P. 1
KERANGKA BERPIKIR ILMIAH

KERANGKA BERPIKIR ILMIAH

|Views: 311|Likes:
Published by Ijal Muhammad

More info:

Published by: Ijal Muhammad on Sep 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/14/2015

pdf

text

original

KERANGKA BERPIKIR ILMIAH

Makassar, 07.04.06

Tujuan Instruksional • Peserta dapat memahami peran dan fungsi akal • Peserta dapat memahami garis besar filsafat ilmu • Peserta dapat memahami aliranaliran berpikir .

• Defenisi ditujukan memberikan batasan-batasan tentang sesuatu .DEFENISI • Defenisi adalah penjelasan tentang sesuatu yang terbatas.

• Proses filsafat adalah proses berpikir secara radikal (radix : mengakar). sehingga melihat sesuatu secara mendalam. Filsafat berasal dari bahasa yunani yaitu kata Philo yang artinya cinta dan Sophia yang artinya bijak.Pengantar • Secara etimolologi. pandai. menyeluruh dan sistematis. .

– Membahas tentang sumber-sumber pengetahuan. • Epistemologi – Berasal dari bahasa yunani. • Aksiologi .Pondasi filsafat • Ontologi – Membahas tentang hakikat sesuatu dalam hal eksistensi dan esensi. yaitu Epistem yang berarti pengetahuan dan Logos yang berarti teori atau ilmu.

manusia seringkali terjebak pada perdebatan ekstrim antara empirisme dan sofisme • Empirisme menyatakan bahwa yang ada hanyalah materi dan hanya materilah yang bisa dijadikan sebagai kebenaran mutlak.Perdebatan ekstrim filsafat • Dalam ranah kajian filsafat. • Sofisme menyatakan bahwa yang ada hanyalah ide dengan pernyataan bahwa segala sesuatu terindrai .

• Indra dapat mengalami distorsi. Contoh : Dejafu – Kelemahan : • Tidak ada landasan yang pasti bahwa kita pernah berada dalam alam ide. • Sofisme – Manusia sudah memiliki pengetahuan sebelum manusia lahir. pengetahuan mengalami degradasi oleh karena itu manusia dalam prosesnya berpikirnya hanya proses pengingatan kembali. • Kalaupun teori ini diasumsikan benar. tidak ada yang bisa menjelaskan apakah pengetahuan kita hari ini selaras dengan pengetahuan kita di alam ide • Tidak diterangkan dimana ide dan materi itu menyatu saat kita lahir dan mengapa pada saat kita lahir mengapa . – Kelemahan : • Indra terbatas. Ketika manusia lahir.Sumber-sumber pengetahuan • Empirisme – Doktrin empirisme berlandaskan pada pengalaman dan persepsi indrawi.

artinya akal tidak mutlak. agar tidak terjadi kesalahan/kecelakaan berpikir.Rasionalisme • Rasionalisme kurang lebih berarti sebuah pahaman yang menjadikan akal (rasio) sebagai alat untuk menilai sesuatu. • Dalam proses berpikir. . • Jadi terjadinya kesalahan berpikir bukan karena akalnya yang salah tapi penggunaan akalnya yang tidak tepat. • U/ menjawab hal ini. • Persoalannya. maka akal harus menaati aturan-aturan berpikir. bahwa ternyata akal pun masih bisa salah. Berpikir adalah proses gerak akal. kita kembali pada pendefenisian awal.

Kerangka berpikir ilmiah • Kerangka berpikir ilmiah sering disebut logika aristotelian atau logika formal • Prinsip-prinsip logika ariototelian : – Prinsip identitas – Prinsip Non Kontradiksi – Prinsip Kausalitas .

• Secara sistematis dirumuskan : (x=x) .Prinsip identitas • Prinsip ini menyatakan bahwa sesuatu itu hanya sama dengan dirinya sendiri.

• Sesuatu berbeda dengan yang bukan dirinya. • Secara sistematis dirumuskan : (x ≠ -x) .Prinsip Non Kontradiksi • Prinsip ini menyatakan bahwa tiada sesuatupun yang berkontradiksi.

Prinsip Kausalitas • Prinsip ini menyatakan bahwa tidak ada sesuatupun yang kebetulan. • Secara sistematis dirumuskan S A .

/03../.3 /73./8 W !73853203..3-.98/7:2:8.3.9:-07-0/.3-:.3-074397. 808:.!7385434397./8 W $08:. W $0.9:5:3.9.3    .9..88902.7.

9/. 808:.9.3 $  ./...9.8 W !73853203.9:5:3.3 W $0.98/7:2:8.3-.!7385.7.:8.30-09:..88902..

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->