SEJARAH PENGECORAN LOGAM

Coran dibuat dari logam yang dicairkan, dituang ke dalam cetakan, kemudian di biarkan mendingin dan membeku. Oleh karena itu sejarah pengecoran dimulai ketika orang mengetahui bagaimana mencairkan logam dan bagaimana membuat cetakan. Hal itu terjadi kira-kira tahun 4.000 SM, sedangkan tahun yang lebih tepat tidak diketahui orang. Awal penggunaan logam oleh orang ialah ketika orang membuat perhiasan dari emas atau perak tempaan, dan kemudian membuat senjata atau mata bajak dengan menempa tembaga, hal itu di mungkinkan karena logam-logam ini terdapat di alam dalam keadaan murni, sehingga dengan mudah orang dapat menempanya. Kemudian secara kebetulan orang menemukan tembaga mencair, selanjutnya mengetahui cara untuk menuang logam cair ke dalam cetakan, dengan demikian untuk pertama kalinya orang dapat membuat coran yang berbentuk rumit, umpamanya perabot rumah, perhiasan atau hiasan makan. Coran tersebut dibuat dari perunggu yaitu suatu paduan tembaga, timah dan timbal yang titik cairnya lebih rendah dari titik cair tembaga. Pengecoran perunggu dilakukan pertama di Mesopotamia kira-kira 3.000 tahun SM, teknik ini di teruskan ke Asia Tengah, India, China. Penerusan ke China kira-kira 2.000 tahun SM, dan dalam zaman China kuno semasa Yin, yaitu kira-kira 1.500-1.000 tahun SM. Pada masa itu tangki-tangki besar yang halus buatannya dibuat dengan jalan pengecoran. Sementara itu teknik pengecoran Mesopotamia di teruskan juga ke Eropa, dan dalam tahun 1.500-1.400 SM, barang-barang seperti mata bajak, pedang, mata tombak, perhiasan, tangki, dan perhiasan makan di buat di Spanyol, Swiss,

Jerman, Ustria, Norwegia, Denmark, Swedia, Inggris dan Perancis. Teknik pengecoran perunggu di India dan China diteruskan ke Jepang dan Asia Tenggara, sehingga di Jepang banyak arca-arca Budha dibuat antara tahun 600 dan 800. Penggunaan besi di mulai dengan penempaan, sama halnya dengan tembaga. Orang-orang Asiria dan Mesir mempergunakan perkakas besi dalam tahun 2.800-2.700 tahun SM. Kemudian di China dalam tahun 800-700 SM, ditemukan cara membuat coran dari besi kasar yang mempunyai titik cair rendah dan mengandung fosfor tinggi dengan mempergunakan tanur beralas datar. Teknik produksi ini kemudian diteruskan ke negara-negara disekitar Laut Tengah, di Yunani, 600 tahun SM,arca-arca raksasa Epaminondas atau Hercules, berbagai senjata, dan perkakas dibuat dengan jalan pengecoran. Di India di zaman itu, pengecoran besi kasar dilakukan dan di ekspor ke Mesir dan Eropa. Walaupun demikian baru pada abad ke 14 saja pengecoran besi kasar di lakukan secara besar-besaran yaitu ketika Jerman dan Italia meningkatkan tanur beralas datar yang primitip itu menjadi tanur tiup berbentuk silinder, di mana pencairan dilakukan dengan jalan meletakkan bijih besi dan arang batu berselang-seling. Produkproduk yang dihasilkan pada waktu itu ialah : meriam, peluru meriam, tungku, pipa dan lainlain. Cara pengecoran pada zaman itu ialah menuangkan secara langsung logam cair yang didapat dari bijih besi, ke dalam cetakan, jadi tidak dengan jalan mencairkan kembali besi kasar seperti cara kita sekarang. Kokas ditemukan di Inggris di abad 18, yang kemudian di Perancis diikhtiarkan agar kokas dapat dipakai untuk mencairkan kembali besi kasar dalam tanur kecil dalam usaha membuat coran. Kemudian tanur yang serupa dengan tanur kupola yang ada sekarang, dibuat di Inggris, dan cara pencairan besi kasar yang dilakukan

Siemens sajalah telah diusahakan untuk membuat baja dari besi kasar. . Coran paduan alumunium dibuat pada akhir abad 19 setelah cara pemurnian dengan elektrolisa ditemukan. Bessemer atau W. dan coran baja diproduksi pada akhir pertengahan abad 19. namun hanyalah sejak H.kira-kira sama dengan cara yang dilakukan orang sekarang. Walaupun sejak masa kuno baja dipakai dalam bentuk tempaan.

Pembekuan logam dari kondisi cair Klasifikasi pengecoran berdasarkan umur dari cetakan. resin. . Pengaruh material cetakan 4.Teknik Pengecoran Logam Teknik Pengecoran Logam A. Karena hanya bisa digunakan satu kali pengecoran saja. ada pengecoran dengan sekali pakai (expendable Mold) dan ada pengecoran dengan cetakan permanent (permanent Mold). pasir zircon atau pasir hijau. Terjadi perpindahan panas selama pembekuan dan pendinginan dari logam dalam cetakan 3. furan atau air gelas. Dalam pembuatan cetakan. Review Proses Pengecoran Pengecoran (CASTING) adalah salah satu teknik pembuatan produk dimana logam dicairkan dalam tungku peleburan kemudian di tuangkan kedalam rongga cetakan yang serupa dengan bentuk asli dari produk cor yang akan dibuat Ada 4 faktor yang berpengaruh atau merupakan cirri dari proses pengecoran. Sedangkan perekat antar butir-butir pasir dapat digunakan. Cetakan pasir termasuk dalam expendable mold. bentonit. Adanya aliran logam cair kedalam rongga cetak 2. jenis-jenis pasir yang digunakan adalah pasir silika. yaitu : 1. Definisi pengecoran. setelah itu cetakan tersebut dirusak saat pengambilan benda coran.

merupakan ruangan tempat logam cair yang dituangkan kedalam cetakan. C. Cavity (rongga cetakan). membiarkan logam cair membeku. Terminologi Pengecoran dengan Cetakan Pasir Secara umum cetakan harus memiliki bagian-bagian utama sebagai berikut : 1. tergantung kecepatan penuangan yang diinginkan. 3. Raiser (penambah). Pouring basin. Pemilihan jenis pasir untuk cetakan melibatkan bebrapa factor penting seperti bentuk dan ukuran pasir. pasir halus . merupakan lekukan pada cetakan yang fungsi utamanya adalah untuk mengurangi kecepatan logam cair masuk langsung dari ladle ke sprue. Sebagai contoh . Sprue (Saluran turun).B. Core (inti). 4. Tahapan yang lebih umum tentang pengecoran cetakan pasir diperlihatkan dalam gambar dibawah ini. Pasir Kebanyakan pasir yang digunakan dalam pengecoran adalah pasir silika (SiO2). 5. Inti dibuat terpisah dengan cetakan dan dirakit pada saat cetakan akan digunakan. Kecepatan aliran logam yang tinggi dapat terjadi erosi pada sprue dan terbawanya kotoran-kotoran logam cair yang berasal dari tungku kerongga cetakan. Bentuk rongga ini sama dengan benda kerja yang akan dicor. Pasir merupakan produk dari hancurnya batu-batuan dalam jangka waktu lama. proses pengecoran dengan cetakan pasir masih menjadi andalan industri pengecoran terutam industri-industri kecil. pasir sinetik lebih disukai oleh banyak industri pengecoran. mengisi rongga cetak dengan logam cair. membuat sistem saluran. Gating sistem (sistem saluran masuk). 2. fungsinya adalah membuat rongga pada benda coran. merupakan saluran masuk kerongga cetakan dari saluran turun. merupakan cadangan logam cair yang berguna dalam mengisi kembali rongga cetakan bila terjadi penyusutan akibat solidifikasi. Ada dua jenis pasir yang umum digunakan yaitu naturally bonded (banks sands) dan synthetic (lake sands). Karena komposisinya mudah diatur. Alasan pemakaian pasir sebagai bahan cetakan adalah karena murah dan ketahanannya terhadap temperature tinggi. tergantung dengan ukuran rongga cetakan yang akan diisi oleh logam cair. merupakan saluran masuk dari luar dengan posisi vertikal. membongkar cetakan yang berisi produk cord an membersihkan produk cor. Bahan inti harus tahan menahan temperatur cair logam paling kurang bahannya dari pasir. Hingga sekarang. Saluran ini juga dapat lebih dari satu. Pengecoran Cetakan Pasir Pengecoran dengan cetakan pasir melibatkan aktivitas-aktivitas seperti menempatkan pola dalam kumpulan pasir untuk membentuk rongga cetak. Rongga cetakan dibuat dengan menggunakan pola. Gating sistem suatu cetakan dapat lebih dari satu. 1.

Kata “basah” dalam cetakan pasir basah berati pasir cetak itu masih cukup mengandung air atau lembab ketika logam cair dituangkan ke cetakan itu. Pola Pola merupakan gambaran dari bentuk produk yang akan dibuat. Pola ini dibuat dari kayu dan tentunya tidak mahal. beberapa sifat lain cetakan pasir yang perlu diperhatikan adalah permeabilitas cetakan (kemampuan untuk melakukan udara/gas). Selain diperlukan cetakan yang tinggi. b. plastic/polimer atau logam. Cetakan yang banyak digunakan dan paling murah adalah jenis green sand mold (cetakan pasir basah). Untuk membuat pasir cetak selain dibutuhkan pasir juga pengikat (bentonit atau clay/lempung) dan air. Pola terpisah Terdiri dari dua buah pola yang terpisah sehingga akan diperoleh rongga cetak dari masing-masing pola. cold-box dan no-bake mold. Pola dapat dibuat dari kayu. c. 3. Pola “terpasang jadi satu” dengan suatu bidang datar dimana dua buah pola atas dan . Istilah lain dalam cetakan pasir adalah skin dried. Jenis-jenis pola : a. Dalam cetakan yang tidak dikeringkan (no-bake mold).dan bulat akan menghasilkan permukaan produk yang mulus/halus. Cetakan ini sebelum dituangkan logam cair terlebih dahulu permukaan dalam cetakan dipanaskan atau dikeringkan. bentukproduk yang dapat dihasilkan rumit dari pola tunggal. Pemilihan material pola tergantung pada bentuk dan ukuran produk cor. Dengan pola ini. Match-piate pattern Jenis ini popular yang digunakan di industri. Jenis Cetakan Pasir Ada tiga jenis cetakan pasir yaitu green sand. pasir dicampur dengan pengikat yang terbuat dari bahan organik dan in-organik dengan tujuan lebih meningkatkan kekuatan cetakan. Ketiga Bahan tersebut diaduk dengan komposisi tertentu dan siap dipakai sebagi bahan pembuat cetakan. akurasi dimensi. Akurasi dimensi lebih baik dari cetakan pasir basah dan sebagai konsekuensinya jenis cetakan ini lebih mahal. jumlah produk cor dan jenis proses pengecoran yang digunakan. resin sintetik cair dicampurkan dengan pasir dan campuran itu akan mengeras pada temperatur kamar. Karena ikatan antar pasir terjadi tanpa adanya pemanasan maka seringkali cetakan ini disebut juga coldsetting processes. 2. Karena itu kekuatan cetakan ini meningkat dan mampu untuk diterapkan pada pengecoran produkproduk yang besar. Dalam cetakan kotak dingin (box-cold-mold). Pola tunggal Biasanya digunakan untuk bentuk produk yang sederhana dan jumlah produk sedikit.

pembuatan inti serupa dengan pembuatan cetakan pasir yaitu menggunakan no-bake. pembuatan pola dan inti. Menyiapkan bidang dasar datar atau pelat datar dan meletakan pola atas (cope) yang sudah ada dudukan inti dipermukaan pelat datar tadi. Inti ditempatkan dalam rongga cetak sebelum penuangan untuk membentuk permukaan bagian dalam produk dan akan dibongkar setelah cetakan membeku dan dingin. Tahapan lebih rinci terlihat pada gambar Dibawah ini : Setelah proses perancangan produk cor yang menghasilkan gambar teknik produk (a) dilanjutkan dengan tahapan-tahapan berikutnya : b. Cope dipasangkan pada drag dan dikunci kemudian dituangkan . 4. k. pola dilepaskan dari cetakan j. Inti ditempatkan pada dudukan inti yang ada pada drag. inti harus kuat. Dudukan inti biasanya dibuatkan pada cetakan seperti pada gambar 8. penuangan logam cair dan pembongkaran produk cor. Operasi Pengecoran Cetakan Pasir Operasi pengecoran dengan cetakan pasir melibatkan tahapan proses perancangan produk cor. Giliran drag diisi pasir cetak setelah menempatkan rangka cetak diatas pola dan pelat datar. cold-box dan shell. g. 5. tahan panas dan tidak mudah hancur (tidak rapuh). pola dan system saluran dilepaskan dari cetakan h. Selanjutnya diisi dengan pasir cetak. Inti yang telah jadi disatukan (inti yang dibuat berupa inti setengah atau paroan inti) f. c. i. pembuatan cetakan. Setelah disi pasir cetak dan dipadatkan. diperlukan dudukan inti (core prints). Menyiapkan koak inti (untuk pembuatan inti) e. Agar inti tidak mudah bergeser pada saat penuangan logam cair. permeabilitas baik. Jenis pola ini sering digunakan bersama-sama dengan mesin pembuatan cetakan dan dapat menghasilkan laju produksi yang tinggi untuk produk-produk kecil. Seperti pada langkah c. Setelah diisi pasir cetak dan dipadatkan. Untuk membuat cetakan diperlukan pola sedangkan untuk membuat inti dibutuhkan kotak inti. Pola atas yang ada dipermukaan pelat datar ditutupi oleh rangka cetak atas (cope) dan ditambahkan system saluran seperti saluran masuk dan saluran tambahan (riser). Seperti cetakan. untuk cetakan bagian bawah (drag) beserta sistem saluran. d. Inti Untuk produk cor yang memiliki lubang/rongga seperti pada blok mesin kendaraan atau katup-katup biasanya diperlukan inti.bawah dipasang berlawanan arah pada suatu pelat datar.

cair dan gas diadalam rongga cetakan. yaitu temperatur dan komposisi unsur. Contoh Pola spiral hasil pengujian FluiditasAda beberapa metoda dalam mengukur fluiditas. Cacat lain yang bisa terjadi jika temperatur penuangan terlalu rendah adalah laps dan seams. dengan zat padat. cetakan dibongkar dan produk cor dibersihkan dari sisa-sisa pasir cetakan. Logam cair yang memiliki fluiditas yang tinggi adalah logam murni dan alloys komposisi eutectic. Ada dua faktor yang mempengaruhi fluiditas logam cair. m. Fluiditas tidak dapat dikaitkan secara langsung dengan sifat-sifat fisik secara individu. Setelah membeku dan dingin. Terjadi reaksi yang cepat antara logam tuang. Ada rongga cetak yanmg berbentuk spiral dan ada juga rongga cetak yang berbentuk lorong yang memanjang. dimana alur satu dengan alur lai berdampingan daya ikatannya tidak begitu baik. Dalam teknik pengecoran logam fluiditas tidak diartikan sebagai kebalikan dari viskositas. l. Metoda ini dibedakan berdasarkan bentuk rongga cetak yang digunakan untuk mengetahui mampu alir logam cair. Meskipun hasil pengukuran dengan metoda diatas dipengaruhi oleh . Cacat ini disebut juga dengan nama misrun. karena besaran ini diperoleh dari pengujian yang merupakan karakteristik rata-rata dari bebrapa sifat-sifat fisik dari logam cair. Dalam melakukan pengukuran mampu alir dipraktikum ini digunakan metode dengan rongga cetak yang berbentuk spiral. Alloys yang dibentuk dari larutan padat. Temperatur penuangan secara teoritis harus sama atau diatas garis liquidus. Jika temperatur penuangan lebih rendah. Dari pengujian ini dapat dicari daerah temperatur penuangan yang menghasilkan produk dengan cacat yang seminim mungkin. kemungkinan besar terjadi solidifikasi didalam gating sistem dan rongga cetakan tidak terisi penuh. Faktor utama yang lain yang mempengaruhi besaran fluiditas adalah komposisi paduan. Jika temperatur penuangan terlalu tinggi pasir yang terdapat pada dinding gating sistem dan rongga cetakan mudah lepas sewaktu bersentuhan dengan logam cair dan permukaanya menjadi kasar. dan memiliki range pembekuan yang besar memiliki fluiditas yang jelek. akan tetapi berarti kemampuan logam cair untuk mengisi ruang-ruang dalam rongga cetak. Sistem saluran dihilangkan dari produk cor dengan berbagai metoda dan produk cor siap untuk diperlakukan lebih lanjut. Yaitu benda cor yang dihasilkan seakan-akan membentuk alur-alur aliran kontinu logam yang masuk kedalam rongga cetak. Pemilihan metoda ini sangat tergantung Beberapa bentuk cetakan untuk pengukuran Fluiditas dari bentuk benda kerja dan bahan cetakan yang akan digunakan.logam cair.

. fluiditas juga dikenal dengan istilah Fluid life. Harga fluiditasnya dinyatakan dengan panjang (dalam mm) spiral yang terisi logam.ukuran dan bentuk grafit mempengaruhi kekuatan dan keuletan besi cor.Paduan besi yang mengandung C >: 1. yaitu feritik.Sifat mekanik besi cor tergantung pada jenis struktur mikronya yaitu bentuk dna distribusi elemen-elemen penyusunnya. Sifat mekanik : . namun pengukuran tersebut sangat praktis. dan # Proses perlakuan panas Ada lima jenis besi cor : # Besi cor kelabu (grey cast iron) # Besi cor malleable (malleable cast iron) # Besi cor putih (white cast iron) # Besi cor nodular (nodular/ductile cast iron) # Compacted graphite cast iron (memiliki struktur mikro antara besi cor # Kelabu dan besi cor nodular). Mo dan Ni.Pengaturan laju pendinginan Untuk mendapatkan sifat yang diinginkan. matriks juga ikut mempengaruhi sifat mekaniknya.35 – 60 ksi (kekuatan luluh) . Unsur lain dapat ditambahkan dengan maksud untuk meningkatkan sifat-sifat seperti kekuatan. Salah satu elemen yang memiliki pengaruh yang berarti adalah grafit.1 – 6% (perpanjangan) Sifat matriks dan karakter grafit diperoleh dari kesetimbangan . Jumlah . kekerasan atau ketahanan korosi.sifat-sifat cetakan.Laju pembekuan . biasanya pada besi cor diterapkan perlakuan panas karena dari kondisi hasil pengecoran (as- .45 -75 ksi (kekuatan tarik) . 4.Komposisi kimia . Selain grafit. feritik+perlitik dan martensitik.7 % dan 1-3 %Si.Besi cor memiliki selang temperature cair yang relaitf lebih rendah daripada baja dan relatif lebih “encer” ketika cair. .Derajat inokulasi .Logam-logam dalam pengecoran Besi cor . Matris besi cor sama dengan yang terdapat pada baja. perlitik. karena langsung menggambarkan bagaimana mampu alir logam cair dalam rongga cetak dengan bahan cetakan sebenarnya. Atas dasar hal ini. Matriks yang terjadi tergantung pada : # Komposisi kimia # Laju pendinginan. Unsur yang umumnya ditambahkan yaitu Cr. Cu.

besi cor putih dipanaskan hingga temperatur diatas temperatur eutectoid (1700oF) kemudian ditahan hingga beberapa jam dan didinginkan dalam tungku. Besi Cor Kelabu * Besi cor kelabu merupakan paduan dari unsur-unsur besi (Fe). * Kekuatan. * Besi cor kelabu untuk keperluan otomotif dan konstruksi umum lainnya dibagi menjadi 10 kelas/garde yang didasarkan pada kekuatan tarik minimumnya. Proses tersebut menyebabkan unsure karbon terlarut dalam austenit. Kombinasi dengan proses temper akan meningkatakan ketangguhan dan menurunkan kekerasannya. * Unsur Cu. * Besi cor kelabu dapat dikeraskan dengan proses quenching dan temperature sekitar 1600˚F (menjadi getas). Mo dan V > Laju pendinginan dan pembekuan yang tinggi > Pada proses pembuatan besi cor malleable. mengendap dan membentuk grafit bulat tak beraturan . > Proses terbentuknya beis cor putih akibat : > Rendahnya kandungan karbon dan silikon > Adanya unsur-unsur pembentuk karbida seperti Cr. karbon © dan silicon (Si) yang mengandung “ karbon tak berkaitan” dalam bentuk grafit. * Besi cor putih bersifat keras dan getas dan memiliki tampilan patahn seperti kristal berwarna putih. desain. Cr. karakteristik cetakan dan laju pendinginan selama dan setelah pembekuan. Besi Cor Malleable > Besi cor ini dihasilkan dari proses perlakuan panas besi cor putih yang memiliki komposisi tertentu.Tempering Besi Cor Putih * Besi cor putih terbentuk ketika unsur karbon (C) tidak mengendap sebagai grafit selama proses pembekuan. Selain itu bertujuan untuk meningkatkan ketahanan korosi besi cor kelabu pada beberapa media. Proses perlakuan panas yang umum diterapkan : .Austenitizing dan Quenching . akan tetapi tetap berkaitan dengan unsur besi (Fe).Annealing . cetakan. kekerasan dan struktur mikro dari besi cor kelabu dipengaruhi oleh beberapa factor seperti komposisi kimia. krom (Cr) atau molibden (Mo) membentuk karbida. Mo dan Ni seringkali ditambahkan untuk mengatur struktur mikro matriks dan pembentukan grafit. Nama besi cor kelabu didapat dari tampilan patahan berwarna kelabu.cast) tidak diperoleh sifat yang diinginkan.

> Perbedaan besi cor nodular dan kelabu terletak pada bentuk grafit (untuk menghasilkan bentuk grafit yang berbeda. dan wall cleaning fluxes Tungku-tungku peleburan yang biasa digunakan dalam industri .8 % (baja hypoeutektoid) terdiri dari FERIT dan PERLIT. Cleaning fluxes. > Struktur mikro baja cor yang memiliki kandungan karbon lebih dari 0. Kadar karbon yang lebih tinggi menambah jumlah sementit. seperti pada paduan alumunium terdapat cover fluxes (yang menghalangi oksidasi dipermukaan alumunium cair). Sebagai tambahan selain karbon. mula-mula muatan yang terdiri dari logam. Pada proses peleburan.Sulfur (S) : <> > Struktur mikro baja cor yang memiliki kandungan karbon kurang dari 0.50 – 1.7 % (beberapa literature menyebutkan kandungan karbon maksimum 2.20 % diatas diperoleh dari pendinginan didalam tungku dari temperatur 950oC setelah pengecoran. unsur-unsur paduan dan material lainnya seperti fluks dan unsur pembentuk terak dimasukkan kedalam tungku. > Baja cor dengan kadar C=0. 5. Sedangkan baja cor dengan kadar C=0.00 % . Baja (Baja Cor) > Salah satu jenis baja adalah baja karbon yaitu paduan besi-karbon yang mengandung unsure karbon kurang dari 1.(irregular nodules of graphite) yang disebut korbon temper.0 %). Bagian yang hitam adalah PERLIT dan yang putih adalah FERIT.. drossing fluxes.8 % didinginkan dalam tungku 900oC struktur yang terlihat jelas yaitu PERLIT. Proses Peleburan Logam Peleburan logam merupakan aspek terpenting dalam operasi-operasi pengecoran karena berpengaruh langsung pada kualitas produk cor. refining fluxes. Kadar karbon yang lebih tinggi menambah jumlah perlit. Besi Cor Nodular > Besi cor nodular memiliki komposisi unsure yang sama dengan besi cor kelabu. digunakan proses yang berbeda pula) > Pembulatan grafit dicapai karena ditambahkan unsure Magnesium (Mg) dan Cerium (Ce).Mangan (Mn) : 0.Silikon (Si) : 0.20 – 0. Unsure tersebut yaitu karbon dan silikon. Proses ini akan menghasilkan besi cor malleable dengan matriks ferit. Fluks adalah senyawa inorganic yang dapat “membersihkan” logam cair dengan menghilangkan gas-gas yang ikut terlarut dan juga unsur-unsur pengotor (impurities). baja cor mengandung .70 % .Fosfor (P) : <> . Fluks memiliki beberpa kegunaan yang tergantung pada logam yang dicairkan.8 % (baja hipereutektoid) terdiri dari SEMENTIT (Fe3C) dan PERLIT.

kokas dan fluks >Kupola dapat beroperasi secara kontinu. Tungku induksi > Khususnya digunakan pada industri pengecoran kecil > Mampu mengatur komposisi kimia pada skala peleburan kecil >Terdapat dua jenis tungku yaitu Coreless (frekuensi tinggi) dan core atau channel (frekuensi rendah. Tungku krusibel > Telah digunakan secara luas disepanjang sejarah peleburan logam.40 %) Kadar karbon dan siliko yang rendah adalah menguntungkan untuk mendapat coran dengan prosentase Carbon dan Si yang terbatas. >Tungku ini bias dalam keadaan diam. > Skrap balik . dan tungku kupola. Proses pemanasan dibantu oleh pemakaian berbagai jenis bahan bakar.pengecoran logam adalah tungku busur listrik. Karakteristik masing-masing tungku peleburan adalah : a. menghasilkan logam cair dalam jumlah besar dan laju peleburan tinggi Muatan Kupola . tungku induksi. sehingga sangat cocok untuk aplikasi proses die-casting).Skrap baja (30 % .30 %) . tungku krusibel. sekitar 60 Hz) > Biasanya digunakan pada industri pengecoran logam-logam nonferro > Secara khusus dapat digunakan untuk keperluan superheating (memanaskan logam cair diatas temperatur cair normal untuk memperbaiki mampu alir). Untuk besi cor kekuatan tinggi ditambahkan dalam jumlah yang banyak. Tungku kupola >Tungku ini terdiri dari suatu saluran/bejana baja vertical yang didalamnya terdapat susunan bata tahan api >Muatan terdiri dari susunan atau lapisan logam. dimiringkan atau juga dapat dipindah-pindahkan >Dapat diaplikasikan pada logam-logam ferro dan non-ferro d. Tungku busur listrik laju peleburan tinggi ® laju produksi tinggi polusi lebih rendah dibandingkan tungku-tungku lain memiliki kemampuan menahan logam cair pada temperatur tertentu untuk jangka waktu lama untuk tujuan pemaduan b.Besi kasar (20 % . dan duplexing/tungku parallel (menggunakan dua tungku seperti pada operasi pencairan logam dalam satu tungku dan memindahkannya ke tungku lain) c. penahanan temperatur (menjaga logam cair pada temperatur konstan untuk jangka waktu lama.

1 % Metalurgi Proses Pengecoran Pembekuan ingot dan Coran Dari Pembekuan ingot dihasilkan 3 daerah dengan karakteristik yang berbeda. Columnar zone Sesaat setelah penuangan. cairan logam yang berada ditengah-tengah ingot akan tetap berada diatas temperatur likuidus untuk jangka waktu lama. Fe-Mn ditambahkan untuk mengatur komposisi. bekas penambah. Disisi lain bila temperatur penuangan tinggi. gradien temperatur pada dinding cetakan menurun dan kristal pada daerah chill tumbuh memanjang dalam arah kristal tertentu.Yang dimaksud skrap balik adalah coran yang cacat. Equiaxed zone . maka lengan-lenagn dendrti sekunder dan tertier akan timbul dari lengan dendrit primer. Prosentase karbon berkurang karena oksidasi logam cair dalam cerobong dan pengarbonan yang disebabkan oleh reaksi antar logam cair dengan kokas. Setiap kristal dendrit mengandung banyak lengan-lengan dendrit (primary dendrit). >Paduan besi Paduan besi seperti Fe-Si. Tambahan harus dimasukkan dalam perhitungan untuk mengimbangi kehilangan pada saat peleburan. Chill Zone Selama proses penuangan logam cair kedalam cetakan. Penambahan dimasukkan 10 sampai 20 % untuk Si dan 15 sampai 30 % untuk Mn. Peningkatan kadar belerang (steel) yang diperbolehkan biasanya 0. saluran masuk atau skrap balik yang dibeli dari pabrik pengecoran. Bila temperatur penuangannya rendah. Prosentase karbon terutama diatur oleh perbandingan besi kasar dan skrap baja. 2. logam cair yang berkontak langsung dengan dinding cetakan akan mengalami pendinginan yang cepat dibawah temperatur likuidusnya. Akibatnya pada dinding cetakan tersebut timbul banyak inti padat dan selanjutnya tumbuh kearah cairan logam. Kristal-kristal tersebut tumbuh memanjang berlawanan dengan arah perpindahan panas (panas bergerak dari cairan logam kea rah dinding cetakan yang bertemperatur lebih rendah) yang disebut dengan dendrit. seluruh bagian logam cair akan membeku secara cepat dibawah temperatur likuidus. Jika Fraksi volum padatan (dendrite) meningkat dengan meningkatnya panjang dendrit dan jika struktur yang terbentuk berfasa tunggal. 3. Daerah yang terbentuk antara ujung dendrit dan ttitik dimana sisa cairan terakhir akan membeku disebut sebagai mushy zone atau pasty zone. Prosentase steel bertambah karena pengambilan steel dari kokas. saluran turun. Daerah-daerah tersebut adalah : 1.

Pemeriksaan Produk Cor Tujuan : 1. NDT) -->Pemeriksaan ketukan -->Pemeriksaan penetrasi (dye-penetrant) -->Pemeriksaan magnafluks (magnetic-particle) -->Pemeriksaan supersonic (ultrasonic) -->Pemeriksaan radiografi (radiografi) 3. Paduan-paduan dengan selang pembekuan (daerah antara temperatur liquidus dan solidus ) yang sempit menghasilkan mushy zone yang sempit pula dan pada bagian permukaan atas ingot terdapat sisa cairan logam yang lama kelamaan akan berkurang hingga pembekuan berakhir dan pada ingot mengandung rongga cukup dalam pada bagian tengah atau disebut pipe. Segregasi pada Ingot dan Coran Pada struktur pembekuan terdapat dua jenis segregasi yaitu segregasi makro (perubahan komposisi pada tiap bagian spesimen) dan segregasi mikro (seperti yang terjadi antara lengan dendrit sekunder). yaitu : > Penyusutan karena pembekuan dan kontraksi panas > Perbedaan kerapatan antardendritik cairan logam > Perbedaan kerapatan antara padatan dan cairan > Temperatur yang menyebabkan perbedaan kerapatan dalam cairan Segregasi dalam pembekuan logam tidak diinginkan karena memberikan pengaruh buruk pada sifat mekanik. Pengaruh Penyusutan Kebanyakan logam akan menyusut selama proses pembekuan dan ini mengakibatkan perubahan struktur ingot. jig pemeriksa dan alat ukur lainnya) 2. mushy zone dapat menempati seluruh bagian ingot sehingga tidak terbentuk pipe.Daerah ini terdiri dari butir-butir equiaxial yang tumbuh secara acak ditengah-tengah ingot. micrometer. pengaruhnya dapat dikurangi dengan proses perlakuan panas (homogenisasi). Pemeriksaan material a. Pada paduan-paduan dengan selang temperatur pembekuan lebar. Pengujian kekerasan (menggunakan metoda Brinell. Pada daerah ini perbedaan temperatur yang ada tidak menyebabkan terjadinya pertumbuhan butir memanjang. Pemeriksaan rupa >Pemeriksaan rupa/fisik >Pemeriksaan dimensi (menggunakan jangka sorong. Ada empat faktor yang menyebabkan timbulnya segregasi makro. Untuk segregasi mikro. Rockwell. Pemeriksaan cacat dalam (pemeriksaan tidak merusak. .

Inklusi dan struktur tak seragam h. Fungsinya dibuat demikian adalah : . -->Bagian tengah Bagian tengah ini memiliki bangun berbentuk kerucut yang makin kebawah makin besar. Kesalahan ukuran g. bagian luar terbuat dari pelat-pelat baja dan bagian dalamnya dilapisi bata tahan api. Besi kasar yang dihasilkan ini nantinya masih perlu diolah kembali didalam tungku-tungku baja untuk dijadikan baja atau besi cor.Tanur tinggi mempunyai tinggi ± 30 m dan diameter terbesar ± 9 m.Vickers dan Shore) b. Tanur tinggi Tanur tinggi digunakan untuk mengolah logam-logam tambang (bijih besi). yaitu : a. Ekor tikus tak menentukan atau kekerasan yang meluas b. bijih besi dan bahan tambahan (kapur) dimasukkan melalui bagian ini. Salah alir f. Retakan d.EDS) d. Pada bagian ini juga dilengkapi dengan lubang-lubang untuk melakukan udara.Bahan-bahan mudah bergeser kebawah . Cacat-cacat tak nampak Proses Pembuatan Besi Kasar Pada umumnya logam-logam yang dihasilkan dari dalam tambang masih dalam bentuk batu-batuan dan biasanya terdapat dalam keadaan terikat dengan unsur-unsur lain. Pengujian analisa kimia (spektrometri. batu kapur untuk dijadikan besi kasar.Gas CO dapat mencapai setiap tempat dekat dinding -Bagian dalam tungku dilapisi dengan bata tahan api. Tungku ini dibagi menjadi bagian utama yaitu : -->Bagian atas (puncak) Bahan-bahan seperti kokas. Pengujian struktur mikrodan struktur makro 4. Permukaan kasar e. Deformasi i. kokas. Pengujian tarik c. Untuk dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan barang-barang jadi atau setengah jadi maka terlebih dahulu logam-logam tersebut mendapat beberapa pengerjaan. Lubang-lubang c. Pemeriksaan dengan merusak Cacat-cacat Coran Komisi pengecoran international telah membuat penggolongan cacat-cacat coran dan dibagi menjadi 9 kelas. --> Bagian bawah .

berwarna hijau tua mendekati warna hitam dan mempunyai sifat magnet yang kuat. 2.Bagian ini mempunyai bangun berbentuk kerucut yang makin kebawah semakin mengecil dan gunanya dibuat demikian adalah : . . d.Fe2O3H2O. Bahan-bahan dalam Proses Tanur Tinggi 1. dipasang pipa-pipa saluran yang dialiri air pendingin dan pada bagian atas tabung dipasang pipa-pipa yang digunakan untuk menyalurkan udara panas.11 % .Dapat tahan terhadap tekanan logam cair dan terak cair .Dapat tahan terhadap proses kimia . . Berbentuk batu . Untuk menghilangkan kotoran-kotoran tersebut maka pada saat diproses . Biji besi Besi didapat dengan mengambil dari biji besi yang umumnya berbentuk oksida dari alam dan besi murni hanya didapat dalam jumlah yang kecil. Pada bagian dinding tungku dipasangi lubang laluan logam cair dan terak cair. Berbentuk pasir Pasir besi (TiO2) mengandung oksida besi = 70 % yang bercampur dengan oksida titan (Ti2O2) antara 9 % .50 % air dan fosfor b. Batu Kapur Biji besi hasli proses reduksi belum dapat diaktakan bersih secara keseluruhan dan masih terdapat kotoran-kotoran. Dibuat tebal dan menggunakan bata tahan api karena : .Dapat tahan terhadap temperatur tinggi Diantara pasangan-pasangan bata tahan api.Cairan mudah dikumpulkan pada tungku . mengandung unsur besi 25 % . terutama bila bijih besinya mengandung fosfor. Adapun biji besi tersebut ditemukan dalam bentuk sebagai berikut : a. Bagian Tungku Bagian ini berbentuk silinder yang merupakan tabung persegi empat.70 % dan hampir tidak mengandung fosfor.Isi tungku makin lama makin mengecil Bagian dalamnya terbuat dari bata tahan api kualitas tinggi karena dinding bagian ini harus tahan terhadap temperatur tinggi (± 3000 oF) dan tahan terhadap reaksi kimia seperti tahan terhadap asamasam. Pada bagian dalamnnya dipasang bata tahan api kualitas tinggi dan memiliki ketebalan ± 1m. batu besi merah) mengandung unsur besi antara 45 %-65 % dan sedikit mengandung fosfor.Berbutir halus Sperosiderit mengandung unsur besi ±40 % bercampur dengan tanah liat.Magenetit (Fe3O4) mengandung unsur besi antara 40 % . Pemisahan unsur besi dari biji besi dilakukan dalam sebuah tungku yang dinamai dengan SMELTING (proses reduksi).Hematit (Fe2O3.

ter.dalam tanur tinggi ditambahkan batu kapur (CaO atau dolomite. Untuk mendapat udara panas dengan temperatur yang tinggi adalah dengan memanaskan udara dingin di tungku pemanas yang dinamakan tungku COWPER. mudah pecah dan berpori-pori -->Jumlahnya terbatas -->Hanya dapat digunakan untuk tanur tinggi yang memiliki tinggi 17-20m b. Arang kayu Keuntungan mengunakan arang kayu adalah karena bersih. CaCO3) sehingga akan membentuk terak 3. besar-besar dan berpori-pori -->Mempunyai kadar karbon yang tinggi -->Sewaktu pembuatan kokas terdapat hasil tambahan seperti gas. Untuk mereduksi bijih besi diperlukan udara panas yang banyak dan udara panas yang digunakan mempunyai temperatur ±900OC. Sedangkan kerugiannya adalah : -->Nilai kalornya rendah kira-kira 400 Cal/Kg -->Tidak keras. . Anthrosit Keuntungan menggunakan bahan bakar jenis ini adalah : -->Nilai karbonnya tinggi sekitar 8000 Cal/Kg -->Cukup keras dan besar-besar -->Tidak mengandung gas Kekurangan bahan bakar anthrosit adalah tidak berpori dan hanya sedikit terdapat di dunia 4. Udara dingin yang dimasukkan didatangkan dari kompresor torak. Keuntungan menggunakan udara panas dalam proses tanur tinggi adalah untuk menghemat bahan bakar untuk mempercepat proses reduksi atau pencairan biji besi. Kekurangan bahan bakar kokas yaitu mengandung belerang (S) dan ini sangat buruk pengaruhnya terhadap pembuatan baja atau besi cor. Keuntungan menggunakan kokas sebagai bahan bakar adalah : -->Nilai kalornya tinggi sekitar 8000 Cal/Kg -->Keras. Kokas Didapat dari pembakaran tidak sempurna batu bara. Udara panas Udara panas digunakan untuk membantu pembakaran (CO2) dan pembentukan gas CO sebagai gas untuk reduksi biji besi. Bahan Bakar Bahan bakar yang digunakan dalam proses tanur tinggi adalah kokas dan arang kayu a. tidak mengandung P dan S. dll.

.

lahir Alamat Telepon. 21-23 MKS : 085 299 223 735 Hal yang mendasari pemikiran saya mengajukan lamaran sebagai asisten lab. 4. 01 September 1989 : BTP BLOK I NO. 2. Sesuai dengan informasi penerimaan asisten Lab.Pengecoran Logam. . Nama Stambuk Tempat & tgl. sebagai berikut ini. atas perhatiannya saya ucapkan banyak terima kasih. Surat pernyataan pengabdian. Foto copy transkip nilai.Pengecoran Logam Jurusan Mesin Universitas Hasanuddin Makasar Dengan hormat. Data singkat saya. seperti yang tertulis. Sebagai bahan pertimbangan. Makalah tentang pengecoran. Saya berharap semoga surat lamaran ini beserta lampirannya dapat dipertimbangkan sebagai mestinya sehingga dapat memberikan manfaat yang baik kepada semua pihak. saya lampirkan : 1.Pengecoran logam. 3. Untuk itu saya mengajukan diri untuk mengikuti seleksi penerimaan asisten lab.pengecoran logam kepada teman-teman mahasiswa(i) jurusan mesin fakultas teknik Universitas Hasanuddin secara khusus untuk konsentrasi metalurgi sekaligus belajar lebih banyak lagi tentang ilmu pengecoran logam. Kepala Lab.Hal : Lamaran Asisten Labortorium Pengecoran logam Kepada Yth. HP :ARDI : D 211 07 084 : Pangkep. Demikian surat lamaran ini. Pengecoran Logam adalah ingin memperdalam ilmu yang telah saya dapat dalam Lab. Curikulum vitae.

atas perhatiannya saya ucapkan banyak terima kasih. seperti yang tertulis. Sebagai bahan pertimbangan. Untuk itu saya mengajukan diri untuk mengikuti seleksi penerimaan asisten lab. HP : ARSYAD ABDULLAH : D 211 07 017 : BULUKUMBA 03 JULI 1989 : JLN. 4. ARUNG TEKO NO 33A : 085 299 223 735 Hal yang mendasari pemikiran saya mengajukan lamaran sebagai asisten lab. Surat pernyataan pengabdian.Pengecoran Logam Jurusan Mesin Universitas Hasanuddin Makasar Dengan hormat. Saya berharap semoga surat lamaran ini beserta lampirannya dapat dipertimbangkan sebagai mestinya sehingga dapat memberikan manfaat yang baik kepada semua pihak. lahir Alamat Telepon. . Nama Stambuk Tempat & tgl.pengecoran logam kepada teman-teman mahasiswa(i) jurusan mesin fakultas teknik Universitas Hasanuddin secara khusus untuk konsentrasi metalurgi sekaligus belajar lebih banyak lagi tentang ilmu pengecoran logam.Pengecoran Logam. Curikulum vitae. Sesuai dengan informasi penerimaan asisten Lab. saya lampirkan : 1.Hal : Lamaran Asisten Labortorium Pengecoran logam Kepada Yth. Foto copy transkip nilai. Demikian surat lamaran ini. Makalah tentang pengecoran. 3.Pengecoran logam. Kepala Lab. sebagai berikut ini. Data singkat saya. Pengecoran Logam adalah ingin memperdalam ilmu yang telah saya dapat dalam Lab. 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful