BAB I KETENTUAN UMUM Pengertian Umum Pasal 1 Dalam Peraturan Akademik ini yang dimaksud dengan: 1. 2. 3. 4. 5.

Politeknik adalah Politeknik Negeri Bandung. Masyarakat Politeknik adalah keseluruhan komponen yang berada di Politeknik yang terdiri atas sivitas akademika, staf administrasi dan komponen lainnya. Sivitas Akademika adalah satuan yang terdiri atas dosen dan mahasiswa pada perguruan tinggi. Mahasiswa adalah seluruh mahasiswa Politeknik yang dinyatakan telah memenuhi persyaratan administratif. Pimpinan Politeknik adalah seluruh pejabat yang berdasarkan ruang lingkup tugas serta kewenangannya dianggap bertanggung jawab berkaitan dengan pelaksanaan ketentuan akademis di lingkungan Politeknik. Direktur adalah pemimpin penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, membina dan mengembangkan tenaga kependidikan, mahasiswa dan tenaga administrasi Politeknik, serta membina dan melaksanakan kerja sama dengan instansi pemerintah, badan swasta, dan masyarakat untuk menyelesaikan persoalan yang timbul terutama yang menyangkut bidang dan tanggung jawabnya. Jurusan/Program Studi adalah unsur pelaksana akademik yang melaksanakan pendidikan vokasi dalam sebagian atau satu cabang ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian tertentu. Komisi Disiplin Mahasiswa adalah suatu badan yang diangkat oleh Direktur yang berfungsi sebagai tim penilai dalam kasus pelanggaran yang dilakukan oleh mahasiswa, baik dalam kegiatan kurikuler, kokurikuler maupun ekstrakurikuler. Kegiatan kurikuler adalah kegiatan pendidikan terstruktur dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi maupun seni yang mendapat bimbingan baik langsung maupun tidak langsung dalam ruang kuliah, laboratorium, maupun di lapangan dalam rangka kerja praktik. Kegiatan kokurikuler adalah seluruh kegiatan di luar kegiatan kurikuler yang dapat diikuti dan atau dilakukan oleh mahasiswa dan mendukung kegiatan kurikuler di Politeknik. Kegiatan ekstrakurikuler adalah seluruh kegiatan di luar kegiatan kurikuler yang dapat diikuti dan/atau dilakukan oleh mahasiswa dan meliputi pengembangan minat dan kegemaran maupun upayaupaya perbaikan kesejahteraan mahasiswa di Politeknik. Kegiatan kemahasiswaan adalah keseluruhan kegiatan yang diikuti atau dilakukan oleh mahasiswa berkaitan dengan kegiatan kurikuler, kegiatan kokurikuler atau kegiatan ekstrakurikuler. Beasiswa adalah bantuan yang diberikan oleh Politeknik, instansi/lembaga pemerintah, swasta maupun asing, yayasan, perorangan, dan lembaga lainnya, yang sifatnya tidak mengikat atau mengikat, ditujukan bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan dari pemberi beasiswa. Pendaftaran (Daftar) Ulang adalah prosedur akademik dan administrasi yang harus dilakukan pada awal semester sebagai syarat keabsahan seseorang sebagai mahasiswa Politeknik. Masa Studi adalah waktu bagi mahasiswa untuk menyelesaikan studi di Politeknik. Sanksi Akademik adalah segala sanksi bagi mahasiswa yang timbul akibat tidak dipenuhinya persyaratan-persyaratan dan ketentuan-ketentuan akademik yang berlaku, yang dapat berupa peringatan akademik sampai dengan pemberhentian studi. Wisuda adalah upacara yang diselenggarakan oleh Politeknik bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan program Diploma. Kampus adalah tempat kegiatan kurikuler dan sebagian kegiatan kokurikuler serta sebagian ekstrakurikuler dilakukan. Kompensasi adalah kegiatan yang harus dilakukan oleh mahasiswa untuk menggantikan kekurangan jam kehadiran sesuai aturan yang berlaku. Organisasi Kemahasiswaan adalah wahana dan sarana pengembangan diri mahasiswa ke arah perluasan wawasan, peningkatan kecendekiawanan serta integritas kepribadian untuk mencapai tujuan pendidikan di Politeknik. Organisasi kemahasiswaan terdiri atas organisasi tingkat pusat dan organisasi tingkat jurusan.

6.

7. 8.

9.

10. 11.

12. 13.

14. 15. 16.

17. 18. 19. 20.

Peraturan Akademik Mahasiswa

1

kebersihan. d. Pelaksana kegiatan ini adalah jurusan-jurusan dan program studi di bawah pembinaan dan koordinasi Pembantu Direktur Bidang Akademik. yang dibayar pada setiap awal tahun akademik. dibayar setiap awal semester. Sumbangan Dana Pembangunan (SDP). yang dibayar setiap awal semester sebelum perkuliahan dimulai. Kegiatan di Dalam Kampus Pasal 3 (1) Kegiatan kurikuler wajib diikuti oleh setiap mahasiswa.BAB II TATA TERTIB Umum Pasal 2 (1) Mahasiswa harus berlaku sopan santun dan menjaga ketertiban. Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). 3 dan 4 akan dikenakan sanksi akademik dan/atau sanksi administratif. yang dibayar satu kali selama masa studi di awal semester pertama. Sanksi Pasal 5 (1) Segala pelanggaran tata tertib sebagaimana tersebut pada Pasal 2. Biaya sarana keselamatan kerja. (2) Kegiatan kokurikuler dilaksanakan oleh organisasi mahasiswa tingkat Jurusan dan organisasi mahasiswa tingkat pusat di bawah pembinaan Pembantu Direktur Bidang Akademik dan Pembantu Direktur Bidang Kemahasiswaan bersama dengan Jurusan. (2) Mahasiswa harus mematuhi ketentuan yang berlaku baik pada kegiatan kurikuler. (2) Kegiatan ekstrakurikuler harus mendapat persetujuan dan pembinaan dari Pembantu Direktur Bidang Kemahasiswaan. kokurikuler dan ekstrakurikuler. akan ditetapkan oleh Direktur berdasarkan ketentuan yang berlaku. b. (2) Hal-hal yang belum tercantum pada butir (a) sampai dengan (e) dalam ayat 1 pasal ini dan biaya-biaya lain. c. dan keamanan serta mematuhi norma dan ketentuan yang berlaku selama berada di dalam dan di luar lingkungan kampus. (3) Kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan oleh organisasi kemahasiswaan di bawah pembinaan dan koordinasi Pembantu Direktur Bidang Kemahasiswaan. Iuran kegiatan kemahasiswaan. (2) Dalam pengambilan keputusan terhadap mahasiswa yang akan dikenai sanksi akademik maupun sanksi administratif. Premi asuransi kecelakaan dan pelayanan kesehatan. Direktur dapat meminta saran Komisi Disiplin Mahasiswa. Kegiatan di Luar Kampus Pasal 4 (1) Kegiatan di luar kampus berupa kegiatan kurikuler dan kokurikuler harus mendapat persetujuan dan pembinaan Pimpinan Politeknik. Peraturan Akademik Mahasiswa 2 . e. dibayar satu kali pada awal semester pertama. SPP meliputi uang kuliah dan uang praktikum. BAB III ADMINISTRASI DAN KEUANGAN Biaya Pendidikan Pasal 6 (1) Setiap mahasiswa diwajibkan membayar: a. (3) Semua kegiatan mahasiswa secara pribadi atau kelompok selain yang tersebut pada ayat (1) dan (2) merupakan tanggung jawab pribadi atau kelompok.

dengan 2 Konsentrasi. adalah 1 (satu) bulan dari jadwal yang ditentukan pada masa perkuliahan semester berjalan. (2) Tenggang waktu yang diberikan atas keterlambatan melakukan pendaftaran ulang seperti tercantum pada ayat (1).Konsentrasi Produksi .Waktu Pendaftaran Ulang Pasal 7 (1) Pendaftaran ulang adalah prosedur administrasi dan pembayaran SPP yang harus dilakukan pada awal semester sebagai syarat keabsahan seseorang sebagai mahasiswa Politeknik. yaitu: . (3) Mahasiswa yang tidak melakukan pendaftaran ulang sampai batas tenggang waktu seperti tercantum pada ayat (2) tanpa pemberitahuan. Sanksi Administratif Pasal 8 (1) Bagi mahasiswa yang terlambat melakukan pendaftaran ulang sesuai dengan jadwal yang tercantum dalam Pasal 7 akan dikenai denda yang besarnya ditetapkan oleh Direktur. BAB IV KETENTUAN AKADEMIK Program Pendidikan yang Diselenggarakan Pasal 9 (1) Program pendidikan yang diselenggarakan oleh Politeknik adalah program pendidikan Diploma yang meliputi beberapa Jurusan/Program studi sebagai berikut: Jenjang Diploma III Jurusan Teknik Sipil terdiri atas: • Program Studi Teknik Konstruksi Gedung • Program Studi Teknik Konstruksi Sipil Jurusan Teknik Mesin terdiri atas: • Program Studi Teknik Mesin. (3) Mahasiswa yang terlambat mendaftar ulang akan dikenakan sanksi administratif.Konsentrasi Perawatan dan Perbaikan • Program Studi Aeronautika Jurusan Teknik Refrigerasi dan Tata Udara terdiri atas: • Program Studi Teknik Pendingin dan Tata Udara Jurusan Teknik Konversi Energi terdiri atas: • Program Studi Teknik Konversi Energi Jurusan Teknik Elektro terdiri atas: • Program Studi Teknik Elektronika • Program Studi Teknik Listrik • Program Studi Teknik Telekomunikasi Jurusan Teknik Kimia terdiri atas: • Program Studi Teknik Kimia • Program Studi Analis Kimia Jurusan Teknik Komputer terdiri atas: • Program Studi Teknik Informatika Jurusan Akuntansi terdiri atas: • Program Studi Akuntansi • Program Studi Keuangan & Perbankan Jurusan Administrasi Niaga terdiri atas: • Program Studi Administrasi Bisnis • Program Studi Usaha Perjalanan Wisata • Program Studi Manajemen Pemasaran Jurusan Bahasa Inggris terdiri atas: • Program Studi Bahasa Inggris Peraturan Akademik Mahasiswa 3 . (2) Jadwal pendaftaran ulang ditetapkan oleh Direktur melalui Kalender Akademik. diberhentikan sebagai mahasiswa Polban.

masa skorsing dan 1 (satu) kali masa mengulang bagi mahasiswa yang bermasalah. (2) Waktu penyelesaian program Diploma IV sekurang-kurangnya 8 semester dan selama-lamanya 14 semester. (3) Pelaksanaan ketentuan perpanjangan waktu studi ditetapkan oleh Direktur. Jangka Waktu Penyelesaian Pendidikan Pasal 11 (1) Waktu penyelesaian program Diploma III sekurang-kurangnya 6 semester dan selama-lamanya 10 semester. dan Konsentrasi dapat bertambah atau berkurang berdasarkan ketetapan Direktur yang telah mendapatkan persetujuan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Program Studi. Sistem Penyelenggaraan Pendidikan Pasal 10 (1) Pelaksanaan pendidikan Politeknik diselenggarakan dengan menerapkan Sistem Satuan Kredit Semester (SKS) dengan ketentuan khusus. (3) Ketentuan program pendidikan selain program Diploma diatur berdasarkan ketetapan Direktur yang dapat merupakan amandemen terhadap Buku Peraturan ini. termasuk 2 (dua) kali masa cuti akademik. Seleksi Mahasiswa Baru tidak dapat diikuti oleh peserta yang pernah diberhentikan sebagai mahasiswa Politeknik sesuai pasal 8. termasuk masa cuti akademik. Penerimaan Calon Mahasiswa Pasal 12 (1) (2) (3) (4) Penerimaan mahasiswa didasarkan pada hasil seleksi masuk Politeknik. Calon mahasiswa harus memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Direktur. pasal 31 dan pasal 34 butir d. Calon mahasiswa wajib mengikuti seluruh tahapan seleksi. (3) Beban akademik mahasiswa program Diploma IV Politeknik meliputi 144-160 Satuan Kredit Semester (SKS) yang terbagi ke dalam 8 semester. masa skorsing dan 1 (satu) kali masa mengulang bagi mahasiswa yang bermasalah.Jenjang Diploma IV Jurusan Teknik Sipil terdiri atas: • Program Studi Teknik Perancangan Jalan dan Jembatan • Program Studi Teknik Perawatan dan Perbaikan Bangunan Gedung Jurusan Teknik Mesin terdiri atas : • Program Studi Teknik Perancangan dan Konstruksi Mesin Jurusan Teknik Konversi Energi terdiri atas: • Program Studi Teknik Pembangkit Tenaga Listrik Jurusan Teknik Refrigerasi dan Tata Udara • Program Studi Teknik Pendingin dan Tata Udara Jurusan Teknik Elektro terdiri atas: • Program Studi Teknik Telekomunikasi • Program Studi Teknik Elektronika • Program Studi Teknik Otomasi Industri Jurusan Teknik Kimia terdiri atas: • Program Studi Teknik Kimia Produksi Bersih Jurusan Teknik Komputer terdiri atas: • Program Studi Teknik Informatika Jurusan Akuntansi terdiri atas: • Program Studi Akuntansi Manajemen Pemerintahan • Program Studi Keuangan Syari’ah Jurusan Administrasi Niaga terdiri atas: • Program Studi Manajemen Aset • Program Studi Administrasi Bisnis (2) Jurusan. 4 Peraturan Akademik Mahasiswa . (2) Beban akademik mahasiswa program Diploma III Politeknik meliputi 110-120 Satuan Kredit Semester (SKS) yang terbagi ke dalam 6 semester.

Mahasiswa Peningkatan Jenjang Pasal 16 Mahasiswa peningkatan jenjang dapat mengikuti program pendidikan di Politeknik melalui ujian penempatan dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Direktur. Bagi mahasiswa yang tidak melengkapi persyaratan pada ayat (1) atau ayat (2). Peraturan Akademik Mahasiswa 5 . Mahasiswa Tugas Belajar dan Kerja Sama Pasal 14 (1) Dasar pertimbangan yang digunakan untuk menerima mahasiswa tugas belajar dan kerja sama dari Perguruan Tinggi atau instansi lain adalah jika masih tersedia kapasitas pendidikan (dosen. (3) KTM berlaku selama masa studi. dan mahasiswa Warga Negara Asing diatur melalui Keputusan Direktur. (2) Calon mahasiswa yang diterima sebagai mahasiswa baru Politeknik akan diumumkan melalui media massa. Mahasiswa Pindahan Pasal 15 Mahasiswa pindahan dari Perguruan Tinggi lain dapat mengikuti program pendidikan di Politeknik melalui ujian penempatan dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Direktur. kerja sama. ruang kuliah. Tata cara pengesahan sebagaimana disebutkan dalam ayat (1) ditetapkan oleh Direktur. tidak diperkenankan mengikuti kegiatan akademik. Setiap mahasiswa lama Politeknik wajib melakukan pendaftaran ulang. Mahasiswa Warga Negara Asing Pasal 17 Warga Negara Asing (WNA) dapat mengikuti pendidikan di Politeknik sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (2) Pelaksanaan program pendidikan tugas belajar diatur dalam suatu kesepakatan kerja sama antara Politeknik dan Perguruan Tinggi atau instansi lain yang menugaskan. peningkatan jenjang. dan lain-lain) dan dipandang perlu karena dapat memberi nilai tambah bagi Politeknik dan masyarakat pengguna. (2) KTM merupakan tanda pengenal resmi di Politeknik. Keabsahan Sebagai Mahasiswa Pasal 18 (1) (2) (3) (4) Seseorang dinyatakan sah sebagai Mahasiswa Politeknik apabila telah menyelesaikan pendaftaran ulang. Kartu Tanda Mahasiswa Pasal 19 (1) Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) Politeknik diberikan kepada mahasiswa yang telah menyelesaikan proses pendaftaran ulang. mahasiswa pindahan. Penetapan Mahasiswa Baru Pasal 13 (1) Calon mahasiswa yang memenuhi syarat kelulusan ditetapkan sebagai mahasiswa Politeknik melalui keputusan Direktur. peralatan laboratorium.(5) Penerimaan mahasiswa baru dari tugas belajar.

Permohonan izin dibubuhi tanda tangan persetujuan terlebih dahulu dari Wali Kelas atau yang ditunjuk untuk menanganinya. mahasiswa tersebut diharuskan membawa surat dari orang tua atau walinya yang menyatakan alasan ketidakhadirannya tersebut. (4) Mahasiswa yang tidak melaksanakan kompensasi akan dikenakan sanksi berupa penangguhan nilai oleh program studi. (5) Waktu tidak hadir akan dijumlahkan pada tiap semester. (5) Bila mahasiswa tidak dapat hadir karena alasan sakit atau kecelakaan. (3) Bila mahasiswa tidak akan hadir lebih dari satu hari. sekurang-kurangnya 24 jam sebelumnya. (6) Ketua Jurusan atau petugas yang ditunjuk berhak menentukan apakah izin tidak hadir diterima atau tidak. (4) Mahasiswa yang mendapat izin cuti akademik diwajibkan mendaftar ulang setiap semester sesuai dengan aturan yang berlaku. mahasiswa harus mengirimkan surat keterangan dokter selambat-lambatnya 3 (tiga) hari sejak ketidakhadirannya. maka dalam waktu 3 (tiga) hari. (2) Perkuliahan dan evaluasi dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Politeknik. (3) Kompensasi harus dilaksanakan pada akhir semester terkait. (4) Bila mahasiswa tidak hadir karena hal-hal yang tidak terduga/mendadak.d. Ketidakhadiran dan Sanksinya Pasal 22 (1) Mahasiswa diizinkan tidak hadir di kelas hanya dengan alasan sakit. (3) Jangka waktu cuti akademik adalah satu tahun. Peringatan tertulis akan dikirimkan kepada mahasiswa dan orang tua/walinya dengan ketentuan sebagai berikut: Peraturan Akademik Mahasiswa 6 . mendapat kecelakaan atau disebabkan keperluan penting sesuai dengan aturan yang berlaku. Perkuliahan dan Evaluasi Pasal 21 (1) Mahasiswa Politeknik berhak atas pelayanan perkuliahan dan evaluasi secara penuh sesuai ketentuan yang berlaku. Politeknik dapat menunjuk dokter untuk memberikan ketepatan penilaian akan ketidakhadiran karena sakit atau kecelakaan tersebut. (2) Izin untuk tidak hadir selama sehari atau kurang harus didapat dari Wali Kelas atau yang ditunjuk untuk menanganinya.Cuti Akademik Pasal 20 (1) Mahasiswa dapat mengajukan cuti akademik karena sakit dan/atau alasan tertentu kepada Direktur melalui Pembantu Direktur Bidang Akademik. Ketua Jurusan atau petugas yang ditunjuk untuk menanganinya harus sudah menerima pemberitahuan tertulis. mahasiswa harus meminta izin kepada Ketua Program Studi secara tertulis. (2) Cuti akademik berlaku setelah mendapat izin tertulis dari Direktur. Pada saat hadir kembali. Pasal 23 (1) Ketidakhadiran tanpa izin dan/atau keterlambatan akan dikenakan peringatan lisan maupun tulisan (seperti dituliskan pada ayat 5) dengan kompensasi berikut: Keterlambatan/meninggalkan pelajaran Sanksi sebelum waktunya 5 menit s. 2 jam pelajaran Tidak hadir tanpa izin dikenai hukuman kompensasi 5 kalinya Lebih dari 2 jam pelajaran Dianggap tidak hadir tanpa izin selama 1 hari dan dikenakan kompensasi 2 kalinya 1 hari (selalu dihitung 7 jam pelajaran) (2) Kompensasi tidak dapat digantikan dengan uang atau barang.

(3) Satu satuan kredit semester (sks) merupakan beban akademik dalam bentuk teori. menelusuri pustaka. dan sebagainya. presentasi. bila disertai dengan alasan yang jelas melalui bukti-bukti autentik yang dapat diterima (misalnya sakit). maksimal mahasiswa akan dinyatakan lulus percobaan. perencanaan. dengan 1 (satu) sampai 2 (dua) jam kegiatan terstruktur dan 1 (satu) sampai 2 (dua) jam kegiatan mandiri.Tidak hadir tanpa izin ≥10 jam Tidak hadir tanpa izin ≥20 jam Tidak hadir tanpa izin ≥30 jam Tidak hadir tanpa izin ≥38 jam Surat Peringatan I Surat Peringatan II Surat Peringatan III Surat pemberhentian/dikeluarkan dari Politeknik Pasal 24 (1) Bila jumlah ketidakhadiran dengan dan tanpa izin melebihi 152 jam (4 minggu) dalam satu semester. sehingga mahasiswa harus menempuh seluruh mata kuliah yang telah ditentukan pada semester yang berjalan. Kegiatan terstruktur dilakukan dalam rangka kegiatan kuliah. (2) Bila jumlah ketidakhadiran dengan dan tanpa izin melebihi 76 jam (2 minggu) berturut-turut karena sesuatu hal mahasiswa tidak dapat mengikuti pendidikan. Peraturan Akademik Mahasiswa 7 . proyek dan seminar yang setara dengan kerja akademik mahasiswa sebesar 2 jam seminggu selama satu semester dengan 1 (satu) sampai 2 (dua) jam kegiatan terstruktur dan 1 (satu) sampai 2 (dua) jam kegiatan mandiri. diatur oleh jurusan masing-masing. Satuan Kredit Semester Di Politeknik Pasal 26 (1) Beban kuliah yang harus diambil oleh mahasiswa setiap semester disusun dalam bentuk paket. dan pelaksanaan program pendidikan menggunakan satuan kredit semester sebagai tolok ukur beban akademik mahasiswa. Kegiatan mandiri merupakan kegiatan yang harus dilakukan secara mandiri untuk mendalami. laboratorium. Pengertian Umum Satuan Kredit Semester Pasal 25 (1) Penyusunan. dengan ketentuan jumlah ketidakhadiran tanpa izin kurang dari 38 jam. (5) Ketentuan pelaksanaan kuliah yang dilengkapi dengan praktikum. Upaya itu meliputi 1 (satu) jam interaksi akademik terjadwal dengan staf pengajar. (2) Satu satuan kredit semester (sks) merupakan beban kredit akademik yang setara dengan upaya mahasiswa sebanyak 3 (tiga) sampai dengan 5 (lima) jam seminggu selama satu semester. bengkel. membuat makalah. mempersiapkan tugas-tugas akademik. MPB dan MBB Teori Praktik Jam Tatap Muka 1 1 1–3  Jam Terstruktur 0–1 1 1-3  Jam Mandiri 1–2 1 0 -1 (3) Jam tatap muka dapat dilakukan di kelas. menyelesaikan soal. di antaranya tugas. (4) Satu satuan kredit semester beban akademik dalam bentuk tugas akhir. dan tempat lain yang ditentukan oleh jurusan masing-masing. dan 1 (satu) sampai dengan 2 (dua) jam kegiatan mandiri. skripsi dan praktik kerja lapangan dengan kerja akademik mahasiswa sebesar 4 (empat) jam seminggu selama satu semester. 1 (satu) sampai dengan 2 (dua) jam kegiatan terstruktur. MKB. praktikum. praktik. (2) Pengertian satu sks pada Politeknik adalah seperti yang tercantum dalam Tabel berikut ini: Jenis Mata Kuliah MPK dan Penunjang MKK. mahasiswa tersebut dapat diberi cuti akademik maksimum selama 2 (dua) semester dengan mengajukan permohonan kepada Direktur.

(4) Perhitungan IP dan IPK menggunakan rumus sebagai berikut: IP =  (sks x Indeks Nilai)  sks IP dihitung pada semester yang sedang berjalan. (2) Derajat keberhasilan mahasiswa dalam tahap pendidikan Diploma III dan Diploma IV secara kumulatif dinyatakan dalam Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). yaitu Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester. kepadanya diberikan status T (tunda) yang berarti belum lengkap. kecuali untuk mata kuliah Tugas Akhir. Pasal 28 (1) Atas dasar evaluasi keseluruhan sebagaimana disebutkan dalam pasal 27 ayat (1) dan (2). (3) IP dan IPK berkisar antara 0 (nol) sampai dengan 4 (empat). 3. 4. A B C D E Indeks Nilai 4 3 2 1 0 Arti Sangat Baik Baik Cukup Kurang Gagal (2) Jika karena sesuatu hal derajat keberhasilan mahasiswa belum dapat ditentukan untuk setiap mata kuliah. Dalam hal digunakan lebih dari satu jenis evaluasi. yaitu: Nilai Huruf No. Peraturan Akademik Mahasiswa 8 . (2) Jenis dan cara evaluasi disesuaikan dengan sifat mata kuliah. Derajat Keberhasilan Pasal 29 (1) Derajat keberhasilan dalam satu semester dinyatakan dalam Indeks Prestasi (IP). IPK =  (sks x Indeks Nilai)  sks IPK dihitung kumulatif dari awal semester sampai semester yang berjalan. yang diberikan dalam nilai huruf dan indeks nilai. 5. 2. maka mahasiswa diberikan kesempatan memperpanjang selama 3 (tiga) bulan. 1. ditentukan derajat keberhasilan mahasiswa. dan kepadanya belum dapat diberikan nilai. pembobotan tiap jenis evaluasi pada hasil evaluasi keseluruhan harus mencerminkan ciri mata kuliah yang bersangkutan. jika karena sesuatu hal belum dapat diselesaikan pada saat yang ditentukan. (3) Untuk mata kuliah Tugas Akhir. Selambat-lambatnya sebelum mendaftar ulang semester berikutnya status T tersebut harus telah ditentukan.Keterangan: MPK = Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian MKK = Mata Kuliah Keilmuan dan Ketrampilan MKB = Mata Kuliah Keahlian Berkarya MPB = Mata Kuliah Perilaku Berkarya MBB = Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat Prestasi Akademik Mahasiswa Pasal 27 (1) Keberhasilan mahasiswa menempuh suatu mata kuliah harus ditentukan atas dasar sekurang-kurangnya dua kali evaluasi.

setelah diberi kesempatan mengulang satu kali.00 D > 7 sks. 3. Pasal 31 Mahasiswa akan dikeluarkan dari Politeknik dengan alasan akademik bila terdapat minimal satu dari keadaan-keadaan berikut ini: 1. (8) Mahasiswa Program Diploma III yang mempunyai nilai sks D kumulatif dari semester I sampai dengan semester VI melebihi 36 sks. Pasal 32 Yudisium Kelulusan (1) Setiap lulusan pendidikan program Diploma diberi yudisium kelulusan yang didasarkan pada suatu penilaian akhir yang mencerminkan kinerja akademik yang bersangkutan selama belajar di Politeknik. wajib memperbaiki nilai D tersebut sedemikian rupa sehingga persyaratan kelulusan dipenuhi.70 < IP < 2. (4) Bagi mahasiswa program Diploma III yang telah menyelesaikan pendidikan dalam waktu yang ditentukan. Dua semester berturut-turut lulus percobaan sampai dengan semester IV untuk mahasiswa Program Diploma III dan semester VI untuk Mahasiswa Program Diploma IV. 7. jenjang menengah dengan predikat lulus Sangat Memuaskan. (5) Mahasiswa Program Diploma IV yang tidak lulus penuh pada semester VII dan/atau VIII. (5) Bagi mahasiswa program Diploma IV yang telah menyelesaikan pendidikan dalam waktu yang Peraturan Akademik Mahasiswa 9 .00. Pengulangan mata kuliah yang bernilai D dilakukan oleh mahasiswa yang bersangkutan sesudah semester VI selesai. pada tahun berikutnya. (6) Mahasiswa Program Diploma III yang tidak dapat menyelesaikan studi pada semester IV.00 dan jumlah mata kuliah dengan nilai D maksimum 7 (tujuh) sks dan tanpa nilai E. (10) Setiap akhir semester mahasiswa berhak mendapatkan laporan kemajuan akademik mahasiswa. dengan persetujuan Direktur dapat ditangani secara khusus untuk memperoleh sertifikat. (9) Mahasiswa Program Diploma IV yang mempunyai nilai sks D kumulatif dari semester I sampai dengan semester VIII melebihi 48 sks. Melewati batas studi yang telah ditetapkan dalam Pasal 11 ayat (1) dan (2).70. (2) Mahasiswa dinyatakan lulus penuh pada suatu semester bila mempunyai IP > 2. dan jenjang di bawahnya dengan predikat lulus Memuaskan. tanpa nilai E. akan diberi ijazah Diploma III Politeknik dan berhak memakai sebutan Ahli Madya (AMd). Mempunyai status ketidakhadiran yang tidak diizinkan. diwajibkan mengulang mata kuliah yang menyebabkan tidak lulus penuh (mata kuliah yang mendapat nilai D dan/atau E). Pengulangan mata kuliah yang bernilai D dilakukan oleh mahasiswa yang bersangkutan sesudah semester VIII selesai.70 < IP < 2. Mempunyai nilai E pada semester I sampai dengan IV untuk mahasiswa Program Diploma III dan semester I sampai dengan VI untuk mahasiswa Program Diploma IV. dengan persetujuan Direktur dapat ditangani secara khusus untuk memperoleh sertifikat. diwajibkan mengulang mata kuliah yang menyebabkan tidak lulus penuh (mata kuliah yang mendapat nilai D dan/atau E). (7) Bagi mahasiswa Program Diploma IV yang tidak dapat menyelesaikan studi pada semester VI. (3) Penilaian sebagaimana dimaksudkan dalam ayat (1) dan (2) didasarkan atas IPK dan syarat-syarat lainnya. 2. (2) Yudisium kelulusan diberikan dalam 3 (tiga) jenjang. Kondisi 2: 1. Tidak memenuhi syarat kelulusan pada semester VI untuk mahasiswa Program Diploma III dan pada semester VIII untuk mahasiswa Program Diploma IV. Nilai IP di bawah 1. dan D < 7 sks. 4. 5.Evaluasi Kelulusan Pasal 30 (1) Evaluasi kelulusan dilaksanakan setiap akhir semester. sebagaimana yang diatur dalam Pasal 23.00 dan jumlah sks nilai D > 7 sks. 6. 1. (4) Mahasiswa Program Diploma III yang tidak lulus penuh pada semester V dan/atau VI. (3) Mahasiswa dinyatakan lulus percobaan pada suatu semester bila memenuhi salah satu kondisi berikut ini: Kondisi 1: IP > 2. pada tahun berikutnya. wajib memperbaiki nilai D tersebut sedemikian rupa sehingga persyaratan kelulusan dipenuhi. tanpa nilai E. yaitu jenjang tertinggi dengan predikat lulus Dengan Pujian.

< t ≤ 8 smt (D III) 8 smt.≤ t ≤ 12 smt (D IV) IPK 3.51 s.76. evaluasi Wali Kelas. menunjukkan penghayatan yang baik tentang hakekat dan norma-norma masyarakat akademik dengan indeks nilai minimal 18 untuk lulusan Program Diploma III dan minimal 24 untuk Program Diploma IV. menyelesaikan pendidikannya dalam waktu tidak lebih dari enam semester untuk Program Diploma III dan delapan Semester untuk Program Diploma IV. rekomendasi Komisi Disiplin serta prestasi lainnya di luar prestasi akademik yang dicapai pada setiap semester. b. 2. 5. akan diberi ijazah Diploma IV Politeknik dan berhak memakai sebutan Sarjana Sains Terapan (SST). 3. mempunyai IPK pada akhir semester VI untuk lulusan Program Diploma III dan akhir semester VIII untuk lulusan Program Diploma IV sama dengan atau lebih tinggi dari 3. Penjelasan dari ayat (6) sampai dengan ayat (8) pasal ini adalah sebagai berikut: NP NP ≥ 18 (D III) NP ≥ 24 (D IV) 15 ≤ NP < 18 (D III) 21 ≤ NP < 24 (D IV) NP < 15 (D III) NP < 21 (D IV) Waktu t ≤ 6 smt (D III) t ≤ 8 smt (D IV) 6 smt.0 tetapi kurang dari 2. dan c.51. Predikat Sangat Memuaskan diberikan kepada lulusan yang memenuhi persyaratan berikut: a.00 2. 4. 4. Predikat Memuaskan diberikan kepada lulusan yang menyelesaikan pendidikan dengan IPK pada akhir semester VI untuk lulusan Program Diploma III dan semester VIII untuk program Diploma IV sama dengan atau lebih tinggi dari 2. mempunyai IPK pada akhir semester VI untuk lulusan Program Diploma III dan semester VIII untuk program Diploma IV sama dengan atau lebih tinggi dari 2.76 tetapi kurang dari 3. Predikat Dengan Pujian diberikan kepada lulusan yang memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. b.d.00 s.76 s. 3.75 Dengan Pujian Sangat Memuaskan Sangat Memuaskan Sangat Memuaskan Sangat Memuaskan Memuaskan Memuaskan Memuaskan Keterangan: t : waktu studi NP : Nilai Penghayatan Norma Masyarakat Akademik IPK: Indeks Prestasi Kumulatif (10) Setiap akhir semester dilakukan evaluasi atas penghayatan tentang hakekat dan norma-norma masyarakat akademik dalam bentuk nilai huruf dan nilai ekuivalen sebagai berikut: No. menunjukkan penghayatan yang baik tentang hakekat dan norma-norma masyarakat akademik dengan indeks nilai minimal 15 untuk lulusan Program Diploma III dan minimal 21 untuk Program Diploma IV. 1. dibuat atas dasar catatan yang berasal dari Surat Peringatan.51.< t ≤ 12 smt (D IV) 6 smt. Nilai Huruf A B C D E Indeksi Nilai 4 3 2 1 0 Arti Sangat Baik Baik Cukup Kurang Gagal (11) Evaluasi atas penghayatan tentang hakekat dan norma masyarakat akademik sebagaimana dimaksud dalam ayat (10). menyelesaikan pendidikannya dalam waktu tidak lebih dari delapan semester untuk Program Diploma III dan 12 Semester untuk Program Diploma IV.≤ t ≤ 8 smt (D III) 8 smt.(6) (7) (8) (9) ditentukan.d. Peraturan Akademik Mahasiswa 10 .≤ t ≤ 12 smt (D IV) 6 smt. c.d. 2.50 2.≤ t ≤ 8 smt (D III) 8 smt.

Peringatan keras secara lisan maupun tertulis. d. c. g. untuk selanjutnya disampaikan kepada rapat pimpinan Politeknik. b. f. sedangkan untuk sanksi seperti yang tersebut pada Pasal 34 butir c dan d dapat dilakukan pada tingkat Politeknik. Pengambilan keputusan oleh Direktur setelah mempertimbangkan rekomendasi Komisi Disiplin Mahasiswa. Pengurangan nilai ujian bagi mata kuliah atau kegiatan akademik yang bersangkutan dan/atau pernyataan tidak lulus ujian mata kuliah atau kegiatan akademik yang bersangkutan. ketertiban umum dan kesusilaan. b. keterangan. tugas-tugas dalam rangka perkuliahan. informasi. Pelaporan secara tertulis dari pejabat atau petugas kepada Ketua Jurusan. disertai rekomendasi mengenai sanksi bagi pelaku pelanggaran akademik dari Komisi Disiplin dan/atau Ketua Jurusan. laporan atau tanda tangan dalam lingkup kegiatan akademik.Pelanggaran Akademik Pasal 33 Perbuatan-perbuatan yang dilarang dilakukan di Politeknik termasuk butir (a) sampai dengan (f). atau alat bantu studi lainnya tanpa izin dari instruktur atau dosen yang berkepentingan dalam kegiatan akademik. b. tetapi tidak terbatas pada butir-butir tersebut: a. atas permintaan orang lain atau kehendak sendiri. BAB V KETENTUAN BIDANG KEMAHASISWAAN Kegiatan Kemahasiswaan Pasal 36 (1) Kegiatan kemahasiswaan di Politeknik sesuai dengan Pasal 3 ayat (2) dan ayat (3) Peraturan ini. d. memberi hadiah maupun berupa ancaman dengan maksud mempengaruhi penilaian terhadap prestasi akademik. Melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum. (2) Prosedur pengambilan keputusan dalam menjatuhkan sanksi adalah sebagai berikut: a. Kartu Tanda Mahasiswa. Plagiat Mengakui karya orang lain sebagai karya dirinya sendiri dalam suatu kegiatan akademik. Skorsing (dicabut status kemahasiswaannya untuk sementara) dari Politeknik. Pemeriksaan laporan tersebut pada butir a dan pembuatan Berita Acara Pemeriksaan. memalsukan nilai atau transkrip akademik. c. e. Menggantikan kedudukan orang lain dalam kegiatan akademik Menggantikan dan/atau menyuruh orang lain untuk menggantikan dalam melakukan tugas atau kegiatan untuk kepentingannya sendiri atau orang lain dalam kegiatan akademik. ijazah. pemberian hadiah. c. dan pengancaman Mempengaruhi atau mencoba mempengaruhi orang lain dengan cara membujuk. Penyontekan Menggunakan atau mencoba menggunakan bahan-bahan. Pemecatan atau dikeluarkan (dicabut satus kemahasiswaannya secara permanen) dari Politeknik. Sanksi Pasal 34 Kepada pelaku perbuatan tersebut dalam Pasal 33 dapat dikenai sanksi berupa: a. Pemalsuan Tanpa izin mengganti atau mengubah. Prosedur dan Kewenangan Penetapan Sanksi Pasal 35 (1) Penetapan sanksi seperti yang tersebut pada Pasal 34 butir a dan b dapat dilakukan pada tingkat Jurusan. Peraturan Akademik Mahasiswa 11 . Membantu atau mencoba membantu pelanggaran akademik Menyediakan sarana atau prasarana yang dapat menyebabkan terjadinya hal yang tidak diperbolehkan dalam kegiatan akademik. Penyuapan.

baik yang berupa sarana maupun prasarana. dan disahkan oleh Direktur melalui Pembantu Direktur Bidang Kemahasiswaan. (2) Setiap penggunaan fasilitas Politeknik harus seizin Direktur melalui Pembantu Direktur Bidang Kemahasiswaan. setelah berkonsultasi dengan Pembantu Direktur Bidang Administrasi Umum. (2) Kegiatan ko dan ekstrakurikuler seperti tersebut pada ayat (1) dibina oleh Direktur melalui Pembantu Direktur Bidang Kemahasiswaan. (3) Derajat kebebasan dan mekanisme tanggung jawab organisasi kemahasiswaan di Politeknik ditetapkan melalui kesepakatan antara mahasiswa dengan Direktur melalui Pembantu Direktur Bidang Kemahasiswaan. (3) Dalam pelaksanaan pembinaan kegiatan ko dan ekstrakurikuler. dan kebersihan fasilitas yang digunakan. Pasal 39 (1) Organisasi kemahasiswaan dipimpin oleh seorang ketua. Pasal 41 Kegiatan kemahasiswaan yang melibatkan pihak-pihak di luar kampus. (3) Ketua Pelaksana kegiatan kemahasiswaan bertanggung jawab terhadap keamanan. Pasal 42 (1) Fasilitas Politeknik. dapat dimanfaatkan untuk melaksanakan kegiatan kemahasiswaan. Tata Cara Perizinan dan Pemanfaatan Fasilitas Pasal 40 (1) Kegiatan kemahasiswaan dikoordinasikan langsung oleh organisasi kemahasiswaan. (2) Organisasi mahasiswa tingkat jurusan.(2) Pelaksanaan kegiatan yang tidak tercantum dalam pasal 3 ayat (2) dan ayat (3) Peraturan ini. Pembantu Direktur Bidang Kemahasiswaan dibantu oleh para staf akademik yang ditunjuk sesuai peraturan yang berlaku. dan berkedudukan di jurusan. Organisasi Kemahasiswaan Pasal 38 (1) Organisasi mahasiswa tingkat pusat merupakan kelengkapan nonstruktural di tingkat Politeknik dan berkedudukan di Politeknik. (4) Mahasiswa yang pernah menjabat sebagai ketua tidak dapat dipilih kembali sebagai ketua pada periode kepengurusan berikutnya. diatur oleh keputusan Direktur. (2) Pengurus ditetapkan melalui pemilihan. baik yang dilaksanakan di dalam maupun di luar kampus. keutuhan. (2) Setiap kegiatan kemahasiswaan dapat dilaksanakan apabila telah mendapatkan izin Direktur melalui Pembantu Direktur Bidang Kemahasiswaan. Peraturan Akademik Mahasiswa 12 . (3) Masa bakti kepengurusan organisasi kemahasiswaan adalah satu tahun. harus seizin Direktur dan instansi/pihak-pihak terkait sesuai prosedur yang berlaku. merupakan kelengkapan nonstruktural di tingkat jurusan. Pasal 37 (1) Kegiatan ko dan ekstrakurikuler mempunyai wadah dalam bentuk organisasi kemahasiswaan yang diselenggarakan oleh dan untuk mahasiswa. (5) Organisasi kemahasiswaan berpedoman pada aturan-aturan dasar organisasi yang tertuang dalam Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) yang disahkan oleh Direktur melalui Pembantu Direktur Bidang Kemahasiswaan. (3) Pelanggaran terhadap ketentuan ayat (2) dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. dengan tetap berpedoman bahwa Direktur merupakan penanggungjawab segala kegiatan di Politeknik dan/atau yang mengatasnamakan Politeknik.

Kesejahteraan Mahasiswa Beasiswa Pasal 43 Beasiswa adalah bantuan yang sifatnya tidak mengikat atau mengikat. Pasal 50 Pemohon beasiswa yang telah terpilih sebagai penerima beasiswa akan disahkan dengan surat keputusan Direktur. Pasal 51 Penerima beasiswa berkewajiban untuk menunjukkan perilaku yang baik menurut tata tertib yang berlaku di Peraturan Akademik Mahasiswa 13 . Tidak pernah terkena kasus atau sanksi akademik dan/atau administratif. Tidak sedang menerima beasiswa/ikatan dinas pada tahun atau periode yang sama atau kredit lainnya dari Politeknik atau badan lainnya. d. Tidak sedang atau mengambil cuti akademik. b. swasta maupun asing. c. Tidak ditunjang oleh ekonomi yang memadai. instansi/lembaga pemerintah. dan lembaga lainnya. b. Pasal 48 (1) Persyaratan administratif untuk mahasiswa yang mengajukan permohonan beasiswa adalah: a. Kriteria lain yang diberikan oleh pemberi beasiswa. diberikan kepada mahasiswa yang berpotensi akademik baik dan mempunyai penghayatan atas norma-norma masyarakat akademik. Terdaftar pada tahun akademik yang sedang berjalan. yayasan. d. Mendorong prestasi studi mahasiswa. b. c. c. Pasal 44 Mahasiswa yang berhak mengajukan beasiswa adalah yang mempunyai satu atau lebih kriteria berikut ini: a. (2) Setelah berakhirnya periode pemberian beasiswa. Pasal 46 Pemberi beasiswa adalah Politeknik. Pasal 49 Pemilihan calon penerima beasiswa dilakukan oleh tim yang dipimpin oleh Pembantu Direktur Bidang Kemahasiswaan dan ditetapkan oleh Direktur. Pasal 45 Maksud dan tujuan pemberian beasiswa antara lain: a. (2) Permohonan untuk mendapatkan beasiswa dapat dilaksanakan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku. perorangan. Menumbuhkan kepedulian terhadap almamater. Aktif dalam kegiatan kemahasiswaan. penerima beasiswa dapat mengajukan permohonan perpanjangan beasiswa untuk periode berikutnya. dengan menunjukkan kartu tanda mahasiswa yang berlaku. Pasal 47 (1) Jangka waktu pemberian beasiswa tergantung pada pemberi beasiswa dan/atau ketentuan yang berlaku. Membantu biaya studi mahasiswa. Berprestasi akademik tinggi.

Tidak dalam status cuti akademik. Bantuan Untuk Mahasiswa Pasal 53 (1) Bantuan di luar beasiswa dapat diberikan kepada mahasiswa yang memerlukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Politeknik dan meningkatkan/mempertahankan prestasi akademiknya. (3) Kepala Asrama adalah staf Politeknik yang ditugasi. ikatan dinas atau bentuk tunjangan belajar lainnya. Tidak terkena kasus atau sanksi akademik maupun sanksi administratif. f. Tidak terdaftar lagi sebagai mahasiswa Politeknik. Pasal 57 Pengajuan permohonan masuk asrama dilakukan dengan menggunakan formulir permohonan. Pasal 55 Izin tinggal di asrama mahasiswa adalah selama satu semester dan dapat diperpanjang sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku. b. g. e. (2) Pelaksanaan ayat (1) ditentukan oleh kebijakan Direktur melalui Pembantu Direktur Bidang Kemahasiswaan. (2) Kepala Asrama diangkat dan bertanggung jawab kepada Direktur melalui Pembantu Direktur Bidang Administrasi Umum. Peraturan Akademik Mahasiswa 14 . c. Penerima beasiswa telah menyelesaikan studi. d. Asrama Mahasiswa Pasal 54 (1) Asrama Mahasiswa adalah tempat tinggal mahasiswa yang dikelola oleh Politeknik melalui kepala asrama. Terdaftar pada tahun akademik yang sedang berjalan. Pasal 58 Calon penghuni asrama dipilih berdasarkan ketentuan yang berlaku dan ditetapkan oleh Pembantu Direktur Bidang Kemahasiswaan. b. Pasal 52 (1) Beasiswa dapat dipertimbangkan untuk dihentikan apabila: a. Penerima beasiswa melanggar ketentuan atau peraturan/tata tertib yang berlaku di Politeknik. Terbukti data permohonan beasiswa tidak diisi secara benar. Pasal 56 Mahasiswa yang berhak mengajukan permohonan masuk asrama harus memenuhi persyaratan: a. Prestasi akademik penerima beasiswa menurun. Terbukti menerima beasiswa. c. (2) Ketentuan dalam ayat (1) ditetapkan oleh Direktur melalui Pembantu Direktur Bidang Kemahasiswaan setelah berkonsultasi dengan Pembantu Direktur Bidang Administrasi Umum. Penerima beasiswa mengambil cuti akademik. Pasal 59 Mahasiswa penghuni Asrama berkewajiban untuk menunjukkan perilaku yang baik dan mematuhi tata tertib asrama.

Piagam Penghargaan. Membantu mahasiswa dalam mengembangkan pribadinya agar menjadi pribadi yang dewasa. Peraturan Akademik Mahasiswa 15 . dan bertanggung jawab. mantap. Vandel atau bentuk cendera mata lainnya.Santunan Kecelakaan Pasal 60 Santunan kecelakaan adalah santunan yang diberikan oleh pihak asuransi terkait kepada mahasiswa dalam kasus kecelakaan yang memenuhi kriteria seperti yang tercantum dalam polis asuransi. Penghargaan Pasal 63 Penghargaan diberikan kepada mahasiswa berprestasi di setiap Program Studi pada setiap tahun akademik. Mengikutsertakan mahasiswa dalam kegiatan sosial sebagai peserta kehormatan baik di tingkat Politeknik maupun Kegiatan Nasional lainnya. Bentuk lain yang diatur oleh Keputusan Direktur. Bimbingan dan Penyuluhan Pasal 67 Bimbingan dan Penyuluhan adalah kegiatan konsultasi resmi yang berorientasi pada kesejahteraan mahasiswa. Plakat. b. Bimbingan pribadi. Pasal 61 Besar santunan kecelakaan di atur berdasarkan petunjuk teknis yang disepakati dan ditetapkan. c. yaitu bimbingan yang berkaitan dengan masalah-masalah pribadi dan cara-cara efektif pemecahannya. Membantu mahasiswa agar dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan kampus. Pelayanan Kesehatan Pasal 62 Mahasiswa berhak memperoleh pelayanan kesehatan di Poliklinik Politeknik sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh Direktur melalui Pembantu Direktur Bidang Administrasi Umum. yang dilaksanakan oleh Tim Bimbingan dan Penyuluhan di bawah koordinasi Pembantu Direktur Bidang Kemahasiswaan dan jurusan. 2. Pasal 65 Penghargaan juga dapat diberikan kepada mahasiswa yang meraih prestasi dalam bidang ko dan ekstrakurikuler minimal pada tingkat Kodya/Kabupaten. d. Pasal 69 Pelayanan yang diberikan oleh Tim Bimbingan dan Penyuluhan dapat berupa: 1. Pasal 68 Tujuan Bimbingan dan Penyuluhan adalah: 1. Pasal 64 Mahasiswa berprestasi adalah mahasiswa yang meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi di Program Studi pada tiap kelas dan angkatan berturut-turut selama 2 semester dan berkelakuan baik. Pasal 66 Bentuk penghargaan yang diberikan Politeknik kepada mahasiswa dapat meliputi: a. Bantuan kesejahteraan berupa beasiswa atau keringanan dalam pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).

Dikeluarkan (dicabut statusnya secara permanen sebagai mahasiswa) dari Politeknik. Dilarang menggunakan fasilitas yang dikelola oleh Politeknik. Membantu orang lain untuk ikut dalam suatu kegiatan yang mengganggu atau merusak. Dikeluarkan dari kegiatan kelas (kuliah). Anggota. yaitu bimbingan yang berkaitan dengan masalah akademik. laboratorium. antara lain kegiatan tutorial. e. Pasal 72 Larangan dan sanksi sebagaimana tersebut dalam Pasal 70 dan Pasal 71 berlaku bagi: a. Mengancam atau mengganggu secara substansial usaha-usaha untuk menjaga pelaksanaan tata tertib dan disiplin di Politeknik. Peraturan Akademik Mahasiswa 16 .2. Pasal 74 Tugas pokok Komisi Disiplin adalah: 1. Kondite dan Norma Kemahasiswaan Pasal 70 Mahasiswa atau organisasi kemahasiswaan tidak dibenarkan melakukan hal-hal sebagai berikut: a. Melakukan tindakan yang membahayakan atau mengancam kesehatan atau keamanan individu. Berpartisipasi dalam suatu kegiatan yang mengganggu pelaksanaan fungsi dan tugas Politeknik. d. d. Sekretaris merangkap anggota. e. Ketua merangkap anggota. Dikenakan skorsing (dicabut status sebagai mahasiswa untuk sementara) dari Politeknik. 3. b. b. bengkel ataupun studio. (2) Komisi Disiplin bertanggung jawab kepada Direktur. Melakukan tindakan pelecehan seksual dan/atau tindakan asusila. (2) Keanggotaan pada ayat (1) dapat terdiri dari staf pengajar dan staf administrasi. 2. Pembekuan kegiatan organisasi kemahasiswaan. (3) Masa jabatan Anggota Komisi Disiplin adalah 1 (satu) tahun. Pasal 75 (1) Organisasi Komisi Disiplin terdiri atas: a. Komisi Disiplin Pasal 73 (1) Komisi Disiplin adalah suatu badan yang diangkat oleh Direktur yang berfungsi sebagai tim penilai dalam kasus pelanggaran yang dilakukan oleh mahasiswa. Melakukan penganiayaan terhadap individu yang sedang melaksanakan tugas Politeknik. Mahasiswa yang terdaftar di Politeknik. Mengusulkan kepada Direktur tentang cara penyelesaian masalah atau sanksi. c. f. Pasal 71 Mahasiswa atau organisasi kemahasiswaan yang melakukan tindakan yang tidak dibenarkan dapat dikenakan sanksi berupa: a. c. baik dalam kegiatan kurikuler maupun ko dan ekstrakurikuler. f. b. Dikenakan ganti rugi. Organisasi Kemahasiswaan yang diizinkan di Politeknik. b. c. Mencuri atau merusak setiap fasilitas yang dikelola atau dikendalikan oleh Politeknik. h. g. Mengevaluasi fakta-fakta yang diperoleh. Melakukan tindakan yang merendahkan harkat dan martabat sivitas akademik dan staf administrasi Politeknik. Bimbingan pendidikan. Meneliti kasus pelanggaran.

Ketentuan Penutup Pasal 76 Peraturan untuk mahasiswa Politeknik berlaku sejak tanggal ditetapkan dan menjadi ketentuan yang mengikat setiap mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan. Peraturan Akademik Mahasiswa 17 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful