DE_SUPERNOVA-_BintanG_jatuH SUPERNOVA Episode: Ksatria, Puteri, dan BintanG jatuH © 2000 Pee H Proof Reader Prof. Dr.

Fuad Hassan Hernia wan Aksan Tata Letak Muhammad Roniyadi (thatkid20@yahoo.com) Desain Sampul Tepte (teple@imatrekkie.com) Foto Dissy Ekapramudita Penerbit Truedee Books X Patrakomala no. 57, Bandung 40113, Indonesia Tel/Fax. 62-22-4213691 http://www.truedee.com E-mail: Dooks@truedee.com Hotfine Customer Service: 081-22141015 Pre-press Polar Repro Bandung Percetakan Gpta Cekas Grafika - Bandung Osakanl : Februari 2001 /CefakanU -Maret 2001 hafalan IH : April 2001 Cetakan IV :Juni2001 **«anV ; November 2001 Katalog Dalam Terbitan i ¦fe^'S ^ Bi,Mn* BMK,un8: T»*, Books; 200. $&96257-0-X JudulEngkaulah getar pertama yang meruntuhkan gerbang tak berujungku mengenal Hidup.Engkaulah tetes embun pertama yang menyesatkan dahagaku dalam Cinta tak bermuara.Engkaulah matahari Firdausku yang menyinari kata pertama di cakrawala aksara. Kau hadir dengan ketiadaan. Sederhana dalam ketidakmengertian. Gerakmu tiada pasti. Namun aku terus di sini. Mencintaimu. Entah kenapa. (catatan di satu pagi buta di atas atap rumah tetangga) Sanksi Pelanggaran Pasat 44: Undang-undang Nomor 7 Tahun 1987 Tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 6 tahun 1982 Tentanq Hak Cipta Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau memperbanyak suatu ciptaan atau memberi izin untuk itu, dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak 8p 100.000.000 (seratus juta rupiah). 2. Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak

Cipta sebagaimana toaksud dalam ayat (l), dipidana dengan pidana penjara paung lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak §§ 50.000.000 (lima puluh juta rupiah). Divisi Produksi kami telah mengeluarkan SP3, yang memperingatkan agar kami berhenti bermain-main dengan jatah satu halaman Cuap-cuap Penerbit dan mulai menggunakannya dengan lebih serius. Mereka mengharapkan agar kami membuat omong kosong permanen supaya tidak gontaganti film setiap kali naik cetak. Terus terang, hal tersebut menimbulkan gejolak besar di dalam tubuh Srudooks alias Si Truedee Books, karena surat peringatan itu merupakan cambuk evaluatif yang teramat pedih, yang membuat kami semua merenung, menyelam bersama dalam palung kontemplasi... bukan, bukan masalah selama ini kanu kurang serius atau tidak, tapi satu halaman... SATU halaman. Setelah Supernova diluncurkan dan mengalami begitu banyak peristiwa, adakah satu halaman mampu memuat seluruh curahan hati kami? Dan apakah itu gerangan yang sekiranya layak menjadi pernyataan final kami? Misteri itu akhirnya membawa kami semua ke sebuah penelusuran mendalam, sesuatu yang spiritual, mendasar: apakah tujuan hidup kami? Lantas kami menyelenggarakan satu konferensi tingkat tinggi yang dilaksanakan di warung nasi Ibu Eha, di dalam Pasar Cihapit, Bandung (masuk pasar, lurus, belokan pertama ke kanan, langsung belok kiri lagi), yang juga dimeriahkan oleh hadirnya artis top ibu kota: Dewi RSD. Setelah menundukkan kepala dan menyanyikan lagu "Syukur" sebanyak tiga putaran (pertama: suara penuh; kedua: setengah suara; ketiga: hanya bergumam), kemudian membentuk lingkaran dengan sebatang lilin di pusat -lengkap dengan beberapa lalat yang terbakar dan mengeluarkan suara mendesis yang menghipnotis, dan setelah itu mengungkapkan isi hati secara bergiliran, maka kami pun tercerahkan dan menemukan kembali tujuan kami yang sesungguhnya. Ayu Utami, di ulang tahun IKAPI tahun 2001, ketika ditanya oleh Dono Warkop yang saat itu bertugas menjadi MC: apakah yang akan Anda lakukan apabila

ternyata Anda memenangkan Nobel Sastra? Ayu pun menjawab dalam canda: Rasanya saya tidak akan memenangkan Nobel Sastra, tapi Nobel Fisika 'kali, ya! Oh, saudara-saudara, bahkan kami tak memiliki kemampuan cukup untuk mengkhayalkan sebuah penghargaan Nobel di bidang fisika. Terlebih-lebih sastra. Tidak. Tujuan kami hanyalah satu: bersenang-senang. Sekali lagi (dengan suara mengg ema plus sedikit echo): BERSENANG-SENANG (nang... nang... nang). Maka, Anda tidak hanya mendapatkan satu halaman... tidak juga dua. Bukan pula tiga! Melainkan empat halaman Cuap-cuap Penerbit! Bukan main. Ini sungguh luar biasa! Bukan begitu, Mike? Demikianlah akhir dari konferensi kami. Ditutup dengan Supernova v menyanyikan tembang lawas namun tetap cantik: "Kemesraan", yang diiringi permainan gitar Kang Wawa - penjual pisang di Pasar Cihapit yang juga fans fanatik grup bertajuk singkat seperti U2, Al, dan RSD, sambil bergandengan tangan dan menggoyangkan badan ke kanan dan kiri secara kompak dan terpadu. Momen yang sungguh mengharukan.Re tak tahu cara menyarungkan pedang-pedang tajam itu. Teroris-teroris dalam otaknya. Sementara Rana masih terus berbicara dengan suara ceria, "Dan tahu nggak, tadi semua orang menyangka aku sedang bicara dengan Arwin di telepon. Mereka begitu yakin itu dia, saking suaraku terlalu mesra katanya. Ha-ha..." Ajarkan aku menjadi naif. Senaif dirimu yang masih bisa tertawa. Senaif kebahagiaan di alam kita berdua. Karena setiap detik di kala kenyataan mulai bersinggungan. Aku rasakan sakit yang nyaris tak tertahankan. Atau ajarkan aku menjadi penipu, Apabila ternyata kau merasakan sakit itu dalam tawamu. "Itu tidak lucu, Puteri," balas Re dingin. Tawa Rana membeku seketika. "Re... aku ingin sekali berteriak, bahwa itu kamu. Dan bukan Arwin. Itu kamu... kamu..." suaranya kian mengecil. Dan kata 'kamu' masih terus bersambung di dalam hati. Re sendiri cuma bisa diam. Menyesali betapa banyak keterbatasan yang ia miliki: takdir, nasib, suratan. Ia teramat geram. Aku letih, Puteri. Malam itu Re batal tidur

Tergila-gila. Tidak ada yang tergapai. Dalam segala ketersendatan akibat takut ketahuan." "Dia teramat mencintai istrinya.. Kebahagiaan istrinya berarti kebahagiaannya. Ya. Arwin pun tepekur. Ia tetap dirinya yang dulu. Andaikan aku bisa berbuat lebih. dalam ruang simulakrum. sebuah tindakan. Tak ada kebencian yang bisa ia keruk dari dalam hatinya untuk Rana. Di dalam mobilnya. Mereka tak sadar itu. Cinta yang sampai di titik tertentu akan mengaburkan ego.. padahal aku hanyalah batu penghalang bagi kebahagiaannya.." Ruben mendesah. Bertahun-tahun aku tahu itu." "Dan dia mengambil tanggung jawab di . Yang ada hanyalah kebencian pada dirinya sendiri. Maafkan aku Rana. Sementara pikirannya bagaikan spektrum konvergen. dalam pancaran hampa berusaha menggapai-gapai sebuah kesimpulan. Kedua manusia itu. bahagia. Dan terhibur sendiri dengan ketabahannya yang tak masuk akal. "aku sama sekali tidak menyangka dia akan berpikir begitu. terfokus habis sebesar Cinta itu sendiri seolah-olah tidak ada yang lain di mata mereka. Manis wajah berbungabunga istrinya bagai insulin yang terdongkrak dalam darah. Setengah dua siang.. Tidak pernah satu detik pun aku mampu membuat Rana bersinar bahagia seperti itu. Memandang kosong ke satu titik. Egois. tapi aku diam saja.sambil tersenyum. menghadapi carikan-carikan kertasnya. berhadap-hadapan. Ia begitu. Begitu pun dengan kesengsaraan. Berusaha memunguti lagi cintanya yang berantakan. Hanya sebeginilah kemampuanku. Mencoba merasakan kembali puncak-puncak kayangannya dengan Rana. Malah terjaga dalam kamar kerja. bagaimana bisa mereka sadar? Mereka begitu saling mencintai. Ruben "Menakjubkan. Tentu saja. Aku pikir aku telah seluruhnya mencintai. Arwin Pelataran hotel. sebuah solusi. Tidak juga untuk pria itu. Siapa pun dapat melihat apa yang ia lihat. dan Arwin rasanya terserang diabetes melihat Rana. Dhimas &amp. mereka justru kelihatan menonjol. Re. benteng terakhirnya dalam pertempuran batin ini. aku memang tidak pernah pantas memilikinya.

sana. mungkin tidak bakalan punya hati sebesar itu. Sambil mereguk susu hangat. tersenyum sendirian. Mulutnya komat-kamit cepat seperti membaca jampi-jampi. Hari ini. tapi telepon genggamnya sudah menempel di kuping. Diva akan pergi ke sebuah taman kanakkanak. dimulai dengan pergi ke pasar. Dari sana. ia akan ke kios-kios tanaman di pinggir jalan. di luar pagar. 4 115 Tiba-tiba dari rumah seberang. tampak seorang lelaki keluar. Celananya rapi dengan garis seterika lurus seperti seutas tali. Tas kantornya terbuat dari kulit berwarna hitam. tapi kalau aku jadi dia. ya?" Ruben berdecak." "Cinta bisa sedahsyat itu.'' supernova -Berarti. Tersenyum sendirian. Maka ia pun akan duduk di sebuah bangku. Hati yang cukup besar untuk menampung cinta istrinya pada pria lain. ia memandang ke luar jendela. "Aku bisa ngomong panjang soal teori. Terkadang ia membawa pulang satu polybag tanaman. sebesar apa har menampung seluruh cinta di semesta ini?" yang 'Sebesar Cinta itu sendiri. Menikmati pagi harinya yang sepi. memandangi. sesudah sarapan pagi. Ia hanya ingin ada di sana. Diva sudah kenal beberapa penjual yang mengizinkannya duduk di balaibalai kecil mereka. Sementara kebanyakan orang cuma bisa menyalahkan orang lain.. namun yang sebenarnya ia nikmati adalah memandangi tumpukan buah dan sayur. Baru pukul setengah sembilan. Di kerah kemejanya. atau beberapa bungkus pupuk. Ia sudah tahu persis pukul berapa anak-anak itu keluar kelas dan bermain di luar. Memandangi." "Ya. paling-paling ia hanya membawa kantong plastik kecil yang isinya kue-kue atau beberapa butir buah. Pasar tradisional. malah kadang-kadang tidak membawa apa-apa sama sekali. sebuah dasi tergantung menunggu untuk disimpul. Jauh dari kegaduhan pusat kota. Ia bisa berdiam lama di satu sudut pasar. Tersenyum sendirian." KE PING 15 la Sedang Kasmaran. Terakhir. Diva pun bersiap melakukan rangkaian ritualnya. Pulang dari sana. bisakah kamu bayangkan. Hanya memandangi. Diva mencibir. sebelum pulang. dan yang kalau dilihat dari puncak gunung .. Setiap pagi Diva punya ritual khusus.

Tetes. ... i. .. .. . sesuatu nampak berubah. .... cengkraman jemarinya di telepon genggam itu. s. .. ... mi.. Namun kemudian.. e. te.. yang ia lihat hanya cinta.. Diva melengos. setiap gerak tubuh yang terjadi. . Mulutnya bergerak perlahan. . demi. mahalnya tetap kelihatan. Sudut bibir yang berubah dalam celah detik.. t. tapi tidak. demi tetes. . waktu berhenti membanjir. Jemari yang bergetar ketika meraih tangan kekasih. Si Jepang Bawel—tertawa-tawa akan hal itu ketika jam makan siang. Sampai seolah-olah ia telah berubah menjadi asmara itu sendiri. . Terlalu drastis. . . Benar-benar kasmaran. Ini polusi untuk matanya. Wajahnya yang tadi kusut berubah cerah dengan drastis. Senyumannya. Lambaian anak rambut yang ditiup angin.. Dalam dimensi pikirnya. . .. . seolah-olah ada butiran mutiara ikut keluar di setiap kata yang terucap. .. Mata itu memandang ke arah sembarang.. . .. Pancaran ketulusan dapat dinikmati lebih lama. ... Setiap kerut wajah akan memiliki arti. m. Si Bule Gendeng. Tipe orangorang yang ia temui hampir setiap malam. Lidah yang berputar lembut dalam sebuah ciuman. . .. atDANB kasmaran.. ..sekalipun... Penuh makna. Diva menahan napas. . tetes. Dan wajah yang berbohong akan jengah dengan sendirinya. Otot yang mengejang pada kaki yang berlari. Ia kenal betul tipe itu.... de... tes. Diva mulai tersenyum.. . mahal. Kalimat yang tertunda keluar akan nampak. dan kembali merunduk-runduk seperti ayam mencari cacing ketika kembali ke kantor... e. Melainkan menetes bagai embun.. t. Tipe orang-orang yang memberi julukan pada bosnya—Si Cina Gembrot... Memuakkan. . Tak peduli ke mana pun matanya berlabuh.. sinar wajahnya. Berdoa andai saja ada menit saat dunia mampu melihat refleksi dirinya sendiri dalam gerakan lambat.. pria itu sedang kasmaran. 'Pria itu sekonyong-konyong berhenti melakukan gerakan serba sibuknya. . . sepertinya kosong. Ia sedang melihat cinta. d. Niscaya semua akan menjadi begitu khidmat.. Semuanya melambat seperti adegan s l o o o w m m m o t i o n n Hanya saat seperti ini yang mampu menggerakkannya untuk berdoa. e.

"kampret!" Ale tergelak-gelak. Sepertinya ada gelimang-gelimang cinta kental yang menggenangi kaki mereka. terus menerus. apa untungnya kita ajak dia?" tukas Ale. Apaan sih kamu." Re tertawa. seperti telapak tangan mereka dilem. Diva pun menyentuhkan jemarinya pada kaca. wajah pria itu kembali berubah menjadi tukang dagang. Dengan posisi seperti itu mereka berdua berjalan agak terseret.' Memang itu gunanya dia ikut.. Supernova Ferre Malam minggu. Panjang antrean tiket sudah menyamai arakarakan barongsai. Dan seandainya ia bisa memohon. Nonton ke bioskop bertiga. "Lho! Jangan ditolak. matanya berbinar seperti melihat bidadari merekah dari teratai kayangan. dan melesat pergi. Biar aku yang ngantre. ia akhirnya memilih ikut dengan Ale dan pacarnya. Mereka pergi bertiga. Re yakin malam ini ia dan Rana akan dinobatkan menjadi pasangan dengan .. Re memandangi dari kejauhan. Lala. Balik ke barisan. Ada pria yang mengantre tiket sambil tak lepas memeluk kekasihnya dari belakang. Makan bertiga. jangan pergi. Re. Berhubung muak dengan usahanya yang sok sibuk sendiri di rumah. dan Lala menyandarkan kepalanya di bahu Ale. Sejenak Diva merasa begitu kesepian. Bergegas ma suk kendaraannya. Kalau enggak. Berusaha menyentuh pemandangan itu.Tak ada yang lebih indah dari gerakan lambat. Ada wanita yang lagi menyuapkan kue sus ke mulut pacarnya yang lagi asyik main Time Crisis. Setelah flip teleponnya menutup. Pasangan itu pun berjalan pergi. Di ujung sana.. wahai kau yang sedang jatuh cinta. "Nggak ah. "Kalian duduk saja. Kita ngantre bareng saja. Kalau saja ceritanya lain. Supaya ada yang ngantre tiket. ada sepasang remaja yang bergandengan tangan. Tetaplah di sana. dan begitu pacarnya keluar. Ada pria yang setia menunggu dekat toilet. Bagaimana Ale melingkarkan tangannya di pinggang Lala. dan kita tetap bisa pacaran. Namun Tangan Yang Tak Nampak kembali berhasil menjebol bendungan waktu." Lala langsung menolak. Re kembali menjadi pecundang. atau jalan-jalan kek.." Re menawarkan diri. "Pergi sana.

Sinetron tentang pria kedua.' Sampai di perjalanan pulang. Menyadari bahwa kata-kata temannya bisa jadi benar. Bahkan aku berani bilang. aku berkenalan denganmu dua tahun dan empat puluh tiga hari lebih awal. Kalau saja aku bisa berkata 'untung saja'. mencari tahu apakah sinetronnya sudah mulai atau belum. Orang yang menurutku akal sehatnya nomor satu kok bisa-bisanya jadi penderita nasionalitas akut. ada ¦ nggak yang tidak pernah kamu ajak nonton ke bioskop?" Re bertanya. tanpa harus cepatcepat berjauhan kalau ada yang kenal. koma! Sebentar lagi mampus! Tahu?!" Re terdiam. Aku termasuk orang yang cukup puas dengan sekadar mengajak pacarku nonton malam minggu. apalagi kasihan. "Siapa juga yang pity? Itu sih memang kamu yang tolol!" timpal Ale. Bahkan Puck si peri usil akan jongkok di kaki mereka demi mengoles ujung panah-panah asmaranya. Tak kutemukan satu orang pun yang mengakui kita. Puteri. "Kamu sebar survey aja. Statistik kita tidak bagus. "Ale. dari lusinan pacarmu sejak dulu..' merangkul bahunya waktu sedang ngantre. .. tanpa harus mengawasi kiri-kanan. "Re.." "Rasanya aku tidak pernah punya keinginan muluk-muluk soal beginian. Aku yakin hampir semua pasangan di pelosok negeri ini pernah pergi nonton berduaan..jalan paling terseret. Ia teringat ketika Ale menjemputnya tadi. Itu saja. Tanpa takut ada siapa di belakangku. Sebelum sahabatnya itu datang. Semua sedang seru-serunya. Aku adalah manusia statistis. ke bioskop. atau minimal pegangan tangan. sinetron tentang wanita kedua. Untuk soal itu. Kewalahan akibat banjirnya cinta mereka yang tumpah ruah. Ia Sedang kasmaran." "Hei. hal yang sama masih terus mengusiknya. Aku adalah manusia yang butuh pengakuan. Re tengah mengintip acara televisi. Ale baru mengerti arah pembicaraan ini. no pityl" Cepat Re berseru. "Aku tidak simpati. kamu tidak perlu khawatir. 'Untung saja. "Bukannya itu kegiatan paling standar orang pacaran? Kalau boleh dibil«ng: preambulel" Ale nyengir.." Suaranya makin berbeban. Kalau besok malam gilirannya Supernova Ia Sedang Kasmaran. Tapi aku cemas.

Tak ada pemeran pengganti yang akan menanggung «kirmu. sementara ia selamanya akan dikategorikan sebagai antagonis. cerpen. Re menonton tanpa berkedip. "pelarian kejenuhan pasutri". manusia-manusia bumi yang kecanduan tragedi. Kalau saja rasio bisa diinfuskan.. Institusi dan rasa bersalah selalu keluar jadi pemenang.. dengar. Motor bebek '70-an berwarna . ia mengalihkan pandangannya ke jalan." "Nonton sepuluh menit kan bukan berarti apa-apa.. meraih remote dan memindahkan saluran. "Sejak kapan kamu nongkrongin sinetron?" "Sinetron apaan?" sergahnya cepat. "Buat apa juga nonton sinetron. Ale sudah menyambutnya dengan tawa lebar. Sementara Ale sudah mulai resah di luar. ia lari lagi. Dulu. Dampak mendramatisasi hidup yang sebenarnya dibikin-bikin sendiri.. Cepat. novelet. semua mengatakan: ia kalah. "Sekarang sih memang CNN." kilah Re pelan.. kemudian ia lari menuju piatu. Parah. tonton. termasuk diomeli dan dimaki Ale. Dari sebelah kiri. kamu sudah kukirim ke Gawat Darurat sekarang juga. "intermeso pernikahan". konsultasi—yang menceritakan gamangnya pernikahan karena kehadiran orang ketiga.." Ale terkekeh. yang dulu pernah ia sebut malang dan bodoh itu.. Mendadak ia teringat sesuatu. Di sofanya ada sejumlah majalah—penuh dengan tanda pembatas yang kesemuanya menandai artikel. "aku kan sudah lima menit duluan di depan pintu.. Re menepiskan lamunannya. Ada macam-macam pula sebutan untuknya: "pesona sesaat".. "Re. Kembali hadir di detik ini. Dan setiap kedua sinetron itu naik tayang." sambungnya lagi lebih lirih. baginya semua itu sampah. oi! Buka dong!" Ketika Re membuka pintu. tapi tadi. sebuah motor datang menjajari mereka. Darah adalah darah. buat apa. dan tangis adalah tangis. Ketika bel rumahnya berbunyi. Re langsung menutupi tumpukan majalah itu dengan bantal..Tokoh-tokoh itu dikisahkan sedang bingung memilih. Ya. Namun kini ia merasa ada kedekatan batin dengan semua kisah dan orang yang terlibat di dalamnya.. Lampu merah. dan sebagainya. Dan dari apa yang ia baca. Sakaw-ny&amp. Kondisimu mengkhawatirkan.

dan betapa kuat rasa percaya di wajahnya. Ia hanya berpegangan erat pada lengan kekasihnya.. Yang dibantu tidak tahu harus bilang . Sementara Re duduk di sudut. Diva duduk di samping panggung. SBOEJ Seorang peragawati tiba-tiba terjatuh tepat di depan matanya. ada lagi sepasang kekasih. Pengemudinya adalah pria muda yang mengenakan helm butut. silam! Ayo. lebih cepet dong.hijau dengan lampu depan yang sudah kalah terang dengan petromaks warung. Dengan dekapan itu ia tabah menghadapi udara malam dan bus yang tak kunjung datang. Dan kehangatan wajah mereka berdua. ditempeli tulisan "Dilihat boleh dipegang jangan".. Di tengah pesta obral pun ia harus rela menggigit jari. Tentu saja Diva salah satu dari yang ikut tertawa. menguruti tumitnya yang pegal sambil memandangi Adi yang sibuk memberikan aba-aba dengan seluruh tubuhnya yang ikut bergoyang. ia membantu gadis itu berdiri.. Pasti milik pria itu. Bukan cinta antik dan berukiran rumit. menunggu bus yang sudah tinggal satu-dua. Tenang. "Cuma hak sepuluh senti. tampangnya sederhana. Mungkin mereka sedang merencanakan punya anak tahun ini. Re kembali terusik. roll! Ya! Silam. three. Ia membonceng seorang wanita.. yang juga sederhana. say.. dengan rambut panjang dijepit dan baju bermotif buifgf kecil-kecil. dengan kumis tebal dan sinar mata yang ramah. Menyaksikan semua orang bergelimang dengan apa yang paling ia dambakan. Wanda. it One. tapi sakitnya lumayan. four. Re tercekat. One. Wanita itu mengenakan jaket kebesaran yang jelas bukan miliknya. Suara orang yang ikut mengaduh sama banyaknya dengan yang tertawa... two. Apa ini semua? Pasar malam kasih sayang? Cinta diobral dan dicucigudang? Yang kudamba juga sederhana. Semua perjalanan hidup adalah sinema.. Mereka tak berkendaraan apa-apa. Cepat. tapi lihat wajah wanita itu. Henny. Di sisi lain jalan. two. Namun ia memang terlahir menjadi manusia mahal. tak lagi meledak-ledak. ya? Atau lebih sakit malunya?" ujarnya ringan. pose!" . seperti di atas tungku asmara yang apinya sudah mulai stabil.

hap!" Suara Adi yang cempreng menggugahnya. menggerutu atau berterima kasih. Lalu mereka semua tak henti-hentinya merasa lebih.. Kita ulangi dari lagu yang pertama. Ia rindu kebun kecilnya. Seharusnya pertanyaannya adalah: mengapa begitu banyak kebobrokan yang mesti ia lihat? Mengapa cuma ia sendirian? Mengapa hanya dirinya yang ingin hidup? Ia lelah. "Kapan sih omongan kamu enak didengar?!" semprotnya sebal. "Masalah Diva cuma satu: tidak punya belas kasihan. Yang meletakkan harga dirinya di sewujud tubuh molek. "Emang enak pakai sepatu hak sepuluh senti terus jatuh?" Diva menatapnya terheranheran. Tak pernah sekali pun Diva melewatkan latihan walaupun itu bukan masalah untuk peragawati sekalibeinya. Saya izin pulang. Yang menggantungkan jati dirinya di gedung ' perkantoran mewah bertingkat 40. kenapa bukan kamu yang paling cepat nolong?" Muka perempuan itu kontan tidak keruan. "Kamu tega banget." 1 V) "Kamu tuh punya masalah apa. sih sebenarnya?!" Perempuan itu makin sewot. hap.. ya? Kita ketemu langsung besok malam?" Adi sedikit terkejut. Diva mengurut keningnya. pikirnya. atau di seraut wajah cantik tapi mati. "Adi. Yang menurutnya patut dikasihani adalah orang-orang yang berupaya untuk mencuat dengan berjinjit di atas kemunafikan. di besar kecil kucuran kredit bank. saya nggak enak badan. atau di sebuah titel yang memungkinkan mereka membodoh-bodohi sekian banyak orang bodoh lain. Bagaimana juga nasib monyet-monyet korporasi yang tengah merambati pohon karier dengan otak mereka yang semakin gersang? Apa rasanya tersandung dari ketinggian seperti itu? Ia yakin tak akan sanggup tertawa. * Diva menoleh. "Terus. Anak ini pasti sakit beneran." celetuk Risty. Yang haus akan elu-eluan tak bermakna. Penat. Kan kasihan." Teman di sebelahnya menegur.apa. ayo honey. seketika berdiri dan pergi. Diva memang tak merasa kasihan sedikit pun. diikuti cekikikan yang lain. Ia merasa tak . Ada batas ketinggian maksimum untuk hak sepatu. "Bukannya kamu yang tadi paling pertama ketawa? Paling keras lagi. "Div. sih ngomong gitu.

Diva memang merasa sakit sungguhan. tapi ia tahu majikannya amat peduli. jangan lupa pelihara banyak tanaman di pot. kita langsung ke rumah. Tentu saja. Ia tidak melihat banyak hal. Kemuraman yang ganjil. sama saja kayak Bapak pelihara kambing. bahkan membayari mereka ikut berbagai macam kursus. kambing tetap nggak bisa nolongin istri Bapak masak. Majikannya hampir tidak pernah membawa siapa pun ke dalam mobil ini. Setiap kali di jalan. tapi Diva menanggung biaya sekolah ketiga anaknya. Inilah saat ia ingin memaki semua orang sekaligus KEPING memeluk semua orang. Diva bukan jenis orang ekstra hangat yang tak pernah lupa mengajaknya ngobrol atau melempar guyonan. Sudah lebih dari empat tahun lamanya ia bekerja pada Diva. Apalagi ke rumah. . selain berbicara di telepon 'genggamnya. semua modal ditanggung Diva. Kalau besok lusa saya jatuh miskin dan nggak bisa gaji Bapak lagi. ia hanya memandang ke luar jendela. Saya ingin Bapak bisa maju sekalipun nggak ada saya. Nona besarnya itu pernah berkata: "Kalau saya cuma menggaji Bapak tok. Kadangkadang ia memang tak kuat menahan. Non. alat tulis nggak ada. "Pak Ahmad. ya. cari-cari orang lain lagi yang bisa menggaji. Bagaimana anak Bapak bisa jadi juara kelas kalau perutnya keroncongan? Buku nggak punya. kadang menggigiti bibir. Diam. Atau majikan mana pun. Biarpun dikasih makan rumput segentong. Menyatakan kesedihannya sekaligus cintanya yang mendalam.punya pilihan lain selain membiarkannya pergi. nanti Bapak terpaksa nganggur. Wajah cantik itu terlihat agak muram. atau bantu anak-anak Bapak bikin pe-er. Kepenatan tersebut adalah sakit yang baginya lebih nyata daripada kena flu atau cacar air. Diva tak pernah memberinya baju lebaran atau menyumbangkan hewan kurban." "Ya. dan disuruh membuka taman bacaan untuk konsumsi lingkungannya. Jangan lupa rumah Bapak harus dijaga tetap bersih. Belum lagi suplai buku-buku yang selalu datang membanjir. Istri Pak Ahmad dikursuskannya menjahit. Makanya saya nggak mau Bapak pusing soal bayar ini-itu." Pak Ahmad melirik majikannya dari spion.

Diva duduk menghadap jendela. ia masih duduk tegak dan berpikir. Tak ada isak. Tak ada lagi yang dapat ia lakukan selain memeluk bantal kecil. Kekasihnya tidak perlu naik motor dan kenal risiko hujan-hujanan. duduk . Menyapu begitu cepat dengan suara seperti siulan.. Ternyata majikannya. Tangisan bisu. menangis. Di kamarnya. Turun tanpa henti dari kedua matanya. kepedihan ini tetap terasa tajam. Angin itu lewat tanpa bekas..air minum direbus benar-benar... substansi apa yang mampu meyakinkannya bahwa ia dan Rana memang berbeda. Hanya saja air mata itu terlihat jelas membanjir. Ia ingin membiarkan semuanya lepas. tapi tak tahu harus berbuat apa selain terus menyetir.. bukan miliknya dan Rana. Tapi ketenangan tadi. belum pernah ada angin sekencang itu. Bekerja untuknya bagi Pak Ahmad adalah berkah besar. Diam-diam. kembali bersih.. Buru-buru ia bangkit dan menutup jendela. Ia punya segalanya. berseruling pula... dan terus menangis. memakai kaos oblong putih dan celana pendek. Tapi ia harus membiarkan semua ini lewat. Hanya air mata.. Kepenatan itu. seorang gadis. Tepat di seberang rumahnya. Menjadikannya terisak dan tersengal sampai lemas. Tiga tahun ia tinggal di rumah ini. Aneh. Mereka tak perlu jalan kaki di malam Jakarta yang buas untuk menunggu bus kota... Mereka nyaris tak bergoyang. Re tak berhenti merenung. Mendadak Re dikagetkan oleh tiupan angin kencang. Ferre Sesampainya di'rumah. ia memberanikan diri melirik spion lagi." Diva memang majikan yang aneh. Re melongok melihat dedaunan di pohon. keteguhan tadi. Tubuhnya masih cukup peka untuk memberikan sinyal bahwa ia tidak mampu menanggung semua. . Dirinya diciptakan bukan untuk jadi tempat sampah yang menampung keusangan. Karena itulah ia menangis. danturun terus. Menjelang tidur pun. turun. Namun angin ajaib tadi telah meniupkan arah matanya untuk tertumbuk pada sebuah jendela. Ada seseorang di sana. Bagaimanapun. Sangat peduli.. Da da Pak Ahmad ikut sesale. ya Pak. tercuci. Ia begitu peduli akan hal-hal yang menurutnya remeh. pikirnya.

. Tanpa terasa. -Lalu. bintang jatuh. antar yuk?".Justru KEPING Dua Idiot Abad 21 Sudah lama Rana tidak berbicara dengan wanita itu.. Dhimas &amp. Lukisan ini menjadi semakin sempurna saja. Ruben Emosi Dhimas bergelora seakan-alcan setengah nyawanya telah menghidupkan kedua tokoh itu. setengah menunduk. "ada big sale di Metro. Re mundur perlahan dengan sejuta satu kesan. Namun Re tetap tak bergerak. Re sungguh-sungguh terpesona. sudah sangat lama ini berlangsung. Sampai akhirnya sang objek lukisan sekonyong-konyong mendongakkan kepala. . baru malam inilah ia bertemu langsung dengannya. Mendadak ia teringat akan lukisan cantiknya. Re mendapatkannya sangat indah—seluruh lukisan ini—teramat lekat. "Mereka akhirnya bertemu. "kapan kita belanja ke Makro". napasnya pun tertahan. Benar-benar bicara.. kecewa. Melesat begitu cepat. musuh yang dicari-carinya selama ini ternyata begitu indah dan menakjubkan. dengan keindahan yang mencengangkan. Tirai itu tertutup sudah. pandangannya mengarah ke sesuatu. Dari ribuan kali ia memandangi langit. ikut pe* ldili di bela «Aku tidak tahu!" seru Dhimas bersemanqTn •tu aku tidak tahu!" man9at. ia memandanginya. Nyaris tak percaya akan apa yang ia lihat. dan bukannya tanya-jawab rutin seputar "apa kabar". dan dari ribuan kali ia mendengar namanya. Lukisannya berganti menjadi hamparan bintang. Cantik.. mau kauapakan mereka?" RUDen vann . „. Mungkin ingin menatap langit. matanya ikut tergiring melihat langit. Ia tak pernah menyangka. Sinar lampu jalan pun mendapatkan wajah cantik itu tepat di bawah sorotnya. "ayo temani Ibu ke Bandung.." desisnya. Perlahan.menekuk memeluk lutut. Tiba-tiba. begitu pula lukisan itu. Ibunya sendiri. Menit demi menit pun berlalu. ia malah kelihatan tidak nyata Seperti lukisan. Dengan saksama Re mulai memperhatikan mata gadis itu. Memberikan kejelasan pada air mata yang mengalir rapi.. Dengan bingkai malam yang penuh bintang. Re berseru kaget. "sudah positif atau belum".lakangnya sambil menghirup kopi.

Jangan lupa. "Ada apa.. merasa menyesal telah memutuskan menikah dengan Bapak?" "Apanya yang kurang dengan Arwin? Baik. "Kejenuhan itu hal*wajar sekali dalam pernikahan. Sebagai seorang istri. Yang pentina h»„ • Stan pintar-pintar menyegarkan suasana. komunikasi. Otot mukanya langsung mengendur. Lama sampai ia bisa mencerna pertanyaan Rana dan menyusun kesimpulan dalam nada bijak: "Setiap pernikahan punya pasang surut. Tapi leMh ke. sepertinya ada yang safa^a I ng karang." Rana merasa mereka berbicara di dua level yang berbeda. jaQlUJ «Maksudmu." Rana semakin hati-hati." Rana menelan ludah. kamu menyesal menikah dengan Arwin? oegitu?" «Tidakkah Ibu pernah satu kaliii saja. sih." Rana bingung sendiri. Kuncinya satu. Tapi khusus yang satu ini. dari keluarga baik-baik. "Aku cuma mau tanya.. tanggunq jawab. atau seperti ada yang salah. l^JT™** ka Rana tidak yakin ibunya mengerti. Bukan itu yang ia cari dari percakapan . segala sesuatunya diselesaikan dengan kepala dingin. kan?" "Bukan.penuh penekanan. "Kalian bertengkar? Arwin macam-macam sama kamu? ibunya mulai penuh selidi k." "Bukan itu pertanyaan saya. "selama Ibu menikah dengan Bapak. fflUa orang juga pasti mengalami... tapi enggak juga. kamu harus sadai suamimu bukan orang sempurna. Bu. pernahkah sekali saja Ibu merasa jenuh. Soal aku dan Mas Arwin. yang begitu. pekerjaannya bagus. "Bukan keien«&gt." potong ibunya. "Kalian ada masalah? Bukan soal baby...seperti ada yang semestinya tidak terjadi « arnya lagi. setelah menyadari Rana telah lama menatapinya dengan pandangan aneh.. saleh. tapi. Ini benar-benar sulit baginya. Kalian harus saling memaklumi dan mau memaafkan satu sama lain setiap hari." Kali ini wanita itu terdiam.. Ran?" tanya ibunya. seperti ada yang kurang"Ooh. itu toh. Bu. "Aku mau bicara.belanja ke toko sisa ekspor dan bawa oleh-oleh brownies atau kue sus Merdeka kesenangan mertuamu". kamu tidak bisa begitu saja lepas tangan dan menyisihkan apa-apa yang menjadi ketidaknyamananmu. mungkin ada kaitannya juga. sama seperti hal-hal lain.

"Bukan itu. atau haruskah ia lepaskan. Ke arah sanalah dirinya dibawa bermutasi. Semua sudah menikah. dan di rubrik-rubrik konsultasi. "Sekarang Ibu mengerti maksudmu. Personal. Bukan itu. Rana sudah ingin masuk ICU rasanya. Dan selama ini ia melihat mutan-mutan yang kebanyakan sudah tidak bisa lagi mewakili dirinya sendiri. Akan ada saatnya diriku lebur dalam identitas baru.ini. setelah kau menjalani pernikahanmu sepuluh atau lima belas tahun. Yang ia tahu wanita itu adalah seorang Istri.." ujarnya lembut. [ Kebahagiaan yang ingin kucapai ini akan bermutasi menjadi kebahagiaan lain. "Apakah Ibu bahagia? Sekarang? Dulu?" tanyanya lagi. kau akan mengerti sendiri. salahkah itu. Menyadari bahwa dirinya pun sudah mulai bermutasi. Wanita di hadapannya bukan lagi Raden Ajeng Widya Purwaningrum Sastrodhinoto. I* l"ar keberhasilan anak-anak Ibu. Orang-orang dan bahkan diriku sendiri akan lupa pada Rana yang hari ini. sudah berhasil jadi orang. Jantungnya terasa menciut. "Nanti. Apa yang ibunya omongkan sudah kenyang ia baca di tips-tips majalah. C. Ia belum puas. tapi di luar itu semua. Seorang Nyonya anu. Pertanyaan apa itu. Apakah Ibu-secara pribadi. Ini bukan problem porsinya P3K. "Ya. yang sontak menghadirkan berantai wajah lain.. B. Nak. Ibu bahagia melihat kamu. Seorang ibu dari anak yang bernama A. kakak-kakakmu. tajam. Rana mana yang sebenarnya kuinginkan terus hidup? Masih belum terlambatkah? ] Rana menatap wajah ibunya. tentu saja. Wanita itu lamat-lamat tersenyum. Mampukah ia. Rantai itu telah menyatu tanpa tahu lagi cara melepaskannya. Panduan standar yang sudah seperti boks P3K-nya pernikahan yang wajib hadir di lemari obat setiap rumah tangga. Kebahagiaan yang kau maksud sekarang tidak akan kau pertanyakan lagi nanti. Ferre Ada kalanya ." Itu dia! Rana berseru dalam hati. dadanya sesak lagi. individu-benar-benar bahagia di dalam Pernikahan?" Rana mengeja. benarkah itu. Entah siapa dia. . Apa lagi yang Ibu cari?" tandasnya yakin. Mengerti? Akan ada satu masa ketika kebahagiaanmu pribadi tidak lagi berarti banyak.

. Ale.." "GONG!!" Mereka berdua bertepuk tangan." Dan Ale memang tidak sehalus pujangga. ya?" Re malah ikut bertanya. yang berdiri di dekat jendela. "Naah. kalau untuk yang itu. "Apa?!" Ale terbahak. ya?! Sejak kamu mengaku jatuh cinta. iseng menyingkapkan tirai sedikit.. ah." Re tersenyum kecil. kamu masih terpikir untuk pergi saja sudah luar biasa bodoh. "Aku rindu tetek-bengek klasik itu. sih? Pertanyaan itu membuat Re termenung." ujarnya sambil memandang ke luar. maka.. tapi masuk ke rumahnya saja aku tidak bisa. Dua idiot abao 2 1 "makan malam di restoran bagus. Rumah sebagus ini.. 21 Sebutan untuk "manusia kedi" di dalam kepala kita yang dihipotcsislcan sebagai penentu dan deierminator setiap tindakan. resmilah Bapak Ferre dan Bapak Rafael menjadi Dua Idiot Abad 21!" "Silaken Bapak Rapael." Re memulai curhatnya. Ia malah tidak tahan kalau tidak memberikan bonus caci-maki.. hadirin sekalian. berat otakmu pasti berkurang minimal setengah ons! Menurutku. "Selama ini kamu tinggal di mana.Pujangga diam. yang lama-lama membasi seperti naskah pidato. Tapi kenapa mesti jauh-jauh. kasih kado ulang tahun. diguntingken pita peresmiannya. "Dia malah mengusulkan supaya mengajakmu ikut. Sebagai gantinya. dasar bego!" serunya membabi-buta. Re ikutan melihat. "Kalau kita sampai ada di rumahnya. Homunculus" dalam otaknya yang gemar berpuisi itu kadang-kadang mogok berkarya. "Andaikan saja aku belum . aku akui Rana-mu itu manis kayak permen. kok lucu.. sementara pabrik gula di pelupuk mata malah nggak kelihatan?" "Iya. Menyiksa diri sendiri. Mungkin Ale benar. aku rela jadi idiot untuk dia. "Re. pilih meja yang untuk dua orang... Sedan perak itu baru dinyalakan. siap berangkat. tapi ia tak pernah benar-benar meninggalinya. Terdengar sahabatnya menghela napas. Ale tertawa.. kemudian duduk di bangku belakang. dan kemudian terpingkal-pingkal sendiri. "Sekarang kepalamu rasanya lebih ringan. Dua bocah laki-laki yang terlepas dari kerangkeng tubuh pria dewasa. Ale menjadi korban. Seorang wanita melangkah masuk.

dari dulu nona satu itu memang pasang tarif dolar. "Oh. cinta seperti apa yang orangorang itu miliki? Yang konon menjadi dasar sebuah komitmen institusi mahamegah bernama Pernikahan? Mengapa mereka begitu bernafsu menguasai satu sama lain. dan ia yakin betul persahabatannya dengan Ale tak akan lekang dimakan waktu. "dan sekalinya jatuh cinta mati-matian. yang pasti. dengar. ya?" "Memangnya kamu tahu?* tanya Re polos.. jangan pernah ragu juga kalau aku akan selalu mendukungmu.. seperti sekumpulan tunawisma berebutan lahan dan dengan membabi-buta berlomba untuk menancapkan plang tanda hak miliknya masing-masing? Bisakah cinta yang sedemikian agung hidup terkapling-kapling? Berarti apa .punya Lala.. Tapi semenjak krismon. "Sini.. ampunilah temanku Ini. sekitar 1500 sampai 2000 dolan Mungkin lebih. Ready stock..* Re tersenyum. peragawati top.. dengardengar ada penyesuaian juga. "tapi untukmu. sekali pukul..." Ale meralat. Kuper.. eeh. Karena dia benar-benar ketinggalan zamaaan!" Ale meratap. "Satu. yah. tanpa perlu satu atap.. geli setengah heran. cewek itu model. 24 jam. "Kamu Supernova benar-benar tidak tahu siapa tetanggamu itu. aku rela direkrut jadi idiot." "Re. Asal rela melepas. cuma tahu kerja melulu." nada Ale berubah serius. "sampai kapan pun jangan kira aku bakal setuju tentang yang satu itu. Tapi sampai kapan pun. tanpa menghambat langkah hidup masingmasing." "Maksudmu?" Ale kembali menatap Re.. namanya Diva. tanpa syarat apa-apa." "Kok kamu bisa tahu." Dan saat seperti ini membuat Re berpikir ulang: apakah ini yang disebut Cinta? Tidakkah seharusnya ia dan Ale menikah saja? Kesetiaan tanpa batas ini... Konon. sih Le?" "Karena aku bukan kamu. Entah itu tarif short-time." "Kamu serius?"' "Aku tidak tahu detailnya. tanpa perlu daftar belanja bulanan bersama. satu ronde.. long-time. man. dan punya 2000 dolar yang bisa kulepas begitu saja." Ale tersenyum lebar. Setolol apa pun keputusan yang akhirnya kamu ambil nanti/ "Dua Idiot Abad 21. dulu malah bisa sampai 50006000 dolar. Bapa di surga. Lalu. malah istri orang!" "Shut up...

" tukas Dhimas sembari membolak-balik halaman. Mungkin yang tadi terlalu sulit. "Kamu kenapa?" tanya Ale heran.." celetuk Dhimas begitu melihat gelagat Ruben yang mulai resah." "Kamu positif gila!" Ale mengangguk pasti. "Dia cantik sekali. sekuper itukah dirinya. Gerbang bifurkasimu sudah dekat." Ruben tidak mau kalah..artinya semua itu? Hanya legalisasi bercintakah? SIM resmi untuk kegiatan ranjang? Kepentingan sensus penduduk? Bentuk kontrol negara? Apa itu komitmen? Apa itu janji? Mendadak Re merasa begitu aneh." "Oke. Coba." "Kita bikin ujiannya saja sekalian. kecuali kamu." jawab Ruben." Ruben malah keterusan. DAH!" Ale terbiritbirit menghilang di balik pintu. yah. Dalam hati ia bertanya-tanya. ya. sih... kalau dia sepintar si Bintang Jatuh. jangan bilang kamu bakal bikin kopi lagi. "Dan jangan bilang juga kamu bakal baca majalah itu lagi. "Hei. kamu bakal berubah jadi hetero. "Habis mau bagaimana? Ini satu-satunya bacaan ringan di rumah ini! Mengerikan. Kita bisa pensiun jadi homo. Dia kan bukan presiden. Ia paling senang memperolok Dhimas. "Coba yang*ini: siapa nama model sampul depannya?" "Ha! Kalau itu sih aku tahu! Hamanya Diva.. Semua orang juga tahu kali. "Lama*lama aku hafal seluruh isinya. tentu saja." Ruben terkekeh." sahut Dhimas ketus. malu-malu. Dhimas &amp." Ruben mengangkat bahu. tak acuh. oke. nggak?" "Mungkin." Kedua pria itu sejenak mengambil posisi bersantai. "dan sebaiknya aku cepat-cepat pergi dari sini.." Dhimas nyengir...." Rana Gita memandangi wajah gelisah sahabatnya. He-he-he. mmm. hingga nyaris limbung." "Biarin." tapi nada itu terdengar ragu.. Ruben "Apakah ka mu merasakannya?" "Ya. dengan tambahan beberapa turbulensi lagi. "nggak ada kerjaan amat. "Kalau dia mau sama kamu. "Get a life." "Loncatan kuantum sebentar lagi jadi olahraga favorit mereka.. apa isi halaman 107?" tanya Ruben asal. ganti pertanyaan. "Kamu boleh bilang aku gila. tapi kok rasanya aku ingin melamarmu. "Ini gawat. "Benar?" "Kecuali. "kamu?" "Enggak. Tentu saja. Ia kenal Rana sejak SMA dan belum pernah dilihatnya .

" "Tapi kan aku tidak akan menuntut apa-apa dari Arwin. "Dadaku sering sesak lagi sekarang. "Itu gara-gara kamu stres. Tapi apakah kamu siap? Menghadapi keluargamu. Ada taman tropis yang besar. dan bisa bercinta di mana-mana. Cukup sebesar Gili Terawangan. Seharusnya kamu tahu risiko keputusanmu jatuh cinta. Tidak ada lagi keinginan orang banyak." sela Rana. sekalipun ia tidak pernah mengungkit-ungkit." Ada satu planet.Rana seperti ini." keluh Rana. Tidak ada lagi sandiwara." Gita lagilagi mengingatkan. Sambil menatap kosong ia berkata." "Ke mana? Timbuktu?" "Bahkan kalau masih ada yang lebih jauh. "dan aku tahu diri untuk tidak gegabah mencoreng reputasinya begitu saja. lingkungan kerjamu. "Andaikan benar keputusan itu ada di tanganku. tidak akan ada habisnya. Bawa badan saja jadi. "dan keluarga Arwin bukan keluarga sembarangan. Gambaran yang telah lama hilang dan dihadirkan lagi begitu saja oleh makhluk bernama Ferre. "Rasanya aku ingin kabur. Tidak usah besarbesar. pasti selalu diakhiri dengan mata merah." Rana terisak lagi. orang-orang lain. Ada gunung salju. Itulah nirwananya. setiap kali mereka bertemu. Ferre adalah sejenis alien yang suatu hari muntah dari langit. keluarganya. Ferre itu sudah jadi public figure. 134 Rana merasa semakin tersudut. Ada sungai dan air terjun. Rana.. di atas begitu . bengkak." "Bagi Re juga. Nama baik bagi mereka adalah segalanya." Rana tersenyum tawar. Sekarang..." "Perasaan keluargamu sendiri nanti bagaimana?" Gita menambahkan satu lagi ke dalam daftar absen mereka berdua. Ada satu rumah yang cukup besar untuk ia dan Re tidak merasa bosan. kalau mau. jauh. Tidak ada lagi tradisi yang mengungkung. Sayangnya Rana tidak terlalu yakin apakah sanggup pindah ke planet itu. Jangan kamu lupa.. aku tidak akan meragukan Ferre-mu. wanita yang dulu tegar dan selalu ceria. "Kalau soal finansial. Daftar yang. dan ingus yang tak henti-hentinya mengalir." "Perceraian bukan hal yang simpel. Ada pantai seindah foto kalender. lalu menyadarkan dirinya betapa sumpek dan membosankan bumi yang ia tinggali ini...

." Akhirnya ia pasrah." «Tembak-tembakan di Timezone.0nt0n Holly^Makan di McDonald's." Tetap tidak ada solusi. Sama sekali." "Aku tahu." "Ah. "Supernova." P P* "pergi ke mal. konsultan perkawinan.. aku tahu. menatap langitlangit kamar. «ya. Mungkin dengan begitu akhirnya ide muncul. Gita merasa sudah saatnya ia melakukan sesuatu.. bersiap bangkit." 05 KEPING IA Cyber Avatar Keduanya berbaring telentang. Entah sudah berapa lama mereka di sana." Rana mendongak." Terdengar suara Ruben dari kejauhan. Mungkin bisa membantu. "Rana. resah. heran melihat Gita yang sekonyong-konyong mengeluarkan kertas dan bolpoin. "rasanya aku punya sesuatu untukmu. baru boleh ada kegiatan lain. membiarkan Ruben minggat ke dapur untuk menemui pacar keduanya: kafein. atau apa pun." ." Git a menggeleng. Dan kita harus mengakui kalau kita buntu. menyerahlah. Jemarinya bergerak-gerak. Namun ia juga lelah kembali ke jalan buntu alam mimpinya. "Avatar abad 21 tidak bisa lagi digambarkan naik keledai. "Nenek-nenek ompong juga tahu. atau terompah Aladin. "Kita harus memikirkannya sampai tuntas. "Aku sendiri tidak tahu apa namanya. aku tidak butuh pergi ke psikiater. atau pelihara janggut sampai . Ini bagian paling sulit. „nang. punya komite . "Mungkin aku harus minum kopi lagi. nia harus melebur. Menuliskan sesuatu. Ini bukan seperti itu.." cetus Ruben. pergi ke bioskon * flvwo d. ' m'i "Git." panggilnya hati-hati." "Dia?" Rana tak mengerti. Dhimas. Gelisah. '"Menciptakan sosok seorang Avatar bukan pekerjaan biasa." "Bukan.." gerutu Dhimas pelan. atau pakai kostum mencolok seperti jubah putin panjang. nonton televisi.. Bukan pertapa ceking yang menghabiskan setenqah hidupnya jadi patung/ sambung Ruben .. Beda kalau kamu menciptakan tokoh-tokoh lain. Tidak terisolasi di hutan.. mungkin tfdak harus seekstrem itu " «Avatar dengan asktetika22 modern. Mungkin dia. Lebih baik kamu lihat sendiri. bisa membantu. "Nanti dulu!" tahan Dhirnas." "Mmm.banyak kekecewaan orang lain. Ruben. "Dia sudah harusnya»muncul.

Ide! "Aku tahu!!" teriakan Ruben membahana dari dapur. "Dia adalah seorang.Di sisi laini adalah gambar lingkaran dengan dua kelopaki yang apabila disatukan dengan sisi baliknya akan menampilkan rectoverso yang utuhi lingkaran dengan lima kelopak yang teratur dan berpusat pada satu titik tengah.Demi kembali merasakan keutuhan itu-i yang niscaya akan membuat mereka berhenti . . Perspektif kita yang parsial tidak akan melihat bahwa diri kita sebenarnya adalah rectoverso.Dengan bermacam-macam cara mereka lalu memeras keringat dan otak untuk mendefinisikan "sesuatu" yang hilang itui yang kebanyakan mereka anggap berada di "luar11 sana -fl a n u s i a memang seolah didesain untuk menunaikan satu misi: mencari tahu asal usul mereka.. . Pikiran itu kembali mengarus. Dan seketika ia menerobos 4cembali ke kamar kerja. siap mereguk. mendapatkan Dhimas yang sudah terduduk saking kagetnya.. SUPERNOVA • Diparuntukkan bagi Anda yang ingin HIDUP Selamat Datang Hari ini Supernova akan menelaah sesuatu yang disebut RECTOVERSO. Cyber Avatar.Keluar dari inti mereka s e n d i r i i dan kemudian tersesat. Tiba-tiba ia berhenti menatap pusaran butir kopi di gelas itu.Terlalu banyak manusia yang menghabiskan seumur hidupnya dalam perasaan hampai seakanakan ada sesuatu yang hilang dari dirinya dan tidak tahu apa.seraya mengaduk kopinya terakhir kali. dan dengan mantap ia berkata.Lalu mereka mencari-. Wajah Ruben berbinar secerah lampu halogen.. dan mencari. Tangan itu kembali menari di panel keyboard.Salah satu contoh rectoverso yang bisa kita temui sehari-h"i adalah ikon gambar di lembar uang kertas-Asalkan." 1*^-2: Supernova Komputer itu kembali menyala. Rectoverso adalah gambar yang saling mengisi antarmuka belakang dan depan. Satu sinyal nonlokal telah menjentik bola lampu di kepalanya. ada sebuah rectoverso yang secar Pertapaan atau tapabrata utuh berupa lingkaran yang di dalamnya ada lima kelopak-i berjajar teratur dan berpusat pada satu titik tengahDi satu sisi kertas-? gambar yang dimunculkan adalah lingkaran dengan tiga kelopak.

Cocok. Dhimas &amp. sistem kerja berdasarkan jaringan. Ruben di simpul benang perak "Jadi.Apa yang Anda butuhkan semuanya sudah tersedia-Tidak ada seorang pun mampu melengkapi apa yang sudah utuh.% Temukan kenop Andai dan putarSampai jumpa berikutnya • &lt." "Tepat. tanpa bayang-bayang institusi atau dogma apa pun. Dia akan mengamplifikasi sistem pemahaman orangorang tanpa hierarki.Temukan kenop Andai dan putar. apa yang Anda ingin cari tidak berada di luar sanaSebaliknya-i sangat dekati tak berjarak.Tidak ada sesuatu pun dapat mengisi apa yang sudah penuh. begitu?" "Khotbah? Tentu lebih dari sekadar khotbah! Dia adalah turbulensi yang bisa diakses kapan saja. kan?" "Avatar kita akan mempraktekkan apa yang dijuluki 'Aquarian Conspiracy'." Ruben manggut-manggut sendirian. Benar-benar nonlinear! Dan internet adalah teknologi yang tak kenal batas teritori. Dari awal. Lihat dengan cara yang lainBerhentilah merasa hampaBerhentilah minta tolong untuk dilengkapi. Yang diramalkan Naisbitt dan Toffler akan menjadi sistem paling efektif di masa depan.sen d &gt. Berhentilah berteriakteriak ke sesuatu di luar sana-Berhentilah bertingkah seperti ikan di dalam kolam yang malah mencari-cari air. maksudmu.Yang artinya lagi (dan lagi)-. dari hierarki. di mana saja.Tidak ada satu pun yang dapat berpisah satu sama lain-Tinggal kemauan Anda untuk mampu menyadar inya-t atau t i dak . karena tidak ada elemen yang tidak penting dalam sebuah sistem—sekalipun saling terkait namun masing-masing .Ketika kita berhasil mengambil jarak dari benih-benih pemecah belah dalam pikiran kita-» maka rectoverso akan tampil. Avatar kita khotbah di internet.merasa kecil dan teralienasi di tengah megahnya jagat rayaLalui bagaimana kalau ternyata apa yang kita kira selama ini sebagai ketidaklengkapan sebenarnya hanya rectoverso belaka? Yang art i nya i kita tidak perlu ke mana-mana* Yang artinya lagi i untuk merasa utuh kita hanya perlu mengubah perspektif kita. teori chaos telah memberinya sinyal untuk jauh-jauh dari prediksi.

artikel- . Mungkin orang di balik itu semua memang psikopat. Rana menghabiskan waktunya setiap malam menongkrongi layar komputer. kumpulan serat acak yang dipandu oleh semacam molekul perekat. sehingga setiap individu dapat berpartisipasi mengontrol dunia melalui peran dan kemampuannya masing-masing." desis Dhimas. "Aku ingin dia nyata. Mereka adalah individu yang mengorganisasi dirinya sendiri. terbukti tidak terikat pada batasan negara atau hierarki sosial. Awalnya. selama berminggu-minggu. Lama kelamaan.SUPERNOVA anggota memiliki potensi individual untuk berkembang. Bagaimana menurutmu?" Ruben malah bertanya balik. ia mengira telah dijebak berlangganan suplemennya psikopat. Psikopat berkemampuan mengerikan yang LTBER AVATAH mampu membalikkan semuanya. Bahkan sudah banyak yang bervisi bahwa pemerintahan masa depan akan berbentuk jaringan-jaringan multidimensional yang kaya pilihan bagi setiap orang. apakah berarti dia juga sosok yang virtual?" "Entahlah. mereka semua telah bercermin bersama-sama. Menunggu artikel-artikel itu. kali ini bohlam di otaknya yang menyala. SEaJKa Kesadaran serupa rupanya mulai terjadi di level ekonomi sosial. Mencari kekuatan di sana. tidak ada pasangan yang ikatannya persis sama. "Ruben. dua contoh jaringan kerja global yang sangat efektif. Menyukai chaos adalah kunci untuk manajemen masa depan." Rana Setiap malam. Dengan menciptakan lingkungan nonlinear di dalam perusahaan maka semua orang di semua lini akan dibiarkan berperanserta mewujudkan terobosan-terobosan kreatif. Uniknya. sehingga mendadak Rana merasa berada di dunia sakit jiwa dan orang itu adalah satu-satunya yang waras. Lewat proses feedback. Dan seperti itulah cara kerja sistem saraf kita. "Aku ingin dia menyentuh langsung kehidupan tokoh-tokoh kita. Amnesty International dan Greenpeace. *" . molekul ini memandu serat-serat tersebut mendekat dan membentuk pasangan-pasangan kolom saraf yang saling berhubungan satu sama lain. namun tetap terikat dalam jaringan. Sehingga tanpa mereka sadari.

Yang i berarti i saya bercerai dari suami saya. Kami ingin bersama-sama. Problema yang dihadapinya pasti bukan lagi di . Tapi tidak dibalas. Penyegaran. Mungkin ia yang belum mengerti celahnya.Tapi dia seperti kepingan puzzle yang begitu pasnya menempati ruang kosong saya. Dia juga tidak sempurnai sama halnya saya atau suami saya.Ia adalah orang yang PAS. sedikit masalah dan saya yakin Anda bis* membantu* Beginii saya sudah menikah dan mencintai pria lain..Ia adalah orang paling luar biasa yang saya temui. Supernova i katakanlah kamu sudah menikahi lalu suatu hari kamu bertemu pria/wanita lain kemudian jatuh cinta* Sangat dalam* Akankah kamu meninggalkan suami/ istrimu demi diaf Pertanyaan yang konyol. meringis ngilu. Tetapi ia juga dibuat lelah. Sampai enam poin disusun secara sistematis oleh Rana. Pertanyaan apa yang kira-kira layak dianggap pertanyaan dan dijawab oleh sang Supernova.artikel tersebut berubah menjadi oase.Tapi beberapa bulan yang lalu-. Polemik tersebut tidak mungkin terjadi pada seorang Supernova. atau jatuh tertampar. saya bertemu pria lain. ia melihat dunia yang lain dari hari ke hari. Pertama kali ia menulis: Supernova^ saya benar-benar tersentuh dengan semua tulisan Anda.Tapi sepertinya ada yang lebih dari sekadar itu. Yang jelas. Saya ada.Dan kami berdua jatuh cinta. Dia bisa tertawa di sana. tidak ada satu pun yang dibalas.Kalau dilihat sekilas-. Supernovai saya amat kagum dengan tulisan-tulisan Anda. Berkali-kali Rana mencoba mengirim pertanyaan.Itu saja. Tidak dibalas.Tapi beban keputusan itu berat sekali* Pertamai keluarga suaai saya adalah kalangan priyayi lama yang punya reputasi moral yang sangat luar biasai tokoh masyarakati yang menganggap perceraian itu dianggap aib besari dan.Semoga Anda mengerti maksud saya. Saya adalah wanitai Bfl tahuni istri dari seorang pria yang baik dan sukses..Kalau bolehi saya sendiri ingin berbagi cerita. Sangat mencintainya. tidak ada yang kurang dari rumah tangga saya. Rana tidak jadi mengirimkannya. Salahkah itu? Saya hanya meminta sudut pandang seorang Supernova.

level seperti itu. Sampai akhirnya Rana benar-benar gemas dan geram. umpatnya geram. Mungkin psikopat itu tidak lebih dari filsuf arogan yang berdiri di atas awan lalu main tunjuk sana-sini mengecam kesalahan dunia. Di balik sloganslogan manisnya.kamu tidak lebih dari sebongkah kesombongan* Sebongkah ketidakpedulian. banyak keputusan besar yang telah saya ambil dalam hidupi tanpa terlebih dahulu mengenal diri saya yang sebenarnya* Kinii ketika saya tahui apakah saya harus merombak semuanya? Melepaskan semua konsekuensi-! tanggung jawabi bahkan sumpah atau ikrar saya yang dahului untuk meraih impian baru sekalipun harus mengecewakan banyak orangf Atau saya harus bertahan dan menerima semuanya sebagai bagian dari pelajaran itu sendiri? Tidak dibalas. mempertanyakan . Aku ingin menebus kesalahanku* Aku ingin mengubah garis takdir* Aku menyesal tidak pernah terlalu berani menghadapi hidup* Aku ingin kembali mengenal diriku. dengan problem "kecil"-nya ini. Kamu munafik! Sama munafiknya dengan orang-orang atau institusi yang kamu tudingtuding • Kamu pikir kamu itu siapaf! Dan apa kekuranganku sampai tidak layak kamu dengar?! Tidak juga ada balasan. mungkin psikopat itu cuma tertarik pada masalahmasalah besar: hak asasi manusia. dan lain-lain. Hei Supernova-. Dan ia. Bisanya cuma ngomong tinggi* Saya dan masalah saya cuma kamu anggap remeh-remeh kuei sementara kamu sibuk melalap potongan kue yang lebih besar. Supernova i aku ingin kembali ke masa lalu. Ia merasa tidak diperhatikan. Sementara jeritan hati yang riil malah tidak dianggap ada. soal ekologi. Supernova-. siapa pun kamu sebenarnya.Aku ingin bebas mencintai* Bantulah aku*** Tidak dibalas. Dan ia pun sudah tidak tahu apa yang harus ia tulis: Aku lelah*** apa artinya ini semuaf Apa artinya aku di sinii. ekonomi global. Supernovai apakah kamu • ada di sana? Surat-surat saya tidak pernah kamu balasMasih juga tidak dibalas. Rana pun mengirimkan surat terakhirnya. Kemarin. sama sekali tidak menarik perhatian seorang Supernova. Omong kosong. E-mail tak berjudul.

kebodohan-kebodohanku sendirif «Apa artinya kau di sana , yang tidak mendengarkan? Malam ini, tidak ada yang lebih mengagetkannya ketika sebuah pesan datang, hanya: From: Supernova. Saya di sini* Membaca semua surat Anda* Membalasnya dengan menjadikan Anda terus bertanya* Menunggu Anda untuk akhirnya mempertanyakan satu-satunya Pertanyaan yang ada* Selamat Datang* Pukul sebelas siang. Teleponnya berdering. Re mengerutkan kening. "Halo, ya, bisa telepon lagi nanti? Saya sedang meeting." "Re..." suara Rana begitu lemah, b erbisik lirih, "aku masuk rumah sakit." Wajahnya seketika pucat. "Bukan... jantungmu, kan?" tanya Re tegang. "Jantungku, sayang," suara lemah itu kian mengibakan. Di dekat belahan dadanya. Rana memiliki bekas jahitan operasi. Re sering menyentuh bekas jahitan tersebut dan berkata: 'Kalau ada apa-apa dengan jantung ini, aku rela bernapas untukmu/ Sulit dipercaya kalau rayuan metaforis itu harus menjadi kenyataan. "Ada apa? Apa kata dokter? Kamu harus dioperasi lagi?" "Jantungku... katanya, aku jatuh cinta. Terlalu dalam." Terdengar Rana tertawa kecil. "Puteri... jangan mainmain..." Re benar-benar kacau balau. * Tiba-tiba suara itu berubah sedikit panik. "Re, aku tidak bisa telepon lagi. ffp-ku akan dipegang Arwin. Doakan saja, ya." Hat, Pembicaraan berhenti sampai di sana m dalam tsunami batin. Lama ia terdiam di gerbang rumah saku mulai salah tingkah. Tidak pernah ia setersiksa telePon genggamnya, dan dengan tatapan kosong ia nomor telepon Ale Tidak disambungkan. Ia hanya bka a sendiri di dalam hati: y Dlca™ Ale, tolong aku. Aku cuma bisa menemuinya lima menit itu pun bersama sembilan orang lain. Aku tak tahan denaan tatapan orang-orang yang seperti mempertanyakan keberadaanku di situ. Lima menit, Le! Melihatnya tergolek tanpa bisa memeluknya. Aku cuma bisa bilang 'semoga cepat sembuh' dan mesem-mesem dari ujung tempat tidur. Aku ingin terus di sini, menungguinya semalam suntuk. Tapi kenapa jadinya harus mencurigakan? Kenapa harus nampak tidak wajar? Kenapa aku tidak boleh di sini? Le, tolong...

"Pak Ferre! Kok masih belum pulang? Tunggu teman, ya?" Seseorang menyapanya. Re terkejut. Ternyata salah satu reporter Rana, memandang dengan tatapan haus gosip. "Oh, saya baru mau pulang. Kebetulan tadi sekalian menengok teman saya di blok D," jawab Re dengan tenang. Tak akan ia kehilangan wibawanya, bahkan dalam situasi genting seperti ini. Tidak juga kedoknya. Satu jam kemudian, dua orang berlalu dan menanyakan hal yang sama. ^ Tiga jam kemudian, hanya perawat-perawat yang melewatinya dengan tatapan curiga. Terkadang kerabatnya Rana, yang juga menatap aneh. Mungkin mereka mengenalinya sebagai salah seorang pembesuk Rana yang dengan misterius bercokol terus seperti satpam rumah sakit. Memasuki jam yang keempat, suaminya berjalan melintas. Re tidak yakin keberadaannya disadari atau tidak. Yang jelas, wajah pria itu nampak letih. B Re jadi tersada'r, mukanya sendiri pasti lebih kacaui lagi. Setidaknya suami Rana tidak menghadapi cobaan lain selain kondisi istrinya. 145 Aku tak mengenalmu, kita bukan teman. Namun aku tak ingin menyakitimu, demi Tuhan. Apa yang kaumiliki sekarang amatlah aku inginkan. Dan untuk mengertinya tidaklah sulit. Kami adalah jalinan satelit yang saling membelit. Mengelilingi satu planet yang menarik kami laksana magnet Tak ada lagi tempat di orbit inif bahkan untuk bayangan kami sendiri Jadi, relakan kami untuk saling memiliki. Re tidak tahan lagi. "Halo? Le? Aku masih di rumah sakit. Rana dioperas' malam ini. Dan sebentar lagi kepalaku bakal meletus." 1 "Apa-apaan kamu di sana?! Cepat pulang!" "Tapi mana bisa..." "Tempat kamu bukan di sana." "Mana mungkin? Yang terbaring itu RANA, bukannya..." "Apa perlu aku sebutkan nama belakang Rana-mu tercinta itu? Knock, knock! Re! Ayo, bangun!" Ia ingin teriak rasanya. "Jangan mulai dengan bahasan basi itu..." "Basi? Itulah kenyataan yang kamu pilih sendiri.-Kamu jatuh cinta pada orang yang salah." Mulut Re langsung menganga lebar. "Oke... aku ralat, bukan orangnya yang salah, tapi kondisinya!" Ale cepatcepat menambahkan. "Hell with it" Re pun menutup flip telepon

genggamnya dengan kasar. Kondisi... kondisi. Lagi-lagi si keparat satu itu. Tak lama kemudian, teleponnya kembali berdering. Ale. Berusaha sekuat tenaga untuk menyuntikkan logika ke dalam pikiran sahabatnya. Re juga sudah letih, kali ini ia lebih banyak diam. Dibiarkannya Ale terus mengoceh. "Jadi kamu setuju untuk pulang sekarang, kan?" "Tidak yakin." "Aduuuh, maunya kamu apa, sih?!" Aku bosan diam. Aku ingin berteriak lantang* Menembus segenap celah dan semua lubang, Merasuk ke ujung gendang telinga semua orang..-Aku mencintainya. Tiba-tiba mata Re menangkap sosok • di luar ruangan sambil menyandar ke fe^u Ugi' be<diri gemetar memegang sebatang rokok. Asaum ta*9«m» keluar, gugup. Pemandangan yang jss\ hamburi* pun. terenyuh siapa "Aku akan pulang sekarang u » T akhirnya memutuskan. , c* wamat berat ia Di saat seperti ini izinkanlah aku m»* m mana engkau leta^ZT"^ Adakah aku seberharga cincin yang melingkar Ataukah aku senyaman sepatu tuamu yang tak ter "T" jarimu' Akankah kaupertahankan aku selayaknya ^ ^ dipakai? Ataukah namaku hanya akan melintas sekilas di detfS". $TH Untuk kemudian menyublim seperti arwah tersedot Mengertikah kinif Puteri"* ***** Karena itulah aku ingin hidup nyata. Ia pun mengedarkan pandangan untuk terakhir kali, mendapatkan kelengangan rumah sakit yang begitu dingin. Re merasa terbuang. KEPING Di Celah Pikiran Pria itu kembali hadir di pojok yang sama, dengan cuaca hati yang tampak sedang buruk-buruknya. Ia seperti kapal yang tergulung jadi lemper dalam lipatan ombak yang mengamuk. Kerutan di pangkal alisnya. Sinar mata yang berkecamuk. Rahang yang mengeras. Namun di dalam kegundahan sekalipun, semua tetap indah. Dan tangan itu terlihat mulai menulis... dalam irama yang tak tentu. Nampak pikirannya tengah bersandar pada arus inspirasi, yang terkadang mengalir deras, tetapi terkadang juga hanya menitik jatuh. Ia berserah. Persis seperti pelukis yang tak mempertanyakan mengapa ia melukis, dan apa itu yang dicoretnya di kanvas. Diva menyentuhkan tangannya

Ya. Dan dirinya adalah debu yang paling ingin cepat dikibas. Dilempar dari satu sisi pertimbangan ke sisi lainnya. Ferre Aku bukan orang yang lemah. berikanlah padaku setetes apa yang kau reguk. ia pun bangkit berdiri. Dalam bingkai kusen . Diva Diva masih berdiri di sana. menggenggam kejujuran erat-erat. Begitu engkau sembuh nanti.pingpong. Re mendongakkan kepala dan mulai mencari. aku akan tahu apa rasanya limbung tanpa harus ikut terpuruk. ia tak lebih dari sebuah bola pingpong.. Aku'berjanji. Melihat semuanya. Perlahan. Tak akan ada yang mengerti. Masih terbayang jelas ketika ia memandangi punggung itu berjalan menjauh. Arwin dapat langsung mengetahuinya ketika melihat tatapan istrinya pada Ferre yang berdiri jauh di ujung tempat tidur. ia merasa amat lemah. Arwin duduk tepekur. Ada yang bilang. mampu menangis menunjukkan kekuatan. Tapi kenapa yang ia rasakan justru sebaliknya. aku akan menjadikanmu wanita paling bahagia di dunia. Diva mulai menggigiti bibirnya pelan-pelan. Matanya berhenti di jendela. Rana telah menjangkarkan hatinya untuk pria itu. Kalau aku lemah. Re meringis getirv. Tapi kalau cuma jadi hantu. Sudahkah kau benar-benar jatuh. Ia mengerti betul susahnya mencabut sebuah jangkar yang sudah terpaut dalam. Bola . Di kala kau terjatuh nanti. Langkah-langkah yang nampak berat. Namun aku orang yang kuat. wahai yang sedang jatuh cinta? Masih kutunggu engkau di dasar jurangmu sendiri Di titik engkau akan berbalik dan benar-benar menjadi pencinta sejati. Hanyut dalam keterkesimaan. Entah kapan terakhir kali ada air keluar dari matanya.. maka aku pun tak tahu. sudah kubersembunyi di dasar lembah. Mungkin itulah satu-satunya kesempatanku. Di sebelah ranjang tempat istrinya terbaring. Wahai kau yang sedang dimabuk cinta.ke'kaca. Aku janji. Rana. Ferre Lamat-lamat muncul perasaan bahwa ia sedang diamati. Dengan dagu tercuat. ia menangis. apa yang ia lihat sesungguhnya melebihi badai itu sendiri. Mereka sepertinya tidak terpisahkan. Tak ada lagi kehadiran yang lebih berarti. tanpa bisa memutuskan apa-apa.

Dunia telah membelesak lenyap. aku tidak tahan." kata Ruben lagi.. Padahal dari nuansa justru lahir tema besar penemuan-penemuan terhebat dunia. Misalnya. Einstein. sebuah ruang fraktal yang tidak tersentuh cortex." sahut Dhimas ketus... pemabuk asmara. Kamu." "Tapi aku serius. Paling jadi peneliti sinting. Re mendengar hatinya berbisik." ralat Ruben cepat-cepat.kayu. Bintang Jatuh. Tatapan yang mengisap ruang di antara mereka. Sama juga kalau aku selembek kamu. Dan misi ini tidak boleh dikompromikan cuma garagara fantasi romanmu atas tokoh-tokoh tertentu." Dhimas menariki rambutnya sendiri. Ruben "Oh. "kamu adalah manusia paling sensitif yang pernah kutahu. Hai. Diva menyapa. bukan begitu.. kamu harus kuat.." te gas Ruben galak.. boleh nggak aku. Tatapan dalam dimensi waktu yang bergerak penuh makna. kita tetap membawa misi. Meninggalkan mereka berdua. Seluruh dunia ini dipenuhi potensi nuansa.. kamu adalah manusia nuansa. kok. "Kalau kamu sesaklek aku." keluh Dhimas." Dhimas mengernyit." "Coba aku bisa sesaklek kamu." "Tapi di atas segalanya. tidak bakalan ada yang tahan membuat kerangka sains dari cerita romantis berbunga-bunga ini. ya. "Apa pula itu?!" "Eh. "Imajinasi kamu begitu kaya seperti fraktal di area infinit Peta Mandelbrot. Sejernih kristal. Dan.. tidak bakalan kamu jadi penulis. "Ayo. "Cengeng-lembek-sensitif. Bahkan subjektivitas si peneliti akan mempengaruhi hasil penelitiannya. keduanya saling menatap. ya?" "Eksperimen sains saja dijalani dengan tendensi.. nuansa berada di celah pikiran. Jangaji jadi cengeng gitu. terlapis kaca jendela. tapi karena perhatian kita tersita oleh pengkategorian logika." "Jadi kamu bilang aku lembek?!" "Bukan. cuma beda kasta saja. dan terarsir teralis. nuansa .. katakata itu maksudnya sama. jelas ada keberpihakan. "Penulis boleh berpihak nggak. percayalah. dunia bukan lagi milik berdua. dong. tanpa bumi itu sendiri. pengkotak-kotakan. maka sering kita mengabaikan keindahannya." "Terima kasih untuk usahamu memperhalus bahasa." "Kalau begitu. tidak menyerah begitu saja. Apalagi ini. Dhimas &amp.

atau justru karena nuansa adalah affair yang sangat pribadi antara kita dan domain lain. [ Ya Puteri. Kamu adalah pesawat yang menyeberangkan nuansa dalam kepalaku ke format yang bisa dimengerti.. "Kamu. "Kamu mau ngomong apa. mereka berpelukan. ide-ide di otakku seperti mulut tanpa lidah." sambung Dhimas. Lama sekali. Dhimas." Ruben menelan ludah. Atau. Bersamamu 24 jam. Re selalu merasakan paradoks yang sama. kau minum. atau kau emut. sih?" Dhimas geleng-geleng kepala. Aku relakan diriku untuk kau telan. tidak banyak orang yang bisa tahan denganku. Memaksanya untuk menjadi pencuri waktu dari belasan jam yang harus ia persembahkan untuk perusahaan.. berarti orangnya lebih edan lagi!" Muka Ruben pucat pasi. Maaf atas semua sikapku yang kasar ataupun kata-kataku yang kejam selama ini.. "Tanpa kamu. lirih. "aku sadar. Tapi kamu begitu baik dan tabah. banyak orang sulit sekali mengungkapkannya. Dan Rana merasa jauh lebih baik dalam dekapan Re dibandingkan obat atau infus apa pun yang dicerapkan ke dalam tubuhnya." bisik Rana. kau kunyah. Puteri. Aku minta maaf. Untuk pertama kalinya pula ia mengendalikan jadwal Re. tentu saja aku bersedia jadi obatmu...kontinuum yang ia tangkap waktu umurnya lima tahun adalah inspirasi awal teori relativitas." akhirnya kata-kata itu meluncur keluar. Termasuk aku. Namun tibatiba ia berseru dengan suara tercekat. Tidak ada artinya. Di kesempatan itu. Strategic Business Development Plan yang seharusnya menjadi rencana terbesar hidupku akan kuganti dengan menungguimu semalam suntuk. orang yang mengagumkan. KEPING Kesempatan itu hanya setengah jam. dan mencocokkan kesemuanya dengan setengah jam yang ia punya. Matanya berkaca-kaca. "Kamu di sini saja. Dan. ^juS "Berarti aku lebih edan daripada kamu.adalah rencana terbesarku kini ." tergagap Ruben berusaha menjelaskan. "Memang! Cuma wong edan yang pakai teori fisika dulu kalau minta maaf! Dan kalau ada yang mau sama orang kayak begitu.. Di luar dari cintanya yang semakin terbakar oleh ucapan romantis itu." Dhimas terdiam. jadi obatku.

. [ 'Aku ingin kau bercerai' ] [ Bukan.. tolong. Bagi Re.. entahlah. Aku ingin menjejak tanah. Ia benar-benar muak.. Ironis. semua ini. Aku mengerti sekali. agar aku punya kekuatan cukup untuk menempuhnya. omonganku jangan dijadikan beban. tapi terlalu kasar ] Layakkah cinta hidup semu laksana hantu? Yang melayang bagai bulu panah. "Ketika kamu sakit begini. aku adalah orang yang paling tidak berdaya. lalu mencadangkan satu ." Re terduduk lunglai..." Mata itu bak kaca -yang merapuh. "Aku ingin memilikimu. menatapnya lurus-lurus.] Titik bifurkasi [ Nah.. Tapi kau tak pernah siap. "Kita berdua tahu betul perangkap apa yang menanti kita begitu aku minta kamu cerai dari suamimu. Persimpangannya. Aku ingin memiliki." Akhirnya kalimat itu yang terucap. "Jangan. atau kamu minta aku untuk membawamu pergi.. Ini terlalu menyakitkan. Bukan itu. yang jelas tidak mengenakkan ] [ 'Aku ingin kau yang memutuskan dan bukannya malah memberikan bola panas kepadaku dengan bertanya seperti itu' ] [ Mendekati. Siap pecah.. aku tak bisa terus begini. Sama saja! Kita berdua sebenarnya takut. Ia tidak menyangka akan diberi reaksi sekeras itu. "Tidakkah itu sama saja bertanya 'satu tambah satu' padahal kita sudah sampai ke hitungan seratus juta lima ratus dikali empat ribu tiga puluh lima koma sekian?! Kenapa kamu malah bolak-balik bertanya apa yang kuinginkan dan bukannya menyatakan apa yang KAMU inginkan. "Apa yang kamu inginkan?" tanya Rana.. Aku ingin diakui. Tak ada yang terealisasi ) "Rana. Tapi. Terlalu dangkal. dibandingkan dorongan yang begitu kuat. Aku hanya ingin kau mengatakannya Re." Rana tahu saat ini akan tiba." 'Aku mengerti. dan kalau ada lagi saat-saat semacam ini. ia tak menemukan satu pun kata yang tepat. masih kurang kuatkah tekadku? Komitmenku? Aku siap setiap detik kau siap. Semua berhenti di tahap 'wishful thinking' belaka. Ayo... atau terlalu jujur. "Kamu ingin aku pisah dari Arwin. Aku tak bermaksud begitu. itulah pertanyaan tersulitnya tahun ini. Rana!" Rana terenyak. Mengambang membuatku lelah. begitu?" Re ditinju telak oleh paradoks yang sama.

banyak kondisi. aku akan bicara dengan Arwin. tapi Rana merasakan kebenarannya." "That's it?" "Well... banyak probabilitas. Tegas." Keputusan. kita tidak melakukan apa-apa." "Hmm?" Kedua matanya sudah nyaris terpejam lagi. Penuh keyakinan. Aku tahu itu adalah hal yang paling kamu inginkan." "Kamu tahu sekarang jam berapa?" terdengar suara Ale yang parau dan mengantuk." "Selamat. what do you expect? Selamat. "Akhirnya Rana memutuskan untuk bicara dengan suaminya. "Kamu benar.." Re menghela napas. Rasa takut. Anda akan mendapatkan janda kembang yang masih gres dari oven? What?!" "Aku serius!" "Oke. kan?! Supaya kita bisa saling tuding: 'ini semua permintaanmu'. seolaholah ada simfoni akbar yang siap meledak dengan megahnya. Dan dia memutuskan untuk ikut denganku. atau suaminya datang dalam keadaan . . Sayup-sayup Re kembali mendengar suara biolanya. Dia akan jujur soal kami berdua. Re melongo. Sori. "Sepulang dari sini. this is major bullshit! Kesiapan kita menghadapi kenyataan ternyata nol besar. Begitu. 'aku begini karena kamu bilang begitu'.. aku tidak bisa tidur. Tapi apakah kamu siap? Bagaimana kalau nanti ada pembunuh bayaran yang mengintai rumahmu. Ia juga muak.. Kita harus memutuskan sesuatu. Sayup suara azan subuh melatarbelakangi pembicaraan itu. Dan aku siap dengan segala keputusanmu. "Le." Sekonyong-konyong ia menukas.. Le.. Rana terlalu lelah untuk menimbang-nimbang. Re. Tapi aku. Selain itu..sama lain untuk dijadikan kambing hitam kalau-kalau keadaan nanti berubah kacau." ia menunduk. "Aku akan pergi denganmu. kata itu mengasosiasikannya dengan banyak wajah. atau menembakmu di kantor. "Tapi tidak berarti aku akan pergi dari sini dengan kenihilan yang sama lagi." "Lalu? Bukan berarti aku juga harus ikutan tidak tidur." jelas Rana lagi. Aku seharusnya memberitahumu sejak sore tadi. "Aku tahu kamu pasti sudah tidur. "kita telah berputar-putar di satu lingkaran. Kali ini bergemuruh.. kan? Hanya gara-gara mengeloni seorang bayi besar lewat telepon?" "So. Dengan seketika." Semua omongan Re benar-benar menyakitkan.ri..

analisis situasimu itu luar biasa. Ferre. "Aku tidak bermaksud sinis. Untuk seseorang yang baru bangun tidu r. Aku yakin kamu juga tahu kalau prosesnya tidak bakalan instan.mabuk berat sambil bawa parang buat membacok lehermu. Sang Supernova. kan Le?" "Iya. atau perceraian-/ "Aku juga tidak yakin Adam dan Hawa menikah.. Namun dari sekian banyak. "segalanya mungkin.." Supernova Begitu nama itu masuk ke chat room ICQ. kenyataannya?" Ale tertawa kecil. kontan puluhan yang lain menyapanya. Jadi. Mungkin saja dia cuma berusaha menyenangkan hatimu doang. Aku juga pasti bilang 'tidak mungkin' kalau dulu ditanya apakah Ferre. yang sudah terikat padahal dia punya seribu satu pilihan lain yang jauh lebih feasible. Maju terus pantang mundur/ "Kenapa kamu harus sesinis itu?" tukas Re gusar. kamu tahu sendiri apa opiniku soal ini. Patriot kita. jangankan itu. Yah." "Pergilah." "Bravo. "Kamu memang sudah sinting." "Kamu ke gereja?" "Mungkin. Hidupmu mungkin lebih tersiksa dibandingkan kemarin-kemarin ini." "Aku tidak yakin Tuhan merestui perselingkuhan. Nah. akan memilih seorang wanita. atas-bawahmu.. But you've got a point there." Mau tak mau. Ale terkekeh. aku hanya ingin memastikan kamu siap. Nanti doakan aku." "Besok hari Minggu. Ah. Re. waspadalah terhadap segala kemungkinan di tengah jalan." "Tidak mungkin. Tapi aku turut mendoakan yang terbaik. atau ada berondongan teror dari keluarga-keluarga yang merasa disakiti. Jangan lupa." "Wow. ada satu yang nampak menarik baginya malam . belakang-depan.. atau ada yang sukarela jadi informan buat tabloid gosip lalu wajahmu muncul di halaman depan sebagai si perusak rumah tangga milenium? Menurutku kamu harus lebih hati-hati lagi lihat kiri-kanan. Re/ "Aku tidak peduli. Berapa banyak koran merah yang tadi kamu baca sebelum tidur?" "Re. "TNT". Please. sahabatku tercinta yang sangat pintar dan rasional itu. Sepertinya mereka itu samen leven. Dinamit yang ditunggu-tunggu." "Jangan bilang tidak mungkin. Aku tidak takut. Aku sendiri tidak seratus persen yakin Rana berani bicara. apa pun itu.

Bukankah sudah waktunya? &lt.guest&gt. Arwin yang mengamuk.TNT&gt.TNT&gt. Kenapaf &lt. KEPING Pelajaran Terbang Berhari-hari Rana terbangun dengan bersimbah keringat dingin.guest&gt.guest&gt. Luka jahitan .* tidak tahu* Tapi saya tidak terlalu peduli* Untuk apa mempertahankan sesuatu yang bukan milik..itu. menjadikan benaknya kosong dan tak termotivasi. Kamu mau tahu kenapaf &lt. saya lagi? &lt. Dan ia tak mungkin lagi meminta dorongan pada Re. Ia kelihatan sangat bahagia bersama lelaki itu. Anehnya-. Anda memang tidak memiliki apa-apa* Kecuali diri Anda sendiri* Dan diri Anda sesungguhnya amat besari agung* Ia mampu menampung apa saja i lebih dari yang Anda duga-* andaikata Anda tidak mengikatkannya pada sesuatu* Semakin banyak yang Anda ralakani semakin besar keluasan diri yang Anda rasakan* &lt. Supernovai saya mulai gila* &lt.guest&gt. Sekalipun Anda tersiksaf &lt..TNT&gt. kalau saya lepaskan istri saya untuk orang lainf &lt. Tak sampai hati ia membongkar kelemahan yang nantinya malah akan mengendurkan semangat mereka berdua.TNT&gt.TNT&gt. &lt. Ketegasannya hari itu sudah berarti banyak. Saya*.T NT &gt. Mungkin itu adalah kala pertama Anda mencicipi kewarasan. puluhan sanak saudara yang akan mencemooh habishabisan..... Berbagai macam adegan seram kerap muncul di pikirannya.. Gambaran-gambaran itu bagaikan monster kelaparan yang mengonsumsi habis semua keberanian yang ada. ibunya yang menangis histeris. saya tidak sanggup marah. mertuanya yang terpingsanpingsan. • .guest&gt.. Saya lebih tersiksa justru ketika melihatnya bersama saya* &lt.guest&gt. Arwin yang gelap mata lalu berbuat entah apa.. Bagaimana dengan diri Anda sendiri? &lt. Sepanjang hidup saya-i hanya ada satu wanita yang saya cintai sungguh-sungguh* Istri' saya sendiri* Dan dia menyeleweng. Bahkan untuk menyalahkan sedikit pun tidak bisa..Rasanya ia menjadi manusia yang sama sekali barui bukan lagi wanita yang bertahun-tahun saya kenal sebagai istri saya¦ Dan yang jelas saya lebih senang melihatnya beg i tu • &lt. Bagus. Gilakah saya.

akhirnya ia mendapatkan sebuah nomor ICQ yang diyakini adalah Supernova..guest&gt.r terban^ Bagaimana dengan Anda yang sayapnya dibentuk* oleh rasa percaya? Tidak ada cara untuk belajar percaya selain PercayaRana berhenti di sana. di mana kamu?" desis Rana.. &lt. "Ayo. Anda memang tidak mengerti¦ Rana mulai . Setelah mencari-cari setengah mati.. mengejar momentum? &lt. Terban -Aku tahu kamu pasti datang untukku " pndirian.guest&gt. Mendadak segal a penat dan perih [J?*** Rana gantikan oleh secercah ^nW\^^^ langsung" mengirim pesan.Ajari aku percaya pada kekuatan .guest&gt.TNT&gt. Apa maksudnya itu semua. apakah ia harus menanggalkan semua pertimbangan dan perhitungan untuk lalu lepas landas begitu saja? Hidup berdasarkan momentum? Persis seperti waktu ia melontarkan ucapan itu di depan Re. Berusaha mengerti dan meresapi kalimat-kalimat tersebut. Momentum tidak dapat dikejar. Aku ingin yakin dengan pilihanku. Supernova.. &lt. Maksudmu •&gt. samuai ^ na Supernova merespons tulisannya. IW dia. Aku tidak mengerti.TNT&gt.TNT&gt. mpai akhirnya &lt. dan kembali tertelan begitu momennya lewat. Satu-satunya harapan yang tersisa. Dan kenangan tidak akan membawa Anda ke mana-manaKenangan adalah batu-batu di antara aliran sungai.bukankah kita seharusnya bisa memperbaiki kesalahan masa lalu? Menghidupkan kembali momentum yang lewat-. Berkali-kali. Tiba-tiba ia terpekik pelan. Nama itu on-line: "TNT". aku ingin terbang Amenutup kuping terhadap raungan bumi di V *ku nanti.hkU Ajari aku percaya bahwa aku BISA TERBANG &lt. tidak salah lagi. untuk kemudian merancang masa depan yang baru-Aku hanya tidak ingin menyesal di kemudian hari. Bahkan seekor burung yang meniliki kasat mata bisa jatuh ketika belajt. Namun kehadiran sang Supernova di chat room ICQ benar-benar tidak tertebak. Ia menjadi kenangan.flomentum hadir* Begitu ia lewati ia tidak lagi sebuah momentum.di dadanya terasa bertambah perih. Rana pun menanti cemas.Anda seharusnya menjadi arus-» bukan batu&lt. Itu saja.

Hanya satu yang patut Anda harapkan datangi yaitu yang tidak diharapkan. Segalanya terjadi tak terduga-duga* Hanya ada satu yang pasti dalam hidup-. Seperti orang asing. lalu stagnasi hanya karena Anda berkaras atas sasuatu yang sebenarnya harus berubah-Berhenti juga menilai baik-buruk dari apa pun-Bukan untuk itu Anda hidup. Ada kedukaan di sana. Pembaharuan hadir dalam setiap detik-Perbaikan terjadi satiap saati tapi ketakutan-ketakutan Anda tadilah yang justru menghancurkanSatiap saat Anda bisa terbang. Tolong akuJelaskan sekali lagi. Ada perbedaan besar antara memperbaiki dan menyesali. Menatapnya dengan tatapan yang tak pernah ia lihat sebelumnya. yaitu ketidakpastian.. Satu momen terbentang menuju jalan yang tak .Jangan disconnect dulu.. Begitu anggun. Bertahun-tahun hidup dengan Arwin dalam ketertebakan. Dengan sigap ia pun menutup program di layar komputer. Rana belum pernah mengalami momen seorisinal ini. Tawon itu adalah suara Arwin. Suaminya hanya diam. Merengkuh istrinya dari belakang.TNT&gt. tapi Anda saparti tidak melihatnyaApa bedanya memperbaiki sesuatu di atas penyesalan-i atau di atas parasaan sesal yang bahkan belum terjadif Tidak ada. &lt.TNT&gt. Mas?" Rana berlagak pilon. Supernova akan menghilang kalau sudah begini. Supernova.. Dengan khidmat pria itu pun akhirnya beranjak mendekat. Bahasa tak mampu lagi membungkus apa yang tengah bersaling-silang keluar dari benak mereka.Bukan hakim"Rana. &lt. &lt. Tanpa satu potong pun kata.Selama Anda masih terbayang-bayang oleh dua katakutan itu-* Anda tidak akan ke mana-mana-&lt. Lama keduanya bertatapan. ia terlonjak dari tempat duduknya.Anda adalah pengamat dan penikmat.TNT&gt." Seperti disengat tawon. Berhenti memilah antara apa yang diinginkan dan tidak. asalkan Anda percaya akan pembaharuan yang hadirflenikmati momentum yang datang.guest&gt. Begitu hening. Rana kini merasa terapung dalam suasana yang sangat misterius.Tanpa ekspektasi apa-apa. Luar biasa dalam. "Ada apa.panik. Biasanya. Rana sudah bisa membaca semua.

Bahkan denyut nadi pun dapat terdengar kalau disimak benar.. Ternyata Arwin yang punya itu. Aku mohon. melainkan sebaliknya. Embusan sekali-sekali napas-napas berat. Terlalu mencintaimu." Suara Arwin mengalir bagaikan gletser. Aku tidak akan mempersulit keadaanmu. Andaikan saja kamu tahu. "Kalau kamu benar-benar mencintainya.tahu berakhir di mana. Aku sudah terlalu sering mendengar kamu menangis diam-diam. "Aku tahu semuanya. aku rela kamu pergi. atau bukan. Keadaan kita. Di dalam sarang kecilnya yang pengap. Giliran Arwin yang terenyak ketika istrinya m menghambur jatuh. Kamu tidak akan pernah tahu betapa besar perasaan ini.. Mengambil porsi dalam malam yang rasanya tak bergerak. Kita s ama-sama sudah terlalu sakit... "Aku mencintaimu. Satu sensasi yang sama sekali baru. Tidak menjadikan pernikahan ini seperti apa yang kamu impikan.. tolong. "Tidak akan mudah. Bukan diri ^ bahkan bukan pula kekasihnya.. "Perasaan ini. Maafkan aku tidak pernah menjadi sosok yang kamu inginkan. mendekapnya erat-erat. Aku mohon. tidak lagi ta^* Ada satu makna yang secara aneh terungkap: cinta membebaskan. tapi aku tidak mau membuatmu tersiksa lebih lama lagi. Dan aku yakin tidak akan ada yang melebihi perasaan ini. Bukan begitu?" Tidak ada jawaban. peluk seseorang yang kembali. istriku. ada isakan lirih. Tapi aku teramat mencintaimu.. Perlahan. Rasanya ' bukanlah pelukan perpisahan." napas itu tercekat." Terdengar suara menelan ludah. Suara gerimis." Isakan itu tetap tidak berhenti. "Lama aku berusaha menyangkal kenyataan ini. "Jangan menangis.. Arwin Gelap. Membekukan lereng hati. Kamu tetap Rana yang kupuja." SUPERNOVA Kalimat itu membawa Rana ke dimensi yang sama sekali Menggerakkannya untuk melihat wajah pria yang dinikah' ^ tiga tahun lalu dengan pandangan baru. dan itu sangat menyakitkan. Kamu memang pantas mendapatkan yang lebih. cukup besar untukku kuat berjalan sendirian tanpa harus kamu ada. tapi sekarang tidak lagi." Hatinya malah tersayat lebih melesak." Isakan itu malah menjadi. Hanya saja. Rana justr . "jangan menangis lagi.

mendapatkan makna kebebasan. Ia terbang... di saat v U sama sekali tidak diduganya. n9 <guQSt> Supernovai saya benarbenar tidak menyangka* Bagaimana mungkin sesuatu yang tadinya berusaha saya pertahankan mati-matian justru kembali ketika saya lepaskanf Perasaan ini sangat luar biasa* Rasanya saya terlahir kembal i • I <TNT> Sesungguhnya Anda memang tidak perlu berusaha memiliki apa-apa* Anda adalah segalanya* Sekarang-* tidakkah Anda heran dengan orang-orang yang menguras seluruh energinya untuk mempertahankan sesuatuf Mencoba memiliki apa yang sebenarnya sudah milik mereka? Justru ketika Anda Melepaskan keterikatan pada sesuatu i Anda semakin dekat dengan Keutuhan. <TNT> Mencintai sesuatu atau seseorang dengan keutuhan diri adalah satu-satunya cara mencinta* Sementara perasaan tidak lengkap atau ketergantungan adalah refleksi jarak Anda dengan diri sendiri* <guest> Dan saya baru sadar -i saya amat . mencintainya tapi saya lebih mencintai diri saya sendiri. Saya mencintai diri saya yang mencinta• <TNT> Itulah satu-satunya Cinta yang ada* Arwin mengembuskan napas ie h sinar. Bahkan bernapas terasah*' *aJahn*a berkiu itas ba™ t6lah men9aUri **uruh t9ubuh?mat Se^ah sekaligus perasaan terbang h adalah v sayap •¦ KEPING Kiamat Personal Kedua pria itu mematung di depan komputer. "Aku tidak mengira akan jadi seperti itu..." gumam Ruben berat. "Aku juga. Semuanya mengalir begitu saja," Dhimas mengusap wajahnya, berusaha mengenyahkan kebingungan. "Kamu tidak merencanakan plotnya bakal demikian?" "Tidak," Dhimas menggelengkan kepala, "sudah kubilang, semuanya mengalir begitu saja. Aku hanya langsung mengetik apa yang terbersit di kepalaku." "Aneh. Seolaholah cerita itu memiliki otonominya sendiri." "Lebih parah. Sepertinya aku menjalani sebuah kehidupan, bukan cuma naskah. Kehidupan dalam kehidupan... mungkinkah itu?" tanya Dhimas linglung. "Entahlah. Yang jelas, masih ada satu yang harus kita khawatirkan." "Ksatria." Ferre Kiamat adalah lidah kehancuran

yang menjilati tandas sebuah piring tanpa sisa. Tak ada lagi remah. Tak ada dedak yang dibiarkan bertengger. Semua bersatu dalam maha enzim Kiamat personal yang mencerna jagat. Kiamat adalah ledakan sunyi yang mengisap semua, termasuk jejak kehancuran yang dibuatnya. Dan ternyata kiamat punya edisi khusus. Kiamat personal. Semenjak Rana menghilang tak bisa dihubungi seminggu lewat ini. Re tahu ada yang tidak beres. Sampai akhirnya surat itu tiba—kiamatnya: Tidak ada yang saya sesali. Saya harap kamu juga demikian. Tidak ada cara yang mudah untuk menga takan ini semua. Saya yakin kamu mengerti. Dan tidak ada yang saya cintai lebih dalam selain perasaan indah yang pernah kita miliki (dan semoga masih akan terus kita miliki,). Tapi saya bukan Puteri yang kamu cari. Di satu titik, perasaan indah itu telah mengkristal, dan saya akan menyimpannya. Selamanya. Kamu adalah yang teristimewa, Ferre. Kamu telah memberi saya kekuatan untuk mendobrak belenggu itu. Sekarang saya bebas. Tapi, tidak berarti kita harus berjalan bersama. Izinkan aku kembali berjalan di setapak kecilku. Rana. Surat di sehelai folio putih polos itu nampak seperti Lucifer yang menyamar jadi domba tak berdosa. Reaksi pertama Re adalah tercenung kosong. Lama sekali. Dan yang kedua adalah, ia tertawa. Dan itulah puncak dari rangkaian paradoks yang telah menyerangnya dari awal kisah ini dimulai. Sebuah tawa, dalam duka dan kepahitan yang tak terperi. Sejenak ia merasa telah disuguhi pertunjukan dagelan. Kekonyolan panjang nan tragis, dibumbui dramatisasi ala opera sabun yang memuakkan, dengan ambisi ala sinetron bersekuel-sekuel yang membuat mual perut. Penonton pun tak bisa membedakan lagi air mata apa yang berlinang di pipi mereka. Tangiskah... atau malah tawa. Yang jelas, pipinya bersih. Tak ternoda air apa Pun Kelenjar air matanya mengeras, seiring dengan hatinya yang membatu. Perlahan, runutan getaran sel abu-abunya kembali terhampar. Kalau saja ia tidak mengajaknya makan siang... Kalau saja ia punya lebih banyak kesibukan di pagi itu... Kalau saja ia menolak wawancara itu... Kalau

saja hari itu tidak perlu ada... Kalau saja ia tak perlu ADA... Bagaimana sebuah piring bisa tahu dirinya piring apabila tidak ada yang diwadahi? Kiamat juga berarti amnesia abadi. Dan Ferre adalah piring kosong yang tak mampu merasakan apa pun selain kehampaan. Tidak juga dirinya. Ia terlalu benci dirinya. Sang Ksatria tidak lagi eksis. Ia mati, bersama cintanya yang membutakan bumi. Ia hancur, seperti serbuk meteor yang membedaki langit. Ia tamat. KEPTNG Ksatria Schrodinger -a himas cuma bisa melipat tangannya, menggeleng-J/ gelengkan kepala. "Aku tak tahu lagi jadinya bagaimana..." ia berkata lemas. "Ia telah mendapatkan kepingan dirinya yang hilang, Pujangga, homunculus, si manusia kecil, figur bawah sadar yang dulu terlupakan tapi sekarang kembali hidup. Dan betapa ia menyukai dirinya lagi. Tapi sekarang semuanya direnggut... hilang. Ksatria kita baru kerampokan harta insaninya yang paling besar: makna. Tanpa makna, buat apa lagi kita menjalankan hidup?" "Hidup memang tidak boleh kehilangan makna..." desis Ruben. "Dan makna apa lagi yang masih berarti untuk menyalakan hidup si Ksatria? Aku tidak tahu!" seru Dhimas. Kening Ruben berkerut-kerut, kakinya diketuk-ketuk, pertanda ia berpikir keras. "Kamu tahu apa yang sedang kita hadapi?" tanyanya. Dhimas tahu pertanyaan itu tidak perlu dijawab, bohlam yang menyala ada di otak Ruben. "Kita sedang mengalami dilema terbesar para fisikawan. Dilema yang disuguhkan Schrodinger dengan eksperimen kucingnya. Inilah dia. Paradoks kucing Schrodinger! "Look, honey, sekarang ini kita sedang meneru*°" hidup mati tokoh kita sendiri. Bukannya menyiapKan Pertunjukan sulap," komentar Dhimas kesal. "Aku bukan asal ngomong, kamu sendiri kan tahu paradoks itu." "Ya, tapi apa relevansinya?!" "Sebentar, sebentar... beri aku waktu." Ruben memejamkan mata, berusaha menerjemahkan sinyal nonlokal yang barusan hinggap di otaknya. "Begini, kamu tahu tujuan Erwin Schrodinger dengan percobaannya itu?" Dhimas merasa lebih baik ia menggeleng. "Tujuannya adalah untuk mendeteksi perjalanan

yang kemudian diberi nama wavicle. maka kapsul itu pecah. peluangnya fifty-fifty dia keluar dari rumah itu dalam keadaan hidup atau mati. Dalam waktu satu jam. Partikel atau gelombang. kehadiran seorang pengamatlah yang akan menentukan aspek mana yang terpilih. dan kucing mati. Sementara di realita. maka si kucing tetap hidup. Peluangnya fifty-fifty. Tapi wavicle 168 hanya ada di domain kuantum." "Oke. Katakanlah. atau entah apa lagi. aku sederhanakan. maka wavicle akan selamanya mengambang dalam keadaan dikotomis. maka hasil itu bisa kita gabungkan menjadi kucing yang setengah hidup dan setengah mati! Sampai kotak itu dibuka maka kucing tersebut dipastikan berada dalam kondisi kuantum mati suri. Apabila elektron mengenai tombol on. Ini fenomena yang serupa dengan dualitas partikel. baru akan ada pengamat yang membuka boks dan melihat hasilnya. Ia tidak menggunakan geiger counter melainkan kucing sebagai detektor. . "Coba. Mati enggak. apa yang terjadi pada si kucing selama boks itu tidak dibuka? Apabila kita menghitung secara matematis maka kucing mati dan kucing hidup adalah hasil yang sama-sama valid. partikel mempunyai aspek lain/ yaitu gelombang. Kucing ini ditempatkan di boks tertutup bersama sebuah kapsul berisi racun sianida.partikel kuantum. baik itu arah lintasannya maupun destinasinya. Pertanyaannya. Sebelum pilihan ditentukan oleh pengamat." "Kamu tidak membuatnya lebih mudah. Kalau elektron tidak menyentuh pemicu itu." keluh Dhimas. hidup enggak. pilihan kita hanya dua: gambar atau angka. tapi karena kucing tersebut adalah objek kuantum di mana semua kemungkinan bisa terjadi. singkatnya. Kamu dan aku taruhan memakai koin. "Begini. "Tidakkah kamu lihat? Dia seperti kucing Schrodinger di dalam boks tertutup! Berada di gerbang keputusan untuk menghabisi hidupnya atau tidak. dan sebuah pemicu yang akan aktif ketika satu isotop radioaktif menembakkan sebuah elektron. Peluangnya sama. kucing zombie. apa hubungannya dengan Ksatria kita yang mengurung diri entah sedang apa itu?" Mata Ruben membelalak." Dhimas mulai tidak sabar. "sekarang.

tanpa dunia. Keseriusan ternyata tidak membawanya ke mana-mana. lalu ada juga versi Ksatria mati? Begitu?" "Well. Tapi semuanya sudah terlambat. Dulu. Semua hiruk-pikuk di luar sana sudah tidak kuasa lagi menyentuhnya. Pistol kaliber 9 mm yang tidak pernah digunakan. malam ini. Barang itu sebenarnya cuma suvenir pemberian. Betul begitu?" "Seratus! Kok aku tidak pernah kepikir. Firasat itu ternyata sudah ada sejak dulu. "Masih ada aliran Copenhagen yang berinterpretasi bahwa dengan menggunakan prinsip komplementer. demikianlah menurut perhitungan matematis. membuat kondisi dikotomis itu akhirnya menjadi kondisi tunggal di dimensi tempat kita mengobservasi. Tak pernah ia sangka. biasa. faktanya memang observasi dari kondisi dikotomis akan memaksa semesta untuk bercabang menjadi dua dimensi paralel. Re tersenyum tipis. Sambil tertawatawa ia berkata. "Wah! Itu ide yang luarrrr.. hidupnya akan diakhiri oleh sebuah permainan. siapa tahu satu saat nanti ia harus bermain rolet Rusia." Ruben cepat-cepat menenangkan Dhimas yang sudah unjuk rasa. namun observasi kitalah yang menjadikan salah satu kemungkinan kolaps.. maka sebelum dibuka koin itu tetap berada di kondisi setengah angka dan setengah gambar." "Omong kosong! Pasti ada jalan lain untuk menyelesaikan paradoks itu. Re mengisi selongsongnya dengan satu peluru. Hanya ia dan dia. ia sendiri selalu menganggapnya pajangan sampai. Ksatria kita sekarang berada dalam keadaan setengah hidup dan setengah mati? Memangnya dia zombie?" "Hei. Re menyesal ia terlalu serius menempuh hidup.." Ruben mulai ikut bingung. maksudmu.. Kita akan .. kondisi setengah hidup dan setengah mati itu hanya abstraksi yang cuma eksis sebagai potensi transendental. 169 Dhimas &amp. oke.Ketika koin dilempar lalu ditutup.. Ruben "Oke. ya?" "Jadi." Ferre 24 jam pertama dalam hidupnya di mana ia merasa begitu sendiri. maksudmu bisa ada Ksatria lain di dimensi lain yang hidup. Ekses humor Tuhan yang kebablasan. sabar sedikit. Jangan-jangan kelahirannya ke dunia ini juga cuma permainan." "Sebentar dulu.

Tapi .. Kalau tidak. "Gambar gestalt adalah gambar beranak gambar.. eh. tenang. science fiction selalu tergila-gila dengan ide interaksi antardimensi. "Aku teruskan: realita ini termanifestasi sama seperti gambar gestalt. Dimensi paralel. Terpaksa membanjur lagi kobaran idenya. "Aku sedang memikirkan gambar gestalt. Tentu saja. Setiap kamu melihat gambar gestalt. maksudku. Interpretasi ini terlalu sulit untuk dijadikan eksperimen sehingga tidak ada gunanya dari sudut pandang sains. dan yang paling umum adalah gambar gestalt nenek tua dan gadis cantik. Kamu tahu apa itu?" "Bahasamu selalu susah. tahu nggak? Kadang-kadang yang kamu maksud cuma hal umum tapi bahasamulah yang tidak umum. kan? Aku tahu gambar yang kamu maksud.. kan?" "Bukan. Tapi tidak pernah tahu namanya gestalt." "Salah sendiri tidak tahu." "Dan riil!" sambung Ruben. butuh materi dan energi dalam jumlah ganda untuk setiap observasi. dan aplikasinya di level kehidupan sosial manusia." Ruben masih tidak mau kalah. atau membolak-balik kertasnya. romantis. ide itu terlalu mahal. Kedua citra itu hadir sekaligus. Dalam arti. Kecewa." balas Ruben tidak mau kalah." Dhimas mengalah dalam gerutu. diingat lagi. batal. "Aku ingin mengungkapkan fakta penelitian yang sebenar-benarnya. Jangkauan sains yang sejauh ini telah dicapai. semesta paralel tidak berinteraksi satu sama lain. tenang. mana seru? Tapi. Kita tidak merobek gambar itu jadi dua. apa yang ingin kamu buat?" "Roman sains. dan merupakan satu gambar." "Makanya. "Sayangnya. Lagipula.... tidak sekompleks itu. memangnya kamu niat bikin science fiction? Plus bumbu-bumbu fantasi ilmiahnya? Bukan. kamu harus memilih.menulis dua kisah dari dua dimensi paralel!" seru Dhimas meledakledak. salah sendiri." jawab Dhimas pelan.. tidak sesederhana." "Tuh." "Baiklah. puitis. Silakan teruskan. Kamu harus memilih satu antara dua sudut pandang untuk menentukan apakah itu nenek tua atau gadis cantik. "Tapi. Benar-benar pemborosan." redam Ruben buru-buru. "Coba. Itu menjebak.. tapi kamu tidak bisa melihat keduanya secara bersamaan.

Sebenarnya sederhana: segala sesuatu yang bisa kita tangkap di domain materi —realita ini—yang serba terukur. maka kita akan terjebak di dikotomi tak ada habisnya itu. atau mati suri. kesadaran yang kumaksud harus berada di luar sistem. sepertinya ia sudah mengantisipasi munculnya pertanyaan barusan. kalau memang . Nah." "Tapi. sama juga dengan sang Ksatria. "Ya. aku kepingin tahu. inframerah. Tapi untuk menggagalkan salah satu aspek kuantum. "Di sinilah pentingnya pemilahan antara Consciousness dan Awareness. Kesadaran selalu bersih. di domain nonlokal. dan seterusnya." 'Coba. kita semua pun saling terhubungkan dengan sinyal nonlokal24. Sadar dan Terjaga. dibutuhkan keterjagaan." ujar Dhimas penasaran. tapi kesadaran seperti apa yang kamu maksud barusan?" tanya Dhimas. coba terangkan lagi. "Kenapa? Masih ada konsep yang belum jelas?" Ruben menangkap tanda tanya yang beterbangan di sekitarnya. Artinya. "0-ho! Untung sekali kamu bertanya. lama. Berusaha mengasosiasikan pemahaman baru itu. Kesadaranlah yang memilih dan menentukan nasibnya. Kenyataannya. tapi tidak dalam keadaan sadar? Kamu tahu betapa paradoksnya hal itu?" Ruben tersenyum tenang." "Aku jadi tidak mengerti. "Itu dia! Persis seperti kasus Epimenides." Ruben menjawab mantap. benar-benar tersesat. sebenarnya ada. pingsan. apa sih yang dimaksud dengan istilah nonlokal? Kenapa aku menangkapnya semacam sinyal-sinyal misterius dari pesawat UFO?" Mau tak mau Ruben tertawa. Dhimas membisu. Sementara keadaan 'tidak sadar' dalam istilah psikologi yang umum kita tahu adalah keadaan semacam tidur. Kalau kita bicara kesadaran di level lokal. baik itu gelombang televisi. dan mengenali pilihan yang kita buat. apakah ada situasi di mana ada pengamat. tidak tersentuh. Kita sering sekali bicara 'kesadaran'. adalah sinyal lokal". radio. Lalu. "Apa yang kamu bilang tadi—bahwa di realita materi ini Kesadaran menggagalkan aspek gelombang—benar-benar terdengar logis dan akademis. Itulah kira-kira sadar tanpa terjaga.Kesadaran kita memilih. di luar order realitas materi.

Tapi sebelum mereka dipisahkan. sehalus apa pun itu. sampai EEG—untuk mengetahui adakah respons stimuli yang terjadi.. Tubuh kita menerima stimulus berjuta-juta kali lipat dari apa yang diolah otak. ia sama sekali tidak tahu apa yang terjadi di ruang sebelah.. Lalu Kesadaran apa yang dimaksud kalau kita yang dalam keadaan bangun dan terjaga ini sensitivitasnya ternyata tidak jauh beda dengan bangkai? Itulah. Di dalam ruang terpisah itu tubuh mereka dipasangi—mulai sensor saraf. "Berarti.. "Lalu. sampai dirasa ada ikatan psikologis yang cukup.sinyal nonlokal tidak bisa dideteksi. orang yang satu lagi memberikan respons stimuli yang serupa! Padahal secara sadar. Kesadaran yang transenden." Dhimas mendengarkan terpesona. kedua orang itu disuruh berinteraksi. jantung.. Ia adalah semacam ruang yang kesemua sisinya terbuat dari logam khusus yang mampu meredam semua gelombang. arrgh." . "Omonganmu sudah sama persis dengan para reduksionis skeptis itu. sehingga dipastikan keduanya tidak dapat berkomunikasi. "Baiklah Tuan Skeptis. Dan kamu tahu? Ketika orang yang satu diberi pertanyaan atau tindakan tertentu. ada dua orang yang ditempatkan di dua ruang Faraday yang berbeda. bagaimana kamu bisa membuktikan itu ada?" Kali ini Ruben tergelak.. bahkan tanpa kita sadari!" "Seringnya memang tidak disadari. atau kandang. aku benci terjemahan. kita semua ini ternyata terhubung satu sama lain. alat komunikasi atau apa pun yang menggunakan gelombang tidak akan bekerja di dalam ruang Faraday. Semua 21 Loka)/Lokahtas: Ide bahwa semua interaksi dan komunikasi antarobjek terjadi melalui sinyal maupun medan yang penyebarannya terjadi dalam ruang-waktu yang tunduk pada batas-batas kecepatan cahaya. Faraday's Cage sama sekali bukan kandang. * Nonlokal/Lokaiitas: Komunikasi ataupun pengarah yang terjadi instan tanpa melalui pertukaran sinyal dan tanpa memecah keutuhan ruang-waktu." ia tertawa-tawa sendiri. Nonlokal. ngobrol atau apa saja. ada satu eksperimen yang beken dikenal dengan Faraday's Cage..

berusaha meyakinkan dirinya sekali lagi. Diva pun masih menyempatkan diri memandangi rumah itu. Namun tetap tidak ada perubahan.? Re memanggil-manggil. "Koin itu sudah melayang. Ternyata benar. dan ia masih menunggu tanda-tanda. Lantas.. Ia ingin dibuatkan sajak perpisahan. karena satu-satunya chip yang masih menjadikannya berguna—chip candu kerja. Ia robot cacat.. harus ada pengamat yang mengintervensi. "Sudah kutangkap. Lima jam mengamati rumah seberangnya telah menambatkan rasa penasaran. Re mengepalkan tangannya gemas. Diva pun memilih tidak ke mana-mana.. ruang tempat si pemabuk cinta biasa asyik minum-minum anggur asmaranya. Sore berganti malam. Diva Diva tibatiba terusik dengan pemandangan aneh di depan rumahnya. Dirinya telah kembali menjadi robot yang tak berhasrat. Bahkan sampai matahari condong ke Barat. Ia terus bertanya-tanya." gumam Dhimas gelisah. termasuk ruang yang satu itu. "Berarti. Pujangga. mengapa mobil itu ada di garasi? SemUa jendela rumahnya masih tertutup tirai. Menjelang tidurnya.Ferre Ia sadar kini. namun tidak ada yang menjawab. aku tak ingin pergi seperti ini. Dhimas &amp. apa yang terjadi denganmu. ia berkata. aksinya terakhir di pentas bumi. tirai itu tetap tidak terbuka. Dan mungkin sekarang saatnya kita buka. jauh ke dalam hatinya. Malam bertambah larut." Dhimas menatapnya balik. beralaskan remah-remah kehancuran hatimu? Sampai esok hari. Bahkan tak disisakan baginya satu gaung pun. "Taruhan kita tadi. jam setengah satu siang. apakah engkau masih di sana." KEPING^ ^ Di Dasar Jurang . Ruben. Itu sebuah kode. atau mati. Pujangga benar-benar pergi. 48 jam sudah ia menunggu.. Tak ada lagi si gila kerja.. bukan?" Ruben mengangguk kecil. Apa pun caranya. wahai kau yang jatuh cinta? Tengah mengawangkah dirimu? Atau tergolekkah engkau di dasar jurang yang kaugali sendiri." Ruben menatap Dhimas lurus-lurus. keadaan rumah itu tetap sama. Ia pun melirik jam. hasratnya yang terakhir—juga ikut terampas.. Ruben "Paradoks ini harus diselesaikan. Sambil mengepalkan tangannya.

Sesuatu tiba-tiba melintas. tak lagi jadi masalah untuknya. dan Bintang Jatuh. entah di mana. menjadi lemah. Re terkekeh. tangisan. Tidak pernah ada yang bertanya padanya. dan mati karenanya. Mama?'.. 'Kenapa kamu tidak menyelesaikan masalahmu dan malah memilih kabur. dan wanita itu memilih mati. Papa?'.. padahal ia juga sama-sama punya protes: 'Lalu kenapa aku yang ditinggalkan?'. 'Mamamu bunuh diri'—'Semua ini gara-gara Papamu'—'Papamu lari dengan wanita lain'... Yang jelas ada kakek dan neneknya di sana. ternyata selama ini ada bifurkasi lain. di mana pun engkau berada. apa maksud potongan-potongan gambar yang dipampangkan bulat-bulat di depan matanya. "Aku tidak tahu!" Dhimas mengangkat bahu dengan muka lebih bingung lagi. Puteri... dan Ayahanda.. Ada genangan darah di dekat kepala Mama—sepucuk pistol kecil di dekat tangannya—sepucuk surat yang tak bisa ia baca. cukup 24 tahun bagiku untuk menjadi kalian .. ia tak mau melihat lebih banyak lagi.. Ksatria. Bukan cuma dongeng masa kecil.... 'Kenapa kamu begitu lemah dan egois. Kisah malang tentang seseorang yang termakan cinta. Dhimas &amp.. Re berusaha DUPERNDVA berontak. Oma di pemakaman Mama—dekapan erat Opa di hari Mama wafat— tubuh yang terbujur kaku di atas karpet. [ Lihatlah Ibunda. tapi yang hadir malah bayangan buku dongengnya. yang ada di alam sana... Dan sekarang.. bersimpuh dan berdoa—ada rosario yang selalu ditinggalkan di sebelah bantalnya— dengungan doa novena yang ia dengar hampir setiap malam— suara masa kecilnya melafalkan doa Bapa Kami. Re ingin semua ini berhenti." Ferre Potongan gambar itu terus datang. Kisah serupa juga dialami ibunya.. di hati atau di otak. Pahit. namun gambar itu terus menyerbu tanpa bisa ia tahan. Re mencoba meredam suara-suara itu. "Mungkin. Ruben "Untuk apa cuplikan-cuplikan masa lalu itu?" bisik Ruben. 'Kurang berhargakah aku sampaisampai mereka sibuk dengan perkara cintanya masing-masing dan lupa kalau aku ada?'... tapi sekarang justru suara-suara yang muncul.. Melainkan sesuatu yang lebih dahsyat. Re tidak mengerti.

bukan? Rasakanlah dinginnya dasar jurang itu.. membuka tirai. Dhimas &amp. siapa yang menyangka. Wahai Tuhan. El Maut ternyata cukup gagah untUk seorang Kepala Departemen Alam Kubur. Diva Mendadak ia bangkit.." ". Tapi tentunya Kau masih ingat aku... Ferre Tangannya sedingin es. Ruben Suasana kamar kerja itu menjadi sangat senyap." Ruben menarik napas. dalam rumahnya yang tertutup. Izinkan aku kesal pada-Mu di dalam kepasrahanku.. ". Tak ada lain di benak mereka selain Ksatria. Di dunia yang serba seragam. ada saja cara kalian membuatku tertawa sekaligus tersindir.. Dan jika ini detik-detik penghabisanku. dalam benda semungil itu. dengan sisa kekuatan dalam dirinya. ia dapat merasakannya. ditekankannya moncong senjata itu dalam-dalam ke pelipis kanan... Sepanjang hidup Engkau selalu membingungkan. Aku nyaris melarikan istri orang. ada malaikat maut yang akan melarikan nyawanya pergi. Aku tahu kita tak saling bicara. Ruben ". ia pun tersenyum.. Engkau sudah jatuh. dan mendapatkan jendela di seberang sana masih tertutup.. mengerikan. bukan? Baiklah.berdua. sekalipun harus dengan cara mengumpat. Dengan tatapan tajam ia menentang apa pun itu di atas sana. Telunjuknya mengait mantap di pelatuk. tak . mengangkat dagunya setinggi mungkin.. Tapi jangan harap aku sudi menunduk dan tutup mata ] Re pun mendongak. Sesuatu yang besar tengah terjadi di dalam sana. dan sekarang aku akan mencabut nyawaku sendiri. ia ingin mencuri perhatian-Nya. Baru 60 jam... dengan teka-teki-Hu bernama Takdir. sebagaimana aku tak menyangkal-Hu. tapi darahnya sudah kepingin cepat-cepat berhenti mengalir. Dhimas &amp.. Keduanya mencurahkan konsentrasi mereka dengan penuh kesungguhan.. maka bebaskan aku berbicara semauku.. kalian selalu ingin mendengarku berdoa.. Sekilas Re melihat pantulan dirinya di gagang pistol yang mengkilap. Dengan cara-cara aneh Kau tunjukkan keagungan. ia menantang Sang Pencipta.. Tidakkah kalian bangga? ] l Oma. Diva menggigit bibir. Opa. Bahkan di saat seperti ini. Dan betapa dingin genggamannya. Kau.

di situ ada mata ketiga. Dhimas &amp. Yang melubangiku dan kini berkuasa atas hidu Semoga ini engkau . fme. Ruben Sampai pada gilirannya. Dan di detik-detik UJ penghabisannya. la tak ingin ada di posisi itu. Total ] Re memejamkan mata. "Kita tidak bisa begini' Ini namanya solipsisme. [ Re selalu ingin memilih yang kanan. . kanan nyai ah yang paling bertanggung jawab. Karena kematianmu adalah kemerdekaanmu. menjad?pen "'"t^ « pelatuk. . Sumber dari segala polemik kognitif yang mengacaukan sistemasi otak kirinya yang tertata rapi Itu. Dibawanya silinder itu menancap di pelipis k anan. Kini pistol itu tepat menancap di tengah-tengah keningnya. Kenapa juga dulu ia pernah dilahirkan. Mati sepertinya begitu nikmat. Ruben Keduanya bertatap-tatapan." Diva Kehancuranmu adalah awal kesadaranmu. la ingin buta dari dunia. namun tidak ada tanda keraguan. Ferre Sesuatu melesat lebih cepat dari peluru. ' p. Padahal ia tak mau melihat apa-apa lagi sesudah tewas nanti. menuju akhir. Diva Matilah sebelum mati. [ Katanya.. filosofi egois yang menempatkan W sebagai satu-satunya makhluk . Bbimas &amp. Ruben -Sebentar!" seru Dhimas.sedikit pun ia gemetar. Dhimas terdiam t Ruben. Jauh di dalam sana. Ergo Sum 4 1 aktu sebentar lagi akan berakhir. Betapa detail otot dan sendinya bergerak. Re merasakan waktu ternyata berkontur.knlu? Dengan demikian kasihku mengalir keluar seraya be™„L Berjaya dalam mahligai ^-""fKarena hanya kepadamulah kurelakan sisa denyut* . Tidak ada yang mau bertindak. Sial amat kalau begitu. Ferre Napasnya memburu. Penentu bagi "Di mana peluru itu berada?" tanya Rub »Di putaran selongsong yang akan ia tarik^if"9-Dhimas menelan ludah. 180 Apakah peluru ini engkau. meregang dalam genggamanmu seorang. KEPING Opto.. Ia malah terlihat sangat tenang. Diva Matilah terhadap segala yang kauketahui. " Dhimas &amp. Menyengat bagai berondongan volt listrik yang menancapkan sengatan rasa sakit bertubi-tubi. "rolet Rusia ini berakhir tertS" cepat. Atau jangan-jangan keduanya berkomplot? ] Titik target berpindah.. la menganggap otak ..

Pertama. objek kesadaran. "Kesadaran memiliki empat aspek yang berbeda." "Tapi apa yang kira-kira terjadi dengan Ksatria sekarang?" "Jangan kita pikirkan hal itu dulu! Sebaiknya kita kembali mengeksplorasi apa sebenarnya yang dimaksud dengan Kesadaran." Ruben terkesiap. "Aku masih tidak tahu kelanjutan cerita ini.. Entah caranya seperti apa. dan kini ia telah dimuntahkan ke dataran yang sama sekali berbeda. Ia masih tak percaya. memanggil namanya. kesadaran sebagai sebuah medan.. Darahnya kembali mengalir deras. Keterjagaan atau awareness termasuk di dalam aspek ini.. Diva Engkau bahgkit kini. atau bisa diartikan juga medan pikir global." "Sebaiknya tidak. tapi diam-diam ia pun merasakannya. Ruben." Ruben tidak bisa berkata-kata. "Aku tidak tahu apa yang kamu inginkan." sahut Ruben sembari mengusap wajahnya. Bukan . Tapi tendensiku mengatakan. dan rasanya ia kesemutan.. kita mulai lagi. tapi aku kembali merasakan hal itu. sekalipun seluruh badannya berguncang dan air mata seakan mengoyak matanya.berkesadaran sementara yang-lain cuma sosok imajiner. tangisan lemah. kembali bersama cangkirnya..bukan di egomu. Aku tahu ini kedengarannya gila. Aku ingin.. Apa yang barusan ia dengar bukan lagi sekadar gaung labirin hati. Hangat perlahan merambat di setiap kapiler pembuluh darahnya. Tapi yang jelas. Ruben *Baik.. Ferre Re mematung. Dan gerbang penentuan tadi pun lenyap. adalah suaranya sendiri. Di dataran ini. . dia tidak boleh mati. Entah kenapa. seperti ada kehidupan nyata yang terkait di cerita ini. Kesadaran nonlokal itu yang berbicara. Suara tadi. juga. ia merasa sangat lega. Aku benar-benar ingin tahu. Dhimas &amp. kata-kata itu terdengar jelas seperti seseorang membisikkan langsung ke kupingnya. Sebaliknya. kita tidak boleh irfenyikapinya seperti tadi. ia belum pernah merasa sekuat ini. sekejap mata berganti menjadi celah kosong yang tak terkatakan." ujar Ruben.. sekalipun kitalah yang memegang pena. Suara tadi. Kedua. Re menangis sejadi-jadinya. Tak pernah ia melihat Dhimas begitu keras hati. Tapi tidak di tangan egoku.

. Bohlam di kepala mereka telah digantikan secercah matahari yanq terbit perlahan. Bukan aku-nya ego yang personal " "Opto. yakni landasan dasar segala macam proses feedback. Dan banyak sekaH° SUm^* sepaham dengannya." Dhimas tersenyum cerah. Tapi sia-sia saja kalau mereka berusaha mengidentifikasi skema besarnya. yang telah eksis dan tetap eksis sekalipun tidak ada feedback itu sendiri. Ia ada. Untuk sebuah MNC. atau partisipan. karena bagaimanapun mereka cuma pecahan. maka aku ada Dan subjek yang memilih adalah subjek tunggaU» universal. karena Kesadaran S v dipertanyakan. dan pasti. tanpa harus ada klaim konaSS?1' keterjagaan." "Sekarang aku mengerti k h ^ngidentifikasikan diri dengan orang perasaannya. "aku memilih.yakni pemikiran ataupun perasaan yang datang dan pergi di medan kesadaran tadi. Mereka tidak dapat memuat gambar keseluruhan.Ata« apa yang bisa kita pegang dari sesuatu kare*a dan pergi. Aku memilih.a. maka aku ada. . subjek kesadaran. hilir mudik dan tidak pernah^LS*^ phimas. kesadaran sebagai medan universal yang menampung semuanya. kejadian seperti itu juga membakar jenggot orangorang regional.. ergo sum. Dan milah yang terkadang inS J?. Dari mulai Hong Kong sampai New York menanyakan keberadaan managing director mereka yang satu itu. Dan keempat. penetap? tuttu "Itulah prinsip Descartes:*coaito berpikir. Ini juga menunjukkan bahwa di dalam setiap penghuni Kesadaran pasti terdapat pola tunggal karena mereka pada dasarnya berakar dari landasan yang sama. Ketiga. maka aku ada j Keduanya pun mengembuskan napas lega. sadar atau tidak " Ruben yang "Berarti sesungguhnya. maka aku "Bukan juga 'aku sadar. «wsiatau "Tetapi. Ini sama dengan yang diungkapkan David Bohm dengan istilahnya holomovement. bukan 'aku hpmv ambahkan-ada'/ "«Pikir. yang berarti pengamat. Semesta Memutuskannya Ale baiu mendengar kabar dari kantor Re tadi sore Pimpinan tertinggi mereka menghilang tanpa pemberitahuan tiga hari terakhir ini. maka aku ada' ti i pernyataan yang tidak perlu.

Tidak ada nomor yang bisa dihubungi. Tapi Diva tidak beranjak." Masih dengan muka kaget. Sama sekali bukan Ferre yang ia kenal kalau sampai absen dari kantor tanpa kabar. tahu-tahu sudah berdiri di belakangnya "9 "Iya. Ale langsung mengambil inisiatif mendatangi rumah Re. Lampu padam. Tiba-tiba telepon genggamnya berdering. "Dia di dalam. ^anagil-fflan9gil. Ini luar biasa mengherankan. tidak ada r„ u' dan mulai curiga. Apalagi menonaktifkan alat komunikasinya." Orang-orang mulai kasak-kusuk. daripada menanggung risiko menetap di Jakarta. Ale gelenggeleng kepala. Langsung berbulan madu ke Maui. Telepon genggam yang biasanya siaga 24 jam itu sekarang malah mati 72 jam. Semua tirai ditutup. "Didobrak saja pintunya!" "Ada yang mencium bau-bau aneh nggak? Bau bangkai gitu. Re! "Le. Ale memijit bel. Lama-lama semuanya pun pergi.pra rumah Re. Mungkin sahabatnya sedang melarikan Rana ke Las Vegas dan menikah di sana.. Rumah kuldesak itu memang nampak kosong. "un mulai "Ini rumah teman kamu?" Ale menoleh.. Atau mereka berdua memutuskan jadi Tarzan dan Jane di hutan antah berantah.Luna menit. Ini mulai tidak sehat. Kalau enggak." Ale mengangguk ragu.. satpam uZlu™ gj hrdatangan. kebanyakan bersungut-sungut karena tidak jadi ada tontonan. aku ada di dalam." Dalam waktu singkat. sambil tak hentihentinya merasa heran. Ia berteriak seVat^ -hantu tetangga yang bosan menunaom Beb«apa Snbgak-celinguk ke luar. "akan aku bukakan pintu ini. tetangga di sev. Telepon rumahnya terblokir atas permintaan pelanggan. Mobilnya nongkrong tak tercuci. menggedor-gedoi . "tapi sebaiknya kamu pergi juga. Ale pun berusaha cengengesan sembari menghalau kerumunan kecil itu. Mengaku kalau ternyata Re baru saja meneleponnya dari luar kota. teman kamu Ferre itu sudah tidak keluar rumah tiga hari. ya?" "Ya. Kamu kenal?" "Yang jelas. Diva. Sesuatu pasti telah terjadi. Tapi tolong usir dulu orang-orang itu." suara Re berbisik-bisik.. Wanita itu. Ale yakin itu. Namanya Ferre. orang-orang mulai ikut merubungi. katanya dia .

gagang pintu itu bergerak. Rautnya kusut. ketiganya hanya nerpandang-pandangan. Ale yang berniat mengambil alih situasi juga kalan cep . Lewat celah kecil yang dibukanya. Re menggeleng. aku pasti siap.. "Smells like one. agak terlalu tenang. Lama mereka diam.tidak bakalan buka pintu. Matanya nampak lelah. Alhasil." cetus Ale akhirnya. Tergilah berlibur. Perlahan. membawakan makan malam." "Kita sudah saling kenal. 185 Ale paling pertama memecah kesunyian. Dan bertepatan dengan langkahnya keluar pintu. Membawa seloyang macaroni schotel hangat. "aku senang kamu baik-baik saja. Diva datang. "Ka.. Gestur yang seharusnya tidak tercermin dari hati yang baru porak-poranda. kelihatannya kehadiranku tidak terlalu berguna. Situasi itu sudah bercerita semua. "Sebaiknya kamu menyuruh teman kamu mandi dulu. namun Ale sudah bisa merasakan satu keganjilan lagi. Re tidak dalam kapasitas mampu â„¢njawab. meninggalkan keduanya terbengongbengong. Rikuh." Kembali senyap.pan pun aku diperlukan. Ale tidak mau bertanya. "aku senang kamu datang. ditambah lagi rambutny a berantakart. kok. tanpa pembicaraan. segatal apa pun lidahnya. lalu menoleh. "Kamu betulan kenal dia?" Ale bertanya heran." ujarnya pada Ale. Hanya sekian detik.." Diva kemudian pergi begitu saja. genggaman itu kukuh. Tapi sekarang. dan Re menggenggam tangannya balik. Re melihat Ale. too" Diva menambahkan." "Terima kasih. Sejujurnya Ale tambah khawatir. Sayangnya. "Tidak ada yang perlu ditinggalkan." ujarnya setelah benar-benar melihat keadaan temannya. "nanti saya kembali lagi. lebih heran." jawab Re sungguh-sungguh." Ale menepuk bahu sahabatnya." sahut Diva tenang. Re tak bercukur. Semoga kamu suka/ ia menyorongkannya pada Re. "Hanya ini yang ada." Ale bangkit berdiri. Sudah bagus Re masih bisa duduk tenang di hadapannya. Tinggalkan dulu semua ini. "You look like shit. Jiva keburu.. dan dia! "Kamu baik-baik saja?" Diva malah yang pertama bertanya. Dan rumahnya yang gelap membuat ia nampak seperti vampir. Malah. melangkah masuk. "barangkali kamu juga .

. Ya. Hidup ini benar-benar aneh. Dhimas &amp. terima kasih banyak. Para mistik. Salah satu aspek utama ilmu psikologi adalah komunikasi. para avatar. "Lebih lanjut lagi. sebelum kamu kembali ke dapur dan keluar dengan kopi baru. secara ilmiah. adalah kita. melalui kolapsnya aspek gelombang kuantum dalam otak. hanya untuk menarik garis dari kedua bidang itu. sendirian." Ale sudah keburu pusing. "Makan saja. Ale?" "Eh.. Selubung itu bukannya tidak bisa ditembus. melainkan dalam diskontinuitas kreatif yang menghadirkan momen demi momen." Larut malam. Dan kamu tahu betapa sederhana itu sesungguhnya? "Kesadaran nonlokal tidak berparameter sebabakibaA. lebih banyak bidang. Itulah yang membuatku menyeberang sejauh ini. Ruben "Ruben. "Itu pertanyaan yang sangat bagus.mau. dengan tingkatan masing-masing yang bisa saja berbeda. tidak. peristiwa demi peristiwa. antarbudaya." "Sebenarnya. Aku ingin tahu bagaimana sinyal-sinyal nonlokal mengomunikasikan pesan-pesannya. "Saya.... sebelum kamu berkomentar lagi mengenai kopiku. kita memang tidak pernah tahu akan bertemu dengan siapa hari ini atau esok lusa." "Tepatnya. malah kalau bisa. Konon. adalah contoh orang-orang yang berhasil membuka selubung tersebut. Dan di malam ini ia menemukan seseorang yang mampu memasak macaroni schotel sebegini %enak. Ia bekerja melalui kita. bersiap menerangkan dengan semangat mentok. bahkan lebih dari sekadar antara alam sadar dan bawah sadarnya Freud yang gelap/gulita.. coba terangkan satu hai lagi. Dan aku ingin mengeksplorasinya lebih jauh dari sekadar komunikasi antarmanusia." Re pun lebih bingung lagi. hanya saja ada selubung halus yang seolah menutup pikiran kita. Kamu pasti lapar. silakan. bagaimana cara Kesadaran nonlokal itu bekerja?" Ruben langsung meletakkan cangkir. di meja makannya. Mau tahu kenapa? Karena poin itulah yang akan menjembatani fisika dan psikologi. atau pada tingkat tertentu. terlalu banyak keganjilan dalam satu malam. . Re memandangi loyang licin di hadapannya. Kesadaran nonlokal tidak bekerja dalam kontinuitas sebab-akibat.

loncat dari konteks lama. Sama halnya dengan terjebak di pertanyaan 'ayam atau telur'. aku benci terjemahan. Selama kamu masih di dalam sistem. The inviolate level. tapi rencana itulah yang sudah ada. Rencana itu sendiri berada di level yang tidak terganggu-gugat. Jadi artinya. Pertanyaannya bukan siapa yang menentukan siapa. kamu akan terus berputar mengikuti hierarki ayam-telur yang tak ada habisnya itu.. "kalau ia beroperasi melalui kita. Kesadaranlah yang mengolapskan keadaan kuantum total menjadi alam dualitas. Selanjutnya.Loncatan kuantum. karena aku tetap punya perasaan aneh bahwa dia hidup di luar sana. atau hie rarki berbelit. mungkinkah keputusan hidup-matinya tadi benar-benar di tangan kita." "Ini membawa kita kembali ke isu Kesadaran. menghasilkan pemisahan akbar antara subjek dan objek. satu-satunya jalan untuk berkomunikasi adalah loncat dari sistem. terminologi . ketika kita menghentikan adegan bunuh diri Ksatria? Solipsisme! Dan barusan aku nyaris lupa. adalah komponen esensial dari kreativitas. maka yang kamu lihat adalah rencana besar tentang spesies bernama ayam. berarti. Kedua pengalaman ini " d^toSi»14** biS" ditd"iuri sccara melainkan hams diterabas dengan 188 semesta Memutuskannya hanya ada di level hierarki berbelit." Dhimas menjitak kepalanya sendiri. Yang berarti." ".. arrgh.. "Sebentar dulu." "Betul.. hierarki berbelit itu terjadi di level pikiran kita. yakni hierarki yang sangat kompleks sehingga tidak bisa ditentukan lagi mana yang superior dan mana yang inferior. "Ya ampun! Aku merasa bodoh! Bukannya itu yang aku ingatkan tadi." tahan Dhimas. atau diskontinuitas..." 0 Ruben mengangguk setuju. bersiap masuk dapur. dalang ceritanya?" "Douglas Hoftstadter akan menyebut kondisi tadi tangled hierarchy". yang ada hanyalah 'ada'. Tapi kalau kamu melihat dari luar sistem. dan tidak terjebak di runutannya. Kesadaran mengidentifikasikan diri menjadi 'aku'. dan pengalaman terjaga menjadi 'aku ada'. dan katakanlah Ksatria kita benar-benar ada. Sementara di level tempat Kesadaran itu berada.

Mungkin saja ada orang lain di luar sana yang tidak menghendaki Ksatria menyerah begitu saja. saja. terima kasih untuk makanannya semalam. Tak digubrisnya Ruben yang bersiul-siul membuat kopi lagi.U« Seluruh sisa pekerjaannya ia bawa pulang. Anehnya lagi.'kita' tidak sebatas dua orang manusia di ruang ini.. ia tetap tenang. Re pun membereskan earikan-carikan kertas—suratsurat rahasianya untuk Rana— lalu menyimpannya rapi di dalam laci. seluruh tubuh Dhimas serasa berpendar-pendar. Dhimas?" "Ya." Mendengarnya. Tak ketinggalan pensil jelek itu. Takjub. Langsung kerja lagi?" "Ya. ia tidak bersandiwara atau pura-pura. Ksatria .. Kamar itu menyambutnya seperti sahabat lama. Tidak lagi hiruk-pikuk seperti pasar pagi. Ia hanya mengemudi. Dan ketika ia sendirian. tidak ada yang sedang mood berpikir beratberat." Keduanya lalu saling melempar senyum. adakah engkau tahu? Ferre Pekerjaannya menumpuk bukan kepalang. "Kau lihat betapa ajaibnya hidup ini." "Selamat pagi. sudah berapa lamakah kebiasaan itu berlangsung. Koevoius Selamat pagi.. Hangat. Berdiri di seberang sana.. Lihatlah. SELAMA PAGI. mendadak tangannya berhenti." "Oh. Re dapat bertahan stabi seperti tidak terjadi apa-apa. atau mungkin Ksatria sendiri yang memutuskan demikian. 189 KEPING Selamat Pagi." "Sama-sama. melambai kecil. tidak ke mana-mana?" "Belum. sayapmu tumbuh sudah. Namun. Kemudian Re berjalan ke jendela. Bintang Jatuh. ya. menutup tirai.. semesta memutuskannya. benaknya pun sunyi. Sekalipun menghabiskan setengah hari untuk memberikan penjelasan sanasini. Diva tetap berdiri dengan sekop dan botol pupuk di tangan. herannya. Ruben Mereka duduk santai. Re memang merasa baik-bai. Kd*VOl. tapi juga dunia. memandanginya. Mungkin nanti siang. Tidak ada sudut-sudut yang membangkitkan kenangan dan menusuk-nusuk jantung. Ia lalu mengangkat tangan. Tak ada lamunan apalagi beban. Re masuk ke dalam mobil.. Dhimas &amp. sembari berpikir kalau dalam waktu dekat ini ia akan membuangnya. Dan Re bertanya-tanya. Kamu." "Atau lebih tepat lagi. dan wajar.

"Aduh." "Itu dia!" Ruben sontak bangkit berdiri. Bumi yang kamu pijak berputar. ya." "Saya cuma ingin mampir sebentar. Aku tahu maksudmu. bukan berarti saya tukang ngintip.. sekaligus berada di manp. aku tidak pernah menerima tamu. Tapi semua berpulang kepada keberanian masing-masing untuk mengubah konteks masalah. "Kamu. Kita berdua menggunakan kamar yang sama untuk bekerja. Bukan si Jahat dan si Baik." sahut Dhimas sambil tertawa lebar. Solusi dicapai bukan dengan balas dendam. tidak." Re tergelak. memanggil nama kamu sendiri?" Ada penekanan yang hampir tak kentara. "Kamu JENIUS!" Dhimas sama sekali tidak tersanjung. kamu juga harus memaafkan saya. kan?" "Tidak pernah?" tanya Diva lagi. tapi kamu juga tahu kan ruangan kita yang saling menghadap ke jalan?" "Kalau begitu. "Hai.. istirahat dulu bicara yang berat-berat. "Mengganggu?" "Oh. Saya juga tidak pernah bermaksud ngintip. "Satu hal yang lebih lucu. Dia pasti tidak tahu. Maaf.-mana? Aku juga tahu itu. kita kan sudah sepakat. . sudahlah. Diva sudah tahu siapa yang datang.." "Panggil saya Re. Bukan lagi mencari siapa yang salah dan benar. "Lucu." "Iya. "Dongeng itu tidak lagi dongeng hitam-putih.. jauh sebelum yang kau tahu. "kenapa kita tidak sekali-sekali diam dan menikmati cerita. Pernahkah kamu merasa tidak di mana-mana." "Hai/ Diva menyapa ramah.. tapi bumi tetap berputar? Ya." 'Rasanya saya lebih senang menyebut Ferre. tidak pernah mendengar dirimu. Ferre. Silakan masuk. Kita tidak pernah memanggil diri kita sendiri. kita tetangga bertahun-tahun tapi baru kenal kemarin lusa. Pernahkah kamu merasa waktu mendadak lenyap.." Supernova Diva Tak lama kemudian. Ada serpihan waktu teramat singkat di mana Re terguncang mendengar pertanyaan itu." keluhnya lemas. Nama itu enak diucapkan. tapi waktu di benakmu beku." Aku mengenalmu. terdengar ketukan di pintunya.telah mengubah kisahnya." Re lalu tertawa kecil. namun sangat terasa. "Saya tidak bisa menilai. Perasaan lebur total yang tak terperi indahnya. Dan ada kekekalan yang terasa ketika mereka saling menatap.

sudah dari tadi aku coba telepon ke rumahmu. excuse . Lepas. "Eh. Di depan rumah. "Sudah malam. Tadi aku pergi." "Sori... kembali tanpa filter. Bicara anak itu pun sudah normal. mereka berdua bercakap-cakap seperti sahabat lama. flp-ku tidak dibawa.." "Sama sekali tidak! Ayo. Terbuat dari apa sih kamu? Besi?" suara Ale yang setengah teriak-teriak memekakkan telinganya..Selamat Pagi. Aku dengar kamu langsung ngantor hari ini. Di teras belakang menghadap kebun kecilnya. Terkadang kening keduanya berkerut-kerut. lalu nanti kita bisa ngobrol-ngobrol. gitu?" "Well. "Kita bertemu lagi besok pagi?" "Di depan rumah?" *Ya. tapi kok tidak diangkat. Ferre. tapi kamu berbicara? Bukankah itu yang sedang kita lakukan sekarang. pakai tiga jenis rempah dan empat macam bunga. Kadang-kadang serius. dan sudah lama aku tidak ngobrol begini dengan seseorang. Setidaknya bagi Diva. Racikan saya sendiri. Akan saya buatkan dulu tehnya. Enak sekali rasanya. "Dari tadi juga malam. Ferre? Re nampak tersentak." "Maksudmu?" "Rumah ini asosial. Kdevolusi Dan pernahkah kamu tidak berkata-kata. Hp-mu juga.." Diva tertawa." "Diva?!" tanpa dilihat sudah terbayang mulut Ale yang menganga seperti gua hantu." Diva menyerocos cepat." Re melirik jam tangannya.. Hebat. malam itu sangat menyenangkan." "Suatu kehormatan bagiku. dude. namun ada kalanya me*reka terpingkal-pingkal. Tak perlu dimungkiri. Enak. Malah bagi kebun mungil ini." Ferre "Halo? Re? Selamat. Mau coba?" "Tapi saya benar-benar tidak mau mengganggu. sedikit." "Sudah pelesir segala! Pergi ke mana?" "Cuma ke rumah depan. "Saya punya teh spesial. "Kamu tidak. kan?" "Dasar otak bandit! Kamu pikir aku pake dia. Dan tolong sampaikan pada kebun mungil ini." sambung Re lagi. Look. bahwa pemiliknya menganggap dia Kebun Raya Bogor dan memberlakukan proteksi yang lebih ketat dari cagar alam mana pun di dunia. kadang-kadang konyol. "Sudah lama juga aku tidak kedatangan tamu. deh. ya. kamu pakai proteksi." ". silakan duduk. dan langsung ngeloyor membuat teh spesialnya. oh no... kamu adalah pengalaman sosialisasinya yang pertama.

." "Tapi aku salut. dan dia hafal angka-angka. Sejarah mencatat. bukan cuma satu dua korporasi besar." "Kamu memang juaranya sok tahu.. Wajar kan kalau pikiran itu sempat terlintas?" "Hei." "Whatever suits you. aku tidak pernah salah. Fakta berbicara. Salah satu kapabilitas agung milik manusia dari Sang Penciptanya Yang Maha Humoris. tapi untuk yang satu itu.. Yang jelas aku senang mendengar nada itu lagi." Ale tergelak-gelak. boleh jadi aku cuma tahu onderdil mobil dan tai-tainya. .. bukan cuma satu atau dua negara. "istri orang. Dan akhirnya mereka berdua tertawa terbahak-bahak.. utang dunia ketiga." "Ngobrol? Berjam-jam?" "Orang satu itu pengetahuannya luar biasa! Kita diskusi tentang pasar bebas..." "Boleh jadi kamu tidak pernah bisa diskusi Karl Marx denganku. sampai keduanya terbungkuk-bungkuk. Ruben "Oh." terdengar suara menelan ludah lagi— ganda—dan kalimat itu tidak diteruskan. Ale ikut terpancing.. koevolu8i Re.. Kita tadi ngobrol. "Nada ITU! Nada kalau kamu mulai tertarik dengan seseorang.. kamu tidak pernah mau dengan yang biasa-biasa. Makin keras dan keras. bisnis internet.. jangan ngomong tentang Diva seperti itu. Seperti dia pernah bekerja di banyak tempat atau punya ratusan informan.." "Nada apa?" "Nah. Dhimas &amp. baru sadar punya tetangga cakep yang bisa dipake pula. berjam-jam. Re tidak kuat lagi. tapi buanyak! Info-info yang dia miliki sangat ekstensif. Re. Menertawakan hidup—tak ada lagi momen yang lebih menyenangkan. Seleramu benar-benar konsisten. kita bahkan membahas Marxisme!" "Ha?! Eat my shit!" "Dan. di situlah kocaknya.me. oke. dia memang beneran mata-mata." Ale menelan ludah." nada itu semakin turun. apa jadinya denganmu kalau aku tidak ada.. Kamu tidak pernah sadar! selamat PAB1." 'Simpan saja imajinasimu untuk sektor lain/ "Oke." "Jangan-jangan. bercucuran air mata. Cowok baru patah hati.. perburuhan. di balik profesinya itu. Hening. statistik. "dan sekarang. Atau. Terakhir kamu naksir. dan punya cukup duit buat bayar. Dia sama sekali tidak seperti yang kamu bayangkan. Tawanya muncrat dengan keras.

" "Ya ilah. sementara yang lain membangun kemampuan untuk bernapas memakai oksigen. Ketika polusi oksigen mencapai titik paling parah. dong. suaranya sampai bergetar. heh?" "Inilah konsep yang menerangkan bagaimana kenyataan dapat terjungkir balik dengan drastis. Mereka yang bertahan adalah mereka yang belajar bekerja sama. terjadi kematian massal yang akhirnya memaksa semua bakteri yang tersisa untuk bekerja sama. Konsep ini bernama Koevolusi. pakai ngambek segala. dan akhirnya berfungsi menjadi kloroplas yang mampu ." "Dua miliar?? Nggak ada yang lebih lama lagi?!" "Dulu. Ada juga bakteri inang lain yang diinvasi oleh bakteri sian. yang sampai detik ini menjadi bagian permanen sel tubuh kita. Harusnya kamu mendengarkan penjelasanku. apa yang terjadi dengan dongengmu kurang lebih sama dengan apa yang terjadi di bumi dua miliar tahun lalu. Sebagian bakteri masuk ke tanah demi menghindari gas racun. "Jangan cuma aspek emosionalnya saja.ini mengharukan. ada satu jenis bakteri bernama bakteri sian. "Koevolusi adalah terobosan baru dalam dunia biologi yang merekonstruksi konsep evolusi Darwin. Aku kan sudah kepingin ngomong dari tadi. Semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa perjuangan eksistensi sebuah spesies bukanlah hasil kompetisi. Ruben meliriknya sebal. tapi hasil bahu-membahu mutual antarspesies dalam ekosistem. Sekarang Ksatria dan Bintang Jatuh malah berteman. Nah. tahu?" sahut Dhimas kesal. Merusak suasana. "Memangnya kamu mau menyumbangkan kemumetan apa lagi. akhirnya menghasilkan mitokondria. ketika permukaan bumi hanya dihuni oleh bakteri." Ruben langsung menyambar berapi-api. dengan menciptakan mutasi-mutasi dan sistem baru." ujar Dhimas penuh penghayatan. Aktivitas bakteri sian menghasilkan oksigen yang merupakan unsur beracun bagi biosfer saat itu. Dan bakteri yang bermutasi menjadi pengguna oksigen—bakteri batang— ketika melakukan invasi ke bakteri lain. "Gabungan kedua jenis bakteri ini kemudian menghasilkan jenis bakteri bernukleus pertama.

selamat pagi.. mungkin tidak. Ada lagi sebuah spekulasi menarik dari seorang mikrobiologis. Menurut Margulis. perlahan Diva menekankan tangannya ke dada. Kalau sudah jadi. tapi di percikan-percikan listrik mobilitas pikiran kita.." "Itu belum apa-apa. Rasa hangat itu ternyata bukan cuma alegori. sekali lagi. tapi ceritamu menakjubkan. Sampai nanti. kamu mau coba?" "Boleh." "Selamat kalau begitu. dari mulai makhluk bersel tunggal sampai makhluk bersel tak terhitung jumlahnya. tapi di sisi lain me reka*juga memiliki format dan fungsi baru. apa hubungannya?" "Itulah koevolusi. Percayalah. Mereka tidak lagi berkubang di lumpur primitif." "Aku masih belum mengerti hubungannya. mereka akhirnya menjadi instrumen transportasi jaringan siklus feedback paling cepat di planet bumi: otak manusia. Sebenarnya hal itu ironis. Kemampuan makhluk hidup untuk mengubah konteks: yang semula menjadi musuh akhirnya menjadi teman." "Ya.. tidakkah kamu heran terhadap manusia-manusia yang menyerah begitu saja dengan keadaan? Padahal kemampuan itu nyata-nyata diberikan di setiap level kehidupan. kawin silang bakteri inang dengan bakteri spirosit—yang terkenal dengan mobilitasnya—adalah awal pembentukan organ otak. sebentar lagi kamu jadi ibu. kita. spirosit yang pergerakannya supercepat harus terkungkung di dalam tengkorak kepala. dan perubahan itu menciptakan kehidupan baru. Tapi Ruben." Sambil memandangi mobil itu menjauh. Diduga. Dalam tekanan ruang yang luar biasa." "Hai!" "Apa kabar 'si paprika'?" "Bunganya sudah keluar. yakni sel otak. Nanti malam?" "Oke. Bayangkan saja.menghasilkan energi dari sinar matahari dan air. Saya mau masak kue.. . Sejarah perkawinan bakteri-bakterimu itu semakin menarik saja.. Akibatnya.." Diva tertawa kecil. "Tidak ke mana-mana hari ini?" "Hmm. Lynn Margulis." "Sampai nanti. mereka harus mengorbankan identitas spirositnya. tapi juga mental. inilah awal munculnya organisme tumbuhan. Ketika bakteri primitif saja mampu mengubah konteks." • Diva "Hai." "Aku setuju. ini tidak hanya terjadi di level fisik.

ia bermutasi menjadi virus-virus yang lebih canggih. Teksturnya begitu halus. Lebih pintar." "Dua ratus poin.Inikah yang dulu kaurasakan. kan?" "Ya. "Di mataku. "Aku merasa ganjil akhir-akhir ini. negara tinggal sebuah museum tua/ "Museum tua?" "Coba lihat di luar sana. "Sedang menganalisa bolu pandan. Lihat saja.sempurna. harum. "Rupiah turun lagi hari ini. Mendadak jadi banyak hal kecil yang menarik perhatianku. beradaptasi dengan zaman. Ferre?" "Uang. menurutmu apa yang kira-kira berperan jadi tuhan. kehidupan sesungguhnya dipegang tukang-tukang dagang. seorang 'ateis uang' yang menolak mentahmentah segala bentuk materi sekalipun sebenarnya tidak bisa . imbauan supaya Presiden berhenti mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang tidak kondusif. Lebih imun. tidak ada insentif positif dari dalam negeri. uang sudah memiliki banyak sifat-sifat ilahiah. uang telah menyeleksi kapitalisme sebagai sistem yang sanggup bertahan. Uang sebagai sebuah ide telah ber-evolusi dengan sangat menakjubkan/ "Dan tidak ada rahim yang lebih nyaman dibandingkan kapitalisme. Aneh. dari sekian banyak sistem ekonomi. Mereka punya aneka pasar yang lebih atraktif. Survival of the fittest Dan lewat sistem itu. Dan para pelaku pasar adalah evangelisnya/ Re nyengir. atau malah mereka yang disewa? Tidak jelas lagi.. apa rasanya nanti kalau melumer di lidah. atau ditaburi soda kue dosis tepat." Diva mengangkat bahu. Bosan/ "Plus. Paling drastis dibandingkan Baht dan mata uang Asia lain/ "Alasannya pasti sama. tentu saja. pikirnya. "Di dunianya tukang dagang. kan?" Diva cuma tersenyum. Pemabuk Cinta? Ferre Ia menatap kue bolu di tangannya. Detail yang seharusnya tidak ada." sambung Re.. sambil menyeruput teh hangatnya. tapi jadi ada." Re tertawa. Bahkan kalau dipikir-pikir lagi. maka itu tidak lain adalah evolusi uang/ "Aku setuju. dinamis. Katakanlah. Ferre?" "Kurang lebih. Aroma pandan masih mengepul dari ronggarongga halus itu. Mereka cuma menyewa tempat. "Kalau ada proses evolusi yang bisa kita rekam dari awal. dan aku mengagumi semuanya. Adonan ini pasti dikocok dengan.

imaji.. "Kecuali yang satu itu. manusia saling tukar pelajaran tentang uang.. Ia tak terukur... Ferre membongkar sesuatu dari dalam laci. "Tambah lagi kuenya?" "Boleh/ SJ Supernova Sepulang dari sana. Uang tidak terelakkan. Dalam jeda antarkalimat yang hanya berlangsung sedetik atau kurang. Hangat. Kamu tidak bisa kembali ke sana. Puteri. kertas." Seketika Dhimas langsung berhenti mengetik. dari kejauhan. Hanya bisa dirasa. mereka saling bertatapan. hutan rimba.. Tidak pernah mereka pergi keluar bersama." potong Re. koin. Ya. atau matematik!" seru Re takjub sambil menatap Diva. kenapa begitu banyak kebetulan terjadi. sampai nanti—menjadi kalimat yang paling ditunggu-tunggu. Dan akan kusimpan. logam mulia. Sesuatu yang ada di dalam dirimu.. citra. Mendad ak ia mulai menghitung.. Dan di dalam dirimu. Ia sudah menjadi konteks besar dan hadir dalam macam-macam format. tercengang karena apa yang ia tulis bertepatan dengan apa yang diomongkan Ruben. Perasaan itu sudah mengkristal. bahkan mengajarkannya ke anak-anak sedini mungkin. saham. tapi ia selamanya ada dalam kekekalan. Menyaingi musik. Satu pot teh panas dan dua cangkir kecil. Kamu benar. Selamanya. Sepiring kue- . Lagi-lagi ia tidak habis pikir. Begitu seseorang mengenal konsep uang.lepas seratus persen. mereka hanya duduk di kebun kecil milik Diva. dan menaksir apa pun yang dilewatinya/ Diva terus berbicara. dan kemudian ia menyimpannya lagi. ide. Engkau tahu persis apa itu. maka ia menjadi seperti taksi yang ditancapi argometer. Terkadang mereka mengucapkan selamat tidur. mengukur. Uang ternyata sudah sebegitu universal. Atau mungkin lebih patut disebut keajaiban. cukup dengan lambaian kecil sebelum menutup tirai jendela. KEPING Pernahkah. tubuh. tanah." ". Surat Rana. rapi.. ". Supernova? Selamat pagi. Ferre. Dibacanya ulang. Ruben Terdengar sayup-sayup suara Ruben berpidato ilmiah dari dapur. Dhimas &amp. bifurkasi itu adalah momen yang mengkristal. "Aku belum pernah membahas uang sedalam ini! Menarik sekali/ "Dan setiap hari. bukan? Hangat? Aku bisa membakar bumi.

ya? SAL Sex after lunch. dia sudah berhenti dari catwalk. "Aku tidak mengerti.. Re. hentikan berpikir klise seperti itu. apa lagi?" "Aduh. dan pekerjaan Diva. dan kedewasaannya lebih dari cukup untuk sekadar menentukan pilihan kerja. kalian hampir setiap malam bertemu. Dengan cepat ia menyortir satu-satu. Dari padat lalu lintas benaknya. kan? Tidak rela?" "Dia adalah manusia paling mandiri yang aku tahu.. Tariannya di atas sarang laba-laba. Kamu memang tidak ingin menjadikannya pacar. aku memang cuma mengujimu barusan. tapi ia tak menyangka akan terbaca sejelas ini." "Dan kamu percaya? OK please. connected. Ada sepasang mata yang berkilat-kilat. Namun ada dua hal yang tidak pernah mereka bahas: penyebab kejadian Re mengurung diri. dia hampir selalu bilang tidak bakal ke mana-mana.. Yang jelas. Dan ternyata kondisimu lebih gawat lagi. Berulangkah mengklik tanda reply. Berarti kapan dia kerjanya?" tanyanya pada Re. tidak sabar menunggu kata itit muncul. dan tidak mau tahu.Supernovai percayakah kamu akan suratan . Naif amat. Dan bahan pembicaraan yang tak habis-habis.kue. Dan kalau setiap pagi-pagi aku tanya. kamu salah besar. aku tahu. Ale penasaran bukan main. Tidak akan kumungkiri. kan?" "Sangat." "Kenapa juga aku harus yakin dia bohong? Apa gunanya?" "Aha. "Hei. "Siangsiang kali." "Aku tidak tahu.." Ale mengangguk-angguk yakin "kamu lebih baik tidak peduli karena kalau kamu tahu 201 kenyataan sebenarnya. Tak ada yang mampu merenggutnya dari ruangan itu. Barangkali Ale memang Nostradamus untuk perkara asmaranya." "Jadi." "Tapi dia istimewa. tahu?" Ale nyengir. tapi aku yakin perasaan yang kamu miliki—terlepas kapan kamu menyadarinya—jauh lebih besar dari yang bisa kita bayangkan. kalau lagi ada. Supernova Bunyi modem berderik-derik seperti kor jangkrik. &gt. sudahlah. Jadi buat apa aku pusing-pusing soal itu? Dan kalau kamu mengira aku menyimpan rasa cemburu kelas kampung. barisan pesan-pesan berdatangan. Kita cuma bersahabat. kamu bakalan sakit sendiri." Re pun terenyak-. Lama-lama aku muak. Tak sampai lima menit. Tidak lebih.

Gio?" "Aloa. Gio "AZoa26.s«nd&gt.Percayakah kamu akan surga? Neraka? Malaikat? Iblis? Saya percaya setiap manusia dapat mewujudkan surga-» neraka-» berlaku seperti malaikati dan menjadi iblis itu sendiri ¦ &lt. Korespondensi antarsahabat pena yang berada dalam satu tubuh• &gt. querida! Ini benar-benar kejutan!" "Jam berapa di sana? Aku harap tidak mengganggu." Gio menghela napas." "Kamu baik-baik saja." "Sfm." "iVao". . Diva?" "Aku akan butuh segala info dari mu. mana pernah aku tidur siang." Diva malah berseloroh.takdir? Saya percaya ada proses surat-menyurat• Takdir yang interaktif ." "Aku akan kirim e-mail malam ini juga." "Gio. Setiap detik i bahkan celah di antaranya. r a o Sana halnya alami bumi-i yang juga punya napas sendiri• Andaikan kita 'cukup peka dengan semua ini i kita akan melihatnya sebagai proses surat-menyurat. &gt. cukup lama. Tapi saya tidak yakin kita sedang membicarakan Tuhan dengan persepsi yang sama* &lt. "Hei.Saya hanya penasaran* *¦ pernahkah sang Supernova jatuh &gt. ya.Bukan satu arah* Apa pun yang Anda lakukan dan „pikirkan. kan?" Suaranya langsung cemas.&gt. &gt. Tapi tetap saja ia tak menemukan jawaban yang tepat. pertanyaan iseng orang-orang yang penasaran dengan sosoknya yang sangat impersonal. Aku pergi sendiri." "Kamu serius.cintaf Tangan yang tadinya lincah. "Baiklah.." "Jam empat sore." "Kamu yakin tentang hal itu?" ulang Gio sungguh-sungguh. querido. Jamnya orang-orang Eropa ini siestal Tapi kamu tahu." 36 Halo 203 Hening. Tolong dicek. Ke mana saja.. &gt. akan berakibat penuh pada dunia¦ Terlepas dari Anda menyadarinya atau tidak. "Gio. Bukan yang pertama kali ia ditanya seperti itu. Pernahkah ia jatuh cinta? Sebagai jawaban... "tentu saja aku serius!" "Aku akan siap menemanimu. "Aku. komputer itu malah dipadamkan1*. sudah siap pergi.Supernova-i kamu percaya Tuhanf Percaya? Saya melihat-Nya di mana-mana. s e n d &gt. aku mau memberitahukan sesuatu.. perlahan berubah mematung.28" "Muito obrigado23.. aku ini milyuner eksentrik yang bosan duit.

." "Diam apa ini. tapi. "Aku tabu. Gelap!" "Kita berdua dapat merasakan betapa hidupnya kisah "Tidak ¦Baik 39 Terima kasih banyak PERNAHKAH. Ruben "Aku akan menamatkan cerita ini. Tuan Einstein." KEPING Cermin yang Hidup nenjelang pakui setengah dua malam. Ruben. katamu.. meloncat kuantum seperti mereka?" Dhimas tersenyum lebar. Bagaimana pun caranya. Ada usul?" Kaki Ruben langsung bergoyang-goyang." Muka Ruben dilukisi konflik. Apakah tidak pernah terlintas di kepalamu kalau kita juga bagian dari hierarki berbelit ini? pan kunci penentu bisa ada di mana saja. Ditunggunya bohlam itu menyala. keningnya berkerut. "Tidakkah kamu ingin juga berolahraga. "AHA!" Justru Dhimas yang berteriak. Tidak lagi penting. 8upERNavA? ini. Atau seperti istilahmu—bifurkasi?" "Aku tidak mengerti." "Dengan cara bagaimana?" "Masih belum tahu. Huruf-huruf di buku itu mulai ." timpal Ruben sambil memegangi kupingnya yang berdengung. Berhenti jadi dalang. Cepat atau lambat. "Aku dapat menangkap maksud ide sintingmu. "Aku harap ide itu sespektakuler suaramu. titik akhir itu pasti akan datang. Justru inilah momen puncak karya kita. bagaimana kalau kita letakkan pena. dan biarkan cerita bergulir dengan sendirinya. Ruben. Bercermin.." Ruben geleng-geleng kepala.. bukan? Di level yang tidak terganggu-gugat.Gio.. Jadi. "Pertama-tama kita harus membalikkan posisi. diam filosofiskah? Diam berpikir? Atau benarbenar diam dan tidak menyentuh pekerjaan kita?" Ruben masih bingung. "Wow! Ide yang sangat jeniusi Dapat dari siapa? Badut?!" "Sabar dulu." bola mata Dhimas membundar. "Kita harus diam. "kita akan membiarkan cerita Ini selesai sendiri!" Bola mata Ruben ikutan membundar. Biarkan dalang yang sebenarnya menampakkan diri. Momen di mana kita diuji oleh pemahaman kita sendiri. dan sudah terlalu banyak kebetulan yang membuatku tercengang-cengang.. aplikasinya seperti apa? Kita harus bagaimana?" "Diam. dan ikut berperan dalam cerita. "Kedua-duanya. Yang penting rencana besarnya sudah ada." jawab Dhimas mantap." Dhimas &amp.

Re merasakan dingin. Selangkangannya terasa sakit. Sampai percikan biliunan cahaya perlahan datang. Ia mengerang. Mendadak segalanya gelap Hitam yang tak terhingga pekatnya tapi tak menakutkan Sebaliknya. Tangis anak perempuan. menjadikan gelap tadi bening.. Ada langkah-langkah berat. dan aliran listrik mengaliri segala sudut. Berulang-ulang. malaikat. kecewa yang tak berujung. Tangannya yang hampir setiap malam meraih minta tolong tidak pernah digubris.mengabur. Kulitnya menghalus tak terkira. Tak ada lagi batas dan kendala materi.. manusia. Gelap. Dirinya adalah kedamaian. Wangi-wangian menyerbu rongga hidung. Tuhan sendiri membeku entah di mana. Benar-benar gelap. Ia tak ada sekaligus berada di mana-mana. Setan yang berpidato tentang kebesaran Tuhan.. dan . Dunia hadir kembali dalam kejernihan. Ada suara yang berbisik. seperti bajunya dilucuti satu-satu. Yang ada hanyalah keabadian. Pintu berderit pelan. Seliweran sisa-sisa pikiran melintas untuk terakhir kali. 3 ' Htu Setiap sel tubuhnya seperti meletus. Sunyi.. dan ia melihat dirinya di manamana. Terdengar sayup-sayup suara tangis yang terkempit dalam isapan bantal. Ada amarah yang menggelegar di dada. rasanya bertahun-tahun. dan ia melihat setan-setan berbaju putih seperti malaikat. Dan ia merasakan Sahara dari sebutir pasir yang hinggap di kulitnya. Rasa kantuknya tidak tertahankan lagi. Setan yang mengutip ayat-ayat kitab suci. gambar-gambar itu 206 Cermin yang hidup teraduk jadi satu dalam kebingungan dan kemarahan yana terus membuncah. Setan yang mengajarkan sembahyang. dan tubuh tak lagi memenjara. meledak.. Sakit Uu tidak tertahankan lagi SaLai akhirnya ia. Setan. mengatakan ia berbeda dengan anak-anak yang lain dan betapa indah dirinya. damai. Bening sejernih tetes embun pagi pertama di taman Firdaus.. Tangis itu semak in pilu. Tak berhenti.. dan matanya pun terpejam. Memar di tubuhnya hilang. Matanya bersinar jernih. Matikah ia? Sepertinya demikian. menggema di koridor. juga rasa sakitnya. Tak ada lagi pertanyaan. Warna-warna mencuat keluar..

. tiba-tiba perhatian Re teralih. Re menyentuhkan tangannya. ada satu pintu lagi yang dibiarkan terbuka: ruang kerja.. Refleksi siluetnya di cermin itu lamat-lamat berubah.. Re melangkah perlahan. dan seiring dengan permukaan cermin yang kembali tenang. Suka atau duka. Dan ilmu bagaikan sinar yang tinggal diserapnya begitu saja. Walaupun agak ragu.itu: . Re pun memutuskan untuk masuk. Perlahan. Ia dapat melepaskan ikatan tubuhnya kapan saja ia mau. tapi dalam sekelebat ia pun bisa pergi.. ia adalah Diva. membelakangi pintu. semua rasanya nyata. ternyata cermin itu bergelombang seperti air! Dan ketika riaknya mulai mereda. Dirinya menjadi cermin yang hidup. Ada sebuah kursi kerja besar. Pantulan di cermin.seluruh saraf di tubuhnya siaga berkali-kali lipat. Sekalipun kakinya sudah kembali berpijak di bumi. Ia hanya ingin menikmati hidup. Pikirannya berontak..... Apakah aku mimpi. Pintu rnmah Diva dibiarkan sedikit terbuka. tangis atau tawa. Semua detik adalah baru. cermin tadi. sayap-sayapnya tidak hilang. Dan ketika ia jatuh cinta maka. Napasnya memburu.. Muncul tonjolan halus di pertemuan alisnya.. ledakan itu. Re jatuh berlutut. Ia hanya saluran yang dilewati arus energi.. Ia pun berjalan mendekati. Ketika ia dibenci. . 207 Cermin vans hidup Ada sebuah cermin di depan sana. Buku hanya masalah pemahaman dan sedikit waktu. Hatinya terkoyak.. kejernihan Firdaus. Lututnya pun gemetar hebat. Di dalam. orang itu sebenarnya sedang bercinta dengan dirinya sendiri... Ia hanya berpikir kalau ia mau.. memberikan reaksi. Jiwanya bergolak. aku tak tahu. ia terkesiap. Bermain-main. dan lari menuju pintu. menghadap sebuah . Ia merasakan emosi-emosi itu. semua terjadi bersamaan baginya... . rasa sakit itu.. tidak ada pengulangan. dan keringat dingin membanjiri sekujur tubuh. sesungguhnya orang yang membenci itu sedang benci dirinya sendiri. Ketika ia bercinta dengan seseorang. Memakan sebutir apel rasanya makan berkeranjangkeranjang. Diva! Secepat kilat Re bangkit berdiri. Tubuhnya meledak! Re terlonjak bangun. Tidak ada memori yang tersimpan.

Sekarang. "Ruben. lalu cuma nrimo. Ruben pun berdiri. Tapi itu kan menjadi paradoks. menunggu keajaiban jatuh dari langit. itu memang omong kosong. "Aku teringat Paradoks Wigner ketika dia mencoba menyelesaikan Paradoks Schrodinger. di mana kamu mau tempatkan free-will kalau ternyata semua sensasi menghasilkan respons seragam? Apa serunya lagi? Kayaknya free-will itu konsep omong kosong!" Dhimas mendengarkan argumentasi Ruben dengan kalem. kok. Aku sudah menunggumu. Berdiam diri.. "Kamu memang jago teori doang." Ruben langsung beralasan. kalau kemerdekaan yang kamu maksud adalah sejenis keinginan anak kecil yang ingin memberontak pada ibunya untuk bisa makan es krim waktu sakit flu. Tuhan tidak akan memberikan hadiah sedangkal itu. mungkin Wigner benar. tidakkah kamu jadi berpikir tentang konsep freewill— kemerdekaan memilih yang konon dihadiahkan Tuhan buat manusia—mana otoritas itu. Ruben "Sejujurnya. take it easy. pasrah." "Mendengarnya saja sudah malas." Dhimas &amp. "aku tidak tahan." Dhimas melengos. Persis seperti keadaan kita sekarang. Menurutku. "Pada saat seperti ini. Kamu jatuh miskin besok. N. Kursi itu berputar. Para pengamat tadi memutuskan hal yang sama karena mereka mengalami sensasi yang serupa atas kejadian tersebut. "Ferre. Free-will adalah kemampuan manusia ." Ruben menghelas napas. hei. takdir." "Hei. ya? Nyatanya seringkali kita tidak bisa mengelakkan nasib.komputer yang menyala. tak sedikit pun ia nampak terdistraksi. apakah itu bencana atau berkat yang tersembunyi? Semuanya ada di tanganmu. lantas kesadaran pengamat mana yang mengolapskan aspek gelombang? Cuma." "Tidak tahan apa?" "Tidak tahan DIAM!" Dhimas terkekeh." ujarnya geli. freewill adalah kebebasan manusia untuk mengubah perspektif. berjalan-jalan gelisah. "Eugene Paul Wigner mencoba dengan solusi pengamat plural. Paradoks melahirkan paradoks. lebih dari satu. Kenapa kamu mendadak jadi skeptis dan pesimis begitu?" "Aku cuma ingin mendiskusikannya saja. menyambutnya dengan senyum. Diva..

Feire "Siapa kamu sebenarnya. tapi mampu bangkit. Kita semua cermin bagi satu sama lain." "Kamu tidak menjawab pertanyaanku. lebih . datang menghampiri.. Aku mencintaimut lebih dari yang kau tahu. kamulah yang mengirimku. Apakah itu mimpi? Tidak menjadi masalah. akal bagaikan sebatang ilalang yang rentan tertiup angin. Seberapa pun luas pemahaman kita.." Diva &amp. Aku berkaca setiap detik dan mengagumi keindahan demi keindahan. sekarang kamu menjadi Ksatria yang sejati. Kau mencintai dirimu.. Hanya cermin yang relatif lebih jernih... berakhir dengan kilatan bintang jatuh. Ruben?" Ruben berdecak.. Ferre. Kita tetap manusia. Aku melihat diriku dalam kamu. Dan lihatlah. "Akulah pelajaran terakhirmu untuk bisa terbang. Diva baru saja membelai hatinya. Biarkan ku meregang untukmu.?" tanya Re.mengubah konteks. dan semuanya tidak ada yang perlu. Ruben. Re pun memejamkan mata. Seperti yang dibilang temanku tadi.. "Ferre. dan di dalam alam. damai. "kamu ini apa? Dan siapa yang mengirimmu? Bagaimana kamu bisa masuk ke dalam mimpiku? Apakah itu mimpi atau. antara gemas dan geli. Dan di saat aku melesat. . telah mendatangkan itu semua. Membelai pipinya lembut.. Aku melepaskanmu dengan kebebasan mutlak. Melesat. Ada saat aku berusaha membunuh jiwaku . "Ya. . Berawal dari kepakan kupu-kupu kecil." Perlahan Diva bangun dari tempat duduknya. tapi tidak hancur. Biar kuambil peluru itu* Cermin yang hidup Ada saat hatiku sekarat . bukan? Banyak orang yang matanya terbuka tapi jiwanya dibiarkan tidur. Yang penting adalah mata jiwamu. Sama halnya dengan peristiwa-peristiwa yang kamu alami." Diva tertawa lembut. dan ia sudah terbangun sekarang. ampun! Sekarang giliran aku yang merasa bodoh! Seperti kucing yang mengejar ekor sendiri.. Kau telah mengalami metamorforsis indah dan sangat magis. dalam orang-orang.. tercekat.. eh. "Aku manusia biasa. . Keinginanmu." "Pertanyaanmu tidak akan habis-habis. sama seperti kamu. Jatuh." "Mungkin memang itulah hidup di alam dualitas. Tangan itu terasa hangat.. Gamang dan cepat goyang.. .." desis Re sengit. siapa namanya.

" Re menempelkan pipinya ke muka Diva. Digenggamnya tangan Diva seerat mungkin." "Sebut saja. Per-re. "Lalu sekarang apa?" bisik Re. Bukan dulu apa. Semua yang di rumah ini akan kujual habis kecuali notebook. "pernahkah sang Supernova jatuh cinta?" Dan sang Supernova berbisik balik. yang tidak ia jawab." Bagai rekahan mentari. Sampai satu hari aku menanyakan satu pertanyaan." ujar Diva ringan. "Aku akan pergi.dari yang kautahu. Dunia virtual adalah kantorku. Aku ingin bermain. Lalu ak' bertemu denganmu. "Itulah refleksi yang kulihat saat aku bercermin padamu. . Supernova.." "Lalu bagaimana dengan kamu?" "Tidak ada meja yang mampu mengikatku. Sekolah ini buat siapa saja." Re menghela napas berat. kamu tahu itu. "Satu kehormatan bagiku." keping^ ^ Jaring Laba-laba Sayup- . . Dialah satusatunya instrumen jaring laba-labaku nanti. Tapi aku masih butuh bantuanmu. Dan biarkanlah jaringan kita berevolusi ke bentuk apa pun itu nanti. "Bumi adalah taman bermain yang luas. Dan pertanyaan yang jadi fu ndamen adalah mengapa. Ini adalah sekolah jaringan.. dan berharap kalau saja Supernov menjelma menjadi seorang Diva. "Aku sering mengunjungi taman kanak-kanak itu bertanya-tanya siapakah Supernova sebenarnya. dan kamu adalah satu-satunya profesional yang bisa "kupercaya. Aku hanya butuh tim kecil tapi profesional untuk memantapkan pergerakannya. berbisik tepat di kupingnya. lamat-lamat terbit senyum d" wajah Re. Mengamati simpul dari untaian benang perak yang tak terputus. Kita hanya perunut jaring laba-laba. bukannya tersekap di gedung beton. tanpa melibatkan namaku. Uangku cukup untuk membuat satu sekolah dan membiayai macam-macam proyek pendidikan. rahangnya mengeras. berkeliling. "Sekolah ini tidak akan mengenal hierarki guru-murid. Pada akhirnya kita saling membagi pengetahuan dari pengalaman hidup masing-masing." "Sebuah yayasan pendidikan bawah tanah." Diva nampak terkesiap. Ksatria. tidak ada batasan umur. dan mengajarkan satu hal: pemahaman tentang apa pun yang berkenaan dengan hidup. Sudah kuduga .

Paulo. Safari sungai adalah jadwal tur pertamaku. "Kamu sangat istimewa." "Jangan harap aku bakal balas mengatakan kamu istimewa. dan akan dibalas secara pribadiDhimas tak sabar ingin cepat-cepat membangunkan Ruben.." desisnya sendirian. adalah matahari hidupku. "Tatshenshini. Gio." Giliran Diva yang tersenyum.." "Ke mana itu?" "Apurimac. akan kuhubungi dia secepatnya. mata Dhimas justru membelalak siaga. Tangannya berulang-ulang mengklik mouse. aku sudah memutuskan tempat mana yang paling pertama kukunjungi. Langsung menuju Zeus-nya sungai! Pilihan yang luar biasa." "Pastikan kamu mampir ke Cuzco. dan bagaimana alamat e-mail mereka bisa terdaftar. aku harap kamu tahu itu. melainkan hidup mereka telah terbelit jaring labalaba yang mereka khayalkan sendiri: SUPERNOVA . organisasi apa ini." Dhimas &amp. membaca setiap kalimat yang muncul di layar komputernya. Gio tersenyum. "Ada tips khusus. Di sana ada masih beruang grizzly. E-mail ini lebih eksplosif dari badai serotonin sepuluh tahun silam. Aku punya teman di sana. Hati-hati.." "Aku ingin melihat arus-arus terdahsyat. "Ya.." "Sesudah Apurimac?" Diva diam sejenak. dan bukan sebatas tulisan hitam di atas putih. bukan ruang diskusiDemi kepentingan bersama ¦." Di belahan dunia sana." "Obrigado." "Sumber Amazon.Diperuntukkan bagi Anda yang ingin HIDUP Selamat datangHari ini Supernova . Diva. Inilah TAMAN KANAK-KANAK..sayup terdengar dengkuran halus Ruben yang tertidur di sofa. Ruben Kepala keduanya bagai seikat petasan yang dicemplungkan ke api. Sebaliknya. Inspirasi mereka ternyata menjadi kenyataan. Kamu. querido?" Terdengar suara menghela napas. Whauw. Kesempatan Anda untuk bermain dengan hidup-Untuk benar-benar HIDUPRuang kelas ini adalah ruang informasi-. saya menghindari berseliwerannya informasi usang yang hanya akan Anda perdebatkan satu sama lainSemua pertanyaan harap langsung ditujukan kepada Supernova. sementara pikirannya pun tak berhenti mereka-reka: siapa orang ini.. *Gio. "Ini gila. Ledakan-ledakan kaget datang berentet.

Mereka seperti virusi tak d apat didefinisikan hidup atau mati i sampai ia menemukan inang untuk di jadikan medium.Terdorong untuk berahi lalu kemudian beranak-pinak.mengajak Anda nonton ke bioskop Ingatkah Anda ketika sedang berada dalam bioskopi menyaksikan sebuah film yang menggerakkan emosi f Detik pertama Anda laruti layar yang penuh cahaya dan warna itu telah berhasil menyentuhkan kehidupan ke dalam pikiran Anda. Tanpa sadar Anda telah menciptakan lebih banyak lagi inang untuk mereka bersemayamLihat kesamaan antara kedua posisi dalam bioskop tadif Ya.Kalau Anda dengan egoisnya masih berani berkata bahwa Andalah bosnya DNA—berdasarkan fakta naif bahwa tubuh Anda lebih signifikan daripada DNA yang tak kasat mata itu—maka sebaiknya Anda pikir-pikir lagi* Anda adalah ruang hampa yang mereka olah menjadi kerajaan. Apa yang Anda pikir tidak hidupi ternyata hidupi dan SANGAT hidup.Mulai memberikan arti -Sekarangi coba posisi lain Anda adalah sebuah tubuh di layar perak.Mereka menginstruksikan aba-abanya dengan halus dan tersamari ke dalam instrumen .Anda tetap menjadi pihak yang dieksploitasiStimulus yang mendorong tubuh Anda untuk beranak-pinak seperti marmot itu sudah lama dideteksi oleh ilmuwan-ilmuwan biologii mereka menyebutnya: DNA.Mereka sudah mendapatkan hidupnyai di detik pertama Anda mulai memberikan reaksi. Naskah dan jalan cerita diberikan dengan rinci ke dalam setiap sel.Membuat Anda menangisi tertawan atau bahkan ingin membunuh seseorang¦ Di posisi itui Anda adalah penonton-penonton' pasif yang distimulasi oleh stimulus-stimulus virtual yang aktif-Apakah stimulus-stimulus tadi punya kepentingan tertentu? Kepentingan mereka hanya satu: berkembang biak.Mendorong Anda untuk menggandakan diri Anda sendiri. Mulai merasa kecil dan tak berarti? Tenangi itu baru satuYang berikut ini lebih abstrak.Respons negatif atau positif Anda tidak menjadi pertimbangan.Melalui Anda semua.Membangun Anda menjadi tubuh-tubuh matang yang siap berkembang biak.

Kebenaran itu relatif. Anda akan mampu berpindah-pindah dari satu perspektif . Belahlah kata-kata dan kita menemukan abjad-abjad yang tak bermaknaSesungguhnya semua _kekosongan_ tadilah yang memegang jalan cerita. Maka izinkan saya memberi tips ekstra: Pertama-1amai terimalah kenyataan bahwa segala sesuatunya relatif.Dan kebanyakan dari kita hanya mampu merasakan residunya sajai yakni konflik.Kita yang tidak sadari cuma akan merasa jadi bulan-bulanan.Ketika Anda berpikir Anda punya idei sesungguhnya ide itulah yang memiliki AndaPara ilmuwani selama kurang dari tiga puluh tahun terakhiri telah memperkenalkan LMemetics1 atau Memetika.Perkembangan sainsi teologii filsafati semakin hari semakin menunjukkan signifikansi bahwa kita memang hidup dalam alam serba relatif.Ilmu ini mempelajari tmeme"1 atau memi yakni satuan dasar pembangun interpretasi pikiran i yang kemudian menciptakan budaya i sistem sosiali sistem kepercayaan i dan segala sesuatu yang berkenaan dengan interpretasi kita atas hidup Kalau Anda penasaran ingin melacaknya i saya harus memberi kabar buruk: tak ada mikroskop yang mampu menelanjangi wujudnya-Satu-satunya alat yang mampu menjadi detektor pergerakan mereka adalah—kabar baik—pemahaman Anda sendiri Izinkan saya memberikan petunjuk sederhana* Belahlah DNA dan kita akan mendapatkan kehampaan di dalamnya. Konflik baru berakhir ketika Anda berada di titik nol. Apa yang Anda baca di Supernova adalah relatif.Dengan demikian Anda akan melihat kubu-kubu di sekitar Anda tanpa menjadi obyek permainannyaHidup yang serba keras ini dapat seketika menjadi taman bermainSupernova ingin membantu Anda untuk mengerti mekanisme yang sesungguhnya i melihat dengan dua sudut pandang: sudut pandang sutradara dan sudut pandang aktorDengan sadar bahwa keterpisahan dalam bioskop itu harus diakhiri ¦&gt.perekam dan pengulang yang tiada duanya: otak-Ketika Anda menemukan idei sesungguhnya ide tersebut yang menemukan Anda.

Sapaan pertama mereka telah bercerita segalanya. &lt. Kandidatf &lt.TNT&gt.guest&gt. Tiba-tiba muncul sebuah nomor asing.TNT&gt. namun ini perjalanan Anda untuk menemukan DIRI. Ini bukan perjalanan yang mulus-.guest&gt. Aku mencintaimu. Tidak banyak orang yang bisa kupercaya•Jaring Laba-laba &lt. kirimi saya surat berhenti berlangganan. kita berjalan bersama-sama.TNT&gt. &lt." "Buatkan aku satu!" Supernova Jemari lentiknya kembali mengetik secepat kilat. "Kopi." desis Ruben takjub. &lt.guest&gt. muncul sebuah nomor lagi. Aku juga.. untuk Anda singkap. yang sama-sama menarik perhatiannya. &lt. Tetapi kalau Anda setujui bahwa hidup ini penuh kabut menyesakkan yang ingin-." "Apa yang harus kita lakukan?" bisik Dhimas g elisah. melambai kecil. Bangun dari kematian ini"Memetika.guest&gt. Supernova. Kamu tahu kami ini berdua? &lt. ia hampir tidak merespons para penanya di chat room ICQ.kami? &lt.. Jaring laba-laba ini sudah terlalu luas untuk kutangani sendirian. bahkan menunggu-. Cyber Avatar.. lantas membuka tirai jendelanya.. Buka jendelamu-.ke perspektif lain untuk mencapai apa pun yang Anda inginkan dalam hidup iniY a t apa pun yang Anda inginkan-Apakah Anda siap? Jikalau Anda memutuskan untuk menjadi budak PNA i diternakkan seperti kawanan marmoti silakan tutup program iniJikalau Anda cukup puas menjadi komputer sewaannya memi 217 SUPERNOVA pengolah dan pengeksekusi data yang pasif.TNT&gt. Kenapa kamif &lt. &lt.TNT&gt. Aku tahu semua kandidatku-&lt. &lt. Maksudmu--. &lt. Ada Ferre di sana..guest&gt. . Ternyata kamu ada* &lt. Aku akan merindukan ini. "keparat itu juga tahu me me tik a. Kalian akan kuhubungi lagi. ia pun tersenyum.guest&gt. Senang berkenalan dengan kalian.TNT&gt. Karena tidak banyak juga orang yang mau mempelajari keutuhan sebagai paradigma. Terlalu banyak e-mail yang harus dibalas. Kita harus minum kopi. Ia tertawa. Selamat tinggal dan semoga sukses. liari.guest&gt. Baru sedetik ia menutup room.Aku butuh beberapa pengamat lain.guest&gt.

Kehangatan yang menyatukan dua jasad. Tak pernah pergi? Ia segalanya. Re. Sulit juga bersama seseorang yang punya akses ke ruang pikir." "Apalah arti sebuah nama." Re memeluknya pelan-pelan dari belakang. Roh itu. KEPING 3B Individu Hanyalah Ilusi Sang Waktu terasa jadi gembul dan rakus.Embusan napas." [Degup jantung. " . Nama adalah makna dirimu yang diresonansikan setiap saat ke semesta.TNT&gt.. Ruben "Beri aku penjelasan Ruben! Serumit apa pun. Tenggelam di antara susunan tulang punggung. "Dengarkan. Di mana pun aku berada." bisik Diva sebelum Re berkata apa-apa. artinya sangat besar." "Nama itu punya arti yang agung. "Jadi gaungkanlah keagunganmu setiap saat. dan kue bolu panas" "Akan selalu kutunggu saat itu. Harus pergi ke mana lagi? Segalanya ada padamu. Merenggut masamasanya untuk lebih lama memeluk Supernova."-«-r«c«fi ilusi Mungkin nanti aku jadi Diva si pedagang kue " "Atau Diva si tukang kebun." Re tersenyum.Harmoni tanpa not] Itulah rima dari puisi yang tak pernah habis: Hidup. "Kita akan bertemu lagi?" "Tentu.Tarian energi. Dan bila jantung berhenti? Puisi adalah roh bertabir kata." Re tersentak. [Debur darah. "Jangan biarkan ia melalapmu.." "Percayalah." Re terperanjat. Lebih dari yang kutahu.&lt. Aku tidak mau sembarang mengucap. Melahap sekon lebih banyak dari porsi biasa. dan betapa hangat berdiam di sana. "Kamu tidak pernah memanggilku begitu sebelumnya. Ferre. Aku juga." "Tidak heran namamu Diva. Tersesat di antara rambut-rambut halus di tengkuk itu. aku tak peduli! Aku hanya . Sang Sumber yang mengatasi dewa-dewa. Atum-Re adalah sosok terluhur. Ada sebelum segalanya ada. Ia dapat merasakan semua lekukan. Di mitologi Mesir kuno.Tidak tahu kapan dan di belahan bumi mana." Diva tertawa kecil "Jangan lupa satu poci teh. tak pernah mati. tonjolan belikatnya. Panas tubuh itu mulai terasa seiring dengan rengkuhan tangannya. dan merelakan napasnya terisap pori-pori kulitnya. my dear. Aku ingin terus mendengarnya. "Ssst." "Usulan profesi yang bagus.Harmoni cinta nan elemental] Dhimas &amp.

Dan kejadian yang saling menyilang ini sebenarnya tidak semisterius yang kita duga. Di satu titik. Eh. Dwiaspek dalam ketunggalan. tapi sejarah ini kemudian terkait lagi dengan sejarah yang lebih besar dan struktur otopoietik lain... MOopst sorry.. dengan lebih jelas lagi.. Otopoiesis berada di ujung spektrum alam... Tapi di lain pihak. Ia mulai melihat semua kaitan ini. . Roh dan materi dibangun dari satu unsur yang serupa. Atau malah. Nikmati dululah. tapi apa ya bedanya otopoiesis dengan Otong Lenon?!" tanya Dhimas ketus. Inilah yang disebut. selalu ada fluktuasi energi tinggi yang melibatkan kebutuhan makan. Padahal lingkungan ini jauh dari ekuilibrium. . Dhimas. maka ia punya ketergantungan dan ikatan yang dalam dengan lingkungan.. makhluk-makhluk otopoietik ini biangnya paradoks. Ruben terpingkal. Ini kan garagara ide brilianmu juga." S UPEHNQvA "Terima kasih. semakin dalam lagi belitan yang menjeratnya. alam ini seperti spektrum. dan seterusnya. it's too good to be true. Penjelasanmu sangat terperinci." . setiap struktur otopoietik punya sejarah pribadi yang unik. tak terputus. dan seterusnya. unsur kimia. maaf. Senyum puas menghiasi wajahnya.: "Yang artinya?!" potong Dhimas tidak sabar. mineral. takzim.. berawal dari sistem sederhana sampai sistem yang sangat kompleks. Rileks. Setiap makhluk otopoietik punya struktur yang mampu memperbaharui diri.. Mungkin hanya itu yang bisa kukatakan padamu." "Sinkronisitas!" Dhimas berseru. Sementara itu Ruben nampak terbaring santa\*ep*la menghadap langit. Baiklah. "Individu hanyalah ilusi. tapi keterpisahanlah yang ilusi.„ "Ya. dan setiap organ punya tingkat otonomi tinggi serta memiliki identi tas berbeda-beda yang tetap bertahan sekalipun terikat dalam jaringan. SATU penjelasan!" Dhimas nyaris kalap. sinar matahari.." Dhimas tepekur. dan sebagainya. 'Semua realita itu nyata." Wf&amp.ingin satu. Semakin besar otonomi satu organisme. "Otopoiesis. Saking kompleksnya. karena sistem otopoiesis ini terbuka.. Artinya.. aku tahu! Tapi. kita semua adalah satu organisme.

. walaupun bukan secara geografis... melainkan matahari.. dan kita baru saja mengalami sinkronisitas yang luar biasa." Kedua pria itu berangkulan. Hidup jadi gay sudah cukup susah. Kalau kita memandang ini sebagai proses sebab-akibat.. sains tidak akan punya lagi persyaratan masuk. menatap konstelasi bintang dan menemukan cermin mereka di mana-mana. jangan persulit keadaanku lagi."Carl Jung.. Itu dia!" Dhimas tersenyum lebar. bahwa ternyata bumi bukan pusat orbit. Bedanya. niscaya tidak akan masuk akal. dan . Terpingkal-pingkal. Semua kebetulan yang bermakna ini bukan hasil kausalitas. tapi Kesadaran sendiri bukanlah sebuah fenomenon." "Aku mengerti. Kita semua berada di jaring laba-laba yang sama. beliau benar-benar memberikan istilah yang sufisien. kita memang pusat semesta. tidak mungkin aku menerangkan jaring itu sendiri." Tiba-tiba tawa Ruben meledak. Yang harus kita cari adalah sains yang kompatibel dengan Kesadaran. menghadap jendela." "Sinkronisitas adalah komunikasi yang terjadi dalam Kesadaran. Masing-masing dari kita bertolak dari sejarah pribadi yang tidak ada kaitannya. "Selama ini. dan digerakkan oleh satu Maha Rencana. tambah waras... melainkan segala-galanya termasuk sains adalah fenomenon dalam Kesadaran." "Aku jadi ingat Copernicus yang mengubah pandangan dunia. "Inilah yang dimaksud Abraham Maslow. tolong jangan bilang kamu jadi gila gara-gara ini semua. ha-ha-ha. Pada bentuknya yang paling ideal. ya?" Ruben tersenyum." "Supernova benar! Semua ini adalah jaring laba-laba." "Kita adalah maknanya. 223 KEPING Segalanya Ada Padamu Tirai jendela di seberang rumahnya tertutup jua.". Supernova lebih dulu menyadari hal ini. Kita adalah pusat karena. "Ternyata kamu waras.. tapi lihatlah sekarang. Ia terbuka pada segalanya dan tidak mengecualikan apa pun. dan selama aku diam dalam simpulku. Hari itu tiba sudah.. "Dan. Sekarang aku ingin mengubahnya lagi. Malah. selama ini aku dengan sia-sia memikirkan perumusan Kesadaran dalam sains! Itu bodoh! Ha-ha-ha! Imbisil! Idiot!" "Ruben. Sains menerangkan fenomena.

Sayupsayup terdengar alunan lagu dari putaran piringan hitamnya. tapi ia berusaha melanjutkan. free is love/Love is living. Dan itulah Aku. Menembus semua akal.. Ia hanya menyelipkan secarik kertas di pintu depan: Segalanya ada padamu. Kira-kira apa peran kita?" Ruben diam. "Semua memori. Cinta tak pernah jadi hantu. sekalipun Re tahu mereka tidak terpisah. i Ada getar yang menoreh perih dalam hatinya." Namun siapa kiranya yang dapat menahan Bintang Jatuh? Dia telah datang menyalakan langitnya. hidup dalam sebuah molekul pikiran seorang penulis lain. Termasuk aku. Puteri." Sejenak mereka menikmati hawa euforia.. kita tidak sungguhan mengalami itu semua.. Ide itu agaknya terlalu fantastis untuk ia tanggapi. Aku melayang tinggi.Supernova agaknya kurang suka perpisahan... dan kita selamanya tak akan bisa keluar dari sini.. living love . Dua orang pria yang bahkan tak punya nama belakang. lihatlah aku. "Sepuluh tahun. Dhimas.. Re memejamkan mata." "Kita hanya dua orang pria tak . dan. berandai kalau saja bisa memeluknya. Ia menjejak nyata di seluruh jagat raya. sampai tibatiba sesuatu menggelitik pikiran Dhimas.." "Dan eksistensi kita habis di halaman terakhir bukunya.. pengetahuan." * Ruben bergidik ngeri. dan hikayat hidup kita hanya diinjeksikan begitu saja. sebenarnya selama ini kita tidak pernah keluar dari rumah sedetik pun. Hamparan buku dan kertas nyaris memenuhi setiap inci lantai) hanya ada ruang yang pas-pasan untuk tubuh mereka berdua. Love is free. .. Menggerakkannya bangkit. "Ruben. Melebur dalam langit pagi. Figuran..." "Dan.. Di dalam dirimu.. Sebuah perasaan mahaindah merasuki setiap kelumit batin. Dan betapa ia merindukan Diva." "Dan kita melangkah lebih jauh dari yang kita duga.. Kenapa tidak?" "Andaikan kita berdua juga bagian dari cerita yang kita buat sendiri. mungkinkah Supernova ternyata salah satu dari tokoh kita?" "Mungkin.. "Bagaimana kalau ternyata kita hanya dalang tempelan. Ruang itu mulai terasa sumpek. dan kini dirinya sendirilah yang memegang kunci cahaya itu..•«. mengajaknya berdansa meniti kata-kata terindah: ".

The New Science of the Meme : Virus of the Mind. F. m »1 Orford^iwl!1"11' Meme Machine. David Peat.punya nama belakang di dalam kamar kerja bertugas jadi dalang untuk cerita seseorang dan selamanya tinggal di sebuah molekul pikiran. The. 1998. 15 Amazon. Ferris. Peat. Schuster. Briggs. An Illustrated Guide to Chaos Theory and the Science of Wholeness: Turbulent Mirror. Toronto: Bantam. Goswami. 1987! ' Brodie. THE BEGINNING Bangs. How to Know God: The Soul's Journey into the Mistery of Misteries. New York: Simon &amp. Richard. A Adam dan Hawa. New York: Harpers and Row Publishers."j\jcu juga mendntaiinli. 1997. The Manic Logic of Global Capitalism : One World.." "Ha?" "Setidaknya aku tamat dalam rasa cinta. Richard &amp. P." Mereka lain berpegangan tangan erat. David. New York: Bantam Books." "Bagaimana kalau dia amnesia?" "Kita tamat. The Unity of. Knowledge Consilience. 1S6 adrenalin. 1989. Reed. J. New York: Harmony Books. 1987. Amit &amp. Edward 0. Richard E.. Dorion Sagan. New York: Vintage Books. Seattle: Integral Press. Great Britain: Helicon Publishing Ltd. Hofstadter. Saling mencintai. Dua pria yang tak punya nama belakang di dalam sebuah kamar kerja. A State of the Universe(s) Report :The Whole Shebang." 225 SUPERNOVA . Margulis. Inc. 1987. Jones &amp. Timothy." "Ya?" "Aku mencintaimu. a division of Random House. Chopra. Wilson. "Ruben.. Ready or Not. Douglas R. How Consciousness Creates the Material World : The SelfAware Universe. 84 alien. 1998. 2000. 1998.. Deepak. Tarcher. Science Order anrf Creativity. Chaos: Making a New Science.Ne" York: Bohm. F. 1996. Maggie Goswami &amp. David and F. . David Peat. Hutchinson. William. New York: Summit Books. 1986. New York: Touchstone. . . Gleick. The Bridge Between Matter and Mind : Synchronicity. New York: Bantam. James. 1985. Lynn &amp. Microcosmos. Greider. Encyclopedia of Science." Keduanya terdiam dengan perasaan campur aduk. Metamagical Themas: Questing for the Essence of Mind and Matter. 1998. New York: Viking. Christian Kallen Exninrin„ «.

75.197 fenomena. 8 gay.137.88.128 Barbie. 196 eksistensi.182 B bad-trip. 72. 187. 88 endoifin.12.16. 68 Rente.15. 168 E-mail. 7. 9 Baht 198 bakteri. 92.215.224 catwalk.137. 201 chaos. 82 DNA.151 CUZCO. 72.48. 27. 87 Bell. 87. 168. 93 antagonis. 55 Greenpeace.136. 57.207.118.170 disinfektasi. 7.214 Amerika. 102.69. 200. 98. 222 El-Maut 178 elektron.196 »'t bakteri cyan. 68 film. 11 E Ecstasy.168. 209 Freud. 68 Descartes.42. 106 Atrial Septal Defect 40 Atum-Re. 6.223 Feuerbach. 216 detoksifikasi. 214 Aquarian Conspiracy. 14. 7. 223 cortex. 7.80.100.73 Bandung. 121. 11. 8. 44. 18 Hegel 68 helium. 14. 170 C cahaya. 182 Bohr.89. 215 filosofi.198 F Faraday's Cage.44. 48.92. 9 Dupont Circle. 172. 4.8.139.56. 216. 139 arbitrase. 14(7 Amplifikasi. 7.221.140.8.204 ekosistem.113.13.199 CNN.95. 98. 24. 44.132. 91.195. 100 Epimenides. 181 filsafat l.120 Apurimac. 222 free-will. Noble. 196 Bohm.42.161 Gletser Rekiak. 135 gletser.187 G gambar proyeksi. 82 dikotomis. Alexander Graham. 56 area abu-abu.79. 87.10. 68 Habibie.151. 183 destruktif. 217 filsuf.116 Cinta.42.217 dolar. 222 entrepreneur. 9. 48 atraktor asing.109. 142 Finlandia. 218 awareness. Matti. 196. 214. 220.35.172. 188 gestalt 171 Gftf terawangan.35.162. 214 H Habermas. 120 Cobafa. 87 Berkeley. 6. 12 energi. 196 Baltimore.225^ 226 Citra.15. 31 . 139 chip. 5 Einstein. 168 gelombang. 169.87.37. Niels.35.172. 1. 173 Cina. 172 feedback.225 Ekspatriat 73 ekuilibrium.88.8.28. 175.50.110.54.109 bffurkasf. 221 aurora. 68 Grand Canyon. 90.106.47. 46. 6 Das Kapital.132 Dualitas Elektron. 7. 77 • Bergstrom.89.173.170. 98 global 14.204 Bimasakti.106.171.207.223 geiger counter.131.197.139 Andes. 7 fluktuasi. 82 detektor. 16. 214 D Dapur Agung.9.43. 64 Barnes &amp.196. 12. 6. 143.88. Kurt 47 coming out 11 consciousness. 28 Avatar.86. 195. 168. 218 embrio.30 Harvard Business Review.140. 27. 27. 7.171 evolusi.182 Gramsci.31.106. 87 ftuks.216 biosfer.21. 66. 22.73 Amnesty International.32.42. 44. David. 45.142. 92. 6. 7 biologi.182. 140 grizzly.28. 172 Copernicus.8.

9. 28 Orson. 196 N Naisbitt 139 neo-Gramscian.7.196. 68 Kariage Kun. 20 jurnalistik.211 Novena. 27 museum. 218. 82. 221 Jepang.211. 13. 54. 6.148 order.211 Hoftstatder. 210 metropolis. 31.hetero.140 nonlokal 6.116 John Lennon.24.222 P . 37 3 jaring labalaba.188. 195. 196 mitos.91.16.83 idiot 33.25. 203.165. 40 Newtonian.192. 95 metamorfosa.214. 173. 156. 215 mekanisme.168.16. 187.89.10.140.222 jasad.167 house-mix.44.166 Koevolusi. 9 kurva. 7.9. 68 neuro-transmitter.199 imajinasi.131. 37 K Kant. 6. 6 oksigen. 88. 196 Marx.171 organisme. 56. 8 meditasi. 186. 221 metafora. 9. 8.173. Bean. 19. 10 Kramat Tunggak. 6.89.108. 58 I ICQ. 5 Margulis. 26. 1 ombak. 222 Malaysia.222 Orion.132.187 Maha Ketidakteraturan..188. 182 homunculus. 170 obyektivrtas. 140. 223 imaji.210 Kupu-kupu Lorenz. 168 ITB.134 hirarki. 72 Kebon Raya Bogor.46. 67 Kreta. 223 Matahari.27.101 matematika.49.197. 20. 77 Kebayoran Baru. 88. 172. 6.172.205 Kucing Schrodinger. 82.167. 44 materi. 93.89.9.171. 16 kuantum.195 Maslow. 7.164.139. Lynn. 49 ideologi.183 ketidakteraturan. 49. 216. 7. 8. 1 komputer. 208.182. 7 inframerah. 223 jaringan.170. 217 Memetika. 172 interaksi.197 Kohl Helmut 56 kompleksitas.158. 188 Hollywood. 7 nirwana.35.23 inviolate level. 200 Kesadaran. 12.218 idealis monistik.23.198 mutasi. 188. 7.26 Moralitas. 5 Mesir.139. 9 medium. 6.85 Mark.16 impuls. 54 Mandelbrot Benoit.26. 74.164. 7 keterjagaan. 14 Microgynon. 193 ' Kekekalan.182. 223 keteraturan.222.15. 188 isotop radioaktif. 91 un. 62 L linearitas. 68 McDonald's.222 materialisme. 50.135 nonlinear.188 notebook. 99.89.171. 7. 15.168 kulminasi. 199. 90. 211.172. 100 New Kids on the Block. 151 kontroversial 13 Kotak Pandora.47.181.133.140.42. Douglas. 13.168.23.137.55228 Dee M macaroni schotel. 175 0 observasi. 47. 82. 205. 221.183. 207. 11. 39 Otopoiesis. 79 mikroskop.68. 39 Mr. 216 mitokondria. 137 medan energi. Abraham. 74. 44 kiamat 6.44.170 intuisi.90. 217 kontinuum. 13. 5 New Eyes. 7 kupu-kupu. 218 Mescaline. 137 fiolomovement.181. 130.196 okultisme. 55. 92. 1. 7 Mafia Rencana.

175 RSK0. 6 refleksi. 5.82. 46.25.225 potybag. 115 portofolio.173 rolet Rusia. 100 variabel 43.15. 93 robot 15. 98.172. 172.99.88.222 rectoverso.12.172 utopis.150. Erwin.172 reduksionisme. . 12.35. 6.119.110.154.207. 48. 11 Permias. 173 serotonin.87.48 resisten.21. 107 pemburit. 6. 48 Psikolog Kuantum. 217. 168 Scientific American.8. 137 Y Yahweh.197.112. 214 zombie.44. 56. 12 psikologi. 139 trance. 6.223 San Fransisco. 144 turbulensi. 1. 6.215 Surabaya. 5.98 Watut.188.199. 98 paradoks.151 Tibet 98 Tiger Leap Gorge. 100 Vietnam. 7 rekonsiliasi. 98 wavicle.49.75. 6 Rio de Janeiro. 67 vibrasi. 84.15 relatif.7.21. 169.10.187 psikologi transpersonal 49 Psiloeybw?.89.44 pikiran. 6. 1.146. 217 teknologi.209 tangled hierarchy. 5 transenden. 8 Spesies.13. 11 yoga. 54 virus.43. 10.216.138 reduksionis. 88. 55 Timezone.50. 97 Portugal 93 post-modernisme. 16. 7 probabilitas.!. 14.44 velocity. 137 Tionghoa. 189 soliton.142. 11 Sotipisme.222 paranoid.139 teori relativitas.138.82 S sains. 48. 92 Yogyakarta. 223 sel 1. 7 revolusioner.75.154 protagonis. 168.179 Romantisme. Ilya.19. 95 rongga abdomen.217 relativitas.99.169.53. 9.196 spirosit 196 stabilo. 9.169.220 pujangga. 15.12.11. 98 TIM. 33.82. 137. 2.Papua Nugini. 188 tank top. 6.59.215 sensor. 44 sejarah. 7. 43.76. 81 potensial 14 Prancis.76.130 puzzle. 59 tata surya.30.139 U UFO. 59.16.215 W Wagm'. 222 sinyal lokal 137.8.57.16.7. 7.48.206.11. 56 Simulakrum. 22. 5 Puck.15. 2 treadmill.173 transendental 170 transformasi. 44 ' Yuat 98 yuppies.202.170.120. 188. 16 Sodom dan Gomorah.95. 72 phase space.52.54 Prigogine. 93 Toffler. 14 Z Zeus. 9. 26. 43 viagra.31 Sang Waktu.214 teologi. 97. 81 post-strukturalis.49.187.43.79 V vakum.43.165. 60 stimulus.172 Sobek Internasional 98 Socrates. 45.10.6.56. 7 Tatshenshirri.133.220 Schrodinger. 7 rosario. 20. 98 realita. 168.75. 141 R rafting. 50.91.7.209. 55.108.82. 152. 109.106.169 X xenon. 107 Survival of the fittest 199 T takdir.173.165 sinkronisitas.196.108 sinetron.214 Siemens.210. 87. 92 tsunami. 118 puisi. 5.9.7.

( Tauffq Ismail ] "Diva tuh karakternya gua banget. Tak hanya menggoda.268. mungkin kecewa dengan buku ini. [ Sapardi Djoko Damons ] Mereka yang oleh sebab kebiasaan lama terlalu membedakan fiksi dan nonfiksi. baru dan memukau. tapi juga terseret di dalamnya. dan mengguncang. sahabat agak kege-eran ] "You rock. Bambang Sugiharto ] Kehangatan yang menyengat yang ditawarkan novel ini unik. cuma saya terlalu malas menulis. Tapi tidak bagi yang selalu bergairah menyongsong segala hal yang tumbuh. girl! UNDERGROUND RULES!!" [ Arian. saya an hanya merasakan. sahabat.. 169 zona kuantum. I. spiritualitas dan percintaan yang cerdas. religi. agar pembaca memiliki persepsi baru tentang keberadaannya. musikus ] "Nama saya Yasep. jadinya . Dengan pengalaman menulis sendiri dan aa membaca karya-karya sastra selama puluhan tahun. [ Putu Wf jaya ] Salah satu kesegaran baru yang muncul dalam sastra Indonesia tiga tahun terakhir ini. merupakan perwujudan dari kebudayaan kita yang sekarang diguncang oleh tidak adanya makna yang bisa dijadikan pegangan. [ Arswendo Atmowiloto ] Novel ini.." [ Joshep." [ Tri. semacam perselingkuhan visioner yang mempesona antara fisika. Sebetulnya semua ini adalah akibat diskusi-diskusi dengan saya. dan suka ikut-ikutan. sahabat. Begini. Menentang nilai-nilai lama dengan mengajukan argumentasi-argumentasi baru. Sangat menarik. . terutama penyusunan dialog dan komposisinya. [ Sujiwo Tejo J **~' Sebuah novel yang menarik dari angkatan muda kita. Thanks. Penelusuran nilai lewat sains. panggilan Joshep atau Josh. sebenarnya saya mau memberitahu kalau Dewi itu pengagum saya. Wi. 6 Sebuah petualangan intelektual yang menerabas segala sekat disipliner. mitos dan fiksi. [ Or. psikologi. Inilah karya sastra intelektual bergaya pop art yang sepenuhnya bermain di dunia hakiki. unik. novel ini mungkin bahkan penting. [ Jakob Sumardjo ] Di tebing akhir Supefnova akan muncul sebuah kalimat besar yang bisa jadi kunci segala macam fanatisme yang kini tengah mengoyak negeri ini: Matilah terhadap segala yang kau tahu.

Puspita bambang. cewek-cewek . Mama pemilik: Dewi Lestari/D ee/Keluarga Simanguneong. Lucu. CD OUT OF SHELL Gratis Kompilasi Pufsi untuk setiap pembelian CD/Kaset "Out Of Snail" bagi yang sudah memiliki/mernbeli SUPERNOVA. penggemar komik ] "Sampaikan kritik dan saran untuk Dee. SuW&amp. dan amat jinak. Usia: 3. Kesepian. Karena puji-pujian hanya untuk Tuhan. Aku enggak rrgiro iso ketemu langsung! Matur nuwun. Bandung. buzz y. ayam.. Kece. numpang beken ] "Tak kusangka-sangka. Hanya tikus. Kreatif. manajer produksi berkepala Andre Agassi ] Supernova 23 AVAILABLE IN CASSETTE &amp. sahabat. pembantu ru mah tangga di kawasan Slipi .rekan curhat. Rariaki i Hi WkaJtakn bertanda khusus. sahabat. McepaT PULans. Baik." [ Mariyanti. Sita. Kepepet.. teman menunggu di percetakan ] "Khemod. " [ Mulki S Ridhan." [ James. Tapi Supernova ono kata-kata sing kurang tak ngerteni.-. Ceritanya Mbak Dewi buanget. anakku bisa buat buku rupanya. Selamat kanggu Mbak Dewi. dan kadang-kadang printer. adik." [ Nia. 23." [ Khemod. Tapi kenapa hurufnya kecil kali kau buat?" [ Ayahanda. bo! Gue capung ngurusin produksi elo. tanpa kacamata ] "Saya berubah pikiran." Tidak seberat yang dibilang orang. Zjar. krisis Identitas ] t "Hai.'ar. Lokasi TJCP: Jalan Patrakomala.Jkt] "Aduh. Korban.. sing isine soal percintaan remaja sing jorok (an urang mendidik. Kapan selesainya sih ini semua? Tengki bensin aja. Kami semua me^msuKanmu Bagi gang menemukan harap Hubungi Truedee Book* (alamat ada di "halaman depan). pasang Iklan ] "Novel sing ditulis Mbak Dewi pancen bedo karo novel liyane sing ernah tak woco. Agak bodoh. tw— iMtkaTan . deh. Vokal cenderung lebih tinggi dan cempreng dibandingkan Hamouod Jantan lainnya. Dewi gang ke-3 ("Satu"). kecoak. Panggilan mayang: Blijar. neeh . ya." [ Arina. Prejvtaflri: model untuk cover album Rida.5 tahun No ta-too di "kuping: C7S 16 CSriciri Bpeeifik: Tidak pernaH menggonggongi manusia. Jangkar sering-sering. seekor anjfng roft STamoyed jantan bernama BHHueard aliftjtf Blizzg. kucing. asal Ngawi.

Atau untuk menyenangkan Kang Wawa akan kegemarannya pada abreviasi. tidak peduli kulit. A. dan Bintang Jatuh 2". Simak baik-baik. di kampung maupun 'di kota. khusus di kampus. Jadi. untuk menunjukkan keseriusan kami. Kami pun tidak akan memunculkan nama Supernova 2. 3. bersama-sama para balon (bakal calon) ide lain seperti teori terbaru tentang lubang hitam. bukanlah barang bajakan. sekaligus menjadikannya terjangkau bagi kalian-kalian yang mengejar isi. atau memang pelit. Untuk distribusi. Justru untuk menghindari pembajakan. "Ksatria. silakan hubungi alamat kami di halaman depan. Bukan 'de\ Bukan juga 'deee' (tetap bunyi 'e' tapi panjang). Nama "Dee" diucapkan dengan bunyi 'di'.S. Harga resminya 16. Ini amat penting. berikut adalah hal-hal yang selama ini menjadi keresahan masyarakat terhadap Supernova dan perlu kami sikapi dengan sungguh-sungguh: 1. Dan yang . teknik kloning paling kini. 1 Baiklah. 3. Supernova akan hadir dengan judul episode berlainan yang orisinal. atau hubungi posko-posko Perjuangan Truedee YESSl di manapun itu berada. kami memutuskan untuk "membajak" barang kami sendiri. seperti 'mie'. 4. 2. dan tempat-tempat lain di seluruh pelosok negeri. dan masih mungkin terjadi variasi harga di pasar. bukannya karena semangat ingin punya sekuel karena terbilang berhasil di gebrakan pertama. atau 'gigi'. 4. (artis selebritis). di gunung ataupun di pantai. Sejak masih menjadi embrio di jagad inspirasi sana. bahkan di Mars kalau memungkinkan. tergantung pada kemurahan hati atau terjepit tidaknya kondisi finansial sang penjual. bisa saja kami mencantumkan: SUPNOV KPBJ 2 oleh: D-RSD. ehm. Puteri. dst. Supernova yang dicetak di atas kertas koran/buram. seperti terobosan jenius sinetron "Tersanjung". dan dikenal dengan nama gaul: "edisi hemat". Supernova sudah direncanakan untuk menjadi cerita serial. Ehm.menarik dan keuntungan seumur hidup. atau strategi politis terbusuk. Srudooks membuka peluang penuh untuk kamu-kamu yang ingin berbagi rezeki dengan kami dengan ikut menjual Supernova.500 perak. misalnya.

.paling pasti. kami tegaskan bahwa Srudooks tidak menyembunyikan/ memperkerjakan/ menyewakan Diva.. melainkan karena footnote adalah bagian dari kultur dan etos kerja kami. atau menjadi peternak anjing sesuai .com. Walaupun harus menggunakan ancaman kekerasan dan berbagai bentuk . Tak terpisahkan. intimidasi lainnya. kami tidak sekedar menggunakan footnote karena banyaknya istilah asing atau ilmiah yang perlu diberi keterangan tambahan. Mungkin sudah saatnya kami mengkonfirmasi ulang bahwa Supernova adalah cerita fiksi. sambil meneriakkan yel-yel: "F-Q-0-T-N-O-T-E! Footnote! Footnote! Foooot. Setiap pagi.bahwa Dee. 7. tetap membaca situs Truedee. Kami menjamin keaslian identitas Dee di komunitas tmedee-ustfSvahoogroups. 8. katanya. tidak perlu. Dee BELUM PERNAH membaca "Sophie's World" atau "Dunia iSophie* karangan Jostein Gaarder. bukan 'de'e'! 5. Kami dapat mengerti apabila hal tersebut lantas menggerahkan banyak orang. dsb. vi Dee 6. aneh. Dewi Lestari. FOOTNOTE! YESS!"2 10. Namun sesungguhnya. sebelum bekerja. terutama karena ia begitu berani memuat sekian banyak pengetahuan empiris untuk fiksinya. sekaligus terpesona? Begitu banyak tanggapan yang datang sehubungan dengan jumlah footnote di Supernova. Karena itu. Footnote. Fiktif. khususnya guest book. Tapi sekedar pemberitahuan.. Karena itu. kami akan menganjurkan secara intensif agar Dee mulai membaca buku yang lebih praktis seperti memasak dan berkebun.1 Tidakkah kata itu membuat Anda gila. Banyak yang bilang itu mengganggu.. Kalau sudah ada yang mau meminjamkan atau memberi gratis. Mungkin suatu saat nanti. di tengah kesibukannya yang super padat akan tidur siang. 9. staf Srudooks melakukan pemanasan berupa gerakan senam sehat diiringi musik house-mix mutakhir. Dee memang memiliki selera bacaan yang aneh untuk seorang. Dee tidak pernah chatting dengan nick "Supernova" di channel apapun. kami jamin . dan bukannya diam di area abstrak sastra sehingga mudah berkelit ke kanan dan ke kiri dalam nama Seni.

deng! ©)." Dan yang paling Anda tunggutunggu. Entah apa nasib cetakan berikutnya. Pertunjukan ini akan digefar dekat area burung unta. dan wajah distel optimis. Untuk menyambut piknik perusahaan kami di Kebun Binatang akhir tahun ini.. cool. ." Plus. pastinya kami akan kembali mengutip satu peribahasa besar yang niscaya sanggup mengubah wajah dunia. full colour. Sekelompok anak muda kurang kerjaan yang ingin eksis. tanan kanan mengepal. 2 Gerakan "YESSTiiii adalah gerakan penutup yang klasik punya. dan senam kesegaran jasmani. Who knows? Beginilah kami. Menulis adalah perjalanan menuju satu kelahiran. siapa tahu nanti kami muncul dalam format foto keluarga. . Seserius-seriusnya. disinkronisasikan dengan lutut kiri yang mengangkat manis. yang sebenarnya tidak pernah final.dengan cita-cita luhurnya." Asoy Geboy Gedebuk Enjoy] Srudooks. di bagian rumput yang tidak terlalu becek. en tetap funky. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih cup-cup mmmuaah. menggunakan kombinasi taebo. Ia bisa hinggap di akar yang merambat. 12. satu permainan kombinasi pelik simbol/angka dan huruf yang akan menstimulasi otak Anda: "Ca 150 Yang. 11. nge-tren. Wati. dilarik dan udara ke arah pinggang. Final remarks dari Si Truedee Books. Ia dapat tertahan di semak. karena tetap saja ada perubahan apabila Anda cermati dap mulai cetakan pertama sampai sekarang. Namun ia juga bisa menggelinding lancar untuk melebur dalam samudera luas. satu slogan emas yang hingga detik ini masih dipakai sebagai penghias pantat truk di seantero Nusantara: "Kutunggu jandamu. bahkan galaksi sekitar: supernova vii "Ada ubi ada talas. Dan sebagai penutup. untuk kamu-kamu yang sudah patuh untuk membaca Cuap-cuap ini.. Dan karya yang dilahirkan ibarat air nan bergulir bebas di lereng perasaan dan pikiran. Iklan kehilangan anjing di halaman belakang adalah serius. Ada budi ada.. kami akan membuat tarian footnote akbar.. Tak ada yang dapat menghitung berapa ceruk di lereng itu. body language. Huruf "sss" diucapkan dengan esktra desis. Itulah dia si jali-jali. Iklan album solo Dee "Out of Shell" cuma main-main (bo'ong.

Wawan Sofwan. Itulah satu kesimpulan kecil dari pengalaman saya "melahirkan" Supernova. Rossi dan. semua sahabat yang pernah mampir memberi saran atau sekadar numpang minum kopi. saya hanya ingin meluaskan ucapan terima kasih. Clay &amp. Musyawarah Burung. Bpk. Jeroen Hehuwat. Troy. Ninun.Tak ada yang tahu seberapa gerah tetumbuhan di sana. Hagi Hagoromo &amp. Arie.. Edwin "Ewink" Irvanus. Dan terimakasih tak berujung pada: Erwinthon P. Rileks. Dissy (Bintang Millenia). 3t^l Jadi jangan heran. Rida. Nova Nugraha. Dian. desainer andalan kami: Teple dan Roni. Ani.. Regu 'Gawat Darurat' Truedee: Nurdin. Wien "PasarbukiT Muldian. Didi. ketulusan. dan kehadirannya semenjak kukecil dulu. Lia (MQ). Bambang Harymurti. Whani Darmawan. untuk kerja keras. Vivi WHK.. Ridhan. Myrfa. Tagor Siagian. Adam Herdanto Features dan seluruh kru. Tommy F. Landung Simatupang.com. Dr. dan Adrian Darmono (for always believing in my writing talent). Awuy. Abang Edwin SA. dan persahabatan . dalam sekian banyak benak yang berbeda. Ia hanya akan mengalir. Syahrul di Ciganjur. Popon. mengucapkan terima kasih pada staf Srudooks: James Erlangga. Agus Ebreh. tawa. Pim-pim. apabila di kesempatan edisi evolusi ini (saya lebih suka menyebutnya demikian daripada "edisi revisi"). ATapitupulu. Paul &amp. terutama bagi orang-orang yang hadir bak air mata sejuk. Hans. Dan yang tak akan terlupakan: Reza Pamungkas. Namun di titik ketika inspirasi datang berbisik. dan Hermawan Aksan. Hadir lewat canda. Joshua Barker. £^ Terkhusus untuk para proof-reader yang amat" saya hormati: Prof. ada kesegaran yang tak terusik. dan Melvin. Nia &amp. dan dukungan mereka. sebisanya. Wahyu.. Para 'penggembira' yang amat berjasa: Hikmat &amp. Fuad Hassan. Inilah saat hati membungkuk. dan menyaksikannya tumbuh. esp. Dari refleksinya terlihatlah keluasan samudera yang tak pernah surut. Sim Comm. Myrfa (sekali lagi). untuk semangat. Sita. Tak lupa pula mereka yang memberi dukungan pada Supernova sejak masih jadi embrio: Miftah Fauzi. Yeni (dan Saeful-nya). masukan.

unit kemahasiswaan..• lila Menangis••Raping 17 Dua Idiot Abad 21 Roping Cyber Avatar Keping PT Tsunami Hati Raping ?B] Di Celah Pikiran H IA 3M 3b HE Hb 51 71 7M AM 12 It 1D2 107 115 122 123 13b mi ma r Titik Bifurkasi raping | Pelajaran Terbang Keping 53] Kiamat Personal j cm I Ksatria Schrtfdinger 25 Di . Laksmi &amp. special thanks to: Takashi Ichiki (Kariage Kun's fellow fan©). Wahyu Rinanto. Also Blizzard. Vanda. eh f" Raping Cinta Tidak Butuh Tali Raping 10 Kekekalan adalah Chaos Raping Si Pencinta Alam Raping*^ Un Sol Em Noite Raping 13 Tuhan Maha Tidak Romantis Raping IH Sebesar Cinta itu Sendiri Keping 15 Ia Sedang Kasmaran. Tri.the best Editor. Berbahagialah kamu di manapun kamu berada kini. namun ada satu anak kunci yang menetap abadi: sang Kekasih Hati .the Energizer. sahabat tersinting yang saya harap tidak pernah sembuh-sembuh. Enggar. Joshep.. sejuta kisah cinta akan datang mengilhami. Winfred (Aksara Bookstore).. Tak ketinggalan keluarga saya tercinta: Ian .the best Listener. the mast loyal Companion.yang melalui cerminnya telah mempertemukan saya kembali dengan Kekasih Jiwa.iman. Siswidiani. Ayahanda . Triawan Munaf. untuk segala kenangan di ruang kerja dan kecurigaannya pada printer. Imelda the Brainstormer. Arina . Sekarang. anjingku tersayang. saya persembahkan kisah ini. ijinkan saya tersungkur dalam rasa cinta. semua organisasi. LIP Bandung.the greatest Supporter. dan juga mahasiswa yang bergerak atas aspirasinya sendiri untuk mengadakan diskusi di Supernova di kampus/ markasnya. Richard Oh (QB Bookstore). komunitas kebudayaan. Ibunda .the eager Redder and a lifetime Motivator. untuk dukungan dan kepercayaan yang mendalam. Tri Suharmoko. Key . Eaginyalah. Also. ~ D Keping4 Yang Ada Hanyalah ADA Raping1 Ksatria ¦Raping~ Keresahan yang Terabaikan Raping Puteri Keping* Tanda Tanya Agung Keping "Reversed Order Mechanism" Raping Bintang Jatuh Raping 'Such a Small tilorld-. Sejuta teori akan datang dan pergi. sahabat tergila yang selalu mendukung 'kegilaan' mimpi.

Koevolusi 25 Pernahkahi Supernova? lu Cermin yang Hidup 31 Jaring Laba-laba Keping 35 Individu Hanyalah Ilusi Keping 33 Segalanya Ada Padamu Bibliografi Indeks Komentar Pakar 152 Komentar Non Pakar 231 SUPERNOVA Diperuntukkan bagi Anda yang ingin HIDUP Selamat Datang* Apa yang hendak disampaikan di Supernova bukan sesuatu yang mudah dipahamiKita berusaha merangkum sejarah miliaran tahun. Untuk benar-benar HIDUP relatif yang serba tidak pasti ini-.Kita berusaha mendeteksi gerak-gerik sesuatu yang kecepatannya melebihi cahaya.Kita berusaha memuat apa yang hanya bisa dijangkau abstraksi bernama "iman" ke dalam sel-sel otak kita yang usang. 1)1 9 ha"Va~-bisa menjaminkan satu hal: perubahan saya na y terhadap hidup akan berdampak b:rsaarPpadan9dunia.Anda bukan Murid-Saya hanya pembeber fakta-Perunut jaring laba-labaPengamat simpul-simpul dari untaian benang perak yang tak terputus¦ Hanya ada satu paradigma di sini: KEUTUHAN-Bergerak untuk SATU tujuan: menciptakan hidup yang lebih baik.Dasar Jurang 21 Opto i Ergo Sum a? Semesta Memutuskannya 26 Selamat Pagi-. «lampaui .Bukan institusi religi. balita_ ...ranVda dala.Bagi kita.lah TAHAN KANAK-KANAK • -£J iniian untuk bermain dengan hidup.Bukan kursus filsafatSupernova akan mengolah apa saja—sejarah-» mi tos n sains-.Mungkin malah terlalu sederhanai sehingga pikiran Anda yang sudah terbiasa hidup dalam kepelikan tidak akan sanggup menerima* N amun itulah yang berusaha kita pelajari: bagaimana satu kesederhanaan dapat memecahkan semua kompleksitas* Saya bukan Guru. Tap i n jangan terlalu cepat berkecil hatiDalam kompleksitas struktur dan mekanismenya-.UP. Kesempatan A"° HT1&gt.Bagi duniaSupernova bukan okultisme. bahkan daftar belanjaan—untuk menunjukkan simpulsimpul benang perak dalam jaring laba-laba kehidupan156 IbM lb7 175 160 16M 110 201 20b 213 220 22M 227 226 830 informasi ini melalui filter Anda Cirnaia. dan transformasikanlah sesuai ^gan^. ada satu pola sederhana yang bisa kita tangkap.

Rasa itu memang masih ada. dan perkenalan keduanya pun berlangsung datar-datar saja./ kuper—yang cuma cocok bersosialisasi dengan buka.apa yang bisa Anda bayangkanSUPERNOVA <p>KSATRIA. Dhimas langsung tahu bahwa Ruben termasuk geng anak beasiswa—orang-orang sinis. sehalus paras dan penampilan orangnya yang terawat. "Ruben. sekalipun menyusutkan bara." "Kami lewat GW Park. Hangat yang nampaknya kekal. DAN BINTANG JATUH KEPING Yang Ada Hanyalah ADA Kedua pria itu duduk berhadapan. Malam itu keduaj^iftbongan yang tidak pernah bergabung sebelumnya^akhirnya sama-sama terdampar di Watergate Coridpjnhimm. Tidak ada yang spesial. Dimulai dengan makan malam hingga ber-"pestakimia" kecil-kecilan. Namun hari itu memang^rrTeda. guratan wajah yang tegas. tetapi hangat. Kehangatan terpancar dari mata mereka. Berbeda dengan dirinya. Masing-masing bersama rombongan teman yang berbeda." Dhimas memperkenalkan diri. Johns Hopkins Medical School. PUTERI. di atas karpet. terasa halus. setegas jabat tangannya. Ruben menyambut tangan itu. di kasur. George Washington University. bahkan di kamar . banyak yang tidak saling kenal. mereka bertemu di Georgetown—tepat di bawah plang Wisconsin Avenue— bermandi teriknya matahari musim panas Washington DC. lancar-lancar. Semangat musim panas sanggup membuat sesedangberbuat di luar kebiasaannya. Ruben pun langsung tahu bahwa Dhimas termasuk geng anak orang kaya^alangan maliasiswa Indonesia berlebih harta yang tidajr^iernah ia suka. Masa sepuluh tahun tidak mengaratkan esensi. sampai semua orang terkapar tanpa terkecuali. Bukankah itu yang semua orang cari? Sepuluh tahun yang lalu. "Dhimas. Tidak lagi bergejolak. dalam satu unit apartemen mewah milik kawan ^^DMmas. Wajahnya yang manis membuat ia selalu nampak tersipu-sipu." Yang Ada Hanyalah ADA "Saya dengar 295 North dari arah New York Ave ditutup. Sementara dari gayanya. di sofa." ^Bagaimana perjalanan dari Baltimore tadi?" "Yah." Nada itu terdengar angkuh.

berfungsi sebagai hormon dan juga neuro-transmitter. Bagaimana ia mampu menjelaskan ini semua? Ia baru saja menemukan cermin yang selama ini ia cari-cari dan sekarang sedang menikmati refleksinya. Tinggal alunan sayup-sayup musik trance ditambah suara dua orang bercakap-cakap. Gila. . rimba infinit di mana segalanya relatif... " Dhimas menyahut dengan senyum tolol. Sorot matanya menyeberang jauh. yang tertebak dan tidak tertebak. Sebaliknya.. "Badai serotonin. Psilocybin dan Ec stasy.. Mescaline. sejauh ini para ilmuwan meyakini bahwa konsumsi serotonin yang diproduksi secara sintetis dapat mengakibatkan saraf-saraf otak terpacu dengan berlebihan sehingga mengakibatkan kerusakan tertentu. "Ini badai serotonin1 pertamaku. Obat-obatan rekreasional seperti LSD. seperti kue lapis. Supernova revolusioner membuka gerbang baru untuk memahami ilmu turbulensi—ia pun langsung merasakan secercah keindahan harmoni antara dua sisi cermin kehidupan. order dan chaos.mandi. sesungguhnya chaos dan order hadir bersamaan. Sejak pertama kali Ruben membaca ulasan Benoit Mandelbrot—seorang matematikawan Prancis yang dengan 1 Senyawa amino yang terdapat antara lain pada darah dan otak.. dapat dipastikan chaos selalu ada. Begitu sistem mencapai titik kritisnya. Bahkan dalam keadaan yang nampaknya ekuilibrium atau seimbang. ia pun lepas mengobrak-abrik.1 Sesempurna apa pun sebuah tatanan. Ini adalah momen yang tidak ada duanya. bekerja langsung pada reseptor serotonin di otak. Walaupun demikian. "istilah yang bagus. Kekurangan serotonin berimplikasi kuat pada depresi dan beragam penyimpangan emosional. Selai itu adalah zona kuantum." "Tapi kok ada orang-orang yang malah tidur? Aku tidak mengerti." ujar Ruben. antara keteraturan dan ketidakteraturan. membayangi seperti siluman abadi. yang di antaranya terdapat olesan selai sebagai perekat. serotonin pun berperan penting dalam penciptaan rasa damai dan tenang. A milestone!" "Apa yang kamu lihat?" Ruben melihat sekeliling. rasanya luar biasa. Jangan suruh bicara dulu.

Tapi kehadirannya selalu dianggap sekadar keberisikan. tidak pernah memberikan perhatian pada fenomena ini. seringkali. Paradigma reduksionisme.. Yang ada Hanyalah ada probabilitas. Lalu dari -dapur tersebut tersajilah sup kehidupan yang nyata dan terukur. [ Lalu. Sains ternyata tidak selamanya objektif. Keteraturan mau tak . yang telah berabad-abad mendominasi dunia sains. realita yang bisa dicicip ataupun dihiiup baunya. Keterputus-putusan. bahwa cara pandang reduksionis dan fisika klasik para Newtonian tidak akan sanggup memblokir refleksi dari cermin kehidupan. potensi. Sains. serta loncatan kuantum. berinteraksi dengan sinyal-sinyal nonlokal—tempat diraciknya semua 2 Teori tentang sistem yang deterministik tetapi pergerakannya sangat sensitif terhadap kondisi-kondisi inisial sehingga tidak memungkinkan adanya prediksi jangka panjang. Dalam realita. Di kehidupan sehari-hari kehadirannya dapat terasa dalam bentuk intermittency atau ketidaksinambungan. dalam hidup organisme sesederhana bakteri sampai ke interaksi antarplanet di Bimasakti. sudah saatnya dunia sains mengalami turbulensi yang sesungguhnya. harus subjektif.. Turbulensi hadir di mana-mana.kumpulan potensi dan probabilitas. maka ia harus siap-siap terguncang setiap kali memasuki area abu-abu dimensi kuantum. turbulensi ibarat sebuah "Dapur Agung" yang transenden—tak terikat ruang dan waktu. Karenanya. Namun sekarang. tak lebih signifikan dari bunyi "kresekkresek" gelombang radio yang tak pas atau gambar statis sesudah acara televisi habis. Dan bagi manusia yang melihat dunia hanya hitam dan putih.apakah sebenarnya dirimu wahai turbulensi? Di mana engkau sembunyikan wajahmu? ] Turbulensi dapat dianalogikan sebagai pigura hitam yang membingkai setiap kepingan gambar dalam reel film. relativitas bagaikan kiamat bagi yang mengagung-agungkan objektivitas. yang ketika diputar dengan kecepatan 24 frame per detik mata kita tidak akan melihat bahwa sebenarnya film tak lebih dari potonganpotongan gambar dan bukannya kontinuitas.

Beberapa asumsi mengatakan bahwa yang disebut dengan "hati" atau pusat perasaan manusia . bifurkasi berarti titik percabangan.* Tonggak sejarah bagi sebuah sistem untuk berevolusi. Sama halnya dengan otak yang merupakan organ nonlinear tulen. Terciptanya sebuah sistem pada dasarnya diakibatkan at r aktor3 yang terus-menerus melakukan feedback atas dirinya sendiri. hingga tiba di titik di mana ia mengalami f luks. terjadi fluks hebat yang mengocok-ngocok solar plexus5 Ruben. 4 Secara etimologis. sampai akhirnya muncul lagi titik-titik kritis yang mampu mengamplifikasi feedback dan menghadirkan bifurkasi baru. Bifurkasi dapat membawa sistem meruntuhkan dirinya menuju chaos. atraktor adalah region magnetis yang memiliki kekuatan dahsyat untuk menarik seluruh sistem ke dalam dirinya. telah menciptakan order untuk seorang manusia dapat hidup. atau titik baku.mau harus berkaca. sampai terjadilah apa yang dinamakan bifurkasi. Fase penuh kebimbangan itu lalu mencapai kulminasinya. Sesudah menjadi stabil» sistem yang telah melewati bifurkasi menjadi resisten terhadap perubahan hingga periode yang teramat panjang. Proses arus-balik itu kemudian menyebabkan sistem teramplifikasi. menemukan dirinya ternyata berasal dari sebuah Maha Ketidakteraturan. Lebih tepatnya. Malam itu. atau justru menstabilisasi sistem melalui perubahan yang dihadirkannya. Titik istirahat si pendulum itulah yang disebut para matematikawan sebagai titik atraktor. tepat di jaringan 3 Pengertian tentang " atraktor" secara sederhana kurang lebih dapat digambarkanjnelalui ayunan pendulum yang pada akhirnya berhenti di satu titik. ataupun denyut jantung yang tak beraturan. Ia dapat merasakannya. terdiri dari ganglia yang mengirimkan impuls saraf. 5 Jaringan saraf dalam rongga abdomen. atau disodori "pilihan" untuk berubah. IlyaPrigogine—salah satu ilmuwan kontemporer yang menjadi pionir dalam penelusuran tentang nature chaos dalam sistem— menempatkan bifurkasi sebagai konsep esensial. berlokasi tepat di depan aorta dan di belakang perut.

Yang ada hanyalah. batas-batas terangkat. Mata Badai. Bagaikan pixel-pixel televisi yang membentuk citra warna-warni. Pola-pola medan energi mendadak muncul dari bidang dinding. yang menginginkan kepastian ataupun ramalan masa depan. Dan ketika pandangannya menyeberangi selimut itu. dalam tangis dan tawa. Ia berada di titik bifurkasi... Tidak ada awal dan akhir. ia menyaksikan bagaimana Gelap dan Terang telah bekerja sama menghadirkan realita. ia pun tertawa lebar.. dan pixel-pixel itu bergerak mengarus. Inspirasi halus yang hinggap di sukmanya telah mengamplifikasi seluruh sistem pemahaman yang ia miliki. menggunakan potensinya untuk berkreasi. ternyata hidup ini cair. Ruben mengangkat kedua tangannya.. semua sekat dan kerangkeng pikiran terbuka. berekspansi. Perlahan Ruben melihat selimut kabut yang meliputi semua benda dan sudut. dan ia berada di tengah-tengahnya. Sia-sialah orang yang berusaha menjadi batu di arus ini. Ternyata.sesungguhnya terdapat di solar plexus. Terus bergerak. sesuatu bergolak. Tidak ada ruang dan waktu. tanpa pernah melebar dan terurai seperti ombak normal lainnya. immortal.. dan ia pun tercekat. berevolusi. "Aku melihat kejernihan... 7 Supernova simpatis di depan aorta dan di belakang lambung. tidak ingin ke mana-mana. Dan di tengah ruang tamu itu. dunia materi ini. 6 Satu ombak penyendiri yang mengarungi lautan dengan bentuk dan kecepatan konstan. Ruben ingin meledak rasanya. Dan apabila ia mampu mengidentifikasikan dirinya dengan pixel-pixel itu— bukan tubuh seorang pria bernama Ruben—maka berarti dirinya. dirinya pun diselimuti kabut itu. Terus berjalan tanpa putus bagaikan ombak soliton6 mengarungi samudra. karena sesungguhnya justru dalam ketidakpastian manusia dapat berjaya.. Perlahan. menjadikan keping-keping teori yang selama ini terpecah-pecah tiba-tiba terekat menjadi satu.. clarity.... Fisiknya adalah gambar proyeksi semata. Ada. Tidak ada sebab dan akibat. sekelumit rahasia semesta terungkap di depan matanya. Persamaan matematis yang digunakan untuk meneliti fenomenon ombak soliton juga .

teori relativitas/ fisika kuantum. Dhimas." "Seorang kapiten juga boleh. Kamu tahu. serotonin agaknya semacam deterjen otak." ia berusaha menjelaskan." Sorot mata Ruben yang tadi terbang mendadak jatuh..." "Jika terlintas hasratmu menatap keindahan yang kami puja/Lihat ke dalam hatimu dan bayangnya pun kan nyata/ Jadikan hatimu cermin dan berkacalah di sana/Temukan keagungan Sahabat nan mulia." "Semua karena kejernihan." "Kucing setengah hidup-setengah mati itu?" ".aku akan merekonsiliasi pertentangan para materialis dan idealis! Materi dan nonmateri! Sains dan mitos! Semuanya terbayang jelas!" Ruben terus menyerocos penuh semangat.. "Kamu pernah belajar teori chaos?" "Excuse me? Teori chaos? Aku baru saja menggubah puisinya Attar." "Aaah.. kadangkadang aku berpikir semua itu berasal dari satu Kotak Pandora. orang-orang yang sedang bermeditasi itu kadar serotonin di otaknya langsung meningkat.dimanfaatkan pada riset fusi nuklir dan s u per konduktor... tidak pakai bantuan eksternal macam begini.. dong/' "Eh. ya?" "Mana saya tahu... ya. ngerti? Paradoks Einstein-Podolsky-Rosen. kapan lulus kuliah.. teori chaos. Gampang. Dualitas Elektron. Nggak usah susah-susah atur napas. Tinggal telan. Ia menatap Dhimas tak percaya." "Tapi bukan itu masalahnya.. seharusnya malam ini kamu bisa jadi apa saja. padahal ini ibarat utang besar yang harus dibayar tubuh kita. terbata. "Aku melewati itu semua.. Aku me-maha-mi. sebenarnya tidak ada yang namanya. "Semua gara-gara serotonin.. Kamu yang kuliahnya di Johns Hopkins. kok. Yang Aoa Hanyalah ada semuanya hadir di sini." "Ah.. "Ah. "Tidak ada lagi pertanyaan soal waktu. salah satu mistik Sufi. itu semuanya debu!" potong Ruben keras. jalan pintas. Ingat." Dhimas menuding balik." "Aku ini seorang pujangga. ." "Heh.. jangan bikin jadi bad-trip. Sekarang kita boleh menganggapnya hal kecil.. ya! Sufisme. assignment. Paradoks Kucing Schrodinger. Aku kan bukan calon dokter. kuis... kupu-kupu Lorenz." "Jadi kita lagi meditasi? Enak juga. Mereka memproduksi serotoninnya dengan alami.

." "Mengagumkan. setiap summer atau vtinter bisa pulang ke Indonesia.. jangan dipukul rata. sorry. ambil major marketing atau business administration. Kepalaku juga rasanya jernih. sih.." potong Dhimas.. "Janganjangan. Kamu sadar betapa indahnya puisi itu? Dan betapa relevannya dengan apa yang kubilang tadi?" "Memangnya kamu bilang apa?" "Bahwa kebenaran yang utuh baru kamu." terdengar suara menelan ludah. Cuma masalahnya. Tentang diriku. beda bahasa. karena aku pasti ikut summer class. Orang terlalu banyak uang dengan orang yang terlalu miskin akan bertemu di titik yang sama." "Ruben. atau anak orang konsulat. atau anak jenderal. tadi cuma percakapan dalam otakku saja..." 10 Yang ada Hamkalah a "Oh. "aku sebenarnya." "Jangan belagu. dapatkan setelah melihat kedua sisi cermin kehidupan. g iman a kamu bisa. kamu pasti anak konglomerat. dan -punya stok Indomie berdus-dus.. serotonin.. kamu barusan mimpi. Jadi." "English Literature. Begitu stok habis tinggal telepon mami-papi. atau cuma metafora. Aku kok jadi ingin jujur tentang sesuatu.hanya beda zaman." "Kalian kebanyakan duit. "It was so . ya? Tapi kok rasanya sangat riil? Luar biasa! Oh." "Dalam hati kita sendiri?" "Aku lebih suka: dalam setiap atom tubuh kita. Kamu kok mampu mengapresiasi sebegitu tinggi. Sama-sama krisis apresiasi.?" Ruben tertawa keras." "Wow!" Ruben berdecak kagum.. Ngigau. "Aku salut." "GayV Dhimas terlongo. Mentang-mentang dapat sponsorship. ya?" Ruben terperanjat... Kenapa?" "Bisa jadi kamu benar. atau ambil course. kamu bagian terindah dari tubuhku1!" Dhimas sekilas melirik Ruben yang terkapar di sebelahnya. "Mana mungkin? Bukannya tadi aku menerangkan konsep Mandelbrot? Turbulensi?" Dhimas menggeleng dan tertawa kecil.. "Lho. "Ternyata lebih parah lagi. serotonin adalah deterjen otak?" "Itu baru hipotesis." "Berani taruhan. dari tadi kamu belum ngomong soal itu. Dan cermin itu sangat dekat. "dan tidak pernah pulang waktu summer. beres. Tidak cuma sebelah. dong. Kebanyakan orang cuma menganggapnya rekreasi dangkal. katamu tadi.

Pikirannya kini menjejak kokoh ke tanah. "Tidak mungkin." Keduanya langsung memulai kembara imajinasi masing-masing. mereka bakal minta ke Yahweh untuk ikut dibakar. sepuluh tahun juga buatku. aku harus membuat satu karya. my friend. Orang tuaku juga sudah tahu.. "Tenang saja. zat keparat ini akan mengendap di sel lemak sampai bertahun-tahun." "Sepuluh tahun? Lama amat. apartemen kamu yang katanya di Dupont Circle. "Eh. Soalnya kalau aku dianggap produk gagal. Satu tulisan atau riset yang membantu menjembatani semua percabangan sains." Dhimas tiba-tiba berceletuk." "Fine. Untuk kedua kalinya Dhimas terlongo." Ruben sudah berhenti melayang.. ya?" Dhimas tidak mampu berkata-kata lagi. kepala Ruben otomatis menoleh. Mendapatkan Dhimas yang sedang tersenyum tulus menatapnya. Satu masterpiece. kita bisa mengalaminya bersamasama lagi. Merasa konyol." "Time flies. Sepuluh tahun buatmu. dan senyum itu tetap sama. "katanya. "Aku ingin membuat ikrar. Malah mereka sudah kompak. Satu masterpiece.. berarti mereka juga.obvious! Dari teman-teman hang-out kamu. Senyum yang mengantarkannya naik ke podium dan berpidato saat diwisuda dengan predikat cum laude. kalau saat itu datang.. Senyum yang menyuruhnya tidur saat ia keseringan begadang karena menyusun makalah seminar. Hebat. katanya kalau sampai aku dipanggang di neraka bersama para pemburit seperti nasib Sodom dan Gomorah. Memangnya aku bukan?" Ruben berkata enteng." "Berarti satu waktu kita akan kembali ke momen ini lagi? Haleluya!" "Dan semoga. dan kamu harus fly dulu untuk ngaku?! Ha-ha-ha!" Dhimas ikut terbahak." Mendengar itu." n "So help us God. ya. Sepuluh tahun berlalu. kamu kelihatannya sangat. .. "Ikrar apa?" "Sepuluh tahun dari sekarang. Lama mereka terdiam. Tolong jadi saksinya.." "Sangat 'laki? Siapa bilang jadi gay harus ktemakklemek atau ngomong pakai bahasa bencong! Gini-gini aku sudah 'coming ouf dari setahun yang lalu. Roman yang berdimensi luas dan mampu menggerakkan-hati banyak orang. Ia serasa menemukan pahlawan sejati.

Tak banyak detail estetis dalam interiornya. Uniknya. tapi tidak akan menarik. Hormon cinta. "kita sudah sepakat kalau masterpiece ini akan menjadi karya berdua. sekalipun sudah sekian lama mereka resmi menjadi pasangan. sudahlah. Tetap Yang ada Hanyalah ada "Happy 10th Anniversary. Bisa dibilang. Kita kan butuh kemasan yang populis supaya karya ini bisa dibaca banyak ." Semilir angin Ibu Kota yang hangat menyusup masuk -lewat celah jendela ruang tengah Ruben. Tidak pula ada bunga." Muka Ruben langsung bereaksi. dear Soulmate. Kalau ditanya. butuh riset lama. Si IndoYahudi bersemangat tinggi yang selalu sibuk menggabunggabungkan ilmu psikologi dengan teori-teori kosmologi yang cuma bisa ia mengerti sendiri. jawabannya: supaya bisa tetap kangen. Dan Ruben pun masih tetap pahlawan Dhimas yang dulu. yang ada malah kertas dan pulpen. Dengan ide-idenya yang segar. mereka dilanda badai baru. Ruben. Ruben yang selalu menyebut dirinya sang Psikolog Kuantum." Dhimas memasang kacamatanya. Tiga bulan dan dua puluh satu hari berikutnya. Di hari jadi mereka yang ke-10. Jajaran rak buku dari dinding ke dinding. Tak ada tulisan ataupun naskahnya yang tidak lebih dulu terplonco diskusi panjang dengan Ruben. Kobaran semangatnya mampu menyalakan tungku banyak orang. Ruben dan Dhimas tidak pernah tinggal seatap sebagaimana biasanya pasangan gay lain. ornamen utama rumah itu adalah buku. Ruben tidak menamakan rumahnya perpustakaan hanya karena ingin terdengar lebih manusiawi. Bisa jadi hand-out kuliah saja sudah bagus. tetapi sebuah cerita. dan maaf. Alfabetis. "Ruben. Ide kamu kemarin itu terlalu mahal. Sebuah rumah simpel di daerah selatan Jakarta. Padat. Tidak juga boks cokelat di atas meja bundar itu. Ruben adalah inspirator sekaligus kritikus paling sempurna buat Dhimas. Badai endorfin." "Happy Anniversary to you too. memancarkan ketidakrelaan.Senyum yang tabah mengiringi suka-dukanya selama jadi dosen. Dan tidak dalam bentuk jurnal ilmiah. Malam di Watergate Condominium adalah badai serotonin mereka terahir. "So.

" ." Dhimas kembali memulai. Mendadak Dhimas tertawa kecil. "kita akan membungkusnya dalam kisah cinta yang bukan biasa-biasa. Tidakkah kita patut digolongkan ke kategori yang sama?" "Sarana kita boleh sama." Ruben menunjuk kepalanya dengan penuh percaya diri. ada pertentangan nilai moral dan sosial. misal. Sebuah roman sains. Yang mampu membangun sekaligus paling potensial untuk merusak.orang. di Amerika pula—biangnya kapitalis. Antara ingin Timur dan berlagak Timur. orang-orang urban." "Klise. besar di metropolitan. Aku setuju. institusi. orang dengan gampang menyudutkan dengan dalih 'laki-laki buaya' atau 'ceweknya aja kegatelan'. "Kalau pria. lokasi Jakarta. Siap menulis catatan. kontroversial. "Mereka itu sebenarnya manusia- ." "Let me guess. Kita juga muda. Pada kenyataannya para yuppies tadi yang bakal jadi corong bangsa. Kota ini biangnya dualisme. kuliah di luar negeri. Aku ingin mengambil pasangan hetero tapi memiliki rintangan besar. sembari terdesak habis oleh Barat sekaligus paling keras mengutuk-ngutuk. profesional. Aku ingin tokoh-tokoh kita semuanya muda." 13 12 dibutuhkan usaha bila ingin bertemu satu sama lain. pasangan homoseksual?" "Bukan. "Jakarta. bagaimana dengan kita? Look who's talking. menyusul memasang kacamatanya. Tidak ada konflik. atau wanita?" "Wanita/jawab Ruben tegas. Percuma pakai tokoh geland angan atau setting desa dengan sok-sok pakai aksesori kebudayaan daerah." "Usia 20-an akhir sampai 30-an awal. usia produktif.. Poligami pun bisa dapat pembenaran agama. intelek. aku setuju. moralitas. yang satu sudah menikah. okelah. sekaligus puitis: Sepakat?" Ruben cuma mengangkat alis. "Menurutmu. tapi tidak menjadikan ini ikut tipikal. yang romantis. "Baik. Agama. Tapi harus kuakui... yang sudah menikahnya lebih baik si pria.. punya akses teknologi dan informasi yang baik. dude. urban. Sepuluh tahun pun bagaikan sekedip mata. metropolis." "a/s/l?"7 "Di bawah empat puluh tahunlah." Dhimas sibuk mencatat. banyak dimensi di sana. hmm. "Lalu.. Isu itu masih terlalu minor untuk masyarakat kita.

Untuk sebuah konflik kisah cinta. Pada titik tertentu." "Yang jelas dia harus pintar. sang Avatar adalah pihak netral yang akan merekonsiliasi semuanya." "Nanti dulu. Avatar berarti inkarnasi dari Yang Maha Tunggal. "Aku cemas konsep itu terlalu 7 age.. Netral yang bersikap." tambah Ruben lagi. "Sebentar . bukan begitu?" "Aku mengerti. sama-sama saja. Ya n o Ada Hanyalah ada mewah. Istilah ini juga biasa disinonimkan dengan konsep "Juruselamat" dan sejenisnya. Kasih dia jabatan tertinggi. si pria. Dia harus kita simpan paling belakang. Skala besar-kecil hanyalah interes pikiran mayoritas manusia yang masih tergila-gila dengan ukuran. . di dalam sistem sekompleks semesta. apa lagi?" Dhimas mengangkat bahu.." "Dhimas!" protes Ruben seketika. haruskah kapasitas seorang Avatar yang turun tangan?" "Ingat. yang gagal dan cuma ngabisin duit ortu dengan yang selesai tapi cuma jadi mesin.»VV' 8 Dalam mitologi Hindu. "Sesukses apa dia?" "Sukses dengan 'S' kapital! Cream of the crop. sex. Tekanannya lebih besar lagi.. location . "Lalu kenapa cerita itu harus menampilkan seorang Avatar8 ?" Dhimas berujar ragu.manusia yang beruntung karena punya kesempatan komparasi dan kontak langsung dengan budaya global. "Menarik! Mari kita bahas tokoh satu ini.. kisah cinta adalah cerminan kisah masyarakatnya yang lebih luas dan kolektif. Kembali ke pasangan hetero kita. Kita mulai dari si pria. Individu selalu dibangun oleh lingkungannya." Lidah Ruben yang pedas mulai berpostulasi. Bergelut di dalamnya. Mencari ilmu dalam sistem dan iklim yang sama sekali lain. dan sukses. Jadi. Tapi berapa gelintir yang menjalaninya dengan makna? Di mataku. Bukan sukses pemberian. Avatar adalah semacam Yang Maha Kudus mengambil wujud manusia biasa. Dhimas pun langsung bersemangat. "Supaya aku semangat nulisnya." "Dia harus ganteng!" sela Dhimas cepat. Sesuatu yang menekan. kan?" "Padahal sesungguhnya dia berjiwa Pujangga. Dan dia juga harus diberi suasana pekerjaan yang berkonflik. tidak ada perkara yang insignifikan." "Multinational corporation." "Pihak di titik nol.

tidak ada satu orang pun sanggup menghadapi Epimenides tanpa jadi gila. Sampai akhirnya." "Kita namakan siapa dia?" "Jangan . Satu-satunya cara untuk menyelesaikan paradoks tadi adalah meloncat keluar dari sistem. maka komputer supercanggih pun akan terjebak dalam paradoks logika tak berakhir. tidak cuma mekanis. sebuah konflik masa kecil akhirnya memisahkan dia dengan talenta alamiahnya.dulu. Bingung antara memilih jawaban 'ya' atau 'tidak' karena keduanya jawa ban yang valid. Persis seperti cerita klasik tentang Epimenides. sebuah sistem yang overloaded akan mencapai titik bifurkasi yang akan diikuti terbukanya cabang baru. Itu urusanku. Siapa yang harus disalahkan? Tidakkah semua pertanyaan mengenai hampir 15 supernova segalanya akan tergodok sampai mendidih? Lalu meledak?" papar Dhimas bersemangat. Karena itu Ruben tidak pernah setuju dengan paradigma fungsionalisme yang berpaham bahwa pikiran manusia satu bangun dengan komputer. dan menjadikan dia robot sukses tapi hampa. Di situlah esensi Cinta akan dipertanyakan! Bayangkan sebuah komputer canggih yang superteratur. Ia tahu persis. itu justru akan membuat segalanya menarik! Katakanlah. ia melihat gerbang kuantumnya di kondisi yang ditawarkan Dhimas. Otak sebagai peranti keras. tiba-tiba kacau akibat disusupi virus alien. dan pikiran atau mind sebagai peranti lunaknya. Ruben pun menganggukangguk kecil sambil tersenyum puas. Sementara mereka terjebak kondisi yang tidak memungkinkan pula. seorang Kreta. "Baiklah. Ruben langsung tertarik." "Tenang saja. seorang Pujangga. yang memberikan pernyataan 'Semua orang Kreta pembohong. Tidak juga tersedia Norton Anti Virus. Sesuatu yang hanya dapat dilakukan sebuah sistem berkesadaran. Walaupun aku tidak punya imajinasi cukup untuk mengaitkannya dengan sosok eksekutif perusahaan multinasional. Kalau betul demikian. Manuver kuantum. Tapi tidak demikian dengan manusia.' Dan ketika dimunculkan pertanyaan 'Apakah Epimenides berkata sebenarnya?'. semua berbalik ketika dia menemukan Sang Puteri.

adakah tempat buat pasangan seperti kita di negeri dongeng. Ia pun tersenyum. Harvard Business Review. Kerjaan banyak.. Ale.. Dasar Ambon gila. Kehangatan terpancar dari mata mereka. Telepon rumahnya berdering. Barang kecil itu. tetapi hangat. thank God tomorrow's Friday. tertawa di ujung sana. Dicermatinya semua barang satu per satu. kok bisa-bisanya dia direkrut jadi regional president Aku harus report ke dia langsung lagi. Tidak lagi bergejolak. Diambilinya dengan penuh kesaksamaan. oh. "Ksatria dan Puteri. Re. Hangat yang nampaknya kekal." Sahabatnya. tempat kacamata. si Ale lagi. Kena kutuk apa ya perusahaan ini. Sementara sebut saja dia 'Ksatria'." . harus membunuh naga. bukan?" / "Lalu. sungguh romantis.-Cuma sejarahlah yang layak memuat kita berdua... pengikut-pengikut Socrates... Aku juga cuma iseng. Sialan. Berusaha melawan rintangan kasta. Tas. kirain siapa. Seolah-olah menemui wajah itu sekali lagi." "Ksatria yang memperjuangkan cinta Sang Puten.ditentukan sekarang. Kans bertemu kunyuk albino itu tetap sama. memandangi pensil kecil dan jelek itu. charger telepon genggam. kertas-kertas. every fucking month!" "But. Buat apa lagi negeri Yang Ada Hanyalah ADA dongeng?" Kedua pria itu duduk berhadapan... Terlalu banyak yang harus ia pikirkan sehingga tak mampu lagi memungut detail-detail kecil. Perlahan ia meraba kantong kemejanya. apa bedanya? Bakal ada hari Senin sampai Jumat lagi. Dia masih bakalan di sini seminggu penuh.. Dhimas cuma tersenyum. Mau jalan malam ini?" "Nggak. Tergopoh-gopoh ia berlari ke dalam... Klasik. "Halo? Yah. "Halo.. Ia tidak mau ada yang ketinggalan. Bukankah itu yang semua orang^atr?^ 17 Seusai memasuki garasi rumah. Ia menyesal tidak langsung memasukkannya ke tempat yang aman. my love?" "Tentu saja tidak. makasih.." *Si bule kunyuk?" 18 Ksatria "Yeap." "Yah. Mantan vice president-mu itu. ia tidak langsung turun dari mobil. ia masih mencari. Kita pasti bakalan debat panjang soal itu. ternyata ada di sana. Aku malas kalau harus berurusan lagi dengan dia minggu ini." tukas Ruben setengah mengolok..

. Berada di bawah kucuran shower. Badan yang santai. Satu hal yang dulu tidak pernah dilakukannya. Karena Rana. Jelaslah ia tak akan bisa menghubungi Rana. membuat teh hangat. hampir pukul satu malam. Ale pasti tertawa kalau tahu ia sudah bisa melamun lagi. "Yang jelas. kamu menikmati kesibukanmu. Re menuliskan nama itu di pintu kaca yang penuh uap. Mendapatkan dirinya seperti anak remaja yang jatuh cinta dan selalu ingin menuliskan nama p ujaannya di mana-mana. begitu juga malammalam terakhir selama sebulan ini. Melamun. selalu ada kekecewaan yang sama dalam.. Kalau kamu berminat. Ia bohong pada Ale. ke telepon genggamnya. ia kembali menghargai betapa nyamannya berdiam dalam kaus oblong dan celana pendek. membayanginya terus menerus. aku yakin kamu malah kangen ingin balik ke kantor. Rana. begitu kamu menempati posisiku." "Lihat besok. memampukannya untuk melamunkan Rana lebih intensif. dan puas karenanya: Re sadar ia berlari dalam pelarian monoton. Itu omong kosong besar! Akui saja Re. Itulah gunanya melamun.. Namun malam ini sudah lain." Re terkekeh. Re berdiri.rutuk Re. secara tidak langsurtg. Tidajc^daJagi hieiaifkiTTidakada lagi rap_alrrapat. membiarkan pikirannya terstimulasi dalam simulakrum. pikiran yang santai. Ia ingin buru-buru bersantai. Ke rapat-rapat panjang itu. the expert planner and schemer. Kadang-kadang aku berpikir untuk keluarsaiar-lalu buka bengkel juga. "Aku iri denganmu. Betapa~puj^ dalamnya kebahagiaan itu. Re melirik jam. tidak dengan pikirannya yang selalu padat dan terfokus. besok kita bebas pergi ke klub. sekali-kali memainkan dumbel sambil baca majalah. Taruhan. menonton acara televisi. ." "Aku tidak yakin. Kamu itu kutu loncat MNC.. Ia tak menyentuh pekerjaannya sama sekali. sama kayak si kunyuk. Dan kamu memang profesional sejati. memandangi tetesan-tetesan air yang bercahaya keperakan. Oke?" Re cepat menyudahi pembicaraan itu. apalagi ke rumahnya.pauj Jrtg7 "Tai sapi. Puteriku. Untuk membangkitkan apa-apa yang tak mampu disentuhnya langsung. Oh.

. Bumi punya langit sebagai jendela terhadap galaksi mahaluas yang berjaya dalam misteri..... Rana... . Bumi menggetarkan nyali dengan palung-palung dalam. kalau tidak. tidak Ale. dan tidak juga Rana sendiri... Semua berawal dari satu getar sel abu-abu. Jendelaku adalah carik-carik kertas— berisi daftar pertanyaan tentang dunia yang tak akan habis dimengerti. "Love is real. Semua berawal dari satu ide. Satu semesta mungil yang mampu melumat bumi kalau aku mau membentangkannya.. Carikan-carikan yang sama setiap malam selama sebulan ini... untung saja jadwal hari itu kosong. Yang penting adalah evolusi yang kembali menjadikannya seorang pujangga. Di meja kerjanya terdapat carikan-carikan kertas. Melingkarkan engkau dan aku. Semua berawal dari satu gerakan. Di dalamnya aku bisa berenang selama ikan.. Puteri. Tapi itu tidak penting. berputarputar di kursi. Pertemuan itu.. . kalau tidak. Untuk pertama kalinya pula Re mengerti: ia telah memilih jalan hidup yang sederhana. Re menengadah. untung saja ia bekerja di kantornya. Kembalilah ke puri ini... kalau tidak..sedang apa kau sekarang. Namun kau pilihanku. Aku cuma punya beberapa piringan hitam— laut pribadiku yang di dalamnya selalu ada kamu. Surat pertamanya untuk Rana.. Pesimisme-mu. Bumi adalah sebuah kumparan besar yang melingkarkan semua makhluk dalam kefanaannya.. Samudra kata terbelit musik dan diudarai kenangan.. Inilah nirwana yang mampu menampung perasaan kita. Kangen ketidakpercayaanmu. dan kamu lagi... Dan Re sanggup menghabiskan berjam-jam hanya untuk kembali mengenang. Aku kangen kamu. Untung saja ia menerima permohonan wawancara itu. untung saja ia hidup. Re tidak pernah mau diwawancara. Malam yang melarut pun membawanya ke pos terakhir sebelum tidur: kamar kerja. Merunuti satu demi satu rantai waktu yang membelitnya hingga kini. Tak ada yang tahu keberadaan surat-surat itu..-real is Love/Love is wanting to be loved/ Love is you/You and me/ Love is knowing/You can be. kalau tidak.." Piringan hitam album John Lennon-nya yang sudah belasan tahun kembali diputar.

menerima laporan ini-itu. Pak. Tampangnya jauh dari kategori jelek. Ia memang sukses. Re agak kaget ketika mendapatkan jadwal tiga jam pertamanya di pagi itu kosong. Tapi menurut Re. Tidak . dan pesta-pesta gila. Namun ia melewati semuanya dalam keadaan berpikir. Re harus mengatur energinya untuk hari esok. dan akomodasinya hampir selalu bintang lima. Ia sudah merasakannya. telepon dari sana-sini yang tak mengizinkannya menikmati pemandangan jalan. Baru ulang tahun ke-29 tapi sudah jadi managing director. Terbang dengan first class. Ia menyapa semuanya dengan ramah. Wanita cantik ada di mana-mana. setidaknya menurut standar umum. ia sudah tidak ada di sana. yang lebih gila adalah 21 rumah-rumah produksi yang menginginkannya main sinetron. Namun dari semua pagi yang ia jalani di kantor. Sebelah kakinya bergetar gelisah. Dan ia sudah mengunjungi puluhan pesta. Dari mulai majalah bisnis betulan sampai majalah wanita yang ingin menjadikannya pria bulan ini. kamu yakin saya tidak ada urusan apa-apa pagi ini?" "Tidak. bergelimang wanita cantik. Agaknya mereka benar-benar tidak tahu kehidupan seperti apa yang dijalani seorang managing director sebuah perusahaan multinasional. Ia selalu mendapatkan fasilitas nomor satu." Re otomatis mengetuk-ngetukkan bolpoin. Re harus mengakui pagi satu itu memang lain. mobil dinas setidaknya harga lima ratus jutaan. atau hanya memandangi dari jauh. Ia bertanya lagi pada sekretarisnya. Tidak banyak telepon. "Irma. Lebih dari tiga lusin yang pernah ditawarkan untuk 'dipakai'. Pesta-pesta gila. Tapi sebelum pesta-pesta itu menjadi benar-benar gila. Apa yang dibayangkan kebanyakan orang jauh berbeda dengan apa yang sesungguhnya ia jalani. Mungkin ada. Pagi yang menjadi kunci pertemuan pertamanya dengan Rana. Sampai sekarang masih banyak agency yang menawarinya jadi bintang iklan. Terlalu banyak pekerjaan yang tak bisa ditunda. membuka-buka lembaran faks.Deretan majalah dan surat kabar berburu untuk memuat artikel tentang dirinya. Banyak yang mengira ia menjalani kehidupan jet set.

"Oh. Ia lebih memperhatikan seekor kupu-kupu yang terbang di dekat jendela. Tapi. Kurang dari dua jam. Re merasa ada yang salah. "Kasih tahu mereka kalau saya bersedia." Re sadar ia akan melakukan sebuah keputusan intuitif. ya. Berputar-putar di jendela. ada lagi majalah yang minta wawancara. membukanya sedikit. suara Irma muncul dari speaker teleponnya. Perhatian Re teralih pada kupu-kupu mungil yang terbang memasuki ke ruang kerjanya. "Irma." Re membuka-buka sekilas. Lebih cepat mereka bisa datang lebih banyak waktu yang mereka punya. Komputer tidak pernah memberikan ruang-pada intuisi. Pikirannya setajam dan serapi komputer Pentium." Kupukupu mungil itu terbang lagi.. Mendadak Re memperhatikan sesuatu. Program otaknya siap menolak. "Tapi kenapa. timbul sebuah keheningan dalam pikirannya." Kalimat itu menggantung.. Untuk pertama kali setelah sekian lama. Pak?" Programnya dengan cepat kembali normal. Sungguh ganjil ada kupu-kupu mungil berwarna putih terbang di ketinggian gedung seperti ini. Sudah lama Re tidak menerapkan konsep itu. dan kembali menemukan jalan keluarnya. sudah saya taruh di meja Bapak.. ya sudah.." Intuisi. Tak lama kemudian. Napasnya masih terengah-engah." Tawa kecil spontan menyembur dari mulutnya. "Pak. menari lincah dan dengan polos hinggap di meja. seorang wanita tergopoh-gopoh sampai di lantai gedung itu. kupu-kupu. Tidak banyak laporan baru di meja. Itu. Tanpa ada alasan yang jelas ia menghampiri jendela ruang kerjanya. logo majalah itu adalah. Majalah baru. Dekat majalah itu... Re tercenung untuk yang kedua kali. "Pak? Saya tolak saja." Ksatria "Nggak ada kapoknya itu orang-orang. ya?" "Nanti. ini dia. nanti dulu. Kalau tidak bisa. "Kemarin sore mereka datang dan mengantarkan sampelnya. Tak ada yang menarik." Ia membongkari tumpukan di ujung kiri mejanya.banyak e-mail. Cukup terkesan akan sikapnya yang tidak langsung menolak mentah." gumam Re. Re tercenung. "Saya belum . "Tapi mereka hanya punya tiga jam ke depan ini. "Majalah apa itu?" "Majalah wanita. Ia menanyakan kesediaan Bapak.

Hasil publisitas mulut ke mulut'akan sangat dahsyat bila beredar di segmen yang tepat. Sikap duduknya berubah santai. Ferre. bolpoin. "Selamat siang. Ia tidak punya banyak waktu untuk menenangkan diri. umur Anda berapa?" Keningnya langsung berkerut. "Saya wakil pemimpin redaksi." Rana mulai terusik. Tidak menyangka dirinya akan langsung disambut dengan gerakan melihat jam tangan. Rana malah mengeluarkan gumaman-gumaman aneh. Ini sangat memalukan. Bahan rumpian di salon atau klub kebugaran. yang 24 Ksatria bisa juga dijadikan bahan. Wanita itu berusaha setengah mati untuk nampak tenang. Sori. Suaranya memantap. Terasa sangat dingin. "Jujur saja. Saya hanya membawa biodata standar untuk diisi. tapi sudah menjadi kepenasaranan massa. dan kepenasaranan akan profil pria ini bukan cuma lingkup antar kantor lagi. tape recorder. "Panggil saya 'Pak' atau 'Re'. hanya beda skala. akibat pemberitahuan Anda yang mendadak.terlambat. kan?" tanyanya setengah panik* Reporter itu cepatcepat mengatur napas. dan dia pasti tidak tahu sosoknya sudah nyaris menjadi mitos. "Ada lagi yang kita tunggu?" Re me ngusik lamunan singkatnya. kalau boleh tahu. terserah. Ia memberanikan untuk melirik sedikit. "Sori. Perlahan ia mengeluarkan peralatannya: buku catatan. Mungkin fenomenanya sama seperti Anda. Menyusun konsep wawancaranya saja belum sempat." Re menjabat tangan wanita itu. "Dua puluh delapan." "Rana. Bukan kenapa-kenapa. beda bidang/ ia menjawab lugas. Ternyata pria ini lebih tampan dari yang dibicarakan orang. Saking gugupnya. Kenapa?" U Re tertawa renyah. Anda punya waktu satu jam sepuluh menit. Saya kira saya akan diwawancarai reporter senior yang umurnya setidaknya 3540 tahun. Tidak tahu apa jadinya nanti. Rana termasuk salah satu yang termakan. saya tidak mempersiapkan apa-apa. sementara ia tahu persis kaliber seperti apa yang bakal dihadapi. Ia sungguh tidak tahu harus memulai dari mana." Irma membukakan pintu." suaranya bergetar. "Silakan. Atau kita . pandangan menjadi berani. "Maaf.

Di balik penampilannya yang serba charming. Ada banyak pekerjaan yang masih punya ruang untuk inspirasi." "Saya setuju. namun banyak juga pekerjaan yang menyita segalanya." tandas Rana berapi-api. Dan wanita ini memang mulai jadi menarik. tidak. lain dengan hatinya yang tertusuk. Pembicaraan yang tidak berskema kadang-kadang malah lebih punya bobot daripada yang direncanakan." jelas Rana diiringi tawa kecil. Ia mulai bingung. Bahkan tape recorder-nya belum dinyalakan. Itu saja. Memang kenyataannya figur seperti Andalah yang sering dijadikan impian siang bolong para wanita. mengapa dipilih kupu-kupu?" Rana tidak pernah tahu persis. "Itu istilah saya pribadi. 25 orang ini begitu provokatif. Pekerjaan tanpa mimpi. Maksudnya. Menurut saya. kita bisa mulai dari mana-mana. "tapi ngomong-ngomong. Pertanda ia mulai tertarik.. siapa mewawancarai siapa." "Udara?" Badan Re langsung condong ke depan. garang. Menjadi kreatif tidak kenal siang atau malam. rubriknya berjudul 'Impian Siang Hari'. mimpi adalah bentuk lain dari kreativitas. Diam-diam Rana menyesal. "Oh. atau tanpa waktu untuk bermimpi. Terjemahan harfiah dari daydreaming. ini untuk rubrik apa. di tengah masyarakat yang krisis produktivitas ini. "Mengapa kupu-kupu?" "Ha?" Lagi-lagi Rana tidak siap. Begitu cepatnya ia terpancing. "Mungkin karena kupu-kupu adalah lambang metamorfosis bagi semua orang? Atau bisa juga karena. "Logo majalah Anda. "Di antara kepadatan aktivitas Anda. "Syukurnya. Artikel ini ingin menambahkan bahan bagi mereka untuk bermimpi. Anda dan majalah Anda malah mendorong orang-orang untuk bermimpi siang bolong?" Wajah lucu itu langsung mengeras. Bukan manusia. adalah pekerjaannya robot. "Barusan adalah pertanyaan pertama Anda?" tanyanya datar. pernahkah Anda menyempatkan diri untuk berkhayal. ya?" "Mungkin tidak menantang buat Anda sama sekali." "Manusia bermimpi tidak hanya waktu ia tidur.. Wajah Re tidak menunjukkan reaksi. ." Re tersenyum. jadi. melamun?" Rana balik bertanya.bisa mulai dari udara. Mendekatkan mereka pada impiannya.

Seolah tidak ada secuil pun unsur dramatis dari cerita masa kecilnya." Re menggumam. kupu-kupu tadi juga warnanya putih. signifikan.. Bayangkan. "Aneh.?" ia pun menyebutkan nama itu seolah-olah meminta izin. Saya sendiri belum pernah bertemu ayah saya. "Re.." "Mungkin itu artinya Anda akan kedatangan saya. tapi semuanya seperti jelas. Hangat. ." Wajah itu begitu datar.. Malah Rana yang tercenung. Mungkin kamu memang orang yang berkepribadian kuat.. keduanya meninggal dunia." Re tersenyum." dengan Jenaka Rana mengacungkan ujung kemeja putihnya. Teringat daftar cita-cita klasik . Di kamusnya. Dan tentu saja. Waktu umur saya 11 tahun. tidak ada air muka yang Ksatria sebrilian itu selain ekspresi Mr. Bagus. sahabat Opa yang sudah seperti ayah saya sendiri.. Senyum dan kata kamu terasa mencairkan sesuatu. "Kamu baru di ruangan ini sepuluh menit. mereka adalah kakek nenek saya. ada kupu-kupu kecil yang masuk lewat celah jendela.eh." "Memang betul. berikut semua biaya hidup dan sekolah saya sampai selesai. kalau ada figur orang tua yang paling berperan. di gedung setinggi ini. Ini semua terlalu naif untuk disebut kebetulan. "dan pasti Anda juga yang memilih nama rubrik itu." "Tadi pagi saya kedatangan kupu-kupu.. Akhirnya saya tinggal dengan kakek dan nenek. Bean saat di belakang stir mobil Morrisnya. "Apa cita-cita kamu waktu kecil? Dokter? Insinyur? Ingin seperti Pak Habibie?" Pria itu tertawa. Gregory Tanner. ya?" Re menarik napas sebentar. Kok bisa tahu?" Rana terkesan. kupu-kupu sebesar orang berbaju putih. saya mulai dari awal: rumah dan keluarga. Dan Rana mulai merasa nyaman berada di hadapan Sang Mitos. "Jadi. "Oke. Kakek saya persiapannya luar biasa." Rana menyalakan tombol record. Dan mereka telah me ninggalkan wasiat untuk menitipkan saya di keluarga sahabat kakek di San Fransisco. "Sebesar apa peran orang tua kamu dalam pembentukan karakter. atau karier?" "Ibu saya meninggal ketika umur saya 5 tahun. di masyarakat kita kupu-kupu merupakan pertanda kedatangan tamu? Dan majalah saya ingin menjadi tamu yang diinginkan di setiap rumah.

Mungkin inilah goronggorong saluran sekresi psikologis. Di sana. Re menemukan carikan kertas perdananya.. Ia menawari Ksatria untuk mampu melesat secepat cahaya. Ksatria kebingungan. Sebuah potongan komik. Rana?" "Bintang film. dan tak ada angin yang mampu menusuk langit. dan tamat. Burung gereja hanya mampu mengajarinya sampai ke atas menara. Sang Puteri naik ke langit. tapi tidak tahu caranya terbang. Ksatria sedih. Ksatria memohon pada angin. ada gambar seorang ksatria dan seorang puteri. Ksatria sedih dan kali ini ia putus asa. Tak ada yang lebih menarik daripada menyaksikan seseorang menyelam ke septic tank kotorannya sendiri ] Cita-citanya adalah getarannya yang pertama. Hancur dalam kecepatan yang membahayakan. Ia alami ketika sedang membereskan rak-rak taman bacaan tua milik Opa.yang jadi pedoman anak-anak SD dulu.. Ksatria setuju. Namun Sang Puteri masih jauh di awang-awang. . Tak ada unggas bersayap yang mampu terbang lebih tinggi lagi. "Kamu sendiri. maka ia akan mati. Ksatria kemudian berguru pada burung] elang. 27 Angin mengajarinya berkeliling mengitari bumi." Rana nyengir. Ksatria jatuh cinta pada puteri bungsu dari Kerajaan Bidadari. Ksatria keluar dari kastil untuk belajar terbang pada kupu-kupu. menjadi serbuk yang membedaki langit. "Kalau kamu?" [ Tidak ada yang tahu betapa sulitnya pertanyaan itu. Ksatria pintar naik kuda dan bermain pedang. Melesat lebih cepat dari kilat dan setinggi sejuta langit dijadikan satu. Tetapi kupu-kupu hanya bisa menempatkannya di pucuk pohon. tapi tak putus asa. Re dipaksa untuk menyusuri kelamnya gua masa kecil yang penuh lumpur. Ksatria lalu belajar pada burung gereja. Namun kalau Ksatria tak mampu mendarat tepat di Puterinya. Dan ia relakan nyawa itu bergantung hanya pada serpih detik yang . Tidak heran Freud tergila-gila. Sampai satu malam ada Bintang Jatuh yang berhenti mendengar tangis dukanya. Burung elang hanya mampu membawanya ke puncak gunung. lebih tinggi dari gunung dan awan. Ia relakan seluruh kepercayaannya pada Bintang Jatuh menjadi sebuah nyawa.

Re tak cepat puas. Tidak ada pengkhianatan... Cerita mengenai serdadu timpang yang jatuh cinta pada penari ballet. Bintang Jatuh menggenggam tangannya.. keduanya saling mencintai. Dingin yang tak terhingga serasa merobek hati Ksatria mungil. Ksatria yang malang. Untuk pertama kalinya ia menangis bukan karena jatuh dari sepeda atau pohon jambu. atau Oma yang tidak tahu. Bersinar bagaikan Orion di tengah kelamnya galaksi. 28 ksatria Mata Re berkaca-kaca.mematikan. "Inilahperjalanan sebuah Cinta Sejati. Sementara Sang Bintang mendarat turun untuk dapatkan Sang Puteri. Opa juga tidak. "tutuplah matamu. Suara . Ia pun jatuh hati.. "Berhenti!" Bintang Jatuh melongok ke bawah. Cerita puteri duyung yang akhirnya berubah jadi buih. Satu dongeng sedih yang tak sengaja kamu temukan. Memangnya aurora itu apa? Sebagus a pa pula dia? Neneknya menenangkan: Itu hanya dongeng. Ternyata tidak ada. Bukan karena digigit anjing atau semut rangrang. Sebagai balasannya. semalam suntuk. Re. di langit kutub dilukiskan Aurora. ia termakan sumpahnya sendiri. Ia menanyakan dongeng lain yang lebih sedih lagi. Ksatria. Untuk mengenang kehalusan dan ketulusan hati Ksatria.Sewujud nyawa yang terbentuk atas cinta dan percaya. Katakan untuk berhenti begitif hatimu merasakan keberadaannya. Dan ia merasakannya. Pangeran yang dicintainya pun tidak lantas direbut oleh si penyihir. tidak. berceloteh mengenai ketidakadilan cerita itu. Malam itu ia pun berkeluh kesah pada neneknya. dan ia pun melihat sesosok puteri cantik yang kesepian.. . namun hangat jiwanya diterangi rasa cinta. Dia jatuh ke api karena kehilangan keseimbangan. tidak. Lagi-lagi. Bagaimana mungkin ketulusan Ksatria dihargai hanya dengan aurora. Ksatria melesat menuju kehancuran." Melesatlah mereka berdua. ada kepedihan yang tak bisa dijelaskan. Sayangnya. Sampai akhirnya Oma terpaksa menceritakan puluhan dongeng yang berakhir bahagia." ia berbisik.. Masih banyak dongeng lain yang berakhir bahagia. Re tak cepat percaya. Dilepaskannya genggaman itu.

. Satu-satunya cita-cita yang ia ingat dan terus ia lakoni. Berawal dari satu getar sel abu-abu. Bagaimana ia ingin membalikkan kisah itu.kecilnya berkata lirih: Aku ingin jadi Ksatria. Itu dia kuncinya.. Oma meninggal.menjadi Ksatria. Rupanya Tuhan mendengar ikrarnya waktu itu. Kali ini ia harus membuat kisahnya sendiri. begitu banyak keterbatasan kata yang menghambatnya bercerita. yang mengajarinya huruf dan angka. Ia tidak sempat diajari untuk ingin jadi insinyur.. Lama-lama Rana menyadari jeda kosong yang tidak lagi wajar. membacakan untuknya cerita. Hasrat yang berlebih tanpa persiapan bisa berakibat fatal. Malaikat-malaikat berambut putih yang telah merawat dan membesarkannya. Tak termakan cinta dan percaya. Yang telah keluar dari kastilnya yang nyaman demi bisa terbang. Jadi pilot. Re menganggap kejadian itu adalah konsekuensi cita-citanya. dan mengajaknya berdoa. Tidakkah ada yang melihat? Betapa ketulusan bisa menjadi teramat konyol. Disusul Opa setahun kemudian. dan kehausannya akan kisah-kisah. Wajah yang satu ini mengundang kejujuran. Kemandirian. Mampu belajar terbang tanpa dibantu siapa-siapa. Atau jadi seperti Pak Habibie. Tidak. Membuat Bintang Jatuh benar-benar jatutr ke julang galaksi yang paling dalam. Oma lalu membelai rambutnya: Re yang manis. Percaya membabi-buta pada pihak asing bisa jadi senjata makan tuan. Ia ingin Puteri itu menyadari bahwa sang Ksatrialah yang terbaik. 29 Tak sampai setahun. cita-cita waktu kecil?" ia mengulang hati-hati. kita memang tidak pernah tahu akan bertemu dengan siapa hari ini atau esok . Strategi. Namun ketika ditanya: untuk apa? Re tidak bisa menjawab. ya. Tidak tahu kenapa. Dengan kisah yang sama sekali berbeda. Konon. Kapan-kapan saja. "Maaf.. Di usianya. umurmu masih sepuluh tahun. Yang mau mempertaruhkan nyawa sekadar untuk bertemu. tanpa bisa mengungkapkan. Kamu belum cukup besar untuk jadi Ksatria. Kalau kamu sudah gede. Oma. Bertahun-tahun ia telah memusingkan mereka dengan pertanyaannya yang tak ada habis.. Ia melihat itu semua. Re mendongak.

Saat itu ia belum sepenuhnya sadar. jadi ABRI. rumah milik bersama di real estat baru. pasangan muda." Rana menatap pria itu." Rana tak menceritakan bagian di mana ia benar-benar mabuk cinta. "Saya sudah menduga. "Sudah berapa lama?" "Tiga tahun. (Inilah saatnya sekawanan biola mengalun rnasuk) Rana mengangguk. lebih baik disuruh nikah cepatcepat. dan sambal botol keluaran pabrik mana. mendorong kereta belanja sambil bergandengan tangan di supermarket. Mabuk akan imaji cinta yang terwujud dalam bahtera rumah tangga. Dan di siang hari ini ia menemukan seseorang yang memaksanya kembali ke masa lalu. Hidup memang aneh. Banyak penjelasan dalam ketidakjelasannya. pertanyaan kamulah yang mengejutkan." Mata Re membelalak tak percaya. "Maksud kamu. begitu? Atau pendekar silat?" "Yah." Suara Rana mengambang seperti awan. jawaban pertanyaan ini pasti penuh kejutan. mie instan apa. Termasuk cincin emas polos yang melingkar di jari manisnya) Re baru menyadari keberadaan cincin itu ketika mereka pergi makan siang berdua.. Terutama mertua saya. waktu kamu masih 25 tahun? Relatif cepat juga ya.lusa. ya? Saya kok baru dengar alasan seperti itu. D aripada membuka kemungkinan berzinah." "Buat seseorang yang dari SMP sudah pergi sekolah ke San Fransisco. mungkin jadi hal baru. "Saya ingin jadi. Toh sudah pada lulus kuliah. "Kamu menikah?" "Iya. (Terlalu cepat. "Kamu punya waktu sampai makan siang kan?" Re bertanya. sudah bisa kerja." ia menjawab pelan. Ada intensitas dalam adu pandang mereka yang hanya dua detik» (Inilah saat suara piano akustik muncul sebagai ilustrasi) ksatrla Rana langsung salah tingkah. Dan masih betapa jauhnya ia dari cita-cita itu. sebenarnya ia tidak sendirian." Rana geleng-geleng kepala. Tak ada yang bisa disembunyikan." "Bagi saya. Ksatria. kredit mobil ditanggung berdua. "Bagaimana rasanya menikah? Menyenangkan?" Kali ini Re menyempatkan diri untuk . untuk ukuran modern yang saya tahu sekarang." "Berarti. katanya.. Ada alasan khusus?" "Orang tua.. "Oh.. berdebat soal deterjen merek apa. kira-kira.

.. jalan-jalan.menatap mata Rana yang nampak seperti gas helium. Nah. TAPI.. "Bukannya gitu?" Rana pun terheran-heran. "Cinta kan ." Rana benar-benar tidak suka pembicaraan ini. Rana? Karena menemukan paket all in one?" ^Kira-kira. well. masa kamu tidak ingin punya seseorang yang bisa bikin kamu nyaman? Seseorang yang bisa memasakkan kamu makan malam. "Itukah alasan kamu menikah. "Separah itukah?" Tawanya menghilang seketika.. Mengapung tanpa arah. "Dengan pekerjaan yang rawan stres. boleh juga. saya sendiri lebih sering makan di luar.. tidak seperti apa yang kamu bayangkan?" Rana menghela napas. "Mungkin itu salah satu alasan saya kenapa tidak pernah mau serius berkomitmen. Sorot yang tak berpijak." potong Re. tapi oke-oke saja. tapi tidak pernah diharapkan. diajak ke bioskop. kalau ternyata ada satu orang yang bisa menjalankan semua fungsi itu sekaligus." "Sebentar. saya tidak suka shopping. Dan saya pikir saya punya kemampuan independen untuk menciptakan rasa nyaman. karena saya sendiri tidak pernah punya hubungan serius. Kompromi di pekerjaan bisa dihitung harganya. hmm. tidak sempat?" "Tepat! Itu faktor utama.. "satu-satu dulu: pertama. Tapi untuk urusan hati. "Sepatutnyakah itu disebut parah?" Re bertanya sungguh-sungguh.. sisi yang sebenarnya pasti ada. Cuma saya selalu terkesan pada orang-orang yang mampu berkomitmen tinggi soal cinta. "Yaah. "Tapi. tidak terlalu mirip dengan apa yang saya bayangkan dulu. harganya tidak ternilai. saya pikir siapa pun setuju.. Untuk jalan-jalan atau nonton saya punya beberapa sahabat yang bisa diajak pergi." Nada bicaranya semakin mirip balon gas lepas." "Maksud kamu. Saya punya pembantu di rumah yang jago masak. "memang sih. di sanalah gunanya komitmen. "Banyak sisi yang ikut muncul. sebentar.1" Re tergelak." 3i Supernova "Sori." Ia tersenyum. tapi." ujar Re dengan ringannya." "Komitmen memang alasan paling bagus untuk berkompensasi. iya." Rana mencoba bersikap kasual. begitulah. shopping. mungkin tidak pada tempatnya saya bertanya-tanya seperti itu.

butuh pengorbanan," tukas Rana pelan. Ksatria "Lalu idiot mana yang menulis: love shall set you freeV. Tadinya saya pikir, cinta seharusnya adalah tiket menuju kebebasan, bukan pengorbanan. Agaknya konsep itu terlalu utopis, ya?" Lama mereka berdua terdiam. Terlalu lama, sehingga menyiratkan segalanya. "Wawancara yang sangat menarik, terima kasih. Bukti terbitnya akan saya kirim." Rana pun bangkit berdiri. "Tidak ada kartu nama?" "Oh, ya... sebentar," dengan sigap Rana mengambil selembar, menuliskan nomor telepon genggamnya, dan merasa lega. Ia ingin meninggalkan jejak. "Ini kartu nama saya." Re langsung menuliskan nomor telepon genggamnya. Rana benar-benar lega. (Inilah saatnya piano itu kembali mengalun. Mengiringi langkahlangkahnya yang ringan dan penuh sukacita) "Rana..." Gadis itu menoleh, bola matanya bersinar indah. Tak ada yang bisa memungkiri, ternyata di sanalah hati Re tertambat. Di sinar mata yang siap mendobrak kungkungan demi mimpi yang setinggi langit. Sinar mata yang mengingatkan pada dirinya sendiri. "Kamu anak bungsu?" "Kok tahu?" Re cuma tersenyum kecil, mengangkat bahu. Puteri bungsu dari Kerajaan Bidadari. Tak kusangka akan menemukanmu secepat ini. (Alunan biola kembali terdengar) Sampai sekarang. Re pun masih bisa mendengarnya. Tapi terkadang bunyinya amat sumbang. M engoyak, dan menyayat. Ia ingin tidur. n KEPING Keresahan yang Terabaikan Aku masih tidak mengerti/' Dhimas memandangi catatannya, "pria semacam Ksatria bisa mendapatkan siapa saja yang dia mau. Berarti, kalau sampai dia jatuh cinta, wanitanya harus luar biasa! Sementara yang kamu deskripsikan tadi masih biasa-biasa saja. Okelah, dia wanita karier, alumnus PTN ngetop, tampangnya lumayan, tapi itu kan tidak menjamin dia jadi sosok yang spesial..." "Justru itu," sela Ruben cepat. "Di sanalah misteri cinta, bukan? Ketika hati dapat menjangkau kualitas-kualitas yang tidak tertangkap mata. Pria itu melihat sesuatu yang lain..." "Sesuatu yang lain, heh? Nih, aku sudah bisa merangkum hidup Puteri.kita dengan mudah: lahir-TK-

SD-SMP-SMA-kuliah-kerja-nikah-punya anak-punya cucu-matidimakan cacing. Gejolak apa yang bisa kamu harapkan dari orang yang hidupnya tipikal seperti itu?" "Loncatan kuantuuum, Dhimaaas!" Ruben berseru gemas. "Tidakkah kamu lihat? Kita butuh tipikalitas itu. Kita butuh kejenuhan. Karena dengan demikian kita bisa menunjukkan ada sekrup kecil yang longgar: keresahan yang terabaikan." "Apa?" 34 kereaahan yang Terabaikan "My love, andaikan kamu bisa membayangkan betapa kompleksnya sistem pemikiran manusia/ mata Ruben menerawang, "dalam sistem sekompleks itu, cermin siap berbalik kapan saja. Order... chaos... semudah membalikkan tangan! Otak manusia hampir setiap saat berada di percabangan menuju bifurkasi. Satuu... saja turbulensi kecil, berasal dari kumulasi keresahan, akan membawa tokoh kita ke titik kritis yang bisa menjadikannya apa saja!" Maksud Ruben mulai terbayang oleh Dhimas. "Hmm, keresahan yang terabaikan, aku suka itu/ katanya sembari menggigiti ujung pulpen. "Satu masalah abstrak, yang saking abstraknya malah jadi tidak terperhatikan. Padahal sangat-sangat esensial dan berpengaruh hebat ketika teramplifikasi." "Bicaramu semakin mirip aku. Bagus!" "Jangan ge-er dulu. Siapa juga yang mau jadi wong edan kayak kamu." "Masalah apa ya kira-kira? Abstrak—tapi sangat esensial. Merabayangimu seumur hidup seperti hantu penasaran." Dhimas menyeringai. "Ayolah, Ruben. Kamu tahu persis itu apa." 35 KEPING Puteri TVengan kepala bersender ke kaca, ia mengamati truk-jj truk yang lalu lalang di jalanan. Membaca hampir semua plang toko yang terlewati. Tidak juga melewatkan billboard dan spanduk yang membentang di kirikanan. Kebiasaan yang tak pernah berubah. Sayangnya, kini semua itu tidak lagi bermakna, berbeda dengan mata bocahnya dulu. Rana tidak tahu apa yang hilang. Mata yang sama, manusia yang sama, tapi pandangan yang sama sekali lain. t;&gt;w£ Mobil itu berhenti. "Aku jemput jam tujuh?" suaminya, Arwin, berkata. "Ya, Mas. Kalau ada perubahan, nanti saya telepon." Ketika mobil itu

meninggalkannya. Rana masih tidak beranjak. Ia berdiri tegak di lobi, kaki menjejak ke tanah, tapi tidak demikian dengan pikirannya yang sibuk mencari... bertanya... di mana batas itu? Batas ketahanannya untuk terus bersandiwara. Ia iri pada dirinya yang dulu. Rana yang tidak sadar. Rana yang tidak terganggu dengan hidup monotonnya. Rana yang tidak keberatan memiliki hati dingin tanpa api. Rana yang tak pernah bertanya. Lihat bagaimana sekarang 36 Puteri pikirannya kewalahan mencari, mengais-ngais tumpukan dokumen usang... dan, oh, coba tengok apa yanq ia temukan: y y ia ^ Rana yang baru lulus kuliah Setelah lima tahun mengonsumsi ilmu teknik industri yang sama sekali tak diinginkannya itu, ia akhirnya terbebas dari utang pada orang tua, sekaligus menghabisi masa lima tahun mereka membanggabanggakan anaknya yang lulus UMPTN, masuk ITB, dan kuliah teknik. Kini Rana bebas memilih. Terjun ke dunia jurnalistik, jadi reporter, sibuk ke sana-sini dan bertemu banyak orang. Tapi, bukan ini titik yang ia tuju. Rana yang barusan sudah terlampau palsu. Luwes cuma karena polesan. Paling-paling pekerjaannya ini cuma pelarian saja. Pikirannya pun terus mencari... Rana pada awal usia 20 Ia bertemu Arwin. Pria santun dari keluarga ningrat berusia tujuh tahun lebih tua. Bibit, bobot bebet—dan luluhlah hati kedua orang tuanya. Entah luluh atau justru mengencang. Orang tua mana yang tidak ingin punya'mantu dan besan seperti itu. Punya ini-itu, saudaranya ini dan anu, temannya si pejabat A dan pejabat B. Awalnya semua memang menyenangkan. Bagaimana mungkin tidak kalau seluruh umat di sekitarnya memuja-muji setiap saat, berulang-ulang mengatakan betapa beruntungnya Rana dapat pria seperti Arwin. Dan tercucilah otak itu: 'ya, aku amat beruntung', 'apa yang kurang lagi dari Arwin?', 'senangnya didukung semua orang', 'senangnya melihat kedua keluarga sering bersilaturahmi', 'tunggu apa lagi?'. Dan terucaplah kalimat ijab kabul—agenda pertamanya begitu lulus kuliah. Sejenak pikirannya berhenti di hari itu... di resepsi pernikahan mewah dalam ballroom

Rana bocah Sekalipun sulit. total biaya mencapai ratusan juta tapi balik modal... berteriak-teriak sambil memegang stopwatch? Mengapa nilai pelajaran eksaknya harus di atas tujuh sementara ia tidak dapat pujian apa-apa kalau Bahasa Indonesia dapat nilai sembilan? Mengapa ia harus masuk jurusan A-l dan ditertawakan waktu bilang ingin ambil A-4? Mengapa ia harus hidup begitu lama dalam pembanding-bandingan.. ia tidak mengerti 37 kebanggaannya. Rana cuma diberi kertas dan pensil warna karena katanya ia masih terlalu kecil untuk mengerti. Tapi kemudian pikirannya mensinyalir sesuatu. Ayo mandi. ada jejak-jejak keresahan yang tak pernah terungkap: mengapa ia harus ikut begitu banyak les tambahan? Mengapa ibunya harus ekstra ramah pada guru-guru dan tak lupa menitipkan amplopamplop setiap pengambilan rapor? Mengapa ia harus bisa menari Bali? Mengapa ia harus ikut klub renang dengan ayahnya yang sering ikut berdiri di pinggir kolam. r&gt. Terdengar suara ibunya memanggil: 'Rana! Sudah sore. dan—lebih penting lagi-sederet orang-orang penting muncul. Entah berapa rol film yang dihabiskan untuk potret bersama.hotel.. Resepsi impian hampir semua orang: fasilitas kelas satu dari mulai makanan sampai penghulu. s&amp. dan Rana tetap tidak punya jawaban atas itu semua. ia dengan kakak-kakaknya. nanti ikut belajar ngaji sama mbakmu semua.Rana remaja -tf» Gadis belasan tahun yang aktif dan ceria. Ia teman menyenangkan dan murid yang baik. Harapan terakhirnya. Berhiaskan jilbab merah jambu mungil. . belasan tahun lewat sudah. sementara ketika foto-foto itu jadi.. tapi pikirannya berusaha keras untuk kembali. Sesampainya di rumah Ibu Haji. ia berjalan riang di samping kakak-kakaknya.. Jarang membuat masalah. semata-mata karena tipenya bukan tipe orang tuanya? Gilanya lagi.. Mungkin ia harus mundur lebih jauh lagi... ayo Nduk!\ Dan Rana kecil pun menurut. ia dengan anaknya si ini atau si anu? Dan mengapa ia tidak pernah boleh pacaran dengan laki-laki yang ia suka. bermain bebas di halaman belakang yang luas dengan mainan tertabur di rumput.

Tapi Rana yakin itu ada.. Ia mulai bercakap-cakap lewat huruf. dan dirinya yang polos masih mengindahkan hal semacam itu. Selebihnya ia cuma diam dan sekali-sekali mendengarkan.. Sampai akhirnya percakapan itu pudar. Tuhan'. Ia juga sangat baik. mendadak muncul seorang bapak yang membelikan buat anaknya tapi tidak ada kembalian. . baginya semua * itu adalah alunan bahasa asing yang konon bernama doa. Rana juga tidak pernah kesepian. atau burung yang hinggap di kepalanya begitu saja.' Rana pun terpesona.Dan Rana memang tidak mengerti. membaca semua tulisan yang terlewat. yang satu diserahkan begitu saja pada Rana. Yang ia tunggu adalah kuekue kecil yang keluar saat istirahat. Di benaknya tergambar muka Mork di televisi yang memanggilmanggil Orson. dan banyak peristiwa. kalau Rana mau bicara sama Tuhan. lalu tibatiba muncul sebuah truk yang bertuliskan "Hadiah dari Mama". Satu pelajaran baru pun didapatnya: Tuhan berbicara lewat banyak hal. pernah satu waktu Rana ingin sekali gulali tapi tidak bawa uang. tinggal ngomong saja langsung sama Tuhan. gimana caranya? Rana kan nggak bisa ngaji/ Ibu Haji pun menjawab bijak: 'Kalau buat anak sekecil Rana yang belum bisa ngaji. sering Rana tertawatawa dibuatnya. anak anjing yang tiba-tiba masuk pagar. Tanpa ragu ia bertanya pada Ibu Haji: 'Bu. Tapi sore itu ada satu keresahan hinggap. ibunya membelikan Lego sebagai kado ulang tahun. Dan dari sanalah kebiasaan itu muncul: membisu di dalam mobil.. Ia pun terbengong-bengong senang. Ketika ia belajar baca.. dalam hatinya ia memanggil-manggil: 'Tuhan. selalu saja Tuhan menemani. lalu terdengar jawaban dengan suara besar: 'Yes. akhirnya bapak itu memutuskan untuk membeli dua. Setiap kali ia ingin bermain. Rana pernah bertanya. Tuhan juga ikut jadi mentor. Sepanjang perjalanan pulang. pasti didengarkan. Dan benar saja. Nyaris tak terdengar. Dikirim-Nya tupai dari pohon. ternyata suara yang menjawab sangatlah halus. Dan mereka terus bercakap-cakap. Mork/ Di luar dugaannya. banyak mulut. Tuhan ternyata lucu. apakah ia akan mendapatkan satu set mainan Lego idamannya.

"Aku sehat. Kamu delegasikan saja sebagian. Mas.. kan? Kapan terakhir kali check-up ke dokter?" Rana lahir dengan klep jantung yang lemah. tapi kebiasaan.. Arwin paling risau akan hal ini. menunggu saatsaat tepat untuk mulai berbicara. Mas. Rana yang sedang berdiri di lobi Sekarang ia tahu apa yang sekiranya hilang. "Rana. Meja makan itu terasa lengang. Semakin ia beranjak besar. sampai akhirnya tibalah ia. Komunikasi di antara kita harus dijaga tetap lancar. Ya." "Kamu memang terlalu sibuk. Mas?* "Kamu kok jadi pendiam sih akhir-akhir ini? Ada masalah yang bisa aku bantu?" Rana menunduk lagi. Bari mulai pekerjaan rumah.tulisan tinggal tulisan tanpa makna. Dan tahun-tahun berikutnya ia habiskan dengan kegiatan 40 PuTKftj check-up rutin setiap enam bulan. Rana sudah pintar mengaji. di usianya yang ke-10 ia pun menjalani operasi pertamanya. "Ya. tapi tetap tidak tahu cara mendapatkannya lagi. Entah karena rumah besar itu hanya dihuni mereka berdua." panggilnya lembut." Itulah satu-satunya kesalahanmu. Al-Gur'an sudah bolak-balik 39 dilahapnya sampai berkali-kali khatam. Bagaimanapun. sih? Meliputnya harus malam-malam lagi. Itu kantor kan . Kok banyak sekali event yang kamu ambil. Bisakah kita kembali ke masa lalu dan tidak perlu menikah? "Kalau Mas ada salah sama kamu. Paling-paling capek sedikit. semakin banyak yang ia pikirkan.. tapi suara itu tidak pernah kembali.. "Kamu sehat-sehat. Suara-suara di sekitarnya selalu merongrong minta perhatian. Jangan dipendam-pendam. Aku jatuh cinta dengan pria lain. bilang saja. Bukan lagi percakapan yang terjadi. kok. Tak ada lagi waktu untuk menyimak keheningan. Ditambah karena mengalami apa yang disebut atrium septal defect (ASD). "Mas Arwin nggak ada salah apa-apa. jadwal les yang padat sampai ngobrol tentang koleksi barangbarang New Kids on the Block. ia ingin Rana cukup sehat untuk mampu memiliki anak.." dengan lebih lembut Arwin berkata. entah karena memang ada jarak yang tercipta. Arwin memandangi istrinya yang sedang menunduk menghadapi piring. tahun ini adalah rencana mereka punya momongan.

"Ibuku tadi telepon ke kantor. Bosan. J/ kemudia n menghirup kopi yang sudah entah keberapa cangkir." "Iya." Meja makan itu sudah masuk pusaran waktu di mana sedetik serasa seabad. Akan ada acara rame-rame di Puncak hari Sabtu ini. Bosan dengan adeganadegan sama yang berulang-ulang terus sepanjang tahun. "Aduh. "Bagian mana yang paling kamu suka?" tanya Dhimas.isinya bukan kamu tok. "Kenapa? Kamu ada kerjaan?" Arwin membaca perubahan wajah itu. Hasilnya. ragu. Mas. boleh? Re tidak ada acara apa-apa hari Sabtu ini. Memang begitulah proses bifurkasi terjadi. Kita kan tidak setiap hari ketemu mereka. Akan aku usahakan supaya lebih tidak kentara. Bosan menjawab pertanyaan 'kapan kita bisa gendong cucu?'. Jangan cuma kalau urusan kantor baru kamu mau stand-by 24 jam 7 hari penuh/ "Aku lihat lagi agendaku. Bosan. 41 KEPING Tanda Tanya Agung Ti engan puas Ruben meletakkan draft cerita itu di atas meja." Refleks. semakin besar intervensi lingkungannya. Aku capek membayangkan harus memajang senyum seharian. putaran itu bernama loop. ya? Ibubapakmu juga diundang. Ada dua jenis loop: negatif. mengardplifikasi. Waktu Puteri kecil. maka yang terjadi adalah loop negatif. Terima kasih untuk peringatannya." "Maksudmu?" "Efek arus-balik atau feedback terjadi karena sistem berputar kepada dirinya sendiri. Rana. Kamu berhasil melukiskan usaha penelusurannya dengan baik. Aku ingin menghilang seharian. "Aku senang waktu Puteri sedang merenung di lobi kantornya. Semuanya hanya berputar dalam pusaran itu. ya? Hmm. Akan aku usahakan. dan membanjiri Arwin dengan pertanyaan-pertanyaan. ia pun stabil . Rana pun mengangguk. Menggenangi Rana dengan perasaan enggan. Kita berangkat. yang menstabilkan sistem. Tidak ada yang muncul ke permukaan. sistemnya teramplifikasi." Kesibukanku mulai terlihat tidak wajar. kembali mengingat plot hidupnya. Bosan. "Manusiamanusia malang." ujarnya berseri-seri. Rana melengos. Tapi semakin dia besar. Luangkan dong waktumu sekali-sekali. yang sebaliknya. dan positif.

Wajahnya langsung tertekuk. Ruben mendecakkan lidah. terdiri dan sebanyak-banyaknya dimensi dan variabel yang dibutuhkan untuk menggambarkan skema pergerakan tadi.. ya. Puteri. "Atraktor adalah kode yang tinggal di sebuah ruang abstrak bernama phase space." "Aku juga suka waktu si Ksatria teringat dongeng masa kecilnya-deskripsi apik dari proses yang serupa Tapi aku masih tidak habis pikir. deh. Dhimas garuk-garuk kepala.. "Kadang-kadang aku jadi 42 bingung siapa yang sinting di sini? Kamu yang bisa menghubungkan klSah cinta ala sinetron dengan teori-teori sains gila itu." sela Dhimas ketus. " Dhimas tidak langsung menjawab." Dhimas tersinggung. Kisah anak-anak paling puitis yang. Sebuah buku cerita anak-anak kumal dengan sampul plastik keruh. dengan tawa lebar ia mengeluarkan sesuatu dari tasnya." potong Ruben cepat. "tapi sekarang ini aku lebih tertarik ke pekerjaan kita. "Kamu benar-benar punya bukunya?! Dongeng itu sungguhan ada?!" "Sekalipun dampaknya tidak sedramatis Ksatria.. Ia malah asyik menerangkan." "Thanks. "Oke." "Terserah. Ruben tercengang-cengang. gemas. cintanya pada si Ksatria adalah loop positif yang kembali mengamplifikasi segalanya. "Kedua momen itu—momen yang sudah kamu gambarkan dengan luar biasa itu—adalah saat mereka akhirnya mengidentifikasi the strange attractor!" "Mohon diperjelas. Ruben." "Ya. tetapi judulnya masih terlihat jelas: Ksatria. buku inilah awal ketertarikanku jadi pujangga... ha-ha-ha!" Ruben tertiwa penuh kemenangan. dan Bintang Jatuh." "Phase space?" ulangnya dengan penekanan. Tapi. bagaimana kamu terpikir mengaitkan dua hal itu: jiwa pujangga terkubur dalam sosok eksekutif muda? What a bizarre concept. atau justru aku si penulisnya?" "Kita berdua gila. Kamu harus membacanya.untuk sekian lama. Api kompor Ruben memang terlalu besar untuk mengindahkan. Hasilnya? Badai! Semua order yang tertata rapi sekarang tinggal seujung kuku dari keruntuhan.^Biasanya diukur berdasarkan posisiatau bisa juga . ya.. phase space adalah peta imajiner pergerakan satu benda.

Dia itu adalah.. terdiri dari dua variabel: C yang merupakan angka ..velocity. "Mandelbrot Set" adalah rumusan matematis yang diklaim sebagai rumusan terkomples dalam dunia matematika. Fraktal adalah pola dasar yang terdiri dari variabel terukur dan tak terukur—menjadikannya pola dasar yang tak berdasar. atau j uga dapat dikonotasikan dengan "fragmen"—pecahan. di sana pasti ada fraktal. dari level materi sampai energi. atraktor asing?" "Atraktor asing. atau. phase space adalah pemetaan segala kemungkinan. Dalam benaknya ada satu citra lewat seperti iklan televisi: peta fraktal Mandelbrot. sekalipun sopir-sopir bis sudah hafal luar kepala setiap belokan. Studi mengenai pergerakan sistem menggunakan phase space adalah cara untuk mengetahui mengapa sebuah sistem yang tadinya teratur bisa mendadak berubah jadi chaos. tapi perjalanan itu akan beda apabila ditempuh dengan pesawat. Peta yang sama tidak bisa dipakai lagi." "Misalnya?" m . Ruben tak dapat melupakan bagaimana takjubnya ia ketika melihat peta fraktal Mandelbrot—dikenal dengan "Mandelbrot Set"—yang jadi sampul jurnal Scientific American milik profesornya dulu. yang di dalamnya terdapat kode rahasia menakjubkan: strange attractor. Di mana ada sistem nonlinear. Dan seluruh kehidupan ini dipenuhi fraktal-fraktal. "Oh. . fisik juga mental. ini sangat meletihkan. Dinamakan demikian karena atraktor asing adalah elemen yang mengorganisir sistem dengan cara disorganisasi. ataupun turbulensi. Ketika para fisikawan modern menyadari kekurangan pendahulunya dan mulai memperhatikan apa yang tak terperhatikan.. Fraktal sendiri berarti ketidakteraturan. tapi yah.. chaos. Mengerti?" "Kembali ke strange attractor... arrgh." keluh Ruben. Gambar terindah yang pernah ia lihat sepanjang hidupnya. maka mereka pun mengenal fraktal. aku benci terjemahan. misalnya. terserahlah... bahkan faktor-faktor kecil yang bisa jadi titik kritis untuk tahu-tahu mencelatkan seseorang ke Yogyakarta. atau sebaliknya." Ruben mendadak berhenti. Nah. peta Jakarta-Surabaya.

" "Tanda tanya?" "Pernahkah kamu merasa kita semua terlahirkan ke dunia dengan membawa tanda tanya agung? Tanda tanya itu bersembunyi sangat halus di setiap atom tubuh kita." ada bobot yang ditambahkan Ruben pada jawaban finalnya.tetap.. dihantui. Untuk eksperimennya. miliaran bentuk dalam variasi lain.. Mandelbrot menggunakan semacam ilustrasi molekul yang terdiri dari bola-bola atom. gempa bumi. tapi.." "Tapi. Perubahan cuaca. sampai matahari yang terbit dan tenggelam. sehingga seolah-olah misi hidupnya pun hanya untuk menjawab tanda tanya itu. "Tanda tanya yang sama menggantungi setiap atom di semesta ini. dan Z yang variatif. namun ketika rumus Mandelbrot diterapkan dan gambar itu diamati lagi lebih detail. Ke mana pun kita berpaling. "Aku masih menunggu. "Atraktor asing itu adalah." "Ya...." KEPING "Reversed Order Mechanism11 T\ i dalam ruang kerja yang penuh dengan tumpukan J/ kertas dan buku menggunung. terdengar deru blower PC yang . mereka semua digulirkan oleh satu tanda tanya yang sama. apa yang sebenarnya yang dipertanyakan?" "Dirinya sendiri. Di dalam bentuk sederhana itu ternyata ada miliaran percabangan. bukan ekslusif milik manusia saja. Muncul kembali bahkan dalam skala pembesaran sehalus nano.. Kamu tahu. Seluruh semesta ini.... Tanda Tanya Aquno • Pada awalnya gambar itu terlihat sederhana. "tanda tanya." ujar Dhimas lagi.. kemunculan spesies baru di dunia flora atau fauna. sejauh apa pun kita berlari. sampai pembesaran miliaran kali. Pola pertama tadi/ si Atraktor Asing. lalu?" Dhimas masih belum menemukan relevansinya. kita akan selalu bertemu dengannya. bagaikan memori yang begitu keras kepala dan terus bertahan. Rumusan tersebut kemudian diaplikasikan pada sebuah pola geometris sederhana. Dhimas? Perasaanku mengatakan... maka muncullah kenyataan yang amat luar Masa.. namun yang menarik adalah: pola geometris pertama itu selalu ada. tanda tanya itu adalah substansi dasar yang mempersatukan kita semua. membuat manusia terus bertanya. Hanya ekspresinya yang berbeda-beda.

. atau tangan orang lain... &gt. Terlalu banyak. Seiring dengan malam yang makin melarut. ¦ . Andai saja lengahnya sebanyak gurita.Benar-benar mati. Ini dia produk Generasi X. "Ruben. Inbox-nya selalu penuh. kuman penyakit-. Mungkin dengan beneran mati saya akan menemukan makna hidup. Penuh lintasan pikir yang kegesitannya membuat RAM komputer mana pun seperti siput tua yang sekarat. Begitu banyak yang harus ia tulis. surat dari penanya terakhir muncul di layar komputer: Ketika saya benar-benar muak dan bosan hidup dalam Kematian ini v kadang-kadang saya berpikir untuk ¦engakhirinya saja. Dhimas &amp. dengan taburan buku yang tambah lama tambah banyak. s e n d &gt.makna hidupTidakkah Anda ingin menemukan makna HIDUP selagi Anda hidup? Itulah Kebahagiaan yang sesungguh nya.Supernova-i siapa menurutmu manusia abad inif Albert Einstein. Ruben Ruben masih duduk di kursi yang sama. kedua mata itu menyalang. "Reversed Oroer mechanism" Supernova i siapa menurutmu manusia abad ini f Pari sekian banyak patriot yang adai aku memilih Kurt Cobain. Ada sepasang tangan yang tiada lelah mengetik. Ia harus menulis berbagai macam artikel setiap minggu. Sambil tersenyum kecil. Dengan pendar monitor di wajahnya. Dhimas masih berkutat di depan noreooo/c-nya. tangannya pun bergerak: &gt. Tapi kenapa kematian yang ditentukan sendiri selalu dikecamf Kenapa mereka harus disalahkan? Saya tak henti-hentinya mengagumi orang-orang yang berani memilih untuk mati bagi dirinya sendiri • Bukan gara-gara takdir-. Melayani ratusan penanya setiap malam." "Lucu. Ada modem yang berkelip-kelip. Dan ia harus mengetik cepat. Terkadang tangan itu mengetik berjam-jam. ternyata mereka menggumuli hal yang sama.Hungkin dengan beneran mati saya akan menemukan &gt. hanya segaris tipis dari batas kapasitas. seharian. Sekalipun tampak bertualang di alam yang berbeda. Dialah yang memperkenalkan konsep yang menjadikan tindakan Kurt Cobain-mu tidak benar dan tidak juga salah&lt.menggerung halus. mengenai tokoh kita yang satu lagi.

prinsip semacam itu adalah bibit peperangan.." Dhimas mendengus. Karya kita tidak boleh sesederhana itu. "Bintang Jatuh merebut Sang Puteri." "Pria atau. Penuh kebajikan." Mendengar kata 'reduksionis'..." "Tidak terbendung institusi apa-apa. bukan properti siapa-siapa. Lagi pula. "Mari kita sajikan sebuah evolusi emosional. juga bukan protagonis. dan berhidung penggorengan. bertaring. Sama kunonya dengan pandangan para reduksionis-mu itu. dan bukan balas dendam. jangan bikin aku kecewa. Ia adalah teori relativitas berjalan. Boleh juga. Berarti seharusnya dia memang laki-laki." "Bintang Jatuh." "Bintang Jatuh?! Kok? Aku pikir Ular Naga. Beres!" "Ruben.... ya. Apa yang ia kira segalanya ternyata hanya satu dari lapisan multidimensi yang tak terhingga. tapi aku tidak bisa menuliskan tokoh jagoan yang bersisik." "Si Bintang Jatuh. di bifurkasi masa kecilnya ia ingin mengubah kisah itu. "Apa kata dongengmu itu?" tanya Ruben. "Aku sengaja menyebutnya Bintang Jatuh supaya sama dengan dongeng itu. organisasi mana pun.. itu tidak sejalan dengan konflik Ksatria. Tidak akan pernah mau ia disamakan dengan mereka.. tapi . dengan tidak membiarkan dirinya dibodohi si hidung belang Bintang Jatuh. tapi juga penuh kepahitan. api dibalas api." "Iya. apa pola yang muncul dengan rebut-merebut begitu? Balas dendam. Penuh kesan. Refleks emosi yang bergulir ke arah kedewasaan sejati. Ring a beli? Dan maaf. Mata dibayar mata. maka semuanya bakal gampang ditebak.. Manusia yang penuh paradoks. seseorang yang harus sepenuhnya mewakili area abu-abu.Aku juga sedang memikirkannya. Ingat. tapi dengan cepat melesat hilang. "Dengar. Nyaris altruistik.. Bukan tokoh antagonis." "Seperti apa. Ruben langsung diam." "Wanita?" Keduanya terdiam sejenak.Aku justru ingin meninggalkan konsep itu." "Dia adalah meteor di langit setiap orang. kan? Mengambil sang Puteri dan hidup bahagia selamanya. dia kira-kira?" "Dia adalah." "Aku mulai mengerti. Selera Ruben memang buruk dalam bervisualisasi. tapi kalau kita mengikuti dongeng itu seratus persen. Unik." tukas Dhimas gusar.

Mengerti maksudku?" "Aku tidak yakin. Seorang pelacur juga bisa jadi wirausahawati. nyaris impersonal.aplikasinya bagaimana. Dia adalah orang di level itu. pelacur. dia harus ada di posisi yang enak untuk menunjuk sana-sini. Seorang akademikus atau ilmuwan akan selalu berpijak pada bidang pengetahuannya saja. tidak terikat siapa-siapa.. dia tidak bakalan rela pikirannya diperjualbelikan. "Ini pelik. Tapi satu hal yang penting." "Reversed Order mechanism" "Yang harus benar-benar lain." "Sangat. tidak pusing soal materi. Tapi. karena orang-orang seperti itu biasanya malah tidak dibiarkan menikmati hidup. pengetahuan tentang dirinya sendiri di level yang paling dalam. tidak lagi pusing soal' fisik.. dia juga tidak terikat institusi atau organisasi apa-apa. Dia berpengetahuan tinggi dan menghikmati ilmu." Keduanya puri terdiam lagi. Ketika seseorang mencapai level kemerdekaan berpikir yang sedemikian tinggi.. maka ia pun dimungkinkan untuk mengejar pencarian lebih tinggi: aktualisasi diri. Satu-satunya yang layak didagangkan jadi cuma fisiknya saja. Seorang agamawan akan bicara soal klaim kebenarannya. kalau tidak ia terjebak di level materi dan fisik tadi. 9 Abraham Maslow adalah penemu konsep psikologi transpersonal. dia sudah kaya. apalagi disucikan. kamu ingat apa kata Abraham Maslow9?" cetus Ruben. "Itu pe-ermu belakangan." "Apa?!" Ruben sampai bangkit dari kursinya. Bintang Jatuh kita lebih baik seorang wanita. "Dengar dulu. Dia juga cantik. Apa. Tapi dia j uga bukan seorang suci. "Eh. Kita butuh pengamat murni. supernova katakanlah saking ." "Seorang." "Seorang politikus akan selalu berpihak ketika ia ngomong politik. ya? Wiraswasta?" "Sejenisnya." "Yang berarti. tanpa pretensi apa-apa.. ya?" Ruben langsung sibuk memikirkan teori-teori. Seorang pedagang akan selalu khawatir soal untung-rugi. yang didasari pada kerangka kerja idealis monistik (paradigma yang mengatakan bahwa otak dan pikiran berada di realita yang sama). Yang jelas." sambung Ruben. "ketika manusia sudah mengatasi semua kebutuhan dasarnya untuk bertahan hidup.

menjalani relativitas setiap detik? Kamu bisa bayangkan bifurkasi seperti apa yang pernah ia lalui? Amplifikasi sedahsyat apa yang telah meledakkan sistemnya?" Ruben geleng-geleng kepala. Dengan pandangan tajam mereka menantang ruang hitam di hadapan. manusia seperti apa dia. Putaran demi putaran.. Semua tahu itu. Ia mencari mata-mata lain. "Ya.hebatnya dia tidak perlu lagi mucikari. "Aku tidak bisa membayangkan.. mengantarkan keluar gadis-gadis itu satu demi satu.-"Tapi itu paradoks. bagaimana mungkin dia mau merendahkan harkatnya untuk jadi Pe ""itulah dia manusia paradoksmu!" seru Dhimas penuh kemenangan. Berjalan melenggok dengan gerakan yang sepertinya akan mematahkan pinggul setiap kali mereka melangkah. Namun selalu ada perbedaan menonjol'setiap kali peragawati satu itu muncul. Jangan memilah dengan dikotomi moral yang hitam putih. . "Kamu tidak boleh melihatnya dengan cara nandang orang kebanyakan. pikiran. Orangorang masih terkena demam milenium. Langsing. "Reversed order mechanism. Yang satu ini langsung menghunus.. Kalau dia bisa miku." Mendengarnya. Musik berambiensi misteri mulai menggema. jati diri. hidup dalam dua sisi cermin sekaligus. tapi juga seketika membelah. maka kenyataan pun berubah: ternyata pelacuran terjadi di manamana. Ia menjadi yang paling ditunggu-tunggu. Tidak hanya tajam." ujarnya perlahan. mengais-ngais alam khayali. menggantungi setiap atom.. bahkan jiwanya.. mekanisme pandang Ruben langsung ikut terjungkir. Coba pikir lagi Ruben. tapi tanpa aksi. Kelihatannya ia pun lebih menikmati hal itu daripada berjalannya sendiri. Hampir semua orang melacurkan waktu. Satu perbedaan yang sungguh tidak sederhana: pandangan matanya. Sorotsorot lain. Ia tidak mencari ruang kosong. Yang lain ibarat pajangan sederet pisau yang berkilau. bahkan ada yang setipis talenan roti. kamu benar Dhimas. -kamu BENAR!" "Ketika kita balikkan cara pandang-kita. Menelanjangi semuanya. Dan bagaimana kalau ternyata itulah pelacuran yang paling hina?" Panggung itu didekorasi warna perak. Tubuh-tubuh tinggi di atas rata-rata.

sedang membakar dirinya sendiri. saya malas bawa mobil. Dengan menyandang tas besar. Tapi ia memang sangat profesional. Tak mengenal istilah acara amal.." Adi. tak pernah ada yang terlalu suka dengan Diva. Belum lagi lidahnya yang sadis. "Taksi. "Diva. Jam makan siang. Hal yang lumrah baginya. Bagai polimer elastis ia juga amat mudah diarahkan. Tidak ada yang ramah dan menyenangkan dari mata-mata liar yang menjalari tubuh dan melalap kaki jenjangnya. Tak pernah mau dibayar murah. stage manager. oke?" "Sip." "Pulang dengan siapa kamu?" Diva mengangkat bahu. Sopir saya sakit. ia menerobos kerumunan orang yang tengah meliuk-meliuk—kumpulan lidah api. namun terlalu bosan untuk peduli. diiringi pandangan penuh tanya dan iri sesama rekannya. Malam itu. Tak pernah mengeluh dan selalu tepat waktu. Getaran-getaran pikiran kotor produk pengerdilan mental seperti itu memang tak henti-hentinya menodai udara. "DIVA!" Risty. ketinggalan melulu.." "Mau diantar?" Risty ." Gadis itu menoleh. Ia pun menghilang di balik panggung. Putaran terakhir. Hanya mau muncul untuk acara besar-besar. memberitahunya. Mereka semua seperti hewan buas yang seharian baru dirantai dalam kand ang sempit dan kini dilepas. Sejujurnya ia tidak pernah suka tempat seperti ini. Diva berjalan ke depan bersama sang desainer." Bintang Jatuh "Thanks. mungkin. Dingin yang mengerikan. Peragawati dan model papan atas. "Frans minta kamu yang mengiringi dia ke depan. Diva laku keras. tapi ia dingin. Namun ia juga seperti magnet yang akhirnya membalikkan semua kenyataan untuk berpihak padanya. agennya." "Detik terakhir?" "Detik terakhir.. Siapa pun tahu. "Sepatu kamu! Pikun amat sih." "Honor kamu bisa diambil besok.. tidak juga selalu judes. Diva merasakan gerahnya. Gadis itu dijuluki 'Si Pahit". berlarilari sambil mengacungkan kantong sepatu. tanpa tedeng aling-aling. dan majalah-majalah bona fide.Semua ingin menyerahkan diri untuk dipenggal mata itu. Tidak pernah terlalu ramah. Tak tahu cara menangani kebebasan." Adi mengangguk. "Kenapa dengan Nia?" "Frans berubah pikiran.

" Diva disambut seringai lebar. Saya duluan. Hari ini kantor saya bikin acara di Hyatt. sekadar jadi pembatas buku dari halaman-halaman waktu. ya? Saya sudah dijalan... Bahkan lupa kalau kita ada janji. Diva. Mengipas-ngipas lehernya yang kepanasan. Risty benar. terus terang saja. Tidak sampai lima menit. sayang. adalah salah satu obat yang dipikirnya manjur. "Kita beruntung." ujar Diva datar sambil menarik rambutnya ke atas. Ada untungnya juga saya ketemu kamu sehabis pentas. Supernova "Bagaimana s/iownya? Sukses? Kamu cantik sekali. memiliki dua anak. sudah tahu. "Jangan lupa juga besok siang. Mbak. Diva melihat itu dengan jelas. Dahlan semakin kebat-kebit. Saya capek. saya profesional. Terdengar suara pria: "Halo. Tunggu saja. Mana ada yang betah berlama-lama dengan gadis itu. Untuk itulah ia membutuhkan teknologi. alarm telepon genggamnya berbunyi. Tapi tenang saja. Sori. "Diva!" panggil Risty lagi." Lima belas menit kemudian.. tapi harus tetap dikerjakan. Saya cantik? Ya. Diva? Sudah siap? Apa? Di mana kamu. Mobil itu melaju makin kencang. "Hai. . "Hai. Menjepitnya. dan mengalami kehampaan hidup yang konon menurutnya tak terdefinisikan. "Tapi kalau mau. sebuah sedan built-up datang menjemput. ia memang pikun. tunggu saya membereskan urusan dengan orangorang di belakang dulu..." balas Diva pendek. Diva mengeluh. teleponnya berdering." "Nggak usah. Ada kepuasan di senyumnya. bernama Dahlan. Dia memang target empuk untuk diberi pekerjaan konyol: jadi juri kontes peragaan busana anak-anak yang disponsori agency-nya. tapi itu direct order dari atas. saya jemput. awal empat puluh. Teringat janjinya. Ada untungnya? Kayaknya enggak. langsung pergi.berbasa-basi." ujarnya dengan gerakan menunjuk langit. Namun ia terlalu malas untuk protes. beristrikan seorang wanita yang dipacarinya sejak SMA. Pemiliknya adalah seorang pria." Diva tersenyum cepat. di puncak karier. Sekeluar dari kafe itu." "Show-nya? Sukses. Lihat. Mengingatkannya akan sampah-sampah yang tidak pernah mau ia ingat.. atau Bung Dahlan. ya. Div. Itu namanya dikerjai.

apalagi kalau saya pasang murah. Kaum awam. "Oh. Satu montir Amerika seharga 60 montir Cina. siapa yang punya stok manusia paling murah? Soal kebijakan politik dan kawan-kawan bisa diatur kemudian. maka harus berbasis mesin. kok. "Coba bayangkan. Sayang fee kamu mahal sekali. setidaknya ." Dahlan menunjukkan kunci berbentuk kartu plastik. Tidak terbayang repotnya seperti apa. oleh konsumen. Dahlan berbaring santai dengan selimut yang membungkusnya dari pinggang ke bawah. "Marx pasti sekarang sedang meringis di Uang kuburnya. Pendapatan satu bulan pekerja pabrik otomotif di Malaysia sama besarnya dengan pekerja di Illinois satu hari. Sementara untuk apa buruburu menanamkan kapital sedemikian besar untuk mesin? Kapabilitasnya berkompetisi bisa kedodoran duluan. Dan jangan lupa magic spell-nya: dari konsumen.." "Jadi. Diva. boleh dibilang institusi negara tinggal aksesori. Itulah perbandingan paling baru dari harga manusia. menghadapi orang-orang seperti kamu. Kapitalisme sudah menciptakan format demokrasinya sendiri." Tawa Dahlan semakin keras. Sama sekali tidak nampak tersinggung. Kalau lokasi pabrik di Jepang. Jadi." Diva berceloteh sambil menenggak minumannya. "Aku kangen kamu. Pak. "Muntahan kantor saja bangga. kotoran hidung yang masih menganggap dirinya Grand Canyon. Tapi. Dengan pertama-tama membuat transisi kedaulatan dari negara ke perusahaan transnasional. yah. Diva! I love you!" Kasur pegas yang empuk itu akhirnya beristirahat setelah rrrenandak-nandak beberapa jam yang lalu. "Pergerakan produksi akan selamanya berputar di isu yang sama: mana yang lebih murah? Mesin atau manusia? Jawabannya masih sama: manusia. Diva mengambil air mineral dari kulkas. Satu pekerja Perancis sama dengan 47 pekerja Vietnam. maksudmu?" "Atau tepatnya." Dahlan tergelak. Memakai jubah handuk. Manusia kebanyakan." "Mahal saja banyak yang kangen. intinya. Sesudah itu mereka berdua hanya berbicara.untuk konsumen.apa yang saya dapat." ia terkekeh. soalnya Bintang Jatuh manusia di sana mahal. Tidak diumumkan di brosur saja.

Apa. saya bukannya sebal. Memangnya klien kamu nggak ada yang pejabat?" tanya Dahlan setengah menggoda. Uang tidak bisa berpuisi. saya melayani kebutuhan mereka. "Banyaklah. ya? Tidak ada namanya." "Kamu paling sebal dong dengan orang-orang pemerintahan. sekarang juga. Anda ini sebenarnya warga apa? Warga Indonesia atau Siemens?" "Indonesia. saya membuka lapangan kerja. Tidak. Saya hanya mau berdagang dengan orang-orang seperti kalian. knock! Hello?" Lamalama Dahlan ikut tertawa. dan tetek bengeknya. Saya bayar pajak. di sini. Sadis amat.." Diva mulai membereskan barang-barangnya. di depan mata wargawarganya yang belum sadar dan dijaga untuk tetap tidak sadar itu. Saya bisa bayar seorang seniman dari TIM atau mana pun untuk berpuisi." "Coba jawab." "Oh." "Kamu sendiri warga apa. sudah masuk museum dalam kamus saya." "Ha-ha-ha. yang sekadar ikut etika setempat. Bahkan lebih keras. bangsa. Diva darling?" "Warga semesta. ya? Apa yang sudah Anda berikan bagi negara ini?" "Banyak. "tapi itu tidak berlaku buat saya. Tapi kamu pikir itu nyata karena mampu mengadakannya secara fisik. Diva. Entah sampai kapan. sih kamu." "Bullshit. Itu delusif namanya. apakah Dahlan si pemberi teknologi tadi masih ada? Anda ini siapa sih sebenarnya?" ia bertanya kocak. tentunya. Kamu mengira bisa membeli sesuatu yang sebenarnya tidak dijual. Dan terlalu naif kalau saya tidak . Negara. berarti saya juga sama sebalnya dengan kamu—orang-orang korporasi internasional.negara harus tetap kelihatan punya peran." Diva menatapnya geli. "yang barusan ngomong itu Dahlan atau perusahaan Siemens?" Dahlan terdiam. Baru saja kamu tunjukkan.. "Kalau Siemens bangkrut dan lenyap dari muka bumi. Kita cuma berdagang di sini. "Knock." "Itu dia." Tawa Dahlan kembali berderai. "Gleiche Arbeit. dong. "Diva. Kalian tidak patut diberi apa pun cuma-cuma. karena kalian sendiri cuma bisa bicara dengan bahasa uang. Pak. Apalagi suka. Tapi kalau saya sebal dengan pejabat. gleicher Lohn10—kata Helmut Kohl-mu. saya memberikan teknologi yang bisa dipakai orang-orang di sini.

tidak tersendat-sendat seperti saluran m amp e t. makanya saya tidak mau bekerja seperti kalian.. Apa yang kamu perdagangkan buat saya tidak seharusnya dijual. Gerakan ini jauh dari berhasil karena bagaimanapun berlaku arbitrase upah buruh di seluruh dunia. yakni penyetaraan upah buruh di Jerman Barat dan Timur.. diperjuangkan salah satunya oleh Helmut Kohl." "Jadi kamu percaya UFO?" "Kalau kamu pikir kehidupan lain yang saya maksud hanya berbentuk piring terbang dan makhluk-makhluk cebol. yang masih murni. Padahal dua-duanya sama-sama air!" ujar Diva keras..." panggil Dahlan lembut. kita sama-sama berdagang." "Div. Pikiran saya harus dibuat merdeka. "Justru karena saya lebih pintar dari kamu dan CEO kamu. "Kamu memang susah dimengerti. Yang saya maksudkan dengan kehidupan adalah HIDUP. "kadang-kadang saya pikir *° "Same work." "Mungkin kamu yang terlalu ndableg. energi. Apa bedanya profesi kita? Sudah saya bilang. kamu salah besar. kamu lebih pintar dari CEO saya. Itu sama saja dengan air comberan yang terheran-heran melihat air laut.. Membuktikan bahwa nasionalisme seringkah tidak berkutik apabila dikompetisikan dengan prinsip ekonomi.... Lalu kenapa harus berprofesi seperti ini? Dengan otak seperti itu kamu bisa mendapatkan jabatan yang lebih bagus daripada saya. dan ini merupakan isu terpenting bagi pasar di a tas segala-segalanya. Komoditasnya saja beda. Jerman tidak mungkin sepenuhnya bersatu apabila masih ada ketimpangan upah tenaga kerja." Dahlan mengernyit bingung. Prinsip arbitrase akan selalu unggul karena menjanjikan harga paling murah. Toh. "Saya tidak peduli dengan format fisik.percaya ada kehidupan lain selain dunia yang kita lihat ini. Dan kali ini komoditasnya adalah tenaga manusia. berdagang pun saya tidak sembarang." Wanita itu tersenyum mencemooh." "Jadi karena itu tarif kamu dolar?" potong Dahlan sambil terkekeh. Di kampanye tersebut Kohl menyatakan. same pay": sebuah slogan dari gerakan nasional di Jerman pada awal 1990-an. Vitalitas. Ia meraih tas kantornya. dan mengambil amplop .

dan mengisap semua orang untuk masuk ke dalamnya. Betapa kota ini tidak pernah istirahat barang semenit pun." "Jangan lupa minggu depan!" "Kita ada janji lagi?" Diva mengerutkan kening." "Jangan munafik. Semua tawa beralaskan derita lama. dunia begitu usang dan pengap bersimbah peluh. kamu menikmati dua-duanya. tanpa menyentuhnya lagi. Penat. different pay. Dan tangan itu—tangan tak nampak yang menggerakkan semua orang untuk bangkit dari tempat tidur lalu memeras keringat—masih bergerak menyapu semua sudut kota. Wanita itu pergi begitu saja. same work. Tangan yang sama mengantarkan mereka kembali ke tempat tidur dengan beban dan mimpi gelisah." Diva menukas ringan. dan semua tangis berawalkan tawa yang melapuk.yang sudah ia siapkan.. Tangan tak nampak yang akan menggebuk siapa pun yang kelihatan 57 bersantai dan tak ikut irama. Diva menghela napas panjang. Hingga akhirnya diajarkan di sekolah-sekolah. Yang jelas. Tapi terkadang Diva merasa dirinya sendirian. "Gleiche Arbeit. Menyerahkannya pada Diva. Seolah-olah ia memiliki dimensi waktu sendiri. masih bisa dirasakannya lamat-lamat vitalitas itu. "Oh. Diva mene'kuri jalan dengan hampa. "Tahu tidak? Sebenarnya ngobrol dengan kamulah yang layak menjadikan malam ini begitu mahal. kan?" Diva siap pergi. kemudian mengecek daftar alarm di telepon genggamnya. Baginya. mereka masih berani-beraninya menyebut diri manusia. dan main kucing-kucingan dengannya. Ia sadar betapa berat usahanya . iya. dunia mengira dirinya tumbuh berkembang. Yang lain teraup begitu rapi. versehiedener Lohn. Bandul waktu memacunya untuk menjadi robot yang bekerja nonstop. Dengan poros berkarat yang tak pernah diganti. Di dalam taksi. Tak ada lagi yang baru di sini.. kehidupan itu." gumamnya pendek. "Bye. Semua begitu cepat berlalu bersama sang Diva. bekerja begitu mekanis. Adam Smith11 melihat tangan itu. Mengapa hanya ia yang masih melihat tangan itu. Dan ketika matahari terbit nanti. Untungnya. Kini Dahlan kembali terdampar dalam padang waktu yang bergerak lamban. Itu baru prinsip saya.

Belum apa-apa. "Mbak Diva!" Seorang wanita dengan kartu panitia bergantung di leher menyambutnya. dan langsung duduk di tempat yang disediakan. dan memperkenalkan perdagangan bebas serta interfensi pemerintah seminimal mungkin. Aduh. Melawan kematian ini. harga. merasa jelek. Bu. saya Ibu Tetty. Oh ya. perlombaannya sebentar lagi dimulai. Kenalkan. bintang jatuh Seorang pria berkaca mata mendadak muncul dan menyuguh kan tangan. Di atrium. "Makasih sekali sudah datang. Mendadak siang itu ia merasa jabatan juri lebih penting daripada presiden. distribusi. Silakan. Mbak Diva ternyata lebih cantik aslinya. make-up diperuntukkan bagi perempuan-perempuan yang beranjak jelek. Di tengah-tengah mayat-mayat yang tak sadar mereka telah mati." sahut Diva datar. Hiruk-pikuk. haloo. Ia memandangi wajah-wajah cilik itu." Diva hanya tersenyum sopan. Wajah mereka semuanya dipulasi make-up yang seharusnya tidak ada di sana. Ini anakanak asuhan saya semua lho. Suasana mal di akhir pekan selalu memberikan sensasi terbakar di sekujur tubuhnya. Mbak. nama saya Hari. dari Yayasan Bina Ceria. Diva melangkah masuk ke dalam mal. memberikan berbagai terobosan daiam masalah perburuhan. Gerah luar biasa. saya jadi juri tiga. Tapi bukan anak-anak ini. ya. juri dua. upah. Mbak. "Mbak Divaa. Menurutnya. "Selamat sore. dan karyanya menandai titik balik kehancuran merkantilisme dan mulai tersebarnya konsep laissezfaire.untuk menggeliat dan mencoba hidup. Bagi mereka itulah patut ada usaha ekstra. Diva sudah ingin pulang. Mbak. atau tepatnya. ." 11 Bapak Ekonomi Dunia asal Skotlandia ini dikenal karena pemikirannya menjadi tonggak perekonomian modern. Diva memandangi kaki-kaki kecil mereka. Dentuman house mix lagu anak-anak saling berburu dengan suara manusia. Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nation (1776) adalah bukunya yang paling sohor... ya?" "Memang. Kepolosan yang hari ini akan dicorengi ambisi untuk menjadi yang paling cantik. panggung itu berdiri dengan dekorasi bak kue tart murahan. Persis seperti di dalam rumah lebah.

Menari. dan jaket bermotif kulit binatang. ia . Anak-anak itu melangkah. Tertawa terbahak-bahak. Bahkan sekecil mereka sudah belajar berdandan seperti tukang jagal. Seharusnya mereka berlarian telanjang sesuka hati. anak yang diklaim paling jelek hari ini mungkin akan menjadi top model di usia 20. Seharusnya hari ini menjadi pesta sukaria bagi mereka. dan berpose dengan senyum artifisial. Seorang anak dengan kuncir setinggi menara berjalan ke arahnya bak peragawati profesional. berputar. Matanya menantang. Menjadikan para panitia di sekitarnya mulai berbisik-bisik curiga. Ketika perlombaan dimulai. Sesekali mereka melirik ke arah orang tuanya yang sama cemasnya. kali ini dengan "persenjataan" lebih lengkap. Diva hanya melipat tangan. belum lagi syal bulu yang dilambai-lambaikannya genit. rok supermini. tingginya mandek di usia 15. Oiva sungguhan cemas akan apa yang ia lihat. mengerlingi para juri. Terjatuh. mencemaskan Ketua Juri mereka yang tidak menulis apa-apa. Diva tahu itu semua. tapi tak peduli. pemenang hari ini mungkin berubah pikiran dan jadi peneliti di LIPI. Lebih direncanakan. Mereka tak akan mengerti kecemasannya. bersandar pada kursi. bolpoin dan kertas berisi kolom penilaian tak disentuhnya sama sekali. mengirim mereka kembali ke berbagai perlombaan. takut-takut anak mereka lupa hitungan langkah atau pose yang sudah dilatih berhari-hari. tank top. Lebih dibuat-buat. Sebagai aksi penutup. Begitu juga dengan Ibu Tetty dan Hari yang saling lirik-lirikan. memandangi tiap anak lekat-lekat. berusaha meninggalkan kesan di sana. Bajunya berwarna menyala seperti stabilo. Menang akan apa? Untuk kemudian beberapa anak menjadi minder dan merasa dirinya jelek? Lalu kedua orang tua mereka setengah mati berusaha menghibur. Bermain tanpa aturan. kesempatan untuk bertemu temanteman sebaya sebanyak ini. Segala probabilitas dan ketidakpastian hidup tidak memberinya sedikit pun alasan untuk memilih pemenang. Anak-anak ini mungkin akan jadi gembrot di usia 17.Rata-rata memakai sepatu boots hak tinggi.

Sebenarnya hari ini tidak ada yang menang.. Bu. "Luar biasa. Semuanya berseri-seri.. dan sudah beli bajubaju mahal untuk kalian pakai. ya anak sekarang. Di tangan Kakak sudah ada pengumuman para pemenang fashion show dari kedua kategori. lho. Diva kembali angkat suara: "Adik-adik yang manis. ya. Percaya sama Kakak. Mereka bertiga pun disuruh rapat. "Punya saya--dilihat belakangan saja. biarpun nanti kalian bisa jadi gendut. nanti kalian juga bakalan bosan jadi orang gede. pendek. mereka pun berteriak kagum. Suara tepuk tangan meriuh." Hari mencondongkan badan. Kalian sekarang semua lucu dan manis.. "Selamat sore adik-adik semua. Kakak mulai. berbisik padanya. Hari sibuk menjumlahjumlah." "Ya sudah! Beres kalau begitu!" Diva langsung menyambar kertas tersebut. "Bu Tetty. Bermain saja yang puas. Teman-temanmu yang di depan ini dipilih karena merekalah yang paling pintar meniru orang dewasa. "Nanti kalau sudah sampai di rumah. Nggak usah pakai sepatu tinggi. Total ada 17 peserta. Diva menelan ludah. Kalau adik-adik mau cantik.. nampaknya hasil penilaian kita sama. Dan mereka terpaksa dipilih karena papamama kalian sudah bayar uang pendaftaran. Kontan penonton kaget. Baik. bapakbapak dan ibu-ibu. berapa jumlahnya? Kalau aku sih suka sama yang no. Ini cara terbaik untuk mengeluarkan makan siangnya. adik-adik jangan lupa untuk terus bermain. Kakak punya . Kalau Mbak Diva gimana?" Bu Tetty nampak masih bersemangat. "Kalau boleh. Setelah semua lengkap berkumpul. dan tidak ada yang kalah. saya yang umumkan?" Bintang Jatuh Di panggung itu Diva berdiri. seolah-olah mencium mereka semua. Kemudian ia memonyongkan bibirnya centil.mendadak meliuk seperti ular." jawab Diva kalem. jangan tunggu dikasitahu orang. Ia harus memuaskan para orang tua yang telah membayar mahal untuk klub ciliknya. 11 itu. ya. 17 obat pencahar yang kalau sampai •ditambah lagi niscaya akan menguras total isi lambung. dan jerawatan." Satu per satu pemenang yang dipanggil naik ke atas pentas. apalagi pakai-pakai lipstik mama. "Gimana Har.

mencari kekuatan. Di antara semua orang yang mengejeknya aneh dan jelek. Disusul merosotnya bawang merah. Selama-lamanya. Badut-badut di pinggir panggung menghentikan aksinya. Para orang tua saling berpegangan tangan. kalian semua pasti akan cantik-cantik. Dan lihatlah ia kini. Kakak jamin. Sementara wajah itu tidak berubah. mendadak senyap. Diva memasuki rumahnya. Ia selalu begitu ketika ada sesuatu yang menggairahkannya. Ini bukan hasil pujian kiri-kanan. Pak Ahmad. yang mendengarkan dan mungkin mengerti. Begini caranya. Ia memikirkan anak-anak tadi. tanpa perlu banyak usaha lagi. Kentang meluncur drastis. Mungkin ia telah memperbaiki sesuatu dalam konstruksi berpikir mereka. begitu. "Pulang langsung. Kol membanjiri pasar. melainkan usahanya sendiri untuk tahu dirinya cantik. Para panitia menundukkan kepala cemas. Langsung menuju pintu keluar. masih menggigiti bibir. Badannya yang sudah membentuk kurva-kurva ketika tubuh teman-temannya masih kotak. Pembawa acara kehilangan kata-kata. Wajah tirusnya yang seperti orang kelaparan. adik-adik pergi ke cermin. Sampai kapan pun. Anak-anak mendengarkan dengan mulut menganga." Sepanjang jalan. "Langsung.mantra ajaib. Rambutnya yang lurus dan membosankan. Acara mereka hancur sudah. Sama sekali tidak terpengaruh gejolak hebat di sekelilingnya. Kakinya yang terlalu panjang menjadikannya tak pernah kebagian jatah sepatu ketika boks-boks sumbangan datang ke Panti Asuhan. Diva menggigiti bibir. Semoga saja mereka mengerti.. Diva turun dari panggung. Terung menjadi . Semua tumbuh dengan sendirinya. Dengan langkah tenang dan anggun. Tahu. Amin! Ngerti semuanyaaa?" Atrium yang tadinya bising. Pak. Radio RRI—berita—harga sayur-mayur. dan bilang begini: 'Saya cantik—saya cantik—saya—cantik'. hanya satu yang sanggup berkata lain: dirinya sendiri.. Cabe keriting merangkak naik. Non?" sopirnya. Semoga saja. Diva teringat akan tubuh tingginya yang seceking kelingking. bertanya. sementara rambut teman-temannya mekar seperti kembang sepatu.

untuk kemudian mereka ambil secukupnya. menggenggam botol semprotan berisi pupuk cair. Sementara petani bertahan matimatian untuk hidup. Buah dan sayuran hadir di sana bintang Jatuh diakibatkan kebanggaan petani yang berhasil membesarkan. saya cuma mau ajak kamu makan malam. Padahal di dalam tanah sana. Tomat tak pernah keberatan buahnya dihuni ulat. "Ya. "Kamu beruntung. Diva membuka dafta r alarmnya. Air liur pria itu langsung terbit begitu melihat Diva melangkah keluar dari pintu.primadona. jadwal saya kosong. Tanpa bisa memutuskan mana yang lebih merangsang: baju berbahan lycra warna hitam yang melekat seperti kulit kedua. Sirkus komoditas." Teringat pohon jeruknya yang baru berumur enam bulan." Tawa Nanda kembali terdengar dari ujung sana. Tidak lebih. "Diva. halo?" "Hi." Ucapan pertama Diva mengalir tanpa beban. "Saya lapar. "Kamu ternyata memang pemboros. salah satu kliennya. kening Diva langsung berkerut. Kelebihan hanya akan mengakibatkan keindahan itu busuk dan siasia. Tak ada yang ingat kapan terakhir menanam karena suka. Diva pun mengecilkan suara radio. Diva pun menuju taman belakang. semua berjalan tanpa gejolak yang dibuat-buat. melengos. Mendengarnya. Jemput saya jam delapan? Bye. Fee saya yang masih kurang mahal atau kamu yang mulai nagih?" Nanda tergelak." "Lebih juga nggak apa-apa kalau memang dananya ada. Sanggup makan kamu hidup-hidup. Pergi menuju pasar dan mendapatkan segalanya dengan cuma-cuma. "Memangnya kita punya janji?" tembaknya langsung. Jahe dengan stabil berjalan meniti tali harga. Sekadar merawat kehidupan berwarna hijau yang menembusi lapisan-lapisan tanah. Ia amat menyukai selera humor Diva yang sadis. juga tak berbuat apa-apa bila dilekati pestisida." Mendengar suara Nanda. untuk hidup kembali. Mendapatkannya bagai oase di tengah padang basa-basi. jujur saja. "Bisa dibuat sekarang?" Diva tertawa. babe. Ia rela mati. Telepon rumahnya berdering. Nanda benar-benar berjuang menahan tumpah air . atau sepasang mata yang menghunus tajam seperti samurai haus darah.

"Kamu sinthiiing. Bedanya. sekaligus pelajaran pertama mereka untuk jadi konsumtif. Mereka mengambil tugas sebagai pendidik sebelum berhasil mendidik diri mereka sendiri... dengan mertuaku. Saya hanya sebal dengan orang-orang yang menjadikannya excuse.'" Kalimat Nanda menyembur-nyembur di tengah gelakan tawanya. Diva menyatakan tegas bahwa tubuhnya terbebas dari sentuhan sekecil apa pun. sampai ada kesepakatan. Sampai ada pembicaraan nominal. Ia lebih butuh Diva untuk hal yang lain. Itulah hari ketika ibu-bapak bermain Barbie dan Ken. Atau bisa juga. Kalau istriku sih sering. Bagaimanapun Diva seorang profesional." "Hei. Nanda tidak mau merusak malam ini dengan buru-buru membicarakan soal itu. enak bener ya jadi kamu." balas Diva tenang. tidak perlu membela diri. main Barbie dan Ken adalah kompensasi dari repotnya mengurus anak. padahal itu justru karena mereka tidak tahu cara lain." "Kami berdua memang sepakat. sama seperti dirinya. semuanya tak akan sama lagi. "Coba.liur." "Kamu memang luar biasa kejam. bukti pada khalayak umum bahwa mereka telah membesarkan anaknya dengan baik. siapa yang memutuskan untuk memiliki anak di antara kalian Bintang Jatuh berdua? Jujur. "Kamu yang luar biasa buta." "Tenang saja. Setengah jam yang lalu restoran itu menutup pesanan terakhirnya." Nanda mendecakkan lidah. sinthiing!! Kamu bilang begitu di depan orang tua mereka?. Para pelayan berdiri tabah dalam ketidaksabarannya. sayang. menatap kedua orang yang tak kunjung beranjak itu." "Apa yang salah dengan itu semua?" sergah Nanda. mal di akhir pekan adalah hari eksibisi balita kelas menengah. boneka mereka adalah anaknya sendiri. Begitulah jadinya. Tapi yang jelas. "Tidak ada. Yang jelas. orang sinting yang bisanya cuma ketawa-ketawa sambil bilang orang lain sinting. Karena begitu itu terjadi. sama seperti anaknya. "Ngomong-ngomong. Aku tidak mengatakan kalau itu dosa. orang tua kami tak sabar menggendong . asalkan mereka sadar dan tidak munafik. Lima belas menit lagi menuju tutup total. tapi aku tidak pernah bawa bayiku ke mal.

Ketulusan bukan ketulusan lagi kalau kita mulai memperjualbelikannya. dia pasti bakal didominasi kakekneneknya.. langsung pindah tangan! Sialan! Ha-ha-ha!" "Sudah ah.. kok jadi beban. Kita sama-sama harus begitu untuk bertahan di dunianya tukang dagang.. wajah Nanda malah makin berat. Saya memang punya dagangan. "Saya masih belum gila." Pria itu seketika mendongak. daripada. nanti malah nggak dapatdapat. saya lebih suka membayar kamu untuk makan malam seperti tadi. "Mereka nggak tahu. nggak usah berlagak waras dengan pasang muka begitu.. Untuk kesenangan sendiri saja. ternyata kelakuan anaknya masih seperti bayi. "Kamu serius?" Diva melirik. Sekalipun kamu sudah. jadi orang sinting itu harusnya gampang. Eeh.." Mobil itu memasuki pelataran parkir hotel. begitu giliran kencing. "Jangan jadi beban. ditandai suara deru ban yang berkumandang tanpa iringan musik atau obrolan. anak bawa rezekinya sendiri**" Diva terkekeh. siap bangkit.." Diva berbenah.. . e'ek. Dan belum ada rencana ke arah sana juga.. Mungkin ini kedengarannya bodoh. Putaran ban melambat ketika mendekati sebuah hotel. karier bisa diatur. kamu tidak tahu sebenarnya siapa yang menghibur siapa.. sebuah kesenangan. Tapi jangan cemari satusatunya jalan pulangmu untuk keluar dari semua sampah ini. Katanya. Muka Nanda tertekuk.. daripada. Diva agak terkejut melihat sorot seperti itu untuk pertama kalinya keluar. "Sedari tadi. pakai ditambah bayi sungguhan pula." Mendengarnya. kalau saya harus mengeluarkan uang untuk. "Diva. ah. Tak lama kemudian jip mewah itu kembali melaju di jalanan yang melengang. kamu tahu sendiri. biarpun sebenarnya kita tidak. "saya pikir benar-benar cuma makan malam. sama seperti kamu. diiringi embusan napas lega para pelayan. Ada yang bergolak di dalam sana." Mereka berdua pun berdiri. capek. dan berhenti di sana." ¦ Diva menggelengkan kepala.." "Dan kalau anakku lagi lucu-lucunya.. pelan. Nanda. tapi saya ingin kamu men-charge saya malam ini. sih? Sudah saya bilang. Jadi. Sunyi. "Hidup kamu itu gimana.cucu. jangan ditunda-tunda.

Non. jangan sampai kembali ke Kramat Tunggak. Usianya sudah lewat 50 tahun. Nanda mendekap lembut tubuh Diva yang tergolek polos—mumpung ia masih punya hak melakukannya. "Aku suka sindiranmu itu. Diakhiri suara kunci mobil berputar. Sama sekali. Pak! Atau lagi ada proyek pendidikan yang bisa dicatut?" f "Pendidikan sekarang sudah jadi bisnis. "Halo. cantik." jawab Diva tenang. ia pun tidak tahan lagi. Namanya Margono. Kangen kamu!" "Untung juga Bapak nyambi ngajar di program-program magister pengeruk uang itu. tenggelam dalam tengkuk Diva. Pak?" "Nona Manis. atau adik perempuannya." Gadis itu menunduk sambil memainkan ujung baju. Terkutuklah Diva si Pelacur begitu ia mulai memunguti uang di atasnya. Demi untuk bisa menyerahkan amplop itu. Lelah mendapati kenyataan bahwa bahasa yang ia cakapkan hanyalah angka. Selelah orang disuruh menggusur gunung. terkutuklah dia.kembali ke diri kamu sebenarnya. Semuanya bahkan seperti mimpi buruk. tapi selalu berkeras ingin dipanggil Margo—nama gaulnya waktu muda dulu. Pendidikmu tersayang ini sedang kangen berat. "Yuk. ya? Gaji dosen beneran mana bisa bayar saya. Walau seringkali ia harus menghambarkan rasa. "Halo juga. kita turun. Mulai menangis. seperti malam ini. ya. Ya. Nanda membenamkan wajahnya semakin dalam." ia menggamit tangan Diva. Di kamar hotel yang sunyi." "Yang penting. Amat pelan. Sorot mata yang hidup tadi. tua-tua begini aku ." Pria beruban itu cengengesan sambil melepas kacamata tebalnya. "apa kabar pendidik bangsa kita satu ini?" Pria itu tertawa. Andaikan ia mampu mengganti isi amplop itu dengan surat cinta. ilmu tidak tekecuali. Ia serasa bermimpi baru saja memperkosa ibunya. Lelah mencari bahasa yang sanggup mengungkapkan perasaannya. Surat penuh syukur. Tanpa perlu satu pun huruf. Hari bergulir cepat bagi seorang Diva. Uap keringat yang panas tadi tak membekas di hati. Dunia ini semakin mahal. Seorang guru besar ilmu sosial universitas top di Jakarta. Nanda memutuskan menghabisi kegaduhan alam pikirnya. digerakkan kejujuran yang berontak dari dalam sana.

Oh ya. ada yang ingin mengulas etika otonominyalah. lalu menelan dua butir pil. semacam itu. ya aku mana mau. aku mau titip sebotol!" Rupanya ia berhadapan dengan bandot gaek yang mencoba mengasah tanduk yang bahkan sudah membelesak ke dalam. Gramsci. Yang satu ingin menekankan kritik soal materialisme historisnyalah. juga kritiknya Habermas. "Sudah sampai mana Supernova proyek keroyokan resensi Das Kapital-nya. ha-ha. melipat tangan." Diva langsung menawarkan diri. Nanti temanku ada yang bakalan pergi simposium ke Boston. "Kita tunggu sepuluh menit. Pak Margono melihat jam tangannya. apalagi yang menyangkut faktor emansipatoris masyarakat. menarik sekali. Katanya barang ini akan bereaksi dalam sepuluh menit. Paling-paling nantinya saya car i lagi satu orang buat meramu-ramu. Pak?" "Ah. segitu-segitu sajalah. Viagra kan bekerjanya terpusat di organ situ saja.. mengeluarkan sebuah botol obat. Fichte—semuanya dalam kerangka Marx." Lelaki itu menggosok-gosokkan tangannya. sampai ke neo-Gramscian." "Jangan harap saya tersanjung mendengarnya. "Div. "Soalnya saya tidak akan hanya mulai dari Marx lalu berhenti di Marx lagi. Kalau yang baru ini kerjanya langsung menstimulasi otak. juga spill-down pemikirannya Marx. "Kalau Bapak ingin lihat saya pakainya di depan Bapak. Dengan penuh semangat ia merogoh tasnya. paling lama lima belas. chief editor. bersemangat. Terlalu banyak sudut pandang malah jadi pusing." "Saya mau tuh. jadi yang meramu-ramu. Saya pernah iseng-iseng merangkum pemikirannya Hegel.. Saya nggak kepingin malam ini Bapak jadi bangkrut. Kant. Kalau bukan kamu. Dan bukan cuma itu saja." Diva pun duduk. Lebih tokcer. terbakar gairah." "Mana G-string pesantfnku tadi? Sudah kamu pakai. cantik?" Diva mengangguk kecil. Saya pernah baca ulasan tentang itu. Feuerbach. Saya suruh saja mereka tulis semua yang mereka mau.masih punya selera tinggi. Ingin rasanya Diva menghadapkan cermin. itu akan kena charge tambahan. Tapi yang lebih penting lagi adalah relevansinya . Pak. katanya bakal keluar saingannya Viagra.

Kamu tidak punya titel apa-apa. Full refund.. Pak Margono mulai gelisah. kamu beli izasah. "Div. "Memangnya penikmat ilmu seperti saya ini tidak bisa diakui ya. ada pertanggungjawaban hasil akhir. saya tidak percaya dengan sistem pendidikan Bapak itu. kewalahan. itu semua karena pendidikan yang basisnya parsial.dengan kondisi sekarang. ada sistem pengujian. parameter pengakuannya apa? Kan mesti ada kurikulum. tidak menyeluruh. tapi kamu itu siapa? Maaf lho." Beliau sibuk meralat." Diva makin tidak habis pikir. Makanya kalau ngomong suka ngaco. Pak?" "Ya. kamu kan tidak punya latar belakang civitas akademika sama sekali. Arogansi pengetahuan yang berlebih. dong. Diva menurut." Pak Margono memotongnya dengan tawa mafhum. Bolak-balik lihat jam. bukan berarti kamu tidak mampu. wis. Sementara konteks utamanya malah ditenggelamkan." "Masalahnya. bukan kasih titel... Titel kan ndak dikasih sembarang. tanpa bermaksud menyinggung. "saya bisa pergi dari sini. sudah. "Maksudku." tukasnya berapi-api. "Ya. Nanti biar bisa jadi dosen! Ada kenalanku yang bisa mengurus sertifikasinya. dan pemicu awal ide Marx itu sendiri. Melucuti bajunya satu-satu." Diva mengangkat bahu ringan. "Walaah." Lelaki itu panik sungguhan. Sekolah yang kasih ilmu. Orang-orang diajari untuk berpikir parsial.. timpang." "Panggil aku Margo. yo uwis." "Aduh. lho. "Nih. Produknya nanti kayak Bapak semua. mana boleh.. mmm.. dan bikin keputusan simpang siur. ini sudah sebelas menit kok belum ada apa-apaan ya?" "Nggak usah dipaksakan." Diva nyengir. saja deh. "Manisku.. piye iki? Mungkin kamu mesti bugil dulu! Atau apalah! Bikin apa 'gitu sama aku. Pak. cantik." celetuknya genit. Pak." Mata Pak Margono langsung membelalak . nanti Bapak boleh dong mengajar di sana." kata Pak Margono. Langsung S-3 juga bisa. arogansi budaya yang berlebih.." "Asyik. "Sudahlah. saya tahu kamu lebih cerdas dari dosendosen itu semua. arogansi agama yang berlebih. apa yang sebenarnya ia lihat. Dengan santai. "tunggu sampai saya bikin sekolah sendiri saja. Mau jadi apa bangsa ini." potong Diva malas.

Diva menghampiri amplopnya... Jelas sekali bapak itu berusaha keras. kepayahan. "Syukurlah dia cuma tokoh fiktif. please. Ia berusaha. "Mungkin Bapak mesti tunggu obat titipan dari Amerika itu datang." Pintu itu pun menutup. "Kayaknya kita butuh istirahat sebentar. Dhimas langsung merebutnya kembali. supernova Dari posisinya masing-masing... keduanya pUn meregangkan badan. Tak lama kemudian. "Kamu tidak takut jantungmu meledak..." "Oh." Sejenak mereka berdua kembali membumi. "dan biaya ganti rugi G-string saya yan kamu robek. eh?" Tidakkah kamu ingin jatuh cinta padanya?" tanya Ruben sambil menepukkan naskah itu ke dada." "Sablengnya iya.." *Ini ongkos saya telanjang tadi. ya? Coba sekali-sekali hitung ada berapa bekas cangkir itu. toh kita semua bakal mati. jangan bilang kamu cemburu sama tokoh karanganmu sendiri. Lima belas menit lewat sudah." f£M "Ha-ha! Itu lebih lucu lagi." ujar Diva seraya bangkit berdiri. "Dan kita ini homo!" Mereka terpingkal-pingkal. persis penisnya. sini kamu.. Ruben mesem-mesem. "Sengaja. dengan napas memburu yang tak menghasilkan. dan berusaha. Mengambil setengah." "Justru aku yang tidak rela kamu menyama-nyamakan diri dengan dia. . Diva yang mendekat langsung disergap tanpa ampun. Pak Margono terkulai." panggilnya membabi-buta. sekarang kitaribut gara-gara memperebutkan wanita yang bahkan tidak eksis! Ruben terbahak. dia adalah Ruben Ehud versi perempuan. Ruben melangkah ke dapur. akhirnya ia menyerah. membuat secangkir kopi." "Setuju. Dan aku tetap bangga dengan jasadku yang sarat kafein." timpalnya cepat. Sigap. Ia pun mulai berbenah.." "Ah. Margo." katanya sambi melangkah pergi." "Menurutku. Tinggal bekal air panas dan cangkir dari rumah. "Ya! Tanah liang kuburmu nanti bisa orang-orang pakai buat bikin kopi. sembilan belas menit." "Terserahmulah.. Supernova KEPING "Such a Small World. Jadi. "Sini. Tanpa sanggup lagi berkata apa-apa. dua puluh dua. ya? Bintang Jatuh itu kok banyak miripnya denganku." sahut Ruben dari dapur.seperti burung hantu. Ngiler.

" "Wah." "Lihat ini." "Dia homo juga?" -Ferre ini cocok sekali dengan karakter Ksatria kita.. ya. "Sepertinya ada. lulusan Berkeley. Aku memang si serius yang membosankan. Orang ini memang pintar." "Adiknya si Miranda itu." Ruben menggoyangkan telunjuknya. kan? Siapa namanya. ya?" "Oh! Aku ingat. "Kamu masih ingat dia. "Hei." -Such a small world. paling-paling cum jadi debu di tengah gurun." "Geng konsulat?" "Lebih parah: geng imigran. eh? Rafael itu pernah „. "dan temannya ini sekarang malah jadi selebriS padahal kalau dia berkarier di Amerika. Dulu waktu masih SD-SMP. ha! Perusahaan asing! Sempurna!" "Tapi jangan lupa." "Rafael!" "Ale! Nama panggilannya Ale." "Lumayan. single." "Ya. "Ada yang menarik dari dunia selebriti kita?" Dhimas membolak-balik majalah itu.. ya. Tahun berapa itu. Aku jamin tidak bakalan eksis " -Jangan terlalu kejam. Aku kan masih ingin tahu dunia... tahu nggak. Ekspatriat. Anak itu sempat ngobrol denganku garagara kita sama-sama tidak tertarik ikut kepengurusan. mana lagi merasa dirinya mahasiswa pendatang.. yang dari junior high sudah di Amerika. Ruben. "Ferre?" "Ya. kok. sudah jadi MD.." Dhimas membaca artikel itu lebih saksama. manusia kuper ini kepingin tahu. Dulu kita pernah bertemu di acara ramah tamah PERMIAS.. aku sering main ke rumahnya.Ruben mencari-cari makanan kecil sambil meniupi kopi panasnya. nggak?" Ruben menajamkan mata. "dia itu geng imigran. Miranda kan tetanggaku di Kebayoran Baru." gumamnya pelan. Dhimas selonjoran sambil membaca majalah. Ferre. Dia muncul di acara itu kan cuma gara-gara diajak sobatnya. akhirnya dia minggat ke SF'tatar Ruben. "Kamu nggak merasa buang-buang waktu baca majalah kosmopolis begitu?" "Lighten up. Masuk sini jadi barang impor. Ganteng lagi.." "Umur 29.lm flflt-ku waktu dia baru datang ke Balti^Ehn. Apalagi dia. dan tiba-tiba berhenti di satu artikel. "Mana coba.' Baltiniore nggak ada apa-apaan. Apa anehnya ." Dhimas menyorongkan artikel dengan foto seorang pria terpampang besar.I^ * tggu sudah pindah^ Nggak betah katanya." Ruben ikut berselonjor.

"Kamu?" "Masih juga. ya! Awas kalau enggak!" Re berpikir sejenak.ekspatriat dapat posisi begitu di negara ini?" "Bisa nggak." Lama tidak ada tanggapan." Mata Rana kembali punya sinar. Ferre " Aku mencintaimu sepenuh hati. kan?" Bgiv "Bukan. "Kamu masih baca komik ini?" "Ya masih." KEPING Cinta Tidak Butuh Tali Ada gambaran mereka berdua dalam benaknya. sih kamu berhenti sinis? Sebentar saja." "Kamu keliru. "Alasannya'" «Bagi saya. "Suami kamu tidak cemburu sama si Kariage?" balas Re. baru kita saling melapor dan dihitung siapa yang paling banyak. "Rana... kita coret garis di kertas. Kariage Kun. Sebuah pensil kayu jelek hadiah dari restoran yang ujungnya diraut sembarangan dengan pisau. dengan bangga pula. yuk!" "Taruhan apa. Saat mereka bersantai di atas karpet kamar kerjanya.?" Mata kekasihnya nanar. apalagi kalau saya ketawanya sendirian. Puteri. Kamu penulis. saya kok malah senang lihat kamu baca komik ini. Saya memang sering menulis. Ketawa "Kamu memang mencintai saya dengan tepat. terus kita hitung mulai dari jam kita bangun sampai tidur." "Puisi? Itu tidak adil namanya. menahan pilu. tidak mengindahkan. Di sebuah Minggu siang yang langka." 'Heran. "Kita buat taruhan. Tak peduli kau bahagia dengan diriku atau cuma dengan sel otak. adalah keindahan melihat kamu asyik di aummu sendui. dong!" Rana menjawab. Lucu. terlalu mudah untuk kamu membuat puisi. Tak peduli kau menyadari aku hilang atau tampak. Tapi jujur. Tak peduli lagi tepat atau tidak." "Bukan mentang-mentang saya yang kasih. tapi karena harus. "Apa ini?" tanya Re heran ketika disodori sebatang pensil kayu. sayang. senyumnya pun melebar. Taruhannya apa?" "Yang kalah harus membuatkan puisi. Puteri?" tanya Re pasrah. "Kadangkadang. Puisi membutuhkan lebih dari . "Boleh. kening kamu kerat-kerut sampai IL^Z\ meledak sendirian. "Hati saya rasanya masih meleleh setiap kali kamu memanggil saya 'Puteri'. Kamu benar-benar tenggelam Vud jangan." Rana berkata lirih. Puteri. "Tiap kali kita kangen. Kala mendung dan gerimis kecil merambati jendela. menghadapi hamparan komik Jepang pemberian Rana.

. Genggamlah jantungku dan hitung denyutannya . .. ¦ Seorang arwah pujangga tersasar masuk ke dalam tubuh mungiiicu. Pikiranku adalah seribu persimpangan dalam sekotak korek api. telepati itu ada tidak?" "Kenapa memangnya?" "Barusan saya juga memikirkan hal yang sama. "Re. Dengan roh rindu yang menumpang lewat di dada. Re menatapnya sambil memainkan pensil kayu itu. pikiran Re sudah melesat pergi seliar api mercon." Di tengah rapat dengan orang-orang finance-nya yang masih berjalan. Kata itu mengempaskannya kembali ke lorong-lorong gelap masa lalu. "Kamu pasti kalah." bisik Rana manja. Jauh sebelum kau menyerahkan kertas dan pensil." Rana mengambil tangan kekasihnya.sekadar jam terbang. Jadi siap-siap merancang puisi dari sekarang." "Kok bisa. Berdenyut lincah seperti buih yang terus berkelit. too. Diam-diam tangan kirinya mencoretkan garis-garis di selembar kertas. Sudah kumenangkan taruhan ini. Princess." "Ya?" "Saya menang. atau corengan garis.. Ingat saya pernah bilang soal pekerjaan yang masih punya ruang untuk inspirasi? Penulis puisi bukan hanya mendengar ketukan inspirasi di pintunya." "I love you. "I love you." "Menurut kamu." "Saya sudah kangen duluan. Hampir dua menit sekali. Memasuki sandwich memori nan lezat. Dulu aku berkata-kata bak mutiara nan wangi. Memompa lembut seperti angin memijat langit. Ini dia kendaraannya." Rana mempererat genggamannya.. uinta 1idak butuh tau Dan darah cinta adalah udara.. Tidak butuh kertas. Kenangan beranak kenangan.. Dulu aku adalah pujangga. . Ia merobohkan seluruh dinding! Inspirasi nggak perlu lagi ngomong 'permisi'. Dan mutiara sangatlah aneh di tengah batu kali. Puteri. mengecupnya lembut. sayang." Inspirasi. Karena rinduku menetas sebanyak tetes gerimis... pensil kayu pemberian Rana. Karena itulah aku anomali." "Berarti dari kita tidak boleh ada yang kalah. "Kamu tahu aku tidak bisa. Sebanyak itulah aku merindukanmu. Karena ini ia dinamakan si jantung hati. Suara gerimis kembali mengambil alih. Tak pernah lepas dati kantong. bahkan dengan amat adil. . Orang-orang di sekitarnya mulai sadar.

" "Kamu suka sama dia. defensif. "Yup. Hamparan rumah mewah model townhouse yang tertata apik. Aku tahu banyak sekali bandot nggak pernah gede di usianya yang ke-50 sekian. Berlari di tempat. yang juga perbuatan yang tolol. Umurku berkepala tiga dalam beberapa bulan lagi. "Hei. kita bukan freshmen lagi.. mendadak rumah ini terasa begitu sepi dan. tahu!" Re berkata.ia adalah si lajang loser. Satu malam ketika pergi makan dengan A le." ujarnya ragu-ragu. Rana? Oh. Puncak segala siksa. telepon genggamnya berdering. yang dikenal sebagai pengguna waktu yang efisien dan efektif. ia masih berusaha keras menyangkal semuanya. karena ia hampir tak mampu menutupi apa pun. ya? Sudah terbit? Pasti! Kapan saya bisa baca. Telepati itu bualan. memunggungi Ale. Dia sudah bersuami. Sejak kapan pakai pilih-pilih?" Re tergelak. Komik Kariage Kun yang jadi pelariannya juga sudah tidak lucu lagi. Kembali melandas di hari Minggu. "Le. Dalam satu geliat nasib. Hanya dalam waktu hitungan bulan. telah membuang setengah hari untuk melakukan sesuatu yang tak bermakna. "Lalu? Suka is suka. "Rana? Reporter itu?" Ale langsung bertanya begitu Re berbalik." Re memutar posisi duduknya. membuatnya tersadar seharian ini ia tidak ke luar rumah sama sekali. sekarang tidak ada pekerjaan untuk mendistraksi.. umpatnya. Pertama kali ia tertangkap basah. Hunian ideal bagi para lajang sukses.Bos mereka bolak-balik menghela napas. not me." "Sok tahu. Ia. Sedan perak di rumah seberangnya sudah pulang lagi. Benar-benar cuma satu yang menggugah minat: telepon—deringannya atau kesempatan menelepon. Re melirik ke luar jendela lagi. Di kantor ia selalu melamunkan hari ini." "Gila. Persis sedang senam waitankung. "Halo. makanya Alexander Graham Bell ditakdirkan jadi penemu telepon. "Hai!" Suara enerjik ." "Aku melihatnya sejelas melihat sendok ini. Gawatnya.. Bahkan beberapa minggu yang lalu. tapi di hari ini lamunannya selalu mentok ke jalan buntu.." Tiba-tiba telepon genggam Re berbunyi lagi. But sorry. Asal dan tujuan benar-benar spesifik: Rana. Lima menit kemudian Re tersadar betapa konyol ini semua.

Semua orang menyimpan sebongkah matahari dalam dirinya. punya anak tahun ini. Matahariku bersinar nonstop dua puluh empat jam. gejolak 24 jam itu adalah kemajuan. Ale tersenyum sendiri. semua orang di sini sampai silau. Bagi Ale. Mendadak ia tercenung. Refleks. Ia sudah mencoba berbagai cara. Tak berarti. Masih adakah cucian yang belum kering? Adakah sampah yang ingin kalian bakar? Mari. Menggiringnya ke lorong panjang pengorbanan. Cinta tidak membebaskan. "Rana lagi?"1 "Ya.panggil Ale di antara kunyahannya. Dan kini ia kehabisan akal. Kini ia mengerti. cambuklah kuda waktuku. Bahkan reputasi emasnya. Pembuangan waktu seperti ini juga akan jadi bahan omelan empuk. Ia membelenggu. Ada yang terbit dan ada yang terbenam." jawab Re pendek." Makanan mereka datang." "Ngaco. karier platinumnya. agar ia sedikit berlari. Cinta itu tirani.dan penuh vitalitas itu lagi. Dengan tak berdaya kesemuanya itu berlutut di hadapan mahligai agung sebuah hipercandu bernama Cinta. dekatkan pada wajahku. Lima menit kemudian.. Apalagi di tempat kamu berdiri tadi. npmac Cinta Tidak butuh Tali Ayo Puteri. itu dekadensi besar dan sudah kenyang Re dimakinya. Yang lebih penting lagi.". "Re. menyapanya dengan keceriaan murni. dan berarti. semakin lama ini berjalan. Baginya. tidak ada yang punya arti di saat seperti ini. Re melangkah menjauh sambil meneruskan percakapan. semua ini akan menimbulkan kecurigaan. dari mulai pura-pura tidur sampai mengaku keputihan. Kepalanya makin merunduk mendekati piring. Sudah sewajarnya kegiatan tersebut justru . Rp mplirilr iam . Apalagi dengan program yang sudah mereka sepakati. Membuat dirinya terasa sangat remeh. sahabatnya kembali berjalan mendekat. Konsep itu memang utopis.. Ia sadar. Tapi saking bersinarnya mukamu. "penerangan di sini remang-remang." "Jangan asal. "Kamu benar-benar suka sama dia. Rana Arwin hafal benar siklusnya dan Rana sangat menyesali hal itu." dumel Re pelan. ia malah menjadikan suaminya singa kelaparan yang siap menyerang begitu ada kesempatan.. Mungkin memang begini ini adanya. '-^.

diintensifkan. Rana menatap suaminya. "Mau dibuat enak sama Mas?" rayu Arwin. Re.. Mungkin masuk angin. Arwin keluar dari pintu kamar mandi. Microgynon lebih penting dari makan siang.. "Kamu sudah tidak minum pil KB lagi. Hanya tembok dan langit-langit yang tahu. Mas. "Kamu sehat-sehat kan. Dan malam ini ia harus berhasil. "Rana. "Kamu membuatku merasa bangga dengan diriku sendiri." ucapnya sungguh-sungguh. Tak pernah lewat Tak akan kubiarkan diriku alpa. tambah malang. sayang?" "Agak nggak enak badan. kan sayang?" "Tidak.. Dalam titik kepasrahannya. Dan seperti kucing basah kuyup. jangan lakukan itu.. Apa maunya. suaranya bergetar. . Tiba-tiba Dhimas berhenti mengetik. Ruben. Rana benar-benar tersiksa. tangan Arwin yang merangkulnya dari belakang. dan memandang Ruben. Ia lalu memejamkan mata kuat-kuat. "Menuliskan kisah orang-orang ini membuatku sadar. Sapuan-sapuan penuh maksud yang membelai kulitnya. ternyata aku sangat beruntung. Rana makin meringkuk di sisi kiri tempat tidur. Demonstratif. Rana balik badan seketika./ Arwin berbisik. "Malang. Kamu memberi hubungan ini .." Ruben tertawa." Rana menelan ludah. "Mendadak surgamu jadi super simpel." Jangan. Cukup satu 'halo' di telepon. sih?" gugup Rana menjawab. atau satu 'hai' di tengah keramaian. Napas hangatnya yang meniupi tengkuk. tolong aku. Mas. Dhimas &amp. Perlahan ia mulai merasakannya. Biasanya rayuan itu selalu berhasil. "kok tangan kamu dingin kayak es?" "Masa. Rana berteriak sunyi. Setiap hari. Ruben "Apa kabar Ksatria dan Puteri kita?" Ruben menepuk bahu Dhimas yang masih tekun mengetik.. Ia kenal betul ekspresi itu.. Setiap bunyi gemerisik Supernova seprai membuat jantungnya berdegup kencang." "Seberapa malang?" "Kamu bisa bayangkan apa rasanya ketika statusmu bagaikan penjara dan tempat tidurmu adalah neraka?" . Lampu dipadamkan. bagaimana Rana meringis dan mengernyit jengah. Aku diperkosa. Sudah lama sekali ia tidak. Aku mohon.. dan menajamkan telinga penuh siaga. memutar duduknya. Menguap berkali-kali. siap berbaring.

Ia membebaskan. meraih tangan kekasihnya dan menggenggamnya erat.Entah apa saja yang mereka jejalkan dalam otak saya* . Saya juga malas. s e n d &gt. saya TIDAK TAHU APA-APA* Tidak &gt. Partner hidup. adalah sahabat terbaik. Banyak doa.artikelartikal Anda selama ini i apakah Anda sadar &gt. Jadi.seharusnya membahagiakan. Itu kuncinya.Anda menentang semua struktur* Saya '-post1 terhadap apa pun yang Anda pegang tahun lalu-.melihat orangorang berdukacita akan sesuatu yang &gt." "Kemerdekaan.. Dengan alasan yang sama* Tapii pergilah untuk orang-orang yang merasa ditinggalkan itu. Anggaplah mereka menangis karena diri mereka belum terbangun dari mimpi-» sementara yang mati sudah • Sama malasnya saya pergi ke resepsi pernikahan* Kebanyakan dari mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat• Dan orang-orang malah turut bersukacita• Yang jelas mereka memang membutuhkan doa.Datanglah untuk berdoa* &lt. Cinta Tidak Butuh Tau "Pernahkah kita berikrar untuk mengikatkan diri? Cinta kan tidak butuh tali.Supernovai kebencian dan ketakutan saya pada ortu saya &gt. kemarin i bahkan detik yang barusan lewat • Kita sedang ber-evolusi* Anda bisa memperlancar prosesnya dengan berhenti menggolong-golongkan* Jangan repot-repot* &lt.Saya baru sadar-. &gt.Supernovai saya mulai malas pergi melayat* Saya sedih &gt. &gt.tidak tertolong lagi* Saya tidak tahu mesti ngapain.dibesarkan-i dan saya cuma bisa menghabiskan oksigen* &gt. Dan lihat. Kita juga bukan pasangan gay umbar libido seperti yang orang banyak kira. buat apa kita melawan arusnya dan malah saling menjajah?" Lamat-lamat Dhimas tersenyum. &gt.Supernovai saya suka sekali membaca artikel Anda &gt." ucap Ruben perlahan.suatu visi. s e n d&gt. &gt. Kita.bahua Anda adalah seorang post-strukturalisf &gt.bertujuan• Tidak punya cita-cita* Bertahun-tahun saya &gt.tentang budaya pop dan post-modernisme¦ Dari &gt. kita tidak lari dari kenyataan. Supernova Ia mengklik inbox-nya.. Merayapi surat demi surat yang masuk.

&gt;P1ungk in cuma kentut* &gt;Jangan salahkan saya kalau saya lebih doyan drugs. &gt;Mereka yang marah-marah itu tidak tahu enaknya drugs &gt;dan sucks-nya hidup- Bisanya cuma masuk in anak ke RSKO* &gt;Bolehkah saya ketemu kamui Supernova? Saya mau kerja &gt;apa saja untuk kamu* Saya ingin jadi bermanfaat* Di RSKOi badan kamu didetoksif ikasi * Di Supernova-, pikiran kamu didisinfeksi- Infeksi pertama yang harus kamu sembuhkan adalah: kebencian dan ketakutan kamu* Bukan pada orang tua kamu* Tapi pada diri kamu sendiri* Satu-satunya yang tidak diajarkan padamu adalah mengenal diri sendiri* Karena itu kamu benci dan takut terhadap hidup* Satu-satunya hal yang dilakukan drugs untuk kamu adalah meminjamkan seremah surga dengan bayaran segumpal sel otak* Transaksi yang sama sekali tidak sepadan* Solusi yang benar-benar destruktif* Otak kamu dapat disegarkan i tanpa harus dirusak fungsinya* Tergantung apa yang kamu pikirkan-* yang kamu MAU pikirkan» Satu-satunya manfaat yang bisa kamu berikan pada Supernova adalah meledak bersama* Ledakkan pikiranmu* Segarkanlah ia dari virus-virus yang membuat arus hidup ini mampat* Supernova ada di .mana-mana* Saya*** kamu*** kita lebih LUAS dari yang kamu duga* Jadi-, percayalah-, kehadiranmu di sini adalah manfaat terbesar* Tanpa kita harus bertemu muka • &lt; s e n d &gt; &gt;Supernovai kamu adalah VIRUS!! Memang * Baru sadar.? &lt; s e n d &gt; &gt;Super novai saya adalah fans fanatik taman kanak-kanakmu* Tapi kamu harus hati-hati* &gt;Tidak sedikit orang yang akan menjegal kegiatanmu» &gt; II e reka menganggap pengetahuan dalam jaring laba-laba &gt;ini membahayakan* Tidak sesuai dengan konstitusi dan &gt;ideologi» Tidak sesuai dengan apa pun yang kita kenal &gt;kebanyakan di tengah masyarakat- Saya khawatir* Saya &gt;tidak ingin TK ini sampai dibredel* siht banyak terima kasih untuk perhatian feri*3 tapi pernahkah saya menentang sesuatuf Saya k^a' errawarkan perspektif baru* Mengolah simpul^ny3 ang saya lihat bagi Anda semua* Andalah yang simPu*

kan selanjutnya* Zaya tidak punya kepentingan a*1**. pun atas cocok tidaknya pengetahuan ini gedi^1 ^onstitusii norma-» budaya-, atau ideologi apa den9an Anda dan orang banyak percaya* Tujuan saya pun ^anerlgkomparasi • Saya menawarkan analogi untuk buka" fieksikani demi kehidupan dan wajah dunia Anda lebih baik* Itu saja* Adakah semua itu merusak v3"? Anda? Atau sebaliknya*. Anda merasa lebih Kel^UPSilakan jawab sendiri* baik" &lt;s«nd&gt; 10 Kekekalan adalah Chaos nendekati pukul delapan malam, hidup kembali bergulir untuknya. Dengan langkah sigap dan mata awas bagaikan elang. Re menjemputnya di venue tempat ia meliput. "Re... aku tidak bisa lama. Setidaknya antarkan aku lagi subuh-subuh." llpPteS-' Re mengangguk cepat. Begitu tangan mereka terpaut, Sang Waktu pun kembali menyusutkan tubuhnya. Membuat kedua insan itu berlari, terburu, tergesa, liar—karena dipaksa menggandakan intensitas. §PSp Malam banjir akan adrenalin. Malam panas akan cinta yang menggila ketika pintu penjara itu dibuka. Kebebasan dalam episode singkat. Terkutuklah Jakarta yang memaksa warganya tua di jalan raya. Ferre Ada saat tatkala kata terasa sia-sia. Di tempat tidur Re yang nyaman, mereka berdua menatap jendela. Hanya mengingat rasa. Alam begitu murung, sekaligus indah B»— . , raPat di hamparan lapangan golf itu. Rasanya ?a ."JJ* ijerkaca-" 113 Aku merasa begitu kecil di tengah keluasanku Rintikmu raksasa dalam mungil tetesmu Engkau menyelimuti dengan dingin. Dan semakin kau merapat, semakin membara alam ini Jutaan engkau kini turun membanjiriku Tak akan pernah aku meluap, Puteri. ¦Kugali tanahku lebih dalam dan kubuka semua celah untuk menyerapmu. "Rana... jangan pulang." Ia tidak menjawab. Tapi tubuh itu mengirimkan getaran-getaran yang sudah sangat ia hafal. "Rana... jangan menangis." "Kamu baru saja mengatakan dua permintaan yang sama-sama mustahil." "Jangan pernah bilang 'mustahil'. Aku ngeri mendengarnya." "Tapi kita bisa apa...?" Pelukan itu perlahan mengendur. "Pertanyaan itu untuk kamu,

Puteri. Bukan untuk saya." "Kamu memang tidak mengerti, tidak akan ada yang bisa." Re mengatupkan rahangnya kuat-kuat. Mereka akan memasuki gerbang debat kusir, dan ia tak mau itu. "Ikatan saya banyak. Bukan hanya pernikahan dua orang, tapi saya juga menikah dengan keluarganya. Dengan segenap lapisan sosialnya. Saya tidak seperti kamu yang punya banyak kebebasan. Kamu tidak bisa membandingkan... Re memutar tubuh Rana, menatapnya luruslurus. Saya tidak membandingkan, karena saya tahu persis pembandingan tidak akan membawa kita ke mana-mana. Tapi saya ms melihat kamu memilikinya. Kekuatan untuk mendosa*. Membebaskan diri kamu sendiri." ; hid„ "Mendobrak apa? Moralitas? Norma sosial. Kita ni di dalamnya. Re. Saya cuma ingin mencoba iealisti ... KEPING "Tidakkah kamu menyakiti dirimu sendiri dengan menempatkannya demikian? Apa yang jahat di sini, Rana? Jahatkah saya mencintai kamu mati-matian? Begitu amoralkah semua perasaan ini?" Rana mendapatkan dirinya dalam dilema yang sama, lagi dan lagi. Ia lelah. "Mungkin lebih baik saya pulang," Rana berkata lirih. "Ya, mungkin lebih baik begitu." Re pun bangkit. Kebahagiaan dan kesedihan kejar mengejar bagai dua hantu penasaran. Sedangkan mereka berdua adalah lintasan yang letih dilewati, tapi tak bisa bergerak ke mana-mana. Dan Waktu... adalah si Pak Tua yang cuma diam mengamati, angkuh memegangi bandul detiknya yang tak berkompromi. Dhimas &amp; Ruben Dhimas yang pegal-pegal punggung akhirnya bangkit dari kursi kerjanya. Diambilnya back roller dan sibuklah ia meregangkan badan dengan per besar itu. Ruben mengamati kegiatan pasangannya. Tercenung. "Apa lihat-lihat?" "Kamu tahu apa yang dikatakan Einstein tentang waktu?" "Waktu juga berolahraga punggung?" cetus Dhimas asal. "Ya." "Apa?!" "Waktu bukan cuma bisa dipahami lewat detik jam. Memangnya apa, sih itu detik? Apa itu jam? Apa itu hari? Sekadar istilah buat dikotomi langit terang dan langit gelap, kan?" "Jangan sok dekonstruktif. Memangnya kamu bisa bayangkan apa jadinya dunia ini kalau tidak ada detik

bilang bahwa generator acak itu bisa kita rasakan waktu kita benar-benar baru bangun tidur.. tapi dari sisi yang lebih pribadi. waktu itu seperti karet. Tapi di Barnes &amp. kok aku yang suruh jawab.' Kamu yang nanya.. Setiap input yang masuk langsung terbagi ke dua jalur." "Dengar.. "Selain menghina orang tuaku. Per-per itu bahkan tidak ada. Noble." "Whatever. rasanya kalau perlu bumi tidak usah berputar. dan sebagainya." Ruben menggosokkan tangannya bersemangat. tidak terstruktur. Waktu sendiri." "Lalu hubungannya dengan back roller ini?" "Lebih dari sekadar per yang menyusut dan meregang. oke." Ruben menjelaskan. otak kita adalah generator bipolar. poin apa lagi yang kamu ingin sampaikan. sampai akhirnya cortex kembali membanjiri .. rasa. yang fungsinya adalah menerjemahkan stimulus ke dalam siklus atraktor yang terbatas.dan jam. Input di situ bersifat nonspesifik. apa sih itu waktu?" "Pikir sana sendiri. ada tiga perspektif di sini. waktu yang relatif:.masalah ini. ilmuwan Finlandia yang meneliti. Kedua.. Jalur pertama diterima oleh cortex.. Kosong dan tidak ingat apa-apa. tahun lalu cuma ilusi. entah itu bau. Matti Bergstrom. "Pertama. Dan waktu yang ketiga: waktu ilusif. cortex mengorganisasi chaos. atau disederhanakan sedemikian rupa sehingga menjadi informasi yang terkategori." "Itu pertanyaan retoris.. Bertolak dari premis bahwa sesungguhnya waktu tidak ada. Noble. "Pintar." ftjpf "Waktu di rumah orang tuaku dan waktu yang di Barnes &amp.. Elastis. you silly." potong Dhimas mangkel. Kalau kata Einstein. itu cuma satuan. Sementara jalur kedua.. Contohnya." "24 jam. di rumah orang tuamu. Tapi coba kita lebih akrab sedikit dengan waktu.. 365 hari. hari ini juga ilusi." "Jadi. heh?" "Oke. waktu yang mekanis: tik-tok-tik-tok jam di dinding. bukan cuma lihat sisi mekanisnya saja. Dengan kata lain." "Hanya tidak ada satuan. Bagian dari sistem kalender yang bukan cuma satu di dunia. kemarin adalah ilusi. sedetik rasanya satu eon" buatku. input ditampung oleh semacam generator acak. Atau saking kompleksnya tidak ada informasi yang bisa diterjemahkan.

." "Nah. sesungguhnya hanya satu gerakan tunggal: Kekekalan. dan masa depan. Namun kita menjalaninya dengan tendensi. Sel sendiri tidak kenal konsep Waktu. Begitu cepat. masa sekarang. dan ritmis suksesi yang sama juga berlaku untuk seluruh penghuni alam raya ini." "Tapi. hartamu apa saja. horoskop. semua ramalan berbicara di level potensi.. Dalam hidup ini. Waktu adalah catatan penunjang dari suksesi alam. tanpa ada sangkutpautnya dengan hitungan sekon. fisik kita pun melalui berbagai suksesi ritme: tubuh yang tumbuh. Ingat. Pada akikatnya.kita u Kesatuan jangka waktu sepanjang seribu juta (109) tabun dengan informasi. Tidak ada kemutlakan. kalau masa depan 'cuma ilusi. konsep waktu dimunculkan manusia di level pikirannya. Dhimas. otak kita melakukannya di bawah sadar. Kita memilih mengalami keduanya dari detik pertama kita jadi embrio. Tendensimu akan memanifestasikan potensi tertentu. sejarah hidupmu bagaimana. "Agar kita tahu apa rasanya tumbuh. karena kita tidak sanggup mengerti chaos yang sebenarnya.1" tawa Ruben menyembur. Mungkin kurang dari sedetik/ sela Dhimas. termasuk mengendalikan dirinya sendiri. dan masa depan. sel yang terus berganti. lalu bagaimana dengan ramalan. Mati dan hidup tak lebih dari sekadar gerbang pengalaman.. clairvoyance. "Waktu adalah konsep hasil terjemahannya cortex. semacam servis cuma-cuma. dan sejenisnya itu?" "Dalam kekekalan hadir segalanya—medan matriks yang tak terhingga berisi segala probabilitas dan potensi. untuk apa?" "Untuk apa?." -^aitu?" "Kekekalan. pacarmu yang mana." "Tapi lucunya.. Dan cortex menerjemahkannya menjadi masa lalu. berevolusi. Tapi . Ia hanya memperbaharui diri. Manusia sendirilah yang mengadakan linearitas waktu dan setuju untuk mengikutinya. berkembang. yang penting bukan dua ujung itu. Bukan fisik. Masa sekarang. Aku ingat saat kosong itu. Kekekalan adalah chaos." "Ya. masa lalu.. terus-menerus. tapi proses di tengahnya." * "Bingo! Konsep Wa ktu lahir dari keinginan fundamental manusia untuk punya kendali atas hidup. Dan ingat.. Mengingatkan namamu siapa.

kek. nilainya sama-sama saja. Itulah dahsyatnya kekekalan1. bisa tidak.. "Dari sudut pandang fisikawan. ya iya. Lalu aspek global.." "Ck-ck-ck. Bulan itu tetap ada di posisinya sekalipun kamu atau aku menunggingi langit. kek. betul begitu?" "Betul. Aku benar-benar terkesan. Untuk tetap waras maka mayoritas pemikiran itu hanya berupa pengulangan. atau gema. maka bulan seharusnya bisa ada. sama halnya dengan otak.. lima juta per tahun. memori hanyalah residu?" "Kurang lebih." "Jadi." jelas Ruben.000 pemikiran per hari. tapi di satu pihak ia juga objek klasik yang punya massa dan penyebaran gelombang kuantumnya cenderung lambat. "bulan sebagai objek kuantum hanya bisa diamati apabila ada aku sebagai pengamat. analisis yang bagus. temasuk pengalaman memiliki organ otak itu sendiri.. terserah aku mau tidur. Inilah yang disebut sebagai 'konsensus'." "Aku serius.. Inilah yang kemudian membentuk memori.." "Begini. Pertama." "Lalu kalau aku membalikkan badan. tubuh kita dan semua benda lain pun memiliki dua aspek. Kompleksitas dari benda makro membutuhkan regenerasi waktu yang panjang untuk sampai bisa diterjemahkan. yang akhirnya menciptakan semacam aura kontinuitas. pingsan. Tapi kenyataannya satu dunia juga tahu kalau bulan tetap ada." Dhimas menunjuk ke luar jendela. sebuah otak memproduksi rata-rata 14. "Kalau kamu memang doyan koleksi sampah. Sekarang bayangkan.. dan 350 juta selama hidupnya. Tidak menjadikan yang satu lebih penting dari yang lain." "Lalu bagaimana dengan masa lalu? Apa yang kita perbuat kemarin pasti memiliki jejak. yang berkenaan dengan otak sebagai organ yang empiris. kan?" Ruben mengangkat bahunya enteng. potensi yang termanifestasi dan tidak. semesta .poinnya adalah.Itu yang selalu menjadi kebingunganku dengan objek kuantum. aspek lokal. Ia memiliki elemen-elemen nonlokal yang menjadikannya objek kuantum. Misalnya bulan itu. yakni Kesadaran yang mencakup semua pengalaman empiris." "Berarti ada dua aspek dalam memahami realita. Kelambatan itu menyebabkan lintasan dari pusat masa objek jadi sangat tertebak.

Ketiga. : Bahkan kutu rambut pun memilikinya. "Ketujuh. Setelah melewati tahap pertama. Pada level inilah terjadi apa yang namanya mukjizat. dan hukum. atau fenomena-fenomena magis. "Kelima. Otak kita berawalkan dari satu sel yang tidak memiliki fungsi-fungsi otak. yakni: ke-aku-an. dan melalui refleksinya kita mencicipi peran sebagai kreator.tak lebih dari sup kuantum yang membombardir indra kita dengan miliaran data setiap menitnya. Ini adalah upaya otak untuk menciptakan identitas. respons hidup dan mati. Keenam. mengeksplorasi fakta. respons kreatif." "Tujuh?" Ruben menarik napas. Di situlah otak mengambil peran. hidup diproyeksikan sebagai rimba perjuangan. Ia ingin tenang. Kedua. yang sering kita sebut inspirasi. respons visioner. dan harus bisa diorganisir ke dalam angka yang terkendalikan. Kita berkaca pada Sang Pencipta. kepemilikan. respons murni. Pengetahuan eksternal bersifat objektif. Otak memiliki kemampuan kontak langsung engan Kesadaran Murni yang sama sekali tidak ditemukan di dunia materi. bertahan hidup. Nah. "Siap-siap. respons reaktif. Ia berawal dari satu cercah kehidupan. Kemampuan ini datang dalam momen yang penuh keajaiban. dan ia ingin yakin bahwa dunia luar bukanlah sumber segalanya. Respons paling dasar. Terima kasih sebelumnya. dan tujuanmu satu. muncul kebutuhan yang lebih kompleks." "Pertama. Otak mencari info ke luar dan juga ke dalam. Tak terkategori." "Tolong dibuat sependek mungkin. Ini jugalah perkenalan pertama kita dengan konsep kekuasaan. Lewat respons ini. Di tengah hiruk-pikuk dunia' materi. ketika ia mulai berpaling ke dalam. Dengan tujuh respons dasarnya. Sekalipun ada sistemasi biliunan saraf . Ini bakalan panjang. otak tidak hanya menjaga kewarasan. aturan. manusia dimampukan untuk mencipta . respons relaksasi. Jumlah itu adalah chaos. otak yang senantiasa aktif pun menginginkan kedamaian. Pada tahap ini ia mulai bersandar pada apa yang ada di 'dalam'. dan yang internal bersifat intuitif. muncul respons keempat: respons intuitif. tapi juga mampu menyuguhkan seluruh semesta.

." "Satu pertanyaanku. untuk apa kita menyesali masa lalu dan mencemaskan masa depan?" "Betul!" "Tapi bagaimana kalau sepuluh tahun lagi kamu jadi profesor botak/ jelek.yang bergantung pada otak. Permainannya sendiri. berantakan. Sesuatu yang tidak perlu berpikir. Dhimas. tapi otak sendiri tidak kehilangan akarnya pada kemurnian. Itulah sumber yang sesungguhnya. dan lembaran-lembaran dolar mengalir lancar ke rekeningnya. maka kita selamanya mengambang di pemahaman hidup yang paling dangkal.. Otak adalah alat yang disediakan bagi kita untuk bermain dengan hidup. berarti di manakah kita waktu tidak menjalani keduanya?" "Bersama Yang Tak Pernah Hidup dan Tak Pernah Mati. Mencuci rambutnya dua kali dan mengoleskan vitamin." Ruben tersenyum lebar. Di bawah pancuran." "Karena itulah momen di mana potensi teimanifestasi. menarik kita ke dalam abstraksi mental yang tidak nyata." "Aku sekarang mengerti arti 'momen' yang para spiritualis maksud. Diva diskors dari catwalk sebulan penuh. namun ada. Tidak ada yang lebih penting daripada saat ini." "Sori. karena lebih punya banyak waktu di kebun kecilnya." "Jangan bicara soal itu. Hanya pada saat ini kita mampu merasakan masa lalu dan mewujudkan masa depan.. Membaluri . Alarmnya dengan rajin terus berbunyi. Secara finansial. masa lalu dan masa depan hanyalah distraksi. sehabis yoga. Saat ini selalu memperbaharui dirinya tanpa batas.. Mereka bilang. dengan tertib ia pun menyelesaikan latihannya di treadmill. Tapi ia malah merasa diuntungkan. "Itu kalimat terindah yang kudengar hari ini. Kegiatannya tidak berubah. sambil melenturkan otot. "Melalui ketujuh respons ini. Tapi begitu kita terjebak dalam linearitas. Kalau mati dan hidup cuma pengalaman. pikun. terserah Anda. Seperti biasa." "Jadi. manusia melihat dunia terbentang untuknya. Dan apa yang ia lihat tergantung dari respons mana yang ia pergunakan. itu pun tidak berarti apa-apa. Minum jus dua gelas." KEPING Si Pencinta Alam Garagara aksinya di perlombaan fashion show anak-anak waktu itu. dengan saksama ia menggosokkan scrub ke seluruh tubuhnya.

" "fntao.. Tak lama kemudian. berarti saya anggap itu pujian besar. Ia tidak akan pernah memperlakukannya demikian. Gio adalah peranakan Tionghoa-Portugal."1* Mereka berciuman hangat. ada suara mobil memasuki pekarangannya. Sebuah fenomenon yang jarang-jarang terjadi. XiPu ^ tidak akan berdagang dengan yang satu ini. "Estb tudo bem."1* Gio mengecup keningnya penuh kesungguhan. queridoV'13 sapanya ceria. "Memangnya kapan saya pernah sedih?" "Ah. sekarang ini saya pasti memilih makan malam sendirian. buat saya. dan kini baru saja pulang dari pegunungan Andes.. ya." Gio tergelak. "Gio! Como vai. erti sahabat.seluruh kulitnya dengan pelembab. pekerjaannya membutuhkan fisik yang selalu fit. Diva langsung melonjak dari kursi menghambur keluar. "Kamu makin cantik. sekaligus satu-satunya pria yang dL niva untuk mencium bibirnya. Minha sol bonita. ya? Kalau kamu masih nangkring di Jakarta seperti dulu. Satu-satunya pula ort Sh diizinkan masuk ke ruang tamunya walau* -9 Jaar itu tidak. Kamu pasti masih Matahari yang dulu. kan?! Kamu memang tidak mungkin berubah. menjatuhkan berat tubuhnya hingga mereka berdua terdorong ke tembok. Ia telah lama pindah dari Jakarta ke Rio de Janeiro. kamu lebih appealing dari makanan apa pun malam ini. Setiap tubuh adalah perangkat yang luar biasa menakjubkan." "Atau gara-gara kita cuma ketemu setahun sekali. Kulitnya masih menyala. Tapi semua itu dilakukannya semata-mata karena ia merasa berkewajiban mengurus jasad— kendaraannya untuk menghadapi hidup. Namun malam ini Diva lebih cepat siap dari alarmnya sendiri. penampilan yang prima. "Kamu mau makan malam dulu? Tapi jujur saja. ganteng bukan main. Kelihatannya kamu bahagia. Diva pantang menjadikan tempat 1™ ^ SU pasar tempat orang berjual-beli." Gio mengusap wajahnya lembut."16 Diva melingkarkan tangannya di pinggang Gio." "Keluar dari mulut seorang Diva. Yang satu ini tidak termasuk golongan klien t . Ia tahu. Tubuhnya nampak semakin tegap. meu amor. "makan . "Nah. Dan kendaraan ini bukan kendaraan rombeng.

.mt. "Ada apa? Komputernya mati? Belum disave?" tanyanya panik. Biar kita bisa melanjutkan yang tadi • Gio pun tertawa.. saja! Ceritanya dia datang setelah h v ." bisik Gio. rang juga 81 "*»c. Asal tujuannya jelas. kok!" cepat-cepat Dhimas berkata. "Rupanya kamu ingin menyajikan sisi lain dari Bintang Jatuh... si Pencinta Alam! Aku ingin terus menghidupkannya. saat ini juga.. Mereka berciuman lagi." "Tapi aku tidak tega melenyapkannya begitu saja. Mungkin itulah yang paling ia tunggu-tunn dari malam ini. Jadi sebaik. si...." s Qalara ™mantisme "Sedikiiit. passion. dari mana kek. tapi tidak perlu.malam. Dia masih punya emosi. "Sayangnya. lalu untuk terakhir kali berusai? . aku bisa bercinta denganmu. "paka" mobilku. blablabla. "Dengan sangat menyesal. Ruben tergopoh-gopoh datang ke ruang kerja. di sini. nih?" . 11 Apa kabar. » Sekarang. sayangku Matahariku yang cantik ¦ "Jadi . Dhimas &amp. ini benar-benar cobaan berat!" Mendengar teriakan Dhimas.ana Bintang Jatuh. cintanya yang terpendam... "Baca ini. menyaksikan Mataharinya." "Sebenarnya aku tidak keberatan dengan bumbu-bumbu romantis.... "Hmm. antara menahan geli dan gusar. atau makan saya. Alah "Kita kan baru saja membahas kai roentransendensi ruang dan waktu. Ternyata dia tidak melulu pahit." Diva balas membisik "Ayo...." ha memmang "Pemborosan tinta!" "Payah! Tidak romantis!" Romantisme itu cuma metafora. cinta sejatinya. jawabannya: tidak. kita pergi!" ia pun menggamit tangan Gio. esta hora. aku yang tidak bisa. kekasih Baik-baik saja."Aku tahu pasti kamu nggak setuju.. Ruben "Oh.." "Oh jelas. "Bisa dua-duanya?"_____. dengan sopir.. Lebih lama. lebih dalam menikmati setiap detik—mengingat ia hampir tak per Va melakukannya.-tapi. Lalu?" "Tokoh itu." Dhimas menyodorkan naskah yang masih hangat dari printer." Ruben pun membaca lebih saksama. Ruben bingung. ya?" tanya Dhimas malumalu. Ruben membaca sekilas. berkubanq dai»™ yakltaiuga berkepanjangan. "Coba dibaca ulang. dan metafora adalah saput yang ..1 Cinta tidak terpancing emosi. Mau improvisasi. "u "Minha sol.

seratus persen. karenanya Gio u Tentu saja sol E» No. "Aku sudah tahu. Sebersit emosi sentimentil menyusupi hatinya." "Kamu tidak merasa Tuhan itu romantis?" "Kok Tuhan." . Berusaha ikut mengingat.Wajah tampannya memancarkan kepoWZ t "dibohongi. tapi aku tidak peduli." "Tidak setuju! Romantisme adalah aspek penting dari cinta. Dan masih banyak lagi pandangannya yang berubah sejak Diva hadir. yang terbenam dalam pelukannya. Gio menahan napas." Diva menggeliat. Diva tertawa. Diva. Diva bui fflenebak apa yang kira-kira anak itu dengar. Diva menganggap Gio tak lebih dari anak orana kaya brengsek yang cuma ingin menambah panjana «portofolio" pengalaman seksualnya untuk kemudian diobral ke teman-teman.Tt beruntung. jelas Dia Maha Romantis juga. sih contohnya. "Itu tabungan saya.melapisi inti kebenaran. ini akan menjadi malam yang indah. Tuhan kan maha segalanya Ya. "Cinta yang mana dulu. "That's the point. Tak banyak peristiwa yang ia kenang. mendongak sedikit. ertahankan dalam memorinya. yan9 masi h dlP Waktu itu Gio masih nampak ingusan waia«n. . "Div.. querida. saya harap malam ini tidak mengecewakan. sebaya. Justru langit menjadi hitam karena matahari berhasil menghanguskannya. Jadi. gerah. Gio memiliki persepsi lain tentang malam. tulus. "Dan kamu masih menyimpan kunci itu?" ^.." ujar Gio takut-takut saat itu." KEPING U n Sol E m Noite Semenjak bertemu Diva. malam itu adalah salah satu momen vann . Seperti membaca pikirannya. Menjadikannya arang." Diva terdiam. Entah dari mana Gio J^Zl dirinya. kamu masih ingat malam pertama kita?" "Oh! Ampun! Kamu membuatnya terdengar seperti malam pernikahan." Suara itu membisik halus." protes Ruben. "Mungkin artinya memang sama besar buatku. "Dari pertama kamu muncul.'4% "Claro1*. namun tanpa perlu ditanyakan. maka gelap malam bukan berarti ia pergi. Yang jelas «ku! membuat Gio nekat membobol tabungan pribadinya ' Awalnya. Andaikan Diva sebuah matahari yang membakar bumi di siang hari. mengusik kenangan-kenangan lama. Aku tahu mungkin kedengarannya konyol buatmu.

"Bisa saja." "Kerja?" . bumi terlalu luas untuk didiamkan. ya? Kenapa?" Diva duduk santai. Setelah itu Gio hampir tidak pernah pulang. Ia mulai hiking ke Tiger Leap Gorge di Cina. penakluk gunung. Pernan ke mana saja?" . "Saya ingin sekali bertualang. Watut. Diva mendengarkan semuanya dengan takjub. Menapaki setiap kerikil dan batu di tempat-tempat menakjubkan tadi. dan menemukan makna profesionalisme dalam bertualang. Tapi saya ragu. dan Waghi di Papua Nugini. Di antara seliweran puja-puji kagum tentang kakinya yang ia dengar setiap hari. duduknya menegak.$*ggg telah disentuh.anny.Un." ucap Gio tulus. tidak pernah ada yang serius. Sekarang. W -«jESjSS menyusur sunoai dalam negen. "Kamu mengingatkan saya pada Sungai .. Dan dengan semangat ia w»." "Tidak?! Potongan kayak kamu tidak punya pacar?" Diva terbelalak. sambil menyilangkan kaki. "Bertualang.***! d «m..„.. rafting. Selalu menyenangkan bertemu seseorang yang masih punya hidup..." . Ikut bertengger di sol sepatu Gio.:„„ Sorot mata Gio berubah-sesuatu yang &lt. Gio. Rafting." desis'Diva. kalau melihat kaki kamu yang sekecil wortel. Sampai akhirnya sekarang ia menjadi anggota ekspedisi Sobek internasional... kek... Ia adalah penakluk sungai. Peng. baru kali ini ada yang menganggapnya seperti wortel. malah hampir tidak ada. sampai ia mm* ke tiga rangkai sungai: Yuat." 'Diva terbahak.saya sudah berani menobatkan kamu sebagai klien saya yang paling ganteng.. "Ekspedisi. Tidakkah lebih baik uang itu dipakai buat beli buku." "Kamu kelihatan begitu hidup. "Tidak terpikir.. Saya tidak ada waktu. saya mulai menominasikan kamu sebagai klien saya terlucu." Suara Gio nyaris tidak terdengar: "Saya tidak punya pacar. mencoba Gletser Rekiak di Tibet. Ia sudah jauh meninggalkan ruangan itu. spontan. bermain-main di batas pencapaian manusia menyentuhkan jejaknya atas alam. Naik gunung. pergi jalan-jalan ke mana kek.. atau membelikan pacar kamu cincin kek. naik gunung. "Kamu menyenangkan. "Maksudnya. Tapi kalau lagi santai pun biasanya saya pergi hiking." "Oh." gumamnya menerawang.

. sampai semua langit jadi oranye. ini. terbenamnya matahari di Tatshenshini. "Kamu tidak apa-apa?" tanyanya lembut seraya memegang badan Gio yang gemetar dan berbulir keringat. Matahari di kala malam. Gio akhirnya mampu bicara. ". "Baru dua minggu yang lalu. kamu memberi kesan yang sama. terpesona sekaligus resah." Diva hanyut. Matahari itu lalu bangkit.." Diva pun terkesiap." Ia nampak benar-benar cemas. seperti masih berada di sana. bahwa malam ini ia merasakan magi yang membuat segenap sel tubuhnya memekar bagai bunga di musim semi. bahwa Diva yang kini duduk'di hadapannya dengan rambut tergerai tanpa tabir tubuh apa pun adalah pemandangan terindah yang pernah ia lihat. bahwa Diva bagaikan. emas. Setelah sekian lama. kok. tapi terus berubah setiap detik. Emas yang paling berkilau. Pernyataan tadi merangkum semua.. yang deras. Keringat itu keringat dingin.. Kamu bisa bayangkan? Sebuah ketenangan.. Seperti api." Dan Diva benar-benar tak menyangka Gio sepolos itu.... Dan arus sungai di bawah saya. sampai-sampai membuatnya terkesima untuk yang kedua kali. "Di sana sedang musim panas. Bagaimana ia harus mengungkapkannya. Menjawab segala .. Ia mulai menggigiti bibir.Tatshenshini. Gio sendiri sepertinya linglung.... terbentang membelah bukit pinus yang sangat rapat.. minum.. "Agaknya kamu akan membuat perdagangan kali ini lebih menyenangkan... "Saya nggak apa-apa. malamnya terang. bercampur buih putih yang mengamuk.. dan waktu itu saya berdiri di atas tebing. bahwa semua indranya mengecap tempat-tempat ternikmat dan terindah yang pernah ia tahu.. Hanya saja.. "Nih. Tatshenshini ada di bawah. Lukisan ekspresi wajah Gio melampaui batas verbal. bahwa ia telah menjadi lelaki. Di langit ada awan-awan nebula yang tadinya kehijauan." Gio tersenyum polos..." "Alaska? Kamu pernah ke sana?" Diva terlonjak lagi. un sol em noite. membawakannya air putih. ini adalah yang pertama buat saya. Pinus terbanyak yang pernah saya lihat... Teringat akan tugas yang masih harus diembannya. Dan entah kenapa." Gio menggelengkan kepala takzim...

lengkap dengan sopir?" selorohnya lagi." "Ikut dengan saya." Gio mendekapnya erat. Diva membawa kenangan ciuman pertamanya.. Diva merengkuh lembut pemuda itu. Mereka sama-sama membawa kenangan. membiarkan bibir itu di sana. untuk kemudian menciumnya tenang. "Tenang.. Mengetahui lagi rasa jutaan saraf kecil yang memercikkan listrik-listrik bening ketika dua bibir bertemu. "Diva." "Tidak ada yang saya sesali. |Q Jangan lakukan itu memisahkan kedua bibirnya. Tidak akan . Tidakkah kau mengerti. saya tetap tidak terikat atau tergantung pada siapa pun. "Seharusnya kamu tidak melakukannya dengan saya. Perlahan dan tenang. Diva. Membiarkan dirinya bermanja dalam pengalaman yang jarang ia dapatkan. Diva mulai menggigiti bibir." Gio menjawab pelan." Diva menambahkan sambil tertawa kecil. at least. Gio membawa pulang kunci kamar hotel itu. saya bukan peliharaan orang. "Nio fazer istb. sayang. "Kamu rhasih 'Si 5000 dolar?" "Dengan kurs sekarang? 1500. Diva menikmati setiap detik. Seakan-akan ia telah bermetamorfosis dengan sempurna. Saya yakin itu.." Suara Gio menariknya dari vakum memori.. Tidak ada yang menghidupi saya. Ngeri akan kesungguhan dalam ucapan tersebut—membuat ia tersadar. mendekapnya lama. Tak pernah Diva membiarkan hal itu terjadi sebelumnya. dan bukan peliharaan perusahaan. Menariknya masuk ke dalam lapisan hangat selimut. Refleks." Jangan. Aku baru saja menemukan mahadewi. Uang Gio tak disentuhnya sama sekali. betapa ia sudah tak terbiasa menghadapi apa yang sungguhan hidup. Gio menyentuh lembut dagunya. tidak seperti ini. Ia bukan lagi anak lelaki gugup beberapa jam yang lalu. Dan Diva pun merasa ngeri. Refleks berikutnya. Saya entrepreneur murni. "Kamu tahu saya tak akan pernah merenggut kebebasanmu. Melihatnya Gio langsung menyergah. Tidak juga nanti...keheranannya. Gio tak berkomentar. Namun ada vibrasi keresahan yang terdeteksi. "Kamu pikir dari mana saya bisa punya rumah di real estat itu? New Eyes." ia berbisik. namun malam ini ia yakin telah mengambil keputusan yang tepat.

lagi-lagi Rana berkutat serius dengan agendanya. kamu tak akan mau hidup dalam belenggu seperti itu. menghitung-hitung kira-kira di mana dan jam berapa ia bisa menyelipkan Re ke menu acara. Percayalah.. wajahnya kini berhadap-hadapan dengan Mataharinya.. Buat semua detik baru. "Matahari membakar siang.ada yang berubah. "Saya tidak pernah berharap apa-apa.. sesungguhnya tidak pernah sekali pun kita berpisah. Langitku/ sang Diva berbisik. Gio." Diva mengecup lengan Gio yang menyelimuti tubuhnya. apa bedanya? Bagi matahari tidak ada siang atau malam. Jangan pernah takut dengan kebebasan. Semampuku. tak berguna. Meninggalkan malam ini." "Minha sol. Buruk. Jadi. "tidak juga pernah berubah sejak dulu. tidak kurang. ada. Yang ada hanyalah. dan berarti. Manusia yang hidup tahu bahwa ketidaksabaran hanya akan membuatnya merencanakan masa depan secara tidak alami. lalu menghabiskan hidup mereka untuk menghiasi keusangan itu dengan paksa. Dan demi sebuah kebersamaan. menjadikannya seperti kain perca. gemas." KEPIM6 Tuhan Maha Tidak Romantis Secara kebetulan mereka berdua sama-sama sedang ada di kota Bandung. "Aku mencintaimu/' bisiknya tertahan. Telepon genggam mungilnya ." "Meu vem. tidak lebih. Menjadikan detik-detik berharga tadi usang. Detik ini berarti karena ia detik ini. Saya barusan berkata jujur. Kita tidak bisa menyeretnya hanya karena kita begitu terikat dengan keindahannya. "Manusia tidak diciptakan untuk terikat pada apa pun." Gio mengerti semua.. Ada perbedaan besar antara pesimis dan jujur. sekaligus sudah terlalu berat untuk ditanggalkan. tapi berat rasanya ia melepaskan pelukan itu. "Izinkan akubeisatu denganmu." Gio bergerak pelan." Seketika Diva. Apa adanya. dan malam. "Dan kamu tahu betul jawaban saya. Jangan pernah juga memanipulasi kebebasan. Ia akan tetap berarti kalau kita membiarkannya lewat. apa pun harapan kamu." Lelaki itu mengatupkan mat ari y a. Kamu manusia yang masih punya hidup." "Kenapa kamu harus begitu pesimis?" "Saya tidak pesimis.membalik badan.

" suara Rana nyaris tidak terdengar. "Nggak usah diangkatlah. Bunyi telepon genggam berdering. Tiga jam yang berharga. Mereka seperti sedang transaksi ganja. Bagaimana?" "Saya cuma punya waktu sampai jam enam. M tidak adil." "Saya usahakan setengah jam. Re menghela napas. Re mengangguk kecil. "I'll see you. Paling lama 45 menit. kenapa juga harus selalu terbirit-birit? Mengapa tidak bisa membiarkan satu kesempatan lewat begitu saja dengan santai? Mengapa mereka bertingkah seperti pialang saham di bursa? Haruskah demikian? Ferre Semua ketegangan tadi lumer ketika dua manusia itu akhirnya bertemu. Bergegas Rana menuju kamar mandi." Rana menggeliat bangun. ya. lho. sejam lagi." "Kalau saya jadi istri kamu." Rana seketika menunduk." Re setengah mengingatkan. Tak dirasa lagi lelah akibat permainan petakumpet. Tapi kemudian mereka sama-sama melihat nama yang muncul. "Ya?" *tM «jangan jemput saya di sana lagi. tadi saya lupa matiin. "Ya?" "Bagaimana?" Rana tidak suka ini. Princess. dan menutup pintu Suaranya terdengar sayup-sayup dalam ruang yang menggema itu. sih. Keduanya tersentak. Tanpa lihat belakang. "Oops.. ya?" "Tapi setidaknya kita bisa berduaan tanpa pakai strategi. Ekpresi wajahnya bertahan sama. 'Mungkin bisa.berbunyi." ". atau kiri-kanan. enggan..." jawab Re.Re." ulang Rana dengan nada ditekan. Milik Rana. Merasa bersalah. Puteri. Tapi saya benar-benar harus muncul di dinner meeting satu ini. kalau saja ia boleh komplain." rajuk Re. Ternyata itu t«» 1 pea«0h. setengah memaksa. "Padahal janji wawancaraku baru mulai jam tujuh nanti. Mungkin kita tak perlu bertemu.. Masih terdengar jelas. Dan kenapa aku ditempatkan di hotel dengan kamar "back to . "Saya usahakan. Mungkin kita tak perlu bertemu. Seringnya ialah yang bermain sirkus dengan waktu berhubung jadwal Re yang padat gizi itu sulit sekali diajak kompromi. pasti sering ditinggal-tinggal.¦¦ Kebimbangan itu bergolak perlahan di bawah permukaan Sepertinya ada yang salah. "Ya." gumam Rana sambil membelai rambut Re. "Sori..." "Sejam? Tapi saya sudah di jalan.

karena aku rela diabaikan. suara infrasonik. ultrasonik. "Oh. "Halo. Mereka berjanji ketemu lagi malam ini. cari makan. Mereka menyumpahiku.. "Apa??" serunya setengah tertawa. Dengan berbagai alasan.. Rana pun berbohong pada rekan-rekannya." ujarnya sambil berlari kecil. satu kesempatan menyambut kekasihnya pulang kerja. Mas?. palingpaling Gita. Nihil." Busa putih di mulut Re muncrat keluar.semua.aku ingin sekali tuli. Sekawanan samurai terbuat dari huruf datang menyerang. Busa odolnya sudah berpencar ke mana-mana. itu sangat orisinil! Kamu cari di seluruh pelosok bumi. "Rana. "Kamu cakep kalau lagi sikat gigi. dari mulai suara biasa. kamu belum di rumah. Dengan penuh kesadaran. Tepat waktu. Mendadak ia punya saudara sepupu yang harus dikunjungi dan akan menginap di sana. Rana dengan tahu diri berusaha menebus "kesalahan"-nya. pelan-pelan ditutupnya pintu kamar mandi itu. "Sebentar ya. sih? Nggak jelas! Tapi kamu makin-makin cakep.. Rasanya ia mau merelakan semua miliknya . menyaksikannya sikat gigi sebelum tidur... dengan suara kumur-kumur. no. Dua kali dalam satu malam. Yang mampu memblokir suara apa saja. ramerame. pintu kamar mandi itu terbuka. Setelah sekian lama. nggak akan ada lagi yang melihat begitu!" Rana tergelak-gelak.. Re masih tertawa-tawa. sampai suara hatinya sendiri... Ini . Sekalipun wajah itu nampak dingin tak terpengaruh. mencari-cari perangkat apa yang kirakira bisa berbunyi dan menutup gema-gema dari kamar mandi itu. Mereka menghinaku." Rana berjalan menjauh. Namun demi satu kebersamaan. karena aku cuma bisa diam. demi sepasang penyumbat telinga nomor satu di dunia. Suara Rana yang menasihati. • Sebentar lagi Re sudah-mau memotong kupingnya... Puteri. Mencacah harga diriku seperti daging cincang.nature" sehingga tidak ada televisi di sini? Dengan gelisah Re menyebarkan pandangan. ya. "Kamu ngomong apa." Terdengar keluh Rana. saya baru mau pergi. Suara Rana yang tertawa.. ya. Tawa Re langsung punah. Suara Rana yang menyimak." Tiba-tiba terdengar telepon genggamnya kembali berdering.

Dibersihkannya percikpercik busa di kaca.." "Gila." "Kalau semua itu kita rangkum." "Ada yang saling membenci karena Cinta. berapa banyak format yang harus kita telaah kalau begitu? Karena kenyataannya. Ada cinta pacar. Satu item dengan setumpuk katalog yang berbeda.. Cinta bisa dipraktekkan macam-macam. Tadinya ia pikir ini hanya obrolan sore hari yang ringan-ringan saja. Suara kucuran air membahana di ruang kecil itu.. tikus. Jadi substansi apa itu sebenarnya?!" "Menurutku. Cinta pacar. Polusi itu tercipta di pikiran kita." "Oke. Re menghidupkan semua keran air. Mubazir! Yang ada malah orang-orang miskonsepsi tentang apa itu Cinta. "Tapi kalau Tuhan maha segalanya." Ruben mengacungkan jempolnya." Dhimas jadi merenung. "Iya. titik tengah: romantisme hanya bentuk ekspresi. Dan semua pemilahan kategori cinta sesungguhnya adalah satu zat yang sama dengan kadar polusi berbeda-beda. di pinggiran wastafel. "Jangan sampai kita terjebak membuat prekonklusi dari data yang tidak lengkap. dibutuhkan gemuruh air yang lebih besar untuk membungkam suaranya sendiri. kucing. sahabat. Ruben Ruben masih tidak mau kalah. "Kita ingin berbicara tentang Cinta di level substansi. Coba." "Setuju. ia pun membasuh mulutnya. Tunggal.. apabila pemilahan- . berarti Tuhan juga Maha Tidak Romantis.sudah seperti minum racun yang dijadwal. cinta orang tua. "Aku selalu merasa Cinta itu dipromosikan dengan salah. benakku siap memaki lagi. Dhimas &amp. Puteri. Kebencian pun berasal dari energi yang sama. Keran air langsung dihidupkan. Dari shower sampai kloset. Namun ia tahu. ya. Berkumur-kumur amat keras." "Ada yang bunuh-bunuhan karena Cinta. Bukan praktek.. oke." "Peperangan atas nama Cinta. dan mendadak ia merasa sangat bodoh. dan seterusnya itu sudah merupakan format turunan." "Eros.. Aku tak mau mendengar apa-apa. Cinta adalah energi dasar." "Data yang tidak lengkap bagaimana?" Dhimas setengah mengeluh. berarti Cinta itu apa?" "Tahan dulu!" Ruben sontak duduk tegak. Jadi. cinta tanah air. Philia. hanya ia mengalami proses saturasi.

sih?" tanya Rana memelas. itu cuma acara biasa." sergahnya halus." "Kalau kamu canggung." Sejenak keduanya membisu. Justru sebaliknya. kontraktor yang sedang mengerjakan proyek masjid raya di Surabaya itu. Bakal ada puluhan orang lain juga di sana. Re menolak. Tapi aku tetap tidak bisa. Mentahmentah." KEPING ^ Sebesar Cinta itu Sendiri Hari ini Rana berulang tahun.. Jadi apa salahnya.pemilahan tadi lenyap. berkeluarga." "Satu-satunya pertanyaan yang ada. jangankan masuk. dong. Apa salahnya kamu juga tahu tempat tinggal saya sehari-hari itu seperti apa. "Kamu ini." "Justru aku ingin kasih lihat kalau kita berteman. Ale bisa mengikatnya ke tiang listrik kalau tahu ia akan pergi ke rumah Rana." kali ini Re spontan tertawa. "Aku bukannya paranoid." Rana merajuk mania... mengapa kita mati. Ruben." ulang Dhimas lebih mantap. tidak ada di rumah." Mengalami? Ruben tercenung. Rana akan mengadakan pesta kecil di rumahnya nanti malam.. beranak-pinak. Puteri. ia merasa tidak karuan sekarang. kendati ia menyampaikannya dengan halus. dan jadilah ini semua. Terbungkus momen yang tak terkatakan. semuanya adalah pengalaman. mengapa ada ini dan itu. Jadi kamu nggak usah paranoid begitu. Feedback adalah hasil arus balik dari atraktor asing yang berputar kepada diri sendiri. Sementara suaminya. Namun Re tidak melihatnya sebagai satu peristiwa yang membuat hari indah.." Dhimas terenyak. Mempertanyakan dirinya. Konsentrasinya berantakan. "Bukankah itu inti semuanya? Mengapa ada hidup. Padahal saya kan tahu tempat tinggal kamu. mengantarkan saya pulang ke rumah saja nggak pernah mau.. mengapa kita jatuh cinta. "Tidak ada yang salah. maka yang ada hanyalah." "Bukan itu masalahnya." "Atraktor asing. "Cinta adalah mengalami.. "Sesuatu yang agung dan substansial ingin mengalami. mengalami. Ia mengalami melalui kita. Ingin mengalami adalah hasrat yang paling dasar." bujuk Rana lagi. Puteri. Perlahan Dhimas berkata. Semua orang juga sudah tahu itu.. "Apanya yang . supernova "Tidak bisa kamu samakan. ". "Re. dan ia mengundang Re datang. ajak saja Ale.

. karena. Karena cemburu. Ada Re di dalamnya. Sel ini terus bertambah dan merambah. Bagaimana kalian makan bersama. hingga akhirnya objek yang nyata pun tak jelas lagi. tapi aku usahakan. Ia akan terpecah di luar kendali cinta itu sendiri. atau bercinta di atas meja. Suka tak suka. Mereka hidup melingkari kita. tak kan pula kuhadapkan mataku untuk melihatnya. Sebesar Cinta itu Sendiri Rasa memiliki itu hidup seperti sel. Ia cuma bisa berharap Rana mau mengerti. Rana akan mencak-mencak kalau tahu ia tidak datang hanya karena. diakibatkan oleh fantasi yang diduplikasi berulang-ulang dan berlipat-lipat ganda... Ia yakin. 20 Simulakrum adalah ruang yang disarati oleh duplikasi dan daur ulang berbagai fragmen yang berbeda-beda di dalam satu ruang dan waktu yang sama (Baudrillard). Aku akan dirasuki jutaan imaji mengenai dirimu dengannya." "Aku usahakan. Pergi tanpa ragu lagi. ya?" Re diam. Selain posisi berhentinya yang serampangan—antara mau belok atau tidak—mobil itu pun sudah berhenti di sana lebih dari setengah jam. Mobil-mobil banyak yang mulai datang. Re menjatuhkan kepalanya ke atas kemudi. saya sedang tidak berselera untuk disiksa. Tidak janji. Paling-paling cuma dua atau tiga puluh langkah berjalan kaki.. "Pleeeeease. Dan aku menyimpan sel-sel yang sangat sehat. Dan betapa seharusnya engkau tidak di sana. menatap plang jalan itu dengan resah. semenjak kita saling mencinta. Semula satu dan kemudian terpecah jadi seribu satu." Di jalan itu. Dalam konteks ini bisa diartikan juga bah wa alam simulakrum adalah alam meleburnya realita dan ilusi.tidak bisa?" "Kadang-kadang kamu memang terlalu naif. tapi bergerak seinci pun Re tak bisa. Rumah Rana pasti salah satu dari jajaran itu.. Kekasihnya begitu dekat secara nyata. Kecemburuan aneh yang hanya ia mengerti sendiri. Re menyalakan mesin mobilnya. Sejenak Re mengangkat matanya dan melirik ke jalan itu sekali lagi. Arwin Grafiti berwarna ceria . ada sebuah mobil yang berhenti dengan aneh.. Tak kan kuhadirkan kakiku ke sana. Puteri." "Datang. Maaf. bukan lagi di alam simulakrum20.

mungkin mereka memang cuma berteman. keduanya nampak tegang menontoni salah satu adegan puncak. Rana yang menjadi pendiam." ucapnya dengan nada sewajar mungkin." "Tapi Rana pasti hanya berteman baik dengan orang itu." Segalanya memang menjadi jelas. pemurung. Tapi tidak ada jalan lain: "Bukan untuk pertama kalinya aku melihat mereka." "Well. "Kenapa juga harus dibikin ketahuan?" komentar Ruben gemas. seluruh cerita ini berlalu begitu saja tanpa pelajaran untuk semua orang. Tapi kira-kira apa yang bakal dia lakukan ya? Pria malang. kebiasaan menangis diam-diam. Aku baru melihat mereka berduaan tiga hari yang lalu. hari Senin minggu kemarin. Lebih-lebih sehabis mereka bercinta. Semua harus kebagian. Sebelumnya lagi di Shangri La. berat.menghiasi setiap bidang dinding kafe itu." Muka Arwin ditegar-tegarkan. kalau dia sedang membuat profil tentang pria itu. "Artikel itu sudah bulanan yang lalu dimuat. Dhimas &amp. sih. Lagi-lagi." Arwin menghela napas. Kegiatannya yang seabrek. Namanya Ferre.. Aku hanya concern. "Ya harus. . Kamu juga kenal Rana. dan muram. Dan yang satu itu. Dia sangat mencintai isterinya. dan ia turut prihatin. Tangisan lirih yang seperti sayatan silet." Rasanya Arwin ingin membabi-buta lari ke atap gedung dan menjatuhkan diri. Temannya tahu itu." ia mengangguk-angguk. Tapi ia tak mau membuat Arwin lebih terbanting. Aku yakin. mana mungkin. Namun semuanya menjadi suram apabila disandingkan dengan aura kelam yang menyorot dari batin Arwin. makan malam di Chedi bersama pria yang ciri-cirinya persis sama dengan Ferre. Selalu menghindari acara keluarga. Ruben Persis seperti nonton film laga. Desi juga bilang dia melihat Rana di Bandung. tanpa bermaksud mengambil kesimpulan apaapa. temannya tahu itu. Kalau tidak. Rana yang pelamun. dingin. mengambil jarak.. "Maaf kalau aku terlampau curiga dan membuatmu malah tidak enak. "Aku tahu siapa dia. "Ya. tapi lebih baik kamu cek lagi kegiatan-kegiatan istrimu. Sepupuku teman seangkatannya di Berkeley dulu. "Tapi Rana memang pernah bilang kok.

[ Ini keterlaluan! Mengapa harus begini? Mengapa harus kamu." "Oh. Mereka saling pandangpandangan. Harus menunggu satu ajang akbar dan persetujuan rapat redaksi." Re mengolok. tapi sekarang memang lain cerita. Semoga saja dia sadar kalau sedang berpijak di semesta yang serba relatif. Rana? Mengapa harus aku? Mengapa perasaan ini? Perasaan sesat! Irasional! RACUN! ] Re setengah mati menekan kata-kata itu untuk tidak keluar. atau sebaliknya. "Menderita". Kamu tahu aku paling malas disuruh meliput ajang anugerah semacam ini. dan seorang kekasih gelap yang mencintainya setengah mampus ] l Sepasang sepatu mentereng yang sakit kalau dipakai dan sepasang sepatu tua nyaman yang setia ] [ Kabarmu sendiri bagaimana. "Jangan mengejek. Telepon kekasih sebelum tidur—betapa mahal dan kompleksnya kesempatan itu. Re tertohok. bisa telepon kamu. Bersiap-siap. Sepatu Tua? Senangkah kau di sana? Di gudang gelap yang hanya dibuka sekali-sekali.. Kata-kata yang selalu bermunculan namun ia bendung hanya karena tidak mau Rana sakit hati.. tapi bisa mengantar Re tidur tersenyum sampai pagi. yang cukup sepuluh menit. jadi penonton. dear? Kamu senangsenang dong." "Label apa yang dia pilih kira-kira?" tanya Dhimas lagi. bisa ketemu banyak artis. dan dilihat kalau ada kesempatan? . Dia bisa melihat dirinya sebagai korban. Entah itu diberi judul tragedi atau keberuntungan. Jemarinya mematung di atas tuts keyboard. tapi cara kita menyikapinyalah yang kemudian memberikan label.selayaknya semua peristiwa hanyalah semata-mata peristiwa. "Kalau soal itu sih jawabannya pasti 'tidak'. Maka terciptalah percakapan itu." Rana tertawa manja. "How's it going." Mendengarnya. Seorang suami yang harus dipertahankan demi stabilitas status sosial. Harga dirinya kembali tergigit. Kepahitan pun merambat naik seperti bisa ular. "tapi di acara seperti ini aku kan bisa santai. Bukankah ia sudah cukup menderita? [ Ya. ya? Berhasil bertemu dengan seseorang yang menarik? Among a bunch of airheads?" Re tambah mengolok. Dia punya semuanya. Ferre Rana sedang keluar meliput.

. .Sorry kalo kurang bagus edit nya… Selamat membaca aja ya..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful