PENGELOLAAN TENAGA KEPERAWATAN ( REKRUT SELEKSI ORIENTASI

PENGEMBANGAN PENJADWALAN KLASIFIKASI DAN PERENCANAAN )
Oleh : Nuryandari SKM.M.Kes.

PENDAHULUAN
Kita ketahui bahwa pelayanan keperawatan merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan termasuk pelayanan yang diselenggarakan di rumah sakit. Pelayanan keperawatan mempunyai peran yang besar dalam pencapaian mutu citra dan efisiensi pelayanan kesehatan di RS, karena selain merupakan tenaga profesi yang terbanyak jumlahnya di setiap RS juga sebagai tenaga profesi yang memberi pelayanan selama 24 jam terus menerus di sisi pasien, sehingga pengelolaan tenaga keperawatan mutlak perlu dilaksanakan dengan baik. Mengingat kegiatan pelayanan keperawatan tergantung pada kualitas dan kuantitas tenaga keperawatan yang memberikan asuhan kepada pasien/keluarga di ruang perawatan, maka peningkatkan mutu pelayanan keperawatan diperlukan dukungan sumber daya manusia keperawatan yang mampu mengemban tugas untuk mempertahankan kualitas pelayanan dan asuhan keperawatan selama 24 jam terus menerus, serta mampu mengadakan perubahan. Untuk dapat melaksanakan pernyataan ini, perlu adanya rekrut, seleksi, orientasi,pengembangan, penjadwalan serta klasifikasi dan perencanaan tenaga keperawatan yang diatur dengan baik sesuai dengan prinsip-prinsip dalam sistem pengelolaan dan pendayagunaan tenaga keperawatan.

HAKEKAT KETENAGAAN
Adalah pengaturan proses mobilisasi potensi, proses motivasi dan pengembangan sumber daya manusia dalam memenuhi kepuasan melalui karyanya untuk tercapainya tujuan individu, organisasi maupun komunitas dimana ia berkarya. Keputusan yang diambil tentang ketenagaan sangat dipengaruhi oleh falsafah yang dianut oleh pimpinan keperawatan tentang pendayagunaan tenaga. Misalnya: Pandangannya tentang motivasi kerja, konsep tentang tenaga keperawatan, dsb. Dari pandangan dasar tersebut akan terbentuk pola ketenagaan yang sesuai dengan gambaran pimpinan.

1. Rekrut tenaga dan seleksi
Menerima pegawai adalah tugas yang sulit dan dapat menyebabkan kecemasan, tetapi juga merupakan kesempatan penting utuk mengadakan perubahan dan pengembangan staf. Ketenagaan memerlukan koordinasi antara bagian personalia dan pelayanan keperawatan, biasanya bagian personalia mengadakan tenaga keperawatan sesuai dengan permintaan yang diajukan oleh bagian keperawatan. Langkah pertama pada rekrut tenaga adalah menstimulasi calon untuk mengisi posisi yang dibutuhkan. Hal ini tidak sederhana karena tidak hanya segi teknis kualifikasi tetapi juga kwalitas individu harus sesuai dengan pekerjaan, susunan dan tujuan organisasi. Usaha rekrut tenaga jangan tergesa-gesa karena dapat mengakibatkan seleksi yang tidak memuaskan.

karena penempatan yang tepat akan menciptakan kondisi kerja yang efisien. Yang perlu diperhatikan a. Program rekruting c. dll.  Memperkenalkan pekerjaan. Wawancara . dsb. c. riwayat dan pengalaman bekerja dan data lain yang dapat dipakai. latar belakang pendidikan.  Pengembangan staf dan program pembinaan yang ada  Hubungan antara karyawan dan hubungan dengan pimpinan * Orientasi pekerjaan :  Memahami tujuan bagian keperawatan dan bagaimana tujuan diterjemahkan dalam job deskripsi  bagaimana tujuan keperawatan hubungannya dengan tujuan individu  Menciptakan hubungan interpersonal. Tujuan wawancara untuk memperoleh informasi. prosedur dan kebijakan yang ada  Orientasi tempat. memberi informasi dan menentukan bila calon memenuhi persyaratan untuk posisi itu. promosi. Metode rekruting d. b. b. Orientasi. Surat rekomendasi/referensi dari perusahaan/instansi sebelumnya dimana calon bekerja. cuti.Selain itu penempatan tenaga perlu diperhatikan. keterampilan.  Kebijakan personalia  Evaluasi kerja.kualifikasi dasar seleksi . Pengembangan : .proses seleksi  Prosedur lamaran Syarat yang harus dipenuhi a. fasilitas dan perlengkapan yang ada  Menjelaskan job deskripsi yang ada sesuai dengan tugas dan posisi yang diberikan. Prosedur penerimaan  Seleksi : . Psycho-test : Test ini untuk mengetahui pengetahuan. Profil karyawan keperawatan pada saat itu. bakat.  Struktur dan kepemimpinan. 2. riwayat dan tujuan spesifik RS/organisasi. d.  Perilaku yang diharapkan. Data biografi Berisikan riwayat personal calon. Program pengembangan tenaga baru e. 2). sikap umum. pengembangan dan penghargaan 1) Orientasi : * Orientasi institusi :  -Misi rumah sakit.

teknis dan pendidikan profesional. Prosentase absen: jumlah hari kerja yang hilang ---------------------------------------X 100 jumlah hari kerja efektif Faktor absen :  tempat tinggal jauh  kelompok karyawan yang banyak  sakit Pola absensi :  sering  pendek-pendek  jarang  panjang  hari . Mutasi : Pemindahan dari pekerjaan / jabatan satu ke pekerjaan/ jabatan lain. Penghargaan : a. -Senioritas Manfaat :  Mempertinggi semangat kerja bagi yang berprestasi  menciptakan keseimbangan  memotivasi b. Tujuan:  Pengembangan  Mengurangi kejenuhan  Reorganisasi  Memperbaiki penempatan yang kurang cocok  Memberi kepuasan kerja  Kondisi kesehatan. 3). Hal ini berhubungan dengan esthetika. kemangkiran/absen Merupakan kehilangan waktu yang berakibat kerugian secara kualitas dan ekonomi bagi instansi. 4).hari tertentu Cara mengurangi absen: . Promosi : kenaikan pangkat -Suatu reward individu yang berprestasi atau kesempatan pengembangan. Hambatan dalam ketenagaan a.Pengembangan tenaga baru berlaku sesudah orientasi untuk melanjutkan edukasi secara bebas untuk mengembangkan potensi secara penuh dari seseorang.

dsb. Macam pengembangan : Sesuai dengan kebutuhan. Aktifitas pengembangan ini dibuat untuk keuntungan individu perawat dan meningkatkan produktifitas /pelayanan. ketrampilan serta sikap perawat. Sebab :  peran dan fungsi kurang jelas  merasa terisolasi  beban kerja berlebihan  terlalu lama pada suatu bagian 3. Kegiatan ini meliputi : . baik training maupun pendidikan yang bermanfaat untuk pekerjaan dan pengetahuan.Pengembangan Staf Tujuan : Membantu individu meningkatkan diri dalam pengetahuan. ketrampilan serta pengalaman dibidangnya melalui kegiatan pendidikan berkelanjutan. kerja keras kurang produktif.Over ) Perhitungan : rata-rata turn-over per tahun: jumlah tenaga yang keluar ------------------------------------jumlah tenaga di unit X 100 Mengurangi turn-over :  pada proses penerimaan karyawan  peningkatan penugasan  perubahan job .deskripsi  pengembangan c). Kejenuhan ( Burn .Out) Keadaan dimana individu merasa dirinya semakin kurang kemampuannya. Keluar masuknya tenaga ( Turn. program pelatihan.      sistem pencatatan kunjungan rumah kesejahteraan karyawan meningkatkan kondisi tempat kerja swasana kerja sistem penghargaan b).

Hari apa kalender penjadwalan dimulai 3. yaitu jadwal dinas dan shift yang disusun berdasarkan ramalan dan pola ulang dengan jumlah yang sama. Apakah tenaga extra ( part-time) akan dimanfaatkan. Berapa lama waktu kerja maksimum dan minimum 5. Semua karyawan ditugaskan sesuai pola siklus 4.house education / on . Prinsip-prinsip penjadwalan yang efektif 1.  Bagian keperawatan membuat komisi atau diklat 4 Penjadwalan Penentuan pola dinas dan libur untuk karyawan pada suatu bangsal / unit tertentu. Untuk mengurangi waktu menyusun jadwal dinas dapat digunakan jadwal siklus. Berapa lama sebelumnya dapat mengajukan hari libur mingguan atau cuti tahunan 6. Untuk berapa lama jadwal disiapkan 2. Berapa lama ada pergantian / rotasi shift 8.the job training  Pendidikan berkelanjutan formal dan non formal. Didalam penjadwalan pimpinan mempertimbangkan pertanyaan sbb: 1. Introduksi training untuk karyawan baru  Orientasi  In . Bagaimana penjadwalan disusun sentralisasi oleh kepala rawat inap. Penjadwalan siklus harus mencakup hari kerja yang mengenakan dan yang tidak mengenakan serta jam kerja yang adil antara karyawan 3. Hari libur mingguan dapat dipecah atau beruntun 4. supervisor/penyelia atau kepala ruangan 10. Bila jadwal sudah dibuat. kalau ya. komunikasi terbuka antara staf dan pembuat jadwal. Bagaimana menciptakan. Metode ini harus dikenal sebelum diterapkan dan jumlah tenaga serta komposisi cukup untuk setiap unit dan shift 6. bagaimana ketentuan ratio secara ekonomis antara tenaga full time dan part time 9. penyimpangan hanya dapat dilakukan melalui surat permohonan 5. Kombinasi tenaga dan kelompok yang sama. Pengaturan :  Di rumah Sakit yang besar mempunyai bagian tersendiri yang mengkait pada bagian personalia . Pola ini meningkatkan pelayanan keperawatan yang berkesinambungan dan mengembangkan kerja tim Penyebab Over Staf : . Penjadwalan siklus harus menunjukkan keseimbangan antara kebutuhan institusi akan tenaga dan kebutuhan kerja dengan rekreasi karyawan 2. Berapa lama sebelumnya jadwal sudah dapat dilihat oleh staf 7.

Rotasi dalam grup / shift tetap bermanfaat agar staf dapat memahami ruang lingkup kerja dalam shift yang berbeda-beda sehingga dapat menghargai setiap shift. Keluhan pasien tentang pelayanan 4. 2. membebaskan / mengurangi stress. karena waktu cocok dan dipilihnya sendiri dan diharapkan dapat bekerja lebih baik. Karena manusia membutuhkan waktu adaptasi terhadap perubahan lingkungan. Namun demikian pertukaran ini dapat menimbulkan stress bagi staf. sekolah formal. baik jumlah maupun klasifikasi tenaga keperawatan sesuai dengan sistem pengelolaan tenaga keperawatan yang ada. . Kepala ruang akan lebih mudah mengewaluasi. 8 jam /shift : dengan 5 hari kerja = 40 jam / minggu 3. serta mampu mengadakan perubahan. 10 jam/ shift : dengan 4 hari kerja = 40 jam / minggu Untuk 10 jam/shift kurang populer di Indonesia. Perencanaan tenaga Kegiatan pelayanan keperawatan tergantung pada kualitas dan kuantitas tenaga keperawatan yang memberikan asuhan kepada pasien/keluarga di ruang perawatan. karena negara tropis. Maka pertukaran dinas/rotasi jarak pendek akan semakin menimbulkan stress. Pertukaran dinas dan Rotasi : Pertukaran dinas merupakan hal yang umum dalam menugaskan staf ruangan. kurang efektif.1. siang atau malam. Delegasi untuk diagnostik dan terapi yang seharusnya merupakan beban dokter Penanggulangan tenaga : Yaitu mengontrol variasi ketenagaan antara lain dengan kombinasi jam dinas tenaga lepas ( flosting) dan pemerataan / leveling tenaga. non formal. 7 jam/ shift : dengan 6 hari kerja = 40 jam / minggu 2. Frekwensi dan fariasi yang tidak dapat diramalkan sebelumnya pada sensus pasien 2. Perawat dapat menyusun pola hidup dalam keluarga. Ritme tubuh membutuhkan waktu adaptasi. Kecenderungan pimpinan membuat kompensasi untuk variasi sensus dengan penghitungan tenaga yang diambil dari sensus maksimal 3. Macam-macam Cara Dinas 1. Untuk meningkatkan mutu pelayanan keperawatan diperlukan dukungan sumber daya manusia keperawatan yang mampu mengemban tugas untuk mempertahankan kualitas pelayanan dan asuhan keperawatan selama 24 jam terus menerus. perlu adanya klasifikasi pasien dan perencanaan tenaga keperawatan. Untuk dapat melaksanakan pernyataan ini. dapat terlibat pada aktifitas sosial atau melanjutkan/ meningkatkan pengetahuan. Shift yang tetap. Peluang untuk memilih dinas yang cocok dengan pola kehidupan perawat “tanpa merugikan pelayanan” di ruangan memberikan manfaat : 1. 5. waktu pagi.

Ambulasi dibantu.14 jam dengan waktu rata-rata efektif 12 jam / 24 jam. Ambulasi dengan pengawasan.2 jam dengan waktu rata-rata efektif. Folley catheter/intake output dicatat.6 jam dengan waktu rata-rata efektif 5. Kategori IV : Modified Intensive Care Biasanya membutuhkan 7 . Kategori III : Intermediate Care Biasanya membutuhkan 5 .5 jam / 24 jam. Pengobatan minimal.5 jam / 24 jam. masing-masing memerlukan waktu : perawatan minimal : 1-2 jam / 24 jam perawatyan intermediet : 3-4 jam/24 jam perawatan maksimal/total : 5-6 jam/24 jam a) b) c) d) e) Klasifikasi pasien menurut Douglas dengan kriteria sebagai berikut: 1) Perawatan minimal memerlukan waktu 1-2 jam/24 jam. makan minum dibantu. Kategori V : Intensive Care Biasanya membutuhkan 10 .2 jam Level II ( intermediate ) = 4.6 jam Level IV ( intensif-care ) = 7. a) .Klasifikasi /Kategori Pasien Klasifikasi pasien sangat diperlukan sehubungan dengan kebutuhan akan perawatan selama 24 jam terus menerus.4 jam dengan waktu rata-rata efektif 3. Ada beberapa kategori pasien dan jam perawatan yaitu sbb : Menurut Althaus et al 1982 dan Kirk 1981: Level I ( minimal ) = 3. sehingga dapat menentukan kebutuhan tenaga. 1. Observasi tanda-tanda vital dilakukan tiap shift. e) Klien dng pemasangan infus. Kategori II : Minimal Care Biasanya membutuhkan 3 . Persiapan pengobatan memerlukan prosedur 2) Perawatan intermediate memerlukan waktu 3-4 jam/24 jam dengan kriteria: Kebersihan diri dibantu. mandi. status psikologi stabil.5 jam / 24 jam. ganti pakaian dilakukan sendiri.persiapan pengobatan memerlkan prosedur 3) Perawatan maksimal/total memerlukan waktu 5-6 jam/24jam dengan kriteria : Segalanya diberikan/dibantu.8 jam dengan waktu rata-rata efektif 12 jam / 24 jam. dengan kriteria: Kebersihan diri. Observasi tanda-tanda vital tiap 4 jam.4 jam Level III ( maksimal ) = 5.2 jam Menurut Hanson : Kategori I : Self Care Biasanya membutuhkan waktu 1 . Menurut Douglas (1984) Klasifikasi derajat ketergantungan pasien ada 3 kategori. pengobatan lebih dari sekali.

Makan dan minum dilakukan sendiri. Ambulasi dibantu. masing-masing memerlukan waktu : asuhan keperawatan minimal : 2 jam / 24 jam asuhan keperawatan sedang : 3. Makan memerlukan ngt. makan minum dibantu. pengobatan lebih dari sekali. Ambulasi dengan pengawasan. 1984 a. a) b) c) d) e) f) a) b) c) d) e) 3) Asuhan keperawatan agak berat : Sebagian besar aktifitas dibantu.15 jam/24 jam asuhan keperawatan maksimal : 6. mandi. terapi intra vena. Observasi tanda-tanda vital setiap 4 jam.4 jam Post partum 3 jam Bayi 2. Observasi tanda-tanda vital dilakukan setiap shift.b) c) d) e) Posisi diatur.4 jam Bedah 3. Gelisah/disorientasi Menurut Departemen Kesehatan Filipina th. disorientasi. observasi tanda-tanda vital setiap 2 jam. Gelisah.16 jam/24 jam 1) a) b) c) d) e) 2) a) b) c) Klasifikasi kategori asuhan keperawatan menurut Depkes 2002: Asuhan keperawatan minimal : Kebersihan diri. Persiapan pengobatan perlu prosedur 4) Perawatan maksimal : Segala aktifitas diberikan perawat.08 jam/24 jam asuhan keperawatan agak berat : 4. Pengobatan minimal. observasi tanda-tanda vital tiap 2 jam.5 jam Anak-anak 4 jam Proporsi rata-rata perawat yang dibutuhkan : 40 % non-profesional . status psikologis stabil. Pemakaian suction. Posisi diatur.5 jam Campuran bedah dan interne 3. Terpasang infuse. Asuhan keperawatan sedang : Kebersihan diri dibantu. Observasi tanda-tanda vital setiap 2 – 4 jam sekali. menggunakan terapi intravena. Depkes (2002): Klasifikasi ketergantungan pasien ada 4 kategori. intake output dicatat. Penggunaan suction. Makan memerlukan NGT. Jam pelayanan keperawatan rata-rata per pasien dalam 24 jam adalah : interne 3. Terpasang folley cateter. ganti pakaian dilakukan sendiri. Pengobatan lebih dari sekali.

kebutuhan tenaga keperawatan Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan tenaga keperawatan : 1). farmasi.: Jumlah tenaga perawat : jumlah tempat tidur = RS Kelas A = 4 perawat : 2 tempat tidur RS Kelas B = 3 perawat : 2 tempat tidur RS Kelas C = 1 perawat : 1 tempat tidur 2). Faktor tenaga/staf  jumlah dan komposisi tenaga keperawatan  kebijakan pengaturan dinas  peran. Faktor lingkungan  tipe dan lokasi rumah sakit  lay out ruang keperawatan  fasilitas dan jenis pelayanan yang diberikan  kelengkapan peralatan medis / diagnostik  pelayanan penunjang dari bagian lain : laboratorium.C perbandingan sbb. kunjungan rumah dll.262/Men. Faktor klien  tingkat kompleksitas dan lamanya kebutuhan perawatan  tipe klien sesuai dengan jenis penyakitnya. Faktor Organisasi  mutu pelayanan  kebijakan pembinaan dan pengembangan Rumusan Perhitungan : 1). Jumlah jam kerja perawat/th x jam kerja perawat/hari Atau : . RI No. Contoh : PMI  macam kegiatan yang dilaksanakan : penyuluhan. Menurut Gillies (1982) Kebutuhan tenaga perawat dirumuskan perhitungan sebagai berikut : TP = Jumlah jam perawatan yang dibutuhkan/ tahun .dll.60 % profesional. fungsi dan tanggung jawab perawat  kebijakan personalia  tingkat pendidikan dan pengalaman karyawan  kelangkaan tenaga perawat spesialis  sikap ethis para profesional 3). Kes. 4).  pelayanan penunjangan dari instansi lain.Kes/Per/VII/1979 : Perhitungan tenaga keperawatan yang dibutuhkan untuk kebutuhan seluruh RS Perbandingan antara jumlah tempat tidur RS dibanding dengan jumlah perawat. Peraturan Men. rontgen. usia maupun faktor spesifik  jumlah klien dan fluktuasi (turun-naiknya)  keadaan sosial ekonomi yang mempengaruhi kesehatannya  harapan klien dan keluarganya 2). Rumah sakit kelas/tipe A.B.

Menurut Douglas (1984) Penghitungan jumlah tenaga keperawatan menurut Douglas dihitung berdasarkan tingkat ketergantungan setiap shift klien dan hasil keseluruhan ditambah sepertiga (1/3) untuk perawat yang libur atau cuti.Tenaga Perawat (TP)= A x B x 365 (365-C) x jam kerja /hari Keterangan : A : jam efektif/24 jam → waktu perawatan yang dibutuhkan klien B : sensus harian (jumlah pasien) → BOR x Jumlah tempat tidur C : jumlah hari libur 365 :jumlah hari kerja selama 1 tahun 3). Kebutuhan tenaga perawat di ruang perawatan menggunakan rumus: Kebutuhan tenaga = jumlah jam perawatan di ruangan/hari jam efektif perawat Untuk penghitungan jumlah tenaga tersebut perlu ditambah (faktor koreksi) dengan: Menambah perawat libur (loss day) dan tugas non keperawatan. Kamar operasi g. Loss Day = jumlah hari minggu dlm 1 th + cuti + hari besar x keb. Rawat inap intensif d. Kamar bersalin f. Rawat inap anak / perinatal c.tenaga Jumlah hari kerja efektif/th Tenaga keperawatan yang mengerjakan pekerjaan non-keperawatan diperkirakan 25% dari jumlah tenaga keperawatan . Menurut Depkes (2002) Pengelompokan unit kerja di rumah sakit. a. Rawat jalan. Rawat inap dewasa b. Gawat Darurat (IGD) e.) 4). Tugas non keperawatan = (kebutuhan tenaga + loss day )x 25% Jumlah kebutuhan tenaga = kebutuhan tenaga + faktor koreksi(loss day +tugas non kep. Kebutuhan tenaga perawat berdasarkan klasifikasi tingkat ketergantungan untuk setiap shift jaga seperti pada formula berikut: Formula berdasarkan klasifikasi ketergantungan klien (Douglas 1984) .

88 7 .16 Jumlah 18 55.36 = 2.5 x (69. 2. Diketahui jam efektif Ruang rawat inap sebesar 3.18 No 1 2 3 4 Sumber: Data primer Ruang Rawat Jumlah jam perawatan di ruangan per hari = 55.88 = 567.27 0.04 + 2.2005 sebesar 69.– Des.36 Kebutuhan perawat Sore Malam 0.88 + 2.3 Maksimal 1 6.5% x 25) x 365 ( 365 – 82) x 7 = 3.04 ) 25% = 2.14 0.15 9.4 - 13 0rang =7 = 55.5.48 Jadi tenaga keperawatan yang dibutuhkan: 7.30 0.20 CONTOH . 1. Kebutuhan tenaga berdasarkan rumus Depkes 2002: Kebutuhan Tenaga Perawat Jaga Menurut Klasifikasi Pasien di Ruang rawat inap Rata2 jml jam Jumlah jam Klasifikasi pasien/hari perawatan/hari perawatan/hari Minimal 6 2 12 Sedang 9 3.15 0.5 =11. BOR Jan.cuti 12 hr.10 0.18 Jumlah jam kerja perawatan per sift Maka kebutuhan tenaga perawat Faktor koreksi : Loss Day = 52 + 12 + 18 = 72 X 7.libur nasional 18 hr.16 6.4 x 365 283 x 7 = 22228.18 = 7.08 27. libur minggu 52 hr.72 Agak berat 2 4.17 0.48 = 12.5%. Kebutuhan tenaga berdasarkan rumus Gillies: TP = jumlah jam perawatan yang dibutuhkan per tahun Jumlah jam kerja perawatan per tahun x jam kerja perawat per hari TP = (jam efektif per 24 jam) x (BOR x jumlah tempat tidur) x 365 (365 – jumlah hari libur) x jam kerja per hari TP = 3.07 0.04 365-82 283 283 Tugas non keperawatan : (7.2  11 orang 1981 Jadi kebutuhan tenaga menurut Gillies = 11orang + 1 Ka ruang = 12 orang.Waktu klasifikasi Minimal Intermediate Maksimal Pagi 0. kapasitas tempat tidur 25.5 x 17.88 + 2.

(BOR) e.14 =0.24 + 2. b. c. b.17 =1.33 orang Kepala ruang = 1 orang Jadi jumlah perawat yang dibutuhkan adalah =10+3.33 15 orang Cara Menghitung Jumlah Kebutuhan Perawat : Disesuaikan dengan kebijakan rumah sakit.3.90 2. Hari kerja efektif dikalikan jam kerja sehari merupakan jumlah jam kerja perawat dalam 1 tahun. Analisa kegiatan untuk memenuhi kebutuhan pasien.60 1.20 =0. c. 2.2 8x0.10 =0. Melakukan survey untuk tiap pasien dibangsal untuk 10 . partial atau minimal. Jumlah hari kerja efektif perawat dalam 1 tahun. d. Jumlah pasien rata-rata per hari kali rata-rata jam perawatan dalam 24 jam (jam efektif) dikalikan jumlah hari dalam 1 tahun adalah merupakan jumlah jam perawatan yang dibutuhkan selama 1 tahun. Tujuan untuk menentukan jumlah pasien yang memerlukan : perawatan maksimal / komplet perawatan partial / sebagian / sedang perawatan minimal / mandiri.97 8x0.24 3x0.08 5.27 =2.15 =1.30 =0.8 3x0. Jumlah jam kerja perawat per hari Berdasarkan Perhitungan di atas maka kebutuhan kuantitatif tenaga keperawatan dapat dihitung sbb : a.82 Sumber: Data Primer Ruang Rawat Inap Berdasarkan hasil perhitungan menurut Douglas maka: Jumlah perawat : 5.94 3x0. Cara Menentukan Ketenagaan Yang Tepat : 1. Membuat kumpulan data dari pasien yang mencakup tindakan keperawatan yang langsung dan tidak langsung dalam 24 jam. yang bertujuan untuk mengetahui macam perawatan apa yang dibutuhkan oleh pasien apakah perawatan maksimal. Jumlah jam perawatan efektif pasien tertentu selama 24 jam. Tenaga yang dibutuhkan adalah jumlah jam perawatan dalam 1 tahun dibagi jumlah jam kerja perawat dalam 1 tahun ( a : b). • berapa kali dilakukan dalam 24 jam • berapa lamanya waktu yang digunakan dalam tiap kegiatan. yaitu dengan menentukan : a.82 = 10 perawat Perawat libur/cuti = 1/3 x 10 = 3.42 11x0.15 hari tetapi tidak dilakukan dengan hari yang berurutan untuk mencegah pengulangan pada pasien yang sama. Penggunaan tempat tidur rata-rata. Kebutuhan tenaga berdasarkan rumus Douglas Penghitungan Tenaga Menurut Dauglas di Ruang Ruang Rawat Inap Klasifikasi Minimal Intermediate Maksimal Jumlah Rata-rata jumlah pasien Juli 2005 P S M 7x0.36 =1.19 6x0. .33+1= 14.94 + 1.84 6x0.07 =0.

WB. Golongkan aktivitas / kegiatan keperawatan kedalam 2 bagian : professional dan nonprofessional. sehingga dapat dicapai efisiensi dan efektifitas dalam pelayanan keperawatan dengan harapan dapat diperoleh kinerja yang optimal. Tgl.Supervsor Jml Paraf Nama Jml Min Jml Min 1 2 3 4 . 6. 4. Klasifikasi pasien & perencanaan tenaga keperawatan yang tepat adalah merupakan suatu proses pemikiran dan penentuan kebijakan dari hal-hal yang akan dilaksanakan oleh pimpinan untuk masa yang akan datang dalam rangka pemenuhan kebutuhan tenaga keperawatan yang tepat. Dalam upaya efisiensi dan efektifitas serta mempertahankan kualitas pelayanan keperawatan di rumah sakit. 1984) RSU……………………………………. Dit Jen Yanmed. Management and Leadership for Nurse Managers.tahun:………. Standar Tenaga Keperawatan di Rumah Sakit. Jones and Barlett Publisher. 5. RUANG: ………………………………. Nursing Management. Depkes. Min Pagi Inter Max Sore Inter Max Malam Inter Max Mengeth. Dengan demikian tujuan individu perawat dan tujuan organisasi dapat dicapai dengan baik.. Boston. KESIMPULAN Pengelolaan tenaga keperawatan adalah hal yang mutlak harus dilakukan oleh setiap pinpinan keperawatan untuk mendukung tercapainya hasil kerja atau kinerja yang optimal secara efisien dan efektif dalam rangka peningkatan dan mempertahankan kualitas pelayanan dan asuhan keperawatan selama 24 jam terus menerus.3. 2. Jakarta. maka semua pengelola keperawatan diharapkan mampu menyusun perencanaan tenaga keperawatan berdasarkan analisa kegiatan dan perhitungan yang cermat. PERHITUNGAN KEBUTUHAN TENAGA KEPERAWATAN (DONGLAS. INSTALASI: ……………………………. 1994 Swansburg. Daftar Pustaka Gillies. Untuk itu setiap pengelola keperawatan harus mampu memahami dan dapat menerapkan berbagai peraturan pengelolaan tenaga keperawatan dengan baik.. Setelah menghitung tenaga yang dibutuhkan maka perlu tambahan waktu untuk pengembangan. 1. 2002. A System Approach. Saunders. sehingga dapat diperoleh selain kinerja yang optimal secara efisian dan efektif juga diperoleh kepuasan kerja perawat yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan pasien/keluarga. second Edition. Depkes RI. Philadelphia. sore. cetakan 1.Bulan…………. malam ) menurut kualifikasi pasien. 1996 3. Hitung jumlah jam yang dipakai untuk tiap aktivitas dalam tiap waktu dinas ( pagi. Membuat kumpulan data dari kategori perawat yang melaksanakan kegiatan itu dengan jumlah waktunya.

36 0.10 0.+ Jumlah =……….= …… ………+………+…… = …….17 0. ………+……….07 0.30 0..27 0.+…….15 0..14 0.5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Jml..+……. Mengetahui/Menyetujui Supervisor (__________________________) …………. Ada =………-Kurang/lebih = ………. Rata2 Index Jml.=…….= …… ………+……. libur:1/3 x …… = …….. +………. Tenaga 0. +………. tgl………………… Kepala Ruang Keperawatan (____________________________) .20 …….

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful