Pengertian Larutan Larutan merupakan fase yang setiap hari ada disekitar kita.

Suatu sistem homogen yang mengandung dua atau lebih zat yang masing-masing komponennya tidak bisa dibedakan secara fisik disebut larutan, sedangkan suatu sistem yang heterogen disebut campuran. Biasanya istilah larutan dianggap sebagai cairan yang mengandung zat terlarut, misalnya padatan atau gas dengan kata lain larutan tidak hanya terbatas pada cairan saja. Komponen dari larutan terdiri dari dua jenis, pelarut dan zat terlarut, yang dapat dipertukarkan tergantung jumlahnya. Pelarut merupakan komponen yang utama yang terdapat dalam jumlah yang banyak, sedangkan komponen minornya merupakan zat terlarut. Larutan terbentuk melalui pencampuran dua atau lebih zat murni yang molekulnya berinteraksi langsung dalam keadaan tercampur. Semua gas bersifat dapat bercampur dengan sesamanya, karena itu campuran gas adalah larutan. Proses pelarutan dapat diilustrasikan seperti Gambar di atas. Jenis-jenis larutan
       

Gas dalam gas – seluruh campuran gas Gas dalam cairan – oksigen dalam air Cairan dalam cairan – alkohol dalam air Padatan dalam cairan – gula dalam air Gas dalam padatan – hidrogen dalam paladium Cairan dalam padatan – Hg dalam perak Padatan dalam padatan – alloys
Definisi larutan. Larutan adalah campuran yang homogen. Larutan merpakan bercampurnya dua macam zat (pelarut dan terlarut). Dalam hal ini penyebaran molekul-molekul kedua zat itu merata dan serba sama (homogeny). Proses penyebaran molekul-molekul atau bercampurnya zat terlarut dengan pelarut disebut melarut. Keadaan larutan, dalam hal ini pelarut sudah tidak dapat lagi melarutkan zat terlarut disebut larutan jenuh (hipertonis), sedangkan jika larutan masih dapat melarutkan zat terlarut, disebut larutan tidak jenuh (hipotonis).
Diterbitkan di: 20 Februari, 2011

 

Dalam kimia, larutan adalah campuran homogen yang terdiri dari dua atau lebih zat. Zat yang jumlahnya lebih sedikit di dalam larutan disebut (zat) terlarut atau solut, sedangkan zat yang jumlahnya lebih banyak daripada zat-zat lain dalam larutan

molal. dan bagian per juta (part per million. misalnya karbon dioksida atau oksigen dalam air. Gas juga dapat pula dilarutkan dalam cairan. Misalnya. Titik tercapainya keadaan jenuh larutan sangat . misalnya aloi (campuran logam) dan mineraltertentu. seperti garamatau gula dilarutkan dalam air. pada suatu titik komponen yang ditambahkan tidak akan dapat larut lagi. jika zat terlarutnya berupa padatan dan pelarutnya berupa cairan. Jumlah zat terlarut dalam larutan tersebut adalah maksimal. pada suatu titik padatan tersebut tidak dapat larut lagi dan terbentuklah endapan. Pada proses pelarutan. Komposisi zat terlarut dan pelarut dalam larutan dinyatakan dalam konsentrasi larutan.  Contoh larutan yang umum dijumpai adalah padatan yang dilarutkan dalam cairan. sementara gas larut dalam gas lain. Contoh beberapa satuan konsentrasi adalahmolar. atau dalam perbandingan jumlah zat terlarut dengan jumlah pelarut.  Pelarutan     Ion natrium tersolvasi oleh molekul-molekul air Molekul komponen-komponen larutan berinteraksi langsung dalam keadaan tercampur. secara kualitatif. tarikan antarpartikel komponen murni terpecah dan tergantikan dengan tarikan antara pelarut dengan zat terlarut. cairan dapat pula larut dalam cairan lain. Terutama jika pelarut dan zat terlarut samasama polar.   Konsentrasi Konsentrasi larutan menyatakan secara kuantitatif komposisi zat terlarut dan pelarut di dalam larutan. dan larutannya disebut sebagai larutan jenuh.  Bila komponen zat terlarut ditambahkan terus-menerus ke dalam pelarut. Selain itu.disebut pelarut atau solven. Konsentrasi umumnya dinyatakan dalam perbandingan jumlah zat terlarut dengan jumlah total zat dalam larutan. ppm). Sementara itu. hal ini memungkinkan interaksi antara zat terlarut dan pelarut tetap stabil. sedangkan proses pencampuran zat terlarut dan pelarut membentuk larutan disebut pelarutanatau solvasi. Terdapat pula larutan padat. komposisi larutan dapat dinyatakan sebagai encer(berkonsentrasi rendah) atau pekat (berkonsentrasi tinggi). akan terbentuk suatu sruktur zat pelarut mengelilingi zat terlarut.

Secara umum. namun beberapa larutan memenuhi hukum Raoult sampai batas-batas tertentu. kelarutansuatu zat (yaitu jumlah suatu zat yang dapat terlarut dalam pelarut tertentu) sebanding terhadap suhu. "mengumpul bersama"). dan gejalatekanan osmotik. Larutan ideal Bila interaksi antarmolekul komponen-komponen larutan sama besar dengan interaksi antarmolekul komponen-komponen tersebut pada keadaan murni. Zat terlarut Contoh larutan Gas Cairan Padatan Pelarut Gas Udara (oksigen dan gas-gas lain dalam nitrogen) Uap air di udara (kelembapan) Bau suatu zat padat yang timbul dari larutnya molekul padatan tersebut di udara . dan kontaminasi. Sifat koligatif larutan Larutan cair encer menunjukkan sifat-sifat yang bergantung pada efek kolektif jumlah partikel terlarut. Pada larutan non-ideal. seperti suhu. penjumlahan volume zat terlarut murni dan pelarut murni tidaklah sama dengan volume larutan. Kelarutan zat cair dalam zat cair lainnya secara umum kurang peka terhadap suhu daripada kelarutan padatan atau gas dalam zat cair. penurunan titik beku. yaitu bahwa tekanan uappelarut (cair) berbanding tepat lurus dengan fraksi mol pelarut dalam larutan. Larutan yang benar-benar ideal tidak terdapat di alam. tekanan. Tabel berikut menunjukkan contoh-contoh larutan berdasarkan fase komponen-komponennya. Contoh larutan yang dapat dianggap ideal adalah campuran benzenadan toluena. Ciri lain larutan ideal adalah bahwa volumenya merupakan penjumlahan tepat volume komponenkomponen penyusunnya. walaupun ada perkecualian.dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan. Hal ini terutama berlaku pada zat padat. [sunting] Jenis-jenis larutan Larutan dapat diklasifikasikan misalnya berdasarkan fase zat terlarut dan pelarutnya. terbentuklah suatu idealisasi yang disebut larutan ideal. Sifat koligatif meliputi penurunan tekanan uap. Larutan ideal mematuhi hukum Raoult. disebut sifat koligatif (dari kata Latincolligare. peningkatan titik didih. Kelarutan gas dalam air umumnya berbanding terbalik terhadap suhu.

campuran berbagai hidrokarbon (minyak bumi) Sukrosa (gula) dalam air. dalamkayu misalnya platina Aloi logam seperti baja dan duralumin Berdasarkan kemampuannya menghantarkan listrik.Air Cairan terkarbonasi (karbon dioksida dalam air) Etanol dalam air. sementara larutan non-elektrolit tidak dapat menghantarkan listrik. uap air Padatan logam. natrium klorida (garamdapur) dalam air. Larutan elektrolit mengandung zat elektrolit sehingga dapat menghantarkan listrik. larutan dapat dibedakan sebagai larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit. [sunting] . amalgam emas dalam raksa Hidrogen larut dalam Air dalam arang aktif.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful