P. 1
mekanika

mekanika

|Views: 398|Likes:

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Achmad Fadhly Silaen on Sep 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/23/2013

pdf

text

original

Hamiltonan SUSY untuk kasus osilator harmonik diberikan oleh persamaan

(II.21). Untuk memperoleh arti fisis hamiltonan supersimetri, parameter massa (m)

dimasukkan kembali ke dalam Hs sehingga didapat

Hs = 1

2(p2

m + W2

)• + 1

2σ3

W
m.

(II.34)

4

Simetrirusak(brokensymmetry)diartikansebagaisuatukeadaandasarsistemataukeadaanvakum
dari suatu teori medan kuantum relativistik yang memiliki kesetangkupan lebih rendah dibandingkan
dengan Hamiltonan yang mendefinisikan sistem tersebut. Contohnya dalam fisika partikel adalah mo-
del Weinberg-Salam tentang teori elektrolemah (electroweak theory).

5

Keadaan vakum adalah keadaan dasar dalam teori medan kuantum relativistik. Keadaan vakum
tidak berarti keadaan tanpa sesuatu. Dalam ruang lingkup mekanika kuantum, keadaan vakum memi-
liki tenaga titik-nol sehingga menimbulkan fluktuasi vakum.

23

Jika dibandingkan dengan hamiltonan Schrödinger untuk elektron (massa m dan mu-

atane) yang dipengaruhi medan magnet luar

H= 1

2(p2

m + e2
m


A2

) + ie

2mdiv

A e
m


A. p + |e|

2m σ.

B,

(II.35)

dengan

A = 1
2


B× r adalah vektor potensial, diperoleh bahwa persamaan (II.35) men-

jadi persamaan (II.34) untuk kasus khusus padasaat

A = (0,

√m
2|e|W,0). Untuk menga-

mati pentingnya momen magnet elektron, digunakan bentuk persamaan (II.35), tanpa

menyusutkannya menjadi persamaan (II.34). Dapat dilihat bahwa masalah sederhana

yaitu elektron pada pengaruh medan magnet luar menunjukkan keberadaan SUSY.

Jika diasumsikan medan magnet

B =konstan dan sejajar pada sumbu Z yaitu


B = Bˆ

k, maka


A. p = 1

2BLz

4
A2

= r2

B2

( r.

B)2

= (x2

+ y2

)B2
.

(II.36)

Hasilnya,Hmenjadi

H= 1

2m

p2

z + (p2

x + p2

y)

+ 1

2mω2

(x2

+ y2

)ω(Lzσ3). (II.37)

Terpisah dari gerak bebas dalam arah z,Hmenjelaskan dua osilator harmonik dalam

bidang-xy, juga termasuk pasangan momentum orbital dan spin. Dalam persamaan

(II.37), ω adalah frekuensi Larmor : ω = eB

2m dan

S = 1

2 σ. Dalam pendekatan

kuantisasi osilator, bentuk pasangan momentum orbital dan spin menjadi

ω(Lzσ3) =iω(b†

xbyb†

ybx) + ωσ3.

24

Namun dengan mengatur bentuk yang berupa

B† = 1

2

(b†

x + ib†

y)

B = 1

2

(bxiby),

(II.38)

maka persamaan (II.37) dapat diubah menjadi

1

2(H p2

z

2m) = ω(B†B + 1

2)• + ω

2σ3

yang bentuknya mirip dengan persamaan (II.19). Kesimpulannya, persamaan Pauli

dua-dimensi, (II.35), memberikan contoh sederhana mengenai perwujudan SUSY

dalam sistem fisis.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->