DE_SUPERNOVA-_BintanG_jatuH SUPERNOVA Episode: Ksatria, Puteri, dan BintanG jatuH © 2000 Pee H Proof Reader Prof. Dr.

Fuad Hassan Hernia wan Aksan Tata Letak Muhammad Roniyadi (thatkid20@yahoo.com) Desain Sampul Tepte (teple@imatrekkie.com) Foto Dissy Ekapramudita Penerbit Truedee Books X Patrakomala no. 57, Bandung 40113, Indonesia Tel/Fax. 62-22-4213691 http://www.truedee.com E-mail: Dooks@truedee.com Hotfine Customer Service: 081-22141015 Pre-press Polar Repro Bandung Percetakan Gpta Cekas Grafika - Bandung Osakanl : Februari 2001 /CefakanU -Maret 2001 hafalan IH : April 2001 Cetakan IV :Juni2001 **«anV ; November 2001 Katalog Dalam Terbitan i ¦fe^'S ^ Bi,Mn* BMK,un8: T»*, Books; 200. $&96257-0-X JudulEngkaulah getar pertama yang meruntuhkan gerbang tak berujungku mengenal Hidup.Engkaulah tetes embun pertama yang menyesatkan dahagaku dalam Cinta tak bermuara.Engkaulah matahari Firdausku yang menyinari kata pertama di cakrawala aksara. Kau hadir dengan ketiadaan. Sederhana dalam ketidakmengertian. Gerakmu tiada pasti. Namun aku terus di sini. Mencintaimu. Entah kenapa. (catatan di satu pagi buta di atas atap rumah tetangga) Sanksi Pelanggaran Pasat 44: Undang-undang Nomor 7 Tahun 1987 Tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 6 tahun 1982 Tentanq Hak Cipta Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau memperbanyak suatu ciptaan atau memberi izin untuk itu, dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak 8p 100.000.000 (seratus juta rupiah). 2. Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak

Cipta sebagaimana toaksud dalam ayat (l), dipidana dengan pidana penjara paung lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak §§ 50.000.000 (lima puluh juta rupiah). Divisi Produksi kami telah mengeluarkan SP3, yang memperingatkan agar kami berhenti bermain-main dengan jatah satu halaman Cuap-cuap Penerbit dan mulai menggunakannya dengan lebih serius. Mereka mengharapkan agar kami membuat omong kosong permanen supaya tidak gontaganti film setiap kali naik cetak. Terus terang, hal tersebut menimbulkan gejolak besar di dalam tubuh Srudooks alias Si Truedee Books, karena surat peringatan itu merupakan cambuk evaluatif yang teramat pedih, yang membuat kami semua merenung, menyelam bersama dalam palung kontemplasi... bukan, bukan masalah selama ini kanu kurang serius atau tidak, tapi satu halaman... SATU halaman. Setelah Supernova diluncurkan dan mengalami begitu banyak peristiwa, adakah satu halaman mampu memuat seluruh curahan hati kami? Dan apakah itu gerangan yang sekiranya layak menjadi pernyataan final kami? Misteri itu akhirnya membawa kami semua ke sebuah penelusuran mendalam, sesuatu yang spiritual, mendasar: apakah tujuan hidup kami? Lantas kami menyelenggarakan satu konferensi tingkat tinggi yang dilaksanakan di warung nasi Ibu Eha, di dalam Pasar Cihapit, Bandung (masuk pasar, lurus, belokan pertama ke kanan, langsung belok kiri lagi), yang juga dimeriahkan oleh hadirnya artis top ibu kota: Dewi RSD. Setelah menundukkan kepala dan menyanyikan lagu "Syukur" sebanyak tiga putaran (pertama: suara penuh; kedua: setengah suara; ketiga: hanya bergumam), kemudian membentuk lingkaran dengan sebatang lilin di pusat -lengkap dengan beberapa lalat yang terbakar dan mengeluarkan suara mendesis yang menghipnotis, dan setelah itu mengungkapkan isi hati secara bergiliran, maka kami pun tercerahkan dan menemukan kembali tujuan kami yang sesungguhnya. Ayu Utami, di ulang tahun IKAPI tahun 2001, ketika ditanya oleh Dono Warkop yang saat itu bertugas menjadi MC: apakah yang akan Anda lakukan apabila

ternyata Anda memenangkan Nobel Sastra? Ayu pun menjawab dalam canda: Rasanya saya tidak akan memenangkan Nobel Sastra, tapi Nobel Fisika 'kali, ya! Oh, saudara-saudara, bahkan kami tak memiliki kemampuan cukup untuk mengkhayalkan sebuah penghargaan Nobel di bidang fisika. Terlebih-lebih sastra. Tidak. Tujuan kami hanyalah satu: bersenang-senang. Sekali lagi (dengan suara mengg ema plus sedikit echo): BERSENANG-SENANG (nang... nang... nang). Maka, Anda tidak hanya mendapatkan satu halaman... tidak juga dua. Bukan pula tiga! Melainkan empat halaman Cuap-cuap Penerbit! Bukan main. Ini sungguh luar biasa! Bukan begitu, Mike? Demikianlah akhir dari konferensi kami. Ditutup dengan Supernova v menyanyikan tembang lawas namun tetap cantik: "Kemesraan", yang diiringi permainan gitar Kang Wawa - penjual pisang di Pasar Cihapit yang juga fans fanatik grup bertajuk singkat seperti U2, Al, dan RSD, sambil bergandengan tangan dan menggoyangkan badan ke kanan dan kiri secara kompak dan terpadu. Momen yang sungguh mengharukan.Re tak tahu cara menyarungkan pedang-pedang tajam itu. Teroris-teroris dalam otaknya. Sementara Rana masih terus berbicara dengan suara ceria, "Dan tahu nggak, tadi semua orang menyangka aku sedang bicara dengan Arwin di telepon. Mereka begitu yakin itu dia, saking suaraku terlalu mesra katanya. Ha-ha..." Ajarkan aku menjadi naif. Senaif dirimu yang masih bisa tertawa. Senaif kebahagiaan di alam kita berdua. Karena setiap detik di kala kenyataan mulai bersinggungan. Aku rasakan sakit yang nyaris tak tertahankan. Atau ajarkan aku menjadi penipu, Apabila ternyata kau merasakan sakit itu dalam tawamu. "Itu tidak lucu, Puteri," balas Re dingin. Tawa Rana membeku seketika. "Re... aku ingin sekali berteriak, bahwa itu kamu. Dan bukan Arwin. Itu kamu... kamu..." suaranya kian mengecil. Dan kata 'kamu' masih terus bersambung di dalam hati. Re sendiri cuma bisa diam. Menyesali betapa banyak keterbatasan yang ia miliki: takdir, nasib, suratan. Ia teramat geram. Aku letih, Puteri. Malam itu Re batal tidur

Tidak juga untuk pria itu." "Dia teramat mencintai istrinya." Ruben mendesah. Berusaha memunguti lagi cintanya yang berantakan. aku memang tidak pernah pantas memilikinya. Siapa pun dapat melihat apa yang ia lihat. sebuah solusi. Manis wajah berbungabunga istrinya bagai insulin yang terdongkrak dalam darah. Andaikan aku bisa berbuat lebih. Tentu saja. Hanya sebeginilah kemampuanku. menghadapi carikan-carikan kertasnya. bahagia. Dhimas &amp. Ya. Bertahun-tahun aku tahu itu. sebuah tindakan. bagaimana bisa mereka sadar? Mereka begitu saling mencintai. Tidak pernah satu detik pun aku mampu membuat Rana bersinar bahagia seperti itu. Dalam segala ketersendatan akibat takut ketahuan. Kebahagiaan istrinya berarti kebahagiaannya. Mencoba merasakan kembali puncak-puncak kayangannya dengan Rana. Cinta yang sampai di titik tertentu akan mengaburkan ego. dan Arwin rasanya terserang diabetes melihat Rana. Arwin pun tepekur. Ruben "Menakjubkan. Kedua manusia itu.. Malah terjaga dalam kamar kerja. Yang ada hanyalah kebencian pada dirinya sendiri. benteng terakhirnya dalam pertempuran batin ini. tapi aku diam saja. Mereka tak sadar itu. Memandang kosong ke satu titik. padahal aku hanyalah batu penghalang bagi kebahagiaannya. Egois.. Maafkan aku Rana. dalam ruang simulakrum.. Tergila-gila. Di dalam mobilnya. Ia begitu. Ia tetap dirinya yang dulu. Dan terhibur sendiri dengan ketabahannya yang tak masuk akal. berhadap-hadapan.. Tak ada kebencian yang bisa ia keruk dari dalam hatinya untuk Rana. dalam pancaran hampa berusaha menggapai-gapai sebuah kesimpulan.sambil tersenyum. terfokus habis sebesar Cinta itu sendiri seolah-olah tidak ada yang lain di mata mereka. "aku sama sekali tidak menyangka dia akan berpikir begitu. Begitu pun dengan kesengsaraan. Sementara pikirannya bagaikan spektrum konvergen. Re. Aku pikir aku telah seluruhnya mencintai. mereka justru kelihatan menonjol. Arwin Pelataran hotel. Setengah dua siang." "Dan dia mengambil tanggung jawab di . Tidak ada yang tergapai.

ia akan ke kios-kios tanaman di pinggir jalan. Ia sudah tahu persis pukul berapa anak-anak itu keluar kelas dan bermain di luar.. tapi telepon genggamnya sudah menempel di kuping. "Aku bisa ngomong panjang soal teori. Terkadang ia membawa pulang satu polybag tanaman.'' supernova -Berarti. Hari ini. Tersenyum sendirian. sebuah dasi tergantung menunggu untuk disimpul. mungkin tidak bakalan punya hati sebesar itu. Diva sudah kenal beberapa penjual yang mengizinkannya duduk di balaibalai kecil mereka. Hati yang cukup besar untuk menampung cinta istrinya pada pria lain.. Hanya memandangi. Sambil mereguk susu hangat. Di kerah kemejanya.sana. Terakhir. dimulai dengan pergi ke pasar. Ia bisa berdiam lama di satu sudut pasar. ia memandang ke luar jendela. sesudah sarapan pagi. Pulang dari sana. Baru pukul setengah sembilan. Memandangi. malah kadang-kadang tidak membawa apa-apa sama sekali." "Ya. tampak seorang lelaki keluar." KE PING 15 la Sedang Kasmaran. Jauh dari kegaduhan pusat kota. Menikmati pagi harinya yang sepi. Diva akan pergi ke sebuah taman kanakkanak. 4 115 Tiba-tiba dari rumah seberang. Maka ia pun akan duduk di sebuah bangku. di luar pagar. Mulutnya komat-kamit cepat seperti membaca jampi-jampi. Pasar tradisional. Diva pun bersiap melakukan rangkaian ritualnya. Sementara kebanyakan orang cuma bisa menyalahkan orang lain. Tersenyum sendirian. Tas kantornya terbuat dari kulit berwarna hitam. paling-paling ia hanya membawa kantong plastik kecil yang isinya kue-kue atau beberapa butir buah. sebesar apa har menampung seluruh cinta di semesta ini?" yang 'Sebesar Cinta itu sendiri. ya?" Ruben berdecak. tersenyum sendirian." "Cinta bisa sedahsyat itu. Celananya rapi dengan garis seterika lurus seperti seutas tali. namun yang sebenarnya ia nikmati adalah memandangi tumpukan buah dan sayur. Setiap pagi Diva punya ritual khusus. memandangi. sebelum pulang. bisakah kamu bayangkan. Diva mencibir. dan yang kalau dilihat dari puncak gunung . tapi kalau aku jadi dia. atau beberapa bungkus pupuk. Ia hanya ingin ada di sana. Dari sana.

atDANB kasmaran. sinar wajahnya. t. e.. Setiap kerut wajah akan memiliki arti... Diva menahan napas. . Si Jepang Bawel—tertawa-tawa akan hal itu ketika jam makan siang.. Sudut bibir yang berubah dalam celah detik.... tes. Dan wajah yang berbohong akan jengah dengan sendirinya.. Kalimat yang tertunda keluar akan nampak. Ia kenal betul tipe itu. Pancaran ketulusan dapat dinikmati lebih lama. . Terlalu drastis.. Wajahnya yang tadi kusut berubah cerah dengan drastis. Benar-benar kasmaran. te.. . m.. Otot yang mengejang pada kaki yang berlari. mahal. Si Bule Gendeng.. . s. Niscaya semua akan menjadi begitu khidmat.. pria itu sedang kasmaran.. Lambaian anak rambut yang ditiup angin. . ... . . i. . . Ia sedang melihat cinta.. waktu berhenti membanjir. yang ia lihat hanya cinta. . .. . setiap gerak tubuh yang terjadi. Diva mulai tersenyum. Melainkan menetes bagai embun. Semuanya melambat seperti adegan s l o o o w m m m o t i o n n Hanya saat seperti ini yang mampu menggerakkannya untuk berdoa. . tetes. tapi tidak. . Ini polusi untuk matanya. Diva melengos.. .. seolah-olah ada butiran mutiara ikut keluar di setiap kata yang terucap. Mulutnya bergerak perlahan. Dalam dimensi pikirnya... Lidah yang berputar lembut dalam sebuah ciuman. mahalnya tetap kelihatan.. Sampai seolah-olah ia telah berubah menjadi asmara itu sendiri.... mi. . .. Berdoa andai saja ada menit saat dunia mampu melihat refleksi dirinya sendiri dalam gerakan lambat. . t.... Tipe orangorang yang ia temui hampir setiap malam. Jemari yang bergetar ketika meraih tangan kekasih. 'Pria itu sekonyong-konyong berhenti melakukan gerakan serba sibuknya. Memuakkan.. Penuh makna. .. Tak peduli ke mana pun matanya berlabuh. Tipe orang-orang yang memberi julukan pada bosnya—Si Cina Gembrot. Tetes. e.. demi.. . .. .sekalipun. .. d. Namun kemudian. de... Senyumannya... cengkraman jemarinya di telepon genggam itu. e. sesuatu nampak berubah. . . . Mata itu memandang ke arah sembarang. dan kembali merunduk-runduk seperti ayam mencari cacing ketika kembali ke kantor. . sepertinya kosong. demi tetes..

" Re tertawa. Di ujung sana. Mereka pergi bertiga.Tak ada yang lebih indah dari gerakan lambat. Re. seperti telapak tangan mereka dilem. Re yakin malam ini ia dan Rana akan dinobatkan menjadi pasangan dengan . atau jalan-jalan kek. Biar aku yang ngantre. Supernova Ferre Malam minggu. dan begitu pacarnya keluar.. Kita ngantre bareng saja. Dengan posisi seperti itu mereka berdua berjalan agak terseret. Sejenak Diva merasa begitu kesepian. Kalau enggak. Panjang antrean tiket sudah menyamai arakarakan barongsai. wajah pria itu kembali berubah menjadi tukang dagang. Namun Tangan Yang Tak Nampak kembali berhasil menjebol bendungan waktu.. Setelah flip teleponnya menutup. Re memandangi dari kejauhan. Ada wanita yang lagi menyuapkan kue sus ke mulut pacarnya yang lagi asyik main Time Crisis. Balik ke barisan. Nonton ke bioskop bertiga." Lala langsung menolak. Ada pria yang setia menunggu dekat toilet. "Nggak ah. "Pergi sana. Re kembali menjadi pecundang. Supaya ada yang ngantre tiket. Berusaha menyentuh pemandangan itu. dan kita tetap bisa pacaran. Berhubung muak dengan usahanya yang sok sibuk sendiri di rumah. matanya berbinar seperti melihat bidadari merekah dari teratai kayangan. Diva pun menyentuhkan jemarinya pada kaca. Dan seandainya ia bisa memohon. Lala. jangan pergi. "Kalian duduk saja. Bergegas ma suk kendaraannya. Makan bertiga. Bagaimana Ale melingkarkan tangannya di pinggang Lala.' Memang itu gunanya dia ikut. wahai kau yang sedang jatuh cinta. Pasangan itu pun berjalan pergi. ia akhirnya memilih ikut dengan Ale dan pacarnya.. "Lho! Jangan ditolak.. Tetaplah di sana. ada sepasang remaja yang bergandengan tangan. Kalau saja ceritanya lain. dan melesat pergi." Re menawarkan diri. apa untungnya kita ajak dia?" tukas Ale. Sepertinya ada gelimang-gelimang cinta kental yang menggenangi kaki mereka. dan Lala menyandarkan kepalanya di bahu Ale. Apaan sih kamu. terus menerus. "kampret!" Ale tergelak-gelak. Ada pria yang mengantre tiket sambil tak lepas memeluk kekasihnya dari belakang.

. "Ale.. "Bukannya itu kegiatan paling standar orang pacaran? Kalau boleh dibil«ng: preambulel" Ale nyengir. Bahkan Puck si peri usil akan jongkok di kaki mereka demi mengoles ujung panah-panah asmaranya. Orang yang menurutku akal sehatnya nomor satu kok bisa-bisanya jadi penderita nasionalitas akut.' Sampai di perjalanan pulang. hal yang sama masih terus mengusiknya. Aku adalah manusia yang butuh pengakuan. "Re." Suaranya makin berbeban. Aku yakin hampir semua pasangan di pelosok negeri ini pernah pergi nonton berduaan.jalan paling terseret. "Kamu sebar survey aja. Untuk soal itu." "Hei. Ale baru mengerti arah pembicaraan ini. koma! Sebentar lagi mampus! Tahu?!" Re terdiam. Menyadari bahwa kata-kata temannya bisa jadi benar. Kalau besok malam gilirannya Supernova Ia Sedang Kasmaran. . atau minimal pegangan tangan. Tak kutemukan satu orang pun yang mengakui kita. apalagi kasihan. Ia Sedang kasmaran. Semua sedang seru-serunya.. Sinetron tentang pria kedua. ke bioskop. Kalau saja aku bisa berkata 'untung saja'. sinetron tentang wanita kedua. Kewalahan akibat banjirnya cinta mereka yang tumpah ruah. Aku termasuk orang yang cukup puas dengan sekadar mengajak pacarku nonton malam minggu. aku berkenalan denganmu dua tahun dan empat puluh tiga hari lebih awal. Itu saja. Re tengah mengintip acara televisi. Tapi aku cemas. Bahkan aku berani bilang.' merangkul bahunya waktu sedang ngantre. Ia teringat ketika Ale menjemputnya tadi.. dari lusinan pacarmu sejak dulu. Tanpa takut ada siapa di belakangku.. ada ¦ nggak yang tidak pernah kamu ajak nonton ke bioskop?" Re bertanya. Sebelum sahabatnya itu datang. "Aku tidak simpati. tanpa harus cepatcepat berjauhan kalau ada yang kenal. tanpa harus mengawasi kiri-kanan. Aku adalah manusia statistis. 'Untung saja. Puteri. mencari tahu apakah sinetronnya sudah mulai atau belum. kamu tidak perlu khawatir. "Siapa juga yang pity? Itu sih memang kamu yang tolol!" timpal Ale. Statistik kita tidak bagus." "Rasanya aku tidak pernah punya keinginan muluk-muluk soal beginian. no pityl" Cepat Re berseru.

"Buat apa juga nonton sinetron. Institusi dan rasa bersalah selalu keluar jadi pemenang. Kondisimu mengkhawatirkan. Tak ada pemeran pengganti yang akan menanggung «kirmu. Darah adalah darah. Re langsung menutupi tumpukan majalah itu dengan bantal.Tokoh-tokoh itu dikisahkan sedang bingung memilih. baginya semua itu sampah. Kalau saja rasio bisa diinfuskan. kamu sudah kukirim ke Gawat Darurat sekarang juga. manusia-manusia bumi yang kecanduan tragedi. Parah. Kembali hadir di detik ini. cerpen." "Nonton sepuluh menit kan bukan berarti apa-apa. Re menepiskan lamunannya. yang dulu pernah ia sebut malang dan bodoh itu." Ale terkekeh." sambungnya lagi lebih lirih. Dan dari apa yang ia baca. "Sekarang sih memang CNN. kemudian ia lari menuju piatu. Sakaw-ny&amp... Mendadak ia teringat sesuatu. Lampu merah. Di sofanya ada sejumlah majalah—penuh dengan tanda pembatas yang kesemuanya menandai artikel. dan sebagainya.. "Sejak kapan kamu nongkrongin sinetron?" "Sinetron apaan?" sergahnya cepat. tonton. ia mengalihkan pandangannya ke jalan. Dulu. novelet. sementara ia selamanya akan dikategorikan sebagai antagonis. buat apa. "Re. Cepat. Dari sebelah kiri. termasuk diomeli dan dimaki Ale.. sebuah motor datang menjajari mereka. Sementara Ale sudah mulai resah di luar.. Dan setiap kedua sinetron itu naik tayang.. semua mengatakan: ia kalah. Ketika bel rumahnya berbunyi. Ale sudah menyambutnya dengan tawa lebar.. meraih remote dan memindahkan saluran. "pelarian kejenuhan pasutri". dan tangis adalah tangis. Namun kini ia merasa ada kedekatan batin dengan semua kisah dan orang yang terlibat di dalamnya. "aku kan sudah lima menit duluan di depan pintu. tapi tadi.." kilah Re pelan. Ada macam-macam pula sebutan untuknya: "pesona sesaat". "intermeso pernikahan".. Re menonton tanpa berkedip. konsultasi—yang menceritakan gamangnya pernikahan karena kehadiran orang ketiga. Ya. Dampak mendramatisasi hidup yang sebenarnya dibikin-bikin sendiri. oi! Buka dong!" Ketika Re membuka pintu... ia lari lagi. Motor bebek '70-an berwarna . dengar.

Menyaksikan semua orang bergelimang dengan apa yang paling ia dambakan. Diva duduk di samping panggung. SBOEJ Seorang peragawati tiba-tiba terjatuh tepat di depan matanya. Re kembali terusik. Pasti milik pria itu.. Semua perjalanan hidup adalah sinema. ada lagi sepasang kekasih. Apa ini semua? Pasar malam kasih sayang? Cinta diobral dan dicucigudang? Yang kudamba juga sederhana. pose!" . it One. ya? Atau lebih sakit malunya?" ujarnya ringan. Yang dibantu tidak tahu harus bilang . lebih cepet dong. Mungkin mereka sedang merencanakan punya anak tahun ini.. Dengan dekapan itu ia tabah menghadapi udara malam dan bus yang tak kunjung datang. menguruti tumitnya yang pegal sambil memandangi Adi yang sibuk memberikan aba-aba dengan seluruh tubuhnya yang ikut bergoyang. tapi lihat wajah wanita itu. Sementara Re duduk di sudut. tapi sakitnya lumayan. Ia hanya berpegangan erat pada lengan kekasihnya. Tenang.. three. tak lagi meledak-ledak. say. dengan rambut panjang dijepit dan baju bermotif buifgf kecil-kecil. Re tercekat. Suara orang yang ikut mengaduh sama banyaknya dengan yang tertawa. Mereka tak berkendaraan apa-apa. dengan kumis tebal dan sinar mata yang ramah. dan betapa kuat rasa percaya di wajahnya. four. Cepat.. Di tengah pesta obral pun ia harus rela menggigit jari. Henny. roll! Ya! Silam. seperti di atas tungku asmara yang apinya sudah mulai stabil. Di sisi lain jalan. silam! Ayo. ia membantu gadis itu berdiri.. Pengemudinya adalah pria muda yang mengenakan helm butut. Dan kehangatan wajah mereka berdua.. tampangnya sederhana. Ia membonceng seorang wanita. "Cuma hak sepuluh senti.hijau dengan lampu depan yang sudah kalah terang dengan petromaks warung. yang juga sederhana. Namun ia memang terlahir menjadi manusia mahal. two.. Wanda. Wanita itu mengenakan jaket kebesaran yang jelas bukan miliknya. Tentu saja Diva salah satu dari yang ikut tertawa. One. two. Bukan cinta antik dan berukiran rumit. ditempeli tulisan "Dilihat boleh dipegang jangan".. menunggu bus yang sudah tinggal satu-dua.

"Div." Teman di sebelahnya menegur. Bagaimana juga nasib monyet-monyet korporasi yang tengah merambati pohon karier dengan otak mereka yang semakin gersang? Apa rasanya tersandung dari ketinggian seperti itu? Ia yakin tak akan sanggup tertawa. hap!" Suara Adi yang cempreng menggugahnya. Ia merasa tak . ayo honey. diikuti cekikikan yang lain.apa.. Anak ini pasti sakit beneran. atau di sebuah titel yang memungkinkan mereka membodoh-bodohi sekian banyak orang bodoh lain." celetuk Risty. kenapa bukan kamu yang paling cepat nolong?" Muka perempuan itu kontan tidak keruan. "Kamu tega banget. Seharusnya pertanyaannya adalah: mengapa begitu banyak kebobrokan yang mesti ia lihat? Mengapa cuma ia sendirian? Mengapa hanya dirinya yang ingin hidup? Ia lelah. "Adi. * Diva menoleh. Lalu mereka semua tak henti-hentinya merasa lebih. atau di seraut wajah cantik tapi mati. pikirnya. Kan kasihan. menggerutu atau berterima kasih. Yang menurutnya patut dikasihani adalah orang-orang yang berupaya untuk mencuat dengan berjinjit di atas kemunafikan. sih sebenarnya?!" Perempuan itu makin sewot." 1 V) "Kamu tuh punya masalah apa. Yang menggantungkan jati dirinya di gedung ' perkantoran mewah bertingkat 40. seketika berdiri dan pergi. Ia rindu kebun kecilnya. hap. ya? Kita ketemu langsung besok malam?" Adi sedikit terkejut. Kita ulangi dari lagu yang pertama. "Kapan sih omongan kamu enak didengar?!" semprotnya sebal. Tak pernah sekali pun Diva melewatkan latihan walaupun itu bukan masalah untuk peragawati sekalibeinya. "Masalah Diva cuma satu: tidak punya belas kasihan.. "Bukannya kamu yang tadi paling pertama ketawa? Paling keras lagi. Yang haus akan elu-eluan tak bermakna. Saya izin pulang. saya nggak enak badan. Diva memang tak merasa kasihan sedikit pun. sih ngomong gitu. "Emang enak pakai sepatu hak sepuluh senti terus jatuh?" Diva menatapnya terheranheran. "Terus. Ada batas ketinggian maksimum untuk hak sepatu. di besar kecil kucuran kredit bank. Penat. Yang meletakkan harga dirinya di sewujud tubuh molek. Diva mengurut keningnya.

Bagaimana anak Bapak bisa jadi juara kelas kalau perutnya keroncongan? Buku nggak punya. Diam. Belum lagi suplai buku-buku yang selalu datang membanjir. Diva bukan jenis orang ekstra hangat yang tak pernah lupa mengajaknya ngobrol atau melempar guyonan. Sudah lebih dari empat tahun lamanya ia bekerja pada Diva. Kadangkadang ia memang tak kuat menahan. kambing tetap nggak bisa nolongin istri Bapak masak. Jangan lupa rumah Bapak harus dijaga tetap bersih. selain berbicara di telepon 'genggamnya. kita langsung ke rumah. Biarpun dikasih makan rumput segentong. Diva memang merasa sakit sungguhan. Apalagi ke rumah. Nona besarnya itu pernah berkata: "Kalau saya cuma menggaji Bapak tok. "Pak Ahmad. ia hanya memandang ke luar jendela. Setiap kali di jalan. alat tulis nggak ada.punya pilihan lain selain membiarkannya pergi. Kalau besok lusa saya jatuh miskin dan nggak bisa gaji Bapak lagi. bahkan membayari mereka ikut berbagai macam kursus. semua modal ditanggung Diva." Pak Ahmad melirik majikannya dari spion. Ia tidak melihat banyak hal. Majikannya hampir tidak pernah membawa siapa pun ke dalam mobil ini. sama saja kayak Bapak pelihara kambing. ya. Kepenatan tersebut adalah sakit yang baginya lebih nyata daripada kena flu atau cacar air. Non. Inilah saat ia ingin memaki semua orang sekaligus KEPING memeluk semua orang. atau bantu anak-anak Bapak bikin pe-er. cari-cari orang lain lagi yang bisa menggaji. Tentu saja. Kemuraman yang ganjil. kadang menggigiti bibir. tapi ia tahu majikannya amat peduli. Diva tak pernah memberinya baju lebaran atau menyumbangkan hewan kurban." "Ya. Wajah cantik itu terlihat agak muram. dan disuruh membuka taman bacaan untuk konsumsi lingkungannya. . Atau majikan mana pun. tapi Diva menanggung biaya sekolah ketiga anaknya. Makanya saya nggak mau Bapak pusing soal bayar ini-itu. Saya ingin Bapak bisa maju sekalipun nggak ada saya. jangan lupa pelihara banyak tanaman di pot. Istri Pak Ahmad dikursuskannya menjahit. nanti Bapak terpaksa nganggur. Menyatakan kesedihannya sekaligus cintanya yang mendalam.

seorang gadis. menangis. dan terus menangis.. belum pernah ada angin sekencang itu. bukan miliknya dan Rana.. Tubuhnya masih cukup peka untuk memberikan sinyal bahwa ia tidak mampu menanggung semua. keteguhan tadi. Hanya saja air mata itu terlihat jelas membanjir. Mereka nyaris tak bergoyang.. kepedihan ini tetap terasa tajam. Kepenatan itu. kembali bersih. tercuci.air minum direbus benar-benar. Turun tanpa henti dari kedua matanya. Angin itu lewat tanpa bekas. Tapi ia harus membiarkan semua ini lewat. Diam-diam. Tak ada isak. Ia begitu peduli akan hal-hal yang menurutnya remeh. ya Pak. tapi tak tahu harus berbuat apa selain terus menyetir.. Ternyata majikannya. Di kamarnya... Tiga tahun ia tinggal di rumah ini. berseruling pula. Tangisan bisu. turun. Ia punya segalanya. Aneh. Buru-buru ia bangkit dan menutup jendela. Da da Pak Ahmad ikut sesale.. Ia ingin membiarkan semuanya lepas. danturun terus. Ferre Sesampainya di'rumah. duduk . Karena itulah ia menangis. Bagaimanapun. pikirnya. . Tak ada lagi yang dapat ia lakukan selain memeluk bantal kecil. Menjadikannya terisak dan tersengal sampai lemas. Kekasihnya tidak perlu naik motor dan kenal risiko hujan-hujanan. ia masih duduk tegak dan berpikir. Ada seseorang di sana. Namun angin ajaib tadi telah meniupkan arah matanya untuk tertumbuk pada sebuah jendela.... Mendadak Re dikagetkan oleh tiupan angin kencang... ia memberanikan diri melirik spion lagi. Tapi ketenangan tadi. Diva duduk menghadap jendela." Diva memang majikan yang aneh. substansi apa yang mampu meyakinkannya bahwa ia dan Rana memang berbeda. Dirinya diciptakan bukan untuk jadi tempat sampah yang menampung keusangan. Tepat di seberang rumahnya. Bekerja untuknya bagi Pak Ahmad adalah berkah besar. Mereka tak perlu jalan kaki di malam Jakarta yang buas untuk menunggu bus kota. Sangat peduli. memakai kaos oblong putih dan celana pendek. Hanya air mata. Menyapu begitu cepat dengan suara seperti siulan. Re melongok melihat dedaunan di pohon. Re tak berhenti merenung. Menjelang tidur pun.

Memberikan kejelasan pada air mata yang mengalir rapi. Nyaris tak percaya akan apa yang ia lihat. Tiba-tiba. begitu pula lukisan itu. Melesat begitu cepat. Re mendapatkannya sangat indah—seluruh lukisan ini—teramat lekat.Justru KEPING Dua Idiot Abad 21 Sudah lama Rana tidak berbicara dengan wanita itu. bintang jatuh.. Re berseru kaget. musuh yang dicari-carinya selama ini ternyata begitu indah dan menakjubkan. antar yuk?". Tanpa terasa. "ayo temani Ibu ke Bandung. Ruben Emosi Dhimas bergelora seakan-alcan setengah nyawanya telah menghidupkan kedua tokoh itu. Mendadak ia teringat akan lukisan cantiknya. setengah menunduk.. Lukisan ini menjadi semakin sempurna saja.. Cantik.. napasnya pun tertahan. "kapan kita belanja ke Makro". baru malam inilah ia bertemu langsung dengannya. Tirai itu tertutup sudah. Dhimas &amp. Re sungguh-sungguh terpesona. ia malah kelihatan tidak nyata Seperti lukisan. Perlahan. -Lalu. Menit demi menit pun berlalu. Lukisannya berganti menjadi hamparan bintang. Dengan bingkai malam yang penuh bintang. Sampai akhirnya sang objek lukisan sekonyong-konyong mendongakkan kepala. "ada big sale di Metro.menekuk memeluk lutut. Dengan saksama Re mulai memperhatikan mata gadis itu. Sinar lampu jalan pun mendapatkan wajah cantik itu tepat di bawah sorotnya. "sudah positif atau belum". Ibunya sendiri.. . "Mereka akhirnya bertemu. Benar-benar bicara. Dari ribuan kali ia memandangi langit.. dan bukannya tanya-jawab rutin seputar "apa kabar". Re mundur perlahan dengan sejuta satu kesan. mau kauapakan mereka?" RUDen vann . kecewa.lakangnya sambil menghirup kopi." desisnya. matanya ikut tergiring melihat langit. sudah sangat lama ini berlangsung. dan dari ribuan kali ia mendengar namanya. Mungkin ingin menatap langit. ikut pe* ldili di bela «Aku tidak tahu!" seru Dhimas bersemanqTn •tu aku tidak tahu!" man9at. „. Ia tak pernah menyangka. dengan keindahan yang mencengangkan. Namun Re tetap tak bergerak. ia memandanginya. pandangannya mengarah ke sesuatu.

Lama sampai ia bisa mencerna pertanyaan Rana dan menyusun kesimpulan dalam nada bijak: "Setiap pernikahan punya pasang surut.. Bukan itu yang ia cari dari percakapan . sepertinya ada yang safa^a I ng karang." Rana bingung sendiri. tanggunq jawab. Sebagai seorang istri." Rana semakin hati-hati. Ini benar-benar sulit baginya. tapi. pernahkah sekali saja Ibu merasa jenuh. Tapi leMh ke. atau seperti ada yang salah.. dari keluarga baik-baik. Bu. mungkin ada kaitannya juga." Kali ini wanita itu terdiam. Kuncinya satu. l^JT™** ka Rana tidak yakin ibunya mengerti.. "Bukan keien«&gt. "Aku mau bicara. pekerjaannya bagus. "Kalian bertengkar? Arwin macam-macam sama kamu? ibunya mulai penuh selidi k.seperti ada yang semestinya tidak terjadi « arnya lagi." "Bukan itu pertanyaan saya." Rana menelan ludah. kamu menyesal menikah dengan Arwin? oegitu?" «Tidakkah Ibu pernah satu kaliii saja. kamu harus sadai suamimu bukan orang sempurna. jaQlUJ «Maksudmu. merasa menyesal telah memutuskan menikah dengan Bapak?" "Apanya yang kurang dengan Arwin? Baik. "Ada apa. segala sesuatunya diselesaikan dengan kepala dingin. Bu. kamu tidak bisa begitu saja lepas tangan dan menyisihkan apa-apa yang menjadi ketidaknyamananmu.. itu toh. Soal aku dan Mas Arwin.penuh penekanan. "Kalian ada masalah? Bukan soal baby. yang begitu. komunikasi." Rana merasa mereka berbicara di dua level yang berbeda. kan?" "Bukan. "selama Ibu menikah dengan Bapak.. fflUa orang juga pasti mengalami. Otot mukanya langsung mengendur. saleh. Jangan lupa. Tapi khusus yang satu ini..belanja ke toko sisa ekspor dan bawa oleh-oleh brownies atau kue sus Merdeka kesenangan mertuamu". tapi enggak juga. setelah menyadari Rana telah lama menatapinya dengan pandangan aneh." potong ibunya.. Kalian harus saling memaklumi dan mau memaafkan satu sama lain setiap hari.. Ran?" tanya ibunya. seperti ada yang kurang"Ooh. sama seperti hal-hal lain. "Aku cuma mau tanya. Yang pentina h»„ • Stan pintar-pintar menyegarkan suasana. "Kejenuhan itu hal*wajar sekali dalam pernikahan. sih.

. "Sekarang Ibu mengerti maksudmu. "Bukan itu. benarkah itu. tapi di luar itu semua. atau haruskah ia lepaskan. Dan selama ini ia melihat mutan-mutan yang kebanyakan sudah tidak bisa lagi mewakili dirinya sendiri. tentu saja. Ini bukan problem porsinya P3K. Bukan itu.. individu-benar-benar bahagia di dalam Pernikahan?" Rana mengeja. Yang ia tahu wanita itu adalah seorang Istri. "Apakah Ibu bahagia? Sekarang? Dulu?" tanyanya lagi. Orang-orang dan bahkan diriku sendiri akan lupa pada Rana yang hari ini. "Ya. Menyadari bahwa dirinya pun sudah mulai bermutasi. Ia belum puas.ini. kau akan mengerti sendiri. dan di rubrik-rubrik konsultasi. Rantai itu telah menyatu tanpa tahu lagi cara melepaskannya. Nak. Kebahagiaan yang kau maksud sekarang tidak akan kau pertanyakan lagi nanti. Panduan standar yang sudah seperti boks P3K-nya pernikahan yang wajib hadir di lemari obat setiap rumah tangga. Pertanyaan apa itu. Apakah Ibu-secara pribadi. Ke arah sanalah dirinya dibawa bermutasi. Mampukah ia. Personal. tajam. kakak-kakakmu. Entah siapa dia. Ibu bahagia melihat kamu. Wanita itu lamat-lamat tersenyum. Semua sudah menikah. Apa yang ibunya omongkan sudah kenyang ia baca di tips-tips majalah. yang sontak menghadirkan berantai wajah lain. [ Kebahagiaan yang ingin kucapai ini akan bermutasi menjadi kebahagiaan lain. dadanya sesak lagi." ujarnya lembut. "Nanti." Itu dia! Rana berseru dalam hati. Mengerti? Akan ada satu masa ketika kebahagiaanmu pribadi tidak lagi berarti banyak. Apa lagi yang Ibu cari?" tandasnya yakin. Wanita di hadapannya bukan lagi Raden Ajeng Widya Purwaningrum Sastrodhinoto. Seorang Nyonya anu. B. C. Rana mana yang sebenarnya kuinginkan terus hidup? Masih belum terlambatkah? ] Rana menatap wajah ibunya. setelah kau menjalani pernikahanmu sepuluh atau lima belas tahun. Ferre Ada kalanya . Akan ada saatnya diriku lebur dalam identitas baru. Rana sudah ingin masuk ICU rasanya. . salahkah itu. Seorang ibu dari anak yang bernama A. sudah berhasil jadi orang. Jantungnya terasa menciut. I* l"ar keberhasilan anak-anak Ibu.

tapi ia tak pernah benar-benar meninggalinya. Mungkin Ale benar. Tapi kenapa mesti jauh-jauh. Ia malah tidak tahan kalau tidak memberikan bonus caci-maki.. 21 Sebutan untuk "manusia kedi" di dalam kepala kita yang dihipotcsislcan sebagai penentu dan deierminator setiap tindakan. "Sekarang kepalamu rasanya lebih ringan.Pujangga diam.. Terdengar sahabatnya menghela napas. resmilah Bapak Ferre dan Bapak Rafael menjadi Dua Idiot Abad 21!" "Silaken Bapak Rapael." "GONG!!" Mereka berdua bertepuk tangan. diguntingken pita peresmiannya. yang lama-lama membasi seperti naskah pidato.. yang berdiri di dekat jendela. ya?! Sejak kamu mengaku jatuh cinta. Menyiksa diri sendiri. iseng menyingkapkan tirai sedikit.. Re ikutan melihat. "Aku rindu tetek-bengek klasik itu. ya?" Re malah ikut bertanya.. tapi masuk ke rumahnya saja aku tidak bisa. berat otakmu pasti berkurang minimal setengah ons! Menurutku. kok lucu. dasar bego!" serunya membabi-buta. Sebagai gantinya. "Andaikan saja aku belum . hadirin sekalian. Rumah sebagus ini. aku rela jadi idiot untuk dia. Ale tertawa. maka. sementara pabrik gula di pelupuk mata malah nggak kelihatan?" "Iya.. dan kemudian terpingkal-pingkal sendiri. "Kalau kita sampai ada di rumahnya. Ale. kasih kado ulang tahun.. aku akui Rana-mu itu manis kayak permen. "Re. kemudian duduk di bangku belakang... Seorang wanita melangkah masuk. "Dia malah mengusulkan supaya mengajakmu ikut." Re tersenyum kecil. pilih meja yang untuk dua orang." Re memulai curhatnya. "Naah." ujarnya sambil memandang ke luar." Dan Ale memang tidak sehalus pujangga. Sedan perak itu baru dinyalakan. Ale menjadi korban. siap berangkat. sih? Pertanyaan itu membuat Re termenung. kalau untuk yang itu. "Selama ini kamu tinggal di mana. Homunculus" dalam otaknya yang gemar berpuisi itu kadang-kadang mogok berkarya. Dua bocah laki-laki yang terlepas dari kerangkeng tubuh pria dewasa. ah. Dua idiot abao 2 1 "makan malam di restoran bagus. "Apa?!" Ale terbahak.. kamu masih terpikir untuk pergi saja sudah luar biasa bodoh.

namanya Diva. cuma tahu kerja melulu. "sampai kapan pun jangan kira aku bakal setuju tentang yang satu itu." "Re. aku rela direkrut jadi idiot. yah. "Kamu Supernova benar-benar tidak tahu siapa tetanggamu itu.. dulu malah bisa sampai 50006000 dolar. Bapa di surga. dengardengar ada penyesuaian juga. 24 jam.. tanpa perlu satu atap. Kuper. Ready stock. sih Le?" "Karena aku bukan kamu. yang pasti.." "Kok kamu bisa tahu. Tapi sampai kapan pun. ampunilah temanku Ini. long-time." "Kamu serius?"' "Aku tidak tahu detailnya. sekali pukul." Ale tersenyum lebar. seperti sekumpulan tunawisma berebutan lahan dan dengan membabi-buta berlomba untuk menancapkan plang tanda hak miliknya masing-masing? Bisakah cinta yang sedemikian agung hidup terkapling-kapling? Berarti apa . geli setengah heran... "tapi untukmu. man. Konon. jangan pernah ragu juga kalau aku akan selalu mendukungmu. dan punya 2000 dolar yang bisa kulepas begitu saja. Tapi semenjak krismon. Setolol apa pun keputusan yang akhirnya kamu ambil nanti/ "Dua Idiot Abad 21. ya?" "Memangnya kamu tahu?* tanya Re polos.. cinta seperti apa yang orangorang itu miliki? Yang konon menjadi dasar sebuah komitmen institusi mahamegah bernama Pernikahan? Mengapa mereka begitu bernafsu menguasai satu sama lain. "Satu. Lalu." "Maksudmu?" Ale kembali menatap Re...* Re tersenyum. Karena dia benar-benar ketinggalan zamaaan!" Ale meratap.. peragawati top. tanpa menghambat langkah hidup masingmasing. eeh. sekitar 1500 sampai 2000 dolan Mungkin lebih. satu ronde.punya Lala. cewek itu model. dengar.." Ale meralat. dan ia yakin betul persahabatannya dengan Ale tak akan lekang dimakan waktu. "Sini. malah istri orang!" "Shut up.. "dan sekalinya jatuh cinta mati-matian.. Entah itu tarif short-time... dari dulu nona satu itu memang pasang tarif dolar. Asal rela melepas." Dan saat seperti ini membuat Re berpikir ulang: apakah ini yang disebut Cinta? Tidakkah seharusnya ia dan Ale menikah saja? Kesetiaan tanpa batas ini. "Oh.." nada Ale berubah serius. tanpa syarat apa-apa. tanpa perlu daftar belanja bulanan bersama..

mmm. jangan bilang kamu bakal bikin kopi lagi.. malu-malu.." Ruben mengangkat bahu. ganti pertanyaan. Coba. Gerbang bifurkasimu sudah dekat. "Kamu kenapa?" tanya Ale heran." Ruben malah keterusan." Dhimas nyengir." "Kamu positif gila!" Ale mengangguk pasti. "kamu?" "Enggak." Kedua pria itu sejenak mengambil posisi bersantai. "Habis mau bagaimana? Ini satu-satunya bacaan ringan di rumah ini! Mengerikan. apa isi halaman 107?" tanya Ruben asal. Ruben "Apakah ka mu merasakannya?" "Ya. "nggak ada kerjaan amat. sih. hingga nyaris limbung. "Lama*lama aku hafal seluruh isinya." "Kita bikin ujiannya saja sekalian. Ia kenal Rana sejak SMA dan belum pernah dilihatnya . tak acuh.. kalau dia sepintar si Bintang Jatuh. tentu saja. "Hei. tapi kok rasanya aku ingin melamarmu. Ia paling senang memperolok Dhimas. nggak?" "Mungkin. Dia kan bukan presiden." "Biarin. "Coba yang*ini: siapa nama model sampul depannya?" "Ha! Kalau itu sih aku tahu! Hamanya Diva. oke. "Benar?" "Kecuali. "Ini gawat." jawab Ruben." "Oke. Mungkin yang tadi terlalu sulit.. Dhimas &amp. kecuali kamu. "Dan jangan bilang juga kamu bakal baca majalah itu lagi..artinya semua itu? Hanya legalisasi bercintakah? SIM resmi untuk kegiatan ranjang? Kepentingan sensus penduduk? Bentuk kontrol negara? Apa itu komitmen? Apa itu janji? Mendadak Re merasa begitu aneh." tapi nada itu terdengar ragu. ya. "Dia cantik sekali.." "Loncatan kuantum sebentar lagi jadi olahraga favorit mereka. Dalam hati ia bertanya-tanya." Ruben tidak mau kalah.." tukas Dhimas sembari membolak-balik halaman.. DAH!" Ale terbiritbirit menghilang di balik pintu. "Kalau dia mau sama kamu." sahut Dhimas ketus.. "Get a life. kamu bakal berubah jadi hetero.. yah. He-he-he. Kita bisa pensiun jadi homo." celetuk Dhimas begitu melihat gelagat Ruben yang mulai resah.. "Kamu boleh bilang aku gila. "dan sebaiknya aku cepat-cepat pergi dari sini." Rana Gita memandangi wajah gelisah sahabatnya. sekuper itukah dirinya. Semua orang juga tahu kali. Tentu saja. dengan tambahan beberapa turbulensi lagi." Ruben terkekeh.

"Kalau soal finansial. Tidak usah besarbesar. Rana." Ada satu planet. jauh. Nama baik bagi mereka adalah segalanya. Cukup sebesar Gili Terawangan. Ada pantai seindah foto kalender. Ferre adalah sejenis alien yang suatu hari muntah dari langit.. Tidak ada lagi sandiwara." "Perceraian bukan hal yang simpel." "Bagi Re juga. Ada sungai dan air terjun. "dan keluarga Arwin bukan keluarga sembarangan." sela Rana. Sekarang. Sayangnya Rana tidak terlalu yakin apakah sanggup pindah ke planet itu. lingkungan kerjamu. Jangan kamu lupa. "Dadaku sering sesak lagi sekarang. Tidak ada lagi tradisi yang mengungkung. wanita yang dulu tegar dan selalu ceria. Tapi apakah kamu siap? Menghadapi keluargamu. Bawa badan saja jadi. pasti selalu diakhiri dengan mata merah. Ada taman tropis yang besar. "Itu gara-gara kamu stres. Ada satu rumah yang cukup besar untuk ia dan Re tidak merasa bosan. lalu menyadarkan dirinya betapa sumpek dan membosankan bumi yang ia tinggali ini. keluarganya. Ferre itu sudah jadi public figure." Rana terisak lagi. "Andaikan benar keputusan itu ada di tanganku. Itulah nirwananya. setiap kali mereka bertemu.. orang-orang lain. Ada gunung salju. "Rasanya aku ingin kabur. tidak akan ada habisnya. Daftar yang. bengkak. kalau mau. dan ingus yang tak henti-hentinya mengalir." keluh Rana.Rana seperti ini. 134 Rana merasa semakin tersudut.." Rana tersenyum tawar. sekalipun ia tidak pernah mengungkit-ungkit." "Ke mana? Timbuktu?" "Bahkan kalau masih ada yang lebih jauh.. Sambil menatap kosong ia berkata.. Tidak ada lagi keinginan orang banyak. Gambaran yang telah lama hilang dan dihadirkan lagi begitu saja oleh makhluk bernama Ferre." Gita lagilagi mengingatkan. aku tidak akan meragukan Ferre-mu." "Tapi kan aku tidak akan menuntut apa-apa dari Arwin. di atas begitu .. "dan aku tahu diri untuk tidak gegabah mencoreng reputasinya begitu saja. dan bisa bercinta di mana-mana. Seharusnya kamu tahu risiko keputusanmu jatuh cinta." "Perasaan keluargamu sendiri nanti bagaimana?" Gita menambahkan satu lagi ke dalam daftar absen mereka berdua.

„nang.. aku tidak butuh pergi ke psikiater.banyak kekecewaan orang lain." cetus Ruben. menyerahlah.. Dhimas. Ruben.." Rana mendongak." "Dia?" Rana tak mengerti. konsultan perkawinan." «Tembak-tembakan di Timezone. Namun ia juga lelah kembali ke jalan buntu alam mimpinya." P P* "pergi ke mal. nia harus melebur." 05 KEPING IA Cyber Avatar Keduanya berbaring telentang." "Aku tahu. Mungkin dia. Gita merasa sudah saatnya ia melakukan sesuatu. Menuliskan sesuatu. "Nanti dulu!" tahan Dhirnas.. pergi ke bioskon * flvwo d. Mungkin bisa membantu." "Ah. baru boleh ada kegiatan lain." Akhirnya ia pasrah. Mungkin dengan begitu akhirnya ide muncul. "Nenek-nenek ompong juga tahu. mungkin tfdak harus seekstrem itu " «Avatar dengan asktetika22 modern. resah. Ini bagian paling sulit. «ya." . atau terompah Aladin." Terdengar suara Ruben dari kejauhan. '"Menciptakan sosok seorang Avatar bukan pekerjaan biasa. Jemarinya bergerak-gerak.." "Bukan. Entah sudah berapa lama mereka di sana. Beda kalau kamu menciptakan tokoh-tokoh lain. "Kita harus memikirkannya sampai tuntas. heran melihat Gita yang sekonyong-konyong mengeluarkan kertas dan bolpoin.0nt0n Holly^Makan di McDonald's. punya komite .. atau apa pun. ' m'i "Git. "Rana. bisa membantu. atau pakai kostum mencolok seperti jubah putin panjang. nonton televisi. "Avatar abad 21 tidak bisa lagi digambarkan naik keledai. Tidak terisolasi di hutan. "Dia sudah harusnya»muncul. "Aku sendiri tidak tahu apa namanya. menatap langitlangit kamar." panggilnya hati-hati. aku tahu. Sama sekali. "Mungkin aku harus minum kopi lagi." gerutu Dhimas pelan. Gelisah. Lebih baik kamu lihat sendiri. atau pelihara janggut sampai . "Supernova. Ini bukan seperti itu. Bukan pertapa ceking yang menghabiskan setenqah hidupnya jadi patung/ sambung Ruben . "rasanya aku punya sesuatu untukmu.." Tetap tidak ada solusi." Git a menggeleng. Dan kita harus mengakui kalau kita buntu.. bersiap bangkit. membiarkan Ruben minggat ke dapur untuk menemui pacar keduanya: kafein." "Mmm.

Salah satu contoh rectoverso yang bisa kita temui sehari-h"i adalah ikon gambar di lembar uang kertas-Asalkan.. . Tangan itu kembali menari di panel keyboard. Dan seketika ia menerobos 4cembali ke kamar kerja. Pikiran itu kembali mengarus. dan mencari. Cyber Avatar.Di sisi laini adalah gambar lingkaran dengan dua kelopaki yang apabila disatukan dengan sisi baliknya akan menampilkan rectoverso yang utuhi lingkaran dengan lima kelopak yang teratur dan berpusat pada satu titik tengah.seraya mengaduk kopinya terakhir kali. Wajah Ruben berbinar secerah lampu halogen.Keluar dari inti mereka s e n d i r i i dan kemudian tersesat. Rectoverso adalah gambar yang saling mengisi antarmuka belakang dan depan. . dan dengan mantap ia berkata. Tiba-tiba ia berhenti menatap pusaran butir kopi di gelas itu." 1*^-2: Supernova Komputer itu kembali menyala. siap mereguk.Lalu mereka mencari-. Ide! "Aku tahu!!" teriakan Ruben membahana dari dapur. SUPERNOVA • Diparuntukkan bagi Anda yang ingin HIDUP Selamat Datang Hari ini Supernova akan menelaah sesuatu yang disebut RECTOVERSO. Perspektif kita yang parsial tidak akan melihat bahwa diri kita sebenarnya adalah rectoverso..Demi kembali merasakan keutuhan itu-i yang niscaya akan membuat mereka berhenti . Satu sinyal nonlokal telah menjentik bola lampu di kepalanya.Terlalu banyak manusia yang menghabiskan seumur hidupnya dalam perasaan hampai seakanakan ada sesuatu yang hilang dari dirinya dan tidak tahu apa..Dengan bermacam-macam cara mereka lalu memeras keringat dan otak untuk mendefinisikan "sesuatu" yang hilang itui yang kebanyakan mereka anggap berada di "luar11 sana -fl a n u s i a memang seolah didesain untuk menunaikan satu misi: mencari tahu asal usul mereka. mendapatkan Dhimas yang sudah terduduk saking kagetnya. ada sebuah rectoverso yang secar Pertapaan atau tapabrata utuh berupa lingkaran yang di dalamnya ada lima kelopak-i berjajar teratur dan berpusat pada satu titik tengahDi satu sisi kertas-? gambar yang dimunculkan adalah lingkaran dengan tiga kelopak. "Dia adalah seorang.

kan?" "Avatar kita akan mempraktekkan apa yang dijuluki 'Aquarian Conspiracy'.sen d &gt. Avatar kita khotbah di internet.merasa kecil dan teralienasi di tengah megahnya jagat rayaLalui bagaimana kalau ternyata apa yang kita kira selama ini sebagai ketidaklengkapan sebenarnya hanya rectoverso belaka? Yang art i nya i kita tidak perlu ke mana-mana* Yang artinya lagi i untuk merasa utuh kita hanya perlu mengubah perspektif kita.Yang artinya lagi (dan lagi)-. tanpa bayang-bayang institusi atau dogma apa pun. apa yang Anda ingin cari tidak berada di luar sanaSebaliknya-i sangat dekati tak berjarak. Berhentilah berteriakteriak ke sesuatu di luar sana-Berhentilah bertingkah seperti ikan di dalam kolam yang malah mencari-cari air. Ruben di simpul benang perak "Jadi. Dhimas &amp. dari hierarki. Benar-benar nonlinear! Dan internet adalah teknologi yang tak kenal batas teritori." Ruben manggut-manggut sendirian. maksudmu. karena tidak ada elemen yang tidak penting dalam sebuah sistem—sekalipun saling terkait namun masing-masing .Ketika kita berhasil mengambil jarak dari benih-benih pemecah belah dalam pikiran kita-» maka rectoverso akan tampil. Dia akan mengamplifikasi sistem pemahaman orangorang tanpa hierarki.Apa yang Anda butuhkan semuanya sudah tersedia-Tidak ada seorang pun mampu melengkapi apa yang sudah utuh. di mana saja. Lihat dengan cara yang lainBerhentilah merasa hampaBerhentilah minta tolong untuk dilengkapi. sistem kerja berdasarkan jaringan.% Temukan kenop Andai dan putarSampai jumpa berikutnya • &lt." "Tepat.Tidak ada sesuatu pun dapat mengisi apa yang sudah penuh. Yang diramalkan Naisbitt dan Toffler akan menjadi sistem paling efektif di masa depan. begitu?" "Khotbah? Tentu lebih dari sekadar khotbah! Dia adalah turbulensi yang bisa diakses kapan saja. Cocok.Temukan kenop Andai dan putar. teori chaos telah memberinya sinyal untuk jauh-jauh dari prediksi. Dari awal.Tidak ada satu pun yang dapat berpisah satu sama lain-Tinggal kemauan Anda untuk mampu menyadar inya-t atau t i dak .

sehingga setiap individu dapat berpartisipasi mengontrol dunia melalui peran dan kemampuannya masing-masing. Rana menghabiskan waktunya setiap malam menongkrongi layar komputer. Menyukai chaos adalah kunci untuk manajemen masa depan. namun tetap terikat dalam jaringan. Psikopat berkemampuan mengerikan yang LTBER AVATAH mampu membalikkan semuanya. kali ini bohlam di otaknya yang menyala. Dengan menciptakan lingkungan nonlinear di dalam perusahaan maka semua orang di semua lini akan dibiarkan berperanserta mewujudkan terobosan-terobosan kreatif." desis Dhimas. Lewat proses feedback. Bahkan sudah banyak yang bervisi bahwa pemerintahan masa depan akan berbentuk jaringan-jaringan multidimensional yang kaya pilihan bagi setiap orang. dua contoh jaringan kerja global yang sangat efektif." Rana Setiap malam. selama berminggu-minggu. Bagaimana menurutmu?" Ruben malah bertanya balik. Amnesty International dan Greenpeace. apakah berarti dia juga sosok yang virtual?" "Entahlah. sehingga mendadak Rana merasa berada di dunia sakit jiwa dan orang itu adalah satu-satunya yang waras. molekul ini memandu serat-serat tersebut mendekat dan membentuk pasangan-pasangan kolom saraf yang saling berhubungan satu sama lain. Uniknya. "Aku ingin dia menyentuh langsung kehidupan tokoh-tokoh kita. tidak ada pasangan yang ikatannya persis sama. SEaJKa Kesadaran serupa rupanya mulai terjadi di level ekonomi sosial. artikel- . mereka semua telah bercermin bersama-sama. Awalnya. *" . "Ruben. kumpulan serat acak yang dipandu oleh semacam molekul perekat. Lama kelamaan. Sehingga tanpa mereka sadari. Mencari kekuatan di sana. terbukti tidak terikat pada batasan negara atau hierarki sosial. Menunggu artikel-artikel itu. Dan seperti itulah cara kerja sistem saraf kita. ia mengira telah dijebak berlangganan suplemennya psikopat. Mereka adalah individu yang mengorganisasi dirinya sendiri. Mungkin orang di balik itu semua memang psikopat. "Aku ingin dia nyata.SUPERNOVA anggota memiliki potensi individual untuk berkembang.

Itu saja. ia melihat dunia yang lain dari hari ke hari. Berkali-kali Rana mencoba mengirim pertanyaan.Dan kami berdua jatuh cinta. Supernovai saya amat kagum dengan tulisan-tulisan Anda. Pertanyaan apa yang kira-kira layak dianggap pertanyaan dan dijawab oleh sang Supernova. Polemik tersebut tidak mungkin terjadi pada seorang Supernova. Sampai enam poin disusun secara sistematis oleh Rana. atau jatuh tertampar. Penyegaran.. Rana tidak jadi mengirimkannya. tidak ada satu pun yang dibalas. Dia juga tidak sempurnai sama halnya saya atau suami saya. saya bertemu pria lain.Tapi dia seperti kepingan puzzle yang begitu pasnya menempati ruang kosong saya.Semoga Anda mengerti maksud saya..Kalau dilihat sekilas-. Problema yang dihadapinya pasti bukan lagi di . Yang i berarti i saya bercerai dari suami saya. Tidak dibalas. Saya ada. Yang jelas. Tapi tidak dibalas.Ia adalah orang yang PAS. Sangat mencintainya.Kalau bolehi saya sendiri ingin berbagi cerita. Tetapi ia juga dibuat lelah. Supernova i katakanlah kamu sudah menikahi lalu suatu hari kamu bertemu pria/wanita lain kemudian jatuh cinta* Sangat dalam* Akankah kamu meninggalkan suami/ istrimu demi diaf Pertanyaan yang konyol. Mungkin ia yang belum mengerti celahnya. Salahkah itu? Saya hanya meminta sudut pandang seorang Supernova.Ia adalah orang paling luar biasa yang saya temui. Kami ingin bersama-sama. meringis ngilu. sedikit masalah dan saya yakin Anda bis* membantu* Beginii saya sudah menikah dan mencintai pria lain. Dia bisa tertawa di sana. Pertama kali ia menulis: Supernova^ saya benar-benar tersentuh dengan semua tulisan Anda.Tapi beberapa bulan yang lalu-.artikel tersebut berubah menjadi oase. Saya adalah wanitai Bfl tahuni istri dari seorang pria yang baik dan sukses.Tapi sepertinya ada yang lebih dari sekadar itu.Tapi beban keputusan itu berat sekali* Pertamai keluarga suaai saya adalah kalangan priyayi lama yang punya reputasi moral yang sangat luar biasai tokoh masyarakati yang menganggap perceraian itu dianggap aib besari dan. tidak ada yang kurang dari rumah tangga saya.

Kamu munafik! Sama munafiknya dengan orang-orang atau institusi yang kamu tudingtuding • Kamu pikir kamu itu siapaf! Dan apa kekuranganku sampai tidak layak kamu dengar?! Tidak juga ada balasan. dan lain-lain. Supernovai apakah kamu • ada di sana? Surat-surat saya tidak pernah kamu balasMasih juga tidak dibalas. siapa pun kamu sebenarnya. Ia merasa tidak diperhatikan. Sementara jeritan hati yang riil malah tidak dianggap ada. Mungkin psikopat itu tidak lebih dari filsuf arogan yang berdiri di atas awan lalu main tunjuk sana-sini mengecam kesalahan dunia. mungkin psikopat itu cuma tertarik pada masalahmasalah besar: hak asasi manusia. Supernova i aku ingin kembali ke masa lalu. E-mail tak berjudul. soal ekologi. Di balik sloganslogan manisnya. Bisanya cuma ngomong tinggi* Saya dan masalah saya cuma kamu anggap remeh-remeh kuei sementara kamu sibuk melalap potongan kue yang lebih besar. sama sekali tidak menarik perhatian seorang Supernova. Sampai akhirnya Rana benar-benar gemas dan geram. ekonomi global.level seperti itu. Omong kosong. Hei Supernova-. Dan ia. Dan ia pun sudah tidak tahu apa yang harus ia tulis: Aku lelah*** apa artinya ini semuaf Apa artinya aku di sinii. Rana pun mengirimkan surat terakhirnya. mempertanyakan . umpatnya geram. Kemarin. Supernova-. Aku ingin menebus kesalahanku* Aku ingin mengubah garis takdir* Aku menyesal tidak pernah terlalu berani menghadapi hidup* Aku ingin kembali mengenal diriku. banyak keputusan besar yang telah saya ambil dalam hidupi tanpa terlebih dahulu mengenal diri saya yang sebenarnya* Kinii ketika saya tahui apakah saya harus merombak semuanya? Melepaskan semua konsekuensi-! tanggung jawabi bahkan sumpah atau ikrar saya yang dahului untuk meraih impian baru sekalipun harus mengecewakan banyak orangf Atau saya harus bertahan dan menerima semuanya sebagai bagian dari pelajaran itu sendiri? Tidak dibalas.Aku ingin bebas mencintai* Bantulah aku*** Tidak dibalas. dengan problem "kecil"-nya ini.kamu tidak lebih dari sebongkah kesombongan* Sebongkah ketidakpedulian.

kebodohan-kebodohanku sendirif «Apa artinya kau di sana , yang tidak mendengarkan? Malam ini, tidak ada yang lebih mengagetkannya ketika sebuah pesan datang, hanya: From: Supernova. Saya di sini* Membaca semua surat Anda* Membalasnya dengan menjadikan Anda terus bertanya* Menunggu Anda untuk akhirnya mempertanyakan satu-satunya Pertanyaan yang ada* Selamat Datang* Pukul sebelas siang. Teleponnya berdering. Re mengerutkan kening. "Halo, ya, bisa telepon lagi nanti? Saya sedang meeting." "Re..." suara Rana begitu lemah, b erbisik lirih, "aku masuk rumah sakit." Wajahnya seketika pucat. "Bukan... jantungmu, kan?" tanya Re tegang. "Jantungku, sayang," suara lemah itu kian mengibakan. Di dekat belahan dadanya. Rana memiliki bekas jahitan operasi. Re sering menyentuh bekas jahitan tersebut dan berkata: 'Kalau ada apa-apa dengan jantung ini, aku rela bernapas untukmu/ Sulit dipercaya kalau rayuan metaforis itu harus menjadi kenyataan. "Ada apa? Apa kata dokter? Kamu harus dioperasi lagi?" "Jantungku... katanya, aku jatuh cinta. Terlalu dalam." Terdengar Rana tertawa kecil. "Puteri... jangan mainmain..." Re benar-benar kacau balau. * Tiba-tiba suara itu berubah sedikit panik. "Re, aku tidak bisa telepon lagi. ffp-ku akan dipegang Arwin. Doakan saja, ya." Hat, Pembicaraan berhenti sampai di sana m dalam tsunami batin. Lama ia terdiam di gerbang rumah saku mulai salah tingkah. Tidak pernah ia setersiksa telePon genggamnya, dan dengan tatapan kosong ia nomor telepon Ale Tidak disambungkan. Ia hanya bka a sendiri di dalam hati: y Dlca™ Ale, tolong aku. Aku cuma bisa menemuinya lima menit itu pun bersama sembilan orang lain. Aku tak tahan denaan tatapan orang-orang yang seperti mempertanyakan keberadaanku di situ. Lima menit, Le! Melihatnya tergolek tanpa bisa memeluknya. Aku cuma bisa bilang 'semoga cepat sembuh' dan mesem-mesem dari ujung tempat tidur. Aku ingin terus di sini, menungguinya semalam suntuk. Tapi kenapa jadinya harus mencurigakan? Kenapa harus nampak tidak wajar? Kenapa aku tidak boleh di sini? Le, tolong...

"Pak Ferre! Kok masih belum pulang? Tunggu teman, ya?" Seseorang menyapanya. Re terkejut. Ternyata salah satu reporter Rana, memandang dengan tatapan haus gosip. "Oh, saya baru mau pulang. Kebetulan tadi sekalian menengok teman saya di blok D," jawab Re dengan tenang. Tak akan ia kehilangan wibawanya, bahkan dalam situasi genting seperti ini. Tidak juga kedoknya. Satu jam kemudian, dua orang berlalu dan menanyakan hal yang sama. ^ Tiga jam kemudian, hanya perawat-perawat yang melewatinya dengan tatapan curiga. Terkadang kerabatnya Rana, yang juga menatap aneh. Mungkin mereka mengenalinya sebagai salah seorang pembesuk Rana yang dengan misterius bercokol terus seperti satpam rumah sakit. Memasuki jam yang keempat, suaminya berjalan melintas. Re tidak yakin keberadaannya disadari atau tidak. Yang jelas, wajah pria itu nampak letih. B Re jadi tersada'r, mukanya sendiri pasti lebih kacaui lagi. Setidaknya suami Rana tidak menghadapi cobaan lain selain kondisi istrinya. 145 Aku tak mengenalmu, kita bukan teman. Namun aku tak ingin menyakitimu, demi Tuhan. Apa yang kaumiliki sekarang amatlah aku inginkan. Dan untuk mengertinya tidaklah sulit. Kami adalah jalinan satelit yang saling membelit. Mengelilingi satu planet yang menarik kami laksana magnet Tak ada lagi tempat di orbit inif bahkan untuk bayangan kami sendiri Jadi, relakan kami untuk saling memiliki. Re tidak tahan lagi. "Halo? Le? Aku masih di rumah sakit. Rana dioperas' malam ini. Dan sebentar lagi kepalaku bakal meletus." 1 "Apa-apaan kamu di sana?! Cepat pulang!" "Tapi mana bisa..." "Tempat kamu bukan di sana." "Mana mungkin? Yang terbaring itu RANA, bukannya..." "Apa perlu aku sebutkan nama belakang Rana-mu tercinta itu? Knock, knock! Re! Ayo, bangun!" Ia ingin teriak rasanya. "Jangan mulai dengan bahasan basi itu..." "Basi? Itulah kenyataan yang kamu pilih sendiri.-Kamu jatuh cinta pada orang yang salah." Mulut Re langsung menganga lebar. "Oke... aku ralat, bukan orangnya yang salah, tapi kondisinya!" Ale cepatcepat menambahkan. "Hell with it" Re pun menutup flip telepon

genggamnya dengan kasar. Kondisi... kondisi. Lagi-lagi si keparat satu itu. Tak lama kemudian, teleponnya kembali berdering. Ale. Berusaha sekuat tenaga untuk menyuntikkan logika ke dalam pikiran sahabatnya. Re juga sudah letih, kali ini ia lebih banyak diam. Dibiarkannya Ale terus mengoceh. "Jadi kamu setuju untuk pulang sekarang, kan?" "Tidak yakin." "Aduuuh, maunya kamu apa, sih?!" Aku bosan diam. Aku ingin berteriak lantang* Menembus segenap celah dan semua lubang, Merasuk ke ujung gendang telinga semua orang..-Aku mencintainya. Tiba-tiba mata Re menangkap sosok • di luar ruangan sambil menyandar ke fe^u Ugi' be<diri gemetar memegang sebatang rokok. Asaum ta*9«m» keluar, gugup. Pemandangan yang jss\ hamburi* pun. terenyuh siapa "Aku akan pulang sekarang u » T akhirnya memutuskan. , c* wamat berat ia Di saat seperti ini izinkanlah aku m»* m mana engkau leta^ZT"^ Adakah aku seberharga cincin yang melingkar Ataukah aku senyaman sepatu tuamu yang tak ter "T" jarimu' Akankah kaupertahankan aku selayaknya ^ ^ dipakai? Ataukah namaku hanya akan melintas sekilas di detfS". $TH Untuk kemudian menyublim seperti arwah tersedot Mengertikah kinif Puteri"* ***** Karena itulah aku ingin hidup nyata. Ia pun mengedarkan pandangan untuk terakhir kali, mendapatkan kelengangan rumah sakit yang begitu dingin. Re merasa terbuang. KEPING Di Celah Pikiran Pria itu kembali hadir di pojok yang sama, dengan cuaca hati yang tampak sedang buruk-buruknya. Ia seperti kapal yang tergulung jadi lemper dalam lipatan ombak yang mengamuk. Kerutan di pangkal alisnya. Sinar mata yang berkecamuk. Rahang yang mengeras. Namun di dalam kegundahan sekalipun, semua tetap indah. Dan tangan itu terlihat mulai menulis... dalam irama yang tak tentu. Nampak pikirannya tengah bersandar pada arus inspirasi, yang terkadang mengalir deras, tetapi terkadang juga hanya menitik jatuh. Ia berserah. Persis seperti pelukis yang tak mempertanyakan mengapa ia melukis, dan apa itu yang dicoretnya di kanvas. Diva menyentuhkan tangannya

Tapi kalau cuma jadi hantu. Hanyut dalam keterkesimaan. Kalau aku lemah. Entah kapan terakhir kali ada air keluar dari matanya. Diva mulai menggigiti bibirnya pelan-pelan. Langkah-langkah yang nampak berat. Aku'berjanji. Tak akan ada yang mengerti. Aku janji. sudah kubersembunyi di dasar lembah. Wahai kau yang sedang dimabuk cinta. menggenggam kejujuran erat-erat. Masih terbayang jelas ketika ia memandangi punggung itu berjalan menjauh. Dalam bingkai kusen . Dan dirinya adalah debu yang paling ingin cepat dikibas. Ia mengerti betul susahnya mencabut sebuah jangkar yang sudah terpaut dalam. tanpa bisa memutuskan apa-apa. Arwin duduk tepekur.ke'kaca. mampu menangis menunjukkan kekuatan. apa yang ia lihat sesungguhnya melebihi badai itu sendiri. Begitu engkau sembuh nanti. berikanlah padaku setetes apa yang kau reguk. Namun aku orang yang kuat. Re mendongakkan kepala dan mulai mencari. ia menangis. Mungkin itulah satu-satunya kesempatanku.. Matanya berhenti di jendela. Di kala kau terjatuh nanti. Dengan dagu tercuat. maka aku pun tak tahu. Ferre Aku bukan orang yang lemah. Sudahkah kau benar-benar jatuh. Ferre Lamat-lamat muncul perasaan bahwa ia sedang diamati. Tapi kenapa yang ia rasakan justru sebaliknya. Dilempar dari satu sisi pertimbangan ke sisi lainnya. Perlahan. Di sebelah ranjang tempat istrinya terbaring. aku akan tahu apa rasanya limbung tanpa harus ikut terpuruk. Rana. Diva Diva masih berdiri di sana. Ya.. Rana telah menjangkarkan hatinya untuk pria itu. ia merasa amat lemah. Bola . wahai yang sedang jatuh cinta? Masih kutunggu engkau di dasar jurangmu sendiri Di titik engkau akan berbalik dan benar-benar menjadi pencinta sejati. ia pun bangkit berdiri. ia tak lebih dari sebuah bola pingpong. Re meringis getirv. aku akan menjadikanmu wanita paling bahagia di dunia. Mereka sepertinya tidak terpisahkan. Tak ada lagi kehadiran yang lebih berarti. Melihat semuanya.pingpong. Ada yang bilang. Arwin dapat langsung mengetahuinya ketika melihat tatapan istrinya pada Ferre yang berdiri jauh di ujung tempat tidur.

boleh nggak aku." "Coba aku bisa sesaklek kamu. "Kalau kamu sesaklek aku." sahut Dhimas ketus. dunia bukan lagi milik berdua. "Penulis boleh berpihak nggak. kita tetap membawa misi. ya?" "Eksperimen sains saja dijalani dengan tendensi.." "Tapi di atas segalanya. Hai. katakata itu maksudnya sama. pemabuk asmara. "Ayo.kayu. dong. Diva menyapa. ya. Kamu. kamu adalah manusia nuansa. Seluruh dunia ini dipenuhi potensi nuansa. terlapis kaca jendela." Dhimas mengernyit. Paling jadi peneliti sinting. "Imajinasi kamu begitu kaya seperti fraktal di area infinit Peta Mandelbrot. Bintang Jatuh. Jangaji jadi cengeng gitu.." ralat Ruben cepat-cepat. "Cengeng-lembek-sensitif. "Apa pula itu?!" "Eh." keluh Dhimas. "kamu adalah manusia paling sensitif yang pernah kutahu.. Bahkan subjektivitas si peneliti akan mempengaruhi hasil penelitiannya.. Tatapan yang mengisap ruang di antara mereka. Re mendengar hatinya berbisik." "Tapi aku serius.. tidak menyerah begitu saja." kata Ruben lagi.... maka sering kita mengabaikan keindahannya. Apalagi ini. pengkotak-kotakan. cuma beda kasta saja." "Jadi kamu bilang aku lembek?!" "Bukan. Meninggalkan mereka berdua." te gas Ruben galak.. Misalnya." Dhimas menariki rambutnya sendiri." "Kalau begitu. tidak bakalan ada yang tahan membuat kerangka sains dari cerita romantis berbunga-bunga ini. Dunia telah membelesak lenyap. Tatapan dalam dimensi waktu yang bergerak penuh makna. kok. Padahal dari nuansa justru lahir tema besar penemuan-penemuan terhebat dunia. dan terarsir teralis. Dhimas &amp. Ruben "Oh. nuansa . nuansa berada di celah pikiran. tidak bakalan kamu jadi penulis. keduanya saling menatap. Einstein.." "Terima kasih untuk usahamu memperhalus bahasa. bukan begitu. Sama juga kalau aku selembek kamu. kamu harus kuat. Dan. Sejernih kristal. jelas ada keberpihakan. percayalah. aku tidak tahan. sebuah ruang fraktal yang tidak tersentuh cortex. tapi karena perhatian kita tersita oleh pengkategorian logika. tanpa bumi itu sendiri. Dan misi ini tidak boleh dikompromikan cuma garagara fantasi romanmu atas tokoh-tokoh tertentu.

Lama sekali. Atau. Matanya berkaca-kaca. sih?" Dhimas geleng-geleng kepala.adalah rencana terbesarku kini .. [ Ya Puteri. "Kamu mau ngomong apa. Memaksanya untuk menjadi pencuri waktu dari belasan jam yang harus ia persembahkan untuk perusahaan. mereka berpelukan.." akhirnya kata-kata itu meluncur keluar.. Dan. "Tanpa kamu." bisik Rana. Dhimas. atau kau emut. Di luar dari cintanya yang semakin terbakar oleh ucapan romantis itu. tidak banyak orang yang bisa tahan denganku." Ruben menelan ludah. "aku sadar. Bersamamu 24 jam. "Kamu di sini saja." Dhimas terdiam. Re selalu merasakan paradoks yang sama. jadi obatku. Untuk pertama kalinya pula ia mengendalikan jadwal Re. Kamu adalah pesawat yang menyeberangkan nuansa dalam kepalaku ke format yang bisa dimengerti. "Memang! Cuma wong edan yang pakai teori fisika dulu kalau minta maaf! Dan kalau ada yang mau sama orang kayak begitu. Puteri. ide-ide di otakku seperti mulut tanpa lidah. Maaf atas semua sikapku yang kasar ataupun kata-kataku yang kejam selama ini. "Kamu." sambung Dhimas. banyak orang sulit sekali mengungkapkannya. KEPING Kesempatan itu hanya setengah jam. Tapi kamu begitu baik dan tabah. ^juS "Berarti aku lebih edan daripada kamu. berarti orangnya lebih edan lagi!" Muka Ruben pucat pasi.. Namun tibatiba ia berseru dengan suara tercekat. kau minum. kau kunyah. atau justru karena nuansa adalah affair yang sangat pribadi antara kita dan domain lain. Tidak ada artinya. dan mencocokkan kesemuanya dengan setengah jam yang ia punya.. orang yang mengagumkan. Aku minta maaf. Dan Rana merasa jauh lebih baik dalam dekapan Re dibandingkan obat atau infus apa pun yang dicerapkan ke dalam tubuhnya.. Di kesempatan itu. Termasuk aku. Aku relakan diriku untuk kau telan.kontinuum yang ia tangkap waktu umurnya lima tahun adalah inspirasi awal teori relativitas. tentu saja aku bersedia jadi obatmu. Strategic Business Development Plan yang seharusnya menjadi rencana terbesar hidupku akan kuganti dengan menungguimu semalam suntuk." tergagap Ruben berusaha menjelaskan. lirih.

begitu?" Re ditinju telak oleh paradoks yang sama. Aku ingin menjejak tanah. atau kamu minta aku untuk membawamu pergi. dan kalau ada lagi saat-saat semacam ini. "Kita berdua tahu betul perangkap apa yang menanti kita begitu aku minta kamu cerai dari suamimu. atau terlalu jujur. Sama saja! Kita berdua sebenarnya takut. "Tidakkah itu sama saja bertanya 'satu tambah satu' padahal kita sudah sampai ke hitungan seratus juta lima ratus dikali empat ribu tiga puluh lima koma sekian?! Kenapa kamu malah bolak-balik bertanya apa yang kuinginkan dan bukannya menyatakan apa yang KAMU inginkan.. [ 'Aku ingin kau bercerai' ] [ Bukan. Aku ingin diakui. menatapnya lurus-lurus. tapi terlalu kasar ] Layakkah cinta hidup semu laksana hantu? Yang melayang bagai bulu panah. tolong. Siap pecah. Ironis." Re terduduk lunglai. Ayo. Tak ada yang terealisasi ) "Rana. Aku tak bermaksud begitu. aku tak bisa terus begini. Aku mengerti sekali. Tapi. itulah pertanyaan tersulitnya tahun ini." Akhirnya kalimat itu yang terucap. "Ketika kamu sakit begini. aku adalah orang yang paling tidak berdaya. ia tak menemukan satu pun kata yang tepat.] Titik bifurkasi [ Nah... "Kamu ingin aku pisah dari Arwin. Terlalu dangkal. Aku ingin memiliki. semua ini. Tapi kau tak pernah siap.. Ia tidak menyangka akan diberi reaksi sekeras itu. "Apa yang kamu inginkan?" tanya Rana... Bukan itu... Aku hanya ingin kau mengatakannya Re... Persimpangannya.. entahlah. omonganku jangan dijadikan beban. yang jelas tidak mengenakkan ] [ 'Aku ingin kau yang memutuskan dan bukannya malah memberikan bola panas kepadaku dengan bertanya seperti itu' ] [ Mendekati. Rana!" Rana terenyak. "Aku ingin memilikimu. agar aku punya kekuatan cukup untuk menempuhnya. Ini terlalu menyakitkan. Bagi Re.." 'Aku mengerti." Mata itu bak kaca -yang merapuh. masih kurang kuatkah tekadku? Komitmenku? Aku siap setiap detik kau siap." Rana tahu saat ini akan tiba. dibandingkan dorongan yang begitu kuat. Semua berhenti di tahap 'wishful thinking' belaka. lalu mencadangkan satu . Ia benar-benar muak. Mengambang membuatku lelah. "Jangan.

Begitu. Kita harus memutuskan sesuatu. Dan aku siap dengan segala keputusanmu. tapi Rana merasakan kebenarannya. Le. Dengan seketika. "Kamu benar." Re menghela napas. Dia akan jujur soal kami berdua." Semua omongan Re benar-benar menyakitkan. Tegas. Sayup suara azan subuh melatarbelakangi pembicaraan itu. "Aku akan pergi denganmu.." "Lalu? Bukan berarti aku juga harus ikutan tidak tidur.. Sayup-sayup Re kembali mendengar suara biolanya. Ia juga muak. banyak kondisi. Kali ini bergemuruh. this is major bullshit! Kesiapan kita menghadapi kenyataan ternyata nol besar. . Rasa takut.. kata itu mengasosiasikannya dengan banyak wajah. kan?! Supaya kita bisa saling tuding: 'ini semua permintaanmu'. "Akhirnya Rana memutuskan untuk bicara dengan suaminya." "Selamat. banyak probabilitas.ri. aku akan bicara dengan Arwin." ia menunduk. Re melongo. "Aku tahu kamu pasti sudah tidur." "That's it?" "Well." "Kamu tahu sekarang jam berapa?" terdengar suara Ale yang parau dan mengantuk. Aku seharusnya memberitahumu sejak sore tadi. Selain itu." "Hmm?" Kedua matanya sudah nyaris terpejam lagi. Aku tahu itu adalah hal yang paling kamu inginkan. Anda akan mendapatkan janda kembang yang masih gres dari oven? What?!" "Aku serius!" "Oke." jelas Rana lagi. "Tapi tidak berarti aku akan pergi dari sini dengan kenihilan yang sama lagi... "Sepulang dari sini. seolaholah ada simfoni akbar yang siap meledak dengan megahnya.sama lain untuk dijadikan kambing hitam kalau-kalau keadaan nanti berubah kacau. Tapi apakah kamu siap? Bagaimana kalau nanti ada pembunuh bayaran yang mengintai rumahmu.. Re.. kan? Hanya gara-gara mengeloni seorang bayi besar lewat telepon?" "So. Rana terlalu lelah untuk menimbang-nimbang. "kita telah berputar-putar di satu lingkaran.. aku tidak bisa tidur. "Le.. atau suaminya datang dalam keadaan ." Sekonyong-konyong ia menukas. atau menembakmu di kantor." Keputusan. what do you expect? Selamat. Dan dia memutuskan untuk ikut denganku. 'aku begini karena kamu bilang begitu'. kita tidak melakukan apa-apa. Tapi aku.. Sori. Penuh keyakinan.

Berapa banyak koran merah yang tadi kamu baca sebelum tidur?" "Re. Mungkin saja dia cuma berusaha menyenangkan hatimu doang. Jangan lupa. Dinamit yang ditunggu-tunggu. Re.. Patriot kita. Ferre. atau ada berondongan teror dari keluarga-keluarga yang merasa disakiti. Untuk seseorang yang baru bangun tidu r. analisis situasimu itu luar biasa." "Bravo. Re/ "Aku tidak peduli. Ale terkekeh. apa pun itu. Jadi." "Aku tidak yakin Tuhan merestui perselingkuhan." "Besok hari Minggu. atas-bawahmu. Maju terus pantang mundur/ "Kenapa kamu harus sesinis itu?" tukas Re gusar. Nanti doakan aku. Sang Supernova. Aku yakin kamu juga tahu kalau prosesnya tidak bakalan instan." "Tidak mungkin. Sepertinya mereka itu samen leven. kan Le?" "Iya. "segalanya mungkin. ada satu yang nampak menarik baginya malam .." "Wow. akan memilih seorang wanita. kamu tahu sendiri apa opiniku soal ini. Tapi aku turut mendoakan yang terbaik." "Jangan bilang tidak mungkin.mabuk berat sambil bawa parang buat membacok lehermu. Aku tidak takut. "Kamu memang sudah sinting." Mau tak mau." Supernova Begitu nama itu masuk ke chat room ICQ. sahabatku tercinta yang sangat pintar dan rasional itu. belakang-depan. atau ada yang sukarela jadi informan buat tabloid gosip lalu wajahmu muncul di halaman depan sebagai si perusak rumah tangga milenium? Menurutku kamu harus lebih hati-hati lagi lihat kiri-kanan." "Pergilah. Nah. kontan puluhan yang lain menyapanya. Yah.. waspadalah terhadap segala kemungkinan di tengah jalan." "Kamu ke gereja?" "Mungkin. atau perceraian-/ "Aku juga tidak yakin Adam dan Hawa menikah. "Aku tidak bermaksud sinis. jangankan itu. kenyataannya?" Ale tertawa kecil. Hidupmu mungkin lebih tersiksa dibandingkan kemarin-kemarin ini.. aku hanya ingin memastikan kamu siap. yang sudah terikat padahal dia punya seribu satu pilihan lain yang jauh lebih feasible. Aku sendiri tidak seratus persen yakin Rana berani bicara. "TNT". But you've got a point there. Please. Aku juga pasti bilang 'tidak mungkin' kalau dulu ditanya apakah Ferre. Namun dari sekian banyak. Ah.

. Kenapaf &lt. Saya*..guest&gt.TNT&gt. Luka jahitan . Bagaimana dengan diri Anda sendiri? &lt. Saya lebih tersiksa justru ketika melihatnya bersama saya* &lt.guest&gt. Arwin yang gelap mata lalu berbuat entah apa.* tidak tahu* Tapi saya tidak terlalu peduli* Untuk apa mempertahankan sesuatu yang bukan milik. Sepanjang hidup saya-i hanya ada satu wanita yang saya cintai sungguh-sungguh* Istri' saya sendiri* Dan dia menyeleweng. Mungkin itu adalah kala pertama Anda mencicipi kewarasan. Kamu mau tahu kenapaf &lt. &lt.TNT&gt. Tak sampai hati ia membongkar kelemahan yang nantinya malah akan mengendurkan semangat mereka berdua.T NT &gt.Rasanya ia menjadi manusia yang sama sekali barui bukan lagi wanita yang bertahun-tahun saya kenal sebagai istri saya¦ Dan yang jelas saya lebih senang melihatnya beg i tu • &lt..itu.TNT&gt. Bahkan untuk menyalahkan sedikit pun tidak bisa.. Bukankah sudah waktunya? &lt.guest&gt.TNT&gt. Ia kelihatan sangat bahagia bersama lelaki itu.. Supernovai saya mulai gila* &lt. • . puluhan sanak saudara yang akan mencemooh habishabisan. Anda memang tidak memiliki apa-apa* Kecuali diri Anda sendiri* Dan diri Anda sesungguhnya amat besari agung* Ia mampu menampung apa saja i lebih dari yang Anda duga-* andaikata Anda tidak mengikatkannya pada sesuatu* Semakin banyak yang Anda ralakani semakin besar keluasan diri yang Anda rasakan* &lt.. saya tidak sanggup marah. Gilakah saya.TNT&gt. KEPING Pelajaran Terbang Berhari-hari Rana terbangun dengan bersimbah keringat dingin. Anehnya-. Ketegasannya hari itu sudah berarti banyak.guest&gt. Gambaran-gambaran itu bagaikan monster kelaparan yang mengonsumsi habis semua keberanian yang ada.guest&gt.guest&gt.. saya lagi? &lt. Arwin yang mengamuk. mertuanya yang terpingsanpingsan.. Berbagai macam adegan seram kerap muncul di pikirannya. menjadikan benaknya kosong dan tak termotivasi.. Bagus.. kalau saya lepaskan istri saya untuk orang lainf &lt. ibunya yang menangis histeris. Dan ia tak mungkin lagi meminta dorongan pada Re. Sekalipun Anda tersiksaf &lt.

Rana pun menanti cemas. untuk kemudian merancang masa depan yang baru-Aku hanya tidak ingin menyesal di kemudian hari.di dadanya terasa bertambah perih.guest&gt. Aku ingin yakin dengan pilihanku. dan kembali tertelan begitu momennya lewat. &lt. Nama itu on-line: "TNT".guest&gt. Setelah mencari-cari setengah mati.. Apa maksudnya itu semua.r terban^ Bagaimana dengan Anda yang sayapnya dibentuk* oleh rasa percaya? Tidak ada cara untuk belajar percaya selain PercayaRana berhenti di sana. Ia menjadi kenangan.hkU Ajari aku percaya bahwa aku BISA TERBANG &lt. Berusaha mengerti dan meresapi kalimat-kalimat tersebut.Ajari aku percaya pada kekuatan . tidak salah lagi.TNT&gt. apakah ia harus menanggalkan semua pertimbangan dan perhitungan untuk lalu lepas landas begitu saja? Hidup berdasarkan momentum? Persis seperti waktu ia melontarkan ucapan itu di depan Re. Terban -Aku tahu kamu pasti datang untukku " pndirian...bukankah kita seharusnya bisa memperbaiki kesalahan masa lalu? Menghidupkan kembali momentum yang lewat-. Maksudmu •&gt. Itu saja. Momentum tidak dapat dikejar. &lt. di mana kamu?" desis Rana.flomentum hadir* Begitu ia lewati ia tidak lagi sebuah momentum. aku ingin terbang Amenutup kuping terhadap raungan bumi di V *ku nanti. Anda memang tidak mengerti¦ Rana mulai .TNT&gt. mpai akhirnya &lt. Bahkan seekor burung yang meniliki kasat mata bisa jatuh ketika belajt. mengejar momentum? &lt. Namun kehadiran sang Supernova di chat room ICQ benar-benar tidak tertebak.TNT&gt. Dan kenangan tidak akan membawa Anda ke mana-manaKenangan adalah batu-batu di antara aliran sungai.. Supernova. Mendadak segal a penat dan perih [J?*** Rana gantikan oleh secercah ^nW\^^^ langsung" mengirim pesan. Satu-satunya harapan yang tersisa.Anda seharusnya menjadi arus-» bukan batu&lt. IW dia. samuai ^ na Supernova merespons tulisannya.guest&gt. Berkali-kali. akhirnya ia mendapatkan sebuah nomor ICQ yang diyakini adalah Supernova. Aku tidak mengerti. Tiba-tiba ia terpekik pelan. "Ayo.

Rana kini merasa terapung dalam suasana yang sangat misterius.guest&gt.. Tawon itu adalah suara Arwin. Begitu hening.TNT&gt. Merengkuh istrinya dari belakang. &lt. Satu momen terbentang menuju jalan yang tak . Tanpa satu potong pun kata.. Supernova akan menghilang kalau sudah begini.panik. Segalanya terjadi tak terduga-duga* Hanya ada satu yang pasti dalam hidup-. asalkan Anda percaya akan pembaharuan yang hadirflenikmati momentum yang datang.Hanya satu yang patut Anda harapkan datangi yaitu yang tidak diharapkan. "Ada apa. Supernova. Seperti orang asing. Biasanya. Ada kedukaan di sana. Tolong akuJelaskan sekali lagi. yaitu ketidakpastian.Jangan disconnect dulu. Luar biasa dalam. Rana belum pernah mengalami momen seorisinal ini.TNT&gt. Begitu anggun.TNT&gt. Pembaharuan hadir dalam setiap detik-Perbaikan terjadi satiap saati tapi ketakutan-ketakutan Anda tadilah yang justru menghancurkanSatiap saat Anda bisa terbang. lalu stagnasi hanya karena Anda berkaras atas sasuatu yang sebenarnya harus berubah-Berhenti juga menilai baik-buruk dari apa pun-Bukan untuk itu Anda hidup.Bukan hakim"Rana. Bertahun-tahun hidup dengan Arwin dalam ketertebakan.Tanpa ekspektasi apa-apa. Ada perbedaan besar antara memperbaiki dan menyesali. &lt. ia terlonjak dari tempat duduknya. &lt. tapi Anda saparti tidak melihatnyaApa bedanya memperbaiki sesuatu di atas penyesalan-i atau di atas parasaan sesal yang bahkan belum terjadif Tidak ada. Berhenti memilah antara apa yang diinginkan dan tidak. Menatapnya dengan tatapan yang tak pernah ia lihat sebelumnya. Suaminya hanya diam." Seperti disengat tawon.Selama Anda masih terbayang-bayang oleh dua katakutan itu-* Anda tidak akan ke mana-mana-&lt. Lama keduanya bertatapan. Mas?" Rana berlagak pilon. Rana sudah bisa membaca semua.Anda adalah pengamat dan penikmat. Dengan sigap ia pun menutup program di layar komputer. Bahasa tak mampu lagi membungkus apa yang tengah bersaling-silang keluar dari benak mereka.. Dengan khidmat pria itu pun akhirnya beranjak mendekat.

"Tidak akan mudah. ada isakan lirih. "jangan menangis lagi. Aku sudah terlalu sering mendengar kamu menangis diam-diam. Suara gerimis. Maafkan aku tidak pernah menjadi sosok yang kamu inginkan. Aku mohon. Kamu tetap Rana yang kupuja. Rasanya ' bukanlah pelukan perpisahan. Bukan begitu?" Tidak ada jawaban. Di dalam sarang kecilnya yang pengap. cukup besar untukku kuat berjalan sendirian tanpa harus kamu ada.tahu berakhir di mana... dan itu sangat menyakitkan. Aku mohon. Hanya saja. Giliran Arwin yang terenyak ketika istrinya m menghambur jatuh. Kamu tidak akan pernah tahu betapa besar perasaan ini. melainkan sebaliknya." Isakan itu tetap tidak berhenti. tolong. Tapi aku teramat mencintaimu. "Aku tahu semuanya. Dan aku yakin tidak akan ada yang melebihi perasaan ini... atau bukan. "Kalau kamu benar-benar mencintainya. Arwin Gelap. Andaikan saja kamu tahu." Isakan itu malah menjadi. "Lama aku berusaha menyangkal kenyataan ini." napas itu tercekat.. tidak lagi ta^* Ada satu makna yang secara aneh terungkap: cinta membebaskan. Rana justr . Bahkan denyut nadi pun dapat terdengar kalau disimak benar. Kita s ama-sama sudah terlalu sakit. istriku. Terlalu mencintaimu.. Mengambil porsi dalam malam yang rasanya tak bergerak. Satu sensasi yang sama sekali baru. "Aku mencintaimu. "Perasaan ini. Keadaan kita. Tidak menjadikan pernikahan ini seperti apa yang kamu impikan." Hatinya malah tersayat lebih melesak. Bukan diri ^ bahkan bukan pula kekasihnya. "Jangan menangis.. peluk seseorang yang kembali. tapi aku tidak mau membuatmu tersiksa lebih lama lagi. Kamu memang pantas mendapatkan yang lebih. aku rela kamu pergi." Terdengar suara menelan ludah. Membekukan lereng hati. Ternyata Arwin yang punya itu." Suara Arwin mengalir bagaikan gletser. mendekapnya erat-erat. Perlahan. Embusan sekali-sekali napas-napas berat.." SUPERNOVA Kalimat itu membawa Rana ke dimensi yang sama sekali Menggerakkannya untuk melihat wajah pria yang dinikah' ^ tiga tahun lalu dengan pandangan baru. tapi sekarang tidak lagi. Aku tidak akan mempersulit keadaanmu.

mendapatkan makna kebebasan. Ia terbang... di saat v U sama sekali tidak diduganya. n9 <guQSt> Supernovai saya benarbenar tidak menyangka* Bagaimana mungkin sesuatu yang tadinya berusaha saya pertahankan mati-matian justru kembali ketika saya lepaskanf Perasaan ini sangat luar biasa* Rasanya saya terlahir kembal i • I <TNT> Sesungguhnya Anda memang tidak perlu berusaha memiliki apa-apa* Anda adalah segalanya* Sekarang-* tidakkah Anda heran dengan orang-orang yang menguras seluruh energinya untuk mempertahankan sesuatuf Mencoba memiliki apa yang sebenarnya sudah milik mereka? Justru ketika Anda Melepaskan keterikatan pada sesuatu i Anda semakin dekat dengan Keutuhan. <TNT> Mencintai sesuatu atau seseorang dengan keutuhan diri adalah satu-satunya cara mencinta* Sementara perasaan tidak lengkap atau ketergantungan adalah refleksi jarak Anda dengan diri sendiri* <guest> Dan saya baru sadar -i saya amat . mencintainya tapi saya lebih mencintai diri saya sendiri. Saya mencintai diri saya yang mencinta• <TNT> Itulah satu-satunya Cinta yang ada* Arwin mengembuskan napas ie h sinar. Bahkan bernapas terasah*' *aJahn*a berkiu itas ba™ t6lah men9aUri **uruh t9ubuh?mat Se^ah sekaligus perasaan terbang h adalah v sayap •¦ KEPING Kiamat Personal Kedua pria itu mematung di depan komputer. "Aku tidak mengira akan jadi seperti itu..." gumam Ruben berat. "Aku juga. Semuanya mengalir begitu saja," Dhimas mengusap wajahnya, berusaha mengenyahkan kebingungan. "Kamu tidak merencanakan plotnya bakal demikian?" "Tidak," Dhimas menggelengkan kepala, "sudah kubilang, semuanya mengalir begitu saja. Aku hanya langsung mengetik apa yang terbersit di kepalaku." "Aneh. Seolaholah cerita itu memiliki otonominya sendiri." "Lebih parah. Sepertinya aku menjalani sebuah kehidupan, bukan cuma naskah. Kehidupan dalam kehidupan... mungkinkah itu?" tanya Dhimas linglung. "Entahlah. Yang jelas, masih ada satu yang harus kita khawatirkan." "Ksatria." Ferre Kiamat adalah lidah kehancuran

yang menjilati tandas sebuah piring tanpa sisa. Tak ada lagi remah. Tak ada dedak yang dibiarkan bertengger. Semua bersatu dalam maha enzim Kiamat personal yang mencerna jagat. Kiamat adalah ledakan sunyi yang mengisap semua, termasuk jejak kehancuran yang dibuatnya. Dan ternyata kiamat punya edisi khusus. Kiamat personal. Semenjak Rana menghilang tak bisa dihubungi seminggu lewat ini. Re tahu ada yang tidak beres. Sampai akhirnya surat itu tiba—kiamatnya: Tidak ada yang saya sesali. Saya harap kamu juga demikian. Tidak ada cara yang mudah untuk menga takan ini semua. Saya yakin kamu mengerti. Dan tidak ada yang saya cintai lebih dalam selain perasaan indah yang pernah kita miliki (dan semoga masih akan terus kita miliki,). Tapi saya bukan Puteri yang kamu cari. Di satu titik, perasaan indah itu telah mengkristal, dan saya akan menyimpannya. Selamanya. Kamu adalah yang teristimewa, Ferre. Kamu telah memberi saya kekuatan untuk mendobrak belenggu itu. Sekarang saya bebas. Tapi, tidak berarti kita harus berjalan bersama. Izinkan aku kembali berjalan di setapak kecilku. Rana. Surat di sehelai folio putih polos itu nampak seperti Lucifer yang menyamar jadi domba tak berdosa. Reaksi pertama Re adalah tercenung kosong. Lama sekali. Dan yang kedua adalah, ia tertawa. Dan itulah puncak dari rangkaian paradoks yang telah menyerangnya dari awal kisah ini dimulai. Sebuah tawa, dalam duka dan kepahitan yang tak terperi. Sejenak ia merasa telah disuguhi pertunjukan dagelan. Kekonyolan panjang nan tragis, dibumbui dramatisasi ala opera sabun yang memuakkan, dengan ambisi ala sinetron bersekuel-sekuel yang membuat mual perut. Penonton pun tak bisa membedakan lagi air mata apa yang berlinang di pipi mereka. Tangiskah... atau malah tawa. Yang jelas, pipinya bersih. Tak ternoda air apa Pun Kelenjar air matanya mengeras, seiring dengan hatinya yang membatu. Perlahan, runutan getaran sel abu-abunya kembali terhampar. Kalau saja ia tidak mengajaknya makan siang... Kalau saja ia punya lebih banyak kesibukan di pagi itu... Kalau saja ia menolak wawancara itu... Kalau

saja hari itu tidak perlu ada... Kalau saja ia tak perlu ADA... Bagaimana sebuah piring bisa tahu dirinya piring apabila tidak ada yang diwadahi? Kiamat juga berarti amnesia abadi. Dan Ferre adalah piring kosong yang tak mampu merasakan apa pun selain kehampaan. Tidak juga dirinya. Ia terlalu benci dirinya. Sang Ksatria tidak lagi eksis. Ia mati, bersama cintanya yang membutakan bumi. Ia hancur, seperti serbuk meteor yang membedaki langit. Ia tamat. KEPTNG Ksatria Schrodinger -a himas cuma bisa melipat tangannya, menggeleng-J/ gelengkan kepala. "Aku tak tahu lagi jadinya bagaimana..." ia berkata lemas. "Ia telah mendapatkan kepingan dirinya yang hilang, Pujangga, homunculus, si manusia kecil, figur bawah sadar yang dulu terlupakan tapi sekarang kembali hidup. Dan betapa ia menyukai dirinya lagi. Tapi sekarang semuanya direnggut... hilang. Ksatria kita baru kerampokan harta insaninya yang paling besar: makna. Tanpa makna, buat apa lagi kita menjalankan hidup?" "Hidup memang tidak boleh kehilangan makna..." desis Ruben. "Dan makna apa lagi yang masih berarti untuk menyalakan hidup si Ksatria? Aku tidak tahu!" seru Dhimas. Kening Ruben berkerut-kerut, kakinya diketuk-ketuk, pertanda ia berpikir keras. "Kamu tahu apa yang sedang kita hadapi?" tanyanya. Dhimas tahu pertanyaan itu tidak perlu dijawab, bohlam yang menyala ada di otak Ruben. "Kita sedang mengalami dilema terbesar para fisikawan. Dilema yang disuguhkan Schrodinger dengan eksperimen kucingnya. Inilah dia. Paradoks kucing Schrodinger! "Look, honey, sekarang ini kita sedang meneru*°" hidup mati tokoh kita sendiri. Bukannya menyiapKan Pertunjukan sulap," komentar Dhimas kesal. "Aku bukan asal ngomong, kamu sendiri kan tahu paradoks itu." "Ya, tapi apa relevansinya?!" "Sebentar, sebentar... beri aku waktu." Ruben memejamkan mata, berusaha menerjemahkan sinyal nonlokal yang barusan hinggap di otaknya. "Begini, kamu tahu tujuan Erwin Schrodinger dengan percobaannya itu?" Dhimas merasa lebih baik ia menggeleng. "Tujuannya adalah untuk mendeteksi perjalanan

"Tidakkah kamu lihat? Dia seperti kucing Schrodinger di dalam boks tertutup! Berada di gerbang keputusan untuk menghabisi hidupnya atau tidak. singkatnya. Kucing ini ditempatkan di boks tertutup bersama sebuah kapsul berisi racun sianida. "Begini. Kalau elektron tidak menyentuh pemicu itu. hidup enggak. peluangnya fifty-fifty dia keluar dari rumah itu dalam keadaan hidup atau mati. aku sederhanakan. dan kucing mati. Dalam waktu satu jam. Kamu dan aku taruhan memakai koin. maka si kucing tetap hidup. partikel mempunyai aspek lain/ yaitu gelombang. kehadiran seorang pengamatlah yang akan menentukan aspek mana yang terpilih. baru akan ada pengamat yang membuka boks dan melihat hasilnya. Apabila elektron mengenai tombol on. Ia tidak menggunakan geiger counter melainkan kucing sebagai detektor. maka wavicle akan selamanya mengambang dalam keadaan dikotomis. tapi karena kucing tersebut adalah objek kuantum di mana semua kemungkinan bisa terjadi. Sementara di realita. Ini fenomena yang serupa dengan dualitas partikel. Pertanyaannya. pilihan kita hanya dua: gambar atau angka. atau entah apa lagi. . Peluangnya sama. dan sebuah pemicu yang akan aktif ketika satu isotop radioaktif menembakkan sebuah elektron. apa hubungannya dengan Ksatria kita yang mengurung diri entah sedang apa itu?" Mata Ruben membelalak. maka kapsul itu pecah. Partikel atau gelombang." "Kamu tidak membuatnya lebih mudah. Tapi wavicle 168 hanya ada di domain kuantum." "Oke.partikel kuantum. Peluangnya fifty-fifty." Dhimas mulai tidak sabar. Sebelum pilihan ditentukan oleh pengamat. yang kemudian diberi nama wavicle." keluh Dhimas. Mati enggak. "sekarang. Katakanlah. "Coba. baik itu arah lintasannya maupun destinasinya. maka hasil itu bisa kita gabungkan menjadi kucing yang setengah hidup dan setengah mati! Sampai kotak itu dibuka maka kucing tersebut dipastikan berada dalam kondisi kuantum mati suri. apa yang terjadi pada si kucing selama boks itu tidak dibuka? Apabila kita menghitung secara matematis maka kucing mati dan kucing hidup adalah hasil yang sama-sama valid. kucing zombie.

.. Hanya ia dan dia.Ketika koin dilempar lalu ditutup. demikianlah menurut perhitungan matematis. Keseriusan ternyata tidak membawanya ke mana-mana. Barang itu sebenarnya cuma suvenir pemberian. Dulu. 169 Dhimas &amp. Tak pernah ia sangka." "Omong kosong! Pasti ada jalan lain untuk menyelesaikan paradoks itu. faktanya memang observasi dari kondisi dikotomis akan memaksa semesta untuk bercabang menjadi dua dimensi paralel. Tapi semuanya sudah terlambat. maka sebelum dibuka koin itu tetap berada di kondisi setengah angka dan setengah gambar.. maksudmu. "Masih ada aliran Copenhagen yang berinterpretasi bahwa dengan menggunakan prinsip komplementer. namun observasi kitalah yang menjadikan salah satu kemungkinan kolaps. "Wah! Itu ide yang luarrrr. tanpa dunia. malam ini. sabar sedikit.. Jangan-jangan kelahirannya ke dunia ini juga cuma permainan. Betul begitu?" "Seratus! Kok aku tidak pernah kepikir. Kita akan . Semua hiruk-pikuk di luar sana sudah tidak kuasa lagi menyentuhnya. Re tersenyum tipis." Ruben mulai ikut bingung.. lalu ada juga versi Ksatria mati? Begitu?" "Well. Ksatria kita sekarang berada dalam keadaan setengah hidup dan setengah mati? Memangnya dia zombie?" "Hei. ya?" "Jadi. Firasat itu ternyata sudah ada sejak dulu. siapa tahu satu saat nanti ia harus bermain rolet Rusia. oke. hidupnya akan diakhiri oleh sebuah permainan.. ia sendiri selalu menganggapnya pajangan sampai." Ruben cepat-cepat menenangkan Dhimas yang sudah unjuk rasa. Sambil tertawatawa ia berkata." Ferre 24 jam pertama dalam hidupnya di mana ia merasa begitu sendiri. biasa. maksudmu bisa ada Ksatria lain di dimensi lain yang hidup. membuat kondisi dikotomis itu akhirnya menjadi kondisi tunggal di dimensi tempat kita mengobservasi. Re menyesal ia terlalu serius menempuh hidup. Ruben "Oke. kondisi setengah hidup dan setengah mati itu hanya abstraksi yang cuma eksis sebagai potensi transendental. Pistol kaliber 9 mm yang tidak pernah digunakan." "Sebentar dulu. Ekses humor Tuhan yang kebablasan. Re mengisi selongsongnya dengan satu peluru.

science fiction selalu tergila-gila dengan ide interaksi antardimensi." jawab Dhimas pelan. tahu nggak? Kadang-kadang yang kamu maksud cuma hal umum tapi bahasamulah yang tidak umum." "Makanya. mana seru? Tapi... "Aku teruskan: realita ini termanifestasi sama seperti gambar gestalt. kan?" "Bukan. Tapi tidak pernah tahu namanya gestalt. dan merupakan satu gambar. "Aku sedang memikirkan gambar gestalt. Tentu saja. tapi kamu tidak bisa melihat keduanya secara bersamaan. semesta paralel tidak berinteraksi satu sama lain." Ruben masih tidak mau kalah." "Dan riil!" sambung Ruben. "Sayangnya. "Tapi. Terpaksa membanjur lagi kobaran idenya... Interpretasi ini terlalu sulit untuk dijadikan eksperimen sehingga tidak ada gunanya dari sudut pandang sains. Kedua citra itu hadir sekaligus. puitis." "Salah sendiri tidak tahu. tenang. tidak sesederhana. butuh materi dan energi dalam jumlah ganda untuk setiap observasi. dan yang paling umum adalah gambar gestalt nenek tua dan gadis cantik. batal. maksudku." balas Ruben tidak mau kalah. Silakan teruskan.menulis dua kisah dari dua dimensi paralel!" seru Dhimas meledakledak. diingat lagi. Lagipula. kan? Aku tahu gambar yang kamu maksud. dan aplikasinya di level kehidupan sosial manusia." redam Ruben buru-buru.. salah sendiri." Dhimas mengalah dalam gerutu. tenang. Benar-benar pemborosan.." "Tuh. Dalam arti. Kalau tidak. Setiap kamu melihat gambar gestalt. Jangkauan sains yang sejauh ini telah dicapai.. romantis. "Gambar gestalt adalah gambar beranak gambar. "Coba. Tapi . memangnya kamu niat bikin science fiction? Plus bumbu-bumbu fantasi ilmiahnya? Bukan. tidak sekompleks itu.. "Aku ingin mengungkapkan fakta penelitian yang sebenar-benarnya. Kamu harus memilih satu antara dua sudut pandang untuk menentukan apakah itu nenek tua atau gadis cantik. Kecewa. kamu harus memilih. Itu menjebak." "Baiklah. Kita tidak merobek gambar itu jadi dua. Dimensi paralel. Kamu tahu apa itu?" "Bahasamu selalu susah. eh. ide itu terlalu mahal. apa yang ingin kamu buat?" "Roman sains. atau membolak-balik kertasnya.

" Ruben menjawab mantap. "Ya. kalau memang . di luar order realitas materi. dan seterusnya. sepertinya ia sudah mengantisipasi munculnya pertanyaan barusan. "0-ho! Untung sekali kamu bertanya. dan mengenali pilihan yang kita buat. Tapi untuk menggagalkan salah satu aspek kuantum. tapi tidak dalam keadaan sadar? Kamu tahu betapa paradoksnya hal itu?" Ruben tersenyum tenang. "Di sinilah pentingnya pemilahan antara Consciousness dan Awareness. atau mati suri. "Kenapa? Masih ada konsep yang belum jelas?" Ruben menangkap tanda tanya yang beterbangan di sekitarnya. di domain nonlokal. sama juga dengan sang Ksatria. Itulah kira-kira sadar tanpa terjaga." ujar Dhimas penasaran. apakah ada situasi di mana ada pengamat. benar-benar tersesat." "Aku jadi tidak mengerti. radio. lama. Kesadaranlah yang memilih dan menentukan nasibnya. kita semua pun saling terhubungkan dengan sinyal nonlokal24. adalah sinyal lokal". inframerah. apa sih yang dimaksud dengan istilah nonlokal? Kenapa aku menangkapnya semacam sinyal-sinyal misterius dari pesawat UFO?" Mau tak mau Ruben tertawa. Kalau kita bicara kesadaran di level lokal.Kesadaran kita memilih. aku kepingin tahu. dibutuhkan keterjagaan. Kenyataannya. maka kita akan terjebak di dikotomi tak ada habisnya itu. coba terangkan lagi. Kesadaran selalu bersih. Dhimas membisu. kesadaran yang kumaksud harus berada di luar sistem. tidak tersentuh. "Itu dia! Persis seperti kasus Epimenides. Kita sering sekali bicara 'kesadaran'. baik itu gelombang televisi. Nah. Sadar dan Terjaga. Sementara keadaan 'tidak sadar' dalam istilah psikologi yang umum kita tahu adalah keadaan semacam tidur. Sebenarnya sederhana: segala sesuatu yang bisa kita tangkap di domain materi —realita ini—yang serba terukur. "Apa yang kamu bilang tadi—bahwa di realita materi ini Kesadaran menggagalkan aspek gelombang—benar-benar terdengar logis dan akademis. pingsan. Berusaha mengasosiasikan pemahaman baru itu. Lalu. Artinya. sebenarnya ada. tapi kesadaran seperti apa yang kamu maksud barusan?" tanya Dhimas." 'Coba." "Tapi.

Nonlokal. Dan kamu tahu? Ketika orang yang satu diberi pertanyaan atau tindakan tertentu. sampai dirasa ada ikatan psikologis yang cukup. sehalus apa pun itu. atau kandang. sampai EEG—untuk mengetahui adakah respons stimuli yang terjadi. alat komunikasi atau apa pun yang menggunakan gelombang tidak akan bekerja di dalam ruang Faraday. ngobrol atau apa saja. Semua 21 Loka)/Lokahtas: Ide bahwa semua interaksi dan komunikasi antarobjek terjadi melalui sinyal maupun medan yang penyebarannya terjadi dalam ruang-waktu yang tunduk pada batas-batas kecepatan cahaya." ia tertawa-tawa sendiri. kedua orang itu disuruh berinteraksi. arrgh. "Berarti. orang yang satu lagi memberikan respons stimuli yang serupa! Padahal secara sadar. bagaimana kamu bisa membuktikan itu ada?" Kali ini Ruben tergelak. bahkan tanpa kita sadari!" "Seringnya memang tidak disadari. Di dalam ruang terpisah itu tubuh mereka dipasangi—mulai sensor saraf... ada satu eksperimen yang beken dikenal dengan Faraday's Cage." Dhimas mendengarkan terpesona.. jantung. "Omonganmu sudah sama persis dengan para reduksionis skeptis itu.. ia sama sekali tidak tahu apa yang terjadi di ruang sebelah. aku benci terjemahan. ada dua orang yang ditempatkan di dua ruang Faraday yang berbeda. Kesadaran yang transenden. "Lalu. Lalu Kesadaran apa yang dimaksud kalau kita yang dalam keadaan bangun dan terjaga ini sensitivitasnya ternyata tidak jauh beda dengan bangkai? Itulah. sehingga dipastikan keduanya tidak dapat berkomunikasi." . Faraday's Cage sama sekali bukan kandang.. Tubuh kita menerima stimulus berjuta-juta kali lipat dari apa yang diolah otak.. * Nonlokal/Lokaiitas: Komunikasi ataupun pengarah yang terjadi instan tanpa melalui pertukaran sinyal dan tanpa memecah keutuhan ruang-waktu. Tapi sebelum mereka dipisahkan.sinyal nonlokal tidak bisa dideteksi. kita semua ini ternyata terhubung satu sama lain. "Baiklah Tuan Skeptis. Ia adalah semacam ruang yang kesemua sisinya terbuat dari logam khusus yang mampu meredam semua gelombang.

harus ada pengamat yang mengintervensi. Diva pun memilih tidak ke mana-mana. aksinya terakhir di pentas bumi. Malam bertambah larut. keadaan rumah itu tetap sama. "Taruhan kita tadi. Dhimas &amp.. Sambil mengepalkan tangannya. Ternyata benar." gumam Dhimas gelisah. mengapa mobil itu ada di garasi? SemUa jendela rumahnya masih tertutup tirai. termasuk ruang yang satu itu. Tak ada lagi si gila kerja. Apa pun caranya. Lima jam mengamati rumah seberangnya telah menambatkan rasa penasaran. apakah engkau masih di sana. atau mati. berusaha meyakinkan dirinya sekali lagi." KEPING^ ^ Di Dasar Jurang . ruang tempat si pemabuk cinta biasa asyik minum-minum anggur asmaranya. apa yang terjadi denganmu. hasratnya yang terakhir—juga ikut terampas. Re mengepalkan tangannya gemas. Ruben "Paradoks ini harus diselesaikan. Lantas. Ia terus bertanya-tanya. ia berkata. Ia ingin dibuatkan sajak perpisahan.. "Berarti.. jauh ke dalam hatinya. Diva Diva tibatiba terusik dengan pemandangan aneh di depan rumahnya. wahai kau yang jatuh cinta? Tengah mengawangkah dirimu? Atau tergolekkah engkau di dasar jurang yang kaugali sendiri. Sore berganti malam. karena satu-satunya chip yang masih menjadikannya berguna—chip candu kerja.Ferre Ia sadar kini. Ia robot cacat." Dhimas menatapnya balik. Itu sebuah kode. "Koin itu sudah melayang. tirai itu tetap tidak terbuka. Ruben.. beralaskan remah-remah kehancuran hatimu? Sampai esok hari. Bahkan sampai matahari condong ke Barat. dan ia masih menunggu tanda-tanda.? Re memanggil-manggil. Dan mungkin sekarang saatnya kita buka. 48 jam sudah ia menunggu.. namun tidak ada yang menjawab. Pujangga benar-benar pergi. Pujangga. jam setengah satu siang. Namun tetap tidak ada perubahan. Bahkan tak disisakan baginya satu gaung pun. Menjelang tidurnya.. "Sudah kutangkap. Diva pun masih menyempatkan diri memandangi rumah itu. Dirinya telah kembali menjadi robot yang tak berhasrat." Ruben menatap Dhimas lurus-lurus. bukan?" Ruben mengangguk kecil. Ia pun melirik jam. aku tak ingin pergi seperti ini.

. Re berusaha DUPERNDVA berontak. Ruben "Untuk apa cuplikan-cuplikan masa lalu itu?" bisik Ruben... di hati atau di otak. Kisah malang tentang seseorang yang termakan cinta. Papa?'.. Melainkan sesuatu yang lebih dahsyat. Kisah serupa juga dialami ibunya.. dan mati karenanya. tangisan.....Sesuatu tiba-tiba melintas. tak lagi jadi masalah untuknya. namun gambar itu terus menyerbu tanpa bisa ia tahan.. Re ingin semua ini berhenti. 'Kurang berhargakah aku sampaisampai mereka sibuk dengan perkara cintanya masing-masing dan lupa kalau aku ada?'. Puteri.. apa maksud potongan-potongan gambar yang dipampangkan bulat-bulat di depan matanya.. "Aku tidak tahu!" Dhimas mengangkat bahu dengan muka lebih bingung lagi.. ia tak mau melihat lebih banyak lagi. entah di mana. ternyata selama ini ada bifurkasi lain. Re tidak mengerti. menjadi lemah. Ksatria. tapi yang hadir malah bayangan buku dongengnya." Ferre Potongan gambar itu terus datang.. Tidak pernah ada yang bertanya padanya. dan Bintang Jatuh. [ Lihatlah Ibunda. tapi sekarang justru suara-suara yang muncul. dan wanita itu memilih mati. Yang jelas ada kakek dan neneknya di sana. 'Kenapa kamu begitu lemah dan egois. cukup 24 tahun bagiku untuk menjadi kalian . Dan sekarang. "Mungkin. Mama?'. yang ada di alam sana. Pahit. 'Kenapa kamu tidak menyelesaikan masalahmu dan malah memilih kabur. bersimpuh dan berdoa—ada rosario yang selalu ditinggalkan di sebelah bantalnya— dengungan doa novena yang ia dengar hampir setiap malam— suara masa kecilnya melafalkan doa Bapa Kami.. Ada genangan darah di dekat kepala Mama—sepucuk pistol kecil di dekat tangannya—sepucuk surat yang tak bisa ia baca. Re terkekeh. Re mencoba meredam suara-suara itu... Bukan cuma dongeng masa kecil. dan Ayahanda.. Dhimas &amp.. Oma di pemakaman Mama—dekapan erat Opa di hari Mama wafat— tubuh yang terbujur kaku di atas karpet. di mana pun engkau berada.. padahal ia juga sama-sama punya protes: 'Lalu kenapa aku yang ditinggalkan?'. 'Mamamu bunuh diri'—'Semua ini gara-gara Papamu'—'Papamu lari dengan wanita lain'.

Wahai Tuhan. mengangkat dagunya setinggi mungkin. Ruben Suasana kamar kerja itu menjadi sangat senyap. dengan sisa kekuatan dalam dirinya. Diva Mendadak ia bangkit. Sesuatu yang besar tengah terjadi di dalam sana. dengan teka-teki-Hu bernama Takdir.. Tapi tentunya Kau masih ingat aku..berdua. Ferre Tangannya sedingin es.. Diva menggigit bibir. Sepanjang hidup Engkau selalu membingungkan.. El Maut ternyata cukup gagah untUk seorang Kepala Departemen Alam Kubur. ada saja cara kalian membuatku tertawa sekaligus tersindir. Baru 60 jam. dalam benda semungil itu. mengerikan. Dhimas &amp. Izinkan aku kesal pada-Mu di dalam kepasrahanku. ia pun tersenyum. Sekilas Re melihat pantulan dirinya di gagang pistol yang mengkilap. Dan betapa dingin genggamannya.. siapa yang menyangka.." ".. Tidakkah kalian bangga? ] l Oma. dan mendapatkan jendela di seberang sana masih tertutup. dan sekarang aku akan mencabut nyawaku sendiri. sekalipun harus dengan cara mengumpat.. ditekankannya moncong senjata itu dalam-dalam ke pelipis kanan. membuka tirai. dalam rumahnya yang tertutup. ". Dengan cara-cara aneh Kau tunjukkan keagungan. Aku nyaris melarikan istri orang. Tak ada lain di benak mereka selain Ksatria....." Ruben menarik napas. Dengan tatapan tajam ia menentang apa pun itu di atas sana.. Aku tahu kita tak saling bicara. bukan? Rasakanlah dinginnya dasar jurang itu. Dan jika ini detik-detik penghabisanku.. maka bebaskan aku berbicara semauku... ia menantang Sang Pencipta. Telunjuknya mengait mantap di pelatuk. Opa. tak . kalian selalu ingin mendengarku berdoa. Di dunia yang serba seragam. ia dapat merasakannya. Dhimas &amp. Ruben ". ada malaikat maut yang akan melarikan nyawanya pergi.. Bahkan di saat seperti ini. tapi darahnya sudah kepingin cepat-cepat berhenti mengalir. Kau. Engkau sudah jatuh. Keduanya mencurahkan konsentrasi mereka dengan penuh kesungguhan. Tapi jangan harap aku sudi menunduk dan tutup mata ] Re pun mendongak. sebagaimana aku tak menyangkal-Hu.. ia ingin mencuri perhatian-Nya. bukan? Baiklah.

" Diva Kehancuranmu adalah awal kesadaranmu. Ia malah terlihat sangat tenang. KEPING Opto. menjad?pen "'"t^ « pelatuk. Diva Matilah terhadap segala yang kauketahui. Re merasakan waktu ternyata berkontur. Total ] Re memejamkan mata. la ingin buta dari dunia. Betapa detail otot dan sendinya bergerak.sedikit pun ia gemetar. Tidak ada yang mau bertindak. . Padahal ia tak mau melihat apa-apa lagi sesudah tewas nanti. Sial amat kalau begitu. Dan di detik-detik UJ penghabisannya. Jauh di dalam sana. Penentu bagi "Di mana peluru itu berada?" tanya Rub »Di putaran selongsong yang akan ia tarik^if"9-Dhimas menelan ludah. " Dhimas &amp. Diva Matilah sebelum mati. Ruben -Sebentar!" seru Dhimas. ' p. [ Katanya. Kini pistol itu tepat menancap di tengah-tengah keningnya. Ergo Sum 4 1 aktu sebentar lagi akan berakhir. Sumber dari segala polemik kognitif yang mengacaukan sistemasi otak kirinya yang tertata rapi Itu. Dhimas terdiam t Ruben. "Kita tidak bisa begini' Ini namanya solipsisme.. la menganggap otak . Bbimas &amp. Mati sepertinya begitu nikmat. meregang dalam genggamanmu seorang. di situ ada mata ketiga. Ferre Napasnya memburu. namun tidak ada tanda keraguan.. Kenapa juga dulu ia pernah dilahirkan. [ Re selalu ingin memilih yang kanan. la tak ingin ada di posisi itu. 180 Apakah peluru ini engkau. . Karena kematianmu adalah kemerdekaanmu. filosofi egois yang menempatkan W sebagai satu-satunya makhluk . Menyengat bagai berondongan volt listrik yang menancapkan sengatan rasa sakit bertubi-tubi. menuju akhir. "rolet Rusia ini berakhir tertS" cepat.knlu? Dengan demikian kasihku mengalir keluar seraya be™„L Berjaya dalam mahligai ^-""fKarena hanya kepadamulah kurelakan sisa denyut* .. Yang melubangiku dan kini berkuasa atas hidu Semoga ini engkau . Dhimas &amp. Ferre Sesuatu melesat lebih cepat dari peluru. fme. Ruben Keduanya bertatap-tatapan. kanan nyai ah yang paling bertanggung jawab. Atau jangan-jangan keduanya berkomplot? ] Titik target berpindah. Dibawanya silinder itu menancap di pelipis k anan.. Ruben Sampai pada gilirannya.

" Ruben terkesiap. dan kini ia telah dimuntahkan ke dataran yang sama sekali berbeda. Bukan . juga. Dan gerbang penentuan tadi pun lenyap.. Diva Engkau bahgkit kini." Ruben tidak bisa berkata-kata. kesadaran sebagai sebuah medan. Ruben *Baik. tangisan lemah. Entah caranya seperti apa. Re menangis sejadi-jadinya. dia tidak boleh mati. Keterjagaan atau awareness termasuk di dalam aspek ini. sekalipun kitalah yang memegang pena. tapi aku kembali merasakan hal itu.bukan di egomu." ujar Ruben. atau bisa diartikan juga medan pikir global. adalah suaranya sendiri. Kedua. kata-kata itu terdengar jelas seperti seseorang membisikkan langsung ke kupingnya.. Aku ingin. Ruben. "Kesadaran memiliki empat aspek yang berbeda.. Sebaliknya. memanggil namanya." "Tapi apa yang kira-kira terjadi dengan Ksatria sekarang?" "Jangan kita pikirkan hal itu dulu! Sebaiknya kita kembali mengeksplorasi apa sebenarnya yang dimaksud dengan Kesadaran. Apa yang barusan ia dengar bukan lagi sekadar gaung labirin hati. kembali bersama cangkirnya. Pertama. Suara tadi.. Aku tahu ini kedengarannya gila. Ferre Re mematung.. Aku benar-benar ingin tahu. Dhimas &amp. objek kesadaran. kita tidak boleh irfenyikapinya seperti tadi. Tak pernah ia melihat Dhimas begitu keras hati. Darahnya kembali mengalir deras.. tapi diam-diam ia pun merasakannya. Di dataran ini. Hangat perlahan merambat di setiap kapiler pembuluh darahnya. Ia masih tak percaya. "Aku masih tidak tahu kelanjutan cerita ini.. sekejap mata berganti menjadi celah kosong yang tak terkatakan. Entah kenapa. seperti ada kehidupan nyata yang terkait di cerita ini. Kesadaran nonlokal itu yang berbicara." sahut Ruben sembari mengusap wajahnya. ia belum pernah merasa sekuat ini. Tapi yang jelas.. sekalipun seluruh badannya berguncang dan air mata seakan mengoyak matanya. Tapi tidak di tangan egoku. ia merasa sangat lega. dan rasanya ia kesemutan. Suara tadi." "Sebaiknya tidak. .berkesadaran sementara yang-lain cuma sosok imajiner. kita mulai lagi. Tapi tendensiku mengatakan. "Aku tidak tahu apa yang kamu inginkan.

tanpa harus ada klaim konaSS?1' keterjagaan. ergo sum. Aku memilih. kejadian seperti itu juga membakar jenggot orangorang regional. hilir mudik dan tidak pernah^LS*^ phimas. Ini juga menunjukkan bahwa di dalam setiap penghuni Kesadaran pasti terdapat pola tunggal karena mereka pada dasarnya berakar dari landasan yang sama. karena Kesadaran S v dipertanyakan. subjek kesadaran. .yakni pemikiran ataupun perasaan yang datang dan pergi di medan kesadaran tadi. Bukan aku-nya ego yang personal " "Opto. Bohlam di kepala mereka telah digantikan secercah matahari yanq terbit perlahan. Dari mulai Hong Kong sampai New York menanyakan keberadaan managing director mereka yang satu itu. dan pasti. Semesta Memutuskannya Ale baiu mendengar kabar dari kantor Re tadi sore Pimpinan tertinggi mereka menghilang tanpa pemberitahuan tiga hari terakhir ini. maka aku "Bukan juga 'aku sadar.." "Sekarang aku mengerti k h ^ngidentifikasikan diri dengan orang perasaannya. maka aku ada' ti i pernyataan yang tidak perlu. Tapi sia-sia saja kalau mereka berusaha mengidentifikasi skema besarnya. Ketiga. maka aku ada. karena bagaimanapun mereka cuma pecahan. «wsiatau "Tetapi. Dan keempat. Dan banyak sekaH° SUm^* sepaham dengannya. "aku memilih. penetap? tuttu "Itulah prinsip Descartes:*coaito berpikir.a. maka aku ada Dan subjek yang memilih adalah subjek tunggaU» universal. yang telah eksis dan tetap eksis sekalipun tidak ada feedback itu sendiri. yakni landasan dasar segala macam proses feedback. bukan 'aku hpmv ambahkan-ada'/ "«Pikir." Dhimas tersenyum cerah. Ia ada. Dan milah yang terkadang inS J?. Mereka tidak dapat memuat gambar keseluruhan. Untuk sebuah MNC. maka aku ada j Keduanya pun mengembuskan napas lega. atau partisipan. sadar atau tidak " Ruben yang "Berarti sesungguhnya. kesadaran sebagai medan universal yang menampung semuanya. yang berarti pengamat. Ini sama dengan yang diungkapkan David Bohm dengan istilahnya holomovement..Ata« apa yang bisa kita pegang dari sesuatu kare*a dan pergi.

Langsung berbulan madu ke Maui. satpam uZlu™ gj hrdatangan. Lampu padam. Namanya Ferre. Telepon genggam yang biasanya siaga 24 jam itu sekarang malah mati 72 jam. Ale langsung mengambil inisiatif mendatangi rumah Re. Ia berteriak seVat^ -hantu tetangga yang bosan menunaom Beb«apa Snbgak-celinguk ke luar. aku ada di dalam. Ale pun berusaha cengengesan sembari menghalau kerumunan kecil itu. Semua tirai ditutup.Luna menit. tahu-tahu sudah berdiri di belakangnya "9 "Iya. Tiba-tiba telepon genggamnya berdering. Rumah kuldesak itu memang nampak kosong. ya?" "Ya. Lama-lama semuanya pun pergi. "Didobrak saja pintunya!" "Ada yang mencium bau-bau aneh nggak? Bau bangkai gitu. Tapi Diva tidak beranjak.pra rumah Re." Dalam waktu singkat. "un mulai "Ini rumah teman kamu?" Ale menoleh. "tapi sebaiknya kamu pergi juga. sambil tak hentihentinya merasa heran. katanya dia . tetangga di sev.. Telepon rumahnya terblokir atas permintaan pelanggan. Tapi tolong usir dulu orang-orang itu. Wanita itu. Ale yakin itu. Ini mulai tidak sehat. Ini luar biasa mengherankan.. Mobilnya nongkrong tak tercuci. teman kamu Ferre itu sudah tidak keluar rumah tiga hari. Kamu kenal?" "Yang jelas. Atau mereka berdua memutuskan jadi Tarzan dan Jane di hutan antah berantah. tidak ada r„ u' dan mulai curiga." suara Re berbisik-bisik. Mungkin sahabatnya sedang melarikan Rana ke Las Vegas dan menikah di sana. orang-orang mulai ikut merubungi. Mengaku kalau ternyata Re baru saja meneleponnya dari luar kota. Apalagi menonaktifkan alat komunikasinya.. Ale gelenggeleng kepala. Sesuatu pasti telah terjadi. Ale memijit bel. menggedor-gedoi . Sama sekali bukan Ferre yang ia kenal kalau sampai absen dari kantor tanpa kabar. "Dia di dalam.Tidak ada nomor yang bisa dihubungi. Diva. Re! "Le. Kalau enggak. kebanyakan bersungut-sungut karena tidak jadi ada tontonan." Ale mengangguk ragu." Orang-orang mulai kasak-kusuk.. ^anagil-fflan9gil. daripada menanggung risiko menetap di Jakarta." Masih dengan muka kaget. "akan aku bukakan pintu ini.

Alhasil. Jiva keburu. Malah.. Tergilah berlibur. "Kamu betulan kenal dia?" Ale bertanya heran. Sayangnya. too" Diva menambahkan." Kembali senyap. melangkah masuk. ditambah lagi rambutny a berantakart. "Ka. Sudah bagus Re masih bisa duduk tenang di hadapannya. namun Ale sudah bisa merasakan satu keganjilan lagi. membawakan makan malam. kelihatannya kehadiranku tidak terlalu berguna. Gestur yang seharusnya tidak tercermin dari hati yang baru porak-poranda. kok. Semoga kamu suka/ ia menyorongkannya pada Re. meninggalkan keduanya terbengongbengong. Hanya sekian detik." ujarnya pada Ale. agak terlalu tenang. Matanya nampak lelah. Perlahan. Situasi itu sudah bercerita semua. Rikuh. "nanti saya kembali lagi. Diva datang. Re tak bercukur. Tinggalkan dulu semua ini. Sejujurnya Ale tambah khawatir. genggaman itu kukuh. 185 Ale paling pertama memecah kesunyian.. Lewat celah kecil yang dibukanya. dan Re menggenggam tangannya balik." "Kita sudah saling kenal. Re melihat Ale. lebih heran." cetus Ale akhirnya.tidak bakalan buka pintu. Membawa seloyang macaroni schotel hangat." "Terima kasih. "Tidak ada yang perlu ditinggalkan. gagang pintu itu bergerak.." ujarnya setelah benar-benar melihat keadaan temannya. tanpa pembicaraan." Ale menepuk bahu sahabatnya. Ale yang berniat mengambil alih situasi juga kalan cep . Rautnya kusut. "barangkali kamu juga . "Smells like one. dan dia! "Kamu baik-baik saja?" Diva malah yang pertama bertanya. ketiganya hanya nerpandang-pandangan. "aku senang kamu datang. Re tidak dalam kapasitas mampu â„¢njawab." sahut Diva tenang. Dan rumahnya yang gelap membuat ia nampak seperti vampir. lalu menoleh." Diva kemudian pergi begitu saja.. Dan bertepatan dengan langkahnya keluar pintu. "You look like shit. "Hanya ini yang ada. aku pasti siap. Lama mereka diam. "aku senang kamu baik-baik saja. "Sebaiknya kamu menyuruh teman kamu mandi dulu.pan pun aku diperlukan. segatal apa pun lidahnya." jawab Re sungguh-sungguh. Ale tidak mau bertanya. Tapi sekarang." Ale bangkit berdiri. Re menggeleng.

Selubung itu bukannya tidak bisa ditembus. melalui kolapsnya aspek gelombang kuantum dalam otak. Ya. . Ale?" "Eh. "Saya. Kesadaran nonlokal tidak bekerja dalam kontinuitas sebab-akibat. sebelum kamu berkomentar lagi mengenai kopiku. terlalu banyak keganjilan dalam satu malam. adalah contoh orang-orang yang berhasil membuka selubung tersebut. "Lebih lanjut lagi. Hidup ini benar-benar aneh. Ia bekerja melalui kita. hanya untuk menarik garis dari kedua bidang itu. Para mistik. Dan aku ingin mengeksplorasinya lebih jauh dari sekadar komunikasi antarmanusia. tidak. antarbudaya. Dhimas &amp. di meja makannya." Re pun lebih bingung lagi. silakan. sendirian. lebih banyak bidang.. "Makan saja.. Itulah yang membuatku menyeberang sejauh ini. para avatar. secara ilmiah. coba terangkan satu hai lagi. adalah kita. bagaimana cara Kesadaran nonlokal itu bekerja?" Ruben langsung meletakkan cangkir. hanya saja ada selubung halus yang seolah menutup pikiran kita. melainkan dalam diskontinuitas kreatif yang menghadirkan momen demi momen." "Sebenarnya." "Tepatnya. atau pada tingkat tertentu. "Itu pertanyaan yang sangat bagus... dengan tingkatan masing-masing yang bisa saja berbeda. peristiwa demi peristiwa. terima kasih banyak. sebelum kamu kembali ke dapur dan keluar dengan kopi baru. Dan di malam ini ia menemukan seseorang yang mampu memasak macaroni schotel sebegini %enak." Larut malam. bersiap menerangkan dengan semangat mentok.mau. Konon.. Ruben "Ruben. Aku ingin tahu bagaimana sinyal-sinyal nonlokal mengomunikasikan pesan-pesannya. Kamu pasti lapar. kita memang tidak pernah tahu akan bertemu dengan siapa hari ini atau esok lusa. bahkan lebih dari sekadar antara alam sadar dan bawah sadarnya Freud yang gelap/gulita. Re memandangi loyang licin di hadapannya. malah kalau bisa." Ale sudah keburu pusing.. Mau tahu kenapa? Karena poin itulah yang akan menjembatani fisika dan psikologi. Dan kamu tahu betapa sederhana itu sesungguhnya? "Kesadaran nonlokal tidak berparameter sebabakibaA. Salah satu aspek utama ilmu psikologi adalah komunikasi.

. "Ya ampun! Aku merasa bodoh! Bukannya itu yang aku ingatkan tadi.. Kesadaran mengidentifikasikan diri menjadi 'aku'. maka yang kamu lihat adalah rencana besar tentang spesies bernama ayam. "Sebentar dulu. loncat dari konteks lama. The inviolate level.. karena aku tetap punya perasaan aneh bahwa dia hidup di luar sana. Jadi artinya.. yakni hierarki yang sangat kompleks sehingga tidak bisa ditentukan lagi mana yang superior dan mana yang inferior." tahan Dhimas. Tapi kalau kamu melihat dari luar sistem. dan katakanlah Ksatria kita benar-benar ada. dan pengalaman terjaga menjadi 'aku ada'." 0 Ruben mengangguk setuju.Loncatan kuantum. Rencana itu sendiri berada di level yang tidak terganggu-gugat. dan tidak terjebak di runutannya. Selanjutnya. atau hie rarki berbelit. tapi rencana itulah yang sudah ada. yang ada hanyalah 'ada'. ketika kita menghentikan adegan bunuh diri Ksatria? Solipsisme! Dan barusan aku nyaris lupa. arrgh. menghasilkan pemisahan akbar antara subjek dan objek. dalang ceritanya?" "Douglas Hoftstadter akan menyebut kondisi tadi tangled hierarchy". adalah komponen esensial dari kreativitas. Kedua pengalaman ini " d^toSi»14** biS" ditd"iuri sccara melainkan hams diterabas dengan 188 semesta Memutuskannya hanya ada di level hierarki berbelit. "kalau ia beroperasi melalui kita.. terminologi . hierarki berbelit itu terjadi di level pikiran kita. satu-satunya jalan untuk berkomunikasi adalah loncat dari sistem. Selama kamu masih di dalam sistem. atau diskontinuitas. Pertanyaannya bukan siapa yang menentukan siapa. Kesadaranlah yang mengolapskan keadaan kuantum total menjadi alam dualitas. mungkinkah keputusan hidup-matinya tadi benar-benar di tangan kita." Dhimas menjitak kepalanya sendiri. aku benci terjemahan." "Ini membawa kita kembali ke isu Kesadaran." "." "Betul. berarti. Sementara di level tempat Kesadaran itu berada. bersiap masuk dapur.. Yang berarti. Sama halnya dengan terjebak di pertanyaan 'ayam atau telur'. kamu akan terus berputar mengikuti hierarki ayam-telur yang tak ada habisnya itu.

Re memang merasa baik-bai. Ksatria . Anehnya lagi." Mendengarnya. Bintang Jatuh. Kamu." "Oh. Kd*VOl. Tidak ada sudut-sudut yang membangkitkan kenangan dan menusuk-nusuk jantung." "Sama-sama. Dan Re bertanya-tanya. Mungkin nanti siang. ya. ia tetap tenang. Berdiri di seberang sana. Kemudian Re berjalan ke jendela. Re masuk ke dalam mobil. Namun. melambai kecil. Re dapat bertahan stabi seperti tidak terjadi apa-apa. SELAMA PAGI. Ia lalu mengangkat tangan. tidak ada yang sedang mood berpikir beratberat. Dhimas &amp. Sekalipun menghabiskan setengah hari untuk memberikan penjelasan sanasini. dan wajar. Ia hanya mengemudi. Diva tetap berdiri dengan sekop dan botol pupuk di tangan." "Atau lebih tepat lagi. sudah berapa lamakah kebiasaan itu berlangsung. Tak digubrisnya Ruben yang bersiul-siul membuat kopi lagi. adakah engkau tahu? Ferre Pekerjaannya menumpuk bukan kepalang.." "Selamat pagi. Dan ketika ia sendirian.. Re pun membereskan earikan-carikan kertas—suratsurat rahasianya untuk Rana— lalu menyimpannya rapi di dalam laci. memandanginya.'kita' tidak sebatas dua orang manusia di ruang ini. Lihatlah. Ruben Mereka duduk santai. 189 KEPING Selamat Pagi. Dhimas?" "Ya. Tidak lagi hiruk-pikuk seperti pasar pagi. terima kasih untuk makanannya semalam. seluruh tubuh Dhimas serasa berpendar-pendar. Mungkin saja ada orang lain di luar sana yang tidak menghendaki Ksatria menyerah begitu saja.. Hangat.. atau mungkin Ksatria sendiri yang memutuskan demikian. benaknya pun sunyi. mendadak tangannya berhenti." Keduanya lalu saling melempar senyum. Langsung kerja lagi?" "Ya. semesta memutuskannya.. Tak ketinggalan pensil jelek itu. ia tidak bersandiwara atau pura-pura. Takjub. tidak ke mana-mana?" "Belum. sembari berpikir kalau dalam waktu dekat ini ia akan membuangnya.. sayapmu tumbuh sudah. Kamar itu menyambutnya seperti sahabat lama. tapi juga dunia. herannya.U« Seluruh sisa pekerjaannya ia bawa pulang. saja. Koevoius Selamat pagi. Tak ada lamunan apalagi beban. menutup tirai. "Kau lihat betapa ajaibnya hidup ini.

Aku tahu maksudmu. "Aduh. Dan ada kekekalan yang terasa ketika mereka saling menatap.-mana? Aku juga tahu itu. Pernahkah kamu merasa tidak di mana-mana. "Mengganggu?" "Oh." "Iya.." "Hai/ Diva menyapa ramah." Re lalu tertawa kecil. memanggil nama kamu sendiri?" Ada penekanan yang hampir tak kentara. . Dia pasti tidak tahu. "Kamu. Saya juga tidak pernah bermaksud ngintip. Bumi yang kamu pijak berputar. kamu juga harus memaafkan saya. ya. tapi kamu juga tahu kan ruangan kita yang saling menghadap ke jalan?" "Kalau begitu. tapi bumi tetap berputar? Ya." "Itu dia!" Ruben sontak bangkit berdiri. Ada serpihan waktu teramat singkat di mana Re terguncang mendengar pertanyaan itu. Bukan lagi mencari siapa yang salah dan benar. tidak pernah mendengar dirimu. tapi waktu di benakmu beku.. kita tetangga bertahun-tahun tapi baru kenal kemarin lusa. sudahlah. Diva sudah tahu siapa yang datang. Maaf." 'Rasanya saya lebih senang menyebut Ferre.. Tapi semua berpulang kepada keberanian masing-masing untuk mengubah konteks masalah.." Supernova Diva Tak lama kemudian. tidak." "Panggil saya Re. istirahat dulu bicara yang berat-berat. "Dongeng itu tidak lagi dongeng hitam-putih." keluhnya lemas. Kita tidak pernah memanggil diri kita sendiri.telah mengubah kisahnya. bukan berarti saya tukang ngintip. kan?" "Tidak pernah?" tanya Diva lagi. Ferre. "kenapa kita tidak sekali-sekali diam dan menikmati cerita. "Kamu JENIUS!" Dhimas sama sekali tidak tersanjung.. "Hai." Aku mengenalmu. Nama itu enak diucapkan. Silakan masuk. kita kan sudah sepakat. sekaligus berada di manp. terdengar ketukan di pintunya. Solusi dicapai bukan dengan balas dendam. "Saya tidak bisa menilai." "Saya cuma ingin mampir sebentar.. Pernahkah kamu merasa waktu mendadak lenyap. aku tidak pernah menerima tamu. jauh sebelum yang kau tahu. "Satu hal yang lebih lucu." Re tergelak. Kita berdua menggunakan kamar yang sama untuk bekerja. Bukan si Jahat dan si Baik. "Lucu. namun sangat terasa. Perasaan lebur total yang tak terperi indahnya." sahut Dhimas sambil tertawa lebar.

sedikit. Look. Hebat. Kdevolusi Dan pernahkah kamu tidak berkata-kata. tapi kok tidak diangkat. dan langsung ngeloyor membuat teh spesialnya." Ferre "Halo? Re? Selamat. Di depan rumah. "Sudah malam." "Sama sekali tidak! Ayo. Dan tolong sampaikan pada kebun mungil ini.. gitu?" "Well.. lalu nanti kita bisa ngobrol-ngobrol. Kadang-kadang serius. Terkadang kening keduanya berkerut-kerut. Racikan saya sendiri." "Sori. dan sudah lama aku tidak ngobrol begini dengan seseorang. "Kamu tidak." "Maksudmu?" "Rumah ini asosial. ya.. kan?" "Dasar otak bandit! Kamu pikir aku pake dia. Hp-mu juga." ". oh no." Diva menyerocos cepat. "Kita bertemu lagi besok pagi?" "Di depan rumah?" *Ya. pakai tiga jenis rempah dan empat macam bunga. tapi kamu berbicara? Bukankah itu yang sedang kita lakukan sekarang. Terbuat dari apa sih kamu? Besi?" suara Ale yang setengah teriak-teriak memekakkan telinganya. Enak sekali rasanya. Mau coba?" "Tapi saya benar-benar tidak mau mengganggu. "Eh." Re melirik jam tangannya. kamu pakai proteksi.. Di teras belakang menghadap kebun kecilnya.. "Dari tadi juga malam. Ferre. kembali tanpa filter." Diva tertawa. silakan duduk.. flp-ku tidak dibawa. dude.Selamat Pagi. Aku dengar kamu langsung ngantor hari ini. Ferre? Re nampak tersentak. kamu adalah pengalaman sosialisasinya yang pertama. namun ada kalanya me*reka terpingkal-pingkal. bahwa pemiliknya menganggap dia Kebun Raya Bogor dan memberlakukan proteksi yang lebih ketat dari cagar alam mana pun di dunia. Akan saya buatkan dulu tehnya. sudah dari tadi aku coba telepon ke rumahmu. malam itu sangat menyenangkan. Tak perlu dimungkiri. Lepas." sambung Re lagi.. Bicara anak itu pun sudah normal. "Sudah lama juga aku tidak kedatangan tamu.. kadang-kadang konyol. excuse ." "Sudah pelesir segala! Pergi ke mana?" "Cuma ke rumah depan." "Diva?!" tanpa dilihat sudah terbayang mulut Ale yang menganga seperti gua hantu. "Saya punya teh spesial. mereka berdua bercakap-cakap seperti sahabat lama." "Suatu kehormatan bagiku. Setidaknya bagi Diva. Tadi aku pergi. deh. Malah bagi kebun mungil ini. Enak.

Ale ikut terpancing. Ruben "Oh. aku tidak pernah salah. Kita tadi ngobrol. Dia sama sekali tidak seperti yang kamu bayangkan. dan dia hafal angka-angka. di balik profesinya itu. Tawanya muncrat dengan keras.. Wajar kan kalau pikiran itu sempat terlintas?" "Hei. berjam-jam. apa jadinya denganmu kalau aku tidak ada.." "Kamu memang juaranya sok tahu. tapi untuk yang satu itu. jangan ngomong tentang Diva seperti itu. "dan sekarang. Menertawakan hidup—tak ada lagi momen yang lebih menyenangkan. Salah satu kapabilitas agung milik manusia dari Sang Penciptanya Yang Maha Humoris. Fakta berbicara." "Jangan-jangan.. . utang dunia ketiga. statistik...me.. sampai keduanya terbungkuk-bungkuk. perburuhan." "Boleh jadi kamu tidak pernah bisa diskusi Karl Marx denganku. Seperti dia pernah bekerja di banyak tempat atau punya ratusan informan." terdengar suara menelan ludah lagi— ganda—dan kalimat itu tidak diteruskan." "Tapi aku salut. baru sadar punya tetangga cakep yang bisa dipake pula. Kamu tidak pernah sadar! selamat PAB1.. bercucuran air mata. dan punya cukup duit buat bayar. Dan akhirnya mereka berdua tertawa terbahak-bahak. kamu tidak pernah mau dengan yang biasa-biasa... Atau. Yang jelas aku senang mendengar nada itu lagi." nada itu semakin turun. tapi buanyak! Info-info yang dia miliki sangat ekstensif. kita bahkan membahas Marxisme!" "Ha?! Eat my shit!" "Dan. Dhimas &amp. di situlah kocaknya. koevolu8i Re. "Nada ITU! Nada kalau kamu mulai tertarik dengan seseorang. oke. Hening." "Whatever suits you. "istri orang.. Terakhir kamu naksir. Sejarah mencatat. Re tidak kuat lagi... Seleramu benar-benar konsisten.. boleh jadi aku cuma tahu onderdil mobil dan tai-tainya. dia memang beneran mata-mata. Makin keras dan keras. bukan cuma satu dua korporasi besar." 'Simpan saja imajinasimu untuk sektor lain/ "Oke." "Nada apa?" "Nah." Ale tergelak-gelak." "Ngobrol? Berjam-jam?" "Orang satu itu pengetahuannya luar biasa! Kita diskusi tentang pasar bebas. Re. bisnis internet. Cowok baru patah hati. bukan cuma satu atau dua negara.." Ale menelan ludah.

dengan menciptakan mutasi-mutasi dan sistem baru. "Gabungan kedua jenis bakteri ini kemudian menghasilkan jenis bakteri bernukleus pertama.ini mengharukan. terjadi kematian massal yang akhirnya memaksa semua bakteri yang tersisa untuk bekerja sama. Ruben meliriknya sebal. Dan bakteri yang bermutasi menjadi pengguna oksigen—bakteri batang— ketika melakukan invasi ke bakteri lain. sementara yang lain membangun kemampuan untuk bernapas memakai oksigen. pakai ngambek segala. Ketika polusi oksigen mencapai titik paling parah. Konsep ini bernama Koevolusi. Sebagian bakteri masuk ke tanah demi menghindari gas racun." Ruben langsung menyambar berapi-api. Aktivitas bakteri sian menghasilkan oksigen yang merupakan unsur beracun bagi biosfer saat itu. Nah." "Ya ilah. "Memangnya kamu mau menyumbangkan kemumetan apa lagi. Sekarang Ksatria dan Bintang Jatuh malah berteman. akhirnya menghasilkan mitokondria. apa yang terjadi dengan dongengmu kurang lebih sama dengan apa yang terjadi di bumi dua miliar tahun lalu. tahu?" sahut Dhimas kesal. Semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa perjuangan eksistensi sebuah spesies bukanlah hasil kompetisi. ketika permukaan bumi hanya dihuni oleh bakteri. tapi hasil bahu-membahu mutual antarspesies dalam ekosistem. Aku kan sudah kepingin ngomong dari tadi." ujar Dhimas penuh penghayatan. heh?" "Inilah konsep yang menerangkan bagaimana kenyataan dapat terjungkir balik dengan drastis. dan akhirnya berfungsi menjadi kloroplas yang mampu . "Koevolusi adalah terobosan baru dalam dunia biologi yang merekonstruksi konsep evolusi Darwin. "Jangan cuma aspek emosionalnya saja. Ada juga bakteri inang lain yang diinvasi oleh bakteri sian. Mereka yang bertahan adalah mereka yang belajar bekerja sama. suaranya sampai bergetar. ada satu jenis bakteri bernama bakteri sian. Harusnya kamu mendengarkan penjelasanku. dong. yang sampai detik ini menjadi bagian permanen sel tubuh kita." "Dua miliar?? Nggak ada yang lebih lama lagi?!" "Dulu. Merusak suasana.

Ketika bakteri primitif saja mampu mengubah konteks. kita... Nanti malam?" "Oke. Kemampuan makhluk hidup untuk mengubah konteks: yang semula menjadi musuh akhirnya menjadi teman. selamat pagi. tidakkah kamu heran terhadap manusia-manusia yang menyerah begitu saja dengan keadaan? Padahal kemampuan itu nyata-nyata diberikan di setiap level kehidupan. Sampai nanti. Lynn Margulis." "Aku masih belum mengerti hubungannya.. inilah awal munculnya organisme tumbuhan. spirosit yang pergerakannya supercepat harus terkungkung di dalam tengkorak kepala. Ada lagi sebuah spekulasi menarik dari seorang mikrobiologis. mungkin tidak. apa hubungannya?" "Itulah koevolusi. kamu mau coba?" "Boleh. mereka harus mengorbankan identitas spirositnya." "Itu belum apa-apa. Percayalah. Akibatnya. Kalau sudah jadi." "Selamat kalau begitu. tapi juga mental." Sambil memandangi mobil itu menjauh. dari mulai makhluk bersel tunggal sampai makhluk bersel tak terhitung jumlahnya..." "Hai!" "Apa kabar 'si paprika'?" "Bunganya sudah keluar." • Diva "Hai. "Tidak ke mana-mana hari ini?" "Hmm. Diduga." "Aku setuju. sekali lagi. dan perubahan itu menciptakan kehidupan baru.menghasilkan energi dari sinar matahari dan air." "Ya. Sejarah perkawinan bakteri-bakterimu itu semakin menarik saja. Mereka tidak lagi berkubang di lumpur primitif. Menurut Margulis. sebentar lagi kamu jadi ibu. Bayangkan saja. ini tidak hanya terjadi di level fisik. Sebenarnya hal itu ironis." "Sampai nanti. perlahan Diva menekankan tangannya ke dada. Rasa hangat itu ternyata bukan cuma alegori. tapi di sisi lain me reka*juga memiliki format dan fungsi baru. yakni sel otak. mereka akhirnya menjadi instrumen transportasi jaringan siklus feedback paling cepat di planet bumi: otak manusia. tapi di percikan-percikan listrik mobilitas pikiran kita. Saya mau masak kue.. Dalam tekanan ruang yang luar biasa. Tapi Ruben. . kawin silang bakteri inang dengan bakteri spirosit—yang terkenal dengan mobilitasnya—adalah awal pembentukan organ otak. tapi ceritamu menakjubkan." Diva tertawa kecil.

. Ferre?" "Uang. Teksturnya begitu halus. "Aku merasa ganjil akhir-akhir ini. Aroma pandan masih mengepul dari ronggarongga halus itu. Ferre?" "Kurang lebih. Lebih imun. uang sudah memiliki banyak sifat-sifat ilahiah. tapi jadi ada. pikirnya. dinamis. seorang 'ateis uang' yang menolak mentahmentah segala bentuk materi sekalipun sebenarnya tidak bisa . tidak ada insentif positif dari dalam negeri. Katakanlah. Pemabuk Cinta? Ferre Ia menatap kue bolu di tangannya. Lihat saja. dan aku mengagumi semuanya.." sambung Re. Paling drastis dibandingkan Baht dan mata uang Asia lain/ "Alasannya pasti sama. maka itu tidak lain adalah evolusi uang/ "Aku setuju. negara tinggal sebuah museum tua/ "Museum tua?" "Coba lihat di luar sana. Bosan/ "Plus. tentu saja. atau malah mereka yang disewa? Tidak jelas lagi." Re tertawa. ia bermutasi menjadi virus-virus yang lebih canggih.Inikah yang dulu kaurasakan. kehidupan sesungguhnya dipegang tukang-tukang dagang. Adonan ini pasti dikocok dengan. beradaptasi dengan zaman. Dan para pelaku pasar adalah evangelisnya/ Re nyengir. apa rasanya nanti kalau melumer di lidah. uang telah menyeleksi kapitalisme sebagai sistem yang sanggup bertahan. Mereka cuma menyewa tempat. Uang sebagai sebuah ide telah ber-evolusi dengan sangat menakjubkan/ "Dan tidak ada rahim yang lebih nyaman dibandingkan kapitalisme. kan?" "Ya." "Dua ratus poin. imbauan supaya Presiden berhenti mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang tidak kondusif. Mendadak jadi banyak hal kecil yang menarik perhatianku. "Di mataku. Detail yang seharusnya tidak ada. harum. "Sedang menganalisa bolu pandan. menurutmu apa yang kira-kira berperan jadi tuhan.sempurna. Mereka punya aneka pasar yang lebih atraktif. Survival of the fittest Dan lewat sistem itu. Bahkan kalau dipikir-pikir lagi. "Rupiah turun lagi hari ini. atau ditaburi soda kue dosis tepat. dari sekian banyak sistem ekonomi. sambil menyeruput teh hangatnya. "Di dunianya tukang dagang. Aneh. "Kalau ada proses evolusi yang bisa kita rekam dari awal." Diva mengangkat bahu. Lebih pintar. kan?" Diva cuma tersenyum.

"Aku belum pernah membahas uang sedalam ini! Menarik sekali/ "Dan setiap hari. dan menaksir apa pun yang dilewatinya/ Diva terus berbicara. kenapa begitu banyak kebetulan terjadi. tanah.. ide. tubuh. KEPING Pernahkah. Ya.. Tidak pernah mereka pergi keluar bersama. imaji.. Ferre. Dan di dalam dirimu. hutan rimba." potong Re. rapi. Menyaingi musik..lepas seratus persen. Surat Rana. citra. Dan akan kusimpan. Terkadang mereka mengucapkan selamat tidur. Kamu tidak bisa kembali ke sana. mengukur. Dhimas &amp. logam mulia. Dalam jeda antarkalimat yang hanya berlangsung sedetik atau kurang. Puteri. Hanya bisa dirasa... Supernova? Selamat pagi. tapi ia selamanya ada dalam kekekalan." Seketika Dhimas langsung berhenti mengetik. Sesuatu yang ada di dalam dirimu. mereka saling bertatapan. dari kejauhan. Ia tak terukur. tercengang karena apa yang ia tulis bertepatan dengan apa yang diomongkan Ruben. saham. Mendad ak ia mulai menghitung. bukan? Hangat? Aku bisa membakar bumi. Uang tidak terelakkan. Sepiring kue- . Kamu benar. atau matematik!" seru Re takjub sambil menatap Diva. Selamanya. Hangat. "Tambah lagi kuenya?" "Boleh/ SJ Supernova Sepulang dari sana. Atau mungkin lebih patut disebut keajaiban. Engkau tahu persis apa itu. manusia saling tukar pelajaran tentang uang. ".. Lagi-lagi ia tidak habis pikir. Ferre membongkar sesuatu dari dalam laci. "Kecuali yang satu itu. cukup dengan lambaian kecil sebelum menutup tirai jendela. Ruben Terdengar sayup-sayup suara Ruben berpidato ilmiah dari dapur. Dibacanya ulang. Begitu seseorang mengenal konsep uang. Satu pot teh panas dan dua cangkir kecil. Perasaan itu sudah mengkristal. mereka hanya duduk di kebun kecil milik Diva. maka ia menjadi seperti taksi yang ditancapi argometer. Uang ternyata sudah sebegitu universal." ".. kertas. Ia sudah menjadi konteks besar dan hadir dalam macam-macam format. dan kemudian ia menyimpannya lagi. koin. bifurkasi itu adalah momen yang mengkristal. bahkan mengajarkannya ke anak-anak sedini mungkin. sampai nanti—menjadi kalimat yang paling ditunggu-tunggu.

Dan bahan pembicaraan yang tak habis-habis. barisan pesan-pesan berdatangan. "Hei." "Tapi dia istimewa. kalau lagi ada. dia sudah berhenti dari catwalk. Berarti kapan dia kerjanya?" tanyanya pada Re. connected. Naif amat. tahu?" Ale nyengir. kamu salah besar. Dan ternyata kondisimu lebih gawat lagi. ya? SAL Sex after lunch. Berulangkah mengklik tanda reply. kamu bakalan sakit sendiri. "Aku tidak mengerti." Re pun terenyak-. dan kedewasaannya lebih dari cukup untuk sekadar menentukan pilihan kerja. Re. dan pekerjaan Diva.. Yang jelas. tidak sabar menunggu kata itit muncul. Supernova Bunyi modem berderik-derik seperti kor jangkrik." "Kenapa juga aku harus yakin dia bohong? Apa gunanya?" "Aha. kalian hampir setiap malam bertemu." Ale mengangguk-angguk yakin "kamu lebih baik tidak peduli karena kalau kamu tahu 201 kenyataan sebenarnya. Tidak akan kumungkiri. kan? Tidak rela?" "Dia adalah manusia paling mandiri yang aku tahu. Kita cuma bersahabat. tapi aku yakin perasaan yang kamu miliki—terlepas kapan kamu menyadarinya—jauh lebih besar dari yang bisa kita bayangkan." "Dan kamu percaya? OK please.kue.. Tariannya di atas sarang laba-laba. kan?" "Sangat. aku tahu. Jadi buat apa aku pusing-pusing soal itu? Dan kalau kamu mengira aku menyimpan rasa cemburu kelas kampung. Ada sepasang mata yang berkilat-kilat." "Aku tidak tahu. tapi ia tak menyangka akan terbaca sejelas ini. Dan kalau setiap pagi-pagi aku tanya.." "Jadi. Tak ada yang mampu merenggutnya dari ruangan itu. Tak sampai lima menit. sudahlah.Supernovai percayakah kamu akan suratan . &gt.. Barangkali Ale memang Nostradamus untuk perkara asmaranya. dia hampir selalu bilang tidak bakal ke mana-mana. hentikan berpikir klise seperti itu. Ale penasaran bukan main. Dengan cepat ia menyortir satu-satu. Namun ada dua hal yang tidak pernah mereka bahas: penyebab kejadian Re mengurung diri. Lama-lama aku muak. "Siangsiang kali. apa lagi?" "Aduh. Dari padat lalu lintas benaknya. Kamu memang tidak ingin menjadikannya pacar. dan tidak mau tahu. Tidak lebih. aku memang cuma mengujimu barusan.

." "Aku akan kirim e-mail malam ini juga." "iVao". "tentu saja aku serius!" "Aku akan siap menemanimu.." 36 Halo 203 Hening. sudah siap pergi." Gio menghela napas.. cukup lama. &gt.Supernova-i kamu percaya Tuhanf Percaya? Saya melihat-Nya di mana-mana. Diva?" "Aku akan butuh segala info dari mu. querido.Saya hanya penasaran* *¦ pernahkah sang Supernova jatuh &gt." "Jam empat sore. Ke mana saja.Percayakah kamu akan surga? Neraka? Malaikat? Iblis? Saya percaya setiap manusia dapat mewujudkan surga-» neraka-» berlaku seperti malaikati dan menjadi iblis itu sendiri ¦ &lt. "Baiklah." "Kamu yakin tentang hal itu?" ulang Gio sungguh-sungguh. mana pernah aku tidur siang. Korespondensi antarsahabat pena yang berada dalam satu tubuh• &gt.&gt. querida! Ini benar-benar kejutan!" "Jam berapa di sana? Aku harap tidak mengganggu." "Sfm." Diva malah berseloroh." "Gio. Gio?" "Aloa. Pernahkah ia jatuh cinta? Sebagai jawaban. ya. Jamnya orang-orang Eropa ini siestal Tapi kamu tahu. &gt.s«nd&gt.takdir? Saya percaya ada proses surat-menyurat• Takdir yang interaktif . pertanyaan iseng orang-orang yang penasaran dengan sosoknya yang sangat impersonal. akan berakibat penuh pada dunia¦ Terlepas dari Anda menyadarinya atau tidak. "Aku." "Kamu baik-baik saja.cintaf Tangan yang tadinya lincah. &gt.." "Kamu serius. komputer itu malah dipadamkan1*. Setiap detik i bahkan celah di antaranya. Aku pergi sendiri. "Gio. Bukan yang pertama kali ia ditanya seperti itu. . Tapi saya tidak yakin kita sedang membicarakan Tuhan dengan persepsi yang sama* &lt.Bukan satu arah* Apa pun yang Anda lakukan dan „pikirkan. s e n d &gt. "Hei.. kan?" Suaranya langsung cemas.. Tolong dicek. perlahan berubah mematung. Gio "AZoa26. aku ini milyuner eksentrik yang bosan duit. r a o Sana halnya alami bumi-i yang juga punya napas sendiri• Andaikan kita 'cukup peka dengan semua ini i kita akan melihatnya sebagai proses surat-menyurat. Tapi tetap saja ia tak menemukan jawaban yang tepat.28" "Muito obrigado23. aku mau memberitahukan sesuatu.

katamu. Ruben." "Diam apa ini. tapi. Yang penting rencana besarnya sudah ada. meloncat kuantum seperti mereka?" Dhimas tersenyum lebar.. Bercermin.. Ditunggunya bohlam itu menyala. Ruben "Aku akan menamatkan cerita ini. Ruben. Berhenti jadi dalang. Biarkan dalang yang sebenarnya menampakkan diri. "kita akan membiarkan cerita Ini selesai sendiri!" Bola mata Ruben ikutan membundar." bola mata Dhimas membundar. dan sudah terlalu banyak kebetulan yang membuatku tercengang-cengang. diam filosofiskah? Diam berpikir? Atau benarbenar diam dan tidak menyentuh pekerjaan kita?" Ruben masih bingung. "Aku tabu. Jadi.Gio. Bagaimana pun caranya." Ruben geleng-geleng kepala. Justru inilah momen puncak karya kita. dan biarkan cerita bergulir dengan sendirinya. "Kita harus diam. Gelap!" "Kita berdua dapat merasakan betapa hidupnya kisah "Tidak ¦Baik 39 Terima kasih banyak PERNAHKAH. "Wow! Ide yang sangat jeniusi Dapat dari siapa? Badut?!" "Sabar dulu." Muka Ruben dilukisi konflik. "Pertama-tama kita harus membalikkan posisi. Apakah tidak pernah terlintas di kepalamu kalau kita juga bagian dari hierarki berbelit ini? pan kunci penentu bisa ada di mana saja. Ada usul?" Kaki Ruben langsung bergoyang-goyang... Tuan Einstein.. Atau seperti istilahmu—bifurkasi?" "Aku tidak mengerti. Cepat atau lambat." "Dengan cara bagaimana?" "Masih belum tahu." Dhimas &amp. bukan? Di level yang tidak terganggu-gugat. "AHA!" Justru Dhimas yang berteriak. "Aku dapat menangkap maksud ide sintingmu." jawab Dhimas mantap." timpal Ruben sambil memegangi kupingnya yang berdengung. bagaimana kalau kita letakkan pena. "Kedua-duanya. dan ikut berperan dalam cerita. titik akhir itu pasti akan datang. Momen di mana kita diuji oleh pemahaman kita sendiri. "Aku harap ide itu sespektakuler suaramu.. aplikasinya seperti apa? Kita harus bagaimana?" "Diam. 8upERNavA? ini. "Tidakkah kamu ingin juga berolahraga. Tidak lagi penting. Huruf-huruf di buku itu mulai ." KEPING Cermin yang Hidup nenjelang pakui setengah dua malam. keningnya berkerut.

Tangis anak perempuan. Yang ada hanyalah keabadian. Bening sejernih tetes embun pagi pertama di taman Firdaus. Sakit Uu tidak tertahankan lagi SaLai akhirnya ia.mengabur. rasanya bertahun-tahun. dan aliran listrik mengaliri segala sudut. Matikah ia? Sepertinya demikian. Warna-warna mencuat keluar. Setan. dan . Setan yang mengajarkan sembahyang. juga rasa sakitnya.. menjadikan gelap tadi bening. meledak. Dan ia merasakan Sahara dari sebutir pasir yang hinggap di kulitnya. Setan yang berpidato tentang kebesaran Tuhan.. Tak ada lagi pertanyaan. manusia. Re merasakan dingin. Ia tak ada sekaligus berada di mana-mana. Ada langkah-langkah berat. Kulitnya menghalus tak terkira.. Ada suara yang berbisik.. Seliweran sisa-sisa pikiran melintas untuk terakhir kali. dan tubuh tak lagi memenjara. Dunia hadir kembali dalam kejernihan. 3 ' Htu Setiap sel tubuhnya seperti meletus. Berulang-ulang. malaikat.. mengatakan ia berbeda dengan anak-anak yang lain dan betapa indah dirinya.. Pintu berderit pelan. Dirinya adalah kedamaian. seperti bajunya dilucuti satu-satu.. Ada amarah yang menggelegar di dada. Matanya bersinar jernih. damai. Wangi-wangian menyerbu rongga hidung. Rasa kantuknya tidak tertahankan lagi. Terdengar sayup-sayup suara tangis yang terkempit dalam isapan bantal. Sunyi. Selangkangannya terasa sakit. Gelap.. Mendadak segalanya gelap Hitam yang tak terhingga pekatnya tapi tak menakutkan Sebaliknya. menggema di koridor. Benar-benar gelap. Tangis itu semak in pilu. Tangannya yang hampir setiap malam meraih minta tolong tidak pernah digubris. dan ia melihat dirinya di manamana. Memar di tubuhnya hilang. Tak ada lagi batas dan kendala materi. Setan yang mengutip ayat-ayat kitab suci. Ia mengerang. gambar-gambar itu 206 Cermin yang hidup teraduk jadi satu dalam kebingungan dan kemarahan yana terus membuncah. dan ia melihat setan-setan berbaju putih seperti malaikat. dan matanya pun terpejam. Tuhan sendiri membeku entah di mana. Sampai percikan biliunan cahaya perlahan datang. kecewa yang tak berujung. Tak berhenti.

Napasnya memburu. Sekalipun kakinya sudah kembali berpijak di bumi. aku tak tahu. membelakangi pintu... cermin tadi.. tangis atau tawa. sesungguhnya orang yang membenci itu sedang benci dirinya sendiri.. ia adalah Diva. Ia merasakan emosi-emosi itu... Lututnya pun gemetar hebat.. Apakah aku mimpi. Hatinya terkoyak.. dan keringat dingin membanjiri sekujur tubuh.. Dan ketika ia jatuh cinta maka. Tidak ada memori yang tersimpan. Bermain-main. Pantulan di cermin. Tubuhnya meledak! Re terlonjak bangun. Suka atau duka. . ledakan itu. Di dalam. Re menyentuhkan tangannya. tapi dalam sekelebat ia pun bisa pergi.seluruh saraf di tubuhnya siaga berkali-kali lipat. Re melangkah perlahan.. Ada sebuah kursi kerja besar. Ia hanya berpikir kalau ia mau. menghadap sebuah . Re pun memutuskan untuk masuk. ada satu pintu lagi yang dibiarkan terbuka: ruang kerja. ternyata cermin itu bergelombang seperti air! Dan ketika riaknya mulai mereda. Semua detik adalah baru. Ia hanya ingin menikmati hidup. 207 Cermin vans hidup Ada sebuah cermin di depan sana. Dan ilmu bagaikan sinar yang tinggal diserapnya begitu saja.. orang itu sebenarnya sedang bercinta dengan dirinya sendiri. Pikirannya berontak.. Ia pun berjalan mendekati. Diva! Secepat kilat Re bangkit berdiri. sayap-sayapnya tidak hilang. rasa sakit itu. Perlahan. semua terjadi bersamaan baginya.itu: . Dirinya menjadi cermin yang hidup. Ketika ia dibenci. Buku hanya masalah pemahaman dan sedikit waktu. memberikan reaksi... Re jatuh berlutut. Memakan sebutir apel rasanya makan berkeranjangkeranjang. .. Ia dapat melepaskan ikatan tubuhnya kapan saja ia mau. dan lari menuju pintu. tidak ada pengulangan. Ia hanya saluran yang dilewati arus energi. Pintu rnmah Diva dibiarkan sedikit terbuka.. Muncul tonjolan halus di pertemuan alisnya. Refleksi siluetnya di cermin itu lamat-lamat berubah. ia terkesiap. Ketika ia bercinta dengan seseorang. Jiwanya bergolak.. kejernihan Firdaus. tiba-tiba perhatian Re teralih.. dan seiring dengan permukaan cermin yang kembali tenang. semua rasanya nyata. Walaupun agak ragu.

ya? Nyatanya seringkali kita tidak bisa mengelakkan nasib. lantas kesadaran pengamat mana yang mengolapskan aspek gelombang? Cuma. takdir. itu memang omong kosong. menyambutnya dengan senyum. "Kamu memang jago teori doang." Dhimas melengos. menunggu keajaiban jatuh dari langit. Para pengamat tadi memutuskan hal yang sama karena mereka mengalami sensasi yang serupa atas kejadian tersebut. tak sedikit pun ia nampak terdistraksi. take it easy.komputer yang menyala. Kenapa kamu mendadak jadi skeptis dan pesimis begitu?" "Aku cuma ingin mendiskusikannya saja. "Eugene Paul Wigner mencoba dengan solusi pengamat plural. Ruben "Sejujurnya. lalu cuma nrimo." ujarnya geli." "Mendengarnya saja sudah malas. Kursi itu berputar. Paradoks melahirkan paradoks. Tapi itu kan menjadi paradoks. Menurutku. apakah itu bencana atau berkat yang tersembunyi? Semuanya ada di tanganmu. hei. mungkin Wigner benar." Ruben menghelas napas. Diva.. tidakkah kamu jadi berpikir tentang konsep freewill— kemerdekaan memilih yang konon dihadiahkan Tuhan buat manusia—mana otoritas itu. Sekarang. N. freewill adalah kebebasan manusia untuk mengubah perspektif." Ruben langsung beralasan. "Pada saat seperti ini. Persis seperti keadaan kita sekarang. kalau kemerdekaan yang kamu maksud adalah sejenis keinginan anak kecil yang ingin memberontak pada ibunya untuk bisa makan es krim waktu sakit flu." "Tidak tahan apa?" "Tidak tahan DIAM!" Dhimas terkekeh. "Ruben. di mana kamu mau tempatkan free-will kalau ternyata semua sensasi menghasilkan respons seragam? Apa serunya lagi? Kayaknya free-will itu konsep omong kosong!" Dhimas mendengarkan argumentasi Ruben dengan kalem. kok. lebih dari satu. Berdiam diri. "Ferre. pasrah. Kamu jatuh miskin besok.. Tuhan tidak akan memberikan hadiah sedangkal itu." Dhimas &amp. berjalan-jalan gelisah. "aku tidak tahan. Ruben pun berdiri." "Hei. Aku sudah menunggumu. "Aku teringat Paradoks Wigner ketika dia mencoba menyelesaikan Paradoks Schrodinger. Free-will adalah kemampuan manusia .

Seperti yang dibilang temanku tadi. ampun! Sekarang giliran aku yang merasa bodoh! Seperti kucing yang mengejar ekor sendiri. antara gemas dan geli. dan di dalam alam." desis Re sengit.. Ruben. telah mendatangkan itu semua. kamulah yang mengirimku. damai.. datang menghampiri. . Membelai pipinya lembut. Keinginanmu. "Akulah pelajaran terakhirmu untuk bisa terbang. Biarkan ku meregang untukmu. Apakah itu mimpi? Tidak menjadi masalah. Melesat. Re pun memejamkan mata. Dan lihatlah... sekarang kamu menjadi Ksatria yang sejati.. Biar kuambil peluru itu* Cermin yang hidup Ada saat hatiku sekarat .. Kau mencintai dirimu. Yang penting adalah mata jiwamu.?" tanya Re. sama seperti kamu. Jatuh... "Aku manusia biasa.mengubah konteks. Kau telah mengalami metamorforsis indah dan sangat magis. Sama halnya dengan peristiwa-peristiwa yang kamu alami. tapi mampu bangkit. "Ya. dan ia sudah terbangun sekarang.. . Diva baru saja membelai hatinya.. bukan? Banyak orang yang matanya terbuka tapi jiwanya dibiarkan tidur. eh. berakhir dengan kilatan bintang jatuh. siapa namanya. Hanya cermin yang relatif lebih jernih." "Kamu tidak menjawab pertanyaanku.. dan semuanya tidak ada yang perlu. "kamu ini apa? Dan siapa yang mengirimmu? Bagaimana kamu bisa masuk ke dalam mimpiku? Apakah itu mimpi atau. Aku melihat diriku dalam kamu. Feire "Siapa kamu sebenarnya." Diva &amp. lebih . Ferre.. . tercekat. "Ferre. Tangan itu terasa hangat. Kita tetap manusia. Aku mencintaimut lebih dari yang kau tahu. Dan di saat aku melesat. . Ruben?" Ruben berdecak. Gamang dan cepat goyang." Diva tertawa lembut. Seberapa pun luas pemahaman kita. dalam orang-orang.. Aku melepaskanmu dengan kebebasan mutlak." Perlahan Diva bangun dari tempat duduknya. Kita semua cermin bagi satu sama lain." "Mungkin memang itulah hidup di alam dualitas. Ada saat aku berusaha membunuh jiwaku ." "Pertanyaanmu tidak akan habis-habis. Berawal dari kepakan kupu-kupu kecil. tapi tidak hancur. akal bagaikan sebatang ilalang yang rentan tertiup angin. Aku berkaca setiap detik dan mengagumi keindahan demi keindahan..

Semua yang di rumah ini akan kujual habis kecuali notebook." Re menghela napas berat. dan kamu adalah satu-satunya profesional yang bisa "kupercaya." Re menempelkan pipinya ke muka Diva. Dan pertanyaan yang jadi fu ndamen adalah mengapa." ujar Diva ringan. Lalu ak' bertemu denganmu. lamat-lamat terbit senyum d" wajah Re. "Itulah refleksi yang kulihat saat aku bercermin padamu. Aku hanya butuh tim kecil tapi profesional untuk memantapkan pergerakannya. "pernahkah sang Supernova jatuh cinta?" Dan sang Supernova berbisik balik. Bukan dulu apa. yang tidak ia jawab." Diva nampak terkesiap. "Aku sering mengunjungi taman kanak-kanak itu bertanya-tanya siapakah Supernova sebenarnya. Dan biarkanlah jaringan kita berevolusi ke bentuk apa pun itu nanti. Dialah satusatunya instrumen jaring laba-labaku nanti.dari yang kautahu." Bagai rekahan mentari. Tapi aku masih butuh bantuanmu. Aku ingin bermain. Pada akhirnya kita saling membagi pengetahuan dari pengalaman hidup masing-masing. tanpa melibatkan namaku. tidak ada batasan umur. Sekolah ini buat siapa saja. kamu tahu itu. bukannya tersekap di gedung beton. Ini adalah sekolah jaringan." "Sebuah yayasan pendidikan bawah tanah. Kita hanya perunut jaring laba-laba. Sudah kuduga . "Lalu sekarang apa?" bisik Re." keping^ ^ Jaring Laba-laba Sayup- . Uangku cukup untuk membuat satu sekolah dan membiayai macam-macam proyek pendidikan. Per-re. rahangnya mengeras." "Lalu bagaimana dengan kamu?" "Tidak ada meja yang mampu mengikatku. Digenggamnya tangan Diva seerat mungkin. "Aku akan pergi.." "Sebut saja. . Ksatria. Mengamati simpul dari untaian benang perak yang tak terputus. Supernova. "Satu kehormatan bagiku.. berkeliling. dan berharap kalau saja Supernov menjelma menjadi seorang Diva. "Bumi adalah taman bermain yang luas. Sampai satu hari aku menanyakan satu pertanyaan. Dunia virtual adalah kantorku. . dan mengajarkan satu hal: pemahaman tentang apa pun yang berkenaan dengan hidup. "Sekolah ini tidak akan mengenal hierarki guru-murid. berbisik tepat di kupingnya.

Sebaliknya... organisasi apa ini. mata Dhimas justru membelalak siaga. dan bukan sebatas tulisan hitam di atas putih. bukan ruang diskusiDemi kepentingan bersama ¦. Hati-hati." "Obrigado.sayup terdengar dengkuran halus Ruben yang tertidur di sofa.. Di sana ada masih beruang grizzly. Inspirasi mereka ternyata menjadi kenyataan. Safari sungai adalah jadwal tur pertamaku. Aku punya teman di sana. dan bagaimana alamat e-mail mereka bisa terdaftar. aku sudah memutuskan tempat mana yang paling pertama kukunjungi." Di belahan dunia sana. saya menghindari berseliwerannya informasi usang yang hanya akan Anda perdebatkan satu sama lainSemua pertanyaan harap langsung ditujukan kepada Supernova. Gio tersenyum. "Ya. Kesempatan Anda untuk bermain dengan hidup-Untuk benar-benar HIDUPRuang kelas ini adalah ruang informasi-. "Tatshenshini. Ledakan-ledakan kaget datang berentet. "Ini gila." desisnya sendirian. akan kuhubungi dia secepatnya." "Aku ingin melihat arus-arus terdahsyat. Whauw.." "Sumber Amazon. Langsung menuju Zeus-nya sungai! Pilihan yang luar biasa. *Gio. E-mail ini lebih eksplosif dari badai serotonin sepuluh tahun silam. aku harap kamu tahu itu.. Inilah TAMAN KANAK-KANAK. Paulo.Diperuntukkan bagi Anda yang ingin HIDUP Selamat datangHari ini Supernova .. Diva." Dhimas &amp. "Ada tips khusus." "Ke mana itu?" "Apurimac. "Kamu sangat istimewa. melainkan hidup mereka telah terbelit jaring labalaba yang mereka khayalkan sendiri: SUPERNOVA . Gio." "Pastikan kamu mampir ke Cuzco. sementara pikirannya pun tak berhenti mereka-reka: siapa orang ini." "Jangan harap aku bakal balas mengatakan kamu istimewa. Kamu. Ruben Kepala keduanya bagai seikat petasan yang dicemplungkan ke api. Tangannya berulang-ulang mengklik mouse. dan akan dibalas secara pribadiDhimas tak sabar ingin cepat-cepat membangunkan Ruben. querido?" Terdengar suara menghela napas. adalah matahari hidupku." Giliran Diva yang tersenyum." "Sesudah Apurimac?" Diva diam sejenak. membaca setiap kalimat yang muncul di layar komputernya.

Mulai merasa kecil dan tak berarti? Tenangi itu baru satuYang berikut ini lebih abstrak. Naskah dan jalan cerita diberikan dengan rinci ke dalam setiap sel.Membuat Anda menangisi tertawan atau bahkan ingin membunuh seseorang¦ Di posisi itui Anda adalah penonton-penonton' pasif yang distimulasi oleh stimulus-stimulus virtual yang aktif-Apakah stimulus-stimulus tadi punya kepentingan tertentu? Kepentingan mereka hanya satu: berkembang biak.Mulai memberikan arti -Sekarangi coba posisi lain Anda adalah sebuah tubuh di layar perak.mengajak Anda nonton ke bioskop Ingatkah Anda ketika sedang berada dalam bioskopi menyaksikan sebuah film yang menggerakkan emosi f Detik pertama Anda laruti layar yang penuh cahaya dan warna itu telah berhasil menyentuhkan kehidupan ke dalam pikiran Anda.Mereka menginstruksikan aba-abanya dengan halus dan tersamari ke dalam instrumen .Mereka seperti virusi tak d apat didefinisikan hidup atau mati i sampai ia menemukan inang untuk di jadikan medium.Membangun Anda menjadi tubuh-tubuh matang yang siap berkembang biak. Tanpa sadar Anda telah menciptakan lebih banyak lagi inang untuk mereka bersemayamLihat kesamaan antara kedua posisi dalam bioskop tadif Ya. Apa yang Anda pikir tidak hidupi ternyata hidupi dan SANGAT hidup.Respons negatif atau positif Anda tidak menjadi pertimbangan.Mendorong Anda untuk menggandakan diri Anda sendiri.Mereka sudah mendapatkan hidupnyai di detik pertama Anda mulai memberikan reaksi.Terdorong untuk berahi lalu kemudian beranak-pinak.Kalau Anda dengan egoisnya masih berani berkata bahwa Andalah bosnya DNA—berdasarkan fakta naif bahwa tubuh Anda lebih signifikan daripada DNA yang tak kasat mata itu—maka sebaiknya Anda pikir-pikir lagi* Anda adalah ruang hampa yang mereka olah menjadi kerajaan.Anda tetap menjadi pihak yang dieksploitasiStimulus yang mendorong tubuh Anda untuk beranak-pinak seperti marmot itu sudah lama dideteksi oleh ilmuwan-ilmuwan biologii mereka menyebutnya: DNA.Melalui Anda semua.

Apa yang Anda baca di Supernova adalah relatif.Perkembangan sainsi teologii filsafati semakin hari semakin menunjukkan signifikansi bahwa kita memang hidup dalam alam serba relatif.Dan kebanyakan dari kita hanya mampu merasakan residunya sajai yakni konflik. Belahlah kata-kata dan kita menemukan abjad-abjad yang tak bermaknaSesungguhnya semua _kekosongan_ tadilah yang memegang jalan cerita.Ilmu ini mempelajari tmeme"1 atau memi yakni satuan dasar pembangun interpretasi pikiran i yang kemudian menciptakan budaya i sistem sosiali sistem kepercayaan i dan segala sesuatu yang berkenaan dengan interpretasi kita atas hidup Kalau Anda penasaran ingin melacaknya i saya harus memberi kabar buruk: tak ada mikroskop yang mampu menelanjangi wujudnya-Satu-satunya alat yang mampu menjadi detektor pergerakan mereka adalah—kabar baik—pemahaman Anda sendiri Izinkan saya memberikan petunjuk sederhana* Belahlah DNA dan kita akan mendapatkan kehampaan di dalamnya.Dengan demikian Anda akan melihat kubu-kubu di sekitar Anda tanpa menjadi obyek permainannyaHidup yang serba keras ini dapat seketika menjadi taman bermainSupernova ingin membantu Anda untuk mengerti mekanisme yang sesungguhnya i melihat dengan dua sudut pandang: sudut pandang sutradara dan sudut pandang aktorDengan sadar bahwa keterpisahan dalam bioskop itu harus diakhiri ¦&gt. Anda akan mampu berpindah-pindah dari satu perspektif .Kita yang tidak sadari cuma akan merasa jadi bulan-bulanan.Ketika Anda berpikir Anda punya idei sesungguhnya ide itulah yang memiliki AndaPara ilmuwani selama kurang dari tiga puluh tahun terakhiri telah memperkenalkan LMemetics1 atau Memetika. Kebenaran itu relatif.perekam dan pengulang yang tiada duanya: otak-Ketika Anda menemukan idei sesungguhnya ide tersebut yang menemukan Anda. Maka izinkan saya memberi tips ekstra: Pertama-1amai terimalah kenyataan bahwa segala sesuatunya relatif. Konflik baru berakhir ketika Anda berada di titik nol.

TNT&gt. Aku tahu semua kandidatku-&lt. Aku mencintaimu. Selamat tinggal dan semoga sukses.Aku butuh beberapa pengamat lain. muncul sebuah nomor lagi. "keparat itu juga tahu me me tik a.guest&gt. &lt. &lt.TNT&gt." "Apa yang harus kita lakukan?" bisik Dhimas g elisah. &lt. "Kopi." "Buatkan aku satu!" Supernova Jemari lentiknya kembali mengetik secepat kilat. &lt. Aku akan merindukan ini. Aku juga. Kita harus minum kopi.guest&gt.guest&gt. . Tetapi kalau Anda setujui bahwa hidup ini penuh kabut menyesakkan yang ingin-. lantas membuka tirai jendelanya. Ada Ferre di sana. Kalian akan kuhubungi lagi.guest&gt. &lt.TNT&gt.. melambai kecil.kami? &lt. Cyber Avatar.TNT&gt. namun ini perjalanan Anda untuk menemukan DIRI. Baru sedetik ia menutup room. Maksudmu--. Kenapa kamif &lt. liari. Terlalu banyak e-mail yang harus dibalas. Kandidatf &lt. Sapaan pertama mereka telah bercerita segalanya. Senang berkenalan dengan kalian.TNT&gt.. Tidak banyak orang yang bisa kupercaya•Jaring Laba-laba &lt.ke perspektif lain untuk mencapai apa pun yang Anda inginkan dalam hidup iniY a t apa pun yang Anda inginkan-Apakah Anda siap? Jikalau Anda memutuskan untuk menjadi budak PNA i diternakkan seperti kawanan marmoti silakan tutup program iniJikalau Anda cukup puas menjadi komputer sewaannya memi 217 SUPERNOVA pengolah dan pengeksekusi data yang pasif. Tiba-tiba muncul sebuah nomor asing. &lt.guest&gt. kita berjalan bersama-sama." desis Ruben takjub.guest&gt.. Bangun dari kematian ini"Memetika. Ternyata kamu ada* &lt.TNT&gt. Karena tidak banyak juga orang yang mau mempelajari keutuhan sebagai paradigma. &lt. Supernova. Ia tertawa.guest&gt.. Jaring laba-laba ini sudah terlalu luas untuk kutangani sendirian. untuk Anda singkap.guest&gt. yang sama-sama menarik perhatiannya. bahkan menunggu-. ia pun tersenyum. ia hampir tidak merespons para penanya di chat room ICQ. Buka jendelamu-. Ini bukan perjalanan yang mulus-. Kamu tahu kami ini berdua? &lt.. kirimi saya surat berhenti berlangganan.

" Re memeluknya pelan-pelan dari belakang. Panas tubuh itu mulai terasa seiring dengan rengkuhan tangannya. Aku juga." "Apalah arti sebuah nama. Harus pergi ke mana lagi? Segalanya ada padamu. Ruben "Beri aku penjelasan Ruben! Serumit apa pun. Aku ingin terus mendengarnya. Roh itu. artinya sangat besar. KEPING 3B Individu Hanyalah Ilusi Sang Waktu terasa jadi gembul dan rakus. "Jadi gaungkanlah keagunganmu setiap saat.TNT&gt.Tidak tahu kapan dan di belahan bumi mana. Dan bila jantung berhenti? Puisi adalah roh bertabir kata. Sulit juga bersama seseorang yang punya akses ke ruang pikir. my dear..&lt." Diva tertawa kecil "Jangan lupa satu poci teh.Embusan napas.Tarian energi.Harmoni tanpa not] Itulah rima dari puisi yang tak pernah habis: Hidup. Merenggut masamasanya untuk lebih lama memeluk Supernova. "Kamu tidak pernah memanggilku begitu sebelumnya. tonjolan belikatnya. Re. Tersesat di antara rambut-rambut halus di tengkuk itu." Re tersenyum. Sang Sumber yang mengatasi dewa-dewa." "Nama itu punya arti yang agung.. tak pernah mati. Lebih dari yang kutahu. [Debur darah. Tak pernah pergi? Ia segalanya. Di mitologi Mesir kuno. Ada sebelum segalanya ada. aku tak peduli! Aku hanya . "Ssst. "Jangan biarkan ia melalapmu." [Degup jantung. Atum-Re adalah sosok terluhur."-«-r«c«fi ilusi Mungkin nanti aku jadi Diva si pedagang kue " "Atau Diva si tukang kebun. " .Harmoni cinta nan elemental] Dhimas &amp. "Dengarkan. Aku tidak mau sembarang mengucap. Nama adalah makna dirimu yang diresonansikan setiap saat ke semesta." Re terperanjat." "Tidak heran namamu Diva. "Kita akan bertemu lagi?" "Tentu. dan kue bolu panas" "Akan selalu kutunggu saat itu." "Percayalah." bisik Diva sebelum Re berkata apa-apa. Di mana pun aku berada. Ferre. Kehangatan yang menyatukan dua jasad." Re tersentak. dan betapa hangat berdiam di sana. Melahap sekon lebih banyak dari porsi biasa." "Usulan profesi yang bagus. Tenggelam di antara susunan tulang punggung. Ia dapat merasakan semua lekukan. dan merelakan napasnya terisap pori-pori kulitnya.

" S UPEHNQvA "Terima kasih. dengan lebih jelas lagi. maka ia punya ketergantungan dan ikatan yang dalam dengan lingkungan.. 'Semua realita itu nyata." Dhimas tepekur. dan sebagainya. dan seterusnya. Nikmati dululah. .: "Yang artinya?!" potong Dhimas tidak sabar. Mungkin hanya itu yang bisa kukatakan padamu. Setiap makhluk otopoietik punya struktur yang mampu memperbaharui diri. tapi apa ya bedanya otopoiesis dengan Otong Lenon?!" tanya Dhimas ketus. Atau malah.. Padahal lingkungan ini jauh dari ekuilibrium. Sementara itu Ruben nampak terbaring santa\*ep*la menghadap langit.ingin satu. . Saking kompleksnya. Otopoiesis berada di ujung spektrum alam. mineral.. Ruben terpingkal... unsur kimia. tapi keterpisahanlah yang ilusi. Dan kejadian yang saling menyilang ini sebenarnya tidak semisterius yang kita duga. "Individu hanyalah ilusi. aku tahu! Tapi... selalu ada fluktuasi energi tinggi yang melibatkan kebutuhan makan. dan seterusnya. makhluk-makhluk otopoietik ini biangnya paradoks. maaf. alam ini seperti spektrum.." Wf&amp.. Eh.. tak terputus. "Otopoiesis. SATU penjelasan!" Dhimas nyaris kalap.. Ini kan garagara ide brilianmu juga. MOopst sorry. berawal dari sistem sederhana sampai sistem yang sangat kompleks. tapi sejarah ini kemudian terkait lagi dengan sejarah yang lebih besar dan struktur otopoietik lain. Senyum puas menghiasi wajahnya. Roh dan materi dibangun dari satu unsur yang serupa. Semakin besar otonomi satu organisme. karena sistem otopoiesis ini terbuka. it's too good to be true..„ "Ya. Artinya. Rileks. Di satu titik. setiap struktur otopoietik punya sejarah pribadi yang unik. dan setiap organ punya tingkat otonomi tinggi serta memiliki identi tas berbeda-beda yang tetap bertahan sekalipun terikat dalam jaringan. Baiklah. semakin dalam lagi belitan yang menjeratnya. takzim. sinar matahari. Tapi di lain pihak. Penjelasanmu sangat terperinci. kita semua adalah satu organisme. Dwiaspek dalam ketunggalan. Inilah yang disebut. Ia mulai melihat semua kaitan ini. Dhimas." ." "Sinkronisitas!" Dhimas berseru.

" Tiba-tiba tawa Ruben meledak." "Supernova benar! Semua ini adalah jaring laba-laba. kita memang pusat semesta. selama ini aku dengan sia-sia memikirkan perumusan Kesadaran dalam sains! Itu bodoh! Ha-ha-ha! Imbisil! Idiot!" "Ruben." "Aku jadi ingat Copernicus yang mengubah pandangan dunia."Carl Jung. melainkan matahari. ha-ha-ha. tambah waras." "Aku mengerti." "Sinkronisitas adalah komunikasi yang terjadi dalam Kesadaran. Kita semua berada di jaring laba-laba yang sama. tolong jangan bilang kamu jadi gila gara-gara ini semua. Ia terbuka pada segalanya dan tidak mengecualikan apa pun. "Selama ini. tapi lihatlah sekarang. Hari itu tiba sudah. Hidup jadi gay sudah cukup susah... tapi Kesadaran sendiri bukanlah sebuah fenomenon. "Inilah yang dimaksud Abraham Maslow. "Dan. Kita adalah pusat karena. dan . niscaya tidak akan masuk akal. Sains menerangkan fenomena. Supernova lebih dulu menyadari hal ini.. menatap konstelasi bintang dan menemukan cermin mereka di mana-mana. menghadap jendela." "Kita adalah maknanya. "Ternyata kamu waras. ya?" Ruben tersenyum. Yang harus kita cari adalah sains yang kompatibel dengan Kesadaran.". jangan persulit keadaanku lagi. Itu dia!" Dhimas tersenyum lebar. Terpingkal-pingkal. Bedanya. Kalau kita memandang ini sebagai proses sebab-akibat.... dan selama aku diam dalam simpulku.. Malah. sains tidak akan punya lagi persyaratan masuk. tidak mungkin aku menerangkan jaring itu sendiri." Kedua pria itu berangkulan. 223 KEPING Segalanya Ada Padamu Tirai jendela di seberang rumahnya tertutup jua. walaupun bukan secara geografis. Pada bentuknya yang paling ideal. dan kita baru saja mengalami sinkronisitas yang luar biasa... melainkan segala-galanya termasuk sains adalah fenomenon dalam Kesadaran.. Masing-masing dari kita bertolak dari sejarah pribadi yang tidak ada kaitannya. dan digerakkan oleh satu Maha Rencana. Sekarang aku ingin mengubahnya lagi. beliau benar-benar memberikan istilah yang sufisien. bahwa ternyata bumi bukan pusat orbit. Semua kebetulan yang bermakna ini bukan hasil kausalitas.

" Sejenak mereka menikmati hawa euforia. living love . Menggerakkannya bangkit. kita tidak sungguhan mengalami itu semua. Figuran.Supernova agaknya kurang suka perpisahan. hidup dalam sebuah molekul pikiran seorang penulis lain.. sebenarnya selama ini kita tidak pernah keluar dari rumah sedetik pun. lihatlah aku. Hamparan buku dan kertas nyaris memenuhi setiap inci lantai) hanya ada ruang yang pas-pasan untuk tubuh mereka berdua.. Dan betapa ia merindukan Diva.. Ide itu agaknya terlalu fantastis untuk ia tanggapi.. dan hikayat hidup kita hanya diinjeksikan begitu saja." Namun siapa kiranya yang dapat menahan Bintang Jatuh? Dia telah datang menyalakan langitnya. Aku melayang tinggi. Sayupsayup terdengar alunan lagu dari putaran piringan hitamnya. dan kita selamanya tak akan bisa keluar dari sini. Cinta tak pernah jadi hantu. Love is free. Termasuk aku. mengajaknya berdansa meniti kata-kata terindah: ". i Ada getar yang menoreh perih dalam hatinya." "Dan kita melangkah lebih jauh dari yang kita duga. . Dan itulah Aku. berandai kalau saja bisa memeluknya. dan kini dirinya sendirilah yang memegang kunci cahaya itu." * Ruben bergidik ngeri. sekalipun Re tahu mereka tidak terpisah. tapi ia berusaha melanjutkan." "Dan eksistensi kita habis di halaman terakhir bukunya. Di dalam dirimu. pengetahuan..•«. Dhimas. Melebur dalam langit pagi.." "Kita hanya dua orang pria tak . "Semua memori.. Kira-kira apa peran kita?" Ruben diam. Puteri.... "Ruben. Sebuah perasaan mahaindah merasuki setiap kelumit batin. "Bagaimana kalau ternyata kita hanya dalang tempelan. Kenapa tidak?" "Andaikan kita berdua juga bagian dari cerita yang kita buat sendiri... dan." "Dan.. "Sepuluh tahun. Dua orang pria yang bahkan tak punya nama belakang. mungkinkah Supernova ternyata salah satu dari tokoh kita?" "Mungkin. Re memejamkan mata. Ia menjejak nyata di seluruh jagat raya... Ruang itu mulai terasa sumpek.. free is love/Love is living. Menembus semua akal.. sampai tibatiba sesuatu menggelitik pikiran Dhimas. Ia hanya menyelipkan secarik kertas di pintu depan: Segalanya ada padamu.

. Metamagical Themas: Questing for the Essence of Mind and Matter. Amit &amp. F. New York: Harpers and Row Publishers. New York: Bantam. 1997. New York: Viking. . Hofstadter. 1987. Wilson. Science Order anrf Creativity. Peat. The New Science of the Meme : Virus of the Mind. 1987! ' Brodie. Schuster. Encyclopedia of Science. Toronto: Bantam. New York: Touchstone. Maggie Goswami &amp.punya nama belakang di dalam kamar kerja bertugas jadi dalang untuk cerita seseorang dan selamanya tinggal di sebuah molekul pikiran. New York: Summit Books. Great Britain: Helicon Publishing Ltd. Lynn &amp. Knowledge Consilience. 84 alien. 1998. Richard. An Illustrated Guide to Chaos Theory and the Science of Wholeness: Turbulent Mirror. David and F.. Timothy." "Ya?" "Aku mencintaimu. m »1 Orford^iwl!1"11' Meme Machine. The Bridge Between Matter and Mind : Synchronicity. Jones &amp. Inc." "Bagaimana kalau dia amnesia?" "Kita tamat. How Consciousness Creates the Material World : The SelfAware Universe. J. Chopra. 1998. Reed. Tarcher. New York: Harmony Books. A State of the Universe(s) Report :The Whole Shebang."j\jcu juga mendntaiinli. New York: Bantam Books. Greider. . Microcosmos. P. 1S6 adrenalin. 1986. New York: Vintage Books. F. David Peat. The Unity of. 1998. Chaos: Making a New Science.. 15 Amazon. Seattle: Integral Press. James. Gleick." Keduanya terdiam dengan perasaan campur aduk. 1989. Margulis. 1996. 1985. THE BEGINNING Bangs. 2000. Deepak. 1998. David Peat. A Adam dan Hawa. Goswami. Edward 0." Mereka lain berpegangan tangan erat. Ferris. Ready or Not. The Manic Logic of Global Capitalism : One World. New York: Simon &amp. Christian Kallen Exninrin„ «. Briggs. Hutchinson. 1987. . Richard E.. The. William. Saling mencintai. Douglas R. David. How to Know God: The Soul's Journey into the Mistery of Misteries." "Ha?" "Setidaknya aku tamat dalam rasa cinta.Ne" York: Bohm. a division of Random House." 225 SUPERNOVA . Dua pria yang tak punya nama belakang di dalam sebuah kamar kerja. Dorion Sagan. "Ruben. Richard &amp.

139 chip. 48. 57. 201 chaos. 87.43. 223 cortex. 195. 214 D Dapur Agung.106. 87 Berkeley. 27. 168 gelombang. 142 Finlandia. 7. 56 area abu-abu.15.79.54. 68 Grand Canyon.48.207. 87 ftuks.73 Amnesty International.50. 6.224 catwalk. 55 Greenpeace. 44.8. 216 detoksifikasi.162.168.42.128 Barbie.15.35.132 Dualitas Elektron. 68 film. 143.196 »'t bakteri cyan. 168.182 Gramsci. 7.110.223 geiger counter. 6.140. 222 free-will.8.171.12.56.106. 220. 88 endoifin.197 fenomena. 72. David. Kurt 47 coming out 11 consciousness.35. 1. 31 . 218 awareness. Alexander Graham. 82 detektor. 168 E-mail.196.225^ 226 Citra. 12 energi. 98.109. 24.137.151 CUZCO. 92. 9 Baht 198 bakteri.132.42. 8. 9 Dupont Circle.100. 196 eksistensi.28.16. 82 dikotomis.136.197.225 Ekspatriat 73 ekuilibrium.87. 46. 7.73 Bandung. 218 embrio.88.8. 16.198 F Faraday's Cage. 188 gestalt 171 Gftf terawangan. 214 Aquarian Conspiracy.42. 170 C cahaya.215.118. 181 filsafat l.182 B bad-trip. 100 Epimenides. 7.137. 87 Bell. 14.216 biosfer. 168.47. 102. 68 Rente.173. 87.161 Gletser Rekiak.172. 7 fluktuasi.140.30 Harvard Business Review.9.171 evolusi.142. 7.116 Cinta. 216. 68 Habibie. 18 Hegel 68 helium.139 Andes. 12. 120 Cobafa.32.88. 93 antagonis. 27.69.199 CNN.113. 98 global 14. 187.187 G gambar proyeksi. 28 Avatar. Niels. 14. 182 Bohr.86. 91. 22. 135 gletser. 6.172.151. 196 Baltimore.21.207.80.109 bffurkasf. Matti.95.35.182.131.10. 14(7 Amplifikasi.139.31. 9.223 Feuerbach. 27. 82 DNA.42.88.13. 209 Freud. 7. 7. 215 filosofi. 6 Das Kapital.120 Apurimac. 44. 44. 173 Cina. 5 Einstein.44.92. 11.204 Bimasakti. 172 feedback. 7 biologi. 222 entrepreneur.106.195. 175. 4. 11 E Ecstasy. 139 arbitrase. Noble. 68 Descartes. 183 destruktif. 8 gay.37. 6.221. 217 filsuf.170.217 dolar. 196. 140 grizzly. 48 atraktor asing. 221 aurora. 106 Atrial Septal Defect 40 Atum-Re.28. 172. 200.75.204 ekosistem. 214 H Habermas.89. 172 Copernicus. 222 El-Maut 178 elektron. 196 Bohm.8. 98.214 Amerika. 92. 90. 72. 169.170 disinfektasi. 77 • Bergstrom. 121.89. 64 Barnes &amp. 66. 45. 214.

26.205 Kucing Schrodinger. Lynn. 130. 188 Hollywood. 137 medan energi.10. 196 Marx.68.. 170 obyektivrtas. 208. 16 kuantum.44. 222 Malaysia.135 nonlinear. 187.89.182. 7. 207. 100 New Kids on the Block. 221 Jepang.164.25.148 order. 95 metamorfosa.168. Abraham. 175 0 observasi. 93. 49. 68 Kariage Kun. 173.137.183. 82.16. 1. 54.49. 13.23.181. 140.187 Maha Ketidakteraturan.133. 7. 223 keteraturan. 31. 1 komputer. 217 kontinuum.167 house-mix. 88. 72 Kebon Raya Bogor.210 Kupu-kupu Lorenz. 223 imaji. 74.211 Hoftstatder. 7. 151 kontroversial 13 Kotak Pandora.181.165. 44 kiamat 6. 7 kupu-kupu. 82. 15. 188 isotop radioaktif.170 intuisi.171.171. 11.197.198 mutasi.139. 55.140.168 kulminasi. 79 mikroskop. 210 metropolis.140. 27 museum. 182 homunculus.173. 5 Mesir.211 Novena. 8. 99. 200 Kesadaran. 13.27.139. 205. 6.195 Maslow.158.167. 58 I ICQ.23 inviolate level. 28 Orson.26 Moralitas.197 Kohl Helmut 56 kompleksitas. 221. 5 New Eyes.9. 211.199 imajinasi.222 Orion. 172. 44 materi. 50.218 idealis monistik. 9. 9 medium. 215 mekanisme. 5 Margulis. 6. 20 jurnalistik.108. 9 kurva. 14 Microgynon.188.23.101 matematika. 20.131. 7 nirwana. 217 Memetika. 19. 203. 8. 67 Kreta. 218. 156. 49 ideologi.134 hirarki. 39 Otopoiesis.83 idiot 33.89. 62 L linearitas. 13. 1 ombak. 195.222.85 Mark. Douglas.89.44.42.170. 8 meditasi.182. 7 inframerah.168. 216. 172 interaksi. 196 N Naisbitt 139 neo-Gramscian.47.26.164.222 materialisme. 91 un.90. 196 mitos. 39 Mr. 92.222 jasad.188.91.55228 Dee M macaroni schotel. 199. 37 K Kant. 137 fiolomovement.89.183 ketidakteraturan. 6.15. 40 Newtonian.16. 56. Bean.35. 88. 54 Mandelbrot Benoit. 10 Kramat Tunggak.196 okultisme. 168 ITB. 9. 221 metafora. 37 3 jaring labalaba.172.16 impuls. 193 ' Kekekalan.166 Koevolusi.196.222 P . 6. 74. 223 jaringan.214. 218 Mescaline.192.171 organisme.hetero.211. 223 Matahari.9. 82.132. 6 oksigen. 7.116 John Lennon. 188. 7 keterjagaan. 77 Kebayoran Baru. 47. 7 Mafia Rencana.172. 68 neuro-transmitter.188 notebook. 12. 90. 186. 6. 216 mitokondria.24.46.7. 7.140 nonlokal 6. 68 McDonald's.

54 virus. 59 tata surya. 7 revolusioner. 5 Puck. 118 puisi.223 San Fransisco. 44 sejarah. 8 Spesies.10.199. 217 teknologi.120. 43. .98 Watut.106. 55.99.95.6. 169. 7 rosario. 48 Psikolog Kuantum.15.11. 137 Y Yahweh.76.12. Ilya. 7 rekonsiliasi. 6.169. 92 tsunami. 93 robot 15.133.75. 92 Yogyakarta.215 sensor. 72 phase space. 6.Papua Nugini.108 sinetron. 137. 33.82.49.214 Siemens.88.79 V vakum. 11 Sotipisme. 16 Sodom dan Gomorah.7.206. 109.48. 22. 60 stimulus.150.169 X xenon. 43 viagra. 14.130 puzzle. 5.222 paranoid. 214 zombie.209 tangled hierarchy. 14 Z Zeus. 16. 100 Vietnam.146. Erwin. 107 Survival of the fittest 199 T takdir.169.173 transendental 170 transformasi.9.173.50. 9.172 utopis. 5. 137 Tionghoa. 217.10. 1.220 pujangga.21.197.217 relativitas.87.142. 48. 168.215 W Wagm'. 98 paradoks.25. 46. 95 rongga abdomen.8. 11 yoga. 168 Scientific American.49. 7.!. 81 post-strukturalis. 26. 115 portofolio. 9. 100 variabel 43.44 velocity. 175 RSK0.19.214 teologi.196 spirosit 196 stabilo.48 resisten. 6.165 sinkronisitas.138 reduksionis.165.91.44.21.7. 1.108. 98 wavicle.138.172.222 rectoverso.139 teori relativitas.110.99.54 Prigogine. 144 turbulensi.207.13.187.209.82.82.215 Surabaya.119. 172.53.31 Sang Waktu.172 Sobek Internasional 98 Socrates.15. 87.43. 98 realita.170.89. 139 trance. 6.172 reduksionisme. 6 Rio de Janeiro.57. 188. 173 serotonin. 2.154 protagonis. 48. 188 tank top.82 S sains. 98 TIM.30.43. 7 probabilitas.16. 152. 141 R rafting. 11 Permias. 5 transenden. 189 soliton. 7.112.8. 45. 88.202.179 Romantisme. 6 refleksi.187 psikologi transpersonal 49 Psiloeybw?. 6. 7 Tatshenshirri.15 relatif.75. 223 sel 1. 222 sinyal lokal 137. 9. 5. 6. 10. 12 psikologi. 107 pemburit. 50.7.44 pikiran.56.7.76. 55 Timezone. 168. 56 Simulakrum.16. 97 Portugal 93 post-modernisme. 12. 98. 44 ' Yuat 98 yuppies.188.12. 20.173 rolet Rusia. 15. 93 Toffler. 56.225 potybag.52.59. 81 potensial 14 Prancis. 84. 67 vibrasi.139 U UFO.43.216.210.151 Tibet 98 Tiger Leap Gorge.196. 2 treadmill.35.220 Schrodinger. 97.11.75.154. 59.

169 zona kuantum. [ Jakob Sumardjo ] Di tebing akhir Supefnova akan muncul sebuah kalimat besar yang bisa jadi kunci segala macam fanatisme yang kini tengah mengoyak negeri ini: Matilah terhadap segala yang kau tahu.. ( Tauffq Ismail ] "Diva tuh karakternya gua banget. religi. Sebetulnya semua ini adalah akibat diskusi-diskusi dengan saya. merupakan perwujudan dari kebudayaan kita yang sekarang diguncang oleh tidak adanya makna yang bisa dijadikan pegangan. Bambang Sugiharto ] Kehangatan yang menyengat yang ditawarkan novel ini unik. [ Sujiwo Tejo J **~' Sebuah novel yang menarik dari angkatan muda kita. [ Putu Wf jaya ] Salah satu kesegaran baru yang muncul dalam sastra Indonesia tiga tahun terakhir ini. dan suka ikut-ikutan. agar pembaca memiliki persepsi baru tentang keberadaannya." [ Joshep. cuma saya terlalu malas menulis. saya an hanya merasakan. I. terutama penyusunan dialog dan komposisinya. Inilah karya sastra intelektual bergaya pop art yang sepenuhnya bermain di dunia hakiki. semacam perselingkuhan visioner yang mempesona antara fisika. musikus ] "Nama saya Yasep. psikologi.268. Sangat menarik. [ Or. sahabat. panggilan Joshep atau Josh. novel ini mungkin bahkan penting. dan mengguncang. girl! UNDERGROUND RULES!!" [ Arian. Begini. sahabat agak kege-eran ] "You rock. [ Sapardi Djoko Damons ] Mereka yang oleh sebab kebiasaan lama terlalu membedakan fiksi dan nonfiksi. sebenarnya saya mau memberitahu kalau Dewi itu pengagum saya. Tapi tidak bagi yang selalu bergairah menyongsong segala hal yang tumbuh. jadinya . Penelusuran nilai lewat sains." [ Tri. baru dan memukau. . spiritualitas dan percintaan yang cerdas. sahabat. mitos dan fiksi. Wi. 6 Sebuah petualangan intelektual yang menerabas segala sekat disipliner. Tak hanya menggoda. mungkin kecewa dengan buku ini. unik.. [ Arswendo Atmowiloto ] Novel ini. Thanks. Dengan pengalaman menulis sendiri dan aa membaca karya-karya sastra selama puluhan tahun. Menentang nilai-nilai lama dengan mengajukan argumentasi-argumentasi baru. tapi juga terseret di dalamnya.

Aku enggak rrgiro iso ketemu langsung! Matur nuwun. 23.. Kesepian. sahabat. Mama pemilik: Dewi Lestari/D ee/Keluarga Simanguneong. manajer produksi berkepala Andre Agassi ] Supernova 23 AVAILABLE IN CASSETTE &amp. tw— iMtkaTan . Tapi kenapa hurufnya kecil kali kau buat?" [ Ayahanda. seekor anjfng roft STamoyed jantan bernama BHHueard aliftjtf Blizzg." Tidak seberat yang dibilang orang. tanpa kacamata ] "Saya berubah pikiran. Prejvtaflri: model untuk cover album Rida. Zjar. Agak bodoh." [ James. Kece. Baik. adik.-. Kreatif." [ Arina. asal Ngawi. anakku bisa buat buku rupanya.Jkt] "Aduh." [ Nia. Bandung. Kapan selesainya sih ini semua? Tengki bensin aja.5 tahun No ta-too di "kuping: C7S 16 CSriciri Bpeeifik: Tidak pernaH menggonggongi manusia. buzz y. Rariaki i Hi WkaJtakn bertanda khusus. Korban.. kucing. krisis Identitas ] t "Hai. Jangkar sering-sering. McepaT PULans. penggemar komik ] "Sampaikan kritik dan saran untuk Dee. Selamat kanggu Mbak Dewi. pembantu ru mah tangga di kawasan Slipi . Tapi Supernova ono kata-kata sing kurang tak ngerteni. ya. pasang Iklan ] "Novel sing ditulis Mbak Dewi pancen bedo karo novel liyane sing ernah tak woco. cewek-cewek . Dewi gang ke-3 ("Satu"). Vokal cenderung lebih tinggi dan cempreng dibandingkan Hamouod Jantan lainnya. CD OUT OF SHELL Gratis Kompilasi Pufsi untuk setiap pembelian CD/Kaset "Out Of Snail" bagi yang sudah memiliki/mernbeli SUPERNOVA. Kami semua me^msuKanmu Bagi gang menemukan harap Hubungi Truedee Book* (alamat ada di "halaman depan). sahabat. ayam. dan amat jinak." [ Mariyanti.rekan curhat. deh. Lokasi TJCP: Jalan Patrakomala. Ceritanya Mbak Dewi buanget. Panggilan mayang: Blijar. sing isine soal percintaan remaja sing jorok (an urang mendidik. Lucu. teman menunggu di percetakan ] "Khemod. Puspita bambang. Hanya tikus. Sita. bo! Gue capung ngurusin produksi elo." [ Khemod. neeh . dan kadang-kadang printer. Karena puji-pujian hanya untuk Tuhan. kecoak. Kepepet. " [ Mulki S Ridhan.. SuW&amp.'ar. Usia: 3. numpang beken ] "Tak kusangka-sangka.

A.menarik dan keuntungan seumur hidup. Ini amat penting. bukannya karena semangat ingin punya sekuel karena terbilang berhasil di gebrakan pertama. 4. "Ksatria. Nama "Dee" diucapkan dengan bunyi 'di'. Supernova yang dicetak di atas kertas koran/buram. dan tempat-tempat lain di seluruh pelosok negeri. Srudooks membuka peluang penuh untuk kamu-kamu yang ingin berbagi rezeki dengan kami dengan ikut menjual Supernova. Justru untuk menghindari pembajakan. 2. Jadi. bersama-sama para balon (bakal calon) ide lain seperti teori terbaru tentang lubang hitam.500 perak. atau hubungi posko-posko Perjuangan Truedee YESSl di manapun itu berada. bahkan di Mars kalau memungkinkan. Supernova akan hadir dengan judul episode berlainan yang orisinal. berikut adalah hal-hal yang selama ini menjadi keresahan masyarakat terhadap Supernova dan perlu kami sikapi dengan sungguh-sungguh: 1. 3. seperti terobosan jenius sinetron "Tersanjung". Kami pun tidak akan memunculkan nama Supernova 2. Sejak masih menjadi embrio di jagad inspirasi sana. ehm. silakan hubungi alamat kami di halaman depan. khusus di kampus. atau strategi politis terbusuk. atau memang pelit. di kampung maupun 'di kota. 4. Harga resminya 16. tidak peduli kulit. sekaligus menjadikannya terjangkau bagi kalian-kalian yang mengejar isi. tergantung pada kemurahan hati atau terjepit tidaknya kondisi finansial sang penjual. dan masih mungkin terjadi variasi harga di pasar. Atau untuk menyenangkan Kang Wawa akan kegemarannya pada abreviasi. kami memutuskan untuk "membajak" barang kami sendiri. teknik kloning paling kini. Untuk distribusi. dan dikenal dengan nama gaul: "edisi hemat". Supernova sudah direncanakan untuk menjadi cerita serial. seperti 'mie'. Ehm. (artis selebritis). Puteri. Dan yang . Bukan 'de\ Bukan juga 'deee' (tetap bunyi 'e' tapi panjang). misalnya. dan Bintang Jatuh 2". untuk menunjukkan keseriusan kami. dst. Simak baik-baik. bisa saja kami mencantumkan: SUPNOV KPBJ 2 oleh: D-RSD. 1 Baiklah. bukanlah barang bajakan.S. di gunung ataupun di pantai. atau 'gigi'. 3.

kami akan menganjurkan secara intensif agar Dee mulai membaca buku yang lebih praktis seperti memasak dan berkebun. atau menjadi peternak anjing sesuai . kami tegaskan bahwa Srudooks tidak menyembunyikan/ memperkerjakan/ menyewakan Diva. tidak perlu. 9. intimidasi lainnya.. Namun sesungguhnya. kami tidak sekedar menggunakan footnote karena banyaknya istilah asing atau ilmiah yang perlu diberi keterangan tambahan. terutama karena ia begitu berani memuat sekian banyak pengetahuan empiris untuk fiksinya.com.. 8. Dee memang memiliki selera bacaan yang aneh untuk seorang.. sambil meneriakkan yel-yel: "F-Q-0-T-N-O-T-E! Footnote! Footnote! Foooot. FOOTNOTE! YESS!"2 10.paling pasti. vi Dee 6. Kami dapat mengerti apabila hal tersebut lantas menggerahkan banyak orang. Kami menjamin keaslian identitas Dee di komunitas tmedee-ustfSvahoogroups. 7. Dee tidak pernah chatting dengan nick "Supernova" di channel apapun. kami jamin . Tak terpisahkan.bahwa Dee. Tapi sekedar pemberitahuan. di tengah kesibukannya yang super padat akan tidur siang. Dewi Lestari. Setiap pagi. Footnote. dsb. dan bukannya diam di area abstrak sastra sehingga mudah berkelit ke kanan dan ke kiri dalam nama Seni. bukan 'de'e'! 5. aneh. Kalau sudah ada yang mau meminjamkan atau memberi gratis. Karena itu. Dee BELUM PERNAH membaca "Sophie's World" atau "Dunia iSophie* karangan Jostein Gaarder. Mungkin sudah saatnya kami mengkonfirmasi ulang bahwa Supernova adalah cerita fiksi. Banyak yang bilang itu mengganggu. staf Srudooks melakukan pemanasan berupa gerakan senam sehat diiringi musik house-mix mutakhir. katanya. khususnya guest book. Mungkin suatu saat nanti. Walaupun harus menggunakan ancaman kekerasan dan berbagai bentuk . sebelum bekerja.. sekaligus terpesona? Begitu banyak tanggapan yang datang sehubungan dengan jumlah footnote di Supernova. Fiktif. melainkan karena footnote adalah bagian dari kultur dan etos kerja kami. Karena itu.1 Tidakkah kata itu membuat Anda gila. tetap membaca situs Truedee.

disinkronisasikan dengan lutut kiri yang mengangkat manis. Who knows? Beginilah kami. satu permainan kombinasi pelik simbol/angka dan huruf yang akan menstimulasi otak Anda: "Ca 150 Yang. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih cup-cup mmmuaah. dilarik dan udara ke arah pinggang. en tetap funky. Dan sebagai penutup. Ia dapat tertahan di semak.. Untuk menyambut piknik perusahaan kami di Kebun Binatang akhir tahun ini.dengan cita-cita luhurnya. Pertunjukan ini akan digefar dekat area burung unta.. pastinya kami akan kembali mengutip satu peribahasa besar yang niscaya sanggup mengubah wajah dunia. Seserius-seriusnya. Huruf "sss" diucapkan dengan esktra desis. Ada budi ada. menggunakan kombinasi taebo. . Itulah dia si jali-jali." Dan yang paling Anda tunggutunggu. Iklan kehilangan anjing di halaman belakang adalah serius. 11. karena tetap saja ada perubahan apabila Anda cermati dap mulai cetakan pertama sampai sekarang. Ia bisa hinggap di akar yang merambat. Tak ada yang dapat menghitung berapa ceruk di lereng itu. di bagian rumput yang tidak terlalu becek. Dan karya yang dilahirkan ibarat air nan bergulir bebas di lereng perasaan dan pikiran. dan wajah distel optimis. bahkan galaksi sekitar: supernova vii "Ada ubi ada talas." Plus. tanan kanan mengepal. Wati. Sekelompok anak muda kurang kerjaan yang ingin eksis. cool. yang sebenarnya tidak pernah final. body language.. 2 Gerakan "YESSTiiii adalah gerakan penutup yang klasik punya.. Namun ia juga bisa menggelinding lancar untuk melebur dalam samudera luas. satu slogan emas yang hingga detik ini masih dipakai sebagai penghias pantat truk di seantero Nusantara: "Kutunggu jandamu. kami akan membuat tarian footnote akbar. dan senam kesegaran jasmani. siapa tahu nanti kami muncul dalam format foto keluarga. Menulis adalah perjalanan menuju satu kelahiran. full colour. . deng! ©). nge-tren." Asoy Geboy Gedebuk Enjoy] Srudooks. 12. Entah apa nasib cetakan berikutnya. Iklan album solo Dee "Out of Shell" cuma main-main (bo'ong. untuk kamu-kamu yang sudah patuh untuk membaca Cuap-cuap ini. Final remarks dari Si Truedee Books.

ketulusan. terutama bagi orang-orang yang hadir bak air mata sejuk. Pim-pim. ATapitupulu. desainer andalan kami: Teple dan Roni. Myrfa (sekali lagi). Ninun. dan persahabatan . dan Adrian Darmono (for always believing in my writing talent). Tagor Siagian.. Para 'penggembira' yang amat berjasa: Hikmat &amp. Fuad Hassan. ada kesegaran yang tak terusik. Ridhan. Inilah saat hati membungkuk. Nova Nugraha. dan menyaksikannya tumbuh. Jeroen Hehuwat. Dan terimakasih tak berujung pada: Erwinthon P. Landung Simatupang. Wien "PasarbukiT Muldian. Wahyu. Sita. Bpk. Bambang Harymurti. £^ Terkhusus untuk para proof-reader yang amat" saya hormati: Prof. Lia (MQ). dan Hermawan Aksan. dalam sekian banyak benak yang berbeda. Musyawarah Burung. Didi. Awuy. Sim Comm. apabila di kesempatan edisi evolusi ini (saya lebih suka menyebutnya demikian daripada "edisi revisi"). Rossi dan. mengucapkan terima kasih pada staf Srudooks: James Erlangga. Arie. 3t^l Jadi jangan heran. Troy. Itulah satu kesimpulan kecil dari pengalaman saya "melahirkan" Supernova. Regu 'Gawat Darurat' Truedee: Nurdin. Vivi WHK. dan dukungan mereka. Abang Edwin SA. saya hanya ingin meluaskan ucapan terima kasih. Joshua Barker.Tak ada yang tahu seberapa gerah tetumbuhan di sana. Ia hanya akan mengalir. Adam Herdanto Features dan seluruh kru. Dian. Clay &amp. Edwin "Ewink" Irvanus. Popon. Paul &amp.. Hagi Hagoromo &amp. Wawan Sofwan. Tak lupa pula mereka yang memberi dukungan pada Supernova sejak masih jadi embrio: Miftah Fauzi.. sebisanya. untuk kerja keras. Tommy F. Agus Ebreh.com. Nia &amp. Rileks. Ani. Dr. Hans. Namun di titik ketika inspirasi datang berbisik. Dissy (Bintang Millenia). semua sahabat yang pernah mampir memberi saran atau sekadar numpang minum kopi. esp. tawa. Dan yang tak akan terlupakan: Reza Pamungkas. Myrfa. masukan. Hadir lewat canda. Whani Darmawan.. Dari refleksinya terlihatlah keluasan samudera yang tak pernah surut. dan kehadirannya semenjak kukecil dulu. Rida. Yeni (dan Saeful-nya). untuk semangat. dan Melvin. Syahrul di Ciganjur.

dan juga mahasiswa yang bergerak atas aspirasinya sendiri untuk mengadakan diskusi di Supernova di kampus/ markasnya. Sejuta teori akan datang dan pergi. LIP Bandung. Winfred (Aksara Bookstore).the greatest Supporter. Key . Triawan Munaf. Siswidiani.yang melalui cerminnya telah mempertemukan saya kembali dengan Kekasih Jiwa. Joshep.. Tak ketinggalan keluarga saya tercinta: Ian . Berbahagialah kamu di manapun kamu berada kini. Tri Suharmoko. Ibunda .. untuk dukungan dan kepercayaan yang mendalam. sejuta kisah cinta akan datang mengilhami. semua organisasi. unit kemahasiswaan. special thanks to: Takashi Ichiki (Kariage Kun's fellow fan©). Imelda the Brainstormer. Richard Oh (QB Bookstore). Tri.the best Listener. Laksmi &amp. untuk segala kenangan di ruang kerja dan kecurigaannya pada printer. Sekarang. komunitas kebudayaan.the Energizer.• lila Menangis••Raping 17 Dua Idiot Abad 21 Roping Cyber Avatar Keping PT Tsunami Hati Raping ?B] Di Celah Pikiran H IA 3M 3b HE Hb 51 71 7M AM 12 It 1D2 107 115 122 123 13b mi ma r Titik Bifurkasi raping | Pelajaran Terbang Keping 53] Kiamat Personal j cm I Ksatria Schrtfdinger 25 Di . Eaginyalah. the mast loyal Companion.the eager Redder and a lifetime Motivator. namun ada satu anak kunci yang menetap abadi: sang Kekasih Hati . Vanda. Arina . anjingku tersayang.the best Editor. saya persembahkan kisah ini. eh f" Raping Cinta Tidak Butuh Tali Raping 10 Kekekalan adalah Chaos Raping Si Pencinta Alam Raping*^ Un Sol Em Noite Raping 13 Tuhan Maha Tidak Romantis Raping IH Sebesar Cinta itu Sendiri Keping 15 Ia Sedang Kasmaran. Also. ~ D Keping4 Yang Ada Hanyalah ADA Raping1 Ksatria ¦Raping~ Keresahan yang Terabaikan Raping Puteri Keping* Tanda Tanya Agung Keping "Reversed Order Mechanism" Raping Bintang Jatuh Raping 'Such a Small tilorld-. Also Blizzard. ijinkan saya tersungkur dalam rasa cinta. Ayahanda . Enggar. sahabat tersinting yang saya harap tidak pernah sembuh-sembuh. Wahyu Rinanto.. sahabat tergila yang selalu mendukung 'kegilaan' mimpi.iman.

UP.Bukan kursus filsafatSupernova akan mengolah apa saja—sejarah-» mi tos n sains-. Kesempatan A"° HT1&gt. Koevolusi 25 Pernahkahi Supernova? lu Cermin yang Hidup 31 Jaring Laba-laba Keping 35 Individu Hanyalah Ilusi Keping 33 Segalanya Ada Padamu Bibliografi Indeks Komentar Pakar 152 Komentar Non Pakar 231 SUPERNOVA Diperuntukkan bagi Anda yang ingin HIDUP Selamat Datang* Apa yang hendak disampaikan di Supernova bukan sesuatu yang mudah dipahamiKita berusaha merangkum sejarah miliaran tahun.ranVda dala.Anda bukan Murid-Saya hanya pembeber fakta-Perunut jaring laba-labaPengamat simpul-simpul dari untaian benang perak yang tak terputus¦ Hanya ada satu paradigma di sini: KEUTUHAN-Bergerak untuk SATU tujuan: menciptakan hidup yang lebih baik.Bagi kita. balita_ . ada satu pola sederhana yang bisa kita tangkap. «lampaui .Mungkin malah terlalu sederhanai sehingga pikiran Anda yang sudah terbiasa hidup dalam kepelikan tidak akan sanggup menerima* N amun itulah yang berusaha kita pelajari: bagaimana satu kesederhanaan dapat memecahkan semua kompleksitas* Saya bukan Guru.Kita berusaha memuat apa yang hanya bisa dijangkau abstraksi bernama "iman" ke dalam sel-sel otak kita yang usang.Kita berusaha mendeteksi gerak-gerik sesuatu yang kecepatannya melebihi cahaya..lah TAHAN KANAK-KANAK • -£J iniian untuk bermain dengan hidup. bahkan daftar belanjaan—untuk menunjukkan simpulsimpul benang perak dalam jaring laba-laba kehidupan156 IbM lb7 175 160 16M 110 201 20b 213 220 22M 227 226 830 informasi ini melalui filter Anda Cirnaia. 1)1 9 ha"Va~-bisa menjaminkan satu hal: perubahan saya na y terhadap hidup akan berdampak b:rsaarPpadan9dunia.Bagi duniaSupernova bukan okultisme.Bukan institusi religi. Tap i n jangan terlalu cepat berkecil hatiDalam kompleksitas struktur dan mekanismenya-. dan transformasikanlah sesuai ^gan^.Dasar Jurang 21 Opto i Ergo Sum a? Semesta Memutuskannya 26 Selamat Pagi-.. Untuk benar-benar HIDUP relatif yang serba tidak pasti ini-.

terasa halus. sekalipun menyusutkan bara. Wajahnya yang manis membuat ia selalu nampak tersipu-sipu. sampai semua orang terkapar tanpa terkecuali. Malam itu keduaj^iftbongan yang tidak pernah bergabung sebelumnya^akhirnya sama-sama terdampar di Watergate Coridpjnhimm. lancar-lancar." Yang Ada Hanyalah ADA "Saya dengar 295 North dari arah New York Ave ditutup." Nada itu terdengar angkuh. di kasur. guratan wajah yang tegas. DAN BINTANG JATUH KEPING Yang Ada Hanyalah ADA Kedua pria itu duduk berhadapan. "Dhimas." Dhimas memperkenalkan diri. Kehangatan terpancar dari mata mereka. dan perkenalan keduanya pun berlangsung datar-datar saja. Masing-masing bersama rombongan teman yang berbeda. Ruben menyambut tangan itu. Tidak lagi bergejolak. "Ruben. Semangat musim panas sanggup membuat sesedangberbuat di luar kebiasaannya. Berbeda dengan dirinya. mereka bertemu di Georgetown—tepat di bawah plang Wisconsin Avenue— bermandi teriknya matahari musim panas Washington DC." ^Bagaimana perjalanan dari Baltimore tadi?" "Yah./ kuper—yang cuma cocok bersosialisasi dengan buka. banyak yang tidak saling kenal. Hangat yang nampaknya kekal. Rasa itu memang masih ada. Bukankah itu yang semua orang cari? Sepuluh tahun yang lalu. Sementara dari gayanya. tetapi hangat. di sofa. Tidak ada yang spesial. Ruben pun langsung tahu bahwa Dhimas termasuk geng anak orang kaya^alangan maliasiswa Indonesia berlebih harta yang tidajr^iernah ia suka. setegas jabat tangannya. Johns Hopkins Medical School. bahkan di kamar . di atas karpet. sehalus paras dan penampilan orangnya yang terawat. George Washington University. Masa sepuluh tahun tidak mengaratkan esensi." "Kami lewat GW Park. Dhimas langsung tahu bahwa Ruben termasuk geng anak beasiswa—orang-orang sinis. Dimulai dengan makan malam hingga ber-"pestakimia" kecil-kecilan.apa yang bisa Anda bayangkanSUPERNOVA <p>KSATRIA. PUTERI. Namun hari itu memang^rrTeda. dalam satu unit apartemen mewah milik kawan ^^DMmas.

" "Tapi kok ada orang-orang yang malah tidur? Aku tidak mengerti. A milestone!" "Apa yang kamu lihat?" Ruben melihat sekeliling. Bahkan dalam keadaan yang nampaknya ekuilibrium atau seimbang. bekerja langsung pada reseptor serotonin di otak. Bagaimana ia mampu menjelaskan ini semua? Ia baru saja menemukan cermin yang selama ini ia cari-cari dan sekarang sedang menikmati refleksinya.mandi. "Badai serotonin. Sejak pertama kali Ruben membaca ulasan Benoit Mandelbrot—seorang matematikawan Prancis yang dengan 1 Senyawa amino yang terdapat antara lain pada darah dan otak.. ia pun lepas mengobrak-abrik. Supernova revolusioner membuka gerbang baru untuk memahami ilmu turbulensi—ia pun langsung merasakan secercah keindahan harmoni antara dua sisi cermin kehidupan. Ini adalah momen yang tidak ada duanya. membayangi seperti siluman abadi. antara keteraturan dan ketidakteraturan. "istilah yang bagus. berfungsi sebagai hormon dan juga neuro-transmitter. Sorot matanya menyeberang jauh. Walaupun demikian. " Dhimas menyahut dengan senyum tolol. seperti kue lapis. Mescaline. Kekurangan serotonin berimplikasi kuat pada depresi dan beragam penyimpangan emosional. Begitu sistem mencapai titik kritisnya. Gila.1 Sesempurna apa pun sebuah tatanan. "Ini badai serotonin1 pertamaku.. Psilocybin dan Ec stasy. serotonin pun berperan penting dalam penciptaan rasa damai dan tenang. order dan chaos. yang di antaranya terdapat olesan selai sebagai perekat... dapat dipastikan chaos selalu ada. Sebaliknya.. rimba infinit di mana segalanya relatif. yang tertebak dan tidak tertebak. Selai itu adalah zona kuantum. Tinggal alunan sayup-sayup musik trance ditambah suara dua orang bercakap-cakap." ujar Ruben. rasanya luar biasa. Obat-obatan rekreasional seperti LSD. Jangan suruh bicara dulu. sejauh ini para ilmuwan meyakini bahwa konsumsi serotonin yang diproduksi secara sintetis dapat mengakibatkan saraf-saraf otak terpacu dengan berlebihan sehingga mengakibatkan kerusakan tertentu. . sesungguhnya chaos dan order hadir bersamaan.

. Dan bagi manusia yang melihat dunia hanya hitam dan putih. turbulensi ibarat sebuah "Dapur Agung" yang transenden—tak terikat ruang dan waktu. Keteraturan mau tak . Turbulensi hadir di mana-mana. potensi. Tapi kehadirannya selalu dianggap sekadar keberisikan. tak lebih signifikan dari bunyi "kresekkresek" gelombang radio yang tak pas atau gambar statis sesudah acara televisi habis. Namun sekarang. yang ketika diputar dengan kecepatan 24 frame per detik mata kita tidak akan melihat bahwa sebenarnya film tak lebih dari potonganpotongan gambar dan bukannya kontinuitas. Karenanya. yang telah berabad-abad mendominasi dunia sains. Keterputus-putusan. serta loncatan kuantum.kumpulan potensi dan probabilitas. maka ia harus siap-siap terguncang setiap kali memasuki area abu-abu dimensi kuantum. Yang ada Hanyalah ada probabilitas. berinteraksi dengan sinyal-sinyal nonlokal—tempat diraciknya semua 2 Teori tentang sistem yang deterministik tetapi pergerakannya sangat sensitif terhadap kondisi-kondisi inisial sehingga tidak memungkinkan adanya prediksi jangka panjang. Dalam realita. realita yang bisa dicicip ataupun dihiiup baunya. seringkali. Sains. [ Lalu. tidak pernah memberikan perhatian pada fenomena ini. relativitas bagaikan kiamat bagi yang mengagung-agungkan objektivitas. sudah saatnya dunia sains mengalami turbulensi yang sesungguhnya.apakah sebenarnya dirimu wahai turbulensi? Di mana engkau sembunyikan wajahmu? ] Turbulensi dapat dianalogikan sebagai pigura hitam yang membingkai setiap kepingan gambar dalam reel film. Paradigma reduksionisme.. bahwa cara pandang reduksionis dan fisika klasik para Newtonian tidak akan sanggup memblokir refleksi dari cermin kehidupan. dalam hidup organisme sesederhana bakteri sampai ke interaksi antarplanet di Bimasakti. Lalu dari -dapur tersebut tersajilah sup kehidupan yang nyata dan terukur. Sains ternyata tidak selamanya objektif. harus subjektif. Di kehidupan sehari-hari kehadirannya dapat terasa dalam bentuk intermittency atau ketidaksinambungan.

sampai akhirnya muncul lagi titik-titik kritis yang mampu mengamplifikasi feedback dan menghadirkan bifurkasi baru. hingga tiba di titik di mana ia mengalami f luks. bifurkasi berarti titik percabangan.mau harus berkaca. telah menciptakan order untuk seorang manusia dapat hidup. terdiri dari ganglia yang mengirimkan impuls saraf. Terciptanya sebuah sistem pada dasarnya diakibatkan at r aktor3 yang terus-menerus melakukan feedback atas dirinya sendiri.* Tonggak sejarah bagi sebuah sistem untuk berevolusi. 5 Jaringan saraf dalam rongga abdomen. Beberapa asumsi mengatakan bahwa yang disebut dengan "hati" atau pusat perasaan manusia . Sesudah menjadi stabil» sistem yang telah melewati bifurkasi menjadi resisten terhadap perubahan hingga periode yang teramat panjang. ataupun denyut jantung yang tak beraturan. Proses arus-balik itu kemudian menyebabkan sistem teramplifikasi. Bifurkasi dapat membawa sistem meruntuhkan dirinya menuju chaos. terjadi fluks hebat yang mengocok-ngocok solar plexus5 Ruben. Lebih tepatnya. Titik istirahat si pendulum itulah yang disebut para matematikawan sebagai titik atraktor. Malam itu. menemukan dirinya ternyata berasal dari sebuah Maha Ketidakteraturan. IlyaPrigogine—salah satu ilmuwan kontemporer yang menjadi pionir dalam penelusuran tentang nature chaos dalam sistem— menempatkan bifurkasi sebagai konsep esensial. atau disodori "pilihan" untuk berubah. sampai terjadilah apa yang dinamakan bifurkasi. Sama halnya dengan otak yang merupakan organ nonlinear tulen. 4 Secara etimologis. atau justru menstabilisasi sistem melalui perubahan yang dihadirkannya. atraktor adalah region magnetis yang memiliki kekuatan dahsyat untuk menarik seluruh sistem ke dalam dirinya. atau titik baku. Ia dapat merasakannya. Fase penuh kebimbangan itu lalu mencapai kulminasinya. berlokasi tepat di depan aorta dan di belakang perut. tepat di jaringan 3 Pengertian tentang " atraktor" secara sederhana kurang lebih dapat digambarkanjnelalui ayunan pendulum yang pada akhirnya berhenti di satu titik.

clarity. semua sekat dan kerangkeng pikiran terbuka. 6 Satu ombak penyendiri yang mengarungi lautan dengan bentuk dan kecepatan konstan. sesuatu bergolak. yang menginginkan kepastian ataupun ramalan masa depan. 7 Supernova simpatis di depan aorta dan di belakang lambung. Ruben mengangkat kedua tangannya. dan ia pun tercekat. sekelumit rahasia semesta terungkap di depan matanya.sesungguhnya terdapat di solar plexus. Ia berada di titik bifurkasi. tanpa pernah melebar dan terurai seperti ombak normal lainnya. Inspirasi halus yang hinggap di sukmanya telah mengamplifikasi seluruh sistem pemahaman yang ia miliki.. Tidak ada awal dan akhir. tidak ingin ke mana-mana. Dan di tengah ruang tamu itu. Dan apabila ia mampu mengidentifikasikan dirinya dengan pixel-pixel itu— bukan tubuh seorang pria bernama Ruben—maka berarti dirinya.. batas-batas terangkat.. dalam tangis dan tawa.. Terus berjalan tanpa putus bagaikan ombak soliton6 mengarungi samudra. dan pixel-pixel itu bergerak mengarus.. ternyata hidup ini cair. Persamaan matematis yang digunakan untuk meneliti fenomenon ombak soliton juga . Dan ketika pandangannya menyeberangi selimut itu. Sia-sialah orang yang berusaha menjadi batu di arus ini. Mata Badai. Tidak ada ruang dan waktu. dunia materi ini. ia menyaksikan bagaimana Gelap dan Terang telah bekerja sama menghadirkan realita.. dirinya pun diselimuti kabut itu. Bagaikan pixel-pixel televisi yang membentuk citra warna-warni. Ada.. menggunakan potensinya untuk berkreasi.. Fisiknya adalah gambar proyeksi semata. berevolusi. Perlahan Ruben melihat selimut kabut yang meliputi semua benda dan sudut. berekspansi. Ruben ingin meledak rasanya. "Aku melihat kejernihan.. menjadikan keping-keping teori yang selama ini terpecah-pecah tiba-tiba terekat menjadi satu. Tidak ada sebab dan akibat. Terus bergerak. Ternyata.. dan ia berada di tengah-tengahnya. Yang ada hanyalah. Pola-pola medan energi mendadak muncul dari bidang dinding. karena sesungguhnya justru dalam ketidakpastian manusia dapat berjaya. Perlahan. ia pun tertawa lebar.. immortal..

" "Semua karena kejernihan.. teori relativitas/ fisika kuantum.. teori chaos." Sorot mata Ruben yang tadi terbang mendadak jatuh. ya?" "Mana saya tahu.. dong/' "Eh. padahal ini ibarat utang besar yang harus dibayar tubuh kita." "Kucing setengah hidup-setengah mati itu?" "." "Aaah. Kamu yang kuliahnya di Johns Hopkins.. Gampang. ngerti? Paradoks Einstein-Podolsky-Rosen. serotonin agaknya semacam deterjen otak.. seharusnya malam ini kamu bisa jadi apa saja.. sebenarnya tidak ada yang namanya. Ia menatap Dhimas tak percaya. Tinggal telan. kadangkadang aku berpikir semua itu berasal dari satu Kotak Pandora.. salah satu mistik Sufi. jalan pintas. Ingat.." Dhimas menuding balik. Aku kan bukan calon dokter." "Seorang kapiten juga boleh. ya. "Tidak ada lagi pertanyaan soal waktu. Paradoks Kucing Schrodinger. Mereka memproduksi serotoninnya dengan alami." "Jika terlintas hasratmu menatap keindahan yang kami puja/Lihat ke dalam hatimu dan bayangnya pun kan nyata/ Jadikan hatimu cermin dan berkacalah di sana/Temukan keagungan Sahabat nan mulia. kapan lulus kuliah.aku akan merekonsiliasi pertentangan para materialis dan idealis! Materi dan nonmateri! Sains dan mitos! Semuanya terbayang jelas!" Ruben terus menyerocos penuh semangat. "Ah... itu semuanya debu!" potong Ruben keras. tidak pakai bantuan eksternal macam begini.. Aku me-maha-mi. terbata." "Tapi bukan itu masalahnya. Nggak usah susah-susah atur napas." "Ah... "Semua gara-gara serotonin. Dhimas.. ya! Sufisme.." "Jadi kita lagi meditasi? Enak juga. kok. orang-orang yang sedang bermeditasi itu kadar serotonin di otaknya langsung meningkat. kupu-kupu Lorenz.. Sekarang kita boleh menganggapnya hal kecil. Yang Aoa Hanyalah ada semuanya hadir di sini." "Heh. Dualitas Elektron." "Aku ini seorang pujangga.. "Kamu pernah belajar teori chaos?" "Excuse me? Teori chaos? Aku baru saja menggubah puisinya Attar. Kamu tahu.. kuis. assignment.dimanfaatkan pada riset fusi nuklir dan s u per konduktor. . jangan bikin jadi bad-trip. "Aku melewati itu semua." ia berusaha menjelaskan.

" 10 Yang ada Hamkalah a "Oh.." "Mengagumkan. ya? Tapi kok rasanya sangat riil? Luar biasa! Oh. dari tadi kamu belum ngomong soal itu. atau anak jenderal. kamu barusan mimpi. "Mana mungkin? Bukannya tadi aku menerangkan konsep Mandelbrot? Turbulensi?" Dhimas menggeleng dan tertawa kecil. kamu pasti anak konglomerat. beres. Dan cermin itu sangat dekat. dan -punya stok Indomie berdus-dus.?" Ruben tertawa keras. "Janganjangan. Tentang diriku. g iman a kamu bisa." "Kalian kebanyakan duit.hanya beda zaman. "It was so ." potong Dhimas.. "Ternyata lebih parah lagi. beda bahasa. Orang terlalu banyak uang dengan orang yang terlalu miskin akan bertemu di titik yang sama. sorry.." "Wow!" Ruben berdecak kagum. jangan dipukul rata. Ngigau. Kebanyakan orang cuma menganggapnya rekreasi dangkal. "dan tidak pernah pulang waktu summer." "Ruben. dong." "Dalam hati kita sendiri?" "Aku lebih suka: dalam setiap atom tubuh kita. "aku sebenarnya. Kamu kok mampu mengapresiasi sebegitu tinggi. Mentang-mentang dapat sponsorship. katamu tadi." "English Literature. Kenapa?" "Bisa jadi kamu benar. Tidak cuma sebelah. tadi cuma percakapan dalam otakku saja. ya?" Ruben terperanjat. Begitu stok habis tinggal telepon mami-papi.. atau anak orang konsulat. "Aku salut. Cuma masalahnya.. ambil major marketing atau business administration.. "Lho. serotonin. setiap summer atau vtinter bisa pulang ke Indonesia. sih. atau ambil course. Kepalaku juga rasanya jernih. Aku kok jadi ingin jujur tentang sesuatu." "Berani taruhan. karena aku pasti ikut summer class. serotonin adalah deterjen otak?" "Itu baru hipotesis. Kamu sadar betapa indahnya puisi itu? Dan betapa relevannya dengan apa yang kubilang tadi?" "Memangnya kamu bilang apa?" "Bahwa kebenaran yang utuh baru kamu...." terdengar suara menelan ludah. dapatkan setelah melihat kedua sisi cermin kehidupan. Sama-sama krisis apresiasi.. atau cuma metafora. Jadi.." "GayV Dhimas terlongo.." "Jangan belagu. kamu bagian terindah dari tubuhku1!" Dhimas sekilas melirik Ruben yang terkapar di sebelahnya.

Mendapatkan Dhimas yang sedang tersenyum tulus menatapnya.obvious! Dari teman-teman hang-out kamu." Mendengar itu.. Soalnya kalau aku dianggap produk gagal. "katanya. Roman yang berdimensi luas dan mampu menggerakkan-hati banyak orang. kamu kelihatannya sangat. aku harus membuat satu karya. Hebat. dan kamu harus fly dulu untuk ngaku?! Ha-ha-ha!" Dhimas ikut terbahak. dan senyum itu tetap sama." n "So help us God. Ia serasa menemukan pahlawan sejati." Ruben sudah berhenti melayang." Dhimas tiba-tiba berceletuk. Merasa konyol. Senyum yang menyuruhnya tidur saat ia keseringan begadang karena menyusun makalah seminar. katanya kalau sampai aku dipanggang di neraka bersama para pemburit seperti nasib Sodom dan Gomorah." "Time flies.. berarti mereka juga. Pikirannya kini menjejak kokoh ke tanah.." Keduanya langsung memulai kembara imajinasi masing-masing. "Tenang saja.. "Eh. Sepuluh tahun buatmu. Malah mereka sudah kompak. Untuk kedua kalinya Dhimas terlongo. Sepuluh tahun berlalu. Lama mereka terdiam. "Ikrar apa?" "Sepuluh tahun dari sekarang." "Sepuluh tahun? Lama amat. Tolong jadi saksinya.." "Berarti satu waktu kita akan kembali ke momen ini lagi? Haleluya!" "Dan semoga. ya. "Tidak mungkin. apartemen kamu yang katanya di Dupont Circle. my friend. Satu tulisan atau riset yang membantu menjembatani semua percabangan sains. kepala Ruben otomatis menoleh. sepuluh tahun juga buatku. kita bisa mengalaminya bersamasama lagi. Satu masterpiece. Satu masterpiece. ya?" Dhimas tidak mampu berkata-kata lagi. . Orang tuaku juga sudah tahu. "Aku ingin membuat ikrar. kalau saat itu datang. Memangnya aku bukan?" Ruben berkata enteng. zat keparat ini akan mengendap di sel lemak sampai bertahun-tahun. mereka bakal minta ke Yahweh untuk ikut dibakar." "Sangat 'laki? Siapa bilang jadi gay harus ktemakklemek atau ngomong pakai bahasa bencong! Gini-gini aku sudah 'coming ouf dari setahun yang lalu.. Senyum yang mengantarkannya naik ke podium dan berpidato saat diwisuda dengan predikat cum laude." "Fine.

"kita sudah sepakat kalau masterpiece ini akan menjadi karya berdua. Uniknya. Dengan ide-idenya yang segar. Dan tidak dalam bentuk jurnal ilmiah. Ruben tidak menamakan rumahnya perpustakaan hanya karena ingin terdengar lebih manusiawi. sekalipun sudah sekian lama mereka resmi menjadi pasangan. Ruben adalah inspirator sekaligus kritikus paling sempurna buat Dhimas. sudahlah. Kalau ditanya. Tetap Yang ada Hanyalah ada "Happy 10th Anniversary. Bisa jadi hand-out kuliah saja sudah bagus. tetapi sebuah cerita.Senyum yang tabah mengiringi suka-dukanya selama jadi dosen. "So." Muka Ruben langsung bereaksi. Tidak pula ada bunga." Dhimas memasang kacamatanya. Si IndoYahudi bersemangat tinggi yang selalu sibuk menggabunggabungkan ilmu psikologi dengan teori-teori kosmologi yang cuma bisa ia mengerti sendiri. Malam di Watergate Condominium adalah badai serotonin mereka terahir. dear Soulmate. Jajaran rak buku dari dinding ke dinding. Kita kan butuh kemasan yang populis supaya karya ini bisa dibaca banyak . dan maaf. "Ruben. yang ada malah kertas dan pulpen. mereka dilanda badai baru. Di hari jadi mereka yang ke-10." "Happy Anniversary to you too. Badai endorfin. jawabannya: supaya bisa tetap kangen." Semilir angin Ibu Kota yang hangat menyusup masuk -lewat celah jendela ruang tengah Ruben. tapi tidak akan menarik. Kobaran semangatnya mampu menyalakan tungku banyak orang. Alfabetis. Bisa dibilang. Hormon cinta. Ruben dan Dhimas tidak pernah tinggal seatap sebagaimana biasanya pasangan gay lain. butuh riset lama. Dan Ruben pun masih tetap pahlawan Dhimas yang dulu. Tak banyak detail estetis dalam interiornya. ornamen utama rumah itu adalah buku. Sebuah rumah simpel di daerah selatan Jakarta. Tiga bulan dan dua puluh satu hari berikutnya. Tak ada tulisan ataupun naskahnya yang tidak lebih dulu terplonco diskusi panjang dengan Ruben. Ruben. Ide kamu kemarin itu terlalu mahal. Padat. Tidak juga boks cokelat di atas meja bundar itu. memancarkan ketidakrelaan. Ruben yang selalu menyebut dirinya sang Psikolog Kuantum.

di Amerika pula—biangnya kapitalis." Dhimas kembali memulai.. sekaligus puitis: Sepakat?" Ruben cuma mengangkat alis. metropolis. Percuma pakai tokoh geland angan atau setting desa dengan sok-sok pakai aksesori kebudayaan daerah. misal. punya akses teknologi dan informasi yang baik. Aku ingin mengambil pasangan hetero tapi memiliki rintangan besar. Yang mampu membangun sekaligus paling potensial untuk merusak. institusi. Sebuah roman sains. kuliah di luar negeri. Poligami pun bisa dapat pembenaran agama. Antara ingin Timur dan berlagak Timur.. Aku ingin tokoh-tokoh kita semuanya muda. Tidakkah kita patut digolongkan ke kategori yang sama?" "Sarana kita boleh sama. yang satu sudah menikah. "Lalu. orang dengan gampang menyudutkan dengan dalih 'laki-laki buaya' atau 'ceweknya aja kegatelan'." Ruben menunjuk kepalanya dengan penuh percaya diri." "a/s/l?"7 "Di bawah empat puluh tahunlah. aku setuju. "Menurutmu.. Tidak ada konflik. intelek. Kota ini biangnya dualisme. banyak dimensi di sana. urban. lokasi Jakarta. atau wanita?" "Wanita/jawab Ruben tegas. Sepuluh tahun pun bagaikan sekedip mata. Mendadak Dhimas tertawa kecil. profesional. hmm. orang-orang urban. "Mereka itu sebenarnya manusia- ." . Kita juga muda. "Kalau pria. Siap menulis catatan. usia produktif. menyusul memasang kacamatanya.. Pada kenyataannya para yuppies tadi yang bakal jadi corong bangsa. moralitas. Tapi harus kuakui. "kita akan membungkusnya dalam kisah cinta yang bukan biasa-biasa. Agama. sembari terdesak habis oleh Barat sekaligus paling keras mengutuk-ngutuk. okelah. yang sudah menikahnya lebih baik si pria. yang romantis. Isu itu masih terlalu minor untuk masyarakat kita. ada pertentangan nilai moral dan sosial. dude." "Klise." 13 12 dibutuhkan usaha bila ingin bertemu satu sama lain.. "Jakarta.orang. besar di metropolitan. pasangan homoseksual?" "Bukan." "Usia 20-an akhir sampai 30-an awal. tapi tidak menjadikan ini ikut tipikal." "Let me guess. Aku setuju." Dhimas sibuk mencatat. bagaimana dengan kita? Look who's talking. kontroversial. "Baik.

Kasih dia jabatan tertinggi.. Sesuatu yang menekan. Dan dia juga harus diberi suasana pekerjaan yang berkonflik. Bukan sukses pemberian. Jadi. Avatar adalah semacam Yang Maha Kudus mengambil wujud manusia biasa.. . Mencari ilmu dalam sistem dan iklim yang sama sekali lain. tidak ada perkara yang insignifikan. sama-sama saja. Untuk sebuah konflik kisah cinta.manusia yang beruntung karena punya kesempatan komparasi dan kontak langsung dengan budaya global. kisah cinta adalah cerminan kisah masyarakatnya yang lebih luas dan kolektif. Tekanannya lebih besar lagi. Dhimas pun langsung bersemangat.. di dalam sistem sekompleks semesta." "Multinational corporation. bukan begitu?" "Aku mengerti. "Lalu kenapa cerita itu harus menampilkan seorang Avatar8 ?" Dhimas berujar ragu." "Dhimas!" protes Ruben seketika. Pada titik tertentu." "Dia harus ganteng!" sela Dhimas cepat. "Sebentar . yang gagal dan cuma ngabisin duit ortu dengan yang selesai tapi cuma jadi mesin." "Yang jelas dia harus pintar." "Nanti dulu. apa lagi?" Dhimas mengangkat bahu. "Supaya aku semangat nulisnya.»VV' 8 Dalam mitologi Hindu. "Menarik! Mari kita bahas tokoh satu ini. kan?" "Padahal sesungguhnya dia berjiwa Pujangga. si pria. Kita mulai dari si pria. sex." tambah Ruben lagi. sang Avatar adalah pihak netral yang akan merekonsiliasi semuanya. Ya n o Ada Hanyalah ada mewah. Tapi berapa gelintir yang menjalaninya dengan makna? Di mataku. "Sesukses apa dia?" "Sukses dengan 'S' kapital! Cream of the crop. "Aku cemas konsep itu terlalu 7 age. Avatar berarti inkarnasi dari Yang Maha Tunggal." Lidah Ruben yang pedas mulai berpostulasi. Dia harus kita simpan paling belakang. haruskah kapasitas seorang Avatar yang turun tangan?" "Ingat. Kembali ke pasangan hetero kita. location . Netral yang bersikap. Skala besar-kecil hanyalah interes pikiran mayoritas manusia yang masih tergila-gila dengan ukuran." "Pihak di titik nol. dan sukses.. Istilah ini juga biasa disinonimkan dengan konsep "Juruselamat" dan sejenisnya. Bergelut di dalamnya. Individu selalu dibangun oleh lingkungannya.

maka komputer supercanggih pun akan terjebak dalam paradoks logika tak berakhir. ia melihat gerbang kuantumnya di kondisi yang ditawarkan Dhimas. sebuah konflik masa kecil akhirnya memisahkan dia dengan talenta alamiahnya. "Baiklah." "Tenang saja. Tapi tidak demikian dengan manusia. seorang Kreta. Kalau betul demikian. sebuah sistem yang overloaded akan mencapai titik bifurkasi yang akan diikuti terbukanya cabang baru. tidak ada satu orang pun sanggup menghadapi Epimenides tanpa jadi gila. Ia tahu persis. semua berbalik ketika dia menemukan Sang Puteri. Di situlah esensi Cinta akan dipertanyakan! Bayangkan sebuah komputer canggih yang superteratur. Karena itu Ruben tidak pernah setuju dengan paradigma fungsionalisme yang berpaham bahwa pikiran manusia satu bangun dengan komputer. tidak cuma mekanis. tiba-tiba kacau akibat disusupi virus alien. yang memberikan pernyataan 'Semua orang Kreta pembohong. Manuver kuantum. Bingung antara memilih jawaban 'ya' atau 'tidak' karena keduanya jawa ban yang valid.dulu. Siapa yang harus disalahkan? Tidakkah semua pertanyaan mengenai hampir 15 supernova segalanya akan tergodok sampai mendidih? Lalu meledak?" papar Dhimas bersemangat. Ruben langsung tertarik. Itu urusanku. Ruben pun menganggukangguk kecil sambil tersenyum puas. Otak sebagai peranti keras. itu justru akan membuat segalanya menarik! Katakanlah. Sesuatu yang hanya dapat dilakukan sebuah sistem berkesadaran. dan pikiran atau mind sebagai peranti lunaknya. Satu-satunya cara untuk menyelesaikan paradoks tadi adalah meloncat keluar dari sistem. Sampai akhirnya. Tidak juga tersedia Norton Anti Virus. Sementara mereka terjebak kondisi yang tidak memungkinkan pula. Walaupun aku tidak punya imajinasi cukup untuk mengaitkannya dengan sosok eksekutif perusahaan multinasional. seorang Pujangga.' Dan ketika dimunculkan pertanyaan 'Apakah Epimenides berkata sebenarnya?'. Persis seperti cerita klasik tentang Epimenides. dan menjadikan dia robot sukses tapi hampa." "Kita namakan siapa dia?" "Jangan .

ia tidak langsung turun dari mobil.. Kita pasti bakalan debat panjang soal itu. Dia masih bakalan di sini seminggu penuh. Hangat yang nampaknya kekal. ternyata ada di sana. Ia pun tersenyum. Terlalu banyak yang harus ia pikirkan sehingga tak mampu lagi memungut detail-detail kecil. ia masih mencari. Barang kecil itu. kertas-kertas. tetapi hangat. Dhimas cuma tersenyum.. Dasar Ambon gila. si Ale lagi. Telepon rumahnya berdering. Berusaha melawan rintangan kasta. "Halo. oh... adakah tempat buat pasangan seperti kita di negeri dongeng. Kena kutuk apa ya perusahaan ini. Tidak lagi bergejolak. Re." *Si bule kunyuk?" 18 Ksatria "Yeap. Aku malas kalau harus berurusan lagi dengan dia minggu ini.. Klasik." tukas Ruben setengah mengolok.-Cuma sejarahlah yang layak memuat kita berdua.." "Yah. Tas.. tempat kacamata. kok bisa-bisanya dia direkrut jadi regional president Aku harus report ke dia langsung lagi. every fucking month!" "But. Diambilinya dengan penuh kesaksamaan. Kans bertemu kunyuk albino itu tetap sama.." "Ksatria yang memperjuangkan cinta Sang Puten. Sialan. pengikut-pengikut Socrates. charger telepon genggam. tertawa di ujung sana. Dicermatinya semua barang satu per satu. "Ksatria dan Puteri. Perlahan ia meraba kantong kemejanya." . makasih.. Buat apa lagi negeri Yang Ada Hanyalah ADA dongeng?" Kedua pria itu duduk berhadapan. kirain siapa. Aku juga cuma iseng. bukan?" / "Lalu. harus membunuh naga. Kehangatan terpancar dari mata mereka. Sementara sebut saja dia 'Ksatria'." Sahabatnya. Tergopoh-gopoh ia berlari ke dalam.. my love?" "Tentu saja tidak. sungguh romantis. apa bedanya? Bakal ada hari Senin sampai Jumat lagi. Harvard Business Review.. "Halo? Yah... Seolah-olah menemui wajah itu sekali lagi. thank God tomorrow's Friday. Mantan vice president-mu itu. Kerjaan banyak. memandangi pensil kecil dan jelek itu. Bukankah itu yang semua orang^atr?^ 17 Seusai memasuki garasi rumah. Mau jalan malam ini?" "Nggak. Ale.. Ia tidak mau ada yang ketinggalan.ditentukan sekarang. Ia menyesal tidak langsung memasukkannya ke tempat yang aman.

Mendapatkan dirinya seperti anak remaja yang jatuh cinta dan selalu ingin menuliskan nama p ujaannya di mana-mana. memandangi tetesan-tetesan air yang bercahaya keperakan. selalu ada kekecewaan yang sama dalam. besok kita bebas pergi ke klub. Karena Rana. Tidajc^daJagi hieiaifkiTTidakada lagi rap_alrrapat. memampukannya untuk melamunkan Rana lebih intensif. "Yang jelas. secara tidak langsurtg. Betapa~puj^ dalamnya kebahagiaan itu. "Aku iri denganmu. Kadang-kadang aku berpikir untuk keluarsaiar-lalu buka bengkel juga. ia kembali menghargai betapa nyamannya berdiam dalam kaus oblong dan celana pendek. Kamu itu kutu loncat MNC. . Satu hal yang dulu tidak pernah dilakukannya. membiarkan pikirannya terstimulasi dalam simulakrum. hampir pukul satu malam. Puteriku. dan puas karenanya: Re sadar ia berlari dalam pelarian monoton. Ia tak menyentuh pekerjaannya sama sekali. Jelaslah ia tak akan bisa menghubungi Rana." "Aku tidak yakin. Re melirik jam. begitu kamu menempati posisiku. Untuk membangkitkan apa-apa yang tak mampu disentuhnya langsung.. Badan yang santai. Ia ingin buru-buru bersantai. Oh. Berada di bawah kucuran shower. kamu menikmati kesibukanmu." "Lihat besok. begitu juga malammalam terakhir selama sebulan ini.. Melamun. sama kayak si kunyuk. sekali-kali memainkan dumbel sambil baca majalah. Namun malam ini sudah lain. Rana. pikiran yang santai. Ale pasti tertawa kalau tahu ia sudah bisa melamun lagi." Re terkekeh. the expert planner and schemer. apalagi ke rumahnya. Re menuliskan nama itu di pintu kaca yang penuh uap. aku yakin kamu malah kangen ingin balik ke kantor. ke telepon genggamnya. Ke rapat-rapat panjang itu. membuat teh hangat.pauj Jrtg7 "Tai sapi. Kalau kamu berminat.. Itu omong kosong besar! Akui saja Re.. menonton acara televisi. Oke?" Re cepat menyudahi pembicaraan itu.rutuk Re. Ia bohong pada Ale. Re berdiri. membayanginya terus menerus. tidak dengan pikirannya yang selalu padat dan terfokus. Taruhan. Dan kamu memang profesional sejati. Itulah gunanya melamun.

.. Aku cuma punya beberapa piringan hitam— laut pribadiku yang di dalamnya selalu ada kamu.. untung saja ia bekerja di kantornya. untung saja ia hidup.. Namun kau pilihanku. Bumi punya langit sebagai jendela terhadap galaksi mahaluas yang berjaya dalam misteri. kalau tidak.sedang apa kau sekarang.. .. dan tidak juga Rana sendiri. Merunuti satu demi satu rantai waktu yang membelitnya hingga kini....... Tak ada yang tahu keberadaan surat-surat itu... Carikan-carikan yang sama setiap malam selama sebulan ini. Surat pertamanya untuk Rana. Bumi adalah sebuah kumparan besar yang melingkarkan semua makhluk dalam kefanaannya.. Re tidak pernah mau diwawancara.. Inilah nirwana yang mampu menampung perasaan kita. Kembalilah ke puri ini. Malam yang melarut pun membawanya ke pos terakhir sebelum tidur: kamar kerja. dan kamu lagi. Aku kangen kamu. Kangen ketidakpercayaanmu. Rana. Puteri. Untung saja ia menerima permohonan wawancara itu. Semua berawal dari satu gerakan. Yang penting adalah evolusi yang kembali menjadikannya seorang pujangga. tidak Ale.-real is Love/Love is wanting to be loved/ Love is you/You and me/ Love is knowing/You can be... Untuk pertama kalinya pula Re mengerti: ia telah memilih jalan hidup yang sederhana. Pertemuan itu.. Di dalamnya aku bisa berenang selama ikan. Jendelaku adalah carik-carik kertas— berisi daftar pertanyaan tentang dunia yang tak akan habis dimengerti.. Re menengadah. Semua berawal dari satu getar sel abu-abu. . Satu semesta mungil yang mampu melumat bumi kalau aku mau membentangkannya. berputarputar di kursi." Piringan hitam album John Lennon-nya yang sudah belasan tahun kembali diputar.. Dan Re sanggup menghabiskan berjam-jam hanya untuk kembali mengenang. Samudra kata terbelit musik dan diudarai kenangan. Di meja kerjanya terdapat carikan-carikan kertas. kalau tidak. Pesimisme-mu. kalau tidak. untung saja jadwal hari itu kosong. Bumi menggetarkan nyali dengan palung-palung dalam. Melingkarkan engkau dan aku. Semua berawal dari satu ide. Tapi itu tidak penting... "Love is real.. kalau tidak.

Baru ulang tahun ke-29 tapi sudah jadi managing director. Re harus mengatur energinya untuk hari esok. Sebelah kakinya bergetar gelisah. Dari mulai majalah bisnis betulan sampai majalah wanita yang ingin menjadikannya pria bulan ini. Apa yang dibayangkan kebanyakan orang jauh berbeda dengan apa yang sesungguhnya ia jalani. Ia menyapa semuanya dengan ramah. kamu yakin saya tidak ada urusan apa-apa pagi ini?" "Tidak. Pagi yang menjadi kunci pertemuan pertamanya dengan Rana. Tidak ." Re otomatis mengetuk-ngetukkan bolpoin. Re harus mengakui pagi satu itu memang lain. Namun ia melewati semuanya dalam keadaan berpikir. Dan ia sudah mengunjungi puluhan pesta. Ia memang sukses. Ia bertanya lagi pada sekretarisnya. Tidak banyak telepon. Tampangnya jauh dari kategori jelek. membuka-buka lembaran faks. yang lebih gila adalah 21 rumah-rumah produksi yang menginginkannya main sinetron. mobil dinas setidaknya harga lima ratus jutaan. Sampai sekarang masih banyak agency yang menawarinya jadi bintang iklan. Pak. atau hanya memandangi dari jauh. Terbang dengan first class. Banyak yang mengira ia menjalani kehidupan jet set. Pesta-pesta gila. dan akomodasinya hampir selalu bintang lima. ia sudah tidak ada di sana. Ia sudah merasakannya. Terlalu banyak pekerjaan yang tak bisa ditunda. Tapi menurut Re. Lebih dari tiga lusin yang pernah ditawarkan untuk 'dipakai'. Ia selalu mendapatkan fasilitas nomor satu. Tapi sebelum pesta-pesta itu menjadi benar-benar gila. Mungkin ada. Wanita cantik ada di mana-mana. setidaknya menurut standar umum. menerima laporan ini-itu. telepon dari sana-sini yang tak mengizinkannya menikmati pemandangan jalan. bergelimang wanita cantik. Agaknya mereka benar-benar tidak tahu kehidupan seperti apa yang dijalani seorang managing director sebuah perusahaan multinasional. Re agak kaget ketika mendapatkan jadwal tiga jam pertamanya di pagi itu kosong. "Irma. Namun dari semua pagi yang ia jalani di kantor.Deretan majalah dan surat kabar berburu untuk memuat artikel tentang dirinya. dan pesta-pesta gila.

suara Irma muncul dari speaker teleponnya." Kalimat itu menggantung. timbul sebuah keheningan dalam pikirannya.. Kurang dari dua jam. Tanpa ada alasan yang jelas ia menghampiri jendela ruang kerjanya. Dekat majalah itu.banyak e-mail. dan kembali menemukan jalan keluarnya." Ia membongkari tumpukan di ujung kiri mejanya. "Saya belum ." Ksatria "Nggak ada kapoknya itu orang-orang. "Tapi mereka hanya punya tiga jam ke depan ini. Ia lebih memperhatikan seekor kupu-kupu yang terbang di dekat jendela. Komputer tidak pernah memberikan ruang-pada intuisi. Tak lama kemudian. "Irma. ya. "Pak? Saya tolak saja." Re sadar ia akan melakukan sebuah keputusan intuitif. ada lagi majalah yang minta wawancara. seorang wanita tergopoh-gopoh sampai di lantai gedung itu. Re tercenung.. kupu-kupu. Berputar-putar di jendela. "Tapi kenapa. membukanya sedikit. "Kasih tahu mereka kalau saya bersedia. Re merasa ada yang salah. Pikirannya setajam dan serapi komputer Pentium. Re tercenung untuk yang kedua kali. Tapi." Kupukupu mungil itu terbang lagi.. Sudah lama Re tidak menerapkan konsep itu. "Majalah apa itu?" "Majalah wanita. Program otaknya siap menolak." Re membuka-buka sekilas.. Napasnya masih terengah-engah.." gumam Re. ya?" "Nanti. nanti dulu. Tak ada yang menarik. Sungguh ganjil ada kupu-kupu mungil berwarna putih terbang di ketinggian gedung seperti ini. Mendadak Re memperhatikan sesuatu. "Kemarin sore mereka datang dan mengantarkan sampelnya. ya sudah." Tawa kecil spontan menyembur dari mulutnya. "Oh. "Pak. Kalau tidak bisa. logo majalah itu adalah. Majalah baru. Perhatian Re teralih pada kupu-kupu mungil yang terbang memasuki ke ruang kerjanya. Tidak banyak laporan baru di meja.. Untuk pertama kali setelah sekian lama. Cukup terkesan akan sikapnya yang tidak langsung menolak mentah. Lebih cepat mereka bisa datang lebih banyak waktu yang mereka punya. Itu. Ia menanyakan kesediaan Bapak." Intuisi. Pak?" Programnya dengan cepat kembali normal. ini dia. menari lincah dan dengan polos hinggap di meja. sudah saya taruh di meja Bapak.

beda bidang/ ia menjawab lugas. dan kepenasaranan akan profil pria ini bukan cuma lingkup antar kantor lagi. Wanita itu berusaha setengah mati untuk nampak tenang. Bukan kenapa-kenapa. Terasa sangat dingin. akibat pemberitahuan Anda yang mendadak. Rana termasuk salah satu yang termakan. saya tidak mempersiapkan apa-apa. Sori. tape recorder." suaranya bergetar. Ia memberanikan untuk melirik sedikit.terlambat. bolpoin. Perlahan ia mengeluarkan peralatannya: buku catatan." Irma membukakan pintu. "Dua puluh delapan. Ternyata pria ini lebih tampan dari yang dibicarakan orang. Kenapa?" U Re tertawa renyah. Saking gugupnya. "Sori. "Selamat siang. "Silakan. Anda punya waktu satu jam sepuluh menit. dan dia pasti tidak tahu sosoknya sudah nyaris menjadi mitos. kalau boleh tahu. Ini sangat memalukan. Sikap duduknya berubah santai. yang 24 Ksatria bisa juga dijadikan bahan. "Maaf. Tidak tahu apa jadinya nanti. "Saya wakil pemimpin redaksi. tapi sudah menjadi kepenasaranan massa." Rana mulai terusik. Rana malah mengeluarkan gumaman-gumaman aneh. Atau kita . kan?" tanyanya setengah panik* Reporter itu cepatcepat mengatur napas." "Rana. "Panggil saya 'Pak' atau 'Re'. Hasil publisitas mulut ke mulut'akan sangat dahsyat bila beredar di segmen yang tepat. Tidak menyangka dirinya akan langsung disambut dengan gerakan melihat jam tangan. Mungkin fenomenanya sama seperti Anda. terserah. Menyusun konsep wawancaranya saja belum sempat. Ferre. "Ada lagi yang kita tunggu?" Re me ngusik lamunan singkatnya. hanya beda skala. Suaranya memantap. sementara ia tahu persis kaliber seperti apa yang bakal dihadapi. Saya kira saya akan diwawancarai reporter senior yang umurnya setidaknya 3540 tahun. umur Anda berapa?" Keningnya langsung berkerut. Ia tidak punya banyak waktu untuk menenangkan diri. pandangan menjadi berani. Bahan rumpian di salon atau klub kebugaran. Saya hanya membawa biodata standar untuk diisi." Re menjabat tangan wanita itu. Ia sungguh tidak tahu harus memulai dari mana. "Jujur saja.

lain dengan hatinya yang tertusuk. melamun?" Rana balik bertanya.bisa mulai dari udara. "Di antara kepadatan aktivitas Anda. Diam-diam Rana menyesal. mengapa dipilih kupu-kupu?" Rana tidak pernah tahu persis." "Udara?" Badan Re langsung condong ke depan. "Itu istilah saya pribadi. "Mengapa kupu-kupu?" "Ha?" Lagi-lagi Rana tidak siap. Begitu cepatnya ia terpancing. "Oh." tandas Rana berapi-api." jelas Rana diiringi tawa kecil. tidak. "Syukurnya. Bahkan tape recorder-nya belum dinyalakan. adalah pekerjaannya robot. . di tengah masyarakat yang krisis produktivitas ini. atau tanpa waktu untuk bermimpi. Menjadi kreatif tidak kenal siang atau malam. Pertanda ia mulai tertarik. Itu saja. pernahkah Anda menyempatkan diri untuk berkhayal. ya?" "Mungkin tidak menantang buat Anda sama sekali. Ia mulai bingung. "Barusan adalah pertanyaan pertama Anda?" tanyanya datar. namun banyak juga pekerjaan yang menyita segalanya.. 25 orang ini begitu provokatif. Ada banyak pekerjaan yang masih punya ruang untuk inspirasi. Pekerjaan tanpa mimpi. siapa mewawancarai siapa. kita bisa mulai dari mana-mana. "Mungkin karena kupu-kupu adalah lambang metamorfosis bagi semua orang? Atau bisa juga karena. Menurut saya. Pembicaraan yang tidak berskema kadang-kadang malah lebih punya bobot daripada yang direncanakan. Anda dan majalah Anda malah mendorong orang-orang untuk bermimpi siang bolong?" Wajah lucu itu langsung mengeras. Maksudnya." "Manusia bermimpi tidak hanya waktu ia tidur. Memang kenyataannya figur seperti Andalah yang sering dijadikan impian siang bolong para wanita. Terjemahan harfiah dari daydreaming." Re tersenyum. Di balik penampilannya yang serba charming. Mendekatkan mereka pada impiannya. garang. ini untuk rubrik apa. Wajah Re tidak menunjukkan reaksi. mimpi adalah bentuk lain dari kreativitas." "Saya setuju. "tapi ngomong-ngomong. rubriknya berjudul 'Impian Siang Hari'. Dan wanita ini memang mulai jadi menarik. jadi.. Bukan manusia. "Logo majalah Anda. Artikel ini ingin menambahkan bahan bagi mereka untuk bermimpi.

Bayangkan." "Mungkin itu artinya Anda akan kedatangan saya.. Gregory Tanner. tidak ada air muka yang Ksatria sebrilian itu selain ekspresi Mr. Bean saat di belakang stir mobil Morrisnya. . Dan mereka telah me ninggalkan wasiat untuk menitipkan saya di keluarga sahabat kakek di San Fransisco. Mungkin kamu memang orang yang berkepribadian kuat. Akhirnya saya tinggal dengan kakek dan nenek.eh. "Aneh. Ini semua terlalu naif untuk disebut kebetulan. "Kamu baru di ruangan ini sepuluh menit. "Sebesar apa peran orang tua kamu dalam pembentukan karakter. "Apa cita-cita kamu waktu kecil? Dokter? Insinyur? Ingin seperti Pak Habibie?" Pria itu tertawa. kupu-kupu tadi juga warnanya putih. Di kamusnya." dengan Jenaka Rana mengacungkan ujung kemeja putihnya. Malah Rana yang tercenung. atau karier?" "Ibu saya meninggal ketika umur saya 5 tahun. ada kupu-kupu kecil yang masuk lewat celah jendela. ya?" Re menarik napas sebentar." "Memang betul. kalau ada figur orang tua yang paling berperan. "Re. Saya sendiri belum pernah bertemu ayah saya. Kok bisa tahu?" Rana terkesan. keduanya meninggal dunia. Waktu umur saya 11 tahun. signifikan. di masyarakat kita kupu-kupu merupakan pertanda kedatangan tamu? Dan majalah saya ingin menjadi tamu yang diinginkan di setiap rumah. Teringat daftar cita-cita klasik . tapi semuanya seperti jelas." Wajah itu begitu datar. Hangat." Rana menyalakan tombol record. Kakek saya persiapannya luar biasa. Dan Rana mulai merasa nyaman berada di hadapan Sang Mitos. saya mulai dari awal: rumah dan keluarga. Senyum dan kata kamu terasa mencairkan sesuatu. "Oke. di gedung setinggi ini..." "Tadi pagi saya kedatangan kupu-kupu.. mereka adalah kakek nenek saya. Dan tentu saja. Bagus. sahabat Opa yang sudah seperti ayah saya sendiri. Seolah tidak ada secuil pun unsur dramatis dari cerita masa kecilnya.?" ia pun menyebutkan nama itu seolah-olah meminta izin. kupu-kupu sebesar orang berbaju putih." Re menggumam. "Jadi.. "dan pasti Anda juga yang memilih nama rubrik itu. berikut semua biaya hidup dan sekolah saya sampai selesai." Re tersenyum..

Tetapi kupu-kupu hanya bisa menempatkannya di pucuk pohon. tapi tidak tahu caranya terbang. Ksatria lalu belajar pada burung gereja. Hancur dalam kecepatan yang membahayakan. "Kalau kamu?" [ Tidak ada yang tahu betapa sulitnya pertanyaan itu. Re menemukan carikan kertas perdananya. "Kamu sendiri.. Mungkin inilah goronggorong saluran sekresi psikologis. Ksatria pintar naik kuda dan bermain pedang. Sebuah potongan komik. Namun Sang Puteri masih jauh di awang-awang. Melesat lebih cepat dari kilat dan setinggi sejuta langit dijadikan satu. Ksatria kebingungan. Sang Puteri naik ke langit. maka ia akan mati. Ksatria sedih. Tak ada yang lebih menarik daripada menyaksikan seseorang menyelam ke septic tank kotorannya sendiri ] Cita-citanya adalah getarannya yang pertama. dan tak ada angin yang mampu menusuk langit.. Tidak heran Freud tergila-gila. Ksatria jatuh cinta pada puteri bungsu dari Kerajaan Bidadari. menjadi serbuk yang membedaki langit. lebih tinggi dari gunung dan awan. .yang jadi pedoman anak-anak SD dulu. Ksatria setuju. Burung gereja hanya mampu mengajarinya sampai ke atas menara. Rana?" "Bintang film. Ia menawari Ksatria untuk mampu melesat secepat cahaya." Rana nyengir. Ksatria sedih dan kali ini ia putus asa. Ia alami ketika sedang membereskan rak-rak taman bacaan tua milik Opa. dan tamat. Ksatria memohon pada angin. Sampai satu malam ada Bintang Jatuh yang berhenti mendengar tangis dukanya. Namun kalau Ksatria tak mampu mendarat tepat di Puterinya. Ksatria kemudian berguru pada burung] elang. 27 Angin mengajarinya berkeliling mengitari bumi. Di sana. Dan ia relakan nyawa itu bergantung hanya pada serpih detik yang . Ksatria keluar dari kastil untuk belajar terbang pada kupu-kupu. Burung elang hanya mampu membawanya ke puncak gunung. ada gambar seorang ksatria dan seorang puteri. tapi tak putus asa. Tak ada unggas bersayap yang mampu terbang lebih tinggi lagi. Ia relakan seluruh kepercayaannya pada Bintang Jatuh menjadi sebuah nyawa. Re dipaksa untuk menyusuri kelamnya gua masa kecil yang penuh lumpur.

"Inilahperjalanan sebuah Cinta Sejati. . atau Oma yang tidak tahu. Re.. Ksatria yang malang.. "tutuplah matamu. Cerita mengenai serdadu timpang yang jatuh cinta pada penari ballet. Untuk pertama kalinya ia menangis bukan karena jatuh dari sepeda atau pohon jambu. Opa juga tidak. Ksatria melesat menuju kehancuran.. 28 ksatria Mata Re berkaca-kaca. Sampai akhirnya Oma terpaksa menceritakan puluhan dongeng yang berakhir bahagia. Re tak cepat percaya. Sayangnya. Ia pun jatuh hati. ada kepedihan yang tak bisa dijelaskan.Sewujud nyawa yang terbentuk atas cinta dan percaya.. Bagaimana mungkin ketulusan Ksatria dihargai hanya dengan aurora. Cerita puteri duyung yang akhirnya berubah jadi buih. Suara . Pangeran yang dicintainya pun tidak lantas direbut oleh si penyihir. Dilepaskannya genggaman itu. Satu dongeng sedih yang tak sengaja kamu temukan. Bintang Jatuh menggenggam tangannya. Sementara Sang Bintang mendarat turun untuk dapatkan Sang Puteri. Dia jatuh ke api karena kehilangan keseimbangan. Re tak cepat puas. di langit kutub dilukiskan Aurora. Ternyata tidak ada. tidak..mematikan. Sebagai balasannya. ia termakan sumpahnya sendiri. namun hangat jiwanya diterangi rasa cinta. tidak. Malam itu ia pun berkeluh kesah pada neneknya. berceloteh mengenai ketidakadilan cerita itu. Tidak ada pengkhianatan." ia berbisik. Masih banyak dongeng lain yang berakhir bahagia. Bersinar bagaikan Orion di tengah kelamnya galaksi. Bukan karena digigit anjing atau semut rangrang. Memangnya aurora itu apa? Sebagus a pa pula dia? Neneknya menenangkan: Itu hanya dongeng. Dan ia merasakannya. Untuk mengenang kehalusan dan ketulusan hati Ksatria." Melesatlah mereka berdua.. semalam suntuk. Katakan untuk berhenti begitif hatimu merasakan keberadaannya. Ksatria. dan ia pun melihat sesosok puteri cantik yang kesepian. keduanya saling mencintai. Dingin yang tak terhingga serasa merobek hati Ksatria mungil. Lagi-lagi. "Berhenti!" Bintang Jatuh melongok ke bawah. Ia menanyakan dongeng lain yang lebih sedih lagi.

"Maaf. cita-cita waktu kecil?" ia mengulang hati-hati. Re mendongak. Ia tidak sempat diajari untuk ingin jadi insinyur. dan mengajaknya berdoa. Kali ini ia harus membuat kisahnya sendiri. Kalau kamu sudah gede. Oma meninggal.kecilnya berkata lirih: Aku ingin jadi Ksatria. Hasrat yang berlebih tanpa persiapan bisa berakibat fatal. ..menjadi Ksatria. Disusul Opa setahun kemudian. Strategi. Tidak tahu kenapa. Berawal dari satu getar sel abu-abu. Jadi pilot. Namun ketika ditanya: untuk apa? Re tidak bisa menjawab. umurmu masih sepuluh tahun. Membuat Bintang Jatuh benar-benar jatutr ke julang galaksi yang paling dalam. Dengan kisah yang sama sekali berbeda. Tidakkah ada yang melihat? Betapa ketulusan bisa menjadi teramat konyol. Mampu belajar terbang tanpa dibantu siapa-siapa. begitu banyak keterbatasan kata yang menghambatnya bercerita. Bertahun-tahun ia telah memusingkan mereka dengan pertanyaannya yang tak ada habis. Atau jadi seperti Pak Habibie. Tidak. tanpa bisa mengungkapkan.. Ia melihat itu semua. Percaya membabi-buta pada pihak asing bisa jadi senjata makan tuan. ya. Oma lalu membelai rambutnya: Re yang manis. Tak termakan cinta dan percaya. Yang mau mempertaruhkan nyawa sekadar untuk bertemu. Re menganggap kejadian itu adalah konsekuensi cita-citanya. Malaikat-malaikat berambut putih yang telah merawat dan membesarkannya.. Lama-lama Rana menyadari jeda kosong yang tidak lagi wajar. dan kehausannya akan kisah-kisah. Wajah yang satu ini mengundang kejujuran. Bagaimana ia ingin membalikkan kisah itu. Rupanya Tuhan mendengar ikrarnya waktu itu. membacakan untuknya cerita. Konon. Di usianya. Oma. 29 Tak sampai setahun.. Kapan-kapan saja. kita memang tidak pernah tahu akan bertemu dengan siapa hari ini atau esok . yang mengajarinya huruf dan angka. Itu dia kuncinya. Kemandirian. Yang telah keluar dari kastilnya yang nyaman demi bisa terbang. Satu-satunya cita-cita yang ia ingat dan terus ia lakoni. Kamu belum cukup besar untuk jadi Ksatria. Ia ingin Puteri itu menyadari bahwa sang Ksatrialah yang terbaik.

" "Bagi saya." Rana menatap pria itu. waktu kamu masih 25 tahun? Relatif cepat juga ya. pasangan muda. dan sambal botol keluaran pabrik mana.. Termasuk cincin emas polos yang melingkar di jari manisnya) Re baru menyadari keberadaan cincin itu ketika mereka pergi makan siang berdua. sudah bisa kerja. pertanyaan kamulah yang mengejutkan. "Oh." Rana tak menceritakan bagian di mana ia benar-benar mabuk cinta. Toh sudah pada lulus kuliah. kira-kira. sebenarnya ia tidak sendirian. Dan masih betapa jauhnya ia dari cita-cita itu. Ada alasan khusus?" "Orang tua. begitu? Atau pendekar silat?" "Yah. Tak ada yang bisa disembunyikan. Dan di siang hari ini ia menemukan seseorang yang memaksanya kembali ke masa lalu." Mata Re membelalak tak percaya. "Maksud kamu.. untuk ukuran modern yang saya tahu sekarang.lusa." ia menjawab pelan. katanya. mendorong kereta belanja sambil bergandengan tangan di supermarket." "Berarti. "Kamu punya waktu sampai makan siang kan?" Re bertanya. "Kamu menikah?" "Iya. "Sudah berapa lama?" "Tiga tahun. rumah milik bersama di real estat baru.. lebih baik disuruh nikah cepatcepat. "Bagaimana rasanya menikah? Menyenangkan?" Kali ini Re menyempatkan diri untuk . jadi ABRI. Hidup memang aneh." Suara Rana mengambang seperti awan." "Buat seseorang yang dari SMP sudah pergi sekolah ke San Fransisco. Ada intensitas dalam adu pandang mereka yang hanya dua detik» (Inilah saat suara piano akustik muncul sebagai ilustrasi) ksatrla Rana langsung salah tingkah. jawaban pertanyaan ini pasti penuh kejutan. Banyak penjelasan dalam ketidakjelasannya. mungkin jadi hal baru. (Terlalu cepat. kredit mobil ditanggung berdua. Saat itu ia belum sepenuhnya sadar. berdebat soal deterjen merek apa. D aripada membuka kemungkinan berzinah. mie instan apa. "Saya ingin jadi. Terutama mertua saya. (Inilah saatnya sekawanan biola mengalun rnasuk) Rana mengangguk. Ksatria.." Rana geleng-geleng kepala. ya? Saya kok baru dengar alasan seperti itu. "Saya sudah menduga. Mabuk akan imaji cinta yang terwujud dalam bahtera rumah tangga.

menatap mata Rana yang nampak seperti gas helium. iya. well. diajak ke bioskop. tapi. tapi oke-oke saja." "Komitmen memang alasan paling bagus untuk berkompensasi. sebentar. Rana? Karena menemukan paket all in one?" ^Kira-kira.. tidak sempat?" "Tepat! Itu faktor utama. Saya punya pembantu di rumah yang jago masak." "Maksud kamu. "Separah itukah?" Tawanya menghilang seketika. Kompromi di pekerjaan bisa dihitung harganya. saya sendiri lebih sering makan di luar. tidak seperti apa yang kamu bayangkan?" Rana menghela napas.. "satu-satu dulu: pertama. "Banyak sisi yang ikut muncul. "Tapi. mungkin tidak pada tempatnya saya bertanya-tanya seperti itu. tapi tidak pernah diharapkan. sisi yang sebenarnya pasti ada.. hmm." ujar Re dengan ringannya. "Itukah alasan kamu menikah. TAPI. kalau ternyata ada satu orang yang bisa menjalankan semua fungsi itu sekaligus. tidak terlalu mirip dengan apa yang saya bayangkan dulu. boleh juga." Ia tersenyum. Untuk jalan-jalan atau nonton saya punya beberapa sahabat yang bisa diajak pergi." Nada bicaranya semakin mirip balon gas lepas. "Mungkin itu salah satu alasan saya kenapa tidak pernah mau serius berkomitmen. "Yaah." Rana mencoba bersikap kasual. saya pikir siapa pun setuju. Nah.. saya tidak suka shopping. masa kamu tidak ingin punya seseorang yang bisa bikin kamu nyaman? Seseorang yang bisa memasakkan kamu makan malam. Dan saya pikir saya punya kemampuan independen untuk menciptakan rasa nyaman. Tapi untuk urusan hati. Mengapung tanpa arah.. begitulah." potong Re. "Cinta kan . "Dengan pekerjaan yang rawan stres." Rana benar-benar tidak suka pembicaraan ini. "memang sih.1" Re tergelak. Cuma saya selalu terkesan pada orang-orang yang mampu berkomitmen tinggi soal cinta." 3i Supernova "Sori. jalan-jalan. karena saya sendiri tidak pernah punya hubungan serius.. "Sepatutnyakah itu disebut parah?" Re bertanya sungguh-sungguh.. "Bukannya gitu?" Rana pun terheran-heran.. Sorot yang tak berpijak. shopping." "Sebentar. harganya tidak ternilai. di sanalah gunanya komitmen.

butuh pengorbanan," tukas Rana pelan. Ksatria "Lalu idiot mana yang menulis: love shall set you freeV. Tadinya saya pikir, cinta seharusnya adalah tiket menuju kebebasan, bukan pengorbanan. Agaknya konsep itu terlalu utopis, ya?" Lama mereka berdua terdiam. Terlalu lama, sehingga menyiratkan segalanya. "Wawancara yang sangat menarik, terima kasih. Bukti terbitnya akan saya kirim." Rana pun bangkit berdiri. "Tidak ada kartu nama?" "Oh, ya... sebentar," dengan sigap Rana mengambil selembar, menuliskan nomor telepon genggamnya, dan merasa lega. Ia ingin meninggalkan jejak. "Ini kartu nama saya." Re langsung menuliskan nomor telepon genggamnya. Rana benar-benar lega. (Inilah saatnya piano itu kembali mengalun. Mengiringi langkahlangkahnya yang ringan dan penuh sukacita) "Rana..." Gadis itu menoleh, bola matanya bersinar indah. Tak ada yang bisa memungkiri, ternyata di sanalah hati Re tertambat. Di sinar mata yang siap mendobrak kungkungan demi mimpi yang setinggi langit. Sinar mata yang mengingatkan pada dirinya sendiri. "Kamu anak bungsu?" "Kok tahu?" Re cuma tersenyum kecil, mengangkat bahu. Puteri bungsu dari Kerajaan Bidadari. Tak kusangka akan menemukanmu secepat ini. (Alunan biola kembali terdengar) Sampai sekarang. Re pun masih bisa mendengarnya. Tapi terkadang bunyinya amat sumbang. M engoyak, dan menyayat. Ia ingin tidur. n KEPING Keresahan yang Terabaikan Aku masih tidak mengerti/' Dhimas memandangi catatannya, "pria semacam Ksatria bisa mendapatkan siapa saja yang dia mau. Berarti, kalau sampai dia jatuh cinta, wanitanya harus luar biasa! Sementara yang kamu deskripsikan tadi masih biasa-biasa saja. Okelah, dia wanita karier, alumnus PTN ngetop, tampangnya lumayan, tapi itu kan tidak menjamin dia jadi sosok yang spesial..." "Justru itu," sela Ruben cepat. "Di sanalah misteri cinta, bukan? Ketika hati dapat menjangkau kualitas-kualitas yang tidak tertangkap mata. Pria itu melihat sesuatu yang lain..." "Sesuatu yang lain, heh? Nih, aku sudah bisa merangkum hidup Puteri.kita dengan mudah: lahir-TK-

SD-SMP-SMA-kuliah-kerja-nikah-punya anak-punya cucu-matidimakan cacing. Gejolak apa yang bisa kamu harapkan dari orang yang hidupnya tipikal seperti itu?" "Loncatan kuantuuum, Dhimaaas!" Ruben berseru gemas. "Tidakkah kamu lihat? Kita butuh tipikalitas itu. Kita butuh kejenuhan. Karena dengan demikian kita bisa menunjukkan ada sekrup kecil yang longgar: keresahan yang terabaikan." "Apa?" 34 kereaahan yang Terabaikan "My love, andaikan kamu bisa membayangkan betapa kompleksnya sistem pemikiran manusia/ mata Ruben menerawang, "dalam sistem sekompleks itu, cermin siap berbalik kapan saja. Order... chaos... semudah membalikkan tangan! Otak manusia hampir setiap saat berada di percabangan menuju bifurkasi. Satuu... saja turbulensi kecil, berasal dari kumulasi keresahan, akan membawa tokoh kita ke titik kritis yang bisa menjadikannya apa saja!" Maksud Ruben mulai terbayang oleh Dhimas. "Hmm, keresahan yang terabaikan, aku suka itu/ katanya sembari menggigiti ujung pulpen. "Satu masalah abstrak, yang saking abstraknya malah jadi tidak terperhatikan. Padahal sangat-sangat esensial dan berpengaruh hebat ketika teramplifikasi." "Bicaramu semakin mirip aku. Bagus!" "Jangan ge-er dulu. Siapa juga yang mau jadi wong edan kayak kamu." "Masalah apa ya kira-kira? Abstrak—tapi sangat esensial. Merabayangimu seumur hidup seperti hantu penasaran." Dhimas menyeringai. "Ayolah, Ruben. Kamu tahu persis itu apa." 35 KEPING Puteri TVengan kepala bersender ke kaca, ia mengamati truk-jj truk yang lalu lalang di jalanan. Membaca hampir semua plang toko yang terlewati. Tidak juga melewatkan billboard dan spanduk yang membentang di kirikanan. Kebiasaan yang tak pernah berubah. Sayangnya, kini semua itu tidak lagi bermakna, berbeda dengan mata bocahnya dulu. Rana tidak tahu apa yang hilang. Mata yang sama, manusia yang sama, tapi pandangan yang sama sekali lain. t;&gt;w£ Mobil itu berhenti. "Aku jemput jam tujuh?" suaminya, Arwin, berkata. "Ya, Mas. Kalau ada perubahan, nanti saya telepon." Ketika mobil itu

meninggalkannya. Rana masih tidak beranjak. Ia berdiri tegak di lobi, kaki menjejak ke tanah, tapi tidak demikian dengan pikirannya yang sibuk mencari... bertanya... di mana batas itu? Batas ketahanannya untuk terus bersandiwara. Ia iri pada dirinya yang dulu. Rana yang tidak sadar. Rana yang tidak terganggu dengan hidup monotonnya. Rana yang tidak keberatan memiliki hati dingin tanpa api. Rana yang tak pernah bertanya. Lihat bagaimana sekarang 36 Puteri pikirannya kewalahan mencari, mengais-ngais tumpukan dokumen usang... dan, oh, coba tengok apa yanq ia temukan: y y ia ^ Rana yang baru lulus kuliah Setelah lima tahun mengonsumsi ilmu teknik industri yang sama sekali tak diinginkannya itu, ia akhirnya terbebas dari utang pada orang tua, sekaligus menghabisi masa lima tahun mereka membanggabanggakan anaknya yang lulus UMPTN, masuk ITB, dan kuliah teknik. Kini Rana bebas memilih. Terjun ke dunia jurnalistik, jadi reporter, sibuk ke sana-sini dan bertemu banyak orang. Tapi, bukan ini titik yang ia tuju. Rana yang barusan sudah terlampau palsu. Luwes cuma karena polesan. Paling-paling pekerjaannya ini cuma pelarian saja. Pikirannya pun terus mencari... Rana pada awal usia 20 Ia bertemu Arwin. Pria santun dari keluarga ningrat berusia tujuh tahun lebih tua. Bibit, bobot bebet—dan luluhlah hati kedua orang tuanya. Entah luluh atau justru mengencang. Orang tua mana yang tidak ingin punya'mantu dan besan seperti itu. Punya ini-itu, saudaranya ini dan anu, temannya si pejabat A dan pejabat B. Awalnya semua memang menyenangkan. Bagaimana mungkin tidak kalau seluruh umat di sekitarnya memuja-muji setiap saat, berulang-ulang mengatakan betapa beruntungnya Rana dapat pria seperti Arwin. Dan tercucilah otak itu: 'ya, aku amat beruntung', 'apa yang kurang lagi dari Arwin?', 'senangnya didukung semua orang', 'senangnya melihat kedua keluarga sering bersilaturahmi', 'tunggu apa lagi?'. Dan terucaplah kalimat ijab kabul—agenda pertamanya begitu lulus kuliah. Sejenak pikirannya berhenti di hari itu... di resepsi pernikahan mewah dalam ballroom

Terdengar suara ibunya memanggil: 'Rana! Sudah sore. Mungkin ia harus mundur lebih jauh lagi. ia tidak mengerti 37 kebanggaannya. s&amp. bermain bebas di halaman belakang yang luas dengan mainan tertabur di rumput. ada jejak-jejak keresahan yang tak pernah terungkap: mengapa ia harus ikut begitu banyak les tambahan? Mengapa ibunya harus ekstra ramah pada guru-guru dan tak lupa menitipkan amplopamplop setiap pengambilan rapor? Mengapa ia harus bisa menari Bali? Mengapa ia harus ikut klub renang dengan ayahnya yang sering ikut berdiri di pinggir kolam... tapi pikirannya berusaha keras untuk kembali. ayo Nduk!\ Dan Rana kecil pun menurut.. . Entah berapa rol film yang dihabiskan untuk potret bersama. semata-mata karena tipenya bukan tipe orang tuanya? Gilanya lagi.. Rana cuma diberi kertas dan pensil warna karena katanya ia masih terlalu kecil untuk mengerti. berteriak-teriak sambil memegang stopwatch? Mengapa nilai pelajaran eksaknya harus di atas tujuh sementara ia tidak dapat pujian apa-apa kalau Bahasa Indonesia dapat nilai sembilan? Mengapa ia harus masuk jurusan A-l dan ditertawakan waktu bilang ingin ambil A-4? Mengapa ia harus hidup begitu lama dalam pembanding-bandingan. belasan tahun lewat sudah. Tapi kemudian pikirannya mensinyalir sesuatu. nanti ikut belajar ngaji sama mbakmu semua.hotel. Berhiaskan jilbab merah jambu mungil. dan Rana tetap tidak punya jawaban atas itu semua. Rana bocah Sekalipun sulit.. Ia teman menyenangkan dan murid yang baik. ia berjalan riang di samping kakak-kakaknya. Jarang membuat masalah. Ayo mandi. total biaya mencapai ratusan juta tapi balik modal.. r&gt.. ia dengan anaknya si ini atau si anu? Dan mengapa ia tidak pernah boleh pacaran dengan laki-laki yang ia suka..Rana remaja -tf» Gadis belasan tahun yang aktif dan ceria.. ia dengan kakak-kakaknya. dan—lebih penting lagi-sederet orang-orang penting muncul. Resepsi impian hampir semua orang: fasilitas kelas satu dari mulai makanan sampai penghulu. Harapan terakhirnya. sementara ketika foto-foto itu jadi. Sesampainya di rumah Ibu Haji.

Selebihnya ia cuma diam dan sekali-sekali mendengarkan. tinggal ngomong saja langsung sama Tuhan. selalu saja Tuhan menemani. Rana pernah bertanya. banyak mulut. Ia mulai bercakap-cakap lewat huruf. ternyata suara yang menjawab sangatlah halus. Dikirim-Nya tupai dari pohon. . Ia pun terbengong-bengong senang.' Rana pun terpesona. gimana caranya? Rana kan nggak bisa ngaji/ Ibu Haji pun menjawab bijak: 'Kalau buat anak sekecil Rana yang belum bisa ngaji. dan banyak peristiwa. akhirnya bapak itu memutuskan untuk membeli dua. pasti didengarkan. Ketika ia belajar baca. Sepanjang perjalanan pulang. Tuhan'. Mork/ Di luar dugaannya. baginya semua * itu adalah alunan bahasa asing yang konon bernama doa. Tuhan ternyata lucu.. Di benaknya tergambar muka Mork di televisi yang memanggilmanggil Orson. apakah ia akan mendapatkan satu set mainan Lego idamannya.. dalam hatinya ia memanggil-manggil: 'Tuhan. dan dirinya yang polos masih mengindahkan hal semacam itu. Dan dari sanalah kebiasaan itu muncul: membisu di dalam mobil. lalu tibatiba muncul sebuah truk yang bertuliskan "Hadiah dari Mama". lalu terdengar jawaban dengan suara besar: 'Yes. Sampai akhirnya percakapan itu pudar. yang satu diserahkan begitu saja pada Rana. Setiap kali ia ingin bermain. Ia juga sangat baik. pernah satu waktu Rana ingin sekali gulali tapi tidak bawa uang.. Nyaris tak terdengar. ibunya membelikan Lego sebagai kado ulang tahun. Rana juga tidak pernah kesepian. anak anjing yang tiba-tiba masuk pagar.. Tanpa ragu ia bertanya pada Ibu Haji: 'Bu. Dan mereka terus bercakap-cakap. Satu pelajaran baru pun didapatnya: Tuhan berbicara lewat banyak hal. kalau Rana mau bicara sama Tuhan. Tuhan juga ikut jadi mentor. Tapi Rana yakin itu ada. mendadak muncul seorang bapak yang membelikan buat anaknya tapi tidak ada kembalian. Dan benar saja. atau burung yang hinggap di kepalanya begitu saja. Tapi sore itu ada satu keresahan hinggap. sering Rana tertawatawa dibuatnya.Dan Rana memang tidak mengerti. Yang ia tunggu adalah kuekue kecil yang keluar saat istirahat. membaca semua tulisan yang terlewat.

Jangan dipendam-pendam." dengan lebih lembut Arwin berkata. Meja makan itu terasa lengang. Mas?* "Kamu kok jadi pendiam sih akhir-akhir ini? Ada masalah yang bisa aku bantu?" Rana menunduk lagi. Komunikasi di antara kita harus dijaga tetap lancar. Paling-paling capek sedikit. jadwal les yang padat sampai ngobrol tentang koleksi barangbarang New Kids on the Block. "Mas Arwin nggak ada salah apa-apa. tapi kebiasaan. Kok banyak sekali event yang kamu ambil. bilang saja." Itulah satu-satunya kesalahanmu. "Rana. menunggu saatsaat tepat untuk mulai berbicara. Entah karena rumah besar itu hanya dihuni mereka berdua. Bari mulai pekerjaan rumah. kok. di usianya yang ke-10 ia pun menjalani operasi pertamanya. tahun ini adalah rencana mereka punya momongan." panggilnya lembut. Mas. ia ingin Rana cukup sehat untuk mampu memiliki anak. Aku jatuh cinta dengan pria lain. Suara-suara di sekitarnya selalu merongrong minta perhatian. Arwin paling risau akan hal ini. "Aku sehat. sampai akhirnya tibalah ia. Semakin ia beranjak besar. Rana yang sedang berdiri di lobi Sekarang ia tahu apa yang sekiranya hilang. Mas. tapi tetap tidak tahu cara mendapatkannya lagi. Itu kantor kan . Ditambah karena mengalami apa yang disebut atrium septal defect (ASD). Tak ada lagi waktu untuk menyimak keheningan.. "Ya.. entah karena memang ada jarak yang tercipta. Dan tahun-tahun berikutnya ia habiskan dengan kegiatan 40 PuTKftj check-up rutin setiap enam bulan. Bukan lagi percakapan yang terjadi. semakin banyak yang ia pikirkan.. Bisakah kita kembali ke masa lalu dan tidak perlu menikah? "Kalau Mas ada salah sama kamu. Bagaimanapun. tapi suara itu tidak pernah kembali. Al-Gur'an sudah bolak-balik 39 dilahapnya sampai berkali-kali khatam.. Rana sudah pintar mengaji." "Kamu memang terlalu sibuk. Arwin memandangi istrinya yang sedang menunduk menghadapi piring.tulisan tinggal tulisan tanpa makna. sih? Meliputnya harus malam-malam lagi. kan? Kapan terakhir kali check-up ke dokter?" Rana lahir dengan klep jantung yang lemah. Ya. Kamu delegasikan saja sebagian. "Kamu sehat-sehat..

ia pun stabil . Aku ingin menghilang seharian. Mas. Luangkan dong waktumu sekali-sekali. "Aku senang waktu Puteri sedang merenung di lobi kantornya. 41 KEPING Tanda Tanya Agung Ti engan puas Ruben meletakkan draft cerita itu di atas meja. boleh? Re tidak ada acara apa-apa hari Sabtu ini. Hasilnya." Kesibukanku mulai terlihat tidak wajar. "Ibuku tadi telepon ke kantor. Bosan. J/ kemudia n menghirup kopi yang sudah entah keberapa cangkir. ya? Ibubapakmu juga diundang. Aku capek membayangkan harus memajang senyum seharian." "Iya. Akan ada acara rame-rame di Puncak hari Sabtu ini." Meja makan itu sudah masuk pusaran waktu di mana sedetik serasa seabad. Tidak ada yang muncul ke permukaan. yang sebaliknya. putaran itu bernama loop. Rana melengos. dan positif. Akan aku usahakan. Tapi semakin dia besar. kembali mengingat plot hidupnya." "Maksudmu?" "Efek arus-balik atau feedback terjadi karena sistem berputar kepada dirinya sendiri. mengardplifikasi. Bosan. Bosan dengan adeganadegan sama yang berulang-ulang terus sepanjang tahun. Waktu Puteri kecil. yang menstabilkan sistem." Refleks. semakin besar intervensi lingkungannya. ragu. "Bagian mana yang paling kamu suka?" tanya Dhimas. "Aduh. Rana pun mengangguk. Jangan cuma kalau urusan kantor baru kamu mau stand-by 24 jam 7 hari penuh/ "Aku lihat lagi agendaku. Terima kasih untuk peringatannya. Akan aku usahakan supaya lebih tidak kentara. Kita berangkat. Bosan. sistemnya teramplifikasi. dan membanjiri Arwin dengan pertanyaan-pertanyaan. maka yang terjadi adalah loop negatif. Kamu berhasil melukiskan usaha penelusurannya dengan baik. Semuanya hanya berputar dalam pusaran itu. Menggenangi Rana dengan perasaan enggan. Rana. Kita kan tidak setiap hari ketemu mereka.isinya bukan kamu tok." ujarnya berseri-seri. "Kenapa? Kamu ada kerjaan?" Arwin membaca perubahan wajah itu. Bosan menjawab pertanyaan 'kapan kita bisa gendong cucu?'. "Manusiamanusia malang. Ada dua jenis loop: negatif. Memang begitulah proses bifurkasi terjadi. ya? Hmm.

" "Thanks. " Dhimas tidak langsung menjawab. Kamu harus membacanya. deh." sela Dhimas ketus. Sebuah buku cerita anak-anak kumal dengan sampul plastik keruh. Dhimas garuk-garuk kepala..^Biasanya diukur berdasarkan posisiatau bisa juga . dengan tawa lebar ia mengeluarkan sesuatu dari tasnya. phase space adalah peta imajiner pergerakan satu benda. Puteri. cintanya pada si Ksatria adalah loop positif yang kembali mengamplifikasi segalanya. terdiri dan sebanyak-banyaknya dimensi dan variabel yang dibutuhkan untuk menggambarkan skema pergerakan tadi. Wajahnya langsung tertekuk." potong Ruben cepat. gemas." "Ya." "Terserah. Tapi.. Ruben. Ia malah asyik menerangkan." "Phase space?" ulangnya dengan penekanan." "Aku juga suka waktu si Ksatria teringat dongeng masa kecilnya-deskripsi apik dari proses yang serupa Tapi aku masih tidak habis pikir.. ya." Dhimas tersinggung. tetapi judulnya masih terlihat jelas: Ksatria.. "Kadang-kadang aku jadi 42 bingung siapa yang sinting di sini? Kamu yang bisa menghubungkan klSah cinta ala sinetron dengan teori-teori sains gila itu.untuk sekian lama. Ruben tercengang-cengang. buku inilah awal ketertarikanku jadi pujangga. bagaimana kamu terpikir mengaitkan dua hal itu: jiwa pujangga terkubur dalam sosok eksekutif muda? What a bizarre concept. Hasilnya? Badai! Semua order yang tertata rapi sekarang tinggal seujung kuku dari keruntuhan. atau justru aku si penulisnya?" "Kita berdua gila. dan Bintang Jatuh. ha-ha-ha!" Ruben tertiwa penuh kemenangan.. "Kamu benar-benar punya bukunya?! Dongeng itu sungguhan ada?!" "Sekalipun dampaknya tidak sedramatis Ksatria. Kisah anak-anak paling puitis yang. "Kedua momen itu—momen yang sudah kamu gambarkan dengan luar biasa itu—adalah saat mereka akhirnya mengidentifikasi the strange attractor!" "Mohon diperjelas. ya. "Atraktor adalah kode yang tinggal di sebuah ruang abstrak bernama phase space. Ruben mendecakkan lidah. "tapi sekarang ini aku lebih tertarik ke pekerjaan kita.. "Oke. Api kompor Ruben memang terlalu besar untuk mengindahkan.

. dari level materi sampai energi. tapi perjalanan itu akan beda apabila ditempuh dengan pesawat. yang di dalamnya terdapat kode rahasia menakjubkan: strange attractor. atau sebaliknya... Mengerti?" "Kembali ke strange attractor." Ruben mendadak berhenti. "Mandelbrot Set" adalah rumusan matematis yang diklaim sebagai rumusan terkomples dalam dunia matematika. Ruben tak dapat melupakan bagaimana takjubnya ia ketika melihat peta fraktal Mandelbrot—dikenal dengan "Mandelbrot Set"—yang jadi sampul jurnal Scientific American milik profesornya dulu. atraktor asing?" "Atraktor asing.velocity. ataupun turbulensi. Studi mengenai pergerakan sistem menggunakan phase space adalah cara untuk mengetahui mengapa sebuah sistem yang tadinya teratur bisa mendadak berubah jadi chaos. phase space adalah pemetaan segala kemungkinan. aku benci terjemahan. ini sangat meletihkan. Nah. fisik juga mental. atau j uga dapat dikonotasikan dengan "fragmen"—pecahan." "Misalnya?" m . peta Jakarta-Surabaya.." keluh Ruben. tapi yah. terserahlah. arrgh. Dia itu adalah. maka mereka pun mengenal fraktal. Ketika para fisikawan modern menyadari kekurangan pendahulunya dan mulai memperhatikan apa yang tak terperhatikan.. "Oh. Peta yang sama tidak bisa dipakai lagi. bahkan faktor-faktor kecil yang bisa jadi titik kritis untuk tahu-tahu mencelatkan seseorang ke Yogyakarta. Dan seluruh kehidupan ini dipenuhi fraktal-fraktal. Fraktal adalah pola dasar yang terdiri dari variabel terukur dan tak terukur—menjadikannya pola dasar yang tak berdasar.. Di mana ada sistem nonlinear. terdiri dari dua variabel: C yang merupakan angka . atau. sekalipun sopir-sopir bis sudah hafal luar kepala setiap belokan. Gambar terindah yang pernah ia lihat sepanjang hidupnya. Fraktal sendiri berarti ketidakteraturan. Dinamakan demikian karena atraktor asing adalah elemen yang mengorganisir sistem dengan cara disorganisasi. chaos. Dalam benaknya ada satu citra lewat seperti iklan televisi: peta fraktal Mandelbrot. di sana pasti ada fraktal.. misalnya.. .

Muncul kembali bahkan dalam skala pembesaran sehalus nano. lalu?" Dhimas masih belum menemukan relevansinya.. Seluruh semesta ini..tetap. Tanda Tanya Aquno • Pada awalnya gambar itu terlihat sederhana." ujar Dhimas lagi. kemunculan spesies baru di dunia flora atau fauna. Di dalam bentuk sederhana itu ternyata ada miliaran percabangan. "tanda tanya.. terdengar deru blower PC yang . tanda tanya itu adalah substansi dasar yang mempersatukan kita semua.. Kamu tahu. dihantui. sampai pembesaran miliaran kali... Pola pertama tadi/ si Atraktor Asing... Untuk eksperimennya. tapi.. membuat manusia terus bertanya." "Tanda tanya?" "Pernahkah kamu merasa kita semua terlahirkan ke dunia dengan membawa tanda tanya agung? Tanda tanya itu bersembunyi sangat halus di setiap atom tubuh kita. kita akan selalu bertemu dengannya.. namun ketika rumus Mandelbrot diterapkan dan gambar itu diamati lagi lebih detail. bukan ekslusif milik manusia saja. sehingga seolah-olah misi hidupnya pun hanya untuk menjawab tanda tanya itu.. namun yang menarik adalah: pola geometris pertama itu selalu ada. mereka semua digulirkan oleh satu tanda tanya yang sama. Perubahan cuaca. maka muncullah kenyataan yang amat luar Masa. "Aku masih menunggu.. apa yang sebenarnya yang dipertanyakan?" "Dirinya sendiri. miliaran bentuk dalam variasi lain. sejauh apa pun kita berlari. Rumusan tersebut kemudian diaplikasikan pada sebuah pola geometris sederhana. dan Z yang variatif. "Atraktor asing itu adalah. Hanya ekspresinya yang berbeda-beda. gempa bumi." "Tapi. sampai matahari yang terbit dan tenggelam. Dhimas? Perasaanku mengatakan." "Ya." KEPING "Reversed Order Mechanism11 T\ i dalam ruang kerja yang penuh dengan tumpukan J/ kertas dan buku menggunung.. Ke mana pun kita berpaling." ada bobot yang ditambahkan Ruben pada jawaban finalnya. bagaikan memori yang begitu keras kepala dan terus bertahan. "Tanda tanya yang sama menggantungi setiap atom di semesta ini.. Mandelbrot menggunakan semacam ilustrasi molekul yang terdiri dari bola-bola atom.

menggerung halus.Hungkin dengan beneran mati saya akan menemukan &gt. Penuh lintasan pikir yang kegesitannya membuat RAM komputer mana pun seperti siput tua yang sekarat. kedua mata itu menyalang. Dengan pendar monitor di wajahnya. Terlalu banyak. Andai saja lengahnya sebanyak gurita. seharian. . atau tangan orang lain. Ia harus menulis berbagai macam artikel setiap minggu. Ruben Ruben masih duduk di kursi yang sama. Tapi kenapa kematian yang ditentukan sendiri selalu dikecamf Kenapa mereka harus disalahkan? Saya tak henti-hentinya mengagumi orang-orang yang berani memilih untuk mati bagi dirinya sendiri • Bukan gara-gara takdir-. Dan ia harus mengetik cepat. dengan taburan buku yang tambah lama tambah banyak.Benar-benar mati. Ini dia produk Generasi X. mengenai tokoh kita yang satu lagi. Inbox-nya selalu penuh. Sambil tersenyum kecil. "Reversed Oroer mechanism" Supernova i siapa menurutmu manusia abad ini f Pari sekian banyak patriot yang adai aku memilih Kurt Cobain. Ada sepasang tangan yang tiada lelah mengetik.Supernova-i siapa menurutmu manusia abad inif Albert Einstein. tangannya pun bergerak: &gt. kuman penyakit-. Terkadang tangan itu mengetik berjam-jam.. Ada modem yang berkelip-kelip. Sekalipun tampak bertualang di alam yang berbeda. "Ruben. Dhimas masih berkutat di depan noreooo/c-nya.. Mungkin dengan beneran mati saya akan menemukan makna hidup. Dialah yang memperkenalkan konsep yang menjadikan tindakan Kurt Cobain-mu tidak benar dan tidak juga salah&lt. Melayani ratusan penanya setiap malam. hanya segaris tipis dari batas kapasitas. &gt. surat dari penanya terakhir muncul di layar komputer: Ketika saya benar-benar muak dan bosan hidup dalam Kematian ini v kadang-kadang saya berpikir untuk ¦engakhirinya saja." "Lucu. Begitu banyak yang harus ia tulis. Seiring dengan malam yang makin melarut. ¦ .makna hidupTidakkah Anda ingin menemukan makna HIDUP selagi Anda hidup? Itulah Kebahagiaan yang sesungguh nya. s e n d &gt. Dhimas &amp. ternyata mereka menggumuli hal yang sama.

. Selera Ruben memang buruk dalam bervisualisasi. "Apa kata dongengmu itu?" tanya Ruben. api dibalas api." "Bintang Jatuh?! Kok? Aku pikir Ular Naga. itu tidak sejalan dengan konflik Ksatria. Unik. Ring a beli? Dan maaf. Berarti seharusnya dia memang laki-laki. dan bukan balas dendam. ya." "Dia adalah meteor di langit setiap orang. tapi .." "Bintang Jatuh. tapi dengan cepat melesat hilang. Ia adalah teori relativitas berjalan.. seseorang yang harus sepenuhnya mewakili area abu-abu. Tidak akan pernah mau ia disamakan dengan mereka... tapi juga penuh kepahitan..Aku justru ingin meninggalkan konsep itu.." "Wanita?" Keduanya terdiam sejenak. "Dengar. "Bintang Jatuh merebut Sang Puteri. "Mari kita sajikan sebuah evolusi emosional. Refleks emosi yang bergulir ke arah kedewasaan sejati. Penuh kebajikan. maka semuanya bakal gampang ditebak. Boleh juga." "Seperti apa." "Si Bintang Jatuh.. Beres!" "Ruben.Aku juga sedang memikirkannya. dengan tidak membiarkan dirinya dibodohi si hidung belang Bintang Jatuh. Ingat. jangan bikin aku kecewa. dia kira-kira?" "Dia adalah. Mata dibayar mata.. tapi kalau kita mengikuti dongeng itu seratus persen. di bifurkasi masa kecilnya ia ingin mengubah kisah itu." Mendengar kata 'reduksionis'. Ruben langsung diam. Nyaris altruistik. Sama kunonya dengan pandangan para reduksionis-mu itu." "Tidak terbendung institusi apa-apa. bukan properti siapa-siapa. Apa yang ia kira segalanya ternyata hanya satu dari lapisan multidimensi yang tak terhingga." "Iya." tukas Dhimas gusar. prinsip semacam itu adalah bibit peperangan. organisasi mana pun. Karya kita tidak boleh sesederhana itu. bertaring. Manusia yang penuh paradoks.. tapi aku tidak bisa menuliskan tokoh jagoan yang bersisik. kan? Mengambil sang Puteri dan hidup bahagia selamanya. Lagi pula. dan berhidung penggorengan. Penuh kesan. juga bukan protagonis." Dhimas mendengus. "Aku sengaja menyebutnya Bintang Jatuh supaya sama dengan dongeng itu." "Pria atau." "Aku mulai mengerti. apa pola yang muncul dengan rebut-merebut begitu? Balas dendam. Bukan tokoh antagonis.

Kita butuh pengamat murni." Keduanya puri terdiam lagi. dia harus ada di posisi yang enak untuk menunjuk sana-sini. 9 Abraham Maslow adalah penemu konsep psikologi transpersonal.. tidak terikat siapa-siapa. pengetahuan tentang dirinya sendiri di level yang paling dalam. Tapi.. tidak lagi pusing soal' fisik. karena orang-orang seperti itu biasanya malah tidak dibiarkan menikmati hidup. pelacur. "Eh. nyaris impersonal." sambung Ruben." "Apa?!" Ruben sampai bangkit dari kursinya. Ketika seseorang mencapai level kemerdekaan berpikir yang sedemikian tinggi." "Seorang. Seorang pelacur juga bisa jadi wirausahawati. dia juga tidak terikat institusi atau organisasi apa-apa. kamu ingat apa kata Abraham Maslow9?" cetus Ruben. Mengerti maksudku?" "Aku tidak yakin. yang didasari pada kerangka kerja idealis monistik (paradigma yang mengatakan bahwa otak dan pikiran berada di realita yang sama). tidak pusing soal materi. tanpa pretensi apa-apa. "Itu pe-ermu belakangan. "Dengar dulu." "Reversed Order mechanism" "Yang harus benar-benar lain. Tapi satu hal yang penting.. Seorang agamawan akan bicara soal klaim kebenarannya. Seorang akademikus atau ilmuwan akan selalu berpijak pada bidang pengetahuannya saja.aplikasinya bagaimana. dia sudah kaya. "Ini pelik." "Sangat. Yang jelas." "Seorang politikus akan selalu berpihak ketika ia ngomong politik. Satu-satunya yang layak didagangkan jadi cuma fisiknya saja.. Tapi dia j uga bukan seorang suci." "Yang berarti. Bintang Jatuh kita lebih baik seorang wanita. "ketika manusia sudah mengatasi semua kebutuhan dasarnya untuk bertahan hidup. Seorang pedagang akan selalu khawatir soal untung-rugi. apalagi disucikan. Dia berpengetahuan tinggi dan menghikmati ilmu. ya? Wiraswasta?" "Sejenisnya. dia tidak bakalan rela pikirannya diperjualbelikan. ya?" Ruben langsung sibuk memikirkan teori-teori. maka ia pun dimungkinkan untuk mengejar pencarian lebih tinggi: aktualisasi diri. Dia adalah orang di level itu. Dia juga cantik. kalau tidak ia terjebak di level materi dan fisik tadi. supernova katakanlah saking . Apa.

Ia mencari mata-mata lain. mengantarkan keluar gadis-gadis itu satu demi satu. mengais-ngais alam khayali. "Ya. manusia seperti apa dia. Langsing. "Kamu tidak boleh melihatnya dengan cara nandang orang kebanyakan.. bahkan jiwanya.-"Tapi itu paradoks. tapi juga seketika membelah. pikiran." ujarnya perlahan. Ia menjadi yang paling ditunggu-tunggu. Menelanjangi semuanya. Yang satu ini langsung menghunus. Tidak hanya tajam. Berjalan melenggok dengan gerakan yang sepertinya akan mematahkan pinggul setiap kali mereka melangkah. Namun selalu ada perbedaan menonjol'setiap kali peragawati satu itu muncul. Ia tidak mencari ruang kosong. Yang lain ibarat pajangan sederet pisau yang berkilau.hebatnya dia tidak perlu lagi mucikari. Coba pikir lagi Ruben. Satu perbedaan yang sungguh tidak sederhana: pandangan matanya. mekanisme pandang Ruben langsung ikut terjungkir. hidup dalam dua sisi cermin sekaligus. jati diri. Semua tahu itu. Dan bagaimana kalau ternyata itulah pelacuran yang paling hina?" Panggung itu didekorasi warna perak. Kelihatannya ia pun lebih menikmati hal itu daripada berjalannya sendiri. bagaimana mungkin dia mau merendahkan harkatnya untuk jadi Pe ""itulah dia manusia paradoksmu!" seru Dhimas penuh kemenangan. tapi tanpa aksi. Jangan memilah dengan dikotomi moral yang hitam putih. menggantungi setiap atom. .. Kalau dia bisa miku. Putaran demi putaran... "Aku tidak bisa membayangkan. -kamu BENAR!" "Ketika kita balikkan cara pandang-kita. Orangorang masih terkena demam milenium. menjalani relativitas setiap detik? Kamu bisa bayangkan bifurkasi seperti apa yang pernah ia lalui? Amplifikasi sedahsyat apa yang telah meledakkan sistemnya?" Ruben geleng-geleng kepala. Sorotsorot lain. Tubuh-tubuh tinggi di atas rata-rata. Hampir semua orang melacurkan waktu. "Reversed order mechanism. Musik berambiensi misteri mulai menggema. maka kenyataan pun berubah: ternyata pelacuran terjadi di manamana. kamu benar Dhimas." Mendengarnya.. bahkan ada yang setipis talenan roti. Dengan pandangan tajam mereka menantang ruang hitam di hadapan.

mungkin. Sejujurnya ia tidak pernah suka tempat seperti ini. memberitahunya. Peragawati dan model papan atas." "Honor kamu bisa diambil besok. tak pernah ada yang terlalu suka dengan Diva." Adi. Ia pun menghilang di balik panggung. Tidak ada yang ramah dan menyenangkan dari mata-mata liar yang menjalari tubuh dan melalap kaki jenjangnya. Tak pernah mau dibayar murah. Belum lagi lidahnya yang sadis. Diva laku keras. Diva merasakan gerahnya.. Putaran terakhir. tanpa tedeng aling-aling. "Kenapa dengan Nia?" "Frans berubah pikiran. ia menerobos kerumunan orang yang tengah meliuk-meliuk—kumpulan lidah api. Gadis itu dijuluki 'Si Pahit". agennya. Namun ia juga seperti magnet yang akhirnya membalikkan semua kenyataan untuk berpihak padanya. diiringi pandangan penuh tanya dan iri sesama rekannya. ketinggalan melulu." "Detik terakhir?" "Detik terakhir." Bintang Jatuh "Thanks.. Tak mengenal istilah acara amal. Hanya mau muncul untuk acara besar-besar..Semua ingin menyerahkan diri untuk dipenggal mata itu. Tidak pernah terlalu ramah. Tak pernah mengeluh dan selalu tepat waktu. "Sepatu kamu! Pikun amat sih. tapi ia dingin. Getaran-getaran pikiran kotor produk pengerdilan mental seperti itu memang tak henti-hentinya menodai udara. dan majalah-majalah bona fide. Sopir saya sakit. saya malas bawa mobil. Mereka semua seperti hewan buas yang seharian baru dirantai dalam kand ang sempit dan kini dilepas. Tapi ia memang sangat profesional. Hal yang lumrah baginya. tidak juga selalu judes. "DIVA!" Risty." "Mau diantar?" Risty ." "Pulang dengan siapa kamu?" Diva mengangkat bahu. Bagai polimer elastis ia juga amat mudah diarahkan. Jam makan siang. Dingin yang mengerikan. "Frans minta kamu yang mengiringi dia ke depan. Dengan menyandang tas besar. Tak tahu cara menangani kebebasan. "Taksi." Gadis itu menoleh. berlarilari sambil mengacungkan kantong sepatu. Siapa pun tahu. namun terlalu bosan untuk peduli. oke?" "Sip. "Diva. sedang membakar dirinya sendiri." Adi mengangguk. stage manager.. Malam itu. Diva berjalan ke depan bersama sang desainer.

ya? Saya sudah dijalan. Mengipas-ngipas lehernya yang kepanasan. ia memang pikun. Tunggu saja. beristrikan seorang wanita yang dipacarinya sejak SMA. Terdengar suara pria: "Halo.. Tapi tenang saja. Supernova "Bagaimana s/iownya? Sukses? Kamu cantik sekali. Saya cantik? Ya." ujarnya dengan gerakan menunjuk langit." "Show-nya? Sukses. "Tapi kalau mau. "Jangan lupa juga besok siang. Pemiliknya adalah seorang pria. "Hai. sekadar jadi pembatas buku dari halaman-halaman waktu. Div. Menjepitnya. Diva? Sudah siap? Apa? Di mana kamu. sayang. bernama Dahlan. Mana ada yang betah berlama-lama dengan gadis itu. di puncak karier.. Risty benar. "Hai.berbasa-basi." "Nggak usah. Tidak sampai lima menit. Lihat. terus terang saja.. teleponnya berdering. Sekeluar dari kafe itu. tapi itu direct order dari atas. awal empat puluh. saya jemput. Untuk itulah ia membutuhkan teknologi. Dahlan semakin kebat-kebit. Ada untungnya juga saya ketemu kamu sehabis pentas. sebuah sedan built-up datang menjemput. Diva. atau Bung Dahlan. langsung pergi." balas Diva pendek. Mobil itu melaju makin kencang.. saya profesional." Lima belas menit kemudian. Saya duluan. Ada untungnya? Kayaknya enggak. tapi harus tetap dikerjakan.. "Diva!" panggil Risty lagi. "Kita beruntung. Teringat janjinya." Diva disambut seringai lebar." Diva tersenyum cepat.. Bahkan lupa kalau kita ada janji. sudah tahu. ya. Itu namanya dikerjai. Dia memang target empuk untuk diberi pekerjaan konyol: jadi juri kontes peragaan busana anak-anak yang disponsori agency-nya. Mbak. ." ujar Diva datar sambil menarik rambutnya ke atas. Diva melihat itu dengan jelas. Namun ia terlalu malas untuk protes. tunggu saya membereskan urusan dengan orangorang di belakang dulu. adalah salah satu obat yang dipikirnya manjur. dan mengalami kehampaan hidup yang konon menurutnya tak terdefinisikan. Ada kepuasan di senyumnya. Hari ini kantor saya bikin acara di Hyatt. Saya capek. memiliki dua anak. alarm telepon genggamnya berbunyi. Sori. Diva mengeluh. Mengingatkannya akan sampah-sampah yang tidak pernah mau ia ingat.

Sama sekali tidak nampak tersinggung. Sayang fee kamu mahal sekali. Diva! I love you!" Kasur pegas yang empuk itu akhirnya beristirahat setelah rrrenandak-nandak beberapa jam yang lalu. Satu montir Amerika seharga 60 montir Cina. "Coba bayangkan. Sementara untuk apa buruburu menanamkan kapital sedemikian besar untuk mesin? Kapabilitasnya berkompetisi bisa kedodoran duluan." ia terkekeh." Tawa Dahlan semakin keras. Memakai jubah handuk. Pendapatan satu bulan pekerja pabrik otomotif di Malaysia sama besarnya dengan pekerja di Illinois satu hari. kok. siapa yang punya stok manusia paling murah? Soal kebijakan politik dan kawan-kawan bisa diatur kemudian. Manusia kebanyakan. "Oh. "Marx pasti sekarang sedang meringis di Uang kuburnya. maka harus berbasis mesin. Sesudah itu mereka berdua hanya berbicara. yah. oleh konsumen. "Muntahan kantor saja bangga." "Jadi. Diva. soalnya Bintang Jatuh manusia di sana mahal." Dahlan tergelak." "Mahal saja banyak yang kangen. maksudmu?" "Atau tepatnya.untuk konsumen. boleh dibilang institusi negara tinggal aksesori. Satu pekerja Perancis sama dengan 47 pekerja Vietnam. Tapi. Itulah perbandingan paling baru dari harga manusia." Diva berceloteh sambil menenggak minumannya. Kaum awam. "Aku kangen kamu. Dan jangan lupa magic spell-nya: dari konsumen. intinya. menghadapi orang-orang seperti kamu.apa yang saya dapat. Pak. apalagi kalau saya pasang murah. "Pergerakan produksi akan selamanya berputar di isu yang sama: mana yang lebih murah? Mesin atau manusia? Jawabannya masih sama: manusia. setidaknya . kotoran hidung yang masih menganggap dirinya Grand Canyon. Dahlan berbaring santai dengan selimut yang membungkusnya dari pinggang ke bawah. Jadi.. Tidak terbayang repotnya seperti apa." Dahlan menunjukkan kunci berbentuk kartu plastik. Kalau lokasi pabrik di Jepang. Kapitalisme sudah menciptakan format demokrasinya sendiri. Dengan pertama-tama membuat transisi kedaulatan dari negara ke perusahaan transnasional. Diva mengambil air mineral dari kulkas. Tidak diumumkan di brosur saja.

saya membuka lapangan kerja. "Gleiche Arbeit." "Kamu paling sebal dong dengan orang-orang pemerintahan. Sadis amat. Memangnya klien kamu nggak ada yang pejabat?" tanya Dahlan setengah menggoda." Tawa Dahlan kembali berderai. Kita cuma berdagang di sini. "Banyaklah." "Kamu sendiri warga apa." "Itu dia. "yang barusan ngomong itu Dahlan atau perusahaan Siemens?" Dahlan terdiam. "tapi itu tidak berlaku buat saya. di sini. Tapi kalau saya sebal dengan pejabat. Apa. Saya bayar pajak. Dan terlalu naif kalau saya tidak ." "Coba jawab." "Ha-ha-ha. Kamu mengira bisa membeli sesuatu yang sebenarnya tidak dijual. Saya bisa bayar seorang seniman dari TIM atau mana pun untuk berpuisi. "Diva. knock! Hello?" Lamalama Dahlan ikut tertawa." "Bullshit." Diva mulai membereskan barang-barangnya. yang sekadar ikut etika setempat. Tidak. Uang tidak bisa berpuisi." "Oh.negara harus tetap kelihatan punya peran. dong. "Knock. Diva darling?" "Warga semesta. Pak. sih kamu. Kalian tidak patut diberi apa pun cuma-cuma. saya memberikan teknologi yang bisa dipakai orang-orang di sini. Entah sampai kapan. dan tetek bengeknya. karena kalian sendiri cuma bisa bicara dengan bahasa uang. Negara. apakah Dahlan si pemberi teknologi tadi masih ada? Anda ini siapa sih sebenarnya?" ia bertanya kocak. saya bukannya sebal. ya? Tidak ada namanya. Baru saja kamu tunjukkan. gleicher Lohn10—kata Helmut Kohl-mu. ya? Apa yang sudah Anda berikan bagi negara ini?" "Banyak." Diva menatapnya geli. Itu delusif namanya. Diva. Anda ini sebenarnya warga apa? Warga Indonesia atau Siemens?" "Indonesia... tentunya. berarti saya juga sama sebalnya dengan kamu—orang-orang korporasi internasional. bangsa. Saya hanya mau berdagang dengan orang-orang seperti kalian. Bahkan lebih keras. sudah masuk museum dalam kamus saya. Apalagi suka. sekarang juga. Tapi kamu pikir itu nyata karena mampu mengadakannya secara fisik. saya melayani kebutuhan mereka. "Kalau Siemens bangkrut dan lenyap dari muka bumi. di depan mata wargawarganya yang belum sadar dan dijaga untuk tetap tidak sadar itu.

Ia meraih tas kantornya. "Justru karena saya lebih pintar dari kamu dan CEO kamu. Prinsip arbitrase akan selalu unggul karena menjanjikan harga paling murah. Itu sama saja dengan air comberan yang terheran-heran melihat air laut.. Yang saya maksudkan dengan kehidupan adalah HIDUP. same pay": sebuah slogan dari gerakan nasional di Jerman pada awal 1990-an. diperjuangkan salah satunya oleh Helmut Kohl." "Jadi kamu percaya UFO?" "Kalau kamu pikir kehidupan lain yang saya maksud hanya berbentuk piring terbang dan makhluk-makhluk cebol. tidak tersendat-sendat seperti saluran m amp e t. energi. berdagang pun saya tidak sembarang." "Mungkin kamu yang terlalu ndableg. Vitalitas. yang masih murni. "Kamu memang susah dimengerti. Komoditasnya saja beda." "Jadi karena itu tarif kamu dolar?" potong Dahlan sambil terkekeh. Toh. dan ini merupakan isu terpenting bagi pasar di a tas segala-segalanya. Apa yang kamu perdagangkan buat saya tidak seharusnya dijual." "Div. Di kampanye tersebut Kohl menyatakan.. Lalu kenapa harus berprofesi seperti ini? Dengan otak seperti itu kamu bisa mendapatkan jabatan yang lebih bagus daripada saya. Membuktikan bahwa nasionalisme seringkah tidak berkutik apabila dikompetisikan dengan prinsip ekonomi. kita sama-sama berdagang. dan mengambil amplop . "Saya tidak peduli dengan format fisik.percaya ada kehidupan lain selain dunia yang kita lihat ini. Pikiran saya harus dibuat merdeka. "kadang-kadang saya pikir *° "Same work.. yakni penyetaraan upah buruh di Jerman Barat dan Timur. Gerakan ini jauh dari berhasil karena bagaimanapun berlaku arbitrase upah buruh di seluruh dunia. makanya saya tidak mau bekerja seperti kalian.. Dan kali ini komoditasnya adalah tenaga manusia. Padahal dua-duanya sama-sama air!" ujar Diva keras.." Dahlan mengernyit bingung." panggil Dahlan lembut. Apa bedanya profesi kita? Sudah saya bilang.. kamu salah besar... Jerman tidak mungkin sepenuhnya bersatu apabila masih ada ketimpangan upah tenaga kerja. kamu lebih pintar dari CEO saya." Wanita itu tersenyum mencemooh.

kehidupan itu. Ia sadar betapa berat usahanya . masih bisa dirasakannya lamat-lamat vitalitas itu." "Jangan munafik. "Bye. Betapa kota ini tidak pernah istirahat barang semenit pun. Kini Dahlan kembali terdampar dalam padang waktu yang bergerak lamban.. Hingga akhirnya diajarkan di sekolah-sekolah. tanpa menyentuhnya lagi. "Gleiche Arbeit. "Oh. Semua begitu cepat berlalu bersama sang Diva. same work." "Jangan lupa minggu depan!" "Kita ada janji lagi?" Diva mengerutkan kening. Di dalam taksi." Diva menukas ringan. Diva menghela napas panjang. Semua tawa beralaskan derita lama. Dan tangan itu—tangan tak nampak yang menggerakkan semua orang untuk bangkit dari tempat tidur lalu memeras keringat—masih bergerak menyapu semua sudut kota. Tangan yang sama mengantarkan mereka kembali ke tempat tidur dengan beban dan mimpi gelisah. Dan ketika matahari terbit nanti. Dengan poros berkarat yang tak pernah diganti. "Tahu tidak? Sebenarnya ngobrol dengan kamulah yang layak menjadikan malam ini begitu mahal." gumamnya pendek.yang sudah ia siapkan. dan main kucing-kucingan dengannya. kamu menikmati dua-duanya. Diva mene'kuri jalan dengan hampa. Menyerahkannya pada Diva. Mengapa hanya ia yang masih melihat tangan itu. different pay. Penat. Tapi terkadang Diva merasa dirinya sendirian. kan?" Diva siap pergi. dan semua tangis berawalkan tawa yang melapuk. versehiedener Lohn. dunia mengira dirinya tumbuh berkembang. Yang jelas. dunia begitu usang dan pengap bersimbah peluh.. Untungnya. Adam Smith11 melihat tangan itu. mereka masih berani-beraninya menyebut diri manusia. Baginya. Tangan tak nampak yang akan menggebuk siapa pun yang kelihatan 57 bersantai dan tak ikut irama. Seolah-olah ia memiliki dimensi waktu sendiri. Yang lain teraup begitu rapi. bekerja begitu mekanis. kemudian mengecek daftar alarm di telepon genggamnya. dan mengisap semua orang untuk masuk ke dalamnya. Itu baru prinsip saya. Wanita itu pergi begitu saja. iya. Tak ada lagi yang baru di sini. Bandul waktu memacunya untuk menjadi robot yang bekerja nonstop.

Mbak Diva ternyata lebih cantik aslinya. dan karyanya menandai titik balik kehancuran merkantilisme dan mulai tersebarnya konsep laissezfaire. Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nation (1776) adalah bukunya yang paling sohor. Gerah luar biasa. Diva melangkah masuk ke dalam mal. dan langsung duduk di tempat yang disediakan." Diva hanya tersenyum sopan.. panggung itu berdiri dengan dekorasi bak kue tart murahan. Oh ya. "Mbak Divaa. Tapi bukan anak-anak ini. "Makasih sekali sudah datang. Mbak. "Selamat sore. . saya Ibu Tetty. haloo. Kenalkan. dari Yayasan Bina Ceria. perlombaannya sebentar lagi dimulai. Silakan. Dentuman house mix lagu anak-anak saling berburu dengan suara manusia." sahut Diva datar. Kepolosan yang hari ini akan dicorengi ambisi untuk menjadi yang paling cantik. atau tepatnya. Wajah mereka semuanya dipulasi make-up yang seharusnya tidak ada di sana. Mbak. Persis seperti di dalam rumah lebah. Belum apa-apa. dan memperkenalkan perdagangan bebas serta interfensi pemerintah seminimal mungkin.untuk menggeliat dan mencoba hidup. Mbak. Ini anakanak asuhan saya semua lho. bintang jatuh Seorang pria berkaca mata mendadak muncul dan menyuguh kan tangan. Diva sudah ingin pulang. Menurutnya. nama saya Hari. Ia memandangi wajah-wajah cilik itu. harga. distribusi. Mendadak siang itu ia merasa jabatan juri lebih penting daripada presiden. Bu. ya. upah. make-up diperuntukkan bagi perempuan-perempuan yang beranjak jelek. saya jadi juri tiga. Bagi mereka itulah patut ada usaha ekstra. Aduh. Hiruk-pikuk. Diva memandangi kaki-kaki kecil mereka. memberikan berbagai terobosan daiam masalah perburuhan. Di tengah-tengah mayat-mayat yang tak sadar mereka telah mati. merasa jelek. juri dua.. Di atrium. "Mbak Diva!" Seorang wanita dengan kartu panitia bergantung di leher menyambutnya. Suasana mal di akhir pekan selalu memberikan sensasi terbakar di sekujur tubuhnya. ya?" "Memang." 11 Bapak Ekonomi Dunia asal Skotlandia ini dikenal karena pemikirannya menjadi tonggak perekonomian modern. Melawan kematian ini.

Lebih direncanakan. kesempatan untuk bertemu temanteman sebaya sebanyak ini. Anak-anak ini mungkin akan jadi gembrot di usia 17. mengerlingi para juri. Menari. Ketika perlombaan dimulai. bolpoin dan kertas berisi kolom penilaian tak disentuhnya sama sekali. Seharusnya mereka berlarian telanjang sesuka hati. Begitu juga dengan Ibu Tetty dan Hari yang saling lirik-lirikan. Bahkan sekecil mereka sudah belajar berdandan seperti tukang jagal. Anak-anak itu melangkah. Diva hanya melipat tangan. Terjatuh. bersandar pada kursi. dan jaket bermotif kulit binatang. memandangi tiap anak lekat-lekat. anak yang diklaim paling jelek hari ini mungkin akan menjadi top model di usia 20. Menjadikan para panitia di sekitarnya mulai berbisik-bisik curiga. Segala probabilitas dan ketidakpastian hidup tidak memberinya sedikit pun alasan untuk memilih pemenang. takut-takut anak mereka lupa hitungan langkah atau pose yang sudah dilatih berhari-hari. mengirim mereka kembali ke berbagai perlombaan. berusaha meninggalkan kesan di sana. Matanya menantang. Tertawa terbahak-bahak. Bermain tanpa aturan. Lebih dibuat-buat. Seharusnya hari ini menjadi pesta sukaria bagi mereka. berputar. Mereka tak akan mengerti kecemasannya. Diva tahu itu semua. Seorang anak dengan kuncir setinggi menara berjalan ke arahnya bak peragawati profesional. Menang akan apa? Untuk kemudian beberapa anak menjadi minder dan merasa dirinya jelek? Lalu kedua orang tua mereka setengah mati berusaha menghibur. dan berpose dengan senyum artifisial. belum lagi syal bulu yang dilambai-lambaikannya genit. tapi tak peduli. tingginya mandek di usia 15. ia . Oiva sungguhan cemas akan apa yang ia lihat. pemenang hari ini mungkin berubah pikiran dan jadi peneliti di LIPI. Bajunya berwarna menyala seperti stabilo. Sebagai aksi penutup. kali ini dengan "persenjataan" lebih lengkap. Sesekali mereka melirik ke arah orang tuanya yang sama cemasnya.Rata-rata memakai sepatu boots hak tinggi. rok supermini. tank top. mencemaskan Ketua Juri mereka yang tidak menulis apa-apa.

. bapakbapak dan ibu-ibu." Hari mencondongkan badan. "Kalau boleh. berapa jumlahnya? Kalau aku sih suka sama yang no. Sebenarnya hari ini tidak ada yang menang.. lho. Nggak usah pakai sepatu tinggi. "Gimana Har. Bu. Kontan penonton kaget. Semuanya berseri-seri. Kalian sekarang semua lucu dan manis. Di tangan Kakak sudah ada pengumuman para pemenang fashion show dari kedua kategori. dan jerawatan. "Luar biasa. Kemudian ia memonyongkan bibirnya centil." jawab Diva kalem. Baik. seolah-olah mencium mereka semua.. Hari sibuk menjumlahjumlah. Ia harus memuaskan para orang tua yang telah membayar mahal untuk klub ciliknya.mendadak meliuk seperti ular. jangan tunggu dikasitahu orang. Mereka bertiga pun disuruh rapat. biarpun nanti kalian bisa jadi gendut. saya yang umumkan?" Bintang Jatuh Di panggung itu Diva berdiri. Kakak mulai. pendek. adik-adik jangan lupa untuk terus bermain. nampaknya hasil penilaian kita sama. Teman-temanmu yang di depan ini dipilih karena merekalah yang paling pintar meniru orang dewasa. "Punya saya--dilihat belakangan saja." "Ya sudah! Beres kalau begitu!" Diva langsung menyambar kertas tersebut. dan tidak ada yang kalah. Diva menelan ludah. ya anak sekarang. "Bu Tetty. ya. mereka pun berteriak kagum. "Selamat sore adik-adik semua. Diva kembali angkat suara: "Adik-adik yang manis. 11 itu. Kalau Mbak Diva gimana?" Bu Tetty nampak masih bersemangat. Total ada 17 peserta. Kakak punya . "Nanti kalau sudah sampai di rumah. Setelah semua lengkap berkumpul. Dan mereka terpaksa dipilih karena papamama kalian sudah bayar uang pendaftaran. 17 obat pencahar yang kalau sampai •ditambah lagi niscaya akan menguras total isi lambung. Bermain saja yang puas. dan sudah beli bajubaju mahal untuk kalian pakai. Kalau adik-adik mau cantik. nanti kalian juga bakalan bosan jadi orang gede. berbisik padanya. Ini cara terbaik untuk mengeluarkan makan siangnya.. apalagi pakai-pakai lipstik mama. ya. Suara tepuk tangan meriuh. Percaya sama Kakak." Satu per satu pemenang yang dipanggil naik ke atas pentas.

Begini caranya. Acara mereka hancur sudah. "Langsung. Cabe keriting merangkak naik. Langsung menuju pintu keluar. adik-adik pergi ke cermin. Semua tumbuh dengan sendirinya. Radio RRI—berita—harga sayur-mayur. Para orang tua saling berpegangan tangan. Kakak jamin. Semoga saja mereka mengerti. Non?" sopirnya.. Mungkin ia telah memperbaiki sesuatu dalam konstruksi berpikir mereka. hanya satu yang sanggup berkata lain: dirinya sendiri. Dengan langkah tenang dan anggun. Anak-anak mendengarkan dengan mulut menganga. Terung menjadi . Para panitia menundukkan kepala cemas. Selama-lamanya. Kol membanjiri pasar. tanpa perlu banyak usaha lagi. Wajah tirusnya yang seperti orang kelaparan. Amin! Ngerti semuanyaaa?" Atrium yang tadinya bising. Diva turun dari panggung.. Pak Ahmad. "Pulang langsung. Kakinya yang terlalu panjang menjadikannya tak pernah kebagian jatah sepatu ketika boks-boks sumbangan datang ke Panti Asuhan. masih menggigiti bibir. dan bilang begini: 'Saya cantik—saya cantik—saya—cantik'. Ini bukan hasil pujian kiri-kanan.mantra ajaib. Dan lihatlah ia kini. sementara rambut teman-temannya mekar seperti kembang sepatu. Disusul merosotnya bawang merah. Badannya yang sudah membentuk kurva-kurva ketika tubuh teman-temannya masih kotak. Sementara wajah itu tidak berubah. Ia memikirkan anak-anak tadi. mendadak senyap. mencari kekuatan. Pak. Sama sekali tidak terpengaruh gejolak hebat di sekelilingnya. Kentang meluncur drastis. Semoga saja. Pembawa acara kehilangan kata-kata. Diva memasuki rumahnya. melainkan usahanya sendiri untuk tahu dirinya cantik. Rambutnya yang lurus dan membosankan. Sampai kapan pun." Sepanjang jalan. bertanya. Badut-badut di pinggir panggung menghentikan aksinya. Ia selalu begitu ketika ada sesuatu yang menggairahkannya. Di antara semua orang yang mengejeknya aneh dan jelek. yang mendengarkan dan mungkin mengerti. begitu. kalian semua pasti akan cantik-cantik. Diva teringat akan tubuh tingginya yang seceking kelingking. Tahu. Diva menggigiti bibir.

Sirkus komoditas. Jahe dengan stabil berjalan meniti tali harga. menggenggam botol semprotan berisi pupuk cair. "Diva. Jemput saya jam delapan? Bye. Tidak lebih." Mendengar suara Nanda. "Saya lapar. Tak ada yang ingat kapan terakhir menanam karena suka. Sekadar merawat kehidupan berwarna hijau yang menembusi lapisan-lapisan tanah. Ia amat menyukai selera humor Diva yang sadis. Buah dan sayuran hadir di sana bintang Jatuh diakibatkan kebanggaan petani yang berhasil membesarkan. babe." Ucapan pertama Diva mengalir tanpa beban. Air liur pria itu langsung terbit begitu melihat Diva melangkah keluar dari pintu. Diva membuka dafta r alarmnya. Mendapatkannya bagai oase di tengah padang basa-basi. saya cuma mau ajak kamu makan malam. Tanpa bisa memutuskan mana yang lebih merangsang: baju berbahan lycra warna hitam yang melekat seperti kulit kedua. salah satu kliennya. Diva pun menuju taman belakang. Telepon rumahnya berdering. untuk hidup kembali. "Kamu beruntung. Fee saya yang masih kurang mahal atau kamu yang mulai nagih?" Nanda tergelak. jujur saja. untuk kemudian mereka ambil secukupnya. semua berjalan tanpa gejolak yang dibuat-buat. Pergi menuju pasar dan mendapatkan segalanya dengan cuma-cuma. atau sepasang mata yang menghunus tajam seperti samurai haus darah. Nanda benar-benar berjuang menahan tumpah air . Ia rela mati. Kelebihan hanya akan mengakibatkan keindahan itu busuk dan siasia. Padahal di dalam tanah sana. halo?" "Hi. juga tak berbuat apa-apa bila dilekati pestisida. kening Diva langsung berkerut. Sanggup makan kamu hidup-hidup. Sementara petani bertahan matimatian untuk hidup. "Ya. "Kamu ternyata memang pemboros. Diva pun mengecilkan suara radio." "Lebih juga nggak apa-apa kalau memang dananya ada. Tomat tak pernah keberatan buahnya dihuni ulat. melengos.primadona. "Bisa dibuat sekarang?" Diva tertawa." Teringat pohon jeruknya yang baru berumur enam bulan. jadwal saya kosong. "Memangnya kita punya janji?" tembaknya langsung. Mendengarnya." Tawa Nanda kembali terdengar dari ujung sana.

semuanya tak akan sama lagi. Mereka mengambil tugas sebagai pendidik sebelum berhasil mendidik diri mereka sendiri." "Hei. Para pelayan berdiri tabah dalam ketidaksabarannya. mal di akhir pekan adalah hari eksibisi balita kelas menengah." "Kamu memang luar biasa kejam. orang sinting yang bisanya cuma ketawa-ketawa sambil bilang orang lain sinting. "Kamu sinthiiing." "Tenang saja. Atau bisa juga. Itulah hari ketika ibu-bapak bermain Barbie dan Ken. sama seperti anaknya. tapi aku tidak pernah bawa bayiku ke mal. sama seperti dirinya.liur.. tidak perlu membela diri. sekaligus pelajaran pertama mereka untuk jadi konsumtif. menatap kedua orang yang tak kunjung beranjak itu. "Coba. bukti pada khalayak umum bahwa mereka telah membesarkan anaknya dengan baik." balas Diva tenang. boneka mereka adalah anaknya sendiri. Aku tidak mengatakan kalau itu dosa. Lima belas menit lagi menuju tutup total. Karena begitu itu terjadi. "Tidak ada. Nanda tidak mau merusak malam ini dengan buru-buru membicarakan soal itu. Kalau istriku sih sering. Sampai ada pembicaraan nominal. Setengah jam yang lalu restoran itu menutup pesanan terakhirnya. dengan mertuaku. Yang jelas. asalkan mereka sadar dan tidak munafik. Saya hanya sebal dengan orang-orang yang menjadikannya excuse. Begitulah jadinya. sampai ada kesepakatan. siapa yang memutuskan untuk memiliki anak di antara kalian Bintang Jatuh berdua? Jujur. enak bener ya jadi kamu. Diva menyatakan tegas bahwa tubuhnya terbebas dari sentuhan sekecil apa pun. padahal itu justru karena mereka tidak tahu cara lain. sinthiing!! Kamu bilang begitu di depan orang tua mereka?.. "Kamu yang luar biasa buta. Bagaimanapun Diva seorang profesional." "Kami berdua memang sepakat." Nanda mendecakkan lidah. Tapi yang jelas." "Apa yang salah dengan itu semua?" sergah Nanda. sayang.'" Kalimat Nanda menyembur-nyembur di tengah gelakan tawanya. main Barbie dan Ken adalah kompensasi dari repotnya mengurus anak. Bedanya. Ia lebih butuh Diva untuk hal yang lain. orang tua kami tak sabar menggendong . "Ngomong-ngomong.

jangan ditunda-tunda. Sunyi." Pria itu seketika mendongak.. Sekalipun kamu sudah.. Nanda. "Sedari tadi. "saya pikir benar-benar cuma makan malam." "Dan kalau anakku lagi lucu-lucunya." Mendengarnya." Diva berbenah. nggak usah berlagak waras dengan pasang muka begitu.. biarpun sebenarnya kita tidak. ternyata kelakuan anaknya masih seperti bayi.. . kamu tahu sendiri. "Diva." Mereka berdua pun berdiri. pelan. daripada. Ketulusan bukan ketulusan lagi kalau kita mulai memperjualbelikannya. Muka Nanda tertekuk. Katanya.. Tapi jangan cemari satusatunya jalan pulangmu untuk keluar dari semua sampah ini. nanti malah nggak dapatdapat. Ada yang bergolak di dalam sana. karier bisa diatur.. Dan belum ada rencana ke arah sana juga. sebuah kesenangan.. dia pasti bakal didominasi kakekneneknya. Mungkin ini kedengarannya bodoh. sama seperti kamu. begitu giliran kencing. wajah Nanda malah makin berat. e'ek. kok jadi beban. sih? Sudah saya bilang. daripada. Saya memang punya dagangan. Diva agak terkejut melihat sorot seperti itu untuk pertama kalinya keluar." ¦ Diva menggelengkan kepala. ditandai suara deru ban yang berkumandang tanpa iringan musik atau obrolan. Putaran ban melambat ketika mendekati sebuah hotel... dan berhenti di sana. "Mereka nggak tahu.. pakai ditambah bayi sungguhan pula. kamu tidak tahu sebenarnya siapa yang menghibur siapa. tapi saya ingin kamu men-charge saya malam ini. Jadi." Mobil itu memasuki pelataran parkir hotel. anak bawa rezekinya sendiri**" Diva terkekeh.. langsung pindah tangan! Sialan! Ha-ha-ha!" "Sudah ah. saya lebih suka membayar kamu untuk makan malam seperti tadi. Eeh. diiringi embusan napas lega para pelayan. kalau saya harus mengeluarkan uang untuk. jadi orang sinting itu harusnya gampang.cucu. siap bangkit. capek. "Hidup kamu itu gimana. "Jangan jadi beban. Untuk kesenangan sendiri saja.. "Kamu serius?" Diva melirik. "Saya masih belum gila. Kita sama-sama harus begitu untuk bertahan di dunianya tukang dagang. ah. Tak lama kemudian jip mewah itu kembali melaju di jalanan yang melengang.

tua-tua begini aku . Namanya Margono. Nanda mendekap lembut tubuh Diva yang tergolek polos—mumpung ia masih punya hak melakukannya. kita turun. Sorot mata yang hidup tadi. atau adik perempuannya. tenggelam dalam tengkuk Diva. jangan sampai kembali ke Kramat Tunggak." Gadis itu menunduk sambil memainkan ujung baju." "Yang penting. digerakkan kejujuran yang berontak dari dalam sana. Pak! Atau lagi ada proyek pendidikan yang bisa dicatut?" f "Pendidikan sekarang sudah jadi bisnis. Andaikan ia mampu mengganti isi amplop itu dengan surat cinta. "Aku suka sindiranmu itu. "Halo juga. Lelah mencari bahasa yang sanggup mengungkapkan perasaannya. "apa kabar pendidik bangsa kita satu ini?" Pria itu tertawa. Nanda membenamkan wajahnya semakin dalam." Pria beruban itu cengengesan sambil melepas kacamata tebalnya. Ya. Usianya sudah lewat 50 tahun. ya? Gaji dosen beneran mana bisa bayar saya. Pak?" "Nona Manis. Diakhiri suara kunci mobil berputar. Tanpa perlu satu pun huruf. terkutuklah dia. Mulai menangis. Seorang guru besar ilmu sosial universitas top di Jakarta. Walau seringkali ia harus menghambarkan rasa. Sama sekali." jawab Diva tenang. tapi selalu berkeras ingin dipanggil Margo—nama gaulnya waktu muda dulu. Uap keringat yang panas tadi tak membekas di hati. Semuanya bahkan seperti mimpi buruk. Nanda memutuskan menghabisi kegaduhan alam pikirnya. Dunia ini semakin mahal." ia menggamit tangan Diva. ya. Non. ilmu tidak tekecuali. Lelah mendapati kenyataan bahwa bahasa yang ia cakapkan hanyalah angka. cantik. "Halo. Amat pelan. Demi untuk bisa menyerahkan amplop itu. Pendidikmu tersayang ini sedang kangen berat.kembali ke diri kamu sebenarnya. Kangen kamu!" "Untung juga Bapak nyambi ngajar di program-program magister pengeruk uang itu. ia pun tidak tahan lagi. Surat penuh syukur. Selelah orang disuruh menggusur gunung. Terkutuklah Diva si Pelacur begitu ia mulai memunguti uang di atasnya. seperti malam ini. Di kamar hotel yang sunyi. "Yuk. Hari bergulir cepat bagi seorang Diva. Ia serasa bermimpi baru saja memperkosa ibunya.

Kant." Diva langsung menawarkan diri. Gramsci. "Kita tunggu sepuluh menit. Saya nggak kepingin malam ini Bapak jadi bangkrut. Tapi yang lebih penting lagi adalah relevansinya . Saya pernah baca ulasan tentang itu. katanya bakal keluar saingannya Viagra. Lebih tokcer. melipat tangan.. Saya suruh saja mereka tulis semua yang mereka mau. lalu menelan dua butir pil. Fichte—semuanya dalam kerangka Marx. Terlalu banyak sudut pandang malah jadi pusing. "Sudah sampai mana Supernova proyek keroyokan resensi Das Kapital-nya. Yang satu ingin menekankan kritik soal materialisme historisnyalah. Katanya barang ini akan bereaksi dalam sepuluh menit. Kalau bukan kamu. segitu-segitu sajalah. Kalau yang baru ini kerjanya langsung menstimulasi otak. Pak. Oh ya. mengeluarkan sebuah botol obat. Dengan penuh semangat ia merogoh tasnya. "Div. "Kalau Bapak ingin lihat saya pakainya di depan Bapak. itu akan kena charge tambahan. juga spill-down pemikirannya Marx. Saya pernah iseng-iseng merangkum pemikirannya Hegel. jadi yang meramu-ramu.masih punya selera tinggi. Ingin rasanya Diva menghadapkan cermin. menarik sekali. ha-ha. Pak?" "Ah. Dan bukan cuma itu saja." Lelaki itu menggosok-gosokkan tangannya. chief editor. sampai ke neo-Gramscian. Viagra kan bekerjanya terpusat di organ situ saja. terbakar gairah." "Jangan harap saya tersanjung mendengarnya. cantik?" Diva mengangguk kecil." Diva pun duduk." "Saya mau tuh. Nanti temanku ada yang bakalan pergi simposium ke Boston. "Soalnya saya tidak akan hanya mulai dari Marx lalu berhenti di Marx lagi. aku mau titip sebotol!" Rupanya ia berhadapan dengan bandot gaek yang mencoba mengasah tanduk yang bahkan sudah membelesak ke dalam. Paling-paling nantinya saya car i lagi satu orang buat meramu-ramu. paling lama lima belas. Feuerbach. ada yang ingin mengulas etika otonominyalah." "Mana G-string pesantfnku tadi? Sudah kamu pakai. ya aku mana mau. bersemangat. apalagi yang menyangkut faktor emansipatoris masyarakat. juga kritiknya Habermas. semacam itu. Pak Margono melihat jam tangannya..

Pak. Produknya nanti kayak Bapak semua." "Panggil aku Margo. cantik. "Div.. saya tahu kamu lebih cerdas dari dosendosen itu semua." tukasnya berapi-api." "Masalahnya. Bolak-balik lihat jam. "Maksudku." Diva makin tidak habis pikir.. Orang-orang diajari untuk berpikir parsial. Kamu tidak punya titel apa-apa.. apa yang sebenarnya ia lihat. kamu kan tidak punya latar belakang civitas akademika sama sekali. Makanya kalau ngomong suka ngaco. wis. itu semua karena pendidikan yang basisnya parsial. Diva menurut. tanpa bermaksud menyinggung. Dengan santai. kamu beli izasah. ada pertanggungjawaban hasil akhir. "tunggu sampai saya bikin sekolah sendiri saja." Pak Margono memotongnya dengan tawa mafhum. Nanti biar bisa jadi dosen! Ada kenalanku yang bisa mengurus sertifikasinya. kewalahan." kata Pak Margono. "Manisku. nanti Bapak boleh dong mengajar di sana. arogansi budaya yang berlebih." "Aduh. dan bikin keputusan simpang siur.dengan kondisi sekarang.. mmm." Beliau sibuk meralat. parameter pengakuannya apa? Kan mesti ada kurikulum. piye iki? Mungkin kamu mesti bugil dulu! Atau apalah! Bikin apa 'gitu sama aku. saja deh. Sekolah yang kasih ilmu. Arogansi pengetahuan yang berlebih. "Walaah." Lelaki itu panik sungguhan. Pak. Sementara konteks utamanya malah ditenggelamkan. lho. dan pemicu awal ide Marx itu sendiri." potong Diva malas.. ada sistem pengujian." Diva mengangkat bahu ringan. Pak Margono mulai gelisah. Melucuti bajunya satu-satu. Mau jadi apa bangsa ini. bukan berarti kamu tidak mampu. "Nih. Langsung S-3 juga bisa." Mata Pak Margono langsung membelalak .. "saya bisa pergi dari sini. tidak menyeluruh... "Memangnya penikmat ilmu seperti saya ini tidak bisa diakui ya. Titel kan ndak dikasih sembarang. yo uwis. "Sudahlah. sudah." celetuknya genit. tapi kamu itu siapa? Maaf lho. arogansi agama yang berlebih. Full refund." "Asyik." Diva nyengir. ini sudah sebelas menit kok belum ada apa-apaan ya?" "Nggak usah dipaksakan. timpang. dong. Pak?" "Ya. "Ya. saya tidak percaya dengan sistem pendidikan Bapak itu. bukan kasih titel. mana boleh.

"Sini.. keduanya pUn meregangkan badan. dan berusaha.. "Kamu tidak takut jantungmu meledak. Ngiler.. Dan aku tetap bangga dengan jasadku yang sarat kafein.seperti burung hantu. please. "Sengaja. Pak Margono terkulai." "Oh. Supernova KEPING "Such a Small World." "Terserahmulah.. "Mungkin Bapak mesti tunggu obat titipan dari Amerika itu datang. Dhimas langsung merebutnya kembali. dia adalah Ruben Ehud versi perempuan. dua puluh dua." katanya sambi melangkah pergi." ujar Diva seraya bangkit berdiri. "dan biaya ganti rugi G-string saya yan kamu robek. toh kita semua bakal mati. Tak lama kemudian.." "Menurutku. kepayahan." sahut Ruben dari dapur. Lima belas menit lewat sudah. membuat secangkir kopi." *Ini ongkos saya telanjang tadi. "Ya! Tanah liang kuburmu nanti bisa orang-orang pakai buat bikin kopi. supernova Dari posisinya masing-masing. "Syukurlah dia cuma tokoh fiktif. Ruben mesem-mesem. ya? Coba sekali-sekali hitung ada berapa bekas cangkir itu. dengan napas memburu yang tak menghasilkan. . Jadi." f£M "Ha-ha! Itu lebih lucu lagi.. eh?" Tidakkah kamu ingin jatuh cinta padanya?" tanya Ruben sambil menepukkan naskah itu ke dada. sembilan belas menit. Jelas sekali bapak itu berusaha keras. "Kayaknya kita butuh istirahat sebentar. "Dan kita ini homo!" Mereka terpingkal-pingkal. Tanpa sanggup lagi berkata apa-apa. sekarang kitaribut gara-gara memperebutkan wanita yang bahkan tidak eksis! Ruben terbahak." panggilnya membabi-buta." "Sablengnya iya. persis penisnya.." Sejenak mereka berdua kembali membumi. Mengambil setengah. sini kamu. Ia berusaha. akhirnya ia menyerah. jangan bilang kamu cemburu sama tokoh karanganmu sendiri. Ruben melangkah ke dapur.." Pintu itu pun menutup.. Ia pun mulai berbenah.. ya? Bintang Jatuh itu kok banyak miripnya denganku." "Justru aku yang tidak rela kamu menyama-nyamakan diri dengan dia. Tinggal bekal air panas dan cangkir dari rumah." "Setuju. Diva yang mendekat langsung disergap tanpa ampun." timpalnya cepat. Sigap. Diva menghampiri amplopnya." "Ah. Margo.

. Masuk sini jadi barang impor." Ruben ikut berselonjor. Apalagi dia.I^ * tggu sudah pindah^ Nggak betah katanya." "Ya. Dulu waktu masih SD-SMP. "Kamu nggak merasa buang-buang waktu baca majalah kosmopolis begitu?" "Lighten up." "Lumayan." "Wah.. ya. Tahun berapa itu.. manusia kuper ini kepingin tahu. sudah jadi MD. Anak itu sempat ngobrol denganku garagara kita sama-sama tidak tertarik ikut kepengurusan." Dhimas membaca artikel itu lebih saksama. paling-paling cum jadi debu di tengah gurun.. Orang ini memang pintar. dan tiba-tiba berhenti di satu artikel. Dulu kita pernah bertemu di acara ramah tamah PERMIAS. "Mana coba. ya. Apa anehnya . lulusan Berkeley. "dia itu geng imigran. Aku jamin tidak bakalan eksis " -Jangan terlalu kejam. Dhimas selonjoran sambil membaca majalah.. "Ada yang menarik dari dunia selebriti kita?" Dhimas membolak-balik majalah itu. aku sering main ke rumahnya.lm flflt-ku waktu dia baru datang ke Balti^Ehn.Ruben mencari-cari makanan kecil sambil meniupi kopi panasnya." "Lihat ini." "Rafael!" "Ale! Nama panggilannya Ale.." "Dia homo juga?" -Ferre ini cocok sekali dengan karakter Ksatria kita. Ferre." "Geng konsulat?" "Lebih parah: geng imigran." Dhimas menyorongkan artikel dengan foto seorang pria terpampang besar. akhirnya dia minggat ke SF'tatar Ruben. "Ferre?" "Ya." gumamnya pelan.' Baltiniore nggak ada apa-apaan.." -Such a small world. "Kamu masih ingat dia. nggak?" Ruben menajamkan mata. kok. Aku memang si serius yang membosankan.. eh? Rafael itu pernah „." "Adiknya si Miranda itu. "dan temannya ini sekarang malah jadi selebriS padahal kalau dia berkarier di Amerika." Ruben menggoyangkan telunjuknya. Ganteng lagi. tahu nggak. Ruben. mana lagi merasa dirinya mahasiswa pendatang. "Sepertinya ada. kan? Siapa namanya. Aku kan masih ingin tahu dunia. "Hei. Dia muncul di acara itu kan cuma gara-gara diajak sobatnya. yang dari junior high sudah di Amerika. ha! Perusahaan asing! Sempurna!" "Tapi jangan lupa. ya?" "Oh! Aku ingat. Miranda kan tetanggaku di Kebayoran Baru. single. Ekspatriat." "Umur 29.

" Lama tidak ada tanggapan. yuk!" "Taruhan apa.. Taruhannya apa?" "Yang kalah harus membuatkan puisi. "Tiap kali kita kangen. saya kok malah senang lihat kamu baca komik ini. Puteri. Sebuah pensil kayu jelek hadiah dari restoran yang ujungnya diraut sembarangan dengan pisau. "Kamu masih baca komik ini?" "Ya masih. adalah keindahan melihat kamu asyik di aummu sendui. apalagi kalau saya ketawanya sendirian. terlalu mudah untuk kamu membuat puisi. dong!" Rana menjawab. "Kita buat taruhan. Puteri. ya! Awas kalau enggak!" Re berpikir sejenak. Puteri?" tanya Re pasrah. tapi karena harus. Kamu benar-benar tenggelam Vud jangan.. "Kamu?" "Masih juga." "Puisi? Itu tidak adil namanya. senyumnya pun melebar. "Kadangkadang. sayang. Saya memang sering menulis. Tak peduli kau menyadari aku hilang atau tampak. "Rana. Di sebuah Minggu siang yang langka." "Bukan mentang-mentang saya yang kasih. terus kita hitung mulai dari jam kita bangun sampai tidur. "Suami kamu tidak cemburu sama si Kariage?" balas Re. kan?" Bgiv "Bukan. Kala mendung dan gerimis kecil merambati jendela. Puisi membutuhkan lebih dari . sih kamu berhenti sinis? Sebentar saja. "Hati saya rasanya masih meleleh setiap kali kamu memanggil saya 'Puteri'. Tak peduli lagi tepat atau tidak." KEPING Cinta Tidak Butuh Tali Ada gambaran mereka berdua dalam benaknya. "Boleh. Tapi jujur." Rana berkata lirih. Kamu penulis. menghadapi hamparan komik Jepang pemberian Rana. dengan bangga pula. Lucu. menahan pilu." 'Heran. "Apa ini?" tanya Re heran ketika disodori sebatang pensil kayu. Kariage Kun.?" Mata kekasihnya nanar. "Alasannya'" «Bagi saya." Mata Rana kembali punya sinar. Ketawa "Kamu memang mencintai saya dengan tepat. tidak mengindahkan. Saat mereka bersantai di atas karpet kamar kerjanya. Ferre " Aku mencintaimu sepenuh hati." "Kamu keliru. Tak peduli kau bahagia dengan diriku atau cuma dengan sel otak. kening kamu kerat-kerut sampai IL^Z\ meledak sendirian.ekspatriat dapat posisi begitu di negara ini?" "Bisa nggak. baru kita saling melapor dan dihitung siapa yang paling banyak. kita coret garis di kertas.

Karena rinduku menetas sebanyak tetes gerimis." Inspirasi. Diam-diam tangan kirinya mencoretkan garis-garis di selembar kertas. Dengan roh rindu yang menumpang lewat di dada." Rana mengambil tangan kekasihnya. Kenangan beranak kenangan. pensil kayu pemberian Rana. Orang-orang di sekitarnya mulai sadar. Karena ini ia dinamakan si jantung hati. . Jauh sebelum kau menyerahkan kertas dan pensil." bisik Rana manja. Hampir dua menit sekali. Suara gerimis kembali mengambil alih. Sebanyak itulah aku merindukanmu. Kata itu mengempaskannya kembali ke lorong-lorong gelap masa lalu." Di tengah rapat dengan orang-orang finance-nya yang masih berjalan. bahkan dengan amat adil. . Ia merobohkan seluruh dinding! Inspirasi nggak perlu lagi ngomong 'permisi'. Dulu aku adalah pujangga.. Ingat saya pernah bilang soal pekerjaan yang masih punya ruang untuk inspirasi? Penulis puisi bukan hanya mendengar ketukan inspirasi di pintunya. Dan mutiara sangatlah aneh di tengah batu kali. Genggamlah jantungku dan hitung denyutannya . Tidak butuh kertas. Jadi siap-siap merancang puisi dari sekarang." "Berarti dari kita tidak boleh ada yang kalah.. atau corengan garis. Tak pernah lepas dati kantong. Puteri. sayang... Memasuki sandwich memori nan lezat. Princess.. Dulu aku berkata-kata bak mutiara nan wangi." "Kok bisa.." "Saya sudah kangen duluan. "I love you. pikiran Re sudah melesat pergi seliar api mercon. . "Kamu pasti kalah. ¦ Seorang arwah pujangga tersasar masuk ke dalam tubuh mungiiicu. telepati itu ada tidak?" "Kenapa memangnya?" "Barusan saya juga memikirkan hal yang sama. Karena itulah aku anomali. "Kamu tahu aku tidak bisa. Memompa lembut seperti angin memijat langit.. Re menatapnya sambil memainkan pensil kayu itu." "Ya?" "Saya menang. Berdenyut lincah seperti buih yang terus berkelit. Sudah kumenangkan taruhan ini.sekadar jam terbang. "Re. uinta 1idak butuh tau Dan darah cinta adalah udara. Pikiranku adalah seribu persimpangan dalam sekotak korek api. mengecupnya lembut.. too." Rana mempererat genggamannya." "I love you." "Menurut kamu. Ini dia kendaraannya.

Dalam satu geliat nasib." "Gila. Dia sudah bersuami. Asal dan tujuan benar-benar spesifik: Rana. But sorry." "Aku melihatnya sejelas melihat sendok ini. Hanya dalam waktu hitungan bulan. tapi di hari ini lamunannya selalu mentok ke jalan buntu. defensif. "Lalu? Suka is suka. telepon genggamnya berdering. Berlari di tempat.. not me. "Hei. Persis sedang senam waitankung. "Rana? Reporter itu?" Ale langsung bertanya begitu Re berbalik. mendadak rumah ini terasa begitu sepi dan. Kembali melandas di hari Minggu. tahu!" Re berkata. memunggungi Ale. ya? Sudah terbit? Pasti! Kapan saya bisa baca. membuatnya tersadar seharian ini ia tidak ke luar rumah sama sekali." ujarnya ragu-ragu.. Bahkan beberapa minggu yang lalu.Bos mereka bolak-balik menghela napas. Re melirik ke luar jendela lagi. Ia. makanya Alexander Graham Bell ditakdirkan jadi penemu telepon." "Kamu suka sama dia." Tiba-tiba telepon genggam Re berbunyi lagi." "Sok tahu. Sejak kapan pakai pilih-pilih?" Re tergelak. Gawatnya. Sedan perak di rumah seberangnya sudah pulang lagi. Rana? Oh." Re memutar posisi duduknya. karena ia hampir tak mampu menutupi apa pun. Hunian ideal bagi para lajang sukses. Puncak segala siksa. yang dikenal sebagai pengguna waktu yang efisien dan efektif. Hamparan rumah mewah model townhouse yang tertata apik. Satu malam ketika pergi makan dengan A le. Telepati itu bualan. "Yup. umpatnya. "Le. ia masih berusaha keras menyangkal semuanya.ia adalah si lajang loser. Aku tahu banyak sekali bandot nggak pernah gede di usianya yang ke-50 sekian. Pertama kali ia tertangkap basah. Lima menit kemudian Re tersadar betapa konyol ini semua.. telah membuang setengah hari untuk melakukan sesuatu yang tak bermakna. yang juga perbuatan yang tolol. sekarang tidak ada pekerjaan untuk mendistraksi. "Halo. kita bukan freshmen lagi. Umurku berkepala tiga dalam beberapa bulan lagi.. "Hai!" Suara enerjik . Di kantor ia selalu melamunkan hari ini. Benar-benar cuma satu yang menggugah minat: telepon—deringannya atau kesempatan menelepon. Komik Kariage Kun yang jadi pelariannya juga sudah tidak lucu lagi.

. Masih adakah cucian yang belum kering? Adakah sampah yang ingin kalian bakar? Mari. "Re.". menyapanya dengan keceriaan murni.. Cinta itu tirani. Tapi saking bersinarnya mukamu. Dengan tak berdaya kesemuanya itu berlutut di hadapan mahligai agung sebuah hipercandu bernama Cinta." Makanan mereka datang. Apalagi dengan program yang sudah mereka sepakati.. itu dekadensi besar dan sudah kenyang Re dimakinya. '-^. Konsep itu memang utopis. Ia sadar. Refleks. Pembuangan waktu seperti ini juga akan jadi bahan omelan empuk. sahabatnya kembali berjalan mendekat. tidak ada yang punya arti di saat seperti ini. Mungkin memang begini ini adanya. "Rana lagi?"1 "Ya. Ale tersenyum sendiri." "Jangan asal.panggil Ale di antara kunyahannya. dekatkan pada wajahku. Cinta tidak membebaskan. dari mulai pura-pura tidur sampai mengaku keputihan. "penerangan di sini remang-remang. Kepalanya makin merunduk mendekati piring." jawab Re pendek. dan berarti. ia malah menjadikan suaminya singa kelaparan yang siap menyerang begitu ada kesempatan. Matahariku bersinar nonstop dua puluh empat jam." dumel Re pelan. Ia membelenggu. semua ini akan menimbulkan kecurigaan." "Ngaco. Sudah sewajarnya kegiatan tersebut justru .dan penuh vitalitas itu lagi. npmac Cinta Tidak butuh Tali Ayo Puteri. punya anak tahun ini. Dan kini ia kehabisan akal. Mendadak ia tercenung. Apalagi di tempat kamu berdiri tadi. Ia sudah mencoba berbagai cara. karier platinumnya. gejolak 24 jam itu adalah kemajuan. Membuat dirinya terasa sangat remeh. Ada yang terbit dan ada yang terbenam. Re melangkah menjauh sambil meneruskan percakapan. Bahkan reputasi emasnya. "Kamu benar-benar suka sama dia. agar ia sedikit berlari. Bagi Ale. semakin lama ini berjalan. semua orang di sini sampai silau. Yang lebih penting lagi. Kini ia mengerti. Baginya. Menggiringnya ke lorong panjang pengorbanan. Rp mplirilr iam . Rana Arwin hafal benar siklusnya dan Rana sangat menyesali hal itu. Tak berarti. Semua orang menyimpan sebongkah matahari dalam dirinya. cambuklah kuda waktuku. Lima menit kemudian.

sayang?" "Agak nggak enak badan. Ruben "Apa kabar Ksatria dan Puteri kita?" Ruben menepuk bahu Dhimas yang masih tekun mengetik.. Ruben. Ia lalu memejamkan mata kuat-kuat. Tiba-tiba Dhimas berhenti mengetik. Mas. Mungkin masuk angin. Sapuan-sapuan penuh maksud yang membelai kulitnya. "Kamu sudah tidak minum pil KB lagi. jangan lakukan itu. atau satu 'hai' di tengah keramaian.. Apa maunya. Arwin keluar dari pintu kamar mandi. Dalam titik kepasrahannya. "Rana. . Ia kenal betul ekspresi itu. Demonstratif.. Rana benar-benar tersiksa. Kamu memberi hubungan ini .. "Menuliskan kisah orang-orang ini membuatku sadar.. Dan seperti kucing basah kuyup. "kok tangan kamu dingin kayak es?" "Masa. suaranya bergetar. Tak pernah lewat Tak akan kubiarkan diriku alpa. kan sayang?" "Tidak. Mas. Aku mohon. tangan Arwin yang merangkulnya dari belakang. bagaimana Rana meringis dan mengernyit jengah. siap berbaring. memutar duduknya. Microgynon lebih penting dari makan siang. Sudah lama sekali ia tidak." "Seberapa malang?" "Kamu bisa bayangkan apa rasanya ketika statusmu bagaikan penjara dan tempat tidurmu adalah neraka?" . Aku diperkosa." ucapnya sungguh-sungguh. Perlahan ia mulai merasakannya.. ternyata aku sangat beruntung. "Mendadak surgamu jadi super simpel. Napas hangatnya yang meniupi tengkuk. tolong aku. "Malang. dan memandang Ruben. Rana balik badan seketika. Rana makin meringkuk di sisi kiri tempat tidur. "Kamu membuatku merasa bangga dengan diriku sendiri. Rana menatap suaminya. Rana berteriak sunyi. tambah malang. dan menajamkan telinga penuh siaga.. Dan malam ini ia harus berhasil. Biasanya rayuan itu selalu berhasil./ Arwin berbisik." Ruben tertawa. Dhimas &amp." Jangan. Setiap hari. Lampu dipadamkan.diintensifkan. "Mau dibuat enak sama Mas?" rayu Arwin. Menguap berkali-kali. Hanya tembok dan langit-langit yang tahu. Setiap bunyi gemerisik Supernova seprai membuat jantungnya berdegup kencang." Rana menelan ludah. Re. "Kamu sehat-sehat kan.. Cukup satu 'halo' di telepon. sih?" gugup Rana menjawab.

suatu visi. Supernova Ia mengklik inbox-nya.seharusnya membahagiakan.bahua Anda adalah seorang post-strukturalisf &gt. &gt.Saya baru sadar-. Ia membebaskan. saya TIDAK TAHU APA-APA* Tidak &gt. Partner hidup.tentang budaya pop dan post-modernisme¦ Dari &gt. Dan lihat. Banyak doa.melihat orangorang berdukacita akan sesuatu yang &gt.dibesarkan-i dan saya cuma bisa menghabiskan oksigen* &gt. Saya juga malas. &gt.. Kita.bertujuan• Tidak punya cita-cita* Bertahun-tahun saya &gt. kemarin i bahkan detik yang barusan lewat • Kita sedang ber-evolusi* Anda bisa memperlancar prosesnya dengan berhenti menggolong-golongkan* Jangan repot-repot* &lt.Supernovai saya suka sekali membaca artikel Anda &gt. Anggaplah mereka menangis karena diri mereka belum terbangun dari mimpi-» sementara yang mati sudah • Sama malasnya saya pergi ke resepsi pernikahan* Kebanyakan dari mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat• Dan orang-orang malah turut bersukacita• Yang jelas mereka memang membutuhkan doa. adalah sahabat terbaik.artikelartikal Anda selama ini i apakah Anda sadar &gt. s e n d&gt.Datanglah untuk berdoa* &lt. buat apa kita melawan arusnya dan malah saling menjajah?" Lamat-lamat Dhimas tersenyum.tidak tertolong lagi* Saya tidak tahu mesti ngapain.. Kita juga bukan pasangan gay umbar libido seperti yang orang banyak kira." "Kemerdekaan. kita tidak lari dari kenyataan.Supernovai kebencian dan ketakutan saya pada ortu saya &gt. Itu kuncinya. s e n d &gt. meraih tangan kekasihnya dan menggenggamnya erat. Merayapi surat demi surat yang masuk. Dengan alasan yang sama* Tapii pergilah untuk orang-orang yang merasa ditinggalkan itu. &gt.Entah apa saja yang mereka jejalkan dalam otak saya* ." ucap Ruben perlahan.Anda menentang semua struktur* Saya '-post1 terhadap apa pun yang Anda pegang tahun lalu-. Jadi. &gt. Cinta Tidak Butuh Tau "Pernahkah kita berikrar untuk mengikatkan diri? Cinta kan tidak butuh tali.Supernovai saya mulai malas pergi melayat* Saya sedih &gt.

&gt;P1ungk in cuma kentut* &gt;Jangan salahkan saya kalau saya lebih doyan drugs. &gt;Mereka yang marah-marah itu tidak tahu enaknya drugs &gt;dan sucks-nya hidup- Bisanya cuma masuk in anak ke RSKO* &gt;Bolehkah saya ketemu kamui Supernova? Saya mau kerja &gt;apa saja untuk kamu* Saya ingin jadi bermanfaat* Di RSKOi badan kamu didetoksif ikasi * Di Supernova-, pikiran kamu didisinfeksi- Infeksi pertama yang harus kamu sembuhkan adalah: kebencian dan ketakutan kamu* Bukan pada orang tua kamu* Tapi pada diri kamu sendiri* Satu-satunya yang tidak diajarkan padamu adalah mengenal diri sendiri* Karena itu kamu benci dan takut terhadap hidup* Satu-satunya hal yang dilakukan drugs untuk kamu adalah meminjamkan seremah surga dengan bayaran segumpal sel otak* Transaksi yang sama sekali tidak sepadan* Solusi yang benar-benar destruktif* Otak kamu dapat disegarkan i tanpa harus dirusak fungsinya* Tergantung apa yang kamu pikirkan-* yang kamu MAU pikirkan» Satu-satunya manfaat yang bisa kamu berikan pada Supernova adalah meledak bersama* Ledakkan pikiranmu* Segarkanlah ia dari virus-virus yang membuat arus hidup ini mampat* Supernova ada di .mana-mana* Saya*** kamu*** kita lebih LUAS dari yang kamu duga* Jadi-, percayalah-, kehadiranmu di sini adalah manfaat terbesar* Tanpa kita harus bertemu muka • &lt; s e n d &gt; &gt;Supernovai kamu adalah VIRUS!! Memang * Baru sadar.? &lt; s e n d &gt; &gt;Super novai saya adalah fans fanatik taman kanak-kanakmu* Tapi kamu harus hati-hati* &gt;Tidak sedikit orang yang akan menjegal kegiatanmu» &gt; II e reka menganggap pengetahuan dalam jaring laba-laba &gt;ini membahayakan* Tidak sesuai dengan konstitusi dan &gt;ideologi» Tidak sesuai dengan apa pun yang kita kenal &gt;kebanyakan di tengah masyarakat- Saya khawatir* Saya &gt;tidak ingin TK ini sampai dibredel* siht banyak terima kasih untuk perhatian feri*3 tapi pernahkah saya menentang sesuatuf Saya k^a' errawarkan perspektif baru* Mengolah simpul^ny3 ang saya lihat bagi Anda semua* Andalah yang simPu*

kan selanjutnya* Zaya tidak punya kepentingan a*1**. pun atas cocok tidaknya pengetahuan ini gedi^1 ^onstitusii norma-» budaya-, atau ideologi apa den9an Anda dan orang banyak percaya* Tujuan saya pun ^anerlgkomparasi • Saya menawarkan analogi untuk buka" fieksikani demi kehidupan dan wajah dunia Anda lebih baik* Itu saja* Adakah semua itu merusak v3"? Anda? Atau sebaliknya*. Anda merasa lebih Kel^UPSilakan jawab sendiri* baik" &lt;s«nd&gt; 10 Kekekalan adalah Chaos nendekati pukul delapan malam, hidup kembali bergulir untuknya. Dengan langkah sigap dan mata awas bagaikan elang. Re menjemputnya di venue tempat ia meliput. "Re... aku tidak bisa lama. Setidaknya antarkan aku lagi subuh-subuh." llpPteS-' Re mengangguk cepat. Begitu tangan mereka terpaut, Sang Waktu pun kembali menyusutkan tubuhnya. Membuat kedua insan itu berlari, terburu, tergesa, liar—karena dipaksa menggandakan intensitas. §PSp Malam banjir akan adrenalin. Malam panas akan cinta yang menggila ketika pintu penjara itu dibuka. Kebebasan dalam episode singkat. Terkutuklah Jakarta yang memaksa warganya tua di jalan raya. Ferre Ada saat tatkala kata terasa sia-sia. Di tempat tidur Re yang nyaman, mereka berdua menatap jendela. Hanya mengingat rasa. Alam begitu murung, sekaligus indah B»— . , raPat di hamparan lapangan golf itu. Rasanya ?a ."JJ* ijerkaca-" 113 Aku merasa begitu kecil di tengah keluasanku Rintikmu raksasa dalam mungil tetesmu Engkau menyelimuti dengan dingin. Dan semakin kau merapat, semakin membara alam ini Jutaan engkau kini turun membanjiriku Tak akan pernah aku meluap, Puteri. ¦Kugali tanahku lebih dalam dan kubuka semua celah untuk menyerapmu. "Rana... jangan pulang." Ia tidak menjawab. Tapi tubuh itu mengirimkan getaran-getaran yang sudah sangat ia hafal. "Rana... jangan menangis." "Kamu baru saja mengatakan dua permintaan yang sama-sama mustahil." "Jangan pernah bilang 'mustahil'. Aku ngeri mendengarnya." "Tapi kita bisa apa...?" Pelukan itu perlahan mengendur. "Pertanyaan itu untuk kamu,

Puteri. Bukan untuk saya." "Kamu memang tidak mengerti, tidak akan ada yang bisa." Re mengatupkan rahangnya kuat-kuat. Mereka akan memasuki gerbang debat kusir, dan ia tak mau itu. "Ikatan saya banyak. Bukan hanya pernikahan dua orang, tapi saya juga menikah dengan keluarganya. Dengan segenap lapisan sosialnya. Saya tidak seperti kamu yang punya banyak kebebasan. Kamu tidak bisa membandingkan... Re memutar tubuh Rana, menatapnya luruslurus. Saya tidak membandingkan, karena saya tahu persis pembandingan tidak akan membawa kita ke mana-mana. Tapi saya ms melihat kamu memilikinya. Kekuatan untuk mendosa*. Membebaskan diri kamu sendiri." ; hid„ "Mendobrak apa? Moralitas? Norma sosial. Kita ni di dalamnya. Re. Saya cuma ingin mencoba iealisti ... KEPING "Tidakkah kamu menyakiti dirimu sendiri dengan menempatkannya demikian? Apa yang jahat di sini, Rana? Jahatkah saya mencintai kamu mati-matian? Begitu amoralkah semua perasaan ini?" Rana mendapatkan dirinya dalam dilema yang sama, lagi dan lagi. Ia lelah. "Mungkin lebih baik saya pulang," Rana berkata lirih. "Ya, mungkin lebih baik begitu." Re pun bangkit. Kebahagiaan dan kesedihan kejar mengejar bagai dua hantu penasaran. Sedangkan mereka berdua adalah lintasan yang letih dilewati, tapi tak bisa bergerak ke mana-mana. Dan Waktu... adalah si Pak Tua yang cuma diam mengamati, angkuh memegangi bandul detiknya yang tak berkompromi. Dhimas &amp; Ruben Dhimas yang pegal-pegal punggung akhirnya bangkit dari kursi kerjanya. Diambilnya back roller dan sibuklah ia meregangkan badan dengan per besar itu. Ruben mengamati kegiatan pasangannya. Tercenung. "Apa lihat-lihat?" "Kamu tahu apa yang dikatakan Einstein tentang waktu?" "Waktu juga berolahraga punggung?" cetus Dhimas asal. "Ya." "Apa?!" "Waktu bukan cuma bisa dipahami lewat detik jam. Memangnya apa, sih itu detik? Apa itu jam? Apa itu hari? Sekadar istilah buat dikotomi langit terang dan langit gelap, kan?" "Jangan sok dekonstruktif. Memangnya kamu bisa bayangkan apa jadinya dunia ini kalau tidak ada detik

Dan waktu yang ketiga: waktu ilusif. tapi dari sisi yang lebih pribadi. otak kita adalah generator bipolar.." "Hanya tidak ada satuan.. yang fungsinya adalah menerjemahkan stimulus ke dalam siklus atraktor yang terbatas. poin apa lagi yang kamu ingin sampaikan.." "24 jam. heh?" "Oke. waktu itu seperti karet. Kosong dan tidak ingat apa-apa. Tapi coba kita lebih akrab sedikit dengan waktu." "Dengar. Waktu sendiri." potong Dhimas mangkel. entah itu bau. Tapi di Barnes &amp. sampai akhirnya cortex kembali membanjiri . dan sebagainya. Kedua.." "Lalu hubungannya dengan back roller ini?" "Lebih dari sekadar per yang menyusut dan meregang. input ditampung oleh semacam generator acak." Ruben menggosokkan tangannya bersemangat. "Pertama. rasa. "Selain menghina orang tuaku. you silly. tidak terstruktur. ilmuwan Finlandia yang meneliti. Contohnya. Noble.dan jam.. di rumah orang tuamu. kok aku yang suruh jawab. Input di situ bersifat nonspesifik. waktu yang mekanis: tik-tok-tik-tok jam di dinding. sedetik rasanya satu eon" buatku. Elastis." ftjpf "Waktu di rumah orang tuaku dan waktu yang di Barnes &amp. Bertolak dari premis bahwa sesungguhnya waktu tidak ada. cortex mengorganisasi chaos." "Jadi.' Kamu yang nanya. atau disederhanakan sedemikian rupa sehingga menjadi informasi yang terkategori. rasanya kalau perlu bumi tidak usah berputar.. bilang bahwa generator acak itu bisa kita rasakan waktu kita benar-benar baru bangun tidur. hari ini juga ilusi. Sementara jalur kedua. Noble.. waktu yang relatif:. Matti Bergstrom. 365 hari. oke. ada tiga perspektif di sini. Setiap input yang masuk langsung terbagi ke dua jalur.masalah ini." "Itu pertanyaan retoris." Ruben menjelaskan. Per-per itu bahkan tidak ada.. apa sih itu waktu?" "Pikir sana sendiri. "Pintar.. Kalau kata Einstein." "Whatever. tahun lalu cuma ilusi. itu cuma satuan. kemarin adalah ilusi. Jalur pertama diterima oleh cortex. Dengan kata lain. Bagian dari sistem kalender yang bukan cuma satu di dunia.. Atau saking kompleksnya tidak ada informasi yang bisa diterjemahkan. bukan cuma lihat sisi mekanisnya saja.

yang penting bukan dua ujung itu. "Agar kita tahu apa rasanya tumbuh. berevolusi. lalu bagaimana dengan ramalan. sesungguhnya hanya satu gerakan tunggal: Kekekalan. clairvoyance. terus-menerus. otak kita melakukannya di bawah sadar. dan sejenisnya itu?" "Dalam kekekalan hadir segalanya—medan matriks yang tak terhingga berisi segala probabilitas dan potensi. Tendensimu akan memanifestasikan potensi tertentu. Kekekalan adalah chaos. Masa sekarang. semacam servis cuma-cuma. Mati dan hidup tak lebih dari sekadar gerbang pengalaman. Tapi . Manusia sendirilah yang mengadakan linearitas waktu dan setuju untuk mengikutinya. Mengingatkan namamu siapa. Begitu cepat.. sejarah hidupmu bagaimana. Waktu adalah catatan penunjang dari suksesi alam. sel yang terus berganti. tanpa ada sangkutpautnya dengan hitungan sekon." "Tapi. "Waktu adalah konsep hasil terjemahannya cortex. dan masa depan. tapi proses di tengahnya. Pada akikatnya." * "Bingo! Konsep Wa ktu lahir dari keinginan fundamental manusia untuk punya kendali atas hidup. Namun kita menjalaninya dengan tendensi. horoskop. Mungkin kurang dari sedetik/ sela Dhimas.. Dan cortex menerjemahkannya menjadi masa lalu... Dhimas.1" tawa Ruben menyembur. termasuk mengendalikan dirinya sendiri. hartamu apa saja. berkembang. Ia hanya memperbaharui diri. masa sekarang. pacarmu yang mana." "Nah.. Bukan fisik. Aku ingat saat kosong itu." -^aitu?" "Kekekalan. karena kita tidak sanggup mengerti chaos yang sebenarnya. fisik kita pun melalui berbagai suksesi ritme: tubuh yang tumbuh. Sel sendiri tidak kenal konsep Waktu. Kita memilih mengalami keduanya dari detik pertama kita jadi embrio. semua ramalan berbicara di level potensi.kita u Kesatuan jangka waktu sepanjang seribu juta (109) tabun dengan informasi. Dan ingat. dan masa depan. Tidak ada kemutlakan. Dalam hidup ini." "Ya. kalau masa depan 'cuma ilusi. masa lalu. dan ritmis suksesi yang sama juga berlaku untuk seluruh penghuni alam raya ini.." "Tapi lucunya. konsep waktu dimunculkan manusia di level pikirannya. Ingat. untuk apa?" "Untuk apa?.

. yang berkenaan dengan otak sebagai organ yang empiris. kan?" Ruben mengangkat bahunya enteng. Aku benar-benar terkesan.poinnya adalah." jelas Ruben. pingsan.." "Berarti ada dua aspek dalam memahami realita." "Lalu bagaimana dengan masa lalu? Apa yang kita perbuat kemarin pasti memiliki jejak." "Lalu kalau aku membalikkan badan. dan 350 juta selama hidupnya. memori hanyalah residu?" "Kurang lebih. aspek lokal. analisis yang bagus." Dhimas menunjuk ke luar jendela. "Kalau kamu memang doyan koleksi sampah. betul begitu?" "Betul.. tubuh kita dan semua benda lain pun memiliki dua aspek. Tidak menjadikan yang satu lebih penting dari yang lain. Sekarang bayangkan. terserah aku mau tidur. Bulan itu tetap ada di posisinya sekalipun kamu atau aku menunggingi langit." "Begini. lima juta per tahun. temasuk pengalaman memiliki organ otak itu sendiri. maka bulan seharusnya bisa ada. Kompleksitas dari benda makro membutuhkan regenerasi waktu yang panjang untuk sampai bisa diterjemahkan. Itulah dahsyatnya kekekalan1. atau gema. Misalnya bulan itu.." "Aku serius. Tapi kenyataannya satu dunia juga tahu kalau bulan tetap ada. Kelambatan itu menyebabkan lintasan dari pusat masa objek jadi sangat tertebak. sebuah otak memproduksi rata-rata 14. kek. Pertama. kek. semesta .. Inilah yang disebut sebagai 'konsensus'. tapi di satu pihak ia juga objek klasik yang punya massa dan penyebaran gelombang kuantumnya cenderung lambat.. potensi yang termanifestasi dan tidak.Itu yang selalu menjadi kebingunganku dengan objek kuantum. Untuk tetap waras maka mayoritas pemikiran itu hanya berupa pengulangan. Ia memiliki elemen-elemen nonlokal yang menjadikannya objek kuantum." "Jadi. Lalu aspek global." "Ck-ck-ck. Inilah yang kemudian membentuk memori. ya iya. nilainya sama-sama saja. sama halnya dengan otak. "Dari sudut pandang fisikawan.000 pemikiran per hari.. bisa tidak. "bulan sebagai objek kuantum hanya bisa diamati apabila ada aku sebagai pengamat. yakni Kesadaran yang mencakup semua pengalaman empiris. yang akhirnya menciptakan semacam aura kontinuitas.

Ini adalah upaya otak untuk menciptakan identitas. respons reaktif. Otak mencari info ke luar dan juga ke dalam. "Siap-siap. manusia dimampukan untuk mencipta . respons hidup dan mati. Otak kita berawalkan dari satu sel yang tidak memiliki fungsi-fungsi otak. "Kelima. Pada level inilah terjadi apa yang namanya mukjizat. atau fenomena-fenomena magis. dan harus bisa diorganisir ke dalam angka yang terkendalikan. Ia ingin tenang. dan melalui refleksinya kita mencicipi peran sebagai kreator. respons visioner. dan ia ingin yakin bahwa dunia luar bukanlah sumber segalanya. Kemampuan ini datang dalam momen yang penuh keajaiban. Tak terkategori.tak lebih dari sup kuantum yang membombardir indra kita dengan miliaran data setiap menitnya. otak yang senantiasa aktif pun menginginkan kedamaian. Setelah melewati tahap pertama. ketika ia mulai berpaling ke dalam. : Bahkan kutu rambut pun memilikinya. respons relaksasi. Pada tahap ini ia mulai bersandar pada apa yang ada di 'dalam'. Ini bakalan panjang. Di tengah hiruk-pikuk dunia' materi. Respons paling dasar. Kedua. dan hukum. Sekalipun ada sistemasi biliunan saraf . hidup diproyeksikan sebagai rimba perjuangan. Lewat respons ini." "Tolong dibuat sependek mungkin. muncul kebutuhan yang lebih kompleks. yakni: ke-aku-an. Kita berkaca pada Sang Pencipta. mengeksplorasi fakta. bertahan hidup. Ini jugalah perkenalan pertama kita dengan konsep kekuasaan. Jumlah itu adalah chaos. kepemilikan." "Pertama. respons murni. Ia berawal dari satu cercah kehidupan. Keenam. tapi juga mampu menyuguhkan seluruh semesta. "Ketujuh. Nah." "Tujuh?" Ruben menarik napas. muncul respons keempat: respons intuitif. aturan. dan tujuanmu satu. Dengan tujuh respons dasarnya. Di situlah otak mengambil peran. Ketiga. respons kreatif. Otak memiliki kemampuan kontak langsung engan Kesadaran Murni yang sama sekali tidak ditemukan di dunia materi. dan yang internal bersifat intuitif. Terima kasih sebelumnya. yang sering kita sebut inspirasi. Pengetahuan eksternal bersifat objektif. otak tidak hanya menjaga kewarasan.

Tapi begitu kita terjebak dalam linearitas. Hanya pada saat ini kita mampu merasakan masa lalu dan mewujudkan masa depan. dengan saksama ia menggosokkan scrub ke seluruh tubuhnya." "Jadi.." KEPING Si Pencinta Alam Garagara aksinya di perlombaan fashion show anak-anak waktu itu. maka kita selamanya mengambang di pemahaman hidup yang paling dangkal.. Dhimas. Diva diskors dari catwalk sebulan penuh. Tapi ia malah merasa diuntungkan. Alarmnya dengan rajin terus berbunyi." "Sori. Tidak ada yang lebih penting daripada saat ini. Saat ini selalu memperbaharui dirinya tanpa batas. Secara finansial. berantakan.yang bergantung pada otak. Membaluri . masa lalu dan masa depan hanyalah distraksi. menarik kita ke dalam abstraksi mental yang tidak nyata. "Melalui ketujuh respons ini. Seperti biasa. sambil melenturkan otot. Mereka bilang. Permainannya sendiri. Sesuatu yang tidak perlu berpikir. itu pun tidak berarti apa-apa. untuk apa kita menyesali masa lalu dan mencemaskan masa depan?" "Betul!" "Tapi bagaimana kalau sepuluh tahun lagi kamu jadi profesor botak/ jelek.. Kalau mati dan hidup cuma pengalaman." "Jangan bicara soal itu. Otak adalah alat yang disediakan bagi kita untuk bermain dengan hidup. tapi otak sendiri tidak kehilangan akarnya pada kemurnian. Kegiatannya tidak berubah. dan lembaran-lembaran dolar mengalir lancar ke rekeningnya. Itulah sumber yang sesungguhnya. pikun." "Karena itulah momen di mana potensi teimanifestasi. Di bawah pancuran. Mencuci rambutnya dua kali dan mengoleskan vitamin. Dan apa yang ia lihat tergantung dari respons mana yang ia pergunakan. dengan tertib ia pun menyelesaikan latihannya di treadmill." Ruben tersenyum lebar. sehabis yoga. "Itu kalimat terindah yang kudengar hari ini." "Satu pertanyaanku. berarti di manakah kita waktu tidak menjalani keduanya?" "Bersama Yang Tak Pernah Hidup dan Tak Pernah Mati. Minum jus dua gelas. karena lebih punya banyak waktu di kebun kecilnya.. namun ada." "Aku sekarang mengerti arti 'momen' yang para spiritualis maksud. manusia melihat dunia terbentang untuknya. terserah Anda.

pekerjaannya membutuhkan fisik yang selalu fit. ganteng bukan main. ya? Kalau kamu masih nangkring di Jakarta seperti dulu. "Memangnya kapan saya pernah sedih?" "Ah. meu amor. Tapi semua itu dilakukannya semata-mata karena ia merasa berkewajiban mengurus jasad— kendaraannya untuk menghadapi hidup. menjatuhkan berat tubuhnya hingga mereka berdua terdorong ke tembok. berarti saya anggap itu pujian besar. penampilan yang prima. "Gio! Como vai. Minha sol bonita. Setiap tubuh adalah perangkat yang luar biasa menakjubkan.seluruh kulitnya dengan pelembab. ya. Diva pantang menjadikan tempat 1™ ^ SU pasar tempat orang berjual-beli. "Kamu makin cantik. Kamu pasti masih Matahari yang dulu. "Estb tudo bem. ada suara mobil memasuki pekarangannya.." "Atau gara-gara kita cuma ketemu setahun sekali. Gio adalah peranakan Tionghoa-Portugal. Diva langsung melonjak dari kursi menghambur keluar. XiPu ^ tidak akan berdagang dengan yang satu ini. Ia tidak akan pernah memperlakukannya demikian. Ia telah lama pindah dari Jakarta ke Rio de Janeiro. Kulitnya masih menyala. "Nah. Kelihatannya kamu bahagia. Satu-satunya pula ort Sh diizinkan masuk ke ruang tamunya walau* -9 Jaar itu tidak. Sebuah fenomenon yang jarang-jarang terjadi. "makan . dan kini baru saja pulang dari pegunungan Andes. Dan kendaraan ini bukan kendaraan rombeng. kan?! Kamu memang tidak mungkin berubah. queridoV'13 sapanya ceria. Namun malam ini Diva lebih cepat siap dari alarmnya sendiri.." Gio mengusap wajahnya lembut."1* Gio mengecup keningnya penuh kesungguhan."1* Mereka berciuman hangat." "Keluar dari mulut seorang Diva. kamu lebih appealing dari makanan apa pun malam ini. Tubuhnya nampak semakin tegap. Ia tahu." "fntao. buat saya. erti sahabat. "Kamu mau makan malam dulu? Tapi jujur saja."16 Diva melingkarkan tangannya di pinggang Gio. Yang satu ini tidak termasuk golongan klien t . sekarang ini saya pasti memilih makan malam sendirian." Gio tergelak. sekaligus satu-satunya pria yang dL niva untuk mencium bibirnya. Tak lama kemudian.

1 Cinta tidak terpancing emosi.." Dhimas menyodorkan naskah yang masih hangat dari printer. antara menahan geli dan gusar.. nih?" ." "Oh jelas.. kok!" cepat-cepat Dhimas berkata. lalu untuk terakhir kali berusai? . Mereka berciuman lagi. Mau improvisasi. berkubanq dai»™ yakltaiuga berkepanjangan." Diva balas membisik "Ayo. 11 Apa kabar.. si. ini benar-benar cobaan berat!" Mendengar teriakan Dhimas. saat ini juga. si Pencinta Alam! Aku ingin terus menghidupkannya. Jadi sebaik. Ruben tergopoh-gopoh datang ke ruang kerja.malam. Alah "Kita kan baru saja membahas kai roentransendensi ruang dan waktu. esta hora." Ruben pun membaca lebih saksama. Lalu?" "Tokoh itu.. Biar kita bisa melanjutkan yang tadi • Gio pun tertawa. cintanya yang terpendam. jawabannya: tidak. kekasih Baik-baik saja. "Ada apa? Komputernya mati? Belum disave?" tanyanya panik. "paka" mobilku. "Sayangnya. di sini. "u "Minha sol.ana Bintang Jatuh."Aku tahu pasti kamu nggak setuju. dengan sopir. dan metafora adalah saput yang . aku bisa bercinta denganmu." ha memmang "Pemborosan tinta!" "Payah! Tidak romantis!" Romantisme itu cuma metafora.. kita pergi!" ia pun menggamit tangan Gio." "Tapi aku tidak tega melenyapkannya begitu saja.. Dhimas &amp. ya?" tanya Dhimas malumalu.. "Baca ini. "Rupanya kamu ingin menyajikan sisi lain dari Bintang Jatuh. "Hmm.." bisik Gio. Asal tujuannya jelas. Ternyata dia tidak melulu pahit." s Qalara ™mantisme "Sedikiiit. Lebih lama. atau makan saya. » Sekarang..-tapi. dari mana kek.. Mungkin itulah yang paling ia tunggu-tunn dari malam ini. blablabla. aku yang tidak bisa. "Coba dibaca ulang.. rang juga 81 "*»c... Dia masih punya emosi. sayangku Matahariku yang cantik ¦ "Jadi . saja! Ceritanya dia datang setelah h v . cinta sejatinya. tapi tidak perlu. Ruben "Oh.. Ruben membaca sekilas. "Dengan sangat menyesal." "Sebenarnya aku tidak keberatan dengan bumbu-bumbu romantis. "Bisa dua-duanya?"_____.. Ruben bingung..mt. passion.... menyaksikan Mataharinya. lebih dalam menikmati setiap detik—mengingat ia hampir tak per Va melakukannya.

"Cinta yang mana dulu.melapisi inti kebenaran." Diva terdiam." KEPING U n Sol E m Noite Semenjak bertemu Diva. Tuhan kan maha segalanya Ya." "Tidak setuju! Romantisme adalah aspek penting dari cinta. Aku tahu mungkin kedengarannya konyol buatmu. yan9 masi h dlP Waktu itu Gio masih nampak ingusan waia«n. "Div.Wajah tampannya memancarkan kepoWZ t "dibohongi. ertahankan dalam memorinya. karenanya Gio u Tentu saja sol E» No." ." Diva menggeliat. namun tanpa perlu ditanyakan. Menjadikannya arang. "Dan kamu masih menyimpan kunci itu?" ^. yang terbenam dalam pelukannya. jelas Dia Maha Romantis juga. Andaikan Diva sebuah matahari yang membakar bumi di siang hari. mengusik kenangan-kenangan lama. "Dari pertama kamu muncul. Gio menahan napas.'4% "Claro1*. Berusaha ikut mengingat. Entah dari mana Gio J^Zl dirinya. sih contohnya.Tt beruntung. saya harap malam ini tidak mengecewakan. tulus. ini akan menjadi malam yang indah. malam itu adalah salah satu momen vann . Justru langit menjadi hitam karena matahari berhasil menghanguskannya. Tak banyak peristiwa yang ia kenang. Gio memiliki persepsi lain tentang malam. kamu masih ingat malam pertama kita?" "Oh! Ampun! Kamu membuatnya terdengar seperti malam pernikahan.. maka gelap malam bukan berarti ia pergi. "Aku sudah tahu. "That's the point." "Kamu tidak merasa Tuhan itu romantis?" "Kok Tuhan. Dan masih banyak lagi pandangannya yang berubah sejak Diva hadir. Yang jelas «ku! membuat Gio nekat membobol tabungan pribadinya ' Awalnya. gerah.. Diva menganggap Gio tak lebih dari anak orana kaya brengsek yang cuma ingin menambah panjana «portofolio" pengalaman seksualnya untuk kemudian diobral ke teman-teman. tapi aku tidak peduli. Jadi. mendongak sedikit. Diva bui fflenebak apa yang kira-kira anak itu dengar. "Mungkin artinya memang sama besar buatku. seratus persen. Diva tertawa. querida. . Seperti membaca pikirannya. Diva." Suara itu membisik halus." protes Ruben. "Itu tabungan saya." ujar Gio takut-takut saat itu. Sebersit emosi sentimentil menyusupi hatinya. sebaya.

pergi jalan-jalan ke mana kek.saya sudah berani menobatkan kamu sebagai klien saya yang paling ganteng. W -«jESjSS menyusur sunoai dalam negen. Ia mulai hiking ke Tiger Leap Gorge di Cina. kalau melihat kaki kamu yang sekecil wortel. Ia adalah penakluk sungai. sambil menyilangkan kaki. Sampai akhirnya sekarang ia menjadi anggota ekspedisi Sobek internasional. Sekarang.$*ggg telah disentuh. Dan dengan semangat ia w». spontan. Watut. malah hampir tidak ada. naik gunung. dan menemukan makna profesionalisme dalam bertualang." "Oh. "Ekspedisi... "Bertualang... Setelah itu Gio hampir tidak pernah pulang. "Maksudnya. "Bisa saja. "Tidak terpikir. mencoba Gletser Rekiak di Tibet.. Tidakkah lebih baik uang itu dipakai buat beli buku. penakluk gunung. Peng. "Kamu mengingatkan saya pada Sungai . atau membelikan pacar kamu cincin kek. dan Waghi di Papua Nugini. Diva mendengarkan semuanya dengan takjub. duduknya menegak. saya mulai menominasikan kamu sebagai klien saya terlucu. Ia sudah jauh meninggalkan ruangan itu." "Tidak?! Potongan kayak kamu tidak punya pacar?" Diva terbelalak. ya? Kenapa?" Diva duduk santai. Tapi kalau lagi santai pun biasanya saya pergi hiking." "Kerja?" . sampai ia mm* ke tiga rangkai sungai: Yuat. Selalu menyenangkan bertemu seseorang yang masih punya hidup. Ikut bertengger di sol sepatu Gio. Rafting. kek." "Kamu kelihatan begitu hidup. Naik gunung." desis'Diva." Suara Gio nyaris tidak terdengar: "Saya tidak punya pacar. Di antara seliweran puja-puji kagum tentang kakinya yang ia dengar setiap hari.. Pernan ke mana saja?" .:„„ Sorot mata Gio berubah-sesuatu yang &lt." gumamnya menerawang.Un." 'Diva terbahak." ... Gio. "Saya ingin sekali bertualang... Tapi saya ragu.." ucap Gio tulus. Saya tidak ada waktu. Menapaki setiap kerikil dan batu di tempat-tempat menakjubkan tadi.. bumi terlalu luas untuk didiamkan. bermain-main di batas pencapaian manusia menyentuhkan jejaknya atas alam.anny. tidak pernah ada yang serius.„. "Kamu menyenangkan. baru kali ini ada yang menganggapnya seperti wortel.***! d «m. rafting.

kamu memberi kesan yang sama. Matahari di kala malam.. bahwa semua indranya mengecap tempat-tempat ternikmat dan terindah yang pernah ia tahu. "Saya nggak apa-apa. terpesona sekaligus resah.. Lukisan ekspresi wajah Gio melampaui batas verbal. bahwa Diva bagaikan.. Menjawab segala ." Dan Diva benar-benar tak menyangka Gio sepolos itu.. yang deras. seperti masih berada di sana.. Bagaimana ia harus mengungkapkannya. ini. Matahari itu lalu bangkit. ". bahwa ia telah menjadi lelaki." Ia nampak benar-benar cemas. Di langit ada awan-awan nebula yang tadinya kehijauan. sampai semua langit jadi oranye. "Di sana sedang musim panas. bahwa Diva yang kini duduk'di hadapannya dengan rambut tergerai tanpa tabir tubuh apa pun adalah pemandangan terindah yang pernah ia lihat. Hanya saja. "Agaknya kamu akan membuat perdagangan kali ini lebih menyenangkan.. kok.. "Nih." Diva hanyut..Tatshenshini... minum. tapi terus berubah setiap detik... terbentang membelah bukit pinus yang sangat rapat. Ia mulai menggigiti bibir... Pernyataan tadi merangkum semua. Teringat akan tugas yang masih harus diembannya. Setelah sekian lama. terbenamnya matahari di Tatshenshini.. emas. Gio sendiri sepertinya linglung... Gio akhirnya mampu bicara. Tatshenshini ada di bawah. Keringat itu keringat dingin. Dan arus sungai di bawah saya.. dan waktu itu saya berdiri di atas tebing.." "Alaska? Kamu pernah ke sana?" Diva terlonjak lagi.. un sol em noite.. membawakannya air putih." Gio tersenyum polos." Gio menggelengkan kepala takzim. Pinus terbanyak yang pernah saya lihat. "Kamu tidak apa-apa?" tanyanya lembut seraya memegang badan Gio yang gemetar dan berbulir keringat. bahwa malam ini ia merasakan magi yang membuat segenap sel tubuhnya memekar bagai bunga di musim semi. sampai-sampai membuatnya terkesima untuk yang kedua kali. ini adalah yang pertama buat saya. Dan entah kenapa. Emas yang paling berkilau. Kamu bisa bayangkan? Sebuah ketenangan.. malamnya terang. Seperti api... bercampur buih putih yang mengamuk. "Baru dua minggu yang lalu." Diva pun terkesiap..

. Tidak akan . Namun ada vibrasi keresahan yang terdeteksi. "Tenang. "Kamu rhasih 'Si 5000 dolar?" "Dengan kurs sekarang? 1500. Saya entrepreneur murni. membiarkan bibir itu di sana." Diva menambahkan sambil tertawa kecil. Seakan-akan ia telah bermetamorfosis dengan sempurna. |Q Jangan lakukan itu memisahkan kedua bibirnya.." Gio mendekapnya erat. Gio tak berkomentar." Jangan. "Seharusnya kamu tidak melakukannya dengan saya.keheranannya. Refleks berikutnya. Diva mulai menggigiti bibir. Aku baru saja menemukan mahadewi. Saya yakin itu. Mengetahui lagi rasa jutaan saraf kecil yang memercikkan listrik-listrik bening ketika dua bibir bertemu.. tidak seperti ini. dan bukan peliharaan perusahaan. Ia bukan lagi anak lelaki gugup beberapa jam yang lalu. mendekapnya lama. Diva menikmati setiap detik. lengkap dengan sopir?" selorohnya lagi." Gio menjawab pelan. Mereka sama-sama membawa kenangan." "Ikut dengan saya. at least. betapa ia sudah tak terbiasa menghadapi apa yang sungguhan hidup. Gio membawa pulang kunci kamar hotel itu. Diva merengkuh lembut pemuda itu. Perlahan dan tenang. namun malam ini ia yakin telah mengambil keputusan yang tepat. Diva.. "Diva. saya tetap tidak terikat atau tergantung pada siapa pun. Tidak ada yang menghidupi saya. "Kamu tahu saya tak akan pernah merenggut kebebasanmu.. untuk kemudian menciumnya tenang. "Nio fazer istb." "Tidak ada yang saya sesali. Tidakkah kau mengerti. Dan Diva pun merasa ngeri.. Tak pernah Diva membiarkan hal itu terjadi sebelumnya. Gio menyentuh lembut dagunya." ia berbisik. Melihatnya Gio langsung menyergah. Ngeri akan kesungguhan dalam ucapan tersebut—membuat ia tersadar. Refleks. "Kamu pikir dari mana saya bisa punya rumah di real estat itu? New Eyes. sayang. Tidak juga nanti. Membiarkan dirinya bermanja dalam pengalaman yang jarang ia dapatkan. saya bukan peliharaan orang." Suara Gio menariknya dari vakum memori. Diva membawa kenangan ciuman pertamanya. Uang Gio tak disentuhnya sama sekali. Menariknya masuk ke dalam lapisan hangat selimut.

menjadikannya seperti kain perca.." Gio bergerak pelan. ada. Telepon genggam mungilnya . dan malam. Jangan pernah takut dengan kebebasan. Ia akan tetap berarti kalau kita membiarkannya lewat.ada yang berubah." KEPIM6 Tuhan Maha Tidak Romantis Secara kebetulan mereka berdua sama-sama sedang ada di kota Bandung.. "Manusia tidak diciptakan untuk terikat pada apa pun. apa pun harapan kamu. menghitung-hitung kira-kira di mana dan jam berapa ia bisa menyelipkan Re ke menu acara." Seketika Diva." "Kenapa kamu harus begitu pesimis?" "Saya tidak pesimis. Buruk. "Dan kamu tahu betul jawaban saya." Lelaki itu mengatupkan mat ari y a. Dan demi sebuah kebersamaan. Gio. sekaligus sudah terlalu berat untuk ditanggalkan. Meninggalkan malam ini. Ada perbedaan besar antara pesimis dan jujur. Jangan pernah juga memanipulasi kebebasan. tak berguna. "tidak juga pernah berubah sejak dulu. dan berarti. tidak lebih. Jadi." Diva mengecup lengan Gio yang menyelimuti tubuhnya. "Matahari membakar siang.membalik badan. tidak kurang." "Meu vem." Gio mengerti semua.. Buat semua detik baru." "Minha sol. Kamu manusia yang masih punya hidup. sesungguhnya tidak pernah sekali pun kita berpisah. Saya barusan berkata jujur. Semampuku. "Izinkan akubeisatu denganmu. tapi berat rasanya ia melepaskan pelukan itu. "Saya tidak pernah berharap apa-apa. Langitku/ sang Diva berbisik. Manusia yang hidup tahu bahwa ketidaksabaran hanya akan membuatnya merencanakan masa depan secara tidak alami. Yang ada hanyalah. Apa adanya. Menjadikan detik-detik berharga tadi usang. lagi-lagi Rana berkutat serius dengan agendanya. Detik ini berarti karena ia detik ini. Percayalah. kamu tak akan mau hidup dalam belenggu seperti itu. Kita tidak bisa menyeretnya hanya karena kita begitu terikat dengan keindahannya.. lalu menghabiskan hidup mereka untuk menghiasi keusangan itu dengan paksa. wajahnya kini berhadap-hadapan dengan Mataharinya. apa bedanya? Bagi matahari tidak ada siang atau malam. "Aku mencintaimu/' bisiknya tertahan. gemas.

" jawab Re." Rana seketika menunduk. "Sori.¦¦ Kebimbangan itu bergolak perlahan di bawah permukaan Sepertinya ada yang salah. sih. tadi saya lupa matiin. Tapi kemudian mereka sama-sama melihat nama yang muncul. ya?" "Tapi setidaknya kita bisa berduaan tanpa pakai strategi. Bergegas Rana menuju kamar mandi. Tak dirasa lagi lelah akibat permainan petakumpet. Bagaimana?" "Saya cuma punya waktu sampai jam enam." suara Rana nyaris tidak terdengar. Tanpa lihat belakang." "Saya usahakan setengah jam. "Ya. Re mengangguk kecil. Princess. Milik Rana." "Kalau saya jadi istri kamu. kalau saja ia boleh komplain.." gumam Rana sambil membelai rambut Re. enggan. "Nggak usah diangkatlah." ". Ternyata itu t«» 1 pea«0h..berbunyi. pasti sering ditinggal-tinggal." "Sejam? Tapi saya sudah di jalan. Tapi saya benar-benar harus muncul di dinner meeting satu ini. 'Mungkin bisa. atau kiri-kanan. ya." rajuk Re.. Mungkin kita tak perlu bertemu. "Oops. Mereka seperti sedang transaksi ganja.. "Ya?" *tM «jangan jemput saya di sana lagi. "Ya?" "Bagaimana?" Rana tidak suka ini. Merasa bersalah.. dan menutup pintu Suaranya terdengar sayup-sayup dalam ruang yang menggema itu. Puteri. "I'll see you." Rana menggeliat bangun. Dan kenapa aku ditempatkan di hotel dengan kamar "back to . Masih terdengar jelas." Re setengah mengingatkan. "Padahal janji wawancaraku baru mulai jam tujuh nanti. setengah memaksa. Keduanya tersentak. Paling lama 45 menit. Bunyi telepon genggam berdering." ulang Rana dengan nada ditekan. Ekpresi wajahnya bertahan sama. Seringnya ialah yang bermain sirkus dengan waktu berhubung jadwal Re yang padat gizi itu sulit sekali diajak kompromi. lho. sejam lagi. "Saya usahakan. Tiga jam yang berharga.. Mungkin kita tak perlu bertemu. kenapa juga harus selalu terbirit-birit? Mengapa tidak bisa membiarkan satu kesempatan lewat begitu saja dengan santai? Mengapa mereka bertingkah seperti pialang saham di bursa? Haruskah demikian? Ferre Semua ketegangan tadi lumer ketika dua manusia itu akhirnya bertemu. M tidak adil.Re. Re menghela napas.

"Oh. satu kesempatan menyambut kekasihnya pulang kerja. Suara Rana yang menyimak." Tiba-tiba terdengar telepon genggamnya kembali berdering." Busa putih di mulut Re muncrat keluar. mencari-cari perangkat apa yang kirakira bisa berbunyi dan menutup gema-gema dari kamar mandi itu. pintu kamar mandi itu terbuka. Ini . Dengan berbagai alasan. Puteri. Mendadak ia punya saudara sepupu yang harus dikunjungi dan akan menginap di sana." Rana berjalan menjauh. ultrasonik. dengan suara kumur-kumur.. Yang mampu memblokir suara apa saja. sih? Nggak jelas! Tapi kamu makin-makin cakep... nggak akan ada lagi yang melihat begitu!" Rana tergelak-gelak. Rana pun berbohong pada rekan-rekannya. palingpaling Gita. karena aku rela diabaikan. ya. Tawa Re langsung punah. suara infrasonik. Namun demi satu kebersamaan." ujarnya sambil berlari kecil.. "Kamu ngomong apa. Suara Rana yang menasihati. no. Mereka menyumpahiku. demi sepasang penyumbat telinga nomor satu di dunia. Rana dengan tahu diri berusaha menebus "kesalahan"-nya. Nihil. saya baru mau pergi..... itu sangat orisinil! Kamu cari di seluruh pelosok bumi. Sekalipun wajah itu nampak dingin tak terpengaruh. Sekawanan samurai terbuat dari huruf datang menyerang. "Apa??" serunya setengah tertawa. Suara Rana yang tertawa.aku ingin sekali tuli. Setelah sekian lama. "Sebentar ya. sampai suara hatinya sendiri. cari makan. Mereka berjanji ketemu lagi malam ini. "Halo. Dengan penuh kesadaran. kamu belum di rumah.nature" sehingga tidak ada televisi di sini? Dengan gelisah Re menyebarkan pandangan. • Sebentar lagi Re sudah-mau memotong kupingnya." Terdengar keluh Rana. menyaksikannya sikat gigi sebelum tidur. ya. Mas?.semua.. Re masih tertawa-tawa. Dua kali dalam satu malam. dari mulai suara biasa. ramerame.. Busa odolnya sudah berpencar ke mana-mana. Rasanya ia mau merelakan semua miliknya . karena aku cuma bisa diam. Tepat waktu. pelan-pelan ditutupnya pintu kamar mandi itu. Mencacah harga diriku seperti daging cincang.. Mereka menghinaku. "Rana. "Kamu cakep kalau lagi sikat gigi.

cinta tanah air." "Data yang tidak lengkap bagaimana?" Dhimas setengah mengeluh. Jadi." "Setuju. benakku siap memaki lagi.. Coba. Namun ia tahu. titik tengah: romantisme hanya bentuk ekspresi. kucing. Tunggal.. cinta orang tua. hanya ia mengalami proses saturasi." "Ada yang bunuh-bunuhan karena Cinta. Aku tak mau mendengar apa-apa. apabila pemilahan- . berarti Tuhan juga Maha Tidak Romantis." "Peperangan atas nama Cinta. Berkumur-kumur amat keras. Puteri. "Iya. Philia.. Bukan praktek. sahabat. oke. Cinta adalah energi dasar. Dhimas &amp. Ruben Ruben masih tidak mau kalah." "Oke. Suara kucuran air membahana di ruang kecil itu. berapa banyak format yang harus kita telaah kalau begitu? Karena kenyataannya. "Tapi kalau Tuhan maha segalanya. Jadi substansi apa itu sebenarnya?!" "Menurutku. "Jangan sampai kita terjebak membuat prekonklusi dari data yang tidak lengkap." Dhimas jadi merenung. Keran air langsung dihidupkan.." "Gila. Tadinya ia pikir ini hanya obrolan sore hari yang ringan-ringan saja. Ada cinta pacar. Dibersihkannya percikpercik busa di kaca. dan mendadak ia merasa sangat bodoh." "Eros. "Aku selalu merasa Cinta itu dipromosikan dengan salah. Cinta pacar. dibutuhkan gemuruh air yang lebih besar untuk membungkam suaranya sendiri.. Cinta bisa dipraktekkan macam-macam. ia pun membasuh mulutnya.sudah seperti minum racun yang dijadwal. Re menghidupkan semua keran air. dan seterusnya itu sudah merupakan format turunan.. Dari shower sampai kloset. berarti Cinta itu apa?" "Tahan dulu!" Ruben sontak duduk tegak. ya. Mubazir! Yang ada malah orang-orang miskonsepsi tentang apa itu Cinta." "Kalau semua itu kita rangkum." Ruben mengacungkan jempolnya. di pinggiran wastafel. Dan semua pemilahan kategori cinta sesungguhnya adalah satu zat yang sama dengan kadar polusi berbeda-beda. Satu item dengan setumpuk katalog yang berbeda. tikus." "Ada yang saling membenci karena Cinta. Polusi itu tercipta di pikiran kita. Kebencian pun berasal dari energi yang sama. "Kita ingin berbicara tentang Cinta di level substansi.

mengapa ada ini dan itu.. berkeluarga. tidak ada di rumah. Konsentrasinya berantakan. mengapa kita jatuh cinta. Ruben. Mentahmentah. "Sesuatu yang agung dan substansial ingin mengalami. dong." bujuk Rana lagi. "Bukankah itu inti semuanya? Mengapa ada hidup. mengapa kita mati. ajak saja Ale. kendati ia menyampaikannya dengan halus.. Mempertanyakan dirinya. ia merasa tidak karuan sekarang.. Terbungkus momen yang tak terkatakan.. semuanya adalah pengalaman.. Puteri. Ingin mengalami adalah hasrat yang paling dasar.pemilahan tadi lenyap." "Atraktor asing. "Tidak ada yang salah." Rana merajuk mania." "Bukan itu masalahnya. "Cinta adalah mengalami. beranak-pinak. Perlahan Dhimas berkata. supernova "Tidak bisa kamu samakan. Sementara suaminya. Re menolak. Jadi apa salahnya. Puteri. maka yang ada hanyalah. kontraktor yang sedang mengerjakan proyek masjid raya di Surabaya itu." Mengalami? Ruben tercenung. dan jadilah ini semua. Bakal ada puluhan orang lain juga di sana. "Kamu ini." "Justru aku ingin kasih lihat kalau kita berteman. Padahal saya kan tahu tempat tinggal kamu. Jadi kamu nggak usah paranoid begitu." "Kalau kamu canggung. mengantarkan saya pulang ke rumah saja nggak pernah mau." KEPING ^ Sebesar Cinta itu Sendiri Hari ini Rana berulang tahun. mengalami. "Aku bukannya paranoid. Tapi aku tetap tidak bisa. Rana akan mengadakan pesta kecil di rumahnya nanti malam. jangankan masuk. Ale bisa mengikatnya ke tiang listrik kalau tahu ia akan pergi ke rumah Rana." Sejenak keduanya membisu. "Re. Ia mengalami melalui kita. sih?" tanya Rana memelas." "Satu-satunya pertanyaan yang ada.." kali ini Re spontan tertawa. Justru sebaliknya.. Namun Re tidak melihatnya sebagai satu peristiwa yang membuat hari indah." sergahnya halus. Feedback adalah hasil arus balik dari atraktor asing yang berputar kepada diri sendiri. "Apanya yang ." ulang Dhimas lebih mantap. itu cuma acara biasa. Semua orang juga sudah tahu itu.. Apa salahnya kamu juga tahu tempat tinggal saya sehari-hari itu seperti apa." Dhimas terenyak. dan ia mengundang Re datang. ".

diakibatkan oleh fantasi yang diduplikasi berulang-ulang dan berlipat-lipat ganda. Kecemburuan aneh yang hanya ia mengerti sendiri. Sebesar Cinta itu Sendiri Rasa memiliki itu hidup seperti sel.. Bagaimana kalian makan bersama.." Di jalan itu. tapi bergerak seinci pun Re tak bisa." "Aku usahakan. Dan betapa seharusnya engkau tidak di sana. Ia akan terpecah di luar kendali cinta itu sendiri. Pergi tanpa ragu lagi.. Aku akan dirasuki jutaan imaji mengenai dirimu dengannya. Tak kan kuhadirkan kakiku ke sana. Karena cemburu. semenjak kita saling mencinta. Puteri. Paling-paling cuma dua atau tiga puluh langkah berjalan kaki. Re menjatuhkan kepalanya ke atas kemudi. Rumah Rana pasti salah satu dari jajaran itu. Maaf. Semula satu dan kemudian terpecah jadi seribu satu. Tidak janji.tidak bisa?" "Kadang-kadang kamu memang terlalu naif. Dan aku menyimpan sel-sel yang sangat sehat. hingga akhirnya objek yang nyata pun tak jelas lagi. Arwin Grafiti berwarna ceria . Sel ini terus bertambah dan merambah. Dalam konteks ini bisa diartikan juga bah wa alam simulakrum adalah alam meleburnya realita dan ilusi. Sejenak Re mengangkat matanya dan melirik ke jalan itu sekali lagi. karena. tapi aku usahakan. Ia cuma bisa berharap Rana mau mengerti.. Re menyalakan mesin mobilnya. ya?" Re diam. Mobil-mobil banyak yang mulai datang. menatap plang jalan itu dengan resah. atau bercinta di atas meja. Mereka hidup melingkari kita. saya sedang tidak berselera untuk disiksa.. bukan lagi di alam simulakrum20. ada sebuah mobil yang berhenti dengan aneh. Ia yakin. Selain posisi berhentinya yang serampangan—antara mau belok atau tidak—mobil itu pun sudah berhenti di sana lebih dari setengah jam.. Rana akan mencak-mencak kalau tahu ia tidak datang hanya karena. tak kan pula kuhadapkan mataku untuk melihatnya. Suka tak suka. "Pleeeeease. Kekasihnya begitu dekat secara nyata. Ada Re di dalamnya. 20 Simulakrum adalah ruang yang disarati oleh duplikasi dan daur ulang berbagai fragmen yang berbeda-beda di dalam satu ruang dan waktu yang sama (Baudrillard)." "Datang.

Temannya tahu itu. keduanya nampak tegang menontoni salah satu adegan puncak. kalau dia sedang membuat profil tentang pria itu. Tapi kira-kira apa yang bakal dia lakukan ya? Pria malang. temannya tahu itu. Rana yang menjadi pendiam.menghiasi setiap bidang dinding kafe itu. Lebih-lebih sehabis mereka bercinta. mengambil jarak.. hari Senin minggu kemarin. "Ya. mungkin mereka memang cuma berteman." ucapnya dengan nada sewajar mungkin. dingin. Aku baru melihat mereka berduaan tiga hari yang lalu. "Artikel itu sudah bulanan yang lalu dimuat. Lagi-lagi. tanpa bermaksud mengambil kesimpulan apaapa. Kalau tidak." Rasanya Arwin ingin membabi-buta lari ke atap gedung dan menjatuhkan diri. Ruben Persis seperti nonton film laga. berat. Namun semuanya menjadi suram apabila disandingkan dengan aura kelam yang menyorot dari batin Arwin. Dhimas &amp. Sebelumnya lagi di Shangri La." "Well. Kamu juga kenal Rana. "Kenapa juga harus dibikin ketahuan?" komentar Ruben gemas. dan muram. mana mungkin. dan ia turut prihatin." Arwin menghela napas. Desi juga bilang dia melihat Rana di Bandung. Selalu menghindari acara keluarga. pemurung. seluruh cerita ini berlalu begitu saja tanpa pelajaran untuk semua orang. "Ya harus." Muka Arwin ditegar-tegarkan." Segalanya memang menjadi jelas. ." ia mengangguk-angguk. kebiasaan menangis diam-diam. "Aku tahu siapa dia. Aku yakin. Kegiatannya yang seabrek. Tapi tidak ada jalan lain: "Bukan untuk pertama kalinya aku melihat mereka." "Tapi Rana pasti hanya berteman baik dengan orang itu. "Maaf kalau aku terlampau curiga dan membuatmu malah tidak enak. Aku hanya concern. makan malam di Chedi bersama pria yang ciri-cirinya persis sama dengan Ferre. Rana yang pelamun.. "Tapi Rana memang pernah bilang kok. Dan yang satu itu. tapi lebih baik kamu cek lagi kegiatan-kegiatan istrimu. Namanya Ferre. Tangisan lirih yang seperti sayatan silet. Sepupuku teman seangkatannya di Berkeley dulu. sih. Tapi ia tak mau membuat Arwin lebih terbanting. Dia sangat mencintai isterinya. Semua harus kebagian.

Kamu tahu aku paling malas disuruh meliput ajang anugerah semacam ini. Mereka saling pandangpandangan. Semoga saja dia sadar kalau sedang berpijak di semesta yang serba relatif. Maka terciptalah percakapan itu. "Menderita". ya? Berhasil bertemu dengan seseorang yang menarik? Among a bunch of airheads?" Re tambah mengolok. Kata-kata yang selalu bermunculan namun ia bendung hanya karena tidak mau Rana sakit hati. Harus menunggu satu ajang akbar dan persetujuan rapat redaksi.selayaknya semua peristiwa hanyalah semata-mata peristiwa. Kepahitan pun merambat naik seperti bisa ular. Re tertohok. Entah itu diberi judul tragedi atau keberuntungan." Mendengarnya. dan seorang kekasih gelap yang mencintainya setengah mampus ] l Sepasang sepatu mentereng yang sakit kalau dipakai dan sepasang sepatu tua nyaman yang setia ] [ Kabarmu sendiri bagaimana.. Bukankah ia sudah cukup menderita? [ Ya. tapi sekarang memang lain cerita. [ Ini keterlaluan! Mengapa harus begini? Mengapa harus kamu. Bersiap-siap. Seorang suami yang harus dipertahankan demi stabilitas status sosial. Dia bisa melihat dirinya sebagai korban. tapi bisa mengantar Re tidur tersenyum sampai pagi." "Label apa yang dia pilih kira-kira?" tanya Dhimas lagi. Dia punya semuanya. "Kalau soal itu sih jawabannya pasti 'tidak'. bisa ketemu banyak artis. dear? Kamu senangsenang dong. "Jangan mengejek. Ferre Rana sedang keluar meliput. dan dilihat kalau ada kesempatan? . Sepatu Tua? Senangkah kau di sana? Di gudang gelap yang hanya dibuka sekali-sekali. tapi cara kita menyikapinyalah yang kemudian memberikan label. atau sebaliknya." Re mengolok. "How's it going.. yang cukup sepuluh menit. jadi penonton. bisa telepon kamu. Telepon kekasih sebelum tidur—betapa mahal dan kompleksnya kesempatan itu." "Oh." Rana tertawa manja. "tapi di acara seperti ini aku kan bisa santai. Jemarinya mematung di atas tuts keyboard. Rana? Mengapa harus aku? Mengapa perasaan ini? Perasaan sesat! Irasional! RACUN! ] Re setengah mati menekan kata-kata itu untuk tidak keluar. Harga dirinya kembali tergigit.

.. .Sorry kalo kurang bagus edit nya… Selamat membaca aja ya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful