DE_SUPERNOVA-_BintanG_jatuH SUPERNOVA Episode: Ksatria, Puteri, dan BintanG jatuH © 2000 Pee H Proof Reader Prof. Dr.

Fuad Hassan Hernia wan Aksan Tata Letak Muhammad Roniyadi (thatkid20@yahoo.com) Desain Sampul Tepte (teple@imatrekkie.com) Foto Dissy Ekapramudita Penerbit Truedee Books X Patrakomala no. 57, Bandung 40113, Indonesia Tel/Fax. 62-22-4213691 http://www.truedee.com E-mail: Dooks@truedee.com Hotfine Customer Service: 081-22141015 Pre-press Polar Repro Bandung Percetakan Gpta Cekas Grafika - Bandung Osakanl : Februari 2001 /CefakanU -Maret 2001 hafalan IH : April 2001 Cetakan IV :Juni2001 **«anV ; November 2001 Katalog Dalam Terbitan i ¦fe^'S ^ Bi,Mn* BMK,un8: T»*, Books; 200. $&96257-0-X JudulEngkaulah getar pertama yang meruntuhkan gerbang tak berujungku mengenal Hidup.Engkaulah tetes embun pertama yang menyesatkan dahagaku dalam Cinta tak bermuara.Engkaulah matahari Firdausku yang menyinari kata pertama di cakrawala aksara. Kau hadir dengan ketiadaan. Sederhana dalam ketidakmengertian. Gerakmu tiada pasti. Namun aku terus di sini. Mencintaimu. Entah kenapa. (catatan di satu pagi buta di atas atap rumah tetangga) Sanksi Pelanggaran Pasat 44: Undang-undang Nomor 7 Tahun 1987 Tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 6 tahun 1982 Tentanq Hak Cipta Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau memperbanyak suatu ciptaan atau memberi izin untuk itu, dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak 8p 100.000.000 (seratus juta rupiah). 2. Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak

Cipta sebagaimana toaksud dalam ayat (l), dipidana dengan pidana penjara paung lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak §§ 50.000.000 (lima puluh juta rupiah). Divisi Produksi kami telah mengeluarkan SP3, yang memperingatkan agar kami berhenti bermain-main dengan jatah satu halaman Cuap-cuap Penerbit dan mulai menggunakannya dengan lebih serius. Mereka mengharapkan agar kami membuat omong kosong permanen supaya tidak gontaganti film setiap kali naik cetak. Terus terang, hal tersebut menimbulkan gejolak besar di dalam tubuh Srudooks alias Si Truedee Books, karena surat peringatan itu merupakan cambuk evaluatif yang teramat pedih, yang membuat kami semua merenung, menyelam bersama dalam palung kontemplasi... bukan, bukan masalah selama ini kanu kurang serius atau tidak, tapi satu halaman... SATU halaman. Setelah Supernova diluncurkan dan mengalami begitu banyak peristiwa, adakah satu halaman mampu memuat seluruh curahan hati kami? Dan apakah itu gerangan yang sekiranya layak menjadi pernyataan final kami? Misteri itu akhirnya membawa kami semua ke sebuah penelusuran mendalam, sesuatu yang spiritual, mendasar: apakah tujuan hidup kami? Lantas kami menyelenggarakan satu konferensi tingkat tinggi yang dilaksanakan di warung nasi Ibu Eha, di dalam Pasar Cihapit, Bandung (masuk pasar, lurus, belokan pertama ke kanan, langsung belok kiri lagi), yang juga dimeriahkan oleh hadirnya artis top ibu kota: Dewi RSD. Setelah menundukkan kepala dan menyanyikan lagu "Syukur" sebanyak tiga putaran (pertama: suara penuh; kedua: setengah suara; ketiga: hanya bergumam), kemudian membentuk lingkaran dengan sebatang lilin di pusat -lengkap dengan beberapa lalat yang terbakar dan mengeluarkan suara mendesis yang menghipnotis, dan setelah itu mengungkapkan isi hati secara bergiliran, maka kami pun tercerahkan dan menemukan kembali tujuan kami yang sesungguhnya. Ayu Utami, di ulang tahun IKAPI tahun 2001, ketika ditanya oleh Dono Warkop yang saat itu bertugas menjadi MC: apakah yang akan Anda lakukan apabila

ternyata Anda memenangkan Nobel Sastra? Ayu pun menjawab dalam canda: Rasanya saya tidak akan memenangkan Nobel Sastra, tapi Nobel Fisika 'kali, ya! Oh, saudara-saudara, bahkan kami tak memiliki kemampuan cukup untuk mengkhayalkan sebuah penghargaan Nobel di bidang fisika. Terlebih-lebih sastra. Tidak. Tujuan kami hanyalah satu: bersenang-senang. Sekali lagi (dengan suara mengg ema plus sedikit echo): BERSENANG-SENANG (nang... nang... nang). Maka, Anda tidak hanya mendapatkan satu halaman... tidak juga dua. Bukan pula tiga! Melainkan empat halaman Cuap-cuap Penerbit! Bukan main. Ini sungguh luar biasa! Bukan begitu, Mike? Demikianlah akhir dari konferensi kami. Ditutup dengan Supernova v menyanyikan tembang lawas namun tetap cantik: "Kemesraan", yang diiringi permainan gitar Kang Wawa - penjual pisang di Pasar Cihapit yang juga fans fanatik grup bertajuk singkat seperti U2, Al, dan RSD, sambil bergandengan tangan dan menggoyangkan badan ke kanan dan kiri secara kompak dan terpadu. Momen yang sungguh mengharukan.Re tak tahu cara menyarungkan pedang-pedang tajam itu. Teroris-teroris dalam otaknya. Sementara Rana masih terus berbicara dengan suara ceria, "Dan tahu nggak, tadi semua orang menyangka aku sedang bicara dengan Arwin di telepon. Mereka begitu yakin itu dia, saking suaraku terlalu mesra katanya. Ha-ha..." Ajarkan aku menjadi naif. Senaif dirimu yang masih bisa tertawa. Senaif kebahagiaan di alam kita berdua. Karena setiap detik di kala kenyataan mulai bersinggungan. Aku rasakan sakit yang nyaris tak tertahankan. Atau ajarkan aku menjadi penipu, Apabila ternyata kau merasakan sakit itu dalam tawamu. "Itu tidak lucu, Puteri," balas Re dingin. Tawa Rana membeku seketika. "Re... aku ingin sekali berteriak, bahwa itu kamu. Dan bukan Arwin. Itu kamu... kamu..." suaranya kian mengecil. Dan kata 'kamu' masih terus bersambung di dalam hati. Re sendiri cuma bisa diam. Menyesali betapa banyak keterbatasan yang ia miliki: takdir, nasib, suratan. Ia teramat geram. Aku letih, Puteri. Malam itu Re batal tidur

bahagia. dalam ruang simulakrum.. mereka justru kelihatan menonjol." Ruben mendesah. Berusaha memunguti lagi cintanya yang berantakan. dan Arwin rasanya terserang diabetes melihat Rana. Hanya sebeginilah kemampuanku. Aku pikir aku telah seluruhnya mencintai." "Dan dia mengambil tanggung jawab di .. "aku sama sekali tidak menyangka dia akan berpikir begitu. Bertahun-tahun aku tahu itu. Re. Tidak juga untuk pria itu. bagaimana bisa mereka sadar? Mereka begitu saling mencintai. menghadapi carikan-carikan kertasnya. berhadap-hadapan.sambil tersenyum. Kedua manusia itu. sebuah solusi. Sementara pikirannya bagaikan spektrum konvergen.. padahal aku hanyalah batu penghalang bagi kebahagiaannya. Ya. Dhimas &amp." "Dia teramat mencintai istrinya. Tidak pernah satu detik pun aku mampu membuat Rana bersinar bahagia seperti itu. Malah terjaga dalam kamar kerja. Dalam segala ketersendatan akibat takut ketahuan. Cinta yang sampai di titik tertentu akan mengaburkan ego. Tergila-gila. Setengah dua siang. Arwin Pelataran hotel. Mencoba merasakan kembali puncak-puncak kayangannya dengan Rana. Siapa pun dapat melihat apa yang ia lihat. Dan terhibur sendiri dengan ketabahannya yang tak masuk akal. Tentu saja. Ia begitu. Memandang kosong ke satu titik. Begitu pun dengan kesengsaraan. Ia tetap dirinya yang dulu.. aku memang tidak pernah pantas memilikinya. Mereka tak sadar itu. sebuah tindakan. tapi aku diam saja. Maafkan aku Rana. Tidak ada yang tergapai. Andaikan aku bisa berbuat lebih. Ruben "Menakjubkan. Egois. terfokus habis sebesar Cinta itu sendiri seolah-olah tidak ada yang lain di mata mereka. Di dalam mobilnya. benteng terakhirnya dalam pertempuran batin ini. Tak ada kebencian yang bisa ia keruk dari dalam hatinya untuk Rana. Arwin pun tepekur. Manis wajah berbungabunga istrinya bagai insulin yang terdongkrak dalam darah. dalam pancaran hampa berusaha menggapai-gapai sebuah kesimpulan. Kebahagiaan istrinya berarti kebahagiaannya. Yang ada hanyalah kebencian pada dirinya sendiri.

Dari sana. Sementara kebanyakan orang cuma bisa menyalahkan orang lain. sebelum pulang. mungkin tidak bakalan punya hati sebesar itu. ya?" Ruben berdecak. tapi telepon genggamnya sudah menempel di kuping. sesudah sarapan pagi. Diva akan pergi ke sebuah taman kanakkanak. Menikmati pagi harinya yang sepi." "Cinta bisa sedahsyat itu. Terkadang ia membawa pulang satu polybag tanaman. ia akan ke kios-kios tanaman di pinggir jalan. Diva pun bersiap melakukan rangkaian ritualnya. Memandangi..sana. Hati yang cukup besar untuk menampung cinta istrinya pada pria lain. Jauh dari kegaduhan pusat kota. malah kadang-kadang tidak membawa apa-apa sama sekali. paling-paling ia hanya membawa kantong plastik kecil yang isinya kue-kue atau beberapa butir buah." KE PING 15 la Sedang Kasmaran. Tersenyum sendirian. Pasar tradisional. sebesar apa har menampung seluruh cinta di semesta ini?" yang 'Sebesar Cinta itu sendiri. Baru pukul setengah sembilan. Sambil mereguk susu hangat. memandangi. Diva sudah kenal beberapa penjual yang mengizinkannya duduk di balaibalai kecil mereka." "Ya. ia memandang ke luar jendela. tampak seorang lelaki keluar. sebuah dasi tergantung menunggu untuk disimpul. Terakhir. tapi kalau aku jadi dia. Pulang dari sana. Setiap pagi Diva punya ritual khusus. Celananya rapi dengan garis seterika lurus seperti seutas tali. Hari ini. dimulai dengan pergi ke pasar. Tersenyum sendirian. dan yang kalau dilihat dari puncak gunung . 4 115 Tiba-tiba dari rumah seberang. Mulutnya komat-kamit cepat seperti membaca jampi-jampi. Di kerah kemejanya. atau beberapa bungkus pupuk. Ia sudah tahu persis pukul berapa anak-anak itu keluar kelas dan bermain di luar. namun yang sebenarnya ia nikmati adalah memandangi tumpukan buah dan sayur. Maka ia pun akan duduk di sebuah bangku. Tas kantornya terbuat dari kulit berwarna hitam. tersenyum sendirian.. bisakah kamu bayangkan. Ia hanya ingin ada di sana. di luar pagar.'' supernova -Berarti. "Aku bisa ngomong panjang soal teori. Diva mencibir. Ia bisa berdiam lama di satu sudut pasar. Hanya memandangi.

Mata itu memandang ke arah sembarang. . sesuatu nampak berubah.. mahal.. Tipe orangorang yang ia temui hampir setiap malam. m.. pria itu sedang kasmaran. . . mahalnya tetap kelihatan. Lidah yang berputar lembut dalam sebuah ciuman. e.. Dan wajah yang berbohong akan jengah dengan sendirinya. Senyumannya. . seolah-olah ada butiran mutiara ikut keluar di setiap kata yang terucap. Niscaya semua akan menjadi begitu khidmat.. Diva melengos.... Ia kenal betul tipe itu. s. .. . sinar wajahnya.. ... t. . Semuanya melambat seperti adegan s l o o o w m m m o t i o n n Hanya saat seperti ini yang mampu menggerakkannya untuk berdoa. Jemari yang bergetar ketika meraih tangan kekasih. Namun kemudian. .. tetes. tapi tidak. .. Kalimat yang tertunda keluar akan nampak. . Tak peduli ke mana pun matanya berlabuh. .. e.. . cengkraman jemarinya di telepon genggam itu. Diva mulai tersenyum. . atDANB kasmaran. Sudut bibir yang berubah dalam celah detik.. setiap gerak tubuh yang terjadi. . Pancaran ketulusan dapat dinikmati lebih lama. Ia sedang melihat cinta. Tipe orang-orang yang memberi julukan pada bosnya—Si Cina Gembrot. Wajahnya yang tadi kusut berubah cerah dengan drastis. Si Jepang Bawel—tertawa-tawa akan hal itu ketika jam makan siang.. . . Melainkan menetes bagai embun... .. . . Berdoa andai saja ada menit saat dunia mampu melihat refleksi dirinya sendiri dalam gerakan lambat. waktu berhenti membanjir. . Otot yang mengejang pada kaki yang berlari. Diva menahan napas..... . e. Dalam dimensi pikirnya. Ini polusi untuk matanya. mi. Mulutnya bergerak perlahan. . demi tetes. d. yang ia lihat hanya cinta... 'Pria itu sekonyong-konyong berhenti melakukan gerakan serba sibuknya.. .. i. Terlalu drastis.. . Memuakkan. sepertinya kosong.. de. Tetes.... Si Bule Gendeng.. .. tes. Setiap kerut wajah akan memiliki arti. Sampai seolah-olah ia telah berubah menjadi asmara itu sendiri..sekalipun. . Benar-benar kasmaran. Penuh makna. Lambaian anak rambut yang ditiup angin. dan kembali merunduk-runduk seperti ayam mencari cacing ketika kembali ke kantor. t. demi. te. .....

seperti telapak tangan mereka dilem." Lala langsung menolak." Re tertawa. Re memandangi dari kejauhan. atau jalan-jalan kek. dan begitu pacarnya keluar. Diva pun menyentuhkan jemarinya pada kaca. Nonton ke bioskop bertiga. ada sepasang remaja yang bergandengan tangan.Tak ada yang lebih indah dari gerakan lambat. Lala. Ada pria yang mengantre tiket sambil tak lepas memeluk kekasihnya dari belakang. Berusaha menyentuh pemandangan itu. Berhubung muak dengan usahanya yang sok sibuk sendiri di rumah. Ada wanita yang lagi menyuapkan kue sus ke mulut pacarnya yang lagi asyik main Time Crisis. Kalau enggak." Re menawarkan diri. Biar aku yang ngantre. Balik ke barisan. Setelah flip teleponnya menutup. "Kalian duduk saja. Supaya ada yang ngantre tiket. "Lho! Jangan ditolak. Re yakin malam ini ia dan Rana akan dinobatkan menjadi pasangan dengan . Dengan posisi seperti itu mereka berdua berjalan agak terseret. Kalau saja ceritanya lain. Bergegas ma suk kendaraannya. Ada pria yang setia menunggu dekat toilet. dan Lala menyandarkan kepalanya di bahu Ale. Sejenak Diva merasa begitu kesepian. Tetaplah di sana. dan kita tetap bisa pacaran. "kampret!" Ale tergelak-gelak. wajah pria itu kembali berubah menjadi tukang dagang. dan melesat pergi. Namun Tangan Yang Tak Nampak kembali berhasil menjebol bendungan waktu. Di ujung sana. Re. wahai kau yang sedang jatuh cinta. matanya berbinar seperti melihat bidadari merekah dari teratai kayangan. Re kembali menjadi pecundang. Dan seandainya ia bisa memohon.. Panjang antrean tiket sudah menyamai arakarakan barongsai.. terus menerus. Bagaimana Ale melingkarkan tangannya di pinggang Lala. Pasangan itu pun berjalan pergi. ia akhirnya memilih ikut dengan Ale dan pacarnya. apa untungnya kita ajak dia?" tukas Ale. "Nggak ah. Mereka pergi bertiga.. "Pergi sana.' Memang itu gunanya dia ikut. Supernova Ferre Malam minggu.. jangan pergi. Makan bertiga. Sepertinya ada gelimang-gelimang cinta kental yang menggenangi kaki mereka. Kita ngantre bareng saja. Apaan sih kamu.

. Sebelum sahabatnya itu datang. Re tengah mengintip acara televisi. Ia Sedang kasmaran. "Re. Itu saja." Suaranya makin berbeban. Bahkan Puck si peri usil akan jongkok di kaki mereka demi mengoles ujung panah-panah asmaranya. Sinetron tentang pria kedua. Kalau besok malam gilirannya Supernova Ia Sedang Kasmaran. Ia teringat ketika Ale menjemputnya tadi. Aku adalah manusia statistis. Aku termasuk orang yang cukup puas dengan sekadar mengajak pacarku nonton malam minggu. Orang yang menurutku akal sehatnya nomor satu kok bisa-bisanya jadi penderita nasionalitas akut. Kewalahan akibat banjirnya cinta mereka yang tumpah ruah.jalan paling terseret. "Kamu sebar survey aja.' Sampai di perjalanan pulang.. sinetron tentang wanita kedua. Puteri. 'Untung saja. ke bioskop. Bahkan aku berani bilang.. no pityl" Cepat Re berseru. Tapi aku cemas. mencari tahu apakah sinetronnya sudah mulai atau belum. "Siapa juga yang pity? Itu sih memang kamu yang tolol!" timpal Ale. tanpa harus cepatcepat berjauhan kalau ada yang kenal. "Ale. hal yang sama masih terus mengusiknya. . koma! Sebentar lagi mampus! Tahu?!" Re terdiam. Untuk soal itu. aku berkenalan denganmu dua tahun dan empat puluh tiga hari lebih awal. ada ¦ nggak yang tidak pernah kamu ajak nonton ke bioskop?" Re bertanya. Tanpa takut ada siapa di belakangku. atau minimal pegangan tangan.' merangkul bahunya waktu sedang ngantre. "Bukannya itu kegiatan paling standar orang pacaran? Kalau boleh dibil«ng: preambulel" Ale nyengir. Ale baru mengerti arah pembicaraan ini. Tak kutemukan satu orang pun yang mengakui kita. Aku adalah manusia yang butuh pengakuan. Kalau saja aku bisa berkata 'untung saja'." "Rasanya aku tidak pernah punya keinginan muluk-muluk soal beginian. kamu tidak perlu khawatir. apalagi kasihan. Menyadari bahwa kata-kata temannya bisa jadi benar.. dari lusinan pacarmu sejak dulu. Aku yakin hampir semua pasangan di pelosok negeri ini pernah pergi nonton berduaan. tanpa harus mengawasi kiri-kanan." "Hei.. "Aku tidak simpati. Semua sedang seru-serunya. Statistik kita tidak bagus.

Institusi dan rasa bersalah selalu keluar jadi pemenang. Parah.. novelet. Di sofanya ada sejumlah majalah—penuh dengan tanda pembatas yang kesemuanya menandai artikel.. "Sejak kapan kamu nongkrongin sinetron?" "Sinetron apaan?" sergahnya cepat. konsultasi—yang menceritakan gamangnya pernikahan karena kehadiran orang ketiga. Dulu. Re menonton tanpa berkedip. Ada macam-macam pula sebutan untuknya: "pesona sesaat". yang dulu pernah ia sebut malang dan bodoh itu." Ale terkekeh. Dampak mendramatisasi hidup yang sebenarnya dibikin-bikin sendiri. sebuah motor datang menjajari mereka.. Motor bebek '70-an berwarna .." sambungnya lagi lebih lirih. baginya semua itu sampah. cerpen. "Buat apa juga nonton sinetron... Lampu merah.. dengar. oi! Buka dong!" Ketika Re membuka pintu. kemudian ia lari menuju piatu. Re langsung menutupi tumpukan majalah itu dengan bantal. Namun kini ia merasa ada kedekatan batin dengan semua kisah dan orang yang terlibat di dalamnya. Tak ada pemeran pengganti yang akan menanggung «kirmu. semua mengatakan: ia kalah. meraih remote dan memindahkan saluran. Sementara Ale sudah mulai resah di luar." kilah Re pelan. "intermeso pernikahan". Kembali hadir di detik ini. sementara ia selamanya akan dikategorikan sebagai antagonis... ia lari lagi. Ya. Kondisimu mengkhawatirkan. "Re. "Sekarang sih memang CNN. manusia-manusia bumi yang kecanduan tragedi.Tokoh-tokoh itu dikisahkan sedang bingung memilih. buat apa. Dan dari apa yang ia baca. Dari sebelah kiri.. Cepat. Mendadak ia teringat sesuatu. "aku kan sudah lima menit duluan di depan pintu. termasuk diomeli dan dimaki Ale. ia mengalihkan pandangannya ke jalan. dan tangis adalah tangis. "pelarian kejenuhan pasutri". dan sebagainya. kamu sudah kukirim ke Gawat Darurat sekarang juga. Darah adalah darah. tapi tadi. Dan setiap kedua sinetron itu naik tayang. Sakaw-ny&amp. Re menepiskan lamunannya." "Nonton sepuluh menit kan bukan berarti apa-apa. Ketika bel rumahnya berbunyi. Kalau saja rasio bisa diinfuskan. Ale sudah menyambutnya dengan tawa lebar. tonton..

SBOEJ Seorang peragawati tiba-tiba terjatuh tepat di depan matanya. dengan kumis tebal dan sinar mata yang ramah. Bukan cinta antik dan berukiran rumit. menguruti tumitnya yang pegal sambil memandangi Adi yang sibuk memberikan aba-aba dengan seluruh tubuhnya yang ikut bergoyang. Dengan dekapan itu ia tabah menghadapi udara malam dan bus yang tak kunjung datang. dan betapa kuat rasa percaya di wajahnya. lebih cepet dong.hijau dengan lampu depan yang sudah kalah terang dengan petromaks warung. tapi sakitnya lumayan. two. menunggu bus yang sudah tinggal satu-dua. Tenang. Diva duduk di samping panggung. Pasti milik pria itu. Di sisi lain jalan. Dan kehangatan wajah mereka berdua. tapi lihat wajah wanita itu. two. tampangnya sederhana. Di tengah pesta obral pun ia harus rela menggigit jari. say. seperti di atas tungku asmara yang apinya sudah mulai stabil. tak lagi meledak-ledak. Semua perjalanan hidup adalah sinema. Re tercekat.. four. Wanda. Cepat. Namun ia memang terlahir menjadi manusia mahal. ia membantu gadis itu berdiri. dengan rambut panjang dijepit dan baju bermotif buifgf kecil-kecil. silam! Ayo.. "Cuma hak sepuluh senti. Henny. Mungkin mereka sedang merencanakan punya anak tahun ini. One. Suara orang yang ikut mengaduh sama banyaknya dengan yang tertawa. Pengemudinya adalah pria muda yang mengenakan helm butut. Tentu saja Diva salah satu dari yang ikut tertawa. Wanita itu mengenakan jaket kebesaran yang jelas bukan miliknya. Re kembali terusik. roll! Ya! Silam.. three. ada lagi sepasang kekasih. ya? Atau lebih sakit malunya?" ujarnya ringan. ditempeli tulisan "Dilihat boleh dipegang jangan"... yang juga sederhana. Sementara Re duduk di sudut. it One. Apa ini semua? Pasar malam kasih sayang? Cinta diobral dan dicucigudang? Yang kudamba juga sederhana.. Mereka tak berkendaraan apa-apa.. Ia hanya berpegangan erat pada lengan kekasihnya. pose!" .. Yang dibantu tidak tahu harus bilang . Ia membonceng seorang wanita. Menyaksikan semua orang bergelimang dengan apa yang paling ia dambakan.

Kita ulangi dari lagu yang pertama. "Terus. Diva mengurut keningnya. Saya izin pulang. * Diva menoleh. Diva memang tak merasa kasihan sedikit pun. di besar kecil kucuran kredit bank. Tak pernah sekali pun Diva melewatkan latihan walaupun itu bukan masalah untuk peragawati sekalibeinya. Yang menurutnya patut dikasihani adalah orang-orang yang berupaya untuk mencuat dengan berjinjit di atas kemunafikan. Yang meletakkan harga dirinya di sewujud tubuh molek. Ia merasa tak . Anak ini pasti sakit beneran. "Kamu tega banget. Ia rindu kebun kecilnya. seketika berdiri dan pergi. Ada batas ketinggian maksimum untuk hak sepatu. Bagaimana juga nasib monyet-monyet korporasi yang tengah merambati pohon karier dengan otak mereka yang semakin gersang? Apa rasanya tersandung dari ketinggian seperti itu? Ia yakin tak akan sanggup tertawa." 1 V) "Kamu tuh punya masalah apa.apa. Penat. "Adi. Yang haus akan elu-eluan tak bermakna. "Masalah Diva cuma satu: tidak punya belas kasihan. sih sebenarnya?!" Perempuan itu makin sewot. "Div. "Kapan sih omongan kamu enak didengar?!" semprotnya sebal.. "Emang enak pakai sepatu hak sepuluh senti terus jatuh?" Diva menatapnya terheranheran. hap!" Suara Adi yang cempreng menggugahnya." Teman di sebelahnya menegur. atau di seraut wajah cantik tapi mati. menggerutu atau berterima kasih. Kan kasihan. "Bukannya kamu yang tadi paling pertama ketawa? Paling keras lagi. ya? Kita ketemu langsung besok malam?" Adi sedikit terkejut. sih ngomong gitu. atau di sebuah titel yang memungkinkan mereka membodoh-bodohi sekian banyak orang bodoh lain. Yang menggantungkan jati dirinya di gedung ' perkantoran mewah bertingkat 40. kenapa bukan kamu yang paling cepat nolong?" Muka perempuan itu kontan tidak keruan. diikuti cekikikan yang lain. saya nggak enak badan. hap." celetuk Risty. Lalu mereka semua tak henti-hentinya merasa lebih. ayo honey. pikirnya. Seharusnya pertanyaannya adalah: mengapa begitu banyak kebobrokan yang mesti ia lihat? Mengapa cuma ia sendirian? Mengapa hanya dirinya yang ingin hidup? Ia lelah..

Biarpun dikasih makan rumput segentong.punya pilihan lain selain membiarkannya pergi. Kepenatan tersebut adalah sakit yang baginya lebih nyata daripada kena flu atau cacar air. ya. dan disuruh membuka taman bacaan untuk konsumsi lingkungannya. Sudah lebih dari empat tahun lamanya ia bekerja pada Diva. kadang menggigiti bibir. Nona besarnya itu pernah berkata: "Kalau saya cuma menggaji Bapak tok. Diva bukan jenis orang ekstra hangat yang tak pernah lupa mengajaknya ngobrol atau melempar guyonan. Kemuraman yang ganjil. ia hanya memandang ke luar jendela. kambing tetap nggak bisa nolongin istri Bapak masak. Bagaimana anak Bapak bisa jadi juara kelas kalau perutnya keroncongan? Buku nggak punya. nanti Bapak terpaksa nganggur. kita langsung ke rumah. Setiap kali di jalan." Pak Ahmad melirik majikannya dari spion. selain berbicara di telepon 'genggamnya. Majikannya hampir tidak pernah membawa siapa pun ke dalam mobil ini. Ia tidak melihat banyak hal. alat tulis nggak ada. Diam. Inilah saat ia ingin memaki semua orang sekaligus KEPING memeluk semua orang. Diva tak pernah memberinya baju lebaran atau menyumbangkan hewan kurban. Diva memang merasa sakit sungguhan. Kalau besok lusa saya jatuh miskin dan nggak bisa gaji Bapak lagi. Belum lagi suplai buku-buku yang selalu datang membanjir. tapi ia tahu majikannya amat peduli. . cari-cari orang lain lagi yang bisa menggaji. Wajah cantik itu terlihat agak muram. Menyatakan kesedihannya sekaligus cintanya yang mendalam. bahkan membayari mereka ikut berbagai macam kursus. Jangan lupa rumah Bapak harus dijaga tetap bersih. tapi Diva menanggung biaya sekolah ketiga anaknya." "Ya. sama saja kayak Bapak pelihara kambing. Istri Pak Ahmad dikursuskannya menjahit. Makanya saya nggak mau Bapak pusing soal bayar ini-itu. Apalagi ke rumah. Tentu saja. semua modal ditanggung Diva. atau bantu anak-anak Bapak bikin pe-er. jangan lupa pelihara banyak tanaman di pot. "Pak Ahmad. Atau majikan mana pun. Saya ingin Bapak bisa maju sekalipun nggak ada saya. Non. Kadangkadang ia memang tak kuat menahan.

. turun. Diam-diam. Mereka nyaris tak bergoyang.. berseruling pula. Menyapu begitu cepat dengan suara seperti siulan. ya Pak. seorang gadis. memakai kaos oblong putih dan celana pendek. Sangat peduli. Turun tanpa henti dari kedua matanya. Tangisan bisu.. bukan miliknya dan Rana." Diva memang majikan yang aneh. Tepat di seberang rumahnya. tapi tak tahu harus berbuat apa selain terus menyetir. kepedihan ini tetap terasa tajam. Hanya saja air mata itu terlihat jelas membanjir. Bekerja untuknya bagi Pak Ahmad adalah berkah besar. belum pernah ada angin sekencang itu.. Di kamarnya.. menangis.. Ia ingin membiarkan semuanya lepas. Aneh. kembali bersih. Menjadikannya terisak dan tersengal sampai lemas. ia masih duduk tegak dan berpikir. danturun terus. keteguhan tadi. Tapi ketenangan tadi. Re tak berhenti merenung. Hanya air mata. Angin itu lewat tanpa bekas. Mendadak Re dikagetkan oleh tiupan angin kencang. Ia punya segalanya... Dirinya diciptakan bukan untuk jadi tempat sampah yang menampung keusangan. Namun angin ajaib tadi telah meniupkan arah matanya untuk tertumbuk pada sebuah jendela.. ia memberanikan diri melirik spion lagi. Tak ada lagi yang dapat ia lakukan selain memeluk bantal kecil. Re melongok melihat dedaunan di pohon. Da da Pak Ahmad ikut sesale. Ferre Sesampainya di'rumah.. Tiga tahun ia tinggal di rumah ini.. Kekasihnya tidak perlu naik motor dan kenal risiko hujan-hujanan. Tapi ia harus membiarkan semua ini lewat. tercuci. Karena itulah ia menangis.. Buru-buru ia bangkit dan menutup jendela.air minum direbus benar-benar. Diva duduk menghadap jendela. . Kepenatan itu. dan terus menangis. Bagaimanapun. Ternyata majikannya. pikirnya. Tak ada isak. Tubuhnya masih cukup peka untuk memberikan sinyal bahwa ia tidak mampu menanggung semua. substansi apa yang mampu meyakinkannya bahwa ia dan Rana memang berbeda. Ia begitu peduli akan hal-hal yang menurutnya remeh. Ada seseorang di sana. Menjelang tidur pun. Mereka tak perlu jalan kaki di malam Jakarta yang buas untuk menunggu bus kota. duduk .

lakangnya sambil menghirup kopi. musuh yang dicari-carinya selama ini ternyata begitu indah dan menakjubkan.. Menit demi menit pun berlalu. Sinar lampu jalan pun mendapatkan wajah cantik itu tepat di bawah sorotnya. Melesat begitu cepat. Nyaris tak percaya akan apa yang ia lihat. "kapan kita belanja ke Makro". dengan keindahan yang mencengangkan. -Lalu. ia memandanginya. Re sungguh-sungguh terpesona. baru malam inilah ia bertemu langsung dengannya. .. Perlahan. setengah menunduk.menekuk memeluk lutut.. begitu pula lukisan itu. ia malah kelihatan tidak nyata Seperti lukisan. Tanpa terasa.. dan bukannya tanya-jawab rutin seputar "apa kabar". Re berseru kaget. Benar-benar bicara. ikut pe* ldili di bela «Aku tidak tahu!" seru Dhimas bersemanqTn •tu aku tidak tahu!" man9at. "Mereka akhirnya bertemu. pandangannya mengarah ke sesuatu. Ia tak pernah menyangka. mau kauapakan mereka?" RUDen vann . Sampai akhirnya sang objek lukisan sekonyong-konyong mendongakkan kepala. Lukisannya berganti menjadi hamparan bintang. Re mundur perlahan dengan sejuta satu kesan. Dengan bingkai malam yang penuh bintang. napasnya pun tertahan. "ada big sale di Metro. Re mendapatkannya sangat indah—seluruh lukisan ini—teramat lekat. "ayo temani Ibu ke Bandung. Dhimas &amp." desisnya. antar yuk?". bintang jatuh. Cantik. sudah sangat lama ini berlangsung. Tirai itu tertutup sudah. Ibunya sendiri. matanya ikut tergiring melihat langit. "sudah positif atau belum". Mungkin ingin menatap langit. Dengan saksama Re mulai memperhatikan mata gadis itu. dan dari ribuan kali ia mendengar namanya. kecewa.Justru KEPING Dua Idiot Abad 21 Sudah lama Rana tidak berbicara dengan wanita itu. Lukisan ini menjadi semakin sempurna saja.. Ruben Emosi Dhimas bergelora seakan-alcan setengah nyawanya telah menghidupkan kedua tokoh itu. Tiba-tiba. Memberikan kejelasan pada air mata yang mengalir rapi.. „. Dari ribuan kali ia memandangi langit. Namun Re tetap tak bergerak. Mendadak ia teringat akan lukisan cantiknya.

"Bukan keien«&gt. l^JT™** ka Rana tidak yakin ibunya mengerti. Tapi leMh ke. itu toh.. Tapi khusus yang satu ini." Rana merasa mereka berbicara di dua level yang berbeda. "Aku cuma mau tanya.. "selama Ibu menikah dengan Bapak.." Kali ini wanita itu terdiam. fflUa orang juga pasti mengalami. pekerjaannya bagus." "Bukan itu pertanyaan saya. Jangan lupa.belanja ke toko sisa ekspor dan bawa oleh-oleh brownies atau kue sus Merdeka kesenangan mertuamu". komunikasi. Yang pentina h»„ • Stan pintar-pintar menyegarkan suasana. dari keluarga baik-baik. merasa menyesal telah memutuskan menikah dengan Bapak?" "Apanya yang kurang dengan Arwin? Baik. kamu tidak bisa begitu saja lepas tangan dan menyisihkan apa-apa yang menjadi ketidaknyamananmu. kamu menyesal menikah dengan Arwin? oegitu?" «Tidakkah Ibu pernah satu kaliii saja. Bu. sepertinya ada yang safa^a I ng karang. Bukan itu yang ia cari dari percakapan .seperti ada yang semestinya tidak terjadi « arnya lagi. kan?" "Bukan. kamu harus sadai suamimu bukan orang sempurna. atau seperti ada yang salah. setelah menyadari Rana telah lama menatapinya dengan pandangan aneh. "Aku mau bicara. saleh.. Soal aku dan Mas Arwin. Kalian harus saling memaklumi dan mau memaafkan satu sama lain setiap hari." Rana bingung sendiri. "Kalian bertengkar? Arwin macam-macam sama kamu? ibunya mulai penuh selidi k. tanggunq jawab. "Kejenuhan itu hal*wajar sekali dalam pernikahan. Kuncinya satu. yang begitu. Sebagai seorang istri. Bu. Lama sampai ia bisa mencerna pertanyaan Rana dan menyusun kesimpulan dalam nada bijak: "Setiap pernikahan punya pasang surut. pernahkah sekali saja Ibu merasa jenuh..." potong ibunya. Otot mukanya langsung mengendur. tapi. jaQlUJ «Maksudmu. "Ada apa.penuh penekanan. Ini benar-benar sulit baginya. segala sesuatunya diselesaikan dengan kepala dingin." Rana menelan ludah." Rana semakin hati-hati. "Kalian ada masalah? Bukan soal baby. mungkin ada kaitannya juga.. tapi enggak juga. seperti ada yang kurang"Ooh. sama seperti hal-hal lain.. sih. Ran?" tanya ibunya.

" Itu dia! Rana berseru dalam hati. tapi di luar itu semua. yang sontak menghadirkan berantai wajah lain. Panduan standar yang sudah seperti boks P3K-nya pernikahan yang wajib hadir di lemari obat setiap rumah tangga. Pertanyaan apa itu. Apa yang ibunya omongkan sudah kenyang ia baca di tips-tips majalah. Rana sudah ingin masuk ICU rasanya. Personal. Apakah Ibu-secara pribadi. Mampukah ia. C. [ Kebahagiaan yang ingin kucapai ini akan bermutasi menjadi kebahagiaan lain. "Apakah Ibu bahagia? Sekarang? Dulu?" tanyanya lagi. kakak-kakakmu. Ke arah sanalah dirinya dibawa bermutasi. Wanita di hadapannya bukan lagi Raden Ajeng Widya Purwaningrum Sastrodhinoto. Menyadari bahwa dirinya pun sudah mulai bermutasi. benarkah itu. Ia belum puas. dadanya sesak lagi. individu-benar-benar bahagia di dalam Pernikahan?" Rana mengeja. Akan ada saatnya diriku lebur dalam identitas baru. Entah siapa dia. "Nanti. Bukan itu. Rana mana yang sebenarnya kuinginkan terus hidup? Masih belum terlambatkah? ] Rana menatap wajah ibunya. Seorang ibu dari anak yang bernama A..ini. Seorang Nyonya anu. Ini bukan problem porsinya P3K. Dan selama ini ia melihat mutan-mutan yang kebanyakan sudah tidak bisa lagi mewakili dirinya sendiri. Orang-orang dan bahkan diriku sendiri akan lupa pada Rana yang hari ini. Rantai itu telah menyatu tanpa tahu lagi cara melepaskannya. Wanita itu lamat-lamat tersenyum.. Yang ia tahu wanita itu adalah seorang Istri. I* l"ar keberhasilan anak-anak Ibu. Jantungnya terasa menciut. Kebahagiaan yang kau maksud sekarang tidak akan kau pertanyakan lagi nanti. setelah kau menjalani pernikahanmu sepuluh atau lima belas tahun. kau akan mengerti sendiri. "Ya. "Sekarang Ibu mengerti maksudmu. Apa lagi yang Ibu cari?" tandasnya yakin. tajam. Semua sudah menikah. Nak. Ferre Ada kalanya . Mengerti? Akan ada satu masa ketika kebahagiaanmu pribadi tidak lagi berarti banyak. sudah berhasil jadi orang. tentu saja. dan di rubrik-rubrik konsultasi. salahkah itu. ." ujarnya lembut. Ibu bahagia melihat kamu. atau haruskah ia lepaskan. B. "Bukan itu.

siap berangkat. sih? Pertanyaan itu membuat Re termenung. dan kemudian terpingkal-pingkal sendiri. 21 Sebutan untuk "manusia kedi" di dalam kepala kita yang dihipotcsislcan sebagai penentu dan deierminator setiap tindakan. Re ikutan melihat. kok lucu. hadirin sekalian. yang lama-lama membasi seperti naskah pidato.. dasar bego!" serunya membabi-buta." Re memulai curhatnya. sementara pabrik gula di pelupuk mata malah nggak kelihatan?" "Iya. ya?" Re malah ikut bertanya. iseng menyingkapkan tirai sedikit. "Aku rindu tetek-bengek klasik itu. Terdengar sahabatnya menghela napas.. Sedan perak itu baru dinyalakan. "Dia malah mengusulkan supaya mengajakmu ikut. pilih meja yang untuk dua orang. Ale menjadi korban. "Sekarang kepalamu rasanya lebih ringan. kalau untuk yang itu. aku akui Rana-mu itu manis kayak permen. Rumah sebagus ini. berat otakmu pasti berkurang minimal setengah ons! Menurutku. kemudian duduk di bangku belakang. kamu masih terpikir untuk pergi saja sudah luar biasa bodoh. tapi masuk ke rumahnya saja aku tidak bisa. "Apa?!" Ale terbahak. "Naah.. aku rela jadi idiot untuk dia. Seorang wanita melangkah masuk. resmilah Bapak Ferre dan Bapak Rafael menjadi Dua Idiot Abad 21!" "Silaken Bapak Rapael. "Kalau kita sampai ada di rumahnya.. Tapi kenapa mesti jauh-jauh. Menyiksa diri sendiri.Pujangga diam. Homunculus" dalam otaknya yang gemar berpuisi itu kadang-kadang mogok berkarya." ujarnya sambil memandang ke luar." Dan Ale memang tidak sehalus pujangga. Ale. Dua bocah laki-laki yang terlepas dari kerangkeng tubuh pria dewasa. "Andaikan saja aku belum ." "GONG!!" Mereka berdua bertepuk tangan. Dua idiot abao 2 1 "makan malam di restoran bagus.." Re tersenyum kecil. Sebagai gantinya. yang berdiri di dekat jendela. Ale tertawa. tapi ia tak pernah benar-benar meninggalinya. ah.. "Re.. kasih kado ulang tahun.... diguntingken pita peresmiannya. Ia malah tidak tahan kalau tidak memberikan bonus caci-maki. maka. Mungkin Ale benar. "Selama ini kamu tinggal di mana. ya?! Sejak kamu mengaku jatuh cinta.

Asal rela melepas. man. dari dulu nona satu itu memang pasang tarif dolar. tanpa syarat apa-apa.." "Re." "Kamu serius?"' "Aku tidak tahu detailnya.. dengar. Kuper... Tapi semenjak krismon. dan punya 2000 dolar yang bisa kulepas begitu saja.. peragawati top. cinta seperti apa yang orangorang itu miliki? Yang konon menjadi dasar sebuah komitmen institusi mahamegah bernama Pernikahan? Mengapa mereka begitu bernafsu menguasai satu sama lain. yah. yang pasti. Karena dia benar-benar ketinggalan zamaaan!" Ale meratap. "sampai kapan pun jangan kira aku bakal setuju tentang yang satu itu. aku rela direkrut jadi idiot. "Oh. sekali pukul.. dulu malah bisa sampai 50006000 dolar. cuma tahu kerja melulu.. dan ia yakin betul persahabatannya dengan Ale tak akan lekang dimakan waktu. namanya Diva. seperti sekumpulan tunawisma berebutan lahan dan dengan membabi-buta berlomba untuk menancapkan plang tanda hak miliknya masing-masing? Bisakah cinta yang sedemikian agung hidup terkapling-kapling? Berarti apa . "tapi untukmu.. "Satu. "Kamu Supernova benar-benar tidak tahu siapa tetanggamu itu.... cewek itu model." Ale meralat. malah istri orang!" "Shut up." "Kok kamu bisa tahu. dengardengar ada penyesuaian juga. ampunilah temanku Ini. eeh. jangan pernah ragu juga kalau aku akan selalu mendukungmu. sekitar 1500 sampai 2000 dolan Mungkin lebih. Konon. tanpa perlu satu atap. Lalu. 24 jam." "Maksudmu?" Ale kembali menatap Re.." Ale tersenyum lebar. Entah itu tarif short-time. "Sini.* Re tersenyum. Setolol apa pun keputusan yang akhirnya kamu ambil nanti/ "Dua Idiot Abad 21. long-time. Ready stock. "dan sekalinya jatuh cinta mati-matian. Tapi sampai kapan pun. geli setengah heran....punya Lala. tanpa menghambat langkah hidup masingmasing. ya?" "Memangnya kamu tahu?* tanya Re polos. tanpa perlu daftar belanja bulanan bersama.." Dan saat seperti ini membuat Re berpikir ulang: apakah ini yang disebut Cinta? Tidakkah seharusnya ia dan Ale menikah saja? Kesetiaan tanpa batas ini. sih Le?" "Karena aku bukan kamu. satu ronde. Bapa di surga." nada Ale berubah serius.

dengan tambahan beberapa turbulensi lagi." "Kita bikin ujiannya saja sekalian. mmm." Rana Gita memandangi wajah gelisah sahabatnya.. kecuali kamu.. "Habis mau bagaimana? Ini satu-satunya bacaan ringan di rumah ini! Mengerikan. sih. tapi kok rasanya aku ingin melamarmu. "Kalau dia mau sama kamu." Kedua pria itu sejenak mengambil posisi bersantai. "Ini gawat. He-he-he." Ruben terkekeh. tak acuh." Ruben mengangkat bahu. "kamu?" "Enggak. Semua orang juga tahu kali. apa isi halaman 107?" tanya Ruben asal. kamu bakal berubah jadi hetero. DAH!" Ale terbiritbirit menghilang di balik pintu.. Gerbang bifurkasimu sudah dekat." tapi nada itu terdengar ragu. "nggak ada kerjaan amat. "Lama*lama aku hafal seluruh isinya. "Coba yang*ini: siapa nama model sampul depannya?" "Ha! Kalau itu sih aku tahu! Hamanya Diva." celetuk Dhimas begitu melihat gelagat Ruben yang mulai resah." "Biarin.. "Benar?" "Kecuali." "Kamu positif gila!" Ale mengangguk pasti. malu-malu. tentu saja. nggak?" "Mungkin. Mungkin yang tadi terlalu sulit. "dan sebaiknya aku cepat-cepat pergi dari sini. "Kamu kenapa?" tanya Ale heran. hingga nyaris limbung. "Dia cantik sekali. Coba.. Tentu saja. "Hei.." jawab Ruben. "Dan jangan bilang juga kamu bakal baca majalah itu lagi. Ia paling senang memperolok Dhimas..." sahut Dhimas ketus. sekuper itukah dirinya. ganti pertanyaan.artinya semua itu? Hanya legalisasi bercintakah? SIM resmi untuk kegiatan ranjang? Kepentingan sensus penduduk? Bentuk kontrol negara? Apa itu komitmen? Apa itu janji? Mendadak Re merasa begitu aneh. kalau dia sepintar si Bintang Jatuh. Dia kan bukan presiden. Dalam hati ia bertanya-tanya." Ruben tidak mau kalah. "Kamu boleh bilang aku gila. yah.." Dhimas nyengir. "Get a life." "Loncatan kuantum sebentar lagi jadi olahraga favorit mereka. oke. ya." "Oke. Kita bisa pensiun jadi homo. Dhimas &amp. Ia kenal Rana sejak SMA dan belum pernah dilihatnya .." Ruben malah keterusan. Ruben "Apakah ka mu merasakannya?" "Ya." tukas Dhimas sembari membolak-balik halaman. jangan bilang kamu bakal bikin kopi lagi..

"Andaikan benar keputusan itu ada di tanganku." "Perceraian bukan hal yang simpel. Ada gunung salju." Ada satu planet. Sayangnya Rana tidak terlalu yakin apakah sanggup pindah ke planet itu.. Tidak ada lagi keinginan orang banyak. tidak akan ada habisnya. "Kalau soal finansial. Daftar yang. Sekarang. Jangan kamu lupa.Rana seperti ini. "Itu gara-gara kamu stres. jauh.. lingkungan kerjamu. Ada taman tropis yang besar. Tapi apakah kamu siap? Menghadapi keluargamu. 134 Rana merasa semakin tersudut." Rana terisak lagi. Itulah nirwananya. Tidak ada lagi sandiwara. Ada pantai seindah foto kalender. "dan keluarga Arwin bukan keluarga sembarangan.. aku tidak akan meragukan Ferre-mu." sela Rana." "Tapi kan aku tidak akan menuntut apa-apa dari Arwin. "dan aku tahu diri untuk tidak gegabah mencoreng reputasinya begitu saja." "Bagi Re juga. Rana. bengkak. wanita yang dulu tegar dan selalu ceria. Nama baik bagi mereka adalah segalanya." keluh Rana.. Ferre adalah sejenis alien yang suatu hari muntah dari langit. Sambil menatap kosong ia berkata. "Dadaku sering sesak lagi sekarang. lalu menyadarkan dirinya betapa sumpek dan membosankan bumi yang ia tinggali ini.. dan bisa bercinta di mana-mana." Gita lagilagi mengingatkan. Bawa badan saja jadi. setiap kali mereka bertemu.." Rana tersenyum tawar." "Perasaan keluargamu sendiri nanti bagaimana?" Gita menambahkan satu lagi ke dalam daftar absen mereka berdua. Ferre itu sudah jadi public figure. di atas begitu . Cukup sebesar Gili Terawangan. Tidak usah besarbesar. sekalipun ia tidak pernah mengungkit-ungkit. dan ingus yang tak henti-hentinya mengalir. kalau mau. pasti selalu diakhiri dengan mata merah." "Ke mana? Timbuktu?" "Bahkan kalau masih ada yang lebih jauh. orang-orang lain. Ada sungai dan air terjun. Ada satu rumah yang cukup besar untuk ia dan Re tidak merasa bosan. "Rasanya aku ingin kabur. Tidak ada lagi tradisi yang mengungkung. Seharusnya kamu tahu risiko keputusanmu jatuh cinta. keluarganya. Gambaran yang telah lama hilang dan dihadirkan lagi begitu saja oleh makhluk bernama Ferre.

. Beda kalau kamu menciptakan tokoh-tokoh lain. Dan kita harus mengakui kalau kita buntu. Bukan pertapa ceking yang menghabiskan setenqah hidupnya jadi patung/ sambung Ruben ." ." "Ah. Jemarinya bergerak-gerak. Namun ia juga lelah kembali ke jalan buntu alam mimpinya. Mungkin dia." "Dia?" Rana tak mengerti. ' m'i "Git." «Tembak-tembakan di Timezone." cetus Ruben. Menuliskan sesuatu... "rasanya aku punya sesuatu untukmu.. atau pakai kostum mencolok seperti jubah putin panjang. atau pelihara janggut sampai . Tidak terisolasi di hutan. mungkin tfdak harus seekstrem itu " «Avatar dengan asktetika22 modern. "Aku sendiri tidak tahu apa namanya. bisa membantu." Rana mendongak. "Dia sudah harusnya»muncul. Mungkin dengan begitu akhirnya ide muncul. "Nenek-nenek ompong juga tahu. heran melihat Gita yang sekonyong-konyong mengeluarkan kertas dan bolpoin. Mungkin bisa membantu. nonton televisi." Git a menggeleng." P P* "pergi ke mal. Lebih baik kamu lihat sendiri.. "Mungkin aku harus minum kopi lagi. '"Menciptakan sosok seorang Avatar bukan pekerjaan biasa. Ini bagian paling sulit. punya komite . membiarkan Ruben minggat ke dapur untuk menemui pacar keduanya: kafein." Tetap tidak ada solusi. "Kita harus memikirkannya sampai tuntas." "Mmm. baru boleh ada kegiatan lain." Akhirnya ia pasrah. "Nanti dulu!" tahan Dhirnas. bersiap bangkit. Gita merasa sudah saatnya ia melakukan sesuatu. "Supernova." Terdengar suara Ruben dari kejauhan.0nt0n Holly^Makan di McDonald's." "Aku tahu. konsultan perkawinan.. atau terompah Aladin." panggilnya hati-hati. aku tidak butuh pergi ke psikiater. menyerahlah. pergi ke bioskon * flvwo d. Entah sudah berapa lama mereka di sana. Sama sekali. «ya. Dhimas. "Rana. "Avatar abad 21 tidak bisa lagi digambarkan naik keledai. menatap langitlangit kamar. Ruben. Gelisah. aku tahu. Ini bukan seperti itu. resah." 05 KEPING IA Cyber Avatar Keduanya berbaring telentang.." "Bukan.banyak kekecewaan orang lain." gerutu Dhimas pelan.. nia harus melebur. atau apa pun. „nang.

siap mereguk.Demi kembali merasakan keutuhan itu-i yang niscaya akan membuat mereka berhenti .. .Di sisi laini adalah gambar lingkaran dengan dua kelopaki yang apabila disatukan dengan sisi baliknya akan menampilkan rectoverso yang utuhi lingkaran dengan lima kelopak yang teratur dan berpusat pada satu titik tengah.. Cyber Avatar. ada sebuah rectoverso yang secar Pertapaan atau tapabrata utuh berupa lingkaran yang di dalamnya ada lima kelopak-i berjajar teratur dan berpusat pada satu titik tengahDi satu sisi kertas-? gambar yang dimunculkan adalah lingkaran dengan tiga kelopak. dan mencari. dan dengan mantap ia berkata. "Dia adalah seorang. Tiba-tiba ia berhenti menatap pusaran butir kopi di gelas itu. Pikiran itu kembali mengarus. Ide! "Aku tahu!!" teriakan Ruben membahana dari dapur. Wajah Ruben berbinar secerah lampu halogen." 1*^-2: Supernova Komputer itu kembali menyala. Rectoverso adalah gambar yang saling mengisi antarmuka belakang dan depan. . SUPERNOVA • Diparuntukkan bagi Anda yang ingin HIDUP Selamat Datang Hari ini Supernova akan menelaah sesuatu yang disebut RECTOVERSO. Perspektif kita yang parsial tidak akan melihat bahwa diri kita sebenarnya adalah rectoverso.Lalu mereka mencari-. Dan seketika ia menerobos 4cembali ke kamar kerja.Salah satu contoh rectoverso yang bisa kita temui sehari-h"i adalah ikon gambar di lembar uang kertas-Asalkan.Keluar dari inti mereka s e n d i r i i dan kemudian tersesat. Satu sinyal nonlokal telah menjentik bola lampu di kepalanya..Terlalu banyak manusia yang menghabiskan seumur hidupnya dalam perasaan hampai seakanakan ada sesuatu yang hilang dari dirinya dan tidak tahu apa.Dengan bermacam-macam cara mereka lalu memeras keringat dan otak untuk mendefinisikan "sesuatu" yang hilang itui yang kebanyakan mereka anggap berada di "luar11 sana -fl a n u s i a memang seolah didesain untuk menunaikan satu misi: mencari tahu asal usul mereka. mendapatkan Dhimas yang sudah terduduk saking kagetnya.seraya mengaduk kopinya terakhir kali. Tangan itu kembali menari di panel keyboard.

" Ruben manggut-manggut sendirian. kan?" "Avatar kita akan mempraktekkan apa yang dijuluki 'Aquarian Conspiracy'.Tidak ada satu pun yang dapat berpisah satu sama lain-Tinggal kemauan Anda untuk mampu menyadar inya-t atau t i dak . Berhentilah berteriakteriak ke sesuatu di luar sana-Berhentilah bertingkah seperti ikan di dalam kolam yang malah mencari-cari air. apa yang Anda ingin cari tidak berada di luar sanaSebaliknya-i sangat dekati tak berjarak. tanpa bayang-bayang institusi atau dogma apa pun. maksudmu. Avatar kita khotbah di internet.Tidak ada sesuatu pun dapat mengisi apa yang sudah penuh. Benar-benar nonlinear! Dan internet adalah teknologi yang tak kenal batas teritori.sen d &gt.Apa yang Anda butuhkan semuanya sudah tersedia-Tidak ada seorang pun mampu melengkapi apa yang sudah utuh." "Tepat.Temukan kenop Andai dan putar. Lihat dengan cara yang lainBerhentilah merasa hampaBerhentilah minta tolong untuk dilengkapi. Dia akan mengamplifikasi sistem pemahaman orangorang tanpa hierarki. Ruben di simpul benang perak "Jadi. Yang diramalkan Naisbitt dan Toffler akan menjadi sistem paling efektif di masa depan. Cocok.Ketika kita berhasil mengambil jarak dari benih-benih pemecah belah dalam pikiran kita-» maka rectoverso akan tampil. dari hierarki. karena tidak ada elemen yang tidak penting dalam sebuah sistem—sekalipun saling terkait namun masing-masing . sistem kerja berdasarkan jaringan.merasa kecil dan teralienasi di tengah megahnya jagat rayaLalui bagaimana kalau ternyata apa yang kita kira selama ini sebagai ketidaklengkapan sebenarnya hanya rectoverso belaka? Yang art i nya i kita tidak perlu ke mana-mana* Yang artinya lagi i untuk merasa utuh kita hanya perlu mengubah perspektif kita. Dhimas &amp. begitu?" "Khotbah? Tentu lebih dari sekadar khotbah! Dia adalah turbulensi yang bisa diakses kapan saja.Yang artinya lagi (dan lagi)-. teori chaos telah memberinya sinyal untuk jauh-jauh dari prediksi.% Temukan kenop Andai dan putarSampai jumpa berikutnya • &lt. di mana saja. Dari awal.

