P. 1
Perekonomian+Di+Masa+Rasulullah (1)

Perekonomian+Di+Masa+Rasulullah (1)

|Views: 23|Likes:
Published by Just Komarudin

More info:

Published by: Just Komarudin on Sep 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/15/2011

pdf

text

original

perekonomian di masa Rasulullah

Sejarah ekonomi Islam berawal dari di angkatnya Muhammad sebagai utusan Allah pada usia ke 40. Rasulullah mengeluarkan berbagai kebijakan yang selanjutnya diikuti dan diteruskan oleh pengganti-penggantinya yaitu khulafaurrasyidin. Pemikiran ekonomi Islam didasarkan atas Al-Qur’an dan alhadits. Perkembangan pemikiran ekonomi Islam dapat dibagi beberapa periode seperti berikut ini: 1. PEREKONOMIAN DI MASA RASULULLAH SAW (571-632M) Rasulullah diangkat menjadi rasul pada usia 40 tahun. Beliau merupakan pemimpin agama dan pemimpin negara tetapi beliau tidak mendapatkan gaji sedikitpun dari negara kecuali hadiah kecil yang berupa makanan. Rasulullah membentuk majlis syura yang sebagian bertugas mencatat wahyu, kemudian pada 6 H sekretaris telah terbentuk. Demikian juga delegasi ke negaranegara lain. Masalah kerumahtanggaan diurus oleh Bilal. Orang-orang ini mengerjakan tugas dengan sukarela tanpa gaji. Tentara formal tidak ada di masa ini, tentara tidak mendapat gaji tetap, Mereka mendapat ghanimah sebelum turunnya Surat al-anfal 41 yang menjelaskan orang-orang yang berhak mendapat bagian ghanimah. Pada 2H, zakat fitrah diwajibkan sebesar 1 sha’ bahan makanan pokok. Zakat diwajibkan pada 9H. Peraturan zakat memuat tentang sistem pengumpulan zakat, barang-barang yang dikenai zakat, batas- batas zakat, dan tingkat presentase zakat. Pengumpul zakat tidak mendapat gaji resmi tapi mereka mendapat bagian dari dana zakat. Wakaf yang pertama berasal dari seorang banu nadir yang telah masuk Islam berupa tujuh kebun. Jizyah pada masa ini besarnya 1 dinar per tahun bagi orang dewasa yang mampu membayar. Ghanimah memberi kontribusi kurang dari 2 persen terhadap pendapatan kaum muslimin selama 10 tahun kepemimpinan rasulullah. Sumber Pendapatan Sumber pendapatan primer pada masa ini adalah zakat dan ’ushr (zakat hasil pertanian) sebagaimana diwajibkan dalam surat attaubah 60. Pengeluaran zakat dikhususkan sesuai mustahiq zakat yang dijelaskan dalam Al-Qur’an. Zakat dikenakan pada : benda logam yang terbuat dari emas dan perak, binatang ternak, berbagai janis barang dagangan, hasil pertanian, harta benda yang ditinggalkan musuh (luqta), dan rikaz (barang temuan). Sedangkan pendapatan sekunder diantaranya adalah sebagai berikut: a. Uang tebusan untuk para tawanan perang b. Pinjaman-pinjaman setelah menklukkan kota mekkah sebelum perang

Dari kaum muslim Dari kaum non muslim Umum (primer dan sekunder) 1 Zakat Jizyah Ghanimah 2 Ushr 5-10% Kharaj Fay 3 Ushr 2. penyaluran zakat dan ’ushr kepada mustahiq 3.hawazin sebesar 30 000 dirham dari Abdullah bin Rabia dan pinjaman pakaian dan tunggangan dari Sufyan bin umaiyah c. Bentuk lain sadaqah seperti kurban dan kafarat Daftar pos pendapatan No. tulis. pembayaran gaji untuk wali. Pencatatan diserahkan kepada petugas pengumpul tetapi tetap dicek langsung oleh Rasulullah sendiri. qadi. pajak yang cukup besar yang dibebankan pada kaum muslim yang kaya g. Amwal fadilah. Zakat fitrah h. harta kaum muslimin yang meningal tanpa ahli waris atau muslim yang meninggalkan negerinya e. Wakaf f. Biaya pertahanan 2. Khumus atas rikaz harta karun temuan pada periode sebelum Islam d. Nawaib. dan pejabat lainnya . & hitung sangat sedikit { Bukti pembayaran dibuat dalam bentuk yang sederhana { Zakat didistribusikan secara lokal { Bukti penerimaan dari daerah yang berbeda tidak umum digunakan { Ghanimah digunakan dan didistribusikan setelah terjadi peperangan tertentu.5% Ushr 5% Uang tebusan 4 Zakat fitrah Pinjaman 5 Wakaf Hadiah dari negara lain 6 Amwal fadilah 7 Nawaib 8 Sadaqah lain 9 khums Pencatatan seluruh penerimaan negara pada masa rasulullah tidak ada karena: { Jumlah orang Islam yang bisa baca. Tabel Pengeluaran Negara PRIMER SEKUNDER 1. imam. guru. muadzin.

Pembayaran untuk pembebasan kaum muslimin yang menjadi budak 6.B. pembayaran upah para sukarelawan 5. bantuan untuk musafir 1. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. M. pembayaran utang negara 6. Persediaan darurat Sebelum Islam hadir.E. .A. Pembayaran utang orang yang meninggal dalam keadaan miskin 8. legislatif dan yudikatif sekaligus tetapi beliau tetap meminta pendapat sahabat-sahabatnya untuk hal-hal tertentu. Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam. Rasulullah berperan sebagai eksekutif. Bantuan untuk orang yang belajar agama di Madinah 2. Karim. Adiwarman Azwar. pemerintah suatu negara dipandang sebagai satusatunya penguasa kekayaan dan perbendaharaan negara. Referensi: Sudarsono.E. 2006. 2004. Pengeluaran untuk duta-duta negara dan hiburan dan biaya perjalanan untuk utusan suku dan negara 4. Pembayaran denda untuk yang terbunuh tidak sengaja oleh pasukan muslim 7. Pembayaran tunjangan untuk orang miskin 9. M. dan pedoman utamanya tentu saja firman Allah.A. Tempat pengumpulan harta itu disebut dengan baitul maal. Meskipun demikian dalam batas-batas tertentu pejabat negara boleh menggunakan harta tersebut untuk mencukupi kebutuhan pribadinya. Pengeluaran untuk rumah tangga rasulullah (hanya 80 butir kurma dan 80 butir gandum untuk setiap istrinya) 11. Konsep Ekonomi Islam : Suatu Pengantar. Yogyakarta : Ekonisia.Heri. Tunjangan untuk sanak saudara Rasulullah 10.4. Hadiah untuk pemerintah negara lain 5.P. Hiburan untuk delegasi keagamaan 3. Pada masa itu baitul maal terletak di masjid nabawi yang merupakan pusat pemerintahan sekaligus rumah tinggal rasulullah. Rasulullah merupakan kepala negara pertama yang memperkenalkan konsep baru dalam bidang keuangan negara pada abad ke 7 yakni semua pendapatan negara dikumpulkan terlebih dahulu baru kemudian dibelanjakan sesuai kebutuhan negara. jadi status harta itu adalah milik negara. S.

pria maupun wanita. Administrasi diatur menjadi 8 propinsi. b. Namun demikian beberapa saat menjelang ajalnya. departemen pelayanan dan pengembangan Islam. Tunnjangan yang diberikan adalah sebagai berikut: Penerima Jumlah 1. kebutuhan keluarga Abu Bakar diurus dengan harta baitul maal. Umar bin Khattab (584-644M) Pemerintahan Umar bin Khattab berlangsung selama 10 tahun. Pembagiannya sama rata antara sahabat yang masuk Islam terlebih dahulu maupun yang belakangan. dan departemen jaminan sosial. beliau juga membentuk jawatan kepolisian dan jawatan tenaga kerja. Untuk mendistribusikan harta baitul maal umar juga mendirikan: departemen pelayanan militer. Beliau banyak melakukan ekspansi. sehingga tidak ada penumpukan harta di baitul maal. satu stel pakaian musim dingin. Beliau sangat akurat dalam penghitungan dan pengumpulan zakat kemudian ditampung di baitul maal dan didistribusikan dalam jangka waktu yang tidak lama sampai habis tidak tersisa. serta seekor binatang tunggangan untuk naik haji. Khalifah mendapat tunjangan sebesar 5000 dirham per tahun. para istri nabi selain aisyah Masing-masing 10000 dirham . Baitul maal merupakan pelaksana kebijakan fiskal negara Islam. Umar juga mendirikan diwan islam yang bertugas memberikan tunjangan-tunjangan angkatan perang dan pensiun. Abu bakar Ashshidiq RA (537-634 M) Sejak menjadi khalifah. dua setenagh dirham tiap hari ditambah daging domba dan pakaian biasa. pada riwayat lain 6000 dirham per tahun. Harta baitul maal adalah milik kaum muslimin sedang khalifah dan amil hanya pemegang amanah. sebagian diantaranya untuk cadangan baik untuk kepentingan darurat. pembayaran gaji tentara dan kepentingan umat yang lain. Baitul maal pada masa ini tertata baik dan rapi lengkap dengan sistem administrasinya karena pendapatan negara meningkat drastis. Aisyah dan Abbas bin abd mutalib Masing-masing 12000 dirham 2. Dan juga mengambil alih tanah orang-orang yang murtad untuk kepentingan umat Islam. negara kesulitan dalam mengumpulkan pendapatan kemudian beliau memerintahkan untuk memberikan tunjangan sebesar 8000 dirham dan menjual sebagian besar tanah yang dimilikinya untuk negara.PEREKONOMIAN DI MASA KHULAFAURRASYIDIN a. Ketika beliau wafat hanya ditemukan 1 dirham dalam perbendaharaan negara karena memang harta yang sudah dikumpulkan langsung dibagikan. dan sebagian yang lain tetap menjadi milik negara. departemen kehakiman dan eksekutif. satu stel pakaian musim panas. Beliau juga membagikan sebagian tanah taklukan. Harta baitul maal tidak dihabiskan sekaligus. Karena kurang mencukupi kemudian dinaikkan menjadi 2000 atau 2500 dirham.

Khalifah usman tidak mengambil upah dari kantornya. bahkan memberikan 5000 dirham setiap tahunnya. kharaj.3. Beliau secara sukarela menarik diri dari daftar penerima bantuan baitul maal. pengembara dan orang miskin. daba operasional administrasi dan militer. ali. husain dan para pejuang badar Masing-masing 5000 dirham 4. anak-anak yang baru lahir yang tidak diakui Masing-masing 100 dirham Selain itu Umar juga membagikan harta dalam bentuk benda. anak-anak kaum muhajirin dan anshar. dua karung gandum dan cuka untuk satu orang. warga madinah 25 dinar 9. Pada masa ini banyak konflik yang muncul ke permukaan. Ali memiliki konsep yang jelas . pajak perdagangan. d. orang yang memeluk Islam ketika fathu makah. Kemudian juga memperkenalkan kebiasaan membagikan makanan di masjid untuk orang-orang menderita. jizyah. Umar tidak membaginya kepada kaum muslimin tetapi tetap pada pemiliknya dengan syarat membayar jizyah dan kharaj. para pejuang uhud dan para migran abisinya Masing-masing 4000 dirham 5. kaum muhajirin sebelum peristiwa fahu makah Masing-masing 3000 dirham 6. Beliau sangat ketat dan berhati-hati dalam menjalankan keuangan negara. Beliau juga mengurangi zakat dari pensiun dan menambahkan santunan dengan pakaian. kaum muslimin di yaman. uballa. ’Usman bin Affan (577-656M) Usman meneruskan kebijakan pada masa Umar. putra para pejuang badar. dua ember makanan sebulan. hasan. Dalam memperlakukan tanah taklukan. Ali juga menaikkan tunjangan para pengikutnya di Irak. dan dana sosial. dan sewa tanah untuk dana pensiun. didistribusikan untuk fakir miskin baik muslim maupun non muslim. para pejuang perang qadisiyah. orang-orang makah yang bukan termasuk kaum muhajirin Masingmasing 800 dirham 8. c. dan orang-orang yang menghadiri perjanjian hudaibiyah Masing-masing 2000 dirham 7. syria. irak Masing-masing 200-300 dirham 10. khums dan sedekah. Beliau membagi tanah taklukan dari kerajaan persia yang pada masa Umar disimpan sebagai lahan negara yang tidak dibagi-bagi sehingga pendapatan dari tanah ini meningkat dari 9 juta ke 50 juta dirham . dan pendapatan lain-lain untuk membayar para pekerja. fai. Umar juga mensubsidi masjid masjid dan madrasah-madrasah. ’Ali Bin Abu Thalib (600-661M) Ali adalah orang yang sangat sederhana. Umar membagi pendapatan negara menjadi empat yaitu: zakat dan ushr didistribusikan di tingkat lokal.

Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. Referensi: Sudarsono. kemudian diganti al-mukus. Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam. S. S. 2004. Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam. administrasi umum dan permasalahan yang berkaitan dengannya. M.mengenai pemerintahan. mengatur pengeluaran. • Mata Uang Mata uang yang bercorak Islam dibuat pada masa Abdullah malik bin marwan yang disebut sikkah. 2006. Mata uang terdiri dari dua macam yaitu dinar emas dan dirham.E. 2006. Jizyah dikenakan kepada para kaum pria dewasa dari kalangan non muslim. misalnya qitha dan mitqal. Juga diberlakukan pajak hilali untuk hasil produksi. Pajak lahan pertanian dibayar dalam bentuk uang dan pajak barang dibayar dalam bentuk barang yang dihasilkan tersebut. Adiwarman Azwar. tetapi juga ada mata uang pecahan yang disebut maksur. . Pada masa selanjutnya dibuat mata uang tembaga yang disebut fulus. Sejak abad kedua muncul diwan yaitu mirip jasa akuntansi yang bertugas meneliti pendapatan. Konsep Ekonomi Islam : Suatu Pengantar.A. Yogyakarta : Ekonisia.B. PASCA KHULAFAURRASYIDIN • Pendapatan Pemerintah Kharaj masih diberlakukan dalam masa ini. M.A.E. Karim. 2004. dan mengaitkan antara pendapatan dan pengeluaran. Referensi: Sudarsono. Konsep Ekonomi Islam : Suatu Pengantar. M.A.P. Petugasnya adalah para pegawai negeri. M. Pencatatan dalam bentuk neraca sudah lazim dilakukan oleh kaum muslimin.B.P.E. Para ahli fiqh memandang pajak-pajak ini tidak sah. Adiwarman Azwar.A.Heri. Pendapatan negara dikhususkan untuk biaya kegiatan tertentu baru kemudian sisanya dikumpulkan di baitul maal. Karim.E.Heri. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. Yogyakarta : Ekonisia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->