P. 1
Pengertian Minat

Pengertian Minat

|Views: 184|Likes:
Published by brewokjuyt

More info:

Published by: brewokjuyt on Sep 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/16/2015

pdf

text

original

Pengertian Minat

Sabtu, 21 Maret 2009 , Posted by Qym at 3/21/2009 11:59:00 AM 1 Pengertian Minat Apabila seseorang menaruh perhatian terhadap sesuatu, maka minat akan menjadi motif yang kuat untuk berhubungan secara lebih aktif dengan sesuatu yang menarik minatnya. Minat akan semakin bertambah jika disalurkan dalam suatu kegiatan. Keterikatan dengan kegiatan tersebut akan semakin menumbuh kembangkan minat. Sesuai pendapat yang dikemukakan Hurlock (1990:144), “bahwa semakin sering minat diekspresikan dalam kegiatan maka semakin kuatlah ia”. Minat dapat menjadi sebab terjadinya suatu kegiatan dan hasil yang akan diperoleh. Minat adalah suatu pemusatan perhatian secara tidak sengaja yang terlahir dengan penuh kemauan, rasa ketertarikan, keinginan, dan kesenangan (Natawijaya, 1978:94) Menurut Soesilowindradini (dalam Tuharjo,1989:13), “suatu kegiatan yang dilakukan tidak sesuai minat akan menghasilkan prestasi yang kurang menyenangkan”. Dapat dikatakan bahwa dengan terpenuhinya minat seseorang akan mendapatkan kesenangan dan kepuasan batin yang dapat menimbulkan motivasi. Purnama (1994:15) menjabarkan karakteristik individu yang memiliki minat tinggi terhadap sesuatu yaitu: adanya perhatian yang besar, memiliki harapan yang tinggi, berorientasi pada keberhasilan, mempunyai kebangggaan, kesediaan untuk berusaha dan mempunyai pertimbangan yang positif. Pendapat tersebut tidak jauh berbeda dengan pendapat Slameto dalam (TomiDarmawan,2007) yang menyatakan “bahwa minat adalah rasa suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh, minat pada hakekatnya adalah penerimaan hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar dirinya, semakin kuat atau semakin dekat hubungan tersebut maka semakin besar minatnya”. Suyanto (1969:9) memandang minat sebagai pemusatan perhatian yang tidak sengaja yag terlahir dengan penuh kemauan dan tergantung dari bakat dan lingkungan. Utami dan Fauzan dalam (Tomi Darmawan,2007) memandang minat sebagai kecenderungan yang relatif menetap sebagai bagian diri seseorang, untuk tertarik dan menekuni bidang-bidang tertentu. Winkel (1987:105) menyatakan “bahwa minat merupakan suatu kecenderungan subjek yang menetap untuk merasa tertarik pada bidang studi tertentu dan merasa senang untuk mempelajari materi itu”. Dari berbagai pendapat tersebut dapat ditemukan adanya beberapa unsur pokok dalam pengertian minat, yaitu adanya perhatian, daya dorong tiap-tiap individu dan kesenangan.

maka mereka akan tertarik terhadap sesuatu itu yang pada akhirnya nanti akan menimbulkan kepuasan bagi dirinya. kegiatan. c. baik fungsional maupun struktural.Kesimpulan dari beberapa definisi di atas tentang minat. Witherington (1986) berpendapat bahwa minat adalah kesadaran seseorang pada sesuatu. b. atau pengalaman tertentu. dan perhatian terhadap objek tersebut cenderung mempengaruhi perilaku individu dalam kegiatan-kegiatan yang lain. Drever (1988) mengartikan minat (interest) ke dalam dua pengertian. Minat dalam pengertian fungsional menunjukan suatu jenis pengalaman perasaan yang disebut “worthwhileness” (kegunaan) yang dihubungkan dengan perhatian pada objek atau tindakan. Tanpa kesadaran seseorang pada suatu objek. Eysenck dkk. d. Bila mereka melihat sesuatu itu mempunyai arti bagi dirinya. Keadaan atau aktivitas tersebut tidak hanya sekadar memberikan . aktivitas. pemahaman. dan keterampilan untuk tujuan perhatian atau pencapaian. suatu soal atau situasi yang bersangkut paut dengan dirinya. bahwa minat merupakan suatu perhatian khusus terhadap suatu hal tertentu yang tercipta dengan penuh kemauan dan tergantung dari bakat dan lingkungannya. maka individu tidak akan pernah mempunyai minat terhadap sesuatu. Minat dapat dikatakan sebagai dorongan kuat bagi seseorang untuk melakukan segala sesuatu dalam mewujudkan pencapaian tujuan dan citacita yang menjadi keinginannya. dan kecenderungan tersebut antara individu yang satu dengan yang lain tdak sama intensitasnya. minat adalah kecenderungan untuk memperhatikan dan mencari objek-objek tertentu. Hurlock (1986) mengartikan minat sebagai sumber motivasi yang akan mengarahkan seseorang pada apa yang akan mereka lakukan bila diberi kebebasan untuk memilihnya. f. seseorang. e. Minat a. Menurut Guilford (1956). minat adalah suatu disposisi yang terorganisir melalui pengalaman yang mendorong seseorang untuk memperoleh objek khusus. (1972) mendefinisikan minat sebagai suatu kecenderungan untuk bertingkah laku yang berorientasi kepada objek. Minat dan Bakat Oleh : Wati (4507091036) 1. Menurut Getzel (1966). McDaniel & Sahftel (1958) berpendapat bahwa minat merupakan suatu aktivitas yang sebagian besar perhatian individu terfokus pada objek atau aktivitas tertentu. g.

minat merupakan suatu aktivitas yang berbentuk perhatian yang intens terhadap suatu objek. minat tersebut dapat dilihat berdasarkan adanya perbedaan rasa suka terhadap sesuatu hal. minat dapat dilihat atas dasar perbedaan rasa suka terhadap sesuatu hal. objek. sebagaimana yang dikutip oleh Handoyo. Dalam kondisi demikian. Murphy berpendapat. Dengan kata lain. karena adanya kaitan antara individu dengan aktivitas yang disukai tersebut. tugas atau kegiatan. Chaplin (1989) menyebutkan bahwa interes atau minat dapat diartikan sebagai: 1) Suatu sikap yang berlangsung terus menerus yang memberi pola pada perhatian seseorang sehingga membuat dirinya selektif terhadap objek minatnya. i. Menurut Jones (1963). Bhatia (1977) menunjukkan bahwa minat merupakan keterlibatan perasaan seseorang terhadap suatu objek atau perasaan seseorang yang tidak dapat dipisahkan dengan objek atau aktivitas. k. Pendapat Layton. . minat adalah reaksi organisme yang berhubungan dengan perasaan suka terhadap situasi tertentu. Dengan kata lain. baik secara aktual atau tidak. Maksudnya adalah bahwa perhatian tadi dapat berlangsung secara indriawi terhadap objek yang sebenarnya atau menggunakan perenungan atau pemikiran terhadap objek yang imajiner. m. pekerjaan. Menurut Laiton (Hansen. individu akan mengabaikan objek-objek lain yang tidak diminati. pekerjaan. tugas atau suatu kegiatan. n. bahwa minat merupakan kondisi rangsang yang terarah sehubungan dengan tujuan yang bermanfaat. l. 1984). h. minat didefinisikan sebagai kesukaan atau ketidaksukaan terhadap sesuatu hal.kepuasan. j. dan juga bisa membuat individu tersebut menjadi bergairah. tetapi juga memberikan suatu kondisi yang menghasilkan dan menggairahkan sehingga bisa menyingkirkan aktivitas-aktivitas lain yang tidak sesuai dengan objek yang menjadi fokus perhatian individu tersebut. Handoyo mengartikan minat sebagai kesukaan atau ketidaksukaan terhadap sesuatu. atau suatu aktivitas. Reaksi tersebut dapat berupa reaksi aktual dan bisa juga bersifat imajiner. Masykur (1983) menunjukkan bahwa minat berhubungan dengan kuatnya dorongan yang menyebabkan seseorang memperhatikan seseorang. 2) Perasaan yang menyatakan bahwa satu aktivitas pekerjaan atau objek itu berharga atau berarti bagi individu. Dengan demikian. Perhatian yang intens tersebut dapat memberikan kepuasan bagi pelakunya.

Freeman (Fudyartanta. c. baik yang merupakan bawaan ataupun karena perolehan. Sedangkan menurut kamus besar bahasa Indonesia (1990: 583). Secara umum minat termasuk karakteristik afektif yang memiliki intensitas tinggi. aktivitas-aktivitas atau pengalaman yang menarik dari tiap individu. Kesimpulan: Minat adalah suatu kecenderungan seseorang dalam bertingkah laku yang dapat diarahkan untuk memperhatikan suatu objek atau melakukan suatu aktivitas tertentu yang didorong oleh perasaan senang karena dianggap bermanfaat bagi dirinya.3) Satu keadaan motivasi atau satu set motivasi yang menuntut tingkah laku o. r. Oleh karena itu. Sedang minat dalam pengertian struktural adalah elemen atau hal dalam sikap individu. 1972). dimana kedua-duanya memiliki posisi kualitas yang tinggi. 2005) mendefinisikan bakat sebagai suatu kombinasi karakteristik yang berkapasitas individual untuk memperoleh (melalui latihan) beberapa pengetahuan khusus. Misalnya saja kemampuan berbahasa. untuk menjadi pemusik ataupun untuk melakukan pekerjaan mekanik. Bakat a. Guildford (Sunaryo. Crow and Crow mengidentifikasikan minat sebagai kekuatan yang mendorong seseorang memberikan perhatian terhadap orang lain atau melakukan aktivitas tertentu. Dalam “Encyclopedia of Psychology”. minat atau keinginan adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu. 2004) mengartikan bakat sebagai suatu kondisi atau kualitas yang dimiliki oleh individu yang memungkinkan dirinya dapat berkembang di masa yang akan datang. apabila individu atau seseorang menaruh minat terhadap sesuatu. p. maka itu berarti ia telah menetapkan tujuan sebelumnya (Cuming. . Fudyartanta (2005) mengemukakan bahwa bakat merupakan kemampuan yang lebih menonjol daripada yang lain. q. 2. 2004) mengemukakan bahwa bakat bertalian dengan kecakapan untuk melakukan sesuatu. baik secara intelektual (teoritis) maupun secara praktis. d. Apa yang disebut sebagai “doctrine of interest” dalam pendidikan harus berdasarkan pada minat anak. b. sehingga seseorang itu cenderung memenuhi perasaan worthwhileness dalam hubungannya dengan objek-objek atau hal-hal yang berhubungan dengan subjek khusus atau bidang pengetahuan khusus. keterampilan ataupun suatu respon yang terorganisir. dan selanjutnya dikembangkan minat baru berdasarkan minat yang sudah ada tersebut. Sukardi (Sunaryo. Hal penting pada minat adalah intensitasnya. minat adalah kecenderungan tingkah laku yang mengarah pada tujuan yang pasti.

Dalam “Encyclopedia of Psychology”. Kesimpulan: Bakat merupakan suatu konsistensi kerakteristik yang menunjukkan kapasitas seseorang untuk menguasai suatu pengetahuan khusus. dimana mengindikasikan kapasitas seseorang untuk mengembangkan kecakapannya dalam beberapa keterampilan. Branca (Fudyartanta. kecerdasan. Lyman (Fudyartanta.  Satu keadaan motivasi atau satu set motivasi yang menuntut tingkah laku menuju satu arah tertentu. f. 2004) mendefinisikan bakat sebagai suatu kemampuan manusia yang terdiri dari achievement atau actual ability (dapat diukur dengan tes tertentu). kecakapan atau keterampilan tertentu setelah melalui latihan (Tanpa Nama. kesanggupan. kecenderungan) sebagai kapasitas untuk berprestasi di kemudian hari. h. Teori tentang minat dan bakat Teori minat Dalam kamus psikologi. 2005) mendefinisikan bakat sebagai kombinasi karakteristik alami dan yang dipelajari. Biasanya menyiratkan aspek intelektual atau keterampilan dibandingkan aspek emosi atau karakteristik kepribadian. capacity atau ability (tidak dapat diukur secara langsung) dan aptitude (kualitas psikis yang hanya dapat diungkapkan dengan tes). Bakat seseorang dapat diukur dengan tes bakat. Bakat merupakan suatu kemampuan spesifik yang memberikan individu suatu kondisi untuk memungkinkan tercapainya pengetahuan.  Perasaan yang menyatakan bahwa satu aktivitas pekerjaan atau objek itu berharga atau berarti bagi individu. 2005) mengemukakan bahwa bakat merupakan kemampuan yang dipandang sebagai suatu indikasi seberapa baik individu dapat mempelajari pengetahuan atau keterampilan tertentu melalui pelatihan kemudian mempraktekkannya. minat adalah kecenderungan tingkah laku yang mengarah pada . g. Woodworth dan Marquis (Sunaryo. Chaplin (1989) menyebutkan bahwa interes atau minat dapat diartikan sebagai:  Suatu sikap yang berlangsung terus menerus yang memberi pola pada perhatian seseorang sehingga membuat dirinya selektif terhadap objek minatnya.e. i. Chaplin (2002) mengartikan aptitude (bakat. 2004). ketangkasan. keterampilan atau serangkaian respon yang terorganisir atau kemampuan khusus yang berkembang secara istimewa atau menonjol dibandingkan dengan kemampuan-kemampuan yang lain.

atau suatu aktivitas. Sedang menurut Jones (1963). tugas atau kegiatan. individu akan mengabaikan objek-objek lain yang tidak diminati. Menurut Guilford (1956). tetapi juga memberikan suatu kondisi yang menghasilkan dan menggairahkan sehingga bisa menyingkirkan aktivitas-aktivitas lain yang tidak sesuai dengan objek yang menjadi fokus perhatian individu tersebut. Handoyo mengartikan minat sebagai kesukaan atau ketidaksukaan terhadap sesuatu.tujuan yang pasti. Sedangkan Murphy berpendapat. McDaniel & Sahftel (1958) berpendapat bahwa minat merupakan suatu aktivitas yang sebagian besar perhatian individu terfokus pada objek atau aktivitas tertentu. bahwa minat merupakan kondisi rangsang yang terarah sehubungan dengan tujuan yang bermanfaat. minat adalah kecenderungan untuk memperhatikan dan mencari objekobjek tertentu. apabila individu atau seseorang menaruh minat terhadap sesuatu. Menurut Laiton (Hansen. Keadaan atau aktivitas tersebut tidak hanya sekadar memberikan kepuasan. minat tersebut dapat dilihat berdasarkan adanya perbedaan rasa suka terhadap sesuatu hal. 1972). aktivitas-aktivitas atau pengalaman yang menarik dari tiap individu. Sementara itu. Oleh karena itu. maka itu berarti ia telah menetapkan tujuan sebelumnya (Cuming. dan juga bisa membuat individu tersebut menjadi bergairah. Dalam kondisi demikian. tugas atau suatu kegiatan. dan perhatian terhadap objek tersebut cenderung mempengaruhi perilaku individu dalam kegiatan-kegiatan yang lain. Dengan demikian. minat didefinisikan sebagai kesukaan atau ketidaksukaan terhadap sesuatu hal. objek. minat merupakan suatu aktivitas yang berbentuk perhatian yang intens terhadap suatu objek. minat adalah reaksi organisme yang berhubungan dengan perasaan suka terhadap situasi tertentu. pekerjaan. 1984). Maksudnya adalah bahwa perhatian tadi dapat berlangsung secara indriawi terhadap objek yang sebenarnya atau menggunakan perenungan atau pemikiran terhadap objek yang imajiner. Sedangkan Bhatia (1977) menunjukkan bahwa minat merupakan keterlibatan perasaan seseorang . Sedangkan Crow and Crow mengidentifikasikan minat sebagai kekuatan yang mendorong seseorang memberikan perhatian terhadap orang lain atau melakukan aktivitas tertentu. Dengan kata lain. Reaksi tersebut dapat berupa reaksi aktual dan bisa juga bersifat imajiner. Dengan mengutip pendapat Layton. Masykur (1983) menunjukkan bahwa minat berhubungan dengan kuatnya dorongan yang menyebabkan seseorang memperhatikan seseorang. Perhatian yang intens tersebut dapat memberikan kepuasan bagi pelakunya. pekerjaan. Dengan kata lain. baik secara aktual atau tidak. sebagaimana yang dikutip oleh Handoyo. minat dapat dilihat atas dasar perbedaan rasa suka terhadap sesuatu hal.

maka individu tidak akan pernah mempunyai minat terhadap sesuatu. Guildford (Sunaryo.  Dimensi intelektual. pengenalan. Sedangkan Drever (1988) mengartikan minat (interest) ke dalam dua pengertian. dan selanjutnya dikembangkan minat baru berdasarkan minat yang sudah ada tersebut. Bila mereka melihat sesuatu itu mempunyai arti bagi dirinya. atau pengalaman tertentu.terhadap suatu objek atau perasaan seseorang yang tidak dapat dipisahkan dengan objek atau aktivitas. suatu soal atau situasi yang bersangkut paut dengan dirinya. 2004) mengemukakan bahwa terdapat tiga dimensi yang terkandung dalam bakat. Tanpa kesadaran seseorang pada suatu objek. Hurlock (1986) mengartikan minat sebagai sumber motivasi yang akan mengarahkan seseorang pada apa yang akan mereka lakukan bila diberi kebebasan untuk memilihnya. seseorang. orientasi ruang dan waktu serta kecepatan persepsi. mencakup ingatan. baik yang merupakan bawaan ataupun karena perolehan. Sedang Witherington (1986) berpendapat bahwa minat adalah kesadaran seseorang pada sesuatu. Minat dalam pengertian fungsional menunjukan suatu jenis pengalaman perasaan yang disebut “worthwhileness” (kegunaan) yang dihubungkan dengan perhatian pada objek atau tindakan. yaitu kemampuan di dalam melakukan persepsi yang mencakup kepekaan indra. (1972) mendefinisikan minat sebagai suatu kecenderungan untuk bertingkah laku yang berorientasi kepada objek. yaitu sebagai berikut:  Dimensi perseptual. berpikir dan evaluatif. sehingga seseorang itu cenderung memenuhi perasaan worthwhileness dalam hubungannya dengan objek-objek atau halhal yang berhubungan dengan subjek khusus atau bidang pengetahuan khusus. Sedang minat dalam pengertian struktural adalah elemen atau hal dalam sikap individu. maka mereka akan tertarik terhadap sesuatu itu yang pada akhirnya nanti akan menimbulkan kepuasan bagi dirinya. Apa yang disebut sebagai “doctrine of interest” dalam pendidikan harus berdasarkan pada minat anak. kegiatan. kecermatan dan kordinasi. dan kecenderungan tersebut antara individu yang satu dengan yang lain tdak sama intensitasnya. impuls.  Dimensi psikomotor. 2004) mengemukakan bahwa bakat bertalian dengan kecakapan untuk melakukan sesuatu. baik fungsional maupun struktural. mencakup kekuatan. Eysenck dkk. Teori bakat Guildford (Sunaryo. kecepatan gerak. karena adanya kaitan antara individu dengan aktivitas yang disukai tersebut. . perhatian.

com/2009/10/minat-dan-bakat. 2004) mengartikan bakat sebagai suatu kondisi atau kualitas yang dimiliki oleh individu yang memungkinkan dirinya dapat berkembang di masa yang akan datang. capacity atau ability (tidak dapat diukur secara langsung) dan aptitude (kualitas psikis yang hanya dapat diungkapkan dengan tes). dimana kedua-duanya memiliki posisi kualitas yang tinggi. kecakapan atau keterampilan tertentu setelah melalui latihan (Tanpa Nama. keterampilan ataupun suatu respon yang terorganisir. Lyman (Fudyartanta. Woodworth dan Marquis (Sunaryo. kecenderungan) sebagai kapasitas untuk berprestasi di kemudian hari. kesanggupan. Sukardi (Sunaryo.htm . 2005) mengemukakan bahwa bakat merupakan kemampuan yang dipandang sebagai suatu indikasi seberapa baik individu dapat mempelajari pengetahuan atau keterampilan tertentu melalui pelatihan kemudian mempraktekkannya. untuk menjadi pemusik ataupun untuk melakukan pekerjaan mekanik. dimana mengindikasikan kapasitas seseorang untuk mengembangkan kecakapannya dalam beberapa keterampilan.blogspot. baik secara intelektual (teoritis) maupun secara praktis. Branca (Fudyartanta. kecerdasan. Chaplin (2002) mengartikan aptitude (bakat. Biasanya menyiratkan aspek intelektual atau keterampilan dibandingkan aspek emosi atau karakteristik kepribadian. ketangkasan. Fudyartanta (2005) mengemukakan bahwa bakat merupakan kemampuan yang lebih menonjol daripada yang lain. 2005) mendefinisikan bakat sebagai kombinasi karakteristik alami dan yang dipelajari. 2004). 2004) mendefinisikan bakat sebagai suatu kemampuan manusia yang terdiri dari achievement atau actual ability (dapat diukur dengan tes tertentu). psikologi45.Bakat merupakan suatu kemampuan spesifik yang memberikan individu suatu kondisi untuk memungkinkan tercapainya pengetahuan. Freeman (Fudyartanta. 2005) mendefinisikan bakat sebagai suatu kombinasi karakteristik yang berkapasitas individual untuk memperoleh (melalui latihan) beberapa pengetahuan khusus. Misalnya saja kemampuan berbahasa.

92... 13.... .. 45... 2:2.7. .5.5 /..5 2.5 79..5 ::69.5 .5 ::69. 2. .9:/.:..:..9. 17:.7 ::.5 ::69.2. 3.....1.. 1.1.. /9/5....65  .9.5.2..:29   45522.5166 45.2.2. 79/1..5  6/2  ..5 ...5 4479.... /91. ..5 2./2..5 9..2. .5 .5 15.5 ..5  45.5 .5 ::69.51:2. 511 15.9.2...7...5 15.9.5  .. 497. 2. 2:2. 6/2 .1.5 .    59.2.2.5 45/..:.9. 45... 115:2..7 :.. :/.5 ..2..1.5 /.7 ::.5 6/2 .5 2.  3  #51.3  729.5.9:/.5.1..:.6/23.1..1.5 45..:    2  .1.5 .7.3  5.:. .:  2.2145..2 1..   45522.... . 79.1.5 ...2:2.. 16965.5:5    45..5.93/.5... :2.95.65 .5 .5. .:. :.. 2.5 :/..

4..   &.9. .. 79.5 2..:..:..  5.5.1.7 ::.5 . :2.9.735  45/...... 44/....  :/. 3.7..5 /94.7... 1.5:5 .1.5  4  97 /9751.5 .. ..59.5 ..7 63 ..5 /.:..5 /93.. 195..5 45.: 729.7 .5.2.5 .2..5.9./9.1.2.2.: 1. 45.1.:2..7::.5 . :.5 2651: 9. /9. . :/5.5 ....:.2.9 79/1.9.5/. .1.    #9.:.5 15. :32..2. :2. 6/2 .5 44/9 763.9. 13.5 12.5:/. 7...7 6/2 45....5.5 ..5 ::69..7..5 ..9../..511  .....9: 459: .5:.  5 .9.9. 497.45.....5 :5.5166  /.5  45..9:.1.3 729...

...5 . 3.:. .3.9...:..:.1..:.:...5455.2 .1. . &..7.2.2 6  .545.3.1.4 5003671..5.52.546.3.46.52..:. 6 #:0636  45..57.2. 205195..

2 . 22.7 ::.9 .5  :5.  4..5 .:.5 44/92.7..2... 45   7  96 .5 45..56/2...3.3.72.5 3.: . 05195 445 79.5 .5 69..3.5.5 .51 96 4515. 511 .9. /9. ::69..5 . 45.5 :..9 45..5 . .... .5 .:2...7 511  /.4 /5.1.5 45.5 .95.2. 43.3 1.5 45. 1.  .4.5 /.5 497. ::69..3 .1.. .22. :/.7 69.92 1../3..3.95.1...5 45.9.3.75 2. 345 .5 79.15..5 4516965 ::69. . .7 511  "3 2.9.92.4 :2.5. 7963.2.2.4 759. ...75.2..3.55..5 :/345.9..  8  &1.35:: 1...:..9.

6/2.3....

 :..... 205195.:  14.   .245.. 45.94.1.3... 124/.. 2.3.4 /9.51:/.5.2.5.5:9  :.9.:. .5:3..5 7.9:...5.: 511..5:5.  5.3 5.2..:2 2. 5165:.:.5 459.6/2.5..57. .5.52.:.:.5 2::  2.   4542.2 .:  4.  &0.. 497.475112..5.1./..3..969.9..5:/2 2::.5 ::69..52  /  1..95.1. :/.97.9.2 447963 43..52.:.4: /:.52..956 5.755. 264/5.5 1.5.5.1.2.1. 24.5 . 255..5 /9/.375.9:. 21.575.5 /..35.5  :473.9:/91...5.473.52.2 :0.5 1.. .1.2.5 .5:.5.542..:. 5..5:../.544325...5/9/5.7..2 ..1..5/.1..9.195.47./1.. 3..9.5 3/ 456563 1.52:: 7..5  /. . 9:765 .9 /.45.9/91.  94. .    4515:2.. :.  9  &1..    45.:.24479..: 2.75 :.9:.160.3 3.9.2.7/94.9..5:1...1..5 /92.2.32.2.174:2.92.. .2.2.545.5.545.22.5.9.2..2 .3. 75.5  //9.5 3.2.92.3 .1. .. :.:5.9..5 1.9.51169656379.. 79.43.:. 44 45. 1.75 :0.55.5:.5.3.5.../.515..47.7::..5:.. 5..3.69..5729..7..5 24.:/.205195.9.9:/..22..5 . .5 5.7.2 1.243..2.

  1  &2.1. /. /924/.51.2.243..514.9.. :/.5 445252.55.: .....5  .5 15.5 195..5. 2..3..91 &5.5.2.2..5 /. :.3.5 20.3.5::.7. 2651: ...2.96    4542...2.5 /.: .96    45.2. 1.7.5 1432 63 511 .22. /9.5.:.5  0  31691 &5. 4432 76:: 2..

9:.473.5 44/92.: ...  2..2.9 14. 1..43. 2651: 5.5 ..9.7. 497..7.5 4.47./..54479.2. 1.5..47.045.. 3.7.969.5173.:2.    4.9.9.: ::69.5 '.473.7..9..51.:72 5.2 1. 1.7.33..98: &5.5.497.52.47..90. 75. .5..9.5 2:: .7.:7246:.5 2::  2.5 .1.9..515..5 :.5 .45512.517.9. 2.5..96    4515:2.2.5:.9.2.5 5.5 15.: ::69.5:9 .5..5 511 :.52.9.5  2091.41.:.2...2 454/..5 /924/.545522. . .2.3.0..7.50.3.5 20. 1.2.265::. .:.5:29.5 .1.47.735   45.9    66169.. 24..5 /. :.5 .2..32.5 .5  :/..5 9:765 . 4473.2.5 .5 1..: 5.52.!..: 7:2: ..2 /979:.7..5 .7.5  205195..52.. 129 :0..5  20...5..2.5 1/.    4515:2.5:5  1. 2.2 45.9:.2.9.5.5.5152.2. ...::/9. .:./3.  0. :/.7.2511 1..5152.7.919 1.57.5.:.3 73.5.5 /.5 ./3. 24.2. 2.2279/.5:.:.9...9 . :. :9.5  . 456563 1/.2..9 75.5  2:.9.   :473..52.55..:.: 1 241.2..5 /..2.2.9.473.1 /.7.9..5.5 .... 43.. /..4. 75.5 5. 1. 129 15. 2.5 24.: 2. 459.72.5.  9.5 .:.7..5 .5.1 2.152. 497.55.5 .5241.3 .2.7.4...512.9:.4 //9... 24.5:/.. 264/5.:..5. :/.5    .5 24.2.473.5.22.:.5 .473.57.5 :0.5 :7:2 .3.47..5.9....3.2 445252.2.    4542. :.. .:    .2..7...3 .0.2.

24.5.5..  @  °f°–¯°f f° ff @ ¯°f  ff¯ f¯¾ ½¾–  .47.5 .2.12915..53.7.: /.::69.51..2.

f½° %% ¯ ° f° ff °  ¾ ff ¯°f f½f ff° ¾ f–f   f ¾f½ f°– f°–¾°–  ¾ ¯ ° ¾ f°– ¯ ¯  ½f ½f f ½ ff° ¾ ¾ f°– ¾ °––f¯ ¯ f °f¾  € f f½ © ¯°f°f   9 f¾ff° f°–¯ °fff° ff¾fff¾½  ©ff°ff  ©  f–fff f f–°     f  f ff° ¯f¾ ff ¾f ¾  ¯f¾ f°– ¯ °° °–f f ¯ °© ¾f ff   °   ff¯#°nn½ f€9¾n–# ¯°ff ff n ° °–f°°–fff°–¯ °–ff½f f .

©f°f°–½f¾ ff¾ ff¾ff½ °–ff¯f°f°–¯ °f ff½°    f °f   f½f f °   ff ¾ ¾ f°– ¯ °f ¯°f  f f½ ¾ ¾f  ¯ff  f f  f ¯ ° f½f° ©f° ¾ ¯°f %.

¯°–  %   f°–f° .

 f°  .

f¾ °ff ff ff½ ff°f  f½f f°–¾°–¾ nff° f f f½ ©  f°–¾ °f°fff¯ °––°ff°½  °°–f°ff ½ ¯f°  f f½  ©  f°– ¯f©°   9 ff° f°– ° °¾  ¾  f½f ¯ ¯ f°  ½f¾f° f– ½ f°f  f° ©–f ¾f ¯ ¯ f °    ¾  ¯ °©f  –ff  ff¯ ° ¾ ¯f° °  ff°¯ °–f ff° ©   © f°f°– f ¯°f   . ¯ °– °€f¾f° ¯°f¾ f–f ff°f°–¯ ° °–¾ ¾ f°–¯ ¯ f°½ ff° f f½f°–f°ff ¯ ff°ff¾  °    °–f° ¯ °–½ ½ ° f½f f°  f°  ¯ °–ff° ¯°f ¾ f–f  ¾ff° ff   f ¾ff°  f f½ ¾ ¾f   °–f° ff f°  ¯°f f½f f ff¾ f¾f ½  ff° f¾f ¾f  f f½ ¾ ¾f f  ½  ©ff°  –f¾ ff ¾f  –ff°   f°–f° .f¾%%¯ °°©f° ff ¯°f  °–f° °–f° f°f °–f° f°– ¯ ° f f° ¾ ¾ f°– ¯ ¯½ ff°¾ ¾ f°–  ©  ff¾fff¾    f°–f° ff %% ¯ °°©f° ff ¯°f ¯ ½ff°    ff° ½ f¾ff° ¾ ¾ f°– . ° €  %%  ¯°f f ff  n ° °–f° ° ¯ ¯½ ff° f° ¯ °nf  ©   ©   °  f°½ ff° f f½ ©  ¾ n ° °–¯ ¯½ °–f½ f°   ff¯ –ff°  –ff°f°–f°   .½ ½ ° f½f  ¾ f–f¯f°f f°– ½   f°   ff ¯°f ¯ ½ff° ° ¾ f°–¾f°– f°–  ff ¾  °–f° °–f°©f°f°– ¯f°€ff   .nf°   f€  %% ½ ° f½f ff ¯°f ¯ ½ff° ¾f ff¾ f°– ¾ f–f° ¾f½ ff°°   €¾½f f © ffff¾  °  f ff°ffff¾ ¾   f f°f ¾ f f ¯ ¯ f°  ½f¾f°   f½ ©–f ¯ ¯ f° ¾f ° ¾ f°– ¯ °–f¾f° f° ¯ °––fff° ¾ °––f ¾f ¯ °°–f° ff¾ ff¾ f° f°–  f ¾ ¾f °–f° © f°–¯ °©f €¾½ ff°°   ¾     f°–¯ °° ¾%% ¯°ff ff f¾–f°¾¯ f°–  °–f° °–f°½ f¾ff° ¾f  f f½ ¾f¾   °   f¾  ¾  f½f ½f  f¾ ff f° ¾f ©–f ¾€f ¯f©°   °–f° ¯f° ¯°f¯ ½ff°¾fff¾f°–  °½ ff°f°–° °¾  f f½¾f ©   f¾ nffffff f . °f°%f°¾ ° % ¯°f  €°¾f° ¾ f–f ¾ff°ff  f¾ff° f f½ ¾ ¾ff  °–f°fff° ¯°f ¾  f½f f  f¾ff°f f°f½  ff°f¾f¾f  f f½¾ ¾ff ½  ©ff° –f¾ff –ff°  ¯ °ff .

°f ff¯ ½ °– f° €°–¾°f ¯ °°©f° ¾f © °¾ ½ °–ff¯f° ½ f¾ff° f°– ¾  # ° ¾¾# % –°ff°% f°–  °–f° °–f° ½ ff° ½f f  © ff° ff°  f°–¯°f ff¯½ °– f°¾ff ff  ¯ °fff ff¯¾f½ °    f f°– ¯ ½ff° fff° ff½° f °f ½  f°  ¾ °––f ¾ ¾ f°–  n ° °–¯ ¯ °½ f¾ff° ° ¾¾ ff¯ °–f°°f °–f° ©   © fff f f°–  °–f° °–f° ¾ ©  ¾¾ ff  f°– ½ °– ff° ¾¾  ½f f°– ¾  ¾ f–f # n°  € °  ¾# ff¯ ½ °  f° f¾  f¾ff° ½f f ¯°f f°f  f° ¾ f°©°f  ¯ f°–f°¯°f f  f¾ff°¯°ff°–¾ ff f ¾   @  ff  €  %°f  % ¯ °– ¯ff° ff ff ff° °–f°  nff½f° ° ¯ ff°¾ ¾f   €  %°f  % ¯ °– ¯ff° ff   f½f –f ¯ °¾ f°–  f° °– ff¯ ff f¾ f–f    ¯ °¾ ½ ¾ ½f  f  ¯f¯½f°  ff¯ ¯ ff° ½ ¾ ½¾ f°– ¯ °nf½  ½ ff° ° f ½ ff°  °f¾f°– f°f¾ f n ½ff°½ ¾ ½¾  ¯ °¾½¾¯ ¯ °nf½ ff° ¯½¾  n ½ff°– f  n ¯ff° f° °f¾  ¯ °¾°  f ¯ °nf½°–ff° ½ °– °ff°  ½ f° ff€  . f f½ ¾f  ©  ff ½ f¾ff° ¾ ¾ f°– f°–  f f½f ½¾ff° °–f°  ©  ff ff¾ f °ff f°fff°f°ff°   °–f°ff¾f°– ¾f ¾   ¾ °n  %%¯ ° €°¾f°¯°f¾ f–f¾f n ° °–f°° °–fff°–  °f¾ ½f f ©   –ff° ff½ °–ff¯f°  °  f° n ° °–f° ¾ f°ff °  f°–¾f °–f°f°–f° f¾f¯f° °¾f¾°f    f°–J °–°%% ½ ° f½f ff¯°f f ff  ¾f ff°¾ ¾ f°–½f f¾ ¾f  ¾ ¾ f°– ¾f¾fff¾f¾f°– ¾f°–½f °–f° °f @f°½f ¾f ff°¾ ¾ f°– ½f f¾f ©  ¯ff°   fff°½ °f¯ ¯½°f¯°f f f½¾ ¾f   n%%¯ °–ff°¯°f¾ f–f¾¯ ¯f¾f°–ff°¯ °–fff°¾ ¾ f°–½f f f½ff°–ff°¯  fff° f   f¾f°°¯ ¯°f  f¯  f¯ f¾ ¾f ¯ ¯½°ff f– °f ¯ff¯  fff° f f f½¾ ¾ff°–½f ff°f °f°ff°¯ °¯ f° ½f¾f° f– °f    f°–f°    %% ¯ °–ff° ¯°f %°  ¾%   ff¯ f ½ °– f°  f €°–¾°f ¯f½° ¾f  .

ff ¯ ½ff° ¾f  ¯f¯½f° ¾½ ¾€ f°– ¯ ¯ f° °   ¾f ° ¾ ° ¯ ¯°–°f°  nf½f°f ½ °– ff°   nff½f° ff   f¯½f°   ° ¾  f ¯ f ff°%@f°½f-f¯f %  .

f½° %% ¯ °–ff° f½  % ff   f°–f¾f°   n  f¾f°   ¾f°––½f°   n ° °–f°%¾ f–ff½f¾f¾° ½ ¾f¾  ¯ f°f  J  f°.f¾%°f %¯ ° €°¾f° ff¾ f–f¾f ¯f¯½f°¯f°¾f f°–   ffn  ¯ °fffnff % f½f  °–f°  ¾  °% nf½fnff f  % f f½f  ¾ nff f°–¾°–% f° f½  %ff¾ ½¾¾ f°– f°f f½f °–f½f° °–f° ¾%  f  %°f  % ¯ °–ff° ff ¾ f–f ¾f ° ¾ ff ff¾ f°– ¯   °  f°–¯ ¯°–°f° °f f½f  ¯ f°– ¯f¾ff°–ff° ff°–  f°nf% ff°f % ¯ °– ¯ff° ff ff¯ ½ff° ¯f¯½f°f°– ½f° f°– ¾ f–f ¾f ° f¾ ¾ f½f f °   f½f ¯ ¯½ f©f ½ °– ff° ff   f¯½f°   °¯ f½ ff° ¯ f°¯ ¯½f f°°f  ¯f° % ff°f  % ¯ ° €°¾f° ff ¾ f–f ¯ °f¾ ff ¾ ff¯ f° f°– ½ f©f  ¯f°f ¯ °–° f¾f° f½f¾f¾ ¾ ¾ f°– ° ¯ °– ¯ f°–f°  nff½f°°f ff¯ f½f   f¯½f°  f¾f°f ¯ °ff° f¾½  °  f ff   f¯½f°  f° °–f°f¾½  ¯¾ffff ¾ ½ f f°   ¯f° % ff°f  % ¯ ° €°¾f° ff ¾ f–f ¾f ¯ °f¾ ff ¾ f°– f½f¾f¾ °  f ° ¯ ¯½   %¯ f ff°% f½f ½ °– ff° ¾¾    f¯½f°ff½°¾f ¾½°f°– –f°¾ .¾f°f¾f©f ¯f¯½f°  ff¾f ° ¯ °©f ½ ¯¾ff½°°¯ ff°½  ©ff°¯ f°   ff°f %% ¯ °– ¯ff° ff ff ¯ ½ff°  ¯f¯½f° f°–   ¯ °°© f½f f f°– f°  f ¾ nff °  f % ¾% ¯f½° ¾ nff ½f¾  ¯f°f  f f°f ¯ ¯½¾¾ff¾f°–°––  ½¾– –¾½ n¯$$$¯°f f° ff ¯ .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->