P. 1
BUKU SKI IX 2011

BUKU SKI IX 2011

3.0

|Views: 18,938|Likes:
Buku SKI ini di susun oleh Irwan Setiawan, S.Pd.I dan Lora Hamdarida, S.Pd selesai pada tanggal 16 September 2011, insya Allah bermanfaat dan berkesan untuk para pendidik dan pelajar di MTs. se Indonesia.
Buku SKI ini di susun oleh Irwan Setiawan, S.Pd.I dan Lora Hamdarida, S.Pd selesai pada tanggal 16 September 2011, insya Allah bermanfaat dan berkesan untuk para pendidik dan pelajar di MTs. se Indonesia.

More info:

Published by: M Azka Aulia Al-Adha on Sep 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/01/2013

pdf

text

original

Muhammad Arsyad al-Banjari lahir pada malam Khamis, pukul 3.00 (waktu

sahur), 15 Safar 1122 H/17 Mac 1710 M, wafat pada 6 Syawal 1227 H/3 Oktober

1812 M.

Pendidikannya ketika kecil tidak begitu jelas, tetapi pendidikannya dilanjutkan

ke Mekah dan Madinah. Sangat popular bahwa beliau belajar di Mekah sekitar 30

tahun dan di Madinah sekitar lima tahun. Sahabatnya yang paling penting yang

banyak disebut oleh hampir semua penulis ialah Syeikh `Abdus Shamad al-Falimbani,

Syeikh Abdur Rahman al-Mashri al-Batawi dan Syeikh Abdul Wahhab Bugis, yang

terakhir ini menjadi menantu beliau. Gurunya pula yang banyak disebut ialah Syeikh

Muhammad bin Sulaiman al-Kurdi, Syeikh `Athaullah dan Syeikh Muhammad bin

Abdul Karim as-Sammani al-Madani. Selama belajar di Mekah Syeikh Muhammad

Sejarah Kebudayaan Islam Kelas IX

87

Arsyad bin Abdullah al-Banjari tinggal di sebuah rumah yang dibeli oleh Sultan Banjar.

Rumah tersebut terletak di kampung Samiyah yang disebut juga dengan Barhat

Banjar. Syeikh Muhammad Arsyad al-Banjari dan kawan-kawannya selain belajar

kepada ulama-ulama bangsa Arab, juga belajar kepada ulama-ulama yang berasal

dari dunia Melayu. Di antara guru mereka yang berasal dari dunia Melayu ialah:

Syeikh Abdur Rahman bin Abdul Mubin Pauh Bok al-Fathani, Syeikh Muhammad Zain

bin Faqih Jalaluddin Aceh dan Syeikh Muhammad `Aqib bin Hasanuddin al-Falimbani,

dan barangkali banyak lagi.

Hampir semua ilmu keislaman yang telah dipelajari di Mekah dan Madinah

mempunyai sanad atau silsilah yang musalsal mulai dari beliau hingga ke atasnya. Hal

ini cukup jelas seperti yang ditulis oleh Syeikh Yasin Padang dalam beberapa buah

karya beliau. Lama masa belajar di Mekah dan Madinah, dalam jumlah pelajaran dan

jenis kitab yang banyak dipelajari, ditambah lagi belajar kepada ulama yang

benar-benar ahli di bidangnya masing-masing, di tempat sumber agama Islam itu

sendiri, serta diperoleh daripada ulama-ulama yang warak, maka tidak diragukan

bahwa Syeikh Muhammad Arsyad bin Abdullah al-Banjari akhirnya menjadi seorang

ulama besar tanah Jawi atau dunia Melayu. Kewarakannya diakui oleh ulama-ulama

yang datang kemudian daripada beliau karena banyak bukti-buktinya.

Selain bukti berupa karya-karyanya, juga dapat diambil tentang jasa-jasanya

mencelikkan mata terutama rakyat Banjar atau seluruh dunia Melayu melalui

karangannya yang paling terkenal Sabil al-Muhtadin. Selain itu ternyata keturunan

beliau sangat banyak yang menjadi ulama. Ini sebagai bukti bahwa Syeikh

Muhammad Arsyad bin Abdullah al-Banjari telah berhasil membasmi kejahilan selain

untuk dirinya pribadi, untuk keturunannya, keluarga besar Banjar, bahkan juga

Sejarah Kebudayaan Islam Kelas IX

88

pengaruhnya dirasakan di seluruh dunia Melayu. Hal ini dikarenakan memang hampir

tidak ada ulama dunia Melayu yang tidak kenal dengan karyanya Sabil al-Muhtadin

tersebut.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->