P. 1
Berfikir Ilmiah Oleh Marjaya

Berfikir Ilmiah Oleh Marjaya

|Views: 213|Likes:
Published by sutanbatuah
Berfikir Ilmiah Oleh Marjaya
Berfikir Ilmiah Oleh Marjaya

More info:

Published by: sutanbatuah on Sep 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/03/2014

pdf

text

original

PENGANTAR BERFIKIR ILMIAH, BERFIKIR TENTANG RESEARCH, DAN LANGKAHLANGKAH RESEARCH

I. PENDAHULUAN Ilmu pengetahuan berawal dari kekaguman manusia terhadap alam yang dihadapinya, baik alam besar (macro-cosmos) maupun alam kecil (microcosmos). Sifat ingin tahu manusia telah dapat disaksikan sejak dari lahir, hasrat ingin tahu manusia terpusatkan kalau dia memperoleh pengetahuan mengenai hal yang dipertanyakan, dan pengetahuan yang diinginkan adalah pengetahuan yang benar. Pengetahuan yang benar atau kebenaran memang secara inhaerent dapat dicapai manusia, bisa melalui pendekatan non-ilmiah maupun pendekatan ilmiah. Pendekatan ilmiah menuntut dilakukannya cara-cara atau langkah-langkah tertentu dengan perurutan tertentu agar dapat dicapai pengetahuan yang benar. Namun tidak semua orang sadar ataupun tidak mengikuti pendekatan ilmiah dalam mencari kebenaran. Namun kenyataan banyak pendekatan non ilmiah yang dilakukan, sehingga kebenaran tersebut perlu lagi dibuktikan secara ilmiah. Pendekatan non ilmiah yang biasa dilakukan adalah : akal sehat, prasangka, intuisi, penemuan kebetulan, coba-coba, pendapat pakar (Orang pintar) dan pendekatan otoriter. Metodologi Ilmiah merupakan cara-cara memperoleh kebenaran atau pengetahuan dengan pendekatan ilmiah melalui penelitian ilmiah dan dibangun di atas teori tertentu. Teori itu berkembang pula melalui penelitian ilmiah, yaitu

penelitian yang sistematik dan terkontrol berdasarkan data imperis. Teori itu dapat diuji (ditest) dalam hal keajegan dan kemantapan internalnya . Artinya, jika penelitian ulang dilakukan orang lain menurut langkah-langkah yang serupa pada kondisi yang sama akan diperoleh hasil yang ajeg (consistent) yaitu hasil yang sama atau hampir sama dengan hasil terdahulu. 1

Penelitian ilmiah adalah suatu proses, yaitu suatu rangkaian langkahlangkah yang dilakukan secara terencana dan sistematis guna mendapat pemecahan masalah atau mendapatkan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tertentu. Langkah-langkah yang dilakukan itu harus serasi dan saling mendukung satu sama lain, agar penelitian yang dilakukan mempunyai bobot yang cukup memadai dan memberikan kesimpulan-kesimpulan yang tidak meragukan.

2

II.

PENGANTAR BERFIKIR ILMIAH Pendekatan berpikir ilmiah dapat diidentifikasi dari karakteristik berpikir

yang terbangun dari: 1. BERPIKIR SEHAT (COMMON SENSE) Berpikir bebas dari pengaruh atau dominasi atau okupasi dari kepercayaan, dogma, indoktrinasi, ideologi, fixasi masa lalu, dan seterusnya. Kepercayaan, dogma, indoktrinasi, ideologi, fixasi masa lalu, dan seterusnya, bukan bahan yang dapat digunakan untuk proses berpikir ilmiah karena akan menyembunyikan fenomena saat ini. Berpikir sehat merupakan wujud dari konsistensi dengan asumsi-asumsi ilmiah.

2. BERPIKIR RASIONAL/ BERPIKIR SEIMBANG Membuat pernyataan sebagai hasil dari pertimbangan yang terukur dengan setimbang Misalnya antara sebab dan akibat, pernyataan dan bukti, aksi dan reaksi, stimulus dan respons, dan seterusnya . Contoh: • • Keluhan layanan rawat jalan rumah sakit yang kurang tanggap. Sudahkah kita menghitung jumlah kunjungan pasien dan tenaga kesehatan yang melayani? Keterlambatan turunnya dana program kesehatan. Sudahkah kita

mengidentifikasi sistem yang beroperasi? 3. BERPIKIR LOGIS Proses berpikir inferensial dari kondisi-kondisi asosiasi obyektif umumnya dikenal sebagai proses deduksi dan induksi. Disini mengandung arti inferensi dari suatu fenomena menuju ke teori, hukum, maupun formula. Contoh: • • Setiap orang sakit membutuhkan perawatan. Proses perawatan yang benar mempercepat kesembuhan (deduksi) Umumnya atau banyak kejadian proses perawatan yang benar dilakukan oleh perawat yang sabar. Kesabaran merupakan faktor penting dalam

penyembuhan pasien dalam proses perawatan (induksi) 3

4. BERPIKIR SISTEMATIS Proses berpikir runtut, konsisten, dan teratur. Proses berpikir yang dapat menunjukkan alur benang merah dari kumpulan gejala, menuju ke fenomena dan menjadi rumusan masalah serta pertanyaan penelitian dan hipotesisnya. Contoh: • Gejala: Ada keluhan pasien karena perawat kurang responsif, ada keluhan waktu tunggu layanan yang panjang, ada keluhan ruang tunggu yang sesak. Ada masalah apakah? • Rumusan Masalah: Jumlah Perawat yang kurang? Karakter Perawat? Alat dan fasilitas tidak berjalan baik? Prosedur membingungkan? Jadi masalahnya ada dimana? • • Fenomena: masalahnya apa, dimana? Perawat? Manajemen? Alat dan fasilitas? Pertanyaan Penelitiannya: faktor-faktor berkaitan di mana? Manajemen, Perawat, Alat dan fasilitas? Misal di manajemen, pertanyaan penelitiannya: Apakah kepemimpinan berpengaruh pada mutu layanan pasien?

5.

DASAR BERPIKIR ILMIAH MERUPAKAN LANGKAH MENUJU PENDEKATAN ILMIAH Pendekatan ilmiah adalah kemampuan untuk melihat dan memahami

fenomena. Fenomena merupakan kejadian di dunia nyata, bukan supra natural, metafisika dst. Kemudian benang merah dari kumpulan gejala. Problematik: Dari contoh berpikir sistematis di atas dapat dipilih fenomena apa, manajemenkah, alat dan fasilitaskah, atau perawatkah. Problematikanya ada dimana sehingga layak untuk diajukan dalam sebuah pertanyaan penelitian.

A. APAKAH KARAKTER PENDEKATAN ILMIAH? • Mendeskripsikan fenomena dengan tepat • Logis deduksi dan induksi • Terbuka untuk verifikasi • Bisa diubah 4

• Deterministik • Parsimoni (pernyatan paling sederhana tetapi menjelaskan penuh arti) • Sistematika metodologi • Generalisasi • Konsistensi • Bebas dari penjelasan metafisika • Bukan oleh karena pokok materinya (misal materi Astrologi, bukan ilmiah) • Kearah deskripsi, penemuan, formulasi teori dan hukum-hukum. B. TIGA PENDEKATAN ‘ILMIAH’ YANG PERNAH DIKENAL ADALAH 1. Authoritarian 2. Mistik 3. Rasional

C. TUJUAN ILMU PENGETAHUAN Menghasilkan akumulasi batang tubuh pengetahuan yang „reliable‟ dengan demikian bisa 1) menjelaskan, 2) memprediksi, dan 3) memahami fenomena alam. 1) Penjelasan Ilmiah: Induksi dan Deduksi Induksi: Menyimpulkan atau menjelaskan pengamatan pada gejala-gejala spesifik menjadi teori umum dari gejala tersebut. (Para peneliti melakukan ini melalui pernyataan probabilitas, seperti berikut ini - saya 95% yakin bahwa kesimpulan pengamatan pada gejala-gejala yang saya amati benar). Deduksi: Menggunakan teori umum untuk menjawab gejala dalam kehidupan nyata. (Keterlambatan pelayanan pasien di pelayanan rawat jalan dapat dijelaskan dari teori antrian (queuing theory). 2) Prediksi X menyebabkan Y, X ada maka prediksi bahwa Y ada bisa dibuat. Keramahan perawat akan mempercepat kesembuhan pasien. 3) Citarasa Pemahaman 5

• Ilmu Pengetahuan sosial bersifat humanisme • Tradisi Verstehen (emphaty) vs Ilmu Pengetahuan Alam Kasus-kasus di lingkup kehidupan sosio-psikologis manusia sangat sukar didekati dengan logika deduksi-induksi dan verifikasi, karena terbentur pada tertutupnya data yang dikumpulkan dari pengakuan responden, kecuali dengan melakukan pengamatan yang cukup lama dari kehidupan subyek penelitian dan ikut merasakan perasaan hatinya (emphaty). Misal: Kasus perkosaan wanita, kasus kepatuhan dokter menulis resep obat formularium rumah sakit, kasus korupsi di dapur rumahsakit, kasus keterlambatan mengirim ibu hamil untuk melahirkan, kasus keterlambatan pertolongan bidan di desa menolong persalinan, dan seterusnya.

6

III. BERFIKIR TENTANG RESEARCH. A. Pengertian Research 1. Tinjauan secara Etimologis Secara etimologis, istilah research berasal dari dua kata, yaitu re dan search. Re berarti kembali atau berulang-ulang dan search berarti mencari, menjelajahi, atau menemukan makna. Dengan demikian penelitian atau research berarti mencari, menjelajahi atau menemukan makna kembali secara berulang-ulang (Sudarwan Danim dan Darwis, 2003 : 29). 2. Menurut Ary, Jacobs, dan Razafieh (1992 : 44)

masalah. tis dan objektif untuk mencari pengetahuan yang dapat dipercaya. 3. Menurut Ostle (Moh. Nazir, 1997 : 15)

penelitian ilmiah (scientific research). ditemukan 2 unsur penting, yaitu unsur observasi (empiris) dan nalar (rasional). Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa penelitian ilmiah merupakan suatu proses yang dilakukan secara sistematis dan objektif yang melibatkan unsur penalaran dan observasi untuk menemukan, memferivikasi, dan memperkuat teori serta untuk memecahkan masalah yang muncul dalam kehidupan. B. Tujuan Research Ada tujuan tertentu yang akan dicapai melalui penelitian. Berdasarkan kesimpulan tentang pengertian penelitian sebagaimana dikemukakan di atas dapat diidentifikasi tujuan penelitian, yaitu sebagai berikut. 1. Untuk memperoleh data empiris yang dapat digunakan dalam merumuskan, memperluas, dan memverifikasi teori. Tujuan penelitian seperti ini dimiliki oleh ilmu-ilmu murni (pure science) 7

2. Untuk memecahkan persoalan yang ada dalam kehidupan. Tujuan penelitian semacam ini terdapat pada ilmu-ilmu terapan (applied sciences)

C. Ragam Research Penelitian dapat diklasifikasikan menjadi bermacam-macam. Klasifikasi tersebut dapat dilakukan berdasarkan beberapa tinjauan yaitu : bidang ilmu, pendekatan, tempat pelaksanaan, pemakaian, tujuan umum, taraf, metoda, dan ada tidaknya intervensi terhadap variabel.

1. Klasifikasi Penelitian berdasarkan Bidang Ilmu Ada bermacam-macam bidang ilmu dan jika penelitian dilakukan untuk bidang ilmu tertentu maka ragam penelitian yang dilakukan disebut sesuai dengan bidang ilmu tersebut. Dengan demikian ditinjau berdasarkan bidang-bidang ilmu yang ada penelitian dapat dibedakan menjadi : a. penelitian pendidikan, b. penelitian kedokteran, c. penelitian keperawatan, d. penelitian kebidanan, e. penelitian ekonomi, f. penelitian pertanian, g. penelitian biologi, h. penelitian sejarah, dst. 2. Klasifikasi Penelitian Berdasarkan Pendekatan yang Dipakai Berdasarkan pendekatan yang dipakai, penelitian dapat dibedakan menjadi penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Masing-masing pendekatan tersebut memiliki paradigma, asumsi, karakteristik sendiri-sendiri. Kedua pendekatan penelitian tersebut dapat dilakukan dengan cara simultan dan saling mengisi sesuai dengan kebutuhan, sehingga dapat diwujudkan proses penelitian yang komprehensif. 3. Klasifikasi Penelitian Berdasarkan Tempat Pelaksanaannya : Penelitian dapat dilakukan diberbagai tempat, yaitu diperpustakaan, lapangan, laboratorium atau gabungan dari tempat-tempat tersebut. Atas dasar tinjauan tersebut penelitian dibedakan menjadi : a. penelitian perpustakaan (library research), b.penelitian laborartorium (laboratory research), dan c. penelitian lapangan (field research)

8

4. Klasfikasi Penelitian Ditinjau berdasarkan Pemakaiannya Hasil penelitian dapat dipakai untuk mengembangkan dan memverifikasi terori serta memecahkan masalah. Atas dasar tinjauan ini penelitian dapat dibedakan menjadi : a. Penelitian penelitian murni (pure research atau basic research) Penelitian murni atau penelitian dasar merupakan penelitian yang dilakukan dengan maksud hasil penelitian tersebut dipakai untuk mengembangkan dan memverifikasi teori-teori ilmiah. b. Penelitian terapan (applied research). Penelitian terapan adalah ragam penelitian dimana hasilnya diterapkan berkenaan dengan upaya pemecahan masalah .

5. Klasifikasi Penelitian Berdasarkan Tujuan Umumnya Berdasarkan tujuan umumnya, penelitian dibedakan menjadi : penelitian eksploratif, penelitian pengembangan, dan penelitian verifikatif. a. Penelitian eksploratif, adalah penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk mengekplorasi fenomena yang menjadi sasaran penelitian. b. Penelitian pengembangan (developmental research), adalah penelitian yang dilakukan untuk mengembangan suatu konsep atau prosedur tertentu. c. Penelitian verifikatif, merupakan penelitian yang dilakukan dengan tujuan membuktikan kebenaran suatu teori pada waktu dan tempat tertentu.

6. Klasifikasi Penelitian Berdasarkan Tarafnya Penelitian ditinjau berdasarkan tarafnya dibedakan menjadi dua, yaitu penelitian deskriptif dan penelitian analitik. Penelitian deskriptif merupakan penelitian pada taraf mendiskripsikan variable yang diteliti tanpa dilakukan analisis dalam keterkaitannya dengan variable lainnya. Sedangkan jika penelitian dilakukan bukan sekadar mendiskripsikan variable penelitian tetapi dilakukan analisis dalam hubungannya dengan variable-variabel lainnya disebut penelitian analitik.

9

7. Klasifikasi Penelitian Berdasarkan Metode Berdasarkan metode yang dipakai, penelitian dibedakan menjadi penelitian longitudinal dan penelitian cross-sectional. Penelitian longitudinal (longitudinal research) adalah penelitian yang dilakukan dengan metode longitudinal (longituninal method), yaitu metode penelitian yang membutuhkan waktu yang lama, berbulan-bulan bahkan bertahun, secara berkesinambungan. Sedangkan penelitian cross-sectional (cross-sectional research) merupakan penelitian yang dilakukan dengan metode cross-sectional (cross-sectional method), yaitu metode penelitian yang dilakukan dengan mengambil waktu tertentu yang relative pendek dan tempat tertentu. 8. Klasifikasi Penelitian Berdasarkan Intervensi terhadap Variabel Penelitian dapat dilakukan di mana peneliti melakukan intervensi atau perlakuan terhadap variable tertentu. Jika tindakan tersebut dilakukan maka penelitian semacam itu tergolong penelitian eksperimen. Sebaliknya jika tidak dilakukan intervensi terhadap variabel maka penelitian tersebut tergolong penelitian eksperimen.

D. Unsur-unsur Penelitian Penelitian merupakan sistem berpikir dan bertindak, artinya ada berbagai faktor dan tindakan yang harus dipikirkan dan dilakukan sehingga tujuan bisa tercapai. Sebagai suatu sistem, penelitian terdiri dari berbagai unsur yang saling berhubungan secara fungsional. Sebagai suatu sistem, penelitian memiliki unsurunsur sebagai berikut : 1. Permasalahan 2. Teori dan konsep-konsep ilmiah 3. Variabel 4. Hipotesis (fakultatif) 5. Populasi, sampel, dan teknik sampling 6. Data 7. Instrumen pengumpul data 8. Teknik analisis data 10

E. PROSES RESEARCH Kegiatan Validasi Logika dan Verifikasi Empiris diterjemahkan menjadi PROSES RISET yang meliputi tujuh prinsip tahapan seperti di bawah ini: Tujuh tahapan proses validasi logika dan verifikasi empiris ini bisa saja tidak dikerjakan utuh dalam tujuh tahapan, namun mengandung konsekuensi yaitu bahwa proses validasi logika dan verifikasi empiris akan juga berkurang kekuatannya kecuali dengan upaya-upaya penguatan lain yang setara.

F. DASAR-DASAR KONSEP RESEARCH Ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang bisa dibuktikan oleh alasan dan pengalaman. Alasan Pengalaman  : Konsep - Teori : Observasi – Empiris

KONSEP:

Berpikir – berbahasa – berkomunikasi simbul-simbul dan aturan-aturan. Perhatikanlah petikan dari puisi ini: Aku adalah binatang jalang, Dari kumpulan yang terbuang, Biar peluru menembus kulitku, Aku terus menerjang, Aku ingin hidup seribu tahun lagi. (diambil dari Chairil Anwar).        PROBLEM HIPOTESIS RANCANGAN RISET PENGUMPULAN DATA PENGUKURAN ANALISIS DATA GENERALISASI TEORI

11

Binatang jalang, aku ingin hidup seribu tahun lagi adalah simbol – simbol. Namun simbol-simbol disini tidak pernah dapat menjadi konsep karena tidak dapat untuk dilakukan riset empiris (observasi di dunia nyata). Sekarang perhatikanlah ini: Manusia sehat manusia berguna. Akses layanan kesehatan menentukan kepuasan. Sehat, akses adalah simbol-simbol. Simbol-simbol sehat dan akses dapat dilakukan riset empiris (observasi di dunia nyata). Simbol-simbol seperti ini dalam bahasa riset disebut konsep untuk menggambarkan dunia empiris. Contoh: Akses pelayanan kesehatan untuk menggambarkan kejadian nyata: mudah dimulai pelayanan, pelayanan berkelanjutan tanpa putus dst. Sehat untuk menggambarkan kejadian nyata: enak makan, enak tidur, badan segar, buang air besar dan kecil lancar, dst. Fungsi Konsep: 1. Dasar komunikasi dan berpikir (marilah kita diskusi tentang sehat) 2. Cara melihat fenomena (cara melihat hubungan dari aspek-aspek realitas kepadatan lalu lintas berhubungan dengan kesehatan anak jalanan) 3. Cara untuk klasifikasi dan generalisasi (tinggal di pedesaan lebih sehat dari tinggal di perkotaan) 4. Menjadi pembangun teori-teori, penjelasan dan prediksi (bebas polusi adalah lingkungan sehat). Konsep ilmiah perlu didefinisikan maka dikenal: 1. Definisi Konseptual Sejumlah konsep digunakan untuk mendefinisikan konsep lain. Contoh: Derajad kesehatan penduduk adalah fungsi dari derajad mutu biologis, derajad mutu pelayanan kesehatan, derajad mutu kesehatan lingkungan, dan derajad mutu perilaku sehat.

2. Definisi Operasional 12

Adalah suatu kumpulan (set) dari prosedur yang menggambarkan kegiatan yang harus dilakukan oleh seseorang supaya keberadaan konsep bisa ditegakkan secara empiris. apa yang harus dikerjakan apa yang harus diobservasi struktur definisi operasional adalah langsung G. JENIS PENELITIAN Jenis-jenis penelitian sangat beragam macamnya, disesuaikan dengan cara pandang dan dasar keilmuan yang dimiliki oleh para pakar dalam memberikan klasifikasi akan jenis penelitian yang diungkapkan. Namun demikian, jenis penelitian secara umum dapat digolongkan sebagaimana yang akan dipaparkan berikut ini. A. Jenis Penelitian Menurut Pendekatan Analitik Dilihat dari pendekatan analisisnya, penelitian dibagi menjadi dua macam, yaitu: penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. 1.. Jenis penelitian kuantitatif Penelitian dengan pendekatan kuantitatif menekankan analisisnya pada data-data numerikal (angka-angka) yang diolah dengan metoda statistik. Pada dasarnya pendekatan kuantitatif dilakukan pada jenis penelitian inferensial dan menyandarkan kesimpulan hasil penelitian pada suatu probabilitas kesalahan penolakan hipotesis nihil. Dengan metoda kuantitatif akan diperoleh signifikansi perbedaan kelompok atau signifikansi hubungan antar variabel yang diteliti. Pada umumnya, penelitian kuantitaif merupakan penelitian dengan jumlah sampel besar. Bila disederhanakan penelitian berdasarkan pendekatan kuantitatif secara mendalam dibagi menjadi: penelitian deskriptif dan penelitian inferensial.

a. Penelitian deskriptif Penelitian deskriptif melakukan analisis hanya sampai taraf deskripsi, yaitu menganalisis dan menyajikan data secara sistematik, sehingga dapat lebih mudah untuk difahami dan disimpulkan. Penelitian deskriptif bertujuan 13

menggambarkan secara sistematik dan akurat fakta dan karakteristik mengenai populasi atau mengenai bidang tertentu. Analisis yang sering digunakan adalah: analisis persentase dan analisis kecenderungan. Analisis data hanya mencari ukuran pemusatan dan penyebaran data dan siring disertai berbagai bentuk grafik. Kesimpulan yang dihasilkan tidak bersifat umum. Jenis penelitian deskriptif yang cukup dikenal adalah penelitian survei. Contoh:   Memusatkan pemecahan masalah yang ada pada masa sekarang atau masalah/ kejadian yang aktuil dan berarti Mendeskripsikan kejadian atau situasi secara tepat

b. Penelitian inferensial Penelitian inferensial melakukan analisis hubungan antar variabel dengan pengujian hipotesis. Dengan demikian, kesimpulan penelitian jauh melebihi sajian data kuantitatif saja, dan kesimpulannya adakalanya bersifat umum. penelitian ini digunakan kaedah teori peluang dan teori sebaran menganalisis data dan mengambil kesimpulan Pada dalam

2. Jenis penelitian menurut pendekatan kualitatif Penelitian dengan pendekatan kualitatif pada umumnya menekankan analisis proses dari proses berfikir secara deduktif dan induktif yang berkaitan dengan dinamika hubungan antar fenomena yang diamati, dan senantiasa menggunakan logika ilmiah. Penelitian kualitatif tidak berarti tanpa menggunakan dukungan dari data kuantitatif, akan tetapi lebih ditekankan pada kedalaman berfikir formal dari peneliti dalam menjawab permasalahan yang dihadapi. Penelitian kualitatif bertujuan untuk mengembangkan konsep sensitivitas pada masalah yang dihadapi, menerangkan realitas yang berkaitan dengan penelusuran teori dari bawah (grounded theory), dan mengembangkan pemahaman akan satu atau lebih dari fenomena yang dihadapi.

14

B. Jenis Penelitian Menurut Tujuan Jenis penelitian menurut tujuan terdiri dari: 1 Penelitian Eksploratif Jenis penelitian eksploratif, adalah jenis penelitian yang bertujuan untuk menemukan atau memperkenalkan sesuatu yang baru. Sesuatu yang baru itu dapat saja berupa pengelompokkan suatu gejala, fakta, dan penyakit tertentu. Penelitian ini relatif banyak memakan waktu dan biaya. Contoh: 1. Penelitian eksploratif menemukan sesuatu apa adanya secara jelas dan tuntas. 2. Penelitian ini terbatas sampelnya 3. Instrument yang dipakai mampu mengungkapkan sebanyak mungkin informasi yang dibutuhkan sesuai dengan tujuan penelitian 4. Sumber informasi yaitu: primer dan sekunder

2 Penelitian Pengembangan Jenis penelitian pengembangan bertujuan untuk mengembangkan aspek ilmu pengetahuan. Misalnya: penelitian yang meneliti tentang pemanfaatan terapi gen untuk penyakit-penyakit menurun.

3 Penelitian Verifikatif Jenis penelitian ini bertujuan untuk menguji kebenaran suatu fenomena. Misalnya saja, masyarakat mempercayai bahwa buah bengkudu mampu menyembuhkan luka. Fenomena ini harus dibuktikan secara klinik dan farmakologik, apakah memang benar buah bengkudu tersebut mengandung zat kimia yang dapat menyembuhkan luka.

4.Penelitian Eksperimental Adalah suatu penelitian untuk menguji populasi hipotetik, yaitu suatu populasi yang dibayangkan akan ada oleh si peneliti, suatu penelitian eksperimental selalu dilakukan dalam kondisi dimana variabelnya dapat dikontrol 15

atau diidentifikasi secara jelas. Pengontrolan variabel artinya, satu atau beberapa variabel bebas atau tetap ditentukan dengan jelas, demikian juga satu atau beberapa variabel tak bebas atau tergantuing dapat didefinisikan secara jelas.

Berdasarkan Teknik atau Cara melakulkan Penelitian. : 1. Survey Research (Penelitian Survei) :

Pada penelitian tidak melakukan perubahan (tidak ada perlakuan khusus) terhadap variabel yang diteliti. Pendifinisian operasional variabel sangat diperlukan, yaitu mana Variabel bebas, variabel tergantung, variabel control, ataupun variabel pengganggu bila ada 2. Experimen Research (Penelitian Percobaan) : Pada penelitian ini dilakukan perubahan (ada perlakuan khusus) terhadap variabel yang diteliti Pendifinisian operasional variabel dikomdisikan sedemikian rupa, penentuan variabel cucup ketat. Variabel bebas dibuat dan dikondisikan

sedemikian rupa oleh peneliti, variabel control dikondisikan persis sama antara perlakuan dan kontrol, variabel tergantung diukur dengan alat yang tepat, variabel pengganggu diusahakan tidak ada. Kalau ada variable pengganggu, maka harus dilakuklan pembelokan. 4.Studi Kasus (Case Study). Pada penelitian ini dilakukan secara mendalam tentang suatu aspek pada indipidu atau kelompol indipidu. Hasil penelitian ini ada kemungkinan untuk merumuskan generalisasi bila popolasinya sangat homogen. Generalisasi

disangsikan kebenarannya bagi populasi yang luas, walaupun culup homogen Penelitian dibatasi sebagai suatu pengamatan khusus yang dibuat untuk menegasi atau membuktikan keadaan dari sesuatu yang meragukan, dibawah kondisi-kondisi khusus yang ditentukan oleh peneliti. Jadi merupakan suatu tindakan atau kegiatan yang diselenggarakan dengan seksama dalam rangka

16

menemukan

beberapa

pengaruh yang tak diketahui, atau menguji suatu

kebenaran yang diketahui atau membayangkan suatu kebenaran yang dipikirkan. Mencoba atau Mengadakan Percobaan/Penelitian adalah satu cara dalam mendapatkan keterangan (data) yang diperlukan seseorang untuk mempemroleh pengetahuan baru. Oleh karena itu suatu percobaan tidak

diperlukan bilamana sesuatu yang hendak diketahui itu, sebelumnya sudah cukup diketahui, kecuali ingn membuktikan pada kondisi yang berbeda, Rancangan Percobaan/Penelitian Merancang : dapat diartikan sebagai merencanakan, memikirkan atau menimbang-nimbang apa yang hendak diperbuat, yang segala sesuatunya diatur terlebih dahulu. Rancangan adalah apa yang sudah dirancangkan dipersiapkan,

direncanakan atau diprogramkan. Rancangan Percobaan/Penelitian : dapat diartikan sebagai rangkaian kegiatan berupa pemikiran dan tindakan yang dipersiapkan secara kritis dan seksama mengenai berbagai aspek yang dipertimbangkan dan sedapat mungkin diupayakan kelak dapat diselenggarakan dalam suatu percobaan dalam rangka menemukan sesuatu pengetahuan baru. Semua pemikiran, perkiraan, pedoman dan rencana itu dituangkan dalam suatu Rancangan Percobaan, yang seharusnya dibuat sebelum percobaan dilakukan. Rancangan Percobaan/Penelitian yang baik adalah yang efektif, terkelola dan efesien serta dapat dipantau, dikendalikan dan dievaluasi. Pengertian efektif adalah berkaitan dengan kemampuan mencapai tujuan, sasaran dan kegunaan yang direncanakan atau digariskan. Terkelola adalah berkenaan dengan

kenyataan adanya berbagai keterbatasan atau kendala yang terdapat dalam pelaksanaan percobaan maupun dalam menganalisis data. Sedangkan efesien adalah bersangkut-paut dengan pengrasionalan dalam penggunaan sumber daya, dana dan waktu dalam memperoleh keterangan dari percobaan. 17

IV. LANGKAH-LANGKAH RESEARCH Menurut Nachmias: (Metodologi Penelitian: Prof. Dr. A Muri Yusuf. Hal:43) Langkah-langkah penelitian yaitu: 1. Mendefinisikan dan merumuskan masalah 2. Memformulasikan hipotesis 3. Rancangan Penelitian 4. Pengukuran 5. Mengumpulkan data 6. Analisis data 7. Membuat generalisasi dan kesimpulan 8. Membuat laporan / tulisan

Sedangkan menurut Tuckman: (Metodologi Penelitian: Prof. Dr. A Muri Yusuf. Hal:44) Langkah-langkah penelitian yaitu: 1. Identifikasi masalah 2. Penyusunan Hipotesa 3. Penyusunan definisi operasional 4. Penentuan variable kontrol dan yang dimanipulasi 5. Penyusunan rancangan penelitian 6. Identifikasi dan penyusunan alat untuk observasi dan pengukuran 7. Penyusunan kuisoner dan rancangan interview 8. Menentukan teknik analisis ststistik yang dipakai 9. Penggunaan computer untuk data analisis 10. Membuat laporan / tulisan

18

V. KESIMPULAN

Metodologi Ilmiah merupakan cara-cara memperoleh kebenaran atau pengetahuan dengan pendekatan ilmiah melalui penelitian ilmiah dan dibangun di atas teori tertentu. Teori itu berkembang pula melalui penelitian ilmiah, yaitu

penelitian yang sistematik dan terkontrol berdasarkan data imperis. Teori itu dapat diuji (ditest) dalam hal keajegan dan kemantapan internalnya . Artinya, jika penelitian ulang dilakukan orang lain menurut langkah-langkah yang serupa pada kondisi yang sama akan diperoleh hasil yang ajeg (consistent) yaitu hasil yang sama atau hampir sama dengan hasil terdahulu. Penelitian ilmiah adalah suatu proses, yaitu suatu rangkaian langkahlangkah yang dilakukan secara terencana dan sistematis guna memdapat pemecahan masalah atau mendapatkan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tertentu. Langkah-langkah yang dilakukan itu harus serasi dan saling mendukung satu sama lain, agar penelitian yang dilakukan mempunyai bobot yang cukup memadai dan memberikan kesimpula-kesimpulan yang didak meragukan. Adapun langkah-langkah tersebut pada umumnya adalah sebagai berikut : a. Identifikasi, pemilihan dan perumusan masalah b. Penelaahan kepustakaan dan penyusunan kerangka konsep c. Penyusunan hipotesis d. Identifikasi, klasifikasi dan pemberian definisi operasional variablevariabel. e. Pemilihan atau pengembangan alat pengambilan data f. Penyusunan rancangan penelitian g. Penentuan sampel h. Pengumpulan data i. Pengolahan dan analisis data j. Interprestasi hasil analisis k. Penyusunan laporan. 19

3 faktor yang perlu dimiliki oleh seorang ilmuwan, yaitu: 1. Ontologi – Apanya 2. Epistimologo – Bagaimananya 3. Axiologi – untuk Apanya Untuk mencapai ketiga hal tersebut di atas diperlukan:
        

Tujuan Asumsi Masalah yang penting Bagaimana cara menyelesaikan masalah Interpretasi dasara konsep Pandangan umum Informasi/Data Obyektif Implikasi yang harus dikembangkan untuk

Oleh karenannya diperlukan Standar mencapainya yaitu: 1. Jelas 2. Cermat 3. Teliti 4. Relevasi – hubungan 5. Dalam 6. Luas

7. Holistik (ekonomi, culture, lingkungan)

20

Di samping itu pula, seorang ilmuwan harus mempunyai kemampuan: 1. Menganalisa 2. Mengidentifikasi 3. Mengevaluasi Seorang ilmuwan juga harus memiliki Keterampilan berpikir: 1. Kreatif 2. Inovatif 3. Kritis 4. Hipotesis 5. Assosiatif 6. Prediktif 7. Eksploratif 8. Memahami/Meritensi 9. Relatif 10. Divergen/Konvergen Sifat-sifat yang harus dimiliki oleh seorang ilmuwan 1. Independent 2. Empati 3. Rendah Hati 4. Integritas Terhadap prinsip 5. Daya tahan 6. Mengandalkan nalar, intuisi, dan rasa 7. Ingin tahu 8. Warga yang manfaat di sunia/akhrat (visioner) 9. Tanggung jawab 10. Berani karena benar

21

Daftar Pustaka
Ary, Jacobs, dan Razavieh. (2000) Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. (Alih Bahasa : Arief Furchan). Surabaya : Usaha Nasional. Johnson, R. Burke. (2005) “Educatioal Research : Quantitative and Qualitative” Internet : www.south.edu/coe/bset/johnson. Loraine Blaxter, dkk, 1996, How to Research, Buckingham: Open University Press. Sarwono, Jonathan. (2006). “Metodologi Penelitian”. www.psend.users. com/ jsarwono. Trochim, William, M.K. (2005) “Research Methods Knowledge Base.” Tersedia pada: http:// www.socialresearchmethods.net.

22

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->