SUMBER AJARAN AGAMA ISLAM: AL-QUR’AN DAN SUNNAH

Maret 22, 2010 manshurzikri Lecture Hall, Religi, Review Ajaran, Al-Qur'an, Islam, Sumber, Sunnah 13 Komentar Judul Pengarang : BAB 7, Sumber Ajaran Islam : Dr. Kaelany HD., MA

Data Publikasi : Islam Agama Universal (Edisi Revisi), MIDADA RAHMA PRESS, Februari 2009, hlm.131-150 Hadits Rasulullah SAW, yaitu: ”Kutinggalkan kepadamu dua perkara, dan kamu sekalian tidak akan sesat selama berpegang teguh kepada keduanya, yaitu Kitabullah (Al-Qur’an dan Sunnah Rasul-Nya). A. Al-Qur’an Al-Qur’an adalah sumber ajaran Islam yang utama. Al-Qur’an adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Rasul-Nya, Nabi Muhammad SAW. Al-Qur’an dijaga dan dipelihara oleh Allah SWT, sesuai dengan firmannya sebagai berikut: ”Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al=Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS 15:9) ”Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an. Kalau sekiranya Al-Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapatkan pertentangan yang banyak di dalamnya.” (QS 4:82) Al-Qur’an menyajikan tingkat tertinggi dari segi kehidupan manusia. Sangat mengaggumkan bukan saja bagi orang mukmin, melainkan juga bagi orang-orang kafir. Al-Qur’an pertama kali diturunkan pada tanggal 17 Ramadhan (Nuzulul Qur’an). Wahyu yang perta kali turun tersebut adalah Surat Alaq, ayat 1-5. Al-Qur’an memiliki beberapa nama lain, antara lain adalah AlQur’an (QS. Al-Isra: 9), Al-Kitab (QS. Al-Baqoroh: 1-2), Al-Furqon (QS. Al-Furqon: 1), AtTanzil (QS> As-Syu’ara: 192), Adz-Dzikir (Surat Al-Hijr: 1-9). Kandungan Al-Qur’an, antara lain adalah: 1. Pokok-pokok keimanan (tauhid) kepada Allah, keimanan kepada malaikat, rasul-rasul, kitab-kitab, hari akhir, qodli-qodor, dan sebagainya.

Al-Qur’an sebagai Kalamullah. 46: 1. Bukhari-Muslim). dan sebagainya. 2: 91. 4. kimia. Al-Qur’an kebenaran mutlak (Al-Haq) (QS. maka pelajarilah hidangan Allah tersebut dengan kemampuanmu (HR. mu’amalah). budaya. Dengan wahyu (langsung ke dalam hati Nabi) 2. Tuhan dalam menyampaikan firman-Nya kepada mansusia dialkukan dengan tiga cara. Menerangkan dan menjelaskan (QS. Kisah-kisa sejarah. 4. 3. Di belakang tabir (wahyu diserap oleh indera Nabi tanpa melihat pemberi wahyu) 3. Sesungguhnya Al-Qur’an ini adalah hidangan Allah. Turmuzi). Pembenar (membenarkan kitab-kitab sebelumnya) (QS. Sebagai Furqon (pembeda antara haq dan yang bathil. 97. Bacalah Al-Qur’an sebab di hari Kiamat nanti akan datang Al-Qur’an sebagai penolong bagai pembacanya (HR. yaitu: 1. 5: 48. ekonomi. 6: 92. psikologi. 16:89. 2: 41. seperti kisah para nabi. Prinsip-prinsip syari’ah sebagai dasar pijakan manusia dalam hidup agar tidak salah jalan dan tetap dalam koridor yang benar bagaiman amenjalin hubungan kepada Allah (hablun minallah. Turmuzi) 3. antara lain: 1. ilmu bumi. teknologi. Muslim).2. 17:82. sedangkan orang membaca Al-Qur’an dan kurang fasih lidahnya berat dan sulit membetulkannya maka baginya dapat dua pahala (HR. 44:4-5) 2. para kaum masyarakat terdahulu. pertanian. fisika. Keutamaan Al-Qur’an ditegaskan dalam Sabda Rasullullah. Al-Qur’an dalam bentuk aslinya berada dalam indu Al-Kitab (Lauh Mahfuzh) dalam lindungan Tuhan. Dasar-dasar dan isyarat-isyarat ilmu pengetahuan: astronomi. Lalu diturunkan kepada Nabi dalam bahasa kaumnya (bahasa Arab). Al-Qur’an adalah wahyu harfiah dari Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dengan bahasa Arab dan membacanya adalah ibadah. 10: 57. Sebaik-baik orang di antara kamu. 5. sosiologi. ibadah) dan (hablun minannas. 41: 44) 6. 10: 37. Sebagai obat penyakit (jiwa) (QS. ilmu hukum. 5. Fungsi Al-Qur’an antara lain adalah: 1. Orang-orang yang mahir dengan Al-Qur’an adalah beserta malaikat-malaikat yang suci dan mulia. 91. baik dan buruk) 5. sastra. 35: 31. kesehatan. 12: 30) 4. ialah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya 2. 76) 3. Sebagai pemberi kabar gembira . 3: 3. Umatku yang paling mulia adalah Huffaz (penghafal) Al-Qur’an (HR. Sebagai Kalamullah. Dengan mengutus malaikat (Jibril) yang membacakan wahyu. Janji atau kabar gembira kepada yang berbuat baik (basyir) dan ancaman siksa bagi yang berbuat dosa (nadzir). baik yang berbuat benar maupun yang durhaka kepada Tuhan.

manusia tidak akan bisa dan pasti tidak akan mampu untuk menyaingi Al-Qur’an. 2:1. Tuhan menantang manusia unti membuat sesuatu seperti atau lebih kurang sama dengan surat Al-Qur’an 1. Sebagai pelajaran Al-Qur’an sebagai Mukjizat Mukjizat memiliki arti melemahkan. silakan menyusun sepuluh surat saja semacam Al-Qur’an 3. 185. Menantang mereka untuk menyusun karangan semacam Al-Qur’an secara keseluruhan 2. tidak ada seorang pun yang dapat menandinginya. Al-Qur’an juga mengandung keterangan tentang isyarat-isyarat ilmiah. 42: 52) 10. Sebagai hidayah atau petunjuk (QS. 25 kebajikan apabila di luar sholat (dalam keadaan berwudhu). atau membuat tidak kuasa. Sebagai pedoman hidup (QS. dan selalu terbuka untuk menerima interpretasi baru. membaca Al-Qur’an dalah 50 kebajikan untuk tiap-tiap hurufnya apabila dibaca waktu melaksanakan sholat. dan keindahannya. Hal ini membuktikan bahwa Al-Qur’an bukanlah buatan manusia. mengalahkan. 3: 138. Al-Qur’an berisi petunjuk agama atau syari’at. Terhadap orang-orang yang tidak percaya kepada Al-Qur’an. 7: 52. yaitu membacanya adalah ibadah. dan mengandung mukjizat. Ayat-ayatnya selalu memberikan kemungkinan arti yang tak terbatas. Sebagai cahaya petunjuk (QS. Al-Qur’an sebagai mukjizat berarti ia dapat mengalahkan atai melemahkan sehingga tida ada seorangpun yang kuasa melawannya. Selain membaca dan mendengar. tuntunan hidup di dunia dan hidup sesudah mati.  dari segi isi. susunan bahasa. Jika tidak bisa juga. 97. Kalau tak bisa. Makna-makna yang terkandung dalam Al-Qur’an begitu luas. Sebagai peringatan 9. belajar dan . serta beritaberita gaib. sastra. Bukan hanya membaca. Mukjizat tersebut dapat berupa keindahan susunan bahasanya dan dari kedalaman isinya. Keutamaan membaca Al-Qur’an. dll) 8. mendengarkan orang yang membaca Al-Qur’an pun akan mendapat kan pahala. 203. 45: 20) 11.7.  Dari segi bahasa. Menurut Ali Bin Abi Thalib. Bagi orang yang membaca Al-Qur’an akan mendapat pahala yang telah dijanjika Allah SWT. Tuhan menantang mereka secara bertahap: 1. melainkan murni wahyu dari Allah SWT. apa yang ada dalam Al-Qur’an bukan sekadar tanpa makna. Seluruh ilmu pengetahuan dan teknologi pada dasarnya berasal dari Al-Qur’an. seperti berita tentang manusia akan dibangkitkan di hari akhirat. Al-Qur’an telah disesuaikan (sudah pasti disesuaikan) bagi seluruh zaman. Al-Qur’an. Bagaimanapun usahanya. dan 10 kebajikan apabila tidak berwudhu. Kalau tak bisa. silakan menyusun satu surat saja 4.