Dan seperti itulah cara kerja sistem saraf kita. Dengan menciptakan lingkungan nonlinear di dalam perusahaan maka semua orang di semua lini akan dibiarkan berperanserta mewujudkan terobosan-terobosan kreatif." desis Dhimas. Sehingga tanpa mereka sadari. ia mengira telah dijebak berlangganan suplemennya psikopat.SUPERNOVA anggota memiliki potensi individual untuk berkembang. kumpulan serat acak yang dipandu oleh semacam molekul perekat. Menyukai chaos adalah kunci untuk manajemen masa depan. molekul ini memandu serat-serat tersebut mendekat dan membentuk pasangan-pasangan kolom saraf yang saling berhubungan satu sama lain." Rana Setiap malam. SEaJKa Kesadaran serupa rupanya mulai terjadi di level ekonomi sosial. Lama kelamaan. Awalnya. Psikopat berkemampuan mengerikan yang LTBER AVATAH mampu membalikkan semuanya. Mereka adalah individu yang mengorganisasi dirinya sendiri. sehingga mendadak Rana merasa berada di dunia sakit jiwa dan orang itu adalah satu-satunya yang waras. "Ruben. artikel- . tidak ada pasangan yang ikatannya persis sama. *" . "Aku ingin dia menyentuh langsung kehidupan tokoh-tokoh kita. Menunggu artikel-artikel itu. Rana menghabiskan waktunya setiap malam menongkrongi layar komputer. Mungkin orang di balik itu semua memang psikopat. kali ini bohlam di otaknya yang menyala. selama berminggu-minggu. sehingga setiap individu dapat berpartisipasi mengontrol dunia melalui peran dan kemampuannya masing-masing. apakah berarti dia juga sosok yang virtual?" "Entahlah. dua contoh jaringan kerja global yang sangat efektif. Uniknya. "Aku ingin dia nyata. Amnesty International dan Greenpeace. namun tetap terikat dalam jaringan. Lewat proses feedback. terbukti tidak terikat pada batasan negara atau hierarki sosial. Bahkan sudah banyak yang bervisi bahwa pemerintahan masa depan akan berbentuk jaringan-jaringan multidimensional yang kaya pilihan bagi setiap orang. mereka semua telah bercermin bersama-sama. Bagaimana menurutmu?" Ruben malah bertanya balik. Mencari kekuatan di sana.

Tapi sepertinya ada yang lebih dari sekadar itu. Supernova i katakanlah kamu sudah menikahi lalu suatu hari kamu bertemu pria/wanita lain kemudian jatuh cinta* Sangat dalam* Akankah kamu meninggalkan suami/ istrimu demi diaf Pertanyaan yang konyol.Tapi beberapa bulan yang lalu-.. atau jatuh tertampar. tidak ada satu pun yang dibalas. Supernovai saya amat kagum dengan tulisan-tulisan Anda. saya bertemu pria lain. Saya ada.artikel tersebut berubah menjadi oase. Tidak dibalas. Polemik tersebut tidak mungkin terjadi pada seorang Supernova.Kalau dilihat sekilas-. meringis ngilu. sedikit masalah dan saya yakin Anda bis* membantu* Beginii saya sudah menikah dan mencintai pria lain. Tetapi ia juga dibuat lelah.Dan kami berdua jatuh cinta.Tapi dia seperti kepingan puzzle yang begitu pasnya menempati ruang kosong saya. Dia bisa tertawa di sana. Rana tidak jadi mengirimkannya. Sampai enam poin disusun secara sistematis oleh Rana. Tapi tidak dibalas.Kalau bolehi saya sendiri ingin berbagi cerita. Saya adalah wanitai Bfl tahuni istri dari seorang pria yang baik dan sukses.Ia adalah orang paling luar biasa yang saya temui.Itu saja. Berkali-kali Rana mencoba mengirim pertanyaan. Penyegaran.. tidak ada yang kurang dari rumah tangga saya. Mungkin ia yang belum mengerti celahnya. Sangat mencintainya. Problema yang dihadapinya pasti bukan lagi di .Tapi beban keputusan itu berat sekali* Pertamai keluarga suaai saya adalah kalangan priyayi lama yang punya reputasi moral yang sangat luar biasai tokoh masyarakati yang menganggap perceraian itu dianggap aib besari dan. Kami ingin bersama-sama. Salahkah itu? Saya hanya meminta sudut pandang seorang Supernova. Yang jelas. Yang i berarti i saya bercerai dari suami saya.Semoga Anda mengerti maksud saya.Ia adalah orang yang PAS. ia melihat dunia yang lain dari hari ke hari. Pertanyaan apa yang kira-kira layak dianggap pertanyaan dan dijawab oleh sang Supernova. Pertama kali ia menulis: Supernova^ saya benar-benar tersentuh dengan semua tulisan Anda. Dia juga tidak sempurnai sama halnya saya atau suami saya.

Rana pun mengirimkan surat terakhirnya. Kemarin. banyak keputusan besar yang telah saya ambil dalam hidupi tanpa terlebih dahulu mengenal diri saya yang sebenarnya* Kinii ketika saya tahui apakah saya harus merombak semuanya? Melepaskan semua konsekuensi-! tanggung jawabi bahkan sumpah atau ikrar saya yang dahului untuk meraih impian baru sekalipun harus mengecewakan banyak orangf Atau saya harus bertahan dan menerima semuanya sebagai bagian dari pelajaran itu sendiri? Tidak dibalas. dan lain-lain. Sampai akhirnya Rana benar-benar gemas dan geram. Supernovai apakah kamu • ada di sana? Surat-surat saya tidak pernah kamu balasMasih juga tidak dibalas. mempertanyakan . Supernova i aku ingin kembali ke masa lalu. Sementara jeritan hati yang riil malah tidak dianggap ada. Mungkin psikopat itu tidak lebih dari filsuf arogan yang berdiri di atas awan lalu main tunjuk sana-sini mengecam kesalahan dunia. Ia merasa tidak diperhatikan. dengan problem "kecil"-nya ini. soal ekologi. Bisanya cuma ngomong tinggi* Saya dan masalah saya cuma kamu anggap remeh-remeh kuei sementara kamu sibuk melalap potongan kue yang lebih besar.level seperti itu. Dan ia pun sudah tidak tahu apa yang harus ia tulis: Aku lelah*** apa artinya ini semuaf Apa artinya aku di sinii.Aku ingin bebas mencintai* Bantulah aku*** Tidak dibalas. Kamu munafik! Sama munafiknya dengan orang-orang atau institusi yang kamu tudingtuding • Kamu pikir kamu itu siapaf! Dan apa kekuranganku sampai tidak layak kamu dengar?! Tidak juga ada balasan. Aku ingin menebus kesalahanku* Aku ingin mengubah garis takdir* Aku menyesal tidak pernah terlalu berani menghadapi hidup* Aku ingin kembali mengenal diriku. Dan ia. ekonomi global. umpatnya geram. sama sekali tidak menarik perhatian seorang Supernova. Omong kosong. siapa pun kamu sebenarnya. Supernova-. Di balik sloganslogan manisnya. Hei Supernova-. E-mail tak berjudul. mungkin psikopat itu cuma tertarik pada masalahmasalah besar: hak asasi manusia.kamu tidak lebih dari sebongkah kesombongan* Sebongkah ketidakpedulian.

kebodohan-kebodohanku sendirif «Apa artinya kau di sana , yang tidak mendengarkan? Malam ini, tidak ada yang lebih mengagetkannya ketika sebuah pesan datang, hanya: From: Supernova. Saya di sini* Membaca semua surat Anda* Membalasnya dengan menjadikan Anda terus bertanya* Menunggu Anda untuk akhirnya mempertanyakan satu-satunya Pertanyaan yang ada* Selamat Datang* Pukul sebelas siang. Teleponnya berdering. Re mengerutkan kening. "Halo, ya, bisa telepon lagi nanti? Saya sedang meeting." "Re..." suara Rana begitu lemah, b erbisik lirih, "aku masuk rumah sakit." Wajahnya seketika pucat. "Bukan... jantungmu, kan?" tanya Re tegang. "Jantungku, sayang," suara lemah itu kian mengibakan. Di dekat belahan dadanya. Rana memiliki bekas jahitan operasi. Re sering menyentuh bekas jahitan tersebut dan berkata: 'Kalau ada apa-apa dengan jantung ini, aku rela bernapas untukmu/ Sulit dipercaya kalau rayuan metaforis itu harus menjadi kenyataan. "Ada apa? Apa kata dokter? Kamu harus dioperasi lagi?" "Jantungku... katanya, aku jatuh cinta. Terlalu dalam." Terdengar Rana tertawa kecil. "Puteri... jangan mainmain..." Re benar-benar kacau balau. * Tiba-tiba suara itu berubah sedikit panik. "Re, aku tidak bisa telepon lagi. ffp-ku akan dipegang Arwin. Doakan saja, ya." Hat, Pembicaraan berhenti sampai di sana m dalam tsunami batin. Lama ia terdiam di gerbang rumah saku mulai salah tingkah. Tidak pernah ia setersiksa telePon genggamnya, dan dengan tatapan kosong ia nomor telepon Ale Tidak disambungkan. Ia hanya bka a sendiri di dalam hati: y Dlca™ Ale, tolong aku. Aku cuma bisa menemuinya lima menit itu pun bersama sembilan orang lain. Aku tak tahan denaan tatapan orang-orang yang seperti mempertanyakan keberadaanku di situ. Lima menit, Le! Melihatnya tergolek tanpa bisa memeluknya. Aku cuma bisa bilang 'semoga cepat sembuh' dan mesem-mesem dari ujung tempat tidur. Aku ingin terus di sini, menungguinya semalam suntuk. Tapi kenapa jadinya harus mencurigakan? Kenapa harus nampak tidak wajar? Kenapa aku tidak boleh di sini? Le, tolong...

"Pak Ferre! Kok masih belum pulang? Tunggu teman, ya?" Seseorang menyapanya. Re terkejut. Ternyata salah satu reporter Rana, memandang dengan tatapan haus gosip. "Oh, saya baru mau pulang. Kebetulan tadi sekalian menengok teman saya di blok D," jawab Re dengan tenang. Tak akan ia kehilangan wibawanya, bahkan dalam situasi genting seperti ini. Tidak juga kedoknya. Satu jam kemudian, dua orang berlalu dan menanyakan hal yang sama. ^ Tiga jam kemudian, hanya perawat-perawat yang melewatinya dengan tatapan curiga. Terkadang kerabatnya Rana, yang juga menatap aneh. Mungkin mereka mengenalinya sebagai salah seorang pembesuk Rana yang dengan misterius bercokol terus seperti satpam rumah sakit. Memasuki jam yang keempat, suaminya berjalan melintas. Re tidak yakin keberadaannya disadari atau tidak. Yang jelas, wajah pria itu nampak letih. B Re jadi tersada'r, mukanya sendiri pasti lebih kacaui lagi. Setidaknya suami Rana tidak menghadapi cobaan lain selain kondisi istrinya. 145 Aku tak mengenalmu, kita bukan teman. Namun aku tak ingin menyakitimu, demi Tuhan. Apa yang kaumiliki sekarang amatlah aku inginkan. Dan untuk mengertinya tidaklah sulit. Kami adalah jalinan satelit yang saling membelit. Mengelilingi satu planet yang menarik kami laksana magnet Tak ada lagi tempat di orbit inif bahkan untuk bayangan kami sendiri Jadi, relakan kami untuk saling memiliki. Re tidak tahan lagi. "Halo? Le? Aku masih di rumah sakit. Rana dioperas' malam ini. Dan sebentar lagi kepalaku bakal meletus." 1 "Apa-apaan kamu di sana?! Cepat pulang!" "Tapi mana bisa..." "Tempat kamu bukan di sana." "Mana mungkin? Yang terbaring itu RANA, bukannya..." "Apa perlu aku sebutkan nama belakang Rana-mu tercinta itu? Knock, knock! Re! Ayo, bangun!" Ia ingin teriak rasanya. "Jangan mulai dengan bahasan basi itu..." "Basi? Itulah kenyataan yang kamu pilih sendiri.-Kamu jatuh cinta pada orang yang salah." Mulut Re langsung menganga lebar. "Oke... aku ralat, bukan orangnya yang salah, tapi kondisinya!" Ale cepatcepat menambahkan. "Hell with it" Re pun menutup flip telepon

genggamnya dengan kasar. Kondisi... kondisi. Lagi-lagi si keparat satu itu. Tak lama kemudian, teleponnya kembali berdering. Ale. Berusaha sekuat tenaga untuk menyuntikkan logika ke dalam pikiran sahabatnya. Re juga sudah letih, kali ini ia lebih banyak diam. Dibiarkannya Ale terus mengoceh. "Jadi kamu setuju untuk pulang sekarang, kan?" "Tidak yakin." "Aduuuh, maunya kamu apa, sih?!" Aku bosan diam. Aku ingin berteriak lantang* Menembus segenap celah dan semua lubang, Merasuk ke ujung gendang telinga semua orang..-Aku mencintainya. Tiba-tiba mata Re menangkap sosok • di luar ruangan sambil menyandar ke fe^u Ugi' be<diri gemetar memegang sebatang rokok. Asaum ta*9«m» keluar, gugup. Pemandangan yang jss\ hamburi* pun. terenyuh siapa "Aku akan pulang sekarang u » T akhirnya memutuskan. , c* wamat berat ia Di saat seperti ini izinkanlah aku m»* m mana engkau leta^ZT"^ Adakah aku seberharga cincin yang melingkar Ataukah aku senyaman sepatu tuamu yang tak ter "T" jarimu' Akankah kaupertahankan aku selayaknya ^ ^ dipakai? Ataukah namaku hanya akan melintas sekilas di detfS". $TH Untuk kemudian menyublim seperti arwah tersedot Mengertikah kinif Puteri"* ***** Karena itulah aku ingin hidup nyata. Ia pun mengedarkan pandangan untuk terakhir kali, mendapatkan kelengangan rumah sakit yang begitu dingin. Re merasa terbuang. KEPING Di Celah Pikiran Pria itu kembali hadir di pojok yang sama, dengan cuaca hati yang tampak sedang buruk-buruknya. Ia seperti kapal yang tergulung jadi lemper dalam lipatan ombak yang mengamuk. Kerutan di pangkal alisnya. Sinar mata yang berkecamuk. Rahang yang mengeras. Namun di dalam kegundahan sekalipun, semua tetap indah. Dan tangan itu terlihat mulai menulis... dalam irama yang tak tentu. Nampak pikirannya tengah bersandar pada arus inspirasi, yang terkadang mengalir deras, tetapi terkadang juga hanya menitik jatuh. Ia berserah. Persis seperti pelukis yang tak mempertanyakan mengapa ia melukis, dan apa itu yang dicoretnya di kanvas. Diva menyentuhkan tangannya

ia tak lebih dari sebuah bola pingpong. ia pun bangkit berdiri. Diva Diva masih berdiri di sana. Re meringis getirv. ia merasa amat lemah. menggenggam kejujuran erat-erat. Rana. Arwin dapat langsung mengetahuinya ketika melihat tatapan istrinya pada Ferre yang berdiri jauh di ujung tempat tidur. tanpa bisa memutuskan apa-apa. Di kala kau terjatuh nanti. Masih terbayang jelas ketika ia memandangi punggung itu berjalan menjauh. Tak ada lagi kehadiran yang lebih berarti. aku akan menjadikanmu wanita paling bahagia di dunia. Tapi kalau cuma jadi hantu. Langkah-langkah yang nampak berat. apa yang ia lihat sesungguhnya melebihi badai itu sendiri. Ada yang bilang.. Ya. Mungkin itulah satu-satunya kesempatanku. Hanyut dalam keterkesimaan. wahai yang sedang jatuh cinta? Masih kutunggu engkau di dasar jurangmu sendiri Di titik engkau akan berbalik dan benar-benar menjadi pencinta sejati. Begitu engkau sembuh nanti. Namun aku orang yang kuat. Aku janji. Ferre Lamat-lamat muncul perasaan bahwa ia sedang diamati. Di sebelah ranjang tempat istrinya terbaring. mampu menangis menunjukkan kekuatan. Dengan dagu tercuat. Tapi kenapa yang ia rasakan justru sebaliknya. Matanya berhenti di jendela. Re mendongakkan kepala dan mulai mencari. Arwin duduk tepekur. Melihat semuanya.ke'kaca. maka aku pun tak tahu. Dan dirinya adalah debu yang paling ingin cepat dikibas. Wahai kau yang sedang dimabuk cinta. Kalau aku lemah. aku akan tahu apa rasanya limbung tanpa harus ikut terpuruk. Rana telah menjangkarkan hatinya untuk pria itu. Dilempar dari satu sisi pertimbangan ke sisi lainnya. Sudahkah kau benar-benar jatuh. Bola . Aku'berjanji. Ferre Aku bukan orang yang lemah. sudah kubersembunyi di dasar lembah. Dalam bingkai kusen .. Tak akan ada yang mengerti. Diva mulai menggigiti bibirnya pelan-pelan. Perlahan. Mereka sepertinya tidak terpisahkan. berikanlah padaku setetes apa yang kau reguk.pingpong. ia menangis. Entah kapan terakhir kali ada air keluar dari matanya. Ia mengerti betul susahnya mencabut sebuah jangkar yang sudah terpaut dalam.

" Dhimas mengernyit. cuma beda kasta saja. Bahkan subjektivitas si peneliti akan mempengaruhi hasil penelitiannya." kata Ruben lagi. dan terarsir teralis. kok." "Terima kasih untuk usahamu memperhalus bahasa... Re mendengar hatinya berbisik." "Jadi kamu bilang aku lembek?!" "Bukan. Ruben "Oh. Dan. tapi karena perhatian kita tersita oleh pengkategorian logika. bukan begitu. Padahal dari nuansa justru lahir tema besar penemuan-penemuan terhebat dunia. tidak bakalan kamu jadi penulis. Bintang Jatuh. Dunia telah membelesak lenyap." "Tapi di atas segalanya.. kamu adalah manusia nuansa." sahut Dhimas ketus. "Apa pula itu?!" "Eh. keduanya saling menatap. Dan misi ini tidak boleh dikompromikan cuma garagara fantasi romanmu atas tokoh-tokoh tertentu." ralat Ruben cepat-cepat.. sebuah ruang fraktal yang tidak tersentuh cortex. nuansa berada di celah pikiran." Dhimas menariki rambutnya sendiri. pemabuk asmara.. nuansa . maka sering kita mengabaikan keindahannya." "Coba aku bisa sesaklek kamu. Misalnya. pengkotak-kotakan.kayu. tanpa bumi itu sendiri. "Ayo. kita tetap membawa misi. Paling jadi peneliti sinting. Tatapan dalam dimensi waktu yang bergerak penuh makna." "Kalau begitu. Meninggalkan mereka berdua. "Kalau kamu sesaklek aku.. Sejernih kristal. Hai. Diva menyapa. Apalagi ini. Tatapan yang mengisap ruang di antara mereka. "Cengeng-lembek-sensitif. dunia bukan lagi milik berdua." "Tapi aku serius. ya?" "Eksperimen sains saja dijalani dengan tendensi. jelas ada keberpihakan. Jangaji jadi cengeng gitu. katakata itu maksudnya sama. Seluruh dunia ini dipenuhi potensi nuansa." keluh Dhimas." te gas Ruben galak.. boleh nggak aku. Dhimas &amp. percayalah. tidak bakalan ada yang tahan membuat kerangka sains dari cerita romantis berbunga-bunga ini. kamu harus kuat. dong. "Imajinasi kamu begitu kaya seperti fraktal di area infinit Peta Mandelbrot. aku tidak tahan.. tidak menyerah begitu saja. ya. Sama juga kalau aku selembek kamu. Kamu. "Penulis boleh berpihak nggak. Einstein. terlapis kaca jendela. "kamu adalah manusia paling sensitif yang pernah kutahu...

"Memang! Cuma wong edan yang pakai teori fisika dulu kalau minta maaf! Dan kalau ada yang mau sama orang kayak begitu. Dan Rana merasa jauh lebih baik dalam dekapan Re dibandingkan obat atau infus apa pun yang dicerapkan ke dalam tubuhnya. Tapi kamu begitu baik dan tabah." akhirnya kata-kata itu meluncur keluar. Memaksanya untuk menjadi pencuri waktu dari belasan jam yang harus ia persembahkan untuk perusahaan. Aku minta maaf. dan mencocokkan kesemuanya dengan setengah jam yang ia punya. Lama sekali. berarti orangnya lebih edan lagi!" Muka Ruben pucat pasi. sih?" Dhimas geleng-geleng kepala. Di luar dari cintanya yang semakin terbakar oleh ucapan romantis itu. ide-ide di otakku seperti mulut tanpa lidah. ^juS "Berarti aku lebih edan daripada kamu. kau kunyah. banyak orang sulit sekali mengungkapkannya.. Re selalu merasakan paradoks yang sama." Dhimas terdiam. "Tanpa kamu. Dhimas. Strategic Business Development Plan yang seharusnya menjadi rencana terbesar hidupku akan kuganti dengan menungguimu semalam suntuk." bisik Rana. [ Ya Puteri. atau justru karena nuansa adalah affair yang sangat pribadi antara kita dan domain lain. Puteri. atau kau emut.. kau minum. "Kamu mau ngomong apa. mereka berpelukan. orang yang mengagumkan. "aku sadar. Bersamamu 24 jam. KEPING Kesempatan itu hanya setengah jam. lirih. "Kamu.." tergagap Ruben berusaha menjelaskan.. Maaf atas semua sikapku yang kasar ataupun kata-kataku yang kejam selama ini. Namun tibatiba ia berseru dengan suara tercekat. Aku relakan diriku untuk kau telan.kontinuum yang ia tangkap waktu umurnya lima tahun adalah inspirasi awal teori relativitas. Dan. jadi obatku. Termasuk aku. tidak banyak orang yang bisa tahan denganku. Atau." Ruben menelan ludah.adalah rencana terbesarku kini . Untuk pertama kalinya pula ia mengendalikan jadwal Re.. tentu saja aku bersedia jadi obatmu. Tidak ada artinya. "Kamu di sini saja. Kamu adalah pesawat yang menyeberangkan nuansa dalam kepalaku ke format yang bisa dimengerti. Di kesempatan itu." sambung Dhimas. Matanya berkaca-kaca..

. "Kamu ingin aku pisah dari Arwin..] Titik bifurkasi [ Nah." Akhirnya kalimat itu yang terucap. Ia tidak menyangka akan diberi reaksi sekeras itu. tapi terlalu kasar ] Layakkah cinta hidup semu laksana hantu? Yang melayang bagai bulu panah. Tapi. tolong. Mengambang membuatku lelah." Mata itu bak kaca -yang merapuh. atau kamu minta aku untuk membawamu pergi. omonganku jangan dijadikan beban. Tak ada yang terealisasi ) "Rana.. Aku ingin diakui. dibandingkan dorongan yang begitu kuat. aku adalah orang yang paling tidak berdaya. Semua berhenti di tahap 'wishful thinking' belaka. Bukan itu. Ini terlalu menyakitkan. entahlah. yang jelas tidak mengenakkan ] [ 'Aku ingin kau yang memutuskan dan bukannya malah memberikan bola panas kepadaku dengan bertanya seperti itu' ] [ Mendekati. agar aku punya kekuatan cukup untuk menempuhnya. ia tak menemukan satu pun kata yang tepat. Siap pecah. lalu mencadangkan satu . Aku ingin menjejak tanah. dan kalau ada lagi saat-saat semacam ini. Aku ingin memiliki. "Apa yang kamu inginkan?" tanya Rana. itulah pertanyaan tersulitnya tahun ini. Tapi kau tak pernah siap... atau terlalu jujur. semua ini. [ 'Aku ingin kau bercerai' ] [ Bukan... "Kita berdua tahu betul perangkap apa yang menanti kita begitu aku minta kamu cerai dari suamimu." Re terduduk lunglai." Rana tahu saat ini akan tiba. "Aku ingin memilikimu. Aku hanya ingin kau mengatakannya Re. "Tidakkah itu sama saja bertanya 'satu tambah satu' padahal kita sudah sampai ke hitungan seratus juta lima ratus dikali empat ribu tiga puluh lima koma sekian?! Kenapa kamu malah bolak-balik bertanya apa yang kuinginkan dan bukannya menyatakan apa yang KAMU inginkan. Terlalu dangkal.. masih kurang kuatkah tekadku? Komitmenku? Aku siap setiap detik kau siap. Persimpangannya. aku tak bisa terus begini. "Jangan. menatapnya lurus-lurus..." 'Aku mengerti. Ironis. Sama saja! Kita berdua sebenarnya takut.. Aku mengerti sekali. Ia benar-benar muak.. Rana!" Rana terenyak. begitu?" Re ditinju telak oleh paradoks yang sama. Ayo. Bagi Re. Aku tak bermaksud begitu. "Ketika kamu sakit begini.

Aku seharusnya memberitahumu sejak sore tadi. Dan aku siap dengan segala keputusanmu.. "Le.. Rasa takut. Tegas. "Tapi tidak berarti aku akan pergi dari sini dengan kenihilan yang sama lagi." "Selamat.sama lain untuk dijadikan kambing hitam kalau-kalau keadaan nanti berubah kacau.. Dia akan jujur soal kami berdua. Rana terlalu lelah untuk menimbang-nimbang. Anda akan mendapatkan janda kembang yang masih gres dari oven? What?!" "Aku serius!" "Oke. Selain itu. aku tidak bisa tidur. . atau menembakmu di kantor.ri. "Aku tahu kamu pasti sudah tidur." ia menunduk.. "Aku akan pergi denganmu. seolaholah ada simfoni akbar yang siap meledak dengan megahnya.. this is major bullshit! Kesiapan kita menghadapi kenyataan ternyata nol besar.. "kita telah berputar-putar di satu lingkaran. aku akan bicara dengan Arwin." "Hmm?" Kedua matanya sudah nyaris terpejam lagi." "Lalu? Bukan berarti aku juga harus ikutan tidak tidur. what do you expect? Selamat. atau suaminya datang dalam keadaan . Penuh keyakinan. "Sepulang dari sini. Sayup suara azan subuh melatarbelakangi pembicaraan itu. banyak kondisi. kata itu mengasosiasikannya dengan banyak wajah." Keputusan. Sori. Re. Kali ini bergemuruh. Dan dia memutuskan untuk ikut denganku. Kita harus memutuskan sesuatu. Tapi apakah kamu siap? Bagaimana kalau nanti ada pembunuh bayaran yang mengintai rumahmu.. kan?! Supaya kita bisa saling tuding: 'ini semua permintaanmu'." jelas Rana lagi. 'aku begini karena kamu bilang begitu'. Tapi aku. banyak probabilitas. "Akhirnya Rana memutuskan untuk bicara dengan suaminya. kan? Hanya gara-gara mengeloni seorang bayi besar lewat telepon?" "So.. tapi Rana merasakan kebenarannya. Re melongo." "That's it?" "Well. Sayup-sayup Re kembali mendengar suara biolanya.. Le." Semua omongan Re benar-benar menyakitkan. "Kamu benar." Sekonyong-konyong ia menukas." "Kamu tahu sekarang jam berapa?" terdengar suara Ale yang parau dan mengantuk. Begitu." Re menghela napas. Ia juga muak.. kita tidak melakukan apa-apa. Dengan seketika. Aku tahu itu adalah hal yang paling kamu inginkan.

. Ferre." "Pergilah." "Kamu ke gereja?" "Mungkin. Hidupmu mungkin lebih tersiksa dibandingkan kemarin-kemarin ini. analisis situasimu itu luar biasa. Berapa banyak koran merah yang tadi kamu baca sebelum tidur?" "Re. Untuk seseorang yang baru bangun tidu r. Aku juga pasti bilang 'tidak mungkin' kalau dulu ditanya apakah Ferre. "TNT". waspadalah terhadap segala kemungkinan di tengah jalan. Dinamit yang ditunggu-tunggu. belakang-depan." "Wow. Tapi aku turut mendoakan yang terbaik." "Jangan bilang tidak mungkin. Ah. Re/ "Aku tidak peduli. Jangan lupa. Yah. sahabatku tercinta yang sangat pintar dan rasional itu. atau ada yang sukarela jadi informan buat tabloid gosip lalu wajahmu muncul di halaman depan sebagai si perusak rumah tangga milenium? Menurutku kamu harus lebih hati-hati lagi lihat kiri-kanan. "Kamu memang sudah sinting. "segalanya mungkin." "Tidak mungkin.. Nanti doakan aku. Please. ada satu yang nampak menarik baginya malam . akan memilih seorang wanita." "Aku tidak yakin Tuhan merestui perselingkuhan. Sepertinya mereka itu samen leven. atau ada berondongan teror dari keluarga-keluarga yang merasa disakiti. Re. yang sudah terikat padahal dia punya seribu satu pilihan lain yang jauh lebih feasible. Aku yakin kamu juga tahu kalau prosesnya tidak bakalan instan. kontan puluhan yang lain menyapanya. apa pun itu. atas-bawahmu." "Besok hari Minggu.. Maju terus pantang mundur/ "Kenapa kamu harus sesinis itu?" tukas Re gusar." Mau tak mau. kamu tahu sendiri apa opiniku soal ini. Mungkin saja dia cuma berusaha menyenangkan hatimu doang. Aku sendiri tidak seratus persen yakin Rana berani bicara.mabuk berat sambil bawa parang buat membacok lehermu. Namun dari sekian banyak. Ale terkekeh. "Aku tidak bermaksud sinis. But you've got a point there. Jadi. Nah. jangankan itu. aku hanya ingin memastikan kamu siap. Patriot kita. kan Le?" "Iya. Sang Supernova." "Bravo. Aku tidak takut. kenyataannya?" Ale tertawa kecil." Supernova Begitu nama itu masuk ke chat room ICQ. atau perceraian-/ "Aku juga tidak yakin Adam dan Hawa menikah..

guest&gt.. Dan ia tak mungkin lagi meminta dorongan pada Re. KEPING Pelajaran Terbang Berhari-hari Rana terbangun dengan bersimbah keringat dingin. Bahkan untuk menyalahkan sedikit pun tidak bisa.TNT&gt. saya tidak sanggup marah. Kenapaf &lt. Luka jahitan ... puluhan sanak saudara yang akan mencemooh habishabisan.guest&gt.. Anda memang tidak memiliki apa-apa* Kecuali diri Anda sendiri* Dan diri Anda sesungguhnya amat besari agung* Ia mampu menampung apa saja i lebih dari yang Anda duga-* andaikata Anda tidak mengikatkannya pada sesuatu* Semakin banyak yang Anda ralakani semakin besar keluasan diri yang Anda rasakan* &lt..guest&gt. Gambaran-gambaran itu bagaikan monster kelaparan yang mengonsumsi habis semua keberanian yang ada.. Bagus. Sekalipun Anda tersiksaf &lt. • .. ibunya yang menangis histeris.TNT&gt. menjadikan benaknya kosong dan tak termotivasi.guest&gt. Bukankah sudah waktunya? &lt.itu.Rasanya ia menjadi manusia yang sama sekali barui bukan lagi wanita yang bertahun-tahun saya kenal sebagai istri saya¦ Dan yang jelas saya lebih senang melihatnya beg i tu • &lt. Tak sampai hati ia membongkar kelemahan yang nantinya malah akan mengendurkan semangat mereka berdua. &lt. Saya*.T NT &gt. Ketegasannya hari itu sudah berarti banyak.TNT&gt. Anehnya-.* tidak tahu* Tapi saya tidak terlalu peduli* Untuk apa mempertahankan sesuatu yang bukan milik. Arwin yang gelap mata lalu berbuat entah apa. Berbagai macam adegan seram kerap muncul di pikirannya..TNT&gt. mertuanya yang terpingsanpingsan. saya lagi? &lt.. Sepanjang hidup saya-i hanya ada satu wanita yang saya cintai sungguh-sungguh* Istri' saya sendiri* Dan dia menyeleweng.guest&gt. Saya lebih tersiksa justru ketika melihatnya bersama saya* &lt. Kamu mau tahu kenapaf &lt. kalau saya lepaskan istri saya untuk orang lainf &lt.TNT&gt. Arwin yang mengamuk. Ia kelihatan sangat bahagia bersama lelaki itu. Bagaimana dengan diri Anda sendiri? &lt..guest&gt. Supernovai saya mulai gila* &lt. Gilakah saya. Mungkin itu adalah kala pertama Anda mencicipi kewarasan.

. Satu-satunya harapan yang tersisa. Momentum tidak dapat dikejar. dan kembali tertelan begitu momennya lewat. Tiba-tiba ia terpekik pelan.TNT&gt. IW dia. Mendadak segal a penat dan perih [J?*** Rana gantikan oleh secercah ^nW\^^^ langsung" mengirim pesan. "Ayo.bukankah kita seharusnya bisa memperbaiki kesalahan masa lalu? Menghidupkan kembali momentum yang lewat-. Terban -Aku tahu kamu pasti datang untukku " pndirian. tidak salah lagi.TNT&gt. untuk kemudian merancang masa depan yang baru-Aku hanya tidak ingin menyesal di kemudian hari. Dan kenangan tidak akan membawa Anda ke mana-manaKenangan adalah batu-batu di antara aliran sungai. samuai ^ na Supernova merespons tulisannya. Bahkan seekor burung yang meniliki kasat mata bisa jatuh ketika belajt. mengejar momentum? &lt. &lt. Ia menjadi kenangan.di dadanya terasa bertambah perih. Rana pun menanti cemas. akhirnya ia mendapatkan sebuah nomor ICQ yang diyakini adalah Supernova. apakah ia harus menanggalkan semua pertimbangan dan perhitungan untuk lalu lepas landas begitu saja? Hidup berdasarkan momentum? Persis seperti waktu ia melontarkan ucapan itu di depan Re. Setelah mencari-cari setengah mati. Berkali-kali. Nama itu on-line: "TNT".TNT&gt. Maksudmu •&gt.Anda seharusnya menjadi arus-» bukan batu&lt.r terban^ Bagaimana dengan Anda yang sayapnya dibentuk* oleh rasa percaya? Tidak ada cara untuk belajar percaya selain PercayaRana berhenti di sana.guest&gt. Aku tidak mengerti. aku ingin terbang Amenutup kuping terhadap raungan bumi di V *ku nanti. mpai akhirnya &lt.flomentum hadir* Begitu ia lewati ia tidak lagi sebuah momentum. Apa maksudnya itu semua. Itu saja.. Aku ingin yakin dengan pilihanku. Supernova.. di mana kamu?" desis Rana. Berusaha mengerti dan meresapi kalimat-kalimat tersebut.Ajari aku percaya pada kekuatan .hkU Ajari aku percaya bahwa aku BISA TERBANG &lt. Namun kehadiran sang Supernova di chat room ICQ benar-benar tidak tertebak.. &lt.guest&gt. Anda memang tidak mengerti¦ Rana mulai .guest&gt.

Rana sudah bisa membaca semua. Seperti orang asing. Merengkuh istrinya dari belakang.TNT&gt.Bukan hakim"Rana. tapi Anda saparti tidak melihatnyaApa bedanya memperbaiki sesuatu di atas penyesalan-i atau di atas parasaan sesal yang bahkan belum terjadif Tidak ada. Rana kini merasa terapung dalam suasana yang sangat misterius. Tawon itu adalah suara Arwin.. asalkan Anda percaya akan pembaharuan yang hadirflenikmati momentum yang datang. Menatapnya dengan tatapan yang tak pernah ia lihat sebelumnya. ia terlonjak dari tempat duduknya..Anda adalah pengamat dan penikmat." Seperti disengat tawon. &lt. Segalanya terjadi tak terduga-duga* Hanya ada satu yang pasti dalam hidup-.. Dengan khidmat pria itu pun akhirnya beranjak mendekat. Begitu hening. Suaminya hanya diam.panik. lalu stagnasi hanya karena Anda berkaras atas sasuatu yang sebenarnya harus berubah-Berhenti juga menilai baik-buruk dari apa pun-Bukan untuk itu Anda hidup.Tanpa ekspektasi apa-apa. Supernova.guest&gt. &lt. Lama keduanya bertatapan. Tolong akuJelaskan sekali lagi. Ada kedukaan di sana. Dengan sigap ia pun menutup program di layar komputer.TNT&gt. Bertahun-tahun hidup dengan Arwin dalam ketertebakan. Rana belum pernah mengalami momen seorisinal ini. Pembaharuan hadir dalam setiap detik-Perbaikan terjadi satiap saati tapi ketakutan-ketakutan Anda tadilah yang justru menghancurkanSatiap saat Anda bisa terbang. Luar biasa dalam. Satu momen terbentang menuju jalan yang tak . Begitu anggun. Biasanya.TNT&gt. Bahasa tak mampu lagi membungkus apa yang tengah bersaling-silang keluar dari benak mereka. Berhenti memilah antara apa yang diinginkan dan tidak. Tanpa satu potong pun kata.Hanya satu yang patut Anda harapkan datangi yaitu yang tidak diharapkan. "Ada apa. yaitu ketidakpastian. Ada perbedaan besar antara memperbaiki dan menyesali. Supernova akan menghilang kalau sudah begini. &lt. Mas?" Rana berlagak pilon.Selama Anda masih terbayang-bayang oleh dua katakutan itu-* Anda tidak akan ke mana-mana-&lt.Jangan disconnect dulu.

. Tidak menjadikan pernikahan ini seperti apa yang kamu impikan. Mengambil porsi dalam malam yang rasanya tak bergerak. "Aku mencintaimu. Satu sensasi yang sama sekali baru. cukup besar untukku kuat berjalan sendirian tanpa harus kamu ada. Kita s ama-sama sudah terlalu sakit. Kamu memang pantas mendapatkan yang lebih. "Aku tahu semuanya. Maafkan aku tidak pernah menjadi sosok yang kamu inginkan." Hatinya malah tersayat lebih melesak. Andaikan saja kamu tahu. Giliran Arwin yang terenyak ketika istrinya m menghambur jatuh. ada isakan lirih. Arwin Gelap. atau bukan. tolong." Isakan itu malah menjadi. "Jangan menangis." SUPERNOVA Kalimat itu membawa Rana ke dimensi yang sama sekali Menggerakkannya untuk melihat wajah pria yang dinikah' ^ tiga tahun lalu dengan pandangan baru. melainkan sebaliknya. peluk seseorang yang kembali." Terdengar suara menelan ludah.. Perlahan. tapi sekarang tidak lagi. "jangan menangis lagi. mendekapnya erat-erat. Aku tidak akan mempersulit keadaanmu.. Suara gerimis.. "Tidak akan mudah.. Ternyata Arwin yang punya itu. Kamu tidak akan pernah tahu betapa besar perasaan ini... Bahkan denyut nadi pun dapat terdengar kalau disimak benar. aku rela kamu pergi. Aku mohon.. Keadaan kita. tidak lagi ta^* Ada satu makna yang secara aneh terungkap: cinta membebaskan. Rasanya ' bukanlah pelukan perpisahan. Rana justr . Bukan begitu?" Tidak ada jawaban. "Kalau kamu benar-benar mencintainya." Suara Arwin mengalir bagaikan gletser. tapi aku tidak mau membuatmu tersiksa lebih lama lagi." Isakan itu tetap tidak berhenti. Tapi aku teramat mencintaimu. Terlalu mencintaimu." napas itu tercekat. Bukan diri ^ bahkan bukan pula kekasihnya. Kamu tetap Rana yang kupuja. istriku.tahu berakhir di mana. Embusan sekali-sekali napas-napas berat. dan itu sangat menyakitkan. Aku mohon. Hanya saja. Membekukan lereng hati. "Lama aku berusaha menyangkal kenyataan ini. Dan aku yakin tidak akan ada yang melebihi perasaan ini. "Perasaan ini. Di dalam sarang kecilnya yang pengap. Aku sudah terlalu sering mendengar kamu menangis diam-diam.

mendapatkan makna kebebasan. Ia terbang... di saat v U sama sekali tidak diduganya. n9 <guQSt> Supernovai saya benarbenar tidak menyangka* Bagaimana mungkin sesuatu yang tadinya berusaha saya pertahankan mati-matian justru kembali ketika saya lepaskanf Perasaan ini sangat luar biasa* Rasanya saya terlahir kembal i • I <TNT> Sesungguhnya Anda memang tidak perlu berusaha memiliki apa-apa* Anda adalah segalanya* Sekarang-* tidakkah Anda heran dengan orang-orang yang menguras seluruh energinya untuk mempertahankan sesuatuf Mencoba memiliki apa yang sebenarnya sudah milik mereka? Justru ketika Anda Melepaskan keterikatan pada sesuatu i Anda semakin dekat dengan Keutuhan. <TNT> Mencintai sesuatu atau seseorang dengan keutuhan diri adalah satu-satunya cara mencinta* Sementara perasaan tidak lengkap atau ketergantungan adalah refleksi jarak Anda dengan diri sendiri* <guest> Dan saya baru sadar -i saya amat . mencintainya tapi saya lebih mencintai diri saya sendiri. Saya mencintai diri saya yang mencinta• <TNT> Itulah satu-satunya Cinta yang ada* Arwin mengembuskan napas ie h sinar. Bahkan bernapas terasah*' *aJahn*a berkiu itas ba™ t6lah men9aUri **uruh t9ubuh?mat Se^ah sekaligus perasaan terbang h adalah v sayap •¦ KEPING Kiamat Personal Kedua pria itu mematung di depan komputer. "Aku tidak mengira akan jadi seperti itu..." gumam Ruben berat. "Aku juga. Semuanya mengalir begitu saja," Dhimas mengusap wajahnya, berusaha mengenyahkan kebingungan. "Kamu tidak merencanakan plotnya bakal demikian?" "Tidak," Dhimas menggelengkan kepala, "sudah kubilang, semuanya mengalir begitu saja. Aku hanya langsung mengetik apa yang terbersit di kepalaku." "Aneh. Seolaholah cerita itu memiliki otonominya sendiri." "Lebih parah. Sepertinya aku menjalani sebuah kehidupan, bukan cuma naskah. Kehidupan dalam kehidupan... mungkinkah itu?" tanya Dhimas linglung. "Entahlah. Yang jelas, masih ada satu yang harus kita khawatirkan." "Ksatria." Ferre Kiamat adalah lidah kehancuran

yang menjilati tandas sebuah piring tanpa sisa. Tak ada lagi remah. Tak ada dedak yang dibiarkan bertengger. Semua bersatu dalam maha enzim Kiamat personal yang mencerna jagat. Kiamat adalah ledakan sunyi yang mengisap semua, termasuk jejak kehancuran yang dibuatnya. Dan ternyata kiamat punya edisi khusus. Kiamat personal. Semenjak Rana menghilang tak bisa dihubungi seminggu lewat ini. Re tahu ada yang tidak beres. Sampai akhirnya surat itu tiba—kiamatnya: Tidak ada yang saya sesali. Saya harap kamu juga demikian. Tidak ada cara yang mudah untuk menga takan ini semua. Saya yakin kamu mengerti. Dan tidak ada yang saya cintai lebih dalam selain perasaan indah yang pernah kita miliki (dan semoga masih akan terus kita miliki,). Tapi saya bukan Puteri yang kamu cari. Di satu titik, perasaan indah itu telah mengkristal, dan saya akan menyimpannya. Selamanya. Kamu adalah yang teristimewa, Ferre. Kamu telah memberi saya kekuatan untuk mendobrak belenggu itu. Sekarang saya bebas. Tapi, tidak berarti kita harus berjalan bersama. Izinkan aku kembali berjalan di setapak kecilku. Rana. Surat di sehelai folio putih polos itu nampak seperti Lucifer yang menyamar jadi domba tak berdosa. Reaksi pertama Re adalah tercenung kosong. Lama sekali. Dan yang kedua adalah, ia tertawa. Dan itulah puncak dari rangkaian paradoks yang telah menyerangnya dari awal kisah ini dimulai. Sebuah tawa, dalam duka dan kepahitan yang tak terperi. Sejenak ia merasa telah disuguhi pertunjukan dagelan. Kekonyolan panjang nan tragis, dibumbui dramatisasi ala opera sabun yang memuakkan, dengan ambisi ala sinetron bersekuel-sekuel yang membuat mual perut. Penonton pun tak bisa membedakan lagi air mata apa yang berlinang di pipi mereka. Tangiskah... atau malah tawa. Yang jelas, pipinya bersih. Tak ternoda air apa Pun Kelenjar air matanya mengeras, seiring dengan hatinya yang membatu. Perlahan, runutan getaran sel abu-abunya kembali terhampar. Kalau saja ia tidak mengajaknya makan siang... Kalau saja ia punya lebih banyak kesibukan di pagi itu... Kalau saja ia menolak wawancara itu... Kalau

saja hari itu tidak perlu ada... Kalau saja ia tak perlu ADA... Bagaimana sebuah piring bisa tahu dirinya piring apabila tidak ada yang diwadahi? Kiamat juga berarti amnesia abadi. Dan Ferre adalah piring kosong yang tak mampu merasakan apa pun selain kehampaan. Tidak juga dirinya. Ia terlalu benci dirinya. Sang Ksatria tidak lagi eksis. Ia mati, bersama cintanya yang membutakan bumi. Ia hancur, seperti serbuk meteor yang membedaki langit. Ia tamat. KEPTNG Ksatria Schrodinger -a himas cuma bisa melipat tangannya, menggeleng-J/ gelengkan kepala. "Aku tak tahu lagi jadinya bagaimana..." ia berkata lemas. "Ia telah mendapatkan kepingan dirinya yang hilang, Pujangga, homunculus, si manusia kecil, figur bawah sadar yang dulu terlupakan tapi sekarang kembali hidup. Dan betapa ia menyukai dirinya lagi. Tapi sekarang semuanya direnggut... hilang. Ksatria kita baru kerampokan harta insaninya yang paling besar: makna. Tanpa makna, buat apa lagi kita menjalankan hidup?" "Hidup memang tidak boleh kehilangan makna..." desis Ruben. "Dan makna apa lagi yang masih berarti untuk menyalakan hidup si Ksatria? Aku tidak tahu!" seru Dhimas. Kening Ruben berkerut-kerut, kakinya diketuk-ketuk, pertanda ia berpikir keras. "Kamu tahu apa yang sedang kita hadapi?" tanyanya. Dhimas tahu pertanyaan itu tidak perlu dijawab, bohlam yang menyala ada di otak Ruben. "Kita sedang mengalami dilema terbesar para fisikawan. Dilema yang disuguhkan Schrodinger dengan eksperimen kucingnya. Inilah dia. Paradoks kucing Schrodinger! "Look, honey, sekarang ini kita sedang meneru*°" hidup mati tokoh kita sendiri. Bukannya menyiapKan Pertunjukan sulap," komentar Dhimas kesal. "Aku bukan asal ngomong, kamu sendiri kan tahu paradoks itu." "Ya, tapi apa relevansinya?!" "Sebentar, sebentar... beri aku waktu." Ruben memejamkan mata, berusaha menerjemahkan sinyal nonlokal yang barusan hinggap di otaknya. "Begini, kamu tahu tujuan Erwin Schrodinger dengan percobaannya itu?" Dhimas merasa lebih baik ia menggeleng. "Tujuannya adalah untuk mendeteksi perjalanan

Kamu dan aku taruhan memakai koin. Sementara di realita. peluangnya fifty-fifty dia keluar dari rumah itu dalam keadaan hidup atau mati." "Oke. partikel mempunyai aspek lain/ yaitu gelombang. yang kemudian diberi nama wavicle. pilihan kita hanya dua: gambar atau angka. Kalau elektron tidak menyentuh pemicu itu. baru akan ada pengamat yang membuka boks dan melihat hasilnya. Kucing ini ditempatkan di boks tertutup bersama sebuah kapsul berisi racun sianida. Pertanyaannya. "sekarang. singkatnya. maka wavicle akan selamanya mengambang dalam keadaan dikotomis. "Tidakkah kamu lihat? Dia seperti kucing Schrodinger di dalam boks tertutup! Berada di gerbang keputusan untuk menghabisi hidupnya atau tidak. dan kucing mati. Partikel atau gelombang." "Kamu tidak membuatnya lebih mudah. "Coba. Mati enggak.partikel kuantum. Peluangnya sama. . apa hubungannya dengan Ksatria kita yang mengurung diri entah sedang apa itu?" Mata Ruben membelalak. Sebelum pilihan ditentukan oleh pengamat. "Begini. Tapi wavicle 168 hanya ada di domain kuantum. atau entah apa lagi." Dhimas mulai tidak sabar. maka si kucing tetap hidup. hidup enggak. Ia tidak menggunakan geiger counter melainkan kucing sebagai detektor. baik itu arah lintasannya maupun destinasinya. aku sederhanakan. kehadiran seorang pengamatlah yang akan menentukan aspek mana yang terpilih. Ini fenomena yang serupa dengan dualitas partikel. apa yang terjadi pada si kucing selama boks itu tidak dibuka? Apabila kita menghitung secara matematis maka kucing mati dan kucing hidup adalah hasil yang sama-sama valid. maka hasil itu bisa kita gabungkan menjadi kucing yang setengah hidup dan setengah mati! Sampai kotak itu dibuka maka kucing tersebut dipastikan berada dalam kondisi kuantum mati suri. Katakanlah. Dalam waktu satu jam. dan sebuah pemicu yang akan aktif ketika satu isotop radioaktif menembakkan sebuah elektron. Apabila elektron mengenai tombol on." keluh Dhimas. tapi karena kucing tersebut adalah objek kuantum di mana semua kemungkinan bisa terjadi. kucing zombie. Peluangnya fifty-fifty. maka kapsul itu pecah.

Tapi semuanya sudah terlambat." Ruben mulai ikut bingung. Jangan-jangan kelahirannya ke dunia ini juga cuma permainan. Sambil tertawatawa ia berkata. "Masih ada aliran Copenhagen yang berinterpretasi bahwa dengan menggunakan prinsip komplementer.. Re menyesal ia terlalu serius menempuh hidup. membuat kondisi dikotomis itu akhirnya menjadi kondisi tunggal di dimensi tempat kita mengobservasi." Ruben cepat-cepat menenangkan Dhimas yang sudah unjuk rasa. biasa..Ketika koin dilempar lalu ditutup. maksudmu. maksudmu bisa ada Ksatria lain di dimensi lain yang hidup. Hanya ia dan dia. malam ini. tanpa dunia." Ferre 24 jam pertama dalam hidupnya di mana ia merasa begitu sendiri." "Omong kosong! Pasti ada jalan lain untuk menyelesaikan paradoks itu. Barang itu sebenarnya cuma suvenir pemberian. Re tersenyum tipis. Pistol kaliber 9 mm yang tidak pernah digunakan. hidupnya akan diakhiri oleh sebuah permainan. Ruben "Oke. Betul begitu?" "Seratus! Kok aku tidak pernah kepikir. demikianlah menurut perhitungan matematis. ya?" "Jadi. oke.. Ksatria kita sekarang berada dalam keadaan setengah hidup dan setengah mati? Memangnya dia zombie?" "Hei. siapa tahu satu saat nanti ia harus bermain rolet Rusia. Tak pernah ia sangka.. Kita akan . namun observasi kitalah yang menjadikan salah satu kemungkinan kolaps. kondisi setengah hidup dan setengah mati itu hanya abstraksi yang cuma eksis sebagai potensi transendental. Firasat itu ternyata sudah ada sejak dulu. faktanya memang observasi dari kondisi dikotomis akan memaksa semesta untuk bercabang menjadi dua dimensi paralel." "Sebentar dulu. ia sendiri selalu menganggapnya pajangan sampai. 169 Dhimas &amp. Ekses humor Tuhan yang kebablasan.. Dulu. lalu ada juga versi Ksatria mati? Begitu?" "Well. Keseriusan ternyata tidak membawanya ke mana-mana. maka sebelum dibuka koin itu tetap berada di kondisi setengah angka dan setengah gambar.. "Wah! Itu ide yang luarrrr. Re mengisi selongsongnya dengan satu peluru. Semua hiruk-pikuk di luar sana sudah tidak kuasa lagi menyentuhnya. sabar sedikit.

science fiction selalu tergila-gila dengan ide interaksi antardimensi. Dimensi paralel.. tidak sekompleks itu.. kamu harus memilih. Terpaksa membanjur lagi kobaran idenya.. diingat lagi. kan?" "Bukan. atau membolak-balik kertasnya. Setiap kamu melihat gambar gestalt.. Jangkauan sains yang sejauh ini telah dicapai. eh.. Itu menjebak. Interpretasi ini terlalu sulit untuk dijadikan eksperimen sehingga tidak ada gunanya dari sudut pandang sains." Dhimas mengalah dalam gerutu. Dalam arti. kan? Aku tahu gambar yang kamu maksud. puitis." redam Ruben buru-buru. Kalau tidak." "Tuh.. Kedua citra itu hadir sekaligus. Tentu saja. tidak sesederhana. Kamu tahu apa itu?" "Bahasamu selalu susah. butuh materi dan energi dalam jumlah ganda untuk setiap observasi. "Sayangnya. tenang. batal. "Aku ingin mengungkapkan fakta penelitian yang sebenar-benarnya. ide itu terlalu mahal. salah sendiri." Ruben masih tidak mau kalah. romantis.. Tapi tidak pernah tahu namanya gestalt. "Coba." jawab Dhimas pelan. "Gambar gestalt adalah gambar beranak gambar." "Dan riil!" sambung Ruben. Tapi ." "Baiklah.. semesta paralel tidak berinteraksi satu sama lain." "Makanya. maksudku. tenang. Benar-benar pemborosan. Lagipula. apa yang ingin kamu buat?" "Roman sains. "Aku teruskan: realita ini termanifestasi sama seperti gambar gestalt." balas Ruben tidak mau kalah. tahu nggak? Kadang-kadang yang kamu maksud cuma hal umum tapi bahasamulah yang tidak umum. dan merupakan satu gambar. dan aplikasinya di level kehidupan sosial manusia.menulis dua kisah dari dua dimensi paralel!" seru Dhimas meledakledak. tapi kamu tidak bisa melihat keduanya secara bersamaan. Kecewa. "Aku sedang memikirkan gambar gestalt." "Salah sendiri tidak tahu. Kita tidak merobek gambar itu jadi dua. mana seru? Tapi. "Tapi. Kamu harus memilih satu antara dua sudut pandang untuk menentukan apakah itu nenek tua atau gadis cantik. memangnya kamu niat bikin science fiction? Plus bumbu-bumbu fantasi ilmiahnya? Bukan. Silakan teruskan. dan yang paling umum adalah gambar gestalt nenek tua dan gadis cantik.

Kesadaran selalu bersih. kesadaran yang kumaksud harus berada di luar sistem. maka kita akan terjebak di dikotomi tak ada habisnya itu. Tapi untuk menggagalkan salah satu aspek kuantum. dibutuhkan keterjagaan. pingsan. radio. aku kepingin tahu. Itulah kira-kira sadar tanpa terjaga. tapi tidak dalam keadaan sadar? Kamu tahu betapa paradoksnya hal itu?" Ruben tersenyum tenang." Ruben menjawab mantap. sepertinya ia sudah mengantisipasi munculnya pertanyaan barusan. dan mengenali pilihan yang kita buat. sebenarnya ada. "Kenapa? Masih ada konsep yang belum jelas?" Ruben menangkap tanda tanya yang beterbangan di sekitarnya. Kalau kita bicara kesadaran di level lokal. di domain nonlokal. inframerah. Sementara keadaan 'tidak sadar' dalam istilah psikologi yang umum kita tahu adalah keadaan semacam tidur. adalah sinyal lokal". Nah. "Itu dia! Persis seperti kasus Epimenides. "0-ho! Untung sekali kamu bertanya." "Tapi. lama. Kita sering sekali bicara 'kesadaran'. Berusaha mengasosiasikan pemahaman baru itu. Lalu. Kesadaranlah yang memilih dan menentukan nasibnya. coba terangkan lagi. di luar order realitas materi. sama juga dengan sang Ksatria." "Aku jadi tidak mengerti. Artinya. Sebenarnya sederhana: segala sesuatu yang bisa kita tangkap di domain materi —realita ini—yang serba terukur. kita semua pun saling terhubungkan dengan sinyal nonlokal24. Sadar dan Terjaga. tapi kesadaran seperti apa yang kamu maksud barusan?" tanya Dhimas. "Di sinilah pentingnya pemilahan antara Consciousness dan Awareness. dan seterusnya. tidak tersentuh." 'Coba. kalau memang . "Apa yang kamu bilang tadi—bahwa di realita materi ini Kesadaran menggagalkan aspek gelombang—benar-benar terdengar logis dan akademis." ujar Dhimas penasaran. atau mati suri. apa sih yang dimaksud dengan istilah nonlokal? Kenapa aku menangkapnya semacam sinyal-sinyal misterius dari pesawat UFO?" Mau tak mau Ruben tertawa. benar-benar tersesat. apakah ada situasi di mana ada pengamat. Dhimas membisu.Kesadaran kita memilih. "Ya. baik itu gelombang televisi. Kenyataannya.

"Omonganmu sudah sama persis dengan para reduksionis skeptis itu. ada dua orang yang ditempatkan di dua ruang Faraday yang berbeda. sampai EEG—untuk mengetahui adakah respons stimuli yang terjadi. ia sama sekali tidak tahu apa yang terjadi di ruang sebelah. bahkan tanpa kita sadari!" "Seringnya memang tidak disadari. jantung. atau kandang. ngobrol atau apa saja. "Baiklah Tuan Skeptis. sehingga dipastikan keduanya tidak dapat berkomunikasi. kedua orang itu disuruh berinteraksi. sehalus apa pun itu. bagaimana kamu bisa membuktikan itu ada?" Kali ini Ruben tergelak. Kesadaran yang transenden. arrgh. sampai dirasa ada ikatan psikologis yang cukup. ada satu eksperimen yang beken dikenal dengan Faraday's Cage. * Nonlokal/Lokaiitas: Komunikasi ataupun pengarah yang terjadi instan tanpa melalui pertukaran sinyal dan tanpa memecah keutuhan ruang-waktu. Lalu Kesadaran apa yang dimaksud kalau kita yang dalam keadaan bangun dan terjaga ini sensitivitasnya ternyata tidak jauh beda dengan bangkai? Itulah... Di dalam ruang terpisah itu tubuh mereka dipasangi—mulai sensor saraf. Faraday's Cage sama sekali bukan kandang." Dhimas mendengarkan terpesona. Semua 21 Loka)/Lokahtas: Ide bahwa semua interaksi dan komunikasi antarobjek terjadi melalui sinyal maupun medan yang penyebarannya terjadi dalam ruang-waktu yang tunduk pada batas-batas kecepatan cahaya. aku benci terjemahan. "Berarti... Ia adalah semacam ruang yang kesemua sisinya terbuat dari logam khusus yang mampu meredam semua gelombang.. Tapi sebelum mereka dipisahkan. kita semua ini ternyata terhubung satu sama lain. Nonlokal.." ia tertawa-tawa sendiri. alat komunikasi atau apa pun yang menggunakan gelombang tidak akan bekerja di dalam ruang Faraday. Dan kamu tahu? Ketika orang yang satu diberi pertanyaan atau tindakan tertentu.sinyal nonlokal tidak bisa dideteksi. orang yang satu lagi memberikan respons stimuli yang serupa! Padahal secara sadar." . Tubuh kita menerima stimulus berjuta-juta kali lipat dari apa yang diolah otak. "Lalu.

dan ia masih menunggu tanda-tanda..Ferre Ia sadar kini. bukan?" Ruben mengangguk kecil. Pujangga. "Berarti. Apa pun caranya. Dan mungkin sekarang saatnya kita buka. ruang tempat si pemabuk cinta biasa asyik minum-minum anggur asmaranya. Dirinya telah kembali menjadi robot yang tak berhasrat. mengapa mobil itu ada di garasi? SemUa jendela rumahnya masih tertutup tirai. beralaskan remah-remah kehancuran hatimu? Sampai esok hari. Namun tetap tidak ada perubahan. Itu sebuah kode.? Re memanggil-manggil. jauh ke dalam hatinya. wahai kau yang jatuh cinta? Tengah mengawangkah dirimu? Atau tergolekkah engkau di dasar jurang yang kaugali sendiri. Menjelang tidurnya. Ia robot cacat. "Koin itu sudah melayang.. harus ada pengamat yang mengintervensi. Re mengepalkan tangannya gemas. Lima jam mengamati rumah seberangnya telah menambatkan rasa penasaran. Lantas." Dhimas menatapnya balik. jam setengah satu siang." Ruben menatap Dhimas lurus-lurus. atau mati. Ruben." gumam Dhimas gelisah.. hasratnya yang terakhir—juga ikut terampas. Ruben "Paradoks ini harus diselesaikan. namun tidak ada yang menjawab. "Taruhan kita tadi.. Bahkan sampai matahari condong ke Barat. Pujangga benar-benar pergi. Malam bertambah larut. karena satu-satunya chip yang masih menjadikannya berguna—chip candu kerja. Ia ingin dibuatkan sajak perpisahan. Diva pun masih menyempatkan diri memandangi rumah itu. Diva Diva tibatiba terusik dengan pemandangan aneh di depan rumahnya. 48 jam sudah ia menunggu.. Ternyata benar. aksinya terakhir di pentas bumi. ia berkata. keadaan rumah itu tetap sama. Sore berganti malam. Tak ada lagi si gila kerja. apa yang terjadi denganmu. Ia pun melirik jam. aku tak ingin pergi seperti ini. Sambil mengepalkan tangannya.." KEPING^ ^ Di Dasar Jurang . Bahkan tak disisakan baginya satu gaung pun. apakah engkau masih di sana. berusaha meyakinkan dirinya sekali lagi. Ia terus bertanya-tanya. termasuk ruang yang satu itu. Dhimas &amp. "Sudah kutangkap. tirai itu tetap tidak terbuka. Diva pun memilih tidak ke mana-mana.

Kisah serupa juga dialami ibunya... dan wanita itu memilih mati. dan Bintang Jatuh. Mama?'.. bersimpuh dan berdoa—ada rosario yang selalu ditinggalkan di sebelah bantalnya— dengungan doa novena yang ia dengar hampir setiap malam— suara masa kecilnya melafalkan doa Bapa Kami.. Re tidak mengerti." Ferre Potongan gambar itu terus datang. Re terkekeh. di mana pun engkau berada.. ia tak mau melihat lebih banyak lagi. entah di mana.. 'Kenapa kamu tidak menyelesaikan masalahmu dan malah memilih kabur.. [ Lihatlah Ibunda. Puteri.... namun gambar itu terus menyerbu tanpa bisa ia tahan. "Aku tidak tahu!" Dhimas mengangkat bahu dengan muka lebih bingung lagi. Pahit. Tidak pernah ada yang bertanya padanya.. tangisan. Dan sekarang. Oma di pemakaman Mama—dekapan erat Opa di hari Mama wafat— tubuh yang terbujur kaku di atas karpet. tapi sekarang justru suara-suara yang muncul. 'Mamamu bunuh diri'—'Semua ini gara-gara Papamu'—'Papamu lari dengan wanita lain'. Re ingin semua ini berhenti. dan Ayahanda. Papa?'. Kisah malang tentang seseorang yang termakan cinta.. Re berusaha DUPERNDVA berontak. tak lagi jadi masalah untuknya...Sesuatu tiba-tiba melintas.. 'Kenapa kamu begitu lemah dan egois. dan mati karenanya. Re mencoba meredam suara-suara itu. padahal ia juga sama-sama punya protes: 'Lalu kenapa aku yang ditinggalkan?'. tapi yang hadir malah bayangan buku dongengnya. Bukan cuma dongeng masa kecil. di hati atau di otak. Ksatria.. Dhimas &amp. "Mungkin. apa maksud potongan-potongan gambar yang dipampangkan bulat-bulat di depan matanya. 'Kurang berhargakah aku sampaisampai mereka sibuk dengan perkara cintanya masing-masing dan lupa kalau aku ada?'. cukup 24 tahun bagiku untuk menjadi kalian ... menjadi lemah. yang ada di alam sana.. Ada genangan darah di dekat kepala Mama—sepucuk pistol kecil di dekat tangannya—sepucuk surat yang tak bisa ia baca. Melainkan sesuatu yang lebih dahsyat.. ternyata selama ini ada bifurkasi lain. Yang jelas ada kakek dan neneknya di sana. Ruben "Untuk apa cuplikan-cuplikan masa lalu itu?" bisik Ruben.

Sepanjang hidup Engkau selalu membingungkan.. Dengan tatapan tajam ia menentang apa pun itu di atas sana. siapa yang menyangka.. Tidakkah kalian bangga? ] l Oma. kalian selalu ingin mendengarku berdoa.. bukan? Baiklah.. Tapi tentunya Kau masih ingat aku.. Bahkan di saat seperti ini. Ferre Tangannya sedingin es. ia ingin mencuri perhatian-Nya. Dhimas &amp.. Aku nyaris melarikan istri orang.. bukan? Rasakanlah dinginnya dasar jurang itu. Tak ada lain di benak mereka selain Ksatria... ". dan mendapatkan jendela di seberang sana masih tertutup.. Kau. Engkau sudah jatuh. dan sekarang aku akan mencabut nyawaku sendiri. ia menantang Sang Pencipta. ia dapat merasakannya. mengangkat dagunya setinggi mungkin. Diva menggigit bibir. Dhimas &amp.." ".. Ruben Suasana kamar kerja itu menjadi sangat senyap. tak . Telunjuknya mengait mantap di pelatuk. Dan betapa dingin genggamannya." Ruben menarik napas.. mengerikan. ditekankannya moncong senjata itu dalam-dalam ke pelipis kanan. sebagaimana aku tak menyangkal-Hu.. Dan jika ini detik-detik penghabisanku. dalam benda semungil itu. Aku tahu kita tak saling bicara. dengan sisa kekuatan dalam dirinya. ada saja cara kalian membuatku tertawa sekaligus tersindir. membuka tirai. Tapi jangan harap aku sudi menunduk dan tutup mata ] Re pun mendongak.. sekalipun harus dengan cara mengumpat. Diva Mendadak ia bangkit. Sesuatu yang besar tengah terjadi di dalam sana. tapi darahnya sudah kepingin cepat-cepat berhenti mengalir. Baru 60 jam. Ruben ". dengan teka-teki-Hu bernama Takdir.. Izinkan aku kesal pada-Mu di dalam kepasrahanku.berdua. Dengan cara-cara aneh Kau tunjukkan keagungan.. Wahai Tuhan. Sekilas Re melihat pantulan dirinya di gagang pistol yang mengkilap.. Keduanya mencurahkan konsentrasi mereka dengan penuh kesungguhan. ada malaikat maut yang akan melarikan nyawanya pergi. Opa. maka bebaskan aku berbicara semauku. dalam rumahnya yang tertutup. ia pun tersenyum. El Maut ternyata cukup gagah untUk seorang Kepala Departemen Alam Kubur. Di dunia yang serba seragam.

Ia malah terlihat sangat tenang. Ferre Napasnya memburu. Dhimas &amp. di situ ada mata ketiga. Padahal ia tak mau melihat apa-apa lagi sesudah tewas nanti. la tak ingin ada di posisi itu. Bbimas &amp. Ruben -Sebentar!" seru Dhimas. KEPING Opto. Diva Matilah terhadap segala yang kauketahui.. Total ] Re memejamkan mata.sedikit pun ia gemetar. 180 Apakah peluru ini engkau.knlu? Dengan demikian kasihku mengalir keluar seraya be™„L Berjaya dalam mahligai ^-""fKarena hanya kepadamulah kurelakan sisa denyut* .. "Kita tidak bisa begini' Ini namanya solipsisme.. Jauh di dalam sana. Ergo Sum 4 1 aktu sebentar lagi akan berakhir. [ Re selalu ingin memilih yang kanan. Penentu bagi "Di mana peluru itu berada?" tanya Rub »Di putaran selongsong yang akan ia tarik^if"9-Dhimas menelan ludah. Kenapa juga dulu ia pernah dilahirkan. fme. Atau jangan-jangan keduanya berkomplot? ] Titik target berpindah. ' p. . "rolet Rusia ini berakhir tertS" cepat. menuju akhir. " Dhimas &amp. la ingin buta dari dunia. Dhimas terdiam t Ruben. namun tidak ada tanda keraguan. meregang dalam genggamanmu seorang. Sial amat kalau begitu. filosofi egois yang menempatkan W sebagai satu-satunya makhluk . la menganggap otak . menjad?pen "'"t^ « pelatuk. Mati sepertinya begitu nikmat. Tidak ada yang mau bertindak." Diva Kehancuranmu adalah awal kesadaranmu. Yang melubangiku dan kini berkuasa atas hidu Semoga ini engkau . Ruben Sampai pada gilirannya. Ruben Keduanya bertatap-tatapan. . Kini pistol itu tepat menancap di tengah-tengah keningnya. Menyengat bagai berondongan volt listrik yang menancapkan sengatan rasa sakit bertubi-tubi. Dan di detik-detik UJ penghabisannya. Re merasakan waktu ternyata berkontur. Diva Matilah sebelum mati. Betapa detail otot dan sendinya bergerak. Karena kematianmu adalah kemerdekaanmu. Ferre Sesuatu melesat lebih cepat dari peluru. Dibawanya silinder itu menancap di pelipis k anan. Sumber dari segala polemik kognitif yang mengacaukan sistemasi otak kirinya yang tertata rapi Itu. kanan nyai ah yang paling bertanggung jawab.. [ Katanya.

tapi aku kembali merasakan hal itu. kembali bersama cangkirnya." "Sebaiknya tidak. Sebaliknya.. Ia masih tak percaya.. Diva Engkau bahgkit kini. Tapi tidak di tangan egoku.. sekalipun kitalah yang memegang pena. kita tidak boleh irfenyikapinya seperti tadi. Suara tadi. dan rasanya ia kesemutan." "Tapi apa yang kira-kira terjadi dengan Ksatria sekarang?" "Jangan kita pikirkan hal itu dulu! Sebaiknya kita kembali mengeksplorasi apa sebenarnya yang dimaksud dengan Kesadaran. "Kesadaran memiliki empat aspek yang berbeda. "Aku tidak tahu apa yang kamu inginkan. Dan gerbang penentuan tadi pun lenyap. tangisan lemah. Ruben *Baik. seperti ada kehidupan nyata yang terkait di cerita ini. Aku ingin. dan kini ia telah dimuntahkan ke dataran yang sama sekali berbeda." Ruben tidak bisa berkata-kata. ia belum pernah merasa sekuat ini.bukan di egomu. Dhimas &amp. Hangat perlahan merambat di setiap kapiler pembuluh darahnya. sekejap mata berganti menjadi celah kosong yang tak terkatakan. Darahnya kembali mengalir deras. Pertama. Tapi tendensiku mengatakan.. juga. adalah suaranya sendiri. Kesadaran nonlokal itu yang berbicara. kita mulai lagi. memanggil namanya. objek kesadaran. Keterjagaan atau awareness termasuk di dalam aspek ini. Entah kenapa. atau bisa diartikan juga medan pikir global. Re menangis sejadi-jadinya. Kedua. . Tapi yang jelas. kata-kata itu terdengar jelas seperti seseorang membisikkan langsung ke kupingnya. Aku tahu ini kedengarannya gila. ia merasa sangat lega.. kesadaran sebagai sebuah medan. Aku benar-benar ingin tahu. Bukan . Apa yang barusan ia dengar bukan lagi sekadar gaung labirin hati. Ferre Re mematung. Entah caranya seperti apa." Ruben terkesiap.berkesadaran sementara yang-lain cuma sosok imajiner... tapi diam-diam ia pun merasakannya. Suara tadi." sahut Ruben sembari mengusap wajahnya. Di dataran ini. Tak pernah ia melihat Dhimas begitu keras hati." ujar Ruben. dia tidak boleh mati.. sekalipun seluruh badannya berguncang dan air mata seakan mengoyak matanya. "Aku masih tidak tahu kelanjutan cerita ini. Ruben.

maka aku ada. kesadaran sebagai medan universal yang menampung semuanya. sadar atau tidak " Ruben yang "Berarti sesungguhnya. Mereka tidak dapat memuat gambar keseluruhan. Ia ada.Ata« apa yang bisa kita pegang dari sesuatu kare*a dan pergi. maka aku ada j Keduanya pun mengembuskan napas lega. maka aku ada Dan subjek yang memilih adalah subjek tunggaU» universal. Dan milah yang terkadang inS J?. Tapi sia-sia saja kalau mereka berusaha mengidentifikasi skema besarnya. atau partisipan. tanpa harus ada klaim konaSS?1' keterjagaan. «wsiatau "Tetapi. subjek kesadaran. Bukan aku-nya ego yang personal " "Opto. Ini sama dengan yang diungkapkan David Bohm dengan istilahnya holomovement." "Sekarang aku mengerti k h ^ngidentifikasikan diri dengan orang perasaannya. Aku memilih. yang berarti pengamat.yakni pemikiran ataupun perasaan yang datang dan pergi di medan kesadaran tadi. Ini juga menunjukkan bahwa di dalam setiap penghuni Kesadaran pasti terdapat pola tunggal karena mereka pada dasarnya berakar dari landasan yang sama. maka aku ada' ti i pernyataan yang tidak perlu.a.." Dhimas tersenyum cerah. bukan 'aku hpmv ambahkan-ada'/ "«Pikir. penetap? tuttu "Itulah prinsip Descartes:*coaito berpikir. yakni landasan dasar segala macam proses feedback.. . Bohlam di kepala mereka telah digantikan secercah matahari yanq terbit perlahan. Ketiga. hilir mudik dan tidak pernah^LS*^ phimas. Dan keempat. maka aku "Bukan juga 'aku sadar. kejadian seperti itu juga membakar jenggot orangorang regional. yang telah eksis dan tetap eksis sekalipun tidak ada feedback itu sendiri. "aku memilih. Dari mulai Hong Kong sampai New York menanyakan keberadaan managing director mereka yang satu itu. Semesta Memutuskannya Ale baiu mendengar kabar dari kantor Re tadi sore Pimpinan tertinggi mereka menghilang tanpa pemberitahuan tiga hari terakhir ini. Untuk sebuah MNC. dan pasti. Dan banyak sekaH° SUm^* sepaham dengannya. ergo sum. karena bagaimanapun mereka cuma pecahan. karena Kesadaran S v dipertanyakan.

tetangga di sev. Tapi tolong usir dulu orang-orang itu.. Lama-lama semuanya pun pergi. Telepon genggam yang biasanya siaga 24 jam itu sekarang malah mati 72 jam. Diva. Ini mulai tidak sehat. Namanya Ferre." Masih dengan muka kaget. Kalau enggak.Luna menit. kebanyakan bersungut-sungut karena tidak jadi ada tontonan. Lampu padam. "Didobrak saja pintunya!" "Ada yang mencium bau-bau aneh nggak? Bau bangkai gitu. orang-orang mulai ikut merubungi. "un mulai "Ini rumah teman kamu?" Ale menoleh. Mengaku kalau ternyata Re baru saja meneleponnya dari luar kota. Rumah kuldesak itu memang nampak kosong. Ale yakin itu." Orang-orang mulai kasak-kusuk. Langsung berbulan madu ke Maui. Ale gelenggeleng kepala. tidak ada r„ u' dan mulai curiga. Wanita itu." Ale mengangguk ragu.. ^anagil-fflan9gil. ya?" "Ya. "tapi sebaiknya kamu pergi juga.. Ale pun berusaha cengengesan sembari menghalau kerumunan kecil itu.pra rumah Re." Dalam waktu singkat. teman kamu Ferre itu sudah tidak keluar rumah tiga hari." suara Re berbisik-bisik. Mungkin sahabatnya sedang melarikan Rana ke Las Vegas dan menikah di sana. Ini luar biasa mengherankan. Telepon rumahnya terblokir atas permintaan pelanggan. Tapi Diva tidak beranjak. Re! "Le. tahu-tahu sudah berdiri di belakangnya "9 "Iya. aku ada di dalam. satpam uZlu™ gj hrdatangan. "Dia di dalam. Tiba-tiba telepon genggamnya berdering. Sesuatu pasti telah terjadi. Atau mereka berdua memutuskan jadi Tarzan dan Jane di hutan antah berantah. katanya dia . Sama sekali bukan Ferre yang ia kenal kalau sampai absen dari kantor tanpa kabar. Semua tirai ditutup. Mobilnya nongkrong tak tercuci. sambil tak hentihentinya merasa heran. Apalagi menonaktifkan alat komunikasinya. "akan aku bukakan pintu ini. menggedor-gedoi .Tidak ada nomor yang bisa dihubungi.. Kamu kenal?" "Yang jelas. daripada menanggung risiko menetap di Jakarta. Ia berteriak seVat^ -hantu tetangga yang bosan menunaom Beb«apa Snbgak-celinguk ke luar. Ale langsung mengambil inisiatif mendatangi rumah Re. Ale memijit bel.

"aku senang kamu baik-baik saja. "barangkali kamu juga . Jiva keburu." cetus Ale akhirnya. Re tak bercukur." "Kita sudah saling kenal. Sudah bagus Re masih bisa duduk tenang di hadapannya. Membawa seloyang macaroni schotel hangat. Hanya sekian detik. Matanya nampak lelah. Sayangnya. 185 Ale paling pertama memecah kesunyian. "Tidak ada yang perlu ditinggalkan. "aku senang kamu datang. Situasi itu sudah bercerita semua." "Terima kasih.pan pun aku diperlukan. lalu menoleh. meninggalkan keduanya terbengongbengong." ujarnya pada Ale. Gestur yang seharusnya tidak tercermin dari hati yang baru porak-poranda. "You look like shit. Rikuh. "nanti saya kembali lagi. melangkah masuk. Ale yang berniat mengambil alih situasi juga kalan cep . Tapi sekarang. tanpa pembicaraan. Dan bertepatan dengan langkahnya keluar pintu. Tinggalkan dulu semua ini. namun Ale sudah bisa merasakan satu keganjilan lagi.tidak bakalan buka pintu. Re tidak dalam kapasitas mampu â„¢njawab. "Sebaiknya kamu menyuruh teman kamu mandi dulu." Ale menepuk bahu sahabatnya. Rautnya kusut.. ketiganya hanya nerpandang-pandangan." sahut Diva tenang." ujarnya setelah benar-benar melihat keadaan temannya." Ale bangkit berdiri. Alhasil.. dan Re menggenggam tangannya balik. Re melihat Ale. Lewat celah kecil yang dibukanya. Diva datang. Sejujurnya Ale tambah khawatir. kok. Ale tidak mau bertanya. "Ka. gagang pintu itu bergerak.. genggaman itu kukuh. Lama mereka diam. Perlahan." jawab Re sungguh-sungguh." Diva kemudian pergi begitu saja. segatal apa pun lidahnya. "Kamu betulan kenal dia?" Ale bertanya heran. membawakan makan malam. Re menggeleng. "Hanya ini yang ada. Dan rumahnya yang gelap membuat ia nampak seperti vampir. lebih heran. agak terlalu tenang. ditambah lagi rambutny a berantakart. too" Diva menambahkan. aku pasti siap. Tergilah berlibur. dan dia! "Kamu baik-baik saja?" Diva malah yang pertama bertanya.." Kembali senyap. Semoga kamu suka/ ia menyorongkannya pada Re. kelihatannya kehadiranku tidak terlalu berguna. Malah. "Smells like one.

peristiwa demi peristiwa.." Ale sudah keburu pusing. Dan aku ingin mengeksplorasinya lebih jauh dari sekadar komunikasi antarmanusia. hanya untuk menarik garis dari kedua bidang itu. Itulah yang membuatku menyeberang sejauh ini. Dan kamu tahu betapa sederhana itu sesungguhnya? "Kesadaran nonlokal tidak berparameter sebabakibaA." "Tepatnya. kita memang tidak pernah tahu akan bertemu dengan siapa hari ini atau esok lusa.." Re pun lebih bingung lagi. silakan.. Aku ingin tahu bagaimana sinyal-sinyal nonlokal mengomunikasikan pesan-pesannya. adalah contoh orang-orang yang berhasil membuka selubung tersebut." "Sebenarnya. "Makan saja.mau. hanya saja ada selubung halus yang seolah menutup pikiran kita. "Itu pertanyaan yang sangat bagus. secara ilmiah. bahkan lebih dari sekadar antara alam sadar dan bawah sadarnya Freud yang gelap/gulita.. terlalu banyak keganjilan dalam satu malam. Konon. sendirian. antarbudaya. sebelum kamu kembali ke dapur dan keluar dengan kopi baru. Ia bekerja melalui kita.. Kesadaran nonlokal tidak bekerja dalam kontinuitas sebab-akibat. "Lebih lanjut lagi. para avatar. bagaimana cara Kesadaran nonlokal itu bekerja?" Ruben langsung meletakkan cangkir. melainkan dalam diskontinuitas kreatif yang menghadirkan momen demi momen. coba terangkan satu hai lagi. Dan di malam ini ia menemukan seseorang yang mampu memasak macaroni schotel sebegini %enak. Ruben "Ruben. atau pada tingkat tertentu. Dhimas &amp. melalui kolapsnya aspek gelombang kuantum dalam otak. lebih banyak bidang. "Saya. sebelum kamu berkomentar lagi mengenai kopiku. Salah satu aspek utama ilmu psikologi adalah komunikasi." Larut malam. Re memandangi loyang licin di hadapannya. Ale?" "Eh. Para mistik. Mau tahu kenapa? Karena poin itulah yang akan menjembatani fisika dan psikologi. Hidup ini benar-benar aneh. Selubung itu bukannya tidak bisa ditembus. terima kasih banyak. bersiap menerangkan dengan semangat mentok. Ya. . Kamu pasti lapar. malah kalau bisa. di meja makannya.. dengan tingkatan masing-masing yang bisa saja berbeda. adalah kita. tidak.

.. dan pengalaman terjaga menjadi 'aku ada'. satu-satunya jalan untuk berkomunikasi adalah loncat dari sistem. tapi rencana itulah yang sudah ada. loncat dari konteks lama. yakni hierarki yang sangat kompleks sehingga tidak bisa ditentukan lagi mana yang superior dan mana yang inferior. dan katakanlah Ksatria kita benar-benar ada. arrgh. Yang berarti. ketika kita menghentikan adegan bunuh diri Ksatria? Solipsisme! Dan barusan aku nyaris lupa." ". menghasilkan pemisahan akbar antara subjek dan objek. yang ada hanyalah 'ada'. The inviolate level. "Sebentar dulu. bersiap masuk dapur. atau hie rarki berbelit. Selama kamu masih di dalam sistem.. "Ya ampun! Aku merasa bodoh! Bukannya itu yang aku ingatkan tadi. Pertanyaannya bukan siapa yang menentukan siapa. Sementara di level tempat Kesadaran itu berada. terminologi . "kalau ia beroperasi melalui kita. maka yang kamu lihat adalah rencana besar tentang spesies bernama ayam. berarti. Sama halnya dengan terjebak di pertanyaan 'ayam atau telur'. Kesadaranlah yang mengolapskan keadaan kuantum total menjadi alam dualitas." "Ini membawa kita kembali ke isu Kesadaran. hierarki berbelit itu terjadi di level pikiran kita. aku benci terjemahan. Rencana itu sendiri berada di level yang tidak terganggu-gugat." tahan Dhimas. atau diskontinuitas.. Tapi kalau kamu melihat dari luar sistem. mungkinkah keputusan hidup-matinya tadi benar-benar di tangan kita. kamu akan terus berputar mengikuti hierarki ayam-telur yang tak ada habisnya itu.Loncatan kuantum. Kedua pengalaman ini " d^toSi»14** biS" ditd"iuri sccara melainkan hams diterabas dengan 188 semesta Memutuskannya hanya ada di level hierarki berbelit.. karena aku tetap punya perasaan aneh bahwa dia hidup di luar sana. dalang ceritanya?" "Douglas Hoftstadter akan menyebut kondisi tadi tangled hierarchy". Kesadaran mengidentifikasikan diri menjadi 'aku'. adalah komponen esensial dari kreativitas." 0 Ruben mengangguk setuju. Jadi artinya." "Betul. Selanjutnya. dan tidak terjebak di runutannya." Dhimas menjitak kepalanya sendiri..

Mungkin saja ada orang lain di luar sana yang tidak menghendaki Ksatria menyerah begitu saja..U« Seluruh sisa pekerjaannya ia bawa pulang.'kita' tidak sebatas dua orang manusia di ruang ini. Tak ketinggalan pensil jelek itu." "Selamat pagi. Tak ada lamunan apalagi beban. Lihatlah. Tidak lagi hiruk-pikuk seperti pasar pagi. Sekalipun menghabiskan setengah hari untuk memberikan penjelasan sanasini. Mungkin nanti siang. Namun. ya. Hangat. SELAMA PAGI. sayapmu tumbuh sudah. Dhimas?" "Ya. melambai kecil. Ia lalu mengangkat tangan. semesta memutuskannya.. mendadak tangannya berhenti. Re memang merasa baik-bai. seluruh tubuh Dhimas serasa berpendar-pendar. "Kau lihat betapa ajaibnya hidup ini. Dhimas &amp. Ia hanya mengemudi.. Re pun membereskan earikan-carikan kertas—suratsurat rahasianya untuk Rana— lalu menyimpannya rapi di dalam laci. Re dapat bertahan stabi seperti tidak terjadi apa-apa. dan wajar. Anehnya lagi. atau mungkin Ksatria sendiri yang memutuskan demikian. sudah berapa lamakah kebiasaan itu berlangsung. Kemudian Re berjalan ke jendela. tidak ke mana-mana?" "Belum. Dan ketika ia sendirian. memandanginya. Tak digubrisnya Ruben yang bersiul-siul membuat kopi lagi.. 189 KEPING Selamat Pagi. Berdiri di seberang sana. Dan Re bertanya-tanya. menutup tirai." "Sama-sama. Re masuk ke dalam mobil. saja. tidak ada yang sedang mood berpikir beratberat.." Keduanya lalu saling melempar senyum. Takjub." Mendengarnya. Langsung kerja lagi?" "Ya. terima kasih untuk makanannya semalam. adakah engkau tahu? Ferre Pekerjaannya menumpuk bukan kepalang. Koevoius Selamat pagi. herannya. Diva tetap berdiri dengan sekop dan botol pupuk di tangan. Ksatria . ia tidak bersandiwara atau pura-pura. Kamu. benaknya pun sunyi. Tidak ada sudut-sudut yang membangkitkan kenangan dan menusuk-nusuk jantung." "Oh.. Kamar itu menyambutnya seperti sahabat lama. ia tetap tenang. Kd*VOl. tapi juga dunia." "Atau lebih tepat lagi. Bintang Jatuh. sembari berpikir kalau dalam waktu dekat ini ia akan membuangnya. Ruben Mereka duduk santai.

sudahlah. Saya juga tidak pernah bermaksud ngintip." Re tergelak. Kita tidak pernah memanggil diri kita sendiri." 'Rasanya saya lebih senang menyebut Ferre. Maaf. Kita berdua menggunakan kamar yang sama untuk bekerja. Perasaan lebur total yang tak terperi indahnya. tapi bumi tetap berputar? Ya. tidak. "Aduh." "Itu dia!" Ruben sontak bangkit berdiri. Ada serpihan waktu teramat singkat di mana Re terguncang mendengar pertanyaan itu. tidak pernah mendengar dirimu. jauh sebelum yang kau tahu. kamu juga harus memaafkan saya. terdengar ketukan di pintunya. Dia pasti tidak tahu. kita tetangga bertahun-tahun tapi baru kenal kemarin lusa. Bumi yang kamu pijak berputar. Bukan si Jahat dan si Baik. kan?" "Tidak pernah?" tanya Diva lagi. "Mengganggu?" "Oh. "kenapa kita tidak sekali-sekali diam dan menikmati cerita." Supernova Diva Tak lama kemudian. Aku tahu maksudmu." Aku mengenalmu." keluhnya lemas. kita kan sudah sepakat.. "Kamu. "Lucu." "Saya cuma ingin mampir sebentar. Nama itu enak diucapkan. tapi waktu di benakmu beku. Dan ada kekekalan yang terasa ketika mereka saling menatap... memanggil nama kamu sendiri?" Ada penekanan yang hampir tak kentara.. "Satu hal yang lebih lucu." "Hai/ Diva menyapa ramah." "Iya. . Ferre. Bukan lagi mencari siapa yang salah dan benar." "Panggil saya Re. Tapi semua berpulang kepada keberanian masing-masing untuk mengubah konteks masalah.. ya. istirahat dulu bicara yang berat-berat. Diva sudah tahu siapa yang datang. Pernahkah kamu merasa tidak di mana-mana. "Saya tidak bisa menilai. Silakan masuk. tapi kamu juga tahu kan ruangan kita yang saling menghadap ke jalan?" "Kalau begitu." Re lalu tertawa kecil. Pernahkah kamu merasa waktu mendadak lenyap. "Hai. bukan berarti saya tukang ngintip. "Kamu JENIUS!" Dhimas sama sekali tidak tersanjung..-mana? Aku juga tahu itu. sekaligus berada di manp. namun sangat terasa.telah mengubah kisahnya." sahut Dhimas sambil tertawa lebar. Solusi dicapai bukan dengan balas dendam. aku tidak pernah menerima tamu. "Dongeng itu tidak lagi dongeng hitam-putih.

. pakai tiga jenis rempah dan empat macam bunga.. dude. gitu?" "Well. Di teras belakang menghadap kebun kecilnya. dan sudah lama aku tidak ngobrol begini dengan seseorang. Kadang-kadang serius.. Hp-mu juga. mereka berdua bercakap-cakap seperti sahabat lama.. tapi kamu berbicara? Bukankah itu yang sedang kita lakukan sekarang. excuse . tapi kok tidak diangkat. Tadi aku pergi. lalu nanti kita bisa ngobrol-ngobrol. silakan duduk. sedikit." Diva menyerocos cepat. namun ada kalanya me*reka terpingkal-pingkal.. ya. "Kamu tidak. "Eh.Selamat Pagi." "Suatu kehormatan bagiku. "Dari tadi juga malam.. Lepas. Terbuat dari apa sih kamu? Besi?" suara Ale yang setengah teriak-teriak memekakkan telinganya." "Maksudmu?" "Rumah ini asosial. Akan saya buatkan dulu tehnya. Enak sekali rasanya. Dan tolong sampaikan pada kebun mungil ini. Look. kamu adalah pengalaman sosialisasinya yang pertama. "Sudah malam. Aku dengar kamu langsung ngantor hari ini. oh no." Ferre "Halo? Re? Selamat." "Sori." "Sudah pelesir segala! Pergi ke mana?" "Cuma ke rumah depan.." sambung Re lagi. dan langsung ngeloyor membuat teh spesialnya. Hebat. kan?" "Dasar otak bandit! Kamu pikir aku pake dia.. Di depan rumah. Racikan saya sendiri. kamu pakai proteksi. Tak perlu dimungkiri. Ferre? Re nampak tersentak. Terkadang kening keduanya berkerut-kerut. flp-ku tidak dibawa. Ferre. Malah bagi kebun mungil ini. Enak." Diva tertawa." Re melirik jam tangannya. Mau coba?" "Tapi saya benar-benar tidak mau mengganggu. sudah dari tadi aku coba telepon ke rumahmu. Kdevolusi Dan pernahkah kamu tidak berkata-kata. kembali tanpa filter." "Sama sekali tidak! Ayo. Bicara anak itu pun sudah normal." ". "Sudah lama juga aku tidak kedatangan tamu. kadang-kadang konyol. Setidaknya bagi Diva." "Diva?!" tanpa dilihat sudah terbayang mulut Ale yang menganga seperti gua hantu. bahwa pemiliknya menganggap dia Kebun Raya Bogor dan memberlakukan proteksi yang lebih ketat dari cagar alam mana pun di dunia. "Saya punya teh spesial. deh. "Kita bertemu lagi besok pagi?" "Di depan rumah?" *Ya. malam itu sangat menyenangkan.

. Menertawakan hidup—tak ada lagi momen yang lebih menyenangkan. kita bahkan membahas Marxisme!" "Ha?! Eat my shit!" "Dan. "Nada ITU! Nada kalau kamu mulai tertarik dengan seseorang. berjam-jam. kamu tidak pernah mau dengan yang biasa-biasa." 'Simpan saja imajinasimu untuk sektor lain/ "Oke.." terdengar suara menelan ludah lagi— ganda—dan kalimat itu tidak diteruskan. statistik. Kamu tidak pernah sadar! selamat PAB1. oke." "Jangan-jangan.. Dhimas &amp. baru sadar punya tetangga cakep yang bisa dipake pula." "Tapi aku salut.. Re. di situlah kocaknya. . apa jadinya denganmu kalau aku tidak ada. Sejarah mencatat." Ale menelan ludah." "Kamu memang juaranya sok tahu." "Ngobrol? Berjam-jam?" "Orang satu itu pengetahuannya luar biasa! Kita diskusi tentang pasar bebas. Kita tadi ngobrol. dan dia hafal angka-angka. Atau. Ruben "Oh. dan punya cukup duit buat bayar. perburuhan." nada itu semakin turun. "istri orang." Ale tergelak-gelak. Makin keras dan keras. Seleramu benar-benar konsisten. Tawanya muncrat dengan keras. bisnis internet.. Seperti dia pernah bekerja di banyak tempat atau punya ratusan informan.. dia memang beneran mata-mata. Fakta berbicara. Wajar kan kalau pikiran itu sempat terlintas?" "Hei. Yang jelas aku senang mendengar nada itu lagi. bercucuran air mata. Re tidak kuat lagi. aku tidak pernah salah. Cowok baru patah hati. di balik profesinya itu.. Salah satu kapabilitas agung milik manusia dari Sang Penciptanya Yang Maha Humoris.. jangan ngomong tentang Diva seperti itu.. Terakhir kamu naksir. bukan cuma satu dua korporasi besar.." "Boleh jadi kamu tidak pernah bisa diskusi Karl Marx denganku.. sampai keduanya terbungkuk-bungkuk. Ale ikut terpancing. Dia sama sekali tidak seperti yang kamu bayangkan. tapi untuk yang satu itu. boleh jadi aku cuma tahu onderdil mobil dan tai-tainya. Hening. tapi buanyak! Info-info yang dia miliki sangat ekstensif.." "Whatever suits you. utang dunia ketiga.me." "Nada apa?" "Nah. bukan cuma satu atau dua negara. Dan akhirnya mereka berdua tertawa terbahak-bahak.. koevolu8i Re.. "dan sekarang.

heh?" "Inilah konsep yang menerangkan bagaimana kenyataan dapat terjungkir balik dengan drastis. ada satu jenis bakteri bernama bakteri sian. ketika permukaan bumi hanya dihuni oleh bakteri. Merusak suasana. Ada juga bakteri inang lain yang diinvasi oleh bakteri sian. dan akhirnya berfungsi menjadi kloroplas yang mampu . terjadi kematian massal yang akhirnya memaksa semua bakteri yang tersisa untuk bekerja sama." ujar Dhimas penuh penghayatan. Aktivitas bakteri sian menghasilkan oksigen yang merupakan unsur beracun bagi biosfer saat itu. tahu?" sahut Dhimas kesal. apa yang terjadi dengan dongengmu kurang lebih sama dengan apa yang terjadi di bumi dua miliar tahun lalu.ini mengharukan. Konsep ini bernama Koevolusi. Mereka yang bertahan adalah mereka yang belajar bekerja sama. Ruben meliriknya sebal. sementara yang lain membangun kemampuan untuk bernapas memakai oksigen. pakai ngambek segala. akhirnya menghasilkan mitokondria. Dan bakteri yang bermutasi menjadi pengguna oksigen—bakteri batang— ketika melakukan invasi ke bakteri lain. Aku kan sudah kepingin ngomong dari tadi. Semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa perjuangan eksistensi sebuah spesies bukanlah hasil kompetisi. dengan menciptakan mutasi-mutasi dan sistem baru." "Dua miliar?? Nggak ada yang lebih lama lagi?!" "Dulu. "Koevolusi adalah terobosan baru dalam dunia biologi yang merekonstruksi konsep evolusi Darwin. "Jangan cuma aspek emosionalnya saja. Harusnya kamu mendengarkan penjelasanku. Sebagian bakteri masuk ke tanah demi menghindari gas racun." "Ya ilah. Nah. Sekarang Ksatria dan Bintang Jatuh malah berteman. tapi hasil bahu-membahu mutual antarspesies dalam ekosistem. "Gabungan kedua jenis bakteri ini kemudian menghasilkan jenis bakteri bernukleus pertama." Ruben langsung menyambar berapi-api. Ketika polusi oksigen mencapai titik paling parah. yang sampai detik ini menjadi bagian permanen sel tubuh kita. "Memangnya kamu mau menyumbangkan kemumetan apa lagi. suaranya sampai bergetar. dong.

.. Percayalah." Sambil memandangi mobil itu menjauh. apa hubungannya?" "Itulah koevolusi." "Aku setuju. spirosit yang pergerakannya supercepat harus terkungkung di dalam tengkorak kepala. inilah awal munculnya organisme tumbuhan. kita." "Aku masih belum mengerti hubungannya. sebentar lagi kamu jadi ibu.menghasilkan energi dari sinar matahari dan air. Sampai nanti. "Tidak ke mana-mana hari ini?" "Hmm. Ketika bakteri primitif saja mampu mengubah konteks. mungkin tidak." • Diva "Hai." "Ya. Kemampuan makhluk hidup untuk mengubah konteks: yang semula menjadi musuh akhirnya menjadi teman. Bayangkan saja.. Tapi Ruben. Saya mau masak kue. Ada lagi sebuah spekulasi menarik dari seorang mikrobiologis. Kalau sudah jadi. tidakkah kamu heran terhadap manusia-manusia yang menyerah begitu saja dengan keadaan? Padahal kemampuan itu nyata-nyata diberikan di setiap level kehidupan. tapi di percikan-percikan listrik mobilitas pikiran kita. Dalam tekanan ruang yang luar biasa. Lynn Margulis. tapi juga mental. dari mulai makhluk bersel tunggal sampai makhluk bersel tak terhitung jumlahnya. mereka akhirnya menjadi instrumen transportasi jaringan siklus feedback paling cepat di planet bumi: otak manusia. selamat pagi." Diva tertawa kecil. . Mereka tidak lagi berkubang di lumpur primitif. ini tidak hanya terjadi di level fisik.." "Hai!" "Apa kabar 'si paprika'?" "Bunganya sudah keluar. kamu mau coba?" "Boleh." "Selamat kalau begitu. tapi di sisi lain me reka*juga memiliki format dan fungsi baru. yakni sel otak." "Itu belum apa-apa. tapi ceritamu menakjubkan." "Sampai nanti. perlahan Diva menekankan tangannya ke dada.. Menurut Margulis.. Nanti malam?" "Oke. kawin silang bakteri inang dengan bakteri spirosit—yang terkenal dengan mobilitasnya—adalah awal pembentukan organ otak. mereka harus mengorbankan identitas spirositnya. Akibatnya. dan perubahan itu menciptakan kehidupan baru. sekali lagi. Rasa hangat itu ternyata bukan cuma alegori. Diduga. Sebenarnya hal itu ironis. Sejarah perkawinan bakteri-bakterimu itu semakin menarik saja.

Mereka cuma menyewa tempat. Lebih imun. apa rasanya nanti kalau melumer di lidah. Detail yang seharusnya tidak ada. imbauan supaya Presiden berhenti mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang tidak kondusif. harum.Inikah yang dulu kaurasakan." sambung Re. Survival of the fittest Dan lewat sistem itu. Paling drastis dibandingkan Baht dan mata uang Asia lain/ "Alasannya pasti sama. "Aku merasa ganjil akhir-akhir ini. tidak ada insentif positif dari dalam negeri. dari sekian banyak sistem ekonomi. Aneh. dinamis. "Di mataku.. Lebih pintar. Dan para pelaku pasar adalah evangelisnya/ Re nyengir. Bahkan kalau dipikir-pikir lagi. uang sudah memiliki banyak sifat-sifat ilahiah. atau malah mereka yang disewa? Tidak jelas lagi. Mereka punya aneka pasar yang lebih atraktif. tentu saja. "Sedang menganalisa bolu pandan. Ferre?" "Uang." Diva mengangkat bahu. Adonan ini pasti dikocok dengan. kehidupan sesungguhnya dipegang tukang-tukang dagang. tapi jadi ada. sambil menyeruput teh hangatnya. Pemabuk Cinta? Ferre Ia menatap kue bolu di tangannya. maka itu tidak lain adalah evolusi uang/ "Aku setuju.. seorang 'ateis uang' yang menolak mentahmentah segala bentuk materi sekalipun sebenarnya tidak bisa . beradaptasi dengan zaman. negara tinggal sebuah museum tua/ "Museum tua?" "Coba lihat di luar sana. "Rupiah turun lagi hari ini. Katakanlah. kan?" "Ya. Uang sebagai sebuah ide telah ber-evolusi dengan sangat menakjubkan/ "Dan tidak ada rahim yang lebih nyaman dibandingkan kapitalisme. Bosan/ "Plus. "Kalau ada proses evolusi yang bisa kita rekam dari awal. "Di dunianya tukang dagang." "Dua ratus poin. Aroma pandan masih mengepul dari ronggarongga halus itu. Lihat saja. pikirnya. uang telah menyeleksi kapitalisme sebagai sistem yang sanggup bertahan. atau ditaburi soda kue dosis tepat. Mendadak jadi banyak hal kecil yang menarik perhatianku. dan aku mengagumi semuanya. ia bermutasi menjadi virus-virus yang lebih canggih. Ferre?" "Kurang lebih.sempurna. kan?" Diva cuma tersenyum. Teksturnya begitu halus." Re tertawa. menurutmu apa yang kira-kira berperan jadi tuhan.

Ya. citra. Dalam jeda antarkalimat yang hanya berlangsung sedetik atau kurang. Ferre. mereka saling bertatapan. "Tambah lagi kuenya?" "Boleh/ SJ Supernova Sepulang dari sana. Supernova? Selamat pagi. tercengang karena apa yang ia tulis bertepatan dengan apa yang diomongkan Ruben. Dan di dalam dirimu." potong Re.. dan kemudian ia menyimpannya lagi.. Sesuatu yang ada di dalam dirimu. Terkadang mereka mengucapkan selamat tidur. ". manusia saling tukar pelajaran tentang uang. Atau mungkin lebih patut disebut keajaiban. mengukur. sampai nanti—menjadi kalimat yang paling ditunggu-tunggu. Lagi-lagi ia tidak habis pikir. "Kecuali yang satu itu. Puteri. Ferre membongkar sesuatu dari dalam laci. Hanya bisa dirasa. tapi ia selamanya ada dalam kekekalan. tanah. Engkau tahu persis apa itu. Menyaingi musik. Ruben Terdengar sayup-sayup suara Ruben berpidato ilmiah dari dapur." Seketika Dhimas langsung berhenti mengetik.. Ia sudah menjadi konteks besar dan hadir dalam macam-macam format. bukan? Hangat? Aku bisa membakar bumi. Perasaan itu sudah mengkristal. dan menaksir apa pun yang dilewatinya/ Diva terus berbicara.. atau matematik!" seru Re takjub sambil menatap Diva. kertas. koin." ". dari kejauhan. KEPING Pernahkah. hutan rimba. Kamu benar.. Begitu seseorang mengenal konsep uang. bahkan mengajarkannya ke anak-anak sedini mungkin. imaji. mereka hanya duduk di kebun kecil milik Diva. Surat Rana. Ia tak terukur. Uang ternyata sudah sebegitu universal. Hangat.. Uang tidak terelakkan. "Aku belum pernah membahas uang sedalam ini! Menarik sekali/ "Dan setiap hari. cukup dengan lambaian kecil sebelum menutup tirai jendela. tubuh. Selamanya.. maka ia menjadi seperti taksi yang ditancapi argometer. logam mulia. ide. kenapa begitu banyak kebetulan terjadi. Dibacanya ulang. Dan akan kusimpan. saham. Kamu tidak bisa kembali ke sana. Satu pot teh panas dan dua cangkir kecil. bifurkasi itu adalah momen yang mengkristal.lepas seratus persen. Tidak pernah mereka pergi keluar bersama.. rapi. Mendad ak ia mulai menghitung. Sepiring kue- . Dhimas &amp.

ya? SAL Sex after lunch. Naif amat. dan tidak mau tahu. Lama-lama aku muak. Dari padat lalu lintas benaknya. Tak sampai lima menit. Dengan cepat ia menyortir satu-satu. tapi aku yakin perasaan yang kamu miliki—terlepas kapan kamu menyadarinya—jauh lebih besar dari yang bisa kita bayangkan. dan pekerjaan Diva.Supernovai percayakah kamu akan suratan . tahu?" Ale nyengir.. kan?" "Sangat. Supernova Bunyi modem berderik-derik seperti kor jangkrik. tapi ia tak menyangka akan terbaca sejelas ini. kamu bakalan sakit sendiri." "Kenapa juga aku harus yakin dia bohong? Apa gunanya?" "Aha. Yang jelas." "Jadi. tidak sabar menunggu kata itit muncul. Tidak lebih. Dan ternyata kondisimu lebih gawat lagi. Tidak akan kumungkiri. dia hampir selalu bilang tidak bakal ke mana-mana. "Hei. Dan kalau setiap pagi-pagi aku tanya. Ale penasaran bukan main. Kita cuma bersahabat. kamu salah besar. hentikan berpikir klise seperti itu. "Aku tidak mengerti. dan kedewasaannya lebih dari cukup untuk sekadar menentukan pilihan kerja. "Siangsiang kali. Barangkali Ale memang Nostradamus untuk perkara asmaranya.. barisan pesan-pesan berdatangan." Re pun terenyak-.. dia sudah berhenti dari catwalk. Re." "Aku tidak tahu.. aku memang cuma mengujimu barusan. apa lagi?" "Aduh. aku tahu." Ale mengangguk-angguk yakin "kamu lebih baik tidak peduli karena kalau kamu tahu 201 kenyataan sebenarnya. connected. Berulangkah mengklik tanda reply. Namun ada dua hal yang tidak pernah mereka bahas: penyebab kejadian Re mengurung diri. kan? Tidak rela?" "Dia adalah manusia paling mandiri yang aku tahu. Tak ada yang mampu merenggutnya dari ruangan itu. Jadi buat apa aku pusing-pusing soal itu? Dan kalau kamu mengira aku menyimpan rasa cemburu kelas kampung. Kamu memang tidak ingin menjadikannya pacar. Dan bahan pembicaraan yang tak habis-habis. Ada sepasang mata yang berkilat-kilat. sudahlah. kalau lagi ada. Berarti kapan dia kerjanya?" tanyanya pada Re. Tariannya di atas sarang laba-laba. kalian hampir setiap malam bertemu." "Tapi dia istimewa." "Dan kamu percaya? OK please. &gt.kue.

Ke mana saja. "Hei.28" "Muito obrigado23. Bukan yang pertama kali ia ditanya seperti itu. Gio "AZoa26.takdir? Saya percaya ada proses surat-menyurat• Takdir yang interaktif . Tolong dicek. Jamnya orang-orang Eropa ini siestal Tapi kamu tahu.Supernova-i kamu percaya Tuhanf Percaya? Saya melihat-Nya di mana-mana. "Baiklah..cintaf Tangan yang tadinya lincah. kan?" Suaranya langsung cemas.Saya hanya penasaran* *¦ pernahkah sang Supernova jatuh &gt. Gio?" "Aloa. Tapi saya tidak yakin kita sedang membicarakan Tuhan dengan persepsi yang sama* &lt." Gio menghela napas.&gt. "tentu saja aku serius!" "Aku akan siap menemanimu. cukup lama." "iVao"." "Kamu baik-baik saja. &gt. Setiap detik i bahkan celah di antaranya." "Kamu yakin tentang hal itu?" ulang Gio sungguh-sungguh. pertanyaan iseng orang-orang yang penasaran dengan sosoknya yang sangat impersonal. Tapi tetap saja ia tak menemukan jawaban yang tepat. akan berakibat penuh pada dunia¦ Terlepas dari Anda menyadarinya atau tidak. "Aku.Bukan satu arah* Apa pun yang Anda lakukan dan „pikirkan. Aku pergi sendiri.. sudah siap pergi. Pernahkah ia jatuh cinta? Sebagai jawaban.s«nd&gt." "Gio." "Jam empat sore." "Sfm. perlahan berubah mematung. ya.. mana pernah aku tidur siang. s e n d &gt.Percayakah kamu akan surga? Neraka? Malaikat? Iblis? Saya percaya setiap manusia dapat mewujudkan surga-» neraka-» berlaku seperti malaikati dan menjadi iblis itu sendiri ¦ &lt. querido.. . "Gio. komputer itu malah dipadamkan1*." "Aku akan kirim e-mail malam ini juga." Diva malah berseloroh." "Kamu serius. aku ini milyuner eksentrik yang bosan duit. Korespondensi antarsahabat pena yang berada dalam satu tubuh• &gt.. &gt." 36 Halo 203 Hening. querida! Ini benar-benar kejutan!" "Jam berapa di sana? Aku harap tidak mengganggu.. Diva?" "Aku akan butuh segala info dari mu. aku mau memberitahukan sesuatu. r a o Sana halnya alami bumi-i yang juga punya napas sendiri• Andaikan kita 'cukup peka dengan semua ini i kita akan melihatnya sebagai proses surat-menyurat. &gt.

." jawab Dhimas mantap. Tidak lagi penting. Atau seperti istilahmu—bifurkasi?" "Aku tidak mengerti. "Tidakkah kamu ingin juga berolahraga." "Diam apa ini." "Dengan cara bagaimana?" "Masih belum tahu.. Berhenti jadi dalang. "kita akan membiarkan cerita Ini selesai sendiri!" Bola mata Ruben ikutan membundar." KEPING Cermin yang Hidup nenjelang pakui setengah dua malam. bagaimana kalau kita letakkan pena. Tuan Einstein." Muka Ruben dilukisi konflik.. Bercermin. bukan? Di level yang tidak terganggu-gugat. Ruben. titik akhir itu pasti akan datang. dan biarkan cerita bergulir dengan sendirinya. dan ikut berperan dalam cerita. "Aku tabu. Ada usul?" Kaki Ruben langsung bergoyang-goyang. Ruben "Aku akan menamatkan cerita ini. dan sudah terlalu banyak kebetulan yang membuatku tercengang-cengang. "Kita harus diam. Bagaimana pun caranya. Yang penting rencana besarnya sudah ada." Dhimas &amp. Gelap!" "Kita berdua dapat merasakan betapa hidupnya kisah "Tidak ¦Baik 39 Terima kasih banyak PERNAHKAH. Ruben. "Kedua-duanya. diam filosofiskah? Diam berpikir? Atau benarbenar diam dan tidak menyentuh pekerjaan kita?" Ruben masih bingung. Momen di mana kita diuji oleh pemahaman kita sendiri. "AHA!" Justru Dhimas yang berteriak." Ruben geleng-geleng kepala.. katamu. Ditunggunya bohlam itu menyala. Justru inilah momen puncak karya kita. 8upERNavA? ini. Huruf-huruf di buku itu mulai . "Pertama-tama kita harus membalikkan posisi." timpal Ruben sambil memegangi kupingnya yang berdengung. Apakah tidak pernah terlintas di kepalamu kalau kita juga bagian dari hierarki berbelit ini? pan kunci penentu bisa ada di mana saja." bola mata Dhimas membundar. "Wow! Ide yang sangat jeniusi Dapat dari siapa? Badut?!" "Sabar dulu.. aplikasinya seperti apa? Kita harus bagaimana?" "Diam. meloncat kuantum seperti mereka?" Dhimas tersenyum lebar. Jadi. "Aku harap ide itu sespektakuler suaramu. "Aku dapat menangkap maksud ide sintingmu. tapi. keningnya berkerut. Cepat atau lambat.Gio.. Biarkan dalang yang sebenarnya menampakkan diri.

Setan yang mengajarkan sembahyang. Seliweran sisa-sisa pikiran melintas untuk terakhir kali. Kulitnya menghalus tak terkira. Dunia hadir kembali dalam kejernihan. Matanya bersinar jernih. Setan yang berpidato tentang kebesaran Tuhan.. Tak berhenti. Yang ada hanyalah keabadian. Wangi-wangian menyerbu rongga hidung. menjadikan gelap tadi bening. Sampai percikan biliunan cahaya perlahan datang... dan . Matikah ia? Sepertinya demikian. Ada suara yang berbisik. Dirinya adalah kedamaian.. Tangis itu semak in pilu. Ia tak ada sekaligus berada di mana-mana. seperti bajunya dilucuti satu-satu. Selangkangannya terasa sakit. Berulang-ulang. Tuhan sendiri membeku entah di mana.. Ia mengerang. juga rasa sakitnya. dan ia melihat dirinya di manamana. Mendadak segalanya gelap Hitam yang tak terhingga pekatnya tapi tak menakutkan Sebaliknya. rasanya bertahun-tahun.. Re merasakan dingin.. Rasa kantuknya tidak tertahankan lagi. kecewa yang tak berujung. Gelap. Setan yang mengutip ayat-ayat kitab suci. Ada amarah yang menggelegar di dada. Tak ada lagi batas dan kendala materi. Tak ada lagi pertanyaan. Warna-warna mencuat keluar. Sunyi. gambar-gambar itu 206 Cermin yang hidup teraduk jadi satu dalam kebingungan dan kemarahan yana terus membuncah. Terdengar sayup-sayup suara tangis yang terkempit dalam isapan bantal. Tangannya yang hampir setiap malam meraih minta tolong tidak pernah digubris. Dan ia merasakan Sahara dari sebutir pasir yang hinggap di kulitnya. dan ia melihat setan-setan berbaju putih seperti malaikat. dan tubuh tak lagi memenjara. dan aliran listrik mengaliri segala sudut. Sakit Uu tidak tertahankan lagi SaLai akhirnya ia. Benar-benar gelap. Bening sejernih tetes embun pagi pertama di taman Firdaus. Tangis anak perempuan. dan matanya pun terpejam. damai.. Pintu berderit pelan. manusia. 3 ' Htu Setiap sel tubuhnya seperti meletus. malaikat. Setan. mengatakan ia berbeda dengan anak-anak yang lain dan betapa indah dirinya. menggema di koridor.mengabur. Ada langkah-langkah berat. meledak. Memar di tubuhnya hilang.

Suka atau duka. dan seiring dengan permukaan cermin yang kembali tenang. Buku hanya masalah pemahaman dan sedikit waktu. dan lari menuju pintu. tangis atau tawa. Tubuhnya meledak! Re terlonjak bangun... . Lututnya pun gemetar hebat. dan keringat dingin membanjiri sekujur tubuh. Ia merasakan emosi-emosi itu. memberikan reaksi... sayap-sayapnya tidak hilang.itu: . tidak ada pengulangan.. Napasnya memburu. Tidak ada memori yang tersimpan.. Pintu rnmah Diva dibiarkan sedikit terbuka. Semua detik adalah baru. rasa sakit itu. Jiwanya bergolak. Di dalam. menghadap sebuah . Muncul tonjolan halus di pertemuan alisnya. kejernihan Firdaus. Diva! Secepat kilat Re bangkit berdiri. sesungguhnya orang yang membenci itu sedang benci dirinya sendiri. Apakah aku mimpi. Ketika ia dibenci. ternyata cermin itu bergelombang seperti air! Dan ketika riaknya mulai mereda.... cermin tadi.. . Ia dapat melepaskan ikatan tubuhnya kapan saja ia mau. Walaupun agak ragu. Ada sebuah kursi kerja besar. Ia hanya saluran yang dilewati arus energi. tapi dalam sekelebat ia pun bisa pergi. Re jatuh berlutut. Ia pun berjalan mendekati..seluruh saraf di tubuhnya siaga berkali-kali lipat. ia terkesiap. Dan ketika ia jatuh cinta maka.. Dirinya menjadi cermin yang hidup. Re pun memutuskan untuk masuk. aku tak tahu. Sekalipun kakinya sudah kembali berpijak di bumi. Ketika ia bercinta dengan seseorang. ia adalah Diva. tiba-tiba perhatian Re teralih. Perlahan. Hatinya terkoyak. Ia hanya berpikir kalau ia mau. orang itu sebenarnya sedang bercinta dengan dirinya sendiri.. Refleksi siluetnya di cermin itu lamat-lamat berubah. semua rasanya nyata. Dan ilmu bagaikan sinar yang tinggal diserapnya begitu saja. Re melangkah perlahan. ada satu pintu lagi yang dibiarkan terbuka: ruang kerja. Pikirannya berontak. Memakan sebutir apel rasanya makan berkeranjangkeranjang. 207 Cermin vans hidup Ada sebuah cermin di depan sana... Bermain-main. Ia hanya ingin menikmati hidup.. Pantulan di cermin. semua terjadi bersamaan baginya.. membelakangi pintu. Re menyentuhkan tangannya. ledakan itu..

di mana kamu mau tempatkan free-will kalau ternyata semua sensasi menghasilkan respons seragam? Apa serunya lagi? Kayaknya free-will itu konsep omong kosong!" Dhimas mendengarkan argumentasi Ruben dengan kalem. N. Berdiam diri.. lantas kesadaran pengamat mana yang mengolapskan aspek gelombang? Cuma. Tapi itu kan menjadi paradoks. freewill adalah kebebasan manusia untuk mengubah perspektif. pasrah. Menurutku. Aku sudah menunggumu." "Hei." Dhimas melengos. menyambutnya dengan senyum.." Ruben langsung beralasan. "aku tidak tahan. "Aku teringat Paradoks Wigner ketika dia mencoba menyelesaikan Paradoks Schrodinger. lalu cuma nrimo. kok." "Tidak tahan apa?" "Tidak tahan DIAM!" Dhimas terkekeh. berjalan-jalan gelisah. "Kamu memang jago teori doang. itu memang omong kosong. Sekarang. Kursi itu berputar. Ruben pun berdiri." Ruben menghelas napas. "Pada saat seperti ini." ujarnya geli. "Ferre. "Ruben. Free-will adalah kemampuan manusia . apakah itu bencana atau berkat yang tersembunyi? Semuanya ada di tanganmu. hei. "Eugene Paul Wigner mencoba dengan solusi pengamat plural. Tuhan tidak akan memberikan hadiah sedangkal itu. Para pengamat tadi memutuskan hal yang sama karena mereka mengalami sensasi yang serupa atas kejadian tersebut. Kamu jatuh miskin besok. kalau kemerdekaan yang kamu maksud adalah sejenis keinginan anak kecil yang ingin memberontak pada ibunya untuk bisa makan es krim waktu sakit flu. lebih dari satu. tak sedikit pun ia nampak terdistraksi.komputer yang menyala. Paradoks melahirkan paradoks." Dhimas &amp. Persis seperti keadaan kita sekarang. ya? Nyatanya seringkali kita tidak bisa mengelakkan nasib. tidakkah kamu jadi berpikir tentang konsep freewill— kemerdekaan memilih yang konon dihadiahkan Tuhan buat manusia—mana otoritas itu. take it easy. mungkin Wigner benar." "Mendengarnya saja sudah malas. Ruben "Sejujurnya. takdir. menunggu keajaiban jatuh dari langit. Kenapa kamu mendadak jadi skeptis dan pesimis begitu?" "Aku cuma ingin mendiskusikannya saja. Diva.

eh. Melesat. Aku melihat diriku dalam kamu. siapa namanya. tercekat. Membelai pipinya lembut. Gamang dan cepat goyang. Sama halnya dengan peristiwa-peristiwa yang kamu alami. Kau mencintai dirimu. Keinginanmu. . dan ia sudah terbangun sekarang. Biarkan ku meregang untukmu.. lebih . Ruben?" Ruben berdecak." "Pertanyaanmu tidak akan habis-habis. Aku mencintaimut lebih dari yang kau tahu. .. ampun! Sekarang giliran aku yang merasa bodoh! Seperti kucing yang mengejar ekor sendiri. datang menghampiri. tapi mampu bangkit. dalam orang-orang. Hanya cermin yang relatif lebih jernih.." Diva tertawa lembut. "Aku manusia biasa. telah mendatangkan itu semua. Kau telah mengalami metamorforsis indah dan sangat magis.. Re pun memejamkan mata. berakhir dengan kilatan bintang jatuh. tapi tidak hancur. dan di dalam alam... Apakah itu mimpi? Tidak menjadi masalah. Dan di saat aku melesat. Seperti yang dibilang temanku tadi.. Yang penting adalah mata jiwamu." "Mungkin memang itulah hidup di alam dualitas. Feire "Siapa kamu sebenarnya. Ferre. "Ferre. "Akulah pelajaran terakhirmu untuk bisa terbang. Tangan itu terasa hangat. Dan lihatlah.. sekarang kamu menjadi Ksatria yang sejati. "kamu ini apa? Dan siapa yang mengirimmu? Bagaimana kamu bisa masuk ke dalam mimpiku? Apakah itu mimpi atau. Ada saat aku berusaha membunuh jiwaku . Biar kuambil peluru itu* Cermin yang hidup Ada saat hatiku sekarat . Ruben. Berawal dari kepakan kupu-kupu kecil. antara gemas dan geli.. . Aku melepaskanmu dengan kebebasan mutlak.. kamulah yang mengirimku.mengubah konteks. Diva baru saja membelai hatinya. akal bagaikan sebatang ilalang yang rentan tertiup angin.?" tanya Re." "Kamu tidak menjawab pertanyaanku. . damai. Kita semua cermin bagi satu sama lain.. Aku berkaca setiap detik dan mengagumi keindahan demi keindahan. "Ya. sama seperti kamu. Kita tetap manusia." Perlahan Diva bangun dari tempat duduknya." Diva &amp.. bukan? Banyak orang yang matanya terbuka tapi jiwanya dibiarkan tidur.." desis Re sengit.. Seberapa pun luas pemahaman kita. Jatuh. dan semuanya tidak ada yang perlu.

"Aku akan pergi.dari yang kautahu. "Aku sering mengunjungi taman kanak-kanak itu bertanya-tanya siapakah Supernova sebenarnya. Bukan dulu apa. Mengamati simpul dari untaian benang perak yang tak terputus.." Bagai rekahan mentari. Supernova. tidak ada batasan umur. Ksatria. Dunia virtual adalah kantorku.. dan mengajarkan satu hal: pemahaman tentang apa pun yang berkenaan dengan hidup. Aku ingin bermain. yang tidak ia jawab. lamat-lamat terbit senyum d" wajah Re. berbisik tepat di kupingnya. Tapi aku masih butuh bantuanmu. Pada akhirnya kita saling membagi pengetahuan dari pengalaman hidup masing-masing. Sampai satu hari aku menanyakan satu pertanyaan. Ini adalah sekolah jaringan. dan berharap kalau saja Supernov menjelma menjadi seorang Diva. rahangnya mengeras. Per-re. ." keping^ ^ Jaring Laba-laba Sayup- . berkeliling. Lalu ak' bertemu denganmu. Aku hanya butuh tim kecil tapi profesional untuk memantapkan pergerakannya." ujar Diva ringan." "Sebut saja. . Kita hanya perunut jaring laba-laba. kamu tahu itu. "Sekolah ini tidak akan mengenal hierarki guru-murid." "Sebuah yayasan pendidikan bawah tanah. Digenggamnya tangan Diva seerat mungkin." Diva nampak terkesiap. "Lalu sekarang apa?" bisik Re. dan kamu adalah satu-satunya profesional yang bisa "kupercaya. Dialah satusatunya instrumen jaring laba-labaku nanti. Dan pertanyaan yang jadi fu ndamen adalah mengapa." Re menghela napas berat." Re menempelkan pipinya ke muka Diva. tanpa melibatkan namaku. bukannya tersekap di gedung beton. Semua yang di rumah ini akan kujual habis kecuali notebook. "Itulah refleksi yang kulihat saat aku bercermin padamu. "Satu kehormatan bagiku. "pernahkah sang Supernova jatuh cinta?" Dan sang Supernova berbisik balik. Sudah kuduga . Dan biarkanlah jaringan kita berevolusi ke bentuk apa pun itu nanti. Sekolah ini buat siapa saja. "Bumi adalah taman bermain yang luas. Uangku cukup untuk membuat satu sekolah dan membiayai macam-macam proyek pendidikan." "Lalu bagaimana dengan kamu?" "Tidak ada meja yang mampu mengikatku.

" desisnya sendirian. E-mail ini lebih eksplosif dari badai serotonin sepuluh tahun silam. dan akan dibalas secara pribadiDhimas tak sabar ingin cepat-cepat membangunkan Ruben." "Pastikan kamu mampir ke Cuzco. "Kamu sangat istimewa. Whauw. "Ini gila. Ruben Kepala keduanya bagai seikat petasan yang dicemplungkan ke api. Gio tersenyum." Di belahan dunia sana.. Aku punya teman di sana. Ledakan-ledakan kaget datang berentet. "Ada tips khusus." "Sesudah Apurimac?" Diva diam sejenak. Tangannya berulang-ulang mengklik mouse. "Ya. Paulo." "Sumber Amazon.Diperuntukkan bagi Anda yang ingin HIDUP Selamat datangHari ini Supernova . querido?" Terdengar suara menghela napas. Kamu. Langsung menuju Zeus-nya sungai! Pilihan yang luar biasa. Inspirasi mereka ternyata menjadi kenyataan. aku sudah memutuskan tempat mana yang paling pertama kukunjungi. mata Dhimas justru membelalak siaga. dan bagaimana alamat e-mail mereka bisa terdaftar. Sebaliknya. sementara pikirannya pun tak berhenti mereka-reka: siapa orang ini.. melainkan hidup mereka telah terbelit jaring labalaba yang mereka khayalkan sendiri: SUPERNOVA ." "Obrigado.. saya menghindari berseliwerannya informasi usang yang hanya akan Anda perdebatkan satu sama lainSemua pertanyaan harap langsung ditujukan kepada Supernova. Gio. Kesempatan Anda untuk bermain dengan hidup-Untuk benar-benar HIDUPRuang kelas ini adalah ruang informasi-.sayup terdengar dengkuran halus Ruben yang tertidur di sofa." "Ke mana itu?" "Apurimac. Inilah TAMAN KANAK-KANAK.. Hati-hati." Giliran Diva yang tersenyum." "Jangan harap aku bakal balas mengatakan kamu istimewa. Di sana ada masih beruang grizzly." "Aku ingin melihat arus-arus terdahsyat. bukan ruang diskusiDemi kepentingan bersama ¦. Diva. akan kuhubungi dia secepatnya. membaca setiap kalimat yang muncul di layar komputernya. dan bukan sebatas tulisan hitam di atas putih.. aku harap kamu tahu itu. "Tatshenshini. adalah matahari hidupku." Dhimas &amp. organisasi apa ini.. *Gio. Safari sungai adalah jadwal tur pertamaku.

Anda tetap menjadi pihak yang dieksploitasiStimulus yang mendorong tubuh Anda untuk beranak-pinak seperti marmot itu sudah lama dideteksi oleh ilmuwan-ilmuwan biologii mereka menyebutnya: DNA.Mendorong Anda untuk menggandakan diri Anda sendiri.Mereka sudah mendapatkan hidupnyai di detik pertama Anda mulai memberikan reaksi.Membuat Anda menangisi tertawan atau bahkan ingin membunuh seseorang¦ Di posisi itui Anda adalah penonton-penonton' pasif yang distimulasi oleh stimulus-stimulus virtual yang aktif-Apakah stimulus-stimulus tadi punya kepentingan tertentu? Kepentingan mereka hanya satu: berkembang biak.Melalui Anda semua. Apa yang Anda pikir tidak hidupi ternyata hidupi dan SANGAT hidup.Mereka menginstruksikan aba-abanya dengan halus dan tersamari ke dalam instrumen .Mulai memberikan arti -Sekarangi coba posisi lain Anda adalah sebuah tubuh di layar perak.Kalau Anda dengan egoisnya masih berani berkata bahwa Andalah bosnya DNA—berdasarkan fakta naif bahwa tubuh Anda lebih signifikan daripada DNA yang tak kasat mata itu—maka sebaiknya Anda pikir-pikir lagi* Anda adalah ruang hampa yang mereka olah menjadi kerajaan. Naskah dan jalan cerita diberikan dengan rinci ke dalam setiap sel.Membangun Anda menjadi tubuh-tubuh matang yang siap berkembang biak.Terdorong untuk berahi lalu kemudian beranak-pinak.Mereka seperti virusi tak d apat didefinisikan hidup atau mati i sampai ia menemukan inang untuk di jadikan medium. Mulai merasa kecil dan tak berarti? Tenangi itu baru satuYang berikut ini lebih abstrak.mengajak Anda nonton ke bioskop Ingatkah Anda ketika sedang berada dalam bioskopi menyaksikan sebuah film yang menggerakkan emosi f Detik pertama Anda laruti layar yang penuh cahaya dan warna itu telah berhasil menyentuhkan kehidupan ke dalam pikiran Anda. Tanpa sadar Anda telah menciptakan lebih banyak lagi inang untuk mereka bersemayamLihat kesamaan antara kedua posisi dalam bioskop tadif Ya.Respons negatif atau positif Anda tidak menjadi pertimbangan.

Kebenaran itu relatif.Ketika Anda berpikir Anda punya idei sesungguhnya ide itulah yang memiliki AndaPara ilmuwani selama kurang dari tiga puluh tahun terakhiri telah memperkenalkan LMemetics1 atau Memetika. Maka izinkan saya memberi tips ekstra: Pertama-1amai terimalah kenyataan bahwa segala sesuatunya relatif.Kita yang tidak sadari cuma akan merasa jadi bulan-bulanan.Dengan demikian Anda akan melihat kubu-kubu di sekitar Anda tanpa menjadi obyek permainannyaHidup yang serba keras ini dapat seketika menjadi taman bermainSupernova ingin membantu Anda untuk mengerti mekanisme yang sesungguhnya i melihat dengan dua sudut pandang: sudut pandang sutradara dan sudut pandang aktorDengan sadar bahwa keterpisahan dalam bioskop itu harus diakhiri ¦&gt.Perkembangan sainsi teologii filsafati semakin hari semakin menunjukkan signifikansi bahwa kita memang hidup dalam alam serba relatif.perekam dan pengulang yang tiada duanya: otak-Ketika Anda menemukan idei sesungguhnya ide tersebut yang menemukan Anda. Apa yang Anda baca di Supernova adalah relatif.Ilmu ini mempelajari tmeme"1 atau memi yakni satuan dasar pembangun interpretasi pikiran i yang kemudian menciptakan budaya i sistem sosiali sistem kepercayaan i dan segala sesuatu yang berkenaan dengan interpretasi kita atas hidup Kalau Anda penasaran ingin melacaknya i saya harus memberi kabar buruk: tak ada mikroskop yang mampu menelanjangi wujudnya-Satu-satunya alat yang mampu menjadi detektor pergerakan mereka adalah—kabar baik—pemahaman Anda sendiri Izinkan saya memberikan petunjuk sederhana* Belahlah DNA dan kita akan mendapatkan kehampaan di dalamnya. Konflik baru berakhir ketika Anda berada di titik nol.Dan kebanyakan dari kita hanya mampu merasakan residunya sajai yakni konflik. Anda akan mampu berpindah-pindah dari satu perspektif . Belahlah kata-kata dan kita menemukan abjad-abjad yang tak bermaknaSesungguhnya semua _kekosongan_ tadilah yang memegang jalan cerita.

Maksudmu--.TNT&gt. Tidak banyak orang yang bisa kupercaya•Jaring Laba-laba &lt. Sapaan pertama mereka telah bercerita segalanya.TNT&gt. Ada Ferre di sana. yang sama-sama menarik perhatiannya. &lt. &lt. &lt. Bangun dari kematian ini"Memetika. Baru sedetik ia menutup room. Jaring laba-laba ini sudah terlalu luas untuk kutangani sendirian." "Apa yang harus kita lakukan?" bisik Dhimas g elisah.guest&gt.Aku butuh beberapa pengamat lain.guest&gt. ia hampir tidak merespons para penanya di chat room ICQ. Aku juga.TNT&gt.TNT&gt. "keparat itu juga tahu me me tik a.kami? &lt. Kita harus minum kopi. muncul sebuah nomor lagi. Senang berkenalan dengan kalian. Kenapa kamif &lt. &lt. namun ini perjalanan Anda untuk menemukan DIRI. Ini bukan perjalanan yang mulus-." desis Ruben takjub. Selamat tinggal dan semoga sukses. bahkan menunggu-.. kirimi saya surat berhenti berlangganan. liari. Kalian akan kuhubungi lagi. kita berjalan bersama-sama.guest&gt. lantas membuka tirai jendelanya. Tiba-tiba muncul sebuah nomor asing.. Aku mencintaimu. Kamu tahu kami ini berdua? &lt. Terlalu banyak e-mail yang harus dibalas.guest&gt. Aku tahu semua kandidatku-&lt.. Tetapi kalau Anda setujui bahwa hidup ini penuh kabut menyesakkan yang ingin-. Cyber Avatar..guest&gt.guest&gt. Karena tidak banyak juga orang yang mau mempelajari keutuhan sebagai paradigma. Ia tertawa.TNT&gt. &lt.. Aku akan merindukan ini. "Kopi.guest&gt. &lt. Supernova. Ternyata kamu ada* &lt. Kandidatf &lt. ia pun tersenyum. untuk Anda singkap." "Buatkan aku satu!" Supernova Jemari lentiknya kembali mengetik secepat kilat. melambai kecil.guest&gt.TNT&gt. Buka jendelamu-. &lt. .ke perspektif lain untuk mencapai apa pun yang Anda inginkan dalam hidup iniY a t apa pun yang Anda inginkan-Apakah Anda siap? Jikalau Anda memutuskan untuk menjadi budak PNA i diternakkan seperti kawanan marmoti silakan tutup program iniJikalau Anda cukup puas menjadi komputer sewaannya memi 217 SUPERNOVA pengolah dan pengeksekusi data yang pasif.

" Re memeluknya pelan-pelan dari belakang. Nama adalah makna dirimu yang diresonansikan setiap saat ke semesta." bisik Diva sebelum Re berkata apa-apa. Aku juga. Lebih dari yang kutahu. Kehangatan yang menyatukan dua jasad. Sang Sumber yang mengatasi dewa-dewa. [Debur darah." "Nama itu punya arti yang agung. Aku ingin terus mendengarnya.Embusan napas.&lt. tonjolan belikatnya.TNT&gt. Di mitologi Mesir kuno." "Tidak heran namamu Diva. dan merelakan napasnya terisap pori-pori kulitnya.Tarian energi. Tak pernah pergi? Ia segalanya.." "Usulan profesi yang bagus. "Jadi gaungkanlah keagunganmu setiap saat. Tersesat di antara rambut-rambut halus di tengkuk itu. Melahap sekon lebih banyak dari porsi biasa. Merenggut masamasanya untuk lebih lama memeluk Supernova. Aku tidak mau sembarang mengucap. Atum-Re adalah sosok terluhur. Ferre." Re tersenyum. Harus pergi ke mana lagi? Segalanya ada padamu. KEPING 3B Individu Hanyalah Ilusi Sang Waktu terasa jadi gembul dan rakus. Tenggelam di antara susunan tulang punggung. "Kamu tidak pernah memanggilku begitu sebelumnya.Harmoni cinta nan elemental] Dhimas &amp." [Degup jantung.. dan betapa hangat berdiam di sana. dan kue bolu panas" "Akan selalu kutunggu saat itu. "Jangan biarkan ia melalapmu. artinya sangat besar. "Dengarkan. Ruben "Beri aku penjelasan Ruben! Serumit apa pun. "Kita akan bertemu lagi?" "Tentu. aku tak peduli! Aku hanya ." "Percayalah. my dear." Diva tertawa kecil "Jangan lupa satu poci teh. Sulit juga bersama seseorang yang punya akses ke ruang pikir. Di mana pun aku berada. Roh itu. "Ssst." Re tersentak.Harmoni tanpa not] Itulah rima dari puisi yang tak pernah habis: Hidup.Tidak tahu kapan dan di belahan bumi mana. Panas tubuh itu mulai terasa seiring dengan rengkuhan tangannya."-«-r«c«fi ilusi Mungkin nanti aku jadi Diva si pedagang kue " "Atau Diva si tukang kebun. Re. Ada sebelum segalanya ada. " . tak pernah mati. Dan bila jantung berhenti? Puisi adalah roh bertabir kata. Ia dapat merasakan semua lekukan." "Apalah arti sebuah nama." Re terperanjat.

. . it's too good to be true. dan setiap organ punya tingkat otonomi tinggi serta memiliki identi tas berbeda-beda yang tetap bertahan sekalipun terikat dalam jaringan. takzim. Di satu titik. makhluk-makhluk otopoietik ini biangnya paradoks. Senyum puas menghiasi wajahnya.." Dhimas tepekur... Baiklah. berawal dari sistem sederhana sampai sistem yang sangat kompleks.." Wf&amp. Ini kan garagara ide brilianmu juga.ingin satu. Atau malah. tapi keterpisahanlah yang ilusi. sinar matahari. dan seterusnya.. karena sistem otopoiesis ini terbuka. Nikmati dululah. semakin dalam lagi belitan yang menjeratnya. Inilah yang disebut. tapi apa ya bedanya otopoiesis dengan Otong Lenon?!" tanya Dhimas ketus. dan seterusnya. "Individu hanyalah ilusi. Roh dan materi dibangun dari satu unsur yang serupa.. unsur kimia. dan sebagainya. 'Semua realita itu nyata. Rileks.„ "Ya. MOopst sorry. dengan lebih jelas lagi. Penjelasanmu sangat terperinci. Otopoiesis berada di ujung spektrum alam. SATU penjelasan!" Dhimas nyaris kalap.. Dan kejadian yang saling menyilang ini sebenarnya tidak semisterius yang kita duga.." . Sementara itu Ruben nampak terbaring santa\*ep*la menghadap langit.. Ia mulai melihat semua kaitan ini. Tapi di lain pihak. Artinya. Semakin besar otonomi satu organisme. tak terputus." "Sinkronisitas!" Dhimas berseru. maaf..: "Yang artinya?!" potong Dhimas tidak sabar. kita semua adalah satu organisme. Setiap makhluk otopoietik punya struktur yang mampu memperbaharui diri. alam ini seperti spektrum. "Otopoiesis." S UPEHNQvA "Terima kasih. . mineral. aku tahu! Tapi. Padahal lingkungan ini jauh dari ekuilibrium. Saking kompleksnya. Eh.. Ruben terpingkal. Dwiaspek dalam ketunggalan. Dhimas. maka ia punya ketergantungan dan ikatan yang dalam dengan lingkungan. Mungkin hanya itu yang bisa kukatakan padamu. setiap struktur otopoietik punya sejarah pribadi yang unik. tapi sejarah ini kemudian terkait lagi dengan sejarah yang lebih besar dan struktur otopoietik lain. selalu ada fluktuasi energi tinggi yang melibatkan kebutuhan makan.

Itu dia!" Dhimas tersenyum lebar.. tidak mungkin aku menerangkan jaring itu sendiri.." "Aku jadi ingat Copernicus yang mengubah pandangan dunia." "Supernova benar! Semua ini adalah jaring laba-laba." "Aku mengerti... dan . niscaya tidak akan masuk akal. dan kita baru saja mengalami sinkronisitas yang luar biasa. ha-ha-ha. dan digerakkan oleh satu Maha Rencana. menatap konstelasi bintang dan menemukan cermin mereka di mana-mana. Pada bentuknya yang paling ideal. bahwa ternyata bumi bukan pusat orbit. Supernova lebih dulu menyadari hal ini. Ia terbuka pada segalanya dan tidak mengecualikan apa pun. 223 KEPING Segalanya Ada Padamu Tirai jendela di seberang rumahnya tertutup jua.. Hidup jadi gay sudah cukup susah. tambah waras. "Selama ini. Kalau kita memandang ini sebagai proses sebab-akibat. Terpingkal-pingkal. Kita semua berada di jaring laba-laba yang sama. tapi lihatlah sekarang. Malah."Carl Jung.". Yang harus kita cari adalah sains yang kompatibel dengan Kesadaran. Semua kebetulan yang bermakna ini bukan hasil kausalitas. dan selama aku diam dalam simpulku. Kita adalah pusat karena...." Tiba-tiba tawa Ruben meledak. menghadap jendela. kita memang pusat semesta. jangan persulit keadaanku lagi.. tolong jangan bilang kamu jadi gila gara-gara ini semua. "Dan. selama ini aku dengan sia-sia memikirkan perumusan Kesadaran dalam sains! Itu bodoh! Ha-ha-ha! Imbisil! Idiot!" "Ruben. Sekarang aku ingin mengubahnya lagi." Kedua pria itu berangkulan.. sains tidak akan punya lagi persyaratan masuk. Masing-masing dari kita bertolak dari sejarah pribadi yang tidak ada kaitannya. ya?" Ruben tersenyum. melainkan matahari. "Ternyata kamu waras. beliau benar-benar memberikan istilah yang sufisien. tapi Kesadaran sendiri bukanlah sebuah fenomenon. walaupun bukan secara geografis." "Sinkronisitas adalah komunikasi yang terjadi dalam Kesadaran. Bedanya. Sains menerangkan fenomena. melainkan segala-galanya termasuk sains adalah fenomenon dalam Kesadaran. Hari itu tiba sudah." "Kita adalah maknanya. "Inilah yang dimaksud Abraham Maslow.

Dan betapa ia merindukan Diva. lihatlah aku. Dan itulah Aku. Kira-kira apa peran kita?" Ruben diam. Ia hanya menyelipkan secarik kertas di pintu depan: Segalanya ada padamu. Termasuk aku.. berandai kalau saja bisa memeluknya. "Sepuluh tahun." "Kita hanya dua orang pria tak . Figuran... kita tidak sungguhan mengalami itu semua.. "Ruben. dan kini dirinya sendirilah yang memegang kunci cahaya itu. Ide itu agaknya terlalu fantastis untuk ia tanggapi. "Bagaimana kalau ternyata kita hanya dalang tempelan." Sejenak mereka menikmati hawa euforia.. free is love/Love is living. hidup dalam sebuah molekul pikiran seorang penulis lain.. Sayupsayup terdengar alunan lagu dari putaran piringan hitamnya. Ruang itu mulai terasa sumpek. Hamparan buku dan kertas nyaris memenuhi setiap inci lantai) hanya ada ruang yang pas-pasan untuk tubuh mereka berdua. Re memejamkan mata." "Dan kita melangkah lebih jauh dari yang kita duga.Supernova agaknya kurang suka perpisahan.. mungkinkah Supernova ternyata salah satu dari tokoh kita?" "Mungkin.. Kenapa tidak?" "Andaikan kita berdua juga bagian dari cerita yang kita buat sendiri. Sebuah perasaan mahaindah merasuki setiap kelumit batin. sekalipun Re tahu mereka tidak terpisah.. tapi ia berusaha melanjutkan... Di dalam dirimu. Love is free." * Ruben bergidik ngeri. . "Semua memori. mengajaknya berdansa meniti kata-kata terindah: ". Ia menjejak nyata di seluruh jagat raya. dan hikayat hidup kita hanya diinjeksikan begitu saja. Menembus semua akal... Melebur dalam langit pagi. Aku melayang tinggi. Dhimas. pengetahuan.." "Dan. sebenarnya selama ini kita tidak pernah keluar dari rumah sedetik pun. living love .. Puteri." Namun siapa kiranya yang dapat menahan Bintang Jatuh? Dia telah datang menyalakan langitnya. Menggerakkannya bangkit. Dua orang pria yang bahkan tak punya nama belakang. dan. Cinta tak pernah jadi hantu... i Ada getar yang menoreh perih dalam hatinya." "Dan eksistensi kita habis di halaman terakhir bukunya.•«. sampai tibatiba sesuatu menggelitik pikiran Dhimas. dan kita selamanya tak akan bisa keluar dari sini.

1998. Briggs. 1986. New York: Touchstone. Maggie Goswami &amp. New York: Summit Books. New York: Simon &amp. Saling mencintai. J. . New York: Harpers and Row Publishers. Dorion Sagan. The Bridge Between Matter and Mind : Synchronicity. Peat. F. The. David Peat. 1997. 1998. Lynn &amp. Goswami. Metamagical Themas: Questing for the Essence of Mind and Matter. THE BEGINNING Bangs. Tarcher.. How Consciousness Creates the Material World : The SelfAware Universe. 1998. Jones &amp.. 1996. New York: Bantam. Chaos: Making a New Science." 225 SUPERNOVA . Wilson. Hutchinson. Christian Kallen Exninrin„ «.. New York: Harmony Books. Timothy. 2000. Richard &amp.Ne" York: Bohm.punya nama belakang di dalam kamar kerja bertugas jadi dalang untuk cerita seseorang dan selamanya tinggal di sebuah molekul pikiran." Mereka lain berpegangan tangan erat. 15 Amazon. P. Chopra. David Peat. New York: Bantam Books." Keduanya terdiam dengan perasaan campur aduk. An Illustrated Guide to Chaos Theory and the Science of Wholeness: Turbulent Mirror." "Ya?" "Aku mencintaimu. 1998. The New Science of the Meme : Virus of the Mind. A Adam dan Hawa." "Bagaimana kalau dia amnesia?" "Kita tamat. The Manic Logic of Global Capitalism : One World."j\jcu juga mendntaiinli." "Ha?" "Setidaknya aku tamat dalam rasa cinta. Inc. . Hofstadter. 1987. a division of Random House. Great Britain: Helicon Publishing Ltd. Dua pria yang tak punya nama belakang di dalam sebuah kamar kerja. 1985. 1S6 adrenalin. Knowledge Consilience. . Encyclopedia of Science. 84 alien. Gleick. Richard E. New York: Vintage Books. Edward 0. m »1 Orford^iwl!1"11' Meme Machine. David and F. Greider. David. Seattle: Integral Press. Ferris. Science Order anrf Creativity. Microcosmos.. New York: Viking. How to Know God: The Soul's Journey into the Mistery of Misteries. "Ruben. Douglas R. 1987. A State of the Universe(s) Report :The Whole Shebang. Reed. Richard. 1987! ' Brodie. 1989. Margulis. Ready or Not. James. Schuster. Deepak. The Unity of. F. Toronto: Bantam. Amit &amp. William.

12 energi. 7.56. 82 DNA. 44.92.13.88. 181 filsafat l.207. 98 global 14. 82 detektor.116 Cinta.195. 217 filsuf. 9. 72.21. 9 Dupont Circle. 7. 45. 196 eksistensi. 196.9.109. 68 Descartes. 6. 170 C cahaya.137.204 Bimasakti. 7. 201 chaos. 7.137.196 »'t bakteri cyan. 90. 183 destruktif. 24. 28 Avatar. 214 H Habermas.35. 196 Baltimore.37.136.28. 121.106.8. 215 filosofi. 44.89.106. 87. 196 Bohm. 168. 48 atraktor asing. 221 aurora.132. 68 film. 8 gay.15.225^ 226 Citra.44. 135 gletser. 172 Copernicus. 187.118. 55 Greenpeace.170. 14. 168 E-mail.197.214 Amerika. 98. 172 feedback. 16. 7 biologi.106. 6.15.198 F Faraday's Cage. 46.28.89. 169.47.110. 139 chip.16. Kurt 47 coming out 11 consciousness.73 Bandung. 87 Bell. 5 Einstein.199 CNN.42. 106 Atrial Septal Defect 40 Atum-Re. 7.86.131.109 bffurkasf.139 Andes.30 Harvard Business Review.73 Amnesty International.140. 56 area abu-abu.80. 209 Freud. 6 Das Kapital. 9 Baht 198 bakteri. 218 embrio. 7.140. 88 endoifin. 7. 175.182 Gramsci. 68 Rente. 216.113. 143. 222 entrepreneur. 188 gestalt 171 Gftf terawangan. Niels. Matti. 168. 214 D Dapur Agung. 222 free-will. 91. 222 El-Maut 178 elektron.95.35.171.225 Ekspatriat 73 ekuilibrium.42.88. 142 Finlandia. 6.217 dolar.75.197 fenomena.182 B bad-trip.8. 102. 93 antagonis.69.54.31.171 evolusi.42.223 geiger counter. 66. 220. 77 • Bergstrom. 6. 82 dikotomis.12. 173 Cina. 31 .8. 14. 182 Bohr.8.173.43. 64 Barnes &amp.139.10.182.223 Feuerbach. 87. 92. 214 Aquarian Conspiracy.42. 218 awareness. Noble.87. 4. 172. 14(7 Amplifikasi. 139 arbitrase.172. 7 fluktuasi.224 catwalk.215.162. 100 Epimenides.142.216 biosfer. 98. 1. 223 cortex. 11.132 Dualitas Elektron. 168 gelombang.48. 22.151.172. 140 grizzly. 68 Grand Canyon.50. 18 Hegel 68 helium. 87 Berkeley. 12.100. 27. 216 detoksifikasi. 120 Cobafa.196.207. David.170 disinfektasi.187 G gambar proyeksi. 92.151 CUZCO.161 Gletser Rekiak. 195. 48. 27.88.32.204 ekosistem. 68 Habibie. 8.120 Apurimac. 44. 27.168.79. 214.221. Alexander Graham. 72. 200.128 Barbie.35. 87 ftuks. 11 E Ecstasy. 57.

208. 140. Douglas. 6. 77 Kebayoran Baru.101 matematika.131. 218. 6. 13. 74.49. 215 mekanisme. 13.164.10. 68 McDonald's.89. 216. 50.165.168.222 jasad.139. Bean.89. 173.25.83 idiot 33. 216 mitokondria. 170 obyektivrtas.26 Moralitas. 137 fiolomovement. 15.27. 37 K Kant.132. 54.90.197. 8 meditasi.108. 54 Mandelbrot Benoit.137.211 Hoftstatder. 31. 1. 7 keterjagaan. 187. 9.55228 Dee M macaroni schotel. 199. 49. 207. 13.15. 91 un. 210 metropolis. 68 Kariage Kun. 6. 200 Kesadaran. 130.181.170.222 Orion. 5 Margulis. 221 Jepang. 7.85 Mark.205 Kucing Schrodinger.170 intuisi. 7.168. 5 New Eyes. 221 metafora. 211. 223 keteraturan. 79 mikroskop.68. 9. Abraham.196 okultisme. 82.158.16. 172 interaksi.197 Kohl Helmut 56 kompleksitas. 26. 72 Kebon Raya Bogor.182.187 Maha Ketidakteraturan.192. 88. 1 ombak. 12.211. 137 medan energi.7.47.23.46. 223 imaji.198 mutasi.16 impuls.188 notebook.182. 195. 205. 99.148 order. 156. 223 jaringan.196. 10 Kramat Tunggak.171.44.222.183 ketidakteraturan. 82. 182 homunculus. 217 Memetika.16.195 Maslow. 7.172. 44 materi. 203. 7 nirwana. 151 kontroversial 13 Kotak Pandora.140.188. 40 Newtonian.211 Novena.9. 188 Hollywood. 5 Mesir.42. 20 jurnalistik. 67 Kreta.35.26. 1 komputer.173.168 kulminasi.171 organisme. 82. 68 neuro-transmitter.44. 39 Mr.135 nonlinear. 188.214.hetero.140 nonlokal 6.222 P . Lynn. 6 oksigen. 9 medium. 20.133. 196 mitos.91. 196 Marx. 47. 7 kupu-kupu.167 house-mix. 223 Matahari.172. 175 0 observasi.116 John Lennon. 56. 8. 8. 217 kontinuum.134 hirarki.188.164. 218 Mescaline. 92.167. 88.89. 100 New Kids on the Block. 186. 9 kurva. 55. 7. 27 museum. 196 N Naisbitt 139 neo-Gramscian. 90. 49 ideologi. 44 kiamat 6.199 imajinasi. 6. 14 Microgynon.183. 11. 93.9. 7.140. 62 L linearitas.171. 16 kuantum.23 inviolate level.23. 28 Orson.24. 74. 19. 222 Malaysia. 188 isotop radioaktif.222 materialisme.89. 7 Mafia Rencana. 7 inframerah. 58 I ICQ. 168 ITB.210 Kupu-kupu Lorenz. 95 metamorfosa.166 Koevolusi. 172. 37 3 jaring labalaba. 39 Otopoiesis..139.181. 6. 193 ' Kekekalan. 221.218 idealis monistik.

22.79 V vakum.98 Watut. 168.99. 44 sejarah. 43. 168.172 Sobek Internasional 98 Socrates. 55.173.82 S sains.170. 100 variabel 43.11. 14. Erwin. 60 stimulus.154.91. 15.12.150.99. 87.19. 7 Tatshenshirri.165. 137.7.108 sinetron.214 teologi.35. 1.146.215 sensor.16.31 Sang Waktu. 137 Tionghoa.88.12. 59 tata surya. 88. 172.216. 10.222 paranoid.165 sinkronisitas.89.138 reduksionis.169 X xenon.43. 16. 2 treadmill. 9.9.53. 118 puisi.197.7. 97. 6 refleksi. 55 Timezone. 26.179 Romantisme.49.119. 43 viagra. 152.57. 7. 6.173 transendental 170 transformasi.25.15.138. 81 post-strukturalis. 107 Survival of the fittest 199 T takdir.76.172. 7 rekonsiliasi.50.49.30. 6. 48. Ilya. 5.56.8. 5 Puck.209. 97 Portugal 93 post-modernisme.87.13. 95 rongga abdomen.215 W Wagm'. 175 RSK0.10. 12. 168 Scientific American.187. 98 realita. 6. 6 Rio de Janeiro.169.82. 98 paradoks.95.44 velocity.207.188.75.43. 72 phase space. 188.75. 7 revolusioner.142.172 utopis. 5.76.217 relativitas. 81 potensial 14 Prancis.206. 93 robot 15. 50. 11 yoga.139 teori relativitas. 48.172 reduksionisme.10. 8 Spesies.7.214 Siemens.54 Prigogine.82.220 Schrodinger. 48 Psikolog Kuantum.16. 92 Yogyakarta. 169.154 protagonis. 98 TIM.225 potybag.15.120.43. 9.11. 2.52. 84. 44 ' Yuat 98 yuppies. 56 Simulakrum.6. 11 Permias.199.8.59. 188 tank top. 6. 223 sel 1. 217 teknologi.44.220 pujangga. .222 rectoverso. 1. 139 trance. 5. 14 Z Zeus. 109. 54 virus. 12 psikologi.21.48. 98 wavicle.210.Papua Nugini. 100 Vietnam.82.151 Tibet 98 Tiger Leap Gorge. 214 zombie.196. 137 Y Yahweh. 56. 45. 46. 16 Sodom dan Gomorah. 173 serotonin.202. 59. 115 portofolio. 7 rosario. 222 sinyal lokal 137.223 San Fransisco. 189 soliton.112.133. 6. 217.130 puzzle.75.110. 98. 141 R rafting.196 spirosit 196 stabilo. 5 transenden. 9.7.139 U UFO. 67 vibrasi. 93 Toffler. 7.108. 107 pemburit.215 Surabaya.21. 7 probabilitas.!.106.15 relatif. 33.209 tangled hierarchy.173 rolet Rusia. 144 turbulensi.187 psikologi transpersonal 49 Psiloeybw?.48 resisten. 11 Sotipisme. 92 tsunami. 20. 6.44 pikiran.169.

[ Arswendo Atmowiloto ] Novel ini. [ Jakob Sumardjo ] Di tebing akhir Supefnova akan muncul sebuah kalimat besar yang bisa jadi kunci segala macam fanatisme yang kini tengah mengoyak negeri ini: Matilah terhadap segala yang kau tahu. saya an hanya merasakan. [ Sapardi Djoko Damons ] Mereka yang oleh sebab kebiasaan lama terlalu membedakan fiksi dan nonfiksi. mungkin kecewa dengan buku ini. girl! UNDERGROUND RULES!!" [ Arian. Dengan pengalaman menulis sendiri dan aa membaca karya-karya sastra selama puluhan tahun. 169 zona kuantum. Begini. ( Tauffq Ismail ] "Diva tuh karakternya gua banget. musikus ] "Nama saya Yasep.. [ Sujiwo Tejo J **~' Sebuah novel yang menarik dari angkatan muda kita. mitos dan fiksi. Penelusuran nilai lewat sains. [ Or. psikologi. sahabat agak kege-eran ] "You rock. cuma saya terlalu malas menulis. sahabat. Tapi tidak bagi yang selalu bergairah menyongsong segala hal yang tumbuh. Bambang Sugiharto ] Kehangatan yang menyengat yang ditawarkan novel ini unik. Menentang nilai-nilai lama dengan mengajukan argumentasi-argumentasi baru. agar pembaca memiliki persepsi baru tentang keberadaannya. merupakan perwujudan dari kebudayaan kita yang sekarang diguncang oleh tidak adanya makna yang bisa dijadikan pegangan. dan suka ikut-ikutan. Sangat menarik.268. jadinya . . terutama penyusunan dialog dan komposisinya. novel ini mungkin bahkan penting. I. unik. sebenarnya saya mau memberitahu kalau Dewi itu pengagum saya. Sebetulnya semua ini adalah akibat diskusi-diskusi dengan saya. Tak hanya menggoda. tapi juga terseret di dalamnya. [ Putu Wf jaya ] Salah satu kesegaran baru yang muncul dalam sastra Indonesia tiga tahun terakhir ini. spiritualitas dan percintaan yang cerdas. Thanks. sahabat. panggilan Joshep atau Josh.. 6 Sebuah petualangan intelektual yang menerabas segala sekat disipliner. baru dan memukau. Wi." [ Tri. religi. semacam perselingkuhan visioner yang mempesona antara fisika." [ Joshep. dan mengguncang. Inilah karya sastra intelektual bergaya pop art yang sepenuhnya bermain di dunia hakiki.

McepaT PULans. Zjar. ayam. Selamat kanggu Mbak Dewi. tw— iMtkaTan . bo! Gue capung ngurusin produksi elo. Lucu.Jkt] "Aduh. Jangkar sering-sering. " [ Mulki S Ridhan. Kreatif. 23. Ceritanya Mbak Dewi buanget. Mama pemilik: Dewi Lestari/D ee/Keluarga Simanguneong. dan kadang-kadang printer. pasang Iklan ] "Novel sing ditulis Mbak Dewi pancen bedo karo novel liyane sing ernah tak woco. manajer produksi berkepala Andre Agassi ] Supernova 23 AVAILABLE IN CASSETTE &amp. anakku bisa buat buku rupanya." [ Arina. Kami semua me^msuKanmu Bagi gang menemukan harap Hubungi Truedee Book* (alamat ada di "halaman depan).rekan curhat. kucing. Kapan selesainya sih ini semua? Tengki bensin aja. tanpa kacamata ] "Saya berubah pikiran. Tapi Supernova ono kata-kata sing kurang tak ngerteni.. seekor anjfng roft STamoyed jantan bernama BHHueard aliftjtf Blizzg." [ James. kecoak. Prejvtaflri: model untuk cover album Rida. Kece. teman menunggu di percetakan ] "Khemod.'ar. Puspita bambang." [ Khemod." [ Mariyanti. dan amat jinak.5 tahun No ta-too di "kuping: C7S 16 CSriciri Bpeeifik: Tidak pernaH menggonggongi manusia. sing isine soal percintaan remaja sing jorok (an urang mendidik. pembantu ru mah tangga di kawasan Slipi . Panggilan mayang: Blijar. buzz y. deh. Tapi kenapa hurufnya kecil kali kau buat?" [ Ayahanda. sahabat." Tidak seberat yang dibilang orang. Korban. Kepepet. Usia: 3. Agak bodoh. sahabat. Karena puji-pujian hanya untuk Tuhan. numpang beken ] "Tak kusangka-sangka. asal Ngawi. neeh . Rariaki i Hi WkaJtakn bertanda khusus. penggemar komik ] "Sampaikan kritik dan saran untuk Dee. CD OUT OF SHELL Gratis Kompilasi Pufsi untuk setiap pembelian CD/Kaset "Out Of Snail" bagi yang sudah memiliki/mernbeli SUPERNOVA. SuW&amp. adik. Baik. Vokal cenderung lebih tinggi dan cempreng dibandingkan Hamouod Jantan lainnya." [ Nia.-. Sita. Dewi gang ke-3 ("Satu").. cewek-cewek . Bandung. ya. krisis Identitas ] t "Hai. Hanya tikus. Aku enggak rrgiro iso ketemu langsung! Matur nuwun.. Lokasi TJCP: Jalan Patrakomala. Kesepian.

Simak baik-baik. Puteri. atau hubungi posko-posko Perjuangan Truedee YESSl di manapun itu berada. "Ksatria. bersama-sama para balon (bakal calon) ide lain seperti teori terbaru tentang lubang hitam. 1 Baiklah. berikut adalah hal-hal yang selama ini menjadi keresahan masyarakat terhadap Supernova dan perlu kami sikapi dengan sungguh-sungguh: 1. Ini amat penting. atau strategi politis terbusuk. Srudooks membuka peluang penuh untuk kamu-kamu yang ingin berbagi rezeki dengan kami dengan ikut menjual Supernova. tergantung pada kemurahan hati atau terjepit tidaknya kondisi finansial sang penjual.menarik dan keuntungan seumur hidup. di gunung ataupun di pantai. Supernova akan hadir dengan judul episode berlainan yang orisinal. seperti 'mie'. Supernova yang dicetak di atas kertas koran/buram. 3.500 perak. bahkan di Mars kalau memungkinkan. di kampung maupun 'di kota. Justru untuk menghindari pembajakan. teknik kloning paling kini. Sejak masih menjadi embrio di jagad inspirasi sana. seperti terobosan jenius sinetron "Tersanjung". 3. bisa saja kami mencantumkan: SUPNOV KPBJ 2 oleh: D-RSD. tidak peduli kulit. Supernova sudah direncanakan untuk menjadi cerita serial. dan masih mungkin terjadi variasi harga di pasar. kami memutuskan untuk "membajak" barang kami sendiri. bukanlah barang bajakan. A. atau memang pelit. misalnya. Atau untuk menyenangkan Kang Wawa akan kegemarannya pada abreviasi. dan tempat-tempat lain di seluruh pelosok negeri. 2.S. Jadi. dst. sekaligus menjadikannya terjangkau bagi kalian-kalian yang mengejar isi. (artis selebritis). dan Bintang Jatuh 2". ehm. Bukan 'de\ Bukan juga 'deee' (tetap bunyi 'e' tapi panjang). Untuk distribusi. khusus di kampus. silakan hubungi alamat kami di halaman depan. dan dikenal dengan nama gaul: "edisi hemat". Harga resminya 16. untuk menunjukkan keseriusan kami. Dan yang . atau 'gigi'. 4. Kami pun tidak akan memunculkan nama Supernova 2. Nama "Dee" diucapkan dengan bunyi 'di'. Ehm. bukannya karena semangat ingin punya sekuel karena terbilang berhasil di gebrakan pertama. 4.

kami tegaskan bahwa Srudooks tidak menyembunyikan/ memperkerjakan/ menyewakan Diva.. sekaligus terpesona? Begitu banyak tanggapan yang datang sehubungan dengan jumlah footnote di Supernova. Footnote. kami akan menganjurkan secara intensif agar Dee mulai membaca buku yang lebih praktis seperti memasak dan berkebun.com. bukan 'de'e'! 5. tetap membaca situs Truedee. 9... katanya. Dee BELUM PERNAH membaca "Sophie's World" atau "Dunia iSophie* karangan Jostein Gaarder.1 Tidakkah kata itu membuat Anda gila. aneh. tidak perlu. Mungkin sudah saatnya kami mengkonfirmasi ulang bahwa Supernova adalah cerita fiksi. 7. Namun sesungguhnya. vi Dee 6. dan bukannya diam di area abstrak sastra sehingga mudah berkelit ke kanan dan ke kiri dalam nama Seni.paling pasti. Dee memang memiliki selera bacaan yang aneh untuk seorang. Setiap pagi. melainkan karena footnote adalah bagian dari kultur dan etos kerja kami. Dee tidak pernah chatting dengan nick "Supernova" di channel apapun. intimidasi lainnya. kami jamin . FOOTNOTE! YESS!"2 10. Tapi sekedar pemberitahuan. sebelum bekerja.. atau menjadi peternak anjing sesuai . Dewi Lestari. Kami dapat mengerti apabila hal tersebut lantas menggerahkan banyak orang. di tengah kesibukannya yang super padat akan tidur siang. kami tidak sekedar menggunakan footnote karena banyaknya istilah asing atau ilmiah yang perlu diberi keterangan tambahan. dsb. 8.bahwa Dee. Mungkin suatu saat nanti. khususnya guest book. terutama karena ia begitu berani memuat sekian banyak pengetahuan empiris untuk fiksinya. Fiktif. Karena itu. staf Srudooks melakukan pemanasan berupa gerakan senam sehat diiringi musik house-mix mutakhir. Kalau sudah ada yang mau meminjamkan atau memberi gratis. Kami menjamin keaslian identitas Dee di komunitas tmedee-ustfSvahoogroups. sambil meneriakkan yel-yel: "F-Q-0-T-N-O-T-E! Footnote! Footnote! Foooot. Banyak yang bilang itu mengganggu. Karena itu. Walaupun harus menggunakan ancaman kekerasan dan berbagai bentuk . Tak terpisahkan.

Dan karya yang dilahirkan ibarat air nan bergulir bebas di lereng perasaan dan pikiran. Ada budi ada. menggunakan kombinasi taebo." Plus. cool.. Final remarks dari Si Truedee Books. 11. Sekelompok anak muda kurang kerjaan yang ingin eksis. Wati. dan senam kesegaran jasmani. satu permainan kombinasi pelik simbol/angka dan huruf yang akan menstimulasi otak Anda: "Ca 150 Yang. Menulis adalah perjalanan menuju satu kelahiran.dengan cita-cita luhurnya. dilarik dan udara ke arah pinggang. satu slogan emas yang hingga detik ini masih dipakai sebagai penghias pantat truk di seantero Nusantara: "Kutunggu jandamu. Untuk menyambut piknik perusahaan kami di Kebun Binatang akhir tahun ini." Asoy Geboy Gedebuk Enjoy] Srudooks. kami akan membuat tarian footnote akbar. Pertunjukan ini akan digefar dekat area burung unta. Ia dapat tertahan di semak. dan wajah distel optimis. Dan sebagai penutup. karena tetap saja ada perubahan apabila Anda cermati dap mulai cetakan pertama sampai sekarang. disinkronisasikan dengan lutut kiri yang mengangkat manis. di bagian rumput yang tidak terlalu becek. Iklan album solo Dee "Out of Shell" cuma main-main (bo'ong. bahkan galaksi sekitar: supernova vii "Ada ubi ada talas. deng! ©). Seserius-seriusnya. Who knows? Beginilah kami. . . Huruf "sss" diucapkan dengan esktra desis. nge-tren. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih cup-cup mmmuaah. Itulah dia si jali-jali. Entah apa nasib cetakan berikutnya. full colour. yang sebenarnya tidak pernah final. untuk kamu-kamu yang sudah patuh untuk membaca Cuap-cuap ini. en tetap funky. Iklan kehilangan anjing di halaman belakang adalah serius. siapa tahu nanti kami muncul dalam format foto keluarga.. Ia bisa hinggap di akar yang merambat.. 12. pastinya kami akan kembali mengutip satu peribahasa besar yang niscaya sanggup mengubah wajah dunia. Namun ia juga bisa menggelinding lancar untuk melebur dalam samudera luas. tanan kanan mengepal. Tak ada yang dapat menghitung berapa ceruk di lereng itu. 2 Gerakan "YESSTiiii adalah gerakan penutup yang klasik punya. body language." Dan yang paling Anda tunggutunggu..

Hagi Hagoromo &amp. Wahyu. dan persahabatan . Popon. Para 'penggembira' yang amat berjasa: Hikmat &amp. semua sahabat yang pernah mampir memberi saran atau sekadar numpang minum kopi. Dari refleksinya terlihatlah keluasan samudera yang tak pernah surut. Clay &amp. Nia &amp. Hans. Ninun. dan Hermawan Aksan. dan Melvin. Agus Ebreh. Bambang Harymurti. Vivi WHK.. Myrfa. Whani Darmawan. 3t^l Jadi jangan heran.com. Regu 'Gawat Darurat' Truedee: Nurdin. Rileks. Hadir lewat canda. Ani. Troy. Edwin "Ewink" Irvanus. dan dukungan mereka. esp. Dissy (Bintang Millenia). Nova Nugraha. Syahrul di Ciganjur.. dan Adrian Darmono (for always believing in my writing talent). Arie. Pim-pim. Didi. ketulusan. ATapitupulu. Wawan Sofwan. Rossi dan. Dan yang tak akan terlupakan: Reza Pamungkas. Jeroen Hehuwat. Fuad Hassan. Dan terimakasih tak berujung pada: Erwinthon P. Abang Edwin SA. Dr. mengucapkan terima kasih pada staf Srudooks: James Erlangga. Dian. apabila di kesempatan edisi evolusi ini (saya lebih suka menyebutnya demikian daripada "edisi revisi"). dan kehadirannya semenjak kukecil dulu. sebisanya. Ia hanya akan mengalir. terutama bagi orang-orang yang hadir bak air mata sejuk. Wien "PasarbukiT Muldian. Yeni (dan Saeful-nya). Joshua Barker. Awuy. dan menyaksikannya tumbuh. Paul &amp. Rida. Inilah saat hati membungkuk. £^ Terkhusus untuk para proof-reader yang amat" saya hormati: Prof. Tommy F.. masukan. untuk semangat.. Bpk. Tagor Siagian. Sim Comm. Namun di titik ketika inspirasi datang berbisik. Sita. Landung Simatupang. ada kesegaran yang tak terusik.Tak ada yang tahu seberapa gerah tetumbuhan di sana. Adam Herdanto Features dan seluruh kru. desainer andalan kami: Teple dan Roni. Musyawarah Burung. Lia (MQ). dalam sekian banyak benak yang berbeda. saya hanya ingin meluaskan ucapan terima kasih. Myrfa (sekali lagi). Tak lupa pula mereka yang memberi dukungan pada Supernova sejak masih jadi embrio: Miftah Fauzi. Itulah satu kesimpulan kecil dari pengalaman saya "melahirkan" Supernova. Ridhan. untuk kerja keras. tawa.

ijinkan saya tersungkur dalam rasa cinta.yang melalui cerminnya telah mempertemukan saya kembali dengan Kekasih Jiwa. Laksmi &amp. Ayahanda . Ibunda .the eager Redder and a lifetime Motivator. semua organisasi. Winfred (Aksara Bookstore). Berbahagialah kamu di manapun kamu berada kini. untuk segala kenangan di ruang kerja dan kecurigaannya pada printer. untuk dukungan dan kepercayaan yang mendalam.• lila Menangis••Raping 17 Dua Idiot Abad 21 Roping Cyber Avatar Keping PT Tsunami Hati Raping ?B] Di Celah Pikiran H IA 3M 3b HE Hb 51 71 7M AM 12 It 1D2 107 115 122 123 13b mi ma r Titik Bifurkasi raping | Pelajaran Terbang Keping 53] Kiamat Personal j cm I Ksatria Schrtfdinger 25 Di .the best Listener. eh f" Raping Cinta Tidak Butuh Tali Raping 10 Kekekalan adalah Chaos Raping Si Pencinta Alam Raping*^ Un Sol Em Noite Raping 13 Tuhan Maha Tidak Romantis Raping IH Sebesar Cinta itu Sendiri Keping 15 Ia Sedang Kasmaran. anjingku tersayang. Siswidiani. Also Blizzard. komunitas kebudayaan. Sekarang. Enggar.the best Editor. Triawan Munaf. Vanda. LIP Bandung. the mast loyal Companion. dan juga mahasiswa yang bergerak atas aspirasinya sendiri untuk mengadakan diskusi di Supernova di kampus/ markasnya. namun ada satu anak kunci yang menetap abadi: sang Kekasih Hati . Joshep. saya persembahkan kisah ini. sahabat tersinting yang saya harap tidak pernah sembuh-sembuh. unit kemahasiswaan. Also. sejuta kisah cinta akan datang mengilhami. Tri. ~ D Keping4 Yang Ada Hanyalah ADA Raping1 Ksatria ¦Raping~ Keresahan yang Terabaikan Raping Puteri Keping* Tanda Tanya Agung Keping "Reversed Order Mechanism" Raping Bintang Jatuh Raping 'Such a Small tilorld-. Tak ketinggalan keluarga saya tercinta: Ian . Richard Oh (QB Bookstore). Eaginyalah.. sahabat tergila yang selalu mendukung 'kegilaan' mimpi. special thanks to: Takashi Ichiki (Kariage Kun's fellow fan©). Wahyu Rinanto. Sejuta teori akan datang dan pergi. Imelda the Brainstormer.the Energizer.. Key .. Arina .iman.the greatest Supporter. Tri Suharmoko.

Bagi duniaSupernova bukan okultisme.Bukan institusi religi. «lampaui . Tap i n jangan terlalu cepat berkecil hatiDalam kompleksitas struktur dan mekanismenya-. bahkan daftar belanjaan—untuk menunjukkan simpulsimpul benang perak dalam jaring laba-laba kehidupan156 IbM lb7 175 160 16M 110 201 20b 213 220 22M 227 226 830 informasi ini melalui filter Anda Cirnaia.Anda bukan Murid-Saya hanya pembeber fakta-Perunut jaring laba-labaPengamat simpul-simpul dari untaian benang perak yang tak terputus¦ Hanya ada satu paradigma di sini: KEUTUHAN-Bergerak untuk SATU tujuan: menciptakan hidup yang lebih baik. ada satu pola sederhana yang bisa kita tangkap..Dasar Jurang 21 Opto i Ergo Sum a? Semesta Memutuskannya 26 Selamat Pagi-.Bagi kita.. Untuk benar-benar HIDUP relatif yang serba tidak pasti ini-.Bukan kursus filsafatSupernova akan mengolah apa saja—sejarah-» mi tos n sains-.UP. balita_ .Kita berusaha memuat apa yang hanya bisa dijangkau abstraksi bernama "iman" ke dalam sel-sel otak kita yang usang.ranVda dala. dan transformasikanlah sesuai ^gan^.Kita berusaha mendeteksi gerak-gerik sesuatu yang kecepatannya melebihi cahaya. 1)1 9 ha"Va~-bisa menjaminkan satu hal: perubahan saya na y terhadap hidup akan berdampak b:rsaarPpadan9dunia. Kesempatan A"° HT1&gt.lah TAHAN KANAK-KANAK • -£J iniian untuk bermain dengan hidup.Mungkin malah terlalu sederhanai sehingga pikiran Anda yang sudah terbiasa hidup dalam kepelikan tidak akan sanggup menerima* N amun itulah yang berusaha kita pelajari: bagaimana satu kesederhanaan dapat memecahkan semua kompleksitas* Saya bukan Guru. Koevolusi 25 Pernahkahi Supernova? lu Cermin yang Hidup 31 Jaring Laba-laba Keping 35 Individu Hanyalah Ilusi Keping 33 Segalanya Ada Padamu Bibliografi Indeks Komentar Pakar 152 Komentar Non Pakar 231 SUPERNOVA Diperuntukkan bagi Anda yang ingin HIDUP Selamat Datang* Apa yang hendak disampaikan di Supernova bukan sesuatu yang mudah dipahamiKita berusaha merangkum sejarah miliaran tahun.

Wajahnya yang manis membuat ia selalu nampak tersipu-sipu." ^Bagaimana perjalanan dari Baltimore tadi?" "Yah. Masing-masing bersama rombongan teman yang berbeda. Semangat musim panas sanggup membuat sesedangberbuat di luar kebiasaannya. guratan wajah yang tegas. mereka bertemu di Georgetown—tepat di bawah plang Wisconsin Avenue— bermandi teriknya matahari musim panas Washington DC. DAN BINTANG JATUH KEPING Yang Ada Hanyalah ADA Kedua pria itu duduk berhadapan. Sementara dari gayanya. Tidak ada yang spesial. Kehangatan terpancar dari mata mereka." Yang Ada Hanyalah ADA "Saya dengar 295 North dari arah New York Ave ditutup./ kuper—yang cuma cocok bersosialisasi dengan buka. di sofa. George Washington University." Dhimas memperkenalkan diri. Namun hari itu memang^rrTeda. Tidak lagi bergejolak. sehalus paras dan penampilan orangnya yang terawat. Malam itu keduaj^iftbongan yang tidak pernah bergabung sebelumnya^akhirnya sama-sama terdampar di Watergate Coridpjnhimm. di atas karpet. Dimulai dengan makan malam hingga ber-"pestakimia" kecil-kecilan. Berbeda dengan dirinya. sampai semua orang terkapar tanpa terkecuali. Hangat yang nampaknya kekal. Masa sepuluh tahun tidak mengaratkan esensi. Dhimas langsung tahu bahwa Ruben termasuk geng anak beasiswa—orang-orang sinis. bahkan di kamar . tetapi hangat. di kasur. "Dhimas. "Ruben. Bukankah itu yang semua orang cari? Sepuluh tahun yang lalu. banyak yang tidak saling kenal.apa yang bisa Anda bayangkanSUPERNOVA <p>KSATRIA. dan perkenalan keduanya pun berlangsung datar-datar saja." Nada itu terdengar angkuh. Johns Hopkins Medical School. PUTERI. lancar-lancar. dalam satu unit apartemen mewah milik kawan ^^DMmas. Rasa itu memang masih ada. terasa halus. Ruben menyambut tangan itu. sekalipun menyusutkan bara. Ruben pun langsung tahu bahwa Dhimas termasuk geng anak orang kaya^alangan maliasiswa Indonesia berlebih harta yang tidajr^iernah ia suka." "Kami lewat GW Park. setegas jabat tangannya.

bekerja langsung pada reseptor serotonin di otak.mandi. Gila. Kekurangan serotonin berimplikasi kuat pada depresi dan beragam penyimpangan emosional. Walaupun demikian. Begitu sistem mencapai titik kritisnya.. Obat-obatan rekreasional seperti LSD. Sorot matanya menyeberang jauh. sesungguhnya chaos dan order hadir bersamaan. Sejak pertama kali Ruben membaca ulasan Benoit Mandelbrot—seorang matematikawan Prancis yang dengan 1 Senyawa amino yang terdapat antara lain pada darah dan otak. rasanya luar biasa. Mescaline. A milestone!" "Apa yang kamu lihat?" Ruben melihat sekeliling. antara keteraturan dan ketidakteraturan. Ini adalah momen yang tidak ada duanya.1 Sesempurna apa pun sebuah tatanan. " Dhimas menyahut dengan senyum tolol. sejauh ini para ilmuwan meyakini bahwa konsumsi serotonin yang diproduksi secara sintetis dapat mengakibatkan saraf-saraf otak terpacu dengan berlebihan sehingga mengakibatkan kerusakan tertentu." "Tapi kok ada orang-orang yang malah tidur? Aku tidak mengerti. Supernova revolusioner membuka gerbang baru untuk memahami ilmu turbulensi—ia pun langsung merasakan secercah keindahan harmoni antara dua sisi cermin kehidupan. "Badai serotonin. order dan chaos. berfungsi sebagai hormon dan juga neuro-transmitter. "Ini badai serotonin1 pertamaku.. . Jangan suruh bicara dulu. yang di antaranya terdapat olesan selai sebagai perekat. ia pun lepas mengobrak-abrik. Psilocybin dan Ec stasy. Selai itu adalah zona kuantum. membayangi seperti siluman abadi. Bagaimana ia mampu menjelaskan ini semua? Ia baru saja menemukan cermin yang selama ini ia cari-cari dan sekarang sedang menikmati refleksinya. rimba infinit di mana segalanya relatif. Bahkan dalam keadaan yang nampaknya ekuilibrium atau seimbang. serotonin pun berperan penting dalam penciptaan rasa damai dan tenang. "istilah yang bagus.. yang tertebak dan tidak tertebak." ujar Ruben.. Tinggal alunan sayup-sayup musik trance ditambah suara dua orang bercakap-cakap. Sebaliknya.. seperti kue lapis. dapat dipastikan chaos selalu ada.

dalam hidup organisme sesederhana bakteri sampai ke interaksi antarplanet di Bimasakti.. Keterputus-putusan. tak lebih signifikan dari bunyi "kresekkresek" gelombang radio yang tak pas atau gambar statis sesudah acara televisi habis. Dalam realita. realita yang bisa dicicip ataupun dihiiup baunya. serta loncatan kuantum. Di kehidupan sehari-hari kehadirannya dapat terasa dalam bentuk intermittency atau ketidaksinambungan. yang telah berabad-abad mendominasi dunia sains. seringkali. Keteraturan mau tak . Tapi kehadirannya selalu dianggap sekadar keberisikan. maka ia harus siap-siap terguncang setiap kali memasuki area abu-abu dimensi kuantum.apakah sebenarnya dirimu wahai turbulensi? Di mana engkau sembunyikan wajahmu? ] Turbulensi dapat dianalogikan sebagai pigura hitam yang membingkai setiap kepingan gambar dalam reel film. Yang ada Hanyalah ada probabilitas. potensi. Karenanya. sudah saatnya dunia sains mengalami turbulensi yang sesungguhnya. turbulensi ibarat sebuah "Dapur Agung" yang transenden—tak terikat ruang dan waktu. tidak pernah memberikan perhatian pada fenomena ini. yang ketika diputar dengan kecepatan 24 frame per detik mata kita tidak akan melihat bahwa sebenarnya film tak lebih dari potonganpotongan gambar dan bukannya kontinuitas. Sains. Sains ternyata tidak selamanya objektif. Dan bagi manusia yang melihat dunia hanya hitam dan putih.kumpulan potensi dan probabilitas. berinteraksi dengan sinyal-sinyal nonlokal—tempat diraciknya semua 2 Teori tentang sistem yang deterministik tetapi pergerakannya sangat sensitif terhadap kondisi-kondisi inisial sehingga tidak memungkinkan adanya prediksi jangka panjang.. relativitas bagaikan kiamat bagi yang mengagung-agungkan objektivitas. harus subjektif. Namun sekarang. Lalu dari -dapur tersebut tersajilah sup kehidupan yang nyata dan terukur. Paradigma reduksionisme. Turbulensi hadir di mana-mana. bahwa cara pandang reduksionis dan fisika klasik para Newtonian tidak akan sanggup memblokir refleksi dari cermin kehidupan. [ Lalu.

Malam itu. atraktor adalah region magnetis yang memiliki kekuatan dahsyat untuk menarik seluruh sistem ke dalam dirinya. sampai akhirnya muncul lagi titik-titik kritis yang mampu mengamplifikasi feedback dan menghadirkan bifurkasi baru. Sesudah menjadi stabil» sistem yang telah melewati bifurkasi menjadi resisten terhadap perubahan hingga periode yang teramat panjang. IlyaPrigogine—salah satu ilmuwan kontemporer yang menjadi pionir dalam penelusuran tentang nature chaos dalam sistem— menempatkan bifurkasi sebagai konsep esensial. Sama halnya dengan otak yang merupakan organ nonlinear tulen. terdiri dari ganglia yang mengirimkan impuls saraf. 5 Jaringan saraf dalam rongga abdomen. 4 Secara etimologis. menemukan dirinya ternyata berasal dari sebuah Maha Ketidakteraturan. bifurkasi berarti titik percabangan. terjadi fluks hebat yang mengocok-ngocok solar plexus5 Ruben.* Tonggak sejarah bagi sebuah sistem untuk berevolusi. Terciptanya sebuah sistem pada dasarnya diakibatkan at r aktor3 yang terus-menerus melakukan feedback atas dirinya sendiri. Beberapa asumsi mengatakan bahwa yang disebut dengan "hati" atau pusat perasaan manusia . sampai terjadilah apa yang dinamakan bifurkasi. Fase penuh kebimbangan itu lalu mencapai kulminasinya. atau justru menstabilisasi sistem melalui perubahan yang dihadirkannya. Lebih tepatnya. tepat di jaringan 3 Pengertian tentang " atraktor" secara sederhana kurang lebih dapat digambarkanjnelalui ayunan pendulum yang pada akhirnya berhenti di satu titik. ataupun denyut jantung yang tak beraturan. hingga tiba di titik di mana ia mengalami f luks. Ia dapat merasakannya. telah menciptakan order untuk seorang manusia dapat hidup. Bifurkasi dapat membawa sistem meruntuhkan dirinya menuju chaos. berlokasi tepat di depan aorta dan di belakang perut. Titik istirahat si pendulum itulah yang disebut para matematikawan sebagai titik atraktor.mau harus berkaca. Proses arus-balik itu kemudian menyebabkan sistem teramplifikasi. atau titik baku. atau disodori "pilihan" untuk berubah.

. Mata Badai.. clarity. Ruben ingin meledak rasanya. batas-batas terangkat. sesuatu bergolak.. tanpa pernah melebar dan terurai seperti ombak normal lainnya. menggunakan potensinya untuk berkreasi. berekspansi.. tidak ingin ke mana-mana... Persamaan matematis yang digunakan untuk meneliti fenomenon ombak soliton juga . Tidak ada sebab dan akibat. Sia-sialah orang yang berusaha menjadi batu di arus ini. Ada. Ruben mengangkat kedua tangannya. dan ia berada di tengah-tengahnya. dalam tangis dan tawa. berevolusi. dan ia pun tercekat. semua sekat dan kerangkeng pikiran terbuka.. ia pun tertawa lebar.sesungguhnya terdapat di solar plexus. Terus berjalan tanpa putus bagaikan ombak soliton6 mengarungi samudra.. immortal. dirinya pun diselimuti kabut itu. sekelumit rahasia semesta terungkap di depan matanya.. "Aku melihat kejernihan... Tidak ada ruang dan waktu. Pola-pola medan energi mendadak muncul dari bidang dinding. 6 Satu ombak penyendiri yang mengarungi lautan dengan bentuk dan kecepatan konstan. Dan apabila ia mampu mengidentifikasikan dirinya dengan pixel-pixel itu— bukan tubuh seorang pria bernama Ruben—maka berarti dirinya. menjadikan keping-keping teori yang selama ini terpecah-pecah tiba-tiba terekat menjadi satu. karena sesungguhnya justru dalam ketidakpastian manusia dapat berjaya. Terus bergerak. Bagaikan pixel-pixel televisi yang membentuk citra warna-warni. Tidak ada awal dan akhir. Dan di tengah ruang tamu itu.. Yang ada hanyalah. dunia materi ini. Perlahan. Dan ketika pandangannya menyeberangi selimut itu. 7 Supernova simpatis di depan aorta dan di belakang lambung. ia menyaksikan bagaimana Gelap dan Terang telah bekerja sama menghadirkan realita. yang menginginkan kepastian ataupun ramalan masa depan. Perlahan Ruben melihat selimut kabut yang meliputi semua benda dan sudut. ternyata hidup ini cair. Inspirasi halus yang hinggap di sukmanya telah mengamplifikasi seluruh sistem pemahaman yang ia miliki. Fisiknya adalah gambar proyeksi semata. Ternyata. Ia berada di titik bifurkasi. dan pixel-pixel itu bergerak mengarus.

ya.. serotonin agaknya semacam deterjen otak." "Jika terlintas hasratmu menatap keindahan yang kami puja/Lihat ke dalam hatimu dan bayangnya pun kan nyata/ Jadikan hatimu cermin dan berkacalah di sana/Temukan keagungan Sahabat nan mulia." "Aku ini seorang pujangga. Aku me-maha-mi. Kamu yang kuliahnya di Johns Hopkins.. Ingat. Gampang.. teori chaos. . "Tidak ada lagi pertanyaan soal waktu. kupu-kupu Lorenz. orang-orang yang sedang bermeditasi itu kadar serotonin di otaknya langsung meningkat. dong/' "Eh. kok.. Dhimas. jangan bikin jadi bad-trip. salah satu mistik Sufi. Sekarang kita boleh menganggapnya hal kecil." "Seorang kapiten juga boleh.." "Jadi kita lagi meditasi? Enak juga." "Aaah. "Semua gara-gara serotonin. Nggak usah susah-susah atur napas. Kamu tahu. Yang Aoa Hanyalah ada semuanya hadir di sini.." "Heh." Sorot mata Ruben yang tadi terbang mendadak jatuh. "Ah. Mereka memproduksi serotoninnya dengan alami. seharusnya malam ini kamu bisa jadi apa saja. sebenarnya tidak ada yang namanya.. Dualitas Elektron. kadangkadang aku berpikir semua itu berasal dari satu Kotak Pandora. kapan lulus kuliah.dimanfaatkan pada riset fusi nuklir dan s u per konduktor." Dhimas menuding balik." "Semua karena kejernihan. Aku kan bukan calon dokter.. Ia menatap Dhimas tak percaya.. kuis. "Kamu pernah belajar teori chaos?" "Excuse me? Teori chaos? Aku baru saja menggubah puisinya Attar.. Tinggal telan. teori relativitas/ fisika kuantum." "Ah... "Aku melewati itu semua. jalan pintas.. assignment.. ngerti? Paradoks Einstein-Podolsky-Rosen.. ya?" "Mana saya tahu.aku akan merekonsiliasi pertentangan para materialis dan idealis! Materi dan nonmateri! Sains dan mitos! Semuanya terbayang jelas!" Ruben terus menyerocos penuh semangat." ia berusaha menjelaskan. itu semuanya debu!" potong Ruben keras..." "Tapi bukan itu masalahnya. ya! Sufisme." "Kucing setengah hidup-setengah mati itu?" ".. padahal ini ibarat utang besar yang harus dibayar tubuh kita. terbata. tidak pakai bantuan eksternal macam begini. Paradoks Kucing Schrodinger.

ya?" Ruben terperanjat. dan -punya stok Indomie berdus-dus. Dan cermin itu sangat dekat.." "Berani taruhan. karena aku pasti ikut summer class." potong Dhimas. Tentang diriku. sih. kamu bagian terindah dari tubuhku1!" Dhimas sekilas melirik Ruben yang terkapar di sebelahnya. serotonin.." 10 Yang ada Hamkalah a "Oh... "Janganjangan. Tidak cuma sebelah. tadi cuma percakapan dalam otakku saja. "Lho." "GayV Dhimas terlongo. sorry. dong. "aku sebenarnya. dari tadi kamu belum ngomong soal itu. Orang terlalu banyak uang dengan orang yang terlalu miskin akan bertemu di titik yang sama. Kamu kok mampu mengapresiasi sebegitu tinggi. beres.. atau anak orang konsulat. Kamu sadar betapa indahnya puisi itu? Dan betapa relevannya dengan apa yang kubilang tadi?" "Memangnya kamu bilang apa?" "Bahwa kebenaran yang utuh baru kamu... beda bahasa." "Wow!" Ruben berdecak kagum." "English Literature. Kebanyakan orang cuma menganggapnya rekreasi dangkal." "Jangan belagu." "Kalian kebanyakan duit.." "Ruben. atau anak jenderal. Jadi. g iman a kamu bisa. atau ambil course. ya? Tapi kok rasanya sangat riil? Luar biasa! Oh.hanya beda zaman. "Aku salut. kamu barusan mimpi. Begitu stok habis tinggal telepon mami-papi. Mentang-mentang dapat sponsorship. Aku kok jadi ingin jujur tentang sesuatu.. "Mana mungkin? Bukannya tadi aku menerangkan konsep Mandelbrot? Turbulensi?" Dhimas menggeleng dan tertawa kecil. katamu tadi. Sama-sama krisis apresiasi. jangan dipukul rata.?" Ruben tertawa keras. Kenapa?" "Bisa jadi kamu benar.. atau cuma metafora. Ngigau. ambil major marketing atau business administration." "Mengagumkan. serotonin adalah deterjen otak?" "Itu baru hipotesis. "Ternyata lebih parah lagi. "dan tidak pernah pulang waktu summer. setiap summer atau vtinter bisa pulang ke Indonesia. Cuma masalahnya.. dapatkan setelah melihat kedua sisi cermin kehidupan. kamu pasti anak konglomerat." "Dalam hati kita sendiri?" "Aku lebih suka: dalam setiap atom tubuh kita. Kepalaku juga rasanya jernih." terdengar suara menelan ludah.. "It was so .

. zat keparat ini akan mengendap di sel lemak sampai bertahun-tahun. aku harus membuat satu karya. . "katanya. berarti mereka juga. Senyum yang menyuruhnya tidur saat ia keseringan begadang karena menyusun makalah seminar.. my friend. katanya kalau sampai aku dipanggang di neraka bersama para pemburit seperti nasib Sodom dan Gomorah. sepuluh tahun juga buatku. apartemen kamu yang katanya di Dupont Circle. kepala Ruben otomatis menoleh. Satu tulisan atau riset yang membantu menjembatani semua percabangan sains. Sepuluh tahun buatmu. Satu masterpiece. kamu kelihatannya sangat." "Time flies. Pikirannya kini menjejak kokoh ke tanah. ya?" Dhimas tidak mampu berkata-kata lagi. Tolong jadi saksinya. Sepuluh tahun berlalu. Hebat." "Berarti satu waktu kita akan kembali ke momen ini lagi? Haleluya!" "Dan semoga." "Sangat 'laki? Siapa bilang jadi gay harus ktemakklemek atau ngomong pakai bahasa bencong! Gini-gini aku sudah 'coming ouf dari setahun yang lalu. kalau saat itu datang. "Eh." Ruben sudah berhenti melayang. "Tidak mungkin. Merasa konyol. Orang tuaku juga sudah tahu. Ia serasa menemukan pahlawan sejati. "Aku ingin membuat ikrar. "Ikrar apa?" "Sepuluh tahun dari sekarang. dan kamu harus fly dulu untuk ngaku?! Ha-ha-ha!" Dhimas ikut terbahak." "Fine. Senyum yang mengantarkannya naik ke podium dan berpidato saat diwisuda dengan predikat cum laude. mereka bakal minta ke Yahweh untuk ikut dibakar. Satu masterpiece. Soalnya kalau aku dianggap produk gagal. Roman yang berdimensi luas dan mampu menggerakkan-hati banyak orang. Lama mereka terdiam." Mendengar itu. dan senyum itu tetap sama. Memangnya aku bukan?" Ruben berkata enteng. kita bisa mengalaminya bersamasama lagi." Dhimas tiba-tiba berceletuk. Malah mereka sudah kompak." Keduanya langsung memulai kembara imajinasi masing-masing.obvious! Dari teman-teman hang-out kamu." n "So help us God. "Tenang saja." "Sepuluh tahun? Lama amat. Untuk kedua kalinya Dhimas terlongo..... Mendapatkan Dhimas yang sedang tersenyum tulus menatapnya. ya.

Bisa dibilang. Kalau ditanya. sudahlah." "Happy Anniversary to you too. Tak ada tulisan ataupun naskahnya yang tidak lebih dulu terplonco diskusi panjang dengan Ruben. Ruben adalah inspirator sekaligus kritikus paling sempurna buat Dhimas.Senyum yang tabah mengiringi suka-dukanya selama jadi dosen. Jajaran rak buku dari dinding ke dinding. Tidak juga boks cokelat di atas meja bundar itu. Di hari jadi mereka yang ke-10. mereka dilanda badai baru. Ide kamu kemarin itu terlalu mahal. Dengan ide-idenya yang segar. Si IndoYahudi bersemangat tinggi yang selalu sibuk menggabunggabungkan ilmu psikologi dengan teori-teori kosmologi yang cuma bisa ia mengerti sendiri. jawabannya: supaya bisa tetap kangen. "kita sudah sepakat kalau masterpiece ini akan menjadi karya berdua. Tidak pula ada bunga. Ruben dan Dhimas tidak pernah tinggal seatap sebagaimana biasanya pasangan gay lain. ornamen utama rumah itu adalah buku." Semilir angin Ibu Kota yang hangat menyusup masuk -lewat celah jendela ruang tengah Ruben. yang ada malah kertas dan pulpen. "Ruben. Ruben. Ruben yang selalu menyebut dirinya sang Psikolog Kuantum. Sebuah rumah simpel di daerah selatan Jakarta. dan maaf. tapi tidak akan menarik. Ruben tidak menamakan rumahnya perpustakaan hanya karena ingin terdengar lebih manusiawi." Muka Ruben langsung bereaksi. Kobaran semangatnya mampu menyalakan tungku banyak orang. Uniknya. Dan tidak dalam bentuk jurnal ilmiah. butuh riset lama. Tetap Yang ada Hanyalah ada "Happy 10th Anniversary. dear Soulmate. Tiga bulan dan dua puluh satu hari berikutnya. "So. Malam di Watergate Condominium adalah badai serotonin mereka terahir. Padat. sekalipun sudah sekian lama mereka resmi menjadi pasangan. Bisa jadi hand-out kuliah saja sudah bagus. Dan Ruben pun masih tetap pahlawan Dhimas yang dulu. memancarkan ketidakrelaan. Hormon cinta. Kita kan butuh kemasan yang populis supaya karya ini bisa dibaca banyak ." Dhimas memasang kacamatanya. tetapi sebuah cerita. Alfabetis. Tak banyak detail estetis dalam interiornya. Badai endorfin.

besar di metropolitan. misal. Aku ingin tokoh-tokoh kita semuanya muda. Tidakkah kita patut digolongkan ke kategori yang sama?" "Sarana kita boleh sama.. Sepuluh tahun pun bagaikan sekedip mata. metropolis." "Usia 20-an akhir sampai 30-an awal. banyak dimensi di sana. menyusul memasang kacamatanya. Sebuah roman sains. "kita akan membungkusnya dalam kisah cinta yang bukan biasa-biasa. orang-orang urban. kuliah di luar negeri. Tidak ada konflik. orang dengan gampang menyudutkan dengan dalih 'laki-laki buaya' atau 'ceweknya aja kegatelan'. institusi. dude. Antara ingin Timur dan berlagak Timur. Siap menulis catatan." 13 12 dibutuhkan usaha bila ingin bertemu satu sama lain. kontroversial. lokasi Jakarta. Agama. yang sudah menikahnya lebih baik si pria. hmm. ada pertentangan nilai moral dan sosial." Dhimas kembali memulai. Kita juga muda." Dhimas sibuk mencatat. di Amerika pula—biangnya kapitalis. pasangan homoseksual?" "Bukan. "Lalu. "Baik. "Kalau pria. yang romantis. moralitas.. intelek." . Pada kenyataannya para yuppies tadi yang bakal jadi corong bangsa." "a/s/l?"7 "Di bawah empat puluh tahunlah. yang satu sudah menikah. Aku ingin mengambil pasangan hetero tapi memiliki rintangan besar. Yang mampu membangun sekaligus paling potensial untuk merusak. tapi tidak menjadikan ini ikut tipikal.. okelah. Kota ini biangnya dualisme. profesional.. Poligami pun bisa dapat pembenaran agama. Percuma pakai tokoh geland angan atau setting desa dengan sok-sok pakai aksesori kebudayaan daerah. Isu itu masih terlalu minor untuk masyarakat kita. sembari terdesak habis oleh Barat sekaligus paling keras mengutuk-ngutuk." "Klise. usia produktif. Tapi harus kuakui. "Mereka itu sebenarnya manusia- ." Ruben menunjuk kepalanya dengan penuh percaya diri. punya akses teknologi dan informasi yang baik. "Menurutmu. Aku setuju. bagaimana dengan kita? Look who's talking. sekaligus puitis: Sepakat?" Ruben cuma mengangkat alis. "Jakarta. urban. aku setuju. Mendadak Dhimas tertawa kecil. atau wanita?" "Wanita/jawab Ruben tegas.orang.." "Let me guess.

"Supaya aku semangat nulisnya. tidak ada perkara yang insignifikan. location . si pria. "Lalu kenapa cerita itu harus menampilkan seorang Avatar8 ?" Dhimas berujar ragu. Dia harus kita simpan paling belakang." Lidah Ruben yang pedas mulai berpostulasi. ." "Nanti dulu. Netral yang bersikap. Kita mulai dari si pria. Bukan sukses pemberian. Tekanannya lebih besar lagi. Tapi berapa gelintir yang menjalaninya dengan makna? Di mataku. "Sesukses apa dia?" "Sukses dengan 'S' kapital! Cream of the crop. "Menarik! Mari kita bahas tokoh satu ini. sex. bukan begitu?" "Aku mengerti." "Pihak di titik nol. Istilah ini juga biasa disinonimkan dengan konsep "Juruselamat" dan sejenisnya. Kembali ke pasangan hetero kita. sang Avatar adalah pihak netral yang akan merekonsiliasi semuanya.»VV' 8 Dalam mitologi Hindu. di dalam sistem sekompleks semesta. Pada titik tertentu. Sesuatu yang menekan.." "Dia harus ganteng!" sela Dhimas cepat. Jadi. Bergelut di dalamnya. kisah cinta adalah cerminan kisah masyarakatnya yang lebih luas dan kolektif. Skala besar-kecil hanyalah interes pikiran mayoritas manusia yang masih tergila-gila dengan ukuran. apa lagi?" Dhimas mengangkat bahu. Avatar adalah semacam Yang Maha Kudus mengambil wujud manusia biasa. Dan dia juga harus diberi suasana pekerjaan yang berkonflik. Ya n o Ada Hanyalah ada mewah. dan sukses. Avatar berarti inkarnasi dari Yang Maha Tunggal. Dhimas pun langsung bersemangat.." "Yang jelas dia harus pintar. Untuk sebuah konflik kisah cinta. "Aku cemas konsep itu terlalu 7 age. sama-sama saja. yang gagal dan cuma ngabisin duit ortu dengan yang selesai tapi cuma jadi mesin. Mencari ilmu dalam sistem dan iklim yang sama sekali lain." tambah Ruben lagi. "Sebentar . haruskah kapasitas seorang Avatar yang turun tangan?" "Ingat.manusia yang beruntung karena punya kesempatan komparasi dan kontak langsung dengan budaya global. Individu selalu dibangun oleh lingkungannya." "Dhimas!" protes Ruben seketika. Kasih dia jabatan tertinggi. kan?" "Padahal sesungguhnya dia berjiwa Pujangga." "Multinational corporation...

Satu-satunya cara untuk menyelesaikan paradoks tadi adalah meloncat keluar dari sistem.dulu. Karena itu Ruben tidak pernah setuju dengan paradigma fungsionalisme yang berpaham bahwa pikiran manusia satu bangun dengan komputer. tidak cuma mekanis. Sementara mereka terjebak kondisi yang tidak memungkinkan pula. seorang Pujangga. Manuver kuantum. seorang Kreta. Ia tahu persis. Ruben pun menganggukangguk kecil sambil tersenyum puas. semua berbalik ketika dia menemukan Sang Puteri." "Tenang saja." "Kita namakan siapa dia?" "Jangan . Siapa yang harus disalahkan? Tidakkah semua pertanyaan mengenai hampir 15 supernova segalanya akan tergodok sampai mendidih? Lalu meledak?" papar Dhimas bersemangat. Sampai akhirnya. Sesuatu yang hanya dapat dilakukan sebuah sistem berkesadaran. Tapi tidak demikian dengan manusia.' Dan ketika dimunculkan pertanyaan 'Apakah Epimenides berkata sebenarnya?'. dan pikiran atau mind sebagai peranti lunaknya. itu justru akan membuat segalanya menarik! Katakanlah. Persis seperti cerita klasik tentang Epimenides. Itu urusanku. tidak ada satu orang pun sanggup menghadapi Epimenides tanpa jadi gila. sebuah sistem yang overloaded akan mencapai titik bifurkasi yang akan diikuti terbukanya cabang baru. Tidak juga tersedia Norton Anti Virus. Otak sebagai peranti keras. ia melihat gerbang kuantumnya di kondisi yang ditawarkan Dhimas. yang memberikan pernyataan 'Semua orang Kreta pembohong. "Baiklah. Bingung antara memilih jawaban 'ya' atau 'tidak' karena keduanya jawa ban yang valid. Ruben langsung tertarik. tiba-tiba kacau akibat disusupi virus alien. Di situlah esensi Cinta akan dipertanyakan! Bayangkan sebuah komputer canggih yang superteratur. Kalau betul demikian. Walaupun aku tidak punya imajinasi cukup untuk mengaitkannya dengan sosok eksekutif perusahaan multinasional. dan menjadikan dia robot sukses tapi hampa. sebuah konflik masa kecil akhirnya memisahkan dia dengan talenta alamiahnya. maka komputer supercanggih pun akan terjebak dalam paradoks logika tak berakhir.

kertas-kertas.. Terlalu banyak yang harus ia pikirkan sehingga tak mampu lagi memungut detail-detail kecil. Ia tidak mau ada yang ketinggalan. Ia menyesal tidak langsung memasukkannya ke tempat yang aman.. Bukankah itu yang semua orang^atr?^ 17 Seusai memasuki garasi rumah." *Si bule kunyuk?" 18 Ksatria "Yeap. Re. Kehangatan terpancar dari mata mereka. makasih." Sahabatnya.. Dicermatinya semua barang satu per satu. sungguh romantis. adakah tempat buat pasangan seperti kita di negeri dongeng. apa bedanya? Bakal ada hari Senin sampai Jumat lagi. Aku malas kalau harus berurusan lagi dengan dia minggu ini. kok bisa-bisanya dia direkrut jadi regional president Aku harus report ke dia langsung lagi. Mantan vice president-mu itu.. Mau jalan malam ini?" "Nggak. my love?" "Tentu saja tidak." "Yah. Dhimas cuma tersenyum. thank God tomorrow's Friday. Ia pun tersenyum... ternyata ada di sana.. tertawa di ujung sana. Perlahan ia meraba kantong kemejanya. Hangat yang nampaknya kekal." tukas Ruben setengah mengolok. Tergopoh-gopoh ia berlari ke dalam. memandangi pensil kecil dan jelek itu. oh. pengikut-pengikut Socrates.. bukan?" / "Lalu. charger telepon genggam. Tidak lagi bergejolak. Buat apa lagi negeri Yang Ada Hanyalah ADA dongeng?" Kedua pria itu duduk berhadapan.. every fucking month!" "But." . "Halo. Kena kutuk apa ya perusahaan ini.. Berusaha melawan rintangan kasta. Kans bertemu kunyuk albino itu tetap sama. Sialan. tempat kacamata. Kerjaan banyak.. Barang kecil itu. Kita pasti bakalan debat panjang soal itu. harus membunuh naga. Seolah-olah menemui wajah itu sekali lagi. "Ksatria dan Puteri. "Halo? Yah.. Ale. si Ale lagi. ia masih mencari.. Sementara sebut saja dia 'Ksatria'. Tas. tetapi hangat. Telepon rumahnya berdering. Aku juga cuma iseng. Dasar Ambon gila.ditentukan sekarang. Dia masih bakalan di sini seminggu penuh.-Cuma sejarahlah yang layak memuat kita berdua." "Ksatria yang memperjuangkan cinta Sang Puten. Klasik. ia tidak langsung turun dari mobil. Harvard Business Review. kirain siapa. Diambilinya dengan penuh kesaksamaan..

begitu kamu menempati posisiku. apalagi ke rumahnya. Betapa~puj^ dalamnya kebahagiaan itu. Puteriku. the expert planner and schemer. secara tidak langsurtg. sekali-kali memainkan dumbel sambil baca majalah. Berada di bawah kucuran shower. hampir pukul satu malam. memampukannya untuk melamunkan Rana lebih intensif. Ia ingin buru-buru bersantai. Oke?" Re cepat menyudahi pembicaraan itu.. pikiran yang santai. Itulah gunanya melamun. Untuk membangkitkan apa-apa yang tak mampu disentuhnya langsung. Ke rapat-rapat panjang itu. Dan kamu memang profesional sejati. membiarkan pikirannya terstimulasi dalam simulakrum." Re terkekeh. Oh. Itu omong kosong besar! Akui saja Re. membayanginya terus menerus. sama kayak si kunyuk. selalu ada kekecewaan yang sama dalam. memandangi tetesan-tetesan air yang bercahaya keperakan. Melamun. dan puas karenanya: Re sadar ia berlari dalam pelarian monoton. Mendapatkan dirinya seperti anak remaja yang jatuh cinta dan selalu ingin menuliskan nama p ujaannya di mana-mana. Badan yang santai. begitu juga malammalam terakhir selama sebulan ini. kamu menikmati kesibukanmu.. "Yang jelas. ke telepon genggamnya. Jelaslah ia tak akan bisa menghubungi Rana. Re menuliskan nama itu di pintu kaca yang penuh uap. tidak dengan pikirannya yang selalu padat dan terfokus. Ia tak menyentuh pekerjaannya sama sekali. Kadang-kadang aku berpikir untuk keluarsaiar-lalu buka bengkel juga. aku yakin kamu malah kangen ingin balik ke kantor." "Aku tidak yakin.. Re berdiri. Tidajc^daJagi hieiaifkiTTidakada lagi rap_alrrapat. Ale pasti tertawa kalau tahu ia sudah bisa melamun lagi. Kalau kamu berminat. .pauj Jrtg7 "Tai sapi. Karena Rana. menonton acara televisi. Kamu itu kutu loncat MNC. ia kembali menghargai betapa nyamannya berdiam dalam kaus oblong dan celana pendek. Namun malam ini sudah lain. Re melirik jam. Rana. "Aku iri denganmu. Ia bohong pada Ale.." "Lihat besok. Satu hal yang dulu tidak pernah dilakukannya.rutuk Re. besok kita bebas pergi ke klub. membuat teh hangat. Taruhan.

. Rana.-real is Love/Love is wanting to be loved/ Love is you/You and me/ Love is knowing/You can be. Puteri.. Namun kau pilihanku. dan kamu lagi. Merunuti satu demi satu rantai waktu yang membelitnya hingga kini. Semua berawal dari satu gerakan. kalau tidak. Jendelaku adalah carik-carik kertas— berisi daftar pertanyaan tentang dunia yang tak akan habis dimengerti. . berputarputar di kursi." Piringan hitam album John Lennon-nya yang sudah belasan tahun kembali diputar.. Untuk pertama kalinya pula Re mengerti: ia telah memilih jalan hidup yang sederhana.. Tak ada yang tahu keberadaan surat-surat itu. untung saja ia bekerja di kantornya. untung saja ia hidup.. kalau tidak. Pertemuan itu.. Di dalamnya aku bisa berenang selama ikan. Surat pertamanya untuk Rana. Inilah nirwana yang mampu menampung perasaan kita. Satu semesta mungil yang mampu melumat bumi kalau aku mau membentangkannya. Kembalilah ke puri ini. Bumi menggetarkan nyali dengan palung-palung dalam. Bumi punya langit sebagai jendela terhadap galaksi mahaluas yang berjaya dalam misteri.. Di meja kerjanya terdapat carikan-carikan kertas.. Semua berawal dari satu ide. Tapi itu tidak penting.. Re menengadah. kalau tidak. Dan Re sanggup menghabiskan berjam-jam hanya untuk kembali mengenang.. Aku cuma punya beberapa piringan hitam— laut pribadiku yang di dalamnya selalu ada kamu.. ..... Semua berawal dari satu getar sel abu-abu.. Carikan-carikan yang sama setiap malam selama sebulan ini.. dan tidak juga Rana sendiri.. Untung saja ia menerima permohonan wawancara itu.. Re tidak pernah mau diwawancara. Melingkarkan engkau dan aku... Bumi adalah sebuah kumparan besar yang melingkarkan semua makhluk dalam kefanaannya. tidak Ale.sedang apa kau sekarang. "Love is real. kalau tidak.. untung saja jadwal hari itu kosong.. Kangen ketidakpercayaanmu.. Pesimisme-mu. Aku kangen kamu. Samudra kata terbelit musik dan diudarai kenangan. Malam yang melarut pun membawanya ke pos terakhir sebelum tidur: kamar kerja. Yang penting adalah evolusi yang kembali menjadikannya seorang pujangga.

dan pesta-pesta gila. Ia menyapa semuanya dengan ramah. Tapi sebelum pesta-pesta itu menjadi benar-benar gila. Namun ia melewati semuanya dalam keadaan berpikir." Re otomatis mengetuk-ngetukkan bolpoin. Ia bertanya lagi pada sekretarisnya. setidaknya menurut standar umum. Ia memang sukses. Ia selalu mendapatkan fasilitas nomor satu. Dan ia sudah mengunjungi puluhan pesta. Pagi yang menjadi kunci pertemuan pertamanya dengan Rana. bergelimang wanita cantik. Pak. Tidak banyak telepon.Deretan majalah dan surat kabar berburu untuk memuat artikel tentang dirinya. Apa yang dibayangkan kebanyakan orang jauh berbeda dengan apa yang sesungguhnya ia jalani. Sebelah kakinya bergetar gelisah. Tapi menurut Re. Lebih dari tiga lusin yang pernah ditawarkan untuk 'dipakai'. Baru ulang tahun ke-29 tapi sudah jadi managing director. membuka-buka lembaran faks. Terlalu banyak pekerjaan yang tak bisa ditunda. dan akomodasinya hampir selalu bintang lima. "Irma. Re agak kaget ketika mendapatkan jadwal tiga jam pertamanya di pagi itu kosong. telepon dari sana-sini yang tak mengizinkannya menikmati pemandangan jalan. Agaknya mereka benar-benar tidak tahu kehidupan seperti apa yang dijalani seorang managing director sebuah perusahaan multinasional. menerima laporan ini-itu. Wanita cantik ada di mana-mana. Tampangnya jauh dari kategori jelek. Dari mulai majalah bisnis betulan sampai majalah wanita yang ingin menjadikannya pria bulan ini. Mungkin ada. Namun dari semua pagi yang ia jalani di kantor. Banyak yang mengira ia menjalani kehidupan jet set. mobil dinas setidaknya harga lima ratus jutaan. atau hanya memandangi dari jauh. Sampai sekarang masih banyak agency yang menawarinya jadi bintang iklan. Re harus mengatur energinya untuk hari esok. Tidak . kamu yakin saya tidak ada urusan apa-apa pagi ini?" "Tidak. Terbang dengan first class. yang lebih gila adalah 21 rumah-rumah produksi yang menginginkannya main sinetron. Re harus mengakui pagi satu itu memang lain. Ia sudah merasakannya. Pesta-pesta gila. ia sudah tidak ada di sana.

" Intuisi. Napasnya masih terengah-engah." gumam Re. Kurang dari dua jam." Kalimat itu menggantung." Ia membongkari tumpukan di ujung kiri mejanya. Re tercenung untuk yang kedua kali." Ksatria "Nggak ada kapoknya itu orang-orang. kupu-kupu. "Tapi mereka hanya punya tiga jam ke depan ini.. Untuk pertama kali setelah sekian lama. Majalah baru." Kupukupu mungil itu terbang lagi. logo majalah itu adalah.. Berputar-putar di jendela. ya sudah. timbul sebuah keheningan dalam pikirannya.. "Majalah apa itu?" "Majalah wanita." Re membuka-buka sekilas. "Saya belum . "Pak. membukanya sedikit. Lebih cepat mereka bisa datang lebih banyak waktu yang mereka punya. Perhatian Re teralih pada kupu-kupu mungil yang terbang memasuki ke ruang kerjanya. Pak?" Programnya dengan cepat kembali normal. suara Irma muncul dari speaker teleponnya. Sudah lama Re tidak menerapkan konsep itu. ini dia. sudah saya taruh di meja Bapak. seorang wanita tergopoh-gopoh sampai di lantai gedung itu." Tawa kecil spontan menyembur dari mulutnya. ada lagi majalah yang minta wawancara. Re tercenung. ya?" "Nanti. Mendadak Re memperhatikan sesuatu. Sungguh ganjil ada kupu-kupu mungil berwarna putih terbang di ketinggian gedung seperti ini. Ia lebih memperhatikan seekor kupu-kupu yang terbang di dekat jendela.. Tidak banyak laporan baru di meja. Tak lama kemudian. Pikirannya setajam dan serapi komputer Pentium. "Tapi kenapa. Cukup terkesan akan sikapnya yang tidak langsung menolak mentah. "Irma. Ia menanyakan kesediaan Bapak. Program otaknya siap menolak. "Oh. nanti dulu.banyak e-mail. Tapi. ya. Dekat majalah itu.. Tanpa ada alasan yang jelas ia menghampiri jendela ruang kerjanya. Kalau tidak bisa. Re merasa ada yang salah. "Kemarin sore mereka datang dan mengantarkan sampelnya. menari lincah dan dengan polos hinggap di meja. dan kembali menemukan jalan keluarnya. "Pak? Saya tolak saja. "Kasih tahu mereka kalau saya bersedia. Komputer tidak pernah memberikan ruang-pada intuisi. Itu.." Re sadar ia akan melakukan sebuah keputusan intuitif. Tak ada yang menarik.

Menyusun konsep wawancaranya saja belum sempat. saya tidak mempersiapkan apa-apa. Saya kira saya akan diwawancarai reporter senior yang umurnya setidaknya 3540 tahun. "Ada lagi yang kita tunggu?" Re me ngusik lamunan singkatnya. Tidak tahu apa jadinya nanti. Tidak menyangka dirinya akan langsung disambut dengan gerakan melihat jam tangan." "Rana. pandangan menjadi berani. Atau kita . "Selamat siang. Sori. "Sori. kan?" tanyanya setengah panik* Reporter itu cepatcepat mengatur napas. bolpoin. Ternyata pria ini lebih tampan dari yang dibicarakan orang. tapi sudah menjadi kepenasaranan massa. "Dua puluh delapan. Ia sungguh tidak tahu harus memulai dari mana. Rana malah mengeluarkan gumaman-gumaman aneh. "Jujur saja. Rana termasuk salah satu yang termakan. Saking gugupnya. hanya beda skala. Saya hanya membawa biodata standar untuk diisi. "Panggil saya 'Pak' atau 'Re'. "Silakan. Suaranya memantap. Terasa sangat dingin." suaranya bergetar. terserah. akibat pemberitahuan Anda yang mendadak. Mungkin fenomenanya sama seperti Anda. dan kepenasaranan akan profil pria ini bukan cuma lingkup antar kantor lagi. Perlahan ia mengeluarkan peralatannya: buku catatan. yang 24 Ksatria bisa juga dijadikan bahan. beda bidang/ ia menjawab lugas.terlambat. Hasil publisitas mulut ke mulut'akan sangat dahsyat bila beredar di segmen yang tepat. Ia memberanikan untuk melirik sedikit. Ferre. Sikap duduknya berubah santai. tape recorder. Ini sangat memalukan. Ia tidak punya banyak waktu untuk menenangkan diri. Kenapa?" U Re tertawa renyah." Irma membukakan pintu. Anda punya waktu satu jam sepuluh menit. umur Anda berapa?" Keningnya langsung berkerut. sementara ia tahu persis kaliber seperti apa yang bakal dihadapi." Re menjabat tangan wanita itu. dan dia pasti tidak tahu sosoknya sudah nyaris menjadi mitos." Rana mulai terusik. "Maaf. kalau boleh tahu. "Saya wakil pemimpin redaksi. Wanita itu berusaha setengah mati untuk nampak tenang. Bukan kenapa-kenapa. Bahan rumpian di salon atau klub kebugaran.

Bukan manusia. "Di antara kepadatan aktivitas Anda. siapa mewawancarai siapa. mimpi adalah bentuk lain dari kreativitas. Terjemahan harfiah dari daydreaming." Re tersenyum. Begitu cepatnya ia terpancing. Mendekatkan mereka pada impiannya. mengapa dipilih kupu-kupu?" Rana tidak pernah tahu persis. di tengah masyarakat yang krisis produktivitas ini." jelas Rana diiringi tawa kecil. atau tanpa waktu untuk bermimpi.bisa mulai dari udara. ya?" "Mungkin tidak menantang buat Anda sama sekali. Ia mulai bingung. kita bisa mulai dari mana-mana. "Logo majalah Anda. Diam-diam Rana menyesal." "Manusia bermimpi tidak hanya waktu ia tidur. Wajah Re tidak menunjukkan reaksi." "Saya setuju. Menurut saya. Memang kenyataannya figur seperti Andalah yang sering dijadikan impian siang bolong para wanita. Artikel ini ingin menambahkan bahan bagi mereka untuk bermimpi.. Dan wanita ini memang mulai jadi menarik. tidak. Anda dan majalah Anda malah mendorong orang-orang untuk bermimpi siang bolong?" Wajah lucu itu langsung mengeras. "Oh. jadi. Itu saja. "Itu istilah saya pribadi. Menjadi kreatif tidak kenal siang atau malam. "tapi ngomong-ngomong. Di balik penampilannya yang serba charming. Pekerjaan tanpa mimpi. "Mungkin karena kupu-kupu adalah lambang metamorfosis bagi semua orang? Atau bisa juga karena. "Mengapa kupu-kupu?" "Ha?" Lagi-lagi Rana tidak siap. Pertanda ia mulai tertarik. . Ada banyak pekerjaan yang masih punya ruang untuk inspirasi." "Udara?" Badan Re langsung condong ke depan. pernahkah Anda menyempatkan diri untuk berkhayal. 25 orang ini begitu provokatif. Pembicaraan yang tidak berskema kadang-kadang malah lebih punya bobot daripada yang direncanakan." tandas Rana berapi-api. rubriknya berjudul 'Impian Siang Hari'. Maksudnya.. namun banyak juga pekerjaan yang menyita segalanya. adalah pekerjaannya robot. "Barusan adalah pertanyaan pertama Anda?" tanyanya datar. Bahkan tape recorder-nya belum dinyalakan. lain dengan hatinya yang tertusuk. garang. "Syukurnya. melamun?" Rana balik bertanya. ini untuk rubrik apa.

. Seolah tidak ada secuil pun unsur dramatis dari cerita masa kecilnya." "Memang betul. ya?" Re menarik napas sebentar. "dan pasti Anda juga yang memilih nama rubrik itu.." Wajah itu begitu datar." Re menggumam. tidak ada air muka yang Ksatria sebrilian itu selain ekspresi Mr.. Hangat." Rana menyalakan tombol record." "Tadi pagi saya kedatangan kupu-kupu. "Apa cita-cita kamu waktu kecil? Dokter? Insinyur? Ingin seperti Pak Habibie?" Pria itu tertawa. Kok bisa tahu?" Rana terkesan." dengan Jenaka Rana mengacungkan ujung kemeja putihnya. "Jadi. Bean saat di belakang stir mobil Morrisnya. saya mulai dari awal: rumah dan keluarga." Re tersenyum. Bagus. Saya sendiri belum pernah bertemu ayah saya. Mungkin kamu memang orang yang berkepribadian kuat. kalau ada figur orang tua yang paling berperan. Bayangkan. sahabat Opa yang sudah seperti ayah saya sendiri. "Oke. Dan tentu saja. keduanya meninggal dunia.eh. Malah Rana yang tercenung. Gregory Tanner. tapi semuanya seperti jelas. Teringat daftar cita-cita klasik . di gedung setinggi ini. Dan mereka telah me ninggalkan wasiat untuk menitipkan saya di keluarga sahabat kakek di San Fransisco.. . mereka adalah kakek nenek saya. di masyarakat kita kupu-kupu merupakan pertanda kedatangan tamu? Dan majalah saya ingin menjadi tamu yang diinginkan di setiap rumah. ada kupu-kupu kecil yang masuk lewat celah jendela. Dan Rana mulai merasa nyaman berada di hadapan Sang Mitos. kupu-kupu tadi juga warnanya putih. Di kamusnya. Waktu umur saya 11 tahun. atau karier?" "Ibu saya meninggal ketika umur saya 5 tahun. berikut semua biaya hidup dan sekolah saya sampai selesai. signifikan. "Sebesar apa peran orang tua kamu dalam pembentukan karakter.. Kakek saya persiapannya luar biasa. kupu-kupu sebesar orang berbaju putih..?" ia pun menyebutkan nama itu seolah-olah meminta izin. Akhirnya saya tinggal dengan kakek dan nenek. "Kamu baru di ruangan ini sepuluh menit." "Mungkin itu artinya Anda akan kedatangan saya. Ini semua terlalu naif untuk disebut kebetulan. Senyum dan kata kamu terasa mencairkan sesuatu. "Aneh. "Re.

Namun kalau Ksatria tak mampu mendarat tepat di Puterinya. Tak ada yang lebih menarik daripada menyaksikan seseorang menyelam ke septic tank kotorannya sendiri ] Cita-citanya adalah getarannya yang pertama. Ksatria sedih. tapi tidak tahu caranya terbang. Tidak heran Freud tergila-gila. Rana?" "Bintang film. Ksatria setuju.. Hancur dalam kecepatan yang membahayakan. Ksatria keluar dari kastil untuk belajar terbang pada kupu-kupu." Rana nyengir. "Kamu sendiri. ada gambar seorang ksatria dan seorang puteri. Namun Sang Puteri masih jauh di awang-awang. 27 Angin mengajarinya berkeliling mengitari bumi. "Kalau kamu?" [ Tidak ada yang tahu betapa sulitnya pertanyaan itu. Re menemukan carikan kertas perdananya. menjadi serbuk yang membedaki langit. dan tak ada angin yang mampu menusuk langit.yang jadi pedoman anak-anak SD dulu. Ksatria pintar naik kuda dan bermain pedang. Sampai satu malam ada Bintang Jatuh yang berhenti mendengar tangis dukanya. . Ksatria memohon pada angin.. Ksatria kebingungan. Tetapi kupu-kupu hanya bisa menempatkannya di pucuk pohon. tapi tak putus asa. Burung elang hanya mampu membawanya ke puncak gunung. Dan ia relakan nyawa itu bergantung hanya pada serpih detik yang . dan tamat. Ksatria kemudian berguru pada burung] elang. Burung gereja hanya mampu mengajarinya sampai ke atas menara. Re dipaksa untuk menyusuri kelamnya gua masa kecil yang penuh lumpur. Ksatria sedih dan kali ini ia putus asa. Mungkin inilah goronggorong saluran sekresi psikologis. Tak ada unggas bersayap yang mampu terbang lebih tinggi lagi. Ia alami ketika sedang membereskan rak-rak taman bacaan tua milik Opa. maka ia akan mati. Ksatria jatuh cinta pada puteri bungsu dari Kerajaan Bidadari. Ksatria lalu belajar pada burung gereja. Ia menawari Ksatria untuk mampu melesat secepat cahaya. lebih tinggi dari gunung dan awan. Sang Puteri naik ke langit. Di sana. Ia relakan seluruh kepercayaannya pada Bintang Jatuh menjadi sebuah nyawa. Melesat lebih cepat dari kilat dan setinggi sejuta langit dijadikan satu. Sebuah potongan komik.

. Untuk pertama kalinya ia menangis bukan karena jatuh dari sepeda atau pohon jambu. Malam itu ia pun berkeluh kesah pada neneknya. "Berhenti!" Bintang Jatuh melongok ke bawah. ada kepedihan yang tak bisa dijelaskan. Pangeran yang dicintainya pun tidak lantas direbut oleh si penyihir. Ternyata tidak ada. Ksatria melesat menuju kehancuran. Katakan untuk berhenti begitif hatimu merasakan keberadaannya.." Melesatlah mereka berdua. Sebagai balasannya. keduanya saling mencintai. Re tak cepat percaya.. Masih banyak dongeng lain yang berakhir bahagia. Ia menanyakan dongeng lain yang lebih sedih lagi. Ksatria. Bersinar bagaikan Orion di tengah kelamnya galaksi. namun hangat jiwanya diterangi rasa cinta. Dilepaskannya genggaman itu. Cerita mengenai serdadu timpang yang jatuh cinta pada penari ballet.Sewujud nyawa yang terbentuk atas cinta dan percaya. Memangnya aurora itu apa? Sebagus a pa pula dia? Neneknya menenangkan: Itu hanya dongeng. Re tak cepat puas.. Sementara Sang Bintang mendarat turun untuk dapatkan Sang Puteri. Bintang Jatuh menggenggam tangannya. Opa juga tidak. Lagi-lagi. Bukan karena digigit anjing atau semut rangrang. ia termakan sumpahnya sendiri. tidak. Satu dongeng sedih yang tak sengaja kamu temukan. Tidak ada pengkhianatan. semalam suntuk. Sampai akhirnya Oma terpaksa menceritakan puluhan dongeng yang berakhir bahagia. tidak.. Re. di langit kutub dilukiskan Aurora. 28 ksatria Mata Re berkaca-kaca. Dia jatuh ke api karena kehilangan keseimbangan. "Inilahperjalanan sebuah Cinta Sejati. atau Oma yang tidak tahu.. Suara . Ia pun jatuh hati. Cerita puteri duyung yang akhirnya berubah jadi buih. Sayangnya. Ksatria yang malang. Dingin yang tak terhingga serasa merobek hati Ksatria mungil. dan ia pun melihat sesosok puteri cantik yang kesepian.mematikan. Dan ia merasakannya." ia berbisik. Bagaimana mungkin ketulusan Ksatria dihargai hanya dengan aurora. "tutuplah matamu.. Untuk mengenang kehalusan dan ketulusan hati Ksatria. berceloteh mengenai ketidakadilan cerita itu.

cita-cita waktu kecil?" ia mengulang hati-hati.. Re mendongak. Tak termakan cinta dan percaya. Konon. Jadi pilot.. Dengan kisah yang sama sekali berbeda. tanpa bisa mengungkapkan. dan kehausannya akan kisah-kisah. Namun ketika ditanya: untuk apa? Re tidak bisa menjawab. Yang telah keluar dari kastilnya yang nyaman demi bisa terbang. Disusul Opa setahun kemudian. Malaikat-malaikat berambut putih yang telah merawat dan membesarkannya. ya. Lama-lama Rana menyadari jeda kosong yang tidak lagi wajar. Kalau kamu sudah gede.menjadi Ksatria. Rupanya Tuhan mendengar ikrarnya waktu itu. Re menganggap kejadian itu adalah konsekuensi cita-citanya. Kapan-kapan saja. Ia ingin Puteri itu menyadari bahwa sang Ksatrialah yang terbaik. Kemandirian. Itu dia kuncinya.. Bagaimana ia ingin membalikkan kisah itu. Percaya membabi-buta pada pihak asing bisa jadi senjata makan tuan. "Maaf. Tidakkah ada yang melihat? Betapa ketulusan bisa menjadi teramat konyol. Mampu belajar terbang tanpa dibantu siapa-siapa. Tidak tahu kenapa. begitu banyak keterbatasan kata yang menghambatnya bercerita. membacakan untuknya cerita. Ia melihat itu semua. Oma lalu membelai rambutnya: Re yang manis.kecilnya berkata lirih: Aku ingin jadi Ksatria. Yang mau mempertaruhkan nyawa sekadar untuk bertemu. dan mengajaknya berdoa. Bertahun-tahun ia telah memusingkan mereka dengan pertanyaannya yang tak ada habis. . Strategi. Hasrat yang berlebih tanpa persiapan bisa berakibat fatal.. Di usianya. Ia tidak sempat diajari untuk ingin jadi insinyur. Membuat Bintang Jatuh benar-benar jatutr ke julang galaksi yang paling dalam. Kamu belum cukup besar untuk jadi Ksatria. Satu-satunya cita-cita yang ia ingat dan terus ia lakoni. umurmu masih sepuluh tahun. Oma meninggal. 29 Tak sampai setahun. Tidak. Oma. kita memang tidak pernah tahu akan bertemu dengan siapa hari ini atau esok . Wajah yang satu ini mengundang kejujuran. Berawal dari satu getar sel abu-abu. Kali ini ia harus membuat kisahnya sendiri. Atau jadi seperti Pak Habibie. yang mengajarinya huruf dan angka.

lebih baik disuruh nikah cepatcepat. "Oh. Tak ada yang bisa disembunyikan. ya? Saya kok baru dengar alasan seperti itu. pasangan muda. "Bagaimana rasanya menikah? Menyenangkan?" Kali ini Re menyempatkan diri untuk ." Rana geleng-geleng kepala." Rana menatap pria itu. sudah bisa kerja. katanya. Hidup memang aneh.lusa. mendorong kereta belanja sambil bergandengan tangan di supermarket. mungkin jadi hal baru. "Saya sudah menduga. Saat itu ia belum sepenuhnya sadar. Ksatria. "Saya ingin jadi. berdebat soal deterjen merek apa. (Inilah saatnya sekawanan biola mengalun rnasuk) Rana mengangguk. kredit mobil ditanggung berdua. Toh sudah pada lulus kuliah.. begitu? Atau pendekar silat?" "Yah." "Bagi saya. "Sudah berapa lama?" "Tiga tahun. jadi ABRI. "Maksud kamu. Terutama mertua saya.." Suara Rana mengambang seperti awan. (Terlalu cepat. "Kamu menikah?" "Iya. pertanyaan kamulah yang mengejutkan. Termasuk cincin emas polos yang melingkar di jari manisnya) Re baru menyadari keberadaan cincin itu ketika mereka pergi makan siang berdua.." "Berarti. Dan di siang hari ini ia menemukan seseorang yang memaksanya kembali ke masa lalu. D aripada membuka kemungkinan berzinah. kira-kira. mie instan apa. Dan masih betapa jauhnya ia dari cita-cita itu.. Ada intensitas dalam adu pandang mereka yang hanya dua detik» (Inilah saat suara piano akustik muncul sebagai ilustrasi) ksatrla Rana langsung salah tingkah. Ada alasan khusus?" "Orang tua. Banyak penjelasan dalam ketidakjelasannya." Rana tak menceritakan bagian di mana ia benar-benar mabuk cinta. Mabuk akan imaji cinta yang terwujud dalam bahtera rumah tangga." ia menjawab pelan. dan sambal botol keluaran pabrik mana. jawaban pertanyaan ini pasti penuh kejutan. "Kamu punya waktu sampai makan siang kan?" Re bertanya." "Buat seseorang yang dari SMP sudah pergi sekolah ke San Fransisco. untuk ukuran modern yang saya tahu sekarang. waktu kamu masih 25 tahun? Relatif cepat juga ya. sebenarnya ia tidak sendirian. rumah milik bersama di real estat baru." Mata Re membelalak tak percaya.

Sorot yang tak berpijak. Kompromi di pekerjaan bisa dihitung harganya. begitulah. di sanalah gunanya komitmen. "Dengan pekerjaan yang rawan stres.menatap mata Rana yang nampak seperti gas helium." Rana benar-benar tidak suka pembicaraan ini." Nada bicaranya semakin mirip balon gas lepas. "memang sih.. tapi tidak pernah diharapkan. tapi. Cuma saya selalu terkesan pada orang-orang yang mampu berkomitmen tinggi soal cinta. Nah. "Sepatutnyakah itu disebut parah?" Re bertanya sungguh-sungguh." Rana mencoba bersikap kasual. Dan saya pikir saya punya kemampuan independen untuk menciptakan rasa nyaman. "Separah itukah?" Tawanya menghilang seketika. boleh juga. shopping. "Bukannya gitu?" Rana pun terheran-heran.. Saya punya pembantu di rumah yang jago masak. saya pikir siapa pun setuju." 3i Supernova "Sori. "satu-satu dulu: pertama." "Sebentar. Tapi untuk urusan hati. saya tidak suka shopping." "Maksud kamu. "Cinta kan .1" Re tergelak. Mengapung tanpa arah. "Mungkin itu salah satu alasan saya kenapa tidak pernah mau serius berkomitmen.. "Banyak sisi yang ikut muncul. "Itukah alasan kamu menikah. karena saya sendiri tidak pernah punya hubungan serius. kalau ternyata ada satu orang yang bisa menjalankan semua fungsi itu sekaligus... diajak ke bioskop. jalan-jalan. sebentar. harganya tidak ternilai. "Tapi. saya sendiri lebih sering makan di luar.. Untuk jalan-jalan atau nonton saya punya beberapa sahabat yang bisa diajak pergi. mungkin tidak pada tempatnya saya bertanya-tanya seperti itu. tapi oke-oke saja.." potong Re. tidak terlalu mirip dengan apa yang saya bayangkan dulu." Ia tersenyum.. tidak seperti apa yang kamu bayangkan?" Rana menghela napas. hmm." ujar Re dengan ringannya. Rana? Karena menemukan paket all in one?" ^Kira-kira." "Komitmen memang alasan paling bagus untuk berkompensasi. sisi yang sebenarnya pasti ada. iya. masa kamu tidak ingin punya seseorang yang bisa bikin kamu nyaman? Seseorang yang bisa memasakkan kamu makan malam. "Yaah. well. tidak sempat?" "Tepat! Itu faktor utama. TAPI.

butuh pengorbanan," tukas Rana pelan. Ksatria "Lalu idiot mana yang menulis: love shall set you freeV. Tadinya saya pikir, cinta seharusnya adalah tiket menuju kebebasan, bukan pengorbanan. Agaknya konsep itu terlalu utopis, ya?" Lama mereka berdua terdiam. Terlalu lama, sehingga menyiratkan segalanya. "Wawancara yang sangat menarik, terima kasih. Bukti terbitnya akan saya kirim." Rana pun bangkit berdiri. "Tidak ada kartu nama?" "Oh, ya... sebentar," dengan sigap Rana mengambil selembar, menuliskan nomor telepon genggamnya, dan merasa lega. Ia ingin meninggalkan jejak. "Ini kartu nama saya." Re langsung menuliskan nomor telepon genggamnya. Rana benar-benar lega. (Inilah saatnya piano itu kembali mengalun. Mengiringi langkahlangkahnya yang ringan dan penuh sukacita) "Rana..." Gadis itu menoleh, bola matanya bersinar indah. Tak ada yang bisa memungkiri, ternyata di sanalah hati Re tertambat. Di sinar mata yang siap mendobrak kungkungan demi mimpi yang setinggi langit. Sinar mata yang mengingatkan pada dirinya sendiri. "Kamu anak bungsu?" "Kok tahu?" Re cuma tersenyum kecil, mengangkat bahu. Puteri bungsu dari Kerajaan Bidadari. Tak kusangka akan menemukanmu secepat ini. (Alunan biola kembali terdengar) Sampai sekarang. Re pun masih bisa mendengarnya. Tapi terkadang bunyinya amat sumbang. M engoyak, dan menyayat. Ia ingin tidur. n KEPING Keresahan yang Terabaikan Aku masih tidak mengerti/' Dhimas memandangi catatannya, "pria semacam Ksatria bisa mendapatkan siapa saja yang dia mau. Berarti, kalau sampai dia jatuh cinta, wanitanya harus luar biasa! Sementara yang kamu deskripsikan tadi masih biasa-biasa saja. Okelah, dia wanita karier, alumnus PTN ngetop, tampangnya lumayan, tapi itu kan tidak menjamin dia jadi sosok yang spesial..." "Justru itu," sela Ruben cepat. "Di sanalah misteri cinta, bukan? Ketika hati dapat menjangkau kualitas-kualitas yang tidak tertangkap mata. Pria itu melihat sesuatu yang lain..." "Sesuatu yang lain, heh? Nih, aku sudah bisa merangkum hidup Puteri.kita dengan mudah: lahir-TK-

SD-SMP-SMA-kuliah-kerja-nikah-punya anak-punya cucu-matidimakan cacing. Gejolak apa yang bisa kamu harapkan dari orang yang hidupnya tipikal seperti itu?" "Loncatan kuantuuum, Dhimaaas!" Ruben berseru gemas. "Tidakkah kamu lihat? Kita butuh tipikalitas itu. Kita butuh kejenuhan. Karena dengan demikian kita bisa menunjukkan ada sekrup kecil yang longgar: keresahan yang terabaikan." "Apa?" 34 kereaahan yang Terabaikan "My love, andaikan kamu bisa membayangkan betapa kompleksnya sistem pemikiran manusia/ mata Ruben menerawang, "dalam sistem sekompleks itu, cermin siap berbalik kapan saja. Order... chaos... semudah membalikkan tangan! Otak manusia hampir setiap saat berada di percabangan menuju bifurkasi. Satuu... saja turbulensi kecil, berasal dari kumulasi keresahan, akan membawa tokoh kita ke titik kritis yang bisa menjadikannya apa saja!" Maksud Ruben mulai terbayang oleh Dhimas. "Hmm, keresahan yang terabaikan, aku suka itu/ katanya sembari menggigiti ujung pulpen. "Satu masalah abstrak, yang saking abstraknya malah jadi tidak terperhatikan. Padahal sangat-sangat esensial dan berpengaruh hebat ketika teramplifikasi." "Bicaramu semakin mirip aku. Bagus!" "Jangan ge-er dulu. Siapa juga yang mau jadi wong edan kayak kamu." "Masalah apa ya kira-kira? Abstrak—tapi sangat esensial. Merabayangimu seumur hidup seperti hantu penasaran." Dhimas menyeringai. "Ayolah, Ruben. Kamu tahu persis itu apa." 35 KEPING Puteri TVengan kepala bersender ke kaca, ia mengamati truk-jj truk yang lalu lalang di jalanan. Membaca hampir semua plang toko yang terlewati. Tidak juga melewatkan billboard dan spanduk yang membentang di kirikanan. Kebiasaan yang tak pernah berubah. Sayangnya, kini semua itu tidak lagi bermakna, berbeda dengan mata bocahnya dulu. Rana tidak tahu apa yang hilang. Mata yang sama, manusia yang sama, tapi pandangan yang sama sekali lain. t;&gt;w£ Mobil itu berhenti. "Aku jemput jam tujuh?" suaminya, Arwin, berkata. "Ya, Mas. Kalau ada perubahan, nanti saya telepon." Ketika mobil itu

meninggalkannya. Rana masih tidak beranjak. Ia berdiri tegak di lobi, kaki menjejak ke tanah, tapi tidak demikian dengan pikirannya yang sibuk mencari... bertanya... di mana batas itu? Batas ketahanannya untuk terus bersandiwara. Ia iri pada dirinya yang dulu. Rana yang tidak sadar. Rana yang tidak terganggu dengan hidup monotonnya. Rana yang tidak keberatan memiliki hati dingin tanpa api. Rana yang tak pernah bertanya. Lihat bagaimana sekarang 36 Puteri pikirannya kewalahan mencari, mengais-ngais tumpukan dokumen usang... dan, oh, coba tengok apa yanq ia temukan: y y ia ^ Rana yang baru lulus kuliah Setelah lima tahun mengonsumsi ilmu teknik industri yang sama sekali tak diinginkannya itu, ia akhirnya terbebas dari utang pada orang tua, sekaligus menghabisi masa lima tahun mereka membanggabanggakan anaknya yang lulus UMPTN, masuk ITB, dan kuliah teknik. Kini Rana bebas memilih. Terjun ke dunia jurnalistik, jadi reporter, sibuk ke sana-sini dan bertemu banyak orang. Tapi, bukan ini titik yang ia tuju. Rana yang barusan sudah terlampau palsu. Luwes cuma karena polesan. Paling-paling pekerjaannya ini cuma pelarian saja. Pikirannya pun terus mencari... Rana pada awal usia 20 Ia bertemu Arwin. Pria santun dari keluarga ningrat berusia tujuh tahun lebih tua. Bibit, bobot bebet—dan luluhlah hati kedua orang tuanya. Entah luluh atau justru mengencang. Orang tua mana yang tidak ingin punya'mantu dan besan seperti itu. Punya ini-itu, saudaranya ini dan anu, temannya si pejabat A dan pejabat B. Awalnya semua memang menyenangkan. Bagaimana mungkin tidak kalau seluruh umat di sekitarnya memuja-muji setiap saat, berulang-ulang mengatakan betapa beruntungnya Rana dapat pria seperti Arwin. Dan tercucilah otak itu: 'ya, aku amat beruntung', 'apa yang kurang lagi dari Arwin?', 'senangnya didukung semua orang', 'senangnya melihat kedua keluarga sering bersilaturahmi', 'tunggu apa lagi?'. Dan terucaplah kalimat ijab kabul—agenda pertamanya begitu lulus kuliah. Sejenak pikirannya berhenti di hari itu... di resepsi pernikahan mewah dalam ballroom

r&gt. Ia teman menyenangkan dan murid yang baik. Jarang membuat masalah. Rana cuma diberi kertas dan pensil warna karena katanya ia masih terlalu kecil untuk mengerti. total biaya mencapai ratusan juta tapi balik modal. Terdengar suara ibunya memanggil: 'Rana! Sudah sore.. Ayo mandi. berteriak-teriak sambil memegang stopwatch? Mengapa nilai pelajaran eksaknya harus di atas tujuh sementara ia tidak dapat pujian apa-apa kalau Bahasa Indonesia dapat nilai sembilan? Mengapa ia harus masuk jurusan A-l dan ditertawakan waktu bilang ingin ambil A-4? Mengapa ia harus hidup begitu lama dalam pembanding-bandingan. ia dengan kakak-kakaknya.. belasan tahun lewat sudah. Rana bocah Sekalipun sulit. s&amp. Tapi kemudian pikirannya mensinyalir sesuatu. Resepsi impian hampir semua orang: fasilitas kelas satu dari mulai makanan sampai penghulu. ia tidak mengerti 37 kebanggaannya. Berhiaskan jilbab merah jambu mungil.. sementara ketika foto-foto itu jadi. nanti ikut belajar ngaji sama mbakmu semua. ... Mungkin ia harus mundur lebih jauh lagi. Entah berapa rol film yang dihabiskan untuk potret bersama.hotel.. ada jejak-jejak keresahan yang tak pernah terungkap: mengapa ia harus ikut begitu banyak les tambahan? Mengapa ibunya harus ekstra ramah pada guru-guru dan tak lupa menitipkan amplopamplop setiap pengambilan rapor? Mengapa ia harus bisa menari Bali? Mengapa ia harus ikut klub renang dengan ayahnya yang sering ikut berdiri di pinggir kolam.. ayo Nduk!\ Dan Rana kecil pun menurut.. Harapan terakhirnya. ia berjalan riang di samping kakak-kakaknya. dan—lebih penting lagi-sederet orang-orang penting muncul. bermain bebas di halaman belakang yang luas dengan mainan tertabur di rumput. dan Rana tetap tidak punya jawaban atas itu semua. Sesampainya di rumah Ibu Haji. semata-mata karena tipenya bukan tipe orang tuanya? Gilanya lagi.Rana remaja -tf» Gadis belasan tahun yang aktif dan ceria. ia dengan anaknya si ini atau si anu? Dan mengapa ia tidak pernah boleh pacaran dengan laki-laki yang ia suka.. tapi pikirannya berusaha keras untuk kembali.

Dan mereka terus bercakap-cakap. Dan benar saja. Dan dari sanalah kebiasaan itu muncul: membisu di dalam mobil. tinggal ngomong saja langsung sama Tuhan. sering Rana tertawatawa dibuatnya. Sampai akhirnya percakapan itu pudar. Tapi sore itu ada satu keresahan hinggap. Ia mulai bercakap-cakap lewat huruf. Tuhan ternyata lucu. Selebihnya ia cuma diam dan sekali-sekali mendengarkan. Tuhan juga ikut jadi mentor. Dikirim-Nya tupai dari pohon..Dan Rana memang tidak mengerti. Tapi Rana yakin itu ada. Yang ia tunggu adalah kuekue kecil yang keluar saat istirahat. Rana pernah bertanya. yang satu diserahkan begitu saja pada Rana. Setiap kali ia ingin bermain. atau burung yang hinggap di kepalanya begitu saja. pernah satu waktu Rana ingin sekali gulali tapi tidak bawa uang. pasti didengarkan. lalu terdengar jawaban dengan suara besar: 'Yes.. Ketika ia belajar baca. Ia pun terbengong-bengong senang. Tanpa ragu ia bertanya pada Ibu Haji: 'Bu. Ia juga sangat baik. Mork/ Di luar dugaannya. Satu pelajaran baru pun didapatnya: Tuhan berbicara lewat banyak hal. selalu saja Tuhan menemani.. gimana caranya? Rana kan nggak bisa ngaji/ Ibu Haji pun menjawab bijak: 'Kalau buat anak sekecil Rana yang belum bisa ngaji. apakah ia akan mendapatkan satu set mainan Lego idamannya. anak anjing yang tiba-tiba masuk pagar. dan dirinya yang polos masih mengindahkan hal semacam itu. Di benaknya tergambar muka Mork di televisi yang memanggilmanggil Orson. Tuhan'. ibunya membelikan Lego sebagai kado ulang tahun. dalam hatinya ia memanggil-manggil: 'Tuhan. . Rana juga tidak pernah kesepian. banyak mulut. kalau Rana mau bicara sama Tuhan. baginya semua * itu adalah alunan bahasa asing yang konon bernama doa. membaca semua tulisan yang terlewat. mendadak muncul seorang bapak yang membelikan buat anaknya tapi tidak ada kembalian. Nyaris tak terdengar. dan banyak peristiwa. Sepanjang perjalanan pulang.. ternyata suara yang menjawab sangatlah halus. akhirnya bapak itu memutuskan untuk membeli dua. lalu tibatiba muncul sebuah truk yang bertuliskan "Hadiah dari Mama".' Rana pun terpesona.

Itu kantor kan . Kamu delegasikan saja sebagian.. Paling-paling capek sedikit. entah karena memang ada jarak yang tercipta. Al-Gur'an sudah bolak-balik 39 dilahapnya sampai berkali-kali khatam. Ditambah karena mengalami apa yang disebut atrium septal defect (ASD). sampai akhirnya tibalah ia. Jangan dipendam-pendam. "Mas Arwin nggak ada salah apa-apa. Bukan lagi percakapan yang terjadi. menunggu saatsaat tepat untuk mulai berbicara. tapi tetap tidak tahu cara mendapatkannya lagi. tapi suara itu tidak pernah kembali. Kok banyak sekali event yang kamu ambil. Rana yang sedang berdiri di lobi Sekarang ia tahu apa yang sekiranya hilang. tahun ini adalah rencana mereka punya momongan. "Aku sehat. Arwin paling risau akan hal ini. kan? Kapan terakhir kali check-up ke dokter?" Rana lahir dengan klep jantung yang lemah. "Ya. Mas. Arwin memandangi istrinya yang sedang menunduk menghadapi piring. Ya. Meja makan itu terasa lengang. ia ingin Rana cukup sehat untuk mampu memiliki anak.. semakin banyak yang ia pikirkan.tulisan tinggal tulisan tanpa makna. Tak ada lagi waktu untuk menyimak keheningan. Komunikasi di antara kita harus dijaga tetap lancar." dengan lebih lembut Arwin berkata.." Itulah satu-satunya kesalahanmu. Bisakah kita kembali ke masa lalu dan tidak perlu menikah? "Kalau Mas ada salah sama kamu. Aku jatuh cinta dengan pria lain. "Rana. jadwal les yang padat sampai ngobrol tentang koleksi barangbarang New Kids on the Block. Mas.." panggilnya lembut. Rana sudah pintar mengaji. bilang saja. "Kamu sehat-sehat. Dan tahun-tahun berikutnya ia habiskan dengan kegiatan 40 PuTKftj check-up rutin setiap enam bulan. sih? Meliputnya harus malam-malam lagi. Suara-suara di sekitarnya selalu merongrong minta perhatian.. kok. Semakin ia beranjak besar. di usianya yang ke-10 ia pun menjalani operasi pertamanya. Mas?* "Kamu kok jadi pendiam sih akhir-akhir ini? Ada masalah yang bisa aku bantu?" Rana menunduk lagi. Bari mulai pekerjaan rumah. tapi kebiasaan. Bagaimanapun. Entah karena rumah besar itu hanya dihuni mereka berdua." "Kamu memang terlalu sibuk.

Ada dua jenis loop: negatif. "Aku senang waktu Puteri sedang merenung di lobi kantornya." "Iya. Aku capek membayangkan harus memajang senyum seharian. ya? Ibubapakmu juga diundang. Mas. Akan aku usahakan supaya lebih tidak kentara. Jangan cuma kalau urusan kantor baru kamu mau stand-by 24 jam 7 hari penuh/ "Aku lihat lagi agendaku." "Maksudmu?" "Efek arus-balik atau feedback terjadi karena sistem berputar kepada dirinya sendiri. "Bagian mana yang paling kamu suka?" tanya Dhimas. Luangkan dong waktumu sekali-sekali. Bosan. kembali mengingat plot hidupnya. Tapi semakin dia besar. Semuanya hanya berputar dalam pusaran itu." ujarnya berseri-seri." Refleks. yang sebaliknya. "Kenapa? Kamu ada kerjaan?" Arwin membaca perubahan wajah itu. Rana pun mengangguk. Menggenangi Rana dengan perasaan enggan. Kita berangkat. sistemnya teramplifikasi. Waktu Puteri kecil. "Manusiamanusia malang. ia pun stabil . Memang begitulah proses bifurkasi terjadi. boleh? Re tidak ada acara apa-apa hari Sabtu ini. "Aduh. putaran itu bernama loop." Meja makan itu sudah masuk pusaran waktu di mana sedetik serasa seabad. J/ kemudia n menghirup kopi yang sudah entah keberapa cangkir. Kamu berhasil melukiskan usaha penelusurannya dengan baik. semakin besar intervensi lingkungannya. Akan ada acara rame-rame di Puncak hari Sabtu ini. 41 KEPING Tanda Tanya Agung Ti engan puas Ruben meletakkan draft cerita itu di atas meja. Bosan dengan adeganadegan sama yang berulang-ulang terus sepanjang tahun. mengardplifikasi. Rana.isinya bukan kamu tok." Kesibukanku mulai terlihat tidak wajar. yang menstabilkan sistem. dan positif. Bosan. Rana melengos. Bosan menjawab pertanyaan 'kapan kita bisa gendong cucu?'. Tidak ada yang muncul ke permukaan. Akan aku usahakan. dan membanjiri Arwin dengan pertanyaan-pertanyaan. "Ibuku tadi telepon ke kantor. maka yang terjadi adalah loop negatif. Bosan. Kita kan tidak setiap hari ketemu mereka. ragu. ya? Hmm. Hasilnya. Terima kasih untuk peringatannya. Aku ingin menghilang seharian.

Kisah anak-anak paling puitis yang. Ia malah asyik menerangkan... " Dhimas tidak langsung menjawab." "Terserah.. ya." "Ya. "Kadang-kadang aku jadi 42 bingung siapa yang sinting di sini? Kamu yang bisa menghubungkan klSah cinta ala sinetron dengan teori-teori sains gila itu. bagaimana kamu terpikir mengaitkan dua hal itu: jiwa pujangga terkubur dalam sosok eksekutif muda? What a bizarre concept. phase space adalah peta imajiner pergerakan satu benda. ha-ha-ha!" Ruben tertiwa penuh kemenangan. Wajahnya langsung tertekuk. Dhimas garuk-garuk kepala. "Oke. Tapi." potong Ruben cepat. "Atraktor adalah kode yang tinggal di sebuah ruang abstrak bernama phase space. dengan tawa lebar ia mengeluarkan sesuatu dari tasnya." sela Dhimas ketus. Ruben tercengang-cengang. cintanya pada si Ksatria adalah loop positif yang kembali mengamplifikasi segalanya. Puteri... gemas. "Kedua momen itu—momen yang sudah kamu gambarkan dengan luar biasa itu—adalah saat mereka akhirnya mengidentifikasi the strange attractor!" "Mohon diperjelas. Hasilnya? Badai! Semua order yang tertata rapi sekarang tinggal seujung kuku dari keruntuhan. Ruben. Kamu harus membacanya." Dhimas tersinggung. deh." "Thanks. dan Bintang Jatuh." "Aku juga suka waktu si Ksatria teringat dongeng masa kecilnya-deskripsi apik dari proses yang serupa Tapi aku masih tidak habis pikir. Api kompor Ruben memang terlalu besar untuk mengindahkan.. terdiri dan sebanyak-banyaknya dimensi dan variabel yang dibutuhkan untuk menggambarkan skema pergerakan tadi. Ruben mendecakkan lidah. Sebuah buku cerita anak-anak kumal dengan sampul plastik keruh. tetapi judulnya masih terlihat jelas: Ksatria.untuk sekian lama. "tapi sekarang ini aku lebih tertarik ke pekerjaan kita. "Kamu benar-benar punya bukunya?! Dongeng itu sungguhan ada?!" "Sekalipun dampaknya tidak sedramatis Ksatria. atau justru aku si penulisnya?" "Kita berdua gila.^Biasanya diukur berdasarkan posisiatau bisa juga . ya." "Phase space?" ulangnya dengan penekanan. buku inilah awal ketertarikanku jadi pujangga.

atau.. atau sebaliknya. yang di dalamnya terdapat kode rahasia menakjubkan: strange attractor. chaos. Dia itu adalah. maka mereka pun mengenal fraktal. Ketika para fisikawan modern menyadari kekurangan pendahulunya dan mulai memperhatikan apa yang tak terperhatikan. Dinamakan demikian karena atraktor asing adalah elemen yang mengorganisir sistem dengan cara disorganisasi. Ruben tak dapat melupakan bagaimana takjubnya ia ketika melihat peta fraktal Mandelbrot—dikenal dengan "Mandelbrot Set"—yang jadi sampul jurnal Scientific American milik profesornya dulu. di sana pasti ada fraktal.. Mengerti?" "Kembali ke strange attractor. fisik juga mental. ataupun turbulensi." "Misalnya?" m . atau j uga dapat dikonotasikan dengan "fragmen"—pecahan. Fraktal adalah pola dasar yang terdiri dari variabel terukur dan tak terukur—menjadikannya pola dasar yang tak berdasar. atraktor asing?" "Atraktor asing.. Di mana ada sistem nonlinear... bahkan faktor-faktor kecil yang bisa jadi titik kritis untuk tahu-tahu mencelatkan seseorang ke Yogyakarta." Ruben mendadak berhenti. . "Mandelbrot Set" adalah rumusan matematis yang diklaim sebagai rumusan terkomples dalam dunia matematika. arrgh. Dalam benaknya ada satu citra lewat seperti iklan televisi: peta fraktal Mandelbrot. misalnya. Dan seluruh kehidupan ini dipenuhi fraktal-fraktal. dari level materi sampai energi. Fraktal sendiri berarti ketidakteraturan.. phase space adalah pemetaan segala kemungkinan. Nah. terdiri dari dua variabel: C yang merupakan angka . tapi perjalanan itu akan beda apabila ditempuh dengan pesawat. terserahlah. "Oh." keluh Ruben.. tapi yah. Peta yang sama tidak bisa dipakai lagi. Gambar terindah yang pernah ia lihat sepanjang hidupnya. ini sangat meletihkan.velocity. aku benci terjemahan. sekalipun sopir-sopir bis sudah hafal luar kepala setiap belokan. Studi mengenai pergerakan sistem menggunakan phase space adalah cara untuk mengetahui mengapa sebuah sistem yang tadinya teratur bisa mendadak berubah jadi chaos.. peta Jakarta-Surabaya.

. dan Z yang variatif. Perubahan cuaca. Seluruh semesta ini. "Aku masih menunggu." "Tanda tanya?" "Pernahkah kamu merasa kita semua terlahirkan ke dunia dengan membawa tanda tanya agung? Tanda tanya itu bersembunyi sangat halus di setiap atom tubuh kita. apa yang sebenarnya yang dipertanyakan?" "Dirinya sendiri." KEPING "Reversed Order Mechanism11 T\ i dalam ruang kerja yang penuh dengan tumpukan J/ kertas dan buku menggunung.. "Atraktor asing itu adalah. namun yang menarik adalah: pola geometris pertama itu selalu ada. sampai matahari yang terbit dan tenggelam. tapi. namun ketika rumus Mandelbrot diterapkan dan gambar itu diamati lagi lebih detail. Pola pertama tadi/ si Atraktor Asing. Dhimas? Perasaanku mengatakan... Untuk eksperimennya. bagaikan memori yang begitu keras kepala dan terus bertahan.. gempa bumi. dihantui. "tanda tanya. miliaran bentuk dalam variasi lain. mereka semua digulirkan oleh satu tanda tanya yang sama.. Muncul kembali bahkan dalam skala pembesaran sehalus nano. sehingga seolah-olah misi hidupnya pun hanya untuk menjawab tanda tanya itu. "Tanda tanya yang sama menggantungi setiap atom di semesta ini." "Ya. kita akan selalu bertemu dengannya. Tanda Tanya Aquno • Pada awalnya gambar itu terlihat sederhana... terdengar deru blower PC yang ." ada bobot yang ditambahkan Ruben pada jawaban finalnya.tetap. Rumusan tersebut kemudian diaplikasikan pada sebuah pola geometris sederhana.. bukan ekslusif milik manusia saja. sejauh apa pun kita berlari. Di dalam bentuk sederhana itu ternyata ada miliaran percabangan. kemunculan spesies baru di dunia flora atau fauna. Mandelbrot menggunakan semacam ilustrasi molekul yang terdiri dari bola-bola atom. Ke mana pun kita berpaling. sampai pembesaran miliaran kali. membuat manusia terus bertanya. tanda tanya itu adalah substansi dasar yang mempersatukan kita semua.. Kamu tahu....." "Tapi." ujar Dhimas lagi. lalu?" Dhimas masih belum menemukan relevansinya. maka muncullah kenyataan yang amat luar Masa. Hanya ekspresinya yang berbeda-beda.

Seiring dengan malam yang makin melarut. Dhimas &amp.makna hidupTidakkah Anda ingin menemukan makna HIDUP selagi Anda hidup? Itulah Kebahagiaan yang sesungguh nya. Terlalu banyak. Mungkin dengan beneran mati saya akan menemukan makna hidup. kedua mata itu menyalang. atau tangan orang lain. Ada sepasang tangan yang tiada lelah mengetik. Begitu banyak yang harus ia tulis. s e n d &gt.Supernova-i siapa menurutmu manusia abad inif Albert Einstein. Terkadang tangan itu mengetik berjam-jam. seharian. Ia harus menulis berbagai macam artikel setiap minggu. Sekalipun tampak bertualang di alam yang berbeda. Melayani ratusan penanya setiap malam. Ini dia produk Generasi X. ternyata mereka menggumuli hal yang sama. dengan taburan buku yang tambah lama tambah banyak. Andai saja lengahnya sebanyak gurita. mengenai tokoh kita yang satu lagi. Ada modem yang berkelip-kelip.. Dengan pendar monitor di wajahnya. Tapi kenapa kematian yang ditentukan sendiri selalu dikecamf Kenapa mereka harus disalahkan? Saya tak henti-hentinya mengagumi orang-orang yang berani memilih untuk mati bagi dirinya sendiri • Bukan gara-gara takdir-.Benar-benar mati." "Lucu.. kuman penyakit-. ¦ . Dan ia harus mengetik cepat. "Ruben. surat dari penanya terakhir muncul di layar komputer: Ketika saya benar-benar muak dan bosan hidup dalam Kematian ini v kadang-kadang saya berpikir untuk ¦engakhirinya saja. . Dialah yang memperkenalkan konsep yang menjadikan tindakan Kurt Cobain-mu tidak benar dan tidak juga salah&lt.menggerung halus. Inbox-nya selalu penuh. hanya segaris tipis dari batas kapasitas. &gt. Sambil tersenyum kecil. "Reversed Oroer mechanism" Supernova i siapa menurutmu manusia abad ini f Pari sekian banyak patriot yang adai aku memilih Kurt Cobain. Penuh lintasan pikir yang kegesitannya membuat RAM komputer mana pun seperti siput tua yang sekarat. Ruben Ruben masih duduk di kursi yang sama. Dhimas masih berkutat di depan noreooo/c-nya. tangannya pun bergerak: &gt.Hungkin dengan beneran mati saya akan menemukan &gt.

itu tidak sejalan dengan konflik Ksatria. tapi . "Mari kita sajikan sebuah evolusi emosional.. Karya kita tidak boleh sesederhana itu." "Si Bintang Jatuh. tapi juga penuh kepahitan. ya. tapi aku tidak bisa menuliskan tokoh jagoan yang bersisik." "Bintang Jatuh?! Kok? Aku pikir Ular Naga. Beres!" "Ruben. Lagi pula. "Dengar. kan? Mengambil sang Puteri dan hidup bahagia selamanya. Sama kunonya dengan pandangan para reduksionis-mu itu. Ingat. Selera Ruben memang buruk dalam bervisualisasi. Manusia yang penuh paradoks." "Dia adalah meteor di langit setiap orang..Aku juga sedang memikirkannya. bukan properti siapa-siapa.. Refleks emosi yang bergulir ke arah kedewasaan sejati. Ia adalah teori relativitas berjalan. apa pola yang muncul dengan rebut-merebut begitu? Balas dendam. api dibalas api." "Pria atau. Nyaris altruistik. Berarti seharusnya dia memang laki-laki. Ring a beli? Dan maaf." "Tidak terbendung institusi apa-apa.Aku justru ingin meninggalkan konsep itu.. "Aku sengaja menyebutnya Bintang Jatuh supaya sama dengan dongeng itu." Mendengar kata 'reduksionis'. juga bukan protagonis." Dhimas mendengus." tukas Dhimas gusar.. Ruben langsung diam.. jangan bikin aku kecewa. Mata dibayar mata. "Bintang Jatuh merebut Sang Puteri. "Apa kata dongengmu itu?" tanya Ruben.. bertaring. Penuh kebajikan.. Apa yang ia kira segalanya ternyata hanya satu dari lapisan multidimensi yang tak terhingga. organisasi mana pun. dan berhidung penggorengan." "Aku mulai mengerti.. Penuh kesan." "Bintang Jatuh." "Seperti apa. dengan tidak membiarkan dirinya dibodohi si hidung belang Bintang Jatuh. Boleh juga. seseorang yang harus sepenuhnya mewakili area abu-abu." "Wanita?" Keduanya terdiam sejenak. dan bukan balas dendam. dia kira-kira?" "Dia adalah. Tidak akan pernah mau ia disamakan dengan mereka." "Iya. tapi kalau kita mengikuti dongeng itu seratus persen.. Unik. Bukan tokoh antagonis. tapi dengan cepat melesat hilang. prinsip semacam itu adalah bibit peperangan. di bifurkasi masa kecilnya ia ingin mengubah kisah itu. maka semuanya bakal gampang ditebak.

"ketika manusia sudah mengatasi semua kebutuhan dasarnya untuk bertahan hidup. Yang jelas. nyaris impersonal. pengetahuan tentang dirinya sendiri di level yang paling dalam. Ketika seseorang mencapai level kemerdekaan berpikir yang sedemikian tinggi. Dia juga cantik. tanpa pretensi apa-apa. "Ini pelik. ya? Wiraswasta?" "Sejenisnya. "Eh. Seorang pelacur juga bisa jadi wirausahawati." "Seorang. Seorang pedagang akan selalu khawatir soal untung-rugi. Dia adalah orang di level itu. "Itu pe-ermu belakangan. tidak pusing soal materi. Seorang akademikus atau ilmuwan akan selalu berpijak pada bidang pengetahuannya saja. tidak terikat siapa-siapa. kalau tidak ia terjebak di level materi dan fisik tadi." "Reversed Order mechanism" "Yang harus benar-benar lain. maka ia pun dimungkinkan untuk mengejar pencarian lebih tinggi: aktualisasi diri." sambung Ruben. Seorang agamawan akan bicara soal klaim kebenarannya. dia sudah kaya. apalagi disucikan. Tapi. "Dengar dulu." "Sangat.. Tapi dia j uga bukan seorang suci. Dia berpengetahuan tinggi dan menghikmati ilmu. ya?" Ruben langsung sibuk memikirkan teori-teori." "Yang berarti. dia harus ada di posisi yang enak untuk menunjuk sana-sini.. 9 Abraham Maslow adalah penemu konsep psikologi transpersonal. Apa." "Apa?!" Ruben sampai bangkit dari kursinya. dia juga tidak terikat institusi atau organisasi apa-apa. pelacur." "Seorang politikus akan selalu berpihak ketika ia ngomong politik. tidak lagi pusing soal' fisik. kamu ingat apa kata Abraham Maslow9?" cetus Ruben. Bintang Jatuh kita lebih baik seorang wanita. supernova katakanlah saking ." Keduanya puri terdiam lagi. karena orang-orang seperti itu biasanya malah tidak dibiarkan menikmati hidup.. Satu-satunya yang layak didagangkan jadi cuma fisiknya saja.. Tapi satu hal yang penting. Kita butuh pengamat murni. Mengerti maksudku?" "Aku tidak yakin.aplikasinya bagaimana. yang didasari pada kerangka kerja idealis monistik (paradigma yang mengatakan bahwa otak dan pikiran berada di realita yang sama). dia tidak bakalan rela pikirannya diperjualbelikan.

Namun selalu ada perbedaan menonjol'setiap kali peragawati satu itu muncul. bagaimana mungkin dia mau merendahkan harkatnya untuk jadi Pe ""itulah dia manusia paradoksmu!" seru Dhimas penuh kemenangan." ujarnya perlahan. Orangorang masih terkena demam milenium.. Jangan memilah dengan dikotomi moral yang hitam putih. mengantarkan keluar gadis-gadis itu satu demi satu. mengais-ngais alam khayali. Musik berambiensi misteri mulai menggema. mekanisme pandang Ruben langsung ikut terjungkir. jati diri. menggantungi setiap atom. "Ya. Putaran demi putaran. pikiran. tapi tanpa aksi. tapi juga seketika membelah. menjalani relativitas setiap detik? Kamu bisa bayangkan bifurkasi seperti apa yang pernah ia lalui? Amplifikasi sedahsyat apa yang telah meledakkan sistemnya?" Ruben geleng-geleng kepala.. bahkan jiwanya. bahkan ada yang setipis talenan roti. Coba pikir lagi Ruben. Ia tidak mencari ruang kosong. Ia menjadi yang paling ditunggu-tunggu. Yang lain ibarat pajangan sederet pisau yang berkilau. Tidak hanya tajam. Sorotsorot lain.hebatnya dia tidak perlu lagi mucikari. Berjalan melenggok dengan gerakan yang sepertinya akan mematahkan pinggul setiap kali mereka melangkah. "Kamu tidak boleh melihatnya dengan cara nandang orang kebanyakan. Tubuh-tubuh tinggi di atas rata-rata." Mendengarnya. Hampir semua orang melacurkan waktu. kamu benar Dhimas. Langsing. manusia seperti apa dia. hidup dalam dua sisi cermin sekaligus. maka kenyataan pun berubah: ternyata pelacuran terjadi di manamana. Kalau dia bisa miku.. Yang satu ini langsung menghunus. Ia mencari mata-mata lain. ..-"Tapi itu paradoks. -kamu BENAR!" "Ketika kita balikkan cara pandang-kita.. Semua tahu itu. Satu perbedaan yang sungguh tidak sederhana: pandangan matanya. Kelihatannya ia pun lebih menikmati hal itu daripada berjalannya sendiri. Dengan pandangan tajam mereka menantang ruang hitam di hadapan. Dan bagaimana kalau ternyata itulah pelacuran yang paling hina?" Panggung itu didekorasi warna perak. "Aku tidak bisa membayangkan. Menelanjangi semuanya. "Reversed order mechanism.

"Taksi. Putaran terakhir. ia menerobos kerumunan orang yang tengah meliuk-meliuk—kumpulan lidah api.. Belum lagi lidahnya yang sadis." "Detik terakhir?" "Detik terakhir." Adi. agennya. Getaran-getaran pikiran kotor produk pengerdilan mental seperti itu memang tak henti-hentinya menodai udara. Tak pernah mau dibayar murah. Sopir saya sakit. oke?" "Sip. Hanya mau muncul untuk acara besar-besar. Mereka semua seperti hewan buas yang seharian baru dirantai dalam kand ang sempit dan kini dilepas. Dingin yang mengerikan. Bagai polimer elastis ia juga amat mudah diarahkan.Semua ingin menyerahkan diri untuk dipenggal mata itu. Malam itu. tanpa tedeng aling-aling. "DIVA!" Risty." "Honor kamu bisa diambil besok. Diva laku keras. tidak juga selalu judes. diiringi pandangan penuh tanya dan iri sesama rekannya. saya malas bawa mobil. tapi ia dingin.. mungkin. ketinggalan melulu. Peragawati dan model papan atas. Jam makan siang. Tidak pernah terlalu ramah. Tidak ada yang ramah dan menyenangkan dari mata-mata liar yang menjalari tubuh dan melalap kaki jenjangnya. berlarilari sambil mengacungkan kantong sepatu. Sejujurnya ia tidak pernah suka tempat seperti ini." "Mau diantar?" Risty . Tak pernah mengeluh dan selalu tepat waktu. dan majalah-majalah bona fide." "Pulang dengan siapa kamu?" Diva mengangkat bahu. "Diva. Gadis itu dijuluki 'Si Pahit". Namun ia juga seperti magnet yang akhirnya membalikkan semua kenyataan untuk berpihak padanya." Gadis itu menoleh. Siapa pun tahu. Tak mengenal istilah acara amal." Adi mengangguk. namun terlalu bosan untuk peduli. "Kenapa dengan Nia?" "Frans berubah pikiran. stage manager. Dengan menyandang tas besar. tak pernah ada yang terlalu suka dengan Diva. Diva merasakan gerahnya. Tak tahu cara menangani kebebasan. Diva berjalan ke depan bersama sang desainer. Ia pun menghilang di balik panggung. memberitahunya.. Tapi ia memang sangat profesional. Hal yang lumrah baginya. "Frans minta kamu yang mengiringi dia ke depan.. "Sepatu kamu! Pikun amat sih." Bintang Jatuh "Thanks. sedang membakar dirinya sendiri.

"Kita beruntung. Mengipas-ngipas lehernya yang kepanasan. Pemiliknya adalah seorang pria. Dahlan semakin kebat-kebit. Lihat. dan mengalami kehampaan hidup yang konon menurutnya tak terdefinisikan. Ada untungnya? Kayaknya enggak. Saya duluan. Tunggu saja. Sori. terus terang saja.berbasa-basi. bernama Dahlan. "Tapi kalau mau. awal empat puluh. ya." Lima belas menit kemudian. beristrikan seorang wanita yang dipacarinya sejak SMA. adalah salah satu obat yang dipikirnya manjur. tunggu saya membereskan urusan dengan orangorang di belakang dulu. sayang. Saya capek. sudah tahu. Bahkan lupa kalau kita ada janji." "Nggak usah. Div. Mbak. Hari ini kantor saya bikin acara di Hyatt. sebuah sedan built-up datang menjemput. Mengingatkannya akan sampah-sampah yang tidak pernah mau ia ingat." "Show-nya? Sukses. Ada untungnya juga saya ketemu kamu sehabis pentas." balas Diva pendek. Itu namanya dikerjai." ujar Diva datar sambil menarik rambutnya ke atas. di puncak karier. saya profesional. Diva melihat itu dengan jelas. ya? Saya sudah dijalan. Diva.. saya jemput. Mana ada yang betah berlama-lama dengan gadis itu.. Diva? Sudah siap? Apa? Di mana kamu. Ada kepuasan di senyumnya. Untuk itulah ia membutuhkan teknologi. Sekeluar dari kafe itu. "Hai. Risty benar. alarm telepon genggamnya berbunyi. "Hai. langsung pergi. teleponnya berdering.." Diva disambut seringai lebar." ujarnya dengan gerakan menunjuk langit... Tapi tenang saja. Dia memang target empuk untuk diberi pekerjaan konyol: jadi juri kontes peragaan busana anak-anak yang disponsori agency-nya. Teringat janjinya. Mobil itu melaju makin kencang. tapi itu direct order dari atas. "Jangan lupa juga besok siang. ia memang pikun.. "Diva!" panggil Risty lagi. Namun ia terlalu malas untuk protes. tapi harus tetap dikerjakan. atau Bung Dahlan. sekadar jadi pembatas buku dari halaman-halaman waktu. Tidak sampai lima menit. Saya cantik? Ya. ." Diva tersenyum cepat. Diva mengeluh. Menjepitnya. memiliki dua anak. Supernova "Bagaimana s/iownya? Sukses? Kamu cantik sekali. Terdengar suara pria: "Halo.

Sementara untuk apa buruburu menanamkan kapital sedemikian besar untuk mesin? Kapabilitasnya berkompetisi bisa kedodoran duluan. "Oh. "Pergerakan produksi akan selamanya berputar di isu yang sama: mana yang lebih murah? Mesin atau manusia? Jawabannya masih sama: manusia. boleh dibilang institusi negara tinggal aksesori." Dahlan tergelak. Diva! I love you!" Kasur pegas yang empuk itu akhirnya beristirahat setelah rrrenandak-nandak beberapa jam yang lalu.apa yang saya dapat. Pak. Satu montir Amerika seharga 60 montir Cina." "Mahal saja banyak yang kangen. "Coba bayangkan. Tapi." ia terkekeh. Sama sekali tidak nampak tersinggung. Sesudah itu mereka berdua hanya berbicara. yah. oleh konsumen. Itulah perbandingan paling baru dari harga manusia. kok. Jadi. Diva mengambil air mineral dari kulkas. setidaknya . Diva. Dengan pertama-tama membuat transisi kedaulatan dari negara ke perusahaan transnasional. Memakai jubah handuk. apalagi kalau saya pasang murah.untuk konsumen.. siapa yang punya stok manusia paling murah? Soal kebijakan politik dan kawan-kawan bisa diatur kemudian. Tidak diumumkan di brosur saja. Kaum awam. soalnya Bintang Jatuh manusia di sana mahal. Manusia kebanyakan. Tidak terbayang repotnya seperti apa. intinya." Dahlan menunjukkan kunci berbentuk kartu plastik. maksudmu?" "Atau tepatnya. menghadapi orang-orang seperti kamu. Kapitalisme sudah menciptakan format demokrasinya sendiri. "Muntahan kantor saja bangga. "Aku kangen kamu. Sayang fee kamu mahal sekali. "Marx pasti sekarang sedang meringis di Uang kuburnya. Dahlan berbaring santai dengan selimut yang membungkusnya dari pinggang ke bawah. kotoran hidung yang masih menganggap dirinya Grand Canyon." Tawa Dahlan semakin keras." "Jadi. maka harus berbasis mesin. Kalau lokasi pabrik di Jepang. Pendapatan satu bulan pekerja pabrik otomotif di Malaysia sama besarnya dengan pekerja di Illinois satu hari. Satu pekerja Perancis sama dengan 47 pekerja Vietnam." Diva berceloteh sambil menenggak minumannya. Dan jangan lupa magic spell-nya: dari konsumen.

Diva darling?" "Warga semesta. gleicher Lohn10—kata Helmut Kohl-mu." Diva menatapnya geli. Saya hanya mau berdagang dengan orang-orang seperti kalian. "Diva." "Itu dia. berarti saya juga sama sebalnya dengan kamu—orang-orang korporasi internasional. sudah masuk museum dalam kamus saya. dong. Pak. saya melayani kebutuhan mereka. apakah Dahlan si pemberi teknologi tadi masih ada? Anda ini siapa sih sebenarnya?" ia bertanya kocak.. Apa." "Coba jawab. di sini. "Knock. saya memberikan teknologi yang bisa dipakai orang-orang di sini." Diva mulai membereskan barang-barangnya. "tapi itu tidak berlaku buat saya. "Banyaklah. Kalian tidak patut diberi apa pun cuma-cuma. sih kamu. Kamu mengira bisa membeli sesuatu yang sebenarnya tidak dijual. Dan terlalu naif kalau saya tidak . Saya bisa bayar seorang seniman dari TIM atau mana pun untuk berpuisi. ya? Apa yang sudah Anda berikan bagi negara ini?" "Banyak. Diva. yang sekadar ikut etika setempat." "Ha-ha-ha. Negara. di depan mata wargawarganya yang belum sadar dan dijaga untuk tetap tidak sadar itu.negara harus tetap kelihatan punya peran. Apalagi suka. saya membuka lapangan kerja. Tidak. Uang tidak bisa berpuisi. sekarang juga. "Gleiche Arbeit." "Kamu paling sebal dong dengan orang-orang pemerintahan. knock! Hello?" Lamalama Dahlan ikut tertawa. Sadis amat. Tapi kalau saya sebal dengan pejabat. Entah sampai kapan. karena kalian sendiri cuma bisa bicara dengan bahasa uang. Memangnya klien kamu nggak ada yang pejabat?" tanya Dahlan setengah menggoda. Itu delusif namanya. Kita cuma berdagang di sini. dan tetek bengeknya. bangsa. Saya bayar pajak. Baru saja kamu tunjukkan." "Kamu sendiri warga apa. "yang barusan ngomong itu Dahlan atau perusahaan Siemens?" Dahlan terdiam. "Kalau Siemens bangkrut dan lenyap dari muka bumi." Tawa Dahlan kembali berderai. Bahkan lebih keras." "Bullshit. ya? Tidak ada namanya." "Oh.. saya bukannya sebal. Anda ini sebenarnya warga apa? Warga Indonesia atau Siemens?" "Indonesia. Tapi kamu pikir itu nyata karena mampu mengadakannya secara fisik. tentunya.

" Wanita itu tersenyum mencemooh.. kamu lebih pintar dari CEO saya. makanya saya tidak mau bekerja seperti kalian." "Mungkin kamu yang terlalu ndableg. Itu sama saja dengan air comberan yang terheran-heran melihat air laut. Komoditasnya saja beda. Ia meraih tas kantornya. Apa yang kamu perdagangkan buat saya tidak seharusnya dijual. Di kampanye tersebut Kohl menyatakan. "Justru karena saya lebih pintar dari kamu dan CEO kamu. same pay": sebuah slogan dari gerakan nasional di Jerman pada awal 1990-an. berdagang pun saya tidak sembarang." "Jadi kamu percaya UFO?" "Kalau kamu pikir kehidupan lain yang saya maksud hanya berbentuk piring terbang dan makhluk-makhluk cebol. Membuktikan bahwa nasionalisme seringkah tidak berkutik apabila dikompetisikan dengan prinsip ekonomi. "Saya tidak peduli dengan format fisik.. Pikiran saya harus dibuat merdeka. Dan kali ini komoditasnya adalah tenaga manusia. kita sama-sama berdagang.percaya ada kehidupan lain selain dunia yang kita lihat ini. energi. Vitalitas. yang masih murni. "Kamu memang susah dimengerti. tidak tersendat-sendat seperti saluran m amp e t." Dahlan mengernyit bingung.. diperjuangkan salah satunya oleh Helmut Kohl. Lalu kenapa harus berprofesi seperti ini? Dengan otak seperti itu kamu bisa mendapatkan jabatan yang lebih bagus daripada saya. kamu salah besar. Toh." "Div. Jerman tidak mungkin sepenuhnya bersatu apabila masih ada ketimpangan upah tenaga kerja.... Apa bedanya profesi kita? Sudah saya bilang. "kadang-kadang saya pikir *° "Same work. dan mengambil amplop . Prinsip arbitrase akan selalu unggul karena menjanjikan harga paling murah. Yang saya maksudkan dengan kehidupan adalah HIDUP." "Jadi karena itu tarif kamu dolar?" potong Dahlan sambil terkekeh." panggil Dahlan lembut. Gerakan ini jauh dari berhasil karena bagaimanapun berlaku arbitrase upah buruh di seluruh dunia. dan ini merupakan isu terpenting bagi pasar di a tas segala-segalanya. yakni penyetaraan upah buruh di Jerman Barat dan Timur. Padahal dua-duanya sama-sama air!" ujar Diva keras...

dunia mengira dirinya tumbuh berkembang. Seolah-olah ia memiliki dimensi waktu sendiri." Diva menukas ringan. mereka masih berani-beraninya menyebut diri manusia." gumamnya pendek. "Oh. Diva mene'kuri jalan dengan hampa. Ia sadar betapa berat usahanya . Dengan poros berkarat yang tak pernah diganti. Menyerahkannya pada Diva. Semua tawa beralaskan derita lama. Dan ketika matahari terbit nanti.yang sudah ia siapkan. tanpa menyentuhnya lagi. Diva menghela napas panjang. dan main kucing-kucingan dengannya. Wanita itu pergi begitu saja. Tangan yang sama mengantarkan mereka kembali ke tempat tidur dengan beban dan mimpi gelisah. masih bisa dirasakannya lamat-lamat vitalitas itu. Tak ada lagi yang baru di sini. Penat. dunia begitu usang dan pengap bersimbah peluh. kehidupan itu. dan mengisap semua orang untuk masuk ke dalamnya. bekerja begitu mekanis. Itu baru prinsip saya. "Tahu tidak? Sebenarnya ngobrol dengan kamulah yang layak menjadikan malam ini begitu mahal. kemudian mengecek daftar alarm di telepon genggamnya. Tangan tak nampak yang akan menggebuk siapa pun yang kelihatan 57 bersantai dan tak ikut irama. iya. kamu menikmati dua-duanya. Semua begitu cepat berlalu bersama sang Diva. different pay. kan?" Diva siap pergi." "Jangan munafik. Kini Dahlan kembali terdampar dalam padang waktu yang bergerak lamban. versehiedener Lohn.. Adam Smith11 melihat tangan itu. Dan tangan itu—tangan tak nampak yang menggerakkan semua orang untuk bangkit dari tempat tidur lalu memeras keringat—masih bergerak menyapu semua sudut kota. "Gleiche Arbeit. Bandul waktu memacunya untuk menjadi robot yang bekerja nonstop.. same work. "Bye. Baginya. Yang jelas. Yang lain teraup begitu rapi." "Jangan lupa minggu depan!" "Kita ada janji lagi?" Diva mengerutkan kening. Hingga akhirnya diajarkan di sekolah-sekolah. Di dalam taksi. Mengapa hanya ia yang masih melihat tangan itu. dan semua tangis berawalkan tawa yang melapuk. Betapa kota ini tidak pernah istirahat barang semenit pun. Tapi terkadang Diva merasa dirinya sendirian. Untungnya.

. Kepolosan yang hari ini akan dicorengi ambisi untuk menjadi yang paling cantik." Diva hanya tersenyum sopan. Oh ya. "Mbak Diva!" Seorang wanita dengan kartu panitia bergantung di leher menyambutnya. "Makasih sekali sudah datang. dan langsung duduk di tempat yang disediakan.. saya jadi juri tiga. dari Yayasan Bina Ceria. Wajah mereka semuanya dipulasi make-up yang seharusnya tidak ada di sana. Melawan kematian ini. Mendadak siang itu ia merasa jabatan juri lebih penting daripada presiden. Aduh. Bagi mereka itulah patut ada usaha ekstra. upah. Ia memandangi wajah-wajah cilik itu. Di atrium. Menurutnya. haloo." 11 Bapak Ekonomi Dunia asal Skotlandia ini dikenal karena pemikirannya menjadi tonggak perekonomian modern. bintang jatuh Seorang pria berkaca mata mendadak muncul dan menyuguh kan tangan. ya?" "Memang. nama saya Hari. Mbak. atau tepatnya. Mbak. Diva sudah ingin pulang. dan memperkenalkan perdagangan bebas serta interfensi pemerintah seminimal mungkin. "Selamat sore. . Suasana mal di akhir pekan selalu memberikan sensasi terbakar di sekujur tubuhnya. Ini anakanak asuhan saya semua lho. panggung itu berdiri dengan dekorasi bak kue tart murahan. Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nation (1776) adalah bukunya yang paling sohor." sahut Diva datar. merasa jelek. saya Ibu Tetty. Tapi bukan anak-anak ini. dan karyanya menandai titik balik kehancuran merkantilisme dan mulai tersebarnya konsep laissezfaire. Silakan. Diva memandangi kaki-kaki kecil mereka. Gerah luar biasa. Persis seperti di dalam rumah lebah. harga. Bu. Di tengah-tengah mayat-mayat yang tak sadar mereka telah mati. Dentuman house mix lagu anak-anak saling berburu dengan suara manusia. Mbak. Diva melangkah masuk ke dalam mal. Kenalkan. distribusi. make-up diperuntukkan bagi perempuan-perempuan yang beranjak jelek. Belum apa-apa. memberikan berbagai terobosan daiam masalah perburuhan. Mbak Diva ternyata lebih cantik aslinya. ya. "Mbak Divaa.untuk menggeliat dan mencoba hidup. Hiruk-pikuk. perlombaannya sebentar lagi dimulai. juri dua.

kali ini dengan "persenjataan" lebih lengkap. rok supermini. dan berpose dengan senyum artifisial. bersandar pada kursi. Lebih direncanakan. memandangi tiap anak lekat-lekat. tingginya mandek di usia 15. Menjadikan para panitia di sekitarnya mulai berbisik-bisik curiga. Menang akan apa? Untuk kemudian beberapa anak menjadi minder dan merasa dirinya jelek? Lalu kedua orang tua mereka setengah mati berusaha menghibur. Oiva sungguhan cemas akan apa yang ia lihat. berputar. belum lagi syal bulu yang dilambai-lambaikannya genit. Matanya menantang. Lebih dibuat-buat. Sesekali mereka melirik ke arah orang tuanya yang sama cemasnya. Tertawa terbahak-bahak. dan jaket bermotif kulit binatang. Diva tahu itu semua. Diva hanya melipat tangan. Seharusnya hari ini menjadi pesta sukaria bagi mereka. Sebagai aksi penutup. takut-takut anak mereka lupa hitungan langkah atau pose yang sudah dilatih berhari-hari. mencemaskan Ketua Juri mereka yang tidak menulis apa-apa. Begitu juga dengan Ibu Tetty dan Hari yang saling lirik-lirikan. Bahkan sekecil mereka sudah belajar berdandan seperti tukang jagal. mengerlingi para juri. Segala probabilitas dan ketidakpastian hidup tidak memberinya sedikit pun alasan untuk memilih pemenang. Terjatuh. tank top. pemenang hari ini mungkin berubah pikiran dan jadi peneliti di LIPI. Anak-anak itu melangkah. Seorang anak dengan kuncir setinggi menara berjalan ke arahnya bak peragawati profesional. berusaha meninggalkan kesan di sana. ia .Rata-rata memakai sepatu boots hak tinggi. kesempatan untuk bertemu temanteman sebaya sebanyak ini. Bajunya berwarna menyala seperti stabilo. Ketika perlombaan dimulai. Seharusnya mereka berlarian telanjang sesuka hati. Anak-anak ini mungkin akan jadi gembrot di usia 17. anak yang diklaim paling jelek hari ini mungkin akan menjadi top model di usia 20. Bermain tanpa aturan. Menari. mengirim mereka kembali ke berbagai perlombaan. Mereka tak akan mengerti kecemasannya. bolpoin dan kertas berisi kolom penilaian tak disentuhnya sama sekali. tapi tak peduli.

Sebenarnya hari ini tidak ada yang menang." jawab Diva kalem. Kakak mulai. 17 obat pencahar yang kalau sampai •ditambah lagi niscaya akan menguras total isi lambung. "Luar biasa. Percaya sama Kakak. Bu. Diva kembali angkat suara: "Adik-adik yang manis. "Punya saya--dilihat belakangan saja. adik-adik jangan lupa untuk terus bermain. Kalian sekarang semua lucu dan manis. ya. "Gimana Har. Kalau Mbak Diva gimana?" Bu Tetty nampak masih bersemangat. ya. apalagi pakai-pakai lipstik mama. Nggak usah pakai sepatu tinggi. Diva menelan ludah. Mereka bertiga pun disuruh rapat. dan jerawatan. Kontan penonton kaget. saya yang umumkan?" Bintang Jatuh Di panggung itu Diva berdiri. Kakak punya . Semuanya berseri-seri. "Selamat sore adik-adik semua. "Kalau boleh. Di tangan Kakak sudah ada pengumuman para pemenang fashion show dari kedua kategori. pendek. bapakbapak dan ibu-ibu." Satu per satu pemenang yang dipanggil naik ke atas pentas. dan sudah beli bajubaju mahal untuk kalian pakai. Total ada 17 peserta. Suara tepuk tangan meriuh. Ini cara terbaik untuk mengeluarkan makan siangnya. jangan tunggu dikasitahu orang. berbisik padanya. seolah-olah mencium mereka semua... mereka pun berteriak kagum.. Bermain saja yang puas. berapa jumlahnya? Kalau aku sih suka sama yang no. Hari sibuk menjumlahjumlah. Teman-temanmu yang di depan ini dipilih karena merekalah yang paling pintar meniru orang dewasa.. 11 itu. dan tidak ada yang kalah. Setelah semua lengkap berkumpul. "Bu Tetty. lho. nanti kalian juga bakalan bosan jadi orang gede." "Ya sudah! Beres kalau begitu!" Diva langsung menyambar kertas tersebut. Baik. biarpun nanti kalian bisa jadi gendut. nampaknya hasil penilaian kita sama. "Nanti kalau sudah sampai di rumah. Dan mereka terpaksa dipilih karena papamama kalian sudah bayar uang pendaftaran." Hari mencondongkan badan. Ia harus memuaskan para orang tua yang telah membayar mahal untuk klub ciliknya. Kalau adik-adik mau cantik. Kemudian ia memonyongkan bibirnya centil.mendadak meliuk seperti ular. ya anak sekarang.

. Begini caranya. Ia selalu begitu ketika ada sesuatu yang menggairahkannya. dan bilang begini: 'Saya cantik—saya cantik—saya—cantik'. Pak. yang mendengarkan dan mungkin mengerti. mendadak senyap. "Pulang langsung. Pembawa acara kehilangan kata-kata. Kakak jamin. Ini bukan hasil pujian kiri-kanan. Cabe keriting merangkak naik. Radio RRI—berita—harga sayur-mayur. Diva menggigiti bibir. mencari kekuatan. Disusul merosotnya bawang merah. melainkan usahanya sendiri untuk tahu dirinya cantik. tanpa perlu banyak usaha lagi.mantra ajaib. Langsung menuju pintu keluar. begitu. Kentang meluncur drastis. masih menggigiti bibir. Badannya yang sudah membentuk kurva-kurva ketika tubuh teman-temannya masih kotak. Para orang tua saling berpegangan tangan. Kakinya yang terlalu panjang menjadikannya tak pernah kebagian jatah sepatu ketika boks-boks sumbangan datang ke Panti Asuhan. Badut-badut di pinggir panggung menghentikan aksinya. Sama sekali tidak terpengaruh gejolak hebat di sekelilingnya. Para panitia menundukkan kepala cemas. Diva turun dari panggung. Pak Ahmad. kalian semua pasti akan cantik-cantik. Dan lihatlah ia kini. adik-adik pergi ke cermin. Kol membanjiri pasar. Terung menjadi . sementara rambut teman-temannya mekar seperti kembang sepatu. Dengan langkah tenang dan anggun.. Semoga saja mereka mengerti. Di antara semua orang yang mengejeknya aneh dan jelek. Mungkin ia telah memperbaiki sesuatu dalam konstruksi berpikir mereka. "Langsung. Semoga saja. Selama-lamanya. Tahu. Sementara wajah itu tidak berubah. Rambutnya yang lurus dan membosankan. Non?" sopirnya. bertanya. Sampai kapan pun. Anak-anak mendengarkan dengan mulut menganga. Diva memasuki rumahnya. Acara mereka hancur sudah." Sepanjang jalan. Amin! Ngerti semuanyaaa?" Atrium yang tadinya bising. Wajah tirusnya yang seperti orang kelaparan. Semua tumbuh dengan sendirinya. hanya satu yang sanggup berkata lain: dirinya sendiri. Diva teringat akan tubuh tingginya yang seceking kelingking. Ia memikirkan anak-anak tadi.

Tanpa bisa memutuskan mana yang lebih merangsang: baju berbahan lycra warna hitam yang melekat seperti kulit kedua. "Saya lapar. Jahe dengan stabil berjalan meniti tali harga." Tawa Nanda kembali terdengar dari ujung sana. jujur saja. "Memangnya kita punya janji?" tembaknya langsung. Sekadar merawat kehidupan berwarna hijau yang menembusi lapisan-lapisan tanah. Tomat tak pernah keberatan buahnya dihuni ulat. Diva pun menuju taman belakang. Buah dan sayuran hadir di sana bintang Jatuh diakibatkan kebanggaan petani yang berhasil membesarkan. kening Diva langsung berkerut. "Kamu ternyata memang pemboros. "Diva. Sementara petani bertahan matimatian untuk hidup. menggenggam botol semprotan berisi pupuk cair. Padahal di dalam tanah sana. Diva membuka dafta r alarmnya. "Kamu beruntung. "Ya. Fee saya yang masih kurang mahal atau kamu yang mulai nagih?" Nanda tergelak. Mendengarnya. Tidak lebih. atau sepasang mata yang menghunus tajam seperti samurai haus darah. Nanda benar-benar berjuang menahan tumpah air . Air liur pria itu langsung terbit begitu melihat Diva melangkah keluar dari pintu. babe. untuk kemudian mereka ambil secukupnya." "Lebih juga nggak apa-apa kalau memang dananya ada. Ia amat menyukai selera humor Diva yang sadis. Kelebihan hanya akan mengakibatkan keindahan itu busuk dan siasia. halo?" "Hi. melengos. Diva pun mengecilkan suara radio. juga tak berbuat apa-apa bila dilekati pestisida." Mendengar suara Nanda. Pergi menuju pasar dan mendapatkan segalanya dengan cuma-cuma. Sirkus komoditas." Teringat pohon jeruknya yang baru berumur enam bulan. jadwal saya kosong. saya cuma mau ajak kamu makan malam. salah satu kliennya. Telepon rumahnya berdering. Sanggup makan kamu hidup-hidup. "Bisa dibuat sekarang?" Diva tertawa. Ia rela mati. semua berjalan tanpa gejolak yang dibuat-buat." Ucapan pertama Diva mengalir tanpa beban. Jemput saya jam delapan? Bye. untuk hidup kembali.primadona. Mendapatkannya bagai oase di tengah padang basa-basi. Tak ada yang ingat kapan terakhir menanam karena suka.

"Coba. Bagaimanapun Diva seorang profesional. Begitulah jadinya. orang tua kami tak sabar menggendong ." "Hei." "Kami berdua memang sepakat. sampai ada kesepakatan. Mereka mengambil tugas sebagai pendidik sebelum berhasil mendidik diri mereka sendiri. tidak perlu membela diri. Bedanya. Para pelayan berdiri tabah dalam ketidaksabarannya. sinthiing!! Kamu bilang begitu di depan orang tua mereka?." "Apa yang salah dengan itu semua?" sergah Nanda. tapi aku tidak pernah bawa bayiku ke mal. Sampai ada pembicaraan nominal. Nanda tidak mau merusak malam ini dengan buru-buru membicarakan soal itu. Yang jelas.. dengan mertuaku. orang sinting yang bisanya cuma ketawa-ketawa sambil bilang orang lain sinting. menatap kedua orang yang tak kunjung beranjak itu. sayang. Aku tidak mengatakan kalau itu dosa." "Kamu memang luar biasa kejam. "Ngomong-ngomong. Itulah hari ketika ibu-bapak bermain Barbie dan Ken.. asalkan mereka sadar dan tidak munafik. Ia lebih butuh Diva untuk hal yang lain. main Barbie dan Ken adalah kompensasi dari repotnya mengurus anak. semuanya tak akan sama lagi. Atau bisa juga." Nanda mendecakkan lidah." "Tenang saja. siapa yang memutuskan untuk memiliki anak di antara kalian Bintang Jatuh berdua? Jujur. "Tidak ada. mal di akhir pekan adalah hari eksibisi balita kelas menengah. Lima belas menit lagi menuju tutup total. Kalau istriku sih sering. Saya hanya sebal dengan orang-orang yang menjadikannya excuse.'" Kalimat Nanda menyembur-nyembur di tengah gelakan tawanya. enak bener ya jadi kamu. padahal itu justru karena mereka tidak tahu cara lain. "Kamu yang luar biasa buta. Karena begitu itu terjadi. boneka mereka adalah anaknya sendiri." balas Diva tenang. Tapi yang jelas. Diva menyatakan tegas bahwa tubuhnya terbebas dari sentuhan sekecil apa pun. Setengah jam yang lalu restoran itu menutup pesanan terakhirnya.liur. "Kamu sinthiiing. sekaligus pelajaran pertama mereka untuk jadi konsumtif. sama seperti dirinya. bukti pada khalayak umum bahwa mereka telah membesarkan anaknya dengan baik. sama seperti anaknya.

"Saya masih belum gila. capek. Jadi. kalau saya harus mengeluarkan uang untuk. "Mereka nggak tahu. anak bawa rezekinya sendiri**" Diva terkekeh. ternyata kelakuan anaknya masih seperti bayi. dia pasti bakal didominasi kakekneneknya.cucu. ditandai suara deru ban yang berkumandang tanpa iringan musik atau obrolan. "saya pikir benar-benar cuma makan malam. daripada." "Dan kalau anakku lagi lucu-lucunya. Mungkin ini kedengarannya bodoh." Mobil itu memasuki pelataran parkir hotel. Eeh. kok jadi beban. "Jangan jadi beban. kamu tidak tahu sebenarnya siapa yang menghibur siapa. pakai ditambah bayi sungguhan pula. Tapi jangan cemari satusatunya jalan pulangmu untuk keluar dari semua sampah ini." Mendengarnya. Kita sama-sama harus begitu untuk bertahan di dunianya tukang dagang. pelan. Ketulusan bukan ketulusan lagi kalau kita mulai memperjualbelikannya." Diva berbenah. kamu tahu sendiri. Untuk kesenangan sendiri saja. nanti malah nggak dapatdapat. Muka Nanda tertekuk. sih? Sudah saya bilang.. Putaran ban melambat ketika mendekati sebuah hotel.. . wajah Nanda malah makin berat.. "Hidup kamu itu gimana. "Sedari tadi. Katanya. Saya memang punya dagangan." Mereka berdua pun berdiri. langsung pindah tangan! Sialan! Ha-ha-ha!" "Sudah ah." Pria itu seketika mendongak. siap bangkit. tapi saya ingin kamu men-charge saya malam ini.. Diva agak terkejut melihat sorot seperti itu untuk pertama kalinya keluar. e'ek. diiringi embusan napas lega para pelayan. Sekalipun kamu sudah. begitu giliran kencing. "Kamu serius?" Diva melirik. sama seperti kamu. Sunyi.... Dan belum ada rencana ke arah sana juga. "Diva. biarpun sebenarnya kita tidak. saya lebih suka membayar kamu untuk makan malam seperti tadi. nggak usah berlagak waras dengan pasang muka begitu. jangan ditunda-tunda. dan berhenti di sana. jadi orang sinting itu harusnya gampang.... Ada yang bergolak di dalam sana. Nanda. karier bisa diatur.. ah. daripada. Tak lama kemudian jip mewah itu kembali melaju di jalanan yang melengang.." ¦ Diva menggelengkan kepala. sebuah kesenangan.

"Aku suka sindiranmu itu. Walau seringkali ia harus menghambarkan rasa. Pak! Atau lagi ada proyek pendidikan yang bisa dicatut?" f "Pendidikan sekarang sudah jadi bisnis. "Halo juga. Surat penuh syukur. Andaikan ia mampu mengganti isi amplop itu dengan surat cinta. tua-tua begini aku . Seorang guru besar ilmu sosial universitas top di Jakarta. Sama sekali. Nanda memutuskan menghabisi kegaduhan alam pikirnya. Ia serasa bermimpi baru saja memperkosa ibunya. atau adik perempuannya. Terkutuklah Diva si Pelacur begitu ia mulai memunguti uang di atasnya. jangan sampai kembali ke Kramat Tunggak. Demi untuk bisa menyerahkan amplop itu. Dunia ini semakin mahal. Nanda membenamkan wajahnya semakin dalam. tenggelam dalam tengkuk Diva. digerakkan kejujuran yang berontak dari dalam sana. Ya. Amat pelan. "apa kabar pendidik bangsa kita satu ini?" Pria itu tertawa. Usianya sudah lewat 50 tahun." Pria beruban itu cengengesan sambil melepas kacamata tebalnya. Kangen kamu!" "Untung juga Bapak nyambi ngajar di program-program magister pengeruk uang itu. Selelah orang disuruh menggusur gunung. Di kamar hotel yang sunyi. Sorot mata yang hidup tadi. Pak?" "Nona Manis. Semuanya bahkan seperti mimpi buruk. kita turun. seperti malam ini. Non. Mulai menangis. "Yuk. Lelah mendapati kenyataan bahwa bahasa yang ia cakapkan hanyalah angka." jawab Diva tenang." ia menggamit tangan Diva. Tanpa perlu satu pun huruf. Pendidikmu tersayang ini sedang kangen berat. ya? Gaji dosen beneran mana bisa bayar saya. "Halo. Hari bergulir cepat bagi seorang Diva.kembali ke diri kamu sebenarnya. Namanya Margono." "Yang penting. terkutuklah dia. Diakhiri suara kunci mobil berputar. Nanda mendekap lembut tubuh Diva yang tergolek polos—mumpung ia masih punya hak melakukannya. ilmu tidak tekecuali. tapi selalu berkeras ingin dipanggil Margo—nama gaulnya waktu muda dulu." Gadis itu menunduk sambil memainkan ujung baju. Uap keringat yang panas tadi tak membekas di hati. ya. cantik. Lelah mencari bahasa yang sanggup mengungkapkan perasaannya. ia pun tidak tahan lagi.

sampai ke neo-Gramscian. Feuerbach." Lelaki itu menggosok-gosokkan tangannya. bersemangat." Diva pun duduk. terbakar gairah. "Div. Saya pernah iseng-iseng merangkum pemikirannya Hegel. Lebih tokcer. "Kita tunggu sepuluh menit. melipat tangan. mengeluarkan sebuah botol obat. jadi yang meramu-ramu. Kalau bukan kamu. Dengan penuh semangat ia merogoh tasnya. Pak. ha-ha. Saya suruh saja mereka tulis semua yang mereka mau. Saya pernah baca ulasan tentang itu. chief editor. Terlalu banyak sudut pandang malah jadi pusing. Kalau yang baru ini kerjanya langsung menstimulasi otak. segitu-segitu sajalah. Katanya barang ini akan bereaksi dalam sepuluh menit. Nanti temanku ada yang bakalan pergi simposium ke Boston. itu akan kena charge tambahan. Dan bukan cuma itu saja. menarik sekali." Diva langsung menawarkan diri. juga spill-down pemikirannya Marx. Fichte—semuanya dalam kerangka Marx. katanya bakal keluar saingannya Viagra.masih punya selera tinggi. Pak Margono melihat jam tangannya. semacam itu. Pak?" "Ah. aku mau titip sebotol!" Rupanya ia berhadapan dengan bandot gaek yang mencoba mengasah tanduk yang bahkan sudah membelesak ke dalam. Viagra kan bekerjanya terpusat di organ situ saja. juga kritiknya Habermas. "Kalau Bapak ingin lihat saya pakainya di depan Bapak." "Mana G-string pesantfnku tadi? Sudah kamu pakai. Ingin rasanya Diva menghadapkan cermin.. Paling-paling nantinya saya car i lagi satu orang buat meramu-ramu. Tapi yang lebih penting lagi adalah relevansinya . Yang satu ingin menekankan kritik soal materialisme historisnyalah. cantik?" Diva mengangguk kecil. Saya nggak kepingin malam ini Bapak jadi bangkrut. lalu menelan dua butir pil." "Jangan harap saya tersanjung mendengarnya. ada yang ingin mengulas etika otonominyalah. ya aku mana mau. "Sudah sampai mana Supernova proyek keroyokan resensi Das Kapital-nya. apalagi yang menyangkut faktor emansipatoris masyarakat." "Saya mau tuh. Kant. "Soalnya saya tidak akan hanya mulai dari Marx lalu berhenti di Marx lagi. Oh ya.. Gramsci. paling lama lima belas.

" Lelaki itu panik sungguhan. nanti Bapak boleh dong mengajar di sana. Sementara konteks utamanya malah ditenggelamkan. Full refund. "Maksudku." kata Pak Margono. Kamu tidak punya titel apa-apa." Diva makin tidak habis pikir. Pak. "Nih. Mau jadi apa bangsa ini. tapi kamu itu siapa? Maaf lho. mmm. arogansi agama yang berlebih." celetuknya genit." Pak Margono memotongnya dengan tawa mafhum. itu semua karena pendidikan yang basisnya parsial. mana boleh. Melucuti bajunya satu-satu. Dengan santai.. saya tidak percaya dengan sistem pendidikan Bapak itu. Makanya kalau ngomong suka ngaco. "Ya. "Div.. Pak.. "saya bisa pergi dari sini. bukan berarti kamu tidak mampu. lho. Pak Margono mulai gelisah. parameter pengakuannya apa? Kan mesti ada kurikulum. tanpa bermaksud menyinggung. ini sudah sebelas menit kok belum ada apa-apaan ya?" "Nggak usah dipaksakan." Beliau sibuk meralat. kamu beli izasah. sudah. saya tahu kamu lebih cerdas dari dosendosen itu semua. Nanti biar bisa jadi dosen! Ada kenalanku yang bisa mengurus sertifikasinya. dan pemicu awal ide Marx itu sendiri. piye iki? Mungkin kamu mesti bugil dulu! Atau apalah! Bikin apa 'gitu sama aku. kewalahan. "tunggu sampai saya bikin sekolah sendiri saja. apa yang sebenarnya ia lihat." Mata Pak Margono langsung membelalak ." Diva nyengir. arogansi budaya yang berlebih. yo uwis.. tidak menyeluruh. cantik. Bolak-balik lihat jam." tukasnya berapi-api." "Asyik. "Sudahlah." "Masalahnya. Diva menurut.. Langsung S-3 juga bisa. wis. dong." "Panggil aku Margo.. Arogansi pengetahuan yang berlebih. Produknya nanti kayak Bapak semua. Pak?" "Ya.. Titel kan ndak dikasih sembarang. Sekolah yang kasih ilmu. kamu kan tidak punya latar belakang civitas akademika sama sekali.dengan kondisi sekarang. ada sistem pengujian." potong Diva malas. saja deh.. timpang. "Walaah. "Memangnya penikmat ilmu seperti saya ini tidak bisa diakui ya. Orang-orang diajari untuk berpikir parsial. bukan kasih titel. dan bikin keputusan simpang siur." Diva mengangkat bahu ringan. ada pertanggungjawaban hasil akhir." "Aduh. "Manisku.

Mengambil setengah. Ruben mesem-mesem. sembilan belas menit." "Ah. Jelas sekali bapak itu berusaha keras. dan berusaha. "Sini.. Diva yang mendekat langsung disergap tanpa ampun.seperti burung hantu." "Justru aku yang tidak rela kamu menyama-nyamakan diri dengan dia. Tinggal bekal air panas dan cangkir dari rumah. sekarang kitaribut gara-gara memperebutkan wanita yang bahkan tidak eksis! Ruben terbahak. Diva menghampiri amplopnya. "Mungkin Bapak mesti tunggu obat titipan dari Amerika itu datang." katanya sambi melangkah pergi. please. "dan biaya ganti rugi G-string saya yan kamu robek.. "Syukurlah dia cuma tokoh fiktif.." "Setuju." Pintu itu pun menutup." timpalnya cepat. "Sengaja. sini kamu. Tak lama kemudian." *Ini ongkos saya telanjang tadi. "Kamu tidak takut jantungmu meledak." "Sablengnya iya. Ruben melangkah ke dapur." panggilnya membabi-buta. jangan bilang kamu cemburu sama tokoh karanganmu sendiri.. Margo. Pak Margono terkulai. akhirnya ia menyerah." "Menurutku. Ia pun mulai berbenah. ya? Coba sekali-sekali hitung ada berapa bekas cangkir itu. kepayahan. toh kita semua bakal mati. eh?" Tidakkah kamu ingin jatuh cinta padanya?" tanya Ruben sambil menepukkan naskah itu ke dada." sahut Ruben dari dapur. . "Ya! Tanah liang kuburmu nanti bisa orang-orang pakai buat bikin kopi. supernova Dari posisinya masing-masing. dia adalah Ruben Ehud versi perempuan.. Dhimas langsung merebutnya kembali." "Oh. keduanya pUn meregangkan badan. "Kayaknya kita butuh istirahat sebentar.. ya? Bintang Jatuh itu kok banyak miripnya denganku. Lima belas menit lewat sudah. Ngiler.." f£M "Ha-ha! Itu lebih lucu lagi. membuat secangkir kopi." Sejenak mereka berdua kembali membumi. Supernova KEPING "Such a Small World.. Jadi. dengan napas memburu yang tak menghasilkan.. persis penisnya. Tanpa sanggup lagi berkata apa-apa." ujar Diva seraya bangkit berdiri. Sigap.. Dan aku tetap bangga dengan jasadku yang sarat kafein. dua puluh dua. "Dan kita ini homo!" Mereka terpingkal-pingkal. Ia berusaha." "Terserahmulah.

" Ruben ikut berselonjor. kok.. "dan temannya ini sekarang malah jadi selebriS padahal kalau dia berkarier di Amerika. ya. "Kamu nggak merasa buang-buang waktu baca majalah kosmopolis begitu?" "Lighten up. Ferre. Aku jamin tidak bakalan eksis " -Jangan terlalu kejam. Ruben." Dhimas membaca artikel itu lebih saksama." -Such a small world. Orang ini memang pintar. paling-paling cum jadi debu di tengah gurun. lulusan Berkeley." Dhimas menyorongkan artikel dengan foto seorang pria terpampang besar. Dia muncul di acara itu kan cuma gara-gara diajak sobatnya. akhirnya dia minggat ke SF'tatar Ruben. Ekspatriat. "Ada yang menarik dari dunia selebriti kita?" Dhimas membolak-balik majalah itu. Tahun berapa itu. Miranda kan tetanggaku di Kebayoran Baru. kan? Siapa namanya." "Lihat ini." "Lumayan.lm flflt-ku waktu dia baru datang ke Balti^Ehn. "Hei. yang dari junior high sudah di Amerika. Apa anehnya ." "Umur 29." gumamnya pelan.. ha! Perusahaan asing! Sempurna!" "Tapi jangan lupa. "Ferre?" "Ya.Ruben mencari-cari makanan kecil sambil meniupi kopi panasnya.I^ * tggu sudah pindah^ Nggak betah katanya. Dulu waktu masih SD-SMP. "Kamu masih ingat dia.. ya. single. Anak itu sempat ngobrol denganku garagara kita sama-sama tidak tertarik ikut kepengurusan. sudah jadi MD." Ruben menggoyangkan telunjuknya.. ya?" "Oh! Aku ingat." "Adiknya si Miranda itu. Aku kan masih ingin tahu dunia. nggak?" Ruben menajamkan mata. Apalagi dia." "Ya. "dia itu geng imigran.." "Geng konsulat?" "Lebih parah: geng imigran. mana lagi merasa dirinya mahasiswa pendatang. Dulu kita pernah bertemu di acara ramah tamah PERMIAS. aku sering main ke rumahnya. "Sepertinya ada. tahu nggak. dan tiba-tiba berhenti di satu artikel. Dhimas selonjoran sambil membaca majalah." "Rafael!" "Ale! Nama panggilannya Ale." "Dia homo juga?" -Ferre ini cocok sekali dengan karakter Ksatria kita.. manusia kuper ini kepingin tahu.. Ganteng lagi. Masuk sini jadi barang impor.' Baltiniore nggak ada apa-apaan.. "Mana coba. Aku memang si serius yang membosankan." "Wah. eh? Rafael itu pernah „.

"Tiap kali kita kangen. tidak mengindahkan. apalagi kalau saya ketawanya sendirian." "Bukan mentang-mentang saya yang kasih. adalah keindahan melihat kamu asyik di aummu sendui. "Kita buat taruhan. "Apa ini?" tanya Re heran ketika disodori sebatang pensil kayu.. Tapi jujur. baru kita saling melapor dan dihitung siapa yang paling banyak. Puteri." 'Heran. "Kamu?" "Masih juga. menghadapi hamparan komik Jepang pemberian Rana. "Alasannya'" «Bagi saya." KEPING Cinta Tidak Butuh Tali Ada gambaran mereka berdua dalam benaknya. dong!" Rana menjawab. Puisi membutuhkan lebih dari .ekspatriat dapat posisi begitu di negara ini?" "Bisa nggak. "Kadangkadang. Puteri?" tanya Re pasrah. Kamu penulis. terus kita hitung mulai dari jam kita bangun sampai tidur. dengan bangga pula. menahan pilu. Taruhannya apa?" "Yang kalah harus membuatkan puisi. Kala mendung dan gerimis kecil merambati jendela. "Suami kamu tidak cemburu sama si Kariage?" balas Re. Tak peduli kau bahagia dengan diriku atau cuma dengan sel otak. Sebuah pensil kayu jelek hadiah dari restoran yang ujungnya diraut sembarangan dengan pisau. Kamu benar-benar tenggelam Vud jangan. Puteri. "Rana. yuk!" "Taruhan apa. "Boleh. Ferre " Aku mencintaimu sepenuh hati.?" Mata kekasihnya nanar. Ketawa "Kamu memang mencintai saya dengan tepat. ya! Awas kalau enggak!" Re berpikir sejenak. Tak peduli lagi tepat atau tidak. terlalu mudah untuk kamu membuat puisi. Kariage Kun." "Puisi? Itu tidak adil namanya. senyumnya pun melebar. sayang. kita coret garis di kertas. Di sebuah Minggu siang yang langka. "Kamu masih baca komik ini?" "Ya masih. kening kamu kerat-kerut sampai IL^Z\ meledak sendirian." "Kamu keliru." Lama tidak ada tanggapan. Saat mereka bersantai di atas karpet kamar kerjanya." Mata Rana kembali punya sinar. Tak peduli kau menyadari aku hilang atau tampak. "Hati saya rasanya masih meleleh setiap kali kamu memanggil saya 'Puteri'. sih kamu berhenti sinis? Sebentar saja." Rana berkata lirih. saya kok malah senang lihat kamu baca komik ini.. Lucu. tapi karena harus. kan?" Bgiv "Bukan. Saya memang sering menulis.

" "Menurut kamu. Dan mutiara sangatlah aneh di tengah batu kali.. bahkan dengan amat adil. Genggamlah jantungku dan hitung denyutannya .sekadar jam terbang. Sebanyak itulah aku merindukanmu.." Inspirasi. Dulu aku adalah pujangga. . . uinta 1idak butuh tau Dan darah cinta adalah udara. Dengan roh rindu yang menumpang lewat di dada. Tak pernah lepas dati kantong. Memompa lembut seperti angin memijat langit. ¦ Seorang arwah pujangga tersasar masuk ke dalam tubuh mungiiicu. too." "Kok bisa. Karena itulah aku anomali. Re menatapnya sambil memainkan pensil kayu itu. Dulu aku berkata-kata bak mutiara nan wangi. Ia merobohkan seluruh dinding! Inspirasi nggak perlu lagi ngomong 'permisi'. Kata itu mengempaskannya kembali ke lorong-lorong gelap masa lalu. Karena ini ia dinamakan si jantung hati. Puteri." "Saya sudah kangen duluan. "Kamu tahu aku tidak bisa. Tidak butuh kertas. mengecupnya lembut. Jadi siap-siap merancang puisi dari sekarang.. Ini dia kendaraannya." "I love you. atau corengan garis." Rana mengambil tangan kekasihnya." Di tengah rapat dengan orang-orang finance-nya yang masih berjalan. Diam-diam tangan kirinya mencoretkan garis-garis di selembar kertas." bisik Rana manja." Rana mempererat genggamannya. Memasuki sandwich memori nan lezat. sayang. Suara gerimis kembali mengambil alih. telepati itu ada tidak?" "Kenapa memangnya?" "Barusan saya juga memikirkan hal yang sama. Princess. Karena rinduku menetas sebanyak tetes gerimis. Orang-orang di sekitarnya mulai sadar.." "Berarti dari kita tidak boleh ada yang kalah. "I love you. . "Kamu pasti kalah. Hampir dua menit sekali." "Ya?" "Saya menang. Jauh sebelum kau menyerahkan kertas dan pensil.. Berdenyut lincah seperti buih yang terus berkelit.... Kenangan beranak kenangan. Ingat saya pernah bilang soal pekerjaan yang masih punya ruang untuk inspirasi? Penulis puisi bukan hanya mendengar ketukan inspirasi di pintunya. Sudah kumenangkan taruhan ini. "Re. pensil kayu pemberian Rana. Pikiranku adalah seribu persimpangan dalam sekotak korek api. pikiran Re sudah melesat pergi seliar api mercon.

Hanya dalam waktu hitungan bulan." "Sok tahu. kita bukan freshmen lagi. mendadak rumah ini terasa begitu sepi dan. Asal dan tujuan benar-benar spesifik: Rana. "Hai!" Suara enerjik . Berlari di tempat." "Aku melihatnya sejelas melihat sendok ini. Persis sedang senam waitankung. Hunian ideal bagi para lajang sukses. Benar-benar cuma satu yang menggugah minat: telepon—deringannya atau kesempatan menelepon. "Hei. Hamparan rumah mewah model townhouse yang tertata apik. ya? Sudah terbit? Pasti! Kapan saya bisa baca. tapi di hari ini lamunannya selalu mentok ke jalan buntu. Dalam satu geliat nasib. Ia. Sejak kapan pakai pilih-pilih?" Re tergelak.." "Gila. telepon genggamnya berdering. ia masih berusaha keras menyangkal semuanya. membuatnya tersadar seharian ini ia tidak ke luar rumah sama sekali. not me. defensif." "Kamu suka sama dia. Satu malam ketika pergi makan dengan A le. Telepati itu bualan.. Dia sudah bersuami. Rana? Oh. sekarang tidak ada pekerjaan untuk mendistraksi. Kembali melandas di hari Minggu. Lima menit kemudian Re tersadar betapa konyol ini semua. tahu!" Re berkata." Re memutar posisi duduknya. Di kantor ia selalu melamunkan hari ini. Pertama kali ia tertangkap basah. Bahkan beberapa minggu yang lalu. karena ia hampir tak mampu menutupi apa pun. Aku tahu banyak sekali bandot nggak pernah gede di usianya yang ke-50 sekian. Puncak segala siksa..Bos mereka bolak-balik menghela napas. Gawatnya. yang juga perbuatan yang tolol." Tiba-tiba telepon genggam Re berbunyi lagi.ia adalah si lajang loser. "Lalu? Suka is suka. "Le. Komik Kariage Kun yang jadi pelariannya juga sudah tidak lucu lagi." ujarnya ragu-ragu. telah membuang setengah hari untuk melakukan sesuatu yang tak bermakna. makanya Alexander Graham Bell ditakdirkan jadi penemu telepon. memunggungi Ale. Sedan perak di rumah seberangnya sudah pulang lagi. Re melirik ke luar jendela lagi. umpatnya.. "Halo. "Yup. yang dikenal sebagai pengguna waktu yang efisien dan efektif. "Rana? Reporter itu?" Ale langsung bertanya begitu Re berbalik. But sorry. Umurku berkepala tiga dalam beberapa bulan lagi.

. Matahariku bersinar nonstop dua puluh empat jam. semua ini akan menimbulkan kecurigaan. semua orang di sini sampai silau. Cinta itu tirani.. Dan kini ia kehabisan akal. Tapi saking bersinarnya mukamu. Tak berarti. agar ia sedikit berlari. npmac Cinta Tidak butuh Tali Ayo Puteri. '-^. "penerangan di sini remang-remang. Rp mplirilr iam . cambuklah kuda waktuku. Konsep itu memang utopis." jawab Re pendek." Makanan mereka datang. Ada yang terbit dan ada yang terbenam. menyapanya dengan keceriaan murni. sahabatnya kembali berjalan mendekat. punya anak tahun ini. "Kamu benar-benar suka sama dia. Ale tersenyum sendiri." "Ngaco. tidak ada yang punya arti di saat seperti ini. ia malah menjadikan suaminya singa kelaparan yang siap menyerang begitu ada kesempatan. Bahkan reputasi emasnya. Lima menit kemudian. Bagi Ale. Ia sadar. Dengan tak berdaya kesemuanya itu berlutut di hadapan mahligai agung sebuah hipercandu bernama Cinta. Rana Arwin hafal benar siklusnya dan Rana sangat menyesali hal itu." dumel Re pelan. Pembuangan waktu seperti ini juga akan jadi bahan omelan empuk. Semua orang menyimpan sebongkah matahari dalam dirinya. semakin lama ini berjalan. Cinta tidak membebaskan. Sudah sewajarnya kegiatan tersebut justru . Apalagi dengan program yang sudah mereka sepakati. Menggiringnya ke lorong panjang pengorbanan. dan berarti. karier platinumnya. "Re." "Jangan asal.". Apalagi di tempat kamu berdiri tadi. Mungkin memang begini ini adanya. itu dekadensi besar dan sudah kenyang Re dimakinya. Membuat dirinya terasa sangat remeh. Baginya. Kini ia mengerti. Yang lebih penting lagi. dari mulai pura-pura tidur sampai mengaku keputihan.dan penuh vitalitas itu lagi. Refleks. Masih adakah cucian yang belum kering? Adakah sampah yang ingin kalian bakar? Mari. dekatkan pada wajahku.. "Rana lagi?"1 "Ya. Kepalanya makin merunduk mendekati piring. Ia membelenggu. Re melangkah menjauh sambil meneruskan percakapan. Ia sudah mencoba berbagai cara. gejolak 24 jam itu adalah kemajuan. Mendadak ia tercenung.panggil Ale di antara kunyahannya.

Sudah lama sekali ia tidak. Aku mohon. Rana berteriak sunyi. Rana makin meringkuk di sisi kiri tempat tidur. Sapuan-sapuan penuh maksud yang membelai kulitnya. Mas. tangan Arwin yang merangkulnya dari belakang. "Malang. Apa maunya.. "Mau dibuat enak sama Mas?" rayu Arwin. Tiba-tiba Dhimas berhenti mengetik. Rana menatap suaminya. Dhimas &amp. Biasanya rayuan itu selalu berhasil. Mas." Jangan. Re. Arwin keluar dari pintu kamar mandi." Rana menelan ludah. jangan lakukan itu. Demonstratif. dan menajamkan telinga penuh siaga... sayang?" "Agak nggak enak badan. Ia kenal betul ekspresi itu. Tak pernah lewat Tak akan kubiarkan diriku alpa. suaranya bergetar. Lampu dipadamkan. tolong aku. sih?" gugup Rana menjawab. "Menuliskan kisah orang-orang ini membuatku sadar. Menguap berkali-kali. kan sayang?" "Tidak. Perlahan ia mulai merasakannya. Aku diperkosa. Dalam titik kepasrahannya. tambah malang.. siap berbaring.. Setiap bunyi gemerisik Supernova seprai membuat jantungnya berdegup kencang. "Kamu sudah tidak minum pil KB lagi. Dan seperti kucing basah kuyup. Rana balik badan seketika. Microgynon lebih penting dari makan siang. Ia lalu memejamkan mata kuat-kuat. bagaimana Rana meringis dan mengernyit jengah.diintensifkan." "Seberapa malang?" "Kamu bisa bayangkan apa rasanya ketika statusmu bagaikan penjara dan tempat tidurmu adalah neraka?" . "kok tangan kamu dingin kayak es?" "Masa. Ruben "Apa kabar Ksatria dan Puteri kita?" Ruben menepuk bahu Dhimas yang masih tekun mengetik. "Kamu sehat-sehat kan. Rana benar-benar tersiksa. Mungkin masuk angin. memutar duduknya. atau satu 'hai' di tengah keramaian. ternyata aku sangat beruntung. Hanya tembok dan langit-langit yang tahu. Dan malam ini ia harus berhasil. Napas hangatnya yang meniupi tengkuk.. dan memandang Ruben. "Kamu membuatku merasa bangga dengan diriku sendiri.. "Mendadak surgamu jadi super simpel." ucapnya sungguh-sungguh./ Arwin berbisik." Ruben tertawa.. . "Rana. Setiap hari. Kamu memberi hubungan ini . Ruben. Cukup satu 'halo' di telepon.

Jadi. adalah sahabat terbaik.Supernovai kebencian dan ketakutan saya pada ortu saya &gt.tidak tertolong lagi* Saya tidak tahu mesti ngapain. Saya juga malas.Supernovai saya suka sekali membaca artikel Anda &gt.seharusnya membahagiakan. saya TIDAK TAHU APA-APA* Tidak &gt.Supernovai saya mulai malas pergi melayat* Saya sedih &gt. Partner hidup.melihat orangorang berdukacita akan sesuatu yang &gt. Cinta Tidak Butuh Tau "Pernahkah kita berikrar untuk mengikatkan diri? Cinta kan tidak butuh tali. Dan lihat.suatu visi.Anda menentang semua struktur* Saya '-post1 terhadap apa pun yang Anda pegang tahun lalu-. Supernova Ia mengklik inbox-nya.. &gt. meraih tangan kekasihnya dan menggenggamnya erat.artikelartikal Anda selama ini i apakah Anda sadar &gt. Merayapi surat demi surat yang masuk.. Dengan alasan yang sama* Tapii pergilah untuk orang-orang yang merasa ditinggalkan itu." ucap Ruben perlahan. &gt. &gt. s e n d&gt.bertujuan• Tidak punya cita-cita* Bertahun-tahun saya &gt. kita tidak lari dari kenyataan.tentang budaya pop dan post-modernisme¦ Dari &gt. s e n d &gt.Saya baru sadar-. Kita juga bukan pasangan gay umbar libido seperti yang orang banyak kira.dibesarkan-i dan saya cuma bisa menghabiskan oksigen* &gt. Banyak doa.bahua Anda adalah seorang post-strukturalisf &gt. Kita. Anggaplah mereka menangis karena diri mereka belum terbangun dari mimpi-» sementara yang mati sudah • Sama malasnya saya pergi ke resepsi pernikahan* Kebanyakan dari mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat• Dan orang-orang malah turut bersukacita• Yang jelas mereka memang membutuhkan doa. &gt. buat apa kita melawan arusnya dan malah saling menjajah?" Lamat-lamat Dhimas tersenyum. Itu kuncinya." "Kemerdekaan. Ia membebaskan.Entah apa saja yang mereka jejalkan dalam otak saya* .Datanglah untuk berdoa* &lt. kemarin i bahkan detik yang barusan lewat • Kita sedang ber-evolusi* Anda bisa memperlancar prosesnya dengan berhenti menggolong-golongkan* Jangan repot-repot* &lt.

&gt;P1ungk in cuma kentut* &gt;Jangan salahkan saya kalau saya lebih doyan drugs. &gt;Mereka yang marah-marah itu tidak tahu enaknya drugs &gt;dan sucks-nya hidup- Bisanya cuma masuk in anak ke RSKO* &gt;Bolehkah saya ketemu kamui Supernova? Saya mau kerja &gt;apa saja untuk kamu* Saya ingin jadi bermanfaat* Di RSKOi badan kamu didetoksif ikasi * Di Supernova-, pikiran kamu didisinfeksi- Infeksi pertama yang harus kamu sembuhkan adalah: kebencian dan ketakutan kamu* Bukan pada orang tua kamu* Tapi pada diri kamu sendiri* Satu-satunya yang tidak diajarkan padamu adalah mengenal diri sendiri* Karena itu kamu benci dan takut terhadap hidup* Satu-satunya hal yang dilakukan drugs untuk kamu adalah meminjamkan seremah surga dengan bayaran segumpal sel otak* Transaksi yang sama sekali tidak sepadan* Solusi yang benar-benar destruktif* Otak kamu dapat disegarkan i tanpa harus dirusak fungsinya* Tergantung apa yang kamu pikirkan-* yang kamu MAU pikirkan» Satu-satunya manfaat yang bisa kamu berikan pada Supernova adalah meledak bersama* Ledakkan pikiranmu* Segarkanlah ia dari virus-virus yang membuat arus hidup ini mampat* Supernova ada di .mana-mana* Saya*** kamu*** kita lebih LUAS dari yang kamu duga* Jadi-, percayalah-, kehadiranmu di sini adalah manfaat terbesar* Tanpa kita harus bertemu muka • &lt; s e n d &gt; &gt;Supernovai kamu adalah VIRUS!! Memang * Baru sadar.? &lt; s e n d &gt; &gt;Super novai saya adalah fans fanatik taman kanak-kanakmu* Tapi kamu harus hati-hati* &gt;Tidak sedikit orang yang akan menjegal kegiatanmu» &gt; II e reka menganggap pengetahuan dalam jaring laba-laba &gt;ini membahayakan* Tidak sesuai dengan konstitusi dan &gt;ideologi» Tidak sesuai dengan apa pun yang kita kenal &gt;kebanyakan di tengah masyarakat- Saya khawatir* Saya &gt;tidak ingin TK ini sampai dibredel* siht banyak terima kasih untuk perhatian feri*3 tapi pernahkah saya menentang sesuatuf Saya k^a' errawarkan perspektif baru* Mengolah simpul^ny3 ang saya lihat bagi Anda semua* Andalah yang simPu*

kan selanjutnya* Zaya tidak punya kepentingan a*1**. pun atas cocok tidaknya pengetahuan ini gedi^1 ^onstitusii norma-» budaya-, atau ideologi apa den9an Anda dan orang banyak percaya* Tujuan saya pun ^anerlgkomparasi • Saya menawarkan analogi untuk buka" fieksikani demi kehidupan dan wajah dunia Anda lebih baik* Itu saja* Adakah semua itu merusak v3"? Anda? Atau sebaliknya*. Anda merasa lebih Kel^UPSilakan jawab sendiri* baik" &lt;s«nd&gt; 10 Kekekalan adalah Chaos nendekati pukul delapan malam, hidup kembali bergulir untuknya. Dengan langkah sigap dan mata awas bagaikan elang. Re menjemputnya di venue tempat ia meliput. "Re... aku tidak bisa lama. Setidaknya antarkan aku lagi subuh-subuh." llpPteS-' Re mengangguk cepat. Begitu tangan mereka terpaut, Sang Waktu pun kembali menyusutkan tubuhnya. Membuat kedua insan itu berlari, terburu, tergesa, liar—karena dipaksa menggandakan intensitas. §PSp Malam banjir akan adrenalin. Malam panas akan cinta yang menggila ketika pintu penjara itu dibuka. Kebebasan dalam episode singkat. Terkutuklah Jakarta yang memaksa warganya tua di jalan raya. Ferre Ada saat tatkala kata terasa sia-sia. Di tempat tidur Re yang nyaman, mereka berdua menatap jendela. Hanya mengingat rasa. Alam begitu murung, sekaligus indah B»— . , raPat di hamparan lapangan golf itu. Rasanya ?a ."JJ* ijerkaca-" 113 Aku merasa begitu kecil di tengah keluasanku Rintikmu raksasa dalam mungil tetesmu Engkau menyelimuti dengan dingin. Dan semakin kau merapat, semakin membara alam ini Jutaan engkau kini turun membanjiriku Tak akan pernah aku meluap, Puteri. ¦Kugali tanahku lebih dalam dan kubuka semua celah untuk menyerapmu. "Rana... jangan pulang." Ia tidak menjawab. Tapi tubuh itu mengirimkan getaran-getaran yang sudah sangat ia hafal. "Rana... jangan menangis." "Kamu baru saja mengatakan dua permintaan yang sama-sama mustahil." "Jangan pernah bilang 'mustahil'. Aku ngeri mendengarnya." "Tapi kita bisa apa...?" Pelukan itu perlahan mengendur. "Pertanyaan itu untuk kamu,

Puteri. Bukan untuk saya." "Kamu memang tidak mengerti, tidak akan ada yang bisa." Re mengatupkan rahangnya kuat-kuat. Mereka akan memasuki gerbang debat kusir, dan ia tak mau itu. "Ikatan saya banyak. Bukan hanya pernikahan dua orang, tapi saya juga menikah dengan keluarganya. Dengan segenap lapisan sosialnya. Saya tidak seperti kamu yang punya banyak kebebasan. Kamu tidak bisa membandingkan... Re memutar tubuh Rana, menatapnya luruslurus. Saya tidak membandingkan, karena saya tahu persis pembandingan tidak akan membawa kita ke mana-mana. Tapi saya ms melihat kamu memilikinya. Kekuatan untuk mendosa*. Membebaskan diri kamu sendiri." ; hid„ "Mendobrak apa? Moralitas? Norma sosial. Kita ni di dalamnya. Re. Saya cuma ingin mencoba iealisti ... KEPING "Tidakkah kamu menyakiti dirimu sendiri dengan menempatkannya demikian? Apa yang jahat di sini, Rana? Jahatkah saya mencintai kamu mati-matian? Begitu amoralkah semua perasaan ini?" Rana mendapatkan dirinya dalam dilema yang sama, lagi dan lagi. Ia lelah. "Mungkin lebih baik saya pulang," Rana berkata lirih. "Ya, mungkin lebih baik begitu." Re pun bangkit. Kebahagiaan dan kesedihan kejar mengejar bagai dua hantu penasaran. Sedangkan mereka berdua adalah lintasan yang letih dilewati, tapi tak bisa bergerak ke mana-mana. Dan Waktu... adalah si Pak Tua yang cuma diam mengamati, angkuh memegangi bandul detiknya yang tak berkompromi. Dhimas &amp; Ruben Dhimas yang pegal-pegal punggung akhirnya bangkit dari kursi kerjanya. Diambilnya back roller dan sibuklah ia meregangkan badan dengan per besar itu. Ruben mengamati kegiatan pasangannya. Tercenung. "Apa lihat-lihat?" "Kamu tahu apa yang dikatakan Einstein tentang waktu?" "Waktu juga berolahraga punggung?" cetus Dhimas asal. "Ya." "Apa?!" "Waktu bukan cuma bisa dipahami lewat detik jam. Memangnya apa, sih itu detik? Apa itu jam? Apa itu hari? Sekadar istilah buat dikotomi langit terang dan langit gelap, kan?" "Jangan sok dekonstruktif. Memangnya kamu bisa bayangkan apa jadinya dunia ini kalau tidak ada detik

tidak terstruktur... Input di situ bersifat nonspesifik. tapi dari sisi yang lebih pribadi." "Whatever. apa sih itu waktu?" "Pikir sana sendiri.. cortex mengorganisasi chaos. Elastis." ftjpf "Waktu di rumah orang tuaku dan waktu yang di Barnes &amp. rasanya kalau perlu bumi tidak usah berputar. waktu itu seperti karet.. you silly. itu cuma satuan. yang fungsinya adalah menerjemahkan stimulus ke dalam siklus atraktor yang terbatas. poin apa lagi yang kamu ingin sampaikan. Matti Bergstrom. Kosong dan tidak ingat apa-apa. Kedua. entah itu bau. rasa. Contohnya. ada tiga perspektif di sini.. Tapi coba kita lebih akrab sedikit dengan waktu. "Pertama. Dan waktu yang ketiga: waktu ilusif.. Noble. Dengan kata lain.. kok aku yang suruh jawab. "Pintar. oke. 365 hari. Sementara jalur kedua. Kalau kata Einstein. input ditampung oleh semacam generator acak. Setiap input yang masuk langsung terbagi ke dua jalur. Tapi di Barnes &amp. Jalur pertama diterima oleh cortex.dan jam." Ruben menggosokkan tangannya bersemangat.. ilmuwan Finlandia yang meneliti. Atau saking kompleksnya tidak ada informasi yang bisa diterjemahkan.masalah ini.' Kamu yang nanya." "Lalu hubungannya dengan back roller ini?" "Lebih dari sekadar per yang menyusut dan meregang.. tahun lalu cuma ilusi. kemarin adalah ilusi. di rumah orang tuamu. Bertolak dari premis bahwa sesungguhnya waktu tidak ada. Per-per itu bahkan tidak ada. Waktu sendiri." potong Dhimas mangkel." "24 jam." "Jadi. waktu yang mekanis: tik-tok-tik-tok jam di dinding. "Selain menghina orang tuaku." "Itu pertanyaan retoris. sedetik rasanya satu eon" buatku. Bagian dari sistem kalender yang bukan cuma satu di dunia. hari ini juga ilusi. sampai akhirnya cortex kembali membanjiri ." Ruben menjelaskan. dan sebagainya. bukan cuma lihat sisi mekanisnya saja." "Hanya tidak ada satuan." "Dengar. otak kita adalah generator bipolar. waktu yang relatif:. bilang bahwa generator acak itu bisa kita rasakan waktu kita benar-benar baru bangun tidur. atau disederhanakan sedemikian rupa sehingga menjadi informasi yang terkategori.. Noble. heh?" "Oke.

. Namun kita menjalaninya dengan tendensi. Pada akikatnya." "Ya. masa lalu." -^aitu?" "Kekekalan. karena kita tidak sanggup mengerti chaos yang sebenarnya. "Waktu adalah konsep hasil terjemahannya cortex. yang penting bukan dua ujung itu.kita u Kesatuan jangka waktu sepanjang seribu juta (109) tabun dengan informasi. Sel sendiri tidak kenal konsep Waktu. sel yang terus berganti. clairvoyance. dan masa depan. Waktu adalah catatan penunjang dari suksesi alam. konsep waktu dimunculkan manusia di level pikirannya. dan ritmis suksesi yang sama juga berlaku untuk seluruh penghuni alam raya ini.. berevolusi." "Nah. tapi proses di tengahnya. Mengingatkan namamu siapa. dan sejenisnya itu?" "Dalam kekekalan hadir segalanya—medan matriks yang tak terhingga berisi segala probabilitas dan potensi. pacarmu yang mana. Kita memilih mengalami keduanya dari detik pertama kita jadi embrio. untuk apa?" "Untuk apa?. fisik kita pun melalui berbagai suksesi ritme: tubuh yang tumbuh. Ia hanya memperbaharui diri. termasuk mengendalikan dirinya sendiri. Dhimas. "Agar kita tahu apa rasanya tumbuh. berkembang. otak kita melakukannya di bawah sadar. Aku ingat saat kosong itu.. Dan cortex menerjemahkannya menjadi masa lalu. masa sekarang. Mungkin kurang dari sedetik/ sela Dhimas. Dan ingat. Ingat. tanpa ada sangkutpautnya dengan hitungan sekon. dan masa depan. Manusia sendirilah yang mengadakan linearitas waktu dan setuju untuk mengikutinya." * "Bingo! Konsep Wa ktu lahir dari keinginan fundamental manusia untuk punya kendali atas hidup. Kekekalan adalah chaos. lalu bagaimana dengan ramalan. terus-menerus. kalau masa depan 'cuma ilusi. Masa sekarang. horoskop." "Tapi lucunya.. Tapi . Dalam hidup ini. semacam servis cuma-cuma.1" tawa Ruben menyembur. sesungguhnya hanya satu gerakan tunggal: Kekekalan. Tidak ada kemutlakan. semua ramalan berbicara di level potensi. Begitu cepat." "Tapi. sejarah hidupmu bagaimana. Mati dan hidup tak lebih dari sekadar gerbang pengalaman.. hartamu apa saja. Bukan fisik. Tendensimu akan memanifestasikan potensi tertentu..

Untuk tetap waras maka mayoritas pemikiran itu hanya berupa pengulangan. terserah aku mau tidur." "Aku serius. nilainya sama-sama saja. ya iya. dan 350 juta selama hidupnya. "bulan sebagai objek kuantum hanya bisa diamati apabila ada aku sebagai pengamat. sebuah otak memproduksi rata-rata 14." "Ck-ck-ck.poinnya adalah. kek. maka bulan seharusnya bisa ada." Dhimas menunjuk ke luar jendela. memori hanyalah residu?" "Kurang lebih. yang berkenaan dengan otak sebagai organ yang empiris. Inilah yang disebut sebagai 'konsensus'... sama halnya dengan otak. Lalu aspek global. Pertama. kan?" Ruben mengangkat bahunya enteng.. atau gema. Misalnya bulan itu. aspek lokal. analisis yang bagus. Kompleksitas dari benda makro membutuhkan regenerasi waktu yang panjang untuk sampai bisa diterjemahkan. tubuh kita dan semua benda lain pun memiliki dua aspek." "Jadi." "Berarti ada dua aspek dalam memahami realita. Ia memiliki elemen-elemen nonlokal yang menjadikannya objek kuantum. kek.. tapi di satu pihak ia juga objek klasik yang punya massa dan penyebaran gelombang kuantumnya cenderung lambat. bisa tidak. "Dari sudut pandang fisikawan. Itulah dahsyatnya kekekalan1." "Begini.. temasuk pengalaman memiliki organ otak itu sendiri.Itu yang selalu menjadi kebingunganku dengan objek kuantum." "Lalu bagaimana dengan masa lalu? Apa yang kita perbuat kemarin pasti memiliki jejak. betul begitu?" "Betul. yakni Kesadaran yang mencakup semua pengalaman empiris. Inilah yang kemudian membentuk memori. yang akhirnya menciptakan semacam aura kontinuitas. "Kalau kamu memang doyan koleksi sampah..000 pemikiran per hari. Tapi kenyataannya satu dunia juga tahu kalau bulan tetap ada. potensi yang termanifestasi dan tidak. pingsan. Kelambatan itu menyebabkan lintasan dari pusat masa objek jadi sangat tertebak. lima juta per tahun. Bulan itu tetap ada di posisinya sekalipun kamu atau aku menunggingi langit. semesta ." jelas Ruben.. Sekarang bayangkan. Aku benar-benar terkesan." "Lalu kalau aku membalikkan badan. Tidak menjadikan yang satu lebih penting dari yang lain.

Otak kita berawalkan dari satu sel yang tidak memiliki fungsi-fungsi otak." "Tujuh?" Ruben menarik napas. Terima kasih sebelumnya. Ia ingin tenang. dan melalui refleksinya kita mencicipi peran sebagai kreator. dan yang internal bersifat intuitif. Kemampuan ini datang dalam momen yang penuh keajaiban. respons relaksasi. dan hukum. Keenam. Jumlah itu adalah chaos. "Siap-siap. otak tidak hanya menjaga kewarasan. muncul respons keempat: respons intuitif. Sekalipun ada sistemasi biliunan saraf . dan harus bisa diorganisir ke dalam angka yang terkendalikan. Ketiga." "Pertama. "Kelima. Kita berkaca pada Sang Pencipta. hidup diproyeksikan sebagai rimba perjuangan. Pada tahap ini ia mulai bersandar pada apa yang ada di 'dalam'. manusia dimampukan untuk mencipta . respons hidup dan mati. Otak memiliki kemampuan kontak langsung engan Kesadaran Murni yang sama sekali tidak ditemukan di dunia materi. Setelah melewati tahap pertama. Pengetahuan eksternal bersifat objektif. Dengan tujuh respons dasarnya. dan ia ingin yakin bahwa dunia luar bukanlah sumber segalanya. bertahan hidup. Di tengah hiruk-pikuk dunia' materi. Kedua. dan tujuanmu satu. Ini bakalan panjang.tak lebih dari sup kuantum yang membombardir indra kita dengan miliaran data setiap menitnya. Otak mencari info ke luar dan juga ke dalam. respons visioner. yakni: ke-aku-an. Tak terkategori. Respons paling dasar. Di situlah otak mengambil peran. tapi juga mampu menyuguhkan seluruh semesta. otak yang senantiasa aktif pun menginginkan kedamaian. Lewat respons ini. aturan. respons reaktif. respons kreatif. muncul kebutuhan yang lebih kompleks. mengeksplorasi fakta. Ini adalah upaya otak untuk menciptakan identitas. respons murni. Ini jugalah perkenalan pertama kita dengan konsep kekuasaan." "Tolong dibuat sependek mungkin. kepemilikan. Nah. atau fenomena-fenomena magis. "Ketujuh. ketika ia mulai berpaling ke dalam. Pada level inilah terjadi apa yang namanya mukjizat. yang sering kita sebut inspirasi. : Bahkan kutu rambut pun memilikinya. Ia berawal dari satu cercah kehidupan.

. masa lalu dan masa depan hanyalah distraksi.." "Satu pertanyaanku. namun ada. dan lembaran-lembaran dolar mengalir lancar ke rekeningnya. Tapi ia malah merasa diuntungkan. Mencuci rambutnya dua kali dan mengoleskan vitamin. Kegiatannya tidak berubah." "Sori. Sesuatu yang tidak perlu berpikir. Di bawah pancuran. pikun." "Aku sekarang mengerti arti 'momen' yang para spiritualis maksud. karena lebih punya banyak waktu di kebun kecilnya. Tapi begitu kita terjebak dalam linearitas." "Jadi." "Karena itulah momen di mana potensi teimanifestasi. Dhimas. "Melalui ketujuh respons ini. Itulah sumber yang sesungguhnya. maka kita selamanya mengambang di pemahaman hidup yang paling dangkal.yang bergantung pada otak. Saat ini selalu memperbaharui dirinya tanpa batas. Otak adalah alat yang disediakan bagi kita untuk bermain dengan hidup. terserah Anda. dengan saksama ia menggosokkan scrub ke seluruh tubuhnya. Diva diskors dari catwalk sebulan penuh. menarik kita ke dalam abstraksi mental yang tidak nyata. sehabis yoga. "Itu kalimat terindah yang kudengar hari ini. berantakan. Dan apa yang ia lihat tergantung dari respons mana yang ia pergunakan. Tidak ada yang lebih penting daripada saat ini. Minum jus dua gelas. Alarmnya dengan rajin terus berbunyi. Membaluri . dengan tertib ia pun menyelesaikan latihannya di treadmill." KEPING Si Pencinta Alam Garagara aksinya di perlombaan fashion show anak-anak waktu itu." Ruben tersenyum lebar.. berarti di manakah kita waktu tidak menjalani keduanya?" "Bersama Yang Tak Pernah Hidup dan Tak Pernah Mati." "Jangan bicara soal itu. itu pun tidak berarti apa-apa. untuk apa kita menyesali masa lalu dan mencemaskan masa depan?" "Betul!" "Tapi bagaimana kalau sepuluh tahun lagi kamu jadi profesor botak/ jelek. Mereka bilang.. Hanya pada saat ini kita mampu merasakan masa lalu dan mewujudkan masa depan. tapi otak sendiri tidak kehilangan akarnya pada kemurnian. manusia melihat dunia terbentang untuknya. sambil melenturkan otot. Secara finansial. Permainannya sendiri. Kalau mati dan hidup cuma pengalaman. Seperti biasa.

"16 Diva melingkarkan tangannya di pinggang Gio." "fntao. "Memangnya kapan saya pernah sedih?" "Ah. ada suara mobil memasuki pekarangannya. Diva pantang menjadikan tempat 1™ ^ SU pasar tempat orang berjual-beli. Kelihatannya kamu bahagia. XiPu ^ tidak akan berdagang dengan yang satu ini."1* Gio mengecup keningnya penuh kesungguhan. "Kamu mau makan malam dulu? Tapi jujur saja. "Estb tudo bem. "Gio! Como vai. Tak lama kemudian. "Nah. Tapi semua itu dilakukannya semata-mata karena ia merasa berkewajiban mengurus jasad— kendaraannya untuk menghadapi hidup.seluruh kulitnya dengan pelembab.." "Keluar dari mulut seorang Diva. ganteng bukan main. sekaligus satu-satunya pria yang dL niva untuk mencium bibirnya. berarti saya anggap itu pujian besar.. dan kini baru saja pulang dari pegunungan Andes. "Kamu makin cantik. Ia telah lama pindah dari Jakarta ke Rio de Janeiro. Ia tidak akan pernah memperlakukannya demikian. Sebuah fenomenon yang jarang-jarang terjadi. Diva langsung melonjak dari kursi menghambur keluar. Tubuhnya nampak semakin tegap. "makan . Kamu pasti masih Matahari yang dulu. penampilan yang prima. Kulitnya masih menyala. Gio adalah peranakan Tionghoa-Portugal. queridoV'13 sapanya ceria. pekerjaannya membutuhkan fisik yang selalu fit. Satu-satunya pula ort Sh diizinkan masuk ke ruang tamunya walau* -9 Jaar itu tidak. Namun malam ini Diva lebih cepat siap dari alarmnya sendiri. Ia tahu." "Atau gara-gara kita cuma ketemu setahun sekali. buat saya." Gio mengusap wajahnya lembut. ya. Setiap tubuh adalah perangkat yang luar biasa menakjubkan. kamu lebih appealing dari makanan apa pun malam ini. erti sahabat." Gio tergelak. menjatuhkan berat tubuhnya hingga mereka berdua terdorong ke tembok. Dan kendaraan ini bukan kendaraan rombeng."1* Mereka berciuman hangat. Minha sol bonita. Yang satu ini tidak termasuk golongan klien t . kan?! Kamu memang tidak mungkin berubah. meu amor. ya? Kalau kamu masih nangkring di Jakarta seperti dulu. sekarang ini saya pasti memilih makan malam sendirian.

" s Qalara ™mantisme "Sedikiiit. lalu untuk terakhir kali berusai? . sayangku Matahariku yang cantik ¦ "Jadi . Ruben membaca sekilas." "Sebenarnya aku tidak keberatan dengan bumbu-bumbu romantis.. Jadi sebaik. Dia masih punya emosi." Ruben pun membaca lebih saksama.ana Bintang Jatuh. "Ada apa? Komputernya mati? Belum disave?" tanyanya panik. saat ini juga. Asal tujuannya jelas. aku bisa bercinta denganmu. Ruben bingung. Alah "Kita kan baru saja membahas kai roentransendensi ruang dan waktu."Aku tahu pasti kamu nggak setuju. Lalu?" "Tokoh itu.. Mungkin itulah yang paling ia tunggu-tunn dari malam ini. saja! Ceritanya dia datang setelah h v .. blablabla." Diva balas membisik "Ayo.. Ruben tergopoh-gopoh datang ke ruang kerja." "Oh jelas.mt. cinta sejatinya. passion." Dhimas menyodorkan naskah yang masih hangat dari printer. Lebih lama. "paka" mobilku. Mereka berciuman lagi. 11 Apa kabar.. lebih dalam menikmati setiap detik—mengingat ia hampir tak per Va melakukannya. "Sayangnya.. kita pergi!" ia pun menggamit tangan Gio. ya?" tanya Dhimas malumalu.. si Pencinta Alam! Aku ingin terus menghidupkannya..-tapi. » Sekarang. "Rupanya kamu ingin menyajikan sisi lain dari Bintang Jatuh." "Tapi aku tidak tega melenyapkannya begitu saja. Ruben "Oh.. aku yang tidak bisa. nih?" . Biar kita bisa melanjutkan yang tadi • Gio pun tertawa. si.. dengan sopir. di sini..1 Cinta tidak terpancing emosi. "Coba dibaca ulang. rang juga 81 "*»c.. atau makan saya.. kok!" cepat-cepat Dhimas berkata. jawabannya: tidak. dan metafora adalah saput yang ." ha memmang "Pemborosan tinta!" "Payah! Tidak romantis!" Romantisme itu cuma metafora. "Dengan sangat menyesal. Ternyata dia tidak melulu pahit. berkubanq dai»™ yakltaiuga berkepanjangan. tapi tidak perlu.. antara menahan geli dan gusar. "Hmm.. kekasih Baik-baik saja. menyaksikan Mataharinya. dari mana kek... "u "Minha sol. Dhimas &amp. Mau improvisasi.malam. "Baca ini.. ini benar-benar cobaan berat!" Mendengar teriakan Dhimas." bisik Gio. esta hora.. cintanya yang terpendam.. "Bisa dua-duanya?"_____.

Menjadikannya arang. Yang jelas «ku! membuat Gio nekat membobol tabungan pribadinya ' Awalnya. yang terbenam dalam pelukannya." "Tidak setuju! Romantisme adalah aspek penting dari cinta. sebaya. Diva tertawa." Suara itu membisik halus. Aku tahu mungkin kedengarannya konyol buatmu. Diva. Justru langit menjadi hitam karena matahari berhasil menghanguskannya. ini akan menjadi malam yang indah. karenanya Gio u Tentu saja sol E» No.melapisi inti kebenaran.. seratus persen. jelas Dia Maha Romantis juga. Diva bui fflenebak apa yang kira-kira anak itu dengar. "Div. Andaikan Diva sebuah matahari yang membakar bumi di siang hari.Tt beruntung." "Kamu tidak merasa Tuhan itu romantis?" "Kok Tuhan. "Mungkin artinya memang sama besar buatku. mendongak sedikit. "Aku sudah tahu. "Dari pertama kamu muncul." KEPING U n Sol E m Noite Semenjak bertemu Diva.. Gio memiliki persepsi lain tentang malam. gerah." Diva terdiam. maka gelap malam bukan berarti ia pergi. Gio menahan napas. sih contohnya. "Itu tabungan saya. Tak banyak peristiwa yang ia kenang.Wajah tampannya memancarkan kepoWZ t "dibohongi. Berusaha ikut mengingat. Jadi.'4% "Claro1*. querida." ujar Gio takut-takut saat itu. Seperti membaca pikirannya." protes Ruben. Entah dari mana Gio J^Zl dirinya. "That's the point. namun tanpa perlu ditanyakan. saya harap malam ini tidak mengecewakan. Dan masih banyak lagi pandangannya yang berubah sejak Diva hadir. tapi aku tidak peduli. yan9 masi h dlP Waktu itu Gio masih nampak ingusan waia«n. "Cinta yang mana dulu. tulus. "Dan kamu masih menyimpan kunci itu?" ^." . ertahankan dalam memorinya. Diva menganggap Gio tak lebih dari anak orana kaya brengsek yang cuma ingin menambah panjana «portofolio" pengalaman seksualnya untuk kemudian diobral ke teman-teman. malam itu adalah salah satu momen vann . ." Diva menggeliat. Tuhan kan maha segalanya Ya. mengusik kenangan-kenangan lama. Sebersit emosi sentimentil menyusupi hatinya. kamu masih ingat malam pertama kita?" "Oh! Ampun! Kamu membuatnya terdengar seperti malam pernikahan.

mencoba Gletser Rekiak di Tibet. Ia mulai hiking ke Tiger Leap Gorge di Cina. sampai ia mm* ke tiga rangkai sungai: Yuat." "Kerja?" .. Rafting. bermain-main di batas pencapaian manusia menyentuhkan jejaknya atas alam. Tapi kalau lagi santai pun biasanya saya pergi hiking.. Dan dengan semangat ia w»." . Tapi saya ragu. Diva mendengarkan semuanya dengan takjub. Gio. bumi terlalu luas untuk didiamkan.." "Oh. Ia sudah jauh meninggalkan ruangan itu. dan Waghi di Papua Nugini. Pernan ke mana saja?" . Watut. Sekarang." "Kamu kelihatan begitu hidup. kek. Saya tidak ada waktu. Menapaki setiap kerikil dan batu di tempat-tempat menakjubkan tadi. Naik gunung. penakluk gunung. Sampai akhirnya sekarang ia menjadi anggota ekspedisi Sobek internasional. atau membelikan pacar kamu cincin kek.anny.. Peng..." gumamnya menerawang.***! d «m.." "Tidak?! Potongan kayak kamu tidak punya pacar?" Diva terbelalak. "Bisa saja. spontan." Suara Gio nyaris tidak terdengar: "Saya tidak punya pacar. saya mulai menominasikan kamu sebagai klien saya terlucu.. "Kamu mengingatkan saya pada Sungai . sambil menyilangkan kaki.. malah hampir tidak ada. dan menemukan makna profesionalisme dalam bertualang. kalau melihat kaki kamu yang sekecil wortel.„. "Saya ingin sekali bertualang.Un. tidak pernah ada yang serius." desis'Diva. "Tidak terpikir.saya sudah berani menobatkan kamu sebagai klien saya yang paling ganteng. Selalu menyenangkan bertemu seseorang yang masih punya hidup.. duduknya menegak. baru kali ini ada yang menganggapnya seperti wortel.$*ggg telah disentuh. Ia adalah penakluk sungai. Di antara seliweran puja-puji kagum tentang kakinya yang ia dengar setiap hari. Ikut bertengger di sol sepatu Gio. Tidakkah lebih baik uang itu dipakai buat beli buku. "Maksudnya." ucap Gio tulus. naik gunung. "Kamu menyenangkan. rafting. "Bertualang. W -«jESjSS menyusur sunoai dalam negen. Setelah itu Gio hampir tidak pernah pulang. pergi jalan-jalan ke mana kek.:„„ Sorot mata Gio berubah-sesuatu yang &lt.. "Ekspedisi.. ya? Kenapa?" Diva duduk santai." 'Diva terbahak.

bahwa semua indranya mengecap tempat-tempat ternikmat dan terindah yang pernah ia tahu. Pinus terbanyak yang pernah saya lihat.. emas. sampai-sampai membuatnya terkesima untuk yang kedua kali. Tatshenshini ada di bawah.. dan waktu itu saya berdiri di atas tebing. ini. bahwa Diva bagaikan. Setelah sekian lama.. bahwa ia telah menjadi lelaki. kok. membawakannya air putih.. Matahari itu lalu bangkit... Pernyataan tadi merangkum semua. kamu memberi kesan yang sama. Dan arus sungai di bawah saya. tapi terus berubah setiap detik.. "Kamu tidak apa-apa?" tanyanya lembut seraya memegang badan Gio yang gemetar dan berbulir keringat. Seperti api.. bahwa Diva yang kini duduk'di hadapannya dengan rambut tergerai tanpa tabir tubuh apa pun adalah pemandangan terindah yang pernah ia lihat. "Baru dua minggu yang lalu. yang deras." Dan Diva benar-benar tak menyangka Gio sepolos itu. minum.." Gio menggelengkan kepala takzim. seperti masih berada di sana.. un sol em noite.. Gio sendiri sepertinya linglung.. terbentang membelah bukit pinus yang sangat rapat. Hanya saja. terpesona sekaligus resah. malamnya terang.. Keringat itu keringat dingin.. "Agaknya kamu akan membuat perdagangan kali ini lebih menyenangkan.. Menjawab segala . Lukisan ekspresi wajah Gio melampaui batas verbal. "... Di langit ada awan-awan nebula yang tadinya kehijauan.Tatshenshini. Kamu bisa bayangkan? Sebuah ketenangan." Ia nampak benar-benar cemas.. bahwa malam ini ia merasakan magi yang membuat segenap sel tubuhnya memekar bagai bunga di musim semi.. Teringat akan tugas yang masih harus diembannya.. Gio akhirnya mampu bicara.. terbenamnya matahari di Tatshenshini. Dan entah kenapa. ini adalah yang pertama buat saya. "Nih.." Diva hanyut. Bagaimana ia harus mengungkapkannya. "Saya nggak apa-apa. Matahari di kala malam." Diva pun terkesiap." Gio tersenyum polos. Emas yang paling berkilau. bercampur buih putih yang mengamuk.... "Di sana sedang musim panas." "Alaska? Kamu pernah ke sana?" Diva terlonjak lagi. Ia mulai menggigiti bibir. sampai semua langit jadi oranye.

.. namun malam ini ia yakin telah mengambil keputusan yang tepat. Tidak ada yang menghidupi saya. Gio tak berkomentar. Diva membawa kenangan ciuman pertamanya. "Nio fazer istb. "Kamu tahu saya tak akan pernah merenggut kebebasanmu. mendekapnya lama. Diva. lengkap dengan sopir?" selorohnya lagi. Dan Diva pun merasa ngeri. Perlahan dan tenang. "Tenang." Jangan." Diva menambahkan sambil tertawa kecil. Gio membawa pulang kunci kamar hotel itu. |Q Jangan lakukan itu memisahkan kedua bibirnya. Tidakkah kau mengerti. Membiarkan dirinya bermanja dalam pengalaman yang jarang ia dapatkan. Seakan-akan ia telah bermetamorfosis dengan sempurna. Saya yakin itu." "Tidak ada yang saya sesali.. Mengetahui lagi rasa jutaan saraf kecil yang memercikkan listrik-listrik bening ketika dua bibir bertemu." ia berbisik. Mereka sama-sama membawa kenangan. Saya entrepreneur murni. Tidak juga nanti. Tidak akan . betapa ia sudah tak terbiasa menghadapi apa yang sungguhan hidup." Gio mendekapnya erat.. Menariknya masuk ke dalam lapisan hangat selimut.. Uang Gio tak disentuhnya sama sekali. Diva menikmati setiap detik. untuk kemudian menciumnya tenang. tidak seperti ini. Aku baru saja menemukan mahadewi. "Kamu rhasih 'Si 5000 dolar?" "Dengan kurs sekarang? 1500. sayang. Ia bukan lagi anak lelaki gugup beberapa jam yang lalu. "Diva." "Ikut dengan saya." Suara Gio menariknya dari vakum memori. saya tetap tidak terikat atau tergantung pada siapa pun. Ngeri akan kesungguhan dalam ucapan tersebut—membuat ia tersadar. Tak pernah Diva membiarkan hal itu terjadi sebelumnya.keheranannya.." Gio menjawab pelan. "Kamu pikir dari mana saya bisa punya rumah di real estat itu? New Eyes. dan bukan peliharaan perusahaan. Melihatnya Gio langsung menyergah. at least. Gio menyentuh lembut dagunya. "Seharusnya kamu tidak melakukannya dengan saya. Namun ada vibrasi keresahan yang terdeteksi. Refleks berikutnya. saya bukan peliharaan orang. Diva merengkuh lembut pemuda itu. membiarkan bibir itu di sana. Diva mulai menggigiti bibir. Refleks.

Apa adanya. "Matahari membakar siang. Saya barusan berkata jujur." Gio mengerti semua. Detik ini berarti karena ia detik ini." Diva mengecup lengan Gio yang menyelimuti tubuhnya. Ia akan tetap berarti kalau kita membiarkannya lewat.. "tidak juga pernah berubah sejak dulu. tidak kurang. tidak lebih. Buruk. lagi-lagi Rana berkutat serius dengan agendanya. sesungguhnya tidak pernah sekali pun kita berpisah.. dan malam. Manusia yang hidup tahu bahwa ketidaksabaran hanya akan membuatnya merencanakan masa depan secara tidak alami. Yang ada hanyalah.. Jangan pernah takut dengan kebebasan. Gio. tak berguna. "Aku mencintaimu/' bisiknya tertahan. Semampuku. "Saya tidak pernah berharap apa-apa. dan berarti.." "Minha sol. "Izinkan akubeisatu denganmu. apa bedanya? Bagi matahari tidak ada siang atau malam. Telepon genggam mungilnya . Kita tidak bisa menyeretnya hanya karena kita begitu terikat dengan keindahannya. lalu menghabiskan hidup mereka untuk menghiasi keusangan itu dengan paksa. "Manusia tidak diciptakan untuk terikat pada apa pun. kamu tak akan mau hidup dalam belenggu seperti itu. Buat semua detik baru.membalik badan. Kamu manusia yang masih punya hidup. Jangan pernah juga memanipulasi kebebasan. Langitku/ sang Diva berbisik. wajahnya kini berhadap-hadapan dengan Mataharinya. menghitung-hitung kira-kira di mana dan jam berapa ia bisa menyelipkan Re ke menu acara. ada." "Kenapa kamu harus begitu pesimis?" "Saya tidak pesimis. Dan demi sebuah kebersamaan.ada yang berubah." Gio bergerak pelan. Percayalah. Jadi. menjadikannya seperti kain perca. tapi berat rasanya ia melepaskan pelukan itu. gemas." Lelaki itu mengatupkan mat ari y a. sekaligus sudah terlalu berat untuk ditanggalkan. "Dan kamu tahu betul jawaban saya. Menjadikan detik-detik berharga tadi usang." Seketika Diva. Ada perbedaan besar antara pesimis dan jujur. apa pun harapan kamu." "Meu vem." KEPIM6 Tuhan Maha Tidak Romantis Secara kebetulan mereka berdua sama-sama sedang ada di kota Bandung. Meninggalkan malam ini.

ya?" "Tapi setidaknya kita bisa berduaan tanpa pakai strategi. Tiga jam yang berharga. kalau saja ia boleh komplain. M tidak adil." "Saya usahakan setengah jam." gumam Rana sambil membelai rambut Re. Ternyata itu t«» 1 pea«0h.. Seringnya ialah yang bermain sirkus dengan waktu berhubung jadwal Re yang padat gizi itu sulit sekali diajak kompromi. tadi saya lupa matiin. "Padahal janji wawancaraku baru mulai jam tujuh nanti. "Nggak usah diangkatlah. "Saya usahakan. Bergegas Rana menuju kamar mandi.. setengah memaksa.. "Ya. Princess." Rana seketika menunduk. sejam lagi. "I'll see you. "Ya?" "Bagaimana?" Rana tidak suka ini. lho.. kenapa juga harus selalu terbirit-birit? Mengapa tidak bisa membiarkan satu kesempatan lewat begitu saja dengan santai? Mengapa mereka bertingkah seperti pialang saham di bursa? Haruskah demikian? Ferre Semua ketegangan tadi lumer ketika dua manusia itu akhirnya bertemu. pasti sering ditinggal-tinggal. sih.¦¦ Kebimbangan itu bergolak perlahan di bawah permukaan Sepertinya ada yang salah. Tapi kemudian mereka sama-sama melihat nama yang muncul. Re menghela napas. Mungkin kita tak perlu bertemu." ulang Rana dengan nada ditekan. atau kiri-kanan." suara Rana nyaris tidak terdengar. "Ya?" *tM «jangan jemput saya di sana lagi. Merasa bersalah." Re setengah mengingatkan. enggan. dan menutup pintu Suaranya terdengar sayup-sayup dalam ruang yang menggema itu. Paling lama 45 menit. 'Mungkin bisa. Mungkin kita tak perlu bertemu.berbunyi. Bunyi telepon genggam berdering. Mereka seperti sedang transaksi ganja. ya." Rana menggeliat bangun." ". Masih terdengar jelas." "Kalau saya jadi istri kamu. Tak dirasa lagi lelah akibat permainan petakumpet. Keduanya tersentak.. Bagaimana?" "Saya cuma punya waktu sampai jam enam.Re. Re mengangguk kecil.. Tanpa lihat belakang." "Sejam? Tapi saya sudah di jalan. Dan kenapa aku ditempatkan di hotel dengan kamar "back to . Puteri. Milik Rana." jawab Re. "Sori. "Oops. Tapi saya benar-benar harus muncul di dinner meeting satu ini. Ekpresi wajahnya bertahan sama." rajuk Re.

karena aku rela diabaikan. ramerame. Tepat waktu.." Rana berjalan menjauh.. Suara Rana yang menasihati. Setelah sekian lama. ya.. dengan suara kumur-kumur. palingpaling Gita. Rana dengan tahu diri berusaha menebus "kesalahan"-nya. ultrasonik.. Suara Rana yang tertawa." ujarnya sambil berlari kecil. nggak akan ada lagi yang melihat begitu!" Rana tergelak-gelak. kamu belum di rumah. Ini .. sampai suara hatinya sendiri... Busa odolnya sudah berpencar ke mana-mana.nature" sehingga tidak ada televisi di sini? Dengan gelisah Re menyebarkan pandangan. Dua kali dalam satu malam. Namun demi satu kebersamaan.aku ingin sekali tuli. satu kesempatan menyambut kekasihnya pulang kerja. itu sangat orisinil! Kamu cari di seluruh pelosok bumi. Sekawanan samurai terbuat dari huruf datang menyerang. Re masih tertawa-tawa. suara infrasonik. "Kamu ngomong apa. Rana pun berbohong pada rekan-rekannya. Mereka berjanji ketemu lagi malam ini.. pintu kamar mandi itu terbuka. karena aku cuma bisa diam. Puteri. dari mulai suara biasa. menyaksikannya sikat gigi sebelum tidur. Mas?. saya baru mau pergi. • Sebentar lagi Re sudah-mau memotong kupingnya." Tiba-tiba terdengar telepon genggamnya kembali berdering. Dengan berbagai alasan." Busa putih di mulut Re muncrat keluar. pelan-pelan ditutupnya pintu kamar mandi itu. ya. Mereka menghinaku. "Rana. demi sepasang penyumbat telinga nomor satu di dunia. no.. "Kamu cakep kalau lagi sikat gigi. Rasanya ia mau merelakan semua miliknya . "Halo.. Dengan penuh kesadaran. "Sebentar ya.semua. mencari-cari perangkat apa yang kirakira bisa berbunyi dan menutup gema-gema dari kamar mandi itu. Mereka menyumpahiku. Yang mampu memblokir suara apa saja. cari makan." Terdengar keluh Rana. "Apa??" serunya setengah tertawa. Nihil. Mencacah harga diriku seperti daging cincang. Suara Rana yang menyimak. sih? Nggak jelas! Tapi kamu makin-makin cakep. Sekalipun wajah itu nampak dingin tak terpengaruh. Tawa Re langsung punah.. "Oh. Mendadak ia punya saudara sepupu yang harus dikunjungi dan akan menginap di sana.

sahabat. Suara kucuran air membahana di ruang kecil itu. Satu item dengan setumpuk katalog yang berbeda." "Ada yang bunuh-bunuhan karena Cinta.. titik tengah: romantisme hanya bentuk ekspresi." "Setuju. Jadi. Tunggal. Ada cinta pacar. "Tapi kalau Tuhan maha segalanya." "Kalau semua itu kita rangkum. apabila pemilahan- . "Jangan sampai kita terjebak membuat prekonklusi dari data yang tidak lengkap.. "Aku selalu merasa Cinta itu dipromosikan dengan salah. berapa banyak format yang harus kita telaah kalau begitu? Karena kenyataannya. Philia. Cinta pacar. Namun ia tahu.." "Ada yang saling membenci karena Cinta. Cinta bisa dipraktekkan macam-macam. Ruben Ruben masih tidak mau kalah. Dan semua pemilahan kategori cinta sesungguhnya adalah satu zat yang sama dengan kadar polusi berbeda-beda. Dhimas &amp. tikus. Tadinya ia pikir ini hanya obrolan sore hari yang ringan-ringan saja. Berkumur-kumur amat keras. Jadi substansi apa itu sebenarnya?!" "Menurutku." Ruben mengacungkan jempolnya. ia pun membasuh mulutnya." "Data yang tidak lengkap bagaimana?" Dhimas setengah mengeluh. "Kita ingin berbicara tentang Cinta di level substansi. kucing. berarti Cinta itu apa?" "Tahan dulu!" Ruben sontak duduk tegak. hanya ia mengalami proses saturasi. Keran air langsung dihidupkan. Bukan praktek. ya." "Oke. dan seterusnya itu sudah merupakan format turunan.. Aku tak mau mendengar apa-apa." "Peperangan atas nama Cinta." Dhimas jadi merenung. oke. cinta tanah air. dan mendadak ia merasa sangat bodoh.. Dibersihkannya percikpercik busa di kaca. Coba. dibutuhkan gemuruh air yang lebih besar untuk membungkam suaranya sendiri. Kebencian pun berasal dari energi yang sama.sudah seperti minum racun yang dijadwal. Re menghidupkan semua keran air." "Gila. Mubazir! Yang ada malah orang-orang miskonsepsi tentang apa itu Cinta. benakku siap memaki lagi. Cinta adalah energi dasar. Dari shower sampai kloset. Polusi itu tercipta di pikiran kita. di pinggiran wastafel.. berarti Tuhan juga Maha Tidak Romantis. Puteri." "Eros. "Iya. cinta orang tua.

" "Justru aku ingin kasih lihat kalau kita berteman. Mempertanyakan dirinya. Justru sebaliknya. Feedback adalah hasil arus balik dari atraktor asing yang berputar kepada diri sendiri.. Puteri. "Tidak ada yang salah. Jadi apa salahnya. "Sesuatu yang agung dan substansial ingin mengalami." "Bukan itu masalahnya. dan jadilah ini semua. Ia mengalami melalui kita. Konsentrasinya berantakan. Ruben. ajak saja Ale.. Ale bisa mengikatnya ke tiang listrik kalau tahu ia akan pergi ke rumah Rana. tidak ada di rumah. Apa salahnya kamu juga tahu tempat tinggal saya sehari-hari itu seperti apa." sergahnya halus." KEPING ^ Sebesar Cinta itu Sendiri Hari ini Rana berulang tahun. dong." "Satu-satunya pertanyaan yang ada." ulang Dhimas lebih mantap. Rana akan mengadakan pesta kecil di rumahnya nanti malam. Ingin mengalami adalah hasrat yang paling dasar. Jadi kamu nggak usah paranoid begitu. Tapi aku tetap tidak bisa. "Cinta adalah mengalami. supernova "Tidak bisa kamu samakan." bujuk Rana lagi.. maka yang ada hanyalah.. itu cuma acara biasa. Puteri. mengapa kita mati." Dhimas terenyak. jangankan masuk. ". kendati ia menyampaikannya dengan halus. Perlahan Dhimas berkata." "Kalau kamu canggung. berkeluarga. mengantarkan saya pulang ke rumah saja nggak pernah mau. semuanya adalah pengalaman.. kontraktor yang sedang mengerjakan proyek masjid raya di Surabaya itu. sih?" tanya Rana memelas. Namun Re tidak melihatnya sebagai satu peristiwa yang membuat hari indah. Padahal saya kan tahu tempat tinggal kamu. dan ia mengundang Re datang. Terbungkus momen yang tak terkatakan. mengapa ada ini dan itu.. "Aku bukannya paranoid. "Apanya yang . mengapa kita jatuh cinta." "Atraktor asing. Mentahmentah. "Re." Mengalami? Ruben tercenung... Sementara suaminya.pemilahan tadi lenyap. beranak-pinak. "Bukankah itu inti semuanya? Mengapa ada hidup. Re menolak." kali ini Re spontan tertawa. Bakal ada puluhan orang lain juga di sana. mengalami." Rana merajuk mania. ia merasa tidak karuan sekarang." Sejenak keduanya membisu. Semua orang juga sudah tahu itu. "Kamu ini.

Aku akan dirasuki jutaan imaji mengenai dirimu dengannya.. Puteri. Ia yakin. diakibatkan oleh fantasi yang diduplikasi berulang-ulang dan berlipat-lipat ganda. Selain posisi berhentinya yang serampangan—antara mau belok atau tidak—mobil itu pun sudah berhenti di sana lebih dari setengah jam. ada sebuah mobil yang berhenti dengan aneh. menatap plang jalan itu dengan resah. Sejenak Re mengangkat matanya dan melirik ke jalan itu sekali lagi. Karena cemburu. hingga akhirnya objek yang nyata pun tak jelas lagi. Dan betapa seharusnya engkau tidak di sana. Semula satu dan kemudian terpecah jadi seribu satu.. Sel ini terus bertambah dan merambah.. ya?" Re diam." "Datang.. Re menjatuhkan kepalanya ke atas kemudi.tidak bisa?" "Kadang-kadang kamu memang terlalu naif. Pergi tanpa ragu lagi. Dalam konteks ini bisa diartikan juga bah wa alam simulakrum adalah alam meleburnya realita dan ilusi. Tidak janji. Ada Re di dalamnya. Mobil-mobil banyak yang mulai datang. 20 Simulakrum adalah ruang yang disarati oleh duplikasi dan daur ulang berbagai fragmen yang berbeda-beda di dalam satu ruang dan waktu yang sama (Baudrillard). Arwin Grafiti berwarna ceria . Suka tak suka. Ia cuma bisa berharap Rana mau mengerti. atau bercinta di atas meja. Rana akan mencak-mencak kalau tahu ia tidak datang hanya karena.. Bagaimana kalian makan bersama. Maaf. Mereka hidup melingkari kita. Kekasihnya begitu dekat secara nyata. "Pleeeeease.. karena. Tak kan kuhadirkan kakiku ke sana. Kecemburuan aneh yang hanya ia mengerti sendiri. Re menyalakan mesin mobilnya. Paling-paling cuma dua atau tiga puluh langkah berjalan kaki. Ia akan terpecah di luar kendali cinta itu sendiri. tak kan pula kuhadapkan mataku untuk melihatnya. tapi aku usahakan." "Aku usahakan. saya sedang tidak berselera untuk disiksa. semenjak kita saling mencinta. bukan lagi di alam simulakrum20. Rumah Rana pasti salah satu dari jajaran itu." Di jalan itu. Dan aku menyimpan sel-sel yang sangat sehat. Sebesar Cinta itu Sendiri Rasa memiliki itu hidup seperti sel. tapi bergerak seinci pun Re tak bisa.

keduanya nampak tegang menontoni salah satu adegan puncak. Lagi-lagi. . seluruh cerita ini berlalu begitu saja tanpa pelajaran untuk semua orang. Semua harus kebagian." Rasanya Arwin ingin membabi-buta lari ke atap gedung dan menjatuhkan diri. temannya tahu itu. Desi juga bilang dia melihat Rana di Bandung. Tapi ia tak mau membuat Arwin lebih terbanting. mengambil jarak. Namanya Ferre. Aku hanya concern. pemurung.. Kamu juga kenal Rana. "Tapi Rana memang pernah bilang kok. Selalu menghindari acara keluarga. tapi lebih baik kamu cek lagi kegiatan-kegiatan istrimu. "Ya harus. Dan yang satu itu. Kegiatannya yang seabrek. kalau dia sedang membuat profil tentang pria itu. mungkin mereka memang cuma berteman. Lebih-lebih sehabis mereka bercinta. dingin.. mana mungkin. kebiasaan menangis diam-diam. Dia sangat mencintai isterinya. "Kenapa juga harus dibikin ketahuan?" komentar Ruben gemas." Muka Arwin ditegar-tegarkan." "Tapi Rana pasti hanya berteman baik dengan orang itu. Tapi kira-kira apa yang bakal dia lakukan ya? Pria malang. Rana yang pelamun. sih." Segalanya memang menjadi jelas. Ruben Persis seperti nonton film laga." ucapnya dengan nada sewajar mungkin. Tangisan lirih yang seperti sayatan silet.menghiasi setiap bidang dinding kafe itu. berat. "Artikel itu sudah bulanan yang lalu dimuat." "Well. Tapi tidak ada jalan lain: "Bukan untuk pertama kalinya aku melihat mereka. Dhimas &amp." ia mengangguk-angguk. Namun semuanya menjadi suram apabila disandingkan dengan aura kelam yang menyorot dari batin Arwin." Arwin menghela napas. dan ia turut prihatin. dan muram. Aku baru melihat mereka berduaan tiga hari yang lalu. "Ya. Sebelumnya lagi di Shangri La. Temannya tahu itu. hari Senin minggu kemarin. Sepupuku teman seangkatannya di Berkeley dulu. "Maaf kalau aku terlampau curiga dan membuatmu malah tidak enak. Kalau tidak. Rana yang menjadi pendiam. "Aku tahu siapa dia. Aku yakin. makan malam di Chedi bersama pria yang ciri-cirinya persis sama dengan Ferre. tanpa bermaksud mengambil kesimpulan apaapa.

" Re mengolok. dan dilihat kalau ada kesempatan? . Seorang suami yang harus dipertahankan demi stabilitas status sosial. Entah itu diberi judul tragedi atau keberuntungan." "Oh.. Re tertohok. yang cukup sepuluh menit. "tapi di acara seperti ini aku kan bisa santai. dan seorang kekasih gelap yang mencintainya setengah mampus ] l Sepasang sepatu mentereng yang sakit kalau dipakai dan sepasang sepatu tua nyaman yang setia ] [ Kabarmu sendiri bagaimana. Mereka saling pandangpandangan. Dia punya semuanya. Rana? Mengapa harus aku? Mengapa perasaan ini? Perasaan sesat! Irasional! RACUN! ] Re setengah mati menekan kata-kata itu untuk tidak keluar. tapi sekarang memang lain cerita. Semoga saja dia sadar kalau sedang berpijak di semesta yang serba relatif. atau sebaliknya. tapi cara kita menyikapinyalah yang kemudian memberikan label. Bersiap-siap. Kepahitan pun merambat naik seperti bisa ular. Kata-kata yang selalu bermunculan namun ia bendung hanya karena tidak mau Rana sakit hati. Dia bisa melihat dirinya sebagai korban. Sepatu Tua? Senangkah kau di sana? Di gudang gelap yang hanya dibuka sekali-sekali. [ Ini keterlaluan! Mengapa harus begini? Mengapa harus kamu. Jemarinya mematung di atas tuts keyboard. Kamu tahu aku paling malas disuruh meliput ajang anugerah semacam ini." Mendengarnya. bisa telepon kamu. jadi penonton. Bukankah ia sudah cukup menderita? [ Ya. dear? Kamu senangsenang dong. Telepon kekasih sebelum tidur—betapa mahal dan kompleksnya kesempatan itu.selayaknya semua peristiwa hanyalah semata-mata peristiwa." Rana tertawa manja.. Ferre Rana sedang keluar meliput. "Menderita"." "Label apa yang dia pilih kira-kira?" tanya Dhimas lagi. "Kalau soal itu sih jawabannya pasti 'tidak'. "How's it going. bisa ketemu banyak artis. Maka terciptalah percakapan itu. Harus menunggu satu ajang akbar dan persetujuan rapat redaksi. ya? Berhasil bertemu dengan seseorang yang menarik? Among a bunch of airheads?" Re tambah mengolok. Harga dirinya kembali tergigit. "Jangan mengejek. tapi bisa mengantar Re tidur tersenyum sampai pagi.

. .Sorry kalo kurang bagus edit nya… Selamat membaca aja ya..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful