PENGADILAN NEGERI JAKARTA PUSAT

PUTUSAN SELA Nomor Register Perkara: PPK-01/ KPK/ JKT/07/ 2013

Perkara TINDAK PIDANA KORUPSI

Terdakwa : LUKAS KURNIAWAN bin KURNIAWAN

Gunung Botak No. dalam perkara: TERDAKWA : Nama lengkap Tempat lahir Umur/Tanggal Lahir Jenis kelamin Kebangsaan Tempat Tinggal Agama Pekerjaan Pendidikan : Lukas Kurniawan bin Kurniawan : Bogor : 44 Tahun/02 Januari 1969 : Laki-laki : Indonesia : Jl.10 Semarang : Katolik : Pegawai Negeri Sipil : Strata 1 Manajemen Terdakwa ditahan Terdakwa didampingi oleh Tim Penasehat Hukum baik dari Tim Advokasi “LAW FIRM 251 & PARTNERS” maupun Penasehat Hukum Masing-masing terdiri dari . 10 Juni 2013 PUTUSAN SELA Nomor Register Perkara: PPK-01/ KPK/ JKT/07/ 2013 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi yang mengadili dan memeriksa perkara tindak pidana korupsi pada tingkat pertama dalam acara biasa menjatuhkan putusan sela sebagai berikut.JAKARTA PUSAT.

dan Ahmad Fatihudin. Pasal 55 KUHP.H. S. 251 Raja Basa. setelah membaca penetapan ketua majelis hakim Nomor ?? tertanggal ?? tentang penetapan hari sidang. setelah mendengar pembacaan nota keberatan atau eksepsi dari tim advokasi “LAW FIRM 251 & PARTNERS” terdakwa atas Surat Dakwaan penuntut umum tertanggal 17 Juni 2013. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tersebut setelah membaca berkas-berkas yang berhubungan dengan perkara ini.20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo.31 Tahun 1999 sebagaimana yang telah dirubah dengan Undang-undang No. setelah membaca penetapan ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. berdasarkan surat kuasa khusus Nomor : 251/ SK/ L-251/ V/ 2013 tertanggal 5 Mei 2013 yang kesemuanya berkantor di Jl.31 Tahun 1999 sebagaimana yang telah dirubah dengan Undang-undang No. ?? tertanggal ?? tentang penunjukan majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini. SUBSIDAIR Pasal 3 ayat (1) Undang-undang No. setelah mendengar pula tanggapan dari penuntut umum atas keberatan atau eksepsi tim penasehat hukum terdakwa tertanggal 17 Juni 2013. Menimbang: Bahwa sesuai dengan dakwaan penuntut umum dengan Nomor Register perkara Nomor : PPK-01/ KPK/ JKT/07/ 2013 pada tanggal 10 Juni 2013 terdakwa didakwa dengan dakwaan sebagai berikut : KESATU PRIMAIR : Pasal 2 ayat (1) Undang-undang No. Setelah mendengar pembacaan surat dakwaan oleh penuntut umum Nomor Register Perkara: PPK-01/ KPK/ JKT/07/ 2013 tertanggal 10 Juni 2013.H.tim advokasi: Andha Fharaza. . Abdulkadir No. S.. Pasal 55 KUHP. Semarang.20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo.

B. Dakwaan Salah Sasaran (Eror In Persona) . Bahwa perkara dugaan korupsi yang didakwakan oleh Penuntut umum kepada terdakwa Lukas Kurniawan bin Kurniawan merupakan perbuatan hukum yang dilakukan pada daerah kewenangan Pengadilan Negeri Semarang.KEDUA: Pasal 15 jo. Menimbang: Atas dakwaan penuntut umum tersebut tim penasehat hukum dan tim advokasi “LAW FIRM 251 & PARTNERS” Penasehat Hukum terdakwa mengajukan keberatan yang pada pokoknya ada enam hal yaitu: A. 49 Tahun 2009 Tentang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi bahwa “Pengadilan Tindak Pidana Korupsi berkedudukan di setiap ibukota kabupaten/kota yang daerah hukumnya meliputi daerah hukum pengadilan negeri yang bersangkutan” sehingga tidaklah tepat apabila menjadi kewenangan pengadilan tindak pidana korupsi Jakarta Pusat jika mengadili perkara dugaan tindak pidana korupsi atas proses ruislag SMAN 99 Semarang yang berada di Jatingaleh. Semarang.31 Tahun 1999 sebagaimana yang telah dirubah dengan Undang-undang No. Ditegaskan dalam Pasal 3 UndangUndang No. Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-undang No.20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Keberatan Kewenangan Mengadili (Exception Of Incompetency) Bahwa bukan untuk pertama kalinya persidangan perkara korupsi di Republik Indonesia ini digelar dan dilaksanakan namun sampai dengan saat ini masih terdapat miss understanding terhadap kewenagan mengadili pada setiap kasus atau perkara-perkara tindak pindana korupsi.

Menyatakan bahwa Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat tidak berwenang mengadili perkara tindak pidana korupsi yang didakwakan pada diri terdakwa. . sudi kiranya Majelis Hakim yang mulia berkenan memberikan putusan sela sebagai berikut : 1. Undang-Undang No. Dasar hukum bagi Penuntut Umum melakukan dakwaan adalah Undang-undang No. Untuk itu dimohon dengan hormat. PLN(Persero) distribusi Jawa Tengah dan D.Terdapat error in persona dalam Surat Dakwaan Penuntut Umum. tanggung jawab tetap berada E. Bahwa dalam undangundang tersebut dibedakan tentang siapa pihak-pihak yang dapat dikategorikan sebagai pelaku dalam tindak pidana korupsi. C. Selain itu diri terdakwa sebagai organ perusahaan yang mengelola perusahaan yang oleh perusahaan ditunjuk untuk melaksanakan urusan perusahaan berdasarkan apa yang telah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang disepakati oleh para direksi atas nama perusahaan sehingga tidak tepat bila pada diri pribadi terdakwa. 20 tahun 2001. Maka khususnya menyangkut keberatan dengan alasan-alasan yang telah terurai di atas.Y adalah suatu kekeliruan karena hanya menetapkan diri terdakwa seorang diri sebagai Terdakwa. D.I. Dalam hal ini Penuntut Umum tidak menyebutkan alasan yang jelas mengapa diri sang Lukas Kurniawan dijadikan TERDAKWA dalam perkara ini. Apabila merujuk pada identitas terdakwa Lukas Kurniawan bin Kurniawan yang disebutkan oleh penuntut umum maka kedudukan terdakwa hanya sebagai salah satu Direksi pada PT. 31 Tahun 1999 jo.

3. perkara: PN. Menimbang: Bahwa terhadap keberatan atau eksepsi penasehat hukum terdakwa tersebut jaksa penuntut telah pula mengajukan tanggapan atas keberatan atau eksepsi tim penasehat hukum yang diucapkan di persidangan pada hari Senin tanggal 20 September 2010 Yang pada pokoknya berkesimpulan memohon kepada majelis hakim pengadilan Negeri Bogor agar menolak keberatan atau eksepsi tim penasehat hukum tersebut dengan memberi putusan sela sebagai berikut: 1. Reg.2. batal demi hukum dan tidak dapat diterima. maka kami mohon agar diberikan putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono).BGR-01/JABAR/06/2010 tanggal 20 September 2010 yang telah dibacakan didepan persidangan Pengadilan Negeri Bogor tanggal 20 September 2010 dalam perkara terdakwa Verdy Pangaribuan bin John Pangaribuan telah memenuhi syarat formil dan materiil sesuai dengan ketentuan pasal 143 ayat 2 huruf a dan b KUHAP. Menyatakan Nota Keberatan (Eksepsi) penasehat hukum terdakwa tidak dapat diterima. Perkara : PN. oleh karenanya tidak dapat diterima. 2. Menyatakan bahwa surat Dakwaan Penuntut umum adalah kurang lengkap. Reg. atau apabila majelis hakim berpendapat lain. Apabila majelis hakim berpendapat lain mohon keadilan yang seadil-adilnya (ex a quo et bono).BGR-01/JABAR/06/2010 tertanggal 27 September 2010. . Menyatakan surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum No. atau menyatakan surat dakwaan jaksa No. kurang jelas.

Perkara : PN. Pasal 118 jo.32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pasal 118 jo. Pasal 116 ayat 1 jo. Menyatakan menerima surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum No. Pasal 116 ayat 1 jo. . Pasal 118 jo. Melanjutkan persidangan untuk memeriksa dan mengadili perkara ini. Pasal 117 jo. Subsidair : Pasal 99 ayat 2 jo. Pasal 118 jo. Pasal 119 Undang-undang No. Pasal 118 jo.3.BGR-01/JABAR/06/2010 tanggal 20 September 2010 yang telah dibacakan didepan persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tanggal 20 September 2010 dalam perkara terdakwa Verdy Pangaribuan bin John Pangaribuan. Pasal 117 jo. Pasal 116 ayat 1 jo. 4. 5. Kedua : Primair : Pasal 99 ayat 3 jo. Menimbang: Bahwa terhadap keberatan atau eksepsi penasehat hukum terdakwa tersebut jaksa penuntut umum telah pula mengajukan pendapat atau tanggapan yang dibacakan di persidangan pada hari selasa tanggal 27 Agustus 2010 yang pada pokoknya ada enam hal yaitu : A.Surat Dakwaan Tidak Cermat Dan Tidak Jelas Tim Penasehat Hukum Terdakwa Mengutip pasal di dalam dakwaan yaitu : Kesatu : Primair : Pasal 98 ayat 3 jo. Menyatakan Pengadilan Negeri Bogor berwenang memeriksa dan mengadili perkara terdakwa Verdy Panagribuan bin John Pangaribuan. Reg. Pasal 116 ayat 1 jo.32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pasal 119 Undang-undang No. Pasal 116 ayat 1 jo. Pasal 117 jo. Pasal 119 Undang-undang No.32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pasal 116 ayat 1 jo. Pasal 117 jo. Pasal 116 ayat 1 jo. Pasal 118 jo. Pasal 117 jo. Pasal 119 Undang-undang No.32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pasal 118 jo. Ketiga : Primair : Pasal 103 jo. Pasal 119 Undang-undang No. Pasal 119 Undang-undang No.32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Lebih Subsidair : Pasal 98 ayat 1 jo. Pasal 117 jo. Pasal 117 jo. Pasal 119 Undang-undang No. Lebih Subsidair : Pasal 99 ayat 1 jo. Subsidair : Pasal 98 ayat 2 jo.

National Galvanotechnik ataukah pada diri terdakwa Verdy Pangaribuan sendiri yang diduga telah mencemari. apakah pada perusahaan PT.32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. menyuruh melakukan atau turut serta melakukan Pencemaran Lingkungan Hidup sebagaimana diatur dalam Undangundang No.Keempat : Primair : Pasal 104 jo. Dakwaan Salah Sasaran Penasihat Hukum terdakwa berpendapat bahwa Jaksa Penuntut Umum salah menjatuhkan dakwaan kepada terdakwa karena secara teknis pelaksanaan pembuangan Limbah oleh PT. Sehingga Surat Dakwaan menjadi tidak jelas arahannya terhadap diri Terdakwa Kami tidak sependapat dengan Penasehat Hukum terdakwa karena : Bahwa dalam keberatan yang Penasehat Hukum saudara Terdakwa ajukan mengenai ada atau tidak adanya pipa pembuangan limbah yang tidak melewati sistem instalasi pengolahan air limbah (IPAL) akan dibuktikan lebih jelasnya pada persidangan-persidangan berikutnya. Sehingga Tim Penasehat Hukum Terdakwa Berpendapat bahwa Jaksa Penuntut Umum juga telah melakukan kesalahan dengan mendakwa bahwa Terdakwa Verdy Pangaribuan telah mencemari lingkungan hidup dengan cara membuang limbah ke sungai tanpa melalui pipa pembuangan limbah yang melalui system instalasi pengolahan air limbah (IPAL) padahal didalam dakwaan tidak jelas apakah benar-benar ada pipa tersebut. melakukan. B. National Galvanotechnik telah melewati sistim Instalasi Pengolahan Air Limbah sebelum disalurkan langsung ke sungai cisadane. Pasal 119 Undang-undang No. Pasal 117 jo. kami jaksa penuntut umum tidak sependapat karena menurut kami sudah jelas kiranya bahwa saudara Terdakwa Verdy Pangaribuan sebagai puncak pimpinan perusahaan yang mewakili atas PT. Dan lagi dalam dakwaan Jaksa Penuntun Umum juga tidak jelas menempatkan siapa yang harus bertanggungjawab dalam persoalan pencemaran lingkungan ini. National Galvanotechnik juga berdiri pabrik-pabrik sejenis yang telah sejak lama .32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pada bantaran sungai Cisadane Disekitar pabrik PT. Mengenai tidak jelasnya siapa yang bertanggungjawab dalam persoalan pencemaran lingkungan ini. Pasal 118 jo. Pasal 116 ayat 1 jo. National Galvanotechnik yang telah adalah diambil jelas oleh bertanggungjawab kebijakan-kebijakan perusahaannya sehingga tidak perlu kiranya kami menanggapi nota keberatan Tim Penasehat Hukum saudara Terdakwa Verdy Pangaribuan mengenai keberatan Obscuur Libele.

melakukan pembuangan limbah ke sungai cisadane jauh sebelum Pabrik PT. Tidak Terpenuhi Unsur Pidana Tim Penasehat Hukum terdakwa berpendapat bahwa Jaksa Penuntut Umum tidak memahami atau setidak-tidaknya telah mengabaikan akar permasalahan yang terjadi dan hanya mendasarkan diri pada kewenangan yang ada pada diri terdakwa. Mengenai arahan terhadap terdakwa Verdy Pangaribuan yang bertanggung jawab atas Tindak Pidana Pencemaran Lingkungan yang dilakukan PT. Pasal 116 ayat 1 jo. sebagaimana dimaksud dakwaan Ketiga : Primair : Pasal 103 jo. telah jelas dan nyata bahwa dakwaan yang kami buat telah benar arahannya kepada PT. Oleh karena itu belum ada satupun unsur pidana yang telah dilakukan oleh Terdakwa Verdy Pangaribuan sebelum ada kejelasan menurut hukum bahwa kelalaian atau kesengajaan yang dimaksud benar-benar di bawah kewenangan Terdakwa sehingga tindakan dan perbuatan yang dilakukan oleh Terdakwa Verdy Pangaribuan belumlah dikatakan sebagai tindak pidana pencemaran lingkungan. Pasal 118 jo. jadi tidak tepat kiranya Jaksa Penuntut Umum mengarahkan dakwaanya kepada perusahaan PT. 32 Tahun 2009 dimana saudara Terdakwa Verdy Pangaribuan adalah seorang yang menjadi pemberi perintah pada PT. C. Pasal 117 jo. National Galvanotechnik lebih lagi kepada Terdakwa Verdy Pangaribuan. National Galvanotechnik. Sementara itu kondisi yang secara nyata terjadi adalah permasalahan : 1. National Galvanotechnik didirikan. . Pengolahan limbah yang dilakukan PT. National Galvanotechnik. National Galvanotechnik. Pasal 119 Undang-undang No. hal ini telah sesuai dengan pasal 116 Undang-undang No. National Galvanotechnik. National Galvanotechnik dan Verdy Pangaribuan sebagai pemberi perintah. yang menurut Jaksa Penuntut umum tidak dilakukan dengan benar bahkan sama sekali tidak dilakukan. Keempat : Primair : Pasal 104 jo. Sehingga dakwaan yang kami buat telah tepat kiranya kami arahkan kepada PT. Pasal 116 ayat 1 jo. Pasal 117 jo.32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Bahwa kasus yang menjerat dan menyeret Terdakwa Verdy Pangaribuan dalam persidangan ini pada pokoknya adalah kelalaian atau kesengajaan terdakwa yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu air. Kami tidak sependapat dengan Penasehat Hukum terdakwa karena : Berdasarkan hasil pelaporan dari korban dan bukti permulaan yang telah dilakukan dalam tahap penyidikan.

dan tindak pidana tersebut akan dibuktikan pada sidang-sidang selanjutnya sesuai dengan substansi Dakwaan. Pasal 119 Undang-undang No. Sehingga kami. Pasal 118 jo. Pasal 118 jo.Pasal 118 jo. Surat. Pasal 117 jo. secara jelas telah dapat membuktikan bahwa unsur Tindak Pidana Pencemaran Lingkungan telah terpenuhi. Sampai saat ini Jaksa Penuntut Umum belum atau tidak dapat menunjukkan bukti kelalaian ataupun kesengajaan terdakwa sebagaimana yang dimaksud dalam dakwaan Kesatu : Primair : Pasal 98 ayat 3 jo.32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. keterangan ahli (Scientific Evidence dalam tindak pidana Pencemaran Lingkungan) keterangan saksi. Pasal 118 jo. alat bukti terdiri dari. Pasal 119 Undang-undang No. Pasal 117 jo. Pasal 118 jo.32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. D. 32 Tahun 2009 merupakan delik formil. Subsidair : Pasal 99 ayat 2 jo. Pasal 119 Undang-undang No. pembuktian unsur melawan hukum dalam pasal tersebut tidak perlu dibuktikan. Kami tidak sependapat dengan Penasehat Hukum terdakwa karena : Di dalam pasal 98 ayat 3 Undang-undang no. Pasal 117 jo. Pasal 117 jo. Subsidair : Pasal 98 ayat 2 jo. Pasal 119 Undang-undang No. Pasal 119 Undang-undang No. Lebih Subsidair : Pasal 98 ayat 1 jo.32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Alat Bukti Tidak Mencukupi . Pasal 6 ayat 2 Undang-undang no. Oleh karena itu Tim Penasehat Hukum Terdakwa berpendapat bahwa seluruh unsur tindak pindana yang diarahkan kepada diri terdakwa tidak dapat terpenuhi. Pasal 116 ayat 1 jo. 2. Pasal 119 Undang-undang No. Menurut ketentuan pasal 184 KUHAP. Lebih Subsidair : Pasal 99 ayat 1 jo. selaku Jaksa Penuntut Umum. Pasal 116 ayat 1 jo. 32 Tahun 2009. Pasal 117 jo. Petunjuk. dan keterangan terdakwa. mati baik pada manusia. karena tidak disebut dalam Undang-undang tersebut.32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pasal 116 ayat 1 jo. Pasal 116 ayat 1 jo. Pasal 116 ayat 1 jo. serta ditambah dengan Keyakinan Hakim menurut pasal 183 KUHAP jo. karena ketentuan pidana ini semata-mata untuk melindungi media lingkungan itu sendiri (environmental oriented). Pasal 118 jo. 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman. Kedua : Primair : Pasal 99 ayat 3 jo. Pasal 116 ayat 1 jo. Pasal 117 jo. Pasal 119 Undang-undang No. hewan dan tumbuh-tumbuhan sudah dapat dijadikan pembuktian bahwa suatu Tindak Pidana Pencemaran Lingkungan telah terjadi.32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Ketentuan tindak pidana Pencemaran Lingkungan dalam Undang-undang No. Pasal 118 jo. sehingga akibat yang dihasilkan dari pencemaran lingkunga itu sendiri seperti akibat yang menyababkan luka.

maka penerapan dakwaan: Kesatu : Primair : Pasal 98 ayat 3 jo.32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. National Galvanotechnik. pembuktian dalam persingan telah sesuai substansi Dakwaan yang akan dibuktikan pada sidang-sidang selanjutnya. Pasal 118 jo. Pasal 119 Undang-undang No. Pasal 116 ayat 1 jo. Kedua : Primair : Pasal 99 ayat 3 jo. Lebih Subsidair : Pasal 98 ayat 1 jo. Sehingga mengenai sah atau tidaknya penangkapan tersebut seharusnya diajukan oleh Tim Penasehat Hukum terdakwa dalam Praperadilan. Karena menurut pandangan kami. E. Pasal 116 ayat 1 jo. Subsidair : Pasal 98 ayat 2 jo.32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pasal 117 jo. Pasal 117 jo. Pasal 117 jo. maka seharusnya Tim Penasehat Hukum Terdakwa Verdy Pangaribuan menyatakan keberatannya dalam Praperadilan karena Kelengkapan alat bukti permulaan merupakan syarat sah penangkapan seperti yang telah tercantum dalam pasal 17 KUHAP. Lalu jika alat bukti yang dimaksudkan oleh Tim Penasehat Hukum terdakwa adalah alat bukti dalam pemeriksaan saksi dalam persidangan. maka kami selaku Jaksa Penutut Umum tidak perlu menanggapinya lebih dalam. Pasal 119 Undang-undang No. disini terlihat bahwa Tim Penasehat Hukum Terdakwa Verdy Pangaribuan tidak memahami apa yang dimaksud dengan Alat Bukti menurut hemat kami selaku Jaksa Penuntut Umum. Karena saksi tersebut tidak melihat sendiri perbuatan yang dilakukan oleh Terdakwa Verdy Pangaribuan. Kami tidak sependapat dengan Penasehat Hukum terdakwa karena : Menurut hemat kami sebagai Jaksa Penuntut Umum.32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Bahwa barang bukti berupa foto yang diambil oleh penyidik tidak jelas terletak diwilayah mana objek foto itu berada. Nota Keberatan Tim Penasehat Hukum Terdakwa Verdy Pangaribuan. National Galvanotechnik yang melakukan pembuangan limbah ke sungai cisadane. Pasal 119 Undang-undang No. maka tidak bisa dipastikan bahwa kelalaian ataupun kesengajaan atas pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah B3 merupakan kesalahan dari PT. mengenai kecukupan alat bukti tidak tepat kiranya apabila Tim Penasehat Hukum saudara Terdakwa Verdy Pangaribuan mencamtumkannya dalam Nota Keberatan. Apabila alat bukti yang dimaksudkan oleh Tim Penasehat Hukum terdakwa Verdy Pangaribuan adalah alat bukti permulaan dalam persidangan. Kualifikasi Delik Tim Penasehat Hukum Terdakwa berpendapat bahwa terdapat lebih dari satu perusahaan selain PT. Sehingga bagaimana mungkin penyidik dapat begitu yakin bahwa foto tersebut yang dipakai oleh Jaksa Penuntut Umum sebagai barang bukti benar dan sesuai dengan fakta yang ada di lapangan. Pasal 116 ayat 1 jo. Karena. Pasal 116 . Pasal 118 jo.Tim Penasehat Hukum terdakwa menyatakan bahwa Bahwa saksi yang diutarakan oleh Jaksa Penuntut Umum dalam dakwaannya tidak memenuhi kualifikasi seorang saksi. lPasal 118 jo.

Pasal 118 jo. Pasal 116 ayat 1 jo.ayat 1 jo. Dan juga berpendapat bahwa Terdakwa Verdy Pangaribuan memberikan keterangan di depan penyidik dengan dibawah tekanan dan tanpa didampingi oleh penasehat hukum. National Galvanotechnik telah melakukan tindak pidana Pencemaran Lingkungan Hidup yang sebagaimana dimaksudkan dalam Undang-undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkunagn Hidup Nomor 32 Tahun 2009. Pasal 118 jo. Pasal 118 jo. Pasal 119 Undang-undang No. Maka. Pasal 119 Undangundang No. F.32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Ketiga : Primair : Pasal 103 jo. Kami tidak sependapat dengan Penasehat Hukum terdakwa karena : . Sehingga tim penasehat hukum terdakwa berpendapat bahwa pemeriksaan terhadap diri Terdakwa Verdy Pangaribuan telah dilakukan secara melawan hukum. Pasal 118 jo.32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menjadi tidak relevan dan salah penerapan hukum karena hingga saat ini belum terjadi tindak pidana sebagaimana yang didakwakan terhadap Terdakwa Verdy Pangaribuan. Keempat : Primair : Pasal 104 jo.32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Kami tidak sependapat dengan Penasehat Hukum terdakwa karena : Berdasarkan hasil penyidikan dan bukti permulaan didapatkan fakta bahwa PT. Pasal 118 jo. Pasal 117 jo. Pasal 117 jo. Pasal 116 ayat 1 jo. Pasal 119 Undang-undang No. Pemeriksaan Terdakwa Dilakukan Dengan Melanggar Hukum Tim Penasehat Hukum Terdakwa berpendapat bahwa Terdakwa Verdy Pangaribuan ditangkap di kantornya oleh petugas polisi yang tidak menunjukkan identitasnya sebagai polisi dan juga tanpa ada satupun surat penangkapan dan juga surat penahanan yang diberikan kepada keluarganya saat itu dan baru diberikan seminggu setelah Terdakwa berada di tahanan Polres Bogor hal ini berarti bertentangan dengan ketentuan yang telah digariskan dalam pasal 18 ayat (1) dan (3) jo pasal 21 ayat (2) dan (3) KUHAP. serta terdakwa diancam untuk memberikan keterangan seperti yang diinginkan oleh penyidik. Pasal 117 jo. Lebih Subsidair : Pasal 99 ayat 1 jo. Subsidair : Pasal 99 ayat 2 jo.32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. maka hal ini berarti bertentang dengan ketentuan yang digariskan dalam pasa 52 dan 54KUHAP. Pasal 117 jo. Pasal 119 Undang-undang No. Pasal 116 ayat 1 jo.32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pasal 116 ayat 1 jo. Pasal 119 Undang-undang No. dakwaan yang kami buat telah sesuai dengan unsur materil dalam KUHAP dan masih perlu dibuktikan pada persidangan-persidangan selanjutnya. Pasal 117 jo.

Reg. Reg.Dalam hal ini. Bahwa dasar hukum yang dijadikan untuk mengajukan eksepsi tersebut adalah yang menentukan bahwa dalam hal tidak ditentukan lain dalam undang-undang ini. Oleh karena itu. hukum acara atas perkara pelanggaran tindak . Menimbang: Bahwa sebelum mepertimbangkan keberatan/eksepsi penasehat hukum terdakwa dan tanggapan pendapat jaksa penuntut umum majelis hakim terlebih dahulu akan menjelaskan landasan dasar hukum yang dijadikan tim penasehat hukum mengajukan keberatan atas dakwaan jaksa penuntut umum.BGR01/JABAR/06/2010 tanggal … yang telah dibacakan didepan persidangan Pengadilan Negeri Bogor tanggal … dalam perkara terdakwa Berdy Pangaribuan bin John Pangaribuan telah memenuhi syarat formil dan materiil sesuai dengan ketentuan pasal 143 ayat 2 huruf a dan b KUHAP. kami selaku Jaksa Penuntut Umum berpendapat bahwa mengenai keberatan saudara Tim Penasehat Hukum Terdakwa Verdy Pangaribuan tentang tidak sah-nya penangkapan seharusnya Tim Penasehat Hukum Saudara Terdakwa mengajukan praperadilan. Berdasarkan hal-hal yang kami sampaikan diatas. Menyatakan Pengadilan Negeri Bogor berwenang memeriksa dan mengadili perkara terdakwa Verdy Panagribuan bin John Pangaribuan. Perkara : PN. sehingga pada poin menurut hemat kami sebagai Jaksa Penuntut Umum. kami selaku Jaksa Penuntut Umum tidak akan menanggapinya secara mendetail karena dalam hal ini nota keberatan Saudara Penasehat Hukum tidak substansial. Menyatakan surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum No. tidak tepat kiranya saudara Tim Penasehat Hukum Saudara Terdakwa mencantumkan poin keberatan ini dalam Nota Keberatan. Melanjutkan persidangan untuk memeriksa dan mengadili perkara ini.BGR-01/JABAR/06/2010 tanggal … yang telah dibacakan didepan persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tanggal … dalam perkara terdakwa Verdy Pangaribuan bin John Pangaribuan. Menyatakan menerima surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum No. Perkara : PN. kami Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Bogor memohon kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Bogor yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan : Menyatakan Nota Keberatan (Eksepsi) penasehat hukum terdakwa tidak dapat diterima.

4. Menyatakan bahwa keberatan tim penasehat hukum terdakwa Verdy Pangaribuan bin John Pangaribuan tidak diterima. . Menyatakan bahwa surat dakwaan Penuntut umum pada tanggal 27 September 2010 Nomor Register Perkara PN. 3.BGR-01/JABAR/06/2010 adalah memenuhi syarat undang-undang karenanya dapat diterima sebagai dasar pemeriksaan di persidangan dalam perkara ini. Menyatakan bahwa pemeriksaan perkara terdakwa Verdy Pangaribuan bin John Pangaribuan dilanjutkan. 2.pidana pencemaran lingkungan dilakukan berdasarkan ketentuan hukum acara pidana yaitu UU NO 8 tahun 1981 tentang KUHAP Menimbang: Bahwa menurut pasal 156 ayat (1) KUHAP yang menjadi materi keberatan eksepsi penasehat hukum atas dakwaan Jaksa Penuntut umum hanyalah secara limitatif menyangkut hal-hal sebagai berikut: 1. Menyatakan bahwa biaya perkara ditangguhkan sampai putusan akhir. dakwaan tidak dapat diterima 2. dakwaan harus dibatalkan Menimbang: Bahwa setelah mempelajari dan memperhatikan pandangan pendapat jaksa penuntut umum maka terhadap keberatan eksepsi penasehat hukum terdakwa Verdy Pangaribuan bin John Pangaribuan di bawah ini majelis hakim mempertimbangkan sebagai berikut: Mengadili: 1.

H. S.H. (Ketua Majelis) (Hakim Anggota) (Hakim Anggota) Putusan tersebut diucapkan dalam persidangan yang terbuka untuk umum pada hari ini Senin tanggal 27 September 2010 oleh majelis dengan didampingi para hakim anggota tersebut dengan dibantu oleh Hilda Silvia Yoga. BOGOR.M. 27 September 2010 Majelis Hakim... S. Melisa Safitri.H.. 2. S. yang bertindak sebagai panitera pengganti serta dihadiri oleh Tim Jaksa Penuntut Umum dan Terdakwa dengan didampingi oleh Tim Penasehat Hukumnya. S.H. S. Adi Sutomo Nainggolan.M.H.H.H.) ...M.M. Sischa Dwi Putri.) (Melisa Safitri.Demikian diputuskan dalam rapat permusyawaratan majelis hakim Pengadilan Negeri Bogor pada hari Senin tanggal 27 September 2010 oleh kami: 1.H. S. S.Hum..H.M. (Adi Sutomo Nainggolan.H. 3.H.) (Sischa Dwi Putri.M.Hum.