Pengertian Minat

Sabtu, 21 Maret 2009 , Posted by Qym at 3/21/2009 11:59:00 AM 1 Pengertian Minat Apabila seseorang menaruh perhatian terhadap sesuatu, maka minat akan menjadi motif yang kuat untuk berhubungan secara lebih aktif dengan sesuatu yang menarik minatnya. Minat akan semakin bertambah jika disalurkan dalam suatu kegiatan. Keterikatan dengan kegiatan tersebut akan semakin menumbuh kembangkan minat. Sesuai pendapat yang dikemukakan Hurlock (1990:144), “bahwa semakin sering minat diekspresikan dalam kegiatan maka semakin kuatlah ia”. Minat dapat menjadi sebab terjadinya suatu kegiatan dan hasil yang akan diperoleh. Minat adalah suatu pemusatan perhatian secara tidak sengaja yang terlahir dengan penuh kemauan, rasa ketertarikan, keinginan, dan kesenangan (Natawijaya, 1978:94) Menurut Soesilowindradini (dalam Tuharjo,1989:13), “suatu kegiatan yang dilakukan tidak sesuai minat akan menghasilkan prestasi yang kurang menyenangkan”. Dapat dikatakan bahwa dengan terpenuhinya minat seseorang akan mendapatkan kesenangan dan kepuasan batin yang dapat menimbulkan motivasi. Purnama (1994:15) menjabarkan karakteristik individu yang memiliki minat tinggi terhadap sesuatu yaitu: adanya perhatian yang besar, memiliki harapan yang tinggi, berorientasi pada keberhasilan, mempunyai kebangggaan, kesediaan untuk berusaha dan mempunyai pertimbangan yang positif. Pendapat tersebut tidak jauh berbeda dengan pendapat Slameto dalam (TomiDarmawan,2007) yang menyatakan “bahwa minat adalah rasa suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh, minat pada hakekatnya adalah penerimaan hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar dirinya, semakin kuat atau semakin dekat hubungan tersebut maka semakin besar minatnya”. Suyanto (1969:9) memandang minat sebagai pemusatan perhatian yang tidak sengaja yag terlahir dengan penuh kemauan dan tergantung dari bakat dan lingkungan. Utami dan Fauzan dalam (Tomi Darmawan,2007) memandang minat sebagai kecenderungan yang relatif menetap sebagai bagian diri seseorang, untuk tertarik dan menekuni bidang-bidang tertentu. Winkel (1987:105) menyatakan “bahwa minat merupakan suatu kecenderungan subjek yang menetap untuk merasa tertarik pada bidang studi tertentu dan merasa senang untuk mempelajari materi itu”. Dari berbagai pendapat tersebut dapat ditemukan adanya beberapa unsur pokok dalam pengertian minat, yaitu adanya perhatian, daya dorong tiap-tiap individu dan kesenangan.

maka mereka akan tertarik terhadap sesuatu itu yang pada akhirnya nanti akan menimbulkan kepuasan bagi dirinya. seseorang. atau pengalaman tertentu. dan kecenderungan tersebut antara individu yang satu dengan yang lain tdak sama intensitasnya. f. aktivitas. c. maka individu tidak akan pernah mempunyai minat terhadap sesuatu. Hurlock (1986) mengartikan minat sebagai sumber motivasi yang akan mengarahkan seseorang pada apa yang akan mereka lakukan bila diberi kebebasan untuk memilihnya. Minat dapat dikatakan sebagai dorongan kuat bagi seseorang untuk melakukan segala sesuatu dalam mewujudkan pencapaian tujuan dan citacita yang menjadi keinginannya. d. bahwa minat merupakan suatu perhatian khusus terhadap suatu hal tertentu yang tercipta dengan penuh kemauan dan tergantung dari bakat dan lingkungannya. Eysenck dkk. dan keterampilan untuk tujuan perhatian atau pencapaian.Kesimpulan dari beberapa definisi di atas tentang minat. b. Bila mereka melihat sesuatu itu mempunyai arti bagi dirinya. (1972) mendefinisikan minat sebagai suatu kecenderungan untuk bertingkah laku yang berorientasi kepada objek. Tanpa kesadaran seseorang pada suatu objek. baik fungsional maupun struktural. pemahaman. McDaniel & Sahftel (1958) berpendapat bahwa minat merupakan suatu aktivitas yang sebagian besar perhatian individu terfokus pada objek atau aktivitas tertentu. Keadaan atau aktivitas tersebut tidak hanya sekadar memberikan . Menurut Guilford (1956). minat adalah suatu disposisi yang terorganisir melalui pengalaman yang mendorong seseorang untuk memperoleh objek khusus. dan perhatian terhadap objek tersebut cenderung mempengaruhi perilaku individu dalam kegiatan-kegiatan yang lain. kegiatan. Minat dan Bakat Oleh : Wati (4507091036) 1. Drever (1988) mengartikan minat (interest) ke dalam dua pengertian. Witherington (1986) berpendapat bahwa minat adalah kesadaran seseorang pada sesuatu. Menurut Getzel (1966). Minat a. minat adalah kecenderungan untuk memperhatikan dan mencari objek-objek tertentu. g. Minat dalam pengertian fungsional menunjukan suatu jenis pengalaman perasaan yang disebut “worthwhileness” (kegunaan) yang dihubungkan dengan perhatian pada objek atau tindakan. suatu soal atau situasi yang bersangkut paut dengan dirinya. e.

Reaksi tersebut dapat berupa reaksi aktual dan bisa juga bersifat imajiner. minat didefinisikan sebagai kesukaan atau ketidaksukaan terhadap sesuatu hal. Perhatian yang intens tersebut dapat memberikan kepuasan bagi pelakunya. Dengan kata lain. baik secara aktual atau tidak. pekerjaan. bahwa minat merupakan kondisi rangsang yang terarah sehubungan dengan tujuan yang bermanfaat. objek. Chaplin (1989) menyebutkan bahwa interes atau minat dapat diartikan sebagai: 1) Suatu sikap yang berlangsung terus menerus yang memberi pola pada perhatian seseorang sehingga membuat dirinya selektif terhadap objek minatnya. 2) Perasaan yang menyatakan bahwa satu aktivitas pekerjaan atau objek itu berharga atau berarti bagi individu. Dengan demikian. minat adalah reaksi organisme yang berhubungan dengan perasaan suka terhadap situasi tertentu. Pendapat Layton. Handoyo mengartikan minat sebagai kesukaan atau ketidaksukaan terhadap sesuatu. pekerjaan. j. Dengan kata lain. minat merupakan suatu aktivitas yang berbentuk perhatian yang intens terhadap suatu objek. Murphy berpendapat. tugas atau kegiatan. sebagaimana yang dikutip oleh Handoyo. n.kepuasan. m. individu akan mengabaikan objek-objek lain yang tidak diminati. atau suatu aktivitas. tugas atau suatu kegiatan. . h. minat dapat dilihat atas dasar perbedaan rasa suka terhadap sesuatu hal. Masykur (1983) menunjukkan bahwa minat berhubungan dengan kuatnya dorongan yang menyebabkan seseorang memperhatikan seseorang. Maksudnya adalah bahwa perhatian tadi dapat berlangsung secara indriawi terhadap objek yang sebenarnya atau menggunakan perenungan atau pemikiran terhadap objek yang imajiner. Bhatia (1977) menunjukkan bahwa minat merupakan keterlibatan perasaan seseorang terhadap suatu objek atau perasaan seseorang yang tidak dapat dipisahkan dengan objek atau aktivitas. dan juga bisa membuat individu tersebut menjadi bergairah. minat tersebut dapat dilihat berdasarkan adanya perbedaan rasa suka terhadap sesuatu hal. i. l. Menurut Jones (1963). karena adanya kaitan antara individu dengan aktivitas yang disukai tersebut. 1984). Menurut Laiton (Hansen. k. tetapi juga memberikan suatu kondisi yang menghasilkan dan menggairahkan sehingga bisa menyingkirkan aktivitas-aktivitas lain yang tidak sesuai dengan objek yang menjadi fokus perhatian individu tersebut. Dalam kondisi demikian.

aktivitas-aktivitas atau pengalaman yang menarik dari tiap individu. sehingga seseorang itu cenderung memenuhi perasaan worthwhileness dalam hubungannya dengan objek-objek atau hal-hal yang berhubungan dengan subjek khusus atau bidang pengetahuan khusus. Secara umum minat termasuk karakteristik afektif yang memiliki intensitas tinggi. Dalam “Encyclopedia of Psychology”. . q. 2004) mengemukakan bahwa bakat bertalian dengan kecakapan untuk melakukan sesuatu. apabila individu atau seseorang menaruh minat terhadap sesuatu. Fudyartanta (2005) mengemukakan bahwa bakat merupakan kemampuan yang lebih menonjol daripada yang lain. c. 2004) mengartikan bakat sebagai suatu kondisi atau kualitas yang dimiliki oleh individu yang memungkinkan dirinya dapat berkembang di masa yang akan datang. minat atau keinginan adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu. Freeman (Fudyartanta. 1972). keterampilan ataupun suatu respon yang terorganisir. Guildford (Sunaryo. p. baik yang merupakan bawaan ataupun karena perolehan. Apa yang disebut sebagai “doctrine of interest” dalam pendidikan harus berdasarkan pada minat anak. 2. 2005) mendefinisikan bakat sebagai suatu kombinasi karakteristik yang berkapasitas individual untuk memperoleh (melalui latihan) beberapa pengetahuan khusus. Oleh karena itu. maka itu berarti ia telah menetapkan tujuan sebelumnya (Cuming. r. dan selanjutnya dikembangkan minat baru berdasarkan minat yang sudah ada tersebut. Sukardi (Sunaryo. minat adalah kecenderungan tingkah laku yang mengarah pada tujuan yang pasti. dimana kedua-duanya memiliki posisi kualitas yang tinggi. Hal penting pada minat adalah intensitasnya. Crow and Crow mengidentifikasikan minat sebagai kekuatan yang mendorong seseorang memberikan perhatian terhadap orang lain atau melakukan aktivitas tertentu. b. untuk menjadi pemusik ataupun untuk melakukan pekerjaan mekanik. Misalnya saja kemampuan berbahasa. d. Kesimpulan: Minat adalah suatu kecenderungan seseorang dalam bertingkah laku yang dapat diarahkan untuk memperhatikan suatu objek atau melakukan suatu aktivitas tertentu yang didorong oleh perasaan senang karena dianggap bermanfaat bagi dirinya.3) Satu keadaan motivasi atau satu set motivasi yang menuntut tingkah laku o. Sedangkan menurut kamus besar bahasa Indonesia (1990: 583). Sedang minat dalam pengertian struktural adalah elemen atau hal dalam sikap individu. baik secara intelektual (teoritis) maupun secara praktis. Bakat a.

minat adalah kecenderungan tingkah laku yang mengarah pada . g. kesanggupan. Chaplin (1989) menyebutkan bahwa interes atau minat dapat diartikan sebagai:  Suatu sikap yang berlangsung terus menerus yang memberi pola pada perhatian seseorang sehingga membuat dirinya selektif terhadap objek minatnya. kecakapan atau keterampilan tertentu setelah melalui latihan (Tanpa Nama. Dalam “Encyclopedia of Psychology”. Teori tentang minat dan bakat Teori minat Dalam kamus psikologi. Bakat merupakan suatu kemampuan spesifik yang memberikan individu suatu kondisi untuk memungkinkan tercapainya pengetahuan. f. h. capacity atau ability (tidak dapat diukur secara langsung) dan aptitude (kualitas psikis yang hanya dapat diungkapkan dengan tes). kecerdasan.  Perasaan yang menyatakan bahwa satu aktivitas pekerjaan atau objek itu berharga atau berarti bagi individu. Chaplin (2002) mengartikan aptitude (bakat. Kesimpulan: Bakat merupakan suatu konsistensi kerakteristik yang menunjukkan kapasitas seseorang untuk menguasai suatu pengetahuan khusus. kecenderungan) sebagai kapasitas untuk berprestasi di kemudian hari.  Satu keadaan motivasi atau satu set motivasi yang menuntut tingkah laku menuju satu arah tertentu. 2004) mendefinisikan bakat sebagai suatu kemampuan manusia yang terdiri dari achievement atau actual ability (dapat diukur dengan tes tertentu). 2005) mendefinisikan bakat sebagai kombinasi karakteristik alami dan yang dipelajari. Biasanya menyiratkan aspek intelektual atau keterampilan dibandingkan aspek emosi atau karakteristik kepribadian. Bakat seseorang dapat diukur dengan tes bakat. Lyman (Fudyartanta. Woodworth dan Marquis (Sunaryo. Branca (Fudyartanta. 2004).e. ketangkasan. 2005) mengemukakan bahwa bakat merupakan kemampuan yang dipandang sebagai suatu indikasi seberapa baik individu dapat mempelajari pengetahuan atau keterampilan tertentu melalui pelatihan kemudian mempraktekkannya. dimana mengindikasikan kapasitas seseorang untuk mengembangkan kecakapannya dalam beberapa keterampilan. keterampilan atau serangkaian respon yang terorganisir atau kemampuan khusus yang berkembang secara istimewa atau menonjol dibandingkan dengan kemampuan-kemampuan yang lain. i.

dan juga bisa membuat individu tersebut menjadi bergairah. Menurut Laiton (Hansen. tetapi juga memberikan suatu kondisi yang menghasilkan dan menggairahkan sehingga bisa menyingkirkan aktivitas-aktivitas lain yang tidak sesuai dengan objek yang menjadi fokus perhatian individu tersebut. Perhatian yang intens tersebut dapat memberikan kepuasan bagi pelakunya. bahwa minat merupakan kondisi rangsang yang terarah sehubungan dengan tujuan yang bermanfaat. minat merupakan suatu aktivitas yang berbentuk perhatian yang intens terhadap suatu objek. Dengan mengutip pendapat Layton. minat adalah kecenderungan untuk memperhatikan dan mencari objekobjek tertentu. Oleh karena itu. pekerjaan. individu akan mengabaikan objek-objek lain yang tidak diminati. Sementara itu. McDaniel & Sahftel (1958) berpendapat bahwa minat merupakan suatu aktivitas yang sebagian besar perhatian individu terfokus pada objek atau aktivitas tertentu. aktivitas-aktivitas atau pengalaman yang menarik dari tiap individu. minat dapat dilihat atas dasar perbedaan rasa suka terhadap sesuatu hal. atau suatu aktivitas. tugas atau suatu kegiatan. minat tersebut dapat dilihat berdasarkan adanya perbedaan rasa suka terhadap sesuatu hal. baik secara aktual atau tidak. Reaksi tersebut dapat berupa reaksi aktual dan bisa juga bersifat imajiner. Menurut Guilford (1956). minat adalah reaksi organisme yang berhubungan dengan perasaan suka terhadap situasi tertentu. Maksudnya adalah bahwa perhatian tadi dapat berlangsung secara indriawi terhadap objek yang sebenarnya atau menggunakan perenungan atau pemikiran terhadap objek yang imajiner. Dalam kondisi demikian. Keadaan atau aktivitas tersebut tidak hanya sekadar memberikan kepuasan. sebagaimana yang dikutip oleh Handoyo. apabila individu atau seseorang menaruh minat terhadap sesuatu. objek. Dengan demikian. 1984). Sedangkan Bhatia (1977) menunjukkan bahwa minat merupakan keterlibatan perasaan seseorang . 1972).tujuan yang pasti. Sedangkan Crow and Crow mengidentifikasikan minat sebagai kekuatan yang mendorong seseorang memberikan perhatian terhadap orang lain atau melakukan aktivitas tertentu. Sedangkan Murphy berpendapat. Masykur (1983) menunjukkan bahwa minat berhubungan dengan kuatnya dorongan yang menyebabkan seseorang memperhatikan seseorang. Sedang menurut Jones (1963). dan perhatian terhadap objek tersebut cenderung mempengaruhi perilaku individu dalam kegiatan-kegiatan yang lain. Handoyo mengartikan minat sebagai kesukaan atau ketidaksukaan terhadap sesuatu. minat didefinisikan sebagai kesukaan atau ketidaksukaan terhadap sesuatu hal. maka itu berarti ia telah menetapkan tujuan sebelumnya (Cuming. Dengan kata lain. pekerjaan. tugas atau kegiatan. Dengan kata lain.

Eysenck dkk. berpikir dan evaluatif. seseorang. yaitu sebagai berikut:  Dimensi perseptual. mencakup kekuatan. 2004) mengemukakan bahwa bakat bertalian dengan kecakapan untuk melakukan sesuatu. Guildford (Sunaryo. 2004) mengemukakan bahwa terdapat tiga dimensi yang terkandung dalam bakat. mencakup ingatan. karena adanya kaitan antara individu dengan aktivitas yang disukai tersebut. suatu soal atau situasi yang bersangkut paut dengan dirinya. Minat dalam pengertian fungsional menunjukan suatu jenis pengalaman perasaan yang disebut “worthwhileness” (kegunaan) yang dihubungkan dengan perhatian pada objek atau tindakan. orientasi ruang dan waktu serta kecepatan persepsi. dan kecenderungan tersebut antara individu yang satu dengan yang lain tdak sama intensitasnya.terhadap suatu objek atau perasaan seseorang yang tidak dapat dipisahkan dengan objek atau aktivitas. yaitu kemampuan di dalam melakukan persepsi yang mencakup kepekaan indra. perhatian. Sedang minat dalam pengertian struktural adalah elemen atau hal dalam sikap individu. Teori bakat Guildford (Sunaryo.  Dimensi psikomotor. atau pengalaman tertentu. maka individu tidak akan pernah mempunyai minat terhadap sesuatu. impuls. Bila mereka melihat sesuatu itu mempunyai arti bagi dirinya. Hurlock (1986) mengartikan minat sebagai sumber motivasi yang akan mengarahkan seseorang pada apa yang akan mereka lakukan bila diberi kebebasan untuk memilihnya. Sedangkan Drever (1988) mengartikan minat (interest) ke dalam dua pengertian.  Dimensi intelektual. kegiatan. Sedang Witherington (1986) berpendapat bahwa minat adalah kesadaran seseorang pada sesuatu. Apa yang disebut sebagai “doctrine of interest” dalam pendidikan harus berdasarkan pada minat anak. pengenalan. baik yang merupakan bawaan ataupun karena perolehan. Tanpa kesadaran seseorang pada suatu objek. kecermatan dan kordinasi. maka mereka akan tertarik terhadap sesuatu itu yang pada akhirnya nanti akan menimbulkan kepuasan bagi dirinya. dan selanjutnya dikembangkan minat baru berdasarkan minat yang sudah ada tersebut. . kecepatan gerak. baik fungsional maupun struktural. sehingga seseorang itu cenderung memenuhi perasaan worthwhileness dalam hubungannya dengan objek-objek atau halhal yang berhubungan dengan subjek khusus atau bidang pengetahuan khusus. (1972) mendefinisikan minat sebagai suatu kecenderungan untuk bertingkah laku yang berorientasi kepada objek.

Lyman (Fudyartanta. kecakapan atau keterampilan tertentu setelah melalui latihan (Tanpa Nama. Sukardi (Sunaryo. kesanggupan.htm . 2005) mendefinisikan bakat sebagai kombinasi karakteristik alami dan yang dipelajari. Woodworth dan Marquis (Sunaryo. Freeman (Fudyartanta. Chaplin (2002) mengartikan aptitude (bakat. Misalnya saja kemampuan berbahasa. Biasanya menyiratkan aspek intelektual atau keterampilan dibandingkan aspek emosi atau karakteristik kepribadian. 2004) mendefinisikan bakat sebagai suatu kemampuan manusia yang terdiri dari achievement atau actual ability (dapat diukur dengan tes tertentu). Branca (Fudyartanta.com/2009/10/minat-dan-bakat. 2005) mendefinisikan bakat sebagai suatu kombinasi karakteristik yang berkapasitas individual untuk memperoleh (melalui latihan) beberapa pengetahuan khusus. baik secara intelektual (teoritis) maupun secara praktis. untuk menjadi pemusik ataupun untuk melakukan pekerjaan mekanik. Fudyartanta (2005) mengemukakan bahwa bakat merupakan kemampuan yang lebih menonjol daripada yang lain. keterampilan ataupun suatu respon yang terorganisir. dimana kedua-duanya memiliki posisi kualitas yang tinggi. psikologi45. dimana mengindikasikan kapasitas seseorang untuk mengembangkan kecakapannya dalam beberapa keterampilan. kecenderungan) sebagai kapasitas untuk berprestasi di kemudian hari. 2004) mengartikan bakat sebagai suatu kondisi atau kualitas yang dimiliki oleh individu yang memungkinkan dirinya dapat berkembang di masa yang akan datang. capacity atau ability (tidak dapat diukur secara langsung) dan aptitude (kualitas psikis yang hanya dapat diungkapkan dengan tes). 2004).Bakat merupakan suatu kemampuan spesifik yang memberikan individu suatu kondisi untuk memungkinkan tercapainya pengetahuan.blogspot. 2005) mengemukakan bahwa bakat merupakan kemampuan yang dipandang sebagai suatu indikasi seberapa baik individu dapat mempelajari pengetahuan atau keterampilan tertentu melalui pelatihan kemudian mempraktekkannya. ketangkasan. kecerdasan.

5 ::69.....5 ..7 ::.   45522. 79.5 ...5 .. 17:.5 . 79/1..5166 45. 45..65 .7.65  .51:2.5 :/.2.1...9:/.... . ..1.:29   45522. 2.5:5    45....5 ::69..5.5 .3  729.7.5 .5 ::69.2..5  ..6/23..5 /.5 4479.5.9.5 45.:    2  . .5 15.92. :/.2.. 1. .1. 6/2 ... . /9/5..5  45.:. .7 ::.:...2. .5.. :2..:... /91.2..2:2.:.1.5 15. 115:2.5 /.9.5 ::69. .1.1.5 2.:..93/.    59..2......5 .5 .2.5 9./2.9...2 1..2.7 :. 2. 13.2.3  5. 16965. :.5.9.5 2. 2:2.5  6/2  .9:/.. 3... 45. 2.. 511 15.:  2.9....5.1..5..5 2.5 45/...5...5 .  3  #51.:. 497.5 79..5 ..1.1..95..5 6/2 .7. 2:2.2145.

:..:.1.7 6/2 45.1..1. .5/.5 /93.45.9 79/1..7.5 /94.    #9.2..5:/.4.. 6/2 .5 .9:... 45. 13....2.2. :/5. 3.9.735  45/.5 .... 195....5166  /.5  45.5.5 45.5 .   &.... .2.5 /..:2.59.9: 459: .1.:...5 15.2... 79.5.5 12..1./9.511  .5 2.5 .. /9.5 . 497..5:. 1. :32. ... 44/...7.2.7 ::..9.5 ::69...5  4  97 /9751.7::.9.7 ..  5 .  5.5:5 ..9..:. :..5.9. 7..7.9.5 ..5 44/9 763...7 63 .9.3 729.. .5 :5.. :2...1.: 729..:.5 2651: 9.5 ../...5. :2.  :/..: 1.9.5 .

52..545..1..:.2.7. .546.:. 6 #:0636  45. . 3.5......:..2..3.2 ...5455.1.52.9. 205195.4 5003671..2 6  .1.46.:.:. &.5 .57.3.:..3.

92..5 .  8  &1.4.5  :5.2.2 .... 345 ..3 1. 45.7 511  "3 2.55. 7963.. 1.95...5 69.35:: 1.5 .5 /.3. .9.5 45. .51 96 4515.. .22.: .. .9.92 1.5.3 .9 .7 69.5 79...:2. 45   7  96 .4 759. 22..5 4516965 ::69..5 45. .95.5 ...75.5 .. ..7. :/. 05195 445 79..5 45./3...1.5 .9.9.3.2.9.3.5 :/345.. ::69.75 2.7 ::.15.  4. ::69....2..5 .5 45.5 ..5 :.3.3.:.4 /5.1..7 511  /.5 44/92..3.2.4 :2.56/2.2.9 45.5.:. /9.1..  . 511 . 43.72.5 3.5 497..

..6/2..3.

7.97.  &0.2.5 2::  2.2.7.5.. 21.160.75 :.. 45.5.../.    45.5 1. 75.3. 44 45..47..4: /:......9 /.9..1..5./.9:. ...5.69.:.:..9..5 /92.1.57.2.52:: 7..92.5.51:/.375..5:..1.2 .5. 497.5 .2 447963 43./.5:.2.22.9..1.3 . :.5 .195..2 1.5 459.51169656379.174:2..5:5.5:1.7.5 3.5 .2. 24. .9. 79.2.1.: 2.9.9:/91.5:.2.5.5.   ...3.2 :0.7::.5:/2 2::..475112.5:.6/2.52.45.1.5.3. 2..9.515.245.544325.5 1...:  4...1.9:/.2.75 :0.35..52  /  1.:.5 /9/.9:.5 /. 3..5 24.: 511. ..545...   4542.9.5..4 /9.5.3 3... .9/91.9:.5.  9  &1.969. :.9.5 1.    4515:2..5  :473.7/94..5729.5  /.3 5. :. . 5165:.52.2 .:.205195.5/..  94..5  //9.5/9/5.94.1.:  14.:5.2. 205195. . 1.5.95.:/.1.43.5:3...5 3/ 456563 1. 9:765 .:..92.. .32.2 ..52..3. :/.:..5 ::69..2.956 5..5 5.....22. 5..9.243.542. 255..52.3.2. 264/5.1.5:9  :.5 7./1..755.:.:2 2.9..55.:. ...3. 5.545.9.24479.2.47..  5.575.5.473. 124/..

2. /924/. 4432 76:: 2.5  0  31691 &5.2.1...: .514.5.. 2.22.5  .96    4542... 2651: .2.  1  &2..51.:. /9...2.5.91 &5..: . :..243.5 1432 63 511 ..5 /.5::.5 445252.3. /.55.5..3..7.5 195.2.5 20. :/.3.2..9.7. 1.5 15.5 /.96    45..

7.5.2.3 . 497..2 445252....7..2.7. 2..7.9.  0.. 75. 264/5.5 .41.:72 5. 1. .9. :..9..152.5 9:765 .4. 2.5:.:.: 1 241.2279/. .:..    4515:2.5 .515. .2. 2651: 5.5 .2.:.22..5:5  1..2.55.1.: ::69.7.545522.7..9..:.735   45.5 511 :....5.: 5.5. 24. 129 :0.2.47.5.5 '.7.5 1/.2.5.5 ...7. 1.1 2.:.5 ..98: &5.9..5 :0.5152. ..9.045.9    66169.5 .5173.0..52.2.5 1.9..: 2.2511 1.5    .9.2.265::. ...2.5 .:    . 24. 129 15. 43.5.5  2:.5 ..919 1.5.5.5 24.5 /924/.3 73.5.473.5 5.5.2 454/.47..::/9. :9..9:.:.473.. :.52..45512.4.: 7:2: .5 /.5.5  .5 2:: ..5  :/.5:/..5 .3.. :/.2.1 /. :.90../3.969.2 1.9.9:.1...5 /.473. .: .2..:..9. 497..5 24.5:9 ./3.9 .5  205195.    4.7.7.5.: ::69. /.5 .5:...52.7.2 45.512....52.5 20.4 //9.47.:.    4542.5 5.9..72.....9 75.. 2.2.2.:.43. 3. 459.7..517.2 /979:... 1.5 .3.5 44/92.2. 24...  9. 2.5:29.50.33.5. 4473.. .52.. :/.5 :./.2.:7246:.5152.7.2.5  2091.54479.5 .5.57.5  20..9.  2.:2.9.497.51.3.5 .473...9...5 /.2..473.47.32.96    4515:2.3.5 . 456563 1/. 75.5 2::  2.9 14.2.5 :7:2 .0.5.7.7. 1... 1.5 15.2.47.5241.55.   :473.9:.2.57.5.2.!.3 ..5 4.9.

: /.51.53..7.12915.24.5.2.2.47.  @  °f°–¯°f f° ff @ ¯°f  ff¯ f¯¾ ½¾–  ..5 .::69.5..

f½° %% ¯ ° f° ff °  ¾ ff ¯°f f½f ff° ¾ f–f   f ¾f½ f°– f°–¾°–  ¾ ¯ ° ¾ f°– ¯ ¯  ½f ½f f ½ ff° ¾ ¾ f°– ¾ °––f¯ ¯ f °f¾  € f f½ © ¯°f°f   9 f¾ff° f°–¯ °fff° ff¾fff¾½  ©ff°ff  ©  f–fff f f–°     f  f ff° ¯f¾ ff ¾f ¾  ¯f¾ f°– ¯ °° °–f f ¯ °© ¾f ff   °   ff¯#°nn½ f€9¾n–# ¯°ff ff n ° °–f°°–fff°–¯ °–ff½f f .

©f°f°–½f¾ ff¾ ff¾ff½ °–ff¯f°f°–¯ °f ff½°    f °f   f½f f °   ff ¾ ¾ f°– ¯ °f ¯°f  f f½ ¾ ¾f  ¯ff  f f  f ¯ ° f½f° ©f° ¾ ¯°f %.

¯°–  %   f°–f° .

 f°  .

f¾ °ff ff ff½ ff°f  f½f f°–¾°–¾ nff° f f f½ ©  f°–¾ °f°fff¯ °––°ff°½  °°–f°ff ½ ¯f°  f f½  ©  f°– ¯f©°   9 ff° f°– ° °¾  ¾  f½f ¯ ¯ f°  ½f¾f° f– ½ f°f  f° ©–f ¾f ¯ ¯ f °    ¾  ¯ °©f  –ff  ff¯ ° ¾ ¯f° °  ff°¯ °–f ff° ©   © f°f°– f ¯°f   . °f°%f°¾ ° % ¯°f  €°¾f° ¾ f–f ¾ff°ff  f¾ff° f f½ ¾ ¾ff  °–f°fff° ¯°f ¾  f½f f  f¾ff°f f°f½  ff°f¾f¾f  f f½¾ ¾ff ½  ©ff° –f¾ff –ff°  ¯ °ff .f¾%%¯ °°©f° ff ¯°f  °–f° °–f° f°f °–f° f°– ¯ ° f f° ¾ ¾ f°– ¯ ¯½ ff°¾ ¾ f°–  ©  ff¾fff¾    f°–f° ff %% ¯ °°©f° ff ¯°f ¯ ½ff°    ff° ½ f¾ff° ¾ ¾ f°– .½ ½ ° f½f  ¾ f–f¯f°f f°– ½   f°   ff ¯°f ¯ ½ff° ° ¾ f°–¾f°– f°–  ff ¾  °–f° °–f°©f°f°– ¯f°€ff   .nf°   f€  %% ½ ° f½f ff ¯°f ¯ ½ff° ¾f ff¾ f°– ¾ f–f° ¾f½ ff°°   €¾½f f © ffff¾  °  f ff°ffff¾ ¾   f f°f ¾ f f ¯ ¯ f°  ½f¾f°   f½ ©–f ¯ ¯ f° ¾f ° ¾ f°– ¯ °–f¾f° f° ¯ °––fff° ¾ °––f ¾f ¯ °°–f° ff¾ ff¾ f° f°–  f ¾ ¾f °–f° © f°–¯ °©f €¾½ ff°°   ¾     f°–¯ °° ¾%% ¯°ff ff f¾–f°¾¯ f°–  °–f° °–f°½ f¾ff° ¾f  f f½ ¾f¾   °   f¾  ¾  f½f ½f  f¾ ff f° ¾f ©–f ¾€f ¯f©°   °–f° ¯f° ¯°f¯ ½ff°¾fff¾f°–  °½ ff°f°–° °¾  f f½¾f ©   f¾ nffffff f . ¯ °– °€f¾f° ¯°f¾ f–f ff°f°–¯ ° °–¾ ¾ f°–¯ ¯ f°½ ff° f f½f°–f°ff ¯ ff°ff¾  °    °–f° ¯ °–½ ½ ° f½f f°  f°  ¯ °–ff° ¯°f ¾ f–f  ¾ff° ff   f ¾ff°  f f½ ¾ ¾f   °–f° ff f°  ¯°f f½f f ff¾ f¾f ½  ff° f¾f ¾f  f f½ ¾ ¾f f  ½  ©ff°  –f¾ ff ¾f  –ff°   f°–f° . ° €  %%  ¯°f f ff  n ° °–f° ° ¯ ¯½ ff° f° ¯ °nf  ©   ©   °  f°½ ff° f f½ ©  ¾ n ° °–¯ ¯½ °–f½ f°   ff¯ –ff°  –ff°f°–f°   .

 f f½ ¾f  ©  ff ½ f¾ff° ¾ ¾ f°– f°–  f f½f ½¾ff° °–f°  ©  ff ff¾ f °ff f°fff°f°ff°   °–f°ff¾f°– ¾f ¾   ¾ °n  %%¯ ° €°¾f°¯°f¾ f–f¾f n ° °–f°° °–fff°–  °f¾ ½f f ©   –ff° ff½ °–ff¯f°  °  f° n ° °–f° ¾ f°ff °  f°–¾f °–f°f°–f° f¾f¯f° °¾f¾°f    f°–J °–°%% ½ ° f½f ff¯°f f ff  ¾f ff°¾ ¾ f°–½f f¾ ¾f  ¾ ¾ f°– ¾f¾fff¾f¾f°– ¾f°–½f °–f° °f @f°½f ¾f ff°¾ ¾ f°– ½f f¾f ©  ¯ff°   fff°½ °f¯ ¯½°f¯°f f f½¾ ¾f   n%%¯ °–ff°¯°f¾ f–f¾¯ ¯f¾f°–ff°¯ °–fff°¾ ¾ f°–½f f f½ff°–ff°¯  fff° f   f¾f°°¯ ¯°f  f¯  f¯ f¾ ¾f ¯ ¯½°ff f– °f ¯ff¯  fff° f f f½¾ ¾ff°–½f ff°f °f°ff°¯ °¯ f° ½f¾f° f– °f    f°–f°    %% ¯ °–ff° ¯°f %°  ¾%   ff¯ f ½ °– f°  f €°–¾°f ¯f½° ¾f  .°f ff¯ ½ °– f° €°–¾°f ¯ °°©f° ¾f © °¾ ½ °–ff¯f° ½ f¾ff° f°– ¾  # ° ¾¾# % –°ff°% f°–  °–f° °–f° ½ ff° ½f f  © ff° ff°  f°–¯°f ff¯½ °– f°¾ff ff  ¯ °fff ff¯¾f½ °    f f°– ¯ ½ff° fff° ff½° f °f ½  f°  ¾ °––f ¾ ¾ f°–  n ° °–¯ ¯ °½ f¾ff° ° ¾¾ ff¯ °–f°°f °–f° ©   © fff f f°–  °–f° °–f° ¾ ©  ¾¾ ff  f°– ½ °– ff° ¾¾  ½f f°– ¾  ¾ f–f # n°  € °  ¾# ff¯ ½ °  f° f¾  f¾ff° ½f f ¯°f f°f  f° ¾ f°©°f  ¯ f°–f°¯°f f  f¾ff°¯°ff°–¾ ff f ¾   @  ff  €  %°f  % ¯ °– ¯ff° ff ff ff° °–f°  nff½f° ° ¯ ff°¾ ¾f   €  %°f  % ¯ °– ¯ff° ff   f½f –f ¯ °¾ f°–  f° °– ff¯ ff f¾ f–f    ¯ °¾ ½ ¾ ½f  f  ¯f¯½f°  ff¯ ¯ ff° ½ ¾ ½¾ f°– ¯ °nf½  ½ ff° ° f ½ ff°  °f¾f°– f°f¾ f n ½ff°½ ¾ ½¾  ¯ °¾½¾¯ ¯ °nf½ ff° ¯½¾  n ½ff°– f  n ¯ff° f° °f¾  ¯ °¾°  f ¯ °nf½°–ff° ½ °– °ff°  ½ f° ff€  .

ff ¯ ½ff° ¾f  ¯f¯½f° ¾½ ¾€ f°– ¯ ¯ f° °   ¾f ° ¾ ° ¯ ¯°–°f°  nf½f°f ½ °– ff°   nff½f° ff   f¯½f°   ° ¾  f ¯ f ff°%@f°½f-f¯f %  .

¾f°f¾f©f ¯f¯½f°  ff¾f ° ¯ °©f ½ ¯¾ff½°°¯ ff°½  ©ff°¯ f°   ff°f %% ¯ °– ¯ff° ff ff ¯ ½ff°  ¯f¯½f° f°–   ¯ °°© f½f f f°– f°  f ¾ nff °  f % ¾% ¯f½° ¾ nff ½f¾  ¯f°f  f f°f ¯ ¯½¾¾ff¾f°–°––  ½¾– –¾½ n¯$$$¯°f f° ff ¯ .f¾%°f %¯ ° €°¾f° ff¾ f–f¾f ¯f¯½f°¯f°¾f f°–   ffn  ¯ °fffnff % f½f  °–f°  ¾  °% nf½fnff f  % f f½f  ¾ nff f°–¾°–% f° f½  %ff¾ ½¾¾ f°– f°f f½f °–f½f° °–f° ¾%  f  %°f  % ¯ °–ff° ff ¾ f–f ¾f ° ¾ ff ff¾ f°– ¯   °  f°–¯ ¯°–°f° °f f½f  ¯ f°– ¯f¾ff°–ff° ff°–  f°nf% ff°f % ¯ °– ¯ff° ff ff¯ ½ff° ¯f¯½f°f°– ½f° f°– ¾ f–f ¾f ° f¾ ¾ f½f f °   f½f ¯ ¯½ f©f ½ °– ff° ff   f¯½f°   °¯ f½ ff° ¯ f°¯ ¯½f f°°f  ¯f° % ff°f  % ¯ ° €°¾f° ff ¾ f–f ¯ °f¾ ff ¾ ff¯ f° f°– ½ f©f  ¯f°f ¯ °–° f¾f° f½f¾f¾ ¾ ¾ f°– ° ¯ °– ¯ f°–f°  nff½f°°f ff¯ f½f   f¯½f°  f¾f°f ¯ °ff° f¾½  °  f ff   f¯½f°  f° °–f°f¾½  ¯¾ffff ¾ ½ f f°   ¯f° % ff°f  % ¯ ° €°¾f° ff ¾ f–f ¾f ¯ °f¾ ff ¾ f°– f½f¾f¾ °  f ° ¯ ¯½   %¯ f ff°% f½f ½ °– ff° ¾¾    f¯½f°ff½°¾f ¾½°f°– –f°¾ .f½° %% ¯ °–ff° f½  % ff   f°–f¾f°   n  f¾f°   ¾f°––½f°   n ° °–f°%¾ f–ff½f¾f¾° ½ ¾f¾  ¯ f°f  J  f°.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful