P. 1
FISIOLOGI BERKEMIH

FISIOLOGI BERKEMIH

|Views: 1,948|Likes:

More info:

Published by: Herlinda Yudi Saputri on Sep 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/06/2013

pdf

text

original

FISIOLOGI BERKEMIH

2.2.1. Pengisian Kandung Kemih. Dinding ureter terdiri dari otot polos yang tersusun dalam serabut-serabut spiral, longitudinal dan sirkuler, tetapi batas yang jelas dari lapisan otot ini tidak terlihat. Kontraksi peristalitik yang reguler terjadi 1-5 kali permenit yang menggerakkan urine dari pelvis ginjal ke kandung kemih, dimana urine masuk dengan cepat dan sinkron sesuai dengan gerakan gelombang peristaltik. Ureter berjalan miring melalui dinding kandung kemih dan walaupun disini tidak terdapat alat seperti spingter uretra, jalannya yang miring cenderung membiarkan ureter tertutup, kecuali sewaktu gelombang peristaltik guna mencegah refluk urine dari kandung kemih (Ganong,1983). Sewaktu pengisisan normal kandung kemih, akan terjadi hal-hal sebagai berikut: • Sensasi kandung kemih harus intak • Kandung kemih harus tetap dapat berkontraksi dalam keadaan tekanan rendah walaupun volume urine bertambah. • Bladder outlet harus tetap tertutup selama waktu pengisian ataupun saat terjadi peninggian tekanan intra abdomen yang tiba-tiba. • Kandung kemih harus dalam keadaan tidak berkontraksi involunter,

2.2.2. Pengosongan Kandung Kemih. Kandung kemih hanya mempunyai dua fungsi yaitu untuk mengumpulkan (pengisian) dan mengeluarkan (pengosongan) urin menurut kehendak. Aktifitsas sistem saraf untuk kedua sistem ini adalah berbeda. Proses berkemih adalah suatu proses yang sangat komplet dan masih banyak membingungkan. Berkemih dasarnya adalah suatu reflek spinal yang dirangsang dan dihambat oleh pusat-pusat di otak, seperti halnya perangsangan defekasi, dan penghambatan ini volunter. Urine yang masuk kedalam kandung kemih tidak menimbulkan kenaikan tekanan intra vesikal yang berarti, sampai kandung kemih benar-benar terisi penuh. Seperti otot polos lainnya otot-otot kandung kemih juga mempunyai sifat elastis bila diregangkan. Pengosongan kandung kemih melibatkan banyak faktor, tetapi faktor tekanan intra vesikal yang dihasilkan oleh sensasi rasa penuh adalah merupakan pertama untuk berkontraksinya kandung kemih secara volunter. Selama berkemih otot-otot perineal dan muskulus spingter uretra eksternus mengalami relaksasi, sedangkan muskulus detrusor mengalami kontraksi yang menyebabkan urin keluar melalui

Kandung kemih dapat dibuat berkontraksi walau hanya mengandung beberapa milliliter urine oleh perangsangan volunter reflek pengosongan spiral.1995.1983). dimana fungsi utamanya diduga untuk mencegah refluk semen kedalam kandung kemih sewaktu ejakulasi (Ganong. Didalam otak terdapat daerah perangsangan untuk berkemih di pons dan daerah penghambatan di mesensefalon. Pada saat kandung kemih berisi 300-400 cc terasa sensasi kencing dan apabila dikehendaki atas kendali pusat terjadilah proses berkemih yaitu relaksasi spingter (internus dan eksternus) bersamaan itu terjadi kontraksi otot detrusor buli-buli. Setelah berkemih uretra wanita kosong akibat gravitasi. Supra Vesika Penyebab supra vesikal adalah hal-hal yang disebabkan karena persarafan kandung kemih misalnya trauma medula spinalis. Hal ini diduga merupakan kemampuan untuk mempertahankan spingter eksterna dalam keadaan berkontraksi. Mekanisme pengeluaran urine secara volunter.2000) : 1. Pada orang dewasa volume urine normal dalam kandung kemih yang mengawali reflek kontraksi adalah 300-400 ml.2.Turek. Pita-pita otot polos yang terdapat pada sisi uretra tampaknya tidak mempunyai peranan sewaktu berkemih. sedangkan urine yang masih ada dalam uretra laki-laki dikeluarkan oleh beberapa kontraksi muskulus bulbo kavernosus (Tanagho. 2. dimana pada orang dewasa dapat menahan kencing sampai ada kesempatan untuk berkemih. Penyebab retensio urine dapat dibagi menjadi 3 kelompok (Rochani. Retensi Urin. smooth muscle relaksasi. Vesika. Obat-obatan anticholinergike. Symphatikomimetik dapat menyebabkan retensi urine. 2.1993).uretra.3. atau kerusakan syaraf-syaraf sympatis dan para sympatis akibat trauma operasi atau neuropati DM. 2000). Tekanan uretra posterior turun (spingter) mendekati 0 cmH2O sementara itu tekanan didalam kandung kemih naik sampai 40 cmH2O sehingga urin dipancarkan keluar melalui uretra (Rochani. Kontraksi volunter otot-otot dinding perut juga membantu pengeluaran urine dengan menaikkan tekanan intra abdomen. . Otot-otot perineal dan spingter eksterna berkontraksi secara volunter yang mencegah urine masuk kedalam uretra atau menghentikan aliran saat berkemih telah dimulai. mulainya tidak jelas. Salah satu peristiwa yang mengawalinya adalah relaksasi otot diafragma pelvis yang menyebabkan tarikan otot-otot detrusor kebawah untuk memulai kontraksinya.

septikemia. (Enggram.Enterobacter. 3. statis perkemihan. Klep uretra posterior kongenital ©2003 Digitized by USU digital library 9 B. obstruksi saluran perkemihan.Penyebab vesikal adalah kelainan-kelainan kandung kemih yang diakibatkan obstruksi lama atau infeksi kronis yang menyebabkan fibrosis buli-buli sehingga kontraksi buli-buli melemah. . pemakaian instrumen baru. Striktur uretra D. Suwanto. Jenis-jenis mikroorganisme yang menyebabkan ISK. Batu uretra E. enterococci.Pseudemonas. (Agus Tessy. Infra Vesikal Penyebab infra vesikal adalah penyebab mekanik seperti : A. (Agus Tessy. Staphyloccoccus epidemidis.klebsiella: penyebab ISK complicated . antara lain: . Barbara. (Susan Martin Tucker.Escherichia coli:90% penyebab ISK uncomplicated . Pengertian Infeksi Saluran Kemih atau urinarius Troctus infection adalah sutatu keadaan adanya infasi mikroorganisme pada saluran kemih. 2001) B. 2001) Infeksi Saluran Kemih adalah suatu keadaan adanya infeksi bakteri pada saluran kemih. Prostat hipertropi INFEKSI SALURAN KEMIH A. Proteus. Etiologi 1.1998) Infeksi saluran kemih adalah suatu istilah umum yang dipakai untuk mengatakan adanya invasi mikroorganisme pada saluran kemih.dll. Ardaya. Meatus stenosis kongenital C. dkk. 1998) Infeksi saluran kemih pada bagian tertentu dari saluran perkemihan yang di sebabkan oleh bakteri terutama escherichia coli: resiko dan beratnya meningkat dengan kondisi seperti refluksvesikouretral.

Sisa urine dalam kandung kemih yang meningkat akibat pengosongan kandung kemih yang kurang efektif . Ada 2 jalur utama terjadi ISK yaitu asending dan hematogen 1. baik seluler maupun humoral . Secara Asending yaitu : Masuknya mikroorganisme dalam kandung kemih.Adanya hambatan pada aliran urin . Pada usia lanjut terjadinya ISK ini sering disebabkan karena adanya : Sisa urin dalam kandung kemih yang meningkat akibat pengosongan kandung kemih yang tidak lengkap Mobilitas menurun Nutrisi yang sering kurang baik . pemakaian kateter).Nutrisi yang kurang baik .Sistem imunitas menurun.2. kontaminasi fekal.Mobilitas menurun . limfogen. Secara Hematogen. faktor tekanan urin saat miksi.Hilangnya efek bakterisid dari sekresi prostat C. Mikroorganisme ini masuk melalui: kontak langsung dari tempat infeksi terdekat. adanya dekubitus yang terinfeksi 2. yaitu adanya bendungan total urin yang yang mengakibatkan distensi kandung kemih. Prevalensi penyebab ISK pada usia lanjut. yaitu : Sering terjadi pada pasien yang sistem imunnya rendah sehingga mempermudah penyebaran infeksi secara Hematogen. Patofisiologi 1. Ada beberapa hal yang mempengaruhi struktur dan fungsi ginjal sehingga mempermudah penyebaran hematogen.laki sehingga insiden terjadinya ISK lebih tinggi. Pemasangan alat kedalam traktus urinarius (pemeriksaan sistoskopik. antara lain : faktor anatomi dimana pada wanita memiliki uretra yang lebih pendek dari pada laki. hematogen. bendungan intrarenal akibat jaringan. Proses Penyakit Infeksi saluran kemih disebabkan oleh adanya mikroorganisme patogenik dalam traktus urinarius. antara lain: .

Hal ini dapat disebabkan oleh aliran balik irin dari utetra kedalam kandung kemih (refluks urtovesikal). Uretra (uretritis) Uretritis adalah suatu infeksi yang menyebar naik yang di golongkan sebagai gonoreal atau non gonoreal. anatomic maupun . keadaan ini mengakibatkan penurunan resistensi terhadap invasi bakteri dan residu kemih menjadi media pertumbuhan bakteri yang selanjutnya akan mengakibatkan gangguan fungsi gunjal sendiri. Penyebab umum obstruksi adalah jaringan perut ginjal. tubulus dan jaringan intertisial dari dalah satu atau kedua ginjal Infeksi saluran kemih (ISK) pada usia lanjut dibedakan menjadi : 1. 2. Selain itu beberapa hal yang menjadi predisposisi ISK. Kandung kemih (sistitis) Sistitis (inflamasi kandung kemih) yang paling sering disebabkan oleh menyebarnya infeksi dari uretra.Sistem imunitas yang menurun Adanya hambatan pada saluran urin Hilangnya efek bakterisid dari sekresi prostat Sisa urin dalam kandung kemih yang meningkat tersebut mengakibatkan distensi yang berlebihan sehingga menimbulkan nyeri. antara lain adanya obstruksi aliran kemih proksimal yang mengakibatkan penimbunan cairan bertekanan dalam pelvis ginjal dan ureter yang disebt sebagai hidronefroses. ISK Uncomplicated (simple) ISK sederhana yang terjadi pada penderita dengan saluran kencing tak baik. kontaminasi fekal. kemudian keadaan ini secara hematogen menyebar keseluruh traktus urinarius. pemakaian kateter atau sistoskop. Klasifikasi Klasifiksi infeksi saluran kemih sebagai berikut : 1. batu neoplasma dan hipertropi prostat yang sering ditemukan pada laki-laki diatas 60 tahun. Uretritis gonoreal disebabkan oleh niesseria gonorhoeae dan ditularkan melalui kontak seksual. Uretritis non gonoreal adalah uretritis yang tidak berhubungan dengan niesseria gonorhoeae biasanya disebabkan oleh klamidia frakomatik atau urea plasma urelytikum 3. Ginjal (pielonefritis) Pielonefritis infeksi traktus urinarius atas merupakan infeksi bakteri piala ginjal.

Nyeri pada awal miksi 8. Perasaan ingin berkemih . misalnya batu. Manifestasi klinis Uretritis biasanya memperlihatkan gejala : 1. Kelainan faal ginjal :GGA maupun GGK Gangguan daya tahan tubuh Infeksi yang disebabkan karena organisme virulen seperti prosteus spp yang memproduksi urease. Disuria (nyeri waktu berkemih) 2. Good morning sign 6.keadaan sebagai berikut :  Kelainan abnormal saluran kencing. ISK ini pada usia lanjut terutama mengenai penderita wanita dan infeksi hanya mengenai mukosa superficial kandung kemih. Ada Ulserasi pada uretra 4. ISK Complicated Sering menimbulkan banyak masalah karena sering kali kuman penyebab sulit diberantas. paraplegia. sering terjadi bakterimia. atoni kandung kemih. Nyeri pada bagian abdomen Sistitis biasanya memperlihatkan gejala : 1. sepsis. dan shock. Adanya nanah awal miksi 7. Mukosa memerah dan edema 2. Kesulitan untuk memulai miksi 9. kuman penyebab sering resisten terhadap beberapa macam antibiotika. 2. reflex vesiko uretral obstruksi. Adanya rasa gatal yang menggelitik 5. ISK ini terjadi bila terdapat keadaan. 2. Terdapat cairan eksudat yang purulent 3. kateter kandung kencing menetap dan prostatitis. Peningkatan frekuensi berkemih 3.fungsional normal.

Disuria 3). Epididimis 3. Prostatitis 2. Leukosuria positif bila terdapat lebih dari 5 leukosit/ lapang pandang besar (LBP) sediment air kemih.4. Komplikasi 1. Hematuria : Hematuria positif bila 5 – 10 eritrosit/ LBP sediment air kemih. Adanya sel-sel darah putih dalam urin 5. Bakteriologis Mikroskopis Biakan bakteri 3. Hematuria disebabkan oleh berbagai keadaan patologis baik berupa kerusakan glomerolus ataupun urolitiasis. 2. Menggigil 3. Nyeri punggung bawah atau suprapubic 6. Demam yang disertai adanya darah dalam urin pada kasus yang parah. Pielonefritis akut biasanya memperlihatkan gejala : 1. Pemeriksaan Penunjang 1. Demam 2. Nyeri pinggang 4. Urinalisis  Leukosuria atau puria : merupakan salah satu bentuk adanya ISK. Sumbatan pada vasoepididinal 4). Kultur urine untuk mengidentifikasi adanya organisme spesifik . Striktura uretra 4.

000 koloni per milliliter urin dari urin tampung aliran tengah atau dari specimen dalam kateter dianggap sebagai criteria utama adanya infeksi. Pielografi (IVP).tes tambahan : Urogram Intravena (UIV).pyridium. sistoskopi dan prosedur urodinamik dapat dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab kambuhnya infeksi yang resisten. Terapi Infeksi Saluran Kemih ( ISK ) pada usia lanjut dapat dibedakan atas : • Terapi antibodika dosis tunggal • Terapi antibiotika konvensional : 5-14 hari • Terapi antibiotika jangka lama : 4-6 minggu • Terapi dosis rendah untuk supresi Pemakaian antimicrobial jangka panjang menurunkan resiko kekambuhan infeksi.4. Tes pengurangan nitrat. Tes esterase leukosit positif : maka pasien mengalami piuria.tetapi E. Hitung koloni : hitung koloni sekitar 100. dan ultrasonografi juga dapat dilakukan untk menentukan apakah infeksi akibat dari abnormalitas traktus urinarius.kadang ampicillin atau amoksisilin digunakan. herpes simplek) . 5. Tes . massa renal atau abses. Griess positif jika terdapat bakteri yang mengurangi nitrat urin normal menjadi nitrit. klamidia trakomatis.penggunaan medikasi yang umum mencakup : sulfisoxazole (gastrisin). D). Penatalaksanaan Penanganan Infeksi Saluran Kemih ( ISK ) yang ideal adalah agens antibacterial yang secara efektif menghilangkan bakteri dari traktus urinarius dengan efek minimal terhadap flora fekal dan vagina. neisseria gonnorrhoeae.Coli telah resisten terhadap bakteri ini. Urogram IV atau evaluasi ultrasonic.trimethoprim / sulfamethoxazole ( tpm / smz. Metode tes  Tes dipstick multistrip untuk WBC ( tes esterase leukosit ) dan nitrit (tes Griess untuk pengurangan nitrat). msistografi.  Tes Penyakit Menular Seksual (PMS) : Uretritia akut akibat organime menular secara seksual (misal.suatu analgesic urinarius juga dapat digunakan untuk . adanya batu.septra). hodronerosis atau hiperplasie prostat.bactrim.

mengurangi ketidak nyamanan akibat infeksi. .untuk wanita harus membilas dari depan kebelakang untuk menghindari kontaminasi lubang uretra oleh bakteri feces.Dan dianjurkan untuk sering minum dan BAK sesuai kebutuhan untuk membilas mikroorganisme yang mungkin naik ke uretra.

3397.5.3/0.:58:184.:39:8:5708  !02..../.3&E747.3:2:2203.9:733472.9 %0808907.907.2:98975:39: 90808907.2.357480/:7:74/3.2'.8 W%07..:.3.:0.3203:7:3.39-4/.3.5147.3.703..3 :97.03.9/-0/..8 97.89783 972094572.1 /.7 W%07.5.580-.39-.7..5.3.7:739.5.:5075.797.-. 8894845/. 23: W%07..9:8:73.2./.9-.808:.9.3:9/.9/.39-49.8.9..98 308807.:/. .9.907/.10..3.43.380. %08 503:7.3108.3397.3.7../4889:3.302 $ 5.3108   094/0908 E%08/589. 203.9.320203:.33979 9087088:39: 503:7.25:3 .800:489 /.370840..97.2/..:7.3.3.3.2-:.   %07..3.40 .-.7.203/.8057489.1 '! 288947.0 075088250   %08 9089.7.8:97.:.907/./.3903.1:.3  !03.907.907.7:8 .53108$.5..302 $ . 01091203.3010232...9: 2.9 708854891.2.5.2-.3:39: 203/0391.3.39-49.2/.33108$.25:7.3.3108.7907. .3397.:7.:. /.3.9/../.5..7850...90907/.8. !$ &70979..:9.780.9:8:73.9  &747.2-:3. W%07.3 20/. &' !047..42.3.:9.2397.-3472.947. 9:34439:3443809..9.7$08:.803203..03843.84347.88.5/488703/./3979  E%08!03..3-.3.5..800:489548912.7:8/03.33108 503:3.37088903    !03.43347740.85030-..392...3.-.038..3.-.5.7 4435072907:73/../.:.-808 4/74307488.5.:8./. 28.74-.3:39203039:.843.3203:7.9.9.903:.9/.

2094.40  952.8:1.

3 909.3.82 -.9:..3:39: ../.3.:73.9/:3.:.7:8:./.5.5 490.25.9../. .972 80597.9073 57/:2 8:. 7088903907.08.24883/:3.5-.3.

0:7097.90710.7:8202-.3:39:807323:2/.203:7.3:7097.309/.3:7. :39:.23.0-:9:.93108 .8:-.30-0.3.39.7/05.827447.3.32:333.-.3.40 -.3/.3 808:.3820.3:39:202-. .8/..2.08  .3:39:2033/.7439.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->