P. 1
kode etik

kode etik

|Views: 53|Likes:
Published by PudanNainggolan

More info:

Published by: PudanNainggolan on Sep 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/16/2011

pdf

text

original

RESUME MATA KULIAH AUDITING ETIKA PROFESI AKUNTAN PUBLIK & BUKTI AUDIT KELAS AKUNTANSI

Dosen pengampu: Ibu. Niken Nindya

Nama: ANIS SULAIMAN Nim: 08102015 Kelas: Akuntansi (Eks) No. HP: 085755984163

Begitu juga profesi akuntan publik perlu menerapkan standar mutu tinggi terhadap pelaksanaan pekerjaan audit oleh anggota profesi akuntan. interpretasi aturan etika.ETIKA PROFESIONAL Etika profesional diperlukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap mutu jasa yang diserahkan oleh profesi. Ikatan akuntan indonesia beranggotakan auditor dari berbagai tipe (auditor independen dan auditor intern). dan tanya jawab. serta akuntan sektor publik. Usaha kolektif semua anggota diperlukan untuk memelihara dan meningkatkan tradisi profesi. akuntan manajemen. Prinsip kedua: Kepentingan Publik Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada . (4). karena masyarakat akan merasa terjamin untuk memperoleh jasa yang dapat diandalkan dari profesi yang bersangkutan. Etika profesional bagi praktik akuntan di indonesia disebut dengan istilah kode etik dan dikeluarkan oleh ikatan akuntan indonesia. IAI adalah satu-satunya organisasi profesi akuntan di Indonesia. Sehingga kode etik yang dikeluarkan oleh IAI tidak hanya mengatur anggotanya yang berpraktik sebagai akuntan publik. Berikut ini prinsip etika profesi akuntan indonesia yang diputuskan dalam kongres VIII IAI tahun 1998: Prinsip kesatu: Tanggung Jawab Profesi Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional. (3). Prinsip Etika memberikan rerangka dasar bagi aturan etika yang mengatur pelaksanaan pemberian jasa profesional oleh anggota. Masyarakat akan sangat menghargai profesi yang menerapkan standar mutu tinggi terhadap pelaksanaan pekerjaannya. Anggota juga harus selalu bertanggung jawab untuk bekerja sama dengan sesama anggota untuk mengembangkan profesi akuntansi. (2). memelihara kepercayaan masyarakat dan menjalankan tanggung jawab profesi dalam mengatur dirinya sendiri. namun mengatur perilaku semua anggotanya yang berpraktik dalam berbagai tipe profesi auditor dan profesi akuntan lain. Kode Etik Akuntan Indonesia kode etik IAI dibagi menjadi empat bagian berikut ini: (1). aturan etika. akuntan yang bekerja sebagai pendidik. setia anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya. prinsip etika. sebagai profesi akuntan.

pelayanan dan kepercayaan publik tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan pribadi. .publik. bahwa anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan jasa profesional dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuannya. Anggota diharapkan untuk memberikan jasa berkualitas. tetapi tidak dapat menerima kecurangan atau peniadaan prinsip. Prinsip ketiga: Integritas integritas mengharuskan seorang anggota untuk jujur dan berterus terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima jasa. demi kepentingan pengguna jasa dan konsisten dengan tanggung jawab profesi kepada publik. dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme. Kepentingan publik didefiniskan sebagai kepentingan masyarakat dan institusi yang dilayani oleh anggota secara keseluruhan. Integritas dapat menerima kesalahan ang tidak disengaja dan perbedaan pendapat yang jujur. Prinsip kelima: Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional kehati-hatian profesional mengharuskan anggota untuk memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan kompetensi dan ketekunan. Prinsip keempat: Objektivitas Objektivitas adalah suatu kualitas yang memberikan nilai atas jasa yang diberikan anggota. tidak berprasangka atau bias. Kompetensi profesional dapat dicapai melalui dua fase yang terpisah: pencapaian kompetensi profesional dan pemeliharaan kompetensi profesional. Artinya. semuanya dilakukan dengan tingkat profesionalisme yang konsisten dengan prinsip etika profesi. menghormati publik. Prinsip keenam: Kerahasiaan Kerahasiaan tidaklah semata-mata masalah pengungkapan informasi. serta menawarkan berbagai jasa. Kerahasiaan juga mengharuskan anggota untuk memperoleh informasi selama melakukan jasa profesional tidak menggunakan atau terlibat menggunakan informasi tersebut untuk keuntungan pribadi atau keuntungan pihak ketiga. tidak memihak. Kompetensi menunjukkan terdapatnya pencapaian dan pemeliharaan suatu tingkatan pemahaman dan pengetahuan yang memungkinkan seorang anggota memberikan jasa dengan kemudahan dan kecerdikan. serta bebas dari benturan kepentingan atau berada dibawah pengaruh pihak lain. jujur secara intelektual. mengenakan imbalan jasa yang pantas. Prinsip objektivitas mengharuskan anggota bersikap adil.

Standar umum. International Federation of Accounts. Prinsip kedelapan: Standar Teknis standar teknis dan standar profesional yang harus ditaati oleh anggota adalah standar yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. aturan etika tersbut adalah sebagai berikut: Independensi Anggota KAP harus selalu mempertahankan sikap mental independen dalam menjalankan profesinya sebagaimana yang diatur dalam standar profesional akuntan publik yang diterapkan oleh IAI. Kompetensi profesional Kecermatan dan keseksamaan profesional Perencanaan dan supervisi . 2. Aturan etika kompartemen akuntan publik ini berlaku efektif tanggal 5 mei 2000. Anggota KAP harus memenuhi standar berikut ini beserta interpretasi yang terkai yang dikeluarkan oleh badan pengatur standar yang diterapkan IAI: 1. dan peraturan perundang-undangan yang relevan. badan pengatur.Prinsip ketujuh: Perilaku Profesional setiap anggota harus berprilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi. Sikap independen tersebut haruslah meliputi independen dalam fakta (in fact) maupun dalam penampilan (in appearance). 3. Integritas dan Objektivitas Anggota KAP harus mempertahankan integritas dan dan objektivitas harus bebas dari benturan kepentingan (conflict of interest) dan tidak boleh membiarkan faktor salah saji material (material misstatement) yang diketahuinya atau mengalihkan (mensubordinasikan) pertimbangannya kepada pihak lain. Aturan etika kompartemen akuntan publik Aturan etika secara khusus ditujukan untuk mengatur perilaku profesional yang menjadi anggota kompartement akuntan publik.

konsulatasi manajemen. atau jasa profesional lainnya wajib memenuhi standar yang dikeluarkan oleh badan pengatur standar yang diterapkan oleh IAI. . Prinsip-prinsip akuntansi Anggota KAP tidak diperkanankan: menyatakan pendapat atau memberikan penegasan bahwa laporan keuangan lain suatu entitas disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. struktur biaya KAP dan pertimbangan profesional lainnya. Fee tidak dianggap kontinjen jika ditetapkan oleh pengadilan atau badan pengatur atau dalam hal perpajakan. dengan tidak melakukan perkataan dan perbuatan yang dapat merusak reputasi rekan seprofesi. atestasi. atau ia menyatakan bahwa ia tidak menemukan perlunya modifikasi material yang harus dilakukan terhadap laporan atau data tersebut agar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku. tanpa persetujuan dari klien. Data relevan yang memadai Kepatuhan terhadap standar Anggota KAP yang melaksanakan penugasan jasa auditing. 5. kompilasi. Fee kontinjen adalah fee yang ditetapkan untuk pelaksanaan suatu jasa profesional tanpa adanya fee yang akan diberikan. kompleksitas jasa yang diberikan. review. perpajakan. Komunikasi anarakuntan publik Anggota wajib berkomunikasi tertulis dengan akuntan publik pendahulu bila akan mengadakan perikatan (engagement) audit menggantikan akuntan publik pendahulu. Fee Profesional Besaran fee anggota dapat bervariasi tergantung resiko penugasan. apabila laporan tersebut memuat penyimpangan yang berdampak material. Informasi klien yang rahasia anggota KAP tidak diperkenankan mengungkapkan informasi klien yang rahasia.4. tingkat keahlian yang diperlukan. Tanggung jawab kepada rekan seprofesi Anggota wajib memelihara citra profesi.

. Komisi dan Fee referal Komisi adalah imbalan dalam bentuk uang atau barang atau bentuk lainnya yang diberikan kepada atau diterima dari klien/pihak lain untuk memperoleh perikatan dari klien/pihak lain Fee referal (rujukan) adalah imbalan yang diberikan/diterima kepada/dari sesama penyedia jasa profesional akuntan publik. Bentuk organisasi dan KAP Anggota hanya dapat berpraktik akuntan publik dalam bentuk organisasi yang diizinkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku dan/atau tidak menyesatkan dan merendahkan citra profesi. Perbuatan dan perkataan yang mendiskreditkan Anggota tidak diperkenankan melakukan tindakan dan atau mengucapkan perkataan yang mencemarkan profesi. melakukan promosi pemasaran dan kegiatan pemasaran lainnya sepanjang tidak merendahkan citra profesi.Perikatan atestasi Akuntan publik tidak diperkenankan mengadakan perikatan atestasi yang jenis atestasi dan periodenya sama dengan perikatan yang dilakukan oleh akuntan yang lebih dahulu ditunjuk oleh klien. Iklan promosi dan kegiatan pemasaran lainnya Anggota dalam menjalankan praktik akuntan publik diperkenankan mencari klien melalui pemasangan iklan. kecuali untuk memenuhi ketentuan perudang-undangan atau peraturan yang dibuat oleh badan yang berwenang.

Faktor ekonomi. serta informasi lain yang dikembangkan oleh atau tersedia bagi auditor yang memungkinkannya untuk menarik kesimpulan berdasarkan alasan yang kuat. 3. yang dapat digunakan oleh auditor sebagai dasar untuk menyatakan pendapatnya. Data Akuntansi Auditor menguji data akuntansi yang mendasari laporan keuangan dengan jalan 1. 5. faktur. . dan pernyataan tertulis dari pihak yang mengetahui. konfirmasi. Ukuran dan karakteristik populasi. 2. pengamatan. menganalisa dan mereview 2. Bukti audit yang mendukung laporan keuangan terdiri dari: data akuntansi dan semua informasi penguat (corroborating information) yang tersedia bagi auditor. Informasi Penguat Informasi penguat meliputi segala dokumen seperti cek. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Bukti Audit Faktor yang mempengaruhi pertimbangan auditor dalam menentukan cukup tidaknya bukti audit adalah: 1. 4. informasi yang diperoleh auditor melalui permintaan keterangan. surat kontrak. intern. notulen rapat.BUKTI AUDIT Bukti audit adalah segala informasi yang mendukung angka-angka atau informasi lain yang disajikan dalam laporan keuangan. menelusuri kembali langkah0langkah prosedur yang diikuti dalam proses akuntansi dan dalam pembuatan laporan 3. inspeksi dan pemeriksaan fisik. menghitung kembali dan melakukan rekonsiliasi jumlah-jumlah yang berhubungan dengan penerapan informasi yang sama. Kompetensi bukti audit berhubungan dengan kualitas atau keandalan data akuntansi dan Keandalan catatan akuntansi dipengaruhi secara langsung oleh efektivitas pengendalian informasi penguat. Pengendalian intern yang kuat menyebabkan keandalan catatan akuntansi dan bukti-bukti lainnya yang dibuat dalam organisasi klien. mateerialitas dan risiko.

2. Kompetensi informasi penguat dipengaruhi berbagai faktor berikut ini: relevansi sumber ketepatan waktu objektivitas cara perolehan bukti Kelayakan Bukti Audit Untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan. 10. 4. Tipe data akuntansi: pengendalian intern. Pengendalian yang dibentuk dalam setiap kegiatan perusahaan dapat digunakan untuk mengecek ketelitian dan keandalan data kuntansi. 11. Kesalahan dapat diketahui dengan adanya pengecekan silang (cross check) dan cara-cara pembuktian (proof) yang dibentuk didalamnya. Kondisi keuangan.6. 9. 3. auditor harus mengumpulkan lebih banyak bukti audit. Semakin kuat pengendalian intern semakin sedikit bukti audit yang harus dikumpulkan. Keandalan catatan akuntansi sebagai bukti audit tergantung pada pengendalian intern yang . Pertimbangan auditor tentang kelayakan bukti audit dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut ini: 1. Catatan akuntansi. Tipe Bukti Audit Tipe bukti audit dapat digolongkan berikut ini: 1. auditor pelu dasar yang layak berkaitan dengan tingkat keyakinan secara keseluruhan. Kuat lemahnya pengendalian intern merupakan faktor utama yang menentukan jumlah bukti audi yang harus dikumpulkan. Jika pengendalian intern lemah. 8. 7. pertimbangan profesional integritas manajemen kepemilikan publik versus terbatas.

seperti kebijakan akuntansi. kemungkinan pengumpulan piutang usaha yang sudah lama tidak tertagih.diterapkan dalam penyelenggaraan catatan akuntansi tersebut. dan kemungkinan adanya utang bersyarat. Tipe bukti audit ini dibuat dari kertas bertuliskan huruf dan atau angka atau simbol-simbol yang lain. Perhitungan yang dilakukan sendiri oleh auditor untuk membuktikan ketelitian perhitungan yang terdapat dalam catatan klien merupakan salah satu bukti audit yang bersifat kuantitatif. penilai (appraiser). Perbandingan dan rasio. Adalah bukti audit yang diperoleh dengan cara inspeksi atau perhitungan aktiva berwujud. geologist. 3. Bukti dokumenter yang dibuat pihak luar yang bebas dikirimkan langsung kepada auditor. Auditor harus membuat surat perjanjian kerja dengan spesialis. Ia harus memahami metodemetode dan asumsi-asumsi yang digunakan oleh spesialis tersebut dan harus melakukan pengujian terhadap akuntansi yang diserahkan oleh klien kepada spesialis tersebut. cross footing (penjulahan horisontal). Perhitungan.. 2. tetapi tidak boleh menerima begitu saja hasi-hasil penemuan spesialis tersebut. bukti dokumenter yang dibuat dan disimpan dalam organisasi klien. Bukti dokumenter. Bukti lisan. Contoh: footing (penjumlahan vertikal). Auditor mendapatkan keterangan yang meliputi masalah-masalah yang sangat luas. alasan penggunaan prinsip akunatansi yang tidak berterima umum di indonesia. lokasi catatan dan dokumen. Tipe bukti ini pada umumnya dikumpulkan oleh auditor dalam pemeriksaan terhadap sediaan dan kas. Spesialis adalah seorang atau perusahaan yang memiliki keahlian atau pengetahuan khusus dalam bidang selain akuntansi dan auditing. bukti dokumenter yang dibuat pihak luar yang bebas yang disimpan dalam arsip klien. Bukti dari spesialis. 2. insinyur sipil. Bukti audit berupa perbandingan dan rasio ini dikumpulkan oleh auditor pada awal audit untuk membantu penentuan objek audit yang memerlukan penyelidikan yang mendalam dan diperiksa kembali pada akhir audit untuk menguatkan kesimpulan-kesimpulan yang dibuat atas dasar bukti-bukti yang lain. . Coantoh : pengacaraa. Menurut sumbernya bukti dokumenter dibagi menjadi tiga golongan:1. Tipe informasi penguat: Bukti fisik.

inspeksi. 5. 2. Inspeksi merupakan pemeriksaan secara rinci terhadap dokumen atau kondisi fisik sesuatu. Prosedur yang ditempuh oleh auditor dalam konfirmasi adalah: 1. 3. Penghitungan (counting). Scanning. 2. catatan dan daftar untuk mendeteksi unsur-unsur yang tampak tidak biasa yang memerlukan penyelidikan lebih mendalam. 3. pengamatan (observation). Permintaan keterangan (enquiry). Pemeriksaan bukti pendukung (vouching). Prosedur audit ini meliputi: 1. Bukti audit yang dihasilkan dari prosedur ini adalah bukti lisan dan bukti dokumenter. . 2. Dalam melaksanakan prosedur audit ini. dilanjutkan dengan pelacakan pengolahan data tersebut dalam proses akuntansi. Prosedur ini dilakukan untuk menentukan keaslian dokumen tersebut. keuangan untuk menentukan kewajaran dan kebenarannya. Permintaan keterangan merupakan prosedur audit yang dilakukan dengan meminta keterangan secara lisan. langsung kepada auditor mengenai informasi yang ditanyakan auditor tersebut. 6. 4. pertanggung jawaban semua formulir bernomor urut cetak. inspeksi terhadap dokumen-dokumen yang mendukung suatu transaksi atau data Pembandingan dokumen tersebut dengan catatan akuntansi yang berkaitan. penghitungan fisik terhadap sumberdaya berwujud. auditor melakukan penelusuran informasi sejak mula-mula data tersebut direkam pertama kali dalam dokumen. 2. Penelusuran (tracing). Konfirmasi. Pemeriksaan dokumen pendukung (vouching) merupakan prosedur audit yang meliputi: 1. Prosedur audit antara lain: 1. Auditor meminta dari klien untuk menanyakan informasi tertentu kepada pihak luar. Scanning merupakan review secara cepat terhadap dokumen. Prosedur audit ini terutama diterapkan terhadap bukti dokumenter. 2.Prosedur Audit Prosedur audit adalah intruksi rinci untuk mengumpulkan tipe bukti audit tertentu yang harus diperoleh pada saat tertentu dalam audit. Klien meminta kepada pihak luar yang ditunjuk oleh auditor untuk memberikan jawaban Auditor menerima jawaban langsung dari pihak ketiga tersebut.

. Prosedur ini merupakan pengulangan aktivitas yang dilaksanakan oleh klien. Teknik audit berbantukan komputer (computer-assisted audit techniques). 8. Pelaksanaan ulang (reperforming). Umumnya pelaksanaan ulang diterapkan pada penghitungan dan rekonsiliasi yang telah dilakukan oleh klien. auditor perlu menggunakan computer-assisted audit techniques dalam menggunakan berbagai prosedur audit yang telah dijelaskan.7. Bilamana catatan akuntansi klien diselenggarakan dalam media elektronik.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->