P. 1
BUKU SKI IX 2011

BUKU SKI IX 2011

3.0

|Views: 18,937|Likes:
Buku SKI ini di susun oleh Irwan Setiawan, S.Pd.I dan Lora Hamdarida, S.Pd selesai pada tanggal 16 September 2011, insya Allah bermanfaat dan berkesan untuk para pendidik dan pelajar di MTs. se Indonesia.
Buku SKI ini di susun oleh Irwan Setiawan, S.Pd.I dan Lora Hamdarida, S.Pd selesai pada tanggal 16 September 2011, insya Allah bermanfaat dan berkesan untuk para pendidik dan pelajar di MTs. se Indonesia.

More info:

Published by: M Azka Aulia Al-Adha on Sep 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/01/2013

pdf

text

original

Kemajuan dalam bidang ekonomi membawa dampak pada kehidupan

sosial, masyarakat Samudra Pasai menjadi makmur. Dan di samping itu juga

kehidupan masyarakatnya diwarnai dengan semangat kebersamaan dan hidup

saling menghormati sesuai dengan syariat Islam. Hubungan antara Sultan dengan

rakyat terjalin baik. Sultan biasa melakukan musyawarah dan bertukar pikiran

dengan para ulama, dan Sultan juga sangat hormat pada para tamu yang datang,

bahkan tidak jarang memberikan tanda mata kepada para tamu. Samudra Pasai

mengembangkan sikap keterbukaan dan kebersamaan. Salah satu bukti dari hasil

peninggalan budayanya, berupa batu nisan Sultan Malik al-Saleh dan jirat Putri

Pasai. Untuk menambah pemahaman Anda tentang batu nisan tersebut,

simaklah gambar berikut ini.

Gambar Nisan Makam Sultan Malik al-Saleh.

Sejarah Kebudayaan Islam Kelas IX

46

Gambar tersebut, yang perlu Anda ketahui bahwa batu nisan tersebut

berasal dari Gujarat India). Hal ini berarti kerajaan Samudra Pasai bersifat terbuka

dalam menerima budaya lain yaitu dengan memadukan budaya Islam dengan

budaya India.

2. Kerajaan Aceh

Kerajaan Aceh berdiri menjelang keruntuhan Samudera Pasai.

Sebagaimana tercatat dalam sejarah, pada tahun 1360 M, Samudera Pasai

ditaklukkan oleh Majaphit, dan sejak saat itu, kerajaan Pasai terus mengalami

kemudunduran. Diperkirakan, menjelang berakhirnya abad ke-14 M, kerajaan Aceh

Darussalam telah berdiri dengan penguasa pertama Sultan Ali Mughayat Syah

yang dinobatkan pada Ahad, 1 Jumadil Awal 913 H (1511 M).

pada awalnya, wilayah kerajaan Aceh ini hanya mencakup Banda Aceh dan

Aceh Besar yang dipimpin oleh ayah Ali Mughayat Syah. Ketika Mughayat Syah

naih tahta menggantikan ayahnya, ia berhasil memperkuat kekuatan dan

mempersatukan wilayah Aceh dalam kekuasaannya, termasuk menaklukkan

kerajaan Pasai. Saat itu, sekitar tahun 1511 M, kerajaan-kerajaan kecil yang

terdapat di Aceh dan pesisir timur Sumatera seperti Peurelak (di Aceh Timur), Pedir

(di Pidie), Daya (Aceh Barat Daya) dan Aru (di Sumatera Utara) sudah berada di

bawah pengaruh kolonial Portugis. Mughayat Syah dikenal sangat anti pada

Portugis, karena itu, untuk menghambat pengaruh Portugis, kerajaan-kerajaan

kecil tersebut kemudian ia taklukkan dan masukkan ke dalam wilayah kerajaannya.

Sejarah Kebudayaan Islam Kelas IX

47

Sejak saat itu, kerajaan Aceh lebih dikenal dengan nama Aceh Darussalam dengan

wilayah yang luas, hasil dari penaklukan kerajaan-kerajaan kecil di sekitarnya.

Sejarah mencatat bahwa, usaha Mughayat Syah untuk mengusir Portugis

dari seluruh bumi Aceh dengan menaklukkan kerajaan kerajaan kecil yang sudah

berada di bawah Portugis berjalan lancar. Secara berurutan, Portugis yang berada

di daerah Daya ia gempur dan berhasil ia kalahkan. Ketika Portugis mundur ke

Pidie, Mughayat juga menggempur Pidie, sehingga Portugis terpaksa mundur ke

Pasai. Mughayat kemudian melanjutkan gempurannya dan berhasil merebut

benteng Portugis di Pasai. Dengan jatuhnya Pasai pada tahun 1524 M, Aceh

Darussalam menjadi satu-satunya kerajaan yang memiliki pengaruh besar di

kawasan tersebut. Kemenangan yang berturut-turut ini membawa keuntungan yang

luar biasa, terutama dari aspek persenjataan. Portugis yang kewalahan

menghadapi serangan Aceh banyak meninggalkan persenjataan, karena memang

tidak sempat mereka bawa dalam gerak mundur pasukan. Senjata-senjata inilah

yang digunakan kembali oleh pasukan Mughayat untuk menggempur Portugis.

Ketika benteng di Pasai telah dikuasai Aceh, Portugis mundur ke Peurelak.

Namun, pasukan Aceh tidak memberikan kesempatan sama sekali pada Portugis.

Peurelak kemudian juga diserang, sehingga Portugis mundur ke Aru. Tak berapa

lama, Aru juga berhasil direbut oleh Aceh hingga akhirnya Portugis mundur ke

Malaka.

Sejarah Kebudayaan Islam Kelas IX

48

Sultan Iskandar Muda

Dalam sejarahnya, Aceh Darussalam mencapai masa kejayaan di masa

Sultan Iskandar Muda Johan Pahlawan Meukuta Alam (1590 1636). Pada masa itu,

Aceh merupakan salah satu pusat perdagangan yang sangat ramai di Asia

Tenggara. Kerajaan Aceh pada masa itu juga memiliki hubungan diplomatik dengan

dinasti Usmani di Turki, Inggris dan Belanda. Pada masa Iskandar Muda, Aceh

pernah mengirim utusan ke Turki Usmani dengan membawa hadiah. Kunjungan ini

diterima oleh Khalifah Turki Usmani dan ia mengirim hadiah balasan berupa sebuah

meriam dan penasehat militer untuk membantu memperkuat angkatan perang

Aceh. Wilayah kekuasaan Aceh mencapi Pariaman wilayah pesisir Sumatra Barat,

Perak diMalaka yang secara efektif bisa direbut dari portugis tahun 1575 M.

Gambar : Peninggalan Sejarah Kerajaan Aceh

Sejarah Kebudayaan Islam Kelas IX

49

3. Kerajaan Demak

Berdirinya Kerajaan Demak

dilatarbelakangi

oleh

melemahnya pemerintahan

Kerajaan Majapahit atas

daerah-daerah pesisir utara

Jawa.

Daerah-daerah

pesisir seperti Tuban dan

Cirebon sudah mendapat

pengaruh Islam. Dukungan daerah-daerah yang juga merupakan jalur perdagangan

yang kuat ini sangat berpengaruh bagi pendirian Demak sebagai kerajaan Islam

yang merdeka dari Majapahit.

Raden Patah

Raden Patah adalah raja pertama

Kerajaan Demak. Ia memerintah dari tahun

1500-1518. Pada masa pemerintahan ama

Islam mengalami perkembangan pesat.

Raden Patah bergelar Senopati Jimbun

Ngabdurahman Panembahan Palembang

Sayidin Panatagama. Pengangkatan Raden

Patah sebagai Raja Demak dipimpin oleh

Sejarah Kebudayaan Islam Kelas IX

50

anggota wali lainnya. Pada masa pemerintahannya, wilayah kerajaan Demak

meliputi daerah Jepara, Tuban, Sedayu, Palembang, Jambi, dan beberapa daerah

di Kalimantan. Pada masa pemerintahannya juga dibangun Masjid Agung Demak

yang dibantu oleh para wali dan sunan sahabat Demak.

Pada masa Kerajaan Malaka jatuh ke tangan Portugis tahun 1511, Raden

Patah merasa berkewajiban untuk membantu. Jatuhnya kerajaan Malaka berarti

putusnya jalur perdagangan nasional. Untuk itu, ia mengirimkan putrannya, Pati

Unus untuk menyerang Portugis di Malaka. Namun, usaha itu tidak berhasil.

Setelah Raden Patah wafat pada tahun 1518, ia digantikan oleh putranya Pati

Unus. Pati Unus hanya memerintah tidak lebih dari tiga tahun. Ia wafat tahun 1521

dalam usahanya mengusir Portugis dari kerajaan Malaka. Saudaranya, Sultan

Trenggono, akhirnya menjadi raja Demak ketiga dan merupakan raja Demak

terbesar. Sultan Trenggono berkuasa di kerajaan Demak dari tahun 1521-1546.

Sultan Trenggono dilantik menjadi raja Demak oleh Sultan Gunung Jati. Ia

memerintah Demak dengan gelar Sultan Ahmad Abdul Arifin.

Pada masa pemerintahan Sultan Trenggono, Kerajaan Demak mencapai puncak

kejayaannya dan agama Islam berkembang lebih luas lagi. Sultan Trenggono

mengirim Fatahilallah ke Banten. Dalam perjalanannya ke Banten, Fatahillah

singgah di Cirebon untuk menemui Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati.

Bersama-sama dengan pasukan Kesultanan Cirebon, Fatahillah kemudian dapat

menaklukan Banten dan Pajajaran.

Setelah wafatnya Sultan Trenggono pada 1546, Kerajaan Demak mulai

mengalami kemunduran karena terjadinya perebutan kekuasaan. Perebutan tahta

Kerajaan Demak ini terjadi antara Sunan Prawoto dengan Arya Penangsang. Arya

Sejarah Kebudayaan Islam Kelas IX

51

Penangsang adalah Bupati Jipang (sekarang Bojonegoro) yang merasa lebih

berhak atas tahta Kerajaan Demak. Perebutan kekuasaan ini berkembang menjadi

konflik berdarah dengan terbunuhnya Sunan Prawoto oleh Arya Penangsang. Arya

Penangsang juga membunuh adik Sunan Prawoto, yaitu Pangeran Hadiri. Usaha

Arya Penangsang menjadi Sultan Demak di halangi oleh Jaka Tingkir, menantu

Sultan Trenggono. Jaka Tingkir mendapat dukungan dari para tetua Demak, yaitu

Ki Gede Pemanahan dan Ki Penjawi. Konflik berdarah ini akhirnya berkembang

menjadi Perang Saudara. Dalam pertempuran ini, Arya Penagsang terbunuh

sehingga tahta Kerajaan Demak jatuh ke tangan Jaka Tingkir.

Jaka Tingkir menjadi raja Kerajaan Demak dengan gelar Sultan Hadiwijya.

Ia kemudian memindahan pusat kerajaan Demak ke daerah Pajang.Walaupun

sebenarnya sudah menjadi kerajaan baru, kerajaan Pajang masih mengklaim diri

sebagai penerus Kerajaan Demak. Sebagai tanda terima kasih kepada Ki Gede

Pemanahan yang telah mendukungnya, Sultan Hadiwijaya memberikan sebuah

daerah Perdikan (otonom) yang disebut Mataram. Ki Gede Pemanahan kemudian

menjadi penguasa Mataram dan di sebut Ki Gede Mataram.

Sultan Hadiwijaya bukanlah digantikan oleh putranya, yakni Pangeran

Benawa, melainkan putra Sunan Prawoto, Aria Pangiri. Pangeran Benawa sendiri

diangkat sebagai penguasa daerah Jipang. Pangeran Benawan kurang puas

dengan keputusan ini. Apalagi, pemerintahan Aria Pangiri di Pajang juga dikelilingi

oleh para bekas pejabat Kerajaan Demak. Pangeran Benawa kemudian minta

bantuan kepada Sutawijaya, putra Ki Ageng Mataram, untuk merebut kembali tahta

Kerajaan Pajang.

Sejarah Kebudayaan Islam Kelas IX

52

Pada tahun 1588, Sutawijaya dan Pangeran Benawan berhasil merebut

kembali tahta Kerajaan Pajang. Kemudian, Benawa menyerahkan hak kuasanya

pada Sutawijaya secara simbolis melalui penyerahan pusaka Pajang pada

Sutawijaya. Dengan demikian, Pajang menjadi bagian kekuasaan Kerajaan

Mataram.

Gambar : Peninggalan Sejarah Kerajaan Demak

4. Kerajaan Banten

Kesultanan Banten berawal ketika Kesultanan Demak memperluas

pengaruhnya ke daerah barat. Pada tahun 1524/1525, Sunan Gunung Jati bersama

pasukan Demak merebut pelabuhan Banten dari kerajaan Sunda, dan mendirikan

Kesultanan Banten yang berafiliasi ke Demak. Menurut sumber Portugis,

sebelumnya Banten merupakan salah satu pelabuhan Kerajaan Sunda selain

pelabuhan Pontang, Cigede, Tamgara (Tangerang), Sunda Kalapa dan Cimanuk.

Anak dari Sunan Gunung Jati (Hasanudin) menikah dengan seorang putri dari

Sultan Trenggono dan melahirkan dua orang anak. Pelurusan Sejarahbahwa

Pangeran Sabakingkin atau Sultan Maulana Hasanuddin nikah dengan Putri

Sejarah Kebudayaan Islam Kelas IX

53

Kintamani mempunyai Anak yang pertama bernama Yusuf Akbar (Maulana Yusuf),

pelurusan sejarah bahwa Anak Kedua Ratu Siti Rodiah kawin dengan Sultan

Mahmud Badaruddin II Kesultanan Palembang Darussalam sedang anak ketiga

Muhammad Nazaruddin (Sultan Maulana Muhammad Nazaruddin bergelar

Alamsyah) Terjadi perebutan kekuasaan setelah Maulana Yusuf wafat (1570).

Pangeran Jepara merasa berkuasa atas Kerajaan Banten daripada anak

Maulana Yusuf yang bernama Maulana Muhammad karena Maulana Muhammad

masih terlalu muda. Akhirnya Kerajaan Jepara menyerang Kerajaan Banten.

Perang ini dimenangkan oleh Kerajaan Banten karena dibantu oleh para ulama

(inilah Sejarah Bikinan Belanda). Pelurusan Sejarah bahwa Sultan Muhammad

bukan anak dari Maulana Yusuf tetapi anak ketiga dari Sultan Hasanuddin, dengan

nama lengkap Sultan Muhammad Nazaruddin "Alamsyah" dikawal oleh empat

Pengawal Kesultanan masing-masing bernama Ananta Kusuma, Daeng, Nata

Kusuma dan Jalaluddin pada saat itu Sultan Muhammad Nazaruddin yang bergelar

Alamsyah berusia 19 tahun,melakukan perjalanan ke Palembang pada masa

Inggeris masuk ke Palembang...bukan untuk memerangi palembang tetapi

menyambangi keluarga (Saudaranya yang bernama Ratu Siti Rodiah yang nikah

dengan Sultan Mahmud Badaruddin II).

Kerajaan Banten mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan

Abu Fatah Abdulfatah atau lebih dikenal dengan nama Sultan Ageng Tirtayasa.

Saat itu Pelabuhan Banten telah menjadi pelabuhan internasional sehingga

perekonomian Banten maju pesat. Wilayah kekuasaannya meliputi sisa kerajaan

Sunda yang tidak direbut kesultanan Mataram dan serta wilayah yang sekarang

Sejarah Kebudayaan Islam Kelas IX

54

menjadi provinsi Lampung. Piagam Bojong menunjukkan bahwa tahun 1500 hingga

1800 Masehi Lampung dikuasai oleh kesultanan Banten.

Pada zaman pemerintahan Sultan Haji, tepatnya pada 12 Maret 1682,

wilayah Lampung diserahkan kepada VOC. seperti tertera dalam surat Sultan Haji

kepada Mayor Issac de Saint Martin, Admiral kapal VOC di Batavia yang sedang

berlabuh di Banten. Surat itu kemudian dikuatkan dengan surat perjanjian tanggal

22 Agustus 1682 yang membuat VOC memperoleh hak monopoli perdagangan lada

di Lampung.

Kesultanan Banten dihapuskan tahun 1813 oleh pemerintah kolonial

Inggris. Pada tahun itu, Sultan Muhamad Syafiuddin dilucuti dan dipaksa turun

takhta oleh Thomas Stamford Raffles. Tragedi ini menjadi klimaks dari

penghancuran Surasowan oleh Gubernur-Jenderal Belanda, Herman William

Daendels tahun 1808 M.

Gamabr : Peninggalan Sejarah Kerajaan Banten

Sejarah Kebudayaan Islam Kelas IX

55

5. Kerajaan Ternate dan Tidore

Kerajaan Ternate dan Tidore terletak di sebelah barat Pulau Halmahera,

Maluku Utara. Wilayah kekuasaan kedua kerajaan ini meliputi Kepulauan Maluku

dan sebagian Papua. Tanah Maluku yang kaya akan rempah-rempah

menjadikannya terkenal di dunia Internasional dengan sebutan Spice Island.

Pada abad ke 12 M, Permintaan akan cengkeh dan Pala dari negara Eropa

meningkat pesat. Hal ini menyebabkan dibukannya perkebunan di daerah Pulau

Buru, Seram dan Ambon. Dengan adanya kepentingan atas penguasa

perdagangan

terjadilah

persekutuan

daerah

antara

kerajaan.

Persekutuan-persekutuan tersebut adalah Uli Lima (Persekutuan Lima). Yaitu

persekutuan antara lima saudara yang dipimpin oleh Ternate (yang meliputi Obi,

Bacan, Seram dan Ambon, serta Uli Siwa (persekutuan Sembilan) yaitu

persekutuan antara sembilan bersaudara yang wilayahnya meliputi Pulau Tidore,

Makyan, Jahilolo atau Halmahera dan pulau-pulau di daerah itu sampai Papua.

Antara kedua persekutuan tersebut telah terjadi persaingan yang sangat tajam. Hal

ini terjadi setelah para pedagang Eropa datang ke Maluku. Pada tahun 1512,

bangsa Portugis datang ke Ternate, sedangkan tahun 1521 bansa Spanyol datang

ke Tidore.

Setelah 10 tahun berada di Kerajaan Ternate, bangsa Portugis mendirikan

Benteng yang diberi nama Sao Paolo. Menurut Portugis, benteng tersebut berguna

untuk melindungi Ternate dari Kerajaan Tidore. Namun hal tersebut hanyalah taktik

Portugis agar mereka dapat tetap berdagang dan menguasai Ternate.

Pembangunan Benteng Soa Paolo mendapat perlawanan dan salah seorang yang

Sejarah Kebudayaan Islam Kelas IX

56

menantang kehadiran kekuasaan militer Portugis tersebut yaitu Sultan Hairun

Beliau berkuasa di kerajaan Ternate sejak tahun 1559. Sultan tidak ingin

perekonomian dan pemerintahan kerajaan di kuasai oleh bangsa lain dan pendirian

benteng tersebut dianggap menunjukkan niat buruk Portugis atas Ternate.

Ketidaksetujuan Sultan Hairun terhadap Portugis tidak berbentuk kekerasan,

sebaliknya Sultan Haitun bersedia berunding dengan Portugis di Benteng Sao

Paolo. Ternyata niat baik Sultan Hairun dimanfaatkan Portugis untuk menahannya

di benteng tersebut. Keesokan harinya Sultan Hairun telah terbunuh hal ini terjadi

pada tahun 1570.

Wafatnya Sultan Hairun menyebabkan kebencian rakyat Maluku semakin

besar. Sultan Baabullah yang menjadi Raja Ternate berikutnya dan memimpin

perang melawan Portugis. Usaha ini menampakkan hasil pada tahun 1575, setelah

Portugis berhasil dipukul mundur dan pergi meninggalkan bentengnya di Ternate.

Bangsa Portugis bergerak ke Selatan dan Menaklukan Timor pada tahun

1578. Sultan Baabullah kemudian memperluas kekuasaannya hingga Maluku,

Sulawesi, Papua, Mindano dan Bima. Keberhasilan pemerintahannya membuat

Sultan Baabullah mendapat julukan Tuan dari Tujuh Pulau Dua Pulau.

Sejarah Kebudayaan Islam Kelas IX

57

Gambar : Peninggalan Sejarah Kerajaan Ternate dan Tidore

6. Kerajaan Gowa dan Tallo

Kerajaan Gowa dan Tallo adalah dua kerajaan yang terletak di Sulawesi

Selatan dan saling berhubungan baik. Banyak orang mengetahuinya sebagai

Kerajaan Makassar. Makassar sebenarnya adalah ibu kota Gowa yang juga disebut

sebagai Ujungpandang. Sebelum abad ke-16, raja-raja Makassar belum memeluk

Sejarah Kebudayaan Islam Kelas IX

58

agama Islam. Baru setelah datangnya Dato Ri Bandang, seorang penyiar islam dari

Sumatra, Makassar berkembang menjadi kerajaan Islam.

Peta Lokasi Kerajaan Gowa dan Tallo

Sultan Alauddin adalah Raja Makassar pertama yang memeluk agama

Islam. Ia memimpin Makassar dari tahun 1591-1638. Sebelumnya, Sultan Alauddin

bernama asli Karaeng Ma „towaya Tumamenanga Ri Agamanna. Setelah Sultan

Alauddin wafat, Kerajaan Makassar dipimpin oleh Muhammad Said 1639-1653.

Setelah Muhammad Said wafat, beliau kemudian digantikan oleh Sultan

Hasanuddin. Beliau berkuasa sejak tahun 1653. Masa Pemerintahannya

merupakan masa gemilang kerajaan Makassar. Dibawah pemerintahan Sultan

Hasanuddin, Kerajaan Makassar berhasil menguasai kerajaan-kerajaan kecil di

Sulawesi Selatan, yaitu Ruwu, Wajo, Soppeng, dan Bone. Sultan Hasanuddin juga

berniat menjadikan Kerajaan Makassar sebagai penguasa tunggal di jalur

Sejarah Kebudayaan Islam Kelas IX

59

perdagangan Indonesia bagian timur. Oleh karena itu Sultan Hasanuddin harus

menghadapi kekuatan armada VOC Belanda sebelum dapat menguasai Maluku.

Gambar : Sultan Hasanuddin

Belanda berusaha keras menghentikan serangan-serangan Kerajaan

Makasar. Untuk itu Belanda bersekutu dengan Raja Bone, yaitu Arub(Tuan) Palaka.

Aru Palaka bersedia membantu Belanda dengan syarat akan diberikan

kemerdekan. Pada tahun 1667, dengan bantuan Kerajaan Bone berhasil menekan

Makassar untuk menyetujui perjanjian Bongaya. Perjanjian ini berisi tiga buah

kesepakatan yaitu VOC mendapat hak monopoli dagang di Makassar, Belanda

dapat mendirikan benteng Rotterdam di Makassar, Makassar harus melepas

daerah yang dikuasainya seta mengakui Aru Palaka sebagai Raja Bone.

Setelah Sultan Hasanuddin turun tahta pada tahun 1669, Mapasomba

putranya berusaha menggantikan kepemimpinan ayahnya dan meneruskan

perjuangan perjuangan ayahnya melewan Belanda. Pasukan Kerajaan Makassar

Sejarah Kebudayaan Islam Kelas IX

60

akhirnya bisa dipukul mundur oleh Belanda dan jalur perdagangan di kuasai oleh

Belanda.

Sejarah Kebudayaan Islam Kelas IX

61

BAB III

TOKOH TOKOH PENYEBAR AGAMA ISLAM DI INDONESIA

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->