 ditinjau dari segi jumlah orang-orang yang menyampaikannya 1. Hasan. Dalam mengukur keotentikan suatu hadits (As-Sunnah). yang diriwayatkan oleh satu orang. Qauli (perkataan Nabi) 3. 1.  Ditinjau dari kualitasnya 1. yang ditolak. memenuhi syarat shahih. benar. Kedudukan As-Sunnah: 1.mengajarkan membaca Al-Qur’an pun adalah suatu kebajikan. Shahih. Ahad. para muhadditsin menyeleksinya dengan memperhatikan jumlah dan kualitas jaringan periwayat hadits tersebut yang dengan sanaad. dan sah 2.  Ditinjau dari segi diterima atau tidaknya 1. As-Sunnah Sunnah dalam bahasa berarti tradisi. Untuk menguji validitas dan kebenaran suatu hadits. Masyhur. kebiasaan adat-istiadat. 1. 2. tetapi tidak sampai (jumlahnya) kepada derajat mutawir 3. yaitu yang diriwayatkan oleh orang banyak 2. tetapi dari segi hafalan pembawaannya yang kurang baik. Dalam terminologi Islam. aqwal. yaitu hadits yang baik. Mardud. yaitu hadits yang sehat. Maudhu’. yang diterima. para ahli telah menciptakan suatu ilmu yang dikenal dengan ”musthalah hadits”. yaitu hadits yang lemah 4. Maqbul. Fi’li (perbuatan Nabi) 2. yaitu hadits yang palsu. 1. 3. Macam-macam As-Sunnah:  ditinjau dari bentuknya 1. sunnah berarti perbuatan. Taqriri (persetujuan atau izin Nabi) 1. Mutawir. Sunnah adalah sumber hukum Islam kedua setelah Al-Qur’an . Dhaif. dan taqrir). diriwayatkan oleh banyak orang. perkataan dan keizinan Nabi Muhammad SAW (af’al. B.

Unsur-unsur hadits . fungsinya antara lain menjadi hujjah atau bukti yang kuat atas kerasulan Nabi Muhammad Saw. keberadaannya hingga kini masih tetap terpelihara dengan baik. 4: 65) Perbedaan Al-Qur’an dengan As-Sunnah:   Segala yang ditetapkan Al-Qur’an adalah absolut nilainya. Ada yang bersigat absolut. HADITS a. Al-Mujadilah. sebagian besar hanyalah zhanny (dugaan-dugaan yang kuat). pembawanya Nabi Muhammad Saw. Sedangakan terhadap As-Sunnah. SUMBER-SUMBER AJARAN ISLAM A. turunnya secara bertahap melalui malaikat Jibril. B. susunannya dimulai dari surat Al-Fatihah dan diakhiri dengan surat An-Nas. Pengertian Al-qur’an Al-qur’an adalah kitab suci yang isinya mengandung firman Allah.2. Sedangkan yang ditetapkan As-Sunnah tidak semuanya bernilai absolut. b. Menjadikan Sunnah sebagai sumber hukum adalah tanda orang yang beriman (QS. b. AnNisa’. Mukjizat Al-qur’an Kemukjizatan Al-qur’an secara umum meliputi aspek-aspek sebagai berikut: • Aspek bahasa Al-qur’an • Aspek sejarah • Isyarat tentang ilmu pengetahuan • Konsistensi ajaran selama proses penurunan yang panjang • Keberadaan Nabi Muhammad yang Ummi. c. AL. ada yang bersifat nisbi zhanni Penerimaan seorang muslim terhadap Al-Qur’an adalah dengan keyakinan. 58: 5) 3. bagi yang membacanya bernilai ibadah. Orang yang menyalahi Sunnah akan mendapat siksa (QS. Pengertian Hadits Kumpulan-kumpulan tindakan dan ucapan-ucapan Nabi. dan pemsyarakatannya dilakukan secara berantai dari satu generasi ke generasi lain dengan tuilsan maupun lisan. yaitu yang biasanya dinamakan “Hadits” arti kata itu adalah “kata-kata” tetapi yang dimaksudkan ialah ucapan-ucapan dan tindakan.QUR’AN a. Kandungan Al-Qur’an • Mengandung masalah tauhid • Mengandung masalah ibadah • Mengandung masalah janji dan ancaman • Mengandung petunjuk jalan hidup keselamatan dan kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat • Mengandung cerita atau riwayat kehidupan untuk manusia masa lampau.

dan tidak memiliki cacat yang membuat hadits tersebut tidak diterima. munqathi. Istilah-istilah dalam hadits • Sanad: Jalan menuju lafadh hadits. baik sanadnya bersambung atau tidak. dosa-dosa. hasan. • Hadits Qudsi: Apa-apa yang disandarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Allah selain Al-Qur’an. dapat dibuat pedoman dan dijalankan. Guru benar-benar mendengar dari gurunya. • Jalan lain: Sanad lain. Oleh karena itu. • Hukum hadits dhaif: Tidak boleh dijadikan pedoman dalam masalah akidah dan hukum-hukum agama. dan pengakuan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. atau pengakuan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Contoh hadits marfu’: hadits muttasil. keputusan. menuliskannya. hadits yang dita’liq dan mursal tidak termasuk hadits musnad. • Hukum hadits marfu’: kadang-kadang shahih. • Hasan: Hadits yang sanadnya bersambung perawi adil. dan dhaif. perawi tersebut tidak menjalankan kefasikan. o Perawi harus adil. maka didahulukan adalah hadits shahih. dll. perbuatan dan perkataan yang hina. perkataan. • Musnad: hadits yang sanadnya bersambung dari perawi ke perawi sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. hadits maqthu’. peringatan dengan syarat-syarat tertentu. o Tidak berillat. • Hadits Shahih: Hadits yang memiliki sifat-sifat yang membuat hadits itu diterima. ia meriwayatkan hadits dari C. Tidak bertentangan dengan perawi-perawi yang lebih dapat dipercaya. dhaif. • Hadits Marfu’: Perkataan. o Betul-betul hafal. ia meriwayatkan hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. • Hadits: Perbuatan. yang hafalannya kurang sedikit dibanding dengan perawi-perawi hadits shahih. • Hukum hadits musnad: Kadang-kadang shahih. artinya tiap-tiap perawi betul-betul mendengar dari gurunya. pemutusan. • Atsar: Ada ulama berkata. Misalnya. di dalamnya inti hadits atau kontennya • Rawi adalah mempelajari banyak hadits. A meriwayatkan hadits dari B. • Sunnah: Hadits. namun bila diantara hadits shahih dan hadits hasan bertentangan. sebagaimana hadits marfu’ dan mauquf dikatakan atsar. Artinya. anjuran.• Sanad adalah jalur atau jalan periwayatan hadits dari beberapa rangkaian orang yang terlihat dalam periwayatan hadits tersebut • Matan adalah isi dari hadits atau reaksi dari hadits. perbuatan. • Sifat-sifat hadits yang diterima: o Sanadnya harus muttasil (bersambung). mursal. o Tidak bertentangan dengan perawi yang lebih baik dan lebih dapat dipercaya. dan gurunya benar-benar mendengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. yakni tidak memiliki sifat yang membuat haditsnya tidak diterima. c. musnad. mengklasifikasikan dan melakukan penelitian serta menyebarkannya. • Hadits Dhaif: Hadits yang tidak memiliki sifat-sifat hadits-hadits shahih dan sifat-sifat hadits hasan. mengetahui banyak hadits. hasan. • Hukum hadits hasan: seperti hadits shahih. “Atsar identik dengan hadits. Boleh dijalankan dalam masalah-masalah yang dianggap baik. • Muttasil (mausul): Hadits yang sanadnya bersambung dari perawi mendengar dari perawi sampai pada .

Lafadh hadits yang disisipi: sebagian perawi menambah hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tanpa diberi tahu atau diberi tanda. atau fasik. hanya saja sahabat yang meriwayatkannya berlainan. • Masyhur: Hadits yang diriwayatkan oleh tiga perawi keatas. mursal. “perawi tersebut dapat dipercaya. • Mudhtarib: Hadits yang diriwayatkan oleh perawi. Contoh: hadits munqathi’ dan hadits mu’dlal. Hukumnya tidak boleh diriwayatkan atau diajarkan kecuali ada tujuan agar orang yang mendengar atau yang membacanya berhati-hati. Hukumnya kadang-kadang shahih.Nabi atau hanya sahabat-sahabat saja. “Ia dapat dipercaya. lalu disandarkan kepada rasul. Hadits mauquf dan munqathi’ kadang-kadang termasuk hadits muttasil. • Mursal: Apabila ada tabi’in berkata. 2. namun setelah diteliti oleh ahli hadits. Hukumnya. dan mauquf. Hukumnya dhaif. • Mubham: Hadits yang dalam sanadnya atau matannya ada orang yang tidak disebut. Hukumnya tidak dianggap. Hadits munqathi’ termasuk hadits dhaif. Hukumnya dhaif. hadits munkar tidak boleh diterima. Hukumnya sama seperti hadits dhaif. keliru. Hadits marfu dan mursal tidak termasuk hadits mauquf. adakalanya kalimat hadits dibalik. Contoh: setiap hadits yang sanadnya tidak bersambung. Hukumnya dhaif dan ditolak. juga tidak boleh dibuat pedoman atau dibuat syahid. • Muallaq (hadits-hadits yang dita’liq): Hadits yang permulaan sanadnya tidak tersebut. sanadnya bersambung atau tidak. • Syadz: Hadits yang diriwayatkan oelh orang yang dapat dipercaya.tanpa menyebutkan perawi dari sahabat. • Munkar: Seperti hadits syadz. sahabat. Lafadh hadits yang disisipi. kemudian ditempat lain dia meriwayatkan hadits tersebut dengan arti yang berbeda. • Maudlu’: Hadits buatan perawi. walaupun dalam satu tingkat perawi (perawinya sama-sama sahabat). • Maqlub: Menangani sesuatu dengan yang lain dalam hadits. Contoh: hadits marfu’. Lawan syadz adalah mahfud (yang terjaga). hukumnya dhaif. atau tabi’in. Ibnu Mu’in berkata. matan atau sanadnya bertentangan dengan hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang lebih dipercaya. dengan syarat perawi yang tidak disebut itu bukan sahabat. Contoh: hadits munqathi’. • Munqathi’: Hadits yang salah satu dari perawi tidak disebut. apabila perawinya bertentangan dengan perawi-perawi yang dapat dipercaya. Sanad hadits yang disisipi. • Mudraj: Idraj (sisipan) ada dua. hasan namun kebanyakan hukumnya dhaif. • La ba’sa bihi: Perawi tidak memiliki cacat. Hukumya shahih. hasan atau dhaif. • Mauquf: Perkataan atau perbuatan sahabat. dll. “Nabi bersabda……. Hukumnya shahih. atau dhaif.” . 1. jika perawinya yang tidak diketahui. Hukumnya harus dikembalikan pada asalnya. • Ma’lul: Hadits kalau dilihat dhahirnya baik. • Syahid: Arti hadits yang cocok dengan arti hadits lain. maka hadits tersebut termsuk mursal. ternyata ada hal yang membuat hadits tersebut tidak bisa dikatakan shahih.” • Shaduuq: Ibnu Abi Hatim berkata. • Mutawattir: Hadits yang diriwayatkan oleh perawi banyak dari perawi banyak. Adakalanya dia bohong. • Gharib: Hadits yang diriwayatkan oleh satu perawi dan perawi lain tidak meriwayatkan hadits tersebut. • Matruk: Hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang sudah disepakati oleh para ulama bahwa dia dhaif.

Syarat-syarat ijtihad • Hendaknya seseorang mempunyai pengetahuan bahasa Arab. sunah (mandub). rukhsah( kemudahan ) atau azimah. IJTIHAD a. hukum adalah tuntunan Allah SWT (Alquran dan hadist) yang berkaitan dengan perbuatan mukallaf (orang yang sudah balig dan berakal sehat). Jenis-jenis ijtihad • Al-Mujtahidun fis syar’i. C. yaitu hukum taklifiy dan hukum wadh’iy dan penjelasannya sebagai berikut : . Sebelum kita lebih jauh membahas mengenai sumber-sumber syariat islam. dan mubah. Sedangkan menurut ulama fikih. batal. pemilihan. Hukum artinya menetapkan sesuatu atas sesuatu atau meniadakannya. Ulama usul fikih membagi hukum islam menjadi dua bagian.EDSA di 02:07 Sumber – sumber Ajaran Islam By abdullah Agama Islam memiliki aturan–aturan sebagai tuntunan hidup kita baik dalam berhubungan sosial dengan manusia (hablu minannas) dan hubungan dengan sang khaliq Allah SWT (hablu minawallah) dan tuntunan itu kita kenal dengan hukum islam atau syariat islam atau hukum Allah SWT. sah. Perbuatan yang dituntut tersebut disebut wajib. Pengertian ijtihad Ijtihad menurut bahasa adalah berasal dari kata jahada yang artinya: mencurahkan segala kemampuan. baik berupa tuntutan. Jadi arti ijtihad menurut bahasa adalah mencurahkan semua kemampuan dalam segala perbuatan. Menurut ulama usul fikih. makruh. al-almandub. dan al-ibahah. haram. penghalang. hukum adalah akibat yang ditimbulkan oleh syariat (Alquran dan hadist) berupa al-wujub. atau menanggung beban kesulitan. al.karahah.• Sahabat: Orang yang bertemu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan beriman kepadanya sampai mati. atau menjadikan sesuatu sebagai syarat. b. • Tabi’in: Orang yang bertemu dengan sahabat dan mati dalam keadaan muslim. al-hurmah. terlebih dahulu kita harus mengetahui definisi dari hukum dan hukum islam atau syariat islam. dari segi sintaksis dan filologinya • Hendaknya seseorang mempunyai pengetahuan tentang Al-qur’an • Hendaknya seseorang mempunyai pengetahuan Al-Sunnah • Hendaknya ia mengerti segi-segi qiyas c. • Mujtahidun dan Murjihun • Tingkatan muhafidhin Diposkan oleh AwALia. • Mujtahid Muntasib • Mujtahid dalam Madzhab. yaitu mujtahid mutlak.

Fardu (wajib). seperti shalat lima waktu Fardu kifayah. Hukum taklifiy dibagi menjadi lima macam. yaitu perbuatan yang apabila dikerjakan pelakunya mendapatkan pahala. dan jika telah dikerjakan oleh salah seorang anggota masyarakat. yaitu perbuatan wajib yang harus dikerjakan oleh setiap mukallaf. yaitu tuntutan untuk tidak mengerjakan suatu perbuatan dengan tuntutan yang pasti sehingga tuntutan untuk meninggalkan perbuatan itu wajib. yaitu firman Allah yang mengandung pilihan untuk melakukan suatu perbuatan atau meninggalkannya d. karena orang yang meninggalkannya dikenai hukuman b. tetapi tuntutan itu tidak secara pasti. tetapi jika tidak dikerjakan tidak hukuman (dosa) c. tetapi apabila ditinggalkan pelakunya tidak mendapatkan hukuman (dosa) . Al-tahrim. yaitu perbuatan yang apabila dikerjakan pelakunya mendapatkan pahala. seperti memandikan. maka gugur kewajiban anggota masyarakat lainnya. sunnah (mandub). menshalatkan. yaitu tuntutan untuk meninggalkan suatu perbuatan. yaitu tuntutan secara pasti dari syariat untuk dilaksanakan dan dilarang ditinggalkan. Al-karahah. dan jika dikerjakan pelakunya mendapatkan hukuman (berdosa). Al-ijab. yaitu tuntutan dari syariat untuk melaksanakan suatu perbuatan. tetapi tuntutan itu diungkapkan melalui untaian kata yang tidak pasti sehingga kalau dikerjakan pelakunya tidak dikenai hukuman e. mengafani. tetapi apabila ditinggalkan pelakunya mendapatkan hukuman (berdosa) perbuatan wajib ditinjau dari segi orang melakukannya dibagi menjadi dua. yaitu : a. An-nadh. Jika tuntutan itu dikerjakan maka pelakunya mendapatkan pahala. yaitu a. Hukum Taklifiy Adalah tuntunan Allah yang berkaitan dengan perintah untuk melakukan suatu perbuatan atau meninggalkannya. yaitu perbuatan wajib yang harus dikerjakan oleh salah seorang anggota masyarakat. Al-ibahah. dan menguburkan jenazah muslim b.1. Menurut ulama fikih pebuatan mukallaf itu jika ditinjau dari syariat islam dibagi menjadi lima macam. yaitu: Fardu ain.

mendoakan muslim atau muslimat c. membunuh d. bahwa terjadinya sesuatu merupakan sebab. seperti: meninggalkan shalat Dhuha e. yang mengandung pengertian. yaitu perbuatan yang apabila dikerjakan pelakunya berdosa dan akan dihukum. yaitu perbuatan sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan oleh setiap individu. seperti: memilih warna pakaian penutup auratnya. yaitu sifat yang nyata dan dapat diukur yang dijelaskan dalam nas (Alquran dan hadist). jika tidak haul maka tidak wajib zakat perniagaan c. 1. Seperti: genap satu tahun (haul) adalah syarat wajibnya harta perniagaan. Seperti: tergelincirnya matahari menjadi sebab wajibnya shalat zhuhur. Syarat. seperti memberi salam. Makruh. yaitu: a. yaitu sesuatu yang berada diluar hukum syara’. Hukum Wa’iy Adalah perintah Allah SWT. tetapi keberadaan hukum syara’ tergantung padanya. tetapi apabila ditinggalkan pelakunya mendapat pahala. jika syarat tidak ada maka hukum pun tidak ada. yaitu perbuatan yang apabila dikerjakan pelakunya tidak berdosa. jika matahari belum tergelincir maka shalat zhuhur belum wajib dilakukan b. seperti: bezina. yaitu perbuatan sunnah yang dianjurkan dikerjakan oleh salah seorang atau beberapa orang dari golongan masyarakat. yaitu sesuatu yang keberadaannya menyebabkan tidak adanya hukum atau tidak adanya sebab hukum. seperti shalat sunnah rawatib Sunnah kifayah. bahwa keberadaannya menjadi sebab tidak adanya hukum. Ulama usul fikih berpendapat bahwa hukum waid’iy itu terdiri dari tiga macam. Penghalang (mani). syarat atau penghalang bagi adanya sesuatu (hukum). yaitu: Sunnah ain. Mubah. yaitu perbuatan yang boleh dikerjakan dan boleh ditinggalkan. tetapi apabila ditinggalkan pelakunya mendapatkan pahala. mencuri. Sebab. Haram. Seperti: najis yang ada di badan atau pakaian orang yang sedang melaksanakan .perbuatan sunnah dibagi menjadi dua.

Alqur’an Secara etimologi Alquran berasal dari kata qara’a.sunnah (hadist). Pembahasan mengenai karakteristik masing-masing sumber ajaran islam tersebut adalah sebagai berikut: 1. atau qur’anan yang berarti mengumpulkan (al-jam’u) dan menghimpun (al-dlammu). merupakan mukjizat dan diriwayatkan secara mutawatir serta membacanya adalah ibadah Pokok-pokok kandungan dalam Alquran antara lain: . Yang dimaksud sebagai sumber hukum islam adalah segala sesuatu yang melahirkan atau menimbulkan aturan yang mempunyai kekuatan yang bersifat mengikat yang apabila dilanggar akan menimbulkan sanksi yang tegas dan nyata (Sudarsono. diawali dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat an-Naas.” Dan disamping itu pula para ulama fikih menjadikan ijtihad sebagai salah satu dasar hukum islam.shalat menyebabkan shalatnya tidak sah atau menghalangi sahnya shalat. Alquran adalah Kalamulllah yang diturunkan pada rasulullah dengan bahasa arab. Alquran adalah Kalam Allah ta’ala yang diturunkan kepada Rasul dan penutup para Nabi-Nya. Melalui penjelasan singkat mengenai pengertian hukum islam atau syariat islam tadi barulah kita mengerti pengertian hukum islam. yakni terdiri dari tiga sumber. Sumber ajaran islam dirumuskan dengan jelas oleh Rasulullah SAW. atau pedoman syariat islam. setelah Alquran dan hadist. yaitu kitabullah (Alquran). Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam. “ Aku tinggalkan bagi kalian dua hal yang karenanya kalian tidak akan tersesat selamanya. Sumber-Sumber Ajaran Islam Primer 1.1. Ketiga sumber ajaran ini merupakan satu rangkaian kesatuan dengan urutan yang tidak boleh dibalik. Dalam sabdanya Rasulullah SAW bersabda. yaitu Kitab Allah dan sunnahku. Sedangkan secara terminologi (syariat). acuan. Pada umumnya para ulama fikih sependapat bahwa sumber utama hukum islam adalah Alquran dan hadist. hal ini karena keterbatasan manusia dalam ilmu pengetahuan yang diberikan Allah SWT mengenai kehidupan dunia dan kecenderungan untuk menyimpang. selama kalian berpegang pada keduanya. yaqra’u. qiraa’atan. Dan menurut para ulama klasik. as. dan ra’yu atau akal pikiran manusia yang memenuhi syarat untuk berijtihad. serta menguntungkan penguasa pada saat pembuatan hukum tersebut. Seluruh hukum produk manusia adalah bersifat subjektif. Sumber-sumber ajaran islam ini dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu sumber ajaran islam yang primer (Alquran dan hadist) dan sumber ajaran islam sekunder (ijtihad). sedangkan hukum Allah SWT adalah peraturan yang lengkap dan sempurna serta sejalan dengan fitrah manusia. 1992:1). Dengan demikian sumber hukum islam ialah segala sesuatu yang dijadikan dasar.

puasa. Ilmu yang mempelajarinya disebut Ilmu Tauhid. yaitu janji pahala bagi orang yang percaya dan mau mengamalkan isi Alquran dan ancaman siksa bagi orang yang mengingkari Kisah umat terdahulu. Hukum Amaliah. yakni hukum yang mengatur hubungan rohaniah manusia dengan Allah SWT dan hal-hal yang berkaitan dengan akidah/keimanan. serta manusia dengan lingkungan sekitar. sebagai berikut: Hukum I’tiqadiah. baik sebagai makhluk individual atau makhluk sosial. Hukum ini tercermin dalam Rukun Iman. misalnya salat. yakni hukum yang berkaitan dengan perilaku normal manusia dalam kehidupan. yaitu kepercayaan ke-esaann Allah SWT dan semua kepercayaan yang berhubungan dengan-Nya Ibadah. seperti para Nabi dan Rasul dalam menyiaran syariat Allah SWT maupun kisah orang-orang saleh ataupun kisah orang yang mengingkari kebenaran Alquran agar dapat dijadikan pembelajaran. Ilmu Ushuluddin. zakat. dan haji . yaitu semua bentuk perbuatan sebagai manifestasi dari kepercayaan ajaran tauhid Janji dan ancaman. Al-Quran mengandung tiga komponen dasar hukum. Adapun ilmu yang mempelajarinya disebut Ilmu Fikih. yakni hukum yang mengatur secara lahiriah hubungan manusia dengan Allah SWT. Hukum ini tercermin dalam konsep Ihsan. yaitu hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT. Hukum Khuluqiah.Tauhid. antara manusia dengan sesama manusia. yakni: Hukum ibadah. atau Ilmu Kalam. Hukum amaliah ini tercermin dalam Rukun Islam dan disebut hukum syara/syariat. Sedangkan khusus hukum syara dapat dibagi menjadi dua kelompok. Adapun ilmu yang mempelajarinya disebut Ilmu Akhlaq atau Tasawuf.

1. Sumber-Sumber Ajaran Islam Sekunder . yaitu penetapan dan pengakuan Rasulullah terhadap pernyataan ataupun perbuatan orang lain Sunnah hammiyah. Hukum jual-beli dan perjanjian. Hadist Sunnah menurut syar’i adalah segala sesuatu yang berasal dari Rasulullah SAW baik perbuatan. yaitu semua perbuatan Rasulullah Sunnah taqririyah. yaitu semua perkataan Rasulullah Sunnah fi’liyah. yaitu: Sunnah qauliyah. Hukum hudud (hukuman). Hukum jinayat (pidana). Sunnah dibagi menjadi empat macam. yaitu sesuatu yang telah direncanakan akan dikerjakan tapi tidak sampai dikerjakan 2.2. yaitu hukum yang mengatur manusia dengan sesama manusia dan alam sekitarnya. Termasuk ke dalam hukum muamalat adalah sebagai berikut: Hukum munakahat (pernikahan). Sunnah berfungsi sebagai penjelas ayat-ayat Alquran yang kurang jelas atau sebagai penentu hukum yang tidak terdapat dalam Alquran. Hukum faraid (waris). Hukum dauliyah (antarbangsa).Hukum muamalat. dan penetapan pengakuan. Hukum aqdiyah (pengadilan). perkataan. Hukum tata Negara/kepemerintahan Hukum makanan dan penyembelihan. Hukum jihad (peperangan).

setuju. Adapun menurut istilah adalah perkara-perkara yang perlu dilakukan demi kemaslahatan manusia. atau sependapat. sedangkan barangnya dikirim kemudian. yaitu Alquran dan hadist. kita dilarang mengadakan jual beli yang barangnya belum ada saat terjadi akad. menurut aturan syarak. ‘cis’. tentang hukum suatu perkara dengan cara musyawarah.  Qiyas.  Mushalat Murshalah. Hasil dari Ijma’ adalah fatwa. Ijtihad Ijtihad berasal dari kata ijtihada yang berarti mencurahkan tenaga dan pikiran atau bekerja semaksimal mungkin. yaitu suatu proses perpindahan dari suatu Qiyas kepada Qiyas lainnya yang lebih kuat atau mengganti argumen dengan fakta yang dapat diterima untuk mencegah kemudharatan atau dapat diartikan pula menetapkan hukum suatu perkara yang menurut logika dapat dibenarkan. yaitu  Ijma’. Hasil dari ijtihad merupakan sumber hukum ketiga setelah Alquran dan hadist. syarak memberikan rukhsah (kemudahan atau keringanan) bahwa jual beli diperbolehkan dengan system pembayaran di awal. dalam Al Quran maupun Hadist tidak terdapat dalil yang . Contohnya. Dengan kata lain Qiyas dapat diartikan pula sebagai suatu upaya untuk membandingkan suatu perkara dengan perkara lain yang mempunyai pokok masalah atau sebab akibat yang sama. Contohnya adalah pada surat Al isra ayat 23 dikatakan bahwa perkataan ‘ah’. apalagi sampai memukul karena sama-sama menyakiti hati orang tua. Sedangkan menurut istilah adalah kebulatan pendapat ahli ijtihad umat Nabi Muhammad SAW sesudah beliau wafat pada suatu masa. Akan tetapi menurut Istihsan. yaitu menurut bahasa artinya sepakat.1.2. maka dapat dilakukan ijtihad dengan menggunakan akal pikiran dengan tetap mengacu pada Alquran dan hadist.  Istihsan. Sedangkan ijtihad sendiri berarti mencurahkan segala kemampuan berfikir untuk mengeluarkan hukum syar’i dari dalil-dalil syara. yaitu berarti mengukur sesuatu dengan yang lain dan menyamakannya. yaitu keputusan bersama para ulama dan ahli agama yang berwenang untuk diikuti seluruh umat. Contohnya. Macam-macam ijtidah yang dikenal dalam syariat islam. atau ‘hus’ kepada orang tua tidak diperbolehkan karena dianggap meremehkan atau menghina. yaitu menurut bahasa berarti kesejahteraan umum. Ijtihad dapat dilakukan apabila ada suatu masalah yang hukumnya tidak terdapat di dalam Alquran maupun hadist.

Si pembeli menyerahkan uang sebagai pembayaran atas barang yang telah diambilnya tanpa mengadakan ijab kabul karena harga telah dimaklumi bersama antara penjual dan pembeli.memerintahkan untuk membukukan ayat-ayat Al Quran. 1971: Saudi Arabia 4. yaitu menurut bahasa berarti menutup jalan. Contohnya adalah dalam hal jual beli. Larangan seperti ini untuk menjaga agar jangan sampai orang tersebut minum banyak hingga mabuk bahkan menjadi kebiasaan. 26 September 2008 2.  Urf. seseorang yang ragu-ragu apakah ia sudah berwudhu atau belum. Ilmu Hadist . yaitu melanjutkan berlakunya hukum yang telah ada dan telah ditetapkan di masa lalu hingga ada dalil yang mengubah kedudukan hukum tersebut.  Sududz Dzariah. M. Di saat seperti ini.  Istishab. http\\www.wordpress. hal ini dilakukan oleh umat Islam demi kemaslahatan umat. Alquran dan Terjemahannya.com\pengertian al-qur’an 3. ”Ijtihad. ia harus berpegang atau yakin kepada keadaan sebelum berwudhu sehingga ia harus berwudhu kembali karena shalat tidak sah bila tidak berwudhu. yaitu berupa perbuatan yang dilakukan terus-menerus (adat). Membumikan Alquran 5.” www. Contohnya.wikipedia. Referensi : 1.com. Syuhudi Ismail.hikmatun. baik berupa perkataan maupun perbuatan.Quraish Shihab. Contohnya adalah adanya larangan meminum minuman keras walaupun hanya seteguk. Akan tetapi. padahal minum seteguk tidak memabukan. sedangkan menurut istilah adalah tindakan memutuskan suatu yang mubah menjadi makruh atau haram demi kepentingan umat.

hadits dhaif [sunting] Ijtihad Ijtihad adalah sebuah usaha untuk menetapkan hukum Islam berdasarkan Al'qur'an dan Hadist. diumpamakan dengan suatu hal yang mirip dan sudah jelas hukumnya Maslahah Mursalah. kebiasaan . [sunting] Al Hadist 1. Ijtihad dilakukan setelah Nabi Muhammad telah wafat sehingga tidak bisa langsung menanyakan pada beliau tentang suatu hukum namun hal-hal ibadah tidak bisa diijtihadkan.hadits shaheh 3. Al-Quran merupakan kitab suci terakhir yang turun dari serangkaian kitab suci lainnya yang pernah diturunkan ke dunia Dalam upaya memahami isi Al Quran dari waktu ke waktu telah berkembang tafsiran tentang isiisi Al-Qur'an namun tidak ada yang saling bertentangan. kesepakatan para-para ulama. untuk kemaslahatan umat 'Urf.Al-Qur'an Al-Qur'an sebagai kitab suci umat Islam adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia hingga akhir zaman (Saba' QS 34:28). Sebagai sumber Ajaran Islam juga disebut sumber pertama atau Asas Pertama Syara'. Beberapa macam ijtihad antara lain:     Ijma'.hadits hasan 2. Qiyas.

 f  f ½  ff° f°–    ©ff° f°   °––ff°  ¾ ½   ¯ ¯ f°f½fff°½ °½ff°f    ¯Jf#  ff½ °ffJ@ f°–¯ °–f° °–½ °– f°  ff ©f °f¾ ¾f¯ ½ff° ¾ f ¾ffff½ °–ff°– f–f f°f¾ ¾f%¯%  Df¯f¾€ ½ ° f½f ff¯f #   f–f¯fnf¯ f  f  f f¾€ff°–°ff f° f½f f°– © f¾f° ff¯°f¾ %f° f° f ¾%  ff  f ff°°f ¯ °©f  ¾ f   f f f°f ¯   ½    – °n°f ¯fff ¯ °©f  ¾ f  f© °f ¾ff   ©f ¯fff ¯  – °n ¯ff¾ff ¯f©  ff° ff f¾ ¾ff°– f f f¯¾ff#  f½ f ff° ¯ ¾ff#  –f°°– ½f f°f  ©f ¾ff  f f f ¯ff ¯ ½°  f f f   ½   – °f½ ¾f f° %f% f ff ¾ff f© °f ff ½ °f–ff°  ©f  f f ¯ff  f f© ff½ °f–ff° n  9 °–ff°– %¯f°%  f ¾ ¾f f°–  f ff°°f ¯ ° f f°  f f f°f ¯ ff  f f f°f ¾ f  ¯   ½   °f©¾ f°– f f  f f° ff ½fff° f°– f°– ¾ f°– ¯ f¾f°ff° .½  ff°¾°°f  f–¯ °©f  f f  O°°f f°  f ½  ff° ¾°°f f°– f°©f° °  ©ff°   ¾ f½°   ¾ ½ ¾ff¾°°fff  O°°f €ff  f ½  ff° ¾°°f f°– f°©f°  ©ff°   ¾ff ¾ f°– ff f½f f°– f –°–f° ¯f¾fff  ¾ ½  ¯ ¯  ¾ff¯  ¯ ° ff° ¯¾¯ ff ¯¾¯f n ff¯ f½  ff°f°–f½f f  ©ff°½ f°f  ¾f f°ff° ¯  f½ f½f f °––ff° ½ f°f ¯ ° f½ff° ½fff  ¾ ½   °f  ¯ °n  ¯ ¯ °  .f  f ½  ff° f°– f½f f  ©ff° ½ f°f  f  ¾f   f½ f½f f °––ff°½ f°f¯ ° f½f½fff ¾ ½  ¯ °°––ff°¾fff  .

¾ff ¯ ° f f° ¾ff°f  f ¾f ff ¯ °–ff°–¾f°f¾ff  . f ½ °© f¾f° ¾°–f ¯ °– °f ½ °– f° ¯ ¾f¯ ff ¾ff ¾f¯ f  ff f ¯ °– ½ °– f°¯¾f¯ f°– ¯f¾ ¾ f–f¾¯ ¯¾f¯f ff¾ –ff¾ ¾f f°– ¯ ff° ff ¯ °¯ f° ff° f°– ¯ ¯½°f  ff° f°– ¾€f ¯ °–f f°– f½f f f°––fff°¯ °¯ f°¾f°¾f°– –f¾ f°°ff% f¾°  %  °–f° ¯f° ¾¯ ¯¾f¯ff¾ –ff¾ ¾ff°– ©f f° f¾f fnf° ff½ ¯f°¾ff¾f¯ 9f f ¯¯°f½fff¯f€¾ ½ ° f½f ff¾¯ f¯f¯¾f¯f fff° f°f ¾  ff¯¾f f°ff¾fJ ¾f f #°––ff° f–ff° fff°–f °f°fff°  f ff°  ¾ ¾f ¾ f¯f°f  ¾ f¯f ff° ½ –f°– ½f f  f°f  f f  f f° ¾°°f #f° ¾f¯½°–½f½fff¯f€¯ °©f f°©f ¾ f–f¾ff¾f f¾f¯ ¾f¯ ¾  ff° f°f ¾    ¯ ½  ¯f°¾f f ff ¾€f ¾ © €  f ° f °f    ff¾f° ¯f°¾f ff¯ ¯ ½ °– ff° f°–  f° f J@ ¯ °– °f   ½f° °f f°  n ° °–f° ° ¯ °¯½f°– ¾ f¯ °–°°–f°½ °–f¾f½f f¾ff½ ¯ ff°¯ ¾  ¾ f°–f°¯ fJ@f ff½ ff°f°– °–f½ f°¾ ¯½°f¾ f¾ ©ff° °–f°€f¯f°¾f  ¯  f©ff° ¾f¯ ¯¾f° °–f° © f¾   f¾f J  f°    f –f ¾¯   f f f %f°%  f¾  ¾°°f %f ¾%  f° f# ff ff ½f° ¯f°¾f f°– ¯ ¯ °¾ff° ©f  –f¾¯ f©ff°°¯ ½ff°¾ff°–ff° ¾ff° °–f° f°f°– f    f ¯  ¾¯ f©ff°¾f¯° f½f  ff°¯ °©f  f¯fnf¯ f¾¯ f©ff°¾f¯f°–½¯ %f° f°f ¾% f°¾¯ f©ff°¾f¯¾ ° %©f %  9 ¯ ff¾f° ¯ °– °f ff ¾ ¯f¾°– ¯f¾°– ¾¯  f©ff° ¾f¯  ¾  f ff ¾ f–f    ¯  ¯ ©ff°¾f¯9¯    #f°  nff ¯– f° f¾f f ff ff#f  ff#  ff#ff°  ff #f°f° f°– f ¯ °–¯½f° %f ©f¯#% f° ¯ °–¯½° %f f¯¯%   f°–f° ¾ nff  ¯°– %¾ff%  f° f ff ff¯ f f#ff f°– °f°  ½f f f¾ f° ½ °½½ff-f  -f .f¯¯f ¾ffff#fff¾ff¯  ff °–f°¾ff ff f° f °–f° ¾f f° -ff¾  f° ¯ ° ½ff f¯f f¾  f° f ff ff¯f f°– °f° ½f f f¾f °–f° ff¾f ff  ¯ ½ff° ¯©f f° fff° ¾ nff¯ff¾ f¯ ¯ fnf°ff ff f f 9 ½f° °–f° ff¯f°f°fff°  .

f°¯ °–f° °––f¯½° ° f¾f¯ ¾ f–f   O¯ #f f  f° ¯ f°– ¯ °–f  °–f° f°f ¯f°¾f °–f° f J@ f° f f f°– ff° °–f° f f$ ¯f°f°  ¯°  n ¯° ff¯ °¯f°  ¯ f°– ¯ ¯½ f©f°f ¾  ¯ @f  ¯ D¾ ° ff¯ff¯  O¯ ¯ff  f° ¯ f°– ¯ °–f ¾ nff ff  °–f° ¯f°¾f °–f° f J@  f°ff ¯f°¾f °–f° ¾ ¾f¯f ¯f°¾f  ¾ f ¯f°¾f °–f° °–°–f° ¾ f  ¯ f¯ff °  n ¯° ff¯ ° ¾f¯ f° ¾  ¯ ¾ff$¾ff   f½° ¯ f°– ¯ ¯½ f©f°f ¾ ¯  O¯ f  f° ¯ f°– ff° °–f° ½ f °¯f ¯f°¾f ff¯   ½f°  f ¾ f–f ¯f °  f ff ¯f¾¾f ¯° n ¯° ff¯°¾ ½¾f°   f½° ¯ f°– ¯ ¯½ f©f°f ¾  ¯ f ff@f¾f€   f°–f°¾¾¯¾ff f½f  f–¯ °©f  f ¯½ f°  O¯ f f f¯f°–¯ °–f °–f°¯f°¾f °–f°fJ@  ¯¾f°f¾ff ½f¾f ff  f°f© .O@f  f  ½ nfff°  ¾ff°° f J@ f° ¾ ¯f  ½ nfff° f°–  °–f° °–f° -f O f f  f ¾ ¯f ° ½  ff° ¾ f–f ¯f°€ ¾f¾ f  ½ nfff° f©ff°f  Of°© f° f°nf¯f°  f ©f°© ½fff f– f°– f°– ½ nff f° ¯f ¯ °–f¯ff° ¾ f° f° f°nf¯f° ¾¾f f– f°– f°–¯ °–°–f O¾f¯f  f ¾ ½ ½ff-f  f°f¾ ff¯¯ °ff°¾fff J@ ¯f½° ¾f f°– f°– ¾f  ff½° ¾f f°– f°–¯ °–°–f  °ff° f° f–f f½f ©f f°½ ¯ f©ff°   .

O¯¯f¯ff f¯f°–¯ °–f¯f°¾f °–f°¾ ¾f¯f¯f°¾f f°ff¯¾ f°f @ ¯f¾  ff¯¯¯f¯ff f ff¾ f–f   O¯¯°fff%½ °ff°%  O¯€ff %f¾%  O¯©°ff%½ f°f%  O¯  %¯f°%  O¯©f  f°½ ©f°©f°  O¯ff- –ff$ ½ ¯ °ff° O¯¯ff°f° f°½ ° ¯ f°  O¯f f%½ °–f f°%  O¯©f %½ ½ f°–f°%  O¯ ff%f°f f°–¾f%    f ¾ °°f ¯ ° ¾f# f ff ¾ –ff ¾ ¾f f°– f¾f f f¾f J f ½  ff°  ½ fff°  f° ½ ° f½f° ½ °–ff°  °°f €°–¾ ¾ f–f ½ °© f¾ ff ff f° f°– f°–© f¾ff¾ f–f½ ° °¯f°– f  f½f ff¯f°  °°f  f–¯ °©f  ¯½f¯fnf¯ f  O°°fff f¾ ¯f½ fff°f¾f O°°f€#f f¾ ¯f½  ff°f¾f O°°f ff  f ½ ° f½f° f° ½ °–ff° f¾f  f f½ ½ °fff°ff½°½  ff°f°–f° O°°f f¯¯f  f ¾ ¾f f°–  f  °nf°ff° ff°  ©ff° f½  f¾f¯½f  ©ff°  ¯  ¯ ©ff°¾f¯ °  .

f¯¯f  J ¾ ¾ f f f€f ½f f ¾f ¯f¾f   °f°– ¯ ¾f½ ff °–f°nff¯¾fff f¾ f©¯f#f ff€ff f  ½¾f° ¾f¯f ½ff f¯f f° f f–f¯f f°–  °f°– ° ¾ ¯f  O .fnf¯ ¯fnf¯© ff°–  °f ff¯¾ff¾f¯ f O ©¯f#  f ¯ ° ff¾f f°f ¾ ½ff  ¾ ©  ff ¾ ½ ° f½f   f°–f° ¯ ° ¾f f ff  ff° ½ ° f½f f ©f  ¯f -f  .  ©f  ©f  f¾f f ff ©f f f°– f ¯ °nff°  °f–f f° ½f° ff  ©f¾ ¯f¾¯f¯°–°  f°–f°©f ¾ °  f¯ °nff°¾ –ff ¯f¯½f° €°¯ °– ff°¯¾f# f f f¾ff ff° f°f ¾ f¾ f ©f  ¯ ½ff° ¾¯  ¯  –f ¾  f f° f° f ¾  ©f  f½f ff° f½f ff f¾f¯f¾fff°–¯°f f  f½f  ff¯f°¯f½°f ¾ ¯ff f½f ff° ©f  °–f° ¯ °––°ff° ff ½f° °–f°  f½ ¯ °–fn ½f f f° f°f ¾  .f¾  f f ¯ °– ¾ ¾f °–f° f°– f° f° ¯ °f¯ff°°f   °–f° ff f° .f¾ f½f ff° ½f ¾ f–f ¾f ½ff ° ¯ ¯ f° °–f° ¾f ½ ff °–f° ½ ff f° f°– ¯ ¯½°f ½ ¯f¾ff ff ¾ f  f f f°– ¾f¯f  .

f¾ ½f f.°°f f ff ½f f ¾f  ¾f ff  fff° ff ½ fff° #f#  #n¾#  ff #¾#  ½f ff°–f f ½   f°f °f f°––f½¯  ¯ f°ff ¯ °–°f  f½ff– ¾f¯½f ¯ ¯ f °f ¾f¯f ¾f¯f ¯ °f f f°–f  O¾¾f° f¾f½¾ ¾½ ½° ff° f¾f.f¾f°°ff°–   f ff ¯ °––f° f–¯ ° °–f° €ff f°– f½f  ¯f ° ¯ °n –f  ¯ fff° ff f½f ff°½f ¯ ° f½f° ¯ ¾f ½ ff f°– ¯ ° –f f½f  °ff°  .

¾ff .°°f  ¯ ° ff° ¾ff  f ff°– ¯ °–f ff° ©f  f°– ff°–°f ¯ f f ¾ff  ©f  ff  f°  f½ ¯ ° ¾¾f°  ¾ff ¯ ¯ f° ¾f % ¯ ff° ff  °–f°f°% ff ©f  ½   f° °–f° ¾¾ ¯ ½ ¯ fff°  ff  ¾ f°–f° ff°–°f ¯ ¯ f°  O .¾ff  f ¯ ° ff¾f f  ¾ ©f ff° ¯¯   f½° ¯ ° ¾f f ff ½ ff ½ ff f°– ½  ff° ¯ ¯f¾fff°¯f°¾f .

f° ¯f½° f ¾  f   f½f f f°– .°°f  ff¯  .

f°  f°  f½  f ° ff°   ¯f ¾f¯ ¯  ¯f¾fff°¯f  O    ff  f ¯ ° ff¾f f ¯ °½ ©ff°  ¾ f°–f° ¯ ° ¾f f ff ° ff° ¯ ¯¾f° ¾f f°– ¯ f ¯ °©f  ¯f ff ff¯ ¯  ½ °°–f° ¯f  .¯ ¯ °ff° ° ¯ ¯ f° ff ff  .

°°ff fff f°fff°–f°¯ ¯°¯¯°¯f° f¾ ff½° f°f ¾  –  ½f ff ¯°¯ ¾  –  f ¯ ¯f f° ff°–f°¾ ½ °°¯ °©f–ff–f©f°–f° ¾f¯½f f°–  ¾  ¯°¯ f°f °––f ¯f  ff° ¯ °©f  f¾ff°  O¾¾f f¯ f°©f° f°f¯f°– ff f f° f  f½f°  ¯f¾f f °––f f f f f°– ¯ °– f   f° ¯  ¾   .

°°f  ¾ ¾ f°– f°– f– f– f½ff f ¾ f  ff ¯ ¾ff¾ ½ ° ff¾ ½ –f°–fff°  ½f f  f ff° ¾ ¯   ¾ °––f f f¾    ¯ ff °f¾ff f¾f f f    O D€  f ½f ½  ff° f°– ff°  ¾ ¯ ° ¾ %f f%  f ½f ½ fff° ¯f½° ½  ff°  .

¯ ¯f°f°   ¾¯f ¯f ¾  . .°°f f ff ff¯ f ©f    ½ ¯  ¯ ° ff° f°– ¾ f–f ½ ¯ fff° ff¾ ff°– f°–  f f¯ °f f°½f ¯ °–f ff° ©f  f  f °f f–f  f ¯f¯ ¾f¯ff°ff½ °©f f°½ ¯    €  °¾   #©f # ½ f n¯  ½ ¯   ½  ¯f°  ½ ¾¾ n¯ ½ °– f°f #f°  f° f°@ © ¯ff°°f  f f f  .f¾f .

/98/.7./.-8../89  9.7.3:8..3 .-8:../.1./.30/:3.$./9.80:7::2..-:.... .38:3203./9:7:3.80-:.2:39/.- :.3 0-07.3  _aZ`ZYÒ SV_`  ../.3::28. .9.-0702-.:9039.2:3.33.9.39039.38.92..8.-8.187.a^ SZ  ":7 .3/.//./90.:../98.9:::23.305..39.9:0.9803.2.8.38090.3-079039./.3 5073.3/9:7:3.3../$:39:/8./.-8:.3 5.2.9:90.2..-.7..5.-0.28":7.22..7./988./....:8./..   ":7.2:5.:2.2-07/.3.9/.3 $.38:.39.7807.907.8:2-07.:39:20309.2.3 O O O O ©¯f  ¾ ½fff°½ff ½fff¯f  ..22.7.3207:5.3 6:7 .98.f¾ff../.39:7:3/.8!079.38 8 ":7 .2 9.380-.3.202.25.0 .7.:8..¾ff ° ¯f¾fff°¯f D€  f¾ff°  .7.39./..33.305.39.3.38.2:.2.5.1 _aZ`ZYÒ `SV 9.3.3/.-8:.3./80-:98:2-075079...f¾  ¯½f¯ff° °–f°¾fff°–¯½ f°¾ f© f¾¯°f .172..-.9/.  "$ $0-.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful