DE_SUPERNOVA-_BintanG_jatuH SUPERNOVA Episode: Ksatria, Puteri, dan BintanG jatuH © 2000 Pee H Proof Reader Prof. Dr.

Fuad Hassan Hernia wan Aksan Tata Letak Muhammad Roniyadi (thatkid20@yahoo.com) Desain Sampul Tepte (teple@imatrekkie.com) Foto Dissy Ekapramudita Penerbit Truedee Books X Patrakomala no. 57, Bandung 40113, Indonesia Tel/Fax. 62-22-4213691 http://www.truedee.com E-mail: Dooks@truedee.com Hotfine Customer Service: 081-22141015 Pre-press Polar Repro Bandung Percetakan Gpta Cekas Grafika - Bandung Osakanl : Februari 2001 /CefakanU -Maret 2001 hafalan IH : April 2001 Cetakan IV :Juni2001 **«anV ; November 2001 Katalog Dalam Terbitan i ¦fe^'S ^ Bi,Mn* BMK,un8: T»*, Books; 200. $&96257-0-X JudulEngkaulah getar pertama yang meruntuhkan gerbang tak berujungku mengenal Hidup.Engkaulah tetes embun pertama yang menyesatkan dahagaku dalam Cinta tak bermuara.Engkaulah matahari Firdausku yang menyinari kata pertama di cakrawala aksara. Kau hadir dengan ketiadaan. Sederhana dalam ketidakmengertian. Gerakmu tiada pasti. Namun aku terus di sini. Mencintaimu. Entah kenapa. (catatan di satu pagi buta di atas atap rumah tetangga) Sanksi Pelanggaran Pasat 44: Undang-undang Nomor 7 Tahun 1987 Tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 6 tahun 1982 Tentanq Hak Cipta Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau memperbanyak suatu ciptaan atau memberi izin untuk itu, dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak 8p 100.000.000 (seratus juta rupiah). 2. Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak

Cipta sebagaimana toaksud dalam ayat (l), dipidana dengan pidana penjara paung lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak §§ 50.000.000 (lima puluh juta rupiah). Divisi Produksi kami telah mengeluarkan SP3, yang memperingatkan agar kami berhenti bermain-main dengan jatah satu halaman Cuap-cuap Penerbit dan mulai menggunakannya dengan lebih serius. Mereka mengharapkan agar kami membuat omong kosong permanen supaya tidak gontaganti film setiap kali naik cetak. Terus terang, hal tersebut menimbulkan gejolak besar di dalam tubuh Srudooks alias Si Truedee Books, karena surat peringatan itu merupakan cambuk evaluatif yang teramat pedih, yang membuat kami semua merenung, menyelam bersama dalam palung kontemplasi... bukan, bukan masalah selama ini kanu kurang serius atau tidak, tapi satu halaman... SATU halaman. Setelah Supernova diluncurkan dan mengalami begitu banyak peristiwa, adakah satu halaman mampu memuat seluruh curahan hati kami? Dan apakah itu gerangan yang sekiranya layak menjadi pernyataan final kami? Misteri itu akhirnya membawa kami semua ke sebuah penelusuran mendalam, sesuatu yang spiritual, mendasar: apakah tujuan hidup kami? Lantas kami menyelenggarakan satu konferensi tingkat tinggi yang dilaksanakan di warung nasi Ibu Eha, di dalam Pasar Cihapit, Bandung (masuk pasar, lurus, belokan pertama ke kanan, langsung belok kiri lagi), yang juga dimeriahkan oleh hadirnya artis top ibu kota: Dewi RSD. Setelah menundukkan kepala dan menyanyikan lagu "Syukur" sebanyak tiga putaran (pertama: suara penuh; kedua: setengah suara; ketiga: hanya bergumam), kemudian membentuk lingkaran dengan sebatang lilin di pusat -lengkap dengan beberapa lalat yang terbakar dan mengeluarkan suara mendesis yang menghipnotis, dan setelah itu mengungkapkan isi hati secara bergiliran, maka kami pun tercerahkan dan menemukan kembali tujuan kami yang sesungguhnya. Ayu Utami, di ulang tahun IKAPI tahun 2001, ketika ditanya oleh Dono Warkop yang saat itu bertugas menjadi MC: apakah yang akan Anda lakukan apabila

ternyata Anda memenangkan Nobel Sastra? Ayu pun menjawab dalam canda: Rasanya saya tidak akan memenangkan Nobel Sastra, tapi Nobel Fisika 'kali, ya! Oh, saudara-saudara, bahkan kami tak memiliki kemampuan cukup untuk mengkhayalkan sebuah penghargaan Nobel di bidang fisika. Terlebih-lebih sastra. Tidak. Tujuan kami hanyalah satu: bersenang-senang. Sekali lagi (dengan suara mengg ema plus sedikit echo): BERSENANG-SENANG (nang... nang... nang). Maka, Anda tidak hanya mendapatkan satu halaman... tidak juga dua. Bukan pula tiga! Melainkan empat halaman Cuap-cuap Penerbit! Bukan main. Ini sungguh luar biasa! Bukan begitu, Mike? Demikianlah akhir dari konferensi kami. Ditutup dengan Supernova v menyanyikan tembang lawas namun tetap cantik: "Kemesraan", yang diiringi permainan gitar Kang Wawa - penjual pisang di Pasar Cihapit yang juga fans fanatik grup bertajuk singkat seperti U2, Al, dan RSD, sambil bergandengan tangan dan menggoyangkan badan ke kanan dan kiri secara kompak dan terpadu. Momen yang sungguh mengharukan.Re tak tahu cara menyarungkan pedang-pedang tajam itu. Teroris-teroris dalam otaknya. Sementara Rana masih terus berbicara dengan suara ceria, "Dan tahu nggak, tadi semua orang menyangka aku sedang bicara dengan Arwin di telepon. Mereka begitu yakin itu dia, saking suaraku terlalu mesra katanya. Ha-ha..." Ajarkan aku menjadi naif. Senaif dirimu yang masih bisa tertawa. Senaif kebahagiaan di alam kita berdua. Karena setiap detik di kala kenyataan mulai bersinggungan. Aku rasakan sakit yang nyaris tak tertahankan. Atau ajarkan aku menjadi penipu, Apabila ternyata kau merasakan sakit itu dalam tawamu. "Itu tidak lucu, Puteri," balas Re dingin. Tawa Rana membeku seketika. "Re... aku ingin sekali berteriak, bahwa itu kamu. Dan bukan Arwin. Itu kamu... kamu..." suaranya kian mengecil. Dan kata 'kamu' masih terus bersambung di dalam hati. Re sendiri cuma bisa diam. Menyesali betapa banyak keterbatasan yang ia miliki: takdir, nasib, suratan. Ia teramat geram. Aku letih, Puteri. Malam itu Re batal tidur

dan Arwin rasanya terserang diabetes melihat Rana. Sementara pikirannya bagaikan spektrum konvergen. Cinta yang sampai di titik tertentu akan mengaburkan ego. Mencoba merasakan kembali puncak-puncak kayangannya dengan Rana. Aku pikir aku telah seluruhnya mencintai. bagaimana bisa mereka sadar? Mereka begitu saling mencintai. Kebahagiaan istrinya berarti kebahagiaannya. sebuah solusi. Egois. Andaikan aku bisa berbuat lebih." "Dia teramat mencintai istrinya. Malah terjaga dalam kamar kerja. padahal aku hanyalah batu penghalang bagi kebahagiaannya. Mereka tak sadar itu.. Begitu pun dengan kesengsaraan.sambil tersenyum. aku memang tidak pernah pantas memilikinya. Tidak juga untuk pria itu. tapi aku diam saja.. Manis wajah berbungabunga istrinya bagai insulin yang terdongkrak dalam darah. Dhimas &amp. berhadap-hadapan. mereka justru kelihatan menonjol. Siapa pun dapat melihat apa yang ia lihat. Tak ada kebencian yang bisa ia keruk dari dalam hatinya untuk Rana. menghadapi carikan-carikan kertasnya. Dalam segala ketersendatan akibat takut ketahuan. Ia tetap dirinya yang dulu. Dan terhibur sendiri dengan ketabahannya yang tak masuk akal." Ruben mendesah. dalam ruang simulakrum. Tidak pernah satu detik pun aku mampu membuat Rana bersinar bahagia seperti itu. terfokus habis sebesar Cinta itu sendiri seolah-olah tidak ada yang lain di mata mereka. Hanya sebeginilah kemampuanku. Re. Tergila-gila. benteng terakhirnya dalam pertempuran batin ini. dalam pancaran hampa berusaha menggapai-gapai sebuah kesimpulan. Setengah dua siang. Bertahun-tahun aku tahu itu. Ia begitu. Tidak ada yang tergapai. "aku sama sekali tidak menyangka dia akan berpikir begitu. Maafkan aku Rana. sebuah tindakan.. Arwin Pelataran hotel. Ruben "Menakjubkan. Di dalam mobilnya. Yang ada hanyalah kebencian pada dirinya sendiri." "Dan dia mengambil tanggung jawab di . Berusaha memunguti lagi cintanya yang berantakan. bahagia. Memandang kosong ke satu titik. Tentu saja. Arwin pun tepekur. Kedua manusia itu. Ya..

sesudah sarapan pagi. atau beberapa bungkus pupuk. tapi telepon genggamnya sudah menempel di kuping. Tersenyum sendirian. namun yang sebenarnya ia nikmati adalah memandangi tumpukan buah dan sayur. Tas kantornya terbuat dari kulit berwarna hitam. Jauh dari kegaduhan pusat kota.. memandangi. dan yang kalau dilihat dari puncak gunung . "Aku bisa ngomong panjang soal teori. Di kerah kemejanya. Setiap pagi Diva punya ritual khusus. Sementara kebanyakan orang cuma bisa menyalahkan orang lain. Terkadang ia membawa pulang satu polybag tanaman. Baru pukul setengah sembilan. Menikmati pagi harinya yang sepi. ia memandang ke luar jendela. sebesar apa har menampung seluruh cinta di semesta ini?" yang 'Sebesar Cinta itu sendiri. Diva mencibir. Maka ia pun akan duduk di sebuah bangku. paling-paling ia hanya membawa kantong plastik kecil yang isinya kue-kue atau beberapa butir buah. sebuah dasi tergantung menunggu untuk disimpul. Diva pun bersiap melakukan rangkaian ritualnya. bisakah kamu bayangkan." "Ya. Hati yang cukup besar untuk menampung cinta istrinya pada pria lain. Dari sana. tersenyum sendirian. Diva akan pergi ke sebuah taman kanakkanak. Ia sudah tahu persis pukul berapa anak-anak itu keluar kelas dan bermain di luar." "Cinta bisa sedahsyat itu. Celananya rapi dengan garis seterika lurus seperti seutas tali. Ia bisa berdiam lama di satu sudut pasar. ia akan ke kios-kios tanaman di pinggir jalan.sana. dimulai dengan pergi ke pasar. tapi kalau aku jadi dia. Memandangi. sebelum pulang. Pulang dari sana. ya?" Ruben berdecak. Terakhir.'' supernova -Berarti. Sambil mereguk susu hangat. Mulutnya komat-kamit cepat seperti membaca jampi-jampi. Ia hanya ingin ada di sana. Tersenyum sendirian. Diva sudah kenal beberapa penjual yang mengizinkannya duduk di balaibalai kecil mereka. 4 115 Tiba-tiba dari rumah seberang." KE PING 15 la Sedang Kasmaran. Hanya memandangi. tampak seorang lelaki keluar.. Pasar tradisional. malah kadang-kadang tidak membawa apa-apa sama sekali. di luar pagar. mungkin tidak bakalan punya hati sebesar itu. Hari ini.

.. Lidah yang berputar lembut dalam sebuah ciuman. . Ia kenal betul tipe itu.. Semuanya melambat seperti adegan s l o o o w m m m o t i o n n Hanya saat seperti ini yang mampu menggerakkannya untuk berdoa.. . Setiap kerut wajah akan memiliki arti. Diva melengos... Benar-benar kasmaran.... Diva mulai tersenyum. . . Pancaran ketulusan dapat dinikmati lebih lama. ......sekalipun. e. mahal. Namun kemudian. . sepertinya kosong.. Senyumannya. . e. .. dan kembali merunduk-runduk seperti ayam mencari cacing ketika kembali ke kantor. i. .. waktu berhenti membanjir.. Si Bule Gendeng. . .. sesuatu nampak berubah. Lambaian anak rambut yang ditiup angin.. . .. Penuh makna. sinar wajahnya. seolah-olah ada butiran mutiara ikut keluar di setiap kata yang terucap. Terlalu drastis.. s. Dalam dimensi pikirnya. tapi tidak.. t. Diva menahan napas.. Dan wajah yang berbohong akan jengah dengan sendirinya.. Jemari yang bergetar ketika meraih tangan kekasih. .. . Tak peduli ke mana pun matanya berlabuh.. .. Melainkan menetes bagai embun. .. de.. setiap gerak tubuh yang terjadi. atDANB kasmaran. Si Jepang Bawel—tertawa-tawa akan hal itu ketika jam makan siang. Ia sedang melihat cinta... pria itu sedang kasmaran. Tipe orangorang yang ia temui hampir setiap malam. . cengkraman jemarinya di telepon genggam itu. Berdoa andai saja ada menit saat dunia mampu melihat refleksi dirinya sendiri dalam gerakan lambat.. Sampai seolah-olah ia telah berubah menjadi asmara itu sendiri.. t.. mi. Ini polusi untuk matanya. Wajahnya yang tadi kusut berubah cerah dengan drastis. m. . . mahalnya tetap kelihatan.. te.. Tetes. Mulutnya bergerak perlahan.. yang ia lihat hanya cinta. demi. d. Mata itu memandang ke arah sembarang.. tetes. .. Tipe orang-orang yang memberi julukan pada bosnya—Si Cina Gembrot. . Otot yang mengejang pada kaki yang berlari. Kalimat yang tertunda keluar akan nampak. e. . 'Pria itu sekonyong-konyong berhenti melakukan gerakan serba sibuknya.. . Memuakkan.. . . demi tetes. tes. Sudut bibir yang berubah dalam celah detik. Niscaya semua akan menjadi begitu khidmat. .

dan Lala menyandarkan kepalanya di bahu Ale. Di ujung sana. Setelah flip teleponnya menutup. Dan seandainya ia bisa memohon. "Kalian duduk saja.. dan kita tetap bisa pacaran. terus menerus. atau jalan-jalan kek." Re tertawa. Bagaimana Ale melingkarkan tangannya di pinggang Lala. Kalau enggak. wahai kau yang sedang jatuh cinta." Re menawarkan diri. Sejenak Diva merasa begitu kesepian. "Lho! Jangan ditolak. Ada wanita yang lagi menyuapkan kue sus ke mulut pacarnya yang lagi asyik main Time Crisis. Sepertinya ada gelimang-gelimang cinta kental yang menggenangi kaki mereka." Lala langsung menolak. "kampret!" Ale tergelak-gelak. Namun Tangan Yang Tak Nampak kembali berhasil menjebol bendungan waktu. Kita ngantre bareng saja. Ada pria yang mengantre tiket sambil tak lepas memeluk kekasihnya dari belakang. Lala... dan melesat pergi. Kalau saja ceritanya lain. Tetaplah di sana. seperti telapak tangan mereka dilem. Bergegas ma suk kendaraannya.Tak ada yang lebih indah dari gerakan lambat.. Supaya ada yang ngantre tiket. Diva pun menyentuhkan jemarinya pada kaca. apa untungnya kita ajak dia?" tukas Ale. "Nggak ah. dan begitu pacarnya keluar. Berusaha menyentuh pemandangan itu. ia akhirnya memilih ikut dengan Ale dan pacarnya. wajah pria itu kembali berubah menjadi tukang dagang. Makan bertiga. ada sepasang remaja yang bergandengan tangan. Pasangan itu pun berjalan pergi. Mereka pergi bertiga. jangan pergi. Panjang antrean tiket sudah menyamai arakarakan barongsai. Biar aku yang ngantre. Re memandangi dari kejauhan. Balik ke barisan. "Pergi sana. Supernova Ferre Malam minggu. Ada pria yang setia menunggu dekat toilet. Dengan posisi seperti itu mereka berdua berjalan agak terseret. matanya berbinar seperti melihat bidadari merekah dari teratai kayangan. Berhubung muak dengan usahanya yang sok sibuk sendiri di rumah. Re. Nonton ke bioskop bertiga. Re yakin malam ini ia dan Rana akan dinobatkan menjadi pasangan dengan .' Memang itu gunanya dia ikut. Apaan sih kamu. Re kembali menjadi pecundang.

Puteri. Tanpa takut ada siapa di belakangku. Sebelum sahabatnya itu datang. "Siapa juga yang pity? Itu sih memang kamu yang tolol!" timpal Ale. tanpa harus cepatcepat berjauhan kalau ada yang kenal.. Ia Sedang kasmaran. Aku adalah manusia yang butuh pengakuan. 'Untung saja. "Aku tidak simpati. sinetron tentang wanita kedua. . Kalau saja aku bisa berkata 'untung saja'. Orang yang menurutku akal sehatnya nomor satu kok bisa-bisanya jadi penderita nasionalitas akut. Itu saja. ke bioskop. Untuk soal itu. "Kamu sebar survey aja.jalan paling terseret.' Sampai di perjalanan pulang. "Bukannya itu kegiatan paling standar orang pacaran? Kalau boleh dibil«ng: preambulel" Ale nyengir. Aku termasuk orang yang cukup puas dengan sekadar mengajak pacarku nonton malam minggu. apalagi kasihan. Statistik kita tidak bagus. mencari tahu apakah sinetronnya sudah mulai atau belum. dari lusinan pacarmu sejak dulu.. aku berkenalan denganmu dua tahun dan empat puluh tiga hari lebih awal. Sinetron tentang pria kedua. Kewalahan akibat banjirnya cinta mereka yang tumpah ruah. Kalau besok malam gilirannya Supernova Ia Sedang Kasmaran. ada ¦ nggak yang tidak pernah kamu ajak nonton ke bioskop?" Re bertanya. Menyadari bahwa kata-kata temannya bisa jadi benar. kamu tidak perlu khawatir. Ia teringat ketika Ale menjemputnya tadi. atau minimal pegangan tangan.. "Re.' merangkul bahunya waktu sedang ngantre. Semua sedang seru-serunya. Tak kutemukan satu orang pun yang mengakui kita." "Hei.. hal yang sama masih terus mengusiknya. Tapi aku cemas. Re tengah mengintip acara televisi. Aku adalah manusia statistis.. koma! Sebentar lagi mampus! Tahu?!" Re terdiam. no pityl" Cepat Re berseru. Ale baru mengerti arah pembicaraan ini. Bahkan aku berani bilang." "Rasanya aku tidak pernah punya keinginan muluk-muluk soal beginian." Suaranya makin berbeban. Bahkan Puck si peri usil akan jongkok di kaki mereka demi mengoles ujung panah-panah asmaranya. tanpa harus mengawasi kiri-kanan. Aku yakin hampir semua pasangan di pelosok negeri ini pernah pergi nonton berduaan. "Ale.

meraih remote dan memindahkan saluran. yang dulu pernah ia sebut malang dan bodoh itu." "Nonton sepuluh menit kan bukan berarti apa-apa. "intermeso pernikahan"." kilah Re pelan. "Re. Dan dari apa yang ia baca. semua mengatakan: ia kalah. ia lari lagi. Mendadak ia teringat sesuatu. Re menepiskan lamunannya. dan sebagainya. Sementara Ale sudah mulai resah di luar." sambungnya lagi lebih lirih. Tak ada pemeran pengganti yang akan menanggung «kirmu. tapi tadi. sebuah motor datang menjajari mereka. Ale sudah menyambutnya dengan tawa lebar. manusia-manusia bumi yang kecanduan tragedi. Cepat. Namun kini ia merasa ada kedekatan batin dengan semua kisah dan orang yang terlibat di dalamnya. "Sekarang sih memang CNN. dengar.Tokoh-tokoh itu dikisahkan sedang bingung memilih. sementara ia selamanya akan dikategorikan sebagai antagonis. Kembali hadir di detik ini. buat apa. kamu sudah kukirim ke Gawat Darurat sekarang juga.. "pelarian kejenuhan pasutri".. Di sofanya ada sejumlah majalah—penuh dengan tanda pembatas yang kesemuanya menandai artikel. termasuk diomeli dan dimaki Ale. cerpen. Lampu merah.. Dari sebelah kiri. Dan setiap kedua sinetron itu naik tayang. Ada macam-macam pula sebutan untuknya: "pesona sesaat".. Re langsung menutupi tumpukan majalah itu dengan bantal. Ketika bel rumahnya berbunyi. Dampak mendramatisasi hidup yang sebenarnya dibikin-bikin sendiri. "Sejak kapan kamu nongkrongin sinetron?" "Sinetron apaan?" sergahnya cepat. kemudian ia lari menuju piatu. Darah adalah darah." Ale terkekeh. "Buat apa juga nonton sinetron.. Sakaw-ny&amp.. ia mengalihkan pandangannya ke jalan. Re menonton tanpa berkedip. tonton. Dulu... "aku kan sudah lima menit duluan di depan pintu.. Kalau saja rasio bisa diinfuskan.. Parah.. Kondisimu mengkhawatirkan. oi! Buka dong!" Ketika Re membuka pintu. dan tangis adalah tangis. Institusi dan rasa bersalah selalu keluar jadi pemenang. Ya. baginya semua itu sampah. novelet. konsultasi—yang menceritakan gamangnya pernikahan karena kehadiran orang ketiga. Motor bebek '70-an berwarna .

. Namun ia memang terlahir menjadi manusia mahal.hijau dengan lampu depan yang sudah kalah terang dengan petromaks warung. Suara orang yang ikut mengaduh sama banyaknya dengan yang tertawa.. One. Re tercekat. Mungkin mereka sedang merencanakan punya anak tahun ini. roll! Ya! Silam. say. Menyaksikan semua orang bergelimang dengan apa yang paling ia dambakan. menguruti tumitnya yang pegal sambil memandangi Adi yang sibuk memberikan aba-aba dengan seluruh tubuhnya yang ikut bergoyang. seperti di atas tungku asmara yang apinya sudah mulai stabil. two. Yang dibantu tidak tahu harus bilang . ia membantu gadis itu berdiri. Apa ini semua? Pasar malam kasih sayang? Cinta diobral dan dicucigudang? Yang kudamba juga sederhana. Pengemudinya adalah pria muda yang mengenakan helm butut. Semua perjalanan hidup adalah sinema. yang juga sederhana. Di sisi lain jalan. Henny. three.. Re kembali terusik. Dengan dekapan itu ia tabah menghadapi udara malam dan bus yang tak kunjung datang.. tapi sakitnya lumayan. pose!" .. two. Tenang. Diva duduk di samping panggung. Cepat. "Cuma hak sepuluh senti. ditempeli tulisan "Dilihat boleh dipegang jangan". dengan kumis tebal dan sinar mata yang ramah. Mereka tak berkendaraan apa-apa. SBOEJ Seorang peragawati tiba-tiba terjatuh tepat di depan matanya. it One. Tentu saja Diva salah satu dari yang ikut tertawa. tapi lihat wajah wanita itu. dan betapa kuat rasa percaya di wajahnya. ya? Atau lebih sakit malunya?" ujarnya ringan. tampangnya sederhana. Ia membonceng seorang wanita. menunggu bus yang sudah tinggal satu-dua. Pasti milik pria itu. ada lagi sepasang kekasih. tak lagi meledak-ledak.. Sementara Re duduk di sudut.. Ia hanya berpegangan erat pada lengan kekasihnya. Di tengah pesta obral pun ia harus rela menggigit jari.. lebih cepet dong. Wanita itu mengenakan jaket kebesaran yang jelas bukan miliknya. Bukan cinta antik dan berukiran rumit. Wanda. dengan rambut panjang dijepit dan baju bermotif buifgf kecil-kecil. Dan kehangatan wajah mereka berdua. silam! Ayo. four.

"Adi. seketika berdiri dan pergi. diikuti cekikikan yang lain. Yang menggantungkan jati dirinya di gedung ' perkantoran mewah bertingkat 40. Diva memang tak merasa kasihan sedikit pun." Teman di sebelahnya menegur. Yang haus akan elu-eluan tak bermakna. "Masalah Diva cuma satu: tidak punya belas kasihan.. Bagaimana juga nasib monyet-monyet korporasi yang tengah merambati pohon karier dengan otak mereka yang semakin gersang? Apa rasanya tersandung dari ketinggian seperti itu? Ia yakin tak akan sanggup tertawa. ayo honey. di besar kecil kucuran kredit bank. Diva mengurut keningnya. Yang meletakkan harga dirinya di sewujud tubuh molek." celetuk Risty. Ia merasa tak . Lalu mereka semua tak henti-hentinya merasa lebih. "Kapan sih omongan kamu enak didengar?!" semprotnya sebal. kenapa bukan kamu yang paling cepat nolong?" Muka perempuan itu kontan tidak keruan. hap.. menggerutu atau berterima kasih. atau di sebuah titel yang memungkinkan mereka membodoh-bodohi sekian banyak orang bodoh lain. sih ngomong gitu. Ia rindu kebun kecilnya. saya nggak enak badan. "Bukannya kamu yang tadi paling pertama ketawa? Paling keras lagi.apa. Tak pernah sekali pun Diva melewatkan latihan walaupun itu bukan masalah untuk peragawati sekalibeinya. Kita ulangi dari lagu yang pertama. hap!" Suara Adi yang cempreng menggugahnya. Anak ini pasti sakit beneran. sih sebenarnya?!" Perempuan itu makin sewot. "Emang enak pakai sepatu hak sepuluh senti terus jatuh?" Diva menatapnya terheranheran. atau di seraut wajah cantik tapi mati. Saya izin pulang. Ada batas ketinggian maksimum untuk hak sepatu." 1 V) "Kamu tuh punya masalah apa. "Kamu tega banget. ya? Kita ketemu langsung besok malam?" Adi sedikit terkejut. Kan kasihan. "Div. pikirnya. Yang menurutnya patut dikasihani adalah orang-orang yang berupaya untuk mencuat dengan berjinjit di atas kemunafikan. Seharusnya pertanyaannya adalah: mengapa begitu banyak kebobrokan yang mesti ia lihat? Mengapa cuma ia sendirian? Mengapa hanya dirinya yang ingin hidup? Ia lelah. "Terus. * Diva menoleh. Penat.

"Pak Ahmad. dan disuruh membuka taman bacaan untuk konsumsi lingkungannya. Apalagi ke rumah. Atau majikan mana pun. Majikannya hampir tidak pernah membawa siapa pun ke dalam mobil ini. Diam. atau bantu anak-anak Bapak bikin pe-er. Kemuraman yang ganjil. kambing tetap nggak bisa nolongin istri Bapak masak. kadang menggigiti bibir. Makanya saya nggak mau Bapak pusing soal bayar ini-itu. tapi ia tahu majikannya amat peduli. Diva tak pernah memberinya baju lebaran atau menyumbangkan hewan kurban. bahkan membayari mereka ikut berbagai macam kursus. Nona besarnya itu pernah berkata: "Kalau saya cuma menggaji Bapak tok. Belum lagi suplai buku-buku yang selalu datang membanjir. selain berbicara di telepon 'genggamnya. Menyatakan kesedihannya sekaligus cintanya yang mendalam. . tapi Diva menanggung biaya sekolah ketiga anaknya. Jangan lupa rumah Bapak harus dijaga tetap bersih. Sudah lebih dari empat tahun lamanya ia bekerja pada Diva. alat tulis nggak ada. jangan lupa pelihara banyak tanaman di pot." "Ya. Ia tidak melihat banyak hal. sama saja kayak Bapak pelihara kambing.punya pilihan lain selain membiarkannya pergi. Non. Kalau besok lusa saya jatuh miskin dan nggak bisa gaji Bapak lagi. Kepenatan tersebut adalah sakit yang baginya lebih nyata daripada kena flu atau cacar air." Pak Ahmad melirik majikannya dari spion. ia hanya memandang ke luar jendela. Saya ingin Bapak bisa maju sekalipun nggak ada saya. Biarpun dikasih makan rumput segentong. semua modal ditanggung Diva. Kadangkadang ia memang tak kuat menahan. cari-cari orang lain lagi yang bisa menggaji. Istri Pak Ahmad dikursuskannya menjahit. Inilah saat ia ingin memaki semua orang sekaligus KEPING memeluk semua orang. Bagaimana anak Bapak bisa jadi juara kelas kalau perutnya keroncongan? Buku nggak punya. nanti Bapak terpaksa nganggur. Wajah cantik itu terlihat agak muram. Diva bukan jenis orang ekstra hangat yang tak pernah lupa mengajaknya ngobrol atau melempar guyonan. Setiap kali di jalan. Tentu saja. kita langsung ke rumah. ya. Diva memang merasa sakit sungguhan.

Menjadikannya terisak dan tersengal sampai lemas. Re melongok melihat dedaunan di pohon. Kekasihnya tidak perlu naik motor dan kenal risiko hujan-hujanan. Tapi ia harus membiarkan semua ini lewat. tercuci. Turun tanpa henti dari kedua matanya. tapi tak tahu harus berbuat apa selain terus menyetir. Kepenatan itu. Bekerja untuknya bagi Pak Ahmad adalah berkah besar. Ia begitu peduli akan hal-hal yang menurutnya remeh. Sangat peduli. Namun angin ajaib tadi telah meniupkan arah matanya untuk tertumbuk pada sebuah jendela. menangis. Diam-diam. kepedihan ini tetap terasa tajam.. duduk . Menyapu begitu cepat dengan suara seperti siulan. Menjelang tidur pun. Tiga tahun ia tinggal di rumah ini. Tapi ketenangan tadi.. seorang gadis. Tepat di seberang rumahnya. belum pernah ada angin sekencang itu. Re tak berhenti merenung. Ternyata majikannya. Tangisan bisu.. Angin itu lewat tanpa bekas. ia memberanikan diri melirik spion lagi. memakai kaos oblong putih dan celana pendek.. Ia punya segalanya. Bagaimanapun. ya Pak. turun. substansi apa yang mampu meyakinkannya bahwa ia dan Rana memang berbeda. Karena itulah ia menangis. Mendadak Re dikagetkan oleh tiupan angin kencang. Buru-buru ia bangkit dan menutup jendela. ia masih duduk tegak dan berpikir... Tubuhnya masih cukup peka untuk memberikan sinyal bahwa ia tidak mampu menanggung semua. berseruling pula. Dirinya diciptakan bukan untuk jadi tempat sampah yang menampung keusangan.. Ferre Sesampainya di'rumah. kembali bersih. dan terus menangis. bukan miliknya dan Rana.. Tak ada lagi yang dapat ia lakukan selain memeluk bantal kecil. Di kamarnya. Ada seseorang di sana. Aneh.. Ia ingin membiarkan semuanya lepas. keteguhan tadi." Diva memang majikan yang aneh. danturun terus. Mereka tak perlu jalan kaki di malam Jakarta yang buas untuk menunggu bus kota.. Diva duduk menghadap jendela. Hanya air mata.air minum direbus benar-benar. Hanya saja air mata itu terlihat jelas membanjir. .. Mereka nyaris tak bergoyang. Tak ada isak. pikirnya. Da da Pak Ahmad ikut sesale..

Dengan saksama Re mulai memperhatikan mata gadis itu.. mau kauapakan mereka?" RUDen vann . "sudah positif atau belum". -Lalu. Perlahan. Melesat begitu cepat. baru malam inilah ia bertemu langsung dengannya. Lukisan ini menjadi semakin sempurna saja. Sinar lampu jalan pun mendapatkan wajah cantik itu tepat di bawah sorotnya. "Mereka akhirnya bertemu. kecewa. setengah menunduk. Sampai akhirnya sang objek lukisan sekonyong-konyong mendongakkan kepala. "kapan kita belanja ke Makro". napasnya pun tertahan. musuh yang dicari-carinya selama ini ternyata begitu indah dan menakjubkan. ikut pe* ldili di bela «Aku tidak tahu!" seru Dhimas bersemanqTn •tu aku tidak tahu!" man9at. dengan keindahan yang mencengangkan. Ibunya sendiri. Dhimas &amp. Mungkin ingin menatap langit. „. ia memandanginya.Justru KEPING Dua Idiot Abad 21 Sudah lama Rana tidak berbicara dengan wanita itu.. Cantik. matanya ikut tergiring melihat langit.. "ada big sale di Metro. "ayo temani Ibu ke Bandung.menekuk memeluk lutut. Dengan bingkai malam yang penuh bintang. Namun Re tetap tak bergerak. Re berseru kaget.. Tanpa terasa. ia malah kelihatan tidak nyata Seperti lukisan. Lukisannya berganti menjadi hamparan bintang. begitu pula lukisan itu. Nyaris tak percaya akan apa yang ia lihat. Dari ribuan kali ia memandangi langit. dan bukannya tanya-jawab rutin seputar "apa kabar". Benar-benar bicara.lakangnya sambil menghirup kopi. Re mendapatkannya sangat indah—seluruh lukisan ini—teramat lekat. sudah sangat lama ini berlangsung. bintang jatuh.. Re mundur perlahan dengan sejuta satu kesan. Mendadak ia teringat akan lukisan cantiknya." desisnya. Memberikan kejelasan pada air mata yang mengalir rapi. Tiba-tiba. Ruben Emosi Dhimas bergelora seakan-alcan setengah nyawanya telah menghidupkan kedua tokoh itu. pandangannya mengarah ke sesuatu. Tirai itu tertutup sudah. Menit demi menit pun berlalu. dan dari ribuan kali ia mendengar namanya. Ia tak pernah menyangka. .. antar yuk?". Re sungguh-sungguh terpesona.

kamu tidak bisa begitu saja lepas tangan dan menyisihkan apa-apa yang menjadi ketidaknyamananmu." "Bukan itu pertanyaan saya. "selama Ibu menikah dengan Bapak. mungkin ada kaitannya juga. Otot mukanya langsung mengendur. kamu harus sadai suamimu bukan orang sempurna. "Aku cuma mau tanya. komunikasi..seperti ada yang semestinya tidak terjadi « arnya lagi. itu toh.." Rana menelan ludah.belanja ke toko sisa ekspor dan bawa oleh-oleh brownies atau kue sus Merdeka kesenangan mertuamu". fflUa orang juga pasti mengalami.. segala sesuatunya diselesaikan dengan kepala dingin. tanggunq jawab." potong ibunya. atau seperti ada yang salah. Ran?" tanya ibunya. yang begitu. dari keluarga baik-baik." Rana merasa mereka berbicara di dua level yang berbeda. "Aku mau bicara. "Kalian ada masalah? Bukan soal baby.penuh penekanan. Jangan lupa. "Ada apa. setelah menyadari Rana telah lama menatapinya dengan pandangan aneh. saleh. Soal aku dan Mas Arwin.. Tapi khusus yang satu ini. Sebagai seorang istri." Rana bingung sendiri. Yang pentina h»„ • Stan pintar-pintar menyegarkan suasana. pernahkah sekali saja Ibu merasa jenuh. jaQlUJ «Maksudmu. kamu menyesal menikah dengan Arwin? oegitu?" «Tidakkah Ibu pernah satu kaliii saja." Rana semakin hati-hati. merasa menyesal telah memutuskan menikah dengan Bapak?" "Apanya yang kurang dengan Arwin? Baik. Kalian harus saling memaklumi dan mau memaafkan satu sama lain setiap hari. "Bukan keien«&gt. "Kalian bertengkar? Arwin macam-macam sama kamu? ibunya mulai penuh selidi k. Tapi leMh ke. sih. pekerjaannya bagus. Lama sampai ia bisa mencerna pertanyaan Rana dan menyusun kesimpulan dalam nada bijak: "Setiap pernikahan punya pasang surut. kan?" "Bukan.. sepertinya ada yang safa^a I ng karang. "Kejenuhan itu hal*wajar sekali dalam pernikahan. Bu. tapi enggak juga.." Kali ini wanita itu terdiam.. l^JT™** ka Rana tidak yakin ibunya mengerti. sama seperti hal-hal lain. Ini benar-benar sulit baginya. Kuncinya satu. Bukan itu yang ia cari dari percakapan . tapi.. seperti ada yang kurang"Ooh. Bu.

Nak. Ia belum puas." ujarnya lembut. B. Entah siapa dia. Personal. tajam. Rana mana yang sebenarnya kuinginkan terus hidup? Masih belum terlambatkah? ] Rana menatap wajah ibunya. benarkah itu. Dan selama ini ia melihat mutan-mutan yang kebanyakan sudah tidak bisa lagi mewakili dirinya sendiri. Rantai itu telah menyatu tanpa tahu lagi cara melepaskannya. individu-benar-benar bahagia di dalam Pernikahan?" Rana mengeja. Ibu bahagia melihat kamu. Rana sudah ingin masuk ICU rasanya. Pertanyaan apa itu. "Bukan itu. yang sontak menghadirkan berantai wajah lain. Ini bukan problem porsinya P3K. dadanya sesak lagi. tentu saja. Wanita itu lamat-lamat tersenyum. Orang-orang dan bahkan diriku sendiri akan lupa pada Rana yang hari ini. Ke arah sanalah dirinya dibawa bermutasi. "Apakah Ibu bahagia? Sekarang? Dulu?" tanyanya lagi.. "Ya. "Nanti. Menyadari bahwa dirinya pun sudah mulai bermutasi. salahkah itu. Apa yang ibunya omongkan sudah kenyang ia baca di tips-tips majalah. Seorang ibu dari anak yang bernama A. [ Kebahagiaan yang ingin kucapai ini akan bermutasi menjadi kebahagiaan lain. Semua sudah menikah. kau akan mengerti sendiri. kakak-kakakmu. Bukan itu. Wanita di hadapannya bukan lagi Raden Ajeng Widya Purwaningrum Sastrodhinoto. sudah berhasil jadi orang. atau haruskah ia lepaskan. C. Apa lagi yang Ibu cari?" tandasnya yakin. . setelah kau menjalani pernikahanmu sepuluh atau lima belas tahun." Itu dia! Rana berseru dalam hati.. Seorang Nyonya anu.ini. tapi di luar itu semua. Ferre Ada kalanya . Mengerti? Akan ada satu masa ketika kebahagiaanmu pribadi tidak lagi berarti banyak. Kebahagiaan yang kau maksud sekarang tidak akan kau pertanyakan lagi nanti. dan di rubrik-rubrik konsultasi. Mampukah ia. "Sekarang Ibu mengerti maksudmu. Yang ia tahu wanita itu adalah seorang Istri. Jantungnya terasa menciut. Apakah Ibu-secara pribadi. I* l"ar keberhasilan anak-anak Ibu. Akan ada saatnya diriku lebur dalam identitas baru. Panduan standar yang sudah seperti boks P3K-nya pernikahan yang wajib hadir di lemari obat setiap rumah tangga.

kamu masih terpikir untuk pergi saja sudah luar biasa bodoh. pilih meja yang untuk dua orang. yang berdiri di dekat jendela. "Re. ya?" Re malah ikut bertanya. kalau untuk yang itu. Sebagai gantinya. sementara pabrik gula di pelupuk mata malah nggak kelihatan?" "Iya." ujarnya sambil memandang ke luar. "Kalau kita sampai ada di rumahnya. iseng menyingkapkan tirai sedikit. Dua idiot abao 2 1 "makan malam di restoran bagus. dasar bego!" serunya membabi-buta. tapi masuk ke rumahnya saja aku tidak bisa.. kasih kado ulang tahun.Pujangga diam.. maka. aku akui Rana-mu itu manis kayak permen. "Selama ini kamu tinggal di mana. Ia malah tidak tahan kalau tidak memberikan bonus caci-maki. berat otakmu pasti berkurang minimal setengah ons! Menurutku. Terdengar sahabatnya menghela napas. Mungkin Ale benar.. "Sekarang kepalamu rasanya lebih ringan.." Re memulai curhatnya. Re ikutan melihat.. Ale. "Naah. yang lama-lama membasi seperti naskah pidato. siap berangkat. kemudian duduk di bangku belakang. "Apa?!" Ale terbahak. hadirin sekalian. kok lucu. "Aku rindu tetek-bengek klasik itu." Dan Ale memang tidak sehalus pujangga.. Sedan perak itu baru dinyalakan. ya?! Sejak kamu mengaku jatuh cinta. Seorang wanita melangkah masuk. diguntingken pita peresmiannya. resmilah Bapak Ferre dan Bapak Rafael menjadi Dua Idiot Abad 21!" "Silaken Bapak Rapael.." "GONG!!" Mereka berdua bertepuk tangan. ah. dan kemudian terpingkal-pingkal sendiri. Ale tertawa. Rumah sebagus ini. aku rela jadi idiot untuk dia. Dua bocah laki-laki yang terlepas dari kerangkeng tubuh pria dewasa. sih? Pertanyaan itu membuat Re termenung." Re tersenyum kecil. Tapi kenapa mesti jauh-jauh. "Andaikan saja aku belum . tapi ia tak pernah benar-benar meninggalinya. Menyiksa diri sendiri. Homunculus" dalam otaknya yang gemar berpuisi itu kadang-kadang mogok berkarya.. 21 Sebutan untuk "manusia kedi" di dalam kepala kita yang dihipotcsislcan sebagai penentu dan deierminator setiap tindakan.. "Dia malah mengusulkan supaya mengajakmu ikut.. Ale menjadi korban.

Setolol apa pun keputusan yang akhirnya kamu ambil nanti/ "Dua Idiot Abad 21. cuma tahu kerja melulu.* Re tersenyum.. tanpa perlu daftar belanja bulanan bersama." Ale meralat. satu ronde. malah istri orang!" "Shut up." nada Ale berubah serius. Lalu." Dan saat seperti ini membuat Re berpikir ulang: apakah ini yang disebut Cinta? Tidakkah seharusnya ia dan Ale menikah saja? Kesetiaan tanpa batas ini. "dan sekalinya jatuh cinta mati-matian. "sampai kapan pun jangan kira aku bakal setuju tentang yang satu itu. dan punya 2000 dolar yang bisa kulepas begitu saja. man. Ready stock. dan ia yakin betul persahabatannya dengan Ale tak akan lekang dimakan waktu. dengar. Asal rela melepas. geli setengah heran.. Tapi semenjak krismon." Ale tersenyum lebar.. yah. tanpa syarat apa-apa.. Bapa di surga. seperti sekumpulan tunawisma berebutan lahan dan dengan membabi-buta berlomba untuk menancapkan plang tanda hak miliknya masing-masing? Bisakah cinta yang sedemikian agung hidup terkapling-kapling? Berarti apa . long-time. tanpa menghambat langkah hidup masingmasing.. ya?" "Memangnya kamu tahu?* tanya Re polos. Entah itu tarif short-time. jangan pernah ragu juga kalau aku akan selalu mendukungmu. cewek itu model. tanpa perlu satu atap. sih Le?" "Karena aku bukan kamu. dari dulu nona satu itu memang pasang tarif dolar. dengardengar ada penyesuaian juga. "tapi untukmu. sekitar 1500 sampai 2000 dolan Mungkin lebih.. cinta seperti apa yang orangorang itu miliki? Yang konon menjadi dasar sebuah komitmen institusi mahamegah bernama Pernikahan? Mengapa mereka begitu bernafsu menguasai satu sama lain.. "Satu.. "Kamu Supernova benar-benar tidak tahu siapa tetanggamu itu." "Kamu serius?"' "Aku tidak tahu detailnya. aku rela direkrut jadi idiot.. yang pasti. Kuper..punya Lala." "Kok kamu bisa tahu. peragawati top... 24 jam. namanya Diva. "Oh.. "Sini." "Re. eeh. ampunilah temanku Ini. Tapi sampai kapan pun. dulu malah bisa sampai 50006000 dolar.. sekali pukul." "Maksudmu?" Ale kembali menatap Re. Karena dia benar-benar ketinggalan zamaaan!" Ale meratap.. Konon..

"Dia cantik sekali. Dalam hati ia bertanya-tanya." Dhimas nyengir.. ganti pertanyaan..." "Kamu positif gila!" Ale mengangguk pasti." Rana Gita memandangi wajah gelisah sahabatnya. "Kalau dia mau sama kamu.. Dhimas &amp. tentu saja. He-he-he. Dia kan bukan presiden. malu-malu.. "Dan jangan bilang juga kamu bakal baca majalah itu lagi. Ia paling senang memperolok Dhimas." celetuk Dhimas begitu melihat gelagat Ruben yang mulai resah. "dan sebaiknya aku cepat-cepat pergi dari sini. tapi kok rasanya aku ingin melamarmu. apa isi halaman 107?" tanya Ruben asal. "Hei. mmm. kecuali kamu.. dengan tambahan beberapa turbulensi lagi. hingga nyaris limbung. "Get a life." Ruben mengangkat bahu. oke. "Ini gawat." tukas Dhimas sembari membolak-balik halaman. "Kamu boleh bilang aku gila.artinya semua itu? Hanya legalisasi bercintakah? SIM resmi untuk kegiatan ranjang? Kepentingan sensus penduduk? Bentuk kontrol negara? Apa itu komitmen? Apa itu janji? Mendadak Re merasa begitu aneh." "Biarin." jawab Ruben." Ruben terkekeh. "Habis mau bagaimana? Ini satu-satunya bacaan ringan di rumah ini! Mengerikan." tapi nada itu terdengar ragu." Ruben malah keterusan." "Oke. kamu bakal berubah jadi hetero. Ruben "Apakah ka mu merasakannya?" "Ya." "Kita bikin ujiannya saja sekalian. Gerbang bifurkasimu sudah dekat." sahut Dhimas ketus.. Mungkin yang tadi terlalu sulit. Kita bisa pensiun jadi homo. sih. "Benar?" "Kecuali. ya. Tentu saja." "Loncatan kuantum sebentar lagi jadi olahraga favorit mereka. Semua orang juga tahu kali. "Lama*lama aku hafal seluruh isinya... "Kamu kenapa?" tanya Ale heran. "kamu?" "Enggak. Ia kenal Rana sejak SMA dan belum pernah dilihatnya . tak acuh. yah. kalau dia sepintar si Bintang Jatuh. nggak?" "Mungkin. jangan bilang kamu bakal bikin kopi lagi." Ruben tidak mau kalah.." Kedua pria itu sejenak mengambil posisi bersantai. "Coba yang*ini: siapa nama model sampul depannya?" "Ha! Kalau itu sih aku tahu! Hamanya Diva.. sekuper itukah dirinya. "nggak ada kerjaan amat. Coba. DAH!" Ale terbiritbirit menghilang di balik pintu.

134 Rana merasa semakin tersudut. dan ingus yang tak henti-hentinya mengalir. Ada sungai dan air terjun." "Bagi Re juga.. lalu menyadarkan dirinya betapa sumpek dan membosankan bumi yang ia tinggali ini. aku tidak akan meragukan Ferre-mu. Daftar yang." Ada satu planet.Rana seperti ini. "Itu gara-gara kamu stres. tidak akan ada habisnya. Rana. keluarganya. Ada gunung salju. bengkak. Gambaran yang telah lama hilang dan dihadirkan lagi begitu saja oleh makhluk bernama Ferre.. Nama baik bagi mereka adalah segalanya. wanita yang dulu tegar dan selalu ceria. Sekarang." Rana terisak lagi. kalau mau. Bawa badan saja jadi. Sambil menatap kosong ia berkata. "Rasanya aku ingin kabur. "Andaikan benar keputusan itu ada di tanganku. Ferre adalah sejenis alien yang suatu hari muntah dari langit." keluh Rana. Tidak usah besarbesar.." Gita lagilagi mengingatkan." Rana tersenyum tawar. Tapi apakah kamu siap? Menghadapi keluargamu." "Perasaan keluargamu sendiri nanti bagaimana?" Gita menambahkan satu lagi ke dalam daftar absen mereka berdua." "Ke mana? Timbuktu?" "Bahkan kalau masih ada yang lebih jauh. Ada pantai seindah foto kalender. "dan keluarga Arwin bukan keluarga sembarangan. orang-orang lain. sekalipun ia tidak pernah mengungkit-ungkit. Ferre itu sudah jadi public figure. jauh. Ada taman tropis yang besar. di atas begitu . Ada satu rumah yang cukup besar untuk ia dan Re tidak merasa bosan. Sayangnya Rana tidak terlalu yakin apakah sanggup pindah ke planet itu. "dan aku tahu diri untuk tidak gegabah mencoreng reputasinya begitu saja." "Perceraian bukan hal yang simpel. Seharusnya kamu tahu risiko keputusanmu jatuh cinta.. Cukup sebesar Gili Terawangan. Itulah nirwananya. dan bisa bercinta di mana-mana. Tidak ada lagi sandiwara. "Dadaku sering sesak lagi sekarang. Tidak ada lagi keinginan orang banyak. Jangan kamu lupa. lingkungan kerjamu.. setiap kali mereka bertemu. pasti selalu diakhiri dengan mata merah." sela Rana.. Tidak ada lagi tradisi yang mengungkung. "Kalau soal finansial." "Tapi kan aku tidak akan menuntut apa-apa dari Arwin.

atau apa pun. Beda kalau kamu menciptakan tokoh-tokoh lain. menatap langitlangit kamar." "Ah. Menuliskan sesuatu. Gita merasa sudah saatnya ia melakukan sesuatu.." Git a menggeleng." "Aku tahu. Mungkin dia. punya komite . Ini bagian paling sulit." "Mmm. atau pakai kostum mencolok seperti jubah putin panjang... Mungkin bisa membantu. baru boleh ada kegiatan lain. "Supernova. aku tahu." «Tembak-tembakan di Timezone. "Rana. ' m'i "Git. Dan kita harus mengakui kalau kita buntu.." panggilnya hati-hati. «ya. atau terompah Aladin. "Aku sendiri tidak tahu apa namanya. Lebih baik kamu lihat sendiri. nia harus melebur. bersiap bangkit. aku tidak butuh pergi ke psikiater. "Nenek-nenek ompong juga tahu.. atau pelihara janggut sampai .. Ruben. Dhimas. konsultan perkawinan. Ini bukan seperti itu." Terdengar suara Ruben dari kejauhan. Bukan pertapa ceking yang menghabiskan setenqah hidupnya jadi patung/ sambung Ruben . menyerahlah. membiarkan Ruben minggat ke dapur untuk menemui pacar keduanya: kafein. Gelisah. "Nanti dulu!" tahan Dhirnas. pergi ke bioskon * flvwo d. "Dia sudah harusnya»muncul." P P* "pergi ke mal. Tidak terisolasi di hutan. "Avatar abad 21 tidak bisa lagi digambarkan naik keledai." 05 KEPING IA Cyber Avatar Keduanya berbaring telentang. "rasanya aku punya sesuatu untukmu. "Mungkin aku harus minum kopi lagi. "Kita harus memikirkannya sampai tuntas." "Dia?" Rana tak mengerti. Jemarinya bergerak-gerak." gerutu Dhimas pelan." cetus Ruben." Akhirnya ia pasrah. Mungkin dengan begitu akhirnya ide muncul. heran melihat Gita yang sekonyong-konyong mengeluarkan kertas dan bolpoin. „nang. Sama sekali.." Tetap tidak ada solusi.0nt0n Holly^Makan di McDonald's.. Entah sudah berapa lama mereka di sana. bisa membantu. '"Menciptakan sosok seorang Avatar bukan pekerjaan biasa. nonton televisi. Namun ia juga lelah kembali ke jalan buntu alam mimpinya." .banyak kekecewaan orang lain. resah." "Bukan." Rana mendongak. mungkin tfdak harus seekstrem itu " «Avatar dengan asktetika22 modern.

dan dengan mantap ia berkata. .Salah satu contoh rectoverso yang bisa kita temui sehari-h"i adalah ikon gambar di lembar uang kertas-Asalkan. Satu sinyal nonlokal telah menjentik bola lampu di kepalanya. Cyber Avatar. Pikiran itu kembali mengarus. Wajah Ruben berbinar secerah lampu halogen.seraya mengaduk kopinya terakhir kali.Demi kembali merasakan keutuhan itu-i yang niscaya akan membuat mereka berhenti .. Tangan itu kembali menari di panel keyboard.Keluar dari inti mereka s e n d i r i i dan kemudian tersesat. SUPERNOVA • Diparuntukkan bagi Anda yang ingin HIDUP Selamat Datang Hari ini Supernova akan menelaah sesuatu yang disebut RECTOVERSO. Rectoverso adalah gambar yang saling mengisi antarmuka belakang dan depan.. Dan seketika ia menerobos 4cembali ke kamar kerja.Dengan bermacam-macam cara mereka lalu memeras keringat dan otak untuk mendefinisikan "sesuatu" yang hilang itui yang kebanyakan mereka anggap berada di "luar11 sana -fl a n u s i a memang seolah didesain untuk menunaikan satu misi: mencari tahu asal usul mereka.. dan mencari." 1*^-2: Supernova Komputer itu kembali menyala. "Dia adalah seorang. siap mereguk. ada sebuah rectoverso yang secar Pertapaan atau tapabrata utuh berupa lingkaran yang di dalamnya ada lima kelopak-i berjajar teratur dan berpusat pada satu titik tengahDi satu sisi kertas-? gambar yang dimunculkan adalah lingkaran dengan tiga kelopak. .Lalu mereka mencari-.Di sisi laini adalah gambar lingkaran dengan dua kelopaki yang apabila disatukan dengan sisi baliknya akan menampilkan rectoverso yang utuhi lingkaran dengan lima kelopak yang teratur dan berpusat pada satu titik tengah. Perspektif kita yang parsial tidak akan melihat bahwa diri kita sebenarnya adalah rectoverso. mendapatkan Dhimas yang sudah terduduk saking kagetnya.Terlalu banyak manusia yang menghabiskan seumur hidupnya dalam perasaan hampai seakanakan ada sesuatu yang hilang dari dirinya dan tidak tahu apa. Tiba-tiba ia berhenti menatap pusaran butir kopi di gelas itu. Ide! "Aku tahu!!" teriakan Ruben membahana dari dapur.

Dia akan mengamplifikasi sistem pemahaman orangorang tanpa hierarki. kan?" "Avatar kita akan mempraktekkan apa yang dijuluki 'Aquarian Conspiracy'. Dari awal. Dhimas &amp." Ruben manggut-manggut sendirian. dari hierarki." "Tepat. Ruben di simpul benang perak "Jadi. Lihat dengan cara yang lainBerhentilah merasa hampaBerhentilah minta tolong untuk dilengkapi. karena tidak ada elemen yang tidak penting dalam sebuah sistem—sekalipun saling terkait namun masing-masing .Tidak ada satu pun yang dapat berpisah satu sama lain-Tinggal kemauan Anda untuk mampu menyadar inya-t atau t i dak . begitu?" "Khotbah? Tentu lebih dari sekadar khotbah! Dia adalah turbulensi yang bisa diakses kapan saja. Yang diramalkan Naisbitt dan Toffler akan menjadi sistem paling efektif di masa depan.% Temukan kenop Andai dan putarSampai jumpa berikutnya • &lt.Apa yang Anda butuhkan semuanya sudah tersedia-Tidak ada seorang pun mampu melengkapi apa yang sudah utuh.Temukan kenop Andai dan putar.merasa kecil dan teralienasi di tengah megahnya jagat rayaLalui bagaimana kalau ternyata apa yang kita kira selama ini sebagai ketidaklengkapan sebenarnya hanya rectoverso belaka? Yang art i nya i kita tidak perlu ke mana-mana* Yang artinya lagi i untuk merasa utuh kita hanya perlu mengubah perspektif kita. teori chaos telah memberinya sinyal untuk jauh-jauh dari prediksi. Cocok. sistem kerja berdasarkan jaringan. di mana saja. Avatar kita khotbah di internet.sen d &gt. tanpa bayang-bayang institusi atau dogma apa pun. Benar-benar nonlinear! Dan internet adalah teknologi yang tak kenal batas teritori. maksudmu.Yang artinya lagi (dan lagi)-.Tidak ada sesuatu pun dapat mengisi apa yang sudah penuh. apa yang Anda ingin cari tidak berada di luar sanaSebaliknya-i sangat dekati tak berjarak. Berhentilah berteriakteriak ke sesuatu di luar sana-Berhentilah bertingkah seperti ikan di dalam kolam yang malah mencari-cari air.Ketika kita berhasil mengambil jarak dari benih-benih pemecah belah dalam pikiran kita-» maka rectoverso akan tampil.

" desis Dhimas. molekul ini memandu serat-serat tersebut mendekat dan membentuk pasangan-pasangan kolom saraf yang saling berhubungan satu sama lain. Sehingga tanpa mereka sadari. Uniknya. apakah berarti dia juga sosok yang virtual?" "Entahlah. kali ini bohlam di otaknya yang menyala. artikel- . Dengan menciptakan lingkungan nonlinear di dalam perusahaan maka semua orang di semua lini akan dibiarkan berperanserta mewujudkan terobosan-terobosan kreatif. Rana menghabiskan waktunya setiap malam menongkrongi layar komputer. sehingga mendadak Rana merasa berada di dunia sakit jiwa dan orang itu adalah satu-satunya yang waras. namun tetap terikat dalam jaringan. selama berminggu-minggu. tidak ada pasangan yang ikatannya persis sama. "Aku ingin dia menyentuh langsung kehidupan tokoh-tokoh kita. Psikopat berkemampuan mengerikan yang LTBER AVATAH mampu membalikkan semuanya. Menyukai chaos adalah kunci untuk manajemen masa depan. Amnesty International dan Greenpeace. Mencari kekuatan di sana. Lama kelamaan. Awalnya. "Aku ingin dia nyata. "Ruben.SUPERNOVA anggota memiliki potensi individual untuk berkembang. Lewat proses feedback. terbukti tidak terikat pada batasan negara atau hierarki sosial. ia mengira telah dijebak berlangganan suplemennya psikopat. dua contoh jaringan kerja global yang sangat efektif. SEaJKa Kesadaran serupa rupanya mulai terjadi di level ekonomi sosial. Menunggu artikel-artikel itu. mereka semua telah bercermin bersama-sama." Rana Setiap malam. Dan seperti itulah cara kerja sistem saraf kita. *" . Mereka adalah individu yang mengorganisasi dirinya sendiri. Mungkin orang di balik itu semua memang psikopat. Bahkan sudah banyak yang bervisi bahwa pemerintahan masa depan akan berbentuk jaringan-jaringan multidimensional yang kaya pilihan bagi setiap orang. Bagaimana menurutmu?" Ruben malah bertanya balik. kumpulan serat acak yang dipandu oleh semacam molekul perekat. sehingga setiap individu dapat berpartisipasi mengontrol dunia melalui peran dan kemampuannya masing-masing.

Ia adalah orang yang PAS. Sampai enam poin disusun secara sistematis oleh Rana..Kalau dilihat sekilas-.. Yang jelas.Semoga Anda mengerti maksud saya. tidak ada yang kurang dari rumah tangga saya. Problema yang dihadapinya pasti bukan lagi di .artikel tersebut berubah menjadi oase. meringis ngilu. Penyegaran. saya bertemu pria lain. Tetapi ia juga dibuat lelah. tidak ada satu pun yang dibalas.Dan kami berdua jatuh cinta. Salahkah itu? Saya hanya meminta sudut pandang seorang Supernova. Kami ingin bersama-sama.Itu saja. Tidak dibalas. Supernova i katakanlah kamu sudah menikahi lalu suatu hari kamu bertemu pria/wanita lain kemudian jatuh cinta* Sangat dalam* Akankah kamu meninggalkan suami/ istrimu demi diaf Pertanyaan yang konyol. ia melihat dunia yang lain dari hari ke hari. Rana tidak jadi mengirimkannya. Pertanyaan apa yang kira-kira layak dianggap pertanyaan dan dijawab oleh sang Supernova. Yang i berarti i saya bercerai dari suami saya. Pertama kali ia menulis: Supernova^ saya benar-benar tersentuh dengan semua tulisan Anda.Tapi beberapa bulan yang lalu-. Dia juga tidak sempurnai sama halnya saya atau suami saya. Polemik tersebut tidak mungkin terjadi pada seorang Supernova. Dia bisa tertawa di sana.Ia adalah orang paling luar biasa yang saya temui. Supernovai saya amat kagum dengan tulisan-tulisan Anda. Sangat mencintainya.Tapi beban keputusan itu berat sekali* Pertamai keluarga suaai saya adalah kalangan priyayi lama yang punya reputasi moral yang sangat luar biasai tokoh masyarakati yang menganggap perceraian itu dianggap aib besari dan. Mungkin ia yang belum mengerti celahnya. Saya adalah wanitai Bfl tahuni istri dari seorang pria yang baik dan sukses. Tapi tidak dibalas. atau jatuh tertampar.Kalau bolehi saya sendiri ingin berbagi cerita. sedikit masalah dan saya yakin Anda bis* membantu* Beginii saya sudah menikah dan mencintai pria lain.Tapi sepertinya ada yang lebih dari sekadar itu. Berkali-kali Rana mencoba mengirim pertanyaan.Tapi dia seperti kepingan puzzle yang begitu pasnya menempati ruang kosong saya. Saya ada.

ekonomi global. Rana pun mengirimkan surat terakhirnya. Aku ingin menebus kesalahanku* Aku ingin mengubah garis takdir* Aku menyesal tidak pernah terlalu berani menghadapi hidup* Aku ingin kembali mengenal diriku. Dan ia pun sudah tidak tahu apa yang harus ia tulis: Aku lelah*** apa artinya ini semuaf Apa artinya aku di sinii.level seperti itu. mungkin psikopat itu cuma tertarik pada masalahmasalah besar: hak asasi manusia. Sementara jeritan hati yang riil malah tidak dianggap ada. Supernova-. Supernova i aku ingin kembali ke masa lalu. Omong kosong.Aku ingin bebas mencintai* Bantulah aku*** Tidak dibalas. sama sekali tidak menarik perhatian seorang Supernova. Kamu munafik! Sama munafiknya dengan orang-orang atau institusi yang kamu tudingtuding • Kamu pikir kamu itu siapaf! Dan apa kekuranganku sampai tidak layak kamu dengar?! Tidak juga ada balasan. mempertanyakan . Sampai akhirnya Rana benar-benar gemas dan geram. banyak keputusan besar yang telah saya ambil dalam hidupi tanpa terlebih dahulu mengenal diri saya yang sebenarnya* Kinii ketika saya tahui apakah saya harus merombak semuanya? Melepaskan semua konsekuensi-! tanggung jawabi bahkan sumpah atau ikrar saya yang dahului untuk meraih impian baru sekalipun harus mengecewakan banyak orangf Atau saya harus bertahan dan menerima semuanya sebagai bagian dari pelajaran itu sendiri? Tidak dibalas. Kemarin. Supernovai apakah kamu • ada di sana? Surat-surat saya tidak pernah kamu balasMasih juga tidak dibalas. dan lain-lain.kamu tidak lebih dari sebongkah kesombongan* Sebongkah ketidakpedulian. dengan problem "kecil"-nya ini. Hei Supernova-. soal ekologi. siapa pun kamu sebenarnya. umpatnya geram. Bisanya cuma ngomong tinggi* Saya dan masalah saya cuma kamu anggap remeh-remeh kuei sementara kamu sibuk melalap potongan kue yang lebih besar. Ia merasa tidak diperhatikan. Dan ia. Di balik sloganslogan manisnya. E-mail tak berjudul. Mungkin psikopat itu tidak lebih dari filsuf arogan yang berdiri di atas awan lalu main tunjuk sana-sini mengecam kesalahan dunia.

kebodohan-kebodohanku sendirif «Apa artinya kau di sana , yang tidak mendengarkan? Malam ini, tidak ada yang lebih mengagetkannya ketika sebuah pesan datang, hanya: From: Supernova. Saya di sini* Membaca semua surat Anda* Membalasnya dengan menjadikan Anda terus bertanya* Menunggu Anda untuk akhirnya mempertanyakan satu-satunya Pertanyaan yang ada* Selamat Datang* Pukul sebelas siang. Teleponnya berdering. Re mengerutkan kening. "Halo, ya, bisa telepon lagi nanti? Saya sedang meeting." "Re..." suara Rana begitu lemah, b erbisik lirih, "aku masuk rumah sakit." Wajahnya seketika pucat. "Bukan... jantungmu, kan?" tanya Re tegang. "Jantungku, sayang," suara lemah itu kian mengibakan. Di dekat belahan dadanya. Rana memiliki bekas jahitan operasi. Re sering menyentuh bekas jahitan tersebut dan berkata: 'Kalau ada apa-apa dengan jantung ini, aku rela bernapas untukmu/ Sulit dipercaya kalau rayuan metaforis itu harus menjadi kenyataan. "Ada apa? Apa kata dokter? Kamu harus dioperasi lagi?" "Jantungku... katanya, aku jatuh cinta. Terlalu dalam." Terdengar Rana tertawa kecil. "Puteri... jangan mainmain..." Re benar-benar kacau balau. * Tiba-tiba suara itu berubah sedikit panik. "Re, aku tidak bisa telepon lagi. ffp-ku akan dipegang Arwin. Doakan saja, ya." Hat, Pembicaraan berhenti sampai di sana m dalam tsunami batin. Lama ia terdiam di gerbang rumah saku mulai salah tingkah. Tidak pernah ia setersiksa telePon genggamnya, dan dengan tatapan kosong ia nomor telepon Ale Tidak disambungkan. Ia hanya bka a sendiri di dalam hati: y Dlca™ Ale, tolong aku. Aku cuma bisa menemuinya lima menit itu pun bersama sembilan orang lain. Aku tak tahan denaan tatapan orang-orang yang seperti mempertanyakan keberadaanku di situ. Lima menit, Le! Melihatnya tergolek tanpa bisa memeluknya. Aku cuma bisa bilang 'semoga cepat sembuh' dan mesem-mesem dari ujung tempat tidur. Aku ingin terus di sini, menungguinya semalam suntuk. Tapi kenapa jadinya harus mencurigakan? Kenapa harus nampak tidak wajar? Kenapa aku tidak boleh di sini? Le, tolong...

"Pak Ferre! Kok masih belum pulang? Tunggu teman, ya?" Seseorang menyapanya. Re terkejut. Ternyata salah satu reporter Rana, memandang dengan tatapan haus gosip. "Oh, saya baru mau pulang. Kebetulan tadi sekalian menengok teman saya di blok D," jawab Re dengan tenang. Tak akan ia kehilangan wibawanya, bahkan dalam situasi genting seperti ini. Tidak juga kedoknya. Satu jam kemudian, dua orang berlalu dan menanyakan hal yang sama. ^ Tiga jam kemudian, hanya perawat-perawat yang melewatinya dengan tatapan curiga. Terkadang kerabatnya Rana, yang juga menatap aneh. Mungkin mereka mengenalinya sebagai salah seorang pembesuk Rana yang dengan misterius bercokol terus seperti satpam rumah sakit. Memasuki jam yang keempat, suaminya berjalan melintas. Re tidak yakin keberadaannya disadari atau tidak. Yang jelas, wajah pria itu nampak letih. B Re jadi tersada'r, mukanya sendiri pasti lebih kacaui lagi. Setidaknya suami Rana tidak menghadapi cobaan lain selain kondisi istrinya. 145 Aku tak mengenalmu, kita bukan teman. Namun aku tak ingin menyakitimu, demi Tuhan. Apa yang kaumiliki sekarang amatlah aku inginkan. Dan untuk mengertinya tidaklah sulit. Kami adalah jalinan satelit yang saling membelit. Mengelilingi satu planet yang menarik kami laksana magnet Tak ada lagi tempat di orbit inif bahkan untuk bayangan kami sendiri Jadi, relakan kami untuk saling memiliki. Re tidak tahan lagi. "Halo? Le? Aku masih di rumah sakit. Rana dioperas' malam ini. Dan sebentar lagi kepalaku bakal meletus." 1 "Apa-apaan kamu di sana?! Cepat pulang!" "Tapi mana bisa..." "Tempat kamu bukan di sana." "Mana mungkin? Yang terbaring itu RANA, bukannya..." "Apa perlu aku sebutkan nama belakang Rana-mu tercinta itu? Knock, knock! Re! Ayo, bangun!" Ia ingin teriak rasanya. "Jangan mulai dengan bahasan basi itu..." "Basi? Itulah kenyataan yang kamu pilih sendiri.-Kamu jatuh cinta pada orang yang salah." Mulut Re langsung menganga lebar. "Oke... aku ralat, bukan orangnya yang salah, tapi kondisinya!" Ale cepatcepat menambahkan. "Hell with it" Re pun menutup flip telepon

genggamnya dengan kasar. Kondisi... kondisi. Lagi-lagi si keparat satu itu. Tak lama kemudian, teleponnya kembali berdering. Ale. Berusaha sekuat tenaga untuk menyuntikkan logika ke dalam pikiran sahabatnya. Re juga sudah letih, kali ini ia lebih banyak diam. Dibiarkannya Ale terus mengoceh. "Jadi kamu setuju untuk pulang sekarang, kan?" "Tidak yakin." "Aduuuh, maunya kamu apa, sih?!" Aku bosan diam. Aku ingin berteriak lantang* Menembus segenap celah dan semua lubang, Merasuk ke ujung gendang telinga semua orang..-Aku mencintainya. Tiba-tiba mata Re menangkap sosok • di luar ruangan sambil menyandar ke fe^u Ugi' be<diri gemetar memegang sebatang rokok. Asaum ta*9«m» keluar, gugup. Pemandangan yang jss\ hamburi* pun. terenyuh siapa "Aku akan pulang sekarang u » T akhirnya memutuskan. , c* wamat berat ia Di saat seperti ini izinkanlah aku m»* m mana engkau leta^ZT"^ Adakah aku seberharga cincin yang melingkar Ataukah aku senyaman sepatu tuamu yang tak ter "T" jarimu' Akankah kaupertahankan aku selayaknya ^ ^ dipakai? Ataukah namaku hanya akan melintas sekilas di detfS". $TH Untuk kemudian menyublim seperti arwah tersedot Mengertikah kinif Puteri"* ***** Karena itulah aku ingin hidup nyata. Ia pun mengedarkan pandangan untuk terakhir kali, mendapatkan kelengangan rumah sakit yang begitu dingin. Re merasa terbuang. KEPING Di Celah Pikiran Pria itu kembali hadir di pojok yang sama, dengan cuaca hati yang tampak sedang buruk-buruknya. Ia seperti kapal yang tergulung jadi lemper dalam lipatan ombak yang mengamuk. Kerutan di pangkal alisnya. Sinar mata yang berkecamuk. Rahang yang mengeras. Namun di dalam kegundahan sekalipun, semua tetap indah. Dan tangan itu terlihat mulai menulis... dalam irama yang tak tentu. Nampak pikirannya tengah bersandar pada arus inspirasi, yang terkadang mengalir deras, tetapi terkadang juga hanya menitik jatuh. Ia berserah. Persis seperti pelukis yang tak mempertanyakan mengapa ia melukis, dan apa itu yang dicoretnya di kanvas. Diva menyentuhkan tangannya

Dilempar dari satu sisi pertimbangan ke sisi lainnya. Masih terbayang jelas ketika ia memandangi punggung itu berjalan menjauh. Ia mengerti betul susahnya mencabut sebuah jangkar yang sudah terpaut dalam. Melihat semuanya. Wahai kau yang sedang dimabuk cinta. Rana telah menjangkarkan hatinya untuk pria itu. Namun aku orang yang kuat. Ferre Aku bukan orang yang lemah. tanpa bisa memutuskan apa-apa. Bola . menggenggam kejujuran erat-erat. Perlahan. Di sebelah ranjang tempat istrinya terbaring. Arwin duduk tepekur. Tapi kalau cuma jadi hantu. Rana. ia pun bangkit berdiri. Matanya berhenti di jendela. Aku janji. Dan dirinya adalah debu yang paling ingin cepat dikibas. Tak ada lagi kehadiran yang lebih berarti. Hanyut dalam keterkesimaan. Diva mulai menggigiti bibirnya pelan-pelan. ia menangis. Di kala kau terjatuh nanti. Dengan dagu tercuat. Entah kapan terakhir kali ada air keluar dari matanya. Tak akan ada yang mengerti. Ada yang bilang. Re mendongakkan kepala dan mulai mencari. Langkah-langkah yang nampak berat. Dalam bingkai kusen . aku akan tahu apa rasanya limbung tanpa harus ikut terpuruk. berikanlah padaku setetes apa yang kau reguk. Re meringis getirv. maka aku pun tak tahu. Ferre Lamat-lamat muncul perasaan bahwa ia sedang diamati. Ya.. aku akan menjadikanmu wanita paling bahagia di dunia. sudah kubersembunyi di dasar lembah.pingpong.ke'kaca. Begitu engkau sembuh nanti. ia merasa amat lemah. Mungkin itulah satu-satunya kesempatanku.. Kalau aku lemah. Arwin dapat langsung mengetahuinya ketika melihat tatapan istrinya pada Ferre yang berdiri jauh di ujung tempat tidur. Aku'berjanji. Sudahkah kau benar-benar jatuh. Mereka sepertinya tidak terpisahkan. ia tak lebih dari sebuah bola pingpong. apa yang ia lihat sesungguhnya melebihi badai itu sendiri. Diva Diva masih berdiri di sana. Tapi kenapa yang ia rasakan justru sebaliknya. wahai yang sedang jatuh cinta? Masih kutunggu engkau di dasar jurangmu sendiri Di titik engkau akan berbalik dan benar-benar menjadi pencinta sejati. mampu menangis menunjukkan kekuatan.

cuma beda kasta saja. Paling jadi peneliti sinting." keluh Dhimas.. Misalnya. dunia bukan lagi milik berdua. dan terarsir teralis.. Padahal dari nuansa justru lahir tema besar penemuan-penemuan terhebat dunia. Bahkan subjektivitas si peneliti akan mempengaruhi hasil penelitiannya. Dan misi ini tidak boleh dikompromikan cuma garagara fantasi romanmu atas tokoh-tokoh tertentu. Re mendengar hatinya berbisik. tanpa bumi itu sendiri." Dhimas mengernyit. katakata itu maksudnya sama." "Coba aku bisa sesaklek kamu. Hai." ralat Ruben cepat-cepat." "Kalau begitu." kata Ruben lagi. Tatapan dalam dimensi waktu yang bergerak penuh makna. kok. maka sering kita mengabaikan keindahannya. boleh nggak aku." te gas Ruben galak. "Cengeng-lembek-sensitif. sebuah ruang fraktal yang tidak tersentuh cortex. pemabuk asmara. tapi karena perhatian kita tersita oleh pengkategorian logika. Diva menyapa. jelas ada keberpihakan." "Tapi di atas segalanya. keduanya saling menatap. kamu adalah manusia nuansa.. tidak menyerah begitu saja. aku tidak tahan. dong.. Dunia telah membelesak lenyap. ya. nuansa berada di celah pikiran. "Apa pula itu?!" "Eh... Bintang Jatuh.." "Tapi aku serius." "Jadi kamu bilang aku lembek?!" "Bukan. percayalah.. "Penulis boleh berpihak nggak. "kamu adalah manusia paling sensitif yang pernah kutahu. Jangaji jadi cengeng gitu. Dan. pengkotak-kotakan. Kamu. Einstein. bukan begitu. Sama juga kalau aku selembek kamu. tidak bakalan kamu jadi penulis." sahut Dhimas ketus.kayu. "Imajinasi kamu begitu kaya seperti fraktal di area infinit Peta Mandelbrot. Sejernih kristal. kamu harus kuat. tidak bakalan ada yang tahan membuat kerangka sains dari cerita romantis berbunga-bunga ini. Ruben "Oh. Dhimas &amp. "Kalau kamu sesaklek aku.." "Terima kasih untuk usahamu memperhalus bahasa. Apalagi ini. Meninggalkan mereka berdua. nuansa . Seluruh dunia ini dipenuhi potensi nuansa.." Dhimas menariki rambutnya sendiri. Tatapan yang mengisap ruang di antara mereka. "Ayo. kita tetap membawa misi. terlapis kaca jendela. ya?" "Eksperimen sains saja dijalani dengan tendensi.

Atau. tentu saja aku bersedia jadi obatmu. Aku relakan diriku untuk kau telan." akhirnya kata-kata itu meluncur keluar. Dan. ^juS "Berarti aku lebih edan daripada kamu. "Tanpa kamu. "aku sadar.. Tapi kamu begitu baik dan tabah. banyak orang sulit sekali mengungkapkannya.. Di luar dari cintanya yang semakin terbakar oleh ucapan romantis itu. berarti orangnya lebih edan lagi!" Muka Ruben pucat pasi. Re selalu merasakan paradoks yang sama. KEPING Kesempatan itu hanya setengah jam." sambung Dhimas. ide-ide di otakku seperti mulut tanpa lidah. Namun tibatiba ia berseru dengan suara tercekat. Lama sekali.. Matanya berkaca-kaca. "Memang! Cuma wong edan yang pakai teori fisika dulu kalau minta maaf! Dan kalau ada yang mau sama orang kayak begitu. lirih. sih?" Dhimas geleng-geleng kepala. "Kamu mau ngomong apa. Strategic Business Development Plan yang seharusnya menjadi rencana terbesar hidupku akan kuganti dengan menungguimu semalam suntuk. Maaf atas semua sikapku yang kasar ataupun kata-kataku yang kejam selama ini." tergagap Ruben berusaha menjelaskan. Puteri. kau minum. kau kunyah. tidak banyak orang yang bisa tahan denganku. mereka berpelukan.kontinuum yang ia tangkap waktu umurnya lima tahun adalah inspirasi awal teori relativitas. [ Ya Puteri. Memaksanya untuk menjadi pencuri waktu dari belasan jam yang harus ia persembahkan untuk perusahaan. "Kamu di sini saja. orang yang mengagumkan. dan mencocokkan kesemuanya dengan setengah jam yang ia punya. atau kau emut. Untuk pertama kalinya pula ia mengendalikan jadwal Re. Di kesempatan itu. atau justru karena nuansa adalah affair yang sangat pribadi antara kita dan domain lain. jadi obatku. Dhimas. Aku minta maaf. Tidak ada artinya." Dhimas terdiam." Ruben menelan ludah. Kamu adalah pesawat yang menyeberangkan nuansa dalam kepalaku ke format yang bisa dimengerti. Dan Rana merasa jauh lebih baik dalam dekapan Re dibandingkan obat atau infus apa pun yang dicerapkan ke dalam tubuhnya. Bersamamu 24 jam.adalah rencana terbesarku kini .. "Kamu." bisik Rana... Termasuk aku.

" Akhirnya kalimat itu yang terucap. Tapi kau tak pernah siap. Aku ingin menjejak tanah. Aku ingin diakui. "Kita berdua tahu betul perangkap apa yang menanti kita begitu aku minta kamu cerai dari suamimu. atau kamu minta aku untuk membawamu pergi. Rana!" Rana terenyak. yang jelas tidak mengenakkan ] [ 'Aku ingin kau yang memutuskan dan bukannya malah memberikan bola panas kepadaku dengan bertanya seperti itu' ] [ Mendekati. tolong. Terlalu dangkal. Aku mengerti sekali. itulah pertanyaan tersulitnya tahun ini. "Jangan. Tak ada yang terealisasi ) "Rana. entahlah. "Ketika kamu sakit begini. "Kamu ingin aku pisah dari Arwin. dibandingkan dorongan yang begitu kuat. masih kurang kuatkah tekadku? Komitmenku? Aku siap setiap detik kau siap. lalu mencadangkan satu . omonganku jangan dijadikan beban. Persimpangannya.. menatapnya lurus-lurus.. dan kalau ada lagi saat-saat semacam ini." Mata itu bak kaca -yang merapuh. Ini terlalu menyakitkan. Siap pecah." Rana tahu saat ini akan tiba. atau terlalu jujur... Tapi. aku tak bisa terus begini.] Titik bifurkasi [ Nah. "Tidakkah itu sama saja bertanya 'satu tambah satu' padahal kita sudah sampai ke hitungan seratus juta lima ratus dikali empat ribu tiga puluh lima koma sekian?! Kenapa kamu malah bolak-balik bertanya apa yang kuinginkan dan bukannya menyatakan apa yang KAMU inginkan." Re terduduk lunglai. begitu?" Re ditinju telak oleh paradoks yang sama. Ironis. Sama saja! Kita berdua sebenarnya takut.. semua ini. Bagi Re.. Aku hanya ingin kau mengatakannya Re.. agar aku punya kekuatan cukup untuk menempuhnya. Ia benar-benar muak.. Aku tak bermaksud begitu. Bukan itu. Ayo. Ia tidak menyangka akan diberi reaksi sekeras itu. ia tak menemukan satu pun kata yang tepat.. "Apa yang kamu inginkan?" tanya Rana. Mengambang membuatku lelah. Aku ingin memiliki.. tapi terlalu kasar ] Layakkah cinta hidup semu laksana hantu? Yang melayang bagai bulu panah.." 'Aku mengerti.. "Aku ingin memilikimu. Semua berhenti di tahap 'wishful thinking' belaka. [ 'Aku ingin kau bercerai' ] [ Bukan. aku adalah orang yang paling tidak berdaya.

aku tidak bisa tidur. "Aku akan pergi denganmu.." "Kamu tahu sekarang jam berapa?" terdengar suara Ale yang parau dan mengantuk. Dia akan jujur soal kami berdua.ri." Semua omongan Re benar-benar menyakitkan. this is major bullshit! Kesiapan kita menghadapi kenyataan ternyata nol besar. "Tapi tidak berarti aku akan pergi dari sini dengan kenihilan yang sama lagi. "Sepulang dari sini. kata itu mengasosiasikannya dengan banyak wajah.. 'aku begini karena kamu bilang begitu'. Begitu. Selain itu. Re. kan?! Supaya kita bisa saling tuding: 'ini semua permintaanmu'. tapi Rana merasakan kebenarannya.." "Selamat. kan? Hanya gara-gara mengeloni seorang bayi besar lewat telepon?" "So. "Le." "Hmm?" Kedua matanya sudah nyaris terpejam lagi. Aku tahu itu adalah hal yang paling kamu inginkan." Sekonyong-konyong ia menukas.. Sayup-sayup Re kembali mendengar suara biolanya. atau menembakmu di kantor. Le. Re melongo.. kita tidak melakukan apa-apa." ia menunduk." Re menghela napas. Dan dia memutuskan untuk ikut denganku.. aku akan bicara dengan Arwin. Dan aku siap dengan segala keputusanmu. atau suaminya datang dalam keadaan . banyak kondisi. Tegas.sama lain untuk dijadikan kambing hitam kalau-kalau keadaan nanti berubah kacau. Kali ini bergemuruh." jelas Rana lagi. Aku seharusnya memberitahumu sejak sore tadi. Tapi apakah kamu siap? Bagaimana kalau nanti ada pembunuh bayaran yang mengintai rumahmu. Rana terlalu lelah untuk menimbang-nimbang. Dengan seketika.. Penuh keyakinan. Tapi aku. Ia juga muak.." "Lalu? Bukan berarti aku juga harus ikutan tidak tidur. . Sori. what do you expect? Selamat. "Kamu benar." Keputusan. "Aku tahu kamu pasti sudah tidur.. seolaholah ada simfoni akbar yang siap meledak dengan megahnya. banyak probabilitas. "kita telah berputar-putar di satu lingkaran. Sayup suara azan subuh melatarbelakangi pembicaraan itu. Rasa takut.. Anda akan mendapatkan janda kembang yang masih gres dari oven? What?!" "Aku serius!" "Oke. Kita harus memutuskan sesuatu." "That's it?" "Well. "Akhirnya Rana memutuskan untuk bicara dengan suaminya.

" "Kamu ke gereja?" "Mungkin. Ah. sahabatku tercinta yang sangat pintar dan rasional itu.. "TNT"." "Bravo. Untuk seseorang yang baru bangun tidu r. Yah. jangankan itu. But you've got a point there. Aku sendiri tidak seratus persen yakin Rana berani bicara. Aku juga pasti bilang 'tidak mungkin' kalau dulu ditanya apakah Ferre.." "Wow.. kenyataannya?" Ale tertawa kecil. atau ada berondongan teror dari keluarga-keluarga yang merasa disakiti. apa pun itu. "Aku tidak bermaksud sinis. Maju terus pantang mundur/ "Kenapa kamu harus sesinis itu?" tukas Re gusar. Hidupmu mungkin lebih tersiksa dibandingkan kemarin-kemarin ini. kan Le?" "Iya." "Pergilah. atau ada yang sukarela jadi informan buat tabloid gosip lalu wajahmu muncul di halaman depan sebagai si perusak rumah tangga milenium? Menurutku kamu harus lebih hati-hati lagi lihat kiri-kanan. Patriot kita. Aku yakin kamu juga tahu kalau prosesnya tidak bakalan instan. Aku tidak takut." "Tidak mungkin. Ale terkekeh. akan memilih seorang wanita. Sang Supernova. Re. "Kamu memang sudah sinting. aku hanya ingin memastikan kamu siap. atau perceraian-/ "Aku juga tidak yakin Adam dan Hawa menikah. waspadalah terhadap segala kemungkinan di tengah jalan. Mungkin saja dia cuma berusaha menyenangkan hatimu doang. Tapi aku turut mendoakan yang terbaik. analisis situasimu itu luar biasa. Namun dari sekian banyak. Jadi. Re/ "Aku tidak peduli. Ferre.. Please." Supernova Begitu nama itu masuk ke chat room ICQ. Sepertinya mereka itu samen leven. Berapa banyak koran merah yang tadi kamu baca sebelum tidur?" "Re." "Aku tidak yakin Tuhan merestui perselingkuhan." "Besok hari Minggu.mabuk berat sambil bawa parang buat membacok lehermu. Nah. kontan puluhan yang lain menyapanya. yang sudah terikat padahal dia punya seribu satu pilihan lain yang jauh lebih feasible. Nanti doakan aku. Dinamit yang ditunggu-tunggu. Jangan lupa. belakang-depan." "Jangan bilang tidak mungkin." Mau tak mau. "segalanya mungkin. atas-bawahmu. kamu tahu sendiri apa opiniku soal ini. ada satu yang nampak menarik baginya malam .

Mungkin itu adalah kala pertama Anda mencicipi kewarasan. Gilakah saya. Arwin yang gelap mata lalu berbuat entah apa. saya tidak sanggup marah. puluhan sanak saudara yang akan mencemooh habishabisan. Tak sampai hati ia membongkar kelemahan yang nantinya malah akan mengendurkan semangat mereka berdua. Kamu mau tahu kenapaf &lt. &lt..guest&gt. Anda memang tidak memiliki apa-apa* Kecuali diri Anda sendiri* Dan diri Anda sesungguhnya amat besari agung* Ia mampu menampung apa saja i lebih dari yang Anda duga-* andaikata Anda tidak mengikatkannya pada sesuatu* Semakin banyak yang Anda ralakani semakin besar keluasan diri yang Anda rasakan* &lt. Gambaran-gambaran itu bagaikan monster kelaparan yang mengonsumsi habis semua keberanian yang ada. • .guest&gt. Bagaimana dengan diri Anda sendiri? &lt. Bahkan untuk menyalahkan sedikit pun tidak bisa. kalau saya lepaskan istri saya untuk orang lainf &lt. Bagus. Sepanjang hidup saya-i hanya ada satu wanita yang saya cintai sungguh-sungguh* Istri' saya sendiri* Dan dia menyeleweng.T NT &gt.guest&gt.itu..guest&gt. Saya*. saya lagi? &lt. Ketegasannya hari itu sudah berarti banyak...TNT&gt... Saya lebih tersiksa justru ketika melihatnya bersama saya* &lt. Luka jahitan . Sekalipun Anda tersiksaf &lt. KEPING Pelajaran Terbang Berhari-hari Rana terbangun dengan bersimbah keringat dingin.. Bukankah sudah waktunya? &lt. mertuanya yang terpingsanpingsan. Kenapaf &lt. ibunya yang menangis histeris. Ia kelihatan sangat bahagia bersama lelaki itu. Anehnya-. menjadikan benaknya kosong dan tak termotivasi.Rasanya ia menjadi manusia yang sama sekali barui bukan lagi wanita yang bertahun-tahun saya kenal sebagai istri saya¦ Dan yang jelas saya lebih senang melihatnya beg i tu • &lt.* tidak tahu* Tapi saya tidak terlalu peduli* Untuk apa mempertahankan sesuatu yang bukan milik...TNT&gt. Supernovai saya mulai gila* &lt.guest&gt.. Arwin yang mengamuk.guest&gt.TNT&gt.TNT&gt.TNT&gt. Berbagai macam adegan seram kerap muncul di pikirannya. Dan ia tak mungkin lagi meminta dorongan pada Re.

flomentum hadir* Begitu ia lewati ia tidak lagi sebuah momentum.Ajari aku percaya pada kekuatan . Apa maksudnya itu semua. Namun kehadiran sang Supernova di chat room ICQ benar-benar tidak tertebak.Anda seharusnya menjadi arus-» bukan batu&lt. Rana pun menanti cemas. Nama itu on-line: "TNT". Anda memang tidak mengerti¦ Rana mulai .guest&gt. Aku tidak mengerti. di mana kamu?" desis Rana.bukankah kita seharusnya bisa memperbaiki kesalahan masa lalu? Menghidupkan kembali momentum yang lewat-. Terban -Aku tahu kamu pasti datang untukku " pndirian. Setelah mencari-cari setengah mati. mengejar momentum? &lt.guest&gt. &lt. dan kembali tertelan begitu momennya lewat.. tidak salah lagi.di dadanya terasa bertambah perih. Ia menjadi kenangan. Tiba-tiba ia terpekik pelan. Dan kenangan tidak akan membawa Anda ke mana-manaKenangan adalah batu-batu di antara aliran sungai.TNT&gt. akhirnya ia mendapatkan sebuah nomor ICQ yang diyakini adalah Supernova.. untuk kemudian merancang masa depan yang baru-Aku hanya tidak ingin menyesal di kemudian hari.TNT&gt.TNT&gt.guest&gt.hkU Ajari aku percaya bahwa aku BISA TERBANG &lt. "Ayo. mpai akhirnya &lt.. Satu-satunya harapan yang tersisa. &lt. Berusaha mengerti dan meresapi kalimat-kalimat tersebut.. IW dia. apakah ia harus menanggalkan semua pertimbangan dan perhitungan untuk lalu lepas landas begitu saja? Hidup berdasarkan momentum? Persis seperti waktu ia melontarkan ucapan itu di depan Re. Momentum tidak dapat dikejar. Berkali-kali. aku ingin terbang Amenutup kuping terhadap raungan bumi di V *ku nanti. Aku ingin yakin dengan pilihanku.r terban^ Bagaimana dengan Anda yang sayapnya dibentuk* oleh rasa percaya? Tidak ada cara untuk belajar percaya selain PercayaRana berhenti di sana. Bahkan seekor burung yang meniliki kasat mata bisa jatuh ketika belajt. Itu saja. Mendadak segal a penat dan perih [J?*** Rana gantikan oleh secercah ^nW\^^^ langsung" mengirim pesan. Supernova. Maksudmu •&gt. samuai ^ na Supernova merespons tulisannya.

Selama Anda masih terbayang-bayang oleh dua katakutan itu-* Anda tidak akan ke mana-mana-&lt. Rana kini merasa terapung dalam suasana yang sangat misterius. Biasanya.TNT&gt. Lama keduanya bertatapan. &lt.Anda adalah pengamat dan penikmat.Bukan hakim"Rana. Pembaharuan hadir dalam setiap detik-Perbaikan terjadi satiap saati tapi ketakutan-ketakutan Anda tadilah yang justru menghancurkanSatiap saat Anda bisa terbang.Hanya satu yang patut Anda harapkan datangi yaitu yang tidak diharapkan. Menatapnya dengan tatapan yang tak pernah ia lihat sebelumnya. asalkan Anda percaya akan pembaharuan yang hadirflenikmati momentum yang datang.Jangan disconnect dulu.Tanpa ekspektasi apa-apa.. Bertahun-tahun hidup dengan Arwin dalam ketertebakan. &lt. Supernova. tapi Anda saparti tidak melihatnyaApa bedanya memperbaiki sesuatu di atas penyesalan-i atau di atas parasaan sesal yang bahkan belum terjadif Tidak ada. Satu momen terbentang menuju jalan yang tak . Dengan khidmat pria itu pun akhirnya beranjak mendekat. Seperti orang asing. "Ada apa. lalu stagnasi hanya karena Anda berkaras atas sasuatu yang sebenarnya harus berubah-Berhenti juga menilai baik-buruk dari apa pun-Bukan untuk itu Anda hidup. Begitu anggun. yaitu ketidakpastian. Supernova akan menghilang kalau sudah begini. Begitu hening. Tanpa satu potong pun kata. Luar biasa dalam." Seperti disengat tawon. Rana sudah bisa membaca semua. ia terlonjak dari tempat duduknya. Dengan sigap ia pun menutup program di layar komputer.TNT&gt. Mas?" Rana berlagak pilon. Tolong akuJelaskan sekali lagi. Rana belum pernah mengalami momen seorisinal ini. Tawon itu adalah suara Arwin. Berhenti memilah antara apa yang diinginkan dan tidak..TNT&gt. Ada kedukaan di sana..guest&gt. Ada perbedaan besar antara memperbaiki dan menyesali. Merengkuh istrinya dari belakang. Suaminya hanya diam. Segalanya terjadi tak terduga-duga* Hanya ada satu yang pasti dalam hidup-. Bahasa tak mampu lagi membungkus apa yang tengah bersaling-silang keluar dari benak mereka.panik. &lt.

Hanya saja. "Perasaan ini. Maafkan aku tidak pernah menjadi sosok yang kamu inginkan... Terlalu mencintaimu... Bukan begitu?" Tidak ada jawaban. Andaikan saja kamu tahu. Aku mohon. Kamu tetap Rana yang kupuja. Giliran Arwin yang terenyak ketika istrinya m menghambur jatuh. Dan aku yakin tidak akan ada yang melebihi perasaan ini. Arwin Gelap. atau bukan." SUPERNOVA Kalimat itu membawa Rana ke dimensi yang sama sekali Menggerakkannya untuk melihat wajah pria yang dinikah' ^ tiga tahun lalu dengan pandangan baru.tahu berakhir di mana. Rasanya ' bukanlah pelukan perpisahan." Suara Arwin mengalir bagaikan gletser. Suara gerimis. Keadaan kita. melainkan sebaliknya. Perlahan. tapi aku tidak mau membuatmu tersiksa lebih lama lagi. tapi sekarang tidak lagi. "Aku tahu semuanya. Bukan diri ^ bahkan bukan pula kekasihnya. "Aku mencintaimu. "Tidak akan mudah.. Mengambil porsi dalam malam yang rasanya tak bergerak. aku rela kamu pergi. Bahkan denyut nadi pun dapat terdengar kalau disimak benar. "Lama aku berusaha menyangkal kenyataan ini. dan itu sangat menyakitkan." Terdengar suara menelan ludah. Di dalam sarang kecilnya yang pengap. tolong. cukup besar untukku kuat berjalan sendirian tanpa harus kamu ada. "jangan menangis lagi. mendekapnya erat-erat. "Jangan menangis. Kita s ama-sama sudah terlalu sakit. Tapi aku teramat mencintaimu. peluk seseorang yang kembali. Tidak menjadikan pernikahan ini seperti apa yang kamu impikan." Isakan itu tetap tidak berhenti.. Aku mohon. Satu sensasi yang sama sekali baru." napas itu tercekat." Hatinya malah tersayat lebih melesak." Isakan itu malah menjadi.. Kamu memang pantas mendapatkan yang lebih. Rana justr . Embusan sekali-sekali napas-napas berat. Aku sudah terlalu sering mendengar kamu menangis diam-diam. tidak lagi ta^* Ada satu makna yang secara aneh terungkap: cinta membebaskan. "Kalau kamu benar-benar mencintainya. Membekukan lereng hati. Aku tidak akan mempersulit keadaanmu. ada isakan lirih.. Ternyata Arwin yang punya itu. istriku. Kamu tidak akan pernah tahu betapa besar perasaan ini.

mendapatkan makna kebebasan. Ia terbang... di saat v U sama sekali tidak diduganya. n9 <guQSt> Supernovai saya benarbenar tidak menyangka* Bagaimana mungkin sesuatu yang tadinya berusaha saya pertahankan mati-matian justru kembali ketika saya lepaskanf Perasaan ini sangat luar biasa* Rasanya saya terlahir kembal i • I <TNT> Sesungguhnya Anda memang tidak perlu berusaha memiliki apa-apa* Anda adalah segalanya* Sekarang-* tidakkah Anda heran dengan orang-orang yang menguras seluruh energinya untuk mempertahankan sesuatuf Mencoba memiliki apa yang sebenarnya sudah milik mereka? Justru ketika Anda Melepaskan keterikatan pada sesuatu i Anda semakin dekat dengan Keutuhan. <TNT> Mencintai sesuatu atau seseorang dengan keutuhan diri adalah satu-satunya cara mencinta* Sementara perasaan tidak lengkap atau ketergantungan adalah refleksi jarak Anda dengan diri sendiri* <guest> Dan saya baru sadar -i saya amat . mencintainya tapi saya lebih mencintai diri saya sendiri. Saya mencintai diri saya yang mencinta• <TNT> Itulah satu-satunya Cinta yang ada* Arwin mengembuskan napas ie h sinar. Bahkan bernapas terasah*' *aJahn*a berkiu itas ba™ t6lah men9aUri **uruh t9ubuh?mat Se^ah sekaligus perasaan terbang h adalah v sayap •¦ KEPING Kiamat Personal Kedua pria itu mematung di depan komputer. "Aku tidak mengira akan jadi seperti itu..." gumam Ruben berat. "Aku juga. Semuanya mengalir begitu saja," Dhimas mengusap wajahnya, berusaha mengenyahkan kebingungan. "Kamu tidak merencanakan plotnya bakal demikian?" "Tidak," Dhimas menggelengkan kepala, "sudah kubilang, semuanya mengalir begitu saja. Aku hanya langsung mengetik apa yang terbersit di kepalaku." "Aneh. Seolaholah cerita itu memiliki otonominya sendiri." "Lebih parah. Sepertinya aku menjalani sebuah kehidupan, bukan cuma naskah. Kehidupan dalam kehidupan... mungkinkah itu?" tanya Dhimas linglung. "Entahlah. Yang jelas, masih ada satu yang harus kita khawatirkan." "Ksatria." Ferre Kiamat adalah lidah kehancuran

yang menjilati tandas sebuah piring tanpa sisa. Tak ada lagi remah. Tak ada dedak yang dibiarkan bertengger. Semua bersatu dalam maha enzim Kiamat personal yang mencerna jagat. Kiamat adalah ledakan sunyi yang mengisap semua, termasuk jejak kehancuran yang dibuatnya. Dan ternyata kiamat punya edisi khusus. Kiamat personal. Semenjak Rana menghilang tak bisa dihubungi seminggu lewat ini. Re tahu ada yang tidak beres. Sampai akhirnya surat itu tiba—kiamatnya: Tidak ada yang saya sesali. Saya harap kamu juga demikian. Tidak ada cara yang mudah untuk menga takan ini semua. Saya yakin kamu mengerti. Dan tidak ada yang saya cintai lebih dalam selain perasaan indah yang pernah kita miliki (dan semoga masih akan terus kita miliki,). Tapi saya bukan Puteri yang kamu cari. Di satu titik, perasaan indah itu telah mengkristal, dan saya akan menyimpannya. Selamanya. Kamu adalah yang teristimewa, Ferre. Kamu telah memberi saya kekuatan untuk mendobrak belenggu itu. Sekarang saya bebas. Tapi, tidak berarti kita harus berjalan bersama. Izinkan aku kembali berjalan di setapak kecilku. Rana. Surat di sehelai folio putih polos itu nampak seperti Lucifer yang menyamar jadi domba tak berdosa. Reaksi pertama Re adalah tercenung kosong. Lama sekali. Dan yang kedua adalah, ia tertawa. Dan itulah puncak dari rangkaian paradoks yang telah menyerangnya dari awal kisah ini dimulai. Sebuah tawa, dalam duka dan kepahitan yang tak terperi. Sejenak ia merasa telah disuguhi pertunjukan dagelan. Kekonyolan panjang nan tragis, dibumbui dramatisasi ala opera sabun yang memuakkan, dengan ambisi ala sinetron bersekuel-sekuel yang membuat mual perut. Penonton pun tak bisa membedakan lagi air mata apa yang berlinang di pipi mereka. Tangiskah... atau malah tawa. Yang jelas, pipinya bersih. Tak ternoda air apa Pun Kelenjar air matanya mengeras, seiring dengan hatinya yang membatu. Perlahan, runutan getaran sel abu-abunya kembali terhampar. Kalau saja ia tidak mengajaknya makan siang... Kalau saja ia punya lebih banyak kesibukan di pagi itu... Kalau saja ia menolak wawancara itu... Kalau

saja hari itu tidak perlu ada... Kalau saja ia tak perlu ADA... Bagaimana sebuah piring bisa tahu dirinya piring apabila tidak ada yang diwadahi? Kiamat juga berarti amnesia abadi. Dan Ferre adalah piring kosong yang tak mampu merasakan apa pun selain kehampaan. Tidak juga dirinya. Ia terlalu benci dirinya. Sang Ksatria tidak lagi eksis. Ia mati, bersama cintanya yang membutakan bumi. Ia hancur, seperti serbuk meteor yang membedaki langit. Ia tamat. KEPTNG Ksatria Schrodinger -a himas cuma bisa melipat tangannya, menggeleng-J/ gelengkan kepala. "Aku tak tahu lagi jadinya bagaimana..." ia berkata lemas. "Ia telah mendapatkan kepingan dirinya yang hilang, Pujangga, homunculus, si manusia kecil, figur bawah sadar yang dulu terlupakan tapi sekarang kembali hidup. Dan betapa ia menyukai dirinya lagi. Tapi sekarang semuanya direnggut... hilang. Ksatria kita baru kerampokan harta insaninya yang paling besar: makna. Tanpa makna, buat apa lagi kita menjalankan hidup?" "Hidup memang tidak boleh kehilangan makna..." desis Ruben. "Dan makna apa lagi yang masih berarti untuk menyalakan hidup si Ksatria? Aku tidak tahu!" seru Dhimas. Kening Ruben berkerut-kerut, kakinya diketuk-ketuk, pertanda ia berpikir keras. "Kamu tahu apa yang sedang kita hadapi?" tanyanya. Dhimas tahu pertanyaan itu tidak perlu dijawab, bohlam yang menyala ada di otak Ruben. "Kita sedang mengalami dilema terbesar para fisikawan. Dilema yang disuguhkan Schrodinger dengan eksperimen kucingnya. Inilah dia. Paradoks kucing Schrodinger! "Look, honey, sekarang ini kita sedang meneru*°" hidup mati tokoh kita sendiri. Bukannya menyiapKan Pertunjukan sulap," komentar Dhimas kesal. "Aku bukan asal ngomong, kamu sendiri kan tahu paradoks itu." "Ya, tapi apa relevansinya?!" "Sebentar, sebentar... beri aku waktu." Ruben memejamkan mata, berusaha menerjemahkan sinyal nonlokal yang barusan hinggap di otaknya. "Begini, kamu tahu tujuan Erwin Schrodinger dengan percobaannya itu?" Dhimas merasa lebih baik ia menggeleng. "Tujuannya adalah untuk mendeteksi perjalanan

maka kapsul itu pecah. Kamu dan aku taruhan memakai koin. "Begini. pilihan kita hanya dua: gambar atau angka." Dhimas mulai tidak sabar. maka hasil itu bisa kita gabungkan menjadi kucing yang setengah hidup dan setengah mati! Sampai kotak itu dibuka maka kucing tersebut dipastikan berada dalam kondisi kuantum mati suri. kucing zombie. tapi karena kucing tersebut adalah objek kuantum di mana semua kemungkinan bisa terjadi. maka si kucing tetap hidup. Ia tidak menggunakan geiger counter melainkan kucing sebagai detektor. partikel mempunyai aspek lain/ yaitu gelombang. Katakanlah." "Oke. kehadiran seorang pengamatlah yang akan menentukan aspek mana yang terpilih. "sekarang. baik itu arah lintasannya maupun destinasinya. apa yang terjadi pada si kucing selama boks itu tidak dibuka? Apabila kita menghitung secara matematis maka kucing mati dan kucing hidup adalah hasil yang sama-sama valid.partikel kuantum. peluangnya fifty-fifty dia keluar dari rumah itu dalam keadaan hidup atau mati. dan sebuah pemicu yang akan aktif ketika satu isotop radioaktif menembakkan sebuah elektron. baru akan ada pengamat yang membuka boks dan melihat hasilnya. Partikel atau gelombang." keluh Dhimas. Peluangnya fifty-fifty. Tapi wavicle 168 hanya ada di domain kuantum. yang kemudian diberi nama wavicle. Kucing ini ditempatkan di boks tertutup bersama sebuah kapsul berisi racun sianida. hidup enggak. singkatnya." "Kamu tidak membuatnya lebih mudah. dan kucing mati. Mati enggak. Sementara di realita. "Tidakkah kamu lihat? Dia seperti kucing Schrodinger di dalam boks tertutup! Berada di gerbang keputusan untuk menghabisi hidupnya atau tidak. atau entah apa lagi. Kalau elektron tidak menyentuh pemicu itu. Sebelum pilihan ditentukan oleh pengamat. apa hubungannya dengan Ksatria kita yang mengurung diri entah sedang apa itu?" Mata Ruben membelalak. aku sederhanakan. maka wavicle akan selamanya mengambang dalam keadaan dikotomis. . Dalam waktu satu jam. Apabila elektron mengenai tombol on. Pertanyaannya. Peluangnya sama. Ini fenomena yang serupa dengan dualitas partikel. "Coba.

Re tersenyum tipis." Ferre 24 jam pertama dalam hidupnya di mana ia merasa begitu sendiri. namun observasi kitalah yang menjadikan salah satu kemungkinan kolaps.Ketika koin dilempar lalu ditutup.. Ksatria kita sekarang berada dalam keadaan setengah hidup dan setengah mati? Memangnya dia zombie?" "Hei. lalu ada juga versi Ksatria mati? Begitu?" "Well. Ruben "Oke." Ruben cepat-cepat menenangkan Dhimas yang sudah unjuk rasa. Firasat itu ternyata sudah ada sejak dulu. Keseriusan ternyata tidak membawanya ke mana-mana. Betul begitu?" "Seratus! Kok aku tidak pernah kepikir. sabar sedikit. "Masih ada aliran Copenhagen yang berinterpretasi bahwa dengan menggunakan prinsip komplementer.. Barang itu sebenarnya cuma suvenir pemberian. ya?" "Jadi." Ruben mulai ikut bingung. Dulu. Tak pernah ia sangka. tanpa dunia." "Sebentar dulu. Tapi semuanya sudah terlambat. Kita akan . oke. Pistol kaliber 9 mm yang tidak pernah digunakan. malam ini." "Omong kosong! Pasti ada jalan lain untuk menyelesaikan paradoks itu. Sambil tertawatawa ia berkata. biasa. Jangan-jangan kelahirannya ke dunia ini juga cuma permainan. Re menyesal ia terlalu serius menempuh hidup. demikianlah menurut perhitungan matematis. maka sebelum dibuka koin itu tetap berada di kondisi setengah angka dan setengah gambar. maksudmu.. Semua hiruk-pikuk di luar sana sudah tidak kuasa lagi menyentuhnya. maksudmu bisa ada Ksatria lain di dimensi lain yang hidup. Hanya ia dan dia. Re mengisi selongsongnya dengan satu peluru.. kondisi setengah hidup dan setengah mati itu hanya abstraksi yang cuma eksis sebagai potensi transendental. faktanya memang observasi dari kondisi dikotomis akan memaksa semesta untuk bercabang menjadi dua dimensi paralel. siapa tahu satu saat nanti ia harus bermain rolet Rusia. ia sendiri selalu menganggapnya pajangan sampai. hidupnya akan diakhiri oleh sebuah permainan. "Wah! Itu ide yang luarrrr... membuat kondisi dikotomis itu akhirnya menjadi kondisi tunggal di dimensi tempat kita mengobservasi. 169 Dhimas &amp. Ekses humor Tuhan yang kebablasan.

.. Interpretasi ini terlalu sulit untuk dijadikan eksperimen sehingga tidak ada gunanya dari sudut pandang sains. Tapi tidak pernah tahu namanya gestalt. tidak sekompleks itu. semesta paralel tidak berinteraksi satu sama lain. Kedua citra itu hadir sekaligus. kamu harus memilih. kan? Aku tahu gambar yang kamu maksud. Dimensi paralel. Benar-benar pemborosan. "Coba." jawab Dhimas pelan. Kalau tidak.menulis dua kisah dari dua dimensi paralel!" seru Dhimas meledakledak. Dalam arti. Kita tidak merobek gambar itu jadi dua. tenang. salah sendiri.. dan merupakan satu gambar. "Gambar gestalt adalah gambar beranak gambar. diingat lagi.. science fiction selalu tergila-gila dengan ide interaksi antardimensi.." "Dan riil!" sambung Ruben." "Salah sendiri tidak tahu. Itu menjebak. dan yang paling umum adalah gambar gestalt nenek tua dan gadis cantik. apa yang ingin kamu buat?" "Roman sains." "Tuh. "Sayangnya. Setiap kamu melihat gambar gestalt.. Lagipula. tidak sesederhana. dan aplikasinya di level kehidupan sosial manusia. "Aku teruskan: realita ini termanifestasi sama seperti gambar gestalt. mana seru? Tapi." redam Ruben buru-buru. Kamu tahu apa itu?" "Bahasamu selalu susah. eh. puitis. "Tapi." Dhimas mengalah dalam gerutu. tenang. Jangkauan sains yang sejauh ini telah dicapai. Silakan teruskan. maksudku." "Makanya.. kan?" "Bukan." Ruben masih tidak mau kalah. Terpaksa membanjur lagi kobaran idenya." "Baiklah. "Aku ingin mengungkapkan fakta penelitian yang sebenar-benarnya. atau membolak-balik kertasnya. Kamu harus memilih satu antara dua sudut pandang untuk menentukan apakah itu nenek tua atau gadis cantik." balas Ruben tidak mau kalah. batal. Kecewa. tahu nggak? Kadang-kadang yang kamu maksud cuma hal umum tapi bahasamulah yang tidak umum. Tentu saja. romantis. memangnya kamu niat bikin science fiction? Plus bumbu-bumbu fantasi ilmiahnya? Bukan. "Aku sedang memikirkan gambar gestalt.. butuh materi dan energi dalam jumlah ganda untuk setiap observasi. Tapi . tapi kamu tidak bisa melihat keduanya secara bersamaan. ide itu terlalu mahal.

Kita sering sekali bicara 'kesadaran'. inframerah. Berusaha mengasosiasikan pemahaman baru itu. kalau memang . "Kenapa? Masih ada konsep yang belum jelas?" Ruben menangkap tanda tanya yang beterbangan di sekitarnya. "Apa yang kamu bilang tadi—bahwa di realita materi ini Kesadaran menggagalkan aspek gelombang—benar-benar terdengar logis dan akademis. kesadaran yang kumaksud harus berada di luar sistem. Lalu. sepertinya ia sudah mengantisipasi munculnya pertanyaan barusan. maka kita akan terjebak di dikotomi tak ada habisnya itu. Itulah kira-kira sadar tanpa terjaga. coba terangkan lagi. "Itu dia! Persis seperti kasus Epimenides. Kenyataannya. Kesadaran selalu bersih. "Ya. di luar order realitas materi. Kalau kita bicara kesadaran di level lokal.Kesadaran kita memilih. Nah. tapi tidak dalam keadaan sadar? Kamu tahu betapa paradoksnya hal itu?" Ruben tersenyum tenang." 'Coba." "Aku jadi tidak mengerti. tidak tersentuh. kita semua pun saling terhubungkan dengan sinyal nonlokal24. Kesadaranlah yang memilih dan menentukan nasibnya. dibutuhkan keterjagaan. dan seterusnya. "0-ho! Untung sekali kamu bertanya. pingsan. sama juga dengan sang Ksatria. Artinya. tapi kesadaran seperti apa yang kamu maksud barusan?" tanya Dhimas. apakah ada situasi di mana ada pengamat. Sementara keadaan 'tidak sadar' dalam istilah psikologi yang umum kita tahu adalah keadaan semacam tidur. Dhimas membisu. Tapi untuk menggagalkan salah satu aspek kuantum. atau mati suri. dan mengenali pilihan yang kita buat. benar-benar tersesat." ujar Dhimas penasaran." Ruben menjawab mantap. aku kepingin tahu. baik itu gelombang televisi." "Tapi. "Di sinilah pentingnya pemilahan antara Consciousness dan Awareness. adalah sinyal lokal". Sadar dan Terjaga. sebenarnya ada. radio. lama. apa sih yang dimaksud dengan istilah nonlokal? Kenapa aku menangkapnya semacam sinyal-sinyal misterius dari pesawat UFO?" Mau tak mau Ruben tertawa. di domain nonlokal. Sebenarnya sederhana: segala sesuatu yang bisa kita tangkap di domain materi —realita ini—yang serba terukur.

" .. kita semua ini ternyata terhubung satu sama lain. arrgh. Nonlokal. Faraday's Cage sama sekali bukan kandang. jantung. Dan kamu tahu? Ketika orang yang satu diberi pertanyaan atau tindakan tertentu. "Berarti. sampai dirasa ada ikatan psikologis yang cukup. kedua orang itu disuruh berinteraksi.. Tubuh kita menerima stimulus berjuta-juta kali lipat dari apa yang diolah otak. Di dalam ruang terpisah itu tubuh mereka dipasangi—mulai sensor saraf. ia sama sekali tidak tahu apa yang terjadi di ruang sebelah. atau kandang. Tapi sebelum mereka dipisahkan. bahkan tanpa kita sadari!" "Seringnya memang tidak disadari. orang yang satu lagi memberikan respons stimuli yang serupa! Padahal secara sadar.. "Lalu.. ngobrol atau apa saja. Lalu Kesadaran apa yang dimaksud kalau kita yang dalam keadaan bangun dan terjaga ini sensitivitasnya ternyata tidak jauh beda dengan bangkai? Itulah. "Omonganmu sudah sama persis dengan para reduksionis skeptis itu. alat komunikasi atau apa pun yang menggunakan gelombang tidak akan bekerja di dalam ruang Faraday. ada satu eksperimen yang beken dikenal dengan Faraday's Cage." ia tertawa-tawa sendiri. Kesadaran yang transenden. Ia adalah semacam ruang yang kesemua sisinya terbuat dari logam khusus yang mampu meredam semua gelombang. aku benci terjemahan. sehalus apa pun itu. sampai EEG—untuk mengetahui adakah respons stimuli yang terjadi.. bagaimana kamu bisa membuktikan itu ada?" Kali ini Ruben tergelak. Semua 21 Loka)/Lokahtas: Ide bahwa semua interaksi dan komunikasi antarobjek terjadi melalui sinyal maupun medan yang penyebarannya terjadi dalam ruang-waktu yang tunduk pada batas-batas kecepatan cahaya." Dhimas mendengarkan terpesona. ada dua orang yang ditempatkan di dua ruang Faraday yang berbeda. * Nonlokal/Lokaiitas: Komunikasi ataupun pengarah yang terjadi instan tanpa melalui pertukaran sinyal dan tanpa memecah keutuhan ruang-waktu. "Baiklah Tuan Skeptis. sehingga dipastikan keduanya tidak dapat berkomunikasi.sinyal nonlokal tidak bisa dideteksi..

Ia pun melirik jam. Menjelang tidurnya. mengapa mobil itu ada di garasi? SemUa jendela rumahnya masih tertutup tirai. atau mati. Diva pun masih menyempatkan diri memandangi rumah itu. Lima jam mengamati rumah seberangnya telah menambatkan rasa penasaran.. Ia terus bertanya-tanya. bukan?" Ruben mengangguk kecil.? Re memanggil-manggil. Itu sebuah kode. Tak ada lagi si gila kerja. wahai kau yang jatuh cinta? Tengah mengawangkah dirimu? Atau tergolekkah engkau di dasar jurang yang kaugali sendiri. Malam bertambah larut. Bahkan sampai matahari condong ke Barat. keadaan rumah itu tetap sama. Namun tetap tidak ada perubahan. Pujangga benar-benar pergi.Ferre Ia sadar kini.. termasuk ruang yang satu itu. Apa pun caranya. ruang tempat si pemabuk cinta biasa asyik minum-minum anggur asmaranya. Diva pun memilih tidak ke mana-mana. Re mengepalkan tangannya gemas. aku tak ingin pergi seperti ini. tirai itu tetap tidak terbuka. karena satu-satunya chip yang masih menjadikannya berguna—chip candu kerja. jauh ke dalam hatinya. "Sudah kutangkap. apakah engkau masih di sana. Ruben "Paradoks ini harus diselesaikan." Dhimas menatapnya balik. ia berkata. Dhimas &amp. beralaskan remah-remah kehancuran hatimu? Sampai esok hari... namun tidak ada yang menjawab. Dan mungkin sekarang saatnya kita buka. hasratnya yang terakhir—juga ikut terampas. Ia robot cacat.. Lantas. Ruben. apa yang terjadi denganmu. harus ada pengamat yang mengintervensi. "Berarti. Sore berganti malam. dan ia masih menunggu tanda-tanda. "Taruhan kita tadi." Ruben menatap Dhimas lurus-lurus. "Koin itu sudah melayang. Sambil mengepalkan tangannya." KEPING^ ^ Di Dasar Jurang ." gumam Dhimas gelisah. aksinya terakhir di pentas bumi. Ia ingin dibuatkan sajak perpisahan.. berusaha meyakinkan dirinya sekali lagi. Diva Diva tibatiba terusik dengan pemandangan aneh di depan rumahnya. Ternyata benar. jam setengah satu siang. Pujangga. 48 jam sudah ia menunggu. Bahkan tak disisakan baginya satu gaung pun. Dirinya telah kembali menjadi robot yang tak berhasrat.

Papa?'." Ferre Potongan gambar itu terus datang. Melainkan sesuatu yang lebih dahsyat. Ksatria. Re terkekeh. tangisan.. Bukan cuma dongeng masa kecil. Oma di pemakaman Mama—dekapan erat Opa di hari Mama wafat— tubuh yang terbujur kaku di atas karpet. entah di mana. Mama?'... namun gambar itu terus menyerbu tanpa bisa ia tahan. Re ingin semua ini berhenti. yang ada di alam sana. menjadi lemah... 'Mamamu bunuh diri'—'Semua ini gara-gara Papamu'—'Papamu lari dengan wanita lain'. Dhimas &amp. Puteri. ternyata selama ini ada bifurkasi lain. di hati atau di otak... 'Kurang berhargakah aku sampaisampai mereka sibuk dengan perkara cintanya masing-masing dan lupa kalau aku ada?'. [ Lihatlah Ibunda. 'Kenapa kamu begitu lemah dan egois. dan Ayahanda.. Ruben "Untuk apa cuplikan-cuplikan masa lalu itu?" bisik Ruben.. Yang jelas ada kakek dan neneknya di sana. Re berusaha DUPERNDVA berontak. cukup 24 tahun bagiku untuk menjadi kalian .. padahal ia juga sama-sama punya protes: 'Lalu kenapa aku yang ditinggalkan?'. di mana pun engkau berada.. Dan sekarang. tapi yang hadir malah bayangan buku dongengnya.. apa maksud potongan-potongan gambar yang dipampangkan bulat-bulat di depan matanya. Re tidak mengerti. Tidak pernah ada yang bertanya padanya. dan mati karenanya. Kisah serupa juga dialami ibunya.. Kisah malang tentang seseorang yang termakan cinta. 'Kenapa kamu tidak menyelesaikan masalahmu dan malah memilih kabur... tapi sekarang justru suara-suara yang muncul.. ia tak mau melihat lebih banyak lagi. tak lagi jadi masalah untuknya. dan wanita itu memilih mati. "Mungkin. dan Bintang Jatuh. bersimpuh dan berdoa—ada rosario yang selalu ditinggalkan di sebelah bantalnya— dengungan doa novena yang ia dengar hampir setiap malam— suara masa kecilnya melafalkan doa Bapa Kami. "Aku tidak tahu!" Dhimas mengangkat bahu dengan muka lebih bingung lagi. Re mencoba meredam suara-suara itu. Ada genangan darah di dekat kepala Mama—sepucuk pistol kecil di dekat tangannya—sepucuk surat yang tak bisa ia baca.....Sesuatu tiba-tiba melintas. Pahit.

Aku nyaris melarikan istri orang. dan sekarang aku akan mencabut nyawaku sendiri. Sekilas Re melihat pantulan dirinya di gagang pistol yang mengkilap. sebagaimana aku tak menyangkal-Hu. dan mendapatkan jendela di seberang sana masih tertutup. Tidakkah kalian bangga? ] l Oma. ia menantang Sang Pencipta.... Dhimas &amp. Dengan cara-cara aneh Kau tunjukkan keagungan. ia ingin mencuri perhatian-Nya.. Tapi tentunya Kau masih ingat aku.. ia pun tersenyum. siapa yang menyangka. bukan? Baiklah. membuka tirai.. Dengan tatapan tajam ia menentang apa pun itu di atas sana. Dhimas &amp. ada saja cara kalian membuatku tertawa sekaligus tersindir.. kalian selalu ingin mendengarku berdoa. mengerikan. Wahai Tuhan.berdua. Di dunia yang serba seragam. Ferre Tangannya sedingin es. Kau.. Telunjuknya mengait mantap di pelatuk. Baru 60 jam. tak .. Tak ada lain di benak mereka selain Ksatria. Diva menggigit bibir. Opa. dengan sisa kekuatan dalam dirinya. Dan betapa dingin genggamannya... Ruben ". ditekankannya moncong senjata itu dalam-dalam ke pelipis kanan. El Maut ternyata cukup gagah untUk seorang Kepala Departemen Alam Kubur. dalam rumahnya yang tertutup. mengangkat dagunya setinggi mungkin.. ". Diva Mendadak ia bangkit." Ruben menarik napas. Sesuatu yang besar tengah terjadi di dalam sana. Sepanjang hidup Engkau selalu membingungkan.. Tapi jangan harap aku sudi menunduk dan tutup mata ] Re pun mendongak.." ". Izinkan aku kesal pada-Mu di dalam kepasrahanku. ia dapat merasakannya. maka bebaskan aku berbicara semauku. dalam benda semungil itu.. Bahkan di saat seperti ini. Dan jika ini detik-detik penghabisanku.. bukan? Rasakanlah dinginnya dasar jurang itu. Engkau sudah jatuh. sekalipun harus dengan cara mengumpat. Aku tahu kita tak saling bicara. tapi darahnya sudah kepingin cepat-cepat berhenti mengalir. Ruben Suasana kamar kerja itu menjadi sangat senyap.. Keduanya mencurahkan konsentrasi mereka dengan penuh kesungguhan.. dengan teka-teki-Hu bernama Takdir. ada malaikat maut yang akan melarikan nyawanya pergi.

Atau jangan-jangan keduanya berkomplot? ] Titik target berpindah. Mati sepertinya begitu nikmat. filosofi egois yang menempatkan W sebagai satu-satunya makhluk . Tidak ada yang mau bertindak. .. Dhimas terdiam t Ruben. "rolet Rusia ini berakhir tertS" cepat. KEPING Opto. Diva Matilah sebelum mati. 180 Apakah peluru ini engkau. Kini pistol itu tepat menancap di tengah-tengah keningnya. "Kita tidak bisa begini' Ini namanya solipsisme. la ingin buta dari dunia. fme. la menganggap otak . Karena kematianmu adalah kemerdekaanmu. meregang dalam genggamanmu seorang. Yang melubangiku dan kini berkuasa atas hidu Semoga ini engkau . " Dhimas &amp. ' p. Ia malah terlihat sangat tenang. di situ ada mata ketiga. Bbimas &amp. Diva Matilah terhadap segala yang kauketahui. Ergo Sum 4 1 aktu sebentar lagi akan berakhir. Ferre Napasnya memburu. Sial amat kalau begitu. Ruben Keduanya bertatap-tatapan.knlu? Dengan demikian kasihku mengalir keluar seraya be™„L Berjaya dalam mahligai ^-""fKarena hanya kepadamulah kurelakan sisa denyut* . Menyengat bagai berondongan volt listrik yang menancapkan sengatan rasa sakit bertubi-tubi. Sumber dari segala polemik kognitif yang mengacaukan sistemasi otak kirinya yang tertata rapi Itu. namun tidak ada tanda keraguan.. [ Katanya. Ferre Sesuatu melesat lebih cepat dari peluru." Diva Kehancuranmu adalah awal kesadaranmu. . menuju akhir. Betapa detail otot dan sendinya bergerak.. Re merasakan waktu ternyata berkontur. Penentu bagi "Di mana peluru itu berada?" tanya Rub »Di putaran selongsong yang akan ia tarik^if"9-Dhimas menelan ludah. Ruben Sampai pada gilirannya.sedikit pun ia gemetar.. Dan di detik-detik UJ penghabisannya. Jauh di dalam sana. Dibawanya silinder itu menancap di pelipis k anan. Ruben -Sebentar!" seru Dhimas. Kenapa juga dulu ia pernah dilahirkan. kanan nyai ah yang paling bertanggung jawab. la tak ingin ada di posisi itu. Padahal ia tak mau melihat apa-apa lagi sesudah tewas nanti. [ Re selalu ingin memilih yang kanan. Total ] Re memejamkan mata. menjad?pen "'"t^ « pelatuk. Dhimas &amp.

kesadaran sebagai sebuah medan. Re menangis sejadi-jadinya. sekalipun kitalah yang memegang pena.. ia belum pernah merasa sekuat ini." "Tapi apa yang kira-kira terjadi dengan Ksatria sekarang?" "Jangan kita pikirkan hal itu dulu! Sebaiknya kita kembali mengeksplorasi apa sebenarnya yang dimaksud dengan Kesadaran. Suara tadi. Suara tadi. "Kesadaran memiliki empat aspek yang berbeda. objek kesadaran. juga." sahut Ruben sembari mengusap wajahnya. Darahnya kembali mengalir deras. Kedua. dan kini ia telah dimuntahkan ke dataran yang sama sekali berbeda. memanggil namanya. Ruben *Baik. Tak pernah ia melihat Dhimas begitu keras hati. Aku benar-benar ingin tahu. dan rasanya ia kesemutan. sekalipun seluruh badannya berguncang dan air mata seakan mengoyak matanya. Hangat perlahan merambat di setiap kapiler pembuluh darahnya. sekejap mata berganti menjadi celah kosong yang tak terkatakan." "Sebaiknya tidak. "Aku masih tidak tahu kelanjutan cerita ini. Tapi yang jelas.berkesadaran sementara yang-lain cuma sosok imajiner. atau bisa diartikan juga medan pikir global." Ruben tidak bisa berkata-kata. Dan gerbang penentuan tadi pun lenyap.bukan di egomu. Entah caranya seperti apa.." ujar Ruben. Pertama. tapi diam-diam ia pun merasakannya. Aku ingin." Ruben terkesiap. Kesadaran nonlokal itu yang berbicara... Ruben. Tapi tendensiku mengatakan. Keterjagaan atau awareness termasuk di dalam aspek ini. Sebaliknya. ia merasa sangat lega.. seperti ada kehidupan nyata yang terkait di cerita ini. kata-kata itu terdengar jelas seperti seseorang membisikkan langsung ke kupingnya. Ferre Re mematung.. "Aku tidak tahu apa yang kamu inginkan. adalah suaranya sendiri. kita tidak boleh irfenyikapinya seperti tadi. dia tidak boleh mati. Bukan . Tapi tidak di tangan egoku. Aku tahu ini kedengarannya gila. kita mulai lagi. Diva Engkau bahgkit kini. Entah kenapa. tapi aku kembali merasakan hal itu.. Dhimas &amp. Ia masih tak percaya. Di dataran ini. Apa yang barusan ia dengar bukan lagi sekadar gaung labirin hati.. tangisan lemah. . kembali bersama cangkirnya.

yang telah eksis dan tetap eksis sekalipun tidak ada feedback itu sendiri. Ia ada. maka aku ada' ti i pernyataan yang tidak perlu. kejadian seperti itu juga membakar jenggot orangorang regional. Ketiga. kesadaran sebagai medan universal yang menampung semuanya. . «wsiatau "Tetapi. yakni landasan dasar segala macam proses feedback. Untuk sebuah MNC. Semesta Memutuskannya Ale baiu mendengar kabar dari kantor Re tadi sore Pimpinan tertinggi mereka menghilang tanpa pemberitahuan tiga hari terakhir ini. ergo sum. Ini sama dengan yang diungkapkan David Bohm dengan istilahnya holomovement. penetap? tuttu "Itulah prinsip Descartes:*coaito berpikir. yang berarti pengamat. Ini juga menunjukkan bahwa di dalam setiap penghuni Kesadaran pasti terdapat pola tunggal karena mereka pada dasarnya berakar dari landasan yang sama. bukan 'aku hpmv ambahkan-ada'/ "«Pikir.Ata« apa yang bisa kita pegang dari sesuatu kare*a dan pergi. atau partisipan. maka aku "Bukan juga 'aku sadar. Aku memilih. Dan keempat.yakni pemikiran ataupun perasaan yang datang dan pergi di medan kesadaran tadi. hilir mudik dan tidak pernah^LS*^ phimas.a. tanpa harus ada klaim konaSS?1' keterjagaan. karena bagaimanapun mereka cuma pecahan. sadar atau tidak " Ruben yang "Berarti sesungguhnya. maka aku ada j Keduanya pun mengembuskan napas lega." Dhimas tersenyum cerah.. maka aku ada. Dan milah yang terkadang inS J?. "aku memilih. Tapi sia-sia saja kalau mereka berusaha mengidentifikasi skema besarnya. karena Kesadaran S v dipertanyakan. maka aku ada Dan subjek yang memilih adalah subjek tunggaU» universal. dan pasti. Dari mulai Hong Kong sampai New York menanyakan keberadaan managing director mereka yang satu itu. Bohlam di kepala mereka telah digantikan secercah matahari yanq terbit perlahan." "Sekarang aku mengerti k h ^ngidentifikasikan diri dengan orang perasaannya. Bukan aku-nya ego yang personal " "Opto. Mereka tidak dapat memuat gambar keseluruhan. Dan banyak sekaH° SUm^* sepaham dengannya.. subjek kesadaran.

Re! "Le. Ale yakin itu. Tapi tolong usir dulu orang-orang itu. "un mulai "Ini rumah teman kamu?" Ale menoleh. sambil tak hentihentinya merasa heran. satpam uZlu™ gj hrdatangan." suara Re berbisik-bisik." Orang-orang mulai kasak-kusuk. Semua tirai ditutup." Dalam waktu singkat. orang-orang mulai ikut merubungi. ya?" "Ya. Atau mereka berdua memutuskan jadi Tarzan dan Jane di hutan antah berantah. menggedor-gedoi . Telepon rumahnya terblokir atas permintaan pelanggan. tidak ada r„ u' dan mulai curiga. Tapi Diva tidak beranjak. katanya dia . Wanita itu. Sesuatu pasti telah terjadi. Namanya Ferre. ^anagil-fflan9gil. tetangga di sev. Ia berteriak seVat^ -hantu tetangga yang bosan menunaom Beb«apa Snbgak-celinguk ke luar. Tiba-tiba telepon genggamnya berdering. daripada menanggung risiko menetap di Jakarta. Mobilnya nongkrong tak tercuci. aku ada di dalam. Telepon genggam yang biasanya siaga 24 jam itu sekarang malah mati 72 jam. Mengaku kalau ternyata Re baru saja meneleponnya dari luar kota. Mungkin sahabatnya sedang melarikan Rana ke Las Vegas dan menikah di sana. Ale pun berusaha cengengesan sembari menghalau kerumunan kecil itu. teman kamu Ferre itu sudah tidak keluar rumah tiga hari. "Didobrak saja pintunya!" "Ada yang mencium bau-bau aneh nggak? Bau bangkai gitu.pra rumah Re. Langsung berbulan madu ke Maui.. Ini luar biasa mengherankan." Masih dengan muka kaget. Apalagi menonaktifkan alat komunikasinya. "Dia di dalam. Lama-lama semuanya pun pergi. tahu-tahu sudah berdiri di belakangnya "9 "Iya. "akan aku bukakan pintu ini. Lampu padam. Kalau enggak.. Ale memijit bel. Rumah kuldesak itu memang nampak kosong. Kamu kenal?" "Yang jelas. Ini mulai tidak sehat. Ale gelenggeleng kepala. "tapi sebaiknya kamu pergi juga." Ale mengangguk ragu.Tidak ada nomor yang bisa dihubungi... Ale langsung mengambil inisiatif mendatangi rumah Re. Diva. Sama sekali bukan Ferre yang ia kenal kalau sampai absen dari kantor tanpa kabar.Luna menit. kebanyakan bersungut-sungut karena tidak jadi ada tontonan.

. "Sebaiknya kamu menyuruh teman kamu mandi dulu. Matanya nampak lelah. Lama mereka diam. Re tak bercukur. "barangkali kamu juga . Rautnya kusut. "Hanya ini yang ada. "nanti saya kembali lagi. dan dia! "Kamu baik-baik saja?" Diva malah yang pertama bertanya. Sudah bagus Re masih bisa duduk tenang di hadapannya." sahut Diva tenang. Tergilah berlibur. too" Diva menambahkan. Diva datang. lebih heran. gagang pintu itu bergerak. Gestur yang seharusnya tidak tercermin dari hati yang baru porak-poranda. aku pasti siap. Re menggeleng. Ale tidak mau bertanya. Semoga kamu suka/ ia menyorongkannya pada Re. Sayangnya. "Ka. Membawa seloyang macaroni schotel hangat. Tapi sekarang." "Terima kasih. Situasi itu sudah bercerita semua. "You look like shit." ujarnya setelah benar-benar melihat keadaan temannya. Ale yang berniat mengambil alih situasi juga kalan cep ." Ale menepuk bahu sahabatnya. "aku senang kamu datang. namun Ale sudah bisa merasakan satu keganjilan lagi." ujarnya pada Ale. Alhasil. membawakan makan malam. kok. dan Re menggenggam tangannya balik. 185 Ale paling pertama memecah kesunyian. "Tidak ada yang perlu ditinggalkan. meninggalkan keduanya terbengongbengong.. Sejujurnya Ale tambah khawatir.tidak bakalan buka pintu." Diva kemudian pergi begitu saja. Hanya sekian detik. Re melihat Ale. lalu menoleh. Tinggalkan dulu semua ini. Lewat celah kecil yang dibukanya. Re tidak dalam kapasitas mampu â„¢njawab. Perlahan. agak terlalu tenang..pan pun aku diperlukan. segatal apa pun lidahnya. Dan bertepatan dengan langkahnya keluar pintu. "Smells like one." Ale bangkit berdiri.. Jiva keburu. "aku senang kamu baik-baik saja. Malah." jawab Re sungguh-sungguh." cetus Ale akhirnya." Kembali senyap. melangkah masuk. kelihatannya kehadiranku tidak terlalu berguna. genggaman itu kukuh. ditambah lagi rambutny a berantakart. ketiganya hanya nerpandang-pandangan." "Kita sudah saling kenal. "Kamu betulan kenal dia?" Ale bertanya heran. tanpa pembicaraan. Dan rumahnya yang gelap membuat ia nampak seperti vampir. Rikuh.

silakan. sendirian. Ia bekerja melalui kita." "Sebenarnya. tidak. "Itu pertanyaan yang sangat bagus. di meja makannya. lebih banyak bidang. Mau tahu kenapa? Karena poin itulah yang akan menjembatani fisika dan psikologi. coba terangkan satu hai lagi. malah kalau bisa. "Makan saja. .. sebelum kamu kembali ke dapur dan keluar dengan kopi baru. Kamu pasti lapar. Ruben "Ruben.mau. "Saya. Hidup ini benar-benar aneh." Re pun lebih bingung lagi. terima kasih banyak. Aku ingin tahu bagaimana sinyal-sinyal nonlokal mengomunikasikan pesan-pesannya. Dan di malam ini ia menemukan seseorang yang mampu memasak macaroni schotel sebegini %enak." "Tepatnya. para avatar. hanya untuk menarik garis dari kedua bidang itu. sebelum kamu berkomentar lagi mengenai kopiku. melalui kolapsnya aspek gelombang kuantum dalam otak. Kesadaran nonlokal tidak bekerja dalam kontinuitas sebab-akibat. "Lebih lanjut lagi. Itulah yang membuatku menyeberang sejauh ini. kita memang tidak pernah tahu akan bertemu dengan siapa hari ini atau esok lusa.. Ya. Ale?" "Eh. Dhimas &amp. peristiwa demi peristiwa. hanya saja ada selubung halus yang seolah menutup pikiran kita. atau pada tingkat tertentu. secara ilmiah.." Larut malam.. adalah contoh orang-orang yang berhasil membuka selubung tersebut. Selubung itu bukannya tidak bisa ditembus. melainkan dalam diskontinuitas kreatif yang menghadirkan momen demi momen. bersiap menerangkan dengan semangat mentok." Ale sudah keburu pusing. terlalu banyak keganjilan dalam satu malam. Re memandangi loyang licin di hadapannya.. Dan aku ingin mengeksplorasinya lebih jauh dari sekadar komunikasi antarmanusia. Dan kamu tahu betapa sederhana itu sesungguhnya? "Kesadaran nonlokal tidak berparameter sebabakibaA. antarbudaya. bahkan lebih dari sekadar antara alam sadar dan bawah sadarnya Freud yang gelap/gulita. Salah satu aspek utama ilmu psikologi adalah komunikasi. Konon.. bagaimana cara Kesadaran nonlokal itu bekerja?" Ruben langsung meletakkan cangkir. Para mistik. adalah kita. dengan tingkatan masing-masing yang bisa saja berbeda.

" "Betul. hierarki berbelit itu terjadi di level pikiran kita." 0 Ruben mengangguk setuju." tahan Dhimas. menghasilkan pemisahan akbar antara subjek dan objek. satu-satunya jalan untuk berkomunikasi adalah loncat dari sistem. aku benci terjemahan.. Pertanyaannya bukan siapa yang menentukan siapa. Yang berarti... Rencana itu sendiri berada di level yang tidak terganggu-gugat. "kalau ia beroperasi melalui kita." "Ini membawa kita kembali ke isu Kesadaran. berarti. karena aku tetap punya perasaan aneh bahwa dia hidup di luar sana.. atau hie rarki berbelit. Sama halnya dengan terjebak di pertanyaan 'ayam atau telur'. "Ya ampun! Aku merasa bodoh! Bukannya itu yang aku ingatkan tadi. maka yang kamu lihat adalah rencana besar tentang spesies bernama ayam." Dhimas menjitak kepalanya sendiri.. "Sebentar dulu. kamu akan terus berputar mengikuti hierarki ayam-telur yang tak ada habisnya itu. Tapi kalau kamu melihat dari luar sistem. dan pengalaman terjaga menjadi 'aku ada'. mungkinkah keputusan hidup-matinya tadi benar-benar di tangan kita. The inviolate level. Kedua pengalaman ini " d^toSi»14** biS" ditd"iuri sccara melainkan hams diterabas dengan 188 semesta Memutuskannya hanya ada di level hierarki berbelit..Loncatan kuantum. loncat dari konteks lama. yang ada hanyalah 'ada'. arrgh. dalang ceritanya?" "Douglas Hoftstadter akan menyebut kondisi tadi tangled hierarchy". yakni hierarki yang sangat kompleks sehingga tidak bisa ditentukan lagi mana yang superior dan mana yang inferior. ketika kita menghentikan adegan bunuh diri Ksatria? Solipsisme! Dan barusan aku nyaris lupa." ". Kesadaran mengidentifikasikan diri menjadi 'aku'. tapi rencana itulah yang sudah ada. Sementara di level tempat Kesadaran itu berada. dan tidak terjebak di runutannya. Jadi artinya. atau diskontinuitas. dan katakanlah Ksatria kita benar-benar ada. Selama kamu masih di dalam sistem. bersiap masuk dapur. adalah komponen esensial dari kreativitas. Kesadaranlah yang mengolapskan keadaan kuantum total menjadi alam dualitas. Selanjutnya. terminologi .

Re masuk ke dalam mobil. adakah engkau tahu? Ferre Pekerjaannya menumpuk bukan kepalang." "Atau lebih tepat lagi. tidak ada yang sedang mood berpikir beratberat.. Tidak ada sudut-sudut yang membangkitkan kenangan dan menusuk-nusuk jantung." Mendengarnya. Tak ada lamunan apalagi beban.." "Selamat pagi. mendadak tangannya berhenti. sembari berpikir kalau dalam waktu dekat ini ia akan membuangnya.U« Seluruh sisa pekerjaannya ia bawa pulang. terima kasih untuk makanannya semalam.. Bintang Jatuh. Dhimas?" "Ya. tapi juga dunia. Koevoius Selamat pagi. Namun. Mungkin nanti siang. "Kau lihat betapa ajaibnya hidup ini. saja. Re memang merasa baik-bai. herannya. dan wajar. Hangat. tidak ke mana-mana?" "Belum. Kd*VOl. Ia lalu mengangkat tangan.. Tak digubrisnya Ruben yang bersiul-siul membuat kopi lagi. Re pun membereskan earikan-carikan kertas—suratsurat rahasianya untuk Rana— lalu menyimpannya rapi di dalam laci. semesta memutuskannya. SELAMA PAGI. benaknya pun sunyi. Langsung kerja lagi?" "Ya. Lihatlah. seluruh tubuh Dhimas serasa berpendar-pendar. Dan ketika ia sendirian. Dan Re bertanya-tanya.. sayapmu tumbuh sudah." "Sama-sama. ia tetap tenang. Kamu. 189 KEPING Selamat Pagi. Ruben Mereka duduk santai. Re dapat bertahan stabi seperti tidak terjadi apa-apa. atau mungkin Ksatria sendiri yang memutuskan demikian." "Oh. Takjub. Tidak lagi hiruk-pikuk seperti pasar pagi. Diva tetap berdiri dengan sekop dan botol pupuk di tangan. ya. memandanginya.'kita' tidak sebatas dua orang manusia di ruang ini. Ksatria . Tak ketinggalan pensil jelek itu. Kemudian Re berjalan ke jendela. Berdiri di seberang sana. Mungkin saja ada orang lain di luar sana yang tidak menghendaki Ksatria menyerah begitu saja. Dhimas &amp." Keduanya lalu saling melempar senyum. ia tidak bersandiwara atau pura-pura. Sekalipun menghabiskan setengah hari untuk memberikan penjelasan sanasini. melambai kecil. Kamar itu menyambutnya seperti sahabat lama. Anehnya lagi. sudah berapa lamakah kebiasaan itu berlangsung. Ia hanya mengemudi.. menutup tirai.

" Aku mengenalmu. "kenapa kita tidak sekali-sekali diam dan menikmati cerita..telah mengubah kisahnya. Maaf. Tapi semua berpulang kepada keberanian masing-masing untuk mengubah konteks masalah. sekaligus berada di manp. Solusi dicapai bukan dengan balas dendam." "Saya cuma ingin mampir sebentar.. Dan ada kekekalan yang terasa ketika mereka saling menatap. namun sangat terasa. "Dongeng itu tidak lagi dongeng hitam-putih." Supernova Diva Tak lama kemudian. Bumi yang kamu pijak berputar. .. "Satu hal yang lebih lucu. Silakan masuk. tapi waktu di benakmu beku." "Itu dia!" Ruben sontak bangkit berdiri." "Panggil saya Re. Saya juga tidak pernah bermaksud ngintip.. terdengar ketukan di pintunya. "Mengganggu?" "Oh. kita tetangga bertahun-tahun tapi baru kenal kemarin lusa. kamu juga harus memaafkan saya. tidak. "Kamu JENIUS!" Dhimas sama sekali tidak tersanjung. aku tidak pernah menerima tamu." "Iya. memanggil nama kamu sendiri?" Ada penekanan yang hampir tak kentara. Aku tahu maksudmu. Perasaan lebur total yang tak terperi indahnya." 'Rasanya saya lebih senang menyebut Ferre. "Saya tidak bisa menilai." keluhnya lemas." Re tergelak. tapi bumi tetap berputar? Ya. Pernahkah kamu merasa waktu mendadak lenyap. istirahat dulu bicara yang berat-berat. Ada serpihan waktu teramat singkat di mana Re terguncang mendengar pertanyaan itu. Pernahkah kamu merasa tidak di mana-mana. "Hai. Diva sudah tahu siapa yang datang. Bukan lagi mencari siapa yang salah dan benar. tidak pernah mendengar dirimu. Bukan si Jahat dan si Baik.-mana? Aku juga tahu itu. Nama itu enak diucapkan." sahut Dhimas sambil tertawa lebar. "Lucu. "Kamu. Dia pasti tidak tahu. jauh sebelum yang kau tahu. Kita berdua menggunakan kamar yang sama untuk bekerja.. sudahlah." Re lalu tertawa kecil. tapi kamu juga tahu kan ruangan kita yang saling menghadap ke jalan?" "Kalau begitu. bukan berarti saya tukang ngintip. kita kan sudah sepakat. Ferre. ya." "Hai/ Diva menyapa ramah.. "Aduh. kan?" "Tidak pernah?" tanya Diva lagi. Kita tidak pernah memanggil diri kita sendiri.

" "Maksudmu?" "Rumah ini asosial. Terkadang kening keduanya berkerut-kerut. kan?" "Dasar otak bandit! Kamu pikir aku pake dia. tapi kamu berbicara? Bukankah itu yang sedang kita lakukan sekarang. bahwa pemiliknya menganggap dia Kebun Raya Bogor dan memberlakukan proteksi yang lebih ketat dari cagar alam mana pun di dunia. Hebat." "Diva?!" tanpa dilihat sudah terbayang mulut Ale yang menganga seperti gua hantu. Lepas. dan sudah lama aku tidak ngobrol begini dengan seseorang." "Sama sekali tidak! Ayo. kamu pakai proteksi. lalu nanti kita bisa ngobrol-ngobrol. Kdevolusi Dan pernahkah kamu tidak berkata-kata.. Racikan saya sendiri. Enak. Setidaknya bagi Diva. excuse ... "Dari tadi juga malam. oh no. dan langsung ngeloyor membuat teh spesialnya. "Kamu tidak. sudah dari tadi aku coba telepon ke rumahmu. malam itu sangat menyenangkan. Enak sekali rasanya. Malah bagi kebun mungil ini. Mau coba?" "Tapi saya benar-benar tidak mau mengganggu. "Eh. "Kita bertemu lagi besok pagi?" "Di depan rumah?" *Ya. flp-ku tidak dibawa. ya..Selamat Pagi. namun ada kalanya me*reka terpingkal-pingkal. dude. Di teras belakang menghadap kebun kecilnya. Look." Re melirik jam tangannya. Akan saya buatkan dulu tehnya. Ferre? Re nampak tersentak." ". Hp-mu juga. Bicara anak itu pun sudah normal." Diva tertawa. gitu?" "Well. pakai tiga jenis rempah dan empat macam bunga. kembali tanpa filter. Kadang-kadang serius. kadang-kadang konyol. Aku dengar kamu langsung ngantor hari ini. kamu adalah pengalaman sosialisasinya yang pertama.." "Sori.. Tak perlu dimungkiri. sedikit.. "Saya punya teh spesial." "Suatu kehormatan bagiku." sambung Re lagi." "Sudah pelesir segala! Pergi ke mana?" "Cuma ke rumah depan. Tadi aku pergi.. Dan tolong sampaikan pada kebun mungil ini. "Sudah lama juga aku tidak kedatangan tamu. silakan duduk. tapi kok tidak diangkat. Terbuat dari apa sih kamu? Besi?" suara Ale yang setengah teriak-teriak memekakkan telinganya." Ferre "Halo? Re? Selamat." Diva menyerocos cepat. deh. Di depan rumah. Ferre. mereka berdua bercakap-cakap seperti sahabat lama. "Sudah malam.

" Ale menelan ludah." "Tapi aku salut.. Re tidak kuat lagi. di situlah kocaknya." "Jangan-jangan. "dan sekarang.. oke. Menertawakan hidup—tak ada lagi momen yang lebih menyenangkan.." "Nada apa?" "Nah. apa jadinya denganmu kalau aku tidak ada. bukan cuma satu atau dua negara. Salah satu kapabilitas agung milik manusia dari Sang Penciptanya Yang Maha Humoris. Dan akhirnya mereka berdua tertawa terbahak-bahak." "Ngobrol? Berjam-jam?" "Orang satu itu pengetahuannya luar biasa! Kita diskusi tentang pasar bebas. Wajar kan kalau pikiran itu sempat terlintas?" "Hei. Sejarah mencatat. Terakhir kamu naksir. berjam-jam. Yang jelas aku senang mendengar nada itu lagi. "istri orang.. baru sadar punya tetangga cakep yang bisa dipake pula. "Nada ITU! Nada kalau kamu mulai tertarik dengan seseorang.." "Boleh jadi kamu tidak pernah bisa diskusi Karl Marx denganku. koevolu8i Re." "Kamu memang juaranya sok tahu. jangan ngomong tentang Diva seperti itu. Dia sama sekali tidak seperti yang kamu bayangkan. Fakta berbicara. kita bahkan membahas Marxisme!" "Ha?! Eat my shit!" "Dan." "Whatever suits you. sampai keduanya terbungkuk-bungkuk. bisnis internet. . bukan cuma satu dua korporasi besar.. statistik. tapi untuk yang satu itu.. Makin keras dan keras.me. Seleramu benar-benar konsisten. Re." 'Simpan saja imajinasimu untuk sektor lain/ "Oke. Tawanya muncrat dengan keras..." terdengar suara menelan ludah lagi— ganda—dan kalimat itu tidak diteruskan." Ale tergelak-gelak.. Hening. kamu tidak pernah mau dengan yang biasa-biasa. Dhimas &amp. Seperti dia pernah bekerja di banyak tempat atau punya ratusan informan. Ale ikut terpancing. di balik profesinya itu.. Atau. Cowok baru patah hati. Ruben "Oh. dan dia hafal angka-angka. Kamu tidak pernah sadar! selamat PAB1. utang dunia ketiga.. Kita tadi ngobrol.." nada itu semakin turun. dia memang beneran mata-mata. dan punya cukup duit buat bayar. boleh jadi aku cuma tahu onderdil mobil dan tai-tainya. perburuhan. aku tidak pernah salah. tapi buanyak! Info-info yang dia miliki sangat ekstensif. bercucuran air mata..

suaranya sampai bergetar." "Dua miliar?? Nggak ada yang lebih lama lagi?!" "Dulu. Sebagian bakteri masuk ke tanah demi menghindari gas racun. "Koevolusi adalah terobosan baru dalam dunia biologi yang merekonstruksi konsep evolusi Darwin. Ada juga bakteri inang lain yang diinvasi oleh bakteri sian." ujar Dhimas penuh penghayatan. Konsep ini bernama Koevolusi." Ruben langsung menyambar berapi-api. ada satu jenis bakteri bernama bakteri sian. "Jangan cuma aspek emosionalnya saja. Dan bakteri yang bermutasi menjadi pengguna oksigen—bakteri batang— ketika melakukan invasi ke bakteri lain. Harusnya kamu mendengarkan penjelasanku. Mereka yang bertahan adalah mereka yang belajar bekerja sama. Semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa perjuangan eksistensi sebuah spesies bukanlah hasil kompetisi. "Memangnya kamu mau menyumbangkan kemumetan apa lagi. heh?" "Inilah konsep yang menerangkan bagaimana kenyataan dapat terjungkir balik dengan drastis. Ketika polusi oksigen mencapai titik paling parah. Nah. Aktivitas bakteri sian menghasilkan oksigen yang merupakan unsur beracun bagi biosfer saat itu. pakai ngambek segala. dan akhirnya berfungsi menjadi kloroplas yang mampu . akhirnya menghasilkan mitokondria.ini mengharukan. Sekarang Ksatria dan Bintang Jatuh malah berteman. dong. terjadi kematian massal yang akhirnya memaksa semua bakteri yang tersisa untuk bekerja sama." "Ya ilah. apa yang terjadi dengan dongengmu kurang lebih sama dengan apa yang terjadi di bumi dua miliar tahun lalu. yang sampai detik ini menjadi bagian permanen sel tubuh kita. dengan menciptakan mutasi-mutasi dan sistem baru. sementara yang lain membangun kemampuan untuk bernapas memakai oksigen. Merusak suasana. "Gabungan kedua jenis bakteri ini kemudian menghasilkan jenis bakteri bernukleus pertama. Ruben meliriknya sebal. tapi hasil bahu-membahu mutual antarspesies dalam ekosistem. ketika permukaan bumi hanya dihuni oleh bakteri. Aku kan sudah kepingin ngomong dari tadi. tahu?" sahut Dhimas kesal.

" "Hai!" "Apa kabar 'si paprika'?" "Bunganya sudah keluar. mereka harus mengorbankan identitas spirositnya.... "Tidak ke mana-mana hari ini?" "Hmm. inilah awal munculnya organisme tumbuhan. Mereka tidak lagi berkubang di lumpur primitif. sebentar lagi kamu jadi ibu. Diduga. tapi di sisi lain me reka*juga memiliki format dan fungsi baru." Sambil memandangi mobil itu menjauh." Diva tertawa kecil. kawin silang bakteri inang dengan bakteri spirosit—yang terkenal dengan mobilitasnya—adalah awal pembentukan organ otak. Tapi Ruben. kita. mungkin tidak. ini tidak hanya terjadi di level fisik. spirosit yang pergerakannya supercepat harus terkungkung di dalam tengkorak kepala. perlahan Diva menekankan tangannya ke dada. tapi juga mental. yakni sel otak. apa hubungannya?" "Itulah koevolusi. . Saya mau masak kue. Ketika bakteri primitif saja mampu mengubah konteks. Menurut Margulis." • Diva "Hai.. Kemampuan makhluk hidup untuk mengubah konteks: yang semula menjadi musuh akhirnya menjadi teman. Kalau sudah jadi. sekali lagi.." "Sampai nanti.." "Ya. dan perubahan itu menciptakan kehidupan baru. Bayangkan saja.menghasilkan energi dari sinar matahari dan air. Rasa hangat itu ternyata bukan cuma alegori. dari mulai makhluk bersel tunggal sampai makhluk bersel tak terhitung jumlahnya. tapi ceritamu menakjubkan. mereka akhirnya menjadi instrumen transportasi jaringan siklus feedback paling cepat di planet bumi: otak manusia. Ada lagi sebuah spekulasi menarik dari seorang mikrobiologis." "Selamat kalau begitu. kamu mau coba?" "Boleh. Percayalah. Nanti malam?" "Oke. Lynn Margulis. tapi di percikan-percikan listrik mobilitas pikiran kita. Sampai nanti." "Aku setuju. Sebenarnya hal itu ironis. Dalam tekanan ruang yang luar biasa. tidakkah kamu heran terhadap manusia-manusia yang menyerah begitu saja dengan keadaan? Padahal kemampuan itu nyata-nyata diberikan di setiap level kehidupan." "Aku masih belum mengerti hubungannya." "Itu belum apa-apa. Akibatnya. selamat pagi. Sejarah perkawinan bakteri-bakterimu itu semakin menarik saja.

" sambung Re. atau ditaburi soda kue dosis tepat." Re tertawa. Lebih pintar.sempurna." Diva mengangkat bahu. maka itu tidak lain adalah evolusi uang/ "Aku setuju. kehidupan sesungguhnya dipegang tukang-tukang dagang. atau malah mereka yang disewa? Tidak jelas lagi. tidak ada insentif positif dari dalam negeri. menurutmu apa yang kira-kira berperan jadi tuhan. ia bermutasi menjadi virus-virus yang lebih canggih. "Sedang menganalisa bolu pandan. pikirnya. dari sekian banyak sistem ekonomi. uang telah menyeleksi kapitalisme sebagai sistem yang sanggup bertahan. Ferre?" "Kurang lebih. "Rupiah turun lagi hari ini. tentu saja. Mereka cuma menyewa tempat. Teksturnya begitu halus. Detail yang seharusnya tidak ada. Survival of the fittest Dan lewat sistem itu. imbauan supaya Presiden berhenti mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang tidak kondusif. beradaptasi dengan zaman. negara tinggal sebuah museum tua/ "Museum tua?" "Coba lihat di luar sana. harum. "Di mataku.. Adonan ini pasti dikocok dengan. Lebih imun." "Dua ratus poin. Aroma pandan masih mengepul dari ronggarongga halus itu. Paling drastis dibandingkan Baht dan mata uang Asia lain/ "Alasannya pasti sama. tapi jadi ada. Katakanlah. Mereka punya aneka pasar yang lebih atraktif. Bosan/ "Plus. Bahkan kalau dipikir-pikir lagi. Pemabuk Cinta? Ferre Ia menatap kue bolu di tangannya. dan aku mengagumi semuanya. Ferre?" "Uang. seorang 'ateis uang' yang menolak mentahmentah segala bentuk materi sekalipun sebenarnya tidak bisa . "Aku merasa ganjil akhir-akhir ini. Aneh. Mendadak jadi banyak hal kecil yang menarik perhatianku. kan?" "Ya. "Di dunianya tukang dagang.. sambil menyeruput teh hangatnya. kan?" Diva cuma tersenyum. Dan para pelaku pasar adalah evangelisnya/ Re nyengir. apa rasanya nanti kalau melumer di lidah. dinamis. "Kalau ada proses evolusi yang bisa kita rekam dari awal. uang sudah memiliki banyak sifat-sifat ilahiah. Uang sebagai sebuah ide telah ber-evolusi dengan sangat menakjubkan/ "Dan tidak ada rahim yang lebih nyaman dibandingkan kapitalisme. Lihat saja.Inikah yang dulu kaurasakan.

Hanya bisa dirasa... KEPING Pernahkah.lepas seratus persen. bahkan mengajarkannya ke anak-anak sedini mungkin. Supernova? Selamat pagi. tapi ia selamanya ada dalam kekekalan. tubuh. Selamanya. Terkadang mereka mengucapkan selamat tidur. manusia saling tukar pelajaran tentang uang. maka ia menjadi seperti taksi yang ditancapi argometer. mengukur. tercengang karena apa yang ia tulis bertepatan dengan apa yang diomongkan Ruben." potong Re. Uang ternyata sudah sebegitu universal. rapi. Ia tak terukur. Kamu benar. Hangat. Menyaingi musik.. dari kejauhan. cukup dengan lambaian kecil sebelum menutup tirai jendela. Ferre. citra. logam mulia. Atau mungkin lebih patut disebut keajaiban.. Engkau tahu persis apa itu. koin. Sepiring kue- . Ia sudah menjadi konteks besar dan hadir dalam macam-macam format. kenapa begitu banyak kebetulan terjadi. dan kemudian ia menyimpannya lagi. Puteri. mereka saling bertatapan. mereka hanya duduk di kebun kecil milik Diva.. Dalam jeda antarkalimat yang hanya berlangsung sedetik atau kurang." Seketika Dhimas langsung berhenti mengetik. Ya. Kamu tidak bisa kembali ke sana. ide. Ruben Terdengar sayup-sayup suara Ruben berpidato ilmiah dari dapur. Perasaan itu sudah mengkristal. "Aku belum pernah membahas uang sedalam ini! Menarik sekali/ "Dan setiap hari. sampai nanti—menjadi kalimat yang paling ditunggu-tunggu. saham. Sesuatu yang ada di dalam dirimu. Dhimas &amp. Tidak pernah mereka pergi keluar bersama. atau matematik!" seru Re takjub sambil menatap Diva. bifurkasi itu adalah momen yang mengkristal. hutan rimba. bukan? Hangat? Aku bisa membakar bumi. Dan di dalam dirimu. Uang tidak terelakkan. dan menaksir apa pun yang dilewatinya/ Diva terus berbicara. imaji. Dan akan kusimpan.. kertas. Surat Rana. tanah. Mendad ak ia mulai menghitung. Dibacanya ulang. Ferre membongkar sesuatu dari dalam laci.." ". Lagi-lagi ia tidak habis pikir.. ". "Tambah lagi kuenya?" "Boleh/ SJ Supernova Sepulang dari sana. "Kecuali yang satu itu. Satu pot teh panas dan dua cangkir kecil. Begitu seseorang mengenal konsep uang.

Kamu memang tidak ingin menjadikannya pacar. Ada sepasang mata yang berkilat-kilat." "Jadi. apa lagi?" "Aduh. Yang jelas. Supernova Bunyi modem berderik-derik seperti kor jangkrik. Tariannya di atas sarang laba-laba. tahu?" Ale nyengir. dia sudah berhenti dari catwalk. kalian hampir setiap malam bertemu. sudahlah. Tak ada yang mampu merenggutnya dari ruangan itu. Tidak akan kumungkiri. tidak sabar menunggu kata itit muncul. kan?" "Sangat. kan? Tidak rela?" "Dia adalah manusia paling mandiri yang aku tahu. Barangkali Ale memang Nostradamus untuk perkara asmaranya. Tidak lebih. "Siangsiang kali. Jadi buat apa aku pusing-pusing soal itu? Dan kalau kamu mengira aku menyimpan rasa cemburu kelas kampung.. Dengan cepat ia menyortir satu-satu. dan tidak mau tahu. barisan pesan-pesan berdatangan. kamu salah besar... kalau lagi ada. Dan bahan pembicaraan yang tak habis-habis. &gt.kue. dan pekerjaan Diva. Ale penasaran bukan main. aku tahu." Ale mengangguk-angguk yakin "kamu lebih baik tidak peduli karena kalau kamu tahu 201 kenyataan sebenarnya. Namun ada dua hal yang tidak pernah mereka bahas: penyebab kejadian Re mengurung diri." "Aku tidak tahu. connected. Dari padat lalu lintas benaknya." "Tapi dia istimewa." "Kenapa juga aku harus yakin dia bohong? Apa gunanya?" "Aha. Naif amat. Re." "Dan kamu percaya? OK please. hentikan berpikir klise seperti itu. tapi ia tak menyangka akan terbaca sejelas ini. Tak sampai lima menit. ya? SAL Sex after lunch. tapi aku yakin perasaan yang kamu miliki—terlepas kapan kamu menyadarinya—jauh lebih besar dari yang bisa kita bayangkan. Dan ternyata kondisimu lebih gawat lagi. dan kedewasaannya lebih dari cukup untuk sekadar menentukan pilihan kerja. "Aku tidak mengerti..Supernovai percayakah kamu akan suratan . Dan kalau setiap pagi-pagi aku tanya. Berulangkah mengklik tanda reply. dia hampir selalu bilang tidak bakal ke mana-mana. Kita cuma bersahabat. Lama-lama aku muak. Berarti kapan dia kerjanya?" tanyanya pada Re. "Hei." Re pun terenyak-. kamu bakalan sakit sendiri. aku memang cuma mengujimu barusan.

querida! Ini benar-benar kejutan!" "Jam berapa di sana? Aku harap tidak mengganggu.cintaf Tangan yang tadinya lincah. mana pernah aku tidur siang." "Aku akan kirim e-mail malam ini juga. akan berakibat penuh pada dunia¦ Terlepas dari Anda menyadarinya atau tidak.Percayakah kamu akan surga? Neraka? Malaikat? Iblis? Saya percaya setiap manusia dapat mewujudkan surga-» neraka-» berlaku seperti malaikati dan menjadi iblis itu sendiri ¦ &lt." "Sfm." "Jam empat sore. Gio "AZoa26. "Baiklah. kan?" Suaranya langsung cemas. "tentu saja aku serius!" "Aku akan siap menemanimu. aku mau memberitahukan sesuatu. Tapi saya tidak yakin kita sedang membicarakan Tuhan dengan persepsi yang sama* &lt. Korespondensi antarsahabat pena yang berada dalam satu tubuh• &gt. querido.." "Kamu serius. Gio?" "Aloa. ya. "Aku.s«nd&gt. r a o Sana halnya alami bumi-i yang juga punya napas sendiri• Andaikan kita 'cukup peka dengan semua ini i kita akan melihatnya sebagai proses surat-menyurat. Aku pergi sendiri.Supernova-i kamu percaya Tuhanf Percaya? Saya melihat-Nya di mana-mana." "Kamu yakin tentang hal itu?" ulang Gio sungguh-sungguh. &gt. Tolong dicek. "Hei. Ke mana saja. Diva?" "Aku akan butuh segala info dari mu.. pertanyaan iseng orang-orang yang penasaran dengan sosoknya yang sangat impersonal..&gt. Setiap detik i bahkan celah di antaranya." "Gio. sudah siap pergi." Diva malah berseloroh.takdir? Saya percaya ada proses surat-menyurat• Takdir yang interaktif .. s e n d &gt. &gt." "iVao".Saya hanya penasaran* *¦ pernahkah sang Supernova jatuh &gt." 36 Halo 203 Hening. Tapi tetap saja ia tak menemukan jawaban yang tepat.Bukan satu arah* Apa pun yang Anda lakukan dan „pikirkan. Pernahkah ia jatuh cinta? Sebagai jawaban. &gt. komputer itu malah dipadamkan1*.. Bukan yang pertama kali ia ditanya seperti itu.28" "Muito obrigado23. perlahan berubah mematung. "Gio. cukup lama." "Kamu baik-baik saja. Jamnya orang-orang Eropa ini siestal Tapi kamu tahu.. . aku ini milyuner eksentrik yang bosan duit." Gio menghela napas.

keningnya berkerut. bukan? Di level yang tidak terganggu-gugat." Dhimas &amp. Bercermin. meloncat kuantum seperti mereka?" Dhimas tersenyum lebar. Gelap!" "Kita berdua dapat merasakan betapa hidupnya kisah "Tidak ¦Baik 39 Terima kasih banyak PERNAHKAH. dan ikut berperan dalam cerita. Ruben. titik akhir itu pasti akan datang.Gio. Apakah tidak pernah terlintas di kepalamu kalau kita juga bagian dari hierarki berbelit ini? pan kunci penentu bisa ada di mana saja. bagaimana kalau kita letakkan pena. Ada usul?" Kaki Ruben langsung bergoyang-goyang. dan sudah terlalu banyak kebetulan yang membuatku tercengang-cengang..." KEPING Cermin yang Hidup nenjelang pakui setengah dua malam. Bagaimana pun caranya. Tuan Einstein." Muka Ruben dilukisi konflik. "Wow! Ide yang sangat jeniusi Dapat dari siapa? Badut?!" "Sabar dulu. Berhenti jadi dalang. Tidak lagi penting. Yang penting rencana besarnya sudah ada." timpal Ruben sambil memegangi kupingnya yang berdengung. Atau seperti istilahmu—bifurkasi?" "Aku tidak mengerti. aplikasinya seperti apa? Kita harus bagaimana?" "Diam.. Ruben "Aku akan menamatkan cerita ini. Justru inilah momen puncak karya kita.. "Kita harus diam. Jadi. "Pertama-tama kita harus membalikkan posisi." jawab Dhimas mantap. Momen di mana kita diuji oleh pemahaman kita sendiri. katamu. Huruf-huruf di buku itu mulai . Biarkan dalang yang sebenarnya menampakkan diri." "Diam apa ini." "Dengan cara bagaimana?" "Masih belum tahu. dan biarkan cerita bergulir dengan sendirinya. Cepat atau lambat. "Kedua-duanya... "Aku dapat menangkap maksud ide sintingmu. "kita akan membiarkan cerita Ini selesai sendiri!" Bola mata Ruben ikutan membundar." Ruben geleng-geleng kepala." bola mata Dhimas membundar. diam filosofiskah? Diam berpikir? Atau benarbenar diam dan tidak menyentuh pekerjaan kita?" Ruben masih bingung. "Tidakkah kamu ingin juga berolahraga. "Aku harap ide itu sespektakuler suaramu. "Aku tabu. Ditunggunya bohlam itu menyala. Ruben. tapi. 8upERNavA? ini. "AHA!" Justru Dhimas yang berteriak.

damai. Tak berhenti. Selangkangannya terasa sakit.mengabur. Tangannya yang hampir setiap malam meraih minta tolong tidak pernah digubris. gambar-gambar itu 206 Cermin yang hidup teraduk jadi satu dalam kebingungan dan kemarahan yana terus membuncah. Tak ada lagi pertanyaan. Matikah ia? Sepertinya demikian. Setan. Ada langkah-langkah berat. Dan ia merasakan Sahara dari sebutir pasir yang hinggap di kulitnya. dan aliran listrik mengaliri segala sudut. manusia. dan ia melihat setan-setan berbaju putih seperti malaikat. Sampai percikan biliunan cahaya perlahan datang. Dunia hadir kembali dalam kejernihan.. Memar di tubuhnya hilang. Dirinya adalah kedamaian. Tangis anak perempuan.. mengatakan ia berbeda dengan anak-anak yang lain dan betapa indah dirinya.. Wangi-wangian menyerbu rongga hidung. Kulitnya menghalus tak terkira. Berulang-ulang. dan . menjadikan gelap tadi bening. seperti bajunya dilucuti satu-satu. Tangis itu semak in pilu.. Bening sejernih tetes embun pagi pertama di taman Firdaus. Ia mengerang. Tak ada lagi batas dan kendala materi. Ada amarah yang menggelegar di dada.. Setan yang mengutip ayat-ayat kitab suci. kecewa yang tak berujung.. Sunyi. Terdengar sayup-sayup suara tangis yang terkempit dalam isapan bantal. Tuhan sendiri membeku entah di mana. rasanya bertahun-tahun. Setan yang berpidato tentang kebesaran Tuhan.. Warna-warna mencuat keluar. dan ia melihat dirinya di manamana. Sakit Uu tidak tertahankan lagi SaLai akhirnya ia. Matanya bersinar jernih. Gelap. 3 ' Htu Setiap sel tubuhnya seperti meletus. dan matanya pun terpejam. Re merasakan dingin. Pintu berderit pelan. Ia tak ada sekaligus berada di mana-mana. meledak. juga rasa sakitnya. Setan yang mengajarkan sembahyang. Benar-benar gelap. menggema di koridor. Seliweran sisa-sisa pikiran melintas untuk terakhir kali.. Ada suara yang berbisik. dan tubuh tak lagi memenjara. Rasa kantuknya tidak tertahankan lagi. malaikat. Yang ada hanyalah keabadian. Mendadak segalanya gelap Hitam yang tak terhingga pekatnya tapi tak menakutkan Sebaliknya.

ledakan itu. Ia hanya ingin menikmati hidup. dan seiring dengan permukaan cermin yang kembali tenang.. Diva! Secepat kilat Re bangkit berdiri. Tubuhnya meledak! Re terlonjak bangun.itu: ... Dirinya menjadi cermin yang hidup. dan keringat dingin membanjiri sekujur tubuh. Pikirannya berontak. dan lari menuju pintu. semua rasanya nyata. ia adalah Diva. ada satu pintu lagi yang dibiarkan terbuka: ruang kerja.. Muncul tonjolan halus di pertemuan alisnya. Apakah aku mimpi. Hatinya terkoyak.. menghadap sebuah . memberikan reaksi. Re pun memutuskan untuk masuk. Pintu rnmah Diva dibiarkan sedikit terbuka.. Suka atau duka. kejernihan Firdaus. Ia merasakan emosi-emosi itu.. Re melangkah perlahan.. Re menyentuhkan tangannya. rasa sakit itu. Napasnya memburu. Jiwanya bergolak. cermin tadi. Pantulan di cermin. Walaupun agak ragu. Lututnya pun gemetar hebat. Ketika ia bercinta dengan seseorang.. Ia hanya saluran yang dilewati arus energi.seluruh saraf di tubuhnya siaga berkali-kali lipat. sesungguhnya orang yang membenci itu sedang benci dirinya sendiri... semua terjadi bersamaan baginya.. 207 Cermin vans hidup Ada sebuah cermin di depan sana. tiba-tiba perhatian Re teralih. Tidak ada memori yang tersimpan. Ketika ia dibenci. Dan ilmu bagaikan sinar yang tinggal diserapnya begitu saja. Semua detik adalah baru. sayap-sayapnya tidak hilang.. ia terkesiap. Dan ketika ia jatuh cinta maka. Perlahan. Refleksi siluetnya di cermin itu lamat-lamat berubah.. Ia dapat melepaskan ikatan tubuhnya kapan saja ia mau. Ia pun berjalan mendekati. . orang itu sebenarnya sedang bercinta dengan dirinya sendiri. tidak ada pengulangan. Ia hanya berpikir kalau ia mau... Re jatuh berlutut... tapi dalam sekelebat ia pun bisa pergi. Bermain-main. tangis atau tawa. Buku hanya masalah pemahaman dan sedikit waktu. aku tak tahu. . ternyata cermin itu bergelombang seperti air! Dan ketika riaknya mulai mereda. Sekalipun kakinya sudah kembali berpijak di bumi. Di dalam. Memakan sebutir apel rasanya makan berkeranjangkeranjang. membelakangi pintu. Ada sebuah kursi kerja besar.

lebih dari satu. Menurutku." Ruben langsung beralasan. lantas kesadaran pengamat mana yang mengolapskan aspek gelombang? Cuma. takdir. "Kamu memang jago teori doang. Kursi itu berputar. lalu cuma nrimo. Persis seperti keadaan kita sekarang." Ruben menghelas napas." "Tidak tahan apa?" "Tidak tahan DIAM!" Dhimas terkekeh. ya? Nyatanya seringkali kita tidak bisa mengelakkan nasib. "Aku teringat Paradoks Wigner ketika dia mencoba menyelesaikan Paradoks Schrodinger. mungkin Wigner benar.." "Hei. Free-will adalah kemampuan manusia . menyambutnya dengan senyum. kalau kemerdekaan yang kamu maksud adalah sejenis keinginan anak kecil yang ingin memberontak pada ibunya untuk bisa makan es krim waktu sakit flu. di mana kamu mau tempatkan free-will kalau ternyata semua sensasi menghasilkan respons seragam? Apa serunya lagi? Kayaknya free-will itu konsep omong kosong!" Dhimas mendengarkan argumentasi Ruben dengan kalem. hei. N. "Ferre. Aku sudah menunggumu.komputer yang menyala. "Pada saat seperti ini. Sekarang. kok. pasrah.. Ruben pun berdiri. Kenapa kamu mendadak jadi skeptis dan pesimis begitu?" "Aku cuma ingin mendiskusikannya saja. menunggu keajaiban jatuh dari langit. itu memang omong kosong." "Mendengarnya saja sudah malas. freewill adalah kebebasan manusia untuk mengubah perspektif. Tuhan tidak akan memberikan hadiah sedangkal itu. tak sedikit pun ia nampak terdistraksi. Para pengamat tadi memutuskan hal yang sama karena mereka mengalami sensasi yang serupa atas kejadian tersebut. Berdiam diri." ujarnya geli. "aku tidak tahan. berjalan-jalan gelisah. "Eugene Paul Wigner mencoba dengan solusi pengamat plural. Kamu jatuh miskin besok. take it easy. tidakkah kamu jadi berpikir tentang konsep freewill— kemerdekaan memilih yang konon dihadiahkan Tuhan buat manusia—mana otoritas itu. apakah itu bencana atau berkat yang tersembunyi? Semuanya ada di tanganmu. Tapi itu kan menjadi paradoks. "Ruben. Paradoks melahirkan paradoks." Dhimas melengos. Ruben "Sejujurnya." Dhimas &amp. Diva.

. Diva baru saja membelai hatinya. Aku melepaskanmu dengan kebebasan mutlak. Dan di saat aku melesat.. dan semuanya tidak ada yang perlu. damai. ampun! Sekarang giliran aku yang merasa bodoh! Seperti kucing yang mengejar ekor sendiri. Ferre. . bukan? Banyak orang yang matanya terbuka tapi jiwanya dibiarkan tidur. tapi mampu bangkit.. . Aku mencintaimut lebih dari yang kau tahu. "kamu ini apa? Dan siapa yang mengirimmu? Bagaimana kamu bisa masuk ke dalam mimpiku? Apakah itu mimpi atau.. Gamang dan cepat goyang. Ruben?" Ruben berdecak. Sama halnya dengan peristiwa-peristiwa yang kamu alami. berakhir dengan kilatan bintang jatuh." Diva &amp. eh. lebih . Kita semua cermin bagi satu sama lain. Tangan itu terasa hangat." Diva tertawa lembut.." "Mungkin memang itulah hidup di alam dualitas.. Kau mencintai dirimu. Kau telah mengalami metamorforsis indah dan sangat magis. Re pun memejamkan mata. tapi tidak hancur. dan ia sudah terbangun sekarang. datang menghampiri. "Ya." "Kamu tidak menjawab pertanyaanku. dalam orang-orang. Berawal dari kepakan kupu-kupu kecil... Yang penting adalah mata jiwamu.?" tanya Re.. "Aku manusia biasa. kamulah yang mengirimku. Aku melihat diriku dalam kamu.." Perlahan Diva bangun dari tempat duduknya. Keinginanmu. sekarang kamu menjadi Ksatria yang sejati.. Dan lihatlah. Seperti yang dibilang temanku tadi. Melesat. Biarkan ku meregang untukmu. Apakah itu mimpi? Tidak menjadi masalah. akal bagaikan sebatang ilalang yang rentan tertiup angin. Biar kuambil peluru itu* Cermin yang hidup Ada saat hatiku sekarat . Hanya cermin yang relatif lebih jernih.. dan di dalam alam. Kita tetap manusia. . siapa namanya. "Ferre. telah mendatangkan itu semua.. Membelai pipinya lembut. antara gemas dan geli." desis Re sengit.. Ruben. Feire "Siapa kamu sebenarnya. Ada saat aku berusaha membunuh jiwaku .mengubah konteks. tercekat. Jatuh. "Akulah pelajaran terakhirmu untuk bisa terbang. Seberapa pun luas pemahaman kita. . sama seperti kamu." "Pertanyaanmu tidak akan habis-habis. Aku berkaca setiap detik dan mengagumi keindahan demi keindahan.

yang tidak ia jawab.. Kita hanya perunut jaring laba-laba." Re menempelkan pipinya ke muka Diva. tanpa melibatkan namaku. Ini adalah sekolah jaringan. "Satu kehormatan bagiku. Supernova. Semua yang di rumah ini akan kujual habis kecuali notebook. "Aku akan pergi. Aku hanya butuh tim kecil tapi profesional untuk memantapkan pergerakannya." "Sebuah yayasan pendidikan bawah tanah. Uangku cukup untuk membuat satu sekolah dan membiayai macam-macam proyek pendidikan. Digenggamnya tangan Diva seerat mungkin." ujar Diva ringan. Tapi aku masih butuh bantuanmu. rahangnya mengeras. "Bumi adalah taman bermain yang luas. Sekolah ini buat siapa saja. Per-re. Dialah satusatunya instrumen jaring laba-labaku nanti. berbisik tepat di kupingnya. lamat-lamat terbit senyum d" wajah Re. Dan pertanyaan yang jadi fu ndamen adalah mengapa. Bukan dulu apa.dari yang kautahu." Bagai rekahan mentari. Aku ingin bermain. Sampai satu hari aku menanyakan satu pertanyaan. Sudah kuduga . Dunia virtual adalah kantorku. Dan biarkanlah jaringan kita berevolusi ke bentuk apa pun itu nanti. "Itulah refleksi yang kulihat saat aku bercermin padamu." Re menghela napas berat. tidak ada batasan umur. . dan kamu adalah satu-satunya profesional yang bisa "kupercaya. berkeliling. bukannya tersekap di gedung beton." keping^ ^ Jaring Laba-laba Sayup- . kamu tahu itu. "Aku sering mengunjungi taman kanak-kanak itu bertanya-tanya siapakah Supernova sebenarnya.." "Sebut saja. "pernahkah sang Supernova jatuh cinta?" Dan sang Supernova berbisik balik. "Sekolah ini tidak akan mengenal hierarki guru-murid. Ksatria. dan mengajarkan satu hal: pemahaman tentang apa pun yang berkenaan dengan hidup. "Lalu sekarang apa?" bisik Re. Mengamati simpul dari untaian benang perak yang tak terputus. Pada akhirnya kita saling membagi pengetahuan dari pengalaman hidup masing-masing." Diva nampak terkesiap. dan berharap kalau saja Supernov menjelma menjadi seorang Diva. Lalu ak' bertemu denganmu." "Lalu bagaimana dengan kamu?" "Tidak ada meja yang mampu mengikatku. .

aku harap kamu tahu itu. "Ini gila. "Ya. Kamu. Gio tersenyum. Whauw. "Ada tips khusus. membaca setiap kalimat yang muncul di layar komputernya. Ledakan-ledakan kaget datang berentet. Inspirasi mereka ternyata menjadi kenyataan. Inilah TAMAN KANAK-KANAK. E-mail ini lebih eksplosif dari badai serotonin sepuluh tahun silam. Sebaliknya." "Sesudah Apurimac?" Diva diam sejenak. Hati-hati. Paulo.Diperuntukkan bagi Anda yang ingin HIDUP Selamat datangHari ini Supernova . sementara pikirannya pun tak berhenti mereka-reka: siapa orang ini. Di sana ada masih beruang grizzly." "Obrigado. adalah matahari hidupku. melainkan hidup mereka telah terbelit jaring labalaba yang mereka khayalkan sendiri: SUPERNOVA . Langsung menuju Zeus-nya sungai! Pilihan yang luar biasa. Safari sungai adalah jadwal tur pertamaku." "Pastikan kamu mampir ke Cuzco. "Tatshenshini." Dhimas &amp." Di belahan dunia sana.. organisasi apa ini. querido?" Terdengar suara menghela napas." Giliran Diva yang tersenyum. Ruben Kepala keduanya bagai seikat petasan yang dicemplungkan ke api. Aku punya teman di sana. dan bagaimana alamat e-mail mereka bisa terdaftar...." desisnya sendirian. bukan ruang diskusiDemi kepentingan bersama ¦." "Jangan harap aku bakal balas mengatakan kamu istimewa. dan akan dibalas secara pribadiDhimas tak sabar ingin cepat-cepat membangunkan Ruben. akan kuhubungi dia secepatnya.sayup terdengar dengkuran halus Ruben yang tertidur di sofa. dan bukan sebatas tulisan hitam di atas putih. Gio.. Diva. Kesempatan Anda untuk bermain dengan hidup-Untuk benar-benar HIDUPRuang kelas ini adalah ruang informasi-. saya menghindari berseliwerannya informasi usang yang hanya akan Anda perdebatkan satu sama lainSemua pertanyaan harap langsung ditujukan kepada Supernova. mata Dhimas justru membelalak siaga. "Kamu sangat istimewa. aku sudah memutuskan tempat mana yang paling pertama kukunjungi." "Sumber Amazon. *Gio." "Ke mana itu?" "Apurimac. Tangannya berulang-ulang mengklik mouse.." "Aku ingin melihat arus-arus terdahsyat.

Mulai memberikan arti -Sekarangi coba posisi lain Anda adalah sebuah tubuh di layar perak. Apa yang Anda pikir tidak hidupi ternyata hidupi dan SANGAT hidup.mengajak Anda nonton ke bioskop Ingatkah Anda ketika sedang berada dalam bioskopi menyaksikan sebuah film yang menggerakkan emosi f Detik pertama Anda laruti layar yang penuh cahaya dan warna itu telah berhasil menyentuhkan kehidupan ke dalam pikiran Anda.Mereka seperti virusi tak d apat didefinisikan hidup atau mati i sampai ia menemukan inang untuk di jadikan medium.Terdorong untuk berahi lalu kemudian beranak-pinak. Naskah dan jalan cerita diberikan dengan rinci ke dalam setiap sel.Anda tetap menjadi pihak yang dieksploitasiStimulus yang mendorong tubuh Anda untuk beranak-pinak seperti marmot itu sudah lama dideteksi oleh ilmuwan-ilmuwan biologii mereka menyebutnya: DNA.Mendorong Anda untuk menggandakan diri Anda sendiri. Tanpa sadar Anda telah menciptakan lebih banyak lagi inang untuk mereka bersemayamLihat kesamaan antara kedua posisi dalam bioskop tadif Ya.Membangun Anda menjadi tubuh-tubuh matang yang siap berkembang biak.Membuat Anda menangisi tertawan atau bahkan ingin membunuh seseorang¦ Di posisi itui Anda adalah penonton-penonton' pasif yang distimulasi oleh stimulus-stimulus virtual yang aktif-Apakah stimulus-stimulus tadi punya kepentingan tertentu? Kepentingan mereka hanya satu: berkembang biak.Mereka sudah mendapatkan hidupnyai di detik pertama Anda mulai memberikan reaksi. Mulai merasa kecil dan tak berarti? Tenangi itu baru satuYang berikut ini lebih abstrak.Respons negatif atau positif Anda tidak menjadi pertimbangan.Kalau Anda dengan egoisnya masih berani berkata bahwa Andalah bosnya DNA—berdasarkan fakta naif bahwa tubuh Anda lebih signifikan daripada DNA yang tak kasat mata itu—maka sebaiknya Anda pikir-pikir lagi* Anda adalah ruang hampa yang mereka olah menjadi kerajaan.Melalui Anda semua.Mereka menginstruksikan aba-abanya dengan halus dan tersamari ke dalam instrumen .

Kita yang tidak sadari cuma akan merasa jadi bulan-bulanan. Apa yang Anda baca di Supernova adalah relatif.Ilmu ini mempelajari tmeme"1 atau memi yakni satuan dasar pembangun interpretasi pikiran i yang kemudian menciptakan budaya i sistem sosiali sistem kepercayaan i dan segala sesuatu yang berkenaan dengan interpretasi kita atas hidup Kalau Anda penasaran ingin melacaknya i saya harus memberi kabar buruk: tak ada mikroskop yang mampu menelanjangi wujudnya-Satu-satunya alat yang mampu menjadi detektor pergerakan mereka adalah—kabar baik—pemahaman Anda sendiri Izinkan saya memberikan petunjuk sederhana* Belahlah DNA dan kita akan mendapatkan kehampaan di dalamnya.Ketika Anda berpikir Anda punya idei sesungguhnya ide itulah yang memiliki AndaPara ilmuwani selama kurang dari tiga puluh tahun terakhiri telah memperkenalkan LMemetics1 atau Memetika. Konflik baru berakhir ketika Anda berada di titik nol.Dan kebanyakan dari kita hanya mampu merasakan residunya sajai yakni konflik. Maka izinkan saya memberi tips ekstra: Pertama-1amai terimalah kenyataan bahwa segala sesuatunya relatif.perekam dan pengulang yang tiada duanya: otak-Ketika Anda menemukan idei sesungguhnya ide tersebut yang menemukan Anda.Dengan demikian Anda akan melihat kubu-kubu di sekitar Anda tanpa menjadi obyek permainannyaHidup yang serba keras ini dapat seketika menjadi taman bermainSupernova ingin membantu Anda untuk mengerti mekanisme yang sesungguhnya i melihat dengan dua sudut pandang: sudut pandang sutradara dan sudut pandang aktorDengan sadar bahwa keterpisahan dalam bioskop itu harus diakhiri ¦&gt.Perkembangan sainsi teologii filsafati semakin hari semakin menunjukkan signifikansi bahwa kita memang hidup dalam alam serba relatif. Belahlah kata-kata dan kita menemukan abjad-abjad yang tak bermaknaSesungguhnya semua _kekosongan_ tadilah yang memegang jalan cerita. Kebenaran itu relatif. Anda akan mampu berpindah-pindah dari satu perspektif .

kita berjalan bersama-sama.. Supernova. melambai kecil.guest&gt.TNT&gt." "Apa yang harus kita lakukan?" bisik Dhimas g elisah. Sapaan pertama mereka telah bercerita segalanya.guest&gt. &lt. Terlalu banyak e-mail yang harus dibalas. &lt. Bangun dari kematian ini"Memetika. Tiba-tiba muncul sebuah nomor asing. Kandidatf &lt.. "Kopi. Aku tahu semua kandidatku-&lt.guest&gt.TNT&gt. ia hampir tidak merespons para penanya di chat room ICQ. Cyber Avatar. Kita harus minum kopi. Ternyata kamu ada* &lt. ia pun tersenyum. yang sama-sama menarik perhatiannya.TNT&gt. Jaring laba-laba ini sudah terlalu luas untuk kutangani sendirian. Kalian akan kuhubungi lagi.. bahkan menunggu-." desis Ruben takjub.ke perspektif lain untuk mencapai apa pun yang Anda inginkan dalam hidup iniY a t apa pun yang Anda inginkan-Apakah Anda siap? Jikalau Anda memutuskan untuk menjadi budak PNA i diternakkan seperti kawanan marmoti silakan tutup program iniJikalau Anda cukup puas menjadi komputer sewaannya memi 217 SUPERNOVA pengolah dan pengeksekusi data yang pasif. &lt. Maksudmu--. "keparat itu juga tahu me me tik a. Tidak banyak orang yang bisa kupercaya•Jaring Laba-laba &lt. kirimi saya surat berhenti berlangganan. &lt. &lt.TNT&gt.guest&gt. . Aku juga. Aku mencintaimu.kami? &lt. &lt. Ia tertawa.guest&gt.TNT&gt. untuk Anda singkap. namun ini perjalanan Anda untuk menemukan DIRI.TNT&gt. lantas membuka tirai jendelanya.guest&gt. Kenapa kamif &lt. Aku akan merindukan ini. Tetapi kalau Anda setujui bahwa hidup ini penuh kabut menyesakkan yang ingin-." "Buatkan aku satu!" Supernova Jemari lentiknya kembali mengetik secepat kilat.. &lt. Karena tidak banyak juga orang yang mau mempelajari keutuhan sebagai paradigma. liari. Kamu tahu kami ini berdua? &lt.Aku butuh beberapa pengamat lain. Baru sedetik ia menutup room. Selamat tinggal dan semoga sukses. muncul sebuah nomor lagi. Buka jendelamu-.guest&gt. Ada Ferre di sana.. Ini bukan perjalanan yang mulus-.guest&gt. Senang berkenalan dengan kalian.

Aku tidak mau sembarang mengucap." Re tersenyum. Sang Sumber yang mengatasi dewa-dewa. tonjolan belikatnya. Dan bila jantung berhenti? Puisi adalah roh bertabir kata." "Percayalah. [Debur darah. Panas tubuh itu mulai terasa seiring dengan rengkuhan tangannya. dan betapa hangat berdiam di sana. Ferre. Tak pernah pergi? Ia segalanya. Re. Roh itu. artinya sangat besar. Aku juga. Aku ingin terus mendengarnya. Sulit juga bersama seseorang yang punya akses ke ruang pikir.Harmoni tanpa not] Itulah rima dari puisi yang tak pernah habis: Hidup. Lebih dari yang kutahu." "Usulan profesi yang bagus. "Kita akan bertemu lagi?" "Tentu.&lt." Diva tertawa kecil "Jangan lupa satu poci teh. Ruben "Beri aku penjelasan Ruben! Serumit apa pun. Ia dapat merasakan semua lekukan. Nama adalah makna dirimu yang diresonansikan setiap saat ke semesta." Re memeluknya pelan-pelan dari belakang. "Dengarkan." "Tidak heran namamu Diva. "Kamu tidak pernah memanggilku begitu sebelumnya. KEPING 3B Individu Hanyalah Ilusi Sang Waktu terasa jadi gembul dan rakus." [Degup jantung.TNT&gt. Harus pergi ke mana lagi? Segalanya ada padamu. Atum-Re adalah sosok terluhur." Re terperanjat. Di mitologi Mesir kuno. "Ssst. Melahap sekon lebih banyak dari porsi biasa. Kehangatan yang menyatukan dua jasad. dan kue bolu panas" "Akan selalu kutunggu saat itu. my dear. Tersesat di antara rambut-rambut halus di tengkuk itu." Re tersentak. Di mana pun aku berada.Tidak tahu kapan dan di belahan bumi mana.Harmoni cinta nan elemental] Dhimas &amp. "Jangan biarkan ia melalapmu. "Jadi gaungkanlah keagunganmu setiap saat." bisik Diva sebelum Re berkata apa-apa. aku tak peduli! Aku hanya . Ada sebelum segalanya ada." "Apalah arti sebuah nama. dan merelakan napasnya terisap pori-pori kulitnya."-«-r«c«fi ilusi Mungkin nanti aku jadi Diva si pedagang kue " "Atau Diva si tukang kebun. Tenggelam di antara susunan tulang punggung.Tarian energi. Merenggut masamasanya untuk lebih lama memeluk Supernova.. tak pernah mati..Embusan napas. " ." "Nama itu punya arti yang agung.

berawal dari sistem sederhana sampai sistem yang sangat kompleks. Ia mulai melihat semua kaitan ini. dan seterusnya. mineral. Dhimas. Rileks. Baiklah.. Eh. Padahal lingkungan ini jauh dari ekuilibrium. alam ini seperti spektrum.. aku tahu! Tapi.ingin satu. Tapi di lain pihak. 'Semua realita itu nyata. Semakin besar otonomi satu organisme. maka ia punya ketergantungan dan ikatan yang dalam dengan lingkungan. MOopst sorry. Senyum puas menghiasi wajahnya. Roh dan materi dibangun dari satu unsur yang serupa. takzim. semakin dalam lagi belitan yang menjeratnya. "Individu hanyalah ilusi. makhluk-makhluk otopoietik ini biangnya paradoks. Sementara itu Ruben nampak terbaring santa\*ep*la menghadap langit. dan setiap organ punya tingkat otonomi tinggi serta memiliki identi tas berbeda-beda yang tetap bertahan sekalipun terikat dalam jaringan.. . maaf. Penjelasanmu sangat terperinci. tak terputus.. Artinya.. Dan kejadian yang saling menyilang ini sebenarnya tidak semisterius yang kita duga. dengan lebih jelas lagi. it's too good to be true.. SATU penjelasan!" Dhimas nyaris kalap. sinar matahari." "Sinkronisitas!" Dhimas berseru..„ "Ya." Dhimas tepekur. dan sebagainya." . Nikmati dululah.. Di satu titik. Otopoiesis berada di ujung spektrum alam. Inilah yang disebut.." S UPEHNQvA "Terima kasih. karena sistem otopoiesis ini terbuka. unsur kimia. Dwiaspek dalam ketunggalan. dan seterusnya. Setiap makhluk otopoietik punya struktur yang mampu memperbaharui diri. tapi sejarah ini kemudian terkait lagi dengan sejarah yang lebih besar dan struktur otopoietik lain.: "Yang artinya?!" potong Dhimas tidak sabar.. Saking kompleksnya. Mungkin hanya itu yang bisa kukatakan padamu." Wf&amp. kita semua adalah satu organisme. setiap struktur otopoietik punya sejarah pribadi yang unik. . selalu ada fluktuasi energi tinggi yang melibatkan kebutuhan makan. tapi apa ya bedanya otopoiesis dengan Otong Lenon?!" tanya Dhimas ketus. tapi keterpisahanlah yang ilusi. Ini kan garagara ide brilianmu juga. Ruben terpingkal.. Atau malah.. "Otopoiesis.

"."Carl Jung. Supernova lebih dulu menyadari hal ini. Malah.. niscaya tidak akan masuk akal. Sekarang aku ingin mengubahnya lagi.. menatap konstelasi bintang dan menemukan cermin mereka di mana-mana. "Ternyata kamu waras.. "Selama ini.. tapi lihatlah sekarang. Masing-masing dari kita bertolak dari sejarah pribadi yang tidak ada kaitannya. "Inilah yang dimaksud Abraham Maslow. tolong jangan bilang kamu jadi gila gara-gara ini semua. dan .. melainkan segala-galanya termasuk sains adalah fenomenon dalam Kesadaran.. Sains menerangkan fenomena. ya?" Ruben tersenyum. "Dan. tapi Kesadaran sendiri bukanlah sebuah fenomenon. Kita semua berada di jaring laba-laba yang sama. beliau benar-benar memberikan istilah yang sufisien. Itu dia!" Dhimas tersenyum lebar. sains tidak akan punya lagi persyaratan masuk. walaupun bukan secara geografis. menghadap jendela. Ia terbuka pada segalanya dan tidak mengecualikan apa pun. bahwa ternyata bumi bukan pusat orbit. jangan persulit keadaanku lagi.." Tiba-tiba tawa Ruben meledak. dan selama aku diam dalam simpulku. melainkan matahari." "Kita adalah maknanya. tidak mungkin aku menerangkan jaring itu sendiri. Bedanya. Kalau kita memandang ini sebagai proses sebab-akibat. Kita adalah pusat karena. Semua kebetulan yang bermakna ini bukan hasil kausalitas." "Aku mengerti.. kita memang pusat semesta.. dan kita baru saja mengalami sinkronisitas yang luar biasa." "Supernova benar! Semua ini adalah jaring laba-laba. Pada bentuknya yang paling ideal. Yang harus kita cari adalah sains yang kompatibel dengan Kesadaran. Hidup jadi gay sudah cukup susah." "Sinkronisitas adalah komunikasi yang terjadi dalam Kesadaran." Kedua pria itu berangkulan. 223 KEPING Segalanya Ada Padamu Tirai jendela di seberang rumahnya tertutup jua. tambah waras. ha-ha-ha. selama ini aku dengan sia-sia memikirkan perumusan Kesadaran dalam sains! Itu bodoh! Ha-ha-ha! Imbisil! Idiot!" "Ruben." "Aku jadi ingat Copernicus yang mengubah pandangan dunia. dan digerakkan oleh satu Maha Rencana.. Hari itu tiba sudah. Terpingkal-pingkal.

.. Puteri." "Dan eksistensi kita habis di halaman terakhir bukunya. sebenarnya selama ini kita tidak pernah keluar dari rumah sedetik pun.•«. tapi ia berusaha melanjutkan. Sayupsayup terdengar alunan lagu dari putaran piringan hitamnya. Figuran. sampai tibatiba sesuatu menggelitik pikiran Dhimas. Ide itu agaknya terlalu fantastis untuk ia tanggapi." "Dan kita melangkah lebih jauh dari yang kita duga. Dan itulah Aku.... .. Aku melayang tinggi. "Ruben. mengajaknya berdansa meniti kata-kata terindah: ". Termasuk aku.." Namun siapa kiranya yang dapat menahan Bintang Jatuh? Dia telah datang menyalakan langitnya. sekalipun Re tahu mereka tidak terpisah.. "Bagaimana kalau ternyata kita hanya dalang tempelan. dan hikayat hidup kita hanya diinjeksikan begitu saja. Dua orang pria yang bahkan tak punya nama belakang." * Ruben bergidik ngeri. "Sepuluh tahun. living love . Kira-kira apa peran kita?" Ruben diam. Re memejamkan mata. mungkinkah Supernova ternyata salah satu dari tokoh kita?" "Mungkin. dan kita selamanya tak akan bisa keluar dari sini. kita tidak sungguhan mengalami itu semua... Cinta tak pernah jadi hantu.. i Ada getar yang menoreh perih dalam hatinya.. Dan betapa ia merindukan Diva. free is love/Love is living.. dan.. hidup dalam sebuah molekul pikiran seorang penulis lain. Dhimas. "Semua memori. pengetahuan." "Kita hanya dua orang pria tak .." "Dan. dan kini dirinya sendirilah yang memegang kunci cahaya itu. Melebur dalam langit pagi.. Menembus semua akal. Hamparan buku dan kertas nyaris memenuhi setiap inci lantai) hanya ada ruang yang pas-pasan untuk tubuh mereka berdua. Love is free. Kenapa tidak?" "Andaikan kita berdua juga bagian dari cerita yang kita buat sendiri. Sebuah perasaan mahaindah merasuki setiap kelumit batin. berandai kalau saja bisa memeluknya. Ia hanya menyelipkan secarik kertas di pintu depan: Segalanya ada padamu." Sejenak mereka menikmati hawa euforia. Ruang itu mulai terasa sumpek. Di dalam dirimu.Supernova agaknya kurang suka perpisahan. lihatlah aku.. Ia menjejak nyata di seluruh jagat raya. Menggerakkannya bangkit.

Dua pria yang tak punya nama belakang di dalam sebuah kamar kerja. 1998. The New Science of the Meme : Virus of the Mind. 1987! ' Brodie. Timothy. How Consciousness Creates the Material World : The SelfAware Universe.. Seattle: Integral Press. Lynn &amp. The Bridge Between Matter and Mind : Synchronicity. Reed. m »1 Orford^iwl!1"11' Meme Machine. Greider. 1989. Christian Kallen Exninrin„ «." 225 SUPERNOVA . "Ruben. 1997. A Adam dan Hawa. The Manic Logic of Global Capitalism : One World. Inc. . a division of Random House. Richard &amp. P. Richard. 1987. Knowledge Consilience. Briggs. Ready or Not. Schuster. 1996. Tarcher. 15 Amazon. Richard E. Wilson. Dorion Sagan. 1985. Toronto: Bantam. J. Douglas R. 1998. Metamagical Themas: Questing for the Essence of Mind and Matter. Jones &amp. New York: Harmony Books." "Ha?" "Setidaknya aku tamat dalam rasa cinta. David Peat. F. New York: Bantam Books. New York: Bantam. 84 alien." "Bagaimana kalau dia amnesia?" "Kita tamat. 1986. Saling mencintai. Maggie Goswami &amp. A State of the Universe(s) Report :The Whole Shebang. Hutchinson. James. Edward 0. F. THE BEGINNING Bangs. William. New York: Simon &amp. Microcosmos. New York: Vintage Books. How to Know God: The Soul's Journey into the Mistery of Misteries. . David and F. David. New York: Viking. The Unity of. New York: Harpers and Row Publishers. Peat. 1998. The. Encyclopedia of Science. Chopra. .. David Peat. New York: Summit Books. Amit &amp. An Illustrated Guide to Chaos Theory and the Science of Wholeness: Turbulent Mirror. 1987. Chaos: Making a New Science. Gleick. Goswami." Mereka lain berpegangan tangan erat. Hofstadter.Ne" York: Bohm."j\jcu juga mendntaiinli. 1S6 adrenalin. Margulis. Great Britain: Helicon Publishing Ltd.." Keduanya terdiam dengan perasaan campur aduk. Ferris. 2000.punya nama belakang di dalam kamar kerja bertugas jadi dalang untuk cerita seseorang dan selamanya tinggal di sebuah molekul pikiran." "Ya?" "Aku mencintaimu.. Deepak. New York: Touchstone. Science Order anrf Creativity. 1998.

106 Atrial Septal Defect 40 Atum-Re. 57. 102.162. 87 ftuks.207. 173 Cina. 8 gay.216 biosfer. 4. 48. 222 entrepreneur.215.140.151 CUZCO.196 »'t bakteri cyan. 209 Freud. 121. 6.56. 217 filsuf. 24. 168 gelombang.170.113. 31 .172.225^ 226 Citra.109. 183 destruktif. 18 Hegel 68 helium. 87 Berkeley.217 dolar. 45. 72. 27.87.89. 72. 169.31. 7 fluktuasi. 196. 55 Greenpeace.198 F Faraday's Cage. 182 Bohr. 172 feedback. 11. 7. 196 Baltimore. 172 Copernicus. 82 DNA.172. 98 global 14. 28 Avatar.225 Ekspatriat 73 ekuilibrium. 92. 9. 98.204 ekosistem. 44. Kurt 47 coming out 11 consciousness. 5 Einstein. 220. 196 Bohm.28.32.224 catwalk.42. 16. 221 aurora. 88 endoifin. 46.92.42.69. 44. 7.136.140.75.86. 27.35. 64 Barnes &amp.116 Cinta.137.42. 1.8. 22. 8.100.139 Andes.13.182 B bad-trip.204 Bimasakti. 82 detektor. 27. 168. 77 • Bergstrom. 100 Epimenides.139. 82 dikotomis. 6.223 geiger counter.42. 139 chip. 223 cortex. 87. 68 Rente.196. 120 Cobafa. 196 eksistensi. 90.161 Gletser Rekiak.12.15. 93 antagonis.89. Matti.171.182.21. 215 filosofi. 92. 9 Dupont Circle. 168 E-mail.43.128 Barbie. 87 Bell.106.106.50. 66.110.214 Amerika.170 disinfektasi.88. 87.16.142. 143. 44. 188 gestalt 171 Gftf terawangan. 6. 48 atraktor asing. 140 grizzly.106. 9 Baht 198 bakteri. 135 gletser. 7 biologi. 181 filsafat l.15.187 G gambar proyeksi. 214 D Dapur Agung.197.118.10. 7. 187. 172. 201 chaos. 7. 68 film. 218 embrio. 214. Noble.28.35. 200. Niels.109 bffurkasf. 68 Grand Canyon.137.35. 175. 222 El-Maut 178 elektron.8. David. 6. 91. 195.207. 139 arbitrase.223 Feuerbach.54.151.132. 222 free-will.8.195. 68 Habibie.30 Harvard Business Review.73 Bandung. 11 E Ecstasy.182 Gramsci. 98. 218 awareness. 14. 168.8. 12 energi. 216 detoksifikasi. 7.168.79.88.47. 14(7 Amplifikasi.9.95. 7.221.171 evolusi. 216.73 Amnesty International.88.199 CNN.132 Dualitas Elektron. Alexander Graham. 142 Finlandia.120 Apurimac. 56 area abu-abu. 214 Aquarian Conspiracy.197 fenomena.44. 12. 14.131. 7. 68 Descartes.48.173. 170 C cahaya.80. 6 Das Kapital.37. 214 H Habermas.

164.218 idealis monistik. 47.214. 156. 82.182. 1 komputer. 217 kontinuum. 58 I ICQ.137.173.101 matematika.116 John Lennon. 9 medium. 99. 218. 211. 5 Mesir. 210 metropolis. 68 neuro-transmitter.26 Moralitas.183.49. 187.166 Koevolusi.16.9.23 inviolate level.16.7.140.181. 151 kontroversial 13 Kotak Pandora.222 jasad. 37 K Kant. 39 Mr.139. 10 Kramat Tunggak. 193 ' Kekekalan. 15.165.85 Mark.hetero.188. 88. 208. 221. 7 keterjagaan.89.46.199 imajinasi. 7 nirwana. 182 homunculus. Bean. 44 materi.108. 8.171.182.9.44.171. 137 medan energi.222 Orion. 195. 5 New Eyes. 39 Otopoiesis.183 ketidakteraturan. 14 Microgynon. 222 Malaysia.35. 20.192. 203..168 kulminasi.211 Novena. 168 ITB.131. 16 kuantum. 217 Memetika. 221 metafora. Abraham. 72 Kebon Raya Bogor. 56. 9.139.24. 27 museum. 205. 13.222 P . 77 Kebayoran Baru. 6. 88. Douglas.135 nonlinear. 90.42.222. 49 ideologi.23. 93.167 house-mix.83 idiot 33. 223 keteraturan.91.25. 44 kiamat 6.89. 218 Mescaline.55228 Dee M macaroni schotel. 7.23. 223 Matahari. 7. 196 Marx.134 hirarki.197. 40 Newtonian. 6. 62 L linearitas. 137 fiolomovement.47.89.197 Kohl Helmut 56 kompleksitas. 12.140. 199.196.132. 216 mitokondria. 13. 172 interaksi. 186. 91 un. 67 Kreta.211. 68 Kariage Kun. 175 0 observasi.170 intuisi.171 organisme. 7 kupu-kupu. 19. 223 imaji. 82. 172.140 nonlokal 6. 50.188.170. 207. 6. 68 McDonald's.44. 6.172. 28 Orson. 130. 82.187 Maha Ketidakteraturan.210 Kupu-kupu Lorenz.222 materialisme. 173. 1 ombak.168. 7.89. 6. 200 Kesadaran. 223 jaringan. 13. 20 jurnalistik. 54. 1.90. 196 N Naisbitt 139 neo-Gramscian.181.27. 188 isotop radioaktif. 92. 74. 74.167. 49.158. 37 3 jaring labalaba.133. 9 kurva.196 okultisme.168.164. 8 meditasi. 26. 54 Mandelbrot Benoit.211 Hoftstatder. 8. 11.195 Maslow. 5 Margulis. Lynn.26. 215 mekanisme. 221 Jepang. 55.172. 140. 196 mitos. 216. 31. 9. 95 metamorfosa.15.198 mutasi.10. 7. 100 New Kids on the Block.188 notebook.205 Kucing Schrodinger. 7.148 order.16 impuls. 7 inframerah. 170 obyektivrtas. 79 mikroskop. 188 Hollywood. 188. 7 Mafia Rencana. 6 oksigen.68.

215 Surabaya.138 reduksionis.87.130 puzzle.11.112.21.44 pikiran. 173 serotonin. 44 ' Yuat 98 yuppies.138.95. 20.210. 22. 92 Yogyakarta. 137. 72 phase space.169 X xenon. 214 zombie. 12.216.49. 188 tank top. 118 puisi. 56. 98 wavicle.206. 56 Simulakrum. 217 teknologi. 44 sejarah.30. 7 Tatshenshirri.12. 98 TIM.139 U UFO.214 Siemens.154 protagonis.108.11.173 transendental 170 transformasi. 26.222 rectoverso.154.99. 137 Y Yahweh.43.50. 14 Z Zeus.8.56. 98 paradoks. 223 sel 1.15 relatif.215 sensor.Papua Nugini. 144 turbulensi. 5. 6 refleksi.106. 1. .76. 6.75.54 Prigogine. 16. 2. 98.16. 12 psikologi.207. 92 tsunami. 43. 7.15. 95 rongga abdomen.169. 5. 59.172.187. 137 Tionghoa. 59 tata surya.209 tangled hierarchy.53. 6.139 teori relativitas. 169.12.209.214 teologi.25. 55.196. 7 revolusioner. 172.120. 97 Portugal 93 post-modernisme. 5 Puck.59.220 Schrodinger. 10. 93 Toffler. 43 viagra.169. 7 rekonsiliasi. 33.52. 11 yoga. 107 pemburit. 6. 6.89.31 Sang Waktu.13.82. 168 Scientific American.188. 98 realita. Ilya. 60 stimulus. 16 Sodom dan Gomorah.150.75.7. 55 Timezone. 6 Rio de Janeiro.44 velocity. 7 rosario. Erwin. 9. 6.172 utopis. 81 potensial 14 Prancis.146.19. 141 R rafting. 1.220 pujangga.173. 54 virus.165 sinkronisitas.170.223 San Fransisco. 97. 7 probabilitas.215 W Wagm'.108 sinetron. 188.202.110.88. 222 sinyal lokal 137. 84.15.196 spirosit 196 stabilo.48 resisten.21.151 Tibet 98 Tiger Leap Gorge.82 S sains. 88.98 Watut. 45.16. 48 Psikolog Kuantum.173 rolet Rusia.43. 50. 9. 175 RSK0.222 paranoid.43. 9. 115 portofolio. 7.7. 168.!.217 relativitas. 189 soliton.75.165. 100 variabel 43.9.44. 15.91.8.82.119.172 reduksionisme.187 psikologi transpersonal 49 Psiloeybw?.7. 93 robot 15.225 potybag.197.10. 46.6. 139 trance. 109.99. 67 vibrasi.10. 11 Sotipisme.76. 81 post-strukturalis. 6.179 Romantisme. 107 Survival of the fittest 199 T takdir.35. 48.57.7. 152. 168.199. 217. 11 Permias. 2 treadmill.82.142. 14. 87. 8 Spesies.48. 5. 48. 5 transenden.133.79 V vakum. 100 Vietnam.49.172 Sobek Internasional 98 Socrates.

Tak hanya menggoda. Wi.268. [ Sujiwo Tejo J **~' Sebuah novel yang menarik dari angkatan muda kita. [ Jakob Sumardjo ] Di tebing akhir Supefnova akan muncul sebuah kalimat besar yang bisa jadi kunci segala macam fanatisme yang kini tengah mengoyak negeri ini: Matilah terhadap segala yang kau tahu. novel ini mungkin bahkan penting. Thanks. Bambang Sugiharto ] Kehangatan yang menyengat yang ditawarkan novel ini unik. spiritualitas dan percintaan yang cerdas. tapi juga terseret di dalamnya.. semacam perselingkuhan visioner yang mempesona antara fisika. jadinya . merupakan perwujudan dari kebudayaan kita yang sekarang diguncang oleh tidak adanya makna yang bisa dijadikan pegangan. girl! UNDERGROUND RULES!!" [ Arian. terutama penyusunan dialog dan komposisinya. I. saya an hanya merasakan. dan mengguncang. psikologi. [ Putu Wf jaya ] Salah satu kesegaran baru yang muncul dalam sastra Indonesia tiga tahun terakhir ini. [ Arswendo Atmowiloto ] Novel ini. [ Or. 169 zona kuantum. Menentang nilai-nilai lama dengan mengajukan argumentasi-argumentasi baru.. Begini. [ Sapardi Djoko Damons ] Mereka yang oleh sebab kebiasaan lama terlalu membedakan fiksi dan nonfiksi. 6 Sebuah petualangan intelektual yang menerabas segala sekat disipliner. unik. musikus ] "Nama saya Yasep. mitos dan fiksi. Dengan pengalaman menulis sendiri dan aa membaca karya-karya sastra selama puluhan tahun. mungkin kecewa dengan buku ini. sahabat. Sebetulnya semua ini adalah akibat diskusi-diskusi dengan saya. Tapi tidak bagi yang selalu bergairah menyongsong segala hal yang tumbuh. Penelusuran nilai lewat sains. ( Tauffq Ismail ] "Diva tuh karakternya gua banget. baru dan memukau. sahabat. religi. agar pembaca memiliki persepsi baru tentang keberadaannya. cuma saya terlalu malas menulis. sahabat agak kege-eran ] "You rock. sebenarnya saya mau memberitahu kalau Dewi itu pengagum saya. dan suka ikut-ikutan." [ Joshep. Sangat menarik. . panggilan Joshep atau Josh." [ Tri. Inilah karya sastra intelektual bergaya pop art yang sepenuhnya bermain di dunia hakiki.

" [ Khemod. tw— iMtkaTan . ayam. " [ Mulki S Ridhan. Kapan selesainya sih ini semua? Tengki bensin aja. sing isine soal percintaan remaja sing jorok (an urang mendidik. dan kadang-kadang printer. sahabat. SuW&amp." [ Mariyanti. penggemar komik ] "Sampaikan kritik dan saran untuk Dee. Dewi gang ke-3 ("Satu")." [ James. buzz y. Lucu. manajer produksi berkepala Andre Agassi ] Supernova 23 AVAILABLE IN CASSETTE &amp.Jkt] "Aduh. pembantu ru mah tangga di kawasan Slipi . McepaT PULans. asal Ngawi. kecoak. Kece. Baik.-. Aku enggak rrgiro iso ketemu langsung! Matur nuwun. Bandung. CD OUT OF SHELL Gratis Kompilasi Pufsi untuk setiap pembelian CD/Kaset "Out Of Snail" bagi yang sudah memiliki/mernbeli SUPERNOVA. Hanya tikus. neeh . cewek-cewek . Jangkar sering-sering. 23. krisis Identitas ] t "Hai. sahabat. Kepepet. Rariaki i Hi WkaJtakn bertanda khusus. tanpa kacamata ] "Saya berubah pikiran. Panggilan mayang: Blijar. Ceritanya Mbak Dewi buanget. Prejvtaflri: model untuk cover album Rida. Karena puji-pujian hanya untuk Tuhan. Kami semua me^msuKanmu Bagi gang menemukan harap Hubungi Truedee Book* (alamat ada di "halaman depan). adik. pasang Iklan ] "Novel sing ditulis Mbak Dewi pancen bedo karo novel liyane sing ernah tak woco. anakku bisa buat buku rupanya. dan amat jinak. Agak bodoh. Usia: 3." Tidak seberat yang dibilang orang. seekor anjfng roft STamoyed jantan bernama BHHueard aliftjtf Blizzg. kucing.. Vokal cenderung lebih tinggi dan cempreng dibandingkan Hamouod Jantan lainnya. Zjar. Kreatif. bo! Gue capung ngurusin produksi elo. deh. Mama pemilik: Dewi Lestari/D ee/Keluarga Simanguneong.5 tahun No ta-too di "kuping: C7S 16 CSriciri Bpeeifik: Tidak pernaH menggonggongi manusia. Puspita bambang." [ Arina. teman menunggu di percetakan ] "Khemod.. Korban. Selamat kanggu Mbak Dewi. numpang beken ] "Tak kusangka-sangka. ya.'ar.rekan curhat.. Lokasi TJCP: Jalan Patrakomala. Sita. Kesepian. Tapi Supernova ono kata-kata sing kurang tak ngerteni." [ Nia. Tapi kenapa hurufnya kecil kali kau buat?" [ Ayahanda.

4. Supernova sudah direncanakan untuk menjadi cerita serial. berikut adalah hal-hal yang selama ini menjadi keresahan masyarakat terhadap Supernova dan perlu kami sikapi dengan sungguh-sungguh: 1. 3. Bukan 'de\ Bukan juga 'deee' (tetap bunyi 'e' tapi panjang). dan tempat-tempat lain di seluruh pelosok negeri. bisa saja kami mencantumkan: SUPNOV KPBJ 2 oleh: D-RSD. seperti 'mie'. bersama-sama para balon (bakal calon) ide lain seperti teori terbaru tentang lubang hitam. Atau untuk menyenangkan Kang Wawa akan kegemarannya pada abreviasi. atau 'gigi'. Dan yang . Ehm. di gunung ataupun di pantai. atau hubungi posko-posko Perjuangan Truedee YESSl di manapun itu berada. Untuk distribusi. "Ksatria. Nama "Dee" diucapkan dengan bunyi 'di'. Sejak masih menjadi embrio di jagad inspirasi sana. Supernova yang dicetak di atas kertas koran/buram. dan dikenal dengan nama gaul: "edisi hemat". dst. di kampung maupun 'di kota. Harga resminya 16. atau strategi politis terbusuk. silakan hubungi alamat kami di halaman depan. tidak peduli kulit. misalnya.S. 2. tergantung pada kemurahan hati atau terjepit tidaknya kondisi finansial sang penjual. seperti terobosan jenius sinetron "Tersanjung". ehm. bahkan di Mars kalau memungkinkan. Simak baik-baik. bukanlah barang bajakan. 4.menarik dan keuntungan seumur hidup. A. dan masih mungkin terjadi variasi harga di pasar. Jadi. kami memutuskan untuk "membajak" barang kami sendiri. dan Bintang Jatuh 2". Justru untuk menghindari pembajakan. Puteri. 1 Baiklah. Ini amat penting.500 perak. Srudooks membuka peluang penuh untuk kamu-kamu yang ingin berbagi rezeki dengan kami dengan ikut menjual Supernova. khusus di kampus. Supernova akan hadir dengan judul episode berlainan yang orisinal. 3. Kami pun tidak akan memunculkan nama Supernova 2. atau memang pelit. (artis selebritis). sekaligus menjadikannya terjangkau bagi kalian-kalian yang mengejar isi. untuk menunjukkan keseriusan kami. bukannya karena semangat ingin punya sekuel karena terbilang berhasil di gebrakan pertama. teknik kloning paling kini.

paling pasti. sambil meneriakkan yel-yel: "F-Q-0-T-N-O-T-E! Footnote! Footnote! Foooot. aneh. 8. Karena itu. kami jamin . Banyak yang bilang itu mengganggu. Tapi sekedar pemberitahuan. tidak perlu.com.. Kami menjamin keaslian identitas Dee di komunitas tmedee-ustfSvahoogroups. kami tegaskan bahwa Srudooks tidak menyembunyikan/ memperkerjakan/ menyewakan Diva. katanya. kami akan menganjurkan secara intensif agar Dee mulai membaca buku yang lebih praktis seperti memasak dan berkebun. Dee tidak pernah chatting dengan nick "Supernova" di channel apapun.. intimidasi lainnya. Dee BELUM PERNAH membaca "Sophie's World" atau "Dunia iSophie* karangan Jostein Gaarder. tetap membaca situs Truedee. dsb. di tengah kesibukannya yang super padat akan tidur siang. terutama karena ia begitu berani memuat sekian banyak pengetahuan empiris untuk fiksinya. staf Srudooks melakukan pemanasan berupa gerakan senam sehat diiringi musik house-mix mutakhir. bukan 'de'e'! 5. melainkan karena footnote adalah bagian dari kultur dan etos kerja kami. sebelum bekerja. 9. khususnya guest book.1 Tidakkah kata itu membuat Anda gila.bahwa Dee. Dee memang memiliki selera bacaan yang aneh untuk seorang. vi Dee 6. Setiap pagi. Mungkin sudah saatnya kami mengkonfirmasi ulang bahwa Supernova adalah cerita fiksi.. Fiktif. kami tidak sekedar menggunakan footnote karena banyaknya istilah asing atau ilmiah yang perlu diberi keterangan tambahan. Dewi Lestari. Karena itu. 7. Walaupun harus menggunakan ancaman kekerasan dan berbagai bentuk . dan bukannya diam di area abstrak sastra sehingga mudah berkelit ke kanan dan ke kiri dalam nama Seni. Mungkin suatu saat nanti. Footnote. FOOTNOTE! YESS!"2 10.. Kami dapat mengerti apabila hal tersebut lantas menggerahkan banyak orang. Kalau sudah ada yang mau meminjamkan atau memberi gratis. sekaligus terpesona? Begitu banyak tanggapan yang datang sehubungan dengan jumlah footnote di Supernova. Tak terpisahkan. Namun sesungguhnya. atau menjadi peternak anjing sesuai .

2 Gerakan "YESSTiiii adalah gerakan penutup yang klasik punya. di bagian rumput yang tidak terlalu becek. tanan kanan mengepal. bahkan galaksi sekitar: supernova vii "Ada ubi ada talas. Dan sebagai penutup. Iklan kehilangan anjing di halaman belakang adalah serius. dan wajah distel optimis. Iklan album solo Dee "Out of Shell" cuma main-main (bo'ong.dengan cita-cita luhurnya. body language. dan senam kesegaran jasmani. cool. Who knows? Beginilah kami." Dan yang paling Anda tunggutunggu. satu permainan kombinasi pelik simbol/angka dan huruf yang akan menstimulasi otak Anda: "Ca 150 Yang. Menulis adalah perjalanan menuju satu kelahiran. . untuk kamu-kamu yang sudah patuh untuk membaca Cuap-cuap ini. Pertunjukan ini akan digefar dekat area burung unta. full colour. Final remarks dari Si Truedee Books. Tak ada yang dapat menghitung berapa ceruk di lereng itu.. menggunakan kombinasi taebo. disinkronisasikan dengan lutut kiri yang mengangkat manis. Namun ia juga bisa menggelinding lancar untuk melebur dalam samudera luas.. Untuk menyambut piknik perusahaan kami di Kebun Binatang akhir tahun ini. Dan karya yang dilahirkan ibarat air nan bergulir bebas di lereng perasaan dan pikiran. Entah apa nasib cetakan berikutnya. Seserius-seriusnya. Itulah dia si jali-jali. siapa tahu nanti kami muncul dalam format foto keluarga.. Wati. Ia bisa hinggap di akar yang merambat. kami akan membuat tarian footnote akbar. Ia dapat tertahan di semak. en tetap funky.. dilarik dan udara ke arah pinggang. 11. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih cup-cup mmmuaah." Asoy Geboy Gedebuk Enjoy] Srudooks. satu slogan emas yang hingga detik ini masih dipakai sebagai penghias pantat truk di seantero Nusantara: "Kutunggu jandamu. karena tetap saja ada perubahan apabila Anda cermati dap mulai cetakan pertama sampai sekarang. deng! ©)." Plus. yang sebenarnya tidak pernah final. . Sekelompok anak muda kurang kerjaan yang ingin eksis. Ada budi ada. Huruf "sss" diucapkan dengan esktra desis. 12. nge-tren. pastinya kami akan kembali mengutip satu peribahasa besar yang niscaya sanggup mengubah wajah dunia.

untuk semangat. Troy. saya hanya ingin meluaskan ucapan terima kasih. Regu 'Gawat Darurat' Truedee: Nurdin. tawa. Fuad Hassan. ada kesegaran yang tak terusik. Tagor Siagian. dan menyaksikannya tumbuh. Hagi Hagoromo &amp. ATapitupulu. mengucapkan terima kasih pada staf Srudooks: James Erlangga. Nova Nugraha. Pim-pim. dan persahabatan . dan Melvin. Wahyu. Paul &amp. Rileks. Syahrul di Ciganjur. Dr. Sim Comm. ketulusan. Sita.. Namun di titik ketika inspirasi datang berbisik. Adam Herdanto Features dan seluruh kru. dan Adrian Darmono (for always believing in my writing talent). Ani. untuk kerja keras. 3t^l Jadi jangan heran.Tak ada yang tahu seberapa gerah tetumbuhan di sana. Inilah saat hati membungkuk. Wien "PasarbukiT Muldian. Edwin "Ewink" Irvanus. Didi. Bpk. Vivi WHK. Jeroen Hehuwat. Tak lupa pula mereka yang memberi dukungan pada Supernova sejak masih jadi embrio: Miftah Fauzi. Ridhan. semua sahabat yang pernah mampir memberi saran atau sekadar numpang minum kopi.. apabila di kesempatan edisi evolusi ini (saya lebih suka menyebutnya demikian daripada "edisi revisi"). Ninun. Musyawarah Burung. Landung Simatupang. Dan terimakasih tak berujung pada: Erwinthon P. Rossi dan. Dian. Nia &amp.com. £^ Terkhusus untuk para proof-reader yang amat" saya hormati: Prof. Agus Ebreh. Joshua Barker. dan kehadirannya semenjak kukecil dulu. Abang Edwin SA. Dari refleksinya terlihatlah keluasan samudera yang tak pernah surut. Dissy (Bintang Millenia). Wawan Sofwan. Bambang Harymurti. Itulah satu kesimpulan kecil dari pengalaman saya "melahirkan" Supernova. Myrfa (sekali lagi). Para 'penggembira' yang amat berjasa: Hikmat &amp. Dan yang tak akan terlupakan: Reza Pamungkas. masukan. dan dukungan mereka. esp. Yeni (dan Saeful-nya). Lia (MQ). Awuy. desainer andalan kami: Teple dan Roni. Whani Darmawan. dalam sekian banyak benak yang berbeda. Ia hanya akan mengalir. terutama bagi orang-orang yang hadir bak air mata sejuk.. Tommy F. Arie. dan Hermawan Aksan. Hans. Clay &amp. Popon. Rida. Myrfa. sebisanya.. Hadir lewat canda.

the eager Redder and a lifetime Motivator. Laksmi &amp. Berbahagialah kamu di manapun kamu berada kini.the best Listener.the Energizer. Tri. Tak ketinggalan keluarga saya tercinta: Ian .• lila Menangis••Raping 17 Dua Idiot Abad 21 Roping Cyber Avatar Keping PT Tsunami Hati Raping ?B] Di Celah Pikiran H IA 3M 3b HE Hb 51 71 7M AM 12 It 1D2 107 115 122 123 13b mi ma r Titik Bifurkasi raping | Pelajaran Terbang Keping 53] Kiamat Personal j cm I Ksatria Schrtfdinger 25 Di . Also Blizzard.yang melalui cerminnya telah mempertemukan saya kembali dengan Kekasih Jiwa. anjingku tersayang. Arina . sejuta kisah cinta akan datang mengilhami. semua organisasi.. Richard Oh (QB Bookstore). Winfred (Aksara Bookstore). special thanks to: Takashi Ichiki (Kariage Kun's fellow fan©). ijinkan saya tersungkur dalam rasa cinta. saya persembahkan kisah ini. Ayahanda . LIP Bandung. untuk dukungan dan kepercayaan yang mendalam. unit kemahasiswaan. Sekarang.the greatest Supporter. Key . Enggar. Wahyu Rinanto. sahabat tergila yang selalu mendukung 'kegilaan' mimpi. Siswidiani. dan juga mahasiswa yang bergerak atas aspirasinya sendiri untuk mengadakan diskusi di Supernova di kampus/ markasnya. Tri Suharmoko. Vanda.iman. komunitas kebudayaan. sahabat tersinting yang saya harap tidak pernah sembuh-sembuh.. Imelda the Brainstormer. Joshep. the mast loyal Companion.the best Editor. Also. Triawan Munaf. untuk segala kenangan di ruang kerja dan kecurigaannya pada printer. Sejuta teori akan datang dan pergi. Ibunda .. Eaginyalah. namun ada satu anak kunci yang menetap abadi: sang Kekasih Hati . eh f" Raping Cinta Tidak Butuh Tali Raping 10 Kekekalan adalah Chaos Raping Si Pencinta Alam Raping*^ Un Sol Em Noite Raping 13 Tuhan Maha Tidak Romantis Raping IH Sebesar Cinta itu Sendiri Keping 15 Ia Sedang Kasmaran. ~ D Keping4 Yang Ada Hanyalah ADA Raping1 Ksatria ¦Raping~ Keresahan yang Terabaikan Raping Puteri Keping* Tanda Tanya Agung Keping "Reversed Order Mechanism" Raping Bintang Jatuh Raping 'Such a Small tilorld-.

.lah TAHAN KANAK-KANAK • -£J iniian untuk bermain dengan hidup.Bagi duniaSupernova bukan okultisme. Kesempatan A"° HT1&gt.Kita berusaha memuat apa yang hanya bisa dijangkau abstraksi bernama "iman" ke dalam sel-sel otak kita yang usang. «lampaui .Mungkin malah terlalu sederhanai sehingga pikiran Anda yang sudah terbiasa hidup dalam kepelikan tidak akan sanggup menerima* N amun itulah yang berusaha kita pelajari: bagaimana satu kesederhanaan dapat memecahkan semua kompleksitas* Saya bukan Guru.Kita berusaha mendeteksi gerak-gerik sesuatu yang kecepatannya melebihi cahaya. Koevolusi 25 Pernahkahi Supernova? lu Cermin yang Hidup 31 Jaring Laba-laba Keping 35 Individu Hanyalah Ilusi Keping 33 Segalanya Ada Padamu Bibliografi Indeks Komentar Pakar 152 Komentar Non Pakar 231 SUPERNOVA Diperuntukkan bagi Anda yang ingin HIDUP Selamat Datang* Apa yang hendak disampaikan di Supernova bukan sesuatu yang mudah dipahamiKita berusaha merangkum sejarah miliaran tahun. ada satu pola sederhana yang bisa kita tangkap.Dasar Jurang 21 Opto i Ergo Sum a? Semesta Memutuskannya 26 Selamat Pagi-.Bukan institusi religi.. Tap i n jangan terlalu cepat berkecil hatiDalam kompleksitas struktur dan mekanismenya-. bahkan daftar belanjaan—untuk menunjukkan simpulsimpul benang perak dalam jaring laba-laba kehidupan156 IbM lb7 175 160 16M 110 201 20b 213 220 22M 227 226 830 informasi ini melalui filter Anda Cirnaia. Untuk benar-benar HIDUP relatif yang serba tidak pasti ini-.UP. 1)1 9 ha"Va~-bisa menjaminkan satu hal: perubahan saya na y terhadap hidup akan berdampak b:rsaarPpadan9dunia.Bagi kita.Anda bukan Murid-Saya hanya pembeber fakta-Perunut jaring laba-labaPengamat simpul-simpul dari untaian benang perak yang tak terputus¦ Hanya ada satu paradigma di sini: KEUTUHAN-Bergerak untuk SATU tujuan: menciptakan hidup yang lebih baik. dan transformasikanlah sesuai ^gan^.ranVda dala. balita_ .Bukan kursus filsafatSupernova akan mengolah apa saja—sejarah-» mi tos n sains-.

apa yang bisa Anda bayangkanSUPERNOVA <p>KSATRIA. DAN BINTANG JATUH KEPING Yang Ada Hanyalah ADA Kedua pria itu duduk berhadapan. Masing-masing bersama rombongan teman yang berbeda./ kuper—yang cuma cocok bersosialisasi dengan buka. Namun hari itu memang^rrTeda. terasa halus. Dimulai dengan makan malam hingga ber-"pestakimia" kecil-kecilan. Semangat musim panas sanggup membuat sesedangberbuat di luar kebiasaannya. "Ruben. dalam satu unit apartemen mewah milik kawan ^^DMmas. Sementara dari gayanya. di sofa. Tidak lagi bergejolak. dan perkenalan keduanya pun berlangsung datar-datar saja. Kehangatan terpancar dari mata mereka. di kasur." Nada itu terdengar angkuh. sekalipun menyusutkan bara. Ruben menyambut tangan itu. Tidak ada yang spesial. Malam itu keduaj^iftbongan yang tidak pernah bergabung sebelumnya^akhirnya sama-sama terdampar di Watergate Coridpjnhimm. sampai semua orang terkapar tanpa terkecuali. Rasa itu memang masih ada. lancar-lancar." Yang Ada Hanyalah ADA "Saya dengar 295 North dari arah New York Ave ditutup. Ruben pun langsung tahu bahwa Dhimas termasuk geng anak orang kaya^alangan maliasiswa Indonesia berlebih harta yang tidajr^iernah ia suka." "Kami lewat GW Park. bahkan di kamar . George Washington University. Johns Hopkins Medical School. PUTERI. sehalus paras dan penampilan orangnya yang terawat. mereka bertemu di Georgetown—tepat di bawah plang Wisconsin Avenue— bermandi teriknya matahari musim panas Washington DC. Dhimas langsung tahu bahwa Ruben termasuk geng anak beasiswa—orang-orang sinis. setegas jabat tangannya." Dhimas memperkenalkan diri. Masa sepuluh tahun tidak mengaratkan esensi. Berbeda dengan dirinya. Bukankah itu yang semua orang cari? Sepuluh tahun yang lalu. guratan wajah yang tegas. banyak yang tidak saling kenal. "Dhimas. Wajahnya yang manis membuat ia selalu nampak tersipu-sipu. di atas karpet." ^Bagaimana perjalanan dari Baltimore tadi?" "Yah. tetapi hangat. Hangat yang nampaknya kekal.

rimba infinit di mana segalanya relatif. membayangi seperti siluman abadi.. Kekurangan serotonin berimplikasi kuat pada depresi dan beragam penyimpangan emosional.1 Sesempurna apa pun sebuah tatanan. Sejak pertama kali Ruben membaca ulasan Benoit Mandelbrot—seorang matematikawan Prancis yang dengan 1 Senyawa amino yang terdapat antara lain pada darah dan otak. Sebaliknya. berfungsi sebagai hormon dan juga neuro-transmitter. " Dhimas menyahut dengan senyum tolol. serotonin pun berperan penting dalam penciptaan rasa damai dan tenang.mandi. bekerja langsung pada reseptor serotonin di otak. antara keteraturan dan ketidakteraturan." "Tapi kok ada orang-orang yang malah tidur? Aku tidak mengerti. Tinggal alunan sayup-sayup musik trance ditambah suara dua orang bercakap-cakap. seperti kue lapis. Gila. Psilocybin dan Ec stasy. yang tertebak dan tidak tertebak. Obat-obatan rekreasional seperti LSD. . dapat dipastikan chaos selalu ada. Begitu sistem mencapai titik kritisnya. Mescaline. Ini adalah momen yang tidak ada duanya. sesungguhnya chaos dan order hadir bersamaan. A milestone!" "Apa yang kamu lihat?" Ruben melihat sekeliling. ia pun lepas mengobrak-abrik. Walaupun demikian. rasanya luar biasa.. sejauh ini para ilmuwan meyakini bahwa konsumsi serotonin yang diproduksi secara sintetis dapat mengakibatkan saraf-saraf otak terpacu dengan berlebihan sehingga mengakibatkan kerusakan tertentu.. order dan chaos.. yang di antaranya terdapat olesan selai sebagai perekat." ujar Ruben.. Jangan suruh bicara dulu. "Badai serotonin. "istilah yang bagus. Selai itu adalah zona kuantum. Supernova revolusioner membuka gerbang baru untuk memahami ilmu turbulensi—ia pun langsung merasakan secercah keindahan harmoni antara dua sisi cermin kehidupan. Sorot matanya menyeberang jauh. "Ini badai serotonin1 pertamaku. Bahkan dalam keadaan yang nampaknya ekuilibrium atau seimbang. Bagaimana ia mampu menjelaskan ini semua? Ia baru saja menemukan cermin yang selama ini ia cari-cari dan sekarang sedang menikmati refleksinya.

Lalu dari -dapur tersebut tersajilah sup kehidupan yang nyata dan terukur. relativitas bagaikan kiamat bagi yang mengagung-agungkan objektivitas. seringkali. Paradigma reduksionisme. turbulensi ibarat sebuah "Dapur Agung" yang transenden—tak terikat ruang dan waktu. [ Lalu. sudah saatnya dunia sains mengalami turbulensi yang sesungguhnya.. harus subjektif. maka ia harus siap-siap terguncang setiap kali memasuki area abu-abu dimensi kuantum. berinteraksi dengan sinyal-sinyal nonlokal—tempat diraciknya semua 2 Teori tentang sistem yang deterministik tetapi pergerakannya sangat sensitif terhadap kondisi-kondisi inisial sehingga tidak memungkinkan adanya prediksi jangka panjang. Yang ada Hanyalah ada probabilitas. Di kehidupan sehari-hari kehadirannya dapat terasa dalam bentuk intermittency atau ketidaksinambungan. Keterputus-putusan. Sains. potensi.kumpulan potensi dan probabilitas. tidak pernah memberikan perhatian pada fenomena ini.apakah sebenarnya dirimu wahai turbulensi? Di mana engkau sembunyikan wajahmu? ] Turbulensi dapat dianalogikan sebagai pigura hitam yang membingkai setiap kepingan gambar dalam reel film.. Dalam realita. realita yang bisa dicicip ataupun dihiiup baunya. yang telah berabad-abad mendominasi dunia sains. dalam hidup organisme sesederhana bakteri sampai ke interaksi antarplanet di Bimasakti. Tapi kehadirannya selalu dianggap sekadar keberisikan. Namun sekarang. Dan bagi manusia yang melihat dunia hanya hitam dan putih. serta loncatan kuantum. Keteraturan mau tak . yang ketika diputar dengan kecepatan 24 frame per detik mata kita tidak akan melihat bahwa sebenarnya film tak lebih dari potonganpotongan gambar dan bukannya kontinuitas. Turbulensi hadir di mana-mana. Karenanya. bahwa cara pandang reduksionis dan fisika klasik para Newtonian tidak akan sanggup memblokir refleksi dari cermin kehidupan. tak lebih signifikan dari bunyi "kresekkresek" gelombang radio yang tak pas atau gambar statis sesudah acara televisi habis. Sains ternyata tidak selamanya objektif.

Titik istirahat si pendulum itulah yang disebut para matematikawan sebagai titik atraktor. Ia dapat merasakannya. atraktor adalah region magnetis yang memiliki kekuatan dahsyat untuk menarik seluruh sistem ke dalam dirinya. terjadi fluks hebat yang mengocok-ngocok solar plexus5 Ruben. Lebih tepatnya. menemukan dirinya ternyata berasal dari sebuah Maha Ketidakteraturan. bifurkasi berarti titik percabangan. Malam itu. sampai akhirnya muncul lagi titik-titik kritis yang mampu mengamplifikasi feedback dan menghadirkan bifurkasi baru. hingga tiba di titik di mana ia mengalami f luks. atau titik baku.mau harus berkaca. Beberapa asumsi mengatakan bahwa yang disebut dengan "hati" atau pusat perasaan manusia . Sama halnya dengan otak yang merupakan organ nonlinear tulen. telah menciptakan order untuk seorang manusia dapat hidup. sampai terjadilah apa yang dinamakan bifurkasi. atau justru menstabilisasi sistem melalui perubahan yang dihadirkannya. Fase penuh kebimbangan itu lalu mencapai kulminasinya. berlokasi tepat di depan aorta dan di belakang perut. Terciptanya sebuah sistem pada dasarnya diakibatkan at r aktor3 yang terus-menerus melakukan feedback atas dirinya sendiri. 4 Secara etimologis.* Tonggak sejarah bagi sebuah sistem untuk berevolusi. ataupun denyut jantung yang tak beraturan. tepat di jaringan 3 Pengertian tentang " atraktor" secara sederhana kurang lebih dapat digambarkanjnelalui ayunan pendulum yang pada akhirnya berhenti di satu titik. Proses arus-balik itu kemudian menyebabkan sistem teramplifikasi. Bifurkasi dapat membawa sistem meruntuhkan dirinya menuju chaos. Sesudah menjadi stabil» sistem yang telah melewati bifurkasi menjadi resisten terhadap perubahan hingga periode yang teramat panjang. 5 Jaringan saraf dalam rongga abdomen. IlyaPrigogine—salah satu ilmuwan kontemporer yang menjadi pionir dalam penelusuran tentang nature chaos dalam sistem— menempatkan bifurkasi sebagai konsep esensial. atau disodori "pilihan" untuk berubah. terdiri dari ganglia yang mengirimkan impuls saraf.

Mata Badai.. menjadikan keping-keping teori yang selama ini terpecah-pecah tiba-tiba terekat menjadi satu. Ia berada di titik bifurkasi. dan ia berada di tengah-tengahnya.. Dan ketika pandangannya menyeberangi selimut itu. 6 Satu ombak penyendiri yang mengarungi lautan dengan bentuk dan kecepatan konstan. Dan di tengah ruang tamu itu. dan ia pun tercekat. immortal. Tidak ada ruang dan waktu. dirinya pun diselimuti kabut itu. Dan apabila ia mampu mengidentifikasikan dirinya dengan pixel-pixel itu— bukan tubuh seorang pria bernama Ruben—maka berarti dirinya. dalam tangis dan tawa.. Perlahan. Ada. 7 Supernova simpatis di depan aorta dan di belakang lambung. Tidak ada sebab dan akibat.. ia menyaksikan bagaimana Gelap dan Terang telah bekerja sama menghadirkan realita. berevolusi.. batas-batas terangkat. Inspirasi halus yang hinggap di sukmanya telah mengamplifikasi seluruh sistem pemahaman yang ia miliki. menggunakan potensinya untuk berkreasi. semua sekat dan kerangkeng pikiran terbuka. Ruben ingin meledak rasanya. ternyata hidup ini cair. Bagaikan pixel-pixel televisi yang membentuk citra warna-warni. yang menginginkan kepastian ataupun ramalan masa depan.. Perlahan Ruben melihat selimut kabut yang meliputi semua benda dan sudut. Terus berjalan tanpa putus bagaikan ombak soliton6 mengarungi samudra. karena sesungguhnya justru dalam ketidakpastian manusia dapat berjaya. clarity.. Yang ada hanyalah.. tidak ingin ke mana-mana. "Aku melihat kejernihan. Tidak ada awal dan akhir.. berekspansi. sesuatu bergolak.. ia pun tertawa lebar. Ruben mengangkat kedua tangannya. Sia-sialah orang yang berusaha menjadi batu di arus ini. Terus bergerak. dunia materi ini..sesungguhnya terdapat di solar plexus. tanpa pernah melebar dan terurai seperti ombak normal lainnya. Fisiknya adalah gambar proyeksi semata.. Persamaan matematis yang digunakan untuk meneliti fenomenon ombak soliton juga . sekelumit rahasia semesta terungkap di depan matanya. dan pixel-pixel itu bergerak mengarus. Pola-pola medan energi mendadak muncul dari bidang dinding. Ternyata.

dimanfaatkan pada riset fusi nuklir dan s u per konduktor. "Tidak ada lagi pertanyaan soal waktu." "Semua karena kejernihan." "Jadi kita lagi meditasi? Enak juga. Kamu tahu.. ya?" "Mana saya tahu.. Aku me-maha-mi. ya.. ya! Sufisme. assignment. Aku kan bukan calon dokter. Ingat... Tinggal telan." "Jika terlintas hasratmu menatap keindahan yang kami puja/Lihat ke dalam hatimu dan bayangnya pun kan nyata/ Jadikan hatimu cermin dan berkacalah di sana/Temukan keagungan Sahabat nan mulia.. itu semuanya debu!" potong Ruben keras.." "Aku ini seorang pujangga. kadangkadang aku berpikir semua itu berasal dari satu Kotak Pandora." "Kucing setengah hidup-setengah mati itu?" ".. Gampang. "Semua gara-gara serotonin. kok." "Seorang kapiten juga boleh.. teori chaos. kupu-kupu Lorenz... Mereka memproduksi serotoninnya dengan alami.. "Ah." "Aaah... ngerti? Paradoks Einstein-Podolsky-Rosen. sebenarnya tidak ada yang namanya.. seharusnya malam ini kamu bisa jadi apa saja." Dhimas menuding balik. Dualitas Elektron." "Heh. kuis. Kamu yang kuliahnya di Johns Hopkins.aku akan merekonsiliasi pertentangan para materialis dan idealis! Materi dan nonmateri! Sains dan mitos! Semuanya terbayang jelas!" Ruben terus menyerocos penuh semangat. teori relativitas/ fisika kuantum." "Tapi bukan itu masalahnya. "Aku melewati itu semua." ia berusaha menjelaskan. jangan bikin jadi bad-trip. Nggak usah susah-susah atur napas. . Paradoks Kucing Schrodinger.. kapan lulus kuliah. jalan pintas. dong/' "Eh. Ia menatap Dhimas tak percaya. terbata. Sekarang kita boleh menganggapnya hal kecil. Yang Aoa Hanyalah ada semuanya hadir di sini.. "Kamu pernah belajar teori chaos?" "Excuse me? Teori chaos? Aku baru saja menggubah puisinya Attar. tidak pakai bantuan eksternal macam begini. serotonin agaknya semacam deterjen otak. padahal ini ibarat utang besar yang harus dibayar tubuh kita. salah satu mistik Sufi." "Ah." Sorot mata Ruben yang tadi terbang mendadak jatuh.. Dhimas. orang-orang yang sedang bermeditasi itu kadar serotonin di otaknya langsung meningkat.

Sama-sama krisis apresiasi. Begitu stok habis tinggal telepon mami-papi. ambil major marketing atau business administration. "Aku salut. dong. atau ambil course. Tidak cuma sebelah.. Dan cermin itu sangat dekat. Cuma masalahnya. kamu pasti anak konglomerat. katamu tadi.. "Ternyata lebih parah lagi. beda bahasa. jangan dipukul rata.. "It was so . dan -punya stok Indomie berdus-dus.. tadi cuma percakapan dalam otakku saja. Orang terlalu banyak uang dengan orang yang terlalu miskin akan bertemu di titik yang sama. Tentang diriku. setiap summer atau vtinter bisa pulang ke Indonesia. kamu barusan mimpi. beres." "Ruben. "dan tidak pernah pulang waktu summer.. Aku kok jadi ingin jujur tentang sesuatu. Mentang-mentang dapat sponsorship. atau cuma metafora. Kamu sadar betapa indahnya puisi itu? Dan betapa relevannya dengan apa yang kubilang tadi?" "Memangnya kamu bilang apa?" "Bahwa kebenaran yang utuh baru kamu. Kamu kok mampu mengapresiasi sebegitu tinggi. Kenapa?" "Bisa jadi kamu benar.. g iman a kamu bisa. ya?" Ruben terperanjat. Ngigau." "Berani taruhan. Jadi." "Wow!" Ruben berdecak kagum. atau anak orang konsulat.." "Jangan belagu. "Janganjangan. sorry.hanya beda zaman." "GayV Dhimas terlongo." "Mengagumkan. Kepalaku juga rasanya jernih.. "Lho." potong Dhimas. "Mana mungkin? Bukannya tadi aku menerangkan konsep Mandelbrot? Turbulensi?" Dhimas menggeleng dan tertawa kecil. sih." 10 Yang ada Hamkalah a "Oh. Kebanyakan orang cuma menganggapnya rekreasi dangkal. atau anak jenderal. "aku sebenarnya. dari tadi kamu belum ngomong soal itu." "Dalam hati kita sendiri?" "Aku lebih suka: dalam setiap atom tubuh kita.." terdengar suara menelan ludah.." "English Literature.. ya? Tapi kok rasanya sangat riil? Luar biasa! Oh..?" Ruben tertawa keras." "Kalian kebanyakan duit. kamu bagian terindah dari tubuhku1!" Dhimas sekilas melirik Ruben yang terkapar di sebelahnya. serotonin. karena aku pasti ikut summer class. dapatkan setelah melihat kedua sisi cermin kehidupan. serotonin adalah deterjen otak?" "Itu baru hipotesis.

Sepuluh tahun buatmu. Tolong jadi saksinya.." "Fine. mereka bakal minta ke Yahweh untuk ikut dibakar. kamu kelihatannya sangat. sepuluh tahun juga buatku.. ya?" Dhimas tidak mampu berkata-kata lagi. Mendapatkan Dhimas yang sedang tersenyum tulus menatapnya." n "So help us God. Senyum yang menyuruhnya tidur saat ia keseringan begadang karena menyusun makalah seminar." "Sangat 'laki? Siapa bilang jadi gay harus ktemakklemek atau ngomong pakai bahasa bencong! Gini-gini aku sudah 'coming ouf dari setahun yang lalu. katanya kalau sampai aku dipanggang di neraka bersama para pemburit seperti nasib Sodom dan Gomorah. "Ikrar apa?" "Sepuluh tahun dari sekarang. Lama mereka terdiam." Keduanya langsung memulai kembara imajinasi masing-masing. kepala Ruben otomatis menoleh. dan kamu harus fly dulu untuk ngaku?! Ha-ha-ha!" Dhimas ikut terbahak. berarti mereka juga." "Time flies." "Berarti satu waktu kita akan kembali ke momen ini lagi? Haleluya!" "Dan semoga. Memangnya aku bukan?" Ruben berkata enteng.obvious! Dari teman-teman hang-out kamu. apartemen kamu yang katanya di Dupont Circle. "Aku ingin membuat ikrar. aku harus membuat satu karya. ya. Untuk kedua kalinya Dhimas terlongo. Soalnya kalau aku dianggap produk gagal. Pikirannya kini menjejak kokoh ke tanah. kalau saat itu datang. Satu masterpiece. Sepuluh tahun berlalu. "Tidak mungkin. Orang tuaku juga sudah tahu." "Sepuluh tahun? Lama amat.. "Eh. kita bisa mengalaminya bersamasama lagi. zat keparat ini akan mengendap di sel lemak sampai bertahun-tahun." Dhimas tiba-tiba berceletuk. . my friend. dan senyum itu tetap sama. "Tenang saja. Merasa konyol. Senyum yang mengantarkannya naik ke podium dan berpidato saat diwisuda dengan predikat cum laude. Satu tulisan atau riset yang membantu menjembatani semua percabangan sains." Mendengar itu. Hebat.. Malah mereka sudah kompak. Roman yang berdimensi luas dan mampu menggerakkan-hati banyak orang. Ia serasa menemukan pahlawan sejati.." Ruben sudah berhenti melayang. "katanya.. Satu masterpiece.

Uniknya. Dengan ide-idenya yang segar.Senyum yang tabah mengiringi suka-dukanya selama jadi dosen." Semilir angin Ibu Kota yang hangat menyusup masuk -lewat celah jendela ruang tengah Ruben. Ide kamu kemarin itu terlalu mahal. mereka dilanda badai baru. Padat. Tak ada tulisan ataupun naskahnya yang tidak lebih dulu terplonco diskusi panjang dengan Ruben. tapi tidak akan menarik. ornamen utama rumah itu adalah buku. Dan tidak dalam bentuk jurnal ilmiah. "Ruben. Sebuah rumah simpel di daerah selatan Jakarta. Tidak juga boks cokelat di atas meja bundar itu. Tetap Yang ada Hanyalah ada "Happy 10th Anniversary." Dhimas memasang kacamatanya. Bisa jadi hand-out kuliah saja sudah bagus. Kita kan butuh kemasan yang populis supaya karya ini bisa dibaca banyak . sudahlah. Si IndoYahudi bersemangat tinggi yang selalu sibuk menggabunggabungkan ilmu psikologi dengan teori-teori kosmologi yang cuma bisa ia mengerti sendiri. Dan Ruben pun masih tetap pahlawan Dhimas yang dulu." "Happy Anniversary to you too. Badai endorfin. yang ada malah kertas dan pulpen. Ruben dan Dhimas tidak pernah tinggal seatap sebagaimana biasanya pasangan gay lain. Tidak pula ada bunga. butuh riset lama. Hormon cinta. jawabannya: supaya bisa tetap kangen. Ruben adalah inspirator sekaligus kritikus paling sempurna buat Dhimas. tetapi sebuah cerita. sekalipun sudah sekian lama mereka resmi menjadi pasangan. Kobaran semangatnya mampu menyalakan tungku banyak orang. Ruben tidak menamakan rumahnya perpustakaan hanya karena ingin terdengar lebih manusiawi." Muka Ruben langsung bereaksi. Malam di Watergate Condominium adalah badai serotonin mereka terahir. Alfabetis. Kalau ditanya. Ruben. dear Soulmate. Di hari jadi mereka yang ke-10. "So. Tak banyak detail estetis dalam interiornya. memancarkan ketidakrelaan. "kita sudah sepakat kalau masterpiece ini akan menjadi karya berdua. Tiga bulan dan dua puluh satu hari berikutnya. dan maaf. Jajaran rak buku dari dinding ke dinding. Ruben yang selalu menyebut dirinya sang Psikolog Kuantum. Bisa dibilang.

"Kalau pria. Pada kenyataannya para yuppies tadi yang bakal jadi corong bangsa. moralitas." . metropolis. usia produktif. atau wanita?" "Wanita/jawab Ruben tegas. besar di metropolitan.." "Let me guess. Yang mampu membangun sekaligus paling potensial untuk merusak. Mendadak Dhimas tertawa kecil. profesional. "Jakarta. misal. sembari terdesak habis oleh Barat sekaligus paling keras mengutuk-ngutuk. orang dengan gampang menyudutkan dengan dalih 'laki-laki buaya' atau 'ceweknya aja kegatelan'.. di Amerika pula—biangnya kapitalis. Poligami pun bisa dapat pembenaran agama. Aku ingin mengambil pasangan hetero tapi memiliki rintangan besar. menyusul memasang kacamatanya." "Klise. Sebuah roman sains. sekaligus puitis: Sepakat?" Ruben cuma mengangkat alis. Percuma pakai tokoh geland angan atau setting desa dengan sok-sok pakai aksesori kebudayaan daerah. Sepuluh tahun pun bagaikan sekedip mata.. Antara ingin Timur dan berlagak Timur." "a/s/l?"7 "Di bawah empat puluh tahunlah. "kita akan membungkusnya dalam kisah cinta yang bukan biasa-biasa. kontroversial." Dhimas kembali memulai. "Baik. kuliah di luar negeri. punya akses teknologi dan informasi yang baik. banyak dimensi di sana. yang satu sudah menikah. Kita juga muda.. hmm. intelek. yang sudah menikahnya lebih baik si pria. okelah. yang romantis. Aku ingin tokoh-tokoh kita semuanya muda. Tidakkah kita patut digolongkan ke kategori yang sama?" "Sarana kita boleh sama. aku setuju. pasangan homoseksual?" "Bukan. Kota ini biangnya dualisme. ada pertentangan nilai moral dan sosial." "Usia 20-an akhir sampai 30-an awal.. Tidak ada konflik." Dhimas sibuk mencatat." Ruben menunjuk kepalanya dengan penuh percaya diri. Aku setuju.orang. "Mereka itu sebenarnya manusia- . dude. urban. Tapi harus kuakui. orang-orang urban. "Menurutmu. "Lalu. Isu itu masih terlalu minor untuk masyarakat kita. Agama. institusi. tapi tidak menjadikan ini ikut tipikal." 13 12 dibutuhkan usaha bila ingin bertemu satu sama lain. Siap menulis catatan. lokasi Jakarta. bagaimana dengan kita? Look who's talking.

" "Multinational corporation." Lidah Ruben yang pedas mulai berpostulasi. Kasih dia jabatan tertinggi. Kembali ke pasangan hetero kita. Dan dia juga harus diberi suasana pekerjaan yang berkonflik." "Dia harus ganteng!" sela Dhimas cepat.. Dhimas pun langsung bersemangat. Tapi berapa gelintir yang menjalaninya dengan makna? Di mataku. haruskah kapasitas seorang Avatar yang turun tangan?" "Ingat. Dia harus kita simpan paling belakang. Individu selalu dibangun oleh lingkungannya. "Lalu kenapa cerita itu harus menampilkan seorang Avatar8 ?" Dhimas berujar ragu. Kita mulai dari si pria." "Nanti dulu. di dalam sistem sekompleks semesta. tidak ada perkara yang insignifikan. "Menarik! Mari kita bahas tokoh satu ini.. "Sesukses apa dia?" "Sukses dengan 'S' kapital! Cream of the crop. sex. yang gagal dan cuma ngabisin duit ortu dengan yang selesai tapi cuma jadi mesin. location . . "Supaya aku semangat nulisnya. Netral yang bersikap. Sesuatu yang menekan. apa lagi?" Dhimas mengangkat bahu." tambah Ruben lagi. Jadi. Pada titik tertentu. Tekanannya lebih besar lagi.. sama-sama saja. Avatar adalah semacam Yang Maha Kudus mengambil wujud manusia biasa. "Sebentar . sang Avatar adalah pihak netral yang akan merekonsiliasi semuanya. Untuk sebuah konflik kisah cinta. kisah cinta adalah cerminan kisah masyarakatnya yang lebih luas dan kolektif." "Dhimas!" protes Ruben seketika. Istilah ini juga biasa disinonimkan dengan konsep "Juruselamat" dan sejenisnya. "Aku cemas konsep itu terlalu 7 age.»VV' 8 Dalam mitologi Hindu. Skala besar-kecil hanyalah interes pikiran mayoritas manusia yang masih tergila-gila dengan ukuran.manusia yang beruntung karena punya kesempatan komparasi dan kontak langsung dengan budaya global." "Pihak di titik nol. Bergelut di dalamnya. Avatar berarti inkarnasi dari Yang Maha Tunggal. Bukan sukses pemberian. Ya n o Ada Hanyalah ada mewah. bukan begitu?" "Aku mengerti. kan?" "Padahal sesungguhnya dia berjiwa Pujangga. si pria. Mencari ilmu dalam sistem dan iklim yang sama sekali lain. dan sukses." "Yang jelas dia harus pintar..

dan pikiran atau mind sebagai peranti lunaknya. Ruben langsung tertarik. yang memberikan pernyataan 'Semua orang Kreta pembohong. Siapa yang harus disalahkan? Tidakkah semua pertanyaan mengenai hampir 15 supernova segalanya akan tergodok sampai mendidih? Lalu meledak?" papar Dhimas bersemangat. Sementara mereka terjebak kondisi yang tidak memungkinkan pula. Sesuatu yang hanya dapat dilakukan sebuah sistem berkesadaran. Persis seperti cerita klasik tentang Epimenides. Karena itu Ruben tidak pernah setuju dengan paradigma fungsionalisme yang berpaham bahwa pikiran manusia satu bangun dengan komputer. Kalau betul demikian. Tidak juga tersedia Norton Anti Virus. dan menjadikan dia robot sukses tapi hampa. seorang Pujangga. tidak cuma mekanis." "Kita namakan siapa dia?" "Jangan . seorang Kreta. itu justru akan membuat segalanya menarik! Katakanlah. Di situlah esensi Cinta akan dipertanyakan! Bayangkan sebuah komputer canggih yang superteratur. sebuah sistem yang overloaded akan mencapai titik bifurkasi yang akan diikuti terbukanya cabang baru. Sampai akhirnya. Tapi tidak demikian dengan manusia. Otak sebagai peranti keras. "Baiklah. maka komputer supercanggih pun akan terjebak dalam paradoks logika tak berakhir. Ia tahu persis. Satu-satunya cara untuk menyelesaikan paradoks tadi adalah meloncat keluar dari sistem. Ruben pun menganggukangguk kecil sambil tersenyum puas. Walaupun aku tidak punya imajinasi cukup untuk mengaitkannya dengan sosok eksekutif perusahaan multinasional.' Dan ketika dimunculkan pertanyaan 'Apakah Epimenides berkata sebenarnya?'." "Tenang saja.dulu. Itu urusanku. semua berbalik ketika dia menemukan Sang Puteri. sebuah konflik masa kecil akhirnya memisahkan dia dengan talenta alamiahnya. Manuver kuantum. tiba-tiba kacau akibat disusupi virus alien. ia melihat gerbang kuantumnya di kondisi yang ditawarkan Dhimas. Bingung antara memilih jawaban 'ya' atau 'tidak' karena keduanya jawa ban yang valid. tidak ada satu orang pun sanggup menghadapi Epimenides tanpa jadi gila.

kertas-kertas. Kita pasti bakalan debat panjang soal itu." tukas Ruben setengah mengolok.. Seolah-olah menemui wajah itu sekali lagi.. Ale. Aku malas kalau harus berurusan lagi dengan dia minggu ini. Dasar Ambon gila. "Halo? Yah. pengikut-pengikut Socrates. Ia tidak mau ada yang ketinggalan. oh. Terlalu banyak yang harus ia pikirkan sehingga tak mampu lagi memungut detail-detail kecil. Sementara sebut saja dia 'Ksatria'. memandangi pensil kecil dan jelek itu.. Barang kecil itu. harus membunuh naga. Aku juga cuma iseng. Tergopoh-gopoh ia berlari ke dalam. Ia pun tersenyum. ia tidak langsung turun dari mobil. Diambilinya dengan penuh kesaksamaan. "Ksatria dan Puteri.. Buat apa lagi negeri Yang Ada Hanyalah ADA dongeng?" Kedua pria itu duduk berhadapan. charger telepon genggam. Mantan vice president-mu itu.. Harvard Business Review.. Kerjaan banyak. tempat kacamata. sungguh romantis. kirain siapa. tertawa di ujung sana." *Si bule kunyuk?" 18 Ksatria "Yeap. ternyata ada di sana. Kena kutuk apa ya perusahaan ini.. Telepon rumahnya berdering.. si Ale lagi.. Dhimas cuma tersenyum. Berusaha melawan rintangan kasta. Perlahan ia meraba kantong kemejanya.." "Yah..-Cuma sejarahlah yang layak memuat kita berdua." Sahabatnya. kok bisa-bisanya dia direkrut jadi regional president Aku harus report ke dia langsung lagi. Tidak lagi bergejolak." . Tas. Klasik. every fucking month!" "But. Mau jalan malam ini?" "Nggak.. "Halo. thank God tomorrow's Friday. Bukankah itu yang semua orang^atr?^ 17 Seusai memasuki garasi rumah. Re. my love?" "Tentu saja tidak. tetapi hangat. ia masih mencari. Kans bertemu kunyuk albino itu tetap sama. Dicermatinya semua barang satu per satu. Ia menyesal tidak langsung memasukkannya ke tempat yang aman. apa bedanya? Bakal ada hari Senin sampai Jumat lagi. adakah tempat buat pasangan seperti kita di negeri dongeng." "Ksatria yang memperjuangkan cinta Sang Puten. makasih.ditentukan sekarang... Kehangatan terpancar dari mata mereka. Sialan. Dia masih bakalan di sini seminggu penuh. Hangat yang nampaknya kekal. bukan?" / "Lalu.

Badan yang santai. ia kembali menghargai betapa nyamannya berdiam dalam kaus oblong dan celana pendek. tidak dengan pikirannya yang selalu padat dan terfokus." "Lihat besok. Karena Rana. selalu ada kekecewaan yang sama dalam. Kamu itu kutu loncat MNC. dan puas karenanya: Re sadar ia berlari dalam pelarian monoton. memampukannya untuk melamunkan Rana lebih intensif. membiarkan pikirannya terstimulasi dalam simulakrum. begitu kamu menempati posisiku.. the expert planner and schemer. Untuk membangkitkan apa-apa yang tak mampu disentuhnya langsung. Kalau kamu berminat. Ale pasti tertawa kalau tahu ia sudah bisa melamun lagi.. aku yakin kamu malah kangen ingin balik ke kantor. Satu hal yang dulu tidak pernah dilakukannya.. sekali-kali memainkan dumbel sambil baca majalah. memandangi tetesan-tetesan air yang bercahaya keperakan.pauj Jrtg7 "Tai sapi. Itulah gunanya melamun. secara tidak langsurtg." "Aku tidak yakin. Re melirik jam. "Yang jelas. Ke rapat-rapat panjang itu. Re berdiri. menonton acara televisi. Taruhan. pikiran yang santai. Dan kamu memang profesional sejati.. Itu omong kosong besar! Akui saja Re." Re terkekeh. hampir pukul satu malam. Jelaslah ia tak akan bisa menghubungi Rana. Ia tak menyentuh pekerjaannya sama sekali. "Aku iri denganmu. kamu menikmati kesibukanmu. membuat teh hangat. Puteriku. apalagi ke rumahnya. Oke?" Re cepat menyudahi pembicaraan itu. . besok kita bebas pergi ke klub.rutuk Re. Mendapatkan dirinya seperti anak remaja yang jatuh cinta dan selalu ingin menuliskan nama p ujaannya di mana-mana. Melamun. Kadang-kadang aku berpikir untuk keluarsaiar-lalu buka bengkel juga. Betapa~puj^ dalamnya kebahagiaan itu. Ia bohong pada Ale. Namun malam ini sudah lain. Ia ingin buru-buru bersantai. begitu juga malammalam terakhir selama sebulan ini. Rana. Oh. Re menuliskan nama itu di pintu kaca yang penuh uap. sama kayak si kunyuk. ke telepon genggamnya. membayanginya terus menerus. Berada di bawah kucuran shower. Tidajc^daJagi hieiaifkiTTidakada lagi rap_alrrapat.

kalau tidak.. Inilah nirwana yang mampu menampung perasaan kita. ... .. Semua berawal dari satu getar sel abu-abu. tidak Ale. Yang penting adalah evolusi yang kembali menjadikannya seorang pujangga. dan tidak juga Rana sendiri. Di dalamnya aku bisa berenang selama ikan.. Dan Re sanggup menghabiskan berjam-jam hanya untuk kembali mengenang. Puteri. kalau tidak. Semua berawal dari satu gerakan. kalau tidak. Satu semesta mungil yang mampu melumat bumi kalau aku mau membentangkannya.. Samudra kata terbelit musik dan diudarai kenangan. kalau tidak. Melingkarkan engkau dan aku. Untung saja ia menerima permohonan wawancara itu.. "Love is real....." Piringan hitam album John Lennon-nya yang sudah belasan tahun kembali diputar. Semua berawal dari satu ide. Re menengadah. Tapi itu tidak penting. Aku kangen kamu.-real is Love/Love is wanting to be loved/ Love is you/You and me/ Love is knowing/You can be. untung saja ia bekerja di kantornya. Di meja kerjanya terdapat carikan-carikan kertas. Tak ada yang tahu keberadaan surat-surat itu. Pesimisme-mu. Jendelaku adalah carik-carik kertas— berisi daftar pertanyaan tentang dunia yang tak akan habis dimengerti..sedang apa kau sekarang. Namun kau pilihanku... Rana.... Kangen ketidakpercayaanmu. berputarputar di kursi.. Surat pertamanya untuk Rana. dan kamu lagi. Bumi punya langit sebagai jendela terhadap galaksi mahaluas yang berjaya dalam misteri. Carikan-carikan yang sama setiap malam selama sebulan ini. Kembalilah ke puri ini. Aku cuma punya beberapa piringan hitam— laut pribadiku yang di dalamnya selalu ada kamu.. Pertemuan itu. Re tidak pernah mau diwawancara. untung saja ia hidup.. Bumi menggetarkan nyali dengan palung-palung dalam. untung saja jadwal hari itu kosong... Bumi adalah sebuah kumparan besar yang melingkarkan semua makhluk dalam kefanaannya.. Untuk pertama kalinya pula Re mengerti: ia telah memilih jalan hidup yang sederhana.. Merunuti satu demi satu rantai waktu yang membelitnya hingga kini. Malam yang melarut pun membawanya ke pos terakhir sebelum tidur: kamar kerja.

Re harus mengakui pagi satu itu memang lain. ia sudah tidak ada di sana." Re otomatis mengetuk-ngetukkan bolpoin. Tampangnya jauh dari kategori jelek. Namun dari semua pagi yang ia jalani di kantor. Wanita cantik ada di mana-mana. membuka-buka lembaran faks. Apa yang dibayangkan kebanyakan orang jauh berbeda dengan apa yang sesungguhnya ia jalani. Ia sudah merasakannya. Pak. Re harus mengatur energinya untuk hari esok. Namun ia melewati semuanya dalam keadaan berpikir. Pesta-pesta gila. dan akomodasinya hampir selalu bintang lima. bergelimang wanita cantik. mobil dinas setidaknya harga lima ratus jutaan. Ia memang sukses. "Irma. atau hanya memandangi dari jauh. Mungkin ada. setidaknya menurut standar umum. kamu yakin saya tidak ada urusan apa-apa pagi ini?" "Tidak. Tidak . yang lebih gila adalah 21 rumah-rumah produksi yang menginginkannya main sinetron. Tapi menurut Re. Baru ulang tahun ke-29 tapi sudah jadi managing director. Terlalu banyak pekerjaan yang tak bisa ditunda. Ia selalu mendapatkan fasilitas nomor satu. Re agak kaget ketika mendapatkan jadwal tiga jam pertamanya di pagi itu kosong. Sampai sekarang masih banyak agency yang menawarinya jadi bintang iklan. Banyak yang mengira ia menjalani kehidupan jet set. Pagi yang menjadi kunci pertemuan pertamanya dengan Rana. Dari mulai majalah bisnis betulan sampai majalah wanita yang ingin menjadikannya pria bulan ini. menerima laporan ini-itu. Ia menyapa semuanya dengan ramah. Lebih dari tiga lusin yang pernah ditawarkan untuk 'dipakai'. Tapi sebelum pesta-pesta itu menjadi benar-benar gila. Tidak banyak telepon. Sebelah kakinya bergetar gelisah. telepon dari sana-sini yang tak mengizinkannya menikmati pemandangan jalan. Terbang dengan first class. Dan ia sudah mengunjungi puluhan pesta. Ia bertanya lagi pada sekretarisnya.Deretan majalah dan surat kabar berburu untuk memuat artikel tentang dirinya. Agaknya mereka benar-benar tidak tahu kehidupan seperti apa yang dijalani seorang managing director sebuah perusahaan multinasional. dan pesta-pesta gila.

" Re membuka-buka sekilas. Tanpa ada alasan yang jelas ia menghampiri jendela ruang kerjanya. "Pak. Mendadak Re memperhatikan sesuatu. Program otaknya siap menolak. "Irma. Ia menanyakan kesediaan Bapak. ya?" "Nanti. "Tapi mereka hanya punya tiga jam ke depan ini. Re tercenung untuk yang kedua kali. Tak ada yang menarik. "Pak? Saya tolak saja. Untuk pertama kali setelah sekian lama." Tawa kecil spontan menyembur dari mulutnya. "Saya belum . Pikirannya setajam dan serapi komputer Pentium." Ia membongkari tumpukan di ujung kiri mejanya." Kalimat itu menggantung." Kupukupu mungil itu terbang lagi. dan kembali menemukan jalan keluarnya. Cukup terkesan akan sikapnya yang tidak langsung menolak mentah.. menari lincah dan dengan polos hinggap di meja. kupu-kupu. Ia lebih memperhatikan seekor kupu-kupu yang terbang di dekat jendela. Sudah lama Re tidak menerapkan konsep itu. suara Irma muncul dari speaker teleponnya.." Re sadar ia akan melakukan sebuah keputusan intuitif. Napasnya masih terengah-engah. "Kemarin sore mereka datang dan mengantarkan sampelnya. Majalah baru. timbul sebuah keheningan dalam pikirannya." Intuisi. Kalau tidak bisa. Tapi.. "Kasih tahu mereka kalau saya bersedia. Pak?" Programnya dengan cepat kembali normal. membukanya sedikit. Komputer tidak pernah memberikan ruang-pada intuisi. nanti dulu. "Oh." gumam Re. Sungguh ganjil ada kupu-kupu mungil berwarna putih terbang di ketinggian gedung seperti ini. "Majalah apa itu?" "Majalah wanita.. Itu. ya. Berputar-putar di jendela. ini dia. ada lagi majalah yang minta wawancara. Lebih cepat mereka bisa datang lebih banyak waktu yang mereka punya. Perhatian Re teralih pada kupu-kupu mungil yang terbang memasuki ke ruang kerjanya. Re merasa ada yang salah. Dekat majalah itu. seorang wanita tergopoh-gopoh sampai di lantai gedung itu. Kurang dari dua jam.. sudah saya taruh di meja Bapak. ya sudah. Re tercenung.. Tak lama kemudian. logo majalah itu adalah. Tidak banyak laporan baru di meja. "Tapi kenapa." Ksatria "Nggak ada kapoknya itu orang-orang.banyak e-mail.

Mungkin fenomenanya sama seperti Anda. Tidak menyangka dirinya akan langsung disambut dengan gerakan melihat jam tangan. Menyusun konsep wawancaranya saja belum sempat. terserah. Terasa sangat dingin." suaranya bergetar. Bahan rumpian di salon atau klub kebugaran. Ini sangat memalukan. "Jujur saja. beda bidang/ ia menjawab lugas. akibat pemberitahuan Anda yang mendadak." "Rana. Suaranya memantap. "Maaf. Rana malah mengeluarkan gumaman-gumaman aneh. yang 24 Ksatria bisa juga dijadikan bahan. sementara ia tahu persis kaliber seperti apa yang bakal dihadapi. "Selamat siang. Kenapa?" U Re tertawa renyah. Ferre. Ia memberanikan untuk melirik sedikit. Saya hanya membawa biodata standar untuk diisi. Rana termasuk salah satu yang termakan." Irma membukakan pintu. Ia tidak punya banyak waktu untuk menenangkan diri.terlambat. tape recorder." Re menjabat tangan wanita itu. umur Anda berapa?" Keningnya langsung berkerut. hanya beda skala. Atau kita . kalau boleh tahu. Ternyata pria ini lebih tampan dari yang dibicarakan orang. Anda punya waktu satu jam sepuluh menit. Bukan kenapa-kenapa. tapi sudah menjadi kepenasaranan massa. Ia sungguh tidak tahu harus memulai dari mana. Wanita itu berusaha setengah mati untuk nampak tenang. bolpoin. dan kepenasaranan akan profil pria ini bukan cuma lingkup antar kantor lagi. Saya kira saya akan diwawancarai reporter senior yang umurnya setidaknya 3540 tahun. Sori." Rana mulai terusik. Sikap duduknya berubah santai. "Dua puluh delapan. "Saya wakil pemimpin redaksi. Hasil publisitas mulut ke mulut'akan sangat dahsyat bila beredar di segmen yang tepat. Perlahan ia mengeluarkan peralatannya: buku catatan. "Sori. Tidak tahu apa jadinya nanti. "Ada lagi yang kita tunggu?" Re me ngusik lamunan singkatnya. kan?" tanyanya setengah panik* Reporter itu cepatcepat mengatur napas. "Panggil saya 'Pak' atau 'Re'. "Silakan. pandangan menjadi berani. dan dia pasti tidak tahu sosoknya sudah nyaris menjadi mitos. Saking gugupnya. saya tidak mempersiapkan apa-apa.

kita bisa mulai dari mana-mana. Wajah Re tidak menunjukkan reaksi. "Oh. Bukan manusia. Bahkan tape recorder-nya belum dinyalakan. siapa mewawancarai siapa. garang. 25 orang ini begitu provokatif. . Menurut saya. "Mungkin karena kupu-kupu adalah lambang metamorfosis bagi semua orang? Atau bisa juga karena.. jadi. Terjemahan harfiah dari daydreaming. Artikel ini ingin menambahkan bahan bagi mereka untuk bermimpi. tidak. "Logo majalah Anda. Pertanda ia mulai tertarik. mimpi adalah bentuk lain dari kreativitas. Pembicaraan yang tidak berskema kadang-kadang malah lebih punya bobot daripada yang direncanakan. Itu saja.. mengapa dipilih kupu-kupu?" Rana tidak pernah tahu persis. ini untuk rubrik apa. Pekerjaan tanpa mimpi." "Saya setuju. ya?" "Mungkin tidak menantang buat Anda sama sekali. "Di antara kepadatan aktivitas Anda.bisa mulai dari udara. pernahkah Anda menyempatkan diri untuk berkhayal. Anda dan majalah Anda malah mendorong orang-orang untuk bermimpi siang bolong?" Wajah lucu itu langsung mengeras. "Itu istilah saya pribadi. Ada banyak pekerjaan yang masih punya ruang untuk inspirasi. namun banyak juga pekerjaan yang menyita segalanya. Di balik penampilannya yang serba charming. "Barusan adalah pertanyaan pertama Anda?" tanyanya datar." Re tersenyum. di tengah masyarakat yang krisis produktivitas ini. melamun?" Rana balik bertanya. "Mengapa kupu-kupu?" "Ha?" Lagi-lagi Rana tidak siap." "Manusia bermimpi tidak hanya waktu ia tidur. "Syukurnya. Dan wanita ini memang mulai jadi menarik. Ia mulai bingung. lain dengan hatinya yang tertusuk. Memang kenyataannya figur seperti Andalah yang sering dijadikan impian siang bolong para wanita. Maksudnya. adalah pekerjaannya robot. "tapi ngomong-ngomong. rubriknya berjudul 'Impian Siang Hari'. Begitu cepatnya ia terpancing. atau tanpa waktu untuk bermimpi." "Udara?" Badan Re langsung condong ke depan." tandas Rana berapi-api. Diam-diam Rana menyesal. Mendekatkan mereka pada impiannya." jelas Rana diiringi tawa kecil. Menjadi kreatif tidak kenal siang atau malam.

Bayangkan.. "Sebesar apa peran orang tua kamu dalam pembentukan karakter." "Memang betul. di gedung setinggi ini. tidak ada air muka yang Ksatria sebrilian itu selain ekspresi Mr. Hangat. saya mulai dari awal: rumah dan keluarga." "Tadi pagi saya kedatangan kupu-kupu. atau karier?" "Ibu saya meninggal ketika umur saya 5 tahun. signifikan.. Ini semua terlalu naif untuk disebut kebetulan. Dan Rana mulai merasa nyaman berada di hadapan Sang Mitos.. mereka adalah kakek nenek saya. . kupu-kupu sebesar orang berbaju putih. "Kamu baru di ruangan ini sepuluh menit. sahabat Opa yang sudah seperti ayah saya sendiri. Kakek saya persiapannya luar biasa. Dan tentu saja. Akhirnya saya tinggal dengan kakek dan nenek." dengan Jenaka Rana mengacungkan ujung kemeja putihnya. "dan pasti Anda juga yang memilih nama rubrik itu. Waktu umur saya 11 tahun.eh. Kok bisa tahu?" Rana terkesan. ya?" Re menarik napas sebentar. Mungkin kamu memang orang yang berkepribadian kuat.. Seolah tidak ada secuil pun unsur dramatis dari cerita masa kecilnya. "Apa cita-cita kamu waktu kecil? Dokter? Insinyur? Ingin seperti Pak Habibie?" Pria itu tertawa. Dan mereka telah me ninggalkan wasiat untuk menitipkan saya di keluarga sahabat kakek di San Fransisco. ada kupu-kupu kecil yang masuk lewat celah jendela.?" ia pun menyebutkan nama itu seolah-olah meminta izin. Gregory Tanner. di masyarakat kita kupu-kupu merupakan pertanda kedatangan tamu? Dan majalah saya ingin menjadi tamu yang diinginkan di setiap rumah. Bean saat di belakang stir mobil Morrisnya. "Re. Di kamusnya. kalau ada figur orang tua yang paling berperan. Senyum dan kata kamu terasa mencairkan sesuatu. "Aneh." Rana menyalakan tombol record. kupu-kupu tadi juga warnanya putih.." Re tersenyum. berikut semua biaya hidup dan sekolah saya sampai selesai. Malah Rana yang tercenung. tapi semuanya seperti jelas." "Mungkin itu artinya Anda akan kedatangan saya." Re menggumam. Bagus.. Saya sendiri belum pernah bertemu ayah saya. "Jadi. "Oke. keduanya meninggal dunia. Teringat daftar cita-cita klasik ." Wajah itu begitu datar.

Melesat lebih cepat dari kilat dan setinggi sejuta langit dijadikan satu.. Re dipaksa untuk menyusuri kelamnya gua masa kecil yang penuh lumpur. Ia relakan seluruh kepercayaannya pada Bintang Jatuh menjadi sebuah nyawa. Re menemukan carikan kertas perdananya. Ksatria sedih. Tidak heran Freud tergila-gila. Ksatria kemudian berguru pada burung] elang. menjadi serbuk yang membedaki langit. Tetapi kupu-kupu hanya bisa menempatkannya di pucuk pohon. Rana?" "Bintang film. . "Kalau kamu?" [ Tidak ada yang tahu betapa sulitnya pertanyaan itu. Dan ia relakan nyawa itu bergantung hanya pada serpih detik yang . Sampai satu malam ada Bintang Jatuh yang berhenti mendengar tangis dukanya. Ksatria lalu belajar pada burung gereja. Sebuah potongan komik. Di sana. dan tamat. Sang Puteri naik ke langit. ada gambar seorang ksatria dan seorang puteri. Mungkin inilah goronggorong saluran sekresi psikologis.yang jadi pedoman anak-anak SD dulu. Ksatria pintar naik kuda dan bermain pedang. lebih tinggi dari gunung dan awan. Ksatria keluar dari kastil untuk belajar terbang pada kupu-kupu. Ia menawari Ksatria untuk mampu melesat secepat cahaya. dan tak ada angin yang mampu menusuk langit. tapi tak putus asa. Namun Sang Puteri masih jauh di awang-awang. Hancur dalam kecepatan yang membahayakan. tapi tidak tahu caranya terbang. 27 Angin mengajarinya berkeliling mengitari bumi. Ksatria setuju. Ia alami ketika sedang membereskan rak-rak taman bacaan tua milik Opa." Rana nyengir. Ksatria sedih dan kali ini ia putus asa. Ksatria memohon pada angin. Burung gereja hanya mampu mengajarinya sampai ke atas menara. Tak ada unggas bersayap yang mampu terbang lebih tinggi lagi.. Namun kalau Ksatria tak mampu mendarat tepat di Puterinya. "Kamu sendiri. maka ia akan mati. Tak ada yang lebih menarik daripada menyaksikan seseorang menyelam ke septic tank kotorannya sendiri ] Cita-citanya adalah getarannya yang pertama. Ksatria jatuh cinta pada puteri bungsu dari Kerajaan Bidadari. Burung elang hanya mampu membawanya ke puncak gunung. Ksatria kebingungan.

Re. Ternyata tidak ada. Ia menanyakan dongeng lain yang lebih sedih lagi. Sebagai balasannya. Pangeran yang dicintainya pun tidak lantas direbut oleh si penyihir. Ksatria melesat menuju kehancuran. . Bersinar bagaikan Orion di tengah kelamnya galaksi. semalam suntuk. Sampai akhirnya Oma terpaksa menceritakan puluhan dongeng yang berakhir bahagia. 28 ksatria Mata Re berkaca-kaca. Cerita puteri duyung yang akhirnya berubah jadi buih. Re tak cepat puas. "tutuplah matamu. atau Oma yang tidak tahu. Lagi-lagi. Sayangnya. Bukan karena digigit anjing atau semut rangrang. Untuk pertama kalinya ia menangis bukan karena jatuh dari sepeda atau pohon jambu. Bintang Jatuh menggenggam tangannya.. dan ia pun melihat sesosok puteri cantik yang kesepian. Dia jatuh ke api karena kehilangan keseimbangan. namun hangat jiwanya diterangi rasa cinta. ia termakan sumpahnya sendiri." ia berbisik. tidak.. Sementara Sang Bintang mendarat turun untuk dapatkan Sang Puteri. Ia pun jatuh hati.. Ksatria yang malang. Katakan untuk berhenti begitif hatimu merasakan keberadaannya.mematikan. Opa juga tidak. Tidak ada pengkhianatan." Melesatlah mereka berdua. Re tak cepat percaya. Suara . "Berhenti!" Bintang Jatuh melongok ke bawah. di langit kutub dilukiskan Aurora. Ksatria.. berceloteh mengenai ketidakadilan cerita itu.. tidak. Malam itu ia pun berkeluh kesah pada neneknya. Dilepaskannya genggaman itu.Sewujud nyawa yang terbentuk atas cinta dan percaya.. Bagaimana mungkin ketulusan Ksatria dihargai hanya dengan aurora. Memangnya aurora itu apa? Sebagus a pa pula dia? Neneknya menenangkan: Itu hanya dongeng. keduanya saling mencintai. Masih banyak dongeng lain yang berakhir bahagia. Satu dongeng sedih yang tak sengaja kamu temukan. Dan ia merasakannya. Untuk mengenang kehalusan dan ketulusan hati Ksatria. "Inilahperjalanan sebuah Cinta Sejati. Dingin yang tak terhingga serasa merobek hati Ksatria mungil. Cerita mengenai serdadu timpang yang jatuh cinta pada penari ballet. ada kepedihan yang tak bisa dijelaskan.

Tidak. Lama-lama Rana menyadari jeda kosong yang tidak lagi wajar. Atau jadi seperti Pak Habibie. umurmu masih sepuluh tahun. 29 Tak sampai setahun. Di usianya. Tidakkah ada yang melihat? Betapa ketulusan bisa menjadi teramat konyol. Re menganggap kejadian itu adalah konsekuensi cita-citanya.menjadi Ksatria. Mampu belajar terbang tanpa dibantu siapa-siapa. . Re mendongak. yang mengajarinya huruf dan angka. Kapan-kapan saja. Kali ini ia harus membuat kisahnya sendiri. Oma. Rupanya Tuhan mendengar ikrarnya waktu itu. tanpa bisa mengungkapkan.. dan mengajaknya berdoa.. Strategi. begitu banyak keterbatasan kata yang menghambatnya bercerita. cita-cita waktu kecil?" ia mengulang hati-hati.. ya. "Maaf. Satu-satunya cita-cita yang ia ingat dan terus ia lakoni. Yang mau mempertaruhkan nyawa sekadar untuk bertemu. Malaikat-malaikat berambut putih yang telah merawat dan membesarkannya. Ia tidak sempat diajari untuk ingin jadi insinyur.kecilnya berkata lirih: Aku ingin jadi Ksatria. kita memang tidak pernah tahu akan bertemu dengan siapa hari ini atau esok . Berawal dari satu getar sel abu-abu.. Oma meninggal. dan kehausannya akan kisah-kisah. Itu dia kuncinya. Kemandirian. Yang telah keluar dari kastilnya yang nyaman demi bisa terbang. Kalau kamu sudah gede. Jadi pilot. Ia melihat itu semua. Kamu belum cukup besar untuk jadi Ksatria. Membuat Bintang Jatuh benar-benar jatutr ke julang galaksi yang paling dalam. Hasrat yang berlebih tanpa persiapan bisa berakibat fatal. Wajah yang satu ini mengundang kejujuran. Tidak tahu kenapa. Oma lalu membelai rambutnya: Re yang manis. Dengan kisah yang sama sekali berbeda. Bertahun-tahun ia telah memusingkan mereka dengan pertanyaannya yang tak ada habis. Konon. Tak termakan cinta dan percaya. Percaya membabi-buta pada pihak asing bisa jadi senjata makan tuan. Disusul Opa setahun kemudian. Namun ketika ditanya: untuk apa? Re tidak bisa menjawab. membacakan untuknya cerita. Ia ingin Puteri itu menyadari bahwa sang Ksatrialah yang terbaik. Bagaimana ia ingin membalikkan kisah itu.

"Bagaimana rasanya menikah? Menyenangkan?" Kali ini Re menyempatkan diri untuk . mungkin jadi hal baru. jadi ABRI. Saat itu ia belum sepenuhnya sadar. katanya. Ada alasan khusus?" "Orang tua." ia menjawab pelan. "Kamu menikah?" "Iya. "Saya ingin jadi. sebenarnya ia tidak sendirian. Toh sudah pada lulus kuliah. kredit mobil ditanggung berdua.." Suara Rana mengambang seperti awan. (Inilah saatnya sekawanan biola mengalun rnasuk) Rana mengangguk. mendorong kereta belanja sambil bergandengan tangan di supermarket. Tak ada yang bisa disembunyikan.. D aripada membuka kemungkinan berzinah. "Kamu punya waktu sampai makan siang kan?" Re bertanya. sudah bisa kerja. Banyak penjelasan dalam ketidakjelasannya. "Maksud kamu." "Bagi saya. lebih baik disuruh nikah cepatcepat. Terutama mertua saya. ya? Saya kok baru dengar alasan seperti itu.. "Saya sudah menduga. Ada intensitas dalam adu pandang mereka yang hanya dua detik» (Inilah saat suara piano akustik muncul sebagai ilustrasi) ksatrla Rana langsung salah tingkah." Rana menatap pria itu. Dan masih betapa jauhnya ia dari cita-cita itu. pertanyaan kamulah yang mengejutkan.lusa. begitu? Atau pendekar silat?" "Yah." "Berarti." Rana geleng-geleng kepala. Ksatria. Mabuk akan imaji cinta yang terwujud dalam bahtera rumah tangga. Termasuk cincin emas polos yang melingkar di jari manisnya) Re baru menyadari keberadaan cincin itu ketika mereka pergi makan siang berdua. Hidup memang aneh. dan sambal botol keluaran pabrik mana." Rana tak menceritakan bagian di mana ia benar-benar mabuk cinta. (Terlalu cepat. "Sudah berapa lama?" "Tiga tahun. "Oh. rumah milik bersama di real estat baru. pasangan muda." "Buat seseorang yang dari SMP sudah pergi sekolah ke San Fransisco. waktu kamu masih 25 tahun? Relatif cepat juga ya. berdebat soal deterjen merek apa. untuk ukuran modern yang saya tahu sekarang. jawaban pertanyaan ini pasti penuh kejutan. Dan di siang hari ini ia menemukan seseorang yang memaksanya kembali ke masa lalu.. mie instan apa. kira-kira." Mata Re membelalak tak percaya.

Mengapung tanpa arah." "Maksud kamu.. "Mungkin itu salah satu alasan saya kenapa tidak pernah mau serius berkomitmen. hmm. tidak seperti apa yang kamu bayangkan?" Rana menghela napas. tapi tidak pernah diharapkan. "satu-satu dulu: pertama." "Komitmen memang alasan paling bagus untuk berkompensasi. "Dengan pekerjaan yang rawan stres. iya.1" Re tergelak. shopping.menatap mata Rana yang nampak seperti gas helium. karena saya sendiri tidak pernah punya hubungan serius. jalan-jalan. kalau ternyata ada satu orang yang bisa menjalankan semua fungsi itu sekaligus." potong Re.. sebentar. "Cinta kan ." Rana mencoba bersikap kasual. boleh juga. Rana? Karena menemukan paket all in one?" ^Kira-kira. "Sepatutnyakah itu disebut parah?" Re bertanya sungguh-sungguh. begitulah. Nah. "Separah itukah?" Tawanya menghilang seketika." "Sebentar.. saya sendiri lebih sering makan di luar.. tidak terlalu mirip dengan apa yang saya bayangkan dulu.. tapi. diajak ke bioskop. mungkin tidak pada tempatnya saya bertanya-tanya seperti itu. di sanalah gunanya komitmen.. "Bukannya gitu?" Rana pun terheran-heran. tidak sempat?" "Tepat! Itu faktor utama. "Yaah. TAPI. Cuma saya selalu terkesan pada orang-orang yang mampu berkomitmen tinggi soal cinta. "Itukah alasan kamu menikah. tapi oke-oke saja. Saya punya pembantu di rumah yang jago masak. "Banyak sisi yang ikut muncul. Dan saya pikir saya punya kemampuan independen untuk menciptakan rasa nyaman. Sorot yang tak berpijak. saya pikir siapa pun setuju.. "Tapi. "memang sih. masa kamu tidak ingin punya seseorang yang bisa bikin kamu nyaman? Seseorang yang bisa memasakkan kamu makan malam." 3i Supernova "Sori. sisi yang sebenarnya pasti ada." Ia tersenyum. Tapi untuk urusan hati. Untuk jalan-jalan atau nonton saya punya beberapa sahabat yang bisa diajak pergi. harganya tidak ternilai. Kompromi di pekerjaan bisa dihitung harganya.." Nada bicaranya semakin mirip balon gas lepas. well. saya tidak suka shopping." ujar Re dengan ringannya." Rana benar-benar tidak suka pembicaraan ini.

butuh pengorbanan," tukas Rana pelan. Ksatria "Lalu idiot mana yang menulis: love shall set you freeV. Tadinya saya pikir, cinta seharusnya adalah tiket menuju kebebasan, bukan pengorbanan. Agaknya konsep itu terlalu utopis, ya?" Lama mereka berdua terdiam. Terlalu lama, sehingga menyiratkan segalanya. "Wawancara yang sangat menarik, terima kasih. Bukti terbitnya akan saya kirim." Rana pun bangkit berdiri. "Tidak ada kartu nama?" "Oh, ya... sebentar," dengan sigap Rana mengambil selembar, menuliskan nomor telepon genggamnya, dan merasa lega. Ia ingin meninggalkan jejak. "Ini kartu nama saya." Re langsung menuliskan nomor telepon genggamnya. Rana benar-benar lega. (Inilah saatnya piano itu kembali mengalun. Mengiringi langkahlangkahnya yang ringan dan penuh sukacita) "Rana..." Gadis itu menoleh, bola matanya bersinar indah. Tak ada yang bisa memungkiri, ternyata di sanalah hati Re tertambat. Di sinar mata yang siap mendobrak kungkungan demi mimpi yang setinggi langit. Sinar mata yang mengingatkan pada dirinya sendiri. "Kamu anak bungsu?" "Kok tahu?" Re cuma tersenyum kecil, mengangkat bahu. Puteri bungsu dari Kerajaan Bidadari. Tak kusangka akan menemukanmu secepat ini. (Alunan biola kembali terdengar) Sampai sekarang. Re pun masih bisa mendengarnya. Tapi terkadang bunyinya amat sumbang. M engoyak, dan menyayat. Ia ingin tidur. n KEPING Keresahan yang Terabaikan Aku masih tidak mengerti/' Dhimas memandangi catatannya, "pria semacam Ksatria bisa mendapatkan siapa saja yang dia mau. Berarti, kalau sampai dia jatuh cinta, wanitanya harus luar biasa! Sementara yang kamu deskripsikan tadi masih biasa-biasa saja. Okelah, dia wanita karier, alumnus PTN ngetop, tampangnya lumayan, tapi itu kan tidak menjamin dia jadi sosok yang spesial..." "Justru itu," sela Ruben cepat. "Di sanalah misteri cinta, bukan? Ketika hati dapat menjangkau kualitas-kualitas yang tidak tertangkap mata. Pria itu melihat sesuatu yang lain..." "Sesuatu yang lain, heh? Nih, aku sudah bisa merangkum hidup Puteri.kita dengan mudah: lahir-TK-

SD-SMP-SMA-kuliah-kerja-nikah-punya anak-punya cucu-matidimakan cacing. Gejolak apa yang bisa kamu harapkan dari orang yang hidupnya tipikal seperti itu?" "Loncatan kuantuuum, Dhimaaas!" Ruben berseru gemas. "Tidakkah kamu lihat? Kita butuh tipikalitas itu. Kita butuh kejenuhan. Karena dengan demikian kita bisa menunjukkan ada sekrup kecil yang longgar: keresahan yang terabaikan." "Apa?" 34 kereaahan yang Terabaikan "My love, andaikan kamu bisa membayangkan betapa kompleksnya sistem pemikiran manusia/ mata Ruben menerawang, "dalam sistem sekompleks itu, cermin siap berbalik kapan saja. Order... chaos... semudah membalikkan tangan! Otak manusia hampir setiap saat berada di percabangan menuju bifurkasi. Satuu... saja turbulensi kecil, berasal dari kumulasi keresahan, akan membawa tokoh kita ke titik kritis yang bisa menjadikannya apa saja!" Maksud Ruben mulai terbayang oleh Dhimas. "Hmm, keresahan yang terabaikan, aku suka itu/ katanya sembari menggigiti ujung pulpen. "Satu masalah abstrak, yang saking abstraknya malah jadi tidak terperhatikan. Padahal sangat-sangat esensial dan berpengaruh hebat ketika teramplifikasi." "Bicaramu semakin mirip aku. Bagus!" "Jangan ge-er dulu. Siapa juga yang mau jadi wong edan kayak kamu." "Masalah apa ya kira-kira? Abstrak—tapi sangat esensial. Merabayangimu seumur hidup seperti hantu penasaran." Dhimas menyeringai. "Ayolah, Ruben. Kamu tahu persis itu apa." 35 KEPING Puteri TVengan kepala bersender ke kaca, ia mengamati truk-jj truk yang lalu lalang di jalanan. Membaca hampir semua plang toko yang terlewati. Tidak juga melewatkan billboard dan spanduk yang membentang di kirikanan. Kebiasaan yang tak pernah berubah. Sayangnya, kini semua itu tidak lagi bermakna, berbeda dengan mata bocahnya dulu. Rana tidak tahu apa yang hilang. Mata yang sama, manusia yang sama, tapi pandangan yang sama sekali lain. t;&gt;w£ Mobil itu berhenti. "Aku jemput jam tujuh?" suaminya, Arwin, berkata. "Ya, Mas. Kalau ada perubahan, nanti saya telepon." Ketika mobil itu

meninggalkannya. Rana masih tidak beranjak. Ia berdiri tegak di lobi, kaki menjejak ke tanah, tapi tidak demikian dengan pikirannya yang sibuk mencari... bertanya... di mana batas itu? Batas ketahanannya untuk terus bersandiwara. Ia iri pada dirinya yang dulu. Rana yang tidak sadar. Rana yang tidak terganggu dengan hidup monotonnya. Rana yang tidak keberatan memiliki hati dingin tanpa api. Rana yang tak pernah bertanya. Lihat bagaimana sekarang 36 Puteri pikirannya kewalahan mencari, mengais-ngais tumpukan dokumen usang... dan, oh, coba tengok apa yanq ia temukan: y y ia ^ Rana yang baru lulus kuliah Setelah lima tahun mengonsumsi ilmu teknik industri yang sama sekali tak diinginkannya itu, ia akhirnya terbebas dari utang pada orang tua, sekaligus menghabisi masa lima tahun mereka membanggabanggakan anaknya yang lulus UMPTN, masuk ITB, dan kuliah teknik. Kini Rana bebas memilih. Terjun ke dunia jurnalistik, jadi reporter, sibuk ke sana-sini dan bertemu banyak orang. Tapi, bukan ini titik yang ia tuju. Rana yang barusan sudah terlampau palsu. Luwes cuma karena polesan. Paling-paling pekerjaannya ini cuma pelarian saja. Pikirannya pun terus mencari... Rana pada awal usia 20 Ia bertemu Arwin. Pria santun dari keluarga ningrat berusia tujuh tahun lebih tua. Bibit, bobot bebet—dan luluhlah hati kedua orang tuanya. Entah luluh atau justru mengencang. Orang tua mana yang tidak ingin punya'mantu dan besan seperti itu. Punya ini-itu, saudaranya ini dan anu, temannya si pejabat A dan pejabat B. Awalnya semua memang menyenangkan. Bagaimana mungkin tidak kalau seluruh umat di sekitarnya memuja-muji setiap saat, berulang-ulang mengatakan betapa beruntungnya Rana dapat pria seperti Arwin. Dan tercucilah otak itu: 'ya, aku amat beruntung', 'apa yang kurang lagi dari Arwin?', 'senangnya didukung semua orang', 'senangnya melihat kedua keluarga sering bersilaturahmi', 'tunggu apa lagi?'. Dan terucaplah kalimat ijab kabul—agenda pertamanya begitu lulus kuliah. Sejenak pikirannya berhenti di hari itu... di resepsi pernikahan mewah dalam ballroom

Berhiaskan jilbab merah jambu mungil... Harapan terakhirnya.. Sesampainya di rumah Ibu Haji. Rana cuma diberi kertas dan pensil warna karena katanya ia masih terlalu kecil untuk mengerti. Jarang membuat masalah. Rana bocah Sekalipun sulit. ia tidak mengerti 37 kebanggaannya.. s&amp. berteriak-teriak sambil memegang stopwatch? Mengapa nilai pelajaran eksaknya harus di atas tujuh sementara ia tidak dapat pujian apa-apa kalau Bahasa Indonesia dapat nilai sembilan? Mengapa ia harus masuk jurusan A-l dan ditertawakan waktu bilang ingin ambil A-4? Mengapa ia harus hidup begitu lama dalam pembanding-bandingan. Mungkin ia harus mundur lebih jauh lagi. ia berjalan riang di samping kakak-kakaknya. bermain bebas di halaman belakang yang luas dengan mainan tertabur di rumput. total biaya mencapai ratusan juta tapi balik modal.. semata-mata karena tipenya bukan tipe orang tuanya? Gilanya lagi. Entah berapa rol film yang dihabiskan untuk potret bersama. dan Rana tetap tidak punya jawaban atas itu semua.. ada jejak-jejak keresahan yang tak pernah terungkap: mengapa ia harus ikut begitu banyak les tambahan? Mengapa ibunya harus ekstra ramah pada guru-guru dan tak lupa menitipkan amplopamplop setiap pengambilan rapor? Mengapa ia harus bisa menari Bali? Mengapa ia harus ikut klub renang dengan ayahnya yang sering ikut berdiri di pinggir kolam. Resepsi impian hampir semua orang: fasilitas kelas satu dari mulai makanan sampai penghulu. Ayo mandi. belasan tahun lewat sudah. tapi pikirannya berusaha keras untuk kembali. r&gt.hotel. Tapi kemudian pikirannya mensinyalir sesuatu. nanti ikut belajar ngaji sama mbakmu semua.. ayo Nduk!\ Dan Rana kecil pun menurut. sementara ketika foto-foto itu jadi. .. Ia teman menyenangkan dan murid yang baik. ia dengan anaknya si ini atau si anu? Dan mengapa ia tidak pernah boleh pacaran dengan laki-laki yang ia suka..Rana remaja -tf» Gadis belasan tahun yang aktif dan ceria. Terdengar suara ibunya memanggil: 'Rana! Sudah sore. ia dengan kakak-kakaknya. dan—lebih penting lagi-sederet orang-orang penting muncul.

. Sepanjang perjalanan pulang. ibunya membelikan Lego sebagai kado ulang tahun. Dan benar saja. . dalam hatinya ia memanggil-manggil: 'Tuhan. membaca semua tulisan yang terlewat. gimana caranya? Rana kan nggak bisa ngaji/ Ibu Haji pun menjawab bijak: 'Kalau buat anak sekecil Rana yang belum bisa ngaji. apakah ia akan mendapatkan satu set mainan Lego idamannya. Dan mereka terus bercakap-cakap. Tapi Rana yakin itu ada. mendadak muncul seorang bapak yang membelikan buat anaknya tapi tidak ada kembalian. Selebihnya ia cuma diam dan sekali-sekali mendengarkan. Dikirim-Nya tupai dari pohon.' Rana pun terpesona. Mork/ Di luar dugaannya. akhirnya bapak itu memutuskan untuk membeli dua. ternyata suara yang menjawab sangatlah halus. Tanpa ragu ia bertanya pada Ibu Haji: 'Bu. dan dirinya yang polos masih mengindahkan hal semacam itu. Rana pernah bertanya. Ketika ia belajar baca. Ia mulai bercakap-cakap lewat huruf. sering Rana tertawatawa dibuatnya. Ia juga sangat baik. lalu terdengar jawaban dengan suara besar: 'Yes. Ia pun terbengong-bengong senang. kalau Rana mau bicara sama Tuhan. Tuhan'. Setiap kali ia ingin bermain. tinggal ngomong saja langsung sama Tuhan. lalu tibatiba muncul sebuah truk yang bertuliskan "Hadiah dari Mama". Dan dari sanalah kebiasaan itu muncul: membisu di dalam mobil. Satu pelajaran baru pun didapatnya: Tuhan berbicara lewat banyak hal... Rana juga tidak pernah kesepian. Di benaknya tergambar muka Mork di televisi yang memanggilmanggil Orson. anak anjing yang tiba-tiba masuk pagar.. pasti didengarkan. Tuhan ternyata lucu. Sampai akhirnya percakapan itu pudar.Dan Rana memang tidak mengerti. Nyaris tak terdengar. Tuhan juga ikut jadi mentor. atau burung yang hinggap di kepalanya begitu saja. Tapi sore itu ada satu keresahan hinggap. Yang ia tunggu adalah kuekue kecil yang keluar saat istirahat. baginya semua * itu adalah alunan bahasa asing yang konon bernama doa. dan banyak peristiwa. banyak mulut. selalu saja Tuhan menemani. pernah satu waktu Rana ingin sekali gulali tapi tidak bawa uang. yang satu diserahkan begitu saja pada Rana.

Paling-paling capek sedikit. tapi kebiasaan. menunggu saatsaat tepat untuk mulai berbicara. "Mas Arwin nggak ada salah apa-apa. Arwin paling risau akan hal ini." Itulah satu-satunya kesalahanmu. "Kamu sehat-sehat. tahun ini adalah rencana mereka punya momongan. Al-Gur'an sudah bolak-balik 39 dilahapnya sampai berkali-kali khatam. sih? Meliputnya harus malam-malam lagi. Kamu delegasikan saja sebagian. tapi tetap tidak tahu cara mendapatkannya lagi. Mas. Kok banyak sekali event yang kamu ambil. Meja makan itu terasa lengang." "Kamu memang terlalu sibuk. Ya. entah karena memang ada jarak yang tercipta. Rana yang sedang berdiri di lobi Sekarang ia tahu apa yang sekiranya hilang. semakin banyak yang ia pikirkan. Entah karena rumah besar itu hanya dihuni mereka berdua. "Aku sehat.. Suara-suara di sekitarnya selalu merongrong minta perhatian. Mas?* "Kamu kok jadi pendiam sih akhir-akhir ini? Ada masalah yang bisa aku bantu?" Rana menunduk lagi. Tak ada lagi waktu untuk menyimak keheningan. Rana sudah pintar mengaji. jadwal les yang padat sampai ngobrol tentang koleksi barangbarang New Kids on the Block.. Bukan lagi percakapan yang terjadi. tapi suara itu tidak pernah kembali.tulisan tinggal tulisan tanpa makna... Aku jatuh cinta dengan pria lain. Bagaimanapun. "Rana. sampai akhirnya tibalah ia. kok. Bari mulai pekerjaan rumah. ia ingin Rana cukup sehat untuk mampu memiliki anak. kan? Kapan terakhir kali check-up ke dokter?" Rana lahir dengan klep jantung yang lemah. di usianya yang ke-10 ia pun menjalani operasi pertamanya." panggilnya lembut. Jangan dipendam-pendam.. Dan tahun-tahun berikutnya ia habiskan dengan kegiatan 40 PuTKftj check-up rutin setiap enam bulan. Komunikasi di antara kita harus dijaga tetap lancar. Arwin memandangi istrinya yang sedang menunduk menghadapi piring." dengan lebih lembut Arwin berkata. bilang saja. "Ya. Bisakah kita kembali ke masa lalu dan tidak perlu menikah? "Kalau Mas ada salah sama kamu. Ditambah karena mengalami apa yang disebut atrium septal defect (ASD). Itu kantor kan . Semakin ia beranjak besar. Mas.

Tidak ada yang muncul ke permukaan. yang menstabilkan sistem." "Iya. Aku ingin menghilang seharian. Kita berangkat. Kamu berhasil melukiskan usaha penelusurannya dengan baik. Semuanya hanya berputar dalam pusaran itu. "Aduh. mengardplifikasi. "Ibuku tadi telepon ke kantor. J/ kemudia n menghirup kopi yang sudah entah keberapa cangkir. Bosan. Memang begitulah proses bifurkasi terjadi. "Kenapa? Kamu ada kerjaan?" Arwin membaca perubahan wajah itu. Bosan. Jangan cuma kalau urusan kantor baru kamu mau stand-by 24 jam 7 hari penuh/ "Aku lihat lagi agendaku." Meja makan itu sudah masuk pusaran waktu di mana sedetik serasa seabad.isinya bukan kamu tok. kembali mengingat plot hidupnya. Bosan. Ada dua jenis loop: negatif. Tapi semakin dia besar. maka yang terjadi adalah loop negatif. ragu. boleh? Re tidak ada acara apa-apa hari Sabtu ini. ia pun stabil . Waktu Puteri kecil. Bosan dengan adeganadegan sama yang berulang-ulang terus sepanjang tahun. putaran itu bernama loop." Refleks. "Bagian mana yang paling kamu suka?" tanya Dhimas. Akan ada acara rame-rame di Puncak hari Sabtu ini. Rana pun mengangguk. "Aku senang waktu Puteri sedang merenung di lobi kantornya." ujarnya berseri-seri. Rana. Akan aku usahakan." Kesibukanku mulai terlihat tidak wajar. Mas. Luangkan dong waktumu sekali-sekali. ya? Hmm. Akan aku usahakan supaya lebih tidak kentara. Kita kan tidak setiap hari ketemu mereka. "Manusiamanusia malang. dan membanjiri Arwin dengan pertanyaan-pertanyaan. Menggenangi Rana dengan perasaan enggan. ya? Ibubapakmu juga diundang. Aku capek membayangkan harus memajang senyum seharian. 41 KEPING Tanda Tanya Agung Ti engan puas Ruben meletakkan draft cerita itu di atas meja. Hasilnya." "Maksudmu?" "Efek arus-balik atau feedback terjadi karena sistem berputar kepada dirinya sendiri. dan positif. Rana melengos. sistemnya teramplifikasi. Terima kasih untuk peringatannya. Bosan menjawab pertanyaan 'kapan kita bisa gendong cucu?'. semakin besar intervensi lingkungannya. yang sebaliknya.

"Atraktor adalah kode yang tinggal di sebuah ruang abstrak bernama phase space. deh. buku inilah awal ketertarikanku jadi pujangga. " Dhimas tidak langsung menjawab." "Ya.. "Kedua momen itu—momen yang sudah kamu gambarkan dengan luar biasa itu—adalah saat mereka akhirnya mengidentifikasi the strange attractor!" "Mohon diperjelas." "Thanks. Ruben tercengang-cengang. Tapi." "Terserah. atau justru aku si penulisnya?" "Kita berdua gila. gemas.. Ruben mendecakkan lidah.. "Kadang-kadang aku jadi 42 bingung siapa yang sinting di sini? Kamu yang bisa menghubungkan klSah cinta ala sinetron dengan teori-teori sains gila itu. Hasilnya? Badai! Semua order yang tertata rapi sekarang tinggal seujung kuku dari keruntuhan.. terdiri dan sebanyak-banyaknya dimensi dan variabel yang dibutuhkan untuk menggambarkan skema pergerakan tadi. Puteri." potong Ruben cepat. ha-ha-ha!" Ruben tertiwa penuh kemenangan. Kamu harus membacanya. bagaimana kamu terpikir mengaitkan dua hal itu: jiwa pujangga terkubur dalam sosok eksekutif muda? What a bizarre concept. ya. Dhimas garuk-garuk kepala. tetapi judulnya masih terlihat jelas: Ksatria." "Phase space?" ulangnya dengan penekanan. phase space adalah peta imajiner pergerakan satu benda. cintanya pada si Ksatria adalah loop positif yang kembali mengamplifikasi segalanya. Wajahnya langsung tertekuk. dengan tawa lebar ia mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Sebuah buku cerita anak-anak kumal dengan sampul plastik keruh.. ya. Ruben." sela Dhimas ketus. dan Bintang Jatuh. "Kamu benar-benar punya bukunya?! Dongeng itu sungguhan ada?!" "Sekalipun dampaknya tidak sedramatis Ksatria." "Aku juga suka waktu si Ksatria teringat dongeng masa kecilnya-deskripsi apik dari proses yang serupa Tapi aku masih tidak habis pikir. "Oke. Kisah anak-anak paling puitis yang. Ia malah asyik menerangkan.^Biasanya diukur berdasarkan posisiatau bisa juga .untuk sekian lama. Api kompor Ruben memang terlalu besar untuk mengindahkan. "tapi sekarang ini aku lebih tertarik ke pekerjaan kita." Dhimas tersinggung..

Studi mengenai pergerakan sistem menggunakan phase space adalah cara untuk mengetahui mengapa sebuah sistem yang tadinya teratur bisa mendadak berubah jadi chaos.. atau sebaliknya. chaos." Ruben mendadak berhenti. Peta yang sama tidak bisa dipakai lagi. . Ruben tak dapat melupakan bagaimana takjubnya ia ketika melihat peta fraktal Mandelbrot—dikenal dengan "Mandelbrot Set"—yang jadi sampul jurnal Scientific American milik profesornya dulu. Dalam benaknya ada satu citra lewat seperti iklan televisi: peta fraktal Mandelbrot. atau.velocity. terserahlah. atau j uga dapat dikonotasikan dengan "fragmen"—pecahan. phase space adalah pemetaan segala kemungkinan." keluh Ruben.. sekalipun sopir-sopir bis sudah hafal luar kepala setiap belokan. "Mandelbrot Set" adalah rumusan matematis yang diklaim sebagai rumusan terkomples dalam dunia matematika. tapi yah. peta Jakarta-Surabaya." "Misalnya?" m . Di mana ada sistem nonlinear. tapi perjalanan itu akan beda apabila ditempuh dengan pesawat.. Dia itu adalah.. Fraktal sendiri berarti ketidakteraturan.. Ketika para fisikawan modern menyadari kekurangan pendahulunya dan mulai memperhatikan apa yang tak terperhatikan. ini sangat meletihkan. Nah. aku benci terjemahan. maka mereka pun mengenal fraktal. terdiri dari dua variabel: C yang merupakan angka . Mengerti?" "Kembali ke strange attractor. atraktor asing?" "Atraktor asing.. dari level materi sampai energi.. di sana pasti ada fraktal. misalnya. fisik juga mental. bahkan faktor-faktor kecil yang bisa jadi titik kritis untuk tahu-tahu mencelatkan seseorang ke Yogyakarta. arrgh. Gambar terindah yang pernah ia lihat sepanjang hidupnya. Dan seluruh kehidupan ini dipenuhi fraktal-fraktal. yang di dalamnya terdapat kode rahasia menakjubkan: strange attractor.. Dinamakan demikian karena atraktor asing adalah elemen yang mengorganisir sistem dengan cara disorganisasi. Fraktal adalah pola dasar yang terdiri dari variabel terukur dan tak terukur—menjadikannya pola dasar yang tak berdasar. "Oh. ataupun turbulensi.

bagaikan memori yang begitu keras kepala dan terus bertahan. dan Z yang variatif." "Tapi. Dhimas? Perasaanku mengatakan. bukan ekslusif milik manusia saja. kita akan selalu bertemu dengannya. maka muncullah kenyataan yang amat luar Masa.. "Atraktor asing itu adalah. apa yang sebenarnya yang dipertanyakan?" "Dirinya sendiri. Hanya ekspresinya yang berbeda-beda... Di dalam bentuk sederhana itu ternyata ada miliaran percabangan." "Tanda tanya?" "Pernahkah kamu merasa kita semua terlahirkan ke dunia dengan membawa tanda tanya agung? Tanda tanya itu bersembunyi sangat halus di setiap atom tubuh kita.. dihantui. tanda tanya itu adalah substansi dasar yang mempersatukan kita semua.. Mandelbrot menggunakan semacam ilustrasi molekul yang terdiri dari bola-bola atom.. sehingga seolah-olah misi hidupnya pun hanya untuk menjawab tanda tanya itu... terdengar deru blower PC yang ." "Ya. Pola pertama tadi/ si Atraktor Asing." ada bobot yang ditambahkan Ruben pada jawaban finalnya. sejauh apa pun kita berlari. mereka semua digulirkan oleh satu tanda tanya yang sama.tetap. Seluruh semesta ini. kemunculan spesies baru di dunia flora atau fauna.. Perubahan cuaca... lalu?" Dhimas masih belum menemukan relevansinya. namun yang menarik adalah: pola geometris pertama itu selalu ada. Untuk eksperimennya. "Aku masih menunggu. membuat manusia terus bertanya. Kamu tahu. sampai matahari yang terbit dan tenggelam. tapi." KEPING "Reversed Order Mechanism11 T\ i dalam ruang kerja yang penuh dengan tumpukan J/ kertas dan buku menggunung. Muncul kembali bahkan dalam skala pembesaran sehalus nano. miliaran bentuk dalam variasi lain. Rumusan tersebut kemudian diaplikasikan pada sebuah pola geometris sederhana... "tanda tanya. Tanda Tanya Aquno • Pada awalnya gambar itu terlihat sederhana. Ke mana pun kita berpaling. gempa bumi. "Tanda tanya yang sama menggantungi setiap atom di semesta ini. sampai pembesaran miliaran kali." ujar Dhimas lagi. namun ketika rumus Mandelbrot diterapkan dan gambar itu diamati lagi lebih detail..

makna hidupTidakkah Anda ingin menemukan makna HIDUP selagi Anda hidup? Itulah Kebahagiaan yang sesungguh nya. Ia harus menulis berbagai macam artikel setiap minggu. ¦ . "Ruben. Dialah yang memperkenalkan konsep yang menjadikan tindakan Kurt Cobain-mu tidak benar dan tidak juga salah&lt. ternyata mereka menggumuli hal yang sama. Ruben Ruben masih duduk di kursi yang sama. Inbox-nya selalu penuh. mengenai tokoh kita yang satu lagi. Ada modem yang berkelip-kelip. s e n d &gt. hanya segaris tipis dari batas kapasitas.Supernova-i siapa menurutmu manusia abad inif Albert Einstein. Ini dia produk Generasi X.Benar-benar mati. Ada sepasang tangan yang tiada lelah mengetik. kedua mata itu menyalang.menggerung halus. dengan taburan buku yang tambah lama tambah banyak. Dan ia harus mengetik cepat. Andai saja lengahnya sebanyak gurita. Terlalu banyak. Dhimas masih berkutat di depan noreooo/c-nya. Mungkin dengan beneran mati saya akan menemukan makna hidup. Dhimas &amp. "Reversed Oroer mechanism" Supernova i siapa menurutmu manusia abad ini f Pari sekian banyak patriot yang adai aku memilih Kurt Cobain.Hungkin dengan beneran mati saya akan menemukan &gt. Terkadang tangan itu mengetik berjam-jam. . tangannya pun bergerak: &gt. Dengan pendar monitor di wajahnya. kuman penyakit-. seharian.. surat dari penanya terakhir muncul di layar komputer: Ketika saya benar-benar muak dan bosan hidup dalam Kematian ini v kadang-kadang saya berpikir untuk ¦engakhirinya saja. Penuh lintasan pikir yang kegesitannya membuat RAM komputer mana pun seperti siput tua yang sekarat. Sekalipun tampak bertualang di alam yang berbeda." "Lucu.. atau tangan orang lain. Melayani ratusan penanya setiap malam. Sambil tersenyum kecil. Begitu banyak yang harus ia tulis. &gt. Tapi kenapa kematian yang ditentukan sendiri selalu dikecamf Kenapa mereka harus disalahkan? Saya tak henti-hentinya mengagumi orang-orang yang berani memilih untuk mati bagi dirinya sendiri • Bukan gara-gara takdir-. Seiring dengan malam yang makin melarut.

dan berhidung penggorengan. apa pola yang muncul dengan rebut-merebut begitu? Balas dendam. bukan properti siapa-siapa. tapi aku tidak bisa menuliskan tokoh jagoan yang bersisik." "Bintang Jatuh. tapi kalau kita mengikuti dongeng itu seratus persen. Selera Ruben memang buruk dalam bervisualisasi. Penuh kebajikan." "Pria atau. Ring a beli? Dan maaf.. ya." "Iya. dia kira-kira?" "Dia adalah. prinsip semacam itu adalah bibit peperangan. Berarti seharusnya dia memang laki-laki.. "Bintang Jatuh merebut Sang Puteri. itu tidak sejalan dengan konflik Ksatria. seseorang yang harus sepenuhnya mewakili area abu-abu.. dengan tidak membiarkan dirinya dibodohi si hidung belang Bintang Jatuh. "Apa kata dongengmu itu?" tanya Ruben. Apa yang ia kira segalanya ternyata hanya satu dari lapisan multidimensi yang tak terhingga.Aku juga sedang memikirkannya. Boleh juga. dan bukan balas dendam..." Mendengar kata 'reduksionis'.Aku justru ingin meninggalkan konsep itu. "Dengar. "Mari kita sajikan sebuah evolusi emosional." "Dia adalah meteor di langit setiap orang. tapi juga penuh kepahitan." "Seperti apa. maka semuanya bakal gampang ditebak. Ingat." "Tidak terbendung institusi apa-apa. Unik. bertaring.." "Wanita?" Keduanya terdiam sejenak. kan? Mengambil sang Puteri dan hidup bahagia selamanya. Ia adalah teori relativitas berjalan.. Manusia yang penuh paradoks. Sama kunonya dengan pandangan para reduksionis-mu itu. jangan bikin aku kecewa. Tidak akan pernah mau ia disamakan dengan mereka. Penuh kesan. Ruben langsung diam. Bukan tokoh antagonis. Nyaris altruistik. tapi dengan cepat melesat hilang. tapi . organisasi mana pun.. Lagi pula. Beres!" "Ruben. Karya kita tidak boleh sesederhana itu." tukas Dhimas gusar." "Bintang Jatuh?! Kok? Aku pikir Ular Naga.. api dibalas api. Refleks emosi yang bergulir ke arah kedewasaan sejati." Dhimas mendengus.. Mata dibayar mata." "Si Bintang Jatuh. juga bukan protagonis. "Aku sengaja menyebutnya Bintang Jatuh supaya sama dengan dongeng itu." "Aku mulai mengerti. di bifurkasi masa kecilnya ia ingin mengubah kisah itu.

pengetahuan tentang dirinya sendiri di level yang paling dalam. "Itu pe-ermu belakangan." sambung Ruben.. Seorang pelacur juga bisa jadi wirausahawati. Tapi satu hal yang penting. Seorang akademikus atau ilmuwan akan selalu berpijak pada bidang pengetahuannya saja.aplikasinya bagaimana. Seorang pedagang akan selalu khawatir soal untung-rugi. 9 Abraham Maslow adalah penemu konsep psikologi transpersonal." "Seorang. apalagi disucikan. "Dengar dulu. Satu-satunya yang layak didagangkan jadi cuma fisiknya saja. tidak pusing soal materi. dia sudah kaya. dia harus ada di posisi yang enak untuk menunjuk sana-sini.. Ketika seseorang mencapai level kemerdekaan berpikir yang sedemikian tinggi." "Yang berarti. tidak lagi pusing soal' fisik. "ketika manusia sudah mengatasi semua kebutuhan dasarnya untuk bertahan hidup. tanpa pretensi apa-apa. dia juga tidak terikat institusi atau organisasi apa-apa. Mengerti maksudku?" "Aku tidak yakin. ya? Wiraswasta?" "Sejenisnya. "Eh." "Reversed Order mechanism" "Yang harus benar-benar lain." "Apa?!" Ruben sampai bangkit dari kursinya. nyaris impersonal.. pelacur. Seorang agamawan akan bicara soal klaim kebenarannya. kalau tidak ia terjebak di level materi dan fisik tadi. Yang jelas.. Tapi. yang didasari pada kerangka kerja idealis monistik (paradigma yang mengatakan bahwa otak dan pikiran berada di realita yang sama). Kita butuh pengamat murni. tidak terikat siapa-siapa. supernova katakanlah saking . Bintang Jatuh kita lebih baik seorang wanita. Dia juga cantik. "Ini pelik." "Sangat. dia tidak bakalan rela pikirannya diperjualbelikan. Tapi dia j uga bukan seorang suci. maka ia pun dimungkinkan untuk mengejar pencarian lebih tinggi: aktualisasi diri. Dia berpengetahuan tinggi dan menghikmati ilmu. Dia adalah orang di level itu. Apa." "Seorang politikus akan selalu berpihak ketika ia ngomong politik." Keduanya puri terdiam lagi. ya?" Ruben langsung sibuk memikirkan teori-teori. kamu ingat apa kata Abraham Maslow9?" cetus Ruben. karena orang-orang seperti itu biasanya malah tidak dibiarkan menikmati hidup.

Ia menjadi yang paling ditunggu-tunggu. Putaran demi putaran. Jangan memilah dengan dikotomi moral yang hitam putih.. bagaimana mungkin dia mau merendahkan harkatnya untuk jadi Pe ""itulah dia manusia paradoksmu!" seru Dhimas penuh kemenangan.. Musik berambiensi misteri mulai menggema.-"Tapi itu paradoks.hebatnya dia tidak perlu lagi mucikari. mengais-ngais alam khayali." Mendengarnya. Kelihatannya ia pun lebih menikmati hal itu daripada berjalannya sendiri. tapi juga seketika membelah. mengantarkan keluar gadis-gadis itu satu demi satu. "Reversed order mechanism. bahkan jiwanya. Dengan pandangan tajam mereka menantang ruang hitam di hadapan. kamu benar Dhimas. Dan bagaimana kalau ternyata itulah pelacuran yang paling hina?" Panggung itu didekorasi warna perak. Sorotsorot lain. "Kamu tidak boleh melihatnya dengan cara nandang orang kebanyakan. "Aku tidak bisa membayangkan.. Tubuh-tubuh tinggi di atas rata-rata. manusia seperti apa dia. Hampir semua orang melacurkan waktu. maka kenyataan pun berubah: ternyata pelacuran terjadi di manamana." ujarnya perlahan. Kalau dia bisa miku. Coba pikir lagi Ruben. bahkan ada yang setipis talenan roti. Orangorang masih terkena demam milenium. Ia mencari mata-mata lain. Yang lain ibarat pajangan sederet pisau yang berkilau. menggantungi setiap atom. -kamu BENAR!" "Ketika kita balikkan cara pandang-kita. . Satu perbedaan yang sungguh tidak sederhana: pandangan matanya.. Berjalan melenggok dengan gerakan yang sepertinya akan mematahkan pinggul setiap kali mereka melangkah. Semua tahu itu. Menelanjangi semuanya. jati diri. Tidak hanya tajam. Ia tidak mencari ruang kosong. Langsing. pikiran. mekanisme pandang Ruben langsung ikut terjungkir. "Ya. tapi tanpa aksi. Namun selalu ada perbedaan menonjol'setiap kali peragawati satu itu muncul. hidup dalam dua sisi cermin sekaligus.. menjalani relativitas setiap detik? Kamu bisa bayangkan bifurkasi seperti apa yang pernah ia lalui? Amplifikasi sedahsyat apa yang telah meledakkan sistemnya?" Ruben geleng-geleng kepala. Yang satu ini langsung menghunus.

Getaran-getaran pikiran kotor produk pengerdilan mental seperti itu memang tak henti-hentinya menodai udara. Sejujurnya ia tidak pernah suka tempat seperti ini. stage manager.. Belum lagi lidahnya yang sadis. Peragawati dan model papan atas. Diva berjalan ke depan bersama sang desainer. Tak tahu cara menangani kebebasan." "Honor kamu bisa diambil besok. "Diva. Jam makan siang. ketinggalan melulu. Hanya mau muncul untuk acara besar-besar. memberitahunya. sedang membakar dirinya sendiri. tak pernah ada yang terlalu suka dengan Diva. Tak mengenal istilah acara amal. Dengan menyandang tas besar.. saya malas bawa mobil. Namun ia juga seperti magnet yang akhirnya membalikkan semua kenyataan untuk berpihak padanya." Bintang Jatuh "Thanks. Tak pernah mau dibayar murah. "Kenapa dengan Nia?" "Frans berubah pikiran. "DIVA!" Risty. diiringi pandangan penuh tanya dan iri sesama rekannya. dan majalah-majalah bona fide." "Detik terakhir?" "Detik terakhir. Bagai polimer elastis ia juga amat mudah diarahkan. Mereka semua seperti hewan buas yang seharian baru dirantai dalam kand ang sempit dan kini dilepas. mungkin. tapi ia dingin. namun terlalu bosan untuk peduli. Tidak ada yang ramah dan menyenangkan dari mata-mata liar yang menjalari tubuh dan melalap kaki jenjangnya. tanpa tedeng aling-aling." Adi. Diva merasakan gerahnya. Ia pun menghilang di balik panggung." "Mau diantar?" Risty . Siapa pun tahu. ia menerobos kerumunan orang yang tengah meliuk-meliuk—kumpulan lidah api. Tidak pernah terlalu ramah. "Frans minta kamu yang mengiringi dia ke depan.." Gadis itu menoleh. agennya. Diva laku keras. "Sepatu kamu! Pikun amat sih. Sopir saya sakit." Adi mengangguk.Semua ingin menyerahkan diri untuk dipenggal mata itu. "Taksi. Hal yang lumrah baginya. oke?" "Sip." "Pulang dengan siapa kamu?" Diva mengangkat bahu. Gadis itu dijuluki 'Si Pahit". Dingin yang mengerikan. Tak pernah mengeluh dan selalu tepat waktu. berlarilari sambil mengacungkan kantong sepatu.. Malam itu. Tapi ia memang sangat profesional. tidak juga selalu judes. Putaran terakhir.

Mobil itu melaju makin kencang. sayang. Bahkan lupa kalau kita ada janji. Mana ada yang betah berlama-lama dengan gadis itu. dan mengalami kehampaan hidup yang konon menurutnya tak terdefinisikan. Ada untungnya? Kayaknya enggak." "Show-nya? Sukses. "Hai." ujar Diva datar sambil menarik rambutnya ke atas. tapi harus tetap dikerjakan. Mbak. Sori. Lihat. Saya capek. Saya cantik? Ya. Diva? Sudah siap? Apa? Di mana kamu. Itu namanya dikerjai. ya. beristrikan seorang wanita yang dipacarinya sejak SMA... "Diva!" panggil Risty lagi." Diva disambut seringai lebar. . bernama Dahlan." Lima belas menit kemudian. Risty benar. Diva. Div. Dahlan semakin kebat-kebit. tunggu saya membereskan urusan dengan orangorang di belakang dulu. Teringat janjinya. Untuk itulah ia membutuhkan teknologi. "Kita beruntung. saya jemput. langsung pergi. sudah tahu. ya? Saya sudah dijalan. Supernova "Bagaimana s/iownya? Sukses? Kamu cantik sekali. sebuah sedan built-up datang menjemput." "Nggak usah.. Ada untungnya juga saya ketemu kamu sehabis pentas. Hari ini kantor saya bikin acara di Hyatt. Saya duluan.berbasa-basi. Diva mengeluh. tapi itu direct order dari atas.. terus terang saja. Tidak sampai lima menit. adalah salah satu obat yang dipikirnya manjur. "Tapi kalau mau. Ada kepuasan di senyumnya. memiliki dua anak. atau Bung Dahlan. Mengipas-ngipas lehernya yang kepanasan. Dia memang target empuk untuk diberi pekerjaan konyol: jadi juri kontes peragaan busana anak-anak yang disponsori agency-nya." balas Diva pendek. Tapi tenang saja. sekadar jadi pembatas buku dari halaman-halaman waktu. Terdengar suara pria: "Halo. Pemiliknya adalah seorang pria." Diva tersenyum cepat. Menjepitnya.. alarm telepon genggamnya berbunyi. Diva melihat itu dengan jelas.." ujarnya dengan gerakan menunjuk langit. ia memang pikun. saya profesional. "Hai. awal empat puluh. Namun ia terlalu malas untuk protes. Sekeluar dari kafe itu. Tunggu saja. "Jangan lupa juga besok siang. teleponnya berdering. Mengingatkannya akan sampah-sampah yang tidak pernah mau ia ingat. di puncak karier.

untuk konsumen. Sayang fee kamu mahal sekali. maka harus berbasis mesin. Kaum awam. Kapitalisme sudah menciptakan format demokrasinya sendiri. "Muntahan kantor saja bangga. "Aku kangen kamu. setidaknya ." Diva berceloteh sambil menenggak minumannya. apalagi kalau saya pasang murah." Dahlan menunjukkan kunci berbentuk kartu plastik. Memakai jubah handuk. Pak. Sama sekali tidak nampak tersinggung. yah. Kalau lokasi pabrik di Jepang. Tidak diumumkan di brosur saja. Sementara untuk apa buruburu menanamkan kapital sedemikian besar untuk mesin? Kapabilitasnya berkompetisi bisa kedodoran duluan. Satu pekerja Perancis sama dengan 47 pekerja Vietnam. Dan jangan lupa magic spell-nya: dari konsumen. "Marx pasti sekarang sedang meringis di Uang kuburnya. Jadi." ia terkekeh. Dahlan berbaring santai dengan selimut yang membungkusnya dari pinggang ke bawah. Satu montir Amerika seharga 60 montir Cina. siapa yang punya stok manusia paling murah? Soal kebijakan politik dan kawan-kawan bisa diatur kemudian.. Itulah perbandingan paling baru dari harga manusia." Dahlan tergelak. kok. Diva. oleh konsumen. maksudmu?" "Atau tepatnya. Tapi. Dengan pertama-tama membuat transisi kedaulatan dari negara ke perusahaan transnasional. "Pergerakan produksi akan selamanya berputar di isu yang sama: mana yang lebih murah? Mesin atau manusia? Jawabannya masih sama: manusia. Pendapatan satu bulan pekerja pabrik otomotif di Malaysia sama besarnya dengan pekerja di Illinois satu hari. Tidak terbayang repotnya seperti apa. Manusia kebanyakan." Tawa Dahlan semakin keras. boleh dibilang institusi negara tinggal aksesori. "Oh. kotoran hidung yang masih menganggap dirinya Grand Canyon. Diva! I love you!" Kasur pegas yang empuk itu akhirnya beristirahat setelah rrrenandak-nandak beberapa jam yang lalu." "Jadi.apa yang saya dapat. soalnya Bintang Jatuh manusia di sana mahal. Diva mengambil air mineral dari kulkas. Sesudah itu mereka berdua hanya berbicara. "Coba bayangkan. menghadapi orang-orang seperti kamu. intinya." "Mahal saja banyak yang kangen.

Kamu mengira bisa membeli sesuatu yang sebenarnya tidak dijual. tentunya.. saya membuka lapangan kerja. Itu delusif namanya. di sini. sih kamu." "Kamu paling sebal dong dengan orang-orang pemerintahan. Uang tidak bisa berpuisi. Entah sampai kapan. Sadis amat. "Kalau Siemens bangkrut dan lenyap dari muka bumi. Tapi kalau saya sebal dengan pejabat. knock! Hello?" Lamalama Dahlan ikut tertawa. "Gleiche Arbeit. Negara. Kita cuma berdagang di sini. ya? Tidak ada namanya." Tawa Dahlan kembali berderai. "Banyaklah. yang sekadar ikut etika setempat. Diva darling?" "Warga semesta. "Diva." "Oh. Baru saja kamu tunjukkan. Memangnya klien kamu nggak ada yang pejabat?" tanya Dahlan setengah menggoda. Saya bayar pajak. "yang barusan ngomong itu Dahlan atau perusahaan Siemens?" Dahlan terdiam. saya memberikan teknologi yang bisa dipakai orang-orang di sini.. karena kalian sendiri cuma bisa bicara dengan bahasa uang." "Itu dia. Apalagi suka. Tidak. Apa." "Ha-ha-ha." Diva mulai membereskan barang-barangnya. "Knock. Saya bisa bayar seorang seniman dari TIM atau mana pun untuk berpuisi." "Coba jawab. Bahkan lebih keras. sudah masuk museum dalam kamus saya. Tapi kamu pikir itu nyata karena mampu mengadakannya secara fisik." "Kamu sendiri warga apa. sekarang juga. Dan terlalu naif kalau saya tidak .negara harus tetap kelihatan punya peran. Kalian tidak patut diberi apa pun cuma-cuma. ya? Apa yang sudah Anda berikan bagi negara ini?" "Banyak. Pak. dan tetek bengeknya. di depan mata wargawarganya yang belum sadar dan dijaga untuk tetap tidak sadar itu." "Bullshit. saya bukannya sebal. Saya hanya mau berdagang dengan orang-orang seperti kalian. dong. saya melayani kebutuhan mereka. Diva. Anda ini sebenarnya warga apa? Warga Indonesia atau Siemens?" "Indonesia. berarti saya juga sama sebalnya dengan kamu—orang-orang korporasi internasional." Diva menatapnya geli. gleicher Lohn10—kata Helmut Kohl-mu. "tapi itu tidak berlaku buat saya. bangsa. apakah Dahlan si pemberi teknologi tadi masih ada? Anda ini siapa sih sebenarnya?" ia bertanya kocak.

Gerakan ini jauh dari berhasil karena bagaimanapun berlaku arbitrase upah buruh di seluruh dunia. Komoditasnya saja beda. dan mengambil amplop . tidak tersendat-sendat seperti saluran m amp e t. Di kampanye tersebut Kohl menyatakan. yang masih murni. kamu lebih pintar dari CEO saya. "Kamu memang susah dimengerti.percaya ada kehidupan lain selain dunia yang kita lihat ini. Pikiran saya harus dibuat merdeka." Dahlan mengernyit bingung.. Prinsip arbitrase akan selalu unggul karena menjanjikan harga paling murah. Vitalitas. Toh. Lalu kenapa harus berprofesi seperti ini? Dengan otak seperti itu kamu bisa mendapatkan jabatan yang lebih bagus daripada saya." "Jadi karena itu tarif kamu dolar?" potong Dahlan sambil terkekeh. dan ini merupakan isu terpenting bagi pasar di a tas segala-segalanya... kamu salah besar." "Mungkin kamu yang terlalu ndableg." Wanita itu tersenyum mencemooh. Apa bedanya profesi kita? Sudah saya bilang. kita sama-sama berdagang. "Justru karena saya lebih pintar dari kamu dan CEO kamu." "Jadi kamu percaya UFO?" "Kalau kamu pikir kehidupan lain yang saya maksud hanya berbentuk piring terbang dan makhluk-makhluk cebol. makanya saya tidak mau bekerja seperti kalian. Membuktikan bahwa nasionalisme seringkah tidak berkutik apabila dikompetisikan dengan prinsip ekonomi. Jerman tidak mungkin sepenuhnya bersatu apabila masih ada ketimpangan upah tenaga kerja. same pay": sebuah slogan dari gerakan nasional di Jerman pada awal 1990-an. energi. Itu sama saja dengan air comberan yang terheran-heran melihat air laut. berdagang pun saya tidak sembarang. Dan kali ini komoditasnya adalah tenaga manusia." panggil Dahlan lembut.. "Saya tidak peduli dengan format fisik. "kadang-kadang saya pikir *° "Same work. diperjuangkan salah satunya oleh Helmut Kohl. Yang saya maksudkan dengan kehidupan adalah HIDUP." "Div.. Ia meraih tas kantornya. yakni penyetaraan upah buruh di Jerman Barat dan Timur.. Padahal dua-duanya sama-sama air!" ujar Diva keras... Apa yang kamu perdagangkan buat saya tidak seharusnya dijual.

Kini Dahlan kembali terdampar dalam padang waktu yang bergerak lamban. Tangan yang sama mengantarkan mereka kembali ke tempat tidur dengan beban dan mimpi gelisah. different pay. Itu baru prinsip saya. "Gleiche Arbeit. Betapa kota ini tidak pernah istirahat barang semenit pun. Mengapa hanya ia yang masih melihat tangan itu. Di dalam taksi. Dan tangan itu—tangan tak nampak yang menggerakkan semua orang untuk bangkit dari tempat tidur lalu memeras keringat—masih bergerak menyapu semua sudut kota.. Diva menghela napas panjang. Yang jelas. kehidupan itu." Diva menukas ringan." gumamnya pendek." "Jangan munafik. tanpa menyentuhnya lagi. Dengan poros berkarat yang tak pernah diganti. same work. kan?" Diva siap pergi. mereka masih berani-beraninya menyebut diri manusia. bekerja begitu mekanis. Yang lain teraup begitu rapi. dan mengisap semua orang untuk masuk ke dalamnya. "Tahu tidak? Sebenarnya ngobrol dengan kamulah yang layak menjadikan malam ini begitu mahal. dan semua tangis berawalkan tawa yang melapuk. kemudian mengecek daftar alarm di telepon genggamnya. Bandul waktu memacunya untuk menjadi robot yang bekerja nonstop. Wanita itu pergi begitu saja. dunia begitu usang dan pengap bersimbah peluh. Semua tawa beralaskan derita lama. Seolah-olah ia memiliki dimensi waktu sendiri. Baginya. iya. "Oh. dan main kucing-kucingan dengannya. Adam Smith11 melihat tangan itu. Semua begitu cepat berlalu bersama sang Diva.. "Bye. Penat.yang sudah ia siapkan. Tangan tak nampak yang akan menggebuk siapa pun yang kelihatan 57 bersantai dan tak ikut irama. Untungnya. Hingga akhirnya diajarkan di sekolah-sekolah. masih bisa dirasakannya lamat-lamat vitalitas itu. Tapi terkadang Diva merasa dirinya sendirian. versehiedener Lohn. Diva mene'kuri jalan dengan hampa. Menyerahkannya pada Diva." "Jangan lupa minggu depan!" "Kita ada janji lagi?" Diva mengerutkan kening. Tak ada lagi yang baru di sini. Ia sadar betapa berat usahanya . dunia mengira dirinya tumbuh berkembang. kamu menikmati dua-duanya. Dan ketika matahari terbit nanti.

Mendadak siang itu ia merasa jabatan juri lebih penting daripada presiden. Bagi mereka itulah patut ada usaha ekstra. juri dua. . nama saya Hari. "Mbak Diva!" Seorang wanita dengan kartu panitia bergantung di leher menyambutnya. Bu. Diva memandangi kaki-kaki kecil mereka. Diva sudah ingin pulang. Persis seperti di dalam rumah lebah. Mbak. merasa jelek. saya Ibu Tetty.untuk menggeliat dan mencoba hidup. Wajah mereka semuanya dipulasi make-up yang seharusnya tidak ada di sana. Gerah luar biasa. Dentuman house mix lagu anak-anak saling berburu dengan suara manusia. make-up diperuntukkan bagi perempuan-perempuan yang beranjak jelek. Suasana mal di akhir pekan selalu memberikan sensasi terbakar di sekujur tubuhnya. Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nation (1776) adalah bukunya yang paling sohor. Mbak. Melawan kematian ini. dan memperkenalkan perdagangan bebas serta interfensi pemerintah seminimal mungkin. bintang jatuh Seorang pria berkaca mata mendadak muncul dan menyuguh kan tangan. Kepolosan yang hari ini akan dicorengi ambisi untuk menjadi yang paling cantik. dari Yayasan Bina Ceria. panggung itu berdiri dengan dekorasi bak kue tart murahan." 11 Bapak Ekonomi Dunia asal Skotlandia ini dikenal karena pemikirannya menjadi tonggak perekonomian modern. "Mbak Divaa." sahut Diva datar. Diva melangkah masuk ke dalam mal. dan langsung duduk di tempat yang disediakan. ya?" "Memang. Tapi bukan anak-anak ini. "Makasih sekali sudah datang. upah. distribusi. Ia memandangi wajah-wajah cilik itu. haloo. Oh ya. Di atrium. memberikan berbagai terobosan daiam masalah perburuhan. atau tepatnya. Di tengah-tengah mayat-mayat yang tak sadar mereka telah mati.. Ini anakanak asuhan saya semua lho. Kenalkan.. Aduh. Silakan. Mbak Diva ternyata lebih cantik aslinya. Hiruk-pikuk. dan karyanya menandai titik balik kehancuran merkantilisme dan mulai tersebarnya konsep laissezfaire. Menurutnya. saya jadi juri tiga. Mbak. ya. harga. "Selamat sore. Belum apa-apa." Diva hanya tersenyum sopan. perlombaannya sebentar lagi dimulai.

Bajunya berwarna menyala seperti stabilo. memandangi tiap anak lekat-lekat. Ketika perlombaan dimulai. tapi tak peduli. Menari. Menang akan apa? Untuk kemudian beberapa anak menjadi minder dan merasa dirinya jelek? Lalu kedua orang tua mereka setengah mati berusaha menghibur. mengerlingi para juri. Lebih dibuat-buat.Rata-rata memakai sepatu boots hak tinggi. Seorang anak dengan kuncir setinggi menara berjalan ke arahnya bak peragawati profesional. Terjatuh. Diva tahu itu semua. dan berpose dengan senyum artifisial. kesempatan untuk bertemu temanteman sebaya sebanyak ini. Menjadikan para panitia di sekitarnya mulai berbisik-bisik curiga. ia . tingginya mandek di usia 15. Sebagai aksi penutup. bersandar pada kursi. tank top. berusaha meninggalkan kesan di sana. Mereka tak akan mengerti kecemasannya. rok supermini. Segala probabilitas dan ketidakpastian hidup tidak memberinya sedikit pun alasan untuk memilih pemenang. Diva hanya melipat tangan. Begitu juga dengan Ibu Tetty dan Hari yang saling lirik-lirikan. Lebih direncanakan. belum lagi syal bulu yang dilambai-lambaikannya genit. Matanya menantang. Tertawa terbahak-bahak. Oiva sungguhan cemas akan apa yang ia lihat. Anak-anak ini mungkin akan jadi gembrot di usia 17. mencemaskan Ketua Juri mereka yang tidak menulis apa-apa. kali ini dengan "persenjataan" lebih lengkap. bolpoin dan kertas berisi kolom penilaian tak disentuhnya sama sekali. Bermain tanpa aturan. Bahkan sekecil mereka sudah belajar berdandan seperti tukang jagal. pemenang hari ini mungkin berubah pikiran dan jadi peneliti di LIPI. anak yang diklaim paling jelek hari ini mungkin akan menjadi top model di usia 20. Seharusnya hari ini menjadi pesta sukaria bagi mereka. berputar. takut-takut anak mereka lupa hitungan langkah atau pose yang sudah dilatih berhari-hari. Sesekali mereka melirik ke arah orang tuanya yang sama cemasnya. Seharusnya mereka berlarian telanjang sesuka hati. mengirim mereka kembali ke berbagai perlombaan. Anak-anak itu melangkah. dan jaket bermotif kulit binatang.

"Bu Tetty. berapa jumlahnya? Kalau aku sih suka sama yang no. Bu. Percaya sama Kakak. Diva menelan ludah. Bermain saja yang puas. ya. dan sudah beli bajubaju mahal untuk kalian pakai." Hari mencondongkan badan. saya yang umumkan?" Bintang Jatuh Di panggung itu Diva berdiri. Ia harus memuaskan para orang tua yang telah membayar mahal untuk klub ciliknya. Setelah semua lengkap berkumpul. Mereka bertiga pun disuruh rapat. Kalian sekarang semua lucu dan manis.. ya anak sekarang. Ini cara terbaik untuk mengeluarkan makan siangnya. Kakak punya . apalagi pakai-pakai lipstik mama.. adik-adik jangan lupa untuk terus bermain. dan jerawatan. 11 itu. mereka pun berteriak kagum. pendek. 17 obat pencahar yang kalau sampai •ditambah lagi niscaya akan menguras total isi lambung. "Nanti kalau sudah sampai di rumah." jawab Diva kalem. Kalau Mbak Diva gimana?" Bu Tetty nampak masih bersemangat." "Ya sudah! Beres kalau begitu!" Diva langsung menyambar kertas tersebut. dan tidak ada yang kalah. Hari sibuk menjumlahjumlah. Dan mereka terpaksa dipilih karena papamama kalian sudah bayar uang pendaftaran. "Selamat sore adik-adik semua. berbisik padanya. Diva kembali angkat suara: "Adik-adik yang manis. Total ada 17 peserta." Satu per satu pemenang yang dipanggil naik ke atas pentas. Nggak usah pakai sepatu tinggi. "Luar biasa. lho. Kontan penonton kaget. Kakak mulai. Di tangan Kakak sudah ada pengumuman para pemenang fashion show dari kedua kategori. biarpun nanti kalian bisa jadi gendut. Kemudian ia memonyongkan bibirnya centil.. Kalau adik-adik mau cantik. Sebenarnya hari ini tidak ada yang menang. Suara tepuk tangan meriuh. Teman-temanmu yang di depan ini dipilih karena merekalah yang paling pintar meniru orang dewasa. "Gimana Har. nampaknya hasil penilaian kita sama.. ya. "Punya saya--dilihat belakangan saja. seolah-olah mencium mereka semua. Baik. Semuanya berseri-seri. nanti kalian juga bakalan bosan jadi orang gede. "Kalau boleh. jangan tunggu dikasitahu orang.mendadak meliuk seperti ular. bapakbapak dan ibu-ibu.

Sampai kapan pun. Diva menggigiti bibir. melainkan usahanya sendiri untuk tahu dirinya cantik. Anak-anak mendengarkan dengan mulut menganga. Diva memasuki rumahnya. Di antara semua orang yang mengejeknya aneh dan jelek. tanpa perlu banyak usaha lagi. mendadak senyap. Kentang meluncur drastis. dan bilang begini: 'Saya cantik—saya cantik—saya—cantik'. Cabe keriting merangkak naik. masih menggigiti bibir. Ini bukan hasil pujian kiri-kanan. Semoga saja. Radio RRI—berita—harga sayur-mayur. Semoga saja mereka mengerti. Langsung menuju pintu keluar. kalian semua pasti akan cantik-cantik. Diva turun dari panggung. Mungkin ia telah memperbaiki sesuatu dalam konstruksi berpikir mereka. Para orang tua saling berpegangan tangan. Sementara wajah itu tidak berubah. Dengan langkah tenang dan anggun. Begini caranya." Sepanjang jalan. Ia selalu begitu ketika ada sesuatu yang menggairahkannya.mantra ajaib. Pak Ahmad. hanya satu yang sanggup berkata lain: dirinya sendiri. Disusul merosotnya bawang merah. Kol membanjiri pasar. Sama sekali tidak terpengaruh gejolak hebat di sekelilingnya. Non?" sopirnya. "Pulang langsung. Para panitia menundukkan kepala cemas. mencari kekuatan. Dan lihatlah ia kini. Selama-lamanya. Tahu. Semua tumbuh dengan sendirinya. Badannya yang sudah membentuk kurva-kurva ketika tubuh teman-temannya masih kotak.. "Langsung. Terung menjadi . yang mendengarkan dan mungkin mengerti. Acara mereka hancur sudah. Wajah tirusnya yang seperti orang kelaparan. adik-adik pergi ke cermin. Ia memikirkan anak-anak tadi. Diva teringat akan tubuh tingginya yang seceking kelingking. Kakinya yang terlalu panjang menjadikannya tak pernah kebagian jatah sepatu ketika boks-boks sumbangan datang ke Panti Asuhan. Amin! Ngerti semuanyaaa?" Atrium yang tadinya bising. Kakak jamin.. Rambutnya yang lurus dan membosankan. begitu. Pembawa acara kehilangan kata-kata. sementara rambut teman-temannya mekar seperti kembang sepatu. bertanya. Pak. Badut-badut di pinggir panggung menghentikan aksinya.

Diva membuka dafta r alarmnya. atau sepasang mata yang menghunus tajam seperti samurai haus darah. Pergi menuju pasar dan mendapatkan segalanya dengan cuma-cuma. Sanggup makan kamu hidup-hidup. Tomat tak pernah keberatan buahnya dihuni ulat." Teringat pohon jeruknya yang baru berumur enam bulan. Nanda benar-benar berjuang menahan tumpah air ." Mendengar suara Nanda. "Bisa dibuat sekarang?" Diva tertawa. Tak ada yang ingat kapan terakhir menanam karena suka. halo?" "Hi. untuk kemudian mereka ambil secukupnya. untuk hidup kembali. Ia rela mati.primadona." Ucapan pertama Diva mengalir tanpa beban. Fee saya yang masih kurang mahal atau kamu yang mulai nagih?" Nanda tergelak. juga tak berbuat apa-apa bila dilekati pestisida. Diva pun menuju taman belakang. Mendapatkannya bagai oase di tengah padang basa-basi. "Saya lapar. "Ya. Jahe dengan stabil berjalan meniti tali harga. "Memangnya kita punya janji?" tembaknya langsung. babe." "Lebih juga nggak apa-apa kalau memang dananya ada. Tanpa bisa memutuskan mana yang lebih merangsang: baju berbahan lycra warna hitam yang melekat seperti kulit kedua. Sementara petani bertahan matimatian untuk hidup. Sekadar merawat kehidupan berwarna hijau yang menembusi lapisan-lapisan tanah. semua berjalan tanpa gejolak yang dibuat-buat. jujur saja. Telepon rumahnya berdering. melengos. Buah dan sayuran hadir di sana bintang Jatuh diakibatkan kebanggaan petani yang berhasil membesarkan. Diva pun mengecilkan suara radio. Air liur pria itu langsung terbit begitu melihat Diva melangkah keluar dari pintu. Sirkus komoditas. jadwal saya kosong." Tawa Nanda kembali terdengar dari ujung sana. salah satu kliennya. saya cuma mau ajak kamu makan malam. menggenggam botol semprotan berisi pupuk cair. Jemput saya jam delapan? Bye. Mendengarnya. Tidak lebih. Ia amat menyukai selera humor Diva yang sadis. Kelebihan hanya akan mengakibatkan keindahan itu busuk dan siasia. "Kamu beruntung. "Diva. Padahal di dalam tanah sana. kening Diva langsung berkerut. "Kamu ternyata memang pemboros.

sinthiing!! Kamu bilang begitu di depan orang tua mereka?.liur. semuanya tak akan sama lagi. menatap kedua orang yang tak kunjung beranjak itu. "Tidak ada. Saya hanya sebal dengan orang-orang yang menjadikannya excuse. boneka mereka adalah anaknya sendiri. orang sinting yang bisanya cuma ketawa-ketawa sambil bilang orang lain sinting. Bedanya. Bagaimanapun Diva seorang profesional. Para pelayan berdiri tabah dalam ketidaksabarannya. orang tua kami tak sabar menggendong . Kalau istriku sih sering. mal di akhir pekan adalah hari eksibisi balita kelas menengah." "Kamu memang luar biasa kejam. Nanda tidak mau merusak malam ini dengan buru-buru membicarakan soal itu. Yang jelas. Aku tidak mengatakan kalau itu dosa. padahal itu justru karena mereka tidak tahu cara lain. sama seperti anaknya.." "Hei." "Apa yang salah dengan itu semua?" sergah Nanda. "Kamu sinthiiing. Begitulah jadinya. dengan mertuaku." balas Diva tenang. sayang. enak bener ya jadi kamu. Diva menyatakan tegas bahwa tubuhnya terbebas dari sentuhan sekecil apa pun. Ia lebih butuh Diva untuk hal yang lain. Lima belas menit lagi menuju tutup total." "Tenang saja. sama seperti dirinya. Atau bisa juga. tidak perlu membela diri. Karena begitu itu terjadi.. "Ngomong-ngomong." Nanda mendecakkan lidah." "Kami berdua memang sepakat. asalkan mereka sadar dan tidak munafik. sampai ada kesepakatan. Tapi yang jelas. "Kamu yang luar biasa buta. Setengah jam yang lalu restoran itu menutup pesanan terakhirnya. bukti pada khalayak umum bahwa mereka telah membesarkan anaknya dengan baik. tapi aku tidak pernah bawa bayiku ke mal. Mereka mengambil tugas sebagai pendidik sebelum berhasil mendidik diri mereka sendiri. Itulah hari ketika ibu-bapak bermain Barbie dan Ken. siapa yang memutuskan untuk memiliki anak di antara kalian Bintang Jatuh berdua? Jujur. "Coba. main Barbie dan Ken adalah kompensasi dari repotnya mengurus anak. sekaligus pelajaran pertama mereka untuk jadi konsumtif. Sampai ada pembicaraan nominal.'" Kalimat Nanda menyembur-nyembur di tengah gelakan tawanya.

siap bangkit." Pria itu seketika mendongak. langsung pindah tangan! Sialan! Ha-ha-ha!" "Sudah ah. Saya memang punya dagangan. Katanya. tapi saya ingin kamu men-charge saya malam ini. jangan ditunda-tunda. Putaran ban melambat ketika mendekati sebuah hotel. Nanda. "Mereka nggak tahu. jadi orang sinting itu harusnya gampang." "Dan kalau anakku lagi lucu-lucunya. "Jangan jadi beban. ternyata kelakuan anaknya masih seperti bayi.. sebuah kesenangan." Mobil itu memasuki pelataran parkir hotel. dia pasti bakal didominasi kakekneneknya. ah. capek. daripada. "Saya masih belum gila. anak bawa rezekinya sendiri**" Diva terkekeh. Mungkin ini kedengarannya bodoh... kamu tidak tahu sebenarnya siapa yang menghibur siapa. pelan. "Hidup kamu itu gimana. "Sedari tadi.. nggak usah berlagak waras dengan pasang muka begitu. begitu giliran kencing. Tak lama kemudian jip mewah itu kembali melaju di jalanan yang melengang. e'ek. wajah Nanda malah makin berat. dan berhenti di sana. Ketulusan bukan ketulusan lagi kalau kita mulai memperjualbelikannya. "Kamu serius?" Diva melirik.. kalau saya harus mengeluarkan uang untuk. Sunyi. daripada. Untuk kesenangan sendiri saja." ¦ Diva menggelengkan kepala.. Jadi...cucu. Muka Nanda tertekuk. ditandai suara deru ban yang berkumandang tanpa iringan musik atau obrolan. "Diva." Mereka berdua pun berdiri. Diva agak terkejut melihat sorot seperti itu untuk pertama kalinya keluar. Ada yang bergolak di dalam sana. sama seperti kamu. kamu tahu sendiri. Eeh." Diva berbenah. kok jadi beban. nanti malah nggak dapatdapat.. Kita sama-sama harus begitu untuk bertahan di dunianya tukang dagang." Mendengarnya. diiringi embusan napas lega para pelayan. pakai ditambah bayi sungguhan pula.. Tapi jangan cemari satusatunya jalan pulangmu untuk keluar dari semua sampah ini. Sekalipun kamu sudah. . "saya pikir benar-benar cuma makan malam. Dan belum ada rencana ke arah sana juga. sih? Sudah saya bilang. karier bisa diatur.. saya lebih suka membayar kamu untuk makan malam seperti tadi.. biarpun sebenarnya kita tidak.

terkutuklah dia. Pak?" "Nona Manis. ya." "Yang penting. tapi selalu berkeras ingin dipanggil Margo—nama gaulnya waktu muda dulu. cantik. "Halo juga. ilmu tidak tekecuali. jangan sampai kembali ke Kramat Tunggak. "Yuk." Pria beruban itu cengengesan sambil melepas kacamata tebalnya." Gadis itu menunduk sambil memainkan ujung baju. tua-tua begini aku . Terkutuklah Diva si Pelacur begitu ia mulai memunguti uang di atasnya. Seorang guru besar ilmu sosial universitas top di Jakarta. Kangen kamu!" "Untung juga Bapak nyambi ngajar di program-program magister pengeruk uang itu. Nanda membenamkan wajahnya semakin dalam. "Aku suka sindiranmu itu. Semuanya bahkan seperti mimpi buruk. Hari bergulir cepat bagi seorang Diva. Uap keringat yang panas tadi tak membekas di hati. Di kamar hotel yang sunyi. Lelah mendapati kenyataan bahwa bahasa yang ia cakapkan hanyalah angka. Lelah mencari bahasa yang sanggup mengungkapkan perasaannya. Pak! Atau lagi ada proyek pendidikan yang bisa dicatut?" f "Pendidikan sekarang sudah jadi bisnis. ya? Gaji dosen beneran mana bisa bayar saya. Dunia ini semakin mahal. Amat pelan. seperti malam ini. Tanpa perlu satu pun huruf. Selelah orang disuruh menggusur gunung. Ia serasa bermimpi baru saja memperkosa ibunya. Mulai menangis.kembali ke diri kamu sebenarnya. Demi untuk bisa menyerahkan amplop itu." jawab Diva tenang. Pendidikmu tersayang ini sedang kangen berat. Walau seringkali ia harus menghambarkan rasa." ia menggamit tangan Diva. kita turun. atau adik perempuannya. Andaikan ia mampu mengganti isi amplop itu dengan surat cinta. "Halo. Usianya sudah lewat 50 tahun. tenggelam dalam tengkuk Diva. Surat penuh syukur. ia pun tidak tahan lagi. Nanda mendekap lembut tubuh Diva yang tergolek polos—mumpung ia masih punya hak melakukannya. Namanya Margono. Diakhiri suara kunci mobil berputar. Non. Sorot mata yang hidup tadi. Nanda memutuskan menghabisi kegaduhan alam pikirnya. Sama sekali. Ya. digerakkan kejujuran yang berontak dari dalam sana. "apa kabar pendidik bangsa kita satu ini?" Pria itu tertawa.

" "Mana G-string pesantfnku tadi? Sudah kamu pakai. ya aku mana mau. Lebih tokcer. Saya nggak kepingin malam ini Bapak jadi bangkrut. "Soalnya saya tidak akan hanya mulai dari Marx lalu berhenti di Marx lagi. melipat tangan. Feuerbach. semacam itu. juga spill-down pemikirannya Marx. jadi yang meramu-ramu. "Div. Viagra kan bekerjanya terpusat di organ situ saja. Ingin rasanya Diva menghadapkan cermin. segitu-segitu sajalah. Oh ya. ha-ha. Nanti temanku ada yang bakalan pergi simposium ke Boston. Katanya barang ini akan bereaksi dalam sepuluh menit. ada yang ingin mengulas etika otonominyalah. Kalau bukan kamu." "Saya mau tuh." Lelaki itu menggosok-gosokkan tangannya. Saya suruh saja mereka tulis semua yang mereka mau.. Dan bukan cuma itu saja. Gramsci. terbakar gairah. juga kritiknya Habermas. Terlalu banyak sudut pandang malah jadi pusing." Diva pun duduk." Diva langsung menawarkan diri. paling lama lima belas. Tapi yang lebih penting lagi adalah relevansinya ." "Jangan harap saya tersanjung mendengarnya. Pak Margono melihat jam tangannya. menarik sekali. Yang satu ingin menekankan kritik soal materialisme historisnyalah. Kalau yang baru ini kerjanya langsung menstimulasi otak. chief editor. Saya pernah baca ulasan tentang itu. cantik?" Diva mengangguk kecil. aku mau titip sebotol!" Rupanya ia berhadapan dengan bandot gaek yang mencoba mengasah tanduk yang bahkan sudah membelesak ke dalam. mengeluarkan sebuah botol obat. Kant. "Kalau Bapak ingin lihat saya pakainya di depan Bapak. Pak?" "Ah. apalagi yang menyangkut faktor emansipatoris masyarakat. lalu menelan dua butir pil. Dengan penuh semangat ia merogoh tasnya. Fichte—semuanya dalam kerangka Marx.masih punya selera tinggi. itu akan kena charge tambahan. Pak. bersemangat. sampai ke neo-Gramscian. Saya pernah iseng-iseng merangkum pemikirannya Hegel. "Kita tunggu sepuluh menit.. "Sudah sampai mana Supernova proyek keroyokan resensi Das Kapital-nya. Paling-paling nantinya saya car i lagi satu orang buat meramu-ramu. katanya bakal keluar saingannya Viagra.

" Lelaki itu panik sungguhan. "Sudahlah. yo uwis. "Memangnya penikmat ilmu seperti saya ini tidak bisa diakui ya. Sekolah yang kasih ilmu. ini sudah sebelas menit kok belum ada apa-apaan ya?" "Nggak usah dipaksakan. cantik. "tunggu sampai saya bikin sekolah sendiri saja. Diva menurut." "Masalahnya. mana boleh." Diva makin tidak habis pikir." potong Diva malas. Pak. saya tidak percaya dengan sistem pendidikan Bapak itu. Nanti biar bisa jadi dosen! Ada kenalanku yang bisa mengurus sertifikasinya. Sementara konteks utamanya malah ditenggelamkan. Bolak-balik lihat jam.. saja deh. Pak Margono mulai gelisah." kata Pak Margono. Pak?" "Ya." Diva nyengir.dengan kondisi sekarang." celetuknya genit. dan pemicu awal ide Marx itu sendiri. mmm." Diva mengangkat bahu ringan.. kamu beli izasah.. Makanya kalau ngomong suka ngaco. Mau jadi apa bangsa ini. ada sistem pengujian.. piye iki? Mungkin kamu mesti bugil dulu! Atau apalah! Bikin apa 'gitu sama aku. Produknya nanti kayak Bapak semua. kamu kan tidak punya latar belakang civitas akademika sama sekali." tukasnya berapi-api. Orang-orang diajari untuk berpikir parsial." Mata Pak Margono langsung membelalak .. arogansi agama yang berlebih. parameter pengakuannya apa? Kan mesti ada kurikulum. lho. ada pertanggungjawaban hasil akhir. "Walaah. kewalahan." "Asyik. "saya bisa pergi dari sini. apa yang sebenarnya ia lihat. arogansi budaya yang berlebih." Beliau sibuk meralat. saya tahu kamu lebih cerdas dari dosendosen itu semua. Pak.. wis.." "Aduh. "Div. tanpa bermaksud menyinggung. itu semua karena pendidikan yang basisnya parsial. bukan kasih titel. tapi kamu itu siapa? Maaf lho. Langsung S-3 juga bisa. dan bikin keputusan simpang siur. dong. nanti Bapak boleh dong mengajar di sana. sudah. "Maksudku. tidak menyeluruh. "Nih. Melucuti bajunya satu-satu. bukan berarti kamu tidak mampu. "Ya. Titel kan ndak dikasih sembarang. Kamu tidak punya titel apa-apa. "Manisku. Arogansi pengetahuan yang berlebih. Dengan santai." Pak Margono memotongnya dengan tawa mafhum. Full refund." "Panggil aku Margo. timpang..

.." f£M "Ha-ha! Itu lebih lucu lagi." "Sablengnya iya. Sigap.. ya? Bintang Jatuh itu kok banyak miripnya denganku.. "Kayaknya kita butuh istirahat sebentar. dia adalah Ruben Ehud versi perempuan.. Dhimas langsung merebutnya kembali... Tinggal bekal air panas dan cangkir dari rumah. dan berusaha. eh?" Tidakkah kamu ingin jatuh cinta padanya?" tanya Ruben sambil menepukkan naskah itu ke dada. "Kamu tidak takut jantungmu meledak. please. Mengambil setengah. Jadi.seperti burung hantu. Dan aku tetap bangga dengan jasadku yang sarat kafein. akhirnya ia menyerah." *Ini ongkos saya telanjang tadi." Sejenak mereka berdua kembali membumi. "Ya! Tanah liang kuburmu nanti bisa orang-orang pakai buat bikin kopi. dengan napas memburu yang tak menghasilkan. Pak Margono terkulai. sembilan belas menit. supernova Dari posisinya masing-masing. dua puluh dua. Lima belas menit lewat sudah. "Sini." panggilnya membabi-buta." "Terserahmulah. toh kita semua bakal mati. Diva yang mendekat langsung disergap tanpa ampun. Ia pun mulai berbenah." "Oh." Pintu itu pun menutup. membuat secangkir kopi. sini kamu." "Ah. . Supernova KEPING "Such a Small World. Ngiler.. Ruben mesem-mesem." "Justru aku yang tidak rela kamu menyama-nyamakan diri dengan dia. "Sengaja. ya? Coba sekali-sekali hitung ada berapa bekas cangkir itu.." "Menurutku. sekarang kitaribut gara-gara memperebutkan wanita yang bahkan tidak eksis! Ruben terbahak. Jelas sekali bapak itu berusaha keras.." ujar Diva seraya bangkit berdiri. persis penisnya. kepayahan. "Mungkin Bapak mesti tunggu obat titipan dari Amerika itu datang." timpalnya cepat. Diva menghampiri amplopnya. "Dan kita ini homo!" Mereka terpingkal-pingkal." "Setuju. Ruben melangkah ke dapur. Margo. "Syukurlah dia cuma tokoh fiktif. Tanpa sanggup lagi berkata apa-apa. keduanya pUn meregangkan badan. jangan bilang kamu cemburu sama tokoh karanganmu sendiri. Tak lama kemudian." katanya sambi melangkah pergi. "dan biaya ganti rugi G-string saya yan kamu robek. Ia berusaha." sahut Ruben dari dapur.

ya. akhirnya dia minggat ke SF'tatar Ruben. Masuk sini jadi barang impor. sudah jadi MD. Ekspatriat. "dan temannya ini sekarang malah jadi selebriS padahal kalau dia berkarier di Amerika. Anak itu sempat ngobrol denganku garagara kita sama-sama tidak tertarik ikut kepengurusan. "Kamu masih ingat dia. Dulu kita pernah bertemu di acara ramah tamah PERMIAS. tahu nggak. "dia itu geng imigran.." "Rafael!" "Ale! Nama panggilannya Ale." -Such a small world.. kan? Siapa namanya. single. "Kamu nggak merasa buang-buang waktu baca majalah kosmopolis begitu?" "Lighten up. "Sepertinya ada. kok." "Umur 29. Apa anehnya ." Ruben menggoyangkan telunjuknya. Dia muncul di acara itu kan cuma gara-gara diajak sobatnya." Dhimas membaca artikel itu lebih saksama.. "Ada yang menarik dari dunia selebriti kita?" Dhimas membolak-balik majalah itu. paling-paling cum jadi debu di tengah gurun.' Baltiniore nggak ada apa-apaan." "Lihat ini." "Wah.I^ * tggu sudah pindah^ Nggak betah katanya. Aku kan masih ingin tahu dunia.Ruben mencari-cari makanan kecil sambil meniupi kopi panasnya." "Lumayan.. Dulu waktu masih SD-SMP." gumamnya pelan. yang dari junior high sudah di Amerika. Dhimas selonjoran sambil membaca majalah. Miranda kan tetanggaku di Kebayoran Baru. nggak?" Ruben menajamkan mata. ya." "Geng konsulat?" "Lebih parah: geng imigran." "Ya. lulusan Berkeley." "Adiknya si Miranda itu." Ruben ikut berselonjor. Aku memang si serius yang membosankan. Aku jamin tidak bakalan eksis " -Jangan terlalu kejam. ya?" "Oh! Aku ingat. Ganteng lagi. Orang ini memang pintar. manusia kuper ini kepingin tahu. Apalagi dia. "Ferre?" "Ya. "Mana coba.lm flflt-ku waktu dia baru datang ke Balti^Ehn. Ferre. mana lagi merasa dirinya mahasiswa pendatang. eh? Rafael itu pernah „. "Hei." "Dia homo juga?" -Ferre ini cocok sekali dengan karakter Ksatria kita.. ha! Perusahaan asing! Sempurna!" "Tapi jangan lupa.. aku sering main ke rumahnya. dan tiba-tiba berhenti di satu artikel. Tahun berapa itu... Ruben." Dhimas menyorongkan artikel dengan foto seorang pria terpampang besar.

tapi karena harus." 'Heran. menahan pilu. "Suami kamu tidak cemburu sama si Kariage?" balas Re.. tidak mengindahkan.ekspatriat dapat posisi begitu di negara ini?" "Bisa nggak. apalagi kalau saya ketawanya sendirian. Ketawa "Kamu memang mencintai saya dengan tepat." Rana berkata lirih. Sebuah pensil kayu jelek hadiah dari restoran yang ujungnya diraut sembarangan dengan pisau. Puteri?" tanya Re pasrah. dong!" Rana menjawab. kita coret garis di kertas. "Kadangkadang. Saat mereka bersantai di atas karpet kamar kerjanya. Kamu penulis. baru kita saling melapor dan dihitung siapa yang paling banyak. "Kita buat taruhan." "Bukan mentang-mentang saya yang kasih. Puteri. Kamu benar-benar tenggelam Vud jangan. menghadapi hamparan komik Jepang pemberian Rana. Di sebuah Minggu siang yang langka." KEPING Cinta Tidak Butuh Tali Ada gambaran mereka berdua dalam benaknya. "Apa ini?" tanya Re heran ketika disodori sebatang pensil kayu. Kala mendung dan gerimis kecil merambati jendela. Puisi membutuhkan lebih dari . Ferre " Aku mencintaimu sepenuh hati. yuk!" "Taruhan apa. "Kamu masih baca komik ini?" "Ya masih. Saya memang sering menulis.. "Alasannya'" «Bagi saya. "Boleh. "Rana. Puteri. saya kok malah senang lihat kamu baca komik ini. terus kita hitung mulai dari jam kita bangun sampai tidur. "Kamu?" "Masih juga. ya! Awas kalau enggak!" Re berpikir sejenak. senyumnya pun melebar." "Kamu keliru. Tapi jujur. adalah keindahan melihat kamu asyik di aummu sendui. "Hati saya rasanya masih meleleh setiap kali kamu memanggil saya 'Puteri'. Kariage Kun." "Puisi? Itu tidak adil namanya.?" Mata kekasihnya nanar. Tak peduli kau bahagia dengan diriku atau cuma dengan sel otak. dengan bangga pula. "Tiap kali kita kangen. sayang. kan?" Bgiv "Bukan. Lucu." Mata Rana kembali punya sinar. Tak peduli lagi tepat atau tidak. Taruhannya apa?" "Yang kalah harus membuatkan puisi. terlalu mudah untuk kamu membuat puisi. sih kamu berhenti sinis? Sebentar saja. Tak peduli kau menyadari aku hilang atau tampak. kening kamu kerat-kerut sampai IL^Z\ meledak sendirian." Lama tidak ada tanggapan.

" "Berarti dari kita tidak boleh ada yang kalah. Ia merobohkan seluruh dinding! Inspirasi nggak perlu lagi ngomong 'permisi'. Memasuki sandwich memori nan lezat. Jauh sebelum kau menyerahkan kertas dan pensil. telepati itu ada tidak?" "Kenapa memangnya?" "Barusan saya juga memikirkan hal yang sama." "Kok bisa. Dengan roh rindu yang menumpang lewat di dada... Karena rinduku menetas sebanyak tetes gerimis. Hampir dua menit sekali. Jadi siap-siap merancang puisi dari sekarang. Sebanyak itulah aku merindukanmu. . . Puteri. Re menatapnya sambil memainkan pensil kayu itu. Genggamlah jantungku dan hitung denyutannya ." "I love you. "Kamu tahu aku tidak bisa. Pikiranku adalah seribu persimpangan dalam sekotak korek api. bahkan dengan amat adil. Memompa lembut seperti angin memijat langit. too. Kenangan beranak kenangan. ." Inspirasi. uinta 1idak butuh tau Dan darah cinta adalah udara..sekadar jam terbang. Sudah kumenangkan taruhan ini.. Suara gerimis kembali mengambil alih. Diam-diam tangan kirinya mencoretkan garis-garis di selembar kertas. "Re. "I love you. ¦ Seorang arwah pujangga tersasar masuk ke dalam tubuh mungiiicu. Tak pernah lepas dati kantong. Karena ini ia dinamakan si jantung hati. Dan mutiara sangatlah aneh di tengah batu kali. pikiran Re sudah melesat pergi seliar api mercon. Berdenyut lincah seperti buih yang terus berkelit. mengecupnya lembut." "Saya sudah kangen duluan. Ini dia kendaraannya..." bisik Rana manja." "Menurut kamu. Kata itu mengempaskannya kembali ke lorong-lorong gelap masa lalu. Orang-orang di sekitarnya mulai sadar. Dulu aku adalah pujangga. atau corengan garis. "Kamu pasti kalah." Rana mempererat genggamannya. pensil kayu pemberian Rana. Ingat saya pernah bilang soal pekerjaan yang masih punya ruang untuk inspirasi? Penulis puisi bukan hanya mendengar ketukan inspirasi di pintunya." Rana mengambil tangan kekasihnya." "Ya?" "Saya menang. Tidak butuh kertas... Karena itulah aku anomali. Dulu aku berkata-kata bak mutiara nan wangi. sayang. Princess." Di tengah rapat dengan orang-orang finance-nya yang masih berjalan.

Persis sedang senam waitankung. mendadak rumah ini terasa begitu sepi dan. "Hei. not me. Sejak kapan pakai pilih-pilih?" Re tergelak. ia masih berusaha keras menyangkal semuanya. yang juga perbuatan yang tolol. Benar-benar cuma satu yang menggugah minat: telepon—deringannya atau kesempatan menelepon. "Yup. Asal dan tujuan benar-benar spesifik: Rana. Kembali melandas di hari Minggu. ya? Sudah terbit? Pasti! Kapan saya bisa baca. Aku tahu banyak sekali bandot nggak pernah gede di usianya yang ke-50 sekian." ujarnya ragu-ragu. tahu!" Re berkata. "Halo. membuatnya tersadar seharian ini ia tidak ke luar rumah sama sekali. Hanya dalam waktu hitungan bulan. telepon genggamnya berdering. "Rana? Reporter itu?" Ale langsung bertanya begitu Re berbalik.ia adalah si lajang loser. Rana? Oh. Lima menit kemudian Re tersadar betapa konyol ini semua. Re melirik ke luar jendela lagi. memunggungi Ale. Pertama kali ia tertangkap basah. "Le. Puncak segala siksa. Berlari di tempat. Bahkan beberapa minggu yang lalu. Ia.. umpatnya. Dalam satu geliat nasib." "Sok tahu. Komik Kariage Kun yang jadi pelariannya juga sudah tidak lucu lagi.. telah membuang setengah hari untuk melakukan sesuatu yang tak bermakna.." "Aku melihatnya sejelas melihat sendok ini. Di kantor ia selalu melamunkan hari ini. Satu malam ketika pergi makan dengan A le. Gawatnya. Dia sudah bersuami." Re memutar posisi duduknya. tapi di hari ini lamunannya selalu mentok ke jalan buntu. "Lalu? Suka is suka. Hamparan rumah mewah model townhouse yang tertata apik. kita bukan freshmen lagi.. But sorry.Bos mereka bolak-balik menghela napas. karena ia hampir tak mampu menutupi apa pun. yang dikenal sebagai pengguna waktu yang efisien dan efektif." Tiba-tiba telepon genggam Re berbunyi lagi. sekarang tidak ada pekerjaan untuk mendistraksi. Hunian ideal bagi para lajang sukses. Telepati itu bualan. Sedan perak di rumah seberangnya sudah pulang lagi." "Gila. Umurku berkepala tiga dalam beberapa bulan lagi. makanya Alexander Graham Bell ditakdirkan jadi penemu telepon." "Kamu suka sama dia. "Hai!" Suara enerjik . defensif.

" "Ngaco. karier platinumnya. Ia sudah mencoba berbagai cara. agar ia sedikit berlari.. ia malah menjadikan suaminya singa kelaparan yang siap menyerang begitu ada kesempatan. sahabatnya kembali berjalan mendekat. Semua orang menyimpan sebongkah matahari dalam dirinya. gejolak 24 jam itu adalah kemajuan. Kini ia mengerti. Dengan tak berdaya kesemuanya itu berlutut di hadapan mahligai agung sebuah hipercandu bernama Cinta." dumel Re pelan. Ale tersenyum sendiri.. Ia sadar. Konsep itu memang utopis.". Bahkan reputasi emasnya. "Rana lagi?"1 "Ya.panggil Ale di antara kunyahannya. menyapanya dengan keceriaan murni. Tapi saking bersinarnya mukamu.. Yang lebih penting lagi. Cinta tidak membebaskan. Ada yang terbit dan ada yang terbenam. "Re. dari mulai pura-pura tidur sampai mengaku keputihan. semakin lama ini berjalan. Tak berarti. npmac Cinta Tidak butuh Tali Ayo Puteri. Matahariku bersinar nonstop dua puluh empat jam." jawab Re pendek. itu dekadensi besar dan sudah kenyang Re dimakinya. Apalagi dengan program yang sudah mereka sepakati." Makanan mereka datang. Masih adakah cucian yang belum kering? Adakah sampah yang ingin kalian bakar? Mari. Baginya. semua ini akan menimbulkan kecurigaan." "Jangan asal. tidak ada yang punya arti di saat seperti ini. Menggiringnya ke lorong panjang pengorbanan. Kepalanya makin merunduk mendekati piring. semua orang di sini sampai silau. Pembuangan waktu seperti ini juga akan jadi bahan omelan empuk. "penerangan di sini remang-remang. Apalagi di tempat kamu berdiri tadi.dan penuh vitalitas itu lagi. Sudah sewajarnya kegiatan tersebut justru . Mungkin memang begini ini adanya. Lima menit kemudian. Cinta itu tirani. Dan kini ia kehabisan akal. Bagi Ale. Refleks. cambuklah kuda waktuku. Ia membelenggu. Re melangkah menjauh sambil meneruskan percakapan. dan berarti. Rp mplirilr iam . Rana Arwin hafal benar siklusnya dan Rana sangat menyesali hal itu. Membuat dirinya terasa sangat remeh. Mendadak ia tercenung. dekatkan pada wajahku. punya anak tahun ini. "Kamu benar-benar suka sama dia. '-^.

bagaimana Rana meringis dan mengernyit jengah. Apa maunya." "Seberapa malang?" "Kamu bisa bayangkan apa rasanya ketika statusmu bagaikan penjara dan tempat tidurmu adalah neraka?" .. suaranya bergetar. "Kamu sudah tidak minum pil KB lagi. tambah malang. Rana menatap suaminya. "Mendadak surgamu jadi super simpel. Setiap bunyi gemerisik Supernova seprai membuat jantungnya berdegup kencang. Kamu memberi hubungan ini ." Jangan. dan menajamkan telinga penuh siaga. "Malang. Ruben. Hanya tembok dan langit-langit yang tahu. Rana berteriak sunyi. kan sayang?" "Tidak. "Mau dibuat enak sama Mas?" rayu Arwin. Biasanya rayuan itu selalu berhasil. Menguap berkali-kali. Sapuan-sapuan penuh maksud yang membelai kulitnya. dan memandang Ruben. Dalam titik kepasrahannya.." Ruben tertawa. Dan seperti kucing basah kuyup.. "Menuliskan kisah orang-orang ini membuatku sadar. Setiap hari. Microgynon lebih penting dari makan siang. Aku diperkosa. Sudah lama sekali ia tidak. Rana makin meringkuk di sisi kiri tempat tidur. sih?" gugup Rana menjawab. Lampu dipadamkan. Perlahan ia mulai merasakannya.. . tangan Arwin yang merangkulnya dari belakang. Mas.. Ruben "Apa kabar Ksatria dan Puteri kita?" Ruben menepuk bahu Dhimas yang masih tekun mengetik. memutar duduknya. Ia kenal betul ekspresi itu. tolong aku. "kok tangan kamu dingin kayak es?" "Masa. Tak pernah lewat Tak akan kubiarkan diriku alpa. Re. Rana balik badan seketika. Mungkin masuk angin. siap berbaring.diintensifkan./ Arwin berbisik." Rana menelan ludah. Demonstratif. sayang?" "Agak nggak enak badan. "Kamu sehat-sehat kan. Ia lalu memejamkan mata kuat-kuat. Dan malam ini ia harus berhasil.. Mas. Dhimas &amp.. Arwin keluar dari pintu kamar mandi. ternyata aku sangat beruntung. Napas hangatnya yang meniupi tengkuk.. Rana benar-benar tersiksa. Aku mohon. Cukup satu 'halo' di telepon. "Kamu membuatku merasa bangga dengan diriku sendiri. atau satu 'hai' di tengah keramaian. jangan lakukan itu. Tiba-tiba Dhimas berhenti mengetik. "Rana." ucapnya sungguh-sungguh.

s e n d&gt. Kita. Merayapi surat demi surat yang masuk.dibesarkan-i dan saya cuma bisa menghabiskan oksigen* &gt. Cinta Tidak Butuh Tau "Pernahkah kita berikrar untuk mengikatkan diri? Cinta kan tidak butuh tali.Entah apa saja yang mereka jejalkan dalam otak saya* .Saya baru sadar-.melihat orangorang berdukacita akan sesuatu yang &gt. Jadi.Supernovai saya mulai malas pergi melayat* Saya sedih &gt. Dan lihat.seharusnya membahagiakan. buat apa kita melawan arusnya dan malah saling menjajah?" Lamat-lamat Dhimas tersenyum. &gt. &gt. &gt. Anggaplah mereka menangis karena diri mereka belum terbangun dari mimpi-» sementara yang mati sudah • Sama malasnya saya pergi ke resepsi pernikahan* Kebanyakan dari mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat• Dan orang-orang malah turut bersukacita• Yang jelas mereka memang membutuhkan doa. Ia membebaskan. Saya juga malas. Supernova Ia mengklik inbox-nya.bertujuan• Tidak punya cita-cita* Bertahun-tahun saya &gt.Supernovai saya suka sekali membaca artikel Anda &gt. meraih tangan kekasihnya dan menggenggamnya erat.bahua Anda adalah seorang post-strukturalisf &gt.tentang budaya pop dan post-modernisme¦ Dari &gt. s e n d &gt.suatu visi.Anda menentang semua struktur* Saya '-post1 terhadap apa pun yang Anda pegang tahun lalu-.Supernovai kebencian dan ketakutan saya pada ortu saya &gt. kita tidak lari dari kenyataan. saya TIDAK TAHU APA-APA* Tidak &gt. Kita juga bukan pasangan gay umbar libido seperti yang orang banyak kira. Dengan alasan yang sama* Tapii pergilah untuk orang-orang yang merasa ditinggalkan itu.artikelartikal Anda selama ini i apakah Anda sadar &gt." ucap Ruben perlahan.tidak tertolong lagi* Saya tidak tahu mesti ngapain. Banyak doa. &gt. Itu kuncinya.Datanglah untuk berdoa* &lt.." "Kemerdekaan. adalah sahabat terbaik.. kemarin i bahkan detik yang barusan lewat • Kita sedang ber-evolusi* Anda bisa memperlancar prosesnya dengan berhenti menggolong-golongkan* Jangan repot-repot* &lt. Partner hidup.

&gt;P1ungk in cuma kentut* &gt;Jangan salahkan saya kalau saya lebih doyan drugs. &gt;Mereka yang marah-marah itu tidak tahu enaknya drugs &gt;dan sucks-nya hidup- Bisanya cuma masuk in anak ke RSKO* &gt;Bolehkah saya ketemu kamui Supernova? Saya mau kerja &gt;apa saja untuk kamu* Saya ingin jadi bermanfaat* Di RSKOi badan kamu didetoksif ikasi * Di Supernova-, pikiran kamu didisinfeksi- Infeksi pertama yang harus kamu sembuhkan adalah: kebencian dan ketakutan kamu* Bukan pada orang tua kamu* Tapi pada diri kamu sendiri* Satu-satunya yang tidak diajarkan padamu adalah mengenal diri sendiri* Karena itu kamu benci dan takut terhadap hidup* Satu-satunya hal yang dilakukan drugs untuk kamu adalah meminjamkan seremah surga dengan bayaran segumpal sel otak* Transaksi yang sama sekali tidak sepadan* Solusi yang benar-benar destruktif* Otak kamu dapat disegarkan i tanpa harus dirusak fungsinya* Tergantung apa yang kamu pikirkan-* yang kamu MAU pikirkan» Satu-satunya manfaat yang bisa kamu berikan pada Supernova adalah meledak bersama* Ledakkan pikiranmu* Segarkanlah ia dari virus-virus yang membuat arus hidup ini mampat* Supernova ada di .mana-mana* Saya*** kamu*** kita lebih LUAS dari yang kamu duga* Jadi-, percayalah-, kehadiranmu di sini adalah manfaat terbesar* Tanpa kita harus bertemu muka • &lt; s e n d &gt; &gt;Supernovai kamu adalah VIRUS!! Memang * Baru sadar.? &lt; s e n d &gt; &gt;Super novai saya adalah fans fanatik taman kanak-kanakmu* Tapi kamu harus hati-hati* &gt;Tidak sedikit orang yang akan menjegal kegiatanmu» &gt; II e reka menganggap pengetahuan dalam jaring laba-laba &gt;ini membahayakan* Tidak sesuai dengan konstitusi dan &gt;ideologi» Tidak sesuai dengan apa pun yang kita kenal &gt;kebanyakan di tengah masyarakat- Saya khawatir* Saya &gt;tidak ingin TK ini sampai dibredel* siht banyak terima kasih untuk perhatian feri*3 tapi pernahkah saya menentang sesuatuf Saya k^a' errawarkan perspektif baru* Mengolah simpul^ny3 ang saya lihat bagi Anda semua* Andalah yang simPu*

kan selanjutnya* Zaya tidak punya kepentingan a*1**. pun atas cocok tidaknya pengetahuan ini gedi^1 ^onstitusii norma-» budaya-, atau ideologi apa den9an Anda dan orang banyak percaya* Tujuan saya pun ^anerlgkomparasi • Saya menawarkan analogi untuk buka" fieksikani demi kehidupan dan wajah dunia Anda lebih baik* Itu saja* Adakah semua itu merusak v3"? Anda? Atau sebaliknya*. Anda merasa lebih Kel^UPSilakan jawab sendiri* baik" &lt;s«nd&gt; 10 Kekekalan adalah Chaos nendekati pukul delapan malam, hidup kembali bergulir untuknya. Dengan langkah sigap dan mata awas bagaikan elang. Re menjemputnya di venue tempat ia meliput. "Re... aku tidak bisa lama. Setidaknya antarkan aku lagi subuh-subuh." llpPteS-' Re mengangguk cepat. Begitu tangan mereka terpaut, Sang Waktu pun kembali menyusutkan tubuhnya. Membuat kedua insan itu berlari, terburu, tergesa, liar—karena dipaksa menggandakan intensitas. §PSp Malam banjir akan adrenalin. Malam panas akan cinta yang menggila ketika pintu penjara itu dibuka. Kebebasan dalam episode singkat. Terkutuklah Jakarta yang memaksa warganya tua di jalan raya. Ferre Ada saat tatkala kata terasa sia-sia. Di tempat tidur Re yang nyaman, mereka berdua menatap jendela. Hanya mengingat rasa. Alam begitu murung, sekaligus indah B»— . , raPat di hamparan lapangan golf itu. Rasanya ?a ."JJ* ijerkaca-" 113 Aku merasa begitu kecil di tengah keluasanku Rintikmu raksasa dalam mungil tetesmu Engkau menyelimuti dengan dingin. Dan semakin kau merapat, semakin membara alam ini Jutaan engkau kini turun membanjiriku Tak akan pernah aku meluap, Puteri. ¦Kugali tanahku lebih dalam dan kubuka semua celah untuk menyerapmu. "Rana... jangan pulang." Ia tidak menjawab. Tapi tubuh itu mengirimkan getaran-getaran yang sudah sangat ia hafal. "Rana... jangan menangis." "Kamu baru saja mengatakan dua permintaan yang sama-sama mustahil." "Jangan pernah bilang 'mustahil'. Aku ngeri mendengarnya." "Tapi kita bisa apa...?" Pelukan itu perlahan mengendur. "Pertanyaan itu untuk kamu,

Puteri. Bukan untuk saya." "Kamu memang tidak mengerti, tidak akan ada yang bisa." Re mengatupkan rahangnya kuat-kuat. Mereka akan memasuki gerbang debat kusir, dan ia tak mau itu. "Ikatan saya banyak. Bukan hanya pernikahan dua orang, tapi saya juga menikah dengan keluarganya. Dengan segenap lapisan sosialnya. Saya tidak seperti kamu yang punya banyak kebebasan. Kamu tidak bisa membandingkan... Re memutar tubuh Rana, menatapnya luruslurus. Saya tidak membandingkan, karena saya tahu persis pembandingan tidak akan membawa kita ke mana-mana. Tapi saya ms melihat kamu memilikinya. Kekuatan untuk mendosa*. Membebaskan diri kamu sendiri." ; hid„ "Mendobrak apa? Moralitas? Norma sosial. Kita ni di dalamnya. Re. Saya cuma ingin mencoba iealisti ... KEPING "Tidakkah kamu menyakiti dirimu sendiri dengan menempatkannya demikian? Apa yang jahat di sini, Rana? Jahatkah saya mencintai kamu mati-matian? Begitu amoralkah semua perasaan ini?" Rana mendapatkan dirinya dalam dilema yang sama, lagi dan lagi. Ia lelah. "Mungkin lebih baik saya pulang," Rana berkata lirih. "Ya, mungkin lebih baik begitu." Re pun bangkit. Kebahagiaan dan kesedihan kejar mengejar bagai dua hantu penasaran. Sedangkan mereka berdua adalah lintasan yang letih dilewati, tapi tak bisa bergerak ke mana-mana. Dan Waktu... adalah si Pak Tua yang cuma diam mengamati, angkuh memegangi bandul detiknya yang tak berkompromi. Dhimas &amp; Ruben Dhimas yang pegal-pegal punggung akhirnya bangkit dari kursi kerjanya. Diambilnya back roller dan sibuklah ia meregangkan badan dengan per besar itu. Ruben mengamati kegiatan pasangannya. Tercenung. "Apa lihat-lihat?" "Kamu tahu apa yang dikatakan Einstein tentang waktu?" "Waktu juga berolahraga punggung?" cetus Dhimas asal. "Ya." "Apa?!" "Waktu bukan cuma bisa dipahami lewat detik jam. Memangnya apa, sih itu detik? Apa itu jam? Apa itu hari? Sekadar istilah buat dikotomi langit terang dan langit gelap, kan?" "Jangan sok dekonstruktif. Memangnya kamu bisa bayangkan apa jadinya dunia ini kalau tidak ada detik

. sampai akhirnya cortex kembali membanjiri . Noble. input ditampung oleh semacam generator acak. Kedua. rasanya kalau perlu bumi tidak usah berputar. Dengan kata lain. heh?" "Oke. you silly. Tapi coba kita lebih akrab sedikit dengan waktu." "Whatever. otak kita adalah generator bipolar. Kalau kata Einstein. dan sebagainya.. "Selain menghina orang tuaku.' Kamu yang nanya. ilmuwan Finlandia yang meneliti. tidak terstruktur. Bagian dari sistem kalender yang bukan cuma satu di dunia. waktu yang mekanis: tik-tok-tik-tok jam di dinding. entah itu bau. waktu itu seperti karet." "Lalu hubungannya dengan back roller ini?" "Lebih dari sekadar per yang menyusut dan meregang. poin apa lagi yang kamu ingin sampaikan. Matti Bergstrom..dan jam. Jalur pertama diterima oleh cortex. tapi dari sisi yang lebih pribadi. Bertolak dari premis bahwa sesungguhnya waktu tidak ada.masalah ini. ada tiga perspektif di sini. kemarin adalah ilusi." Ruben menjelaskan." "Itu pertanyaan retoris. waktu yang relatif:.. atau disederhanakan sedemikian rupa sehingga menjadi informasi yang terkategori. di rumah orang tuamu. Per-per itu bahkan tidak ada.." "Jadi. yang fungsinya adalah menerjemahkan stimulus ke dalam siklus atraktor yang terbatas. rasa. sedetik rasanya satu eon" buatku.." "Dengar. tahun lalu cuma ilusi.. Contohnya." ftjpf "Waktu di rumah orang tuaku dan waktu yang di Barnes &amp. cortex mengorganisasi chaos. Waktu sendiri. apa sih itu waktu?" "Pikir sana sendiri. Setiap input yang masuk langsung terbagi ke dua jalur. "Pintar. kok aku yang suruh jawab. bukan cuma lihat sisi mekanisnya saja. bilang bahwa generator acak itu bisa kita rasakan waktu kita benar-benar baru bangun tidur. itu cuma satuan." "24 jam." Ruben menggosokkan tangannya bersemangat. "Pertama. 365 hari.." "Hanya tidak ada satuan. Noble." potong Dhimas mangkel. Kosong dan tidak ingat apa-apa. Atau saking kompleksnya tidak ada informasi yang bisa diterjemahkan. Input di situ bersifat nonspesifik. Dan waktu yang ketiga: waktu ilusif. Tapi di Barnes &amp. Elastis... hari ini juga ilusi. oke. Sementara jalur kedua.

Tidak ada kemutlakan. masa lalu. pacarmu yang mana. otak kita melakukannya di bawah sadar. Dhimas." "Ya. Begitu cepat. Waktu adalah catatan penunjang dari suksesi alam. tapi proses di tengahnya.1" tawa Ruben menyembur. karena kita tidak sanggup mengerti chaos yang sebenarnya. Mengingatkan namamu siapa. berkembang. dan masa depan. Bukan fisik. "Agar kita tahu apa rasanya tumbuh..kita u Kesatuan jangka waktu sepanjang seribu juta (109) tabun dengan informasi. yang penting bukan dua ujung itu. dan masa depan." "Nah. Mungkin kurang dari sedetik/ sela Dhimas. Mati dan hidup tak lebih dari sekadar gerbang pengalaman. sejarah hidupmu bagaimana. Pada akikatnya. konsep waktu dimunculkan manusia di level pikirannya. Kita memilih mengalami keduanya dari detik pertama kita jadi embrio. clairvoyance. sel yang terus berganti. Dan cortex menerjemahkannya menjadi masa lalu. sesungguhnya hanya satu gerakan tunggal: Kekekalan. dan sejenisnya itu?" "Dalam kekekalan hadir segalanya—medan matriks yang tak terhingga berisi segala probabilitas dan potensi. kalau masa depan 'cuma ilusi... berevolusi. hartamu apa saja. Dalam hidup ini. semua ramalan berbicara di level potensi. Dan ingat. tanpa ada sangkutpautnya dengan hitungan sekon. masa sekarang. Namun kita menjalaninya dengan tendensi." "Tapi lucunya." -^aitu?" "Kekekalan. Sel sendiri tidak kenal konsep Waktu. Tendensimu akan memanifestasikan potensi tertentu. Tapi . untuk apa?" "Untuk apa?.. "Waktu adalah konsep hasil terjemahannya cortex. dan ritmis suksesi yang sama juga berlaku untuk seluruh penghuni alam raya ini. Ia hanya memperbaharui diri. Aku ingat saat kosong itu. fisik kita pun melalui berbagai suksesi ritme: tubuh yang tumbuh. Kekekalan adalah chaos.. Ingat." "Tapi. Masa sekarang. horoskop. lalu bagaimana dengan ramalan." * "Bingo! Konsep Wa ktu lahir dari keinginan fundamental manusia untuk punya kendali atas hidup.. semacam servis cuma-cuma. termasuk mengendalikan dirinya sendiri. terus-menerus. Manusia sendirilah yang mengadakan linearitas waktu dan setuju untuk mengikutinya.

kan?" Ruben mengangkat bahunya enteng.. Kelambatan itu menyebabkan lintasan dari pusat masa objek jadi sangat tertebak.. Aku benar-benar terkesan." "Jadi." "Lalu kalau aku membalikkan badan. "Kalau kamu memang doyan koleksi sampah. betul begitu?" "Betul. Tidak menjadikan yang satu lebih penting dari yang lain. yang akhirnya menciptakan semacam aura kontinuitas. maka bulan seharusnya bisa ada. "Dari sudut pandang fisikawan.. semesta . yang berkenaan dengan otak sebagai organ yang empiris. ya iya.Itu yang selalu menjadi kebingunganku dengan objek kuantum. Itulah dahsyatnya kekekalan1. Lalu aspek global." "Begini.. Sekarang bayangkan." jelas Ruben.000 pemikiran per hari. nilainya sama-sama saja." "Aku serius. yakni Kesadaran yang mencakup semua pengalaman empiris... sebuah otak memproduksi rata-rata 14. bisa tidak. terserah aku mau tidur.. sama halnya dengan otak. lima juta per tahun. Misalnya bulan itu." "Ck-ck-ck. "bulan sebagai objek kuantum hanya bisa diamati apabila ada aku sebagai pengamat. Bulan itu tetap ada di posisinya sekalipun kamu atau aku menunggingi langit. Inilah yang disebut sebagai 'konsensus'. Untuk tetap waras maka mayoritas pemikiran itu hanya berupa pengulangan." "Berarti ada dua aspek dalam memahami realita. Ia memiliki elemen-elemen nonlokal yang menjadikannya objek kuantum. analisis yang bagus." "Lalu bagaimana dengan masa lalu? Apa yang kita perbuat kemarin pasti memiliki jejak. aspek lokal. potensi yang termanifestasi dan tidak. Inilah yang kemudian membentuk memori. Tapi kenyataannya satu dunia juga tahu kalau bulan tetap ada. memori hanyalah residu?" "Kurang lebih. kek. pingsan. atau gema." Dhimas menunjuk ke luar jendela. tapi di satu pihak ia juga objek klasik yang punya massa dan penyebaran gelombang kuantumnya cenderung lambat. Kompleksitas dari benda makro membutuhkan regenerasi waktu yang panjang untuk sampai bisa diterjemahkan.poinnya adalah. dan 350 juta selama hidupnya. tubuh kita dan semua benda lain pun memiliki dua aspek. Pertama. kek. temasuk pengalaman memiliki organ otak itu sendiri.

"Siap-siap. kepemilikan. Di situlah otak mengambil peran. Ketiga. respons hidup dan mati. Tak terkategori. Lewat respons ini. Otak kita berawalkan dari satu sel yang tidak memiliki fungsi-fungsi otak. tapi juga mampu menyuguhkan seluruh semesta. Dengan tujuh respons dasarnya. dan harus bisa diorganisir ke dalam angka yang terkendalikan. Setelah melewati tahap pertama. Pada tahap ini ia mulai bersandar pada apa yang ada di 'dalam'. Keenam. Otak memiliki kemampuan kontak langsung engan Kesadaran Murni yang sama sekali tidak ditemukan di dunia materi. atau fenomena-fenomena magis. dan hukum. Nah. Di tengah hiruk-pikuk dunia' materi. respons relaksasi. otak tidak hanya menjaga kewarasan. Ia ingin tenang." "Tolong dibuat sependek mungkin. Ini jugalah perkenalan pertama kita dengan konsep kekuasaan. respons kreatif. bertahan hidup. muncul kebutuhan yang lebih kompleks. respons visioner. Pada level inilah terjadi apa yang namanya mukjizat. Pengetahuan eksternal bersifat objektif. respons murni. dan tujuanmu satu. yakni: ke-aku-an. dan ia ingin yakin bahwa dunia luar bukanlah sumber segalanya. "Kelima." "Tujuh?" Ruben menarik napas. manusia dimampukan untuk mencipta . Jumlah itu adalah chaos. Otak mencari info ke luar dan juga ke dalam. : Bahkan kutu rambut pun memilikinya. mengeksplorasi fakta. ketika ia mulai berpaling ke dalam. muncul respons keempat: respons intuitif." "Pertama. Respons paling dasar. Kita berkaca pada Sang Pencipta. otak yang senantiasa aktif pun menginginkan kedamaian. Sekalipun ada sistemasi biliunan saraf . dan melalui refleksinya kita mencicipi peran sebagai kreator. Ini adalah upaya otak untuk menciptakan identitas. aturan.tak lebih dari sup kuantum yang membombardir indra kita dengan miliaran data setiap menitnya. "Ketujuh. Ini bakalan panjang. Terima kasih sebelumnya. Kemampuan ini datang dalam momen yang penuh keajaiban. respons reaktif. Kedua. dan yang internal bersifat intuitif. yang sering kita sebut inspirasi. hidup diproyeksikan sebagai rimba perjuangan. Ia berawal dari satu cercah kehidupan.

Mereka bilang. maka kita selamanya mengambang di pemahaman hidup yang paling dangkal.. Membaluri . Secara finansial. manusia melihat dunia terbentang untuknya. Tapi begitu kita terjebak dalam linearitas. sambil melenturkan otot. namun ada." KEPING Si Pencinta Alam Garagara aksinya di perlombaan fashion show anak-anak waktu itu." "Karena itulah momen di mana potensi teimanifestasi. menarik kita ke dalam abstraksi mental yang tidak nyata." "Jadi. Kegiatannya tidak berubah. Alarmnya dengan rajin terus berbunyi. Diva diskors dari catwalk sebulan penuh. Dan apa yang ia lihat tergantung dari respons mana yang ia pergunakan.. dengan tertib ia pun menyelesaikan latihannya di treadmill. Itulah sumber yang sesungguhnya. Permainannya sendiri." "Aku sekarang mengerti arti 'momen' yang para spiritualis maksud. Saat ini selalu memperbaharui dirinya tanpa batas. berarti di manakah kita waktu tidak menjalani keduanya?" "Bersama Yang Tak Pernah Hidup dan Tak Pernah Mati. Sesuatu yang tidak perlu berpikir. Tidak ada yang lebih penting daripada saat ini." Ruben tersenyum lebar. berantakan. "Melalui ketujuh respons ini. Tapi ia malah merasa diuntungkan. Hanya pada saat ini kita mampu merasakan masa lalu dan mewujudkan masa depan. Seperti biasa. dan lembaran-lembaran dolar mengalir lancar ke rekeningnya. Mencuci rambutnya dua kali dan mengoleskan vitamin. Minum jus dua gelas.yang bergantung pada otak.. masa lalu dan masa depan hanyalah distraksi. karena lebih punya banyak waktu di kebun kecilnya. Dhimas. terserah Anda. "Itu kalimat terindah yang kudengar hari ini. itu pun tidak berarti apa-apa. Di bawah pancuran. dengan saksama ia menggosokkan scrub ke seluruh tubuhnya. pikun. Kalau mati dan hidup cuma pengalaman.. tapi otak sendiri tidak kehilangan akarnya pada kemurnian." "Satu pertanyaanku. Otak adalah alat yang disediakan bagi kita untuk bermain dengan hidup." "Jangan bicara soal itu." "Sori. untuk apa kita menyesali masa lalu dan mencemaskan masa depan?" "Betul!" "Tapi bagaimana kalau sepuluh tahun lagi kamu jadi profesor botak/ jelek. sehabis yoga.

Ia tahu. Yang satu ini tidak termasuk golongan klien t . berarti saya anggap itu pujian besar. Minha sol bonita. "Memangnya kapan saya pernah sedih?" "Ah. "Estb tudo bem."1* Gio mengecup keningnya penuh kesungguhan. ya."1* Mereka berciuman hangat. pekerjaannya membutuhkan fisik yang selalu fit. "Kamu mau makan malam dulu? Tapi jujur saja. XiPu ^ tidak akan berdagang dengan yang satu ini. buat saya. "Kamu makin cantik. sekarang ini saya pasti memilih makan malam sendirian. ganteng bukan main."16 Diva melingkarkan tangannya di pinggang Gio." "fntao. Kulitnya masih menyala. "makan . ada suara mobil memasuki pekarangannya. Tak lama kemudian. penampilan yang prima. Satu-satunya pula ort Sh diizinkan masuk ke ruang tamunya walau* -9 Jaar itu tidak. menjatuhkan berat tubuhnya hingga mereka berdua terdorong ke tembok.. meu amor. kamu lebih appealing dari makanan apa pun malam ini. queridoV'13 sapanya ceria. Setiap tubuh adalah perangkat yang luar biasa menakjubkan. "Gio! Como vai. Namun malam ini Diva lebih cepat siap dari alarmnya sendiri. Dan kendaraan ini bukan kendaraan rombeng. Ia tidak akan pernah memperlakukannya demikian. Gio adalah peranakan Tionghoa-Portugal." Gio tergelak." Gio mengusap wajahnya lembut. Tubuhnya nampak semakin tegap. kan?! Kamu memang tidak mungkin berubah. Diva langsung melonjak dari kursi menghambur keluar. Ia telah lama pindah dari Jakarta ke Rio de Janeiro. "Nah." "Keluar dari mulut seorang Diva. Sebuah fenomenon yang jarang-jarang terjadi. Diva pantang menjadikan tempat 1™ ^ SU pasar tempat orang berjual-beli. Kamu pasti masih Matahari yang dulu. ya? Kalau kamu masih nangkring di Jakarta seperti dulu. Kelihatannya kamu bahagia.seluruh kulitnya dengan pelembab." "Atau gara-gara kita cuma ketemu setahun sekali. sekaligus satu-satunya pria yang dL niva untuk mencium bibirnya.. erti sahabat. Tapi semua itu dilakukannya semata-mata karena ia merasa berkewajiban mengurus jasad— kendaraannya untuk menghadapi hidup. dan kini baru saja pulang dari pegunungan Andes.

.. lalu untuk terakhir kali berusai? ." s Qalara ™mantisme "Sedikiiit. Asal tujuannya jelas. "u "Minha sol. menyaksikan Mataharinya. aku bisa bercinta denganmu. kok!" cepat-cepat Dhimas berkata." bisik Gio. blablabla. Ruben bingung. kita pergi!" ia pun menggamit tangan Gio. Mau improvisasi. rang juga 81 "*»c. Alah "Kita kan baru saja membahas kai roentransendensi ruang dan waktu. atau makan saya. aku yang tidak bisa...malam. cinta sejatinya...." "Sebenarnya aku tidak keberatan dengan bumbu-bumbu romantis. Ternyata dia tidak melulu pahit." Dhimas menyodorkan naskah yang masih hangat dari printer. sayangku Matahariku yang cantik ¦ "Jadi . antara menahan geli dan gusar." ha memmang "Pemborosan tinta!" "Payah! Tidak romantis!" Romantisme itu cuma metafora. si. dari mana kek. nih?" . Mungkin itulah yang paling ia tunggu-tunn dari malam ini.. cintanya yang terpendam.. si Pencinta Alam! Aku ingin terus menghidupkannya. Ruben tergopoh-gopoh datang ke ruang kerja. 11 Apa kabar. saja! Ceritanya dia datang setelah h v . tapi tidak perlu. Dhimas &amp. "Hmm. passion." Ruben pun membaca lebih saksama. ini benar-benar cobaan berat!" Mendengar teriakan Dhimas. "Bisa dua-duanya?"_____. Lalu?" "Tokoh itu.mt."Aku tahu pasti kamu nggak setuju. » Sekarang. "Ada apa? Komputernya mati? Belum disave?" tanyanya panik.1 Cinta tidak terpancing emosi... di sini.-tapi.. ya?" tanya Dhimas malumalu." "Tapi aku tidak tega melenyapkannya begitu saja. Jadi sebaik.. kekasih Baik-baik saja. jawabannya: tidak. "Baca ini.. Biar kita bisa melanjutkan yang tadi • Gio pun tertawa.." "Oh jelas. esta hora. dan metafora adalah saput yang .ana Bintang Jatuh. Mereka berciuman lagi. Dia masih punya emosi.. "paka" mobilku... Ruben "Oh. "Sayangnya. dengan sopir. "Rupanya kamu ingin menyajikan sisi lain dari Bintang Jatuh. saat ini juga.." Diva balas membisik "Ayo.. lebih dalam menikmati setiap detik—mengingat ia hampir tak per Va melakukannya. Lebih lama. "Coba dibaca ulang. "Dengan sangat menyesal. berkubanq dai»™ yakltaiuga berkepanjangan. Ruben membaca sekilas.

sebaya. namun tanpa perlu ditanyakan. Berusaha ikut mengingat." ujar Gio takut-takut saat itu. jelas Dia Maha Romantis juga.Tt beruntung. kamu masih ingat malam pertama kita?" "Oh! Ampun! Kamu membuatnya terdengar seperti malam pernikahan. gerah." KEPING U n Sol E m Noite Semenjak bertemu Diva. karenanya Gio u Tentu saja sol E» No. Gio menahan napas." Suara itu membisik halus. ini akan menjadi malam yang indah. querida. Diva tertawa. Justru langit menjadi hitam karena matahari berhasil menghanguskannya. Sebersit emosi sentimentil menyusupi hatinya. "Div. Entah dari mana Gio J^Zl dirinya.." Diva menggeliat. tulus.. Menjadikannya arang. mendongak sedikit. "Dan kamu masih menyimpan kunci itu?" ^. malam itu adalah salah satu momen vann ." "Tidak setuju! Romantisme adalah aspek penting dari cinta. ertahankan dalam memorinya." "Kamu tidak merasa Tuhan itu romantis?" "Kok Tuhan." protes Ruben. Aku tahu mungkin kedengarannya konyol buatmu.Wajah tampannya memancarkan kepoWZ t "dibohongi. "Aku sudah tahu. maka gelap malam bukan berarti ia pergi. Tak banyak peristiwa yang ia kenang. Gio memiliki persepsi lain tentang malam. Andaikan Diva sebuah matahari yang membakar bumi di siang hari.'4% "Claro1*. Diva. yang terbenam dalam pelukannya. sih contohnya. "That's the point. tapi aku tidak peduli." Diva terdiam. Seperti membaca pikirannya. Yang jelas «ku! membuat Gio nekat membobol tabungan pribadinya ' Awalnya. yan9 masi h dlP Waktu itu Gio masih nampak ingusan waia«n. "Cinta yang mana dulu. Diva menganggap Gio tak lebih dari anak orana kaya brengsek yang cuma ingin menambah panjana «portofolio" pengalaman seksualnya untuk kemudian diobral ke teman-teman. Diva bui fflenebak apa yang kira-kira anak itu dengar. seratus persen. Tuhan kan maha segalanya Ya." . . "Mungkin artinya memang sama besar buatku. "Dari pertama kamu muncul. saya harap malam ini tidak mengecewakan.melapisi inti kebenaran. "Itu tabungan saya. Dan masih banyak lagi pandangannya yang berubah sejak Diva hadir. mengusik kenangan-kenangan lama. Jadi.

"Tidak terpikir." "Kerja?" .***! d «m. Sekarang. dan Waghi di Papua Nugini. Gio. mencoba Gletser Rekiak di Tibet." desis'Diva. Tapi saya ragu. "Kamu menyenangkan." Suara Gio nyaris tidak terdengar: "Saya tidak punya pacar. Pernan ke mana saja?" . tidak pernah ada yang serius. baru kali ini ada yang menganggapnya seperti wortel. Setelah itu Gio hampir tidak pernah pulang.saya sudah berani menobatkan kamu sebagai klien saya yang paling ganteng. rafting. ya? Kenapa?" Diva duduk santai. Diva mendengarkan semuanya dengan takjub. atau membelikan pacar kamu cincin kek. Menapaki setiap kerikil dan batu di tempat-tempat menakjubkan tadi." "Oh. saya mulai menominasikan kamu sebagai klien saya terlucu. "Bertualang." gumamnya menerawang. penakluk gunung. "Bisa saja. kek. sambil menyilangkan kaki.. Tidakkah lebih baik uang itu dipakai buat beli buku. sampai ia mm* ke tiga rangkai sungai: Yuat. W -«jESjSS menyusur sunoai dalam negen.$*ggg telah disentuh..:„„ Sorot mata Gio berubah-sesuatu yang &lt. "Saya ingin sekali bertualang.. bermain-main di batas pencapaian manusia menyentuhkan jejaknya atas alam. Ia sudah jauh meninggalkan ruangan itu." ucap Gio tulus...„.. Ia adalah penakluk sungai." "Tidak?! Potongan kayak kamu tidak punya pacar?" Diva terbelalak.Un. "Maksudnya. pergi jalan-jalan ke mana kek. Naik gunung. bumi terlalu luas untuk didiamkan. Ia mulai hiking ke Tiger Leap Gorge di Cina....anny. Tapi kalau lagi santai pun biasanya saya pergi hiking." "Kamu kelihatan begitu hidup. malah hampir tidak ada. "Ekspedisi. Peng. duduknya menegak." ." 'Diva terbahak. Sampai akhirnya sekarang ia menjadi anggota ekspedisi Sobek internasional.. "Kamu mengingatkan saya pada Sungai .. Watut. Selalu menyenangkan bertemu seseorang yang masih punya hidup.. kalau melihat kaki kamu yang sekecil wortel. spontan. Dan dengan semangat ia w». Rafting. Saya tidak ada waktu. Di antara seliweran puja-puji kagum tentang kakinya yang ia dengar setiap hari. dan menemukan makna profesionalisme dalam bertualang. Ikut bertengger di sol sepatu Gio. naik gunung.

Di langit ada awan-awan nebula yang tadinya kehijauan.Tatshenshini.. bahwa semua indranya mengecap tempat-tempat ternikmat dan terindah yang pernah ia tahu. bahwa ia telah menjadi lelaki.." Gio menggelengkan kepala takzim. membawakannya air putih. Gio akhirnya mampu bicara. dan waktu itu saya berdiri di atas tebing. Dan entah kenapa.. bahwa Diva yang kini duduk'di hadapannya dengan rambut tergerai tanpa tabir tubuh apa pun adalah pemandangan terindah yang pernah ia lihat. bahwa malam ini ia merasakan magi yang membuat segenap sel tubuhnya memekar bagai bunga di musim semi. "Nih. Kamu bisa bayangkan? Sebuah ketenangan.. yang deras. "Kamu tidak apa-apa?" tanyanya lembut seraya memegang badan Gio yang gemetar dan berbulir keringat." Dan Diva benar-benar tak menyangka Gio sepolos itu. Tatshenshini ada di bawah. Bagaimana ia harus mengungkapkannya.. Teringat akan tugas yang masih harus diembannya." Gio tersenyum polos.. un sol em noite... Dan arus sungai di bawah saya.. ini. ". "Saya nggak apa-apa... Hanya saja. sampai-sampai membuatnya terkesima untuk yang kedua kali.. malamnya terang. Lukisan ekspresi wajah Gio melampaui batas verbal. "Di sana sedang musim panas." Diva hanyut. seperti masih berada di sana. Pernyataan tadi merangkum semua.." "Alaska? Kamu pernah ke sana?" Diva terlonjak lagi. "Agaknya kamu akan membuat perdagangan kali ini lebih menyenangkan. ini adalah yang pertama buat saya.. kamu memberi kesan yang sama..." Ia nampak benar-benar cemas. Matahari di kala malam. Pinus terbanyak yang pernah saya lihat. Keringat itu keringat dingin. Seperti api. "Baru dua minggu yang lalu. Menjawab segala .. Ia mulai menggigiti bibir.. Emas yang paling berkilau.. minum. terpesona sekaligus resah. bercampur buih putih yang mengamuk... Setelah sekian lama. emas..." Diva pun terkesiap.. tapi terus berubah setiap detik. kok. terbenamnya matahari di Tatshenshini. bahwa Diva bagaikan. sampai semua langit jadi oranye. Gio sendiri sepertinya linglung.. Matahari itu lalu bangkit. terbentang membelah bukit pinus yang sangat rapat.

Refleks. Mereka sama-sama membawa kenangan. namun malam ini ia yakin telah mengambil keputusan yang tepat. at least. Gio tak berkomentar. Diva menikmati setiap detik. Gio membawa pulang kunci kamar hotel itu.. betapa ia sudah tak terbiasa menghadapi apa yang sungguhan hidup. Mengetahui lagi rasa jutaan saraf kecil yang memercikkan listrik-listrik bening ketika dua bibir bertemu. Namun ada vibrasi keresahan yang terdeteksi. "Nio fazer istb." Suara Gio menariknya dari vakum memori. Tak pernah Diva membiarkan hal itu terjadi sebelumnya." Gio menjawab pelan. Saya yakin itu. "Diva.. saya bukan peliharaan orang. Tidak juga nanti. Tidakkah kau mengerti. Diva membawa kenangan ciuman pertamanya. |Q Jangan lakukan itu memisahkan kedua bibirnya. Refleks berikutnya. Diva. Uang Gio tak disentuhnya sama sekali.. Perlahan dan tenang." Jangan. saya tetap tidak terikat atau tergantung pada siapa pun. Gio menyentuh lembut dagunya. Ia bukan lagi anak lelaki gugup beberapa jam yang lalu. mendekapnya lama. sayang. Membiarkan dirinya bermanja dalam pengalaman yang jarang ia dapatkan. Saya entrepreneur murni. Melihatnya Gio langsung menyergah. Ngeri akan kesungguhan dalam ucapan tersebut—membuat ia tersadar.. Diva merengkuh lembut pemuda itu. "Seharusnya kamu tidak melakukannya dengan saya. lengkap dengan sopir?" selorohnya lagi. untuk kemudian menciumnya tenang.. Dan Diva pun merasa ngeri. "Kamu tahu saya tak akan pernah merenggut kebebasanmu. Tidak ada yang menghidupi saya." ia berbisik. Tidak akan . membiarkan bibir itu di sana. Menariknya masuk ke dalam lapisan hangat selimut. "Kamu rhasih 'Si 5000 dolar?" "Dengan kurs sekarang? 1500." Gio mendekapnya erat." "Ikut dengan saya. Diva mulai menggigiti bibir.. Seakan-akan ia telah bermetamorfosis dengan sempurna. Aku baru saja menemukan mahadewi. "Kamu pikir dari mana saya bisa punya rumah di real estat itu? New Eyes." Diva menambahkan sambil tertawa kecil. "Tenang. tidak seperti ini.keheranannya. dan bukan peliharaan perusahaan." "Tidak ada yang saya sesali.

menghitung-hitung kira-kira di mana dan jam berapa ia bisa menyelipkan Re ke menu acara. Jadi. Kamu manusia yang masih punya hidup. sesungguhnya tidak pernah sekali pun kita berpisah. Dan demi sebuah kebersamaan. "Izinkan akubeisatu denganmu. Percayalah. Menjadikan detik-detik berharga tadi usang. "tidak juga pernah berubah sejak dulu. gemas. Yang ada hanyalah. lalu menghabiskan hidup mereka untuk menghiasi keusangan itu dengan paksa. Manusia yang hidup tahu bahwa ketidaksabaran hanya akan membuatnya merencanakan masa depan secara tidak alami. Saya barusan berkata jujur.. dan berarti." "Kenapa kamu harus begitu pesimis?" "Saya tidak pesimis. "Matahari membakar siang. "Aku mencintaimu/' bisiknya tertahan." "Minha sol." Lelaki itu mengatupkan mat ari y a. kamu tak akan mau hidup dalam belenggu seperti itu.. "Saya tidak pernah berharap apa-apa. dan malam. Ia akan tetap berarti kalau kita membiarkannya lewat. apa bedanya? Bagi matahari tidak ada siang atau malam. Telepon genggam mungilnya ." "Meu vem. Semampuku. Buat semua detik baru. "Dan kamu tahu betul jawaban saya." Diva mengecup lengan Gio yang menyelimuti tubuhnya. Apa adanya. Meninggalkan malam ini. apa pun harapan kamu. wajahnya kini berhadap-hadapan dengan Mataharinya. "Manusia tidak diciptakan untuk terikat pada apa pun.ada yang berubah. tidak kurang. ada." KEPIM6 Tuhan Maha Tidak Romantis Secara kebetulan mereka berdua sama-sama sedang ada di kota Bandung." Gio bergerak pelan. sekaligus sudah terlalu berat untuk ditanggalkan. Langitku/ sang Diva berbisik. tidak lebih. lagi-lagi Rana berkutat serius dengan agendanya.membalik badan. Jangan pernah takut dengan kebebasan. tak berguna. tapi berat rasanya ia melepaskan pelukan itu. Detik ini berarti karena ia detik ini. menjadikannya seperti kain perca. Ada perbedaan besar antara pesimis dan jujur.." Seketika Diva. Kita tidak bisa menyeretnya hanya karena kita begitu terikat dengan keindahannya. Jangan pernah juga memanipulasi kebebasan.." Gio mengerti semua. Buruk. Gio.

pasti sering ditinggal-tinggal. Tapi saya benar-benar harus muncul di dinner meeting satu ini. Merasa bersalah. sih. Tak dirasa lagi lelah akibat permainan petakumpet. Ternyata itu t«» 1 pea«0h." Rana seketika menunduk. Milik Rana. Princess. Mungkin kita tak perlu bertemu." "Saya usahakan setengah jam. Bunyi telepon genggam berdering.. "Ya?" *tM «jangan jemput saya di sana lagi. Bagaimana?" "Saya cuma punya waktu sampai jam enam.. lho." Rana menggeliat bangun. Keduanya tersentak." jawab Re. Mereka seperti sedang transaksi ganja.." Re setengah mengingatkan. ya?" "Tapi setidaknya kita bisa berduaan tanpa pakai strategi. "Padahal janji wawancaraku baru mulai jam tujuh nanti. "Ya. "I'll see you." gumam Rana sambil membelai rambut Re. enggan. Re mengangguk kecil. M tidak adil. Bergegas Rana menuju kamar mandi. "Nggak usah diangkatlah. Ekpresi wajahnya bertahan sama.. Re menghela napas. Mungkin kita tak perlu bertemu. "Saya usahakan." rajuk Re.. 'Mungkin bisa. Dan kenapa aku ditempatkan di hotel dengan kamar "back to .Re. tadi saya lupa matiin.¦¦ Kebimbangan itu bergolak perlahan di bawah permukaan Sepertinya ada yang salah. "Sori. Tiga jam yang berharga. sejam lagi. "Ya?" "Bagaimana?" Rana tidak suka ini." "Sejam? Tapi saya sudah di jalan. "Oops." ulang Rana dengan nada ditekan." "Kalau saya jadi istri kamu. Seringnya ialah yang bermain sirkus dengan waktu berhubung jadwal Re yang padat gizi itu sulit sekali diajak kompromi. Tapi kemudian mereka sama-sama melihat nama yang muncul. Tanpa lihat belakang. dan menutup pintu Suaranya terdengar sayup-sayup dalam ruang yang menggema itu. Masih terdengar jelas." ". kalau saja ia boleh komplain. kenapa juga harus selalu terbirit-birit? Mengapa tidak bisa membiarkan satu kesempatan lewat begitu saja dengan santai? Mengapa mereka bertingkah seperti pialang saham di bursa? Haruskah demikian? Ferre Semua ketegangan tadi lumer ketika dua manusia itu akhirnya bertemu.berbunyi.. atau kiri-kanan. ya. Paling lama 45 menit. setengah memaksa." suara Rana nyaris tidak terdengar. Puteri.

Mas?. ramerame. karena aku rela diabaikan. Rana pun berbohong pada rekan-rekannya. kamu belum di rumah. Tepat waktu. Busa odolnya sudah berpencar ke mana-mana." Tiba-tiba terdengar telepon genggamnya kembali berdering. Rana dengan tahu diri berusaha menebus "kesalahan"-nya.aku ingin sekali tuli. "Oh. • Sebentar lagi Re sudah-mau memotong kupingnya." Terdengar keluh Rana. suara infrasonik. Mereka menyumpahiku. Suara Rana yang tertawa. "Sebentar ya." Busa putih di mulut Re muncrat keluar. Suara Rana yang menasihati. Sekalipun wajah itu nampak dingin tak terpengaruh. "Kamu ngomong apa. Suara Rana yang menyimak. ya. ultrasonik. sih? Nggak jelas! Tapi kamu makin-makin cakep. Mencacah harga diriku seperti daging cincang. palingpaling Gita." Rana berjalan menjauh. saya baru mau pergi. Sekawanan samurai terbuat dari huruf datang menyerang. nggak akan ada lagi yang melihat begitu!" Rana tergelak-gelak.. cari makan. "Halo.. Dua kali dalam satu malam.. menyaksikannya sikat gigi sebelum tidur. Mereka berjanji ketemu lagi malam ini.... pintu kamar mandi itu terbuka. sampai suara hatinya sendiri. dari mulai suara biasa. Namun demi satu kebersamaan. itu sangat orisinil! Kamu cari di seluruh pelosok bumi. Nihil. Puteri.semua. pelan-pelan ditutupnya pintu kamar mandi itu. demi sepasang penyumbat telinga nomor satu di dunia. dengan suara kumur-kumur. Ini . "Apa??" serunya setengah tertawa.. Re masih tertawa-tawa. Mendadak ia punya saudara sepupu yang harus dikunjungi dan akan menginap di sana. Rasanya ia mau merelakan semua miliknya . Dengan berbagai alasan.. Mereka menghinaku. Dengan penuh kesadaran. mencari-cari perangkat apa yang kirakira bisa berbunyi dan menutup gema-gema dari kamar mandi itu. "Kamu cakep kalau lagi sikat gigi. satu kesempatan menyambut kekasihnya pulang kerja. no. ya. karena aku cuma bisa diam.nature" sehingga tidak ada televisi di sini? Dengan gelisah Re menyebarkan pandangan. Setelah sekian lama...." ujarnya sambil berlari kecil. "Rana. Yang mampu memblokir suara apa saja. Tawa Re langsung punah.

cinta orang tua. benakku siap memaki lagi. Dari shower sampai kloset. berarti Cinta itu apa?" "Tahan dulu!" Ruben sontak duduk tegak. titik tengah: romantisme hanya bentuk ekspresi. Bukan praktek. "Aku selalu merasa Cinta itu dipromosikan dengan salah. Namun ia tahu.. Tadinya ia pikir ini hanya obrolan sore hari yang ringan-ringan saja. Aku tak mau mendengar apa-apa. Suara kucuran air membahana di ruang kecil itu. dibutuhkan gemuruh air yang lebih besar untuk membungkam suaranya sendiri. oke. Coba. Re menghidupkan semua keran air. Ruben Ruben masih tidak mau kalah." "Eros. Tunggal. Cinta pacar." "Ada yang bunuh-bunuhan karena Cinta.. Cinta adalah energi dasar. Ada cinta pacar. kucing." "Peperangan atas nama Cinta.." "Oke. sahabat. Kebencian pun berasal dari energi yang sama.sudah seperti minum racun yang dijadwal. Polusi itu tercipta di pikiran kita. Dhimas &amp. berarti Tuhan juga Maha Tidak Romantis. "Tapi kalau Tuhan maha segalanya. Dan semua pemilahan kategori cinta sesungguhnya adalah satu zat yang sama dengan kadar polusi berbeda-beda. Cinta bisa dipraktekkan macam-macam." "Ada yang saling membenci karena Cinta. dan seterusnya itu sudah merupakan format turunan. Dibersihkannya percikpercik busa di kaca. apabila pemilahan- ." "Setuju. berapa banyak format yang harus kita telaah kalau begitu? Karena kenyataannya. tikus. Jadi substansi apa itu sebenarnya?!" "Menurutku." "Data yang tidak lengkap bagaimana?" Dhimas setengah mengeluh. "Jangan sampai kita terjebak membuat prekonklusi dari data yang tidak lengkap. cinta tanah air. Jadi.. di pinggiran wastafel. Philia. Keran air langsung dihidupkan. Satu item dengan setumpuk katalog yang berbeda. ya." Dhimas jadi merenung. "Iya." Ruben mengacungkan jempolnya." "Gila. "Kita ingin berbicara tentang Cinta di level substansi.. hanya ia mengalami proses saturasi. Mubazir! Yang ada malah orang-orang miskonsepsi tentang apa itu Cinta." "Kalau semua itu kita rangkum. dan mendadak ia merasa sangat bodoh. Berkumur-kumur amat keras. ia pun membasuh mulutnya.. Puteri.

. mengantarkan saya pulang ke rumah saja nggak pernah mau. Sementara suaminya. Namun Re tidak melihatnya sebagai satu peristiwa yang membuat hari indah. Ia mengalami melalui kita. Ruben... tidak ada di rumah." "Bukan itu masalahnya." "Kalau kamu canggung. Ale bisa mengikatnya ke tiang listrik kalau tahu ia akan pergi ke rumah Rana.. dan ia mengundang Re datang. mengapa kita mati." "Atraktor asing. Terbungkus momen yang tak terkatakan. "Apanya yang . ajak saja Ale. Mentahmentah. Jadi kamu nggak usah paranoid begitu." Rana merajuk mania. mengapa kita jatuh cinta." Mengalami? Ruben tercenung. itu cuma acara biasa.. "Cinta adalah mengalami.. Ingin mengalami adalah hasrat yang paling dasar. "Tidak ada yang salah." Dhimas terenyak. ia merasa tidak karuan sekarang. ". Apa salahnya kamu juga tahu tempat tinggal saya sehari-hari itu seperti apa. Semua orang juga sudah tahu itu.pemilahan tadi lenyap. Rana akan mengadakan pesta kecil di rumahnya nanti malam. "Aku bukannya paranoid. Re menolak. kendati ia menyampaikannya dengan halus. maka yang ada hanyalah. sih?" tanya Rana memelas. "Sesuatu yang agung dan substansial ingin mengalami. semuanya adalah pengalaman. beranak-pinak. Mempertanyakan dirinya. mengapa ada ini dan itu. Feedback adalah hasil arus balik dari atraktor asing yang berputar kepada diri sendiri." kali ini Re spontan tertawa. Tapi aku tetap tidak bisa.. Puteri." sergahnya halus. jangankan masuk. Padahal saya kan tahu tempat tinggal kamu. Jadi apa salahnya. Perlahan Dhimas berkata." "Justru aku ingin kasih lihat kalau kita berteman." Sejenak keduanya membisu. Konsentrasinya berantakan." ulang Dhimas lebih mantap." KEPING ^ Sebesar Cinta itu Sendiri Hari ini Rana berulang tahun. "Bukankah itu inti semuanya? Mengapa ada hidup." bujuk Rana lagi. Justru sebaliknya. "Re. kontraktor yang sedang mengerjakan proyek masjid raya di Surabaya itu. Bakal ada puluhan orang lain juga di sana. "Kamu ini.. Puteri. supernova "Tidak bisa kamu samakan." "Satu-satunya pertanyaan yang ada. dong. berkeluarga. dan jadilah ini semua. mengalami.

Semula satu dan kemudian terpecah jadi seribu satu. menatap plang jalan itu dengan resah. Bagaimana kalian makan bersama. Mobil-mobil banyak yang mulai datang. atau bercinta di atas meja. Sel ini terus bertambah dan merambah. Tidak janji. Selain posisi berhentinya yang serampangan—antara mau belok atau tidak—mobil itu pun sudah berhenti di sana lebih dari setengah jam. saya sedang tidak berselera untuk disiksa. hingga akhirnya objek yang nyata pun tak jelas lagi. bukan lagi di alam simulakrum20. Suka tak suka.. Tak kan kuhadirkan kakiku ke sana. ada sebuah mobil yang berhenti dengan aneh. karena.. Sejenak Re mengangkat matanya dan melirik ke jalan itu sekali lagi. Pergi tanpa ragu lagi.." Di jalan itu. Sebesar Cinta itu Sendiri Rasa memiliki itu hidup seperti sel. Dalam konteks ini bisa diartikan juga bah wa alam simulakrum adalah alam meleburnya realita dan ilusi. Mereka hidup melingkari kita. Kecemburuan aneh yang hanya ia mengerti sendiri. diakibatkan oleh fantasi yang diduplikasi berulang-ulang dan berlipat-lipat ganda. Re menyalakan mesin mobilnya.. Puteri. Dan betapa seharusnya engkau tidak di sana. Arwin Grafiti berwarna ceria . tapi bergerak seinci pun Re tak bisa." "Aku usahakan. ya?" Re diam.tidak bisa?" "Kadang-kadang kamu memang terlalu naif. Maaf. Paling-paling cuma dua atau tiga puluh langkah berjalan kaki. 20 Simulakrum adalah ruang yang disarati oleh duplikasi dan daur ulang berbagai fragmen yang berbeda-beda di dalam satu ruang dan waktu yang sama (Baudrillard). semenjak kita saling mencinta. Karena cemburu. Ada Re di dalamnya. Ia akan terpecah di luar kendali cinta itu sendiri. Rumah Rana pasti salah satu dari jajaran itu. Ia yakin.. Dan aku menyimpan sel-sel yang sangat sehat. tak kan pula kuhadapkan mataku untuk melihatnya.. Aku akan dirasuki jutaan imaji mengenai dirimu dengannya." "Datang. Ia cuma bisa berharap Rana mau mengerti. "Pleeeeease. Rana akan mencak-mencak kalau tahu ia tidak datang hanya karena. Re menjatuhkan kepalanya ke atas kemudi. tapi aku usahakan. Kekasihnya begitu dekat secara nyata.

Tapi kira-kira apa yang bakal dia lakukan ya? Pria malang. "Aku tahu siapa dia. makan malam di Chedi bersama pria yang ciri-cirinya persis sama dengan Ferre." Muka Arwin ditegar-tegarkan." Rasanya Arwin ingin membabi-buta lari ke atap gedung dan menjatuhkan diri. "Kenapa juga harus dibikin ketahuan?" komentar Ruben gemas. mana mungkin. kebiasaan menangis diam-diam. Dia sangat mencintai isterinya. Namun semuanya menjadi suram apabila disandingkan dengan aura kelam yang menyorot dari batin Arwin. seluruh cerita ini berlalu begitu saja tanpa pelajaran untuk semua orang. Aku yakin. Dan yang satu itu. dan muram. dingin." "Tapi Rana pasti hanya berteman baik dengan orang itu." ia mengangguk-angguk." Arwin menghela napas. Tangisan lirih yang seperti sayatan silet.. Aku baru melihat mereka berduaan tiga hari yang lalu. Lebih-lebih sehabis mereka bercinta. Kegiatannya yang seabrek. Kamu juga kenal Rana. berat. Semua harus kebagian. dan ia turut prihatin." Segalanya memang menjadi jelas. keduanya nampak tegang menontoni salah satu adegan puncak. tapi lebih baik kamu cek lagi kegiatan-kegiatan istrimu. Tapi ia tak mau membuat Arwin lebih terbanting. Tapi tidak ada jalan lain: "Bukan untuk pertama kalinya aku melihat mereka. Rana yang pelamun." ucapnya dengan nada sewajar mungkin.menghiasi setiap bidang dinding kafe itu. . Sepupuku teman seangkatannya di Berkeley dulu. "Ya harus. pemurung. "Ya. Namanya Ferre. mengambil jarak. Ruben Persis seperti nonton film laga. Selalu menghindari acara keluarga. mungkin mereka memang cuma berteman. "Tapi Rana memang pernah bilang kok. "Artikel itu sudah bulanan yang lalu dimuat. Dhimas &amp. Kalau tidak. Aku hanya concern. "Maaf kalau aku terlampau curiga dan membuatmu malah tidak enak. kalau dia sedang membuat profil tentang pria itu. sih.. tanpa bermaksud mengambil kesimpulan apaapa. Temannya tahu itu. Lagi-lagi. hari Senin minggu kemarin. temannya tahu itu. Desi juga bilang dia melihat Rana di Bandung. Rana yang menjadi pendiam. Sebelumnya lagi di Shangri La." "Well.

Re tertohok. bisa telepon kamu. Semoga saja dia sadar kalau sedang berpijak di semesta yang serba relatif. Maka terciptalah percakapan itu. Ferre Rana sedang keluar meliput. jadi penonton. Rana? Mengapa harus aku? Mengapa perasaan ini? Perasaan sesat! Irasional! RACUN! ] Re setengah mati menekan kata-kata itu untuk tidak keluar. Entah itu diberi judul tragedi atau keberuntungan. [ Ini keterlaluan! Mengapa harus begini? Mengapa harus kamu. tapi sekarang memang lain cerita. Harus menunggu satu ajang akbar dan persetujuan rapat redaksi. yang cukup sepuluh menit. dear? Kamu senangsenang dong. Jemarinya mematung di atas tuts keyboard. Kamu tahu aku paling malas disuruh meliput ajang anugerah semacam ini. Kata-kata yang selalu bermunculan namun ia bendung hanya karena tidak mau Rana sakit hati." "Oh. dan seorang kekasih gelap yang mencintainya setengah mampus ] l Sepasang sepatu mentereng yang sakit kalau dipakai dan sepasang sepatu tua nyaman yang setia ] [ Kabarmu sendiri bagaimana. atau sebaliknya. "tapi di acara seperti ini aku kan bisa santai. Seorang suami yang harus dipertahankan demi stabilitas status sosial." Rana tertawa manja." Mendengarnya." Re mengolok. Dia punya semuanya. tapi cara kita menyikapinyalah yang kemudian memberikan label. "Jangan mengejek. tapi bisa mengantar Re tidur tersenyum sampai pagi. Bersiap-siap. Dia bisa melihat dirinya sebagai korban.selayaknya semua peristiwa hanyalah semata-mata peristiwa. Harga dirinya kembali tergigit. "Menderita"." "Label apa yang dia pilih kira-kira?" tanya Dhimas lagi. bisa ketemu banyak artis.. dan dilihat kalau ada kesempatan? . Telepon kekasih sebelum tidur—betapa mahal dan kompleksnya kesempatan itu. Kepahitan pun merambat naik seperti bisa ular. "Kalau soal itu sih jawabannya pasti 'tidak'. Sepatu Tua? Senangkah kau di sana? Di gudang gelap yang hanya dibuka sekali-sekali. Bukankah ia sudah cukup menderita? [ Ya. "How's it going.. Mereka saling pandangpandangan. ya? Berhasil bertemu dengan seseorang yang menarik? Among a bunch of airheads?" Re tambah mengolok.

.Sorry kalo kurang bagus edit nya… Selamat membaca aja ya.. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful