengan bantuan sebagian dari . Bila kita telaah isi pidato Muso itu. bahwa keadaan ekonomi dan politik dalam republik semuanya kaum buruh dan tani khususnya. Inilah sebab yang terakhir. Sebaiknya anasir-anasir yang memerintah telah memakai Revolusi kita sebagai kuda-kudaan untuk menguntungkan diri. bahwa ia seharusnya dipimpin oleh rakyat sendiri dan bukan oleh kelas lain. Sudah tiga tahun Revolusi Nasional kita berjalan dibawah pimpinannya kaum borjuis nasional. Batalyon Sunaryadi dengan dibantu oleh Brigade Mobil Polisi Jawa Timur yang bergerak melalui kota Wilangan menerobos Saradan terus ke Madiun. sama sekali tak dapat membedakan keadaan sekarang ini daripada keadaan selama jaman Belanda dan Jepang. bahwa Siliwangi .pula untuk mencap Corps Siliwangi sebagai penjahat-penjahat yang dilindungi oleh Pemerintah RI. lantaran laki-lakinya menjadi “romusha”. Dapatlah ditarik kesimpulan. maka angkatan Perang RI diperintahkan untuk segera bergerak dengan mengerahkan segala kekuatan yang ada padanya. Mereka sewaktu kedudukan Jepang telah menjadi Quisling-quisling dari 2 miliun wanita Indonesia telah menjadi janda. c. Pada tanggal 18 September 1948. Kedua pasukan ini ditugaskan untuk mengepung dan menyerang Madiun dari arah Barat. sedangkan dari arah timur Madiun akan digerakan Brigade Surakhmad. bahwa Siliwangi (singkatan dari Siliwangi) adalah “Stoot Leger Wilhelmina” (Pasukan Penggempur Wilhelmina). Batlyon Sabirin Mokhtar dan Mujayin bergerak melalui Trenggalek langsung menyerbu Ponorogo yang merupakan kosentrasi pasukan PKI yang kuat. OPERASI PENUMPASAN PKI-MUSO Dalam usaha menghancurkan serta menumpas pemberontakan PKI-Muso di Madiun itu. Dengan demikian mereka menanamkan rasa anti pathie rakyat terhadap Putra-Putra Siliwangi. yang bersifat goyang menghadapi imperialis seumumnya dan terhadap Amerika khususnya. merupakan “hantu” bagi PKI serta antek-anteknya. yang rupanya juga menjadi salah satu “obyek” yang perlu dihancurkan oleh PKI-Muso. sedangakan sebagai pelaksana operasi ditunjuk Mayor Yonosewoyo. Dengan begitu rakyat Madiun telah melaksanakan kewajiban revolusi nasional kita ini. maka akan jelaslah sampai dimana nilai mental dari pada gembong PKI yang memberontak itu. yaitu Brigade Sadikin dan Brigade Kusno Utomo. Operasi ini dilancarkan dari tiga jurusan : a. b. Operasi dari arah timur ini dipimpin langsung oleh Kolonel Sungkono. bergerak melalui sawahan.

menjadi insyaf kembali dan memberi bantuan kepada satuan-satuan Siliwangi yang bergerak ke Madiun. Kepada Siliwangi diberikan tugas untuk melakukan tembusan-tembusan pertama dari arah barat ke kota Madiun. sedangkan Kompi U bergerak dari Yogyakarta mengambil route Yogya-WonosariPracimantoro-Pacitan. Kosasih dan Batalyon Kemal Idris yang didatangkan dari Yogyakarta. Nasuhi ditugaskan merebut Pacitan dengan route SurakartaWonorigi-Batu Retno-Pacitan. pada Batalyon Nasuhi diperbantukan pasukan MA Kompi S. . Selain daripada itu Batalyon A. bergerak ke arah utara dengan tujuan Pati. dengan kekuatan Batalyon Akhmad Wiranatakusumah dan Batalyon Sambas sebagai tenaga cadangan. Satu peleton diantaranya terus mengikuti operasi Siliwangi sampai ke Madiun. semenjak terjadinya pemberontakan PKI-Muso Angkatan Udara RI-pun membantu dengan giatnya dengan menyelenggarkan perhubungan antara Yogyakarta dan Jawa Timur. b. dan kompi gabungan Hizbullah dan Barisan banteng. Batalyon Daeng juga bergerak ke arah utara dengan tujuan Cepu dan Blora. Setiap hari beribu-ribu surat selebaran Kementrian Penerangan RI dijatuhkan dari Udara diatas wilayah-wilayah yang dikacaukan oleh kaum pemberontak. Sayap kanan diisi oleh Batalyon Nasuhi. sedangkan pasukan-pasukan yang berada didaerah Kediri bergerak dari arah timur Batalyon “Kian Santang” akan bergerak sebagai “Stoot batalyon” dan menurut rencana. Sedangkan Husinsyah meneruskan gerakannya ke Ponorogo. batalyon inilah yang pertama-tama harus memasuki Madiun. Pati dan Semarang. Batalyon Darsono langsung bergerak ke Madiun. Brigade Kusno Utomo mendapat tugas khusus untuk mengamankan daerah Surakarta. Ditawangmangu mendapat bantuan dari Kompi R pasukan MA. sebetulnya dikala itu sudah timbul suatu kepercayaan/keyakinan didalam hati mereka. sedangkan Batalyon Akhmad Wiranatakusumah bergerak ke arah selatan dengan tujuan Ponorogo.pasukan Panembahan Senopati dan pasukan MA Yogya mengepung dan menyerang Madiun dari barat melalui tiga jurusan : a. bergerak dengan route Surakarta-Karanganyar-Tawangmangu-Sarangan-Plaosan-Magetan-MaospatiMadiun. c. Batalyon Husinsyah dan Brigade V/Slamet Riyadi. Sebagian dari pasukan pemberontak yang dahulu termakan oleh hasutanhasutan pihak PKI untuk menentang Pemerintah Republik Indonesia. Sementara itu. Poros Brigade 13. bahwa merekalah yang ditakdirkan oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk menjadi tulang punggung negara dan pelindung negara terhadap musuh-musuh dari dalam dan luar. Sebagai sayap kiri brigade. Batalyon Sentot ditugaskan merebut Ngawi dengan Route Surakarta-Sragen-Walikukun-Ngawi. Pada sayap kiri di perbantukan pula Batalyon Sumadi dari Panembahan Senopati. terdiri atas Batalyon Kemal Idris dan Batalyon Kosasih dengan mendapat bantuan dari Batalyon Suryosumpeno. sedangkan Batalyon Umar Wirahadikusumah ditugaskan untuk menguasai garis Walikukun-NgrambeMagetan. Dikalangan para Putera Siliwangi yang diserahi pertahanan Jawa Barat yang kemudian dihijrahkan ke daerah Republik.

sehingga gerakan Siliwangi menjadi sedikit terhalang karenanya. Pertempuranpertempuran berlangsung dengan sengitnya diberbagai sektor. yaitu dari daerah/medan yang menurut perhitungan PKI tidak mungkin untuk dilalui. perlawanan yang agak sengit dialami di Ngerong. Kompi III Komir Kartaman. setelah perbentengan mereka berhasil kita kuasai. yaitu sebagian bergerak ke arah Ngrambe sedangkan sepasukan lagi menuju ke Ngawi. Hanya sayang sekali Muso dan Amir Syarifuddin berhasil meloloskan diri.00 sampai tanggal 25 September pukul 06. Dengan hasutan-hasutan terhadap pemerintah Republik Indonesia di selatan Magelang. dimana Pabrik minyak sampai 4 kali beralih tangan.Somali. Kusnandar seorang tokoh dari pasukan PESINDO dan Atmaji seorang bekas pimpinan ALRI yang sangat giat meracuni anggota-anggota APRI. Kompi Sutikno Slamet. Setibanya di Walikukun pasukan kemudian dibagi dua. Batalyon datang dari belakang. Kompi Witono. Yon Nasuhi ditempatkan sebagai sayap kanan Brigade XIII/ Sadikin yang ditugaskan untuk membersihkan daerah Surakarta selatan dari unsur-unsur PKI dan merebut Pacitan Batalyon ini mempunyai 5 kompi. Sementara itu kaum pemberontak telah meledakan jembatan yang berada 10 kilometer utara Ngawi. yakni Kompi Kaharuddin Nasution. Tanggal 21 September 1948 Brigade 29 yang berkedudukan di Kediri berhasil dilumpuhkan dan dilucuti yang menyebabkan larinya Batalyon Maladi Yusuf (pro-Muso) yang pada waktu itu berada di Ngadi Rejo. Pengejaran dilakukan terus terhadap mereka.W. Pertempuran-pertempuran mulai berkobar pada tanggal 21 September 1948 pukul 13. Kompi senjata Berat Mung Parhadimulyo dan Kompi Solihin. Dibebaskan/direbut oleh Batalyon II/Tarumanagara pimpinan Mayor Sentot Iskandardinata. Perlawanan yang berarti hanya terjadi di Cepu. Akhirnya Ngerong dan Plaosan dapat dikuasai oleh kita setelah serangan yang merupakan daerah pertahanan yang diperkuat oleh PKI (Muso dan Amir Syarifuddin ada disini). Blora. Di Jawa Timur. Kompi IV A. Dalam pertempuran yang terjadi kemudian 4 orang dari pihak kita gugur.00. Dalam gerakan selanjutnya. Ngrambe yang menjadi pusat dari percaturan politik dan Militer kaum pemberontak. berhasil dikuasai oleh Batalyon Lukas dan Batalyon Sentot Iskandardinata pada tanggal 26 September 1948.Pasukan PKI pada umumnya hanya memberikan perlawanan kecil-kecilan saja. dan Kompi I Lili Kusumah. Cepu jatuh pada tanggal 5 Oktober dan pertahanan terakhir PKI. Gerakan kemudian dilanjutkan ke Magetan dan berhasil menangkap beberapa gembong PKI-Muso disini. dalam pada itu telah berhasil disergap ex Letnan Kolonel Dakhlan bekas Komandan Brigade 29 yang membantu kaum pemberontak. Akan tetapi dengan tekad dan semangat yang menyala-nyala. sedangkan pihak pemberontak menderita kerugian yang amat besar dan meninggalkan banyak senjata dan peluru. jatuh pada tanggal 13 Oktober 1948. Sehari sesudah . gerombolan pemberontak bersenjata telah melarikan diri ke daerah pegunungan sekitar Sawangan. maka dari sinilah serangan dilancarkan dengan mengerahkan Kompi II Amir Machmud.

dilaksanakan oleh Divisi Siliwangi khususnya dan umumnya oleh Masyarakat Jawa Barat pada setiap periode perjuangan. Batalyon-batalyon Sunarjadi dan Sabarudin memasuki kota. mereka terjebak oleh pasukan-pasukan Siliwangi dan menyerahkan diri. Mr. Semoga bermanfaat. dan selanjutnya dari waktu ke waktu dari masa sampai terwujudnya cita-cita Proklamasi dan tujuan Nasional Bangsa Indonesia. perlu tetap dilestarikan dan diimplementasikan pada periode mengisi kemerdekaan saat ini. Dalam suatu pertempuran. Amir Syarifuddin b. Mr. Demikianlah sekelumit peranan Siliwangi memberantas Pemberontakan PKI tahun 1948 di Madiun. Jiwa semangat Nilai Kejuangan ’45 yang telah terbukti keberhasilannya a. Siliwangi hidup dan dibesarkan dalam kancah peperangan melawan Imprialis Belanda demi menegakan Kemerdekaan dan NKRI. Pertahanan-pertahanan kaum pemberontak dimana-mana hancur berantakan. Abdul Majid serta lain-lainnya. Diantara mereka itu terdapat antara lain : a.pasukan-pasukan Siliwangi menduduki kota Madiun. Melalui perjalanan Hijrah dan Long March Siliwangi tersirat nilai-nilai kejuangan yang perlu dilestarikan bagi kehidupan generasi berikut. Muso yang menjadi gembong utama dari pemberontakan Madiun tertembak mati di Desa Kanten/ Ponorogo dan mayatnya kemudian dibakar rakyat di alun-alun saking gemasnya. makmur. Pada permulaan Desember 1948. sehingga taktik ofensief kita beralih ke taktik pembersihan dan pengejaran. yakni terwujudnya Masyarakat yang adil. Suripno c. MENYELESAIKAN OPERASI DI/TII DI JAWA BARAT . aman dan sejahtera berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah NKRI. PENUTUP Pengalaman Siliwangi dalam menghadapi Perang Kemerdekaan I dan Perang Kemerdekaan II atau Agresi Belanda dan penumpasan PKI menjadikan Siliwangi menjadi satuan yang dewasa saat itu. Kehancuran-kehancuran ini akhirnya diikuti dengan timbulnya perpecahan di kalangan para pemimpin kaum pemberontak PKI-Muso sebagai akibat daripada ketidak adanya persesuaian faham. Haryono dari SOBSI d.l. sewaktu gembong-gembong berontak berusaha untuk menggabungkan diri dengan kesatuan pemberontak yang berada di daerah Pati.

Pada tanggal 19 Desember 1948 Belanda dengan aksi militernya yang ke-II menyerang Ibukota Republik Indonesia merupakan “angin baik” bagi Kartosuwiryo. menamakan dirinya DI/TII (Darul Islam dengan Tentara Islam Indonesianya) yang mencita-citakan berdirinya Negara Islam Indonesia. Proklamasi DI/TII terjadi pada 7 Agustus 1949 dan SM. DI/TII selama + 13 tahun berjuang mengembangkan organisasinya. Negara Kesatuan Republik Indonesia sudah lenyap/hapus dan dengan demikian keadaan kembali ke keadaan sebelum Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. . Kartosuwiryo ditangkap pada tanggal 4 Juni 1962. mengadakan pengacauan seperti sabotase terutama dengan sasaran kereta-api serta melakukan penggarongan dan pemungutan “pajak” dengan kekerasan sehingga menimbulkan kegelisahan rakyat banyak. DI/TII memanfaatkan keadaan untuk mengembangkan organisasi dan melebarkan kekuasaannya. Lebih-lebih setelah jatuhnya Ibukota Republik Indonesia ke tangan Belanda dan ditawannya Presiden.PENGANTAR Perjuangan merebut Kemerdekaan Indonesia adalah sangat mahal Pengorbanan paling besar bagi manusia pejuang adalah pengorbanan jiwa sebagaimana dapat dibuktikan dari tersebarnya makam pahlawan dan makam rakyat pejuang kemerdekaan di Jawa Barat. Sewaktu TNI hijrah ke Jawa Tengah. Kartosuwiryo. Dengan pimpinan SM. Wakil Presiden dan beberapa Menteri. SM Kartosuwiryo beranggapan bahwa dengan ditawannya Presiden. Dalam keadaan vacuum pemerintahan SM Kartosuwiryo berpendapat Negara Islam Indonesia dapat menggantikan Republik Indonesia. Sejak saat itulah banyak rakyat yang mengungsi ke kota-kota yang kemudian menetap di kota-kota dengan sebutan urbanisasi. Adapun gerakan gerombolan yang paling besar dan paling lama mengganggu kemerdekaan di Jawa Barat. Wakil Presiden dan beberapa Menterinya.

Kegiatannya lebih meningkat setelah ia mendapat bimbingan dari tokoh PSII H. SM Kartosuwiryo bekerja di BPM di Cepu. Jawa Tengah pada tanggal 7 Februari 1905. Pendidikan SM Kartosuwiryo mulai dari Sekolah Dasar (Tweede Inlandsche School) dan kemudian pindah meneruskan ke : Hollandse Inlandsche School (HIS) Europeesce Lagere School (ELS) Hogere Burger School (HBS) Setelah lulus dari HBS. SM Kartosuwiryo juga menjabat sebagai anggota Komite Nasional Indonesia Pusat. Mengenal Sukarmadji Marijan Kartosuwiryo II. kemudian meneruskan pendidikannya ke Nederlandsch Indische Artsen School (NIAS) di Surabaya. Selain aktif di bidang politik. adalah sepantasnya DI/TII ditumpas. Ayahnya bernama Kartosuwiryo yang bekerja sebagai Mantri Kehutanan dan meninggal pada tahun 1925. yang berkedudukan di Yogyakarta. Mengenai sifat ambisius SM Kartosuwiryo di bidang kepemimpinan konon pada tahun 1947 SM Kartosuwiryo pernah ditawan oleh Pemerintah jabtan Menteri Muda Pertahanan. Secara garis besar pembahasan selanjutnya akan diuraikan : I. Karena kemampuannya itu SM Kartosuwiryo kemudian di percaya untuk menduduki jabatan Sekretaris Pribadinya. MENGENAL SUKARMADJI MARIJAN KARTOSUWIRYO SM Kartosuwiryo dilahirkan di desa Sulung. Setelah dikeluarkan pada tahun 1927.Untuk kepentingan Negara Islam Indonesia SM Kartosuwiryo melakukan hubungan dengan surat menyurat maupun melalui pertempuran dengan APRA secara optimal. Akan tetapi karena tidak merasa senang. Penumpasan DI/TII. yang di dalamnya menjelaskan bahwa kompromi/kerja sama dengan APRA/Belanda dengan kaki tangannya diharamkan. I. Di dalam pertemuan-pertemuan KNIP SM Kartosuwiryo terkenal sebagai orang yang menurut istilah sekarang “Vokal” dengan memiliki sikap yang teguh di dalam mempertahankan pendidriannya. Mengingat yang tersebut diatas. Kabupaten Rembang. Hal-hal yang mempengaruhi. karena SM Kartosuwiryo jelas-jelas mencita-citakan berdirinya Negara Islam Indonesia untuk menggantikan Negara Republik Indonesia. telah aktif di bidang politik. namun ia menolaknya. ia kembali keluar dan kemudian menjadi guru swasta di Bojonegoro. Usaha DI/TII mendirkan Negara Islam Indonesia IV. Perlu dikemukakan bahwa SM Kartosuwiryo sejak duduk di tingkat I di NIAS. Umar Said. Akan tetapi karena SM Kartosuwiryo diketahui aktif melakukan kegiatan dibidang politik ia dikeluarkan dari NIAS. Dengan memanfaatkan sifat-sifat yang dimilikinya SM Kartosuwiryo berkesempatan pula menduduki jabatan Komisaris Masyumi Jawa Barat dan dengan demikian terbuka kesempatan yang lebih baik untuk menguasai organisasi Hisbullah dan Sabilillah dalam rangka merealisasikan cita-citanya mendirikan Negara Islam Indonesia. . III. walaupun perilaku itu bertentangan dengan Maklumat NII Nomor 7.

negara-negara lain mengikutinya sebagai berikut : 1.II. Timbulnya reaksi khalayak dunia dan Dewan Keamanan PBB mendorong RI dan Belanda kembali ke meja perundingan. Mook yang diproklamirkan secara sefihak pada tanggal 29 Agustus 1947 . Munculnya diplomasi yang memuaskan pihak Belanda. Pada tanggal 21 Juli 1947/Perang Kemerdekaan I. Madura dan Sumatera. Afganistan pada tanggal 23 September 1947 7. 3. Negara negara tersebut kemudian membuka perwakilan konseler). Amerika Serikat pada tanggal 17 April 1947 3. Inggris pada tanggal 31 Maret 1947 2. Madura dan Sumatera. 5. Kesimpulan Pengakuan de facto Belanda kepada RI merupakan hal/pengaruh yang positif bagi RI. Muncul kembali ketidak puasan Belanda di forum perundingan dan menyerang RI dengan yang dikenal dengan nama Aksi Militer Belanda ke-II pada tanggal 19 Desember 1948. Yaman pada tanggal 3 Mei 1948 10. Belanda menyerang RI dengan yang dikenal bernama Aksi Militer ke-I. Burma pada tanggal 23 Nopember 1947 8. Suriah pada tanggal 2 Juli 1947 6. Rusia pada tanggal 26 Mei 1948 India dan Pakistan termasuk pula negara-negara pertama yang mengakui RI (pada waktu itu kedua negara itu belum secara resmi menerima kedaulatan dari Inggris. Adapun “Hal-hal yang mempengaruhi” kepada keadaan yang nyata sebagai berikut : Dari persetujuan Linggarjati. yang memuat 17 Pasal. yang akhirnya mengarah kepada terlaksananya KMB. Timbul reaksi khalayak dunia dan wakil Amerika Serikat di dalam UNCI Cochran berhasil mempertemukan kedua belah pihak menyetujui persetujuan Rum-Royen. yang merupakan Cycle/lingkaran sebagai berikut : 1. Setelah Belanda mengakui de facto Pemerintah RI atas Jawa. 2. Mesir pada tanggal 11 Juni 1947 4. Libanon pada tanggal 29 Juni 1947 5. Alasannya karena di dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia ditempuh melalui diplomasi dan bertempur. Uraian tentang hal-hal yang mempengaruhi akan dikaitkan dengan Perang Kemerdekaan I dan Perang Kemerdekaan II. Garis Demarkasi V. Agresi Belanda yang dimulai pada tanggal 21 Juli 1947 terhadap RI merupakan tindakan yang menimbulkan reaksi dari luar negeri. Saudi Arabia pada tanggal 24 Nopember 1947 9. Daerah-daerah yang diduduki oleh tentara Sekutu atau Belanda secara berangsur-angsur dan dengan bekerja sama kedua fihak akan dimasukan kedalam daerah RI. HAL-HAL YANG MEMPENGARUHI. 4. Pasal 1 berbunyi : Pemerintah Belanda mengakui kenyataan kekuasaan de facto Pemerintah RI atas Jawa.

Mook menguntungkan DI/TII Demikianlah 2 “hal-hal yang mempengaruhi” yang penting bagi RI dan bagi DI/TII. bahwa ia adalah orang yang pintar dan memiliki watak yang keras di dalam mempertahankan pendiriannya dan dengan demikian ia cukup berwibawa. Dengan keluarnya Garis Demarkasi V.000 orang anggota pasukan Hisbullah tidak mau hijrah.000 orang Anggota TNI. karena harus menghijrahkan + 35. RI harus meninggalkan daerah yang sangat produktif seluas + 2/3 daerah pulau Jawa dan dengan hijrahnya TNI dengan keluarnya menjadikan Jawa Tengah daerah yang padat. Demikian pula pada tahun 1952 Kahar Muzakar pimpinan DI/TII di Sulawesi Selatan adalah merupakan bagian dari NII dibawah pimpinan Imam SM. Kartosuwiryo dan kader DI/TII-nya bernama R. Didaerah kantong-kantong sejumlah kira-kira 4. SM. bahwa pada tanggal 21 September 1953 Daud Beureuh mengeluarkan Maklumat yang isinya menyatakan Aceh merupakan Negara Bagian dari NII di bawah pimpinan Imam SM. Petunjuk tentang berwibawanya SM Kartosuwiryo dapat dibuktikan dari kenyataan. Ia berkesempatan memperluas kekuasaannya dan meninggalkan hubungannya dengan APRA. Mook. Garis Demarkasi V. Kartosuwiryo dengan DI/TII-nya merasa diuntungkan dengan diterapkannya Garis Demarkasi-nya V. Seperti telah diuraikan diatas tentang “Mengenal Sukarmadji Marijan Kartosuwiryo”.sangat merugikan RI. III. Garis Demarkasi V. Kartosuwiryo dengan jabatan Panglima Divisi Tentara Islam Indonesia. Kartosuwiryo. + 10 hari sebelum gerakan APRA ke kota Bandung telah mengadakan perundingan dengan Kapten . Mook. USAHA DI/TII MENDIRIKAN NEGARA ISLAM INDONESIA. SM. Oni. Mook merugikan RI.

karena sesuatu hal rombongan terpisah dari pada Stafnya. di sampaikan 2 contoh keganasannya sebagai berikut : a. Untuk mengetahui gerakan APRA menyerang kota Bandung. Divisi I/Sunan Rakhmat dengan Panglimanya R. perhiasan dan yang lain-lainnya untuk kepentingan logistik. Setibanya di Jawa Barat rombongan Brigade XII menuju Priangan Timur yakni . Kartosuwiryo tidak berhenti sampai hanya disitu saja di dalam usaha mendapat bantuan orang asing.129 2. makanan dan barang-barang lain untuk keperluan pemberontak antara lain pada bulan Maret dan April 1951 didekat Garut telah di drop makanan dan obat-obatan sejumlah 70 peti. bahan pakaian. Kartosuwiryo. Kartosuwiryo telah menerima bantuan-bantuan dari fihak asing berupa senjata api.Tobing dan 2 orang pengawalnya. Kartosuwiryo mengirim beberapa peninjau ke kota Bandung.928 1. menyatakan bahwa Van Kleef (menjadi anggota DI/TII) pernah mengirimkan surat kepada Komisaris Tinggi Belanda di Jakarta dan kepada Kapten Westerling. Organisasi TII (Tentara Islam Indonesia) nampaknya mirip dengan organisasi TNI berbentuk Batalyon Resimen dan Divisi. b. penyergapan dllnya Mayor S. Seorang gerombolan bernama Haris bin Suhaemi yang pernah menyerah kepada CPM di Bogor pada tanggal 12 Maret 1953 sewaktu menjadi saksi dalam perkara Schmidt. Peristiwa ini merupakan kejadian dari sekian gangguan dari DI/TII/SMK seperti peracunan. Dalam tuduhannya Jaksa Tinggi Sunaryo terhadap salah seorang tokoh gerakan Subversi di Jawa Barat bernama Leon Nicolaas Hubert Jungschlager. yang sedang ber-Longmarch kembali menuju kantong-kantong tempat bergerilya di Jawa Barat sebelum hijrah. Oni dibebani tugas bertanggung-jawab atas Jawa Barat. Komandan Brigade XII Mayor S. SM. peluru. Dalam perjalanan Brigade XII berLongmarch kembali ke Jawa Barat.L. Sehelai foto sabotase penggulingan kereta-api yang kejam oleh DI/TII/SMK.183 118 Tahun 1957 13. Pokoknya yang penting bagi mereka mendapat “gonimah” yang banyak berupa uang. Mereka tidak menghiraukan korban rakyat yang meninggal ataupun yang luka-luka. Adapun mengenai kekuatan personil dan senjata untuk sekedar diketahui dapat dikemukakan sebagai berikut : Waktu Personil Senjata Ringan Senjata Otomatis Februari 1956 2. Usaha SM.L. menunjukan bahwa fihak gerombolan SM. Cerita tentang pembunuhan ata Mayor S.Westerling bertempat di hotel Preanger. yang diperbantukan kepada Brigade XII pimpinan Kusno Utomo. Tobing selama di dalam perjalanan dikawal oleh Batalyon Batalyon II/Kalhitam dan Batalyon IV.700 220 Sedangkan korban jiwa dan harta benda serta banyaknya pengungsi pada tahun yang sama dengan statistik personil dan senjata di atas adalah sebagai berikut : Untuk melengkapi ke-2 statistik tersebut di atas mengenai kekuatan personil dan persenjataan serta perbuatan kriminal gerombolan DI/TII SM. Tobing ketika itu adalah perwira khusus.L.

ternyata ketiga kerangkanya sudah tidak lagi memiliki kepala. Pembicaraan dilanjutkan akan tetapi tidak membawa hasil. Belanda. Kemudian menyelamatkan diri melalui pintu rumah bagian belakang. Suripto. Letnan Marcel dan kawan-kawan berusaha untuk mencari para pimpinannya. mendapat informasi yang positif tentang letak kuburan dari pada S. Baru pada akhir tahun 1950.Tobing yaitu Kapten I. Lily Sumantri dan Bai serta 2 orang pengawal. pembicaraan dibuka oleh Adah Djaelani mengajak agar TNI bergabung dengan DI/TII/SMK. Tobing dan pengawalnya tidak dapat ditemukan. Untuk singkatnya.L.Singaparna. bahkan turut membantu pengamanan rombongan. Tobing sangat mengenalnya daerah itu. Namun ternyata sepasukan DI/TII/SMK datang juga di kampung Cigalugur dan sekitar jam 03. Diketemukan Dan Brigade dan beberapa anggota rombongan mengalami luka-luka akan tetapi Mayor S. Belanda” Letnan Marcel dan kawan-kawan sempat mematikan lampu cempor yang ada. Tobing menginap di sebuah rumah bersama-sama dengan Letnan Moch. tempat dimana Mayor L.L. Rombongan Adah Djaelani meninggalkan tempat pertempuran dan beberapa waktu kemudian rombongan Brigade XII pun meninggalkan tempat itu menuju Singaparna Selatan dan menyebrang jalan raya Singaparna-Garut menuju tempat Cigalugur. Setelah beberapa waktu lewat dan hari sudah mulai terang.L.L. Belanda” dengan ramainya membelah keheningan pagi dan kemudian terjadi pergulatan di setiap rumah yang ditempati rombongan Brigade XII. Ketika rombongan Komandan Brigade XII tiba di kampung Cidugaleun dan beristirahat di tempat itu Adah Djaelani (Dan Resimen DI/TII/SMK) datang menghadap Dan Brigade XII.Tobing terus diusahakan. karena merupakan daerah bergerilyanya sebelum TNI hijrah ke Jawa Tengah. Di tempat ini rombongan diterima dengan ramah tamah oleh pemuda-pemudanya. Marcel. Ketika malamnya digali untuk dipindahkan ke Bandung. . mantan Komandan bawahan Mayor S.00 terdengarlah teriakan-teriakan : “Belanda. Pada malam itu Mayor S. Waktu berjalan terus dan semenjak rombongan sudah tiba didaerah “Wehrkreisenya” di Cianjur pencarian informasi atas Mator S.Tobing yang disatu-lubangkan dengan pengawalnya bernama Iskandar dan Udjang. Letnan Lukito dkk. Begitu mendengar teriakan : “Belanda. Belanda. Tentu saja ajakan serupa itu ditolak oleh Dan Brigade XII dan sebaliknya justru Dan Brigade XII menyodorkan pendapat agar DI/TII/SMK menggabung dengan TNI. Tetapi ternyata Priangan Timur keadaannya sudah jauh berubah dan sudah menjadi daerah basis dari pada DI/TII/SMK.L.S.

Fihak DI-TII/ SMK agaknya telah mengatur suatu strategi tertentu dengan masuknya kembali pasukan-pasukan Siliwangi. Putra-putri Siliwangi harus menghadapi gerombolan DI-TII/ SMK yang ternyata dalam tindakan-tindakan serta kekejamannya jauh dari sifat-sifat perikemanusiaan. sebagai teman-teman seperjuangan dan ini terbukti dengan bahan-bahan perbekalan serta alat-alat perlengkapan perang seperti mesiu dan lain-lain. mereka dengan keji dihadang gerombolan DI-TII/ SMK secara tidak diduga sama sekali. Ternyata disamping menghadapi serdadu-serdadu Belanda. karena begitu kesatuan-kesatuan Siliwangi masuk diperbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah. Pertempuran pertama kali antara pasukan Siliwangi (Batalyon M. terdapat surat-surat selebaran berupa ajakan agar TNI yang tergabung dalam Divisi Siliwangi menggabungkan diri dengan Tentara .35 oleh Kompi C Yon 328/ Kujang II di daerah Gunung Geber di Priangan Tengah. setelah mengalami pahit-getirnya perjalanan yang bersejarah itu (Long March) setibanya di perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah. Rivai) dengan fihak DI-TII/ SMK terjadi tanggal 25 Januari 1949 di Antralina. mereka menganggap bahwa pasukan gerilya yang berasal dari badan-badan perjuangan dan tidak turut hijrah itu. Tidak sedikit yang terjebak dan disembelih. Dengan demikian diharapkan pula bahwa mereka akan menerima kesatuankesatuan Siliwangi dengan tangan dan hati terbuka pula. Akan tetapi dugaan itu meleset sama sekali. M. PENUMPASAN DI/TII dengan NII-nya Pertempuran di Antralina tanggal 25 Januari 1949 Ketika pasukan-pasukan Siliwangi kembali lagi ke Jawa Barat.IV. yang tidak sedikit telah dikirim oleh Divisi Siliwangi ke daerah Jawa Barat untuk membantu badan-badan perjuangan itu dalam menghadapi tentara Belanda. bahkan ada pasukan yang diracun. Kartosuwiryo tanggal 4 Juni 1962 pukul 11. Sinyalemen itu memang merupakan suatu pengalaman pahit yang harus ditelan oleh Siliwangi. Jalannya pertempuran di Antralina secara singkat dipaparkan sebagai berikut : Ketika Pasukan Siliwangi akan memasuki Wilayah Jawa Barat. setelah mereka diundang makan bersama-sama dalam suatu peralatan. Pertempuran inilah yang membuka adu tenaga antara Divisi Siliwangi yang kemudian dibantu oleh pelbagai satuan TNI-AD melawan Gerombolan DI-TII/ SMK yang berlangsung selama 13 tahun lamanya hingga tertangkapnya S.

. Sementara itu penelitian terhadap anti gerilya berjalan terus dan diantaranya keluarlah Rencana Pokok 211 (RP. Akan tetapi kalau anda mengetahui tentang kekuatan dan kelemahan sendiri. yang menjelaskan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam pembelaan Negara. maupun tentang kekuatan dan kelemahan lawan. Namun di dalam rangka penumpasan gerombolan DI/TII. Menyesuaikan dengan mobilitas DI/TII. Ungkapan mengenai hal tersebut diatas selengkapnya berbunyi : . Kemudian pada bulan Februari 1961 dikeluarkan Rencana Operasi 2121 (RO. maupun tentang kekuatan dan kelemahan lawan. penghancuran Divisi Siliwangi secara tidak langsung dilakukan dengan melalui peracunan makanan. Tapi dalam RO.Kalau anda mengetahui tentang kekuatan dan kelemahan sendiri tetapi tidak mengetahui tentang kekuatan dan kelemahan lawan untuk tiap kemenangan yang anda raih. Karena ajakan dan bujukan itu tidak membawa hasil yang mereka harapkan.211) yang isinya : “Membatasi bergerak dari lawan”. anda tidak usah takut menghadapi ratusan pertempuran. Lahirnya konsep Perang Wilayah (sudah disyahkan dengan Ketetapan MPRS No. bahwa pemulihan keamanan untuk Wilayah Jawa Barat akan diselesaikan dalam jangka waktu itu hanya sampai akhir tahun 1965. yang dibantu oleh Rakyat Jawa Barat dengan sebutan Pagar Betis akhirnya Gembong DI/TII dan NII Sekarmaji Marijan Kartosowiryo dapat dilumpuhkan di Komplek gunung Geber Priangan Tengah setelah melanglang selama 13 tahun ditangkap tanggal 4 Juni 1962 oleh Kompi C Yon 328. peniadaan makanan dan lain-lainnya. Dengan demikian selesailah petualangan SMK. TNI sudah biasa didalam menghadapi pertempuran harus mengenal kekuatan dan kelemahannya sendiri maupun mengenal kekuatan dan kelemahan lawan. II/MPRS/1960) merupakan manifestasi dari Undang-undang Dasar 1945. Maka keluarlah Rencana Operasi 212 pada tanggal 1 Desember 1959.Islam Indonesia. maka sesuai dengan rencana mereka. Dalam rangka Operasi Brata Yudha dibawah Komando Pangdam VI/SILIWANGI Kol.Kalau anda tidak mengetahui tentang kekuatan dan kelemahan sendiri. bakal mengalami kekalahan juga. 2121 jangka waktu itu hanya sampai dengan tahun 1962.2121) yang merupakan percepatan dari RO. diuraikan tentang Rencana Pokok (RP) dan Rencana Operasi (RO)-nya sebagai berikut : Tahun 1958 merupakan tahun kebangkitan pemikiran bagi Kodam III/Siliwangi ke arah pemulihan keamanan di Jawa Barat yang lebih effisien dan effektif. anda akan lumpuh/kalah pada setiap pertempuran. Dan dalam keadaan yang serba kekurangan itulah mereka. 212 berisi kebijaksanaan. sedangkan sementara itu perembesan pasukan-pasukan Siliwangi ke Jawa Barat sudah ditutup atau dihalang-halangi oleh dan penempatan pasukan DI-TII/ SMK. kemudian mengadakan penyergapan-penyergapan secara serentak terhadap kesatuan-kesatuan Siliwangi. pasal 30 ayat 1. . pemindahan penduduk. INF Ibrahim Adjie.

Sesuai dengan rencana tersebut diatas. c. mencari informasi dan lain-lainnya. daerah-daerah dibagi menjadi : a. yang merupakan produk hasil kreativitas Kodam VI/ Siliwangi. dapat menimbulkan beban psychologis yang lebih berat bagi DI/TII/SMK. yaitu di tempat-tempat yang mudah dibantu . sebab rakyat dapat dimanfaatkan/ didaya-gunakan untuk kepentingan logistik. Daerah Operasi C (DO-C) ialah suatu daerah yang masih dikuasai sepenuhnya oleh DI/TII. Apalagi rakyat yang direbut itu dapat diikutsertakan di dalam pembelaan negara. Operasi selanjutnya ditujukan untuk DO-C dapat menjadi DO-B dan akhirnya jadi DO-A dan DO-C dijadikan sebagai killing ground. Dengan direbut rakyatnya saja menimbulkan faktor psychologis yang negatif bagi gerombolan DI/TII/SMK. dengan penjelasan sebagai berikut : Pada perang gerilya dan perang anti gerilya. Kodam VI/Siliwangi mampu merebut simpatik rakyat dari tangan DI/ TII/ SMK yang melakukan perang gerilya. b. Adapun di dalam mengikutsertakan rakyat ke dalam pagar-betis sudah diatur sedemikian rupa penempatannya. membantu keamana. sedangkan untuk menutup celah-celah dimana kemungkinan lolosnya gerombolan ditempatkan pasukan Pagar Betis. Daerah Operasi B (DO-B) ialah satu daerah yang sudah dapat dikuasai. tetapi masih ada gangguan gerilya gerombolan. Mengenai Pagar Betis. Daerah Operasi A (DO-A) ialah satu daerah yang sudah dicapai normalisasi keadaan. faktor rakyat merupakan hal yang sangat penting.

Aceng Kurnia kemudian meminta kepada Komandan Kompi agar menghentikan teriakan-teriakan pasukannya. Demikianlah dengan tertangkapnya SM. 2 pucuk pistol. Setelah dia sendiri melihat gubuggubug dari gerombolan DI/TII ia memerintahkan kepada kesatuannya agar maju dengan merunduk. Mujahid Komandan Pasukan Pengawal SM. Tiga orang yang mendapat perintah dari Aceng Kurnia untuk mengumpulkan senjata secara cepat. Aceng Kurnia kemudian diperintahkan oleh Komandan Kompi Letda Suhanda agar seluruh anggota yang dipimpinnya meletakkan senjata dan berkumpul di tempat yang ditentukan. Kartosuwiryo yang telah memimpin pemberontakan DI/TII selama kurang lebih 13 tahun. dan 1 pucuk Steyer. tanpa memberi kesempatan kepada musuh untuk melakukan perlawanan. berupa besar/kecilnya kekuatan musuh dan/atau tinggi rendahnya kepangkatan musuh. Dengan cepat Komandan Kompi Letda Suhanda memerintahkan anggotanya melepaskan tembakan serbuan ke arah gerombolan.E. sejalan dengan Rencana Operasi 2121 (merencanakan berakhirnya operasi pada akhir . Geber. Tiba-tiba pengintai Peleton II melihat dari jarak + 50 M gubug-gubug gerombolan. Peristiwa itu segera dilaporkan kepada Komandan Kompi C Letda Suhanda. keluar dari persembunyiannya mendekati Komandan Kompi C. yang ternyata ia adalah SM. Tertangkapnya SM. Jawa Barat berangsur-angsur menjadi aman. 2 pucuk jungle. 2 pucuk sten. Tidak lama kemudian muncullah seorang anggota DI/TII sambil mengangkat tangan. 2 pucuk Mauser. melaksanakan tugasnya dan terkumpullah sebanyak 16 pucuk senjata berbagai jenis. agar seluruh anggota DI/TII menyerah. Aceng Kurnia seterusnya diperintahkan oleh Letda Suhanda untuk membuat seruan. tiba-tiba kelihatan pengintai lawan melarikan diri dan diikuti oleh beberapa temannya. Kartosuwiryo pimpinan pemberontakan yang cukup lama mengganggu keamanan di Jawa Barat dan memakan korban puluhan ribu manusia. Namun pada saat itu seorang anggota DI/TII yang memegang senjata Owengun mencoba untuk melawan. Dengan suara lantang Komandan Kompi Letda Suhanda berseru agar musuh keluar dari persembunyiannya dan agar menyerahkan diri dengan angkat tangan. disertai dengan teriakan-teriakan. terdiri dari 2 pucuk bren. 4 pucuk L. Adapun anggota DI/TII yang dikumpulkan berjumlah 23 orang. Dalam waktu singkat pasukan Kujang kita sudah ada di dalam kedudukan musuh. Dari jarak + 50 meter dari kedudukan lawan. Mengenai effisiensi dan effektivitasnya menerapkan pagar-betis terletak pada tingkat sasaran. Seketika itupula ia ditembak mati oleh salah seorang anggota Pleton II. Selanjutnya Dan Kompi C Letda Suhanda menuju gubug Aceng Kurnia. Kartosuwiryo.oleh pasukan pengaman yang sudah ditentukan. dimulai dengan satu pengejaran atas gerombolan yang mengarah ke G. Ternyata orang yang baru muncul itu adalah Mayor TII Aceng Kurnia alias A. Kartosuwiryo. di dalamnya terdapat orang yang sakit payah. permintaan itu dikabulkan.

Kartosuwiryo pimpinan NII/DII/TII sudah dapat ditangkap pada tanggal 4 Juni 1962.A. tetapi pemulihan keamanan/tertangkapnya SM. you need not fear the result of a hundred battles.If you know neither the enemy nor yourself you will succumb in every battle. yaitu sampai akhir tahun 1965.P. Penumpasan Pemberontakan DI/TII/SMK di Jawa Barat : Dinas Sejarah TNI Angkatan Darat 4.But if you know the enemy and know yourself. PENUTUP Syukur Alhamdulillah. Dalam pada itu SM. G. Bandung Beeld van een Stad. Menutup tulisan ini. sesuai dengan Rencana Operasi 2121 (RO. : R. voskuil E. PERPUSTAKAAN 1. 3. Sungguh benar ungkapan yang telah dikemukakan pada permulaan bahasan diatas yang dikemukakan di dalam bahasa Indonesia.tahun 1965. . Moedjanto. M.A.G. sekali lagi mengemukakan ungkapan di dalam bahasa Inggris sebagai berikut : .A. Kartosuwiryo terjadi pada 4 Juni 1962). bahwa menurut rencana.If you know yourself but not the enemy for every victory you gained you will also suffer a defeat. GERAKAN APRA DAN KEMERDEKAAN INDONESIA . Siliwangi dari Masa ke Masa : Sejarah Militer Kodam VI/Siliwangi 2. Indonesia Abad ke-XX : Drs. 2121) pemulihan keamanan di Jawa Barat akan diselesaikan dalam waktu 5 tahun. .

Hal ini dibuktikan dari kenyataan terjadinya perang kemerdekaan Indonesia yang cukup lama. Secara garis besar pembahasan selanjutnya akan meliputi butir-butir : I. kaitannya dengan kemerdekaan Indonesia. Ternyata kemudian. yaitu dari 17 Agustus 1945 sampai dengan tanggal 27 Desember 1949 dibulatkan menjadi 5 tahun. Uraian selanjutnya mengenai tulisan ini akan lebih ditekankan kepada peranan Kapten Westerling. bahwa pada tanggal 6 Desember 1942 kurang lebih 9 bulan setelah Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang pada perang dunia ke-II.PENGANTAR Untuk mencapai Indonesia merdeka atau melepaskan diri dari cengkeraman penjajah Belanda. II. adalah tidak mudah dan diperlukan perjuangan yang ulet. Selain itu perlu diketahui. III. Adanya hasrat Belanda untuk melanjutkan penjajahan adalah sangat ironis. yang diantaranya berisi janji akan meninjau kembali hubungan Belanda dan koloni-koloninya. peristiwa tersebut dikenal dengan nama “De tachtigjarige oorlog”. 7 bulan untuk kembali ke RI. Mengenal Kapten Westerling. bahwa janji Belanda tersebut di atas merupakan janji bohong belaka. Serangan APRA ke Kota Bandung dan Jakarta. Di dalam sejarah nasional Belanda. Mengenal Kapten Westerling . yaitu selama 80 tahun untuk melepaskan diri dari pada penguasaan negara Spanyol. Raja Belanda Wilhelmina yang sedang mengungsi di Inggris menyampaikan pidato politik kenegaraan. Korban 40.000 orang pejuang kemerdekaan Sulawesi Selatan.± IV. sebab Belanda selain telah menjajah Indonesia selama 350 tahun dan pernah negaranya diduduki oleh Jerman pada perang dunia ke-II selama kurang lebih 5 tahun. pernah pula mengalami perang kemerdekaan yang sangat panjang. RIS produk KMB hanya berusia I. sesuai dengan pengalaman proses jalannya sejarah.

Westerling mendapat kehormatan menjadi pengawal pribadi dari pada Admiral Lord Mountbatten dan atas permintaan Churchill pada tahun 1940. yaitu buntunya perundingan dengan Soekarno dan diperkirakan perlunya dilancarkan Aksi Polisionil ke-II. dalam rangka jarak jauhnya menyusun tentara bagi negara RIS. Karena pernah mengikuti pendidikan militer yang baik. Contoh kedua. silent killing. Di dalam melanjutkan tugasnya Westerling menjadi kepercayaan yang baik dari Jendral S. H. Spoor yang pada tanggal 7 Maret 1942 sempat meloloskan diri dari serbuan tentara Jepang dengan kapal terbang Glenn Martin terakhir dari lapangan terbang Andir ke Australia. Spoor Panglima Tentara Hindia Belanda.Pada tanggal 31 Agustus 1919 lahirlah di Turki bayi laki-laki dari seorang bapak pengusaha antik bangsa Belanda dan dari seorang ibu beretnis Griek. pertempuran di hutan. dimana Westerling diberi tugas untuk menyiapkan rencana operasi dan turut melaksanakan serangan vertical ke lapangan terbang Maguwo. Meningkat kehidupan menjadi pemuda. Sedemikian rupa sehingga di dalam menghadapi permasalahan yang penting. yang kemudian dikenal dengan nama Raymond Westerling. Dengan alasan yang dapat diterima oleh Jendral Spoor. sabotase dan bahan peledak dllnya. Materi pembicaraan adalah tentang situasi yang dihadapi. Pertama-tama ia masuk pendidikan dasar militer di Kanada dan kemudian mengikuti berbagai pendidikan di Inggris seperti latihan Komando : penerjunan. yang sudah menjadi tugas dari Westerling dijanjikan akan diserahkan pada waktunya. perkelahian tanpa senjata. gerakan malam. tidak jarang Jendral Spoor minta kehadiran Kapten Westerling. H. Contoh pertama. Westerling menyatakan tidak bersedia untuk turut di dalam melaksanakan operasinya sedangkan mengenai rencana operasi. I (Vergeltung I = Perusak I) dan Westerling mengalami luka-luka. Jendral S. Spoor Panglima Tentara Hindia Belanda. Pembicaraan yang dilakukan adalah membahas ide dari Westerling untuk mendirikan pasukan pengamanan desa. H. Jendral Spoor minta kehadiran Westerling. Pada pertengahan Maret 1945 kelompok Westerling kena sasaran senjata terbaru Jerman ketika itu bernama V. Dengan demikian pada hari-hari libur. . Westerling bertugas sebagai pimpinan kelompok perang rahasia. 8 tahun Westerling telah mendapat kesempatan dari± Sudah semenjak usia ayahnya memiliki “mainan” berupa senjata berburu. terjadi pada sekitar bulan Maret 1949 setelah Bung Karno cs dikembalikan dari tempat penahanannya sebagai pelaksana salah satu butir dari Resolusi Dewan Keamanan tanggal 28 Januari 1949. konon pada akhir Oktober 1948. bersamaan dengan terbitnya matahari Westerling menggendong ransel berisi bekal makanan dan menyandang senjatanya masuk hutan untuk berburu. Dari Maguwo serangan dilanjutkan ke Yogya dengan tujuan menangkap Soekarno. Setelah sembuh Kapten Westerling dengan penuh semangat meneruskan tugasnya. Westerling tertarik oleh kehidupan militer. yang dibicarakan di atas adalah Kapten S.

000 orang Pejuang Kemerdekaan Sulawesi Selatan Diproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. khususnya di Sulawesi Selatan perlu diupayakan dapatnya ditegaskan “Rust en Orde”. dapat dimengerti tentang banyaknya korban yang dialami para pejuang kemerdekaan dari Sulawesi Selatan itu. Sebagaimana dilakukan di Jawa.II. Di lain pihak atas ide van Mook. Apabila berhasil. Apabila di dalam pelaksanaan operasinya. terutama mengenai perlu dilakukannya hukuman luar biasa terhadap terroris di daerah pertempuran.000 orang korban keganasan Westerling adalah bukan datang dari pihak Indonesia akan tetapi hasil dari proses pertemuan komisi PBB (United Nation Commission Indonesia) di Lake Succes dalam suasana bangsa-bangsa baru saja mengakhiri perang dunia ke-II dan membenci segala bentuk kekerasan. yang mempunyai kekuasaan turut menentukan apakah yang 8 orang itu tergolong terroris atau tidak. umpamanya ditangkap 30 orang pejuang dan 22 orang diantaranya tercantum namanya di dalam daftar “terroris”. bahwa Belanda memiliki potensi untuk mengamankan dan menertibkan Jawa. hal ini dapat dijadikan alasan. Korban 40. banyak yang diselundupkan ke Sulawesi Selatan. Westeling selalu melengkapi diri dengan daftar nama-nama “terroris”. Westerling dengan pasukan khususnya berangkat ke Makasar. Demikianlah pada pertengahan Desember 1946. maka yang 22 orang itu langsung ditembak mati dan sisanya yang 8 orang diperiksa oleh sekelompok “Dewan Rakyat” bikinan Westerling. Pilihan untuk memulihkan keamanan di Sulawesi Selatan jatuh pada diri Westeling. Di Makasar Westerling melaporkan kepada komandan pasukan Belanda di bagian timur. . diantaranya Mayor Andi Matalata dan Mayor Saleh Lahade. di Sulawesi Selatan yang ada di Jawa. Adapun mengenai angka 40. Di dalam operasi pembersihan yang biasanya dilakukan pada malam hari. Dengan dilaksanakannya operasi pembersihan sebagaimana dikemukakan di atas. Belanda berfikir bahwa di luar Jawa keadaan “terroris” tidak sekuat di Jawa. Oleh karenanya di Sulawesi. membangkitkan semangat bangsa Indonesia di seluruh Tanah Air untuk mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan.

berupa adanya semacam pergeseran tentara Belanda dan berkerumunnya rakyat yang menamakan dirinya rakyat Ratu Adil menyampaikan permintaan kepada pimpinan tentara Belanda. Hatta. Di bidang militer. setelah pimpinan Divisi Siliwangi menerima berbagai laporan yang mencurigakan. Di Jakarta penyerahan kedaulatan . Westerling telah berhasil menginfiltrasi KNIL dan KL dan untuk membantu kekuatan militer itu telah dibentuk keamanan desa yang terdiri dari rakyat. Negara Jawa Timur (November 1948). 2. 3. Drees kepada PM. Negara Sumatera Timur (Februari 1948). Westerling sangat tertarik oleh ramalan Joyoboyo sedemikian rupa. 6. sehingga dia sendiri merasa sebagai penjelmaan dari Ratu Adil. Negara Indonesia Timur (Desember1946). maka Belanda melalui van Mook mendirikan 6 negara bagian dan 9 daerah berstatus otonomi. yang akan dapat dikendalikan oleh Belanda. Ke-6 negara bagian tersebut adalah : 1. Perlu dikemukakan. 4. bahwa pada tanggal 22 Januari 1950. Oleh karena itu tentara yang sudah diinfiltrasikan dan keamanan desa yang dibentuk diberi embel-embel nama Ratu Adil. bahwa terdapat tentara Belanda yang disersi sebelum perintah konsinyiring diterima oleh kesatuannya. Negara Madura (Januari 1948). Namun diketahui kemudian. 5. Untuk mencapai tujuan tersebut. bahwa tanggal 27 Desember 1949 hasil dari Konferensi Meja Bundar. Sama-sama diketahui.III. Serangan APRA ke Kota Bandung dan Jakarta Belanda berusaha keras untuk menguasai kembali Indonesia setidak-tidaknya dengan target dapat mendirikan negara RIS. Negara Sumatera Selatan (Desember 1948). agar tentara Belanda dikonsinyir. di Den Haag dilakukan penyerahan kedaulatan dari Belanda ke RIS oleh PM. Negara Pasundan (Februari 1948).

00 Markas Divisi/Siliwangi dikuasai oleh APRA.Lovink kepada Sultan Hamengkubowono ke-IX dan di Bandung dari Jendral Engles kepada Kolonel Sadikin dan mengambil tempat di halaman gedung yang kemudian dijadikan Markas Divisi IV/Siliwangi di Jalan Lembong (sekarang). Selanjutnya dari sini gerakan langsung menuju saasran utamanya. Adapun keberadaannya anggota TNI di Kota Bandung. pada hari Senin tanggal 23 Januari 1950 APRA dengan kekuatan + 800 orang terdiri dari anggota KNIL dan KL menyerang kota Bandung.30 sudah sampai di batas Barat kota Bandung dan bunyi tembakantembakan sudah mulai kedengaran dan semakin lama suara tembakannya semakin keras kedengarannya. karena masuknya laporan yang mencurigakan berupa issue adanya gerakan dari pada APRA. anggota TNI pada umumnya tidak bersenjata api dan hanya mempersenjatai diri dengan bayonet atau klewang.J. Rute yang ditempuh oleh APRA adalah kurang lebih sebagai berikut : Jl.disampaikan oleh perwakilan Belanda A. Besarnya jumlah korban TNI sebanyak 79 orang dan 6 orang rakyat dapat dimengerti. Lembong. Asia-Afrika melalui Hotel Homann dan Hotel Prianger. Jl. 2. kalau kita mengikuti sikap dan pendirian Westerling yang menganggap TNI dan rakyat pejuang kemerdekaan itu sebagai terroris yang harus dibunuh sikap dan pendirian mana sudah ditanamkan kepada anak buahnya. agar tentara Belanda dikonsinyir. yaitu Markas Divisi VI/Siliwangi di Jl. Menyimak pejabat yang bertanggung jawab atas keamanan daerah. adalah di dalam rangka tugas menyusun markas TNI sebagai akibat dari penyerahan kedaulatan kepada RIS. Pada tanggal 22 Januari 1950 diperintahkan kepada Kepala Staf untuk menghubungi Jendral Mayor Engles. hal ini dapat dilihat dari 3 langkah kebijaksanaan pokok yang diambil oleh Kolonel Sadikin sbb : 1. . Divisi Siliwangi. Pasukan APRA sekitar pukul 08.H. Jendral Sudirman. bahwa dengan telah diserahkannya kedaulatan dari pihak Belanda ke pihak RIS cq. Kurang lebih pukul 10. Sesuai dengan perintah pimpinan. berkaitan dengan telah diserahkannya kedaulatan dari pihak Belanda ke pihak RIS dari kenyataan yang ada dapat dikemukakan sebagai berikut : Panglima Divisi Siliwangi nampaknya menyadari. Memerintahkan melakukan penghadangan atas pasukan APRA. Dengan latar belakang sebagaimana dikemukakan di atas. Tujuan utama dari serangan itu adalah mendapatkan sebanyak mungkin senjata untuk melengkapi APRA yang akan menyerbu Jakarta.

menduduki kota Bandung dan gagal menyerang Jakarta adalah cukup berhasil. yang dipimpin oleh Komisaris Polisi Soecipto Yoedodihardjo. yang sudah ada di Markas Divisi Belanda menolak untuk hadir pada pertemuan yang dihadiri unsur APRA. yang dengan rombongannya sedang ada di Subang memerintahkan kepada Gubernur Sewaka untuk pergi ke Jakarta dan melaporkan tentang gerakan APRA serta meminta bantuan pasukan untuk menghalau gerombolan APRA keluar dari kota Bandung. perwakilan negara Pasundan dan Van der Meulen perwira polisi Belanda yang memimpin serangan APRA ke kota Bandung. Pertumpahan darah harus dihentikan. karena ingin mengkosentrasikan tenaga dan fikiran untuk menyerang kota Jakarta. pembersihan atas gerombolan APRA ditingkatkan dan dengan demikian di dalam waktu yang relatif singkat keamanan di kota Bandung sudah dapat diatasi. Yang juga menarik untuk diketahui. Eri Sudewo.00 di Markas Divisi C. Belanda dihadiri oleh Jendral Mayor Engles. Dengan tibanya bantuan pasukan tersebut.3. Kepala Staf Divisi Siliwangi Letnan Kolonel Dr. Kejadian ini merupakan pukulan yang berat bagi APRA. Yang menjadi fikiran dan memusingkan bagi Westerling adalah karena senjata dan amunisi yang dibutuhkan masih harus direbut dari musuh dan komitmen dari “kroninya” Westerling terutama dari KNIL dan KL yang sudah berjanji akan . adalah tentang pertemuan tanggal 23 Januarai 1950 sekitar pukul 12. Melalui pembicaraan yang cukup panas. Kalau serangan APRA ke kota Bandung hampir tidak ada perlawanan sama sekali. Pasukan APRA harus segera meninggalkan kota Bandung. karena menurut rencananya APRA harus tetap menduduki kota Bandung. Kolonel Sadikin. tiba di Bandung dengan angkutan udara pada tanggal 24 januari 1950 terdiri dari Batalyon Sikatan dari Jawa Timur pimpinan Kapten (?) Sobirin dan pasukan polisi. Bantuan yang diminta oleh Panglima Divisi Siliwangi. Pimpinan tentara Belanda tidak akan membantu gerakan APRA 3. akhirnya diputuskan : 1. sambil menunggu berita hasil operasi di Jakarta. Kapten Westerling tidak memimpin sendiri penyerangan ke kota Bandung. yang sudah gagal. penghadangan yang dilakukan pada tanggal 24 Januari 1950 atas kesatuan APRA. 2.

memberi senjata dan amunisinya. Yang menjadi Ketua KMB adalah P. Sultan Hamid II alias Syarif Hamid Algadri besar perannya di dalam merencanakan penyerangan atas gedung dimana kabinet RIS akan bersidang. tetapi tidak mengetahui tentang rencana rahasia Westerling. tetapi agar diserahkan kunci gudang senjatanya. Sewaktu ditemui di rumahnya Komisaris Polisi tersebut. bahwa kedaulatan RIS telah diserahkan pada tanggal 27 Desember 1949 di Deen Haag. Peristiwa yang paling menyedihkan bagi Westerling adalah sewaktu ia tiba di markas Polisi di Jakarta dan tidak hadirnya Komisaris Polisi yang sudah berjanji akan hadir di tempat tersebut. menunggu 2 buah truk yang akan membawa senjata dari gudang Pasukan Khusus Batujajar. IV. sebuah truk yang mengangkut belasan senjata itu berhasil meloloskan diri dan melapor kepada Westerling.” Kapten Westerling nampaknya sangat lunglai mendengar bahwa kunci gudang senjata sudah diambil oleh TNI. Kenyataannya sewaktu 2 buah truk sudah ada dekat gudang senjata dan mulai mengangkut beberapa senjata ke atas truk. bahkan untuk mengelabui pemeriksa. Westerling nampaknya sudah “sudah jatuh tertimpa tangga”. Dalam uraian di atas telah dikatakan. bahwa Dewi Fortuna tidak menyertai Westerling. ada dalam keadaan raut mukanya yang sangat pusing dan menjawab alasan atas tidak hadir di Markasnya Westerling dengan suara yang sangat berang mengatakan : “Yang penting sekarang bukan Komisaris Polisinya. RIS produk KMB hanya berusia kurang lebih 7 bulan untuk kembali ke RI Konferensi Meja Bundar berlangsung dari 29 Agustus sampai dengan 2 November 1949. Atas perbuatannya itu Sultan Hamid II pada bulan April 1953 dihukum dengan 10 tahun penjara. Jakarta dan Bandung. Menculik semua Menteri RIS. yang sudah lama menunggunya. yang mengetahui tentang adanya konsinyiring. RI oleh Bung Hatta dan BFO (Bijeenkomst Commision Indonesia) sebagai mediator. diantaranya mengenai alamat dari seorang perwira menengah APRA kepercayaan Westerling. Delegasi Belanda dipimpin oleh van Marseveen. SH (Sekjen Kementrian Pertahanan) dan Kolonel T. Ali Budiardjo. gerakan Westerling dengan APRA-nya berakhir dengan kegagalan dan Kapten Westerling pada tanggal 22 Febuari 1950 diterbangkan oleh pihak Belanda dengan pesawat Catalina dari MDL ke Singapura. Hal ini merupakan pukulan yang sangat berat dirasakan oleh Kapten Westerling. Syukur Alhamdulillah. 2. Pada tanggal 22 Januari 1950 sekitar jam 22. ia berprilaku seolah-olah ia termasuk menteri-menteri RIS yang akan diculik. Membunuh Sultan Hamengkubuwono IX (Menteri Pertahanan). mati sewaktu rumahnya dikepung TNI. Diketahui kemudian. dikurangi dengan massa penahanan.00. Berbagai rencana Westerling. Belanda Drees. Senjata yang didapat dari markas Pasukan Khusus di Batujajar praktis tidak bertambah. Westerling sudah ada di tempat yang di tentukan.B. Sekonyong-konyong kepergok oleh seorang perwira. Simatupang (Pejabat KSAP) . . Melalui pertengkaran mulut yang serba cepat dan singkat. Demikian pula mengenai rencana penyerangan atas gedung tempat kabinet RIS akan bersidang dengan tujuan : 1. banyak yang bocor.M.

M. bahwa konstitusi sementara RIS dirubah menjadi UUD sementara RI (berlaku mulai 17 Agustus 1950). PENUTUP Pada hakekatnya tulisan di atas merupakan sebagian dari kisah konflik antara Belanda dan Indonesia. Baru saja pada tanggal 27 Agustus 1949 Belanda menyerahkan kedaulatan kepada Indonesia di Deen Haag. Bandung Beeld van een Stad : R. Jakarta dan di Bandung tahu-tahu pada tanggal 23 Januari 1950 APRA dengan secara nekad menyerang kota Bandung dan kota Jakarta. Belanda dengan segala kemampuannya di bidang militer dan diplomasi berhadapan dengan kekuatan militer dan diplomasi Indonesia. PERPUSTAKAAN 1. G. yang bernafsu untuk melanjutkan penjajahannya yang sudah berjalan 350 tahun. diantaranya melalui Undang-Undang No.A. 3. RIS yang terdiri RI dan BFO (15 Negara/Daerah) ciptaan Belanda diciutkan menjadi 2 kelompok.7 Tahun 1950 yang pasal 1-nya menyebutkan. yaitu RIS dan RI. yang artinya “Sejarah adalah Guru yang besar”.Melalui kerja keras dari pejuang-pejuang RI di bidang diplomasi. Di dalam perjuangan selanjutnya sebagian besar masyarakat Indonesia tidak puas dengan RIS produk KMB. berhasil produk KMB. Indonesia Abad ke-XX : Drs. Mengakhiri uraian ini menyampaikan ungkapan yang berbunyi : “Historia vitae Magista”. Dalam pada itu. Demikian uraian mengenai KMB yang melahirkan RI dan RIS dan melalui perubahan di bidang konstitusi. sebaik-baiknya bersyukur seyogyanya bangsa Indonesia segera bangun menggalang kesatuan dan persatuan untuk mengisi kemerdekaan menuju sasaran rakyat yang adil dan makmur yang sudah lama didambakannya.com .A. Allah Subhanahu Wata’ala melindungi Negara Kesatuan Republik Indonesia dari keserakahan kolonialis Belanda.P. sedemikian kerasnya sehingga muncul tuntutan agar negara-negara bagian/BFO bersatu dengan RI atau RIS dilikuidasi.G. Voskuil E. Siliwangi dari Masa ke Masa : Sejarah Militer Kodam VI/Siliwangi 2. Moedjanto. yang dianggap masih berbau kolonial. Syukur Alhamdulillah.A. Sumber : pertempurandijawabarat.blogspot.