Virus Virus

Rotavirus Klasifikasi virus Kelas: I–VII Groups I: Virus dsDNA II: Virus ssDNA III: Virus dsRNA IV: Virus (+)ssRNA V: Virus (−)ssRNA VI: Virus ssRNA-RT VII: Virus dsDNA-RT Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus bersifat parasit obligat, hal tersebut disebabkan karena virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya. Genom virus akan diekspresikan menjadi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya. Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal), sementara istilah bakteriofage atau fage digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme lain yang tidak berinti sel). Virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas jika tidak berada dalam sel inang. Karena karakteristik khasnya ini virus selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu, baik pada manusia (misalnya virus influenza dan HIV), hewan (misalnya virus flu burung), atau tanaman (misalnya virus mosaik tembakau/TMV). Struktur dan anatomi virus

[11] Struktur ini bisa bervariasi dari ukuran 20 nanometer hingga 400 nanometer dan terdiri atas protein virus yang tersusun dalam bentuk simetri ikosahedral. asam nukleat (RNA). RNA untai ganda. kapsid sebagian jenis virus sferik dapat diselubungi lapisan lipid. setiap protein nukleokapsid terhubung dengan enam basa RNA membentuk heliks sepanjang sekitar 1.[9][8] Bahan genetik kebanyakan virus hewan dan manusia berupa DNA.[9] Genom virus dapat terdiri dari DNA untai ganda.[9] Bahan genetik virus diselubungi oleh suatu lapisan pelindung. DNA untai tunggal.[11] Seperti virus bentuk heliks. nukleokapsid ini diselubungi oleh lapisan lipid yang didapatkan dari sel inang.[10] Komposisi kompleks protein dan asam nukleat ini disebut nukleokapsid.[8] Genom virus dapat berupa DNA ataupun RNA.[9] Protein yang menjadi lapisan pelindung tersebut disebut kapsid. protein kapsid (biasanya disebut protein nukleokapsid) terikat langsung dengan genom virus. 2. butuh 240 protein untuk membentuk kapsid.[10] Misalnya.[11] . dan pada virus tumbuhan kebanyakan adalah RNA yang beruntai tunggal.[10] Virus cacar air memiliki selubung virus.[9] Bergantung pada tipe virusnya. polihedral.[9] Kapsid terbentuk dari banyak subunit protein yang disebut kapsomer.[9] Selain itu. Ukurannya lebih kecil daripada bakteri sehingga virus tidak dapat disaring dengan penyaring bakteri. kapsid. sedangkan virus terbesar sekalipun sukar dilihat dengan mikroskop cahaya. Virus terkecil berdiameter hanya 20 nm (lebih kecil daripada ribosom).3 mikrometer. hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron.[9] Jumlah gen virus bervariasi dari empat untuk yang terkecil sampai dengan beberapa ratus untuk yang terbesar. 3. namun biasanya protein kapsid sendiri langsung terlibat dalam penginfeksian sel. kapsomer.[8][9] Bakteriofag terdiri dari kepala polihedral berisi asam nukleat dan ekor untuk menginfeksi inang. atau bentuk yang lebih kompleks dan terdiri atas protein yang disandikan oleh genom virus. virus hepatitis B memiliki angka T=4. heliks.[11] Jumlah protein yang dibutuhkan untuk membentuk kapsid virus sferik ditentukan dengan koefisien T.[10] Bagian-bagian ini berfungsi dalam pengikatan pada dan pemasukan ke sel inang pada awal infeksi.[10] Pada virus campak. kapsid bisa berbentuk bulat (sferik).[11] Sebagai contoh. Untuk virus berbentuk heliks. Virus merupakan organisme subselular yang karena ukurannya sangat kecil.Model skematik virus berkapsid heliks (virus mosaik tembakau): 1. atau RNA untai tunggal. asam nukleat genom virus dapat berbentuk linear tunggal atau sirkuler. dan glikoprotein yang disandikan oleh virus melekat pada selubung lipid tersebut. yaitu sekitar 60t protein. pada virus campak. Kapsid virus sferik menyelubungi genom virus secara keseluruhan dan tidak terlalu berikatan dengan asam nukleat seperti virus heliks.

penetrasi.[15] Pada tahap ini. Ada pula beberapa jenis bakteriofag yang memiliki ekor protein yang melekat pada "kepala" kapsid. Pelekatan Virus Pelekatan virus merupakan proses interaksi awal antara partikel virus dengan molekul reseptor pada permukaan sel inang. Infeksi Kronis Infeksi kronis merupakan infeksi virus yang berkepanjangan sehingga ada resiko gejala penyakit muncul kembali. contoh : shingles[14] * Penyakit kronis yang berulang (kambuh).[12] Selubung ini mengandung fosfolipid dan protein dari sel inang. pematangan.[14] Replikasi virus Replikasi virus terdiri atas beberapa tahapan-tahapan yaitu pelekatan virus.[13] Partikel lengkap virus disebut virion. HCV * Kanker contoh : HTLV-1. virus juga membawa beberapa molekul enzim di dalam kapsidnya. yaitu membran menyelubungi kapsid.[14] 1.[14] Contoh dari infeksi kronis adalah : * Silent subclinical infection seumur hidup. contoh : HIV [14] * Reaktivasi yang menyebabkan infeksi akut.[15] Beberapa virus kompleks seperti poxvirus dan herpesvirus memiliki lebih dari satu reseptor sehingga mempunyai beberapa rute untuk berikatan dengan sel. HPV.[15] Beberapa jenis virus memerlukan molekul lainnya untuk proses pelekatan yaitu koreseptor. HCV. HBV. dan pelepasan. pelepasan mantel. Virion berfungsi sebagai alat transportasi gen. replikasi genom dan ekspresi gen.[15] Reseptor virus mempunyai beberapa kelas yang berbeda :    molekul immunoglobulin-like superfamily reseptor terkait membran saluran dan transporter transmembran[15] Beberapa contoh virus beserta reseptor yang dimiliki :  Human Rhinovirus (HRV) . sedangkan komponen selubung dan kapsid Patogenesis Virus Macam-macam infeksi virus Virus dapat menginfeksi inangnya dan menyebabkan berbagai akibat bagi inangnya.Beberapa jenis virus memiliki unsur tambahan yang membantunya menginfeksi inang.[14] Akibat dari infeksi akut adalah : * Sembuh tanpa kerusakan (Sembuh total)[14] * Sembuh dengan kerusakan/cacat.[14] ada yang berbahaya. tetapi juga mengandung protein dan glikoprotein yang berasal dari virus. misalnya : polio[14] * Berlanjut kepada infeksi kronis[14] * Kematian[14] 2.[15] Molekul reseptor yang target pada permukaan sel dapat berbentuk protein (biasanya glikoprotein) atau residu karbohidrat yang terdapat pada glikoprotein atau glikolipid. Serabut-serabut ekor tersebut digunakan oleh fag untuk menempel pada suatu bakteri. contoh : HBV. perakitan.[12] Selain protein selubung dan protein kapsid. Infeksi Akut infeksi akut merupakan infeksi yang berlangsung dalam jangka waktu cepat namun dapat juga berakibat fatal. namun juga ada yang dapat ditangani oleh sel imun dalam tubuh sehingga akibat yang dihasilkan tidak terlalu besar.Virus pada hewan memiliki selubung virus. terjadi ikatan spesifik antara molekul reseptor seluler dengan antireseptor pada virus. HHV. contoh : cytomegalovirus( CMV)[14] * Periode diam yang cukup lama sebelum munculnya penyakit.

[18] HA akan berikatan dengan reseptor virus influenza yang berupa asam sialat (N-asetil neuraminic acid).[18] Penetrasi Penetrasi terjadi pada waktu yang sangat singkat setelah pelekatan virus pada reseptor di membran sel. fibrinogen. atau laten).[21] Tidak diperlukan protein virus spesifik selain yang telah digunakan untuk pengikatan reseptor.[17] Reseptor ini memiliki tiga domain yaitu satu berupa variabel dan dua konstan.[17]  Virus influenza Virus ini mempunyai dua tipe spike glikoprotein pada permukaan partikel virus yaitu hemagglutinin (HA) dan neuraminidase.[18] virus ini berikatan dengan muatan negatif dari moieties asam sialat yang ada pada rantai oligosakarida yang secara kovalen berikatan dengan glikoprotein pada permukaan sel.[16]  Poliovirus mempunyai reseptor virus berupa protein membran integral yang juga anggota dari molekul superfamily immunoglobulin.[23] .[19] untuk virus lainnya. virus dibagi dalam 7 kelompok seperti pengelompokan [[David Baltimore].[21]  fusi dari envelope dengan membran sel (untuk virus yang berenvelope) Proses fusi virus berenvelop dengan membran sel baik secara langsung maupun dengan permukaan sel maupun mengikuti endositosis dalam sitoplasma. dan PFIE (malaria infected erythocytes).[19] Pada tahap ini genom virus terekspos dalam bentuk kompleks nukleoprotein.[21] Diperlukan adanya protein fusi spesifik dalam envelop virus. tahap ini berlangsung cukup sederhana dan terjadi selama fusi pada membran virus dengan membran plasma.[19] Replikasi Genom dan Ekspresi Gen Strategi replikasi dari beberapa virus tergantung pada material genetik alami dari virus tersebut.[19] Dalam beberapa kasus. Mac-1 (Macrofage antigen-1).[21] Pelepasan Mantel Tahap ini terjadi setelah proses penetrasi dimana kapsid virus baik seluruhnya maupun sebagian dipindahkan ke dalam sitoplasma sel inang. persisten.[16] Molekul tersebut merupakan molekul adhesi yang fungsi normalnya adalah untuk mengikatkan sel kepada substratnya. Rhinovirus (HRV).[19] Proses ini memerlukan energi Tiga mekanisme yang terlibat:  Translokasi partikel virus Proses translokasi relatif jarang terjadi di antara virus dan mekanisme belom sepenuhnya dipahami benar. misalnya : HA influenza dan glikoprotein transmembran (TM) Rhinovirus.Human Rhinovirus memiliki reseptor ICAM-1(Intracelluler adhesion molecule-1). sepuluh serotipe lainnya menggunakan protein yang beruhubungan dengan LDL reseptor.[16] struktur ICAM-1 mirip dengan molekul imunoglobulin dengan domain C dan V sehingga digolongkan sebagai protein supefamily immunoglobulin[16] Struktur ICAM-1 memiliki lima Ig-like domain untuk berikatan dengan Lfa-1 (Leukocite function antigen-1). kronis. tahap ini merupakan proses multistep yang melibatkan jalur endositosis dan membran nukleus. kemungkinan diperantarai oleh protein di dalam virus kapsid dan reseptor membran spesifik.[20]  Endositosis virus ke dalam vakuola intraseluler proses endositosis merupakan mekanisme yang sangat umum sebagai jalan masuk virus ke dalam sel.[16] 10 serotipe dari HRV menggunakan ICAM-1 sebagai reseptor.[23] Proses ekspresi gen akan menentukan semua proses infeksi virus (akut.[23] Dalam hal ini.[18] adanya asam sialat pada hampir semua jenis sel menyebabkan virus influenza bisa berikatan dengan banyak tipe sel.

 Kelas II : DNA Utas Tunggal Replikasi terjadi di dalam nukleus.[19] Selama proses ini. replikasi terjadi di dalam nukleus dimana monosistronik mRNA untuk masing-masing gen virus dihasilkan oleh transkriptase virus.[19] Pelepasan .[19] protease virus dan enzim seluler lainnya biasanya terlibat dalam proses ini. dan kebanyakan tidak tergantung pada perangkat replikasi dari inangnya[23]. dan Parvovirus terjadi di nukleus. Replikasi terjadi di inti dan relatif tergantung kepada faktor-faktor seluler (Adenoviridae. Poxvirus. melibatkan bentuk utas ganda intermediate sebagai cetakan untuk sintesis utas tunggal DNA turunannya (Parvoviridae)[23]  Kelas III : RNA Utas Ganda Virusnya memiliki genom yang tersegmentasi. sementara itu proses perakitan Adenovirus . Herpesviridae)[23] 2.[23]  Kelas VI : RNA Utas Tunggal (+) dengan DNA Intermediate Genom Retrovirus RNA utas tunggal (+) bersifat diploid dan tidak dipakai secara langsung sebagai mRNA tetapi sebagi template untuk reverse transkriptase menjadi DNA. Genom bersegmen (Orthomixoviridae).[23] 2.[23] Perakitan Perakitan merupakan proses pengumpulan komponen-komponen virion pada bagian khusus di dalam sel. Contoh : proses perakitan Picornavirus. prosesnya terjadi di dalam partikel virus selama maturasi (Hepadnaviridae). masing-masing segmennya ditranskripsi secara terpisah untuk menghasilkan monosistronik mRNA individual. Kelas I : DNA Utas Ganda Kelompok ini dibagi menjadi dua kelompok : 1. Genom tidak bersegmen (Rhabdoviridae).[19] Pematangan Pematangan merupakan tahap dari siklus hidup virus dimana virus bersifat infeksius.[19] mekanisme perakitan bervariasi untuk virus yang berbeda-beda. dan Reovirus terjadi di sitoplasma.[23]  Kelas VII : DNA Utas Ganda dengan RNA Intermediate Virus kelompok ini bergantung kepada reverse transkriptase. Tahap pertama dalam replikasi adalah transkripsi dari genom RNA utas (-) oleh virion RNA-dependent RNA polimerase untuk menghasilkan monosistronik mRNA yang juga sebagai cetakan untuk replikasi genom. contoh : Reoviridae[23]  Kelas IV : RNA Utas Tunggal (+) Virus dengan polisistronik mRNA dimana kelas ini genom RNA membentuk mRNA yang ditranslasikan untuk membentuk suatu polyprotein yang dipecah membentuk protein matang. Contoh : Picornaviridae[23]  Kelas V : RNA Utas Tunggal (-) Genom pada kelas ini dibagi menjadi dua tipe : 1. Polyomaviridae. virus ini melibatkan semua faktor-faktor yang penting untuk transkripsi dan replikasi dari genomnya. Poliovirus. tetapi berbeda dengan retrovirus. terjadi pembentukan struktur partikel virus.[19] Proses ini tergantung kepada proses replikasi di dalam sel dan tempat di mana virus melepaskan diri dari sel. Replikasi terjadi di sitoplasma (Poxviridae).[19] pada tahap ini terjadi perubahan struktur dalam partikel virus yang kemungkinan dihasilkan oleh pemecahan spesifik protein kapsid untuk menghasilkan produk yang matang.

Virus Tipe III = RNA Utas Ganda 4. Beberapa contoh familia virus yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah Retroviridae. dan Arbovirus. V. diperlukan membran lipid ketika virus keluar dari sel melewati membran .[24]  Klasifikasi virus berdasarkan morfologi Berdasarkan morfologi. dimana sel yang terinfeksi terbuka dan virus keluar. Virus non-selubung  Klasifikasi virus berdasarkan tropisme dan cara penyebaran Berdasarkan tropisme dan cara penyebaran. kelompok yang tergolong dalam kelompok ini adalah virus kelas III.[19] untuk virus berselubung. Virus DNA 2. virus dibagi menjadi:[24] 1. Virus Tipe II = DNA Utas Tunggal 3. virus dibagi berdasarkan jenis asam nukleat dan juga protein membran terluarnya (envelope) menjadi 4 kelompok. dan Togavirus) . yaitu :[24] 1. dan kemungkinan sebagian lagi tidak merusak sel (Retrovirus). Virus Respirasi 3. dan VI. pelepasan merupakan proses yang sederhana. dan genomik fungsional. Virus berselubung 4. Picornaviridae. Orthomixoviridae.[19] Proses pelepasan partikel virus kemungkinan bisa merusak sel(Paramyxovirus. IV. Virus Enterik 2. proses ini dikenal sebagai budding.[25] Retroviridae . Virus Tipe VII = DNA Utas Ganda dengan RNA perantara Contoh-contoh virus Virus RNA Virus RNA merupakan virus yang memiliki materi genetik berupa RNA. Virus RNA 3. Hepatitis virus  Klasifikasi virus berdasarkan genomik fungsional Virus di klasifikan menjadi 7 kelompok berdasarkan alur fungsi genomnya. Virus onkogenik 5.[19] Klasifikasi virus Virus dapat diklasifikasi menurut morfologi.Semua virus kecuali virus tanaman melepaskan diri dari sel inang melalui dia mekanisme :   untuk virus litik (semua virus non-selubung). Virus Tipe IV = RNA Utas Tunggal (+) 5. Virus Tipe V = RNA Utas Tunggal (-) 6. Virus Tipe I = DNA Utas Ganda 2. Virus Tipe VI = RNA Utas Tunggal (+) dengan DNA perantara 7. Klasifikasi ini disebut juga klasifikasi Baltimore yaitu:[24] 1. Arbovirus 4. Rhabdovirus. tropisme dan cara penyebaran.

domestik).[29] 3. di antaranya adalah penyakit polio yang disebabkan oleh Poliovirus dan flu ringan yang disebabkan oleh Rhinovirus.[25][26]DNA yang dihasilkan nantinya akan berintegrasi ke dalam DNA sel inang sebagai provirus.[25] Picornaviridae Picornaviridae merupakan berukuran kecil.[25] Salah satu genus dari famili ini yang paling terkenal adalah genus Lentivirus. Bunyaviridae contoh virus yang termasuk dalam kelompok ini adalah California encephalitis virus (CE) yang menyebabkan penyakit encephalitis pada manusia. kuda.[29] Arbovirus dibagi menjadi empat famili yaitu : 1. Tick-Borne Influenza virus ini merupakan virus yang berasal dari kutu. Kejadian tersebut menyebabkan terjadinya endemik musiman. Hal tersebut menyebabkan antibodi yang ada tidak dapat mengenalinya lagi.[28] 2.[29] .[28] Virus influenza tipe A dapat mengalami antigenic drift dan antigenic shift. Virus ini memiliki genom RNA dengan polaritas positif sehingga termasuk virus kelas IV dalam klasifikasi Baltimore. Togaviridae contoh virus yang termasuk dalam kelompok ini adalah Rubellavirus.[28] Neuraminidase berperan untuk melepaskan virion dari sel oleh sebab itu antibodi terhadap NA dapat menekan tingkat keparahan infeksi virus.[27] Orthomixoviridae Orthomoxoviridae merupakan virus yang memiliki selubung dengan materi genetik RNA bersegmen berpolaritas negatif sehingga virus ini termasuk dalam kelas V dalam klasifikasi Baltimore.Retroviridae merupakan virus berbentuk ikosahedral. Influenza tipe A Influenza tipe A merupakan virus yang menginfeksi berbagai spesies baik manusia. ternak. Flaviviridae contoh virus yang termasuk dalam kelompok ini adalah Hepatitis C virus dan Denguevirus yang penyebabkan penyakit demam berdarah dengue.[28] Ciri khan dari virus ini adalah virus ini memiliki protein permukaan yang merupakan antigen utama yaitu Hemmaglutinin (HA) dan Neuraminidase (NA). babi.[25] Virus ini termasuk ke dalam virus yang ganas.[28] Antigenic shift adalah munculnya subtipe barus virus influenza yang disebabkan karena penggabunggan genetik antara manusia dengan virus hewan atau dengan transmisi langsung dari hewan unggas ke manusia.[28] Arboviruses Arbovirus merupakan singkatan dari ARthropoda-BOrne virus yaitu virus yang berasal dari kelompok Arthropoda. karena tidak ada atau sedikitnya imunitas terhada virus baru. dapat menyebabkan penekanan sistem kekebalan tubuh dan juga tumor. yang contoh spesiesnya adalah HIV 1 dan 2.[29] 2. Influenza tipe C 4.[28] Virus ini di klasifikasikan menjadi empat kelompok yaitu : 1. [28] Antigenic drift adalah terjadinya mutasi pada gen yang menyandikan protein Hemmaglutinin. burung (burung liar. anjing.[25] Sifatnya yang ganas tersebut disebabkan salah satunya karena virus ini mudah mengalami mutasi.[28] Hemmaglutinin merupakan bagian virus yang menempel pada sel target oleh sebab itu antibodi terhadap hemmaglutinin dapat melindung dari infeksi virus.[27] Virus dalam famili ini mampu menyebabkan banyak penyakit pada manusia. maka pandemik dapat terjadi. dan mamalia air(anjing laut dan paus). Influenza tipe B 3. Virus ini memiliki genom RNA berjumlah dua buah yang keduanya identik dan memiliki polaritas positif yang nantinya akan diekspresikan menjadi enzim polimerase yang unik yaitu reverse traskriptase yang berguna untuk mengubah RNA menjadi DNA.

Reoviridae contoh virus yang termasuk dalam kelompok ini adalah reovirus yang menyebabkan Colorado tick fever dan Rotavirus yang menyebabkan diare epidemik pada anak-anak.[32] Virus yang terkenal dalam kelompok ini adalah Smallpox. disebabkan oleh virus rabies.[30] contoh dari virus ini adalah Herpes simplex tipe 1 dan 2 dan Varicella zoster(VZ) virus. Virus dalam kelompok ini dapat menyebabkan penyakit ganas dan juga dapat menyebabkan kelainan pasca kelahiaran pada bayi.[14] Penyakit kuku dan mulut. kucing. yakni jenis penyakit yang menyerang anjing.[30] Parvoviridae Parvoviridae merupakan virus dengan DNA utas tunggal polaritas positif atau negatif sehingga termasuk dalam kelas II dalam klasifikasi Baltimore.[32] Penyakit hewan akibat virus Penyakit tetelo. Beta Herpesvirus Virus yang termasuk dalam kelompok beta herpesvirus biasanya menyebabkan penyakit yang akut akan tetapi tidak ditemukan gejala pada carrier.[31] Poxviridae Poxviridae merupakan virus dengan materi genetik DNA untai ganda sehingga virus ini di termasuk dalam kelas I dalam klasifikasi Baltimore.[30] contoh dari virus ini adalah Epstein-Barr virus.[32] Ciri khas dari virus ini adalah virus ini memiliki morfologi besar dan kompleks. yakni jenis penyakit yang menyerang ternak sapi dan kerbau.[32] Smallpox cukup terkenal karena menimbulkan pandemik yang sangat besar diseluruh dunia.[29] Virus DNA Virus DNA merupakan virus yang memiliki materi genetik berupa DNA.4. Alpha Herpesvirus Virus yang termasuk dalam kelompok Alpha herpesvirus biasanya menyebabkan penyakit yang akut dengan gejala yang muncul saat itu juga. maka ada kemungkinan penyakit dapat muncul kembali pada tempat yang sama. terutama ayam. Gamma Herpesvirus Virus yang termasuk dalam kelompok ini mampu menyebabkan penyakit limphopoliperatif jinak dan ganas. dan monyet. yaitu : 1.[14] Penyakit kanker pada ayam oleh rous sarcoma virus (RSV). VII.[30] Herpesviridae terbagi ke dalam beberapa genus.[14] Penyakit tumbuhan akibat virus Penyakit mosaik.[31] Virus ini tidak memiliki selubung virus dan merupakan virus manusia yang berukuran paling kecil.[14] Penyakit rabies.[30] Herpesviridae Herpesviridae merupakan kelompok virus berukuran besar dengan materi genetik DNA utas ganda sehingga dikelompokkan ke dalam kelas 1 dalam klasifikasi baltimore.[32] sekarang virus Smallpox sudah dimusnahkan.[30] 2. II.[30] infeksi virus ini bersifat laten persisten disebabkan karena kemampuan genom virus ini untuk berintergrasi dengan sel inang.[1] Penyebabnya adalah tobacco mosaic virus (TMV) Penyakit tungro. Penyebabnya adalah new castle disease virus (NCDV). yakni jenis penyakit yang menyerang tanaman tembakau.[1] . Beberapa contoh familia virus yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah Herpesviridae. kelompok yang tergolong dalam kelompok ini adalah virus kelas I. yakni jenis penyakit yang menyerang tanaman padi.[31] Salah satu contoh kelompok ini adalah virus B-19 yang dapat menyebabkan cacat atau keguguran pada janin. dan Poxviridae.[30] jika kondisi inang sedang lemah. Parvoviridae.[31] Virus merupakan virus yang tidak sempurna sehingga perlu berasosiasi dengan adenovirus sehingga sering disebut Adeno-Associated Virus(AAV).[30] contoh dari virus ini adalah Cytomegalovirus. yakni jenis penyakit yang menyerang bangsa unggas.[30] 3.[30] virus ini menyebabkan infeksi pada bayi dan perkembangan abnormal (penyakit kongenital).

dan demam herpes (yang disebabkan virus herpes simpleks). Kecurigaan meningkat seiring dengan ditemukannya cara penciptaan varian virus baru di laboratorium.[1] Penyakit manusia akibat virus Contoh paling umum dari penyakit yang disebabkan oleh virus adalah pilek (yang bisa saja disebabkan oleh satu atau beberapa virus sekaligus).[33] Grup Filovirus terdiri atas Marburg. untuk merangsang kekebalan alami tubuh terhadap proses infeksi.[33] Juga ada beberapa kontroversi mengenai apakah virus borna. virus sangat sulit untuk dibunuh.[33] Penyakit ini secara tidak langsung telah membantu dominasi bangsa Eropa di dunia baru Amerika. pertama kali ditemukan tahun 1967 di Marburg. yang sebelumnya diduga sebagai penyebab penyakit saraf pada kuda. yang memperlihatkan contoh kasus pada manusia yang memperlihatkan hubungan antara kanker dan agen-agen infektan.[33] Filovirus adalah virus berbentuk panjang seperti cacing. dan ebola.[33] Beberapa suku bangsa Indian telah punah akibat wabah. yang sama sekali tidak mempunyai pengaruh terhadap kehidupan virus. dan obat-obatan yang mengatasi gejala akibat infeksi virus. Sejak Oktober 2004 hingga 2005. Penyebabnya adalah virus citrus vein phloem degeneration (CVPD).[33] Potensi virus untuk menyebabkan wabah pada manusia menimbulkan kekhawatiran penggunaan virus sebagai senjata biologis. juga bertanggung jawab kepada penyakit psikiatris pada manusia.[33] Kanker leher rahim juga diduga disebabkan sebagian oleh papilomavirus (yang menyebabkan papiloma. AIDS (yang disebabkan virus HIV).[1] Penyakit degenerasi pembuluh tapis pada jeruk. atau kutil).[35] Karena itulah diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah suatu penyakit disebabkan oleh bakteri atau virus.[33] Pada April 2005. kejadian ini menjadi epidemi terburuk di dalam kehidupan manusia.[33] Meskipun sebenarnya diragukan dalam jumlah pastinya.[33] Kekhawatiran juga terjadi terhadap penyebaran kembali virus sejenis cacar.[35] Metode pengobatan sejauh ini yang dianggap paling efektif adalah vaksinasi. cacar.Penyebabnya adalah virus Tungro.[33] Pencegahan dan pengobatan Karena biasanya memanipulasi mekanisme sel induknya untuk bereproduksi. Jerman. . Penyembuhan penyakit akibat infeksi virus biasanya disalah-antisipasikan dengan penggunaan antibiotik. yang telah menyebabkan wabah terbesar dalam sejarah manusia. yang dalam jumlah besar tampak seperti sepiring mi. virus Marburg menarik perhatian pers dengan terjadinya penyebaran di Angola.[33] Salah satu virus yang dianggap paling berbahaya adalah filovirus.[35] Efek samping penggunaan antibiotik adalah resistansi bakteri terhadap antibiotik. dan mampu menyebabkan kepunahan suatu bangsa. terutama penyakit cacar. diyakini kematian telah terjadi dalam jumlah besar. yang dibawa oleh kolonis Eropa.

Namun hal ini tentunya tidak mudah dilakukan. Herpes simplek tipe 1. tidak tertahankan untuk tidak menggaruknya. yang paling mudah adalah tidak melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang telah terinfeksi PMS. § Setia kepada pasangannya. umumnya memang tidak siap untuk memerangi infeksi yang timbul. Herpes akan lebih cepat muncul apabila kulit sedang iritasi (luka-luka atau lecet). hingga disebut pula herpes genitalis. Bagaimana menghindarinya? Untuk menghindari Penyakit Menular Seks seksual. dengan tidak berganti-ganti pasangan. . seperti halnya hubungan seks dapat pula menyebabkan timbulnya hespes kelamin.Pencegahan Herpes HERPES Herpes sebenarnya hanyalah suatu penyakit bersifat gangguan temporer (sementara) dan umumnya dapat dicegah oleh setiap orang. Dibawah ini kami mencoba menyampai upaya pencegahan antara lain sebagai berikut: § Selalu menjaga higienis ( kebersihan/kesehatan) organ genetalia (atau alat kelamin pria dan wanita secara teratur. Pada tahap kedua akan muncul lepuhan-lepuhan kecil yang berderet-deret pada permukaan kulit. sedangkan herpes simplek tipe 2. Gejala-gejala yang mengikuti herpes pada tahap pertama itulah. § Jangan lupa menggunakan kondom. yang disertai rasa panas dan gatal. Gejala penyakit herpes mirif dengan flu yakni dengan gejala pertama suhu badan akan meningkat. karena sistim imun pada diri penderita atau orang yang terinfeksinya. pening. yang biasanya sering mendatangkan derita yang berat. bila pasangan kita sudah terinfeksi PMS § Mintalah jarum suntik baru setiap kali menerima pelayanan medis yang menggunakan jarum suntik. sakit pada kerongkongan. virus herpes terdiri dari 2 jenis yakni herpes simpleks tipe 1 dan herpes simplek tipe 2. umumnya menginfeksi didalam dan disekitar mulut. biasanya pada genital (alat kelamin). Sebagai salah satu penyakit kelamin penularan herpes melalui oral dan kelamin. yang terkadang sangat menyiksa. bila terdapat luka/lecet pada organ genetalia (alat kelamin pria atau wanita). kelelahan dan sebagainya yang umum pula terjadi pada orang demam.

Effendi Rizki 3. 2011 / 2012 .S 4. Rike Febriana P. Uswatun Khasanah Kelas : X-1 SMA NEGERI 1 MLONGGO TP.TUGAS BIOLOGI MACAM-MACAM VIRUS Disusun Oleh : 1. Erlina Desi Nur Handayani 2. M.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful