Segmentasi Psikografis Untuk Pemakai Perpustakaan

Sep 11, '06 9:46 AM untuk

Pendahuluan “Marketing is 90% common sense.” Sebaik apapun produk dan layanan perpustakaan, tidak akan banyak gunanya bila tidak banyak orang yang tahu dan menggunakannya. Karena itu diperlukan sebuah proses yang bernama Pemasaran (marketing). Pemasaran adalah ilmu dan seni bagaimana mengelola suatu produk dan layanan agar bisa sampai kepada target pemakai atau konsumen yang diinginkan. Dikatakan ilmu karena pemasaran menggunakan metode sains dalam penerapannya. Hanya saja, karena kompleksitas aktifitas pemasaran, diperlukan pengalaman dan kreatifitas dalam melakukannya, itulah seni. Itu pula barangkali sebabnya, buat sebagian orang, marketing is fun. Buat mereka yang bergelut di perpustakaan khusus, tidak ada aktifitas pemasaran maka tidak ada pemakai, berarti tidak ada perpustakaan. Artinya tidak ada pekerjaan alias menganggur. Ada tiga tahap dalam memasarkan layanan perpustakaan. Pertama, merencanakan strategi pemasaran. Kedua, membuat bentuk layanan atau produk. Ketiga, implementasi rencana pemasaran. Banyak orang berpikir bahwa pemasaran adalah kegiatan promosi. Ini tidak tepat, karena promosi tidak banyak gunanya bila tidak tahu siapa target pemakainya dan pesan apa yang ingin disampaikan dari promosi tersebut. Karena itu, strategi merupakan hal yang penting dalam memasarkan layanan perpustakaan. Dalam membuat strategi pemasaran, salah satu faktor utama adalah mengetahui siapa calon pemakai perpustakaan. “Know Your Customer” tidak hanya berlaku untuk organisasi profit, tetapi juga non-profit seperti perpustakaan. Dengan mengetahui peta calon pemakai layanan perpustakaan, pustakawan bisa membuat servis atau produk yang tepat, atau memilah-milah mana pemakai yang akan diutamakan mana yang tidak. Ada tiga hal yang perlu diketahui dari calon pemakai perpustakaan. Pertama, kebutuhan informasi. Tidak hanya tahu tentang subjek apa yang diinginkan, tetapi juga waktu datang ke perpustakaan, jenis informasi apa yang harus tersedia, dan lain-lain. Kedua, Faktor apa saja yang diinginkan oleh pemakai tentang layanan perpustakaan yang ideal. Apakah keramahan, ketersediaan informasi, kecepatan respon, dan lain-lain. Ketiga, layanan dan produk perpustakaan apa saja yang diinginkan oleh calon pemakai perpustakaan. Proses memetakan pemakai perpustakaan disebut segmentasi. Segmentasi membantu pustakawan menyediakan layanan yang tepat untuk melayani beragam kebutuhan pemakai. Ada empat metode untuk melakukan segmentasi yang lazim digunakan di institusi profit: ● Segmentasi geografis. Contoh: berdasarkan daerah/region, pedesaan/perkotaan. ● Segmentasi demografis. Contoh: berdasarkan umur, pekerjaan, kewarganegaraan, agama. ● Segmentasi psikografis. Contoh: kelas sosial dan tipe personalitas. ● Segmentasi tingkah laku. Contoh: intensitas penggunaan produk, loyalitas terhadap merek. Meskipun metode segmentasi diatas biasa digunakan untuk institusi profit, institusi non-profit seperti perpustakaan pun bisa menggunakannya. Contoh: ● Segmentasi geografis. Contoh: berdasarkan lokasi, kota atau gedung yang berbeda. ● Segmentasi demografis. Contoh: berdasarkan fungsi, disiplin ilmu, bahasa. ● Segmentasi psikografis. Contoh: tingkatan manajemen. ● Segmentasi tingkah laku. Contoh: penggunaan layanan, browser yang digunakan. Dari ragam metode segmentasi diatas, segmentasi psikografis merupakan salah satu yang populer untuk pemasaran produk komersial di Indonesia. Menarik karena berusaha

psikografis relatif masih sangat jarang digunakan. 2. fungsional dan nilai lebih dari produk yang mereka beli. Thinkers Thinkers termotivasi oleh hal-hal yang ideal. dan lain-lain. Thinkers cukup respek terhadap institusi status quo. Tulisan ini mencoba mengulas lebih detail tentang segmentasi psikografis. Mereka biasanya berpendidikan baik. Meskipun mereka adalah satu angkatan dan kuliah pada jurusan yang sama (homogen). pola akfititas. Innovators merupakan konsumen yang sangat aktif. Segmentasi Psikografis Segmentasi Psikografis (selanjutnya disingkat SP) adalah metode memilah-milah suatu pasar kedalam segmen-segmen nilai dan gaya hidup (value and lifestyle) yang dianut. mereka mencari sesuatu yang tahan lama. tetapi terbuka akan ide-ide baru. Misalnya: pola konsumsi. jenis kelamin dan pekerjaan. dengan jenis bacaan yang beragam. Mahasiswa/i yang aktifis organisasi kemahasiswaan kampus. Innovators. Citra merupakan hal yang penting bagi Innovators.sric-bi. Karena mereka mempunyai sumberdaya yang lebih dari cukup. dan aktif mencari informasi untuk membantu proses pengambilankeputusan. Mereka terus melakukan update informasi mengenai kejadian didunia maupun nasional dan terus mencari peluang untuk memperluas pengetahuan mereka. SRI Consulting Business Intelligence (http://www. Dengan asumsi bahwa dalam lingkungan yang homogen sekalipun. tetapi lama kunjungan tidak lebih dari 1 jam. tiap hari akan ke perpustakaan. Mereka pemimpin perubahan. Sedangkan mahasiswa/i yang lebih berorientasi studi. Sehingga pustakawan bisa menyediakan layanan yang tepat sesuai kebutuhan pemakainya. 3.segmentasi pemakai/konsumen didasarkan pada soft data seperti nilai yang dianut dan gaya hidup. dan . Di lingkungan organisasi non-profit seperti perpustakaan di Indonesia. Thinkers orang yang konservatif. dan terbuka terhadap ide-ide dan teknologi baru. bagaimana gambaran implementasinya untuk riset pemakai perpustakaan. Kehidupan sosial mereka mencerminkan hal ini dan terstruktur antara keluarga. Contoh: satu angkatan 2006 mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Jurusan Ilmu Perpustakaan UI. Mereka orang-orang yang matang dan reflektif serta menghargai pengetahuan dan rasa tanggungjawab. tiap pagi hari akan mampir ke perpustakaan. independensi dan personalitas. yaitu: 1. konsumen yang praktis. tetapi sore hari.com/VALS) mencoba membagi konsumen berdasarkan SP ke dalam delapan kategori. bukan pada hard data seperti umur. tetapi nilai dan gaya hidup yang dianut akan mempengaruhi pola kunjungan ke perpustakaan. Achievers Termotivasi oleh keinginan akan pencapaian. Innovator adalah orang yang sukses. dengan lama kunjungan lebih dari 2 jam. pola kunjungan ke tempat ibadah. yang dibaca pertama kali adalah surat kabar bagian politik dan ekonomi. dan pola pembelanjaan mereka mencerminkan cita rasa yang tinggi atau produk dan layanan eksklusif. pola kunjungan ke perpustakaan. tempat ibadah. SP mencoba mengelompokkan dinamika preferensi dan pilihan konsumen/pemakai berbasiskan kecederungan psikologis. bukan sebagai bukti status atau kekuasaan but sebagai ekspresi cita rasa. Achievers mempunyai gaya hidup yang berorientasi tujuan dan komitmen yang mendalam untuk karir dan keluarga. tetapi kebanyakan yang terkait dengan mata kuliah yang sedang diambil. tergantung nilai dan gaya hidupnya. pola belajar. Innovators biasanya pimpinan bisnis dan pemerintahan yang sedang menanjak karirnya dan mereka mencari tantangan-tantangan baru. konsumsi dan perilaku tiap orang bisa berbeda-beda. Walaupun income mereka lebih dari cukup untuk membeli banyak hal. berwawasan luas dengan rasa percaya diri yang tinggi.

komunitas. serta kekurangan skill dan fokus yang membuat mereka sulit untuk berkembang. dan rekreasi fisik. menanam tumbuhan dan mempunyai cukup skill dan enerji untuk to membuat keinginan mereka terpenuhi. keintiman dan pencarian diri. Karena kehidupan mereka yang sibuk. Makers termotivasi oleh expresi diri. Karena mereka menghargai nilai dan fungsional dari suatu kepemilikan. Believers termotivasi oleh hal-hal yang ideal. Dengan banyak keinginan dan kebutuhan. komunitas dan negara. Strivers merupakan konsumen aktif karena aktifitas berbelanja merupakan aktifitas sosial dan kesempatan untuk menunjukkan kepada rekan mereka kemampuan mereka untuk membeli. dan organisasi sosial dan religius dimana mereka berada. Karena mereka termotivasi dengan pencapaian. Mereka menghargai konsensus. Mereka merasa nyaman jika merasa familiar dan perhatian dengan keselamatan dan keamanan. 5. dan stabilitas dibanding resiko. Mereka konservatif dan konvensional dengan keyakinan yang kongkrit berbasiskan pada hal-hal yang tradisional dan mapan seperti: keluarga. mereka membeli sesuatu yang memang dibutuhkan dan fungsional. Mereka suka produk dan layanan yang sudah mapan. Sebagai konsumen yang muda. membesarkan anak-anak. Mereka tinggal dalam konteks tradisional sebuah keluarga. Experiencers Experiencers termotivasi oleh ekspresi diri. Mereka mengikuti rutinitas yang sudah mapan dan terorganisasi disekitar rumah. dan aktifitas sosial. 8. aktifitas luar ruangan. Mereka mengekspresikan diri mereka dan menikmati kehidupan dengan membangun rumah. hiburan. Mereka memilih produk dan merek yang sudah mapan dan secara umum merupakan konsumen yang loyal. pekerjaan. Mereka sering merasa bahwa hidup berubah terlalu cepat. 6. Strivers Strivers kelompok orang yang trendi dan suka hal-hal yang menyenangkan. Energi mereka banyak dihabiskan ditempat-tempat fitnes. dan impulsif. Makers Seperti Experiencers. agama. Experiencers cepat antusias akan hal-hal baru tetap cepat pula bosan. pekerjaan. Mereka suka produkproduk yang diasosiasikan sebagai produknya orang kaya. prestise yang mencerminkan sukses mereka. keluarga. mereka impulsif sejauh kondisi keuangan mereka memungkinkan.4. Pola pembelanjaan mereka mencerminkan pada hal-hal yang terlihat bagus dan keren. antusias. sesuatu yang bisa diperhitungkan. dan secara politik respek terhadap otoritas dan status quo. Sebagai konsumen mereka bisa diprediksi. Achievers merupakan orang yang konvensional. Believers Seperti juga Thinkers. Achievers merupakan konsumen yang aktif. olahraga. mereka sangat tertarik terhadap alat-alat yang bisa membantu mereka menghemat waktu. suka akan hal baru yang diluar pakem dan beresiko. Banyak dari mereka melihat diri mereka sendiri sebagai orang yang punya pekerjaan daripada karir. Uang merupakan ukuran kunci sukses mereka. Karena mereka harus fokus pada kebutuhan daripada . Experiencers merupakan konsumen yang royal dan menghabiskan sebagian besar penghasilannya pada fashion. Survivors Survivors hidup dengan penuh keterbatasan sumberdaya. tetapi tidak suka campur tangan pemerintah terhadap hak-hak individu. Strivers perhatian dengan opini dan persetujuan dari rekan-rekannya. Makers curiga terhadap ide-ide baru. dan bersosialisasi. Makers adalah orang-orang yang praktis yang mempunyai skill konstruktif dan menghargai diri sendiri. Image merupakan hal yang penting bagi Achievers. memperbaiki mobil. serta mempunyai sedikit interes terhadap hal-hal diluar itu. Mereka mencari variasi dan kesenangan. Mereka tidak terkesan dengan kepemilikan materi jika tidak praktis dan fungsional. 7. Mereka respek terhadap otoritas pemerintah dan buruh yang terorganisasi. Sebagai konsumen.

Pemasaran tradisional memang berkisar penjualan produk fisik dan terbatas untuk institusi dalam menjual produknya.3:1 pada 1999 menjadi 17:1 pada 2002. Indeks kepuasan kustomer juga meningkat dari 3. Peminjaman buku tumbuh dari 10. Melebihi standar layanan publik Singapura yaitu 4. Pertama. NLB telah mempunyai keanggotaan perpustakaan aktif 1. dan berguna. Survivors tidak menunjukkan motivasi dasar yang kuat. Sebagai sebuah institusi publik.1 juta item pada 1994 menjadi 34.97 perkapita. Dari 0. Diputuskan pada Oktober 2004 untuk melakukan survei “Non-User Survey & Segmentation Study” sebagai alat bantu memetakan segmentasi pemakai/konsumen. Ini untuk memudahkan perpustakaan untuk mengerti kebutuhan pemakai dan bagaimana memenuhinya. Untuk menjawab ini. NLB sadar masih merasa belum memaksimalkan potensi pasar. Total kunjungan perpustakaan pada 2003 adalah 34.7 juta (9. Mereka loyal terhadap merek favorit. pemasaran lebih kepada bagaimana sebuah pesan bisa sampai kepada konsumen dan meyakinkan mereka untuk menggunakan sebuah layanan.7 juta (0. aksesibel. Diperlukan strategi pemasaran yang bisa menjawab tantangan perubahan yang terjadi di masyarakat. Tujuan marketing berikutnya adalah untuk memperluas mindshare dan timeshareuser-nya.1 kunjungan perkapita) dibandingkan 5. Survivors adalah konsumen yang berhati-hati.5 juta kunjungan pada 1994.8 juta item pada 2003 (9. agar makin kompetitif dan meningkatkan kemakmuran masyarakat. Perpustakaan Nasional Singapura (National Library Board.24 pada 2003. setiap warganegara adalah homogen dan konsumen yang setara dalam mendapatkan layanan. Pada tahun keuangan 2003. Pada tahun 2004 meningkat menjadi 0.63 pada 1999 menjadi 4. perpustakaan harus mendefinisikan segmen pemakai/konsumennya terlebih dahulu. Cara paling mudah adalah dengan melihat best practice yang telah dilakukan perpustakaan lain.5 pinjaman perkapita). Perpustakaan publik diposisikan sebagai bagian integral dari infrastruktur pembelajaran nasional. Berikut profil segmen pemakai/konsumen berdasarkan SP dari hasil survei tersebut: . Sedangkan masa sekarang.00. yang secara aktif mendukung Singapura sebagai learning nation. nyaman. terutama jika mereka bisa membeli dengan diskon. Implementasi di Perpustakaan Barangkali pertanyaan berikutnya adalah bagaimana mengimplementasikan SP pada pemakai perpustakaan. NLB mencoba menghitung market share-nya dengan membandingkan target usersdengan non-users.63 anggota perkapita). Selain itu NLB punya visi yang lebih ambisius yaitu membangun sistem perpustakaan kelas dunia yang terjangkau.keinginan. Dalam konteks layanan publik. Mindshare adalah keanggotaan aktif dan pemanfaatan perpustakaan. perpustakaan harus menyediakan “sesuatu untuk semua orang” atau bahkan “semua untuk semua orang“. selanjutnya disebut NLB) pada tahun 2004 pernah melakukan survei “Non-User Survey & Segmentation Study”. Meski telah menjadi standar de-facto dan pemimpin pasar untuk layanan perpustakaan dan membaca. Mereka mewakili perkembangan pasar terbaru untuk hampir semua produk dan layanan. Kualitas layanan juga meningkat (membandingkan compliments dengan dengan complaints). Survei didasari kebutuhan untuk memperbesar kapasitas pembelajaran negara Singapura. Timeshare adalah kemampuan NLB agar pemakainya menghabiskan waktu berharganya di perpustakaan dibandingkan dengan penggunaan waktu alternatifnya diluar seperti menonton sinema dan berbelanja.

Karakteristik Segmen Career minded Middle age. 73% menikah dan mempunyai anak. Low motivator 50% minimal berpendidikan tinggi atau politeknik. membaca hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan dan lain-lain yang bersifat rekreasi. Active Info-Seeker 56% pemakai reguler. tidak tertarik dengan pembelajaran yang tidak berhubungan dengan pekerjaan 33% Dari hasil studi SP. menghabiskan waktu senggangnya dengan melihat TV dan mendengar musik. 72% mengombinasikan kunjungan perpustakaan sekalian bertemu dengan teman. membaca yang terkait dengan pekerjaan. 78% pembaca reguler. Yaitu: Strategi Untuk Internal dan Eksternal 1. Keanggotaan Gaya Hidup Membaca Perpustakaan 79% 70% merupakan pembaca tetap. Membaca sebagai bagian dari kurikulum pendidikan Self-supplier Pembaca reguler dan aktif. mempunyai pendidikan sekunder. bersikap positif terhadap kegiatan membaca. 56% mengunjungi perpustakaan 2-3 kali/bulan. Melakukan analisis kebutuhan pelatihan. juga yang tidak terkait dengan pekerjaan dan materi-materi untuk selfimprovement. kompeten bidang TI. lebih suka membeli daripada meminjam buku. 37% pendidikan dasar. 25% berkunjung seminggu sekali. membaca yang terkait dengan pekerjaan. 77% Casual reader 64% merupakan peminjam buku perpustakaan. membaca yang berhubungan dengan pekerjaan dan yang bersifat rekreasi. 17% tidak pernah mengunjungi perpustakaan. punya keinginan yang tinggi untuk mencari informasi. 84% 88% 63% Bersikap sangat tidak positif terhadap kegiatan membaca 74% adalah non-readers. NLB kemudian mengumpulkan informasi yang relevan bagi pengembangan kompetensi staf. Pembaca reguler dan aktif. Pengembangan Staf NLB mulai dengan program pengembangan pustakawan yang memetakan proses pengembangan karir di NLB. 54% membaca 1-3 buku/bulan dan 28% membaca 3-5 buku/bulan. 78% pemakai reguler. sebagian besar jarang dan merupakan non-user perpustakaan. 33% lulusan universitas. . 53% tidak pernah mengunjungi perpustakaan. Facilitator Sebagian besar pekerja kerah biru (buruh). dan pesiunan. 54% dengan pendidikan tersier (tertiary education). NLB kemudian membuat strategi pemasaran perpustakaan. menganggap perpustakaan sebagai tempat utama bagi anak-anak. 60% wanita. 66% Punya keinginan yang tinggi untuk mencari informasi. menempatkan perpustakaan sebagai tempat ideal untuk anak-anak. juga yang tidak terkait dengan pekerjaan dan materimateri untukself-improvement. pembeli buku. 18% tidak mempunyai pendidikan formal. Narrow-focused learner Sebagian besar pelajar. menganggap perpustakaan sebagai sumber informasi utama. ibu rumah tangga.

(a) Sangat Tidak Setuju. (b) Setuju. termasuk buku dan majalah best-seller. (a) Sangat Tidak Setuju. Kolaborasi Dengan Media Media dalam perspektif NLB bukanlah “paparazzi” tetapi partner utama dalam usaha rebrandingperpustakaan. Saya mengikuti tren dan fashion terbaru. (b) Setuju. (d) Sangat Tidak Setuju 6. (b) Setuju. budaya dan sejarah. Yang juga tidak kalah penting adalah koleksi harus up-to-date. Evaluasi Tempat dan Positioning Tidak hanya mentransformasi pustakawan. Saya senang membuat sesuatu yang bisa saya gunakan tiap hari. (c) Tidak Setuju. Seperti yang dikatakan dalam alkitab. (d) Sangat Tidak Setuju 10. (a) Sangat Tidak Setuju. (a) Sangat Tidak Setuju. NLB memposisikan dirinya tidak menjadi distributor buku tetapi partner dalam perjalanan pembelajaran individu. Saya sangat tertarik hanya pada sebagian kecil hal. (d) Sangat Tidak Setuju 11. (a) Sangat Tidak Setuju. (b) Setuju. (c) Tidak Setuju. Berikut ini beberapa contoh isi pertanyaan kuesioner SP. Saya suka variasi didalam hidup saya. bisa mengubah image perpustakaan dari tempat yang dingin. mudah diakses. (d) Sangat Tidak Setuju 9. (c) Tidak Setuju. (b) Setuju. Untuk kenyamanan dan penghematan waktu misalnya. Saya suka berada dalam suatu kelompok. (a) Sangat Tidak Setuju. beragam format. Saya suka belajar tentang seni. (c) Tidak Setuju. (d) Sangat Tidak Setuju 5. Saya lebih suka membuat sesuatu daripada membelinya. (a) Sangat Tidak Setuju. (d) Sangat Tidak Setuju 2. Strategi Teknologi NLB yakin bahwa teknologi adalah alat bantu yang efektif dan efisien untuk mencapai layanan yang prima. Saya memiliki kelebihan dibanding orang lain. Dengan arsitektur baru yang mencerminkan semangat pembelajaran. tetapi juga mentransformasikan tempat perpustakaan menjadi lebih menonjol. ketersediaan tingggi. membuat perpustakaan bisa diakses setiap warganegara hingga ke ruang tidur. Saya berpakaian lebih rapi daripada sebagian besar orang. (c) Tidak Setuju. (d) Sangat Tidak Setuju 3. (c) Tidak Setuju. (d) Sangat Tidak Setuju 12. media diberi tempat khusus dan terhormat. (b) Setuju. (a) Sangat Tidak Setuju. mudah terlihat. dan mengakses katalog perpustakaan dan konten elektronik lain via internet. (c) Tidak Setuju. NLB sudah memanfaatkan teknologi untuk pengembalian koleksi terautomasi menggunakan frekuensi radio. (a) Sangat Tidak Setuju. (d) Sangat Tidak Setuju 4. (c) Tidak Setuju. (b) Setuju. (a) Sangat Tidak Setuju. keren. (c) Tidak Setuju. (c) Tidak Setuju. (a) Sangat Tidak Setuju. (d) Sangat Tidak Setuju 7. tidak atraktif dan tidak bersahabat menjadi sebagai tempat yang menyenangkan. dan layanan self-check. 1. (b) Setuju. Dengan visi baru yang ambisius. Contoh Kuesioner SP Survei SP paling sering dilakukan dengan metode kuesioner. kapanpun dan dimanapun. NLB juga menyediakan layanan perpustakaan dijital (eLibraryHub). NLB secara aktif mengajak dan berkolaborasi dengan media dalam banyak program-program besar. Saya lebih sering tertarik dengan teori. (d) Sangat Tidak Setuju 8. Saya suka orang dan benda yang luar biasa. dan terletak ditengah-tengah komunitas pemakainya.2. (b) Setuju. dunia diciptakan dalam 6 hari. bukan menjauhkan pemakai dari perpustakaan. dan trendi. Dalam setiap acara kampanye perpustakaan misalnya. (b) Setuju. . (c) Tidak Setuju. (b) Setuju.

(c) Tidak Setuju. Saya ingin memahami bagaimana bumi ini bekerja. (a) Sangat Tidak Setuju. (d) Sangat Tidak Setuju 19. (b) Setuju. (c) Tidak Setuju. (d) Sangat Tidak Setuju 14. (c) Tidak Setuju. Saya sangat tertarik bagaimana benda-benda mekanik seperti mesin. (d) Sangat Tidak Setuju 13. (c) Tidak Setuju. (b) Setuju. (d) Sangat Tidak Setuju 27. (c) Tidak Setuju. Segmentasi Psikografis adalah salah satu metode yang banyak digunakan untuk memetakan konsumen/pemakai berdasarkan nilai dan gaya hidup yang dianut. Strategi pemasaran yang baik membutuhkan gambaran yang tepat tentang profil konsumen atau pemakainya. (a) Sangat Tidak Setuju. (c) Tidak Setuju. Saya suka berpakaian model terbaru. (c) Tidak Setuju. Saya suka hidup saya hampir sama dari minggu ke minggu. Saya suka mencoba hal-hal baru. Perpustakaan Nasional Singapura (NLB) sudah terbukti mampu membuat strategi pemasaran yang lebih baik kepada pemakainya dengan menggunakan metode ini. (b) Setuju. (d) Sangat Tidak Setuju 26. (b) Setuju. Terlalu banyak seks di televisi belakangan ini. (c) Tidak Setuju. (a) Sangat Tidak Setuju. (a) Sangat Tidak Setuju. (d) Sangat Tidak Setuju 17. (b) Setuju. (c) Tidak Setuju. Saya merasa diri saya adalah seorang intelektual. (c) Tidak Setuju. (a) Sangat Tidak Setuju. (d) Sangat Tidak Setuju 18. Saya suka membuat benda-benda dari kayu.(a) Sangat Tidak Setuju. (a) Sangat Tidak Setuju. metal dan ragam material lainnya. (d) Sangat Tidak Setuju 22. (a) Sangat Tidak Setuju. (d) Sangat Tidak Setuju 20. Saya ingin dibilang fashionable. (c) Tidak Setuju. (c) Tidak Setuju. (b) Setuju. (a) Sangat Tidak Setuju. (d) Sangat Tidak Setuju 25. (b) Setuju. (d) Sangat Tidak Setuju 16. (a) Sangat Tidak Setuju. (b) Setuju. (d) Sangat Tidak Setuju Penutup Sudah saatnya perpustakaan menggunakan tehnik pemasaran modern yang terbukti sukses dan digunakan di banyak organisasi profit. Metode ini bisa digunakan untuk lingkungan institusi non-profit seperti perpustakaan. (d) Sangat Tidak Setuju 21. (b) Setuju. (b) Setuju. (c) Tidak Setuju. (c) Tidak Setuju. (d) Sangat Tidak Setuju 23. Saya suka belajar banyak hal meskipun tidak banyak gunanya buat saya. (b) Setuju. Saya suka tantangan melakukan sesuatu yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Saya suka melakukan banyak hal yang baru dan berbeda. (a) Sangat Tidak Setuju. (a) Sangat Tidak Setuju. (b) Setuju. (d) Sangat Tidak Setuju 15. (a) Sangat Tidak Setuju. (d) Sangat Tidak Setuju 30. (b) Setuju. (a) Sangat Tidak Setuju. (a) Sangat Tidak Setuju. (d) Sangat Tidak Setuju 24. (c) Tidak Setuju. (c) Tidak Setuju. (b) Setuju. (c) Tidak Setuju. (b) Setuju. (b) Setuju. (a) Sangat Tidak Setuju. (b) Setuju. (a) Sangat Tidak Setuju. Saya suka melewati setahun atau lebih di daerah pedesaan. Saya suka melihat-lihat di toko otomotif dan pertukangan. bekerja. (d) Sangat Tidak Setuju 29. (c) Tidak Setuju. Saya musti mengakui bahwa saya suka pamer. Saya musti mengakui bahwa ketertarikan sempit dan terbatas. (b) Setuju. Saya suka membuat sesuatu dengan tangan saya sendiri. . (a) Sangat Tidak Setuju. (b) Setuju. (a) Sangat Tidak Setuju. (d) Sangat Tidak Setuju 28. Saya suka memimpin orang lain. (c) Tidak Setuju.

Dengan begitu diharapkan bisa memberikan layanan yang tepat untuk pemakainya. dan membangun lingkungan pembelajaran buat masyarakat. .Mudah-mudahan metode ini juga bisa dimanfaatkan oleh banyak institusi perpustakaan di Indonesia untuk membuat strategi pemasaran yang lebih baik.

ed.multiply.rclis. Handbook of Special Librarianship and Information Work. 1997 Sumber: http://hendrowicaksono. Gaining Mindshare and Timeshare: Marketing Public Libraries.. London. URL: http://eprints. VALS: psychology of markets.com/journal/item/18 .Bibliografi SRI Consulting Business Intelligence.sricbi. N. Johnson Paul and Lena Kua.p df Scammell. URL: http://www.com/VALS/ Varaprasad. Aslib.org/archive/00004603/01/GainingMindshare&Timeshare_010905_. A.