Analisis Real

1

barisan. maka harus ditunjukkan bahwa A ⊆ B dan B ⊆ A . Himpunan juga dapat didefinisikan dengan mendaftar elemen-elemennya.Si. Lebih lanjut. jika kita mengingkan kekhususan yang elemen-elemennya memenuhi sifat P. Selanjutnya dua himpunan A dan b sama jika A dan B memuat elemen yang sama. untuk himpunan semua elemen x yang memenuhi sifat P. operasi himpunan. dan x anggota A maka ditulis x ∈ A . jika A dan B himpunan sehingga x ∈ A . ditulis A=B. diperlukan sekali konsep-konsep dasar dari aljabar himpunan dan fungsi. Sedangkan fungsi atau pemetaan dapat dipandang sebagai himpunan khusus/spesial. tetapi kita tidak perlu ragu menggunakannya. limit fungsi. untuk membuktikan bahwa himpunan A dan B sama. atau ”keluarga”.BAB PENGANTAR 1 ANALISIS REAL ALJABAR HIMPUNAN DAN FUNGSI A. Obyek-obyek yang terdapat dalam himpunan disebut anggota atau elemen dari himpunan tersebut. Dua konsep ini merupakan alat yang penting untuk belajar analisis. Jika A ⊆ B dan terdapat anggota B yang bukan anggota A. 1 . dinotasikan 0 . dinotasikan A ⊆ B atau B ⊇ A . karena konsep himpunan dan fungsi tersebut akan digunakan dalam pembicaraan sistem bilangan real. Jika P menyatakan sifat yang mempunyai arti dan kejelasan untuk koleksi elemen-elemen. Pernyataan ”sifat khusus” pada definisi himpunan ternyata tidak mudah didefinisikan secara tepat. Sekarang. maka di tulis {x : P( x)} untuk himpunan semua elemen x yang memenuhi sifat P. kita anggap sama kata “himpunan” dengan kata “klas”. kontinuitas maupun pendiferensian. definisi fungsi yang tepat serta tipt-tipe khusus dari fungsi akan dibahas dalam bagian ini. Jadi. Demikian juga dengan kata “fungsi” kita anggap sama dengan “pemetaan”. Berakibat x ∈ B maka dikatakan bahwa A himpunan bagian B. PENDAHULUAN Sebelum mempelajari analisis real. maka A dikatakan himpunan bagian sejati dari B. ”koleksi”. hasil kali ganda dan beberapa sifat yang terkait dengan operasi himpunan. Untuk selanjutnya. maka ditulis {x ∈ S : P( x)} . Fungsi akan dijelaskan melalui definisi yang tepat maupun grafik. Aljabar Himpunan Jika A sebarang himpunan. yaitu hasil pengembangan dari pengertian hasil kali ganda dua himpunan. By: Siti Lailiyah. Jika x bukan anggota A. Untuk himpunan. Himpunan yang tidak mempunyai anggota disebut himpunan / kososng (empty set/null set). Metode khusus yang disebut induksi matematika juga dibicarakan dalam bagian ini. Sekarang kembali pada definisi himpunan. Metode induksi matematika tersebut merupakan sifat dasar dari sistem bilangan asli. URAIAN DAN CONTOH Himpunan dapat dipandang sebagai koleksi (himpunan) obyek-obyek yang ditentukan oleh beberapa sifat khusus. 1. Namun. Dengan pengertian hasil kali ganda ini. akan dikembangkan pengertian fungsi. kita akan membahas mengenai aljabar himpunan. ditulis x ∉ A . M. B.

2.8.13.48} .B = Himpunan bilangan prima yang kurang dari 20 3.11.….10. Menggunakan notasi pembentuk himpunan Contoh: .A = Himpunan vokal dalam abjad latin . { } By: Siti Lailiyah.6.1}) Contoh lain: a.3.…} -R = { s | s2-1=0.7.Q = {1.11.5.P = {x | x himpunan bilangan asli antara 7 dan 15}(Maksudnya P = {8.5. Penulisan himpunan seperti ini bukan merupakan well-defined karena memunculkan ambigu.u} .e. Dengan demikian himpunan dapat didefinisikan dengan mendaftar elemen-elemennya.5.13. yaitu R dapat diartikan sebagai himpunan bilangan ganjil yang lebih besar dari 1 dan kurang dari 20.Q = { t | t bilangan asli} (Maksudnya Q = {1.3.7. s bilangan real}(Maksudnya R = {-1.3.P = {0.A = {a.9.2}. Menyatakan sifat yang dimiliki anggotanya Contoh: Perhatikan himpunan pada contoh 1 di atas dan bandingkan dengan pendefinisian di bawah ini .…} Awas dalam kasus: R = { 2. M.o. Himpunan x ∈ N : x 2 − 3 x + 2 = 0 .14}) .10. Karena penyelesaian dari persamaan kuadrat x 2 − 3 x + 2 = 0 adalah x = 1 atau x = 2 .….15.9. 4.B = {2.4.3. Contoh: .7.2.Si.13.BAB PENGANTAR 1 ANALISIS REAL Pendefinisian Himpunan Untuk mendefinisikan himpunan digunakan 4 cara.i.19}.9. 2 . maka himpunan ini dapat dinotasikan dengan {1. Menyatakan sifat dengan pola Contoh: . Sementara itu R dapat diartikan pula sebagai himpunan bilangan prima yang kurang dari 20.4. yaitu : 1. Mendaftarkan semua anggotanya.19} 2. Oleh karena itu pendefinisian himpunan dengan menyatakan pola seperti ini harus sangat hati-hati agar tidak menimbulkan tafsiran lain.10.12.11.7.17.5.8.

x ∈ N } 2. A ∩ B = B ∩ A . A ∪ B = B ∪ A (sifat komutatif) c. M. j = 1. maka irisan dari A dan B. Jadi A \ B := {x / x ∈ A dan x ∉ B} By: Siti Lailiyah. Dengan kata lain: A ∩ B := {x. maka: a. K . A ∪ A = A (sifat idempoten) b. Operasi Himpunan Definisi 1. x ∈ A} = A Begitu juga untuk A ∪ A = A caranya analog. K .2 Jika A dan B himpunan. (sifat distribusi gabungan terhadap irisan) Bukti: a.1. maka komplemen dari B relatif terhadap A adalah himpunan semua anggota A yang tidak menjadi anggota B. x ∈ A atau x ∈ B} / (iii)Jika A dan B himpunan. x ∈ B dan x ∈ A} = B∩ A Pembuktian untuk c dan d ditinggalkan sebagai latihan Catatan: A = A1 ∪ A2 ∪ K ∪ An := {x : x ∈ A j untuk suatu j .1. ( A ∪ B ) ∪ C = A ∪ (B ∪ C ) (sifat assosiatif) d. (sifat distribusi irisan terhadap gabungan) A ∪ (B ∩ C ) = ( A ∪ B ) ∩ ( A ∪ C ) . B dan C sebarang himpunan. Teorema 1.1.1 Jika A. A ∩ B = 0 . 3 .Si. A ∩ A := {x. b. dan dinotasikan A \ B (dibaca ” A minus B”). Kadang-kadang suatu rumus dapat digunakan untuk mendeskripsikan himpunan. j = 1. A ∩ A = A.2. Dengan kata lain: A ∪ B := {x.1 (i) Jika A dan B himpunan.2. A ∩ (B ∪ C ) = ( A ∩ B ) ∪ ( A ∩ C ) . x ∈ A dan x ∈ A} = {x. dinotasikan A ∩ B adalah himpunan dari semua anggota A dan B. n} B = A1 ∩ A2 ∩ K ∩ An := {x : x ∈ A j untuk semua j . x ∈ A dan x ∈ B} = {x. misalnya himpunan semua bilangan asli genap dapat dinotasikan sebagai {2 x : x ∈ N } atau {y ∈ N : y = 2 x. A ∩ B := {x.BAB PENGANTAR 1 ANALISIS REAL b. n} Definisi 1. dinotasikan A ∪ B adalah himpunan semua anggota A atau B. ( A ∩ B ) ∩ C = A ∩ (B ∩ C ) . x ∈ A dan x ∈ B} (ii) Jika A dan B himpunan maka gabungan A dan B. maka A dan B dikatakan saling asing. Kadang-kadang dinotasikan A − B atau A ~ B atau C(B).

BAB PENGANTAR 1 ANALISIS REAL Dibawah ini akan diberikan sebuah teorema tentang operasi himpunan yang berkaitan dengan A \ B dan pembuktiannya ditinggalkan sebagai latihan. Para ahli matematika abad yang lampau.1 Hasil Kali Ganda AxB Contoh 1.2 1) Misalkan A={1.b) a A Gambar 1.1.4).3 Jika A dan B dua himpunan tidak kosong. B.1) AxB B b (a. kata ”fungsi” diartikan untuk mendefinisikan rumus.1.Si. Fungsi Pada bagian ini akan dibahas pengertian fungsi atau pemeteaan dan tipe-tipe khusus dari fungsi. Teorema 1. (1. seperti f (x ) = x 2 − 6 x + 8 yang mengkaitkan setiap bilangan real x dengan bilangan real yang lain f ( x ) . 5} maka AxB adalah himpunan yang anggotanya adalah pasangan terurut (1.1. Dalam perkembangannya. (lihat Gambar 1. 4 . (3.5).b) dengan a ∈ A dan b ∈ B . (2. C sebarang himpunan. M.2 A AxB By: Siti Lailiyah. 2. diberikan definisi 1 2 Gambar 1. (3.5) 2) Jika A := {x ∈ R : 1 ≤ x ≤ 2} dan B := {x ∈ R : 0 ≤ x ≤ 1 atau 2 ≤ x ≤ 3} .4). maka : A \ (B ∪ C ) = ( A \ B ) ∩ ( A \ C ) A \ (B ∩ C ) = ( A \ B ) ∪ ( A \ C ) Hasil Kali Ganda (Cartesian Product) Definisi 1. 3} dan B={4.2 Jika A. (2. maka AxB dapat digambarkan seperti dibawah ini: B 3 2 1 0 3.5).4). AxB hasil kali ganda (Cartesian Product) dari A dan B adalah himpunan dari semua pasangan terurut (a.

Himpunan A disebut domain dari f dinotasikan D(f) dan B disebut target dari f.1. Perhatikan definisi berikut: Definisi 1. ∀x ∈ D1 . 5 .BAB PENGANTAR 1 ANALISIS REAL fungsi yang lebih umum. Dibawah ini akan diberikan definisi fungsi sebagai himpunan khusus. (a. sehingga lebih jelas perbedaan fungsi itu sendiri dengan nilai dari fungsi tersebut. b) ∈ f dapat ditulis b = f (a) . dinotasikan f (a ) . By: Siti Lailiyah. R(f).3 Fungsi Sebagai Grafik Sekarang kita berikan fungsi f : A → B dengan domain A dan range di dalam B. dengan (a. a ∈ D1 } atau f1 = f | D1 .b) f R(f) a A Gambar 1. Fungsi f1 ini disebut fungsi yang dibatasi oleh f pada himpunan D1 (Restriction of f to the set D1 ). (Lihat Gambar 1. Range dari f. artinya jika (a. Jadi f1 ( x) := {(a. Jika f fungsi dengan D(f) dan D1 ⊆ D( f ) . Fungsi g 2 disebut perluasan fungsi g pada himpunan D2 (Extension of g to the set D2 ). didefinisikan fungsi baru f1 dengan domain D1 oleh f1 ( x) := f ( x). maka sebarang fungsi g 2 dengan domain D2 sehingga g 2 ( x) = g ( x).3) B b (a. b) ∈ f dan (a. Definisi 1. M. ∀x ∈ D( g ) . B himpunan fungsi dari A ke B adalah himpunan f dari pasangan berurutan dalam AxB sehingga untuk setiap a ∈ A terdapat dengan tunggal b ∈ B . Jika g fungsi dengan domain D(g) dan D2 ⊇ D( g ) . b) ∈ f . adalah himpunan f ( A) = { f (a) ∈ B : a ∈ A} yang merupakan himpunan bagian dari B. yaitu dari perkembangan pengertian hasil kali ganda dua himpunan.4 Fungsi f dari himpunan A ke himpunan B adalah suatu aturan yang mengawankan setiap anggota a ∈ A dengan tunggal anggota B.Si. b )1 ∈ f maka b = b1 . b) ∈ f .5 (Fungsi Sebagai Grafik) Misalkan A.1.

c} 1 a f : A B dinyatakan dalam pasangan terurut f : {(1.b). Contoh : A : {1.c} dan Rf = B maka fungsi f adalah fungsi •c surjektif atau fungsi onto atau fungsi kepada.b. (4.b. A Fungsi f 2. 2 b Tampak bahwa tiap anggota A yang berbeda c 3 mempunyai peta yang berbeda di B Fungsi f adalah fungsi injektif atau satu-satu. B : {a. a2 ∈ A dan a1 ≠ a2 berlaku f (a1) ≠ f (a2).c)}. Contoh 1. Fungsi Injektif Fungsi f : A B disebut fungsi injektif (fungsi satu-satu) jika dan hanya jika untuk tiap a1. (2.b. maka inverse image dari G adalah himpunan f −1 (G ) := {x : −2 ≤ x ≤ 2}.a).3: Misalkan f : R → R dengan f ( x) := x 2 .b). (3. Fungsi Surjektif Suatu fungsi f : A B disebut fungsi surjektif atau fungsi onto atau fungsi kepada jika dan hanya jika daerah hasil fungsi f sama dengan himpunan B atau Rf = B atau f ( A) = B .c).c} 1• Fungsi f : A B dinyatakan dalam pasangan terurut : •a f = {(1.c)}. maka bayangan (direct image) dari E terhadap fungsi f adalah himpunan bagian f (E ) dari b yang diberikan oleh f ( E ) := { f ( x) : x ∈ E} . 2• •b Tampak bahwa daerah hasil fungsi f adalah Rf : 3• {a. Contoh dalam diagram panah A : {1. 4• A f B B By: Siti Lailiyah. maka bayangan invers (invers image) dari H terhadap fungsi f adalah himpunan bagian f 1 ( H ) dari A yang diberikan oleh f −1 ( H ) := {x ∈ A : f ( x) ∈ H } .BAB PENGANTAR 1 ANALISIS REAL Definisi 1. M.1. Tipe-Tipe Khusus dari Fungsi 1.2.2. Direct image dari E := {x : 0 ≤ x ≤ 2} adalah himpunan f ( E ) := {y : 0 ≤ y ≤ 4}. Jika H ⊂ B .4} .3. Terlihat bahwa f −1 ( f ( E )) ≠ E . 6 . B : {a.6 Diberikan fungsi f : A → B .1. (3.a). (2. Jika G := {y : 0 ≤ y ≤ 4} .3} .Si.

2. 4• A f B By: Siti Lailiyah. 2• •b Tampak bahwa daerah hasil fs f : Rf : {a. (4.a).BAB PENGANTAR 1 ANALISIS REAL Fungsi f : A B disebut fungsi into atau fungsi ke dalam jika dan hanya jika daerah hasil fungsi f merupakan himpunan bagian murni dari himpunan B atau Rf ⊂ B.c} 1• •a fs f : A B dinyatakan dalam pasangan terurut f : {(1. M. (3.b} dan Rf 3• •c ⊂ B. B : {a.3.b.Si. Contoh : A : {1.a). maka fungsi f adalah fungsi into atau fungsi ke dalam.4} . (2.b)}. 7 .b).

Fungsi f : [0.3} . Jika g := {(b.Si.1] → [0.4 x adalah fungsi injektif.c).8.b. Misalkan f : A → B dan g : B → C .BAB PENGANTAR 1 ANALISIS REAL 3.1. a. A B Fungsi f Contoh 1.1] dengan f ( x) = x adalah fungsi bijektif.a).1. Fungsi komposisi ( g o f )( x) = g ( f ( x)) = 3(2 x) 2 − 1 = 3(4 x 2 ) − 1 = 12 x 2 − 1 ( f o g )( x) = f ( g ( x)) = 2(3 x 2 − 1) = 6 x 2 − 2 Terlihat bahwa ( g o f ) ≠ ( f o g ) . dinyatakan dalam pasangan terurut f : {(1. ini mungkin terjadi hanya jika f(x) anggota domain g.b)}. Fungsi f : A → R dengan A := {x ∈ R : x ≠ 1} dan f ( x) = Definisi 1. Jadi x = f −1 ( y ) jika dan hanya jika y = f (x ) . fungsi f adalah fungsi bijektif atau korespondensi satu-satu. a) ∈ BxA : (a.1. Fungsi komposisi g o f adalah fungsi dari A ke C didefinisikan oleh ( g o f )( x ) = g ( f ( x )). 8 .2. M. pertama dapatkan f(x) kemudian aplikasikan g untuk mendapatkan g(f(x)).5 Untuk x ∈ R.7 Misalkan f : A → B fungsi injektif dengan domain A dan R(f) didalam B. 2 b Tampak bahwa fungsi f adalah fungsi surjektif c 3 sekaligus fungsi injektif. Fungsi f : R → A dengan A := {x ∈ R : x ≥ 0} dan f ( x) = x 2 adalah fungsi surjektif. f ( x ) = 2 x dan g ( x ) = 3 x 2 − 1 . c. B : {a. Jadi haruslah range dari f termuat dalam domain g. b) ∈ f } maka g injeksi dengan domain D ( g ) = R ( f ) .c} 1 a fs f : A B. Fungsi g disebut fungsi invers dari f dan dinotasikan f −1 . ∀x ∈ A . x −1 b.1. Namun. Contoh 1. (3. Definisi 1. Fungsi Bijektif Fungsi f : A B disebut fungsi bijektif jika dan hanya jika fungsi f sekaligus merupakan fungsi surjektif dan fungsi injektif. Fungsi-Fungsi Komposisi Untuk membuat komposisi dua fungsi. By: Siti Lailiyah. Contoh : A : {1. (2.

1. Buktikan Teorema 1.Si. g dari R ke R sehingga f ≠ g tetapi f o g = g o f ? By: Siti Lailiyah. 9 . A2 . Jika f : A → B dan E.BAB PENGANTAR 1 ANALISIS REAL Latihan 1. tunjukkan E ∩ U A j = U (E ∩ A j ) dan E ∪ U A j = U (E ∪ A j ) n n n n j =1 j =1 j =1 j =1 3. M. K . Berikan contoh dua fungsi f. Jika {A1 .1 1. An } koleksi himpunan dan E sebarang himpunan. F adalah himpunan bagian dari A.2! 2. tunjukkan f (E ∪ F ) = f ( E ) ∪ f ( F ) dan f (E ∩ F ) ⊆ f ( E ) ∩ f ( F ) ? 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful