P. 1
BUKU SKI IX 2011

BUKU SKI IX 2011

3.0

|Views: 18,937|Likes:
Buku SKI ini di susun oleh Irwan Setiawan, S.Pd.I dan Lora Hamdarida, S.Pd selesai pada tanggal 16 September 2011, insya Allah bermanfaat dan berkesan untuk para pendidik dan pelajar di MTs. se Indonesia.
Buku SKI ini di susun oleh Irwan Setiawan, S.Pd.I dan Lora Hamdarida, S.Pd selesai pada tanggal 16 September 2011, insya Allah bermanfaat dan berkesan untuk para pendidik dan pelajar di MTs. se Indonesia.

More info:

Published by: M Azka Aulia Al-Adha on Sep 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/01/2013

pdf

text

original

Teori ini berpendapat bahwa Islam masuk ke Indonesia abad 13 dan

pembawanya berasal dari Persia (Iran). Dasar teori ini adalah

kesamaan budaya Persia dengan budaya masyarakat Islam Indonesia

seperti:

Peringatan 10 Muharram atau Asyura atas meninggalnya Hasan

dan Husein cucu Nabi Muhammad, yang sangat di junjung oleh

orang Syiah/Islam Iran. Di Sumatra Barat peringatan tersebut

disebut dengan upacara Tabuik/Tabut. Sedangkan di pulau

Jawa ditandai dengan pembuatan bubur Syuro.

Kesamaan ajaran Sufi yang dianut Syaikh Siti Jennar dengan

sufi dari Iran yaitu Al – Hallaj .

Penggunaan istilah bahasa Iran dalam sistem mengeja huruf

Arab untuk tanda-tanda bunyi Harakat .

Ditemukannya makam Maulana Malik Ibrahim tahun 1419 di Gresik.

Sejarah Kebudayaan Islam Kelas IX

6

Adanya perkampungan Leren/Leran di Giri daerah Gresik. Leren

adalah nama salah satu Pendukung teori ini yaitu Umar Amir

Husen dan P.A. Hussein Jayadiningrat.

Ketiga teori tersebut, pada dasarnya masing-masing memiliki

kebenaran dan kelemahannya. Maka itu berdasarkan teori tersebut

dapatlah disimpulkan bahwa Islam masuk ke Indonesia dengan jalan

damai pada abad ke–7 dan mengalami perkembangannya pada

abad 13. Sebagai pemegang peranan dalam penyebaran Islam

adalah bangsa Arab, bangsa Persia dan Gujarat (India).

Ada beberapa faktor pendorong masuk dan menyebarnya

Islam di Indonesia, di antaranya :

a. Berdakwah merupakan kewajiban sebagaimana pesan

Rasulullah SAW, yang artinya “Sampaikan dariku walaupun satu

ayat”. Hadisini menjadi motivasi bagi setiap muslim bahwa

dakwah merupakan kewajiban dan panggilan jiwa.

b. Masuk Islam memerlukan persyaratan sangat mudah aktivitas ibadah

di dalam agama Islam cukup mudah dan tidak memberatkan, tida

kmembutuhkan biaya besar, sehingga bisa diterima oleh semua

lapisan masyarakat.

c. Ajaran Islam tidak mengenal perbedaan derajat manusia berdasarkan

kasta/gelar. Tinggi rendahnya derajat hanya ditentukan berdasarkan

tingkat ketakwaan terhadap Allah. Selain menunjukkan sikap

demokratis, ini juga menunjukkan adanya persamaan dalam ajaran

Islam.

Sejarah Kebudayaan Islam Kelas IX

7

d. Pendekatan persuasif dan cara yang simpati sebagai cara

alternatif dalam berdakwah, seperti melalui jalur perdagangan,

kesenian, dan budaya. Penaklukan dengan kekuatan militer

kadangkala dilakukan, tetapi ini tidak cara yang dominan tetapi

kalau memang sudah tidak ada jalan lain.

e. Para ulama selaku pelaku dakwah mampu menampilkan

kepribadian yang luhur. Keutamaan sifat ini mampu menarik

simpati dan kekaguman masyarat, sehingga mereka secara

sukarela masuk agama Islam.

f. Keseluruhan ajaran Islam dipandang sesuai kepribadian bangsa

Indonesia.

Dengan adanya faktor pendorong tersebut, maka para penyebar

Islam memiliki daya tahan untuk senantiasa menyebarkan agama Islam.

Bahkan untuk penyebaran Islam di Indonesia, ternyata mereka relative

mendapatkan kemudahan dalam menyebarkan Islam ke tengah

masyarakatnya.

Selain faktor pendorong penynebaran Islam, faktor lain yang

menjadikan penyebaran Islam begitu mudah ialah :

a. Ajaran yang terkandung dalam Islam sesuai dengan fitrah manusia,

khusunya bangsa Indonesia, yang cenderung mengakui adanya

kebenaran dari Allah Yang Esa, padahal agama yang ada

sebelumnya tidak memastikan keesaan Tuhannya.

b. Islam masuk ke Indonesia didakwahkan secara damai, dalam

Sejarah Kebudayaan Islam Kelas IX

8

pengertian bahwa Islam tidak dibawa dan membonceng satu

kekuasaan atau kekuatan militer tertentu. Karenanya dampak teologis

yang dikembangkan oleh para pemeluknya senantiasa mengajak dan

menganjurkan kedamaian.

c. Masuknya Islam ke Indonesia melalui pendekatan persuasif. Para da‟i

cenderung tidak melakukan intimidasi atau pemaksaan kepada

seseorang atau kelompok masyarakat untuk meyakini agama yang

didakwahkannya. budaya setempat, maka dakwah Islam di Indonesia

dikenal dengan pendekatan kultural (cultural approach). Dampaknya,

menghasilkan “Islam yang singkritis” (“kejawen”) sebagaimana kasus

Islamisasi di Jawa oleh para wali yang menjadikan wayang sebagai

salah satu medianya.

d. Secara politis ditunjang oleh berdirinya beberapa kesultanan Islam,

yang secara langsung atau tidak langsung sangat berpengaruh

terhadap masyarakat Indonesia yang pada masa itu dikenal sebagai

masyarakat paternalistik.

e. Upacara-upacara dalam Islam sangat sederhana.

f. Islam tidak menentang adat dan tradisi setempat.

g. Dalam penyebarannya dilakukan dengan jalan damai.

h. Runtuhnya kerajaan Majapahit memperlancar penyebaran agama

Islam.

Sejarah Kebudayaan Islam Kelas IX

9

Sejumlah faktor di atas, didukung oleh penggunaan media dakwah

yang relatif sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia. Dimana

penggunaan media tersebut, menambah penyebaran Islam semakin

dirasakan persuasive. Dengan adanya faktor pendorong tersebut,

maka para penyebar Islam memiliki daya tahan untuk senantiasa

menyebarkan agama Islam. Bahkan untuk penyebaran Islam di Indonesia,

ternyata mereka relative mendapatkan kemudahan dalam menyebarkan

Islam ke tengah masyarakatnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->