DE_SUPERNOVA-_BintanG_jatuH SUPERNOVA Episode: Ksatria, Puteri, dan BintanG jatuH © 2000 Pee H Proof Reader Prof. Dr.

Fuad Hassan Hernia wan Aksan Tata Letak Muhammad Roniyadi (thatkid20@yahoo.com) Desain Sampul Tepte (teple@imatrekkie.com) Foto Dissy Ekapramudita Penerbit Truedee Books X Patrakomala no. 57, Bandung 40113, Indonesia Tel/Fax. 62-22-4213691 http://www.truedee.com E-mail: Dooks@truedee.com Hotfine Customer Service: 081-22141015 Pre-press Polar Repro Bandung Percetakan Gpta Cekas Grafika - Bandung Osakanl : Februari 2001 /CefakanU -Maret 2001 hafalan IH : April 2001 Cetakan IV :Juni2001 **«anV ; November 2001 Katalog Dalam Terbitan i ¦fe^'S ^ Bi,Mn* BMK,un8: T»*, Books; 200. $&96257-0-X JudulEngkaulah getar pertama yang meruntuhkan gerbang tak berujungku mengenal Hidup.Engkaulah tetes embun pertama yang menyesatkan dahagaku dalam Cinta tak bermuara.Engkaulah matahari Firdausku yang menyinari kata pertama di cakrawala aksara. Kau hadir dengan ketiadaan. Sederhana dalam ketidakmengertian. Gerakmu tiada pasti. Namun aku terus di sini. Mencintaimu. Entah kenapa. (catatan di satu pagi buta di atas atap rumah tetangga) Sanksi Pelanggaran Pasat 44: Undang-undang Nomor 7 Tahun 1987 Tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 6 tahun 1982 Tentanq Hak Cipta Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau memperbanyak suatu ciptaan atau memberi izin untuk itu, dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak 8p 100.000.000 (seratus juta rupiah). 2. Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak

Cipta sebagaimana toaksud dalam ayat (l), dipidana dengan pidana penjara paung lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak §§ 50.000.000 (lima puluh juta rupiah). Divisi Produksi kami telah mengeluarkan SP3, yang memperingatkan agar kami berhenti bermain-main dengan jatah satu halaman Cuap-cuap Penerbit dan mulai menggunakannya dengan lebih serius. Mereka mengharapkan agar kami membuat omong kosong permanen supaya tidak gontaganti film setiap kali naik cetak. Terus terang, hal tersebut menimbulkan gejolak besar di dalam tubuh Srudooks alias Si Truedee Books, karena surat peringatan itu merupakan cambuk evaluatif yang teramat pedih, yang membuat kami semua merenung, menyelam bersama dalam palung kontemplasi... bukan, bukan masalah selama ini kanu kurang serius atau tidak, tapi satu halaman... SATU halaman. Setelah Supernova diluncurkan dan mengalami begitu banyak peristiwa, adakah satu halaman mampu memuat seluruh curahan hati kami? Dan apakah itu gerangan yang sekiranya layak menjadi pernyataan final kami? Misteri itu akhirnya membawa kami semua ke sebuah penelusuran mendalam, sesuatu yang spiritual, mendasar: apakah tujuan hidup kami? Lantas kami menyelenggarakan satu konferensi tingkat tinggi yang dilaksanakan di warung nasi Ibu Eha, di dalam Pasar Cihapit, Bandung (masuk pasar, lurus, belokan pertama ke kanan, langsung belok kiri lagi), yang juga dimeriahkan oleh hadirnya artis top ibu kota: Dewi RSD. Setelah menundukkan kepala dan menyanyikan lagu "Syukur" sebanyak tiga putaran (pertama: suara penuh; kedua: setengah suara; ketiga: hanya bergumam), kemudian membentuk lingkaran dengan sebatang lilin di pusat -lengkap dengan beberapa lalat yang terbakar dan mengeluarkan suara mendesis yang menghipnotis, dan setelah itu mengungkapkan isi hati secara bergiliran, maka kami pun tercerahkan dan menemukan kembali tujuan kami yang sesungguhnya. Ayu Utami, di ulang tahun IKAPI tahun 2001, ketika ditanya oleh Dono Warkop yang saat itu bertugas menjadi MC: apakah yang akan Anda lakukan apabila

ternyata Anda memenangkan Nobel Sastra? Ayu pun menjawab dalam canda: Rasanya saya tidak akan memenangkan Nobel Sastra, tapi Nobel Fisika 'kali, ya! Oh, saudara-saudara, bahkan kami tak memiliki kemampuan cukup untuk mengkhayalkan sebuah penghargaan Nobel di bidang fisika. Terlebih-lebih sastra. Tidak. Tujuan kami hanyalah satu: bersenang-senang. Sekali lagi (dengan suara mengg ema plus sedikit echo): BERSENANG-SENANG (nang... nang... nang). Maka, Anda tidak hanya mendapatkan satu halaman... tidak juga dua. Bukan pula tiga! Melainkan empat halaman Cuap-cuap Penerbit! Bukan main. Ini sungguh luar biasa! Bukan begitu, Mike? Demikianlah akhir dari konferensi kami. Ditutup dengan Supernova v menyanyikan tembang lawas namun tetap cantik: "Kemesraan", yang diiringi permainan gitar Kang Wawa - penjual pisang di Pasar Cihapit yang juga fans fanatik grup bertajuk singkat seperti U2, Al, dan RSD, sambil bergandengan tangan dan menggoyangkan badan ke kanan dan kiri secara kompak dan terpadu. Momen yang sungguh mengharukan.Re tak tahu cara menyarungkan pedang-pedang tajam itu. Teroris-teroris dalam otaknya. Sementara Rana masih terus berbicara dengan suara ceria, "Dan tahu nggak, tadi semua orang menyangka aku sedang bicara dengan Arwin di telepon. Mereka begitu yakin itu dia, saking suaraku terlalu mesra katanya. Ha-ha..." Ajarkan aku menjadi naif. Senaif dirimu yang masih bisa tertawa. Senaif kebahagiaan di alam kita berdua. Karena setiap detik di kala kenyataan mulai bersinggungan. Aku rasakan sakit yang nyaris tak tertahankan. Atau ajarkan aku menjadi penipu, Apabila ternyata kau merasakan sakit itu dalam tawamu. "Itu tidak lucu, Puteri," balas Re dingin. Tawa Rana membeku seketika. "Re... aku ingin sekali berteriak, bahwa itu kamu. Dan bukan Arwin. Itu kamu... kamu..." suaranya kian mengecil. Dan kata 'kamu' masih terus bersambung di dalam hati. Re sendiri cuma bisa diam. Menyesali betapa banyak keterbatasan yang ia miliki: takdir, nasib, suratan. Ia teramat geram. Aku letih, Puteri. Malam itu Re batal tidur

aku memang tidak pernah pantas memilikinya. Ia tetap dirinya yang dulu. Ruben "Menakjubkan. dalam ruang simulakrum. mereka justru kelihatan menonjol. Dan terhibur sendiri dengan ketabahannya yang tak masuk akal. bagaimana bisa mereka sadar? Mereka begitu saling mencintai. Malah terjaga dalam kamar kerja. dan Arwin rasanya terserang diabetes melihat Rana. Sementara pikirannya bagaikan spektrum konvergen. Dalam segala ketersendatan akibat takut ketahuan. berhadap-hadapan." "Dan dia mengambil tanggung jawab di . Andaikan aku bisa berbuat lebih. tapi aku diam saja. Mencoba merasakan kembali puncak-puncak kayangannya dengan Rana. Berusaha memunguti lagi cintanya yang berantakan. Cinta yang sampai di titik tertentu akan mengaburkan ego. Tentu saja. Manis wajah berbungabunga istrinya bagai insulin yang terdongkrak dalam darah. Ia begitu. Siapa pun dapat melihat apa yang ia lihat. Tidak juga untuk pria itu. benteng terakhirnya dalam pertempuran batin ini. Kedua manusia itu. Bertahun-tahun aku tahu itu. "aku sama sekali tidak menyangka dia akan berpikir begitu. Memandang kosong ke satu titik. dalam pancaran hampa berusaha menggapai-gapai sebuah kesimpulan. Egois. Mereka tak sadar itu. Hanya sebeginilah kemampuanku. Tidak pernah satu detik pun aku mampu membuat Rana bersinar bahagia seperti itu. sebuah tindakan. terfokus habis sebesar Cinta itu sendiri seolah-olah tidak ada yang lain di mata mereka. padahal aku hanyalah batu penghalang bagi kebahagiaannya." "Dia teramat mencintai istrinya. sebuah solusi. Tak ada kebencian yang bisa ia keruk dari dalam hatinya untuk Rana. Yang ada hanyalah kebencian pada dirinya sendiri. Di dalam mobilnya. Maafkan aku Rana.. Tidak ada yang tergapai. Aku pikir aku telah seluruhnya mencintai. bahagia. Begitu pun dengan kesengsaraan. Re. Setengah dua siang... Ya. menghadapi carikan-carikan kertasnya. Dhimas &amp.. Tergila-gila. Arwin Pelataran hotel." Ruben mendesah. Kebahagiaan istrinya berarti kebahagiaannya. Arwin pun tepekur.sambil tersenyum.

Terakhir. Tersenyum sendirian. dimulai dengan pergi ke pasar. bisakah kamu bayangkan. dan yang kalau dilihat dari puncak gunung . Maka ia pun akan duduk di sebuah bangku. malah kadang-kadang tidak membawa apa-apa sama sekali. Pasar tradisional. Tersenyum sendirian.. Hanya memandangi. tapi kalau aku jadi dia. atau beberapa bungkus pupuk. Jauh dari kegaduhan pusat kota. Ia sudah tahu persis pukul berapa anak-anak itu keluar kelas dan bermain di luar. Menikmati pagi harinya yang sepi.. namun yang sebenarnya ia nikmati adalah memandangi tumpukan buah dan sayur. di luar pagar. tersenyum sendirian. ia akan ke kios-kios tanaman di pinggir jalan. sebuah dasi tergantung menunggu untuk disimpul. Terkadang ia membawa pulang satu polybag tanaman." KE PING 15 la Sedang Kasmaran. Setiap pagi Diva punya ritual khusus. sesudah sarapan pagi. ia memandang ke luar jendela. Dari sana. ya?" Ruben berdecak. Tas kantornya terbuat dari kulit berwarna hitam. Diva pun bersiap melakukan rangkaian ritualnya. Memandangi. Di kerah kemejanya. Ia hanya ingin ada di sana. tampak seorang lelaki keluar. sebesar apa har menampung seluruh cinta di semesta ini?" yang 'Sebesar Cinta itu sendiri. tapi telepon genggamnya sudah menempel di kuping. Sambil mereguk susu hangat.sana. paling-paling ia hanya membawa kantong plastik kecil yang isinya kue-kue atau beberapa butir buah. Mulutnya komat-kamit cepat seperti membaca jampi-jampi. sebelum pulang.'' supernova -Berarti." "Cinta bisa sedahsyat itu. Hati yang cukup besar untuk menampung cinta istrinya pada pria lain. Pulang dari sana. mungkin tidak bakalan punya hati sebesar itu. "Aku bisa ngomong panjang soal teori. Diva akan pergi ke sebuah taman kanakkanak. Diva mencibir." "Ya. Sementara kebanyakan orang cuma bisa menyalahkan orang lain. memandangi. 4 115 Tiba-tiba dari rumah seberang. Celananya rapi dengan garis seterika lurus seperti seutas tali. Diva sudah kenal beberapa penjual yang mengizinkannya duduk di balaibalai kecil mereka. Hari ini. Ia bisa berdiam lama di satu sudut pasar. Baru pukul setengah sembilan.

. Lidah yang berputar lembut dalam sebuah ciuman. sesuatu nampak berubah. s. sinar wajahnya. Melainkan menetes bagai embun. pria itu sedang kasmaran... yang ia lihat hanya cinta. Diva mulai tersenyum. . Memuakkan. Berdoa andai saja ada menit saat dunia mampu melihat refleksi dirinya sendiri dalam gerakan lambat. .. . Setiap kerut wajah akan memiliki arti. Tipe orang-orang yang memberi julukan pada bosnya—Si Cina Gembrot.. te.. tetes. demi. demi tetes. Dalam dimensi pikirnya. Diva menahan napas.. .. .. .. e. .. m. i. Pancaran ketulusan dapat dinikmati lebih lama. waktu berhenti membanjir.....sekalipun. . Tak peduli ke mana pun matanya berlabuh... Jemari yang bergetar ketika meraih tangan kekasih. . Namun kemudian. Wajahnya yang tadi kusut berubah cerah dengan drastis... .... Si Bule Gendeng. . . Sampai seolah-olah ia telah berubah menjadi asmara itu sendiri.. . setiap gerak tubuh yang terjadi. d.. . tapi tidak. Ia kenal betul tipe itu.. Senyumannya. mahal. Semuanya melambat seperti adegan s l o o o w m m m o t i o n n Hanya saat seperti ini yang mampu menggerakkannya untuk berdoa. Otot yang mengejang pada kaki yang berlari. . e. Kalimat yang tertunda keluar akan nampak.. . . de. t. . . . atDANB kasmaran. Benar-benar kasmaran.. .. Dan wajah yang berbohong akan jengah dengan sendirinya.. . .. Diva melengos. Penuh makna. . Tetes. dan kembali merunduk-runduk seperti ayam mencari cacing ketika kembali ke kantor... . Sudut bibir yang berubah dalam celah detik. Mulutnya bergerak perlahan... Terlalu drastis. Ia sedang melihat cinta... e. Mata itu memandang ke arah sembarang. tes. Si Jepang Bawel—tertawa-tawa akan hal itu ketika jam makan siang. mahalnya tetap kelihatan. .. cengkraman jemarinya di telepon genggam itu.. t. Niscaya semua akan menjadi begitu khidmat.. sepertinya kosong. Lambaian anak rambut yang ditiup angin. mi.. . 'Pria itu sekonyong-konyong berhenti melakukan gerakan serba sibuknya. Tipe orangorang yang ia temui hampir setiap malam. seolah-olah ada butiran mutiara ikut keluar di setiap kata yang terucap.. . Ini polusi untuk matanya.

Diva pun menyentuhkan jemarinya pada kaca. dan kita tetap bisa pacaran." Re tertawa. seperti telapak tangan mereka dilem. dan begitu pacarnya keluar.' Memang itu gunanya dia ikut. Biar aku yang ngantre. Tetaplah di sana. Apaan sih kamu. wahai kau yang sedang jatuh cinta.. "kampret!" Ale tergelak-gelak. Berusaha menyentuh pemandangan itu. Balik ke barisan. Kalau saja ceritanya lain. terus menerus. dan melesat pergi. Sejenak Diva merasa begitu kesepian.Tak ada yang lebih indah dari gerakan lambat. atau jalan-jalan kek. Mereka pergi bertiga. Bergegas ma suk kendaraannya. "Pergi sana. Supernova Ferre Malam minggu. Berhubung muak dengan usahanya yang sok sibuk sendiri di rumah. "Lho! Jangan ditolak. Dengan posisi seperti itu mereka berdua berjalan agak terseret. Ada pria yang setia menunggu dekat toilet." Lala langsung menolak. jangan pergi." Re menawarkan diri. Ada pria yang mengantre tiket sambil tak lepas memeluk kekasihnya dari belakang.. ada sepasang remaja yang bergandengan tangan. Makan bertiga. Pasangan itu pun berjalan pergi. Bagaimana Ale melingkarkan tangannya di pinggang Lala. Namun Tangan Yang Tak Nampak kembali berhasil menjebol bendungan waktu. Nonton ke bioskop bertiga. dan Lala menyandarkan kepalanya di bahu Ale. Dan seandainya ia bisa memohon. Lala. Kita ngantre bareng saja. Re yakin malam ini ia dan Rana akan dinobatkan menjadi pasangan dengan . "Nggak ah. Setelah flip teleponnya menutup. Sepertinya ada gelimang-gelimang cinta kental yang menggenangi kaki mereka.. apa untungnya kita ajak dia?" tukas Ale. Di ujung sana. Re memandangi dari kejauhan. Ada wanita yang lagi menyuapkan kue sus ke mulut pacarnya yang lagi asyik main Time Crisis. Re.. "Kalian duduk saja. wajah pria itu kembali berubah menjadi tukang dagang. Re kembali menjadi pecundang. Panjang antrean tiket sudah menyamai arakarakan barongsai. matanya berbinar seperti melihat bidadari merekah dari teratai kayangan. Kalau enggak. ia akhirnya memilih ikut dengan Ale dan pacarnya. Supaya ada yang ngantre tiket.

. Tapi aku cemas. mencari tahu apakah sinetronnya sudah mulai atau belum. Ia teringat ketika Ale menjemputnya tadi. Aku yakin hampir semua pasangan di pelosok negeri ini pernah pergi nonton berduaan. Kewalahan akibat banjirnya cinta mereka yang tumpah ruah. "Siapa juga yang pity? Itu sih memang kamu yang tolol!" timpal Ale. Kalau besok malam gilirannya Supernova Ia Sedang Kasmaran. kamu tidak perlu khawatir. 'Untung saja. "Bukannya itu kegiatan paling standar orang pacaran? Kalau boleh dibil«ng: preambulel" Ale nyengir. Aku adalah manusia statistis. . Statistik kita tidak bagus.. Itu saja. Aku adalah manusia yang butuh pengakuan. no pityl" Cepat Re berseru.' Sampai di perjalanan pulang. tanpa harus cepatcepat berjauhan kalau ada yang kenal. Bahkan Puck si peri usil akan jongkok di kaki mereka demi mengoles ujung panah-panah asmaranya. Re tengah mengintip acara televisi. Sebelum sahabatnya itu datang. "Aku tidak simpati.. aku berkenalan denganmu dua tahun dan empat puluh tiga hari lebih awal. apalagi kasihan. Semua sedang seru-serunya. atau minimal pegangan tangan. Ale baru mengerti arah pembicaraan ini.' merangkul bahunya waktu sedang ngantre. Bahkan aku berani bilang. Tak kutemukan satu orang pun yang mengakui kita. Ia Sedang kasmaran. ke bioskop. ada ¦ nggak yang tidak pernah kamu ajak nonton ke bioskop?" Re bertanya. Tanpa takut ada siapa di belakangku. Menyadari bahwa kata-kata temannya bisa jadi benar. "Ale. tanpa harus mengawasi kiri-kanan. Kalau saja aku bisa berkata 'untung saja'. Puteri." "Rasanya aku tidak pernah punya keinginan muluk-muluk soal beginian. Aku termasuk orang yang cukup puas dengan sekadar mengajak pacarku nonton malam minggu.." "Hei. Sinetron tentang pria kedua. "Kamu sebar survey aja. Orang yang menurutku akal sehatnya nomor satu kok bisa-bisanya jadi penderita nasionalitas akut. dari lusinan pacarmu sejak dulu. "Re..jalan paling terseret." Suaranya makin berbeban. hal yang sama masih terus mengusiknya. koma! Sebentar lagi mampus! Tahu?!" Re terdiam. Untuk soal itu. sinetron tentang wanita kedua.

Kembali hadir di detik ini. kemudian ia lari menuju piatu. tapi tadi. Cepat.Tokoh-tokoh itu dikisahkan sedang bingung memilih. Ya. semua mengatakan: ia kalah. Dan dari apa yang ia baca. baginya semua itu sampah. dan tangis adalah tangis. Kondisimu mengkhawatirkan. Ketika bel rumahnya berbunyi. Tak ada pemeran pengganti yang akan menanggung «kirmu. "Sejak kapan kamu nongkrongin sinetron?" "Sinetron apaan?" sergahnya cepat. buat apa.. oi! Buka dong!" Ketika Re membuka pintu." kilah Re pelan. manusia-manusia bumi yang kecanduan tragedi.. Sakaw-ny&amp. Lampu merah." Ale terkekeh. Dampak mendramatisasi hidup yang sebenarnya dibikin-bikin sendiri.. "pelarian kejenuhan pasutri". "Buat apa juga nonton sinetron... Ale sudah menyambutnya dengan tawa lebar. "Sekarang sih memang CNN. "intermeso pernikahan". yang dulu pernah ia sebut malang dan bodoh itu.. "Re. novelet. Sementara Ale sudah mulai resah di luar.. Re menonton tanpa berkedip. termasuk diomeli dan dimaki Ale. Institusi dan rasa bersalah selalu keluar jadi pemenang. sementara ia selamanya akan dikategorikan sebagai antagonis. "aku kan sudah lima menit duluan di depan pintu. kamu sudah kukirim ke Gawat Darurat sekarang juga. Re langsung menutupi tumpukan majalah itu dengan bantal. Ada macam-macam pula sebutan untuknya: "pesona sesaat". ia lari lagi. tonton. Di sofanya ada sejumlah majalah—penuh dengan tanda pembatas yang kesemuanya menandai artikel. Motor bebek '70-an berwarna . Dari sebelah kiri. dan sebagainya. Mendadak ia teringat sesuatu.. Re menepiskan lamunannya." sambungnya lagi lebih lirih.. dengar. konsultasi—yang menceritakan gamangnya pernikahan karena kehadiran orang ketiga. sebuah motor datang menjajari mereka. cerpen. Parah. ia mengalihkan pandangannya ke jalan. Dulu. Darah adalah darah. meraih remote dan memindahkan saluran. Namun kini ia merasa ada kedekatan batin dengan semua kisah dan orang yang terlibat di dalamnya.. Dan setiap kedua sinetron itu naik tayang.. Kalau saja rasio bisa diinfuskan." "Nonton sepuluh menit kan bukan berarti apa-apa.

Dan kehangatan wajah mereka berdua. four.. One. dengan rambut panjang dijepit dan baju bermotif buifgf kecil-kecil. Pengemudinya adalah pria muda yang mengenakan helm butut. Mungkin mereka sedang merencanakan punya anak tahun ini. Tenang. silam! Ayo.. Di tengah pesta obral pun ia harus rela menggigit jari. Dengan dekapan itu ia tabah menghadapi udara malam dan bus yang tak kunjung datang.hijau dengan lampu depan yang sudah kalah terang dengan petromaks warung. lebih cepet dong. Henny. Semua perjalanan hidup adalah sinema. Di sisi lain jalan. tampangnya sederhana. Menyaksikan semua orang bergelimang dengan apa yang paling ia dambakan. menguruti tumitnya yang pegal sambil memandangi Adi yang sibuk memberikan aba-aba dengan seluruh tubuhnya yang ikut bergoyang. ditempeli tulisan "Dilihat boleh dipegang jangan". menunggu bus yang sudah tinggal satu-dua. roll! Ya! Silam. SBOEJ Seorang peragawati tiba-tiba terjatuh tepat di depan matanya. dan betapa kuat rasa percaya di wajahnya.. two. dengan kumis tebal dan sinar mata yang ramah. tapi sakitnya lumayan. say. pose!" . Yang dibantu tidak tahu harus bilang . ya? Atau lebih sakit malunya?" ujarnya ringan. Ia hanya berpegangan erat pada lengan kekasihnya. Bukan cinta antik dan berukiran rumit. Ia membonceng seorang wanita. it One. Sementara Re duduk di sudut. Apa ini semua? Pasar malam kasih sayang? Cinta diobral dan dicucigudang? Yang kudamba juga sederhana. Cepat. Mereka tak berkendaraan apa-apa. Suara orang yang ikut mengaduh sama banyaknya dengan yang tertawa. tapi lihat wajah wanita itu. tak lagi meledak-ledak. Diva duduk di samping panggung. seperti di atas tungku asmara yang apinya sudah mulai stabil.. Tentu saja Diva salah satu dari yang ikut tertawa. ia membantu gadis itu berdiri. Namun ia memang terlahir menjadi manusia mahal... Wanda.. Re tercekat.. Wanita itu mengenakan jaket kebesaran yang jelas bukan miliknya. two. Re kembali terusik. Pasti milik pria itu. ada lagi sepasang kekasih. "Cuma hak sepuluh senti. yang juga sederhana. three.

"Kapan sih omongan kamu enak didengar?!" semprotnya sebal. Seharusnya pertanyaannya adalah: mengapa begitu banyak kebobrokan yang mesti ia lihat? Mengapa cuma ia sendirian? Mengapa hanya dirinya yang ingin hidup? Ia lelah. Kan kasihan. menggerutu atau berterima kasih. Ada batas ketinggian maksimum untuk hak sepatu. saya nggak enak badan. diikuti cekikikan yang lain. hap!" Suara Adi yang cempreng menggugahnya. Lalu mereka semua tak henti-hentinya merasa lebih. Yang menggantungkan jati dirinya di gedung ' perkantoran mewah bertingkat 40. sih ngomong gitu. seketika berdiri dan pergi. Yang meletakkan harga dirinya di sewujud tubuh molek." 1 V) "Kamu tuh punya masalah apa. Ia rindu kebun kecilnya. "Div. Tak pernah sekali pun Diva melewatkan latihan walaupun itu bukan masalah untuk peragawati sekalibeinya. Ia merasa tak . Penat. Yang menurutnya patut dikasihani adalah orang-orang yang berupaya untuk mencuat dengan berjinjit di atas kemunafikan. "Kamu tega banget. Diva mengurut keningnya. Saya izin pulang. Kita ulangi dari lagu yang pertama. hap. atau di seraut wajah cantik tapi mati." Teman di sebelahnya menegur. pikirnya. di besar kecil kucuran kredit bank. ya? Kita ketemu langsung besok malam?" Adi sedikit terkejut. atau di sebuah titel yang memungkinkan mereka membodoh-bodohi sekian banyak orang bodoh lain. "Bukannya kamu yang tadi paling pertama ketawa? Paling keras lagi. Bagaimana juga nasib monyet-monyet korporasi yang tengah merambati pohon karier dengan otak mereka yang semakin gersang? Apa rasanya tersandung dari ketinggian seperti itu? Ia yakin tak akan sanggup tertawa. "Emang enak pakai sepatu hak sepuluh senti terus jatuh?" Diva menatapnya terheranheran. "Masalah Diva cuma satu: tidak punya belas kasihan. "Terus. ayo honey..apa. Diva memang tak merasa kasihan sedikit pun. Anak ini pasti sakit beneran. "Adi. * Diva menoleh." celetuk Risty. kenapa bukan kamu yang paling cepat nolong?" Muka perempuan itu kontan tidak keruan. sih sebenarnya?!" Perempuan itu makin sewot.. Yang haus akan elu-eluan tak bermakna.

Menyatakan kesedihannya sekaligus cintanya yang mendalam." "Ya. Sudah lebih dari empat tahun lamanya ia bekerja pada Diva. Tentu saja. Apalagi ke rumah." Pak Ahmad melirik majikannya dari spion. Jangan lupa rumah Bapak harus dijaga tetap bersih. tapi ia tahu majikannya amat peduli. Saya ingin Bapak bisa maju sekalipun nggak ada saya. Kepenatan tersebut adalah sakit yang baginya lebih nyata daripada kena flu atau cacar air. kambing tetap nggak bisa nolongin istri Bapak masak. Majikannya hampir tidak pernah membawa siapa pun ke dalam mobil ini. Atau majikan mana pun. Istri Pak Ahmad dikursuskannya menjahit. Setiap kali di jalan. jangan lupa pelihara banyak tanaman di pot. . Makanya saya nggak mau Bapak pusing soal bayar ini-itu. kita langsung ke rumah. Nona besarnya itu pernah berkata: "Kalau saya cuma menggaji Bapak tok. tapi Diva menanggung biaya sekolah ketiga anaknya. Biarpun dikasih makan rumput segentong. Belum lagi suplai buku-buku yang selalu datang membanjir. Non. Bagaimana anak Bapak bisa jadi juara kelas kalau perutnya keroncongan? Buku nggak punya. Diva tak pernah memberinya baju lebaran atau menyumbangkan hewan kurban. cari-cari orang lain lagi yang bisa menggaji. Diva bukan jenis orang ekstra hangat yang tak pernah lupa mengajaknya ngobrol atau melempar guyonan. Wajah cantik itu terlihat agak muram. atau bantu anak-anak Bapak bikin pe-er. Kadangkadang ia memang tak kuat menahan.punya pilihan lain selain membiarkannya pergi. dan disuruh membuka taman bacaan untuk konsumsi lingkungannya. sama saja kayak Bapak pelihara kambing. Inilah saat ia ingin memaki semua orang sekaligus KEPING memeluk semua orang. bahkan membayari mereka ikut berbagai macam kursus. Kemuraman yang ganjil. selain berbicara di telepon 'genggamnya. Diam. semua modal ditanggung Diva. ya. ia hanya memandang ke luar jendela. kadang menggigiti bibir. Ia tidak melihat banyak hal. "Pak Ahmad. nanti Bapak terpaksa nganggur. alat tulis nggak ada. Diva memang merasa sakit sungguhan. Kalau besok lusa saya jatuh miskin dan nggak bisa gaji Bapak lagi.

Tak ada isak." Diva memang majikan yang aneh. Ia begitu peduli akan hal-hal yang menurutnya remeh. Da da Pak Ahmad ikut sesale. danturun terus. ya Pak. Ia punya segalanya. Bagaimanapun. Menyapu begitu cepat dengan suara seperti siulan.. Ferre Sesampainya di'rumah. Tak ada lagi yang dapat ia lakukan selain memeluk bantal kecil. tapi tak tahu harus berbuat apa selain terus menyetir. Ternyata majikannya. kembali bersih. Bekerja untuknya bagi Pak Ahmad adalah berkah besar. turun. Hanya saja air mata itu terlihat jelas membanjir. kepedihan ini tetap terasa tajam. bukan miliknya dan Rana. Mereka nyaris tak bergoyang.. berseruling pula. ... Tapi ketenangan tadi.. ia masih duduk tegak dan berpikir. Karena itulah ia menangis. Namun angin ajaib tadi telah meniupkan arah matanya untuk tertumbuk pada sebuah jendela. Ada seseorang di sana. Ia ingin membiarkan semuanya lepas.. Tapi ia harus membiarkan semua ini lewat. Tangisan bisu. Kekasihnya tidak perlu naik motor dan kenal risiko hujan-hujanan.. Angin itu lewat tanpa bekas.. Re melongok melihat dedaunan di pohon. Aneh. Tubuhnya masih cukup peka untuk memberikan sinyal bahwa ia tidak mampu menanggung semua. Mendadak Re dikagetkan oleh tiupan angin kencang. Diam-diam. Buru-buru ia bangkit dan menutup jendela. Diva duduk menghadap jendela.air minum direbus benar-benar. Mereka tak perlu jalan kaki di malam Jakarta yang buas untuk menunggu bus kota. memakai kaos oblong putih dan celana pendek. Tiga tahun ia tinggal di rumah ini. menangis. Di kamarnya. keteguhan tadi. Sangat peduli. substansi apa yang mampu meyakinkannya bahwa ia dan Rana memang berbeda.. dan terus menangis. pikirnya. Tepat di seberang rumahnya. Re tak berhenti merenung.. seorang gadis. Hanya air mata. Dirinya diciptakan bukan untuk jadi tempat sampah yang menampung keusangan.. Kepenatan itu.. Turun tanpa henti dari kedua matanya. tercuci. Menjadikannya terisak dan tersengal sampai lemas. belum pernah ada angin sekencang itu. duduk . ia memberanikan diri melirik spion lagi. Menjelang tidur pun.

ikut pe* ldili di bela «Aku tidak tahu!" seru Dhimas bersemanqTn •tu aku tidak tahu!" man9at. Mungkin ingin menatap langit. Lukisan ini menjadi semakin sempurna saja. Dhimas &amp. baru malam inilah ia bertemu langsung dengannya. Tiba-tiba. begitu pula lukisan itu. ia memandanginya." desisnya. Menit demi menit pun berlalu. Perlahan. "Mereka akhirnya bertemu. "ada big sale di Metro. -Lalu. mau kauapakan mereka?" RUDen vann . Tanpa terasa. "kapan kita belanja ke Makro".Justru KEPING Dua Idiot Abad 21 Sudah lama Rana tidak berbicara dengan wanita itu. Melesat begitu cepat... dan bukannya tanya-jawab rutin seputar "apa kabar".. Namun Re tetap tak bergerak. pandangannya mengarah ke sesuatu. "ayo temani Ibu ke Bandung. Dengan saksama Re mulai memperhatikan mata gadis itu. matanya ikut tergiring melihat langit. Ia tak pernah menyangka. sudah sangat lama ini berlangsung. Cantik.menekuk memeluk lutut. antar yuk?". musuh yang dicari-carinya selama ini ternyata begitu indah dan menakjubkan. Sinar lampu jalan pun mendapatkan wajah cantik itu tepat di bawah sorotnya.. napasnya pun tertahan. Dari ribuan kali ia memandangi langit. kecewa. Nyaris tak percaya akan apa yang ia lihat. dan dari ribuan kali ia mendengar namanya. ia malah kelihatan tidak nyata Seperti lukisan. Re berseru kaget. Benar-benar bicara.lakangnya sambil menghirup kopi. . Tirai itu tertutup sudah. Lukisannya berganti menjadi hamparan bintang. Memberikan kejelasan pada air mata yang mengalir rapi. dengan keindahan yang mencengangkan. bintang jatuh.. Re sungguh-sungguh terpesona.. Mendadak ia teringat akan lukisan cantiknya. „. Ruben Emosi Dhimas bergelora seakan-alcan setengah nyawanya telah menghidupkan kedua tokoh itu. setengah menunduk. "sudah positif atau belum". Ibunya sendiri. Dengan bingkai malam yang penuh bintang. Re mundur perlahan dengan sejuta satu kesan. Sampai akhirnya sang objek lukisan sekonyong-konyong mendongakkan kepala. Re mendapatkannya sangat indah—seluruh lukisan ini—teramat lekat.

"Aku mau bicara. "selama Ibu menikah dengan Bapak.seperti ada yang semestinya tidak terjadi « arnya lagi. tapi. l^JT™** ka Rana tidak yakin ibunya mengerti. "Bukan keien«&gt.penuh penekanan. Soal aku dan Mas Arwin.belanja ke toko sisa ekspor dan bawa oleh-oleh brownies atau kue sus Merdeka kesenangan mertuamu". yang begitu. saleh. tapi enggak juga.." Rana menelan ludah. kamu tidak bisa begitu saja lepas tangan dan menyisihkan apa-apa yang menjadi ketidaknyamananmu. dari keluarga baik-baik. "Aku cuma mau tanya. Otot mukanya langsung mengendur. seperti ada yang kurang"Ooh. "Kalian bertengkar? Arwin macam-macam sama kamu? ibunya mulai penuh selidi k. Bu.. segala sesuatunya diselesaikan dengan kepala dingin. "Ada apa.. Kalian harus saling memaklumi dan mau memaafkan satu sama lain setiap hari.. Ini benar-benar sulit baginya. sih." potong ibunya.. sama seperti hal-hal lain. "Kalian ada masalah? Bukan soal baby. Bukan itu yang ia cari dari percakapan ." Rana bingung sendiri.. fflUa orang juga pasti mengalami." Rana semakin hati-hati.. "Kejenuhan itu hal*wajar sekali dalam pernikahan. tanggunq jawab. setelah menyadari Rana telah lama menatapinya dengan pandangan aneh. sepertinya ada yang safa^a I ng karang. atau seperti ada yang salah.." Rana merasa mereka berbicara di dua level yang berbeda. itu toh." "Bukan itu pertanyaan saya. mungkin ada kaitannya juga. Bu. Tapi khusus yang satu ini. merasa menyesal telah memutuskan menikah dengan Bapak?" "Apanya yang kurang dengan Arwin? Baik. Sebagai seorang istri. jaQlUJ «Maksudmu. pernahkah sekali saja Ibu merasa jenuh. kamu menyesal menikah dengan Arwin? oegitu?" «Tidakkah Ibu pernah satu kaliii saja. komunikasi. pekerjaannya bagus. Ran?" tanya ibunya." Kali ini wanita itu terdiam. Lama sampai ia bisa mencerna pertanyaan Rana dan menyusun kesimpulan dalam nada bijak: "Setiap pernikahan punya pasang surut. Yang pentina h»„ • Stan pintar-pintar menyegarkan suasana. Tapi leMh ke. kan?" "Bukan. Jangan lupa. Kuncinya satu. kamu harus sadai suamimu bukan orang sempurna.

Seorang ibu dari anak yang bernama A. tajam.ini. "Bukan itu. Panduan standar yang sudah seperti boks P3K-nya pernikahan yang wajib hadir di lemari obat setiap rumah tangga. I* l"ar keberhasilan anak-anak Ibu. Mampukah ia. Jantungnya terasa menciut. atau haruskah ia lepaskan. sudah berhasil jadi orang. "Nanti." ujarnya lembut. kakak-kakakmu. tentu saja. Mengerti? Akan ada satu masa ketika kebahagiaanmu pribadi tidak lagi berarti banyak. [ Kebahagiaan yang ingin kucapai ini akan bermutasi menjadi kebahagiaan lain. Wanita itu lamat-lamat tersenyum. Nak. Bukan itu. salahkah itu. "Sekarang Ibu mengerti maksudmu. Seorang Nyonya anu. . Wanita di hadapannya bukan lagi Raden Ajeng Widya Purwaningrum Sastrodhinoto. Apa lagi yang Ibu cari?" tandasnya yakin. Menyadari bahwa dirinya pun sudah mulai bermutasi. yang sontak menghadirkan berantai wajah lain. C. Kebahagiaan yang kau maksud sekarang tidak akan kau pertanyakan lagi nanti." Itu dia! Rana berseru dalam hati. Akan ada saatnya diriku lebur dalam identitas baru. "Ya. benarkah itu. dan di rubrik-rubrik konsultasi. Ia belum puas. B. Ke arah sanalah dirinya dibawa bermutasi. Ferre Ada kalanya . Orang-orang dan bahkan diriku sendiri akan lupa pada Rana yang hari ini. Ibu bahagia melihat kamu. dadanya sesak lagi. Pertanyaan apa itu. Apakah Ibu-secara pribadi. Rana sudah ingin masuk ICU rasanya. Personal. tapi di luar itu semua. Rantai itu telah menyatu tanpa tahu lagi cara melepaskannya. kau akan mengerti sendiri. setelah kau menjalani pernikahanmu sepuluh atau lima belas tahun. "Apakah Ibu bahagia? Sekarang? Dulu?" tanyanya lagi. Apa yang ibunya omongkan sudah kenyang ia baca di tips-tips majalah. Yang ia tahu wanita itu adalah seorang Istri. Ini bukan problem porsinya P3K. Dan selama ini ia melihat mutan-mutan yang kebanyakan sudah tidak bisa lagi mewakili dirinya sendiri. Semua sudah menikah. Entah siapa dia.. individu-benar-benar bahagia di dalam Pernikahan?" Rana mengeja.. Rana mana yang sebenarnya kuinginkan terus hidup? Masih belum terlambatkah? ] Rana menatap wajah ibunya.

. Ia malah tidak tahan kalau tidak memberikan bonus caci-maki. dan kemudian terpingkal-pingkal sendiri. Dua idiot abao 2 1 "makan malam di restoran bagus. "Dia malah mengusulkan supaya mengajakmu ikut. ya?! Sejak kamu mengaku jatuh cinta. kalau untuk yang itu. kok lucu. Ale. yang lama-lama membasi seperti naskah pidato. dasar bego!" serunya membabi-buta. tapi ia tak pernah benar-benar meninggalinya. sementara pabrik gula di pelupuk mata malah nggak kelihatan?" "Iya. Sedan perak itu baru dinyalakan.." ujarnya sambil memandang ke luar. "Naah. "Apa?!" Ale terbahak. siap berangkat. Re ikutan melihat. ah. Tapi kenapa mesti jauh-jauh. "Andaikan saja aku belum ... "Re. ya?" Re malah ikut bertanya. Terdengar sahabatnya menghela napas. iseng menyingkapkan tirai sedikit. "Kalau kita sampai ada di rumahnya. yang berdiri di dekat jendela.. kamu masih terpikir untuk pergi saja sudah luar biasa bodoh. aku rela jadi idiot untuk dia.Pujangga diam. hadirin sekalian.. kemudian duduk di bangku belakang. berat otakmu pasti berkurang minimal setengah ons! Menurutku. aku akui Rana-mu itu manis kayak permen. tapi masuk ke rumahnya saja aku tidak bisa. pilih meja yang untuk dua orang." "GONG!!" Mereka berdua bertepuk tangan.." Re memulai curhatnya. Ale tertawa. Ale menjadi korban. Rumah sebagus ini. sih? Pertanyaan itu membuat Re termenung." Dan Ale memang tidak sehalus pujangga.. Homunculus" dalam otaknya yang gemar berpuisi itu kadang-kadang mogok berkarya. Dua bocah laki-laki yang terlepas dari kerangkeng tubuh pria dewasa. "Aku rindu tetek-bengek klasik itu. kasih kado ulang tahun. 21 Sebutan untuk "manusia kedi" di dalam kepala kita yang dihipotcsislcan sebagai penentu dan deierminator setiap tindakan.. maka. diguntingken pita peresmiannya. Sebagai gantinya. Seorang wanita melangkah masuk. "Sekarang kepalamu rasanya lebih ringan. resmilah Bapak Ferre dan Bapak Rafael menjadi Dua Idiot Abad 21!" "Silaken Bapak Rapael. Mungkin Ale benar. Menyiksa diri sendiri. "Selama ini kamu tinggal di mana.." Re tersenyum kecil.

dengardengar ada penyesuaian juga. sekitar 1500 sampai 2000 dolan Mungkin lebih. satu ronde. dan punya 2000 dolar yang bisa kulepas begitu saja. "Oh... Entah itu tarif short-time. Kuper." "Re.. seperti sekumpulan tunawisma berebutan lahan dan dengan membabi-buta berlomba untuk menancapkan plang tanda hak miliknya masing-masing? Bisakah cinta yang sedemikian agung hidup terkapling-kapling? Berarti apa . yang pasti. Karena dia benar-benar ketinggalan zamaaan!" Ale meratap.. "tapi untukmu. man." "Maksudmu?" Ale kembali menatap Re. dengar. sekali pukul. "Sini." Dan saat seperti ini membuat Re berpikir ulang: apakah ini yang disebut Cinta? Tidakkah seharusnya ia dan Ale menikah saja? Kesetiaan tanpa batas ini. sih Le?" "Karena aku bukan kamu..." Ale meralat. Ready stock. Tapi sampai kapan pun. tanpa menghambat langkah hidup masingmasing. "Kamu Supernova benar-benar tidak tahu siapa tetanggamu itu. 24 jam.. namanya Diva. jangan pernah ragu juga kalau aku akan selalu mendukungmu. malah istri orang!" "Shut up. dan ia yakin betul persahabatannya dengan Ale tak akan lekang dimakan waktu. yah. Bapa di surga. tanpa syarat apa-apa. peragawati top. Tapi semenjak krismon.. "Satu..." "Kok kamu bisa tahu. dulu malah bisa sampai 50006000 dolar. eeh. long-time.. cuma tahu kerja melulu. Setolol apa pun keputusan yang akhirnya kamu ambil nanti/ "Dua Idiot Abad 21.." nada Ale berubah serius.." Ale tersenyum lebar. tanpa perlu daftar belanja bulanan bersama. ya?" "Memangnya kamu tahu?* tanya Re polos. "dan sekalinya jatuh cinta mati-matian. aku rela direkrut jadi idiot. cewek itu model. "sampai kapan pun jangan kira aku bakal setuju tentang yang satu itu.punya Lala.. cinta seperti apa yang orangorang itu miliki? Yang konon menjadi dasar sebuah komitmen institusi mahamegah bernama Pernikahan? Mengapa mereka begitu bernafsu menguasai satu sama lain. Lalu.. tanpa perlu satu atap." "Kamu serius?"' "Aku tidak tahu detailnya. ampunilah temanku Ini. dari dulu nona satu itu memang pasang tarif dolar.* Re tersenyum. Konon. geli setengah heran. Asal rela melepas..

" Ruben tidak mau kalah. jangan bilang kamu bakal bikin kopi lagi. Dia kan bukan presiden...artinya semua itu? Hanya legalisasi bercintakah? SIM resmi untuk kegiatan ranjang? Kepentingan sensus penduduk? Bentuk kontrol negara? Apa itu komitmen? Apa itu janji? Mendadak Re merasa begitu aneh..." Ruben terkekeh. Dhimas &amp. Kita bisa pensiun jadi homo. hingga nyaris limbung. "Ini gawat.." tukas Dhimas sembari membolak-balik halaman." Ruben mengangkat bahu.." celetuk Dhimas begitu melihat gelagat Ruben yang mulai resah. kecuali kamu. malu-malu. "dan sebaiknya aku cepat-cepat pergi dari sini. kalau dia sepintar si Bintang Jatuh. DAH!" Ale terbiritbirit menghilang di balik pintu.." Ruben malah keterusan. "kamu?" "Enggak. Tentu saja." "Loncatan kuantum sebentar lagi jadi olahraga favorit mereka. He-he-he. yah. Gerbang bifurkasimu sudah dekat. sekuper itukah dirinya. "nggak ada kerjaan amat. sih. mmm. Ruben "Apakah ka mu merasakannya?" "Ya. "Get a life. nggak?" "Mungkin." Kedua pria itu sejenak mengambil posisi bersantai. ya. "Habis mau bagaimana? Ini satu-satunya bacaan ringan di rumah ini! Mengerikan. kamu bakal berubah jadi hetero. oke. "Coba yang*ini: siapa nama model sampul depannya?" "Ha! Kalau itu sih aku tahu! Hamanya Diva.. "Kalau dia mau sama kamu.. "Benar?" "Kecuali." "Biarin." jawab Ruben. tentu saja. Ia kenal Rana sejak SMA dan belum pernah dilihatnya . Semua orang juga tahu kali." sahut Dhimas ketus.." "Kita bikin ujiannya saja sekalian. Ia paling senang memperolok Dhimas. ganti pertanyaan. Mungkin yang tadi terlalu sulit. apa isi halaman 107?" tanya Ruben asal. "Dan jangan bilang juga kamu bakal baca majalah itu lagi." tapi nada itu terdengar ragu. tak acuh. "Hei." "Oke. tapi kok rasanya aku ingin melamarmu. "Lama*lama aku hafal seluruh isinya. "Dia cantik sekali. "Kamu boleh bilang aku gila." "Kamu positif gila!" Ale mengangguk pasti." Dhimas nyengir. Dalam hati ia bertanya-tanya. "Kamu kenapa?" tanya Ale heran." Rana Gita memandangi wajah gelisah sahabatnya. Coba. dengan tambahan beberapa turbulensi lagi..

Nama baik bagi mereka adalah segalanya. "Dadaku sering sesak lagi sekarang. wanita yang dulu tegar dan selalu ceria. Ada gunung salju. "dan aku tahu diri untuk tidak gegabah mencoreng reputasinya begitu saja." keluh Rana. 134 Rana merasa semakin tersudut. pasti selalu diakhiri dengan mata merah. aku tidak akan meragukan Ferre-mu. Tidak ada lagi tradisi yang mengungkung." "Perasaan keluargamu sendiri nanti bagaimana?" Gita menambahkan satu lagi ke dalam daftar absen mereka berdua." sela Rana. Ferre adalah sejenis alien yang suatu hari muntah dari langit. Cukup sebesar Gili Terawangan." Rana tersenyum tawar. Rana." "Bagi Re juga. Itulah nirwananya. Sekarang. Tapi apakah kamu siap? Menghadapi keluargamu. Ada sungai dan air terjun. sekalipun ia tidak pernah mengungkit-ungkit. keluarganya. "Itu gara-gara kamu stres." Rana terisak lagi.. Tidak ada lagi sandiwara. Tidak ada lagi keinginan orang banyak." "Perceraian bukan hal yang simpel. bengkak. Seharusnya kamu tahu risiko keputusanmu jatuh cinta. setiap kali mereka bertemu. Sayangnya Rana tidak terlalu yakin apakah sanggup pindah ke planet itu. dan ingus yang tak henti-hentinya mengalir. Ada taman tropis yang besar. dan bisa bercinta di mana-mana. Gambaran yang telah lama hilang dan dihadirkan lagi begitu saja oleh makhluk bernama Ferre. Ada satu rumah yang cukup besar untuk ia dan Re tidak merasa bosan. Ada pantai seindah foto kalender. tidak akan ada habisnya. orang-orang lain.Rana seperti ini. lalu menyadarkan dirinya betapa sumpek dan membosankan bumi yang ia tinggali ini. kalau mau. Bawa badan saja jadi." "Tapi kan aku tidak akan menuntut apa-apa dari Arwin. jauh." Ada satu planet... "Rasanya aku ingin kabur. Daftar yang.." "Ke mana? Timbuktu?" "Bahkan kalau masih ada yang lebih jauh. Tidak usah besarbesar. "dan keluarga Arwin bukan keluarga sembarangan. "Kalau soal finansial. Jangan kamu lupa. Sambil menatap kosong ia berkata. di atas begitu ." Gita lagilagi mengingatkan.. "Andaikan benar keputusan itu ada di tanganku.. lingkungan kerjamu. Ferre itu sudah jadi public figure.

. «ya. Gita merasa sudah saatnya ia melakukan sesuatu. nia harus melebur.banyak kekecewaan orang lain. "Kita harus memikirkannya sampai tuntas.. aku tahu. aku tidak butuh pergi ke psikiater. Dan kita harus mengakui kalau kita buntu. Dhimas." "Ah." panggilnya hati-hati." "Bukan." Tetap tidak ada solusi. menatap langitlangit kamar. Bukan pertapa ceking yang menghabiskan setenqah hidupnya jadi patung/ sambung Ruben . Menuliskan sesuatu. Mungkin bisa membantu.. membiarkan Ruben minggat ke dapur untuk menemui pacar keduanya: kafein." Git a menggeleng. nonton televisi." gerutu Dhimas pelan.0nt0n Holly^Makan di McDonald's. "Nenek-nenek ompong juga tahu." cetus Ruben. "Rana. Mungkin dengan begitu akhirnya ide muncul." . atau pakai kostum mencolok seperti jubah putin panjang. bisa membantu. "Aku sendiri tidak tahu apa namanya. Entah sudah berapa lama mereka di sana. "Supernova. resah." Akhirnya ia pasrah. ' m'i "Git. „nang." "Aku tahu.. Gelisah. atau terompah Aladin. baru boleh ada kegiatan lain. "Dia sudah harusnya»muncul.. Tidak terisolasi di hutan. '"Menciptakan sosok seorang Avatar bukan pekerjaan biasa. konsultan perkawinan. "rasanya aku punya sesuatu untukmu.. menyerahlah." Rana mendongak. atau apa pun. "Nanti dulu!" tahan Dhirnas. Ini bukan seperti itu. "Mungkin aku harus minum kopi lagi. Sama sekali. Mungkin dia." P P* "pergi ke mal. Namun ia juga lelah kembali ke jalan buntu alam mimpinya. bersiap bangkit." «Tembak-tembakan di Timezone. mungkin tfdak harus seekstrem itu " «Avatar dengan asktetika22 modern.. heran melihat Gita yang sekonyong-konyong mengeluarkan kertas dan bolpoin. atau pelihara janggut sampai . Ruben.." "Dia?" Rana tak mengerti." 05 KEPING IA Cyber Avatar Keduanya berbaring telentang." Terdengar suara Ruben dari kejauhan. pergi ke bioskon * flvwo d. Jemarinya bergerak-gerak. "Avatar abad 21 tidak bisa lagi digambarkan naik keledai. Lebih baik kamu lihat sendiri. Ini bagian paling sulit. Beda kalau kamu menciptakan tokoh-tokoh lain. punya komite ." "Mmm.

." 1*^-2: Supernova Komputer itu kembali menyala.Demi kembali merasakan keutuhan itu-i yang niscaya akan membuat mereka berhenti .Terlalu banyak manusia yang menghabiskan seumur hidupnya dalam perasaan hampai seakanakan ada sesuatu yang hilang dari dirinya dan tidak tahu apa. SUPERNOVA • Diparuntukkan bagi Anda yang ingin HIDUP Selamat Datang Hari ini Supernova akan menelaah sesuatu yang disebut RECTOVERSO. Wajah Ruben berbinar secerah lampu halogen. Tiba-tiba ia berhenti menatap pusaran butir kopi di gelas itu...Dengan bermacam-macam cara mereka lalu memeras keringat dan otak untuk mendefinisikan "sesuatu" yang hilang itui yang kebanyakan mereka anggap berada di "luar11 sana -fl a n u s i a memang seolah didesain untuk menunaikan satu misi: mencari tahu asal usul mereka. dan dengan mantap ia berkata. siap mereguk. Cyber Avatar. mendapatkan Dhimas yang sudah terduduk saking kagetnya. ada sebuah rectoverso yang secar Pertapaan atau tapabrata utuh berupa lingkaran yang di dalamnya ada lima kelopak-i berjajar teratur dan berpusat pada satu titik tengahDi satu sisi kertas-? gambar yang dimunculkan adalah lingkaran dengan tiga kelopak. dan mencari. Pikiran itu kembali mengarus. Tangan itu kembali menari di panel keyboard.Di sisi laini adalah gambar lingkaran dengan dua kelopaki yang apabila disatukan dengan sisi baliknya akan menampilkan rectoverso yang utuhi lingkaran dengan lima kelopak yang teratur dan berpusat pada satu titik tengah. Rectoverso adalah gambar yang saling mengisi antarmuka belakang dan depan. Satu sinyal nonlokal telah menjentik bola lampu di kepalanya. Dan seketika ia menerobos 4cembali ke kamar kerja.seraya mengaduk kopinya terakhir kali. .Lalu mereka mencari-. "Dia adalah seorang. Ide! "Aku tahu!!" teriakan Ruben membahana dari dapur.Salah satu contoh rectoverso yang bisa kita temui sehari-h"i adalah ikon gambar di lembar uang kertas-Asalkan.Keluar dari inti mereka s e n d i r i i dan kemudian tersesat. . Perspektif kita yang parsial tidak akan melihat bahwa diri kita sebenarnya adalah rectoverso.

Yang artinya lagi (dan lagi)-. di mana saja.Apa yang Anda butuhkan semuanya sudah tersedia-Tidak ada seorang pun mampu melengkapi apa yang sudah utuh. sistem kerja berdasarkan jaringan.Tidak ada sesuatu pun dapat mengisi apa yang sudah penuh. Avatar kita khotbah di internet. Cocok. Dari awal. maksudmu.Ketika kita berhasil mengambil jarak dari benih-benih pemecah belah dalam pikiran kita-» maka rectoverso akan tampil.Temukan kenop Andai dan putar. Yang diramalkan Naisbitt dan Toffler akan menjadi sistem paling efektif di masa depan. Dia akan mengamplifikasi sistem pemahaman orangorang tanpa hierarki." "Tepat. Dhimas &amp. dari hierarki. Ruben di simpul benang perak "Jadi. kan?" "Avatar kita akan mempraktekkan apa yang dijuluki 'Aquarian Conspiracy'." Ruben manggut-manggut sendirian. Benar-benar nonlinear! Dan internet adalah teknologi yang tak kenal batas teritori.Tidak ada satu pun yang dapat berpisah satu sama lain-Tinggal kemauan Anda untuk mampu menyadar inya-t atau t i dak .sen d &gt. tanpa bayang-bayang institusi atau dogma apa pun. begitu?" "Khotbah? Tentu lebih dari sekadar khotbah! Dia adalah turbulensi yang bisa diakses kapan saja.% Temukan kenop Andai dan putarSampai jumpa berikutnya • &lt. Lihat dengan cara yang lainBerhentilah merasa hampaBerhentilah minta tolong untuk dilengkapi.merasa kecil dan teralienasi di tengah megahnya jagat rayaLalui bagaimana kalau ternyata apa yang kita kira selama ini sebagai ketidaklengkapan sebenarnya hanya rectoverso belaka? Yang art i nya i kita tidak perlu ke mana-mana* Yang artinya lagi i untuk merasa utuh kita hanya perlu mengubah perspektif kita. teori chaos telah memberinya sinyal untuk jauh-jauh dari prediksi. karena tidak ada elemen yang tidak penting dalam sebuah sistem—sekalipun saling terkait namun masing-masing . apa yang Anda ingin cari tidak berada di luar sanaSebaliknya-i sangat dekati tak berjarak. Berhentilah berteriakteriak ke sesuatu di luar sana-Berhentilah bertingkah seperti ikan di dalam kolam yang malah mencari-cari air.

molekul ini memandu serat-serat tersebut mendekat dan membentuk pasangan-pasangan kolom saraf yang saling berhubungan satu sama lain. Dengan menciptakan lingkungan nonlinear di dalam perusahaan maka semua orang di semua lini akan dibiarkan berperanserta mewujudkan terobosan-terobosan kreatif. Psikopat berkemampuan mengerikan yang LTBER AVATAH mampu membalikkan semuanya." Rana Setiap malam. mereka semua telah bercermin bersama-sama. selama berminggu-minggu. apakah berarti dia juga sosok yang virtual?" "Entahlah. Bagaimana menurutmu?" Ruben malah bertanya balik. "Aku ingin dia nyata. kumpulan serat acak yang dipandu oleh semacam molekul perekat. terbukti tidak terikat pada batasan negara atau hierarki sosial. tidak ada pasangan yang ikatannya persis sama. sehingga mendadak Rana merasa berada di dunia sakit jiwa dan orang itu adalah satu-satunya yang waras. namun tetap terikat dalam jaringan. Amnesty International dan Greenpeace. Mereka adalah individu yang mengorganisasi dirinya sendiri.SUPERNOVA anggota memiliki potensi individual untuk berkembang. Sehingga tanpa mereka sadari. Menyukai chaos adalah kunci untuk manajemen masa depan. artikel- . SEaJKa Kesadaran serupa rupanya mulai terjadi di level ekonomi sosial. Menunggu artikel-artikel itu. Mungkin orang di balik itu semua memang psikopat. Dan seperti itulah cara kerja sistem saraf kita. Bahkan sudah banyak yang bervisi bahwa pemerintahan masa depan akan berbentuk jaringan-jaringan multidimensional yang kaya pilihan bagi setiap orang. Awalnya. Rana menghabiskan waktunya setiap malam menongkrongi layar komputer. ia mengira telah dijebak berlangganan suplemennya psikopat. Mencari kekuatan di sana. Lewat proses feedback. "Aku ingin dia menyentuh langsung kehidupan tokoh-tokoh kita. kali ini bohlam di otaknya yang menyala. "Ruben." desis Dhimas. Lama kelamaan. dua contoh jaringan kerja global yang sangat efektif. Uniknya. *" . sehingga setiap individu dapat berpartisipasi mengontrol dunia melalui peran dan kemampuannya masing-masing.

.Tapi beberapa bulan yang lalu-. Kami ingin bersama-sama. Tapi tidak dibalas.artikel tersebut berubah menjadi oase. tidak ada satu pun yang dibalas. Sangat mencintainya. Rana tidak jadi mengirimkannya. Dia bisa tertawa di sana.Semoga Anda mengerti maksud saya. Saya ada.Kalau dilihat sekilas-. Pertanyaan apa yang kira-kira layak dianggap pertanyaan dan dijawab oleh sang Supernova. Polemik tersebut tidak mungkin terjadi pada seorang Supernova. Sampai enam poin disusun secara sistematis oleh Rana. Pertama kali ia menulis: Supernova^ saya benar-benar tersentuh dengan semua tulisan Anda. tidak ada yang kurang dari rumah tangga saya. Berkali-kali Rana mencoba mengirim pertanyaan. Penyegaran.Tapi sepertinya ada yang lebih dari sekadar itu.Dan kami berdua jatuh cinta.Ia adalah orang paling luar biasa yang saya temui. Mungkin ia yang belum mengerti celahnya.. Tidak dibalas.Tapi dia seperti kepingan puzzle yang begitu pasnya menempati ruang kosong saya. Saya adalah wanitai Bfl tahuni istri dari seorang pria yang baik dan sukses. sedikit masalah dan saya yakin Anda bis* membantu* Beginii saya sudah menikah dan mencintai pria lain. Tetapi ia juga dibuat lelah. atau jatuh tertampar. Supernova i katakanlah kamu sudah menikahi lalu suatu hari kamu bertemu pria/wanita lain kemudian jatuh cinta* Sangat dalam* Akankah kamu meninggalkan suami/ istrimu demi diaf Pertanyaan yang konyol.Itu saja. Supernovai saya amat kagum dengan tulisan-tulisan Anda. saya bertemu pria lain. Salahkah itu? Saya hanya meminta sudut pandang seorang Supernova. Problema yang dihadapinya pasti bukan lagi di . ia melihat dunia yang lain dari hari ke hari.Ia adalah orang yang PAS.Tapi beban keputusan itu berat sekali* Pertamai keluarga suaai saya adalah kalangan priyayi lama yang punya reputasi moral yang sangat luar biasai tokoh masyarakati yang menganggap perceraian itu dianggap aib besari dan. Dia juga tidak sempurnai sama halnya saya atau suami saya. Yang i berarti i saya bercerai dari suami saya.Kalau bolehi saya sendiri ingin berbagi cerita. Yang jelas. meringis ngilu.

Kamu munafik! Sama munafiknya dengan orang-orang atau institusi yang kamu tudingtuding • Kamu pikir kamu itu siapaf! Dan apa kekuranganku sampai tidak layak kamu dengar?! Tidak juga ada balasan.kamu tidak lebih dari sebongkah kesombongan* Sebongkah ketidakpedulian. Rana pun mengirimkan surat terakhirnya. mungkin psikopat itu cuma tertarik pada masalahmasalah besar: hak asasi manusia. Sampai akhirnya Rana benar-benar gemas dan geram. Supernova i aku ingin kembali ke masa lalu. Sementara jeritan hati yang riil malah tidak dianggap ada. Ia merasa tidak diperhatikan. soal ekologi. sama sekali tidak menarik perhatian seorang Supernova. Bisanya cuma ngomong tinggi* Saya dan masalah saya cuma kamu anggap remeh-remeh kuei sementara kamu sibuk melalap potongan kue yang lebih besar. umpatnya geram. Dan ia pun sudah tidak tahu apa yang harus ia tulis: Aku lelah*** apa artinya ini semuaf Apa artinya aku di sinii. mempertanyakan . dan lain-lain. ekonomi global. Dan ia. Hei Supernova-. siapa pun kamu sebenarnya. dengan problem "kecil"-nya ini. banyak keputusan besar yang telah saya ambil dalam hidupi tanpa terlebih dahulu mengenal diri saya yang sebenarnya* Kinii ketika saya tahui apakah saya harus merombak semuanya? Melepaskan semua konsekuensi-! tanggung jawabi bahkan sumpah atau ikrar saya yang dahului untuk meraih impian baru sekalipun harus mengecewakan banyak orangf Atau saya harus bertahan dan menerima semuanya sebagai bagian dari pelajaran itu sendiri? Tidak dibalas. Kemarin. Omong kosong. Supernovai apakah kamu • ada di sana? Surat-surat saya tidak pernah kamu balasMasih juga tidak dibalas. Mungkin psikopat itu tidak lebih dari filsuf arogan yang berdiri di atas awan lalu main tunjuk sana-sini mengecam kesalahan dunia. E-mail tak berjudul.level seperti itu. Supernova-.Aku ingin bebas mencintai* Bantulah aku*** Tidak dibalas. Aku ingin menebus kesalahanku* Aku ingin mengubah garis takdir* Aku menyesal tidak pernah terlalu berani menghadapi hidup* Aku ingin kembali mengenal diriku. Di balik sloganslogan manisnya.

kebodohan-kebodohanku sendirif «Apa artinya kau di sana , yang tidak mendengarkan? Malam ini, tidak ada yang lebih mengagetkannya ketika sebuah pesan datang, hanya: From: Supernova. Saya di sini* Membaca semua surat Anda* Membalasnya dengan menjadikan Anda terus bertanya* Menunggu Anda untuk akhirnya mempertanyakan satu-satunya Pertanyaan yang ada* Selamat Datang* Pukul sebelas siang. Teleponnya berdering. Re mengerutkan kening. "Halo, ya, bisa telepon lagi nanti? Saya sedang meeting." "Re..." suara Rana begitu lemah, b erbisik lirih, "aku masuk rumah sakit." Wajahnya seketika pucat. "Bukan... jantungmu, kan?" tanya Re tegang. "Jantungku, sayang," suara lemah itu kian mengibakan. Di dekat belahan dadanya. Rana memiliki bekas jahitan operasi. Re sering menyentuh bekas jahitan tersebut dan berkata: 'Kalau ada apa-apa dengan jantung ini, aku rela bernapas untukmu/ Sulit dipercaya kalau rayuan metaforis itu harus menjadi kenyataan. "Ada apa? Apa kata dokter? Kamu harus dioperasi lagi?" "Jantungku... katanya, aku jatuh cinta. Terlalu dalam." Terdengar Rana tertawa kecil. "Puteri... jangan mainmain..." Re benar-benar kacau balau. * Tiba-tiba suara itu berubah sedikit panik. "Re, aku tidak bisa telepon lagi. ffp-ku akan dipegang Arwin. Doakan saja, ya." Hat, Pembicaraan berhenti sampai di sana m dalam tsunami batin. Lama ia terdiam di gerbang rumah saku mulai salah tingkah. Tidak pernah ia setersiksa telePon genggamnya, dan dengan tatapan kosong ia nomor telepon Ale Tidak disambungkan. Ia hanya bka a sendiri di dalam hati: y Dlca™ Ale, tolong aku. Aku cuma bisa menemuinya lima menit itu pun bersama sembilan orang lain. Aku tak tahan denaan tatapan orang-orang yang seperti mempertanyakan keberadaanku di situ. Lima menit, Le! Melihatnya tergolek tanpa bisa memeluknya. Aku cuma bisa bilang 'semoga cepat sembuh' dan mesem-mesem dari ujung tempat tidur. Aku ingin terus di sini, menungguinya semalam suntuk. Tapi kenapa jadinya harus mencurigakan? Kenapa harus nampak tidak wajar? Kenapa aku tidak boleh di sini? Le, tolong...

"Pak Ferre! Kok masih belum pulang? Tunggu teman, ya?" Seseorang menyapanya. Re terkejut. Ternyata salah satu reporter Rana, memandang dengan tatapan haus gosip. "Oh, saya baru mau pulang. Kebetulan tadi sekalian menengok teman saya di blok D," jawab Re dengan tenang. Tak akan ia kehilangan wibawanya, bahkan dalam situasi genting seperti ini. Tidak juga kedoknya. Satu jam kemudian, dua orang berlalu dan menanyakan hal yang sama. ^ Tiga jam kemudian, hanya perawat-perawat yang melewatinya dengan tatapan curiga. Terkadang kerabatnya Rana, yang juga menatap aneh. Mungkin mereka mengenalinya sebagai salah seorang pembesuk Rana yang dengan misterius bercokol terus seperti satpam rumah sakit. Memasuki jam yang keempat, suaminya berjalan melintas. Re tidak yakin keberadaannya disadari atau tidak. Yang jelas, wajah pria itu nampak letih. B Re jadi tersada'r, mukanya sendiri pasti lebih kacaui lagi. Setidaknya suami Rana tidak menghadapi cobaan lain selain kondisi istrinya. 145 Aku tak mengenalmu, kita bukan teman. Namun aku tak ingin menyakitimu, demi Tuhan. Apa yang kaumiliki sekarang amatlah aku inginkan. Dan untuk mengertinya tidaklah sulit. Kami adalah jalinan satelit yang saling membelit. Mengelilingi satu planet yang menarik kami laksana magnet Tak ada lagi tempat di orbit inif bahkan untuk bayangan kami sendiri Jadi, relakan kami untuk saling memiliki. Re tidak tahan lagi. "Halo? Le? Aku masih di rumah sakit. Rana dioperas' malam ini. Dan sebentar lagi kepalaku bakal meletus." 1 "Apa-apaan kamu di sana?! Cepat pulang!" "Tapi mana bisa..." "Tempat kamu bukan di sana." "Mana mungkin? Yang terbaring itu RANA, bukannya..." "Apa perlu aku sebutkan nama belakang Rana-mu tercinta itu? Knock, knock! Re! Ayo, bangun!" Ia ingin teriak rasanya. "Jangan mulai dengan bahasan basi itu..." "Basi? Itulah kenyataan yang kamu pilih sendiri.-Kamu jatuh cinta pada orang yang salah." Mulut Re langsung menganga lebar. "Oke... aku ralat, bukan orangnya yang salah, tapi kondisinya!" Ale cepatcepat menambahkan. "Hell with it" Re pun menutup flip telepon

genggamnya dengan kasar. Kondisi... kondisi. Lagi-lagi si keparat satu itu. Tak lama kemudian, teleponnya kembali berdering. Ale. Berusaha sekuat tenaga untuk menyuntikkan logika ke dalam pikiran sahabatnya. Re juga sudah letih, kali ini ia lebih banyak diam. Dibiarkannya Ale terus mengoceh. "Jadi kamu setuju untuk pulang sekarang, kan?" "Tidak yakin." "Aduuuh, maunya kamu apa, sih?!" Aku bosan diam. Aku ingin berteriak lantang* Menembus segenap celah dan semua lubang, Merasuk ke ujung gendang telinga semua orang..-Aku mencintainya. Tiba-tiba mata Re menangkap sosok • di luar ruangan sambil menyandar ke fe^u Ugi' be<diri gemetar memegang sebatang rokok. Asaum ta*9«m» keluar, gugup. Pemandangan yang jss\ hamburi* pun. terenyuh siapa "Aku akan pulang sekarang u » T akhirnya memutuskan. , c* wamat berat ia Di saat seperti ini izinkanlah aku m»* m mana engkau leta^ZT"^ Adakah aku seberharga cincin yang melingkar Ataukah aku senyaman sepatu tuamu yang tak ter "T" jarimu' Akankah kaupertahankan aku selayaknya ^ ^ dipakai? Ataukah namaku hanya akan melintas sekilas di detfS". $TH Untuk kemudian menyublim seperti arwah tersedot Mengertikah kinif Puteri"* ***** Karena itulah aku ingin hidup nyata. Ia pun mengedarkan pandangan untuk terakhir kali, mendapatkan kelengangan rumah sakit yang begitu dingin. Re merasa terbuang. KEPING Di Celah Pikiran Pria itu kembali hadir di pojok yang sama, dengan cuaca hati yang tampak sedang buruk-buruknya. Ia seperti kapal yang tergulung jadi lemper dalam lipatan ombak yang mengamuk. Kerutan di pangkal alisnya. Sinar mata yang berkecamuk. Rahang yang mengeras. Namun di dalam kegundahan sekalipun, semua tetap indah. Dan tangan itu terlihat mulai menulis... dalam irama yang tak tentu. Nampak pikirannya tengah bersandar pada arus inspirasi, yang terkadang mengalir deras, tetapi terkadang juga hanya menitik jatuh. Ia berserah. Persis seperti pelukis yang tak mempertanyakan mengapa ia melukis, dan apa itu yang dicoretnya di kanvas. Diva menyentuhkan tangannya

Tapi kenapa yang ia rasakan justru sebaliknya. Perlahan. Rana. Ferre Lamat-lamat muncul perasaan bahwa ia sedang diamati. Namun aku orang yang kuat. Diva mulai menggigiti bibirnya pelan-pelan. Arwin duduk tepekur. Ia mengerti betul susahnya mencabut sebuah jangkar yang sudah terpaut dalam. Re meringis getirv.. Mungkin itulah satu-satunya kesempatanku. Tak ada lagi kehadiran yang lebih berarti. aku akan tahu apa rasanya limbung tanpa harus ikut terpuruk. Melihat semuanya. ia tak lebih dari sebuah bola pingpong. apa yang ia lihat sesungguhnya melebihi badai itu sendiri. Diva Diva masih berdiri di sana. Arwin dapat langsung mengetahuinya ketika melihat tatapan istrinya pada Ferre yang berdiri jauh di ujung tempat tidur. Masih terbayang jelas ketika ia memandangi punggung itu berjalan menjauh. Dan dirinya adalah debu yang paling ingin cepat dikibas. menggenggam kejujuran erat-erat. Dalam bingkai kusen . Aku'berjanji.. Sudahkah kau benar-benar jatuh. Ada yang bilang. Aku janji. Dilempar dari satu sisi pertimbangan ke sisi lainnya. Tak akan ada yang mengerti. Entah kapan terakhir kali ada air keluar dari matanya. aku akan menjadikanmu wanita paling bahagia di dunia.pingpong. Di kala kau terjatuh nanti. Ferre Aku bukan orang yang lemah. tanpa bisa memutuskan apa-apa. Rana telah menjangkarkan hatinya untuk pria itu. Dengan dagu tercuat.ke'kaca. Hanyut dalam keterkesimaan. sudah kubersembunyi di dasar lembah. Wahai kau yang sedang dimabuk cinta. ia menangis. Kalau aku lemah. wahai yang sedang jatuh cinta? Masih kutunggu engkau di dasar jurangmu sendiri Di titik engkau akan berbalik dan benar-benar menjadi pencinta sejati. maka aku pun tak tahu. Re mendongakkan kepala dan mulai mencari. Di sebelah ranjang tempat istrinya terbaring. Matanya berhenti di jendela. Ya. Mereka sepertinya tidak terpisahkan. Langkah-langkah yang nampak berat. ia merasa amat lemah. Begitu engkau sembuh nanti. mampu menangis menunjukkan kekuatan. Tapi kalau cuma jadi hantu. Bola . ia pun bangkit berdiri. berikanlah padaku setetes apa yang kau reguk.

aku tidak tahan. Padahal dari nuansa justru lahir tema besar penemuan-penemuan terhebat dunia. Hai. terlapis kaca jendela.. tidak bakalan kamu jadi penulis. tidak menyerah begitu saja. Meninggalkan mereka berdua. "Ayo. Einstein. nuansa . kok. maka sering kita mengabaikan keindahannya." "Jadi kamu bilang aku lembek?!" "Bukan. kamu harus kuat. tidak bakalan ada yang tahan membuat kerangka sains dari cerita romantis berbunga-bunga ini. Bintang Jatuh. Dunia telah membelesak lenyap. percayalah." kata Ruben lagi." Dhimas menariki rambutnya sendiri..." "Coba aku bisa sesaklek kamu... Paling jadi peneliti sinting. Dhimas &amp. jelas ada keberpihakan. Apalagi ini.." "Tapi di atas segalanya. sebuah ruang fraktal yang tidak tersentuh cortex. Kamu. kamu adalah manusia nuansa. dong. "Penulis boleh berpihak nggak. Seluruh dunia ini dipenuhi potensi nuansa. tanpa bumi itu sendiri. Diva menyapa. pemabuk asmara. pengkotak-kotakan. Ruben "Oh. dunia bukan lagi milik berdua." Dhimas mengernyit. "Cengeng-lembek-sensitif. Bahkan subjektivitas si peneliti akan mempengaruhi hasil penelitiannya. kita tetap membawa misi. tapi karena perhatian kita tersita oleh pengkategorian logika. Dan misi ini tidak boleh dikompromikan cuma garagara fantasi romanmu atas tokoh-tokoh tertentu. Tatapan yang mengisap ruang di antara mereka. Re mendengar hatinya berbisik." sahut Dhimas ketus. katakata itu maksudnya sama.kayu." ralat Ruben cepat-cepat.. "Imajinasi kamu begitu kaya seperti fraktal di area infinit Peta Mandelbrot. Tatapan dalam dimensi waktu yang bergerak penuh makna. Misalnya." te gas Ruben galak.. "Kalau kamu sesaklek aku.." "Kalau begitu. Sejernih kristal. cuma beda kasta saja. ya." "Tapi aku serius. nuansa berada di celah pikiran. ya?" "Eksperimen sains saja dijalani dengan tendensi. "kamu adalah manusia paling sensitif yang pernah kutahu. Jangaji jadi cengeng gitu. Sama juga kalau aku selembek kamu. bukan begitu. "Apa pula itu?!" "Eh. keduanya saling menatap. Dan. boleh nggak aku." keluh Dhimas.. dan terarsir teralis." "Terima kasih untuk usahamu memperhalus bahasa.

. "Kamu mau ngomong apa. Atau. banyak orang sulit sekali mengungkapkannya.. atau kau emut. "Kamu di sini saja. kau kunyah. Strategic Business Development Plan yang seharusnya menjadi rencana terbesar hidupku akan kuganti dengan menungguimu semalam suntuk. Tapi kamu begitu baik dan tabah. Memaksanya untuk menjadi pencuri waktu dari belasan jam yang harus ia persembahkan untuk perusahaan." Dhimas terdiam. Re selalu merasakan paradoks yang sama. kau minum." akhirnya kata-kata itu meluncur keluar. tidak banyak orang yang bisa tahan denganku. Bersamamu 24 jam. Dhimas. ^juS "Berarti aku lebih edan daripada kamu. atau justru karena nuansa adalah affair yang sangat pribadi antara kita dan domain lain... sih?" Dhimas geleng-geleng kepala. mereka berpelukan. "Kamu. Lama sekali. Dan. jadi obatku. Maaf atas semua sikapku yang kasar ataupun kata-kataku yang kejam selama ini. orang yang mengagumkan. Puteri. lirih. "Tanpa kamu. dan mencocokkan kesemuanya dengan setengah jam yang ia punya.kontinuum yang ia tangkap waktu umurnya lima tahun adalah inspirasi awal teori relativitas. Tidak ada artinya. "Memang! Cuma wong edan yang pakai teori fisika dulu kalau minta maaf! Dan kalau ada yang mau sama orang kayak begitu.adalah rencana terbesarku kini . Aku relakan diriku untuk kau telan." sambung Dhimas. Aku minta maaf.. KEPING Kesempatan itu hanya setengah jam. Namun tibatiba ia berseru dengan suara tercekat. berarti orangnya lebih edan lagi!" Muka Ruben pucat pasi. Kamu adalah pesawat yang menyeberangkan nuansa dalam kepalaku ke format yang bisa dimengerti. tentu saja aku bersedia jadi obatmu.." bisik Rana. [ Ya Puteri. Termasuk aku. Matanya berkaca-kaca. ide-ide di otakku seperti mulut tanpa lidah. Di luar dari cintanya yang semakin terbakar oleh ucapan romantis itu. Di kesempatan itu. Dan Rana merasa jauh lebih baik dalam dekapan Re dibandingkan obat atau infus apa pun yang dicerapkan ke dalam tubuhnya. "aku sadar. Untuk pertama kalinya pula ia mengendalikan jadwal Re." Ruben menelan ludah." tergagap Ruben berusaha menjelaskan.

.. ia tak menemukan satu pun kata yang tepat. Mengambang membuatku lelah. Semua berhenti di tahap 'wishful thinking' belaka. semua ini.. Rana!" Rana terenyak. Tapi. atau terlalu jujur. entahlah. Ini terlalu menyakitkan. "Ketika kamu sakit begini. dibandingkan dorongan yang begitu kuat. Bukan itu." Re terduduk lunglai. agar aku punya kekuatan cukup untuk menempuhnya. tolong.." Akhirnya kalimat itu yang terucap. Aku ingin diakui. menatapnya lurus-lurus. Ayo. tapi terlalu kasar ] Layakkah cinta hidup semu laksana hantu? Yang melayang bagai bulu panah.. Siap pecah. "Jangan." Rana tahu saat ini akan tiba.. Ironis. Tapi kau tak pernah siap. aku tak bisa terus begini. Aku tak bermaksud begitu. Tak ada yang terealisasi ) "Rana. Aku ingin menjejak tanah. aku adalah orang yang paling tidak berdaya. Aku hanya ingin kau mengatakannya Re. "Tidakkah itu sama saja bertanya 'satu tambah satu' padahal kita sudah sampai ke hitungan seratus juta lima ratus dikali empat ribu tiga puluh lima koma sekian?! Kenapa kamu malah bolak-balik bertanya apa yang kuinginkan dan bukannya menyatakan apa yang KAMU inginkan. atau kamu minta aku untuk membawamu pergi. masih kurang kuatkah tekadku? Komitmenku? Aku siap setiap detik kau siap.. lalu mencadangkan satu . Ia benar-benar muak." Mata itu bak kaca -yang merapuh.." 'Aku mengerti. Ia tidak menyangka akan diberi reaksi sekeras itu. dan kalau ada lagi saat-saat semacam ini. [ 'Aku ingin kau bercerai' ] [ Bukan. "Kita berdua tahu betul perangkap apa yang menanti kita begitu aku minta kamu cerai dari suamimu... Aku ingin memiliki..] Titik bifurkasi [ Nah.. Aku mengerti sekali. Bagi Re. itulah pertanyaan tersulitnya tahun ini. "Apa yang kamu inginkan?" tanya Rana. "Aku ingin memilikimu. "Kamu ingin aku pisah dari Arwin. begitu?" Re ditinju telak oleh paradoks yang sama. Terlalu dangkal. yang jelas tidak mengenakkan ] [ 'Aku ingin kau yang memutuskan dan bukannya malah memberikan bola panas kepadaku dengan bertanya seperti itu' ] [ Mendekati. Persimpangannya. omonganku jangan dijadikan beban. Sama saja! Kita berdua sebenarnya takut.

." "That's it?" "Well. atau suaminya datang dalam keadaan ." jelas Rana lagi. Selain itu. Rasa takut. Sori. Tegas. "Aku akan pergi denganmu. Sayup suara azan subuh melatarbelakangi pembicaraan itu." Re menghela napas. "Kamu benar. kita tidak melakukan apa-apa. Dan aku siap dengan segala keputusanmu. Begitu. Penuh keyakinan." Keputusan. kan?! Supaya kita bisa saling tuding: 'ini semua permintaanmu'.. Tapi apakah kamu siap? Bagaimana kalau nanti ada pembunuh bayaran yang mengintai rumahmu." "Hmm?" Kedua matanya sudah nyaris terpejam lagi. Dia akan jujur soal kami berdua. Sayup-sayup Re kembali mendengar suara biolanya. 'aku begini karena kamu bilang begitu'." "Kamu tahu sekarang jam berapa?" terdengar suara Ale yang parau dan mengantuk. kan? Hanya gara-gara mengeloni seorang bayi besar lewat telepon?" "So. Rana terlalu lelah untuk menimbang-nimbang. banyak kondisi. Le." ia menunduk. Re. "Sepulang dari sini.. Kali ini bergemuruh. "kita telah berputar-putar di satu lingkaran." Sekonyong-konyong ia menukas. this is major bullshit! Kesiapan kita menghadapi kenyataan ternyata nol besar. kata itu mengasosiasikannya dengan banyak wajah. "Akhirnya Rana memutuskan untuk bicara dengan suaminya. Re melongo." "Selamat. tapi Rana merasakan kebenarannya.sama lain untuk dijadikan kambing hitam kalau-kalau keadaan nanti berubah kacau. "Tapi tidak berarti aku akan pergi dari sini dengan kenihilan yang sama lagi. Dan dia memutuskan untuk ikut denganku. aku akan bicara dengan Arwin.. Anda akan mendapatkan janda kembang yang masih gres dari oven? What?!" "Aku serius!" "Oke.. aku tidak bisa tidur.. "Aku tahu kamu pasti sudah tidur. Dengan seketika.... what do you expect? Selamat. Aku seharusnya memberitahumu sejak sore tadi. atau menembakmu di kantor.. banyak probabilitas. ." Semua omongan Re benar-benar menyakitkan. Aku tahu itu adalah hal yang paling kamu inginkan.ri. "Le. Tapi aku. Kita harus memutuskan sesuatu. seolaholah ada simfoni akbar yang siap meledak dengan megahnya." "Lalu? Bukan berarti aku juga harus ikutan tidak tidur. Ia juga muak.

Ferre. Aku juga pasti bilang 'tidak mungkin' kalau dulu ditanya apakah Ferre." "Kamu ke gereja?" "Mungkin. Yah. atas-bawahmu. Sepertinya mereka itu samen leven." "Jangan bilang tidak mungkin. atau ada yang sukarela jadi informan buat tabloid gosip lalu wajahmu muncul di halaman depan sebagai si perusak rumah tangga milenium? Menurutku kamu harus lebih hati-hati lagi lihat kiri-kanan. Tapi aku turut mendoakan yang terbaik. atau perceraian-/ "Aku juga tidak yakin Adam dan Hawa menikah. Mungkin saja dia cuma berusaha menyenangkan hatimu doang. But you've got a point there. ada satu yang nampak menarik baginya malam . Maju terus pantang mundur/ "Kenapa kamu harus sesinis itu?" tukas Re gusar. Nah. jangankan itu. Re/ "Aku tidak peduli.. Dinamit yang ditunggu-tunggu. kenyataannya?" Ale tertawa kecil." "Pergilah.. Berapa banyak koran merah yang tadi kamu baca sebelum tidur?" "Re." Supernova Begitu nama itu masuk ke chat room ICQ. Nanti doakan aku." "Bravo. belakang-depan.mabuk berat sambil bawa parang buat membacok lehermu." "Besok hari Minggu. sahabatku tercinta yang sangat pintar dan rasional itu." "Tidak mungkin. Untuk seseorang yang baru bangun tidu r." "Wow. Jadi. kontan puluhan yang lain menyapanya. apa pun itu. "segalanya mungkin. Patriot kita. Please. Jangan lupa." "Aku tidak yakin Tuhan merestui perselingkuhan. "Kamu memang sudah sinting. akan memilih seorang wanita. yang sudah terikat padahal dia punya seribu satu pilihan lain yang jauh lebih feasible.. kamu tahu sendiri apa opiniku soal ini. "TNT". Ah. kan Le?" "Iya. Aku tidak takut. atau ada berondongan teror dari keluarga-keluarga yang merasa disakiti. analisis situasimu itu luar biasa. Sang Supernova. Namun dari sekian banyak. aku hanya ingin memastikan kamu siap. Aku yakin kamu juga tahu kalau prosesnya tidak bakalan instan. Aku sendiri tidak seratus persen yakin Rana berani bicara. waspadalah terhadap segala kemungkinan di tengah jalan. Ale terkekeh. Re. Hidupmu mungkin lebih tersiksa dibandingkan kemarin-kemarin ini.." Mau tak mau. "Aku tidak bermaksud sinis.

Anehnya-.guest&gt..TNT&gt. kalau saya lepaskan istri saya untuk orang lainf &lt. Luka jahitan . Ia kelihatan sangat bahagia bersama lelaki itu. mertuanya yang terpingsanpingsan. Bukankah sudah waktunya? &lt. &lt. saya tidak sanggup marah. Kamu mau tahu kenapaf &lt.. Bagus...TNT&gt. puluhan sanak saudara yang akan mencemooh habishabisan..* tidak tahu* Tapi saya tidak terlalu peduli* Untuk apa mempertahankan sesuatu yang bukan milik. Sepanjang hidup saya-i hanya ada satu wanita yang saya cintai sungguh-sungguh* Istri' saya sendiri* Dan dia menyeleweng.guest&gt.guest&gt. Gambaran-gambaran itu bagaikan monster kelaparan yang mengonsumsi habis semua keberanian yang ada. Dan ia tak mungkin lagi meminta dorongan pada Re. KEPING Pelajaran Terbang Berhari-hari Rana terbangun dengan bersimbah keringat dingin. Arwin yang gelap mata lalu berbuat entah apa. Ketegasannya hari itu sudah berarti banyak. Mungkin itu adalah kala pertama Anda mencicipi kewarasan.TNT&gt.Rasanya ia menjadi manusia yang sama sekali barui bukan lagi wanita yang bertahun-tahun saya kenal sebagai istri saya¦ Dan yang jelas saya lebih senang melihatnya beg i tu • &lt... Anda memang tidak memiliki apa-apa* Kecuali diri Anda sendiri* Dan diri Anda sesungguhnya amat besari agung* Ia mampu menampung apa saja i lebih dari yang Anda duga-* andaikata Anda tidak mengikatkannya pada sesuatu* Semakin banyak yang Anda ralakani semakin besar keluasan diri yang Anda rasakan* &lt. Berbagai macam adegan seram kerap muncul di pikirannya.guest&gt. Saya lebih tersiksa justru ketika melihatnya bersama saya* &lt.itu.T NT &gt. menjadikan benaknya kosong dan tak termotivasi. ibunya yang menangis histeris.. • . Bahkan untuk menyalahkan sedikit pun tidak bisa. saya lagi? &lt.TNT&gt. Saya*.guest&gt.guest&gt. Gilakah saya. Supernovai saya mulai gila* &lt.. Tak sampai hati ia membongkar kelemahan yang nantinya malah akan mengendurkan semangat mereka berdua. Arwin yang mengamuk.. Sekalipun Anda tersiksaf &lt. Bagaimana dengan diri Anda sendiri? &lt. Kenapaf &lt.TNT&gt.

apakah ia harus menanggalkan semua pertimbangan dan perhitungan untuk lalu lepas landas begitu saja? Hidup berdasarkan momentum? Persis seperti waktu ia melontarkan ucapan itu di depan Re. &lt. Namun kehadiran sang Supernova di chat room ICQ benar-benar tidak tertebak.hkU Ajari aku percaya bahwa aku BISA TERBANG &lt. Setelah mencari-cari setengah mati. Supernova. Terban -Aku tahu kamu pasti datang untukku " pndirian. di mana kamu?" desis Rana. Berkali-kali. mpai akhirnya &lt. samuai ^ na Supernova merespons tulisannya. Berusaha mengerti dan meresapi kalimat-kalimat tersebut. Tiba-tiba ia terpekik pelan. mengejar momentum? &lt. Bahkan seekor burung yang meniliki kasat mata bisa jatuh ketika belajt. Ia menjadi kenangan. Satu-satunya harapan yang tersisa.TNT&gt.guest&gt. aku ingin terbang Amenutup kuping terhadap raungan bumi di V *ku nanti. Dan kenangan tidak akan membawa Anda ke mana-manaKenangan adalah batu-batu di antara aliran sungai.TNT&gt.guest&gt.. untuk kemudian merancang masa depan yang baru-Aku hanya tidak ingin menyesal di kemudian hari.guest&gt.. Itu saja. Mendadak segal a penat dan perih [J?*** Rana gantikan oleh secercah ^nW\^^^ langsung" mengirim pesan.TNT&gt.di dadanya terasa bertambah perih.r terban^ Bagaimana dengan Anda yang sayapnya dibentuk* oleh rasa percaya? Tidak ada cara untuk belajar percaya selain PercayaRana berhenti di sana. Nama itu on-line: "TNT"..Ajari aku percaya pada kekuatan . Anda memang tidak mengerti¦ Rana mulai . Aku ingin yakin dengan pilihanku. akhirnya ia mendapatkan sebuah nomor ICQ yang diyakini adalah Supernova..Anda seharusnya menjadi arus-» bukan batu&lt. "Ayo. tidak salah lagi. dan kembali tertelan begitu momennya lewat. Maksudmu •&gt. Aku tidak mengerti.flomentum hadir* Begitu ia lewati ia tidak lagi sebuah momentum. IW dia. &lt. Momentum tidak dapat dikejar.bukankah kita seharusnya bisa memperbaiki kesalahan masa lalu? Menghidupkan kembali momentum yang lewat-. Rana pun menanti cemas. Apa maksudnya itu semua.

Jangan disconnect dulu. Tanpa satu potong pun kata. Suaminya hanya diam.TNT&gt. lalu stagnasi hanya karena Anda berkaras atas sasuatu yang sebenarnya harus berubah-Berhenti juga menilai baik-buruk dari apa pun-Bukan untuk itu Anda hidup. Lama keduanya bertatapan. &lt. Dengan khidmat pria itu pun akhirnya beranjak mendekat.. Tawon itu adalah suara Arwin. Bahasa tak mampu lagi membungkus apa yang tengah bersaling-silang keluar dari benak mereka. Dengan sigap ia pun menutup program di layar komputer.TNT&gt. Rana belum pernah mengalami momen seorisinal ini. Mas?" Rana berlagak pilon. Satu momen terbentang menuju jalan yang tak . Supernova. Begitu anggun..Bukan hakim"Rana. Luar biasa dalam. Ada perbedaan besar antara memperbaiki dan menyesali.Anda adalah pengamat dan penikmat. Supernova akan menghilang kalau sudah begini..Selama Anda masih terbayang-bayang oleh dua katakutan itu-* Anda tidak akan ke mana-mana-&lt. Rana kini merasa terapung dalam suasana yang sangat misterius. Begitu hening. Seperti orang asing. Pembaharuan hadir dalam setiap detik-Perbaikan terjadi satiap saati tapi ketakutan-ketakutan Anda tadilah yang justru menghancurkanSatiap saat Anda bisa terbang. Segalanya terjadi tak terduga-duga* Hanya ada satu yang pasti dalam hidup-. Bertahun-tahun hidup dengan Arwin dalam ketertebakan. &lt.panik. Biasanya. ia terlonjak dari tempat duduknya. Tolong akuJelaskan sekali lagi. "Ada apa. Ada kedukaan di sana. &lt. Rana sudah bisa membaca semua.guest&gt. tapi Anda saparti tidak melihatnyaApa bedanya memperbaiki sesuatu di atas penyesalan-i atau di atas parasaan sesal yang bahkan belum terjadif Tidak ada. Berhenti memilah antara apa yang diinginkan dan tidak.Tanpa ekspektasi apa-apa." Seperti disengat tawon. Menatapnya dengan tatapan yang tak pernah ia lihat sebelumnya. asalkan Anda percaya akan pembaharuan yang hadirflenikmati momentum yang datang. yaitu ketidakpastian.TNT&gt. Merengkuh istrinya dari belakang.Hanya satu yang patut Anda harapkan datangi yaitu yang tidak diharapkan.

Di dalam sarang kecilnya yang pengap." Isakan itu tetap tidak berhenti." Suara Arwin mengalir bagaikan gletser. mendekapnya erat-erat. Tapi aku teramat mencintaimu. "Jangan menangis. Aku tidak akan mempersulit keadaanmu.... Hanya saja. Mengambil porsi dalam malam yang rasanya tak bergerak. "Aku mencintaimu.. tapi aku tidak mau membuatmu tersiksa lebih lama lagi. Bukan diri ^ bahkan bukan pula kekasihnya. Dan aku yakin tidak akan ada yang melebihi perasaan ini. "Kalau kamu benar-benar mencintainya. tapi sekarang tidak lagi." Hatinya malah tersayat lebih melesak." SUPERNOVA Kalimat itu membawa Rana ke dimensi yang sama sekali Menggerakkannya untuk melihat wajah pria yang dinikah' ^ tiga tahun lalu dengan pandangan baru." napas itu tercekat. "Lama aku berusaha menyangkal kenyataan ini. Satu sensasi yang sama sekali baru." Isakan itu malah menjadi. Aku mohon. Rasanya ' bukanlah pelukan perpisahan. Keadaan kita. Kamu memang pantas mendapatkan yang lebih. Membekukan lereng hati. cukup besar untukku kuat berjalan sendirian tanpa harus kamu ada. "Perasaan ini. "jangan menangis lagi. Aku mohon. peluk seseorang yang kembali. Suara gerimis.. Rana justr . Arwin Gelap. Ternyata Arwin yang punya itu. melainkan sebaliknya.tahu berakhir di mana. Perlahan.." Terdengar suara menelan ludah. Andaikan saja kamu tahu. tolong. Tidak menjadikan pernikahan ini seperti apa yang kamu impikan. "Aku tahu semuanya. Bahkan denyut nadi pun dapat terdengar kalau disimak benar. Terlalu mencintaimu. Kamu tidak akan pernah tahu betapa besar perasaan ini. ada isakan lirih. Maafkan aku tidak pernah menjadi sosok yang kamu inginkan. Embusan sekali-sekali napas-napas berat.. "Tidak akan mudah. Kamu tetap Rana yang kupuja. istriku. aku rela kamu pergi. Giliran Arwin yang terenyak ketika istrinya m menghambur jatuh. atau bukan. tidak lagi ta^* Ada satu makna yang secara aneh terungkap: cinta membebaskan. dan itu sangat menyakitkan. Aku sudah terlalu sering mendengar kamu menangis diam-diam. Bukan begitu?" Tidak ada jawaban.. Kita s ama-sama sudah terlalu sakit.

mendapatkan makna kebebasan. Ia terbang... di saat v U sama sekali tidak diduganya. n9 <guQSt> Supernovai saya benarbenar tidak menyangka* Bagaimana mungkin sesuatu yang tadinya berusaha saya pertahankan mati-matian justru kembali ketika saya lepaskanf Perasaan ini sangat luar biasa* Rasanya saya terlahir kembal i • I <TNT> Sesungguhnya Anda memang tidak perlu berusaha memiliki apa-apa* Anda adalah segalanya* Sekarang-* tidakkah Anda heran dengan orang-orang yang menguras seluruh energinya untuk mempertahankan sesuatuf Mencoba memiliki apa yang sebenarnya sudah milik mereka? Justru ketika Anda Melepaskan keterikatan pada sesuatu i Anda semakin dekat dengan Keutuhan. <TNT> Mencintai sesuatu atau seseorang dengan keutuhan diri adalah satu-satunya cara mencinta* Sementara perasaan tidak lengkap atau ketergantungan adalah refleksi jarak Anda dengan diri sendiri* <guest> Dan saya baru sadar -i saya amat . mencintainya tapi saya lebih mencintai diri saya sendiri. Saya mencintai diri saya yang mencinta• <TNT> Itulah satu-satunya Cinta yang ada* Arwin mengembuskan napas ie h sinar. Bahkan bernapas terasah*' *aJahn*a berkiu itas ba™ t6lah men9aUri **uruh t9ubuh?mat Se^ah sekaligus perasaan terbang h adalah v sayap •¦ KEPING Kiamat Personal Kedua pria itu mematung di depan komputer. "Aku tidak mengira akan jadi seperti itu..." gumam Ruben berat. "Aku juga. Semuanya mengalir begitu saja," Dhimas mengusap wajahnya, berusaha mengenyahkan kebingungan. "Kamu tidak merencanakan plotnya bakal demikian?" "Tidak," Dhimas menggelengkan kepala, "sudah kubilang, semuanya mengalir begitu saja. Aku hanya langsung mengetik apa yang terbersit di kepalaku." "Aneh. Seolaholah cerita itu memiliki otonominya sendiri." "Lebih parah. Sepertinya aku menjalani sebuah kehidupan, bukan cuma naskah. Kehidupan dalam kehidupan... mungkinkah itu?" tanya Dhimas linglung. "Entahlah. Yang jelas, masih ada satu yang harus kita khawatirkan." "Ksatria." Ferre Kiamat adalah lidah kehancuran

yang menjilati tandas sebuah piring tanpa sisa. Tak ada lagi remah. Tak ada dedak yang dibiarkan bertengger. Semua bersatu dalam maha enzim Kiamat personal yang mencerna jagat. Kiamat adalah ledakan sunyi yang mengisap semua, termasuk jejak kehancuran yang dibuatnya. Dan ternyata kiamat punya edisi khusus. Kiamat personal. Semenjak Rana menghilang tak bisa dihubungi seminggu lewat ini. Re tahu ada yang tidak beres. Sampai akhirnya surat itu tiba—kiamatnya: Tidak ada yang saya sesali. Saya harap kamu juga demikian. Tidak ada cara yang mudah untuk menga takan ini semua. Saya yakin kamu mengerti. Dan tidak ada yang saya cintai lebih dalam selain perasaan indah yang pernah kita miliki (dan semoga masih akan terus kita miliki,). Tapi saya bukan Puteri yang kamu cari. Di satu titik, perasaan indah itu telah mengkristal, dan saya akan menyimpannya. Selamanya. Kamu adalah yang teristimewa, Ferre. Kamu telah memberi saya kekuatan untuk mendobrak belenggu itu. Sekarang saya bebas. Tapi, tidak berarti kita harus berjalan bersama. Izinkan aku kembali berjalan di setapak kecilku. Rana. Surat di sehelai folio putih polos itu nampak seperti Lucifer yang menyamar jadi domba tak berdosa. Reaksi pertama Re adalah tercenung kosong. Lama sekali. Dan yang kedua adalah, ia tertawa. Dan itulah puncak dari rangkaian paradoks yang telah menyerangnya dari awal kisah ini dimulai. Sebuah tawa, dalam duka dan kepahitan yang tak terperi. Sejenak ia merasa telah disuguhi pertunjukan dagelan. Kekonyolan panjang nan tragis, dibumbui dramatisasi ala opera sabun yang memuakkan, dengan ambisi ala sinetron bersekuel-sekuel yang membuat mual perut. Penonton pun tak bisa membedakan lagi air mata apa yang berlinang di pipi mereka. Tangiskah... atau malah tawa. Yang jelas, pipinya bersih. Tak ternoda air apa Pun Kelenjar air matanya mengeras, seiring dengan hatinya yang membatu. Perlahan, runutan getaran sel abu-abunya kembali terhampar. Kalau saja ia tidak mengajaknya makan siang... Kalau saja ia punya lebih banyak kesibukan di pagi itu... Kalau saja ia menolak wawancara itu... Kalau

saja hari itu tidak perlu ada... Kalau saja ia tak perlu ADA... Bagaimana sebuah piring bisa tahu dirinya piring apabila tidak ada yang diwadahi? Kiamat juga berarti amnesia abadi. Dan Ferre adalah piring kosong yang tak mampu merasakan apa pun selain kehampaan. Tidak juga dirinya. Ia terlalu benci dirinya. Sang Ksatria tidak lagi eksis. Ia mati, bersama cintanya yang membutakan bumi. Ia hancur, seperti serbuk meteor yang membedaki langit. Ia tamat. KEPTNG Ksatria Schrodinger -a himas cuma bisa melipat tangannya, menggeleng-J/ gelengkan kepala. "Aku tak tahu lagi jadinya bagaimana..." ia berkata lemas. "Ia telah mendapatkan kepingan dirinya yang hilang, Pujangga, homunculus, si manusia kecil, figur bawah sadar yang dulu terlupakan tapi sekarang kembali hidup. Dan betapa ia menyukai dirinya lagi. Tapi sekarang semuanya direnggut... hilang. Ksatria kita baru kerampokan harta insaninya yang paling besar: makna. Tanpa makna, buat apa lagi kita menjalankan hidup?" "Hidup memang tidak boleh kehilangan makna..." desis Ruben. "Dan makna apa lagi yang masih berarti untuk menyalakan hidup si Ksatria? Aku tidak tahu!" seru Dhimas. Kening Ruben berkerut-kerut, kakinya diketuk-ketuk, pertanda ia berpikir keras. "Kamu tahu apa yang sedang kita hadapi?" tanyanya. Dhimas tahu pertanyaan itu tidak perlu dijawab, bohlam yang menyala ada di otak Ruben. "Kita sedang mengalami dilema terbesar para fisikawan. Dilema yang disuguhkan Schrodinger dengan eksperimen kucingnya. Inilah dia. Paradoks kucing Schrodinger! "Look, honey, sekarang ini kita sedang meneru*°" hidup mati tokoh kita sendiri. Bukannya menyiapKan Pertunjukan sulap," komentar Dhimas kesal. "Aku bukan asal ngomong, kamu sendiri kan tahu paradoks itu." "Ya, tapi apa relevansinya?!" "Sebentar, sebentar... beri aku waktu." Ruben memejamkan mata, berusaha menerjemahkan sinyal nonlokal yang barusan hinggap di otaknya. "Begini, kamu tahu tujuan Erwin Schrodinger dengan percobaannya itu?" Dhimas merasa lebih baik ia menggeleng. "Tujuannya adalah untuk mendeteksi perjalanan

apa yang terjadi pada si kucing selama boks itu tidak dibuka? Apabila kita menghitung secara matematis maka kucing mati dan kucing hidup adalah hasil yang sama-sama valid. Mati enggak. Kucing ini ditempatkan di boks tertutup bersama sebuah kapsul berisi racun sianida. Ini fenomena yang serupa dengan dualitas partikel. dan sebuah pemicu yang akan aktif ketika satu isotop radioaktif menembakkan sebuah elektron. Katakanlah. maka wavicle akan selamanya mengambang dalam keadaan dikotomis. Sementara di realita. maka kapsul itu pecah. apa hubungannya dengan Ksatria kita yang mengurung diri entah sedang apa itu?" Mata Ruben membelalak. Tapi wavicle 168 hanya ada di domain kuantum. partikel mempunyai aspek lain/ yaitu gelombang." "Oke. dan kucing mati. peluangnya fifty-fifty dia keluar dari rumah itu dalam keadaan hidup atau mati. "Begini." "Kamu tidak membuatnya lebih mudah. baru akan ada pengamat yang membuka boks dan melihat hasilnya. singkatnya. aku sederhanakan. Kalau elektron tidak menyentuh pemicu itu. "Coba. kucing zombie. Peluangnya sama.partikel kuantum. "sekarang. maka si kucing tetap hidup. tapi karena kucing tersebut adalah objek kuantum di mana semua kemungkinan bisa terjadi. kehadiran seorang pengamatlah yang akan menentukan aspek mana yang terpilih. Sebelum pilihan ditentukan oleh pengamat. maka hasil itu bisa kita gabungkan menjadi kucing yang setengah hidup dan setengah mati! Sampai kotak itu dibuka maka kucing tersebut dipastikan berada dalam kondisi kuantum mati suri. "Tidakkah kamu lihat? Dia seperti kucing Schrodinger di dalam boks tertutup! Berada di gerbang keputusan untuk menghabisi hidupnya atau tidak. yang kemudian diberi nama wavicle. Dalam waktu satu jam. pilihan kita hanya dua: gambar atau angka. atau entah apa lagi. Apabila elektron mengenai tombol on. Ia tidak menggunakan geiger counter melainkan kucing sebagai detektor." keluh Dhimas. Partikel atau gelombang. Pertanyaannya. . hidup enggak. Peluangnya fifty-fifty. baik itu arah lintasannya maupun destinasinya. Kamu dan aku taruhan memakai koin." Dhimas mulai tidak sabar.

. Jangan-jangan kelahirannya ke dunia ini juga cuma permainan. Keseriusan ternyata tidak membawanya ke mana-mana.. Pistol kaliber 9 mm yang tidak pernah digunakan. demikianlah menurut perhitungan matematis. Re tersenyum tipis. lalu ada juga versi Ksatria mati? Begitu?" "Well.Ketika koin dilempar lalu ditutup. Dulu. Barang itu sebenarnya cuma suvenir pemberian." "Omong kosong! Pasti ada jalan lain untuk menyelesaikan paradoks itu." Ruben mulai ikut bingung. malam ini. Ruben "Oke. Kita akan . namun observasi kitalah yang menjadikan salah satu kemungkinan kolaps. Firasat itu ternyata sudah ada sejak dulu." Ferre 24 jam pertama dalam hidupnya di mana ia merasa begitu sendiri. tanpa dunia. maka sebelum dibuka koin itu tetap berada di kondisi setengah angka dan setengah gambar. faktanya memang observasi dari kondisi dikotomis akan memaksa semesta untuk bercabang menjadi dua dimensi paralel. Hanya ia dan dia. siapa tahu satu saat nanti ia harus bermain rolet Rusia. maksudmu. membuat kondisi dikotomis itu akhirnya menjadi kondisi tunggal di dimensi tempat kita mengobservasi. Re menyesal ia terlalu serius menempuh hidup. hidupnya akan diakhiri oleh sebuah permainan. oke. Ekses humor Tuhan yang kebablasan.. Ksatria kita sekarang berada dalam keadaan setengah hidup dan setengah mati? Memangnya dia zombie?" "Hei. "Masih ada aliran Copenhagen yang berinterpretasi bahwa dengan menggunakan prinsip komplementer. 169 Dhimas &amp. sabar sedikit.." Ruben cepat-cepat menenangkan Dhimas yang sudah unjuk rasa. Semua hiruk-pikuk di luar sana sudah tidak kuasa lagi menyentuhnya. "Wah! Itu ide yang luarrrr. biasa. Betul begitu?" "Seratus! Kok aku tidak pernah kepikir. Tak pernah ia sangka. maksudmu bisa ada Ksatria lain di dimensi lain yang hidup. ia sendiri selalu menganggapnya pajangan sampai... Re mengisi selongsongnya dengan satu peluru. ya?" "Jadi. kondisi setengah hidup dan setengah mati itu hanya abstraksi yang cuma eksis sebagai potensi transendental. Tapi semuanya sudah terlambat." "Sebentar dulu. Sambil tertawatawa ia berkata.

"Tapi. science fiction selalu tergila-gila dengan ide interaksi antardimensi. Interpretasi ini terlalu sulit untuk dijadikan eksperimen sehingga tidak ada gunanya dari sudut pandang sains." "Makanya. romantis. eh. tenang. Tapi . kan? Aku tahu gambar yang kamu maksud.. tidak sekompleks itu. "Sayangnya. Kamu tahu apa itu?" "Bahasamu selalu susah.. Setiap kamu melihat gambar gestalt. ide itu terlalu mahal." "Dan riil!" sambung Ruben. tidak sesederhana. Kecewa. Tentu saja. memangnya kamu niat bikin science fiction? Plus bumbu-bumbu fantasi ilmiahnya? Bukan. Dalam arti. tenang. Dimensi paralel. atau membolak-balik kertasnya.. "Aku ingin mengungkapkan fakta penelitian yang sebenar-benarnya. puitis. kan?" "Bukan. dan merupakan satu gambar. Jangkauan sains yang sejauh ini telah dicapai." redam Ruben buru-buru. apa yang ingin kamu buat?" "Roman sains. Benar-benar pemborosan. dan yang paling umum adalah gambar gestalt nenek tua dan gadis cantik." "Salah sendiri tidak tahu. "Aku sedang memikirkan gambar gestalt. batal.." jawab Dhimas pelan. Kalau tidak." balas Ruben tidak mau kalah. diingat lagi. semesta paralel tidak berinteraksi satu sama lain. dan aplikasinya di level kehidupan sosial manusia." Ruben masih tidak mau kalah. butuh materi dan energi dalam jumlah ganda untuk setiap observasi. maksudku. Kedua citra itu hadir sekaligus. salah sendiri. "Aku teruskan: realita ini termanifestasi sama seperti gambar gestalt. "Coba.menulis dua kisah dari dua dimensi paralel!" seru Dhimas meledakledak.." "Baiklah. Kamu harus memilih satu antara dua sudut pandang untuk menentukan apakah itu nenek tua atau gadis cantik. "Gambar gestalt adalah gambar beranak gambar. tahu nggak? Kadang-kadang yang kamu maksud cuma hal umum tapi bahasamulah yang tidak umum.. mana seru? Tapi." Dhimas mengalah dalam gerutu. Tapi tidak pernah tahu namanya gestalt. Itu menjebak. Terpaksa membanjur lagi kobaran idenya. tapi kamu tidak bisa melihat keduanya secara bersamaan. kamu harus memilih. Silakan teruskan." "Tuh. Kita tidak merobek gambar itu jadi dua... Lagipula.

inframerah. apakah ada situasi di mana ada pengamat. dibutuhkan keterjagaan. "Di sinilah pentingnya pemilahan antara Consciousness dan Awareness." "Tapi. dan mengenali pilihan yang kita buat. sebenarnya ada. atau mati suri. "Itu dia! Persis seperti kasus Epimenides. benar-benar tersesat. Itulah kira-kira sadar tanpa terjaga. pingsan. "Apa yang kamu bilang tadi—bahwa di realita materi ini Kesadaran menggagalkan aspek gelombang—benar-benar terdengar logis dan akademis. tapi kesadaran seperti apa yang kamu maksud barusan?" tanya Dhimas. Kalau kita bicara kesadaran di level lokal. Sementara keadaan 'tidak sadar' dalam istilah psikologi yang umum kita tahu adalah keadaan semacam tidur. "Kenapa? Masih ada konsep yang belum jelas?" Ruben menangkap tanda tanya yang beterbangan di sekitarnya. "0-ho! Untung sekali kamu bertanya. Lalu." Ruben menjawab mantap. apa sih yang dimaksud dengan istilah nonlokal? Kenapa aku menangkapnya semacam sinyal-sinyal misterius dari pesawat UFO?" Mau tak mau Ruben tertawa. Kesadaran selalu bersih. Kita sering sekali bicara 'kesadaran'. sama juga dengan sang Ksatria. aku kepingin tahu. Nah. Dhimas membisu. Kenyataannya. tapi tidak dalam keadaan sadar? Kamu tahu betapa paradoksnya hal itu?" Ruben tersenyum tenang.Kesadaran kita memilih. tidak tersentuh. Sadar dan Terjaga. maka kita akan terjebak di dikotomi tak ada habisnya itu." 'Coba. sepertinya ia sudah mengantisipasi munculnya pertanyaan barusan." ujar Dhimas penasaran. Berusaha mengasosiasikan pemahaman baru itu. Sebenarnya sederhana: segala sesuatu yang bisa kita tangkap di domain materi —realita ini—yang serba terukur. kesadaran yang kumaksud harus berada di luar sistem. kita semua pun saling terhubungkan dengan sinyal nonlokal24. dan seterusnya. coba terangkan lagi. adalah sinyal lokal"." "Aku jadi tidak mengerti. "Ya. Artinya. Kesadaranlah yang memilih dan menentukan nasibnya. kalau memang . di domain nonlokal. radio. lama. di luar order realitas materi. Tapi untuk menggagalkan salah satu aspek kuantum. baik itu gelombang televisi.

Kesadaran yang transenden.. orang yang satu lagi memberikan respons stimuli yang serupa! Padahal secara sadar.. aku benci terjemahan. bagaimana kamu bisa membuktikan itu ada?" Kali ini Ruben tergelak. arrgh. "Berarti.. Tubuh kita menerima stimulus berjuta-juta kali lipat dari apa yang diolah otak. ada satu eksperimen yang beken dikenal dengan Faraday's Cage. Lalu Kesadaran apa yang dimaksud kalau kita yang dalam keadaan bangun dan terjaga ini sensitivitasnya ternyata tidak jauh beda dengan bangkai? Itulah. Semua 21 Loka)/Lokahtas: Ide bahwa semua interaksi dan komunikasi antarobjek terjadi melalui sinyal maupun medan yang penyebarannya terjadi dalam ruang-waktu yang tunduk pada batas-batas kecepatan cahaya. Tapi sebelum mereka dipisahkan. jantung. alat komunikasi atau apa pun yang menggunakan gelombang tidak akan bekerja di dalam ruang Faraday. "Baiklah Tuan Skeptis." Dhimas mendengarkan terpesona. Dan kamu tahu? Ketika orang yang satu diberi pertanyaan atau tindakan tertentu. sampai EEG—untuk mengetahui adakah respons stimuli yang terjadi. Ia adalah semacam ruang yang kesemua sisinya terbuat dari logam khusus yang mampu meredam semua gelombang. ada dua orang yang ditempatkan di dua ruang Faraday yang berbeda. kedua orang itu disuruh berinteraksi. Nonlokal. atau kandang. Di dalam ruang terpisah itu tubuh mereka dipasangi—mulai sensor saraf. bahkan tanpa kita sadari!" "Seringnya memang tidak disadari..sinyal nonlokal tidak bisa dideteksi. "Lalu.. sehalus apa pun itu. Faraday's Cage sama sekali bukan kandang. "Omonganmu sudah sama persis dengan para reduksionis skeptis itu. kita semua ini ternyata terhubung satu sama lain. sampai dirasa ada ikatan psikologis yang cukup. ngobrol atau apa saja." . ia sama sekali tidak tahu apa yang terjadi di ruang sebelah.." ia tertawa-tawa sendiri. sehingga dipastikan keduanya tidak dapat berkomunikasi. * Nonlokal/Lokaiitas: Komunikasi ataupun pengarah yang terjadi instan tanpa melalui pertukaran sinyal dan tanpa memecah keutuhan ruang-waktu.

48 jam sudah ia menunggu. Tak ada lagi si gila kerja. bukan?" Ruben mengangguk kecil. beralaskan remah-remah kehancuran hatimu? Sampai esok hari." Dhimas menatapnya balik. Ia terus bertanya-tanya. Diva pun masih menyempatkan diri memandangi rumah itu. Dhimas &amp. Dan mungkin sekarang saatnya kita buka.. Ruben "Paradoks ini harus diselesaikan. Bahkan tak disisakan baginya satu gaung pun. jam setengah satu siang. Diva Diva tibatiba terusik dengan pemandangan aneh di depan rumahnya. "Taruhan kita tadi.. Lantas." Ruben menatap Dhimas lurus-lurus. Malam bertambah larut. Bahkan sampai matahari condong ke Barat." KEPING^ ^ Di Dasar Jurang . karena satu-satunya chip yang masih menjadikannya berguna—chip candu kerja. Lima jam mengamati rumah seberangnya telah menambatkan rasa penasaran. ruang tempat si pemabuk cinta biasa asyik minum-minum anggur asmaranya. dan ia masih menunggu tanda-tanda. Itu sebuah kode. Sambil mengepalkan tangannya. Dirinya telah kembali menjadi robot yang tak berhasrat. namun tidak ada yang menjawab. termasuk ruang yang satu itu. harus ada pengamat yang mengintervensi. keadaan rumah itu tetap sama. berusaha meyakinkan dirinya sekali lagi. atau mati." gumam Dhimas gelisah. Menjelang tidurnya. mengapa mobil itu ada di garasi? SemUa jendela rumahnya masih tertutup tirai. Pujangga benar-benar pergi. Pujangga. aku tak ingin pergi seperti ini. Ternyata benar.. "Sudah kutangkap. Ia robot cacat.. "Berarti.Ferre Ia sadar kini. jauh ke dalam hatinya. Sore berganti malam. aksinya terakhir di pentas bumi. wahai kau yang jatuh cinta? Tengah mengawangkah dirimu? Atau tergolekkah engkau di dasar jurang yang kaugali sendiri. Namun tetap tidak ada perubahan. Ia ingin dibuatkan sajak perpisahan.. apakah engkau masih di sana. tirai itu tetap tidak terbuka. Ia pun melirik jam. Apa pun caranya. apa yang terjadi denganmu. Ruben. "Koin itu sudah melayang. ia berkata. hasratnya yang terakhir—juga ikut terampas. Re mengepalkan tangannya gemas.. Diva pun memilih tidak ke mana-mana.? Re memanggil-manggil.

... ia tak mau melihat lebih banyak lagi. "Mungkin. padahal ia juga sama-sama punya protes: 'Lalu kenapa aku yang ditinggalkan?'. Re ingin semua ini berhenti.Sesuatu tiba-tiba melintas.. Re berusaha DUPERNDVA berontak.. Re tidak mengerti. Dhimas &amp... namun gambar itu terus menyerbu tanpa bisa ia tahan. Kisah malang tentang seseorang yang termakan cinta. tapi yang hadir malah bayangan buku dongengnya. Melainkan sesuatu yang lebih dahsyat. Kisah serupa juga dialami ibunya. Mama?'. "Aku tidak tahu!" Dhimas mengangkat bahu dengan muka lebih bingung lagi. Ruben "Untuk apa cuplikan-cuplikan masa lalu itu?" bisik Ruben. [ Lihatlah Ibunda.. di mana pun engkau berada. menjadi lemah. Pahit. Tidak pernah ada yang bertanya padanya.. Oma di pemakaman Mama—dekapan erat Opa di hari Mama wafat— tubuh yang terbujur kaku di atas karpet. tak lagi jadi masalah untuknya. Dan sekarang.. Re mencoba meredam suara-suara itu. Papa?'... dan Bintang Jatuh. yang ada di alam sana... Yang jelas ada kakek dan neneknya di sana. Ksatria. 'Kurang berhargakah aku sampaisampai mereka sibuk dengan perkara cintanya masing-masing dan lupa kalau aku ada?'. Bukan cuma dongeng masa kecil.." Ferre Potongan gambar itu terus datang. cukup 24 tahun bagiku untuk menjadi kalian . bersimpuh dan berdoa—ada rosario yang selalu ditinggalkan di sebelah bantalnya— dengungan doa novena yang ia dengar hampir setiap malam— suara masa kecilnya melafalkan doa Bapa Kami.. 'Kenapa kamu tidak menyelesaikan masalahmu dan malah memilih kabur.. di hati atau di otak... entah di mana. ternyata selama ini ada bifurkasi lain. Puteri. Ada genangan darah di dekat kepala Mama—sepucuk pistol kecil di dekat tangannya—sepucuk surat yang tak bisa ia baca. 'Mamamu bunuh diri'—'Semua ini gara-gara Papamu'—'Papamu lari dengan wanita lain'. dan Ayahanda. tapi sekarang justru suara-suara yang muncul. apa maksud potongan-potongan gambar yang dipampangkan bulat-bulat di depan matanya. 'Kenapa kamu begitu lemah dan egois.. tangisan. dan wanita itu memilih mati. Re terkekeh. dan mati karenanya.

. Tapi jangan harap aku sudi menunduk dan tutup mata ] Re pun mendongak.. Opa. ia dapat merasakannya. sekalipun harus dengan cara mengumpat.. dan sekarang aku akan mencabut nyawaku sendiri.. dengan sisa kekuatan dalam dirinya. ditekankannya moncong senjata itu dalam-dalam ke pelipis kanan.. ada saja cara kalian membuatku tertawa sekaligus tersindir.. bukan? Baiklah. Baru 60 jam. ". Dan betapa dingin genggamannya. Dengan tatapan tajam ia menentang apa pun itu di atas sana. Diva Mendadak ia bangkit. Sekilas Re melihat pantulan dirinya di gagang pistol yang mengkilap.." Ruben menarik napas.... bukan? Rasakanlah dinginnya dasar jurang itu. Sesuatu yang besar tengah terjadi di dalam sana. Dan jika ini detik-detik penghabisanku. Izinkan aku kesal pada-Mu di dalam kepasrahanku. Aku nyaris melarikan istri orang. dalam benda semungil itu. Ferre Tangannya sedingin es. Wahai Tuhan... ia pun tersenyum. Engkau sudah jatuh." ". Tapi tentunya Kau masih ingat aku.berdua. mengangkat dagunya setinggi mungkin. Bahkan di saat seperti ini. Di dunia yang serba seragam. Diva menggigit bibir.. ia menantang Sang Pencipta. Telunjuknya mengait mantap di pelatuk. Aku tahu kita tak saling bicara... siapa yang menyangka. Dhimas &amp. Dengan cara-cara aneh Kau tunjukkan keagungan. Sepanjang hidup Engkau selalu membingungkan. dalam rumahnya yang tertutup. kalian selalu ingin mendengarku berdoa. dan mendapatkan jendela di seberang sana masih tertutup. dengan teka-teki-Hu bernama Takdir.. maka bebaskan aku berbicara semauku. ia ingin mencuri perhatian-Nya. tapi darahnya sudah kepingin cepat-cepat berhenti mengalir.. Ruben Suasana kamar kerja itu menjadi sangat senyap. Kau. sebagaimana aku tak menyangkal-Hu. mengerikan. ada malaikat maut yang akan melarikan nyawanya pergi. Tidakkah kalian bangga? ] l Oma. Tak ada lain di benak mereka selain Ksatria. Dhimas &amp. membuka tirai. Keduanya mencurahkan konsentrasi mereka dengan penuh kesungguhan.. tak . El Maut ternyata cukup gagah untUk seorang Kepala Departemen Alam Kubur. Ruben ".

' p. Re merasakan waktu ternyata berkontur. Ruben Sampai pada gilirannya. Dhimas terdiam t Ruben. menuju akhir. Mati sepertinya begitu nikmat.. KEPING Opto. Betapa detail otot dan sendinya bergerak. Tidak ada yang mau bertindak. Ergo Sum 4 1 aktu sebentar lagi akan berakhir. Padahal ia tak mau melihat apa-apa lagi sesudah tewas nanti. Total ] Re memejamkan mata.sedikit pun ia gemetar. [ Re selalu ingin memilih yang kanan.. la tak ingin ada di posisi itu. . la ingin buta dari dunia. Dhimas &amp. Kini pistol itu tepat menancap di tengah-tengah keningnya. Ia malah terlihat sangat tenang. Ferre Napasnya memburu. " Dhimas &amp. "Kita tidak bisa begini' Ini namanya solipsisme. di situ ada mata ketiga. menjad?pen "'"t^ « pelatuk. Dibawanya silinder itu menancap di pelipis k anan. Diva Matilah terhadap segala yang kauketahui. Jauh di dalam sana." Diva Kehancuranmu adalah awal kesadaranmu. Sumber dari segala polemik kognitif yang mengacaukan sistemasi otak kirinya yang tertata rapi Itu. Dan di detik-detik UJ penghabisannya. "rolet Rusia ini berakhir tertS" cepat.. la menganggap otak . namun tidak ada tanda keraguan. Ruben -Sebentar!" seru Dhimas. fme. [ Katanya.. Ruben Keduanya bertatap-tatapan. Menyengat bagai berondongan volt listrik yang menancapkan sengatan rasa sakit bertubi-tubi. 180 Apakah peluru ini engkau.knlu? Dengan demikian kasihku mengalir keluar seraya be™„L Berjaya dalam mahligai ^-""fKarena hanya kepadamulah kurelakan sisa denyut* . Atau jangan-jangan keduanya berkomplot? ] Titik target berpindah. kanan nyai ah yang paling bertanggung jawab. Diva Matilah sebelum mati. Penentu bagi "Di mana peluru itu berada?" tanya Rub »Di putaran selongsong yang akan ia tarik^if"9-Dhimas menelan ludah. Bbimas &amp. Ferre Sesuatu melesat lebih cepat dari peluru. . Kenapa juga dulu ia pernah dilahirkan. meregang dalam genggamanmu seorang. filosofi egois yang menempatkan W sebagai satu-satunya makhluk . Sial amat kalau begitu. Yang melubangiku dan kini berkuasa atas hidu Semoga ini engkau . Karena kematianmu adalah kemerdekaanmu.

ia belum pernah merasa sekuat ini." "Sebaiknya tidak. kesadaran sebagai sebuah medan. Entah kenapa. Ferre Re mematung. Sebaliknya. ia merasa sangat lega. Diva Engkau bahgkit kini. Re menangis sejadi-jadinya." Ruben terkesiap. kita mulai lagi. dan kini ia telah dimuntahkan ke dataran yang sama sekali berbeda. Kesadaran nonlokal itu yang berbicara. Tak pernah ia melihat Dhimas begitu keras hati. . juga. Ruben *Baik. atau bisa diartikan juga medan pikir global. Kedua.bukan di egomu.. sekalipun seluruh badannya berguncang dan air mata seakan mengoyak matanya. "Kesadaran memiliki empat aspek yang berbeda.. Ruben. "Aku masih tidak tahu kelanjutan cerita ini. Keterjagaan atau awareness termasuk di dalam aspek ini. Aku ingin. tangisan lemah. Pertama. Aku tahu ini kedengarannya gila.. Tapi yang jelas. tapi diam-diam ia pun merasakannya. Ia masih tak percaya. Tapi tidak di tangan egoku. Aku benar-benar ingin tahu. dan rasanya ia kesemutan. memanggil namanya. Dan gerbang penentuan tadi pun lenyap. seperti ada kehidupan nyata yang terkait di cerita ini. Hangat perlahan merambat di setiap kapiler pembuluh darahnya. kembali bersama cangkirnya." Ruben tidak bisa berkata-kata. Apa yang barusan ia dengar bukan lagi sekadar gaung labirin hati. Tapi tendensiku mengatakan." "Tapi apa yang kira-kira terjadi dengan Ksatria sekarang?" "Jangan kita pikirkan hal itu dulu! Sebaiknya kita kembali mengeksplorasi apa sebenarnya yang dimaksud dengan Kesadaran. Entah caranya seperti apa. Suara tadi. Di dataran ini.. kata-kata itu terdengar jelas seperti seseorang membisikkan langsung ke kupingnya. Darahnya kembali mengalir deras. "Aku tidak tahu apa yang kamu inginkan. sekalipun kitalah yang memegang pena. adalah suaranya sendiri. tapi aku kembali merasakan hal itu. sekejap mata berganti menjadi celah kosong yang tak terkatakan. dia tidak boleh mati. Bukan . Dhimas &amp... Suara tadi.." sahut Ruben sembari mengusap wajahnya. kita tidak boleh irfenyikapinya seperti tadi.." ujar Ruben. objek kesadaran.berkesadaran sementara yang-lain cuma sosok imajiner.

penetap? tuttu "Itulah prinsip Descartes:*coaito berpikir. sadar atau tidak " Ruben yang "Berarti sesungguhnya. karena bagaimanapun mereka cuma pecahan. yakni landasan dasar segala macam proses feedback. Mereka tidak dapat memuat gambar keseluruhan. Tapi sia-sia saja kalau mereka berusaha mengidentifikasi skema besarnya. Dan keempat. yang telah eksis dan tetap eksis sekalipun tidak ada feedback itu sendiri.. Ini juga menunjukkan bahwa di dalam setiap penghuni Kesadaran pasti terdapat pola tunggal karena mereka pada dasarnya berakar dari landasan yang sama. Untuk sebuah MNC. maka aku "Bukan juga 'aku sadar. Aku memilih. yang berarti pengamat. maka aku ada' ti i pernyataan yang tidak perlu.Ata« apa yang bisa kita pegang dari sesuatu kare*a dan pergi. Ketiga. tanpa harus ada klaim konaSS?1' keterjagaan. kesadaran sebagai medan universal yang menampung semuanya. Semesta Memutuskannya Ale baiu mendengar kabar dari kantor Re tadi sore Pimpinan tertinggi mereka menghilang tanpa pemberitahuan tiga hari terakhir ini." "Sekarang aku mengerti k h ^ngidentifikasikan diri dengan orang perasaannya. . Bukan aku-nya ego yang personal " "Opto.. maka aku ada j Keduanya pun mengembuskan napas lega. kejadian seperti itu juga membakar jenggot orangorang regional. Ia ada. «wsiatau "Tetapi. bukan 'aku hpmv ambahkan-ada'/ "«Pikir. maka aku ada. dan pasti. Ini sama dengan yang diungkapkan David Bohm dengan istilahnya holomovement. hilir mudik dan tidak pernah^LS*^ phimas. Dan banyak sekaH° SUm^* sepaham dengannya. Dari mulai Hong Kong sampai New York menanyakan keberadaan managing director mereka yang satu itu. subjek kesadaran. Bohlam di kepala mereka telah digantikan secercah matahari yanq terbit perlahan. "aku memilih. Dan milah yang terkadang inS J?." Dhimas tersenyum cerah. atau partisipan. karena Kesadaran S v dipertanyakan.yakni pemikiran ataupun perasaan yang datang dan pergi di medan kesadaran tadi. maka aku ada Dan subjek yang memilih adalah subjek tunggaU» universal. ergo sum.a.

Langsung berbulan madu ke Maui. teman kamu Ferre itu sudah tidak keluar rumah tiga hari. Lama-lama semuanya pun pergi. Kalau enggak. Sesuatu pasti telah terjadi.Luna menit. tidak ada r„ u' dan mulai curiga. Sama sekali bukan Ferre yang ia kenal kalau sampai absen dari kantor tanpa kabar. Namanya Ferre. Apalagi menonaktifkan alat komunikasinya." suara Re berbisik-bisik.." Masih dengan muka kaget. Re! "Le. Atau mereka berdua memutuskan jadi Tarzan dan Jane di hutan antah berantah. tetangga di sev. kebanyakan bersungut-sungut karena tidak jadi ada tontonan. sambil tak hentihentinya merasa heran. Mengaku kalau ternyata Re baru saja meneleponnya dari luar kota. "Dia di dalam. Rumah kuldesak itu memang nampak kosong. daripada menanggung risiko menetap di Jakarta. Ale gelenggeleng kepala. "un mulai "Ini rumah teman kamu?" Ale menoleh. "tapi sebaiknya kamu pergi juga. Ini mulai tidak sehat. Kamu kenal?" "Yang jelas. Telepon rumahnya terblokir atas permintaan pelanggan. Ale pun berusaha cengengesan sembari menghalau kerumunan kecil itu. "Didobrak saja pintunya!" "Ada yang mencium bau-bau aneh nggak? Bau bangkai gitu." Dalam waktu singkat. Telepon genggam yang biasanya siaga 24 jam itu sekarang malah mati 72 jam. Semua tirai ditutup. Diva. Wanita itu. Ia berteriak seVat^ -hantu tetangga yang bosan menunaom Beb«apa Snbgak-celinguk ke luar. Ale memijit bel. Lampu padam.pra rumah Re. orang-orang mulai ikut merubungi. menggedor-gedoi . aku ada di dalam. tahu-tahu sudah berdiri di belakangnya "9 "Iya. satpam uZlu™ gj hrdatangan.. ya?" "Ya. Tapi Diva tidak beranjak." Ale mengangguk ragu. "akan aku bukakan pintu ini. Tapi tolong usir dulu orang-orang itu. ^anagil-fflan9gil.. Ale yakin itu." Orang-orang mulai kasak-kusuk. Mobilnya nongkrong tak tercuci. katanya dia .Tidak ada nomor yang bisa dihubungi. Mungkin sahabatnya sedang melarikan Rana ke Las Vegas dan menikah di sana. Ini luar biasa mengherankan. Tiba-tiba telepon genggamnya berdering. Ale langsung mengambil inisiatif mendatangi rumah Re..

" "Kita sudah saling kenal." ujarnya setelah benar-benar melihat keadaan temannya. Sayangnya. Tergilah berlibur. ditambah lagi rambutny a berantakart. Perlahan.. Gestur yang seharusnya tidak tercermin dari hati yang baru porak-poranda. Lama mereka diam. Matanya nampak lelah. Membawa seloyang macaroni schotel hangat. melangkah masuk." cetus Ale akhirnya. "Ka.pan pun aku diperlukan." Kembali senyap. "Hanya ini yang ada.. Malah. Re melihat Ale. Tapi sekarang. agak terlalu tenang. dan dia! "Kamu baik-baik saja?" Diva malah yang pertama bertanya. Diva datang." Diva kemudian pergi begitu saja. namun Ale sudah bisa merasakan satu keganjilan lagi. lebih heran." "Terima kasih. tanpa pembicaraan. Ale yang berniat mengambil alih situasi juga kalan cep . 185 Ale paling pertama memecah kesunyian. "Kamu betulan kenal dia?" Ale bertanya heran. Ale tidak mau bertanya. "Smells like one. aku pasti siap. Rautnya kusut. Alhasil. kelihatannya kehadiranku tidak terlalu berguna." sahut Diva tenang. Rikuh. genggaman itu kukuh. meninggalkan keduanya terbengongbengong. Re tak bercukur. Tinggalkan dulu semua ini. too" Diva menambahkan. Sudah bagus Re masih bisa duduk tenang di hadapannya. "Sebaiknya kamu menyuruh teman kamu mandi dulu. Sejujurnya Ale tambah khawatir. dan Re menggenggam tangannya balik. Semoga kamu suka/ ia menyorongkannya pada Re. Jiva keburu." Ale menepuk bahu sahabatnya. membawakan makan malam. segatal apa pun lidahnya. "aku senang kamu datang.. "Tidak ada yang perlu ditinggalkan. Re menggeleng. "nanti saya kembali lagi. Lewat celah kecil yang dibukanya. gagang pintu itu bergerak. "aku senang kamu baik-baik saja.. Hanya sekian detik. "barangkali kamu juga . Dan rumahnya yang gelap membuat ia nampak seperti vampir. kok. lalu menoleh. Situasi itu sudah bercerita semua. ketiganya hanya nerpandang-pandangan. Dan bertepatan dengan langkahnya keluar pintu." jawab Re sungguh-sungguh. "You look like shit. Re tidak dalam kapasitas mampu â„¢njawab.tidak bakalan buka pintu." Ale bangkit berdiri." ujarnya pada Ale.

para avatar. hanya untuk menarik garis dari kedua bidang itu. Dan kamu tahu betapa sederhana itu sesungguhnya? "Kesadaran nonlokal tidak berparameter sebabakibaA. Ya. coba terangkan satu hai lagi.. silakan. kita memang tidak pernah tahu akan bertemu dengan siapa hari ini atau esok lusa. dengan tingkatan masing-masing yang bisa saja berbeda." "Sebenarnya. peristiwa demi peristiwa. Ale?" "Eh. sebelum kamu berkomentar lagi mengenai kopiku. Dan aku ingin mengeksplorasinya lebih jauh dari sekadar komunikasi antarmanusia. sebelum kamu kembali ke dapur dan keluar dengan kopi baru. "Itu pertanyaan yang sangat bagus. melalui kolapsnya aspek gelombang kuantum dalam otak. adalah kita." "Tepatnya. Salah satu aspek utama ilmu psikologi adalah komunikasi. malah kalau bisa. Hidup ini benar-benar aneh." Larut malam.. antarbudaya." Re pun lebih bingung lagi. terlalu banyak keganjilan dalam satu malam.. sendirian.. melainkan dalam diskontinuitas kreatif yang menghadirkan momen demi momen. . Ruben "Ruben. Para mistik. Re memandangi loyang licin di hadapannya. Aku ingin tahu bagaimana sinyal-sinyal nonlokal mengomunikasikan pesan-pesannya. Dan di malam ini ia menemukan seseorang yang mampu memasak macaroni schotel sebegini %enak. secara ilmiah. terima kasih banyak. Kamu pasti lapar. Konon.. atau pada tingkat tertentu." Ale sudah keburu pusing. Itulah yang membuatku menyeberang sejauh ini. hanya saja ada selubung halus yang seolah menutup pikiran kita. "Lebih lanjut lagi. Kesadaran nonlokal tidak bekerja dalam kontinuitas sebab-akibat. di meja makannya. lebih banyak bidang. "Saya. Ia bekerja melalui kita. Mau tahu kenapa? Karena poin itulah yang akan menjembatani fisika dan psikologi. adalah contoh orang-orang yang berhasil membuka selubung tersebut. bersiap menerangkan dengan semangat mentok.. tidak. bagaimana cara Kesadaran nonlokal itu bekerja?" Ruben langsung meletakkan cangkir. Dhimas &amp. "Makan saja.mau. Selubung itu bukannya tidak bisa ditembus. bahkan lebih dari sekadar antara alam sadar dan bawah sadarnya Freud yang gelap/gulita.

" tahan Dhimas... dan tidak terjebak di runutannya. satu-satunya jalan untuk berkomunikasi adalah loncat dari sistem." Dhimas menjitak kepalanya sendiri.. karena aku tetap punya perasaan aneh bahwa dia hidup di luar sana. loncat dari konteks lama." "Betul. arrgh. mungkinkah keputusan hidup-matinya tadi benar-benar di tangan kita. Rencana itu sendiri berada di level yang tidak terganggu-gugat. hierarki berbelit itu terjadi di level pikiran kita. ketika kita menghentikan adegan bunuh diri Ksatria? Solipsisme! Dan barusan aku nyaris lupa. "Ya ampun! Aku merasa bodoh! Bukannya itu yang aku ingatkan tadi. Sama halnya dengan terjebak di pertanyaan 'ayam atau telur'. Pertanyaannya bukan siapa yang menentukan siapa. yakni hierarki yang sangat kompleks sehingga tidak bisa ditentukan lagi mana yang superior dan mana yang inferior. Selanjutnya. atau hie rarki berbelit. Yang berarti. berarti. kamu akan terus berputar mengikuti hierarki ayam-telur yang tak ada habisnya itu. Jadi artinya." 0 Ruben mengangguk setuju. aku benci terjemahan. Tapi kalau kamu melihat dari luar sistem. dan pengalaman terjaga menjadi 'aku ada'.. tapi rencana itulah yang sudah ada. terminologi ." "Ini membawa kita kembali ke isu Kesadaran. Kedua pengalaman ini " d^toSi»14** biS" ditd"iuri sccara melainkan hams diterabas dengan 188 semesta Memutuskannya hanya ada di level hierarki berbelit. bersiap masuk dapur..." ".Loncatan kuantum. Sementara di level tempat Kesadaran itu berada. Kesadaran mengidentifikasikan diri menjadi 'aku'. adalah komponen esensial dari kreativitas. maka yang kamu lihat adalah rencana besar tentang spesies bernama ayam. atau diskontinuitas. dan katakanlah Ksatria kita benar-benar ada. The inviolate level. yang ada hanyalah 'ada'. Selama kamu masih di dalam sistem. Kesadaranlah yang mengolapskan keadaan kuantum total menjadi alam dualitas. dalang ceritanya?" "Douglas Hoftstadter akan menyebut kondisi tadi tangled hierarchy". menghasilkan pemisahan akbar antara subjek dan objek. "Sebentar dulu. "kalau ia beroperasi melalui kita.

.. dan wajar. melambai kecil. ia tidak bersandiwara atau pura-pura. Anehnya lagi. ya. Ruben Mereka duduk santai. atau mungkin Ksatria sendiri yang memutuskan demikian.." "Selamat pagi. seluruh tubuh Dhimas serasa berpendar-pendar.. sembari berpikir kalau dalam waktu dekat ini ia akan membuangnya. memandanginya. Kamu. Langsung kerja lagi?" "Ya. Mungkin nanti siang. saja. terima kasih untuk makanannya semalam. Kamar itu menyambutnya seperti sahabat lama. Takjub." "Sama-sama. Dhimas &amp. Re dapat bertahan stabi seperti tidak terjadi apa-apa. Lihatlah. semesta memutuskannya. Tidak ada sudut-sudut yang membangkitkan kenangan dan menusuk-nusuk jantung." "Atau lebih tepat lagi. sudah berapa lamakah kebiasaan itu berlangsung. SELAMA PAGI. "Kau lihat betapa ajaibnya hidup ini. Kemudian Re berjalan ke jendela. Re memang merasa baik-bai. Kd*VOl.'kita' tidak sebatas dua orang manusia di ruang ini. Ia lalu mengangkat tangan. sayapmu tumbuh sudah. menutup tirai. Re pun membereskan earikan-carikan kertas—suratsurat rahasianya untuk Rana— lalu menyimpannya rapi di dalam laci. tidak ada yang sedang mood berpikir beratberat. Dhimas?" "Ya. Hangat. Namun. Ksatria . Re masuk ke dalam mobil. Dan ketika ia sendirian. Sekalipun menghabiskan setengah hari untuk memberikan penjelasan sanasini.U« Seluruh sisa pekerjaannya ia bawa pulang. ia tetap tenang. Ia hanya mengemudi. Bintang Jatuh. Mungkin saja ada orang lain di luar sana yang tidak menghendaki Ksatria menyerah begitu saja. Berdiri di seberang sana. adakah engkau tahu? Ferre Pekerjaannya menumpuk bukan kepalang. tidak ke mana-mana?" "Belum. herannya." Keduanya lalu saling melempar senyum.. mendadak tangannya berhenti. Tak ada lamunan apalagi beban. benaknya pun sunyi." "Oh.. Dan Re bertanya-tanya. tapi juga dunia. Tidak lagi hiruk-pikuk seperti pasar pagi. Tak ketinggalan pensil jelek itu." Mendengarnya. 189 KEPING Selamat Pagi. Diva tetap berdiri dengan sekop dan botol pupuk di tangan. Koevoius Selamat pagi. Tak digubrisnya Ruben yang bersiul-siul membuat kopi lagi.

Silakan masuk. kita tetangga bertahun-tahun tapi baru kenal kemarin lusa. tidak. "Saya tidak bisa menilai. "Aduh." sahut Dhimas sambil tertawa lebar. kan?" "Tidak pernah?" tanya Diva lagi. tidak pernah mendengar dirimu. tapi waktu di benakmu beku. Ferre.. Diva sudah tahu siapa yang datang. terdengar ketukan di pintunya." Supernova Diva Tak lama kemudian. Bukan lagi mencari siapa yang salah dan benar. "Hai. "Kamu JENIUS!" Dhimas sama sekali tidak tersanjung. istirahat dulu bicara yang berat-berat.-mana? Aku juga tahu itu. sudahlah.." Aku mengenalmu. Perasaan lebur total yang tak terperi indahnya. Ada serpihan waktu teramat singkat di mana Re terguncang mendengar pertanyaan itu. "kenapa kita tidak sekali-sekali diam dan menikmati cerita. kamu juga harus memaafkan saya. ya. Dan ada kekekalan yang terasa ketika mereka saling menatap." "Panggil saya Re. Bumi yang kamu pijak berputar.. aku tidak pernah menerima tamu. Tapi semua berpulang kepada keberanian masing-masing untuk mengubah konteks masalah. sekaligus berada di manp. jauh sebelum yang kau tahu. tapi bumi tetap berputar? Ya." 'Rasanya saya lebih senang menyebut Ferre. Dia pasti tidak tahu. Solusi dicapai bukan dengan balas dendam..." Re lalu tertawa kecil. Nama itu enak diucapkan. "Satu hal yang lebih lucu." "Itu dia!" Ruben sontak bangkit berdiri. Saya juga tidak pernah bermaksud ngintip. Pernahkah kamu merasa tidak di mana-mana. "Dongeng itu tidak lagi dongeng hitam-putih. "Lucu." "Saya cuma ingin mampir sebentar. kita kan sudah sepakat. . Maaf." Re tergelak." "Hai/ Diva menyapa ramah. Aku tahu maksudmu. "Kamu. bukan berarti saya tukang ngintip. memanggil nama kamu sendiri?" Ada penekanan yang hampir tak kentara..telah mengubah kisahnya. namun sangat terasa. Bukan si Jahat dan si Baik. "Mengganggu?" "Oh. tapi kamu juga tahu kan ruangan kita yang saling menghadap ke jalan?" "Kalau begitu. Kita berdua menggunakan kamar yang sama untuk bekerja. Kita tidak pernah memanggil diri kita sendiri." keluhnya lemas." "Iya. Pernahkah kamu merasa waktu mendadak lenyap.

Kadang-kadang serius. Hp-mu juga. Tak perlu dimungkiri." Ferre "Halo? Re? Selamat. Ferre? Re nampak tersentak. tapi kamu berbicara? Bukankah itu yang sedang kita lakukan sekarang. "Sudah lama juga aku tidak kedatangan tamu. Malah bagi kebun mungil ini. Racikan saya sendiri. Aku dengar kamu langsung ngantor hari ini.. Di depan rumah. ya." sambung Re lagi. Terbuat dari apa sih kamu? Besi?" suara Ale yang setengah teriak-teriak memekakkan telinganya.. Look. Terkadang kening keduanya berkerut-kerut. Dan tolong sampaikan pada kebun mungil ini." Diva tertawa... "Eh." Diva menyerocos cepat. sudah dari tadi aku coba telepon ke rumahmu. dan langsung ngeloyor membuat teh spesialnya. dan sudah lama aku tidak ngobrol begini dengan seseorang. "Sudah malam. Akan saya buatkan dulu tehnya." ". sedikit. "Kita bertemu lagi besok pagi?" "Di depan rumah?" *Ya." "Sori. deh. oh no. flp-ku tidak dibawa. Enak. Di teras belakang menghadap kebun kecilnya. kamu adalah pengalaman sosialisasinya yang pertama. bahwa pemiliknya menganggap dia Kebun Raya Bogor dan memberlakukan proteksi yang lebih ketat dari cagar alam mana pun di dunia. tapi kok tidak diangkat. Tadi aku pergi." Re melirik jam tangannya. lalu nanti kita bisa ngobrol-ngobrol. kan?" "Dasar otak bandit! Kamu pikir aku pake dia. kadang-kadang konyol. gitu?" "Well." "Suatu kehormatan bagiku.. kamu pakai proteksi. pakai tiga jenis rempah dan empat macam bunga. "Saya punya teh spesial. Setidaknya bagi Diva. "Kamu tidak.. Enak sekali rasanya. Kdevolusi Dan pernahkah kamu tidak berkata-kata. dude. Ferre." "Sudah pelesir segala! Pergi ke mana?" "Cuma ke rumah depan. malam itu sangat menyenangkan.. Lepas." "Maksudmu?" "Rumah ini asosial. kembali tanpa filter.. mereka berdua bercakap-cakap seperti sahabat lama. excuse .Selamat Pagi. namun ada kalanya me*reka terpingkal-pingkal. Bicara anak itu pun sudah normal. silakan duduk. Mau coba?" "Tapi saya benar-benar tidak mau mengganggu." "Diva?!" tanpa dilihat sudah terbayang mulut Ale yang menganga seperti gua hantu. Hebat." "Sama sekali tidak! Ayo. "Dari tadi juga malam.

tapi untuk yang satu itu." 'Simpan saja imajinasimu untuk sektor lain/ "Oke. Terakhir kamu naksir.. bukan cuma satu atau dua negara." Ale menelan ludah. bisnis internet. Yang jelas aku senang mendengar nada itu lagi. Seleramu benar-benar konsisten. Tawanya muncrat dengan keras. Fakta berbicara. jangan ngomong tentang Diva seperti itu." "Jangan-jangan. Ale ikut terpancing. apa jadinya denganmu kalau aku tidak ada." "Boleh jadi kamu tidak pernah bisa diskusi Karl Marx denganku. "istri orang. Kita tadi ngobrol. Atau. "dan sekarang. dan punya cukup duit buat bayar. aku tidak pernah salah.. Menertawakan hidup—tak ada lagi momen yang lebih menyenangkan. berjam-jam.me.. Wajar kan kalau pikiran itu sempat terlintas?" "Hei. oke. baru sadar punya tetangga cakep yang bisa dipake pula.. Dia sama sekali tidak seperti yang kamu bayangkan." "Kamu memang juaranya sok tahu. Salah satu kapabilitas agung milik manusia dari Sang Penciptanya Yang Maha Humoris.. "Nada ITU! Nada kalau kamu mulai tertarik dengan seseorang. bercucuran air mata. sampai keduanya terbungkuk-bungkuk. di balik profesinya itu. Cowok baru patah hati.." nada itu semakin turun. dia memang beneran mata-mata. Dhimas &amp. Makin keras dan keras." Ale tergelak-gelak... kita bahkan membahas Marxisme!" "Ha?! Eat my shit!" "Dan. statistik. Re. Kamu tidak pernah sadar! selamat PAB1. Re tidak kuat lagi. di situlah kocaknya.. Seperti dia pernah bekerja di banyak tempat atau punya ratusan informan. utang dunia ketiga. Sejarah mencatat. dan dia hafal angka-angka.. Hening." "Tapi aku salut. bukan cuma satu dua korporasi besar.. .. boleh jadi aku cuma tahu onderdil mobil dan tai-tainya." terdengar suara menelan ludah lagi— ganda—dan kalimat itu tidak diteruskan." "Nada apa?" "Nah.. Dan akhirnya mereka berdua tertawa terbahak-bahak. koevolu8i Re. perburuhan. Ruben "Oh." "Whatever suits you. kamu tidak pernah mau dengan yang biasa-biasa.." "Ngobrol? Berjam-jam?" "Orang satu itu pengetahuannya luar biasa! Kita diskusi tentang pasar bebas. tapi buanyak! Info-info yang dia miliki sangat ekstensif.

Ruben meliriknya sebal. tapi hasil bahu-membahu mutual antarspesies dalam ekosistem. Mereka yang bertahan adalah mereka yang belajar bekerja sama. Aku kan sudah kepingin ngomong dari tadi. heh?" "Inilah konsep yang menerangkan bagaimana kenyataan dapat terjungkir balik dengan drastis. Harusnya kamu mendengarkan penjelasanku. yang sampai detik ini menjadi bagian permanen sel tubuh kita. Ada juga bakteri inang lain yang diinvasi oleh bakteri sian. terjadi kematian massal yang akhirnya memaksa semua bakteri yang tersisa untuk bekerja sama. dengan menciptakan mutasi-mutasi dan sistem baru. "Memangnya kamu mau menyumbangkan kemumetan apa lagi. dan akhirnya berfungsi menjadi kloroplas yang mampu . Aktivitas bakteri sian menghasilkan oksigen yang merupakan unsur beracun bagi biosfer saat itu. sementara yang lain membangun kemampuan untuk bernapas memakai oksigen. suaranya sampai bergetar. Dan bakteri yang bermutasi menjadi pengguna oksigen—bakteri batang— ketika melakukan invasi ke bakteri lain. "Gabungan kedua jenis bakteri ini kemudian menghasilkan jenis bakteri bernukleus pertama." Ruben langsung menyambar berapi-api." "Dua miliar?? Nggak ada yang lebih lama lagi?!" "Dulu. "Koevolusi adalah terobosan baru dalam dunia biologi yang merekonstruksi konsep evolusi Darwin. Ketika polusi oksigen mencapai titik paling parah. ada satu jenis bakteri bernama bakteri sian. pakai ngambek segala. Sebagian bakteri masuk ke tanah demi menghindari gas racun. ketika permukaan bumi hanya dihuni oleh bakteri. apa yang terjadi dengan dongengmu kurang lebih sama dengan apa yang terjadi di bumi dua miliar tahun lalu. Konsep ini bernama Koevolusi.ini mengharukan. Semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa perjuangan eksistensi sebuah spesies bukanlah hasil kompetisi. Nah. Merusak suasana. "Jangan cuma aspek emosionalnya saja. dong." "Ya ilah. tahu?" sahut Dhimas kesal." ujar Dhimas penuh penghayatan. akhirnya menghasilkan mitokondria. Sekarang Ksatria dan Bintang Jatuh malah berteman.

spirosit yang pergerakannya supercepat harus terkungkung di dalam tengkorak kepala. sebentar lagi kamu jadi ibu.. Percayalah." "Aku setuju. ini tidak hanya terjadi di level fisik. tapi ceritamu menakjubkan. Sampai nanti. "Tidak ke mana-mana hari ini?" "Hmm. kawin silang bakteri inang dengan bakteri spirosit—yang terkenal dengan mobilitasnya—adalah awal pembentukan organ otak. Tapi Ruben. Akibatnya. Sejarah perkawinan bakteri-bakterimu itu semakin menarik saja. Nanti malam?" "Oke. selamat pagi. Dalam tekanan ruang yang luar biasa. Diduga. tapi juga mental. Ketika bakteri primitif saja mampu mengubah konteks. tapi di percikan-percikan listrik mobilitas pikiran kita. Menurut Margulis..menghasilkan energi dari sinar matahari dan air. perlahan Diva menekankan tangannya ke dada. dari mulai makhluk bersel tunggal sampai makhluk bersel tak terhitung jumlahnya. yakni sel otak." • Diva "Hai. Kemampuan makhluk hidup untuk mengubah konteks: yang semula menjadi musuh akhirnya menjadi teman. Sebenarnya hal itu ironis.. tapi di sisi lain me reka*juga memiliki format dan fungsi baru." "Ya. mereka akhirnya menjadi instrumen transportasi jaringan siklus feedback paling cepat di planet bumi: otak manusia. tidakkah kamu heran terhadap manusia-manusia yang menyerah begitu saja dengan keadaan? Padahal kemampuan itu nyata-nyata diberikan di setiap level kehidupan.." "Hai!" "Apa kabar 'si paprika'?" "Bunganya sudah keluar. . mungkin tidak. Rasa hangat itu ternyata bukan cuma alegori. dan perubahan itu menciptakan kehidupan baru. Saya mau masak kue. Ada lagi sebuah spekulasi menarik dari seorang mikrobiologis. Lynn Margulis." Diva tertawa kecil." "Itu belum apa-apa. sekali lagi. Bayangkan saja..." "Selamat kalau begitu. mereka harus mengorbankan identitas spirositnya. inilah awal munculnya organisme tumbuhan. Kalau sudah jadi. Mereka tidak lagi berkubang di lumpur primitif." "Sampai nanti. kamu mau coba?" "Boleh. kita." "Aku masih belum mengerti hubungannya. apa hubungannya?" "Itulah koevolusi." Sambil memandangi mobil itu menjauh.

"Kalau ada proses evolusi yang bisa kita rekam dari awal. dinamis. atau malah mereka yang disewa? Tidak jelas lagi. negara tinggal sebuah museum tua/ "Museum tua?" "Coba lihat di luar sana. beradaptasi dengan zaman. ia bermutasi menjadi virus-virus yang lebih canggih. Teksturnya begitu halus.. "Di mataku. maka itu tidak lain adalah evolusi uang/ "Aku setuju. dan aku mengagumi semuanya. tentu saja. sambil menyeruput teh hangatnya. Survival of the fittest Dan lewat sistem itu. kan?" "Ya. Adonan ini pasti dikocok dengan. Detail yang seharusnya tidak ada. apa rasanya nanti kalau melumer di lidah. uang sudah memiliki banyak sifat-sifat ilahiah. kan?" Diva cuma tersenyum. Dan para pelaku pasar adalah evangelisnya/ Re nyengir. Lihat saja. tidak ada insentif positif dari dalam negeri. imbauan supaya Presiden berhenti mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang tidak kondusif. Lebih imun. Uang sebagai sebuah ide telah ber-evolusi dengan sangat menakjubkan/ "Dan tidak ada rahim yang lebih nyaman dibandingkan kapitalisme." sambung Re. Pemabuk Cinta? Ferre Ia menatap kue bolu di tangannya. "Di dunianya tukang dagang. "Sedang menganalisa bolu pandan. dari sekian banyak sistem ekonomi. "Rupiah turun lagi hari ini. Ferre?" "Uang. kehidupan sesungguhnya dipegang tukang-tukang dagang. Mendadak jadi banyak hal kecil yang menarik perhatianku. Mereka punya aneka pasar yang lebih atraktif. "Aku merasa ganjil akhir-akhir ini. seorang 'ateis uang' yang menolak mentahmentah segala bentuk materi sekalipun sebenarnya tidak bisa . Bosan/ "Plus. atau ditaburi soda kue dosis tepat." Diva mengangkat bahu. Paling drastis dibandingkan Baht dan mata uang Asia lain/ "Alasannya pasti sama. tapi jadi ada. uang telah menyeleksi kapitalisme sebagai sistem yang sanggup bertahan.Inikah yang dulu kaurasakan. Katakanlah. menurutmu apa yang kira-kira berperan jadi tuhan. Aroma pandan masih mengepul dari ronggarongga halus itu.. Aneh. Lebih pintar. Mereka cuma menyewa tempat. Bahkan kalau dipikir-pikir lagi." "Dua ratus poin.sempurna. Ferre?" "Kurang lebih." Re tertawa. pikirnya. harum.

Kamu tidak bisa kembali ke sana.. bukan? Hangat? Aku bisa membakar bumi.. Lagi-lagi ia tidak habis pikir. bifurkasi itu adalah momen yang mengkristal. Ya. Dan di dalam dirimu. Ruben Terdengar sayup-sayup suara Ruben berpidato ilmiah dari dapur. Selamanya. dari kejauhan. Hanya bisa dirasa. Dibacanya ulang. Menyaingi musik. kertas. Uang ternyata sudah sebegitu universal. "Aku belum pernah membahas uang sedalam ini! Menarik sekali/ "Dan setiap hari. KEPING Pernahkah." ". Dalam jeda antarkalimat yang hanya berlangsung sedetik atau kurang. Dan akan kusimpan. manusia saling tukar pelajaran tentang uang.lepas seratus persen. Uang tidak terelakkan. Tidak pernah mereka pergi keluar bersama. Dhimas &amp. hutan rimba. tercengang karena apa yang ia tulis bertepatan dengan apa yang diomongkan Ruben. Ia sudah menjadi konteks besar dan hadir dalam macam-macam format. dan kemudian ia menyimpannya lagi. imaji. Kamu benar. Ia tak terukur. Mendad ak ia mulai menghitung. Satu pot teh panas dan dua cangkir kecil. Begitu seseorang mengenal konsep uang.. bahkan mengajarkannya ke anak-anak sedini mungkin. tanah. ".. cukup dengan lambaian kecil sebelum menutup tirai jendela. maka ia menjadi seperti taksi yang ditancapi argometer. atau matematik!" seru Re takjub sambil menatap Diva. rapi... Supernova? Selamat pagi. Engkau tahu persis apa itu. dan menaksir apa pun yang dilewatinya/ Diva terus berbicara. Sesuatu yang ada di dalam dirimu.. mereka saling bertatapan. saham. Sepiring kue- . "Tambah lagi kuenya?" "Boleh/ SJ Supernova Sepulang dari sana." Seketika Dhimas langsung berhenti mengetik. logam mulia. tapi ia selamanya ada dalam kekekalan. Surat Rana. koin. mereka hanya duduk di kebun kecil milik Diva. Perasaan itu sudah mengkristal. Ferre membongkar sesuatu dari dalam laci. sampai nanti—menjadi kalimat yang paling ditunggu-tunggu. tubuh. Puteri. kenapa begitu banyak kebetulan terjadi. mengukur. Terkadang mereka mengucapkan selamat tidur. Hangat. "Kecuali yang satu itu. Atau mungkin lebih patut disebut keajaiban. ide. citra." potong Re.. Ferre.

Re." Re pun terenyak-. Dengan cepat ia menyortir satu-satu. "Siangsiang kali. aku tahu. Dan bahan pembicaraan yang tak habis-habis. Barangkali Ale memang Nostradamus untuk perkara asmaranya." "Aku tidak tahu. Tidak akan kumungkiri. kalian hampir setiap malam bertemu. "Hei. Tak sampai lima menit. Yang jelas. dan tidak mau tahu. tapi ia tak menyangka akan terbaca sejelas ini. Lama-lama aku muak. Berulangkah mengklik tanda reply. Naif amat. dia hampir selalu bilang tidak bakal ke mana-mana. Supernova Bunyi modem berderik-derik seperti kor jangkrik.. Ale penasaran bukan main. Kita cuma bersahabat. hentikan berpikir klise seperti itu." "Kenapa juga aku harus yakin dia bohong? Apa gunanya?" "Aha. connected. ya? SAL Sex after lunch. Ada sepasang mata yang berkilat-kilat. tidak sabar menunggu kata itit muncul. Jadi buat apa aku pusing-pusing soal itu? Dan kalau kamu mengira aku menyimpan rasa cemburu kelas kampung.Supernovai percayakah kamu akan suratan . Namun ada dua hal yang tidak pernah mereka bahas: penyebab kejadian Re mengurung diri.. barisan pesan-pesan berdatangan. dan pekerjaan Diva. apa lagi?" "Aduh. kamu bakalan sakit sendiri. sudahlah. &gt. kan?" "Sangat. Kamu memang tidak ingin menjadikannya pacar. kamu salah besar." Ale mengangguk-angguk yakin "kamu lebih baik tidak peduli karena kalau kamu tahu 201 kenyataan sebenarnya. "Aku tidak mengerti. aku memang cuma mengujimu barusan. dia sudah berhenti dari catwalk. kan? Tidak rela?" "Dia adalah manusia paling mandiri yang aku tahu." "Dan kamu percaya? OK please.." "Jadi. Berarti kapan dia kerjanya?" tanyanya pada Re. Tariannya di atas sarang laba-laba. Tidak lebih.kue. dan kedewasaannya lebih dari cukup untuk sekadar menentukan pilihan kerja.. tahu?" Ale nyengir." "Tapi dia istimewa. tapi aku yakin perasaan yang kamu miliki—terlepas kapan kamu menyadarinya—jauh lebih besar dari yang bisa kita bayangkan. Tak ada yang mampu merenggutnya dari ruangan itu. kalau lagi ada. Dan kalau setiap pagi-pagi aku tanya. Dari padat lalu lintas benaknya. Dan ternyata kondisimu lebih gawat lagi.

perlahan berubah mematung.. pertanyaan iseng orang-orang yang penasaran dengan sosoknya yang sangat impersonal. Aku pergi sendiri. cukup lama.." "iVao".Bukan satu arah* Apa pun yang Anda lakukan dan „pikirkan. komputer itu malah dipadamkan1*." "Kamu yakin tentang hal itu?" ulang Gio sungguh-sungguh. Korespondensi antarsahabat pena yang berada dalam satu tubuh• &gt. querida! Ini benar-benar kejutan!" "Jam berapa di sana? Aku harap tidak mengganggu. Jamnya orang-orang Eropa ini siestal Tapi kamu tahu. mana pernah aku tidur siang. querido. akan berakibat penuh pada dunia¦ Terlepas dari Anda menyadarinya atau tidak.cintaf Tangan yang tadinya lincah. Bukan yang pertama kali ia ditanya seperti itu.Saya hanya penasaran* *¦ pernahkah sang Supernova jatuh &gt. Diva?" "Aku akan butuh segala info dari mu. ya. s e n d &gt. sudah siap pergi.s«nd&gt. "Gio. &gt. ." "Gio.&gt. &gt. Tapi saya tidak yakin kita sedang membicarakan Tuhan dengan persepsi yang sama* &lt. Setiap detik i bahkan celah di antaranya.takdir? Saya percaya ada proses surat-menyurat• Takdir yang interaktif . "tentu saja aku serius!" "Aku akan siap menemanimu. Ke mana saja. "Aku... &gt. Tapi tetap saja ia tak menemukan jawaban yang tepat." "Sfm..Supernova-i kamu percaya Tuhanf Percaya? Saya melihat-Nya di mana-mana." "Kamu serius.28" "Muito obrigado23.." "Jam empat sore. kan?" Suaranya langsung cemas." "Aku akan kirim e-mail malam ini juga. Pernahkah ia jatuh cinta? Sebagai jawaban. Gio "AZoa26.Percayakah kamu akan surga? Neraka? Malaikat? Iblis? Saya percaya setiap manusia dapat mewujudkan surga-» neraka-» berlaku seperti malaikati dan menjadi iblis itu sendiri ¦ &lt. aku ini milyuner eksentrik yang bosan duit. "Baiklah. aku mau memberitahukan sesuatu. "Hei." "Kamu baik-baik saja. Gio?" "Aloa. Tolong dicek." Diva malah berseloroh." 36 Halo 203 Hening. r a o Sana halnya alami bumi-i yang juga punya napas sendiri• Andaikan kita 'cukup peka dengan semua ini i kita akan melihatnya sebagai proses surat-menyurat." Gio menghela napas.

" bola mata Dhimas membundar.Gio. Yang penting rencana besarnya sudah ada." KEPING Cermin yang Hidup nenjelang pakui setengah dua malam. dan ikut berperan dalam cerita. dan biarkan cerita bergulir dengan sendirinya. diam filosofiskah? Diam berpikir? Atau benarbenar diam dan tidak menyentuh pekerjaan kita?" Ruben masih bingung. "AHA!" Justru Dhimas yang berteriak. titik akhir itu pasti akan datang. tapi. dan sudah terlalu banyak kebetulan yang membuatku tercengang-cengang.." Ruben geleng-geleng kepala." timpal Ruben sambil memegangi kupingnya yang berdengung. katamu." "Dengan cara bagaimana?" "Masih belum tahu. Berhenti jadi dalang. Huruf-huruf di buku itu mulai .." jawab Dhimas mantap." Dhimas &amp. Bercermin." "Diam apa ini. Biarkan dalang yang sebenarnya menampakkan diri.. Ruben. Bagaimana pun caranya. keningnya berkerut. "kita akan membiarkan cerita Ini selesai sendiri!" Bola mata Ruben ikutan membundar. bukan? Di level yang tidak terganggu-gugat. "Aku tabu. 8upERNavA? ini. Momen di mana kita diuji oleh pemahaman kita sendiri. "Kita harus diam.. "Aku harap ide itu sespektakuler suaramu. "Wow! Ide yang sangat jeniusi Dapat dari siapa? Badut?!" "Sabar dulu. Ruben "Aku akan menamatkan cerita ini. Ada usul?" Kaki Ruben langsung bergoyang-goyang. Atau seperti istilahmu—bifurkasi?" "Aku tidak mengerti.. "Pertama-tama kita harus membalikkan posisi. Cepat atau lambat. aplikasinya seperti apa? Kita harus bagaimana?" "Diam. Gelap!" "Kita berdua dapat merasakan betapa hidupnya kisah "Tidak ¦Baik 39 Terima kasih banyak PERNAHKAH. meloncat kuantum seperti mereka?" Dhimas tersenyum lebar. Ditunggunya bohlam itu menyala. Tuan Einstein. "Tidakkah kamu ingin juga berolahraga. Ruben. Justru inilah momen puncak karya kita." Muka Ruben dilukisi konflik. "Aku dapat menangkap maksud ide sintingmu. Tidak lagi penting. "Kedua-duanya. Apakah tidak pernah terlintas di kepalamu kalau kita juga bagian dari hierarki berbelit ini? pan kunci penentu bisa ada di mana saja. Jadi. bagaimana kalau kita letakkan pena..

Benar-benar gelap. Pintu berderit pelan. Seliweran sisa-sisa pikiran melintas untuk terakhir kali. Ada langkah-langkah berat. Ada amarah yang menggelegar di dada. Rasa kantuknya tidak tertahankan lagi. dan ia melihat setan-setan berbaju putih seperti malaikat. Tuhan sendiri membeku entah di mana. Tangannya yang hampir setiap malam meraih minta tolong tidak pernah digubris. dan . Bening sejernih tetes embun pagi pertama di taman Firdaus. Wangi-wangian menyerbu rongga hidung.. Kulitnya menghalus tak terkira. Ia mengerang. gambar-gambar itu 206 Cermin yang hidup teraduk jadi satu dalam kebingungan dan kemarahan yana terus membuncah. Tak berhenti. rasanya bertahun-tahun. Setan yang mengutip ayat-ayat kitab suci. Setan yang berpidato tentang kebesaran Tuhan. meledak. Re merasakan dingin. juga rasa sakitnya. Sunyi.. Yang ada hanyalah keabadian. Mendadak segalanya gelap Hitam yang tak terhingga pekatnya tapi tak menakutkan Sebaliknya....mengabur. malaikat. Sakit Uu tidak tertahankan lagi SaLai akhirnya ia. Tak ada lagi pertanyaan. damai. Berulang-ulang. dan ia melihat dirinya di manamana. Setan.. manusia. Warna-warna mencuat keluar. 3 ' Htu Setiap sel tubuhnya seperti meletus. menjadikan gelap tadi bening. Matikah ia? Sepertinya demikian. Tangis anak perempuan. Dan ia merasakan Sahara dari sebutir pasir yang hinggap di kulitnya. Sampai percikan biliunan cahaya perlahan datang. dan matanya pun terpejam.. Tak ada lagi batas dan kendala materi. Dirinya adalah kedamaian. Terdengar sayup-sayup suara tangis yang terkempit dalam isapan bantal. mengatakan ia berbeda dengan anak-anak yang lain dan betapa indah dirinya. Selangkangannya terasa sakit. Matanya bersinar jernih. Gelap. dan aliran listrik mengaliri segala sudut. Ia tak ada sekaligus berada di mana-mana. Setan yang mengajarkan sembahyang. Tangis itu semak in pilu. seperti bajunya dilucuti satu-satu. Ada suara yang berbisik. kecewa yang tak berujung.. menggema di koridor. Memar di tubuhnya hilang. dan tubuh tak lagi memenjara. Dunia hadir kembali dalam kejernihan.

. dan seiring dengan permukaan cermin yang kembali tenang. Lututnya pun gemetar hebat. ia terkesiap.. cermin tadi. ternyata cermin itu bergelombang seperti air! Dan ketika riaknya mulai mereda. Tubuhnya meledak! Re terlonjak bangun. ia adalah Diva. . Ketika ia dibenci. Walaupun agak ragu.. Di dalam. Dan ketika ia jatuh cinta maka.. Ia dapat melepaskan ikatan tubuhnya kapan saja ia mau. Memakan sebutir apel rasanya makan berkeranjangkeranjang. Ia hanya saluran yang dilewati arus energi. Perlahan. Apakah aku mimpi. dan keringat dingin membanjiri sekujur tubuh. tapi dalam sekelebat ia pun bisa pergi.. Napasnya memburu. membelakangi pintu. Muncul tonjolan halus di pertemuan alisnya.. memberikan reaksi. Hatinya terkoyak.itu: . Ada sebuah kursi kerja besar. Refleksi siluetnya di cermin itu lamat-lamat berubah. tangis atau tawa.. Dirinya menjadi cermin yang hidup..seluruh saraf di tubuhnya siaga berkali-kali lipat. Pintu rnmah Diva dibiarkan sedikit terbuka.. semua rasanya nyata. Semua detik adalah baru. Jiwanya bergolak. orang itu sebenarnya sedang bercinta dengan dirinya sendiri.. Re jatuh berlutut.. tidak ada pengulangan. sayap-sayapnya tidak hilang. tiba-tiba perhatian Re teralih. Re melangkah perlahan. Ketika ia bercinta dengan seseorang. Pikirannya berontak. Buku hanya masalah pemahaman dan sedikit waktu. Re pun memutuskan untuk masuk. . Diva! Secepat kilat Re bangkit berdiri. Ia merasakan emosi-emosi itu. kejernihan Firdaus.. Ia hanya berpikir kalau ia mau. Suka atau duka. ledakan itu.. aku tak tahu. menghadap sebuah .. Re menyentuhkan tangannya.. sesungguhnya orang yang membenci itu sedang benci dirinya sendiri. rasa sakit itu.. Dan ilmu bagaikan sinar yang tinggal diserapnya begitu saja. Ia hanya ingin menikmati hidup. Ia pun berjalan mendekati. ada satu pintu lagi yang dibiarkan terbuka: ruang kerja. dan lari menuju pintu. Pantulan di cermin. semua terjadi bersamaan baginya. Sekalipun kakinya sudah kembali berpijak di bumi.. Bermain-main.. Tidak ada memori yang tersimpan. 207 Cermin vans hidup Ada sebuah cermin di depan sana.

Kamu jatuh miskin besok." "Hei. "Kamu memang jago teori doang. di mana kamu mau tempatkan free-will kalau ternyata semua sensasi menghasilkan respons seragam? Apa serunya lagi? Kayaknya free-will itu konsep omong kosong!" Dhimas mendengarkan argumentasi Ruben dengan kalem. tak sedikit pun ia nampak terdistraksi. "Ruben. apakah itu bencana atau berkat yang tersembunyi? Semuanya ada di tanganmu. "Aku teringat Paradoks Wigner ketika dia mencoba menyelesaikan Paradoks Schrodinger. hei." Dhimas &amp. Ruben "Sejujurnya." "Mendengarnya saja sudah malas." "Tidak tahan apa?" "Tidak tahan DIAM!" Dhimas terkekeh. "aku tidak tahan. menyambutnya dengan senyum.. pasrah. kok. Para pengamat tadi memutuskan hal yang sama karena mereka mengalami sensasi yang serupa atas kejadian tersebut. lalu cuma nrimo. takdir. lebih dari satu. tidakkah kamu jadi berpikir tentang konsep freewill— kemerdekaan memilih yang konon dihadiahkan Tuhan buat manusia—mana otoritas itu. mungkin Wigner benar. Diva." Ruben langsung beralasan. lantas kesadaran pengamat mana yang mengolapskan aspek gelombang? Cuma. Paradoks melahirkan paradoks. "Ferre. "Eugene Paul Wigner mencoba dengan solusi pengamat plural.. Berdiam diri. N." Dhimas melengos. Kenapa kamu mendadak jadi skeptis dan pesimis begitu?" "Aku cuma ingin mendiskusikannya saja. Menurutku. "Pada saat seperti ini. berjalan-jalan gelisah. Ruben pun berdiri." Ruben menghelas napas. take it easy. Persis seperti keadaan kita sekarang. itu memang omong kosong. Free-will adalah kemampuan manusia . Tapi itu kan menjadi paradoks.komputer yang menyala. ya? Nyatanya seringkali kita tidak bisa mengelakkan nasib. Sekarang. Kursi itu berputar. Tuhan tidak akan memberikan hadiah sedangkal itu. menunggu keajaiban jatuh dari langit. Aku sudah menunggumu." ujarnya geli. kalau kemerdekaan yang kamu maksud adalah sejenis keinginan anak kecil yang ingin memberontak pada ibunya untuk bisa makan es krim waktu sakit flu. freewill adalah kebebasan manusia untuk mengubah perspektif.

. Ada saat aku berusaha membunuh jiwaku . "Aku manusia biasa.. . . tercekat. Ferre... lebih . "kamu ini apa? Dan siapa yang mengirimmu? Bagaimana kamu bisa masuk ke dalam mimpiku? Apakah itu mimpi atau. dan di dalam alam. sekarang kamu menjadi Ksatria yang sejati. dan ia sudah terbangun sekarang. Berawal dari kepakan kupu-kupu kecil." Diva &amp." Perlahan Diva bangun dari tempat duduknya. sama seperti kamu. Re pun memejamkan mata. Diva baru saja membelai hatinya. Aku mencintaimut lebih dari yang kau tahu. datang menghampiri. Dan lihatlah. Melesat. Kau telah mengalami metamorforsis indah dan sangat magis. damai." desis Re sengit. Jatuh. Kita semua cermin bagi satu sama lain... telah mendatangkan itu semua. kamulah yang mengirimku." "Mungkin memang itulah hidup di alam dualitas. Sama halnya dengan peristiwa-peristiwa yang kamu alami. Seperti yang dibilang temanku tadi. Dan di saat aku melesat.?" tanya Re.. siapa namanya..." "Pertanyaanmu tidak akan habis-habis. akal bagaikan sebatang ilalang yang rentan tertiup angin. dan semuanya tidak ada yang perlu. Aku berkaca setiap detik dan mengagumi keindahan demi keindahan. ." "Kamu tidak menjawab pertanyaanku.. Apakah itu mimpi? Tidak menjadi masalah. Ruben?" Ruben berdecak." Diva tertawa lembut. Aku melihat diriku dalam kamu. . Yang penting adalah mata jiwamu. tapi mampu bangkit. Kau mencintai dirimu. tapi tidak hancur. Seberapa pun luas pemahaman kita.. antara gemas dan geli.. bukan? Banyak orang yang matanya terbuka tapi jiwanya dibiarkan tidur.. Aku melepaskanmu dengan kebebasan mutlak. berakhir dengan kilatan bintang jatuh. dalam orang-orang. ampun! Sekarang giliran aku yang merasa bodoh! Seperti kucing yang mengejar ekor sendiri. Feire "Siapa kamu sebenarnya. Kita tetap manusia. Tangan itu terasa hangat.mengubah konteks. eh. Ruben. "Ferre. Gamang dan cepat goyang. Biarkan ku meregang untukmu. "Akulah pelajaran terakhirmu untuk bisa terbang. Keinginanmu. Membelai pipinya lembut. Hanya cermin yang relatif lebih jernih. "Ya.. Biar kuambil peluru itu* Cermin yang hidup Ada saat hatiku sekarat .

"Itulah refleksi yang kulihat saat aku bercermin padamu. Bukan dulu apa. Pada akhirnya kita saling membagi pengetahuan dari pengalaman hidup masing-masing. Sampai satu hari aku menanyakan satu pertanyaan. tidak ada batasan umur. tanpa melibatkan namaku." Bagai rekahan mentari. dan mengajarkan satu hal: pemahaman tentang apa pun yang berkenaan dengan hidup. Aku ingin bermain. dan kamu adalah satu-satunya profesional yang bisa "kupercaya. lamat-lamat terbit senyum d" wajah Re." "Sebut saja." "Lalu bagaimana dengan kamu?" "Tidak ada meja yang mampu mengikatku." keping^ ^ Jaring Laba-laba Sayup- . Dunia virtual adalah kantorku." ujar Diva ringan. "Aku akan pergi. Semua yang di rumah ini akan kujual habis kecuali notebook.dari yang kautahu. "Aku sering mengunjungi taman kanak-kanak itu bertanya-tanya siapakah Supernova sebenarnya. Ksatria. Dialah satusatunya instrumen jaring laba-labaku nanti." "Sebuah yayasan pendidikan bawah tanah. "Satu kehormatan bagiku. Aku hanya butuh tim kecil tapi profesional untuk memantapkan pergerakannya. "Sekolah ini tidak akan mengenal hierarki guru-murid. Uangku cukup untuk membuat satu sekolah dan membiayai macam-macam proyek pendidikan. "pernahkah sang Supernova jatuh cinta?" Dan sang Supernova berbisik balik. "Bumi adalah taman bermain yang luas. Sekolah ini buat siapa saja. "Lalu sekarang apa?" bisik Re. Tapi aku masih butuh bantuanmu. Dan biarkanlah jaringan kita berevolusi ke bentuk apa pun itu nanti. Dan pertanyaan yang jadi fu ndamen adalah mengapa." Diva nampak terkesiap. . Mengamati simpul dari untaian benang perak yang tak terputus. berbisik tepat di kupingnya. berkeliling. bukannya tersekap di gedung beton.. Kita hanya perunut jaring laba-laba. dan berharap kalau saja Supernov menjelma menjadi seorang Diva. yang tidak ia jawab. rahangnya mengeras." Re menempelkan pipinya ke muka Diva. Digenggamnya tangan Diva seerat mungkin. kamu tahu itu. Per-re. Lalu ak' bertemu denganmu. . Supernova. Ini adalah sekolah jaringan. Sudah kuduga .." Re menghela napas berat.

" "Pastikan kamu mampir ke Cuzco. Kesempatan Anda untuk bermain dengan hidup-Untuk benar-benar HIDUPRuang kelas ini adalah ruang informasi-." Di belahan dunia sana. querido?" Terdengar suara menghela napas. Sebaliknya. Inilah TAMAN KANAK-KANAK. Aku punya teman di sana. Ruben Kepala keduanya bagai seikat petasan yang dicemplungkan ke api. Gio. Paulo. E-mail ini lebih eksplosif dari badai serotonin sepuluh tahun silam. organisasi apa ini. "Ini gila. *Gio. Whauw.sayup terdengar dengkuran halus Ruben yang tertidur di sofa. Safari sungai adalah jadwal tur pertamaku. aku sudah memutuskan tempat mana yang paling pertama kukunjungi." "Obrigado. adalah matahari hidupku." Dhimas &amp. "Ya. bukan ruang diskusiDemi kepentingan bersama ¦. Kamu. Gio tersenyum." "Jangan harap aku bakal balas mengatakan kamu istimewa." Giliran Diva yang tersenyum.. sementara pikirannya pun tak berhenti mereka-reka: siapa orang ini.... mata Dhimas justru membelalak siaga. akan kuhubungi dia secepatnya. dan bagaimana alamat e-mail mereka bisa terdaftar. Tangannya berulang-ulang mengklik mouse.. Diva." desisnya sendirian. dan akan dibalas secara pribadiDhimas tak sabar ingin cepat-cepat membangunkan Ruben. dan bukan sebatas tulisan hitam di atas putih." "Sesudah Apurimac?" Diva diam sejenak. "Tatshenshini." "Ke mana itu?" "Apurimac." "Aku ingin melihat arus-arus terdahsyat.. Inspirasi mereka ternyata menjadi kenyataan." "Sumber Amazon. aku harap kamu tahu itu. "Kamu sangat istimewa. Ledakan-ledakan kaget datang berentet. melainkan hidup mereka telah terbelit jaring labalaba yang mereka khayalkan sendiri: SUPERNOVA . membaca setiap kalimat yang muncul di layar komputernya. "Ada tips khusus. Hati-hati. Di sana ada masih beruang grizzly. Langsung menuju Zeus-nya sungai! Pilihan yang luar biasa.Diperuntukkan bagi Anda yang ingin HIDUP Selamat datangHari ini Supernova . saya menghindari berseliwerannya informasi usang yang hanya akan Anda perdebatkan satu sama lainSemua pertanyaan harap langsung ditujukan kepada Supernova.

Mereka seperti virusi tak d apat didefinisikan hidup atau mati i sampai ia menemukan inang untuk di jadikan medium.Mereka sudah mendapatkan hidupnyai di detik pertama Anda mulai memberikan reaksi.Mulai memberikan arti -Sekarangi coba posisi lain Anda adalah sebuah tubuh di layar perak.mengajak Anda nonton ke bioskop Ingatkah Anda ketika sedang berada dalam bioskopi menyaksikan sebuah film yang menggerakkan emosi f Detik pertama Anda laruti layar yang penuh cahaya dan warna itu telah berhasil menyentuhkan kehidupan ke dalam pikiran Anda.Terdorong untuk berahi lalu kemudian beranak-pinak. Tanpa sadar Anda telah menciptakan lebih banyak lagi inang untuk mereka bersemayamLihat kesamaan antara kedua posisi dalam bioskop tadif Ya.Kalau Anda dengan egoisnya masih berani berkata bahwa Andalah bosnya DNA—berdasarkan fakta naif bahwa tubuh Anda lebih signifikan daripada DNA yang tak kasat mata itu—maka sebaiknya Anda pikir-pikir lagi* Anda adalah ruang hampa yang mereka olah menjadi kerajaan.Melalui Anda semua.Membuat Anda menangisi tertawan atau bahkan ingin membunuh seseorang¦ Di posisi itui Anda adalah penonton-penonton' pasif yang distimulasi oleh stimulus-stimulus virtual yang aktif-Apakah stimulus-stimulus tadi punya kepentingan tertentu? Kepentingan mereka hanya satu: berkembang biak. Naskah dan jalan cerita diberikan dengan rinci ke dalam setiap sel.Anda tetap menjadi pihak yang dieksploitasiStimulus yang mendorong tubuh Anda untuk beranak-pinak seperti marmot itu sudah lama dideteksi oleh ilmuwan-ilmuwan biologii mereka menyebutnya: DNA.Membangun Anda menjadi tubuh-tubuh matang yang siap berkembang biak. Apa yang Anda pikir tidak hidupi ternyata hidupi dan SANGAT hidup.Respons negatif atau positif Anda tidak menjadi pertimbangan.Mereka menginstruksikan aba-abanya dengan halus dan tersamari ke dalam instrumen . Mulai merasa kecil dan tak berarti? Tenangi itu baru satuYang berikut ini lebih abstrak.Mendorong Anda untuk menggandakan diri Anda sendiri.

Konflik baru berakhir ketika Anda berada di titik nol. Anda akan mampu berpindah-pindah dari satu perspektif .Ketika Anda berpikir Anda punya idei sesungguhnya ide itulah yang memiliki AndaPara ilmuwani selama kurang dari tiga puluh tahun terakhiri telah memperkenalkan LMemetics1 atau Memetika. Apa yang Anda baca di Supernova adalah relatif. Belahlah kata-kata dan kita menemukan abjad-abjad yang tak bermaknaSesungguhnya semua _kekosongan_ tadilah yang memegang jalan cerita.Dengan demikian Anda akan melihat kubu-kubu di sekitar Anda tanpa menjadi obyek permainannyaHidup yang serba keras ini dapat seketika menjadi taman bermainSupernova ingin membantu Anda untuk mengerti mekanisme yang sesungguhnya i melihat dengan dua sudut pandang: sudut pandang sutradara dan sudut pandang aktorDengan sadar bahwa keterpisahan dalam bioskop itu harus diakhiri ¦&gt.Kita yang tidak sadari cuma akan merasa jadi bulan-bulanan. Maka izinkan saya memberi tips ekstra: Pertama-1amai terimalah kenyataan bahwa segala sesuatunya relatif.perekam dan pengulang yang tiada duanya: otak-Ketika Anda menemukan idei sesungguhnya ide tersebut yang menemukan Anda. Kebenaran itu relatif.Perkembangan sainsi teologii filsafati semakin hari semakin menunjukkan signifikansi bahwa kita memang hidup dalam alam serba relatif.Ilmu ini mempelajari tmeme"1 atau memi yakni satuan dasar pembangun interpretasi pikiran i yang kemudian menciptakan budaya i sistem sosiali sistem kepercayaan i dan segala sesuatu yang berkenaan dengan interpretasi kita atas hidup Kalau Anda penasaran ingin melacaknya i saya harus memberi kabar buruk: tak ada mikroskop yang mampu menelanjangi wujudnya-Satu-satunya alat yang mampu menjadi detektor pergerakan mereka adalah—kabar baik—pemahaman Anda sendiri Izinkan saya memberikan petunjuk sederhana* Belahlah DNA dan kita akan mendapatkan kehampaan di dalamnya.Dan kebanyakan dari kita hanya mampu merasakan residunya sajai yakni konflik.

guest&gt. Cyber Avatar. Kamu tahu kami ini berdua? &lt. . &lt. ia hampir tidak merespons para penanya di chat room ICQ. ia pun tersenyum.guest&gt. &lt. Aku akan merindukan ini. "Kopi.kami? &lt.Aku butuh beberapa pengamat lain.guest&gt. namun ini perjalanan Anda untuk menemukan DIRI. Ada Ferre di sana. &lt. Aku mencintaimu. Ini bukan perjalanan yang mulus-. liari. Tidak banyak orang yang bisa kupercaya•Jaring Laba-laba &lt.guest&gt. Kandidatf &lt. kirimi saya surat berhenti berlangganan.. Kenapa kamif &lt. Tiba-tiba muncul sebuah nomor asing. Baru sedetik ia menutup room.. Bangun dari kematian ini"Memetika. kita berjalan bersama-sama.TNT&gt. Supernova.TNT&gt. Senang berkenalan dengan kalian.. &lt. Selamat tinggal dan semoga sukses. bahkan menunggu-." "Apa yang harus kita lakukan?" bisik Dhimas g elisah. Ia tertawa. Jaring laba-laba ini sudah terlalu luas untuk kutangani sendirian. Sapaan pertama mereka telah bercerita segalanya..guest&gt." "Buatkan aku satu!" Supernova Jemari lentiknya kembali mengetik secepat kilat." desis Ruben takjub.TNT&gt.ke perspektif lain untuk mencapai apa pun yang Anda inginkan dalam hidup iniY a t apa pun yang Anda inginkan-Apakah Anda siap? Jikalau Anda memutuskan untuk menjadi budak PNA i diternakkan seperti kawanan marmoti silakan tutup program iniJikalau Anda cukup puas menjadi komputer sewaannya memi 217 SUPERNOVA pengolah dan pengeksekusi data yang pasif. yang sama-sama menarik perhatiannya. Maksudmu--.TNT&gt. Buka jendelamu-.TNT&gt. &lt. Kita harus minum kopi. Ternyata kamu ada* &lt. Karena tidak banyak juga orang yang mau mempelajari keutuhan sebagai paradigma. &lt. lantas membuka tirai jendelanya. &lt.guest&gt.TNT&gt.guest&gt. Aku tahu semua kandidatku-&lt. muncul sebuah nomor lagi. untuk Anda singkap. Kalian akan kuhubungi lagi. Aku juga..guest&gt. "keparat itu juga tahu me me tik a. Terlalu banyak e-mail yang harus dibalas. Tetapi kalau Anda setujui bahwa hidup ini penuh kabut menyesakkan yang ingin-. melambai kecil.

Sang Sumber yang mengatasi dewa-dewa.Harmoni cinta nan elemental] Dhimas &amp." Re tersenyum. Sulit juga bersama seseorang yang punya akses ke ruang pikir. dan kue bolu panas" "Akan selalu kutunggu saat itu. dan betapa hangat berdiam di sana. "Kamu tidak pernah memanggilku begitu sebelumnya. Ada sebelum segalanya ada. Ferre. "Ssst." "Percayalah. Merenggut masamasanya untuk lebih lama memeluk Supernova. Dan bila jantung berhenti? Puisi adalah roh bertabir kata. " .. Tenggelam di antara susunan tulang punggung. Aku juga. my dear.Tarian energi. Roh itu." "Tidak heran namamu Diva. Nama adalah makna dirimu yang diresonansikan setiap saat ke semesta. Ia dapat merasakan semua lekukan. Kehangatan yang menyatukan dua jasad. Tersesat di antara rambut-rambut halus di tengkuk itu." [Degup jantung. Atum-Re adalah sosok terluhur."-«-r«c«fi ilusi Mungkin nanti aku jadi Diva si pedagang kue " "Atau Diva si tukang kebun. Aku ingin terus mendengarnya. "Jangan biarkan ia melalapmu.Tidak tahu kapan dan di belahan bumi mana.Embusan napas. Tak pernah pergi? Ia segalanya.Harmoni tanpa not] Itulah rima dari puisi yang tak pernah habis: Hidup. Harus pergi ke mana lagi? Segalanya ada padamu." bisik Diva sebelum Re berkata apa-apa. Di mitologi Mesir kuno. "Kita akan bertemu lagi?" "Tentu.. "Jadi gaungkanlah keagunganmu setiap saat." Re memeluknya pelan-pelan dari belakang. Re." Diva tertawa kecil "Jangan lupa satu poci teh. Melahap sekon lebih banyak dari porsi biasa. Di mana pun aku berada." "Nama itu punya arti yang agung. [Debur darah." Re terperanjat. artinya sangat besar. dan merelakan napasnya terisap pori-pori kulitnya. Panas tubuh itu mulai terasa seiring dengan rengkuhan tangannya. Ruben "Beri aku penjelasan Ruben! Serumit apa pun. "Dengarkan. tonjolan belikatnya. Lebih dari yang kutahu. Aku tidak mau sembarang mengucap.&lt." Re tersentak." "Usulan profesi yang bagus. tak pernah mati. KEPING 3B Individu Hanyalah Ilusi Sang Waktu terasa jadi gembul dan rakus. aku tak peduli! Aku hanya ." "Apalah arti sebuah nama.TNT&gt.

ingin satu. Ini kan garagara ide brilianmu juga. Senyum puas menghiasi wajahnya. Di satu titik. alam ini seperti spektrum. Ia mulai melihat semua kaitan ini.." Wf&amp. maaf. 'Semua realita itu nyata. Penjelasanmu sangat terperinci. Artinya.." "Sinkronisitas!" Dhimas berseru. tapi sejarah ini kemudian terkait lagi dengan sejarah yang lebih besar dan struktur otopoietik lain. unsur kimia. it's too good to be true.. . Atau malah. semakin dalam lagi belitan yang menjeratnya.." Dhimas tepekur. Dan kejadian yang saling menyilang ini sebenarnya tidak semisterius yang kita duga. Nikmati dululah. dan seterusnya. Eh. "Individu hanyalah ilusi. Rileks.. Dwiaspek dalam ketunggalan." .. Sementara itu Ruben nampak terbaring santa\*ep*la menghadap langit.. Otopoiesis berada di ujung spektrum alam. Padahal lingkungan ini jauh dari ekuilibrium. dan setiap organ punya tingkat otonomi tinggi serta memiliki identi tas berbeda-beda yang tetap bertahan sekalipun terikat dalam jaringan..: "Yang artinya?!" potong Dhimas tidak sabar. MOopst sorry. sinar matahari. dan seterusnya. Setiap makhluk otopoietik punya struktur yang mampu memperbaharui diri. kita semua adalah satu organisme. dan sebagainya. Inilah yang disebut. mineral.. . tapi apa ya bedanya otopoiesis dengan Otong Lenon?!" tanya Dhimas ketus. aku tahu! Tapi. Mungkin hanya itu yang bisa kukatakan padamu. "Otopoiesis.„ "Ya.. Dhimas. Semakin besar otonomi satu organisme. tapi keterpisahanlah yang ilusi. SATU penjelasan!" Dhimas nyaris kalap. maka ia punya ketergantungan dan ikatan yang dalam dengan lingkungan. tak terputus. berawal dari sistem sederhana sampai sistem yang sangat kompleks. Tapi di lain pihak. dengan lebih jelas lagi. Baiklah. makhluk-makhluk otopoietik ini biangnya paradoks. selalu ada fluktuasi energi tinggi yang melibatkan kebutuhan makan. Ruben terpingkal.." S UPEHNQvA "Terima kasih. takzim. karena sistem otopoiesis ini terbuka. Saking kompleksnya.. Roh dan materi dibangun dari satu unsur yang serupa. setiap struktur otopoietik punya sejarah pribadi yang unik.

" "Aku jadi ingat Copernicus yang mengubah pandangan dunia. "Inilah yang dimaksud Abraham Maslow. Kita semua berada di jaring laba-laba yang sama.. melainkan segala-galanya termasuk sains adalah fenomenon dalam Kesadaran. bahwa ternyata bumi bukan pusat orbit." "Aku mengerti.. "Ternyata kamu waras. Kalau kita memandang ini sebagai proses sebab-akibat. sains tidak akan punya lagi persyaratan masuk. Semua kebetulan yang bermakna ini bukan hasil kausalitas. Yang harus kita cari adalah sains yang kompatibel dengan Kesadaran. dan selama aku diam dalam simpulku. tidak mungkin aku menerangkan jaring itu sendiri. selama ini aku dengan sia-sia memikirkan perumusan Kesadaran dalam sains! Itu bodoh! Ha-ha-ha! Imbisil! Idiot!" "Ruben." "Kita adalah maknanya. Ia terbuka pada segalanya dan tidak mengecualikan apa pun. Sekarang aku ingin mengubahnya lagi. 223 KEPING Segalanya Ada Padamu Tirai jendela di seberang rumahnya tertutup jua. Kita adalah pusat karena.. Terpingkal-pingkal.."Carl Jung." Kedua pria itu berangkulan. tolong jangan bilang kamu jadi gila gara-gara ini semua.. Supernova lebih dulu menyadari hal ini.". Masing-masing dari kita bertolak dari sejarah pribadi yang tidak ada kaitannya. beliau benar-benar memberikan istilah yang sufisien. tapi Kesadaran sendiri bukanlah sebuah fenomenon. menatap konstelasi bintang dan menemukan cermin mereka di mana-mana. dan kita baru saja mengalami sinkronisitas yang luar biasa. menghadap jendela. Itu dia!" Dhimas tersenyum lebar. "Selama ini. Malah. jangan persulit keadaanku lagi. walaupun bukan secara geografis. kita memang pusat semesta. tambah waras. "Dan." "Sinkronisitas adalah komunikasi yang terjadi dalam Kesadaran. dan . melainkan matahari.. dan digerakkan oleh satu Maha Rencana. Sains menerangkan fenomena. Hari itu tiba sudah. Bedanya. ya?" Ruben tersenyum. ha-ha-ha.." Tiba-tiba tawa Ruben meledak. niscaya tidak akan masuk akal. Hidup jadi gay sudah cukup susah." "Supernova benar! Semua ini adalah jaring laba-laba... Pada bentuknya yang paling ideal.. tapi lihatlah sekarang.

Love is free. Hamparan buku dan kertas nyaris memenuhi setiap inci lantai) hanya ada ruang yang pas-pasan untuk tubuh mereka berdua. free is love/Love is living. Termasuk aku..." "Kita hanya dua orang pria tak . berandai kalau saja bisa memeluknya. lihatlah aku. "Ruben. Di dalam dirimu. "Sepuluh tahun. i Ada getar yang menoreh perih dalam hatinya. Menggerakkannya bangkit.." "Dan eksistensi kita habis di halaman terakhir bukunya. pengetahuan.. mengajaknya berdansa meniti kata-kata terindah: ". Cinta tak pernah jadi hantu. dan hikayat hidup kita hanya diinjeksikan begitu saja.. Ia menjejak nyata di seluruh jagat raya. Kenapa tidak?" "Andaikan kita berdua juga bagian dari cerita yang kita buat sendiri. Ruang itu mulai terasa sumpek.. dan kini dirinya sendirilah yang memegang kunci cahaya itu.." Sejenak mereka menikmati hawa euforia.. dan." Namun siapa kiranya yang dapat menahan Bintang Jatuh? Dia telah datang menyalakan langitnya...•«. Ide itu agaknya terlalu fantastis untuk ia tanggapi.. Dua orang pria yang bahkan tak punya nama belakang. "Bagaimana kalau ternyata kita hanya dalang tempelan. sampai tibatiba sesuatu menggelitik pikiran Dhimas. ." * Ruben bergidik ngeri. Dan betapa ia merindukan Diva. dan kita selamanya tak akan bisa keluar dari sini. sebenarnya selama ini kita tidak pernah keluar dari rumah sedetik pun.. Figuran. Sayupsayup terdengar alunan lagu dari putaran piringan hitamnya. Melebur dalam langit pagi. Puteri. Kira-kira apa peran kita?" Ruben diam. Ia hanya menyelipkan secarik kertas di pintu depan: Segalanya ada padamu. Aku melayang tinggi. tapi ia berusaha melanjutkan. Dan itulah Aku. living love . kita tidak sungguhan mengalami itu semua. hidup dalam sebuah molekul pikiran seorang penulis lain. Dhimas." "Dan kita melangkah lebih jauh dari yang kita duga. "Semua memori.. Sebuah perasaan mahaindah merasuki setiap kelumit batin. Menembus semua akal..Supernova agaknya kurang suka perpisahan.. mungkinkah Supernova ternyata salah satu dari tokoh kita?" "Mungkin. Re memejamkan mata..." "Dan. sekalipun Re tahu mereka tidak terpisah.

David. New York: Vintage Books. 1S6 adrenalin. F. Douglas R. m »1 Orford^iwl!1"11' Meme Machine. Chopra. 1998. Great Britain: Helicon Publishing Ltd. . New York: Harmony Books. 1998. Seattle: Integral Press. Timothy. a division of Random House. Knowledge Consilience. David and F. Richard &amp. New York: Summit Books. Edward 0. F. Christian Kallen Exninrin„ «.." "Bagaimana kalau dia amnesia?" "Kita tamat. Hofstadter."j\jcu juga mendntaiinli. 1989. The Unity of. Greider. New York: Viking." Keduanya terdiam dengan perasaan campur aduk. A State of the Universe(s) Report :The Whole Shebang. Chaos: Making a New Science. Hutchinson.punya nama belakang di dalam kamar kerja bertugas jadi dalang untuk cerita seseorang dan selamanya tinggal di sebuah molekul pikiran.Ne" York: Bohm. The Bridge Between Matter and Mind : Synchronicity.. New York: Simon &amp. New York: Touchstone. 1986. Gleick." Mereka lain berpegangan tangan erat. Encyclopedia of Science. 1998. Ready or Not. Microcosmos. . Richard. Richard E. James. New York: Bantam Books. William. New York: Bantam. 1996. Tarcher. Schuster. How Consciousness Creates the Material World : The SelfAware Universe. The. 84 alien. "Ruben. A Adam dan Hawa. David Peat. Saling mencintai. Margulis. The New Science of the Meme : Virus of the Mind. Maggie Goswami &amp. J. 1998. Dorion Sagan. 1987." "Ya?" "Aku mencintaimu." "Ha?" "Setidaknya aku tamat dalam rasa cinta. THE BEGINNING Bangs. Goswami. Metamagical Themas: Questing for the Essence of Mind and Matter. The Manic Logic of Global Capitalism : One World. 15 Amazon.. Lynn &amp. An Illustrated Guide to Chaos Theory and the Science of Wholeness: Turbulent Mirror. David Peat. Wilson. Briggs. Deepak. 1997. 2000. Reed. Amit &amp. 1987! ' Brodie. Ferris. Inc. Dua pria yang tak punya nama belakang di dalam sebuah kamar kerja. Toronto: Bantam. 1985. 1987. Peat. .. How to Know God: The Soul's Journey into the Mistery of Misteries. Jones &amp. P. Science Order anrf Creativity." 225 SUPERNOVA . New York: Harpers and Row Publishers.

204 ekosistem.128 Barbie.95. 82 dikotomis. 215 filosofi. 90.106. 175. 140 grizzly. 92. 1. 14. 196 Bohm.73 Amnesty International. Alexander Graham.13.47. 57. 7 fluktuasi.204 Bimasakti.30 Harvard Business Review.73 Bandung. 56 area abu-abu.110. 46. 214 Aquarian Conspiracy.54. 168 gelombang. 217 filsuf. 172 feedback. 98 global 14. 195. 201 chaos. 77 • Bergstrom.80.35. 8. 93 antagonis. 72. 68 Rente. 82 DNA.225 Ekspatriat 73 ekuilibrium. 7.224 catwalk. 172 Copernicus.223 geiger counter.197. 9. 12 energi. 11 E Ecstasy. 121.35.207. 82 detektor.48. 24.44. 181 filsafat l. 168.182 Gramsci.142.132.21.106.187 G gambar proyeksi.9.28.132 Dualitas Elektron.136.140. 196.42. 87 ftuks.137. David. 88 endoifin.120 Apurimac.214 Amerika. 87 Bell.69. 68 film. 220.171. 168. 92. 44.75. 7. 218 embrio.42.182. 11. 7. 87. 44. 196 eksistensi.118.151 CUZCO.195. 214.161 Gletser Rekiak.8. 28 Avatar.42.89. 27. 9 Dupont Circle.223 Feuerbach. 106 Atrial Septal Defect 40 Atum-Re.32. 68 Descartes. 55 Greenpeace. 6.43. 14(7 Amplifikasi.92.8.221.225^ 226 Citra. Noble.207.109.131. 221 aurora. 5 Einstein. 168 E-mail.199 CNN. Matti.100. 8 gay.173.182 B bad-trip. Niels. 72.168. 27.42. 7 biologi. 45.170 disinfektasi.35. 139 arbitrase.139 Andes. 172.217 dolar.15.215.137. 135 gletser. 48.15.140.109 bffurkasf. 120 Cobafa. 12.196 »'t bakteri cyan. 218 awareness. 98.56. 214 D Dapur Agung. 64 Barnes &amp. 7. 214 H Habermas.8.139. 87 Berkeley. 7.8.196.162. 6. 87. 48 atraktor asing.31. 216 detoksifikasi. 209 Freud. 170 C cahaya. 142 Finlandia.172.106.88.79.12. 222 El-Maut 178 elektron. 22. 139 chip. 9 Baht 198 bakteri. 27. 98. 16.37.172.86. 4.10.170. 200. 182 Bohr. 91. 6 Das Kapital. 102. 169. 7. 6.87.89.198 F Faraday's Cage. 100 Epimenides.171 evolusi. 44.28.151.216 biosfer. 6. 14.88. 188 gestalt 171 Gftf terawangan. 222 free-will. 68 Habibie. 196 Baltimore.116 Cinta. 216. 66. 183 destruktif. 222 entrepreneur.113. 187.197 fenomena. 18 Hegel 68 helium.88.16. Kurt 47 coming out 11 consciousness.50. 68 Grand Canyon. 143. 223 cortex. 31 . 173 Cina. 7.

55228 Dee M macaroni schotel. 90. Bean. 37 3 jaring labalaba.26. 39 Mr. 20 jurnalistik. 221 Jepang. 172.167 house-mix..187 Maha Ketidakteraturan. 7 kupu-kupu. 58 I ICQ.165.46. 40 Newtonian. 100 New Kids on the Block.218 idealis monistik. 186.89.170. 9 kurva. 12.168.24.183. 211.222 materialisme. 6.134 hirarki. 208. 6.108.49. 7 nirwana.188. 13.16 impuls. 199.27. 31. 82. 68 McDonald's. 67 Kreta.182. 223 Matahari.89. 68 neuro-transmitter. 168 ITB. 11.198 mutasi. 7 Mafia Rencana.23 inviolate level.116 John Lennon.172. 203. 88.172.139. 217 kontinuum. 49 ideologi. 20. 205. 82.89.167.211. 5 Mesir.195 Maslow.168 kulminasi. 207.9. 216. 156. 193 ' Kekekalan. 19.222.181. 54. 6 oksigen.214. 62 L linearitas.182.16.26 Moralitas.140 nonlokal 6. 44 materi. 173.23. 8 meditasi. 74.139.137.10. 223 imaji. 68 Kariage Kun.164. 137 fiolomovement.188 notebook.168. 195. 6.148 order.133. 88. 188 Hollywood. 26.188.199 imajinasi. 1. 216 mitokondria. 218 Mescaline.222 P . 172 interaksi.192. 16 kuantum. 210 metropolis.9.170 intuisi.25. 13. 137 medan energi.210 Kupu-kupu Lorenz.171. 188. Lynn. 140.44. 77 Kebayoran Baru.205 Kucing Schrodinger.171 organisme.35.47.164. 92. 49. 7.197 Kohl Helmut 56 kompleksitas. 221. 47. 56. 15.222 Orion.16.183 ketidakteraturan. 222 Malaysia. 9 medium.15. 1 komputer. 170 obyektivrtas. 6. 10 Kramat Tunggak. 54 Mandelbrot Benoit. 7 keterjagaan.42. 151 kontroversial 13 Kotak Pandora. 1 ombak. 79 mikroskop. 218.91.68. 200 Kesadaran. 95 metamorfosa.166 Koevolusi. 215 mekanisme. 44 kiamat 6.211 Novena. 55. 182 homunculus. 37 K Kant. 223 jaringan.89. 188 isotop radioaktif. 187. 5 Margulis.140.101 matematika. 6. 13.211 Hoftstatder. 27 museum. 99. 9. 7. 93.83 idiot 33. 9. 82. 221 metafora.7. 196 mitos.222 jasad.158. 74.197. 5 New Eyes.132.44. 91 un. 50. 7 inframerah. 28 Orson. 217 Memetika.196 okultisme. 223 keteraturan.181. 196 N Naisbitt 139 neo-Gramscian.196. 8. 196 Marx.140. 7. 130.85 Mark. 7.131.23. 14 Microgynon. 7.hetero. 72 Kebon Raya Bogor.135 nonlinear.90. 39 Otopoiesis. Douglas. 175 0 observasi.171. 8. Abraham.173.

56. 12.49. 50. 55 Timezone. 1. 98 realita. 56 Simulakrum. 72 phase space. 222 sinyal lokal 137. 1. 97 Portugal 93 post-modernisme.173 transendental 170 transformasi. Erwin. 2 treadmill.214 Siemens. 100 Vietnam. 98.207. 16.172 utopis.110. 11 Permias.7. 188 tank top. 5.196 spirosit 196 stabilo.108.8.44.99.179 Romantisme.217 relativitas.!.154 protagonis. 60 stimulus.138 reduksionis.59. 173 serotonin. 22. 44 sejarah.146. 139 trance. 10.98 Watut.169. 168 Scientific American. 11 yoga. 9. 95 rongga abdomen.202.197.57.154.225 potybag. 141 R rafting. 7 rosario.48 resisten.187 psikologi transpersonal 49 Psiloeybw?.56. 45.142. 6 refleksi.13. 87.187. 6. 88.133. 6.95.139 U UFO.89. 7. 48. 137 Y Yahweh. 44 ' Yuat 98 yuppies. 223 sel 1.173 rolet Rusia. 59. 59 tata surya.44 velocity.8. 46.43.7.16.173.82. 189 soliton.206.120. 14 Z Zeus.215 sensor. 144 turbulensi.199.25.21.15 relatif. 5 transenden.196.52.106. 93 robot 15.35.99.172 Sobek Internasional 98 Socrates.138. 54 virus. 20.222 rectoverso.75. 81 potensial 14 Prancis.216.76. 84. 9.15.30.6. 5.21. 169. 214 zombie. 137. 12 psikologi.48.11.75. 92 Yogyakarta. 109. 43 viagra. 6.130 puzzle. 168.43.16. 48. 168.15. 67 vibrasi.31 Sang Waktu.7. 15. 6. 6.170.Papua Nugini. 97. 217 teknologi. 152. 43. 172.43. 7 revolusioner. 118 puisi.220 Schrodinger.49. 7 Tatshenshirri. 7.88.139 teori relativitas.82. Ilya. 175 RSK0. 14.165 sinkronisitas.50.222 paranoid. 55. 115 portofolio. 7 probabilitas.215 W Wagm'. 6 Rio de Janeiro.150.215 Surabaya. 107 Survival of the fittest 199 T takdir.82.75.7.210. .169. 2.172. 100 variabel 43. 81 post-strukturalis.9.119.223 San Fransisco. 26. 9. 16 Sodom dan Gomorah. 93 Toffler.112. 137 Tionghoa.82 S sains. 98 paradoks. 6. 188. 48 Psikolog Kuantum.54 Prigogine.169 X xenon.12. 11 Sotipisme.209.12. 92 tsunami. 5 Puck.79 V vakum.214 teologi.220 pujangga.10. 7 rekonsiliasi.10.11.44 pikiran.91. 98 wavicle.87.172 reduksionisme.19.108 sinetron.76. 5.151 Tibet 98 Tiger Leap Gorge.209 tangled hierarchy. 98 TIM.188.165. 217. 33. 107 pemburit. 8 Spesies.53.

musikus ] "Nama saya Yasep.268. Sebetulnya semua ini adalah akibat diskusi-diskusi dengan saya. 169 zona kuantum. Inilah karya sastra intelektual bergaya pop art yang sepenuhnya bermain di dunia hakiki. dan suka ikut-ikutan. Tapi tidak bagi yang selalu bergairah menyongsong segala hal yang tumbuh. unik. jadinya ." [ Joshep. merupakan perwujudan dari kebudayaan kita yang sekarang diguncang oleh tidak adanya makna yang bisa dijadikan pegangan. ( Tauffq Ismail ] "Diva tuh karakternya gua banget. [ Jakob Sumardjo ] Di tebing akhir Supefnova akan muncul sebuah kalimat besar yang bisa jadi kunci segala macam fanatisme yang kini tengah mengoyak negeri ini: Matilah terhadap segala yang kau tahu. spiritualitas dan percintaan yang cerdas. terutama penyusunan dialog dan komposisinya. Menentang nilai-nilai lama dengan mengajukan argumentasi-argumentasi baru. Penelusuran nilai lewat sains. girl! UNDERGROUND RULES!!" [ Arian. cuma saya terlalu malas menulis. Bambang Sugiharto ] Kehangatan yang menyengat yang ditawarkan novel ini unik.. Tak hanya menggoda. sahabat. tapi juga terseret di dalamnya. [ Sapardi Djoko Damons ] Mereka yang oleh sebab kebiasaan lama terlalu membedakan fiksi dan nonfiksi. Wi. I. 6 Sebuah petualangan intelektual yang menerabas segala sekat disipliner. [ Putu Wf jaya ] Salah satu kesegaran baru yang muncul dalam sastra Indonesia tiga tahun terakhir ini. novel ini mungkin bahkan penting. agar pembaca memiliki persepsi baru tentang keberadaannya. dan mengguncang. Dengan pengalaman menulis sendiri dan aa membaca karya-karya sastra selama puluhan tahun. [ Sujiwo Tejo J **~' Sebuah novel yang menarik dari angkatan muda kita. Sangat menarik. Thanks. mungkin kecewa dengan buku ini. sebenarnya saya mau memberitahu kalau Dewi itu pengagum saya." [ Tri. sahabat agak kege-eran ] "You rock. sahabat. psikologi. [ Arswendo Atmowiloto ] Novel ini. panggilan Joshep atau Josh. saya an hanya merasakan. semacam perselingkuhan visioner yang mempesona antara fisika.. [ Or. . religi. baru dan memukau. Begini. mitos dan fiksi.

Dewi gang ke-3 ("Satu"). sing isine soal percintaan remaja sing jorok (an urang mendidik. Vokal cenderung lebih tinggi dan cempreng dibandingkan Hamouod Jantan lainnya. asal Ngawi. numpang beken ] "Tak kusangka-sangka. Aku enggak rrgiro iso ketemu langsung! Matur nuwun. deh." [ Mariyanti.-. Jangkar sering-sering." [ James. manajer produksi berkepala Andre Agassi ] Supernova 23 AVAILABLE IN CASSETTE &amp. Rariaki i Hi WkaJtakn bertanda khusus.'ar.. krisis Identitas ] t "Hai. Kami semua me^msuKanmu Bagi gang menemukan harap Hubungi Truedee Book* (alamat ada di "halaman depan). Baik.. neeh . Selamat kanggu Mbak Dewi. Lokasi TJCP: Jalan Patrakomala. SuW&amp." Tidak seberat yang dibilang orang. buzz y. sahabat. Puspita bambang. sahabat. Hanya tikus. Tapi Supernova ono kata-kata sing kurang tak ngerteni. Sita.5 tahun No ta-too di "kuping: C7S 16 CSriciri Bpeeifik: Tidak pernaH menggonggongi manusia. Karena puji-pujian hanya untuk Tuhan. Zjar. McepaT PULans. Kapan selesainya sih ini semua? Tengki bensin aja.. teman menunggu di percetakan ] "Khemod. CD OUT OF SHELL Gratis Kompilasi Pufsi untuk setiap pembelian CD/Kaset "Out Of Snail" bagi yang sudah memiliki/mernbeli SUPERNOVA. kucing. Kece. pembantu ru mah tangga di kawasan Slipi .rekan curhat. penggemar komik ] "Sampaikan kritik dan saran untuk Dee. cewek-cewek ." [ Nia." [ Khemod. Kesepian. Ceritanya Mbak Dewi buanget. Agak bodoh. Korban. Tapi kenapa hurufnya kecil kali kau buat?" [ Ayahanda. Prejvtaflri: model untuk cover album Rida. adik. dan kadang-kadang printer. dan amat jinak. kecoak. Lucu. anakku bisa buat buku rupanya. ya. ayam.Jkt] "Aduh. " [ Mulki S Ridhan. Mama pemilik: Dewi Lestari/D ee/Keluarga Simanguneong. 23." [ Arina. Kreatif. Bandung. Usia: 3. tanpa kacamata ] "Saya berubah pikiran. Kepepet. seekor anjfng roft STamoyed jantan bernama BHHueard aliftjtf Blizzg. tw— iMtkaTan . Panggilan mayang: Blijar. bo! Gue capung ngurusin produksi elo. pasang Iklan ] "Novel sing ditulis Mbak Dewi pancen bedo karo novel liyane sing ernah tak woco.

Supernova sudah direncanakan untuk menjadi cerita serial.menarik dan keuntungan seumur hidup. Nama "Dee" diucapkan dengan bunyi 'di'.500 perak. dan Bintang Jatuh 2". Supernova yang dicetak di atas kertas koran/buram. Justru untuk menghindari pembajakan. tidak peduli kulit. (artis selebritis). misalnya. atau strategi politis terbusuk. ehm. 1 Baiklah. dan tempat-tempat lain di seluruh pelosok negeri. teknik kloning paling kini. bahkan di Mars kalau memungkinkan. Dan yang . "Ksatria. A. kami memutuskan untuk "membajak" barang kami sendiri. atau 'gigi'. sekaligus menjadikannya terjangkau bagi kalian-kalian yang mengejar isi. Kami pun tidak akan memunculkan nama Supernova 2. khusus di kampus. di kampung maupun 'di kota. seperti 'mie'. Ehm. 4. Atau untuk menyenangkan Kang Wawa akan kegemarannya pada abreviasi. di gunung ataupun di pantai. Srudooks membuka peluang penuh untuk kamu-kamu yang ingin berbagi rezeki dengan kami dengan ikut menjual Supernova. dst. seperti terobosan jenius sinetron "Tersanjung". 4. berikut adalah hal-hal yang selama ini menjadi keresahan masyarakat terhadap Supernova dan perlu kami sikapi dengan sungguh-sungguh: 1. silakan hubungi alamat kami di halaman depan. untuk menunjukkan keseriusan kami. Untuk distribusi. dan masih mungkin terjadi variasi harga di pasar. bisa saja kami mencantumkan: SUPNOV KPBJ 2 oleh: D-RSD. atau hubungi posko-posko Perjuangan Truedee YESSl di manapun itu berada.S. Puteri. 3. bukannya karena semangat ingin punya sekuel karena terbilang berhasil di gebrakan pertama. Harga resminya 16. Jadi. tergantung pada kemurahan hati atau terjepit tidaknya kondisi finansial sang penjual. atau memang pelit. Sejak masih menjadi embrio di jagad inspirasi sana. 2. Supernova akan hadir dengan judul episode berlainan yang orisinal. 3. bukanlah barang bajakan. dan dikenal dengan nama gaul: "edisi hemat". Ini amat penting. bersama-sama para balon (bakal calon) ide lain seperti teori terbaru tentang lubang hitam. Simak baik-baik. Bukan 'de\ Bukan juga 'deee' (tetap bunyi 'e' tapi panjang).

. terutama karena ia begitu berani memuat sekian banyak pengetahuan empiris untuk fiksinya. di tengah kesibukannya yang super padat akan tidur siang. sekaligus terpesona? Begitu banyak tanggapan yang datang sehubungan dengan jumlah footnote di Supernova. Dewi Lestari. Banyak yang bilang itu mengganggu. tidak perlu. Footnote. aneh.com. khususnya guest book. Kami dapat mengerti apabila hal tersebut lantas menggerahkan banyak orang. Namun sesungguhnya. intimidasi lainnya. kami jamin .paling pasti. sebelum bekerja. Karena itu. tetap membaca situs Truedee. kami akan menganjurkan secara intensif agar Dee mulai membaca buku yang lebih praktis seperti memasak dan berkebun. Walaupun harus menggunakan ancaman kekerasan dan berbagai bentuk . FOOTNOTE! YESS!"2 10. vi Dee 6. sambil meneriakkan yel-yel: "F-Q-0-T-N-O-T-E! Footnote! Footnote! Foooot. Dee BELUM PERNAH membaca "Sophie's World" atau "Dunia iSophie* karangan Jostein Gaarder. Kami menjamin keaslian identitas Dee di komunitas tmedee-ustfSvahoogroups. dsb. Dee memang memiliki selera bacaan yang aneh untuk seorang. staf Srudooks melakukan pemanasan berupa gerakan senam sehat diiringi musik house-mix mutakhir. kami tidak sekedar menggunakan footnote karena banyaknya istilah asing atau ilmiah yang perlu diberi keterangan tambahan. 7.bahwa Dee. kami tegaskan bahwa Srudooks tidak menyembunyikan/ memperkerjakan/ menyewakan Diva. katanya.. Mungkin sudah saatnya kami mengkonfirmasi ulang bahwa Supernova adalah cerita fiksi. Karena itu. Setiap pagi. Mungkin suatu saat nanti. Fiktif. 8. bukan 'de'e'! 5. atau menjadi peternak anjing sesuai . Tak terpisahkan.1 Tidakkah kata itu membuat Anda gila. Dee tidak pernah chatting dengan nick "Supernova" di channel apapun.. dan bukannya diam di area abstrak sastra sehingga mudah berkelit ke kanan dan ke kiri dalam nama Seni.. Kalau sudah ada yang mau meminjamkan atau memberi gratis. 9. Tapi sekedar pemberitahuan. melainkan karena footnote adalah bagian dari kultur dan etos kerja kami.

dengan cita-cita luhurnya. Ia dapat tertahan di semak. nge-tren. Namun ia juga bisa menggelinding lancar untuk melebur dalam samudera luas. Final remarks dari Si Truedee Books. 12. body language. Seserius-seriusnya. menggunakan kombinasi taebo. Dan sebagai penutup. Itulah dia si jali-jali. Dan karya yang dilahirkan ibarat air nan bergulir bebas di lereng perasaan dan pikiran. . 11. Iklan album solo Dee "Out of Shell" cuma main-main (bo'ong. pastinya kami akan kembali mengutip satu peribahasa besar yang niscaya sanggup mengubah wajah dunia. en tetap funky. di bagian rumput yang tidak terlalu becek. full colour. bahkan galaksi sekitar: supernova vii "Ada ubi ada talas. siapa tahu nanti kami muncul dalam format foto keluarga. kami akan membuat tarian footnote akbar. Who knows? Beginilah kami.. dan senam kesegaran jasmani. Pertunjukan ini akan digefar dekat area burung unta. Tak ada yang dapat menghitung berapa ceruk di lereng itu. Wati. cool. satu slogan emas yang hingga detik ini masih dipakai sebagai penghias pantat truk di seantero Nusantara: "Kutunggu jandamu. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih cup-cup mmmuaah. 2 Gerakan "YESSTiiii adalah gerakan penutup yang klasik punya. Ada budi ada. karena tetap saja ada perubahan apabila Anda cermati dap mulai cetakan pertama sampai sekarang." Dan yang paling Anda tunggutunggu..." Asoy Geboy Gedebuk Enjoy] Srudooks." Plus. dan wajah distel optimis. deng! ©). Huruf "sss" diucapkan dengan esktra desis. Iklan kehilangan anjing di halaman belakang adalah serius. Untuk menyambut piknik perusahaan kami di Kebun Binatang akhir tahun ini. Sekelompok anak muda kurang kerjaan yang ingin eksis.. Menulis adalah perjalanan menuju satu kelahiran. dilarik dan udara ke arah pinggang. untuk kamu-kamu yang sudah patuh untuk membaca Cuap-cuap ini. disinkronisasikan dengan lutut kiri yang mengangkat manis. Entah apa nasib cetakan berikutnya. satu permainan kombinasi pelik simbol/angka dan huruf yang akan menstimulasi otak Anda: "Ca 150 Yang. yang sebenarnya tidak pernah final. Ia bisa hinggap di akar yang merambat. tanan kanan mengepal. .

Dr. Dan terimakasih tak berujung pada: Erwinthon P. semua sahabat yang pernah mampir memberi saran atau sekadar numpang minum kopi. Paul &amp. dan persahabatan .. Adam Herdanto Features dan seluruh kru. dan dukungan mereka. Myrfa. Syahrul di Ciganjur.Tak ada yang tahu seberapa gerah tetumbuhan di sana. Sim Comm. Ninun. Para 'penggembira' yang amat berjasa: Hikmat &amp.. dan menyaksikannya tumbuh. Regu 'Gawat Darurat' Truedee: Nurdin. Ani. dan Hermawan Aksan. dalam sekian banyak benak yang berbeda. sebisanya.. Vivi WHK. Nova Nugraha. Dissy (Bintang Millenia). untuk kerja keras. Inilah saat hati membungkuk. Agus Ebreh. Rileks. Hagi Hagoromo &amp. Wien "PasarbukiT Muldian. saya hanya ingin meluaskan ucapan terima kasih.. Lia (MQ). dan kehadirannya semenjak kukecil dulu. Ia hanya akan mengalir. Tommy F. Myrfa (sekali lagi). Fuad Hassan. mengucapkan terima kasih pada staf Srudooks: James Erlangga. Sita. Hadir lewat canda. apabila di kesempatan edisi evolusi ini (saya lebih suka menyebutnya demikian daripada "edisi revisi"). Awuy. dan Melvin. Wahyu. Landung Simatupang. Clay &amp. Hans. desainer andalan kami: Teple dan Roni. Yeni (dan Saeful-nya). Troy. masukan. tawa. ketulusan.com. Itulah satu kesimpulan kecil dari pengalaman saya "melahirkan" Supernova. Arie. Bpk. terutama bagi orang-orang yang hadir bak air mata sejuk. Abang Edwin SA. Ridhan. Namun di titik ketika inspirasi datang berbisik. Popon. Didi. ada kesegaran yang tak terusik. Dan yang tak akan terlupakan: Reza Pamungkas. Jeroen Hehuwat. Edwin "Ewink" Irvanus. £^ Terkhusus untuk para proof-reader yang amat" saya hormati: Prof. Nia &amp. Tagor Siagian. untuk semangat. ATapitupulu. Tak lupa pula mereka yang memberi dukungan pada Supernova sejak masih jadi embrio: Miftah Fauzi. Dari refleksinya terlihatlah keluasan samudera yang tak pernah surut. 3t^l Jadi jangan heran. Joshua Barker. esp. Wawan Sofwan. Whani Darmawan. Rossi dan. Pim-pim. Bambang Harymurti. dan Adrian Darmono (for always believing in my writing talent). Dian. Rida. Musyawarah Burung.

semua organisasi. special thanks to: Takashi Ichiki (Kariage Kun's fellow fan©).the best Editor. Joshep. Eaginyalah.. Ayahanda . unit kemahasiswaan. untuk segala kenangan di ruang kerja dan kecurigaannya pada printer. Laksmi &amp. Wahyu Rinanto. Ibunda .yang melalui cerminnya telah mempertemukan saya kembali dengan Kekasih Jiwa. dan juga mahasiswa yang bergerak atas aspirasinya sendiri untuk mengadakan diskusi di Supernova di kampus/ markasnya. namun ada satu anak kunci yang menetap abadi: sang Kekasih Hati .. komunitas kebudayaan.. Sejuta teori akan datang dan pergi. Berbahagialah kamu di manapun kamu berada kini. Winfred (Aksara Bookstore). sejuta kisah cinta akan datang mengilhami. Triawan Munaf. ijinkan saya tersungkur dalam rasa cinta. Vanda.the best Listener. eh f" Raping Cinta Tidak Butuh Tali Raping 10 Kekekalan adalah Chaos Raping Si Pencinta Alam Raping*^ Un Sol Em Noite Raping 13 Tuhan Maha Tidak Romantis Raping IH Sebesar Cinta itu Sendiri Keping 15 Ia Sedang Kasmaran. untuk dukungan dan kepercayaan yang mendalam. anjingku tersayang. Tak ketinggalan keluarga saya tercinta: Ian . Also Blizzard. Also. Richard Oh (QB Bookstore).the greatest Supporter. the mast loyal Companion. LIP Bandung.the Energizer. Siswidiani. Imelda the Brainstormer. sahabat tersinting yang saya harap tidak pernah sembuh-sembuh. Arina . Sekarang. ~ D Keping4 Yang Ada Hanyalah ADA Raping1 Ksatria ¦Raping~ Keresahan yang Terabaikan Raping Puteri Keping* Tanda Tanya Agung Keping "Reversed Order Mechanism" Raping Bintang Jatuh Raping 'Such a Small tilorld-. Tri Suharmoko. Tri.the eager Redder and a lifetime Motivator. Enggar. Key . saya persembahkan kisah ini.• lila Menangis••Raping 17 Dua Idiot Abad 21 Roping Cyber Avatar Keping PT Tsunami Hati Raping ?B] Di Celah Pikiran H IA 3M 3b HE Hb 51 71 7M AM 12 It 1D2 107 115 122 123 13b mi ma r Titik Bifurkasi raping | Pelajaran Terbang Keping 53] Kiamat Personal j cm I Ksatria Schrtfdinger 25 Di . sahabat tergila yang selalu mendukung 'kegilaan' mimpi.iman.

Tap i n jangan terlalu cepat berkecil hatiDalam kompleksitas struktur dan mekanismenya-.lah TAHAN KANAK-KANAK • -£J iniian untuk bermain dengan hidup. «lampaui .Bukan institusi religi.ranVda dala.. Kesempatan A"° HT1&gt.Kita berusaha mendeteksi gerak-gerik sesuatu yang kecepatannya melebihi cahaya.Bagi duniaSupernova bukan okultisme.Bagi kita.Kita berusaha memuat apa yang hanya bisa dijangkau abstraksi bernama "iman" ke dalam sel-sel otak kita yang usang. Untuk benar-benar HIDUP relatif yang serba tidak pasti ini-. balita_ .UP. ada satu pola sederhana yang bisa kita tangkap.Dasar Jurang 21 Opto i Ergo Sum a? Semesta Memutuskannya 26 Selamat Pagi-..Anda bukan Murid-Saya hanya pembeber fakta-Perunut jaring laba-labaPengamat simpul-simpul dari untaian benang perak yang tak terputus¦ Hanya ada satu paradigma di sini: KEUTUHAN-Bergerak untuk SATU tujuan: menciptakan hidup yang lebih baik. 1)1 9 ha"Va~-bisa menjaminkan satu hal: perubahan saya na y terhadap hidup akan berdampak b:rsaarPpadan9dunia. Koevolusi 25 Pernahkahi Supernova? lu Cermin yang Hidup 31 Jaring Laba-laba Keping 35 Individu Hanyalah Ilusi Keping 33 Segalanya Ada Padamu Bibliografi Indeks Komentar Pakar 152 Komentar Non Pakar 231 SUPERNOVA Diperuntukkan bagi Anda yang ingin HIDUP Selamat Datang* Apa yang hendak disampaikan di Supernova bukan sesuatu yang mudah dipahamiKita berusaha merangkum sejarah miliaran tahun. bahkan daftar belanjaan—untuk menunjukkan simpulsimpul benang perak dalam jaring laba-laba kehidupan156 IbM lb7 175 160 16M 110 201 20b 213 220 22M 227 226 830 informasi ini melalui filter Anda Cirnaia.Bukan kursus filsafatSupernova akan mengolah apa saja—sejarah-» mi tos n sains-.Mungkin malah terlalu sederhanai sehingga pikiran Anda yang sudah terbiasa hidup dalam kepelikan tidak akan sanggup menerima* N amun itulah yang berusaha kita pelajari: bagaimana satu kesederhanaan dapat memecahkan semua kompleksitas* Saya bukan Guru. dan transformasikanlah sesuai ^gan^.

Kehangatan terpancar dari mata mereka. Dhimas langsung tahu bahwa Ruben termasuk geng anak beasiswa—orang-orang sinis. Wajahnya yang manis membuat ia selalu nampak tersipu-sipu. Ruben pun langsung tahu bahwa Dhimas termasuk geng anak orang kaya^alangan maliasiswa Indonesia berlebih harta yang tidajr^iernah ia suka. guratan wajah yang tegas. Johns Hopkins Medical School. mereka bertemu di Georgetown—tepat di bawah plang Wisconsin Avenue— bermandi teriknya matahari musim panas Washington DC. PUTERI. Dimulai dengan makan malam hingga ber-"pestakimia" kecil-kecilan. Tidak lagi bergejolak." Dhimas memperkenalkan diri. Hangat yang nampaknya kekal. tetapi hangat." Nada itu terdengar angkuh. "Dhimas.apa yang bisa Anda bayangkanSUPERNOVA <p>KSATRIA. Bukankah itu yang semua orang cari? Sepuluh tahun yang lalu. terasa halus. "Ruben. sehalus paras dan penampilan orangnya yang terawat. Semangat musim panas sanggup membuat sesedangberbuat di luar kebiasaannya. George Washington University. banyak yang tidak saling kenal. Malam itu keduaj^iftbongan yang tidak pernah bergabung sebelumnya^akhirnya sama-sama terdampar di Watergate Coridpjnhimm. bahkan di kamar . di sofa. Berbeda dengan dirinya. dalam satu unit apartemen mewah milik kawan ^^DMmas. sekalipun menyusutkan bara. DAN BINTANG JATUH KEPING Yang Ada Hanyalah ADA Kedua pria itu duduk berhadapan. di atas karpet. Masa sepuluh tahun tidak mengaratkan esensi./ kuper—yang cuma cocok bersosialisasi dengan buka. Ruben menyambut tangan itu. dan perkenalan keduanya pun berlangsung datar-datar saja. di kasur." Yang Ada Hanyalah ADA "Saya dengar 295 North dari arah New York Ave ditutup. lancar-lancar. Sementara dari gayanya. Rasa itu memang masih ada." "Kami lewat GW Park. Tidak ada yang spesial. setegas jabat tangannya. Namun hari itu memang^rrTeda. Masing-masing bersama rombongan teman yang berbeda." ^Bagaimana perjalanan dari Baltimore tadi?" "Yah. sampai semua orang terkapar tanpa terkecuali.

1 Sesempurna apa pun sebuah tatanan." ujar Ruben. yang di antaranya terdapat olesan selai sebagai perekat. berfungsi sebagai hormon dan juga neuro-transmitter. Supernova revolusioner membuka gerbang baru untuk memahami ilmu turbulensi—ia pun langsung merasakan secercah keindahan harmoni antara dua sisi cermin kehidupan. . Bahkan dalam keadaan yang nampaknya ekuilibrium atau seimbang. A milestone!" "Apa yang kamu lihat?" Ruben melihat sekeliling. Jangan suruh bicara dulu. bekerja langsung pada reseptor serotonin di otak. sesungguhnya chaos dan order hadir bersamaan. Mescaline. Sejak pertama kali Ruben membaca ulasan Benoit Mandelbrot—seorang matematikawan Prancis yang dengan 1 Senyawa amino yang terdapat antara lain pada darah dan otak. ia pun lepas mengobrak-abrik.mandi. Bagaimana ia mampu menjelaskan ini semua? Ia baru saja menemukan cermin yang selama ini ia cari-cari dan sekarang sedang menikmati refleksinya. "Badai serotonin.. Obat-obatan rekreasional seperti LSD. membayangi seperti siluman abadi.. serotonin pun berperan penting dalam penciptaan rasa damai dan tenang. " Dhimas menyahut dengan senyum tolol. dapat dipastikan chaos selalu ada." "Tapi kok ada orang-orang yang malah tidur? Aku tidak mengerti.. Gila.. order dan chaos. seperti kue lapis. Psilocybin dan Ec stasy. sejauh ini para ilmuwan meyakini bahwa konsumsi serotonin yang diproduksi secara sintetis dapat mengakibatkan saraf-saraf otak terpacu dengan berlebihan sehingga mengakibatkan kerusakan tertentu. Sebaliknya. Tinggal alunan sayup-sayup musik trance ditambah suara dua orang bercakap-cakap. rasanya luar biasa. "istilah yang bagus. Begitu sistem mencapai titik kritisnya.. Kekurangan serotonin berimplikasi kuat pada depresi dan beragam penyimpangan emosional. "Ini badai serotonin1 pertamaku. Ini adalah momen yang tidak ada duanya. Sorot matanya menyeberang jauh. rimba infinit di mana segalanya relatif. yang tertebak dan tidak tertebak. Walaupun demikian. antara keteraturan dan ketidakteraturan. Selai itu adalah zona kuantum.

apakah sebenarnya dirimu wahai turbulensi? Di mana engkau sembunyikan wajahmu? ] Turbulensi dapat dianalogikan sebagai pigura hitam yang membingkai setiap kepingan gambar dalam reel film. serta loncatan kuantum. Dan bagi manusia yang melihat dunia hanya hitam dan putih. Dalam realita. sudah saatnya dunia sains mengalami turbulensi yang sesungguhnya. berinteraksi dengan sinyal-sinyal nonlokal—tempat diraciknya semua 2 Teori tentang sistem yang deterministik tetapi pergerakannya sangat sensitif terhadap kondisi-kondisi inisial sehingga tidak memungkinkan adanya prediksi jangka panjang. Yang ada Hanyalah ada probabilitas.. Lalu dari -dapur tersebut tersajilah sup kehidupan yang nyata dan terukur. harus subjektif. [ Lalu. tak lebih signifikan dari bunyi "kresekkresek" gelombang radio yang tak pas atau gambar statis sesudah acara televisi habis. Sains. Di kehidupan sehari-hari kehadirannya dapat terasa dalam bentuk intermittency atau ketidaksinambungan. Keterputus-putusan.kumpulan potensi dan probabilitas. Sains ternyata tidak selamanya objektif. Keteraturan mau tak . realita yang bisa dicicip ataupun dihiiup baunya. yang ketika diputar dengan kecepatan 24 frame per detik mata kita tidak akan melihat bahwa sebenarnya film tak lebih dari potonganpotongan gambar dan bukannya kontinuitas. bahwa cara pandang reduksionis dan fisika klasik para Newtonian tidak akan sanggup memblokir refleksi dari cermin kehidupan.. relativitas bagaikan kiamat bagi yang mengagung-agungkan objektivitas. tidak pernah memberikan perhatian pada fenomena ini. yang telah berabad-abad mendominasi dunia sains. seringkali. maka ia harus siap-siap terguncang setiap kali memasuki area abu-abu dimensi kuantum. Turbulensi hadir di mana-mana. potensi. Namun sekarang. dalam hidup organisme sesederhana bakteri sampai ke interaksi antarplanet di Bimasakti. Tapi kehadirannya selalu dianggap sekadar keberisikan. Karenanya. turbulensi ibarat sebuah "Dapur Agung" yang transenden—tak terikat ruang dan waktu. Paradigma reduksionisme.

mau harus berkaca. terjadi fluks hebat yang mengocok-ngocok solar plexus5 Ruben. Titik istirahat si pendulum itulah yang disebut para matematikawan sebagai titik atraktor. Fase penuh kebimbangan itu lalu mencapai kulminasinya. Sama halnya dengan otak yang merupakan organ nonlinear tulen. atraktor adalah region magnetis yang memiliki kekuatan dahsyat untuk menarik seluruh sistem ke dalam dirinya.* Tonggak sejarah bagi sebuah sistem untuk berevolusi. bifurkasi berarti titik percabangan. atau disodori "pilihan" untuk berubah. telah menciptakan order untuk seorang manusia dapat hidup. sampai terjadilah apa yang dinamakan bifurkasi. sampai akhirnya muncul lagi titik-titik kritis yang mampu mengamplifikasi feedback dan menghadirkan bifurkasi baru. atau titik baku. Sesudah menjadi stabil» sistem yang telah melewati bifurkasi menjadi resisten terhadap perubahan hingga periode yang teramat panjang. Proses arus-balik itu kemudian menyebabkan sistem teramplifikasi. Terciptanya sebuah sistem pada dasarnya diakibatkan at r aktor3 yang terus-menerus melakukan feedback atas dirinya sendiri. tepat di jaringan 3 Pengertian tentang " atraktor" secara sederhana kurang lebih dapat digambarkanjnelalui ayunan pendulum yang pada akhirnya berhenti di satu titik. Malam itu. Lebih tepatnya. Beberapa asumsi mengatakan bahwa yang disebut dengan "hati" atau pusat perasaan manusia . 5 Jaringan saraf dalam rongga abdomen. berlokasi tepat di depan aorta dan di belakang perut. 4 Secara etimologis. ataupun denyut jantung yang tak beraturan. Ia dapat merasakannya. hingga tiba di titik di mana ia mengalami f luks. Bifurkasi dapat membawa sistem meruntuhkan dirinya menuju chaos. menemukan dirinya ternyata berasal dari sebuah Maha Ketidakteraturan. IlyaPrigogine—salah satu ilmuwan kontemporer yang menjadi pionir dalam penelusuran tentang nature chaos dalam sistem— menempatkan bifurkasi sebagai konsep esensial. terdiri dari ganglia yang mengirimkan impuls saraf. atau justru menstabilisasi sistem melalui perubahan yang dihadirkannya.

berevolusi.. Bagaikan pixel-pixel televisi yang membentuk citra warna-warni... menggunakan potensinya untuk berkreasi. tanpa pernah melebar dan terurai seperti ombak normal lainnya. Ruben ingin meledak rasanya. dan ia berada di tengah-tengahnya.. dirinya pun diselimuti kabut itu... semua sekat dan kerangkeng pikiran terbuka. Tidak ada awal dan akhir. tidak ingin ke mana-mana. immortal. dalam tangis dan tawa. Pola-pola medan energi mendadak muncul dari bidang dinding. 6 Satu ombak penyendiri yang mengarungi lautan dengan bentuk dan kecepatan konstan. Perlahan Ruben melihat selimut kabut yang meliputi semua benda dan sudut. dan pixel-pixel itu bergerak mengarus. sesuatu bergolak. Inspirasi halus yang hinggap di sukmanya telah mengamplifikasi seluruh sistem pemahaman yang ia miliki... "Aku melihat kejernihan. berekspansi. Persamaan matematis yang digunakan untuk meneliti fenomenon ombak soliton juga . Ruben mengangkat kedua tangannya. Terus berjalan tanpa putus bagaikan ombak soliton6 mengarungi samudra. Terus bergerak. Dan apabila ia mampu mengidentifikasikan dirinya dengan pixel-pixel itu— bukan tubuh seorang pria bernama Ruben—maka berarti dirinya. Dan ketika pandangannya menyeberangi selimut itu.sesungguhnya terdapat di solar plexus. Ternyata. Tidak ada ruang dan waktu. sekelumit rahasia semesta terungkap di depan matanya. menjadikan keping-keping teori yang selama ini terpecah-pecah tiba-tiba terekat menjadi satu. ternyata hidup ini cair. Ia berada di titik bifurkasi.. clarity. Fisiknya adalah gambar proyeksi semata. dunia materi ini.. Tidak ada sebab dan akibat. Ada.. ia menyaksikan bagaimana Gelap dan Terang telah bekerja sama menghadirkan realita. Yang ada hanyalah. batas-batas terangkat. Dan di tengah ruang tamu itu. Mata Badai. Perlahan.. karena sesungguhnya justru dalam ketidakpastian manusia dapat berjaya. ia pun tertawa lebar. yang menginginkan kepastian ataupun ramalan masa depan. 7 Supernova simpatis di depan aorta dan di belakang lambung. dan ia pun tercekat. Sia-sialah orang yang berusaha menjadi batu di arus ini.

"Tidak ada lagi pertanyaan soal waktu. kupu-kupu Lorenz. Aku kan bukan calon dokter. dong/' "Eh. Ia menatap Dhimas tak percaya. Paradoks Kucing Schrodinger. teori relativitas/ fisika kuantum. padahal ini ibarat utang besar yang harus dibayar tubuh kita. Gampang. Mereka memproduksi serotoninnya dengan alami.. salah satu mistik Sufi." "Semua karena kejernihan.. Nggak usah susah-susah atur napas. "Ah.. Kamu tahu." "Aku ini seorang pujangga.dimanfaatkan pada riset fusi nuklir dan s u per konduktor... "Aku melewati itu semua. seharusnya malam ini kamu bisa jadi apa saja... kapan lulus kuliah. sebenarnya tidak ada yang namanya. tidak pakai bantuan eksternal macam begini. itu semuanya debu!" potong Ruben keras.. Tinggal telan. kadangkadang aku berpikir semua itu berasal dari satu Kotak Pandora." "Seorang kapiten juga boleh." Sorot mata Ruben yang tadi terbang mendadak jatuh." "Tapi bukan itu masalahnya. Ingat. assignment.. ." "Jadi kita lagi meditasi? Enak juga. kuis. ya?" "Mana saya tahu.." Dhimas menuding balik. teori chaos." "Aaah.aku akan merekonsiliasi pertentangan para materialis dan idealis! Materi dan nonmateri! Sains dan mitos! Semuanya terbayang jelas!" Ruben terus menyerocos penuh semangat... jalan pintas..." "Ah. "Kamu pernah belajar teori chaos?" "Excuse me? Teori chaos? Aku baru saja menggubah puisinya Attar.. Aku me-maha-mi." "Jika terlintas hasratmu menatap keindahan yang kami puja/Lihat ke dalam hatimu dan bayangnya pun kan nyata/ Jadikan hatimu cermin dan berkacalah di sana/Temukan keagungan Sahabat nan mulia. jangan bikin jadi bad-trip.. Dhimas. Kamu yang kuliahnya di Johns Hopkins. Sekarang kita boleh menganggapnya hal kecil." ia berusaha menjelaskan. serotonin agaknya semacam deterjen otak. ya! Sufisme. kok." "Heh.. "Semua gara-gara serotonin.." "Kucing setengah hidup-setengah mati itu?" ". terbata. Dualitas Elektron. Yang Aoa Hanyalah ada semuanya hadir di sini. ngerti? Paradoks Einstein-Podolsky-Rosen. ya. orang-orang yang sedang bermeditasi itu kadar serotonin di otaknya langsung meningkat.

Kamu sadar betapa indahnya puisi itu? Dan betapa relevannya dengan apa yang kubilang tadi?" "Memangnya kamu bilang apa?" "Bahwa kebenaran yang utuh baru kamu. dari tadi kamu belum ngomong soal itu. ambil major marketing atau business administration. Ngigau. dong." "Mengagumkan. "Lho. dapatkan setelah melihat kedua sisi cermin kehidupan. ya?" Ruben terperanjat... "Janganjangan. serotonin adalah deterjen otak?" "Itu baru hipotesis.. Orang terlalu banyak uang dengan orang yang terlalu miskin akan bertemu di titik yang sama. jangan dipukul rata." terdengar suara menelan ludah. atau anak jenderal.." "Wow!" Ruben berdecak kagum.hanya beda zaman. karena aku pasti ikut summer class. "Ternyata lebih parah lagi. "Aku salut. kamu barusan mimpi.?" Ruben tertawa keras. atau anak orang konsulat. kamu pasti anak konglomerat. "aku sebenarnya. Kenapa?" "Bisa jadi kamu benar." "Ruben. Kepalaku juga rasanya jernih." "GayV Dhimas terlongo. atau cuma metafora. setiap summer atau vtinter bisa pulang ke Indonesia. ya? Tapi kok rasanya sangat riil? Luar biasa! Oh.. kamu bagian terindah dari tubuhku1!" Dhimas sekilas melirik Ruben yang terkapar di sebelahnya. serotonin. Dan cermin itu sangat dekat. Cuma masalahnya." "Dalam hati kita sendiri?" "Aku lebih suka: dalam setiap atom tubuh kita... sorry. g iman a kamu bisa. Mentang-mentang dapat sponsorship. katamu tadi.. Tidak cuma sebelah. Aku kok jadi ingin jujur tentang sesuatu. Tentang diriku. Kebanyakan orang cuma menganggapnya rekreasi dangkal." "Berani taruhan. sih." potong Dhimas. Sama-sama krisis apresiasi.." "Jangan belagu. dan -punya stok Indomie berdus-dus. beda bahasa. "Mana mungkin? Bukannya tadi aku menerangkan konsep Mandelbrot? Turbulensi?" Dhimas menggeleng dan tertawa kecil. "dan tidak pernah pulang waktu summer." 10 Yang ada Hamkalah a "Oh. Jadi. Begitu stok habis tinggal telepon mami-papi. beres. Kamu kok mampu mengapresiasi sebegitu tinggi." "English Literature.. atau ambil course. "It was so .." "Kalian kebanyakan duit.. tadi cuma percakapan dalam otakku saja.

Satu tulisan atau riset yang membantu menjembatani semua percabangan sains. kalau saat itu datang. my friend.. Mendapatkan Dhimas yang sedang tersenyum tulus menatapnya." Dhimas tiba-tiba berceletuk. dan senyum itu tetap sama. "katanya." "Fine. Orang tuaku juga sudah tahu." "Berarti satu waktu kita akan kembali ke momen ini lagi? Haleluya!" "Dan semoga. Tolong jadi saksinya." Keduanya langsung memulai kembara imajinasi masing-masing." Ruben sudah berhenti melayang. Merasa konyol. Untuk kedua kalinya Dhimas terlongo. Sepuluh tahun berlalu. ya?" Dhimas tidak mampu berkata-kata lagi. Lama mereka terdiam." "Sepuluh tahun? Lama amat. dan kamu harus fly dulu untuk ngaku?! Ha-ha-ha!" Dhimas ikut terbahak. katanya kalau sampai aku dipanggang di neraka bersama para pemburit seperti nasib Sodom dan Gomorah. . "Eh. Senyum yang mengantarkannya naik ke podium dan berpidato saat diwisuda dengan predikat cum laude. Hebat." Mendengar itu.. "Tidak mungkin. "Aku ingin membuat ikrar. Roman yang berdimensi luas dan mampu menggerakkan-hati banyak orang. Senyum yang menyuruhnya tidur saat ia keseringan begadang karena menyusun makalah seminar. Ia serasa menemukan pahlawan sejati.. zat keparat ini akan mengendap di sel lemak sampai bertahun-tahun. Soalnya kalau aku dianggap produk gagal.. Satu masterpiece." n "So help us God. Satu masterpiece. apartemen kamu yang katanya di Dupont Circle. "Ikrar apa?" "Sepuluh tahun dari sekarang. berarti mereka juga. mereka bakal minta ke Yahweh untuk ikut dibakar. kamu kelihatannya sangat.." "Sangat 'laki? Siapa bilang jadi gay harus ktemakklemek atau ngomong pakai bahasa bencong! Gini-gini aku sudah 'coming ouf dari setahun yang lalu. Pikirannya kini menjejak kokoh ke tanah. aku harus membuat satu karya. ya. "Tenang saja.. sepuluh tahun juga buatku." "Time flies. Memangnya aku bukan?" Ruben berkata enteng. kita bisa mengalaminya bersamasama lagi.obvious! Dari teman-teman hang-out kamu. kepala Ruben otomatis menoleh. Sepuluh tahun buatmu. Malah mereka sudah kompak.

Sebuah rumah simpel di daerah selatan Jakarta. Ruben adalah inspirator sekaligus kritikus paling sempurna buat Dhimas. Ruben tidak menamakan rumahnya perpustakaan hanya karena ingin terdengar lebih manusiawi. Si IndoYahudi bersemangat tinggi yang selalu sibuk menggabunggabungkan ilmu psikologi dengan teori-teori kosmologi yang cuma bisa ia mengerti sendiri. Tiga bulan dan dua puluh satu hari berikutnya.Senyum yang tabah mengiringi suka-dukanya selama jadi dosen. memancarkan ketidakrelaan. yang ada malah kertas dan pulpen. Bisa jadi hand-out kuliah saja sudah bagus. butuh riset lama. Ruben dan Dhimas tidak pernah tinggal seatap sebagaimana biasanya pasangan gay lain. sudahlah. Tetap Yang ada Hanyalah ada "Happy 10th Anniversary. tapi tidak akan menarik. Hormon cinta. sekalipun sudah sekian lama mereka resmi menjadi pasangan. "kita sudah sepakat kalau masterpiece ini akan menjadi karya berdua. Dengan ide-idenya yang segar." Semilir angin Ibu Kota yang hangat menyusup masuk -lewat celah jendela ruang tengah Ruben. Dan tidak dalam bentuk jurnal ilmiah. Kobaran semangatnya mampu menyalakan tungku banyak orang. Dan Ruben pun masih tetap pahlawan Dhimas yang dulu. Uniknya. tetapi sebuah cerita. Malam di Watergate Condominium adalah badai serotonin mereka terahir. ornamen utama rumah itu adalah buku. Alfabetis. "Ruben. mereka dilanda badai baru." Dhimas memasang kacamatanya. Tak ada tulisan ataupun naskahnya yang tidak lebih dulu terplonco diskusi panjang dengan Ruben. Ide kamu kemarin itu terlalu mahal. Tidak juga boks cokelat di atas meja bundar itu." "Happy Anniversary to you too. Tak banyak detail estetis dalam interiornya. dan maaf. Di hari jadi mereka yang ke-10. Ruben. "So. jawabannya: supaya bisa tetap kangen. Bisa dibilang. Ruben yang selalu menyebut dirinya sang Psikolog Kuantum. Kita kan butuh kemasan yang populis supaya karya ini bisa dibaca banyak . Badai endorfin. dear Soulmate. Tidak pula ada bunga." Muka Ruben langsung bereaksi. Padat. Kalau ditanya. Jajaran rak buku dari dinding ke dinding.

Percuma pakai tokoh geland angan atau setting desa dengan sok-sok pakai aksesori kebudayaan daerah. Antara ingin Timur dan berlagak Timur. hmm.orang. yang sudah menikahnya lebih baik si pria. lokasi Jakarta. moralitas. bagaimana dengan kita? Look who's talking. Aku setuju." Dhimas sibuk mencatat." . Yang mampu membangun sekaligus paling potensial untuk merusak. aku setuju. pasangan homoseksual?" "Bukan. Tidakkah kita patut digolongkan ke kategori yang sama?" "Sarana kita boleh sama. Mendadak Dhimas tertawa kecil. yang romantis." "Klise. "Jakarta." "a/s/l?"7 "Di bawah empat puluh tahunlah. urban. kontroversial." "Let me guess. okelah. misal." "Usia 20-an akhir sampai 30-an awal. "Mereka itu sebenarnya manusia- . "kita akan membungkusnya dalam kisah cinta yang bukan biasa-biasa.. Sepuluh tahun pun bagaikan sekedip mata. Isu itu masih terlalu minor untuk masyarakat kita. "Lalu. besar di metropolitan. orang dengan gampang menyudutkan dengan dalih 'laki-laki buaya' atau 'ceweknya aja kegatelan'.. punya akses teknologi dan informasi yang baik. dude. orang-orang urban. Aku ingin tokoh-tokoh kita semuanya muda. "Baik. Aku ingin mengambil pasangan hetero tapi memiliki rintangan besar. "Menurutmu.. Agama. atau wanita?" "Wanita/jawab Ruben tegas. sembari terdesak habis oleh Barat sekaligus paling keras mengutuk-ngutuk. di Amerika pula—biangnya kapitalis. sekaligus puitis: Sepakat?" Ruben cuma mengangkat alis.. tapi tidak menjadikan ini ikut tipikal." Dhimas kembali memulai. Pada kenyataannya para yuppies tadi yang bakal jadi corong bangsa. menyusul memasang kacamatanya. profesional. "Kalau pria. Poligami pun bisa dapat pembenaran agama. Sebuah roman sains." 13 12 dibutuhkan usaha bila ingin bertemu satu sama lain. institusi. ada pertentangan nilai moral dan sosial. Tapi harus kuakui. usia produktif. intelek." Ruben menunjuk kepalanya dengan penuh percaya diri. kuliah di luar negeri. Kita juga muda. Siap menulis catatan.. banyak dimensi di sana. Kota ini biangnya dualisme. metropolis. yang satu sudah menikah. Tidak ada konflik.

Skala besar-kecil hanyalah interes pikiran mayoritas manusia yang masih tergila-gila dengan ukuran. kisah cinta adalah cerminan kisah masyarakatnya yang lebih luas dan kolektif. Netral yang bersikap." "Dhimas!" protes Ruben seketika. Dia harus kita simpan paling belakang. Ya n o Ada Hanyalah ada mewah. sex. Avatar adalah semacam Yang Maha Kudus mengambil wujud manusia biasa." "Pihak di titik nol. Istilah ini juga biasa disinonimkan dengan konsep "Juruselamat" dan sejenisnya. Tapi berapa gelintir yang menjalaninya dengan makna? Di mataku. "Sesukses apa dia?" "Sukses dengan 'S' kapital! Cream of the crop.»VV' 8 Dalam mitologi Hindu. Kita mulai dari si pria." Lidah Ruben yang pedas mulai berpostulasi. kan?" "Padahal sesungguhnya dia berjiwa Pujangga." "Nanti dulu. sama-sama saja." tambah Ruben lagi. "Aku cemas konsep itu terlalu 7 age. Jadi. "Lalu kenapa cerita itu harus menampilkan seorang Avatar8 ?" Dhimas berujar ragu. Tekanannya lebih besar lagi. Kembali ke pasangan hetero kita. . Individu selalu dibangun oleh lingkungannya. dan sukses. location . "Supaya aku semangat nulisnya. tidak ada perkara yang insignifikan. di dalam sistem sekompleks semesta. Pada titik tertentu. haruskah kapasitas seorang Avatar yang turun tangan?" "Ingat. si pria. Mencari ilmu dalam sistem dan iklim yang sama sekali lain." "Dia harus ganteng!" sela Dhimas cepat. "Sebentar . Bukan sukses pemberian.. sang Avatar adalah pihak netral yang akan merekonsiliasi semuanya. Bergelut di dalamnya. Avatar berarti inkarnasi dari Yang Maha Tunggal." "Yang jelas dia harus pintar. Untuk sebuah konflik kisah cinta. bukan begitu?" "Aku mengerti. Kasih dia jabatan tertinggi.manusia yang beruntung karena punya kesempatan komparasi dan kontak langsung dengan budaya global. Dan dia juga harus diberi suasana pekerjaan yang berkonflik. "Menarik! Mari kita bahas tokoh satu ini.. Dhimas pun langsung bersemangat. Sesuatu yang menekan..." "Multinational corporation. apa lagi?" Dhimas mengangkat bahu. yang gagal dan cuma ngabisin duit ortu dengan yang selesai tapi cuma jadi mesin.

sebuah konflik masa kecil akhirnya memisahkan dia dengan talenta alamiahnya.dulu. maka komputer supercanggih pun akan terjebak dalam paradoks logika tak berakhir. Di situlah esensi Cinta akan dipertanyakan! Bayangkan sebuah komputer canggih yang superteratur. Karena itu Ruben tidak pernah setuju dengan paradigma fungsionalisme yang berpaham bahwa pikiran manusia satu bangun dengan komputer. semua berbalik ketika dia menemukan Sang Puteri. yang memberikan pernyataan 'Semua orang Kreta pembohong. Bingung antara memilih jawaban 'ya' atau 'tidak' karena keduanya jawa ban yang valid. tidak ada satu orang pun sanggup menghadapi Epimenides tanpa jadi gila. Tidak juga tersedia Norton Anti Virus. Kalau betul demikian. ia melihat gerbang kuantumnya di kondisi yang ditawarkan Dhimas." "Tenang saja. Siapa yang harus disalahkan? Tidakkah semua pertanyaan mengenai hampir 15 supernova segalanya akan tergodok sampai mendidih? Lalu meledak?" papar Dhimas bersemangat. seorang Pujangga. sebuah sistem yang overloaded akan mencapai titik bifurkasi yang akan diikuti terbukanya cabang baru. Otak sebagai peranti keras. Sesuatu yang hanya dapat dilakukan sebuah sistem berkesadaran. Sementara mereka terjebak kondisi yang tidak memungkinkan pula. Ia tahu persis. Ruben langsung tertarik. Walaupun aku tidak punya imajinasi cukup untuk mengaitkannya dengan sosok eksekutif perusahaan multinasional. "Baiklah. Sampai akhirnya. tiba-tiba kacau akibat disusupi virus alien. dan menjadikan dia robot sukses tapi hampa. itu justru akan membuat segalanya menarik! Katakanlah. Ruben pun menganggukangguk kecil sambil tersenyum puas. dan pikiran atau mind sebagai peranti lunaknya. Itu urusanku. Persis seperti cerita klasik tentang Epimenides. Manuver kuantum. Satu-satunya cara untuk menyelesaikan paradoks tadi adalah meloncat keluar dari sistem. tidak cuma mekanis.' Dan ketika dimunculkan pertanyaan 'Apakah Epimenides berkata sebenarnya?'. seorang Kreta. Tapi tidak demikian dengan manusia." "Kita namakan siapa dia?" "Jangan .

tetapi hangat. "Ksatria dan Puteri.. ternyata ada di sana." tukas Ruben setengah mengolok. Perlahan ia meraba kantong kemejanya. kirain siapa. Harvard Business Review. tempat kacamata. sungguh romantis. Telepon rumahnya berdering. Seolah-olah menemui wajah itu sekali lagi." ." Sahabatnya. thank God tomorrow's Friday. Barang kecil itu.." "Ksatria yang memperjuangkan cinta Sang Puten. Ia menyesal tidak langsung memasukkannya ke tempat yang aman. Sialan. si Ale lagi." "Yah. "Halo? Yah. bukan?" / "Lalu.-Cuma sejarahlah yang layak memuat kita berdua. Diambilinya dengan penuh kesaksamaan.. harus membunuh naga. Kena kutuk apa ya perusahaan ini.. Bukankah itu yang semua orang^atr?^ 17 Seusai memasuki garasi rumah. Re. makasih. Sementara sebut saja dia 'Ksatria'. Kans bertemu kunyuk albino itu tetap sama. Ia pun tersenyum.ditentukan sekarang. Aku juga cuma iseng. adakah tempat buat pasangan seperti kita di negeri dongeng. Dasar Ambon gila. Dhimas cuma tersenyum. Tergopoh-gopoh ia berlari ke dalam.. Mau jalan malam ini?" "Nggak. ia masih mencari. Hangat yang nampaknya kekal. kok bisa-bisanya dia direkrut jadi regional president Aku harus report ke dia langsung lagi. ia tidak langsung turun dari mobil.. every fucking month!" "But.. kertas-kertas. Ale. Dicermatinya semua barang satu per satu. Tidak lagi bergejolak. Dia masih bakalan di sini seminggu penuh.. Berusaha melawan rintangan kasta. pengikut-pengikut Socrates.. Aku malas kalau harus berurusan lagi dengan dia minggu ini.. tertawa di ujung sana. "Halo. memandangi pensil kecil dan jelek itu. Ia tidak mau ada yang ketinggalan. my love?" "Tentu saja tidak.. oh. Buat apa lagi negeri Yang Ada Hanyalah ADA dongeng?" Kedua pria itu duduk berhadapan. apa bedanya? Bakal ada hari Senin sampai Jumat lagi. Terlalu banyak yang harus ia pikirkan sehingga tak mampu lagi memungut detail-detail kecil. Klasik.. charger telepon genggam." *Si bule kunyuk?" 18 Ksatria "Yeap. Tas. Mantan vice president-mu itu. Kerjaan banyak. Kita pasti bakalan debat panjang soal itu... Kehangatan terpancar dari mata mereka.

Ale pasti tertawa kalau tahu ia sudah bisa melamun lagi. Ke rapat-rapat panjang itu. Ia tak menyentuh pekerjaannya sama sekali. Dan kamu memang profesional sejati. Kadang-kadang aku berpikir untuk keluarsaiar-lalu buka bengkel juga.. sama kayak si kunyuk. Melamun. begitu kamu menempati posisiku. Jelaslah ia tak akan bisa menghubungi Rana.. Re berdiri. dan puas karenanya: Re sadar ia berlari dalam pelarian monoton. pikiran yang santai. Itulah gunanya melamun. Namun malam ini sudah lain. membuat teh hangat. tidak dengan pikirannya yang selalu padat dan terfokus. Badan yang santai. Itu omong kosong besar! Akui saja Re. aku yakin kamu malah kangen ingin balik ke kantor. Kalau kamu berminat. Untuk membangkitkan apa-apa yang tak mampu disentuhnya langsung. secara tidak langsurtg. Ia ingin buru-buru bersantai. Re menuliskan nama itu di pintu kaca yang penuh uap. Taruhan. Betapa~puj^ dalamnya kebahagiaan itu. besok kita bebas pergi ke klub. Oh. memandangi tetesan-tetesan air yang bercahaya keperakan. begitu juga malammalam terakhir selama sebulan ini.rutuk Re. Kamu itu kutu loncat MNC. "Yang jelas. Oke?" Re cepat menyudahi pembicaraan itu. Berada di bawah kucuran shower.. selalu ada kekecewaan yang sama dalam. membayanginya terus menerus. kamu menikmati kesibukanmu." Re terkekeh. "Aku iri denganmu. . Puteriku." "Aku tidak yakin." "Lihat besok. apalagi ke rumahnya. memampukannya untuk melamunkan Rana lebih intensif. sekali-kali memainkan dumbel sambil baca majalah. Karena Rana. Rana. hampir pukul satu malam.. Mendapatkan dirinya seperti anak remaja yang jatuh cinta dan selalu ingin menuliskan nama p ujaannya di mana-mana. ia kembali menghargai betapa nyamannya berdiam dalam kaus oblong dan celana pendek. menonton acara televisi.pauj Jrtg7 "Tai sapi. membiarkan pikirannya terstimulasi dalam simulakrum. ke telepon genggamnya. Satu hal yang dulu tidak pernah dilakukannya. Tidajc^daJagi hieiaifkiTTidakada lagi rap_alrrapat. the expert planner and schemer. Ia bohong pada Ale. Re melirik jam.

Untuk pertama kalinya pula Re mengerti: ia telah memilih jalan hidup yang sederhana.. kalau tidak. Aku cuma punya beberapa piringan hitam— laut pribadiku yang di dalamnya selalu ada kamu.. untung saja ia hidup. Carikan-carikan yang sama setiap malam selama sebulan ini. kalau tidak. Pesimisme-mu... .. Puteri. Di dalamnya aku bisa berenang selama ikan. Surat pertamanya untuk Rana. Bumi adalah sebuah kumparan besar yang melingkarkan semua makhluk dalam kefanaannya. tidak Ale. Tapi itu tidak penting. Semua berawal dari satu getar sel abu-abu. Re menengadah. Pertemuan itu. Kembalilah ke puri ini. Aku kangen kamu.-real is Love/Love is wanting to be loved/ Love is you/You and me/ Love is knowing/You can be.. untung saja jadwal hari itu kosong. Bumi menggetarkan nyali dengan palung-palung dalam... Samudra kata terbelit musik dan diudarai kenangan. Jendelaku adalah carik-carik kertas— berisi daftar pertanyaan tentang dunia yang tak akan habis dimengerti. Bumi punya langit sebagai jendela terhadap galaksi mahaluas yang berjaya dalam misteri... Dan Re sanggup menghabiskan berjam-jam hanya untuk kembali mengenang. "Love is real. kalau tidak. . Untung saja ia menerima permohonan wawancara itu.. dan tidak juga Rana sendiri. Yang penting adalah evolusi yang kembali menjadikannya seorang pujangga. Inilah nirwana yang mampu menampung perasaan kita. Semua berawal dari satu gerakan. Merunuti satu demi satu rantai waktu yang membelitnya hingga kini. Namun kau pilihanku. Malam yang melarut pun membawanya ke pos terakhir sebelum tidur: kamar kerja. Semua berawal dari satu ide. Tak ada yang tahu keberadaan surat-surat itu. Melingkarkan engkau dan aku.. kalau tidak. berputarputar di kursi.. Satu semesta mungil yang mampu melumat bumi kalau aku mau membentangkannya.. Re tidak pernah mau diwawancara. Rana..." Piringan hitam album John Lennon-nya yang sudah belasan tahun kembali diputar..... dan kamu lagi... Kangen ketidakpercayaanmu.. Di meja kerjanya terdapat carikan-carikan kertas. untung saja ia bekerja di kantornya.sedang apa kau sekarang..

setidaknya menurut standar umum. Ia selalu mendapatkan fasilitas nomor satu. Tidak banyak telepon. membuka-buka lembaran faks. Dari mulai majalah bisnis betulan sampai majalah wanita yang ingin menjadikannya pria bulan ini. Namun ia melewati semuanya dalam keadaan berpikir. Sebelah kakinya bergetar gelisah. kamu yakin saya tidak ada urusan apa-apa pagi ini?" "Tidak." Re otomatis mengetuk-ngetukkan bolpoin. mobil dinas setidaknya harga lima ratus jutaan. ia sudah tidak ada di sana. Re agak kaget ketika mendapatkan jadwal tiga jam pertamanya di pagi itu kosong. Apa yang dibayangkan kebanyakan orang jauh berbeda dengan apa yang sesungguhnya ia jalani. Ia menyapa semuanya dengan ramah. Namun dari semua pagi yang ia jalani di kantor. menerima laporan ini-itu. yang lebih gila adalah 21 rumah-rumah produksi yang menginginkannya main sinetron. Wanita cantik ada di mana-mana. atau hanya memandangi dari jauh. Pesta-pesta gila. bergelimang wanita cantik. Terbang dengan first class. Ia sudah merasakannya. Lebih dari tiga lusin yang pernah ditawarkan untuk 'dipakai'. Ia memang sukses. Dan ia sudah mengunjungi puluhan pesta. Agaknya mereka benar-benar tidak tahu kehidupan seperti apa yang dijalani seorang managing director sebuah perusahaan multinasional. Pagi yang menjadi kunci pertemuan pertamanya dengan Rana. "Irma.Deretan majalah dan surat kabar berburu untuk memuat artikel tentang dirinya. Tapi sebelum pesta-pesta itu menjadi benar-benar gila. Baru ulang tahun ke-29 tapi sudah jadi managing director. Tampangnya jauh dari kategori jelek. Re harus mengakui pagi satu itu memang lain. Ia bertanya lagi pada sekretarisnya. dan akomodasinya hampir selalu bintang lima. Tidak . Mungkin ada. Banyak yang mengira ia menjalani kehidupan jet set. Pak. Tapi menurut Re. Re harus mengatur energinya untuk hari esok. dan pesta-pesta gila. Sampai sekarang masih banyak agency yang menawarinya jadi bintang iklan. Terlalu banyak pekerjaan yang tak bisa ditunda. telepon dari sana-sini yang tak mengizinkannya menikmati pemandangan jalan.

ya.." Ksatria "Nggak ada kapoknya itu orang-orang." Intuisi. "Irma. Tidak banyak laporan baru di meja. ya?" "Nanti." gumam Re. Komputer tidak pernah memberikan ruang-pada intuisi. Pak?" Programnya dengan cepat kembali normal.. Re tercenung untuk yang kedua kali. Perhatian Re teralih pada kupu-kupu mungil yang terbang memasuki ke ruang kerjanya. ya sudah. "Pak. Untuk pertama kali setelah sekian lama." Kalimat itu menggantung.. sudah saya taruh di meja Bapak. Cukup terkesan akan sikapnya yang tidak langsung menolak mentah. Program otaknya siap menolak. Tapi. Kalau tidak bisa. Pikirannya setajam dan serapi komputer Pentium. Ia menanyakan kesediaan Bapak. Napasnya masih terengah-engah. Re tercenung. Re merasa ada yang salah. Itu. "Tapi kenapa. nanti dulu. Tak ada yang menarik.." Ia membongkari tumpukan di ujung kiri mejanya. Berputar-putar di jendela. Sudah lama Re tidak menerapkan konsep itu." Kupukupu mungil itu terbang lagi. Majalah baru. "Tapi mereka hanya punya tiga jam ke depan ini. "Oh.banyak e-mail." Tawa kecil spontan menyembur dari mulutnya. Sungguh ganjil ada kupu-kupu mungil berwarna putih terbang di ketinggian gedung seperti ini. "Saya belum . seorang wanita tergopoh-gopoh sampai di lantai gedung itu. membukanya sedikit. Kurang dari dua jam." Re membuka-buka sekilas. Ia lebih memperhatikan seekor kupu-kupu yang terbang di dekat jendela. "Kasih tahu mereka kalau saya bersedia. dan kembali menemukan jalan keluarnya. Tanpa ada alasan yang jelas ia menghampiri jendela ruang kerjanya. Tak lama kemudian." Re sadar ia akan melakukan sebuah keputusan intuitif. Lebih cepat mereka bisa datang lebih banyak waktu yang mereka punya. "Kemarin sore mereka datang dan mengantarkan sampelnya. kupu-kupu.. menari lincah dan dengan polos hinggap di meja.. suara Irma muncul dari speaker teleponnya. ada lagi majalah yang minta wawancara. Dekat majalah itu. "Pak? Saya tolak saja. ini dia. "Majalah apa itu?" "Majalah wanita. logo majalah itu adalah. timbul sebuah keheningan dalam pikirannya. Mendadak Re memperhatikan sesuatu.

Mungkin fenomenanya sama seperti Anda. "Selamat siang. Tidak tahu apa jadinya nanti. Anda punya waktu satu jam sepuluh menit. Sikap duduknya berubah santai. Ia tidak punya banyak waktu untuk menenangkan diri. Tidak menyangka dirinya akan langsung disambut dengan gerakan melihat jam tangan. kalau boleh tahu. "Saya wakil pemimpin redaksi. Kenapa?" U Re tertawa renyah. dan kepenasaranan akan profil pria ini bukan cuma lingkup antar kantor lagi. Wanita itu berusaha setengah mati untuk nampak tenang. Ini sangat memalukan. "Jujur saja. "Maaf. "Silakan. Menyusun konsep wawancaranya saja belum sempat." Re menjabat tangan wanita itu." "Rana. Ternyata pria ini lebih tampan dari yang dibicarakan orang. Terasa sangat dingin. Ia memberanikan untuk melirik sedikit. hanya beda skala. "Dua puluh delapan. Perlahan ia mengeluarkan peralatannya: buku catatan. beda bidang/ ia menjawab lugas. "Ada lagi yang kita tunggu?" Re me ngusik lamunan singkatnya." Rana mulai terusik. "Panggil saya 'Pak' atau 'Re'. Bahan rumpian di salon atau klub kebugaran. umur Anda berapa?" Keningnya langsung berkerut. dan dia pasti tidak tahu sosoknya sudah nyaris menjadi mitos. bolpoin. terserah. "Sori. Hasil publisitas mulut ke mulut'akan sangat dahsyat bila beredar di segmen yang tepat. sementara ia tahu persis kaliber seperti apa yang bakal dihadapi. saya tidak mempersiapkan apa-apa. yang 24 Ksatria bisa juga dijadikan bahan. Rana malah mengeluarkan gumaman-gumaman aneh. tape recorder. Bukan kenapa-kenapa. Ia sungguh tidak tahu harus memulai dari mana. Suaranya memantap." suaranya bergetar. kan?" tanyanya setengah panik* Reporter itu cepatcepat mengatur napas. Sori. Ferre. Rana termasuk salah satu yang termakan. Atau kita . tapi sudah menjadi kepenasaranan massa.terlambat." Irma membukakan pintu. Saya hanya membawa biodata standar untuk diisi. akibat pemberitahuan Anda yang mendadak. Saking gugupnya. Saya kira saya akan diwawancarai reporter senior yang umurnya setidaknya 3540 tahun. pandangan menjadi berani.

. "Syukurnya. rubriknya berjudul 'Impian Siang Hari'. Diam-diam Rana menyesal. Maksudnya. "Mungkin karena kupu-kupu adalah lambang metamorfosis bagi semua orang? Atau bisa juga karena. atau tanpa waktu untuk bermimpi. kita bisa mulai dari mana-mana. "Barusan adalah pertanyaan pertama Anda?" tanyanya datar. Mendekatkan mereka pada impiannya. "Mengapa kupu-kupu?" "Ha?" Lagi-lagi Rana tidak siap. Ada banyak pekerjaan yang masih punya ruang untuk inspirasi. 25 orang ini begitu provokatif. Ia mulai bingung. "Di antara kepadatan aktivitas Anda. lain dengan hatinya yang tertusuk. pernahkah Anda menyempatkan diri untuk berkhayal. Pembicaraan yang tidak berskema kadang-kadang malah lebih punya bobot daripada yang direncanakan. melamun?" Rana balik bertanya. di tengah masyarakat yang krisis produktivitas ini." Re tersenyum. Terjemahan harfiah dari daydreaming." tandas Rana berapi-api. garang. Menurut saya. ya?" "Mungkin tidak menantang buat Anda sama sekali. Artikel ini ingin menambahkan bahan bagi mereka untuk bermimpi. Bukan manusia. Dan wanita ini memang mulai jadi menarik." "Saya setuju.bisa mulai dari udara." jelas Rana diiringi tawa kecil. Di balik penampilannya yang serba charming. mimpi adalah bentuk lain dari kreativitas. Memang kenyataannya figur seperti Andalah yang sering dijadikan impian siang bolong para wanita." "Manusia bermimpi tidak hanya waktu ia tidur. ." "Udara?" Badan Re langsung condong ke depan. "Itu istilah saya pribadi. Wajah Re tidak menunjukkan reaksi. Pekerjaan tanpa mimpi. "Logo majalah Anda. ini untuk rubrik apa.. Bahkan tape recorder-nya belum dinyalakan. adalah pekerjaannya robot. "Oh. Begitu cepatnya ia terpancing. "tapi ngomong-ngomong. jadi. Anda dan majalah Anda malah mendorong orang-orang untuk bermimpi siang bolong?" Wajah lucu itu langsung mengeras. Pertanda ia mulai tertarik. tidak. siapa mewawancarai siapa. namun banyak juga pekerjaan yang menyita segalanya. Itu saja. Menjadi kreatif tidak kenal siang atau malam. mengapa dipilih kupu-kupu?" Rana tidak pernah tahu persis.

keduanya meninggal dunia. Hangat. tidak ada air muka yang Ksatria sebrilian itu selain ekspresi Mr. di masyarakat kita kupu-kupu merupakan pertanda kedatangan tamu? Dan majalah saya ingin menjadi tamu yang diinginkan di setiap rumah. . mereka adalah kakek nenek saya. Kakek saya persiapannya luar biasa. Bayangkan. Kok bisa tahu?" Rana terkesan. Ini semua terlalu naif untuk disebut kebetulan. Gregory Tanner. "Aneh." dengan Jenaka Rana mengacungkan ujung kemeja putihnya. sahabat Opa yang sudah seperti ayah saya sendiri..?" ia pun menyebutkan nama itu seolah-olah meminta izin. berikut semua biaya hidup dan sekolah saya sampai selesai.. Akhirnya saya tinggal dengan kakek dan nenek. saya mulai dari awal: rumah dan keluarga. di gedung setinggi ini. Bean saat di belakang stir mobil Morrisnya. "Jadi. "Re." "Mungkin itu artinya Anda akan kedatangan saya. "dan pasti Anda juga yang memilih nama rubrik itu. Dan Rana mulai merasa nyaman berada di hadapan Sang Mitos.." "Memang betul. tapi semuanya seperti jelas. "Oke. Malah Rana yang tercenung. atau karier?" "Ibu saya meninggal ketika umur saya 5 tahun. Senyum dan kata kamu terasa mencairkan sesuatu." "Tadi pagi saya kedatangan kupu-kupu. Di kamusnya.. ada kupu-kupu kecil yang masuk lewat celah jendela. kalau ada figur orang tua yang paling berperan. "Sebesar apa peran orang tua kamu dalam pembentukan karakter.. kupu-kupu tadi juga warnanya putih." Wajah itu begitu datar." Re menggumam. "Kamu baru di ruangan ini sepuluh menit." Rana menyalakan tombol record. kupu-kupu sebesar orang berbaju putih. Waktu umur saya 11 tahun. Saya sendiri belum pernah bertemu ayah saya. Dan mereka telah me ninggalkan wasiat untuk menitipkan saya di keluarga sahabat kakek di San Fransisco. signifikan.." Re tersenyum. "Apa cita-cita kamu waktu kecil? Dokter? Insinyur? Ingin seperti Pak Habibie?" Pria itu tertawa. ya?" Re menarik napas sebentar.eh. Dan tentu saja. Bagus. Mungkin kamu memang orang yang berkepribadian kuat. Seolah tidak ada secuil pun unsur dramatis dari cerita masa kecilnya. Teringat daftar cita-cita klasik .

Ia relakan seluruh kepercayaannya pada Bintang Jatuh menjadi sebuah nyawa. Rana?" "Bintang film. Tetapi kupu-kupu hanya bisa menempatkannya di pucuk pohon. Namun kalau Ksatria tak mampu mendarat tepat di Puterinya. maka ia akan mati. Ksatria keluar dari kastil untuk belajar terbang pada kupu-kupu. Ksatria jatuh cinta pada puteri bungsu dari Kerajaan Bidadari. Ia alami ketika sedang membereskan rak-rak taman bacaan tua milik Opa. Ia menawari Ksatria untuk mampu melesat secepat cahaya. Ksatria lalu belajar pada burung gereja.. Ksatria sedih. "Kalau kamu?" [ Tidak ada yang tahu betapa sulitnya pertanyaan itu. Burung elang hanya mampu membawanya ke puncak gunung. "Kamu sendiri. Mungkin inilah goronggorong saluran sekresi psikologis. Sang Puteri naik ke langit.yang jadi pedoman anak-anak SD dulu. Sebuah potongan komik. menjadi serbuk yang membedaki langit. Sampai satu malam ada Bintang Jatuh yang berhenti mendengar tangis dukanya. tapi tak putus asa. 27 Angin mengajarinya berkeliling mengitari bumi. Melesat lebih cepat dari kilat dan setinggi sejuta langit dijadikan satu. Burung gereja hanya mampu mengajarinya sampai ke atas menara. Tidak heran Freud tergila-gila. Hancur dalam kecepatan yang membahayakan. ada gambar seorang ksatria dan seorang puteri.. dan tamat. Tak ada yang lebih menarik daripada menyaksikan seseorang menyelam ke septic tank kotorannya sendiri ] Cita-citanya adalah getarannya yang pertama. . tapi tidak tahu caranya terbang. Re menemukan carikan kertas perdananya. Ksatria sedih dan kali ini ia putus asa. Dan ia relakan nyawa itu bergantung hanya pada serpih detik yang . Tak ada unggas bersayap yang mampu terbang lebih tinggi lagi. Ksatria kebingungan. Ksatria setuju. Namun Sang Puteri masih jauh di awang-awang. lebih tinggi dari gunung dan awan. Re dipaksa untuk menyusuri kelamnya gua masa kecil yang penuh lumpur. Ksatria pintar naik kuda dan bermain pedang. Ksatria kemudian berguru pada burung] elang." Rana nyengir. dan tak ada angin yang mampu menusuk langit. Di sana. Ksatria memohon pada angin.

Dia jatuh ke api karena kehilangan keseimbangan. . Ia menanyakan dongeng lain yang lebih sedih lagi. Satu dongeng sedih yang tak sengaja kamu temukan. keduanya saling mencintai.mematikan. Malam itu ia pun berkeluh kesah pada neneknya.. semalam suntuk. tidak. ada kepedihan yang tak bisa dijelaskan. Bersinar bagaikan Orion di tengah kelamnya galaksi. Untuk pertama kalinya ia menangis bukan karena jatuh dari sepeda atau pohon jambu. Re tak cepat percaya. Cerita puteri duyung yang akhirnya berubah jadi buih. Sementara Sang Bintang mendarat turun untuk dapatkan Sang Puteri. Lagi-lagi." Melesatlah mereka berdua. Bagaimana mungkin ketulusan Ksatria dihargai hanya dengan aurora. Ksatria yang malang. atau Oma yang tidak tahu.. Pangeran yang dicintainya pun tidak lantas direbut oleh si penyihir. Sampai akhirnya Oma terpaksa menceritakan puluhan dongeng yang berakhir bahagia.Sewujud nyawa yang terbentuk atas cinta dan percaya. Dan ia merasakannya." ia berbisik. Katakan untuk berhenti begitif hatimu merasakan keberadaannya. 28 ksatria Mata Re berkaca-kaca. Re. di langit kutub dilukiskan Aurora. berceloteh mengenai ketidakadilan cerita itu. Dingin yang tak terhingga serasa merobek hati Ksatria mungil. Bukan karena digigit anjing atau semut rangrang. "tutuplah matamu. Opa juga tidak.. Re tak cepat puas. Ksatria. Ia pun jatuh hati. Bintang Jatuh menggenggam tangannya. Masih banyak dongeng lain yang berakhir bahagia. "Inilahperjalanan sebuah Cinta Sejati. ia termakan sumpahnya sendiri. Sebagai balasannya. Tidak ada pengkhianatan. dan ia pun melihat sesosok puteri cantik yang kesepian. "Berhenti!" Bintang Jatuh melongok ke bawah. namun hangat jiwanya diterangi rasa cinta. Memangnya aurora itu apa? Sebagus a pa pula dia? Neneknya menenangkan: Itu hanya dongeng. Cerita mengenai serdadu timpang yang jatuh cinta pada penari ballet.. Ksatria melesat menuju kehancuran. Suara . Untuk mengenang kehalusan dan ketulusan hati Ksatria. Sayangnya. Dilepaskannya genggaman itu. Ternyata tidak ada.. tidak..

. Itu dia kuncinya. .. Yang telah keluar dari kastilnya yang nyaman demi bisa terbang. Mampu belajar terbang tanpa dibantu siapa-siapa. kita memang tidak pernah tahu akan bertemu dengan siapa hari ini atau esok . Strategi. Percaya membabi-buta pada pihak asing bisa jadi senjata makan tuan. dan kehausannya akan kisah-kisah.. membacakan untuknya cerita. Membuat Bintang Jatuh benar-benar jatutr ke julang galaksi yang paling dalam.menjadi Ksatria. dan mengajaknya berdoa. Oma. Kemandirian. Wajah yang satu ini mengundang kejujuran. Tidakkah ada yang melihat? Betapa ketulusan bisa menjadi teramat konyol. 29 Tak sampai setahun. Konon. Yang mau mempertaruhkan nyawa sekadar untuk bertemu. Atau jadi seperti Pak Habibie. Satu-satunya cita-cita yang ia ingat dan terus ia lakoni. Dengan kisah yang sama sekali berbeda. Bertahun-tahun ia telah memusingkan mereka dengan pertanyaannya yang tak ada habis. Re mendongak. Ia tidak sempat diajari untuk ingin jadi insinyur. Re menganggap kejadian itu adalah konsekuensi cita-citanya. cita-cita waktu kecil?" ia mengulang hati-hati. Kali ini ia harus membuat kisahnya sendiri. Tidak. Disusul Opa setahun kemudian. Berawal dari satu getar sel abu-abu. Malaikat-malaikat berambut putih yang telah merawat dan membesarkannya. Oma lalu membelai rambutnya: Re yang manis. begitu banyak keterbatasan kata yang menghambatnya bercerita. Di usianya. Kamu belum cukup besar untuk jadi Ksatria. Ia ingin Puteri itu menyadari bahwa sang Ksatrialah yang terbaik. Namun ketika ditanya: untuk apa? Re tidak bisa menjawab.kecilnya berkata lirih: Aku ingin jadi Ksatria. Ia melihat itu semua. Oma meninggal. ya. Tidak tahu kenapa. Bagaimana ia ingin membalikkan kisah itu. "Maaf. Tak termakan cinta dan percaya.. yang mengajarinya huruf dan angka. Kapan-kapan saja. Kalau kamu sudah gede. Lama-lama Rana menyadari jeda kosong yang tidak lagi wajar. Hasrat yang berlebih tanpa persiapan bisa berakibat fatal. Rupanya Tuhan mendengar ikrarnya waktu itu. Jadi pilot. tanpa bisa mengungkapkan. umurmu masih sepuluh tahun.

Toh sudah pada lulus kuliah. pertanyaan kamulah yang mengejutkan. (Terlalu cepat. Mabuk akan imaji cinta yang terwujud dalam bahtera rumah tangga. "Bagaimana rasanya menikah? Menyenangkan?" Kali ini Re menyempatkan diri untuk . Saat itu ia belum sepenuhnya sadar. Termasuk cincin emas polos yang melingkar di jari manisnya) Re baru menyadari keberadaan cincin itu ketika mereka pergi makan siang berdua." "Bagi saya." Suara Rana mengambang seperti awan. Ksatria. sebenarnya ia tidak sendirian. kira-kira." Rana tak menceritakan bagian di mana ia benar-benar mabuk cinta.. "Saya sudah menduga.. Banyak penjelasan dalam ketidakjelasannya. Ada intensitas dalam adu pandang mereka yang hanya dua detik» (Inilah saat suara piano akustik muncul sebagai ilustrasi) ksatrla Rana langsung salah tingkah. jawaban pertanyaan ini pasti penuh kejutan. jadi ABRI.lusa. Terutama mertua saya." Mata Re membelalak tak percaya. "Maksud kamu. begitu? Atau pendekar silat?" "Yah." Rana menatap pria itu. Dan masih betapa jauhnya ia dari cita-cita itu. Ada alasan khusus?" "Orang tua.." Rana geleng-geleng kepala. berdebat soal deterjen merek apa. rumah milik bersama di real estat baru. "Kamu menikah?" "Iya. sudah bisa kerja. ya? Saya kok baru dengar alasan seperti itu. waktu kamu masih 25 tahun? Relatif cepat juga ya." ia menjawab pelan. pasangan muda.. D aripada membuka kemungkinan berzinah. "Kamu punya waktu sampai makan siang kan?" Re bertanya. untuk ukuran modern yang saya tahu sekarang. "Saya ingin jadi. Tak ada yang bisa disembunyikan." "Berarti. katanya. lebih baik disuruh nikah cepatcepat. mie instan apa. mungkin jadi hal baru. "Sudah berapa lama?" "Tiga tahun. Hidup memang aneh. (Inilah saatnya sekawanan biola mengalun rnasuk) Rana mengangguk. kredit mobil ditanggung berdua. "Oh. Dan di siang hari ini ia menemukan seseorang yang memaksanya kembali ke masa lalu. mendorong kereta belanja sambil bergandengan tangan di supermarket." "Buat seseorang yang dari SMP sudah pergi sekolah ke San Fransisco. dan sambal botol keluaran pabrik mana.

"Mungkin itu salah satu alasan saya kenapa tidak pernah mau serius berkomitmen.." "Komitmen memang alasan paling bagus untuk berkompensasi. Untuk jalan-jalan atau nonton saya punya beberapa sahabat yang bisa diajak pergi.. "Tapi. di sanalah gunanya komitmen.. Cuma saya selalu terkesan pada orang-orang yang mampu berkomitmen tinggi soal cinta. "Dengan pekerjaan yang rawan stres. saya sendiri lebih sering makan di luar. Sorot yang tak berpijak. diajak ke bioskop." ujar Re dengan ringannya.. tapi oke-oke saja. mungkin tidak pada tempatnya saya bertanya-tanya seperti itu.. "Sepatutnyakah itu disebut parah?" Re bertanya sungguh-sungguh. "Yaah. shopping. sisi yang sebenarnya pasti ada. "Itukah alasan kamu menikah.menatap mata Rana yang nampak seperti gas helium.1" Re tergelak." "Sebentar. saya pikir siapa pun setuju. tapi tidak pernah diharapkan. well. jalan-jalan. TAPI. sebentar. Rana? Karena menemukan paket all in one?" ^Kira-kira. Mengapung tanpa arah. "Separah itukah?" Tawanya menghilang seketika. Saya punya pembantu di rumah yang jago masak. Nah.." Ia tersenyum. begitulah." Nada bicaranya semakin mirip balon gas lepas. "Bukannya gitu?" Rana pun terheran-heran. tidak terlalu mirip dengan apa yang saya bayangkan dulu. "memang sih." Rana mencoba bersikap kasual.. iya. Dan saya pikir saya punya kemampuan independen untuk menciptakan rasa nyaman. tapi. Kompromi di pekerjaan bisa dihitung harganya. Tapi untuk urusan hati. saya tidak suka shopping. "satu-satu dulu: pertama." 3i Supernova "Sori." potong Re. "Cinta kan . "Banyak sisi yang ikut muncul. tidak sempat?" "Tepat! Itu faktor utama." "Maksud kamu. tidak seperti apa yang kamu bayangkan?" Rana menghela napas. kalau ternyata ada satu orang yang bisa menjalankan semua fungsi itu sekaligus. masa kamu tidak ingin punya seseorang yang bisa bikin kamu nyaman? Seseorang yang bisa memasakkan kamu makan malam. karena saya sendiri tidak pernah punya hubungan serius. harganya tidak ternilai. hmm.." Rana benar-benar tidak suka pembicaraan ini. boleh juga.

butuh pengorbanan," tukas Rana pelan. Ksatria "Lalu idiot mana yang menulis: love shall set you freeV. Tadinya saya pikir, cinta seharusnya adalah tiket menuju kebebasan, bukan pengorbanan. Agaknya konsep itu terlalu utopis, ya?" Lama mereka berdua terdiam. Terlalu lama, sehingga menyiratkan segalanya. "Wawancara yang sangat menarik, terima kasih. Bukti terbitnya akan saya kirim." Rana pun bangkit berdiri. "Tidak ada kartu nama?" "Oh, ya... sebentar," dengan sigap Rana mengambil selembar, menuliskan nomor telepon genggamnya, dan merasa lega. Ia ingin meninggalkan jejak. "Ini kartu nama saya." Re langsung menuliskan nomor telepon genggamnya. Rana benar-benar lega. (Inilah saatnya piano itu kembali mengalun. Mengiringi langkahlangkahnya yang ringan dan penuh sukacita) "Rana..." Gadis itu menoleh, bola matanya bersinar indah. Tak ada yang bisa memungkiri, ternyata di sanalah hati Re tertambat. Di sinar mata yang siap mendobrak kungkungan demi mimpi yang setinggi langit. Sinar mata yang mengingatkan pada dirinya sendiri. "Kamu anak bungsu?" "Kok tahu?" Re cuma tersenyum kecil, mengangkat bahu. Puteri bungsu dari Kerajaan Bidadari. Tak kusangka akan menemukanmu secepat ini. (Alunan biola kembali terdengar) Sampai sekarang. Re pun masih bisa mendengarnya. Tapi terkadang bunyinya amat sumbang. M engoyak, dan menyayat. Ia ingin tidur. n KEPING Keresahan yang Terabaikan Aku masih tidak mengerti/' Dhimas memandangi catatannya, "pria semacam Ksatria bisa mendapatkan siapa saja yang dia mau. Berarti, kalau sampai dia jatuh cinta, wanitanya harus luar biasa! Sementara yang kamu deskripsikan tadi masih biasa-biasa saja. Okelah, dia wanita karier, alumnus PTN ngetop, tampangnya lumayan, tapi itu kan tidak menjamin dia jadi sosok yang spesial..." "Justru itu," sela Ruben cepat. "Di sanalah misteri cinta, bukan? Ketika hati dapat menjangkau kualitas-kualitas yang tidak tertangkap mata. Pria itu melihat sesuatu yang lain..." "Sesuatu yang lain, heh? Nih, aku sudah bisa merangkum hidup Puteri.kita dengan mudah: lahir-TK-

SD-SMP-SMA-kuliah-kerja-nikah-punya anak-punya cucu-matidimakan cacing. Gejolak apa yang bisa kamu harapkan dari orang yang hidupnya tipikal seperti itu?" "Loncatan kuantuuum, Dhimaaas!" Ruben berseru gemas. "Tidakkah kamu lihat? Kita butuh tipikalitas itu. Kita butuh kejenuhan. Karena dengan demikian kita bisa menunjukkan ada sekrup kecil yang longgar: keresahan yang terabaikan." "Apa?" 34 kereaahan yang Terabaikan "My love, andaikan kamu bisa membayangkan betapa kompleksnya sistem pemikiran manusia/ mata Ruben menerawang, "dalam sistem sekompleks itu, cermin siap berbalik kapan saja. Order... chaos... semudah membalikkan tangan! Otak manusia hampir setiap saat berada di percabangan menuju bifurkasi. Satuu... saja turbulensi kecil, berasal dari kumulasi keresahan, akan membawa tokoh kita ke titik kritis yang bisa menjadikannya apa saja!" Maksud Ruben mulai terbayang oleh Dhimas. "Hmm, keresahan yang terabaikan, aku suka itu/ katanya sembari menggigiti ujung pulpen. "Satu masalah abstrak, yang saking abstraknya malah jadi tidak terperhatikan. Padahal sangat-sangat esensial dan berpengaruh hebat ketika teramplifikasi." "Bicaramu semakin mirip aku. Bagus!" "Jangan ge-er dulu. Siapa juga yang mau jadi wong edan kayak kamu." "Masalah apa ya kira-kira? Abstrak—tapi sangat esensial. Merabayangimu seumur hidup seperti hantu penasaran." Dhimas menyeringai. "Ayolah, Ruben. Kamu tahu persis itu apa." 35 KEPING Puteri TVengan kepala bersender ke kaca, ia mengamati truk-jj truk yang lalu lalang di jalanan. Membaca hampir semua plang toko yang terlewati. Tidak juga melewatkan billboard dan spanduk yang membentang di kirikanan. Kebiasaan yang tak pernah berubah. Sayangnya, kini semua itu tidak lagi bermakna, berbeda dengan mata bocahnya dulu. Rana tidak tahu apa yang hilang. Mata yang sama, manusia yang sama, tapi pandangan yang sama sekali lain. t;&gt;w£ Mobil itu berhenti. "Aku jemput jam tujuh?" suaminya, Arwin, berkata. "Ya, Mas. Kalau ada perubahan, nanti saya telepon." Ketika mobil itu

meninggalkannya. Rana masih tidak beranjak. Ia berdiri tegak di lobi, kaki menjejak ke tanah, tapi tidak demikian dengan pikirannya yang sibuk mencari... bertanya... di mana batas itu? Batas ketahanannya untuk terus bersandiwara. Ia iri pada dirinya yang dulu. Rana yang tidak sadar. Rana yang tidak terganggu dengan hidup monotonnya. Rana yang tidak keberatan memiliki hati dingin tanpa api. Rana yang tak pernah bertanya. Lihat bagaimana sekarang 36 Puteri pikirannya kewalahan mencari, mengais-ngais tumpukan dokumen usang... dan, oh, coba tengok apa yanq ia temukan: y y ia ^ Rana yang baru lulus kuliah Setelah lima tahun mengonsumsi ilmu teknik industri yang sama sekali tak diinginkannya itu, ia akhirnya terbebas dari utang pada orang tua, sekaligus menghabisi masa lima tahun mereka membanggabanggakan anaknya yang lulus UMPTN, masuk ITB, dan kuliah teknik. Kini Rana bebas memilih. Terjun ke dunia jurnalistik, jadi reporter, sibuk ke sana-sini dan bertemu banyak orang. Tapi, bukan ini titik yang ia tuju. Rana yang barusan sudah terlampau palsu. Luwes cuma karena polesan. Paling-paling pekerjaannya ini cuma pelarian saja. Pikirannya pun terus mencari... Rana pada awal usia 20 Ia bertemu Arwin. Pria santun dari keluarga ningrat berusia tujuh tahun lebih tua. Bibit, bobot bebet—dan luluhlah hati kedua orang tuanya. Entah luluh atau justru mengencang. Orang tua mana yang tidak ingin punya'mantu dan besan seperti itu. Punya ini-itu, saudaranya ini dan anu, temannya si pejabat A dan pejabat B. Awalnya semua memang menyenangkan. Bagaimana mungkin tidak kalau seluruh umat di sekitarnya memuja-muji setiap saat, berulang-ulang mengatakan betapa beruntungnya Rana dapat pria seperti Arwin. Dan tercucilah otak itu: 'ya, aku amat beruntung', 'apa yang kurang lagi dari Arwin?', 'senangnya didukung semua orang', 'senangnya melihat kedua keluarga sering bersilaturahmi', 'tunggu apa lagi?'. Dan terucaplah kalimat ijab kabul—agenda pertamanya begitu lulus kuliah. Sejenak pikirannya berhenti di hari itu... di resepsi pernikahan mewah dalam ballroom

tapi pikirannya berusaha keras untuk kembali. Resepsi impian hampir semua orang: fasilitas kelas satu dari mulai makanan sampai penghulu.. . Ayo mandi. sementara ketika foto-foto itu jadi. Rana bocah Sekalipun sulit. semata-mata karena tipenya bukan tipe orang tuanya? Gilanya lagi. ia dengan kakak-kakaknya.. nanti ikut belajar ngaji sama mbakmu semua. ayo Nduk!\ Dan Rana kecil pun menurut. ia tidak mengerti 37 kebanggaannya. bermain bebas di halaman belakang yang luas dengan mainan tertabur di rumput. Harapan terakhirnya. belasan tahun lewat sudah... ada jejak-jejak keresahan yang tak pernah terungkap: mengapa ia harus ikut begitu banyak les tambahan? Mengapa ibunya harus ekstra ramah pada guru-guru dan tak lupa menitipkan amplopamplop setiap pengambilan rapor? Mengapa ia harus bisa menari Bali? Mengapa ia harus ikut klub renang dengan ayahnya yang sering ikut berdiri di pinggir kolam. Mungkin ia harus mundur lebih jauh lagi.. Rana cuma diberi kertas dan pensil warna karena katanya ia masih terlalu kecil untuk mengerti.. ia berjalan riang di samping kakak-kakaknya. Entah berapa rol film yang dihabiskan untuk potret bersama.. s&amp. r&gt. Berhiaskan jilbab merah jambu mungil. total biaya mencapai ratusan juta tapi balik modal.. dan Rana tetap tidak punya jawaban atas itu semua. Sesampainya di rumah Ibu Haji. ia dengan anaknya si ini atau si anu? Dan mengapa ia tidak pernah boleh pacaran dengan laki-laki yang ia suka. Terdengar suara ibunya memanggil: 'Rana! Sudah sore.Rana remaja -tf» Gadis belasan tahun yang aktif dan ceria. Ia teman menyenangkan dan murid yang baik. Tapi kemudian pikirannya mensinyalir sesuatu.hotel. berteriak-teriak sambil memegang stopwatch? Mengapa nilai pelajaran eksaknya harus di atas tujuh sementara ia tidak dapat pujian apa-apa kalau Bahasa Indonesia dapat nilai sembilan? Mengapa ia harus masuk jurusan A-l dan ditertawakan waktu bilang ingin ambil A-4? Mengapa ia harus hidup begitu lama dalam pembanding-bandingan. Jarang membuat masalah. dan—lebih penting lagi-sederet orang-orang penting muncul..

Dikirim-Nya tupai dari pohon. Satu pelajaran baru pun didapatnya: Tuhan berbicara lewat banyak hal. Rana juga tidak pernah kesepian.. lalu tibatiba muncul sebuah truk yang bertuliskan "Hadiah dari Mama". Tuhan'.' Rana pun terpesona. baginya semua * itu adalah alunan bahasa asing yang konon bernama doa.. Sampai akhirnya percakapan itu pudar. membaca semua tulisan yang terlewat. Selebihnya ia cuma diam dan sekali-sekali mendengarkan. apakah ia akan mendapatkan satu set mainan Lego idamannya. Ia mulai bercakap-cakap lewat huruf.. lalu terdengar jawaban dengan suara besar: 'Yes. ibunya membelikan Lego sebagai kado ulang tahun. Tuhan juga ikut jadi mentor. Tanpa ragu ia bertanya pada Ibu Haji: 'Bu. Rana pernah bertanya. yang satu diserahkan begitu saja pada Rana. Ia juga sangat baik. kalau Rana mau bicara sama Tuhan. . sering Rana tertawatawa dibuatnya. Ia pun terbengong-bengong senang. Tapi Rana yakin itu ada.. mendadak muncul seorang bapak yang membelikan buat anaknya tapi tidak ada kembalian. Dan mereka terus bercakap-cakap. Dan dari sanalah kebiasaan itu muncul: membisu di dalam mobil. dan dirinya yang polos masih mengindahkan hal semacam itu. Nyaris tak terdengar. dalam hatinya ia memanggil-manggil: 'Tuhan. pasti didengarkan. selalu saja Tuhan menemani. Yang ia tunggu adalah kuekue kecil yang keluar saat istirahat. ternyata suara yang menjawab sangatlah halus. Di benaknya tergambar muka Mork di televisi yang memanggilmanggil Orson. Tuhan ternyata lucu. gimana caranya? Rana kan nggak bisa ngaji/ Ibu Haji pun menjawab bijak: 'Kalau buat anak sekecil Rana yang belum bisa ngaji. Tapi sore itu ada satu keresahan hinggap.Dan Rana memang tidak mengerti. tinggal ngomong saja langsung sama Tuhan. anak anjing yang tiba-tiba masuk pagar. Setiap kali ia ingin bermain. Sepanjang perjalanan pulang. banyak mulut. pernah satu waktu Rana ingin sekali gulali tapi tidak bawa uang. atau burung yang hinggap di kepalanya begitu saja. Mork/ Di luar dugaannya. dan banyak peristiwa. Ketika ia belajar baca. akhirnya bapak itu memutuskan untuk membeli dua. Dan benar saja.

sih? Meliputnya harus malam-malam lagi. Arwin memandangi istrinya yang sedang menunduk menghadapi piring.. Rana sudah pintar mengaji. Ya." "Kamu memang terlalu sibuk. Komunikasi di antara kita harus dijaga tetap lancar. Mas. ia ingin Rana cukup sehat untuk mampu memiliki anak. di usianya yang ke-10 ia pun menjalani operasi pertamanya." Itulah satu-satunya kesalahanmu. Jangan dipendam-pendam. Kamu delegasikan saja sebagian.. Paling-paling capek sedikit. Semakin ia beranjak besar. bilang saja. semakin banyak yang ia pikirkan. "Kamu sehat-sehat. kok. Dan tahun-tahun berikutnya ia habiskan dengan kegiatan 40 PuTKftj check-up rutin setiap enam bulan." panggilnya lembut. Entah karena rumah besar itu hanya dihuni mereka berdua.. Al-Gur'an sudah bolak-balik 39 dilahapnya sampai berkali-kali khatam." dengan lebih lembut Arwin berkata. sampai akhirnya tibalah ia. Aku jatuh cinta dengan pria lain. "Rana.. Tak ada lagi waktu untuk menyimak keheningan. Mas. Ditambah karena mengalami apa yang disebut atrium septal defect (ASD). jadwal les yang padat sampai ngobrol tentang koleksi barangbarang New Kids on the Block. Meja makan itu terasa lengang. "Ya. "Mas Arwin nggak ada salah apa-apa. Bari mulai pekerjaan rumah. tapi suara itu tidak pernah kembali. entah karena memang ada jarak yang tercipta. Mas?* "Kamu kok jadi pendiam sih akhir-akhir ini? Ada masalah yang bisa aku bantu?" Rana menunduk lagi. Bukan lagi percakapan yang terjadi. Rana yang sedang berdiri di lobi Sekarang ia tahu apa yang sekiranya hilang.. menunggu saatsaat tepat untuk mulai berbicara. tapi kebiasaan. Kok banyak sekali event yang kamu ambil. Bisakah kita kembali ke masa lalu dan tidak perlu menikah? "Kalau Mas ada salah sama kamu. Bagaimanapun. Itu kantor kan . Suara-suara di sekitarnya selalu merongrong minta perhatian. "Aku sehat.tulisan tinggal tulisan tanpa makna. kan? Kapan terakhir kali check-up ke dokter?" Rana lahir dengan klep jantung yang lemah. tapi tetap tidak tahu cara mendapatkannya lagi. tahun ini adalah rencana mereka punya momongan. Arwin paling risau akan hal ini.

maka yang terjadi adalah loop negatif." Kesibukanku mulai terlihat tidak wajar. Memang begitulah proses bifurkasi terjadi. yang sebaliknya." "Iya. "Aduh. Bosan menjawab pertanyaan 'kapan kita bisa gendong cucu?'. Terima kasih untuk peringatannya. ragu." ujarnya berseri-seri. ia pun stabil . mengardplifikasi." Meja makan itu sudah masuk pusaran waktu di mana sedetik serasa seabad. Aku capek membayangkan harus memajang senyum seharian. "Bagian mana yang paling kamu suka?" tanya Dhimas. Kita berangkat. Rana pun mengangguk. Bosan. putaran itu bernama loop. Semuanya hanya berputar dalam pusaran itu. Rana. kembali mengingat plot hidupnya. dan positif. Aku ingin menghilang seharian. "Aku senang waktu Puteri sedang merenung di lobi kantornya. "Ibuku tadi telepon ke kantor. "Manusiamanusia malang." Refleks. Mas. ya? Ibubapakmu juga diundang. Bosan dengan adeganadegan sama yang berulang-ulang terus sepanjang tahun. 41 KEPING Tanda Tanya Agung Ti engan puas Ruben meletakkan draft cerita itu di atas meja. ya? Hmm. dan membanjiri Arwin dengan pertanyaan-pertanyaan. Luangkan dong waktumu sekali-sekali. Akan aku usahakan. Akan ada acara rame-rame di Puncak hari Sabtu ini. Rana melengos. Kita kan tidak setiap hari ketemu mereka. Jangan cuma kalau urusan kantor baru kamu mau stand-by 24 jam 7 hari penuh/ "Aku lihat lagi agendaku. semakin besar intervensi lingkungannya. Bosan. yang menstabilkan sistem. Akan aku usahakan supaya lebih tidak kentara. Hasilnya. "Kenapa? Kamu ada kerjaan?" Arwin membaca perubahan wajah itu." "Maksudmu?" "Efek arus-balik atau feedback terjadi karena sistem berputar kepada dirinya sendiri. Ada dua jenis loop: negatif. sistemnya teramplifikasi. Kamu berhasil melukiskan usaha penelusurannya dengan baik. Tapi semakin dia besar. Bosan. J/ kemudia n menghirup kopi yang sudah entah keberapa cangkir. Menggenangi Rana dengan perasaan enggan. boleh? Re tidak ada acara apa-apa hari Sabtu ini. Waktu Puteri kecil. Tidak ada yang muncul ke permukaan.isinya bukan kamu tok.

buku inilah awal ketertarikanku jadi pujangga. Hasilnya? Badai! Semua order yang tertata rapi sekarang tinggal seujung kuku dari keruntuhan. Wajahnya langsung tertekuk. "Kedua momen itu—momen yang sudah kamu gambarkan dengan luar biasa itu—adalah saat mereka akhirnya mengidentifikasi the strange attractor!" "Mohon diperjelas. cintanya pada si Ksatria adalah loop positif yang kembali mengamplifikasi segalanya.untuk sekian lama." sela Dhimas ketus." potong Ruben cepat. Dhimas garuk-garuk kepala. Tapi. Api kompor Ruben memang terlalu besar untuk mengindahkan. tetapi judulnya masih terlihat jelas: Ksatria.. "Kadang-kadang aku jadi 42 bingung siapa yang sinting di sini? Kamu yang bisa menghubungkan klSah cinta ala sinetron dengan teori-teori sains gila itu. ya. Ia malah asyik menerangkan..^Biasanya diukur berdasarkan posisiatau bisa juga . dengan tawa lebar ia mengeluarkan sesuatu dari tasnya." "Thanks. gemas. phase space adalah peta imajiner pergerakan satu benda." Dhimas tersinggung. deh. ya. "Atraktor adalah kode yang tinggal di sebuah ruang abstrak bernama phase space.. Ruben. "Oke. dan Bintang Jatuh. Sebuah buku cerita anak-anak kumal dengan sampul plastik keruh. " Dhimas tidak langsung menjawab... terdiri dan sebanyak-banyaknya dimensi dan variabel yang dibutuhkan untuk menggambarkan skema pergerakan tadi." "Phase space?" ulangnya dengan penekanan. "Kamu benar-benar punya bukunya?! Dongeng itu sungguhan ada?!" "Sekalipun dampaknya tidak sedramatis Ksatria. Kisah anak-anak paling puitis yang. atau justru aku si penulisnya?" "Kita berdua gila. Ruben tercengang-cengang." "Ya. Ruben mendecakkan lidah. "tapi sekarang ini aku lebih tertarik ke pekerjaan kita." "Aku juga suka waktu si Ksatria teringat dongeng masa kecilnya-deskripsi apik dari proses yang serupa Tapi aku masih tidak habis pikir.. Puteri. bagaimana kamu terpikir mengaitkan dua hal itu: jiwa pujangga terkubur dalam sosok eksekutif muda? What a bizarre concept. ha-ha-ha!" Ruben tertiwa penuh kemenangan. Kamu harus membacanya." "Terserah.

tapi perjalanan itu akan beda apabila ditempuh dengan pesawat. maka mereka pun mengenal fraktal." "Misalnya?" m . Di mana ada sistem nonlinear. atau sebaliknya.. "Oh. sekalipun sopir-sopir bis sudah hafal luar kepala setiap belokan. Nah. Ketika para fisikawan modern menyadari kekurangan pendahulunya dan mulai memperhatikan apa yang tak terperhatikan.. tapi yah. arrgh.. misalnya. .." Ruben mendadak berhenti. atraktor asing?" "Atraktor asing. atau j uga dapat dikonotasikan dengan "fragmen"—pecahan. Dinamakan demikian karena atraktor asing adalah elemen yang mengorganisir sistem dengan cara disorganisasi." keluh Ruben. Dan seluruh kehidupan ini dipenuhi fraktal-fraktal.. Mengerti?" "Kembali ke strange attractor. Studi mengenai pergerakan sistem menggunakan phase space adalah cara untuk mengetahui mengapa sebuah sistem yang tadinya teratur bisa mendadak berubah jadi chaos. peta Jakarta-Surabaya.. ini sangat meletihkan. terserahlah. ataupun turbulensi. Gambar terindah yang pernah ia lihat sepanjang hidupnya. dari level materi sampai energi. aku benci terjemahan. chaos. Fraktal sendiri berarti ketidakteraturan. di sana pasti ada fraktal.velocity. yang di dalamnya terdapat kode rahasia menakjubkan: strange attractor. atau. Peta yang sama tidak bisa dipakai lagi. fisik juga mental. Dia itu adalah.. bahkan faktor-faktor kecil yang bisa jadi titik kritis untuk tahu-tahu mencelatkan seseorang ke Yogyakarta. "Mandelbrot Set" adalah rumusan matematis yang diklaim sebagai rumusan terkomples dalam dunia matematika. Dalam benaknya ada satu citra lewat seperti iklan televisi: peta fraktal Mandelbrot. Ruben tak dapat melupakan bagaimana takjubnya ia ketika melihat peta fraktal Mandelbrot—dikenal dengan "Mandelbrot Set"—yang jadi sampul jurnal Scientific American milik profesornya dulu. Fraktal adalah pola dasar yang terdiri dari variabel terukur dan tak terukur—menjadikannya pola dasar yang tak berdasar. phase space adalah pemetaan segala kemungkinan.. terdiri dari dua variabel: C yang merupakan angka .

sehingga seolah-olah misi hidupnya pun hanya untuk menjawab tanda tanya itu. lalu?" Dhimas masih belum menemukan relevansinya. Dhimas? Perasaanku mengatakan." ada bobot yang ditambahkan Ruben pada jawaban finalnya. bagaikan memori yang begitu keras kepala dan terus bertahan. membuat manusia terus bertanya. maka muncullah kenyataan yang amat luar Masa. Hanya ekspresinya yang berbeda-beda. kemunculan spesies baru di dunia flora atau fauna. "Tanda tanya yang sama menggantungi setiap atom di semesta ini. Kamu tahu.. tanda tanya itu adalah substansi dasar yang mempersatukan kita semua. namun yang menarik adalah: pola geometris pertama itu selalu ada.. namun ketika rumus Mandelbrot diterapkan dan gambar itu diamati lagi lebih detail." ujar Dhimas lagi. Di dalam bentuk sederhana itu ternyata ada miliaran percabangan. tapi...." KEPING "Reversed Order Mechanism11 T\ i dalam ruang kerja yang penuh dengan tumpukan J/ kertas dan buku menggunung...tetap. Untuk eksperimennya. Perubahan cuaca. Pola pertama tadi/ si Atraktor Asing. dan Z yang variatif. terdengar deru blower PC yang . miliaran bentuk dalam variasi lain... Muncul kembali bahkan dalam skala pembesaran sehalus nano... mereka semua digulirkan oleh satu tanda tanya yang sama. apa yang sebenarnya yang dipertanyakan?" "Dirinya sendiri... Mandelbrot menggunakan semacam ilustrasi molekul yang terdiri dari bola-bola atom. sampai pembesaran miliaran kali. sampai matahari yang terbit dan tenggelam." "Tapi. "tanda tanya. kita akan selalu bertemu dengannya. Ke mana pun kita berpaling." "Tanda tanya?" "Pernahkah kamu merasa kita semua terlahirkan ke dunia dengan membawa tanda tanya agung? Tanda tanya itu bersembunyi sangat halus di setiap atom tubuh kita. Rumusan tersebut kemudian diaplikasikan pada sebuah pola geometris sederhana. Tanda Tanya Aquno • Pada awalnya gambar itu terlihat sederhana." "Ya. gempa bumi. Seluruh semesta ini.. dihantui. "Aku masih menunggu. "Atraktor asing itu adalah. bukan ekslusif milik manusia saja. sejauh apa pun kita berlari.

Andai saja lengahnya sebanyak gurita.makna hidupTidakkah Anda ingin menemukan makna HIDUP selagi Anda hidup? Itulah Kebahagiaan yang sesungguh nya. &gt. atau tangan orang lain. .. Ruben Ruben masih duduk di kursi yang sama.Benar-benar mati. ¦ . seharian. tangannya pun bergerak: &gt. s e n d &gt. hanya segaris tipis dari batas kapasitas. surat dari penanya terakhir muncul di layar komputer: Ketika saya benar-benar muak dan bosan hidup dalam Kematian ini v kadang-kadang saya berpikir untuk ¦engakhirinya saja.Hungkin dengan beneran mati saya akan menemukan &gt. Penuh lintasan pikir yang kegesitannya membuat RAM komputer mana pun seperti siput tua yang sekarat. Inbox-nya selalu penuh. kuman penyakit-. Melayani ratusan penanya setiap malam. Dhimas masih berkutat di depan noreooo/c-nya.menggerung halus. Dengan pendar monitor di wajahnya.Supernova-i siapa menurutmu manusia abad inif Albert Einstein. kedua mata itu menyalang. Ini dia produk Generasi X. "Reversed Oroer mechanism" Supernova i siapa menurutmu manusia abad ini f Pari sekian banyak patriot yang adai aku memilih Kurt Cobain. Begitu banyak yang harus ia tulis. Sekalipun tampak bertualang di alam yang berbeda." "Lucu. Dialah yang memperkenalkan konsep yang menjadikan tindakan Kurt Cobain-mu tidak benar dan tidak juga salah&lt. Dhimas &amp. Seiring dengan malam yang makin melarut. Mungkin dengan beneran mati saya akan menemukan makna hidup. Terkadang tangan itu mengetik berjam-jam. Ia harus menulis berbagai macam artikel setiap minggu. Sambil tersenyum kecil.. dengan taburan buku yang tambah lama tambah banyak. mengenai tokoh kita yang satu lagi. "Ruben. Terlalu banyak. Dan ia harus mengetik cepat. Ada modem yang berkelip-kelip. Tapi kenapa kematian yang ditentukan sendiri selalu dikecamf Kenapa mereka harus disalahkan? Saya tak henti-hentinya mengagumi orang-orang yang berani memilih untuk mati bagi dirinya sendiri • Bukan gara-gara takdir-. ternyata mereka menggumuli hal yang sama. Ada sepasang tangan yang tiada lelah mengetik.

" tukas Dhimas gusar." "Bintang Jatuh." "Tidak terbendung institusi apa-apa.. Boleh juga. kan? Mengambil sang Puteri dan hidup bahagia selamanya. Nyaris altruistik. itu tidak sejalan dengan konflik Ksatria.. api dibalas api. Ingat. Sama kunonya dengan pandangan para reduksionis-mu itu. apa pola yang muncul dengan rebut-merebut begitu? Balas dendam. dan berhidung penggorengan. dengan tidak membiarkan dirinya dibodohi si hidung belang Bintang Jatuh." "Aku mulai mengerti. tapi kalau kita mengikuti dongeng itu seratus persen. Berarti seharusnya dia memang laki-laki. Bukan tokoh antagonis... bertaring. "Apa kata dongengmu itu?" tanya Ruben." Mendengar kata 'reduksionis'. "Dengar. dan bukan balas dendam. jangan bikin aku kecewa. bukan properti siapa-siapa. tapi aku tidak bisa menuliskan tokoh jagoan yang bersisik.Aku juga sedang memikirkannya. di bifurkasi masa kecilnya ia ingin mengubah kisah itu." Dhimas mendengus. Manusia yang penuh paradoks. seseorang yang harus sepenuhnya mewakili area abu-abu. Ring a beli? Dan maaf.. Mata dibayar mata. organisasi mana pun." "Wanita?" Keduanya terdiam sejenak.. maka semuanya bakal gampang ditebak. Tidak akan pernah mau ia disamakan dengan mereka. Unik. juga bukan protagonis. prinsip semacam itu adalah bibit peperangan. "Aku sengaja menyebutnya Bintang Jatuh supaya sama dengan dongeng itu. Ruben langsung diam." "Dia adalah meteor di langit setiap orang.." "Iya.Aku justru ingin meninggalkan konsep itu. tapi juga penuh kepahitan. Ia adalah teori relativitas berjalan." "Bintang Jatuh?! Kok? Aku pikir Ular Naga. ya. tapi dengan cepat melesat hilang.." "Seperti apa. Karya kita tidak boleh sesederhana itu.. "Mari kita sajikan sebuah evolusi emosional. "Bintang Jatuh merebut Sang Puteri. Penuh kebajikan. Lagi pula." "Pria atau. Selera Ruben memang buruk dalam bervisualisasi. Penuh kesan.. dia kira-kira?" "Dia adalah. Refleks emosi yang bergulir ke arah kedewasaan sejati. tapi . Beres!" "Ruben." "Si Bintang Jatuh. Apa yang ia kira segalanya ternyata hanya satu dari lapisan multidimensi yang tak terhingga.

apalagi disucikan. Tapi dia j uga bukan seorang suci. Apa. ya? Wiraswasta?" "Sejenisnya. dia sudah kaya." "Seorang politikus akan selalu berpihak ketika ia ngomong politik. Tapi." "Seorang. Seorang pelacur juga bisa jadi wirausahawati. Seorang pedagang akan selalu khawatir soal untung-rugi. dia juga tidak terikat institusi atau organisasi apa-apa.." Keduanya puri terdiam lagi. tanpa pretensi apa-apa. Dia berpengetahuan tinggi dan menghikmati ilmu. pelacur. maka ia pun dimungkinkan untuk mengejar pencarian lebih tinggi: aktualisasi diri. "Dengar dulu. Bintang Jatuh kita lebih baik seorang wanita." "Apa?!" Ruben sampai bangkit dari kursinya.. "Eh.. dia tidak bakalan rela pikirannya diperjualbelikan. Satu-satunya yang layak didagangkan jadi cuma fisiknya saja. 9 Abraham Maslow adalah penemu konsep psikologi transpersonal. Mengerti maksudku?" "Aku tidak yakin. tidak terikat siapa-siapa. Tapi satu hal yang penting. Seorang akademikus atau ilmuwan akan selalu berpijak pada bidang pengetahuannya saja. nyaris impersonal. "Itu pe-ermu belakangan." "Reversed Order mechanism" "Yang harus benar-benar lain. kalau tidak ia terjebak di level materi dan fisik tadi. pengetahuan tentang dirinya sendiri di level yang paling dalam. yang didasari pada kerangka kerja idealis monistik (paradigma yang mengatakan bahwa otak dan pikiran berada di realita yang sama). ya?" Ruben langsung sibuk memikirkan teori-teori. dia harus ada di posisi yang enak untuk menunjuk sana-sini.." "Yang berarti. "ketika manusia sudah mengatasi semua kebutuhan dasarnya untuk bertahan hidup. kamu ingat apa kata Abraham Maslow9?" cetus Ruben. Yang jelas. Dia juga cantik. supernova katakanlah saking . karena orang-orang seperti itu biasanya malah tidak dibiarkan menikmati hidup. Kita butuh pengamat murni. "Ini pelik. Ketika seseorang mencapai level kemerdekaan berpikir yang sedemikian tinggi. Dia adalah orang di level itu. tidak lagi pusing soal' fisik." "Sangat." sambung Ruben. tidak pusing soal materi.aplikasinya bagaimana. Seorang agamawan akan bicara soal klaim kebenarannya.

bahkan jiwanya.-"Tapi itu paradoks.. "Aku tidak bisa membayangkan. manusia seperti apa dia. Kelihatannya ia pun lebih menikmati hal itu daripada berjalannya sendiri. menggantungi setiap atom. Satu perbedaan yang sungguh tidak sederhana: pandangan matanya. mengantarkan keluar gadis-gadis itu satu demi satu. . Musik berambiensi misteri mulai menggema. Jangan memilah dengan dikotomi moral yang hitam putih." ujarnya perlahan. Dan bagaimana kalau ternyata itulah pelacuran yang paling hina?" Panggung itu didekorasi warna perak. mengais-ngais alam khayali. Hampir semua orang melacurkan waktu. Namun selalu ada perbedaan menonjol'setiap kali peragawati satu itu muncul. Yang lain ibarat pajangan sederet pisau yang berkilau. Sorotsorot lain. "Kamu tidak boleh melihatnya dengan cara nandang orang kebanyakan. bahkan ada yang setipis talenan roti. Berjalan melenggok dengan gerakan yang sepertinya akan mematahkan pinggul setiap kali mereka melangkah. Semua tahu itu. Ia tidak mencari ruang kosong. Ia mencari mata-mata lain. Yang satu ini langsung menghunus. maka kenyataan pun berubah: ternyata pelacuran terjadi di manamana.hebatnya dia tidak perlu lagi mucikari. kamu benar Dhimas. Langsing. Menelanjangi semuanya. Kalau dia bisa miku." Mendengarnya.. tapi tanpa aksi. Ia menjadi yang paling ditunggu-tunggu. hidup dalam dua sisi cermin sekaligus.. Coba pikir lagi Ruben. -kamu BENAR!" "Ketika kita balikkan cara pandang-kita. "Reversed order mechanism. jati diri. Dengan pandangan tajam mereka menantang ruang hitam di hadapan. menjalani relativitas setiap detik? Kamu bisa bayangkan bifurkasi seperti apa yang pernah ia lalui? Amplifikasi sedahsyat apa yang telah meledakkan sistemnya?" Ruben geleng-geleng kepala. Tubuh-tubuh tinggi di atas rata-rata. pikiran. mekanisme pandang Ruben langsung ikut terjungkir. "Ya. Putaran demi putaran. Tidak hanya tajam.. Orangorang masih terkena demam milenium.. bagaimana mungkin dia mau merendahkan harkatnya untuk jadi Pe ""itulah dia manusia paradoksmu!" seru Dhimas penuh kemenangan. tapi juga seketika membelah.

agennya. tanpa tedeng aling-aling. dan majalah-majalah bona fide." "Mau diantar?" Risty . Sejujurnya ia tidak pernah suka tempat seperti ini." Adi mengangguk. Peragawati dan model papan atas.Semua ingin menyerahkan diri untuk dipenggal mata itu. "Diva. Dingin yang mengerikan. Getaran-getaran pikiran kotor produk pengerdilan mental seperti itu memang tak henti-hentinya menodai udara.. Malam itu. "DIVA!" Risty." Adi. Diva berjalan ke depan bersama sang desainer. oke?" "Sip. Tak tahu cara menangani kebebasan. Sopir saya sakit. memberitahunya. Bagai polimer elastis ia juga amat mudah diarahkan." "Pulang dengan siapa kamu?" Diva mengangkat bahu. Jam makan siang. Tidak ada yang ramah dan menyenangkan dari mata-mata liar yang menjalari tubuh dan melalap kaki jenjangnya. berlarilari sambil mengacungkan kantong sepatu." Bintang Jatuh "Thanks. namun terlalu bosan untuk peduli. Mereka semua seperti hewan buas yang seharian baru dirantai dalam kand ang sempit dan kini dilepas. diiringi pandangan penuh tanya dan iri sesama rekannya. Diva laku keras.. "Frans minta kamu yang mengiringi dia ke depan. tapi ia dingin. Hal yang lumrah baginya. Namun ia juga seperti magnet yang akhirnya membalikkan semua kenyataan untuk berpihak padanya. Belum lagi lidahnya yang sadis. tak pernah ada yang terlalu suka dengan Diva. Diva merasakan gerahnya. ketinggalan melulu. Tak mengenal istilah acara amal.." Gadis itu menoleh." "Detik terakhir?" "Detik terakhir. Siapa pun tahu. "Kenapa dengan Nia?" "Frans berubah pikiran. Tapi ia memang sangat profesional. sedang membakar dirinya sendiri. Putaran terakhir. Tidak pernah terlalu ramah. stage manager. Ia pun menghilang di balik panggung. Hanya mau muncul untuk acara besar-besar. Dengan menyandang tas besar. Tak pernah mau dibayar murah.. "Sepatu kamu! Pikun amat sih. mungkin." "Honor kamu bisa diambil besok. saya malas bawa mobil. ia menerobos kerumunan orang yang tengah meliuk-meliuk—kumpulan lidah api. tidak juga selalu judes. Tak pernah mengeluh dan selalu tepat waktu. "Taksi. Gadis itu dijuluki 'Si Pahit".

Mana ada yang betah berlama-lama dengan gadis itu." Lima belas menit kemudian." Diva disambut seringai lebar. Ada untungnya? Kayaknya enggak. tapi harus tetap dikerjakan.berbasa-basi. Sekeluar dari kafe itu." "Nggak usah.. "Hai.. sayang. Ada kepuasan di senyumnya. tapi itu direct order dari atas. Untuk itulah ia membutuhkan teknologi. adalah salah satu obat yang dipikirnya manjur. Saya capek. dan mengalami kehampaan hidup yang konon menurutnya tak terdefinisikan. Lihat. . Tapi tenang saja. "Kita beruntung. "Tapi kalau mau. Sori. alarm telepon genggamnya berbunyi." "Show-nya? Sukses. Supernova "Bagaimana s/iownya? Sukses? Kamu cantik sekali. Terdengar suara pria: "Halo. terus terang saja.. Diva. Menjepitnya. sebuah sedan built-up datang menjemput." ujarnya dengan gerakan menunjuk langit. Tidak sampai lima menit. awal empat puluh. Mobil itu melaju makin kencang. beristrikan seorang wanita yang dipacarinya sejak SMA. tunggu saya membereskan urusan dengan orangorang di belakang dulu. Mbak. "Diva!" panggil Risty lagi. Bahkan lupa kalau kita ada janji. saya profesional." balas Diva pendek. ia memang pikun.. Namun ia terlalu malas untuk protes. Dia memang target empuk untuk diberi pekerjaan konyol: jadi juri kontes peragaan busana anak-anak yang disponsori agency-nya. "Hai." ujar Diva datar sambil menarik rambutnya ke atas. ya? Saya sudah dijalan. Diva mengeluh. Pemiliknya adalah seorang pria. teleponnya berdering. Diva melihat itu dengan jelas. memiliki dua anak. langsung pergi. sudah tahu.. Dahlan semakin kebat-kebit. ya. saya jemput. Hari ini kantor saya bikin acara di Hyatt.. Ada untungnya juga saya ketemu kamu sehabis pentas. Div. Tunggu saja. Diva? Sudah siap? Apa? Di mana kamu. Mengipas-ngipas lehernya yang kepanasan. "Jangan lupa juga besok siang. Teringat janjinya." Diva tersenyum cepat. Saya duluan. Itu namanya dikerjai. Risty benar. bernama Dahlan. di puncak karier. sekadar jadi pembatas buku dari halaman-halaman waktu. Saya cantik? Ya. atau Bung Dahlan. Mengingatkannya akan sampah-sampah yang tidak pernah mau ia ingat.

maka harus berbasis mesin. kok. "Pergerakan produksi akan selamanya berputar di isu yang sama: mana yang lebih murah? Mesin atau manusia? Jawabannya masih sama: manusia. oleh konsumen." ia terkekeh. Kaum awam. apalagi kalau saya pasang murah. Memakai jubah handuk. Sama sekali tidak nampak tersinggung.." Tawa Dahlan semakin keras. Kapitalisme sudah menciptakan format demokrasinya sendiri. Sementara untuk apa buruburu menanamkan kapital sedemikian besar untuk mesin? Kapabilitasnya berkompetisi bisa kedodoran duluan. Jadi. Sesudah itu mereka berdua hanya berbicara." "Jadi. Dan jangan lupa magic spell-nya: dari konsumen. Dahlan berbaring santai dengan selimut yang membungkusnya dari pinggang ke bawah. Sayang fee kamu mahal sekali. Pak. Diva mengambil air mineral dari kulkas.apa yang saya dapat. "Aku kangen kamu. Manusia kebanyakan. Tapi. Satu montir Amerika seharga 60 montir Cina. Dengan pertama-tama membuat transisi kedaulatan dari negara ke perusahaan transnasional. kotoran hidung yang masih menganggap dirinya Grand Canyon. menghadapi orang-orang seperti kamu." Dahlan menunjukkan kunci berbentuk kartu plastik. Diva. Tidak terbayang repotnya seperti apa. "Coba bayangkan." Dahlan tergelak. siapa yang punya stok manusia paling murah? Soal kebijakan politik dan kawan-kawan bisa diatur kemudian.untuk konsumen. boleh dibilang institusi negara tinggal aksesori. "Oh. Kalau lokasi pabrik di Jepang. Itulah perbandingan paling baru dari harga manusia." Diva berceloteh sambil menenggak minumannya. "Marx pasti sekarang sedang meringis di Uang kuburnya. intinya. maksudmu?" "Atau tepatnya. Satu pekerja Perancis sama dengan 47 pekerja Vietnam. Pendapatan satu bulan pekerja pabrik otomotif di Malaysia sama besarnya dengan pekerja di Illinois satu hari. "Muntahan kantor saja bangga. soalnya Bintang Jatuh manusia di sana mahal. Diva! I love you!" Kasur pegas yang empuk itu akhirnya beristirahat setelah rrrenandak-nandak beberapa jam yang lalu. yah." "Mahal saja banyak yang kangen. Tidak diumumkan di brosur saja. setidaknya .

Apa." "Ha-ha-ha." Tawa Dahlan kembali berderai.negara harus tetap kelihatan punya peran. bangsa. "yang barusan ngomong itu Dahlan atau perusahaan Siemens?" Dahlan terdiam." "Kamu paling sebal dong dengan orang-orang pemerintahan. di depan mata wargawarganya yang belum sadar dan dijaga untuk tetap tidak sadar itu." Diva mulai membereskan barang-barangnya. Entah sampai kapan. "Knock. saya melayani kebutuhan mereka." Diva menatapnya geli. "Diva. Negara. Saya bisa bayar seorang seniman dari TIM atau mana pun untuk berpuisi. Kamu mengira bisa membeli sesuatu yang sebenarnya tidak dijual. Diva. Tapi kamu pikir itu nyata karena mampu mengadakannya secara fisik. Saya hanya mau berdagang dengan orang-orang seperti kalian. Apalagi suka." "Oh. sekarang juga. karena kalian sendiri cuma bisa bicara dengan bahasa uang. Bahkan lebih keras." "Bullshit. "Kalau Siemens bangkrut dan lenyap dari muka bumi. knock! Hello?" Lamalama Dahlan ikut tertawa. ya? Tidak ada namanya. gleicher Lohn10—kata Helmut Kohl-mu. Diva darling?" "Warga semesta. Tapi kalau saya sebal dengan pejabat. di sini.. "tapi itu tidak berlaku buat saya." "Coba jawab. Kita cuma berdagang di sini. sih kamu. dong. tentunya. "Gleiche Arbeit. Dan terlalu naif kalau saya tidak . saya bukannya sebal. saya memberikan teknologi yang bisa dipakai orang-orang di sini. berarti saya juga sama sebalnya dengan kamu—orang-orang korporasi internasional. saya membuka lapangan kerja. Anda ini sebenarnya warga apa? Warga Indonesia atau Siemens?" "Indonesia." "Itu dia. Tidak." "Kamu sendiri warga apa. dan tetek bengeknya. apakah Dahlan si pemberi teknologi tadi masih ada? Anda ini siapa sih sebenarnya?" ia bertanya kocak. Sadis amat. sudah masuk museum dalam kamus saya. ya? Apa yang sudah Anda berikan bagi negara ini?" "Banyak. "Banyaklah. Itu delusif namanya. Baru saja kamu tunjukkan. yang sekadar ikut etika setempat. Memangnya klien kamu nggak ada yang pejabat?" tanya Dahlan setengah menggoda.. Uang tidak bisa berpuisi. Pak. Kalian tidak patut diberi apa pun cuma-cuma. Saya bayar pajak.

" Wanita itu tersenyum mencemooh. kamu lebih pintar dari CEO saya. Lalu kenapa harus berprofesi seperti ini? Dengan otak seperti itu kamu bisa mendapatkan jabatan yang lebih bagus daripada saya.. makanya saya tidak mau bekerja seperti kalian. "Justru karena saya lebih pintar dari kamu dan CEO kamu. yakni penyetaraan upah buruh di Jerman Barat dan Timur." Dahlan mengernyit bingung. berdagang pun saya tidak sembarang..percaya ada kehidupan lain selain dunia yang kita lihat ini.. Dan kali ini komoditasnya adalah tenaga manusia. Komoditasnya saja beda. Apa yang kamu perdagangkan buat saya tidak seharusnya dijual.. "kadang-kadang saya pikir *° "Same work. Pikiran saya harus dibuat merdeka. Toh. "Saya tidak peduli dengan format fisik." "Jadi karena itu tarif kamu dolar?" potong Dahlan sambil terkekeh. Yang saya maksudkan dengan kehidupan adalah HIDUP." "Jadi kamu percaya UFO?" "Kalau kamu pikir kehidupan lain yang saya maksud hanya berbentuk piring terbang dan makhluk-makhluk cebol.. kamu salah besar. energi. Prinsip arbitrase akan selalu unggul karena menjanjikan harga paling murah.. diperjuangkan salah satunya oleh Helmut Kohl." panggil Dahlan lembut. Ia meraih tas kantornya. Vitalitas. Membuktikan bahwa nasionalisme seringkah tidak berkutik apabila dikompetisikan dengan prinsip ekonomi. yang masih murni." "Mungkin kamu yang terlalu ndableg.. Di kampanye tersebut Kohl menyatakan. same pay": sebuah slogan dari gerakan nasional di Jerman pada awal 1990-an. Apa bedanya profesi kita? Sudah saya bilang. dan mengambil amplop . dan ini merupakan isu terpenting bagi pasar di a tas segala-segalanya. Padahal dua-duanya sama-sama air!" ujar Diva keras. kita sama-sama berdagang." "Div. Gerakan ini jauh dari berhasil karena bagaimanapun berlaku arbitrase upah buruh di seluruh dunia. tidak tersendat-sendat seperti saluran m amp e t. Itu sama saja dengan air comberan yang terheran-heran melihat air laut. "Kamu memang susah dimengerti.. Jerman tidak mungkin sepenuhnya bersatu apabila masih ada ketimpangan upah tenaga kerja.

"Tahu tidak? Sebenarnya ngobrol dengan kamulah yang layak menjadikan malam ini begitu mahal. Tak ada lagi yang baru di sini. different pay. Diva mene'kuri jalan dengan hampa. Baginya. Dan ketika matahari terbit nanti. Semua begitu cepat berlalu bersama sang Diva." "Jangan munafik. kehidupan itu. Menyerahkannya pada Diva. Tapi terkadang Diva merasa dirinya sendirian. Tangan tak nampak yang akan menggebuk siapa pun yang kelihatan 57 bersantai dan tak ikut irama. Semua tawa beralaskan derita lama. kan?" Diva siap pergi. Yang jelas. Bandul waktu memacunya untuk menjadi robot yang bekerja nonstop.. versehiedener Lohn. Diva menghela napas panjang." gumamnya pendek. Seolah-olah ia memiliki dimensi waktu sendiri. Hingga akhirnya diajarkan di sekolah-sekolah. Di dalam taksi. "Oh. "Bye." "Jangan lupa minggu depan!" "Kita ada janji lagi?" Diva mengerutkan kening. Wanita itu pergi begitu saja. Mengapa hanya ia yang masih melihat tangan itu. dan mengisap semua orang untuk masuk ke dalamnya. Betapa kota ini tidak pernah istirahat barang semenit pun. Dengan poros berkarat yang tak pernah diganti. Ia sadar betapa berat usahanya . Penat. dunia begitu usang dan pengap bersimbah peluh.. Dan tangan itu—tangan tak nampak yang menggerakkan semua orang untuk bangkit dari tempat tidur lalu memeras keringat—masih bergerak menyapu semua sudut kota. mereka masih berani-beraninya menyebut diri manusia. kamu menikmati dua-duanya. Tangan yang sama mengantarkan mereka kembali ke tempat tidur dengan beban dan mimpi gelisah. kemudian mengecek daftar alarm di telepon genggamnya. same work. Adam Smith11 melihat tangan itu. bekerja begitu mekanis. iya. Untungnya. tanpa menyentuhnya lagi. "Gleiche Arbeit. dan semua tangis berawalkan tawa yang melapuk. Kini Dahlan kembali terdampar dalam padang waktu yang bergerak lamban. Itu baru prinsip saya. dunia mengira dirinya tumbuh berkembang. Yang lain teraup begitu rapi.yang sudah ia siapkan. dan main kucing-kucingan dengannya." Diva menukas ringan. masih bisa dirasakannya lamat-lamat vitalitas itu.

haloo." Diva hanya tersenyum sopan. ya. dan langsung duduk di tempat yang disediakan. "Mbak Divaa. Bagi mereka itulah patut ada usaha ekstra. Ia memandangi wajah-wajah cilik itu. Di tengah-tengah mayat-mayat yang tak sadar mereka telah mati. Melawan kematian ini. harga. Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nation (1776) adalah bukunya yang paling sohor. panggung itu berdiri dengan dekorasi bak kue tart murahan." 11 Bapak Ekonomi Dunia asal Skotlandia ini dikenal karena pemikirannya menjadi tonggak perekonomian modern. Tapi bukan anak-anak ini. Kenalkan.. merasa jelek. Oh ya. Diva memandangi kaki-kaki kecil mereka. saya Ibu Tetty.. memberikan berbagai terobosan daiam masalah perburuhan. bintang jatuh Seorang pria berkaca mata mendadak muncul dan menyuguh kan tangan. Mbak. Wajah mereka semuanya dipulasi make-up yang seharusnya tidak ada di sana. distribusi. Mendadak siang itu ia merasa jabatan juri lebih penting daripada presiden. Gerah luar biasa. saya jadi juri tiga. juri dua. Aduh. make-up diperuntukkan bagi perempuan-perempuan yang beranjak jelek. dan karyanya menandai titik balik kehancuran merkantilisme dan mulai tersebarnya konsep laissezfaire. Menurutnya. Belum apa-apa. Dentuman house mix lagu anak-anak saling berburu dengan suara manusia. perlombaannya sebentar lagi dimulai. . Mbak Diva ternyata lebih cantik aslinya. atau tepatnya. Persis seperti di dalam rumah lebah. "Makasih sekali sudah datang. Diva melangkah masuk ke dalam mal. "Mbak Diva!" Seorang wanita dengan kartu panitia bergantung di leher menyambutnya." sahut Diva datar. Suasana mal di akhir pekan selalu memberikan sensasi terbakar di sekujur tubuhnya. Mbak. Silakan. "Selamat sore. dari Yayasan Bina Ceria. Di atrium. upah. Mbak. Ini anakanak asuhan saya semua lho. dan memperkenalkan perdagangan bebas serta interfensi pemerintah seminimal mungkin. Hiruk-pikuk. nama saya Hari. Bu. Kepolosan yang hari ini akan dicorengi ambisi untuk menjadi yang paling cantik. Diva sudah ingin pulang. ya?" "Memang.untuk menggeliat dan mencoba hidup.

Segala probabilitas dan ketidakpastian hidup tidak memberinya sedikit pun alasan untuk memilih pemenang. belum lagi syal bulu yang dilambai-lambaikannya genit. bolpoin dan kertas berisi kolom penilaian tak disentuhnya sama sekali. Lebih direncanakan. dan berpose dengan senyum artifisial. Bermain tanpa aturan. Diva hanya melipat tangan. dan jaket bermotif kulit binatang. Menang akan apa? Untuk kemudian beberapa anak menjadi minder dan merasa dirinya jelek? Lalu kedua orang tua mereka setengah mati berusaha menghibur. Diva tahu itu semua. Oiva sungguhan cemas akan apa yang ia lihat. takut-takut anak mereka lupa hitungan langkah atau pose yang sudah dilatih berhari-hari. Seorang anak dengan kuncir setinggi menara berjalan ke arahnya bak peragawati profesional. berusaha meninggalkan kesan di sana. ia . memandangi tiap anak lekat-lekat. bersandar pada kursi. anak yang diklaim paling jelek hari ini mungkin akan menjadi top model di usia 20. Seharusnya hari ini menjadi pesta sukaria bagi mereka. Ketika perlombaan dimulai. Sesekali mereka melirik ke arah orang tuanya yang sama cemasnya. Matanya menantang. kesempatan untuk bertemu temanteman sebaya sebanyak ini. Seharusnya mereka berlarian telanjang sesuka hati.Rata-rata memakai sepatu boots hak tinggi. Begitu juga dengan Ibu Tetty dan Hari yang saling lirik-lirikan. Menjadikan para panitia di sekitarnya mulai berbisik-bisik curiga. pemenang hari ini mungkin berubah pikiran dan jadi peneliti di LIPI. Anak-anak itu melangkah. Anak-anak ini mungkin akan jadi gembrot di usia 17. Lebih dibuat-buat. tank top. Menari. Tertawa terbahak-bahak. Mereka tak akan mengerti kecemasannya. Bajunya berwarna menyala seperti stabilo. tapi tak peduli. tingginya mandek di usia 15. Sebagai aksi penutup. berputar. Terjatuh. mengirim mereka kembali ke berbagai perlombaan. mengerlingi para juri. rok supermini. Bahkan sekecil mereka sudah belajar berdandan seperti tukang jagal. kali ini dengan "persenjataan" lebih lengkap. mencemaskan Ketua Juri mereka yang tidak menulis apa-apa.

dan jerawatan. nampaknya hasil penilaian kita sama. apalagi pakai-pakai lipstik mama." "Ya sudah! Beres kalau begitu!" Diva langsung menyambar kertas tersebut. "Bu Tetty. Kalau Mbak Diva gimana?" Bu Tetty nampak masih bersemangat. "Gimana Har. "Nanti kalau sudah sampai di rumah. Sebenarnya hari ini tidak ada yang menang. "Punya saya--dilihat belakangan saja. pendek. Baik.mendadak meliuk seperti ular. Nggak usah pakai sepatu tinggi. 11 itu. saya yang umumkan?" Bintang Jatuh Di panggung itu Diva berdiri. Dan mereka terpaksa dipilih karena papamama kalian sudah bayar uang pendaftaran.. "Luar biasa. Semuanya berseri-seri. Setelah semua lengkap berkumpul. ya anak sekarang. lho. Bu. jangan tunggu dikasitahu orang. 17 obat pencahar yang kalau sampai •ditambah lagi niscaya akan menguras total isi lambung. Kakak mulai. adik-adik jangan lupa untuk terus bermain. Teman-temanmu yang di depan ini dipilih karena merekalah yang paling pintar meniru orang dewasa. Kalau adik-adik mau cantik. Diva kembali angkat suara: "Adik-adik yang manis. "Selamat sore adik-adik semua. Total ada 17 peserta. ya. Diva menelan ludah. ya. "Kalau boleh. bapakbapak dan ibu-ibu.. Percaya sama Kakak. Ini cara terbaik untuk mengeluarkan makan siangnya. Mereka bertiga pun disuruh rapat." jawab Diva kalem. Suara tepuk tangan meriuh. seolah-olah mencium mereka semua. dan tidak ada yang kalah. dan sudah beli bajubaju mahal untuk kalian pakai. Bermain saja yang puas." Hari mencondongkan badan. Hari sibuk menjumlahjumlah. Ia harus memuaskan para orang tua yang telah membayar mahal untuk klub ciliknya. berapa jumlahnya? Kalau aku sih suka sama yang no. Kontan penonton kaget. Di tangan Kakak sudah ada pengumuman para pemenang fashion show dari kedua kategori. Kemudian ia memonyongkan bibirnya centil. berbisik padanya... biarpun nanti kalian bisa jadi gendut. mereka pun berteriak kagum. nanti kalian juga bakalan bosan jadi orang gede. Kalian sekarang semua lucu dan manis. Kakak punya ." Satu per satu pemenang yang dipanggil naik ke atas pentas.

Langsung menuju pintu keluar. Begini caranya. mendadak senyap. Wajah tirusnya yang seperti orang kelaparan. Sama sekali tidak terpengaruh gejolak hebat di sekelilingnya. sementara rambut teman-temannya mekar seperti kembang sepatu. "Pulang langsung. Anak-anak mendengarkan dengan mulut menganga.. Semoga saja mereka mengerti. Di antara semua orang yang mengejeknya aneh dan jelek. begitu. Diva menggigiti bibir. Radio RRI—berita—harga sayur-mayur. Badut-badut di pinggir panggung menghentikan aksinya. Pak Ahmad. bertanya. Kentang meluncur drastis. Para panitia menundukkan kepala cemas. Pak. Sementara wajah itu tidak berubah. Tahu. Dengan langkah tenang dan anggun. Disusul merosotnya bawang merah. dan bilang begini: 'Saya cantik—saya cantik—saya—cantik'. mencari kekuatan. Amin! Ngerti semuanyaaa?" Atrium yang tadinya bising.mantra ajaib. Semua tumbuh dengan sendirinya. masih menggigiti bibir.. "Langsung. Ia selalu begitu ketika ada sesuatu yang menggairahkannya. tanpa perlu banyak usaha lagi. Dan lihatlah ia kini. Sampai kapan pun. Ia memikirkan anak-anak tadi. Selama-lamanya. Cabe keriting merangkak naik. melainkan usahanya sendiri untuk tahu dirinya cantik. Terung menjadi . hanya satu yang sanggup berkata lain: dirinya sendiri. Rambutnya yang lurus dan membosankan. Para orang tua saling berpegangan tangan. Acara mereka hancur sudah. Diva memasuki rumahnya. Pembawa acara kehilangan kata-kata. adik-adik pergi ke cermin. Non?" sopirnya." Sepanjang jalan. Diva turun dari panggung. Semoga saja. Mungkin ia telah memperbaiki sesuatu dalam konstruksi berpikir mereka. Kol membanjiri pasar. Badannya yang sudah membentuk kurva-kurva ketika tubuh teman-temannya masih kotak. Kakak jamin. Ini bukan hasil pujian kiri-kanan. Kakinya yang terlalu panjang menjadikannya tak pernah kebagian jatah sepatu ketika boks-boks sumbangan datang ke Panti Asuhan. yang mendengarkan dan mungkin mengerti. kalian semua pasti akan cantik-cantik. Diva teringat akan tubuh tingginya yang seceking kelingking.

Ia amat menyukai selera humor Diva yang sadis. untuk kemudian mereka ambil secukupnya. "Kamu ternyata memang pemboros. Padahal di dalam tanah sana. atau sepasang mata yang menghunus tajam seperti samurai haus darah. salah satu kliennya. Kelebihan hanya akan mengakibatkan keindahan itu busuk dan siasia. "Diva. Mendapatkannya bagai oase di tengah padang basa-basi. jadwal saya kosong. semua berjalan tanpa gejolak yang dibuat-buat. Nanda benar-benar berjuang menahan tumpah air . Pergi menuju pasar dan mendapatkan segalanya dengan cuma-cuma. untuk hidup kembali." Ucapan pertama Diva mengalir tanpa beban. "Ya. melengos. Jemput saya jam delapan? Bye. Sementara petani bertahan matimatian untuk hidup.primadona. Tak ada yang ingat kapan terakhir menanam karena suka. Jahe dengan stabil berjalan meniti tali harga. babe. "Saya lapar." Mendengar suara Nanda. kening Diva langsung berkerut. jujur saja. Telepon rumahnya berdering. Mendengarnya. "Kamu beruntung." Tawa Nanda kembali terdengar dari ujung sana. Sirkus komoditas. Sanggup makan kamu hidup-hidup. Tidak lebih. Diva pun menuju taman belakang. Diva membuka dafta r alarmnya. Sekadar merawat kehidupan berwarna hijau yang menembusi lapisan-lapisan tanah. Tomat tak pernah keberatan buahnya dihuni ulat. Ia rela mati. Diva pun mengecilkan suara radio." Teringat pohon jeruknya yang baru berumur enam bulan. juga tak berbuat apa-apa bila dilekati pestisida. Tanpa bisa memutuskan mana yang lebih merangsang: baju berbahan lycra warna hitam yang melekat seperti kulit kedua. "Bisa dibuat sekarang?" Diva tertawa. "Memangnya kita punya janji?" tembaknya langsung. Fee saya yang masih kurang mahal atau kamu yang mulai nagih?" Nanda tergelak. halo?" "Hi. Air liur pria itu langsung terbit begitu melihat Diva melangkah keluar dari pintu." "Lebih juga nggak apa-apa kalau memang dananya ada. menggenggam botol semprotan berisi pupuk cair. Buah dan sayuran hadir di sana bintang Jatuh diakibatkan kebanggaan petani yang berhasil membesarkan. saya cuma mau ajak kamu makan malam.

Diva menyatakan tegas bahwa tubuhnya terbebas dari sentuhan sekecil apa pun. asalkan mereka sadar dan tidak munafik.liur. Yang jelas. tidak perlu membela diri. bukti pada khalayak umum bahwa mereka telah membesarkan anaknya dengan baik. Lima belas menit lagi menuju tutup total. mal di akhir pekan adalah hari eksibisi balita kelas menengah. Para pelayan berdiri tabah dalam ketidaksabarannya. semuanya tak akan sama lagi. "Coba. enak bener ya jadi kamu. siapa yang memutuskan untuk memiliki anak di antara kalian Bintang Jatuh berdua? Jujur. dengan mertuaku. Mereka mengambil tugas sebagai pendidik sebelum berhasil mendidik diri mereka sendiri. sinthiing!! Kamu bilang begitu di depan orang tua mereka?. "Kamu sinthiiing." "Kami berdua memang sepakat. sekaligus pelajaran pertama mereka untuk jadi konsumtif. Karena begitu itu terjadi. Aku tidak mengatakan kalau itu dosa. sayang. "Kamu yang luar biasa buta. Ia lebih butuh Diva untuk hal yang lain. orang sinting yang bisanya cuma ketawa-ketawa sambil bilang orang lain sinting." Nanda mendecakkan lidah. sama seperti dirinya. Begitulah jadinya." "Tenang saja. Itulah hari ketika ibu-bapak bermain Barbie dan Ken." "Hei. Setengah jam yang lalu restoran itu menutup pesanan terakhirnya. Tapi yang jelas. Nanda tidak mau merusak malam ini dengan buru-buru membicarakan soal itu." "Kamu memang luar biasa kejam. "Ngomong-ngomong.. orang tua kami tak sabar menggendong . menatap kedua orang yang tak kunjung beranjak itu. Atau bisa juga. sama seperti anaknya. sampai ada kesepakatan." balas Diva tenang.'" Kalimat Nanda menyembur-nyembur di tengah gelakan tawanya. Sampai ada pembicaraan nominal. padahal itu justru karena mereka tidak tahu cara lain. main Barbie dan Ken adalah kompensasi dari repotnya mengurus anak. "Tidak ada.. boneka mereka adalah anaknya sendiri. tapi aku tidak pernah bawa bayiku ke mal. Bedanya." "Apa yang salah dengan itu semua?" sergah Nanda. Saya hanya sebal dengan orang-orang yang menjadikannya excuse. Kalau istriku sih sering. Bagaimanapun Diva seorang profesional.

ditandai suara deru ban yang berkumandang tanpa iringan musik atau obrolan." Mendengarnya. kamu tahu sendiri. karier bisa diatur. "Diva. siap bangkit.. wajah Nanda malah makin berat. Diva agak terkejut melihat sorot seperti itu untuk pertama kalinya keluar. kok jadi beban.. capek." Pria itu seketika mendongak. sih? Sudah saya bilang. sama seperti kamu. tapi saya ingin kamu men-charge saya malam ini. ternyata kelakuan anaknya masih seperti bayi. saya lebih suka membayar kamu untuk makan malam seperti tadi... Eeh. kamu tidak tahu sebenarnya siapa yang menghibur siapa.. Nanda. Sekalipun kamu sudah." Mobil itu memasuki pelataran parkir hotel. "Hidup kamu itu gimana. nggak usah berlagak waras dengan pasang muka begitu.. "Jangan jadi beban. "Mereka nggak tahu. dan berhenti di sana. Jadi. Ada yang bergolak di dalam sana..." Mereka berdua pun berdiri. Tak lama kemudian jip mewah itu kembali melaju di jalanan yang melengang. "Kamu serius?" Diva melirik. kalau saya harus mengeluarkan uang untuk.. pakai ditambah bayi sungguhan pula.. . Sunyi. Kita sama-sama harus begitu untuk bertahan di dunianya tukang dagang. "Saya masih belum gila. diiringi embusan napas lega para pelayan. nanti malah nggak dapatdapat. daripada. Saya memang punya dagangan. Katanya. sebuah kesenangan. daripada. anak bawa rezekinya sendiri**" Diva terkekeh. Tapi jangan cemari satusatunya jalan pulangmu untuk keluar dari semua sampah ini.. Putaran ban melambat ketika mendekati sebuah hotel.. pelan." "Dan kalau anakku lagi lucu-lucunya. jadi orang sinting itu harusnya gampang. Ketulusan bukan ketulusan lagi kalau kita mulai memperjualbelikannya. Muka Nanda tertekuk.cucu." ¦ Diva menggelengkan kepala. begitu giliran kencing. jangan ditunda-tunda. biarpun sebenarnya kita tidak. Untuk kesenangan sendiri saja. langsung pindah tangan! Sialan! Ha-ha-ha!" "Sudah ah. dia pasti bakal didominasi kakekneneknya. Mungkin ini kedengarannya bodoh. e'ek. "Sedari tadi." Diva berbenah. "saya pikir benar-benar cuma makan malam. ah. Dan belum ada rencana ke arah sana juga.

seperti malam ini. Nanda membenamkan wajahnya semakin dalam." ia menggamit tangan Diva. tenggelam dalam tengkuk Diva. "Yuk. Sorot mata yang hidup tadi. Andaikan ia mampu mengganti isi amplop itu dengan surat cinta. Hari bergulir cepat bagi seorang Diva. Semuanya bahkan seperti mimpi buruk. terkutuklah dia. Diakhiri suara kunci mobil berputar." "Yang penting. "Aku suka sindiranmu itu. tapi selalu berkeras ingin dipanggil Margo—nama gaulnya waktu muda dulu. Demi untuk bisa menyerahkan amplop itu. Di kamar hotel yang sunyi." Gadis itu menunduk sambil memainkan ujung baju. ia pun tidak tahan lagi. Pak! Atau lagi ada proyek pendidikan yang bisa dicatut?" f "Pendidikan sekarang sudah jadi bisnis. Namanya Margono. Lelah mencari bahasa yang sanggup mengungkapkan perasaannya. Mulai menangis. Dunia ini semakin mahal. ya. Lelah mendapati kenyataan bahwa bahasa yang ia cakapkan hanyalah angka. Surat penuh syukur. Nanda memutuskan menghabisi kegaduhan alam pikirnya. Kangen kamu!" "Untung juga Bapak nyambi ngajar di program-program magister pengeruk uang itu. Tanpa perlu satu pun huruf. "Halo. "Halo juga. Ia serasa bermimpi baru saja memperkosa ibunya. Seorang guru besar ilmu sosial universitas top di Jakarta. Amat pelan. Walau seringkali ia harus menghambarkan rasa.kembali ke diri kamu sebenarnya. jangan sampai kembali ke Kramat Tunggak." Pria beruban itu cengengesan sambil melepas kacamata tebalnya. "apa kabar pendidik bangsa kita satu ini?" Pria itu tertawa. Usianya sudah lewat 50 tahun. Pak?" "Nona Manis. tua-tua begini aku . Ya. digerakkan kejujuran yang berontak dari dalam sana. atau adik perempuannya. Uap keringat yang panas tadi tak membekas di hati. ilmu tidak tekecuali. Pendidikmu tersayang ini sedang kangen berat. cantik. Non." jawab Diva tenang. Sama sekali. Selelah orang disuruh menggusur gunung. ya? Gaji dosen beneran mana bisa bayar saya. Nanda mendekap lembut tubuh Diva yang tergolek polos—mumpung ia masih punya hak melakukannya. Terkutuklah Diva si Pelacur begitu ia mulai memunguti uang di atasnya. kita turun.

Dan bukan cuma itu saja. Nanti temanku ada yang bakalan pergi simposium ke Boston. Viagra kan bekerjanya terpusat di organ situ saja. Oh ya. "Kalau Bapak ingin lihat saya pakainya di depan Bapak. sampai ke neo-Gramscian. lalu menelan dua butir pil. Pak Margono melihat jam tangannya. Lebih tokcer. Pak?" "Ah. katanya bakal keluar saingannya Viagra. juga kritiknya Habermas. ada yang ingin mengulas etika otonominyalah. Saya suruh saja mereka tulis semua yang mereka mau. Yang satu ingin menekankan kritik soal materialisme historisnyalah. aku mau titip sebotol!" Rupanya ia berhadapan dengan bandot gaek yang mencoba mengasah tanduk yang bahkan sudah membelesak ke dalam. Ingin rasanya Diva menghadapkan cermin. Fichte—semuanya dalam kerangka Marx. jadi yang meramu-ramu. Saya nggak kepingin malam ini Bapak jadi bangkrut." Diva pun duduk. Dengan penuh semangat ia merogoh tasnya.. juga spill-down pemikirannya Marx. Pak." Lelaki itu menggosok-gosokkan tangannya. Kalau yang baru ini kerjanya langsung menstimulasi otak. "Sudah sampai mana Supernova proyek keroyokan resensi Das Kapital-nya. "Div. terbakar gairah." "Saya mau tuh. Terlalu banyak sudut pandang malah jadi pusing.." "Mana G-string pesantfnku tadi? Sudah kamu pakai. ha-ha. bersemangat. melipat tangan. Kalau bukan kamu. Kant. apalagi yang menyangkut faktor emansipatoris masyarakat." Diva langsung menawarkan diri." "Jangan harap saya tersanjung mendengarnya. mengeluarkan sebuah botol obat. Feuerbach. segitu-segitu sajalah. chief editor. Tapi yang lebih penting lagi adalah relevansinya . Saya pernah iseng-iseng merangkum pemikirannya Hegel. Paling-paling nantinya saya car i lagi satu orang buat meramu-ramu. "Soalnya saya tidak akan hanya mulai dari Marx lalu berhenti di Marx lagi. "Kita tunggu sepuluh menit. ya aku mana mau. Saya pernah baca ulasan tentang itu.masih punya selera tinggi. paling lama lima belas. Katanya barang ini akan bereaksi dalam sepuluh menit. itu akan kena charge tambahan. semacam itu. cantik?" Diva mengangguk kecil. Gramsci. menarik sekali.

"Memangnya penikmat ilmu seperti saya ini tidak bisa diakui ya. bukan kasih titel." Beliau sibuk meralat. kewalahan. kamu beli izasah. mmm." tukasnya berapi-api. Pak. Produknya nanti kayak Bapak semua. tapi kamu itu siapa? Maaf lho.. mana boleh. arogansi agama yang berlebih. tanpa bermaksud menyinggung. Bolak-balik lihat jam. Makanya kalau ngomong suka ngaco. Titel kan ndak dikasih sembarang. cantik. itu semua karena pendidikan yang basisnya parsial." Diva makin tidak habis pikir. ada sistem pengujian. apa yang sebenarnya ia lihat." Diva mengangkat bahu ringan. ada pertanggungjawaban hasil akhir." celetuknya genit. parameter pengakuannya apa? Kan mesti ada kurikulum." Diva nyengir. "Div." Mata Pak Margono langsung membelalak ." potong Diva malas. tidak menyeluruh." kata Pak Margono.. dong." "Panggil aku Margo. "Nih. Full refund. piye iki? Mungkin kamu mesti bugil dulu! Atau apalah! Bikin apa 'gitu sama aku. "saya bisa pergi dari sini. Nanti biar bisa jadi dosen! Ada kenalanku yang bisa mengurus sertifikasinya. "Sudahlah.. "Manisku. Orang-orang diajari untuk berpikir parsial. wis. sudah. Kamu tidak punya titel apa-apa. "Maksudku. Melucuti bajunya satu-satu. ini sudah sebelas menit kok belum ada apa-apaan ya?" "Nggak usah dipaksakan. dan pemicu awal ide Marx itu sendiri. Sementara konteks utamanya malah ditenggelamkan. nanti Bapak boleh dong mengajar di sana. bukan berarti kamu tidak mampu. saya tahu kamu lebih cerdas dari dosendosen itu semua. saya tidak percaya dengan sistem pendidikan Bapak itu." "Asyik.. yo uwis.. Langsung S-3 juga bisa.. saja deh. Arogansi pengetahuan yang berlebih. "Walaah.. arogansi budaya yang berlebih. Sekolah yang kasih ilmu. timpang. Pak Margono mulai gelisah." "Aduh." "Masalahnya. kamu kan tidak punya latar belakang civitas akademika sama sekali. Pak?" "Ya.dengan kondisi sekarang. "tunggu sampai saya bikin sekolah sendiri saja. "Ya. Pak. Dengan santai. lho. Diva menurut. Mau jadi apa bangsa ini. dan bikin keputusan simpang siur." Pak Margono memotongnya dengan tawa mafhum." Lelaki itu panik sungguhan..

Tanpa sanggup lagi berkata apa-apa. Ia berusaha. Mengambil setengah. "dan biaya ganti rugi G-string saya yan kamu robek. jangan bilang kamu cemburu sama tokoh karanganmu sendiri. Tak lama kemudian.." ujar Diva seraya bangkit berdiri.." "Oh. . "Sengaja. Supernova KEPING "Such a Small World." *Ini ongkos saya telanjang tadi." timpalnya cepat. eh?" Tidakkah kamu ingin jatuh cinta padanya?" tanya Ruben sambil menepukkan naskah itu ke dada." sahut Ruben dari dapur. "Kayaknya kita butuh istirahat sebentar." "Sablengnya iya.seperti burung hantu." Sejenak mereka berdua kembali membumi. sini kamu. please. Pak Margono terkulai." "Terserahmulah. Ngiler. Diva yang mendekat langsung disergap tanpa ampun. "Sini. keduanya pUn meregangkan badan. membuat secangkir kopi. Ia pun mulai berbenah.. sekarang kitaribut gara-gara memperebutkan wanita yang bahkan tidak eksis! Ruben terbahak. persis penisnya. Dan aku tetap bangga dengan jasadku yang sarat kafein. Jelas sekali bapak itu berusaha keras.. Margo. akhirnya ia menyerah. Ruben melangkah ke dapur." "Justru aku yang tidak rela kamu menyama-nyamakan diri dengan dia.. sembilan belas menit. Dhimas langsung merebutnya kembali. "Dan kita ini homo!" Mereka terpingkal-pingkal.. ya? Coba sekali-sekali hitung ada berapa bekas cangkir itu. supernova Dari posisinya masing-masing. ya? Bintang Jatuh itu kok banyak miripnya denganku." "Setuju. dia adalah Ruben Ehud versi perempuan." "Menurutku. kepayahan. Ruben mesem-mesem. Lima belas menit lewat sudah. dengan napas memburu yang tak menghasilkan. "Ya! Tanah liang kuburmu nanti bisa orang-orang pakai buat bikin kopi." panggilnya membabi-buta." katanya sambi melangkah pergi." Pintu itu pun menutup. "Kamu tidak takut jantungmu meledak.. dua puluh dua." "Ah." f£M "Ha-ha! Itu lebih lucu lagi. Tinggal bekal air panas dan cangkir dari rumah. dan berusaha. Diva menghampiri amplopnya. "Syukurlah dia cuma tokoh fiktif. toh kita semua bakal mati.. Jadi. "Mungkin Bapak mesti tunggu obat titipan dari Amerika itu datang... Sigap.

. Dhimas selonjoran sambil membaca majalah." "Rafael!" "Ale! Nama panggilannya Ale... Dulu kita pernah bertemu di acara ramah tamah PERMIAS. Aku kan masih ingin tahu dunia. ya?" "Oh! Aku ingat.I^ * tggu sudah pindah^ Nggak betah katanya." "Dia homo juga?" -Ferre ini cocok sekali dengan karakter Ksatria kita." -Such a small world. "Ada yang menarik dari dunia selebriti kita?" Dhimas membolak-balik majalah itu. Tahun berapa itu. "Sepertinya ada. Apalagi dia. Anak itu sempat ngobrol denganku garagara kita sama-sama tidak tertarik ikut kepengurusan. nggak?" Ruben menajamkan mata. yang dari junior high sudah di Amerika. "Kamu nggak merasa buang-buang waktu baca majalah kosmopolis begitu?" "Lighten up. kok. ya." "Wah. Ekspatriat." "Lumayan. "dan temannya ini sekarang malah jadi selebriS padahal kalau dia berkarier di Amerika. single.. "Mana coba." Ruben menggoyangkan telunjuknya. Dia muncul di acara itu kan cuma gara-gara diajak sobatnya. ha! Perusahaan asing! Sempurna!" "Tapi jangan lupa. dan tiba-tiba berhenti di satu artikel. Ganteng lagi. Miranda kan tetanggaku di Kebayoran Baru. mana lagi merasa dirinya mahasiswa pendatang. paling-paling cum jadi debu di tengah gurun. aku sering main ke rumahnya.. Ferre." "Umur 29. Apa anehnya . "Kamu masih ingat dia. lulusan Berkeley. Orang ini memang pintar. tahu nggak. manusia kuper ini kepingin tahu.lm flflt-ku waktu dia baru datang ke Balti^Ehn. sudah jadi MD." "Adiknya si Miranda itu." gumamnya pelan. eh? Rafael itu pernah „.. Aku jamin tidak bakalan eksis " -Jangan terlalu kejam." Ruben ikut berselonjor." Dhimas membaca artikel itu lebih saksama. kan? Siapa namanya.. "dia itu geng imigran. Aku memang si serius yang membosankan. "Ferre?" "Ya. akhirnya dia minggat ke SF'tatar Ruben." "Geng konsulat?" "Lebih parah: geng imigran. Masuk sini jadi barang impor. ya." "Lihat ini. "Hei. Dulu waktu masih SD-SMP." Dhimas menyorongkan artikel dengan foto seorang pria terpampang besar.. Ruben.Ruben mencari-cari makanan kecil sambil meniupi kopi panasnya.' Baltiniore nggak ada apa-apaan." "Ya.

yuk!" "Taruhan apa. Tapi jujur. Tak peduli lagi tepat atau tidak. kening kamu kerat-kerut sampai IL^Z\ meledak sendirian. adalah keindahan melihat kamu asyik di aummu sendui." "Puisi? Itu tidak adil namanya. Saat mereka bersantai di atas karpet kamar kerjanya. Puteri. tapi karena harus. sayang. dong!" Rana menjawab. "Kadangkadang." "Bukan mentang-mentang saya yang kasih. dengan bangga pula. Puteri?" tanya Re pasrah. baru kita saling melapor dan dihitung siapa yang paling banyak." KEPING Cinta Tidak Butuh Tali Ada gambaran mereka berdua dalam benaknya. menghadapi hamparan komik Jepang pemberian Rana. Tak peduli kau menyadari aku hilang atau tampak.ekspatriat dapat posisi begitu di negara ini?" "Bisa nggak. ya! Awas kalau enggak!" Re berpikir sejenak. Kariage Kun. "Rana. Taruhannya apa?" "Yang kalah harus membuatkan puisi. tidak mengindahkan. "Kamu masih baca komik ini?" "Ya masih. Sebuah pensil kayu jelek hadiah dari restoran yang ujungnya diraut sembarangan dengan pisau.. "Boleh. apalagi kalau saya ketawanya sendirian. sih kamu berhenti sinis? Sebentar saja. Di sebuah Minggu siang yang langka. Ketawa "Kamu memang mencintai saya dengan tepat. Kamu benar-benar tenggelam Vud jangan.. "Hati saya rasanya masih meleleh setiap kali kamu memanggil saya 'Puteri'. "Kamu?" "Masih juga. terlalu mudah untuk kamu membuat puisi." Rana berkata lirih. kan?" Bgiv "Bukan. "Suami kamu tidak cemburu sama si Kariage?" balas Re." Lama tidak ada tanggapan. "Apa ini?" tanya Re heran ketika disodori sebatang pensil kayu. kita coret garis di kertas. Lucu." "Kamu keliru. menahan pilu. Saya memang sering menulis. Puisi membutuhkan lebih dari . "Alasannya'" «Bagi saya. senyumnya pun melebar. "Kita buat taruhan." 'Heran. Kamu penulis. Tak peduli kau bahagia dengan diriku atau cuma dengan sel otak." Mata Rana kembali punya sinar.?" Mata kekasihnya nanar. "Tiap kali kita kangen. terus kita hitung mulai dari jam kita bangun sampai tidur. saya kok malah senang lihat kamu baca komik ini. Puteri. Ferre " Aku mencintaimu sepenuh hati. Kala mendung dan gerimis kecil merambati jendela.

." "Saya sudah kangen duluan. Orang-orang di sekitarnya mulai sadar." Di tengah rapat dengan orang-orang finance-nya yang masih berjalan. Karena itulah aku anomali. Memompa lembut seperti angin memijat langit. "Re. Dengan roh rindu yang menumpang lewat di dada. Karena ini ia dinamakan si jantung hati. . Ingat saya pernah bilang soal pekerjaan yang masih punya ruang untuk inspirasi? Penulis puisi bukan hanya mendengar ketukan inspirasi di pintunya. Kata itu mengempaskannya kembali ke lorong-lorong gelap masa lalu." "Menurut kamu.." Rana mengambil tangan kekasihnya. Sudah kumenangkan taruhan ini. Karena rinduku menetas sebanyak tetes gerimis. pikiran Re sudah melesat pergi seliar api mercon. . "Kamu pasti kalah. Princess.. uinta 1idak butuh tau Dan darah cinta adalah udara.. Puteri." "Ya?" "Saya menang. Hampir dua menit sekali. telepati itu ada tidak?" "Kenapa memangnya?" "Barusan saya juga memikirkan hal yang sama. "Kamu tahu aku tidak bisa. Memasuki sandwich memori nan lezat. Pikiranku adalah seribu persimpangan dalam sekotak korek api. Dulu aku adalah pujangga. Tidak butuh kertas. Diam-diam tangan kirinya mencoretkan garis-garis di selembar kertas." "I love you. ¦ Seorang arwah pujangga tersasar masuk ke dalam tubuh mungiiicu.. pensil kayu pemberian Rana.. . too. sayang." "Berarti dari kita tidak boleh ada yang kalah. Sebanyak itulah aku merindukanmu. Kenangan beranak kenangan. Suara gerimis kembali mengambil alih. Genggamlah jantungku dan hitung denyutannya ." Rana mempererat genggamannya. Ia merobohkan seluruh dinding! Inspirasi nggak perlu lagi ngomong 'permisi'. bahkan dengan amat adil.sekadar jam terbang. atau corengan garis. Dan mutiara sangatlah aneh di tengah batu kali." Inspirasi. "I love you. Re menatapnya sambil memainkan pensil kayu itu. Tak pernah lepas dati kantong. Berdenyut lincah seperti buih yang terus berkelit. Ini dia kendaraannya. Dulu aku berkata-kata bak mutiara nan wangi. Jadi siap-siap merancang puisi dari sekarang." "Kok bisa." bisik Rana manja. Jauh sebelum kau menyerahkan kertas dan pensil... mengecupnya lembut.

" Re memutar posisi duduknya. Aku tahu banyak sekali bandot nggak pernah gede di usianya yang ke-50 sekian. Dalam satu geliat nasib. "Yup. membuatnya tersadar seharian ini ia tidak ke luar rumah sama sekali. Asal dan tujuan benar-benar spesifik: Rana. yang dikenal sebagai pengguna waktu yang efisien dan efektif. Umurku berkepala tiga dalam beberapa bulan lagi.. But sorry. Kembali melandas di hari Minggu. Bahkan beberapa minggu yang lalu. Sejak kapan pakai pilih-pilih?" Re tergelak. kita bukan freshmen lagi. Hamparan rumah mewah model townhouse yang tertata apik.ia adalah si lajang loser." Tiba-tiba telepon genggam Re berbunyi lagi." "Kamu suka sama dia. sekarang tidak ada pekerjaan untuk mendistraksi.. Komik Kariage Kun yang jadi pelariannya juga sudah tidak lucu lagi. not me. "Hei.. memunggungi Ale. umpatnya. Persis sedang senam waitankung. makanya Alexander Graham Bell ditakdirkan jadi penemu telepon. Sedan perak di rumah seberangnya sudah pulang lagi. Di kantor ia selalu melamunkan hari ini. mendadak rumah ini terasa begitu sepi dan. Ia.Bos mereka bolak-balik menghela napas. "Le. Rana? Oh. telah membuang setengah hari untuk melakukan sesuatu yang tak bermakna. tapi di hari ini lamunannya selalu mentok ke jalan buntu. Satu malam ketika pergi makan dengan A le. Puncak segala siksa. yang juga perbuatan yang tolol. "Hai!" Suara enerjik . Telepati itu bualan. Gawatnya. Lima menit kemudian Re tersadar betapa konyol ini semua.. Re melirik ke luar jendela lagi." ujarnya ragu-ragu." "Sok tahu. "Halo. ya? Sudah terbit? Pasti! Kapan saya bisa baca. Benar-benar cuma satu yang menggugah minat: telepon—deringannya atau kesempatan menelepon. Hanya dalam waktu hitungan bulan. ia masih berusaha keras menyangkal semuanya. Pertama kali ia tertangkap basah. Hunian ideal bagi para lajang sukses. defensif. "Lalu? Suka is suka." "Aku melihatnya sejelas melihat sendok ini. Berlari di tempat. karena ia hampir tak mampu menutupi apa pun. telepon genggamnya berdering. Dia sudah bersuami. tahu!" Re berkata. "Rana? Reporter itu?" Ale langsung bertanya begitu Re berbalik." "Gila.

Apalagi dengan program yang sudah mereka sepakati. Refleks. "Rana lagi?"1 "Ya. Mungkin memang begini ini adanya. ia malah menjadikan suaminya singa kelaparan yang siap menyerang begitu ada kesempatan. Bahkan reputasi emasnya. Kepalanya makin merunduk mendekati piring. Ale tersenyum sendiri. itu dekadensi besar dan sudah kenyang Re dimakinya. semakin lama ini berjalan. Re melangkah menjauh sambil meneruskan percakapan. sahabatnya kembali berjalan mendekat.".. tidak ada yang punya arti di saat seperti ini." jawab Re pendek. Ia sudah mencoba berbagai cara. Yang lebih penting lagi. Cinta itu tirani. Tapi saking bersinarnya mukamu. menyapanya dengan keceriaan murni." "Ngaco.dan penuh vitalitas itu lagi. Masih adakah cucian yang belum kering? Adakah sampah yang ingin kalian bakar? Mari. Tak berarti." dumel Re pelan. Dengan tak berdaya kesemuanya itu berlutut di hadapan mahligai agung sebuah hipercandu bernama Cinta. punya anak tahun ini.panggil Ale di antara kunyahannya. Menggiringnya ke lorong panjang pengorbanan. '-^. "penerangan di sini remang-remang. Apalagi di tempat kamu berdiri tadi. Membuat dirinya terasa sangat remeh. semua ini akan menimbulkan kecurigaan. Cinta tidak membebaskan. Sudah sewajarnya kegiatan tersebut justru . Rp mplirilr iam . Semua orang menyimpan sebongkah matahari dalam dirinya.. Konsep itu memang utopis. Rana Arwin hafal benar siklusnya dan Rana sangat menyesali hal itu.. agar ia sedikit berlari. Lima menit kemudian. dan berarti. gejolak 24 jam itu adalah kemajuan. Kini ia mengerti. Ada yang terbit dan ada yang terbenam. Matahariku bersinar nonstop dua puluh empat jam. Mendadak ia tercenung. Pembuangan waktu seperti ini juga akan jadi bahan omelan empuk. npmac Cinta Tidak butuh Tali Ayo Puteri. Baginya. Dan kini ia kehabisan akal. dekatkan pada wajahku. Bagi Ale." Makanan mereka datang. Ia sadar. dari mulai pura-pura tidur sampai mengaku keputihan. "Kamu benar-benar suka sama dia." "Jangan asal. karier platinumnya. cambuklah kuda waktuku. semua orang di sini sampai silau. Ia membelenggu. "Re.

Tiba-tiba Dhimas berhenti mengetik. Dan seperti kucing basah kuyup." Jangan. sayang?" "Agak nggak enak badan. Sapuan-sapuan penuh maksud yang membelai kulitnya. Arwin keluar dari pintu kamar mandi. Ia kenal betul ekspresi itu. Menguap berkali-kali. "Kamu sudah tidak minum pil KB lagi. Ruben. Mas. tolong aku. Rana berteriak sunyi. "Kamu membuatku merasa bangga dengan diriku sendiri. Setiap bunyi gemerisik Supernova seprai membuat jantungnya berdegup kencang.. "Mau dibuat enak sama Mas?" rayu Arwin. Aku mohon. "kok tangan kamu dingin kayak es?" "Masa. Aku diperkosa. Setiap hari. Lampu dipadamkan. Ruben "Apa kabar Ksatria dan Puteri kita?" Ruben menepuk bahu Dhimas yang masih tekun mengetik. Demonstratif. Dalam titik kepasrahannya.. Ia lalu memejamkan mata kuat-kuat. Dhimas &amp.diintensifkan." "Seberapa malang?" "Kamu bisa bayangkan apa rasanya ketika statusmu bagaikan penjara dan tempat tidurmu adalah neraka?" . Rana makin meringkuk di sisi kiri tempat tidur. Perlahan ia mulai merasakannya. tangan Arwin yang merangkulnya dari belakang. . sih?" gugup Rana menjawab. Mas. Rana balik badan seketika. ternyata aku sangat beruntung./ Arwin berbisik. "Malang. suaranya bergetar. siap berbaring.." Rana menelan ludah. Mungkin masuk angin. Cukup satu 'halo' di telepon.. "Kamu sehat-sehat kan.. atau satu 'hai' di tengah keramaian. kan sayang?" "Tidak. Biasanya rayuan itu selalu berhasil. Kamu memberi hubungan ini .. Rana benar-benar tersiksa. Dan malam ini ia harus berhasil. dan menajamkan telinga penuh siaga. Microgynon lebih penting dari makan siang." Ruben tertawa. "Mendadak surgamu jadi super simpel. tambah malang. Apa maunya. dan memandang Ruben... bagaimana Rana meringis dan mengernyit jengah. memutar duduknya. Re. Rana menatap suaminya. Hanya tembok dan langit-langit yang tahu. Napas hangatnya yang meniupi tengkuk. "Menuliskan kisah orang-orang ini membuatku sadar. Tak pernah lewat Tak akan kubiarkan diriku alpa. "Rana." ucapnya sungguh-sungguh. Sudah lama sekali ia tidak. jangan lakukan itu.

Datanglah untuk berdoa* &lt.seharusnya membahagiakan. adalah sahabat terbaik. Supernova Ia mengklik inbox-nya.Saya baru sadar-.tidak tertolong lagi* Saya tidak tahu mesti ngapain.melihat orangorang berdukacita akan sesuatu yang &gt." "Kemerdekaan. kita tidak lari dari kenyataan.dibesarkan-i dan saya cuma bisa menghabiskan oksigen* &gt.Supernovai saya suka sekali membaca artikel Anda &gt.bahua Anda adalah seorang post-strukturalisf &gt.tentang budaya pop dan post-modernisme¦ Dari &gt. Anggaplah mereka menangis karena diri mereka belum terbangun dari mimpi-» sementara yang mati sudah • Sama malasnya saya pergi ke resepsi pernikahan* Kebanyakan dari mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat• Dan orang-orang malah turut bersukacita• Yang jelas mereka memang membutuhkan doa.Supernovai saya mulai malas pergi melayat* Saya sedih &gt. Cinta Tidak Butuh Tau "Pernahkah kita berikrar untuk mengikatkan diri? Cinta kan tidak butuh tali. Kita. Itu kuncinya. Ia membebaskan. Partner hidup. Merayapi surat demi surat yang masuk. saya TIDAK TAHU APA-APA* Tidak &gt. kemarin i bahkan detik yang barusan lewat • Kita sedang ber-evolusi* Anda bisa memperlancar prosesnya dengan berhenti menggolong-golongkan* Jangan repot-repot* &lt.artikelartikal Anda selama ini i apakah Anda sadar &gt." ucap Ruben perlahan. &gt. Kita juga bukan pasangan gay umbar libido seperti yang orang banyak kira. s e n d &gt. buat apa kita melawan arusnya dan malah saling menjajah?" Lamat-lamat Dhimas tersenyum..suatu visi.Supernovai kebencian dan ketakutan saya pada ortu saya &gt. Dan lihat.Anda menentang semua struktur* Saya '-post1 terhadap apa pun yang Anda pegang tahun lalu-. Dengan alasan yang sama* Tapii pergilah untuk orang-orang yang merasa ditinggalkan itu. Jadi.. &gt. &gt. meraih tangan kekasihnya dan menggenggamnya erat. &gt. s e n d&gt. Saya juga malas. Banyak doa.Entah apa saja yang mereka jejalkan dalam otak saya* .bertujuan• Tidak punya cita-cita* Bertahun-tahun saya &gt.

&gt;P1ungk in cuma kentut* &gt;Jangan salahkan saya kalau saya lebih doyan drugs. &gt;Mereka yang marah-marah itu tidak tahu enaknya drugs &gt;dan sucks-nya hidup- Bisanya cuma masuk in anak ke RSKO* &gt;Bolehkah saya ketemu kamui Supernova? Saya mau kerja &gt;apa saja untuk kamu* Saya ingin jadi bermanfaat* Di RSKOi badan kamu didetoksif ikasi * Di Supernova-, pikiran kamu didisinfeksi- Infeksi pertama yang harus kamu sembuhkan adalah: kebencian dan ketakutan kamu* Bukan pada orang tua kamu* Tapi pada diri kamu sendiri* Satu-satunya yang tidak diajarkan padamu adalah mengenal diri sendiri* Karena itu kamu benci dan takut terhadap hidup* Satu-satunya hal yang dilakukan drugs untuk kamu adalah meminjamkan seremah surga dengan bayaran segumpal sel otak* Transaksi yang sama sekali tidak sepadan* Solusi yang benar-benar destruktif* Otak kamu dapat disegarkan i tanpa harus dirusak fungsinya* Tergantung apa yang kamu pikirkan-* yang kamu MAU pikirkan» Satu-satunya manfaat yang bisa kamu berikan pada Supernova adalah meledak bersama* Ledakkan pikiranmu* Segarkanlah ia dari virus-virus yang membuat arus hidup ini mampat* Supernova ada di .mana-mana* Saya*** kamu*** kita lebih LUAS dari yang kamu duga* Jadi-, percayalah-, kehadiranmu di sini adalah manfaat terbesar* Tanpa kita harus bertemu muka • &lt; s e n d &gt; &gt;Supernovai kamu adalah VIRUS!! Memang * Baru sadar.? &lt; s e n d &gt; &gt;Super novai saya adalah fans fanatik taman kanak-kanakmu* Tapi kamu harus hati-hati* &gt;Tidak sedikit orang yang akan menjegal kegiatanmu» &gt; II e reka menganggap pengetahuan dalam jaring laba-laba &gt;ini membahayakan* Tidak sesuai dengan konstitusi dan &gt;ideologi» Tidak sesuai dengan apa pun yang kita kenal &gt;kebanyakan di tengah masyarakat- Saya khawatir* Saya &gt;tidak ingin TK ini sampai dibredel* siht banyak terima kasih untuk perhatian feri*3 tapi pernahkah saya menentang sesuatuf Saya k^a' errawarkan perspektif baru* Mengolah simpul^ny3 ang saya lihat bagi Anda semua* Andalah yang simPu*

kan selanjutnya* Zaya tidak punya kepentingan a*1**. pun atas cocok tidaknya pengetahuan ini gedi^1 ^onstitusii norma-» budaya-, atau ideologi apa den9an Anda dan orang banyak percaya* Tujuan saya pun ^anerlgkomparasi • Saya menawarkan analogi untuk buka" fieksikani demi kehidupan dan wajah dunia Anda lebih baik* Itu saja* Adakah semua itu merusak v3"? Anda? Atau sebaliknya*. Anda merasa lebih Kel^UPSilakan jawab sendiri* baik" &lt;s«nd&gt; 10 Kekekalan adalah Chaos nendekati pukul delapan malam, hidup kembali bergulir untuknya. Dengan langkah sigap dan mata awas bagaikan elang. Re menjemputnya di venue tempat ia meliput. "Re... aku tidak bisa lama. Setidaknya antarkan aku lagi subuh-subuh." llpPteS-' Re mengangguk cepat. Begitu tangan mereka terpaut, Sang Waktu pun kembali menyusutkan tubuhnya. Membuat kedua insan itu berlari, terburu, tergesa, liar—karena dipaksa menggandakan intensitas. §PSp Malam banjir akan adrenalin. Malam panas akan cinta yang menggila ketika pintu penjara itu dibuka. Kebebasan dalam episode singkat. Terkutuklah Jakarta yang memaksa warganya tua di jalan raya. Ferre Ada saat tatkala kata terasa sia-sia. Di tempat tidur Re yang nyaman, mereka berdua menatap jendela. Hanya mengingat rasa. Alam begitu murung, sekaligus indah B»— . , raPat di hamparan lapangan golf itu. Rasanya ?a ."JJ* ijerkaca-" 113 Aku merasa begitu kecil di tengah keluasanku Rintikmu raksasa dalam mungil tetesmu Engkau menyelimuti dengan dingin. Dan semakin kau merapat, semakin membara alam ini Jutaan engkau kini turun membanjiriku Tak akan pernah aku meluap, Puteri. ¦Kugali tanahku lebih dalam dan kubuka semua celah untuk menyerapmu. "Rana... jangan pulang." Ia tidak menjawab. Tapi tubuh itu mengirimkan getaran-getaran yang sudah sangat ia hafal. "Rana... jangan menangis." "Kamu baru saja mengatakan dua permintaan yang sama-sama mustahil." "Jangan pernah bilang 'mustahil'. Aku ngeri mendengarnya." "Tapi kita bisa apa...?" Pelukan itu perlahan mengendur. "Pertanyaan itu untuk kamu,

Puteri. Bukan untuk saya." "Kamu memang tidak mengerti, tidak akan ada yang bisa." Re mengatupkan rahangnya kuat-kuat. Mereka akan memasuki gerbang debat kusir, dan ia tak mau itu. "Ikatan saya banyak. Bukan hanya pernikahan dua orang, tapi saya juga menikah dengan keluarganya. Dengan segenap lapisan sosialnya. Saya tidak seperti kamu yang punya banyak kebebasan. Kamu tidak bisa membandingkan... Re memutar tubuh Rana, menatapnya luruslurus. Saya tidak membandingkan, karena saya tahu persis pembandingan tidak akan membawa kita ke mana-mana. Tapi saya ms melihat kamu memilikinya. Kekuatan untuk mendosa*. Membebaskan diri kamu sendiri." ; hid„ "Mendobrak apa? Moralitas? Norma sosial. Kita ni di dalamnya. Re. Saya cuma ingin mencoba iealisti ... KEPING "Tidakkah kamu menyakiti dirimu sendiri dengan menempatkannya demikian? Apa yang jahat di sini, Rana? Jahatkah saya mencintai kamu mati-matian? Begitu amoralkah semua perasaan ini?" Rana mendapatkan dirinya dalam dilema yang sama, lagi dan lagi. Ia lelah. "Mungkin lebih baik saya pulang," Rana berkata lirih. "Ya, mungkin lebih baik begitu." Re pun bangkit. Kebahagiaan dan kesedihan kejar mengejar bagai dua hantu penasaran. Sedangkan mereka berdua adalah lintasan yang letih dilewati, tapi tak bisa bergerak ke mana-mana. Dan Waktu... adalah si Pak Tua yang cuma diam mengamati, angkuh memegangi bandul detiknya yang tak berkompromi. Dhimas &amp; Ruben Dhimas yang pegal-pegal punggung akhirnya bangkit dari kursi kerjanya. Diambilnya back roller dan sibuklah ia meregangkan badan dengan per besar itu. Ruben mengamati kegiatan pasangannya. Tercenung. "Apa lihat-lihat?" "Kamu tahu apa yang dikatakan Einstein tentang waktu?" "Waktu juga berolahraga punggung?" cetus Dhimas asal. "Ya." "Apa?!" "Waktu bukan cuma bisa dipahami lewat detik jam. Memangnya apa, sih itu detik? Apa itu jam? Apa itu hari? Sekadar istilah buat dikotomi langit terang dan langit gelap, kan?" "Jangan sok dekonstruktif. Memangnya kamu bisa bayangkan apa jadinya dunia ini kalau tidak ada detik

" "Dengar. 365 hari." "Lalu hubungannya dengan back roller ini?" "Lebih dari sekadar per yang menyusut dan meregang. rasa. Kosong dan tidak ingat apa-apa..masalah ini. Kedua. tahun lalu cuma ilusi.. Dan waktu yang ketiga: waktu ilusif. Bagian dari sistem kalender yang bukan cuma satu di dunia. Bertolak dari premis bahwa sesungguhnya waktu tidak ada." potong Dhimas mangkel.' Kamu yang nanya. Dengan kata lain. dan sebagainya. di rumah orang tuamu. hari ini juga ilusi. Noble. entah itu bau.. you silly. rasanya kalau perlu bumi tidak usah berputar. ilmuwan Finlandia yang meneliti. itu cuma satuan. waktu yang relatif:.." "Whatever. kemarin adalah ilusi. "Pertama. tidak terstruktur. Input di situ bersifat nonspesifik.. Tapi coba kita lebih akrab sedikit dengan waktu. waktu yang mekanis: tik-tok-tik-tok jam di dinding. waktu itu seperti karet. yang fungsinya adalah menerjemahkan stimulus ke dalam siklus atraktor yang terbatas... "Selain menghina orang tuaku. atau disederhanakan sedemikian rupa sehingga menjadi informasi yang terkategori. poin apa lagi yang kamu ingin sampaikan. sampai akhirnya cortex kembali membanjiri . ada tiga perspektif di sini. bukan cuma lihat sisi mekanisnya saja.. Jalur pertama diterima oleh cortex. otak kita adalah generator bipolar.. heh?" "Oke. Atau saking kompleksnya tidak ada informasi yang bisa diterjemahkan. Waktu sendiri. Per-per itu bahkan tidak ada. Matti Bergstrom. Noble." Ruben menjelaskan." "Jadi. Sementara jalur kedua. tapi dari sisi yang lebih pribadi. Contohnya. cortex mengorganisasi chaos. Elastis." "Hanya tidak ada satuan.dan jam." Ruben menggosokkan tangannya bersemangat." "24 jam." "Itu pertanyaan retoris. "Pintar." ftjpf "Waktu di rumah orang tuaku dan waktu yang di Barnes &amp. input ditampung oleh semacam generator acak. oke. sedetik rasanya satu eon" buatku. kok aku yang suruh jawab. apa sih itu waktu?" "Pikir sana sendiri.. Kalau kata Einstein. Tapi di Barnes &amp. Setiap input yang masuk langsung terbagi ke dua jalur. bilang bahwa generator acak itu bisa kita rasakan waktu kita benar-benar baru bangun tidur.

lalu bagaimana dengan ramalan. otak kita melakukannya di bawah sadar. sesungguhnya hanya satu gerakan tunggal: Kekekalan. Dhimas.. fisik kita pun melalui berbagai suksesi ritme: tubuh yang tumbuh.1" tawa Ruben menyembur. Tapi . Pada akikatnya. sejarah hidupmu bagaimana. horoskop. Ingat." "Nah. dan masa depan." "Tapi lucunya. berkembang. konsep waktu dimunculkan manusia di level pikirannya. kalau masa depan 'cuma ilusi. Dan cortex menerjemahkannya menjadi masa lalu. terus-menerus.. dan ritmis suksesi yang sama juga berlaku untuk seluruh penghuni alam raya ini. Namun kita menjalaninya dengan tendensi. masa lalu." "Tapi.. karena kita tidak sanggup mengerti chaos yang sebenarnya.. clairvoyance. hartamu apa saja. tapi proses di tengahnya. Begitu cepat. Dalam hidup ini." * "Bingo! Konsep Wa ktu lahir dari keinginan fundamental manusia untuk punya kendali atas hidup. Dan ingat. Ia hanya memperbaharui diri." -^aitu?" "Kekekalan. Sel sendiri tidak kenal konsep Waktu. dan sejenisnya itu?" "Dalam kekekalan hadir segalanya—medan matriks yang tak terhingga berisi segala probabilitas dan potensi. berevolusi. Tidak ada kemutlakan. semua ramalan berbicara di level potensi. termasuk mengendalikan dirinya sendiri. Aku ingat saat kosong itu.. Manusia sendirilah yang mengadakan linearitas waktu dan setuju untuk mengikutinya.. Mati dan hidup tak lebih dari sekadar gerbang pengalaman. Kita memilih mengalami keduanya dari detik pertama kita jadi embrio. Masa sekarang." "Ya. untuk apa?" "Untuk apa?. "Agar kita tahu apa rasanya tumbuh. Waktu adalah catatan penunjang dari suksesi alam. Kekekalan adalah chaos. sel yang terus berganti. yang penting bukan dua ujung itu. tanpa ada sangkutpautnya dengan hitungan sekon. Mungkin kurang dari sedetik/ sela Dhimas. pacarmu yang mana. "Waktu adalah konsep hasil terjemahannya cortex. dan masa depan. masa sekarang. Tendensimu akan memanifestasikan potensi tertentu. Bukan fisik. Mengingatkan namamu siapa. semacam servis cuma-cuma.kita u Kesatuan jangka waktu sepanjang seribu juta (109) tabun dengan informasi.

" "Jadi.Itu yang selalu menjadi kebingunganku dengan objek kuantum. Ia memiliki elemen-elemen nonlokal yang menjadikannya objek kuantum." "Aku serius. lima juta per tahun. Tapi kenyataannya satu dunia juga tahu kalau bulan tetap ada. "Dari sudut pandang fisikawan.poinnya adalah. yakni Kesadaran yang mencakup semua pengalaman empiris. memori hanyalah residu?" "Kurang lebih." "Lalu bagaimana dengan masa lalu? Apa yang kita perbuat kemarin pasti memiliki jejak.. kan?" Ruben mengangkat bahunya enteng. bisa tidak. maka bulan seharusnya bisa ada. Lalu aspek global. sama halnya dengan otak. Aku benar-benar terkesan. kek. tapi di satu pihak ia juga objek klasik yang punya massa dan penyebaran gelombang kuantumnya cenderung lambat. Pertama. Inilah yang kemudian membentuk memori. yang berkenaan dengan otak sebagai organ yang empiris. "Kalau kamu memang doyan koleksi sampah. Kelambatan itu menyebabkan lintasan dari pusat masa objek jadi sangat tertebak. sebuah otak memproduksi rata-rata 14. kek. betul begitu?" "Betul. pingsan. potensi yang termanifestasi dan tidak. dan 350 juta selama hidupnya." "Begini. temasuk pengalaman memiliki organ otak itu sendiri. Itulah dahsyatnya kekekalan1. Tidak menjadikan yang satu lebih penting dari yang lain. Untuk tetap waras maka mayoritas pemikiran itu hanya berupa pengulangan. aspek lokal.. ya iya." "Berarti ada dua aspek dalam memahami realita. atau gema. semesta .000 pemikiran per hari. Misalnya bulan itu. Kompleksitas dari benda makro membutuhkan regenerasi waktu yang panjang untuk sampai bisa diterjemahkan... "bulan sebagai objek kuantum hanya bisa diamati apabila ada aku sebagai pengamat." "Ck-ck-ck. Sekarang bayangkan. tubuh kita dan semua benda lain pun memiliki dua aspek.. yang akhirnya menciptakan semacam aura kontinuitas.." "Lalu kalau aku membalikkan badan. analisis yang bagus. Inilah yang disebut sebagai 'konsensus'. terserah aku mau tidur.. nilainya sama-sama saja." jelas Ruben. Bulan itu tetap ada di posisinya sekalipun kamu atau aku menunggingi langit." Dhimas menunjuk ke luar jendela.

respons visioner. ketika ia mulai berpaling ke dalam. Kita berkaca pada Sang Pencipta.tak lebih dari sup kuantum yang membombardir indra kita dengan miliaran data setiap menitnya. Di situlah otak mengambil peran. Setelah melewati tahap pertama. Jumlah itu adalah chaos. Ini bakalan panjang. mengeksplorasi fakta. dan yang internal bersifat intuitif. : Bahkan kutu rambut pun memilikinya. Ini adalah upaya otak untuk menciptakan identitas. aturan. Otak kita berawalkan dari satu sel yang tidak memiliki fungsi-fungsi otak. bertahan hidup. Nah. Ia berawal dari satu cercah kehidupan. Di tengah hiruk-pikuk dunia' materi. Ketiga. "Ketujuh. atau fenomena-fenomena magis. Kedua." "Tolong dibuat sependek mungkin. tapi juga mampu menyuguhkan seluruh semesta. respons relaksasi. Pada level inilah terjadi apa yang namanya mukjizat. Otak memiliki kemampuan kontak langsung engan Kesadaran Murni yang sama sekali tidak ditemukan di dunia materi. Terima kasih sebelumnya. Sekalipun ada sistemasi biliunan saraf . respons hidup dan mati. dan harus bisa diorganisir ke dalam angka yang terkendalikan. dan ia ingin yakin bahwa dunia luar bukanlah sumber segalanya. muncul kebutuhan yang lebih kompleks. Keenam. Respons paling dasar. Otak mencari info ke luar dan juga ke dalam. hidup diproyeksikan sebagai rimba perjuangan. Pada tahap ini ia mulai bersandar pada apa yang ada di 'dalam'. Lewat respons ini. Pengetahuan eksternal bersifat objektif. Dengan tujuh respons dasarnya. dan hukum. dan tujuanmu satu. otak yang senantiasa aktif pun menginginkan kedamaian. Ini jugalah perkenalan pertama kita dengan konsep kekuasaan. dan melalui refleksinya kita mencicipi peran sebagai kreator." "Tujuh?" Ruben menarik napas. respons reaktif." "Pertama. respons murni. yang sering kita sebut inspirasi. otak tidak hanya menjaga kewarasan. Ia ingin tenang. "Siap-siap. manusia dimampukan untuk mencipta . Kemampuan ini datang dalam momen yang penuh keajaiban. Tak terkategori. "Kelima. kepemilikan. muncul respons keempat: respons intuitif. respons kreatif. yakni: ke-aku-an.

Dhimas. pikun. Mencuci rambutnya dua kali dan mengoleskan vitamin." "Karena itulah momen di mana potensi teimanifestasi. dengan tertib ia pun menyelesaikan latihannya di treadmill. dengan saksama ia menggosokkan scrub ke seluruh tubuhnya. Tapi ia malah merasa diuntungkan. manusia melihat dunia terbentang untuknya. Itulah sumber yang sesungguhnya. karena lebih punya banyak waktu di kebun kecilnya. tapi otak sendiri tidak kehilangan akarnya pada kemurnian." KEPING Si Pencinta Alam Garagara aksinya di perlombaan fashion show anak-anak waktu itu. "Melalui ketujuh respons ini. terserah Anda. itu pun tidak berarti apa-apa." "Jadi. Di bawah pancuran.. Membaluri . Seperti biasa. menarik kita ke dalam abstraksi mental yang tidak nyata.. Kegiatannya tidak berubah." "Aku sekarang mengerti arti 'momen' yang para spiritualis maksud. Saat ini selalu memperbaharui dirinya tanpa batas. berantakan. Tidak ada yang lebih penting daripada saat ini. sambil melenturkan otot. sehabis yoga. maka kita selamanya mengambang di pemahaman hidup yang paling dangkal. namun ada. Mereka bilang. berarti di manakah kita waktu tidak menjalani keduanya?" "Bersama Yang Tak Pernah Hidup dan Tak Pernah Mati. masa lalu dan masa depan hanyalah distraksi.yang bergantung pada otak. untuk apa kita menyesali masa lalu dan mencemaskan masa depan?" "Betul!" "Tapi bagaimana kalau sepuluh tahun lagi kamu jadi profesor botak/ jelek. Diva diskors dari catwalk sebulan penuh. "Itu kalimat terindah yang kudengar hari ini." "Jangan bicara soal itu." "Satu pertanyaanku. Sesuatu yang tidak perlu berpikir.. dan lembaran-lembaran dolar mengalir lancar ke rekeningnya. Permainannya sendiri. Kalau mati dan hidup cuma pengalaman. Minum jus dua gelas. Otak adalah alat yang disediakan bagi kita untuk bermain dengan hidup. Hanya pada saat ini kita mampu merasakan masa lalu dan mewujudkan masa depan. Alarmnya dengan rajin terus berbunyi." Ruben tersenyum lebar. Tapi begitu kita terjebak dalam linearitas. Secara finansial.." "Sori. Dan apa yang ia lihat tergantung dari respons mana yang ia pergunakan.

Diva pantang menjadikan tempat 1™ ^ SU pasar tempat orang berjual-beli." "Keluar dari mulut seorang Diva. Setiap tubuh adalah perangkat yang luar biasa menakjubkan. Tapi semua itu dilakukannya semata-mata karena ia merasa berkewajiban mengurus jasad— kendaraannya untuk menghadapi hidup. Sebuah fenomenon yang jarang-jarang terjadi. Yang satu ini tidak termasuk golongan klien t . erti sahabat. Satu-satunya pula ort Sh diizinkan masuk ke ruang tamunya walau* -9 Jaar itu tidak. menjatuhkan berat tubuhnya hingga mereka berdua terdorong ke tembok. Minha sol bonita. "Kamu makin cantik."1* Gio mengecup keningnya penuh kesungguhan. penampilan yang prima. kan?! Kamu memang tidak mungkin berubah. berarti saya anggap itu pujian besar.seluruh kulitnya dengan pelembab. Ia tidak akan pernah memperlakukannya demikian. Tak lama kemudian. queridoV'13 sapanya ceria. Kulitnya masih menyala. sekarang ini saya pasti memilih makan malam sendirian. Ia tahu. "Estb tudo bem. Dan kendaraan ini bukan kendaraan rombeng." "fntao. kamu lebih appealing dari makanan apa pun malam ini. "makan . ada suara mobil memasuki pekarangannya." "Atau gara-gara kita cuma ketemu setahun sekali. "Gio! Como vai. buat saya."1* Mereka berciuman hangat. sekaligus satu-satunya pria yang dL niva untuk mencium bibirnya." Gio tergelak. meu amor. Kelihatannya kamu bahagia. pekerjaannya membutuhkan fisik yang selalu fit. "Kamu mau makan malam dulu? Tapi jujur saja. ganteng bukan main."16 Diva melingkarkan tangannya di pinggang Gio. ya? Kalau kamu masih nangkring di Jakarta seperti dulu." Gio mengusap wajahnya lembut. dan kini baru saja pulang dari pegunungan Andes. Namun malam ini Diva lebih cepat siap dari alarmnya sendiri.. "Memangnya kapan saya pernah sedih?" "Ah. Gio adalah peranakan Tionghoa-Portugal.. "Nah. Diva langsung melonjak dari kursi menghambur keluar. ya. Ia telah lama pindah dari Jakarta ke Rio de Janeiro. XiPu ^ tidak akan berdagang dengan yang satu ini. Tubuhnya nampak semakin tegap. Kamu pasti masih Matahari yang dulu.

"Coba dibaca ulang... "Baca ini... Mungkin itulah yang paling ia tunggu-tunn dari malam ini. ini benar-benar cobaan berat!" Mendengar teriakan Dhimas. esta hora. rang juga 81 "*»c.. Ternyata dia tidak melulu pahit. cintanya yang terpendam. cinta sejatinya. sayangku Matahariku yang cantik ¦ "Jadi . » Sekarang. "Sayangnya." ha memmang "Pemborosan tinta!" "Payah! Tidak romantis!" Romantisme itu cuma metafora. Mereka berciuman lagi. "Dengan sangat menyesal. "Rupanya kamu ingin menyajikan sisi lain dari Bintang Jatuh. Lalu?" "Tokoh itu. "Bisa dua-duanya?"_____.. kok!" cepat-cepat Dhimas berkata.. jawabannya: tidak.-tapi. aku yang tidak bisa..." "Sebenarnya aku tidak keberatan dengan bumbu-bumbu romantis. "u "Minha sol. "paka" mobilku." Dhimas menyodorkan naskah yang masih hangat dari printer." bisik Gio. saja! Ceritanya dia datang setelah h v . menyaksikan Mataharinya. saat ini juga... lebih dalam menikmati setiap detik—mengingat ia hampir tak per Va melakukannya..ana Bintang Jatuh." "Tapi aku tidak tega melenyapkannya begitu saja. berkubanq dai»™ yakltaiuga berkepanjangan. dari mana kek.mt. dan metafora adalah saput yang .1 Cinta tidak terpancing emosi.. antara menahan geli dan gusar. Alah "Kita kan baru saja membahas kai roentransendensi ruang dan waktu. "Ada apa? Komputernya mati? Belum disave?" tanyanya panik. di sini. passion. nih?" ." "Oh jelas.. Ruben membaca sekilas.. si Pencinta Alam! Aku ingin terus menghidupkannya. si." s Qalara ™mantisme "Sedikiiit.. "Hmm.. kekasih Baik-baik saja. 11 Apa kabar. blablabla. lalu untuk terakhir kali berusai? . Mau improvisasi. ya?" tanya Dhimas malumalu. dengan sopir. kita pergi!" ia pun menggamit tangan Gio. tapi tidak perlu. aku bisa bercinta denganmu. Ruben "Oh.. Dia masih punya emosi. Dhimas &amp. atau makan saya. Asal tujuannya jelas. Jadi sebaik. Ruben tergopoh-gopoh datang ke ruang kerja.malam.. Lebih lama. Biar kita bisa melanjutkan yang tadi • Gio pun tertawa.." Diva balas membisik "Ayo."Aku tahu pasti kamu nggak setuju." Ruben pun membaca lebih saksama. Ruben bingung.

" Suara itu membisik halus." protes Ruben." KEPING U n Sol E m Noite Semenjak bertemu Diva. Diva bui fflenebak apa yang kira-kira anak itu dengar. querida. sih contohnya. saya harap malam ini tidak mengecewakan. sebaya. malam itu adalah salah satu momen vann .Tt beruntung. kamu masih ingat malam pertama kita?" "Oh! Ampun! Kamu membuatnya terdengar seperti malam pernikahan. "Dari pertama kamu muncul." Diva menggeliat. tapi aku tidak peduli. "Dan kamu masih menyimpan kunci itu?" ^. gerah." "Tidak setuju! Romantisme adalah aspek penting dari cinta. Justru langit menjadi hitam karena matahari berhasil menghanguskannya. . jelas Dia Maha Romantis juga. mengusik kenangan-kenangan lama. Andaikan Diva sebuah matahari yang membakar bumi di siang hari. tulus. maka gelap malam bukan berarti ia pergi. Diva tertawa. yang terbenam dalam pelukannya. "Cinta yang mana dulu." . karenanya Gio u Tentu saja sol E» No." "Kamu tidak merasa Tuhan itu romantis?" "Kok Tuhan.'4% "Claro1*. Seperti membaca pikirannya." ujar Gio takut-takut saat itu. Diva menganggap Gio tak lebih dari anak orana kaya brengsek yang cuma ingin menambah panjana «portofolio" pengalaman seksualnya untuk kemudian diobral ke teman-teman. seratus persen. "Div. Dan masih banyak lagi pandangannya yang berubah sejak Diva hadir. "Itu tabungan saya." Diva terdiam. Tak banyak peristiwa yang ia kenang. namun tanpa perlu ditanyakan. Aku tahu mungkin kedengarannya konyol buatmu. "Mungkin artinya memang sama besar buatku.Wajah tampannya memancarkan kepoWZ t "dibohongi. Gio menahan napas. "That's the point. Jadi.. mendongak sedikit. "Aku sudah tahu.. yan9 masi h dlP Waktu itu Gio masih nampak ingusan waia«n. Menjadikannya arang. ertahankan dalam memorinya. Yang jelas «ku! membuat Gio nekat membobol tabungan pribadinya ' Awalnya. Berusaha ikut mengingat. Diva. Gio memiliki persepsi lain tentang malam. Sebersit emosi sentimentil menyusupi hatinya. Entah dari mana Gio J^Zl dirinya.melapisi inti kebenaran. Tuhan kan maha segalanya Ya. ini akan menjadi malam yang indah.

. Naik gunung." "Oh. Ia mulai hiking ke Tiger Leap Gorge di Cina.***! d «m. "Saya ingin sekali bertualang. dan Waghi di Papua Nugini.. atau membelikan pacar kamu cincin kek." "Kerja?" . sampai ia mm* ke tiga rangkai sungai: Yuat. duduknya menegak. rafting. naik gunung. Rafting. kek. Selalu menyenangkan bertemu seseorang yang masih punya hidup.Un. sambil menyilangkan kaki. bumi terlalu luas untuk didiamkan.." .." 'Diva terbahak. "Bertualang. Tapi kalau lagi santai pun biasanya saya pergi hiking. malah hampir tidak ada.$*ggg telah disentuh. "Ekspedisi. Peng. Sekarang. penakluk gunung. baru kali ini ada yang menganggapnya seperti wortel. spontan. saya mulai menominasikan kamu sebagai klien saya terlucu. Tapi saya ragu. W -«jESjSS menyusur sunoai dalam negen. Setelah itu Gio hampir tidak pernah pulang." ucap Gio tulus.. mencoba Gletser Rekiak di Tibet. Ikut bertengger di sol sepatu Gio. Sampai akhirnya sekarang ia menjadi anggota ekspedisi Sobek internasional.... bermain-main di batas pencapaian manusia menyentuhkan jejaknya atas alam.:„„ Sorot mata Gio berubah-sesuatu yang &lt.anny. "Kamu menyenangkan. Diva mendengarkan semuanya dengan takjub. kalau melihat kaki kamu yang sekecil wortel. pergi jalan-jalan ke mana kek. Gio. "Kamu mengingatkan saya pada Sungai ." "Kamu kelihatan begitu hidup. Ia sudah jauh meninggalkan ruangan itu.„. Watut.. Pernan ke mana saja?" . Menapaki setiap kerikil dan batu di tempat-tempat menakjubkan tadi. "Maksudnya. ya? Kenapa?" Diva duduk santai. Ia adalah penakluk sungai. Tidakkah lebih baik uang itu dipakai buat beli buku.. "Bisa saja. "Tidak terpikir." desis'Diva." "Tidak?! Potongan kayak kamu tidak punya pacar?" Diva terbelalak. Saya tidak ada waktu.." Suara Gio nyaris tidak terdengar: "Saya tidak punya pacar. dan menemukan makna profesionalisme dalam bertualang. tidak pernah ada yang serius. Di antara seliweran puja-puji kagum tentang kakinya yang ia dengar setiap hari.saya sudah berani menobatkan kamu sebagai klien saya yang paling ganteng." gumamnya menerawang.. Dan dengan semangat ia w».

. terpesona sekaligus resah.." Gio tersenyum polos. Seperti api. "." Diva pun terkesiap. Matahari di kala malam. Pernyataan tadi merangkum semua. Dan arus sungai di bawah saya.... Ia mulai menggigiti bibir. "Nih. bahwa malam ini ia merasakan magi yang membuat segenap sel tubuhnya memekar bagai bunga di musim semi." Dan Diva benar-benar tak menyangka Gio sepolos itu." "Alaska? Kamu pernah ke sana?" Diva terlonjak lagi.. dan waktu itu saya berdiri di atas tebing.. tapi terus berubah setiap detik. "Kamu tidak apa-apa?" tanyanya lembut seraya memegang badan Gio yang gemetar dan berbulir keringat.. bahwa Diva bagaikan. emas. Teringat akan tugas yang masih harus diembannya. Gio akhirnya mampu bicara. Di langit ada awan-awan nebula yang tadinya kehijauan.Tatshenshini. Tatshenshini ada di bawah. Kamu bisa bayangkan? Sebuah ketenangan. yang deras.... bahwa Diva yang kini duduk'di hadapannya dengan rambut tergerai tanpa tabir tubuh apa pun adalah pemandangan terindah yang pernah ia lihat. Keringat itu keringat dingin. Pinus terbanyak yang pernah saya lihat. Setelah sekian lama. "Baru dua minggu yang lalu. "Saya nggak apa-apa.. un sol em noite. sampai semua langit jadi oranye. membawakannya air putih.. Emas yang paling berkilau.." Gio menggelengkan kepala takzim.. terbentang membelah bukit pinus yang sangat rapat. kamu memberi kesan yang sama. Dan entah kenapa. ini adalah yang pertama buat saya." Ia nampak benar-benar cemas. sampai-sampai membuatnya terkesima untuk yang kedua kali. ini. malamnya terang. "Agaknya kamu akan membuat perdagangan kali ini lebih menyenangkan.. Gio sendiri sepertinya linglung. Matahari itu lalu bangkit... terbenamnya matahari di Tatshenshini.. Lukisan ekspresi wajah Gio melampaui batas verbal. bahwa ia telah menjadi lelaki.. Hanya saja. bercampur buih putih yang mengamuk. Bagaimana ia harus mengungkapkannya. bahwa semua indranya mengecap tempat-tempat ternikmat dan terindah yang pernah ia tahu. Menjawab segala . seperti masih berada di sana. minum. "Di sana sedang musim panas..." Diva hanyut.. kok...

Diva merengkuh lembut pemuda itu.. Membiarkan dirinya bermanja dalam pengalaman yang jarang ia dapatkan. "Nio fazer istb. "Kamu rhasih 'Si 5000 dolar?" "Dengan kurs sekarang? 1500. Tidak juga nanti. Ngeri akan kesungguhan dalam ucapan tersebut—membuat ia tersadar. Saya yakin itu. "Seharusnya kamu tidak melakukannya dengan saya. Gio membawa pulang kunci kamar hotel itu." Jangan. Namun ada vibrasi keresahan yang terdeteksi.. lengkap dengan sopir?" selorohnya lagi. Gio menyentuh lembut dagunya. at least. saya tetap tidak terikat atau tergantung pada siapa pun. "Kamu pikir dari mana saya bisa punya rumah di real estat itu? New Eyes. dan bukan peliharaan perusahaan. membiarkan bibir itu di sana. Diva." Suara Gio menariknya dari vakum memori. namun malam ini ia yakin telah mengambil keputusan yang tepat. Tidakkah kau mengerti. untuk kemudian menciumnya tenang. Tak pernah Diva membiarkan hal itu terjadi sebelumnya.. "Diva. Uang Gio tak disentuhnya sama sekali. tidak seperti ini. Menariknya masuk ke dalam lapisan hangat selimut. Gio tak berkomentar. Refleks. "Kamu tahu saya tak akan pernah merenggut kebebasanmu. Saya entrepreneur murni. Mereka sama-sama membawa kenangan. sayang. Dan Diva pun merasa ngeri. |Q Jangan lakukan itu memisahkan kedua bibirnya. Aku baru saja menemukan mahadewi. Mengetahui lagi rasa jutaan saraf kecil yang memercikkan listrik-listrik bening ketika dua bibir bertemu. Diva membawa kenangan ciuman pertamanya. Diva mulai menggigiti bibir." ia berbisik.. Seakan-akan ia telah bermetamorfosis dengan sempurna. saya bukan peliharaan orang. Tidak ada yang menghidupi saya." Gio menjawab pelan.keheranannya. Ia bukan lagi anak lelaki gugup beberapa jam yang lalu. Refleks berikutnya." Gio mendekapnya erat.." "Ikut dengan saya. betapa ia sudah tak terbiasa menghadapi apa yang sungguhan hidup. Diva menikmati setiap detik.." Diva menambahkan sambil tertawa kecil. "Tenang. Tidak akan . Perlahan dan tenang. Melihatnya Gio langsung menyergah." "Tidak ada yang saya sesali. mendekapnya lama.

Detik ini berarti karena ia detik ini.ada yang berubah. apa pun harapan kamu. "Matahari membakar siang. Ia akan tetap berarti kalau kita membiarkannya lewat." Seketika Diva. Dan demi sebuah kebersamaan. apa bedanya? Bagi matahari tidak ada siang atau malam. "Aku mencintaimu/' bisiknya tertahan. "Dan kamu tahu betul jawaban saya.. dan malam. Gio." "Meu vem. Jangan pernah juga memanipulasi kebebasan." Diva mengecup lengan Gio yang menyelimuti tubuhnya. Semampuku. sesungguhnya tidak pernah sekali pun kita berpisah." Gio bergerak pelan.membalik badan." "Kenapa kamu harus begitu pesimis?" "Saya tidak pesimis. Apa adanya. Telepon genggam mungilnya .." Gio mengerti semua. Ada perbedaan besar antara pesimis dan jujur. Meninggalkan malam ini. "Izinkan akubeisatu denganmu.. Kita tidak bisa menyeretnya hanya karena kita begitu terikat dengan keindahannya. Jadi. Saya barusan berkata jujur. Jangan pernah takut dengan kebebasan.. lalu menghabiskan hidup mereka untuk menghiasi keusangan itu dengan paksa. Kamu manusia yang masih punya hidup. Langitku/ sang Diva berbisik. lagi-lagi Rana berkutat serius dengan agendanya. ada. menjadikannya seperti kain perca. dan berarti. Buat semua detik baru." "Minha sol. "Saya tidak pernah berharap apa-apa." KEPIM6 Tuhan Maha Tidak Romantis Secara kebetulan mereka berdua sama-sama sedang ada di kota Bandung. "Manusia tidak diciptakan untuk terikat pada apa pun. Menjadikan detik-detik berharga tadi usang. gemas. Percayalah. wajahnya kini berhadap-hadapan dengan Mataharinya. tidak lebih. kamu tak akan mau hidup dalam belenggu seperti itu. Yang ada hanyalah. sekaligus sudah terlalu berat untuk ditanggalkan. Manusia yang hidup tahu bahwa ketidaksabaran hanya akan membuatnya merencanakan masa depan secara tidak alami. tidak kurang. "tidak juga pernah berubah sejak dulu. tapi berat rasanya ia melepaskan pelukan itu." Lelaki itu mengatupkan mat ari y a. Buruk. tak berguna. menghitung-hitung kira-kira di mana dan jam berapa ia bisa menyelipkan Re ke menu acara.

"Nggak usah diangkatlah... Merasa bersalah. Tiga jam yang berharga." ulang Rana dengan nada ditekan. Puteri. sejam lagi. pasti sering ditinggal-tinggal. "Ya?" "Bagaimana?" Rana tidak suka ini. Bagaimana?" "Saya cuma punya waktu sampai jam enam.¦¦ Kebimbangan itu bergolak perlahan di bawah permukaan Sepertinya ada yang salah. atau kiri-kanan. kalau saja ia boleh komplain. kenapa juga harus selalu terbirit-birit? Mengapa tidak bisa membiarkan satu kesempatan lewat begitu saja dengan santai? Mengapa mereka bertingkah seperti pialang saham di bursa? Haruskah demikian? Ferre Semua ketegangan tadi lumer ketika dua manusia itu akhirnya bertemu. "Ya?" *tM «jangan jemput saya di sana lagi. Bunyi telepon genggam berdering. Ternyata itu t«» 1 pea«0h.. Keduanya tersentak.Re. Tapi saya benar-benar harus muncul di dinner meeting satu ini." Rana seketika menunduk. "Saya usahakan." gumam Rana sambil membelai rambut Re." ". "I'll see you. sih. M tidak adil. lho.berbunyi. enggan.. Tapi kemudian mereka sama-sama melihat nama yang muncul." suara Rana nyaris tidak terdengar. "Padahal janji wawancaraku baru mulai jam tujuh nanti. tadi saya lupa matiin. setengah memaksa." rajuk Re. Princess." "Sejam? Tapi saya sudah di jalan. Mungkin kita tak perlu bertemu. Paling lama 45 menit. Masih terdengar jelas. Ekpresi wajahnya bertahan sama. dan menutup pintu Suaranya terdengar sayup-sayup dalam ruang yang menggema itu. ya?" "Tapi setidaknya kita bisa berduaan tanpa pakai strategi." "Saya usahakan setengah jam." Re setengah mengingatkan. Bergegas Rana menuju kamar mandi. 'Mungkin bisa. Tanpa lihat belakang. "Oops." Rana menggeliat bangun. Milik Rana." jawab Re. "Ya. Re menghela napas.. Mereka seperti sedang transaksi ganja. "Sori. Dan kenapa aku ditempatkan di hotel dengan kamar "back to . Mungkin kita tak perlu bertemu.." "Kalau saya jadi istri kamu. Re mengangguk kecil. Seringnya ialah yang bermain sirkus dengan waktu berhubung jadwal Re yang padat gizi itu sulit sekali diajak kompromi. ya. Tak dirasa lagi lelah akibat permainan petakumpet.

sampai suara hatinya sendiri. Tepat waktu.. Mendadak ia punya saudara sepupu yang harus dikunjungi dan akan menginap di sana. nggak akan ada lagi yang melihat begitu!" Rana tergelak-gelak. karena aku cuma bisa diam. Re masih tertawa-tawa." Tiba-tiba terdengar telepon genggamnya kembali berdering. cari makan. Puteri.aku ingin sekali tuli. "Apa??" serunya setengah tertawa. palingpaling Gita." Rana berjalan menjauh." ujarnya sambil berlari kecil. Sekawanan samurai terbuat dari huruf datang menyerang. Suara Rana yang menasihati. pelan-pelan ditutupnya pintu kamar mandi itu. ya. mencari-cari perangkat apa yang kirakira bisa berbunyi dan menutup gema-gema dari kamar mandi itu.. Mereka menyumpahiku. Busa odolnya sudah berpencar ke mana-mana. Tawa Re langsung punah. suara infrasonik. Mencacah harga diriku seperti daging cincang. Rasanya ia mau merelakan semua miliknya . Suara Rana yang tertawa. ya. dari mulai suara biasa. "Kamu ngomong apa. menyaksikannya sikat gigi sebelum tidur. Mas?. saya baru mau pergi. Setelah sekian lama.. Yang mampu memblokir suara apa saja. satu kesempatan menyambut kekasihnya pulang kerja. "Kamu cakep kalau lagi sikat gigi. dengan suara kumur-kumur. Suara Rana yang menyimak.." Busa putih di mulut Re muncrat keluar. kamu belum di rumah.. Namun demi satu kebersamaan. Dengan berbagai alasan.. Dua kali dalam satu malam. • Sebentar lagi Re sudah-mau memotong kupingnya.nature" sehingga tidak ada televisi di sini? Dengan gelisah Re menyebarkan pandangan.. Ini ." Terdengar keluh Rana. demi sepasang penyumbat telinga nomor satu di dunia. "Sebentar ya. Nihil. ramerame. Mereka berjanji ketemu lagi malam ini. no. "Rana. Sekalipun wajah itu nampak dingin tak terpengaruh. "Oh. Mereka menghinaku. karena aku rela diabaikan. Rana dengan tahu diri berusaha menebus "kesalahan"-nya. "Halo. pintu kamar mandi itu terbuka. Rana pun berbohong pada rekan-rekannya. ultrasonik.. Dengan penuh kesadaran. sih? Nggak jelas! Tapi kamu makin-makin cakep...semua. itu sangat orisinil! Kamu cari di seluruh pelosok bumi..

Dari shower sampai kloset. sahabat." "Ada yang bunuh-bunuhan karena Cinta. "Kita ingin berbicara tentang Cinta di level substansi. berarti Tuhan juga Maha Tidak Romantis. Suara kucuran air membahana di ruang kecil itu.. Tunggal. "Tapi kalau Tuhan maha segalanya. dan mendadak ia merasa sangat bodoh. cinta tanah air. Philia. Kebencian pun berasal dari energi yang sama. Coba. Cinta adalah energi dasar. "Jangan sampai kita terjebak membuat prekonklusi dari data yang tidak lengkap. Polusi itu tercipta di pikiran kita. "Iya. Dibersihkannya percikpercik busa di kaca." "Ada yang saling membenci karena Cinta. Namun ia tahu.. Mubazir! Yang ada malah orang-orang miskonsepsi tentang apa itu Cinta. di pinggiran wastafel... Dan semua pemilahan kategori cinta sesungguhnya adalah satu zat yang sama dengan kadar polusi berbeda-beda. hanya ia mengalami proses saturasi. Bukan praktek. Tadinya ia pikir ini hanya obrolan sore hari yang ringan-ringan saja. berapa banyak format yang harus kita telaah kalau begitu? Karena kenyataannya. Ada cinta pacar." "Gila. kucing. berarti Cinta itu apa?" "Tahan dulu!" Ruben sontak duduk tegak." Ruben mengacungkan jempolnya." "Oke.. tikus. Jadi." "Data yang tidak lengkap bagaimana?" Dhimas setengah mengeluh. Re menghidupkan semua keran air." "Setuju." "Eros. ia pun membasuh mulutnya. Aku tak mau mendengar apa-apa." "Kalau semua itu kita rangkum. titik tengah: romantisme hanya bentuk ekspresi. Satu item dengan setumpuk katalog yang berbeda. Cinta bisa dipraktekkan macam-macam. benakku siap memaki lagi. Puteri. apabila pemilahan- .sudah seperti minum racun yang dijadwal. Keran air langsung dihidupkan. Jadi substansi apa itu sebenarnya?!" "Menurutku. dan seterusnya itu sudah merupakan format turunan. Berkumur-kumur amat keras. cinta orang tua. Cinta pacar. dibutuhkan gemuruh air yang lebih besar untuk membungkam suaranya sendiri. oke. ya." Dhimas jadi merenung. Dhimas &amp. Ruben Ruben masih tidak mau kalah." "Peperangan atas nama Cinta. "Aku selalu merasa Cinta itu dipromosikan dengan salah..

Mempertanyakan dirinya.." kali ini Re spontan tertawa. "Kamu ini. Sementara suaminya. Re menolak. "Tidak ada yang salah. Ruben." Rana merajuk mania. "Bukankah itu inti semuanya? Mengapa ada hidup. mengantarkan saya pulang ke rumah saja nggak pernah mau. Apa salahnya kamu juga tahu tempat tinggal saya sehari-hari itu seperti apa. Ia mengalami melalui kita." ulang Dhimas lebih mantap. Ingin mengalami adalah hasrat yang paling dasar." "Atraktor asing. mengapa kita jatuh cinta. jangankan masuk. itu cuma acara biasa. Tapi aku tetap tidak bisa..." "Bukan itu masalahnya. kontraktor yang sedang mengerjakan proyek masjid raya di Surabaya itu." Sejenak keduanya membisu. Perlahan Dhimas berkata. ia merasa tidak karuan sekarang.pemilahan tadi lenyap. berkeluarga. "Aku bukannya paranoid." "Kalau kamu canggung." KEPING ^ Sebesar Cinta itu Sendiri Hari ini Rana berulang tahun. maka yang ada hanyalah.. Rana akan mengadakan pesta kecil di rumahnya nanti malam.. Feedback adalah hasil arus balik dari atraktor asing yang berputar kepada diri sendiri. kendati ia menyampaikannya dengan halus. ". Mentahmentah. ajak saja Ale." Dhimas terenyak." "Justru aku ingin kasih lihat kalau kita berteman. dan jadilah ini semua." bujuk Rana lagi." "Satu-satunya pertanyaan yang ada. supernova "Tidak bisa kamu samakan. Jadi apa salahnya." Mengalami? Ruben tercenung. "Apanya yang . Ale bisa mengikatnya ke tiang listrik kalau tahu ia akan pergi ke rumah Rana. Konsentrasinya berantakan. Bakal ada puluhan orang lain juga di sana. Puteri. dong. "Sesuatu yang agung dan substansial ingin mengalami.. Puteri. Justru sebaliknya. sih?" tanya Rana memelas. Namun Re tidak melihatnya sebagai satu peristiwa yang membuat hari indah. mengalami." sergahnya halus. tidak ada di rumah. Terbungkus momen yang tak terkatakan. dan ia mengundang Re datang. beranak-pinak... "Re. Semua orang juga sudah tahu itu. mengapa kita mati. Padahal saya kan tahu tempat tinggal kamu. Jadi kamu nggak usah paranoid begitu. mengapa ada ini dan itu. "Cinta adalah mengalami. semuanya adalah pengalaman.

Tak kan kuhadirkan kakiku ke sana. Suka tak suka. Arwin Grafiti berwarna ceria . Karena cemburu.tidak bisa?" "Kadang-kadang kamu memang terlalu naif.. ada sebuah mobil yang berhenti dengan aneh. Ada Re di dalamnya. tak kan pula kuhadapkan mataku untuk melihatnya. Selain posisi berhentinya yang serampangan—antara mau belok atau tidak—mobil itu pun sudah berhenti di sana lebih dari setengah jam. Dan betapa seharusnya engkau tidak di sana. atau bercinta di atas meja. karena. Sejenak Re mengangkat matanya dan melirik ke jalan itu sekali lagi. 20 Simulakrum adalah ruang yang disarati oleh duplikasi dan daur ulang berbagai fragmen yang berbeda-beda di dalam satu ruang dan waktu yang sama (Baudrillard). tapi aku usahakan. Rana akan mencak-mencak kalau tahu ia tidak datang hanya karena. Re menjatuhkan kepalanya ke atas kemudi. Sel ini terus bertambah dan merambah. Aku akan dirasuki jutaan imaji mengenai dirimu dengannya. saya sedang tidak berselera untuk disiksa. hingga akhirnya objek yang nyata pun tak jelas lagi. Paling-paling cuma dua atau tiga puluh langkah berjalan kaki. tapi bergerak seinci pun Re tak bisa. Dan aku menyimpan sel-sel yang sangat sehat.. ya?" Re diam. Dalam konteks ini bisa diartikan juga bah wa alam simulakrum adalah alam meleburnya realita dan ilusi." "Datang.. Pergi tanpa ragu lagi. Bagaimana kalian makan bersama. Mereka hidup melingkari kita. Mobil-mobil banyak yang mulai datang. Ia cuma bisa berharap Rana mau mengerti. Kecemburuan aneh yang hanya ia mengerti sendiri. "Pleeeeease. Kekasihnya begitu dekat secara nyata. Rumah Rana pasti salah satu dari jajaran itu. Semula satu dan kemudian terpecah jadi seribu satu... Puteri. Maaf." "Aku usahakan. bukan lagi di alam simulakrum20. Ia akan terpecah di luar kendali cinta itu sendiri. menatap plang jalan itu dengan resah. semenjak kita saling mencinta. Re menyalakan mesin mobilnya." Di jalan itu. Tidak janji.. Sebesar Cinta itu Sendiri Rasa memiliki itu hidup seperti sel. Ia yakin. diakibatkan oleh fantasi yang diduplikasi berulang-ulang dan berlipat-lipat ganda.

sih. tapi lebih baik kamu cek lagi kegiatan-kegiatan istrimu. pemurung." "Tapi Rana pasti hanya berteman baik dengan orang itu. Semua harus kebagian. "Ya harus. Lebih-lebih sehabis mereka bercinta. Aku baru melihat mereka berduaan tiga hari yang lalu. keduanya nampak tegang menontoni salah satu adegan puncak. Lagi-lagi. Selalu menghindari acara keluarga. Dia sangat mencintai isterinya. Kalau tidak. Temannya tahu itu." Segalanya memang menjadi jelas. Ruben Persis seperti nonton film laga. mana mungkin. Namanya Ferre. Aku yakin. Namun semuanya menjadi suram apabila disandingkan dengan aura kelam yang menyorot dari batin Arwin. "Artikel itu sudah bulanan yang lalu dimuat. Sepupuku teman seangkatannya di Berkeley dulu. kebiasaan menangis diam-diam." Rasanya Arwin ingin membabi-buta lari ke atap gedung dan menjatuhkan diri. "Ya. Rana yang pelamun. temannya tahu itu. mungkin mereka memang cuma berteman. kalau dia sedang membuat profil tentang pria itu." ia mengangguk-angguk. berat..menghiasi setiap bidang dinding kafe itu. "Kenapa juga harus dibikin ketahuan?" komentar Ruben gemas. Rana yang menjadi pendiam.." "Well. Tangisan lirih yang seperti sayatan silet. Sebelumnya lagi di Shangri La. dan muram. "Maaf kalau aku terlampau curiga dan membuatmu malah tidak enak. "Aku tahu siapa dia. . Kegiatannya yang seabrek. Aku hanya concern." Arwin menghela napas. Dhimas &amp. Tapi tidak ada jalan lain: "Bukan untuk pertama kalinya aku melihat mereka. Desi juga bilang dia melihat Rana di Bandung. dan ia turut prihatin." ucapnya dengan nada sewajar mungkin. Tapi kira-kira apa yang bakal dia lakukan ya? Pria malang. dingin. mengambil jarak. Tapi ia tak mau membuat Arwin lebih terbanting." Muka Arwin ditegar-tegarkan. hari Senin minggu kemarin. Dan yang satu itu. tanpa bermaksud mengambil kesimpulan apaapa. makan malam di Chedi bersama pria yang ciri-cirinya persis sama dengan Ferre. Kamu juga kenal Rana. "Tapi Rana memang pernah bilang kok. seluruh cerita ini berlalu begitu saja tanpa pelajaran untuk semua orang.

Kata-kata yang selalu bermunculan namun ia bendung hanya karena tidak mau Rana sakit hati. Telepon kekasih sebelum tidur—betapa mahal dan kompleksnya kesempatan itu. Jemarinya mematung di atas tuts keyboard. Ferre Rana sedang keluar meliput. bisa ketemu banyak artis. Dia bisa melihat dirinya sebagai korban. tapi cara kita menyikapinyalah yang kemudian memberikan label.. Seorang suami yang harus dipertahankan demi stabilitas status sosial. jadi penonton. atau sebaliknya. yang cukup sepuluh menit. Sepatu Tua? Senangkah kau di sana? Di gudang gelap yang hanya dibuka sekali-sekali. Semoga saja dia sadar kalau sedang berpijak di semesta yang serba relatif. Rana? Mengapa harus aku? Mengapa perasaan ini? Perasaan sesat! Irasional! RACUN! ] Re setengah mati menekan kata-kata itu untuk tidak keluar. bisa telepon kamu. [ Ini keterlaluan! Mengapa harus begini? Mengapa harus kamu." Mendengarnya." Re mengolok. "tapi di acara seperti ini aku kan bisa santai." Rana tertawa manja. Kepahitan pun merambat naik seperti bisa ular. tapi sekarang memang lain cerita. Harus menunggu satu ajang akbar dan persetujuan rapat redaksi. Re tertohok.. Dia punya semuanya. "Menderita".selayaknya semua peristiwa hanyalah semata-mata peristiwa. dan dilihat kalau ada kesempatan? . dan seorang kekasih gelap yang mencintainya setengah mampus ] l Sepasang sepatu mentereng yang sakit kalau dipakai dan sepasang sepatu tua nyaman yang setia ] [ Kabarmu sendiri bagaimana. Bersiap-siap. Maka terciptalah percakapan itu. tapi bisa mengantar Re tidur tersenyum sampai pagi. "Kalau soal itu sih jawabannya pasti 'tidak'." "Oh. Bukankah ia sudah cukup menderita? [ Ya." "Label apa yang dia pilih kira-kira?" tanya Dhimas lagi. dear? Kamu senangsenang dong. Entah itu diberi judul tragedi atau keberuntungan. Harga dirinya kembali tergigit. "How's it going. ya? Berhasil bertemu dengan seseorang yang menarik? Among a bunch of airheads?" Re tambah mengolok. Kamu tahu aku paling malas disuruh meliput ajang anugerah semacam ini. Mereka saling pandangpandangan. "Jangan mengejek.

. ..Sorry kalo kurang bagus edit nya… Selamat membaca aja ya.