P. 1
SUPERNOVA-Ksatria Bintang Jatuh

SUPERNOVA-Ksatria Bintang Jatuh

|Views: 550|Likes:

More info:

Published by: Roby Pecandu Paccock on Sep 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/26/2013

pdf

text

original

DE_SUPERNOVA-_BintanG_jatuH SUPERNOVA Episode: Ksatria, Puteri, dan BintanG jatuH © 2000 Pee H Proof Reader Prof. Dr.

Fuad Hassan Hernia wan Aksan Tata Letak Muhammad Roniyadi (thatkid20@yahoo.com) Desain Sampul Tepte (teple@imatrekkie.com) Foto Dissy Ekapramudita Penerbit Truedee Books X Patrakomala no. 57, Bandung 40113, Indonesia Tel/Fax. 62-22-4213691 http://www.truedee.com E-mail: Dooks@truedee.com Hotfine Customer Service: 081-22141015 Pre-press Polar Repro Bandung Percetakan Gpta Cekas Grafika - Bandung Osakanl : Februari 2001 /CefakanU -Maret 2001 hafalan IH : April 2001 Cetakan IV :Juni2001 **«anV ; November 2001 Katalog Dalam Terbitan i ¦fe^'S ^ Bi,Mn* BMK,un8: T»*, Books; 200. $&96257-0-X JudulEngkaulah getar pertama yang meruntuhkan gerbang tak berujungku mengenal Hidup.Engkaulah tetes embun pertama yang menyesatkan dahagaku dalam Cinta tak bermuara.Engkaulah matahari Firdausku yang menyinari kata pertama di cakrawala aksara. Kau hadir dengan ketiadaan. Sederhana dalam ketidakmengertian. Gerakmu tiada pasti. Namun aku terus di sini. Mencintaimu. Entah kenapa. (catatan di satu pagi buta di atas atap rumah tetangga) Sanksi Pelanggaran Pasat 44: Undang-undang Nomor 7 Tahun 1987 Tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 6 tahun 1982 Tentanq Hak Cipta Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau memperbanyak suatu ciptaan atau memberi izin untuk itu, dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak 8p 100.000.000 (seratus juta rupiah). 2. Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak

Cipta sebagaimana toaksud dalam ayat (l), dipidana dengan pidana penjara paung lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak §§ 50.000.000 (lima puluh juta rupiah). Divisi Produksi kami telah mengeluarkan SP3, yang memperingatkan agar kami berhenti bermain-main dengan jatah satu halaman Cuap-cuap Penerbit dan mulai menggunakannya dengan lebih serius. Mereka mengharapkan agar kami membuat omong kosong permanen supaya tidak gontaganti film setiap kali naik cetak. Terus terang, hal tersebut menimbulkan gejolak besar di dalam tubuh Srudooks alias Si Truedee Books, karena surat peringatan itu merupakan cambuk evaluatif yang teramat pedih, yang membuat kami semua merenung, menyelam bersama dalam palung kontemplasi... bukan, bukan masalah selama ini kanu kurang serius atau tidak, tapi satu halaman... SATU halaman. Setelah Supernova diluncurkan dan mengalami begitu banyak peristiwa, adakah satu halaman mampu memuat seluruh curahan hati kami? Dan apakah itu gerangan yang sekiranya layak menjadi pernyataan final kami? Misteri itu akhirnya membawa kami semua ke sebuah penelusuran mendalam, sesuatu yang spiritual, mendasar: apakah tujuan hidup kami? Lantas kami menyelenggarakan satu konferensi tingkat tinggi yang dilaksanakan di warung nasi Ibu Eha, di dalam Pasar Cihapit, Bandung (masuk pasar, lurus, belokan pertama ke kanan, langsung belok kiri lagi), yang juga dimeriahkan oleh hadirnya artis top ibu kota: Dewi RSD. Setelah menundukkan kepala dan menyanyikan lagu "Syukur" sebanyak tiga putaran (pertama: suara penuh; kedua: setengah suara; ketiga: hanya bergumam), kemudian membentuk lingkaran dengan sebatang lilin di pusat -lengkap dengan beberapa lalat yang terbakar dan mengeluarkan suara mendesis yang menghipnotis, dan setelah itu mengungkapkan isi hati secara bergiliran, maka kami pun tercerahkan dan menemukan kembali tujuan kami yang sesungguhnya. Ayu Utami, di ulang tahun IKAPI tahun 2001, ketika ditanya oleh Dono Warkop yang saat itu bertugas menjadi MC: apakah yang akan Anda lakukan apabila

ternyata Anda memenangkan Nobel Sastra? Ayu pun menjawab dalam canda: Rasanya saya tidak akan memenangkan Nobel Sastra, tapi Nobel Fisika 'kali, ya! Oh, saudara-saudara, bahkan kami tak memiliki kemampuan cukup untuk mengkhayalkan sebuah penghargaan Nobel di bidang fisika. Terlebih-lebih sastra. Tidak. Tujuan kami hanyalah satu: bersenang-senang. Sekali lagi (dengan suara mengg ema plus sedikit echo): BERSENANG-SENANG (nang... nang... nang). Maka, Anda tidak hanya mendapatkan satu halaman... tidak juga dua. Bukan pula tiga! Melainkan empat halaman Cuap-cuap Penerbit! Bukan main. Ini sungguh luar biasa! Bukan begitu, Mike? Demikianlah akhir dari konferensi kami. Ditutup dengan Supernova v menyanyikan tembang lawas namun tetap cantik: "Kemesraan", yang diiringi permainan gitar Kang Wawa - penjual pisang di Pasar Cihapit yang juga fans fanatik grup bertajuk singkat seperti U2, Al, dan RSD, sambil bergandengan tangan dan menggoyangkan badan ke kanan dan kiri secara kompak dan terpadu. Momen yang sungguh mengharukan.Re tak tahu cara menyarungkan pedang-pedang tajam itu. Teroris-teroris dalam otaknya. Sementara Rana masih terus berbicara dengan suara ceria, "Dan tahu nggak, tadi semua orang menyangka aku sedang bicara dengan Arwin di telepon. Mereka begitu yakin itu dia, saking suaraku terlalu mesra katanya. Ha-ha..." Ajarkan aku menjadi naif. Senaif dirimu yang masih bisa tertawa. Senaif kebahagiaan di alam kita berdua. Karena setiap detik di kala kenyataan mulai bersinggungan. Aku rasakan sakit yang nyaris tak tertahankan. Atau ajarkan aku menjadi penipu, Apabila ternyata kau merasakan sakit itu dalam tawamu. "Itu tidak lucu, Puteri," balas Re dingin. Tawa Rana membeku seketika. "Re... aku ingin sekali berteriak, bahwa itu kamu. Dan bukan Arwin. Itu kamu... kamu..." suaranya kian mengecil. Dan kata 'kamu' masih terus bersambung di dalam hati. Re sendiri cuma bisa diam. Menyesali betapa banyak keterbatasan yang ia miliki: takdir, nasib, suratan. Ia teramat geram. Aku letih, Puteri. Malam itu Re batal tidur

tapi aku diam saja. Hanya sebeginilah kemampuanku. Mereka tak sadar itu." "Dan dia mengambil tanggung jawab di . Dhimas &amp.. berhadap-hadapan. Manis wajah berbungabunga istrinya bagai insulin yang terdongkrak dalam darah. Berusaha memunguti lagi cintanya yang berantakan.. Memandang kosong ke satu titik. Tidak juga untuk pria itu. Mencoba merasakan kembali puncak-puncak kayangannya dengan Rana. Tergila-gila. benteng terakhirnya dalam pertempuran batin ini. dan Arwin rasanya terserang diabetes melihat Rana. Arwin Pelataran hotel.sambil tersenyum. Tak ada kebencian yang bisa ia keruk dari dalam hatinya untuk Rana. Dan terhibur sendiri dengan ketabahannya yang tak masuk akal. Kedua manusia itu. mereka justru kelihatan menonjol.. Dalam segala ketersendatan akibat takut ketahuan. Maafkan aku Rana. Egois." Ruben mendesah. Ia tetap dirinya yang dulu. Sementara pikirannya bagaikan spektrum konvergen. Siapa pun dapat melihat apa yang ia lihat. aku memang tidak pernah pantas memilikinya. Yang ada hanyalah kebencian pada dirinya sendiri. Arwin pun tepekur." "Dia teramat mencintai istrinya. dalam ruang simulakrum. bagaimana bisa mereka sadar? Mereka begitu saling mencintai. Andaikan aku bisa berbuat lebih. Begitu pun dengan kesengsaraan. Aku pikir aku telah seluruhnya mencintai. Malah terjaga dalam kamar kerja. Ia begitu. Ya. dalam pancaran hampa berusaha menggapai-gapai sebuah kesimpulan. Kebahagiaan istrinya berarti kebahagiaannya. padahal aku hanyalah batu penghalang bagi kebahagiaannya. Setengah dua siang. terfokus habis sebesar Cinta itu sendiri seolah-olah tidak ada yang lain di mata mereka. Bertahun-tahun aku tahu itu. sebuah tindakan. menghadapi carikan-carikan kertasnya. "aku sama sekali tidak menyangka dia akan berpikir begitu. Tentu saja. Tidak pernah satu detik pun aku mampu membuat Rana bersinar bahagia seperti itu. Di dalam mobilnya. Ruben "Menakjubkan. bahagia.. Tidak ada yang tergapai. Cinta yang sampai di titik tertentu akan mengaburkan ego. Re. sebuah solusi.

. Sambil mereguk susu hangat. tapi telepon genggamnya sudah menempel di kuping. atau beberapa bungkus pupuk. mungkin tidak bakalan punya hati sebesar itu. Hanya memandangi. Memandangi. ia akan ke kios-kios tanaman di pinggir jalan. Diva mencibir. Celananya rapi dengan garis seterika lurus seperti seutas tali. Pasar tradisional. Di kerah kemejanya. Diva akan pergi ke sebuah taman kanakkanak. Tas kantornya terbuat dari kulit berwarna hitam. ia memandang ke luar jendela. tersenyum sendirian. Dari sana. memandangi. bisakah kamu bayangkan. Diva pun bersiap melakukan rangkaian ritualnya. Terkadang ia membawa pulang satu polybag tanaman." "Ya. dimulai dengan pergi ke pasar. namun yang sebenarnya ia nikmati adalah memandangi tumpukan buah dan sayur. Ia sudah tahu persis pukul berapa anak-anak itu keluar kelas dan bermain di luar..sana. Hati yang cukup besar untuk menampung cinta istrinya pada pria lain. tampak seorang lelaki keluar. malah kadang-kadang tidak membawa apa-apa sama sekali. Ia hanya ingin ada di sana." KE PING 15 la Sedang Kasmaran. Mulutnya komat-kamit cepat seperti membaca jampi-jampi. Menikmati pagi harinya yang sepi. sebuah dasi tergantung menunggu untuk disimpul. Terakhir. Sementara kebanyakan orang cuma bisa menyalahkan orang lain. Setiap pagi Diva punya ritual khusus. Tersenyum sendirian. dan yang kalau dilihat dari puncak gunung . Jauh dari kegaduhan pusat kota. Hari ini. di luar pagar. Diva sudah kenal beberapa penjual yang mengizinkannya duduk di balaibalai kecil mereka. sesudah sarapan pagi. sebelum pulang. Pulang dari sana. Tersenyum sendirian." "Cinta bisa sedahsyat itu. ya?" Ruben berdecak. paling-paling ia hanya membawa kantong plastik kecil yang isinya kue-kue atau beberapa butir buah. Ia bisa berdiam lama di satu sudut pasar. sebesar apa har menampung seluruh cinta di semesta ini?" yang 'Sebesar Cinta itu sendiri. "Aku bisa ngomong panjang soal teori. Baru pukul setengah sembilan.'' supernova -Berarti. Maka ia pun akan duduk di sebuah bangku. tapi kalau aku jadi dia. 4 115 Tiba-tiba dari rumah seberang.

... Diva mulai tersenyum. demi tetes.. seolah-olah ada butiran mutiara ikut keluar di setiap kata yang terucap. ... e.. . Tak peduli ke mana pun matanya berlabuh. .... Pancaran ketulusan dapat dinikmati lebih lama. Mata itu memandang ke arah sembarang. mahal. . 'Pria itu sekonyong-konyong berhenti melakukan gerakan serba sibuknya.. Lambaian anak rambut yang ditiup angin. Benar-benar kasmaran. mahalnya tetap kelihatan. Wajahnya yang tadi kusut berubah cerah dengan drastis. Tipe orang-orang yang memberi julukan pada bosnya—Si Cina Gembrot. Diva melengos.. Dalam dimensi pikirnya... atDANB kasmaran. e. Ini polusi untuk matanya. Ia sedang melihat cinta. . dan kembali merunduk-runduk seperti ayam mencari cacing ketika kembali ke kantor. Lidah yang berputar lembut dalam sebuah ciuman. Semuanya melambat seperti adegan s l o o o w m m m o t i o n n Hanya saat seperti ini yang mampu menggerakkannya untuk berdoa.. tetes. yang ia lihat hanya cinta. Si Jepang Bawel—tertawa-tawa akan hal itu ketika jam makan siang..sekalipun. . Berdoa andai saja ada menit saat dunia mampu melihat refleksi dirinya sendiri dalam gerakan lambat. . .. Setiap kerut wajah akan memiliki arti. ... .. Ia kenal betul tipe itu. s. Otot yang mengejang pada kaki yang berlari. . sinar wajahnya. Tipe orangorang yang ia temui hampir setiap malam. . . sesuatu nampak berubah. Terlalu drastis.. Tetes. . m... de. . Sampai seolah-olah ia telah berubah menjadi asmara itu sendiri. waktu berhenti membanjir.. t. Namun kemudian.. . Niscaya semua akan menjadi begitu khidmat. . .. sepertinya kosong... Memuakkan.. demi.. Sudut bibir yang berubah dalam celah detik. Jemari yang bergetar ketika meraih tangan kekasih. Diva menahan napas. Senyumannya. . t... cengkraman jemarinya di telepon genggam itu. e.... Melainkan menetes bagai embun. Kalimat yang tertunda keluar akan nampak. d.. pria itu sedang kasmaran.. Penuh makna. . . i... te.. tes. tapi tidak.. setiap gerak tubuh yang terjadi. . . . . mi. Dan wajah yang berbohong akan jengah dengan sendirinya. Si Bule Gendeng. . . . Mulutnya bergerak perlahan.

Kalau enggak. Ada pria yang setia menunggu dekat toilet. Balik ke barisan.' Memang itu gunanya dia ikut. Re yakin malam ini ia dan Rana akan dinobatkan menjadi pasangan dengan . "Kalian duduk saja. Diva pun menyentuhkan jemarinya pada kaca. Berusaha menyentuh pemandangan itu. Nonton ke bioskop bertiga.. ada sepasang remaja yang bergandengan tangan. Ada pria yang mengantre tiket sambil tak lepas memeluk kekasihnya dari belakang. Re memandangi dari kejauhan. Di ujung sana. Re. Dan seandainya ia bisa memohon. Pasangan itu pun berjalan pergi. Kita ngantre bareng saja. dan melesat pergi. wahai kau yang sedang jatuh cinta. Sepertinya ada gelimang-gelimang cinta kental yang menggenangi kaki mereka. jangan pergi.. Tetaplah di sana." Re menawarkan diri. Supaya ada yang ngantre tiket. Bagaimana Ale melingkarkan tangannya di pinggang Lala. Makan bertiga. "Pergi sana. Dengan posisi seperti itu mereka berdua berjalan agak terseret. Namun Tangan Yang Tak Nampak kembali berhasil menjebol bendungan waktu. dan kita tetap bisa pacaran. Re kembali menjadi pecundang. Apaan sih kamu. Sejenak Diva merasa begitu kesepian. terus menerus. dan Lala menyandarkan kepalanya di bahu Ale. Kalau saja ceritanya lain. Supernova Ferre Malam minggu. Setelah flip teleponnya menutup. Panjang antrean tiket sudah menyamai arakarakan barongsai. "Lho! Jangan ditolak. "Nggak ah. "kampret!" Ale tergelak-gelak. matanya berbinar seperti melihat bidadari merekah dari teratai kayangan. wajah pria itu kembali berubah menjadi tukang dagang. Lala. seperti telapak tangan mereka dilem. Berhubung muak dengan usahanya yang sok sibuk sendiri di rumah." Re tertawa.Tak ada yang lebih indah dari gerakan lambat. Ada wanita yang lagi menyuapkan kue sus ke mulut pacarnya yang lagi asyik main Time Crisis. Mereka pergi bertiga. apa untungnya kita ajak dia?" tukas Ale. dan begitu pacarnya keluar." Lala langsung menolak.. atau jalan-jalan kek. Biar aku yang ngantre.. ia akhirnya memilih ikut dengan Ale dan pacarnya. Bergegas ma suk kendaraannya.

. apalagi kasihan. kamu tidak perlu khawatir. "Re. Statistik kita tidak bagus. koma! Sebentar lagi mampus! Tahu?!" Re terdiam. Aku termasuk orang yang cukup puas dengan sekadar mengajak pacarku nonton malam minggu. Puteri. Aku yakin hampir semua pasangan di pelosok negeri ini pernah pergi nonton berduaan. Aku adalah manusia statistis. tanpa harus mengawasi kiri-kanan. . "Siapa juga yang pity? Itu sih memang kamu yang tolol!" timpal Ale. "Ale.. Tak kutemukan satu orang pun yang mengakui kita. tanpa harus cepatcepat berjauhan kalau ada yang kenal. ke bioskop.. atau minimal pegangan tangan. Aku adalah manusia yang butuh pengakuan. 'Untung saja. mencari tahu apakah sinetronnya sudah mulai atau belum." "Hei. aku berkenalan denganmu dua tahun dan empat puluh tiga hari lebih awal. Ale baru mengerti arah pembicaraan ini. hal yang sama masih terus mengusiknya. sinetron tentang wanita kedua. Semua sedang seru-serunya." "Rasanya aku tidak pernah punya keinginan muluk-muluk soal beginian. Ia teringat ketika Ale menjemputnya tadi.. "Aku tidak simpati. Sebelum sahabatnya itu datang. Kalau saja aku bisa berkata 'untung saja'. Bahkan Puck si peri usil akan jongkok di kaki mereka demi mengoles ujung panah-panah asmaranya. dari lusinan pacarmu sejak dulu. Orang yang menurutku akal sehatnya nomor satu kok bisa-bisanya jadi penderita nasionalitas akut.jalan paling terseret. Menyadari bahwa kata-kata temannya bisa jadi benar. Untuk soal itu. "Kamu sebar survey aja." Suaranya makin berbeban. Tapi aku cemas.' merangkul bahunya waktu sedang ngantre.. Kalau besok malam gilirannya Supernova Ia Sedang Kasmaran. Tanpa takut ada siapa di belakangku. no pityl" Cepat Re berseru. Kewalahan akibat banjirnya cinta mereka yang tumpah ruah. Re tengah mengintip acara televisi. Ia Sedang kasmaran.' Sampai di perjalanan pulang. ada ¦ nggak yang tidak pernah kamu ajak nonton ke bioskop?" Re bertanya. Bahkan aku berani bilang. "Bukannya itu kegiatan paling standar orang pacaran? Kalau boleh dibil«ng: preambulel" Ale nyengir. Sinetron tentang pria kedua. Itu saja.

Cepat. "pelarian kejenuhan pasutri". oi! Buka dong!" Ketika Re membuka pintu." "Nonton sepuluh menit kan bukan berarti apa-apa.. "aku kan sudah lima menit duluan di depan pintu. Mendadak ia teringat sesuatu. Kondisimu mengkhawatirkan. kamu sudah kukirim ke Gawat Darurat sekarang juga. Dan setiap kedua sinetron itu naik tayang. Dulu. Kembali hadir di detik ini. Darah adalah darah. dengar.. meraih remote dan memindahkan saluran. Motor bebek '70-an berwarna . termasuk diomeli dan dimaki Ale. ia lari lagi. sebuah motor datang menjajari mereka. ia mengalihkan pandangannya ke jalan.. Ale sudah menyambutnya dengan tawa lebar. Dan dari apa yang ia baca. Re menonton tanpa berkedip.. Sementara Ale sudah mulai resah di luar. Ada macam-macam pula sebutan untuknya: "pesona sesaat".. baginya semua itu sampah. manusia-manusia bumi yang kecanduan tragedi. Kalau saja rasio bisa diinfuskan. novelet. Ketika bel rumahnya berbunyi. kemudian ia lari menuju piatu. Re langsung menutupi tumpukan majalah itu dengan bantal.. cerpen. Sakaw-ny&amp. semua mengatakan: ia kalah. tonton. dan sebagainya." sambungnya lagi lebih lirih. Ya. yang dulu pernah ia sebut malang dan bodoh itu.Tokoh-tokoh itu dikisahkan sedang bingung memilih.. Dampak mendramatisasi hidup yang sebenarnya dibikin-bikin sendiri. tapi tadi. Di sofanya ada sejumlah majalah—penuh dengan tanda pembatas yang kesemuanya menandai artikel.. Tak ada pemeran pengganti yang akan menanggung «kirmu.. dan tangis adalah tangis. sementara ia selamanya akan dikategorikan sebagai antagonis.. Parah. "intermeso pernikahan". buat apa. "Buat apa juga nonton sinetron. "Sejak kapan kamu nongkrongin sinetron?" "Sinetron apaan?" sergahnya cepat." kilah Re pelan. Lampu merah. Re menepiskan lamunannya. "Sekarang sih memang CNN.." Ale terkekeh. konsultasi—yang menceritakan gamangnya pernikahan karena kehadiran orang ketiga. Institusi dan rasa bersalah selalu keluar jadi pemenang. Namun kini ia merasa ada kedekatan batin dengan semua kisah dan orang yang terlibat di dalamnya. Dari sebelah kiri. "Re.

Henny. menguruti tumitnya yang pegal sambil memandangi Adi yang sibuk memberikan aba-aba dengan seluruh tubuhnya yang ikut bergoyang. SBOEJ Seorang peragawati tiba-tiba terjatuh tepat di depan matanya. Wanita itu mengenakan jaket kebesaran yang jelas bukan miliknya. lebih cepet dong. Mereka tak berkendaraan apa-apa. menunggu bus yang sudah tinggal satu-dua. two.. Re tercekat. dengan rambut panjang dijepit dan baju bermotif buifgf kecil-kecil. four. Bukan cinta antik dan berukiran rumit. tapi lihat wajah wanita itu. dan betapa kuat rasa percaya di wajahnya.hijau dengan lampu depan yang sudah kalah terang dengan petromaks warung.. Ia hanya berpegangan erat pada lengan kekasihnya.. ia membantu gadis itu berdiri.. Ia membonceng seorang wanita. three. Dan kehangatan wajah mereka berdua. Tenang. Yang dibantu tidak tahu harus bilang . Suara orang yang ikut mengaduh sama banyaknya dengan yang tertawa.. Di sisi lain jalan. Cepat. silam! Ayo. Diva duduk di samping panggung. yang juga sederhana. two. seperti di atas tungku asmara yang apinya sudah mulai stabil. it One. Tentu saja Diva salah satu dari yang ikut tertawa. Apa ini semua? Pasar malam kasih sayang? Cinta diobral dan dicucigudang? Yang kudamba juga sederhana. Dengan dekapan itu ia tabah menghadapi udara malam dan bus yang tak kunjung datang. Pengemudinya adalah pria muda yang mengenakan helm butut. ya? Atau lebih sakit malunya?" ujarnya ringan. pose!" . tapi sakitnya lumayan. dengan kumis tebal dan sinar mata yang ramah. roll! Ya! Silam.. Mungkin mereka sedang merencanakan punya anak tahun ini. tampangnya sederhana. Re kembali terusik. Di tengah pesta obral pun ia harus rela menggigit jari.. Namun ia memang terlahir menjadi manusia mahal. One. Sementara Re duduk di sudut. ada lagi sepasang kekasih. Pasti milik pria itu. "Cuma hak sepuluh senti. ditempeli tulisan "Dilihat boleh dipegang jangan". Wanda. Semua perjalanan hidup adalah sinema. say. tak lagi meledak-ledak.. Menyaksikan semua orang bergelimang dengan apa yang paling ia dambakan.

"Terus. diikuti cekikikan yang lain.. * Diva menoleh. "Bukannya kamu yang tadi paling pertama ketawa? Paling keras lagi. ya? Kita ketemu langsung besok malam?" Adi sedikit terkejut. "Kamu tega banget. sih ngomong gitu.apa. "Adi. Ia merasa tak . hap!" Suara Adi yang cempreng menggugahnya. Bagaimana juga nasib monyet-monyet korporasi yang tengah merambati pohon karier dengan otak mereka yang semakin gersang? Apa rasanya tersandung dari ketinggian seperti itu? Ia yakin tak akan sanggup tertawa." celetuk Risty. atau di sebuah titel yang memungkinkan mereka membodoh-bodohi sekian banyak orang bodoh lain. "Kapan sih omongan kamu enak didengar?!" semprotnya sebal. Kita ulangi dari lagu yang pertama. Penat. Ada batas ketinggian maksimum untuk hak sepatu. "Emang enak pakai sepatu hak sepuluh senti terus jatuh?" Diva menatapnya terheranheran. sih sebenarnya?!" Perempuan itu makin sewot." 1 V) "Kamu tuh punya masalah apa. Saya izin pulang. Anak ini pasti sakit beneran. Yang menggantungkan jati dirinya di gedung ' perkantoran mewah bertingkat 40. Kan kasihan. pikirnya. Yang haus akan elu-eluan tak bermakna. atau di seraut wajah cantik tapi mati. Ia rindu kebun kecilnya. Diva memang tak merasa kasihan sedikit pun. Diva mengurut keningnya." Teman di sebelahnya menegur. kenapa bukan kamu yang paling cepat nolong?" Muka perempuan itu kontan tidak keruan. hap. Seharusnya pertanyaannya adalah: mengapa begitu banyak kebobrokan yang mesti ia lihat? Mengapa cuma ia sendirian? Mengapa hanya dirinya yang ingin hidup? Ia lelah. saya nggak enak badan. menggerutu atau berterima kasih. "Div. ayo honey. Lalu mereka semua tak henti-hentinya merasa lebih. seketika berdiri dan pergi. di besar kecil kucuran kredit bank. "Masalah Diva cuma satu: tidak punya belas kasihan. Tak pernah sekali pun Diva melewatkan latihan walaupun itu bukan masalah untuk peragawati sekalibeinya. Yang meletakkan harga dirinya di sewujud tubuh molek. Yang menurutnya patut dikasihani adalah orang-orang yang berupaya untuk mencuat dengan berjinjit di atas kemunafikan..

nanti Bapak terpaksa nganggur. Nona besarnya itu pernah berkata: "Kalau saya cuma menggaji Bapak tok. Diva memang merasa sakit sungguhan. kita langsung ke rumah. sama saja kayak Bapak pelihara kambing. Bagaimana anak Bapak bisa jadi juara kelas kalau perutnya keroncongan? Buku nggak punya. ya. cari-cari orang lain lagi yang bisa menggaji. Tentu saja. Belum lagi suplai buku-buku yang selalu datang membanjir. Majikannya hampir tidak pernah membawa siapa pun ke dalam mobil ini." "Ya. Kemuraman yang ganjil. Saya ingin Bapak bisa maju sekalipun nggak ada saya. kadang menggigiti bibir. jangan lupa pelihara banyak tanaman di pot. Istri Pak Ahmad dikursuskannya menjahit. Diva bukan jenis orang ekstra hangat yang tak pernah lupa mengajaknya ngobrol atau melempar guyonan. Wajah cantik itu terlihat agak muram. Diva tak pernah memberinya baju lebaran atau menyumbangkan hewan kurban. dan disuruh membuka taman bacaan untuk konsumsi lingkungannya. Kadangkadang ia memang tak kuat menahan. tapi Diva menanggung biaya sekolah ketiga anaknya. alat tulis nggak ada. Sudah lebih dari empat tahun lamanya ia bekerja pada Diva. kambing tetap nggak bisa nolongin istri Bapak masak. Makanya saya nggak mau Bapak pusing soal bayar ini-itu.punya pilihan lain selain membiarkannya pergi. semua modal ditanggung Diva. Apalagi ke rumah. selain berbicara di telepon 'genggamnya. . Atau majikan mana pun. ia hanya memandang ke luar jendela. atau bantu anak-anak Bapak bikin pe-er. bahkan membayari mereka ikut berbagai macam kursus. Biarpun dikasih makan rumput segentong. Kepenatan tersebut adalah sakit yang baginya lebih nyata daripada kena flu atau cacar air. Diam. "Pak Ahmad. Inilah saat ia ingin memaki semua orang sekaligus KEPING memeluk semua orang. Kalau besok lusa saya jatuh miskin dan nggak bisa gaji Bapak lagi. Menyatakan kesedihannya sekaligus cintanya yang mendalam. tapi ia tahu majikannya amat peduli. Non. Setiap kali di jalan." Pak Ahmad melirik majikannya dari spion. Ia tidak melihat banyak hal. Jangan lupa rumah Bapak harus dijaga tetap bersih.

Di kamarnya. Bekerja untuknya bagi Pak Ahmad adalah berkah besar. duduk . tercuci. Tapi ketenangan tadi. . Bagaimanapun. Mereka nyaris tak bergoyang. Ferre Sesampainya di'rumah. dan terus menangis.. Karena itulah ia menangis. Buru-buru ia bangkit dan menutup jendela. Tapi ia harus membiarkan semua ini lewat. kepedihan ini tetap terasa tajam.air minum direbus benar-benar. Diva duduk menghadap jendela. Sangat peduli. Menyapu begitu cepat dengan suara seperti siulan. Ternyata majikannya. pikirnya. Dirinya diciptakan bukan untuk jadi tempat sampah yang menampung keusangan. kembali bersih.. Tak ada lagi yang dapat ia lakukan selain memeluk bantal kecil.. Mereka tak perlu jalan kaki di malam Jakarta yang buas untuk menunggu bus kota.. turun.. Aneh. memakai kaos oblong putih dan celana pendek. Hanya saja air mata itu terlihat jelas membanjir. belum pernah ada angin sekencang itu... Kepenatan itu. tapi tak tahu harus berbuat apa selain terus menyetir. Diam-diam. Hanya air mata. bukan miliknya dan Rana. seorang gadis. Kekasihnya tidak perlu naik motor dan kenal risiko hujan-hujanan. Tangisan bisu.. Re melongok melihat dedaunan di pohon.. danturun terus.. Ia begitu peduli akan hal-hal yang menurutnya remeh. ya Pak. Tubuhnya masih cukup peka untuk memberikan sinyal bahwa ia tidak mampu menanggung semua. Ia punya segalanya. Da da Pak Ahmad ikut sesale. Angin itu lewat tanpa bekas. ia memberanikan diri melirik spion lagi.. Tak ada isak. Menjadikannya terisak dan tersengal sampai lemas. keteguhan tadi.. Ada seseorang di sana. ia masih duduk tegak dan berpikir. Turun tanpa henti dari kedua matanya. Tepat di seberang rumahnya. Tiga tahun ia tinggal di rumah ini. Ia ingin membiarkan semuanya lepas. menangis. Mendadak Re dikagetkan oleh tiupan angin kencang. berseruling pula. Namun angin ajaib tadi telah meniupkan arah matanya untuk tertumbuk pada sebuah jendela. Menjelang tidur pun. substansi apa yang mampu meyakinkannya bahwa ia dan Rana memang berbeda." Diva memang majikan yang aneh. Re tak berhenti merenung.

Mendadak ia teringat akan lukisan cantiknya.menekuk memeluk lutut. dan dari ribuan kali ia mendengar namanya. Re mundur perlahan dengan sejuta satu kesan. antar yuk?".Justru KEPING Dua Idiot Abad 21 Sudah lama Rana tidak berbicara dengan wanita itu. Ia tak pernah menyangka. Perlahan. begitu pula lukisan itu. setengah menunduk. "ada big sale di Metro.. "kapan kita belanja ke Makro". Tanpa terasa. matanya ikut tergiring melihat langit. -Lalu. Dengan saksama Re mulai memperhatikan mata gadis itu. dan bukannya tanya-jawab rutin seputar "apa kabar". Namun Re tetap tak bergerak.. Melesat begitu cepat. Ibunya sendiri. ia memandanginya. Dari ribuan kali ia memandangi langit.. Re sungguh-sungguh terpesona. "ayo temani Ibu ke Bandung. Re berseru kaget. Re mendapatkannya sangat indah—seluruh lukisan ini—teramat lekat. Ruben Emosi Dhimas bergelora seakan-alcan setengah nyawanya telah menghidupkan kedua tokoh itu. kecewa. Dengan bingkai malam yang penuh bintang. Lukisan ini menjadi semakin sempurna saja. Sinar lampu jalan pun mendapatkan wajah cantik itu tepat di bawah sorotnya.. musuh yang dicari-carinya selama ini ternyata begitu indah dan menakjubkan. Sampai akhirnya sang objek lukisan sekonyong-konyong mendongakkan kepala. Menit demi menit pun berlalu. Benar-benar bicara. "Mereka akhirnya bertemu. Tiba-tiba. „. Dhimas &amp. sudah sangat lama ini berlangsung. Nyaris tak percaya akan apa yang ia lihat. ikut pe* ldili di bela «Aku tidak tahu!" seru Dhimas bersemanqTn •tu aku tidak tahu!" man9at. Lukisannya berganti menjadi hamparan bintang. pandangannya mengarah ke sesuatu. Tirai itu tertutup sudah... bintang jatuh. .lakangnya sambil menghirup kopi." desisnya. Cantik. Mungkin ingin menatap langit. ia malah kelihatan tidak nyata Seperti lukisan. baru malam inilah ia bertemu langsung dengannya. "sudah positif atau belum". Memberikan kejelasan pada air mata yang mengalir rapi. napasnya pun tertahan. mau kauapakan mereka?" RUDen vann . dengan keindahan yang mencengangkan.

" Rana menelan ludah." potong ibunya. tanggunq jawab. kamu tidak bisa begitu saja lepas tangan dan menyisihkan apa-apa yang menjadi ketidaknyamananmu. merasa menyesal telah memutuskan menikah dengan Bapak?" "Apanya yang kurang dengan Arwin? Baik. Yang pentina h»„ • Stan pintar-pintar menyegarkan suasana. jaQlUJ «Maksudmu. l^JT™** ka Rana tidak yakin ibunya mengerti. "Aku cuma mau tanya. "Aku mau bicara. Ran?" tanya ibunya. segala sesuatunya diselesaikan dengan kepala dingin.. "Kejenuhan itu hal*wajar sekali dalam pernikahan. komunikasi. yang begitu. Lama sampai ia bisa mencerna pertanyaan Rana dan menyusun kesimpulan dalam nada bijak: "Setiap pernikahan punya pasang surut. "Kalian ada masalah? Bukan soal baby.. pernahkah sekali saja Ibu merasa jenuh. fflUa orang juga pasti mengalami. "Kalian bertengkar? Arwin macam-macam sama kamu? ibunya mulai penuh selidi k. setelah menyadari Rana telah lama menatapinya dengan pandangan aneh. kan?" "Bukan.. saleh. Kuncinya satu. "Bukan keien«&gt." Rana bingung sendiri. Tapi khusus yang satu ini. Bukan itu yang ia cari dari percakapan . sepertinya ada yang safa^a I ng karang. sama seperti hal-hal lain. Soal aku dan Mas Arwin. Kalian harus saling memaklumi dan mau memaafkan satu sama lain setiap hari. tapi enggak juga.. Otot mukanya langsung mengendur." Rana merasa mereka berbicara di dua level yang berbeda.belanja ke toko sisa ekspor dan bawa oleh-oleh brownies atau kue sus Merdeka kesenangan mertuamu".penuh penekanan. Jangan lupa. dari keluarga baik-baik. "Ada apa." Kali ini wanita itu terdiam. Sebagai seorang istri. "selama Ibu menikah dengan Bapak. Ini benar-benar sulit baginya.. sih. Tapi leMh ke. Bu...seperti ada yang semestinya tidak terjadi « arnya lagi. mungkin ada kaitannya juga. pekerjaannya bagus. seperti ada yang kurang"Ooh. Bu. kamu menyesal menikah dengan Arwin? oegitu?" «Tidakkah Ibu pernah satu kaliii saja. itu toh. tapi." Rana semakin hati-hati. kamu harus sadai suamimu bukan orang sempurna. atau seperti ada yang salah.." "Bukan itu pertanyaan saya.

. C. tapi di luar itu semua. I* l"ar keberhasilan anak-anak Ibu. individu-benar-benar bahagia di dalam Pernikahan?" Rana mengeja." ujarnya lembut. Semua sudah menikah. "Ya. sudah berhasil jadi orang. B. Orang-orang dan bahkan diriku sendiri akan lupa pada Rana yang hari ini. "Nanti. Apa yang ibunya omongkan sudah kenyang ia baca di tips-tips majalah. dan di rubrik-rubrik konsultasi. kakak-kakakmu. Bukan itu. Rana mana yang sebenarnya kuinginkan terus hidup? Masih belum terlambatkah? ] Rana menatap wajah ibunya. atau haruskah ia lepaskan. "Apakah Ibu bahagia? Sekarang? Dulu?" tanyanya lagi.ini. Entah siapa dia. Apakah Ibu-secara pribadi. Seorang ibu dari anak yang bernama A. Ia belum puas." Itu dia! Rana berseru dalam hati. Ke arah sanalah dirinya dibawa bermutasi. Akan ada saatnya diriku lebur dalam identitas baru. Yang ia tahu wanita itu adalah seorang Istri. yang sontak menghadirkan berantai wajah lain. Rana sudah ingin masuk ICU rasanya. Ini bukan problem porsinya P3K. Panduan standar yang sudah seperti boks P3K-nya pernikahan yang wajib hadir di lemari obat setiap rumah tangga. .. tentu saja. setelah kau menjalani pernikahanmu sepuluh atau lima belas tahun. salahkah itu. kau akan mengerti sendiri. tajam. Kebahagiaan yang kau maksud sekarang tidak akan kau pertanyakan lagi nanti. Rantai itu telah menyatu tanpa tahu lagi cara melepaskannya. Menyadari bahwa dirinya pun sudah mulai bermutasi. Ibu bahagia melihat kamu. Wanita itu lamat-lamat tersenyum. Pertanyaan apa itu. dadanya sesak lagi. benarkah itu. Dan selama ini ia melihat mutan-mutan yang kebanyakan sudah tidak bisa lagi mewakili dirinya sendiri. Mampukah ia. "Sekarang Ibu mengerti maksudmu. [ Kebahagiaan yang ingin kucapai ini akan bermutasi menjadi kebahagiaan lain. "Bukan itu. Mengerti? Akan ada satu masa ketika kebahagiaanmu pribadi tidak lagi berarti banyak. Ferre Ada kalanya . Jantungnya terasa menciut. Wanita di hadapannya bukan lagi Raden Ajeng Widya Purwaningrum Sastrodhinoto. Seorang Nyonya anu. Nak. Apa lagi yang Ibu cari?" tandasnya yakin. Personal.

21 Sebutan untuk "manusia kedi" di dalam kepala kita yang dihipotcsislcan sebagai penentu dan deierminator setiap tindakan." Re memulai curhatnya. "Sekarang kepalamu rasanya lebih ringan.. Dua bocah laki-laki yang terlepas dari kerangkeng tubuh pria dewasa. Sebagai gantinya..Pujangga diam. tapi ia tak pernah benar-benar meninggalinya. "Andaikan saja aku belum .. Seorang wanita melangkah masuk. Tapi kenapa mesti jauh-jauh.. "Aku rindu tetek-bengek klasik itu. Re ikutan melihat. maka. sih? Pertanyaan itu membuat Re termenung. Ale. sementara pabrik gula di pelupuk mata malah nggak kelihatan?" "Iya. Ale tertawa. Homunculus" dalam otaknya yang gemar berpuisi itu kadang-kadang mogok berkarya. tapi masuk ke rumahnya saja aku tidak bisa. resmilah Bapak Ferre dan Bapak Rafael menjadi Dua Idiot Abad 21!" "Silaken Bapak Rapael." ujarnya sambil memandang ke luar. aku rela jadi idiot untuk dia. ah. Mungkin Ale benar. berat otakmu pasti berkurang minimal setengah ons! Menurutku. siap berangkat. ya?" Re malah ikut bertanya. dasar bego!" serunya membabi-buta." Dan Ale memang tidak sehalus pujangga. Menyiksa diri sendiri. yang berdiri di dekat jendela. Sedan perak itu baru dinyalakan.. kemudian duduk di bangku belakang. pilih meja yang untuk dua orang. "Selama ini kamu tinggal di mana. "Apa?!" Ale terbahak. Ia malah tidak tahan kalau tidak memberikan bonus caci-maki. "Kalau kita sampai ada di rumahnya. yang lama-lama membasi seperti naskah pidato. Rumah sebagus ini... kasih kado ulang tahun. "Naah. iseng menyingkapkan tirai sedikit. Ale menjadi korban. kok lucu. kamu masih terpikir untuk pergi saja sudah luar biasa bodoh. diguntingken pita peresmiannya." Re tersenyum kecil.. "Dia malah mengusulkan supaya mengajakmu ikut.. ya?! Sejak kamu mengaku jatuh cinta. hadirin sekalian.. kalau untuk yang itu. Dua idiot abao 2 1 "makan malam di restoran bagus." "GONG!!" Mereka berdua bertepuk tangan. Terdengar sahabatnya menghela napas. dan kemudian terpingkal-pingkal sendiri. aku akui Rana-mu itu manis kayak permen. "Re.

Asal rela melepas.. Tapi semenjak krismon... Tapi sampai kapan pun.. Kuper. dan ia yakin betul persahabatannya dengan Ale tak akan lekang dimakan waktu." "Kok kamu bisa tahu. dengardengar ada penyesuaian juga.* Re tersenyum." Ale meralat. "Kamu Supernova benar-benar tidak tahu siapa tetanggamu itu. ya?" "Memangnya kamu tahu?* tanya Re polos. dan punya 2000 dolar yang bisa kulepas begitu saja. seperti sekumpulan tunawisma berebutan lahan dan dengan membabi-buta berlomba untuk menancapkan plang tanda hak miliknya masing-masing? Bisakah cinta yang sedemikian agung hidup terkapling-kapling? Berarti apa .. Entah itu tarif short-time." Ale tersenyum lebar..punya Lala. dulu malah bisa sampai 50006000 dolar... tanpa menghambat langkah hidup masingmasing. eeh. cewek itu model. "Sini. Karena dia benar-benar ketinggalan zamaaan!" Ale meratap. "tapi untukmu.. Ready stock. "dan sekalinya jatuh cinta mati-matian. dengar." "Re. malah istri orang!" "Shut up. "Oh... peragawati top. namanya Diva." Dan saat seperti ini membuat Re berpikir ulang: apakah ini yang disebut Cinta? Tidakkah seharusnya ia dan Ale menikah saja? Kesetiaan tanpa batas ini. geli setengah heran. sekali pukul. tanpa perlu daftar belanja bulanan bersama. satu ronde. Bapa di surga. long-time. cuma tahu kerja melulu. yang pasti. 24 jam. dari dulu nona satu itu memang pasang tarif dolar. yah. aku rela direkrut jadi idiot. sih Le?" "Karena aku bukan kamu.... jangan pernah ragu juga kalau aku akan selalu mendukungmu.. Lalu." "Kamu serius?"' "Aku tidak tahu detailnya.." "Maksudmu?" Ale kembali menatap Re. "sampai kapan pun jangan kira aku bakal setuju tentang yang satu itu. man. cinta seperti apa yang orangorang itu miliki? Yang konon menjadi dasar sebuah komitmen institusi mahamegah bernama Pernikahan? Mengapa mereka begitu bernafsu menguasai satu sama lain. "Satu. tanpa syarat apa-apa. ampunilah temanku Ini. Konon. sekitar 1500 sampai 2000 dolan Mungkin lebih. Setolol apa pun keputusan yang akhirnya kamu ambil nanti/ "Dua Idiot Abad 21." nada Ale berubah serius. tanpa perlu satu atap.

kecuali kamu. yah. "Habis mau bagaimana? Ini satu-satunya bacaan ringan di rumah ini! Mengerikan. Tentu saja. kalau dia sepintar si Bintang Jatuh. malu-malu. tapi kok rasanya aku ingin melamarmu.. nggak?" "Mungkin. tak acuh. "Lama*lama aku hafal seluruh isinya. tentu saja.. He-he-he. Gerbang bifurkasimu sudah dekat. mmm. Coba. "dan sebaiknya aku cepat-cepat pergi dari sini.. "Kamu boleh bilang aku gila. ya. sekuper itukah dirinya. oke." "Kamu positif gila!" Ale mengangguk pasti. hingga nyaris limbung. Semua orang juga tahu kali. Mungkin yang tadi terlalu sulit." celetuk Dhimas begitu melihat gelagat Ruben yang mulai resah. "Dia cantik sekali. Dhimas &amp. Ia paling senang memperolok Dhimas." sahut Dhimas ketus." jawab Ruben.." Kedua pria itu sejenak mengambil posisi bersantai. "Kamu kenapa?" tanya Ale heran. jangan bilang kamu bakal bikin kopi lagi. Dia kan bukan presiden." "Kita bikin ujiannya saja sekalian.. Kita bisa pensiun jadi homo. "Dan jangan bilang juga kamu bakal baca majalah itu lagi." Ruben malah keterusan. kamu bakal berubah jadi hetero. "Coba yang*ini: siapa nama model sampul depannya?" "Ha! Kalau itu sih aku tahu! Hamanya Diva. "nggak ada kerjaan amat." Ruben mengangkat bahu. Dalam hati ia bertanya-tanya. "Hei. dengan tambahan beberapa turbulensi lagi." "Biarin.. sih. "Benar?" "Kecuali." Ruben terkekeh...artinya semua itu? Hanya legalisasi bercintakah? SIM resmi untuk kegiatan ranjang? Kepentingan sensus penduduk? Bentuk kontrol negara? Apa itu komitmen? Apa itu janji? Mendadak Re merasa begitu aneh.." Ruben tidak mau kalah.." tapi nada itu terdengar ragu.." Rana Gita memandangi wajah gelisah sahabatnya. Ruben "Apakah ka mu merasakannya?" "Ya. "Get a life. ganti pertanyaan. DAH!" Ale terbiritbirit menghilang di balik pintu." tukas Dhimas sembari membolak-balik halaman." "Loncatan kuantum sebentar lagi jadi olahraga favorit mereka. "kamu?" "Enggak. apa isi halaman 107?" tanya Ruben asal. "Ini gawat." "Oke. "Kalau dia mau sama kamu. Ia kenal Rana sejak SMA dan belum pernah dilihatnya ." Dhimas nyengir.

"Andaikan benar keputusan itu ada di tanganku. "dan keluarga Arwin bukan keluarga sembarangan." keluh Rana. wanita yang dulu tegar dan selalu ceria. "dan aku tahu diri untuk tidak gegabah mencoreng reputasinya begitu saja." sela Rana. Tapi apakah kamu siap? Menghadapi keluargamu. bengkak." "Ke mana? Timbuktu?" "Bahkan kalau masih ada yang lebih jauh. kalau mau. Tidak ada lagi keinginan orang banyak. Ada sungai dan air terjun. "Rasanya aku ingin kabur. "Itu gara-gara kamu stres. Tidak ada lagi tradisi yang mengungkung.. di atas begitu . Seharusnya kamu tahu risiko keputusanmu jatuh cinta. "Kalau soal finansial. tidak akan ada habisnya. Nama baik bagi mereka adalah segalanya. Itulah nirwananya. Ada taman tropis yang besar." "Perasaan keluargamu sendiri nanti bagaimana?" Gita menambahkan satu lagi ke dalam daftar absen mereka berdua. jauh. 134 Rana merasa semakin tersudut. sekalipun ia tidak pernah mengungkit-ungkit. Tidak usah besarbesar. dan ingus yang tak henti-hentinya mengalir. Sambil menatap kosong ia berkata. Ferre adalah sejenis alien yang suatu hari muntah dari langit. lalu menyadarkan dirinya betapa sumpek dan membosankan bumi yang ia tinggali ini." Rana tersenyum tawar. Jangan kamu lupa. Rana.. Daftar yang. Ada gunung salju. setiap kali mereka bertemu. Ferre itu sudah jadi public figure. "Dadaku sering sesak lagi sekarang." "Bagi Re juga. orang-orang lain. dan bisa bercinta di mana-mana. keluarganya..Rana seperti ini. Bawa badan saja jadi." Gita lagilagi mengingatkan. Ada pantai seindah foto kalender... Sekarang. Sayangnya Rana tidak terlalu yakin apakah sanggup pindah ke planet itu. Tidak ada lagi sandiwara." Rana terisak lagi." "Perceraian bukan hal yang simpel. pasti selalu diakhiri dengan mata merah. Ada satu rumah yang cukup besar untuk ia dan Re tidak merasa bosan. lingkungan kerjamu.." "Tapi kan aku tidak akan menuntut apa-apa dari Arwin. aku tidak akan meragukan Ferre-mu." Ada satu planet. Cukup sebesar Gili Terawangan. Gambaran yang telah lama hilang dan dihadirkan lagi begitu saja oleh makhluk bernama Ferre.

Entah sudah berapa lama mereka di sana. Bukan pertapa ceking yang menghabiskan setenqah hidupnya jadi patung/ sambung Ruben . Mungkin dengan begitu akhirnya ide muncul. atau terompah Aladin." 05 KEPING IA Cyber Avatar Keduanya berbaring telentang. resah. bisa membantu. Jemarinya bergerak-gerak." Tetap tidak ada solusi. "Mungkin aku harus minum kopi lagi. atau apa pun. menyerahlah. atau pelihara janggut sampai . atau pakai kostum mencolok seperti jubah putin panjang." Git a menggeleng. punya komite . aku tidak butuh pergi ke psikiater. Gita merasa sudah saatnya ia melakukan sesuatu..banyak kekecewaan orang lain. Tidak terisolasi di hutan. "Nenek-nenek ompong juga tahu." panggilnya hati-hati. Namun ia juga lelah kembali ke jalan buntu alam mimpinya. Ini bukan seperti itu." gerutu Dhimas pelan. '"Menciptakan sosok seorang Avatar bukan pekerjaan biasa. baru boleh ada kegiatan lain." "Bukan. „nang. menatap langitlangit kamar." «Tembak-tembakan di Timezone." . ' m'i "Git.. aku tahu." Terdengar suara Ruben dari kejauhan.." "Dia?" Rana tak mengerti." Akhirnya ia pasrah. pergi ke bioskon * flvwo d. Gelisah. "Kita harus memikirkannya sampai tuntas." Rana mendongak. konsultan perkawinan." "Aku tahu. mungkin tfdak harus seekstrem itu " «Avatar dengan asktetika22 modern. Lebih baik kamu lihat sendiri. Beda kalau kamu menciptakan tokoh-tokoh lain. membiarkan Ruben minggat ke dapur untuk menemui pacar keduanya: kafein. Sama sekali.. Menuliskan sesuatu. Ini bagian paling sulit. Mungkin bisa membantu. Dhimas. Dan kita harus mengakui kalau kita buntu. "Avatar abad 21 tidak bisa lagi digambarkan naik keledai. nonton televisi. "Nanti dulu!" tahan Dhirnas. nia harus melebur." "Mmm. "Supernova. "Dia sudah harusnya»muncul." "Ah. "rasanya aku punya sesuatu untukmu." P P* "pergi ke mal." cetus Ruben.... "Rana..0nt0n Holly^Makan di McDonald's. Mungkin dia. «ya. "Aku sendiri tidak tahu apa namanya. heran melihat Gita yang sekonyong-konyong mengeluarkan kertas dan bolpoin. Ruben. bersiap bangkit.

Tangan itu kembali menari di panel keyboard. .Salah satu contoh rectoverso yang bisa kita temui sehari-h"i adalah ikon gambar di lembar uang kertas-Asalkan.Demi kembali merasakan keutuhan itu-i yang niscaya akan membuat mereka berhenti . mendapatkan Dhimas yang sudah terduduk saking kagetnya. Tiba-tiba ia berhenti menatap pusaran butir kopi di gelas itu. dan dengan mantap ia berkata. Perspektif kita yang parsial tidak akan melihat bahwa diri kita sebenarnya adalah rectoverso. Dan seketika ia menerobos 4cembali ke kamar kerja. . Cyber Avatar.seraya mengaduk kopinya terakhir kali. dan mencari. "Dia adalah seorang.Keluar dari inti mereka s e n d i r i i dan kemudian tersesat. Wajah Ruben berbinar secerah lampu halogen. siap mereguk. Satu sinyal nonlokal telah menjentik bola lampu di kepalanya. Pikiran itu kembali mengarus. Rectoverso adalah gambar yang saling mengisi antarmuka belakang dan depan. ada sebuah rectoverso yang secar Pertapaan atau tapabrata utuh berupa lingkaran yang di dalamnya ada lima kelopak-i berjajar teratur dan berpusat pada satu titik tengahDi satu sisi kertas-? gambar yang dimunculkan adalah lingkaran dengan tiga kelopak. SUPERNOVA • Diparuntukkan bagi Anda yang ingin HIDUP Selamat Datang Hari ini Supernova akan menelaah sesuatu yang disebut RECTOVERSO. Ide! "Aku tahu!!" teriakan Ruben membahana dari dapur.Terlalu banyak manusia yang menghabiskan seumur hidupnya dalam perasaan hampai seakanakan ada sesuatu yang hilang dari dirinya dan tidak tahu apa..Lalu mereka mencari-.Di sisi laini adalah gambar lingkaran dengan dua kelopaki yang apabila disatukan dengan sisi baliknya akan menampilkan rectoverso yang utuhi lingkaran dengan lima kelopak yang teratur dan berpusat pada satu titik tengah.." 1*^-2: Supernova Komputer itu kembali menyala.Dengan bermacam-macam cara mereka lalu memeras keringat dan otak untuk mendefinisikan "sesuatu" yang hilang itui yang kebanyakan mereka anggap berada di "luar11 sana -fl a n u s i a memang seolah didesain untuk menunaikan satu misi: mencari tahu asal usul mereka..

Tidak ada sesuatu pun dapat mengisi apa yang sudah penuh.Tidak ada satu pun yang dapat berpisah satu sama lain-Tinggal kemauan Anda untuk mampu menyadar inya-t atau t i dak . Avatar kita khotbah di internet. Ruben di simpul benang perak "Jadi.% Temukan kenop Andai dan putarSampai jumpa berikutnya • &lt. Berhentilah berteriakteriak ke sesuatu di luar sana-Berhentilah bertingkah seperti ikan di dalam kolam yang malah mencari-cari air. apa yang Anda ingin cari tidak berada di luar sanaSebaliknya-i sangat dekati tak berjarak. Dari awal.merasa kecil dan teralienasi di tengah megahnya jagat rayaLalui bagaimana kalau ternyata apa yang kita kira selama ini sebagai ketidaklengkapan sebenarnya hanya rectoverso belaka? Yang art i nya i kita tidak perlu ke mana-mana* Yang artinya lagi i untuk merasa utuh kita hanya perlu mengubah perspektif kita. Yang diramalkan Naisbitt dan Toffler akan menjadi sistem paling efektif di masa depan. begitu?" "Khotbah? Tentu lebih dari sekadar khotbah! Dia adalah turbulensi yang bisa diakses kapan saja. Cocok. tanpa bayang-bayang institusi atau dogma apa pun.Yang artinya lagi (dan lagi)-.Apa yang Anda butuhkan semuanya sudah tersedia-Tidak ada seorang pun mampu melengkapi apa yang sudah utuh. teori chaos telah memberinya sinyal untuk jauh-jauh dari prediksi.sen d &gt." Ruben manggut-manggut sendirian. sistem kerja berdasarkan jaringan. di mana saja. kan?" "Avatar kita akan mempraktekkan apa yang dijuluki 'Aquarian Conspiracy'." "Tepat. maksudmu. dari hierarki. Dia akan mengamplifikasi sistem pemahaman orangorang tanpa hierarki. Dhimas &amp. Benar-benar nonlinear! Dan internet adalah teknologi yang tak kenal batas teritori. karena tidak ada elemen yang tidak penting dalam sebuah sistem—sekalipun saling terkait namun masing-masing . Lihat dengan cara yang lainBerhentilah merasa hampaBerhentilah minta tolong untuk dilengkapi.Temukan kenop Andai dan putar.Ketika kita berhasil mengambil jarak dari benih-benih pemecah belah dalam pikiran kita-» maka rectoverso akan tampil.

Lewat proses feedback. Mereka adalah individu yang mengorganisasi dirinya sendiri. Psikopat berkemampuan mengerikan yang LTBER AVATAH mampu membalikkan semuanya. Dengan menciptakan lingkungan nonlinear di dalam perusahaan maka semua orang di semua lini akan dibiarkan berperanserta mewujudkan terobosan-terobosan kreatif. Mungkin orang di balik itu semua memang psikopat. "Ruben." Rana Setiap malam. "Aku ingin dia nyata. Menyukai chaos adalah kunci untuk manajemen masa depan.SUPERNOVA anggota memiliki potensi individual untuk berkembang. Uniknya. SEaJKa Kesadaran serupa rupanya mulai terjadi di level ekonomi sosial. kumpulan serat acak yang dipandu oleh semacam molekul perekat. apakah berarti dia juga sosok yang virtual?" "Entahlah." desis Dhimas. tidak ada pasangan yang ikatannya persis sama. terbukti tidak terikat pada batasan negara atau hierarki sosial. Menunggu artikel-artikel itu. sehingga setiap individu dapat berpartisipasi mengontrol dunia melalui peran dan kemampuannya masing-masing. *" . ia mengira telah dijebak berlangganan suplemennya psikopat. Awalnya. mereka semua telah bercermin bersama-sama. Lama kelamaan. kali ini bohlam di otaknya yang menyala. Dan seperti itulah cara kerja sistem saraf kita. Sehingga tanpa mereka sadari. "Aku ingin dia menyentuh langsung kehidupan tokoh-tokoh kita. sehingga mendadak Rana merasa berada di dunia sakit jiwa dan orang itu adalah satu-satunya yang waras. Amnesty International dan Greenpeace. namun tetap terikat dalam jaringan. Bahkan sudah banyak yang bervisi bahwa pemerintahan masa depan akan berbentuk jaringan-jaringan multidimensional yang kaya pilihan bagi setiap orang. dua contoh jaringan kerja global yang sangat efektif. Rana menghabiskan waktunya setiap malam menongkrongi layar komputer. Mencari kekuatan di sana. artikel- . selama berminggu-minggu. molekul ini memandu serat-serat tersebut mendekat dan membentuk pasangan-pasangan kolom saraf yang saling berhubungan satu sama lain. Bagaimana menurutmu?" Ruben malah bertanya balik.

Berkali-kali Rana mencoba mengirim pertanyaan.Kalau bolehi saya sendiri ingin berbagi cerita.Itu saja. meringis ngilu. Salahkah itu? Saya hanya meminta sudut pandang seorang Supernova.Tapi dia seperti kepingan puzzle yang begitu pasnya menempati ruang kosong saya. ia melihat dunia yang lain dari hari ke hari. Tapi tidak dibalas. Polemik tersebut tidak mungkin terjadi pada seorang Supernova.Ia adalah orang yang PAS.Tapi beban keputusan itu berat sekali* Pertamai keluarga suaai saya adalah kalangan priyayi lama yang punya reputasi moral yang sangat luar biasai tokoh masyarakati yang menganggap perceraian itu dianggap aib besari dan. tidak ada satu pun yang dibalas. Problema yang dihadapinya pasti bukan lagi di ... Saya adalah wanitai Bfl tahuni istri dari seorang pria yang baik dan sukses. Dia juga tidak sempurnai sama halnya saya atau suami saya. Rana tidak jadi mengirimkannya. Yang jelas. atau jatuh tertampar. Yang i berarti i saya bercerai dari suami saya.Tapi sepertinya ada yang lebih dari sekadar itu. Sampai enam poin disusun secara sistematis oleh Rana.artikel tersebut berubah menjadi oase. saya bertemu pria lain. Sangat mencintainya.Dan kami berdua jatuh cinta.Ia adalah orang paling luar biasa yang saya temui. Saya ada. sedikit masalah dan saya yakin Anda bis* membantu* Beginii saya sudah menikah dan mencintai pria lain. Dia bisa tertawa di sana. Tetapi ia juga dibuat lelah. Kami ingin bersama-sama.Semoga Anda mengerti maksud saya. Tidak dibalas. Supernova i katakanlah kamu sudah menikahi lalu suatu hari kamu bertemu pria/wanita lain kemudian jatuh cinta* Sangat dalam* Akankah kamu meninggalkan suami/ istrimu demi diaf Pertanyaan yang konyol. tidak ada yang kurang dari rumah tangga saya. Mungkin ia yang belum mengerti celahnya. Supernovai saya amat kagum dengan tulisan-tulisan Anda. Pertanyaan apa yang kira-kira layak dianggap pertanyaan dan dijawab oleh sang Supernova.Tapi beberapa bulan yang lalu-. Pertama kali ia menulis: Supernova^ saya benar-benar tersentuh dengan semua tulisan Anda. Penyegaran.Kalau dilihat sekilas-.

Mungkin psikopat itu tidak lebih dari filsuf arogan yang berdiri di atas awan lalu main tunjuk sana-sini mengecam kesalahan dunia. Rana pun mengirimkan surat terakhirnya. Aku ingin menebus kesalahanku* Aku ingin mengubah garis takdir* Aku menyesal tidak pernah terlalu berani menghadapi hidup* Aku ingin kembali mengenal diriku. Omong kosong. Sementara jeritan hati yang riil malah tidak dianggap ada. Kemarin. Supernova i aku ingin kembali ke masa lalu.Aku ingin bebas mencintai* Bantulah aku*** Tidak dibalas. Kamu munafik! Sama munafiknya dengan orang-orang atau institusi yang kamu tudingtuding • Kamu pikir kamu itu siapaf! Dan apa kekuranganku sampai tidak layak kamu dengar?! Tidak juga ada balasan. Supernova-. banyak keputusan besar yang telah saya ambil dalam hidupi tanpa terlebih dahulu mengenal diri saya yang sebenarnya* Kinii ketika saya tahui apakah saya harus merombak semuanya? Melepaskan semua konsekuensi-! tanggung jawabi bahkan sumpah atau ikrar saya yang dahului untuk meraih impian baru sekalipun harus mengecewakan banyak orangf Atau saya harus bertahan dan menerima semuanya sebagai bagian dari pelajaran itu sendiri? Tidak dibalas.kamu tidak lebih dari sebongkah kesombongan* Sebongkah ketidakpedulian. Hei Supernova-. siapa pun kamu sebenarnya.level seperti itu. Bisanya cuma ngomong tinggi* Saya dan masalah saya cuma kamu anggap remeh-remeh kuei sementara kamu sibuk melalap potongan kue yang lebih besar. mungkin psikopat itu cuma tertarik pada masalahmasalah besar: hak asasi manusia. soal ekologi. Dan ia pun sudah tidak tahu apa yang harus ia tulis: Aku lelah*** apa artinya ini semuaf Apa artinya aku di sinii. Ia merasa tidak diperhatikan. sama sekali tidak menarik perhatian seorang Supernova. umpatnya geram. Supernovai apakah kamu • ada di sana? Surat-surat saya tidak pernah kamu balasMasih juga tidak dibalas. E-mail tak berjudul. ekonomi global. Dan ia. dan lain-lain. Di balik sloganslogan manisnya. Sampai akhirnya Rana benar-benar gemas dan geram. mempertanyakan . dengan problem "kecil"-nya ini.

kebodohan-kebodohanku sendirif «Apa artinya kau di sana , yang tidak mendengarkan? Malam ini, tidak ada yang lebih mengagetkannya ketika sebuah pesan datang, hanya: From: Supernova. Saya di sini* Membaca semua surat Anda* Membalasnya dengan menjadikan Anda terus bertanya* Menunggu Anda untuk akhirnya mempertanyakan satu-satunya Pertanyaan yang ada* Selamat Datang* Pukul sebelas siang. Teleponnya berdering. Re mengerutkan kening. "Halo, ya, bisa telepon lagi nanti? Saya sedang meeting." "Re..." suara Rana begitu lemah, b erbisik lirih, "aku masuk rumah sakit." Wajahnya seketika pucat. "Bukan... jantungmu, kan?" tanya Re tegang. "Jantungku, sayang," suara lemah itu kian mengibakan. Di dekat belahan dadanya. Rana memiliki bekas jahitan operasi. Re sering menyentuh bekas jahitan tersebut dan berkata: 'Kalau ada apa-apa dengan jantung ini, aku rela bernapas untukmu/ Sulit dipercaya kalau rayuan metaforis itu harus menjadi kenyataan. "Ada apa? Apa kata dokter? Kamu harus dioperasi lagi?" "Jantungku... katanya, aku jatuh cinta. Terlalu dalam." Terdengar Rana tertawa kecil. "Puteri... jangan mainmain..." Re benar-benar kacau balau. * Tiba-tiba suara itu berubah sedikit panik. "Re, aku tidak bisa telepon lagi. ffp-ku akan dipegang Arwin. Doakan saja, ya." Hat, Pembicaraan berhenti sampai di sana m dalam tsunami batin. Lama ia terdiam di gerbang rumah saku mulai salah tingkah. Tidak pernah ia setersiksa telePon genggamnya, dan dengan tatapan kosong ia nomor telepon Ale Tidak disambungkan. Ia hanya bka a sendiri di dalam hati: y Dlca™ Ale, tolong aku. Aku cuma bisa menemuinya lima menit itu pun bersama sembilan orang lain. Aku tak tahan denaan tatapan orang-orang yang seperti mempertanyakan keberadaanku di situ. Lima menit, Le! Melihatnya tergolek tanpa bisa memeluknya. Aku cuma bisa bilang 'semoga cepat sembuh' dan mesem-mesem dari ujung tempat tidur. Aku ingin terus di sini, menungguinya semalam suntuk. Tapi kenapa jadinya harus mencurigakan? Kenapa harus nampak tidak wajar? Kenapa aku tidak boleh di sini? Le, tolong...

"Pak Ferre! Kok masih belum pulang? Tunggu teman, ya?" Seseorang menyapanya. Re terkejut. Ternyata salah satu reporter Rana, memandang dengan tatapan haus gosip. "Oh, saya baru mau pulang. Kebetulan tadi sekalian menengok teman saya di blok D," jawab Re dengan tenang. Tak akan ia kehilangan wibawanya, bahkan dalam situasi genting seperti ini. Tidak juga kedoknya. Satu jam kemudian, dua orang berlalu dan menanyakan hal yang sama. ^ Tiga jam kemudian, hanya perawat-perawat yang melewatinya dengan tatapan curiga. Terkadang kerabatnya Rana, yang juga menatap aneh. Mungkin mereka mengenalinya sebagai salah seorang pembesuk Rana yang dengan misterius bercokol terus seperti satpam rumah sakit. Memasuki jam yang keempat, suaminya berjalan melintas. Re tidak yakin keberadaannya disadari atau tidak. Yang jelas, wajah pria itu nampak letih. B Re jadi tersada'r, mukanya sendiri pasti lebih kacaui lagi. Setidaknya suami Rana tidak menghadapi cobaan lain selain kondisi istrinya. 145 Aku tak mengenalmu, kita bukan teman. Namun aku tak ingin menyakitimu, demi Tuhan. Apa yang kaumiliki sekarang amatlah aku inginkan. Dan untuk mengertinya tidaklah sulit. Kami adalah jalinan satelit yang saling membelit. Mengelilingi satu planet yang menarik kami laksana magnet Tak ada lagi tempat di orbit inif bahkan untuk bayangan kami sendiri Jadi, relakan kami untuk saling memiliki. Re tidak tahan lagi. "Halo? Le? Aku masih di rumah sakit. Rana dioperas' malam ini. Dan sebentar lagi kepalaku bakal meletus." 1 "Apa-apaan kamu di sana?! Cepat pulang!" "Tapi mana bisa..." "Tempat kamu bukan di sana." "Mana mungkin? Yang terbaring itu RANA, bukannya..." "Apa perlu aku sebutkan nama belakang Rana-mu tercinta itu? Knock, knock! Re! Ayo, bangun!" Ia ingin teriak rasanya. "Jangan mulai dengan bahasan basi itu..." "Basi? Itulah kenyataan yang kamu pilih sendiri.-Kamu jatuh cinta pada orang yang salah." Mulut Re langsung menganga lebar. "Oke... aku ralat, bukan orangnya yang salah, tapi kondisinya!" Ale cepatcepat menambahkan. "Hell with it" Re pun menutup flip telepon

genggamnya dengan kasar. Kondisi... kondisi. Lagi-lagi si keparat satu itu. Tak lama kemudian, teleponnya kembali berdering. Ale. Berusaha sekuat tenaga untuk menyuntikkan logika ke dalam pikiran sahabatnya. Re juga sudah letih, kali ini ia lebih banyak diam. Dibiarkannya Ale terus mengoceh. "Jadi kamu setuju untuk pulang sekarang, kan?" "Tidak yakin." "Aduuuh, maunya kamu apa, sih?!" Aku bosan diam. Aku ingin berteriak lantang* Menembus segenap celah dan semua lubang, Merasuk ke ujung gendang telinga semua orang..-Aku mencintainya. Tiba-tiba mata Re menangkap sosok • di luar ruangan sambil menyandar ke fe^u Ugi' be<diri gemetar memegang sebatang rokok. Asaum ta*9«m» keluar, gugup. Pemandangan yang jss\ hamburi* pun. terenyuh siapa "Aku akan pulang sekarang u » T akhirnya memutuskan. , c* wamat berat ia Di saat seperti ini izinkanlah aku m»* m mana engkau leta^ZT"^ Adakah aku seberharga cincin yang melingkar Ataukah aku senyaman sepatu tuamu yang tak ter "T" jarimu' Akankah kaupertahankan aku selayaknya ^ ^ dipakai? Ataukah namaku hanya akan melintas sekilas di detfS". $TH Untuk kemudian menyublim seperti arwah tersedot Mengertikah kinif Puteri"* ***** Karena itulah aku ingin hidup nyata. Ia pun mengedarkan pandangan untuk terakhir kali, mendapatkan kelengangan rumah sakit yang begitu dingin. Re merasa terbuang. KEPING Di Celah Pikiran Pria itu kembali hadir di pojok yang sama, dengan cuaca hati yang tampak sedang buruk-buruknya. Ia seperti kapal yang tergulung jadi lemper dalam lipatan ombak yang mengamuk. Kerutan di pangkal alisnya. Sinar mata yang berkecamuk. Rahang yang mengeras. Namun di dalam kegundahan sekalipun, semua tetap indah. Dan tangan itu terlihat mulai menulis... dalam irama yang tak tentu. Nampak pikirannya tengah bersandar pada arus inspirasi, yang terkadang mengalir deras, tetapi terkadang juga hanya menitik jatuh. Ia berserah. Persis seperti pelukis yang tak mempertanyakan mengapa ia melukis, dan apa itu yang dicoretnya di kanvas. Diva menyentuhkan tangannya

Kalau aku lemah. Rana. Melihat semuanya. Ia mengerti betul susahnya mencabut sebuah jangkar yang sudah terpaut dalam. Dan dirinya adalah debu yang paling ingin cepat dikibas.pingpong. Di kala kau terjatuh nanti. Di sebelah ranjang tempat istrinya terbaring. sudah kubersembunyi di dasar lembah. Diva mulai menggigiti bibirnya pelan-pelan. Tak akan ada yang mengerti. Tapi kenapa yang ia rasakan justru sebaliknya. Langkah-langkah yang nampak berat. Ferre Aku bukan orang yang lemah. Arwin dapat langsung mengetahuinya ketika melihat tatapan istrinya pada Ferre yang berdiri jauh di ujung tempat tidur. menggenggam kejujuran erat-erat. Diva Diva masih berdiri di sana. Entah kapan terakhir kali ada air keluar dari matanya. Re mendongakkan kepala dan mulai mencari. tanpa bisa memutuskan apa-apa. ia merasa amat lemah. aku akan menjadikanmu wanita paling bahagia di dunia. Tak ada lagi kehadiran yang lebih berarti. ia pun bangkit berdiri. Sudahkah kau benar-benar jatuh. apa yang ia lihat sesungguhnya melebihi badai itu sendiri. Dengan dagu tercuat. Aku'berjanji. ia menangis. Mungkin itulah satu-satunya kesempatanku. Bola . Hanyut dalam keterkesimaan. Dalam bingkai kusen . Tapi kalau cuma jadi hantu. ia tak lebih dari sebuah bola pingpong. maka aku pun tak tahu. Wahai kau yang sedang dimabuk cinta. Mereka sepertinya tidak terpisahkan. Perlahan. Ya. Ferre Lamat-lamat muncul perasaan bahwa ia sedang diamati. Rana telah menjangkarkan hatinya untuk pria itu. Begitu engkau sembuh nanti. berikanlah padaku setetes apa yang kau reguk. Matanya berhenti di jendela. Ada yang bilang. Arwin duduk tepekur. Namun aku orang yang kuat. wahai yang sedang jatuh cinta? Masih kutunggu engkau di dasar jurangmu sendiri Di titik engkau akan berbalik dan benar-benar menjadi pencinta sejati. Dilempar dari satu sisi pertimbangan ke sisi lainnya.ke'kaca. aku akan tahu apa rasanya limbung tanpa harus ikut terpuruk.. Aku janji. mampu menangis menunjukkan kekuatan. Re meringis getirv.. Masih terbayang jelas ketika ia memandangi punggung itu berjalan menjauh.

"kamu adalah manusia paling sensitif yang pernah kutahu. Meninggalkan mereka berdua.. tidak bakalan kamu jadi penulis. kamu harus kuat. kita tetap membawa misi.. Dhimas &amp. bukan begitu. "Ayo. ya?" "Eksperimen sains saja dijalani dengan tendensi. "Apa pula itu?!" "Eh. dan terarsir teralis." sahut Dhimas ketus." Dhimas menariki rambutnya sendiri. nuansa berada di celah pikiran.. percayalah. "Penulis boleh berpihak nggak." "Jadi kamu bilang aku lembek?!" "Bukan. Sejernih kristal. pemabuk asmara.." te gas Ruben galak." "Coba aku bisa sesaklek kamu. "Kalau kamu sesaklek aku. Paling jadi peneliti sinting.. Bintang Jatuh. Padahal dari nuansa justru lahir tema besar penemuan-penemuan terhebat dunia. tapi karena perhatian kita tersita oleh pengkategorian logika. cuma beda kasta saja. kok. katakata itu maksudnya sama. Dan misi ini tidak boleh dikompromikan cuma garagara fantasi romanmu atas tokoh-tokoh tertentu.. Dan. Einstein. tanpa bumi itu sendiri. Apalagi ini.. ya. terlapis kaca jendela." "Kalau begitu. Jangaji jadi cengeng gitu. maka sering kita mengabaikan keindahannya. aku tidak tahan. pengkotak-kotakan. keduanya saling menatap. Dunia telah membelesak lenyap." "Tapi di atas segalanya. Kamu." Dhimas mengernyit. nuansa ." "Tapi aku serius.." ralat Ruben cepat-cepat. "Imajinasi kamu begitu kaya seperti fraktal di area infinit Peta Mandelbrot. Hai. kamu adalah manusia nuansa. sebuah ruang fraktal yang tidak tersentuh cortex. Bahkan subjektivitas si peneliti akan mempengaruhi hasil penelitiannya.kayu." keluh Dhimas. Tatapan dalam dimensi waktu yang bergerak penuh makna. tidak menyerah begitu saja. Seluruh dunia ini dipenuhi potensi nuansa.. Diva menyapa. dunia bukan lagi milik berdua. Misalnya. "Cengeng-lembek-sensitif.. tidak bakalan ada yang tahan membuat kerangka sains dari cerita romantis berbunga-bunga ini. Sama juga kalau aku selembek kamu." "Terima kasih untuk usahamu memperhalus bahasa." kata Ruben lagi. boleh nggak aku. jelas ada keberpihakan. Ruben "Oh. Tatapan yang mengisap ruang di antara mereka. Re mendengar hatinya berbisik. dong.

"Kamu mau ngomong apa. dan mencocokkan kesemuanya dengan setengah jam yang ia punya.adalah rencana terbesarku kini . Puteri. Matanya berkaca-kaca." tergagap Ruben berusaha menjelaskan.. Memaksanya untuk menjadi pencuri waktu dari belasan jam yang harus ia persembahkan untuk perusahaan. Tidak ada artinya.kontinuum yang ia tangkap waktu umurnya lima tahun adalah inspirasi awal teori relativitas. KEPING Kesempatan itu hanya setengah jam. Dan. "aku sadar. orang yang mengagumkan. Re selalu merasakan paradoks yang sama. Bersamamu 24 jam. Lama sekali. Kamu adalah pesawat yang menyeberangkan nuansa dalam kepalaku ke format yang bisa dimengerti. Strategic Business Development Plan yang seharusnya menjadi rencana terbesar hidupku akan kuganti dengan menungguimu semalam suntuk. mereka berpelukan. atau kau emut. ^juS "Berarti aku lebih edan daripada kamu. tidak banyak orang yang bisa tahan denganku. Di luar dari cintanya yang semakin terbakar oleh ucapan romantis itu.. [ Ya Puteri. lirih.. Atau. berarti orangnya lebih edan lagi!" Muka Ruben pucat pasi." bisik Rana. kau minum. Dhimas." Dhimas terdiam. Termasuk aku. Maaf atas semua sikapku yang kasar ataupun kata-kataku yang kejam selama ini. Untuk pertama kalinya pula ia mengendalikan jadwal Re. "Tanpa kamu.. Di kesempatan itu..." akhirnya kata-kata itu meluncur keluar. Aku minta maaf. Tapi kamu begitu baik dan tabah. Dan Rana merasa jauh lebih baik dalam dekapan Re dibandingkan obat atau infus apa pun yang dicerapkan ke dalam tubuhnya. banyak orang sulit sekali mengungkapkannya." Ruben menelan ludah." sambung Dhimas. Aku relakan diriku untuk kau telan. kau kunyah. "Memang! Cuma wong edan yang pakai teori fisika dulu kalau minta maaf! Dan kalau ada yang mau sama orang kayak begitu. sih?" Dhimas geleng-geleng kepala. "Kamu. Namun tibatiba ia berseru dengan suara tercekat. jadi obatku. tentu saja aku bersedia jadi obatmu. "Kamu di sini saja. atau justru karena nuansa adalah affair yang sangat pribadi antara kita dan domain lain. ide-ide di otakku seperti mulut tanpa lidah.

Aku ingin menjejak tanah. [ 'Aku ingin kau bercerai' ] [ Bukan. "Tidakkah itu sama saja bertanya 'satu tambah satu' padahal kita sudah sampai ke hitungan seratus juta lima ratus dikali empat ribu tiga puluh lima koma sekian?! Kenapa kamu malah bolak-balik bertanya apa yang kuinginkan dan bukannya menyatakan apa yang KAMU inginkan. Persimpangannya. Mengambang membuatku lelah. lalu mencadangkan satu ." Rana tahu saat ini akan tiba. Aku hanya ingin kau mengatakannya Re. Tapi. Rana!" Rana terenyak. yang jelas tidak mengenakkan ] [ 'Aku ingin kau yang memutuskan dan bukannya malah memberikan bola panas kepadaku dengan bertanya seperti itu' ] [ Mendekati." Mata itu bak kaca -yang merapuh.. agar aku punya kekuatan cukup untuk menempuhnya.. "Jangan. Ia benar-benar muak. Tak ada yang terealisasi ) "Rana. Aku mengerti sekali.. "Ketika kamu sakit begini. Bagi Re." Re terduduk lunglai. begitu?" Re ditinju telak oleh paradoks yang sama. semua ini. Terlalu dangkal. "Kita berdua tahu betul perangkap apa yang menanti kita begitu aku minta kamu cerai dari suamimu. "Kamu ingin aku pisah dari Arwin. masih kurang kuatkah tekadku? Komitmenku? Aku siap setiap detik kau siap. dan kalau ada lagi saat-saat semacam ini. tolong. "Aku ingin memilikimu." 'Aku mengerti. omonganku jangan dijadikan beban. Bukan itu. atau kamu minta aku untuk membawamu pergi. Aku ingin memiliki.. Ia tidak menyangka akan diberi reaksi sekeras itu. Ayo.. Sama saja! Kita berdua sebenarnya takut. aku adalah orang yang paling tidak berdaya.. "Apa yang kamu inginkan?" tanya Rana.." Akhirnya kalimat itu yang terucap... aku tak bisa terus begini.] Titik bifurkasi [ Nah. entahlah.. tapi terlalu kasar ] Layakkah cinta hidup semu laksana hantu? Yang melayang bagai bulu panah. Tapi kau tak pernah siap. Siap pecah. Ironis.. ia tak menemukan satu pun kata yang tepat. Aku ingin diakui. Aku tak bermaksud begitu. menatapnya lurus-lurus.. atau terlalu jujur. dibandingkan dorongan yang begitu kuat. Ini terlalu menyakitkan. Semua berhenti di tahap 'wishful thinking' belaka. itulah pertanyaan tersulitnya tahun ini.

"Sepulang dari sini." "Hmm?" Kedua matanya sudah nyaris terpejam lagi." Re menghela napas.. Re." "Lalu? Bukan berarti aku juga harus ikutan tidak tidur. Aku seharusnya memberitahumu sejak sore tadi. atau menembakmu di kantor." ia menunduk. Selain itu. banyak probabilitas. Anda akan mendapatkan janda kembang yang masih gres dari oven? What?!" "Aku serius!" "Oke.sama lain untuk dijadikan kambing hitam kalau-kalau keadaan nanti berubah kacau." jelas Rana lagi.ri. Tapi aku." "Kamu tahu sekarang jam berapa?" terdengar suara Ale yang parau dan mengantuk. Dengan seketika. Rasa takut." Keputusan. Kita harus memutuskan sesuatu. Sayup-sayup Re kembali mendengar suara biolanya. "Kamu benar. aku akan bicara dengan Arwin. Begitu. Re melongo. "Aku tahu kamu pasti sudah tidur. this is major bullshit! Kesiapan kita menghadapi kenyataan ternyata nol besar. "kita telah berputar-putar di satu lingkaran.. "Le. Sayup suara azan subuh melatarbelakangi pembicaraan itu." "Selamat.. "Aku akan pergi denganmu. Ia juga muak." Semua omongan Re benar-benar menyakitkan. 'aku begini karena kamu bilang begitu'. Tapi apakah kamu siap? Bagaimana kalau nanti ada pembunuh bayaran yang mengintai rumahmu. Dia akan jujur soal kami berdua.." Sekonyong-konyong ia menukas. what do you expect? Selamat.. Aku tahu itu adalah hal yang paling kamu inginkan. kata itu mengasosiasikannya dengan banyak wajah.. aku tidak bisa tidur. atau suaminya datang dalam keadaan . banyak kondisi. kan?! Supaya kita bisa saling tuding: 'ini semua permintaanmu'. Kali ini bergemuruh. kan? Hanya gara-gara mengeloni seorang bayi besar lewat telepon?" "So. Dan aku siap dengan segala keputusanmu. Tegas. Dan dia memutuskan untuk ikut denganku. Rana terlalu lelah untuk menimbang-nimbang. "Tapi tidak berarti aku akan pergi dari sini dengan kenihilan yang sama lagi... "Akhirnya Rana memutuskan untuk bicara dengan suaminya. seolaholah ada simfoni akbar yang siap meledak dengan megahnya.." "That's it?" "Well. kita tidak melakukan apa-apa. Sori. tapi Rana merasakan kebenarannya. Penuh keyakinan.. Le. .

" "Jangan bilang tidak mungkin.. kenyataannya?" Ale tertawa kecil. kontan puluhan yang lain menyapanya." "Pergilah.. Aku sendiri tidak seratus persen yakin Rana berani bicara." "Aku tidak yakin Tuhan merestui perselingkuhan. Aku tidak takut. Nah.. kan Le?" "Iya. apa pun itu." "Wow. Aku yakin kamu juga tahu kalau prosesnya tidak bakalan instan.. "Aku tidak bermaksud sinis. sahabatku tercinta yang sangat pintar dan rasional itu. Mungkin saja dia cuma berusaha menyenangkan hatimu doang. Jangan lupa. Ferre." "Kamu ke gereja?" "Mungkin. Berapa banyak koran merah yang tadi kamu baca sebelum tidur?" "Re. "Kamu memang sudah sinting. Please. Jadi." Mau tak mau. Maju terus pantang mundur/ "Kenapa kamu harus sesinis itu?" tukas Re gusar. Sang Supernova.mabuk berat sambil bawa parang buat membacok lehermu. Dinamit yang ditunggu-tunggu. belakang-depan. Untuk seseorang yang baru bangun tidu r. Tapi aku turut mendoakan yang terbaik. ada satu yang nampak menarik baginya malam . Patriot kita. yang sudah terikat padahal dia punya seribu satu pilihan lain yang jauh lebih feasible. waspadalah terhadap segala kemungkinan di tengah jalan. kamu tahu sendiri apa opiniku soal ini. Yah. Ale terkekeh. "TNT"." "Tidak mungkin. atas-bawahmu. Aku juga pasti bilang 'tidak mungkin' kalau dulu ditanya apakah Ferre. analisis situasimu itu luar biasa. atau ada berondongan teror dari keluarga-keluarga yang merasa disakiti. But you've got a point there. Hidupmu mungkin lebih tersiksa dibandingkan kemarin-kemarin ini. Re. aku hanya ingin memastikan kamu siap. atau ada yang sukarela jadi informan buat tabloid gosip lalu wajahmu muncul di halaman depan sebagai si perusak rumah tangga milenium? Menurutku kamu harus lebih hati-hati lagi lihat kiri-kanan. atau perceraian-/ "Aku juga tidak yakin Adam dan Hawa menikah. akan memilih seorang wanita." Supernova Begitu nama itu masuk ke chat room ICQ." "Bravo. jangankan itu. Ah. "segalanya mungkin." "Besok hari Minggu. Sepertinya mereka itu samen leven. Nanti doakan aku. Namun dari sekian banyak. Re/ "Aku tidak peduli.

. KEPING Pelajaran Terbang Berhari-hari Rana terbangun dengan bersimbah keringat dingin... Ia kelihatan sangat bahagia bersama lelaki itu. • .T NT &gt. menjadikan benaknya kosong dan tak termotivasi. Saya lebih tersiksa justru ketika melihatnya bersama saya* &lt. Luka jahitan .. Bagaimana dengan diri Anda sendiri? &lt.. Ketegasannya hari itu sudah berarti banyak. Bukankah sudah waktunya? &lt.Rasanya ia menjadi manusia yang sama sekali barui bukan lagi wanita yang bertahun-tahun saya kenal sebagai istri saya¦ Dan yang jelas saya lebih senang melihatnya beg i tu • &lt. Tak sampai hati ia membongkar kelemahan yang nantinya malah akan mengendurkan semangat mereka berdua. Mungkin itu adalah kala pertama Anda mencicipi kewarasan.* tidak tahu* Tapi saya tidak terlalu peduli* Untuk apa mempertahankan sesuatu yang bukan milik.itu. Gambaran-gambaran itu bagaikan monster kelaparan yang mengonsumsi habis semua keberanian yang ada. Berbagai macam adegan seram kerap muncul di pikirannya.. puluhan sanak saudara yang akan mencemooh habishabisan.guest&gt. Arwin yang mengamuk.TNT&gt. kalau saya lepaskan istri saya untuk orang lainf &lt. Arwin yang gelap mata lalu berbuat entah apa.TNT&gt.TNT&gt.. ibunya yang menangis histeris. Supernovai saya mulai gila* &lt.TNT&gt. Gilakah saya. Sekalipun Anda tersiksaf &lt. Kenapaf &lt.guest&gt. Dan ia tak mungkin lagi meminta dorongan pada Re. Bagus. Kamu mau tahu kenapaf &lt. Anehnya-. Sepanjang hidup saya-i hanya ada satu wanita yang saya cintai sungguh-sungguh* Istri' saya sendiri* Dan dia menyeleweng..guest&gt. &lt.guest&gt. Bahkan untuk menyalahkan sedikit pun tidak bisa.. Anda memang tidak memiliki apa-apa* Kecuali diri Anda sendiri* Dan diri Anda sesungguhnya amat besari agung* Ia mampu menampung apa saja i lebih dari yang Anda duga-* andaikata Anda tidak mengikatkannya pada sesuatu* Semakin banyak yang Anda ralakani semakin besar keluasan diri yang Anda rasakan* &lt. Saya*.guest&gt.TNT&gt. mertuanya yang terpingsanpingsan.guest&gt. saya tidak sanggup marah. saya lagi? &lt..

mengejar momentum? &lt.Anda seharusnya menjadi arus-» bukan batu&lt. di mana kamu?" desis Rana. untuk kemudian merancang masa depan yang baru-Aku hanya tidak ingin menyesal di kemudian hari.r terban^ Bagaimana dengan Anda yang sayapnya dibentuk* oleh rasa percaya? Tidak ada cara untuk belajar percaya selain PercayaRana berhenti di sana. Nama itu on-line: "TNT". "Ayo. Berusaha mengerti dan meresapi kalimat-kalimat tersebut.TNT&gt. apakah ia harus menanggalkan semua pertimbangan dan perhitungan untuk lalu lepas landas begitu saja? Hidup berdasarkan momentum? Persis seperti waktu ia melontarkan ucapan itu di depan Re. Maksudmu •&gt. dan kembali tertelan begitu momennya lewat. Bahkan seekor burung yang meniliki kasat mata bisa jatuh ketika belajt. mpai akhirnya &lt. IW dia. Anda memang tidak mengerti¦ Rana mulai . Tiba-tiba ia terpekik pelan. Ia menjadi kenangan.Ajari aku percaya pada kekuatan .flomentum hadir* Begitu ia lewati ia tidak lagi sebuah momentum.guest&gt. aku ingin terbang Amenutup kuping terhadap raungan bumi di V *ku nanti. Setelah mencari-cari setengah mati. Namun kehadiran sang Supernova di chat room ICQ benar-benar tidak tertebak.di dadanya terasa bertambah perih.TNT&gt.. Aku tidak mengerti.. Momentum tidak dapat dikejar. &lt. Dan kenangan tidak akan membawa Anda ke mana-manaKenangan adalah batu-batu di antara aliran sungai. tidak salah lagi.guest&gt. samuai ^ na Supernova merespons tulisannya.bukankah kita seharusnya bisa memperbaiki kesalahan masa lalu? Menghidupkan kembali momentum yang lewat-.. Supernova. Berkali-kali. Mendadak segal a penat dan perih [J?*** Rana gantikan oleh secercah ^nW\^^^ langsung" mengirim pesan.hkU Ajari aku percaya bahwa aku BISA TERBANG &lt. Rana pun menanti cemas. Apa maksudnya itu semua. akhirnya ia mendapatkan sebuah nomor ICQ yang diyakini adalah Supernova.guest&gt.. Satu-satunya harapan yang tersisa. Itu saja. Aku ingin yakin dengan pilihanku.TNT&gt. &lt. Terban -Aku tahu kamu pasti datang untukku " pndirian.

panik. lalu stagnasi hanya karena Anda berkaras atas sasuatu yang sebenarnya harus berubah-Berhenti juga menilai baik-buruk dari apa pun-Bukan untuk itu Anda hidup. Rana belum pernah mengalami momen seorisinal ini. Begitu hening.TNT&gt. Segalanya terjadi tak terduga-duga* Hanya ada satu yang pasti dalam hidup-. Rana kini merasa terapung dalam suasana yang sangat misterius. Suaminya hanya diam. Ada kedukaan di sana.Tanpa ekspektasi apa-apa. Begitu anggun. asalkan Anda percaya akan pembaharuan yang hadirflenikmati momentum yang datang. Merengkuh istrinya dari belakang.Anda adalah pengamat dan penikmat. tapi Anda saparti tidak melihatnyaApa bedanya memperbaiki sesuatu di atas penyesalan-i atau di atas parasaan sesal yang bahkan belum terjadif Tidak ada. Mas?" Rana berlagak pilon. &lt. Tawon itu adalah suara Arwin. Tanpa satu potong pun kata.. Bahasa tak mampu lagi membungkus apa yang tengah bersaling-silang keluar dari benak mereka. "Ada apa. Supernova akan menghilang kalau sudah begini.Jangan disconnect dulu.Bukan hakim"Rana. ia terlonjak dari tempat duduknya. Seperti orang asing.TNT&gt.guest&gt. Satu momen terbentang menuju jalan yang tak . Berhenti memilah antara apa yang diinginkan dan tidak. Tolong akuJelaskan sekali lagi. Lama keduanya bertatapan.. Dengan khidmat pria itu pun akhirnya beranjak mendekat. Luar biasa dalam. Rana sudah bisa membaca semua. Pembaharuan hadir dalam setiap detik-Perbaikan terjadi satiap saati tapi ketakutan-ketakutan Anda tadilah yang justru menghancurkanSatiap saat Anda bisa terbang." Seperti disengat tawon.Hanya satu yang patut Anda harapkan datangi yaitu yang tidak diharapkan. Dengan sigap ia pun menutup program di layar komputer. &lt. Menatapnya dengan tatapan yang tak pernah ia lihat sebelumnya.Selama Anda masih terbayang-bayang oleh dua katakutan itu-* Anda tidak akan ke mana-mana-&lt. Supernova.TNT&gt. Biasanya. yaitu ketidakpastian.. Ada perbedaan besar antara memperbaiki dan menyesali. &lt. Bertahun-tahun hidup dengan Arwin dalam ketertebakan.

"jangan menangis lagi. aku rela kamu pergi. Maafkan aku tidak pernah menjadi sosok yang kamu inginkan. Rasanya ' bukanlah pelukan perpisahan. Membekukan lereng hati. Dan aku yakin tidak akan ada yang melebihi perasaan ini. Tidak menjadikan pernikahan ini seperti apa yang kamu impikan.. Mengambil porsi dalam malam yang rasanya tak bergerak. Bahkan denyut nadi pun dapat terdengar kalau disimak benar. Giliran Arwin yang terenyak ketika istrinya m menghambur jatuh.. "Kalau kamu benar-benar mencintainya. Satu sensasi yang sama sekali baru. Perlahan. ada isakan lirih. Aku mohon." napas itu tercekat.. Aku sudah terlalu sering mendengar kamu menangis diam-diam.. Bukan begitu?" Tidak ada jawaban. Aku tidak akan mempersulit keadaanmu. Kamu tetap Rana yang kupuja. istriku." Isakan itu malah menjadi. Kamu tidak akan pernah tahu betapa besar perasaan ini. Tapi aku teramat mencintaimu. tapi sekarang tidak lagi. cukup besar untukku kuat berjalan sendirian tanpa harus kamu ada. melainkan sebaliknya. Bukan diri ^ bahkan bukan pula kekasihnya. dan itu sangat menyakitkan.tahu berakhir di mana.. Di dalam sarang kecilnya yang pengap." SUPERNOVA Kalimat itu membawa Rana ke dimensi yang sama sekali Menggerakkannya untuk melihat wajah pria yang dinikah' ^ tiga tahun lalu dengan pandangan baru." Hatinya malah tersayat lebih melesak. "Aku tahu semuanya. Kamu memang pantas mendapatkan yang lebih. "Aku mencintaimu. Arwin Gelap. Embusan sekali-sekali napas-napas berat. tapi aku tidak mau membuatmu tersiksa lebih lama lagi. peluk seseorang yang kembali." Isakan itu tetap tidak berhenti. "Lama aku berusaha menyangkal kenyataan ini. Kita s ama-sama sudah terlalu sakit. tidak lagi ta^* Ada satu makna yang secara aneh terungkap: cinta membebaskan. mendekapnya erat-erat." Terdengar suara menelan ludah. Aku mohon. "Perasaan ini. tolong.." Suara Arwin mengalir bagaikan gletser.. "Jangan menangis. Keadaan kita. Ternyata Arwin yang punya itu. Andaikan saja kamu tahu. Hanya saja. "Tidak akan mudah. Terlalu mencintaimu. Suara gerimis. atau bukan. Rana justr ..

mendapatkan makna kebebasan. Ia terbang... di saat v U sama sekali tidak diduganya. n9 <guQSt> Supernovai saya benarbenar tidak menyangka* Bagaimana mungkin sesuatu yang tadinya berusaha saya pertahankan mati-matian justru kembali ketika saya lepaskanf Perasaan ini sangat luar biasa* Rasanya saya terlahir kembal i • I <TNT> Sesungguhnya Anda memang tidak perlu berusaha memiliki apa-apa* Anda adalah segalanya* Sekarang-* tidakkah Anda heran dengan orang-orang yang menguras seluruh energinya untuk mempertahankan sesuatuf Mencoba memiliki apa yang sebenarnya sudah milik mereka? Justru ketika Anda Melepaskan keterikatan pada sesuatu i Anda semakin dekat dengan Keutuhan. <TNT> Mencintai sesuatu atau seseorang dengan keutuhan diri adalah satu-satunya cara mencinta* Sementara perasaan tidak lengkap atau ketergantungan adalah refleksi jarak Anda dengan diri sendiri* <guest> Dan saya baru sadar -i saya amat . mencintainya tapi saya lebih mencintai diri saya sendiri. Saya mencintai diri saya yang mencinta• <TNT> Itulah satu-satunya Cinta yang ada* Arwin mengembuskan napas ie h sinar. Bahkan bernapas terasah*' *aJahn*a berkiu itas ba™ t6lah men9aUri **uruh t9ubuh?mat Se^ah sekaligus perasaan terbang h adalah v sayap •¦ KEPING Kiamat Personal Kedua pria itu mematung di depan komputer. "Aku tidak mengira akan jadi seperti itu..." gumam Ruben berat. "Aku juga. Semuanya mengalir begitu saja," Dhimas mengusap wajahnya, berusaha mengenyahkan kebingungan. "Kamu tidak merencanakan plotnya bakal demikian?" "Tidak," Dhimas menggelengkan kepala, "sudah kubilang, semuanya mengalir begitu saja. Aku hanya langsung mengetik apa yang terbersit di kepalaku." "Aneh. Seolaholah cerita itu memiliki otonominya sendiri." "Lebih parah. Sepertinya aku menjalani sebuah kehidupan, bukan cuma naskah. Kehidupan dalam kehidupan... mungkinkah itu?" tanya Dhimas linglung. "Entahlah. Yang jelas, masih ada satu yang harus kita khawatirkan." "Ksatria." Ferre Kiamat adalah lidah kehancuran

yang menjilati tandas sebuah piring tanpa sisa. Tak ada lagi remah. Tak ada dedak yang dibiarkan bertengger. Semua bersatu dalam maha enzim Kiamat personal yang mencerna jagat. Kiamat adalah ledakan sunyi yang mengisap semua, termasuk jejak kehancuran yang dibuatnya. Dan ternyata kiamat punya edisi khusus. Kiamat personal. Semenjak Rana menghilang tak bisa dihubungi seminggu lewat ini. Re tahu ada yang tidak beres. Sampai akhirnya surat itu tiba—kiamatnya: Tidak ada yang saya sesali. Saya harap kamu juga demikian. Tidak ada cara yang mudah untuk menga takan ini semua. Saya yakin kamu mengerti. Dan tidak ada yang saya cintai lebih dalam selain perasaan indah yang pernah kita miliki (dan semoga masih akan terus kita miliki,). Tapi saya bukan Puteri yang kamu cari. Di satu titik, perasaan indah itu telah mengkristal, dan saya akan menyimpannya. Selamanya. Kamu adalah yang teristimewa, Ferre. Kamu telah memberi saya kekuatan untuk mendobrak belenggu itu. Sekarang saya bebas. Tapi, tidak berarti kita harus berjalan bersama. Izinkan aku kembali berjalan di setapak kecilku. Rana. Surat di sehelai folio putih polos itu nampak seperti Lucifer yang menyamar jadi domba tak berdosa. Reaksi pertama Re adalah tercenung kosong. Lama sekali. Dan yang kedua adalah, ia tertawa. Dan itulah puncak dari rangkaian paradoks yang telah menyerangnya dari awal kisah ini dimulai. Sebuah tawa, dalam duka dan kepahitan yang tak terperi. Sejenak ia merasa telah disuguhi pertunjukan dagelan. Kekonyolan panjang nan tragis, dibumbui dramatisasi ala opera sabun yang memuakkan, dengan ambisi ala sinetron bersekuel-sekuel yang membuat mual perut. Penonton pun tak bisa membedakan lagi air mata apa yang berlinang di pipi mereka. Tangiskah... atau malah tawa. Yang jelas, pipinya bersih. Tak ternoda air apa Pun Kelenjar air matanya mengeras, seiring dengan hatinya yang membatu. Perlahan, runutan getaran sel abu-abunya kembali terhampar. Kalau saja ia tidak mengajaknya makan siang... Kalau saja ia punya lebih banyak kesibukan di pagi itu... Kalau saja ia menolak wawancara itu... Kalau

saja hari itu tidak perlu ada... Kalau saja ia tak perlu ADA... Bagaimana sebuah piring bisa tahu dirinya piring apabila tidak ada yang diwadahi? Kiamat juga berarti amnesia abadi. Dan Ferre adalah piring kosong yang tak mampu merasakan apa pun selain kehampaan. Tidak juga dirinya. Ia terlalu benci dirinya. Sang Ksatria tidak lagi eksis. Ia mati, bersama cintanya yang membutakan bumi. Ia hancur, seperti serbuk meteor yang membedaki langit. Ia tamat. KEPTNG Ksatria Schrodinger -a himas cuma bisa melipat tangannya, menggeleng-J/ gelengkan kepala. "Aku tak tahu lagi jadinya bagaimana..." ia berkata lemas. "Ia telah mendapatkan kepingan dirinya yang hilang, Pujangga, homunculus, si manusia kecil, figur bawah sadar yang dulu terlupakan tapi sekarang kembali hidup. Dan betapa ia menyukai dirinya lagi. Tapi sekarang semuanya direnggut... hilang. Ksatria kita baru kerampokan harta insaninya yang paling besar: makna. Tanpa makna, buat apa lagi kita menjalankan hidup?" "Hidup memang tidak boleh kehilangan makna..." desis Ruben. "Dan makna apa lagi yang masih berarti untuk menyalakan hidup si Ksatria? Aku tidak tahu!" seru Dhimas. Kening Ruben berkerut-kerut, kakinya diketuk-ketuk, pertanda ia berpikir keras. "Kamu tahu apa yang sedang kita hadapi?" tanyanya. Dhimas tahu pertanyaan itu tidak perlu dijawab, bohlam yang menyala ada di otak Ruben. "Kita sedang mengalami dilema terbesar para fisikawan. Dilema yang disuguhkan Schrodinger dengan eksperimen kucingnya. Inilah dia. Paradoks kucing Schrodinger! "Look, honey, sekarang ini kita sedang meneru*°" hidup mati tokoh kita sendiri. Bukannya menyiapKan Pertunjukan sulap," komentar Dhimas kesal. "Aku bukan asal ngomong, kamu sendiri kan tahu paradoks itu." "Ya, tapi apa relevansinya?!" "Sebentar, sebentar... beri aku waktu." Ruben memejamkan mata, berusaha menerjemahkan sinyal nonlokal yang barusan hinggap di otaknya. "Begini, kamu tahu tujuan Erwin Schrodinger dengan percobaannya itu?" Dhimas merasa lebih baik ia menggeleng. "Tujuannya adalah untuk mendeteksi perjalanan

"Tidakkah kamu lihat? Dia seperti kucing Schrodinger di dalam boks tertutup! Berada di gerbang keputusan untuk menghabisi hidupnya atau tidak." keluh Dhimas. maka hasil itu bisa kita gabungkan menjadi kucing yang setengah hidup dan setengah mati! Sampai kotak itu dibuka maka kucing tersebut dipastikan berada dalam kondisi kuantum mati suri. Mati enggak. aku sederhanakan. Ini fenomena yang serupa dengan dualitas partikel. hidup enggak. Tapi wavicle 168 hanya ada di domain kuantum. "sekarang. Katakanlah. dan sebuah pemicu yang akan aktif ketika satu isotop radioaktif menembakkan sebuah elektron. Peluangnya fifty-fifty. maka wavicle akan selamanya mengambang dalam keadaan dikotomis. peluangnya fifty-fifty dia keluar dari rumah itu dalam keadaan hidup atau mati. Pertanyaannya. Sebelum pilihan ditentukan oleh pengamat. baru akan ada pengamat yang membuka boks dan melihat hasilnya. Peluangnya sama. kehadiran seorang pengamatlah yang akan menentukan aspek mana yang terpilih." "Oke. Kalau elektron tidak menyentuh pemicu itu. Kucing ini ditempatkan di boks tertutup bersama sebuah kapsul berisi racun sianida. Apabila elektron mengenai tombol on. dan kucing mati. kucing zombie. yang kemudian diberi nama wavicle. apa yang terjadi pada si kucing selama boks itu tidak dibuka? Apabila kita menghitung secara matematis maka kucing mati dan kucing hidup adalah hasil yang sama-sama valid. singkatnya. "Coba. tapi karena kucing tersebut adalah objek kuantum di mana semua kemungkinan bisa terjadi. maka si kucing tetap hidup. Partikel atau gelombang. pilihan kita hanya dua: gambar atau angka. Kamu dan aku taruhan memakai koin. atau entah apa lagi. apa hubungannya dengan Ksatria kita yang mengurung diri entah sedang apa itu?" Mata Ruben membelalak." Dhimas mulai tidak sabar. baik itu arah lintasannya maupun destinasinya. Sementara di realita. . partikel mempunyai aspek lain/ yaitu gelombang. Ia tidak menggunakan geiger counter melainkan kucing sebagai detektor. "Begini. Dalam waktu satu jam. maka kapsul itu pecah.partikel kuantum." "Kamu tidak membuatnya lebih mudah.

Dulu. siapa tahu satu saat nanti ia harus bermain rolet Rusia." Ferre 24 jam pertama dalam hidupnya di mana ia merasa begitu sendiri. Hanya ia dan dia." "Omong kosong! Pasti ada jalan lain untuk menyelesaikan paradoks itu.. Semua hiruk-pikuk di luar sana sudah tidak kuasa lagi menyentuhnya. Ekses humor Tuhan yang kebablasan. Re tersenyum tipis. maksudmu bisa ada Ksatria lain di dimensi lain yang hidup. biasa." Ruben mulai ikut bingung. Jangan-jangan kelahirannya ke dunia ini juga cuma permainan. oke. Tak pernah ia sangka.Ketika koin dilempar lalu ditutup. maka sebelum dibuka koin itu tetap berada di kondisi setengah angka dan setengah gambar. "Wah! Itu ide yang luarrrr. membuat kondisi dikotomis itu akhirnya menjadi kondisi tunggal di dimensi tempat kita mengobservasi.. sabar sedikit. faktanya memang observasi dari kondisi dikotomis akan memaksa semesta untuk bercabang menjadi dua dimensi paralel. Kita akan . malam ini. Re mengisi selongsongnya dengan satu peluru. "Masih ada aliran Copenhagen yang berinterpretasi bahwa dengan menggunakan prinsip komplementer. Pistol kaliber 9 mm yang tidak pernah digunakan.. Firasat itu ternyata sudah ada sejak dulu.." Ruben cepat-cepat menenangkan Dhimas yang sudah unjuk rasa. Sambil tertawatawa ia berkata. maksudmu. Keseriusan ternyata tidak membawanya ke mana-mana. hidupnya akan diakhiri oleh sebuah permainan.. ya?" "Jadi. namun observasi kitalah yang menjadikan salah satu kemungkinan kolaps. demikianlah menurut perhitungan matematis." "Sebentar dulu. Ksatria kita sekarang berada dalam keadaan setengah hidup dan setengah mati? Memangnya dia zombie?" "Hei. Betul begitu?" "Seratus! Kok aku tidak pernah kepikir. kondisi setengah hidup dan setengah mati itu hanya abstraksi yang cuma eksis sebagai potensi transendental. Barang itu sebenarnya cuma suvenir pemberian. lalu ada juga versi Ksatria mati? Begitu?" "Well. ia sendiri selalu menganggapnya pajangan sampai. Re menyesal ia terlalu serius menempuh hidup. tanpa dunia. 169 Dhimas &amp.. Tapi semuanya sudah terlambat. Ruben "Oke.

" jawab Dhimas pelan. butuh materi dan energi dalam jumlah ganda untuk setiap observasi. Benar-benar pemborosan. "Aku sedang memikirkan gambar gestalt. Jangkauan sains yang sejauh ini telah dicapai. "Sayangnya. Lagipula." "Dan riil!" sambung Ruben. Tapi tidak pernah tahu namanya gestalt." "Makanya. romantis.. eh. kan? Aku tahu gambar yang kamu maksud." Dhimas mengalah dalam gerutu. diingat lagi." "Salah sendiri tidak tahu. memangnya kamu niat bikin science fiction? Plus bumbu-bumbu fantasi ilmiahnya? Bukan. apa yang ingin kamu buat?" "Roman sains. Tentu saja. dan merupakan satu gambar. Kamu harus memilih satu antara dua sudut pandang untuk menentukan apakah itu nenek tua atau gadis cantik. batal. tapi kamu tidak bisa melihat keduanya secara bersamaan.." "Tuh. Dalam arti. Kamu tahu apa itu?" "Bahasamu selalu susah. Tapi . mana seru? Tapi. Interpretasi ini terlalu sulit untuk dijadikan eksperimen sehingga tidak ada gunanya dari sudut pandang sains.. atau membolak-balik kertasnya. Dimensi paralel. tidak sekompleks itu. tidak sesederhana. kamu harus memilih.menulis dua kisah dari dua dimensi paralel!" seru Dhimas meledakledak. "Coba. Silakan teruskan.. Itu menjebak. maksudku. Setiap kamu melihat gambar gestalt. science fiction selalu tergila-gila dengan ide interaksi antardimensi. tahu nggak? Kadang-kadang yang kamu maksud cuma hal umum tapi bahasamulah yang tidak umum. Kecewa." balas Ruben tidak mau kalah. Kita tidak merobek gambar itu jadi dua. salah sendiri. ide itu terlalu mahal. semesta paralel tidak berinteraksi satu sama lain. tenang. dan aplikasinya di level kehidupan sosial manusia. "Aku teruskan: realita ini termanifestasi sama seperti gambar gestalt." "Baiklah. "Gambar gestalt adalah gambar beranak gambar. "Aku ingin mengungkapkan fakta penelitian yang sebenar-benarnya.. "Tapi.. dan yang paling umum adalah gambar gestalt nenek tua dan gadis cantik. Kedua citra itu hadir sekaligus.. kan?" "Bukan. Terpaksa membanjur lagi kobaran idenya. tenang.. Kalau tidak." redam Ruben buru-buru." Ruben masih tidak mau kalah. puitis.

atau mati suri. apa sih yang dimaksud dengan istilah nonlokal? Kenapa aku menangkapnya semacam sinyal-sinyal misterius dari pesawat UFO?" Mau tak mau Ruben tertawa. radio. benar-benar tersesat. Kita sering sekali bicara 'kesadaran'." Ruben menjawab mantap. tidak tersentuh. sepertinya ia sudah mengantisipasi munculnya pertanyaan barusan. di luar order realitas materi. "Di sinilah pentingnya pemilahan antara Consciousness dan Awareness. apakah ada situasi di mana ada pengamat. kesadaran yang kumaksud harus berada di luar sistem. kalau memang . di domain nonlokal. pingsan. Sementara keadaan 'tidak sadar' dalam istilah psikologi yang umum kita tahu adalah keadaan semacam tidur. tapi kesadaran seperti apa yang kamu maksud barusan?" tanya Dhimas. "Apa yang kamu bilang tadi—bahwa di realita materi ini Kesadaran menggagalkan aspek gelombang—benar-benar terdengar logis dan akademis. lama. "Itu dia! Persis seperti kasus Epimenides. sebenarnya ada. aku kepingin tahu. dibutuhkan keterjagaan. Sadar dan Terjaga." "Tapi. tapi tidak dalam keadaan sadar? Kamu tahu betapa paradoksnya hal itu?" Ruben tersenyum tenang. Kesadaran selalu bersih. baik itu gelombang televisi. Tapi untuk menggagalkan salah satu aspek kuantum. Kalau kita bicara kesadaran di level lokal." 'Coba. maka kita akan terjebak di dikotomi tak ada habisnya itu. dan mengenali pilihan yang kita buat. dan seterusnya. Artinya." "Aku jadi tidak mengerti. Kesadaranlah yang memilih dan menentukan nasibnya. kita semua pun saling terhubungkan dengan sinyal nonlokal24. Nah. Sebenarnya sederhana: segala sesuatu yang bisa kita tangkap di domain materi —realita ini—yang serba terukur. Berusaha mengasosiasikan pemahaman baru itu. "0-ho! Untung sekali kamu bertanya." ujar Dhimas penasaran.Kesadaran kita memilih. "Ya. Lalu. adalah sinyal lokal". inframerah. Kenyataannya. Itulah kira-kira sadar tanpa terjaga. sama juga dengan sang Ksatria. "Kenapa? Masih ada konsep yang belum jelas?" Ruben menangkap tanda tanya yang beterbangan di sekitarnya. Dhimas membisu. coba terangkan lagi.

Dan kamu tahu? Ketika orang yang satu diberi pertanyaan atau tindakan tertentu. ada satu eksperimen yang beken dikenal dengan Faraday's Cage. "Lalu. Semua 21 Loka)/Lokahtas: Ide bahwa semua interaksi dan komunikasi antarobjek terjadi melalui sinyal maupun medan yang penyebarannya terjadi dalam ruang-waktu yang tunduk pada batas-batas kecepatan cahaya. sampai dirasa ada ikatan psikologis yang cukup. ngobrol atau apa saja. * Nonlokal/Lokaiitas: Komunikasi ataupun pengarah yang terjadi instan tanpa melalui pertukaran sinyal dan tanpa memecah keutuhan ruang-waktu." ia tertawa-tawa sendiri. Tapi sebelum mereka dipisahkan.." . atau kandang. sehingga dipastikan keduanya tidak dapat berkomunikasi. Lalu Kesadaran apa yang dimaksud kalau kita yang dalam keadaan bangun dan terjaga ini sensitivitasnya ternyata tidak jauh beda dengan bangkai? Itulah. alat komunikasi atau apa pun yang menggunakan gelombang tidak akan bekerja di dalam ruang Faraday. sehalus apa pun itu.. sampai EEG—untuk mengetahui adakah respons stimuli yang terjadi. aku benci terjemahan.sinyal nonlokal tidak bisa dideteksi. arrgh. Tubuh kita menerima stimulus berjuta-juta kali lipat dari apa yang diolah otak.. orang yang satu lagi memberikan respons stimuli yang serupa! Padahal secara sadar. kita semua ini ternyata terhubung satu sama lain. "Omonganmu sudah sama persis dengan para reduksionis skeptis itu. Kesadaran yang transenden. ada dua orang yang ditempatkan di dua ruang Faraday yang berbeda. bagaimana kamu bisa membuktikan itu ada?" Kali ini Ruben tergelak.. bahkan tanpa kita sadari!" "Seringnya memang tidak disadari. Di dalam ruang terpisah itu tubuh mereka dipasangi—mulai sensor saraf. "Baiklah Tuan Skeptis.. "Berarti. jantung. ia sama sekali tidak tahu apa yang terjadi di ruang sebelah." Dhimas mendengarkan terpesona. kedua orang itu disuruh berinteraksi. Nonlokal.. Ia adalah semacam ruang yang kesemua sisinya terbuat dari logam khusus yang mampu meredam semua gelombang. Faraday's Cage sama sekali bukan kandang.

jam setengah satu siang. bukan?" Ruben mengangguk kecil. apakah engkau masih di sana. Dhimas &amp. tirai itu tetap tidak terbuka. Dan mungkin sekarang saatnya kita buka. berusaha meyakinkan dirinya sekali lagi. Ia robot cacat.Ferre Ia sadar kini. Sore berganti malam. "Taruhan kita tadi. dan ia masih menunggu tanda-tanda. 48 jam sudah ia menunggu. aku tak ingin pergi seperti ini.. harus ada pengamat yang mengintervensi.. Diva pun masih menyempatkan diri memandangi rumah itu. "Sudah kutangkap. Ia terus bertanya-tanya. Re mengepalkan tangannya gemas." gumam Dhimas gelisah. "Koin itu sudah melayang. hasratnya yang terakhir—juga ikut terampas. Pujangga benar-benar pergi. atau mati. termasuk ruang yang satu itu." Ruben menatap Dhimas lurus-lurus.. wahai kau yang jatuh cinta? Tengah mengawangkah dirimu? Atau tergolekkah engkau di dasar jurang yang kaugali sendiri. namun tidak ada yang menjawab. jauh ke dalam hatinya. Malam bertambah larut. Diva Diva tibatiba terusik dengan pemandangan aneh di depan rumahnya. mengapa mobil itu ada di garasi? SemUa jendela rumahnya masih tertutup tirai. Ia ingin dibuatkan sajak perpisahan. Itu sebuah kode. Ruben "Paradoks ini harus diselesaikan. Ruben." Dhimas menatapnya balik. Apa pun caranya. Menjelang tidurnya. karena satu-satunya chip yang masih menjadikannya berguna—chip candu kerja. Tak ada lagi si gila kerja. Ternyata benar. Bahkan sampai matahari condong ke Barat. apa yang terjadi denganmu. Sambil mengepalkan tangannya.. Namun tetap tidak ada perubahan. Dirinya telah kembali menjadi robot yang tak berhasrat.. Ia pun melirik jam. aksinya terakhir di pentas bumi. keadaan rumah itu tetap sama. ia berkata. Pujangga. Lantas.? Re memanggil-manggil. Diva pun memilih tidak ke mana-mana. beralaskan remah-remah kehancuran hatimu? Sampai esok hari. ruang tempat si pemabuk cinta biasa asyik minum-minum anggur asmaranya." KEPING^ ^ Di Dasar Jurang . "Berarti. Bahkan tak disisakan baginya satu gaung pun. Lima jam mengamati rumah seberangnya telah menambatkan rasa penasaran..

..Sesuatu tiba-tiba melintas. Pahit. Kisah serupa juga dialami ibunya. ternyata selama ini ada bifurkasi lain... apa maksud potongan-potongan gambar yang dipampangkan bulat-bulat di depan matanya.. cukup 24 tahun bagiku untuk menjadi kalian . Ada genangan darah di dekat kepala Mama—sepucuk pistol kecil di dekat tangannya—sepucuk surat yang tak bisa ia baca. menjadi lemah.... Re berusaha DUPERNDVA berontak. Dhimas &amp. Oma di pemakaman Mama—dekapan erat Opa di hari Mama wafat— tubuh yang terbujur kaku di atas karpet. [ Lihatlah Ibunda. 'Kenapa kamu begitu lemah dan egois. Re terkekeh.. tapi sekarang justru suara-suara yang muncul. Re tidak mengerti. padahal ia juga sama-sama punya protes: 'Lalu kenapa aku yang ditinggalkan?'. "Aku tidak tahu!" Dhimas mengangkat bahu dengan muka lebih bingung lagi.. yang ada di alam sana. dan mati karenanya. di mana pun engkau berada. entah di mana. Mama?'.. Ksatria. Yang jelas ada kakek dan neneknya di sana. tak lagi jadi masalah untuknya.. Re ingin semua ini berhenti.. ia tak mau melihat lebih banyak lagi. dan Ayahanda. bersimpuh dan berdoa—ada rosario yang selalu ditinggalkan di sebelah bantalnya— dengungan doa novena yang ia dengar hampir setiap malam— suara masa kecilnya melafalkan doa Bapa Kami." Ferre Potongan gambar itu terus datang. namun gambar itu terus menyerbu tanpa bisa ia tahan. Tidak pernah ada yang bertanya padanya. 'Kurang berhargakah aku sampaisampai mereka sibuk dengan perkara cintanya masing-masing dan lupa kalau aku ada?'.... tangisan. Kisah malang tentang seseorang yang termakan cinta.. dan Bintang Jatuh. tapi yang hadir malah bayangan buku dongengnya. Ruben "Untuk apa cuplikan-cuplikan masa lalu itu?" bisik Ruben. Melainkan sesuatu yang lebih dahsyat. Dan sekarang. 'Kenapa kamu tidak menyelesaikan masalahmu dan malah memilih kabur. Re mencoba meredam suara-suara itu. di hati atau di otak. Puteri. Papa?'.. dan wanita itu memilih mati. "Mungkin... Bukan cuma dongeng masa kecil. 'Mamamu bunuh diri'—'Semua ini gara-gara Papamu'—'Papamu lari dengan wanita lain'.

Telunjuknya mengait mantap di pelatuk. Dhimas &amp. siapa yang menyangka. bukan? Baiklah. Di dunia yang serba seragam. tak .. Tidakkah kalian bangga? ] l Oma. membuka tirai. maka bebaskan aku berbicara semauku. ia pun tersenyum. Sesuatu yang besar tengah terjadi di dalam sana. Diva Mendadak ia bangkit.. ia menantang Sang Pencipta.. Tapi tentunya Kau masih ingat aku..... Ferre Tangannya sedingin es. Aku tahu kita tak saling bicara. ada malaikat maut yang akan melarikan nyawanya pergi.. mengerikan. ia ingin mencuri perhatian-Nya. sekalipun harus dengan cara mengumpat. Opa..berdua. dengan sisa kekuatan dalam dirinya. Wahai Tuhan.. Baru 60 jam.. Ruben ". Dhimas &amp. mengangkat dagunya setinggi mungkin. Tapi jangan harap aku sudi menunduk dan tutup mata ] Re pun mendongak. Keduanya mencurahkan konsentrasi mereka dengan penuh kesungguhan. Bahkan di saat seperti ini. Ruben Suasana kamar kerja itu menjadi sangat senyap. ada saja cara kalian membuatku tertawa sekaligus tersindir.. Izinkan aku kesal pada-Mu di dalam kepasrahanku. Sepanjang hidup Engkau selalu membingungkan. dalam benda semungil itu. Dan jika ini detik-detik penghabisanku. Kau." ". Dengan tatapan tajam ia menentang apa pun itu di atas sana. kalian selalu ingin mendengarku berdoa. dengan teka-teki-Hu bernama Takdir. dan mendapatkan jendela di seberang sana masih tertutup." Ruben menarik napas. El Maut ternyata cukup gagah untUk seorang Kepala Departemen Alam Kubur. dalam rumahnya yang tertutup. ". sebagaimana aku tak menyangkal-Hu. Sekilas Re melihat pantulan dirinya di gagang pistol yang mengkilap. dan sekarang aku akan mencabut nyawaku sendiri. Engkau sudah jatuh.. Aku nyaris melarikan istri orang.. ditekankannya moncong senjata itu dalam-dalam ke pelipis kanan..... tapi darahnya sudah kepingin cepat-cepat berhenti mengalir. Diva menggigit bibir. Tak ada lain di benak mereka selain Ksatria. ia dapat merasakannya. Dan betapa dingin genggamannya. bukan? Rasakanlah dinginnya dasar jurang itu. Dengan cara-cara aneh Kau tunjukkan keagungan.

Re merasakan waktu ternyata berkontur. [ Re selalu ingin memilih yang kanan. "Kita tidak bisa begini' Ini namanya solipsisme. meregang dalam genggamanmu seorang. menuju akhir. . fme. Sial amat kalau begitu. Atau jangan-jangan keduanya berkomplot? ] Titik target berpindah. Padahal ia tak mau melihat apa-apa lagi sesudah tewas nanti.. Dibawanya silinder itu menancap di pelipis k anan. Kenapa juga dulu ia pernah dilahirkan. Total ] Re memejamkan mata. Ferre Sesuatu melesat lebih cepat dari peluru. la menganggap otak . Bbimas &amp. Karena kematianmu adalah kemerdekaanmu. Diva Matilah sebelum mati. la tak ingin ada di posisi itu. Dan di detik-detik UJ penghabisannya. KEPING Opto.sedikit pun ia gemetar.. Dhimas &amp. Ruben -Sebentar!" seru Dhimas. menjad?pen "'"t^ « pelatuk. Yang melubangiku dan kini berkuasa atas hidu Semoga ini engkau . ' p. Ergo Sum 4 1 aktu sebentar lagi akan berakhir.. filosofi egois yang menempatkan W sebagai satu-satunya makhluk . Sumber dari segala polemik kognitif yang mengacaukan sistemasi otak kirinya yang tertata rapi Itu. Betapa detail otot dan sendinya bergerak. di situ ada mata ketiga." Diva Kehancuranmu adalah awal kesadaranmu. Ruben Sampai pada gilirannya. Ferre Napasnya memburu. Dhimas terdiam t Ruben.knlu? Dengan demikian kasihku mengalir keluar seraya be™„L Berjaya dalam mahligai ^-""fKarena hanya kepadamulah kurelakan sisa denyut* . 180 Apakah peluru ini engkau. Tidak ada yang mau bertindak. " Dhimas &amp. Mati sepertinya begitu nikmat. Menyengat bagai berondongan volt listrik yang menancapkan sengatan rasa sakit bertubi-tubi. Penentu bagi "Di mana peluru itu berada?" tanya Rub »Di putaran selongsong yang akan ia tarik^if"9-Dhimas menelan ludah. Kini pistol itu tepat menancap di tengah-tengah keningnya. Ia malah terlihat sangat tenang. Jauh di dalam sana. "rolet Rusia ini berakhir tertS" cepat. la ingin buta dari dunia. namun tidak ada tanda keraguan. Diva Matilah terhadap segala yang kauketahui. kanan nyai ah yang paling bertanggung jawab. Ruben Keduanya bertatap-tatapan. [ Katanya.. .

sekejap mata berganti menjadi celah kosong yang tak terkatakan. "Kesadaran memiliki empat aspek yang berbeda. Tak pernah ia melihat Dhimas begitu keras hati. Ruben. ia merasa sangat lega.. Entah kenapa. Tapi tidak di tangan egoku. Entah caranya seperti apa. Ferre Re mematung. Diva Engkau bahgkit kini. .bukan di egomu. kita tidak boleh irfenyikapinya seperti tadi." Ruben terkesiap. dia tidak boleh mati. kita mulai lagi. Ruben *Baik.." "Tapi apa yang kira-kira terjadi dengan Ksatria sekarang?" "Jangan kita pikirkan hal itu dulu! Sebaiknya kita kembali mengeksplorasi apa sebenarnya yang dimaksud dengan Kesadaran. kata-kata itu terdengar jelas seperti seseorang membisikkan langsung ke kupingnya." ujar Ruben. Kedua. Sebaliknya. kembali bersama cangkirnya... Bukan . Aku ingin. tapi diam-diam ia pun merasakannya. tapi aku kembali merasakan hal itu. Re menangis sejadi-jadinya. kesadaran sebagai sebuah medan. Darahnya kembali mengalir deras. tangisan lemah. dan kini ia telah dimuntahkan ke dataran yang sama sekali berbeda. Pertama. Hangat perlahan merambat di setiap kapiler pembuluh darahnya. Di dataran ini." "Sebaiknya tidak. Aku tahu ini kedengarannya gila. Suara tadi. ia belum pernah merasa sekuat ini." sahut Ruben sembari mengusap wajahnya. juga.berkesadaran sementara yang-lain cuma sosok imajiner. Kesadaran nonlokal itu yang berbicara. Ia masih tak percaya. adalah suaranya sendiri. atau bisa diartikan juga medan pikir global. Dhimas &amp... Tapi tendensiku mengatakan. Keterjagaan atau awareness termasuk di dalam aspek ini. Aku benar-benar ingin tahu. Apa yang barusan ia dengar bukan lagi sekadar gaung labirin hati. objek kesadaran. Suara tadi.. "Aku tidak tahu apa yang kamu inginkan. seperti ada kehidupan nyata yang terkait di cerita ini. Tapi yang jelas. Dan gerbang penentuan tadi pun lenyap." Ruben tidak bisa berkata-kata.. sekalipun kitalah yang memegang pena. sekalipun seluruh badannya berguncang dan air mata seakan mengoyak matanya. "Aku masih tidak tahu kelanjutan cerita ini. dan rasanya ia kesemutan. memanggil namanya.

tanpa harus ada klaim konaSS?1' keterjagaan.Ata« apa yang bisa kita pegang dari sesuatu kare*a dan pergi. Bohlam di kepala mereka telah digantikan secercah matahari yanq terbit perlahan. Dan milah yang terkadang inS J?. maka aku ada. Ia ada. yang telah eksis dan tetap eksis sekalipun tidak ada feedback itu sendiri. atau partisipan. yakni landasan dasar segala macam proses feedback. kesadaran sebagai medan universal yang menampung semuanya. Ini juga menunjukkan bahwa di dalam setiap penghuni Kesadaran pasti terdapat pola tunggal karena mereka pada dasarnya berakar dari landasan yang sama. «wsiatau "Tetapi. Aku memilih. Ketiga. kejadian seperti itu juga membakar jenggot orangorang regional.yakni pemikiran ataupun perasaan yang datang dan pergi di medan kesadaran tadi. karena Kesadaran S v dipertanyakan..a. penetap? tuttu "Itulah prinsip Descartes:*coaito berpikir. Dan banyak sekaH° SUm^* sepaham dengannya. . hilir mudik dan tidak pernah^LS*^ phimas. subjek kesadaran. sadar atau tidak " Ruben yang "Berarti sesungguhnya. ergo sum. Dan keempat. Semesta Memutuskannya Ale baiu mendengar kabar dari kantor Re tadi sore Pimpinan tertinggi mereka menghilang tanpa pemberitahuan tiga hari terakhir ini. bukan 'aku hpmv ambahkan-ada'/ "«Pikir. Bukan aku-nya ego yang personal " "Opto. Tapi sia-sia saja kalau mereka berusaha mengidentifikasi skema besarnya. Untuk sebuah MNC. "aku memilih. yang berarti pengamat." "Sekarang aku mengerti k h ^ngidentifikasikan diri dengan orang perasaannya. maka aku ada j Keduanya pun mengembuskan napas lega." Dhimas tersenyum cerah.. Ini sama dengan yang diungkapkan David Bohm dengan istilahnya holomovement. maka aku ada Dan subjek yang memilih adalah subjek tunggaU» universal. karena bagaimanapun mereka cuma pecahan. dan pasti. maka aku ada' ti i pernyataan yang tidak perlu. Mereka tidak dapat memuat gambar keseluruhan. maka aku "Bukan juga 'aku sadar. Dari mulai Hong Kong sampai New York menanyakan keberadaan managing director mereka yang satu itu.

kebanyakan bersungut-sungut karena tidak jadi ada tontonan. Apalagi menonaktifkan alat komunikasinya. Mungkin sahabatnya sedang melarikan Rana ke Las Vegas dan menikah di sana." Ale mengangguk ragu. Tapi Diva tidak beranjak. Ale langsung mengambil inisiatif mendatangi rumah Re..Tidak ada nomor yang bisa dihubungi. tetangga di sev. tahu-tahu sudah berdiri di belakangnya "9 "Iya. Sama sekali bukan Ferre yang ia kenal kalau sampai absen dari kantor tanpa kabar. "Dia di dalam. "Didobrak saja pintunya!" "Ada yang mencium bau-bau aneh nggak? Bau bangkai gitu." Dalam waktu singkat.. ya?" "Ya. Diva. ^anagil-fflan9gil. menggedor-gedoi ." Orang-orang mulai kasak-kusuk. Semua tirai ditutup. Ini mulai tidak sehat. satpam uZlu™ gj hrdatangan. Langsung berbulan madu ke Maui. Ale gelenggeleng kepala.. sambil tak hentihentinya merasa heran. Mobilnya nongkrong tak tercuci. Sesuatu pasti telah terjadi." Masih dengan muka kaget. Re! "Le. Namanya Ferre. Ale yakin itu. Lama-lama semuanya pun pergi. Telepon genggam yang biasanya siaga 24 jam itu sekarang malah mati 72 jam. Lampu padam." suara Re berbisik-bisik. Kalau enggak. Ale pun berusaha cengengesan sembari menghalau kerumunan kecil itu. Tiba-tiba telepon genggamnya berdering. "un mulai "Ini rumah teman kamu?" Ale menoleh. "akan aku bukakan pintu ini. Mengaku kalau ternyata Re baru saja meneleponnya dari luar kota. tidak ada r„ u' dan mulai curiga. Ini luar biasa mengherankan. Atau mereka berdua memutuskan jadi Tarzan dan Jane di hutan antah berantah. Rumah kuldesak itu memang nampak kosong. Kamu kenal?" "Yang jelas. orang-orang mulai ikut merubungi. daripada menanggung risiko menetap di Jakarta. Ia berteriak seVat^ -hantu tetangga yang bosan menunaom Beb«apa Snbgak-celinguk ke luar. "tapi sebaiknya kamu pergi juga. teman kamu Ferre itu sudah tidak keluar rumah tiga hari. Ale memijit bel. Tapi tolong usir dulu orang-orang itu. Telepon rumahnya terblokir atas permintaan pelanggan.Luna menit.pra rumah Re.. Wanita itu. katanya dia . aku ada di dalam.

Sejujurnya Ale tambah khawatir. "aku senang kamu datang. Re menggeleng. Tergilah berlibur. lebih heran. melangkah masuk. Re tak bercukur. membawakan makan malam. too" Diva menambahkan. Situasi itu sudah bercerita semua. Semoga kamu suka/ ia menyorongkannya pada Re. Tapi sekarang." Kembali senyap. Matanya nampak lelah. "barangkali kamu juga . tanpa pembicaraan. Diva datang." ujarnya pada Ale. Ale tidak mau bertanya. lalu menoleh. "Smells like one." jawab Re sungguh-sungguh. Hanya sekian detik. Malah. Lewat celah kecil yang dibukanya." ujarnya setelah benar-benar melihat keadaan temannya. Rikuh. Gestur yang seharusnya tidak tercermin dari hati yang baru porak-poranda. Lama mereka diam. Ale yang berniat mengambil alih situasi juga kalan cep ... dan Re menggenggam tangannya balik. "Tidak ada yang perlu ditinggalkan. Re melihat Ale. Rautnya kusut. namun Ale sudah bisa merasakan satu keganjilan lagi. dan dia! "Kamu baik-baik saja?" Diva malah yang pertama bertanya.pan pun aku diperlukan. "Sebaiknya kamu menyuruh teman kamu mandi dulu. Alhasil." cetus Ale akhirnya. Sudah bagus Re masih bisa duduk tenang di hadapannya. Jiva keburu. Membawa seloyang macaroni schotel hangat. kok. Dan rumahnya yang gelap membuat ia nampak seperti vampir. segatal apa pun lidahnya." sahut Diva tenang." Diva kemudian pergi begitu saja." Ale menepuk bahu sahabatnya. genggaman itu kukuh." Ale bangkit berdiri. Dan bertepatan dengan langkahnya keluar pintu. aku pasti siap. "Hanya ini yang ada.tidak bakalan buka pintu. gagang pintu itu bergerak.. Re tidak dalam kapasitas mampu â„¢njawab.. agak terlalu tenang. "You look like shit." "Kita sudah saling kenal. kelihatannya kehadiranku tidak terlalu berguna. "Kamu betulan kenal dia?" Ale bertanya heran. "Ka. meninggalkan keduanya terbengongbengong." "Terima kasih. "aku senang kamu baik-baik saja. "nanti saya kembali lagi. ketiganya hanya nerpandang-pandangan. ditambah lagi rambutny a berantakart. Tinggalkan dulu semua ini. Sayangnya. 185 Ale paling pertama memecah kesunyian. Perlahan.

melainkan dalam diskontinuitas kreatif yang menghadirkan momen demi momen. bagaimana cara Kesadaran nonlokal itu bekerja?" Ruben langsung meletakkan cangkir. para avatar. Salah satu aspek utama ilmu psikologi adalah komunikasi. Ia bekerja melalui kita. tidak. adalah contoh orang-orang yang berhasil membuka selubung tersebut.. terima kasih banyak.mau. antarbudaya. sebelum kamu kembali ke dapur dan keluar dengan kopi baru. Hidup ini benar-benar aneh. melalui kolapsnya aspek gelombang kuantum dalam otak. Kesadaran nonlokal tidak bekerja dalam kontinuitas sebab-akibat. "Makan saja." Larut malam. "Saya. Re memandangi loyang licin di hadapannya. Aku ingin tahu bagaimana sinyal-sinyal nonlokal mengomunikasikan pesan-pesannya." Ale sudah keburu pusing. hanya saja ada selubung halus yang seolah menutup pikiran kita. di meja makannya. Dhimas &amp. Ale?" "Eh. adalah kita. atau pada tingkat tertentu. Konon. Kamu pasti lapar. kita memang tidak pernah tahu akan bertemu dengan siapa hari ini atau esok lusa. coba terangkan satu hai lagi. dengan tingkatan masing-masing yang bisa saja berbeda. terlalu banyak keganjilan dalam satu malam. Dan kamu tahu betapa sederhana itu sesungguhnya? "Kesadaran nonlokal tidak berparameter sebabakibaA. Dan di malam ini ia menemukan seseorang yang mampu memasak macaroni schotel sebegini %enak. lebih banyak bidang. Dan aku ingin mengeksplorasinya lebih jauh dari sekadar komunikasi antarmanusia... Para mistik. silakan. Ya. ." "Sebenarnya. Ruben "Ruben." Re pun lebih bingung lagi. bahkan lebih dari sekadar antara alam sadar dan bawah sadarnya Freud yang gelap/gulita.. peristiwa demi peristiwa.. hanya untuk menarik garis dari kedua bidang itu. "Itu pertanyaan yang sangat bagus. Selubung itu bukannya tidak bisa ditembus. "Lebih lanjut lagi. secara ilmiah. sebelum kamu berkomentar lagi mengenai kopiku. Mau tahu kenapa? Karena poin itulah yang akan menjembatani fisika dan psikologi. Itulah yang membuatku menyeberang sejauh ini. bersiap menerangkan dengan semangat mentok.." "Tepatnya. sendirian. malah kalau bisa.

The inviolate level. Kesadaranlah yang mengolapskan keadaan kuantum total menjadi alam dualitas. dan tidak terjebak di runutannya. "Ya ampun! Aku merasa bodoh! Bukannya itu yang aku ingatkan tadi." "Betul.. arrgh. bersiap masuk dapur. atau hie rarki berbelit. maka yang kamu lihat adalah rencana besar tentang spesies bernama ayam. mungkinkah keputusan hidup-matinya tadi benar-benar di tangan kita. yang ada hanyalah 'ada'." Dhimas menjitak kepalanya sendiri. ketika kita menghentikan adegan bunuh diri Ksatria? Solipsisme! Dan barusan aku nyaris lupa. Selanjutnya. Selama kamu masih di dalam sistem. adalah komponen esensial dari kreativitas.. loncat dari konteks lama. atau diskontinuitas. tapi rencana itulah yang sudah ada. Sama halnya dengan terjebak di pertanyaan 'ayam atau telur'. Pertanyaannya bukan siapa yang menentukan siapa. yakni hierarki yang sangat kompleks sehingga tidak bisa ditentukan lagi mana yang superior dan mana yang inferior. satu-satunya jalan untuk berkomunikasi adalah loncat dari sistem. Jadi artinya. "kalau ia beroperasi melalui kita. kamu akan terus berputar mengikuti hierarki ayam-telur yang tak ada habisnya itu. dan katakanlah Ksatria kita benar-benar ada. Rencana itu sendiri berada di level yang tidak terganggu-gugat... dalang ceritanya?" "Douglas Hoftstadter akan menyebut kondisi tadi tangled hierarchy". Kedua pengalaman ini " d^toSi»14** biS" ditd"iuri sccara melainkan hams diterabas dengan 188 semesta Memutuskannya hanya ada di level hierarki berbelit.Loncatan kuantum. menghasilkan pemisahan akbar antara subjek dan objek. terminologi . "Sebentar dulu.. aku benci terjemahan." 0 Ruben mengangguk setuju. karena aku tetap punya perasaan aneh bahwa dia hidup di luar sana. Sementara di level tempat Kesadaran itu berada. Tapi kalau kamu melihat dari luar sistem. Kesadaran mengidentifikasikan diri menjadi 'aku'. Yang berarti." tahan Dhimas." "." "Ini membawa kita kembali ke isu Kesadaran. dan pengalaman terjaga menjadi 'aku ada'.. hierarki berbelit itu terjadi di level pikiran kita. berarti.

semesta memutuskannya." "Sama-sama. Langsung kerja lagi?" "Ya.. 189 KEPING Selamat Pagi. Namun. "Kau lihat betapa ajaibnya hidup ini. seluruh tubuh Dhimas serasa berpendar-pendar. Tidak lagi hiruk-pikuk seperti pasar pagi." "Selamat pagi. Mungkin saja ada orang lain di luar sana yang tidak menghendaki Ksatria menyerah begitu saja. Ia hanya mengemudi. Kamu. mendadak tangannya berhenti. memandanginya. atau mungkin Ksatria sendiri yang memutuskan demikian. Sekalipun menghabiskan setengah hari untuk memberikan penjelasan sanasini. dan wajar.. Re pun membereskan earikan-carikan kertas—suratsurat rahasianya untuk Rana— lalu menyimpannya rapi di dalam laci. saja. Tak ketinggalan pensil jelek itu. Bintang Jatuh.U« Seluruh sisa pekerjaannya ia bawa pulang. Re dapat bertahan stabi seperti tidak terjadi apa-apa.'kita' tidak sebatas dua orang manusia di ruang ini. sayapmu tumbuh sudah. sembari berpikir kalau dalam waktu dekat ini ia akan membuangnya. Tak ada lamunan apalagi beban. ia tetap tenang. Ksatria . Kamar itu menyambutnya seperti sahabat lama. menutup tirai. Lihatlah. tidak ada yang sedang mood berpikir beratberat. Mungkin nanti siang. Dhimas?" "Ya. Berdiri di seberang sana. Dan ketika ia sendirian. sudah berapa lamakah kebiasaan itu berlangsung.." Keduanya lalu saling melempar senyum. Tidak ada sudut-sudut yang membangkitkan kenangan dan menusuk-nusuk jantung. tidak ke mana-mana?" "Belum.. adakah engkau tahu? Ferre Pekerjaannya menumpuk bukan kepalang. SELAMA PAGI. Dhimas &amp. ya. ia tidak bersandiwara atau pura-pura. Anehnya lagi. herannya. Hangat.. Ia lalu mengangkat tangan. Takjub. Diva tetap berdiri dengan sekop dan botol pupuk di tangan. Re memang merasa baik-bai. terima kasih untuk makanannya semalam. Ruben Mereka duduk santai. Koevoius Selamat pagi." Mendengarnya. Dan Re bertanya-tanya. melambai kecil.." "Atau lebih tepat lagi." "Oh. Tak digubrisnya Ruben yang bersiul-siul membuat kopi lagi. Re masuk ke dalam mobil. benaknya pun sunyi. Kd*VOl. Kemudian Re berjalan ke jendela. tapi juga dunia.

. Ferre. Pernahkah kamu merasa tidak di mana-mana. Nama itu enak diucapkan. terdengar ketukan di pintunya. sudahlah. Ada serpihan waktu teramat singkat di mana Re terguncang mendengar pertanyaan itu. Dia pasti tidak tahu. tapi waktu di benakmu beku. Silakan masuk." "Panggil saya Re. "Kamu.. Maaf. Saya juga tidak pernah bermaksud ngintip.. "Hai. kita kan sudah sepakat. Perasaan lebur total yang tak terperi indahnya.-mana? Aku juga tahu itu. Bukan lagi mencari siapa yang salah dan benar. Kita tidak pernah memanggil diri kita sendiri. Aku tahu maksudmu. "Dongeng itu tidak lagi dongeng hitam-putih. Pernahkah kamu merasa waktu mendadak lenyap. Diva sudah tahu siapa yang datang. .. "Lucu. "Kamu JENIUS!" Dhimas sama sekali tidak tersanjung. "Mengganggu?" "Oh.." 'Rasanya saya lebih senang menyebut Ferre. tapi kamu juga tahu kan ruangan kita yang saling menghadap ke jalan?" "Kalau begitu. "Satu hal yang lebih lucu. namun sangat terasa. kita tetangga bertahun-tahun tapi baru kenal kemarin lusa." Re tergelak. ya.telah mengubah kisahnya.. istirahat dulu bicara yang berat-berat. tidak pernah mendengar dirimu. Kita berdua menggunakan kamar yang sama untuk bekerja." Aku mengenalmu. bukan berarti saya tukang ngintip. kamu juga harus memaafkan saya." sahut Dhimas sambil tertawa lebar. Dan ada kekekalan yang terasa ketika mereka saling menatap." "Saya cuma ingin mampir sebentar. tidak." "Hai/ Diva menyapa ramah. aku tidak pernah menerima tamu. sekaligus berada di manp. Tapi semua berpulang kepada keberanian masing-masing untuk mengubah konteks masalah. Solusi dicapai bukan dengan balas dendam." "Iya. "Saya tidak bisa menilai. Bumi yang kamu pijak berputar. kan?" "Tidak pernah?" tanya Diva lagi." keluhnya lemas." "Itu dia!" Ruben sontak bangkit berdiri. "kenapa kita tidak sekali-sekali diam dan menikmati cerita. jauh sebelum yang kau tahu." Re lalu tertawa kecil. "Aduh." Supernova Diva Tak lama kemudian. memanggil nama kamu sendiri?" Ada penekanan yang hampir tak kentara. tapi bumi tetap berputar? Ya. Bukan si Jahat dan si Baik.

. "Kamu tidak. kan?" "Dasar otak bandit! Kamu pikir aku pake dia. Mau coba?" "Tapi saya benar-benar tidak mau mengganggu. Kdevolusi Dan pernahkah kamu tidak berkata-kata." Diva menyerocos cepat. sedikit. gitu?" "Well. Enak sekali rasanya. silakan duduk. Racikan saya sendiri. Enak. Kadang-kadang serius. Bicara anak itu pun sudah normal." "Sori." "Sudah pelesir segala! Pergi ke mana?" "Cuma ke rumah depan." ". Ferre? Re nampak tersentak. kadang-kadang konyol." "Suatu kehormatan bagiku. sudah dari tadi aku coba telepon ke rumahmu.. Terkadang kening keduanya berkerut-kerut." Diva tertawa. "Eh. "Sudah malam. Di depan rumah. Hp-mu juga. Malah bagi kebun mungil ini. Look. excuse . namun ada kalanya me*reka terpingkal-pingkal. dan langsung ngeloyor membuat teh spesialnya... dude. Hebat.. oh no." Re melirik jam tangannya. Setidaknya bagi Diva. tapi kok tidak diangkat.Selamat Pagi. malam itu sangat menyenangkan. kembali tanpa filter.." "Diva?!" tanpa dilihat sudah terbayang mulut Ale yang menganga seperti gua hantu. "Dari tadi juga malam. Tadi aku pergi. Dan tolong sampaikan pada kebun mungil ini. "Kita bertemu lagi besok pagi?" "Di depan rumah?" *Ya. Lepas. "Sudah lama juga aku tidak kedatangan tamu. "Saya punya teh spesial." "Maksudmu?" "Rumah ini asosial. Aku dengar kamu langsung ngantor hari ini." sambung Re lagi." Ferre "Halo? Re? Selamat." "Sama sekali tidak! Ayo. ya. pakai tiga jenis rempah dan empat macam bunga. dan sudah lama aku tidak ngobrol begini dengan seseorang.. tapi kamu berbicara? Bukankah itu yang sedang kita lakukan sekarang. bahwa pemiliknya menganggap dia Kebun Raya Bogor dan memberlakukan proteksi yang lebih ketat dari cagar alam mana pun di dunia. kamu adalah pengalaman sosialisasinya yang pertama. Tak perlu dimungkiri.. lalu nanti kita bisa ngobrol-ngobrol. kamu pakai proteksi. mereka berdua bercakap-cakap seperti sahabat lama. flp-ku tidak dibawa. Di teras belakang menghadap kebun kecilnya. Ferre. Akan saya buatkan dulu tehnya. Terbuat dari apa sih kamu? Besi?" suara Ale yang setengah teriak-teriak memekakkan telinganya. deh.

Dia sama sekali tidak seperti yang kamu bayangkan. Terakhir kamu naksir. kamu tidak pernah mau dengan yang biasa-biasa. Ruben "Oh." Ale menelan ludah. bukan cuma satu atau dua negara.. aku tidak pernah salah. oke. Seleramu benar-benar konsisten. apa jadinya denganmu kalau aku tidak ada. baru sadar punya tetangga cakep yang bisa dipake pula." "Tapi aku salut.. koevolu8i Re. dia memang beneran mata-mata. kita bahkan membahas Marxisme!" "Ha?! Eat my shit!" "Dan. tapi buanyak! Info-info yang dia miliki sangat ekstensif... sampai keduanya terbungkuk-bungkuk.." "Boleh jadi kamu tidak pernah bisa diskusi Karl Marx denganku." terdengar suara menelan ludah lagi— ganda—dan kalimat itu tidak diteruskan. statistik. perburuhan." "Jangan-jangan. jangan ngomong tentang Diva seperti itu.. bukan cuma satu dua korporasi besar. Dan akhirnya mereka berdua tertawa terbahak-bahak. Kamu tidak pernah sadar! selamat PAB1." 'Simpan saja imajinasimu untuk sektor lain/ "Oke." "Nada apa?" "Nah. Hening. dan punya cukup duit buat bayar... Wajar kan kalau pikiran itu sempat terlintas?" "Hei. Sejarah mencatat. boleh jadi aku cuma tahu onderdil mobil dan tai-tainya. Salah satu kapabilitas agung milik manusia dari Sang Penciptanya Yang Maha Humoris. . dan dia hafal angka-angka.. bercucuran air mata.. di balik profesinya itu. Atau. Seperti dia pernah bekerja di banyak tempat atau punya ratusan informan. bisnis internet.me.. Re tidak kuat lagi." nada itu semakin turun. utang dunia ketiga." "Ngobrol? Berjam-jam?" "Orang satu itu pengetahuannya luar biasa! Kita diskusi tentang pasar bebas.." "Kamu memang juaranya sok tahu." "Whatever suits you... Ale ikut terpancing." Ale tergelak-gelak. "istri orang. Menertawakan hidup—tak ada lagi momen yang lebih menyenangkan. Kita tadi ngobrol. Tawanya muncrat dengan keras. Dhimas &amp. "dan sekarang. Re. berjam-jam. Cowok baru patah hati. Yang jelas aku senang mendengar nada itu lagi. tapi untuk yang satu itu. "Nada ITU! Nada kalau kamu mulai tertarik dengan seseorang. Makin keras dan keras. Fakta berbicara. di situlah kocaknya.

Sebagian bakteri masuk ke tanah demi menghindari gas racun. Ketika polusi oksigen mencapai titik paling parah. suaranya sampai bergetar. "Memangnya kamu mau menyumbangkan kemumetan apa lagi." "Ya ilah." "Dua miliar?? Nggak ada yang lebih lama lagi?!" "Dulu." Ruben langsung menyambar berapi-api. Merusak suasana.ini mengharukan. Nah. yang sampai detik ini menjadi bagian permanen sel tubuh kita. Aktivitas bakteri sian menghasilkan oksigen yang merupakan unsur beracun bagi biosfer saat itu. pakai ngambek segala. Ada juga bakteri inang lain yang diinvasi oleh bakteri sian. akhirnya menghasilkan mitokondria. terjadi kematian massal yang akhirnya memaksa semua bakteri yang tersisa untuk bekerja sama. Aku kan sudah kepingin ngomong dari tadi. "Koevolusi adalah terobosan baru dalam dunia biologi yang merekonstruksi konsep evolusi Darwin. "Jangan cuma aspek emosionalnya saja. ada satu jenis bakteri bernama bakteri sian. Ruben meliriknya sebal. Konsep ini bernama Koevolusi. dong. dengan menciptakan mutasi-mutasi dan sistem baru. ketika permukaan bumi hanya dihuni oleh bakteri. tapi hasil bahu-membahu mutual antarspesies dalam ekosistem. dan akhirnya berfungsi menjadi kloroplas yang mampu . sementara yang lain membangun kemampuan untuk bernapas memakai oksigen. apa yang terjadi dengan dongengmu kurang lebih sama dengan apa yang terjadi di bumi dua miliar tahun lalu. heh?" "Inilah konsep yang menerangkan bagaimana kenyataan dapat terjungkir balik dengan drastis. Mereka yang bertahan adalah mereka yang belajar bekerja sama." ujar Dhimas penuh penghayatan. Sekarang Ksatria dan Bintang Jatuh malah berteman. tahu?" sahut Dhimas kesal. "Gabungan kedua jenis bakteri ini kemudian menghasilkan jenis bakteri bernukleus pertama. Harusnya kamu mendengarkan penjelasanku. Semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa perjuangan eksistensi sebuah spesies bukanlah hasil kompetisi. Dan bakteri yang bermutasi menjadi pengguna oksigen—bakteri batang— ketika melakukan invasi ke bakteri lain.

Nanti malam?" "Oke. inilah awal munculnya organisme tumbuhan. Percayalah. "Tidak ke mana-mana hari ini?" "Hmm. kita. Lynn Margulis. . selamat pagi." "Sampai nanti." "Hai!" "Apa kabar 'si paprika'?" "Bunganya sudah keluar. spirosit yang pergerakannya supercepat harus terkungkung di dalam tengkorak kepala.. Sebenarnya hal itu ironis. mereka harus mengorbankan identitas spirositnya. perlahan Diva menekankan tangannya ke dada.. tapi di percikan-percikan listrik mobilitas pikiran kita. sebentar lagi kamu jadi ibu. Rasa hangat itu ternyata bukan cuma alegori. Ketika bakteri primitif saja mampu mengubah konteks. kamu mau coba?" "Boleh.. Tapi Ruben. Kemampuan makhluk hidup untuk mengubah konteks: yang semula menjadi musuh akhirnya menjadi teman. yakni sel otak." "Ya. dari mulai makhluk bersel tunggal sampai makhluk bersel tak terhitung jumlahnya. dan perubahan itu menciptakan kehidupan baru.. Dalam tekanan ruang yang luar biasa. apa hubungannya?" "Itulah koevolusi." Diva tertawa kecil. ini tidak hanya terjadi di level fisik. Saya mau masak kue." • Diva "Hai. Bayangkan saja. Kalau sudah jadi. Ada lagi sebuah spekulasi menarik dari seorang mikrobiologis.menghasilkan energi dari sinar matahari dan air. Akibatnya. tidakkah kamu heran terhadap manusia-manusia yang menyerah begitu saja dengan keadaan? Padahal kemampuan itu nyata-nyata diberikan di setiap level kehidupan. tapi ceritamu menakjubkan.." Sambil memandangi mobil itu menjauh. tapi juga mental. Diduga. mungkin tidak." "Selamat kalau begitu." "Itu belum apa-apa. Mereka tidak lagi berkubang di lumpur primitif. Menurut Margulis. mereka akhirnya menjadi instrumen transportasi jaringan siklus feedback paling cepat di planet bumi: otak manusia.. kawin silang bakteri inang dengan bakteri spirosit—yang terkenal dengan mobilitasnya—adalah awal pembentukan organ otak. Sampai nanti. sekali lagi. Sejarah perkawinan bakteri-bakterimu itu semakin menarik saja." "Aku masih belum mengerti hubungannya. tapi di sisi lain me reka*juga memiliki format dan fungsi baru." "Aku setuju.

Survival of the fittest Dan lewat sistem itu. dari sekian banyak sistem ekonomi.. beradaptasi dengan zaman." Re tertawa.Inikah yang dulu kaurasakan. "Kalau ada proses evolusi yang bisa kita rekam dari awal. kehidupan sesungguhnya dipegang tukang-tukang dagang. Bosan/ "Plus. sambil menyeruput teh hangatnya. pikirnya. Dan para pelaku pasar adalah evangelisnya/ Re nyengir. "Sedang menganalisa bolu pandan. kan?" Diva cuma tersenyum. harum. Teksturnya begitu halus. uang telah menyeleksi kapitalisme sebagai sistem yang sanggup bertahan. apa rasanya nanti kalau melumer di lidah. atau ditaburi soda kue dosis tepat. uang sudah memiliki banyak sifat-sifat ilahiah. Adonan ini pasti dikocok dengan. Pemabuk Cinta? Ferre Ia menatap kue bolu di tangannya. Lebih pintar. dinamis." Diva mengangkat bahu. ia bermutasi menjadi virus-virus yang lebih canggih. Ferre?" "Kurang lebih. dan aku mengagumi semuanya.sempurna. Mereka cuma menyewa tempat." sambung Re. imbauan supaya Presiden berhenti mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang tidak kondusif. "Rupiah turun lagi hari ini. Katakanlah. Uang sebagai sebuah ide telah ber-evolusi dengan sangat menakjubkan/ "Dan tidak ada rahim yang lebih nyaman dibandingkan kapitalisme. "Aku merasa ganjil akhir-akhir ini. seorang 'ateis uang' yang menolak mentahmentah segala bentuk materi sekalipun sebenarnya tidak bisa .. "Di dunianya tukang dagang. kan?" "Ya. atau malah mereka yang disewa? Tidak jelas lagi. Ferre?" "Uang. Mereka punya aneka pasar yang lebih atraktif. Detail yang seharusnya tidak ada. menurutmu apa yang kira-kira berperan jadi tuhan. Lihat saja. tapi jadi ada. Paling drastis dibandingkan Baht dan mata uang Asia lain/ "Alasannya pasti sama. maka itu tidak lain adalah evolusi uang/ "Aku setuju. tentu saja. Mendadak jadi banyak hal kecil yang menarik perhatianku. Bahkan kalau dipikir-pikir lagi. Aroma pandan masih mengepul dari ronggarongga halus itu. "Di mataku. Aneh. negara tinggal sebuah museum tua/ "Museum tua?" "Coba lihat di luar sana. tidak ada insentif positif dari dalam negeri. Lebih imun." "Dua ratus poin.

Ia sudah menjadi konteks besar dan hadir dalam macam-macam format.. saham. Surat Rana. "Kecuali yang satu itu. bifurkasi itu adalah momen yang mengkristal. Perasaan itu sudah mengkristal. tanah.." ". ide. manusia saling tukar pelajaran tentang uang. Begitu seseorang mengenal konsep uang. Sesuatu yang ada di dalam dirimu. mengukur. Kamu tidak bisa kembali ke sana. Satu pot teh panas dan dua cangkir kecil. Terkadang mereka mengucapkan selamat tidur. mereka hanya duduk di kebun kecil milik Diva.. maka ia menjadi seperti taksi yang ditancapi argometer. Ruben Terdengar sayup-sayup suara Ruben berpidato ilmiah dari dapur. mereka saling bertatapan.lepas seratus persen. tubuh. Puteri.. Tidak pernah mereka pergi keluar bersama. Dan akan kusimpan. KEPING Pernahkah. cukup dengan lambaian kecil sebelum menutup tirai jendela. koin. ". Dhimas &amp. dan menaksir apa pun yang dilewatinya/ Diva terus berbicara. Kamu benar. "Aku belum pernah membahas uang sedalam ini! Menarik sekali/ "Dan setiap hari. Ferre membongkar sesuatu dari dalam laci. Engkau tahu persis apa itu. Hanya bisa dirasa. Dibacanya ulang. logam mulia.. Lagi-lagi ia tidak habis pikir. hutan rimba. rapi." Seketika Dhimas langsung berhenti mengetik. dan kemudian ia menyimpannya lagi. Uang tidak terelakkan. Menyaingi musik. Supernova? Selamat pagi.. Ia tak terukur. atau matematik!" seru Re takjub sambil menatap Diva. Selamanya. Ferre. tercengang karena apa yang ia tulis bertepatan dengan apa yang diomongkan Ruben. dari kejauhan. Ya. imaji. Hangat. kenapa begitu banyak kebetulan terjadi. Dan di dalam dirimu. Dalam jeda antarkalimat yang hanya berlangsung sedetik atau kurang. bukan? Hangat? Aku bisa membakar bumi.. citra. Mendad ak ia mulai menghitung. "Tambah lagi kuenya?" "Boleh/ SJ Supernova Sepulang dari sana. Uang ternyata sudah sebegitu universal. bahkan mengajarkannya ke anak-anak sedini mungkin. Atau mungkin lebih patut disebut keajaiban." potong Re. kertas.. sampai nanti—menjadi kalimat yang paling ditunggu-tunggu. tapi ia selamanya ada dalam kekekalan. Sepiring kue- .

Tidak akan kumungkiri. Tariannya di atas sarang laba-laba. Barangkali Ale memang Nostradamus untuk perkara asmaranya. Dengan cepat ia menyortir satu-satu. barisan pesan-pesan berdatangan. Dan ternyata kondisimu lebih gawat lagi. Supernova Bunyi modem berderik-derik seperti kor jangkrik." "Jadi." Ale mengangguk-angguk yakin "kamu lebih baik tidak peduli karena kalau kamu tahu 201 kenyataan sebenarnya. Berarti kapan dia kerjanya?" tanyanya pada Re.Supernovai percayakah kamu akan suratan . tahu?" Ale nyengir. kamu bakalan sakit sendiri. dan kedewasaannya lebih dari cukup untuk sekadar menentukan pilihan kerja." "Dan kamu percaya? OK please. dan tidak mau tahu. kan?" "Sangat." "Tapi dia istimewa. &gt. dan pekerjaan Diva. Kamu memang tidak ingin menjadikannya pacar. Berulangkah mengklik tanda reply." "Kenapa juga aku harus yakin dia bohong? Apa gunanya?" "Aha. Re. Lama-lama aku muak. Tak ada yang mampu merenggutnya dari ruangan itu. kalau lagi ada. tapi ia tak menyangka akan terbaca sejelas ini.kue. aku memang cuma mengujimu barusan. Dan kalau setiap pagi-pagi aku tanya... "Siangsiang kali. Ada sepasang mata yang berkilat-kilat. Yang jelas. Naif amat.. Tidak lebih. Tak sampai lima menit.. Ale penasaran bukan main. Jadi buat apa aku pusing-pusing soal itu? Dan kalau kamu mengira aku menyimpan rasa cemburu kelas kampung. apa lagi?" "Aduh. "Aku tidak mengerti. kalian hampir setiap malam bertemu. tidak sabar menunggu kata itit muncul. kamu salah besar." Re pun terenyak-. dia sudah berhenti dari catwalk. tapi aku yakin perasaan yang kamu miliki—terlepas kapan kamu menyadarinya—jauh lebih besar dari yang bisa kita bayangkan. Dan bahan pembicaraan yang tak habis-habis. hentikan berpikir klise seperti itu. Namun ada dua hal yang tidak pernah mereka bahas: penyebab kejadian Re mengurung diri. Dari padat lalu lintas benaknya. dia hampir selalu bilang tidak bakal ke mana-mana. connected. sudahlah. "Hei. aku tahu. ya? SAL Sex after lunch. Kita cuma bersahabat." "Aku tidak tahu. kan? Tidak rela?" "Dia adalah manusia paling mandiri yang aku tahu.

" "Kamu yakin tentang hal itu?" ulang Gio sungguh-sungguh.. perlahan berubah mematung." 36 Halo 203 Hening. Tapi tetap saja ia tak menemukan jawaban yang tepat." "iVao".." Diva malah berseloroh. Ke mana saja. "tentu saja aku serius!" "Aku akan siap menemanimu." "Aku akan kirim e-mail malam ini juga. r a o Sana halnya alami bumi-i yang juga punya napas sendiri• Andaikan kita 'cukup peka dengan semua ini i kita akan melihatnya sebagai proses surat-menyurat. querida! Ini benar-benar kejutan!" "Jam berapa di sana? Aku harap tidak mengganggu. aku mau memberitahukan sesuatu." "Kamu serius." Gio menghela napas. &gt. Diva?" "Aku akan butuh segala info dari mu. Tolong dicek. sudah siap pergi. Jamnya orang-orang Eropa ini siestal Tapi kamu tahu. Aku pergi sendiri. Pernahkah ia jatuh cinta? Sebagai jawaban..28" "Muito obrigado23. "Aku. cukup lama. komputer itu malah dipadamkan1*." "Kamu baik-baik saja. aku ini milyuner eksentrik yang bosan duit. Bukan yang pertama kali ia ditanya seperti itu. &gt. "Hei.Percayakah kamu akan surga? Neraka? Malaikat? Iblis? Saya percaya setiap manusia dapat mewujudkan surga-» neraka-» berlaku seperti malaikati dan menjadi iblis itu sendiri ¦ &lt.&gt. Tapi saya tidak yakin kita sedang membicarakan Tuhan dengan persepsi yang sama* &lt. querido. "Gio..Bukan satu arah* Apa pun yang Anda lakukan dan „pikirkan. ya.Saya hanya penasaran* *¦ pernahkah sang Supernova jatuh &gt. Korespondensi antarsahabat pena yang berada dalam satu tubuh• &gt.Supernova-i kamu percaya Tuhanf Percaya? Saya melihat-Nya di mana-mana.." "Jam empat sore.s«nd&gt. s e n d &gt." "Gio.takdir? Saya percaya ada proses surat-menyurat• Takdir yang interaktif .. Setiap detik i bahkan celah di antaranya. kan?" Suaranya langsung cemas.cintaf Tangan yang tadinya lincah. akan berakibat penuh pada dunia¦ Terlepas dari Anda menyadarinya atau tidak. "Baiklah. pertanyaan iseng orang-orang yang penasaran dengan sosoknya yang sangat impersonal. mana pernah aku tidur siang. &gt. Gio?" "Aloa. . Gio "AZoa26." "Sfm.

Atau seperti istilahmu—bifurkasi?" "Aku tidak mengerti. dan ikut berperan dalam cerita. Berhenti jadi dalang. diam filosofiskah? Diam berpikir? Atau benarbenar diam dan tidak menyentuh pekerjaan kita?" Ruben masih bingung. Ruben. "Tidakkah kamu ingin juga berolahraga. Ruben. Huruf-huruf di buku itu mulai . titik akhir itu pasti akan datang. Jadi. Tidak lagi penting. Ruben "Aku akan menamatkan cerita ini. tapi. aplikasinya seperti apa? Kita harus bagaimana?" "Diam. "Aku harap ide itu sespektakuler suaramu. "Kita harus diam.. "kita akan membiarkan cerita Ini selesai sendiri!" Bola mata Ruben ikutan membundar. "AHA!" Justru Dhimas yang berteriak. meloncat kuantum seperti mereka?" Dhimas tersenyum lebar. Gelap!" "Kita berdua dapat merasakan betapa hidupnya kisah "Tidak ¦Baik 39 Terima kasih banyak PERNAHKAH. katamu.Gio. Justru inilah momen puncak karya kita. Biarkan dalang yang sebenarnya menampakkan diri. Apakah tidak pernah terlintas di kepalamu kalau kita juga bagian dari hierarki berbelit ini? pan kunci penentu bisa ada di mana saja." jawab Dhimas mantap. dan sudah terlalu banyak kebetulan yang membuatku tercengang-cengang.." Ruben geleng-geleng kepala. Ditunggunya bohlam itu menyala." Muka Ruben dilukisi konflik. 8upERNavA? ini. Momen di mana kita diuji oleh pemahaman kita sendiri. dan biarkan cerita bergulir dengan sendirinya.." Dhimas &amp." "Diam apa ini." KEPING Cermin yang Hidup nenjelang pakui setengah dua malam. Ada usul?" Kaki Ruben langsung bergoyang-goyang. "Aku dapat menangkap maksud ide sintingmu. Tuan Einstein.. Bagaimana pun caranya. "Kedua-duanya. Cepat atau lambat. "Wow! Ide yang sangat jeniusi Dapat dari siapa? Badut?!" "Sabar dulu. bagaimana kalau kita letakkan pena. "Pertama-tama kita harus membalikkan posisi. bukan? Di level yang tidak terganggu-gugat." bola mata Dhimas membundar. Yang penting rencana besarnya sudah ada. keningnya berkerut. "Aku tabu.. Bercermin.." timpal Ruben sambil memegangi kupingnya yang berdengung." "Dengan cara bagaimana?" "Masih belum tahu.

dan ia melihat setan-setan berbaju putih seperti malaikat. Tangannya yang hampir setiap malam meraih minta tolong tidak pernah digubris. Pintu berderit pelan. Matanya bersinar jernih. Re merasakan dingin. Sampai percikan biliunan cahaya perlahan datang. Warna-warna mencuat keluar. Rasa kantuknya tidak tertahankan lagi. dan aliran listrik mengaliri segala sudut.mengabur. Gelap. Dirinya adalah kedamaian. Selangkangannya terasa sakit.. Sakit Uu tidak tertahankan lagi SaLai akhirnya ia. dan matanya pun terpejam. Setan. Seliweran sisa-sisa pikiran melintas untuk terakhir kali. rasanya bertahun-tahun. Ada amarah yang menggelegar di dada.. menjadikan gelap tadi bening. Setan yang mengutip ayat-ayat kitab suci. dan tubuh tak lagi memenjara. seperti bajunya dilucuti satu-satu. Sunyi. damai. Tangis anak perempuan. Wangi-wangian menyerbu rongga hidung. mengatakan ia berbeda dengan anak-anak yang lain dan betapa indah dirinya. dan . menggema di koridor. Kulitnya menghalus tak terkira.. Mendadak segalanya gelap Hitam yang tak terhingga pekatnya tapi tak menakutkan Sebaliknya. Ia mengerang.. Dan ia merasakan Sahara dari sebutir pasir yang hinggap di kulitnya. Berulang-ulang. Yang ada hanyalah keabadian. Ada suara yang berbisik.. Setan yang mengajarkan sembahyang. meledak.. malaikat. Tak berhenti. juga rasa sakitnya. dan ia melihat dirinya di manamana. Tak ada lagi pertanyaan. Ada langkah-langkah berat. Matikah ia? Sepertinya demikian. gambar-gambar itu 206 Cermin yang hidup teraduk jadi satu dalam kebingungan dan kemarahan yana terus membuncah.. Tuhan sendiri membeku entah di mana. manusia. Memar di tubuhnya hilang. kecewa yang tak berujung. Bening sejernih tetes embun pagi pertama di taman Firdaus. Ia tak ada sekaligus berada di mana-mana. Tak ada lagi batas dan kendala materi.. Setan yang berpidato tentang kebesaran Tuhan. Terdengar sayup-sayup suara tangis yang terkempit dalam isapan bantal. Tangis itu semak in pilu. Dunia hadir kembali dalam kejernihan. Benar-benar gelap. 3 ' Htu Setiap sel tubuhnya seperti meletus.

. Dan ketika ia jatuh cinta maka. . Perlahan. Ia dapat melepaskan ikatan tubuhnya kapan saja ia mau. Re melangkah perlahan. memberikan reaksi.. aku tak tahu. Pintu rnmah Diva dibiarkan sedikit terbuka.seluruh saraf di tubuhnya siaga berkali-kali lipat. Ada sebuah kursi kerja besar.. Ia pun berjalan mendekati. Ketika ia dibenci. Buku hanya masalah pemahaman dan sedikit waktu.. menghadap sebuah .. Ia hanya ingin menikmati hidup. Dan ilmu bagaikan sinar yang tinggal diserapnya begitu saja. dan keringat dingin membanjiri sekujur tubuh. semua rasanya nyata. tiba-tiba perhatian Re teralih... Re menyentuhkan tangannya. tangis atau tawa. Tidak ada memori yang tersimpan. orang itu sebenarnya sedang bercinta dengan dirinya sendiri. Napasnya memburu. sayap-sayapnya tidak hilang. Semua detik adalah baru.. ledakan itu. Dirinya menjadi cermin yang hidup.. Ia hanya berpikir kalau ia mau. membelakangi pintu. Ia merasakan emosi-emosi itu. Pikirannya berontak. Suka atau duka. Re jatuh berlutut.. ada satu pintu lagi yang dibiarkan terbuka: ruang kerja. Walaupun agak ragu.. ternyata cermin itu bergelombang seperti air! Dan ketika riaknya mulai mereda. Jiwanya bergolak.. Lututnya pun gemetar hebat.. Ketika ia bercinta dengan seseorang. ia terkesiap.. cermin tadi.. Hatinya terkoyak. Di dalam. Pantulan di cermin. Bermain-main. Muncul tonjolan halus di pertemuan alisnya. Apakah aku mimpi. ia adalah Diva. dan seiring dengan permukaan cermin yang kembali tenang. dan lari menuju pintu. Tubuhnya meledak! Re terlonjak bangun. sesungguhnya orang yang membenci itu sedang benci dirinya sendiri. kejernihan Firdaus. Memakan sebutir apel rasanya makan berkeranjangkeranjang.. tapi dalam sekelebat ia pun bisa pergi. Ia hanya saluran yang dilewati arus energi. Refleksi siluetnya di cermin itu lamat-lamat berubah... tidak ada pengulangan. 207 Cermin vans hidup Ada sebuah cermin di depan sana. Re pun memutuskan untuk masuk. .itu: . Sekalipun kakinya sudah kembali berpijak di bumi. Diva! Secepat kilat Re bangkit berdiri. rasa sakit itu. semua terjadi bersamaan baginya.

itu memang omong kosong. di mana kamu mau tempatkan free-will kalau ternyata semua sensasi menghasilkan respons seragam? Apa serunya lagi? Kayaknya free-will itu konsep omong kosong!" Dhimas mendengarkan argumentasi Ruben dengan kalem.. "Pada saat seperti ini. "Eugene Paul Wigner mencoba dengan solusi pengamat plural." ujarnya geli. Kenapa kamu mendadak jadi skeptis dan pesimis begitu?" "Aku cuma ingin mendiskusikannya saja. Berdiam diri. tidakkah kamu jadi berpikir tentang konsep freewill— kemerdekaan memilih yang konon dihadiahkan Tuhan buat manusia—mana otoritas itu. lebih dari satu. menyambutnya dengan senyum. freewill adalah kebebasan manusia untuk mengubah perspektif. Paradoks melahirkan paradoks. lantas kesadaran pengamat mana yang mengolapskan aspek gelombang? Cuma. "Ruben. Diva." Ruben langsung beralasan." Dhimas melengos. Tuhan tidak akan memberikan hadiah sedangkal itu. berjalan-jalan gelisah." "Tidak tahan apa?" "Tidak tahan DIAM!" Dhimas terkekeh. "Aku teringat Paradoks Wigner ketika dia mencoba menyelesaikan Paradoks Schrodinger. ya? Nyatanya seringkali kita tidak bisa mengelakkan nasib. mungkin Wigner benar. Para pengamat tadi memutuskan hal yang sama karena mereka mengalami sensasi yang serupa atas kejadian tersebut.komputer yang menyala. Aku sudah menunggumu. Ruben pun berdiri. menunggu keajaiban jatuh dari langit." "Hei. hei. Free-will adalah kemampuan manusia . "Kamu memang jago teori doang. "Ferre. pasrah. Sekarang. kok. Tapi itu kan menjadi paradoks. Ruben "Sejujurnya. lalu cuma nrimo. Kamu jatuh miskin besok. Kursi itu berputar. takdir. "aku tidak tahan. Persis seperti keadaan kita sekarang. take it easy." Ruben menghelas napas.." Dhimas &amp. N." "Mendengarnya saja sudah malas. tak sedikit pun ia nampak terdistraksi. Menurutku. kalau kemerdekaan yang kamu maksud adalah sejenis keinginan anak kecil yang ingin memberontak pada ibunya untuk bisa makan es krim waktu sakit flu. apakah itu bencana atau berkat yang tersembunyi? Semuanya ada di tanganmu.

Yang penting adalah mata jiwamu." "Mungkin memang itulah hidup di alam dualitas." Perlahan Diva bangun dari tempat duduknya. Ruben?" Ruben berdecak. Seberapa pun luas pemahaman kita. Ada saat aku berusaha membunuh jiwaku .?" tanya Re." Diva &amp." "Pertanyaanmu tidak akan habis-habis. eh." desis Re sengit.. Hanya cermin yang relatif lebih jernih. damai. Kita semua cermin bagi satu sama lain.. . "Akulah pelajaran terakhirmu untuk bisa terbang. siapa namanya. Gamang dan cepat goyang. Membelai pipinya lembut. Tangan itu terasa hangat.. dan ia sudah terbangun sekarang. datang menghampiri. tercekat. Ferre. Apakah itu mimpi? Tidak menjadi masalah. Sama halnya dengan peristiwa-peristiwa yang kamu alami. Diva baru saja membelai hatinya.." "Kamu tidak menjawab pertanyaanku. dalam orang-orang. sekarang kamu menjadi Ksatria yang sejati. lebih . "Ya. Berawal dari kepakan kupu-kupu kecil. sama seperti kamu. ampun! Sekarang giliran aku yang merasa bodoh! Seperti kucing yang mengejar ekor sendiri... Aku berkaca setiap detik dan mengagumi keindahan demi keindahan. Aku melihat diriku dalam kamu. akal bagaikan sebatang ilalang yang rentan tertiup angin. kamulah yang mengirimku. . Kita tetap manusia. Dan lihatlah. Ruben.. tapi tidak hancur. "Ferre." Diva tertawa lembut. Jatuh. Aku mencintaimut lebih dari yang kau tahu. dan di dalam alam. Kau telah mengalami metamorforsis indah dan sangat magis.. telah mendatangkan itu semua. . Keinginanmu... Seperti yang dibilang temanku tadi. Biar kuambil peluru itu* Cermin yang hidup Ada saat hatiku sekarat .mengubah konteks. Kau mencintai dirimu. "kamu ini apa? Dan siapa yang mengirimmu? Bagaimana kamu bisa masuk ke dalam mimpiku? Apakah itu mimpi atau. "Aku manusia biasa. bukan? Banyak orang yang matanya terbuka tapi jiwanya dibiarkan tidur. tapi mampu bangkit. Melesat. Biarkan ku meregang untukmu.. antara gemas dan geli. berakhir dengan kilatan bintang jatuh. Feire "Siapa kamu sebenarnya. Dan di saat aku melesat.. Aku melepaskanmu dengan kebebasan mutlak.. dan semuanya tidak ada yang perlu.. . Re pun memejamkan mata.

Digenggamnya tangan Diva seerat mungkin. "Lalu sekarang apa?" bisik Re... Sampai satu hari aku menanyakan satu pertanyaan. Per-re." Bagai rekahan mentari. Uangku cukup untuk membuat satu sekolah dan membiayai macam-macam proyek pendidikan. Ini adalah sekolah jaringan. "Aku sering mengunjungi taman kanak-kanak itu bertanya-tanya siapakah Supernova sebenarnya. Mengamati simpul dari untaian benang perak yang tak terputus. yang tidak ia jawab." ujar Diva ringan. kamu tahu itu. berbisik tepat di kupingnya. "Bumi adalah taman bermain yang luas. Semua yang di rumah ini akan kujual habis kecuali notebook. "Satu kehormatan bagiku. Aku ingin bermain. "pernahkah sang Supernova jatuh cinta?" Dan sang Supernova berbisik balik. Kita hanya perunut jaring laba-laba.dari yang kautahu." Re menempelkan pipinya ke muka Diva." "Sebuah yayasan pendidikan bawah tanah. Lalu ak' bertemu denganmu. dan kamu adalah satu-satunya profesional yang bisa "kupercaya. tidak ada batasan umur." keping^ ^ Jaring Laba-laba Sayup- . tanpa melibatkan namaku. berkeliling. Supernova. dan berharap kalau saja Supernov menjelma menjadi seorang Diva. Dan biarkanlah jaringan kita berevolusi ke bentuk apa pun itu nanti. . Sekolah ini buat siapa saja." Re menghela napas berat. Dan pertanyaan yang jadi fu ndamen adalah mengapa." "Sebut saja. Aku hanya butuh tim kecil tapi profesional untuk memantapkan pergerakannya. "Sekolah ini tidak akan mengenal hierarki guru-murid. dan mengajarkan satu hal: pemahaman tentang apa pun yang berkenaan dengan hidup." "Lalu bagaimana dengan kamu?" "Tidak ada meja yang mampu mengikatku. lamat-lamat terbit senyum d" wajah Re. Dialah satusatunya instrumen jaring laba-labaku nanti. rahangnya mengeras. Tapi aku masih butuh bantuanmu. "Itulah refleksi yang kulihat saat aku bercermin padamu. Pada akhirnya kita saling membagi pengetahuan dari pengalaman hidup masing-masing. "Aku akan pergi. bukannya tersekap di gedung beton. . Bukan dulu apa. Ksatria. Sudah kuduga ." Diva nampak terkesiap. Dunia virtual adalah kantorku.

bukan ruang diskusiDemi kepentingan bersama ¦. Safari sungai adalah jadwal tur pertamaku. Whauw.Diperuntukkan bagi Anda yang ingin HIDUP Selamat datangHari ini Supernova ." "Sumber Amazon. Gio." Dhimas &amp... "Ya. akan kuhubungi dia secepatnya. Sebaliknya. saya menghindari berseliwerannya informasi usang yang hanya akan Anda perdebatkan satu sama lainSemua pertanyaan harap langsung ditujukan kepada Supernova." Giliran Diva yang tersenyum. mata Dhimas justru membelalak siaga. membaca setiap kalimat yang muncul di layar komputernya. Hati-hati. Diva. Paulo.. Kamu." desisnya sendirian. E-mail ini lebih eksplosif dari badai serotonin sepuluh tahun silam. sementara pikirannya pun tak berhenti mereka-reka: siapa orang ini.. Langsung menuju Zeus-nya sungai! Pilihan yang luar biasa. "Ada tips khusus. Gio tersenyum." Di belahan dunia sana. "Tatshenshini." "Aku ingin melihat arus-arus terdahsyat. querido?" Terdengar suara menghela napas. Aku punya teman di sana. dan bagaimana alamat e-mail mereka bisa terdaftar." "Pastikan kamu mampir ke Cuzco. Di sana ada masih beruang grizzly." "Sesudah Apurimac?" Diva diam sejenak. adalah matahari hidupku. organisasi apa ini." "Ke mana itu?" "Apurimac.. Inilah TAMAN KANAK-KANAK. Inspirasi mereka ternyata menjadi kenyataan.sayup terdengar dengkuran halus Ruben yang tertidur di sofa. dan akan dibalas secara pribadiDhimas tak sabar ingin cepat-cepat membangunkan Ruben. Kesempatan Anda untuk bermain dengan hidup-Untuk benar-benar HIDUPRuang kelas ini adalah ruang informasi-. melainkan hidup mereka telah terbelit jaring labalaba yang mereka khayalkan sendiri: SUPERNOVA ." "Obrigado. Ruben Kepala keduanya bagai seikat petasan yang dicemplungkan ke api." "Jangan harap aku bakal balas mengatakan kamu istimewa. aku sudah memutuskan tempat mana yang paling pertama kukunjungi. aku harap kamu tahu itu. "Ini gila.. dan bukan sebatas tulisan hitam di atas putih. Tangannya berulang-ulang mengklik mouse. *Gio. Ledakan-ledakan kaget datang berentet. "Kamu sangat istimewa.

Tanpa sadar Anda telah menciptakan lebih banyak lagi inang untuk mereka bersemayamLihat kesamaan antara kedua posisi dalam bioskop tadif Ya. Naskah dan jalan cerita diberikan dengan rinci ke dalam setiap sel.Melalui Anda semua.Respons negatif atau positif Anda tidak menjadi pertimbangan.Mereka seperti virusi tak d apat didefinisikan hidup atau mati i sampai ia menemukan inang untuk di jadikan medium.Mereka menginstruksikan aba-abanya dengan halus dan tersamari ke dalam instrumen .Mereka sudah mendapatkan hidupnyai di detik pertama Anda mulai memberikan reaksi.Terdorong untuk berahi lalu kemudian beranak-pinak.mengajak Anda nonton ke bioskop Ingatkah Anda ketika sedang berada dalam bioskopi menyaksikan sebuah film yang menggerakkan emosi f Detik pertama Anda laruti layar yang penuh cahaya dan warna itu telah berhasil menyentuhkan kehidupan ke dalam pikiran Anda.Kalau Anda dengan egoisnya masih berani berkata bahwa Andalah bosnya DNA—berdasarkan fakta naif bahwa tubuh Anda lebih signifikan daripada DNA yang tak kasat mata itu—maka sebaiknya Anda pikir-pikir lagi* Anda adalah ruang hampa yang mereka olah menjadi kerajaan.Mulai memberikan arti -Sekarangi coba posisi lain Anda adalah sebuah tubuh di layar perak.Mendorong Anda untuk menggandakan diri Anda sendiri.Anda tetap menjadi pihak yang dieksploitasiStimulus yang mendorong tubuh Anda untuk beranak-pinak seperti marmot itu sudah lama dideteksi oleh ilmuwan-ilmuwan biologii mereka menyebutnya: DNA.Membuat Anda menangisi tertawan atau bahkan ingin membunuh seseorang¦ Di posisi itui Anda adalah penonton-penonton' pasif yang distimulasi oleh stimulus-stimulus virtual yang aktif-Apakah stimulus-stimulus tadi punya kepentingan tertentu? Kepentingan mereka hanya satu: berkembang biak. Mulai merasa kecil dan tak berarti? Tenangi itu baru satuYang berikut ini lebih abstrak.Membangun Anda menjadi tubuh-tubuh matang yang siap berkembang biak. Apa yang Anda pikir tidak hidupi ternyata hidupi dan SANGAT hidup.

Dengan demikian Anda akan melihat kubu-kubu di sekitar Anda tanpa menjadi obyek permainannyaHidup yang serba keras ini dapat seketika menjadi taman bermainSupernova ingin membantu Anda untuk mengerti mekanisme yang sesungguhnya i melihat dengan dua sudut pandang: sudut pandang sutradara dan sudut pandang aktorDengan sadar bahwa keterpisahan dalam bioskop itu harus diakhiri ¦&gt. Maka izinkan saya memberi tips ekstra: Pertama-1amai terimalah kenyataan bahwa segala sesuatunya relatif. Konflik baru berakhir ketika Anda berada di titik nol. Belahlah kata-kata dan kita menemukan abjad-abjad yang tak bermaknaSesungguhnya semua _kekosongan_ tadilah yang memegang jalan cerita.Kita yang tidak sadari cuma akan merasa jadi bulan-bulanan.Dan kebanyakan dari kita hanya mampu merasakan residunya sajai yakni konflik.Ketika Anda berpikir Anda punya idei sesungguhnya ide itulah yang memiliki AndaPara ilmuwani selama kurang dari tiga puluh tahun terakhiri telah memperkenalkan LMemetics1 atau Memetika.Perkembangan sainsi teologii filsafati semakin hari semakin menunjukkan signifikansi bahwa kita memang hidup dalam alam serba relatif. Anda akan mampu berpindah-pindah dari satu perspektif . Kebenaran itu relatif.perekam dan pengulang yang tiada duanya: otak-Ketika Anda menemukan idei sesungguhnya ide tersebut yang menemukan Anda. Apa yang Anda baca di Supernova adalah relatif.Ilmu ini mempelajari tmeme"1 atau memi yakni satuan dasar pembangun interpretasi pikiran i yang kemudian menciptakan budaya i sistem sosiali sistem kepercayaan i dan segala sesuatu yang berkenaan dengan interpretasi kita atas hidup Kalau Anda penasaran ingin melacaknya i saya harus memberi kabar buruk: tak ada mikroskop yang mampu menelanjangi wujudnya-Satu-satunya alat yang mampu menjadi detektor pergerakan mereka adalah—kabar baik—pemahaman Anda sendiri Izinkan saya memberikan petunjuk sederhana* Belahlah DNA dan kita akan mendapatkan kehampaan di dalamnya.

TNT&gt. melambai kecil. "Kopi." desis Ruben takjub. Terlalu banyak e-mail yang harus dibalas. Ada Ferre di sana.. Selamat tinggal dan semoga sukses. Karena tidak banyak juga orang yang mau mempelajari keutuhan sebagai paradigma." "Apa yang harus kita lakukan?" bisik Dhimas g elisah.guest&gt. &lt. Ia tertawa.TNT&gt. Jaring laba-laba ini sudah terlalu luas untuk kutangani sendirian. untuk Anda singkap.guest&gt..guest&gt. Tetapi kalau Anda setujui bahwa hidup ini penuh kabut menyesakkan yang ingin-. Maksudmu--. Supernova.TNT&gt.TNT&gt. namun ini perjalanan Anda untuk menemukan DIRI." "Buatkan aku satu!" Supernova Jemari lentiknya kembali mengetik secepat kilat.guest&gt.ke perspektif lain untuk mencapai apa pun yang Anda inginkan dalam hidup iniY a t apa pun yang Anda inginkan-Apakah Anda siap? Jikalau Anda memutuskan untuk menjadi budak PNA i diternakkan seperti kawanan marmoti silakan tutup program iniJikalau Anda cukup puas menjadi komputer sewaannya memi 217 SUPERNOVA pengolah dan pengeksekusi data yang pasif. Aku juga. ia pun tersenyum.Aku butuh beberapa pengamat lain. &lt.. yang sama-sama menarik perhatiannya. liari.TNT&gt.guest&gt. Kandidatf &lt.. . Sapaan pertama mereka telah bercerita segalanya. Kita harus minum kopi. Aku akan merindukan ini. Aku mencintaimu.. Baru sedetik ia menutup room.guest&gt. kirimi saya surat berhenti berlangganan. &lt. Senang berkenalan dengan kalian.TNT&gt. &lt. Kenapa kamif &lt.guest&gt. "keparat itu juga tahu me me tik a. Bangun dari kematian ini"Memetika. Ternyata kamu ada* &lt.kami? &lt. Tiba-tiba muncul sebuah nomor asing. ia hampir tidak merespons para penanya di chat room ICQ. Kamu tahu kami ini berdua? &lt. Buka jendelamu-. kita berjalan bersama-sama. lantas membuka tirai jendelanya. Kalian akan kuhubungi lagi. &lt. Tidak banyak orang yang bisa kupercaya•Jaring Laba-laba &lt. &lt. Aku tahu semua kandidatku-&lt. Ini bukan perjalanan yang mulus-. Cyber Avatar. bahkan menunggu-. muncul sebuah nomor lagi. &lt.guest&gt.

Ferre. Dan bila jantung berhenti? Puisi adalah roh bertabir kata. "Dengarkan." [Degup jantung. Ruben "Beri aku penjelasan Ruben! Serumit apa pun. Aku tidak mau sembarang mengucap. dan merelakan napasnya terisap pori-pori kulitnya. Roh itu. tak pernah mati. Re. Merenggut masamasanya untuk lebih lama memeluk Supernova. "Kita akan bertemu lagi?" "Tentu. Ada sebelum segalanya ada. Panas tubuh itu mulai terasa seiring dengan rengkuhan tangannya.TNT&gt." Re tersenyum. dan kue bolu panas" "Akan selalu kutunggu saat itu. Di mana pun aku berada." Re memeluknya pelan-pelan dari belakang. Aku ingin terus mendengarnya. dan betapa hangat berdiam di sana. " . Aku juga. Melahap sekon lebih banyak dari porsi biasa. "Jangan biarkan ia melalapmu. Sulit juga bersama seseorang yang punya akses ke ruang pikir.." "Usulan profesi yang bagus. Ia dapat merasakan semua lekukan. Di mitologi Mesir kuno. Lebih dari yang kutahu. [Debur darah." "Tidak heran namamu Diva. Sang Sumber yang mengatasi dewa-dewa. tonjolan belikatnya.&lt.Tidak tahu kapan dan di belahan bumi mana." Re terperanjat. "Kamu tidak pernah memanggilku begitu sebelumnya. Tak pernah pergi? Ia segalanya. "Jadi gaungkanlah keagunganmu setiap saat." "Percayalah." bisik Diva sebelum Re berkata apa-apa. "Ssst.Harmoni tanpa not] Itulah rima dari puisi yang tak pernah habis: Hidup. Kehangatan yang menyatukan dua jasad.Embusan napas." "Nama itu punya arti yang agung. Atum-Re adalah sosok terluhur."-«-r«c«fi ilusi Mungkin nanti aku jadi Diva si pedagang kue " "Atau Diva si tukang kebun. Harus pergi ke mana lagi? Segalanya ada padamu. KEPING 3B Individu Hanyalah Ilusi Sang Waktu terasa jadi gembul dan rakus. my dear.Harmoni cinta nan elemental] Dhimas &amp. Nama adalah makna dirimu yang diresonansikan setiap saat ke semesta.Tarian energi. Tersesat di antara rambut-rambut halus di tengkuk itu." "Apalah arti sebuah nama. Tenggelam di antara susunan tulang punggung. artinya sangat besar.." Re tersentak." Diva tertawa kecil "Jangan lupa satu poci teh. aku tak peduli! Aku hanya .

: "Yang artinya?!" potong Dhimas tidak sabar. setiap struktur otopoietik punya sejarah pribadi yang unik. Eh." Wf&amp. tapi apa ya bedanya otopoiesis dengan Otong Lenon?!" tanya Dhimas ketus.. Roh dan materi dibangun dari satu unsur yang serupa.. Baiklah. Padahal lingkungan ini jauh dari ekuilibrium. Dan kejadian yang saling menyilang ini sebenarnya tidak semisterius yang kita duga. Mungkin hanya itu yang bisa kukatakan padamu. Nikmati dululah.. dengan lebih jelas lagi.. karena sistem otopoiesis ini terbuka. maaf." "Sinkronisitas!" Dhimas berseru. 'Semua realita itu nyata.ingin satu. sinar matahari.. mineral. it's too good to be true. Atau malah. Penjelasanmu sangat terperinci. . tapi sejarah ini kemudian terkait lagi dengan sejarah yang lebih besar dan struktur otopoietik lain. berawal dari sistem sederhana sampai sistem yang sangat kompleks. dan seterusnya. "Otopoiesis. Otopoiesis berada di ujung spektrum alam. unsur kimia. makhluk-makhluk otopoietik ini biangnya paradoks. Ini kan garagara ide brilianmu juga. Dhimas... selalu ada fluktuasi energi tinggi yang melibatkan kebutuhan makan.. Saking kompleksnya. Di satu titik. . MOopst sorry. "Individu hanyalah ilusi. tapi keterpisahanlah yang ilusi. Sementara itu Ruben nampak terbaring santa\*ep*la menghadap langit. semakin dalam lagi belitan yang menjeratnya. Senyum puas menghiasi wajahnya. Rileks.„ "Ya. alam ini seperti spektrum. dan sebagainya." . SATU penjelasan!" Dhimas nyaris kalap.. kita semua adalah satu organisme. takzim. Inilah yang disebut." Dhimas tepekur. dan setiap organ punya tingkat otonomi tinggi serta memiliki identi tas berbeda-beda yang tetap bertahan sekalipun terikat dalam jaringan. Ia mulai melihat semua kaitan ini. Dwiaspek dalam ketunggalan. Artinya. Ruben terpingkal. dan seterusnya. aku tahu! Tapi.." S UPEHNQvA "Terima kasih.. tak terputus.. maka ia punya ketergantungan dan ikatan yang dalam dengan lingkungan. Setiap makhluk otopoietik punya struktur yang mampu memperbaharui diri. Tapi di lain pihak. Semakin besar otonomi satu organisme.

Ia terbuka pada segalanya dan tidak mengecualikan apa pun."Carl Jung. ya?" Ruben tersenyum.. dan selama aku diam dalam simpulku. selama ini aku dengan sia-sia memikirkan perumusan Kesadaran dalam sains! Itu bodoh! Ha-ha-ha! Imbisil! Idiot!" "Ruben. kita memang pusat semesta... Malah. tolong jangan bilang kamu jadi gila gara-gara ini semua. Masing-masing dari kita bertolak dari sejarah pribadi yang tidak ada kaitannya." "Aku mengerti. tapi lihatlah sekarang... 223 KEPING Segalanya Ada Padamu Tirai jendela di seberang rumahnya tertutup jua. Hari itu tiba sudah." Kedua pria itu berangkulan.. ha-ha-ha. niscaya tidak akan masuk akal. dan kita baru saja mengalami sinkronisitas yang luar biasa.. bahwa ternyata bumi bukan pusat orbit." Tiba-tiba tawa Ruben meledak. "Dan." "Aku jadi ingat Copernicus yang mengubah pandangan dunia. menatap konstelasi bintang dan menemukan cermin mereka di mana-mana. walaupun bukan secara geografis. dan . Hidup jadi gay sudah cukup susah. Itu dia!" Dhimas tersenyum lebar. Sekarang aku ingin mengubahnya lagi. Supernova lebih dulu menyadari hal ini." "Supernova benar! Semua ini adalah jaring laba-laba. Terpingkal-pingkal. melainkan matahari. Yang harus kita cari adalah sains yang kompatibel dengan Kesadaran... Kita semua berada di jaring laba-laba yang sama. tapi Kesadaran sendiri bukanlah sebuah fenomenon. Sains menerangkan fenomena. "Selama ini. Kita adalah pusat karena. tambah waras.". melainkan segala-galanya termasuk sains adalah fenomenon dalam Kesadaran. Kalau kita memandang ini sebagai proses sebab-akibat. tidak mungkin aku menerangkan jaring itu sendiri. sains tidak akan punya lagi persyaratan masuk. dan digerakkan oleh satu Maha Rencana. "Inilah yang dimaksud Abraham Maslow." "Kita adalah maknanya. Pada bentuknya yang paling ideal. Semua kebetulan yang bermakna ini bukan hasil kausalitas. beliau benar-benar memberikan istilah yang sufisien." "Sinkronisitas adalah komunikasi yang terjadi dalam Kesadaran.. jangan persulit keadaanku lagi. menghadap jendela. "Ternyata kamu waras. Bedanya.

sekalipun Re tahu mereka tidak terpisah. ...." "Dan kita melangkah lebih jauh dari yang kita duga.Supernova agaknya kurang suka perpisahan." "Dan.. Ia hanya menyelipkan secarik kertas di pintu depan: Segalanya ada padamu. i Ada getar yang menoreh perih dalam hatinya. kita tidak sungguhan mengalami itu semua. Dua orang pria yang bahkan tak punya nama belakang. sebenarnya selama ini kita tidak pernah keluar dari rumah sedetik pun. tapi ia berusaha melanjutkan.. Melebur dalam langit pagi. Menembus semua akal. "Ruben. Ide itu agaknya terlalu fantastis untuk ia tanggapi. Love is free.•«. Termasuk aku. "Sepuluh tahun.. Re memejamkan mata. hidup dalam sebuah molekul pikiran seorang penulis lain. Cinta tak pernah jadi hantu. Sebuah perasaan mahaindah merasuki setiap kelumit batin." "Kita hanya dua orang pria tak . Kenapa tidak?" "Andaikan kita berdua juga bagian dari cerita yang kita buat sendiri." * Ruben bergidik ngeri. Dan betapa ia merindukan Diva... Ia menjejak nyata di seluruh jagat raya.. living love . Ruang itu mulai terasa sumpek... free is love/Love is living." "Dan eksistensi kita habis di halaman terakhir bukunya.. Dhimas. Sayupsayup terdengar alunan lagu dari putaran piringan hitamnya. Menggerakkannya bangkit. Figuran. Di dalam dirimu. mengajaknya berdansa meniti kata-kata terindah: ". Aku melayang tinggi. dan.. "Semua memori.. dan hikayat hidup kita hanya diinjeksikan begitu saja. mungkinkah Supernova ternyata salah satu dari tokoh kita?" "Mungkin.. Puteri. Hamparan buku dan kertas nyaris memenuhi setiap inci lantai) hanya ada ruang yang pas-pasan untuk tubuh mereka berdua. Dan itulah Aku. lihatlah aku. Kira-kira apa peran kita?" Ruben diam." Namun siapa kiranya yang dapat menahan Bintang Jatuh? Dia telah datang menyalakan langitnya.. "Bagaimana kalau ternyata kita hanya dalang tempelan. pengetahuan. dan kita selamanya tak akan bisa keluar dari sini.. sampai tibatiba sesuatu menggelitik pikiran Dhimas. berandai kalau saja bisa memeluknya." Sejenak mereka menikmati hawa euforia. dan kini dirinya sendirilah yang memegang kunci cahaya itu.

Great Britain: Helicon Publishing Ltd." "Ya?" "Aku mencintaimu. The. 15 Amazon.. Metamagical Themas: Questing for the Essence of Mind and Matter. William. Science Order anrf Creativity. The Bridge Between Matter and Mind : Synchronicity. New York: Summit Books. David Peat. Gleick. New York: Bantam Books. Encyclopedia of Science. ." "Ha?" "Setidaknya aku tamat dalam rasa cinta. New York: Viking. 2000. Timothy. A State of the Universe(s) Report :The Whole Shebang. Richard &amp.. Seattle: Integral Press. 1996. 1998. Chaos: Making a New Science. Goswami. . 1998. Dorion Sagan. 1987. Wilson."j\jcu juga mendntaiinli. New York: Simon &amp." 225 SUPERNOVA . Saling mencintai. Richard. Hofstadter. m »1 Orford^iwl!1"11' Meme Machine. Reed. Peat. David. Margulis. F. 1986. Edward 0. The Unity of. P. Lynn &amp. Dua pria yang tak punya nama belakang di dalam sebuah kamar kerja. Jones &amp. James. David Peat. 1987. Ready or Not. 1987! ' Brodie. Hutchinson. Tarcher. 1998. New York: Touchstone. Chopra. Deepak.. F. Toronto: Bantam.punya nama belakang di dalam kamar kerja bertugas jadi dalang untuk cerita seseorang dan selamanya tinggal di sebuah molekul pikiran. 1997. The New Science of the Meme : Virus of the Mind. A Adam dan Hawa. Inc. An Illustrated Guide to Chaos Theory and the Science of Wholeness: Turbulent Mirror. Richard E. New York: Harpers and Row Publishers. New York: Vintage Books. 1998. Ferris. How Consciousness Creates the Material World : The SelfAware Universe. 1985. Christian Kallen Exninrin„ «. 1S6 adrenalin. Knowledge Consilience." Keduanya terdiam dengan perasaan campur aduk.Ne" York: Bohm. Schuster.. a division of Random House." "Bagaimana kalau dia amnesia?" "Kita tamat. The Manic Logic of Global Capitalism : One World. 1989. New York: Harmony Books. 84 alien. New York: Bantam. Briggs. Maggie Goswami &amp. Microcosmos. THE BEGINNING Bangs. "Ruben. J. Amit &amp. Douglas R. How to Know God: The Soul's Journey into the Mistery of Misteries. . Greider." Mereka lain berpegangan tangan erat. David and F.

139 chip. 1. 44. 68 Descartes. 14.42.35.204 Bimasakti. 7.69.110.8. 90. 200. 44.142.172.182 B bad-trip.31. 216.196 »'t bakteri cyan. 46. 170 C cahaya.9.92. 16. 173 Cina.182.37. 9 Dupont Circle. 218 awareness. 168. 18 Hegel 68 helium. 7 fluktuasi.132.118. 14(7 Amplifikasi.79. 68 Grand Canyon. 27.195.88. 87. 139 arbitrase. 82 detektor.109 bffurkasf. 24.8. 98.35. Noble.182 Gramsci.32.15. 218 embrio.89.217 dolar. 48 atraktor asing.12.28.224 catwalk.187 G gambar proyeksi.204 ekosistem.13. 102.106.8. 214 D Dapur Agung. 214 Aquarian Conspiracy. 7.73 Amnesty International. 22. 9 Baht 198 bakteri.48. 223 cortex. 142 Finlandia. 87 Berkeley. 55 Greenpeace.136. 12 energi. 209 Freud. 87 Bell. 68 Habibie. 11. 100 Epimenides. 87.44. 172. 72. 8 gay. 196 eksistensi.106.223 geiger counter. 121. 216 detoksifikasi. 77 • Bergstrom. 120 Cobafa. 88 endoifin. 169. 172 feedback.88.216 biosfer. 222 free-will.15. 201 chaos.30 Harvard Business Review.161 Gletser Rekiak. 168 E-mail.137. 31 .214 Amerika.221. 5 Einstein.197 fenomena. 6.43. 44.100.198 F Faraday's Cage. 196.207.86. 8.197.42.120 Apurimac. David. 172 Copernicus. 181 filsafat l.35.106. 91. Niels. 27.132 Dualitas Elektron. 28 Avatar. 7. 214 H Habermas.173. 12. 87 ftuks.89. 45.215.151 CUZCO. 9. 7. 68 Rente.47.16. 175.139.113.207. 68 film.131. 217 filsuf. 82 dikotomis. 7.162. 222 entrepreneur. 66.171.8. 11 E Ecstasy. 183 destruktif. 93 antagonis.28. 143.128 Barbie. 221 aurora. 135 gletser. 27. 92. 98 global 14.196. 4.80. 188 gestalt 171 Gftf terawangan.170. 220. 7. 56 area abu-abu.199 CNN.140. Kurt 47 coming out 11 consciousness.225 Ekspatriat 73 ekuilibrium.54.75. 214. 64 Barnes &amp.42. Alexander Graham. 196 Bohm. 195.56.223 Feuerbach. Matti. 187.116 Cinta.42. 82 DNA. 215 filosofi.109.170 disinfektasi.95.151. 7. 6.225^ 226 Citra. 106 Atrial Septal Defect 40 Atum-Re. 14.87.171 evolusi. 98.73 Bandung.10.168.172. 168.140.137.139 Andes. 7 biologi. 72. 196 Baltimore.50. 6. 6. 6 Das Kapital. 48. 92. 182 Bohr.88. 168 gelombang.21. 222 El-Maut 178 elektron. 140 grizzly. 57.

140. 196 mitos. 223 jaringan. 172 interaksi. 54. 223 keteraturan. 199.183 ketidakteraturan.27. 5 New Eyes. 6. 137 medan energi. Abraham.132.166 Koevolusi.26 Moralitas. 6 oksigen. 15. 9 medium. 19. 9.89.46.222 P . 26. 28 Orson. 56. 27 museum.222. 1 komputer. 208.197. Lynn. 9 kurva. 223 Matahari.164.196.182. 7 Mafia Rencana.55228 Dee M macaroni schotel. 67 Kreta.222 materialisme. 68 McDonald's. 47. 8 meditasi. 54 Mandelbrot Benoit. 218 Mescaline. 31. 39 Mr. 203.168.35.25..131. 20 jurnalistik.211. 195. 72 Kebon Raya Bogor.164. 90.170. 188 isotop radioaktif. 50.15.222 jasad. 205.89. 182 homunculus. 196 N Naisbitt 139 neo-Gramscian. 58 I ICQ.16. 68 neuro-transmitter. 5 Margulis.24. 207. 6.222 Orion. 6.195 Maslow. 210 metropolis. 175 0 observasi. 93.9.197 Kohl Helmut 56 kompleksitas. 221.9.135 nonlinear.171. 222 Malaysia.85 Mark. 44 kiamat 6. 13.68. 82. 74. 91 un.148 order. 1.89.196 okultisme. 216 mitokondria. 7 nirwana.188. 196 Marx.158. 7 keterjagaan.183.168 kulminasi. 218.23. 200 Kesadaran. 186. 49. 7. 100 New Kids on the Block.90.214.26. 221 metafora. 170 obyektivrtas. 151 kontroversial 13 Kotak Pandora. Douglas.139. 6. 82.210 Kupu-kupu Lorenz.133.171 organisme. 216. 7.199 imajinasi.168.188.165.44. 215 mekanisme.116 John Lennon. 37 3 jaring labalaba. Bean. 172. 10 Kramat Tunggak. 223 imaji. 68 Kariage Kun.211 Novena. 82. 6. 173. 49 ideologi.182.47. 92. 14 Microgynon.101 matematika.23.181.44.83 idiot 33. 13. 95 metamorfosa.108.10.172.181. 77 Kebayoran Baru.188 notebook. 217 kontinuum.218 idealis monistik. 55. 40 Newtonian.91.211 Hoftstatder. 8. 20. 74. 188 Hollywood.49. 12. 140.140. 37 K Kant.hetero. 88. 211.89. 7. 156. 193 ' Kekekalan. 8. 7. 7.205 Kucing Schrodinger. 44 materi. 88. 13. 188.172. 11. 217 Memetika. 221 Jepang. 99. 187. 5 Mesir. 168 ITB.187 Maha Ketidakteraturan. 7 kupu-kupu. 137 fiolomovement.139. 9.140 nonlokal 6.16.23 inviolate level.192.171.16 impuls.42. 7 inframerah.170 intuisi.7. 130.137.173. 1 ombak. 39 Otopoiesis.198 mutasi.167. 79 mikroskop.167 house-mix. 16 kuantum.134 hirarki. 62 L linearitas.

44 velocity.30. 33. 5. 152.165.88.91. 2 treadmill. 175 RSK0. 2.11.35.79 V vakum. 5. 48.217 relativitas. 44 sejarah.50.225 potybag.173 rolet Rusia. 98 paradoks.13. 12 psikologi. 16 Sodom dan Gomorah.146. 55 Timezone.207. 5 transenden. 98 realita. 54 virus. 223 sel 1.8. 22.169 X xenon. 188 tank top. 6 refleksi. 173 serotonin.196 spirosit 196 stabilo.95. 95 rongga abdomen. 50.12. 168.154.138 reduksionis.15. 43 viagra. 7.139 teori relativitas.110.!.7.187. 6. 141 R rafting. 98 wavicle. 14.202. 98.76. 7 Tatshenshirri. 60 stimulus.10. 11 yoga. 7 revolusioner.216. 44 ' Yuat 98 yuppies.108 sinetron.172 reduksionisme. 137 Tionghoa. 5 Puck.12.7.44 pikiran. 20. 15.151 Tibet 98 Tiger Leap Gorge.209 tangled hierarchy. 7 rekonsiliasi. 100 Vietnam.133. 81 potensial 14 Prancis.142. 97.21.11.76.165 sinkronisitas.119. 188.57.222 rectoverso.16.75. 6.15.56. 67 vibrasi. 139 trance.82. 11 Permias. 168 Scientific American.197.49. 100 variabel 43. 56. 10.75. 46. 6. 48.99.98 Watut. 97 Portugal 93 post-modernisme. 93 robot 15. 169.210.179 Romantisme. 6. 217 teknologi. 26. 217.54 Prigogine. 118 puisi.44. 43. 144 turbulensi. 14 Z Zeus. 107 Survival of the fittest 199 T takdir. 59 tata surya.223 San Fransisco.43.31 Sang Waktu. 59. 92 tsunami.172 Sobek Internasional 98 Socrates.53.108. 7 probabilitas. 93 Toffler. Ilya.209. 168. 222 sinyal lokal 137. 48 Psikolog Kuantum.188. 11 Sotipisme.49.87.214 Siemens. 137.187 psikologi transpersonal 49 Psiloeybw?.173 transendental 170 transformasi.82 S sains.170. 137 Y Yahweh.16. 98 TIM. 84. Erwin.112.6.138. 6 Rio de Janeiro. 6.206. 189 soliton.10.139 U UFO.220 pujangga. 81 post-strukturalis.15 relatif.48 resisten.215 sensor.9. 12.215 Surabaya. 5. 109.75.59.82.169.220 Schrodinger. 9.19.120.48. 72 phase space. 172. 214 zombie.169. 1.199.99. 55.52. 16.43. 6. 88.130 puzzle. .222 paranoid.7. 9. 8 Spesies.43.89.172 utopis.82.215 W Wagm'.25. 107 pemburit.214 teologi. 9.172.106.150.8.Papua Nugini.173.196.7.154 protagonis. 7 rosario. 7. 92 Yogyakarta. 87. 115 portofolio. 1. 45.21. 56 Simulakrum.

[ Arswendo Atmowiloto ] Novel ini. sebenarnya saya mau memberitahu kalau Dewi itu pengagum saya. panggilan Joshep atau Josh. novel ini mungkin bahkan penting. Tapi tidak bagi yang selalu bergairah menyongsong segala hal yang tumbuh. semacam perselingkuhan visioner yang mempesona antara fisika. agar pembaca memiliki persepsi baru tentang keberadaannya." [ Tri. mitos dan fiksi. Menentang nilai-nilai lama dengan mengajukan argumentasi-argumentasi baru. 6 Sebuah petualangan intelektual yang menerabas segala sekat disipliner. sahabat. Penelusuran nilai lewat sains. Wi. Tak hanya menggoda. 169 zona kuantum. tapi juga terseret di dalamnya. cuma saya terlalu malas menulis. sahabat agak kege-eran ] "You rock. [ Or." [ Joshep. . [ Putu Wf jaya ] Salah satu kesegaran baru yang muncul dalam sastra Indonesia tiga tahun terakhir ini. girl! UNDERGROUND RULES!!" [ Arian. psikologi. Bambang Sugiharto ] Kehangatan yang menyengat yang ditawarkan novel ini unik. ( Tauffq Ismail ] "Diva tuh karakternya gua banget. [ Sapardi Djoko Damons ] Mereka yang oleh sebab kebiasaan lama terlalu membedakan fiksi dan nonfiksi. Dengan pengalaman menulis sendiri dan aa membaca karya-karya sastra selama puluhan tahun. mungkin kecewa dengan buku ini. baru dan memukau. Begini. [ Sujiwo Tejo J **~' Sebuah novel yang menarik dari angkatan muda kita. dan mengguncang. Thanks. terutama penyusunan dialog dan komposisinya. unik.. saya an hanya merasakan. musikus ] "Nama saya Yasep. Inilah karya sastra intelektual bergaya pop art yang sepenuhnya bermain di dunia hakiki. spiritualitas dan percintaan yang cerdas. sahabat. jadinya . dan suka ikut-ikutan. [ Jakob Sumardjo ] Di tebing akhir Supefnova akan muncul sebuah kalimat besar yang bisa jadi kunci segala macam fanatisme yang kini tengah mengoyak negeri ini: Matilah terhadap segala yang kau tahu. Sangat menarik.. merupakan perwujudan dari kebudayaan kita yang sekarang diguncang oleh tidak adanya makna yang bisa dijadikan pegangan. religi. Sebetulnya semua ini adalah akibat diskusi-diskusi dengan saya.268. I.

adik. 23. manajer produksi berkepala Andre Agassi ] Supernova 23 AVAILABLE IN CASSETTE &amp. seekor anjfng roft STamoyed jantan bernama BHHueard aliftjtf Blizzg. bo! Gue capung ngurusin produksi elo. Baik." Tidak seberat yang dibilang orang." [ Nia.'ar.. Hanya tikus. sahabat. Rariaki i Hi WkaJtakn bertanda khusus.Jkt] "Aduh. Kepepet. teman menunggu di percetakan ] "Khemod. dan kadang-kadang printer. Lucu. McepaT PULans. Karena puji-pujian hanya untuk Tuhan. numpang beken ] "Tak kusangka-sangka. Mama pemilik: Dewi Lestari/D ee/Keluarga Simanguneong. deh. Prejvtaflri: model untuk cover album Rida. Sita. Tapi Supernova ono kata-kata sing kurang tak ngerteni. SuW&amp." [ Mariyanti. Bandung. ya. Kapan selesainya sih ini semua? Tengki bensin aja. kecoak. tanpa kacamata ] "Saya berubah pikiran. kucing. cewek-cewek . pasang Iklan ] "Novel sing ditulis Mbak Dewi pancen bedo karo novel liyane sing ernah tak woco. Kece. Ceritanya Mbak Dewi buanget. anakku bisa buat buku rupanya.-. Korban. Puspita bambang. pembantu ru mah tangga di kawasan Slipi . Tapi kenapa hurufnya kecil kali kau buat?" [ Ayahanda.5 tahun No ta-too di "kuping: C7S 16 CSriciri Bpeeifik: Tidak pernaH menggonggongi manusia. Usia: 3. dan amat jinak. sahabat. Kami semua me^msuKanmu Bagi gang menemukan harap Hubungi Truedee Book* (alamat ada di "halaman depan).. Aku enggak rrgiro iso ketemu langsung! Matur nuwun. sing isine soal percintaan remaja sing jorok (an urang mendidik. Selamat kanggu Mbak Dewi. ayam. CD OUT OF SHELL Gratis Kompilasi Pufsi untuk setiap pembelian CD/Kaset "Out Of Snail" bagi yang sudah memiliki/mernbeli SUPERNOVA. Panggilan mayang: Blijar. Dewi gang ke-3 ("Satu"). penggemar komik ] "Sampaikan kritik dan saran untuk Dee. buzz y.. asal Ngawi. Zjar. neeh ." [ Khemod. Kreatif." [ James. Jangkar sering-sering. Vokal cenderung lebih tinggi dan cempreng dibandingkan Hamouod Jantan lainnya. " [ Mulki S Ridhan. Agak bodoh. krisis Identitas ] t "Hai." [ Arina. tw— iMtkaTan . Kesepian.rekan curhat. Lokasi TJCP: Jalan Patrakomala.

Untuk distribusi. berikut adalah hal-hal yang selama ini menjadi keresahan masyarakat terhadap Supernova dan perlu kami sikapi dengan sungguh-sungguh: 1.S. tergantung pada kemurahan hati atau terjepit tidaknya kondisi finansial sang penjual. 4. 2. di kampung maupun 'di kota. seperti 'mie'. teknik kloning paling kini. Srudooks membuka peluang penuh untuk kamu-kamu yang ingin berbagi rezeki dengan kami dengan ikut menjual Supernova. atau memang pelit. "Ksatria. kami memutuskan untuk "membajak" barang kami sendiri. Bukan 'de\ Bukan juga 'deee' (tetap bunyi 'e' tapi panjang). bersama-sama para balon (bakal calon) ide lain seperti teori terbaru tentang lubang hitam. Supernova akan hadir dengan judul episode berlainan yang orisinal. dan dikenal dengan nama gaul: "edisi hemat". atau hubungi posko-posko Perjuangan Truedee YESSl di manapun itu berada. untuk menunjukkan keseriusan kami. 1 Baiklah. dan Bintang Jatuh 2".menarik dan keuntungan seumur hidup. Harga resminya 16. Supernova sudah direncanakan untuk menjadi cerita serial.500 perak. Dan yang . Ehm. atau strategi politis terbusuk. sekaligus menjadikannya terjangkau bagi kalian-kalian yang mengejar isi. Supernova yang dicetak di atas kertas koran/buram. 3. 3. 4. Jadi. misalnya. dan tempat-tempat lain di seluruh pelosok negeri. Justru untuk menghindari pembajakan. Ini amat penting. dan masih mungkin terjadi variasi harga di pasar. bisa saja kami mencantumkan: SUPNOV KPBJ 2 oleh: D-RSD. dst. Atau untuk menyenangkan Kang Wawa akan kegemarannya pada abreviasi. seperti terobosan jenius sinetron "Tersanjung". bukannya karena semangat ingin punya sekuel karena terbilang berhasil di gebrakan pertama. Puteri. A. ehm. (artis selebritis). Nama "Dee" diucapkan dengan bunyi 'di'. bukanlah barang bajakan. Simak baik-baik. Sejak masih menjadi embrio di jagad inspirasi sana. khusus di kampus. bahkan di Mars kalau memungkinkan. atau 'gigi'. silakan hubungi alamat kami di halaman depan. tidak peduli kulit. Kami pun tidak akan memunculkan nama Supernova 2. di gunung ataupun di pantai.

dan bukannya diam di area abstrak sastra sehingga mudah berkelit ke kanan dan ke kiri dalam nama Seni. Tak terpisahkan. tetap membaca situs Truedee. melainkan karena footnote adalah bagian dari kultur dan etos kerja kami.1 Tidakkah kata itu membuat Anda gila. khususnya guest book. sambil meneriakkan yel-yel: "F-Q-0-T-N-O-T-E! Footnote! Footnote! Foooot. tidak perlu. Fiktif. Footnote. 9.. Kami menjamin keaslian identitas Dee di komunitas tmedee-ustfSvahoogroups. sekaligus terpesona? Begitu banyak tanggapan yang datang sehubungan dengan jumlah footnote di Supernova. aneh. Dee memang memiliki selera bacaan yang aneh untuk seorang. Dee tidak pernah chatting dengan nick "Supernova" di channel apapun. kami tegaskan bahwa Srudooks tidak menyembunyikan/ memperkerjakan/ menyewakan Diva. Dee BELUM PERNAH membaca "Sophie's World" atau "Dunia iSophie* karangan Jostein Gaarder.. 8. vi Dee 6.bahwa Dee. Mungkin sudah saatnya kami mengkonfirmasi ulang bahwa Supernova adalah cerita fiksi. Karena itu. katanya. dsb. atau menjadi peternak anjing sesuai . Dewi Lestari. kami tidak sekedar menggunakan footnote karena banyaknya istilah asing atau ilmiah yang perlu diberi keterangan tambahan.com. FOOTNOTE! YESS!"2 10. Karena itu. Tapi sekedar pemberitahuan. intimidasi lainnya. bukan 'de'e'! 5. Kalau sudah ada yang mau meminjamkan atau memberi gratis. staf Srudooks melakukan pemanasan berupa gerakan senam sehat diiringi musik house-mix mutakhir.. sebelum bekerja. 7. kami akan menganjurkan secara intensif agar Dee mulai membaca buku yang lebih praktis seperti memasak dan berkebun. Kami dapat mengerti apabila hal tersebut lantas menggerahkan banyak orang.. Walaupun harus menggunakan ancaman kekerasan dan berbagai bentuk . Namun sesungguhnya. kami jamin . Setiap pagi.paling pasti. Mungkin suatu saat nanti. di tengah kesibukannya yang super padat akan tidur siang. terutama karena ia begitu berani memuat sekian banyak pengetahuan empiris untuk fiksinya. Banyak yang bilang itu mengganggu.

Ada budi ada. . 11. 2 Gerakan "YESSTiiii adalah gerakan penutup yang klasik punya. kami akan membuat tarian footnote akbar. deng! ©). body language. Who knows? Beginilah kami. Seserius-seriusnya. satu slogan emas yang hingga detik ini masih dipakai sebagai penghias pantat truk di seantero Nusantara: "Kutunggu jandamu. Sekelompok anak muda kurang kerjaan yang ingin eksis. Ia dapat tertahan di semak. untuk kamu-kamu yang sudah patuh untuk membaca Cuap-cuap ini. bahkan galaksi sekitar: supernova vii "Ada ubi ada talas. pastinya kami akan kembali mengutip satu peribahasa besar yang niscaya sanggup mengubah wajah dunia. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih cup-cup mmmuaah. Iklan kehilangan anjing di halaman belakang adalah serius. Huruf "sss" diucapkan dengan esktra desis. satu permainan kombinasi pelik simbol/angka dan huruf yang akan menstimulasi otak Anda: "Ca 150 Yang. menggunakan kombinasi taebo. Menulis adalah perjalanan menuju satu kelahiran. Namun ia juga bisa menggelinding lancar untuk melebur dalam samudera luas. Final remarks dari Si Truedee Books. Pertunjukan ini akan digefar dekat area burung unta." Asoy Geboy Gedebuk Enjoy] Srudooks. full colour. Untuk menyambut piknik perusahaan kami di Kebun Binatang akhir tahun ini. yang sebenarnya tidak pernah final.. Wati. Iklan album solo Dee "Out of Shell" cuma main-main (bo'ong. dan wajah distel optimis. di bagian rumput yang tidak terlalu becek. disinkronisasikan dengan lutut kiri yang mengangkat manis. Entah apa nasib cetakan berikutnya." Plus. en tetap funky. 12. siapa tahu nanti kami muncul dalam format foto keluarga.. dan senam kesegaran jasmani. Dan karya yang dilahirkan ibarat air nan bergulir bebas di lereng perasaan dan pikiran.. .. Itulah dia si jali-jali. karena tetap saja ada perubahan apabila Anda cermati dap mulai cetakan pertama sampai sekarang. dilarik dan udara ke arah pinggang." Dan yang paling Anda tunggutunggu. Ia bisa hinggap di akar yang merambat.dengan cita-cita luhurnya. tanan kanan mengepal. cool. Dan sebagai penutup. Tak ada yang dapat menghitung berapa ceruk di lereng itu. nge-tren.

Edwin "Ewink" Irvanus. dan kehadirannya semenjak kukecil dulu. Syahrul di Ciganjur. Abang Edwin SA. ketulusan. Joshua Barker. Pim-pim. Musyawarah Burung. Vivi WHK. Myrfa. Ninun. mengucapkan terima kasih pada staf Srudooks: James Erlangga. terutama bagi orang-orang yang hadir bak air mata sejuk.. dan Hermawan Aksan. dan persahabatan . desainer andalan kami: Teple dan Roni. ada kesegaran yang tak terusik. untuk kerja keras. Para 'penggembira' yang amat berjasa: Hikmat &amp. Rida. tawa.. dan menyaksikannya tumbuh. Itulah satu kesimpulan kecil dari pengalaman saya "melahirkan" Supernova. Ia hanya akan mengalir. 3t^l Jadi jangan heran. sebisanya. dan Melvin. Dan yang tak akan terlupakan: Reza Pamungkas. semua sahabat yang pernah mampir memberi saran atau sekadar numpang minum kopi.Tak ada yang tahu seberapa gerah tetumbuhan di sana. apabila di kesempatan edisi evolusi ini (saya lebih suka menyebutnya demikian daripada "edisi revisi"). Clay &amp. Tommy F. Bpk. Nova Nugraha. Arie. dan Adrian Darmono (for always believing in my writing talent). Tagor Siagian. Namun di titik ketika inspirasi datang berbisik.. Sim Comm. Paul &amp. Jeroen Hehuwat.. Lia (MQ). Hagi Hagoromo &amp. Rossi dan. Popon. Inilah saat hati membungkuk. Ani. Dr. Dari refleksinya terlihatlah keluasan samudera yang tak pernah surut. Didi. Fuad Hassan. Adam Herdanto Features dan seluruh kru. Dan terimakasih tak berujung pada: Erwinthon P. Ridhan. Tak lupa pula mereka yang memberi dukungan pada Supernova sejak masih jadi embrio: Miftah Fauzi. Hadir lewat canda. Nia &amp. Wawan Sofwan. Agus Ebreh. Rileks. masukan. untuk semangat. Hans. Whani Darmawan. Wahyu. Dissy (Bintang Millenia). saya hanya ingin meluaskan ucapan terima kasih. Regu 'Gawat Darurat' Truedee: Nurdin. Myrfa (sekali lagi). Bambang Harymurti. Sita. ATapitupulu. Dian. Troy. Wien "PasarbukiT Muldian. dalam sekian banyak benak yang berbeda. £^ Terkhusus untuk para proof-reader yang amat" saya hormati: Prof. Landung Simatupang. dan dukungan mereka. Awuy.com. esp. Yeni (dan Saeful-nya).

Tri. saya persembahkan kisah ini. Berbahagialah kamu di manapun kamu berada kini. Also Blizzard. sejuta kisah cinta akan datang mengilhami. Tri Suharmoko. Triawan Munaf. the mast loyal Companion. unit kemahasiswaan. LIP Bandung. Arina .iman. ~ D Keping4 Yang Ada Hanyalah ADA Raping1 Ksatria ¦Raping~ Keresahan yang Terabaikan Raping Puteri Keping* Tanda Tanya Agung Keping "Reversed Order Mechanism" Raping Bintang Jatuh Raping 'Such a Small tilorld-. Enggar. Ibunda . Siswidiani. namun ada satu anak kunci yang menetap abadi: sang Kekasih Hati .the best Editor. dan juga mahasiswa yang bergerak atas aspirasinya sendiri untuk mengadakan diskusi di Supernova di kampus/ markasnya. Vanda. Sejuta teori akan datang dan pergi. untuk dukungan dan kepercayaan yang mendalam. Imelda the Brainstormer..the Energizer. Winfred (Aksara Bookstore). Sekarang. Laksmi &amp. komunitas kebudayaan. Eaginyalah.the greatest Supporter. Richard Oh (QB Bookstore). Tak ketinggalan keluarga saya tercinta: Ian .. Also. sahabat tergila yang selalu mendukung 'kegilaan' mimpi.the eager Redder and a lifetime Motivator.. Wahyu Rinanto. Joshep. eh f" Raping Cinta Tidak Butuh Tali Raping 10 Kekekalan adalah Chaos Raping Si Pencinta Alam Raping*^ Un Sol Em Noite Raping 13 Tuhan Maha Tidak Romantis Raping IH Sebesar Cinta itu Sendiri Keping 15 Ia Sedang Kasmaran.the best Listener. untuk segala kenangan di ruang kerja dan kecurigaannya pada printer. special thanks to: Takashi Ichiki (Kariage Kun's fellow fan©). Key . semua organisasi. Ayahanda .yang melalui cerminnya telah mempertemukan saya kembali dengan Kekasih Jiwa.• lila Menangis••Raping 17 Dua Idiot Abad 21 Roping Cyber Avatar Keping PT Tsunami Hati Raping ?B] Di Celah Pikiran H IA 3M 3b HE Hb 51 71 7M AM 12 It 1D2 107 115 122 123 13b mi ma r Titik Bifurkasi raping | Pelajaran Terbang Keping 53] Kiamat Personal j cm I Ksatria Schrtfdinger 25 Di . ijinkan saya tersungkur dalam rasa cinta. sahabat tersinting yang saya harap tidak pernah sembuh-sembuh. anjingku tersayang.

ranVda dala. bahkan daftar belanjaan—untuk menunjukkan simpulsimpul benang perak dalam jaring laba-laba kehidupan156 IbM lb7 175 160 16M 110 201 20b 213 220 22M 227 226 830 informasi ini melalui filter Anda Cirnaia.Anda bukan Murid-Saya hanya pembeber fakta-Perunut jaring laba-labaPengamat simpul-simpul dari untaian benang perak yang tak terputus¦ Hanya ada satu paradigma di sini: KEUTUHAN-Bergerak untuk SATU tujuan: menciptakan hidup yang lebih baik.UP. 1)1 9 ha"Va~-bisa menjaminkan satu hal: perubahan saya na y terhadap hidup akan berdampak b:rsaarPpadan9dunia.Bukan kursus filsafatSupernova akan mengolah apa saja—sejarah-» mi tos n sains-..Bukan institusi religi.Kita berusaha memuat apa yang hanya bisa dijangkau abstraksi bernama "iman" ke dalam sel-sel otak kita yang usang..Kita berusaha mendeteksi gerak-gerik sesuatu yang kecepatannya melebihi cahaya. ada satu pola sederhana yang bisa kita tangkap. Tap i n jangan terlalu cepat berkecil hatiDalam kompleksitas struktur dan mekanismenya-. Koevolusi 25 Pernahkahi Supernova? lu Cermin yang Hidup 31 Jaring Laba-laba Keping 35 Individu Hanyalah Ilusi Keping 33 Segalanya Ada Padamu Bibliografi Indeks Komentar Pakar 152 Komentar Non Pakar 231 SUPERNOVA Diperuntukkan bagi Anda yang ingin HIDUP Selamat Datang* Apa yang hendak disampaikan di Supernova bukan sesuatu yang mudah dipahamiKita berusaha merangkum sejarah miliaran tahun.lah TAHAN KANAK-KANAK • -£J iniian untuk bermain dengan hidup. balita_ .Bagi duniaSupernova bukan okultisme.Bagi kita. «lampaui . Untuk benar-benar HIDUP relatif yang serba tidak pasti ini-.Dasar Jurang 21 Opto i Ergo Sum a? Semesta Memutuskannya 26 Selamat Pagi-. dan transformasikanlah sesuai ^gan^.Mungkin malah terlalu sederhanai sehingga pikiran Anda yang sudah terbiasa hidup dalam kepelikan tidak akan sanggup menerima* N amun itulah yang berusaha kita pelajari: bagaimana satu kesederhanaan dapat memecahkan semua kompleksitas* Saya bukan Guru. Kesempatan A"° HT1&gt.

Ruben menyambut tangan itu. Ruben pun langsung tahu bahwa Dhimas termasuk geng anak orang kaya^alangan maliasiswa Indonesia berlebih harta yang tidajr^iernah ia suka." ^Bagaimana perjalanan dari Baltimore tadi?" "Yah. tetapi hangat. bahkan di kamar . Bukankah itu yang semua orang cari? Sepuluh tahun yang lalu. Masa sepuluh tahun tidak mengaratkan esensi. Wajahnya yang manis membuat ia selalu nampak tersipu-sipu. Johns Hopkins Medical School. di sofa./ kuper—yang cuma cocok bersosialisasi dengan buka. sehalus paras dan penampilan orangnya yang terawat. "Dhimas. Malam itu keduaj^iftbongan yang tidak pernah bergabung sebelumnya^akhirnya sama-sama terdampar di Watergate Coridpjnhimm. dalam satu unit apartemen mewah milik kawan ^^DMmas. mereka bertemu di Georgetown—tepat di bawah plang Wisconsin Avenue— bermandi teriknya matahari musim panas Washington DC." Nada itu terdengar angkuh. banyak yang tidak saling kenal. Tidak ada yang spesial. terasa halus. setegas jabat tangannya." Dhimas memperkenalkan diri. guratan wajah yang tegas. George Washington University. sekalipun menyusutkan bara. Dhimas langsung tahu bahwa Ruben termasuk geng anak beasiswa—orang-orang sinis.apa yang bisa Anda bayangkanSUPERNOVA <p>KSATRIA. di atas karpet. Berbeda dengan dirinya. Tidak lagi bergejolak. dan perkenalan keduanya pun berlangsung datar-datar saja. Masing-masing bersama rombongan teman yang berbeda. di kasur. Semangat musim panas sanggup membuat sesedangberbuat di luar kebiasaannya. Kehangatan terpancar dari mata mereka. Hangat yang nampaknya kekal. DAN BINTANG JATUH KEPING Yang Ada Hanyalah ADA Kedua pria itu duduk berhadapan. Sementara dari gayanya. Rasa itu memang masih ada. lancar-lancar. sampai semua orang terkapar tanpa terkecuali. "Ruben. Dimulai dengan makan malam hingga ber-"pestakimia" kecil-kecilan. Namun hari itu memang^rrTeda." Yang Ada Hanyalah ADA "Saya dengar 295 North dari arah New York Ave ditutup." "Kami lewat GW Park. PUTERI.

yang di antaranya terdapat olesan selai sebagai perekat. antara keteraturan dan ketidakteraturan. . Walaupun demikian. dapat dipastikan chaos selalu ada. Gila.. order dan chaos. seperti kue lapis... Sorot matanya menyeberang jauh. Selai itu adalah zona kuantum. membayangi seperti siluman abadi. Bagaimana ia mampu menjelaskan ini semua? Ia baru saja menemukan cermin yang selama ini ia cari-cari dan sekarang sedang menikmati refleksinya. yang tertebak dan tidak tertebak. sesungguhnya chaos dan order hadir bersamaan. "Badai serotonin.mandi. serotonin pun berperan penting dalam penciptaan rasa damai dan tenang.. Bahkan dalam keadaan yang nampaknya ekuilibrium atau seimbang. Sebaliknya. bekerja langsung pada reseptor serotonin di otak. Tinggal alunan sayup-sayup musik trance ditambah suara dua orang bercakap-cakap. Jangan suruh bicara dulu. Psilocybin dan Ec stasy. A milestone!" "Apa yang kamu lihat?" Ruben melihat sekeliling. Sejak pertama kali Ruben membaca ulasan Benoit Mandelbrot—seorang matematikawan Prancis yang dengan 1 Senyawa amino yang terdapat antara lain pada darah dan otak. rasanya luar biasa." ujar Ruben. Obat-obatan rekreasional seperti LSD." "Tapi kok ada orang-orang yang malah tidur? Aku tidak mengerti. " Dhimas menyahut dengan senyum tolol. berfungsi sebagai hormon dan juga neuro-transmitter.. ia pun lepas mengobrak-abrik. Supernova revolusioner membuka gerbang baru untuk memahami ilmu turbulensi—ia pun langsung merasakan secercah keindahan harmoni antara dua sisi cermin kehidupan. Begitu sistem mencapai titik kritisnya. Ini adalah momen yang tidak ada duanya. rimba infinit di mana segalanya relatif.1 Sesempurna apa pun sebuah tatanan. sejauh ini para ilmuwan meyakini bahwa konsumsi serotonin yang diproduksi secara sintetis dapat mengakibatkan saraf-saraf otak terpacu dengan berlebihan sehingga mengakibatkan kerusakan tertentu. "istilah yang bagus. Mescaline. Kekurangan serotonin berimplikasi kuat pada depresi dan beragam penyimpangan emosional. "Ini badai serotonin1 pertamaku.

Yang ada Hanyalah ada probabilitas. serta loncatan kuantum. potensi. maka ia harus siap-siap terguncang setiap kali memasuki area abu-abu dimensi kuantum. Namun sekarang. yang telah berabad-abad mendominasi dunia sains. Dan bagi manusia yang melihat dunia hanya hitam dan putih. bahwa cara pandang reduksionis dan fisika klasik para Newtonian tidak akan sanggup memblokir refleksi dari cermin kehidupan. Paradigma reduksionisme.apakah sebenarnya dirimu wahai turbulensi? Di mana engkau sembunyikan wajahmu? ] Turbulensi dapat dianalogikan sebagai pigura hitam yang membingkai setiap kepingan gambar dalam reel film. Di kehidupan sehari-hari kehadirannya dapat terasa dalam bentuk intermittency atau ketidaksinambungan. seringkali. Lalu dari -dapur tersebut tersajilah sup kehidupan yang nyata dan terukur.kumpulan potensi dan probabilitas. berinteraksi dengan sinyal-sinyal nonlokal—tempat diraciknya semua 2 Teori tentang sistem yang deterministik tetapi pergerakannya sangat sensitif terhadap kondisi-kondisi inisial sehingga tidak memungkinkan adanya prediksi jangka panjang. Dalam realita. Sains.. yang ketika diputar dengan kecepatan 24 frame per detik mata kita tidak akan melihat bahwa sebenarnya film tak lebih dari potonganpotongan gambar dan bukannya kontinuitas. [ Lalu. realita yang bisa dicicip ataupun dihiiup baunya. tak lebih signifikan dari bunyi "kresekkresek" gelombang radio yang tak pas atau gambar statis sesudah acara televisi habis. Keterputus-putusan. Turbulensi hadir di mana-mana. Sains ternyata tidak selamanya objektif. harus subjektif. turbulensi ibarat sebuah "Dapur Agung" yang transenden—tak terikat ruang dan waktu.. tidak pernah memberikan perhatian pada fenomena ini. Tapi kehadirannya selalu dianggap sekadar keberisikan. sudah saatnya dunia sains mengalami turbulensi yang sesungguhnya. relativitas bagaikan kiamat bagi yang mengagung-agungkan objektivitas. Karenanya. Keteraturan mau tak . dalam hidup organisme sesederhana bakteri sampai ke interaksi antarplanet di Bimasakti.

sampai akhirnya muncul lagi titik-titik kritis yang mampu mengamplifikasi feedback dan menghadirkan bifurkasi baru. atau justru menstabilisasi sistem melalui perubahan yang dihadirkannya. berlokasi tepat di depan aorta dan di belakang perut. Proses arus-balik itu kemudian menyebabkan sistem teramplifikasi. hingga tiba di titik di mana ia mengalami f luks. tepat di jaringan 3 Pengertian tentang " atraktor" secara sederhana kurang lebih dapat digambarkanjnelalui ayunan pendulum yang pada akhirnya berhenti di satu titik. Lebih tepatnya.* Tonggak sejarah bagi sebuah sistem untuk berevolusi. Bifurkasi dapat membawa sistem meruntuhkan dirinya menuju chaos. terdiri dari ganglia yang mengirimkan impuls saraf. Sesudah menjadi stabil» sistem yang telah melewati bifurkasi menjadi resisten terhadap perubahan hingga periode yang teramat panjang. telah menciptakan order untuk seorang manusia dapat hidup. Fase penuh kebimbangan itu lalu mencapai kulminasinya. sampai terjadilah apa yang dinamakan bifurkasi. Beberapa asumsi mengatakan bahwa yang disebut dengan "hati" atau pusat perasaan manusia . Sama halnya dengan otak yang merupakan organ nonlinear tulen.mau harus berkaca. 5 Jaringan saraf dalam rongga abdomen. 4 Secara etimologis. menemukan dirinya ternyata berasal dari sebuah Maha Ketidakteraturan. atau titik baku. bifurkasi berarti titik percabangan. ataupun denyut jantung yang tak beraturan. Terciptanya sebuah sistem pada dasarnya diakibatkan at r aktor3 yang terus-menerus melakukan feedback atas dirinya sendiri. atau disodori "pilihan" untuk berubah. Malam itu. IlyaPrigogine—salah satu ilmuwan kontemporer yang menjadi pionir dalam penelusuran tentang nature chaos dalam sistem— menempatkan bifurkasi sebagai konsep esensial. terjadi fluks hebat yang mengocok-ngocok solar plexus5 Ruben. Ia dapat merasakannya. atraktor adalah region magnetis yang memiliki kekuatan dahsyat untuk menarik seluruh sistem ke dalam dirinya. Titik istirahat si pendulum itulah yang disebut para matematikawan sebagai titik atraktor.

6 Satu ombak penyendiri yang mengarungi lautan dengan bentuk dan kecepatan konstan. Tidak ada awal dan akhir. Dan apabila ia mampu mengidentifikasikan dirinya dengan pixel-pixel itu— bukan tubuh seorang pria bernama Ruben—maka berarti dirinya. Ia berada di titik bifurkasi. Perlahan.sesungguhnya terdapat di solar plexus. Tidak ada ruang dan waktu. 7 Supernova simpatis di depan aorta dan di belakang lambung. dunia materi ini. Ruben ingin meledak rasanya.. Yang ada hanyalah. clarity.. Dan di tengah ruang tamu itu. Terus berjalan tanpa putus bagaikan ombak soliton6 mengarungi samudra. Fisiknya adalah gambar proyeksi semata. ternyata hidup ini cair. karena sesungguhnya justru dalam ketidakpastian manusia dapat berjaya. "Aku melihat kejernihan. dan pixel-pixel itu bergerak mengarus.. dalam tangis dan tawa.. semua sekat dan kerangkeng pikiran terbuka.. Tidak ada sebab dan akibat. Bagaikan pixel-pixel televisi yang membentuk citra warna-warni. Ternyata. Persamaan matematis yang digunakan untuk meneliti fenomenon ombak soliton juga . dan ia pun tercekat. yang menginginkan kepastian ataupun ramalan masa depan. batas-batas terangkat. sesuatu bergolak. tidak ingin ke mana-mana. menggunakan potensinya untuk berkreasi. berekspansi. ia pun tertawa lebar.. Inspirasi halus yang hinggap di sukmanya telah mengamplifikasi seluruh sistem pemahaman yang ia miliki. dan ia berada di tengah-tengahnya. tanpa pernah melebar dan terurai seperti ombak normal lainnya.. ia menyaksikan bagaimana Gelap dan Terang telah bekerja sama menghadirkan realita. Sia-sialah orang yang berusaha menjadi batu di arus ini. Ada. menjadikan keping-keping teori yang selama ini terpecah-pecah tiba-tiba terekat menjadi satu.. Terus bergerak. Dan ketika pandangannya menyeberangi selimut itu. dirinya pun diselimuti kabut itu. Perlahan Ruben melihat selimut kabut yang meliputi semua benda dan sudut. sekelumit rahasia semesta terungkap di depan matanya. immortal.. Mata Badai. berevolusi. Pola-pola medan energi mendadak muncul dari bidang dinding. Ruben mengangkat kedua tangannya....

assignment. Gampang. Aku me-maha-mi." "Heh. Nggak usah susah-susah atur napas. ya?" "Mana saya tahu. kupu-kupu Lorenz. "Tidak ada lagi pertanyaan soal waktu." "Semua karena kejernihan." "Kucing setengah hidup-setengah mati itu?" ". seharusnya malam ini kamu bisa jadi apa saja. serotonin agaknya semacam deterjen otak. Paradoks Kucing Schrodinger. Tinggal telan. "Aku melewati itu semua.dimanfaatkan pada riset fusi nuklir dan s u per konduktor.. jangan bikin jadi bad-trip. teori relativitas/ fisika kuantum." Sorot mata Ruben yang tadi terbang mendadak jatuh.. salah satu mistik Sufi." "Ah. teori chaos...." "Aaah. . Yang Aoa Hanyalah ada semuanya hadir di sini. itu semuanya debu!" potong Ruben keras. Kamu yang kuliahnya di Johns Hopkins.. "Ah. tidak pakai bantuan eksternal macam begini." ia berusaha menjelaskan. kadangkadang aku berpikir semua itu berasal dari satu Kotak Pandora. Mereka memproduksi serotoninnya dengan alami.." "Tapi bukan itu masalahnya.. "Kamu pernah belajar teori chaos?" "Excuse me? Teori chaos? Aku baru saja menggubah puisinya Attar.. terbata. kok." Dhimas menuding balik. orang-orang yang sedang bermeditasi itu kadar serotonin di otaknya langsung meningkat. kuis. Dualitas Elektron.. Sekarang kita boleh menganggapnya hal kecil.." "Seorang kapiten juga boleh..... Dhimas....aku akan merekonsiliasi pertentangan para materialis dan idealis! Materi dan nonmateri! Sains dan mitos! Semuanya terbayang jelas!" Ruben terus menyerocos penuh semangat. jalan pintas. "Semua gara-gara serotonin. kapan lulus kuliah." "Aku ini seorang pujangga. ya! Sufisme. dong/' "Eh. padahal ini ibarat utang besar yang harus dibayar tubuh kita. Kamu tahu." "Jadi kita lagi meditasi? Enak juga. ngerti? Paradoks Einstein-Podolsky-Rosen. Ingat." "Jika terlintas hasratmu menatap keindahan yang kami puja/Lihat ke dalam hatimu dan bayangnya pun kan nyata/ Jadikan hatimu cermin dan berkacalah di sana/Temukan keagungan Sahabat nan mulia. sebenarnya tidak ada yang namanya. Aku kan bukan calon dokter. ya. Ia menatap Dhimas tak percaya.

serotonin adalah deterjen otak?" "Itu baru hipotesis.. dan -punya stok Indomie berdus-dus. atau cuma metafora. ya? Tapi kok rasanya sangat riil? Luar biasa! Oh.. Kepalaku juga rasanya jernih. Aku kok jadi ingin jujur tentang sesuatu. serotonin. katamu tadi. dapatkan setelah melihat kedua sisi cermin kehidupan. dong. Jadi." terdengar suara menelan ludah. "dan tidak pernah pulang waktu summer. "aku sebenarnya. atau anak jenderal. beres. "It was so . setiap summer atau vtinter bisa pulang ke Indonesia." "Kalian kebanyakan duit." "Wow!" Ruben berdecak kagum. sorry. g iman a kamu bisa.hanya beda zaman. "Ternyata lebih parah lagi.. dari tadi kamu belum ngomong soal itu. Orang terlalu banyak uang dengan orang yang terlalu miskin akan bertemu di titik yang sama. Kamu kok mampu mengapresiasi sebegitu tinggi.. Sama-sama krisis apresiasi. beda bahasa." "Mengagumkan." 10 Yang ada Hamkalah a "Oh. Ngigau." "Berani taruhan." "GayV Dhimas terlongo... ya?" Ruben terperanjat. Tentang diriku. "Aku salut. "Mana mungkin? Bukannya tadi aku menerangkan konsep Mandelbrot? Turbulensi?" Dhimas menggeleng dan tertawa kecil. kamu bagian terindah dari tubuhku1!" Dhimas sekilas melirik Ruben yang terkapar di sebelahnya. Kenapa?" "Bisa jadi kamu benar. sih.?" Ruben tertawa keras." potong Dhimas. Kebanyakan orang cuma menganggapnya rekreasi dangkal.. atau anak orang konsulat. atau ambil course. "Lho. kamu barusan mimpi. jangan dipukul rata... "Janganjangan. Dan cermin itu sangat dekat. ambil major marketing atau business administration. tadi cuma percakapan dalam otakku saja." "Ruben. karena aku pasti ikut summer class. Kamu sadar betapa indahnya puisi itu? Dan betapa relevannya dengan apa yang kubilang tadi?" "Memangnya kamu bilang apa?" "Bahwa kebenaran yang utuh baru kamu.." "Jangan belagu. Tidak cuma sebelah. Begitu stok habis tinggal telepon mami-papi. Cuma masalahnya.." "Dalam hati kita sendiri?" "Aku lebih suka: dalam setiap atom tubuh kita.. kamu pasti anak konglomerat. Mentang-mentang dapat sponsorship." "English Literature.

Hebat. kamu kelihatannya sangat.. aku harus membuat satu karya. Sepuluh tahun berlalu. Tolong jadi saksinya. my friend. zat keparat ini akan mengendap di sel lemak sampai bertahun-tahun.. "Tenang saja. Satu masterpiece. Malah mereka sudah kompak." "Berarti satu waktu kita akan kembali ke momen ini lagi? Haleluya!" "Dan semoga." "Sepuluh tahun? Lama amat. ya?" Dhimas tidak mampu berkata-kata lagi. Senyum yang menyuruhnya tidur saat ia keseringan begadang karena menyusun makalah seminar... Orang tuaku juga sudah tahu. Satu masterpiece.obvious! Dari teman-teman hang-out kamu. "Eh. Soalnya kalau aku dianggap produk gagal. katanya kalau sampai aku dipanggang di neraka bersama para pemburit seperti nasib Sodom dan Gomorah. Sepuluh tahun buatmu. Memangnya aku bukan?" Ruben berkata enteng." Ruben sudah berhenti melayang. dan kamu harus fly dulu untuk ngaku?! Ha-ha-ha!" Dhimas ikut terbahak. ." "Sangat 'laki? Siapa bilang jadi gay harus ktemakklemek atau ngomong pakai bahasa bencong! Gini-gini aku sudah 'coming ouf dari setahun yang lalu. apartemen kamu yang katanya di Dupont Circle. Pikirannya kini menjejak kokoh ke tanah. "Aku ingin membuat ikrar. Untuk kedua kalinya Dhimas terlongo. "Ikrar apa?" "Sepuluh tahun dari sekarang. Satu tulisan atau riset yang membantu menjembatani semua percabangan sains. Merasa konyol.. kalau saat itu datang. kita bisa mengalaminya bersamasama lagi." "Time flies. ya. Mendapatkan Dhimas yang sedang tersenyum tulus menatapnya. Roman yang berdimensi luas dan mampu menggerakkan-hati banyak orang." n "So help us God. Ia serasa menemukan pahlawan sejati. berarti mereka juga. "katanya.. "Tidak mungkin. dan senyum itu tetap sama. mereka bakal minta ke Yahweh untuk ikut dibakar. Lama mereka terdiam. sepuluh tahun juga buatku." "Fine. Senyum yang mengantarkannya naik ke podium dan berpidato saat diwisuda dengan predikat cum laude. kepala Ruben otomatis menoleh." Mendengar itu." Dhimas tiba-tiba berceletuk." Keduanya langsung memulai kembara imajinasi masing-masing.

Alfabetis. "Ruben. Kobaran semangatnya mampu menyalakan tungku banyak orang. Sebuah rumah simpel di daerah selatan Jakarta. Si IndoYahudi bersemangat tinggi yang selalu sibuk menggabunggabungkan ilmu psikologi dengan teori-teori kosmologi yang cuma bisa ia mengerti sendiri. Hormon cinta. Dan tidak dalam bentuk jurnal ilmiah. Ruben adalah inspirator sekaligus kritikus paling sempurna buat Dhimas. Ruben. "kita sudah sepakat kalau masterpiece ini akan menjadi karya berdua. Ruben yang selalu menyebut dirinya sang Psikolog Kuantum. Jajaran rak buku dari dinding ke dinding. Kita kan butuh kemasan yang populis supaya karya ini bisa dibaca banyak . yang ada malah kertas dan pulpen. Ide kamu kemarin itu terlalu mahal. Ruben dan Dhimas tidak pernah tinggal seatap sebagaimana biasanya pasangan gay lain. Dengan ide-idenya yang segar." "Happy Anniversary to you too. butuh riset lama. mereka dilanda badai baru. jawabannya: supaya bisa tetap kangen." Muka Ruben langsung bereaksi." Dhimas memasang kacamatanya. Bisa jadi hand-out kuliah saja sudah bagus. ornamen utama rumah itu adalah buku. Malam di Watergate Condominium adalah badai serotonin mereka terahir. Kalau ditanya. Ruben tidak menamakan rumahnya perpustakaan hanya karena ingin terdengar lebih manusiawi. Uniknya. Tidak pula ada bunga. sekalipun sudah sekian lama mereka resmi menjadi pasangan. Dan Ruben pun masih tetap pahlawan Dhimas yang dulu. Tiga bulan dan dua puluh satu hari berikutnya. sudahlah.Senyum yang tabah mengiringi suka-dukanya selama jadi dosen. Tak banyak detail estetis dalam interiornya. dear Soulmate. Tidak juga boks cokelat di atas meja bundar itu. Padat. Badai endorfin. dan maaf. "So. Di hari jadi mereka yang ke-10. tapi tidak akan menarik. Tak ada tulisan ataupun naskahnya yang tidak lebih dulu terplonco diskusi panjang dengan Ruben. memancarkan ketidakrelaan. tetapi sebuah cerita. Tetap Yang ada Hanyalah ada "Happy 10th Anniversary. Bisa dibilang." Semilir angin Ibu Kota yang hangat menyusup masuk -lewat celah jendela ruang tengah Ruben.

Tapi harus kuakui. Aku setuju." Dhimas sibuk mencatat. ada pertentangan nilai moral dan sosial. aku setuju. okelah. Pada kenyataannya para yuppies tadi yang bakal jadi corong bangsa.orang. "kita akan membungkusnya dalam kisah cinta yang bukan biasa-biasa. urban. usia produktif. sekaligus puitis: Sepakat?" Ruben cuma mengangkat alis. tapi tidak menjadikan ini ikut tipikal.." "Let me guess. Sebuah roman sains. metropolis. Aku ingin tokoh-tokoh kita semuanya muda. "Lalu. Percuma pakai tokoh geland angan atau setting desa dengan sok-sok pakai aksesori kebudayaan daerah. sembari terdesak habis oleh Barat sekaligus paling keras mengutuk-ngutuk. Kita juga muda. "Jakarta. orang-orang urban. profesional." Dhimas kembali memulai. Antara ingin Timur dan berlagak Timur. Poligami pun bisa dapat pembenaran agama. Agama. Mendadak Dhimas tertawa kecil." "a/s/l?"7 "Di bawah empat puluh tahunlah. Isu itu masih terlalu minor untuk masyarakat kita." "Usia 20-an akhir sampai 30-an awal. besar di metropolitan. hmm. orang dengan gampang menyudutkan dengan dalih 'laki-laki buaya' atau 'ceweknya aja kegatelan'.. kuliah di luar negeri. kontroversial.. atau wanita?" "Wanita/jawab Ruben tegas. di Amerika pula—biangnya kapitalis. moralitas. Sepuluh tahun pun bagaikan sekedip mata. banyak dimensi di sana. "Baik." . institusi. Tidak ada konflik. yang satu sudah menikah." Ruben menunjuk kepalanya dengan penuh percaya diri.. "Kalau pria. yang sudah menikahnya lebih baik si pria.. menyusul memasang kacamatanya. dude. punya akses teknologi dan informasi yang baik. yang romantis. pasangan homoseksual?" "Bukan. "Menurutmu. "Mereka itu sebenarnya manusia- . Tidakkah kita patut digolongkan ke kategori yang sama?" "Sarana kita boleh sama. misal." "Klise. intelek. Aku ingin mengambil pasangan hetero tapi memiliki rintangan besar. Kota ini biangnya dualisme." 13 12 dibutuhkan usaha bila ingin bertemu satu sama lain. Siap menulis catatan. bagaimana dengan kita? Look who's talking. Yang mampu membangun sekaligus paling potensial untuk merusak. lokasi Jakarta.

Dia harus kita simpan paling belakang. Untuk sebuah konflik kisah cinta. Tapi berapa gelintir yang menjalaninya dengan makna? Di mataku. apa lagi?" Dhimas mengangkat bahu. Pada titik tertentu. Skala besar-kecil hanyalah interes pikiran mayoritas manusia yang masih tergila-gila dengan ukuran. "Sesukses apa dia?" "Sukses dengan 'S' kapital! Cream of the crop. "Aku cemas konsep itu terlalu 7 age." "Nanti dulu. . Mencari ilmu dalam sistem dan iklim yang sama sekali lain." Lidah Ruben yang pedas mulai berpostulasi." "Multinational corporation... sama-sama saja.»VV' 8 Dalam mitologi Hindu. di dalam sistem sekompleks semesta. Kembali ke pasangan hetero kita." "Pihak di titik nol." "Yang jelas dia harus pintar." "Dia harus ganteng!" sela Dhimas cepat. haruskah kapasitas seorang Avatar yang turun tangan?" "Ingat. yang gagal dan cuma ngabisin duit ortu dengan yang selesai tapi cuma jadi mesin. Sesuatu yang menekan. Jadi. Kasih dia jabatan tertinggi.. "Menarik! Mari kita bahas tokoh satu ini. Tekanannya lebih besar lagi. si pria. Bukan sukses pemberian. Istilah ini juga biasa disinonimkan dengan konsep "Juruselamat" dan sejenisnya. Netral yang bersikap.manusia yang beruntung karena punya kesempatan komparasi dan kontak langsung dengan budaya global. "Sebentar . Bergelut di dalamnya. Dhimas pun langsung bersemangat. Individu selalu dibangun oleh lingkungannya. kisah cinta adalah cerminan kisah masyarakatnya yang lebih luas dan kolektif. Ya n o Ada Hanyalah ada mewah.. bukan begitu?" "Aku mengerti. tidak ada perkara yang insignifikan. Avatar berarti inkarnasi dari Yang Maha Tunggal. Kita mulai dari si pria." tambah Ruben lagi. dan sukses." "Dhimas!" protes Ruben seketika. location . kan?" "Padahal sesungguhnya dia berjiwa Pujangga. "Lalu kenapa cerita itu harus menampilkan seorang Avatar8 ?" Dhimas berujar ragu. "Supaya aku semangat nulisnya. sex. Dan dia juga harus diberi suasana pekerjaan yang berkonflik. Avatar adalah semacam Yang Maha Kudus mengambil wujud manusia biasa. sang Avatar adalah pihak netral yang akan merekonsiliasi semuanya.

Walaupun aku tidak punya imajinasi cukup untuk mengaitkannya dengan sosok eksekutif perusahaan multinasional. Karena itu Ruben tidak pernah setuju dengan paradigma fungsionalisme yang berpaham bahwa pikiran manusia satu bangun dengan komputer.' Dan ketika dimunculkan pertanyaan 'Apakah Epimenides berkata sebenarnya?'. Itu urusanku. Sampai akhirnya. yang memberikan pernyataan 'Semua orang Kreta pembohong. Ruben pun menganggukangguk kecil sambil tersenyum puas. seorang Kreta." "Kita namakan siapa dia?" "Jangan . Ruben langsung tertarik. sebuah sistem yang overloaded akan mencapai titik bifurkasi yang akan diikuti terbukanya cabang baru. seorang Pujangga. Tidak juga tersedia Norton Anti Virus. Persis seperti cerita klasik tentang Epimenides. maka komputer supercanggih pun akan terjebak dalam paradoks logika tak berakhir." "Tenang saja. Satu-satunya cara untuk menyelesaikan paradoks tadi adalah meloncat keluar dari sistem. Tapi tidak demikian dengan manusia. "Baiklah. tidak cuma mekanis. itu justru akan membuat segalanya menarik! Katakanlah. Kalau betul demikian. sebuah konflik masa kecil akhirnya memisahkan dia dengan talenta alamiahnya. Manuver kuantum. ia melihat gerbang kuantumnya di kondisi yang ditawarkan Dhimas. Otak sebagai peranti keras. tidak ada satu orang pun sanggup menghadapi Epimenides tanpa jadi gila. Ia tahu persis. dan pikiran atau mind sebagai peranti lunaknya. Sesuatu yang hanya dapat dilakukan sebuah sistem berkesadaran. dan menjadikan dia robot sukses tapi hampa. tiba-tiba kacau akibat disusupi virus alien. Bingung antara memilih jawaban 'ya' atau 'tidak' karena keduanya jawa ban yang valid. semua berbalik ketika dia menemukan Sang Puteri. Sementara mereka terjebak kondisi yang tidak memungkinkan pula. Siapa yang harus disalahkan? Tidakkah semua pertanyaan mengenai hampir 15 supernova segalanya akan tergodok sampai mendidih? Lalu meledak?" papar Dhimas bersemangat.dulu. Di situlah esensi Cinta akan dipertanyakan! Bayangkan sebuah komputer canggih yang superteratur.

kok bisa-bisanya dia direkrut jadi regional president Aku harus report ke dia langsung lagi. "Halo." Sahabatnya. Kita pasti bakalan debat panjang soal itu. Ia tidak mau ada yang ketinggalan. ternyata ada di sana. Klasik. every fucking month!" "But. Harvard Business Review. "Halo? Yah. Ia pun tersenyum. Kehangatan terpancar dari mata mereka. charger telepon genggam.. ia masih mencari. Perlahan ia meraba kantong kemejanya. kertas-kertas. Dasar Ambon gila. kirain siapa. my love?" "Tentu saja tidak. tertawa di ujung sana. "Ksatria dan Puteri.." "Yah. Mantan vice president-mu itu. Terlalu banyak yang harus ia pikirkan sehingga tak mampu lagi memungut detail-detail kecil.-Cuma sejarahlah yang layak memuat kita berdua... Tergopoh-gopoh ia berlari ke dalam.. Aku juga cuma iseng.. Berusaha melawan rintangan kasta. Barang kecil itu. Ale. tempat kacamata... Mau jalan malam ini?" "Nggak. Kans bertemu kunyuk albino itu tetap sama. harus membunuh naga. Kerjaan banyak. ia tidak langsung turun dari mobil. Telepon rumahnya berdering. Aku malas kalau harus berurusan lagi dengan dia minggu ini. Tidak lagi bergejolak. tetapi hangat. Re. Sementara sebut saja dia 'Ksatria'. Bukankah itu yang semua orang^atr?^ 17 Seusai memasuki garasi rumah. Dia masih bakalan di sini seminggu penuh.ditentukan sekarang.." tukas Ruben setengah mengolok. makasih. oh. Tas." "Ksatria yang memperjuangkan cinta Sang Puten." *Si bule kunyuk?" 18 Ksatria "Yeap. Sialan. Kena kutuk apa ya perusahaan ini. thank God tomorrow's Friday. Dicermatinya semua barang satu per satu. Hangat yang nampaknya kekal. Ia menyesal tidak langsung memasukkannya ke tempat yang aman. si Ale lagi. Seolah-olah menemui wajah itu sekali lagi. pengikut-pengikut Socrates. bukan?" / "Lalu." .. Buat apa lagi negeri Yang Ada Hanyalah ADA dongeng?" Kedua pria itu duduk berhadapan. apa bedanya? Bakal ada hari Senin sampai Jumat lagi. sungguh romantis. Dhimas cuma tersenyum. adakah tempat buat pasangan seperti kita di negeri dongeng.. memandangi pensil kecil dan jelek itu.. Diambilinya dengan penuh kesaksamaan...

Ke rapat-rapat panjang itu. menonton acara televisi. secara tidak langsurtg. the expert planner and schemer. Ia bohong pada Ale. membiarkan pikirannya terstimulasi dalam simulakrum. sama kayak si kunyuk. . Jelaslah ia tak akan bisa menghubungi Rana. Taruhan. hampir pukul satu malam. Rana. Ale pasti tertawa kalau tahu ia sudah bisa melamun lagi. apalagi ke rumahnya.pauj Jrtg7 "Tai sapi. dan puas karenanya: Re sadar ia berlari dalam pelarian monoton. Dan kamu memang profesional sejati. selalu ada kekecewaan yang sama dalam. Itu omong kosong besar! Akui saja Re. Namun malam ini sudah lain. Re berdiri. Re menuliskan nama itu di pintu kaca yang penuh uap. sekali-kali memainkan dumbel sambil baca majalah. aku yakin kamu malah kangen ingin balik ke kantor. memampukannya untuk melamunkan Rana lebih intensif. Re melirik jam. Tidajc^daJagi hieiaifkiTTidakada lagi rap_alrrapat. Kadang-kadang aku berpikir untuk keluarsaiar-lalu buka bengkel juga. Badan yang santai. memandangi tetesan-tetesan air yang bercahaya keperakan. Ia tak menyentuh pekerjaannya sama sekali. Kamu itu kutu loncat MNC." "Lihat besok. Melamun.. Mendapatkan dirinya seperti anak remaja yang jatuh cinta dan selalu ingin menuliskan nama p ujaannya di mana-mana. Kalau kamu berminat. Oh. kamu menikmati kesibukanmu.. Puteriku. Ia ingin buru-buru bersantai. pikiran yang santai.. Oke?" Re cepat menyudahi pembicaraan itu." Re terkekeh. Satu hal yang dulu tidak pernah dilakukannya. Itulah gunanya melamun. Berada di bawah kucuran shower. ke telepon genggamnya.rutuk Re. "Yang jelas." "Aku tidak yakin. Karena Rana. Untuk membangkitkan apa-apa yang tak mampu disentuhnya langsung. "Aku iri denganmu. ia kembali menghargai betapa nyamannya berdiam dalam kaus oblong dan celana pendek. begitu juga malammalam terakhir selama sebulan ini. membayanginya terus menerus. begitu kamu menempati posisiku. besok kita bebas pergi ke klub. membuat teh hangat. tidak dengan pikirannya yang selalu padat dan terfokus.. Betapa~puj^ dalamnya kebahagiaan itu.

. Carikan-carikan yang sama setiap malam selama sebulan ini. Aku kangen kamu. Pertemuan itu. Samudra kata terbelit musik dan diudarai kenangan. Re tidak pernah mau diwawancara. dan tidak juga Rana sendiri.." Piringan hitam album John Lennon-nya yang sudah belasan tahun kembali diputar... kalau tidak. Bumi punya langit sebagai jendela terhadap galaksi mahaluas yang berjaya dalam misteri.... Semua berawal dari satu ide. Jendelaku adalah carik-carik kertas— berisi daftar pertanyaan tentang dunia yang tak akan habis dimengerti.. Di meja kerjanya terdapat carikan-carikan kertas.. Dan Re sanggup menghabiskan berjam-jam hanya untuk kembali mengenang... Satu semesta mungil yang mampu melumat bumi kalau aku mau membentangkannya. Malam yang melarut pun membawanya ke pos terakhir sebelum tidur: kamar kerja. Inilah nirwana yang mampu menampung perasaan kita. berputarputar di kursi. Bumi menggetarkan nyali dengan palung-palung dalam. Re menengadah.... dan kamu lagi. Aku cuma punya beberapa piringan hitam— laut pribadiku yang di dalamnya selalu ada kamu. Kembalilah ke puri ini. Rana. Puteri.. Melingkarkan engkau dan aku. Semua berawal dari satu getar sel abu-abu. Kangen ketidakpercayaanmu.. tidak Ale. Bumi adalah sebuah kumparan besar yang melingkarkan semua makhluk dalam kefanaannya. . untung saja ia hidup. untung saja jadwal hari itu kosong. Semua berawal dari satu gerakan. Yang penting adalah evolusi yang kembali menjadikannya seorang pujangga. "Love is real. Di dalamnya aku bisa berenang selama ikan. kalau tidak. kalau tidak.-real is Love/Love is wanting to be loved/ Love is you/You and me/ Love is knowing/You can be. Pesimisme-mu. Tapi itu tidak penting. Untung saja ia menerima permohonan wawancara itu. Surat pertamanya untuk Rana.. .. untung saja ia bekerja di kantornya. Namun kau pilihanku....sedang apa kau sekarang.... Tak ada yang tahu keberadaan surat-surat itu. kalau tidak. Untuk pertama kalinya pula Re mengerti: ia telah memilih jalan hidup yang sederhana. Merunuti satu demi satu rantai waktu yang membelitnya hingga kini.

Tapi sebelum pesta-pesta itu menjadi benar-benar gila. Ia menyapa semuanya dengan ramah. Ia sudah merasakannya. Sebelah kakinya bergetar gelisah. Tampangnya jauh dari kategori jelek. dan pesta-pesta gila. Dan ia sudah mengunjungi puluhan pesta. setidaknya menurut standar umum. Baru ulang tahun ke-29 tapi sudah jadi managing director. Tidak . atau hanya memandangi dari jauh. telepon dari sana-sini yang tak mengizinkannya menikmati pemandangan jalan. Tapi menurut Re. "Irma. Ia bertanya lagi pada sekretarisnya. Pagi yang menjadi kunci pertemuan pertamanya dengan Rana. Pak. Namun dari semua pagi yang ia jalani di kantor. Lebih dari tiga lusin yang pernah ditawarkan untuk 'dipakai'. bergelimang wanita cantik. Terbang dengan first class. membuka-buka lembaran faks. dan akomodasinya hampir selalu bintang lima. Mungkin ada. Pesta-pesta gila." Re otomatis mengetuk-ngetukkan bolpoin. Re agak kaget ketika mendapatkan jadwal tiga jam pertamanya di pagi itu kosong.Deretan majalah dan surat kabar berburu untuk memuat artikel tentang dirinya. ia sudah tidak ada di sana. mobil dinas setidaknya harga lima ratus jutaan. Wanita cantik ada di mana-mana. yang lebih gila adalah 21 rumah-rumah produksi yang menginginkannya main sinetron. menerima laporan ini-itu. Terlalu banyak pekerjaan yang tak bisa ditunda. kamu yakin saya tidak ada urusan apa-apa pagi ini?" "Tidak. Namun ia melewati semuanya dalam keadaan berpikir. Banyak yang mengira ia menjalani kehidupan jet set. Re harus mengakui pagi satu itu memang lain. Dari mulai majalah bisnis betulan sampai majalah wanita yang ingin menjadikannya pria bulan ini. Re harus mengatur energinya untuk hari esok. Agaknya mereka benar-benar tidak tahu kehidupan seperti apa yang dijalani seorang managing director sebuah perusahaan multinasional. Ia selalu mendapatkan fasilitas nomor satu. Ia memang sukses. Sampai sekarang masih banyak agency yang menawarinya jadi bintang iklan. Apa yang dibayangkan kebanyakan orang jauh berbeda dengan apa yang sesungguhnya ia jalani. Tidak banyak telepon.

membukanya sedikit. ada lagi majalah yang minta wawancara. Komputer tidak pernah memberikan ruang-pada intuisi. timbul sebuah keheningan dalam pikirannya.. Berputar-putar di jendela. nanti dulu." Re membuka-buka sekilas. Re tercenung untuk yang kedua kali.." Ksatria "Nggak ada kapoknya itu orang-orang." gumam Re. Kurang dari dua jam. logo majalah itu adalah. seorang wanita tergopoh-gopoh sampai di lantai gedung itu. "Kasih tahu mereka kalau saya bersedia. "Tapi mereka hanya punya tiga jam ke depan ini. "Kemarin sore mereka datang dan mengantarkan sampelnya..banyak e-mail. ya. Program otaknya siap menolak. Ia lebih memperhatikan seekor kupu-kupu yang terbang di dekat jendela. Sudah lama Re tidak menerapkan konsep itu." Tawa kecil spontan menyembur dari mulutnya.. Tanpa ada alasan yang jelas ia menghampiri jendela ruang kerjanya. Re tercenung. Tak ada yang menarik." Kupukupu mungil itu terbang lagi." Intuisi. Kalau tidak bisa. Untuk pertama kali setelah sekian lama. Tapi. ya?" "Nanti. "Pak. Napasnya masih terengah-engah. Lebih cepat mereka bisa datang lebih banyak waktu yang mereka punya. menari lincah dan dengan polos hinggap di meja.." Ia membongkari tumpukan di ujung kiri mejanya. sudah saya taruh di meja Bapak. "Tapi kenapa." Kalimat itu menggantung. "Majalah apa itu?" "Majalah wanita. "Oh. Tidak banyak laporan baru di meja. Mendadak Re memperhatikan sesuatu. Perhatian Re teralih pada kupu-kupu mungil yang terbang memasuki ke ruang kerjanya. Pikirannya setajam dan serapi komputer Pentium. "Saya belum . Re merasa ada yang salah. "Irma. ya sudah. "Pak? Saya tolak saja. suara Irma muncul dari speaker teleponnya. Ia menanyakan kesediaan Bapak. Dekat majalah itu. Cukup terkesan akan sikapnya yang tidak langsung menolak mentah.. Tak lama kemudian. Majalah baru. dan kembali menemukan jalan keluarnya. Sungguh ganjil ada kupu-kupu mungil berwarna putih terbang di ketinggian gedung seperti ini. Pak?" Programnya dengan cepat kembali normal. kupu-kupu." Re sadar ia akan melakukan sebuah keputusan intuitif. ini dia. Itu.

Atau kita . Ferre. umur Anda berapa?" Keningnya langsung berkerut. Bukan kenapa-kenapa." Irma membukakan pintu. Tidak menyangka dirinya akan langsung disambut dengan gerakan melihat jam tangan. Terasa sangat dingin." Rana mulai terusik.terlambat. Perlahan ia mengeluarkan peralatannya: buku catatan. hanya beda skala. Saya kira saya akan diwawancarai reporter senior yang umurnya setidaknya 3540 tahun. Ini sangat memalukan." Re menjabat tangan wanita itu. "Silakan. tape recorder. Saking gugupnya. "Ada lagi yang kita tunggu?" Re me ngusik lamunan singkatnya. yang 24 Ksatria bisa juga dijadikan bahan. Ia sungguh tidak tahu harus memulai dari mana. "Panggil saya 'Pak' atau 'Re'. dan kepenasaranan akan profil pria ini bukan cuma lingkup antar kantor lagi. Anda punya waktu satu jam sepuluh menit. Saya hanya membawa biodata standar untuk diisi. "Saya wakil pemimpin redaksi. tapi sudah menjadi kepenasaranan massa. Ia memberanikan untuk melirik sedikit. Ia tidak punya banyak waktu untuk menenangkan diri." "Rana. Menyusun konsep wawancaranya saja belum sempat. Suaranya memantap. pandangan menjadi berani. beda bidang/ ia menjawab lugas. Mungkin fenomenanya sama seperti Anda. akibat pemberitahuan Anda yang mendadak. "Selamat siang. "Sori. Ternyata pria ini lebih tampan dari yang dibicarakan orang. Tidak tahu apa jadinya nanti. Kenapa?" U Re tertawa renyah. Wanita itu berusaha setengah mati untuk nampak tenang. "Jujur saja. "Maaf. Sikap duduknya berubah santai. Sori." suaranya bergetar. Hasil publisitas mulut ke mulut'akan sangat dahsyat bila beredar di segmen yang tepat. saya tidak mempersiapkan apa-apa. kalau boleh tahu. dan dia pasti tidak tahu sosoknya sudah nyaris menjadi mitos. terserah. Bahan rumpian di salon atau klub kebugaran. "Dua puluh delapan. kan?" tanyanya setengah panik* Reporter itu cepatcepat mengatur napas. bolpoin. Rana malah mengeluarkan gumaman-gumaman aneh. Rana termasuk salah satu yang termakan. sementara ia tahu persis kaliber seperti apa yang bakal dihadapi.

"Itu istilah saya pribadi. adalah pekerjaannya robot.. Memang kenyataannya figur seperti Andalah yang sering dijadikan impian siang bolong para wanita. . Pertanda ia mulai tertarik. kita bisa mulai dari mana-mana. Itu saja.bisa mulai dari udara. Di balik penampilannya yang serba charming. lain dengan hatinya yang tertusuk." "Udara?" Badan Re langsung condong ke depan." "Manusia bermimpi tidak hanya waktu ia tidur. Mendekatkan mereka pada impiannya. Menjadi kreatif tidak kenal siang atau malam. Pembicaraan yang tidak berskema kadang-kadang malah lebih punya bobot daripada yang direncanakan. garang. mengapa dipilih kupu-kupu?" Rana tidak pernah tahu persis. rubriknya berjudul 'Impian Siang Hari'. Diam-diam Rana menyesal. namun banyak juga pekerjaan yang menyita segalanya. Artikel ini ingin menambahkan bahan bagi mereka untuk bermimpi. Ia mulai bingung. Wajah Re tidak menunjukkan reaksi. Bukan manusia. "Logo majalah Anda. 25 orang ini begitu provokatif. Ada banyak pekerjaan yang masih punya ruang untuk inspirasi. Begitu cepatnya ia terpancing. Maksudnya. "tapi ngomong-ngomong. di tengah masyarakat yang krisis produktivitas ini. siapa mewawancarai siapa. tidak. Dan wanita ini memang mulai jadi menarik. Pekerjaan tanpa mimpi.. pernahkah Anda menyempatkan diri untuk berkhayal. "Di antara kepadatan aktivitas Anda." tandas Rana berapi-api." Re tersenyum. Anda dan majalah Anda malah mendorong orang-orang untuk bermimpi siang bolong?" Wajah lucu itu langsung mengeras. Terjemahan harfiah dari daydreaming. "Barusan adalah pertanyaan pertama Anda?" tanyanya datar. "Oh. jadi. mimpi adalah bentuk lain dari kreativitas. ya?" "Mungkin tidak menantang buat Anda sama sekali." "Saya setuju. Bahkan tape recorder-nya belum dinyalakan. "Syukurnya. melamun?" Rana balik bertanya. "Mengapa kupu-kupu?" "Ha?" Lagi-lagi Rana tidak siap. Menurut saya." jelas Rana diiringi tawa kecil. ini untuk rubrik apa. "Mungkin karena kupu-kupu adalah lambang metamorfosis bagi semua orang? Atau bisa juga karena. atau tanpa waktu untuk bermimpi.

sahabat Opa yang sudah seperti ayah saya sendiri. . Senyum dan kata kamu terasa mencairkan sesuatu. Seolah tidak ada secuil pun unsur dramatis dari cerita masa kecilnya. Mungkin kamu memang orang yang berkepribadian kuat." Re tersenyum. "Sebesar apa peran orang tua kamu dalam pembentukan karakter.." dengan Jenaka Rana mengacungkan ujung kemeja putihnya. Teringat daftar cita-cita klasik .eh. atau karier?" "Ibu saya meninggal ketika umur saya 5 tahun. di gedung setinggi ini. "Oke. kalau ada figur orang tua yang paling berperan. "Jadi. "Kamu baru di ruangan ini sepuluh menit.. "Aneh.?" ia pun menyebutkan nama itu seolah-olah meminta izin. Saya sendiri belum pernah bertemu ayah saya.. ya?" Re menarik napas sebentar. saya mulai dari awal: rumah dan keluarga. signifikan. Dan Rana mulai merasa nyaman berada di hadapan Sang Mitos. kupu-kupu tadi juga warnanya putih." "Mungkin itu artinya Anda akan kedatangan saya.." "Memang betul." Rana menyalakan tombol record.. mereka adalah kakek nenek saya. Waktu umur saya 11 tahun. Bayangkan. berikut semua biaya hidup dan sekolah saya sampai selesai. Ini semua terlalu naif untuk disebut kebetulan. di masyarakat kita kupu-kupu merupakan pertanda kedatangan tamu? Dan majalah saya ingin menjadi tamu yang diinginkan di setiap rumah. tapi semuanya seperti jelas." Re menggumam. Bagus. "dan pasti Anda juga yang memilih nama rubrik itu. Dan tentu saja. "Re. Dan mereka telah me ninggalkan wasiat untuk menitipkan saya di keluarga sahabat kakek di San Fransisco. tidak ada air muka yang Ksatria sebrilian itu selain ekspresi Mr. Gregory Tanner. kupu-kupu sebesar orang berbaju putih. Kok bisa tahu?" Rana terkesan.. keduanya meninggal dunia. Bean saat di belakang stir mobil Morrisnya. "Apa cita-cita kamu waktu kecil? Dokter? Insinyur? Ingin seperti Pak Habibie?" Pria itu tertawa. Kakek saya persiapannya luar biasa. Malah Rana yang tercenung. Akhirnya saya tinggal dengan kakek dan nenek. Di kamusnya. ada kupu-kupu kecil yang masuk lewat celah jendela." "Tadi pagi saya kedatangan kupu-kupu." Wajah itu begitu datar. Hangat.

Ksatria sedih dan kali ini ia putus asa. Burung elang hanya mampu membawanya ke puncak gunung. tapi tak putus asa.. Hancur dalam kecepatan yang membahayakan.yang jadi pedoman anak-anak SD dulu. Ia menawari Ksatria untuk mampu melesat secepat cahaya." Rana nyengir.. lebih tinggi dari gunung dan awan. "Kalau kamu?" [ Tidak ada yang tahu betapa sulitnya pertanyaan itu. Mungkin inilah goronggorong saluran sekresi psikologis. menjadi serbuk yang membedaki langit. 27 Angin mengajarinya berkeliling mengitari bumi. Ksatria pintar naik kuda dan bermain pedang. Burung gereja hanya mampu mengajarinya sampai ke atas menara. Ksatria lalu belajar pada burung gereja. Dan ia relakan nyawa itu bergantung hanya pada serpih detik yang . Ksatria jatuh cinta pada puteri bungsu dari Kerajaan Bidadari. Namun Sang Puteri masih jauh di awang-awang. tapi tidak tahu caranya terbang. Ksatria sedih. Tidak heran Freud tergila-gila. Tak ada unggas bersayap yang mampu terbang lebih tinggi lagi. Ksatria kebingungan. Melesat lebih cepat dari kilat dan setinggi sejuta langit dijadikan satu. Re menemukan carikan kertas perdananya. Ksatria memohon pada angin. Tak ada yang lebih menarik daripada menyaksikan seseorang menyelam ke septic tank kotorannya sendiri ] Cita-citanya adalah getarannya yang pertama. Sampai satu malam ada Bintang Jatuh yang berhenti mendengar tangis dukanya. Ksatria setuju. dan tak ada angin yang mampu menusuk langit. Ia alami ketika sedang membereskan rak-rak taman bacaan tua milik Opa. Ia relakan seluruh kepercayaannya pada Bintang Jatuh menjadi sebuah nyawa. Rana?" "Bintang film. Di sana. Re dipaksa untuk menyusuri kelamnya gua masa kecil yang penuh lumpur. dan tamat. "Kamu sendiri. . maka ia akan mati. ada gambar seorang ksatria dan seorang puteri. Sebuah potongan komik. Namun kalau Ksatria tak mampu mendarat tepat di Puterinya. Sang Puteri naik ke langit. Ksatria keluar dari kastil untuk belajar terbang pada kupu-kupu. Ksatria kemudian berguru pada burung] elang. Tetapi kupu-kupu hanya bisa menempatkannya di pucuk pohon.

namun hangat jiwanya diterangi rasa cinta. Opa juga tidak. . Dingin yang tak terhingga serasa merobek hati Ksatria mungil. Ksatria melesat menuju kehancuran.. Dilepaskannya genggaman itu. Satu dongeng sedih yang tak sengaja kamu temukan. "tutuplah matamu. Ksatria. Re. Masih banyak dongeng lain yang berakhir bahagia. tidak." Melesatlah mereka berdua.Sewujud nyawa yang terbentuk atas cinta dan percaya. semalam suntuk. Ksatria yang malang. dan ia pun melihat sesosok puteri cantik yang kesepian. Katakan untuk berhenti begitif hatimu merasakan keberadaannya. Bagaimana mungkin ketulusan Ksatria dihargai hanya dengan aurora. ia termakan sumpahnya sendiri. Bukan karena digigit anjing atau semut rangrang. Malam itu ia pun berkeluh kesah pada neneknya. Sampai akhirnya Oma terpaksa menceritakan puluhan dongeng yang berakhir bahagia.. "Inilahperjalanan sebuah Cinta Sejati. Ia pun jatuh hati. Ternyata tidak ada. Memangnya aurora itu apa? Sebagus a pa pula dia? Neneknya menenangkan: Itu hanya dongeng. Sementara Sang Bintang mendarat turun untuk dapatkan Sang Puteri. atau Oma yang tidak tahu. Re tak cepat puas. Dia jatuh ke api karena kehilangan keseimbangan. "Berhenti!" Bintang Jatuh melongok ke bawah." ia berbisik.. Ia menanyakan dongeng lain yang lebih sedih lagi.mematikan. Lagi-lagi. berceloteh mengenai ketidakadilan cerita itu. 28 ksatria Mata Re berkaca-kaca. Sayangnya. Bintang Jatuh menggenggam tangannya.. Cerita puteri duyung yang akhirnya berubah jadi buih. Dan ia merasakannya. Sebagai balasannya. di langit kutub dilukiskan Aurora. keduanya saling mencintai.. Bersinar bagaikan Orion di tengah kelamnya galaksi. ada kepedihan yang tak bisa dijelaskan. Pangeran yang dicintainya pun tidak lantas direbut oleh si penyihir. Untuk pertama kalinya ia menangis bukan karena jatuh dari sepeda atau pohon jambu. tidak. Cerita mengenai serdadu timpang yang jatuh cinta pada penari ballet. Tidak ada pengkhianatan. Untuk mengenang kehalusan dan ketulusan hati Ksatria. Suara .. Re tak cepat percaya.

Kemandirian. Oma meninggal. membacakan untuknya cerita. Bertahun-tahun ia telah memusingkan mereka dengan pertanyaannya yang tak ada habis.. Tidakkah ada yang melihat? Betapa ketulusan bisa menjadi teramat konyol. Kapan-kapan saja. begitu banyak keterbatasan kata yang menghambatnya bercerita. Tidak tahu kenapa. Percaya membabi-buta pada pihak asing bisa jadi senjata makan tuan. umurmu masih sepuluh tahun. Yang mau mempertaruhkan nyawa sekadar untuk bertemu. Membuat Bintang Jatuh benar-benar jatutr ke julang galaksi yang paling dalam.. Strategi. "Maaf. Tak termakan cinta dan percaya. Konon. Ia ingin Puteri itu menyadari bahwa sang Ksatrialah yang terbaik. Disusul Opa setahun kemudian. Atau jadi seperti Pak Habibie.menjadi Ksatria. Malaikat-malaikat berambut putih yang telah merawat dan membesarkannya. Lama-lama Rana menyadari jeda kosong yang tidak lagi wajar. kita memang tidak pernah tahu akan bertemu dengan siapa hari ini atau esok . Oma lalu membelai rambutnya: Re yang manis. Yang telah keluar dari kastilnya yang nyaman demi bisa terbang. Kamu belum cukup besar untuk jadi Ksatria. Re menganggap kejadian itu adalah konsekuensi cita-citanya. Ia tidak sempat diajari untuk ingin jadi insinyur. Satu-satunya cita-cita yang ia ingat dan terus ia lakoni. Kalau kamu sudah gede. Jadi pilot. Namun ketika ditanya: untuk apa? Re tidak bisa menjawab.. Itu dia kuncinya. Mampu belajar terbang tanpa dibantu siapa-siapa. yang mengajarinya huruf dan angka. Tidak. ya. dan mengajaknya berdoa. Re mendongak. 29 Tak sampai setahun. Berawal dari satu getar sel abu-abu. Dengan kisah yang sama sekali berbeda. . Wajah yang satu ini mengundang kejujuran. Bagaimana ia ingin membalikkan kisah itu.. dan kehausannya akan kisah-kisah. Ia melihat itu semua. Oma.kecilnya berkata lirih: Aku ingin jadi Ksatria. tanpa bisa mengungkapkan. Rupanya Tuhan mendengar ikrarnya waktu itu. Kali ini ia harus membuat kisahnya sendiri. Di usianya. Hasrat yang berlebih tanpa persiapan bisa berakibat fatal. cita-cita waktu kecil?" ia mengulang hati-hati.

Hidup memang aneh. sudah bisa kerja. katanya. D aripada membuka kemungkinan berzinah. "Saya sudah menduga.. pasangan muda. Ksatria. dan sambal botol keluaran pabrik mana." Suara Rana mengambang seperti awan." Mata Re membelalak tak percaya. mungkin jadi hal baru. kredit mobil ditanggung berdua. "Saya ingin jadi. "Bagaimana rasanya menikah? Menyenangkan?" Kali ini Re menyempatkan diri untuk . berdebat soal deterjen merek apa. Toh sudah pada lulus kuliah. mie instan apa. "Sudah berapa lama?" "Tiga tahun. "Oh.lusa. Banyak penjelasan dalam ketidakjelasannya. mendorong kereta belanja sambil bergandengan tangan di supermarket. Dan masih betapa jauhnya ia dari cita-cita itu." ia menjawab pelan.. untuk ukuran modern yang saya tahu sekarang. pertanyaan kamulah yang mengejutkan. Terutama mertua saya. ya? Saya kok baru dengar alasan seperti itu. "Kamu punya waktu sampai makan siang kan?" Re bertanya. kira-kira." "Berarti. "Maksud kamu. (Inilah saatnya sekawanan biola mengalun rnasuk) Rana mengangguk." "Buat seseorang yang dari SMP sudah pergi sekolah ke San Fransisco.. (Terlalu cepat." Rana geleng-geleng kepala. rumah milik bersama di real estat baru. jawaban pertanyaan ini pasti penuh kejutan. "Kamu menikah?" "Iya. sebenarnya ia tidak sendirian." Rana tak menceritakan bagian di mana ia benar-benar mabuk cinta. Tak ada yang bisa disembunyikan. Ada intensitas dalam adu pandang mereka yang hanya dua detik» (Inilah saat suara piano akustik muncul sebagai ilustrasi) ksatrla Rana langsung salah tingkah. begitu? Atau pendekar silat?" "Yah. Saat itu ia belum sepenuhnya sadar. jadi ABRI. Mabuk akan imaji cinta yang terwujud dalam bahtera rumah tangga. lebih baik disuruh nikah cepatcepat.. Ada alasan khusus?" "Orang tua. Dan di siang hari ini ia menemukan seseorang yang memaksanya kembali ke masa lalu. Termasuk cincin emas polos yang melingkar di jari manisnya) Re baru menyadari keberadaan cincin itu ketika mereka pergi makan siang berdua. waktu kamu masih 25 tahun? Relatif cepat juga ya." Rana menatap pria itu." "Bagi saya.

" ujar Re dengan ringannya. begitulah. Dan saya pikir saya punya kemampuan independen untuk menciptakan rasa nyaman.. well. iya. Saya punya pembantu di rumah yang jago masak." "Komitmen memang alasan paling bagus untuk berkompensasi. masa kamu tidak ingin punya seseorang yang bisa bikin kamu nyaman? Seseorang yang bisa memasakkan kamu makan malam. "Cinta kan . saya pikir siapa pun setuju." 3i Supernova "Sori. Cuma saya selalu terkesan pada orang-orang yang mampu berkomitmen tinggi soal cinta.." potong Re.." Rana benar-benar tidak suka pembicaraan ini. TAPI.." Rana mencoba bersikap kasual." "Maksud kamu.menatap mata Rana yang nampak seperti gas helium. jalan-jalan." Ia tersenyum. sebentar. shopping. kalau ternyata ada satu orang yang bisa menjalankan semua fungsi itu sekaligus. karena saya sendiri tidak pernah punya hubungan serius. tidak sempat?" "Tepat! Itu faktor utama.. tidak seperti apa yang kamu bayangkan?" Rana menghela napas. "Tapi. Tapi untuk urusan hati.. "Bukannya gitu?" Rana pun terheran-heran. sisi yang sebenarnya pasti ada. saya sendiri lebih sering makan di luar." "Sebentar. saya tidak suka shopping.. tapi tidak pernah diharapkan. "Dengan pekerjaan yang rawan stres. harganya tidak ternilai.1" Re tergelak. Rana? Karena menemukan paket all in one?" ^Kira-kira. "Sepatutnyakah itu disebut parah?" Re bertanya sungguh-sungguh. "memang sih. di sanalah gunanya komitmen. "Mungkin itu salah satu alasan saya kenapa tidak pernah mau serius berkomitmen.. Sorot yang tak berpijak. "Banyak sisi yang ikut muncul. Mengapung tanpa arah. "Separah itukah?" Tawanya menghilang seketika. "satu-satu dulu: pertama. tapi." Nada bicaranya semakin mirip balon gas lepas. diajak ke bioskop. mungkin tidak pada tempatnya saya bertanya-tanya seperti itu. boleh juga. Kompromi di pekerjaan bisa dihitung harganya. Nah. tapi oke-oke saja. tidak terlalu mirip dengan apa yang saya bayangkan dulu. "Yaah. Untuk jalan-jalan atau nonton saya punya beberapa sahabat yang bisa diajak pergi. hmm. "Itukah alasan kamu menikah.

butuh pengorbanan," tukas Rana pelan. Ksatria "Lalu idiot mana yang menulis: love shall set you freeV. Tadinya saya pikir, cinta seharusnya adalah tiket menuju kebebasan, bukan pengorbanan. Agaknya konsep itu terlalu utopis, ya?" Lama mereka berdua terdiam. Terlalu lama, sehingga menyiratkan segalanya. "Wawancara yang sangat menarik, terima kasih. Bukti terbitnya akan saya kirim." Rana pun bangkit berdiri. "Tidak ada kartu nama?" "Oh, ya... sebentar," dengan sigap Rana mengambil selembar, menuliskan nomor telepon genggamnya, dan merasa lega. Ia ingin meninggalkan jejak. "Ini kartu nama saya." Re langsung menuliskan nomor telepon genggamnya. Rana benar-benar lega. (Inilah saatnya piano itu kembali mengalun. Mengiringi langkahlangkahnya yang ringan dan penuh sukacita) "Rana..." Gadis itu menoleh, bola matanya bersinar indah. Tak ada yang bisa memungkiri, ternyata di sanalah hati Re tertambat. Di sinar mata yang siap mendobrak kungkungan demi mimpi yang setinggi langit. Sinar mata yang mengingatkan pada dirinya sendiri. "Kamu anak bungsu?" "Kok tahu?" Re cuma tersenyum kecil, mengangkat bahu. Puteri bungsu dari Kerajaan Bidadari. Tak kusangka akan menemukanmu secepat ini. (Alunan biola kembali terdengar) Sampai sekarang. Re pun masih bisa mendengarnya. Tapi terkadang bunyinya amat sumbang. M engoyak, dan menyayat. Ia ingin tidur. n KEPING Keresahan yang Terabaikan Aku masih tidak mengerti/' Dhimas memandangi catatannya, "pria semacam Ksatria bisa mendapatkan siapa saja yang dia mau. Berarti, kalau sampai dia jatuh cinta, wanitanya harus luar biasa! Sementara yang kamu deskripsikan tadi masih biasa-biasa saja. Okelah, dia wanita karier, alumnus PTN ngetop, tampangnya lumayan, tapi itu kan tidak menjamin dia jadi sosok yang spesial..." "Justru itu," sela Ruben cepat. "Di sanalah misteri cinta, bukan? Ketika hati dapat menjangkau kualitas-kualitas yang tidak tertangkap mata. Pria itu melihat sesuatu yang lain..." "Sesuatu yang lain, heh? Nih, aku sudah bisa merangkum hidup Puteri.kita dengan mudah: lahir-TK-

SD-SMP-SMA-kuliah-kerja-nikah-punya anak-punya cucu-matidimakan cacing. Gejolak apa yang bisa kamu harapkan dari orang yang hidupnya tipikal seperti itu?" "Loncatan kuantuuum, Dhimaaas!" Ruben berseru gemas. "Tidakkah kamu lihat? Kita butuh tipikalitas itu. Kita butuh kejenuhan. Karena dengan demikian kita bisa menunjukkan ada sekrup kecil yang longgar: keresahan yang terabaikan." "Apa?" 34 kereaahan yang Terabaikan "My love, andaikan kamu bisa membayangkan betapa kompleksnya sistem pemikiran manusia/ mata Ruben menerawang, "dalam sistem sekompleks itu, cermin siap berbalik kapan saja. Order... chaos... semudah membalikkan tangan! Otak manusia hampir setiap saat berada di percabangan menuju bifurkasi. Satuu... saja turbulensi kecil, berasal dari kumulasi keresahan, akan membawa tokoh kita ke titik kritis yang bisa menjadikannya apa saja!" Maksud Ruben mulai terbayang oleh Dhimas. "Hmm, keresahan yang terabaikan, aku suka itu/ katanya sembari menggigiti ujung pulpen. "Satu masalah abstrak, yang saking abstraknya malah jadi tidak terperhatikan. Padahal sangat-sangat esensial dan berpengaruh hebat ketika teramplifikasi." "Bicaramu semakin mirip aku. Bagus!" "Jangan ge-er dulu. Siapa juga yang mau jadi wong edan kayak kamu." "Masalah apa ya kira-kira? Abstrak—tapi sangat esensial. Merabayangimu seumur hidup seperti hantu penasaran." Dhimas menyeringai. "Ayolah, Ruben. Kamu tahu persis itu apa." 35 KEPING Puteri TVengan kepala bersender ke kaca, ia mengamati truk-jj truk yang lalu lalang di jalanan. Membaca hampir semua plang toko yang terlewati. Tidak juga melewatkan billboard dan spanduk yang membentang di kirikanan. Kebiasaan yang tak pernah berubah. Sayangnya, kini semua itu tidak lagi bermakna, berbeda dengan mata bocahnya dulu. Rana tidak tahu apa yang hilang. Mata yang sama, manusia yang sama, tapi pandangan yang sama sekali lain. t;&gt;w£ Mobil itu berhenti. "Aku jemput jam tujuh?" suaminya, Arwin, berkata. "Ya, Mas. Kalau ada perubahan, nanti saya telepon." Ketika mobil itu

meninggalkannya. Rana masih tidak beranjak. Ia berdiri tegak di lobi, kaki menjejak ke tanah, tapi tidak demikian dengan pikirannya yang sibuk mencari... bertanya... di mana batas itu? Batas ketahanannya untuk terus bersandiwara. Ia iri pada dirinya yang dulu. Rana yang tidak sadar. Rana yang tidak terganggu dengan hidup monotonnya. Rana yang tidak keberatan memiliki hati dingin tanpa api. Rana yang tak pernah bertanya. Lihat bagaimana sekarang 36 Puteri pikirannya kewalahan mencari, mengais-ngais tumpukan dokumen usang... dan, oh, coba tengok apa yanq ia temukan: y y ia ^ Rana yang baru lulus kuliah Setelah lima tahun mengonsumsi ilmu teknik industri yang sama sekali tak diinginkannya itu, ia akhirnya terbebas dari utang pada orang tua, sekaligus menghabisi masa lima tahun mereka membanggabanggakan anaknya yang lulus UMPTN, masuk ITB, dan kuliah teknik. Kini Rana bebas memilih. Terjun ke dunia jurnalistik, jadi reporter, sibuk ke sana-sini dan bertemu banyak orang. Tapi, bukan ini titik yang ia tuju. Rana yang barusan sudah terlampau palsu. Luwes cuma karena polesan. Paling-paling pekerjaannya ini cuma pelarian saja. Pikirannya pun terus mencari... Rana pada awal usia 20 Ia bertemu Arwin. Pria santun dari keluarga ningrat berusia tujuh tahun lebih tua. Bibit, bobot bebet—dan luluhlah hati kedua orang tuanya. Entah luluh atau justru mengencang. Orang tua mana yang tidak ingin punya'mantu dan besan seperti itu. Punya ini-itu, saudaranya ini dan anu, temannya si pejabat A dan pejabat B. Awalnya semua memang menyenangkan. Bagaimana mungkin tidak kalau seluruh umat di sekitarnya memuja-muji setiap saat, berulang-ulang mengatakan betapa beruntungnya Rana dapat pria seperti Arwin. Dan tercucilah otak itu: 'ya, aku amat beruntung', 'apa yang kurang lagi dari Arwin?', 'senangnya didukung semua orang', 'senangnya melihat kedua keluarga sering bersilaturahmi', 'tunggu apa lagi?'. Dan terucaplah kalimat ijab kabul—agenda pertamanya begitu lulus kuliah. Sejenak pikirannya berhenti di hari itu... di resepsi pernikahan mewah dalam ballroom

Harapan terakhirnya. sementara ketika foto-foto itu jadi. Mungkin ia harus mundur lebih jauh lagi. ia tidak mengerti 37 kebanggaannya. Rana cuma diberi kertas dan pensil warna karena katanya ia masih terlalu kecil untuk mengerti.. belasan tahun lewat sudah. Resepsi impian hampir semua orang: fasilitas kelas satu dari mulai makanan sampai penghulu. ia dengan kakak-kakaknya. tapi pikirannya berusaha keras untuk kembali. Sesampainya di rumah Ibu Haji.. total biaya mencapai ratusan juta tapi balik modal. ..Rana remaja -tf» Gadis belasan tahun yang aktif dan ceria.. dan Rana tetap tidak punya jawaban atas itu semua. r&gt. nanti ikut belajar ngaji sama mbakmu semua. Terdengar suara ibunya memanggil: 'Rana! Sudah sore. Rana bocah Sekalipun sulit. ayo Nduk!\ Dan Rana kecil pun menurut.. Entah berapa rol film yang dihabiskan untuk potret bersama.. Tapi kemudian pikirannya mensinyalir sesuatu. Jarang membuat masalah. dan—lebih penting lagi-sederet orang-orang penting muncul.... Ayo mandi. semata-mata karena tipenya bukan tipe orang tuanya? Gilanya lagi. s&amp. ia dengan anaknya si ini atau si anu? Dan mengapa ia tidak pernah boleh pacaran dengan laki-laki yang ia suka. Berhiaskan jilbab merah jambu mungil. berteriak-teriak sambil memegang stopwatch? Mengapa nilai pelajaran eksaknya harus di atas tujuh sementara ia tidak dapat pujian apa-apa kalau Bahasa Indonesia dapat nilai sembilan? Mengapa ia harus masuk jurusan A-l dan ditertawakan waktu bilang ingin ambil A-4? Mengapa ia harus hidup begitu lama dalam pembanding-bandingan. ada jejak-jejak keresahan yang tak pernah terungkap: mengapa ia harus ikut begitu banyak les tambahan? Mengapa ibunya harus ekstra ramah pada guru-guru dan tak lupa menitipkan amplopamplop setiap pengambilan rapor? Mengapa ia harus bisa menari Bali? Mengapa ia harus ikut klub renang dengan ayahnya yang sering ikut berdiri di pinggir kolam. Ia teman menyenangkan dan murid yang baik. ia berjalan riang di samping kakak-kakaknya.hotel. bermain bebas di halaman belakang yang luas dengan mainan tertabur di rumput.

anak anjing yang tiba-tiba masuk pagar. Tuhan juga ikut jadi mentor. membaca semua tulisan yang terlewat. Mork/ Di luar dugaannya. sering Rana tertawatawa dibuatnya. apakah ia akan mendapatkan satu set mainan Lego idamannya. Rana pernah bertanya. Dikirim-Nya tupai dari pohon. Dan benar saja. selalu saja Tuhan menemani. Selebihnya ia cuma diam dan sekali-sekali mendengarkan. Ia pun terbengong-bengong senang. Rana juga tidak pernah kesepian. lalu tibatiba muncul sebuah truk yang bertuliskan "Hadiah dari Mama".. Ketika ia belajar baca. banyak mulut. yang satu diserahkan begitu saja pada Rana. Ia mulai bercakap-cakap lewat huruf. Tuhan'.Dan Rana memang tidak mengerti. atau burung yang hinggap di kepalanya begitu saja. Tuhan ternyata lucu. . Di benaknya tergambar muka Mork di televisi yang memanggilmanggil Orson.' Rana pun terpesona.. Tapi sore itu ada satu keresahan hinggap. Setiap kali ia ingin bermain. ternyata suara yang menjawab sangatlah halus. Dan mereka terus bercakap-cakap. ibunya membelikan Lego sebagai kado ulang tahun. dalam hatinya ia memanggil-manggil: 'Tuhan. tinggal ngomong saja langsung sama Tuhan. dan dirinya yang polos masih mengindahkan hal semacam itu. Tanpa ragu ia bertanya pada Ibu Haji: 'Bu. Yang ia tunggu adalah kuekue kecil yang keluar saat istirahat. pernah satu waktu Rana ingin sekali gulali tapi tidak bawa uang.. Nyaris tak terdengar. Ia juga sangat baik. akhirnya bapak itu memutuskan untuk membeli dua. Sampai akhirnya percakapan itu pudar. Satu pelajaran baru pun didapatnya: Tuhan berbicara lewat banyak hal. pasti didengarkan. Dan dari sanalah kebiasaan itu muncul: membisu di dalam mobil. baginya semua * itu adalah alunan bahasa asing yang konon bernama doa. lalu terdengar jawaban dengan suara besar: 'Yes. gimana caranya? Rana kan nggak bisa ngaji/ Ibu Haji pun menjawab bijak: 'Kalau buat anak sekecil Rana yang belum bisa ngaji.. Sepanjang perjalanan pulang. kalau Rana mau bicara sama Tuhan. dan banyak peristiwa. Tapi Rana yakin itu ada. mendadak muncul seorang bapak yang membelikan buat anaknya tapi tidak ada kembalian.

Bisakah kita kembali ke masa lalu dan tidak perlu menikah? "Kalau Mas ada salah sama kamu. Komunikasi di antara kita harus dijaga tetap lancar. jadwal les yang padat sampai ngobrol tentang koleksi barangbarang New Kids on the Block. entah karena memang ada jarak yang tercipta. Meja makan itu terasa lengang. sampai akhirnya tibalah ia. Bukan lagi percakapan yang terjadi.. tapi kebiasaan. Dan tahun-tahun berikutnya ia habiskan dengan kegiatan 40 PuTKftj check-up rutin setiap enam bulan. Paling-paling capek sedikit." "Kamu memang terlalu sibuk. Mas. "Aku sehat. Al-Gur'an sudah bolak-balik 39 dilahapnya sampai berkali-kali khatam. Suara-suara di sekitarnya selalu merongrong minta perhatian.. Entah karena rumah besar itu hanya dihuni mereka berdua. Mas?* "Kamu kok jadi pendiam sih akhir-akhir ini? Ada masalah yang bisa aku bantu?" Rana menunduk lagi. Semakin ia beranjak besar. Rana yang sedang berdiri di lobi Sekarang ia tahu apa yang sekiranya hilang. Ya. Arwin memandangi istrinya yang sedang menunduk menghadapi piring. "Rana. Kamu delegasikan saja sebagian. Mas. "Kamu sehat-sehat. Ditambah karena mengalami apa yang disebut atrium septal defect (ASD). semakin banyak yang ia pikirkan. ia ingin Rana cukup sehat untuk mampu memiliki anak. Kok banyak sekali event yang kamu ambil.. kok. Itu kantor kan . kan? Kapan terakhir kali check-up ke dokter?" Rana lahir dengan klep jantung yang lemah." Itulah satu-satunya kesalahanmu. Tak ada lagi waktu untuk menyimak keheningan." dengan lebih lembut Arwin berkata. Bagaimanapun. sih? Meliputnya harus malam-malam lagi. Jangan dipendam-pendam. Bari mulai pekerjaan rumah.. "Ya." panggilnya lembut. "Mas Arwin nggak ada salah apa-apa. bilang saja. Arwin paling risau akan hal ini. tapi tetap tidak tahu cara mendapatkannya lagi. Aku jatuh cinta dengan pria lain.tulisan tinggal tulisan tanpa makna.. tahun ini adalah rencana mereka punya momongan. Rana sudah pintar mengaji. tapi suara itu tidak pernah kembali. menunggu saatsaat tepat untuk mulai berbicara. di usianya yang ke-10 ia pun menjalani operasi pertamanya.

"Kenapa? Kamu ada kerjaan?" Arwin membaca perubahan wajah itu. Luangkan dong waktumu sekali-sekali." Refleks. kembali mengingat plot hidupnya. Kita berangkat. Menggenangi Rana dengan perasaan enggan. Ada dua jenis loop: negatif. Kamu berhasil melukiskan usaha penelusurannya dengan baik. Aku capek membayangkan harus memajang senyum seharian. Terima kasih untuk peringatannya. ia pun stabil . Semuanya hanya berputar dalam pusaran itu. Kita kan tidak setiap hari ketemu mereka. ragu. "Ibuku tadi telepon ke kantor. Memang begitulah proses bifurkasi terjadi. ya? Hmm." Kesibukanku mulai terlihat tidak wajar." ujarnya berseri-seri. Bosan dengan adeganadegan sama yang berulang-ulang terus sepanjang tahun. Bosan. "Aku senang waktu Puteri sedang merenung di lobi kantornya. Tapi semakin dia besar. sistemnya teramplifikasi. dan positif. maka yang terjadi adalah loop negatif. yang sebaliknya. "Aduh. Mas. mengardplifikasi. J/ kemudia n menghirup kopi yang sudah entah keberapa cangkir. "Bagian mana yang paling kamu suka?" tanya Dhimas. Rana pun mengangguk." "Iya. "Manusiamanusia malang. Jangan cuma kalau urusan kantor baru kamu mau stand-by 24 jam 7 hari penuh/ "Aku lihat lagi agendaku. Rana. yang menstabilkan sistem. boleh? Re tidak ada acara apa-apa hari Sabtu ini. Akan aku usahakan supaya lebih tidak kentara. semakin besar intervensi lingkungannya. Akan aku usahakan. Bosan menjawab pertanyaan 'kapan kita bisa gendong cucu?'. Akan ada acara rame-rame di Puncak hari Sabtu ini. Bosan. Rana melengos. 41 KEPING Tanda Tanya Agung Ti engan puas Ruben meletakkan draft cerita itu di atas meja." "Maksudmu?" "Efek arus-balik atau feedback terjadi karena sistem berputar kepada dirinya sendiri. Tidak ada yang muncul ke permukaan. putaran itu bernama loop.isinya bukan kamu tok. Aku ingin menghilang seharian. Bosan." Meja makan itu sudah masuk pusaran waktu di mana sedetik serasa seabad. dan membanjiri Arwin dengan pertanyaan-pertanyaan. Waktu Puteri kecil. ya? Ibubapakmu juga diundang. Hasilnya.

. cintanya pada si Ksatria adalah loop positif yang kembali mengamplifikasi segalanya.. ya." sela Dhimas ketus. " Dhimas tidak langsung menjawab. atau justru aku si penulisnya?" "Kita berdua gila. "Oke. "Kamu benar-benar punya bukunya?! Dongeng itu sungguhan ada?!" "Sekalipun dampaknya tidak sedramatis Ksatria. ha-ha-ha!" Ruben tertiwa penuh kemenangan. Ruben tercengang-cengang. Dhimas garuk-garuk kepala. dengan tawa lebar ia mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Puteri. phase space adalah peta imajiner pergerakan satu benda. bagaimana kamu terpikir mengaitkan dua hal itu: jiwa pujangga terkubur dalam sosok eksekutif muda? What a bizarre concept. "tapi sekarang ini aku lebih tertarik ke pekerjaan kita.. Hasilnya? Badai! Semua order yang tertata rapi sekarang tinggal seujung kuku dari keruntuhan.. Tapi." "Terserah. Ruben mendecakkan lidah.^Biasanya diukur berdasarkan posisiatau bisa juga . deh.. Api kompor Ruben memang terlalu besar untuk mengindahkan." Dhimas tersinggung. Wajahnya langsung tertekuk. Ia malah asyik menerangkan.untuk sekian lama. ya. "Kadang-kadang aku jadi 42 bingung siapa yang sinting di sini? Kamu yang bisa menghubungkan klSah cinta ala sinetron dengan teori-teori sains gila itu. "Kedua momen itu—momen yang sudah kamu gambarkan dengan luar biasa itu—adalah saat mereka akhirnya mengidentifikasi the strange attractor!" "Mohon diperjelas. buku inilah awal ketertarikanku jadi pujangga. Kisah anak-anak paling puitis yang.." "Aku juga suka waktu si Ksatria teringat dongeng masa kecilnya-deskripsi apik dari proses yang serupa Tapi aku masih tidak habis pikir. Ruben. Kamu harus membacanya. gemas." "Thanks. tetapi judulnya masih terlihat jelas: Ksatria. Sebuah buku cerita anak-anak kumal dengan sampul plastik keruh." potong Ruben cepat. "Atraktor adalah kode yang tinggal di sebuah ruang abstrak bernama phase space." "Phase space?" ulangnya dengan penekanan." "Ya. terdiri dan sebanyak-banyaknya dimensi dan variabel yang dibutuhkan untuk menggambarkan skema pergerakan tadi. dan Bintang Jatuh.

phase space adalah pemetaan segala kemungkinan. "Oh.. di sana pasti ada fraktal. Mengerti?" "Kembali ke strange attractor. Ruben tak dapat melupakan bagaimana takjubnya ia ketika melihat peta fraktal Mandelbrot—dikenal dengan "Mandelbrot Set"—yang jadi sampul jurnal Scientific American milik profesornya dulu. misalnya. "Mandelbrot Set" adalah rumusan matematis yang diklaim sebagai rumusan terkomples dalam dunia matematika. atau." Ruben mendadak berhenti. ataupun turbulensi. tapi yah. fisik juga mental. .. Gambar terindah yang pernah ia lihat sepanjang hidupnya.. aku benci terjemahan. Dinamakan demikian karena atraktor asing adalah elemen yang mengorganisir sistem dengan cara disorganisasi. sekalipun sopir-sopir bis sudah hafal luar kepala setiap belokan. terserahlah. Dia itu adalah.. atau sebaliknya." keluh Ruben. Nah. ini sangat meletihkan. Peta yang sama tidak bisa dipakai lagi. Dan seluruh kehidupan ini dipenuhi fraktal-fraktal. Ketika para fisikawan modern menyadari kekurangan pendahulunya dan mulai memperhatikan apa yang tak terperhatikan.." "Misalnya?" m . maka mereka pun mengenal fraktal. atau j uga dapat dikonotasikan dengan "fragmen"—pecahan. bahkan faktor-faktor kecil yang bisa jadi titik kritis untuk tahu-tahu mencelatkan seseorang ke Yogyakarta. tapi perjalanan itu akan beda apabila ditempuh dengan pesawat. chaos. dari level materi sampai energi. Dalam benaknya ada satu citra lewat seperti iklan televisi: peta fraktal Mandelbrot. atraktor asing?" "Atraktor asing. Fraktal sendiri berarti ketidakteraturan. Fraktal adalah pola dasar yang terdiri dari variabel terukur dan tak terukur—menjadikannya pola dasar yang tak berdasar. Di mana ada sistem nonlinear. yang di dalamnya terdapat kode rahasia menakjubkan: strange attractor. Studi mengenai pergerakan sistem menggunakan phase space adalah cara untuk mengetahui mengapa sebuah sistem yang tadinya teratur bisa mendadak berubah jadi chaos. arrgh.velocity.. terdiri dari dua variabel: C yang merupakan angka . peta Jakarta-Surabaya...

. Perubahan cuaca.. maka muncullah kenyataan yang amat luar Masa. "tanda tanya." "Tapi. namun yang menarik adalah: pola geometris pertama itu selalu ada.. Hanya ekspresinya yang berbeda-beda.. dan Z yang variatif. tapi.. "Tanda tanya yang sama menggantungi setiap atom di semesta ini. sehingga seolah-olah misi hidupnya pun hanya untuk menjawab tanda tanya itu." "Ya. Dhimas? Perasaanku mengatakan. "Aku masih menunggu.. Muncul kembali bahkan dalam skala pembesaran sehalus nano.. Tanda Tanya Aquno • Pada awalnya gambar itu terlihat sederhana. sejauh apa pun kita berlari. Mandelbrot menggunakan semacam ilustrasi molekul yang terdiri dari bola-bola atom. Ke mana pun kita berpaling.. dihantui. tanda tanya itu adalah substansi dasar yang mempersatukan kita semua. bagaikan memori yang begitu keras kepala dan terus bertahan. "Atraktor asing itu adalah.. mereka semua digulirkan oleh satu tanda tanya yang sama." KEPING "Reversed Order Mechanism11 T\ i dalam ruang kerja yang penuh dengan tumpukan J/ kertas dan buku menggunung. lalu?" Dhimas masih belum menemukan relevansinya..tetap.. kita akan selalu bertemu dengannya. bukan ekslusif milik manusia saja. Pola pertama tadi/ si Atraktor Asing. gempa bumi. Untuk eksperimennya. sampai matahari yang terbit dan tenggelam." ada bobot yang ditambahkan Ruben pada jawaban finalnya. kemunculan spesies baru di dunia flora atau fauna. Di dalam bentuk sederhana itu ternyata ada miliaran percabangan.. terdengar deru blower PC yang ." ujar Dhimas lagi. Seluruh semesta ini. apa yang sebenarnya yang dipertanyakan?" "Dirinya sendiri." "Tanda tanya?" "Pernahkah kamu merasa kita semua terlahirkan ke dunia dengan membawa tanda tanya agung? Tanda tanya itu bersembunyi sangat halus di setiap atom tubuh kita. Kamu tahu.. membuat manusia terus bertanya. namun ketika rumus Mandelbrot diterapkan dan gambar itu diamati lagi lebih detail. miliaran bentuk dalam variasi lain. Rumusan tersebut kemudian diaplikasikan pada sebuah pola geometris sederhana.. sampai pembesaran miliaran kali.

Dhimas masih berkutat di depan noreooo/c-nya. Sekalipun tampak bertualang di alam yang berbeda. Dhimas &amp. Dengan pendar monitor di wajahnya. Dialah yang memperkenalkan konsep yang menjadikan tindakan Kurt Cobain-mu tidak benar dan tidak juga salah&lt. Sambil tersenyum kecil. s e n d &gt. Terkadang tangan itu mengetik berjam-jam. Dan ia harus mengetik cepat. dengan taburan buku yang tambah lama tambah banyak. Terlalu banyak. Ini dia produk Generasi X. seharian. tangannya pun bergerak: &gt.. ¦ . "Ruben. Ruben Ruben masih duduk di kursi yang sama. Inbox-nya selalu penuh. Ada modem yang berkelip-kelip. ternyata mereka menggumuli hal yang sama. Ada sepasang tangan yang tiada lelah mengetik. hanya segaris tipis dari batas kapasitas. mengenai tokoh kita yang satu lagi. Penuh lintasan pikir yang kegesitannya membuat RAM komputer mana pun seperti siput tua yang sekarat. Ia harus menulis berbagai macam artikel setiap minggu. kedua mata itu menyalang. &gt.Supernova-i siapa menurutmu manusia abad inif Albert Einstein. kuman penyakit-. "Reversed Oroer mechanism" Supernova i siapa menurutmu manusia abad ini f Pari sekian banyak patriot yang adai aku memilih Kurt Cobain.makna hidupTidakkah Anda ingin menemukan makna HIDUP selagi Anda hidup? Itulah Kebahagiaan yang sesungguh nya. Seiring dengan malam yang makin melarut.. atau tangan orang lain. Melayani ratusan penanya setiap malam. surat dari penanya terakhir muncul di layar komputer: Ketika saya benar-benar muak dan bosan hidup dalam Kematian ini v kadang-kadang saya berpikir untuk ¦engakhirinya saja. Tapi kenapa kematian yang ditentukan sendiri selalu dikecamf Kenapa mereka harus disalahkan? Saya tak henti-hentinya mengagumi orang-orang yang berani memilih untuk mati bagi dirinya sendiri • Bukan gara-gara takdir-.Hungkin dengan beneran mati saya akan menemukan &gt.menggerung halus. Mungkin dengan beneran mati saya akan menemukan makna hidup. Andai saja lengahnya sebanyak gurita. .Benar-benar mati." "Lucu. Begitu banyak yang harus ia tulis.

"Aku sengaja menyebutnya Bintang Jatuh supaya sama dengan dongeng itu. ya. Karya kita tidak boleh sesederhana itu. itu tidak sejalan dengan konflik Ksatria." Dhimas mendengus. Beres!" "Ruben." Mendengar kata 'reduksionis'. tapi kalau kita mengikuti dongeng itu seratus persen. apa pola yang muncul dengan rebut-merebut begitu? Balas dendam. Unik.Aku justru ingin meninggalkan konsep itu." "Iya." "Aku mulai mengerti. organisasi mana pun. Penuh kebajikan. tapi dengan cepat melesat hilang." "Bintang Jatuh. bukan properti siapa-siapa.. dan berhidung penggorengan. Penuh kesan. Refleks emosi yang bergulir ke arah kedewasaan sejati. kan? Mengambil sang Puteri dan hidup bahagia selamanya. Selera Ruben memang buruk dalam bervisualisasi. dengan tidak membiarkan dirinya dibodohi si hidung belang Bintang Jatuh." "Seperti apa.. tapi juga penuh kepahitan. Ruben langsung diam..Aku juga sedang memikirkannya. Bukan tokoh antagonis." "Tidak terbendung institusi apa-apa. Apa yang ia kira segalanya ternyata hanya satu dari lapisan multidimensi yang tak terhingga. Boleh juga." "Bintang Jatuh?! Kok? Aku pikir Ular Naga. maka semuanya bakal gampang ditebak." "Si Bintang Jatuh." tukas Dhimas gusar. seseorang yang harus sepenuhnya mewakili area abu-abu. api dibalas api.. "Dengar. Ingat." "Wanita?" Keduanya terdiam sejenak. "Apa kata dongengmu itu?" tanya Ruben." "Pria atau. dan bukan balas dendam. Sama kunonya dengan pandangan para reduksionis-mu itu.. Mata dibayar mata.. tapi . Ring a beli? Dan maaf. "Mari kita sajikan sebuah evolusi emosional. prinsip semacam itu adalah bibit peperangan.. juga bukan protagonis. di bifurkasi masa kecilnya ia ingin mengubah kisah itu." "Dia adalah meteor di langit setiap orang... Manusia yang penuh paradoks.. dia kira-kira?" "Dia adalah. Berarti seharusnya dia memang laki-laki. jangan bikin aku kecewa. Tidak akan pernah mau ia disamakan dengan mereka. tapi aku tidak bisa menuliskan tokoh jagoan yang bersisik. Ia adalah teori relativitas berjalan. Nyaris altruistik. "Bintang Jatuh merebut Sang Puteri. bertaring. Lagi pula.

maka ia pun dimungkinkan untuk mengejar pencarian lebih tinggi: aktualisasi diri. "Itu pe-ermu belakangan. Tapi dia j uga bukan seorang suci. Apa. Dia berpengetahuan tinggi dan menghikmati ilmu. Dia adalah orang di level itu." "Yang berarti." sambung Ruben. Ketika seseorang mencapai level kemerdekaan berpikir yang sedemikian tinggi. Seorang agamawan akan bicara soal klaim kebenarannya." "Seorang. pelacur. Seorang akademikus atau ilmuwan akan selalu berpijak pada bidang pengetahuannya saja." "Apa?!" Ruben sampai bangkit dari kursinya. Seorang pedagang akan selalu khawatir soal untung-rugi. Seorang pelacur juga bisa jadi wirausahawati." "Reversed Order mechanism" "Yang harus benar-benar lain. Mengerti maksudku?" "Aku tidak yakin. dia tidak bakalan rela pikirannya diperjualbelikan. dia sudah kaya. kalau tidak ia terjebak di level materi dan fisik tadi. Tapi satu hal yang penting. Bintang Jatuh kita lebih baik seorang wanita. "Eh. Dia juga cantik. Yang jelas. yang didasari pada kerangka kerja idealis monistik (paradigma yang mengatakan bahwa otak dan pikiran berada di realita yang sama). ya?" Ruben langsung sibuk memikirkan teori-teori. "Dengar dulu. Tapi. tidak terikat siapa-siapa. nyaris impersonal. dia harus ada di posisi yang enak untuk menunjuk sana-sini. "Ini pelik. tidak pusing soal materi. apalagi disucikan.. tanpa pretensi apa-apa." "Sangat. supernova katakanlah saking . pengetahuan tentang dirinya sendiri di level yang paling dalam. Satu-satunya yang layak didagangkan jadi cuma fisiknya saja.. "ketika manusia sudah mengatasi semua kebutuhan dasarnya untuk bertahan hidup.. kamu ingat apa kata Abraham Maslow9?" cetus Ruben.aplikasinya bagaimana. Kita butuh pengamat murni. 9 Abraham Maslow adalah penemu konsep psikologi transpersonal. dia juga tidak terikat institusi atau organisasi apa-apa." "Seorang politikus akan selalu berpihak ketika ia ngomong politik. karena orang-orang seperti itu biasanya malah tidak dibiarkan menikmati hidup." Keduanya puri terdiam lagi.. tidak lagi pusing soal' fisik. ya? Wiraswasta?" "Sejenisnya.

Dengan pandangan tajam mereka menantang ruang hitam di hadapan. Dan bagaimana kalau ternyata itulah pelacuran yang paling hina?" Panggung itu didekorasi warna perak. bagaimana mungkin dia mau merendahkan harkatnya untuk jadi Pe ""itulah dia manusia paradoksmu!" seru Dhimas penuh kemenangan. Kelihatannya ia pun lebih menikmati hal itu daripada berjalannya sendiri. jati diri. Putaran demi putaran. "Ya. Jangan memilah dengan dikotomi moral yang hitam putih. Yang lain ibarat pajangan sederet pisau yang berkilau. "Aku tidak bisa membayangkan." ujarnya perlahan. menjalani relativitas setiap detik? Kamu bisa bayangkan bifurkasi seperti apa yang pernah ia lalui? Amplifikasi sedahsyat apa yang telah meledakkan sistemnya?" Ruben geleng-geleng kepala. pikiran. hidup dalam dua sisi cermin sekaligus.. menggantungi setiap atom. kamu benar Dhimas.. Tidak hanya tajam. bahkan jiwanya. Musik berambiensi misteri mulai menggema. Semua tahu itu. Menelanjangi semuanya. Langsing. Tubuh-tubuh tinggi di atas rata-rata.." Mendengarnya. mengais-ngais alam khayali. tapi tanpa aksi. Ia mencari mata-mata lain. maka kenyataan pun berubah: ternyata pelacuran terjadi di manamana. Namun selalu ada perbedaan menonjol'setiap kali peragawati satu itu muncul.hebatnya dia tidak perlu lagi mucikari. Ia tidak mencari ruang kosong. "Kamu tidak boleh melihatnya dengan cara nandang orang kebanyakan. tapi juga seketika membelah. Satu perbedaan yang sungguh tidak sederhana: pandangan matanya. Yang satu ini langsung menghunus. "Reversed order mechanism. Berjalan melenggok dengan gerakan yang sepertinya akan mematahkan pinggul setiap kali mereka melangkah. bahkan ada yang setipis talenan roti. -kamu BENAR!" "Ketika kita balikkan cara pandang-kita. Hampir semua orang melacurkan waktu. . Sorotsorot lain. Coba pikir lagi Ruben. Kalau dia bisa miku.-"Tapi itu paradoks. manusia seperti apa dia. Ia menjadi yang paling ditunggu-tunggu.. Orangorang masih terkena demam milenium.. mengantarkan keluar gadis-gadis itu satu demi satu. mekanisme pandang Ruben langsung ikut terjungkir.

Mereka semua seperti hewan buas yang seharian baru dirantai dalam kand ang sempit dan kini dilepas. "Frans minta kamu yang mengiringi dia ke depan. Diva merasakan gerahnya. Belum lagi lidahnya yang sadis.." "Honor kamu bisa diambil besok. "Diva." "Pulang dengan siapa kamu?" Diva mengangkat bahu. Gadis itu dijuluki 'Si Pahit". namun terlalu bosan untuk peduli. "Taksi. Hanya mau muncul untuk acara besar-besar. memberitahunya. Diva laku keras. Hal yang lumrah baginya. saya malas bawa mobil. Peragawati dan model papan atas." Bintang Jatuh "Thanks. dan majalah-majalah bona fide. Getaran-getaran pikiran kotor produk pengerdilan mental seperti itu memang tak henti-hentinya menodai udara. Jam makan siang." Gadis itu menoleh. "Kenapa dengan Nia?" "Frans berubah pikiran. Tidak ada yang ramah dan menyenangkan dari mata-mata liar yang menjalari tubuh dan melalap kaki jenjangnya. Siapa pun tahu." "Mau diantar?" Risty . Putaran terakhir. agennya. Sopir saya sakit. Tak mengenal istilah acara amal. Tapi ia memang sangat profesional.. Tak tahu cara menangani kebebasan. Dengan menyandang tas besar. sedang membakar dirinya sendiri. Ia pun menghilang di balik panggung. tapi ia dingin. ia menerobos kerumunan orang yang tengah meliuk-meliuk—kumpulan lidah api. Tak pernah mau dibayar murah. tidak juga selalu judes. "Sepatu kamu! Pikun amat sih. Sejujurnya ia tidak pernah suka tempat seperti ini. Malam itu. Diva berjalan ke depan bersama sang desainer. Dingin yang mengerikan. stage manager. ketinggalan melulu.. "DIVA!" Risty. tanpa tedeng aling-aling.. oke?" "Sip. Tak pernah mengeluh dan selalu tepat waktu. berlarilari sambil mengacungkan kantong sepatu. Tidak pernah terlalu ramah." "Detik terakhir?" "Detik terakhir. Namun ia juga seperti magnet yang akhirnya membalikkan semua kenyataan untuk berpihak padanya.Semua ingin menyerahkan diri untuk dipenggal mata itu. tak pernah ada yang terlalu suka dengan Diva. diiringi pandangan penuh tanya dan iri sesama rekannya." Adi mengangguk." Adi. Bagai polimer elastis ia juga amat mudah diarahkan. mungkin.

teleponnya berdering. Saya duluan. Dahlan semakin kebat-kebit. terus terang saja. "Kita beruntung. Itu namanya dikerjai. Tunggu saja. Ada kepuasan di senyumnya. Mobil itu melaju makin kencang. alarm telepon genggamnya berbunyi. beristrikan seorang wanita yang dipacarinya sejak SMA." "Nggak usah. Bahkan lupa kalau kita ada janji." "Show-nya? Sukses." balas Diva pendek. Ada untungnya? Kayaknya enggak. langsung pergi. awal empat puluh. Sori. Dia memang target empuk untuk diberi pekerjaan konyol: jadi juri kontes peragaan busana anak-anak yang disponsori agency-nya. Untuk itulah ia membutuhkan teknologi. Tapi tenang saja.. ya? Saya sudah dijalan.berbasa-basi. adalah salah satu obat yang dipikirnya manjur. atau Bung Dahlan. "Hai. . sudah tahu. di puncak karier.. Lihat. "Hai. Mbak. "Diva!" panggil Risty lagi. ia memang pikun. Ada untungnya juga saya ketemu kamu sehabis pentas. Terdengar suara pria: "Halo. Saya capek. Diva? Sudah siap? Apa? Di mana kamu." Diva disambut seringai lebar. Namun ia terlalu malas untuk protes. saya profesional. tapi harus tetap dikerjakan. Menjepitnya. "Tapi kalau mau. Hari ini kantor saya bikin acara di Hyatt. sebuah sedan built-up datang menjemput. tapi itu direct order dari atas. Diva. Risty benar. Saya cantik? Ya. memiliki dua anak. Tidak sampai lima menit." Diva tersenyum cepat. Supernova "Bagaimana s/iownya? Sukses? Kamu cantik sekali. Mengipas-ngipas lehernya yang kepanasan. bernama Dahlan. ya. Mana ada yang betah berlama-lama dengan gadis itu. Diva mengeluh.. Diva melihat itu dengan jelas. Pemiliknya adalah seorang pria. saya jemput. Div... "Jangan lupa juga besok siang.. dan mengalami kehampaan hidup yang konon menurutnya tak terdefinisikan. Teringat janjinya." ujar Diva datar sambil menarik rambutnya ke atas. sayang. Sekeluar dari kafe itu. sekadar jadi pembatas buku dari halaman-halaman waktu." Lima belas menit kemudian. tunggu saya membereskan urusan dengan orangorang di belakang dulu. Mengingatkannya akan sampah-sampah yang tidak pernah mau ia ingat." ujarnya dengan gerakan menunjuk langit.

"Muntahan kantor saja bangga. Sementara untuk apa buruburu menanamkan kapital sedemikian besar untuk mesin? Kapabilitasnya berkompetisi bisa kedodoran duluan. Jadi. maka harus berbasis mesin. Itulah perbandingan paling baru dari harga manusia.untuk konsumen. setidaknya . Diva mengambil air mineral dari kulkas. "Coba bayangkan. oleh konsumen. intinya." Dahlan menunjukkan kunci berbentuk kartu plastik. Kaum awam." "Jadi. kok. Memakai jubah handuk. "Oh. "Marx pasti sekarang sedang meringis di Uang kuburnya. Pak." Diva berceloteh sambil menenggak minumannya. siapa yang punya stok manusia paling murah? Soal kebijakan politik dan kawan-kawan bisa diatur kemudian. Dengan pertama-tama membuat transisi kedaulatan dari negara ke perusahaan transnasional. Sama sekali tidak nampak tersinggung. Satu pekerja Perancis sama dengan 47 pekerja Vietnam." Tawa Dahlan semakin keras. Diva. Manusia kebanyakan. kotoran hidung yang masih menganggap dirinya Grand Canyon. boleh dibilang institusi negara tinggal aksesori." ia terkekeh. Dahlan berbaring santai dengan selimut yang membungkusnya dari pinggang ke bawah. Dan jangan lupa magic spell-nya: dari konsumen. "Pergerakan produksi akan selamanya berputar di isu yang sama: mana yang lebih murah? Mesin atau manusia? Jawabannya masih sama: manusia. Tidak diumumkan di brosur saja." "Mahal saja banyak yang kangen. Diva! I love you!" Kasur pegas yang empuk itu akhirnya beristirahat setelah rrrenandak-nandak beberapa jam yang lalu. Satu montir Amerika seharga 60 montir Cina. soalnya Bintang Jatuh manusia di sana mahal. Kalau lokasi pabrik di Jepang. maksudmu?" "Atau tepatnya. Sayang fee kamu mahal sekali. Tapi. Tidak terbayang repotnya seperti apa." Dahlan tergelak. apalagi kalau saya pasang murah. Pendapatan satu bulan pekerja pabrik otomotif di Malaysia sama besarnya dengan pekerja di Illinois satu hari. yah. Kapitalisme sudah menciptakan format demokrasinya sendiri.apa yang saya dapat. Sesudah itu mereka berdua hanya berbicara.. menghadapi orang-orang seperti kamu. "Aku kangen kamu.

knock! Hello?" Lamalama Dahlan ikut tertawa. Entah sampai kapan." "Ha-ha-ha. "Banyaklah. Bahkan lebih keras. saya melayani kebutuhan mereka. Saya bisa bayar seorang seniman dari TIM atau mana pun untuk berpuisi. gleicher Lohn10—kata Helmut Kohl-mu. saya memberikan teknologi yang bisa dipakai orang-orang di sini. Baru saja kamu tunjukkan. Apalagi suka. Itu delusif namanya. Diva darling?" "Warga semesta. ya? Apa yang sudah Anda berikan bagi negara ini?" "Banyak. ya? Tidak ada namanya." Tawa Dahlan kembali berderai. sekarang juga. Pak. di sini. Dan terlalu naif kalau saya tidak . Kamu mengira bisa membeli sesuatu yang sebenarnya tidak dijual. sudah masuk museum dalam kamus saya. Uang tidak bisa berpuisi. di depan mata wargawarganya yang belum sadar dan dijaga untuk tetap tidak sadar itu. "Knock. sih kamu." "Itu dia.negara harus tetap kelihatan punya peran." "Kamu sendiri warga apa. bangsa. Diva." "Kamu paling sebal dong dengan orang-orang pemerintahan. "Gleiche Arbeit. saya membuka lapangan kerja. "tapi itu tidak berlaku buat saya.. dan tetek bengeknya. Tapi kamu pikir itu nyata karena mampu mengadakannya secara fisik. "Kalau Siemens bangkrut dan lenyap dari muka bumi. Negara. Kita cuma berdagang di sini. Saya bayar pajak. Tapi kalau saya sebal dengan pejabat. tentunya. Memangnya klien kamu nggak ada yang pejabat?" tanya Dahlan setengah menggoda." "Coba jawab. Kalian tidak patut diberi apa pun cuma-cuma. berarti saya juga sama sebalnya dengan kamu—orang-orang korporasi internasional. dong. Anda ini sebenarnya warga apa? Warga Indonesia atau Siemens?" "Indonesia. Tidak. Apa." Diva menatapnya geli. Saya hanya mau berdagang dengan orang-orang seperti kalian. karena kalian sendiri cuma bisa bicara dengan bahasa uang. saya bukannya sebal. "yang barusan ngomong itu Dahlan atau perusahaan Siemens?" Dahlan terdiam." "Oh. yang sekadar ikut etika setempat." Diva mulai membereskan barang-barangnya. "Diva.. Sadis amat." "Bullshit. apakah Dahlan si pemberi teknologi tadi masih ada? Anda ini siapa sih sebenarnya?" ia bertanya kocak.

Jerman tidak mungkin sepenuhnya bersatu apabila masih ada ketimpangan upah tenaga kerja. "Justru karena saya lebih pintar dari kamu dan CEO kamu. yang masih murni. same pay": sebuah slogan dari gerakan nasional di Jerman pada awal 1990-an.. Di kampanye tersebut Kohl menyatakan. Toh.." "Mungkin kamu yang terlalu ndableg. kita sama-sama berdagang. Membuktikan bahwa nasionalisme seringkah tidak berkutik apabila dikompetisikan dengan prinsip ekonomi.percaya ada kehidupan lain selain dunia yang kita lihat ini. berdagang pun saya tidak sembarang. Vitalitas.... dan ini merupakan isu terpenting bagi pasar di a tas segala-segalanya." panggil Dahlan lembut. Gerakan ini jauh dari berhasil karena bagaimanapun berlaku arbitrase upah buruh di seluruh dunia. tidak tersendat-sendat seperti saluran m amp e t. Ia meraih tas kantornya. Lalu kenapa harus berprofesi seperti ini? Dengan otak seperti itu kamu bisa mendapatkan jabatan yang lebih bagus daripada saya. Apa bedanya profesi kita? Sudah saya bilang. "Saya tidak peduli dengan format fisik." "Div." "Jadi karena itu tarif kamu dolar?" potong Dahlan sambil terkekeh. Dan kali ini komoditasnya adalah tenaga manusia.. yakni penyetaraan upah buruh di Jerman Barat dan Timur. Padahal dua-duanya sama-sama air!" ujar Diva keras." Wanita itu tersenyum mencemooh. "kadang-kadang saya pikir *° "Same work. makanya saya tidak mau bekerja seperti kalian. kamu lebih pintar dari CEO saya.." Dahlan mengernyit bingung." "Jadi kamu percaya UFO?" "Kalau kamu pikir kehidupan lain yang saya maksud hanya berbentuk piring terbang dan makhluk-makhluk cebol. Prinsip arbitrase akan selalu unggul karena menjanjikan harga paling murah. Apa yang kamu perdagangkan buat saya tidak seharusnya dijual.. energi. Itu sama saja dengan air comberan yang terheran-heran melihat air laut. diperjuangkan salah satunya oleh Helmut Kohl. "Kamu memang susah dimengerti. Yang saya maksudkan dengan kehidupan adalah HIDUP. Pikiran saya harus dibuat merdeka. Komoditasnya saja beda. kamu salah besar. dan mengambil amplop .

Itu baru prinsip saya. different pay. Adam Smith11 melihat tangan itu. iya. Yang jelas. Wanita itu pergi begitu saja. Seolah-olah ia memiliki dimensi waktu sendiri." "Jangan lupa minggu depan!" "Kita ada janji lagi?" Diva mengerutkan kening. Bandul waktu memacunya untuk menjadi robot yang bekerja nonstop. dan main kucing-kucingan dengannya. dunia begitu usang dan pengap bersimbah peluh. Kini Dahlan kembali terdampar dalam padang waktu yang bergerak lamban. bekerja begitu mekanis. "Oh. kamu menikmati dua-duanya. Dengan poros berkarat yang tak pernah diganti. Semua tawa beralaskan derita lama. kehidupan itu. Tapi terkadang Diva merasa dirinya sendirian. Betapa kota ini tidak pernah istirahat barang semenit pun. Diva mene'kuri jalan dengan hampa. Dan tangan itu—tangan tak nampak yang menggerakkan semua orang untuk bangkit dari tempat tidur lalu memeras keringat—masih bergerak menyapu semua sudut kota. same work. Hingga akhirnya diajarkan di sekolah-sekolah. Untungnya. Menyerahkannya pada Diva." gumamnya pendek. Semua begitu cepat berlalu bersama sang Diva. Di dalam taksi. Dan ketika matahari terbit nanti.yang sudah ia siapkan. Tak ada lagi yang baru di sini. tanpa menyentuhnya lagi. Ia sadar betapa berat usahanya ." Diva menukas ringan. Penat.. dan semua tangis berawalkan tawa yang melapuk.. mereka masih berani-beraninya menyebut diri manusia. Tangan yang sama mengantarkan mereka kembali ke tempat tidur dengan beban dan mimpi gelisah. "Tahu tidak? Sebenarnya ngobrol dengan kamulah yang layak menjadikan malam ini begitu mahal. Tangan tak nampak yang akan menggebuk siapa pun yang kelihatan 57 bersantai dan tak ikut irama. Mengapa hanya ia yang masih melihat tangan itu. Diva menghela napas panjang. kemudian mengecek daftar alarm di telepon genggamnya. Yang lain teraup begitu rapi. dunia mengira dirinya tumbuh berkembang." "Jangan munafik. versehiedener Lohn. masih bisa dirasakannya lamat-lamat vitalitas itu. "Gleiche Arbeit. kan?" Diva siap pergi. dan mengisap semua orang untuk masuk ke dalamnya. "Bye. Baginya.

saya Ibu Tetty. atau tepatnya. juri dua. ya?" "Memang. saya jadi juri tiga. Kepolosan yang hari ini akan dicorengi ambisi untuk menjadi yang paling cantik. . Bagi mereka itulah patut ada usaha ekstra. Kenalkan. dan karyanya menandai titik balik kehancuran merkantilisme dan mulai tersebarnya konsep laissezfaire. Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nation (1776) adalah bukunya yang paling sohor. "Mbak Divaa. Mbak. Diva sudah ingin pulang. merasa jelek. Tapi bukan anak-anak ini. nama saya Hari. Mendadak siang itu ia merasa jabatan juri lebih penting daripada presiden. bintang jatuh Seorang pria berkaca mata mendadak muncul dan menyuguh kan tangan. Menurutnya. upah. Di atrium. Gerah luar biasa. make-up diperuntukkan bagi perempuan-perempuan yang beranjak jelek. dari Yayasan Bina Ceria.untuk menggeliat dan mencoba hidup. Ia memandangi wajah-wajah cilik itu. Hiruk-pikuk.. Oh ya. harga. Suasana mal di akhir pekan selalu memberikan sensasi terbakar di sekujur tubuhnya. "Makasih sekali sudah datang. haloo. Diva melangkah masuk ke dalam mal. Persis seperti di dalam rumah lebah. distribusi. Silakan." sahut Diva datar. Dentuman house mix lagu anak-anak saling berburu dengan suara manusia. Belum apa-apa. Mbak. perlombaannya sebentar lagi dimulai. dan memperkenalkan perdagangan bebas serta interfensi pemerintah seminimal mungkin. Mbak. panggung itu berdiri dengan dekorasi bak kue tart murahan. Ini anakanak asuhan saya semua lho. memberikan berbagai terobosan daiam masalah perburuhan. Di tengah-tengah mayat-mayat yang tak sadar mereka telah mati. Wajah mereka semuanya dipulasi make-up yang seharusnya tidak ada di sana. "Selamat sore.. "Mbak Diva!" Seorang wanita dengan kartu panitia bergantung di leher menyambutnya. Diva memandangi kaki-kaki kecil mereka. dan langsung duduk di tempat yang disediakan. Melawan kematian ini. ya. Bu." Diva hanya tersenyum sopan." 11 Bapak Ekonomi Dunia asal Skotlandia ini dikenal karena pemikirannya menjadi tonggak perekonomian modern. Aduh. Mbak Diva ternyata lebih cantik aslinya.

tapi tak peduli. tank top. Diva tahu itu semua. Bajunya berwarna menyala seperti stabilo. Terjatuh. dan berpose dengan senyum artifisial. pemenang hari ini mungkin berubah pikiran dan jadi peneliti di LIPI. Diva hanya melipat tangan. belum lagi syal bulu yang dilambai-lambaikannya genit. Lebih dibuat-buat. Begitu juga dengan Ibu Tetty dan Hari yang saling lirik-lirikan. berputar. anak yang diklaim paling jelek hari ini mungkin akan menjadi top model di usia 20. Menjadikan para panitia di sekitarnya mulai berbisik-bisik curiga. Anak-anak ini mungkin akan jadi gembrot di usia 17. mengirim mereka kembali ke berbagai perlombaan. memandangi tiap anak lekat-lekat. Matanya menantang. Bahkan sekecil mereka sudah belajar berdandan seperti tukang jagal. ia . takut-takut anak mereka lupa hitungan langkah atau pose yang sudah dilatih berhari-hari. Bermain tanpa aturan. Seorang anak dengan kuncir setinggi menara berjalan ke arahnya bak peragawati profesional. rok supermini. berusaha meninggalkan kesan di sana. Ketika perlombaan dimulai. bolpoin dan kertas berisi kolom penilaian tak disentuhnya sama sekali. dan jaket bermotif kulit binatang. bersandar pada kursi. Menang akan apa? Untuk kemudian beberapa anak menjadi minder dan merasa dirinya jelek? Lalu kedua orang tua mereka setengah mati berusaha menghibur. Mereka tak akan mengerti kecemasannya. Sebagai aksi penutup. Tertawa terbahak-bahak. kali ini dengan "persenjataan" lebih lengkap. mengerlingi para juri. kesempatan untuk bertemu temanteman sebaya sebanyak ini. Segala probabilitas dan ketidakpastian hidup tidak memberinya sedikit pun alasan untuk memilih pemenang. Lebih direncanakan.Rata-rata memakai sepatu boots hak tinggi. Seharusnya hari ini menjadi pesta sukaria bagi mereka. Anak-anak itu melangkah. mencemaskan Ketua Juri mereka yang tidak menulis apa-apa. tingginya mandek di usia 15. Oiva sungguhan cemas akan apa yang ia lihat. Sesekali mereka melirik ke arah orang tuanya yang sama cemasnya. Seharusnya mereka berlarian telanjang sesuka hati. Menari.

Suara tepuk tangan meriuh. Kontan penonton kaget." Hari mencondongkan badan.. "Bu Tetty. Ini cara terbaik untuk mengeluarkan makan siangnya. Teman-temanmu yang di depan ini dipilih karena merekalah yang paling pintar meniru orang dewasa. Mereka bertiga pun disuruh rapat. dan jerawatan. Sebenarnya hari ini tidak ada yang menang. 11 itu. jangan tunggu dikasitahu orang. Kalau adik-adik mau cantik. "Nanti kalau sudah sampai di rumah. pendek." Satu per satu pemenang yang dipanggil naik ke atas pentas. Ia harus memuaskan para orang tua yang telah membayar mahal untuk klub ciliknya. nanti kalian juga bakalan bosan jadi orang gede. Nggak usah pakai sepatu tinggi.mendadak meliuk seperti ular. biarpun nanti kalian bisa jadi gendut. Baik. apalagi pakai-pakai lipstik mama. "Luar biasa. dan tidak ada yang kalah. Kemudian ia memonyongkan bibirnya centil. mereka pun berteriak kagum. Semuanya berseri-seri. Hari sibuk menjumlahjumlah. ya." "Ya sudah! Beres kalau begitu!" Diva langsung menyambar kertas tersebut. bapakbapak dan ibu-ibu. Diva menelan ludah. "Punya saya--dilihat belakangan saja. saya yang umumkan?" Bintang Jatuh Di panggung itu Diva berdiri. "Gimana Har. nampaknya hasil penilaian kita sama. Percaya sama Kakak. berbisik padanya. Setelah semua lengkap berkumpul. berapa jumlahnya? Kalau aku sih suka sama yang no. 17 obat pencahar yang kalau sampai •ditambah lagi niscaya akan menguras total isi lambung." jawab Diva kalem.. Bu. Kalau Mbak Diva gimana?" Bu Tetty nampak masih bersemangat. ya anak sekarang. lho.. Bermain saja yang puas. adik-adik jangan lupa untuk terus bermain. Dan mereka terpaksa dipilih karena papamama kalian sudah bayar uang pendaftaran. ya. "Kalau boleh. Total ada 17 peserta. dan sudah beli bajubaju mahal untuk kalian pakai. Kakak punya .. seolah-olah mencium mereka semua. Kalian sekarang semua lucu dan manis. Diva kembali angkat suara: "Adik-adik yang manis. Kakak mulai. "Selamat sore adik-adik semua. Di tangan Kakak sudah ada pengumuman para pemenang fashion show dari kedua kategori.

Sama sekali tidak terpengaruh gejolak hebat di sekelilingnya. Kol membanjiri pasar. Semoga saja mereka mengerti. Wajah tirusnya yang seperti orang kelaparan. melainkan usahanya sendiri untuk tahu dirinya cantik. Diva teringat akan tubuh tingginya yang seceking kelingking. "Pulang langsung. bertanya. dan bilang begini: 'Saya cantik—saya cantik—saya—cantik'. Amin! Ngerti semuanyaaa?" Atrium yang tadinya bising. Sampai kapan pun. Pembawa acara kehilangan kata-kata. Pak Ahmad. mencari kekuatan. Ia selalu begitu ketika ada sesuatu yang menggairahkannya. Dan lihatlah ia kini. Badannya yang sudah membentuk kurva-kurva ketika tubuh teman-temannya masih kotak. sementara rambut teman-temannya mekar seperti kembang sepatu. Rambutnya yang lurus dan membosankan. Diva menggigiti bibir. Tahu. Semua tumbuh dengan sendirinya. Badut-badut di pinggir panggung menghentikan aksinya. Kakak jamin. yang mendengarkan dan mungkin mengerti. Anak-anak mendengarkan dengan mulut menganga. Para panitia menundukkan kepala cemas. Kentang meluncur drastis. Kakinya yang terlalu panjang menjadikannya tak pernah kebagian jatah sepatu ketika boks-boks sumbangan datang ke Panti Asuhan. Diva turun dari panggung. Selama-lamanya. Radio RRI—berita—harga sayur-mayur. Ia memikirkan anak-anak tadi. Para orang tua saling berpegangan tangan.mantra ajaib." Sepanjang jalan. Acara mereka hancur sudah. Sementara wajah itu tidak berubah. Semoga saja.. Pak. Dengan langkah tenang dan anggun.. Cabe keriting merangkak naik. Di antara semua orang yang mengejeknya aneh dan jelek. kalian semua pasti akan cantik-cantik. Begini caranya. begitu. Ini bukan hasil pujian kiri-kanan. Langsung menuju pintu keluar. adik-adik pergi ke cermin. masih menggigiti bibir. Disusul merosotnya bawang merah. hanya satu yang sanggup berkata lain: dirinya sendiri. Terung menjadi . mendadak senyap. Non?" sopirnya. "Langsung. Diva memasuki rumahnya. tanpa perlu banyak usaha lagi. Mungkin ia telah memperbaiki sesuatu dalam konstruksi berpikir mereka.

Kelebihan hanya akan mengakibatkan keindahan itu busuk dan siasia. Jahe dengan stabil berjalan meniti tali harga. Mendengarnya. "Kamu beruntung." "Lebih juga nggak apa-apa kalau memang dananya ada. "Saya lapar. Sekadar merawat kehidupan berwarna hijau yang menembusi lapisan-lapisan tanah. atau sepasang mata yang menghunus tajam seperti samurai haus darah. Air liur pria itu langsung terbit begitu melihat Diva melangkah keluar dari pintu. "Bisa dibuat sekarang?" Diva tertawa. Nanda benar-benar berjuang menahan tumpah air . Tak ada yang ingat kapan terakhir menanam karena suka. semua berjalan tanpa gejolak yang dibuat-buat. Sementara petani bertahan matimatian untuk hidup.primadona. Diva pun mengecilkan suara radio. babe. Tanpa bisa memutuskan mana yang lebih merangsang: baju berbahan lycra warna hitam yang melekat seperti kulit kedua. menggenggam botol semprotan berisi pupuk cair. kening Diva langsung berkerut. Sirkus komoditas. untuk hidup kembali. Buah dan sayuran hadir di sana bintang Jatuh diakibatkan kebanggaan petani yang berhasil membesarkan. jadwal saya kosong. Tidak lebih." Mendengar suara Nanda. "Memangnya kita punya janji?" tembaknya langsung. salah satu kliennya. Padahal di dalam tanah sana. Ia rela mati. Ia amat menyukai selera humor Diva yang sadis. halo?" "Hi. Diva membuka dafta r alarmnya. Fee saya yang masih kurang mahal atau kamu yang mulai nagih?" Nanda tergelak. melengos. "Ya. Pergi menuju pasar dan mendapatkan segalanya dengan cuma-cuma. Sanggup makan kamu hidup-hidup. "Kamu ternyata memang pemboros." Teringat pohon jeruknya yang baru berumur enam bulan. jujur saja. Tomat tak pernah keberatan buahnya dihuni ulat. Diva pun menuju taman belakang. saya cuma mau ajak kamu makan malam. "Diva." Tawa Nanda kembali terdengar dari ujung sana." Ucapan pertama Diva mengalir tanpa beban. Telepon rumahnya berdering. juga tak berbuat apa-apa bila dilekati pestisida. Mendapatkannya bagai oase di tengah padang basa-basi. Jemput saya jam delapan? Bye. untuk kemudian mereka ambil secukupnya.

Atau bisa juga. Lima belas menit lagi menuju tutup total. Mereka mengambil tugas sebagai pendidik sebelum berhasil mendidik diri mereka sendiri." Nanda mendecakkan lidah. Karena begitu itu terjadi. tidak perlu membela diri. sama seperti dirinya. enak bener ya jadi kamu. Diva menyatakan tegas bahwa tubuhnya terbebas dari sentuhan sekecil apa pun." "Tenang saja. "Coba. sekaligus pelajaran pertama mereka untuk jadi konsumtif. Saya hanya sebal dengan orang-orang yang menjadikannya excuse. Sampai ada pembicaraan nominal. Begitulah jadinya. Aku tidak mengatakan kalau itu dosa. "Tidak ada. main Barbie dan Ken adalah kompensasi dari repotnya mengurus anak. asalkan mereka sadar dan tidak munafik." "Apa yang salah dengan itu semua?" sergah Nanda. sampai ada kesepakatan." "Kami berdua memang sepakat. sayang. Bedanya. "Kamu sinthiiing. Setengah jam yang lalu restoran itu menutup pesanan terakhirnya. siapa yang memutuskan untuk memiliki anak di antara kalian Bintang Jatuh berdua? Jujur. menatap kedua orang yang tak kunjung beranjak itu.. Para pelayan berdiri tabah dalam ketidaksabarannya. orang tua kami tak sabar menggendong . tapi aku tidak pernah bawa bayiku ke mal.'" Kalimat Nanda menyembur-nyembur di tengah gelakan tawanya. sinthiing!! Kamu bilang begitu di depan orang tua mereka?. "Ngomong-ngomong. semuanya tak akan sama lagi. Bagaimanapun Diva seorang profesional. Tapi yang jelas. orang sinting yang bisanya cuma ketawa-ketawa sambil bilang orang lain sinting. sama seperti anaknya." "Hei. Ia lebih butuh Diva untuk hal yang lain. Nanda tidak mau merusak malam ini dengan buru-buru membicarakan soal itu. Yang jelas. mal di akhir pekan adalah hari eksibisi balita kelas menengah. dengan mertuaku." "Kamu memang luar biasa kejam.. Itulah hari ketika ibu-bapak bermain Barbie dan Ken. boneka mereka adalah anaknya sendiri. bukti pada khalayak umum bahwa mereka telah membesarkan anaknya dengan baik." balas Diva tenang. "Kamu yang luar biasa buta.liur. Kalau istriku sih sering. padahal itu justru karena mereka tidak tahu cara lain.

" "Dan kalau anakku lagi lucu-lucunya. Kita sama-sama harus begitu untuk bertahan di dunianya tukang dagang. jangan ditunda-tunda. "Hidup kamu itu gimana. dia pasti bakal didominasi kakekneneknya.. tapi saya ingin kamu men-charge saya malam ini. Sekalipun kamu sudah. capek. daripada. "Kamu serius?" Diva melirik. Saya memang punya dagangan. Diva agak terkejut melihat sorot seperti itu untuk pertama kalinya keluar. Ada yang bergolak di dalam sana. pelan.. langsung pindah tangan! Sialan! Ha-ha-ha!" "Sudah ah. Untuk kesenangan sendiri saja. Ketulusan bukan ketulusan lagi kalau kita mulai memperjualbelikannya. kamu tahu sendiri.. "Diva. Putaran ban melambat ketika mendekati sebuah hotel.. kalau saya harus mengeluarkan uang untuk. sebuah kesenangan. siap bangkit. "Jangan jadi beban.. ah. sama seperti kamu. Eeh. kok jadi beban. begitu giliran kencing." Mobil itu memasuki pelataran parkir hotel. e'ek. Jadi. saya lebih suka membayar kamu untuk makan malam seperti tadi. Mungkin ini kedengarannya bodoh. "Mereka nggak tahu. kamu tidak tahu sebenarnya siapa yang menghibur siapa. diiringi embusan napas lega para pelayan. Sunyi. ." Diva berbenah." ¦ Diva menggelengkan kepala. ternyata kelakuan anaknya masih seperti bayi. "Sedari tadi.cucu. "Saya masih belum gila. pakai ditambah bayi sungguhan pula. wajah Nanda malah makin berat. Dan belum ada rencana ke arah sana juga." Pria itu seketika mendongak. Katanya... karier bisa diatur.. dan berhenti di sana. nanti malah nggak dapatdapat. "saya pikir benar-benar cuma makan malam.. Nanda." Mendengarnya. anak bawa rezekinya sendiri**" Diva terkekeh. sih? Sudah saya bilang.. nggak usah berlagak waras dengan pasang muka begitu. daripada.. jadi orang sinting itu harusnya gampang." Mereka berdua pun berdiri. Tapi jangan cemari satusatunya jalan pulangmu untuk keluar dari semua sampah ini. biarpun sebenarnya kita tidak.. Tak lama kemudian jip mewah itu kembali melaju di jalanan yang melengang. ditandai suara deru ban yang berkumandang tanpa iringan musik atau obrolan. Muka Nanda tertekuk.

Sorot mata yang hidup tadi. Seorang guru besar ilmu sosial universitas top di Jakarta. jangan sampai kembali ke Kramat Tunggak. Walau seringkali ia harus menghambarkan rasa. tenggelam dalam tengkuk Diva. Ya. Nanda membenamkan wajahnya semakin dalam. terkutuklah dia. "Aku suka sindiranmu itu. Tanpa perlu satu pun huruf." "Yang penting. Demi untuk bisa menyerahkan amplop itu. Usianya sudah lewat 50 tahun. ilmu tidak tekecuali. Nanda memutuskan menghabisi kegaduhan alam pikirnya. ia pun tidak tahan lagi." jawab Diva tenang. Sama sekali. Namanya Margono. Kangen kamu!" "Untung juga Bapak nyambi ngajar di program-program magister pengeruk uang itu. digerakkan kejujuran yang berontak dari dalam sana. Diakhiri suara kunci mobil berputar. Pendidikmu tersayang ini sedang kangen berat. Nanda mendekap lembut tubuh Diva yang tergolek polos—mumpung ia masih punya hak melakukannya. atau adik perempuannya. Ia serasa bermimpi baru saja memperkosa ibunya. cantik. Lelah mencari bahasa yang sanggup mengungkapkan perasaannya. "Yuk. ya. Dunia ini semakin mahal. Surat penuh syukur. Lelah mendapati kenyataan bahwa bahasa yang ia cakapkan hanyalah angka. Pak! Atau lagi ada proyek pendidikan yang bisa dicatut?" f "Pendidikan sekarang sudah jadi bisnis. Pak?" "Nona Manis. Amat pelan. Mulai menangis. tapi selalu berkeras ingin dipanggil Margo—nama gaulnya waktu muda dulu. "Halo juga. Non. "apa kabar pendidik bangsa kita satu ini?" Pria itu tertawa.kembali ke diri kamu sebenarnya. seperti malam ini. tua-tua begini aku . Di kamar hotel yang sunyi." Gadis itu menunduk sambil memainkan ujung baju. Selelah orang disuruh menggusur gunung. Hari bergulir cepat bagi seorang Diva. "Halo. Semuanya bahkan seperti mimpi buruk." ia menggamit tangan Diva. kita turun. Andaikan ia mampu mengganti isi amplop itu dengan surat cinta. Uap keringat yang panas tadi tak membekas di hati. ya? Gaji dosen beneran mana bisa bayar saya. Terkutuklah Diva si Pelacur begitu ia mulai memunguti uang di atasnya." Pria beruban itu cengengesan sambil melepas kacamata tebalnya.

juga kritiknya Habermas. Oh ya. "Kalau Bapak ingin lihat saya pakainya di depan Bapak." "Jangan harap saya tersanjung mendengarnya. semacam itu. Dan bukan cuma itu saja. bersemangat.. Kalau yang baru ini kerjanya langsung menstimulasi otak. Saya suruh saja mereka tulis semua yang mereka mau. Saya pernah baca ulasan tentang itu." Diva pun duduk..masih punya selera tinggi. lalu menelan dua butir pil. Viagra kan bekerjanya terpusat di organ situ saja. Katanya barang ini akan bereaksi dalam sepuluh menit. ya aku mana mau. "Kita tunggu sepuluh menit." "Saya mau tuh. Saya pernah iseng-iseng merangkum pemikirannya Hegel. Dengan penuh semangat ia merogoh tasnya. menarik sekali. katanya bakal keluar saingannya Viagra. chief editor. Terlalu banyak sudut pandang malah jadi pusing. ada yang ingin mengulas etika otonominyalah. terbakar gairah. Tapi yang lebih penting lagi adalah relevansinya . mengeluarkan sebuah botol obat. Kalau bukan kamu." Diva langsung menawarkan diri. "Soalnya saya tidak akan hanya mulai dari Marx lalu berhenti di Marx lagi." "Mana G-string pesantfnku tadi? Sudah kamu pakai. Nanti temanku ada yang bakalan pergi simposium ke Boston. aku mau titip sebotol!" Rupanya ia berhadapan dengan bandot gaek yang mencoba mengasah tanduk yang bahkan sudah membelesak ke dalam. jadi yang meramu-ramu. segitu-segitu sajalah. melipat tangan. Feuerbach. apalagi yang menyangkut faktor emansipatoris masyarakat. sampai ke neo-Gramscian. Kant. Paling-paling nantinya saya car i lagi satu orang buat meramu-ramu. Ingin rasanya Diva menghadapkan cermin." Lelaki itu menggosok-gosokkan tangannya. cantik?" Diva mengangguk kecil. juga spill-down pemikirannya Marx. Lebih tokcer. Gramsci. Pak?" "Ah. Pak. "Div. itu akan kena charge tambahan. ha-ha. Fichte—semuanya dalam kerangka Marx. "Sudah sampai mana Supernova proyek keroyokan resensi Das Kapital-nya. Saya nggak kepingin malam ini Bapak jadi bangkrut. Pak Margono melihat jam tangannya. paling lama lima belas. Yang satu ingin menekankan kritik soal materialisme historisnyalah.

. saya tidak percaya dengan sistem pendidikan Bapak itu. dan bikin keputusan simpang siur. Nanti biar bisa jadi dosen! Ada kenalanku yang bisa mengurus sertifikasinya." "Aduh. Mau jadi apa bangsa ini. Arogansi pengetahuan yang berlebih.. Pak Margono mulai gelisah. kamu beli izasah. ada pertanggungjawaban hasil akhir. Melucuti bajunya satu-satu. dan pemicu awal ide Marx itu sendiri. kewalahan. tidak menyeluruh. Pak. saya tahu kamu lebih cerdas dari dosendosen itu semua.. "Walaah. "Sudahlah. Orang-orang diajari untuk berpikir parsial. parameter pengakuannya apa? Kan mesti ada kurikulum. tapi kamu itu siapa? Maaf lho. Sementara konteks utamanya malah ditenggelamkan." Beliau sibuk meralat. bukan kasih titel." Pak Margono memotongnya dengan tawa mafhum." potong Diva malas. bukan berarti kamu tidak mampu." "Masalahnya. Titel kan ndak dikasih sembarang.. "Memangnya penikmat ilmu seperti saya ini tidak bisa diakui ya. "Nih." celetuknya genit. tanpa bermaksud menyinggung.. "tunggu sampai saya bikin sekolah sendiri saja. arogansi budaya yang berlebih." "Asyik. "Ya." Lelaki itu panik sungguhan. wis." Diva makin tidak habis pikir. Langsung S-3 juga bisa. sudah. ada sistem pengujian. dong.. saja deh.dengan kondisi sekarang." Diva mengangkat bahu ringan. timpang. cantik. "Div. nanti Bapak boleh dong mengajar di sana. "Manisku. kamu kan tidak punya latar belakang civitas akademika sama sekali. itu semua karena pendidikan yang basisnya parsial. Pak. mana boleh. "Maksudku." "Panggil aku Margo. piye iki? Mungkin kamu mesti bugil dulu! Atau apalah! Bikin apa 'gitu sama aku." Mata Pak Margono langsung membelalak . Diva menurut. Sekolah yang kasih ilmu. Dengan santai. yo uwis." Diva nyengir. Kamu tidak punya titel apa-apa." tukasnya berapi-api. Full refund. ini sudah sebelas menit kok belum ada apa-apaan ya?" "Nggak usah dipaksakan. "saya bisa pergi dari sini.. Bolak-balik lihat jam. apa yang sebenarnya ia lihat. Pak?" "Ya. Produknya nanti kayak Bapak semua. lho." kata Pak Margono. arogansi agama yang berlebih.. mmm. Makanya kalau ngomong suka ngaco.

toh kita semua bakal mati.. Diva yang mendekat langsung disergap tanpa ampun." "Ah. Lima belas menit lewat sudah." *Ini ongkos saya telanjang tadi. Pak Margono terkulai. "Dan kita ini homo!" Mereka terpingkal-pingkal." "Oh.. persis penisnya. eh?" Tidakkah kamu ingin jatuh cinta padanya?" tanya Ruben sambil menepukkan naskah itu ke dada.. Margo. Tinggal bekal air panas dan cangkir dari rumah. Tanpa sanggup lagi berkata apa-apa. akhirnya ia menyerah." "Menurutku. Dhimas langsung merebutnya kembali. "Kamu tidak takut jantungmu meledak..seperti burung hantu.. membuat secangkir kopi. Ia pun mulai berbenah. Tak lama kemudian. sembilan belas menit. Sigap. "Mungkin Bapak mesti tunggu obat titipan dari Amerika itu datang. Ruben melangkah ke dapur. keduanya pUn meregangkan badan. "Syukurlah dia cuma tokoh fiktif.. "Sengaja." f£M "Ha-ha! Itu lebih lucu lagi.. Jadi. "Ya! Tanah liang kuburmu nanti bisa orang-orang pakai buat bikin kopi." "Sablengnya iya. "Kayaknya kita butuh istirahat sebentar. ." panggilnya membabi-buta. "Sini." "Terserahmulah." Pintu itu pun menutup. Ia berusaha. ya? Coba sekali-sekali hitung ada berapa bekas cangkir itu. Ruben mesem-mesem. dia adalah Ruben Ehud versi perempuan. supernova Dari posisinya masing-masing. dengan napas memburu yang tak menghasilkan." Sejenak mereka berdua kembali membumi." sahut Ruben dari dapur. sekarang kitaribut gara-gara memperebutkan wanita yang bahkan tidak eksis! Ruben terbahak. dua puluh dua." ujar Diva seraya bangkit berdiri. Supernova KEPING "Such a Small World. "dan biaya ganti rugi G-string saya yan kamu robek. Diva menghampiri amplopnya.. dan berusaha." "Setuju." katanya sambi melangkah pergi. please.. sini kamu." "Justru aku yang tidak rela kamu menyama-nyamakan diri dengan dia." timpalnya cepat. Ngiler. Mengambil setengah. ya? Bintang Jatuh itu kok banyak miripnya denganku.. Jelas sekali bapak itu berusaha keras. jangan bilang kamu cemburu sama tokoh karanganmu sendiri. Dan aku tetap bangga dengan jasadku yang sarat kafein. kepayahan.

ya?" "Oh! Aku ingat." Ruben ikut berselonjor. Miranda kan tetanggaku di Kebayoran Baru. yang dari junior high sudah di Amerika. Aku kan masih ingin tahu dunia. tahu nggak..." gumamnya pelan. Ferre. kan? Siapa namanya.Ruben mencari-cari makanan kecil sambil meniupi kopi panasnya. "Ferre?" "Ya." "Rafael!" "Ale! Nama panggilannya Ale.' Baltiniore nggak ada apa-apaan.. "Mana coba. sudah jadi MD. nggak?" Ruben menajamkan mata. Dulu waktu masih SD-SMP. Dulu kita pernah bertemu di acara ramah tamah PERMIAS. manusia kuper ini kepingin tahu. Apa anehnya ." "Dia homo juga?" -Ferre ini cocok sekali dengan karakter Ksatria kita.. Dhimas selonjoran sambil membaca majalah..I^ * tggu sudah pindah^ Nggak betah katanya." "Geng konsulat?" "Lebih parah: geng imigran." Dhimas membaca artikel itu lebih saksama. ha! Perusahaan asing! Sempurna!" "Tapi jangan lupa. lulusan Berkeley. paling-paling cum jadi debu di tengah gurun. "dia itu geng imigran." "Ya. Dia muncul di acara itu kan cuma gara-gara diajak sobatnya. Apalagi dia. "Hei. ya.." "Lihat ini. ya. mana lagi merasa dirinya mahasiswa pendatang. aku sering main ke rumahnya. akhirnya dia minggat ke SF'tatar Ruben. Tahun berapa itu. "dan temannya ini sekarang malah jadi selebriS padahal kalau dia berkarier di Amerika. Masuk sini jadi barang impor. "Kamu nggak merasa buang-buang waktu baca majalah kosmopolis begitu?" "Lighten up." "Adiknya si Miranda itu. Anak itu sempat ngobrol denganku garagara kita sama-sama tidak tertarik ikut kepengurusan. single." "Lumayan... Ruben. Aku memang si serius yang membosankan. "Kamu masih ingat dia." Dhimas menyorongkan artikel dengan foto seorang pria terpampang besar." -Such a small world." "Umur 29. "Sepertinya ada." "Wah. "Ada yang menarik dari dunia selebriti kita?" Dhimas membolak-balik majalah itu. Ganteng lagi. Ekspatriat. eh? Rafael itu pernah „." Ruben menggoyangkan telunjuknya. Orang ini memang pintar. kok. Aku jamin tidak bakalan eksis " -Jangan terlalu kejam. dan tiba-tiba berhenti di satu artikel.lm flflt-ku waktu dia baru datang ke Balti^Ehn.

"Tiap kali kita kangen." "Bukan mentang-mentang saya yang kasih. senyumnya pun melebar. "Kamu?" "Masih juga. Puteri. sayang. Di sebuah Minggu siang yang langka. kan?" Bgiv "Bukan. Puisi membutuhkan lebih dari .. yuk!" "Taruhan apa. Lucu.?" Mata kekasihnya nanar. "Alasannya'" «Bagi saya. Sebuah pensil kayu jelek hadiah dari restoran yang ujungnya diraut sembarangan dengan pisau. tapi karena harus. dong!" Rana menjawab. "Suami kamu tidak cemburu sama si Kariage?" balas Re. sih kamu berhenti sinis? Sebentar saja. Saat mereka bersantai di atas karpet kamar kerjanya. "Boleh. Ketawa "Kamu memang mencintai saya dengan tepat. "Apa ini?" tanya Re heran ketika disodori sebatang pensil kayu." Mata Rana kembali punya sinar. menghadapi hamparan komik Jepang pemberian Rana. Tak peduli lagi tepat atau tidak. terus kita hitung mulai dari jam kita bangun sampai tidur." Lama tidak ada tanggapan.. "Kita buat taruhan. "Kadangkadang. adalah keindahan melihat kamu asyik di aummu sendui. menahan pilu. Kamu penulis." "Puisi? Itu tidak adil namanya. tidak mengindahkan. Puteri?" tanya Re pasrah. saya kok malah senang lihat kamu baca komik ini. "Hati saya rasanya masih meleleh setiap kali kamu memanggil saya 'Puteri'. kita coret garis di kertas. Saya memang sering menulis. kening kamu kerat-kerut sampai IL^Z\ meledak sendirian." KEPING Cinta Tidak Butuh Tali Ada gambaran mereka berdua dalam benaknya. Tapi jujur. "Kamu masih baca komik ini?" "Ya masih. Kala mendung dan gerimis kecil merambati jendela." 'Heran. baru kita saling melapor dan dihitung siapa yang paling banyak. Puteri." Rana berkata lirih." "Kamu keliru. Kariage Kun. Ferre " Aku mencintaimu sepenuh hati. Tak peduli kau bahagia dengan diriku atau cuma dengan sel otak. terlalu mudah untuk kamu membuat puisi. apalagi kalau saya ketawanya sendirian. Kamu benar-benar tenggelam Vud jangan. "Rana. Tak peduli kau menyadari aku hilang atau tampak.ekspatriat dapat posisi begitu di negara ini?" "Bisa nggak. Taruhannya apa?" "Yang kalah harus membuatkan puisi. ya! Awas kalau enggak!" Re berpikir sejenak. dengan bangga pula.

Dan mutiara sangatlah aneh di tengah batu kali. Jauh sebelum kau menyerahkan kertas dan pensil. uinta 1idak butuh tau Dan darah cinta adalah udara. Dulu aku berkata-kata bak mutiara nan wangi. Memompa lembut seperti angin memijat langit. Kata itu mengempaskannya kembali ke lorong-lorong gelap masa lalu. Dulu aku adalah pujangga." Inspirasi.. Hampir dua menit sekali." "Ya?" "Saya menang. Orang-orang di sekitarnya mulai sadar. telepati itu ada tidak?" "Kenapa memangnya?" "Barusan saya juga memikirkan hal yang sama. pensil kayu pemberian Rana. Ingat saya pernah bilang soal pekerjaan yang masih punya ruang untuk inspirasi? Penulis puisi bukan hanya mendengar ketukan inspirasi di pintunya.. Suara gerimis kembali mengambil alih. too. sayang. . Genggamlah jantungku dan hitung denyutannya ." Di tengah rapat dengan orang-orang finance-nya yang masih berjalan.." Rana mengambil tangan kekasihnya." "Kok bisa. . Princess. Diam-diam tangan kirinya mencoretkan garis-garis di selembar kertas. Re menatapnya sambil memainkan pensil kayu itu. Pikiranku adalah seribu persimpangan dalam sekotak korek api. mengecupnya lembut.." "Menurut kamu." "I love you. "Re.. Karena rinduku menetas sebanyak tetes gerimis. Ini dia kendaraannya. Tidak butuh kertas.sekadar jam terbang.. "Kamu pasti kalah. Jadi siap-siap merancang puisi dari sekarang." "Berarti dari kita tidak boleh ada yang kalah. Memasuki sandwich memori nan lezat. "Kamu tahu aku tidak bisa. .." Rana mempererat genggamannya." bisik Rana manja. Dengan roh rindu yang menumpang lewat di dada. bahkan dengan amat adil. Puteri. Berdenyut lincah seperti buih yang terus berkelit. Sebanyak itulah aku merindukanmu. ¦ Seorang arwah pujangga tersasar masuk ke dalam tubuh mungiiicu. Tak pernah lepas dati kantong. atau corengan garis. pikiran Re sudah melesat pergi seliar api mercon. Ia merobohkan seluruh dinding! Inspirasi nggak perlu lagi ngomong 'permisi'.." "Saya sudah kangen duluan. Kenangan beranak kenangan. Sudah kumenangkan taruhan ini. Karena ini ia dinamakan si jantung hati. "I love you. Karena itulah aku anomali.

"Hei. yang dikenal sebagai pengguna waktu yang efisien dan efektif. telah membuang setengah hari untuk melakukan sesuatu yang tak bermakna. Hunian ideal bagi para lajang sukses. memunggungi Ale." "Aku melihatnya sejelas melihat sendok ini. defensif. umpatnya. Sejak kapan pakai pilih-pilih?" Re tergelak. Rana? Oh. Puncak segala siksa. Re melirik ke luar jendela lagi." Re memutar posisi duduknya. karena ia hampir tak mampu menutupi apa pun. kita bukan freshmen lagi. "Yup. Berlari di tempat.. "Rana? Reporter itu?" Ale langsung bertanya begitu Re berbalik." Tiba-tiba telepon genggam Re berbunyi lagi. Benar-benar cuma satu yang menggugah minat: telepon—deringannya atau kesempatan menelepon. makanya Alexander Graham Bell ditakdirkan jadi penemu telepon." "Gila. Telepati itu bualan." "Kamu suka sama dia. Satu malam ketika pergi makan dengan A le. not me. sekarang tidak ada pekerjaan untuk mendistraksi. tapi di hari ini lamunannya selalu mentok ke jalan buntu. ia masih berusaha keras menyangkal semuanya. Kembali melandas di hari Minggu. mendadak rumah ini terasa begitu sepi dan. Komik Kariage Kun yang jadi pelariannya juga sudah tidak lucu lagi. ya? Sudah terbit? Pasti! Kapan saya bisa baca. "Lalu? Suka is suka. Dia sudah bersuami. tahu!" Re berkata. Hamparan rumah mewah model townhouse yang tertata apik. Aku tahu banyak sekali bandot nggak pernah gede di usianya yang ke-50 sekian. Hanya dalam waktu hitungan bulan. Dalam satu geliat nasib. "Hai!" Suara enerjik ." "Sok tahu. membuatnya tersadar seharian ini ia tidak ke luar rumah sama sekali. yang juga perbuatan yang tolol. telepon genggamnya berdering. Di kantor ia selalu melamunkan hari ini..Bos mereka bolak-balik menghela napas. Lima menit kemudian Re tersadar betapa konyol ini semua. Asal dan tujuan benar-benar spesifik: Rana.. Umurku berkepala tiga dalam beberapa bulan lagi. Gawatnya. But sorry. Pertama kali ia tertangkap basah.. Persis sedang senam waitankung. "Le." ujarnya ragu-ragu.ia adalah si lajang loser. Sedan perak di rumah seberangnya sudah pulang lagi. Bahkan beberapa minggu yang lalu. Ia. "Halo.

"Re. Mungkin memang begini ini adanya. semua orang di sini sampai silau. Dengan tak berdaya kesemuanya itu berlutut di hadapan mahligai agung sebuah hipercandu bernama Cinta. Re melangkah menjauh sambil meneruskan percakapan.". punya anak tahun ini. semakin lama ini berjalan. dari mulai pura-pura tidur sampai mengaku keputihan. Ada yang terbit dan ada yang terbenam. Tak berarti. npmac Cinta Tidak butuh Tali Ayo Puteri. Lima menit kemudian. "penerangan di sini remang-remang.. semua ini akan menimbulkan kecurigaan. Semua orang menyimpan sebongkah matahari dalam dirinya. Apalagi dengan program yang sudah mereka sepakati. Sudah sewajarnya kegiatan tersebut justru . "Rana lagi?"1 "Ya. Rp mplirilr iam . Tapi saking bersinarnya mukamu. Kini ia mengerti. Dan kini ia kehabisan akal. menyapanya dengan keceriaan murni. dan berarti. karier platinumnya. Baginya." "Ngaco.dan penuh vitalitas itu lagi. Ia membelenggu. Refleks..panggil Ale di antara kunyahannya. Masih adakah cucian yang belum kering? Adakah sampah yang ingin kalian bakar? Mari." "Jangan asal. Ale tersenyum sendiri. Rana Arwin hafal benar siklusnya dan Rana sangat menyesali hal itu. Cinta tidak membebaskan. Mendadak ia tercenung. Ia sudah mencoba berbagai cara." dumel Re pelan. cambuklah kuda waktuku. '-^. sahabatnya kembali berjalan mendekat. agar ia sedikit berlari. ia malah menjadikan suaminya singa kelaparan yang siap menyerang begitu ada kesempatan. Apalagi di tempat kamu berdiri tadi. tidak ada yang punya arti di saat seperti ini. Ia sadar. gejolak 24 jam itu adalah kemajuan. Matahariku bersinar nonstop dua puluh empat jam. Menggiringnya ke lorong panjang pengorbanan. Pembuangan waktu seperti ini juga akan jadi bahan omelan empuk. Konsep itu memang utopis. "Kamu benar-benar suka sama dia. Bahkan reputasi emasnya. Cinta itu tirani. Kepalanya makin merunduk mendekati piring." jawab Re pendek.. Membuat dirinya terasa sangat remeh. Bagi Ale. dekatkan pada wajahku. Yang lebih penting lagi. itu dekadensi besar dan sudah kenyang Re dimakinya." Makanan mereka datang.

" Ruben tertawa. Dan seperti kucing basah kuyup. "Malang. Sudah lama sekali ia tidak. Rana balik badan seketika." Jangan. Dhimas &amp.. Setiap hari. "Mendadak surgamu jadi super simpel. Cukup satu 'halo' di telepon. Ia lalu memejamkan mata kuat-kuat. "Kamu sehat-sehat kan. . Re. memutar duduknya. kan sayang?" "Tidak. Ruben "Apa kabar Ksatria dan Puteri kita?" Ruben menepuk bahu Dhimas yang masih tekun mengetik. Rana benar-benar tersiksa. "kok tangan kamu dingin kayak es?" "Masa. Ia kenal betul ekspresi itu. Ruben. Perlahan ia mulai merasakannya. Kamu memberi hubungan ini . Aku mohon. jangan lakukan itu.. Mas. Menguap berkali-kali. Rana berteriak sunyi. Aku diperkosa. Demonstratif. Microgynon lebih penting dari makan siang. Mas. ternyata aku sangat beruntung. tambah malang. "Kamu membuatku merasa bangga dengan diriku sendiri. tolong aku. Dan malam ini ia harus berhasil. atau satu 'hai' di tengah keramaian. Arwin keluar dari pintu kamar mandi." "Seberapa malang?" "Kamu bisa bayangkan apa rasanya ketika statusmu bagaikan penjara dan tempat tidurmu adalah neraka?" . "Menuliskan kisah orang-orang ini membuatku sadar. Sapuan-sapuan penuh maksud yang membelai kulitnya.. siap berbaring. Tiba-tiba Dhimas berhenti mengetik. dan menajamkan telinga penuh siaga. Hanya tembok dan langit-langit yang tahu. bagaimana Rana meringis dan mengernyit jengah. sayang?" "Agak nggak enak badan.. Mungkin masuk angin. Lampu dipadamkan. "Kamu sudah tidak minum pil KB lagi./ Arwin berbisik. Rana makin meringkuk di sisi kiri tempat tidur. dan memandang Ruben...diintensifkan. Tak pernah lewat Tak akan kubiarkan diriku alpa. "Mau dibuat enak sama Mas?" rayu Arwin. suaranya bergetar. "Rana. tangan Arwin yang merangkulnya dari belakang." Rana menelan ludah. Apa maunya. Dalam titik kepasrahannya... Setiap bunyi gemerisik Supernova seprai membuat jantungnya berdegup kencang. Biasanya rayuan itu selalu berhasil. sih?" gugup Rana menjawab. Napas hangatnya yang meniupi tengkuk." ucapnya sungguh-sungguh. Rana menatap suaminya.

Entah apa saja yang mereka jejalkan dalam otak saya* . &gt. Merayapi surat demi surat yang masuk.dibesarkan-i dan saya cuma bisa menghabiskan oksigen* &gt. Saya juga malas.Datanglah untuk berdoa* &lt. Itu kuncinya." "Kemerdekaan.seharusnya membahagiakan. kita tidak lari dari kenyataan. &gt.tentang budaya pop dan post-modernisme¦ Dari &gt.suatu visi." ucap Ruben perlahan.. Jadi. Partner hidup. meraih tangan kekasihnya dan menggenggamnya erat.Anda menentang semua struktur* Saya '-post1 terhadap apa pun yang Anda pegang tahun lalu-. Banyak doa. s e n d &gt. saya TIDAK TAHU APA-APA* Tidak &gt. Kita juga bukan pasangan gay umbar libido seperti yang orang banyak kira. Supernova Ia mengklik inbox-nya. &gt.Supernovai saya mulai malas pergi melayat* Saya sedih &gt. Dengan alasan yang sama* Tapii pergilah untuk orang-orang yang merasa ditinggalkan itu.tidak tertolong lagi* Saya tidak tahu mesti ngapain. Dan lihat. buat apa kita melawan arusnya dan malah saling menjajah?" Lamat-lamat Dhimas tersenyum. s e n d&gt..Supernovai saya suka sekali membaca artikel Anda &gt.Supernovai kebencian dan ketakutan saya pada ortu saya &gt.Saya baru sadar-.bertujuan• Tidak punya cita-cita* Bertahun-tahun saya &gt. Cinta Tidak Butuh Tau "Pernahkah kita berikrar untuk mengikatkan diri? Cinta kan tidak butuh tali. Kita. Anggaplah mereka menangis karena diri mereka belum terbangun dari mimpi-» sementara yang mati sudah • Sama malasnya saya pergi ke resepsi pernikahan* Kebanyakan dari mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat• Dan orang-orang malah turut bersukacita• Yang jelas mereka memang membutuhkan doa. kemarin i bahkan detik yang barusan lewat • Kita sedang ber-evolusi* Anda bisa memperlancar prosesnya dengan berhenti menggolong-golongkan* Jangan repot-repot* &lt. Ia membebaskan. &gt. adalah sahabat terbaik.bahua Anda adalah seorang post-strukturalisf &gt.melihat orangorang berdukacita akan sesuatu yang &gt.artikelartikal Anda selama ini i apakah Anda sadar &gt.

&gt;P1ungk in cuma kentut* &gt;Jangan salahkan saya kalau saya lebih doyan drugs. &gt;Mereka yang marah-marah itu tidak tahu enaknya drugs &gt;dan sucks-nya hidup- Bisanya cuma masuk in anak ke RSKO* &gt;Bolehkah saya ketemu kamui Supernova? Saya mau kerja &gt;apa saja untuk kamu* Saya ingin jadi bermanfaat* Di RSKOi badan kamu didetoksif ikasi * Di Supernova-, pikiran kamu didisinfeksi- Infeksi pertama yang harus kamu sembuhkan adalah: kebencian dan ketakutan kamu* Bukan pada orang tua kamu* Tapi pada diri kamu sendiri* Satu-satunya yang tidak diajarkan padamu adalah mengenal diri sendiri* Karena itu kamu benci dan takut terhadap hidup* Satu-satunya hal yang dilakukan drugs untuk kamu adalah meminjamkan seremah surga dengan bayaran segumpal sel otak* Transaksi yang sama sekali tidak sepadan* Solusi yang benar-benar destruktif* Otak kamu dapat disegarkan i tanpa harus dirusak fungsinya* Tergantung apa yang kamu pikirkan-* yang kamu MAU pikirkan» Satu-satunya manfaat yang bisa kamu berikan pada Supernova adalah meledak bersama* Ledakkan pikiranmu* Segarkanlah ia dari virus-virus yang membuat arus hidup ini mampat* Supernova ada di .mana-mana* Saya*** kamu*** kita lebih LUAS dari yang kamu duga* Jadi-, percayalah-, kehadiranmu di sini adalah manfaat terbesar* Tanpa kita harus bertemu muka • &lt; s e n d &gt; &gt;Supernovai kamu adalah VIRUS!! Memang * Baru sadar.? &lt; s e n d &gt; &gt;Super novai saya adalah fans fanatik taman kanak-kanakmu* Tapi kamu harus hati-hati* &gt;Tidak sedikit orang yang akan menjegal kegiatanmu» &gt; II e reka menganggap pengetahuan dalam jaring laba-laba &gt;ini membahayakan* Tidak sesuai dengan konstitusi dan &gt;ideologi» Tidak sesuai dengan apa pun yang kita kenal &gt;kebanyakan di tengah masyarakat- Saya khawatir* Saya &gt;tidak ingin TK ini sampai dibredel* siht banyak terima kasih untuk perhatian feri*3 tapi pernahkah saya menentang sesuatuf Saya k^a' errawarkan perspektif baru* Mengolah simpul^ny3 ang saya lihat bagi Anda semua* Andalah yang simPu*

kan selanjutnya* Zaya tidak punya kepentingan a*1**. pun atas cocok tidaknya pengetahuan ini gedi^1 ^onstitusii norma-» budaya-, atau ideologi apa den9an Anda dan orang banyak percaya* Tujuan saya pun ^anerlgkomparasi • Saya menawarkan analogi untuk buka" fieksikani demi kehidupan dan wajah dunia Anda lebih baik* Itu saja* Adakah semua itu merusak v3"? Anda? Atau sebaliknya*. Anda merasa lebih Kel^UPSilakan jawab sendiri* baik" &lt;s«nd&gt; 10 Kekekalan adalah Chaos nendekati pukul delapan malam, hidup kembali bergulir untuknya. Dengan langkah sigap dan mata awas bagaikan elang. Re menjemputnya di venue tempat ia meliput. "Re... aku tidak bisa lama. Setidaknya antarkan aku lagi subuh-subuh." llpPteS-' Re mengangguk cepat. Begitu tangan mereka terpaut, Sang Waktu pun kembali menyusutkan tubuhnya. Membuat kedua insan itu berlari, terburu, tergesa, liar—karena dipaksa menggandakan intensitas. §PSp Malam banjir akan adrenalin. Malam panas akan cinta yang menggila ketika pintu penjara itu dibuka. Kebebasan dalam episode singkat. Terkutuklah Jakarta yang memaksa warganya tua di jalan raya. Ferre Ada saat tatkala kata terasa sia-sia. Di tempat tidur Re yang nyaman, mereka berdua menatap jendela. Hanya mengingat rasa. Alam begitu murung, sekaligus indah B»— . , raPat di hamparan lapangan golf itu. Rasanya ?a ."JJ* ijerkaca-" 113 Aku merasa begitu kecil di tengah keluasanku Rintikmu raksasa dalam mungil tetesmu Engkau menyelimuti dengan dingin. Dan semakin kau merapat, semakin membara alam ini Jutaan engkau kini turun membanjiriku Tak akan pernah aku meluap, Puteri. ¦Kugali tanahku lebih dalam dan kubuka semua celah untuk menyerapmu. "Rana... jangan pulang." Ia tidak menjawab. Tapi tubuh itu mengirimkan getaran-getaran yang sudah sangat ia hafal. "Rana... jangan menangis." "Kamu baru saja mengatakan dua permintaan yang sama-sama mustahil." "Jangan pernah bilang 'mustahil'. Aku ngeri mendengarnya." "Tapi kita bisa apa...?" Pelukan itu perlahan mengendur. "Pertanyaan itu untuk kamu,

Puteri. Bukan untuk saya." "Kamu memang tidak mengerti, tidak akan ada yang bisa." Re mengatupkan rahangnya kuat-kuat. Mereka akan memasuki gerbang debat kusir, dan ia tak mau itu. "Ikatan saya banyak. Bukan hanya pernikahan dua orang, tapi saya juga menikah dengan keluarganya. Dengan segenap lapisan sosialnya. Saya tidak seperti kamu yang punya banyak kebebasan. Kamu tidak bisa membandingkan... Re memutar tubuh Rana, menatapnya luruslurus. Saya tidak membandingkan, karena saya tahu persis pembandingan tidak akan membawa kita ke mana-mana. Tapi saya ms melihat kamu memilikinya. Kekuatan untuk mendosa*. Membebaskan diri kamu sendiri." ; hid„ "Mendobrak apa? Moralitas? Norma sosial. Kita ni di dalamnya. Re. Saya cuma ingin mencoba iealisti ... KEPING "Tidakkah kamu menyakiti dirimu sendiri dengan menempatkannya demikian? Apa yang jahat di sini, Rana? Jahatkah saya mencintai kamu mati-matian? Begitu amoralkah semua perasaan ini?" Rana mendapatkan dirinya dalam dilema yang sama, lagi dan lagi. Ia lelah. "Mungkin lebih baik saya pulang," Rana berkata lirih. "Ya, mungkin lebih baik begitu." Re pun bangkit. Kebahagiaan dan kesedihan kejar mengejar bagai dua hantu penasaran. Sedangkan mereka berdua adalah lintasan yang letih dilewati, tapi tak bisa bergerak ke mana-mana. Dan Waktu... adalah si Pak Tua yang cuma diam mengamati, angkuh memegangi bandul detiknya yang tak berkompromi. Dhimas &amp; Ruben Dhimas yang pegal-pegal punggung akhirnya bangkit dari kursi kerjanya. Diambilnya back roller dan sibuklah ia meregangkan badan dengan per besar itu. Ruben mengamati kegiatan pasangannya. Tercenung. "Apa lihat-lihat?" "Kamu tahu apa yang dikatakan Einstein tentang waktu?" "Waktu juga berolahraga punggung?" cetus Dhimas asal. "Ya." "Apa?!" "Waktu bukan cuma bisa dipahami lewat detik jam. Memangnya apa, sih itu detik? Apa itu jam? Apa itu hari? Sekadar istilah buat dikotomi langit terang dan langit gelap, kan?" "Jangan sok dekonstruktif. Memangnya kamu bisa bayangkan apa jadinya dunia ini kalau tidak ada detik

bukan cuma lihat sisi mekanisnya saja." Ruben menggosokkan tangannya bersemangat." "Jadi. Jalur pertama diterima oleh cortex.. tidak terstruktur. Noble." "Itu pertanyaan retoris. Elastis. ada tiga perspektif di sini. Per-per itu bahkan tidak ada. sampai akhirnya cortex kembali membanjiri . rasanya kalau perlu bumi tidak usah berputar. tahun lalu cuma ilusi. otak kita adalah generator bipolar.." Ruben menjelaskan. dan sebagainya. cortex mengorganisasi chaos.. Sementara jalur kedua. di rumah orang tuamu. heh?" "Oke. Kalau kata Einstein. tapi dari sisi yang lebih pribadi. Atau saking kompleksnya tidak ada informasi yang bisa diterjemahkan. Tapi di Barnes &amp. Dengan kata lain.. rasa.." "Whatever." "24 jam. Waktu sendiri. you silly. waktu itu seperti karet. poin apa lagi yang kamu ingin sampaikan..masalah ini.dan jam. Dan waktu yang ketiga: waktu ilusif. Matti Bergstrom. "Pertama." ftjpf "Waktu di rumah orang tuaku dan waktu yang di Barnes &amp. 365 hari. Tapi coba kita lebih akrab sedikit dengan waktu. Contohnya. apa sih itu waktu?" "Pikir sana sendiri. Kedua.. ilmuwan Finlandia yang meneliti. kemarin adalah ilusi. Kosong dan tidak ingat apa-apa. input ditampung oleh semacam generator acak. Bagian dari sistem kalender yang bukan cuma satu di dunia." potong Dhimas mangkel. waktu yang relatif:.' Kamu yang nanya. Bertolak dari premis bahwa sesungguhnya waktu tidak ada.." "Hanya tidak ada satuan. itu cuma satuan.. bilang bahwa generator acak itu bisa kita rasakan waktu kita benar-benar baru bangun tidur. kok aku yang suruh jawab. "Pintar. atau disederhanakan sedemikian rupa sehingga menjadi informasi yang terkategori." "Dengar." "Lalu hubungannya dengan back roller ini?" "Lebih dari sekadar per yang menyusut dan meregang. Setiap input yang masuk langsung terbagi ke dua jalur. Noble. Input di situ bersifat nonspesifik.. oke. waktu yang mekanis: tik-tok-tik-tok jam di dinding. "Selain menghina orang tuaku. hari ini juga ilusi. yang fungsinya adalah menerjemahkan stimulus ke dalam siklus atraktor yang terbatas. sedetik rasanya satu eon" buatku. entah itu bau.

" "Tapi lucunya. Ingat. dan masa depan. Manusia sendirilah yang mengadakan linearitas waktu dan setuju untuk mengikutinya. Kekekalan adalah chaos. Aku ingat saat kosong itu. berevolusi. masa lalu. pacarmu yang mana.. Tapi . sel yang terus berganti. masa sekarang. berkembang. lalu bagaimana dengan ramalan.. dan ritmis suksesi yang sama juga berlaku untuk seluruh penghuni alam raya ini. Dalam hidup ini. dan sejenisnya itu?" "Dalam kekekalan hadir segalanya—medan matriks yang tak terhingga berisi segala probabilitas dan potensi... Tidak ada kemutlakan. kalau masa depan 'cuma ilusi. Sel sendiri tidak kenal konsep Waktu. yang penting bukan dua ujung itu. semacam servis cuma-cuma. semua ramalan berbicara di level potensi. Dhimas. Ia hanya memperbaharui diri." * "Bingo! Konsep Wa ktu lahir dari keinginan fundamental manusia untuk punya kendali atas hidup. fisik kita pun melalui berbagai suksesi ritme: tubuh yang tumbuh.kita u Kesatuan jangka waktu sepanjang seribu juta (109) tabun dengan informasi." "Nah. Bukan fisik. karena kita tidak sanggup mengerti chaos yang sebenarnya. terus-menerus. Pada akikatnya. Dan ingat." "Ya. hartamu apa saja. Masa sekarang." -^aitu?" "Kekekalan. Waktu adalah catatan penunjang dari suksesi alam. Namun kita menjalaninya dengan tendensi. Mati dan hidup tak lebih dari sekadar gerbang pengalaman. "Waktu adalah konsep hasil terjemahannya cortex." "Tapi. Mungkin kurang dari sedetik/ sela Dhimas. clairvoyance.. konsep waktu dimunculkan manusia di level pikirannya. sesungguhnya hanya satu gerakan tunggal: Kekekalan. untuk apa?" "Untuk apa?.. tapi proses di tengahnya. otak kita melakukannya di bawah sadar. dan masa depan. "Agar kita tahu apa rasanya tumbuh. Tendensimu akan memanifestasikan potensi tertentu. Kita memilih mengalami keduanya dari detik pertama kita jadi embrio. Dan cortex menerjemahkannya menjadi masa lalu. sejarah hidupmu bagaimana.1" tawa Ruben menyembur. tanpa ada sangkutpautnya dengan hitungan sekon. horoskop. Begitu cepat. Mengingatkan namamu siapa. termasuk mengendalikan dirinya sendiri.

semesta . maka bulan seharusnya bisa ada. Inilah yang disebut sebagai 'konsensus'. Tidak menjadikan yang satu lebih penting dari yang lain. Untuk tetap waras maka mayoritas pemikiran itu hanya berupa pengulangan." "Aku serius. ya iya." jelas Ruben. tapi di satu pihak ia juga objek klasik yang punya massa dan penyebaran gelombang kuantumnya cenderung lambat.poinnya adalah." "Lalu kalau aku membalikkan badan." "Berarti ada dua aspek dalam memahami realita. pingsan. "Kalau kamu memang doyan koleksi sampah. kek.. memori hanyalah residu?" "Kurang lebih. "bulan sebagai objek kuantum hanya bisa diamati apabila ada aku sebagai pengamat.000 pemikiran per hari.. Sekarang bayangkan. temasuk pengalaman memiliki organ otak itu sendiri. yang berkenaan dengan otak sebagai organ yang empiris. Tapi kenyataannya satu dunia juga tahu kalau bulan tetap ada.. "Dari sudut pandang fisikawan." "Begini." Dhimas menunjuk ke luar jendela. Bulan itu tetap ada di posisinya sekalipun kamu atau aku menunggingi langit.. tubuh kita dan semua benda lain pun memiliki dua aspek.. bisa tidak. kan?" Ruben mengangkat bahunya enteng." "Ck-ck-ck. yang akhirnya menciptakan semacam aura kontinuitas. sebuah otak memproduksi rata-rata 14. sama halnya dengan otak. Ia memiliki elemen-elemen nonlokal yang menjadikannya objek kuantum. terserah aku mau tidur." "Lalu bagaimana dengan masa lalu? Apa yang kita perbuat kemarin pasti memiliki jejak..Itu yang selalu menjadi kebingunganku dengan objek kuantum. yakni Kesadaran yang mencakup semua pengalaman empiris. Itulah dahsyatnya kekekalan1. Aku benar-benar terkesan. lima juta per tahun. dan 350 juta selama hidupnya. Lalu aspek global. Kompleksitas dari benda makro membutuhkan regenerasi waktu yang panjang untuk sampai bisa diterjemahkan." "Jadi. Pertama.. aspek lokal. betul begitu?" "Betul. potensi yang termanifestasi dan tidak. Kelambatan itu menyebabkan lintasan dari pusat masa objek jadi sangat tertebak. Misalnya bulan itu. analisis yang bagus. atau gema. Inilah yang kemudian membentuk memori. nilainya sama-sama saja. kek.

Terima kasih sebelumnya. ketika ia mulai berpaling ke dalam. otak yang senantiasa aktif pun menginginkan kedamaian. muncul kebutuhan yang lebih kompleks. Respons paling dasar." "Tolong dibuat sependek mungkin. Ketiga. "Ketujuh. Otak memiliki kemampuan kontak langsung engan Kesadaran Murni yang sama sekali tidak ditemukan di dunia materi. Di tengah hiruk-pikuk dunia' materi. kepemilikan. yakni: ke-aku-an. Pengetahuan eksternal bersifat objektif." "Pertama. atau fenomena-fenomena magis. respons kreatif. respons visioner. respons hidup dan mati. Pada tahap ini ia mulai bersandar pada apa yang ada di 'dalam'. Ini adalah upaya otak untuk menciptakan identitas. dan yang internal bersifat intuitif.tak lebih dari sup kuantum yang membombardir indra kita dengan miliaran data setiap menitnya. Ia berawal dari satu cercah kehidupan. Otak mencari info ke luar dan juga ke dalam. otak tidak hanya menjaga kewarasan. Pada level inilah terjadi apa yang namanya mukjizat. Ini bakalan panjang. tapi juga mampu menyuguhkan seluruh semesta. dan harus bisa diorganisir ke dalam angka yang terkendalikan. respons reaktif. dan hukum. muncul respons keempat: respons intuitif. aturan. Ia ingin tenang. hidup diproyeksikan sebagai rimba perjuangan. Kedua. Sekalipun ada sistemasi biliunan saraf . bertahan hidup. "Kelima. yang sering kita sebut inspirasi. Nah. dan melalui refleksinya kita mencicipi peran sebagai kreator. : Bahkan kutu rambut pun memilikinya. mengeksplorasi fakta. "Siap-siap. Lewat respons ini. Kemampuan ini datang dalam momen yang penuh keajaiban. manusia dimampukan untuk mencipta . Setelah melewati tahap pertama. Keenam." "Tujuh?" Ruben menarik napas. Kita berkaca pada Sang Pencipta. dan ia ingin yakin bahwa dunia luar bukanlah sumber segalanya. respons murni. dan tujuanmu satu. respons relaksasi. Jumlah itu adalah chaos. Dengan tujuh respons dasarnya. Ini jugalah perkenalan pertama kita dengan konsep kekuasaan. Tak terkategori. Di situlah otak mengambil peran. Otak kita berawalkan dari satu sel yang tidak memiliki fungsi-fungsi otak.

dan lembaran-lembaran dolar mengalir lancar ke rekeningnya. menarik kita ke dalam abstraksi mental yang tidak nyata. Seperti biasa. namun ada. Alarmnya dengan rajin terus berbunyi. Sesuatu yang tidak perlu berpikir." "Sori." "Jangan bicara soal itu. tapi otak sendiri tidak kehilangan akarnya pada kemurnian." "Aku sekarang mengerti arti 'momen' yang para spiritualis maksud. itu pun tidak berarti apa-apa." "Karena itulah momen di mana potensi teimanifestasi.. Otak adalah alat yang disediakan bagi kita untuk bermain dengan hidup. sehabis yoga. Membaluri . masa lalu dan masa depan hanyalah distraksi. Hanya pada saat ini kita mampu merasakan masa lalu dan mewujudkan masa depan. pikun.." KEPING Si Pencinta Alam Garagara aksinya di perlombaan fashion show anak-anak waktu itu." Ruben tersenyum lebar." "Satu pertanyaanku. manusia melihat dunia terbentang untuknya. Saat ini selalu memperbaharui dirinya tanpa batas. Minum jus dua gelas. Kegiatannya tidak berubah. Tapi ia malah merasa diuntungkan. "Itu kalimat terindah yang kudengar hari ini. Tidak ada yang lebih penting daripada saat ini.. Tapi begitu kita terjebak dalam linearitas. Permainannya sendiri. Itulah sumber yang sesungguhnya. Kalau mati dan hidup cuma pengalaman. untuk apa kita menyesali masa lalu dan mencemaskan masa depan?" "Betul!" "Tapi bagaimana kalau sepuluh tahun lagi kamu jadi profesor botak/ jelek. terserah Anda. berarti di manakah kita waktu tidak menjalani keduanya?" "Bersama Yang Tak Pernah Hidup dan Tak Pernah Mati. karena lebih punya banyak waktu di kebun kecilnya. maka kita selamanya mengambang di pemahaman hidup yang paling dangkal. Mereka bilang. "Melalui ketujuh respons ini. Mencuci rambutnya dua kali dan mengoleskan vitamin. dengan tertib ia pun menyelesaikan latihannya di treadmill. Dhimas. dengan saksama ia menggosokkan scrub ke seluruh tubuhnya. Di bawah pancuran. sambil melenturkan otot.yang bergantung pada otak. berantakan. Diva diskors dari catwalk sebulan penuh.." "Jadi. Dan apa yang ia lihat tergantung dari respons mana yang ia pergunakan. Secara finansial.

"1* Gio mengecup keningnya penuh kesungguhan. sekarang ini saya pasti memilih makan malam sendirian. "Estb tudo bem. buat saya. kan?! Kamu memang tidak mungkin berubah. ya. "makan . Sebuah fenomenon yang jarang-jarang terjadi. Ia tahu. "Gio! Como vai. Diva langsung melonjak dari kursi menghambur keluar. Dan kendaraan ini bukan kendaraan rombeng. penampilan yang prima."1* Mereka berciuman hangat. ada suara mobil memasuki pekarangannya. ganteng bukan main. Tak lama kemudian. erti sahabat."16 Diva melingkarkan tangannya di pinggang Gio. Diva pantang menjadikan tempat 1™ ^ SU pasar tempat orang berjual-beli. Kelihatannya kamu bahagia. "Kamu mau makan malam dulu? Tapi jujur saja.. Tapi semua itu dilakukannya semata-mata karena ia merasa berkewajiban mengurus jasad— kendaraannya untuk menghadapi hidup." "Keluar dari mulut seorang Diva. berarti saya anggap itu pujian besar. Setiap tubuh adalah perangkat yang luar biasa menakjubkan. Satu-satunya pula ort Sh diizinkan masuk ke ruang tamunya walau* -9 Jaar itu tidak. "Kamu makin cantik.. "Nah. Ia tidak akan pernah memperlakukannya demikian. sekaligus satu-satunya pria yang dL niva untuk mencium bibirnya. pekerjaannya membutuhkan fisik yang selalu fit. meu amor." Gio mengusap wajahnya lembut. Gio adalah peranakan Tionghoa-Portugal. XiPu ^ tidak akan berdagang dengan yang satu ini. ya? Kalau kamu masih nangkring di Jakarta seperti dulu. Kamu pasti masih Matahari yang dulu. menjatuhkan berat tubuhnya hingga mereka berdua terdorong ke tembok. Tubuhnya nampak semakin tegap." "fntao. kamu lebih appealing dari makanan apa pun malam ini. "Memangnya kapan saya pernah sedih?" "Ah. Namun malam ini Diva lebih cepat siap dari alarmnya sendiri." Gio tergelak." "Atau gara-gara kita cuma ketemu setahun sekali. Kulitnya masih menyala. Ia telah lama pindah dari Jakarta ke Rio de Janeiro. queridoV'13 sapanya ceria.seluruh kulitnya dengan pelembab. dan kini baru saja pulang dari pegunungan Andes. Yang satu ini tidak termasuk golongan klien t . Minha sol bonita.

ya?" tanya Dhimas malumalu.malam.1 Cinta tidak terpancing emosi. » Sekarang. aku bisa bercinta denganmu. Ruben tergopoh-gopoh datang ke ruang kerja. jawabannya: tidak. atau makan saya. kok!" cepat-cepat Dhimas berkata. Biar kita bisa melanjutkan yang tadi • Gio pun tertawa. Mereka berciuman lagi. "u "Minha sol.. Dhimas &amp. esta hora."Aku tahu pasti kamu nggak setuju." Dhimas menyodorkan naskah yang masih hangat dari printer... "Bisa dua-duanya?"_____. tapi tidak perlu.. Lalu?" "Tokoh itu. berkubanq dai»™ yakltaiuga berkepanjangan.. ini benar-benar cobaan berat!" Mendengar teriakan Dhimas..ana Bintang Jatuh. cinta sejatinya. passion. Ruben membaca sekilas. Ternyata dia tidak melulu pahit." "Sebenarnya aku tidak keberatan dengan bumbu-bumbu romantis.." "Tapi aku tidak tega melenyapkannya begitu saja.. "Dengan sangat menyesal. sayangku Matahariku yang cantik ¦ "Jadi .. lebih dalam menikmati setiap detik—mengingat ia hampir tak per Va melakukannya. dengan sopir. kekasih Baik-baik saja. Ruben bingung. si Pencinta Alam! Aku ingin terus menghidupkannya. "Coba dibaca ulang. "Ada apa? Komputernya mati? Belum disave?" tanyanya panik." Diva balas membisik "Ayo. 11 Apa kabar." s Qalara ™mantisme "Sedikiiit.. Ruben "Oh." ha memmang "Pemborosan tinta!" "Payah! Tidak romantis!" Romantisme itu cuma metafora. "Rupanya kamu ingin menyajikan sisi lain dari Bintang Jatuh.. aku yang tidak bisa.mt. "Sayangnya. "paka" mobilku. lalu untuk terakhir kali berusai? . kita pergi!" ia pun menggamit tangan Gio. rang juga 81 "*»c. cintanya yang terpendam. Asal tujuannya jelas.." Ruben pun membaca lebih saksama.. saat ini juga. di sini. dan metafora adalah saput yang . si. "Baca ini.. Dia masih punya emosi." bisik Gio.. antara menahan geli dan gusar. Jadi sebaik... menyaksikan Mataharinya. "Hmm. blablabla.. dari mana kek.. Lebih lama. Alah "Kita kan baru saja membahas kai roentransendensi ruang dan waktu." "Oh jelas.. nih?" .-tapi. Mungkin itulah yang paling ia tunggu-tunn dari malam ini. Mau improvisasi. saja! Ceritanya dia datang setelah h v .

" KEPING U n Sol E m Noite Semenjak bertemu Diva.Wajah tampannya memancarkan kepoWZ t "dibohongi. ertahankan dalam memorinya. mengusik kenangan-kenangan lama. Gio menahan napas. maka gelap malam bukan berarti ia pergi. yan9 masi h dlP Waktu itu Gio masih nampak ingusan waia«n.Tt beruntung. Aku tahu mungkin kedengarannya konyol buatmu. namun tanpa perlu ditanyakan. "Mungkin artinya memang sama besar buatku. kamu masih ingat malam pertama kita?" "Oh! Ampun! Kamu membuatnya terdengar seperti malam pernikahan. Diva.. "That's the point. sebaya. Diva tertawa. Berusaha ikut mengingat. ini akan menjadi malam yang indah. mendongak sedikit. Yang jelas «ku! membuat Gio nekat membobol tabungan pribadinya ' Awalnya. malam itu adalah salah satu momen vann . "Div. Justru langit menjadi hitam karena matahari berhasil menghanguskannya. sih contohnya. querida. Diva bui fflenebak apa yang kira-kira anak itu dengar. Tak banyak peristiwa yang ia kenang." ujar Gio takut-takut saat itu. Dan masih banyak lagi pandangannya yang berubah sejak Diva hadir. jelas Dia Maha Romantis juga. Jadi. "Dan kamu masih menyimpan kunci itu?" ^. "Itu tabungan saya. seratus persen." protes Ruben. Entah dari mana Gio J^Zl dirinya. Diva menganggap Gio tak lebih dari anak orana kaya brengsek yang cuma ingin menambah panjana «portofolio" pengalaman seksualnya untuk kemudian diobral ke teman-teman." "Kamu tidak merasa Tuhan itu romantis?" "Kok Tuhan." "Tidak setuju! Romantisme adalah aspek penting dari cinta.melapisi inti kebenaran.'4% "Claro1*. Sebersit emosi sentimentil menyusupi hatinya. "Cinta yang mana dulu. . tapi aku tidak peduli. Menjadikannya arang. Gio memiliki persepsi lain tentang malam. saya harap malam ini tidak mengecewakan.." Diva menggeliat. yang terbenam dalam pelukannya. Tuhan kan maha segalanya Ya. Andaikan Diva sebuah matahari yang membakar bumi di siang hari." . "Dari pertama kamu muncul." Suara itu membisik halus." Diva terdiam. karenanya Gio u Tentu saja sol E» No. gerah. "Aku sudah tahu. tulus. Seperti membaca pikirannya.

kek. "Kamu mengingatkan saya pada Sungai .saya sudah berani menobatkan kamu sebagai klien saya yang paling ganteng." .***! d «m. Tapi kalau lagi santai pun biasanya saya pergi hiking." Suara Gio nyaris tidak terdengar: "Saya tidak punya pacar. pergi jalan-jalan ke mana kek. bermain-main di batas pencapaian manusia menyentuhkan jejaknya atas alam. "Tidak terpikir. W -«jESjSS menyusur sunoai dalam negen. sampai ia mm* ke tiga rangkai sungai: Yuat.. "Kamu menyenangkan.:„„ Sorot mata Gio berubah-sesuatu yang &lt. baru kali ini ada yang menganggapnya seperti wortel. duduknya menegak... malah hampir tidak ada. atau membelikan pacar kamu cincin kek.Un. Ia adalah penakluk sungai." "Kerja?" .. spontan. mencoba Gletser Rekiak di Tibet. Selalu menyenangkan bertemu seseorang yang masih punya hidup.$*ggg telah disentuh. Watut. naik gunung.." ucap Gio tulus." gumamnya menerawang. dan Waghi di Papua Nugini. Sampai akhirnya sekarang ia menjadi anggota ekspedisi Sobek internasional.anny. ya? Kenapa?" Diva duduk santai. "Maksudnya. Di antara seliweran puja-puji kagum tentang kakinya yang ia dengar setiap hari. Peng.. Ia sudah jauh meninggalkan ruangan itu.. Naik gunung.„. Gio. Rafting.." desis'Diva." "Tidak?! Potongan kayak kamu tidak punya pacar?" Diva terbelalak. "Ekspedisi. rafting. penakluk gunung. bumi terlalu luas untuk didiamkan. dan menemukan makna profesionalisme dalam bertualang." 'Diva terbahak.. Pernan ke mana saja?" . Tapi saya ragu. tidak pernah ada yang serius. sambil menyilangkan kaki. "Saya ingin sekali bertualang. Tidakkah lebih baik uang itu dipakai buat beli buku. saya mulai menominasikan kamu sebagai klien saya terlucu. Setelah itu Gio hampir tidak pernah pulang. Diva mendengarkan semuanya dengan takjub." "Kamu kelihatan begitu hidup. "Bisa saja." "Oh. Dan dengan semangat ia w». Ia mulai hiking ke Tiger Leap Gorge di Cina. "Bertualang. Ikut bertengger di sol sepatu Gio. kalau melihat kaki kamu yang sekecil wortel.. Sekarang.. Saya tidak ada waktu.. Menapaki setiap kerikil dan batu di tempat-tempat menakjubkan tadi.

membawakannya air putih. Kamu bisa bayangkan? Sebuah ketenangan.. ini adalah yang pertama buat saya.. Hanya saja. Keringat itu keringat dingin. malamnya terang.... Teringat akan tugas yang masih harus diembannya. Matahari itu lalu bangkit. Emas yang paling berkilau." "Alaska? Kamu pernah ke sana?" Diva terlonjak lagi. kamu memberi kesan yang sama. bercampur buih putih yang mengamuk. Dan arus sungai di bawah saya.. "Saya nggak apa-apa..Tatshenshini.. sampai semua langit jadi oranye. kok. yang deras. Dan entah kenapa.. bahwa semua indranya mengecap tempat-tempat ternikmat dan terindah yang pernah ia tahu. "Baru dua minggu yang lalu...." Ia nampak benar-benar cemas... Gio sendiri sepertinya linglung. emas. "Nih... bahwa malam ini ia merasakan magi yang membuat segenap sel tubuhnya memekar bagai bunga di musim semi. "Agaknya kamu akan membuat perdagangan kali ini lebih menyenangkan.. seperti masih berada di sana. Gio akhirnya mampu bicara.." Diva hanyut. ini. "Kamu tidak apa-apa?" tanyanya lembut seraya memegang badan Gio yang gemetar dan berbulir keringat.. terbenamnya matahari di Tatshenshini. Matahari di kala malam. sampai-sampai membuatnya terkesima untuk yang kedua kali. dan waktu itu saya berdiri di atas tebing. tapi terus berubah setiap detik.. bahwa Diva yang kini duduk'di hadapannya dengan rambut tergerai tanpa tabir tubuh apa pun adalah pemandangan terindah yang pernah ia lihat. terpesona sekaligus resah. Pinus terbanyak yang pernah saya lihat. Setelah sekian lama. minum. "Di sana sedang musim panas. Seperti api. bahwa ia telah menjadi lelaki. Menjawab segala . Bagaimana ia harus mengungkapkannya." Gio tersenyum polos." Dan Diva benar-benar tak menyangka Gio sepolos itu..." Diva pun terkesiap. Ia mulai menggigiti bibir. un sol em noite. Lukisan ekspresi wajah Gio melampaui batas verbal.... terbentang membelah bukit pinus yang sangat rapat." Gio menggelengkan kepala takzim. bahwa Diva bagaikan. Di langit ada awan-awan nebula yang tadinya kehijauan. Tatshenshini ada di bawah. Pernyataan tadi merangkum semua. ".

Refleks.keheranannya." Gio menjawab pelan." Jangan.. Tidak juga nanti. Saya yakin itu. Gio tak berkomentar. "Kamu pikir dari mana saya bisa punya rumah di real estat itu? New Eyes. saya bukan peliharaan orang. Tak pernah Diva membiarkan hal itu terjadi sebelumnya." "Ikut dengan saya. Tidak ada yang menghidupi saya. Diva merengkuh lembut pemuda itu. Refleks berikutnya. Gio menyentuh lembut dagunya. Saya entrepreneur murni. Gio membawa pulang kunci kamar hotel itu.." "Tidak ada yang saya sesali. saya tetap tidak terikat atau tergantung pada siapa pun." Diva menambahkan sambil tertawa kecil. at least. namun malam ini ia yakin telah mengambil keputusan yang tepat. tidak seperti ini. Membiarkan dirinya bermanja dalam pengalaman yang jarang ia dapatkan. Diva mulai menggigiti bibir. "Seharusnya kamu tidak melakukannya dengan saya.. membiarkan bibir itu di sana.. sayang. Diva menikmati setiap detik. |Q Jangan lakukan itu memisahkan kedua bibirnya. betapa ia sudah tak terbiasa menghadapi apa yang sungguhan hidup. Uang Gio tak disentuhnya sama sekali. Diva membawa kenangan ciuman pertamanya. Tidakkah kau mengerti. Tidak akan . mendekapnya lama. Menariknya masuk ke dalam lapisan hangat selimut. "Nio fazer istb. Aku baru saja menemukan mahadewi. Mereka sama-sama membawa kenangan. "Kamu rhasih 'Si 5000 dolar?" "Dengan kurs sekarang? 1500." Gio mendekapnya erat." ia berbisik. "Diva. Perlahan dan tenang. Ia bukan lagi anak lelaki gugup beberapa jam yang lalu. Melihatnya Gio langsung menyergah." Suara Gio menariknya dari vakum memori. "Tenang. Seakan-akan ia telah bermetamorfosis dengan sempurna. Dan Diva pun merasa ngeri.. "Kamu tahu saya tak akan pernah merenggut kebebasanmu. untuk kemudian menciumnya tenang.. dan bukan peliharaan perusahaan. lengkap dengan sopir?" selorohnya lagi. Diva. Namun ada vibrasi keresahan yang terdeteksi. Ngeri akan kesungguhan dalam ucapan tersebut—membuat ia tersadar. Mengetahui lagi rasa jutaan saraf kecil yang memercikkan listrik-listrik bening ketika dua bibir bertemu.

dan malam. Langitku/ sang Diva berbisik. lalu menghabiskan hidup mereka untuk menghiasi keusangan itu dengan paksa. Dan demi sebuah kebersamaan.." Lelaki itu mengatupkan mat ari y a.." Gio bergerak pelan. Percayalah. lagi-lagi Rana berkutat serius dengan agendanya. Yang ada hanyalah. "Saya tidak pernah berharap apa-apa. tapi berat rasanya ia melepaskan pelukan itu." KEPIM6 Tuhan Maha Tidak Romantis Secara kebetulan mereka berdua sama-sama sedang ada di kota Bandung. "tidak juga pernah berubah sejak dulu. Kamu manusia yang masih punya hidup. Gio. Jangan pernah juga memanipulasi kebebasan. "Dan kamu tahu betul jawaban saya. Buat semua detik baru. dan berarti.membalik badan. apa pun harapan kamu. Ia akan tetap berarti kalau kita membiarkannya lewat. Detik ini berarti karena ia detik ini. apa bedanya? Bagi matahari tidak ada siang atau malam. tidak lebih. Meninggalkan malam ini. Ada perbedaan besar antara pesimis dan jujur." "Minha sol. sekaligus sudah terlalu berat untuk ditanggalkan. tidak kurang. menghitung-hitung kira-kira di mana dan jam berapa ia bisa menyelipkan Re ke menu acara. Menjadikan detik-detik berharga tadi usang. Semampuku.ada yang berubah." Diva mengecup lengan Gio yang menyelimuti tubuhnya. "Matahari membakar siang.. menjadikannya seperti kain perca." Seketika Diva. "Izinkan akubeisatu denganmu. Buruk. Jangan pernah takut dengan kebebasan. Kita tidak bisa menyeretnya hanya karena kita begitu terikat dengan keindahannya. "Aku mencintaimu/' bisiknya tertahan. gemas. Saya barusan berkata jujur. ada. sesungguhnya tidak pernah sekali pun kita berpisah." "Kenapa kamu harus begitu pesimis?" "Saya tidak pesimis. wajahnya kini berhadap-hadapan dengan Mataharinya." "Meu vem. tak berguna." Gio mengerti semua. "Manusia tidak diciptakan untuk terikat pada apa pun.. kamu tak akan mau hidup dalam belenggu seperti itu. Jadi. Manusia yang hidup tahu bahwa ketidaksabaran hanya akan membuatnya merencanakan masa depan secara tidak alami. Apa adanya. Telepon genggam mungilnya .

" gumam Rana sambil membelai rambut Re. kalau saja ia boleh komplain. Re menghela napas.. Dan kenapa aku ditempatkan di hotel dengan kamar "back to .¦¦ Kebimbangan itu bergolak perlahan di bawah permukaan Sepertinya ada yang salah.berbunyi. "Sori. Seringnya ialah yang bermain sirkus dengan waktu berhubung jadwal Re yang padat gizi itu sulit sekali diajak kompromi." "Kalau saya jadi istri kamu. Tanpa lihat belakang. M tidak adil. kenapa juga harus selalu terbirit-birit? Mengapa tidak bisa membiarkan satu kesempatan lewat begitu saja dengan santai? Mengapa mereka bertingkah seperti pialang saham di bursa? Haruskah demikian? Ferre Semua ketegangan tadi lumer ketika dua manusia itu akhirnya bertemu. Masih terdengar jelas.. ya?" "Tapi setidaknya kita bisa berduaan tanpa pakai strategi.. Ternyata itu t«» 1 pea«0h. sejam lagi. Princess. 'Mungkin bisa.. Puteri. Keduanya tersentak." "Saya usahakan setengah jam. Milik Rana." "Sejam? Tapi saya sudah di jalan. Re mengangguk kecil. Tapi kemudian mereka sama-sama melihat nama yang muncul." Re setengah mengingatkan. Ekpresi wajahnya bertahan sama. "Padahal janji wawancaraku baru mulai jam tujuh nanti. "Saya usahakan.Re.. "Oops. "Ya?" "Bagaimana?" Rana tidak suka ini. "Ya. pasti sering ditinggal-tinggal. lho. dan menutup pintu Suaranya terdengar sayup-sayup dalam ruang yang menggema itu. sih." jawab Re. setengah memaksa." "." Rana seketika menunduk. Mungkin kita tak perlu bertemu. Tak dirasa lagi lelah akibat permainan petakumpet. "I'll see you. Bagaimana?" "Saya cuma punya waktu sampai jam enam. Bergegas Rana menuju kamar mandi. Mereka seperti sedang transaksi ganja." suara Rana nyaris tidak terdengar. "Ya?" *tM «jangan jemput saya di sana lagi. Paling lama 45 menit." rajuk Re." Rana menggeliat bangun. Merasa bersalah. "Nggak usah diangkatlah. enggan." ulang Rana dengan nada ditekan. Bunyi telepon genggam berdering.. Tiga jam yang berharga. Mungkin kita tak perlu bertemu. tadi saya lupa matiin. atau kiri-kanan. ya. Tapi saya benar-benar harus muncul di dinner meeting satu ini.

no. ya. Nihil. cari makan. Yang mampu memblokir suara apa saja. kamu belum di rumah. nggak akan ada lagi yang melihat begitu!" Rana tergelak-gelak.." Terdengar keluh Rana. Tawa Re langsung punah. "Kamu ngomong apa.." ujarnya sambil berlari kecil. saya baru mau pergi. Mencacah harga diriku seperti daging cincang. menyaksikannya sikat gigi sebelum tidur. "Oh. Mereka menghinaku.. Rana dengan tahu diri berusaha menebus "kesalahan"-nya. Mereka berjanji ketemu lagi malam ini. pelan-pelan ditutupnya pintu kamar mandi itu. itu sangat orisinil! Kamu cari di seluruh pelosok bumi. Suara Rana yang tertawa. Mas?. ramerame. Ini .semua. karena aku rela diabaikan. Mereka menyumpahiku.. Mendadak ia punya saudara sepupu yang harus dikunjungi dan akan menginap di sana. Sekawanan samurai terbuat dari huruf datang menyerang. palingpaling Gita.. satu kesempatan menyambut kekasihnya pulang kerja... Puteri. karena aku cuma bisa diam. dengan suara kumur-kumur. "Kamu cakep kalau lagi sikat gigi.aku ingin sekali tuli.. "Sebentar ya..nature" sehingga tidak ada televisi di sini? Dengan gelisah Re menyebarkan pandangan. "Apa??" serunya setengah tertawa. Namun demi satu kebersamaan. Dengan berbagai alasan. Busa odolnya sudah berpencar ke mana-mana. sampai suara hatinya sendiri. demi sepasang penyumbat telinga nomor satu di dunia. "Halo. Rasanya ia mau merelakan semua miliknya . • Sebentar lagi Re sudah-mau memotong kupingnya. sih? Nggak jelas! Tapi kamu makin-makin cakep. pintu kamar mandi itu terbuka." Busa putih di mulut Re muncrat keluar. "Rana. Setelah sekian lama." Tiba-tiba terdengar telepon genggamnya kembali berdering. Suara Rana yang menasihati. Rana pun berbohong pada rekan-rekannya. Dua kali dalam satu malam." Rana berjalan menjauh. mencari-cari perangkat apa yang kirakira bisa berbunyi dan menutup gema-gema dari kamar mandi itu. Suara Rana yang menyimak. ya.. Tepat waktu. suara infrasonik. Re masih tertawa-tawa.. Sekalipun wajah itu nampak dingin tak terpengaruh. Dengan penuh kesadaran. dari mulai suara biasa. ultrasonik.

Tunggal. Cinta bisa dipraktekkan macam-macam." "Data yang tidak lengkap bagaimana?" Dhimas setengah mengeluh. ya." "Setuju. Bukan praktek. Namun ia tahu. Dhimas &amp. Mubazir! Yang ada malah orang-orang miskonsepsi tentang apa itu Cinta.. "Aku selalu merasa Cinta itu dipromosikan dengan salah. kucing. Dan semua pemilahan kategori cinta sesungguhnya adalah satu zat yang sama dengan kadar polusi berbeda-beda." "Oke. benakku siap memaki lagi. Jadi substansi apa itu sebenarnya?!" "Menurutku.sudah seperti minum racun yang dijadwal. Puteri.. berarti Tuhan juga Maha Tidak Romantis. cinta orang tua. titik tengah: romantisme hanya bentuk ekspresi. oke." Ruben mengacungkan jempolnya. "Jangan sampai kita terjebak membuat prekonklusi dari data yang tidak lengkap. "Tapi kalau Tuhan maha segalanya. Keran air langsung dihidupkan. dan mendadak ia merasa sangat bodoh. Aku tak mau mendengar apa-apa. Kebencian pun berasal dari energi yang sama. Dari shower sampai kloset. ia pun membasuh mulutnya. cinta tanah air. berarti Cinta itu apa?" "Tahan dulu!" Ruben sontak duduk tegak. dan seterusnya itu sudah merupakan format turunan. berapa banyak format yang harus kita telaah kalau begitu? Karena kenyataannya. Cinta pacar. Jadi. "Kita ingin berbicara tentang Cinta di level substansi." "Ada yang bunuh-bunuhan karena Cinta. Re menghidupkan semua keran air. dibutuhkan gemuruh air yang lebih besar untuk membungkam suaranya sendiri. Suara kucuran air membahana di ruang kecil itu. hanya ia mengalami proses saturasi. sahabat." Dhimas jadi merenung." "Kalau semua itu kita rangkum. Berkumur-kumur amat keras." "Gila. Tadinya ia pikir ini hanya obrolan sore hari yang ringan-ringan saja... Cinta adalah energi dasar. apabila pemilahan- ." "Eros. Philia." "Peperangan atas nama Cinta.. Polusi itu tercipta di pikiran kita. di pinggiran wastafel. Coba. Ada cinta pacar. tikus. "Iya." "Ada yang saling membenci karena Cinta. Dibersihkannya percikpercik busa di kaca. Ruben Ruben masih tidak mau kalah.. Satu item dengan setumpuk katalog yang berbeda.

mengapa kita jatuh cinta. Justru sebaliknya. kontraktor yang sedang mengerjakan proyek masjid raya di Surabaya itu. "Aku bukannya paranoid. Tapi aku tetap tidak bisa. dong. maka yang ada hanyalah. Semua orang juga sudah tahu itu." sergahnya halus." Sejenak keduanya membisu. Sementara suaminya. berkeluarga." Rana merajuk mania.pemilahan tadi lenyap.. Mempertanyakan dirinya. beranak-pinak. "Tidak ada yang salah. mengapa kita mati. "Kamu ini. sih?" tanya Rana memelas. "Sesuatu yang agung dan substansial ingin mengalami. Puteri. Perlahan Dhimas berkata.. Ingin mengalami adalah hasrat yang paling dasar. Padahal saya kan tahu tempat tinggal kamu. Bakal ada puluhan orang lain juga di sana. Feedback adalah hasil arus balik dari atraktor asing yang berputar kepada diri sendiri." bujuk Rana lagi. itu cuma acara biasa. Puteri. Rana akan mengadakan pesta kecil di rumahnya nanti malam. Mentahmentah. Jadi apa salahnya." Mengalami? Ruben tercenung.." Dhimas terenyak." "Justru aku ingin kasih lihat kalau kita berteman. kendati ia menyampaikannya dengan halus. "Apanya yang . Konsentrasinya berantakan. semuanya adalah pengalaman. Ia mengalami melalui kita. dan jadilah ini semua. "Bukankah itu inti semuanya? Mengapa ada hidup." ulang Dhimas lebih mantap. Namun Re tidak melihatnya sebagai satu peristiwa yang membuat hari indah." "Atraktor asing. ". mengapa ada ini dan itu. supernova "Tidak bisa kamu samakan." "Kalau kamu canggung.. Jadi kamu nggak usah paranoid begitu. Ale bisa mengikatnya ke tiang listrik kalau tahu ia akan pergi ke rumah Rana." "Satu-satunya pertanyaan yang ada... dan ia mengundang Re datang. tidak ada di rumah. Re menolak." "Bukan itu masalahnya." KEPING ^ Sebesar Cinta itu Sendiri Hari ini Rana berulang tahun. Apa salahnya kamu juga tahu tempat tinggal saya sehari-hari itu seperti apa." kali ini Re spontan tertawa.. ajak saja Ale. Ruben. "Re. Terbungkus momen yang tak terkatakan.. mengantarkan saya pulang ke rumah saja nggak pernah mau. "Cinta adalah mengalami. jangankan masuk. ia merasa tidak karuan sekarang. mengalami.

Ia akan terpecah di luar kendali cinta itu sendiri. Dan aku menyimpan sel-sel yang sangat sehat.. Aku akan dirasuki jutaan imaji mengenai dirimu dengannya. tak kan pula kuhadapkan mataku untuk melihatnya. diakibatkan oleh fantasi yang diduplikasi berulang-ulang dan berlipat-lipat ganda. Karena cemburu.. tapi bergerak seinci pun Re tak bisa. ada sebuah mobil yang berhenti dengan aneh. Re menjatuhkan kepalanya ke atas kemudi." "Datang. Pergi tanpa ragu lagi. Bagaimana kalian makan bersama. Semula satu dan kemudian terpecah jadi seribu satu.tidak bisa?" "Kadang-kadang kamu memang terlalu naif. Tidak janji. bukan lagi di alam simulakrum20. Ia yakin. Paling-paling cuma dua atau tiga puluh langkah berjalan kaki. Arwin Grafiti berwarna ceria . saya sedang tidak berselera untuk disiksa. atau bercinta di atas meja. Maaf. Sebesar Cinta itu Sendiri Rasa memiliki itu hidup seperti sel. tapi aku usahakan. hingga akhirnya objek yang nyata pun tak jelas lagi. ya?" Re diam. Rana akan mencak-mencak kalau tahu ia tidak datang hanya karena." Di jalan itu. 20 Simulakrum adalah ruang yang disarati oleh duplikasi dan daur ulang berbagai fragmen yang berbeda-beda di dalam satu ruang dan waktu yang sama (Baudrillard). Suka tak suka. Ada Re di dalamnya. Re menyalakan mesin mobilnya. Rumah Rana pasti salah satu dari jajaran itu. Mobil-mobil banyak yang mulai datang. Dalam konteks ini bisa diartikan juga bah wa alam simulakrum adalah alam meleburnya realita dan ilusi. Sel ini terus bertambah dan merambah. Kekasihnya begitu dekat secara nyata.." "Aku usahakan.. menatap plang jalan itu dengan resah. Ia cuma bisa berharap Rana mau mengerti. Puteri. Selain posisi berhentinya yang serampangan—antara mau belok atau tidak—mobil itu pun sudah berhenti di sana lebih dari setengah jam. Sejenak Re mengangkat matanya dan melirik ke jalan itu sekali lagi. Mereka hidup melingkari kita.. Dan betapa seharusnya engkau tidak di sana. Tak kan kuhadirkan kakiku ke sana. "Pleeeeease. Kecemburuan aneh yang hanya ia mengerti sendiri. semenjak kita saling mencinta. karena..

makan malam di Chedi bersama pria yang ciri-cirinya persis sama dengan Ferre. pemurung. dan ia turut prihatin." Muka Arwin ditegar-tegarkan. mungkin mereka memang cuma berteman. berat. mana mungkin. kebiasaan menangis diam-diam. "Ya. Kalau tidak. Sebelumnya lagi di Shangri La. keduanya nampak tegang menontoni salah satu adegan puncak. Namanya Ferre. "Tapi Rana memang pernah bilang kok. dingin. Tapi kira-kira apa yang bakal dia lakukan ya? Pria malang. Tangisan lirih yang seperti sayatan silet. temannya tahu itu. Ruben Persis seperti nonton film laga." "Well.. Kegiatannya yang seabrek. Tapi tidak ada jalan lain: "Bukan untuk pertama kalinya aku melihat mereka.. Tapi ia tak mau membuat Arwin lebih terbanting. Dan yang satu itu." ucapnya dengan nada sewajar mungkin." "Tapi Rana pasti hanya berteman baik dengan orang itu. mengambil jarak. Semua harus kebagian. tapi lebih baik kamu cek lagi kegiatan-kegiatan istrimu. "Kenapa juga harus dibikin ketahuan?" komentar Ruben gemas. Namun semuanya menjadi suram apabila disandingkan dengan aura kelam yang menyorot dari batin Arwin. dan muram. Sepupuku teman seangkatannya di Berkeley dulu. Rana yang pelamun. "Aku tahu siapa dia. hari Senin minggu kemarin. Desi juga bilang dia melihat Rana di Bandung.menghiasi setiap bidang dinding kafe itu. Lebih-lebih sehabis mereka bercinta. "Artikel itu sudah bulanan yang lalu dimuat. Selalu menghindari acara keluarga." Rasanya Arwin ingin membabi-buta lari ke atap gedung dan menjatuhkan diri. Aku baru melihat mereka berduaan tiga hari yang lalu. "Maaf kalau aku terlampau curiga dan membuatmu malah tidak enak. Kamu juga kenal Rana. Dia sangat mencintai isterinya. kalau dia sedang membuat profil tentang pria itu. Aku hanya concern. sih. Dhimas &amp. seluruh cerita ini berlalu begitu saja tanpa pelajaran untuk semua orang." ia mengangguk-angguk. Aku yakin. Rana yang menjadi pendiam. Lagi-lagi." Segalanya memang menjadi jelas. . "Ya harus. Temannya tahu itu. tanpa bermaksud mengambil kesimpulan apaapa." Arwin menghela napas.

Seorang suami yang harus dipertahankan demi stabilitas status sosial." Re mengolok. Rana? Mengapa harus aku? Mengapa perasaan ini? Perasaan sesat! Irasional! RACUN! ] Re setengah mati menekan kata-kata itu untuk tidak keluar. Kamu tahu aku paling malas disuruh meliput ajang anugerah semacam ini. "Menderita". Kata-kata yang selalu bermunculan namun ia bendung hanya karena tidak mau Rana sakit hati. dear? Kamu senangsenang dong. "Kalau soal itu sih jawabannya pasti 'tidak'. Harus menunggu satu ajang akbar dan persetujuan rapat redaksi. bisa ketemu banyak artis. tapi sekarang memang lain cerita. Dia punya semuanya. Harga dirinya kembali tergigit.selayaknya semua peristiwa hanyalah semata-mata peristiwa. Kepahitan pun merambat naik seperti bisa ular. Entah itu diberi judul tragedi atau keberuntungan. "How's it going. dan seorang kekasih gelap yang mencintainya setengah mampus ] l Sepasang sepatu mentereng yang sakit kalau dipakai dan sepasang sepatu tua nyaman yang setia ] [ Kabarmu sendiri bagaimana. Sepatu Tua? Senangkah kau di sana? Di gudang gelap yang hanya dibuka sekali-sekali. atau sebaliknya. Dia bisa melihat dirinya sebagai korban. dan dilihat kalau ada kesempatan? ." Rana tertawa manja. Maka terciptalah percakapan itu. "Jangan mengejek. Ferre Rana sedang keluar meliput. Re tertohok." Mendengarnya. bisa telepon kamu. yang cukup sepuluh menit. Jemarinya mematung di atas tuts keyboard." "Oh. tapi cara kita menyikapinyalah yang kemudian memberikan label. tapi bisa mengantar Re tidur tersenyum sampai pagi..." "Label apa yang dia pilih kira-kira?" tanya Dhimas lagi. ya? Berhasil bertemu dengan seseorang yang menarik? Among a bunch of airheads?" Re tambah mengolok. Bersiap-siap. Mereka saling pandangpandangan. Telepon kekasih sebelum tidur—betapa mahal dan kompleksnya kesempatan itu. [ Ini keterlaluan! Mengapa harus begini? Mengapa harus kamu. "tapi di acara seperti ini aku kan bisa santai. Bukankah ia sudah cukup menderita? [ Ya. jadi penonton. Semoga saja dia sadar kalau sedang berpijak di semesta yang serba relatif.

. ..Sorry kalo kurang bagus edit nya… Selamat membaca aja ya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->